Back to announcement
20251229_MBAP_Informasi Transaksi Afiliasi_32015663_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review MBAPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 88
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT MITRABARA ADIPERDANA TBK
No. 00020/2.0120-04/BS/02/0627/1/XII/2025
Tanggal: 23 Desember 2025
Tanggal Pendapat Kewajaran 30 Juni 2025
Page 2
Kantor Cabang Jakarta Selatan
The AKKAS Commercial Building Lt.2
Jl. T.B. Simatupang No. 27, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
No. Laporan: 00020/2.0120-04/BS/02/0627/1/XII/2025 Jakarta, 23 Desember 2025
Kepada Yth.
PT Mitrabara Adiperdana Tbk
Grha Baramulti
Jl. Suryopranoto No.2, Komplek Harmoni Blok 8A
Jakarta Pusat, 10130
Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi Pemberian Pinjaman
Sesuai penugasan dari PT Mitrabara Adiperdana Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman
Meirizki dan Rekan (”HMR” atau ”Penilai” atau ”kami”) untuk keperluan Pendapat Kewajaran dalam
rangka memenuhi salah satu syarat keterbukaan informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK
42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan oleh PT Mitrabara Adiperdana Tbk
(”Perseroan” atau ”MBAP”) atas Rencana Transaksi Afiliasi pinjaman pemegang saham antara PT Mitra
Alam Bahari Sentosa (”MABS”) dengan PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”) yang tertuang dalam
Surat Perjanjian Kerja No. 003/SPK/HMR-JKSL/B/XI/2025 tanggal 21 November 2025 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini kami telah melakukan pekerjaan pendapat
kewajaran secara independen dengan tanggal pendapat kewajaran 30 Juni 2025.
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Mitrabara Adiperdana Tbk
Bidang Usaha : Pertambangan, Perdagangan dan Perindustrian Batu Bara
Alamat : Grha Baramulti
Jl. Suryopranoto No.2, Komplek Harmoni Blok 8A, Jakarta Pusat, 10130
Telepon dan Faks. : (021) 6385 6211 dan (021) 6385 2326
E-mail : corsec@mitrabaraadiperdana.co.id
Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan,
perdagangan, dan perindustrian batu bara. Selain itu, Perseroan juga mengembangkan kegiatan bisnis
lainnya di luar bisnis utamanya yaitu bisnis budidaya udang melalui MBP sebagai kepemilikan tidak
langsung dari entitas anak yaitu MABS. MBP memulai aktivitas operasional pada tahun 2023 dan proses
finalisasi konstruksi kolam budidaya udang tahap 1 berlangsung hingga pertengahan tahun 2024. Pada
tahun 2024, MBP telah mulai beroperasi dan saat ini memasuki siklus produksi ketiga.
MBP saat ini telah selesai membangun 60 kolam budidaya udang dari target 112 kolam budidaya udang
dengan pendanaan dari internal dan perbankan. Pembangunan total 112 kolam budidaya udang
merupakan jumlah yang dibutuhkan agar MBP dapat segera mencapai skala ekonomi yang optimum.
Untuk melanjutkan sisa 52 kolam budidaya udang yang belum terbangun, MBP memerlukan tambahan
pendanaan sekaligus memperbaiki likuiditas untuk tetap beroperasional dan memenuhi kewajiban
pembayaran atas pinjaman perbankan saat ini. Sektor industri budidaya udang merupakan industri
dengan persyaratan kredit yang ketat dari perbankan karena merupakan industri yang berkaitan dengan
budidaya makhluk hidup sehingga memiliki risiko yang relatif tinggi. Pendanaan tambahan dari
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | i
Page 3
perbankan memiliki hambatan dari sisi tenor pinjaman, fleksibilitas pembayaran, dan jaminan yang
dibutuhkan. Berdasarkan hal tersebut, manajemen Perseroan memandang perlu untuk memberikan
pendanaan kepada MBP dari sumber internal dengan mempertimbangkan beberapa faktor yaitu
persyaratan yang lebih fleksibel dan tanpa jaminan. Perseroan bermaksud untuk memberikan pinjaman
kepada MBP dengan mekanisme pinjaman kepada MABS yang merupakan Entitas Anak yang dimiliki
99,99% oleh Perseroan. Selanjutnya setelah pinjaman kepada MABS menjadi efektif, maka MABS akan
memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada MBP sebesar Rp59,5 miliar.
Pinjaman dari MBAP ke MABS merupakan transaksi yang dikecualikan dari transaksi yang memerlukan
pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Rencana transaksi pemberian pinjaman shareholder loan dari MABS ke MBP merupakan transaksi yang
memerlukan pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (untuk selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”). Dengan dilakukannya Rencana
Transaksi, diharapkan MBP dapat memperbaiki likuiditas dan memenuhi target 112 kolam budidaya
udang sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di masa mendatang melalui diversifikasi
sumber pendapatan.
Status Penilai
Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan
dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah kerja di seluruh
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah mendapatkan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.
66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
(Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB‐
57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII-2018, POJK 35/POJK.04/2020, POJK 17/2020, dan POJK 42/2020.
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.
Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”)
perusahaan terkendali dari PT Mitrabara Adiperdana Tbk (”MBAP”) yang akan memberikan pinjaman
pemegang saham kepada Entitas Anak yaitu PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”) sebesar
Rp59.500.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Milliar Lima Ratus Juta Rupiah) (selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”).
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | ii
Page 4
Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.
Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 30 Juni 2025.
Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
harga transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.
Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”)
MABS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa manajemen. Dalam Rencana Transaksi
ini, MABS bertindak sebagai pihak pemberi pinjaman.
• PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”)
MBP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang budidaya. Dalam Rencana Transaksi ini, MBP
bertindak sebagai penerima pinjaman.
Materialitas atas Transaksi
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 30 Juni 2025 oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan Nomor R/0016.ARC/RHP/2025 tanggal 27
Agustus 2025 tercatat sebesar USD185.639.944,- sedangkan harga Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp59.500.000.000,- atau ekuivalen dengan USD 3.665.373,- berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia
untuk mata uang USD per 30 Juni 2025 yaitu Rp16.233,-. Nilai transaksi adalah sebesar 1,97% dari
ekuitas Perseroan per 30 Juni 2025. Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
kewajaran;
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | iii
Page 5
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
tersebut adalah tanggungjawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
tanggungjawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbaharui hasil pendapat
kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
dilakukannya Rencana Transaksi;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
dan/atau pelanggaran hukum.
Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.
Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 30 Juni 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat subsequent event atau kejadian penting yaitu perubahan anggaran dasar PT Mitra
Alam Bahari Sentosa menjadi PT Mitra Alam Bumi Sentosa berdasarkan Akta No. 10 tanggal 20 Agustus
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | iv
Page 6
2025 yang dibuat di hadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan. Perubahan ini tidak
mempengaruhi hasil pendapat kewajaran.
Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.
Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Berdasarkan analisis terhadap dokumen legalitas Perseroan serta informasi dari manajemen
Perseroan, diperoleh informasi mengenai hubungan afiliasi berdasarkan jabatan dan kepemilikan
saham adalah sebagai berikut:
• Khoirudin menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan, menjabat sebagai Komisaris Utama MBP,
dan menjabat sebagai Komisaris Utama MABS;
• Yulius Leonardo menjabat sebagai Direktur Perseroan, menjabat sebagai Komisaris MBP, dan
menjabat sebagai Direktur Utama MABS;
• Insinyur Syadaruddin menjabat sebagai Komisaris MBP dan menjabat sebagai Komisaris MABS;
• Perseroan memiliki 99,99% saham MABS dan MABS memiliki 75% saham MBP.
2. Transaksi pinjaman pemegang saham digunakan untuk melakukan penambahan pembangunan 52
kolam budidaya udang MBP;
3. Setelah Rencana Transaksi, rasio likuiditas yaitu rasio lancar dan rasio kas Perseroan mengalami
peningkatan, hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban
jangka pendek menggunakan aset lancar semakin membaik. Rasio profitabilitas Perseroan setelah
Rencana Transaksi mengalami kenaikan yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan dan laba yang
ditunjukkan dengan rasio marjin laba bersih yang lebih besar;
4. Tingkat suku bunga pinjaman yang disepakati yaitu IndONIA (30 hari) + 5% per tahun. MBP melakukan
peminjaman dana dari MABS meskipun dengan bunga yang lebih tinggi yaitu 10,43% dibandingkan
dengan suku bunga rata-rata pinjaman investasi oleh Bank Persero sebesar 8,96%. Apabila
dibandingkan dengan suku bunga pinjaman bank kepada emiten sejenis, maka suku bunga Rencana
Transaksi masih berada pada range suku bunga pinjaman dari beberapa bank pembanding;
5. Analisis inkremental menunjukkan bahwa pemberian pinjaman pemegang saham kepada MBP akan
memberikan nilai tambah bagi Perseroan, karena dari Rencana Transaksi tersebut Perseroan akan
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | v
Page 7
memperoleh kenaikan pendapatan dan laba secara tidak langsung dari operasional MBP yang
diharapkan semakin membaik seiring penambahan jumlah kolam budidaya udang;
6. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat dan risiko sebagai berikut:
• Manfaat Transaksi:
a. Keberhasilan rencana pembangunan kolam budidaya udang yang dibiayai pinjaman MABS
kepada MBP berpotensi meningkatkan pendapatan dan laba MBP, yang pada akhirnya akan
memperkuat kinerja keuangan konsolidasi Perseroan;
b. Rencana Transaksi merupakan upaya Perseroan untuk keberhasilan diversifikasi sumber
pendapatan di masa depan;
c. Rencana Transaksi memberikan fleksibilitas pendanaan bagi MBP dan juga bagi Perseroan
secara konsolidasian.
• Risiko Transaksi:
a. Risiko kegagalan atau keterlambatan MBP dalam menyelesaikan pembangunan kolam
budidaya udang yang dibiayai pinjaman sesuai jadwal atau spesifikasi yang direncanakan dapat
memengaruhi potensi pendapatan dan pengembalian yang diharapkan oleh MABS dan
Perseroan secara konsolidasi;
b. Risiko terkait industri budidaya udang terutama faktor-faktor yang dapat meningkatkan
kegagalan panen udang yang secara langsung akan berdampak pada kinerja keuangan MBP dan
Perseroan secara konsolidasi;
c. Opportunity cost atas pembiayaan yang akan diberikan yang dapat terjadi bila terdapat
kegagalan atas panen udang.
7. Analisis kelayakan dilakukan dengan memperhitungkan Net Present Value (NPV) sesuai dengan
asumsi-asumsi proyeksi yang disusun oleh manajemen MBP sehingga diperoleh NPV positif;
8. Analisis kelayakan pelunasan utang dalam hal MBP gagal menyelesaikan kewajiban utang kepada
MABS, maka terdapat opsi konversi dari pinjaman pemegang saham menjadi penyertaan modal.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | vi
Page 8
Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran harga transaksi, dan analisis atas
faktor-faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa rencana transaksi MABS perusahaan terkendali
dari MBAP yang akan memberikan pinjaman pemegang saham kepada Entitas Anak yaitu MBP sebesar
Rp59.500.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Milliar Lima Ratus Juta Rupiah) adalah WAJAR.
Rekan - Penilai Bisnis
lzin Penilai : B-1.22.00627
No. MAPP! : 13-S-04028
No. Registe, : RMK-2017.01124
No. STTD : STTD.PB-57/PM.02/2023
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk I vii
Page 9
Page 10
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI............................................................................................. viii
DAFTAR ISI....................................................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ................................................................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................................ xii
DAFTAR GRAFIK ............................................................................................................................. xiii
1. PENDAHULUAN .........................................................................................................................1
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ..........................................................1
1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi ..............................................................................1
1.3. Status Penilai ................................................................................................................2
1.4. Independensi Penilai .....................................................................................................2
1.5. Objek Pendapat Kewajaran ............................................................................................2
1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ........................................................................2
1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran .........................................................................................2
1.8. Ruang Lingkup Penugasan .............................................................................................2
1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ...............................................3
1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas .......................................................................................3
1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran ..............................................................4
1.12. Sumber Data dan Informasi ...........................................................................................4
1.13. Subsequent Event .........................................................................................................5
1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran ...................................................................5
2. ANALISIS TRANSAKSI ................................................................................................................6
2.1. Identifikasi Pendirian Pihak-Pihak yang Bertransaksi .......................................................6
2.1.1. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (“Perseroan”) ....................................................................6
2.1.2. PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”) .........................................................................7
2.1.3. PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”) ............................................................................8
2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi .......................................................................9
2.3. Materialitas atas Transaksi .......................................................................................... 10
2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi ........................................ 11
2.4.1. Para Pihak................................................................................................................... 11
2.4.2. Fasilitas Pinjaman ....................................................................................................... 11
2.4.3. Jangka Waktu Pinjaman ............................................................................................... 12
2.4.4. Bunga ....................................................................................................................... 12
2.4.5. Pajak ....................................................................................................................... 13
2.4.6. Pembayaran Kembali .................................................................................................. 13
2.4.7. Pernyataan dan Jaminan Debitur .................................................................................. 14
2.4.8. Hal-Hal Yang Wajib Untuk Dilaksanakan Debitur ........................................................... 15
2.4.9. Kejadian Kelalaian ....................................................................................................... 15
2.4.10. Perubahan Ketentuan Perjanjian .................................................................................. 15
2.4.11. Pilihan Hukum dan Penyelesaian Sengketa ................................................................... 15
2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi .......................................................... 16
2.5.1. Manfaat Transaksi ....................................................................................................... 16
2.5.2. Risiko Transaksi .......................................................................................................... 16
3. ANALISIS KUALITATIF .............................................................................................................. 17
3.1. Tinjauan Ekonomi ........................................................................................................ 17
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | ix
Page 11
3.1.1.Indeks Harga Saham Gabungan ................................................................................... 17
3.1.2.Nilai Tukar Rupiah ....................................................................................................... 17
3.1.3.Suku Bunga ................................................................................................................. 18
3.1.4.Inflasi ....................................................................................................................... 18
3.2. Analisis Industri .......................................................................................................... 19
3.2.1.Perkembangan Sektor Pertambangan Batu Bara ........................................................... 19
3.2.2.Analisis Industri Tambak Udang ................................................................................... 24
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan ................................................................ 27
3.4. Analisis Operasional dan Prospek MBP ......................................................................... 27
3.5. Analisis SWOT ............................................................................................................. 28
3.6. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi ........................................................ 29
3.7. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif .......................................................... 30
3.8. Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan ................................................... 30
3.9. Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan .................................................. 31
3.10. Analisis Dampak Keuangan Perseroan jika Proyek yang Akan didanai Mengalami
Kegagalan ................................................................................................................... 31
4. ANALISIS KUANTITATIF ............................................................................................................ 32
4.1. Penilaian Kinerja Historis Perseroan ............................................................................. 32
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis ................................................................................ 32
4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis .......................................................................................... 34
4.1.3. Laporan Arus Kas Historis ............................................................................................ 35
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 36
4.2. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga ................................................................................ 37
4.3. Analisis Proforma ........................................................................................................ 38
4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan ................................................................... 39
4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .................................... 45
4.6. Analisis Kemampuan Penerima Dana Pinjaman untuk Melunasi Transaksi ..................... 45
4.7. Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Transaksi ................................ 46
4.8. Analisis Inkremental .................................................................................................... 46
4.8.1. Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Perseroan Sebagai Akibat dari Rencana Transaksi ..... 46
4.8.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ........................................................................... 47
4.8.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan ......................................................................... 48
4.9. Analisis Sensitivitas ..................................................................................................... 48
4.10. Analisis atas Jaminan yang Terkait Dengan Pinjam Meminjam ....................................... 48
5. ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS TRANSAKSI PINJAM MEMINJAM
DANA ...................................................................................................................................... 49
5.1. Analisis Kelayakan Investasi ........................................................................................ 49
5.2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 49
5.3. Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan ............................................................... 49
6. KESIMPULAN .......................................................................................................................... 50
6.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi ................................................................................ 50
6.2. Pendapat Kewajaran.................................................................................................... 51
6. LAMPIRAN ................................................................................................................................... 52
7. REFERENSI.................................................................................................................................. 53
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | x
Page 12
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ...................................................................................... 7
Tabel 2. Susunan Pemegang Saham MABS ............................................................................................ 8
Tabel 3. Susunan Pemegang Saham MBP .............................................................................................. 9
Tabel 4. Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan ......................................................................... 30
Tabel 5. Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan ........................................................................ 31
Tabel 6. Laporan Posisi Keuangan ........................................................................................................ 32
Tabel 7. Laporan Laba Rugi .................................................................................................................. 35
Tabel 8. Laporan Arus Kas .................................................................................................................... 35
Tabel 9. Analisis Rasio Keuangan ......................................................................................................... 37
Tabel 10. Perbandingan Tingkat Suku Bunga Pinjaman ......................................................................... 38
Tabel 11. Proforma Posisi Keuangan .................................................................................................... 38
Tabel 12. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi ....................................................................... 39
Tabel 13. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi ..................................................................... 40
Tabel 12. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ............................................................. 41
Tabel 13. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi .......................................................... 43
Tabel 14. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ............................. 45
Tabel 17. Proyeksi Laba (Rugi) dan Arus Kas MBP ................................................................................. 45
Tabel 17. Arus Kas Perseroan ............................................................................................................... 46
Tabel 15. Analisis Inkremental ............................................................................................................. 47
Tabel 18. Analisis Sensitivitas .............................................................................................................. 48
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | xi
Page 13
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Perseroan, MABS, dan MBP ........................................................ 10
Gambar 2. Alur Rencana Transaksi .................................................................................................. 10
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | xii
Page 14
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Periode 31 Desember 2020 – 2024 dan 30 Juni 2025 .................................................. 17
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025 ............... 18
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024 dan Juni 2025 ............................................................ 19
Grafik 4. Produk Domestik Bruto (ADHB) Pertambangan & Industri Batu Bara .................................... 19
Grafik 5. Harga Batu Bara Acuan ...................................................................................................... 20
Grafik 6. Produksi Batu Bara di Indonesia ......................................................................................... 20
Grafik 7. Konsumsi Batu Bara Dalam Negeri (DMO) .......................................................................... 21
Grafik 8. Capaian Konsumsi Batu Bara untuk PLTU di Indonesia ........................................................ 22
Grafik 9. Nilai Ekspor Komoditas Batu Bara Indonesia ...................................................................... 22
Grafik 10. Volume Ekspor Batu Bara Indonesia ................................................................................. 23
Grafik 11. Kinerja Produksi Perikanan .............................................................................................. 24
Grafik 12. Volume Impor Udang Indonesia ....................................................................................... 24
Grafik 13. Nilai Impor Udang Indonesia ............................................................................................ 25
Grafik 14. Volume Ekspor Udang Indonesia ...................................................................................... 25
Grafik 15. Nilai Ekspor Udang Indonesia .......................................................................................... 26
Grafik 16. Harga Rata-Rata Impor & Ekspor Udang ........................................................................... 26
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | xiii
Page 15
1. PENDAHULUAN
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Mitrabara Adiperdana Tbk
Bidang Usaha : Pertambangan, Perdagangan Dan Perindustrian Batu Bara
Alamat : Grha Baramulti
Jl. Suryopranoto No.2, Komplek Harmoni Blok 8A, Jakarta Pusat, 10130
Telepon dan Faks. : (021) 6385 6211 dan (021) 6385 2326
E-mail : corsec@mitrabaraadiperdana.co.id
1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan,
perdagangan, dan perindustrian batu bara. Selain itu, Perseroan juga mengembangkan kegiatan bisnis
lainnya di luar bisnis utamanya yaitu bisnis budidaya udang melalui MBP sebagai kepemilikan tidak
langsung dari entitas anak yaitu MABS. MBP memulai aktivitas operasional pada tahun 2023 dan proses
finalisasi konstruksi kolam budidaya udang berlangsung hingga pertengahan tahun 2024. Pada tahun
2024, MBP telah mulai beroperasi dan saat ini memasuki siklus produksi ketiga.
MBP saat ini telah selesai membangun 60 kolam budidaya udang dari target 112 kolam budidaya udang
dengan pendanaan dari internal dan perbankan. Pembangunan total 112 kolam budidaya udang
merupakan jumlah yang dibutuhkan agar MBP dapat segera mencapai skala ekonomi yang optimum.
Untuk melanjutkan sisa 52 kolam budidaya udang yang belum terbangun, MBP memerlukan tambahan
pendanaan sekaligus memperbaiki likuiditas untuk tetap beroperasional dan memenuhi kewajiban
pembayaran atas pinjaman perbankan saat ini. Sektor industri budidaya udang merupakan industri
dengan persyaratan kredit yang ketat dari perbankan karena merupakan industri yang berkaitan dengan
budidaya makhluk hidup sehingga memiliki risiko yang relatif tinggi. Pendanaan tambahan dari
perbankan memiliki hambatan dari sisi tenor pinjaman, fleksibilitas pembayaran, dan jaminan yang
dibutuhkan. Berdasarkan hal tersebut, manajemen Perseroan memandang perlu untuk memberikan
pendanaan kepada MBP dari sumber internal dengan mempertimbangkan beberapa faktor yaitu
persyaratan yang lebih fleksibel dan tanpa jaminan. Perseroan bermaksud untuk memberikan pinjaman
kepada MBP dengan mekanisme pinjaman kepada MABS yang merupakan Entitas Anak yang dimiliki
99,99% oleh Perseroan. Selanjutnya setelah pinjaman kepada MABS menjadi efektif, maka MABS akan
memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada MBP sebesar Rp59,5 miliar.
