Skip to content
Back to announcement

20251229_MBAP_Informasi Transaksi Afiliasi_32015663_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review MBAP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 88

Page 1
     LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
      PT MITRABARA ADIPERDANA TBK
No. 00020/2.0120-04/BS/02/0627/1/XII/2025
        Tanggal: 23 Desember 2025

 Tanggal Pendapat Kewajaran 30 Juni 2025
Page 2
                                                                                                Kantor Cabang Jakarta Selatan
                                                                                           The AKKAS Commercial Building Lt.2
                                                          Jl. T.B. Simatupang No. 27, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
                                                                     Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia


No. Laporan: 00020/2.0120-04/BS/02/0627/1/XII/2025                           Jakarta, 23 Desember 2025

Kepada Yth.
PT Mitrabara Adiperdana Tbk
Grha Baramulti
Jl. Suryopranoto No.2, Komplek Harmoni Blok 8A
Jakarta Pusat, 10130

Perihal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Afiliasi Pemberian Pinjaman

Sesuai penugasan dari PT Mitrabara Adiperdana Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman
Meirizki dan Rekan (”HMR” atau ”Penilai” atau ”kami”) untuk keperluan Pendapat Kewajaran dalam
rangka memenuhi salah satu syarat keterbukaan informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK
42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan oleh PT Mitrabara Adiperdana Tbk
(”Perseroan” atau ”MBAP”) atas Rencana Transaksi Afiliasi pinjaman pemegang saham antara PT Mitra
Alam Bahari Sentosa (”MABS”) dengan PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”) yang tertuang dalam
Surat Perjanjian Kerja No. 003/SPK/HMR-JKSL/B/XI/2025 tanggal 21 November 2025 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini kami telah melakukan pekerjaan pendapat
kewajaran secara independen dengan tanggal pendapat kewajaran 30 Juni 2025.

Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan pendapat kewajaran ini adalah:
Nama               : PT Mitrabara Adiperdana Tbk
Bidang Usaha       : Pertambangan, Perdagangan dan Perindustrian Batu Bara
Alamat             : Grha Baramulti
                      Jl. Suryopranoto No.2, Komplek Harmoni Blok 8A, Jakarta Pusat, 10130
Telepon dan Faks. : (021) 6385 6211 dan (021) 6385 2326
E-mail             : corsec@mitrabaraadiperdana.co.id

Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan,
perdagangan, dan perindustrian batu bara. Selain itu, Perseroan juga mengembangkan kegiatan bisnis
lainnya di luar bisnis utamanya yaitu bisnis budidaya udang melalui MBP sebagai kepemilikan tidak
langsung dari entitas anak yaitu MABS. MBP memulai aktivitas operasional pada tahun 2023 dan proses
finalisasi konstruksi kolam budidaya udang tahap 1 berlangsung hingga pertengahan tahun 2024. Pada
tahun 2024, MBP telah mulai beroperasi dan saat ini memasuki siklus produksi ketiga.

MBP saat ini telah selesai membangun 60 kolam budidaya udang dari target 112 kolam budidaya udang
dengan pendanaan dari internal dan perbankan. Pembangunan total 112 kolam budidaya udang
merupakan jumlah yang dibutuhkan agar MBP dapat segera mencapai skala ekonomi yang optimum.
Untuk melanjutkan sisa 52 kolam budidaya udang yang belum terbangun, MBP memerlukan tambahan
pendanaan sekaligus memperbaiki likuiditas untuk tetap beroperasional dan memenuhi kewajiban
pembayaran atas pinjaman perbankan saat ini. Sektor industri budidaya udang merupakan industri
dengan persyaratan kredit yang ketat dari perbankan karena merupakan industri yang berkaitan dengan
budidaya makhluk hidup sehingga memiliki risiko yang relatif tinggi. Pendanaan tambahan dari



                                                         Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | i
Page 3
perbankan memiliki hambatan dari sisi tenor pinjaman, fleksibilitas pembayaran, dan jaminan yang
dibutuhkan. Berdasarkan hal tersebut, manajemen Perseroan memandang perlu untuk memberikan
pendanaan kepada MBP dari sumber internal dengan mempertimbangkan beberapa faktor yaitu
persyaratan yang lebih fleksibel dan tanpa jaminan. Perseroan bermaksud untuk memberikan pinjaman
kepada MBP dengan mekanisme pinjaman kepada MABS yang merupakan Entitas Anak yang dimiliki
99,99% oleh Perseroan. Selanjutnya setelah pinjaman kepada MABS menjadi efektif, maka MABS akan
memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada MBP sebesar Rp59,5 miliar.
Pinjaman dari MBAP ke MABS merupakan transaksi yang dikecualikan dari transaksi yang memerlukan
pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Rencana transaksi pemberian pinjaman shareholder loan dari MABS ke MBP merupakan transaksi yang
memerlukan pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (untuk selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”). Dengan dilakukannya Rencana
Transaksi, diharapkan MBP dapat memperbaiki likuiditas dan memenuhi target 112 kolam budidaya
udang sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di masa mendatang melalui diversifikasi
sumber pendapatan.

Status Penilai
Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan
dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah kerja di seluruh
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah mendapatkan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.
66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
(Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB‐
57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII-2018, POJK 35/POJK.04/2020, POJK 17/2020, dan POJK 42/2020.

Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.

Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”)
perusahaan terkendali dari PT Mitrabara Adiperdana Tbk (”MBAP”) yang akan memberikan pinjaman
pemegang saham kepada Entitas Anak yaitu PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”) sebesar
Rp59.500.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Milliar Lima Ratus Juta Rupiah) (selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”).




                                                           Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | ii
Page 4
Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.

Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 30 Juni 2025.

Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
  harga transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.

Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”)
   MABS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa manajemen. Dalam Rencana Transaksi
   ini, MABS bertindak sebagai pihak pemberi pinjaman.
• PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”)
   MBP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang budidaya. Dalam Rencana Transaksi ini, MBP
   bertindak sebagai penerima pinjaman.

Materialitas atas Transaksi
Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 30 Juni 2025 oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan Nomor R/0016.ARC/RHP/2025 tanggal 27
Agustus 2025 tercatat sebesar USD185.639.944,- sedangkan harga Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp59.500.000.000,- atau ekuivalen dengan USD 3.665.373,- berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia
untuk mata uang USD per 30 Juni 2025 yaitu Rp16.233,-. Nilai transaksi adalah sebesar 1,97% dari
ekuitas Perseroan per 30 Juni 2025. Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.

Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran
    proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
    kewajaran;




                                                              Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | iii
Page 5
•   HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
    terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
•   Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
    baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
    data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
•   HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
    manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
    tersebut adalah tanggungjawab pihak manajemen;
•   Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
    kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
    tanggungjawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
    diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
    secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbaharui hasil pendapat
    kewajaran ini dikemudian hari;
•   Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
    dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
•   Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
    dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
    menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
•   Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
    Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
    melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
    tersebut;
•   Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
    dilakukannya Rencana Transaksi;
•   Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
•   Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
    pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
    kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
    dan/atau pelanggaran hukum.

Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.

Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 30 Juni 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat subsequent event atau kejadian penting yaitu perubahan anggaran dasar PT Mitra
Alam Bahari Sentosa menjadi PT Mitra Alam Bumi Sentosa berdasarkan Akta No. 10 tanggal 20 Agustus




                                                            Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | iv
Page 6
2025 yang dibuat di hadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan. Perubahan ini tidak
mempengaruhi hasil pendapat kewajaran.

Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.

Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.

Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Berdasarkan analisis terhadap dokumen legalitas Perseroan serta informasi dari manajemen
   Perseroan, diperoleh informasi mengenai hubungan afiliasi berdasarkan jabatan dan kepemilikan
   saham adalah sebagai berikut:
   • Khoirudin menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan, menjabat sebagai Komisaris Utama MBP,
      dan menjabat sebagai Komisaris Utama MABS;
   • Yulius Leonardo menjabat sebagai Direktur Perseroan, menjabat sebagai Komisaris MBP, dan
      menjabat sebagai Direktur Utama MABS;
   • Insinyur Syadaruddin menjabat sebagai Komisaris MBP dan menjabat sebagai Komisaris MABS;
   • Perseroan memiliki 99,99% saham MABS dan MABS memiliki 75% saham MBP.
2. Transaksi pinjaman pemegang saham digunakan untuk melakukan penambahan pembangunan 52
   kolam budidaya udang MBP;
3. Setelah Rencana Transaksi, rasio likuiditas yaitu rasio lancar dan rasio kas Perseroan mengalami
   peningkatan, hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban
   jangka pendek menggunakan aset lancar semakin membaik. Rasio profitabilitas Perseroan setelah
   Rencana Transaksi mengalami kenaikan yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan dan laba yang
   ditunjukkan dengan rasio marjin laba bersih yang lebih besar;
4. Tingkat suku bunga pinjaman yang disepakati yaitu IndONIA (30 hari) + 5% per tahun. MBP melakukan
   peminjaman dana dari MABS meskipun dengan bunga yang lebih tinggi yaitu 10,43% dibandingkan
   dengan suku bunga rata-rata pinjaman investasi oleh Bank Persero sebesar 8,96%. Apabila
   dibandingkan dengan suku bunga pinjaman bank kepada emiten sejenis, maka suku bunga Rencana
   Transaksi masih berada pada range suku bunga pinjaman dari beberapa bank pembanding;
5. Analisis inkremental menunjukkan bahwa pemberian pinjaman pemegang saham kepada MBP akan
   memberikan nilai tambah bagi Perseroan, karena dari Rencana Transaksi tersebut Perseroan akan



                                                           Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | v
Page 7
   memperoleh kenaikan pendapatan dan laba secara tidak langsung dari operasional MBP yang
   diharapkan semakin membaik seiring penambahan jumlah kolam budidaya udang;
6. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat dan risiko sebagai berikut:
   • Manfaat Transaksi:
      a. Keberhasilan rencana pembangunan kolam budidaya udang yang dibiayai pinjaman MABS
         kepada MBP berpotensi meningkatkan pendapatan dan laba MBP, yang pada akhirnya akan
         memperkuat kinerja keuangan konsolidasi Perseroan;
      b. Rencana Transaksi merupakan upaya Perseroan untuk keberhasilan diversifikasi sumber
         pendapatan di masa depan;
      c. Rencana Transaksi memberikan fleksibilitas pendanaan bagi MBP dan juga bagi Perseroan
         secara konsolidasian.
   • Risiko Transaksi:
      a. Risiko kegagalan atau keterlambatan MBP dalam menyelesaikan pembangunan kolam
         budidaya udang yang dibiayai pinjaman sesuai jadwal atau spesifikasi yang direncanakan dapat
         memengaruhi potensi pendapatan dan pengembalian yang diharapkan oleh MABS dan
         Perseroan secara konsolidasi;
      b. Risiko terkait industri budidaya udang terutama faktor-faktor yang dapat meningkatkan
         kegagalan panen udang yang secara langsung akan berdampak pada kinerja keuangan MBP dan
         Perseroan secara konsolidasi;
      c. Opportunity cost atas pembiayaan yang akan diberikan yang dapat terjadi bila terdapat
         kegagalan atas panen udang.
7. Analisis kelayakan dilakukan dengan memperhitungkan Net Present Value (NPV) sesuai dengan
   asumsi-asumsi proyeksi yang disusun oleh manajemen MBP sehingga diperoleh NPV positif;
8. Analisis kelayakan pelunasan utang dalam hal MBP gagal menyelesaikan kewajiban utang kepada
   MABS, maka terdapat opsi konversi dari pinjaman pemegang saham menjadi penyertaan modal.




                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | vi
Page 8
Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran harga transaksi, dan analisis atas
faktor-faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa rencana transaksi MABS perusahaan terkendali
dari MBAP yang akan memberikan pinjaman pemegang saham kepada Entitas Anak yaitu MBP sebesar
Rp59.500.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Milliar Lima Ratus Juta Rupiah) adalah WAJAR.




Rekan - Penilai Bisnis
lzin Penilai     : B-1.22.00627
No. MAPP!        : 13-S-04028
No. Registe,     : RMK-2017.01124
No. STTD         : STTD.PB-57/PM.02/2023




                                                             Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk I vii
Page 9

          
Page 10
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI............................................................................................. viii
DAFTAR ISI....................................................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ................................................................................................................................. xi
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................................ xii
DAFTAR GRAFIK ............................................................................................................................. xiii
1. PENDAHULUAN .........................................................................................................................1
    1.1.     Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ..........................................................1
    1.2.     Alasan dan Latar Belakang Transaksi ..............................................................................1
    1.3.     Status Penilai ................................................................................................................2
    1.4.     Independensi Penilai .....................................................................................................2
    1.5.     Objek Pendapat Kewajaran ............................................................................................2
    1.6.     Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ........................................................................2
    1.7.     Tanggal Pendapat Kewajaran .........................................................................................2
    1.8.     Ruang Lingkup Penugasan .............................................................................................2
    1.9.     Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ...............................................3
    1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas .......................................................................................3
    1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran ..............................................................4
    1.12. Sumber Data dan Informasi ...........................................................................................4
    1.13. Subsequent Event .........................................................................................................5
    1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran ...................................................................5
2. ANALISIS TRANSAKSI ................................................................................................................6
    2.1.     Identifikasi Pendirian Pihak-Pihak yang Bertransaksi .......................................................6
    2.1.1. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (“Perseroan”) ....................................................................6
    2.1.2. PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”) .........................................................................7
    2.1.3. PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”) ............................................................................8
    2.2.     Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi .......................................................................9
    2.3.     Materialitas atas Transaksi .......................................................................................... 10
    2.4.     Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi ........................................ 11
    2.4.1. Para Pihak................................................................................................................... 11
    2.4.2. Fasilitas Pinjaman ....................................................................................................... 11
    2.4.3. Jangka Waktu Pinjaman ............................................................................................... 12
    2.4.4. Bunga ....................................................................................................................... 12
    2.4.5. Pajak ....................................................................................................................... 13
    2.4.6. Pembayaran Kembali .................................................................................................. 13
    2.4.7. Pernyataan dan Jaminan Debitur .................................................................................. 14
    2.4.8. Hal-Hal Yang Wajib Untuk Dilaksanakan Debitur ........................................................... 15
    2.4.9. Kejadian Kelalaian ....................................................................................................... 15
    2.4.10. Perubahan Ketentuan Perjanjian .................................................................................. 15
    2.4.11. Pilihan Hukum dan Penyelesaian Sengketa ................................................................... 15
    2.5.     Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi .......................................................... 16
    2.5.1. Manfaat Transaksi ....................................................................................................... 16
    2.5.2. Risiko Transaksi .......................................................................................................... 16
3. ANALISIS KUALITATIF .............................................................................................................. 17
    3.1.     Tinjauan Ekonomi ........................................................................................................ 17


                                                                                     Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | ix
Page 11
       3.1.1.Indeks Harga Saham Gabungan ................................................................................... 17
       3.1.2.Nilai Tukar Rupiah ....................................................................................................... 17
       3.1.3.Suku Bunga ................................................................................................................. 18
       3.1.4.Inflasi ....................................................................................................................... 18
       3.2.  Analisis Industri .......................................................................................................... 19
       3.2.1.Perkembangan Sektor Pertambangan Batu Bara ........................................................... 19
       3.2.2.Analisis Industri Tambak Udang ................................................................................... 24
       3.3.  Analisis Operasional dan Prospek Perseroan ................................................................ 27
       3.4.  Analisis Operasional dan Prospek MBP ......................................................................... 27
       3.5.  Analisis SWOT ............................................................................................................. 28
       3.6.  Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi ........................................................ 29
       3.7.  Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif .......................................................... 30
       3.8.  Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan ................................................... 30
       3.9.  Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan .................................................. 31
       3.10. Analisis Dampak Keuangan Perseroan jika Proyek yang Akan didanai Mengalami
             Kegagalan ................................................................................................................... 31
4. ANALISIS KUANTITATIF ............................................................................................................ 32
     4.1.    Penilaian Kinerja Historis Perseroan ............................................................................. 32
     4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis ................................................................................ 32
     4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis .......................................................................................... 34
     4.1.3. Laporan Arus Kas Historis ............................................................................................ 35
     4.1.4. Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 36
     4.2.    Analisis Kewajaran Tingkat Bunga ................................................................................ 37
     4.3.    Analisis Proforma ........................................................................................................ 38
     4.4.    Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan ................................................................... 39
     4.5.    Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi .................................... 45
     4.6.    Analisis Kemampuan Penerima Dana Pinjaman untuk Melunasi Transaksi ..................... 45
     4.7.    Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Transaksi ................................ 46
     4.8.    Analisis Inkremental .................................................................................................... 46
     4.8.1. Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Perseroan Sebagai Akibat dari Rencana Transaksi ..... 46
     4.8.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ........................................................................... 47
     4.8.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan ......................................................................... 48
     4.9.    Analisis Sensitivitas ..................................................................................................... 48
     4.10. Analisis atas Jaminan yang Terkait Dengan Pinjam Meminjam ....................................... 48
5. ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS TRANSAKSI PINJAM MEMINJAM
     DANA ...................................................................................................................................... 49
     5.1.    Analisis Kelayakan Investasi ........................................................................................ 49
     5.2.    Analisis Kelayakan Pelunasan Utang ............................................................................ 49
     5.3.    Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan ............................................................... 49
6. KESIMPULAN .......................................................................................................................... 50
     6.1.    Analisis atas Kewajaran Transaksi ................................................................................ 50
     6.2.    Pendapat Kewajaran.................................................................................................... 51
6. LAMPIRAN ................................................................................................................................... 52
7. REFERENSI.................................................................................................................................. 53




                                                                                     Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | x
Page 12
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ...................................................................................... 7
Tabel 2. Susunan Pemegang Saham MABS ............................................................................................ 8
Tabel 3. Susunan Pemegang Saham MBP .............................................................................................. 9
Tabel 4. Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan ......................................................................... 30
Tabel 5. Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan ........................................................................ 31
Tabel 6. Laporan Posisi Keuangan ........................................................................................................ 32
Tabel 7. Laporan Laba Rugi .................................................................................................................. 35
Tabel 8. Laporan Arus Kas .................................................................................................................... 35
Tabel 9. Analisis Rasio Keuangan ......................................................................................................... 37
Tabel 10. Perbandingan Tingkat Suku Bunga Pinjaman ......................................................................... 38
Tabel 11. Proforma Posisi Keuangan .................................................................................................... 38
Tabel 12. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi ....................................................................... 39
Tabel 13. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi ..................................................................... 40
Tabel 12. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi ............................................................. 41
Tabel 13. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi .......................................................... 43
Tabel 14. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi ............................. 45
Tabel 17. Proyeksi Laba (Rugi) dan Arus Kas MBP ................................................................................. 45
Tabel 17. Arus Kas Perseroan ............................................................................................................... 46
Tabel 15. Analisis Inkremental ............................................................................................................. 47
Tabel 18. Analisis Sensitivitas .............................................................................................................. 48




                                                                                   Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | xi
Page 13
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Perseroan, MABS, dan MBP ........................................................ 10
Gambar 2. Alur Rencana Transaksi .................................................................................................. 10




                                                                            Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | xii
Page 14
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Periode 31 Desember 2020 – 2024 dan 30 Juni 2025 .................................................. 17
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025 ............... 18
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024 dan Juni 2025 ............................................................ 19
Grafik 4. Produk Domestik Bruto (ADHB) Pertambangan & Industri Batu Bara .................................... 19
Grafik 5. Harga Batu Bara Acuan ...................................................................................................... 20
Grafik 6. Produksi Batu Bara di Indonesia ......................................................................................... 20
Grafik 7. Konsumsi Batu Bara Dalam Negeri (DMO) .......................................................................... 21
Grafik 8. Capaian Konsumsi Batu Bara untuk PLTU di Indonesia ........................................................ 22
Grafik 9. Nilai Ekspor Komoditas Batu Bara Indonesia ...................................................................... 22
Grafik 10. Volume Ekspor Batu Bara Indonesia ................................................................................. 23
Grafik 11. Kinerja Produksi Perikanan .............................................................................................. 24
Grafik 12. Volume Impor Udang Indonesia ....................................................................................... 24
Grafik 13. Nilai Impor Udang Indonesia ............................................................................................ 25
Grafik 14. Volume Ekspor Udang Indonesia ...................................................................................... 25
Grafik 15. Nilai Ekspor Udang Indonesia .......................................................................................... 26
Grafik 16. Harga Rata-Rata Impor & Ekspor Udang ........................................................................... 26




                                                                             Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | xiii
Page 15
1.    PENDAHULUAN

1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah:
Nama                : PT Mitrabara Adiperdana Tbk
Bidang Usaha        : Pertambangan, Perdagangan Dan Perindustrian Batu Bara
Alamat              : Grha Baramulti
                      Jl. Suryopranoto No.2, Komplek Harmoni Blok 8A, Jakarta Pusat, 10130
Telepon dan Faks. : (021) 6385 6211 dan (021) 6385 2326
E-mail              : corsec@mitrabaraadiperdana.co.id

1.2. Alasan dan Latar Belakang Transaksi
Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan,
perdagangan, dan perindustrian batu bara. Selain itu, Perseroan juga mengembangkan kegiatan bisnis
lainnya di luar bisnis utamanya yaitu bisnis budidaya udang melalui MBP sebagai kepemilikan tidak
langsung dari entitas anak yaitu MABS. MBP memulai aktivitas operasional pada tahun 2023 dan proses
finalisasi konstruksi kolam budidaya udang berlangsung hingga pertengahan tahun 2024. Pada tahun
2024, MBP telah mulai beroperasi dan saat ini memasuki siklus produksi ketiga.

MBP saat ini telah selesai membangun 60 kolam budidaya udang dari target 112 kolam budidaya udang
dengan pendanaan dari internal dan perbankan. Pembangunan total 112 kolam budidaya udang
merupakan jumlah yang dibutuhkan agar MBP dapat segera mencapai skala ekonomi yang optimum.
Untuk melanjutkan sisa 52 kolam budidaya udang yang belum terbangun, MBP memerlukan tambahan
pendanaan sekaligus memperbaiki likuiditas untuk tetap beroperasional dan memenuhi kewajiban
pembayaran atas pinjaman perbankan saat ini. Sektor industri budidaya udang merupakan industri
dengan persyaratan kredit yang ketat dari perbankan karena merupakan industri yang berkaitan dengan
budidaya makhluk hidup sehingga memiliki risiko yang relatif tinggi. Pendanaan tambahan dari
perbankan memiliki hambatan dari sisi tenor pinjaman, fleksibilitas pembayaran, dan jaminan yang
dibutuhkan. Berdasarkan hal tersebut, manajemen Perseroan memandang perlu untuk memberikan
pendanaan kepada MBP dari sumber internal dengan mempertimbangkan beberapa faktor yaitu
persyaratan yang lebih fleksibel dan tanpa jaminan. Perseroan bermaksud untuk memberikan pinjaman
kepada MBP dengan mekanisme pinjaman kepada MABS yang merupakan Entitas Anak yang dimiliki
99,99% oleh Perseroan. Selanjutnya setelah pinjaman kepada MABS menjadi efektif, maka MABS akan
memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada MBP sebesar Rp59,5 miliar.
Pinjaman dari MBAP ke MABS merupakan transaksi yang dikecualikan dari transaksi yang memerlukan
pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Rencana transaksi pemberian pinjaman shareholder loan dari MABS ke MBP merupakan transaksi yang
memerlukan pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (untuk selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”). Dengan dilakukannya Rencana
Transaksi, diharapkan MBP dapat memperbaiki likuiditas dan memenuhi target 112 kolam budidaya
udang sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di masa mendatang melalui diversifikasi
sumber pendapatan.




                                                         Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 1
Page 16
1.3. Status Penilai
Penilai Publik yang bertanda tangan dalam laporan ini yaitu Willyams, S.E., MAPPI (Cert.), merupakan
Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan
dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan dengan wilayah kerja di seluruh
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang telah mendapatkan izin dari
Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No.
66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
(Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PB‐
57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Penugasan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
VII-2018, POJK 35/POJK.04/2020, POJK 17/2020, dan POJK 42/2020.

1.4. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam rencana
transaksi. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang terdapat
dalam laporan ini.

1.5. Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran adalah rencana transaksi PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”)
perusahaan terkendali dari PT Mitrabara Adiperdana Tbk (”MBAP”) yang akan memberikan pinjaman
pemegang saham kepada Entitas Anak yaitu PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”) sebesar
Rp59.500.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Milliar Lima Ratus Juta Rupiah) (selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”).

1.6. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud dan tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan opini kewajaran atas Rencana
Transaksi. Laporan pendapat kewajaran ini dipergunakan sebagai salah satu bahan keterbukaan
informasi sebagaimana telah diatur dalam POJK 42/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.

1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran dalam laporan pendapat kewajaran ini adalah per 30 Juni 2025.

1.8. Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, dan analisis atas kewajaran
   harga transaksi;
• Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan;
• Penulisan laporan pendapat kewajaran.




                                                              Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 2
Page 17
1.9. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”)
   MABS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa manajemen. Dalam Rencana Transaksi
   ini, MABS bertindak sebagai pihak pemberi pinjaman.
• PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”)
   MBP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang budidaya udang. Dalam Rencana Transaksi ini,
   MBP bertindak sebagai penerima pinjaman.

1.10. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion;
• Proyeksi laporan keuangan berasal dari manajemen Perseroan dengan mencerminkan kewajaran
    proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
    kewajaran;
• HMR mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran ini tidak
    terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi;
• Dalam melakukan analisis, HMR merujuk pada data-data dari pihak manajemen atau pemberi tugas
    baik dari data keuangan, legalitas, informasi dalam draft perjanjian terkait Rencana Transaksi, serta
    data dari sumber-sumber eksternal yang menurut pertimbangan HMR dapat dipercaya;
• HMR telah melakukan penelaahan yang diperlukan atas data-data yang diterima dari pihak
    manajemen untuk analisis transaksi ini. Kebenaran, kehandalan, dan keakuratan atas data-data
    tersebut adalah tanggungjawab pihak manajemen;
• Setiap perubahan atas data dan informasi yang baru diketahui setelah tanggal laporan pendapat
    kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara material bukan merupakan
    tanggungjawab kami. Jika terdapat fakta atau informasi lainnya yang baru diketahui setelah
    diterbitkannya laporan pendapat kewajaran yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran
    secara material, maka Penilai tidak bertanggungjawab untuk memperbaharui hasil pendapat
    kewajaran ini dikemudian hari;
• Pendapat kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
    dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah pada tanggal pendapat kewajaran ini;
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis
    dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
    menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini;
• Data keuangan historis Perseroan kami peroleh dari laporan keuangan yang telah diaudit oleh
    Akuntan Publik Independen yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan, oleh karena itu kami tidak
    melakukan konfirmasi dan verifikasi atas kebenaran data yang disajikan pada laporan keuangan
    tersebut;
• Kami tidak melakukan due diligence atas perpajakan Perseroan ataupun implikasinya atas
    dilakukannya Rencana Transaksi;
• Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
    yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;



                                                            Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 3
Page 18
•   Pekerjaan kami tidak dapat ditafsirkan atau dimaksudkan sebagai suatu penelaahan audit atau
    pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu dan juga tidak dimaksudkan untuk mengungkapkan
    kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
    dan/atau pelanggaran hukum.

