Skip to content
Back to announcement

20251203_SSIA_Informasi Transaksi Afiliasi_31999661_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review SSIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 150

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00181/2.0162-00/BS/03/0153/1/XII/2025                              1 Desember 2025



Kepada Yth.

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 1 Desember 2025, PT Surya Semesta Internusa Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”), PT Suryalaya Anindita International (selanjutnya disebut “SAI”), PT Sitiagung
Makmur (selanjutnya disebut “SAM”), PT Surya Internusa Hotels (selanjutnya disebut “SIH”),
PT Surya Semesta Realti (selanjutnya disebut “SSR”), dan PT TCP Internusa (selanjutnya
disebut “TCP”) telah melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
    PT Suryalaya Anindita International No. 5 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
    hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SAM”), di
    mana Perseroan dan TCP masing-masing telah mengalihkan 467.850.000 saham atau
    setara dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari
    jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut
    “Saham SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI masing-masing sebanyak 6.892
    saham baru dan 374 saham baru dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar
    (selanjutnya disebut “Transaksi SAM”).

•   Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
    PT Suryalaya Anindita International No. 6 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
    hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SIH”), di
    mana Perseroan telah mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan 99,999879%
    dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH (selanjutnya
    disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 7.506 saham baru
    dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi SIH”).

•   Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
    PT Suryalaya Anindita International No. 7 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
    hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SSR”), di
    mana Perseroan telah mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan 99,996488%
    dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR (selanjutnya
    disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 2.330 saham baru
    dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi SSR”).
Page 3
•   Berdasarkan Akta Pemasukan Ke Dalam Perusahaan No. 18 dan No. 19 tanggal
    1 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn.
    antara SAI dengan TCP (selanjutnya disebut “ADPD”), di mana TCP telah mengalihkan
    aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna Said Blok X – O, Kavling 3 – 4,
    Jakarta Selatan 12950 dengan jumlah luas tanah sebesar 8.525,00 m2 (selanjutnya
    disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 15.912 saham baru
    dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi Tanah”).

Transaksi SAM Transaksi SIH, Transaksi SSR, dan Transaksi Tanah selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Transaksi”.

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.




                                           2
Page 4
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121, nomor
faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                   Perseroan



                                  99,999998%                                                                  95,582984%


                        PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                        International (EPI)
                                                                                                          EPI 4,417016%
           94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                   PT Suryalaya Anindita
  PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                     International (SAI)
        (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                          TCP 27,327327%
       TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
           99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

  PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                         PT Indo Indah (II)
     Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

  Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                                     3
Page 5
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                                               4
Page 6
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan
pasar domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor
properti dan pariwisata nasional.

Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
Perseroan telah melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas
Anak Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan
strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh
Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan
Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara
konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh
pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka melakukan
pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan keputusan,
efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan
dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan
menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat
memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja
keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri
perhotelan.

Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan lokasi yang
strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di
mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat
dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
lahan yang terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan menciptakan tingkat
balikan investasi yang berkesinambungan.




                                            5
Page 7
Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan
konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam
menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan
lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan
pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi
positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
    entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
    mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
    Perseroan telah melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
    Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
    bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
    yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
    pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di
    bawah SAI, maka Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-
    aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
    pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
    meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan
    pemangku kepentingan.

•   Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
    melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses
    pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang
    diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan.
    Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih
    terstruktur dan ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-
    aset perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan
    kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing
    hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan lokasi yang
    strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”,
    di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat
    dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
    ketersediaan lahan yang terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
    menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.


                                             6
Page 8
•   Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
    peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
    perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
    perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
    perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
    perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
    mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat
    sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
    dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
    Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SAI
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar 86,786787% pada
tanggal 30 Juni 2025 dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan dan SAI, maka Transaksi
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan (selanjutnya
disebut “AAJAMR”), jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 7.870,44 miliar.

•   Berdasarkan Akta SAM, nilai transaksi atas Transaksi SAM adalah sebesar
    Rp 366,93 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
    30 Juni 2025.

•   Berdasarkan Akta SIH, nilai transaksi atas Transaksi SIH adalah sebesar
    Rp 379,05 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
    30 Juni 2025.

•   Berdasarkan Akta SSR, nilai transaksi atas Transaksi SSR adalah sebesar
    Rp 117,67 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
    30 Juni 2025

•   Berdasarkan APDP, nilai transaksi atas Transaksi Tanah adalah sebesar
    Rp 803,56 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
    30 Juni 2025




                                             7
Page 9
Dengan demikian, nilai transaksi dari Transaksi tersebut di atas mencerminkan kurang dari
20,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 30 Juni 2025 sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi
material, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP masing-masing telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran
    modal dalam SAI masing-masing sebanyak 6.892 saham baru dan 374 saham baru
    dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar sehubungan dengan Transaksi SAM

•   Perseroan telah mengalihkan Saham SIH sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
    7.506 saham baru dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar sehubungan dengan Transaksi
    SIH.

•   Perseroan telah mengalihkan Saham SSR sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
    2.330 saham baru dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar sehubungan dengan Transaksi
    SSR.

•   TCP telah mengalihkan Tanah sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 15.912
    saham baru dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar sehubungan dengan Transaksi
    Tanah.




                                           8
Page 10
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir
   pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. R/0024.ARC/RHP/2025 tanggal 14 November 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00305/2.1030/AU.1/03/1698-3/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00234/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;




                                           9
Page 11
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00283/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00185/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022 tanggal 31 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

7. Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 01330/2.1030/AU.1/05/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

8. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00477/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

9. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00443/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00526/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00245/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;

12. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00224/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/III/2021 tanggal 24 Maret 2021 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;

13. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode enam bulan yang
    berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;

14. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
    tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;




                                         10
Page 12
15. Laporan penilaian 100,000000% saham SAI per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
    KJPP         KR        sebagaimana         tertuang      dalam     laporannya
    No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;

16. Laporan penilaian 100,000000% saham SAM per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
    KJPP         KR        sebagaimana         tertuang      dalam     laporannya
    No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;

17. Laporan penilaian 99,999874% saham SIH per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
    KJPP         KR        sebagaimana         tertuang      dalam     laporannya
    No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;

18. Laporan penilaian 99,996440% saham SSR per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
    KJPP         KR        sebagaimana         tertuang      dalam     laporannya
    No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;

19. Akta SAM;

20. Akta SIH;

21. Akta SSR;

22. APDP;

23. Akta Notaris No. 31;

24. Akta Notaris No. 175;

25. Akta Notaris No. 183;

26. Akta Notaris No. 184;

27. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 14
    tanggal 12 Juli 2024 oleh Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H.,M.Kn. Notaris di Jakarta
    terkait penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan;

28. Anggaran dasar SAI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 7
    tanggal 9 Juni 2025 yang dibuat oleh Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn.,
    Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Komisaris dan Direksi;

29. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Transaksi;

30. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

31. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;




                                           11
Page 13
32. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

33. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

34. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

35. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

36. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum
dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.




                                          12
Page 14
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan, SAI, SAM, SIH, dan SSR berdasarkan
anggaran dasar Perseroan, SAI, SAM, SIH, dan SSR.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                             13
Page 15
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001 tanggal
17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Notaris No. 31 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal II, struktur pemegang saham II per tanggal
    3 September 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                             (Dalam Rupiah)
                                                          Persentase
               Pemegang Saham           Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                          Kepemilikan
    PT Sitiagung Makmur                            807        99,876238%      7.341.279.000
    PT Ungasan Semesta Resort                        1         0,123762%          9.097.000
    Jumlah                                         808       100,000000%      7.350.376.000




                                          14
Page 16
•   Berdasarkan Akta Notaris No. 175 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SIH, struktur pemegang saham SIH per tanggal
    21 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                Pemegang Saham               Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
    PT Surya Semesta Internusa Tbk                     823.329        99,999879%    823.329.000.000
    PT TCP Internusa                                         1         0,000121%          1.000.000
    Jumlah                                             823.330       100,000000%    823.330.000.000



•   Berdasarkan Akta Notaris No. 183 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SAM, struktur pemegang saham SAM per
    tanggal 23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                Pemegang Saham               Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
    PT Surya Semesta lnternusa Tbk                  467.850.000       94,860097%    467.850.000.000
    PT TCP Internusa                                 25.350.000        5,139903%     25.350.000.000
    Jumlah                                          493.200.000      100,000000%    493.200.000.000



•   Berdasarkan Akta Notaris No. 184 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SSR, struktur pemegang saham SSR per tanggal
    23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                Pemegang Saham               Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
    PT Surya Semesta lnternusa Tbk                   85.419.200       99,996488%     85.419.200.000
    PT TCP Internusa                                      3.000        0,003512%          3.000.000
    Jumlah                                           85.422.200      100,000000%     85.422.200.000




PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:

I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               15
Page 17
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Surya Semesta Internusa Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah melakukan transaksi
           sebagai berikut:

           •   Perseroan telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran modal dalam
               SAI sebanyak 6.892 saham baru dengan nilai sebesar Rp 348,05 miliar
               sehubungan dengan Transaksi SAM.

           •   Perseroan telah mengalihkan Saham SIH sebagai setoran modal dalam
               SAI sebanyak 7.506 saham baru dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar
               sehubungan dengan Transaksi SIH.

           •   Perseroan telah mengalihkan Saham SSR sebagai setoran modal dalam
               SAI sebanyak 2.330 saham baru dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar
               sehubungan dengan Transaksi SSR.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 30 Juni 2025, Perseroan merupakan entitas induk SAI dengan
           kepemilikan efektif sebesar 86,786787%. Latar belakang, manajemen,
           kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan berdasarkan akta Notaris No. 37 tanggal 15 Juni 1971 dari
           Ny. Umi Sutamto, S.H., Notaris di Jakarta, dengan nama PT Multi Investments
           Ltd. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
           Indonesia dalam Surat         Keputusannya No.        J.A.5/150/16 tanggal
           8 September 1971 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik
           Indonesia No. 80 tanggal 5 Oktober 1971, Tambahan No. 458.

           Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.
           Perubahan terakhir berdasarkan akta dari Notaris Kumala Tjahjani Widodo,
           S.H., M.H., M.Kn, No.24 tanggal 13 Juni 2025, tentang penyesuaian maksud
           dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan yang laporannya telah dicatat
           dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
           Hak    Asasi    Manusia     Republik    Indonesia    sebagaimana   Surat
           No. AHU-AH.01.09-0309222 tanggal 10 Juli 2025.

           Perseroan memiliki kantor pusat di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R.
           Rasuna Said Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950. Perseroan mulai beroperasi
           komersial pada tahun 1971.


                                          16
Page 18
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 Juni 2025
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris merangkap
            Komisaris Independen        :                   Hagianto Kumala
           Wakil Presiden Komisaris     :                   Crescento Hermawan
           Komisaris                    :                   Steen Dahl Poulsen
           Komisaris                    :                   Frans Bedjo Wiantono
           Komisaris                    :                   Irawan Chandra

           Direksi
           Presiden Direktur                       :        Johannes Suriadjaja
           Wakil Presiden Direktur                 :        The Jok Tung
           Direktur                                :        Wilson Effendy
           Direktur                                :        Sonny Satia Negara

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                                               Persentase
                       Pemegang Saham                       Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                               Kepemilikan
           PT Arman Investments Utama                            400.826.144            8,52%     50.103.268.000
           Intrepid Investments Limited                          386.015.600            8,20%     48.251.950.000
           PT Persada Capital Investama                          369.188.000            7,85%     46.148.500.000
           Johannes Suriadjaja                                    16.722.400            0,36%      2.090.300.000
           The Jok Tung                                            7.776.500            0,17%        972.062.500
           Wilson Effendy                                          5.165.900            0,11%        645.737.500
           Sonny Satia Negara                                      3.293.500            0,07%        411.687.500
           Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)               3.453.331.196           73,39%    431.666.399.500
           Saham Treasuri                                         62.930.200            1,34%      7.866.275.000
           Jumlah                                              4.705.249.440          100,00%    588.156.180.000



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk
           mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat,
           kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan
           utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
           manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang
           usaha pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi,
           perhotelan dan lain-lain.




                                                       17
Page 19
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk
           mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat,
           kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan
           utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
           manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang
           usaha pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi,
           perhotelan dan lain-lain.

           Prospek usaha Perseroan secara keseluruhan didasarkan pada Visi jangka
           panjangnya yaitu “Membangun Indonesia yang lebih baik melalui unit usaha
           properti, konstruksi dan perhotelan yang terpadu dan handal, terpercaya dan
           berkualitas tinggi di Indonesia.” Dalam upaya mencapai Visi tersebut dan
           menjalankan Misi “Menyediakan produk-produk berkualitas dan jasa pelayanan
           prima untuk menciptakan nilai yang optimal bagi para pelanggan, pemegang
           saham, karyawan dan masyarakat Indonesia”, Perseroan didukung oleh empat
           pilar strategis utama, yaitu menjadikan Visi sebagai panduan sasaran,
           mendukung kerja sama tim yang agile, digitalisasi, serta integritas. Strategi
           yang terlihat jelas dalam pengembangan kawasan terpadu seperti Subang
           Smartpolitan bertujuan untuk mengkapitalisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia
           yang stabil.

           Sektor penopang pendapatan berulang di tengah strategi korporasi yang fokus
           pada pembangunan kawasan terpadu dan real estat adalah sektor perhotelan.
           SAI memegang peran sebagai pilar pendapatan berulang. Sektor perhotelan
           sangat positif, didorong oleh momentum pemulihan pariwisata domestik yang
           kuat dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Perseroan memandang
           segmen perhotelan bukan hanya sebagai penunjang aset, melainkan sebagai
           unit bisnis yang harus beroperasi selaras dengan prinsip korporasi, khususnya
           dalam hal digitalisasi dan agility untuk merespons pasar yang dinamis, demi
           mewujudkan unit usaha yang terpadu dan berkualitas tinggi.

           Sebagai perusahaan yang mengelola aset-aset perhotelan Perseroan, SAI
           berfokus pada strategi optimalisasi operasional, yang merupakan kunci dalam
           mengembangkan bisnis Perseroan. Prospek SAI didorong oleh langkah
           strategis untuk menaikkan posisi portofolio ke segmen yang lebih premium,
           melalui renovasi besar dan re-branding properti ikonik. Selain itu, SAI secara
           intensif menerapkan sistem penetapan harga yang dinamis dan meningkatkan
           kualitas layanan untuk memaksimalkan pendapatan per kamar. Upaya ini
           didukung oleh pemasaran yang terarah dan pemanfaatan teknologi untuk
           menciptakan pengalaman tamu yang superior dan meningkatkan loyalitas.




                                          18
Page 20
         Seluruh upaya peningkatan kinerja aset dan optimalisasi operasional yang
         dilakukan SAI memerlukan kerangka kerja yang terintegrasi dan kendali yang
         terpusat. Oleh karena itu, Perseroan melakukan Transaksi Restrukturisasi
         untuk menempatkan kendali strategis dan operasional penuh atas seluruh
         pengembangan bisnis perhotelan secara terpusat pada SAI. Restrukturisasi ini
         memastikan bahwa Perseroan dapat mengimplementasikan strategi bisnisnya
         secara end-to-end mulai dari Visi Perseroan yaitu membangun Indonesia yang
         lebih baik melalui unit usaha properti, konstruksi dan perhotelan yang terpadu
         dan handal, terpercaya dan berkualitas tinggi di Indonesia sehingga strategi
         dapat dieksekusi dengan efisien dan optimal.

         Restrukturisasi sektor perhotelan di bawah SAI merupakan langkah yang
         mengkonsolidasikan aset pada unit usaha dengan prospek pertumbuhan kuat.
         Dengan terciptanya kendali operasional terpadu pasca-restrukturisasi dan
         didukung momentum pasar yang positif, Perseroan diharapkan dapat
         mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan yang dimiliki. Hal ini akan
         terus mendukung pertumbuhan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan ke
         depannya, selaras dengan Misi Perseroan untuk menciptakan nilai optimal bagi
         bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan masyarakat Indonesia.

I.A.2.   PT Suryalaya Anindita International

         Dalam Transaksi, SAI merupakan pihak yang telah melakukan transaksi
         sebagai berikut:

         •   SAI telah menerima pengalihan Saham SAM dari Perseroan dan TCP
             sebagai setoran modal SAI masing-masing sebanyak 6.892 saham baru
             dan 374 saham baru dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar
             sehubungan dengan Transaksi SAM.

         •   SAI telah menerima pengalihan Saham SIH dari Perseroan sebagai setoran
             modal dalam SAI sebanyak 7.506 saham baru dengan nilai sebesar
             Rp 379,05 miliar sehubungan dengan Transaksi SIH.

         •   SAI telah menerima pengalihan Saham SSR dari Perseroan sebagai
             setoran modal dalam SAI sebanyak 2.330 saham baru dengan nilai sebesar
             Rp 117,67 miliar sehubungan dengan Transaksi SSR.

         •   SAI telah menerima pengalihan Tanah dari TCP sebagai setoran modal
             dalam SAI sebanyak 15.912 saham baru dengan nilai sebesar
             Rp 803,56 miliar sehubungan dengan Transaksi Tanah.




                                        19
Page 21
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SAI
           merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar
           86,786787%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan
           usaha SAI adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SAI didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1
           tahun 1967 berdasarkan akta Notaris No. 124 tanggal 11 Maret 1983 dari
           Kartini Muljadi, SH, Notaris di Jakarta yang kemudian diubah dengan akta
           Notaris No. 37 tanggal 13 Januari 1984 dari James Herman Rahardjo, S.H.
           Akta pendirian dan perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
           Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-546.HT.01.01.TH.84
           tanggal 25 Januari 1984 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
           Indonesia No. 32 tanggal 21 April 1984, Tambahan No. 424.

           Anggaran Dasar SAI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta Notaris No. 7 tanggal 9 Juni 2025 dari Kumala Tjahjani Widodo,
           S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah diterima
           dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0302125 Tahun 2025 tertanggal
           24 Juni 2025.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SAI pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                  :   Johannes Suriadjaja
           Wakil Presiden Komisaris            :   Arini Saraswaty Subianto
           Komisaris                           :   Kristoforus Paulus Kiarang
           Komisaris                           :   Badikenita Sitepu

           Direksi
           Presiden Direktur                   :   The Jok Tung
           Direktur                            :   Baktinendra Prawiro
           Direktur                            :   Wilson Effendy




                                          20
Page 22
I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SAI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                        (Dalam Rupiah)
                                                                     Persentase
                        Pemegang Saham              Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                     Kepemilikan
           PT Surya Semesta Internusa Tbk                   16.500       49,549550%     15.972.000.000
           PT TCP Internusa                                  9.100       27,327327%      8.808.800.000
           PT Mitra Karya Lentera                            4.400       13,213213%      4.259.200.000
           PT Enercon Paradhya International                 3.300        9,909910%      3.194.400.000
           Jumlah                                           33.300      100,000000%     32.234.400.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SAI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
           akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
           konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
           tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
           lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
           sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan dan
           rekreasi, dan aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial.

I.A.3.     PT Sitiagung Makmur

           Dalam Transaksi, SAM merupakan pihak yang atas Saham SAM milik
           Perseroan dan TCP telah dialihkan sebagai setoran modal dalam SAI
           masing-masing sebanyak 6.892 saham baru dan 374 saham baru dengan
           keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar sehubungan dengan Transaksi
           SAM. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
           SAM merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar
           100,000000%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan
           usaha SAM adalah sebagai berikut:

I.A.3.a.   Latar Belakang

           SAM didirikan pada tanggal 3 Mei 1989 berdasarkan akta No. 15 tertanggal
           dari Kartini Muljadi, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan
           oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
           No. C2-820.HT.01.01-TH.90 tertanggal 17 Februari 1990 serta diumumkan
           dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 30 tertanggal 14 April 1990.




                                               21
Page 23
           Anggaran dasar SAM telah mengalami beberapa perubahan, terakhir dengan
           akta No. 337 tertanggal 23 Desember 2024 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn.,
           Notaris di Jakarta. Akta perubahan ini telah disahkan Menteri Hukum dan Hak
           Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
           No. AHU-AH.01.03-0016845 Tahun 2025 tertanggal 21 Januari 2025.

I.A.3.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SAM pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                    :   Johannes Suriadjaja
           Wakil Presiden Komisaris              :   The Jok Tung

           Direksi
           Presiden Direktur                     :   Wilson Effendy
           Wakil Presiden Direktur               :   Sonny Satia Negara

I.A.3.c.   Kepemilikan Saham

           Berdasarkan Akta No. 183, susunan pemegang saham SAM berikut dengan
           kepemilikannya adalah sebagai berikut:

                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                                                   Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                   Kepemilikan
           PT Surya Semesta lnternusa Tbk            467.850.000       94,860097%    467.850.000.000
           PT TCP Internusa                           25.350.000        5,139903%     25.350.000.000
           Jumlah                                    493.200.000      100,000000%    493.200.000.000




                                            22
Page 24
I.A.3.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SAM adalah bergerak dalam bidang
           pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
           perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama SAM
           adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama Umana
           Bali, LXR Hotels and Resort.

I.A.4.     PT Surya Internusa Hotel

           Dalam Transaksi, SIH merupakan pihak yang atas Saham SIH milik Perseroan
           telah dialihkan sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 7.506 saham baru
           dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar sehubungan dengan Transaksi SIH.
           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SIH
           merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar
           100,000000%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan
           usaha SIH adalah sebagai berikut:

I.A.4.a.   Latar Belakang

           SIH didirikan pada tanggal 5 Maret 2020 berdasarkan Akta Notaris Robert
           Purba, S.H., No. 22. Akta pendirian SIH telah disahkan oleh Menteri Hukum
           dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
           No. AHU-15842.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 26 Maret 2010.

           Anggaran dasar SIH telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta No.309 tertanggal 20 Desember 2024 dari Jimmy Tanal, S.H.,
           M.Kn., Notaris di Jakarta,

I.A.4.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SIH pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                 :   Johannes Suradjaja
           Wakil Presiden Komisaris           :   Eddy Purwana Wikanta

           Direksi
           Presiden Direktur                  :   Wilson Effendy
           Wakil Presiden Direktur            :   Amir Tjahaja
           Direktur                           :   Sonny Satianegara




                                         23
Page 25
I.A.4.c.   Kepemilikan Saham

           Berdasarkan Akta No. 175, susunan pemegang saham SAM berikut dengan
           kepemilikannya adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
           PT Surya Semesta Internusa Tbk               823.329       99,999879%    823.329.000.000
           PT TCP Internusa                                   1        0,000121%          1.000.000
           Jumlah                                       823.330      100,000000%    823.330.000.000



I.A.4.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SIH adalah bergerak dalam bidang penyedia
           akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas profesional, ilmiah
           dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas penyewaan dan sewa guna
           usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
           lainnya.