Pinjaman dari MBAP ke MABS merupakan transaksi yang dikecualikan dari transaksi yang memerlukan
pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Rencana transaksi pemberian pinjaman shareholder loan dari MABS ke MBP merupakan transaksi yang
memerlukan pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (untuk selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”). Dengan dilakukannya Rencana
Transaksi, diharapkan MBP dapat memperbaiki likuiditas dan memenuhi target 112 kolam budidaya
udang sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di masa mendatang melalui diversifikasi
sumber pendapatan.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 1
Page 16
1.3. Status Penilai
Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan
dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah kerja di seluruh
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah mendapatkan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.
66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
(Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB‐
57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII-2018, POJK 35/POJK.04/2020, POJK 17/2020, dan POJK 42/2020.
1.4. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.
1.5. Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”)
perusahaan terkendali dari PT Mitrabara Adiperdana Tbk (”MBAP”) yang akan memberikan pinjaman
pemegang saham kepada Entitas Anak yaitu PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”) sebesar
Rp59.500.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Milliar Lima Ratus Juta Rupiah) (selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”).
1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.
1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 30 Juni 2025.
1.8. Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
harga transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 2
Page 17
1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”)
MABS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa manajemen. Dalam Rencana Transaksi
ini, MABS bertindak sebagai pihak pemberi pinjaman.
• PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”)
MBP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang budidaya udang. Dalam Rencana Transaksi ini,
MBP bertindak sebagai penerima pinjaman.
1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
tersebut adalah tanggungjawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
tanggungjawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbaharui hasil pendapat
kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
dilakukannya Rencana Transaksi;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 3
Page 18
• Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
dan/atau pelanggaran hukum.
1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis atas kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.
1.12. Sumber Data dan Informasi
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami menggunakan data dan informasi berikut:
1. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
Nomor 00264/2.1032/AU.1/02/0696-1/1/III/2021 tanggal 26 Maret 2021 dengan opini wajar yang
ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja selaku penanggung jawab audit;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
Nomor 00345/2.1032/AU.1/02/1716-1/1/III/2022 tanggal 29 Maret 2022 dengan opini wajar yang
ditandatangani oleh Dede Rusli selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
dengan Nomor 00430/2.1025/AU.1/0243-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan opini wajar
yang ditandatangani oleh Yusron, S.E., Ak., CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
Nomor 00318/2.1025/AU.1/02/0243-2/1/III/2024 tanggal 21 Maret 2024 dengan opini wajar yang
ditandatangani oleh Yusron, S.E., Ak., CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
Nomor 00317/2.1030/AU.1/02/0965-1/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025 dengan opini wajar yang
ditandatangani oleh Tombang Lumban Gaol selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan Nomor
R/0016.ARC/RHP/2025 tanggal 27 Agustus 2025 dengan opini wajar yang ditandatangani oleh Rudi
Hartono Purba selaku penanggung jawab audit;
7. Proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah dilakukannya transaksi per 30 Juni
2025;
8. Proyeksi laporan keuangan konsolidasi Perseroan tahun 2025-2032 Tanpa Rencana Transaksi dan
Dengan Rencana Transaksi, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
9. Proyeksi laporan keuangan MBP tahun 2025-2032 Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi;
10. Draft Perjanjian antara MABS dengan MBP mengenai pinjaman pemegang saham;
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 4
Page 19
11. Legalitas lainnya yang terkait dengan Perseroan dan pihak-pihak yang bertransaksi;
12. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan dalam rangka
penugasan ini.
1.13. Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 30 Juni 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat subsequent event atau kejadian penting yaitu perubahan anggaran dasar PT Mitra
Alam Bahari Sentosa menjadi PT Mitra Alam Bumi Sentosa berdasarkan Akta No. 10 tanggal 20 Agustus
2025 yang dibuat di hadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan. Perubahan ini tidak
mempengaruhi hasil pendapat kewajaran.
1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 5
Page 20
2. ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Identifikasi Pendirian Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.1.1. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (“Perseroan”)
Gambaran Umum
PT Mitrabara Adiperdana Tbk (“Perseroan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 29 Mei 1992
berdasarkan Akta Notaris H.A. Kadir Usman, S.H. No. 34. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-8887.HT.01.01.TH’92 tanggal 28 Oktober 1992.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir berdasarkan
Akta No. 29 dari Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., tanggal 27 Mei 2025, sehubungan dengan perubahan
susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia dalam Surat No. AHU-AH.01.09-0272177 pada tanggal 28 Mei 2025.
Kegiatan utama Perseroan dan entitas anaknya (secara bersama-sama dirujuk sebagai “Grup”)
mencakup pertambangan, perdagangan dan perindustrian batu bara. Kantor pusat Perseroan beralamat
di Grha Baramulti, Jl. Suryopranoto No. 2, Komplek Harmoni Blok A-8, Jakarta Pusat. Perseroan memiliki
tambang batu bara yang terletak di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Perseroan memulai
tahap produksi pada tahun 2008.
PT Wahana Sentosa Cemerlang adalah entitas induk Perseroan. Ny. Ghan Djoe Hiang adalah pemegang
saham pengendali akhir Perseroan.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan akta No. 28 tanggal 27 Mei 2025 di hadapan Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn, susunan
pengurus Perseroan per 30 Juni 2025 sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Doktorandus Doddy Sumantyawan Hadidojo Soedaryo
Komisaris Independen : Abdullah Farid Siddik
Dewan Direksi
Direktur Utama : Khoirudin
Direktur : Dani Prastiadi
Direktur : Yulius Leonardo
Direktur : Helmy Paramaditya
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 6
Page 21
Pemegang saham Perseroan per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Saham di
Persentase Jumlah Setara
Pemegang Saham tempatkan dan Jumlah
Kepemilikan dalam Rupiah
disetor penuh
PT Wahana Sentosa Cemerlang 736.363.152 60,00% 6.461.654 73.636.315.200
PT Wahana Batubara Indonesia 368.181.600 30,00% 3.232.619 36.818.160.000
Khoirudin (Direktur Utama) 3.408.100 0,28% 29.142 340.810.000
Yulius Leonardo (Direktur) 184.000 0,01% 1.611 18.400.000
Dani Prastiadi (Direktur) 7.100 0,00% 62 710.000
Helmy Paramaditya (Direktur) 2.000 0,00% 18 200.000
Masyarakat lainnya (dengan 119.126.000 9,71% 1.018.566 11.912.600.000
masing-masing kepemilikan di
bawah 5%)
Total 1.227.271.952 100,00% 10.743.672 122.727.195.200
Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan per 30 Juni 2025
2.1.2. PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”)
Gambaran Umum
PT Mitra Alam Bahari Sentosa (“MABS”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 9 Maret 2022
berdasarkan Akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn No. 9. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. AHU-0017629.AH.01.01 Tahun 2022 tanggal 10 Maret
2022. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, sebagaimana perubahan
terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham MABS No. 18 dari Notaris Liestiani
Wang, S.H., M.Kn., tanggal 24 November 2023. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0149821 tahun 2023 pada tanggal 1 Desember
2023.
Kegiatan utama MABS yaitu berusaha dalam aktivitas konsultasi manajemen. Kantor pusat MABS
beralamat di Grha Baramulti Jl. Suryopranoto No.2 Komplek Harmoni Plaza Blok A-8, Jakarta Pusat.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham MABS
Berdasarkan akta No. 9 tanggal 19 Maret 2022 oleh Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn, susunan pengurus
MABS per 30 Juni 2025 sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Khoirudin
Komisaris : Insinyur Syadaruddin
Dewan Direksi
Direktur Utama : Yulius Leonardo
Direktur : Juharta Halim
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 7
Page 22
Berdasarkan Akta No. 18 tanggal 24 November 2023 di hadapan Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn
susunan pemegang saham MABS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Susunan Pemegang Saham MABS
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
PT Mitrabara Adiperdana Tbk 77.499.000.000 77.499 99,99%
PT Baradinamika Mudasukses 1.000.000 1 0,01%
Total 77.500.000.000 75.000 100,00%
Sumber: Akta No. 18 tanggal 24 November 2023
2.1.3. PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”)
Gambaran Umum
PT Mitradelta Bahari Pratama (“MBP”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 12 Juli 2022
berdasarkan Akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn No. 7. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. AHU-0050645.AH.01.01 Tahun 2022 tanggal 28 Juli
2022. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
berdasarkan Akta No. 13 dari Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., tanggal 12 Desember 2023, mengenai
pernyaraan keputusan pemegang saham MBP. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia dalam Surat No. AHU-0079045.AH.01.02 tahun 2023 pada tanggal 18 Desember
2023.
Kegiatan utama MBP yaitu berusaha dalam bidang pembesaran Crustacea Air Payau dan perdagangan
besar hasil perikanan. Kantor pusat MBP beralamat di Grha Baramulti Jl. Suryopranoto No.2 Komplek
Harmoni Plaza Blok A-8, Jakarta Pusat.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham MBP
Berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 12 Juli 2022 di hadapan Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn
susunan pengurus MBP per 30 Juni 2025 sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Khoirudin
Wakil Komisaris Utama : Rizky Darmawan
Komisaris : Insinyur Syadaruddin
Komisaris : Yulius Leonardo
Dewan Direksi
Direktur Utama : Meireno Luenda Wicaksono
Wakil Direktur Utama : Cynthia Darmawan
Direktur : Jacky
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 8
Page 23
Berdasarkan Akta No. 13 tanggal 12 Desember 2023 di hadapan Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn
susunan pemegang saham MBP per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Susunan Pemegang Saham MBP
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
PT Mitra Alam Bahari Sentosa 67.500.000.000 67.500 75,00%
PT Delta Marine Indonesia 22.500.000.000 22.500 25,00%
Total 90.000.000.000 90.000 100,00%
Sumber: Akta No. 13 tanggal 12 Desember 2023
2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau pengendali.
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
• Khoirudin menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan, menjabat sebagai Komisaris Utama MBP, dan
menjabat sebagai Komisaris Utama MABS;
• Yulius Leonardo menjabat sebagai Direktur Perseroan, menjabat sebagai Komisaris MBP, dan
menjabat sebagai Direktur Utama MABS;
• Insinyur Syadaruddin menjabat sebagai Komisaris MBP dan menjabat sebagai Komisaris MABS.
Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan kepemilikan saham
yaitu:
• Perseroan memiliki 99,99% saham MABS;
• MABS memiliki 75% saham MBP.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, tidak terdapat benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan. Selanjutnya, bagan hubungan afiliasi antara
Perseroan dengan MABS dan MBP berdasarkan kepemilikan saham dan alur Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 9
Page 24
Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Perseroan, MABS, dan MBP
PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP)
99,99%
PT Mitra Alam Bahari Sentosa (MABS)
75,00%
PT Mitradelta Bahari Pratama (MBP)
Sumber: Manajamen Perseroan
Berdasarkan gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa transaksi antara Perseroan dengan MABS dan
MBP dapat dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dengan POJK No.
42/POJK.04/2020 yaitu transaksi yang dilakukan oleh Perseroan dengan pihak afiliasi salah satunya
jabatan dan pemegang saham. Alur rencana transaksi adalah sebagai berikut:
Gambar 2. Alur Rencana Transaksi
MABS MBP
Memberikan pinjaman sebesar Rp59.500.000.000,-
Sumber: Manajemen Perseroan
2.3. Materialitas atas Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak lain;
dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua
puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.
Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai
transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 10
Page 25
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan
atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama dengan atau
lebih dari 20% (dua puluh persen);
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).
Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 30 Juni 2025 oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan Nomor R/0016.ARC/RHP/2025 tanggal 27
Agustus 2025 tercatat sebesar USD185.639.944,- sedangkan harga Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp59.500.000.000,- atau ekuivalen dengan USD 3.665.373,- berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia
untuk mata uang USD per 30 Juni 2025 yaitu Rp16.233,-. Nilai transaksi adalah sebesar 1,97% dari
ekuitas Perseroan per 30 Juni 2025. Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.
2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi
Berdasarkan perjanjian pemberian pinjaman pemegang saham antara MABS dengan MBP dan informasi
dari pihak manajemen, informasi dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:
2.4.1. Para Pihak
Pihak-pihak yang melakukan Transaksi adalah:
1. MABS selaku pihak pemberi pinjaman kepada MBP (”Kreditur”);
2. MBP selaku pihak penerima pinjaman (”Debitur”).
Kreditur dan Debitur selanjutnya secara bersama-sama disebut ”Para Pihak”.
2.4.2. Fasilitas Pinjaman
Kreditur menyetujui memberikan pinjaman kepada Debitur dengan jumlah plafon keseluruhan maksimal
sebesar Rp59.500.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Miliar Lima Ratus Juta Rupiah) (selanjutnya disebut
“Fasilitas Pinjaman”).
Para Pihak sepakat bahwa seluruh biaya yang timbul berkaitan dengan Fasilitas Pinjaman tersebut akan
menjadi tanggung jawab Debitur, termasuk namun tidak terbatas pada Bunga, pajak atas Bunga, biaya
untuk menyiapkan laporan keuangan Debitur yang diaudit, laporan opini kewajaran, dan biaya notaris
(”Biaya”) yang dibutuhkan terkait pelaksanaan Perjanjian ini.
Para Pihak sepakat bahwa setelah berakhirnya Jangka Waktu Pinjaman, Debitur berkewajiban untuk
mengembalikan seluruh Fasilitas Pinjaman, Nilai Pinjaman Bunga dan Biaya (“Hutang”).
Dalam hal terdapat salah satu Kreditur tidak dapat memberikan Fasilitas Pinjaman sesuai dengan porsi
kepemilikan saham di Debitur (“Kreditur Tidak Berkontribusi”), maka Kreditur yang lain dapat, namun
tidak wajib, memberikan pinjaman melebihi porsi kepemilikannya di Debitur (“Kreditur Berkontribusi”).
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 11
Page 26
Untuk menghindari keragu-raguan, masing – masing Kreditur tidak memiliki kewajiban untuk menjadi
Kreditur Berkontribusi.
Apabila selama Jangka Waktu Pinjaman, Kreditur Berkontribusi memilih untuk melakukan konversi
Hutang menjadi penyertaan modal di Debitur, maka Kreditur Berkontribusi berhak untuk melakukan
konversi tersebut tanpa memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Kreditur Tidak Berkontribusi.
Dalam hal ini, Kreditur Tidak Berkontribusi mengesampingkan seluruh haknya untuk tindakan konversi
Hutang tersebut.
Fasilitas Pinjaman akan ditransfer secara langsung dan/atau bertahap selama Jangka Waktu Fasilitas
Pinjaman, sejak tanggal ditandatanganinya Perjanjian ini ke rekening yang ditentukan oleh Debitur,
setelah Debitur mengajukan surat permohonan pencairan dana kepada Kreditur dan Investment Note
telah ditandatangani oleh Pemegang Saham. Fasilitas Pinjaman akan dianggap telah dicairkan dan
diterima oleh Debitur apabila Fasilitas Pinjaman telah berhasil dipindahbukukan ke rekening bank yang
ditentukan oleh Debitur.
2.4.3. Jangka Waktu Pinjaman
Para Pihak dengan ini bersepakat bahwa Jangka Waktu Fasilitas Pinjaman yang telah diberikan oleh
Kreditur kepada Debitur ditetapkan untuk jangka waktu paling lambat 84 (delapan puluh empat) bulan
(“Jangka Waktu Fasilitas Pinjaman”) sejak ditandatanganinya Perjanjian ini (selanjutnya disebut
sebagai “Jangka Waktu Fasilitas Pinjaman”).
Para Pihak sepakat bahwa dengan pertimbangan Debitur masih memiliki kewajiban terhadap PT Bank
CIMB Niaga Tbk, sebagaimana diatur dalam Pasal 13 ayat (3) Akta Fasilitas Pinjaman CIMB, maka sampai
dengan dilakukannya pelunasan atas seluruh kewajiban terhadap PT Bank CIMB Niaga Tbk, maka Debitur
tidak diperbolehkan untuk membayar kembali tagihan atau piutang berupa apapun juga yang telah
dan/atau akan diberikan oleh Kreditur untuk jangka waktu kurang lebih 60 (enam puluh) bulan (“Masa
Tenggang Pinjaman”).
Para Pihak sepakat bahwa Debitur wajib melakukan pengembalian atas Hutang kepada Kreditur secara
sekaligus pada saat berakhirnya dan/atau dilakukan pengakhiran lebih awal atas Jangka Waktu Fasilitas
Pinjaman, atau selambat – lambatnya pada tanggal 28 Desember 2032 (“Tanggal Jatuh Tempo”), (sesuai
dengan ketentuannya), secara penuh dan sekaligus, yang mana yang lebih dahulu tercapai.
Dalam hal Debitur bermaksud mengajukan permohonan restrukturisasi ketentuan di dalam Perjanjian
ini, maka Debitur wajib menyampaikan permohonan secara tertulis paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum
berakhirnya Jangka Waktu Pinjaman. Kreditur berhak meninjau permohonan Debitur tersebut dan
penyampaian persetujuan atas permohonan Debitur akan bergantung kepada persetujuan internal
Kreditur.
2.4.4. Bunga
Para Pihak telah sepakat bahwa atas Fasilitas Pinjaman, Debitur berkewajiban untuk membayar bunga
yang dihitung selama Jangka Waktu Fasilitas Pinjaman (“Tingkat Suku Bunga”), dengan ketentuan
perhitungan tingkat suku bunga pinjaman sebagai berikut:
IndONIA (30 hari) + 5% per tahun, dari Fasilitas Pinjaman yang terhutang.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 12
Page 27
Dengan mempertimbangkan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) jo Pasal 3 ayat 1
Perjanjian ini, maka Debitur akan dibebankan nilai pinjaman bunga, yang merupakan akumulasi hutang
bunga atas Fasilitas Pinjaman yang dihitung selama Masa Tenggang Pinjaman, dengan berdasarkan
Tingkat Suku Bunga (“Nilai Pinjaman Bunga”).
Selama Masa Tenggang Pinjaman, Debitur tidak akan melakukan pembayaran atas bunga pinjaman. Akan
tetapi untuk menghindari keragu – raguan, kewajiban pembayaran bunga pinjaman akan tetap dihitung
berdasarkan Fasilitas Pinjaman yang telah dicairkan, dan akan menjadi Nilai Pinjaman Bunga pada akhir
Masa Tenggang Pinjaman.
Debitur bertanggungjawab atas kewajiban pembayaran Bunga kepada Kreditur terhitung sejak tanggal
Fasilitas Pinjaman telah berhasil dipindahbukukan ke rekening bank yang ditentukan oleh Debitur,
sampai dengan setelah dilakukannya pelunasan atas Fasilitas Pinjaman dengan cara yang telah
disepakati berdasarkan Perjanjian ini.
Apabila sampai dengan Tanggal Jatuh Tempo, masih terdapat Hutang yang tertunggak, maka Debitur
bertanggungjawab untuk membayar Hutang secara lunas dan sekaligus terhadap Kreditur dalam jangka
waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sejak Tanggal Jatuh Tempo.
2.4.5. Pajak
Debitur wajib menanggung semua pajak yang timbul atas Hutang sesuai dengan Perjanjian ini (termasuk
pajak atas Bunga).
Bunga dan seluruh Biaya yang terkait dengan Fasilitas Pinjaman dan/atau Perjanjian ini akan ditanggung
sepenuhnya oleh Debitur.
Debitur akan segera membayar jumlah potongan pajak ke kas Negara sesuai dengan peraturan yang
berlaku, dan segera setelah pembayaran pajak ke kas Negara, Debitur akan memberikan bukti
penerimaan pembayaran pajak atas nama Kreditur sesuai dengan jumlah potongan pajak yang
dibayarkan.
2.4.6. Pembayaran Kembali
Pembayaran sebelum Tanggal Jatuh Tempo diperkenankan dan tidak akan dikenakan denda.
Bagian dari Hutang yang telah dibayarkan kepada Kreditur tidak dapat ditarik kembali oleh Debitur.
Dalam hal Debitur bermaksud mengajukan permohonan restrukturisasi terkait ketentuan Perjanjian ini,
maka Debitur wajib menyampaikan permohonan secara tertulis paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum
berakhirnya Jangka Waktu Pinjaman. Kreditur secara bersama – sama, berhak meninjau permohonan
Debitur tersebut dan penyampaian persetujuan atas permohonan Debitur akan bergantung kepada
persetujuan internal Kreditur.
Apabila pada Tanggal Jatuh Tempo, dan Debitur tidak melaksanakan permohonan sebagaimana
dimaksud pada Pasal 5 ayat 3 Perjanjian ini, maka Debitur berkewajiban untuk melakukan pengembalian
kepada Kreditur, atas Hutang yang tertunggak yang timbul sebagai pelaksanaan Perjanjian ini. Atas
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 13
Page 28
pengembalian tersebut diatas, akan memberikan tanda bukti pelunasan Hutang kepada Debitur yang
akan disampaikan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kalender setelah dilakukannya
pembayaran kembali tersebut di atas
Apabila sampai dengan Tanggal Jatuh Tempo sebagaimana diatur dalam Pasal 5.4 Perjanjian ini, dan
masih terdapat Hutang yang belum dilunasi oleh Debitur dan/atau terjadi pelanggaran Debitur atas salah
satu atau lebih ketentuan material di dalam Perjanjian ini, maka atas opsi sepenuhnya dari Kreditur, dan
berdasarkan permintaan tertulis dari Kreditur:
• Debitur dengan ini menjamin kepada Kreditur untuk memastikan perubahan atau konversi Hutang
yang timbul atas pelaksanaan Perjanjian ini untuk selanjutnya dirubah menjadi setoran modal Kreditur
kepada Debitur;
• Sehubungan dengan perubahan atau konversi Hutang untuk selanjutnya dirubah menjadi setoran
modal Kreditur pada Debitur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5.5.1 di atas, maka Debitur, dengan
ini menyatakan tidak ada keberatan atas dampak konversi tersebut;
• Terkait konversi Hutang tersebut, Debitur akan menyusun keputusan sirkuler terkait dengan
pengkonversian Hutang tersebut dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kalender setelah
lewatnya Tanggal Jatuh Tempo, dengan agenda penerbitan lembaran saham baru;
• Kreditur dan Debitur telah sepakat dalam hal terjadi konversi atas Hutang menjadi setoran modal,
maka nilai konversi per lembar saham akan dilakukan dengan mempergunakan nilai nominal,
sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar Debitur (par value), dan tidak perlu dilakukan
penilaian lebih lanjut atas konversi tersebut diatas.