1.11. Pendekatan dan Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, kami melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis atas kewajaran transaksi;
4. Analisis atas faktor-faktor lain yang relevan.

1.12. Sumber Data dan Informasi
Dalam memberikan pendapat kewajaran ini kami menggunakan data dan informasi berikut:
1. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
     Nomor 00264/2.1032/AU.1/02/0696-1/1/III/2021 tanggal 26 Maret 2021 dengan opini wajar yang
     ditandatangani oleh Indrajuwana Komala Widjaja selaku penanggung jawab audit;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dengan
     Nomor 00345/2.1032/AU.1/02/1716-1/1/III/2022 tanggal 29 Maret 2022 dengan opini wajar yang
     ditandatangani oleh Dede Rusli selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     dengan Nomor 00430/2.1025/AU.1/0243-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan opini wajar
     yang ditandatangani oleh Yusron, S.E., Ak., CPA selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
     Nomor 00318/2.1025/AU.1/02/0243-2/1/III/2024 tanggal 21 Maret 2024 dengan opini wajar yang
     ditandatangani oleh Yusron, S.E., Ak., CPA selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
     Nomor 00317/2.1030/AU.1/02/0965-1/1/III/2025 tanggal 25 Maret 2025 dengan opini wajar yang
     ditandatangani oleh Tombang Lumban Gaol selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk tahun yang berakhir pada
     tanggal 30 Juni 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan Nomor
     R/0016.ARC/RHP/2025 tanggal 27 Agustus 2025 dengan opini wajar yang ditandatangani oleh Rudi
     Hartono Purba selaku penanggung jawab audit;
7. Proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah dilakukannya transaksi per 30 Juni
     2025;
8. Proyeksi laporan keuangan konsolidasi Perseroan tahun 2025-2032 Tanpa Rencana Transaksi dan
     Dengan Rencana Transaksi, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
9. Proyeksi laporan keuangan MBP tahun 2025-2032 Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
     Transaksi;
10. Draft Perjanjian antara MABS dengan MBP mengenai pinjaman pemegang saham;



                                                         Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 4
Page 19
11. Legalitas lainnya yang terkait dengan Perseroan dan pihak-pihak yang bertransaksi;
12. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan mengenai alasan, latar belakang, dan hal-
    hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan dalam rangka
    penugasan ini.

1.13. Subsequent Event
Dari tanggal pendapat kewajaran yaitu tanggal 30 Juni 2025 sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat subsequent event atau kejadian penting yaitu perubahan anggaran dasar PT Mitra
Alam Bahari Sentosa menjadi PT Mitra Alam Bumi Sentosa berdasarkan Akta No. 10 tanggal 20 Agustus
2025 yang dibuat di hadapan Liestiani Wang, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Selatan. Perubahan ini tidak
mempengaruhi hasil pendapat kewajaran.

1.14. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik, kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pengguna laporan yang dinyatakan
dalam laporan. HMR tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait
dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau keseluruhan informasi dalam laporan
pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pengguna laporan dan untuk tujuan selain yang telah
dinyatakan dalam laporan pendapat kewajaran ini.

Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan. Penggunaan sebagian dari analisis dan
informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat kewajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel dari
KJPP Herman Meirizki dan Rekan.




                                                           Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 5
Page 20
2.    ANALISIS TRANSAKSI

2.1. Identifikasi Pendirian Pihak-Pihak yang Bertransaksi
2.1.1. PT Mitrabara Adiperdana Tbk (“Perseroan”)
Gambaran Umum
PT Mitrabara Adiperdana Tbk (“Perseroan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 29 Mei 1992
berdasarkan Akta Notaris H.A. Kadir Usman, S.H. No. 34. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-8887.HT.01.01.TH’92 tanggal 28 Oktober 1992.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir berdasarkan
Akta No. 29 dari Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., tanggal 27 Mei 2025, sehubungan dengan perubahan
susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia dalam Surat No. AHU-AH.01.09-0272177 pada tanggal 28 Mei 2025.

Kegiatan utama Perseroan dan entitas anaknya (secara bersama-sama dirujuk sebagai “Grup”)
mencakup pertambangan, perdagangan dan perindustrian batu bara. Kantor pusat Perseroan beralamat
di Grha Baramulti, Jl. Suryopranoto No. 2, Komplek Harmoni Blok A-8, Jakarta Pusat. Perseroan memiliki
tambang batu bara yang terletak di Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Perseroan memulai
tahap produksi pada tahun 2008.

PT Wahana Sentosa Cemerlang adalah entitas induk Perseroan. Ny. Ghan Djoe Hiang adalah pemegang
saham pengendali akhir Perseroan.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham Perseroan
Berdasarkan akta No. 28 tanggal 27 Mei 2025 di hadapan Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn, susunan
pengurus Perseroan per 30 Juni 2025 sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama                          : Doktorandus Doddy Sumantyawan Hadidojo Soedaryo
Komisaris Independen                     : Abdullah Farid Siddik

Dewan Direksi
Direktur Utama                           : Khoirudin
Direktur                                 : Dani Prastiadi
Direktur                                 : Yulius Leonardo
Direktur                                 : Helmy Paramaditya




                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 6
Page 21
Pemegang saham Perseroan per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                            Tabel 1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                        Saham di
                                                     Persentase             Jumlah Setara
        Pemegang Saham               tempatkan dan                 Jumlah
                                                     Kepemilikan            dalam Rupiah
                                      disetor penuh
 PT Wahana Sentosa Cemerlang            736.363.152      60,00%   6.461.654 73.636.315.200
 PT Wahana Batubara Indonesia           368.181.600      30,00%   3.232.619 36.818.160.000
 Khoirudin (Direktur Utama)                3.408.100      0,28%      29.142    340.810.000
 Yulius Leonardo (Direktur)                  184.000      0,01%       1.611     18.400.000
 Dani Prastiadi (Direktur)                     7.100      0,00%          62        710.000
 Helmy Paramaditya (Direktur)                  2.000      0,00%          18        200.000
 Masyarakat lainnya (dengan             119.126.000       9,71%   1.018.566 11.912.600.000
 masing-masing kepemilikan di
 bawah 5%)
 Total                                1.227.271.952     100,00% 10.743.672 122.727.195.200
                          Sumber: Laporan Keuangan Audit Perseroan per 30 Juni 2025


2.1.2. PT Mitra Alam Bahari Sentosa (”MABS”)
Gambaran Umum
PT Mitra Alam Bahari Sentosa (“MABS”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 9 Maret 2022
berdasarkan Akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn No. 9. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. AHU-0017629.AH.01.01 Tahun 2022 tanggal 10 Maret
2022. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, sebagaimana perubahan
terakhir berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham MABS No. 18 dari Notaris Liestiani
Wang, S.H., M.Kn., tanggal 24 November 2023. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0149821 tahun 2023 pada tanggal 1 Desember
2023.

Kegiatan utama MABS yaitu berusaha dalam aktivitas konsultasi manajemen. Kantor pusat MABS
beralamat di Grha Baramulti Jl. Suryopranoto No.2 Komplek Harmoni Plaza Blok A-8, Jakarta Pusat.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham MABS
Berdasarkan akta No. 9 tanggal 19 Maret 2022 oleh Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn, susunan pengurus
MABS per 30 Juni 2025 sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama                            : Khoirudin
Komisaris                                  : Insinyur Syadaruddin

Dewan Direksi
Direktur Utama                             : Yulius Leonardo
Direktur                                   : Juharta Halim




                                                               Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 7
Page 22
Berdasarkan Akta No. 18 tanggal 24 November 2023 di hadapan Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn
susunan pemegang saham MABS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                             Tabel 2. Susunan Pemegang Saham MABS
                                                           Jumlah Lembar                    Persentase
       Pemegang Saham                   Jumlah (Rp)
                                                              Saham                         Kepemilikan
 PT Mitrabara Adiperdana Tbk               77.499.000.000           77.499                        99,99%
 PT Baradinamika Mudasukses                     1.000.000                1                          0,01%
 Total                                     77.500.000.000           75.000                       100,00%
                               Sumber: Akta No. 18 tanggal 24 November 2023


2.1.3. PT Mitradelta Bahari Pratama (”MBP”)
Gambaran Umum
PT Mitradelta Bahari Pratama (“MBP”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 12 Juli 2022
berdasarkan Akta Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn No. 7. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. AHU-0050645.AH.01.01 Tahun 2022 tanggal 28 Juli
2022. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
berdasarkan Akta No. 13 dari Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn., tanggal 12 Desember 2023, mengenai
pernyaraan keputusan pemegang saham MBP. Perubahan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia dalam Surat No. AHU-0079045.AH.01.02 tahun 2023 pada tanggal 18 Desember
2023.

Kegiatan utama MBP yaitu berusaha dalam bidang pembesaran Crustacea Air Payau dan perdagangan
besar hasil perikanan. Kantor pusat MBP beralamat di Grha Baramulti Jl. Suryopranoto No.2 Komplek
Harmoni Plaza Blok A-8, Jakarta Pusat.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham MBP
Berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 12 Juli 2022 di hadapan Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn
susunan pengurus MBP per 30 Juni 2025 sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama                           : Khoirudin
Wakil Komisaris Utama                     : Rizky Darmawan
Komisaris                                 : Insinyur Syadaruddin
Komisaris                                 : Yulius Leonardo

Dewan Direksi
Direktur Utama                            : Meireno Luenda Wicaksono
Wakil Direktur Utama                      : Cynthia Darmawan
Direktur                                  : Jacky




                                                              Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 8
Page 23
Berdasarkan Akta No. 13 tanggal 12 Desember 2023 di hadapan Notaris Liestiani Wang, S.H., M.Kn
susunan pemegang saham MBP per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                              Tabel 3. Susunan Pemegang Saham MBP
                                                          Jumlah Lembar                     Persentase
         Pemegang Saham                  Jumlah (Rp)
                                                             Saham                          Kepemilikan
 PT Mitra Alam Bahari Sentosa             67.500.000.000           67.500                          75,00%
 PT Delta Marine Indonesia                22.500.000.000           22.500                          25,00%
 Total                                    90.000.000.000           90.000                         100,00%
                                Sumber: Akta No. 13 tanggal 12 Desember 2023


2.2. Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris,
pemegang saham utama, atau pengendali.

Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan jabatan yaitu:
• Khoirudin menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan, menjabat sebagai Komisaris Utama MBP, dan
  menjabat sebagai Komisaris Utama MABS;
• Yulius Leonardo menjabat sebagai Direktur Perseroan, menjabat sebagai Komisaris MBP, dan
  menjabat sebagai Direktur Utama MABS;
• Insinyur Syadaruddin menjabat sebagai Komisaris MBP dan menjabat sebagai Komisaris MABS.

Hubungan antara pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi berdasarkan kepemilikan saham
yaitu:
• Perseroan memiliki 99,99% saham MABS;
• MABS memiliki 75% saham MBP.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan, tidak terdapat benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan. Selanjutnya, bagan hubungan afiliasi antara
Perseroan dengan MABS dan MBP berdasarkan kepemilikan saham dan alur Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:




                                                               Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 9
Page 24
                   Gambar 1. Hubungan Kepemilikan Perseroan, MABS, dan MBP

                                PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP)


                                                     99,99%


                               PT Mitra Alam Bahari Sentosa (MABS)


                                                     75,00%


                                PT Mitradelta Bahari Pratama (MBP)

                                      Sumber: Manajamen Perseroan


Berdasarkan gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa transaksi antara Perseroan dengan MABS dan
MBP dapat dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dengan POJK No.
42/POJK.04/2020 yaitu transaksi yang dilakukan oleh Perseroan dengan pihak afiliasi salah satunya
jabatan dan pemegang saham. Alur rencana transaksi adalah sebagai berikut:

                                 Gambar 2. Alur Rencana Transaksi

           MABS                                                                            MBP
                              Memberikan pinjaman sebesar Rp59.500.000.000,-

                                      Sumber: Manajemen Perseroan


2.3. Materialitas atas Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak lain;
   dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua
puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka.

Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai
transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;




                                                            Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 10
Page 25
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan
   atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama dengan atau
   lebih dari 20% (dua puluh persen);
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka nilainya
   sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).

Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset perusahaan
terbuka.

Jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi per 30 Juni 2025 oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan Nomor R/0016.ARC/RHP/2025 tanggal 27
Agustus 2025 tercatat sebesar USD185.639.944,- sedangkan harga Rencana Transaksi adalah sebesar
Rp59.500.000.000,- atau ekuivalen dengan USD 3.665.373,- berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia
untuk mata uang USD per 30 Juni 2025 yaitu Rp16.233,-. Nilai transaksi adalah sebesar 1,97% dari
ekuitas Perseroan per 30 Juni 2025. Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.

2.4. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Transaksi
Berdasarkan perjanjian pemberian pinjaman pemegang saham antara MABS dengan MBP dan informasi
dari pihak manajemen, informasi dalam perjanjian tersebut adalah sebagai berikut:

2.4.1. Para Pihak
Pihak-pihak yang melakukan Transaksi adalah:
1. MABS selaku pihak pemberi pinjaman kepada MBP (”Kreditur”);
2. MBP selaku pihak penerima pinjaman (”Debitur”).
Kreditur dan Debitur selanjutnya secara bersama-sama disebut ”Para Pihak”.

2.4.2. Fasilitas Pinjaman
Kreditur menyetujui memberikan pinjaman kepada Debitur dengan jumlah plafon keseluruhan maksimal
sebesar Rp59.500.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Miliar Lima Ratus Juta Rupiah) (selanjutnya disebut
“Fasilitas Pinjaman”).

Para Pihak sepakat bahwa seluruh biaya yang timbul berkaitan dengan Fasilitas Pinjaman tersebut akan
menjadi tanggung jawab Debitur, termasuk namun tidak terbatas pada Bunga, pajak atas Bunga, biaya
untuk menyiapkan laporan keuangan Debitur yang diaudit, laporan opini kewajaran, dan biaya notaris
(”Biaya”) yang dibutuhkan terkait pelaksanaan Perjanjian ini.

Para Pihak sepakat bahwa setelah berakhirnya Jangka Waktu Pinjaman, Debitur berkewajiban untuk
mengembalikan seluruh Fasilitas Pinjaman, Nilai Pinjaman Bunga dan Biaya (“Hutang”).

Dalam hal terdapat salah satu Kreditur tidak dapat memberikan Fasilitas Pinjaman sesuai dengan porsi
kepemilikan saham di Debitur (“Kreditur Tidak Berkontribusi”), maka Kreditur yang lain dapat, namun
tidak wajib, memberikan pinjaman melebihi porsi kepemilikannya di Debitur (“Kreditur Berkontribusi”).



                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 11
Page 26
Untuk menghindari keragu-raguan, masing – masing Kreditur tidak memiliki kewajiban untuk menjadi
Kreditur Berkontribusi.

Apabila selama Jangka Waktu Pinjaman, Kreditur Berkontribusi memilih untuk melakukan konversi
Hutang menjadi penyertaan modal di Debitur, maka Kreditur Berkontribusi berhak untuk melakukan
konversi tersebut tanpa memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Kreditur Tidak Berkontribusi.
Dalam hal ini, Kreditur Tidak Berkontribusi mengesampingkan seluruh haknya untuk tindakan konversi
Hutang tersebut.

Fasilitas Pinjaman akan ditransfer secara langsung dan/atau bertahap selama Jangka Waktu Fasilitas
Pinjaman, sejak tanggal ditandatanganinya Perjanjian ini ke rekening yang ditentukan oleh Debitur,
setelah Debitur mengajukan surat permohonan pencairan dana kepada Kreditur dan Investment Note
telah ditandatangani oleh Pemegang Saham. Fasilitas Pinjaman akan dianggap telah dicairkan dan
diterima oleh Debitur apabila Fasilitas Pinjaman telah berhasil dipindahbukukan ke rekening bank yang
ditentukan oleh Debitur.

2.4.3. Jangka Waktu Pinjaman
Para Pihak dengan ini bersepakat bahwa Jangka Waktu Fasilitas Pinjaman yang telah diberikan oleh
Kreditur kepada Debitur ditetapkan untuk jangka waktu paling lambat 84 (delapan puluh empat) bulan
(“Jangka Waktu Fasilitas Pinjaman”) sejak ditandatanganinya Perjanjian ini (selanjutnya disebut
sebagai “Jangka Waktu Fasilitas Pinjaman”).

Para Pihak sepakat bahwa dengan pertimbangan Debitur masih memiliki kewajiban terhadap PT Bank
CIMB Niaga Tbk, sebagaimana diatur dalam Pasal 13 ayat (3) Akta Fasilitas Pinjaman CIMB, maka sampai
dengan dilakukannya pelunasan atas seluruh kewajiban terhadap PT Bank CIMB Niaga Tbk, maka Debitur
tidak diperbolehkan untuk membayar kembali tagihan atau piutang berupa apapun juga yang telah
dan/atau akan diberikan oleh Kreditur untuk jangka waktu kurang lebih 60 (enam puluh) bulan (“Masa
Tenggang Pinjaman”).

Para Pihak sepakat bahwa Debitur wajib melakukan pengembalian atas Hutang kepada Kreditur secara
sekaligus pada saat berakhirnya dan/atau dilakukan pengakhiran lebih awal atas Jangka Waktu Fasilitas
Pinjaman, atau selambat – lambatnya pada tanggal 28 Desember 2032 (“Tanggal Jatuh Tempo”), (sesuai
dengan ketentuannya), secara penuh dan sekaligus, yang mana yang lebih dahulu tercapai.

Dalam hal Debitur bermaksud mengajukan permohonan restrukturisasi ketentuan di dalam Perjanjian
ini, maka Debitur wajib menyampaikan permohonan secara tertulis paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum
berakhirnya Jangka Waktu Pinjaman. Kreditur berhak meninjau permohonan Debitur tersebut dan
penyampaian persetujuan atas permohonan Debitur akan bergantung kepada persetujuan internal
Kreditur.

2.4.4. Bunga
Para Pihak telah sepakat bahwa atas Fasilitas Pinjaman, Debitur berkewajiban untuk membayar bunga
yang dihitung selama Jangka Waktu Fasilitas Pinjaman (“Tingkat Suku Bunga”), dengan ketentuan
perhitungan tingkat suku bunga pinjaman sebagai berikut:
IndONIA (30 hari) + 5% per tahun, dari Fasilitas Pinjaman yang terhutang.



                                                         Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 12
Page 27
Dengan mempertimbangkan ketentuan sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (2) jo Pasal 3 ayat 1
Perjanjian ini, maka Debitur akan dibebankan nilai pinjaman bunga, yang merupakan akumulasi hutang
bunga atas Fasilitas Pinjaman yang dihitung selama Masa Tenggang Pinjaman, dengan berdasarkan
Tingkat Suku Bunga (“Nilai Pinjaman Bunga”).

Selama Masa Tenggang Pinjaman, Debitur tidak akan melakukan pembayaran atas bunga pinjaman. Akan
tetapi untuk menghindari keragu – raguan, kewajiban pembayaran bunga pinjaman akan tetap dihitung
berdasarkan Fasilitas Pinjaman yang telah dicairkan, dan akan menjadi Nilai Pinjaman Bunga pada akhir
Masa Tenggang Pinjaman.

Debitur bertanggungjawab atas kewajiban pembayaran Bunga kepada Kreditur terhitung sejak tanggal
Fasilitas Pinjaman telah berhasil dipindahbukukan ke rekening bank yang ditentukan oleh Debitur,
sampai dengan setelah dilakukannya pelunasan atas Fasilitas Pinjaman dengan cara yang telah
disepakati berdasarkan Perjanjian ini.

Apabila sampai dengan Tanggal Jatuh Tempo, masih terdapat Hutang yang tertunggak, maka Debitur
bertanggungjawab untuk membayar Hutang secara lunas dan sekaligus terhadap Kreditur dalam jangka
waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kalender sejak Tanggal Jatuh Tempo.

2.4.5. Pajak
Debitur wajib menanggung semua pajak yang timbul atas Hutang sesuai dengan Perjanjian ini (termasuk
pajak atas Bunga).

Bunga dan seluruh Biaya yang terkait dengan Fasilitas Pinjaman dan/atau Perjanjian ini akan ditanggung
sepenuhnya oleh Debitur.

Debitur akan segera membayar jumlah potongan pajak ke kas Negara sesuai dengan peraturan yang
berlaku, dan segera setelah pembayaran pajak ke kas Negara, Debitur akan memberikan bukti
penerimaan pembayaran pajak atas nama Kreditur sesuai dengan jumlah potongan pajak yang
dibayarkan.

2.4.6. Pembayaran Kembali
Pembayaran sebelum Tanggal Jatuh Tempo diperkenankan dan tidak akan dikenakan denda.

Bagian dari Hutang yang telah dibayarkan kepada Kreditur tidak dapat ditarik kembali oleh Debitur.

Dalam hal Debitur bermaksud mengajukan permohonan restrukturisasi terkait ketentuan Perjanjian ini,
maka Debitur wajib menyampaikan permohonan secara tertulis paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum
berakhirnya Jangka Waktu Pinjaman. Kreditur secara bersama – sama, berhak meninjau permohonan
Debitur tersebut dan penyampaian persetujuan atas permohonan Debitur akan bergantung kepada
persetujuan internal Kreditur.

Apabila pada Tanggal Jatuh Tempo, dan Debitur tidak melaksanakan permohonan sebagaimana
dimaksud pada Pasal 5 ayat 3 Perjanjian ini, maka Debitur berkewajiban untuk melakukan pengembalian
kepada Kreditur, atas Hutang yang tertunggak yang timbul sebagai pelaksanaan Perjanjian ini. Atas



                                                           Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 13
Page 28
pengembalian tersebut diatas, akan memberikan tanda bukti pelunasan Hutang kepada Debitur yang
akan disampaikan dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kalender setelah dilakukannya
pembayaran kembali tersebut di atas

Apabila sampai dengan Tanggal Jatuh Tempo sebagaimana diatur dalam Pasal 5.4 Perjanjian ini, dan
masih terdapat Hutang yang belum dilunasi oleh Debitur dan/atau terjadi pelanggaran Debitur atas salah
satu atau lebih ketentuan material di dalam Perjanjian ini, maka atas opsi sepenuhnya dari Kreditur, dan
berdasarkan permintaan tertulis dari Kreditur:
• Debitur dengan ini menjamin kepada Kreditur untuk memastikan perubahan atau konversi Hutang
   yang timbul atas pelaksanaan Perjanjian ini untuk selanjutnya dirubah menjadi setoran modal Kreditur
   kepada Debitur;
• Sehubungan dengan perubahan atau konversi Hutang untuk selanjutnya dirubah menjadi setoran
   modal Kreditur pada Debitur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5.5.1 di atas, maka Debitur, dengan
   ini menyatakan tidak ada keberatan atas dampak konversi tersebut;
• Terkait konversi Hutang tersebut, Debitur akan menyusun keputusan sirkuler terkait dengan
   pengkonversian Hutang tersebut dalam jangka waktu paling lambat 7 (tujuh) hari kalender setelah
   lewatnya Tanggal Jatuh Tempo, dengan agenda penerbitan lembaran saham baru;
• Kreditur dan Debitur telah sepakat dalam hal terjadi konversi atas Hutang menjadi setoran modal,
   maka nilai konversi per lembar saham akan dilakukan dengan mempergunakan nilai nominal,
   sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar Debitur (par value), dan tidak perlu dilakukan
   penilaian lebih lanjut atas konversi tersebut diatas.

2.4.7. Pernyataan dan Jaminan Debitur
Debitur tanpa syarat dan tidak dapat dicabut kembali dengan ini menyatakan dan menjamin kepada
Kreditur atas hal-hal sebagai berikut:
• bahwa Debitur untuk kepentingan penandatanganan Perjanjian ini memiliki kuasa penuh dan
   wewenang untuk membuat dan menandatangani Perjanjian ini, antara lain telah memperoleh semua
   persetujuan yang disyaratkan oleh anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
   termasuk tetapi tidak terbatas untuk menerima Fasilitas Pinjaman sebagaimana ditetapkan dalam
   Perjanjian ini.
• bahwa sehubungan dengan penandatanganan dan pelaksanaan dari Perjanjian ini, Debitur tidak akan
   melanggar dengan cara apapun suatu ketentuan hukum, ketetapan atau peraturan yang berlaku
   terhadap ketentuan-ketentuan atau pelaksanaan-pelaksanaan yang ditetapkan dalam Perjanjian ini.

Para Pihak dengan ini menegaskan bahwa Perjanjian ini tidak akan ditandatangani dan dilaksanakan oleh
mereka tanpa adanya ketentuan dari Pasal 6.1. di atas, oleh karena itu bilamana terdapat
ketidakakuratan dan/atau ketidakbenaran dari ketentuan Pasal 6.1. di atas yang kemudian
mengakibatkan kerugian material dan/atau immaterial terhadap pihak ketiga, Debitur dengan ini
menegaskan dan bersepakat untuk melepaskan Kreditur dari pertanggungjawaban yang diderita oleh
pihak lainnya akibat dari ketidakakuratan dan/atau ketidakbenaran data dan informasi yang diperoleh
sebelum, selama, dan/atau sesudah penandatanganan dan pelaksanaan Perjanjian ini. Pernyataan yang
diberikan oleh Debitur tersebut akan tetap berlaku dan mengikat sampai dengan berakhirnya Perjanjian
ini.




                                                           Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 14
Page 29
2.4.8. Hal-Hal Yang Wajib Untuk Dilaksanakan Debitur
Debitur wajib untuk:
• Mentaati semua undang-undang, peraturan pemerintah, kebijakan pemerintah, petunjuk atau
   instruksi dari pemerintah yang berlaku.
• Segera memberitahukan kepada Kreditur secara tertulis tentang adanya setiap perkara yang
   menyangkut Debitur, baik perkara perdata, tata usaha negara, tuntutan pajak, penyidikan maupun
   perkara pidana yang akan mempengaruhi usaha maupun harta kekayaan Debitur.