I.A.5.     PT Surya Semesta Realti

           Dalam Transaksi, SSR merupakan pihak yang atas Saham SSR milik
           Perseroan telah dialihkan sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 2.330
           saham baru dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar sehubungan dengan
           Transaksi SSR. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
           Perseroan, SSR merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif
           sebesar 100,000000%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan
           kegiatan usaha SSR adalah sebagai berikut:

I.A.5.a.   Latar Belakang

           SSR didirikan pada tanggal 19 Mei 2017 berdasarkan Akta No.180 dari
           Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta pendirian
           ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0024209.AH.01.01.Tahun
           2017 tertanggal 26 Mei 2017 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
           No. AHU-0067962.AH.01.11.Tahun 2017 tanggal 26 Mei 2017.

           Anggaran Dasar SSR telah mengalami beberapa perubahan, terakhir terkait
           dengan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar SSR sebagaimana dituangkan
           dalam Akta No. 336 tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat dihadapan Jimmy
           Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disahkan oleh
           Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat
           keputusannya No. AHU-AH.01.03-0014305 tanggal 17 Januari 2025 dan telah
           didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0006915.AH.01.11.TAHUN 2025
           tanggal 17 Januari 2025.




                                            24
Page 26
I.A.5.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SSR pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                    :   Johannes Suriadjaja
           Komisaris                             :   Eddy Purwana Wikanta

           Direksi
           Presiden Direktur                     :   Amir Tjahaja
           Wakil Presiden Direktur               :   Soehartono Widjojo
           Direktur                              :   Yurianto Gandha

I.A.5.c.   Kepemilikan Saham

           Berdasarkan Akta No. 184, susunan pemegang saham SSR berikut dengan
           kepemilikannya adalah sebagai berikut:

                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                                                   Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                   Kepemilikan
           PT Surya Semesta lnternusa Tbk             85.419.200       99,996488%     85.419.200.000
           PT TCP Internusa                                3.000        0,003512%          3.000.000
           Jumlah                                     85.422.200      100,000000%     85.422.200.000



I.A.5.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SSR adalah bergerak dalam bidang real estate,
           pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi, perdagangan besar dan
           eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, industri pengolahan,
           aktivtas professional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
           usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
           lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi, aktivitas
           keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas rumah tangga
           sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan barang dan jasa oleh
           rumah tangga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.




                                            25
Page 27
I.A.6.     PT TCP Internusa

           Dalam Transaksi, TCP merupakan pihak yang telah melakukan transaksi
           sebagai berikut:

           •   TCP telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran modal dalam SAI
               sebanyak 374 saham baru dengan nilai sebesar Rp 18,89 miliar
               sehubungan dengan Transaksi SAM.

           •   TCP telah mengalihkan Tanah sebagai setoran modal dalam SAI 15.912
               saham baru dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar sehubungan dengan
               Transaksi Tanah.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, TCP
           merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar
           100,000000%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan
           usaha TCP adalah sebagai berikut:

I.A.6.a.   Latar Belakang

           TCP didirikan pada tanggal 31 Agustus 1971, sesuai Akta No. 31 dari Chairil
           Bahri, S.H. Akta pendirian TCP telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
           Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/390/18 tertanggal
           17 November 1973.

           Anggaran dasar TCP telah mengalami beberapa perubahan, terakhir dengan
           Akta No. 248 tertanggal 11 Oktober 2024 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn.,
           Notaris di Jakarta, mengenai perubahan pasal 3 anggaran dasar TCP
           mengenai maksud dan tujuan. Akta perubahan ini telah memperoleh
           persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dalam Surat Keputusan No. AHU-0066084.AH.01.02.TAHUN 2024 tertanggal
           16 Oktober 2024.

I.A.6.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi TCP pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
           sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                 :   Johannes Suriadjaja
           Wakil Presiden Komisaris           :   Wilson Effendy

           Direksi
           Presiden Direktur                  :   The Jok Tung
           Wakil Presiden Direktur            :   Soehartono Widjojo
           Direktur                           :   Yurianto Gandha




                                         26
Page 28
I.A.6.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham TCP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                       Persentase
                        Pemegang Saham              Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                       Kepemilikan
           PT Surya Semesta Internusa Tbk               958.120.100        95,582984%    239.530.025.000
           PT Enercon Paradhya International             44.276.000         4,417016%     11.069.000.000
           Jumlah                                      1.002.396.100      100,000000%    250.599.025.000



I.A.6.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha TCP adalah bergerak dalam bidang real estate,
           pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi, perdagangan besar dan
           eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, industri pengolahan,
           konsultasi, penyewaan, pengangkutan dan pergudangan, Informasi dan
           komunikasi, keuangan dan asuransi, serta jasa lainnya. Saat ini kegiatan utama
           TCP adalah sebagai pengelola Plaza Glodok dan pengembang perumahan
           Edenhaus di Jakarta.

I.B.       Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

I.B.1.     Akta SAM

           Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan, TCP, dan SAI telah
           menandatangani Akta SAM sehubungan dengan Transaksi SAM. Pokok-pokok
           kesepakatan penting dalam Akta SAM adalah sebagai berikut:

           •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

               Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SAM adalah Perseroan,
               TCP, SAI, dan SAM.

           •   Objek dan Nilai Transaksi

               Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SAM adalah Perseroan dan
               TCP masing-masing telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran
               modal dalam SAI masing-masing sebanyak 6.892 saham baru dan
               374 saham baru dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar.

           •   Hukum yang Berlaku

               Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SAM adalah perjanjian ini diatur
               oleh, ditafsirkan, dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara
               Republik Indonesia.




                                               27
Page 29
I.B.2.   Akta SIH

         Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan dan SAI telah menandatangani
         Akta SIH sehubungan dengan Transaksi SIH. Pokok-pokok kesepakatan
         penting dalam Akta SIH adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SIH adalah Perseroan,
             SAI, dan SIH.

         •   Objek dan Nilai Transaksi

             Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SIH adalah Perseroan telah
             mengalihkan Saham SIH sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
             7.506 saham baru dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar.

         •   Hukum yang Berlaku

             Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SIH adalah perjanjian ini diatur oleh,
             ditafsirkan, dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik
             Indonesia.

I.B.3.   Akta SSR

         Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan dan SAI telah menandatangani
         Akta SSR sehubungan dengan Transaksi SSR. Pokok-pokok kesepakatan
         penting dalam Akta SSR adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SSR adalah Perseroan,
             SAI, dan SSR.

         •   Objek dan Nilai Transaksi

             Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SSR adalah Perseroan telah
             mengalihkan Saham SSR sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
             2.330 saham baru dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar.

         •   Hukum yang Berlaku

             Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SSR adalah perjanjian ini diatur
             oleh, ditafsirkan, dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara
             Republik Indonesia.




                                         28
Page 30
I.B.4.   APDP

         Pada tanggal 1 Desember 2025, TCP dan SAI telah menandatangani APDP
         sehubungan dengan Transaksi Tanah. Pokok-pokok kesepakatan penting
         dalam APDP adalah sebagai berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan APDP adalah SAI dan TCP.

         •   Objek dan nilai transaksi

             Objek dan nilai transaksi berdasarkan APDP adalah Perseroan telah
             mengalihkan Tanah sebagai setoran modal dalam SAI 15.912 saham baru
             dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar.

         •   Hukum yang Berlaku

             Hukum yang berlaku berdasarkan APDP adalah perjanjian ini diatur oleh,
             ditafsirkan, dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik
             Indonesia.

I.C.     Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

         Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

         •   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
             saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
             Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri
             pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan telah melakukan
             restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak
             Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
             bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan
             hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
             terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada
             pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
             diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan
             Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
             pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
             meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
             Perseroan dan pemangku kepentingan.




                                         29
Page 31
•   Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
    rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
    proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
    operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh
    Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
    organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
    dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang
    bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
    dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
    masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
    industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan
    lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk
    menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan
    rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
    terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
    untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
    menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
    pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
    pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
    Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko
    bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari
    setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
    strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan
    portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
    dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan
    memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada
    akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.




                                30
Page 32
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi mungkin memberikan potensi hambatan dalam proses sinergi
    atas hasil restrukturisasi internal yang dapat memberikan pengaruh dalam
    aktivitas kegiatan usaha sehari-hari sehingga menurunkan kinerja
    operasional Perseroan dan Entitas anak Perseroan secara menyeluruh
    pada masa yang akan datang.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, bilamana manajemen Perseroan perlu
    melakukan suatu proses integrasi atas kegiatan operasional Perseroan dan
    SAI yang dalam pelaksanaannya berpotensi meningkatnya biaya
    operasional, maka hal tersebut dapat memberikan dampak bagi kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan datang.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan usaha SAI dan entitas
    anak Perseroan hasil dari Transaksi pada masa yang akan datang, SAI dan
    entitas anak Perseroan masih memerlukan dukungan pendanaan dari
    Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang penyediaan
    akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
    konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
    tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
    lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
    sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan
    dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial, SAI
    tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha SAI.




                               31
Page 33
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT Suryalaya Anindita International

II.A.1.   Latar Belakang

          SAI didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1
          tahun 1967 berdasarkan akta Notaris No. 124 tanggal 11 Maret 1983 dari
          Kartini Muljadi, SH, notaris di Jakarta yang kemudian diubah dengan akta
          Notaris No. 37 tanggal 13 Januari 1984 dari James Herman Rahardjo, S.H.
          Akta pendirian dan perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
          Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-546.HT.01.01.TH.84
          tanggal 25 Januari 1984 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
          Indonesia No. 32 tanggal 21 April 1984, Tambahan No. 424.

          Anggaran Dasar SAI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
          dengan Akta Notaris No. 7 tanggal 9 Juni 2025 dari Kumala Tjahjani Widodo,
          S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah diterima
          dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0302125 Tahun 2025 tertanggal
          24 Juni 2025.

          Kantor pusat SAI beralamat di Gedung Hotel Gran Melia Jakarta, Jalan H.R.
          Rasuna Said Kavling X-0, Jakarta Selatan.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha SAI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
          akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
          konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
          tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
          lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
          sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan dan
          rekreasi, dan aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial.




                                         32
Page 34
II.B.     Tinjauan Industri Perhotelan

II.B.1.   Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia

          Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
          akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan
          yang dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas
          permintaan dari layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai
          peranan penting sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para
          wisatawan untuk berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu
          dengan waktu yang relatif lama.

          Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
          Tahun 2021-2024
          (Dalam jutaan kamar)

                    1.400,00

                    1.200,00

                    1.000,00

                      800,00

                      600,00

                      400,00

                      200,00

                             -
                                  2021             2022      2023           2024
                Jumlah Kamar     591,00           896,00   1.049,00       1.144,00

          Sumber: Statista


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pemesanan layanan
          penginapan secara global pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024
          masing-masing adalah sebesar 591,00 juta kamar, 896,00 juta kamar,
          1.049,00 juta kamar, dan 1.144,00 juta kamar. Pada tahun 2022, 2023, dan
          2024 jumlah pemesanan layanan penginapan secara global mengalami
          peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, masing-masing sebesar
          305,00 juta kamar, 153,00 juta kamar, dan 95,00 juta kamar atau setara
          dengan 51,61%, 17,08%, dan 9,06%.




                                          33
Page 35
Tingkat Okupansi Hotel Di Dunia
Januari 2025 – Juni 2025
(Dalam Persentase)
                   80,00
                   70,00
                   60,00
                   50,00
                   40,00
                   30,00
                   20,00
                   10,00
                       -
                              Jan      Feb      Mar      Apr      Mei      Juni
          Asia pasifik       60,00    62,00    66,00    68,00    66,00    65,00
          Amerika            54,00    60,00    64,00    64,00    65,00    67,00
          Eropa              55,00    63,00    65,00    69,00    74,00    76,00
          Timur Tengah       72,00    75,00    59,00    74,00    67,00    60,00
Sumber: Statista


Di samping itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada periode
Februari sampai dengan Juni 2025, Eropa merupakan kawasan dengan
peningkatan tingkat okupansi kamar hotel yang paling konsisten masing-
masing mengalami peningkatan tingkat okupansi sebesar 8,00%, 2,00%,
4,00%, 5,00% dan 2,00%. Sementara tingkat okupansi kamar hotel tertinggi
adalah di Eropa pada bulan Juni 2025 sebesar 76,00% dan rata-rata tingkat
okupansi selama Januari sampai dengan Juni 2025 pada semua kawasan
adalah sebesar 65,42%.

Grafik 6
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
Tahun 2025 – 2030
(Dalam miliar USD)

               700,00

               600,00

               500,00

               400,00

               300,00

               200,00

               100,00

                         -
                              2025     2026     2027     2028     2029     2030
    Jumlah Pendapatan        455,15   492,36   524,57   559,37   597,19   638,39
Sumber: Statista




                                      34
Page 36
          Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan pasar perhotelan
          tahun 2030 diproyeksikan mencapai USD 638,39 miliar. Kenaikan terus terjadi
          pada nilai pendapatan pasar perhotelan di dunia tahun 2026 – 2030
          masing-masing mengalami kenaikan sebesar USD 37,21 miliar,
          USD 32,21 miliar, USD 34,80 miliar, USD 37,82 miliar, dan USD 41,20 miliar
          dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dengan tingkat pertumbuhan
          majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 7,00%
          dihitung sejak tahun 2025 hingga tahun 2030, pertumbuhan hotel dunia
          didorong oleh permintaan tamu hotel akan layanan personal, permintaan yang
          tinggi untuk boutique hotel dan bangunan hotel yang ramah lingkungan turut
          membawa industri perhotelan menjadi semakin menjanjikan di masa depan.

II.B.2.   Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia

          Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
          Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
          menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
          Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian
          wisatawan baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk
          dituju. Hotel yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang
          perjalanan liburan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang
          berkunjung.

          Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
          Tahun 2021-2024
          (Dalam persentase)

                              60

                              50

                              40

                              30

                              20

                              10

                               0
                                   2021         2022         2023           2024
               Tingkat okupansi    36,26        47,35        51,12          52,56
          Sumber : Statista




                                           35
Page 37
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, tingkat okupansi hotel di
Indonesia meningkat pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Tingkat okupansi
kamar hotel berbintang di Indonesia pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024
masing-masing adalah sebesar 36,26%, 47,35%, 51,12%, dan 52,56%.
Kenaikan terbesar ada pada tahun 2022 dimana tingkat okupansi kamar hotel
berbintang di Indonesia meningkat 11,09% dibandingkan dengan tahun 2021
yang disebabkan oleh pulih nya sektor pariwisata setelah penurunan yang
disebabkan oleh pandemi Covid-19.

Provinsi dengan Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang terbesar di
Indonesia
Periode Juni 2025
(Dalam persentase)
              70,00

              60,00

              50,00

              40,00

              30,00

              20,00

              10,00

                   -
                                                                               Kalimantan
                             Bali   DI Yogyakarta   DKI Jakarta   Jawa Timur
                                                                                 Timur
     Tingkat Okupansi       64,66      53,86          52,35         51,81        51,69
Sumber : Badan Pusat Statistik


Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, tingkat okupansi
kamar pada hotel berbintang di Indonesia pada bulan Juni 2025 secara
keseluruhan adalah sebesar 49,98%, mengalami penurunan 4,70%
dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata lama
tinggal wisatawan pada hotel berbintang pada Juni 2025 adalah selama
1,59 malam, mengalami penurunan sebesar 0,02% dibandingkan dengan
Juni 2024. Secara umum, turis asing tinggal lebih lama dibandingkan dengan
turis lokal, rata-rata tinggal di hotel berbintang pada Juni 2025 untuk turis asing
dan turis lokal masing-masing adalah sebesar 2,46 malam dan 1,46 malam.




                                    36
Page 38
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
Tahun 2025-2030
(Dalam miliar USD)

                   12,00

                   10,00

                    8,00

                    6,00

                    4,00

                    2,00

                       -
                           2025   2026   2027     2028      2029     2030
    Jumlah Pendapatan      5,27   6,88   7,32     8,11      8,97     9,92
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan hotel di Indonesia
pada 2030 di proyeksikan mencapai sebesar USD 9,92 miliar. Proyeksi
pendapatan hotel di Indonesia pada tahun 2026-2030 diperkirakan terus
mengalami peningkatan masing-masing sebesar USD 1,61 miliar,
USD 0,44 miliar, USD 0,79 miliar, USD 0,86 miliar, dan USD 0,95 miliar dengan
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 13,49% antara tahun
2025 sampai 2030. Pendapatan pasar perhotelan di Indonesia diproyeksikan
untuk meningkat setiap tahun nya yang disebabkan oleh industri pariwisata
Indonesia yang terus berkembang dan beragamnya penawaran budaya yang
ditawarkan.




                                  37
Page 39
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
        perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk
        mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat,
        kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan
        utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
        manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang
        usaha pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi,
        perhotelan dan lain-lain.

        Prospek usaha Perseroan secara keseluruhan didasarkan pada Visi jangka
        panjangnya yaitu “Membangun Indonesia yang lebih baik melalui unit usaha
        properti, konstruksi dan perhotelan yang terpadu dan handal, terpercaya dan
        berkualitas tinggi di Indonesia.” Dalam upaya mencapai Visi tersebut dan
        menjalankan Misi “Menyediakan produk-produk berkualitas dan jasa pelayanan
        prima untuk menciptakan nilai yang optimal bagi para pelanggan, pemegang
        saham, karyawan dan masyarakat Indonesia”, Perseroan didukung oleh empat
        pilar strategis utama, yaitu menjadikan Visi sebagai panduan sasaran,
        mendukung kerja sama tim yang agile, digitalisasi, serta integritas. Strategi
        yang terlihat jelas dalam pengembangan kawasan terpadu seperti Subang
        Smartpolitan bertujuan untuk mengkapitalisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia
        yang stabil.

        Sektor penopang pendapatan berulang di tengah strategi korporasi yang fokus
        pada pembangunan kawasan terpadu dan real estat adalah sektor perhotelan.
        SAI memegang peran sebagai pilar pendapatan berulang. Sektor perhotelan
        sangat positif, didorong oleh momentum pemulihan pariwisata domestik yang
        kuat dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Perseroan memandang
        segmen perhotelan bukan hanya sebagai penunjang aset, melainkan sebagai
        unit bisnis yang harus beroperasi selaras dengan prinsip korporasi, khususnya
        dalam hal digitalisasi dan agility untuk merespons pasar yang dinamis, demi
        mewujudkan unit usaha yang terpadu dan berkualitas tinggi.

        Sebagai perusahaan yang mengelola aset-aset perhotelan Perseroan, SAI
        berfokus pada strategi optimalisasi operasional, yang merupakan kunci dalam
        mengembangkan bisnis Perseroan. Prospek SAI didorong oleh langkah
        strategis untuk menaikkan posisi portofolio ke segmen yang lebih premium,
        melalui renovasi besar dan re-branding properti ikonik. Selain itu, SAI secara
        intensif menerapkan sistem penetapan harga yang dinamis dan meningkatkan
        kualitas layanan untuk memaksimalkan pendapatan per kamar. Upaya ini
        didukung oleh pemasaran yang terarah dan pemanfaatan teknologi untuk
        menciptakan pengalaman tamu yang superior dan meningkatkan loyalitas.




                                       38
Page 40
        Seluruh upaya peningkatan kinerja aset dan optimalisasi operasional yang
        dilakukan SAI memerlukan kerangka kerja yang terintegrasi dan kendali yang
        terpusat. Oleh karena itu, Perseroan melakukan Transaksi Restrukturisasi
        untuk menempatkan kendali strategis dan operasional penuh atas seluruh
        pengembangan bisnis perhotelan secara terpusat pada SAI. Restrukturisasi ini
        memastikan bahwa Perseroan dapat mengimplementasikan strategi bisnisnya
        secara end-to-end mulai dari Visi Perseroan yaitu membangun Indonesia yang
        lebih baik melalui unit usaha properti, konstruksi dan perhotelan yang terpadu
        dan handal, terpercaya dan berkualitas tinggi di Indonesia sehingga strategi
        dapat dieksekusi dengan efisien dan optimal.

        Restrukturisasi sektor perhotelan di bawah SAI merupakan langkah yang
        mengkonsolidasikan aset pada unit usaha dengan prospek pertumbuhan kuat.
        Dengan terciptanya kendali operasional terpadu pasca-restrukturisasi dan
        didukung momentum pasar yang positif, Perseroan diharapkan dapat
        mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan yang dimiliki. Hal ini akan
        terus mendukung pertumbuhan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan ke
        depannya, selaras dengan Misi Perseroan untuk menciptakan nilai optimal bagi
        bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan masyarakat Indonesia.

II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
            saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
            Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri
            pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan telah melakukan
            restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak
            Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
            bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan
            hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
            terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada
            pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
            diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan
            Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
            pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
            meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
            Perseroan dan pemangku kepentingan.




                                       39
Page 41
•   Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
    rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
    proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
    operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh
    Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
    organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
    dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang
    bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
    dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
    masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
    industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Transaksi Inbreng TCP, SAI telah memperoleh Tanah
    dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik
    SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal
    untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai
    dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan
    yang terbatas. Transaksi Inbreng TCP diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas
    Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
    pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
    pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
    Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko
    bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari
    setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
    strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan
    portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
    dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan
    memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada
    akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.




                                40
Page 42
II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
            saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
            Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri
            pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan telah melakukan
            restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak
            Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
            bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan
            hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
            terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada
            pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
            diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan
            Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
            pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
            meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
            Perseroan dan pemangku kepentingan.

        •   Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
            rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
            proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
            operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh
            Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
            organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
            dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang
            bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
            mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
            pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
            dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
            masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
            industri perhotelan.