2.4.7. Pernyataan dan Jaminan Debitur
Debitur tanpa syarat dan tidak dapat dicabut kembali dengan ini menyatakan dan menjamin kepada
Kreditur atas hal-hal sebagai berikut:
• bahwa Debitur untuk kepentingan penandatanganan Perjanjian ini memiliki kuasa penuh dan
wewenang untuk membuat dan menandatangani Perjanjian ini, antara lain telah memperoleh semua
persetujuan yang disyaratkan oleh anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
termasuk tetapi tidak terbatas untuk menerima Fasilitas Pinjaman sebagaimana ditetapkan dalam
Perjanjian ini.
• bahwa sehubungan dengan penandatanganan dan pelaksanaan dari Perjanjian ini, Debitur tidak akan
melanggar dengan cara apapun suatu ketentuan hukum, ketetapan atau peraturan yang berlaku
terhadap ketentuan-ketentuan atau pelaksanaan-pelaksanaan yang ditetapkan dalam Perjanjian ini.
Para Pihak dengan ini menegaskan bahwa Perjanjian ini tidak akan ditandatangani dan dilaksanakan oleh
mereka tanpa adanya ketentuan dari Pasal 6.1. di atas, oleh karena itu bilamana terdapat
ketidakakuratan dan/atau ketidakbenaran dari ketentuan Pasal 6.1. di atas yang kemudian
mengakibatkan kerugian material dan/atau immaterial terhadap pihak ketiga, Debitur dengan ini
menegaskan dan bersepakat untuk melepaskan Kreditur dari pertanggungjawaban yang diderita oleh
pihak lainnya akibat dari ketidakakuratan dan/atau ketidakbenaran data dan informasi yang diperoleh
sebelum, selama, dan/atau sesudah penandatanganan dan pelaksanaan Perjanjian ini. Pernyataan yang
diberikan oleh Debitur tersebut akan tetap berlaku dan mengikat sampai dengan berakhirnya Perjanjian
ini.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 14
Page 29
2.4.8. Hal-Hal Yang Wajib Untuk Dilaksanakan Debitur
Debitur wajib untuk:
• Mentaati semua undang-undang, peraturan pemerintah, kebijakan pemerintah, petunjuk atau
instruksi dari pemerintah yang berlaku.
• Segera memberitahukan kepada Kreditur secara tertulis tentang adanya setiap perkara yang
menyangkut Debitur, baik perkara perdata, tata usaha negara, tuntutan pajak, penyidikan maupun
perkara pidana yang akan mempengaruhi usaha maupun harta kekayaan Debitur.
2.4.9. Kejadian Kelalaian
Satu atau lebih dari tindakan atau peristiwa di bawah ini merupakan Kejadian Kelalaian:
• Kelalaian Debitur untuk membayar Fasilitas Pinjaman (termasuk Bunga dan Biaya terkait lainnya
sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian ini) pada waktu dan dengan cara sebagaimana
ditentukan dalam Perjanjian ini;
• Debitur lalai atau tidak memenuhi syarat-syarat atau ketentuan-ketentuan material dalam Perjanjian
ini;
• Suatu aksi korporasi, proses hukum atau prosedur atau langkah lain terhadap Debitur diambil
sehubungan dengan penangguhan pembayaran, moratorium utang, pembubaran, pemberesan,
pengurusan, pengurusan yudisial, pengawasan sementara atau reorganisasi (melalui pengaturan
sukarela, scheme of arrangement atau lainnya) atau pengangkatan likuidator, kurator, pengurus,
pengurus yudisial, kurator administratif, pengurus wajib, pengawas sementara atau pejabat sejenis
lainnya.
Jika terjadi Kejadian Kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.1 di atas, maka Fasilitas Pinjaman
menjadi jatuh tempo pada saat itu dan Kreditur berhak untuk melaksanakan hak-haknya untuk
memperoleh pengembalian Fasilitas Pinjaman beserta bunganya.
2.4.10. Perubahan Ketentuan Perjanjian
Dalam hal dilakukan perubahan atas ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini, maka perubahan
tersebut akan diatur dalam suatu perjanjian atau surat tersendiri yang ditandatangani oleh Para Pihak,
dimana perjanjian atau surat tersebut merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari
Perjanjian ini.
2.4.11. Pilihan Hukum dan Penyelesaian Sengketa
Perjanjian ini wajib ditafsirkan dan tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara
Republik Indonesia.
Setiap dan semua sengketa, perbedaan pendapat dan perselisihan di antara Para Pihak sehubungan
dengan Perjanjian ini, sepanjang dimungkinkan akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai
kata mufakat di antara Para Pihak.
Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana diatur dalam Pasal 10.2. di atas tidak dapat
dicapai, setiap dan semua sengketa, perbedaan dan perselisihan pendapat yang timbul atau berkenaan
dengan Perjanjian ini atau pelaksanaannya akan diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional
Indonesia (BANI) yang beralamat di Jalan Mampang Prapatan No. 2, Jakarta 12760, Indonesia sesuai
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 15
Page 30
ketentuan dan prosedur BANI dan keputusannya mengikat sebagai keputusan dalam tingkat pertama dan
terakhir.
2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi
2.5.1. Manfaat Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini terdapat beberapa manfaat yang diterima Perseroan:
1. Keberhasilan rencana pembangunan kolam budidaya udang yang dibiayai pinjaman MABS kepada
MBP berpotensi meningkatkan pendapatan dan laba MBP, yang pada akhirnya akan memperkuat
kinerja keuangan konsolidasi Perseroan;
2. Rencana Transaksi merupakan upaya Perseroan untuk keberhasilan diversifikasi sumber pendapatan
di masa depan;
3. Rencana Transaksi memberikan fleksibilitas pendanaan bagi MBP dan juga bagi Perseroan secara
konsolidasian.
2.5.2. Risiko Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini risiko yang akan ditanggung sebagai berikut:
1. Risiko kegagalan atau keterlambatan MBP dalam menyelesaikan pembangunan kolam budidaya
udang yang dibiayai pinjaman sesuai jadwal atau spesifikasi yang direncanakan dapat memengaruhi
potensi pendapatan dan pengembalian yang diharapkan oleh MABS dan Perseroan secara
konsolidasi;
2. Risiko terkait industri budidaya udang terutama faktor-faktor yang dapat meningkatkan kegagalan
panen udang yang secara langsung akan berdampak pada kinerja keuangan MBP dan Perseroan
secara konsolidasi;
3. Opportunity cost atas pembiayaan yang akan diberikan yang dapat terjadi bila terdapat kegagalan atas
panen udang.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 16
Page 31
3. ANALISIS KUALITATIF
3.1. Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 30 Juni 2025 ditutup pada level 6.927,68 di akhir sesi
perdagangan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat sembilan sektor yang mencatatkan
kenaikan. Sektor barang baku mencatatkan kinerja terbaik dengan kenaikan 3,33%, diikuti oleh sektor
barang konsumen non-primer yang naik 2,16%, serta sektor transportasi dan logistik yang menguat
1,86%. Sementara itu, terdapat dua sektor yang mengalami penurunan yaitu sektor teknologi yang
mencatatkan koreksi sebesar 0,51% dan sektor keuangan yang melemah 0,48%. Frekuensi perdagangan
saham dalam negeri tercatat 1,15 juta transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 20,82 miliar
saham, dan nilai total transaksi sebesar Rp13,63 triliun. Berdasarkan data dari RTI Business, terdapat
357 saham yang ditutup menguat, 228 saham melemah, dan 205 saham stagnan. Berikut pergerakan
IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025:
Grafik 1. IHSG Periode 31 Desember 2020 – 2024 dan 30 Juni 2025
IHSG
7.500,00 7.323,59
7.200,00
6.927,68
6.900,00 7.079,90
6.850,62
6.600,00
6.581,48
6.300,00
6.000,00
5.979,07
5.700,00
5.400,00
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Close Price
Sumber: Yahoo Finance
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 30 Juni 2025 berada pada level Rp16.233,00.
Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari per 31 Desember tahun 2020-2024 dan per 30 Juni
2025:
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 17
Page 32
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025
Kurs Tengah BI
16.500,00
16.162,00
16.000,00 15.731,00
16.233,00
15.500,00
15.439,00
15.000,00
14.500,00
14.105,00
14.000,00 14.269,00
13.500,00
13.000,00
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Kurs Tengah BI/ BI Middle Rate
Sumber: Bank Indonesia
3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dilaksanakan pada 17–18 Juni 2025 memutuskan
untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar
4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Keputusan ini didasarkan pada masih terjaganya
proyeksi inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam kisaran target 2,5±1%, serta stabilitas nilai tukar Rupiah yang
sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian global. Selain itu, kebijakan ini
juga mempertimbangkan perlunya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Bank
Indonesia akan terus mencermati potensi penurunan suku bunga BI-Rate untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi, tanpa mengesampingkan stabilitas inflasi dan nilai tukar. Bank Indonesia juga
akan mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif melalui strategi untuk memperkuat
pertumbuhan kredit dan meningkatkan fleksibilitas likuiditas perbankan. Bank Indonesia terus
memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan
mendorong pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan pelaksanaan program Asta Cita Pemerintah. Selain
itu, Bank Indonesia juga memperdalam koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
untuk memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga. Bank Indonesia juga memperkuat
dan memperluas kerja sama internasional di area kebanksentralan, termasuk konektivitas sistem
pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta memfasilitasi penyelenggaraan promosi
investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.
3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Juni 2025 berada pada angka 1,87%. Berdasarkan Grafik
3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2021 ke 2022, tetapi pada tahun
2023 dan 2024 mengalami penurunan. Berikut merupakan Grafik inflasi bulan Desember tahun 2020-
2024 dan Juni 2025:
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 18
Page 33
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024 dan Juni 2025
Inflasi
6,00% 5,51%
5,00%
4,00%
3,00%
2,61%
2,00% 1,87%
1,87%
1,68% 1,57%
1,00%
0,00%
Des-2020 Des-2021 Des-22 Des-23 Des-24 Jun-25
Sumber: Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik
3.2. Analisis Industri
3.2.1. Perkembangan Sektor Pertambangan Batu Bara
Grafik 4. Produk Domestik Bruto (ADHB) Pertambangan & Industri Batu Bara
1.400.000 140%
120%
1.200.000
100%
1.000.000 80%
miliar Rupiah
60%
Persen (%)
800.000
40%
600.000 20%
400.000 0%
-20%
200.000
-40%
- -60%
2019 2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Jun
2025
Pertambangan Batu Bara dan Lignit Pertumbuhan
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Produk domestik bruto (atas dasar harga berlaku) sektor pertambangan batu bara dan lignit cenderung
berfluktuasi dengan rata-rata kenaikan sebesar 18,18% (CAGR) dari tahun 2019 ke 2024. Pada tahun
2022, PDB sektor pertambangan batu bara mencapai Rp1.296,9 triliun seiring peningkatan harga batu
bara dunia yang didorong oleh peningkatan permintaan terutama dari negara-negara seperti India,
Tiongkok, dan beberapa negara Eropa. Peningkatan permintaan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan
ekonomi, kebutuhan listrik yang lebih tinggi, dan juga akibat adanya gangguan pasokan energi alternatif
lainnya. Hingga Juni 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) pada sektor pertambangan batu bara dan lignit
sesuai data dari Trading Economics tercatat sebesar Rp233.800 miliar.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 19
Page 34
Grafik 5. Harga Batu Bara Acuan
300 200%
250 150%
200 100%
Persen (%)
USD/ton
150 50%
100 0%
50 -50%
- -100%
Dec 2019 Dec 2020 Dec 2021 Dec 2022 Dec 2023 Dec 2024 Jun 2025
Harga Batu Bara Pertumbuhan
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Harga batu bara acuan cenderung berfluktuasi di akhir tahun 2019-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 13,07% (CAGR). Pada bulan Desember 2020 harga batu bara acuan sebesar 59,65 USD/ton.
Harga acuan di bulan tersebut cukup rendah akibat krisis energi yang masih berlangsung yang diikuti
lemahnya permintaan komoditas energi fosil lain di luar komoditas batu bara. Harga batu bara acuan
Desember 2022 mencapai 281,48 USD/ton seiring krisis energi yang terjadi di Eropa akibat pembatasan
pasokan gas alam dari Rusia ke Eropa yang menyebabkan negara-negara Eropa mencari alternatif energi
lain salah satunya batu bara. Selain itu, adanya lonjakan permintaan batu bara dari negara-negara di Asia
seperti Tiongkok, India, dan Korea Selatan meningkatkan kebutuhan listrik yang sebagian besar dipenuhi
oleh pembangkit listrik tenaga batu bara. Harga batu bara acuan pada Juni 2025 mencapai 98,61
USD/ton, lebih rendah dari harga bulan Desember 2024 seiring melemahnya permintaan global.
Grafik 6. Produksi Batu Bara di Indonesia
900 15%
800
10%
700
5%
600
Persen (%)
500 0%
Juta ton
400 -5%
300
-10%
200
-15%
100
- -20%
2019 2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Jun
2025
Produksi Batu Bara Pertumbuhan
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 20
Page 35
Produksi batu bara di Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 6,29% (CAGR). Pada tahun 2020, produksi batu bara turun 8,52% akibat pandemi Covid-19 dan
krisis energi yang menekan pasar dan harga batu bara yang berdampak terhadap realisasi produksi. Pada
tahun 2023, produksi batu bara naik sebesar 12,77% dibandingkan tahun sebelumnya seiring kenaikan
permintaan dalam negeri maupun ekspor. Peningkatan permintaan domestik dipicu oleh tambahan PLTU
baru, sedangkan permintaan ekspor naik karena adanya gangguan pasokan energi alternatif di beberapa
negara tujuan ekspor. Produksi batu bara tahun 2024 mencapai 836,13 juta ton, naik 7,86% dari tahun
2023 seiring kenaikan permintaan untuk kelistrikan dan smelter di dalam negeri. Hingga bulan Juni 2025,
produksi batu bara hanya mencapai 357,60 juta ton atau 48,34% dari target produksi tahun 2025 yaitu
sebesar 739,67 juta ton akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan, termasuk adanya dampak
penurunan harga dan rencana penataan ulang sistem RKAB oleh pemerintah.
Grafik 7. Konsumsi Batu Bara Dalam Negeri (DMO)
250 70%
60%
200 50%
40%
Persen (%)
150
Juta ton
30%
20%
100
10%
50 0%
-10%
- -20%
2019 2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Jun
2025
Konsumsi Batu Bara (DMO) Pertumbuhan
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Konsumsi batu bara di Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2024 dengan rata-rata
kenaikan sebesar 10,93% (CAGR). Pada tahun 2020, konsumsi batu bara dalam negeri turun 4,76%
akibat dampak Pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi dan permintaan
listrik, serta perubahan struktural dalam berbagai sektor industri. Pada tahun 2023, konsumsi batu bara
dalam negeri turun 1,36% akibat adanya penurunan permintaan seiring kebijakan pemerintah indonesia
untuk melakukan transisi energi yang berkontribusi pada peningkatan produksi energi terbarukan. Pada
tahun 2024, konsumsi batu bara di Indonesia mencapai 232,64 juta ton dengan kenaikan 9,29% dari
tahun 2023. Realisasi konsumsi batu bara dalam negeri (DMO) pada semester I 2025 sebesar 104,60 juta
ton.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 21
Page 36
Grafik 8. Capaian Konsumsi Batu Bara untuk PLTU di Indonesia
113,72% 111,53%
160 120%
101,76%
140 96,17% 94,69%
100%
120
80%
Capaian (%)
100
juta ton
80 60%
60
40%
40
20%
20
- 0%
2020 2021 2022 2023 2024
Target Kebutuhan Batu Bara untuk PLTU
Realisasi Batu Bara untuk PLTU
% Capaian terhadap Kebutuhan
Sumber: Kementerian ESDM, 2025
Capaian pemenuhan kebutuhan batu bara untuk PLTU hingga 31 Desember 2024 mencapai 133,47 juta
ton. Tren kenaikan dari tahun 2020 hingga 2024 menunjukkan masih tercukupinya pemenuhan batu bara
untuk PLTU yang dipengaruhi oleh membaiknya kondisi di Indonesia akibat pandemi Covid-19 dan
meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat. Target kebutuhan batu bara untuk PLTU tahun 2025
sebesar 239,7 juta ton dan terealisasi per Juni 2025 sebesar 104,6 juta ton. Tidak adanya impor batu bara
di tahun 2024 merupakan sebuah keberhasilan Pemerintah karena telah berhasil memenuhi kebutuhan
batu bara dalam negeri secara mandiri. Pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri diperoleh melalui
mekanisme domestic market obligation (DMO) dimana badan usaha harus mendahulukan pemenuhan
kebutuhan dalam negeri sebelum dapat melakukan ekspor ke luar negeri.
Grafik 9. Nilai Ekspor Komoditas Batu Bara Indonesia
50.000 100%
45.000
80%
40.000
35.000 60%
30.000
Persen (%)
40%
Juta USD
25.000
20.000 20%
15.000 0%
10.000
-20%
5.000
- -40%
2019 2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Jun
2025
Nilai Ekspor Batu Bara Pertumbuhan
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 22
Page 37
Nilai ekspor batu bara Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 9,97% (CAGR). Pada tahun 2020, nilai ekspor batu bara turun 23,33% seiring penurunan
produksi akibat pandemi Covid-19 dan krisis energi. Pada tahun 2024, nilai ekspor batu bara sebesar
USD30,49 miliar, turun 11,86% dari tahun 2023 yang mampu mencapai USD34,59 miliar. Hingga Juni
2025, nilai ekspor batu bara hanya sebesar USD11,97 miliar. Ekspor batu bara per Juni 2025
menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
seiring perlambatan ekonomi global dan perubahan preferensi pembeli di pasar utama seperti Tiongkok
yang kini lebih mengutamakan batu bara berkalori tinggi.
Grafik 10. Volume Ekspor Batu Bara Indonesia
420.000 8%
7%
400.000
6%
Pertumbuhan (%)
380.000
5%
ribu ton
360.000 4%
3%
340.000
2%
320.000
1%
300.000 0%
2020 2021 2022 2023 2024
Volume Ekspor Pertumbuhan
Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024
Volume ekspor batu bara Indonesia cenderung naik dari tahun 2020-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 4,40% (CAGR). Negara utama tujuan ekspor batu bara Indonesia adalah India, Tiongkok, Jepang,
dan Korea Selatan. Pada tahun 2024, ekspor batu bara Indonesia didominasi oleh Tiongkok dan India
dimana Tiongkok menjadi negara tujuan terbesar dengan porsi 43,4% atau sekitar 241,7 juta ton, diikuti
negara India dengan porsi 27% atau 110 juta ton. Secara total, volume ekspor batu bara Indonesia pada
tahun 2024 adalah 405,76 juta ton, naik 6,86% dibandingkan tahun 2023. Hingga Juni 2025, volume
ekspor batu bara Indonesia sesuai data dari Kementerian ESDM tercatat mencapai 238 juta ton.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 23
Page 38
3.2.2. Analisis Industri Tambak Udang
A. Kinerja Produksi Perikanan
Grafik 11. Kinerja Produksi Perikanan
1.200.000
1.000.000 953.177 941.646 958.463
918.550
881.599
800.000
600.000
(ton)
467.543
409.730
400.000
250.981 268.482 280.698
200.000
31.339 33.109 17.321 14.535 19.299
0
2020 2021 2022 2023 2024
Perikanan Tangkap Laut Perikanan Tangkap Umum Perikanan Budidaya
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025
Produksi perikanan tangkap cenderung menurun, volume terendah dalam 5 tahun terakhir pada tahun
2022 sebesar 250.981 ton dengan pertumbuhan rata-rata 13,60% (CAGR). Produksi perikanan tangkap
umum memiliki volume yang relatif kecil, volume produksi terendah pada tahun 2023 sebesar 14.535 ton
dengan pertumbuhan rata-rata 12,89% (CAGR). Produksi perikanan budidaya merupakan penggerak
utama produksi udang nasional. Volume produksi perikanan setiap tahun meningkat menunjukkan
tingkat fluktuasi yang rendah. Tahun 2024 perikanan budidaya memiliki volume produksi terbesar yaitu
sebesar 958.463 ton. Menurut Kementerian Perikanan dan Kelautan, pada triwulan I 2025 produksi
perikanan tangkap laut sebesar 59.146 ton, produksi perikanan tangkap umum sebesar 4.727 ton,
sedangkan produksi perikanan budidaya sebesar 329.554 ton.
B. Kinerja Impor Udang Indonesia
Grafik 12. Volume Impor Udang Indonesia
1.400.000 600%
1.200.000 500%
400%
1.000.000
Pertumbuhan (%)
300%
dalam Kg
800.000
200%
600.000
100%
400.000
0%
200.000 -100%
- -200%
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Jun
2025
Volume Impor Pertumbuhan
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 24
Page 39
Volume impor udang di Indonesia menunjukkan tren fluktuatif dari tahun 2020-2024 dengan
pertumbuhan rata-rata sebesar -10,28% (CAGR). Volume impor terbesar terjadi tahun 2021 mencapai
1.143,6 ton seiring dengan peningkatan permintaan domestik, efisiensi produksi, dan daya saing
produsen global. Pada tahun 2023, volume impor udang naik signifikan dibandingkan tahun 2022 seiring
dengan penurunan produksi udang nasional dan peningkatan permintaan domestik. Hingga bulan Juni
2025, volume impor udang mencapai 340,9 ton.