2.4.9. Kejadian Kelalaian
Satu atau lebih dari tindakan atau peristiwa di bawah ini merupakan Kejadian Kelalaian:
• Kelalaian Debitur untuk membayar Fasilitas Pinjaman (termasuk Bunga dan Biaya terkait lainnya
   sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian ini) pada waktu dan dengan cara sebagaimana
   ditentukan dalam Perjanjian ini;
• Debitur lalai atau tidak memenuhi syarat-syarat atau ketentuan-ketentuan material dalam Perjanjian
   ini;
• Suatu aksi korporasi, proses hukum atau prosedur atau langkah lain terhadap Debitur diambil
   sehubungan dengan penangguhan pembayaran, moratorium utang, pembubaran, pemberesan,
   pengurusan, pengurusan yudisial, pengawasan sementara atau reorganisasi (melalui pengaturan
   sukarela, scheme of arrangement atau lainnya) atau pengangkatan likuidator, kurator, pengurus,
   pengurus yudisial, kurator administratif, pengurus wajib, pengawas sementara atau pejabat sejenis
   lainnya.

Jika terjadi Kejadian Kelalaian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.1 di atas, maka Fasilitas Pinjaman
menjadi jatuh tempo pada saat itu dan Kreditur berhak untuk melaksanakan hak-haknya untuk
memperoleh pengembalian Fasilitas Pinjaman beserta bunganya.

2.4.10. Perubahan Ketentuan Perjanjian
Dalam hal dilakukan perubahan atas ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini, maka perubahan
tersebut akan diatur dalam suatu perjanjian atau surat tersendiri yang ditandatangani oleh Para Pihak,
dimana perjanjian atau surat tersebut merupakan satu kesatuan dan bagian yang tidak terpisahkan dari
Perjanjian ini.

2.4.11. Pilihan Hukum dan Penyelesaian Sengketa
Perjanjian ini wajib ditafsirkan dan tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara
Republik Indonesia.

Setiap dan semua sengketa, perbedaan pendapat dan perselisihan di antara Para Pihak sehubungan
dengan Perjanjian ini, sepanjang dimungkinkan akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai
kata mufakat di antara Para Pihak.

Apabila penyelesaian secara musyawarah sebagaimana diatur dalam Pasal 10.2. di atas tidak dapat
dicapai, setiap dan semua sengketa, perbedaan dan perselisihan pendapat yang timbul atau berkenaan
dengan Perjanjian ini atau pelaksanaannya akan diselesaikan melalui Badan Arbitrase Nasional
Indonesia (BANI) yang beralamat di Jalan Mampang Prapatan No. 2, Jakarta 12760, Indonesia sesuai




                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 15
Page 30
ketentuan dan prosedur BANI dan keputusannya mengikat sebagai keputusan dalam tingkat pertama dan
terakhir.

2.5. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Transaksi
2.5.1. Manfaat Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini terdapat beberapa manfaat yang diterima Perseroan:
1. Keberhasilan rencana pembangunan kolam budidaya udang yang dibiayai pinjaman MABS kepada
   MBP berpotensi meningkatkan pendapatan dan laba MBP, yang pada akhirnya akan memperkuat
   kinerja keuangan konsolidasi Perseroan;
2. Rencana Transaksi merupakan upaya Perseroan untuk keberhasilan diversifikasi sumber pendapatan
   di masa depan;
3. Rencana Transaksi memberikan fleksibilitas pendanaan bagi MBP dan juga bagi Perseroan secara
   konsolidasian.

2.5.2. Risiko Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini risiko yang akan ditanggung sebagai berikut:
1. Risiko kegagalan atau keterlambatan MBP dalam menyelesaikan pembangunan kolam budidaya
   udang yang dibiayai pinjaman sesuai jadwal atau spesifikasi yang direncanakan dapat memengaruhi
   potensi pendapatan dan pengembalian yang diharapkan oleh MABS dan Perseroan secara
   konsolidasi;
2. Risiko terkait industri budidaya udang terutama faktor-faktor yang dapat meningkatkan kegagalan
   panen udang yang secara langsung akan berdampak pada kinerja keuangan MBP dan Perseroan
   secara konsolidasi;
3. Opportunity cost atas pembiayaan yang akan diberikan yang dapat terjadi bila terdapat kegagalan atas
   panen udang.




                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 16
Page 31
3.    ANALISIS KUALITATIF

3.1. Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 30 Juni 2025 ditutup pada level 6.927,68 di akhir sesi
perdagangan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, terdapat sembilan sektor yang mencatatkan
kenaikan. Sektor barang baku mencatatkan kinerja terbaik dengan kenaikan 3,33%, diikuti oleh sektor
barang konsumen non-primer yang naik 2,16%, serta sektor transportasi dan logistik yang menguat
1,86%. Sementara itu, terdapat dua sektor yang mengalami penurunan yaitu sektor teknologi yang
mencatatkan koreksi sebesar 0,51% dan sektor keuangan yang melemah 0,48%. Frekuensi perdagangan
saham dalam negeri tercatat 1,15 juta transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 20,82 miliar
saham, dan nilai total transaksi sebesar Rp13,63 triliun. Berdasarkan data dari RTI Business, terdapat
357 saham yang ditutup menguat, 228 saham melemah, dan 205 saham stagnan. Berikut pergerakan
IHSG akhir bulan Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025:

                    Grafik 1. IHSG Periode 31 Desember 2020 – 2024 dan 30 Juni 2025

                                                  IHSG
         7.500,00                                                7.323,59

         7.200,00
                                                                                            6.927,68
         6.900,00                                                           7.079,90
                                                     6.850,62
         6.600,00
                                       6.581,48
         6.300,00

         6.000,00
                         5.979,07
         5.700,00

         5.400,00
                         2020       2021          2022           2023         2024      30-Jun-25

                                                   Close Price

                                           Sumber: Yahoo Finance


3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat pada 30 Juni 2025 berada pada level Rp16.233,00.
Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari per 31 Desember tahun 2020-2024 dan per 30 Juni
2025:




                                                             Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 17
Page 32
     Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025

                                           Kurs Tengah BI
       16.500,00
                                                                             16.162,00
       16.000,00                                 15.731,00
                                                                                             16.233,00

       15.500,00
                                                                15.439,00
       15.000,00

       14.500,00
                     14.105,00
       14.000,00                     14.269,00

       13.500,00

       13.000,00
                      2020          2021          2022           2023           2024        30-Jun-25

                                           Kurs Tengah BI/ BI Middle Rate

                                           Sumber: Bank Indonesia


3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dilaksanakan pada 17–18 Juni 2025 memutuskan
untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar
4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%. Keputusan ini didasarkan pada masih terjaganya
proyeksi inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam kisaran target 2,5±1%, serta stabilitas nilai tukar Rupiah yang
sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian global. Selain itu, kebijakan ini
juga mempertimbangkan perlunya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Bank
Indonesia akan terus mencermati potensi penurunan suku bunga BI-Rate untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi, tanpa mengesampingkan stabilitas inflasi dan nilai tukar. Bank Indonesia juga
akan mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif melalui strategi untuk memperkuat
pertumbuhan kredit dan meningkatkan fleksibilitas likuiditas perbankan. Bank Indonesia terus
memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan
mendorong pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan pelaksanaan program Asta Cita Pemerintah. Selain
itu, Bank Indonesia juga memperdalam koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
untuk memastikan stabilitas sistem keuangan nasional tetap terjaga. Bank Indonesia juga memperkuat
dan memperluas kerja sama internasional di area kebanksentralan, termasuk konektivitas sistem
pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta memfasilitasi penyelenggaraan promosi
investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.

3.1.4. Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Juni 2025 berada pada angka 1,87%. Berdasarkan Grafik
3, tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan dari tahun 2021 ke 2022, tetapi pada tahun
2023 dan 2024 mengalami penurunan. Berikut merupakan Grafik inflasi bulan Desember tahun 2020-
2024 dan Juni 2025:




                                                               Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 18
Page 33
                                  Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024 dan Juni 2025

                                                                      Inflasi
        6,00%                                                    5,51%

        5,00%

        4,00%

        3,00%
                                                                                     2,61%

        2,00%                                                                                                        1,87%
                                                       1,87%
                                1,68%                                                            1,57%
        1,00%

        0,00%
                               Des-2020          Des-2021        Des-22          Des-23         Des-24         Jun-25

                                                 Sumber: Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik


3.2. Analisis Industri
3.2.1. Perkembangan Sektor Pertambangan Batu Bara

                   Grafik 4. Produk Domestik Bruto (ADHB) Pertambangan & Industri Batu Bara

                           1.400.000                                                                            140%
                                                                                                                120%
                           1.200.000
                                                                                                                100%
                           1.000.000                                                                            80%
           miliar Rupiah




                                                                                                                60%
                                                                                                                        Persen (%)
                            800.000
                                                                                                                40%
                            600.000                                                                             20%
                            400.000                                                                             0%
                                                                                                                -20%
                            200.000
                                                                                                                -40%
                                  -                                                                             -60%
                                          2019       2020      2021       2022     2023      2024    Jan-Jun
                                                                                                      2025
                                             Pertambangan Batu Bara dan Lignit               Pertumbuhan

                                                       Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025


Produk domestik bruto (atas dasar harga berlaku) sektor pertambangan batu bara dan lignit cenderung
berfluktuasi dengan rata-rata kenaikan sebesar 18,18% (CAGR) dari tahun 2019 ke 2024. Pada tahun
2022, PDB sektor pertambangan batu bara mencapai Rp1.296,9 triliun seiring peningkatan harga batu
bara dunia yang didorong oleh peningkatan permintaan terutama dari negara-negara seperti India,
Tiongkok, dan beberapa negara Eropa. Peningkatan permintaan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan
ekonomi, kebutuhan listrik yang lebih tinggi, dan juga akibat adanya gangguan pasokan energi alternatif
lainnya. Hingga Juni 2025, Produk Domestik Bruto (PDB) pada sektor pertambangan batu bara dan lignit
sesuai data dari Trading Economics tercatat sebesar Rp233.800 miliar.



                                                                                 Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 19
Page 34
                                               Grafik 5. Harga Batu Bara Acuan

                      300                                                                             200%

                      250                                                                             150%

                      200                                                                             100%




                                                                                                             Persen (%)
          USD/ton




                      150                                                                             50%

                      100                                                                             0%

                      50                                                                              -50%

                        -                                                                             -100%
                                Dec 2019 Dec 2020 Dec 2021 Dec 2022 Dec 2023 Dec 2024 Jun 2025

                                                   Harga Batu Bara       Pertumbuhan

                                                  Sumber: Kementerian ESDM, 2025


Harga batu bara acuan cenderung berfluktuasi di akhir tahun 2019-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 13,07% (CAGR). Pada bulan Desember 2020 harga batu bara acuan sebesar 59,65 USD/ton.
Harga acuan di bulan tersebut cukup rendah akibat krisis energi yang masih berlangsung yang diikuti
lemahnya permintaan komoditas energi fosil lain di luar komoditas batu bara. Harga batu bara acuan
Desember 2022 mencapai 281,48 USD/ton seiring krisis energi yang terjadi di Eropa akibat pembatasan
pasokan gas alam dari Rusia ke Eropa yang menyebabkan negara-negara Eropa mencari alternatif energi
lain salah satunya batu bara. Selain itu, adanya lonjakan permintaan batu bara dari negara-negara di Asia
seperti Tiongkok, India, dan Korea Selatan meningkatkan kebutuhan listrik yang sebagian besar dipenuhi
oleh pembangkit listrik tenaga batu bara. Harga batu bara acuan pada Juni 2025 mencapai 98,61
USD/ton, lebih rendah dari harga bulan Desember 2024 seiring melemahnya permintaan global.

                                          Grafik 6. Produksi Batu Bara di Indonesia

                      900                                                                              15%
                      800
                                                                                                       10%
                      700
                                                                                                       5%
                      600
                                                                                                             Persen (%)




                      500                                                                              0%
           Juta ton




                      400                                                                              -5%
                      300
                                                                                                       -10%
                      200
                                                                                                       -15%
                      100
                            -                                                                          -20%
                                  2019     2020       2021      2022     2023      2024     Jan-Jun
                                                                                             2025
                                                  Produksi Batu Bara      Pertumbuhan

                                                  Sumber: Kementerian ESDM, 2025




                                                                        Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 20
Page 35
Produksi batu bara di Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 6,29% (CAGR). Pada tahun 2020, produksi batu bara turun 8,52% akibat pandemi Covid-19 dan
krisis energi yang menekan pasar dan harga batu bara yang berdampak terhadap realisasi produksi. Pada
tahun 2023, produksi batu bara naik sebesar 12,77% dibandingkan tahun sebelumnya seiring kenaikan
permintaan dalam negeri maupun ekspor. Peningkatan permintaan domestik dipicu oleh tambahan PLTU
baru, sedangkan permintaan ekspor naik karena adanya gangguan pasokan energi alternatif di beberapa
negara tujuan ekspor. Produksi batu bara tahun 2024 mencapai 836,13 juta ton, naik 7,86% dari tahun
2023 seiring kenaikan permintaan untuk kelistrikan dan smelter di dalam negeri. Hingga bulan Juni 2025,
produksi batu bara hanya mencapai 357,60 juta ton atau 48,34% dari target produksi tahun 2025 yaitu
sebesar 739,67 juta ton akibat ketidakseimbangan pasokan dan permintaan, termasuk adanya dampak
penurunan harga dan rencana penataan ulang sistem RKAB oleh pemerintah.

                               Grafik 7. Konsumsi Batu Bara Dalam Negeri (DMO)

                      250                                                                       70%
                                                                                                60%
                      200                                                                       50%
                                                                                                40%




                                                                                                       Persen (%)
                      150
           Juta ton




                                                                                                30%
                                                                                                20%
                      100
                                                                                                10%

                       50                                                                       0%
                                                                                                -10%
                        -                                                                       -20%
                            2019   2020      2021     2022       2023      2024       Jan-Jun
                                                                                       2025
                                      Konsumsi Batu Bara (DMO)          Pertumbuhan

                                          Sumber: Kementerian ESDM, 2025

Konsumsi batu bara di Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2024 dengan rata-rata
kenaikan sebesar 10,93% (CAGR). Pada tahun 2020, konsumsi batu bara dalam negeri turun 4,76%
akibat dampak Pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi dan permintaan
listrik, serta perubahan struktural dalam berbagai sektor industri. Pada tahun 2023, konsumsi batu bara
dalam negeri turun 1,36% akibat adanya penurunan permintaan seiring kebijakan pemerintah indonesia
untuk melakukan transisi energi yang berkontribusi pada peningkatan produksi energi terbarukan. Pada
tahun 2024, konsumsi batu bara di Indonesia mencapai 232,64 juta ton dengan kenaikan 9,29% dari
tahun 2023. Realisasi konsumsi batu bara dalam negeri (DMO) pada semester I 2025 sebesar 104,60 juta
ton.




                                                                 Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 21
Page 36
                              Grafik 8. Capaian Konsumsi Batu Bara untuk PLTU di Indonesia
                                             113,72%                                       111,53%
                        160                                                                             120%
                                                             101,76%
                        140       96,17%                                   94,69%
                                                                                                        100%
                        120
                                                                                                        80%




                                                                                                               Capaian (%)
                        100
             juta ton


                         80                                                                             60%
                         60
                                                                                                        40%
                         40
                                                                                                        20%
                         20
                         -                                                                              0%
                                   2020        2021           2022          2023            2024

                                                  Target Kebutuhan Batu Bara untuk PLTU
                                                  Realisasi Batu Bara untuk PLTU
                                                  % Capaian terhadap Kebutuhan

                                              Sumber: Kementerian ESDM, 2025


Capaian pemenuhan kebutuhan batu bara untuk PLTU hingga 31 Desember 2024 mencapai 133,47 juta
ton. Tren kenaikan dari tahun 2020 hingga 2024 menunjukkan masih tercukupinya pemenuhan batu bara
untuk PLTU yang dipengaruhi oleh membaiknya kondisi di Indonesia akibat pandemi Covid-19 dan
meningkatnya kegiatan ekonomi masyarakat. Target kebutuhan batu bara untuk PLTU tahun 2025
sebesar 239,7 juta ton dan terealisasi per Juni 2025 sebesar 104,6 juta ton. Tidak adanya impor batu bara
di tahun 2024 merupakan sebuah keberhasilan Pemerintah karena telah berhasil memenuhi kebutuhan
batu bara dalam negeri secara mandiri. Pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri diperoleh melalui
mekanisme domestic market obligation (DMO) dimana badan usaha harus mendahulukan pemenuhan
kebutuhan dalam negeri sebelum dapat melakukan ekspor ke luar negeri.

                                  Grafik 9. Nilai Ekspor Komoditas Batu Bara Indonesia

                      50.000                                                                            100%
                      45.000
                                                                                                        80%
                      40.000
                      35.000                                                                            60%
                      30.000
                                                                                                                  Persen (%)




                                                                                                        40%
           Juta USD




                      25.000
                      20.000                                                                            20%

                      15.000                                                                            0%
                      10.000
                                                                                                        -20%
                        5.000
                              -                                                                         -40%
                                   2019    2020       2021     2022      2023       2024      Jan-Jun
                                                                                               2025
                                             Nilai Ekspor Batu Bara         Pertumbuhan

                                             Sumber: Badan Pusat Statistik, 2025




                                                                        Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 22
Page 37
Nilai ekspor batu bara Indonesia cenderung berfluktuasi dari tahun 2019-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 9,97% (CAGR). Pada tahun 2020, nilai ekspor batu bara turun 23,33% seiring penurunan
produksi akibat pandemi Covid-19 dan krisis energi. Pada tahun 2024, nilai ekspor batu bara sebesar
USD30,49 miliar, turun 11,86% dari tahun 2023 yang mampu mencapai USD34,59 miliar. Hingga Juni
2025, nilai ekspor batu bara hanya sebesar USD11,97 miliar. Ekspor batu bara per Juni 2025
menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
seiring perlambatan ekonomi global dan perubahan preferensi pembeli di pasar utama seperti Tiongkok
yang kini lebih mengutamakan batu bara berkalori tinggi.

                                Grafik 10. Volume Ekspor Batu Bara Indonesia

                      420.000                                                                   8%

                                                                                                7%
                      400.000
                                                                                                6%




                                                                                                     Pertumbuhan (%)
                      380.000
                                                                                                5%
           ribu ton




                      360.000                                                                   4%

                                                                                                3%
                      340.000
                                                                                                2%
                      320.000
                                                                                                1%

                      300.000                                                                   0%
                                2020        2021          2022          2023         2024

                                          Volume Ekspor          Pertumbuhan

                                        Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024


Volume ekspor batu bara Indonesia cenderung naik dari tahun 2020-2024 dengan rata-rata kenaikan
sebesar 4,40% (CAGR). Negara utama tujuan ekspor batu bara Indonesia adalah India, Tiongkok, Jepang,
dan Korea Selatan. Pada tahun 2024, ekspor batu bara Indonesia didominasi oleh Tiongkok dan India
dimana Tiongkok menjadi negara tujuan terbesar dengan porsi 43,4% atau sekitar 241,7 juta ton, diikuti
negara India dengan porsi 27% atau 110 juta ton. Secara total, volume ekspor batu bara Indonesia pada
tahun 2024 adalah 405,76 juta ton, naik 6,86% dibandingkan tahun 2023. Hingga Juni 2025, volume
ekspor batu bara Indonesia sesuai data dari Kementerian ESDM tercatat mencapai 238 juta ton.




                                                                 Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 23
Page 38
3.2.2. Analisis Industri Tambak Udang
A. Kinerja Produksi Perikanan
                               Grafik 11. Kinerja Produksi Perikanan

                       1.200.000

                       1.000.000                        953.177                          941.646         958.463
                                                                        918.550
                                        881.599

                        800.000

                        600.000
             (ton)




                                   467.543
                                                  409.730
                        400.000
                                                                   250.981        268.482          280.698

                        200.000
                                      31.339          33.109          17.321         14.535            19.299
                              0
                                       2020           2021             2022           2023             2024

                         Perikanan Tangkap Laut       Perikanan Tangkap Umum             Perikanan Budidaya

                                     Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025


Produksi perikanan tangkap cenderung menurun, volume terendah dalam 5 tahun terakhir pada tahun
2022 sebesar 250.981 ton dengan pertumbuhan rata-rata 13,60% (CAGR). Produksi perikanan tangkap
umum memiliki volume yang relatif kecil, volume produksi terendah pada tahun 2023 sebesar 14.535 ton
dengan pertumbuhan rata-rata 12,89% (CAGR). Produksi perikanan budidaya merupakan penggerak
utama produksi udang nasional. Volume produksi perikanan setiap tahun meningkat menunjukkan
tingkat fluktuasi yang rendah. Tahun 2024 perikanan budidaya memiliki volume produksi terbesar yaitu
sebesar 958.463 ton. Menurut Kementerian Perikanan dan Kelautan, pada triwulan I 2025 produksi
perikanan tangkap laut sebesar 59.146 ton, produksi perikanan tangkap umum sebesar 4.727 ton,
sedangkan produksi perikanan budidaya sebesar 329.554 ton.

B. Kinerja Impor Udang Indonesia
                           Grafik 12. Volume Impor Udang Indonesia

                       1.400.000                                                                        600%

                       1.200.000                                                                        500%
                                                                                                        400%
                       1.000.000
                                                                                                                Pertumbuhan (%)




                                                                                                        300%
            dalam Kg




                        800.000
                                                                                                        200%
                        600.000
                                                                                                        100%
                        400.000
                                                                                                        0%
                        200.000                                                                         -100%
                              -                                                                         -200%
                                     2020      2021         2022       2023       2024       Jan-Jun
                                                                                              2025
                                                  Volume Impor           Pertumbuhan

                                     Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025



                                                                         Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 24
Page 39
Volume impor udang di Indonesia menunjukkan tren fluktuatif dari tahun 2020-2024 dengan
pertumbuhan rata-rata sebesar -10,28% (CAGR). Volume impor terbesar terjadi tahun 2021 mencapai
1.143,6 ton seiring dengan peningkatan permintaan domestik, efisiensi produksi, dan daya saing
produsen global. Pada tahun 2023, volume impor udang naik signifikan dibandingkan tahun 2022 seiring
dengan penurunan produksi udang nasional dan peningkatan permintaan domestik. Hingga bulan Juni
2025, volume impor udang mencapai 340,9 ton.

                                          Grafik 13. Nilai Impor Udang Indonesia

                       10.000.000                                                                    400%
                        9.000.000                                                                    350%
                        8.000.000                                                                    300%
                        7.000.000                                                                    250%




                                                                                                                  Pertumbuhan (%)
           dalam USD




                        6.000.000                                                                    200%
                        5.000.000                                                                    150%
                        4.000.000                                                                    100%
                        3.000.000                                                                    50%
                        2.000.000                                                                    0%
                        1.000.000                                                                    -50%
                               -                                                                     -100%
                                        2020     2021      2022      2023      2024        Jan-Jun
                                                                                            2025
                                                   Nilai Impor        Pertumbuhan

                                        Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025


Nilai impor udang di Indonesia menunjukkan tren fluktuatif dari tahun 2020-2024 dengan pertumbuhan
rata-rata sebesar -9,72% (CAGR). Nilai impor terbesar terjadi tahun 2023 mencapai USD9,03 juta atau
naik sekitar 88,32% dari nilai impor udang tahun 2022 seiring dengan kenaikan volume impor di tahun
tersebut. Hingga bulan Juni 2025, nilai impor udang di Indonesia mencapai USD3,6 juta.

C. Kinerja Ekspor Udang Indonesia
                            Grafik 14. Volume Ekspor Udang Indonesia

                       300.000.000                                                                   6%
                                                                                                     4%
                       250.000.000
                                                                                                     2%
                                                                                                            Pertumbuhan (%)




                       200.000.000
                                                                                                     0%
           dalam Kg




                       150.000.000                                                                   -2%
                                                                                                     -4%
                       100.000.000
                                                                                                     -6%
                        50.000.000
                                                                                                     -8%
                                    0                                                                -10%
                                         2020    2021      2022      2023      2024        Jan-Jun
                                                                                            2025
                                                 Volume Ekspor          Pertumbuhan

                                        Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025



                                                                        Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 25
Page 40
Volume ekspor udang di Indonesia menunjukkan tren penurunan dari tahun 2020-2024 dengan
penurunan rata-rata sebesar -2,69% (CAGR). Penurunan volume ekspor terendah terjadi pada tahun
2023 dan 2024 akibat kebijakan tarif anti-dumping Amerika Serikat terhadap udang Indonesia. Selain itu,
penurunan permintaan global (Jepang dan Tiongkok) dan kendala masuk pasar Uni Eropa juga turut
berkontribusi atas penurunan tersebut. Hingga bulan Juni 2025, volume ekspor udang Indonesia
mencapai 112,98 juta Kg.

                                          Grafik 15. Nilai Ekspor Udang Indonesia

                       2.500.000.000                                                                 15%

                                                                                                     10%
                       2.000.000.000
                                                                                                     5%




                                                                                                           Pertumbuhan (%)
                                                                                                     0%
           dalam USD




                       1.500.000.000
                                                                                                     -5%
                       1.000.000.000                                                                 -10%

                                                                                                     -15%
                        500.000.000
                                                                                                     -20%

                                  0                                                                  -25%
                                          2020     2021       2022     2023      2024     Jan-Jun
                                                                                           2025
                                                   Nilai Ekspor       Pertumbuhan

                                       Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2025


Nilai ekspor udang di Indonesia menunjukkan tren penurunan dari tahun 2020-2024 dengan penurunan
rata-rata sebesar -4,74% (CAGR). Nilai ekspor terbesar terjadi tahun 2021 mencapai USD2,23 miliar atau
naik sekitar 9,25% dari nilai ekspor udang tahun 2020 seiring dengan kenaikan volume ekspor dan
permintaan yang tinggi di pasar internasional seperti Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa. Hingga
bulan Juni 2025, nilai ekspor udang di Indonesia mencapai USD932,3 juta.

D. Harga Rata-Rata Udang
                       Grafik 16. Harga Rata-Rata Impor & Ekspor Udang

                        12,00

                        10,00

                         8,00
             USD/Kg




                         6,00

                         4,00

                         2,00

                            -
                                   2020          2021       2022        2023       2024      Jan-Jun 2025
                                                   Harga Impor        Harga Ekspor

                                                      Sumber: data diolah



                                                                       Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 26
Page 41
Harga rata-rata impor udang menunjukkan tren yang fluktuatif dengan rata-rata penurunan sebesar
0,62% (CAGR). Sedangkan harga rata-rata ekspor udang cenderung lebih stabil sekitar USD8,38/Kg
dengan penurunan sebesar 2,10% (CAGR). Harga rata-rata impor terendah terjadi pada tahun 2021 yaitu
sebesar USD6,15/Kg dan harga rata-rata ekspor terendah yaitu sebesar USD7,83/Kg pada tahun 2023.
Hingga bulan Juni 2025 harga rata-rata impor kembali naik mencapai USD10,56/Kg dan harga rata-rata
ekspor sebesar USD8,25/Kg.