        •   Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan
            lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
            yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk
            menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan
            rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
            terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
            untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
            menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                       41
Page 43
•   Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
    pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
    pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
    Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko
    bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari
    setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
    strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan
    portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
    dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan
    memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada
    akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi mungkin memberikan potensi hambatan dalam proses sinergi
    atas hasil restrukturisasi internal yang dapat memberikan pengaruh dalam
    aktivitas kegiatan usaha sehari-hari sehingga menurunkan kinerja
    operasional Perseroan dan Entitas anak Perseroan secara menyeluruh
    pada masa yang akan datang.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, bilamana manajemen Perseroan perlu
    melakukan suatu proses integrasi atas kegiatan operasional Perseroan dan
    SAI yang dalam pelaksanaannya berpotensi meningkatnya biaya
    operasional, maka hal tersebut dapat memberikan dampak bagi kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan datang.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan usaha SAI dan entitas
    anak Perseroan hasil dari Transaksi pada masa yang akan datang, SAI dan
    entitas anak Perseroan masih memerlukan dukungan pendanaan dari
    Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang penyediaan
    akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
    konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
    tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
    lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
    sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan
    dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial, SAI
    tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha SAI.




                                42
Page 44
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang
           berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 telah direviu oleh KAP AAJAMR dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain. Laporan keuangan
           konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, dan 2022 telah diaudit oleh KAP AAJAMR
           masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain.
           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR
           dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan
           hal lain.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan             30/06/25       31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                              1.682.307     2.633.758    1.219.049    1.136.027     782.186        850.910
           Piutang usaha
             Pihak berelasi                                         -           -            -            -           26              -
             Pihak ketiga                                     536.980     597.605      311.038      431.320      417.252        282.706
           Tagihan bruto kepada pemberi kerja                 745.277     422.475      758.599      751.256      643.330        714.204
           Aset keuangan lancar lainnya - pihak ketiga        151.548     153.461      129.446      131.386      114.851        134.221
           Piutang retensi                                    267.458     255.075      372.950      359.644      344.250        422.231
           Persediaan                                         421.235     435.094      313.840      376.227      552.994        489.515
           Uang muka                                          193.949      99.862       30.404       42.796       67.795         50.404
           Pajak dibayar di muka                               82.360      56.623       64.670       51.733       68.455         49.361
           Biaya dibayar di muka                               30.021      28.232       34.891       44.481       17.099         10.536
           Jumlah Aset Lancar                              4.111.134     4.682.185    3.234.886    3.324.869    3.008.237     3.004.088
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                               52.841        31.747       19.079       40.624       44.390        21.872
           Investasi saham                                        94            94           93           87           85            90
           Investasi pada ventura bersama                     34.772        31.914       35.750       86.465      280.022       294.245
           Tanah untuk pengembangan                        3.958.092     3.303.121    3.092.113    2.894.551    2.431.363     2.246.593
           Properti investasi                                678.198       703.118      691.243      581.366      692.171       704.212
           Aset tetap                                      1.782.456     1.293.252    1.047.669    1.038.444    1.083.832     1.172.465
           Aset hak guna                                     372.328        69.913       75.607       85.587       93.164       101.797
           Uang muka lain-lain                               139.851       135.407       94.384       46.310       18.575         4.248
           Aset tidak lancar lainnya                          37.205        36.549       68.710       44.985       44.530        34.791
           Investasi pada entitas asosiasi                    78.163        80.105       57.239       44.385       29.969             -
           Aset derivatif                                          -             -            -      101.973            -             -
           Uang muka investasi                                     -             -            -            -       25.834             -
           Piutang dari pihak berelasi                             -             -            -            -            -        35.575
           Jumlah Aset Tidak Lancar                        7.134.001     5.685.220    5.181.887    4.964.777    4.743.933     4.615.888
           JUMLAH ASET                                    11.245.136    10.367.405    8.416.773    8.289.646    7.752.171     7.619.976




                                                         43
Page 45
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                           30/06/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Pinjaman bank jangka pendek                                      267.622     201.627       149.796       247.823        68.783        246.147
           Utang usaha - pihak ketiga                                       658.485     543.022       531.186       529.246       546.951        532.560
           Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya - pihak ketiga          76.420      44.475        78.180        70.102        68.309         74.102
           Uang muka dari pelanggan                                          50.754      42.925        23.473        88.152        64.487         49.336
           Liabilitas bruto kepada pemberi kerja                              1.740       3.048        15.512        15.742         3.879         13.099
           Utang pajak                                                       41.842     177.708        93.121        46.283        64.606         43.488
           Beban akrual                                                     278.762      69.966        46.871        41.568        34.757         31.939
           Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
             satu tahun:
             Bank dan sindikasi                                             141.114      77.704       224.670       147.467       159.888         77.584
             Utang lain-lain - pihak ketiga                                     160         159           639       237.466       122.808        122.845
             Liabilitas sewa                                                 68.892      17.944        17.615        29.147        19.610          9.558
             Utang obligasi                                                       -           -             -             -             -        389.097
           Uang muka proyek                                                 368.678     347.270       322.756       364.748       266.583        214.845
           Pendapatan diterima di muka - jangka pendek                       34.091      26.275        17.241        13.664        31.179         39.750
           Provisi pengembangan tanah dan lingkungan                              -           -             -             -             -         18.338
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               1.988.559     1.552.123     1.521.061     1.831.408     1.451.840      1.862.688
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya - pihak ketiga          4.829      33.753        27.493        29.362                -              -
           Liabilitas pajak tangguhan                                             -           -         1.008             -                -              -
           Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
             jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
             Bank dan sindikasi                                             914.855     516.973      2.151.153     1.118.190     1.016.390       592.400
             Utang lain-lain - pihak ketiga                                      64           -            159       796.946       935.870       552.705
             Liabilitas sewa                                                201.018      60.541         66.012        73.322        92.050        96.317
           Jaminan dari pelanggan                                            74.427      38.467         41.717        31.350        23.420        32.887
           Liabilitas imbalan kerja                                         179.503     171.014        163.617       148.535       153.634       199.777
           Pendapatan diterima di muka jangka panjang setelah
             dikurangi bagian jangka pendek                                  11.438         860          1.098         1.066        1.085          1.414
           Liabilitas derivatif                                                   -           -              -             -       27.329         50.714
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              1.386.135      821.608      2.452.257     2.198.771     2.249.778      1.526.214
           JUMLAH LIABILITAS                                             3.374.694     2.373.731     3.973.319     4.030.179     3.701.618      3.388.901
           EKUITAS
           Modal saham                                                     588.156       588.156       588.156       588.156       588.156        588.156
           Tambahan modal disetor                                          292.121       291.744       290.375       290.375       290.375        290.375
           Cadangan kompensasi berbasis saham                               50.224        43.749             -             -           508          1.968
           Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                 1.546.631     1.548.899       187.359       183.313       152.161        147.541
           Saham treasuri                                                  (28.544)      (37.000)      (68.013)      (71.080)      (71.080)       (71.080)
           Saldo laba                                                    3.054.027     3.164.055     2.986.506     2.826.080     2.653.028      2.851.765
           Penghasilan komprehensif lain                                     4.628         5.423        22.624        23.371       (28.510)       (57.483)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                       5.507.243     5.605.026     4.007.007     3.840.215     3.584.638      3.751.241
           Kepentingan non-pengendali                                    2.363.198     2.388.648       436.448       419.253       465.915        479.833
           JUMLAH EKUITAS                                                7.870.441     7.993.674     4.443.454     4.259.468     4.050.553      4.231.075
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                11.245.136    10.367.405     8.416.773     8.289.646     7.752.171      7.619.976




III.A.2.   Aset

           Jumlah    aset     Perseroan    pada      tanggal-tanggal   30  Juni 2025,
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 11.245,14 miliar, Rp 10.367,41 miliar, Rp 8.416,77 miliar,
           Rp 8.289,65 miliar, Rp 7.752,17 miliar, dan Rp 7.619,98 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 877,73 miliar atau setara dengan 8,47% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di
           sebabkan oleh kenaikan tagihan bruto kepada pemberi kerja, tanah untuk
           pengembangan, dan aset tetap masing-masing sebesar Rp 322,80 miliar,
           Rp 654,97 miliar dan Rp 489,20 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan
           setara kas sebesar Rp 951,45 miliar.




                                                                       44
Page 46
           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1.950,63 miliar atau setara dengan 23,18% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama di
           sebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, piutang usaha, serta aset tetap
           masing-masing sebesar Rp 1.414,71 miliar, Rp 286,57 miliar, dan
           Rp 245,58 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 127,13 miliar atau setara dengan 1,53% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama di
           sebabkan oleh kenaikan tanah untuk pengembangan dan properti investasi
           masing-masing sebesar Rp 197,56 miliar dan Rp 109,88 miliar yang disertai
           dengan penurunan piutang usaha dan persediaan masing-masing sebesar
           Rp 120,28 miliar dan Rp 62,39 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 537,48 miliar atau setara dengan 6,93% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama di
           sebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, tagihan bruto kepada pemberi
           kerja, dan tanah untuk pengembangan masing-masing sebesar
           Rp 353,84 miliar, Rp 107,93 miliar, dan Rp 463,19 miliar yang disertai dengan
           penurunan persediaan dan investasi pada ventura Bersama masing-masing
           sebesar Rp 176,77 miliar dan Rp 193,56 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 132,19 miliar atau setara dengan 1,73% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama di
           sebabkan oleh kenaikan piutang usaha, persediaan, dan tanah untuk
           pengembangan masing-masing sebesar Rp 134,57 miliar, Rp 63,48 miliar, dan
           Rp 184,77 miliar yang disertai dengan penurunan tagihan bruto kepada
           pemberi kerja, piutang retensi, dan aset tetap masing-masing sebesar
           Rp 70,87 miliar, Rp 77,98 miliar, dan Rp 88,63 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 3.374,69 miliar, Rp 2.373,73 miliar, Rp 3.973,32 miliar,
           Rp 4.030,18 miliar, Rp 3.701,62 miliar, dan Rp 3.388,90 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1.000,96 miliar atau setara dengan 42,17% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di
           sebabkan oleh kenaikan beban akrual, bank dan sindikasi, serta liabilitas sewa
           masing-masing sebesar Rp 208,80 miliar, Rp 461,29 miliar, dan
           Rp 191,43 miliar.




                                          45
Page 47
           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 1.599,59 miliar atau setara dengan 40,26%
           dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023.
           Penurunan ini terutama di sebabkan oleh penurunan bank dan sindikasi
           sebesar Rp 1.781,15 miliar yang disertai dengan kenaikan pinjaman bank
           jangka pendek, utang pajak, dan uang muka proyek masing-masing sebesar
           Rp 51,33 miliar, Rp 84,59 miliar, dan Rp 24,51 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 56,86 miliar atau setara dengan 1,41% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama di sebabkan oleh penurunan pinjaman bank jangka pendek, uang
           muka dari pelanggan, dan utang lain-lain pihak ketiga masing-masing sebesar
           Rp 98,03 juta, Rp 64,68 miliar, dan Rp 1.033,61 miliar yang disertai dengan
           kenaikan utang pajak serta bank dan sindikasi masing-masing sebesar
           Rp 46,84 miliar dan Rp 1.110,17 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 328,56 miliar atau setara dengan 8,88% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           terutama di sebabkan oleh kenaikan pinjaman bank jangka pendek, bank dan
           sindikasi, serta uang muka proyek masing-masing sebesar Rp 179,04 miliar,
           Rp 89,38 miliar, dan Rp 98,17 miliar yang disertai dengan penurunan utang
           lain-lain - pihak ketiga sebesar Rp 24,27 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 312,72 miliar atau setara dengan 9,23% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini
           terutama di sebabkan oleh kenaikan bank dan sindikasi serta utang lain-lain
           pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 506,29 miliar dan Rp 383,13 miliar
           yang disertai dengan penurunan pinjaman bank jangka pendek dan utang
           obligasi masing-masing sebesar Rp 177,36 miliar dan Rp 389,10 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 7.870,44 miliar, Rp 7.993,67 miliar, Rp 4.443,45 miliar,
           Rp 4.259,47 miliar, Rp 4.050,55 miliar, dan Rp 4.231,08 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami penurunan
           sebesar Rp 123,23 miliar atau setara dengan 1,54% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh dividen sebesar Rp 146,54 miliar yang disertai dengan laba
           periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 13,98 miliar.




                                         46
Page 48
           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 3.550,22 miliar atau setara dengan 79,90% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh perubahan kepemilikan pada entitas anak dan laba tahun
           berjalan yang dibukukan oleh Perseroan masing-masing sebesar
           Rp 3.124,58 miliar dan Rp 448,55 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 183,99 miliar atau setara dengan 4,32% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan dan
           kepentingan non-pengendali masing-masing sebesar Rp 231,55 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 208,92 miliar atau setara dengan 5,16% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 207,92 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 180,52 miliar atau setara dengan 4,27% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh
           Perseroan sebesar Rp 191,17 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                          30/06/25         31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                  Keterangan
                                                                         (6 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan usaha                                               2.111.802        6.251.910     4.537.654     3.614.941      2.352.909     2.947.321
           Beban langsung                                                 1.672.303        4.492.951     3.210.471     2.696.804      1.835.893     2.312.089
           Laba bruto                                                          439.499     1.758.959     1.327.183       918.137        517.016       635.232
           Beban penjualan                                                     (33.133)     (134.554)      (79.414)      (51.799)       (22.589)      (29.548)
           Beban umum dan administrasi                                        (369.300)     (689.450)     (653.193)     (533.203)      (432.939)     (484.664)
           Penghasilan lainnya                                                  91.504       172.890        44.019       275.891         75.146        93.186
           Beban lainnya                                                       (28.237)     (261.922)      (49.101)      (59.756)       (30.597)      (40.882)
           Laba usaha                                                         100.332        845.923       589.493       549.271        106.038       173.325
           Beban pajak final                                                  (48.153)      (150.409)      (96.949)      (82.819)       (56.562)      (75.810)
           Beban keuangan                                                     (49.296)      (188.013)     (207.491)     (233.945)      (222.389)     (201.865)
           Bagian laba (rugi) entitas asosiasi                                 (1.942)           497        (6.158)      (11.956)       (10.195)            -
           Bagian laba (rugi) entitas ventura bersama                           1.608         (3.736)       (3.795)        2.801        (13.322)        4.105
           Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                2.550        504.263       275.101       223.353       (196.431)     (100.245)
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                                   11.432        (55.714)      (43.555)      (15.437)         5.258        22.958
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                  13.982        448.549       231.546       207.916       (191.172)      (77.287)
           Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya                              (2.525)       (17.652)      (18.516)       48.249         30.053       (27.840)
           Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan                      11.457        430.897       213.030       256.164       (161.120)     (105.127)
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
             kepada:
             Pemilik entitas induk                                             (39.009)      234.226       176.575       175.815       (200.217)      (87.542)
             Kepentingan non-pengendali                                         52.990       214.323        54.971        32.101          9.044        10.255




                                                                         47
Page 49
III.A.6    Pendapatan Usaha

           Pendapatan usaha Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 2.111,80 miliar, Rp 6.251,91 miliar, Rp 4.537,65 miliar,
           Rp 3.614,94 miliar, Rp 2.352,91 miliar, dan Rp 2.947,32 miliar.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.714,26 miliar atau
           setara dengan 37,78% dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 922,71 miliar atau setara
           dengan 25,52% dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.262,03 miliar atau
           setara dengan 53,64% dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 594,41 miliar atau
           setara dengan 20,17% dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2020.

III.A.7.   Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan

           Laba periode berjalan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah sebesar
           Rp 13,98 miliar, Rp 448,55 miliar, Rp 231,55 miliar, dan Rp 207,92 miliar. Rugi
           tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 191,17 miliar
           dan Rp 77,29 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 217,00 miliar atau setara
           dengan 93,72% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 23,63 miliar atau setara
           dengan 11,37% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.




                                          48
Page 50
           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 399,09 miliar atau setara
           dengan 208,76% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 113,89 miliar atau setara
           dengan 147,35% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     30/06/25         31/12/24       31/12/23        31/12/22        31/12/21      31/12/20
                                  Keterangan
                                                                    (6 Bulan)        (1 Tahun)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                  1.884.866        6.393.517      4.497.395       3.595.793       2.425.181      2.730.886
           Pembayaran kepada pemasok                                 (2.254.251)      (4.879.930)    (3.487.172)     (3.041.512)     (2.155.889)    (2.846.715)
           Pembayaran kepada karyawan                                  (291.249)        (502.292)      (466.458)       (406.686)       (342.617)      (389.259)
           Pembayaran bunga                                             (43.132)        (183.061)      (214.041)       (227.714)       (220.379)      (199.674)
           Pembayaran bunga liabilitas sewa                              (9.719)          (5.762)        (6.220)         (1.810)         (6.994)        (6.645)
           Pembayaran pajak penghasilan                                 (93.433)        (179.194)      (106.536)       (100.135)        (69.143)      (115.500)
           Penerimaan klaim restitusi pajak                               5.652           18.492         17.036          31.892               -              -
           Penerimaan kas lainnya dari operasi                           31.355           56.371         23.226            (628)         29.052         16.068
           Penerimaan kas lainnya untuk operasi                         (28.281)               -              -               -               -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                            (798.191)      718.141        257.230        (150.800)        (340.789)     (810.840)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penerimaan bunga                                                45.138        54.120         26.292          21.789           22.889        44.430
           Hasil penjualan properti investasi                               5.370        22.569          1.873           3.454            1.818         4.955
           Hasil penjualan aset tetap                                         390         4.307          3.405             459              932           995
           Penerimaan dari hasil ventura bersama                           (1.250)          100         47.701           3.962            2.259        40.535
           Realisasi (penambahan) uang muka dan lain-lain                  (7.667)       (6.085)       (81.058)        (39.883)         (14.314)       19.290
           Perolehan properti investasi                                    (1.665)      (67.539)       (74.481)        (59.835)         (20.393)      (28.630)
           Perolehan aset tetap                                          (540.932)     (378.506)       (86.256)        (54.589)         (21.504)      (65.520)
           Penerimaan dari hasil investasi pada nilai wajar                     -             -          1.273           3.716           33.965        80.809
           Perolehan investasi pada entitas asosiasi                            -       (22.361)       (14.960)              -                -             -
           Penempatan investasi pada nilai wajar                                -       (70.088)             -               -                -             -
           Penambahan uang muka investasi                                       -      (119.100)             -               -          (25.834)            -
           Hasil penjualan investasi pada ventura bersama                       -             -              -         432.494                -             -
           Hasil penjualan investasi pada entitas anak                          -             -              -          96.234                -             -
           Hasil penjualan investasi saham                                      -             -              -               3                -             -
           Perolahan investasi pada ventura bersama                             -             -              -              (4)          (1.379)       (4.344)
           Perolahan investasi pada nilai wajar                                 -             -              -          (7.746)               -             -
           Realisasi kerugian investasi pada nilai wajar                        -             -              -               -           (1.581)        3.512
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                          (500.617)     (582.582)      (176.212)        400.054          (23.141)       96.031
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penambahan pinjaman bank jangka pendek                         100.843       243.053        113.668         331.757          50.927        137.000
           Penambahan pinjaman bank jangka panjang                        518.913        63.116      1.302.383         133.997         537.430          9.900
           Pembayaran pokok liabilitas sewa                              (111.219)      (12.925)       (23.431)        (10.798)         (1.264)        (5.103)
           Pembayaran dividen kas entitas anak kepada kepentingan
            non-pengendali                                                (77.033)       (25.904)      (36.156)        (12.313)         (19.359)      (20.522)
           Pembayaran pinjaman lain-lain - pihak ketiga                      (126)        (1.195)     (950.403)       (138.449)        (129.688)         (302)
           Pembayaran pinjaman bank jangka pendek                         (34.848)      (191.222)     (211.700)       (155.936)        (228.218)          (81)
           Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                        (39.375)    (1.878.444)     (164.229)        (46.571)         (26.021)      (36.836)
           Penambahan pinjaman lain-lain - pihak ketiga                       192            557           839           1.263          499.450             -
           Pengalihan saham treasuri                                        8.834         32.382         3.067               -                -             -
           Pembayaran biaya pinjaman                                      (19.275)             -       (30.700)              -                -             -
           Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
            perusahaan                                                          -       (55.480)                -               -             -       (22.932)
           Penerbitan saham baru entitas anak kepada pihak ketiga               -     2.929.308                 -               -             -             -
           Hasil penjualan investasi pada entitas anak                          -       169.815                 -               -             -             -
           Pembayaran pokok utang obligasi                                      -             -                 -               -      (390.000)            -
           Peningkatan saham treasuri                                           -             -                 -               -             -       (34.961)
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                 346.904      1.273.061          3.339         102.951         293.257         26.163
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                   (951.904)    1.408.620         84.357         352.206          (70.673)     (688.646)
           Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                           454          6.089          (1.335)         1.636            1.949        12.493
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                        2.633.758        1.219.049      1.136.027         782.186         850.910      1.527.063
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                       1.682.307        2.633.758      1.219.049       1.136.027         782.186        850.910




                                                                    49
Page 51
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 798,19 miliar, Rp 150,80 miliar,
Rp 340,79 miliar, dan Rp 810,84 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp 718,14 miliar
dan Rp 257,23 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
Rp 798,19 miliar terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok,
pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran pajak penghasilan
masing-masing sebesar Rp 2.254,25 miliar, Rp 291,25 miliar, dan
Rp 93,43 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar
Rp 1.884,87 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 718,14 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 6.393,52 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 4.879,93 miliar,
Rp 502,29 miliar, dan Rp 183,06 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 257,23 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 4.497,40 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 3.487,17 miliar,
Rp 466,46 miliar, dan Rp 214,04 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 150,80 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 3.041,51 miliar,
Rp 406,69 miliar, dan Rp 227,71 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pelanggan dan penerimaan klaim restitusi pajak masing-masing sebesar
Rp 3.595,79 miliar dan Rp 31,89 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 340,79 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 2.155,89 miliar,
Rp 342,62 miliar, dan Rp 220,38 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pelanggan sebesar Rp 2.425,18 miliar.