Grafik 13. Nilai Impor Udang Indonesia
10.000.000 400%
9.000.000 350%
8.000.000 300%
7.000.000 250%
Pertumbuhan (%)
dalam USD
6.000.000 200%
5.000.000 150%
4.000.000 100%
3.000.000 50%
2.000.000 0%
1.000.000 -50%
- -100%
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Jun
2025
Nilai Impor Pertumbuhan
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025
Nilai impor udang di Indonesia menunjukkan tren fluktuatif dari tahun 2020-2024 dengan pertumbuhan
rata-rata sebesar -9,72% (CAGR). Nilai impor terbesar terjadi tahun 2023 mencapai USD9,03 juta atau
naik sekitar 88,32% dari nilai impor udang tahun 2022 seiring dengan kenaikan volume impor di tahun
tersebut. Hingga bulan Juni 2025, nilai impor udang di Indonesia mencapai USD3,6 juta.
C. Kinerja Ekspor Udang Indonesia
Grafik 14. Volume Ekspor Udang Indonesia
300.000.000 6%
4%
250.000.000
2%
Pertumbuhan (%)
200.000.000
0%
dalam Kg
150.000.000 -2%
-4%
100.000.000
-6%
50.000.000
-8%
0 -10%
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Jun
2025
Volume Ekspor Pertumbuhan
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 25
Page 40
Volume ekspor udang di Indonesia menunjukkan tren penurunan dari tahun 2020-2024 dengan
penurunan rata-rata sebesar -2,69% (CAGR). Penurunan volume ekspor terendah terjadi pada tahun
2023 dan 2024 akibat kebijakan tarif anti-dumping Amerika Serikat terhadap udang Indonesia. Selain itu,
penurunan permintaan global (Jepang dan Tiongkok) dan kendala masuk pasar Uni Eropa juga turut
berkontribusi atas penurunan tersebut. Hingga bulan Juni 2025, volume ekspor udang Indonesia
mencapai 112,98 juta Kg.
Grafik 15. Nilai Ekspor Udang Indonesia
2.500.000.000 15%
10%
2.000.000.000
5%
Pertumbuhan (%)
0%
dalam USD
1.500.000.000
-5%
1.000.000.000 -10%
-15%
500.000.000
-20%
0 -25%
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Jun
2025
Nilai Ekspor Pertumbuhan
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025
Nilai ekspor udang di Indonesia menunjukkan tren penurunan dari tahun 2020-2024 dengan penurunan
rata-rata sebesar -4,74% (CAGR). Nilai ekspor terbesar terjadi tahun 2021 mencapai USD2,23 miliar atau
naik sekitar 9,25% dari nilai ekspor udang tahun 2020 seiring dengan kenaikan volume ekspor dan
permintaan yang tinggi di pasar internasional seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. Hingga
bulan Juni 2025, nilai ekspor udang di Indonesia mencapai USD932,3 juta.
D. Harga Rata-Rata Udang
Grafik 16. Harga Rata-Rata Impor & Ekspor Udang
12,00
10,00
8,00
USD/Kg
6,00
4,00
2,00
-
2020 2021 2022 2023 2024 Jan-Jun 2025
Harga Impor Harga Ekspor
Sumber: data diolah
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 26
Page 41
Harga rata-rata impor udang menunjukkan tren yang fluktuatif dengan rata-rata penurunan sebesar
0,62% (CAGR). Sedangkan harga rata-rata ekspor udang cenderung lebih stabil sekitar USD8,38/Kg
dengan penurunan sebesar 2,10% (CAGR). Harga rata-rata impor terendah terjadi pada tahun 2021 yaitu
sebesar USD6,15/Kg dan harga rata-rata ekspor terendah yaitu sebesar USD7,83/Kg pada tahun 2023.
Hingga bulan Juni 2025 harga rata-rata impor kembali naik mencapai USD10,56/Kg dan harga rata-rata
ekspor sebesar USD8,25/Kg.
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Kinerja segmen usaha penambangan batu bara diproyeksikan tetap terjaga pada tahun 2025 dan akan
terus menjadi pilar utama Perseroan. Di sisi lain, lini usaha lainnya diperkirakan akan memberikan
kontribusi yang semakin meningkat seiring dengan berkembangnya kapasitas dan posisi mereka pada
masing-masing segmen. Unit usaha infrastruktur dan jasa, selain melayani kebutuhan internal,
ditargetkan mulai menyediakan layanan bagi pihak ketiga pada tahun 2025. Sementara itu,
pembangunan fasilitas produksi pelet kayu direncanakan selesai pada tahun 2025, yang akan menjadi
tonggak penting bagi pengembangan bisnis energi biomassa Perseroan. Selain itu, segmen akuakultur
dijadwalkan menuntaskan pembangunan 112 kolam budidaya udang yang ditargetkan dapat beroperasi
penuh pada akhir tahun 2025.
Perseroan memiliki strategi diversifikasi untuk memperluas kegiatan usahanya di luar penambangan
batu bara. Proses transformasi ini sejalan dengan proses transisi energi dunia dan komitmen Indonesia
pada masa depan yang berkelanjutan. Sehubungan dengan itu, Perseroan telah mengembangkan
kegiatan usaha pada sektor energi terbarukan, akuakultur, serta infrastruktur dan jasa pertambangan,
dengan menetapkan strategi jangka panjang dan menengah sebagai berikut:
1. Pertambangan
• Optimalisasi aset Perseroan yang ada;
• Mencari potensi tambang batu bara atau non-batu bara baru,
2. Energi Baru & Terbarukan
• Menjadi market leader di bidang penyediaan solusi solar panel;
• Mendorong pertumbuhan nilai aset energi surya di segmen komersial dan industri;
• Menjadi pemain penting produk wood pellet di Indonesia;
• Mencari potensi lahan baru untuk meningkatkan pasokan bahan baku,
3. Industri Akuakultur
• Memastikan dan meningkatkan kapasitas budidaya udang vannamei;
• Mencari inisiatif baru melalui diversifikasi usaha ke sektor hulu dan hilir,
4. Infrastruktur & Jasa
• Meningkatkan kompetensi di bidang optimalisasi aset Perseroan yang ada;
• Meningkatkan volume jasa kontraktor pertambangan.
3.4. Analisis Operasional dan Prospek MBP
PT Mitradelta Bahari Pratama merupakan unit usaha budidaya udang vannamei yang mulai beroperasi
sejak 2023 dan saat ini telah memasuki siklus produksi ketiga. Dengan dukungan kepemilikan mayoritas
dari grup Mitra Alam Bahari Sentosa serta kemitraan teknis bersama PT Delta Marine Indonesia, MBP
menjalankan pengembangan tambak secara bertahap dari 20 kolam budidaya udang awal menuju
rencana total 112 kolam budidaya udang. Kinerja operasional awal menunjukkan hasil produksi yang
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 27
Page 42
stabil dan memberikan dasar untuk ekspansi skala penuh. Prospek usaha MBP dinilai positif, didukung
oleh permintaan pasar udang yang kuat, peluang penetrasi pasar ekspor, serta kesiapan infrastruktur
yang terus ditingkatkan. Meskipun menghadapi tantangan seperti risiko penyakit, fluktuasi harga
komoditas, dan kebutuhan investasi berkelanjutan, kesiapan manajemen dalam penguatan biosekuriti,
efisiensi biaya, dan perencanaan ekspansi bertahap menjadi faktor kunci yang memperkuat
keberlanjutan dan pertumbuhan usaha di masa depan. Dengan demikian, MBP berada pada posisi
strategis untuk berkembang sebagai salah satu bisnis budidaya unggulan dalam portofolio grup.
3.5. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:
Kekuatan
• Perseroan memiliki izin tambang, fasilitas produksi dan didukung dengan infrastruktur yang
terintegrasi antara kegiatan eksplorasi hulu hingga hilir;
• Batu bara yang dihasilkan Perseroan berkualitas tinggi dengan nilai kalori (calorific value) menengah
yang sangat diminati oleh pasar internasional;
• Dukungan grup usaha dan pengalaman manajemen, yang memperkuat stabilitas operasional dan
kemampuan eksekusi strategi;
• Masuknya sektor udang mendukung strategi jangka panjang Perseroan untuk mengurangi
ketergantungan pada batu bara dan memperluas portofolio ke sektor berkelanjutan;
• Melalui entitas anak yaitu MBP, Perseroan menguasai area lahan yang cukup luas di Kabupaten Bima,
Nusa Tenggara Barat, dengan potensi ekspansi kolam budidaya udang dan integrasi logistik yang lebih
efisien.
Kelemahan
• Ketergantungan tinggi terhadap satu komoditas, yaitu batu bara, sehingga kinerja sangat dipengaruhi
fluktuasi harga global;
• Sensitivitas terhadap biaya logistik dan operasional, terutama pada periode kenaikan harga bahan
bakar atau gangguan rantai pasok.
Peluang
• Transformasi energi global menuju energi terbarukan;
• Program hilirisasi dan inovasi teknologi;
• Batu bara masih menjadi sumber energi utama (yang lebih ekonomis);
• Permintaan batu bara domestik diproyeksikan meningkat;
• Akses pasar ekspor yang masih kuat, terutama negara–negara Asia yang masih mengandalkan batu
bara dalam bauran energinya;
• Penggunaan teknologi IoT, sensor kualitas air, automasi feeding, dan sistem intensif dapat
mempercepat peningkatan produktivitas kolam budidaya udang MBP;
• Permintaan ekspor yang stabil untuk udang vannamei, peluang meningkatkan volume ekspor bila
kualitas dan traceability dipenuhi.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 28
Page 43
Ancaman
• Perubahan kebijakan dan regulasi sektor pertambangan, termasuk kenaikan royalti, perizinan, serta
kewajiban lingkungan hidup;
• Perubahan permintaan global, tarif, atau hambatan ekspor bisa berdampak signifikan;
• Tekanan transisi energi global, yang berpotensi menurunkan permintaan batu bara dalam jangka
menengah–panjang;
• Volatilitas harga batu bara global, yang dapat berdampak langsung pada pendapatan dan margin
keuntungan Perseroan;
• Persaingan dari perusahaan pertambangan domestik maupun internasional, yang dapat menekan
harga dan pangsa pasar;
• Harga udang sangat dipengaruhi pasar ekspor, supply global, dan kebijakan negara tujuan, sehingga
hasil usaha dapat volatil;
• Wabah penyakit akuatik merupakan ancaman utama yang dapat menyebabkan gagal panen udang
dan kerugian besar, terutama pada tahap ekspansi;
• Anomali cuaca berdampak langsung terhadap kualitas air tambak, salinitas, dan tingkat stres udang.
3.6. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi
Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan,
perdagangan, dan perindustrian batu bara. Selain itu, Perseroan juga mengembangkan kegiatan bisnis
lainnya di luar bisnis utamanya yaitu bisnis budidaya udang melalui MBP sebagai kepemilikan tidak
langsung dari entitas anak yaitu MABS. MBP memulai aktivitas operasional pada tahun 2023 dan proses
finalisasi konstruksi kolam budidaya udang tahap 1 berlangsung hingga pertengahan tahun 2024. Pada
tahun 2024, MBP telah mulai beroperasi dan saat ini memasuki siklus produksi ketiga.
MBP saat ini telah selesai membangun 60 kolam budidaya udang dari target 112 kolam budidaya udang
dengan pendanaan dari internal dan perbankan. Pembangunan total 112 kolam budidaya udang
merupakan jumlah yang dibutuhkan agar MBP dapat segera mencapai skala ekonomi yang optimum.
Untuk melanjutkan sisa 52 kolam budidaya udang yang belum terbangun, MBP memerlukan tambahan
pendanaan sekaligus memperbaiki likuiditas untuk tetap beroperasional dan memenuhi kewajiban
pembayaran atas pinjaman perbankan saat ini. Sektor industri budidaya udang merupakan industri
dengan persyaratan kredit yang ketat dari perbankan karena merupakan industri yang berkaitan dengan
budidaya makhluk hidup sehingga memiliki risiko yang relatif tinggi. Pendanaan tambahan dari
perbankan memiliki hambatan dari sisi tenor pinjaman, fleksibilitas pembayaran, dan jaminan yang
dibutuhkan. Berdasarkan hal tersebut, manajemen Perseroan memandang perlu untuk memberikan
pendanaan kepada MBP dari sumber internal dengan mempertimbangkan beberapa faktor yaitu
persyaratan yang lebih fleksibel dan tanpa jaminan. Perseroan bermaksud untuk memberikan pinjaman
kepada MBP dengan mekanisme pinjaman kepada MABS yang merupakan Entitas Anak yang dimiliki
99,99% oleh Perseroan. Selanjutnya setelah pinjaman kepada MABS menjadi efektif, maka MABS akan
memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada MBP sebesar Rp59,5 miliar.
Pinjaman dari MBAP ke MABS merupakan transaksi yang dikecualikan dari transaksi yang memerlukan
pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Rencana transaksi pemberian pinjaman shareholder loan dari MABS ke MBP merupakan transaksi yang
memerlukan pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (untuk selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”). Dengan dilakukannya Rencana
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 29
Page 44
Transaksi, diharapkan MBP dapat memperbaiki likuiditas dan memenuhi target 112 kolam budidaya
udang sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di masa mendatang melalui diversifikasi
sumber pendapatan.
3.7. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan bagi Perseroan yaitu:
1. Proyek pembangunan 52 kolam budidaya udang tambahan yang didanai melalui pinjaman pemegang
saham diharapkan dapat meningkatkan volume produksi MBP, yang pada akhirnya berkontribusi pada
peningkatan pendapatan secara konsolidasi;
2. MBAP dapat mendukung pengembangan usaha entitas anak secara tidak langsung melalui MABS dan
MBP, khususnya pada sektor budidaya udang yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, sehingga
selaras dengan strategi diversifikasi bisnis jangka panjang;
3. Pemberian pinjaman tanpa jaminan memberikan fleksibilitas bagi MBP dalam pelaksanaan
pembangunan 52 kolam budidaya udang, sehingga pengembangan bisnis dapat berjalan lebih cepat
tanpa hambatan administratif terkait penyediaan agunan;
4. Fleksibilitas dari sisi tenor, jaminan, dan grace period bagi MBP.
Sedangkan kerugian yang timbul atas dilakukannya Rencana Transaksi bagi Perseroan yaitu industri
budidaya udang terutama faktor-faktor yang dapat meningkatkan kegagalan panen udang yang secara
langsung akan berdampak pada kinerja keuangan MBP dan Perseroan secara konsolidasi dan opportunity
cost atas pembiayaan yang akan diberikan yang dapat terjadi bila terdapat kegagalan atas panen udang.
3.8. Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan
Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) Perseroan selama lima tahun terakhir
menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan, dengan tren yang cenderung rendah hingga tahun 2024,
sebelum meningkat signifikan pada periode Januari–Juni 2025. Adapun ringkasan perhitungan rasio
leverage adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
FY2020 FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 Jan-Jun 2025
Debt to Equity 8,84% 1,95% 0,00% 0,10% 2,86% 12,22%
Sumber: data diolah
Dari tahun 2020 hingga 2024, posisi leverage Perseroan relatif rendah dan stabil, bahkan sempat berada
pada tingkat 0% pada tahun 2022. Hal ini mengindikasikan tingkat penggunaan utang yang sangat
minimal dibandingkan modal sendiri. Namun, pada periode Januari–Juni 2025, DER mengalami kenaikan
signifikan menjadi 12,22%. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan penggunaan utang dalam struktur
pendanaan Perseroan meskipun levelnya masih tergolong rendah secara umum.
Secara keseluruhan, meskipun leverage Perseroan sempat berada pada tingkat sangat rendah, tren
tahun 2025 menunjukkan adanya kebutuhan tambahan pendanaan melalui utang. Namun demikian,
posisi DER yang masih berada di bawah 20% mengindikasikan bahwa struktur permodalan Perseroan
tetap konservatif dan risiko finansial akibat leverage masih relatif terbatas.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 30
Page 45
3.9. Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan
Analisis rasio likuiditas mengenai pengaruh Transaksi terhadap kinerja Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 5. Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi) 4,00 4,01 2,51 4,92 5,79 6,39 6,11 6,32
Current ratio (tanpa transaksi) 4,00 4,06 2,50 4,86 5,68 6,24 5,96 6,17
Selisih - (0,04) 0,01 0,06 0,11 0,15 0,15 0,15
QUICK RATIO
Quick ratio (dengan transaksi) 3,06 2,52 1,99 2,16 2,78 3,01 3,40 3,20
Quick ratio (tanpa transaksi) 3,06 2,57 1,98 2,10 2,67 2,86 3,25 3,05
Selisih - (0,04) 0,01 0,06 0,11 0,15 0,15 0,15
CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi) 2,34 1,80 1,27 1,44 2,06 2,29 2,68 2,48
Cash ratio (tanpa transaksi) 2,34 1,85 1,26 1,38 1,96 2,15 2,54 2,33
Selisih - (0,04) 0,01 0,06 0,11 0,15 0,15 0,15
Sumber: data diolah
Berdasarkan proyeksi rasio likuiditas, kondisi keuangan Perseroan dinilai cukup memadai sehingga
Rencana Transaksi tidak memberikan dampak negatif terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.
Selisih rasio antara skenario Dengan Transaksi dan Tanpa Transaksi relatif kecil, menunjukkan bahwa
transaksi tersebut masih berada dalam kemampuan likuiditas Perseroan secara konsolidasi.
3.10. Analisis Dampak Keuangan Perseroan jika Proyek yang Akan didanai Mengalami Kegagalan
Gagalnya rencana pembangunan 52 kolam budidaya udang dan hasil panen udang, dapat menimbulkan
dampak keuangan bagi Perseroan secara konsolidasi. Ketidakselesaian proyek berpotensi menurunkan
pendapatan atau menyebabkan kerugian pada MBP sehingga kemampuan MBP untuk membayar
kembali pokok maupun bunga pinjaman menjadi terhambat. Apabila MBP tidak mampu memenuhi
kewajibannya, Perseroan secara konsolidasi berisiko mengalami kerugian langsung dan penurunan kas
serta likuiditas.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 31
Page 46
4. ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Penilaian Kinerja Historis Perseroan
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit konsolidasi Perseroan per 31 Desember tahun 2020-
2024 dan per 30 Juni 2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 6. Laporan Posisi Keuangan
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 30-Jun-25
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 46.063.170 63.882.458 101.754.199 84.725.892 124.208.374 119.102.506
Investasi jangka pendek 43.000.000 83.000.000 105.489.482 31.533.972 - -
Piutang usaha 20.070.926 44.536.505 17.847.209 37.848.381 16.662.952 11.915.063
Piutang lain-lain 864.228 1.773.229 800.979 3.505.147 2.130.905 6.762.602
Persediaan 13.090.584 11.620.855 29.937.705 24.982.971 24.715.325 30.096.321
Uang muka 873.502 2.020.634 3.165.571 697.416 804.350 959.078
Biaya dibayar di muka 211.154 210.318 278.142 - - -
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan 1.286.302 1.834.150 1.823.898 2.309.901 4.943.956 1.291.991
Pajak dibayar dimuka 167.814 669.985 1.202.586 3.151.006 1.792.426 3.997.603
Aset lancar lainnya 22.472 - 56.650 249.744 526.896 1.098.096
Jumlah aset lancar 125.650.152 209.548.134 262.356.421 189.004.430 175.785.184 175.223.260
Aset Tak Lancar
Kas yang dibatasi penggunaannya 4.617.994 3.651.726 5.227.100 5.764.906 5.619.814 6.077.851
Aset pajak tangguhan 3.780.758 4.699.616 5.325.566 2.470.654 2.767.568 2.343.602
Uang muka - - - 5.194.788 6.935.790 3.744.990
Aset tetap dan aset sewa pembiayaan 23.422.018 18.997.876 15.461.602 13.495.446 32.468.834 54.620.110
Aset hak guna, neto 7.322.111 3.661.055 - - - 304.405
Properti pertambangan 3.115.300 2.440.967 1.890.683 1.523.830 1.133.925 969.039
Investasi pada ventura bersama 12.710.438 12.585.269 12.904.552 2.334.888 4.469.752 5.071.940
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan - - 1.174.404 7.613.397 6.580.236 907.578
Aset biologis - - - - 183.875 241.851
Aset tidak lancar lainnya 1.354.331 2.135.796 2.207.443 2.098.311 1.241.107 1.315.531
Jumlah aset tidak lancar 56.322.950 48.172.305 44.191.350 40.496.220 61.400.901 75.596.897
Jumlah Aset 181.973.102 257.720.439 306.547.771 229.500.650 237.186.085 250.820.157
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 5.766.159 8.050.771 7.577.277 9.879.511 15.562.289 14.518.444
Utang lain-lain 50.407 5.390 54.325 879.737 5.390 226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi - - - - - 301.891
Biaya masih harus dibayar 16.375.393 25.689.280 32.511.527 35.043.915 18.540.634 17.202.031
Utang pajak 3.095.609 15.033.747 8.823.597 585.652 1.854.901 1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang - - - 2.122.138 1.403.748 991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek - - - 1.925.991 1.788.261 925.764
Liabilitas pembiayaan - - - 60.198 539.843 567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar 4.675.057 - - - - -
Liabilitas sewa 3.597.673 3.901.393 - - - 116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek 33.560.298 52.680.581 48.966.726 50.497.142 39.695.066 36.269.158
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan - - - 15.279 100.495 132.818
Liabilitas pembiayaan 3.949.244 - - - - 283.241
Liabilitas sewa - - - 117.769 577.713 193.190
Utang bank jangka panjang - - - - 4.202.974 21.518.631
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 3.454.205 3.174.674 5.261.273 3.447.123 3.356.640 3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja 2.789.179 1.881.523 2.054.012 2.635.540 2.998.237 3.345.514
Jumlah Liabilitas jangka panjang 10.192.628 5.056.197 7.315.285 6.215.711 11.236.059 28.911.055
Jumlah Liabilitas 43.752.926 57.736.778 56.282.011 56.712.853 50.931.125 65.180.213
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672
Tambahan modal disetor 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan non-pengendali 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 51.824 18.651 (288.722) (186.214) (680.806) (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya 109.622.653 171.419.214 221.539.557 142.989.251 156.973.762 156.652.091
138.219.682 199.983.070 249.796.040 171.348.242 184.838.161 184.438.956
Kepentingan non-pengendali 494 591 469.720 1.439.555 1.416.799 1.200.988
Jumlah Ekuitas 138.220.176 199.983.661 250.265.760 172.787.797 186.254.960 185.639.944
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 181.973.102 257.720.439 306.547.771 229.500.650 237.186.085 250.820.157
Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 32
Page 47
Kas dan Setara Kas
Total kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing
USD46,06 juta, USD63,88 juta, USD101,75 juta, USD84,73 juta, USD124,21 juta, dan USD119,10 juta.
