Skip to content
Back to announcement

20251215_CSIS_Laporan Informasi dan Fakta Material_32013291_lamp3.pdf

Other Text extracted CSIS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 89

Page 1
           LAPORAN STUDI KELAYAKAN
          PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

    AKTIVITAS PERUSAHAAN HOLDING (KBLI 64200)
                        DAN
AKTIVITAS KONSULTASI MANAJEMEN LAINNYA (KBLI 70209)


     PT CAHAYASAKTI INVESTINDO SUKSES TBK

     No. 00029/2.0113-03/BS-FS/03/0340/1/XI/2025
              Tanggal: 28 November 2025
                     Atas Revisi
     No. 00028/2.0113-03/BS-FS/03/0340/1/XI/2025
              Tanggal: 11 November 2025
Page 2
           LAPORAN STUDI KELAYAKAN
         PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

    AKTIVITAS PERUSAHAAN HOLDING (KBLI 64200)
                        DAN
AKTIVITAS KONSULTASI MANAJEMEN LAINNYA (KBLI 70209)


     PT CAHAYASAKTI INVESTINDO SUKSES TBK

     No. 00029/2.0113-03/BS-FS/03/0340/1/XI/2025
              Tanggal: 28 November 2025
                     Atas Revisi
     No. 00028/2.0113-03/BS-FS/03/0340/1/XI/2025
              Tanggal: 11 November 2025
Page 3
No. 00029/2.0113-03/BS-FS/03/0340/1/XI/2025                  Bekasi, 28 November 2025
SURAT PENGANTAR
Kepada:
Direksi PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk
Jl. Kaum Sari No. 1, Cibuluh, Bogor Utara
Kota Bogor, Jawa Barat



Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Aktivitas Perusahaan
          Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209)

Dengan hormat,

PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0043/SPK/MSE-03/ES/VIII/2025, tanggal
27 Agustus 2025, PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (atau selanjutnya disebut
“Perseroan”) yang bergerak dalam bidang industri, konstruksi (kontraktor umum),
property/real estate dan perdagangan, telah menunjuk KJPP Syarif, Endang, dan Rekan,
sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Penambahan
Kegiatan Usaha Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas Konsultasi
Manajemen Lainnya (KBLI 70209).


Laporan ini merupakan revisi atas Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
sebelumnya yaitu Laporan No. 00028/2.0113-03/BS-FS/03/0340/1/XI/2025, tanggal
11 November 2025. Kami menyatakan bahwa membatalkan laporan sebelumnya. Hal-hal
yang menjadi objek revisi adalah sebagai berikut:
• Penambahan pengungkapan berdasarkan akta yang menjadi dasar struktur permodalan
  perseroan dan daftar pemegang saham yang diterbitkan oleh biro administrasi efek;
• Penambahan pengungkapan nama pengendali serta pemilik manfaat perseroan;
• Penambahan pengungkapan masa jabatan dewan komisaris dan direksi;
• Penambahan pengungkapan nama kantor akuntan publik dan akuntan publik, opini
  audit, nomor dan tanggal laporan pada kinerja keuangan;
• Penambahan pengungkapan rasio keuangan ICR (Interest Coverage Ratio) dan DSCR
  (Debt Service Coverage Ratio);
• Penambahan pengungkapan pada potensi pasar;
• Penambahan pengungkapan asumsi dalam penyusun proyeksi keuangan, dan akun yang
  terdampak atas penambahan kegiatan usaha;
• Perubahan nilai investasi.


TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 30 Juni 2025.

                                                                                         i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      IDENTITAS PEMBERI TUGAS
      Pemberi tugas dalam Studi Kelayakan ini adalah:


      Nama Perseroan       :   PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk
      Bidang Usaha         :   Pengembangan Real Estate melalui Entitas Anak
      Alamat               :   Jl. Kaum Sari No. 1, RT. 001, RW. 005, Kelurahan Cibuluh,
                               Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat
      Telepon              :   0251 8666 873
      Fax                  :   0251 8666 875
      Website              :   www.csis.co.id
      Email                :   info@csis.co.id

      MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
      Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
      Penambahan Kegiatan Usaha Aktivitas Perusahaan Holding (KBLI 64200) dan Aktivitas
      Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209), serta sebagai syarat pemenuhan atas
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang
      Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk
      kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.

      PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
      oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.

      INDEPENDENSI PENILAI
      Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
      dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
      pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
      dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak mana pun. Imbalan
      yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
      tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0043/SPK/MSE-03/ES/VIII/2025, tanggal
      27 Agustus 2025.

      RUANG LINGKUP PENUGASAN
      Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
      melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
      sesuai dengan KBLI 64200 yaitu Aktivitas Perusahaan Holding, dan KBLI 70209 yaitu
      Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya.

                                                                                              ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
      Profesional, paling sedikit meliputi:
      1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
      2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
      3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.

      ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
      Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
      adalah:
      a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
           studi kelayakan.
      c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
           kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
           dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
           kami anggap relevan.
      d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
           duty).
      e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan.
      f.   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
           rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
      g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
           pemberi tugas.

      KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal
      diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama periode
      tersebut.


      HASIL ANALISIS KELAYAKAN
      Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa kegiatan usaha Perseroan memenuhi
      kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:


      • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
           NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp330.497.803.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
           yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
           memberikan keuntungan.




                                                                                              iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
         IRR yang dihasilkan adalah sebesar 30,05%. Hasil IRR berada di atas tingkat discount
         rate yang sebesar 8,49%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan bahwa proyek layak
         dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal (cost of capital) yang
         diasumsikan.


      • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
         PI yang diperoleh adalah sebesar 1,62057. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
         menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
         pengeluaran investasi yang dilakukan.


      • Payback Period (PP)
         PP yang diperoleh adalah 3 tahun dan 9 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
         mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 3 tahun dan 9 bulan.




                                                                                            iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      KESIMPULAN
      Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
      Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64200 yaitu Aktivitas Perusahaan Holding,
      dan KBLI 70209 yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya adalah layak.


      Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
      Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.


      PENUTUP
      Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
      dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
      pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
      kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
      implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
      dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
      proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.


      Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
      terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
      selanjutnya.


      Hormat kami,
      KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




      Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)        Digitally signed by Endang Sunardi
                                                       DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
      Rekan                                            Endang dan Rekan,
      MAPPI                 : No. 09-S-02341
                                                       email=syarifendangdanrekan@gmail.com

      Izin Penilai Publik   : No. B-1.12.00340
      Klasifikasi Izin      : Penilaian Bisnis
      Register              : No. RMK-2017.00303
      STTD OJK              : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
      STTD IKNB             : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                                    v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                         PERNYATAAN PENILAI

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
      di bawah ini menerangkan bahwa:
      1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
          pihak yang terkait dengan Perseroan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan
          atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi
          Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak
          mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
          kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya
          menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK)
          No. 0043/SPK/MSE-03/ES/VIII/2025, tanggal 27 Agustus 2025;
      2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
          Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan data yang
          digunakan dalam analisis menggunakan data per 30 Juni 2025;
      4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
          pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
          sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
          No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, ketentuan Kode Etik Penilai
          Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI Edisi VII-2018) yang ditetapkan
          oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
      6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
          Laporan Studi Kelayakan ini;
      7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data yang dianalisis serta
          data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada Sumber
          Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan;
      8. Laporan    ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan             yang
          mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
      9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
      10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
          dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
      11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
          Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
          pada Laporan Penilaian ini;
      12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
          profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
      13. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.




                                                                                             vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
      penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
      penilaian yang baik.


      No.   Nama                                                     Tugas             Tanda Tangan




       1.   Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)          Penanggung Jawab (.......................)
            MAPPI              : No. 09-S-02341
            Izin Penilai       : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi Izin   : Penilaian Bisnis
            Register           : No. RMK-2017.00303
            STTD OJK           : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
            STTD IKNB          : No. 173/NB.122/STTD-P/2019


       2.   Meilindra Indriani, S.Si.                               Reviewer         (........................)
            MAPPI              : No. 14-T-05006
            Register           : No. RMK-2017.01002




       3.   Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.                         Staf Penilai      (........................)
            MAPPI              : No. 09-P-02398
            Register           : No. RMK-2021.03694




       4.   Kamaludin, S.Pd                                     Tenaga Inspeksi      (........................)
            MAPPI              : No. 17-A-07843




                                                                                                          vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                                               DAFTAR ISI

      SURAT PENGANTAR........................................................................................................... i
      PERNYATAAN PENILAI ..................................................................................................... vi
      DAFTAR ISI .................................................................................................................... viii
      DAFTAR TABEL ................................................................................................................ xi
      DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................... xii
      1         PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
      1.1       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
      1.2       Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
      1.3       Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
      1.4       Latar Belakang...................................................................................................... 1
      1.5       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
      1.6       Data dan Informasi yang Digunakan .................................................................... 2
      1.7       Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
      1.8       Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 3
      1.9       Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
      1.10      Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
      1.11      Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 5
      2         INFORMASI UMUM ................................................................................................ 6
      2.1       Profil Perseroan .................................................................................................... 6
      2.1.1     Bidang Usaha ....................................................................................................... 6
      2.1.2     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 7
      2.1.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 8
      2.1.4     Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 8
      2.1.5     Entitas Anak dan Entitas Asosiasi ......................................................................... 9
      2.2       Kinerja Keuangan ................................................................................................. 9
      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan ..................................................................................... 10
      2.2.2     Kinerja Laba Rugi ............................................................................................... 15
      2.2.3     Rasio Keuangan.................................................................................................. 19
      2.3       Produk dan Layanan Perseroan........................................................................... 21
      2.4       Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 25
      2.5       Pasar yang Dituju ............................................................................................... 25
      2.6       Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 25
      2.7       Pola Bisnis .......................................................................................................... 25
      2.8       Strategi Pemasaran............................................................................................. 26
      2.9       Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 26
      2.10      Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................ 26
      2.11      Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 26
      2.12      Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 27
      2.13      Aspek Lingkungan ............................................................................................. 27
      2.14      Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 28
      2.15      Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ........................................................... 28
      3         KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 29

                                                                                                                                        viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      3.1     Kondisi Pasar ..................................................................................................... 29
      3.2     Pangsa Pasar ...................................................................................................... 35
      3.3     Kesinambungan ................................................................................................. 36
      3.4     Potensi Pasar ...................................................................................................... 37
      3.5     Sasaran .............................................................................................................. 40
      3.6     Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 42
      3.7     Pesaing Usaha .................................................................................................... 42
      3.8     Strategi Pemasaran............................................................................................. 42
      4       KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 43
      4.1     Kapasitas ........................................................................................................... 43
      4.2     Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 43
      4.3     Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 43
      5       KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 45
      5.1     Keunggulan Kompetitif ...................................................................................... 45
      5.2     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 45
      5.3     Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 45
      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 47
      6.1     Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 47
      6.2     Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 47
      6.3     Manajemen Risiko .............................................................................................. 47
      6.4     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ............................................................. 48
      6.5     Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 49
      7       KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 50
      7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs).......................................................................... 50
      7.2     Modal Kerja ........................................................................................................ 50
      7.3     Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 51
      7.4     Biaya Operasional ............................................................................................... 51
      7.5     Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 51
      7.6     Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 51
      7.7     Asumsi dan Pertimbangan Manajemen dalam Penyusunan Proyeksi Keuangan .. 53
      7.8     Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 55
      7.9     Proyeksi Laba Rugi ............................................................................................. 58
      7.10    Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 60
      7.11    Analisis Titik Impas ............................................................................................ 61
      7.12    Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ............................................... 62
      7.13    Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 63
      7.14    Penetapan Tingkat Diskonto .............................................................................. 64
      7.15    Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 67
      7.16    Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 71
      8       KESIMPULAN ....................................................................................................... 73
      8.1     Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 73
      8.2     Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 73
      8.3     Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 74
      8.4     Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 74

                                                                                                                                      ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      8.5     Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 74
      8.6     Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 75




                                                                                                                              x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                                        DAFTAR TABEL

      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 8
      Tabel 2 Entitas Anak dan Entitas Asosiasi .......................................................................... 9
      Tabel 3 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)........................................................ 10
      Tabel 4 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000).................................................................. 15
      Tabel 5 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 20
      Tabel 6 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 29
      Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............... 30
      Tabel 8 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 30
      Tabel 9 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................. 31
      Tabel 10 Rencana Anggaran Biaya Investasi ..................................................................... 50
      Tabel 11 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 50
      Tabel 12 Beban Usaha Perseroan (Rp.000) ....................................................................... 51
      Tabel 13 Proyeksi Pendapatan (Rp.000) ........................................................................... 52
      Tabel 14 Beban Pokok Pendapatan (to Sales) ................................................................... 52
      Tabel 15 Asumsi Beban Usaha ......................................................................................... 52
      Tabel 16 Asumsi Pendapatan (Biaya) Non Operasi ........................................................... 53
      Tabel 17 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 55
      Tabel 18 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 58
      Tabel 19 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 60
      Tabel 20 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 62
      Tabel 21 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 62
      Tabel 22 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 63
      Tabel 23 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 63
      Tabel 24 Return on Investment ........................................................................................ 64
      Tabel 25 Surat Utang Negara ........................................................................................... 65
      Tabel 26 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 66
      Tabel 27 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 67
      Tabel 28 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 67
      Tabel 29 Perhitungan IRR ................................................................................................ 68
      Tabel 30 Perhitungan PI ................................................................................................... 69
      Tabel 31 Perhitungan PP .................................................................................................. 69
      Tabel 32 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 69
      Tabel 33 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 71




                                                                                                                                 xi
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                                      DAFTAR GAMBAR

      Gambar 1 Lokasi Kawasan Industri Sentul........................................................................ 22
      Gambar 2 Denah Kawasan Industri Sentul ....................................................................... 22
      Gambar 3 Lokasi Kawasan Industri Cikembar .................................................................. 23
      Gambar 4 Master Plan Kawasan Industri Cikembar .......................................................... 24
      Gambar 5 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025 ..................................... 31
      Gambar 6 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 32
      Gambar 7 Grafik Aliran Modal Asing ................................................................................ 32
      Gambar 8 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................. 32
      Gambar 9 Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara
                    Berkembang .................................................................................................... 33
      Gambar 10 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ................................................................... 34
      Gambar 11 Inflasi IHK Provinsi ......................................................................................... 34
      Gambar 12 Alur Proses Kegiatan Usaha Pengembangan Properti Entitas Anak Perseroan 44
      Gambar 13 Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................... 49
      Gambar 14 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 72




                                                                                                                                  xii
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      1     PENDAHULUAN


      1.1   Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


            Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan             telah ditunjuk oleh
            PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”)
            berdasarkan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0043/SPK/MSE-03/ES/VIII/2025, tanggal
            27 Agustus 2025, sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi
            Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64200 yaitu
            Aktivitas Perusahaan Holding, dan KBLI 70209 yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen
            Lainnya.


      1.2   Tanggal Penilaian


            Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 30 Juni 2025.


      1.3   Identitas Pemberi Tugas


            Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:


            Nama Perseroan       :    PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk
            Bidang Usaha         :    Pengembangan Real Estate Melalui Entitas Anak
            Alamat               :    Jl. Kaum Sari No. 1, RT. 001, RW. 005, Kelurahan Cibuluh,
                                      Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat
            Telepon              :    0251 8666 873
            Fax                  :    0251 8666 875
            Website              :    www.csis.co.id
            Email                :    info@csis.co.id


      1.4   Latar Belakang


            PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk merupakan sebuah Perseroan Terbatas
            berstatus perusahaan terbuka yang didirikan di Indonesia. Bidang usaha Perseroan
            meliputi bidang pengembangan properti melalui entitas anak serta hasil industri
            furnitur dan jasa pelaksana konstruksi umum. Perseroan beralamat di Jl. Kaum Sari
            No. 1, Bogor, Jawa Barat. Perseroan memiliki satu entitas anak dan dua entitas
            asosiasi. Sebagai langkah strategis untuk mendukung pengembangan usaha di masa
            mendatang, Perseroan berencana untuk memperkuat posisinya sebagai perusahaan
            holding dengan fokus pada pengelolaan investasi dan pengembangan entitas anak
            serta entitas asosiasi, khususnya di bidang properti dan kawasan industri.


            Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan akan melakukan perubahan Pasal
            3 Anggaran Dasar Perseroan yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa
            penambahan kegiatan usaha sesuai dengan KBLI 64200 yaitu Aktivitas Perusahaan

                                                                                              1
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




            Holding, dan KBLI 70209 yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya, sehingga
            diperlukan studi kelayakan untuk penambahan KBLI 64200 yaitu Aktivitas Perusahaan
            Holding, dan KBLI 70209 yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya, yang
            ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang
            mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI 2020).


      1.5   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan


            Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64200 yaitu Aktivitas Perusahaan
            Holding, dan KBLI 70209 yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya, serta sebagai
            syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
            No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha
            (POJK No.17/2020), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan
            lainnya.


      1.6   Data dan Informasi yang Digunakan


            Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
            dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
             1. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember
                2020, No. 00358/2.1068/AU.1/03/1044-3/1/IV/2021, tanggal 30 April 2021,
                yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Erna, S.E., Ak., CA., CPA, dari Kantor
                Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar
                tanpa modifikasian;
             2. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember
                2021, No. 00224/2.1068/AU.1/03/0007-2/1/III/2022, tanggal 29 Maret 2022,
                yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutomo, S.E, Ak., MM, CPA, CA, SAS, dari
                Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini
                wajar tanpa modifikasian;
             3. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember
                2022, No. 00829/2.1068/AU.1/03/0007-2/1/IX/2023, tanggal 29 September
                2023, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutomo, S.E, Ak., MM, CPA, CA,
                SAS, dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
                dengan opini wajar tanpa modifikasian;
             4. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember
                2023, No. 00230/2.1068/AU.1/03/1044-1/1/III/2024, tanggal 28 Maret 2024,
                yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Erna, S.E., Ak., CA., CPA, dari Kantor
                Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar
                tanpa modifikasian;
             5. Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember
                2024, No. 00157/2.1068/AU.1/03/1044-2/1/III/2025, tanggal 25 Maret 2025,
                yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Erna, S.E., Ak., CA., CPA, dari Kantor



                                                                                             2
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar
                tanpa modifikasian;
             6. Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Entitas Anak per 30 Juni
                2025, No. 00753/2.1068/AU.1/03/1241-1/1/IX/2025, tanggal 8 September
                2025, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Martinus Arifin, SE, Ak., CA., CPA,
                dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
                opini wajar tanpa modifikasian;
             7. Proyeksi Keuangan untuk periode tahun 2025 sampai dengan tahun 2030;
             8. Legalitas Umum Perseroan;
             9. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
                penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan Ibu
                Maria Ekanita sebagai Sekretaris Perusahaan; dan
             10. Representation Letter No. 065/DIRUT-CSIS/EKS/XI/2025, tanggal 3 November
                2025, sehubungan dengan Penugasan Studi Kelayakan.


      1.7   Prosedur yang Digunakan


            Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
            Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
            dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
            Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
            Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
            yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
            Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
            1. Kajian Kelayakan Pasar;
            2. Kajian Kelayakan Teknis;
            3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis;
            4. Kajian Kelayakan Model Manajemen; dan
            5. Kajian Kelayakan Keuangan.


      1.8   Ruang Lingkup Penugasan


            Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
            untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
            Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64200 yaitu Aktivitas Perusahaan Holding, dan
            KBLI 70209 yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya.


            Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
            Profesional, paling sedikit meliputi:
            1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
            2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
               Profesional; dan
            3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.



                                                                                                 3
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      1.9   Asumsi dan Kondisi Pembatas


            Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
            adalah:
            •   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
            •   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                dalam studi kelayakan.
            •   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
                dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
                diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
                penelitian yang kami anggap relevan.
            •   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
                dengan     mencerminkan      kewajaran    proyeksi    keuangan   dan   kemampuan
                pencapaiannya (fiduciary duty).
            •   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
                proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
            •   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
            •   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
                dihasilkan.
            •   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
                pemberi tugas.


      1.10 Kualifikasi Penilai

            Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
            berdasarkan        Keputusan    Menteri   Keuangan       No. 1498/KM.1/2012,   tanggal
            28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
            dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.


            Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
            Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut.


            MAPPI                             : No. 09-S-02341
            Izin Penilai Publik               : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi izin                  : Penilaian Bisnis
            Register                          : No. RMK-2017.00303
            STTD OJK                          : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
            STTD IKNB                         : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                                4
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

            Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan
            tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi
            selama periode tersebut.




                                                                                           5
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      2       INFORMASI UMUM


      2.1     Profil Perseroan


              Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris Djurnawati Soetarmono, S.H., No. 52,
              tanggal 2 Juni 1995. Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman
              Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-4373.HT.01.01.Th.96, tanggal 6
              Maret 1996, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 61
              dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 021003, tanggal 1 Agustus
              2025.


              Anggaran Dasar Perseroan telah beberapa kali diubah, yang perubahan terakhir
              anggaran dasarnya sebagaimana dimuat dalam Akta No. 13, tanggal 6 Juni 2024,
              yang dibuat di hadapan Notaris Nitra Reza, S.H., M.Kn., di Bogor dan telah
              mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
              Keputusan No. AHU-0035742.AH.01.02.Tahun 2024, tanggal 18 Juni 2024.


              Perseroan berkedudukan di Bogor, dengan kantor pusat beralamat di Jl. Kaum Sari
              No. 1, RT. 001, RW. 005, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor,
              Jawa Barat.


              Perseroan merupakan bagian dari Olympic Group, salah satu market leader
              produsen furniture knock down di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1983.
              Perseroan memulai operasi komersialnya pada tahun 1997. Dan pada tahun 2005,
              Perseroan     memfokuskan     usahanya   dalam   bidang   proyek/kontraktor   untuk
              pekerjaan furniture custom made untuk interior. Pada tahun 2017, Perseroan
              melakukan Penawaran Saham Perdana di Bursa Efek Indonesia dan memperoleh
              pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui surat No. S-
              210/D.04/2017, tanggal 28 April 2017. Saat ini, kegiatan usaha Perseroan adalah
              pengembangan real estate melalui Entitas Anak.


              PT Andalan Utama Bintara (AUB) adalah Pemegang Saham utama Perseroan sekaligus
              Pemegang Saham Pengendali Perseroan dengan kepemilikan 748.000.000 lembar
              saham atau 57,23% saham dari jumlah modal ditempatkan dan disetor dalam
              Perseroan. Pihak yang menjadi pemilik manfaat Perseroan (ultimate beneficial owner
              “UBO”) adalah Tjoea Aubintoro.