3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Kinerja segmen usaha penambangan batu bara diproyeksikan tetap terjaga pada tahun 2025 dan akan
terus menjadi pilar utama Perseroan. Di sisi lain, lini usaha lainnya diperkirakan akan memberikan
kontribusi yang semakin meningkat seiring dengan berkembangnya kapasitas dan posisi mereka pada
masing-masing segmen. Unit usaha infrastruktur dan jasa, selain melayani kebutuhan internal,
ditargetkan mulai menyediakan layanan bagi pihak ketiga pada tahun 2025. Sementara itu,
pembangunan fasilitas produksi pelet kayu direncanakan selesai pada tahun 2025, yang akan menjadi
tonggak penting bagi pengembangan bisnis energi biomassa Perseroan. Selain itu, segmen akuakultur
dijadwalkan menuntaskan pembangunan 112 kolam budidaya udang yang ditargetkan dapat beroperasi
penuh pada akhir tahun 2025.

Perseroan memiliki strategi diversifikasi untuk memperluas kegiatan usahanya di luar penambangan
batu bara. Proses transformasi ini sejalan dengan proses transisi energi dunia dan komitmen Indonesia
pada masa depan yang berkelanjutan. Sehubungan dengan itu, Perseroan telah mengembangkan
kegiatan usaha pada sektor energi terbarukan, akuakultur, serta infrastruktur dan jasa pertambangan,
dengan menetapkan strategi jangka panjang dan menengah sebagai berikut:
1. Pertambangan
     • Optimalisasi aset Perseroan yang ada;
     • Mencari potensi tambang batu bara atau non-batu bara baru,
2. Energi Baru & Terbarukan
     • Menjadi market leader di bidang penyediaan solusi solar panel;
     • Mendorong pertumbuhan nilai aset energi surya di segmen komersial dan industri;
     • Menjadi pemain penting produk wood pellet di Indonesia;
     • Mencari potensi lahan baru untuk meningkatkan pasokan bahan baku,
3. Industri Akuakultur
     • Memastikan dan meningkatkan kapasitas budidaya udang vannamei;
     • Mencari inisiatif baru melalui diversifikasi usaha ke sektor hulu dan hilir,
4. Infrastruktur & Jasa
     • Meningkatkan kompetensi di bidang optimalisasi aset Perseroan yang ada;
     • Meningkatkan volume jasa kontraktor pertambangan.

3.4. Analisis Operasional dan Prospek MBP
PT Mitradelta Bahari Pratama merupakan unit usaha budidaya udang vannamei yang mulai beroperasi
sejak 2023 dan saat ini telah memasuki siklus produksi ketiga. Dengan dukungan kepemilikan mayoritas
dari grup Mitra Alam Bahari Sentosa serta kemitraan teknis bersama PT Delta Marine Indonesia, MBP
menjalankan pengembangan tambak secara bertahap dari 20 kolam budidaya udang awal menuju
rencana total 112 kolam budidaya udang. Kinerja operasional awal menunjukkan hasil produksi yang



                                                         Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 27
Page 42
stabil dan memberikan dasar untuk ekspansi skala penuh. Prospek usaha MBP dinilai positif, didukung
oleh permintaan pasar udang yang kuat, peluang penetrasi pasar ekspor, serta kesiapan infrastruktur
yang terus ditingkatkan. Meskipun menghadapi tantangan seperti risiko penyakit, fluktuasi harga
komoditas, dan kebutuhan investasi berkelanjutan, kesiapan manajemen dalam penguatan biosekuriti,
efisiensi biaya, dan perencanaan ekspansi bertahap menjadi faktor kunci yang memperkuat
keberlanjutan dan pertumbuhan usaha di masa depan. Dengan demikian, MBP berada pada posisi
strategis untuk berkembang sebagai salah satu bisnis budidaya unggulan dalam portofolio grup.

3.5. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:

Kekuatan
• Perseroan memiliki izin tambang, fasilitas produksi dan didukung dengan infrastruktur yang
  terintegrasi antara kegiatan eksplorasi hulu hingga hilir;
• Batu bara yang dihasilkan Perseroan berkualitas tinggi dengan nilai kalori (calorific value) menengah
  yang sangat diminati oleh pasar internasional;
• Dukungan grup usaha dan pengalaman manajemen, yang memperkuat stabilitas operasional dan
  kemampuan eksekusi strategi;
• Masuknya sektor udang mendukung strategi jangka panjang Perseroan untuk mengurangi
  ketergantungan pada batu bara dan memperluas portofolio ke sektor berkelanjutan;
• Melalui entitas anak yaitu MBP, Perseroan menguasai area lahan yang cukup luas di Kabupaten Bima,
  Nusa Tenggara Barat, dengan potensi ekspansi kolam budidaya udang dan integrasi logistik yang lebih
  efisien.

Kelemahan
• Ketergantungan tinggi terhadap satu komoditas, yaitu batu bara, sehingga kinerja sangat dipengaruhi
   fluktuasi harga global;
• Sensitivitas terhadap biaya logistik dan operasional, terutama pada periode kenaikan harga bahan
   bakar atau gangguan rantai pasok.

Peluang
• Transformasi energi global menuju energi terbarukan;
• Program hilirisasi dan inovasi teknologi;
• Batu bara masih menjadi sumber energi utama (yang lebih ekonomis);
• Permintaan batu bara domestik diproyeksikan meningkat;
• Akses pasar ekspor yang masih kuat, terutama negara–negara Asia yang masih mengandalkan batu
   bara dalam bauran energinya;
• Penggunaan teknologi IoT, sensor kualitas air, automasi feeding, dan sistem intensif dapat
   mempercepat peningkatan produktivitas kolam budidaya udang MBP;
• Permintaan ekspor yang stabil untuk udang vannamei, peluang meningkatkan volume ekspor bila
   kualitas dan traceability dipenuhi.




                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 28
Page 43
Ancaman
• Perubahan kebijakan dan regulasi sektor pertambangan, termasuk kenaikan royalti, perizinan, serta
  kewajiban lingkungan hidup;
• Perubahan permintaan global, tarif, atau hambatan ekspor bisa berdampak signifikan;
• Tekanan transisi energi global, yang berpotensi menurunkan permintaan batu bara dalam jangka
  menengah–panjang;
• Volatilitas harga batu bara global, yang dapat berdampak langsung pada pendapatan dan margin
  keuntungan Perseroan;
• Persaingan dari perusahaan pertambangan domestik maupun internasional, yang dapat menekan
  harga dan pangsa pasar;
• Harga udang sangat dipengaruhi pasar ekspor, supply global, dan kebijakan negara tujuan, sehingga
  hasil usaha dapat volatil;
• Wabah penyakit akuatik merupakan ancaman utama yang dapat menyebabkan gagal panen udang
  dan kerugian besar, terutama pada tahap ekspansi;
• Anomali cuaca berdampak langsung terhadap kualitas air tambak, salinitas, dan tingkat stres udang.

3.6. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Transaksi
Perseroan merupakan perusahaan terbuka di Indonesia yang bergerak di bidang pertambangan,
perdagangan, dan perindustrian batu bara. Selain itu, Perseroan juga mengembangkan kegiatan bisnis
lainnya di luar bisnis utamanya yaitu bisnis budidaya udang melalui MBP sebagai kepemilikan tidak
langsung dari entitas anak yaitu MABS. MBP memulai aktivitas operasional pada tahun 2023 dan proses
finalisasi konstruksi kolam budidaya udang tahap 1 berlangsung hingga pertengahan tahun 2024. Pada
tahun 2024, MBP telah mulai beroperasi dan saat ini memasuki siklus produksi ketiga.

MBP saat ini telah selesai membangun 60 kolam budidaya udang dari target 112 kolam budidaya udang
dengan pendanaan dari internal dan perbankan. Pembangunan total 112 kolam budidaya udang
merupakan jumlah yang dibutuhkan agar MBP dapat segera mencapai skala ekonomi yang optimum.
Untuk melanjutkan sisa 52 kolam budidaya udang yang belum terbangun, MBP memerlukan tambahan
pendanaan sekaligus memperbaiki likuiditas untuk tetap beroperasional dan memenuhi kewajiban
pembayaran atas pinjaman perbankan saat ini. Sektor industri budidaya udang merupakan industri
dengan persyaratan kredit yang ketat dari perbankan karena merupakan industri yang berkaitan dengan
budidaya makhluk hidup sehingga memiliki risiko yang relatif tinggi. Pendanaan tambahan dari
perbankan memiliki hambatan dari sisi tenor pinjaman, fleksibilitas pembayaran, dan jaminan yang
dibutuhkan. Berdasarkan hal tersebut, manajemen Perseroan memandang perlu untuk memberikan
pendanaan kepada MBP dari sumber internal dengan mempertimbangkan beberapa faktor yaitu
persyaratan yang lebih fleksibel dan tanpa jaminan. Perseroan bermaksud untuk memberikan pinjaman
kepada MBP dengan mekanisme pinjaman kepada MABS yang merupakan Entitas Anak yang dimiliki
99,99% oleh Perseroan. Selanjutnya setelah pinjaman kepada MABS menjadi efektif, maka MABS akan
memberikan fasilitas pinjaman pemegang saham (shareholder loan) kepada MBP sebesar Rp59,5 miliar.
Pinjaman dari MBAP ke MABS merupakan transaksi yang dikecualikan dari transaksi yang memerlukan
pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Rencana transaksi pemberian pinjaman shareholder loan dari MABS ke MBP merupakan transaksi yang
memerlukan pendapat kewajaran sesuai POJK 42 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan (untuk selanjutnya disebut ”Rencana Transaksi”). Dengan dilakukannya Rencana



                                                         Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 29
Page 44
Transaksi, diharapkan MBP dapat memperbaiki likuiditas dan memenuhi target 112 kolam budidaya
udang sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di masa mendatang melalui diversifikasi
sumber pendapatan.

3.7. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi memberikan keuntungan bagi Perseroan yaitu:
1. Proyek pembangunan 52 kolam budidaya udang tambahan yang didanai melalui pinjaman pemegang
   saham diharapkan dapat meningkatkan volume produksi MBP, yang pada akhirnya berkontribusi pada
   peningkatan pendapatan secara konsolidasi;
2. MBAP dapat mendukung pengembangan usaha entitas anak secara tidak langsung melalui MABS dan
   MBP, khususnya pada sektor budidaya udang yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, sehingga
   selaras dengan strategi diversifikasi bisnis jangka panjang;
3. Pemberian pinjaman tanpa jaminan memberikan fleksibilitas bagi MBP dalam pelaksanaan
   pembangunan 52 kolam budidaya udang, sehingga pengembangan bisnis dapat berjalan lebih cepat
   tanpa hambatan administratif terkait penyediaan agunan;
4. Fleksibilitas dari sisi tenor, jaminan, dan grace period bagi MBP.

Sedangkan kerugian yang timbul atas dilakukannya Rencana Transaksi bagi Perseroan yaitu industri
budidaya udang terutama faktor-faktor yang dapat meningkatkan kegagalan panen udang yang secara
langsung akan berdampak pada kinerja keuangan MBP dan Perseroan secara konsolidasi dan opportunity
cost atas pembiayaan yang akan diberikan yang dapat terjadi bila terdapat kegagalan atas panen udang.

3.8. Analisis Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan
Rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER) Perseroan selama lima tahun terakhir
menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan, dengan tren yang cenderung rendah hingga tahun 2024,
sebelum meningkat signifikan pada periode Januari–Juni 2025. Adapun ringkasan perhitungan rasio
leverage adalah sebagai berikut:

                        Tabel 4. Dampak Leverage pada Keuangan Perseroan
                       Audited      Audited       Audited        Audited         Audited      Audited
                       FY2020       FY2021        FY2022         FY2023          FY2024     Jan-Jun 2025
Debt to Equity              8,84%        1,95%         0,00%          0,10%           2,86%       12,22%
                                          Sumber: data diolah


Dari tahun 2020 hingga 2024, posisi leverage Perseroan relatif rendah dan stabil, bahkan sempat berada
pada tingkat 0% pada tahun 2022. Hal ini mengindikasikan tingkat penggunaan utang yang sangat
minimal dibandingkan modal sendiri. Namun, pada periode Januari–Juni 2025, DER mengalami kenaikan
signifikan menjadi 12,22%. Kenaikan ini menunjukkan peningkatan penggunaan utang dalam struktur
pendanaan Perseroan meskipun levelnya masih tergolong rendah secara umum.

Secara keseluruhan, meskipun leverage Perseroan sempat berada pada tingkat sangat rendah, tren
tahun 2025 menunjukkan adanya kebutuhan tambahan pendanaan melalui utang. Namun demikian,
posisi DER yang masih berada di bawah 20% mengindikasikan bahwa struktur permodalan Perseroan
tetap konservatif dan risiko finansial akibat leverage masih relatif terbatas.




                                                           Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 30
Page 45
3.9. Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan
Analisis rasio likuiditas mengenai pengaruh Transaksi terhadap kinerja Perseroan adalah sebagai berikut:

                                   Tabel 5. Dampak Likuiditas pada Keuangan Perseroan
                                    Jul-Des 2025   FY2026       FY2027     FY2028        FY2029     FY2030     FY2031     FY2032
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi)            4,00        4,01        2,51          4,92       5,79       6,39       6,11       6,32
Current ratio (tanpa transaksi)             4,00        4,06        2,50          4,86       5,68       6,24       5,96       6,17
Selisih                                      -         (0,04)       0,01          0,06       0,11       0,15       0,15       0,15

QUICK RATIO
Quick ratio (dengan transaksi)              3,06        2,52        1,99          2,16       2,78       3,01       3,40       3,20
Quick ratio (tanpa transaksi)               3,06        2,57        1,98          2,10       2,67       2,86       3,25       3,05
Selisih                                      -         (0,04)       0,01          0,06       0,11       0,15       0,15       0,15

CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi)               2,34        1,80        1,27          1,44       2,06       2,29       2,68       2,48
Cash ratio (tanpa transaksi)                2,34        1,85        1,26          1,38       1,96       2,15       2,54       2,33
Selisih                                      -         (0,04)       0,01          0,06       0,11       0,15       0,15       0,15


                                                            Sumber: data diolah


Berdasarkan proyeksi rasio likuiditas, kondisi keuangan Perseroan dinilai cukup memadai sehingga
Rencana Transaksi tidak memberikan dampak negatif terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.
Selisih rasio antara skenario Dengan Transaksi dan Tanpa Transaksi relatif kecil, menunjukkan bahwa
transaksi tersebut masih berada dalam kemampuan likuiditas Perseroan secara konsolidasi.

3.10. Analisis Dampak Keuangan Perseroan jika Proyek yang Akan didanai Mengalami Kegagalan
Gagalnya rencana pembangunan 52 kolam budidaya udang dan hasil panen udang, dapat menimbulkan
dampak keuangan bagi Perseroan secara konsolidasi. Ketidakselesaian proyek berpotensi menurunkan
pendapatan atau menyebabkan kerugian pada MBP sehingga kemampuan MBP untuk membayar
kembali pokok maupun bunga pinjaman menjadi terhambat. Apabila MBP tidak mampu memenuhi
kewajibannya, Perseroan secara konsolidasi berisiko mengalami kerugian langsung dan penurunan kas
serta likuiditas.




                                                                             Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 31
Page 46
4.       ANALISIS KUANTITATIF

4.1. Penilaian Kinerja Historis Perseroan
4.1.1. Laporan Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan audit konsolidasi Perseroan per 31 Desember tahun 2020-
2024 dan per 30 Juni 2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):

                                                           Tabel 6. Laporan Posisi Keuangan
                                                               Audited        Audited         Audited         Audited         Audited         Audited
                                                              31-Des-20      31-Des-21       31-Des-22       31-Des-23       31-Des-24       30-Jun-25
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas                                             46.063.170     63.882.458     101.754.199      84.725.892     124.208.374    119.102.506
 Investasi jangka pendek                                        43.000.000     83.000.000     105.489.482      31.533.972               -              -
 Piutang usaha                                                  20.070.926     44.536.505      17.847.209      37.848.381      16.662.952     11.915.063
 Piutang lain-lain                                                 864.228      1.773.229         800.979       3.505.147       2.130.905      6.762.602
 Persediaan                                                     13.090.584     11.620.855      29.937.705      24.982.971      24.715.325     30.096.321
 Uang muka                                                         873.502      2.020.634       3.165.571         697.416         804.350        959.078
 Biaya dibayar di muka                                             211.154        210.318         278.142               -               -              -
 Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan         1.286.302      1.834.150       1.823.898       2.309.901       4.943.956      1.291.991
 Pajak dibayar dimuka                                              167.814        669.985       1.202.586       3.151.006       1.792.426      3.997.603
 Aset lancar lainnya                                                22.472              -          56.650         249.744         526.896      1.098.096
 Jumlah aset lancar                                            125.650.152    209.548.134     262.356.421     189.004.430     175.785.184    175.223.260

 Aset Tak Lancar
 Kas yang dibatasi penggunaannya                                 4.617.994      3.651.726       5.227.100       5.764.906       5.619.814      6.077.851
 Aset pajak tangguhan                                            3.780.758      4.699.616       5.325.566       2.470.654       2.767.568      2.343.602
 Uang muka                                                               -              -               -       5.194.788       6.935.790      3.744.990
 Aset tetap dan aset sewa pembiayaan                            23.422.018     18.997.876      15.461.602      13.495.446      32.468.834     54.620.110
 Aset hak guna, neto                                             7.322.111      3.661.055               -               -               -        304.405
 Properti pertambangan                                           3.115.300      2.440.967       1.890.683       1.523.830       1.133.925        969.039
 Investasi pada ventura bersama                                 12.710.438     12.585.269      12.904.552       2.334.888       4.469.752      5.071.940
 Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan                       -              -       1.174.404       7.613.397       6.580.236        907.578
 Aset biologis                                                           -              -               -               -         183.875        241.851
 Aset tidak lancar lainnya                                       1.354.331      2.135.796       2.207.443       2.098.311       1.241.107      1.315.531
 Jumlah aset tidak lancar                                       56.322.950     48.172.305      44.191.350      40.496.220      61.400.901     75.596.897
 Jumlah Aset                                                   181.973.102    257.720.439     306.547.771     229.500.650     237.186.085    250.820.157

 Liabilitas
 Liabilitas Jangka Pendek
 Utang usaha                                                     5.766.159      8.050.771       7.577.277       9.879.511      15.562.289     14.518.444
 Utang lain-lain                                                    50.407          5.390          54.325         879.737           5.390        226.395
 Uang muka pelanggan - pihak berelasi                                    -              -               -               -               -        301.891
 Biaya masih harus dibayar                                      16.375.393     25.689.280      32.511.527      35.043.915      18.540.634     17.202.031
 Utang pajak                                                     3.095.609     15.033.747       8.823.597         585.652       1.854.901      1.417.927
 Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang                           -              -               -       2.122.138       1.403.748        991.753
 Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                                  -              -               -       1.925.991       1.788.261        925.764
 Liabilitas pembiayaan                                                   -              -               -          60.198         539.843        567.963
 Utang bank jangka panjang bagian lancar                         4.675.057              -               -               -               -              -
 Liabilitas sewa                                                 3.597.673      3.901.393               -               -               -        116.990
 Jumlah liabilitas jangka pendek                                33.560.298     52.680.581      48.966.726      50.497.142      39.695.066     36.269.158

 Liabilitas Jangka Panjang
 Liabilitas pajak tangguhan                                              -              -               -          15.279         100.495        132.818
 Liabilitas pembiayaan                                           3.949.244              -               -               -               -        283.241
 Liabilitas sewa                                                         -              -               -         117.769         577.713        193.190
 Utang bank jangka panjang                                               -              -               -               -       4.202.974     21.518.631
 Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang                   3.454.205      3.174.674       5.261.273       3.447.123       3.356.640      3.437.661
 Liabilitas imbalan pascakerja                                   2.789.179      1.881.523       2.054.012       2.635.540       2.998.237      3.345.514
 Jumlah Liabilitas jangka panjang                               10.192.628      5.056.197       7.315.285       6.215.711      11.236.059     28.911.055
 Jumlah Liabilitas                                              43.752.926     57.736.778      56.282.011      56.712.853      50.931.125     65.180.213

 Ekuitas
 Modal ditempatkan dan disetor penuh                            10.743.672     10.743.672      10.743.672      10.743.672      10.743.672      10.743.672
 Tambahan modal disetor                                         15.415.593     15.415.593      15.415.593      15.415.593      15.415.593      15.415.593
 Selisih akuisisi kepentingan non-pengendali                       237.206        237.206         237.206         237.206         237.206         237.206
 Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan                      51.824         18.651        (288.722)       (186.214)       (680.806)       (758.340)
 Saldo laba:
 - Ditentukan penggunaannya                                      2.148.734      2.148.734       2.148.734       2.148.734       2.148.734      2.148.734
 - Belum ditentukan penggunaannya                              109.622.653    171.419.214     221.539.557     142.989.251     156.973.762    156.652.091
                                                               138.219.682    199.983.070     249.796.040     171.348.242     184.838.161    184.438.956
 Kepentingan non-pengendali                                            494            591         469.720       1.439.555       1.416.799      1.200.988
 Jumlah Ekuitas                                                138.220.176    199.983.661     250.265.760     172.787.797     186.254.960    185.639.944
 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                 181.973.102    257.720.439     306.547.771     229.500.650     237.186.085    250.820.157


                 Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025



                                                                                            Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 32
Page 47
Kas dan Setara Kas
Total kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing
USD46,06 juta, USD63,88 juta, USD101,75 juta, USD84,73 juta, USD124,21 juta, dan USD119,10 juta.
Perseroan memiliki rasio kas per 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 1,37
kali, 1,21 kali, 2,08 kali, 1,68 kali, 3,13 kali, dan 3,28 kali.

Aset Lancar
Total aset lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar
USD125,65 juta, USD209,55 juta, USD262,36 juta, USD189 juta, USD175,79 juta, dan USD175,22 juta.
Sebagian besar aset lancar terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, dan persediaan. Current ratio
Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 3,74 kali, 3,98
kali, 5,36 kali, 3,74 kali, 4,43 kali, dan 4,83 kali.

Piutang Usaha
Total piutang usaha Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 yang tercatat pada
aset lancar Perseroan masing-masing sebesar USD20,07 juta, USD44,54 juta, USD17,85 juta, USD37,85
juta, USD16,66 juta, dan USD11,92 juta. Hari piutang usaha per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30
Juni 2025 masing-masing sebesar 36 hari, 52 hari, 14 hari, 61 hari 28 hari, dan 25 hari. Rata-rata hari
piutang usaha Perseroan dari 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 adalah sebesar 36 hari.

Persediaan
Persediaan Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar
USD13,09 juta, USD11,62 juta, USD29,94 juta, USD24,98 juta, USD24,72 juta, dan USD30,10 juta. Hari
persediaan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 35 hari, 29 hari,
59 hari, 51 hari, 52 hari, dan 72 hari.

Aset Tidak Lancar
Total aset tidak lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing
sebesar USD56,32 juta, USD48,17 juta, USD44,19 juta, USD40,50 juta, USD61,40 juta, dan USD75,60
juta. Aset tidak lancar Perseroan sebagian besar terdiri dari aset tetap.

Liabilitas Jangka Pendek
Total liabilitas jangka pendek Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-
masing sebesar USD33,56 juta, USD52,68 juta, USD48,97 juta, USD50,50 juta, USD39,70 juta, dan
USD36,27 juta. Sebagian besar liabilitas jangka pendek Perseroan terdiri dari utang usaha dan biaya yang
masih harus dibayar (biaya kontraktor, biaya pemasaran, bonus, dan lainnya).

Utang Usaha
Utang usaha Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar
USD5,77 juta, USD8,05 juta, USD7,58 juta, USD9,88 juta, USD15,56 juta, dan USD14,52 juta. Hari utang
usaha per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 15 hari, 20 hari, 15
hari, 20 hari, 33 hari, dan 35 hari.




                                                           Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 33
Page 48
Liabilitas Jangka Panjang
Total liabilitas jangka panjang Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-
masing sebesar USD10,19 juta, USD5,06 juta, USD7,32 juta, USD6,22 juta, USD11,24 juta, dan
USD28,91 juta. Liabilitas jangka panjang Perseroan terdiri dari liabilitas pajak tangguhan, liabilitas
pembiayaan, liabilitas sewa, utang bank jangka panjang, provisi untuk reklamasi dan penutupan
tambang, dan liabilitas imbalan pascakerja.

Ekuitas
Perseroan secara umum memiliki ekuitas positif per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025
masing-masing sebesar USD138,22 juta, USD199,98 juta, USD250,27 juta, USD172,79 juta, USD186,25
juta, dan USD185,64 juta. Modal saham Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025
masing-masing sebesar USD10,74 juta.

4.1.2. Laporan Laba Rugi Historis
Pendapatan
Total penjualan Perseroan pada periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember tahun 2020-2024 dan
periode 6 bulan Januari-Juni 2025 masing-masing sebesar USD201,21 juta, USD309,84 juta, USD449,54
juta, USD224,83 juta, USD217,91 juta, dan USD84,22 juta. Pendapatan Perseroan terdiri dari penjualan
batu bara, penanganan batu bara, kontraktor pertambangan, pengeboran dan eksplorasi, dan budidaya
udang.

Beban Pokok Pendapatan
Total beban pokok pendapatan pada periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember tahun 2020-2024 dan
periode 6 bulan Januari-Juni 2025 masing-masing sebesar USD134,22 juta, USD142,05 juta, USD183,76
juta, USD178,10 juta, USD170,70 juta, dan USD74,77 juta. Persentase beban pokok pendapatan
terhadap total penjualan neto per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing
sebesar 66,71%, 45,85%, 40,88%, 79,21%, 78,33%, dan 88,77%.

Laba Kotor
Perseroan membukukan laba kotor pada periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember tahun 2020-2024
dan periode 6 bulan Januari-Juni 2025 masing-masing sebesar USD66,99 juta, USD167,79 juta,
USD265,78 juta, USD46,74 juta, USD47,21 juta, dan USD9,45 juta, dengan gross profit margin masing-
masing sebesar 33,29%, 54,15%, 59,12%, 20,79%, 21,67%, dan 11,23%.