Perseroan memiliki rasio kas per 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 1,37
kali, 1,21 kali, 2,08 kali, 1,68 kali, 3,13 kali, dan 3,28 kali.
Aset Lancar
Total aset lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar
USD125,65 juta, USD209,55 juta, USD262,36 juta, USD189 juta, USD175,79 juta, dan USD175,22 juta.
Sebagian besar aset lancar terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan. Current ratio
Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 3,74 kali, 3,98
kali, 5,36 kali, 3,74 kali, 4,43 kali, dan 4,83 kali.
Piutang Usaha
Total piutang usaha Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 yang tercatat pada
aset lancar Perseroan masing-masing sebesar USD20,07 juta, USD44,54 juta, USD17,85 juta, USD37,85
juta, USD16,66 juta, dan USD11,92 juta. Hari piutang usaha per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30
Juni 2025 masing-masing sebesar 36 hari, 52 hari, 14 hari, 61 hari 28 hari, dan 25 hari. Rata-rata hari
piutang usaha Perseroan dari 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 adalah sebesar 36 hari.
Persediaan
Persediaan Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar
USD13,09 juta, USD11,62 juta, USD29,94 juta, USD24,98 juta, USD24,72 juta, dan USD30,10 juta. Hari
persediaan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 35 hari, 29 hari,
59 hari, 51 hari, 52 hari, dan 72 hari.
Aset Tidak Lancar
Total aset tidak lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing
sebesar USD56,32 juta, USD48,17 juta, USD44,19 juta, USD40,50 juta, USD61,40 juta, dan USD75,60
juta. Aset tidak lancar Perseroan sebagian besar terdiri dari aset tetap.
Liabilitas Jangka Pendek
Total liabilitas jangka pendek Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-
masing sebesar USD33,56 juta, USD52,68 juta, USD48,97 juta, USD50,50 juta, USD39,70 juta, dan
USD36,27 juta. Sebagian besar liabilitas jangka pendek Perseroan terdiri dari utang usaha dan biaya yang
masih harus dibayar (biaya kontraktor, biaya pemasaran, bonus, dan lainnya).
Utang Usaha
Utang usaha Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar
USD5,77 juta, USD8,05 juta, USD7,58 juta, USD9,88 juta, USD15,56 juta, dan USD14,52 juta. Hari utang
usaha per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 15 hari, 20 hari, 15
hari, 20 hari, 33 hari, dan 35 hari.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 33
Page 48
Liabilitas Jangka Panjang
Total liabilitas jangka panjang Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-
masing sebesar USD10,19 juta, USD5,06 juta, USD7,32 juta, USD6,22 juta, USD11,24 juta, dan
USD28,91 juta. Liabilitas jangka panjang Perseroan terdiri dari liabilitas pajak tangguhan, liabilitas
pembiayaan, liabilitas sewa, utang bank jangka panjang, provisi untuk reklamasi dan penutupan
tambang, dan liabilitas imbalan pascakerja.
Ekuitas
Perseroan secara umum memiliki ekuitas positif per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025
masing-masing sebesar USD138,22 juta, USD199,98 juta, USD250,27 juta, USD172,79 juta, USD186,25
juta, dan USD185,64 juta. Modal saham Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025
masing-masing sebesar USD10,74 juta.
4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis
Pendapatan
Total penjualan Perseroan pada periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember tahun 2020-2024 dan
periode 6 bulan Januari-Juni 2025 masing-masing sebesar USD201,21 juta, USD309,84 juta, USD449,54
juta, USD224,83 juta, USD217,91 juta, dan USD84,22 juta. Pendapatan Perseroan terdiri dari penjualan
batu bara, penanganan batu bara, kontraktor pertambangan, pengeboran dan eksplorasi, dan budidaya
udang.
Beban Pokok Pendapatan
Total beban pokok pendapatan pada periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember tahun 2020-2024 dan
periode 6 bulan Januari-Juni 2025 masing-masing sebesar USD134,22 juta, USD142,05 juta, USD183,76
juta, USD178,10 juta, USD170,70 juta, dan USD74,77 juta. Persentase beban pokok pendapatan
terhadap total penjualan neto per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing
sebesar 66,71%, 45,85%, 40,88%, 79,21%, 78,33%, dan 88,77%.
Laba Kotor
Perseroan membukukan laba kotor pada periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember tahun 2020-2024
dan periode 6 bulan Januari-Juni 2025 masing-masing sebesar USD66,99 juta, USD167,79 juta,
USD265,78 juta, USD46,74 juta, USD47,21 juta, dan USD9,45 juta, dengan gross profit margin masing-
masing sebesar 33,29%, 54,15%, 59,12%, 20,79%, 21,67%, dan 11,23%.
Laba Tahun Berjalan
Perseroan membukukan laba tahun berjalan pada periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember tahun
2020-2024 dan periode 6 bulan Januari-Juni 2025 masing-masing sebesar USD27,47 juta, USD100,57
juta, USD179,39 juta, USD21,69 juta, USD19,15 juta, dan USD2,24 juta dengan net profit margin masing-
masing sebesar 13,65%, 32,46%, 39,91%, 9,65%, 8,79%, dan 2,66%.
Berikut merupakan laporan laba rugi audit konsolidasi Perseroan periode 12 bulan Januari-Desember
tahun 2020-2024 dan periode 6 bulan Januari-Juni tahun 2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali
dinyatakan lain):
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 34
Page 49
Tabel 7. Laporan Laba Rugi
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
FY2020 FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 Jan-Jun 2025
Pendapatan 201.207.287 309.840.126 449.535.604 224.833.816 217.907.893 84.224.747
Beban pokok pendapatan (134.218.223) (142.046.561) (183.758.231) (178.096.057) (170.696.556) (74.769.926)
Laba bruto 66.989.064 167.793.565 265.777.373 46.737.759 47.211.337 9.454.821
Beban penjualan (23.733.920) (28.862.016) (26.279.059) (20.982.546) (20.665.280) (7.067.131)
Beban umum dan administrasi (8.382.693) (11.685.006) (11.075.015) (11.748.080) (12.549.036) (5.712.884)
Penghasilan operasi lain 1.763.865 1.405.374 1.563.712 1.815.342 5.549.870 5.455.338
Laba usaha 36.503.964 128.651.917 229.987.011 15.822.475 19.546.891 2.130.144
Penghasilan (beban)non operasi lainnya 869.628 244.892 668.115 14.911.767 5.330.472 2.082.717
Laba sebelum pajak 37.373.592 128.896.809 230.655.126 30.734.242 24.877.363 4.212.861
Beban pajak penghasilan (9.906.106) (28.330.430) (51.263.459) (9.047.315) (5.732.216) (1.970.549)
Laba tahun berjalan 27.467.486 100.566.379 179.391.667 21.686.927 19.145.147 2.242.312
Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025
4.1.3. Laporan Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan audit arus kas konsolidasi Perseroan periode 12 bulan Januari-Desember
tahun 2020-2024 dan periode 6 bulan Januari-Juni 2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali
dinyatakan lain):
Tabel 8. Laporan Arus Kas
FY 2020 FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 Jan-Jun 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 209.217.839 285.374.547 476.224.900 204.344.333 238.834.823 88.972.636
Pembayaran kas kepada pemasok dan beban
operasi (145.887.628) (129.150.351) (161.317.572) (149.404.860) (177.162.638) (81.206.678)
Pembayaran royalti (8.108.410) (20.134.340) (41.408.198) (34.586.986) (26.937.021) (10.140.903)
Pembayaran kepada karyawan (9.898.350) (10.642.996) (15.450.010) (13.708.692) (12.248.324) (6.406.669)
Pembayaran pajak penghasilan (2.436.902) (19.101.571) (58.052.572) (21.243.310) (4.784.930) (2.013.642)
Penerimaan penghasilan bunga 2.097.523 1.061.822 1.396.837 6.279.999 4.730.412 1.969.881
Penerimaan restitusi pajak penghasilan - - - - 1.169.310 6.045.752
Penerimaan restitusi pajak lainnya - - - 9.376.900 13.376.094 7.950.332
Penerimaan kompensasi ganti rugi aktivitas tambang - - - 3.220.843 - -
Penambahan aset lainnya - - - (498.563)
Pembayaran beban bunga (367.919) (136.168) (78.163) (95.834) (290.823) (242.230)
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 44.616.153 107.270.943 201.315.222 4.182.393 36.686.903 4.429.916
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penarikan/(penempatan) investasi jangka pendek 19.000.000 (40.000.000) (22.489.482) 73.955.510 31.533.972 (478.145)
Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya (2.814.871) 949.103 (1.575.374) (537.806) (99.839) -
Penambahan aset tetap (801.213) (2.802.681) (4.116.637) (4.526.905) (22.908.092) (22.870.594)
Hasil penjualan aset tetap 3.847 208.022 199.088 90.065 224.313 -
Penambahan investasi pada ventura bersama - (8.592) (773.790) (1.903.650) (2.521.809) -
Penerimaan atas penjualan ventura bersama - - - 14.508.177 - -
Penerimaan dividen dari ventura bersama - - - 1.862.879 - -
Pembayaran uang muka untuk penyertaan saham - - - (383.262) (687.425) (15.251)
Pembayaran uang muka aset tetap - - - (4.811.526) (1.053.577) -
Penambahan aset lainnya - (893.191) (128.297) (147.780) (471.300) (35.208)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 15.387.763 (42.547.339) (28.884.492) 78.105.702 4.016.243 (23.399.198)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran utang sewa pembiayaan (48.559) - - (80.206) (496.395) (266.361)
Penerimaan utang bank - - - - 4.202.974 17.329.173
Pembayaran utang bank (4.675.059) (4.675.057) - - - -
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham (34.715.133) (38.937.092) (129.376.606) (100.000.000) (5.000.000) (2.770.530)
Penambahan kepentingan non-pengendali - - 286.183 - - -
Penerimaan setoran modal dari kepentingan non-
pengendali - - - 580.098 - -
Pembayaran beban bunga - - - (296.247)
Pembayaran liabilitas sewa (4.017.871) (4.093.718) (3.946.559) - - (54.510)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas
Pendanaan (43.456.622) (47.705.867) (133.036.982) (99.500.108) (1.293.421) 13.941.525
Kenaikan/(Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas 16.547.294 17.017.737 39.393.748 (17.212.013) 39.409.725 (5.027.757)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 29.103.941 46.063.170 63.882.458 101.754.199 84.725.892 124.208.374
Kas dan setara kas akhir tahun 46.063.170 63.882.458 101.754.199 84.725.892 124.208.374 119.102.506
Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 35
Page 50
Aktivitas Operasi
Selama periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020-2024 dan 6 bulan Januari-Juni 2025 Perseroan
mencatat arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi masing masing sebesar USD44,62 juta,
USD107,27 juta, USD201,31 juta, USD4,18 juta, USD36,69 juta, dan USD4,43 juta.
Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020, 2023, dan 2024 Perseroan mencatat arus kas
yang dihasilkan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar USD15,39 juta, USD78,11 juta, dan
USD4,02 juta. Sedangkan periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2021, 2022, dan periode 6 bulan
Januari-Juni 2025 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing
sebesar USD42,55 juta, USD28,88 juta, dan USD23,40 juta. Aktivitas investasi sebagian besar adalah
berupa penarikan/penempatan investasi jangka pendek dan penambahan aset tetap.
Aktivitas Pendanaan
Pada periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020-2024 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan
dalam aktivitas pendanaan masing-masing sebesar USD43,46 juta, USD47,71 juta, USD133,04 juta,
USD99,50 juta, dan USD1,29 juta. Sedangkan periode 6 bulan Januari-Juni 2025 Perseroan mencatat
arus kas yang dihasilkan dalam aktivitas pendanaan sebesar USD13,94 juta. Aktivitas pendanaan
sebagian besar digunakan untuk pembayaran dividen kas kepada pemegang saham.
4.1.4. Analisis Rasio Keuangan
Likuiditas
Likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar,
yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas-liabilitas jangka pendeknya.
Rasio lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 3,74
kali, 3,98 kali, 5,36 kali, 3,74 kali, 4,43 kali, dan 4,83 kali. Rasio cepat Perseroan per 31 Desember tahun
2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 3,35 kali, 3,76 kali, 4,75 kali, 3,25 kali, 3,81 kali,
dan 4,00 kali. Rasio kas Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing
sebesar 1,37 kali, 1,21 kali, 2,08 kali, 1,68 kali, 3,13 kali, dan 3,28 kali.
Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba kotor Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan periode Januari-Juni 2025 adalah
sebesar 33,38%. Sementara itu, rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan
selama tahun 2020-2024 dan periode Januari-Juni 2025 adalah sebesar 17,85%.
Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 rata-
rata hari perputaran piutang usaha di 36 hari, hari perputaran persediaan di 50 hari, dan hari perputaran
utang usaha di 23 hari.
Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 36
Page 51
debt to asset ratio per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 sebesar 3,27% dan rata-rata debt
to equity ratio sebesar 4,33%.
Berikut merupakan analisis rasio keuangan Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni
2025:
Tabel 9. Analisis Rasio Keuangan
Audited Audited Audited Audited Audited Audited Average
FY2020 FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 Jan-Jun 2025 Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 3,74 3,98 5,36 3,74 4,43 4,83 4,35
Quick ratio 3,35 3,76 4,75 3,25 3,81 4,00 3,82
Cash ratio 1,37 1,21 2,08 1,68 3,13 3,28 2,13
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 33,29% 54,15% 59,12% 20,79% 21,67% 11,23% 33,38%
Operating profit margin 18,14% 41,52% 51,16% 7,04% 8,97% 2,53% 21,56%
Net profit margin 13,65% 32,46% 39,91% 9,65% 8,79% 2,66% 17,85%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 10 7 25 6 13 7 11
Inventory turnover 10 12 6 7 7 2 8
Acc. Payable turnover 23 18 24 18 11 5 17
Days of Acc. Receivable 36 52 14 61 28 25 36
Days of Inventory 35 29 59 51 52 72 50
Days of Acc. Payable 15 20 15 20 33 35 23
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 8,84% 1,95% 0,00% 0,10% 2,86% 12,22% 4,33%
Debt to Assets 6,72% 1,51% 0,00% 0,08% 2,24% 9,04% 3,27%
Total Liabilities to Total Assets 24,04% 22,40% 18,36% 24,71% 21,47% 25,99% 22,83%
Total Liabilities to Total Equity 31,65% 28,87% 22,49% 32,82% 27,34% 35,11% 29,72%
Sumber: data diolah
4.2. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Analisis tingkat suku bunga untuk Rencana Transaksi pinjaman dilakukan dengan membandingkan suku
bunga rata-rata pinjaman investasi oleh Bank Persero dan tingkat suku bunga antara bank kepada emiten
pada sektor yang sejenis dengan MBP. Untuk keperluan analisis, tingkat IndONIA 30 hari per 30 Juni 2025
adalah sebesar 5,43% sehingga tingkat suku bunga SHL yang diberlakukan adalah sebesar 5,43% + 5%.
Perbandingan tingkat bunga pinjaman dengan perusahaan sejenis adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 37
Page 52
Tabel 10. Perbandingan Tingkat Suku Bunga Pinjaman
No. Perusahaan Jumlah Pinjaman Bunga Pinjaman Tanggal Jatuh Tempo
1 PT Panca Mitra Multiperdana Tbk & Entitas Anak
- PT Permata Bank Tbk Rp5.000.000.000 10,50% 30 November 2020 - 14 Agustus 2024
- Indonesia Eximbank Rp13.500.000.000 10,10% 5 Oktober 2018 - 25 Desember 2023
- PT Bank BTPN Tbk USD 3.000.000 8,25% 23 Juni 2022 - 30 September 2023
- PT Bank JTrust Indonesia Tbk Rp150.000.000.000 10,00% 12 Desember 2023 - 12 Desember 2024
- PT Bank Central Asia Tbk Rp5.000.000.000 8,75% 18 April 2022 - 18 April 2024
- PT Bank BTPN Tbk USD 10.000.000 10,10% 8 Desember 2020 - 13 Juni 2023
2 PT Central Proteina Prima Tbk & Entitas Anak
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Rp140.000.000.000 9,75% - 11,49% Desember 2026
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Rp85.000.000.000 9,75% - 11,49% September 2026
- PT Bank DBS Indonesia USD 20.000.000 9,75% - 11,49% April 2026
3 PT Indo American Seafoods Tbk & Entitas Anak
- PT Bank BTPN Tbk USD 14.500.000 8,50% 28 Agustus 2024 - 28 Agustus 2025
4 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk & Entitas Anak
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Rp1.425.000.000.000 6,00% - 8,50% 17 Juni 2022 - 16 Juni 2027
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Rp960.000.000.000 6,00% - 8,50% 15 Desember 2020 - 14 Desember 2025
- PT Bank UOB Indonesia Tbk Rp500.000.000.000 6,00% - 8,50% 21 November 2022 - 20 Desember 2025
- PT Bank Maybank Indonesia Tbk Rp1.000.000.000.000 6,00% - 8,50% 27 Mei 2025 - 27 Mei 2031
Sumber: data diolah dari berbagai sumber
MBP melakukan peminjaman dana dari MABS meskipun dengan bunga yang lebih tinggi yaitu 10,43%
dibandingkan dengan suku bunga rata-rata pinjaman investasi oleh Bank Persero sebesar 8,96%. Apabila
dibandingkan dengan suku bunga pinjaman bank kepada emiten sejenis, maka suku bunga Rencana
Transaksi masih berada pada range suku bunga pinjaman dari beberapa bank tersebut.
4.3. Analisis Proforma
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menyebabkan beberapa perubahan pada laporan posisi keuangan
Perseroan. Laporan proforma posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
memberikan gambaran mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan Tanpa
Rencana Transaksi diambil dari Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan Nomor R/0016.ARC/RHP/2025 tanggal 27 Agustus 2025, sedangkan laporan keuangan
proforma dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Berikut merupakan proforma laporan posisi
keuangan dengan dan tanpa dilakukannya Rencana Transaksi (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 11. Proforma Posisi Keuangan
Audit Penyesuaian Proforma
30-Jun-25 Dr. Cr. 30-Jun-25
Aset Lancar 175.223.260 - 175.223.260
Aset Tidak Lancar 75.596.897 75.596.897
Jumlah Aset 250.820.157 - - 250.820.157
Liabilitas Jangka Pendek 36.269.158 36.269.158
Liabilitas Jangka Panjang 28.911.055 - 28.911.055
Jumlah Liabilitas 65.180.213 - - 65.180.213
Jumlah Ekuitas 185.639.944 - - 185.639.944
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 250.820.157 - - 250.820.157
Sumber: data diolah
Secara keseluruhan, tidak terdapat perubahan pada proforma laporan keuangan konsolidasian
Perseroan karena transaksi pinjam meminjam antara MABS dengan MBP akan tereliminasi pada laporan
keuangan konsolidasian Perseroan.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 38
Page 53
4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi laporan keuangan telah disusun oleh manajemen Perseroan. Penilaian atas proyeksi laporan
keuangan dilakukan dengan membandingkan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi.
Untuk kepentingan analisis, maka kurs menggunakan kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat
pada 30 Juni 2025 sebesar Rp16.233,- sesuai dengan tanggal laporan keuangan dan tanggal pendapat
kewajaran yang digunakan.