      2.1.1   Bidang Usaha


              Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan
              adalah berusaha dalam bidang industri pengolahan dan konstruksi.




                                                                                               6
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




              A. Menjalankan usaha di bidang Industri pengolahan, yang meliputi:
                − Industri Furnitur Dari Kayu (KBLI 31001)
                − Industri Furnitur Lainnya (KBLI 31009)


              B. Menjalankan usaha di bidang Konstruksi, yang meliputi :
                − Konstruksi Gedung Hunian (KBLI 41011)
                − Konstruksi Gedung Perkantoran (KBLI 41012)
                − Konstruksi Gedung Industri (KBLI 41013)
                − Konstruksi Gedung Perbelanjaan (KBLI 41014)
                − Konstruksi Gedung Pendidikan (KBLI 41016)
                − Konstruksi Gedung Penginapan (KBLI 41017)
                − Konstruksi Gedung Tempat Hiburan dan Olahraga (KBLI 41018)
                − Konstruksi Gedung Lainnya (KBLI 41019)
                − Jasa Pekerjaan Konstruksi Prapabrikasi Bangunan Gedung (KBLI 41020)
                − Konstruksi Bangunan Sipil Jalan (KBLI 42101)
                − Konstruksi Bangunan Sipil Jembatan, Jalan Layang, Fly Over, dan Underpass
                   (KBLI 42102)
                − Konstruksi Jalan Rel (KBLI 42103)
                − Pembongkaran (KBLI 43110)
                − Instalasi Elektronika (KBLI 43213)
                − Pengerjaan Pemasangan Kaca Dan Alumunium (KBLI 43301)
                − Pengerjaan Lantai, Dinding, Peralatan Saniter dan Plafon (KBLI 43302)
                − Pengecatan (KBLI 43303)
                − Dekorasi Interior (KBLI 43304)
                − Konstruksi Khusus Lainnya Ytdl (yang tidak dapat diklasifikasikan di tempat
                   lain) (KBLI 43909)


              Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar
              Perseroan yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa Penambahan
              Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64200 yaitu Aktivitas Perusahaan Holding, dan
              KBLI 70209 yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya.


      2.1.2   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan


              Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 13 tanggal 6 Juni 2024, dibuat
              di hadapan Nitra Reza, S.H., M.Kn., Notaris di Bogor, yang telah mendapatkan
              Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
              Republik      Indonesia       berdasarkan      Surat         Keputusan      Nomor
              AHU-0035742.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 18 Juni 2024, dan daftar Pemegang
              Saham bulan Juni 2025 yang dikeluarkan oleh PT Sharestar Indonesia selaku Biro
              Administrasi Efek Perseroan, struktur permodalan dan susunan pemegang saham
              Perseroan adalah sebagai berikut:




                                                                                              7
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                   Nilai Nominal Rp100,- per saham
                                 Keterangan                                    Jumlah       Persentase
                                                           Jumlah Saham
                                                                              (Rp.000)      Kepemilikan
                  Modal Dasar                             4.400.000.000      440.000.000
                  Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh:
                  1.    PT Andalan Utama Bintara            748.000.000       74.800.000         57,23%
                  2.    PT Olympic Kapital Equity           297.600.000       29.760.000         22,77%
                  3.    Masyarakat (Masing-masing di        261.400.000       26.140.000         20,00%
                          bawah 5%)
                  Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor    1.307.000.000      130.700.000        100,00%
                       Penuh
                  Saham dalam Portepel                    3.093.000.000      309.300.000
              Sumber: Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 13 tanggal 6 Juni 2024, dan Biro
                           Administrasi Efek (PT Sharestar Indonesia)


      2.1.3   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi


              Berdasarkan Akta No. 13 tanggal 6 Juni 2024, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
              Perseroan, dengan masa jabatan selama 3 (tiga) tahun, adalah sebagai berikut:


              Dewan Komisaris
              Komisaris Utama                 : Santo Fransiscus
              Komisaris Independen            : Apran Kurniawan, SE., M.Ak., Ak., CA., CMA (Aust)., CBV


              Dewan Direksi
              Direktur Utama                  : Tjoea Aubintoro
              Direktur                        : Yohanes Sumarno


      2.1.4   Legalitas dan Izin Operasional


              Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
              usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:


              •        Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 52, tertanggal 2 Juni 1995, yang dibuat
                       oleh Notaris Djurnawati Soetarmono, S.H.
              •        Pengesahan Akta Pendirian Perseroan Terbatas berdasarkan Surat Keputusan
                       Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C2-4373.HT.01.01.Th.96, tanggal
                       6 Maret 1996, dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
                       No. 61 dan Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 021003, tanggal
                       1 Agustus 2025.
              •        Perubahan terakhir Anggaran Dasar dimuat dalam Akta No. 13, tertanggal 6 Juni
                       2024, yang dibuat di hadapan Notaris Nitra Reza, S.H., M.Kn.




                                                                                                          8
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




               •    Pengesahan Perubahan terakhir Anggaran Dasar melalui Surat Keputusan
                    Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. AHU-0035742.AH.01.02.Tahun
                    2024, tanggal 18 Juni 2024.
               •    Perizinan         Berusaha      Berbasis      Risiko     dengan       Nomor         Induk
                    Berusaha: 8120013271983 yang diterbitkan tanggal 18 Desember 2018 di
                    Jakarta dengan perubahan ke-1 tanggal 27 Juni 2024 serta ditandatangani
                    secara elektronik oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman
                    Modal melalui sistem OSS (Online Single Submission)
               •    Nomor Pokok Wajib Pajak 01.632.966.6-404.000 atas nama PT Cahayasakti
                    Investindo Sukses Tbk.
               •    Surat Keterangan Terdaftar No. S-4211KT/WPJ.33/KP.1003/2017, tanggal
                    23 Februari 2017, yang diterbitkan oleh KPP Pratama Bogor, Kantor Wilayah DJP
                    Jawa Barat III.
               •    Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak No. S-74PKP/WPJ.33/KP.1003/2017,
                    tanggal 23 Februari 2017, yang diterbitkan oleh KPP Pratama Bogor, Kantor
                    Wilayah DJP Jawa Barat III.


      2.1.5    Entitas Anak dan Entitas Asosiasi


               Perseroan memiliki 1 Entitas Anak secara langsung dan 2 Entitas Asosiasi.


                                         Tabel 2 Entitas Anak dan Entitas Asosiasi
                                                                  Status                     Tahun        Persentase
               Uraian                    Bidang Usaha                         Domisili
                                                                 Operasi                    Investasi     Kepemilikan
       Entitas Anak
       PT Bogorindo              Real estate yang dimiliki     Beroperasi     Sentul –       2020           52,50%
         Cemerlang               sendiri atau disewa,          sejak 1994    Bogor, dan
                                 kawasan pariwisata, dan                     Cikembar -
                                 kawasan industri                             Sukabumi
       Entitas Asosiasi
       PT Senkuit                Real estate yang dimiliki      Beroperasi    Sentul -       2017           33,00%
         Internasional Hotel     sendiri atau disewa           sejak 2014      Bogor
       PT Puri Sentul Permai     Jasa akomodasi dan             Beroperasi    Sentul -       2017           24,00%
         Tbk                     perhotelan                    sejak 2011      Bogor


      2.2      Kinerja Keuangan


               Perkembangan kinerja keuangan Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan yang
               telah diaudit adalah sebagai berikut:
               1.   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember
                    2020, No. 00358/2.1068/AU.1/03/1044-3/1/IV/2021, tanggal 30 April 2021,
                    yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Erna, S.E., Ak., CA., CPA, dari Kantor
                    Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan opini wajar
                    tanpa modifikasian;


                                                                                                           9
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                 2.   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember
                      2021, No. 00224/2.1068/AU.1/03/0007-2/1/III/2022, tanggal 29 Maret
                      2022, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutomo, S.E, Ak., MM, CPA, CA,
                      SAS, dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
                      dengan opini wajar tanpa modifikasian;
                 3.   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember
                      2022, No. 00829/2.1068/AU.1/03/0007-2/1/IX/2023, tanggal 29 September
                      2023, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Sutomo, S.E, Ak., MM, CPA, CA,
                      SAS, dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan
                      dengan opini wajar tanpa modifikasian;
                 4.   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember
                      2023, No. 00230/2.1068/AU.1/03/1044-1/1/III/2024, tanggal 28 Maret
                      2024, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Erna, S.E., Ak., CA., CPA, dari
                      Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
                      opini wajar tanpa modifikasian;
                 5.   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 31 Desember
                      2024, No. 00157/2.1068/AU.1/03/1044-2/1/III/2025, tanggal 25 Maret
                      2025, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Erna, S.E., Ak., CA., CPA, dari
                      Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
                      opini wajar tanpa modifikasian;
                 6.   Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan dan Entitas Anak per 30 Juni
                      2025, No. 00753/2.1068/AU.1/03/1241-1/1/IX/2025, tanggal 8 September
                      2025, yang telah diaudit oleh Akuntan Publik Martinus Arifin, SE, Ak., CA., CPA,
                      dari Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan dengan
                      opini wajar tanpa modifikasian.


        2.2.1    Kinerja Posisi Keuangan


                 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama periode tahun 2020 sampai dengan
                 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut.


                             Tabel 3 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
                             30 Juni 2025    2024          2023          2022          2021          2020
         Keterangan
                                Audit        Audit         Audit         Audit         Audit         Audit
 ASET
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas            3.338.109     1.555.836    6.653.563    14.173.605     7.378.924     4.691.892
 Piutang usaha
    Pihak berelasi                      -            -      324.467       551.822       617.021          556.790
    Pihak ketiga               1.753.135     1.746.789      532.896     1.821.926     3.308.930     1.065.698
 Piutang lain-lain
    Pihak berelasi                      -            -       32.172        61.828     1.090.423     1.687.437
    Pihak ketiga                 930.305      363.798       762.057       925.464       435.642     1.702.580
 Persediaan
    Kaveling tanah            22.633.759    36.404.790   42.159.224    43.999.414    61.258.353    75.626.739
    Unit bangunan             12.391.082    13.694.570    7.995.173     9.002.712    25.418.029    28.781.399



                                                                                                   10
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                            30 Juni 2025     2024           2023           2022           2021           2020
        Keterangan
                               Audit         Audit          Audit          Audit          Audit          Audit
    Meubelair                          -             -              -        150.075        174.227         273.164
    Persediaan dalam
      penyelesaian:
    Kaveling tanah          315.064.506    310.984.298    308.690.982    306.011.419    301.122.927    289.870.655
    Unit bangunan               995.171     19.902.720     31.166.210     20.116.218              -      3.820.129
    Proyek dalam
      penyelesaian                     -             -              -         17.947         17.947          34.747
 Uang muka                    2.761.810      4.393.690     19.347.766     21.718.439     23.157.977     31.016.739
 Biaya dibayar di muka        5.655.037      5.212.594      3.609.555      3.101.089      3.371.998      2.667.732
 Pajak dibayar di muka        2.449.702      2.595.977      3.073.041      2.628.019      2.841.984      3.145.689
 Total Aset Lancar          367.972.616    396.855.062    424.347.105    424.279.977    430.194.382    444.941.390


 Aset Tidak Lancar
 Investasi pada entitas
   asosiasi                  47.645.362     48.515.063     48.326.286     48.198.355     42.442.995     41.045.912
 Aset tetap
 Biaya perolehan
    Tanah                    42.971.142     42.998.132     43.222.261     43.489.258     23.399.258     20.150.772
    Bangunan                  7.474.035      7.430.535      9.879.016      7.553.886      7.553.886      7.553.886
    Kendaraan                 2.260.827      1.692.725      1.577.725      1.738.195      3.348.491      2.285.681
    Inventaris kantor         4.292.289      4.160.111      3.963.914      4.245.949      3.877.047      3.665.572
    Mesin                     4.050.000      4.050.000              -              -              -               -
 Jumlah biaya perolehan      61.048.293     60.331.503     58.642.916     57.027.288     38.178.682     33.655.912


 Akumulasi penyusutan
    Bangunan                 (3.893.808)    (3.712.241)    (3.888.728)    (3.506.675)    (3.132.996)    (2.758.748)
    Kendaraan                (1.233.612)    (1.424.357)    (1.289.738)    (1.331.639)    (1.505.244)    (1.441.045)
    Inventaris kantor        (3.573.808)    (3.460.339)    (3.251.798)    (3.693.029)    (3.525.225)    (3.241.244)
    Mesin                     (421.875)      (168.750)              -              -              -               -
 Jumlah akumulasi
   penyusutan                (9.123.103)    (8.765.687)    (8.430.264)    (8.531.343)    (8.163.464)    (7.441.037)


 Nilai Buku                  51.925.191     51.565.816     50.212.652     48.495.945     30.015.218     26.214.875


 Properti Investasi          23.576.690      2.888.474      3.048.448      3.048.448      3.048.448      5.675.353
 Aset tak berwujud              295.863        362.875        490.975         27.163        103.481         699.164
 Aset hak guna                  882.267        979.129      1.436.309      1.467.232        917.484               -
 Tanah untuk
   pengembangan              20.531.419     20.531.419     20.531.419     20.714.649     16.172.133     16.172.133
 Taksiran tagihan pajak                -             -              -              -              -         576.004
 Aset pajak tangguhan           339.857        319.202        316.486        434.680      3.242.001      2.938.205
 Total Aset Tidak Lancar    145.196.648    125.161.978    124.362.574    122.386.471     95.941.759     93.321.646


 TOTAL ASET                 513.169.264    522.017.041    548.709.680    546.666.448    526.136.141    538.263.036


 LIABILITAS DAN EKUITAS
 Liabilitas Jangka Pendek
 Utang bank jangka
   pendek                       879.436      1.722.231      3.946.751              -        554.293      3.258.485
 Utang usaha
    Pihak berelasi                     -             -              -              -              -               -
    Pihak ketiga              8.476.728      6.408.918     10.766.044     11.069.669      8.631.405      8.636.594


                                                                                                       11
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                             30 Juni 2025     2024          2023          2022           2021           2020
         Keterangan
                                Audit         Audit         Audit         Audit          Audit          Audit
 Utang lain-lain
    Pihak berelasi            55.043.747     64.475.420    78.756.349    95.531.491     95.743.046    114.418.218
    Pihak ketiga               2.954.031      9.773.205    19.120.736    17.462.237     12.193.180     15.132.213
 Uang muka penjualan
    Pihak berelasi                      -             -             -     3.769.790      2.500.000      2.439.038
    Pihak ketiga              62.564.982     80.568.961    88.348.993    80.948.521     87.417.581     94.094.619
 Beban akrual                    484.830       207.669      5.389.581     5.106.185      6.842.111      3.302.400
 Utang pajak                   1.767.627      1.086.043      299.659      1.565.953      1.495.277         701.176
 Liabilitas jangka panjang
   YJTDS
    Utang bank                 3.788.309      3.278.366     2.635.609     3.204.974      2.416.042      6.578.362
    Liabilitas sewa               95.020       219.496       548.961        531.457        155.159               -
 Pendapatan diterima di
   muka jangka pendek                   -             -             -             -        471.749         463.255
 Total Liabilitas Jangka
   Pendek                    136.054.710    167.740.309   209.812.684   219.190.277    218.419.842    249.024.360


 LIABILITAS JANGKA
   PANJANG
 Utang bank                   18.726.448     20.069.868    16.738.802     8.735.574     15.415.278     15.668.480
 Liabilitas sewa                  33.926        46.125       263.370        603.815        423.573               -
 Pendapatan diterima di
   muka                        2.754.929      2.717.012     4.415.424     6.398.024      3.714.435      3.340.046
 Liabilitas imbalan kerja      1.544.804      1.450.917     1.438.571     1.291.389      1.185.687      2.194.637
 Total Liabilitas Jangka
   Panjang                    23.060.108     24.283.922    22.856.166    17.028.803     20.738.972     21.203.163


 TOTAL LIABILITAS            159.114.818    192.024.231   232.668.850   236.219.080    239.158.814    270.227.522


 EKUITAS
 Modal disetor               130.700.000    130.700.000   130.700.000   130.700.000    130.700.000    130.700.000
    PT Andalan Utama
       Bintara                74.800.000     74.800.000    74.800.000    74.800.000     74.800.000     74.800.000
    PT Olympic Kapital
       Equity                 29.760.000     29.760.000    29.760.000    29.760.000     29.760.000     29.760.000
    Masyarakat (masing-
       masing di bawah
       5%)                    26.140.000     26.140.000    26.140.000    26.140.000     26.140.000     26.140.000
 Tambahan modal disetor       29.367.882     29.367.882    29.367.882    29.367.882     29.367.882     29.367.882
 Saldo laba (Defisit)         19.381.985      6.984.407      118.598     (1.364.205)   (13.320.468)   (23.314.830)
                             179.449.867    167.052.289   160.186.480   158.703.677    146.747.413    136.753.052
 Kepentingan Non
   Pengendali                174.604.580    162.940.521   155.854.350   151.743.692    140.229.913    131.282.462


 TOTAL EKUITAS               354.054.446    329.992.810   316.040.830   310.447.368    286.977.326    268.035.514


 TOTAL LIABILITAS DAN
   EKUITAS                   513.169.264    522.017.041   548.709.680   546.666.448    526.136.141    538.263.036
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan




                                                                                                      12
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




              Aset


             •    Pada 31 Desember 2020, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp538,26
                  miliar, yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp444,94 miliar dan aset tidak
                  lancar sebesar Rp93,32 miliar. Posisi aset tersebut terutama ditopang oleh
                  persediaan berupa kaveling tanah dalam penyelesaian yang mencapai Rp289,87
                  miliar.
             •    Pada 31 Desember 2021, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp526,14 miliar,
                  turun 2,25% dibandingkan Rp538,26 miliar di tahun 2020. Aset lancar tercatat
                  sebesar Rp430,19 miliar dan aset tidak lancar Rp95,94 miliar. Penurunan aset
                  terutama disebabkan oleh berkurangnya persediaan kaveling tanah dari
                  Rp75,63 miliar menjadi Rp61,26 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2022, Perseroan mencatat total aset sebesar Rp546,67
                  miliar, meningkat 3,90% dari Rp526,14 miliar pada 2021. Aset lancar meningkat
                  menjadi Rp424,28 miliar, sedangkan aset tidak lancar naik menjadi Rp122,39
                  miliar. Kenaikan ini terutama ditopang oleh penambahan aset tetap berupa
                  tanah sebesar Rp20,09 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2023, total aset Perseroan naik menjadi Rp548,71 miliar,
                  atau tumbuh 0,37% dibandingkan tahun 2022. Aset lancar tercatat sebesar
                  Rp424,35 miliar, sementara aset tidak lancar Rp124,36 miliar. Kenaikan ini
                  terutama didorong oleh kenaikan nilai buku aset tetap sebesar Rp1,72 miliar,
                  meskipun kas dan setara kas turun signifikan dari Rp14,17 miliar menjadi
                  Rp6,65 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2024, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp522,02
                  miliar, menurun 4,86% dibandingkan Rp548,71 miliar pada 2023. Aset lancar
                  turun menjadi Rp396,86 miliar, sedangkan aset tidak lancar meningkat menjadi
                  Rp125,16 miliar. Penurunan terutama dipengaruhi oleh menurunnya uang
                  muka menjadi sebesar Rp4,39 miliar.
             •    Per 30 Juni 2025, total aset Perseroan tercatat sebesar Rp513,17 miliar, turun
                  1,69% dibandingkan Rp522,02 miliar pada akhir 2024. Aset lancar turun ke
                  Rp367,97 miliar, sedangkan aset tidak lancar meningkat menjadi Rp145,20
                  miliar. Penurunan aset terutama berasal dari turunnya persediaan kaveling
                  tanah menjadi Rp22,63 miliar dari Rp36,40 miliar pada tahun 2024.


              Liabilitas


             •    Pada 31 Desember 2020, Perseroan mencatat total liabilitas sebesar Rp270,23
                  miliar, terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp249,02 miliar dan
                  liabilitas jangka panjang Rp21,20 miliar. Porsi terbesar liabilitas berasal dari
                  utang lain-lain pihak berelasi senilai Rp114,42 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2021, total liabilitas menurun menjadi Rp239,16 miliar,
                  turun 11,50% dari tahun 2020. Liabilitas jangka pendek tercatat Rp218,42
                  miliar dan liabilitas jangka panjang Rp20,74 miliar. Penurunan terutama



                                                                                               13
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                  disebabkan oleh turunnya utang lain-lain pihak berelasi menjadi Rp95,74
                  miliar.
             •    Pada 31 Desember 2022, liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp236,22 miliar,
                  turun 1,23% dari tahun 2021. Liabilitas jangka pendek mencapai Rp219,19
                  miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang turun menjadi Rp17,03 miliar.
                  Penurunan terutama ditopang oleh penurunan utang bank jangka Panjang
                  menjadi sebesar Rp8,74 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2023, total liabilitas menurun menjadi Rp232,67 miliar.
                  Liabilitas jangka pendek tercatat Rp209,81 miliar dan liabilitas jangka panjang
                  Rp22,86 miliar. Kenaikan terutama berasal dari utang lain-lain pihak berelasi
                  yang turun menjadi Rp78,76 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2024, total liabilitas Perseroan menurun menjadi Rp192,02
                  miliar, turun 17,47% dibandingkan 2023. Liabilitas jangka pendek sebesar
                  Rp167,74 miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang naik menjadi Rp24,28
                  miliar. Penurunan terutama berasal dari berkurangnya utang lain-lain pihak
                  berelasi menjadi Rp64,48 miliar.
             •    Per 30 Juni 2025, total liabilitas Perseroan tercatat Rp159,11 miliar, turun
                  17,14% dibandingkan akhir 2024. Liabilitas jangka pendek mencapai Rp136,05
                  miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang Rp23,06 miliar. Penurunan didorong
                  oleh berkurangnya uang muka pihak ketiga menjadi Rp62,56 miliar.