                              50
Page 52
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 810,84 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 2.846,72 miliar,
Rp 389,26 miliar, dan Rp 199,67 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pelanggan sebesar Rp 2.730,89 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 500,62 miliar, Rp 582,58 miliar,
Rp 176,21 miliar, dan Rp 23,14 miliar. Aurs kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022 dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 400,05 miliar
dan Rp 96,03 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
Rp 500,62 miliar terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar
Rp 540,93 miliar yang disertai dengan penerimaan bunga sebesar
Rp 45,14 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 582,58 miliar
terutama berasal dari perolehan properti investasi, perolehan aset tetap, dan
penambahan uang muka investasi masing-masing sebesar Rp 67,54 miliar,
Rp 378,51 miliar, dan Rp 119,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 176,21 miliar
terutama berasal dari penambahan uang muka dan lain-lain, perolehan properti
investasi, serta perolehan aset tetap masing-masing sebesar Rp 81,06 miliar,
Rp 74,48 miliar, dan Rp 86,26 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 400,05 miliar
terutama berasal dari hasil penjualan investasi pada ventura bersama sebesar
Rp 432,49 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 23,14 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan uang muka
investasi masing-masing sebesar Rp 21,50 miliar dan Rp 25,83 miliar yang
disertai dengan penerimaan bunga sebesar Rp 22,89 miliar.




                               51
Page 53
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 96,03 miliar
terutama berasal dari penerimaan bunga, penerimaan dari hasil ventura
bersama, dan penerimaan dari hasil investasi pada nilai wajar masing-masing
sebesar Rp 44,43 miliar, Rp 40,54 miliar, dan Rp 80,81 miliar yang disertai
dengan perolehan properti investasi dan perolehan aset tetap masing-masing
sebesar Rp 44,30 miliar dan Rp 65,52 miliar.

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
2020 masing-masing adalah sebesar Rp 346,90 miliar, Rp 1.273,06 miliar,
Rp 3,34 miliar, Rp 102,95 miliar, Rp 293,26 miliar, dan Rp 26,16 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendaaan Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
Rp 346,90 miliar terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka
panjang sebesar Rp 518,91 miliar yang disertai dengan pembayaran pokok
liabilitas sewa dan pembayaran dividen kas entitas anak kepada kepentingan
non-pengendali masing-masing sebesar Rp 111,22 miliar dan Rp 77,03 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.273,06 miliar
terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka pendek, penerbitan
saham baru entitas anak kepada pihak ketiga, serta hasil penjualan investasi
pada anak masing-masing sebesar Rp 243,05 miliar, Rp 2.929,31 miliar, dan
Rp 169,82 miliar yang disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka
pendek dan pembayaran pinjaman bank jangka panjang masing-masing
sebesar Rp 191,22 miliar dan Rp 1.878,44 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 3,34 miliar
terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka panjang sebesar
Rp 1.302,38 miliar yang disertai dengan pembayaran pinjaman lain-lain – pihak
ketiga, pembayaran pinjaman bank jangka pendek, dan pembayaran pinjaman
bank jangka panjang masing-masing sebesar Rp 950,40 miliar,
Rp 211,70 miliar, dan Rp 164,23 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 102,95 miliar
terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka pendek dan
penambahan pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 331,76 miliar dan Rp 134,00 miliar yang disertai dengan pembayaran
pinjaman lain-lain – pihak ketiga, pembayaran pinjaman bank jangka pendek,
dan pembayaran pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 138,45 miliar, Rp 155,94 miliar, dan Rp 46,57 miliar.




                               52
Page 54
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 293,26 miliar
            terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka pendek,
            penambahan pinjaman bank jangka panjang, dan penambahan pinjaman
            lain-lain – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 50,93 miliar,
            Rp 537,43 miliar, dan Rp 499,45 miliar yang disertai dengan pembayaran
            pinjaman lain-lain – pihak ketiga, pembayaran pinjaman bank jangka pendek,
            dan      pembayaran    pokok     utang     obligasi masing-masing     sebesar
            Rp 129,69 miliar, Rp 228,22 miliar, dan Rp 390,00 miliar.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 26,16 miliar
            terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka pendek dan
            penambahan pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar
            Rp 137,00 miliar dan Rp 9,90 miliar yang disertai dengan pembayaran
            pinjaman bank jangka panjang, pembayaran dividen kas kepada pemegang
            saham perusahaan, dan peningkatan saham tresuri masing-masing sebesar
            Rp 36,84 miliar, Rp 22,93 miliar, dan Rp 34,96 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan

                                    Keterangan       30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                         2,07         3,02        2,13        1,82        2,07        1,61
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                         0,38         0,60        0,54        0,44        0,30        0,39
            Ekuitas terhadap jumlah aset                   0,70         0,77        0,53        0,51        0,52        0,56
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset         0,30         0,23        0,47        0,49        0,48        0,44
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas             0,43         0,30        0,89        0,95        0,91        0,80
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                             20,81%      28,13%      29,25%      25,40%      21,97%      21,55%
            Marjin laba usaha                              4,75%      13,53%      12,99%      15,19%       4,51%       5,88%
            Marjin laba (rugi) bersih                      0,66%       7,17%       5,10%       5,75%      -8,12%      -2,62%
            Laba usaha terhadap jumlah aset                1,78%       8,16%       7,00%       6,63%       1,37%       2,27%
            Imbal hasil aset                               0,25%       4,33%       2,75%       2,51%      -2,47%      -1,01%
            Laba usaha terhadap ekuitas                    2,55%      10,58%      13,27%      12,90%       2,62%       4,10%
            Imbal hasil ekuitas                            0,36%       5,61%       5,21%       4,88%      -4,72%      -1,83%




III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
            rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,38; 0,60; 0,54; 0,44;
            0,30; dan 0,39.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio ekuitas
            terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,70; 0,77; 0,53; 0,51; 0,52; dan
            0,56.




                                                     53
Page 55
III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
            2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,30;
            0,23; 0,47; 0,49; 0,48; dan 0,44, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas masing-masing adalah 0,43; 0,30; 0,89; 0,95; 0,91; dan 0,80.

III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022,
            masing-masing adalah sebesar 0,25%, 4,33%, 2,75%, dan 2,51%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022,
            masing-masing adalah sebesar 0,36%, 5,61%, 5,21%, dan 4,88%.




                                           54
Page 56
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis SAI

           Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2025 telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian dan hal lain. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 telah diaudit oleh
           KAP AAJAMR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
           Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2021 dan 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing
           dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

           Ikhtisar data keuangan penting SAI adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan   30/06/25       31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21     31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                         75.580     200.687     164.144      82.248      13.307         41.124
           Piutang usaha
             Pihak berelasi                                -           -           -         455         319            319
             Pihak ketiga                              7.291       6.022      25.255      20.636       7.704          5.492
           Piutang lain-lain
             Pihak berelasi                                -           -         902         741         785          1.001
             Pihak ketiga                                235         256         374         202          65            608
           Persediaan                                  4.931       4.247      12.058      10.940       5.137          3.266
           Uang muka                                   1.116         626       1.069       1.370         153            118
           Biaya dibayar di muka                       5.591       5.892       3.891       3.565       2.534          2.309
           Pajak dibayar di muka                       3.206           -           -           -           -              -
           Jumlah Aset Lancar                         97.949     217.730     207.693     120.158      30.005         54.237
           ASET TIDAK LANCAR
           Uang muka pembelian aset tetap             10.316       4.346       1.847       8.295       2.045          1.837
           Aset tetap                                572.624     246.753     220.208     229.172     247.389        286.338
           Aset hak guna                             363.527      60.974      68.291      76.986      84.436         91.886
           Piutang karyawan                              254         304         404         296         215            332
           Uang jaminan                                  754         674         663         558         534            657
           Biaya ditangguhkan                          1.502       1.585       1.778       1.971       2.162          2.714
           Aset pajak tangguhan - neto                24.031         810           -      30.212      39.286         13.253
           Taksiran tagihan pajak                          -           -           -       3.253      14.798         13.377
           Jumlah Aset Tidak Lancar                  973.008     315.446     293.190     350.743     390.866        410.395
           JUMLAH ASET                           1.070.957       533.176     500.883     470.901     420.871        464.632




                                                55
Page 57
                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            30/06/25       31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21      31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Pinjaman bank jangka pendek                                       10.765       6.004           -       6.788      32.224         49.997
           Utang usaha                                                        6.241       6.611      21.700      15.729       8.280          3.486
           Utang lain-lain
             Pihak berelasi                                                     309         309         309      23.609         309            309
             Pihak ketiga                                                     9.296      20.987      48.827      53.608      34.211         34.899
           Utang pajak                                                        6.590      33.452      16.478      10.321       4.087          3.559
           Beban akrual                                                      11.255      14.497      18.369      11.172       4.840          3.551
           Pendapatan diterima di muka                                          544         749       1.285       1.219       1.568          1.606
           Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
             Pinjaman bank                                                        -           -      49.615      40.870      33.691         30.857
             Liabilitas sewa                                                 67.882      17.068      17.535      27.384      18.713          8.640
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                  112.881      99.678     174.118     190.699     137.923        136.904
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
             jatuh tempo dalam satu tahun
             Liabilitas sewa                                                198.935      58.514      64.506      71.933      89.537         92.983
             Pinjaman bank                                                  455.661           -           -      78.134      85.131          8.917
           Liabilitas pajak tangguhan - neto                                      -           -       1.008           -           -              -
           Liabilitas imbalan kerja                                          30.295      28.124      26.895      31.883      38.233         58.745
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 684.892      86.638      92.409     181.950     212.901        160.645
           JUMLAH LIABILITAS                                                797.773     186.316     266.527     372.650     350.823        297.548
           EKUITAS
           Modal saham                                                       32.234      32.234      32.234      32.234       32.234        32.234
           Tambahan modal disetor                                            62.722      62.722      62.722      62.722       62.722        62.722
           Saldo laba (defisit)                                             178.228     251.904     139.399       3.295      (24.909)       72.128
           JUMLAH EKUITAS                                                   273.184     346.860     234.355      98.251      70.047        167.084
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                1.070.957       533.176     500.883     470.901     420.871        464.632




III.B.2.   Aset

           Jumlah aset SAI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024,
           2023,   2022,     2021,   dan    2020 masing-masing adalah      sebesar
           Rp 1.070,96 miliar, Rp 533,18 miliar, Rp 500,88 miliar, Rp 470,90 miliar,
           Rp 420,87 miliar, dan Rp 464,63 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 537,78 miliar atau setara dengan 100,86% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
           kenaikan aset tetap dan aset hak guna masing-masing sebesar
           Rp 325,87 miliar dan Rp 302,55 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan
           setara kas Rp 125,11 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 32,29 miliar atau setara dengan 6,45% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas, uang muka pembelian aset tetap, dan aset tetap
           masing-masing sebesar Rp 36,54 miliar, Rp 2,50 miliar, dan Rp 26,55 miliar
           yang disertai dengan penurunan piutang usaha, persediaan, dan aset hak guna
           masing-masing sebesar Rp 19,23 miliar, Rp 7,81 miliar, dan Rp 7,32 miliar.




                                                                       56
Page 58
           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 29,98 miliar atau setara dengan 6,37% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas serta piutang usaha masing-masing sebesar
           Rp 81,90 miliar dan Rp 4,16 miliar yang disertai dengan penurunan aset tetap,
           aset hak guna, dan aset pajak tangguhan neto masing-masing sebesar
           Rp 8,96 miliar, Rp 8,70 miliar, dan Rp 30,21 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 50,03 miliar atau setara dengan 11,89% dibandingkan dengan jumlah aset
           pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan terutama di sebabkan oleh
           kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp 68,94 miliar yang disertai dengan
           penurunan aset tetap sebesar Rp 18,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset SAI mengalami penurunan
           sebesar Rp 43,76 miliar atau setara dengan 9,42% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama di
           sebabkan oleh penurunan kas dan setara kas, aset tetap, serta aset hak guna
           masing-masing sebesar Rp 27,82 miliar, Rp 38,95 miliar, dan Rp 7,45 miliar
           yang disertai dengan kenaikan piutang usaha, persediaan, dan aset pajak
           tangguhan – neto masing-masing sebesar Rp 2,21 miliar, Rp 1,87 miliar, dan
           Rp 26,03 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas SAI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 797,77 miliar,
           Rp 186,32 miliar, Rp 266,53 miliar, Rp 372,65 miliar, Rp 350,82 miliar, dan
           Rp 297,55 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah liabilitas SAI mengalami kenaikan sebesar
           Rp 611,46 miliar atau setara dengan 328,18% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di sebabkan
           oleh kenaikan liabilitas sewa dan pinjaman bank masing-masing sebesar
           Rp 191,24 miliar dan Rp 455,66 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas SAI mengalami penurunan
           sebesar Rp 80,21 miliar atau setara dengan 30,09% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama di
           sebabkan oleh penurunan utang lain-lain, beban akrual, dan pinjaman bank
           masing-masing sebesar Rp 27,84 miliar, Rp 3,87 miliar, dan Rp 49,62 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas SAI mengalami penurunan
           sebesar Rp 106,12 miliar atau setara dengan 28,48% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama di
           sebabkan oleh penurunan utang lain-lain, pinjaman bank, dan liabilitas sewa
           masing-masing sebesar Rp 28,08 miliar, Rp 69,39 miliar, dan Rp 17,28 miliar
           yang disertai dengan kenaikan beban akrual sebesar Rp 7,20 miliar.




                                          57
Page 59
           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas SAI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 21,83 miliar atau setara dengan 6,22% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama di
           sebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, utang pajak, dan beban akrual
           masing-masing sebesar Rp 42,70 miliar, Rp 6,23 miliar, dan Rp 6,33 miliar,
           yang disertai dengan penurunan pinjaman bank dan liabilitas sewa
           masing-masing sebesar Rp 25,25 miliar dan Rp 8,93 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas SAI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 53,28 miliar atau setara dengan 17,90% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama di
           sebabkan oleh kenaikan pinjaman bank sebesar Rp 79,05 miliar yang disertai
           dengan penurunan liabilitas imbalan kerja sebesar Rp 20,51 miliar.

III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas SAI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 273,18 miliar,
           Rp 346,86 miliar, Rp 234,36 miliar, Rp 98,25 miliar, Rp 70,05 miliar, dan
           Rp 167,08 miliar.

           Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas SAI mengalami penurunan sebesar
           Rp 73,68 miliar atau setara dengan 21,24% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi bersih periode berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar
           Rp 71,99 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SAI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 112,51 miliar atau setara dengan 48,01% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar
           Rp 117,16 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SAI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 136,10 miliar atau setara dengan 138,53% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar
           Rp 139,38 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SAI mengalami kenaikan
           sebesar Rp 28,20 miliar atau setara dengan 40,26% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar
           Rp 30,12 miliar.




                                        58
Page 60
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SAI mengalami penurunan
           sebesar Rp 97,04 miliar atau setara dengan 58,08% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar
           Rp 97,92 miliar.

III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     30/06/25         31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                  Keterangan
                                                                    (6 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan usaha departemen                                    72.406        673.406       727.160       454.315       104.980        133.870
           Biaya dan beban departemen                                     56.321        237.996       253.155       169.565        72.933        102.439
           Laba departemen                                                 16.085       435.410       474.004       284.750         32.047        31.431
           Beban umum dan administrasi                                   (101.526)     (230.980)     (227.466)     (188.377)      (126.455)     (156.253)
           Beban penjualan dan pemasaran                                  (10.867)      (47.862)      (46.841)      (29.649)        (9.328)      (13.791)
           Beban lain-lain                                                 (1.266)       (6.240)      (10.031)       (5.981)        (5.505)       (5.171)
           Penghasilan lain-lain                                           16.838         7.986         2.534           231          1.258        19.969
           Laba (rugi) sebelum beban keuangan                             (80.735)      158.313       192.201        60.974       (107.982)     (123.816)
           Beban bunga dan keuangan                                       (13.995)       (6.403)      (14.056)      (21.242)       (16.220)       (9.920)
           Laba (rugi) sebelum pajak                                      (94.730)      151.910       178.145        39.732       (124.202)     (133.735)
           Beban (manfaat) pajak penghasilan                               22.745       (34.754)      (38.770)       (9.614)        26.282        30.530
           Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                      (71.985)      117.156       139.375        30.118        (97.920)     (103.205)
           Penghasilan (beban) komprehensif lainnya                        (1.691)       (4.651)       (3.271)       (1.914)           883          (187)
           Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan         (73.676)      112.505       136.104        28.204        (97.037)     (103.392)




III.B.6    Pendapatan Usaha Departemen

           Pendapatan usaha departemen SAI untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 72,41 miliar, Rp 673,41 miliar, Rp 727,16 miliar, Rp 454,32 miliar,
           Rp 104,98 miliar, dan Rp 133,87 miliar.

           Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 53,75 miliar atau setara
           dengan 7,39% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 272,84 miliar atau setara
           dengan 60,06% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 349,34 miliar atau setara
           dengan 332,76% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 28,89 miliar atau setara
           dengan 21,58% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                                                    59
Page 61
III.B.7.   Laba (Rugi) Bersih Periode/Tahun Berjalan

           Rugi bersih periode berjalan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 71,99 miliar,
           Rp 97,92 miliar, dan Rp 103,21 miliar. Laba bersih periode berjalan SAI untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022
           masing-masing adalah sebesar Rp 117,16 miliar, Rp 139,38 miliar, dan
           Rp 30,12 miliar.

           Laba bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 22,22 miliar atau setara
           dengan 15,94% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 109,26 miliar atau setara
           dengan 362,76% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 128,04 miliar atau setara
           dengan 130,76% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 5,29 miliar atau setara
           dengan 5,12% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                          60
Page 62
III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                  30/06/25         31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                Keterangan
                                                                 (6 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                    71.188       691.828       722.823       440.816        103.446       152.305
           Pembayaran kepada pemasok dan lainnya                       (75.189)     (370.219)     (338.929)     (195.466)      (169.268)     (229.165)
           Pembayaran kepada karyawan                                  (77.331)     (155.881)     (138.905)     (116.502)             -             -
           Pembayaran beban bunga dan keuangan                          (8.300)         (675)       (8.272)      (14.625)        (8.748)       (4.388)
           Pembayaran beban bunga liabilitas sewa                       (9.597)       (5.538)       (5.963)       (6.400)        (6.627)       (6.252)
           Pembayaran pajak penghasilan                                (29.081)       (5.658)       (1.160)            -         (1.895)      (14.976)
           Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya                           (264)          108           524          (160)             -             -
           Penerimaan tagihan pajak penghasilan                              -             -         3.253        13.099              -             -
           Penerimaan bunga                                                  -             -             -             -            223           776
           Penerimaan kas lainnya                                            -             -             -             -          1.078         9.346
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                         (128.574)      153.964       233.371       120.763        (81.791)      (92.354)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penambahan aset tetap                                      (336.158)      (65.366)      (19.864)      (28.529)        (5.513)      (22.004)
           Penerimaan bunga                                              1.711         4.271         1.904           176              -             -
           Hasil penjualan aset tetap                                      244         1.804            68           136             12            27
           Kenaikan (penurunan) uang muka pembelian aset tetap               -        (6.696)       (9.546)       (6.250)          (208)       11.089
           Kenaikan (penurunan) utang pihak berelasi                         -           902       (23.461)       23.344              -             -
           Penurunan (kenaikan) piutang karyawan                             -             -             -             -            117           146
           Penurunan (kenaikan) uang jaminan                                 -             -             -             -            123            (4)
           Penurunan biaya ditangguhkan                                      -             -             -             -              -           192
           Perolehan uang muka lain-lain                               (12.430)            -             -             -              -             -
           Penambahan bangunan dalam penyelesaian                            -             -             -             -         (1.441)      (11.546)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi             (346.633)      (65.085)      (50.898)      (11.123)        (6.910)      (22.101)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penambahan pinjaman bank                                    476.145         6.004           128        19.996         97.327        59.897
           Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                     (15.723)      (50.057)      (76.468)      (45.433)       (36.450)      (10.655)
           Pembayaran liabilitas sewa                                 (110.601)      (11.997)      (23.240)      (15.332)             -        (3.966)
           Penambahan utang pihak berelasi                                   -             -             -             -              -        22.015
           Pembayaran utang pihak berelasi                                   -             -             -             -              -       (22.015)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                       349.821        (56.050)      (99.580)      (40.769)        60.877        45.276
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                (125.386)       32.829        82.893        68.871        (27.824)      (69.179)
           Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                        278          3.715          (997)          70               7            15
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                         200.687        164.144        82.248        13.307         41.124       110.288
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         75.580        200.687       164.144        82.248         13.307        41.124




           Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk periode
           enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing
           adalah sebesar Rp 128,57 miliar, Rp 81,79 miliar dan Rp 92,35 miliar. Arus kas
           bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah
           sebesar Rp 153,96 miliar, Rp 233,37 miliar, dan Rp 120,76 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk periode
           enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 128,57 miliar
           terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya, pembayaran
           kepada karyawan, serta pembayaran pajak penghasilan masing-masing
           sebesar Rp 75,19 miliar, Rp 77,33 miliar, dan Rp 29,08 miliar yang disertai
           dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 71,19 miliar.




                                                                 61
Page 63
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 153,96 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 691,83 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran kepada
karyawan masing-masing sebesar Rp 370,22 miliar dan Rp 155,88 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 233,37 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 722,82 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya dan pembayaran kepada
karyawan masing-masing sebesar Rp 338,93 miliar dan Rp 138,91 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 120,76 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 440,82 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya dan pembayaran kepada
karyawan masing-masing sebesar Rp 195,47 miliar dan Rp 116,50 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 81,79 miliar pembayaran
kepada pemasok dan lainnya, pembayaran beban bunga dan keuangan, serta
pembayaran beban bunga dan liabilitas sewa masing-masing sebesar
Rp 169,27 miliar, Rp 8,75 miliar, dan Rp 6,63 miliar yang disertai dengan
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 103,45 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 92,35 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran
pajak penghasilan masing-masing sebesar Rp 229,17 miliar dan
Rp 14,98 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar
Rp 152,31 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 346,63 miliar, Rp 65,09 miliar,
Rp 50,90 miliar, Rp 11,12 miliar, Rp 6,91 miliar, dan Rp 22,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 346,63 miliar
terutama berasal dari penambahan aset tetap dan perolehan uang muka
lain-lain masing-masing sebesar Rp 336,16 miliar dan Rp 12,43 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 65,09 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 65,37 miliar.