Analisis Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
Proyeksi Laporan Laba Rugi
Berikut adalah proyeksi laba rugi Perseroan periode 6 bulan Juli-Desember 2025 dan 12 bulan dari bulan
Januari-Desember tahun 2026-2032 (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 12. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028
Pendapatan 84.433.312 167.955.134 190.242.321 383.579.051
Beban pokok pendapatan (77.226.701) (145.189.379) (152.983.492) (312.352.746)
Laba bruto 7.206.611 22.765.756 37.258.829 71.226.305
Beban penjualan (6.619.686) (9.545.570) (9.882.860) (9.966.420)
Beban umum dan administrasi (5.005.038) (12.729.437) (13.515.568) (12.867.866)
Penghasilan operasi lain 312.257 (2.675.104) (6.236.278) (13.645.250)
Beban operasi lain
Laba usaha (4.105.855) (2.184.355) 7.624.123 34.746.769
Penghasilan (beban)non operasi lainnya 2.632.463 - - -
Laba sebelum pajak (1.473.393) (2.184.355) 7.624.123 34.746.769
Beban pajak penghasilan (922.971) (2.177.941) (3.466.539) (8.629.344)
Laba tahun berjalan (2.396.363) (4.362.296) 4.157.584 26.117.425
Projection Projection Projection Projection
FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Pendapatan 318.095.635 326.906.459 258.187.179 216.709.340
Beban pokok pendapatan (263.349.792) (272.268.260) (218.526.417) (189.812.428)
Laba bruto 54.745.843 54.638.199 39.660.762 26.896.913
Beban penjualan - - - -
Beban umum dan administrasi (9.192.590) (9.682.839) (8.921.656) (8.022.622)
Penghasilan operasi lain (6.553.188) 149.360 (2.609.541) (5.248.294)
Beban operasi lain
Laba usaha 39.000.065 45.104.720 28.129.566 13.625.997
Penghasilan (beban)non operasi lainnya - - - -
Laba sebelum pajak 39.000.065 45.104.720 28.129.566 13.625.997
Beban pajak penghasilan (6.574.060) (7.582.176) (5.298.886) (3.075.869)
Laba tahun berjalan 32.426.005 37.522.544 22.830.680 10.550.128
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 39
Page 54
Tabel 13. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028
Pendapatan 84.433.312 169.516.102 193.500.790 386.974.052
Beban pokok pendapatan (77.226.701) (145.459.206) (154.454.067) (313.728.341)
Laba bruto 7.206.611 24.056.896 39.046.723 73.245.711
Beban penjualan (6.619.686) (9.545.570) (9.882.860) (9.966.420)
Beban umum dan administrasi (5.005.038) (12.729.437) (13.515.568) (12.867.866)
Penghasilan operasi lain 312.257 (2.675.104) (6.236.278) (13.645.250)
Beban operasi lain
Laba usaha (4.105.855) (893.215) 9.412.016 36.766.174
Penghasilan (beban)non operasi lainnya 2.632.463 - - -
Laba sebelum pajak (1.473.393) (893.215) 9.412.016 36.766.174
Beban pajak penghasilan (922.971) (2.270.606) (3.775.770) (8.989.507)
Laba tahun berjalan (2.396.363) (3.163.820) 5.636.247 27.776.667
Projection Projection Projection Projection
FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Pendapatan 321.628.263 331.967.744 264.616.816 223.144.676
Beban pokok pendapatan (264.746.809) (274.525.104) (221.599.949) (192.992.811)
Laba bruto 56.881.453 57.442.641 43.016.867 30.151.865
Beban penjualan - - - -
Beban umum dan administrasi (9.192.590) (9.682.839) (8.921.656) (8.022.622)
Penghasilan operasi lain (6.553.188) 149.360 (2.609.541) (5.248.294)
Beban operasi lain
Laba usaha 41.135.675 47.909.161 31.485.671 16.880.949
Penghasilan (beban)non operasi lainnya - - - -
Laba sebelum pajak 41.135.675 47.909.161 31.485.671 16.880.949
Beban pajak penghasilan (6.959.788) (8.111.392) (5.941.601) (3.760.533)
Laba tahun berjalan 34.175.887 39.797.769 25.544.070 13.120.416
Sumber: Manajemen Perseroan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan berpotensi untuk:
• Dengan didapatkan pendanaan tersebut, jumlah kolam budidaya udang MBP diestimasikan mencapai
112 kolam;
• Meningkatkan pendapatan Perseroan di masa depan secara tidak langsung seiring dengan
peningkatan pendapatan dan laba MBP dengan asumsi peningkatan 112 kolam budidaya udang;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, diharapkan MBP dapat memperbaiki likuiditas sehingga
dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di masa mendatang melalui diversifikasi sumber
pendapatan.
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
Rencana Transaksi per 31 Desember tahun 2025-2032 (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 40
Page 55
Tabel 14. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 84.980.298 67.057.633 45.865.007 50.005.263 70.955.575 77.840.411 91.956.945 84.622.064
Investasi jangka pendek - - - - - - - -
Piutang usaha 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063
Piutang lain-lain 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602
Persediaan 34.152.793 54.053.498 18.798.954 100.202.572 109.182.255 122.501.215 98.363.963 113.088.498
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991
Pajak dibayar dimuka 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603
Aset lancar lainnya 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096
Jumlah aset lancar 145.157.524 147.135.564 90.688.394 176.232.268 206.162.263 226.366.059 216.345.340 223.734.995
Aset Tak Lancar
Investasi pada ventura bersama 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940
Kas yang dibatasi penggunaannya 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851
Aset pajak tangguhan 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602
Uang muka 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990
Aset tetap, neto 108.575.142 131.548.441 249.160.116 178.308.513 167.430.805 169.885.375 183.525.726 167.742.725
Aset hak guna, neto 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405
Properti pertambangan 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578
Aset biologis 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851
Aset tidak lancar lainnya 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531
Jumlah aset tidak lancar 129.551.929 152.525.228 270.136.903 199.285.300 188.407.592 190.862.162 204.502.513 188.719.512
Jumlah Aset 274.709.453 299.660.793 360.825.297 375.517.568 394.569.855 417.228.220 420.847.853 412.454.507
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 41
Page 56
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444
Utang lain-lain 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891
Biaya masih harus dibayar 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031
Utang pajak 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764
Liabilitas pembiayaan 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar - - - - - - - -
Liabilitas sewa 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818
Liabilitas pembiayaan 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241
Liabilitas sewa 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190
Utang bank jangka panjang 47.804.290 77.117.926 134.124.846 122.699.692 109.325.974 94.461.795 75.250.748 56.307.274
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514
Shareholders loan - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas jangka panjang 55.196.714 84.510.350 141.517.270 130.092.116 116.718.398 101.854.219 82.643.172 63.699.698
Jumlah Liabilitas 91.465.872 120.779.508 177.786.428 166.361.274 152.987.556 138.123.377 118.912.330 99.968.856
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672
Tambahan modal disetor 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan nonpengendali 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya 154.255.728 149.893.432 154.051.016 180.168.441 212.594.446 250.116.990 272.947.670 283.497.798
182.042.593 177.680.297 181.837.881 207.955.306 240.381.311 277.903.855 300.734.535 311.284.663
Kepentingan non-pengendali 1.200.988 1.200.988 1.200.988 1.200.988 1.200.988 1.200.988 1.200.988 1.200.988
Jumlah Ekuitas 183.243.581 178.881.285 183.038.869 209.156.294 241.582.299 279.104.843 301.935.523 312.485.651
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 274.709.453 299.660.793 360.825.297 375.517.568 394.569.855 417.228.220 420.847.853 412.454.507
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 42
Page 57
Tabel 15. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 84.980.298 65.436.910 46.128.709 52.260.701 74.803.369 83.109.103 97.263.454 90.096.843
Investasi jangka pendek - - - - - - - -
Piutang usaha 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063
Piutang lain-lain 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602
Persediaan 34.152.793 54.053.498 18.798.954 100.202.572 109.182.255 122.501.215 98.363.963 113.088.498
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991
Pajak dibayar dimuka 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603
Aset lancar lainnya 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096
Jumlah aset lancar 145.157.524 145.514.841 90.952.096 178.487.706 210.010.057 231.634.751 221.651.850 229.209.774
Aset Tak Lancar
Investasi pada ventura bersama 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940
Kas yang dibatasi penggunaannya 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851
Aset pajak tangguhan 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602
Uang muka 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990
Aset tetap, neto 108.575.142 134.367.640 251.573.552 180.389.455 169.669.273 172.978.169 189.294.093 175.913.110
Aset hak guna, neto 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405
Properti pertambangan 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578
Aset biologis 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851
Aset tidak lancar lainnya 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531
Jumlah aset tidak lancar 129.551.929 155.344.427 272.550.339 201.366.242 190.646.060 193.954.956 210.270.880 196.889.897
Jumlah Aset 274.709.453 300.859.268 363.502.435 379.853.948 400.656.117 425.589.707 431.922.730 426.099.671
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 43
Page 58
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444
Utang lain-lain 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891
Biaya masih harus dibayar 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031
Utang pajak 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764
Liabilitas pembiayaan 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar - - - - - - - -
Liabilitas sewa 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818
Liabilitas pembiayaan 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241
Liabilitas sewa 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190
Utang bank jangka panjang 47.804.290 77.117.926 134.124.846 122.699.692 109.325.974 94.461.795 75.250.748 56.307.274
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514
Shareholders loan - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas jangka panjang 55.196.714 84.510.350 141.517.270 130.092.116 116.718.398 101.854.219 82.643.172 63.699.698
Jumlah Liabilitas 91.465.872 120.779.508 177.786.428 166.361.274 152.987.556 138.123.377 118.912.330 99.968.856
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672
Tambahan modal disetor 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan nonpengendali 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya 154.255.728 150.792.288 156.058.869 183.420.726 217.159.143 256.388.106 281.253.828 293.731.671
182.042.593 178.579.153 183.845.734 211.207.591 244.946.008 284.174.971 309.040.693 321.518.536
Kepentingan non-pengendali 1.200.988 1.500.607 1.870.273 2.285.083 2.722.553 3.291.359 3.969.707 4.612.279
Jumlah Ekuitas 183.243.581 180.079.760 185.716.007 213.492.674 247.668.561 287.466.330 313.010.400 326.130.815
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 274.709.453 300.859.268 363.502.435 379.853.948 400.656.117 425.589.707 431.922.730 426.099.671
Sumber: Manajemen Perseroan
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 44
Page 59
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan berpotensi untuk:
• Meningkatkan kas dan setara kas Perseroan secara tidak langsung seiring dengan peningkatan kinerja
pendapatan dan laba MBP sehingga meningkatkan likuiditas Perseroan secara konsolidasian di masa
depan;
• Meningkatkan total aset Perseroan akibat adanya penambahan pembangunan 52 kolam budidaya
udang oleh MBP;
• Meningkatkan total ekuitas Perseroan secara tidak langsung seiring dengan peningkatan saldo laba
atas kinerja pendapatan dan laba MBP yang semakin membaik.
4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan antara
Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi:
Tabel 16. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
LIQUIDITY RATIO:
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi) 4,00 4,01 2,51 4,92 5,79 6,39 6,11 6,32
Current ratio (tanpa transaksi) 4,00 4,06 2,50 4,86 5,68 6,24 5,96 6,17
Selisih - (0,04) 0,01 0,06 0,11 0,15 0,15 0,15
CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi) 2,34 1,80 1,27 1,44 2,06 2,29 2,68 2,48
Cash ratio (tanpa transaksi) 2,34 1,85 1,26 1,38 1,96 2,15 2,54 2,33
Selisih - (0,04) 0,01 0,06 0,11 0,15 0,15 0,15
PROFITABILITY RATIO:
NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi) -2,84% -1,87% 2,91% 7,18% 10,63% 11,99% 9,65% 5,88%
Net profit margin (tanpa transaksi) -2,84% -2,60% 2,19% 6,81% 10,19% 11,48% 8,84% 4,87%
Selisih 0,00% 0,73% 0,73% 0,37% 0,43% 0,51% 0,81% 1,01%
Sumber: data diolah
Analisis rasio keuangan setelah Rencana Transaksi terhadap kinerja Perseroan tahun 2025-2032
mengalami peningkatan. Setelah Rencana Transaksi, rasio likuiditas yaitu rasio lancar dan rasio kas
Perseroan mengalami peningkatan, hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan untuk
memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar semakin membaik. Rasio profitabilitas
Perseroan setelah Rencana Transaksi mengalami kenaikan yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan
dan laba yang ditunjukkan dengan rasio marjin laba bersih yang lebih besar.
4.6. Analisis Kemampuan Penerima Dana Pinjaman untuk Melunasi Transaksi
Berikut adalah proyeksi laba (rugi) dan arus kas MBP (disajikan dalam Rupiah):
Tabel 17. Proyeksi Laba (Rugi) dan Arus Kas MBP
Projection Projection Projection Projection
Uraian
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028
Laba tahun berjalan (6.172.124.497) 5.674.321.473 24.071.775.354 30.677.015.489
Kas dan setara kas akhir tahun 53.665.172.794 11.656.347.254 36.963.210.023 69.827.754.859
Projection Projection Projection Projection
Uraian
FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Laba tahun berjalan 35.974.787.412 48.795.486.095 55.701.774.404 58.977.696.583
Kas dan setara kas akhir tahun 99.126.097.629 134.113.277.478 160.689.529.913 188.507.663.683
Sumber: data diolah
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 45
Page 60
Rencana Transaksi diasumsikan dilakukan pada Desember 2025 dengan pelunasan dijadwalkan pada
November 2032. Berdasarkan proyeksi keuangan MBP, pemberian pinjaman dari MABS sebesar
Rp59.500.000.000 akan berdampak positif pada kemampuan MBP untuk menjalankan usahanya serta
mendapatkan keuntungan seiring dengan penambahan pembangunan 52 kolam budidaya udang, hal ini
memberikan kepastian keberlangsungan usaha bagi MBP.
4.7. Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Transaksi
Cash Management
Cash management merupakan proses pengelolaan kas dan setara kas yang dilakukan Perseroan untuk
memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai dalam memenuhi kewajiban jangka pendek,
sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kas yang dimiliki. Berikut adalah arus kas Perseroan setelah
Rencana Transaksi (disajikan dalam USD, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 18. Arus Kas Perseroan
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi (25.020.498) 13.192.588 26.921.364 55.632.901
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas
Investasi (25.116.628) (55.437.744) (134.289.421) (19.789.198)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 16.014.918 22.701.768 88.059.856 (29.711.711)
Kenaikan/(Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas (34.122.208) (19.543.388) (19.308.201) 6.131.992
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 119.102.506 84.980.298 65.436.910 46.128.709
Dampak Neto Perubahan Nilai Tukar atas Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas akhir tahun 84.980.298 65.436.910 46.128.709 52.260.701
FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 67.921.341 66.717.408 54.156.002 43.530.763
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas
Investasi (15.457.032) (28.907.726) (29.089.363) (19.304.329)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (29.921.641) (29.503.948) (10.912.288) (31.393.045)
Kenaikan/(Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas 22.542.668 8.305.734 14.154.351 (7.166.611)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 52.260.701 74.803.369 83.109.103 97.263.454
Dampak Neto Perubahan Nilai Tukar atas Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas akhir tahun 74.803.369 83.109.103 97.263.454 90.096.843
Sumber: data diolah
Dengan kondisi kas yang baik, Perseroan dinilai memiliki kapasitas yang memadai sehingga tidak
menghadapi hambatan untuk memberikan tambahan pinjaman secara tidak langsung kepada MBP
melalui MABS.
Financial Covenant
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman MABS dengan MBP tidak terdapat financial covenant yang diatur
atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan.
4.8. Analisis Inkremental
4.8.1. Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Perseroan Sebagai Akibat dari Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis terhadap proyeksi laporan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi, berikut adalah analisis inkremental yang digunakan untuk analisis kontribusi nilai tambah
yang dapat dilihat pada tabel berikut (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 46
Page 61
Tabel 19. Analisis Inkremental
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi) 84.433.312 169.516.102 193.500.790 386.974.052 321.628.263 331.967.744 264.616.816 223.144.676
Pendapatan (tanpa transaksi) 84.433.312 167.955.134 190.242.321 383.579.051 318.095.635 326.906.459 258.187.179 216.709.340
Selisih - 1.560.968 3.258.469 3.395.001 3.532.628 5.061.285 6.429.637 6.435.335
LABA SETELAH PAJAK
Laba Setelah Pajak (dengan transaksi) (2.396.363) (3.163.820) 5.636.247 27.776.667 34.175.887 39.797.769 25.544.070 13.120.416
Laba Setelah Pajak (tanpa transaksi) (2.396.363) (4.362.296) 4.157.584 26.117.425 32.426.005 37.522.544 22.830.680 10.550.128
Selisih - 1.198.475 1.478.663 1.659.242 1.749.882 2.275.225 2.713.390 2.570.288
TOTAL ASET
Total Aset (dengan transaksi) 274.709.453 300.859.268 363.502.435 379.853.948 400.656.117 425.589.707 431.922.730 426.099.671
Total Aset (tanpa transaksi) 274.709.453 299.660.793 360.825.297 375.517.568 394.569.855 417.228.220 420.847.853 412.454.507
Selisih - 1.198.475 2.677.138 4.336.380 6.086.262 8.361.487 11.074.877 13.645.165
TOTAL LIABILITAS
Total Liabilitas (dengan transaksi) 91.465.872 120.779.508 177.786.428 166.361.274 152.987.556 138.123.377 118.912.330 99.968.856
Total Liabilitas (tanpa transaksi) 91.465.872 120.779.508 177.786.428 166.361.274 152.987.556 138.123.377 118.912.330 99.968.856
Selisih - - - - - - - -
TOTAL EKUITAS
Total Ekuitas (dengan transaksi) 183.243.581 180.079.760 185.716.007 213.492.674 247.668.561 287.466.330 313.010.400 326.130.815
Total Ekuitas (tanpa transaksi) 183.243.581 178.881.285 183.038.869 209.156.294 241.582.299 279.104.843 301.935.523 312.485.651
Selisih - 1.198.475 2.677.138 4.336.380 6.086.262 8.361.487 11.074.877 13.645.165
Sumber: data diolah
Berikut adalah analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari Rencana Transaksi dengan
asumsi:
• Adanya pemberian pinjaman pemegang saham kepada MBP akan memberikan nilai tambah bagi
Perseroan secara konsolidasian, karena dari Rencana Transaksi tersebut Perseroan akan
memperoleh kenaikan pendapatan dan laba secara tidak langsung dari operasional MBP yang
diharapkan semakin membaik seiring penambahan jumlah kolam budidaya udang;
• Adanya pemberian pinjaman pemegang saham kepada MBP akan meningkatkan total aset Perseroan
secara konsolidasian seiring dengan pemanfaatan pinjaman untuk melakukan penambahan aset
kolam budidaya udang oleh MBP;
• Pada periode Juli-Desember 2025 hingga periode November 2030 MBP belum melakukan
pembayaran pokok dan bunga pinjaman seiring dengan masa tenggang yang disepakati dalam
perjanjian pinjaman;
• Mulai tahun 2030 MBP mulai membayarkan cicilan pokok dan bunga pinjaman sampai dengan
periode pelunasan pada tahun 2032;
• MBP masih mencatat kerugian pada periode Juli-Desember 2025 seiring dengan penggunaan dana
pinjaman untuk melunasi utang bank yang sedang berjalan dan mulai mencatatkan laba pada tahun-
tahun berikutnya seiring dengan perbaikan kinerja keuangan atas penambahan 52 kolam budidaya
udang.
4.8.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Tidak ada biaya atau pendapatan yang relevan lainnya terkait dengan adanya Rencana Transaksi dari sisi
Perseroan. Efek atas Rencana Transaksi bagi Perseroan terkait pinjaman MABS kepada MBP akan
tereliminasi pada laporan keuangan konsolidasi Perseroan sehingga tidak terdapat perubahan pada
laporan keuangan konsolidasi Perseroan.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 47
Page 62
4.8.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat informasi non-
keuangan yang relevan dan signifikan terkait Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam
laporan pendapat kewajaran. Pembayaran cicilan pokok dan beban bunga shareholder loans dilakukan
setelah MBP melunasi utang bank kepada CIMB.
4.9. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap faktor yang mempengaruhi rasio keuangan yang berkaitan
dengan Rencana Transaksi yaitu tingkat suku bunga pinjaman terhadap NPV. Berikut adalah analisis
sensitivitas:
Tabel 20. Analisis Sensitivitas
Tingkat Bunga Pinjaman NPV
(dalam %) (dalam Rupiah)
10,00% 190.194.821.116
10,43% 190.187.260.531
11,00% 190.177.051.142
Sumber: data diolah
4.10. Analisis atas Jaminan yang Terkait Dengan Pinjam Meminjam
Berdasarkan dokumen draft perjanjian pinjaman pemegang saham antara MABS dan MBP tidak
diberlakukan mengenai jaminan yang wajib dipenuhi oleh pihak penerima pinjaman.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 48
Page 63
5. ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS TRANSAKSI
PINJAM MEMINJAM DANA
5.1. Analisis Kelayakan Investasi
Analisis kelayakan investasi ditinjau dari proyeksi keuangan MBP dalam menjalankan kegiatan usahanya
berdasarkan jumlah 112 kolam budidaya udang yang menandakan level ekonomi yang cukup untuk mulai
menghasilkan laba. Analisis kelayakan dilakukan dengan memperhitungkan Net Present Value (NPV)
sesuai dengan asumsi-asumsi proyeksi yang disusun oleh manajemen MBP. Asumsi-asumsi yang
digunakan untuk mengidentifikasi kelayakan investasi adalah sebagai berikut:
• Masa proyeksi selama 7 tahun dari periode Juli-Desember 2025 sampai tahun 2032;
• Mulai menunjukkan arus kas kumulatif positif pada tahun 2027;
• Tingkat diskonto mengacu pada Damodaran per 30 Juni 2025 dengan rate pada industri sejenis yang
dijalankan oleh MBP yaitu sebesar 9,21%.
Dengan asumsi tersebut didapatkan kelayakan investasi berdasarkan parameter NPV menghasilkan
angka sebesar Rp190,19 miliar.
5.2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Dalam hal MBP gagal menyelesaikan kewajiban utang kepada MABS, maka terdapat opsi konversi dari
pinjaman pemegang saham menjadi penyertaan modal.
5.3. Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Faktor-faktor yang relevan dengan Rencana Transaksi sudah dianalisis dan diungkapkan pada laporan
pendapat kewajaran ini baik secara kualitatif dan kuantitatif beserta pertimbangan manfaat, keuntungan,
risiko dan kerugian. Sehingga kami tidak melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 49
Page 64
6. KESIMPULAN
6.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Berdasarkan analisis terhadap dokumen legalitas Perseroan serta informasi dari manajemen
Perseroan, diperoleh informasi mengenai hubungan afiliasi berdasarkan jabatan dan kepemilikan
saham adalah sebagai berikut:
• Khoirudin menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan, menjabat sebagai Komisaris Utama MBP,
dan menjabat sebagai Komisaris Utama MABS;
• Yulius Leonardo menjabat sebagai Direktur Perseroan, menjabat sebagai Komisaris MBP, dan
menjabat sebagai Direktur Utama MABS;
• Insinyur Syadaruddin menjabat sebagai Komisaris MBP dan menjabat sebagai Komisaris MABS;
• Perseroan memiliki 99,99% saham MABS dan MABS memiliki 75% saham MBP.