              Ekuitas


             •    Pada 31 Desember 2020, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp268,04
                  miliar. Ekuitas ini didominasi oleh modal disetor Rp130,70 miliar, tambahan
                  modal disetor Rp29,37 miliar, dan kepentingan non pengendali Rp131,28
                  miliar. Saldo laba masih negatif sebesar Rp23,31 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2021, ekuitas meningkat menjadi Rp286,98 miliar. Kenaikan
                  terutama berasal dari kepentingan non pengendali yang naik menjadi Rp140,23
                  miliar, meskipun saldo laba masih negatif sebesar Rp13,32 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2022, ekuitas Perseroan naik menjadi Rp310,45 miliar.
                  Peningkatan ditopang oleh kepentingan non pengendali sebesar Rp151,74
                  miliar serta saldo laba yang membaik menjadi negatif Rp1,36 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2023, ekuitas meningkat menjadi Rp316,04 miliar.
                  Perbaikan terutama karena saldo laba sudah positif Rp118,60 juta dan
                  kepentingan non pengendali sebesar Rp155,85 miliar.
             •    Pada 31 Desember 2024, ekuitas Perseroan kembali meningkat menjadi
                  Rp329,99 miliar. Kenaikan didorong oleh saldo laba positif Rp6,98 miliar dan
                  kepentingan non pengendali sebesar Rp162,94 miliar.
             •    Per 30 Juni 2025, total ekuitas mencapai Rp354,05 miliar, naik 7,27%
                  dibandingkan akhir 2024. Kenaikan signifikan ditopang oleh saldo laba yang
                  meningkat menjadi Rp19,38 miliar serta kepentingan non pengendali sebesar
                  Rp174,60 miliar.



                                                                                              14
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      2.2.2      Kinerja Laba Rugi


                 Kinerja Laba Rugi Perseroan selama periode tahun 2020 sampai dengan 30 Juni
                 2025 adalah sebagai berikut.


                                      Tabel 4 Kinerja Laba Rugi Perseroan (Rp.000)
                                 30 Juni 2025        2024           2023           2022           2021           2020
           Keterangan
                                      Audit          Audit          Audit          Audit          Audit          Audit
   PENJUALAN                      60.513.207       83.395.781     55.985.138     80.804.763     83.521.162     85.537.603
     Perseroan
       Meubelair                              -              -     5.084.545               -     4.571.451        494.929
       Jasa Konstruksi                                                                           2.932.538        962.507
     Entitas Anak
       Unit bangunan              28.900.000       40.209.000     33.849.179     68.322.654     46.569.361     43.620.000
       Kaveling tanah             26.240.899       32.721.840      6.921.550      2.948.260      9.413.220     31.091.250
       Service charge                5.372.308     10.464.941     10.129.864      9.533.849     20.034.591      9.368.917


   BEBAN POKOK PENJUALAN         (24.832.530)     (38.897.313)   (34.040.066)   (47.430.288)   (51.199.075)   (52.261.143)
     Perseroan
       Meubelair                              -              -    (4.973.863)              -    (6.809.650)    (1.378.418)
     Entitas Anak
       Unit bangunan             (14.134.876)     (20.289.231)   (16.958.156)   (38.710.575)   (29.437.267)   (30.965.734)
       Kaveling tanah             (7.132.008)     (11.292.161)    (5.265.022)    (2.594.306)    (9.535.591)   (14.707.773)
       Service charge             (3.565.647)      (7.315.922)    (6.843.025)    (6.125.407)    (5.416.566)    (5.209.218)


   LABA BRUTO                     35.680.677       44.498.468     21.945.072     33.374.475     32.322.087     33.276.461

   BEBAN USAHA                   (13.010.532)     (31.911.854)   (19.302.478)   (13.117.365)   (14.337.201)   (14.592.431)


     Beban penjualan              (2.453.685)      (1.308.842)    (1.724.424)    (2.894.114)    (2.007.974)    (2.618.874)
       Gaji, upah dan
           tunjangan              (1.016.000)        (919.823)      (931.500)    (1.734.155)    (1.528.971)    (1.402.176)
       Pemasaran                     (498.208)       (240.618)      (609.705)      (344.518)      (338.570)    (1.056.912)
       Transportasi dan
           perjalanan dinas          (404.815)               -              -              -              -              -
       Lain-lain                     (534.662)       (148.401)      (183.219)      (815.441)      (140.433)      (159.787)

     Beban umum dan
        administrasi             (10.556.846)     (30.603.012)   (17.578.055)   (10.223.251)   (12.329.228)   (11.973.557)
       Gaji, upah dan
           tunjangan              (3.509.939)      (9.423.784)    (8.393.492)    (5.342.506)    (5.838.496)    (5.665.376)
       Pajak dan perizinan           (789.041)     (3.471.885)    (3.655.222)    (1.217.786)    (2.073.118)    (1.419.927)
       Perbaikan dan
           pemeliharaan           (3.158.310)     (10.553.554)      (915.706)      (314.763)      (471.133)      (730.471)
       Penyusutan                    (812.627)       (987.734)      (689.076)      (701.881)      (890.521)    (1.001.741)
       Asuransi                       (87.296)       (530.947)      (463.298)              -              -              -
       Jasa Profesional              (265.556)       (595.459)      (458.384)      (537.924)      (368.249)      (410.534)
       Cadangan (pembalikan)
           imbalan kerja             (296.173)       (409.122)      (387.185)              -              -      (539.519)
       Sumbangan dan
           entertain                 (495.248)     (2.700.962)      (379.091)      (664.030)    (1.299.527)      (593.994)
       Amortisasi                     (96.862)       (378.717)      (305.360)      (103.618)      (599.283)      (599.283)
       Penurunan nilai piutang                -              -              -      (410.659)      (136.886)      (246.886)


                                                                                                               15
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                    30 Juni 2025     2024            2023          2022          2021          2020
             Keterangan
                                       Audit         Audit           Audit         Audit         Audit         Audit
        Lain-lain                    (1.045.795)   (1.550.846)     (1.931.240)    (930.084)     (652.012)     (765.825)

   Pendapatan lain-lain               4.563.143     5.746.728       6.367.520     4.937.842     3.965.675     5.926.752
        Sewa                          1.659.142     3.215.812       2.851.467       612.419       608.926     1.083.313
        Bagi hasil                      767.220     1.407.378       2.068.761     1.483.399     1.039.891       913.179
        Jasa perantara                  170.291       712.361                -             -      497.750       215.600
        Bunga Deposito                    8.446       217.243         215.358       140.971        69.994         23.847
        Keuntungan pembelian
             aset tetap                 131.010       160.000                -             -             -             -
        Laba penjualan aset
             tetap                             -               -             -             -       71.118     2.057.148
        Laba penjualan aset hak
             guna                              -       33.438                -             -             -             -
        Lain-lain                     1.827.033              496    1.231.935     2.701.054     1.677.997     1.633.666


   Beban lain-lain                      (47.386)    (334.027)       (279.466)     (107.521)    (1.073.849)   (2.094.022)


   LABA USAHA                        27.185.902    17.999.314       8.730.648    25.087.432    20.876.712    22.516.759


   PENGHASILAN (BEBAN)
      KEUANGAN LAINNYA               (3.324.707)   (3.671.782)     (2.997.735)    1.605.086    (1.192.266)   (9.759.067)
     Beban pajak penghasilan
         final                       (1.528.867)   (1.946.686)     (1.193.932)   (2.236.647)   (1.987.808)   (2.676.649)
     Beban keuangan                  (1.190.138)   (2.235.999)     (2.297.734)   (1.913.627)   (3.079.619)   (3.340.747)
     Bagian laba bersih entitas
         asosiasi                     (605.702)       510.903         493.931     5.755.360     3.875.161    (3.741.671)


   LABA SEBELUM PAJAK
      PENGHASILAN                    23.861.195    14.327.532       5.732.913    26.692.518    19.684.446    12.757.692


   BEBAN PAJAK PENGHASILAN               60.208     (577.370)       (326.655)    (3.072.621)      126.060     (311.289)


   LABA TAHUN BERJALAN               23.921.403    13.750.162       5.406.259    23.619.897    19.810.506    12.446.403


   PENGHASILAN KOMPREHENSIF
      LAIN                              140.233       201.819         187.203     (149.855)        81.306       493.758
     Pengukuran kembali atas
         liabilitas imbalan pasti       179.786       258.742         240.003     (192.122)       104.239       652.899
     Pajak penghasilan terkait          (39.553)      (56.923)        (52.801)       42.267       (22.933)    (159.141)


   LABA KOMPREHENSIF TAHUN
      BERJALAN                       24.061.637    13.951.981       5.593.461    23.470.042    19.891.813    12.940.161
  Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


                 Pendapatan


                 • Pada tahun 2020, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp85,54 miliar
                     yang terdiri dari kontribusi penjualan meubelair oleh perusahaan sebesar
                     Rp494,93 juta, dan jasa konstruksi sebesar Rp962,51 juta, serta kontribusi
                     utama dari entitas anak yang mencatat penjualan unit bangunan sebesar Rp43,62


                                                                                                             16
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                miliar, kaveling tanah sebesar Rp31,09 miliar, dan service charge sebesar Rp9,37
                miliar. Dengan demikian, porsi terbesar penjualan pada tahun 2020 berasal dari
                penjualan unit bangunan dan kaveling tanah yang secara kumulatif menyumbang
                lebih dari 87% dari total pendapatan Perseroan.
             • Pada tahun 2021, Perseroan membukukan penjualan sebesar Rp83,52 miliar atau
                turun 2,36% dibanding tahun 2020. Kontribusi terbesar berasal dari penjualan
                unit bangunan sebesar Rp46,57 miliar, disusul service charge Rp20,03 miliar dan
                kaveling tanah Rp9,41 miliar. Sementara itu, penjualan meubelair dari
                perusahaan induk meningkat menjadi Rp4,57 miliar dibanding Rp494,93 juta
                pada tahun sebelumnya.
             • Pada tahun 2022, total penjualan turun kembali sebesar 3,25% menjadi Rp80,80
                miliar. Seluruh kontribusi penjualan berasal dari entitas anak, dengan dominasi
                unit bangunan sebesar Rp68,32 miliar atau 84,55% dari total penjualan.
                Penjualan kaveling tanah melemah menjadi Rp2,95 miliar, sementara service
                charge relatif stabil di Rp9,53 miliar. Tidak ada penjualan meubelair di tahun ini,
                sehingga pendapatan sangat bergantung pada penjualan unit bangunan.
             • Pada tahun 2023, kinerja penjualan mengalami penurunan cukup tajam sebesar
                30,72% menjadi Rp55,99 miliar. Hal ini terutama disebabkan melemahnya
                penjualan unit bangunan menjadi Rp33,85 miliar. Namun, Perseroan masih
                memperoleh tambahan dari meubelair sebesar Rp5,08 miliar, serta peningkatan
                dari kaveling tanah Rp6,92 miliar dan service charge Rp10,13 miliar. Diversifikasi
                sumber pendapatan di luar unit bangunan mulai terlihat pada tahun ini, meski
                belum mampu menutupi penurunan besar di segmen utama.
             • Pada tahun 2024, Perseroan berhasil mencatatkan pemulihan kinerja yang
                signifikan dengan lonjakan penjualan sebesar 48,96% menjadi Rp83,40 miliar.
                Kenaikan ini ditopang oleh penjualan kaveling tanah yang naik drastis menjadi
                Rp32,72 miliar, serta unit bangunan yang meningkat ke Rp40,21 miliar. Service
                charge juga turut memberikan kontribusi Rp10,46 miliar. Dengan kembalinya
                aktivitas penjualan unit bangunan dan kaveling tanah, struktur pendapatan
                Perseroan menjadi lebih seimbang dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun
                sudah tidak ada kontribusi dari penjualan meubelair.
             • Sampai dengan bulan Juni 2025, Perseroan sudah membukukan penjualan
                sebesar Rp60,51 miliar atau setara 72,56% dari capaian tahun 2024. Penjualan
                didominasi oleh unit bangunan Rp28,90 miliar dan kaveling tanah Rp26,24
                miliar, sedangkan service charge tercatat Rp5,37 miliar. Tidak terdapat penjualan
                meubelair dalam periode ini.


             Beban Pokok Penjualan dan Laba Bruto


             • Pada tahun 2020, beban pokok penjualan Perseroan sebesar Rp52,26 miliar.
                Dengan pendapatan Rp85,54 miliar, Perseroan membukukan laba bruto sebesar
                Rp33,28 miliar. Margin laba bruto tercatat di kisaran 38,90%, mencerminkan




                                                                                                17
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                kontribusi besar dari penjualan unit bangunan dan kaveling tanah yang memiliki
                tingkat profitabilitas relatif tinggi.
             • Pada tahun 2021, meskipun pendapatan turun 2,36%, beban pokok penjualan
                Perseroan terkendali di Rp51,20 miliar, sehingga laba bruto tetap stabil di
                Rp32,32 miliar dengan margin 38,70%.
             • Pada tahun 2022, beban pokok penjualan menurun menjadi Rp47,43 miliar
                dengan pendapatan sedikit lebih rendah. Namun, laba bruto justru meningkat
                menjadi Rp33,37 miliar dengan margin 41,30%. Peningkatan ini didorong oleh
                kontribusi lebih besar dari penjualan unit bangunan yang memiliki tingkat
                keuntungan lebih tinggi.
             • Pada tahun 2023, Perseroan mengalami penurunan pendapatan secara signifikan
                dari tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan ikut turun menjadi Rp34,04
                miliar, dan laba bruto terpangkas menjadi Rp21,95 miliar dengan margin 39,20%,
                lebih rendah dibandingkan dua tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan adanya
                tekanan pada efisiensi serta pelemahan permintaan unit bangunan
             • Pada tahun 2024, beban pokok penjualan meningkat kembali menjadi Rp38,90
                miliar seiring pemulihan pendapatan. Perseroan berhasil membukukan laba
                bruto Rp44,50 miliar. Margin laba bruto meningkat tajam ke 53,3%, level
                tertinggi dalam periode lima tahun terakhir. Pencapaian ini menunjukkan
                pemulihan penjualan kaveling tanah dan unit bangunan yang memiliki tingkat
                profitabilitas lebih baik dibanding segmen lainnya.
             • Selama bulan Januari—Juni 2025, Perseroan membukukan pendapatan Rp60,51
                miliar dengan beban pokok penjualan Rp24,83 miliar, menghasilkan laba bruto
                Rp35,68 miliar. Margin laba bruto mencapai 58,96%. Jika tren ini berlanjut hingga
                akhir tahun, potensi pencapaian laba bruto 2025 berpeluang melampaui kinerja
                2024.


             Beban Usaha dan Laba Usaha


             • Tahun 2020, Perseroan mencatat beban usaha sebesar Rp14,59 miliar, yang
                terdiri atas beban penjualan Rp2,62 miliar dan beban umum & administrasi
                Rp11,97 miliar. Dengan beban usaha tersebut, Perseroan membukukan laba
                usaha Rp22,52 miliar, yang juga didukung oleh pendapatan usaha.
             • Tahun 2021, beban usaha relatif stabil di kisaran Rp14,34 miliar, dengan
                komposisi beban penjualan Rp2,01 miliar dan beban umum & administrasi
                Rp12,33 miliar. Namun, peningkatan beban administrasi mendorong penurunan
                laba usaha menjadi Rp20,88 miliar, atau terkoreksi sekitar 7,28% dibandingkan
                tahun 2020.
             • Tahun 2022, beban usaha menurun menjadi Rp13,12 miliar, yang terdiri atas
                beban penjualan Rp2,89 miliar dan beban umum & administrasi Rp10,22 miliar.
                Efisiensi pada beban administrasi ini mendorong kenaikan signifikan laba usaha
                menjadi Rp25,09 miliar, naik 20,17% dari tahun 2021.




                                                                                              18
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




              • Tahun 2023, terjadi kenaikan beban usaha menjadi Rp19,30 miliar, terutama
                berasal dari beban umum & administrasi menjadi Rp17,58 miliar, sementara
                beban penjualan turun menjadi Rp1,72 miliar. Kenaikan beban administrasi yang
                signifikan ini menekan laba usaha menjadi Rp8,73 miliar, turun 65,20%
                dibandingkan 2022.
              • Tahun 2024, beban usaha meningkat tajam menjadi Rp31,91 miliar, terdiri dari
                beban penjualan Rp1,31 miliar dan beban umum & administrasi Rp30,60 miliar.
                Meski beban melonjak hampir dua kali lipat, Perseroan berhasil mencatat
                pemulihan laba usaha menjadi Rp17,99 miliar, lebih dari dua kali lipat
                dibandingkan tahun 2023, terutama berkat kenaikan pendapatan tahun 2024.
              • Selama bulan Januari—Juni 2025, total beban usaha tercatat Rp13,01 miliar, yang
                terdiri dari beban penjualan Rp2,45 miliar dan beban umum & administrasi
                Rp10,56 miliar. Dengan beban usaha tersebut, Perseroan sudah membukukan
                laba usaha Rp27,19 miliar, melampaui capaian sepanjang 2024.


              Laba Tahun Berjalan, dan Laba Komprehensif


              • Pada tahun 2020, Perseroan mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp12,45
                miliar, dan laba komprehensif tahun berjalan tercatat sebesar Rp12,94 miliar.
              • Pada tahun 2021, kinerja meningkat dengan laba tahun berjalan mencapai
                Rp19,81 miliar, naik 59,17% dari 2020. Laba komprehensif tahun berjalan juga
                naik menjadi Rp19,89 miliar, atau meningkat 53,72% dibandingkan tahun 2020.
              • Pada 2022, laba tahun meningkat menjadi Rp23,62 miliar, tumbuh 19,23% dari
                capaian 2021. Laba komprehensif tahun berjalan juga naik menjadi Rp23,47
                miliar.
              • Pada 2023, Perseroan mengalami penurunan kinerja, laba tahun berjalan turun
                menjadi Rp5,41 miliar, turun 77,11% dibanding tahun 2022. Laba komprehensif
                tahun berjalan juga terkoreksi menjadi Rp5,59 miliar, turun 76,17%.
              • Pada tahun 2024, kinerja Perseroan kembali membaik dengan laba tahun
                berjalan naik menjadi Rp13,75 miliar, tumbuh 154,34% dari tahun 2023. Laba
                komprehensif tahun berjalan juga naik menjadi Rp13,95 miliar, mencatat
                kenaikan 149,43% dibanding tahun 2023.
              • Selama bulan Januari—Juni 2025, laba tahun berjalan sudah tercatat Rp23,92
                miliar, sudah mencapai 173,97% dari capaian tahun 2024. Laba komprehensif
                tahun berjalan juga meningkat ke Rp24,06 miliar, mencerminkan keberlanjutan
                tren pemulihan kinerja.


      2.2.3   Rasio Keuangan

              Berdasarkan atas kinerja keuangan Perseroan per 31 Desember 2020 sampai
              dengan tahun 30 Juni 2025, diperoleh hasil analisis rasio sebagai berikut:




                                                                                                19
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                          Tabel 5 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                                               2025
                     Uraian                                  2024        2023        2022      2021      2020       Rerata
                                                Juni
       A. LIQUIDITY (%)
          Current Ratio                       270,46%       236,59%     202,25%     193,57%   196,96%   178,67%     213,08%
          Quick Ratio                           3,74%         1,97%       3,58%       7,55%     5,18%     2,54%       4,09%
          Working Capital to Total Assets      45,19%        43,89%      39,10%      37,52%    40,25%    36,40%      40,39%
       B. ACTIVITY
          Total Assets Turnover (X)               0,12         0,16        0,10        0,15      0,16      0,16        0,14
          Inventory Turnover (X)                  0,04         0,10        0,09        0,13      0,13      0,13        0,10
          Average Days Inventory (Day)         10.321         3.575       4.182       2.919     2.766     2.783     4424,21
          Account Receivable Turnover (X)       17,26         47,74       65,30       34,04     21,27     52,72       39,72
          Average Collection Period (Day)              21           8           6       11        17            7     11,53
          Working Capital Turnover (X)            0,13         0,36        0,26        0,39      0,39      0,44        0,33
       C. SOLVABILITY (%)
          Total Debt to Equity Ratio           44,94%        58,19%      73,62%      76,09%    83,34%   100,82%      72,83%
          Total Debt to Asset Ratio            31,01%        36,79%      42,40%      43,21%    45,46%    50,20%      41,51%
          Long Term Debt to Equity Ratio        6,51%         7,36%       7,23%       5,49%     7,23%     7,91%       6,95%
          Debt Service Coverage Ratio
           (DSCR)                                 2,22         0,32        0,35        1,71      0,82      4,56        1,66
          Interest Coverage Ratio (ICR)         23,61          8,66        4,23       13,53      7,26      7,22       10,75
       D. RENTABILITY (%)
          Gross Profit Margin                  58,96%        53,36%      39,20%      41,30%    38,70%    38,90%      45,07%
          Operating Profit Margin              44,93%        21,58%      15,59%      31,05%    25,00%    26,32%      27,41%
          Net Profit Margin                    39,53%        16,49%       9,66%      29,23%    23,72%    14,55%      22,20%
          Rate of Return on Investment          2,33%         2,63%       0,99%       4,32%     3,77%     2,31%       2,72%
          Rate of Return on Equity              3,38%         4,17%       1,71%       7,61%     6,90%     4,64%       4,74%
      Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


              Rasio Likuiditas
              Rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio sebesar 213,08% dan quick
              ratio sebesar 4,09%. Sementara itu, working capital to total assets ratio memiliki
              rata-rata sebesar 40,39%. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan memiliki aset
              lancar yang cukup likuid untuk membayar kewajiban jangka pendeknya, meskipun
              likuiditas sangat dipengaruhi oleh komposisi persediaan.


              Rasio Aktivitas
              Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset
              yang dimilikinya untuk menghasilkan kas dan pendapatan. Rata-rata total assets
              turnover adalah sebesar 0,14 kali, dengan inventory turnover sebesar 0,10 kali,
              sedangkan account receivable turnover sebesar 39,72 kali. Hal ini tercermin dari
              average collection period sekitar 12 hari, sementara working capital turnover berada
              pada level 0,33 kali. Kondisi ini menunjukkan bahwa Perseroan cukup efisien dalam
              mengelola piutang, namun efektivitas pemanfaatan aset secara keseluruhan dan
              perputaran persediaan masih rendah. Hal tersebut mengingat karakteristik industri
              properti yang bersifat padat modal dengan siklus proyek yang cukup panjang.