                               62
Page 64
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 50,90 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap, penurunan uang muka pembelian aset
tetap, dan penurunan utang pihak berelasi masing-masing sebesar
Rp 19,86 miliar, Rp 9,55 miliar, dan Rp 23,46 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 11,12 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap dan penurunan uang muka pembelian
aset tetap masing-masing sebesar Rp 28,53 miliar dan Rp 6,25 miliar yang
disertai dengan kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 23,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 6,91 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap dan penambahan bangunan dalam
penyelesaian masing-masing sebesar Rp 5,51 miliar dan Rp 1,44 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 22,10 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap dan penambahan bangunan dalam
penyelesaian masing-masing sebesar Rp 22,00 miliar dan Rp 11,55 miliar yang
disertai dengan kenaikan uang muka pembelian aset tetap sebesar
Rp 11,09 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing
adalah sebesar Rp 349,82 miliar, Rp 60,88 miliar dan Rp 45,28 miliar. Arus kas
bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022
masing-masing adalah sebesar Rp 56,05 miliar, Rp 99,58 miliar, dan
Rp 40,77 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 349,82 miliar
terutama berasal dari penambahan pinjaman bank sebesar Rp 476,15 miliar
yang disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 110,60 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 56,05 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan
pembayaran liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 50,06 miliar dan
Rp 12,00 miliar yang disertai dengan penambahan pinjaman bank jangka
pendek sebesar Rp 6,00 miliar.




                               63
Page 65
           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 99,58 miliar
           terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan
           pembayaran liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 76,47 miliar dan
           Rp 23,24 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 40,77 miliar
           terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan
           pembayaran liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 45,43 miliar dan
           Rp 15,33 miliar yang disertai dengan penambahan pinjaman bank jangka
           pendek sebesar Rp 20,00 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 60,88 miliar terutama
           berasal dari penambahan pinjaman bank sebesar Rp 97,33 miliar yang disertai
           dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 36,45 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 45,28 miliar terutama
           berasal dari penambahan pinjaman bank dan penambahan utang pihak
           berelasi masing-masing sebesar Rp 59,90 miliar dan Rp 22,02 miliar yang
           disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan pembayaran
           utang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 10,66 miliar dan
           Rp 22,02 miliar.

III.B.9.   Rasio-rasio Keuangan

                                   Keterangan       30/06/25       31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21     31/12/20

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                          0,87         2,18        1,19        0,63        0,22         0,40
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                          0,14         1,26        1,45        0,96        0,25         0,29
           Ekuitas terhadap jumlah aset                    0,26         0,65        0,47        0,21        0,17         0,36
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset          0,74         0,35        0,53        0,79        0,83         0,64
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas              2,92         0,54        1,14        3,79        5,01         1,78
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba (rugi) bersih                     -99,42%      17,40%      19,17%       6,63%      -93,27%      -77,09%
           Imbal hasil aset                              -13,44%      21,97%      27,83%       6,40%      -23,27%      -22,21%
           Imbal hasil ekuitas                           -52,70%      33,78%      59,47%      30,65%     -139,79%      -61,77%




                                                    64
Page 66
III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SAI dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SAI. Pada tanggal-tanggal
            30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,14; 1,26; 1,45; 0,96; 0,25; dan
            0,29.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SAI
            terhadap jumlah aset SAI. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,26; 0,65; 0,47; 0,21; 0,17; dan 0,36.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan SAI untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
            2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,74;
            0,35; 0,53; 0,79; 0,83; dan 0,64, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
            ekuitas pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022,
            2021, dan 2020 masing-masing adalah 2,92; 0,54; 1,14; 3,79; 5,01; dan 1,78.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SAI dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Untuk tahun yang berakhir pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 imbal hasil aset SAI
            masing-masing adalah sebesar 21,97%, 27,83%, dan 6,40%

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SAI dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Untuk tahun yang berakhir pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 imbal hasil ekuitas SAI
            masing-masing adalah sebesar 33,78%, 59,47%, dan 30,65%.




                                           65
Page 67
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
         disusun oleh manajemen Perseroan.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 30 Juni 2025:

                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                                                                             Setelah
                                Keterangan                  30/06/25      Penyesuaian
                                                                                            Transaksi

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                   1.682.307               -         1.682.307
         Piutang usaha - pihak ketiga                           536.980               -           536.980
         Tagihan bruto kepada pemberi kerja                     745.277               -           745.277
         Aset keuangan lancar lainnya - pihak ketiga            151.548               -           151.548
         Piutang retensi                                        267.458               -           267.458
         Persediaan                                             421.235               -           421.235
         Uang muka                                              193.949               -           193.949
         Pajak dibayar di muka                                   82.360               -            82.360
         Biaya dibayar di muka                                   30.021               -            30.021
         Jumlah Aset Lancar                                   4.111.134               -         4.111.134
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset pajak tangguhan                                    52.841               -            52.841
         Investasi pada entitas asosiasi                         78.163               -            78.163
         Investasi saham                                             94               -                94
         Investasi pada ventura bersama                          34.772               -            34.772
         Tanah untuk pengembangan                             3.958.092               -         3.958.092
         Properti investasi                                     678.198        (183.216)          494.982
         Aset tetap                                           1.782.456         244.315         2.026.771
         Aset hak guna                                          372.328               -           372.328
         Uang muka lain-lain                                    139.851               -           139.851
         Aset tidak lancar lainnya                               37.205               -            37.205
         Jumlah Aset Tidak Lancar                             7.134.001         61.099          7.195.100
         JUMLAH ASET                                         11.245.136         61.099         11.306.234




                                                       66
Page 68
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                                                                              Setelah
                       Keterangan                           30/06/25       Penyesuaian
                                                                                             Transaksi

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek                                     267.622               -            267.622
Utang usaha - pihak ketiga                                      658.485               -            658.485
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya - pihak ketiga         76.420               -             76.420
Uang muka dari pelanggan                                         50.754               -             50.754
Liabilitas bruto kepada pemberi kerja                             1.740               -              1.740
Utang pajak                                                      41.842          61.099            102.941
Beban akrual                                                    278.762               -            278.762
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
  satu tahun:
  Bank dan sindikasi                                            141.114                  -         141.114
  Utang lain-lain - pihak ketiga                                    160                  -             160
  Liabilitas sewa                                                68.892                  -          68.892
Uang muka proyek                                                368.678                  -         368.678
Pendapatan diterima di muka - jangka pendek                      34.091                  -          34.091
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               1.988.559          61.099          2.049.658
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya - pihak ketiga         4.829                  -           4.829
Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Bank dan sindikasi                                            914.855                  -         914.855
  Utang lain-lain - pihak ketiga                                     64                  -              64
  Liabilitas sewa                                               201.018                  -         201.018
Jaminan dari pelanggan                                           74.427                  -          74.427
Liabilitas imbalan kerja                                        179.503                  -         179.503
Pendapatan diterima di muka jangka panjang setelah
  dikurangi bagian jangka pendek                                 11.438                  -          11.438
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              1.386.135                  -       1.386.135
JUMLAH LIABILITAS                                             3.374.694          61.099          3.435.793
EKUITAS
Modal saham                                                     588.156                -           588.156
Tambahan modal disetor                                          292.121                -           292.121
Cadangan kompensasi berbasis saham                               50.224                -            50.224
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali                 1.546.631          (92.754)        1.453.876
Saham treasuri                                                  (28.544)               -           (28.544)
Saldo laba                                                    3.054.027                -         3.054.027
Penghasilan komprehensif lain                                     4.628                -             4.628
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                       5.507.243          (92.754)        5.414.489
Kepentingan non-pengendali                                    2.363.198           92.754         2.455.952
JUMLAH EKUITAS                                                7.870.441                  -       7.870.441
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                11.245.136          61.099         11.306.234




                                                67
Page 69
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                Setelah
                       Keterangan                             30/06/25       Penyesuaian
                                                                                               Transaksi

Pendapatan usaha                                                2.111.802                  -      2.111.802
Beban langsung                                                  1.672.303                  -      1.672.303
Laba kotor                                                        439.499                  -        439.499
Beban penjualan                                                   (33.133)                 -        (33.133)
Beban umum dan administrasi                                      (369.300)                 -       (369.300)
Penghasilan lainnya                                                91.504                  -         91.504
Beban lainnya                                                     (28.237)                 -        (28.237)
Laba usaha                                                        100.332                  -       100.332
Beban pajak final                                                 (48.153)                 -       (48.153)
Beban keuangan                                                    (49.296)                 -       (49.296)
Bagian laba (rugi) entitas asosiasi                                (1.942)                 -        (1.942)
Bagian laba (rugi) entitas ventura bersama                          1.608                  -         1.608
Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan                      2.550                  -         2.550
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                  11.432                  -        11.432
Laba bersih tahun berjalan                                         13.982                  -        13.982
Pendapatan komprehensif lainnya                                    (2.525)                 -        (2.525)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                            11.457                  -        11.457
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                           (39.009)                 -        (39.009)
  Kepentingan non-pengendali                                       52.990                  -         52.990




                                               68
Page 70
III.D.    Analisis atas Laporan Penilaian Saham

III.D.1   Analisis atas Laporan Penilaian 100,000000% Saham SAI

          KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
          tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
          modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
          dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
          oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
          penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah
          disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
          penilai independen atas nilai pasar 100,000000% saham SAI. Hasil penilaian
          atas 100,000000% saham SAI tersebut tertuang dalam laporan penilaian
          100,000000% saham SAI dengan No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
          tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

          1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan, SAI,
             SAM, SIH, SSR, dan TCP.

          2. Objek Penilaian

             Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,000000% saham SAI.

          3. Tujuan Penilaian

             Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
             independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
             mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.




                                         69
Page 71
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
   didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
   SAI. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
   dikembangkan berdasarkan kinerja SAI pada tahun-tahun sebelumnya dan
   berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
   melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar
   dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SAI yang dinilai pada
   saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SAI
   yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
   kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SAI dan
   informasi manajemen SAI terhadap proyeksi laporan keuangan SAI
   tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SAI dan
   kesimpulan nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
   peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
   dan SAI atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
   benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
   untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
   tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
   dan SAI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
   informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.

   Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
   informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
   dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
   secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
   atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
   pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
   sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
   disalahartikan.


                              70
Page 72
   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
   asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
   asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
   karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
   digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
   perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
   penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
   profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
   terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
   tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
   analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
   sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
   non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
   operasional SAI.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAI
   berdasarkan anggaran dasar SAI.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
   dilaksanakan oleh SAI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
   dengan perkiraan atas perkembangan usaha SAI. Dalam melaksanakan
   penilaian dengan metode ini, operasi SAI diproyeksikan sesuai dengan
   perkiraan atas perkembangan usaha SAI. Arus kas yang dihasilkan
   berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto
   yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari
   arus kas tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.




                                71
Page 73
   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan SAI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
   direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.




                              72
Page 74
III.D.2   Analisis atas Laporan Penilaian 100,000000% Saham SAM

          KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
          tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
          modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
          dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
          oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
          penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah
          disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
          penilai independen atas nilai pasar 100,000000% saham SAM. Hasil penilaian
          atas 100,000000% saham SAM tersebut tertuang dalam laporan penilaian
          100,000000% saham SAM dengan No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
          tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

          1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SAM adalah Perseroan,
             SAI, TCP dan SAM.

          2. Objek Penilaian

             Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,000000% saham SAM.

          3. Tujuan Penilaian

             Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
             independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
             mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

          4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

             Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
             umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
             berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

             Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
             didasarkan pada proyeksi laporan keuangan II yang disusun oleh
             manajemen II. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai
             asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja II pada tahun-tahun sebelumnya
             dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami
             telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut
             agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja II yang dinilai pada
             saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
             penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja II
             yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
             duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
             proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis II dan informasi
             manajemen II terhadap proyeksi laporan keuangan II tersebut. Kami juga
             bertanggung jawab atas laporan penilaian SAM dan kesimpulan nilai akhir.


                                         73
Page 75
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan SAM atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SAM bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SAM.




                             74
Page 76
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAM
   berdasarkan anggaran dasar SAM.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), metode pembanding
   perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company
   method), dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan (capitalized excess
   earning method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
   dilaksanakan oleh II di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
   perkiraan atas perkembangan usaha II. Dalam melaksanakan penilaian
   dengan metode ini, operasi II diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha II. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
   dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan
   tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
   penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
   diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
   aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka
   yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham
   yang dimiliki oleh SAM dan USR.

   Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian
   II merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset.
   Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
   disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
   yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).




                                75
Page 77
   Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten,
   lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
   siap bekerja dan daftar langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak
   berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap
   aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
   diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas
   yang telah disesuaikan.

   Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan
   yang dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang
   diharapkan merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset
   berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara
   mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
   kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
   nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan
   nilai aset takberwujud.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan SAM. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
   direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 366,89 miliar.




                               76
Page 78
III.D.3   Analisis atas Laporan Penilaian 99,999874% Saham SIH

          KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
          tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
          modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
          dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
          oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
          penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah
          disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
          penilai independen atas nilai pasar 99,999874% saham SIH. Hasil penilaian
          atas 99,999874% saham SIH tersebut tertuang dalam laporan penilaian
          99,999874% saham SIH dengan No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
          tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

          1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SIH adalah Perseroan, SAI,
             dan SIH.

          2. Objek Penilaian

             Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,999874% saham SIH.

          3. Tujuan Penilaian

             Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
             independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
             mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

          4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

             Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
             umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
             berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.




                                         77
Page 79
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP yang disusun
oleh manajemen SIH dan SIP. Dalam penyusunan proyeksi laporan
keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja SIH dan
SIP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap
proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja SIH dan SIP yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang
kami lakukan terhadap target kinerja SIH dan SIP yang dinilai dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SIH dan SIP dan informasi
manajemen SIH terhadap proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP tersebut.
Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SIH dan kesimpulan
nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan SIH atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SIH bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.




                            78
Page 80
   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
   asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
   asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
   karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
   digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
   perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
   penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
   profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
   terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
   tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
   analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
   sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-
   disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
   kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
   operasional Perseroan dan SIH.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SIH
   berdasarkan anggaran dasar SIH.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
   dilaksanakan oleh SIH dan SIP di masa depan masih akan berfluktuasi
   sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SIH dan SIP. Dalam
   melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi SIH dan SIP
   diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SIH dan
   SIP. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi
   nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi
   nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.




                                79
Page 81
   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan SIH. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
   direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 374,21 miliar.




                              80
Page 82
III.D.4   Analisis atas Laporan Penilaian 99,996440% Saham SSR

          KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
          tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
          modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
          dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
          oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
          penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah
          disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
          penilai independen atas nilai pasar 99,996440% saham SSR. Hasil penilaian
          atas 99,996440% saham SSR tersebut tertuang dalam laporan penilaian
          99,996440% saham SSR dengan No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
          tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

          1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SSR adalah Perseroan,
             SAI, dan SSR.

          2. Objek Penilaian

             Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,996440% saham SSR.

          3. Tujuan Penilaian

             Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
             independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
             mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

          4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

             Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
             umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
             berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

             Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
             aset bersih didasarkan pada laporan keuangan SSR yang telah diaudit.
             Kami telah melakukan penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar
             dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas
             pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SSR dan informasi
             manajemen SSR terhadap laporan keuangan SSR tersebut. Kami juga
             bertanggung jawab atas laporan penilaian SSR dan kesimpulan nilai akhir.




                                         81
Page 83
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan SSR atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SSR bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SSR.




                             82
Page 84
   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SSR
   berdasarkan anggaran dasar SSR.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan SSR. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
   terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
   memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
   Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 117,66 miliar.




                              83
Page 85
III.E.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
           analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
           berikut:

           •     Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                 yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                 Perseroan;
           •     Biaya atau pendapatan yang relevan;
           •     Informasi non-keuangan yang relevan; dan
           •     Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                 rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
           periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
           tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:

           Sebelum Transaksi
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                          31/12/25         31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                                  Keterangan
                                                                         (6 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan usaha                                               4.003.708        7.041.795     8.383.985     9.113.096      9.995.518    10.842.188
           Beban langsung                                                 2.974.956        4.927.345     5.858.445     6.373.798      7.008.786     7.596.595
           Laba kotor                                                     1.028.752        2.114.449     2.525.540     2.739.299      2.986.732     3.245.593
           Beban usaha                                                      455.676        1.162.257     1.237.503     1.302.807      1.377.579     1.449.833
           Laba usaha                                                         573.077        952.193     1.288.037     1.436.492      1.609.152     1.795.760
           Beban lain-lain                                                     19.621       (134.812)     (253.359)     (242.546)      (226.850)     (201.309)
           Laba sebelum pajak penghasilan                                      592.698       817.381     1.034.678     1.193.946      1.382.302     1.594.452
           Pajak penghasilan                                                  (123.597)     (165.622)     (200.134)     (218.034)      (246.252)     (281.864)
           Laba bersih periode/tahun berjalan                                 469.101        651.759       834.544       975.912      1.136.050     1.312.588
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
             kepada:
             Pemilik entitas induk                                            240.889        387.087       534.457       629.108       751.594        878.091
             Kepentingan non-pengendali                                       228.212        264.672       300.088       346.805       384.456        434.497




           Setelah Transaksi
                                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                          31/12/25         31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                                  Keterangan
                                                                         (6 Bulan)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
           Pendapatan usaha                                               4.003.708        7.041.795     8.383.985     9.113.096      9.995.518    10.842.188
           Beban langsung                                                 2.974.956        4.927.345     5.858.445     6.373.798      7.008.786     7.596.595
           Laba kotor                                                     1.028.752        2.114.449     2.525.540     2.739.299      2.986.732     3.245.593
           Beban usaha                                                      455.676        1.162.257     1.237.503     1.302.807      1.377.579     1.449.833
           Laba usaha                                                         573.077        952.193     1.288.037     1.436.492      1.609.152     1.795.760
           Beban lain-lain                                                     19.621       (134.812)     (253.359)     (242.546)      (226.850)     (201.309)
           Laba sebelum pajak penghasilan                                      592.698       817.381     1.034.678     1.193.946      1.382.302     1.594.452
           Pajak penghasilan                                                  (123.597)     (165.622)     (200.134)     (218.034)      (246.252)     (281.864)
           Laba bersih                                                        469.101        651.759       834.544       975.912      1.136.050     1.312.588
           Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
           kepada:
             Pemilik entitas induk                                            234.886        386.668       539.889       634.899       758.048        885.123
             Kepentingan non-pengendali                                       234.214        265.091       294.656       341.014       378.002        427.465




                                                                         84
Page 86
             Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan
             laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan
             sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 49.380,29 miliar dan
             Rp 3.421,23 miliar.

             Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba tahun berjalan yang
             diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan setelah Transaksi
             masing-masing adalah sebesar Rp 49.380,29 miliar dan Rp 3.439,51 miliar.

             Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
             tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
             memperoleh tambahan laba periode/tahun berjalan yang diatribusikan kepada
             pemilik entitas induk Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
             tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
             tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat
             meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.E.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.

III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha SAI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
             akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
             konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
             tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
             lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
             sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan dan
             rekreasi, dan aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial. Dengan
             demikian, jasa yang dihasilkan oleh SAI adalah hotel beserta dengan fasilitas-
             fasilitas penunjang yang ada di dalamnya.

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SAI meliputi Daerah
             Khusus Ibukota Jakarta dan Bali.




                                            85
Page 87
III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SAI adalah sebagai
             berikut:

             Gran Melia Jakarta
             • JW Marriot Jakarta
             • Shangri-la Jakarta
             • Ayana MidPlaza Jakarta
             • Le Meridian Jakarta
             • Pullman Jakarta

             Melia Bali Hotel
             • Grand Hyatt Bali
             • Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort
             • Conrad Bali Resort & SPA
             • Hilton Bali Resort
             • Intercontinental Bali Resort

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SAI
             adalah sebagai berikut:

             Paradisus by Melia Bali
             • Mendapatkan pasar All Inclusive sebesar 50% (di tahun 2026) dan 100%
                (di tahun 2028 dan selanjutnya).
             • Fokus pada branding yang kuat terhadap merek Paradisus by Melia Bali
                sebagai produk dan pengalaman baru bagi tamu-tamu.
             • Meningkatkan visibilitas dan penetrasi pasar baru di sumber-sumber yang
                baru, termasuk pasar negara berkembang.

             Gran Melia Jakarta
             • Melakukan perbaikan terhadap asset beserta fasilitasnya secara bertahap.
             • Meningkatkan tingkat hunian dengan mencari segmen pasar yang baru dan
                meningkatkan harga penjualan rata-rata
             • Menjadikan hotel menjadi F&B Destination dengan terus meningkatkan
                performa dan servis dari F&B Outlet.

             Kedua Hotel
             • Melakukan inovasi dalam proses digitalisasi dalam pemasaran, reservasi,
                operasional, dan back of the house.
             • Tetap memberikan service excellence dan meningkatkan kepuasan
                pelanggan.
             • Memberikan pelatihan yang rutin dan pengembangan karir terhadap
                karyawan.
             • Komitmen terhadap Environment, Social, dan Governance (ESG)



                                          86
Page 88
III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Presiden Direktur dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            87
Page 89
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan Akta SAM, Perseroan dan TCP telah mengalihkan Saham
         SAM kepada SAI dengan jumlah nilai transaksi sebesar Rp 366,93 miliar.
         Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
         100,000000% saham SAM sebagaimana termuat dalam laporannya
         No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
         nilai pasar 100,000000% saham SAM adalah sebesar Rp 366,89 miliar.
         Dengan demikian, nilai pasar 99,999999% saham SAM adalah sebesar
         Rp 366,89 miliar.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 366,93 miliar adalah lebih
         tinggi dari nilai pasar 99,999999% saham SAM sebesar Rp 366,89 miliar,
         sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
         transaksi sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
         persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,999999% saham
         SAM sebesar Rp 366,89 miliar.

      2. Berdasarkan Akta SIH, Perseroan telah mengalihkan Saham SIH kepada
         SAI dengan nilai transaksi sebesar Rp 379,05 miliar. Selanjutnya,
         berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
         99,999874% saham SIH sebagaimana termuat dalam laporannya
         No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
         nilai pasar 99,999874% saham SIH adalah sebesar Rp 374,21 miliar.