2. Transaksi pinjaman pemegang saham digunakan untuk melakukan penambahan pembangunan 52
kolam budidaya udang MBP;
3. Setelah Rencana Transaksi, rasio likuiditas yaitu rasio lancar dan rasio kas Perseroan mengalami
peningkatan, hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban
jangka pendek menggunakan aset lancar semakin membaik. Rasio profitabilitas Perseroan setelah
Rencana Transaksi mengalami kenaikan yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan dan laba yang
ditunjukkan dengan rasio marjin laba bersih yang lebih besar;
4. Tingkat suku bunga pinjaman yang disepakati yaitu IndONIA (30 hari) + 5% per tahun. MBP melakukan
peminjaman dana dari MABS meskipun dengan bunga yang lebih tinggi yaitu 10,43% dibandingkan
dengan suku bunga rata-rata pinjaman investasi oleh Bank Persero sebesar 8,96%. Apabila
dibandingkan dengan suku bunga pinjaman bank kepada emiten sejenis, maka suku bunga Rencana
Transaksi masih berada pada range suku bunga pinjaman dari beberapa bank pembanding;
5. Analisis inkremental menunjukkan bahwa pemberian pinjaman pemegang saham kepada MBP akan
memberikan nilai tambah bagi Perseroan, karena dari Rencana Transaksi tersebut Perseroan akan
memperoleh kenaikan pendapatan dan laba secara tidak langsung dari operasional MBP yang
diharapkan semakin membaik seiring penambahan jumlah kolam budidaya udang;
6. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat dan risiko sebagai berikut:
• Manfaat Transaksi:
a. Keberhasilan rencana pembangunan kolam budidaya udang yang dibiayai pinjaman MABS
kepada MBP berpotensi meningkatkan pendapatan dan laba MBP, yang pada akhirnya akan
memperkuat kinerja keuangan konsolidasi Perseroan;
b. Rencana Transaksi merupakan upaya Perseroan untuk keberhasilan diversifikasi sumber
pendapatan di masa depan;
c. Rencana Transaksi memberikan fleksibilitas pendanaan bagi MBP dan juga bagi Perseroan
secara konsolidasian.
• Risiko Transaksi:
a. Risiko kegagalan atau keterlambatan MBP dalam menyelesaikan pembangunan kolam
budidaya udang yang dibiayai pinjaman sesuai jadwal atau spesifikasi yang direncanakan dapat
memengaruhi potensi pendapatan dan pengembalian yang diharapkan oleh MABS dan
Perseroan secara konsolidasi;
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 50
Page 65
b. Risiko terkait industri budidaya udang terutama faktor-faktor yang dapat meningkatkan
kegagalan panen udang yang secara langsung akan berdampak pada kinerja keuangan MBP dan
Perseroan secara konsolidasi;
c. Opportunity cost atas pembiayaan yang akan diberikan yang dapat terjadi bila terdapat
kegagalan atas panen udang.
7. Analisis kelayakan dilakukan dengan memperhitungkan Net Present Value (NPV) sesuai dengan
asumsi-asumsi proyeksi yang disusun oleh manajemen MBP sehingga diperoleh NPV positif;
8. Analisis kelayakan pelunasan utang dalam hal MBP gagal menyelesaikan kewajiban utang kepada
MABS, maka terdapat opsi konversi dari pinjaman pemegang saham menjadi penyertaan modal.
6.2. Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran harga transaksi, dan analisis atas
faktor-faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa rencana transaksi MABS perusahaan terkendali
dari MBAP yang akan memberikan pinjaman pemegang saham kepada Entitas Anak yaitu MBP sebesar
Rp59.500.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Milliar Lima Ratus Juta Rupiah) adalah WAJAR.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran di atas berlaku apabila tidak terdapat perubahan yang berdampak
material terhadap transaksi, seperti perubahan kondisi perekonomian secara umum, peraturan-
peraturan pemerintah, serta kondisi internal Perseroan maupun faktor-faktor lainnya. Perubahan-
perubahan sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut setelah tanggal dikeluarkannya Laporan Pendapat
Kewajaran ini mungkin dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap kesimpulan pendapat kewajaran.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 51
Page 66
6. LAMPIRAN
1. Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025;
2. Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024 dan
periode 6 bulan dari bulan Januari-Juni 2025;
3. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024 dan
periode 6 bulan dari bulan Januari-Juni 2025;
4. Analisis Rasio Keuangan Perseroan;
5. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-
2032;
6. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-
2032;
7. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan
Januari-Desember Tahun 2025-2032;
8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan
Januari-Desember Tahun 2025-2032;
9. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi;
10. Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan;
11. Analisis Inkremental;
12. Proyeksi Laporan Laba Rugi MBP Dengan Rencana Transaksi Periode 6 Bulan dari Bulan Juli-
Desember Tahun 2025 dan 12 bulan dari bulan Januari-Desember Tahun 2025-2032;
13. Laporan Arus Kas MBP Periode 6 Bulan dari Bulan Juli-Desember Tahun 2025 dan periode 12 bulan
Januari-Desember 2026-2032;
14. WACC;
15. Yield Bonds 30 Juni 2025;
16. Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Juni 2025;
17. Country and Equity Risk Premiums (Damodaran);
18. Beta (Damodaran).
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 52
Page 67
7. REFERENSI
1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-
2018) dan Edisi Revisi SPI 300, 310, dan 330;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha;
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”);
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
6. Media online lainnya.
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 53
Page 68
LAMPIRAN
Page 69
Lampiran 1
Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24 30-Jun-25
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 46.063.170 63.882.458 101.754.199 84.725.892 124.208.374 119.102.506
Investasi jangka pendek 43.000.000 83.000.000 105.489.482 31.533.972 - -
Piutang usaha 20.070.926 44.536.505 17.847.209 37.848.381 16.662.952 11.915.063
Piutang lain-lain 864.228 1.773.229 800.979 3.505.147 2.130.905 6.762.602
Persediaan 13.090.584 11.620.855 29.937.705 24.982.971 24.715.325 30.096.321
Uang muka 873.502 2.020.634 3.165.571 697.416 804.350 959.078
Biaya dibayar di muka 211.154 210.318 278.142 - - -
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan 1.286.302 1.834.150 1.823.898 2.309.901 4.943.956 1.291.991
Pajak dibayar dimuka 167.814 669.985 1.202.586 3.151.006 1.792.426 3.997.603
Aset lancar lainnya 22.472 - 56.650 249.744 526.896 1.098.096
Jumlah aset lancar 125.650.152 209.548.134 262.356.421 189.004.430 175.785.184 175.223.260
Aset Tak Lancar
Kas yang dibatasi penggunaannya 4.617.994 3.651.726 5.227.100 5.764.906 5.619.814 6.077.851
Aset pajak tangguhan 3.780.758 4.699.616 5.325.566 2.470.654 2.767.568 2.343.602
Uang muka - - - 5.194.788 6.935.790 3.744.990
Aset tetap dan aset sewa pembiayaan 23.422.018 18.997.876 15.461.602 13.495.446 32.468.834 54.620.110
Aset hak guna, neto 7.322.111 3.661.055 - - - 304.405
Properti pertambangan 3.115.300 2.440.967 1.890.683 1.523.830 1.133.925 969.039
Investasi pada ventura bersama 12.710.438 12.585.269 12.904.552 2.334.888 4.469.752 5.071.940
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan - - 1.174.404 7.613.397 6.580.236 907.578
Aset biologis - - - - 183.875 241.851
Aset tidak lancar lainnya 1.354.331 2.135.796 2.207.443 2.098.311 1.241.107 1.315.531
Jumlah aset tidak lancar 56.322.950 48.172.305 44.191.350 40.496.220 61.400.901 75.596.897
Jumlah Aset 181.973.102 257.720.439 306.547.771 229.500.650 237.186.085 250.820.157
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 5.766.159 8.050.771 7.577.277 9.879.511 15.562.289 14.518.444
Utang lain-lain 50.407 5.390 54.325 879.737 5.390 226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi - - - - - 301.891
Biaya masih harus dibayar 16.375.393 25.689.280 32.511.527 35.043.915 18.540.634 17.202.031
Utang pajak 3.095.609 15.033.747 8.823.597 585.652 1.854.901 1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang - - - 2.122.138 1.403.748 991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek - - - 1.925.991 1.788.261 925.764
Liabilitas pembiayaan - - - 60.198 539.843 567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar 4.675.057 - - - - -
Liabilitas sewa 3.597.673 3.901.393 - - - 116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek 33.560.298 52.680.581 48.966.726 50.497.142 39.695.066 36.269.158
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan - - - 15.279 100.495 132.818
Liabilitas pembiayaan 3.949.244 - - - - 283.241
Liabilitas sewa - - - 117.769 577.713 193.190
Utang bank jangka panjang - - - - 4.202.974 21.518.631
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 3.454.205 3.174.674 5.261.273 3.447.123 3.356.640 3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja 2.789.179 1.881.523 2.054.012 2.635.540 2.998.237 3.345.514
Jumlah Liabilitas jangka panjang 10.192.628 5.056.197 7.315.285 6.215.711 11.236.059 28.911.055
Jumlah Liabilitas 43.752.926 57.736.778 56.282.011 56.712.853 50.931.125 65.180.213
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672
Tambahan modal disetor 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan non-pengendali 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan 51.824 18.651 (288.722) (186.214) (680.806) (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya 109.622.653 171.419.214 221.539.557 142.989.251 156.973.762 156.652.091
138.219.682 199.983.070 249.796.040 171.348.242 184.838.161 184.438.956
Kepentingan non-pengendali 494 591 469.720 1.439.555 1.416.799 1.200.988
Jumlah Ekuitas 138.220.176 199.983.661 250.265.760 172.787.797 186.254.960 185.639.944
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 181.973.102 257.720.439 306.547.771 229.500.650 237.186.085 250.820.157
Page 70
Lampiran 2
Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024 dan
periode 6 bulan dari bulan Januari-Juni 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
FY2020 FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 Jan-Jun 2025
Pendapatan 201.207.287 309.840.126 449.535.604 224.833.816 217.907.893 84.224.747
Beban pokok pendapatan (134.218.223) (142.046.561) (183.758.231) (178.096.057) (170.696.556) (74.769.926)
Laba bruto 66.989.064 167.793.565 265.777.373 46.737.759 47.211.337 9.454.821
Beban penjualan (23.733.920) (28.862.016) (26.279.059) (20.982.546) (20.665.280) (7.067.131)
Beban umum dan administrasi (8.382.693) (11.685.006) (11.075.015) (11.748.080) (12.549.036) (5.712.884)
Penghasilan operasi lain 1.763.865 1.405.374 1.563.712 1.815.342 5.549.870 5.455.338
Laba usaha 36.503.964 128.651.917 229.987.011 15.822.475 19.546.891 2.130.144
Penghasilan (beban)non operasi lainnya 869.628 244.892 668.115 14.911.767 5.330.472 2.082.717
Laba sebelum pajak 37.373.592 128.896.809 230.655.126 30.734.242 24.877.363 4.212.861
Beban pajak penghasilan (9.906.106) (28.330.430) (51.263.459) (9.047.315) (5.732.216) (1.970.549)
Laba tahun berjalan 27.467.486 100.566.379 179.391.667 21.686.927 19.145.147 2.242.312
Page 71
Lampiran 3
Laporan Arus Kas Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024 dan
periode 6 bulan dari bulan Januari-Juni 2025
FY 2020 FY 2021 FY 2022 FY 2023 FY 2024 Jan-Jun 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan 209.217.839 285.374.547 476.224.900 204.344.333 238.834.823 88.972.636
Pembayaran kas kepada pemasok dan beban
operasi (145.887.628) (129.150.351) (161.317.572) (149.404.860) (177.162.638) (81.206.678)
Pembayaran royalti (8.108.410) (20.134.340) (41.408.198) (34.586.986) (26.937.021) (10.140.903)
Pembayaran kepada karyawan (9.898.350) (10.642.996) (15.450.010) (13.708.692) (12.248.324) (6.406.669)
Pembayaran pajak penghasilan (2.436.902) (19.101.571) (58.052.572) (21.243.310) (4.784.930) (2.013.642)
Penerimaan penghasilan bunga 2.097.523 1.061.822 1.396.837 6.279.999 4.730.412 1.969.881
Penerimaan restitusi pajak penghasilan - - - - 1.169.310 6.045.752
Penerimaan restitusi pajak lainnya - - - 9.376.900 13.376.094 7.950.332
Penerimaan kompensasi ganti rugi aktivitas tambang - - - 3.220.843 - -
Penambahan aset lainnya - - - (498.563)
Pembayaran beban bunga (367.919) (136.168) (78.163) (95.834) (290.823) (242.230)
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 44.616.153 107.270.943 201.315.222 4.182.393 36.686.903 4.429.916
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penarikan/(penempatan) investasi jangka pendek 19.000.000 (40.000.000) (22.489.482) 73.955.510 31.533.972 (478.145)
Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya (2.814.871) 949.103 (1.575.374) (537.806) (99.839) -
Penambahan aset tetap (801.213) (2.802.681) (4.116.637) (4.526.905) (22.908.092) (22.870.594)
Hasil penjualan aset tetap 3.847 208.022 199.088 90.065 224.313 -
Penambahan investasi pada ventura bersama - (8.592) (773.790) (1.903.650) (2.521.809) -
Penerimaan atas penjualan ventura bersama - - - 14.508.177 - -
Penerimaan dividen dari ventura bersama - - - 1.862.879 - -
Pembayaran uang muka untuk penyertaan saham - - - (383.262) (687.425) (15.251)
Pembayaran uang muka aset tetap - - - (4.811.526) (1.053.577) -
Penambahan aset lainnya - (893.191) (128.297) (147.780) (471.300) (35.208)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi 15.387.763 (42.547.339) (28.884.492) 78.105.702 4.016.243 (23.399.198)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran utang sewa pembiayaan (48.559) - - (80.206) (496.395) (266.361)
Penerimaan utang bank - - - - 4.202.974 17.329.173
Pembayaran utang bank (4.675.059) (4.675.057) - - - -
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham (34.715.133) (38.937.092) (129.376.606) (100.000.000) (5.000.000) (2.770.530)
Penambahan kepentingan non-pengendali - - 286.183 - - -
Penerimaan setoran modal dari kepentingan non-
pengendali - - - 580.098 - -
Pembayaran beban bunga - - - (296.247)
Pembayaran liabilitas sewa (4.017.871) (4.093.718) (3.946.559) - - (54.510)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas
Pendanaan (43.456.622) (47.705.867) (133.036.982) (99.500.108) (1.293.421) 13.941.525
Kenaikan/(Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas 16.547.294 17.017.737 39.393.748 (17.212.013) 39.409.725 (5.027.757)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 29.103.941 46.063.170 63.882.458 101.754.199 84.725.892 124.208.374
Kas dan setara kas akhir tahun 46.063.170 63.882.458 101.754.199 84.725.892 124.208.374 119.102.506
Page 72
Lampiran 4
Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Audited Audited Audited Audited Audited Audited Average
FY2020 FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 Jan-Jun 2025 Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 3,74 3,98 5,36 3,74 4,43 4,83 4,35
Quick ratio 3,35 3,76 4,75 3,25 3,81 4,00 3,82
Cash ratio 1,37 1,21 2,08 1,68 3,13 3,28 2,13
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 33,29% 54,15% 59,12% 20,79% 21,67% 11,23% 33,38%
Operating profit margin 18,14% 41,52% 51,16% 7,04% 8,97% 2,53% 21,56%
Net profit margin 13,65% 32,46% 39,91% 9,65% 8,79% 2,66% 17,85%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 10 7 25 6 13 7 11
Inventory turnover 10 12 6 7 7 2 8
Acc. Payable turnover 23 18 24 18 11 5 17
Days of Acc. Receivable 36 52 14 61 28 25 36
Days of Inventory 35 29 59 51 52 72 50
Days of Acc. Payable 15 20 15 20 33 35 23
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 8,84% 1,95% 0,00% 0,10% 2,86% 12,22% 4,33%
Debt to Assets 6,72% 1,51% 0,00% 0,08% 2,24% 9,04% 3,27%
Total Liabilities to Total Assets 24,04% 22,40% 18,36% 24,71% 21,47% 25,99% 22,83%
Total Liabilities to Total Equity 31,65% 28,87% 22,49% 32,82% 27,34% 35,11% 29,72%
Page 73
Lampiran 5
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 84.980.298 67.057.633 45.865.007 50.005.263 70.955.575 77.840.411 91.956.945 84.622.064
Investasi jangka pendek - - - - - - - -
Piutang usaha 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063
Piutang lain-lain 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602
Persediaan 34.152.793 54.053.498 18.798.954 100.202.572 109.182.255 122.501.215 98.363.963 113.088.498
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991
Pajak dibayar dimuka 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603
Aset lancar lainnya 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096
Jumlah aset lancar 145.157.524 147.135.564 90.688.394 176.232.268 206.162.263 226.366.059 216.345.340 223.734.995
Aset Tak Lancar
Investasi pada ventura bersama 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940
Kas yang dibatasi penggunaannya 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851
Aset pajak tangguhan 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602
Uang muka 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990
Aset tetap, neto 108.575.142 131.548.441 249.160.116 178.308.513 167.430.805 169.885.375 183.525.726 167.742.725
Aset hak guna, neto 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405
Properti pertambangan 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578
Aset biologis 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851
Aset tidak lancar lainnya 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531
Jumlah aset tidak lancar 129.551.929 152.525.228 270.136.903 199.285.300 188.407.592 190.862.162 204.502.513 188.719.512
Jumlah Aset 274.709.453 299.660.793 360.825.297 375.517.568 394.569.855 417.228.220 420.847.853 412.454.507
Page 74
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444
Utang lain-lain 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891
Biaya masih harus dibayar 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031
Utang pajak 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764
Liabilitas pembiayaan 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar - - - - - - - -
Liabilitas sewa 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818
Liabilitas pembiayaan 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241
Liabilitas sewa 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190
Utang bank jangka panjang 47.804.290 77.117.926 134.124.846 122.699.692 109.325.974 94.461.795 75.250.748 56.307.274
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514
Shareholders loan - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas jangka panjang 55.196.714 84.510.350 141.517.270 130.092.116 116.718.398 101.854.219 82.643.172 63.699.698
Jumlah Liabilitas 91.465.872 120.779.508 177.786.428 166.361.274 152.987.556 138.123.377 118.912.330 99.968.856
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672
Tambahan modal disetor 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan nonpengendali 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya 154.255.728 149.893.432 154.051.016 180.168.441 212.594.446 250.116.990 272.947.670 283.497.798
182.042.593 177.680.297 181.837.881 207.955.306 240.381.311 277.903.855 300.734.535 311.284.663
Kepentingan non-pengendali 1.200.988 1.200.988 1.200.988 1.200.988 1.200.988 1.200.988 1.200.988 1.200.988
Jumlah Ekuitas 183.243.581 178.881.285 183.038.869 209.156.294 241.582.299 279.104.843 301.935.523 312.485.651
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 274.709.453 299.660.793 360.825.297 375.517.568 394.569.855 417.228.220 420.847.853 412.454.507
Page 75
Lampiran 6
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2031
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 84.980.298 65.436.910 46.128.709 52.260.701 74.803.369 83.109.103 97.263.454 90.096.843
Investasi jangka pendek - - - - - - - -
Piutang usaha 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063 11.915.063
Piutang lain-lain 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602 6.762.602
Persediaan 34.152.793 54.053.498 18.798.954 100.202.572 109.182.255 122.501.215 98.363.963 113.088.498
Uang muka dan biaya dibayar dimuka 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078 959.078
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991 1.291.991
Pajak dibayar dimuka 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603 3.997.603
Aset lancar lainnya 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096 1.098.096
Jumlah aset lancar 145.157.524 145.514.841 90.952.096 178.487.706 210.010.057 231.634.751 221.651.850 229.209.774
Aset Tak Lancar
Investasi pada ventura bersama 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940 5.071.940
Kas yang dibatasi penggunaannya 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851 6.077.851
Aset pajak tangguhan 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602 2.343.602
Uang muka 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990 3.744.990
Aset tetap, neto 108.575.142 134.367.640 251.573.552 180.389.455 169.669.273 172.978.169 189.294.093 175.913.110
Aset hak guna, neto 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405 304.405
Properti pertambangan 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039 969.039
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578 907.578
Aset biologis 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851 241.851
Aset tidak lancar lainnya 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531 1.315.531
Jumlah aset tidak lancar 129.551.929 155.344.427 272.550.339 201.366.242 190.646.060 193.954.956 210.270.880 196.889.897