                                                                                                                    20
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Rasio Solvabilitas
             Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
             pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
             jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
             menunjukkan     besarnya       porsi   utang   terhadap   ekuitas   dalam     pembiayaan
             perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
             terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rata-rata debt to equity ratio (DER)
             tercatat sebesar 72,83%, yang berarti Perseroan relatif lebih banyak menggunakan
             ekuitas daripada utang dalam struktur permodalannya. Sementara itu, debt to asset
             ratio (DAR) berada pada rata-rata 41,51%, menunjukkan tingkat risiko keuangan
             yang moderat karena hampir separuh aset dibiayai melalui utang. Di sisi lain, rata-
             rata long term debt to equity ratio sebesar 6,95%, mencerminkan minimnya
             ketergantungan Perseroan pada utang jangka Panjang. Selain itu, rata-rata Debt
             Service Coverage Ratio (DSCR) sebesar 1,66 kali menunjukkan kemampuan
             Perseroan dalam memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang berada
             pada tingkat mencukupi namun tidak memiliki ruang yang tinggi, sedangkan rata-
             rata Interest Coverage Ratio (ICR) sebesar 10,75 kali mengindikasikan kemampuan
             yang cukup kuat dalam menutup beban bunga dari laba operasi yang dihasilkan.


             Rasio Rentabilitas
             Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan yang dimiliki perusahaan untuk
             menghasilkan sebuah laba. Rata-rata gross profit margin sebesar 45,07%, yang
             menunjukkan bahwa hampir separuh pendapatan masih tersisa setelah dikurangi
             beban pokok penjualan. Selanjutnya, operating profit margin berada pada rata-rata
             27,41%, menandakan bahwa Perseroan mampu menjaga profitabilitas operasional
             yang cukup kuat meskipun terdapat beban usaha. Adapun net profit margin rata-
             rata sebesar 22,20%, menunjukkan bahwa setelah memperhitungkan seluruh beban
             usaha, bunga, dan pajak, Perseroan mampu membukukan laba dari penjualan.


              Rata-rata tingkat balikan terhadap total investasi (ROI) adalah sebesar 2,72%,
              menunjukkan bahwa Perseroan memberikan sedikit keuntungan dan dapat
              menghasilkan laba bersih dari total investasi yang dilakukan. Selain itu, rata-rata
              tingkat balikan terhadap ekuitas (ROE) tercatat sebesar 4,74%, yang juga
              menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba bersih dari jumlah
              ekuitas yang diinvestasikan.


      2.3     Produk dan Layanan Perseroan


             Perseroan menjalankan kegiatan usaha melalui kepemilikan dan pengelolaan
             investasi pada entitas anak dan entitas asosiasi. Fokus pengembangan usaha
             Perseroan    berada    di   sektor     properti.   Perseroan   melalui      entitas   anak
             mengembangkan kawasan industri di Sentul, Bogor, serta di Cikembar, Sukabumi,




                                                                                                    21
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Jawa Barat. Adapun proyek-proyek yang telah maupun sedang dikembangkan
             meliputi:


             Kawasan Industri Sentul


             Kawasan Industri Sentul merupakan kawasan yang terletak di Sentul, Bogor, Jawa
             Barat. Memiliki akses langsung ke tol Jagorawi. Mulai dibangun sejak tahun 1994
             hingga sekarang. Pada saat prospektus ini diterbitkan, lahan 100 hektar di Kawasan
             Industri Sentul telah terjual 98%. Sisa dari lahan yang belum terjual akan dibangun
             Perseroan Warehouse untuk disewakan kepada calon tenant. Karena terbatasnya
             lahan sekitar, untuk pengembangan kawasan lebih lanjut sulit dilakukan sehingga
             Perseroan membangun kawasan industri baru di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.


                                   Gambar 1 Lokasi Kawasan Industri Sentul




             Sumber: Google Map


                                   Gambar 2 Denah Kawasan Industri Sentul




             Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                             22
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Di Kawasan Industri Sentul terdapat sejumlah tenant besar dari berbagai sektor
             industri. Beberapa tenant besar yang beroperasi di kawasan tersebut antara lain
             Napolly (furnitur plastik), Bigland (produk springbed), AQUA (air minum dalam
             kemasan), PT HM Sampoerna Tbk (industri rokok), Bantex (alat tulis dan
             perlengkapan kantor), Kedaton 8 (hotel, restoran, dan business lounge), serta
             Bigland Hotel (hotel dan convention center).


             Fasilitas yang tersedia di Kawasan Industri Sentul antara lain:
             - Klinik kesehatan
             - Pemadam kebakaran
             - Keamanan 24 jam
             - Internet fiber optic
             - Kapasitas kontainer sampai dengan 40 feet
             - Hotel dan Convention Center
             - Minimarket


             Kawasan Industri Cikembar


             Kawasan Industri Cikembar merupakan proyek selanjutnya yang disiapkan. Memiliki
             lahan seluas 220 hektar di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat, serta akses langsung
             dari exit tol Bocimi. Dengan konsep “Industrial Green Environment Complex”
             Kawasan Industri Cikembar menargetkan nol emisi dan energi bersih.


                                  Gambar 3 Lokasi Kawasan Industri Cikembar




             Sumber: Google Map


                                                                                         23
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Sekitar 70,00% dari lahan akan dibangun untuk mini factory, industrial land lot, dan
             residences. Sedangkan 30,00% sisanya akan dibangun fasilitas publik. Fasilitas yang
             telah tersedia di kawasan tersebut adalah jalan, kantor administrasi dan kawasan
             berikat.


                              Gambar 4 Master Plan Kawasan Industri Cikembar




             Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                              24
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      2.4     Teknologi yang Digunakan


             Dalam rangka penambahan kegiatan usaha dengan KBLI 64200 (Aktivitas
             Perusahaan Holding) dan KBLI 70209 (Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya),
             Perseroan tidak memerlukan teknologi khusus yang bersifat operasional. Sebagai
             perusahaan holding, aktivitas utama Perseroan lebih berfokus pada pengelolaan
             investasi dan koordinasi strategis dengan entitas anak.


      2.5     Pasar yang Dituju


              Pasar yang dituju Perseroan sebagai perusahaan holding difokuskan pada investasi
              di sektor properti melalui entitas anak yang mengembangkan kawasan industri dan
              real estate.

      2.6     Pesaing dan Persaingan


             Persaingan yang dihadapi Perseroan tidak langsung berasal dari sesama perusahaan
             holding, melainkan dari pengembang kawasan industri. Sebagai holding, posisi
             Perseroan adalah sebagai investor yang melakukan penyertaan modal pada entitas
             anak.    Dengan   demikian,    kompetisi   terjadi   di   tingkat   entitas   anak   yang
             mengembangkan kawasan industri. Beberapa pesaing pengembang kawasan
             industri di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat antara lain:
             • PT Lippo Cikarang Tbk (Cikarang)
             • PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (Bekasi)
             • PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (Cikarang)
             • PT Suryacipta Swadaya (Karawang dan Subang)
             • PT Puradelta Lestari Tbk (Cikarang)


             Persaingan terutama terjadi dalam menarik pelaku industri yang mencari lokasi
             untuk pabrik maupun gudang, di mana faktor harga kaveling, kualitas bangunan,
             infrastruktur pendukung, serta aksesibilitas menjadi kunci utama.


      2.7     Pola Bisnis


             Dalam kegiatan usahanya sebagai perusahaan holding, Perseroan berfokus pada
             pengelolaan investasi di entitas anak dan entitas asosiasi. Sebagai holding,
             Perseroan akan memperoleh pendapatan melalui dividen dari entitas anak dan
             entitas asosiasi. Perseroan memiliki satu entitas anak dan dua entitas asosiasi yang
             beroperasi dalam bidang real estate. Entitas anak, yaitu PT Bogorindo Cemerlang,
             telah beroperasi sejak tahun 1994 dengan domisili di Sentul, Bogor serta di
             Cikembar, Sukabumi, dengan kepemilikan sebesar 52,50%. Sementara itu, entitas
             asosiasi terdiri dari PT Senkuit Internasional Hotel yang telah beroperasi sejak tahun
             2014 di Sentul, Bogor dengan kepemilikan 33,00%, serta PT Puri Sentul Permai Tbk



                                                                                                   25
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             yang telah beroperasi sejak 2011 di Sentul, Bogor, dengan persentase kepemilikan
             sebesar 24,00%.


      2.8     Strategi Pemasaran

             Sebagai perusahaan holding, saat ini Perseroan tidak melakukan kegiatan
             pemasaran produk secara langsung karena tidak menghasilkan produk maupun jasa
             yang ditujukan kepada konsumen. Seluruh aktivitas pemasaran terkait produk atau
             jasa akan dijalankan oleh entitas anak sesuai dengan bidang usahanya, sementara
             Perseroan berfokus pada pengelolaan investasi.


      2.9     Kebutuhan Produksi atau Operasi


              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha sesuai dengan KBLI 64200 yaitu
              Aktivitas Perusahaan Holding, serta KBLI 70209 yaitu Aktivitas Konsultasi
              Manajemen Lainnya, Perseroan tidak menghasilkan produk secara langsung. Oleh
              karena itu, Perseroan tidak memiliki kebutuhan atas proses produksi maupun bahan
              baku. Seluruh kegiatan operasional terkait produk dan jasa akan dijalankan oleh
              entitas anak sesuai dengan bidang usahanya.


      2.10    Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia


             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
             mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan
             manajemen dan sumber daya manusianya. Hingga 30 Juni 2025, Perseroan memiliki
             16 karyawan tetap, dengan sebagian besar (12 orang) berada di entitas anak dan 4
             orang di tingkat holding yang berfokus pada fungsi strategis pengelolaan investasi
             serta koordinasi. Komposisi tersebut terdiri dari 7 manajer, 4 supervisor, dan 5 staf.
             Dengan komposisi tersebut, kebutuhan manajemen dan sumber daya manusia saat
             ini dinilai memadai untuk mendukung aktivitas Perseroan.


      2.11    Hak Atas Kekayaan Intelektual


             Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan
             diperoleh informasi Hak Atas Kekayaan Intelektual yang telah dimiliki oleh Perseroan
             dan entitas anak.


             Perseroan


             Perseroan memiliki hak kekayaan intelektual berupa Merek terdaftar PLANO dengan
             Nomor Registrasi IDM000146629 pada Kelas 20 atas nama PT Cahaya Sakti
             Investindo Sukses, yang telah didaftarkan sejak 18 Mei 2006 dan berlaku hingga 18
             Mei 2026 (perpanjangan).



                                                                                                26
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Entitas Anak

             Entitas Anak memiliki hak kekayaan intelektual sebagai berikut:
              1. Merek Dagang “Kawasan Industri Cikembar” terdaftar dengan Nomor Registrasi
                  JID2021088459 pada Kelas 36 atas nama PT Bogorindo Cemerlang, diajukan
                  pada 15 Desember 2021, dan berlaku hingga Desember 2031.
              2. Merek Dagang “Industrial Circuit Cikembar” terdaftar dengan Nomor Registrasi
                  JID2023066630 pada Kelas 41 atas nama PT Bogorindo Cemerlang, diajukan
                  pada 2 Agustus 2023, dan berlaku hingga 10 Agustus 2033.
              3. Merek Dagang “OCBD Park” terdaftar dengan Nomor Registrasi IDM000689003
                  pada Kelas 36 atas nama PT Bogorindo Cemerlang, diajukan pada 25 Januari
                  2016, dan berlaku hingga 25 Januari 2026.
              4. Merek Dagang “SMART WAREHOUSE” terdaftar dengan Nomor Registrasi
                  IDM000795324 pada Kelas 36 atas nama PT Bogorindo Cemerlang, diajukan
                  pada 26 Agustus 2016, dan berlaku hingga 26 Agustus 2026.


      2.12    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait


              Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan pengembangan
              proyek kegiatan usaha Perseroan, antara lain adalah:
             1.   Peraturan perundang-undangan terkait penilaian adalah Undang-undang
                  Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
             2.   Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 59/PMK.03/2022 tentang Perubahan
                  atas PMK No. 231/PMK.03/2019 tentang Tata Cara Pendaftaran Penghapusan
                  NPWP, Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak, serta
                  Pemotongan dan/atau Pemungutan, Penyetoran, dan Pelaporan Pajak Bagi
                  Instansi Pemerintah.
             3.   POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
                  Kegiatan Usaha.
             4.   POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
                  Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
             5.   Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
                  Indonesia.
             6.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
                  Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


      2.13    Aspek Lingkungan


              Tanggung jawab Perseroan di bidang lingkungan hidup tercermin dari komitmen
              untuk mencegah segala bentuk pencemaran lingkungan dan ini diwujudkan dengan:


             • Menerapkan penggunaan material yang ramah lingkungan;
             • Menghemat penggunaan energi;


                                                                                          27
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             • Bijak dalam menggunakan air;
             • Melakukan pengendalian emisi;
             • Mengelola limbah dan sampah secara bertanggung jawab; dan
             • Menyediakan sarana pengaduan lingkungan yang efektif dan transparan.


      2.14    Faktor Risiko Utama


              Risiko utama yang dihadapi oleh Perseroan sebagai perusahaan holding adalah
              risiko ketergantungan terhadap kegiatan usaha dan pendapatan kepada perusahaan
              anak, penyebab risiko tersebut adalah sebagai perusahaan holding, kinerja
              keuangan Perseroan akan bergantung pada distribusi dividen, biaya manajemen,
              dan pembayaran lain dari perusahaan anak untuk membayar kewajiban dan dividen.


      2.15    Persyaratan Modal dan Strategi Finansial


              Pengembangan usaha Perseroan melalui entitas anak direncanakan memerlukan
              biaya investasi (capex) sebesar Rp193.695.120.000,-. Dana tersebut akan
              digunakan untuk pembebasan lahan, pembangunan gudang, serta pengembangan
              infrastruktur kawasan industri di Sentul, Cikembar, dan Tenjo, dengan porsi
              terbesar difokuskan pada pengembangan kawasan industri Cikembar. Pemenuhan
              kebutuhan modal ini berasal tambahan setoran modal Perseroan kepada entitas
              anak yang berasal dari ekuitas hasil pelaksanaan right issue.




                                                                                         28
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




         3      KELAYAKAN PASAR

         3.1    Kondisi Pasar

                Perkembangan Ekonomi Global


                Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat pasca pengumuman kenaikan
                tarif efektif resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan
                berkembang. Kebijakan kenaikan tarif resiprokal AS yang direncanakan berlaku
                mulai 1 Agustus 2025 diprakirakan akan memperlemah prospek pertumbuhan
                ekonomi dunia, khususnya di negara maju. Pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa, dan
                Jepang dalam tren menurun di tengah ditempuhnya kebijakan fiskal ekspansif dan
                pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut. Kinerja ekonomi Tiongkok juga
                diprakirakan belum kuat, di tengah berbagai strategi diversifikasi ekspor.
                Sementara itu, kinerja perekonomian India diprakirakan tetap baik didukung
                permintaan domestik. Tekanan inflasi AS masih menurun sehingga mendorong
                tetap kuatnya ekspektasi arah penurunan Fed Funds Rate (FFR) ke depan. Sementara
                itu, pergerakan arus modal keluar dari AS ke Eropa dan negara berkembang, serta
                komoditas yang mengarah safe-haven seperti emas, terus berlanjut sejalan dengan
                meningkatnya risiko ekonomi AS, termasuk risiko fiskal. Perkembangan ini
                mendorong berlanjutnya pelemahan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang
                negara maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY).


                                            Tabel 6 Pertumbuhan PDB Dunia




                Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia


                Kondisi Ekonomi Indonesia


                Pertumbuhan Ekonomi


                Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh investasi bangunan
                terkait kegiatan di sektor transportasi. Kinerja ekspor juga baik didorong oleh


                                                                                             29
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             ekspor berbasis sumber daya alam dan produk manufaktur. Sementara itu,
             konsumsi rumah tangga perlu ditingkatkan, tercermin pada pengeluaran yang
             masih terbatas. Secara sektoral, lapangan usaha (LU) Pertanian tetap ditopang oleh
             kinerja sub sektor LU Perkebunan dan dukungan program Pemerintah, sedangkan
             kinerja beberapa LU utama lainnya seperti LU Industri Pengolahan serta LU
             Penyediaan    Akomodasi        dan   Makan   Minum   belum   kuat.   Secara   spasial,
             perekonomian di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) diproyeksikan
             tumbuh sekitar 5%, sementara wilayah lainnya belum menunjukkan peningkatan.


                Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




             Sumber: Bank Indonesia


              Tabel 8 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




             Sumber: Bank Indonesia




                                                                                                30
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                       Gambar 5 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025




             Sumber: Bank Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal.
             Neraca perdagangan pada Mei 2025 mencatat surplus sebesar 4,3 miliar dolar AS,
             meningkat dari surplus April 2025 yang sebesar 0,2 miliar dolar AS. Kinerja positif
             ini didukung oleh ekspor komoditas seperti mesin listrik, besi, dan baja. Kinerja
             ekspor diperkirakan akan tetap positif berkat perundingan tarif dengan Pemerintah
             AS.


                                    Tabel 9 Neraca Pembayaran Indonesia




            Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat sementara




                                                                                             31
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                    Gambar 6 Grafik Neraca Perdagangan




                   Sumber: Bank Indonesia


                                     Gambar 7 Grafik Aliran Modal Asing




                   Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara;**Angka sangat sementara


                                      Gambar 8 Grafik Cadangan Devisa




                   Sumber: Bank Indonesia



                                                                                       32
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Sementara itu, aliran modal asing ke instrumen portofolio domestik terus berlanjut,
             didorong oleh prospek ekonomi Indonesia yang baik, imbal hasil instrumen
             keuangan yang tinggi, dan pergeseran aliran modal ke negara berkembang seiring
             dengan meningkatnya risiko ekonomi di AS. Aliran modal asing ke Surat Berharga
             Negara (SBN) pada awal triwulan III 2025 (hingga 14 Juli 2025) tercatat sebesar 0,9
             miliar dolar AS, melanjutkan net inflows pada triwulan II 2025 sebesar 1,6 miliar
             dolar AS.


             Posisi cadangan devisa per akhir Juni 2025 tetap tinggi, yaitu sebesar 152,6 miliar
             dolar AS. Jumlah ini setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan
             impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan berada di atas standar
             kecukupan internasional yang setara dengan 3 bulan impor.


             Nilai Tukar Rupiah


             Nilai tukar Rupiah menguat didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta
             berlanjutnya aliran masuk modal asing. Nilai tukar Rupiah pada Juni 2025 (hingga
             30 Juni 2025) menguat sebesar 0,34% (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir bulan
             sebelumnya. Perkembangan terkini hingga pertengahan Juli 2025 (hingga 15 Juli
             2025) menunjukkan Rupiah tetap stabil di tengah meningkatnya ketidakpastian
             global.


                 Gambar 9 Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan Negara
                                                Berkembang




                   Sumber: Bank Indonesia


             Secara umum, perkembangan Rupiah relatif stabil bila dibandingkan dengan
             kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang utama Indonesia dan
             terhadap kelompok mata uang negara maju di luar dolar AS, sehingga tetap
             mendukung daya saing ekspor Indonesia. Perkembangan nilai tukar ini didukung
             oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran masuk



                                                                                             33
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             modal asing, terutama ke instrumen SBN, serta konversi valas ke Rupiah oleh
             eksportir pasca penerapan penguatan kebijakan Pemerintah terkait Devisa Hasil
             Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).
             Inflasi


                                Gambar 10 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                       Sumber: Bank Indonesia


                                       Gambar 11 Inflasi IHK Provinsi




             Sumber: Bank Indonesia


             Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2025 tetap terjaga rendah dan
             mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi IHK Juni 2025 tercatat rendah 1,87%
             (yoy) ditopang inflasi inti yang menurun, inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan
             inflasi administered prices (AP) yang terkendali. Inflasi inti tercatat turun menjadi
             2,37% (yoy), dipengaruhi konsistensi suku bunga kebijakan moneter dalam
             mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta permintaan yang
             lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah 0,57% (yoy) didukung oleh




                                                                                               34
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian
             inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan
             Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Sementara itu, inflasi kelompok AP
             tetap terkendali 1,34% (yoy), di tengah kenaikan tarif air minum PAM dan cukai hasil
             tembakau.


      3.2    Pangsa Pasar


             Ketersediaan lahan industri semakin menipis, terutama di wilayah yang berdekatan
             dengan ibu kota Jakarta, seperti Bekasi, Tangerang, dan Bogor. Di Bekasi, hanya
             beberapa kawasan yang mampu mengakomodasi kebutuhan lahan industri skala kecil
             hingga menengah, sementara sebagian besar kawasan industri mulai mengalami
             kekurangan lahan.


             Lebih jauh ke timur Jakarta, ketersediaan lahan lebih memungkinkan di Karawang.
             Beberapa kawasan industri yang baru dikembangkan di Karawang masih memiliki
             pasokan    lahan   yang   substansial,   sehingga   cocok   untuk   perusahaan   yang
             membutuhkan lahan skala menengah hingga besar. Sementara itu, bagi bisnis yang
             menginginkan alokasi lahan yang lebih besar, Purwakarta dan Subang menawarkan
             alternatif yang layak. Wilayah ini tidak hanya menawarkan ketersediaan lahan yang
             luas tetapi juga didukung oleh percepatan pembangunan infrastruktur, termasuk
             pelabuhan yang saat ini sedang dibangun. Selain itu, harga lahan di Purwakarta dan
             Subang relatif lebih rendah dibandingkan dengan Karawang atau Bekasi, sehingga
             semakin meningkatkan daya tariknya bagi investor.


             Pada kuartal keempat tahun 2024, transaksi terbesar terjadi di Karawang New
             Industry City, dengan total 36 hektar, terdiri dari 22 hektar penjualan lahan industri
             dan 14 hektar penyewaan gudang untuk pabrik baterai kendaraan listrik. Transaksi
             terbesar kedua tercatat di Serang, khususnya di kawasan industri Modern Cikande,
             dengan empat transaksi seluas 18,15 hektar. Transaksi-transaksi ini didominasi oleh
             perusahaan aluminium Tiongkok yang mengakuisisi lahan seluas 15 hektar,
             sementara 3 hektar sisanya diakuisisi oleh perusahaan Tiongkok di sektor tiang
             pancang dan dua perusahaan lokal yang bergerak di industri kimia dan logam.