         Berdasarkan Akta Notaris No. 175, SIH telah melakukan peningkatan
         modal ditempatkan dan modal disetor penuh SIH sebanyak 30.300 saham
         dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000, di mana sebesar
         Rp 25,50 miliar telah ditempatkan dan disetor penuh yang dicatat sebagai
         “Uang Muka Setoran Modal” pada tanggal 30 Juni 2025 dan sebesar
         Rp 4,80 miliar ditempatkan dan disetor penuh pada bulan Oktober 2025.
         Dengan demikian, nilai pasar 99,999879% saham SIH setelah peningkatan
         modal ditempatkan dan modal disetor penuh SIH sebesar Rp 4,80 miliar
         adalah sebesar Rp 379,01 miliar.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 379,05 miliar adalah lebih
         tinggi dari nilai pasar 99,999874% setelah peningkatan modal ditempatkan
         dan modal disetor penuh SIH sebesar Rp 379,01 miliar, sehingga
         Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
         sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
         mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,999879% saham SIH
         sebesar Rp 379,01 miliar.




                                     88
Page 90
3. Berdasarkan Akta SSR, Perseroan telah mengalihkan Saham SSR kepada
   SAI dengan nilai transaksi sebesar Rp 117,67 miliar. Selanjutnya,
   berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
   99,996440% saham SSR sebagaimana termuat dalam laporannya
   No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
   nilai pasar 99,996440% saham SSR adalah sebesar Rp 117,66 miliar.

   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 117,67 miliar adalah lebih
   tinggi dari nilai pasar 99,996440% saham SSR sebesar Rp 117,66 miliar,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,996440% saham
   SSR sebesar Rp 117,66 miliar.

4. Berdasarkan APDP, Perseroan telah mengalihkan aset berupa Tanah
   kepada SAI dengan jumlah nilai transaksi sebesar Rp 803,56 miliar.
   Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP SRR
   terhadap      Tanah     sebagaimana     termuat    dalam laporannya
   No. 00418/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025,
   nilai pasar Tanah adalah sebesar Rp 803,48 miliar.

   Dengan demikian, jumlah nilai transaksi sebesar Rp 803,56 miliar adalah
   lebih tinggi dari nilai pasar Tanah sebesar Rp 803,48 miliar, sehingga
   Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
   sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
   mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar Tanah sebesar Rp 803,48 miliar.

5. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
   100,000000% saham SAI sebagaimana termuat dalam laporannya
   No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
   nilai pasar 100,00% saham SAI adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.

   Setelah Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham SAI adalah
   sebagai berikut:
                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                                 Persentase
                     Pemegang Saham              Jumlah Saham                   Jumlah Modal
                                                                 Kepemilikan
   PT Surya Semesta Internusa Tbk                       16.500         24,88%    15.972.000.000
   PT TCP Internusa                                      9.100         13,72%     8.808.800.000
   PT Mitra Karya Lentera                                4.400          6,64%     4.259.200.000
   PT Enercon Paradhya International                     3.300          4,98%     3.194.400.000
   PT Surya Semesta Internusa Tbk - saham baru          16.728         25,23%    16.192.704.000
   PT TCP Internusa - saham baru                        16.286         24,56%    15.764.848.000
   Jumlah                                               66.314        100,00%    64.191.952.000




                                           89
Page 91
   Dengan pertimbangan nilai pasar 100,000000% saham SAI adalah sebesar
   Rp 1.683,11 miliar dan setelah Transaksi menjadi efektif kepemilikan
   Perseroan dan TCP atas SAI masing-masing adalah sebesar 50,11% dan
   38,28%, maka secara teoritis, Perseroan dan TCP perlu melakukan
   penyertaan saham pada SAI sebesar Rp 1.668,66 miliar, dengan
   perhitungan sebagai berikut:

                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                        Keterangan                                            Nilai Pasar                  Persentase

    Nilai pasar 100,000000% saham SAI                                                                1.683.114                            50,22%
    Nilai Transaksi                                                                                  1.668.658                            49,78%
    Nilai kapitalisasi pasar SAI - setelah Transaksi                                                 3.351.771                           100,00%


   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 1.667,21 miliar adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 49,78% saham SAI sebesar Rp 1.668,66 miliar,
   sehingga Perseroan dan TCP berpotensi membukukan keuntungan. Selisih
   nilai transaksi sebesar 0,09% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 49,78% saham SAI
   sebesar Rp 1.668,66 miliar.

6. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                          Keterangan
                                                                  (6 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan usaha                                                4.003.708     7.041.795     8.383.985     9.113.096      9.995.518    10.842.188
   Beban langsung                                                  2.974.956     4.927.345     5.858.445     6.373.798      7.008.786     7.596.595
   Laba kotor                                                      1.028.752     2.114.449     2.525.540     2.739.299      2.986.732     3.245.593
   Beban usaha                                                       455.676     1.162.257     1.237.503     1.302.807      1.377.579     1.449.833
   Laba usaha                                                        573.077       952.193     1.288.037     1.436.492      1.609.152     1.795.760
   Beban lain-lain                                                    19.621      (134.812)     (253.359)     (242.546)      (226.850)     (201.309)
   Laba sebelum pajak penghasilan                                    592.698       817.381     1.034.678     1.193.946      1.382.302     1.594.452
   Pajak penghasilan                                                (123.597)     (165.622)     (200.134)     (218.034)      (246.252)     (281.864)
   Laba bersih periode/tahun berjalan                                469.101       651.759       834.544       975.912      1.136.050     1.312.588
   Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
     kepada:
     Pemilik entitas induk                                           240.889       387.087       534.457       629.108       751.594        878.091
     Kepentingan non-pengendali                                      228.212       264.672       300.088       346.805       384.456        434.497




                                                             90
Page 92
Setelah Transaksi
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                       Keterangan
                                                               (6 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                                4.003.708     7.041.795     8.383.985     9.113.096      9.995.518    10.842.188
Beban langsung                                                  2.974.956     4.927.345     5.858.445     6.373.798      7.008.786     7.596.595
Laba kotor                                                      1.028.752     2.114.449     2.525.540     2.739.299      2.986.732     3.245.593
Beban usaha                                                       455.676     1.162.257     1.237.503     1.302.807      1.377.579     1.449.833
Laba usaha                                                        573.077       952.193     1.288.037     1.436.492      1.609.152     1.795.760
Beban lain-lain                                                    19.621      (134.812)     (253.359)     (242.546)      (226.850)     (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan                                    592.698       817.381     1.034.678     1.193.946      1.382.302     1.594.452
Pajak penghasilan                                                (123.597)     (165.622)     (200.134)     (218.034)      (246.252)     (281.864)
Laba bersih                                                       469.101       651.759       834.544       975.912      1.136.050     1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
  Pemilik entitas induk                                           234.886       386.668       539.889       634.899       758.048        885.123
  Kepentingan non-pengendali                                      234.214       265.091       294.656       341.014       378.002        427.465




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha
dan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Perseroan   sebelum      Transaksi    masing-masing     adalah  sebesar
Rp 49.380,29 miliar dan Rp 3.421,23 miliar.

Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp 49.380,29 miliar dan Rp 3.439,51 miliar.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba periode/tahun berjalan yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan
datang.




                                                          91
Page 93
7. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk periode
   enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
   masing-masing adalah sebesar Rp 2.278,23 miliar dan Rp 2.287,65 miliar.
   Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan setelah Transaksi untuk periode enam bulan yang
   berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
   pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 lebih besar daripada
   jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum Transaksi untuk periode enam bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035. Dalam perhitungan nilai kini,
   digunakan tingkat diskonto sebesar 12,35%, yang merupakan biaya modal
   ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
   (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   di mana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   30 Juni 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
   Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
   waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,74%, yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                  92
Page 94
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 7,03%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
bulan Juli 2025.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
30 Juni 2025 sebesar 1,07.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,87% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke           =            Rf + ( β x RPm ) – RBDS
             =            6,74% + ( 1,07 x 7,03% ) – 1,87%
             =            12,35%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:

Sebelum Transaksi
                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                               Proyeksi
                       Keterangan                              31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28      31/12/29     31/12/30
                                                               (6 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                           240.889      387.087      534.457       629.108      751.594       878.091
Faktor diskonto                                                    0,9434       0,8397       0,7474        0,6653       0,5922        0,5271
Nilai kini                                                        227.254      325.037      399.453       418.545      445.094       462.842
Jumlah nilai kini                                               2.278.225




                                                          93
Page 95
   Setelah Transaksi
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                   Proyeksi
                           Keterangan                              31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28      31/12/29     31/12/30
                                                                   (6 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)
    Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
      kepada:
      Pemilik entitas induk                                           234.886      386.668      539.889       634.899      758.048       885.123
    Faktor diskonto                                                    0,9434       0,8397       0,7474        0,6653       0,5922        0,5271
    Nilai kini                                                        221.592      324.685      403.513       422.398      448.916       466.548
    Jumlah nilai kini                                               2.287.652




8. Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
   saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
   Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri
   pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan telah melakukan
   restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak
   Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
   bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan
   hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
   terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada
   pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
   diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan
   Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
   pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
   meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
   Perseroan dan pemangku kepentingan.

9. Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
   rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
   proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
   operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh
   Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
   organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
   dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang
   bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
   mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
   pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
   dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
   masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
   industri perhotelan.

10. Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan
    lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk
    menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan
    rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
    terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
    untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
    menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                                              94
Page 96
             11. Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
                 dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
                 pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
                 pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
                 Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
                 industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
                 mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko
                 bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
                 jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari
                 setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
                 strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan
                 portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
                 dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan
                 memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada
                 akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
                 konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                             95
Page 97
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            96
Page 98
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           97
Page 99
                                                                                                                               Lampiran B
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Sebelum Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               31/12/25      31/12/26        31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                       Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                               4.003.708       7.041.795     8.383.985     9.113.096      9.995.518    10.842.188
Beban langsung                                                 2.974.956       4.927.345     5.858.445     6.373.798      7.008.786     7.596.595
Laba kotor                                                     1.028.752       2.114.449     2.525.540     2.739.299      2.986.732     3.245.593
Beban usaha                                                      455.676       1.162.257     1.237.503     1.302.807      1.377.579     1.449.833
Laba usaha                                                       573.077         952.193     1.288.037     1.436.492      1.609.152     1.795.760
Beban lain-lain                                                   19.621        (134.812)     (253.359)     (242.546)      (226.850)     (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan                                   592.698         817.381     1.034.678     1.193.946      1.382.302     1.594.452
Pajak penghasilan                                               (123.597)       (165.622)     (200.134)     (218.034)      (246.252)     (281.864)
Laba bersih periode/tahun berjalan                               469.101        651.759        834.544       975.912      1.136.050     1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                          240.889        387.087        534.457       629.108       751.594        878.091
  Kepentingan non-pengendali                                     228.212        264.672        300.088       346.805       384.456        434.497



PT Surya Semesta Internusa Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Setelah Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                               31/12/25      31/12/26        31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                       Keterangan
                                                              (6 Bulan)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                               4.003.708       7.041.795     8.383.985     9.113.096      9.995.518    10.842.188
Beban langsung                                                 2.974.956       4.927.345     5.858.445     6.373.798      7.008.786     7.596.595
Laba kotor                                                     1.028.752       2.114.449     2.525.540     2.739.299      2.986.732     3.245.593
Beban usaha                                                      455.676       1.162.257     1.237.503     1.302.807      1.377.579     1.449.833
Laba usaha                                                       573.077         952.193     1.288.037     1.436.492      1.609.152     1.795.760
Beban lain-lain                                                   19.621        (134.812)     (253.359)     (242.546)      (226.850)     (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan                                   592.698         817.381     1.034.678     1.193.946      1.382.302     1.594.452
Pajak penghasilan                                               (123.597)       (165.622)     (200.134)     (218.034)      (246.252)     (281.864)
Laba bersih                                                      469.101        651.759        834.544       975.912      1.136.050     1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
  Pemilik entitas induk                                          234.886        386.668        539.889       634.899       758.048        885.123
  Kepentingan non-pengendali                                     234.214        265.091        294.656       341.014       378.002        427.465




                                                                          98
Page 100
                                                                                                                           Lampiran C
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                 Proyeksi
                       Keterangan                             31/12/25         31/12/26    31/12/27    31/12/28      31/12/29     31/12/30
                                                              (6 Bulan)    (1 Tahun)       (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                          240.889         387.087      534.457      629.108      751.594       878.091
Faktor diskonto                                                   0,9434          0,8397       0,7474       0,6653       0,5922        0,5271
Nilai kini                                                       227.254         325.037      399.453      418.545      445.094       462.842
Jumlah nilai kini                                              2.278.225



PT Surya Semesta Internusa Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030

                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                 Proyeksi
                       Keterangan                             31/12/25         31/12/26    31/12/27    31/12/28      31/12/29     31/12/30
                                                              (6 Bulan)    (1 Tahun)       (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                          234.886         386.668      539.889      634.899      758.048       885.123
Faktor diskonto                                                   0,9434          0,8397       0,7474       0,6653       0,5922        0,5271
Nilai kini                                                       221.592         324.685      403.513      422.398      448.916       466.548
Jumlah nilai kini                                              2.287.652




                                                                          99
Page 101
                                                                              Lampiran D

Akta SAM

Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan, TCP, dan SAI telah menandatangani Akta SAM
sehubungan dengan Transaksi SAM. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta SAM
adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SAM adalah Perseroan, TCP, SAI, dan
    SAM.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SAM adalah Perseroan dan TCP
    masing-masing telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran modal dalam SAI
    masing-masing sebanyak 6.892 saham baru dan 374 saham baru dengan keseluruhan
    nilai sebesar Rp 366,93 miliar.

•   Hukum yang Berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SAM adalah perjanjian ini diatur oleh, ditafsirkan,
    dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.

Akta SIH

Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan dan SAI telah menandatangani Akta SIH
sehubungan dengan Transaksi SIH. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta SIH
adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SIH adalah Perseroan, SAI, dan SIH.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SIH adalah Perseroan telah mengalihkan
    Saham SIH sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 7.506 saham baru dengan nilai
    sebesar Rp 379,05 miliar.

•   Hukum yang Berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SIH adalah perjanjian ini diatur oleh, ditafsirkan,
    dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.




                                           100
Page 102
Akta SSR

Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan dan SAI telah menandatangani Akta SSR
sehubungan dengan Transaksi SSR. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta SSR
adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SSR adalah Perseroan, SAI, dan SSR.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SSR adalah Perseroan telah mengalihkan
    Saham SSR sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 2.330 saham baru dengan nilai
    sebesar Rp 117,67 miliar.

•   Hukum yang Berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SSR adalah perjanjian ini diatur oleh, ditafsirkan,
    dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.

APDP

Pada tanggal 1 Desember 2025, TCP dan SAI telah menandatangani APDP sehubungan
dengan Transaksi Tanah. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam APDP adalah sebagai
berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan APDP adalah SAI dan TCP.

•   Objek dan nilai transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan APDP adalah Perseroan telah mengalihkan
    Tanah sebagai setoran modal dalam SAI 15.912 saham baru dengan nilai sebesar
    Rp 803,56 miliar.

•   Hukum yang Berlaku

    Hukum yang berlaku berdasarkan APDP adalah perjanjian ini diatur oleh, ditafsirkan,
    dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.




                                           101
Page 103
                                                                             Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 100,000000% Saham SAI

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen
Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 100,000000% saham
SAI. Hasil penilaian atas 100,000000% saham SAI tersebut tertuang dalam laporan
penilaian 100,000000% saham SAI dengan No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan, SAI, SAM,
   SIH, SSR, dan TCP.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,000000% Saham SAI.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
   pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen SAI. Dalam
   penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
   kinerja SAI pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
   masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
   keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SAI yang
   dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
   penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SAI yang dinilai.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan
   keuangan berdasarkan kinerja historis SAI dan informasi manajemen SAI terhadap
   proyeksi laporan keuangan SAI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
   penilaian SAI dan kesimpulan nilai akhir.




                                          102
Page 104
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAI atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SAI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional SAI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAI
berdasarkan anggaran dasar SAI.




                                       103
Page 105
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset
   bersih (adjusted net asset method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
   oleh SAI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha SAI. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
   SAI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SAI. Arus kas
   yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat
   diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus
   kas tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan SAI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
   metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025
   adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.




                                             104
Page 106
                                                                             Lampiran F

Analisis atas Laporan Penilaian 100,000000% Saham SAM

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen
Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 100,000000% saham
SAM. Hasil penilaian atas 100,000000% saham SAM tersebut tertuang dalam laporan
penilaian 100,000000% saham SAM dengan No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SAM adalah Perseroan, SAI, TCP dan
   SAM.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,000000% saham SAM.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
   pada proyeksi laporan keuangan II yang disusun oleh manajemen II. Dalam penyusunan
   proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja II pada
   tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan
   datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan
   tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja II yang dinilai pada saat
   penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
   signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja II yang dinilai dan telah
   mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab
   atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan
   kinerja historis II dan informasi manajemen II terhadap proyeksi laporan keuangan II
   tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SAM dan kesimpulan nilai
   akhir.


                                          105
Page 107
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAM atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SAM bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SAM.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAM
berdasarkan anggaran dasar SAM.




                                       106
Page 108
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
   bersih (adjusted net asset method), metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
   efek (guideline publicly traded company method), dan metode kapitalisasi kelebihan
   pendapatan (capitalized excess earning method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
   oleh II di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha II. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi II
   diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha II. Arus kas yang
   dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto
   yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas
   tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
   karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
   mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
   diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data
   perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh SAM dan USR.

   Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian II merupakan
   metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
   untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
   atau utang bank).

   Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset
   dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
   langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
   melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas
   (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
   liabilitas yang telah disesuaikan.




                                            107
Page 109
   Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
   Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan
   kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud
   kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut
   dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
   nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset
   takberwujud.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan SAM. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
   dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025
   adalah sebesar Rp 366,89 miliar.




                                            108
Page 110
                                                                             Lampiran G

Analisis atas Laporan Penilaian 99,999879% Saham SIH

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen
Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,999874% saham SIH.
Hasil penilaian atas 99,999874% saham SIH tersebut tertuang dalam laporan penilaian
99,999874% saham SIH dengan No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal
24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SIH adalah Perseroan, SAI, dan SIH.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,999874% saham SIH.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
   pada proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP yang disusun oleh manajemen SIH dan
   SIP. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
   berdasarkan kinerja SIH dan SIP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
   rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian
   terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
   operasi dan kinerja SIH dan SIP yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar.
   Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap
   target kinerja SIH dan SIP yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan
   pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian
   dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SIH dan SIP dan
   informasi manajemen SIH terhadap proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP tersebut.
   Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SIH dan kesimpulan nilai akhir.




                                           109
Page 111
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SIH atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SIH bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SIH.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SIH
berdasarkan anggaran dasar SIH.




                                       110
Page 112
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset
   bersih (adjusted net asset method).

   Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
   oleh SIH dan SIP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
   perkembangan usaha SIH dan SIP. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini,
   operasi SIH dan SIP diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha
   SIH dan SIP. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini
   dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah
   nilai kini dari arus kas tersebut.

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan SIH. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
   metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

   Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
   melakukan pembobotan.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025
   adalah sebesar Rp 374,21 miliar.




                                            111
Page 113
                                                                           Lampiran H

Analisis atas Laporan Penilaian 99,996488% Saham SSR


KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen
Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,996440% saham
SSR. Hasil penilaian atas 99,996440% saham SSR tersebut tertuang dalam laporan
penilaian 99,996440% saham SSR dengan No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SSR adalah Perseroan, SAI, dan SSR.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,996440% saham SSR.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan SSR yang telah diaudit. Kami telah melakukan
   penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SSR
   dan informasi manajemen SSR terhadap laporan keuangan SSR tersebut. Kami juga
   bertanggung jawab atas laporan penilaian SSR dan kesimpulan nilai akhir.




                                         112
Page 114
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SSR atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SSR bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SSR.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SSR
berdasarkan anggaran dasar SSR.




                                       113
Page 115
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan SSR. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
   dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025
   adalah sebesar Rp 117,66 miliar.




                                         114
Page 116
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 117
No. : 00181/2.0162-00/BS/03/0153/1/XII/2025                              1 Desember 2025



Kepada Yth.

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 1 Desember 2025, PT Surya Semesta Internusa Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”), PT Suryalaya Anindita International (selanjutnya disebut “SAI”), PT Sitiagung
Makmur (selanjutnya disebut “SAM”), PT Surya Internusa Hotels (selanjutnya disebut “SIH”),
PT Surya Semesta Realti (selanjutnya disebut “SSR”), dan PT TCP Internusa (selanjutnya
disebut “TCP”) telah melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
    PT Suryalaya Anindita International No. 5 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
    hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SAM”), di
    mana Perseroan dan TCP masing-masing telah mengalihkan 467.850.000 saham atau
    setara dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari
    jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut
    “Saham SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI masing-masing sebanyak 6.892
    saham baru dan 374 saham baru dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar
    (selanjutnya disebut “Transaksi SAM”).

•   Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
    PT Suryalaya Anindita International No. 6 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
    hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SIH”), di
    mana Perseroan telah mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan 99,999879%
    dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH (selanjutnya
    disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 7.506 saham baru
    dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi SIH”).

•   Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
    PT Suryalaya Anindita International No. 7 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
    hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SSR”), di
    mana Perseroan telah mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan 99,996488%
    dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR (selanjutnya
    disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 2.330 saham baru
    dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi SSR”).
Page 118
•   Berdasarkan Akta Pemasukan Ke Dalam Perusahaan No. 18 dan No. 19 tanggal
    1 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn.
    antara SAI dengan TCP (selanjutnya disebut “ADPD”), di mana TCP telah mengalihkan
    aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna Said Blok X – O, Kavling 3 – 4,
    Jakarta Selatan 12950 dengan jumlah luas tanah sebesar 8.525,00 m2 (selanjutnya
    disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 15.912 saham baru
    dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi Tanah”).

Transaksi SAM Transaksi SIH, Transaksi SSR, dan Transaksi Tanah selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Transaksi”.

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.




                                           2
Page 119
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121, nomor
faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                   Perseroan



                                  99,999998%                                                                  95,582984%


                        PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                        International (EPI)
                                                                                                          EPI 4,417016%
           94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                   PT Suryalaya Anindita
  PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                     International (SAI)
        (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                          TCP 27,327327%
       TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
           99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

  PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                         PT Indo Indah (II)
     Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

  Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                                     3
Page 120
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                                               4
Page 121
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan
pasar domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor
properti dan pariwisata nasional.

Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
Perseroan telah melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas
Anak Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan
strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh
Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan
Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara
konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh
pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka melakukan
pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan keputusan,
efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan
dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan
menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat
memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja
keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri
perhotelan.

Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan lokasi yang
strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di
mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat
dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
lahan yang terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan menciptakan tingkat
balikan investasi yang berkesinambungan.




                                            5
Page 122
Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan
konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam
menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan
lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan
pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi
positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
    entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
    mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
    Perseroan telah melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
    Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
    bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
    yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
    pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di
    bawah SAI, maka Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-
    aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
    pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
    meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan
    pemangku kepentingan.

•   Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
    melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses
    pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang
    diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan.
    Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih
    terstruktur dan ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-
    aset perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan
    kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing
    hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan lokasi yang
    strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”,
    di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat
    dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
    ketersediaan lahan yang terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
    menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.


                                             6
Page 123
•   Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
    peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
    perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
    perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
    perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
    perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
    mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat
    sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
    dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
    Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SAI
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar 86,786787% pada
tanggal 30 Juni 2025 dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan dan SAI, maka Transaksi
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan (selanjutnya
disebut “AAJAMR”), jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 7.870,44 miliar.

•   Berdasarkan Akta SAM, nilai transaksi atas Transaksi SAM adalah sebesar
    Rp 366,93 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
    30 Juni 2025.

•   Berdasarkan Akta SIH, nilai transaksi atas Transaksi SIH adalah sebesar
    Rp 379,05 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
    30 Juni 2025.

•   Berdasarkan Akta SSR, nilai transaksi atas Transaksi SSR adalah sebesar
    Rp 117,67 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
    30 Juni 2025

•   Berdasarkan APDP, nilai transaksi atas Transaksi Tanah adalah sebesar
    Rp 803,56 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
    30 Juni 2025




                                             7
Page 124
Dengan demikian, nilai transaksi dari Transaksi tersebut di atas mencerminkan kurang dari
20,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 30 Juni 2025 sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi
material, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP masing-masing telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran
    modal dalam SAI masing-masing sebanyak 6.892 saham baru dan 374 saham baru
    dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar sehubungan dengan Transaksi SAM

•   Perseroan telah mengalihkan Saham SIH sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
    7.506 saham baru dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar sehubungan dengan Transaksi
    SIH.

•   Perseroan telah mengalihkan Saham SSR sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
    2.330 saham baru dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar sehubungan dengan Transaksi
    SSR.

•   TCP telah mengalihkan Tanah sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 15.912
    saham baru dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar sehubungan dengan Transaksi
    Tanah.




                                           8
Page 125
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir
   pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. R/0024.ARC/RHP/2025 tanggal 14 November 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00305/2.1030/AU.1/03/1698-3/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00234/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;




                                           9
Page 126
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00283/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00185/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022 tanggal 31 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

7. Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 01330/2.1030/AU.1/05/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025
   dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

8. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00477/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

9. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00443/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00526/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00245/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;

12. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00224/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/III/2021 tanggal 24 Maret 2021 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;

13. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode enam bulan yang
    berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;

14. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
    tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;




                                         10
Page 127
15. Laporan penilaian 100,000000% saham SAI per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
    KJPP         KR        sebagaimana         tertuang      dalam     laporannya
    No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;

16. Laporan penilaian 100,000000% saham SAM per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
    KJPP         KR        sebagaimana         tertuang      dalam     laporannya
    No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;

17. Laporan penilaian 99,999874% saham SIH per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
    KJPP         KR        sebagaimana         tertuang      dalam     laporannya
    No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;

18. Laporan penilaian 99,996440% saham SSR per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
    KJPP         KR        sebagaimana         tertuang      dalam     laporannya
    No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;

19. Akta SAM;

20. Akta SIH;

21. Akta SSR;

22. APDP;

23. Akta Notaris No. 31;

24. Akta Notaris No. 175;

25. Akta Notaris No. 183;

26. Akta Notaris No. 184;

27. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 14
    tanggal 12 Juli 2024 oleh Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H.,M.Kn. Notaris di Jakarta
    terkait penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan;

28. Anggaran dasar SAI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 7
    tanggal 9 Juni 2025 yang dibuat oleh Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn.,
    Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Komisaris dan Direksi;

29. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Transaksi;

30. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

31. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;




                                           11
Page 128
32. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

33. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

34. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

35. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

36. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum
dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.




                                          12
Page 129
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan, SAI, SAM, SIH, dan SSR berdasarkan
anggaran dasar Perseroan, SAI, SAM, SIH, dan SSR.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                             13
Page 130
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001 tanggal
17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Notaris No. 31 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal II, struktur pemegang saham II per tanggal
    3 September 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                             (Dalam Rupiah)
                                                          Persentase
               Pemegang Saham           Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                          Kepemilikan
    PT Sitiagung Makmur                            807        99,876238%      7.341.279.000
    PT Ungasan Semesta Resort                        1         0,123762%          9.097.000
    Jumlah                                         808       100,000000%      7.350.376.000




                                          14
Page 131
•   Berdasarkan Akta Notaris No. 175 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SIH, struktur pemegang saham SIH per tanggal
    21 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                Pemegang Saham               Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
    PT Surya Semesta Internusa Tbk                     823.329        99,999879%    823.329.000.000
    PT TCP Internusa                                         1         0,000121%          1.000.000
    Jumlah                                             823.330       100,000000%    823.330.000.000



•   Berdasarkan Akta Notaris No. 183 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SAM, struktur pemegang saham SAM per
    tanggal 23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                Pemegang Saham               Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
    PT Surya Semesta lnternusa Tbk                  467.850.000       94,860097%    467.850.000.000
    PT TCP Internusa                                 25.350.000        5,139903%     25.350.000.000
    Jumlah                                          493.200.000      100,000000%    493.200.000.000



•   Berdasarkan Akta Notaris No. 184 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SSR, struktur pemegang saham SSR per tanggal
    23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                     (Dalam Rupiah)
                                                                  Persentase
                Pemegang Saham               Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                  Kepemilikan
    PT Surya Semesta lnternusa Tbk                   85.419.200       99,996488%     85.419.200.000
    PT TCP Internusa                                      3.000        0,003512%          3.000.000
    Jumlah                                           85.422.200      100,000000%     85.422.200.000




PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:

I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               15
Page 132
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan Akta SAM, Perseroan dan TCP telah mengalihkan Saham
         SAM kepada SAI dengan jumlah nilai transaksi sebesar Rp 366,93 miliar.
         Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
         100,000000% saham SAM sebagaimana termuat dalam laporannya
         No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
         nilai pasar 100,000000% saham SAM adalah sebesar Rp 366,89 miliar.
         Dengan demikian, nilai pasar 99,999999% saham SAM adalah sebesar
         Rp 366,89 miliar.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 366,93 miliar adalah lebih
         tinggi dari nilai pasar 99,999999% saham SAM sebesar Rp 366,89 miliar,
         sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
         transaksi sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
         persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,999999% saham
         SAM sebesar Rp 366,89 miliar.

      2. Berdasarkan Akta SIH, Perseroan telah mengalihkan Saham SIH kepada
         SAI dengan nilai transaksi sebesar Rp 379,05 miliar. Selanjutnya,
         berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
         99,999874% saham SIH sebagaimana termuat dalam laporannya
         No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
         nilai pasar 99,999874% saham SIH adalah sebesar Rp 374,21 miliar.

         Berdasarkan Akta Notaris No. 175, SIH telah melakukan peningkatan
         modal ditempatkan dan modal disetor penuh SIH sebanyak 30.300 saham
         dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000, di mana sebesar
         Rp 25,50 miliar telah ditempatkan dan disetor penuh yang dicatat sebagai
         “Uang Muka Setoran Modal” pada tanggal 30 Juni 2025 dan sebesar
         Rp 4,80 miliar ditempatkan dan disetor penuh pada bulan Oktober 2025.
         Dengan demikian, nilai pasar 99,999879% saham SIH setelah peningkatan
         modal ditempatkan dan modal disetor penuh SIH sebesar Rp 4,80 miliar
         adalah sebesar Rp 379,01 miliar.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 379,05 miliar adalah lebih
         tinggi dari nilai pasar 99,999874% setelah peningkatan modal ditempatkan
         dan modal disetor penuh SIH sebesar Rp 379,01 miliar, sehingga
         Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
         sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
         mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,999879% saham SIH
         sebesar Rp 379,01 miliar.




                                     16
Page 133
3. Berdasarkan Akta SSR, Perseroan telah mengalihkan Saham SSR kepada
   SAI dengan nilai transaksi sebesar Rp 117,67 miliar. Selanjutnya,
   berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
   99,996440% saham SSR sebagaimana termuat dalam laporannya
   No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
   nilai pasar 99,996440% saham SSR adalah sebesar Rp 117,66 miliar.

   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 117,67 miliar adalah lebih
   tinggi dari nilai pasar 99,996440% saham SSR sebesar Rp 117,66 miliar,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,996440% saham
   SSR sebesar Rp 117,66 miliar.

4. Berdasarkan APDP, Perseroan telah mengalihkan aset berupa Tanah
   kepada SAI dengan jumlah nilai transaksi sebesar Rp 803,56 miliar.
   Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP SRR
   terhadap      Tanah     sebagaimana     termuat    dalam laporannya
   No. 00418/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025,
   nilai pasar Tanah adalah sebesar Rp 803,48 miliar.

   Dengan demikian, jumlah nilai transaksi sebesar Rp 803,56 miliar adalah
   lebih tinggi dari nilai pasar Tanah sebesar Rp 803,48 miliar, sehingga
   Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
   sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
   mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar Tanah sebesar Rp 803,48 miliar.

5. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
   100,000000% saham SAI sebagaimana termuat dalam laporannya
   No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
   nilai pasar 100,00% saham SAI adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.

   Setelah Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham SAI adalah
   sebagai berikut:
                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                                 Persentase
                     Pemegang Saham              Jumlah Saham                   Jumlah Modal
                                                                 Kepemilikan
   PT Surya Semesta Internusa Tbk                       16.500         24,88%    15.972.000.000
   PT TCP Internusa                                      9.100         13,72%     8.808.800.000
   PT Mitra Karya Lentera                                4.400          6,64%     4.259.200.000
   PT Enercon Paradhya International                     3.300          4,98%     3.194.400.000
   PT Surya Semesta Internusa Tbk - saham baru          16.728         25,23%    16.192.704.000
   PT TCP Internusa - saham baru                        16.286         24,56%    15.764.848.000
   Jumlah                                               66.314        100,00%    64.191.952.000




                                           17
Page 134
   Dengan pertimbangan nilai pasar 100,000000% saham SAI adalah sebesar
   Rp 1.683,11 miliar dan setelah Transaksi menjadi efektif kepemilikan
   Perseroan dan TCP atas SAI masing-masing adalah sebesar 50,11% dan
   38,28%, maka secara teoritis, Perseroan dan TCP perlu melakukan
   penyertaan saham pada SAI sebesar Rp 1.668,66 miliar, dengan
   perhitungan sebagai berikut:

                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                                        Keterangan                                            Nilai Pasar                  Persentase

    Nilai pasar 100,000000% saham SAI                                                                1.683.114                            50,22%
    Nilai Transaksi                                                                                  1.668.658                            49,78%
    Nilai kapitalisasi pasar SAI - setelah Transaksi                                                 3.351.771                           100,00%


   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 1.667,21 miliar adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 49,78% saham SAI sebesar Rp 1.668,66 miliar,
   sehingga Perseroan dan TCP berpotensi membukukan keuntungan. Selisih
   nilai transaksi sebesar 0,09% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 49,78% saham SAI
   sebesar Rp 1.668,66 miliar.

6. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                          Keterangan
                                                                  (6 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan usaha                                                4.003.708     7.041.795     8.383.985     9.113.096      9.995.518    10.842.188
   Beban langsung                                                  2.974.956     4.927.345     5.858.445     6.373.798      7.008.786     7.596.595
   Laba kotor                                                      1.028.752     2.114.449     2.525.540     2.739.299      2.986.732     3.245.593
   Beban usaha                                                       455.676     1.162.257     1.237.503     1.302.807      1.377.579     1.449.833
   Laba usaha                                                        573.077       952.193     1.288.037     1.436.492      1.609.152     1.795.760
   Beban lain-lain                                                    19.621      (134.812)     (253.359)     (242.546)      (226.850)     (201.309)
   Laba sebelum pajak penghasilan                                    592.698       817.381     1.034.678     1.193.946      1.382.302     1.594.452
   Pajak penghasilan                                                (123.597)     (165.622)     (200.134)     (218.034)      (246.252)     (281.864)
   Laba bersih periode/tahun berjalan                                469.101       651.759       834.544       975.912      1.136.050     1.312.588
   Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
     kepada:
     Pemilik entitas induk                                           240.889       387.087       534.457       629.108       751.594        878.091
     Kepentingan non-pengendali                                      228.212       264.672       300.088       346.805       384.456        434.497




                                                             18
Page 135
Setelah Transaksi
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                       Keterangan
                                                               (6 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                                4.003.708     7.041.795     8.383.985     9.113.096      9.995.518    10.842.188
Beban langsung                                                  2.974.956     4.927.345     5.858.445     6.373.798      7.008.786     7.596.595
Laba kotor                                                      1.028.752     2.114.449     2.525.540     2.739.299      2.986.732     3.245.593
Beban usaha                                                       455.676     1.162.257     1.237.503     1.302.807      1.377.579     1.449.833
Laba usaha                                                        573.077       952.193     1.288.037     1.436.492      1.609.152     1.795.760
Beban lain-lain                                                    19.621      (134.812)     (253.359)     (242.546)      (226.850)     (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan                                    592.698       817.381     1.034.678     1.193.946      1.382.302     1.594.452
Pajak penghasilan                                                (123.597)     (165.622)     (200.134)     (218.034)      (246.252)     (281.864)
Laba bersih                                                       469.101       651.759       834.544       975.912      1.136.050     1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
  Pemilik entitas induk                                           234.886       386.668       539.889       634.899       758.048        885.123
  Kepentingan non-pengendali                                      234.214       265.091       294.656       341.014       378.002        427.465




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha
dan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Perseroan   sebelum      Transaksi    masing-masing     adalah  sebesar
Rp 49.380,29 miliar dan Rp 3.421,23 miliar.

Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp 49.380,29 miliar dan Rp 3.439,51 miliar.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba periode/tahun berjalan yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan
datang.




                                                          19
Page 136
7. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk periode
   enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
   masing-masing adalah sebesar Rp 2.278,23 miliar dan Rp 2.287,65 miliar.
   Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan setelah Transaksi untuk periode enam bulan yang
   berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
   pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 lebih besar daripada
   jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum Transaksi untuk periode enam bulan yang berakhir
   pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035. Dalam perhitungan nilai kini,
   digunakan tingkat diskonto sebesar 12,35%, yang merupakan biaya modal
   ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
   (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   di mana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   30 Juni 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
   Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
   waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,74%, yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                  20
Page 137
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 7,03%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
bulan Juli 2025.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
30 Juni 2025 sebesar 1,07.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,87% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke           =            Rf + ( β x RPm ) – RBDS
             =            6,74% + ( 1,07 x 7,03% ) – 1,87%
             =            12,35%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:

Sebelum Transaksi
                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                               Proyeksi
                       Keterangan                              31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28      31/12/29     31/12/30
                                                               (6 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                           240.889      387.087      534.457       629.108      751.594       878.091
Faktor diskonto                                                    0,9434       0,8397       0,7474        0,6653       0,5922        0,5271
Nilai kini                                                        227.254      325.037      399.453       418.545      445.094       462.842
Jumlah nilai kini                                               2.278.225




                                                          21
Page 138
   Setelah Transaksi
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                   Proyeksi
                           Keterangan                              31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28      31/12/29     31/12/30
                                                                   (6 Bulan)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)
    Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
      kepada:
      Pemilik entitas induk                                           234.886      386.668      539.889       634.899      758.048       885.123
    Faktor diskonto                                                    0,9434       0,8397       0,7474        0,6653       0,5922        0,5271
    Nilai kini                                                        221.592      324.685      403.513       422.398      448.916       466.548
    Jumlah nilai kini                                               2.287.652




8. Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
   saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
   Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri
   pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan telah melakukan
   restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak
   Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
   bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan
   hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
   terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada
   pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
   diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan
   Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
   pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
   meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
   Perseroan dan pemangku kepentingan.

9. Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
   rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
   proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
   operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh
   Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
   organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
   dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang
   bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
   mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
   pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
   dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
   masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
   industri perhotelan.

10. Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan
    lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk
    menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan
    rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
    terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
    untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
    menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                                              22
Page 139
             11. Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
                 dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
                 pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
                 pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
                 Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
                 industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
                 mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko
                 bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
                 jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari
                 setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
                 strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan
                 portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
                 dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan
                 memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada
                 akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
                 konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                             23
Page 140
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            24
Page 141
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk             PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK                                         AND SUBSIDIARIES

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian       Proforma Summary Interim Consolidated
Interim Ringkasan Proforma pada Tanggal         Statement of Financial Position as of
30 Juni 2025 Sehubungan dengan Rencana     June 30, 2025 in Relation with the Planned
Restrukturisasi Internal di PT Suryalaya      Internal Restructuring in PT Suryalaya
Anindita International (Entitas Anak)            Anindita International (a Subsidiary)




Draft/3-Dec-25                                                                   paraf:
Page 142
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk                              PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK                                                          AND SUBSIDIARIES




Daftar Isi                                 Halaman/                               Table of Contents
                                            Pages




Laporan Asurans Akuntan Independen                      Independent Accountant Assurance Report
atas Informasi Laporan Keuangan                               on Proforma Consolidated Financial
Konsolidasian Proforma                                                   Statements Information

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                  Proforma Summary Interim Consolidated
Interim Ringkasan Proforma pada                            Statement of Financial Position as of
Tanggal 30 Juni 2025 Sehubungan                       June 30, 2025 in Relation with the Planned
dengan Rencana Restrukturisasi Internal
di PT Suryalaya Anindita International                   Internal Restructuring in PT Suryalaya
(Entitas Anak)                                              Anindita International (a Subsidiary)



Laporan Posisi Keuangan                       1              Proforma Summary Interim Consolidated
Konsolidasian Interim Ringkasan Proforma                            Statements of Financial Position

Catatan atas Laporan Posisi Keuangan          3               Notes to the Proforma Summary Interim
Konsolidasian Interim Ringkasan Proforma                                  Consolidated Statements of
                                                                                   Financial Position




DraftReport/3-Dec-25                                                              Paraf
Page 143

          
Page 144

          
Page 145

          
Page 146
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk                                                                              PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK                                                                                                           AND SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN                                                                                          PROFORMA SUMMARY INTERIM
KONSOLIDASIAN INTERIM                                                                                              CONSOLIDATED STATEMENT
RINGKASAN PROFORMA                                                                                                    OF FINANCIAL POSITION
Tanggal 30 Juni 2025                                                                                                            As of June 30, 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)                                                              (In Full Rupiah, unless otherwise stated)


                                                              Historis/        Penyesuaian            Proforma/
                                                             Historical         Proforma/             Proforma
                                                           30 Juni 2025/        Proforma            30 Juni 2025/
                                              Catatan/     June 30, 2025       Adjustments          June 30, 2025
                                               Notes            Rp                 Rp                    Rp
ASET                                                                                                                                                      ASSETS
Aset Lancar                                                                                                                                         Current Assets
Kas dan Setara Kas                                        1,682,307,447,465                  --    1,682,307,447,465                    Cash and Cash Equivalents
Piutang Usaha                                                                                                                                    Trade Receivables
 Pihak Ketiga                                              536,979,612,464                   --     536,979,612,464                                   Third Parties
Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja                         745,276,617,314                   --     745,276,617,314                Gross Amount Due from Owners
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga                151,547,845,083                          151,547,845,083    Other Current Financial Assets - Third Parties
Piutang Retensi                                            267,458,358,046                   --     267,458,358,046                          Retention Receivables
Persediaan                                                 421,235,169,547                   --     421,235,169,547                                      Inventories
Uang Muka                                                  193,948,628,559                   --     193,948,628,559                                        Advances
Pajak Dibayar di Muka                                       82,359,762,949                   --      82,359,762,949                                  Prepaid Taxes
Biaya Dibayar di Muka                                       30,020,997,064                   --      30,020,997,064                               Prepaid Expenses
Jumlah Aset Lancar                                        4,111,134,438,491                  --    4,111,134,438,491                          Total Current Assets

Aset Tidak Lancar                                                                                                                              Non-Current Assets
Aset Pajak Tangguhan                                         52,840,807,056                  --       52,840,807,056                           Deferred Tax Assets
Investasi pada Entitas Asosiasi                              78,163,344,746                  --       78,163,344,746                Investment in Associate Entities
Investasi Saham                                                  94,168,478                  --           94,168,478                          Investment in Shares
Investasi pada Ventura Bersama                               34,771,857,462                  --       34,771,857,462                   Investment in Joint Ventures
Tanah untuk Pengembangan                                  3,958,092,321,696                  --    3,958,092,321,696                         Land for Development
Properti Investasi                                          678,197,935,191   (183,216,071,163)      494,981,864,028                         Investment Properties
Aset Tetap                                                1,782,455,965,720     244,315,033,663    2,026,770,999,383                                   Fixed Assets
Aset Hak Guna                                               372,328,170,612                  --      372,328,170,612                            Right-of-Use Assets
Uang Muka Lain-lain                                         139,851,193,323                  --      139,851,193,323                               Other Advances
Aset Tidak Lancar Lainnya                                    37,205,304,473                  --       37,205,304,473                      Other Non-Current Assets
Jumlah Aset Tidak Lancar                                  7,134,001,068,757     61,098,962,500     7,195,100,031,257                     Total Non-Current Assets

JUMLAH ASET                                              11,245,135,507,248     61,098,962,500    11,306,234,469,748                               TOTAL ASSETS




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari                                    The accompanying notes form an integral part of these
laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan                                                                        consolidated financial statements