Jumlah Aset 274.709.453 300.859.268 363.502.435 379.853.948 400.656.117 425.589.707 431.922.730 426.099.671
Page 76
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28 31-Des-29 31-Des-30 31-Des-31 31-Des-32
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444 14.518.444
Utang lain-lain 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395 226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891 301.891
Biaya masih harus dibayar 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031 17.202.031
Utang pajak 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927 1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753 991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764 925.764
Liabilitas pembiayaan 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963 567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar - - - - - - - -
Liabilitas sewa 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990 116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158 36.269.158
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818 132.818
Liabilitas pembiayaan 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241 283.241
Liabilitas sewa 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190 193.190
Utang bank jangka panjang 47.804.290 77.117.926 134.124.846 122.699.692 109.325.974 94.461.795 75.250.748 56.307.274
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661 3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514 3.345.514
Shareholders loan - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas jangka panjang 55.196.714 84.510.350 141.517.270 130.092.116 116.718.398 101.854.219 82.643.172 63.699.698
Jumlah Liabilitas 91.465.872 120.779.508 177.786.428 166.361.274 152.987.556 138.123.377 118.912.330 99.968.856
Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672 10.743.672
Tambahan modal disetor 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593 15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan nonpengendali 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206 237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340) (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734 2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya 154.255.728 150.792.288 156.058.869 183.420.726 217.159.143 256.388.106 281.253.828 293.731.671
182.042.593 178.579.153 183.845.734 211.207.591 244.946.008 284.174.971 309.040.693 321.518.536
Kepentingan non-pengendali 1.200.988 1.500.607 1.870.273 2.285.083 2.722.553 3.291.359 3.969.707 4.612.279
Jumlah Ekuitas 183.243.581 180.079.760 185.716.007 213.492.674 247.668.561 287.466.330 313.010.400 326.130.815
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 274.709.453 300.859.268 363.502.435 379.853.948 400.656.117 425.589.707 431.922.730 426.099.671
Page 77
Lampiran 7
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan
Januari-Desember Tahun 2025-2031
Projection Projection Projection Projection
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028
Pendapatan 84.433.312 167.955.134 190.242.321 383.579.051
Beban pokok pendapatan (77.226.701) (145.189.379) (152.983.492) (312.352.746)
Laba bruto 7.206.611 22.765.756 37.258.829 71.226.305
Beban penjualan (6.619.686) (9.545.570) (9.882.860) (9.966.420)
Beban umum dan administrasi (5.005.038) (12.729.437) (13.515.568) (12.867.866)
Penghasilan operasi lain 312.257 (2.675.104) (6.236.278) (13.645.250)
Beban operasi lain
Laba usaha (4.105.855) (2.184.355) 7.624.123 34.746.769
Penghasilan (beban)non operasi lainnya 2.632.463 - - -
Laba sebelum pajak (1.473.393) (2.184.355) 7.624.123 34.746.769
Beban pajak penghasilan (922.971) (2.177.941) (3.466.539) (8.629.344)
Laba tahun berjalan (2.396.363) (4.362.296) 4.157.584 26.117.425
Projection Projection Projection Projection
FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Pendapatan 318.095.635 326.906.459 258.187.179 216.709.340
Beban pokok pendapatan (263.349.792) (272.268.260) (218.526.417) (189.812.428)
Laba bruto 54.745.843 54.638.199 39.660.762 26.896.913
Beban penjualan - - - -
Beban umum dan administrasi (9.192.590) (9.682.839) (8.921.656) (8.022.622)
Penghasilan operasi lain (6.553.188) 149.360 (2.609.541) (5.248.294)
Beban operasi lain
Laba usaha 39.000.065 45.104.720 28.129.566 13.625.997
Penghasilan (beban)non operasi lainnya - - - -
Laba sebelum pajak 39.000.065 45.104.720 28.129.566 13.625.997
Beban pajak penghasilan (6.574.060) (7.582.176) (5.298.886) (3.075.869)
Laba tahun berjalan 32.426.005 37.522.544 22.830.680 10.550.128
Page 78
Lampiran 8
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan
Januari-Desember Tahun 2025-2031
Projection Projection Projection Projection
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028
Pendapatan 84.433.312 169.516.102 193.500.790 386.974.052
Beban pokok pendapatan (77.226.701) (145.459.206) (154.454.067) (313.728.341)
Laba bruto 7.206.611 24.056.896 39.046.723 73.245.711
Beban penjualan (6.619.686) (9.545.570) (9.882.860) (9.966.420)
Beban umum dan administrasi (5.005.038) (12.729.437) (13.515.568) (12.867.866)
Penghasilan operasi lain 312.257 (2.675.104) (6.236.278) (13.645.250)
Beban operasi lain
Laba usaha (4.105.855) (893.215) 9.412.016 36.766.174
Penghasilan (beban)non operasi lainnya 2.632.463 - - -
Laba sebelum pajak (1.473.393) (893.215) 9.412.016 36.766.174
Beban pajak penghasilan (922.971) (2.270.606) (3.775.770) (8.989.507)
Laba tahun berjalan (2.396.363) (3.163.820) 5.636.247 27.776.667
Projection Projection Projection Projection
FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Pendapatan 321.628.263 331.967.744 264.616.816 223.144.676
Beban pokok pendapatan (264.746.809) (274.525.104) (221.599.949) (192.992.811)
Laba bruto 56.881.453 57.442.641 43.016.867 30.151.865
Beban penjualan - - - -
Beban umum dan administrasi (9.192.590) (9.682.839) (8.921.656) (8.022.622)
Penghasilan operasi lain (6.553.188) 149.360 (2.609.541) (5.248.294)
Beban operasi lain
Laba usaha 41.135.675 47.909.161 31.485.671 16.880.949
Penghasilan (beban)non operasi lainnya - - - -
Laba sebelum pajak 41.135.675 47.909.161 31.485.671 16.880.949
Beban pajak penghasilan (6.959.788) (8.111.392) (5.941.601) (3.760.533)
Laba tahun berjalan 34.175.887 39.797.769 25.544.070 13.120.416
Page 79
Lampiran 9
Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
LIQUIDITY RATIO:
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi) 4,00 4,01 2,51 4,92 5,79 6,39 6,11 6,32
Current ratio (tanpa transaksi) 4,00 4,06 2,50 4,86 5,68 6,24 5,96 6,17
Selisih - (0,04) 0,01 0,06 0,11 0,15 0,15 0,15
QUICK RATIO
Quick ratio (dengan transaksi) 3,06 2,52 1,99 2,16 2,78 3,01 3,40 3,20
Quick ratio (tanpa transaksi) 3,06 2,57 1,98 2,10 2,67 2,86 3,25 3,05
Selisih - (0,04) 0,01 0,06 0,11 0,15 0,15 0,15
CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi) 2,34 1,80 1,27 1,44 2,06 2,29 2,68 2,48
Cash ratio (tanpa transaksi) 2,34 1,85 1,26 1,38 1,96 2,15 2,54 2,33
Selisih - (0,04) 0,01 0,06 0,11 0,15 0,15 0,15
PROFITABILITY RATIO:
GROSS PROFIT MARGIN
Gross profit margin (dengan transaksi) 8,54% 14,19% 20,18% 18,93% 17,69% 17,30% 16,26% 13,51%
Gross profit margin (tanpa transaksi) 8,54% 13,55% 19,58% 18,57% 17,21% 16,71% 15,36% 12,41%
Selisih 0,00% 0,64% 0,59% 0,36% 0,47% 0,59% 0,90% 1,10%
OPERATING PROFIT MARGIN
Operating profit margin (dengan transaksi) -4,86% -0,53% 4,86% 9,50% 12,79% 14,43% 11,90% 7,57%
Operating profit margin (tanpa transaksi) -4,86% -1,30% 4,01% 9,06% 12,26% 13,80% 10,90% 6,29%
Selisih 0,00% 0,77% 0,86% 0,44% 0,53% 0,63% 1,00% 1,28%
NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi) -2,84% -1,87% 2,91% 7,18% 10,63% 11,99% 9,65% 5,88%
Net profit margin (tanpa transaksi) -2,84% -2,60% 2,19% 6,81% 10,19% 11,48% 8,84% 4,87%
Selisih 0,00% 0,73% 0,73% 0,37% 0,43% 0,51% 0,81% 1,01%
SOLVENCY RATIO:
DEBT TO ASSET
Debt to Asset (dengan transaksi) 17,51% 25,74% 36,98% 32,38% 27,36% 22,27% 17,49% 13,29%
Debt to Asset (tanpa transaksi) 17,51% 25,84% 37,26% 32,76% 27,79% 22,71% 17,95% 13,73%
Selisih 0,00% -0,10% -0,27% -0,37% -0,42% -0,45% -0,46% -0,44%
DEBT TO EQUITY
Debt to Equity (dengan transaksi) 26,26% 43,00% 72,39% 57,62% 44,27% 32,97% 24,14% 17,36%
Debt to Equity (tanpa transaksi) 26,26% 43,28% 73,45% 58,81% 45,38% 33,96% 25,03% 18,12%
Selisih 0,00% -0,29% -1,06% -1,19% -1,12% -0,99% -0,89% -0,76%
Page 80
Lampiran 10
Proforma Laporan Posisi Keuangan
Audit Penyesuaian Proforma
30-Jun-25 Dr. Cr. 30-Jun-25
Aset Lancar 175.223.260 - 175.223.260
Aset Tidak Lancar 75.596.897 75.596.897
Jumlah Aset 250.820.157 - - 250.820.157
Liabilitas Jangka Pendek 36.269.158 36.269.158
Liabilitas Jangka Panjang 28.911.055 - 28.911.055
Jumlah Liabilitas 65.180.213 - - 65.180.213
Jumlah Ekuitas 185.639.944 - - 185.639.944
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 250.820.157 - - 250.820.157
Page 81
Lampiran 11
Analisis Inkremental
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi) 84.433.312 169.516.102 193.500.790 386.974.052 321.628.263 331.967.744 264.616.816 223.144.676
Pendapatan (tanpa transaksi) 84.433.312 167.955.134 190.242.321 383.579.051 318.095.635 326.906.459 258.187.179 216.709.340
Selisih - 1.560.968 3.258.469 3.395.001 3.532.628 5.061.285 6.429.637 6.435.335
LABA SEBELUM PAJAK
Laba Sebelum Pajak (dengan transaksi) (1.473.393) (893.215) 9.412.016 36.766.174 41.135.675 47.909.161 31.485.671 16.880.949
Laba Sebelum Pajak (tanpa transaksi) (1.473.393) (2.184.355) 7.624.123 34.746.769 39.000.065 45.104.720 28.129.566 13.625.997
Selisih - 1.291.140 1.787.894 2.019.406 2.135.610 2.804.441 3.356.105 3.254.952
LABA SETELAH PAJAK
Laba Setelah Pajak (dengan transaksi) (2.396.363) (3.163.820) 5.636.247 27.776.667 34.175.887 39.797.769 25.544.070 13.120.416
Laba Setelah Pajak (tanpa transaksi) (2.396.363) (4.362.296) 4.157.584 26.117.425 32.426.005 37.522.544 22.830.680 10.550.128
Selisih - 1.198.475 1.478.663 1.659.242 1.749.882 2.275.225 2.713.390 2.570.288
TOTAL ASET
Total Aset (dengan transaksi) 274.709.453 300.859.268 363.502.435 379.853.948 400.656.117 425.589.707 431.922.730 426.099.671
Total Aset (tanpa transaksi) 274.709.453 299.660.793 360.825.297 375.517.568 394.569.855 417.228.220 420.847.853 412.454.507
Selisih - 1.198.475 2.677.138 4.336.380 6.086.262 8.361.487 11.074.877 13.645.165
TOTAL LIABILITAS
Total Liabilitas (dengan transaksi) 91.465.872 120.779.508 177.786.428 166.361.274 152.987.556 138.123.377 118.912.330 99.968.856
Total Liabilitas (tanpa transaksi) 91.465.872 120.779.508 177.786.428 166.361.274 152.987.556 138.123.377 118.912.330 99.968.856
Selisih - - - - - - - -
TOTAL EKUITAS
Total Ekuitas (dengan transaksi) 183.243.581 180.079.760 185.716.007 213.492.674 247.668.561 287.466.330 313.010.400 326.130.815
Total Ekuitas (tanpa transaksi) 183.243.581 178.881.285 183.038.869 209.156.294 241.582.299 279.104.843 301.935.523 312.485.651
Selisih - 1.198.475 2.677.138 4.336.380 6.086.262 8.361.487 11.074.877 13.645.165
Page 82
Lampiran 12
Proyeksi Laporan Laba Rugi MBP Dengan Rencana Transaksi Periode 6 Bulan dari Bulan Juli-Desember Tahun 2025 dan 12 bulan dari bulan Januari-
Desember Tahun 2025-2032;
Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection Projection
Uraian
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Pendapatan 45.396.987.880 124.028.675.910 155.900.229.920 162.432.592.300 169.017.281.080 199.079.598.980 221.395.778.240 221.592.002.240
Beban pokok pendapatan (46.466.274.107) (101.964.754.575) (111.421.037.503) (111.561.386.623) (113.595.103.232) (128.678.370.293) (143.289.778.142) (144.576.552.323)
Laba bruto (1.069.286.227) 22.063.921.335 44.479.192.417 50.871.205.677 55.422.177.848 70.401.228.687 78.106.000.098 77.015.449.917
Beban umum dan administrasi (1.159.397.568) (3.476.051.894) (3.512.949.771) (3.568.339.333) (3.623.400.841) (3.687.666.973) (3.754.458.765) (3.823.875.474)
Laba usaha (2.228.683.795) 18.587.869.441 40.966.242.645 47.302.866.344 51.798.777.007 66.713.561.714 74.351.541.333 73.191.574.443
Pendapatan keuangan (9.185.417) 341.146.173 330.963.369 1.048.307.845 1.879.587.454 2.324.611.281 3.211.771.066 3.697.372.205
Beban keuangan (3.213.022) (600.000) (600.000) (600.000) (600.000) (600.000) (600.000) (600.000)
Beban bunga (3.931.042.263) (11.749.865.210) (10.528.704.203) (9.316.743.724) (8.086.382.190) (7.134.917.081) (7.056.065.259) (2.318.763.702)
Laba sebelum pajak (6.172.124.497) 7.178.550.404 30.767.901.811 39.033.830.465 45.591.382.272 61.902.655.914 70.506.647.140 74.569.582.946
Beban pajak penghasilan - (1.504.228.931) (6.696.126.457) (8.356.814.976) (9.616.594.860) (13.107.169.819) (14.804.872.736) (15.591.886.363)
Laba tahun berjalan (6.172.124.497) 5.674.321.473 24.071.775.354 30.677.015.489 35.974.787.412 48.795.486.095 55.701.774.404 58.977.696.583
Page 83
Lampiran 13
Laporan Arus Kas MBP Periode 6 Bulan dari Bulan Juli-Desember Tahun 2025 dan periode 12 bulan Januari-Desember 2026-2032
Projection Projection Projection Projection
Uraian
Jul-Des 2025 FY2026 FY2027 FY2028
Arus kas bersih dari aktivitas operasi (16.933.957.968) 25.428.119.869 47.596.116.801 53.941.838.390
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi (5.070.650.000) (43.926.530.370) - -
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas pendanaan 56.071.933.669 (23.510.415.039) (22.289.254.032) (21.077.293.553)
Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas 34.067.325.701 (42.008.825.540) 25.306.862.769 32.864.544.836
Kas dan setara kas awal tahun 19.597.847.093 53.665.172.794 11.656.347.254 36.963.210.023
Kas dan setara kas akhir tahun 53.665.172.794 11.656.347.254 36.963.210.023 69.827.754.859
Projection Projection Projection Projection
Uraian
FY2029 FY2030 FY2031 FY2032
Arus kas bersih dari aktivitas operasi 57.848.062.132 75.290.930.796 76.921.716.947 73.968.142.907
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi (8.702.787.344) (17.405.574.687) - -
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas pendanaan (19.846.932.018) (22.898.176.259) (50.345.464.512) (46.150.009.136)
Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas 29.298.342.769 34.987.179.849 26.576.252.435 27.818.133.771
Kas dan setara kas awal tahun 69.827.754.859 99.126.097.629 134.113.277.478 160.689.529.913
Kas dan setara kas akhir tahun 99.126.097.629 134.113.277.478 160.689.529.913 188.507.663.683
Page 84
Lampiran 14
WACC
Variables Factor Informations
COST OF EQUITY
Indonesia risk free rate (Rf) 6,54% Yield rate on 7 year IDR Government Bonds in Indonesia
per Jun 30, 2025
Indonesia risk equity premium 7,03% Based on Damodaran
Comparable Company leverage beta 0,77 Based on unlevered Damodaran
Country Default Spread 1,87% Based on Damodaran
Required rate of return on equity (CAPM) 10,07%
COST OF DEBT
Return on debt 8,96% Based on state owned bank lending interest rate for
investment (IDR) Jun, 2025 (source: Bank Indonesia)
Tax 22,00%
After tax cost of debt 6,99%
DEBT TO EQUITY RATIO
Debt 28,11% Based on Damodaran Industry DER
Equity 71,89%
WACC 9,21%
Page 85
Lampiran 15 Yield Bonds 30 Juni 2025
Page 86
Lampiran 16
Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Juni 2025
I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG DIBERIKAN I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
MENURUT KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN BY GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
(Persen Per Tahun) (Percent Per Annum)
2025
KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep
1 Bank Persero State Banks 1
2 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,69 8,80 8,82 8,83 8,83 8,81 8,78 8,72 8,60 Working Capital Loans 2
3 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 9,22 9,11 9,09 9,02 9,02 8,96 8,92 8,89 8,67 Investment Loans 3
4 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 9,08 9,06 9,04 9,04 9,01 8,98 8,96 8,94 8,92 Consumer Loans 4
5 Bank Pemerintah Daerah Regional Government Banks 5
6 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,81 8,81 8,81 8,85 8,86 8,84 8,78 8,82 8,84 Working Capital Loans 6
7 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,91 8,93 8,93 8,88 8,89 8,88 8,86 8,84 8,83 Investment Loans 7
8 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,37 10,37 10,36 10,37 10,38 10,38 10,38 10,38 10,37 Consumer Loans 8
9 Bank Swasta Nasional Private National Banks 9
10 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,65 8,62 8,60 8,58 8,55 8,52 8,53 8,48 8,40 Working Capital Loans 10
11 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,10 8,10 8,06 8,06 8,02 7,97 7,93 7,88 7,74 Investment Loans 11
12 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 11,83 11,86 11,84 11,93 11,99 12,04 12,11 12,20 12,26 Consumer Loans 12
Kantor Cabang dari Bank yang Berkedudukan di
13 Branch Offices of Foreign Banks 13
Luar Negeri
14 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 6,65 6,74 6,67 6,58 6,41 6,74 6,85 6,45 6,07 Working Capital Loans 14
15 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,47 8,40 8,38 8,38 8,38 8,08 8,07 7,89 7,44 Investment Loans 15
16 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 43,82 41,78 41,23 41,17 41,30 41,98 41,51 41,19 41,05 Consumer Loans 16
17 Bank Umum Commercial Banks 17
18 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,62 8,67 8,66 8,66 8,64 8,62 8,61 8,55 8,46 Working Capital Loans 18
19 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,66 8,62 8,58 8,56 8,54 8,49 8,46 8,42 8,25 Investment Loans 19
20 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,41 10,40 10,39 10,42 10,44 10,45 10,47 10,49 10,51 Consumer Loans 20
Sejak Januari 2025 terdapat perubahan klasifikasi pengelompokan bank dari Bank Asing dan Bank Campuran menjadi Kantor Cabang Dari Bank Yang Berkedudukan Di Since January 2025, there is a change in the classification of Group of Bank from Branch Offices of Foreign Banks and Joint Banks to Branch Offices of Foreign Banks inline with the
Luar Negeri sehubungan dengan implementasi Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT). implementation of the Integrated Commercial Bank Report (LBUT).
Page 87
Lampiran 17
Country and Equity Risk Premiums (Damodaran)
Country and Equity Risk Premiums
Date of update: 1-Jul-25
Enter the current risk premium for a mature equity market 4,21% Implied ERP for S&P 500 with adjusted dollar riskfree rate (for US Aa1 rating
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium? Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets) 1,50 See "Relative Equity Volatilty" worksheet
Rating-based Default Total Equity Risk Country Risk Sovereign CDS, net of Total Equity Risk Country Risk
Country Africa Moody's rating Spread Premium Premium Swiss CDS Premium2 Premium3
Indonesia Asia Baa2 1,87% 7,03% 2,82% 1,17% 5,97% 1,76%
Page 88
Lampiran 18
Beta (Damodaran)
Date updated: 05-Jan-25 YouTube Video explaining
Created by: Aswath Damodaran, adamodar@stern.nyu.edu estimation choices and process.
What is this data? Beta, Unlevered beta and other risk measures Emerging Markets
Home Page: http://www.damodaran.com
Data website: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/data.html
Companies in each industry: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/pc/datasets/indname.xls
Variable definitions: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/variable.htm
Do you want to use marginal or effective tax rates in unlevering betas? Marginal
If marginal tax rate, enter the marginal tax rate to use 24,71%
Effective Unlevered beta corrected for Standard deviation of
Industry Name Number of firms Beta D/E Ratio Tax rate Unlevered beta Cash/Firm value cash HiLo Risk equity
Food Processing 993 0,76 39,10% 15,48% 0,59 9,45% 0,65 0,3131 33,16%
Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
p.2
unresolved
org
Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk
p.2 ×4
unresolved
person
Willyams
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×4
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki
p.3 ×6
unresolved
org
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×2
unresolved
org
Mawar & Rekan
p.4 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.4 ×11
unresolved
—
MBP
· Komisaris Utama
p.6 ×6
unresolved
—
Insinyur Syadaruddin
· Komisaris
p.6 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.18 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanudiredja
p.18 ×2
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.18 ×2
unresolved
person
Yusron
p.18 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.18 ×3
unresolved
person
Akta Notaris H.A. Kadir Usman
p.20 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.20 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.20 ×3
unresolved
person
Ghan Djoe Hiang
p.20
unresolved
person
Akta Notaris Liestiani Wang
· Notaris
p.21 ×13
unresolved
org
PT Baradinamika Mudasukses
p.22
unresolved
org
PT Delta Marine Indonesia
p.23 ×2
unresolved
org
Arbitrase Nasional Indonesia
p.29
unresolved
org
Pusat Statistik
p.33 ×4
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.34 ×5
unresolved
org
Kementerian Kelautan dan Perikanan
p.38 ×5
unresolved
org
Kementerian Perikanan dan Kelautan
p.38
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.67
unresolved
org
Bank Campuran
p.86
unresolved
org
Bank Yang Berkedudukan Di
p.86
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
12507 ms
12 Sep 2026 22:32
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya '
'sama dengan'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '1.97'}