             Pada wilayah barat, ketersediaan lahan industri di Tangerang juga semakin menipis,
             dengan keterbatasan lahan yang menawarkan ketersediaan lahan berskala besar.
             Namun, bagi industri yang ingin berekspansi lebih jauh ke arah barat, Serang masih
             memiliki potensi pengembangan, terutama di kawasan industri yang baru beroperasi.
             Penjualan properti residensial di pasar primer pada triwulan IV 2024 secara tahunan
             menunjukkan penurunan. Pada triwulan IV 2024, penjualan properti residensial
             mencatat kontraksi pertumbuhan sebesar 15,09%, lebih dalam dibandingkan dengan
             kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 7,14% (yoy). Perkembangan tersebut
             didorong oleh penurunan penjualan rumah tipe kecil dan menengah yang masing-




                                                                                               35
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             masing tercatat kontraksi sebesar 23,70% (yoy) dan 16,61% (yoy). Sementara itu,
             penjualan rumah tipe besar tumbuh 20,44% (yoy) pada triwulan IV 2014.


             Sementara itu, di wilayah selatan, khususnya di Bogor, keterbatasan lahan semakin
             terasa, mendorong ekspansi industri bergeser ke Sukabumi. Sukabumi muncul
             sebagai lokasi yang menarik bagi pertumbuhan industri di selatan Jakarta, didukung
             oleh infrastruktur jalan tol yang sudah beroperasi. Meskipun demikian, minat
             terhadap industri perluasan ke arah selatan masih lebih rendah dibandingkan dengan
             wilayah timur Jabodetabek, yang terus berfungsi sebagai pusat utama pertumbuhan
             kawasan industri.


      3.3    Kesinambungan

             Kawasan industri sangat dipengaruhi oleh industri manufaktur karena keduanya
             memiliki    hubungan    simbiosis.   Aktivitas   manufaktur   Indonesia   mengalami
             peningkatan signifikan, ditandai dengan ekspansi pada Desember 2024. Sepanjang
             tahun 2024, PMI Indonesia menunjukkan dinamika sektor manufaktur, dengan tujuh
             kali berada di zona ekspansi dan lima kali di zona kontraksi. Purchasing Managers'
             Index (PMI) Indonesia meningkat dari 49,6 pada November menjadi 51,2 pada
             Desember 2024. Angka ini merupakan level tertinggi sejak Mei 2024 yang didorong
             oleh kenaikan produksi dan permintaan baru, baik dari pasar domestik maupun
             internasional, yang meningkat menjelang Hari Raya Natal dan perayaan Tahun Baru.
             Di sisi lain, beberapa negara ASEAN dengan ekonomi berbasis manufaktur, seperti
             Vietnam dan Malaysia mencatatkan PMI manufaktur yang terkontraksi, dengan PMI
             masing-masing berada pada level 49,8 dan 48,6.

             Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa
             aktivitas manufaktur Indonesia yang kembali ke zona ekspansif menjadi kabar baik
             di awal tahun ini, mencerminkan perekonomian Indonesia yang tetap solid di tengah
             berbagai tantangan, baik global maupun domestik. Pemerintah semakin optimis
             pertumbuhan ekonomi lebih dari 5% untuk tahun 2024 dapat tercapai.

             Kuatnya permintaan domestik terhadap produk dalam negeri turut menopang
             kinerja sektor manufaktur. Indeks Penjualan Ritel (IPR) mencatat kenaikan 1,7% (yoy)
             secara tahunan pada November 2024 (Oktober: 1,5%) dan Indeks Keyakinan
             Konsumen (IKK) Bank Indonesia pada November 2024 naik signifikan ke level 125,9
             (Oktober: 121,1). Perkembangan indikator tersebut mencerminkan daya beli yang
             terus meningkat dan optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi yang lebih
             baik di tengah perkembangan inflasi yang manageable. Selain itu, berdasarkan
             komponen PMI, peningkatan jumlah persediaan barang jadi mencerminkan
             optimisme pelaku usaha terhadap permintaan atas produk manufaktur Indonesia.
             Peningkatan aktivitas manufaktur ini juga diikuti dengan penyerapan tenaga kerja
             yang lebih ekspansif.




                                                                                              36
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Optimisme konsumen dan pelaku usaha, tercermin dari indeks penjualan ritel,
             keyakinan konsumen, dan aktivitas manufaktur yang ekspansif, menjadi modal
             penting bagi Indonesia menghadapi tantangan 2025. Konsumsi domestik dan
             aktivitas industri tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi. Pemerintah
             melalui APBN berkomitmen menjaga momentum ini dengan menciptakan kondisi
             yang kondusif, melindungi daya beli masyarakat, dan tetap menjaga level inflasi.

      3.4    Potensi Pasar


             Perekonomian Indonesia triwulan I 2025 tercatat tumbuh positif sebesar 4,87%
             (yoy). Industri sejenis yang memiliki korelasi terhadap kegiatan operasional
             Perseroan adalah industri jasa perusahaan yang mengalami pertumbuhan sebesar
             9,27% (yoy).


             Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam
             periode 2025—2029, dengan sektor industri sebagai pilar utama. Investasi di
             kawasan industri diproyeksikan tumbuh rata-rata 16,75% per tahun, sementara
             penyerapan tenaga kerja meningkat sekitar 3,47 juta orang per tahun. Kawasan
             industri diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan target PDB industri
             pengolahan non-migas mencapai 8,58% pada 2029.

             Pengembangan kawasan industri telah mengalami evolusi dari generasi pertama
             hingga generasi keempat. Awalnya dikelola oleh BUMN, kemudian berkembang ke
             sektor swasta, lalu menjadi kawasan industri modern, dan kini memasuki era
             berbasis industri 4.0. Kebijakan pengembangan difokuskan pada efisiensi logistik,
             pemanfaatan sumber daya alam, serta penerapan teknologi tinggi yang ramah
             lingkungan dan hemat air.

             Strategi industrialisasi dalam RPJMN 2025—2029 mencakup lima fokus utama, yaitu
             pengembangan industri prioritas, aglomerasi industri di KI/KEK, akselerasi ekspor,
             penguatan industri kecil dan menengah (IKM), serta penerapan industri hijau. Saat
             ini, Indonesia memiliki 166 perusahaan kawasan industri dengan luas total 94.171
             hektare dan tingkat okupansi 59,72%. Dalam lima tahun terakhir, jumlah kawasan
             industri bertambah 50 kawasan baru, meningkat 43,10%.

             Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stabil sebesar 4,87% (yoy) serta kenaikan
             sektor jasa perusahaan sebesar 9,27% menjadi fondasi peningkatan permintaan
             terhadap layanan berbasis kawasan industri. Target pemerintah untuk mencapai
             pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada periode 2025—2029 dan proyeksi
             pertumbuhan investasi kawasan industri sebesar 16,75% per tahun menunjukkan
             potensi perkembangan sektor-sektor baru yang cukup kuat. Dengan tingkat
             okupansi kawasan industri nasional yang masih 59,72% serta penambahan 50
             kawasan baru dalam lima tahun terakhir, peluang ekspansi dan diversifikasi ke
             sektor-sektor baru diperkirakan semakin besar.



                                                                                            37
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Lonjakan Investasi Dorong Penyerapan Lahan Industri


             Selama satu dekade terakhir, aktivitas penjualan dan penyewaan lahan industri di
             wilayah Jabodetabek telah mencapai rekor tertinggi. Pada tahun 2024, total transaksi
             mencapai    427,06   hektar, hampir menyamai      puncaknya    pada tahun     2014.
             Dibandingkan dengan total transaksi pada tahun 2023, terjadi peningkatan hampir
             dua kali lipat.


             Salah satu pendorong utama lonjakan ini adalah penjualan lahan industri seluas 150
             hektar di Subang Smartpolitan kepada produsen kendaraan listrik Tiongkok, BYD.
             Transaksi ini berkontribusi signifikan terhadap penyerapan lahan industri secara
             keseluruhan. Namun, meskipun transaksi Subang Smartpolitan tidak termasuk, total
             transaksi pada tahun 2024 masih melampaui total transaksi pada tahun 2023, yang
             menggarisbawahi pesatnya ekspansi sektor kawasan industri.


                               Gambar 8 Penyerapan Lahan Industri Tahunan (Ha)




                         Sumber: Colliers International


                  Gambar 8 Kinerja Penjualan Kawasan Industri Selama Triwulan-IV 2024 (Ha)




                           Sumber: Colliers International




                                                                                             38
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Pada kuartal keempat tahun 2024, transaksi terbesar terjadi di Karawang New
             Industry City, dengan total 36 hektar, terdiri dari 22 hektar penjualan lahan industri
             dan 14 hektar penyewaan gudang untuk pabrik baterai kendaraan listrik. Transaksi
             terbesar kedua tercatat di Serang, khususnya di kawasan industri Modern Cikande,
             dengan empat transaksi seluas 18,15 hektar. Transaksi-transaksi ini didominasi oleh
             perusahaan aluminium Tiongkok yang mengakuisisi lahan seluas 15 hektar,
             sementara 3 hektar sisanya diakuisisi oleh perusahaan Tiongkok di sektor tiang
             pancang dan dua perusahaan lokal yang bergerak di industri kimia dan logam.


             Selain itu, aktivitas pusat data tetap kuat, terutama di KIIC, tempat transaksi besar
             seluas 18 hektar terjadi. Di kawasan industri GIIC, total transaksi mencapai 14,6
             hektar pada kuartal keempat 2024, sehingga total kumulatif tahun ini mencapai
             59,31 hektar—menjadikannya kawasan dengan transaksi tertinggi kedua setelah
             Subang Smartpolitan. Transaksi di GIIC mencakup lahan seluas 7 hektar yang dibeli
             oleh perusahaan pusat data, lahan gudang seluas 3 hektar, dan dua lahan seluas total
             4,6 hektar yang diakuisisi oleh perusahaan FMCG.


             Penjualan lahan industri juga mulai kembali marak di Kota Bukit Indah (Indotaisei)
             setelah bertahun-tahun stagnan. Pada kuartal keempat, sebuah perusahaan logistik
             berekspansi dengan mengakuisisi lahan seluas 1,65 hektar, sementara produsen alat
             musik membeli lahan seluas 5 hektar, sehingga total transaksi di area tersebut
             menjadi 6,66 hektar. Di Karawang, Arta Industrial Hill mencatat penjualan seluas 5,3
             hektar, terdiri dari 4,3 hektar yang dijual kepada perusahaan tekstil berteknologi
             tinggi dan 1 hektar kepada produsen komponen baterai.


             Untuk wilayah Bekasi, Jababeka melaporkan total transaksi seluas 5,1 hektar di Q4,
             dengan transaksi terbesar adalah pembelian lahan seluas 4 hektar oleh perusahaan
             pusat data lokal. Sisa transaksi terdiri dari lahan-lahan kecil yang diakuisisi oleh
             perusahaan-perusahaan      Indonesia   dan   Tiongkok   di   sektor   kimia,   logistik,
             permesinan, dan komponen industri. Sementara itu, Suryacipta di Karawang mencatat
             satu transaksi seluas 2,5 hektar, yang dibeli oleh perusahaan bahan bangunan.


             Sebuah perusahaan industri makanan yang berbasis di Singapura menyewa lahan
             seluas 0,5 hektar di Kota Bukit Indah. Sedangkan pada Bekasi Fajar, hanya tercatat
             transaksi kecil seluas 212 meter persegi pada kuartal keempat. Namun, secara
             tahunan, total transaksi di Bekasi Fajar mencapai 12,92 hektar pada tahun 2024.


             Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penyerapan lahan
             industri tidak hanya ditopang transaksi berskala besar, tetapi juga peningkatan
             transaksi di berbagai kawasan strategis yang didorong oleh sektor kendaraan listrik,
             pusat data, dan manufaktur. Hal ini mencerminkan permintaan yang semakin
             terdiversifikasi dan prospek pertumbuhan kawasan industri yang lebih berkelanjutan.




                                                                                                39
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Tren Harga Lahan Industri


             Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah memengaruhi harga lahan
             industri. Dalam denominasi rupiah, harga lahan tampak lebih rendah dibandingkan
             dengan lahan yang harganya dalam USD, meskipun secara riil tetap stabil. Dari kuartal
             ketiga hingga keempat tahun 2024, harga di sebagian besar kawasan industri tetap
             stabil, kecuali satu kawasan di Karawang yang menaikkan harganya menjadi US$175
             per meter persegi, kenaikan sekitar 6% dari periode sebelumnya. Penyesuaian harga
             ini didorong oleh peningkatan aktivitas penjualan di kawasan tersebut, yang
             menumbuhkan kepercayaan diri para pengelola kawasan untuk menyesuaikan harga.


             Sementara itu, di kawasan industri lainnya, tidak terjadi kenaikan harga yang
             signifikan, karena sebagian besar penyesuaian telah diterapkan sepanjang tahun
             2024. Namun, mengingat tren peningkatan penjualan yang berkelanjutan, masih
             terdapat potensi kenaikan harga di tahun-tahun mendatang, terutama di kawasan
             industri yang baru dikembangkan dan awalnya menawarkan harga yang lebih
             kompetitif. Seiring dengan terus meningkatnya permintaan dan masuknya penyewa
             yang lebih besar ke pasar, harga lahan di kawasan yang sedang berkembang ini
             kemungkinan akan mengalami penyesuaian.


             Mengenai biaya pemeliharaan (biaya layanan), belum ada perubahan signifikan yang
             tercatat sejauh ini. Namun, dengan potensi kenaikan upah minimum regional,
             beberapa kawasan industri yang masih mempertahankan tarif layanan di bawah
             standar mungkin akan segera merevisi biaya mereka untuk menyesuaikan dengan
             perubahan ini.


             Stabilnya harga lahan industri di sebagian besar kawasan, meskipun terjadi tekanan
             nilai tukar, menunjukkan adanya daya tahan pasar yang ditopang oleh permintaan
             yang konsisten. Kenaikan harga di Karawang serta potensi penyesuaian harga di
             kawasan baru mencerminkan dinamika kompetitif yang dipicu oleh ekspansi sektor-
             sektor strategis. Bagi pelaku usaha maupun pengembang, kondisi ini menandakan
             perlunya strategi harga yang adaptif serta pengelolaan biaya operasional yang
             efisien untuk menjaga daya tarik kawasan, terutama jika kenaikan biaya layanan
             mulai diterapkan sejalan dengan peningkatan biaya tenaga kerja.


      3.5    Sasaran


             Dalam beberapa tahun terakhir, sektor pusat data telah mendominasi penjualan
             lahan industri. Pada tahun 2024, total transaksi di sektor ini mencapai 64,59 hektar,
             yang mencakup sekitar 19,1% dari total transaksi lahan industri.


             Namun, tren yang menonjol pada tahun 2024 adalah dominasi sektor kendaraan
             listrik (EV), yang berkontribusi sekitar 41% dari total penjualan lahan industri.




                                                                                               40
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Sebagian besar transaksi ini berasal dari investasi besar BYD di Subang
             Smartpolitan. Selain itu, industri baterai kendaraan listrik juga mengalami
             pertumbuhan yang substansial, sebagaimana tercermin dalam transaksi di
             Karawang New Industrial City yang melibatkan produsen baterai Tiongkok, CATL.
             CATL mengkhususkan diri dalam pengembangan dan produksi baterai lithium-ion,
             terutama untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Ke depannya,
             ekspansi industri otomotif listrik diperkirakan akan terus meningkat dan semakin
             mendominasi pasar lahan industri. Meskipun angka ini sedikit lebih rendah
             dibandingkan tahun 2023, perusahaan pusat data tetap menjadi pilar utama yang
             mendukung penjualan lahan industri.


             Di luar sektor kendaraan listrik, industri otomotif konvensional tetap aktif, dengan
             total transaksi mencapai sekitar 30,37 hektar di enam kawasan industri. Industri suku
             cadang otomotif juga berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor ini. Sementara itu,
             industri bahan bangunan menunjukkan permintaan yang kuat terhadap lahan
             industri, dengan transaksi terbesar terjadi di Kawasan Industri Krakatau Cilegon,
             seluas 23,7 hektar, di samping transaksi yang lebih kecil di kawasan industri lainnya.


             Secara keseluruhan, penjualan lahan industri pada kuartal keempat tahun 2024
             menunjukkan kinerja yang solid, memberikan dorongan positif bagi pasar lahan
             industri secara keseluruhan. Tren pertumbuhan ini diperkirakan akan berlanjut di
             tahun-tahun mendatang.


                  Gambar 8 Penyerapan Kawasan Industri Berdasarkan Sektor Tahun 2024 (%)




             Sumber: Colliers International




                                                                                              41
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      3.6    Potensi Nilai Pasar


              Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih sebesar Rp11,61 miliar
              pada tahun 2025, Rp38,93 miliar pada tahun 2026, Rp64,68 miliar pada tahun
              2027, Rp91,26 miliar pada tahun 2028, Rp121,61 miliar pada tahun 2029, dan
              sebesar Rp163,53 miliar pada tahun 2030. Potensi nilai ini berasal dari konsolidasi
              atas keuntungan yang dihasilkan oleh entitas anak Perseroan yang bergerak di
              bidang real estate.


      3.7    Pesaing Usaha


             Persaingan yang dihadapi Perseroan tidak langsung berasal dari sesama perusahaan
             holding, melainkan dari pengembang kawasan industri. Sebagai holding, posisi
             Perseroan adalah sebagai investor yang melakukan penyertaan modal pada entitas
             anak.   Dengan    demikian,    kompetisi   terjadi   di   tingkat   entitas   anak   yang
             mengembangkan kawasan industri. Beberapa pesaing pengembang kawasan
             industri di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat antara lain:
             • PT Lippo Cikarang Tbk (Cikarang)
             • PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (Bekasi)
             • PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (Cikarang)
             • PT Suryacipta Swadaya (Karawang dan Subang)
             • PT Puradelta Lestari Tbk (Cikarang)


             Persaingan terutama terjadi dalam menarik pelaku industri yang mencari lokasi
             untuk pabrik maupun gudang, di mana faktor harga kaveling, kualitas bangunan,
             infrastruktur pendukung, serta aksesibilitas menjadi kunci utama.


      3.8    Strategi Pemasaran


             Sebagai perusahaan holding, saat ini Perseroan tidak melakukan kegiatan
             pemasaran produk secara langsung karena tidak menghasilkan produk maupun jasa
             yang ditujukan kepada konsumen. Seluruh aktivitas pemasaran terkait produk atau
             jasa akan dijalankan oleh entitas anak sesuai dengan bidang usahanya, sementara
             Perseroan berfokus pada pengelolaan investasi.




                                                                                                   42
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      4       KELAYAKAN TEKNIS

      4.1    Kapasitas


              Perseroan sebagai perusahaan holding memiliki kapasitas yang memadai dalam
              mendukung kegiatan usaha entitas anak di bidang real estate. Kapasitas tersebut
              tercermin diantaranya dari pengalaman manajemen lebih dari 20 tahun dalam
              industri. Selain itu, Perseroan memberikan dukungan finansial untuk kelancaran
              aktivitas pengembangan proyek yang dijalankan oleh entitas anak. Perseroan juga
              memastikan bahwa entitas anak memiliki sumber daya manusia, perizinan, dan
              infrastruktur   yang   lengkap     untuk     melaksanakan    kegiatan    usaha   secara
              berkesinambungan. Dengan kombinasi pengalaman, dukungan finansial, dan
              sistem pengelolaan yang terstruktur, Perseroan memiliki kapasitas yang memadai
              untuk mendukung keberhasilan pengembangan proyek-proyek real estate melalui
              entitas anaknya.


      4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

              Bahan Baku Mentah


              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak memerlukan bahan
              baku mentah karena kegiatan usaha yang dijalankan bersifat holding dan
              pengelolaan investasi, bukan manufaktur atau produksi, sehingga tidak melibatkan
              proses pengolahan bahan baku secara langsung.


              Pekerja


              Hingga 30 Juni 2025, Perseroan memiliki 16 karyawan tetap, dengan sebagian besar
              (12 orang) berada di entitas anak dan 4 orang di tingkat holding yang berfokus pada
              fungsi strategis pengelolaan investasi serta koordinasi. Dari sisi level organisasi,
              karyawan terdiri atas 7 manajer, 4 supervisor, dan 5 staf.


              Tenaga Ahli

              Perseroan tidak memiliki tenaga ahli khusus, namun kegiatan usaha didukung oleh
              manajemen yang berpengalaman dan memiliki kompetensi memadai dalam
              mengelola     perusahaan   serta   entitas    anak,   sehingga   mampu    menjalankan
              pengembangan usaha secara efektif.


      4.3    Proses Produksi dan/atau Operasional


             Sebagai perusahaan holding, saat ini Perseroan tidak menghasilkan produk
             sehingga tidak memiliki alur proses produksi tersendiri. Adapun berikut merupakan




                                                                                                  43
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             proses kegiatan usaha pengembangan properti yang dijalankan oleh Entitas Anak
             Perseroan.


                 Gambar 12 Alur Proses Kegiatan Usaha Pengembangan Properti Entitas Anak
                                                   Perseroan




             Sumber: Manajemen Perseroan


             − Persiapan Proyek


                Manajemen mempersiapkan seluruh kebutuhan untuk membangun sebuah
                kawasan. Dari mulai RAB, masterplan, lahan, perizinan dan segala sesuatu yang
                berkaitan.


             − Pembangunan Infrastruktur Dasar


                Setelah    seluruh   kebutuhan    untuk     persiapan      proyek   siap,    dilakukan
                pembangunan      infrastruktur   dasar    seperti   land   clearing,   cut   and   fill,
                pembangunan jalan, pembangunan utilitas air dan listrik, dan sarana lainnya
                yang diperlukan.


             − Penjualan


                Setelah infrastruktur dasar jadi, tim marketing melakukan pemasaran terhadap
                calon pembeli. Penjualan dapat dilakukan dengan 2 pilihan model penjualan yang
                ditawarkan, yaitu penjualan kaveling secara langsung dan sewa kaveling.
                Tergantung dari kebutuhan dan keinginan pelanggan.




                                                                                                   44
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      5      KELAYAKAN POLA BISNIS

      5.1    Keunggulan Kompetitif


              Perseroan menjalankan kegiatan usaha di bidang industri real estate melalui entitas
              anak, dengan mengedepankan sejumlah keunggulan kompetitif yang menjadi
              landasan utama dalam pengembangan proyek. Manajemen Perseroan memiliki
              pengalaman lebih dari 20 tahun di sektor real estate, yang didukung dengan strategi
              pemasaran berupa skema pembayaran fleksibel untuk memberikan kemudahan
              bagi konsumen sekaligus meningkatkan daya tarik produk. Perseroan juga
              menerapkan konsep “Green Eco” yang berorientasi pada prinsip ramah lingkungan.
              Seluruh proyek juga ditunjang dengan perizinan yang lengkap, sehingga
              memberikan     kepastian      hukum   dan   menjamin    kelancaran    pelaksanaan
              pembangunan maupun penyerahan kepada konsumen. Selain itu, pemilihan lokasi
              proyek selalu memperhatikan faktor aksesibilitas, sehingga kawasan yang
              dikembangkan mudah dijangkau, memiliki nilai strategis, serta berdaya saing tinggi
              di pasar properti.