Laba Tahun Berjalan
Perseroan membukukan laba tahun berjalan pada periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember tahun
2020-2024 dan periode 6 bulan Januari-Juni 2025 masing-masing sebesar USD27,47 juta, USD100,57
juta, USD179,39 juta, USD21,69 juta, USD19,15 juta, dan USD2,24 juta dengan net profit margin masing-
masing sebesar 13,65%, 32,46%, 39,91%, 9,65%, 8,79%, dan 2,66%.

Berikut merupakan laporan laba rugi audit konsolidasi Perseroan periode 12 bulan Januari-Desember
tahun 2020-2024 dan periode 6 bulan Januari-Juni tahun 2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali
dinyatakan lain):




                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 34
Page 49
                                                               Tabel 7. Laporan Laba Rugi
                                                      Audited               Audited              Audited             Audited               Audited            Audited
                                                      FY2020                FY2021               FY2022              FY2023                FY2024           Jan-Jun 2025
Pendapatan                                            201.207.287           309.840.126          449.535.604         224.833.816           217.907.893          84.224.747
Beban pokok pendapatan                               (134.218.223)         (142.046.561)        (183.758.231)       (178.096.057)         (170.696.556)        (74.769.926)
Laba bruto                                              66.989.064          167.793.565          265.777.373           46.737.759            47.211.337          9.454.821
Beban penjualan                                        (23.733.920)          (28.862.016)         (26.279.059)        (20.982.546)          (20.665.280)        (7.067.131)
Beban umum dan administrasi                              (8.382.693)         (11.685.006)         (11.075.015)        (11.748.080)          (12.549.036)        (5.712.884)
Penghasilan operasi lain                                  1.763.865            1.405.374            1.563.712            1.815.342             5.549.870         5.455.338
Laba usaha                                              36.503.964          128.651.917          229.987.011           15.822.475            19.546.891          2.130.144
Penghasilan (beban)non operasi lainnya                      869.628              244.892              668.115          14.911.767              5.330.472         2.082.717
Laba sebelum pajak                                      37.373.592          128.896.809          230.655.126           30.734.242            24.877.363          4.212.861
Beban pajak penghasilan                                  (9.906.106)         (28.330.430)         (51.263.459)          (9.047.315)           (5.732.216)       (1.970.549)
Laba tahun berjalan                                     27.467.486          100.566.379          179.391.667           21.686.927            19.145.147          2.242.312


                 Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025


4.1.3. Laporan Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan audit arus kas konsolidasi Perseroan periode 12 bulan Januari-Desember
tahun 2020-2024 dan periode 6 bulan Januari-Juni 2025 (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali
dinyatakan lain):

                                                                Tabel 8. Laporan Arus Kas
                                                           FY 2020              FY 2021             FY 2022            FY 2023              FY 2024         Jan-Jun 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan                              209.217.839          285.374.547         476.224.900        204.344.333          238.834.823         88.972.636
Pembayaran kas kepada pemasok dan beban
operasi                                                    (145.887.628)       (129.150.351)       (161.317.572)       (149.404.860)       (177.162.638)       (81.206.678)
Pembayaran royalti                                           (8.108.410)        (20.134.340)        (41.408.198)        (34.586.986)        (26.937.021)       (10.140.903)
Pembayaran kepada karyawan                                   (9.898.350)        (10.642.996)        (15.450.010)        (13.708.692)        (12.248.324)        (6.406.669)
Pembayaran pajak penghasilan                                 (2.436.902)        (19.101.571)        (58.052.572)        (21.243.310)         (4.784.930)        (2.013.642)
Penerimaan penghasilan bunga                                  2.097.523           1.061.822           1.396.837           6.279.999           4.730.412          1.969.881
Penerimaan restitusi pajak penghasilan                                -                   -                   -                   -           1.169.310          6.045.752
Penerimaan restitusi pajak lainnya                                    -                   -                   -           9.376.900          13.376.094          7.950.332

Penerimaan kompensasi ganti rugi aktivitas tambang                    -                   -                    -          3.220.843                     -                -
Penambahan aset lainnya                                               -                   -                    -                                                  (498.563)
Pembayaran beban bunga                                         (367.919)           (136.168)             (78.163)            (95.834)          (290.823)          (242.230)
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi               44.616.153         107.270.943         201.315.222           4.182.393          36.686.903          4.429.916
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penarikan/(penempatan) investasi jangka pendek               19.000.000          (40.000.000)       (22.489.482)        73.955.510           31.533.972           (478.145)
Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya                   (2.814.871)             949.103          (1.575.374)         (537.806)              (99.839)                -
Penambahan aset tetap                                          (801.213)          (2.802.681)         (4.116.637)       (4.526.905)          (22.908.092)      (22.870.594)
Hasil penjualan aset tetap                                        3.847              208.022             199.088            90.065               224.313                 -
Penambahan investasi pada ventura bersama                             -               (8.592)           (773.790)       (1.903.650)           (2.521.809)                -
Penerimaan atas penjualan ventura bersama                             -                    -                   -        14.508.177                     -                 -
Penerimaan dividen dari ventura bersama                               -                    -                   -         1.862.879                     -                 -
Pembayaran uang muka untuk penyertaan saham                           -                    -                   -          (383.262)             (687.425)          (15.251)
Pembayaran uang muka aset tetap                                       -                    -                   -        (4.811.526)           (1.053.577)                -
Penambahan aset lainnya                                               -             (893.191)           (128.297)         (147.780)             (471.300)          (35.208)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi                                          15.387.763         (42.547.339)        (28.884.492)        78.105.702             4.016.243       (23.399.198)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran utang sewa pembiayaan                                (48.559)                   -                  -             (80.206)            (496.395)         (266.361)
Penerimaan utang bank                                                 -                    -                  -                   -            4.202.974        17.329.173
Pembayaran utang bank                                        (4.675.059)          (4.675.057)                 -                   -                    -                 -
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham                (34.715.133)         (38.937.092)      (129.376.606)       (100.000.000)          (5.000.000)       (2.770.530)
Penambahan kepentingan non-pengendali                                 -                    -            286.183                   -                    -                 -
Penerimaan setoran modal dari kepentingan non-
pengendali                                                            -                    -                   -            580.098                     -                -
Pembayaran beban bunga                                                -                    -                   -                                                  (296.247)
Pembayaran liabilitas sewa                                   (4.017.871)          (4.093.718)         (3.946.559)                     -                 -          (54.510)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas
Pendanaan                                                   (43.456.622)        (47.705.867)       (133.036.982)       (99.500.108)          (1.293.421)       13.941.525
Kenaikan/(Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas                 16.547.294          17.017.737          39.393.748        (17.212.013)          39.409.725        (5.027.757)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                29.103.941          46.063.170          63.882.458        101.754.199           84.725.892       124.208.374
Kas dan setara kas akhir tahun                               46.063.170          63.882.458         101.754.199         84.725.892          124.208.374       119.102.506
                 Sumber: Laporan Keuangan Audit Konsolidasi Perseroan 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025




                                                                                                   Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 35
Page 50
Aktivitas Operasi
Selama periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020-2024 dan 6 bulan Januari-Juni 2025 Perseroan
mencatat arus kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi masing masing sebesar USD44,62 juta,
USD107,27 juta, USD201,31 juta, USD4,18 juta, USD36,69 juta, dan USD4,43 juta.

Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020, 2023, dan 2024 Perseroan mencatat arus kas
yang dihasilkan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar USD15,39 juta, USD78,11 juta, dan
USD4,02 juta. Sedangkan periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2021, 2022, dan periode 6 bulan
Januari-Juni 2025 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing
sebesar USD42,55 juta, USD28,88 juta, dan USD23,40 juta. Aktivitas investasi sebagian besar adalah
berupa penarikan/penempatan investasi jangka pendek dan penambahan aset tetap.

Aktivitas Pendanaan
Pada periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020-2024 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan
dalam aktivitas pendanaan masing-masing sebesar USD43,46 juta, USD47,71 juta, USD133,04 juta,
USD99,50 juta, dan USD1,29 juta. Sedangkan periode 6 bulan Januari-Juni 2025 Perseroan mencatat
arus kas yang dihasilkan dalam aktivitas pendanaan sebesar USD13,94 juta. Aktivitas pendanaan
sebagian besar digunakan untuk pembayaran dividen kas kepada pemegang saham.

4.1.4. Analisis Rasio Keuangan
Likuiditas
Likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar,
yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas-liabilitas jangka pendeknya.
Rasio lancar Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 3,74
kali, 3,98 kali, 5,36 kali, 3,74 kali, 4,43 kali, dan 4,83 kali. Rasio cepat Perseroan per 31 Desember tahun
2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing sebesar 3,35 kali, 3,76 kali, 4,75 kali, 3,25 kali, 3,81 kali,
dan 4,00 kali. Rasio kas Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 masing-masing
sebesar 1,37 kali, 1,21 kali, 2,08 kali, 1,68 kali, 3,13 kali, dan 3,28 kali.

Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba kotor Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan periode Januari-Juni 2025 adalah
sebesar 33,38%. Sementara itu, rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan
selama tahun 2020-2024 dan periode Januari-Juni 2025 adalah sebesar 17,85%.

Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 rata-
rata hari perputaran piutang usaha di 36 hari, hari perputaran persediaan di 50 hari, dan hari perputaran
utang usaha di 23 hari.

Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata


                                                             Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 36
Page 51
debt to asset ratio per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni 2025 sebesar 3,27% dan rata-rata debt
to equity ratio sebesar 4,33%.

Berikut merupakan analisis rasio keuangan Perseroan per 31 Desember tahun 2020-2024 dan 30 Juni
2025:

                                              Tabel 9. Analisis Rasio Keuangan
                                    Audited        Audited        Audited           Audited        Audited          Audited      Average
                                    FY2020         FY2021         FY2022            FY2023         FY2024         Jan-Jun 2025   Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                             3,74           3,98           5,36              3,74           4,43             4,83         4,35
Quick ratio                               3,35           3,76           4,75              3,25           3,81             4,00         3,82
Cash ratio                                1,37           1,21           2,08              1,68           3,13             3,28         2,13

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                    33,29%         54,15%         59,12%            20,79%         21,67%           11,23%       33,38%
Operating profit margin                18,14%         41,52%         51,16%             7,04%          8,97%            2,53%       21,56%
Net profit margin                      13,65%         32,46%         39,91%             9,65%          8,79%            2,66%       17,85%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                      10              7             25                 6             13              7              11
Inventory turnover                            10             12              6                 7              7              2               8
Acc. Payable turnover                         23             18             24                18             11              5              17
Days of Acc. Receivable                       36             52             14                61             28             25              36
Days of Inventory                             35             29             59                51             52             72              50
Days of Acc. Payable                          15             20             15                20             33             35              23

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                          8,84%          1,95%          0,00%             0,10%          2,86%           12,22%        4,33%
Debt to Assets                          6,72%          1,51%          0,00%             0,08%          2,24%            9,04%        3,27%
Total Liabilities to Total Assets      24,04%         22,40%         18,36%            24,71%         21,47%           25,99%       22,83%
Total Liabilities to Total Equity      31,65%         28,87%         22,49%            32,82%         27,34%           35,11%       29,72%
                                                       Sumber: data diolah


4.2. Analisis Kewajaran Tingkat Bunga
Analisis tingkat suku bunga untuk Rencana Transaksi pinjaman dilakukan dengan membandingkan suku
bunga rata-rata pinjaman investasi oleh Bank Persero dan tingkat suku bunga antara bank kepada emiten
pada sektor yang sejenis dengan MBP. Untuk keperluan analisis, tingkat IndONIA 30 hari per 30 Juni 2025
adalah sebesar 5,43% sehingga tingkat suku bunga SHL yang diberlakukan adalah sebesar 5,43% + 5%.
Perbandingan tingkat bunga pinjaman dengan perusahaan sejenis adalah sebagai berikut:




                                                                                 Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 37
Page 52
                                Tabel 10. Perbandingan Tingkat Suku Bunga Pinjaman
No.                     Perusahaan                        Jumlah Pinjaman       Bunga Pinjaman            Tanggal Jatuh Tempo
 1 PT Panca Mitra Multiperdana Tbk & Entitas Anak
    - PT Permata Bank Tbk                                   Rp5.000.000.000         10,50%         30 November 2020 - 14 Agustus 2024
    - Indonesia Eximbank                                   Rp13.500.000.000         10,10%         5 Oktober 2018 - 25 Desember 2023
    - PT Bank BTPN Tbk                                       USD 3.000.000           8,25%           23 Juni 2022 - 30 September 2023
    - PT Bank JTrust Indonesia Tbk                        Rp150.000.000.000         10,00%        12 Desember 2023 - 12 Desember 2024
    - PT Bank Central Asia Tbk                              Rp5.000.000.000          8,75%              18 April 2022 - 18 April 2024
    - PT Bank BTPN Tbk                                      USD 10.000.000          10,10%            8 Desember 2020 - 13 Juni 2023

 2 PT Central Proteina Prima Tbk & Entitas Anak
    - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk              Rp140.000.000.000      9,75% - 11,49%             Desember 2026
    - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk               Rp85.000.000.000      9,75% - 11,49%             September 2026
    - PT Bank DBS Indonesia                                 USD 20.000.000       9,75% - 11,49%                April 2026

 3 PT Indo American Seafoods Tbk & Entitas Anak
    - PT Bank BTPN Tbk                                       USD 14.500.000          8,50%          28 Agustus 2024 - 28 Agustus 2025

 4 PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk & Entitas Anak
    - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk             Rp1.425.000.000.000     6,00% - 8,50%          17 Juni 2022 - 16 Juni 2027
    - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                       Rp960.000.000.000      6,00% - 8,50%    15 Desember 2020 - 14 Desember 2025
    - PT Bank UOB Indonesia Tbk                           Rp500.000.000.000      6,00% - 8,50%    21 November 2022 - 20 Desember 2025
    - PT Bank Maybank Indonesia Tbk                      Rp1.000.000.000.000     6,00% - 8,50%          27 Mei 2025 - 27 Mei 2031
                                              Sumber: data diolah dari berbagai sumber


MBP melakukan peminjaman dana dari MABS meskipun dengan bunga yang lebih tinggi yaitu 10,43%
dibandingkan dengan suku bunga rata-rata pinjaman investasi oleh Bank Persero sebesar 8,96%. Apabila
dibandingkan dengan suku bunga pinjaman bank kepada emiten sejenis, maka suku bunga Rencana
Transaksi masih berada pada range suku bunga pinjaman dari beberapa bank tersebut.

4.3. Analisis Proforma
Pelaksanaan Rencana Transaksi akan menyebabkan beberapa perubahan pada laporan posisi keuangan
Perseroan. Laporan proforma posisi keuangan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi
memberikan gambaran mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan Tanpa
Rencana Transaksi diambil dari Laporan keuangan audit konsolidasi PT Mitrabara Adiperdana Tbk untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan Nomor R/0016.ARC/RHP/2025 tanggal 27 Agustus 2025, sedangkan laporan keuangan
proforma dipersiapkan oleh manajemen Perseroan. Berikut merupakan proforma laporan posisi
keuangan dengan dan tanpa dilakukannya Rencana Transaksi (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):

                                             Tabel 11. Proforma Posisi Keuangan
                                                      Audit                  Penyesuaian                      Proforma
                                                    30-Jun-25           Dr.              Cr.                  30-Jun-25
         Aset Lancar                                175.223.260               -                               175.223.260
         Aset Tidak Lancar                           75.596.897                                                75.596.897
         Jumlah Aset                                250.820.157               -                    -          250.820.157
         Liabilitas Jangka Pendek                    36.269.158                                                36.269.158
         Liabilitas Jangka Panjang                   28.911.055                                    -           28.911.055
         Jumlah Liabilitas                           65.180.213               -                    -           65.180.213
         Jumlah Ekuitas                             185.639.944               -                    -          185.639.944
         Jumlah Liabilitas dan Ekuitas              250.820.157               -                    -          250.820.157
                                                          Sumber: data diolah


Secara keseluruhan, tidak terdapat perubahan pada proforma laporan keuangan konsolidasian
Perseroan karena transaksi pinjam meminjam antara MABS dengan MBP akan tereliminasi pada laporan
keuangan konsolidasian Perseroan.


                                                                               Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 38
Page 53
4.4. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan
Proyeksi laporan keuangan telah disusun oleh manajemen Perseroan. Penilaian atas proyeksi laporan
keuangan dilakukan dengan membandingkan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi.
Untuk kepentingan analisis, maka kurs menggunakan kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat
pada 30 Juni 2025 sebesar Rp16.233,- sesuai dengan tanggal laporan keuangan dan tanggal pendapat
kewajaran yang digunakan.

Analisis Keuangan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
Proyeksi Laporan Laba Rugi
Berikut adalah proyeksi laba rugi Perseroan periode 6 bulan Juli-Desember 2025 dan 12 bulan dari bulan
Januari-Desember tahun 2026-2032 (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):

                          Tabel 12. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Rencana Transaksi
                                            Projection       Projection        Projection         Projection
                                           Jul-Des 2025        FY2026            FY2027             FY2028
Pendapatan                                    84.433.312      167.955.134       190.242.321        383.579.051
Beban pokok pendapatan                       (77.226.701)    (145.189.379)     (152.983.492)      (312.352.746)
Laba bruto                                      7.206.611      22.765.756        37.258.829         71.226.305
Beban penjualan                                (6.619.686)      (9.545.570)       (9.882.860)        (9.966.420)
Beban umum dan administrasi                    (5.005.038)    (12.729.437)      (13.515.568)       (12.867.866)
Penghasilan operasi lain                          312.257       (2.675.104)       (6.236.278)      (13.645.250)
Beban operasi lain
Laba usaha                                    (4.105.855)      (2.184.355)        7.624.123         34.746.769
Penghasilan (beban)non operasi lainnya         2.632.463                -                 -                  -
Laba sebelum pajak                            (1.473.393)      (2.184.355)        7.624.123         34.746.769

Beban pajak penghasilan                         (922.971)      (2.177.941)        (3.466.539)        (8.629.344)
Laba tahun berjalan                           (2.396.363)      (4.362.296)         4.157.584        26.117.425
                                            Projection       Projection        Projection         Projection
                                              FY2029           FY2030            FY2031             FY2032
Pendapatan                                   318.095.635      326.906.459       258.187.179        216.709.340
Beban pokok pendapatan                      (263.349.792)    (272.268.260)     (218.526.417)      (189.812.428)
Laba bruto                                    54.745.843       54.638.199        39.660.762         26.896.913
Beban penjualan                                         -                -                 -                  -
Beban umum dan administrasi                    (9.192.590)      (9.682.839)       (8.921.656)        (8.022.622)
Penghasilan operasi lain                       (6.553.188)         149.360        (2.609.541)        (5.248.294)
Beban operasi lain
Laba usaha                                    39.000.065       45.104.720        28.129.566         13.625.997
Penghasilan (beban)non operasi lainnya                 -                -                 -                  -
Laba sebelum pajak                            39.000.065       45.104.720        28.129.566         13.625.997

Beban pajak penghasilan                        (6.574.060)      (7.582.176)       (5.298.886)        (3.075.869)
Laba tahun berjalan                           32.426.005       37.522.544        22.830.680         10.550.128
                                         Sumber: Manajemen Perseroan




                                                              Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 39
Page 54
                          Tabel 13. Proyeksi Laba Rugi Dengan Rencana Transaksi
                                            Projection       Projection        Projection         Projection
                                           Jul-Des 2025        FY2026            FY2027             FY2028
Pendapatan                                    84.433.312      169.516.102       193.500.790        386.974.052
Beban pokok pendapatan                       (77.226.701)    (145.459.206)     (154.454.067)      (313.728.341)
Laba bruto                                      7.206.611      24.056.896        39.046.723         73.245.711
Beban penjualan                                (6.619.686)      (9.545.570)       (9.882.860)        (9.966.420)
Beban umum dan administrasi                    (5.005.038)    (12.729.437)      (13.515.568)       (12.867.866)
Penghasilan operasi lain                          312.257       (2.675.104)       (6.236.278)      (13.645.250)
Beban operasi lain
Laba usaha                                    (4.105.855)        (893.215)        9.412.016         36.766.174
Penghasilan (beban)non operasi lainnya         2.632.463                -                 -                  -
Laba sebelum pajak                            (1.473.393)        (893.215)        9.412.016         36.766.174

Beban pajak penghasilan                         (922.971)      (2.270.606)        (3.775.770)        (8.989.507)
Laba tahun berjalan                           (2.396.363)      (3.163.820)         5.636.247        27.776.667
                                            Projection       Projection        Projection         Projection
                                              FY2029           FY2030            FY2031             FY2032
Pendapatan                                   321.628.263      331.967.744       264.616.816        223.144.676
Beban pokok pendapatan                      (264.746.809)    (274.525.104)     (221.599.949)      (192.992.811)
Laba bruto                                    56.881.453       57.442.641        43.016.867         30.151.865
Beban penjualan                                         -                -                 -                  -
Beban umum dan administrasi                    (9.192.590)      (9.682.839)       (8.921.656)        (8.022.622)
Penghasilan operasi lain                       (6.553.188)         149.360        (2.609.541)        (5.248.294)
Beban operasi lain
Laba usaha                                    41.135.675       47.909.161        31.485.671         16.880.949
Penghasilan (beban)non operasi lainnya                 -                -                 -                  -
Laba sebelum pajak                            41.135.675       47.909.161        31.485.671         16.880.949

Beban pajak penghasilan                        (6.959.788)      (8.111.392)       (5.941.601)        (3.760.533)
Laba tahun berjalan                           34.175.887       39.797.769        25.544.070         13.120.416
                                         Sumber: Manajemen Perseroan


Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan berpotensi untuk:
• Dengan didapatkan pendanaan tersebut, jumlah kolam budidaya udang MBP diestimasikan mencapai
  112 kolam;
• Meningkatkan pendapatan Perseroan di masa depan secara tidak langsung seiring dengan
  peningkatan pendapatan dan laba MBP dengan asumsi peningkatan 112 kolam budidaya udang;
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, diharapkan MBP dapat memperbaiki likuiditas sehingga
  dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan di masa mendatang melalui diversifikasi sumber
  pendapatan.

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan
Rencana Transaksi per 31 Desember tahun 2025-2032 (dalam USD, kecuali dinyatakan lain):




                                                              Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 40
Page 55
                                                          Tabel 14. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Rencana Transaksi
                                                            Projection    Projection    Projection    Projection    Projection         Projection      Projection      Projection
                                                            31-Des-25     31-Des-26     31-Des-27     31-Des-28     31-Des-29          31-Des-30       31-Des-31       31-Des-32
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                           84.980.298    67.057.633    45.865.007    50.005.263    70.955.575         77.840.411      91.956.945      84.622.064
Investasi jangka pendek                                             -             -             -             -             -                  -               -               -
Piutang usaha                                                11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063         11.915.063      11.915.063      11.915.063
Piutang lain-lain                                             6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602          6.762.602       6.762.602       6.762.602
Persediaan                                                   34.152.793    54.053.498    18.798.954   100.202.572   109.182.255        122.501.215      98.363.963     113.088.498
Uang muka dan biaya dibayar dimuka                              959.078       959.078       959.078       959.078       959.078            959.078         959.078         959.078
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan       1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991          1.291.991       1.291.991       1.291.991
Pajak dibayar dimuka                                          3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603          3.997.603       3.997.603       3.997.603
Aset lancar lainnya                                           1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096          1.098.096       1.098.096       1.098.096
Jumlah aset lancar                                          145.157.524   147.135.564    90.688.394   176.232.268   206.162.263        226.366.059     216.345.340     223.734.995

Aset Tak Lancar
Investasi pada ventura bersama                                5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940          5.071.940       5.071.940       5.071.940
Kas yang dibatasi penggunaannya                               6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851          6.077.851       6.077.851       6.077.851
Aset pajak tangguhan                                          2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602          2.343.602       2.343.602       2.343.602
Uang muka                                                     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990          3.744.990       3.744.990       3.744.990
Aset tetap, neto                                            108.575.142   131.548.441   249.160.116   178.308.513   167.430.805        169.885.375     183.525.726     167.742.725
Aset hak guna, neto                                             304.405       304.405       304.405       304.405       304.405            304.405         304.405         304.405
Properti pertambangan                                           969.039       969.039       969.039       969.039       969.039            969.039         969.039         969.039
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan               907.578       907.578       907.578       907.578       907.578            907.578         907.578         907.578
Aset biologis                                                   241.851       241.851       241.851       241.851       241.851            241.851         241.851         241.851
Aset tidak lancar lainnya                                     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531          1.315.531       1.315.531       1.315.531
Jumlah aset tidak lancar                                    129.551.929   152.525.228   270.136.903   199.285.300   188.407.592        190.862.162     204.502.513     188.719.512
Jumlah Aset                                                 274.709.453   299.660.793   360.825.297   375.517.568   394.569.855        417.228.220     420.847.853     412.454.507




                                                                                                                                 Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 41
Page 56
                                                Projection     Projection     Projection     Projection      Projection       Projection     Projection      Projection
                                                31-Des-25      31-Des-26      31-Des-27      31-Des-28       31-Des-29        31-Des-30      31-Des-31       31-Des-32
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                      14.518.444     14.518.444     14.518.444      14.518.444     14.518.444       14.518.444      14.518.444     14.518.444
Utang lain-lain                                     226.395        226.395        226.395         226.395        226.395          226.395         226.395        226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi                301.891        301.891        301.891         301.891        301.891          301.891         301.891        301.891
Biaya masih harus dibayar                        17.202.031     17.202.031     17.202.031      17.202.031     17.202.031       17.202.031      17.202.031     17.202.031
Utang pajak                                       1.417.927      1.417.927      1.417.927       1.417.927      1.417.927        1.417.927       1.417.927      1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang       991.753        991.753        991.753         991.753        991.753          991.753         991.753        991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek              925.764        925.764        925.764         925.764        925.764          925.764         925.764        925.764
Liabilitas pembiayaan                               567.963        567.963        567.963         567.963        567.963          567.963         567.963        567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar                 -              -              -               -              -                -               -              -
Liabilitas sewa                                     116.990        116.990        116.990         116.990        116.990          116.990         116.990        116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek                  36.269.158     36.269.158     36.269.158      36.269.158     36.269.158       36.269.158      36.269.158     36.269.158