 Draft/03 Desember 2025                                                         1                                                                           Paraf
Page 147
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk                                                                              PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK                                                                                                            AND SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN                                                                                          PROFORMA SUMMARY INTERIM
KONSOLIDASIAN INTERIM                                                                                              CONSOLIDATED STATEMENTS
RINGKASAN PROFORMA (Lanjutan)                                                                                OF FINANCIAL POSITION (Continued)
Tanggal 30 Juni 2025                                                                                                           As of June 30, 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain)                                                             (In Full Rupiah, unless otherwise stated)


                                                              Historis/        Penyesuaian            Proforma/
                                                             Historical         Proforma/             Proforma
                                                           30 Juni 2025/        Proforma            30 Juni 2025/
                                              Catatan/     June 30, 2025       Adjustments          June 30, 2025
                                               Notes            Rp                 Rp                    Rp
LIABILITAS                                                                                                                                           LIABILITIES
Liabilitas Jangka Pendek                                                                                                                        Current Liabilities
Pinjaman Bank Jangka Pendek                                267,622,483,576                   --     267,622,483,576                        Short-Term Bank Loans
Utang Usaha                                                                                                                                         Trade Payables
  Pihak Ketiga                                             658,484,794,807                   --     658,484,794,807                                  Third Parties
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya                                                                                        Other Current Financial Liabilities
  Pihak Ketiga                                              76,419,626,955                  --       76,419,626,955                                  Third Parties
Uang Muka dari Pelanggan                                    50,753,763,225                  --       50,753,763,225                    Advances from Customers
Liabilitas Bruto kepada Pemberi Kerja                        1,739,891,080                  --        1,739,891,080              Gross Amount Due to Customers
Utang Pajak                                                 41,841,936,889      61,098,962,500      102,940,899,389                                  Taxes Payable
Beban Akrual                                               278,762,313,883                  --      278,762,313,883                             Accrued Expenses
Pinjaman Jangka Panjang yang Jatuh Tempo                                                                                    Current Maturities of Long-Term Loans
  dalam Waktu Satu Tahun
   Bank dan Sindikasi                                      141,114,242,305                   --     141,114,242,305                       Banks and Syndication
   Utang Lain-lain Pihak Ketiga                                159,812,998                   --         159,812,998               Other Payables to Third Parties
   Liabilitas Sewa                                          68,891,721,650                   --      68,891,721,650                             Lease Liabilities
Uang Muka Proyek                                           368,678,129,165                   --     368,678,129,165                            Project Advances
Pendapatan Diterima di Muka - Jangka Pendek                 34,090,521,484                   --      34,090,521,484             Unearned Income - Current Portion
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                           1,988,559,238,017     61,098,962,500     2,049,658,200,517                      Total Current Liabilities

Liabilitas Jangka Panjang                                                                                                                  Non-Current Liabilities
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Lainnya                                                                                   Other Non-Current Financial Liabilities
  Pihak Ketiga                                                4,829,075,411                  --        4,829,075,411                               Third Parties
Pinjaman Jangka Panjang Setelah Dikurangi                                                                                               Long-Term Loans - Net of
  Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu                                                                                                         Current Maturities
  Satu Tahun
   Bank dan Sindikasi                                      914,855,480,609                   --     914,855,480,609                       Banks and Syndication
   Utang Lain-lain Pihak Ketiga                                 63,866,667                   --          63,866,667               Other Payables to Third Parties
   Liabilitas Sewa                                         201,018,354,345                   --     201,018,354,345                             Lease Liabilities
Jaminan dari Pelanggan                                      74,427,026,152                   --      74,427,026,152                            Tenants' Deposits
Liabilitas Imbalan Kerja                                   179,503,071,293                   --     179,503,071,293                 Employment Benefits Liabilities
Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang                                                                                    Long-Term Unearned Income - Net of
  setelah Dikurangi Bagian Jangka Pendek                     11,438,118,199                  --       11,438,118,199                           Current Portion
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                          1,386,134,992,676                  --    1,386,134,992,676                 Total Non-Current Liabilities

JUMLAH LIABILITAS                                         3,374,694,230,693     61,098,962,500     3,435,793,193,193                          TOTAL LIABILITIES

EKUITAS                                                                                                                                                  EQUITY
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada                                                                                                    Equity Attributable to
 Pemilik Entitas Induk                                                                                                                Owner of the Parent Entity
Modal Saham                                                                                                                                           Capital Stock
 Nilai Nominal Rp125 per Saham                                                                                                        Par Value Rp125 per Share
 Modal Dasar - 6.400.000.000 Saham                                                                                            Authorized - 6,400,000,000 Shares
 Modal Ditempatkan dan Disetor -                                                                                                Subscribed and Paid-up Capital -
   4.705.249.440 Saham                                     588,156,180,000                   --     588,156,180,000                       4,705,249,440 Shares
Tambahan Modal Disetor                                     292,121,427,089                   --     292,121,427,089                       Additional Paid-in Capital
Cadangan Kompensasi Berbasis Saham                          50,224,175,361                   --      50,224,175,361     Allowances for Share-Based Compensation
Selisih Transaksi dengan Pihak                                                                                                       Difference in Transaction with
 Non-Pengendali                                           1,546,630,786,876    (92,754,379,054)    1,453,876,407,822                      Non-Controlling Interest
Saham Treasuri                                              (28,543,604,834)                 --      (28,543,604,834)                               Treasury Stock
Saldo Laba                                                                                                                                       Retained Earnings
 Ditentukan Penggunaannya                                    42,000,000,000                  --       42,000,000,000                                 Appropriated
 Tidak Ditentukan Penggunaannya                           3,012,026,670,772                  --    3,012,026,670,772                              Unappropriated
Penghasilan Komprehensif Lain                                 4,627,625,775                  --        4,627,625,775                 Other Comprehensive Income
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada                                                                                        Total of Equity Attributable to
 Pemilik Entitas Induk                                    5,507,243,261,039    (92,754,379,054)    5,414,488,881,985                   Owner of the Parent Entity
Kepentingan Non-Pengendali                                2,363,198,015,516     92,754,379,054     2,455,952,394,570                       Non-Controlling Interest
JUMLAH EKUITAS                                            7,870,441,276,555                  --    7,870,441,276,555                               TOTAL EQUITY

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                            11,245,135,507,248     61,098,962,500    11,306,234,469,748            TOTAL LIABILITIES AND EQUITY



Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari                                    The accompanying notes form an integral part of these
laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan                                                                       consolidated financial statements

 Draft/03 Desember 2025                                                        2                                                                          Paraf
Page 148
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk                                      PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK                                                                        AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN POSISI KEUANGAN                              NOTES TO THE PROFORMA SUMMARY
KONSOLIDASIAN INTERIM RINGKASAN PROFORMA                   INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL POSITION
Per 30 Juni 2025                                                                          As of June 30, 2025
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                       (In Full Rupiah, unless otherwise stated)

1. Peristiwa yang Mendasari                                                          1. Underlying Events

   PT Surya Semesta Internusa Tbk (Perusahaan)              PT Surya Semesta Internusa Tbk (the
   bermaksud untuk melakukan restrukturisasi                “Company”) intends to undertake an internal
   internal (“Rencana Restrukturisasi”), antara lain        restructuring (the “Restructuring Plan”), which
   melalui:                                                 includes, among others:
   a. Pengalihan seluruh saham yang dimiliki oleh           a. The transfer of all shares owned by the
        Perusahaan dalam PT Sitiagung Makmur                    Company in PT Sitiagung Makmur (SAM),
        (SAM), PT Surya Internusa Hotels (SIH) dan              PT Surya Internusa Hotels (SIH) and
        PT Surya Semesta Realti (SSR) kepada                    PT Surya Semesta Realti (SSR) to
        PT Suryalaya Anindita International (SAI)               PT Suryalaya Anindita International (SAI)
        dan PT TCP Internusa (TCP) dalam SAM                    and the transfer of shares in SAM owned by
        kepada SAI, dimana pembayaran atas                      PT TCP Internusa (TCP) to SAI, where
        pengalihan saham tersebut dilakukan oleh                payment for the share transfer is made by
        SAI dengan mengeluarkan saham baru                      SAI by issuing new shares to the Company
        kepada Perusahaan dan TCP (“Inbreng                     and TCP (“Shares Inbreng”); and
        Saham”); dan
   b. Pengalihan atas tanah yang dimiliki oleh              b. The transfer of land owned by TCP to SAI,
        TCP kepada SAI, dimana pembayaran atas                 where payment for the land transfer is made
        pengalihan tanah tersebut dilakukan oleh               by SAI by issuing new shares to TCP
        SAI dengan mengeluarkan saham baru                     (“Shares Inbreng”).
        kepada TCP (“Inbreng Saham”).

   Seluruh entitas yang dialihkan saham dan                 All entities transferring shares and land under
   tanahnya dalam Rencana Restrukturisasi ini               this Restructuring Plan are controlled entities
   merupakan perusahaan terkendali di mana                  whose shares are wholly owned by the
   seluruh sahamnya dimiliki oleh Perusahaan, baik          Company, whether directly or indirectly.
   secara langsung maupun tidak langsung.

   SAI merupakan perusahaan anak terkendali                 SAI is a controlled subsidiary in which the
   yang    86,79%    sahamnya     dimiliki  oleh            Company holds 86.79% of the shares, whether
   Perusahaan, baik secara langsung maupun                  directly or indirectly. As consideration for the
   tidak langsung. Sebagai pembayaran atas                  transfer of the shares and land, SAI will issue
   pengalihan saham dan tanah tersebut, SAI akan            new shares that will be allocated to the
   menerbitkan saham baru yang akan dialokasikan            Company and TCP.
   kepada Perusahaan dan TCP.

   Informasi keuangan proforma ini dibuat untuk            This proforma financial information is prepared to
   menggambarkan dampak dari kemungkinan                   describe the impact of possible transactions on
   transaksi pada laporan posisi keuangan                  the Company's interim consolidated statement of
   konsolidasian interim pada 30 Juni 2025, seolah-        financial position as of June 30, 2025, as if the
   olah kemungkinan transaksi telah terjadi pada           possible transactions had occurred on June 30,
   tanggal 30 Juni 2025. Informasi keuangan                2025. Proforma interim financial information is
   interim proforma dibuat hanya sebagai ilustrasi         prepared only as an illustration and does not
   dan tidak memberikan gambaran sebenarnya                provide an actual picture of the interim
   dari posisi keuangan konsolidasian interim yang         consolidated financial position that will be
   akan dilaporkan yang mencakup kemungkinan               reported which includes the possibility of actual
   transaksi kenyataannya terjadi pada tanggal di          transactions occurring on the above date.
   atas. Informasi keuangan proforma harus dibaca          Proforma financial information should be read in
   dalam kaitannya dengan informasi keuangan               conjunction with historical financial information
   historis pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah di        as of June 30, 2025 which has been reviewed by
   reviu oleh Kantor Akuntan Publik.                       a Public Accounting Firm.




                                                       3
Page 149
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk                                         PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK                                                                           AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN POSISI                                           NOTES TO THE PROFORMA SUMMARY
KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM                                                       INTERIM CONSOLIDATED
RINGKASAN PROFORMA (Lanjutan)                                               FINANCIAL POSITION (Continued)
Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025                                 For the Year Ended June 30, 2025
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                          (In Full Rupiah, unless otherwise stated)

2. Kriteria yang Digunakan dalam Penyusunan                      2. Criteria Used in Preparing the Proforma
   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                       Summary Interim Consolidated Statement of
   Interim Ringkasan Proforma                                                             Financial Position

    Laporan posisi keuangan konsolidasian interim            The proforma summary interim consolidated
    ringkasan proforma telah disajikan dengan                statement of financial position has been
    menggunakan kriteria sebagai berikut:                    presented using the following criteria:
    • Laporan posisi keuangan konsolidasian                  • The proforma summary interim consolidated
        interim ringkasan proforma untuk periode                statement of financial position for the period
        yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025                 ended 30 June 2025 is derived from the
        berasal dari laporan keuangan historis                  Company’s historical financial statements,
        Perusahaan yang telah direviu oleh Kantor               which have been reviewed by the Public
        Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,               Accounting Firm Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
        Mawar & Rekan dengan kesimpulan tidak                   Mawar & Rekan, with the conclusion that
        ada hal-hal yang menjadi perhatian yang                 there is no matter that draws attention which
        menyebabkan           laporan       keuangan            would cause the interim consolidated financial
        konsolidasian interim tidak menyajikan                  statements not to present fairly, in all material
        secara wajar, dalam semua hal yang material             respects, in accordance with Indonesian
        sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan                Financial Accounting Standards.
        di Indonesia
    • Perusahaan mengalihkan seluruh saham                   • The Company transfers all shares it owns in
        yang dimiliki dalam SAM, SIH dan SSR                   SAM, SIH, and SSR to SAI through an
        kepada SAI secara inbreng dan TCP                      inbreng transactions, and TCP transfers the
        mengalihkan saham yang dimiliki dalam SAM              shares it owns in SAM to SAI through an
        kepada SAI secara inbreng, sehingga                    inbreng      transaction,   whereby      as
        sebagai pembayaran SAI akan menerbitkan                consideration SAI will issue new shares
        saham baru yang dialokasikan kepada SSIA               allocated to SSIA and TCP.
        dan TCP.
    • TCP mengalihkan Tanah kepada SAI secara                • TCP transfers the Land to SAI through an
        inbreng, sehingga sebagai pembayaran SAI               inbreng        transaction,     whereby       as
        akan menerbitkan saham baru yang                       consideration SAI will issue new shares
        dialokasikan kepada TCP.                               allocated to TCP.
    • SAI mencatat Bea Perolehan Hak atas                    • SAI records the Land and Building Acquisition
        Tanah dan Bangunan (BPHTB) atas                        Duty (BPHTB) on the acquisition of the Land
        perolehan Tanah sebesar 5% dari nilai                  amounting to 5% of the transaction value and
        transaksi dan dikapitalisasi sebagai bagian            capitalizes it as part of the acquisition cost of
        dari harga perolehan Tanah.                            the Land.
    • TCP mencatat Pajak Penghasilan atas                    • TCP records Income Tax on the Transfer of
        Penjualan Tanah dan Bangunan (PPHTB)                   Land and Buildings (PPHTB) on the disposal
        atas pelepasan Tanah sebesar 2,5% dari                 of the Land amounting to 2.5% of the
        nilai transaksi dan diakui sebagai bagian dari         transaction value and capitalizes it as part of
        harga perolehan Tanah.                                 the acquisition cost of the Land.
    • Mencatat perubahan porsi saham non-                    • The change in SAI’s non-controlling interest
        pengendali SAI yang terdilusi atas dampak              portion diluted as a result of the issuance of
        diterbitkannya saham baru oleh SAI yang                new shares by SAI allocated to SSIA and
        dialokasikan kepada SSIA dan TCP dalam                 TCP in the inbreng of shares and land is
        transaksi inbreng saham dan tanah.                     recognized.
    • Nilai wajar perolehan saham SAI per 30 Juni            • The fair value of SAI’s shares acquired as of
        2025 sebesar Rp50.500.000/saham.                       June 30, 2025 was Rp50,500,000 per share.
    • Transaksi Inbreng saham dan tanah telah                • The inbreng transactions involving shares
        memenuhi ketentuan perpajakan.                         and land have complied with tax regulations.
    • Kepemilikan Perusahaan secara langsung                 • The Company’s ownership in SAI directly and
        dan tidak langsung pada SAI meningkat dari             indirectly, increased from 86.79% to 93.36%.
        86,79% menjadi 93,36%.
    • Pada tanggal 30 Juni 2025, SAM, SIH, TCP               • As of June 30, 2025, SAM, SIH, TCP and
        dan SSR dikonsolidasi kedalam laporan                  SSR were consolidated into SAI’s financial
        keuangan SAI.                                          statements.


                                                         4
Page 150
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk                                     PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK                                                                       AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN POSISI                                       NOTES TO THE PROFORMA SUMMARY
KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM                                                   INTERIM CONSOLIDATED
RINGKASAN PROFORMA (Lanjutan)                                           FINANCIAL POSITION (Continued)
Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025                             For the Year Ended June 30, 2025
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)                      (In Full Rupiah, unless otherwise stated)

    • Skema       transaksi-transaksi   tersebut         • These transaction schemes are assumed
      diasumsikan telah diselesaikan seluruhnya            have been fully completed as of June 30,
      pada tanggal 30 Juni 2025                            2025.


3. Penyesuaian Proforma                                                         3. Proforma Adjustments

    Penyesuaian proforma dalam laporan posisi             Proforma adjustments in the proforma summary
    keuangan konsolidasian interim ringkasan              interim consolidated statement of financial
    proforma berdasarkan kriteria di atas adalah          position based on the above criteria are as
    sebagai berikut:                                      follows:
     • SAI mengakuisisi Tanah dari TCP dengan             • SAI acquired land from TCP through an
        nilai inbreng sebesar Rp803.556.000.000,              inbreng      transaction      valued      at
        dimana SAI mengkapitalisasi beban BPHTB               Rp803,556,000,000, in which SAI capitalized
        sebesar Rp40.728.475.500 sebagai bagian               the BPHTB expense of Rp40,728,475,500
        dari aset tanah. Atas transaksi ini TCP               as part of the land asset. For this
        sebagai pihak yang melepaskan aset tanah              transaction, TCP, as the party transferring
        juga mencatat beban PPHTB sebagai                     the land asset, also recorded the PPHTB
        sebagai bagian dari aset tanah sebesar                expense as part of the land asset amounting
        Rp20.370.487.500.                                     to Rp20,370,487,500.

    • Penyesuaian kepentingan non-pengendali              • An adjustment to SAI’s non-controlling
      SAI     sebesar   Rp92.754.379.054   atas             interest amounting to Rp92,754,379,054
      terdilusinya saham    non pengendali SAI              arose from the dilution of SAI’s non-
      sebagai dampak dari transaksi inbreng                 controlling shareholders as a result of the
      saham dan tanah dimana SAI menerbitkan                inbreng of shares and land, in which SAI
      33.014 lembar saham baru dengan nilai                 issued 30,014 new shares with a par value
      nominal Rp968.000 per lembar untuk                    of Rp968,000 per share to be allocated to
      dialokasikan ke SSIA dan TCP.                         SSIA and TCP.

    • Penyesuaian     proforma    dengan    pihak         • Proforma adjustments with entities under
      sepengendali telah dieliminasi pada laporan           common control have been eliminated in this
      posisi keuangan konsolidasian interim                 proforma summary interim consolidated
      ringkasan proforma ini.                               statement of financial position.


4. Tanggung Jawab Manajemen dan Penerbitan              4. Management Responsibilities and Issuance of
   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                       Proforma Summary Interim Consolidated
   Interim Ringkasan Proforma                                           Statement of Financial Position

    Laporan posisi keuangan konsolidasian interim        The proforma summary interim consolidated
    ringkasan proforma sepenuhnya merupakan              statement of financial position is entirely the
    tanggung jawab manajemen Perusahaan yang             responsibility of the Company's management
    telah disetujui untuk terbit pada 1 Desember         which have been approved for publication on
    2025.                                                December 1, 2025.




                                                    5

File

File Open PDF
Source IDX
Size4.14 MB
Published3 Dec 2025
Pages150
Characters430,654
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 67 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk p.2 ×83
linked org Surya Semesta p.2 ×16
linked person Amir Abadi Jusuf p.8 ×2
linked person Sonny Satia Negara p.12 ×5
linked person Johannes Suriadjaja p.18 ×6
linked person The Jok Tung p.18 ×5
linked person Wilson Effendy p.18 ×6
linked person Arini Saraswaty Subianto p.21
linked person Kristoforus Paulus Kiarang p.21
linked person Eddy Purwana Wikanta p.24 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.13 ×6
possible org Negara Republik Indonesia p.17 ×12
unresolved org PT Sitiagung Makmur p.2 ×6
unresolved org PT Surya Internusa Hotels p.2 ×2
unresolved org PT Surya Semesta Realti p.2 ×2
unresolved org PT TCP Internusa p.2 ×18
unresolved person Raden Rita Diana Syarifah p.2 ×8
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×10
unresolved org PT Enercon Paradhya p.4 ×2
unresolved org PT Suryalaya Anindita p.4 ×2
unresolved org PT Batiqa Hotel p.4 ×2
unresolved org PT Surya Internusa Hotel p.4 ×2
unresolved org PT Surya Semesta Realti International p.4 ×2
unresolved org PT Ungasan Semesta p.4 ×2
unresolved org PT Surya Internusa p.4 ×4
unresolved org PT Surya Cahaya p.4 ×2
unresolved org PT Surya Bajo Properti p.4 ×2
unresolved org PT Surya Bajo Lestari p.4 ×2
unresolved org PT Indo Indah p.4 ×2
unresolved org Mawar dan Rekan p.8 ×2
unresolved org AAJAMR p.10 ×28
unresolved person Kumala Tjahjani Widodo · Notaris p.12 ×10
unresolved org Bank Indonesia p.13 ×6
unresolved person Jimmy Tanal · Notaris p.15 ×12
unresolved org PT Ungasan Semesta Resort p.15 ×2
unresolved person Umi Sutamto p.17
unresolved org PT Multi Investments Ltd. Akta p.17
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.17 ×5
unresolved org Kementerian p.17
unresolved org PT Arman Investments Utama p.18
unresolved org Intrepid Investments Limited p.18
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Dalam Transaksi p.20
unresolved person Kartini Muljadi p.21 ×3
unresolved person James Herman Rahardjo p.21 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.21 ×7
unresolved org PT Mitra Karya Lentera p.22 ×3
unresolved org PT Enercon Paradhya International p.22 ×4
unresolved org PT Sitiagung Makmur Dalam Transaksi p.22
unresolved org PT Surya Internusa Hotel Dalam Transaksi p.24
unresolved person Akta Notaris Robert Purba p.24
unresolved org PT Surya Semesta Realti Dalam Transaksi p.25
unresolved person Hasbullah Abdul Rasyid p.25
unresolved org PT TCP Internusa Dalam Transaksi p.27
unresolved person Chairil Bahri p.27
unresolved org PT Suryalaya Anindita International II. p.33
unresolved org Pusat Statistik p.37 ×2
unresolved org Departemen Pendapatan p.60
unresolved — Pembat · Penilai p.71 ×8
unresolved org KJPP KR p.89 ×8
unresolved org KJPP SRR p.90 ×2
unresolved org KJPP Kusnanto p.97 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.97 ×2
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.97 ×2
unresolved org PT Suryalaya p.141 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 20057 ms 12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'sebagai berikut:'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai '
                'berikut:',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result