      5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk


              Sebagai perusahaan holding, Perseroan menjalankan kegiatan usaha melalui entitas
              anak yang bergerak di bidang real estate. Dalam hal ini, kemampuan pesaing untuk
              meniru produk tergolong tinggi, karena lahan industri dan bangunan gudang
              memiliki karakteristik serupa. Namun, keunggulan kompetitif entitas anak
              Perseroan tidak hanya terletak pada produk fisik, melainkan juga pada penyediaan
              layanan kawasan, pengelolaan, serta dukungan infrastruktur yang memadai.


      5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai


              Dengan    posisi Perseroan sebagai perusahaan induk         yang berfokus pada
              pengelolaan investasi serta dukungan pengembangan usaha entitas anak,
              Perseroan memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai melalui beberapa aspek
              sebagai berikut:.

              1. Pengembangan kegiatan usaha entitas anak


                 Perseroan berperan aktif dalam mendukung perluasan kapasitas dan penguatan
                 daya saing entitas anak, terutama dalam pengembangan kawasan industri. Hal
                 ini diharapkan dapat memperkuat kesinambungan usaha dan menciptakan nilai
                 jangka panjang.




                                                                                              45
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




              2. Diversifikasi sumber pendapatan


                 Dengan pengembangan kawasan industri yang dikelola entitas anak, Perseroan
                 berpeluang memperoleh sumber pendapatan baru yang lebih beragam.
                 Diversifikasi ini memberikan stabilitas usaha serta memperkuat ketahanan
                 Perseroan dalam menghadapi dinamika pasar.


              3. Peningkatan kinerja keuangan


                 Aktivitas usaha yang dijalankan entitas anak memberikan kontribusi positif
                 terhadap pendapatan konsolidasi Perseroan. Hal ini pada akhirnya akan
                 meningkatkan kinerja keuangan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang
                 saham.

              Ketiga hal tersebut memberikan kontribusi positif terhadap penciptaan nilai, baik
              bagi Perseroan maupun pemegang saham. Dukungan modal ke entitas anak juga
              akan memperkuat daya saing, serta meningkatkan kinerja keuangan.




                                                                                            46
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja


              Hingga 30 Juni 2025, Perseroan memiliki 16 karyawan, di mana sebagian besar (12
              orang) berada di entitas anak dan 4 orang di tingkat holding yang berfokus pada
              fungsi strategis pengelolaan investasi, pengawasan, serta koordinasi dengan entitas
              anak. Jumlah tenaga kerja yang ada dinilai memadai untuk menunjang operasional
              yang   berjalan,   sejalan    dengan   karakteristik   usaha   holding   yang   lebih
              menitikberatkan pada pengelolaan manajemen dibanding aktivitas operasional
              langsung. Perseroan juga berupaya mengoptimalkan kapasitas sumber daya
              manusia yang dimiliki melalui penyesuaian tugas, peningkatan kompetensi, serta
              pemanfaatan tenaga kerja secara efektif.


      6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual


             Perseroan memahami bahwa pengelolaan kekayaan intelektual merupakan bagian
             penting dalam menjaga keberlanjutan usaha dan memperkuat posisi kompetitif di
             industri real estate. Untuk itu, Perseroan dan entitas anak secara aktif melakukan
             pendaftaran serta perlindungan atas merek dagang yang digunakan dalam kegiatan
             usahanya. Saat ini, entitas anak memiliki empat merek terdaftar, yaitu “Kawasan
             Industri Cikembar”, “Industrial Circuit Cikembar”, “OCBD Business Park”, dan “Smart
             Warehouse”, yang masing-masing telah memperoleh perlindungan hukum sesuai
             ketentuan peraturan perundang-undangan dan berlaku sampai dengan jangka
             waktu yang ditetapkan. Hak atas merek dagang terlindungi serta dapat digunakan
             secara berkesinambungan dalam mendukung kegiatan usaha.


      6.3    Manajemen Risiko

             Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan mungkin menghadapi beberapa
             risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko yang mungkin dihadapi
             Perseroan adalah sebagai berikut.


             1)   Risiko Ketergantungan Usaha
                  Sebagai perusahaan holding, kinerja Perseroan sangat bergantung pada
                  portofolio investasinya. Ketergantungan yang terlalu besar pada satu sektor,
                  wilayah, atau entitas tertentu dapat meningkatkan volatilitas pendapatan,
                  khususnya ketika sektor tersebut menghadapi tekanan pasar atau pengetatan
                  regulasi. Untuk memitigasi risiko ini, Perseroan dapat membangun portofolio
                  yang lebih seimbang melalui diversifikasi investasi lintas sektor maupun
                  wilayah, menetapkan batas eksposur maksimum terhadap satu entitas, serta
                  melakukan peninjauan berkala atas kontribusi dan kinerja masing-masing
                  investasi.




                                                                                                47
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             2)   Risiko Regulasi
                  Perusahaan holding tidak hanya terikat pada aturan terkait kepemilikan, tetapi
                  juga terdampak oleh regulasi yang berlaku pada sektor usaha anak perusahaan.
                  Perubahan kebijakan pemerintah, seperti kenaikan tarif pajak, atau perubahan
                  aturan lingkungan, dapat menekan profitabilitas anak usaha dan mengurangi
                  daya tarik investasi. Mitigasinya adalah dengan memperkuat fungsi kepatuhan
                  di   tingkat    holding,    membangun   komunikasi      aktif   dengan     regulator,
                  berpartisipasi dalam asosiasi industri untuk memahami arah kebijakan, serta
                  menyiapkan rencana kontinjensi agar anak usaha dapat beradaptasi lebih cepat
                  terhadap perubahan regulasi.


             3)   Risiko Manajemen Investasi
                  Keputusan investasi yang kurang tepat, seperti akuisisi dengan valuasi terlalu
                  tinggi atau penyertaan modal pada bisnis yang tidak prospektif, berpotensi
                  mengurangi tingkat pengembalian bagi pemegang saham. Risiko ini juga
                  muncul ketika proses pengawasan pasca investasi lemah sehingga kinerja anak
                  usaha tidak sesuai ekspektasi. Untuk mengurangi risiko ini, Perseroan perlu
                  memperkuat proses analisis dan seleksi investasi dengan melibatkan konsultan
                  independen. Selain itu, pemantauan kinerja anak usaha harus dilakukan secara
                  periodik, sehingga langkah korektif dapat segera diambil jika terdapat
                  ketidaksesuaian dengan target.


             4)   Risiko Keuangan
                  Struktur permodalan holding sangat dipengaruhi oleh strategi pendanaan, baik
                  melalui ekuitas maupun utang. Di sisi lain, risiko likuiditas timbul jika arus
                  dividen dari anak usaha tidak stabil atau tertunda, sehingga holding mengalami
                  kesulitan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Untuk memitigasi hal ini,
                  Perseroan perlu menjaga struktur modal yang optimal dengan rasio utang
                  terhadap ekuitas yang sehat, dan melakukan diversifikasi sumber pendanaan.
                  Cadangan       kas   yang   memadai   juga    harus   dijaga    untuk    menghadapi
                  ketidakpastian arus kas masuk dari anak usaha.


      6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen


              Manajemen Perseroan memiliki kapasitas dan kemampuan yang memadai dalam
              mengelola dan mengembangkan kegiatan usaha sebagai perusahaan holding. Sejak
              pendirian pada tahun 1995, Perseroan telah menunjukkan kemampuan untuk
              beradaptasi terhadap dinamika usaha, termasuk melalui penambahan bidang usaha
              kontraktor umum pada tahun 2016, serta pengembangan portofolio investasi yang
              mencakup kawasan industri, pergudangan, dan perhotelan melalui 1 entitas anak
              dan 2 entitas asosiasi. Rekam jejak pengelolaan portofolio tersebut mencerminkan
              kemampuan      manajemen        dalam   menjaga     keberlangsungan         usaha,   serta
              mendiversifikasi sumber pendapatan.




                                                                                                     48
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




              Penambahan kegiatan usaha sebagai holding tidak akan mengubah operasional
              Perseroan, melainkan memperkuat fungsi utamanya dalam pengelolaan investasi
              pada entitas anak dan entitas asosiasi.


      6.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen


              Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak melakukan
              perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.


                                  Gambar 13 Struktur Organisasi Perseroan




                            Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                        49
Page 64
 Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
 PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




         7       KELAYAKAN KEUANGAN

                 Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
                 ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
                 didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
                 ataupun tidak.


                 Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal, diantaranya kebutuhan
                 investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
                 investasi, dan analisis sensitivitas.

         7.1     Biaya Pendirian (Start Up Costs)

                 Pengembangan usaha Perseroan melalui entitas anak memerlukan biaya investasi
                 (capex) sebesar Rp193.695.120.000,- yang akan dialokasikan untuk pembebasan
                 lahan, pembangunan gudang, serta pengembangan infrastruktur kawasan industri
                 di Sentul, Cikembar, dan Tenjo, dengan fokus terbesar pada Kawasan Industri
                 Cikembar (KIC).


                                       Tabel 10 Rencana Anggaran Biaya Investasi

                                                 Keterangan                                   Rp.000

                        Pembebasan Lahan, Pembangunan, dan Infrastruktur
                        a. Pembebasan Lahan KIS                                                7.000.000
                        b. Pembebasan Lahan KIC                                               83.695.120
                        c. Pembangunan Infrastruktur KIC                                      63.000.000
                        d. Pembangunan Gudang untuk Disewakan                                 30.000.000
                        e. Pembebasan Lahan & Infrastruktur Area Wisata Tenjo                 10.000.000
                                                 Total Biaya                                 193.695.120


         7.2     Modal Kerja


                 Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
                 • Perputaran piutang usaha                     : 30 hari
                 • Perputaran utang usaha                       : 30 hari


                 Proyeksi Modal Kerja tahun 2025—2030 adalah sebagai berikut:


                                               Tabel 11 Modal Kerja (Rp.000)
        Keterangan              2025           2026              2027           2028            2029            2030

PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar                 387.354.261      504.672.364       566.169.817    586.599.125     615.524.085     683.356.893
Utang Lancar               (136.451.956)    (131.289.299)   (131.940.322)    (133.876.747)   (136.430.943)   (139.208.441)
Modal Kerja                 250.902.306      373.383.065       434.229.495    452.722.378     479.093.142     544.148.452
Perubahan Modal Kerja          22.322.508    122.480.759        60.846.430     18.492.882      26.370.764      65.055.310




                                                                                                               50
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




               Berdasarkan proyeksi keuangan, modal kerja yang dibutuhkan pada tahun 2025
              sampai dengan tahun 2030 berturut-turut adalah sebesar Rp250,90 miliar,
              Rp373,38 miliar, Rp434,23 miliar, Rp452,72 miliar, Rp479,09 miliar, dan Rp544,15
              miliar.


      7.3     Sumber Pembiayaan


               Sumber pembiayaan Perseroan berasal dari ekuitas melalui hasil pelaksanaan right
               issue. Dalam hal jumlah hasil tersebut tidak mencukupi, Perseroan akan
               menggunakan kas internal dan/atau memanfaatkan pendanaan eksternal yang
               diperoleh dari bank, lembaga keuangan, maupun sumber lainnya.


      7.4     Biaya Operasional

              Beban usaha atau operasional pada proyeksi tahun 2025—2030 adalah sebagai
              berikut:


                                      Tabel 12 Beban Usaha Perseroan (Rp.000)
            Keterangan        2025           2026         2027         2028         2029          2030
       Biaya Sales &         2.581.590    13.236.329    16.184.558   25.351.723   34.784.510    53.539.233
         Marketing
       Biaya Administrasi   10.711.150    26.931.184    33.391.845   40.979.638   49.903.489    60.412.461
         & Umum
       Biaya Administrasi    1.304.301      2.870.000    3.157.000    3.472.700    3.819.970     4.201.967
         & Umum (CSIS)
       Biaya Penyusutan           5.400       10.800       10.800       10.800       10.800        10.800
         (CSIS)
             Jumlah         14.602.441    43.048.313    52.744.203   69.814.860   88.518.769   118.164.461
      Sumber: Proyeksi Keuangan

              Pada tahun 2025, beban operasional Perseroan diproyeksikan sebesar Rp14,60
              miliar dan terus mengalami peningkatan setiap tahun, hingga mencapai Rp118,16
              miliar pada tahun 2030.

      7.5     Biaya Bahan Baku Mentah

               Saat ini Perseroan tidak melakukan kegiatan manufaktur, maka tidak terdapat biaya
               untuk bahan baku mentah.


      7.6     Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan


              Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan.




                                                                                                  51
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                Waktu Operasional


                Periode proyeksi dimulai bulan Juli tahun 2025 hingga tahun 2030. Jumlah hari
                operasional diasumsikan selama 180 hari pada tahun 2025, selanjutnya selama 360
                hari dalam setahun dan diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


                Struktur Pendapatan


                Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut:


                                                Tabel 13 Proyeksi Pendapatan (Rp.000)
                                  2025
     Keterangan                                  2026           2027                2028                2029              2030
                                Jul-Des
Penjualan Sentul            32.070.450         16.600.000                -                   -                    -                   -
Penjualan Cikembar          15.849.150        110.000.000    169.000.000      225.000.000            297.000.000       396.000.000
Pendapatan Jasa                 6.265.200      12.770.400     13.970.400        14.750.400            15.650.400        17.360.400
Total Pendapatan            54.184.800        139.370.400    182.970.400      239.750.400            312.650.400       413.360.400
       Growth                                     31,28%         31,03%              30,41%               32,21%                 31,28%
Sumber: Proyeksi Keuangan


                Struktur Biaya


                a.   Beban Pokok Pendapatan


                     Beban Pokok Pendapatan pada proyeksi tahun 2025—2030 adalah sebagai
                     berikut:


                                              Tabel 14 Beban Pokok Pendapatan (to Sales)
                            Keterangan            2025       2026        2027          2028            2029           2030
                         Sentul                   33,16%     28,36%             -                -            -              -
                         Cikembar                 73,44%     34,65%      31,93%        31,41%          33,14%         33,11%
                         Jasa                     58,62%     64,82%      65,18%        67,90%          70,40%         69,81%
                     Sumber: Proyeksi Keuangan


                b.   Beban Usaha


                     Beban usaha pada proyeksi tahun 2025—2030 adalah sebagai berikut:


                                                     Tabel 15 Asumsi Beban Usaha
                                 Keterangan                  2025      2026         2027         2028         2029       2030
            Biaya Sales & Marketing               to Sales   4,76%      9,50%        8,85%       10,57%    11,13%       12,95%
            Biaya Administrasi & Umum             Growth               25,72%       23,99%       22,72%    21,78%       21,06%
            Biaya Administrasi & Umum
                (CSIS)                            Growth               10,02%       10,00%       10,00%    10,00%       10,00%




                                                                                                                             52
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




            Sumber: Proyeksi Keuangan


              Pendapatan (Biaya) Non Operasi


              Pendapatan (biaya) non operasi pada proyeksi tahun 2025—2030 adalah sebagai
              berikut:


                                    Tabel 16 Asumsi Pendapatan (Biaya) Non Operasi
                            Keterangan              2025     2026     2027     2028     2029     2030
               Pendapatan Lain-lain      to Sales    5,01%    3,79%    5,87%    7,52%    8,34%    7,90%
               Biaya Lain-lain           to Sales   -0,07%   -0,06%   -0,05%   -0,04%   -0,03%   -0,02%


              Beban Bunga


              Tingkat bunga yang digunakan adalah Kredit Investasi (KI) adalah sebesar 8,92% dan
              bunga Kredit Modal Kerja (KMK) adalah sebesar 8,82%, serta leasing sebesar 13,92%.
              Khusus untuk asumsi tingkat suku bunga KI, digunakan dalam menghitung cost of
              debt yang selanjutnya digunakan dalam menghitung WACC.

              Tarif Pajak


              Tarif PPh Badan adalah sebesar 22,00% dari penghasilan sebelum pajak (EBT). Hal
              ini berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi
              Peraturan Perpajakan.


              Perputaran


              Dalam masa proyeksi, diasumsikan piutang usaha tertagih setiap 30 hari, dan utang
              usaha dilunasi setiap 30 hari.


      7.7     Asumsi dan Pertimbangan Manajemen dalam Penyusunan Proyeksi Keuangan


              Asumsi Pertumbuhan Pendapatan


              Manajemen berasumsi bahwa pendapatan akan tumbuh rata-rata sebesar 31,23%,
              didukung oleh pertumbuhan penjualan lahan komersial yang tumbuh rata-rata
              sebesar 79,83%. Pertumbuhan pendapatan juga diperkuat oleh pendapatan jasa
              yang diperkirakan tumbuh sebesar 6,78%. Dengan adanya proyeksi penjualan lahan
              komersial dan gudang komersial yang disewakan, maka sumber pendapatan service
              charge mengalami peningkatan dan akan memberikan kontribusi yang meningkat
              setiap tahun.




                                                                                                    53
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Asumsi Okupansi Gudang Disewakan


             Manajemen berasumsi bahwa berdasarkan pengalaman dan perkembangan
              investasi asing yang masuk ke Indonesia, mereka membutuhkan gudang siap pakai
              untuk menunjang ekspansi investor tersebut. Manajemen berasumsi bahwa tingkat
              okupansi gudang komersial yang tersewa mencapai 70-80 persen.


             Asumsi Perputaran Piutang


             Manajemen berasumsi bahwa kolektibilitas piutang atas pendapatan yang terus
              tumbuh dapat dikelola dengan baik, sehingga berasumsi bahwa dalam rentang
              jatuh tempo pendapatan akan dapat dibayarkan oleh tenan atau konsumen.


             Asumsi Perputaran Hutang


             Manajemen berasumsi bahwa segala kewajiban pengadaan lahan, pembangunan
              insfrastruktur, beban operasional, dan aktivitas lainnya akan dilakukan dengan
              prinsip kehati-hatian dan selalu memperhatikan sumber pendanaannya, sehingga
              seluruh pengeluaran tersebut dapat terkelola dengan baik dan terbayarkan sebelum
              jatuh tempo kepada supplier ataupun pihak lainnya yang terkait.


             Asumsi Harga Beli Lahan


             Manajemen memiliki sumber informasi dan sasaran penambahan lahan untuk
              memperluas kawasan industri Cikembar, sehingga manajemen berasumsi bahwa
              harga beli lahan masih dapat dikendalikan dengan baik, sehingga pertumbuhan
              harga beli lahan untuk lima tahun kedepan diperkirakan rata-rata sebesar 13,64%
              pertahun.


             Asumsi Komposisi Biaya Operasional


             Manajemen berasumsi bahwa struktur komposisi beban operasional perusahaan
              relatif akan stabil dan sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perusahaan.
              Manajemen juga akan terus melakukan pengelolaan beban operasional dengan tata
              kelola yang baik dan efisien, sehingga beban operasional dapat terkendali dan dapat
              membantu meningkatkan profitabilitas perusahaan.


             Asumsi Tingkat Bunga Hutang Bank


             Manajemen berasumsi bahwa tingkat bunga perbankan akan tetap terkendali
              sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan sektor riil
              serta dukungan perbankan dalam menyediakan akses pembiayaan yang lebih
              mudah.




                                                                                              54
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                Asumsi Pembagian Dividen


                Manajemen         berasumsi      bahwa     dengan         mempertimbangkan          pencapaian
                pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas perusahaan, maka diasumsikan akan
                melakukan pembagian dividen semaksimal mungkin dengan mempertimbangkan
                kondisi cash flow perusahaan dan persetujuan RUPS.


                Asumsi Sumber Pendanaan


                Manajemen berasumsi bahwa sumber pendanaan untuk menjalankan aktivitas
                operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan serta pengembangan
                kegiatan usaha perusahaan, berasal dari dana right issue, dana pinjaman bank, dana
                internal dan sumber dana lain yang akan diputuskan manajemen sesuai dengan
                kebutuhan yang ada.