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan                          132.818        132.818        132.818        132.818         132.818          132.818         132.818        132.818
Liabilitas pembiayaan                               283.241        283.241        283.241        283.241         283.241          283.241         283.241        283.241
Liabilitas sewa                                     193.190        193.190        193.190        193.190         193.190          193.190         193.190        193.190
Utang bank jangka panjang                        47.804.290     77.117.926    134.124.846    122.699.692     109.325.974       94.461.795      75.250.748     56.307.274
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang     3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661       3.437.661        3.437.661       3.437.661      3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja                     3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514       3.345.514        3.345.514       3.345.514      3.345.514
Shareholders loan                                       -              -              -              -               -                -               -              -
Jumlah Liabilitas jangka panjang                 55.196.714     84.510.350    141.517.270    130.092.116     116.718.398      101.854.219      82.643.172     63.699.698
Jumlah Liabilitas                                91.465.872    120.779.508    177.786.428    166.361.274     152.987.556      138.123.377     118.912.330     99.968.856

Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh              10.743.672     10.743.672     10.743.672      10.743.672     10.743.672       10.743.672      10.743.672     10.743.672
Tambahan modal disetor                           15.415.593     15.415.593     15.415.593      15.415.593     15.415.593       15.415.593      15.415.593     15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan nonpengendali          237.206        237.206        237.206         237.206        237.206          237.206         237.206        237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan      (758.340)      (758.340)      (758.340)       (758.340)      (758.340)        (758.340)       (758.340)      (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya                        2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734       2.148.734        2.148.734       2.148.734      2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya                154.255.728    149.893.432    154.051.016    180.168.441     212.594.446      250.116.990     272.947.670    283.497.798
                                                182.042.593    177.680.297    181.837.881    207.955.306     240.381.311      277.903.855     300.734.535    311.284.663
Kepentingan non-pengendali                        1.200.988      1.200.988      1.200.988      1.200.988       1.200.988        1.200.988       1.200.988      1.200.988
Jumlah Ekuitas                                  183.243.581    178.881.285    183.038.869    209.156.294     241.582.299      279.104.843     301.935.523    312.485.651
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                   274.709.453    299.660.793    360.825.297    375.517.568     394.569.855      417.228.220     420.847.853    412.454.507


                                                                 Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 42
Page 57
                                                          Tabel 15. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Rencana Transaksi
                                                            Projection     Projection    Projection    Projection    Projection         Projection      Projection      Projection
                                                            31-Des-25      31-Des-26     31-Des-27     31-Des-28     31-Des-29          31-Des-30       31-Des-31       31-Des-32
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                            84.980.298    65.436.910    46.128.709    52.260.701    74.803.369         83.109.103      97.263.454      90.096.843
Investasi jangka pendek                                              -             -             -             -             -                  -               -               -
Piutang usaha                                                 11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063         11.915.063      11.915.063      11.915.063
Piutang lain-lain                                              6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602          6.762.602       6.762.602       6.762.602
Persediaan                                                    34.152.793    54.053.498    18.798.954   100.202.572   109.182.255        122.501.215      98.363.963     113.088.498
Uang muka dan biaya dibayar dimuka                               959.078       959.078       959.078       959.078       959.078            959.078         959.078         959.078
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan        1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991          1.291.991       1.291.991       1.291.991
Pajak dibayar dimuka                                           3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603          3.997.603       3.997.603       3.997.603
Aset lancar lainnya                                            1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096          1.098.096       1.098.096       1.098.096
Jumlah aset lancar                                           145.157.524   145.514.841    90.952.096   178.487.706   210.010.057        231.634.751     221.651.850     229.209.774

Aset Tak Lancar
Investasi pada ventura bersama                                 5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940          5.071.940       5.071.940       5.071.940
Kas yang dibatasi penggunaannya                                6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851          6.077.851       6.077.851       6.077.851
Aset pajak tangguhan                                           2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602          2.343.602       2.343.602       2.343.602
Uang muka                                                      3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990          3.744.990       3.744.990       3.744.990
Aset tetap, neto                                             108.575.142   134.367.640   251.573.552   180.389.455   169.669.273        172.978.169     189.294.093     175.913.110
Aset hak guna, neto                                              304.405       304.405       304.405       304.405       304.405            304.405         304.405         304.405
Properti pertambangan                                            969.039       969.039       969.039       969.039       969.039            969.039         969.039         969.039
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan                907.578       907.578       907.578       907.578       907.578            907.578         907.578         907.578
Aset biologis                                                    241.851       241.851       241.851       241.851       241.851            241.851         241.851         241.851
Aset tidak lancar lainnya                                      1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531          1.315.531       1.315.531       1.315.531
Jumlah aset tidak lancar                                     129.551.929   155.344.427   272.550.339   201.366.242   190.646.060        193.954.956     210.270.880     196.889.897
Jumlah Aset                                                  274.709.453   300.859.268   363.502.435   379.853.948   400.656.117        425.589.707     431.922.730     426.099.671




                                                                                                                                  Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 43
Page 58
                                                Projection     Projection     Projection     Projection      Projection        Projection     Projection      Projection
                                                31-Des-25      31-Des-26      31-Des-27      31-Des-28       31-Des-29         31-Des-30      31-Des-31       31-Des-32
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                      14.518.444     14.518.444     14.518.444      14.518.444     14.518.444        14.518.444      14.518.444      14.518.444
Utang lain-lain                                     226.395        226.395        226.395         226.395        226.395           226.395         226.395         226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi                301.891        301.891        301.891         301.891        301.891           301.891         301.891         301.891
Biaya masih harus dibayar                        17.202.031     17.202.031     17.202.031      17.202.031     17.202.031        17.202.031      17.202.031      17.202.031
Utang pajak                                       1.417.927      1.417.927      1.417.927       1.417.927      1.417.927         1.417.927       1.417.927       1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang       991.753        991.753        991.753         991.753        991.753           991.753         991.753         991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek              925.764        925.764        925.764         925.764        925.764           925.764         925.764         925.764
Liabilitas pembiayaan                               567.963        567.963        567.963         567.963        567.963           567.963         567.963         567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar                 -              -              -               -              -                 -               -               -
Liabilitas sewa                                     116.990        116.990        116.990         116.990        116.990           116.990         116.990         116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek                  36.269.158     36.269.158     36.269.158      36.269.158     36.269.158        36.269.158      36.269.158      36.269.158

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan                          132.818        132.818        132.818        132.818         132.818           132.818         132.818         132.818
Liabilitas pembiayaan                               283.241        283.241        283.241        283.241         283.241           283.241         283.241         283.241
Liabilitas sewa                                     193.190        193.190        193.190        193.190         193.190           193.190         193.190         193.190
Utang bank jangka panjang                        47.804.290     77.117.926    134.124.846    122.699.692     109.325.974        94.461.795      75.250.748      56.307.274
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang     3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661       3.437.661         3.437.661       3.437.661       3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja                     3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514       3.345.514         3.345.514       3.345.514       3.345.514
Shareholders loan                                       -              -              -              -               -                 -               -               -
Jumlah Liabilitas jangka panjang                 55.196.714     84.510.350    141.517.270    130.092.116     116.718.398       101.854.219      82.643.172      63.699.698
Jumlah Liabilitas                                91.465.872    120.779.508    177.786.428    166.361.274     152.987.556       138.123.377     118.912.330      99.968.856

Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh              10.743.672     10.743.672     10.743.672      10.743.672     10.743.672        10.743.672      10.743.672      10.743.672
Tambahan modal disetor                           15.415.593     15.415.593     15.415.593      15.415.593     15.415.593        15.415.593      15.415.593      15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan nonpengendali          237.206        237.206        237.206         237.206        237.206           237.206         237.206         237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan      (758.340)      (758.340)      (758.340)       (758.340)      (758.340)         (758.340)       (758.340)       (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya                        2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734       2.148.734         2.148.734       2.148.734       2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya                154.255.728    150.792.288    156.058.869    183.420.726     217.159.143       256.388.106     281.253.828     293.731.671
                                                182.042.593    178.579.153    183.845.734    211.207.591     244.946.008       284.174.971     309.040.693     321.518.536
Kepentingan non-pengendali                        1.200.988      1.500.607      1.870.273      2.285.083       2.722.553         3.291.359       3.969.707       4.612.279
Jumlah Ekuitas                                  183.243.581    180.079.760    185.716.007    213.492.674     247.668.561       287.466.330     313.010.400     326.130.815
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                   274.709.453    300.859.268    363.502.435    379.853.948     400.656.117       425.589.707     431.922.730     426.099.671


                                                                 Sumber: Manajemen Perseroan



                                                                                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 44
Page 59
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan berpotensi untuk:
• Meningkatkan kas dan setara kas Perseroan secara tidak langsung seiring dengan peningkatan kinerja
  pendapatan dan laba MBP sehingga meningkatkan likuiditas Perseroan secara konsolidasian di masa
  depan;
• Meningkatkan total aset Perseroan akibat adanya penambahan pembangunan 52 kolam budidaya
  udang oleh MBP;
• Meningkatkan total ekuitas Perseroan secara tidak langsung seiring dengan peningkatan saldo laba
  atas kinerja pendapatan dan laba MBP yang semakin membaik.

4.5. Analisis Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan antara
Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi:

               Tabel 16. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa dan Dengan Rencana Transaksi
                                       Jul-Des 2025   FY2026       FY2027     FY2028        FY2029     FY2030     FY2031     FY2032
LIQUIDITY RATIO:
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi)               4,00        4,01        2,51          4,92       5,79       6,39       6,11       6,32
Current ratio (tanpa transaksi)                4,00        4,06        2,50          4,86       5,68       6,24       5,96       6,17
Selisih                                         -         (0,04)       0,01          0,06       0,11       0,15       0,15       0,15

CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi)                  2,34        1,80        1,27          1,44       2,06       2,29       2,68       2,48
Cash ratio (tanpa transaksi)                   2,34        1,85        1,26          1,38       1,96       2,15       2,54       2,33
Selisih                                         -         (0,04)       0,01          0,06       0,11       0,15       0,15       0,15

PROFITABILITY RATIO:
NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi)         -2,84%      -1,87%       2,91%      7,18%        10,63%     11,99%      9,65%      5,88%
Net profit margin (tanpa transaksi)          -2,84%      -2,60%       2,19%      6,81%        10,19%     11,48%      8,84%      4,87%
Selisih                                       0,00%       0,73%       0,73%      0,37%         0,43%      0,51%      0,81%      1,01%


                                                               Sumber: data diolah


Analisis rasio keuangan setelah Rencana Transaksi terhadap kinerja Perseroan tahun 2025-2032
mengalami peningkatan. Setelah Rencana Transaksi, rasio likuiditas yaitu rasio lancar dan rasio kas
Perseroan mengalami peningkatan, hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan untuk
memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar semakin membaik. Rasio profitabilitas
Perseroan setelah Rencana Transaksi mengalami kenaikan yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan
dan laba yang ditunjukkan dengan rasio marjin laba bersih yang lebih besar.

4.6. Analisis Kemampuan Penerima Dana Pinjaman untuk Melunasi Transaksi
Berikut adalah proyeksi laba (rugi) dan arus kas MBP (disajikan dalam Rupiah):

                                        Tabel 17. Proyeksi Laba (Rugi) dan Arus Kas MBP
                                                 Projection              Projection              Projection          Projection
                 Uraian
                                                Jul-Des 2025              FY2026                  FY2027              FY2028
Laba tahun berjalan                              (6.172.124.497)         5.674.321.473          24.071.775.354      30.677.015.489
Kas dan setara kas akhir tahun                  53.665.172.794          11.656.347.254          36.963.210.023      69.827.754.859
                                                  Projection          Projection                Projection           Projection
                 Uraian
                                                   FY2029              FY2030                    FY2031               FY2032
Laba tahun berjalan                              35.974.787.412      48.795.486.095            55.701.774.404       58.977.696.583
Kas dan setara kas akhir tahun                   99.126.097.629    134.113.277.478            160.689.529.913      188.507.663.683
                                                             Sumber: data diolah


                                                                                Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 45
Page 60
Rencana Transaksi diasumsikan dilakukan pada Desember 2025 dengan pelunasan dijadwalkan pada
November 2032. Berdasarkan proyeksi keuangan MBP, pemberian pinjaman dari MABS sebesar
Rp59.500.000.000 akan berdampak positif pada kemampuan MBP untuk menjalankan usahanya serta
mendapatkan keuntungan seiring dengan penambahan pembangunan 52 kolam budidaya udang, hal ini
memberikan kepastian keberlangsungan usaha bagi MBP.

4.7. Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Transaksi
Cash Management
Cash management merupakan proses pengelolaan kas dan setara kas yang dilakukan Perseroan untuk
memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai dalam memenuhi kewajiban jangka pendek,
sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kas yang dimiliki. Berikut adalah arus kas Perseroan setelah
Rencana Transaksi (disajikan dalam USD, kecuali dinyatakan lain):

                                             Tabel 18. Arus Kas Perseroan
                                                             Jul-Des 2025      FY2026          FY2027          FY2028
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi                 (25.020.498)    13.192.588      26.921.364      55.632.901
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas
Investasi                                                     (25.116.628)     (55.437.744)   (134.289.421)    (19.789.198)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan              16.014.918       22.701.768      88.059.856     (29.711.711)
Kenaikan/(Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas                  (34.122.208)     (19.543.388)    (19.308.201)      6.131.992
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                 119.102.506       84.980.298      65.436.910      46.128.709
Dampak Neto Perubahan Nilai Tukar atas Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas akhir tahun                                 84.980.298      65.436.910      46.128.709      52.260.701
                                                               FY2029          FY2030          FY2031          FY2032
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi                 67.921.341      66.717.408      54.156.002      43.530.763
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas
Investasi                                                      (15.457.032)    (28.907.726)    (29.089.363)    (19.304.329)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan              (29.921.641)    (29.503.948)    (10.912.288)    (31.393.045)
Kenaikan/(Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas                    22.542.668       8.305.734      14.154.351      (7.166.611)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                   52.260.701      74.803.369      83.109.103      97.263.454
Dampak Neto Perubahan Nilai Tukar atas Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas akhir tahun                                 74.803.369      83.109.103      97.263.454      90.096.843
                                                      Sumber: data diolah


Dengan kondisi kas yang baik, Perseroan dinilai memiliki kapasitas yang memadai sehingga tidak
menghadapi hambatan untuk memberikan tambahan pinjaman secara tidak langsung kepada MBP
melalui MABS.

Financial Covenant
Berdasarkan draft perjanjian pinjaman MABS dengan MBP tidak terdapat financial covenant yang diatur
atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan.

4.8. Analisis Inkremental
4.8.1. Kontribusi Nilai Tambah Terhadap Perseroan Sebagai Akibat dari Rencana Transaksi
Berdasarkan analisis terhadap proyeksi laporan Tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana
Transaksi, berikut adalah analisis inkremental yang digunakan untuk analisis kontribusi nilai tambah
yang dapat dilihat pada tabel berikut (dalam Dolar Amerika Serikat, kecuali dinyatakan lain):




                                                                        Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 46
Page 61
                                                        Tabel 19. Analisis Inkremental
                                        Jul-Des 2025     FY2026         FY2027        FY2028        FY2029        FY2030        FY2031        FY2032
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi)             84.433.312    169.516.102    193.500.790   386.974.052   321.628.263   331.967.744   264.616.816   223.144.676
Pendapatan (tanpa transaksi)              84.433.312    167.955.134    190.242.321   383.579.051   318.095.635   326.906.459   258.187.179   216.709.340
Selisih                                          -        1.560.968      3.258.469     3.395.001     3.532.628     5.061.285     6.429.637     6.435.335

LABA SETELAH PAJAK
Laba Setelah Pajak (dengan transaksi)     (2.396.363)    (3.163.820)     5.636.247    27.776.667    34.175.887    39.797.769    25.544.070    13.120.416
Laba Setelah Pajak (tanpa transaksi)      (2.396.363)    (4.362.296)     4.157.584    26.117.425    32.426.005    37.522.544    22.830.680    10.550.128
Selisih                                          -        1.198.475      1.478.663     1.659.242     1.749.882     2.275.225     2.713.390     2.570.288

TOTAL ASET
Total Aset (dengan transaksi)            274.709.453    300.859.268    363.502.435   379.853.948   400.656.117   425.589.707   431.922.730   426.099.671
Total Aset (tanpa transaksi)             274.709.453    299.660.793    360.825.297   375.517.568   394.569.855   417.228.220   420.847.853   412.454.507
Selisih                                          -        1.198.475      2.677.138     4.336.380     6.086.262     8.361.487    11.074.877    13.645.165

TOTAL LIABILITAS
Total Liabilitas (dengan transaksi)       91.465.872    120.779.508    177.786.428   166.361.274   152.987.556   138.123.377   118.912.330    99.968.856
Total Liabilitas (tanpa transaksi)        91.465.872    120.779.508    177.786.428   166.361.274   152.987.556   138.123.377   118.912.330    99.968.856
Selisih                                          -              -              -             -             -             -             -             -

TOTAL EKUITAS
Total Ekuitas (dengan transaksi)         183.243.581    180.079.760    185.716.007   213.492.674   247.668.561   287.466.330   313.010.400   326.130.815
Total Ekuitas (tanpa transaksi)          183.243.581    178.881.285    183.038.869   209.156.294   241.582.299   279.104.843   301.935.523   312.485.651
Selisih                                          -        1.198.475      2.677.138     4.336.380     6.086.262     8.361.487    11.074.877    13.645.165


                                                                  Sumber: data diolah


Berikut adalah analisis inkremental untuk mengukur nilai tambah dari Rencana Transaksi dengan
asumsi:
• Adanya pemberian pinjaman pemegang saham kepada MBP akan memberikan nilai tambah bagi
   Perseroan secara konsolidasian, karena dari Rencana Transaksi tersebut Perseroan akan
   memperoleh kenaikan pendapatan dan laba secara tidak langsung dari operasional MBP yang
   diharapkan semakin membaik seiring penambahan jumlah kolam budidaya udang;
• Adanya pemberian pinjaman pemegang saham kepada MBP akan meningkatkan total aset Perseroan
   secara konsolidasian seiring dengan pemanfaatan pinjaman untuk melakukan penambahan aset
   kolam budidaya udang oleh MBP;
• Pada periode Juli-Desember 2025 hingga periode November 2030 MBP belum melakukan
   pembayaran pokok dan bunga pinjaman seiring dengan masa tenggang yang disepakati dalam
   perjanjian pinjaman;
• Mulai tahun 2030 MBP mulai membayarkan cicilan pokok dan bunga pinjaman sampai dengan
   periode pelunasan pada tahun 2032;
• MBP masih mencatat kerugian pada periode Juli-Desember 2025 seiring dengan penggunaan dana
   pinjaman untuk melunasi utang bank yang sedang berjalan dan mulai mencatatkan laba pada tahun-
   tahun berikutnya seiring dengan perbaikan kinerja keuangan atas penambahan 52 kolam budidaya
   udang.

4.8.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Tidak ada biaya atau pendapatan yang relevan lainnya terkait dengan adanya Rencana Transaksi dari sisi
Perseroan. Efek atas Rencana Transaksi bagi Perseroan terkait pinjaman MABS kepada MBP akan
tereliminasi pada laporan keuangan konsolidasi Perseroan sehingga tidak terdapat perubahan pada
laporan keuangan konsolidasi Perseroan.




                                                                                         Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 47
Page 62
4.8.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak terdapat informasi non-
keuangan yang relevan dan signifikan terkait Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam
laporan pendapat kewajaran. Pembayaran cicilan pokok dan beban bunga shareholder loans dilakukan
setelah MBP melunasi utang bank kepada CIMB.

4.9. Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap faktor yang mempengaruhi rasio keuangan yang berkaitan
dengan Rencana Transaksi yaitu tingkat suku bunga pinjaman terhadap NPV. Berikut adalah analisis
sensitivitas:

                                  Tabel 20. Analisis Sensitivitas
                            Tingkat Bunga Pinjaman          NPV
                                  (dalam %)            (dalam Rupiah)
                                   10,00%                190.194.821.116
                                   10,43%                190.187.260.531
                                   11,00%                190.177.051.142
                                         Sumber: data diolah


4.10. Analisis atas Jaminan yang Terkait Dengan Pinjam Meminjam
Berdasarkan dokumen draft perjanjian pinjaman pemegang saham antara MABS dan MBP tidak
diberlakukan mengenai jaminan yang wajib dipenuhi oleh pihak penerima pinjaman.




                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 48
Page 63
5.    ANALISIS KELAYAKAN RENCANA PENGGUNAAN DANA ATAS TRANSAKSI
      PINJAM MEMINJAM DANA

5.1. Analisis Kelayakan Investasi
Analisis kelayakan investasi ditinjau dari proyeksi keuangan MBP dalam menjalankan kegiatan usahanya
berdasarkan jumlah 112 kolam budidaya udang yang menandakan level ekonomi yang cukup untuk mulai
menghasilkan laba. Analisis kelayakan dilakukan dengan memperhitungkan Net Present Value (NPV)
sesuai dengan asumsi-asumsi proyeksi yang disusun oleh manajemen MBP. Asumsi-asumsi yang
digunakan untuk mengidentifikasi kelayakan investasi adalah sebagai berikut:
• Masa proyeksi selama 7 tahun dari periode Juli-Desember 2025 sampai tahun 2032;
• Mulai menunjukkan arus kas kumulatif positif pada tahun 2027;
• Tingkat diskonto mengacu pada Damodaran per 30 Juni 2025 dengan rate pada industri sejenis yang
   dijalankan oleh MBP yaitu sebesar 9,21%.
Dengan asumsi tersebut didapatkan kelayakan investasi berdasarkan parameter NPV menghasilkan
angka sebesar Rp190,19 miliar.

5.2. Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Dalam hal MBP gagal menyelesaikan kewajiban utang kepada MABS, maka terdapat opsi konversi dari
pinjaman pemegang saham menjadi penyertaan modal.

5.3. Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Faktor-faktor yang relevan dengan Rencana Transaksi sudah dianalisis dan diungkapkan pada laporan
pendapat kewajaran ini baik secara kualitatif dan kuantitatif beserta pertimbangan manfaat, keuntungan,
risiko dan kerugian. Sehingga kami tidak melakukan analisis atas faktor lain yang relevan.




                                                          Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 49
Page 64
6.    KESIMPULAN

6.1. Analisis atas Kewajaran Transaksi
Berdasarkan kajian-kajian yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Berdasarkan analisis terhadap dokumen legalitas Perseroan serta informasi dari manajemen
   Perseroan, diperoleh informasi mengenai hubungan afiliasi berdasarkan jabatan dan kepemilikan
   saham adalah sebagai berikut:
   • Khoirudin menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan, menjabat sebagai Komisaris Utama MBP,
      dan menjabat sebagai Komisaris Utama MABS;
   • Yulius Leonardo menjabat sebagai Direktur Perseroan, menjabat sebagai Komisaris MBP, dan
      menjabat sebagai Direktur Utama MABS;
   • Insinyur Syadaruddin menjabat sebagai Komisaris MBP dan menjabat sebagai Komisaris MABS;
   • Perseroan memiliki 99,99% saham MABS dan MABS memiliki 75% saham MBP.
2. Transaksi pinjaman pemegang saham digunakan untuk melakukan penambahan pembangunan 52
   kolam budidaya udang MBP;
3. Setelah Rencana Transaksi, rasio likuiditas yaitu rasio lancar dan rasio kas Perseroan mengalami
   peningkatan, hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban
   jangka pendek menggunakan aset lancar semakin membaik. Rasio profitabilitas Perseroan setelah
   Rencana Transaksi mengalami kenaikan yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan dan laba yang
   ditunjukkan dengan rasio marjin laba bersih yang lebih besar;
4. Tingkat suku bunga pinjaman yang disepakati yaitu IndONIA (30 hari) + 5% per tahun. MBP melakukan
   peminjaman dana dari MABS meskipun dengan bunga yang lebih tinggi yaitu 10,43% dibandingkan
   dengan suku bunga rata-rata pinjaman investasi oleh Bank Persero sebesar 8,96%. Apabila
   dibandingkan dengan suku bunga pinjaman bank kepada emiten sejenis, maka suku bunga Rencana
   Transaksi masih berada pada range suku bunga pinjaman dari beberapa bank pembanding;
5. Analisis inkremental menunjukkan bahwa pemberian pinjaman pemegang saham kepada MBP akan
   memberikan nilai tambah bagi Perseroan, karena dari Rencana Transaksi tersebut Perseroan akan
   memperoleh kenaikan pendapatan dan laba secara tidak langsung dari operasional MBP yang
   diharapkan semakin membaik seiring penambahan jumlah kolam budidaya udang;
6. Berdasarkan analisis kualitatif, Rencana Transaksi memberikan manfaat dan risiko sebagai berikut:
   • Manfaat Transaksi:
      a. Keberhasilan rencana pembangunan kolam budidaya udang yang dibiayai pinjaman MABS
         kepada MBP berpotensi meningkatkan pendapatan dan laba MBP, yang pada akhirnya akan
         memperkuat kinerja keuangan konsolidasi Perseroan;
      b. Rencana Transaksi merupakan upaya Perseroan untuk keberhasilan diversifikasi sumber
         pendapatan di masa depan;
      c. Rencana Transaksi memberikan fleksibilitas pendanaan bagi MBP dan juga bagi Perseroan
         secara konsolidasian.
   • Risiko Transaksi:
      a. Risiko kegagalan atau keterlambatan MBP dalam menyelesaikan pembangunan kolam
         budidaya udang yang dibiayai pinjaman sesuai jadwal atau spesifikasi yang direncanakan dapat
         memengaruhi potensi pendapatan dan pengembalian yang diharapkan oleh MABS dan
         Perseroan secara konsolidasi;



                                                         Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 50
Page 65
      b. Risiko terkait industri budidaya udang terutama faktor-faktor yang dapat meningkatkan
         kegagalan panen udang yang secara langsung akan berdampak pada kinerja keuangan MBP dan
         Perseroan secara konsolidasi;
      c. Opportunity cost atas pembiayaan yang akan diberikan yang dapat terjadi bila terdapat
         kegagalan atas panen udang.
7. Analisis kelayakan dilakukan dengan memperhitungkan Net Present Value (NPV) sesuai dengan
   asumsi-asumsi proyeksi yang disusun oleh manajemen MBP sehingga diperoleh NPV positif;
8. Analisis kelayakan pelunasan utang dalam hal MBP gagal menyelesaikan kewajiban utang kepada
   MABS, maka terdapat opsi konversi dari pinjaman pemegang saham menjadi penyertaan modal.