      7.8       Proyeksi Posisi Keuangan


                Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2025—2030 ditunjukkan pada tabel
                berikut ini:


                                       Tabel 17 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
              Keterangan              2025          2026           2027           2028           2029          2030

      ASET
      Aset Lancar
         Kas dan Bank              205.994.920    90.052.437     35.870.671     31.526.622     37.831.667     75.742.640
         Piutang Usaha               8.834.478    11.455.101     15.038.663     19.705.512     25.697.293     33.974.827
         Piutang lain-lain            930.305        930.305        930.305        930.305        930.305         930.305
         Persediaan                366.722.929   481.420.408    539.334.300    555.096.759    578.029.938    637.585.211
         Uang muka                   2.761.810     2.761.810      2.761.810      2.761.810      2.761.810      2.761.810
         Biaya dibayar di muka       5.655.037     5.655.037      5.655.037      5.655.037      5.655.037      5.655.037
         Pajak dibayar di muka       2.449.702     2.449.702      2.449.702      2.449.702      2.449.702      2.449.702
      Total Aset Lancar            593.349.182   594.724.801    602.040.488    618.125.747    653.355.752    759.099.533

      Aset Tidak Lancar
         Investasi pada entitas
             asosiasi               47.645.362    47.645.362     47.645.362     47.645.362     47.645.362     47.645.362
         Aset Tetap
               Harga Perolehan      63.882.793    93.882.793    126.882.793    163.182.793    203.112.793    204.762.793
               Akumulasi
             Penyusutan           (10.296.446)   (13.783.891)   (18.562.097)   (25.155.302)   (33.500.507)   (41.606.659)
         Nilai Buku                 53.586.348    80.098.902    108.320.697    138.027.492    169.612.286    163.156.135

         Properti Investasi         23.576.690    23.576.690     23.576.690     23.576.690     23.576.690     23.576.690
         Aset tak berwujud            295.863        295.863        295.863        295.863        295.863         295.863
         Aset hak guna                882.267        882.267        882.267        882.267        882.267         882.267




                                                                                                             55
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                Keterangan            2025          2026          2027          2028          2029           2030

         Tanah untuk
           pengembangan             20.531.419    20.531.419    20.531.419    20.531.419    20.531.419     20.531.419
         Aset pajak tangguhan         339.857       339.857       339.857       339.857       339.857          339.857

      Total Aset Tidak Lancar      146.857.805   173.370.359   201.592.154   231.298.949   262.883.744    256.427.592


      TOTAL ASET                   740.206.987   768.095.160   803.632.642   849.424.696   916.239.496   1.015.527.125

      LIABILITAS & EKUITAS
      Liabilitas Jangka Pendek
         Utang bank jangka
           pendek                     879.436       879.436       879.436       879.436       879.436          879.436
         Utang KMK                   5.000.000             -             -             -             -               -
         Utang Usaha                 4.230.314     4.200.153     5.183.817     6.631.677     8.994.192     11.771.690
         Utang lain-lain            55.839.636    55.681.495    55.681.495    55.681.495    55.681.495     55.681.495
         Uang muka penjualan        62.564.982    62.564.982    62.564.982    62.564.982    62.564.982     62.564.982
         Beban akrual                 484.830       484.830       484.830       484.830       484.830          484.830
         Utang pajak                 1.767.627     1.767.627     1.767.627     1.767.627     1.767.627      1.767.627
         Liabilitas jangka
           panjang YJTDS
                Utang bank           2.992.737     3.024.285     2.848.126     3.106.858     3.208.367      3.208.367
                Utang bank KI        2.658.467     2.686.491     2.530.008     2.759.842     2.850.013      2.850.013
                Liabilitas sewa        33.926              -             -             -             -               -
      Total Liabilitas Jangka
        Pendek                     136.451.956   131.289.299   131.940.322   133.876.747   136.430.943    139.208.441

      Liabilitas Jangka Panjang
         Liabilitas jangka
           panjang setelah
           dikurangi bagian
           YJTDS
                Utang bank          17.873.720    14.849.435    12.001.309     8.894.451     5.686.083      2.477.716
                Utang bank KI       17.341.533    14.655.042    12.125.034     9.365.192     6.515.179      3.665.166
         Pendapatan diterima
           di muka                   2.754.929     2.754.929     2.754.929     2.754.929     2.754.929      2.754.929
         Liabilitas imbalan
           kerja                     1.544.804     1.544.804     1.544.804     1.544.804     1.544.804      1.544.804
      Total Liabilitas Jangka       39.514.986    33.804.211    28.426.076    22.559.376    16.500.996     10.442.616
        Panjang

      Ekuitas
         Modal Saham               130.700.000   130.700.000   130.700.000   130.700.000   130.700.000    130.700.000
           PT Andalan Utama
                Bintara             74.800.000    74.800.000    74.800.000    74.800.000    74.800.000     74.800.000
           PT Olympic Kapital
                Equity              29.760.000    29.760.000    29.760.000    29.760.000    29.760.000     29.760.000
           Masyarakat               26.140.000    26.140.000    26.140.000    26.140.000    26.140.000     26.140.000
         Tambahan modal
           disetor                  29.367.882    29.367.882    29.367.882    29.367.882    29.367.882     29.367.882
         Tambahan modal
           disetor - Right Issue   198.664.000   198.664.000   198.664.000   198.664.000   198.664.000    198.664.000
         Saldo laba (Defisit)       25.430.824    45.780.667    66.919.579    93.023.801   129.941.268    183.789.737
         Total                     384.162.706   404.512.549   425.651.460   451.755.682   488.673.150    542.521.618




                                                                                                          56
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Keterangan           2025          2026          2027          2028          2029           2030


         Kepentingan Non
           Pengendali          180.077.339   198.489.102   217.614.784   241.232.889   274.634.407    323.354.450


      Total Ekuitas            564.240.045   603.001.650   643.266.244   692.988.572   763.307.557    865.876.069


      TOTAL LIABILITAS &
        EKUITAS                740.206.987   768.095.160   803.632.642   849.424.696   916.239.496   1.015.527.125
     Sumber: Proyeksi Keuangan


               Berdasarkan proyeksi keuangan, total aset Perseroan menunjukkan peningkatan
               dari Rp740,21 miliar pada 2025 menjadi Rp1,02 triliun pada 2030, didorong oleh
               pertumbuhan aset lancar dan aset tidak lancar. Di sisi lain, total liabilitas mengalami
               penurunan dari Rp175,97 miliar pada 2025 menjadi Rp149,65 miliar pada 2030.
               Sementara itu, ekuitas diproyeksikan tumbuh cukup signifikan dari Rp564,24 miliar
               pada 2025 menjadi Rp865,88 miliar pada 2030, sehingga porsi ekuitas terhadap
               total aset semakin besar.


               Beberapa akun utama yang diperkirakan terdampak, antara lain:


               Kas dan setara kas diproyeksikan menurun pada tahap awal proyek karena
               kebutuhan pendanaan investasi sebelum kemudian meningkat kembali melalui
               penerimaan pendapatan. Pada 2025, kas diperkirakan mencapai Rp205,99 miliar,
               yang sebagian besar berasal dari pendanaan right issue. Pada 2026, saldo kas turun
               menjadi Rp90,05 miliar akibat investasi pada anak usaha untuk pengembangan
               bisnis, dan kembali turun menjadi Rp35,87 miliar pada 2027 karena masih berada
               pada fase belanja modal. Selanjutnya, kas diproyeksikan meningkat seiring
               bertambahnya pendapatan, dengan posisi mencapai Rp75,74 miliar pada 2028.


               Piutang berpotensi meningkat seiring dengan penjualan secara bertahap, ditambah
               dengan timbulnya piutang berkala dari pendapatan sewa dan service charge para
               tenant kawasan industri. Pada 2025, piutang usaha diproyeksikan sebesar Rp8,83
               miliar dan meningkat hingga mencapai Rp33,97 miliar pada 2030.


               Persediaan meningkat akibat percepatan land development dan penyiapan kaveling
               industri yang siap dipasarkan. Pada 2025, persediaan diproyeksikan sebesar
               Rp366,72 miliar dan meningkat hingga mencapai Rp637,59 miliar pada 2030.


               Aset tetap meningkat seiring realisasi investasi untuk pembangunan kawasan
               industri. Pada 2025, nilai buku aset tetap diproyeksikan sebesar Rp53,59 miliar dan
               meningkat hingga mencapai Rp163,16 miliar pada 2030.




                                                                                                      57
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                 Utang usaha diperkirakan meningkat akibat pembayaran yang belum jatuh tempo,
                 diantaranya kepada pemasok material. Pada 2025, utang usaha diproyeksikan
                 sebesar Rp4,23 miliar dan meningkat hingga mencapai Rp11,77 miliar pada 2030.


                 Tambahan modal disetor yang diperoleh melalui pendanaan right issue menjadi
                 sumber utama pembiayaan proyek, dengan total dana sebesar Rp198,66 miliar.


                 Saldo laba meningkat seiring pertumbuhan laba bersih yang diperoleh. Pada 2025,
                 saldo laba diproyeksikan sebesar Rp25,43 miliar dan meningkat hingga mencapai
                 Rp183,79 miliar pada 2030.


      7.9        Proyeksi Laba Rugi


                 Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2025—2030 ditunjukkan pada tabel berikut:


                                        Tabel 18 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)

              Keterangan              2025          2026           2027           2028            2029             2030

      PENJUALAN                    54.184.800    139.370.400    182.970.400    239.750.400     312.650.400     413.360.400

      BEBAN POKOK PENJUALAN       (25.945.925)   (51.101.860)   (63.069.772)   (80.685.401)   (109.429.336)   (143.222.224)
        % To Sales                     47,88%         36,67%         34,47%         33,65%          35,00%           34,65%
      LABA (RUGI) KOTOR            28.238.874     88.268.540    119.900.628    159.064.999     203.221.064     270.138.176
        Gross Profit Margin            52,12%         63,33%         65,53%         66,35%          65,00%           65,35%
      BEBAN USAHA                 (14.597.041)   (43.037.513)   (52.733.403)   (69.804.060)    (88.507.969)   (118.153.661)
        % To Sales                     26,94%         30,88%         28,82%         29,12%          28,31%           28,58%
      LABA (RUGI) USAHA -
        EBITDA                     13.641.834     45.231.027     67.167.225     89.260.938     114.713.095     151.984.516
        Operating Profit Margin        25,18%         32,45%         36,71%         37,23%          36,69%           36,77%
      BEBAN PENYUSUTAN &
        AMORTISASI                 (1.173.343)    (3.487.446)    (4.778.205)    (6.593.205)     (8.345.205)     (8.106.152)

      PENDAPATAN (BEBAN)
        LAIN-LAIN
        Pendapatan Lain-lain        2.715.410      5.283.737     10.735.610     18.031.275      26.065.533      32.671.549
        Beban Lain-lain               (39.970)       (83.937)       (88.134)       (92.541)        (97.168)        (102.026)
        Beban Bunga Bank KI -
         Eksisting                   (948.842)    (1.694.120)    (1.425.460)    (1.165.564)       (897.138)        (614.401)
        Beban Bunga Bank KI          (445.915)    (1.635.479)    (1.396.827)    (1.165.960)       (927.515)        (676.358)
        Beban Bunga Bank KMK
         - Eksisting                  (38.788)       (77.576)       (77.576)       (77.576)        (77.576)         (77.576)
        Beban Bunga Bank KMK         (110.264)      (330.791)             -              -               -                -
        Pembayaran Bunga
         Leasing                       (4.014)        (1.771)             -              -               -                -
        Biaya Provisi                (250.000)             -              -              -               -                -
      TOTAL                           877.618      1.460.064      7.747.614     15.529.635      24.066.136      31.201.188




                                                                                                              58
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




            Keterangan               2025          2026          2027          2028          2029              2030

      LABA (RUGI) SEBELUM
        PAJAK                      13.346.108    43.203.646    70.136.633    98.197.368    130.434.025    175.079.552
        % To Sales                     24,63%        31,00%        38,33%        40,96%         41,72%          42,36%
      PAJAK PENGHASILAN
        FINAL                      (1.824.510)   (4.442.040)   (5.622.040)   (7.100.040)    (8.990.040)   (11.636.040)


      LABA (RUGI) BERSIH           11.521.598    38.761.606    64.514.593    91.097.328    121.443.985    163.443.512
        Net Profit Margin              21,26%        27,81%        35,26%        38,00%         38,84%          39,54%
     Sumber: Proyeksi Keuangan


                Pendapatan Perseroan diproyeksikan meningkat dari Rp54,18 miliar pada 2025
                menjadi Rp413,36 miliar pada 2030, sejalan dengan pertumbuhan kapasitas usaha.
                Laba kotor dan laba usaha juga menunjukkan tren kenaikan seiring dengan
                meningkatnya pendapatan, dengan laba usaha yang tumbuh dari Rp13,64 miliar di
                2025 menjadi Rp151,98 miliar di 2030. Laba bersih diperkirakan naik signifikan
                dari Rp11,52 miliar pada 2025 menjadi Rp163,44 miliar pada 2030.


                Beberapa akun utama yang diperkirakan terdampak, antara lain:


                Pendapatan terdampak secara positif, diproyeksikan mengalami peningkatan yang
                signifikan, didorong oleh penjualan lahan di KIS dan KIC serta pendapatan jasa dari
                sewa dan service charge. Pada Juli—Desember 2025, pendapatan Perseroan
                diperkirakan mencapai Rp54,18 miliar dan terus tumbuh hingga mencapai
                Rp413,36 miliar pada tahun 2030.


                Beban Pokok Penjualan meningkat seiring dengan biaya pengembangan serta biaya
                pembangunan infrastruktur. Pada Juli—Desember 2025, beban pokok penjualan
                diperkirakan sebesar Rp25,95 miliar atau 47,88% dari pendapatan. Dengan rata-
                rata proporsi 37,05%, sejalan dengan kenaikan pendapatan, beban pokok penjualan
                pada 2030 diproyeksikan mencapai Rp143,22 miliar.


                Beban usaha meningkat seiring dengan bertambahnya aktivitas pemasaran,
                peningkatan kebutuhan administrasi umum, serta penambahan aset infrastruktur
                dan gudang yang akan menghasilkan biaya penyusutan. Pada Juli—Desember 2025,
                beban usaha diperkirakan sebesar Rp14,60 miliar atau 26,94% dari pendapatan.
                Dengan rata-rata proporsi 28,77%, beban usaha pada 2030 diproyeksikan mencapai
                Rp118,15 miliar.




                                                                                                          59
Page 74
       Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
       PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




               7.10        Proyeksi Arus Kas


                           Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2025—2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini:


                                                 Tabel 19 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
                Keterangan                2025            2026            2027            2028            2029             2030

 I.    ARUS KAS DARI AKTIVITAS
         OPERASI
       Penerimaan Usaha                 45.350.321     127.915.299     167.931.737     220.044.888     286.953.107     379.385.573
       Penerimaan Piutang                1.753.135       8.834.478      11.455.101      15.038.663      19.705.512      25.697.293
       Penerimaan dari Pendapatan
         Lain-lain                       2.411.440       4.699.800       7.767.477      16.970.735      25.066.065      31.264.493
       Biaya Operasional               (14.597.041)    (43.037.513)    (52.733.403)    (69.804.060)    (88.507.969)   (118.153.661)
       Pajak Final                      (1.824.510)     (4.442.040)     (5.622.040)     (7.100.040)     (8.990.040)    (11.636.040)
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH
         DARI (UNTUK) AKTIVITAS         33.093.346      93.970.024     128.798.872     175.150.185     234.226.675     306.557.659
         OPERASI


II.    ARUS KAS DARI AKTIVITAS
         INVESTASI
       Penerimaan Deviden PSP              264.000         500.000         500.000       1.000.000       1.000.000         1.500.000
       Selisih Kas dari Deviden BC               -               -       2.380.000         (32.000)        (97.700)        (194.970)
       Aset Untuk Dijual               (45.830.750)   (165.829.500)   (120.000.000)    (95.000.000)   (130.000.000)   (200.000.000)
       Aset Untuk Disewakan                      -     (30.000.000)    (33.000.000)    (36.300.000)    (39.930.000)     (1.650.000)
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH
         DARI (UNTUK) AKTIVITAS        (45.566.750)   (195.329.500)   (150.120.000)   (130.332.000)   (169.027.700)   (200.344.970)
         INVESTASI


III.   ARUS KAS DARI AKTIVITAS
         PENDANAAN
       Penerimaan dari Right Issue     198.664.000               -               -               -               -                -
       Pinjaman - KI                    20.000.000               -               -               -               -                -
       Pinjaman - KMK                    5.000.000               -               -               -               -                -
       Angsuran Pokok - KI
         Eksisting                      (1.648.300)     (2.992.737)     (3.024.285)     (2.848.126)     (3.106.858)     (3.208.367)
       Angsuran Pokok - KI                       -      (2.658.467)     (2.686.491)     (2.530.008)     (2.759.842)     (2.850.013)
       Angsuran Pokok - KMK                      -      (5.000.000)              -               -               -                -
       Pembayaran Hutang Leasing           (95.020)        (33.926)              -               -               -                -
       Pembayaran Hutang Pihak
         Berelasi                       (2.158.141)       (158.141)              -               -               -                -
       Pembayaran Bunga - KI
         Eksisting                        (948.842)     (1.694.120)     (1.425.460)     (1.165.564)       (897.138)        (614.401)
       Pembayaran Bunga - KI              (445.915)     (1.635.479)     (1.396.827)     (1.165.960)       (927.515)        (676.358)
       Pembayaran Bunga - KMK
         Eksisting                         (38.788)        (77.576)        (77.576)        (77.576)        (77.576)         (77.576)
       Pembayaran Bunga - KMK             (110.264)       (330.791)              -               -               -                -
       Pembayaran Bunga Leasing             (4.014)         (1.771)              -               -               -                -
       Biaya Right Issue                (2.834.500)              -               -               -               -                -
       Pembayaran Deviden                        -               -     (10.000.000)    (20.000.000)    (25.000.000)    (30.000.000)
       Pembayaran Minority Interest              -               -     (14.250.000)    (21.375.000)    (26.125.000)    (30.875.000)
       Biaya Provisi                      (250.000)              -               -               -               -                -




                                                                                                                      60
Page 75
      Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
      PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




              Keterangan            2025              2026              2027            2028            2029             2030

      ARUS KAS NETO DIPEROLEH
        DARI (UNTUK) AKTIVITAS   215.130.216      (14.583.008)     (32.860.638)      (49.162.234)    (58.893.929)   (68.301.716)
        PENDANAAN


IV.   KENAIKAN (PENURUNAN) KAS   202.656.811     (115.942.483)     (54.181.766)       (4.344.049)      6.305.046     37.910.973


 V.   KAS AWAL TAHUN               3.338.109      205.994.920       90.052.437        35.870.671      31.526.622     37.831.667


VI.   KAS AKHIR TAHUN            205.994.920       90.052.437       35.870.671        31.526.622      37.831.667     75.742.640
Sumber: Proyeksi Keuangan


                    Proyeksi arus kas Perseroan menunjukkan pola fluktuatif sepanjang periode 2025–
                    2030. Pada 2025, Perseroan diproyeksikan menerima tambahan kas dari hasil right
                    issue sehingga kas akhir tahun menjadi Rp205,99 miliar. Pada 2026, kas menurun
                    seiring realisasi penambahan modal pada entitas anak, sehingga saldo kas turun.
                    Kas Perseroan diproyeksikan kembali meningkat berkat pertumbuhan arus kas
                    operasi dan diperkirakan mencapai Rp75,74 miliar pada akhir 2030.


            7.11    Analisis Titik Impas


                    Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
                    memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
                    dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
                    apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.


                    BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:


                                                             Total Biaya Tetap
                                           BEP    =
                                                       (1- (Total Biaya Variabel))
                                                                   Penjualan


                    Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
                    masing-masing     periode      selama        masa    proyeksi.     Nilai   BEP   dalam     rupiah
                    mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
                    BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
                    adalah sebagai berikut:




                                                                                                                    61
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                 Tabel 20 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)

                   Tahun            Penjualan           Variable Cost        Fixed Cost          BEP

                    2025              54.184.800             25.945.925          14.892.766    28.576.265
                    2026             139.370.400             51.101.860          45.064.895    71.154.597
                    2027             182.970.400             63.069.772          49.763.994    75.940.703
                    2028             239.750.400             80.685.401          60.867.631    91.742.614
                    2029             312.650.400            109.429.336          72.787.039   111.980.994
                    2030             413.360.400            143.222.224          95.058.624   145.456.934
                                       BEP Rata-rata (Rp.000)                                  87.475.351
                                         BEP Rata-rata (%)                                         42,43%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Nilai BEP menunjukkan tren kenaikan dari Rp28,58 miliar pada tahun 2025 menjadi
             Rp145,46 miliar pada tahun 2030, dengan rata-rata BEP sebesar Rp87,48 miliar
             atau setara 42,43% dari proyeksi penjualan. Hal ini mengindikasikan bahwa proyeksi
             penjualan mampu melampaui titik impas pada periode proyeksi.


      7.12   Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas


             Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
             rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
             kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.


                                            Tabel 21 Analisis Likuiditas
                                                                                        Working Capital to
                      Tahun                 Current Ratio           Quick Ratio
                                                                                        Total Assets Ratio
                       2025                   434,84%                   157,44%               61,73%
                       2026                   452,99%                   77,32%                60,34%
                       2027                   456,30%                   38,59%                58,50%
                       2028                   461,71%                   38,27%                57,01%
                       2029                   478,89%                   46,56%                56,42%
                       2030                   545,30%                   78,82%                61,04%
                     Rata-rata                471,67%                   72,83%                59,17%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio likuiditas sampai
             dengan tahun 2030.


             Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
             dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
             Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.




                                                                                                        62
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                            Tabel 22 Analisis Solvabilitas
                             Tahun               Debt to Equity Ratio     Debt to Assets Ratio
                              2025                     30,83%                   23,56%
                              2026                     27,05%                   21,29%
                              2027                     24,63%                   19,76%
                              2028                     22,30%                   18,23%
                              2029                     19,79%                   16,52%
                              2030                     17,07%                   14,58%
                            Rata-rata                  23,61%                   18,99%


             Dari tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari rasio solvabilitas, hal ini
             dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban sampai dengan tahun 2030.


             Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
             dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
             penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
             besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan.



                                        Tabel 23 Analisis Profitabilitas
                            Tahun               Operating Profit Margin      Net Profit Margin
                            2025                       23,01%                     21,26%
                            2026                       29,95%                     27,81%
                            2027                       34,10%                     35,26%
                            2028                       34,48%                     38,00%
                            2029                       34,02%                     38,84%
                            2030                       34,81%                     39,54%
                          Rata-rata                    31,73%                     33,45%


             Dari tabel di atas diketahui selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit
             margin dan net profit margin masing-masing sebesar 31,73% dan 33,45%.

      7.13   Tingkat Imbal Balik Investasi


             Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
             yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
             Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan
             mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
             seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
             dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.


             Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas kegiatan usaha Perseroan:




                                                                                                 63
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                         Tabel 24 Return on Investment
                                         Laba Bersih         Total Aset
                         Tahun                                                    ROI
                                            (Rp.000)         (Rp.000)
                          2025           11.521.598       740.206.987           1,56%
                          2026           38.761.606       768.095.160           5,05%
                          2027           64.514.593       803.632.642           8,03%
                          2028           91.097.328       849.424.696           10,72%
                          2029           121.443.985      916.239.496           13,25%
                          2030           163.443.512     1.015.527.125          16,09%
                                             Rata-rata                          9,12%


             ROI Perseroan pada tahun 2025—2030 diproyeksikan meningkat setiap tahunnya
             seiring dengan peningkatan laba bersih dan total aset Perseroan. rata-rata ROI
             Perseroan diproyeksikan sebesar 9,12%.


      7.14   Penetapan Tingkat Diskonto


             Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
             dihitung dengan rumus sebagai berikut.
                                  WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)


              Keterangan:
             WACC        = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
                            modal)
             Kd            Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
             Ke          = The required rate of return (biaya ekuitas)
             T           = Tax rate (tarif pajak)
             % Debt      = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
                            struktur kapital)
             % Equity    = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
                            struktur kapital)


             Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
             akan digunakan dalam Penilaian.