6.2. Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang kami lakukan terhadap kewajaran Rencana Transaksi yang meliputi analisis
transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran harga transaksi, dan analisis atas
faktor-faktor lain yang relevan, HMR berpendapat bahwa rencana transaksi MABS perusahaan terkendali
dari MBAP yang akan memberikan pinjaman pemegang saham kepada Entitas Anak yaitu MBP sebesar
Rp59.500.000.000,- (Lima Puluh Sembilan Milliar Lima Ratus Juta Rupiah) adalah WAJAR.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran di atas berlaku apabila tidak terdapat perubahan yang berdampak
material terhadap transaksi, seperti perubahan kondisi perekonomian secara umum, peraturan-
peraturan pemerintah, serta kondisi internal Perseroan maupun faktor-faktor lainnya. Perubahan-
perubahan sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut setelah tanggal dikeluarkannya Laporan Pendapat
Kewajaran ini mungkin dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap kesimpulan pendapat kewajaran.




                                                             Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 51
Page 66
6. LAMPIRAN

1.  Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025;
2.  Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024 dan
    periode 6 bulan dari bulan Januari-Juni 2025;
3. Laporan Arus Kas Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024 dan
    periode 6 bulan dari bulan Januari-Juni 2025;
4. Analisis Rasio Keuangan Perseroan;
5. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-
    2032;
6. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-
    2032;
7. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan
    Januari-Desember Tahun 2025-2032;
8. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi Periode 12 bulan dari bulan
    Januari-Desember Tahun 2025-2032;
9. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi;
10. Proforma Laporan Posisi Keuangan Perseroan;
11. Analisis Inkremental;
12. Proyeksi Laporan Laba Rugi MBP Dengan Rencana Transaksi Periode 6 Bulan dari Bulan Juli-
    Desember Tahun 2025 dan 12 bulan dari bulan Januari-Desember Tahun 2025-2032;
13. Laporan Arus Kas MBP Periode 6 Bulan dari Bulan Juli-Desember Tahun 2025 dan periode 12 bulan
    Januari-Desember 2026-2032;
14. WACC;
15. Yield Bonds 30 Juni 2025;
16. Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Juni 2025;
17. Country and Equity Risk Premiums (Damodaran);
18. Beta (Damodaran).




                                                       Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 52
Page 67
7. REFERENSI

1. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi VII-
   2018) dan Edisi Revisi SPI 300, 310, dan 330;
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
   Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
   Perubahan Kegiatan Usaha;
4. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
   Benturan Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”);
5. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
   Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
6. Media online lainnya.




                                                            Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk | 53
Page 68
LAMPIRAN
Page 69
                                                                                                                                        Lampiran 1

              Laporan Posisi Keuangan Perseroan per 31 Desember 2020-2024 dan 30 Juni 2025
                                                           Audited        Audited        Audited         Audited         Audited          Audited
                                                          31-Des-20      31-Des-21      31-Des-22       31-Des-23       31-Des-24        30-Jun-25
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                          46.063.170     63.882.458    101.754.199      84.725.892     124.208.374      119.102.506
Investasi jangka pendek                                     43.000.000     83.000.000    105.489.482      31.533.972               -                -
Piutang usaha                                               20.070.926     44.536.505     17.847.209      37.848.381      16.662.952       11.915.063
Piutang lain-lain                                              864.228      1.773.229        800.979       3.505.147       2.130.905        6.762.602
Persediaan                                                  13.090.584     11.620.855     29.937.705      24.982.971      24.715.325       30.096.321
Uang muka                                                      873.502      2.020.634      3.165.571         697.416         804.350          959.078
Biaya dibayar di muka                                          211.154        210.318        278.142               -               -                -
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan      1.286.302      1.834.150      1.823.898       2.309.901       4.943.956        1.291.991
Pajak dibayar dimuka                                           167.814        669.985      1.202.586       3.151.006       1.792.426        3.997.603
Aset lancar lainnya                                             22.472              -         56.650         249.744         526.896        1.098.096
Jumlah aset lancar                                         125.650.152    209.548.134    262.356.421     189.004.430     175.785.184      175.223.260

Aset Tak Lancar
Kas yang dibatasi penggunaannya                              4.617.994      3.651.726      5.227.100       5.764.906       5.619.814        6.077.851
Aset pajak tangguhan                                         3.780.758      4.699.616      5.325.566       2.470.654       2.767.568        2.343.602
Uang muka                                                            -              -              -       5.194.788       6.935.790        3.744.990
Aset tetap dan aset sewa pembiayaan                         23.422.018     18.997.876     15.461.602      13.495.446      32.468.834       54.620.110
Aset hak guna, neto                                          7.322.111      3.661.055              -               -               -          304.405
Properti pertambangan                                        3.115.300      2.440.967      1.890.683       1.523.830       1.133.925          969.039
Investasi pada ventura bersama                              12.710.438     12.585.269     12.904.552       2.334.888       4.469.752        5.071.940
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan                    -              -      1.174.404       7.613.397       6.580.236          907.578
Aset biologis                                                        -              -              -               -         183.875          241.851
Aset tidak lancar lainnya                                    1.354.331      2.135.796      2.207.443       2.098.311       1.241.107        1.315.531
Jumlah aset tidak lancar                                    56.322.950     48.172.305     44.191.350      40.496.220      61.400.901       75.596.897
Jumlah Aset                                                181.973.102    257.720.439    306.547.771     229.500.650     237.186.085      250.820.157

Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                                  5.766.159      8.050.771      7.577.277       9.879.511      15.562.289       14.518.444
Utang lain-lain                                                 50.407          5.390         54.325         879.737           5.390          226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi                                 -              -              -               -               -          301.891
Biaya masih harus dibayar                                   16.375.393     25.689.280     32.511.527      35.043.915      18.540.634       17.202.031
Utang pajak                                                  3.095.609     15.033.747      8.823.597         585.652       1.854.901        1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang                        -              -              -       2.122.138       1.403.748          991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                               -              -              -       1.925.991       1.788.261          925.764
Liabilitas pembiayaan                                                -              -              -          60.198         539.843          567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar                      4.675.057              -              -               -               -                -
Liabilitas sewa                                              3.597.673      3.901.393              -               -               -          116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek                             33.560.298     52.680.581     48.966.726      50.497.142      39.695.066       36.269.158

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan                                           -              -              -          15.279         100.495          132.818
Liabilitas pembiayaan                                        3.949.244              -              -               -               -          283.241
Liabilitas sewa                                                      -              -              -         117.769         577.713          193.190
Utang bank jangka panjang                                            -              -              -               -       4.202.974       21.518.631
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang                3.454.205      3.174.674      5.261.273       3.447.123       3.356.640        3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja                                2.789.179      1.881.523      2.054.012       2.635.540       2.998.237        3.345.514
Jumlah Liabilitas jangka panjang                            10.192.628      5.056.197      7.315.285       6.215.711      11.236.059       28.911.055
Jumlah Liabilitas                                           43.752.926     57.736.778     56.282.011      56.712.853      50.931.125       65.180.213

Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh                         10.743.672     10.743.672     10.743.672      10.743.672      10.743.672       10.743.672
Tambahan modal disetor                                      15.415.593     15.415.593     15.415.593      15.415.593      15.415.593       15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan non-pengendali                    237.206        237.206        237.206         237.206         237.206          237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan                   51.824         18.651       (288.722)       (186.214)       (680.806)        (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya                                   2.148.734      2.148.734      2.148.734       2.148.734       2.148.734        2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya                           109.622.653    171.419.214    221.539.557     142.989.251     156.973.762      156.652.091
                                                           138.219.682    199.983.070    249.796.040     171.348.242     184.838.161      184.438.956
Kepentingan non-pengendali                                         494            591        469.720       1.439.555       1.416.799        1.200.988
Jumlah Ekuitas                                             138.220.176    199.983.661    250.265.760     172.787.797     186.254.960      185.639.944
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                              181.973.102    257.720.439    306.547.771     229.500.650     237.186.085      250.820.157
Page 70
                                                                                                                                 Lampiran 2

 Laporan Laba Rugi Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024 dan
                          periode 6 bulan dari bulan Januari-Juni 2025
                                          Audited           Audited          Audited          Audited           Audited             Audited
                                          FY2020            FY2021           FY2022           FY2023            FY2024            Jan-Jun 2025
Pendapatan                                201.207.287       309.840.126      449.535.604      224.833.816       217.907.893           84.224.747
Beban pokok pendapatan                   (134.218.223)     (142.046.561)    (183.758.231)    (178.096.057)     (170.696.556)         (74.769.926)
Laba bruto                                  66.989.064      167.793.565      265.777.373        46.737.759        47.211.337           9.454.821
Beban penjualan                            (23.733.920)      (28.862.016)     (26.279.059)     (20.982.546)      (20.665.280)         (7.067.131)
Beban umum dan administrasi                  (8.382.693)     (11.685.006)     (11.075.015)     (11.748.080)      (12.549.036)         (5.712.884)
Penghasilan operasi lain                      1.763.865        1.405.374        1.563.712         1.815.342         5.549.870          5.455.338
Laba usaha                                  36.503.964      128.651.917      229.987.011        15.822.475        19.546.891           2.130.144
Penghasilan (beban)non operasi lainnya          869.628          244.892          668.115       14.911.767          5.330.472          2.082.717
Laba sebelum pajak                          37.373.592      128.896.809      230.655.126        30.734.242        24.877.363           4.212.861
Beban pajak penghasilan                      (9.906.106)     (28.330.430)     (51.263.459)       (9.047.315)       (5.732.216)        (1.970.549)
Laba tahun berjalan                         27.467.486      100.566.379      179.391.667        21.686.927        19.145.147           2.242.312
Page 71
                                                                                                                                     Lampiran 3

  Laporan Arus Kas Perseroan Periode 12 Bulan dari Bulan Januari-Desember Tahun 2020-2024 dan
                           periode 6 bulan dari bulan Januari-Juni 2025
                                                     FY 2020         FY 2021         FY 2022         FY 2023         FY 2024          Jan-Jun 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Penerimaan kas dari pelanggan                        209.217.839     285.374.547     476.224.900     204.344.333     238.834.823         88.972.636
Pembayaran kas kepada pemasok dan beban
operasi                                              (145.887.628)   (129.150.351)   (161.317.572)   (149.404.860)   (177.162.638)      (81.206.678)
Pembayaran royalti                                     (8.108.410)    (20.134.340)    (41.408.198)    (34.586.986)    (26.937.021)      (10.140.903)
Pembayaran kepada karyawan                             (9.898.350)    (10.642.996)    (15.450.010)    (13.708.692)    (12.248.324)       (6.406.669)
Pembayaran pajak penghasilan                           (2.436.902)    (19.101.571)    (58.052.572)    (21.243.310)     (4.784.930)       (2.013.642)
Penerimaan penghasilan bunga                            2.097.523       1.061.822       1.396.837       6.279.999       4.730.412         1.969.881
Penerimaan restitusi pajak penghasilan                          -               -               -               -       1.169.310         6.045.752
Penerimaan restitusi pajak lainnya                              -               -               -       9.376.900      13.376.094         7.950.332

Penerimaan kompensasi ganti rugi aktivitas tambang             -               -                -      3.220.843                -                 -
Penambahan aset lainnya                                        -               -                -                                          (498.563)
Pembayaran beban bunga                                  (367.919)       (136.168)         (78.163)        (95.834)      (290.823)          (242.230)
Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi        44.616.153     107.270.943     201.315.222       4.182.393      36.686.903          4.429.916
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Penarikan/(penempatan) investasi jangka pendek        19.000.000      (40.000.000)    (22.489.482)    73.955.510       31.533.972          (478.145)
Penempatan kas yang dibatasi penggunaannya            (2.814.871)         949.103      (1.575.374)      (537.806)         (99.839)                -
Penambahan aset tetap                                   (801.213)      (2.802.681)     (4.116.637)    (4.526.905)     (22.908.092)      (22.870.594)
Hasil penjualan aset tetap                                 3.847          208.022         199.088         90.065          224.313                 -
Penambahan investasi pada ventura bersama                      -           (8.592)       (773.790)    (1.903.650)      (2.521.809)                -
Penerimaan atas penjualan ventura bersama                      -                -               -     14.508.177                -                 -
Penerimaan dividen dari ventura bersama                        -                -               -      1.862.879                -                 -
Pembayaran uang muka untuk penyertaan saham                    -                -               -       (383.262)        (687.425)          (15.251)
Pembayaran uang muka aset tetap                                -                -               -     (4.811.526)      (1.053.577)                -
Penambahan aset lainnya                                        -         (893.191)       (128.297)      (147.780)        (471.300)          (35.208)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi                                   15.387.763     (42.547.339)     (28.884.492)    78.105.702       4.016.243        (23.399.198)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran utang sewa pembiayaan                          (48.559)              -               -         (80.206)       (496.395)         (266.361)
Penerimaan utang bank                                           -               -               -               -       4.202.974        17.329.173
Pembayaran utang bank                                  (4.675.059)     (4.675.057)              -               -               -                 -
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham          (34.715.133)    (38.937.092)   (129.376.606)   (100.000.000)     (5.000.000)       (2.770.530)
Penambahan kepentingan non-pengendali                           -               -         286.183               -               -                 -
Penerimaan setoran modal dari kepentingan non-
pengendali                                                      -               -               -        580.098                -                 -
Pembayaran beban bunga                                          -               -               -                                          (296.247)
Pembayaran liabilitas sewa                             (4.017.871)     (4.093.718)     (3.946.559)              -               -           (54.510)
Kas Neto yang Digunakan untuk Aktivitas
Pendanaan                                            (43.456.622)    (47.705.867)    (133.036.982)   (99.500.108)     (1.293.421)        13.941.525
Kenaikan/(Penurunan) Neto Kas dan Setara Kas          16.547.294      17.017.737       39.393.748    (17.212.013)     39.409.725         (5.027.757)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                         29.103.941      46.063.170       63.882.458    101.754.199      84.725.892        124.208.374
Kas dan setara kas akhir tahun                        46.063.170      63.882.458      101.754.199     84.725.892     124.208.374        119.102.506
Page 72
                                                                                                                              Lampiran 4

                                          Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                                    Audited        Audited        Audited        Audited        Audited          Audited        Average
                                    FY2020         FY2021         FY2022         FY2023         FY2024         Jan-Jun 2025     Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio                             3,74           3,98           5,36           3,74           4,43             4,83           4,35
Quick ratio                               3,35           3,76           4,75           3,25           3,81             4,00           3,82
Cash ratio                                1,37           1,21           2,08           1,68           3,13             3,28           2,13

PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin                    33,29%         54,15%         59,12%         20,79%         21,67%           11,23%         33,38%
Operating profit margin                18,14%         41,52%         51,16%          7,04%          8,97%            2,53%         21,56%
Net profit margin                      13,65%         32,46%         39,91%          9,65%          8,79%            2,66%         17,85%

ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover                      10              7             25              6             13              7                11
Inventory turnover                            10             12              6              7              7              2                 8
Acc. Payable turnover                         23             18             24             18             11              5                17
Days of Acc. Receivable                       36             52             14             61             28             25                36
Days of Inventory                             35             29             59             51             52             72                50
Days of Acc. Payable                          15             20             15             20             33             35                23

SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity                          8,84%          1,95%          0,00%          0,10%          2,86%           12,22%          4,33%
Debt to Assets                          6,72%          1,51%          0,00%          0,08%          2,24%            9,04%          3,27%
Total Liabilities to Total Assets      24,04%         22,40%         18,36%         24,71%         21,47%           25,99%         22,83%
Total Liabilities to Total Equity      31,65%         28,87%         22,49%         32,82%         27,34%           35,11%         29,72%
Page 73
                                                                                                                                                            Lampiran 5

                                   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2031
                                                          Projection    Projection    Projection    Projection    Projection    Projection    Projection    Projection
                                                          31-Des-25     31-Des-26     31-Des-27     31-Des-28     31-Des-29     31-Des-30     31-Des-31     31-Des-32
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                         84.980.298    67.057.633    45.865.007    50.005.263    70.955.575    77.840.411    91.956.945    84.622.064
Investasi jangka pendek                                           -             -             -             -             -             -             -             -
Piutang usaha                                              11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063
Piutang lain-lain                                           6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602
Persediaan                                                 34.152.793    54.053.498    18.798.954   100.202.572   109.182.255   122.501.215    98.363.963   113.088.498
Uang muka dan biaya dibayar dimuka                            959.078       959.078       959.078       959.078       959.078       959.078       959.078       959.078
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991
Pajak dibayar dimuka                                        3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603
Aset lancar lainnya                                         1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096
Jumlah aset lancar                                        145.157.524   147.135.564    90.688.394   176.232.268   206.162.263   226.366.059   216.345.340   223.734.995

Aset Tak Lancar
Investasi pada ventura bersama                              5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940
Kas yang dibatasi penggunaannya                             6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851
Aset pajak tangguhan                                        2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602
Uang muka                                                   3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990
Aset tetap, neto                                          108.575.142   131.548.441   249.160.116   178.308.513   167.430.805   169.885.375   183.525.726   167.742.725
Aset hak guna, neto                                           304.405       304.405       304.405       304.405       304.405       304.405       304.405       304.405
Properti pertambangan                                         969.039       969.039       969.039       969.039       969.039       969.039       969.039       969.039
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan             907.578       907.578       907.578       907.578       907.578       907.578       907.578       907.578
Aset biologis                                                 241.851       241.851       241.851       241.851       241.851       241.851       241.851       241.851
Aset tidak lancar lainnya                                   1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531
Jumlah aset tidak lancar                                  129.551.929   152.525.228   270.136.903   199.285.300   188.407.592   190.862.162   204.502.513   188.719.512
Jumlah Aset                                               274.709.453   299.660.793   360.825.297   375.517.568   394.569.855   417.228.220   420.847.853   412.454.507
Page 74
                                                Projection     Projection     Projection     Projection     Projection     Projection     Projection     Projection
                                                31-Des-25      31-Des-26      31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29      31-Des-30      31-Des-31      31-Des-32
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                      14.518.444     14.518.444     14.518.444     14.518.444     14.518.444     14.518.444     14.518.444     14.518.444
Utang lain-lain                                     226.395        226.395        226.395        226.395        226.395        226.395        226.395        226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi                301.891        301.891        301.891        301.891        301.891        301.891        301.891        301.891
Biaya masih harus dibayar                        17.202.031     17.202.031     17.202.031     17.202.031     17.202.031     17.202.031     17.202.031     17.202.031
Utang pajak                                       1.417.927      1.417.927      1.417.927      1.417.927      1.417.927      1.417.927      1.417.927      1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang       991.753        991.753        991.753        991.753        991.753        991.753        991.753        991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek              925.764        925.764        925.764        925.764        925.764        925.764        925.764        925.764
Liabilitas pembiayaan                               567.963        567.963        567.963        567.963        567.963        567.963        567.963        567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar                 -              -              -              -              -              -              -              -
Liabilitas sewa                                     116.990        116.990        116.990        116.990        116.990        116.990        116.990        116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek                  36.269.158     36.269.158     36.269.158     36.269.158     36.269.158     36.269.158     36.269.158     36.269.158

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan                          132.818        132.818        132.818        132.818        132.818        132.818        132.818        132.818
Liabilitas pembiayaan                               283.241        283.241        283.241        283.241        283.241        283.241        283.241        283.241
Liabilitas sewa                                     193.190        193.190        193.190        193.190        193.190        193.190        193.190        193.190
Utang bank jangka panjang                        47.804.290     77.117.926    134.124.846    122.699.692    109.325.974     94.461.795     75.250.748     56.307.274
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang     3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja                     3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514
Shareholders loan                                       -              -              -              -              -              -              -              -
Jumlah Liabilitas jangka panjang                 55.196.714     84.510.350    141.517.270    130.092.116    116.718.398    101.854.219     82.643.172     63.699.698
Jumlah Liabilitas                                91.465.872    120.779.508    177.786.428    166.361.274    152.987.556    138.123.377    118.912.330     99.968.856

Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh              10.743.672     10.743.672     10.743.672     10.743.672     10.743.672     10.743.672     10.743.672     10.743.672
Tambahan modal disetor                           15.415.593     15.415.593     15.415.593     15.415.593     15.415.593     15.415.593     15.415.593     15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan nonpengendali          237.206        237.206        237.206        237.206        237.206        237.206        237.206        237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan      (758.340)      (758.340)      (758.340)      (758.340)      (758.340)      (758.340)      (758.340)      (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya                        2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya                154.255.728    149.893.432    154.051.016    180.168.441    212.594.446    250.116.990    272.947.670    283.497.798
                                                182.042.593    177.680.297    181.837.881    207.955.306    240.381.311    277.903.855    300.734.535    311.284.663
Kepentingan non-pengendali                        1.200.988      1.200.988      1.200.988      1.200.988      1.200.988      1.200.988      1.200.988      1.200.988
Jumlah Ekuitas                                  183.243.581    178.881.285    183.038.869    209.156.294    241.582.299    279.104.843    301.935.523    312.485.651
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                   274.709.453    299.660.793    360.825.297    375.517.568    394.569.855    417.228.220    420.847.853    412.454.507
Page 75
                                                                                                                                                             Lampiran 6

                                 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Transaksi per 31 Desember 2025-2031
                                                          Projection    Projection    Projection    Projection    Projection    Projection    Projection    Projection
                                                          31-Des-25     31-Des-26     31-Des-27     31-Des-28     31-Des-29     31-Des-30     31-Des-31     31-Des-32
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                         84.980.298    65.436.910    46.128.709    52.260.701    74.803.369    83.109.103    97.263.454    90.096.843
Investasi jangka pendek                                           -             -             -             -             -             -             -             -
Piutang usaha                                              11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063    11.915.063
Piutang lain-lain                                           6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602     6.762.602
Persediaan                                                 34.152.793    54.053.498    18.798.954   100.202.572   109.182.255   122.501.215    98.363.963   113.088.498
Uang muka dan biaya dibayar dimuka                            959.078       959.078       959.078       959.078       959.078       959.078       959.078       959.078
Tagihan pajak pertambahan nilai yang dapat dikembalikan     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991     1.291.991
Pajak dibayar dimuka                                        3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603     3.997.603
Aset lancar lainnya                                         1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096     1.098.096
Jumlah aset lancar                                        145.157.524   145.514.841    90.952.096   178.487.706   210.010.057   231.634.751   221.651.850   229.209.774

Aset Tak Lancar
Investasi pada ventura bersama                              5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940     5.071.940
Kas yang dibatasi penggunaannya                             6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851     6.077.851
Aset pajak tangguhan                                        2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602     2.343.602
Uang muka                                                   3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990     3.744.990
Aset tetap, neto                                          108.575.142   134.367.640   251.573.552   180.389.455   169.669.273   172.978.169   189.294.093   175.913.110
Aset hak guna, neto                                           304.405       304.405       304.405       304.405       304.405       304.405       304.405       304.405
Properti pertambangan                                         969.039       969.039       969.039       969.039       969.039       969.039       969.039       969.039
Tagihan pajak penghasilan yang dapat dikembalikan             907.578       907.578       907.578       907.578       907.578       907.578       907.578       907.578
Aset biologis                                                 241.851       241.851       241.851       241.851       241.851       241.851       241.851       241.851
Aset tidak lancar lainnya                                   1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531     1.315.531
Jumlah aset tidak lancar                                  129.551.929   155.344.427   272.550.339   201.366.242   190.646.060   193.954.956   210.270.880   196.889.897
Jumlah Aset                                               274.709.453   300.859.268   363.502.435   379.853.948   400.656.117   425.589.707   431.922.730   426.099.671
Page 76
                                                Projection     Projection     Projection     Projection     Projection     Projection     Projection     Projection
                                                31-Des-25      31-Des-26      31-Des-27      31-Des-28      31-Des-29      31-Des-30      31-Des-31      31-Des-32
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                      14.518.444     14.518.444     14.518.444     14.518.444     14.518.444     14.518.444     14.518.444     14.518.444
Utang lain-lain                                     226.395        226.395        226.395        226.395        226.395        226.395        226.395        226.395
Uang muka pelanggan - pihak berelasi                301.891        301.891        301.891        301.891        301.891        301.891        301.891        301.891
Biaya masih harus dibayar                        17.202.031     17.202.031     17.202.031     17.202.031     17.202.031     17.202.031     17.202.031     17.202.031
Utang pajak                                       1.417.927      1.417.927      1.417.927      1.417.927      1.417.927      1.417.927      1.417.927      1.417.927
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang       991.753        991.753        991.753        991.753        991.753        991.753        991.753        991.753
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek              925.764        925.764        925.764        925.764        925.764        925.764        925.764        925.764
Liabilitas pembiayaan                               567.963        567.963        567.963        567.963        567.963        567.963        567.963        567.963
Utang bank jangka panjang bagian lancar                 -              -              -              -              -              -              -              -
Liabilitas sewa                                     116.990        116.990        116.990        116.990        116.990        116.990        116.990        116.990
Jumlah liabilitas jangka pendek                  36.269.158     36.269.158     36.269.158     36.269.158     36.269.158     36.269.158     36.269.158     36.269.158

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan                          132.818        132.818        132.818        132.818        132.818        132.818        132.818        132.818
Liabilitas pembiayaan                               283.241        283.241        283.241        283.241        283.241        283.241        283.241        283.241
Liabilitas sewa                                     193.190        193.190        193.190        193.190        193.190        193.190        193.190        193.190
Utang bank jangka panjang                        47.804.290     77.117.926    134.124.846    122.699.692    109.325.974     94.461.795     75.250.748     56.307.274
Provisi untuk reklamasi dan penutupan tambang     3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661      3.437.661
Liabilitas imbalan pascakerja                     3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514      3.345.514
Shareholders loan                                       -              -              -              -              -              -              -              -
Jumlah Liabilitas jangka panjang                 55.196.714     84.510.350    141.517.270    130.092.116    116.718.398    101.854.219     82.643.172     63.699.698
Jumlah Liabilitas                                91.465.872    120.779.508    177.786.428    166.361.274    152.987.556    138.123.377    118.912.330     99.968.856

Ekuitas
Modal ditempatkan dan disetor penuh              10.743.672     10.743.672     10.743.672     10.743.672     10.743.672     10.743.672     10.743.672     10.743.672
Tambahan modal disetor                           15.415.593     15.415.593     15.415.593     15.415.593     15.415.593     15.415.593     15.415.593     15.415.593
Selisih akuisisi kepentingan nonpengendali          237.206        237.206        237.206        237.206        237.206        237.206        237.206        237.206
Selisih kurs atas penjabaran laporan keuangan      (758.340)      (758.340)      (758.340)      (758.340)      (758.340)      (758.340)      (758.340)      (758.340)
Saldo laba:
- Ditentukan penggunaannya                        2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734      2.148.734
- Belum ditentukan penggunaannya                154.255.728    150.792.288    156.058.869    183.420.726    217.159.143    256.388.106    281.253.828    293.731.671
                                                182.042.593    178.579.153    183.845.734    211.207.591    244.946.008    284.174.971    309.040.693    321.518.536
Kepentingan non-pengendali                        1.200.988      1.500.607      1.870.273      2.285.083      2.722.553      3.291.359      3.969.707      4.612.279
Jumlah Ekuitas                                  183.243.581    180.079.760    185.716.007    213.492.674    247.668.561    287.466.330    313.010.400    326.130.815
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                   274.709.453    300.859.268    363.502.435    379.853.948    400.656.117    425.589.707    431.922.730    426.099.671
Page 77
                                                                                              Lampiran 7

    Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan
                               Januari-Desember Tahun 2025-2031
                                          Projection       Projection       Projection       Projection
                                         Jul-Des 2025        FY2026           FY2027           FY2028
Pendapatan                                  84.433.312      167.955.134      190.242.321      383.579.051
Beban pokok pendapatan                     (77.226.701)    (145.189.379)    (152.983.492)    (312.352.746)
Laba bruto                                    7.206.611      22.765.756       37.258.829       71.226.305
Beban penjualan                              (6.619.686)      (9.545.570)      (9.882.860)      (9.966.420)
Beban umum dan administrasi                  (5.005.038)    (12.729.437)     (13.515.568)     (12.867.866)
Penghasilan operasi lain                        312.257       (2.675.104)      (6.236.278)    (13.645.250)
Beban operasi lain
Laba usaha                                  (4.105.855)      (2.184.355)       7.624.123      34.746.769
Penghasilan (beban)non operasi lainnya       2.632.463                -                -               -
Laba sebelum pajak                          (1.473.393)      (2.184.355)       7.624.123      34.746.769

Beban pajak penghasilan                       (922.971)      (2.177.941)      (3.466.539)      (8.629.344)
Laba tahun berjalan                         (2.396.363)      (4.362.296)       4.157.584      26.117.425
                                         Projection        Projection       Projection       Projection
                                           FY2029            FY2030           FY2031           FY2032
Pendapatan                                318.095.635       326.906.459      258.187.179      216.709.340
Beban pokok pendapatan                   (263.349.792)     (272.268.260)    (218.526.417)    (189.812.428)
Laba bruto                                 54.745.843        54.638.199       39.660.762       26.896.913
Beban penjualan                                      -                 -                -                -
Beban umum dan administrasi                 (9.192.590)       (9.682.839)      (8.921.656)      (8.022.622)
Penghasilan operasi lain                    (6.553.188)          149.360       (2.609.541)      (5.248.294)
Beban operasi lain
Laba usaha                                 39.000.065       45.104.720       28.129.566       13.625.997
Penghasilan (beban)non operasi lainnya              -                -                -                -
Laba sebelum pajak                         39.000.065       45.104.720       28.129.566       13.625.997

Beban pajak penghasilan                     (6.574.060)      (7.582.176)      (5.298.886)      (3.075.869)
Laba tahun berjalan                        32.426.005       37.522.544       22.830.680       10.550.128
Page 78
                                                                                              Lampiran 8

   Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Transaksi Periode 12 Bulan dari Bulan
                               Januari-Desember Tahun 2025-2031
                                          Projection       Projection       Projection       Projection
                                         Jul-Des 2025        FY2026           FY2027           FY2028
Pendapatan                                  84.433.312      169.516.102      193.500.790      386.974.052
Beban pokok pendapatan                     (77.226.701)    (145.459.206)    (154.454.067)    (313.728.341)
Laba bruto                                    7.206.611      24.056.896       39.046.723       73.245.711
Beban penjualan                              (6.619.686)      (9.545.570)      (9.882.860)      (9.966.420)
Beban umum dan administrasi                  (5.005.038)    (12.729.437)     (13.515.568)     (12.867.866)
Penghasilan operasi lain                        312.257       (2.675.104)      (6.236.278)    (13.645.250)
Beban operasi lain
Laba usaha                                  (4.105.855)        (893.215)       9.412.016      36.766.174
Penghasilan (beban)non operasi lainnya       2.632.463                -                -               -
Laba sebelum pajak                          (1.473.393)        (893.215)       9.412.016      36.766.174

Beban pajak penghasilan                       (922.971)      (2.270.606)      (3.775.770)      (8.989.507)
Laba tahun berjalan                         (2.396.363)      (3.163.820)       5.636.247      27.776.667
                                         Projection        Projection       Projection       Projection
                                           FY2029            FY2030           FY2031           FY2032
Pendapatan                                321.628.263       331.967.744      264.616.816      223.144.676
Beban pokok pendapatan                   (264.746.809)     (274.525.104)    (221.599.949)    (192.992.811)
Laba bruto                                 56.881.453        57.442.641       43.016.867       30.151.865
Beban penjualan                                      -                 -                -                -
Beban umum dan administrasi                 (9.192.590)       (9.682.839)      (8.921.656)      (8.022.622)
Penghasilan operasi lain                    (6.553.188)          149.360       (2.609.541)      (5.248.294)
Beban operasi lain
Laba usaha                                 41.135.675       47.909.161       31.485.671       16.880.949
Penghasilan (beban)non operasi lainnya              -                -                -                -
Laba sebelum pajak                         41.135.675       47.909.161       31.485.671       16.880.949

Beban pajak penghasilan                     (6.959.788)      (8.111.392)      (5.941.601)      (3.760.533)
Laba tahun berjalan                        34.175.887       39.797.769       25.544.070       13.120.416
Page 79
                                                                                                                            Lampiran 9

              Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Perseroan Dengan dan Tanpa Rencana Transaksi
                                             Jul-Des 2025   FY2026      FY2027      FY2028      FY2029      FY2030     FY2031     FY2032
LIQUIDITY RATIO:
CURRENT RATIO
Current ratio (dengan transaksi)                    4,00        4,01         2,51        4,92        5,79       6,39       6,11       6,32
Current ratio (tanpa transaksi)                     4,00        4,06         2,50        4,86        5,68       6,24       5,96       6,17
Selisih                                              -         (0,04)        0,01        0,06        0,11       0,15       0,15       0,15

QUICK RATIO
Quick ratio (dengan transaksi)                      3,06        2,52         1,99        2,16        2,78       3,01       3,40       3,20
Quick ratio (tanpa transaksi)                       3,06        2,57         1,98        2,10        2,67       2,86       3,25       3,05
Selisih                                              -         (0,04)        0,01        0,06        0,11       0,15       0,15       0,15

CASH RATIO
Cash ratio (dengan transaksi)                       2,34        1,80         1,27        1,44        2,06       2,29       2,68       2,48
Cash ratio (tanpa transaksi)                        2,34        1,85         1,26        1,38        1,96       2,15       2,54       2,33
Selisih                                              -         (0,04)        0,01        0,06        0,11       0,15       0,15       0,15

PROFITABILITY RATIO:
GROSS PROFIT MARGIN
Gross profit margin (dengan transaksi)             8,54%      14,19%       20,18%      18,93%      17,69%     17,30%     16,26%     13,51%
Gross profit margin (tanpa transaksi)              8,54%      13,55%       19,58%      18,57%      17,21%     16,71%     15,36%     12,41%
Selisih                                            0,00%       0,64%        0,59%       0,36%       0,47%      0,59%      0,90%      1,10%

OPERATING PROFIT MARGIN
Operating profit margin (dengan transaksi)        -4,86%      -0,53%        4,86%       9,50%      12,79%     14,43%     11,90%      7,57%
Operating profit margin (tanpa transaksi)         -4,86%      -1,30%        4,01%       9,06%      12,26%     13,80%     10,90%      6,29%
Selisih                                            0,00%       0,77%        0,86%       0,44%       0,53%      0,63%      1,00%      1,28%

NET PROFIT MARGIN
Net profit margin (dengan transaksi)              -2,84%      -1,87%        2,91%       7,18%      10,63%     11,99%      9,65%      5,88%
Net profit margin (tanpa transaksi)               -2,84%      -2,60%        2,19%       6,81%      10,19%     11,48%      8,84%      4,87%
Selisih                                            0,00%       0,73%        0,73%       0,37%       0,43%      0,51%      0,81%      1,01%

SOLVENCY RATIO:
DEBT TO ASSET
Debt to Asset (dengan transaksi)                  17,51%      25,74%       36,98%      32,38%      27,36%     22,27%     17,49%     13,29%
Debt to Asset (tanpa transaksi)                   17,51%      25,84%       37,26%      32,76%      27,79%     22,71%     17,95%     13,73%
Selisih                                            0,00%      -0,10%       -0,27%      -0,37%      -0,42%     -0,45%     -0,46%     -0,44%

DEBT TO EQUITY
Debt to Equity (dengan transaksi)                 26,26%      43,00%       72,39%      57,62%      44,27%     32,97%     24,14%     17,36%
Debt to Equity (tanpa transaksi)                  26,26%      43,28%       73,45%      58,81%      45,38%     33,96%     25,03%     18,12%
Selisih                                            0,00%      -0,29%       -1,06%      -1,19%      -1,12%     -0,99%     -0,89%     -0,76%
Page 80
                                                                                       Lampiran 10

                                Proforma Laporan Posisi Keuangan
                                     Audit               Penyesuaian             Proforma
                                   30-Jun-25       Dr.                 Cr.       30-Jun-25
Aset Lancar                        175.223.260            -                      175.223.260
Aset Tidak Lancar                   75.596.897                                    75.596.897
Jumlah Aset                        250.820.157            -                  -   250.820.157
Liabilitas Jangka Pendek            36.269.158                                    36.269.158
Liabilitas Jangka Panjang           28.911.055                               -    28.911.055
Jumlah Liabilitas                   65.180.213            -                  -    65.180.213
Jumlah Ekuitas                     185.639.944            -                  -   185.639.944
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas      250.820.157            -                  -   250.820.157
Page 81
                                                                                                                                      Lampiran 11

                                                               Analisis Inkremental
                                        Jul-Des 2025     FY2026         FY2027        FY2028        FY2029        FY2030        FY2031        FY2032
PENDAPATAN
Pendapatan (dengan transaksi)            84.433.312     169.516.102    193.500.790   386.974.052   321.628.263   331.967.744   264.616.816   223.144.676
Pendapatan (tanpa transaksi)             84.433.312     167.955.134    190.242.321   383.579.051   318.095.635   326.906.459   258.187.179   216.709.340
Selisih                                         -         1.560.968      3.258.469     3.395.001     3.532.628     5.061.285     6.429.637     6.435.335

LABA SEBELUM PAJAK
Laba Sebelum Pajak (dengan transaksi)     (1.473.393)      (893.215)     9.412.016    36.766.174    41.135.675    47.909.161    31.485.671    16.880.949
Laba Sebelum Pajak (tanpa transaksi)      (1.473.393)    (2.184.355)     7.624.123    34.746.769    39.000.065    45.104.720    28.129.566    13.625.997
Selisih                                          -        1.291.140      1.787.894     2.019.406     2.135.610     2.804.441     3.356.105     3.254.952

LABA SETELAH PAJAK
Laba Setelah Pajak (dengan transaksi)     (2.396.363)    (3.163.820)     5.636.247    27.776.667    34.175.887    39.797.769    25.544.070    13.120.416
Laba Setelah Pajak (tanpa transaksi)      (2.396.363)    (4.362.296)     4.157.584    26.117.425    32.426.005    37.522.544    22.830.680    10.550.128
Selisih                                          -        1.198.475      1.478.663     1.659.242     1.749.882     2.275.225     2.713.390     2.570.288

TOTAL ASET
Total Aset (dengan transaksi)           274.709.453     300.859.268    363.502.435   379.853.948   400.656.117   425.589.707   431.922.730   426.099.671
Total Aset (tanpa transaksi)            274.709.453     299.660.793    360.825.297   375.517.568   394.569.855   417.228.220   420.847.853   412.454.507
Selisih                                         -         1.198.475      2.677.138     4.336.380     6.086.262     8.361.487    11.074.877    13.645.165

TOTAL LIABILITAS
Total Liabilitas (dengan transaksi)      91.465.872     120.779.508    177.786.428   166.361.274   152.987.556   138.123.377   118.912.330    99.968.856
Total Liabilitas (tanpa transaksi)       91.465.872     120.779.508    177.786.428   166.361.274   152.987.556   138.123.377   118.912.330    99.968.856
Selisih                                         -               -              -             -             -             -             -             -

TOTAL EKUITAS
Total Ekuitas (dengan transaksi)        183.243.581     180.079.760    185.716.007   213.492.674   247.668.561   287.466.330   313.010.400   326.130.815
Total Ekuitas (tanpa transaksi)         183.243.581     178.881.285    183.038.869   209.156.294   241.582.299   279.104.843   301.935.523   312.485.651
Selisih                                         -         1.198.475      2.677.138     4.336.380     6.086.262     8.361.487    11.074.877    13.645.165
Page 82
                                                                                                                                                                                       Lampiran 12

   Proyeksi Laporan Laba Rugi MBP Dengan Rencana Transaksi Periode 6 Bulan dari Bulan Juli-Desember Tahun 2025 dan 12 bulan dari bulan Januari-
                                                        Desember Tahun 2025-2032;
                                 Projection          Projection           Projection           Projection           Projection           Projection           Projection           Projection
            Uraian
                               Jul-Des 2025             FY2026               FY2027               FY2028               FY2029               FY2030               FY2031               FY2032
Pendapatan                     45.396.987.880       124.028.675.910      155.900.229.920      162.432.592.300      169.017.281.080      199.079.598.980      221.395.778.240      221.592.002.240
Beban pokok pendapatan        (46.466.274.107)     (101.964.754.575)    (111.421.037.503)    (111.561.386.623)    (113.595.103.232)    (128.678.370.293)    (143.289.778.142)    (144.576.552.323)
Laba bruto                      (1.069.286.227)      22.063.921.335       44.479.192.417       50.871.205.677       55.422.177.848       70.401.228.687       78.106.000.098       77.015.449.917
Beban umum dan administrasi     (1.159.397.568)       (3.476.051.894)      (3.512.949.771)      (3.568.339.333)      (3.623.400.841)      (3.687.666.973)      (3.754.458.765)      (3.823.875.474)
Laba usaha                      (2.228.683.795)      18.587.869.441       40.966.242.645       47.302.866.344       51.798.777.007       66.713.561.714       74.351.541.333       73.191.574.443
Pendapatan keuangan                  (9.185.417)         341.146.173          330.963.369        1.048.307.845        1.879.587.454        2.324.611.281        3.211.771.066        3.697.372.205
Beban keuangan                       (3.213.022)            (600.000)            (600.000)            (600.000)            (600.000)            (600.000)            (600.000)            (600.000)
Beban bunga                     (3.931.042.263)     (11.749.865.210)     (10.528.704.203)       (9.316.743.724)      (8.086.382.190)      (7.134.917.081)      (7.056.065.259)      (2.318.763.702)
Laba sebelum pajak              (6.172.124.497)        7.178.550.404      30.767.901.811       39.033.830.465       45.591.382.272       61.902.655.914       70.506.647.140       74.569.582.946
Beban pajak penghasilan                       -       (1.504.228.931)      (6.696.126.457)      (8.356.814.976)      (9.616.594.860)    (13.107.169.819)     (14.804.872.736)     (15.591.886.363)
Laba tahun berjalan             (6.172.124.497)        5.674.321.473      24.071.775.354       30.677.015.489       35.974.787.412       48.795.486.095       55.701.774.404       58.977.696.583
Page 83
                                                                                                                                Lampiran 13

     Laporan Arus Kas MBP Periode 6 Bulan dari Bulan Juli-Desember Tahun 2025 dan periode 12 bulan Januari-Desember 2026-2032
                                                       Projection         Projection          Projection          Projection
                       Uraian
                                                      Jul-Des 2025          FY2026              FY2027              FY2028
Arus kas bersih dari aktivitas operasi               (16.933.957.968)     25.428.119.869      47.596.116.801      53.941.838.390
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi              (5.070.650.000)   (43.926.530.370)                -                   -
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas pendanaan      56.071.933.669     (23.510.415.039)    (22.289.254.032)    (21.077.293.553)
Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas        34.067.325.701     (42.008.825.540)     25.306.862.769      32.864.544.836
Kas dan setara kas awal tahun                         19.597.847.093      53.665.172.794      11.656.347.254      36.963.210.023
Kas dan setara kas akhir tahun                        53.665.172.794      11.656.347.254      36.963.210.023      69.827.754.859


                                                      Projection           Projection          Projection          Projection
                       Uraian
                                                         FY2029              FY2030              FY2031              FY2032
Arus kas bersih dari aktivitas operasi                57.848.062.132       75.290.930.796      76.921.716.947      73.968.142.907
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi              (8.702.787.344)    (17.405.574.687)                -                   -
Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas pendanaan     (19.846.932.018)     (22.898.176.259)    (50.345.464.512)    (46.150.009.136)
Kenaikan (Penurunan) bersih kas dan setara kas        29.298.342.769       34.987.179.849      26.576.252.435      27.818.133.771
Kas dan setara kas awal tahun                         69.827.754.859       99.126.097.629    134.113.277.478     160.689.529.913
Kas dan setara kas akhir tahun                        99.126.097.629     134.113.277.478     160.689.529.913     188.507.663.683
Page 84
                                                                                                     Lampiran 14

                                                     WACC
                     Variables                    Factor                       Informations
COST OF EQUITY
Indonesia risk free rate (Rf)                      6,54% Yield rate on 7 year IDR Government Bonds in Indonesia
                                                         per Jun 30, 2025
Indonesia risk equity premium                      7,03% Based on Damodaran
Comparable Company leverage beta                    0,77 Based on unlevered Damodaran
Country Default Spread                             1,87% Based on Damodaran
Required rate of return on equity (CAPM)          10,07%
COST OF DEBT
Return on debt                                     8,96% Based on state owned bank lending interest rate for
                                                         investment (IDR) Jun, 2025 (source: Bank Indonesia)
                                           Tax    22,00%
After tax cost of debt                             6,99%
DEBT TO EQUITY RATIO
                                           Debt   28,11% Based on Damodaran Industry DER
                                           Equity 71,89%
WACC                                               9,21%
Page 85
                           Lampiran 15

Yield Bonds 30 Juni 2025
Page 86
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               Lampiran 16

                                                                                                                          Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Juni 2025
                                  I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG DIBERIKAN                                                                                                                                         I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
                                     MENURUT KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN                                                                                                                                          BY GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
                                                 (Persen Per Tahun)                                                                                                                                                                (Percent Per Annum)

                                                                                                                                                                                                                                                                                    2025
        KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN                                                                                                                                                                                                                                                      GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
                                                                                    Jan                    Feb                    Mar                    Apr                      May                      Jun                       Jul                     Aug                     Sep

   1    Bank Persero                                                                                                                                                                                                                                                                          State Banks                                               1

   2      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                      8,69                   8,80                   8,82                    8,83                     8,83                     8,81                     8,78                    8,72                     8,60       Working Capital Loans                                   2

   3      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                        9,22                   9,11                   9,09                    9,02                     9,02                     8,96                     8,92                    8,89                     8,67       Investment Loans                                        3

   4      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                         9,08                   9,06                   9,04                    9,04                     9,01                     8,98                     8,96                    8,94                     8,92       Consumer Loans                                          4

   5    Bank Pemerintah Daerah                                                                                                                                                                                                                                                                Regional Government Banks                                 5

   6      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                      8,81                   8,81                   8,81                    8,85                     8,86                     8,84                     8,78                    8,82                     8,84       Working Capital Loans                                   6

   7      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                        8,91                   8,93                   8,93                    8,88                     8,89                     8,88                     8,86                    8,84                     8,83       Investment Loans                                        7

   8      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                        10,37                  10,37                  10,36                  10,37                     10,38                   10,38                    10,38                    10,38                    10,37       Consumer Loans                                          8

   9    Bank Swasta Nasional                                                                                                                                                                                                                                                                  Private National Banks                                    9

  10      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                      8,65                   8,62                   8,60                    8,58                     8,55                     8,52                     8,53                    8,48                     8,40       Working Capital Loans                                  10

  11      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                        8,10                   8,10                   8,06                    8,06                     8,02                     7,97                     7,93                    7,88                     7,74       Investment Loans                                       11

  12      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                        11,83                  11,86                  11,84                  11,93                     11,99                   12,04                    12,11                    12,20                    12,26       Consumer Loans                                         12
        Kantor Cabang dari Bank yang Berkedudukan di
  13                                                                                                                                                                                                                                                                                          Branch Offices of Foreign Banks                          13
        Luar Negeri
  14      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                      6,65                   6,74                   6,67                    6,58                     6,41                     6,74                     6,85                    6,45                     6,07       Working Capital Loans                                  14

  15      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                        8,47                   8,40                   8,38                    8,38                     8,38                     8,08                     8,07                    7,89                     7,44       Investment Loans                                       15

  16      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                        43,82                  41,78                  41,23                  41,17                     41,30                   41,98                    41,51                    41,19                    41,05       Consumer Loans                                         16

  17    Bank Umum                                                                                                                                                                                                                                                                             Commercial Banks                                         17

  18      Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan                                      8,62                   8,67                   8,66                    8,66                     8,64                     8,62                     8,61                    8,55                     8,46       Working Capital Loans                                  18

  19      Pinjaman Investasi Yang Diberikan                                        8,66                   8,62                   8,58                    8,56                     8,54                     8,49                     8,46                    8,42                     8,25       Investment Loans                                       19

  20      Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan                                        10,41                  10,40                  10,39                  10,42                     10,44                   10,45                    10,47                    10,49                    10,51       Consumer Loans                                         20
Sejak Januari 2025 terdapat perubahan klasifikasi pengelompokan bank dari Bank Asing dan Bank Campuran menjadi Kantor Cabang Dari Bank Yang Berkedudukan Di     Since January 2025, there is a change in the classification of Group of Bank from Branch Offices of Foreign Banks and Joint Banks to Branch Offices of Foreign Banks inline with the
Luar Negeri sehubungan dengan implementasi Laporan Bank Umum Terintegrasi (LBUT).                                                                               implementation of the Integrated Commercial Bank Report (LBUT).
Page 87
                                                                                                                                                                                                                                                   Lampiran 17

                                                                                                          Country and Equity Risk Premiums (Damodaran)
Country and Equity Risk Premiums
Date of update:                                           1-Jul-25
Enter the current risk premium for a mature equity market                                                                                         4,21%         Implied ERP for S&P 500 with adjusted dollar riskfree rate (for US Aa1 rating
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium?                   Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets)                     1,50         See "Relative Equity Volatilty" worksheet

                                                                                                                     Rating-based Default   Total Equity Risk       Country Risk            Sovereign CDS, net of              Total Equity Risk   Country Risk
Country                                        Africa                                  Moody's rating                       Spread              Premium              Premium                     Swiss CDS                        Premium2          Premium3
Indonesia                                      Asia                                        Baa2                             1,87%                 7,03%                2,82%                        1,17%                            5,97%            1,76%
Page 88
                                                                                                                                                                                               Lampiran 18
                                                                                               Beta (Damodaran)
Date updated:                              05-Jan-25                                                                                     YouTube Video explaining
Created by:                                Aswath Damodaran, adamodar@stern.nyu.edu                                                      estimation choices and process.
What is this data?                         Beta, Unlevered beta and other risk measures             Emerging Markets
Home Page:                                 http://www.damodaran.com
Data website:                              https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/data.html
Companies in each industry:                https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/pc/datasets/indname.xls
Variable definitions:                      https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/variable.htm
Do you want to use marginal or effective tax rates in unlevering betas?                                  Marginal
If marginal tax rate, enter the marginal tax rate to use                                                 24,71%
                                                                                       Effective                                           Unlevered beta corrected for                Standard deviation of
Industry Name                          Number of firms       Beta       D/E Ratio      Tax rate    Unlevered beta      Cash/Firm value                cash                 HiLo Risk          equity
Food Processing                               993             0,76         39,10%        15,48%          0,59               9,45%                        0,65               0,3131            33,16%

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.7 MB
Published29 Dec 2025
Pages88
Characters294,358
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MITRABARA ADIPERDANA TBK p.1 ×254
linked org PT Mitra Alam Bahari Sentosa p.2 ×24
linked org PT Mitradelta Bahari Pratama p.2 ×19
linked person Amir Abadi Jusuf p.4 ×5
linked org PT Mitra Alam Bumi Sentosa p.5 ×3
linked person Yulius Leonardo · Direktur p.6 ×9
linked org PT Wahana Sentosa Cemerlang p.20 ×3
linked person Abdullah Farid Siddik p.20
linked person Dani Prastiadi p.20 ×2
linked person Helmy Paramaditya p.20 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.26 ×5
linked org Panca Mitra Multiperdana Tbk p.52 ×2
linked org Indonesia Eximbank p.52
linked org Bank JTrust Indonesia Tbk p.52 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.52 ×2
linked org Central Proteina Prima Tbk p.52 ×2
linked org PT Bank DBS Indonesia p.52
linked org Indo American Seafoods Tbk p.52 ×2
linked org Japfa Comfeed Indonesia Tbk p.52 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.52 ×2
linked org Bank UOB Indonesia Tbk p.52 ×2
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.52 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×7
possible — Khoirudin · Direktur Utama p.6 ×3
possible org Bank Persero p.6 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.29
possible org Permata Bank Tbk p.52 ×2
possible org Bank BTPN Tbk p.52 ×6
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.52 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.52 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki p.2
unresolved org Pendapat Kewajaran PT Mitrabara Adiperdana Tbk p.2 ×4
unresolved person Willyams p.3 ×2
unresolved org KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.3 ×4
unresolved org KJPP Herman Meirizki p.3 ×6
unresolved org Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved org Mawar & Rekan p.4 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.4 ×11
unresolved — MBP · Komisaris Utama p.6 ×6
unresolved — Insinyur Syadaruddin · Komisaris p.6 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.18 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.18 ×2
unresolved org Rintis & Rekan p.18 ×2
unresolved person Yusron p.18 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.18 ×3
unresolved person Akta Notaris H.A. Kadir Usman p.20 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman p.20 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.20 ×3
unresolved person Ghan Djoe Hiang p.20
unresolved person Akta Notaris Liestiani Wang · Notaris p.21 ×13
unresolved org PT Baradinamika Mudasukses p.22
unresolved org PT Delta Marine Indonesia p.23 ×2
unresolved org Arbitrase Nasional Indonesia p.29
unresolved org Pusat Statistik p.33 ×4
unresolved org Kementerian ESDM p.34 ×5
unresolved org Kementerian Kelautan dan Perikanan p.38 ×5
unresolved org Kementerian Perikanan dan Kelautan p.38
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.67
unresolved org Bank Campuran p.86
unresolved org Bank Yang Berkedudukan Di p.86

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 12507 ms 12 Sep 2026 22:32
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya '
                            'sama dengan'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '1.97'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result