             Cost of Debt (tingkat biaya hutang)

             Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:

             • Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
                  yang akan digunakan yaitu sebesar 8,92%.

             • Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
                  korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).




                                                                                              64
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
             debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

             Kd = i x ((1-T)

             Kd = 8,92% x (1-22,00%) = 6,96%


             Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)

             Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
             (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
             bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
             sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:


                                             Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
                                              Ke = Rf + (Rp x β) + Rs


             Keterangan:
             Rf      = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
             Rm      = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
             Rp      = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
             β       = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                       responsivitas    pengembalian        perusahaan    terhadap      pergerakan
                       pengembalian portofolio pasar
             Rs      = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan


             Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:


             Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
             dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
             instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
             (most active government bond). Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang
             Negara dengan rata-rata yield adalah sebesar 6,92%. Angka tersebut akan
             digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).


                                            Tabel 25 Surat Utang Negara
                            Bond                         Maturity                    Yield
                           FR0103                       15-Jul-35                            6,5946%
                           FR0106                      15-Aug-40                             6,9466%
                           FR0107                      15-Aug-45                             7,0098%
                           FR0102                       15-Jul-54                            7,0100%
                           FR0105                       15-Jul-64                            7,0589%
                                       Rata-rata                                             6,9240%




                                                                                                  65
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
                       1 Juli 2025


             Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
             risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.


             Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
             pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging. Berdasarkan penelitian
             yang dilakukan Aswath Damodaran per Juli 2025, diprediksi market risk premium
             adalah sebesar 7,03%.


             Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
             dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
             Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
             Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
             dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Real Estate (Development) per Januari
             2025 yaitu rata-rata sebesar 0,96.


             Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
             Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
             mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
             suatu perusahaan. Melihat kondisi saat ini dan rencana usaha yang diproyeksikan
             oleh Perseroan, maka kami berpendapat tidak perlu ditambahkan adanya premi
             risiko.


             Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah:


                                            Tabel 26 Biaya Modal untuk Ekuitas
                                       Keterangan                     Biaya Modal untuk Ekuitas
                       Biaya Modal untuk Ekuitas
                       a.   Risk Free Rate ( Rf )                                          6,92%
                       b.   Risk Premium Ekuitas ( Rm )                                    7,03%
                       c.   β (Beta)                                                        0,96
                       c.   Specific Risk                                                  0,00%
                       Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM                                     13,66%
                       Credit Default Spread                                               1,87%
                       Biaya Modal untuk Ekuitas                                          11,79%


             Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
             memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
             yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
             spread sebesar 1,87%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
             penilaian Perseroan menjadi 11,79%.




                                                                                                   66
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
             yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
             sebesar 8,49% seperti pada tabel berikut.


                                      Tabel 27 Weighted Average Cost of Capital
                             Jenis Modal                        Biaya Modal          Bobot        Tertimbang
              Cost of Debt ( Kd = i x (1-T))                           6,96%            68,23%           4,75%
              Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta             11,79%            31,77%           3,74%
                              Weighted Average Cost of Capital (WACC)                                    8,49%


      7.15   Analisis Kelayakan Proyek


              a. Net Present Value (NPV)
                 NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
                 setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
                 tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
                 investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
                 akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
                 menghasilkan         NPV     positif   maka      proyek   ini    layak   dikerjakan   apabila
                 menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.
                                                            𝑇
                                                                    𝐶𝐹𝑡
                                                  𝑁𝑃𝑉 = ∑                  − 𝐶𝐹0
                                                                  (1 + 𝑟)𝑡
                                                            𝑡−1

                    NPV           :   Net Present Value
                    CFt           :   arus kas pada periode t
                    CF0           :   arus kas investasi awal pada periode 0
                    r             :   tingkat diskonto


                                            Tabel 28 Perhitungan NPV (Rp.000)
                                       Keterangan                                FCFF             PV FCFF

                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                     2025                                                  (154.774.367)         (148.594.177)
                     2026                                                  (112.514.514)          (99.567.321)
                     2027                                                     (32.939.215)        (26.867.486)
                     2028                                                        26.838.014        20.177.608
                     2029                                                        39.003.800        27.029.109
                     2030                                                     874.083.477         558.320.070
                   NPV                                                                            330.497.803
                 Discount Factor = 8,49%

              b. Internal Rate of Return (IRR)
                 IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
                 sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi



                                                                                                            67
Page 82
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                 pada saat ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar.
                 Sehingga apabila IRR proyek lebih besar dari WACC, maka proyek ini layak
                 dikerjakan dan apabila IRR proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini tidak
                 layak dikerjakan.




                    IRR          :    Internal Rate of Return
                    CFt          :    arus kas pada periode t
                    CF0          :    arus kas investasi awal pada periode 0
                    r            :    tingkat diskonto


                                                  Tabel 29 Perhitungan IRR
                                                                     FCFF          PV FCFF
                                     Keterangan
                                                                   (Rp.000)        (Rp.000)
                     Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                       2025                                      (154.774.367)   (135.717.949)
                       2026                                      (112.514.514)    (75.861.829)
                       2027                                       (32.939.215)    (17.076.722)
                       2028                                        26.838.014      10.698.383
                       2029                                        39.003.800      11.955.045
                       2030                                       874.083.477     206.003.073
                       NPV                                                                    0
                   IRR = 30,05%

              c. Profitability Index (PI)
                 PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
                 investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
                 didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
                 pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
                 berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
                 (satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
                 apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
                 proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
                 lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
                 tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
                 suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).

                                                            ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
                                                     𝑃𝐼 =
                                                            ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )

                    PI           :    Profitability Index
                    CFI          :    nilai kini seluruh arus kas masuk




                                                                                                   68
Page 83
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                        CFo           :    nilai kini seluruh arus kas keluar


                                                      Tabel 30 Perhitungan PI
                                                                                                  PV FCFF
                                                   Keterangan
                                                                                                  (Rp.000)
                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                        Arus kas masuk                                                            863.066.002
                        Arus kas keluar                                                          (532.568.199)
                   PI                                                                                     1,62057




              d. Payback Period (PP)
                 Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
                 investasi.
                                                      Tabel 31 Perhitungan PP
                                             NCF
                              No                                      Tahun                 Faktor
                                           (Rp.000)
                              1           (154.774.367)               2025                     0,50
                              2           (267.288.880)               2026                     1,00
                              3           (300.228.096)               2027                     1,00
                              4           (273.390.082)               2028                     1,00
                              5           (234.386.282)               2029                     1,00
                              6            639.697.196                2030                     0,27
                                                       Total                                   4,77
                                              Penambahan Modal                              -1,00
                                                       Total                                   3,77
                                                Payback Period                        3 Tahun 9 Bulan


              Perhitungan          Payback     Period     menunjukkan         4,77    tahun.     Namun,       periode
              pengembalian investasi disesuaikan dengan terjadinya penambahan modal,
              sehingga Payback Period efektif menjadi 3,77 tahun atau sekitar 3 tahun 9 bulan.


              Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan, diperoleh hasil perhitungan
              sebagai berikut:


                                          Tabel 32 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
                           Keterangan                     2025            2026            2027               2028

               EBITDA                                   13.641.834      45.231.027      67.167.225         89.260.938

               CASH OUT FLOW
                 Tax                                    (1.824.510)     (4.442.040)     (5.622.040)        (7.100.040)
                 Interest ( i x T )                       (340.521)       (822.742)       (637.970)          (530.002)
                 Investment Outlays                       (250.000)    (30.000.000)    (33.000.000)       (36.300.000)
                 Investment Outlays (Eksisting)       (143.678.661)              0                    0             0
                 Working Capital                       (22.322.508)   (122.480.759)    (60.846.430)       (18.492.882)
               TOTAL                                  (168.416.200)   (157.745.541)   (100.106.440)       (62.422.924)




                                                                                                                    69
Page 84
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                         Keterangan                   2025            2026             2027             2028


               NET CASH FLOW                      (154.774.367)   (112.514.514)     (32.939.215)      26.838.014
                 Discount Factor                       0,96007         0,88493          0,81567          0,75183
               DISCOUNTED CASH FLOW               (148.594.177)    (99.567.321)     (26.867.486)      20.177.608

               PROCEED                            (154.774.367)   (267.288.880)    (300.228.096)    (273.390.082)

               PRESENT VALUE KAS MASUK              13.097.111      40.026.233       54.786.202       67.108.997
               PRESENT VALUE KAS KELUAR           (161.691.289)   (139.593.554)     (81.653.688)     (46.931.389)




                         Keterangan                   2029            2030             Total

               EBITDA                               114.713.095     952.725.862    1.282.739.980


               CASH OUT FLOW
                 Tax                                (8.990.040)    (11.636.040)     (39.614.710)
                 Interest ( i x T )                   (418.490)       (301.034)       (3.050.759)
                 Investment Outlays                (39.930.000)     (1.650.000)    (141.130.000)
                 Investment Outlays (Eksisting)              0               0     (143.678.661)
                 Working Capital                   (26.370.764)    (65.055.310)    (315.568.655)
               TOTAL                               (75.709.295)    (78.642.384)    (643.042.785)


               NET CASH FLOW                        39.003.800     874.083.477      639.697.196
                 Discount Factor                       0,69299         0,63875
               DISCOUNTED CASH FLOW                 27.029.109     558.320.070      330.497.803


               PROCEED                            (234.386.282)    639.697.196


               PRESENT VALUE KAS MASUK              79.494.633     608.552.826      863.066.002
               PRESENT VALUE KAS KELUAR            (52.465.524)    (50.232.755)    (532.568.199)


               INTERNAL RATE OF RETURN, IRR                                               30,05%
               NET PRESENT VALUE, NPV                                                330.497.803
               PROFITABILITY INDEX, PI                                                   1,62057
               PAYBACK PERIOD, PP                                                 3 Tahun 9 Bulan


             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                 NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp330.497.803.000,-. Dengan demikian,
                 hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
                 dikerjakan karena memberikan keuntungan.


             • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                 IRR yang dihasilkan adalah sebesar 30,05%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                 discount rate yang sebesar 8,49%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                 bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                 (cost of capital) yang diasumsikan.


             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak



                                                                                                               70
Page 85
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                    PI yang diperoleh adalah sebesar 1,62057. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                    dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                    keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.


               • Payback Period (PP)
                    PP yang diperoleh adalah 3 tahun dan 9 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                    mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 3 tahun
                    dan 9 bulan.


      7.16     Analisis Sensitivitas


               Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
               maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:


               −     Penjualan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 5,00%, 10,00%,
                     15,00%, dan 20,00%.
               −     Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 5,00%, 10,00%,
                     15,00%, dan 20,00%.
               −     Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 5,00%, 10,00%,
                     15,00%, dan 20,00%.


                                   Tabel 33 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
                                              Kondisi                          Perubahan Kondisi
                    Keterangan
                                              Normal          5,00%          10,00%         15,00%         20,00%
        1.   PENJUALAN TURUN
             Net Present Value (NPV)         330.497.803    304.000.398    277.502.992    251.005.586    224.508.181
             Internal Rate of Return (IRR)       30,05%         27,94%          25,91%         23,95%         22,06%
             Return On Investment (ROI)            9,12%          8,61%          8,08%          7,52%          6,94%
             Profitability Index (PI)           1,62057        1,55551        1,49384        1,43531        1,37969
             Payback Period (PP)               3 Th 9 Bln     3 Th 9 Bln    3 Th 10 Bln    3 Th 10 Bln    3 Th 11 Bln
             BEP:
             a. Rp.000                        87.475.351     86.827.161     86.178.970     85.530.780     84.882.590
             b. % terhadap pendapatan            42,43%         44,40%          46,58%         49,03%         51,78%
        2.   STRUKTUR BIAYA NAIK
             Net Present Value (NPV)         330.497.803    301.532.907    272.568.010    243.603.114    214.638.218
             Internal Rate of Return (IRR)       30,05%         28,35%          26,61%         24,85%         23,06%
             Return On Investment (ROI)            9,12%          8,55%          7,95%          7,32%          6,66%
             Profitability Index (PI)           1,62057        1,58540        1,54775        1,50736        1,46392
             Payback Period (PP)               3 Th 9 Bln     3 Th 9 Bln     3 Th 9 Bln    3 Th 10 Bln    3 Th 10 Bln
             BEP:
             a. Rp.000                        87.475.351     95.104.411    103.184.902    111.759.668    120.877.499
             b. % terhadap pendapatan            42,43%         46,15%          50,13%         54,38%         58,94%
        3.   DISCOUNT RATE NAIK
             Net Present Value (NPV)         330.497.803    319.020.038    307.843.023    296.958.025    286.356.595
             Internal Rate of Return (IRR)       30,05%         30,05%          30,05%         30,05%         30,05%
             Return On Investment (ROI)            9,12%          9,12%          9,12%          9,12%          9,12%
             Profitability Index (PI)           1,62057        1,60418        1,58798        1,57199        1,55619
             Payback Period (PP)               3 Th 9 Bln     3 Th 9 Bln     3 Th 9 Bln     3 Th 9 Bln     3 Th 9 Bln




                                                                                                             71
Page 86
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




                                        Kondisi                        Perubahan Kondisi
                   Keterangan
                                        Normal         5,00%         10,00%        15,00%       20,00%
            BEP:
            a. Rp.000                  87.475.351    87.475.351     87.475.351    87.475.351   87.475.351
            b. % terhadap pendapatan        42,43%         42,43%      42,43%         42,43%      42,43%


              Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
              sebesar Rp330,50 miliar, jika terjadi perubahan terhadap penjualan, dimana
              penjualan turun sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
              Rp224,51 miliar. Apabila terjadi perubahan terhadap struktur biaya, dimana
              struktur biaya naik sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan adalah
              sebesar Rp214,64 miliar. Sedangkan apabila terjadi perubahan terhadap discount
              rate, dimana discount rate naik sampai dengan 20,00% maka NPV yang dihasilkan
              adalah sebesar Rp286,37 miliar.


              Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
              terlihat seperti pada grafik di bawah ini.


                                        Gambar 14 Analisis Sensitivitas




              Sumber: Proyeksi Keuangan




                                                                                                  72
Page 87
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      8       KESIMPULAN

      8.1    Kajian Kelayakan Pasar


             Dari Kajian Kelayakan Pasar, perekonomian Indonesia triwulan I 2025 tercatat
             tumbuh positif sebesar 4,87% (yoy). Ketersediaan lahan industri di sekitar Jakarta
             semakin terbatas, terutama di Bekasi, Tangerang, dan Bogor, sehingga ekspansi
             bergeser ke wilayah timur seperti Karawang yang masih memiliki pasokan
             substansial untuk industri skala menengah besar, serta Purwakarta dan Subang
             yang menawarkan lahan luas dengan harga lebih kompetitif dan dukungan
             infrastruktur baru. Pada 2024, sektor kendaraan listrik (EV) mendominasi penjualan
             lahan industri dengan kontribusi 41% dari total transaksi, dipimpin investasi besar
             BYD di Subang Smartpolitan dan CATL di Karawang, sementara sektor pusat data
             tetap kuat dengan 64,59 hektar atau 19,1% dari total. Industri otomotif
             konvensional menyerap 30,37 hektar di enam kawasan, diikuti permintaan
             signifikan dari industri bahan bangunan, termasuk transaksi 23,7 hektar di Kawasan
             Industri Krakatau Cilegon. Secara keseluruhan, kinerja kuartal IV 2024 solid dan tren
             pertumbuhan lahan industri diperkirakan berlanjut.


             Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.


      8.2    Kajian Kelayakan Teknis


             Dari Kajian Kelayakan Teknis, Perseroan sebagai perusahaan holding memiliki
             kapasitas yang memadai dalam mendukung entitas anak di bidang real estate,
             didukung pengalaman manajemen lebih dari 20 tahun serta dukungan finansial
             untuk kelancaran proyek. Perseroan memastikan entitas anak memiliki sumber daya
             manusia, perizinan, dan infrastruktur yang lengkap sehingga kegiatan usaha dapat
             berjalan berkesinambungan. Dengan kombinasi pengalaman, dukungan finansial,
             serta sistem pengelolaan yang terstruktur, Perseroan mampu mendukung
             pengembangan proyek real estate melalui entitas anak. Hingga 30 Juni 2025,
             Perseroan memiliki 16 karyawan tetap yang tersebar di posisi manajer, supervisor,
             dan staf. Sebagai perusahaan holding, Perseroan tidak menjalankan produksi
             langsung, melainkan kegiatan operasional entitas anak. Prosesnya meliputi
             persiapan proyek, pembangunan infrastruktur dasar, serta tahap pemasaran dan
             penjualan, baik melalui penjualan kaveling langsung maupun sewa kaveling sesuai
             kebutuhan pelanggan.


             Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.




                                                                                               73
Page 88
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




      8.3    Kajian Kelayakan Pola Bisnis


             Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki sejumlah keunggulan
             kompetitif yang menjadi landasan kuat dalam menjalankan kegiatan usahanya,
             melalui pengalaman manajemen lebih dari 20 tahun, strategi pemasaran dengan
             skema pembayaran fleksibel, penerapan konsep ramah lingkungan “ Green Eco,”
             perizinan yang lengkap, serta pemilihan lokasi strategis dengan aksesibilitas tinggi.
             Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
             membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Sebagai
             perusahaan holding, Perseroan mampu menciptakan nilai melalui dukungan
             pengembangan entitas anak, diversifikasi sumber pendapatan dari kawasan
             industri, serta peningkatan kinerja keuangan yang memberikan nilai tambah
             berkelanjutan bagi pemegang saham.


             Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.


      8.4    Kajian Kelayakan Model Manajemen


              Dari Kajian Kelayakan Model Manajemen, Sejak berdiri pada 1995, manajemen
              Perseroan memiliki kapasitas memadai dalam menjalankan usaha. Perseroan
              memiliki 16 karyawan, di mana sebagian besar (12 orang) berada di entitas anak,
              sedangkan di tingkat holding hanya terdapat 4 karyawan yang fokus pada fungsi
              strategis pengelolaan investasi dan koordinasi. Perseroan juga mengelola kekayaan
              intelektual melalui pendaftaran dan perlindungan merek dagang entitas anak,
              seperti “Kawasan Industri Cikembar”, “Industrial Circuit Cikembar”, “OCBD Business
              Park”, dan “Smart Warehouse”. Dari sisi risiko, Perseroan menghadapi potensi
              ketergantungan usaha, regulasi, manajemen investasi, dan risiko keuangan, yang
              dimitigasi melalui diversifikasi portofolio, kepatuhan regulasi, seleksi investasi
              ketat, serta menjaga struktur modal.


              Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
              Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.


      8.5    Kajian Kelayakan Keuangan


              Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
              Kegiatan Usaha ini memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai
              berikut:




                                                                                               74
Page 89
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk




             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp330.497.803.000,-. Dengan demikian,
                hasil NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak
                dikerjakan karena memberikan keuntungan.


             • Internal Rate of Return (IRR) > Discount Rate → Layak
                IRR yang dihasilkan adalah sebesar 30,05%. Hasil IRR berada di atas tingkat
                discount rate yang sebesar 8,49%. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan
                bahwa proyek layak dikerjakan karena keuntungan lebih besar dari biaya modal
                (cost of capital) yang diasumsikan.


             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 1,62057. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.


             • Payback Period (PP)
                PP yang diperoleh adalah 3 tahun dan 9 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 3 tahun
                dan 9 bulan.


             Dengan    analisis   keuangan   tersebut,   maka   dapat   kami   simpulkan   bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.


      8.6    Kesimpulan Studi Kelayakan


             Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
             Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
             disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 64200 yaitu
             Aktivitas Perusahaan Holding, dan KBLI 70209 yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen
             Lainnya adalah layak.




                                                                                              75

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.84 MB
Published15 Dec 2025
Pages89
Characters247,044
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 64 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Negara Maju p.14 ×2
linked org PT Andalan Utama Bintara p.20 ×7
linked person Tjoea Aubintoro. p.20 ×2
linked org PT Olympic Kapital Equity p.22 ×5
linked person Santo Fransiscus p.22
linked person Yohanes Sumarno p.22
linked org PT Puri Sentul Permai p.23 ×4
linked org HM Sampoerna Tbk p.37 ×2
linked org Lippo Cikarang Tbk p.39 ×5
linked org Kawasan Industri Jababeka Tbk p.39 ×4
linked org Puradelta Lestari Tbk p.39 ×5
possible org CAHAYASAKTI INVESTINDO SUKSES TBK p.1 ×284
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×5
possible org Negara Republik Indonesia p.20 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.20
possible person Apran Kurniawan p.22
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.41
unresolved org KJPP Syarif p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved org ENDANG & REKAN p.7 ×2
unresolved org REKAN Endang Sunardi p.7
unresolved org KJPP Syarif Rekan p.7
unresolved org Endang dan Rekan p.7 ×2
unresolved person Endang Sunardi p.9
unresolved person Meilindra Indriani p.9
unresolved person Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. p.9 ×2
unresolved person Kamaludin, S.Pd p.9
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.15 ×2
unresolved person Akuntan Publik Erna p.16 ×6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan p.16 ×11
unresolved person Akuntan Publik Sutomo p.16 ×4
unresolved person CPA p.16 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang p.16 ×8
unresolved person Akuntan Publik Martinus Arifin p.17 ×2
unresolved person Maria Ekanita · Sekretaris Perusahaan p.17
unresolved org KJPP p.18
unresolved person Akta Notaris Djurnawati Soetarmono p.20 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.20 ×2
unresolved person Nitra Reza · Notaris p.20 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik p.21
unresolved org PT Sharestar Indonesia p.21 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. C p.22
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. AHU- p.23
unresolved org Menteri Investasi p.23
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.23
unresolved org PT Bogorindo p.23
unresolved org PT Senkuit p.23
unresolved org PT Suryacipta Swadaya p.39 ×2
unresolved org PT Bogorindo Cemerlang p.39 ×5
unresolved org PT Senkuit Internasional Hotel p.39
unresolved org PT Cahaya Sakti Investindo Sukses p.40
unresolved org Menteri Keuangan p.41
unresolved org Bank Indonesia p.43 ×15
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia p.45
unresolved org Bank Indonesia Gambar p.46 ×2
unresolved org Bank Indonesia Inflasi Indeks Harga Konsumen p.48
unresolved org Kebijakan Fiskal p.50
unresolved org Kementerian Keuangan p.50
unresolved org Bank KI p.72 ×2
unresolved org Bank KMK p.72 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko p.80
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.80

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result