Back to announcement
20251203_SSIA_Informasi Transaksi Afiliasi_31999661_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review SSIASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 150
Page 1
Kusnanto & rekan Independent Business Appraisers License : 2.19.0162 Indonesia
Page 2
No. : 00181/2.0162-00/BS/03/0153/1/XII/2025 1 Desember 2025
Kepada Yth.
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4
Jakarta Selatan 12950
U.p. : Direksi
Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi
Dengan hormat,
Pada tanggal 1 Desember 2025, PT Surya Semesta Internusa Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”), PT Suryalaya Anindita International (selanjutnya disebut “SAI”), PT Sitiagung
Makmur (selanjutnya disebut “SAM”), PT Surya Internusa Hotels (selanjutnya disebut “SIH”),
PT Surya Semesta Realti (selanjutnya disebut “SSR”), dan PT TCP Internusa (selanjutnya
disebut “TCP”) telah melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:
• Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
PT Suryalaya Anindita International No. 5 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SAM”), di
mana Perseroan dan TCP masing-masing telah mengalihkan 467.850.000 saham atau
setara dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari
jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut
“Saham SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI masing-masing sebanyak 6.892
saham baru dan 374 saham baru dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar
(selanjutnya disebut “Transaksi SAM”).
• Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
PT Suryalaya Anindita International No. 6 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SIH”), di
mana Perseroan telah mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan 99,999879%
dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH (selanjutnya
disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 7.506 saham baru
dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi SIH”).
• Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
PT Suryalaya Anindita International No. 7 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SSR”), di
mana Perseroan telah mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan 99,996488%
dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR (selanjutnya
disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 2.330 saham baru
dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi SSR”).
Page 3
• Berdasarkan Akta Pemasukan Ke Dalam Perusahaan No. 18 dan No. 19 tanggal
1 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn.
antara SAI dengan TCP (selanjutnya disebut “ADPD”), di mana TCP telah mengalihkan
aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna Said Blok X – O, Kavling 3 – 4,
Jakarta Selatan 12950 dengan jumlah luas tanah sebesar 8.525,00 m2 (selanjutnya
disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 15.912 saham baru
dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi Tanah”).
Transaksi SAM Transaksi SIH, Transaksi SSR, dan Transaksi Tanah selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Transaksi”.
Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
2
Page 4
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121, nomor
faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:
Perseroan
99,999998% 95,582984%
PT Enercon Paradhya PT TCP Internusa (TCP)
International (EPI)
EPI 4,417016%
94,677165% 99,996575% 99,999874% 49,549550% 99,996440%
PT Suryalaya Anindita
PT Sitiagung Makmur PT Batiqa Hotel PT Surya Internusa Hotel PT Surya Semesta Realti
International (SAI)
(SAM) Manajeman (BHM) (SIH) (SSR)
TCP 27,327327%
TCP 5,322835% SIH 0,003425% TCP 0,000126% EPI 9,909910% TCP 0,003560%
99,999334% 99,600000% 99,996000% 99,990000% 99,993453% 97,408377% 99,800000%
PT Ungasan Semesta PT Surya Internusa PT Surya Internusa PT Surya Cahaya PT Surya Bajo Properti PT Surya Bajo Lestari
PT Indo Indah (II)
Resort (USR) Properti (SIP) Lestari (SIL) Properti (SCP) (SBP) (SBL)
Perseroan 0,000666% USR 0,400000% Perseroan 0,004000% TCP 0,010000% TCP 0,006547% Perseroan 2,591623% TCP 0,200000%
EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.
3
Page 5
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:
No. Keterangan Status Domisili Operasional Kegiatan Usaha
1 EPI Tertutup Indonesia Beroperasi Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
2 TCP Tertutup Indonesia Beroperasi Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
3 SAM Tertutup Indonesia Beroperasi Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
4 USR Tertutup Indonesia Beroperasi Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
5 II Tertutup Indonesia Beroperasi Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
6 BHM Tertutup Indonesia Beroperasi Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
dan penunjang usaha lainnya.
7 SIH Tertutup Indonesia Beroperasi Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
8 SIP Tertutup Indonesia Beroperasi Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
usaha lainnya.
9 SIL Tertutup Indonesia Tidak Beroperasi Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
usaha lainnya
10 SAI Tertutup Indonesia Beroperasi Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
manusia dan aktivitas sosial
11 SSR Tertutup Indonesia Tidak Beroperasi Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
12 SCP Tertutup Indonesia Tidak Beroperasi Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
memenuhi kebutuhan sendiri.
13 SBP Tertutup Indonesia Tidak Beroperasi Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
14 SBL Tertutup Indonesia Tidak Beroperasi Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa
4
Page 6
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan
pasar domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor
properti dan pariwisata nasional.
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
Perseroan telah melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas
Anak Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan
strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh
Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan
Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara
konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh
pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.
Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka melakukan
pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan keputusan,
efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan
dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan
menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat
memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja
keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri
perhotelan.
Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan lokasi yang
strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di
mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat
dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
lahan yang terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan menciptakan tingkat
balikan investasi yang berkesinambungan.
5
Page 7
Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan
konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam
menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan
lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan
pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi
positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
Perseroan telah melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di
bawah SAI, maka Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-
aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan
pemangku kepentingan.
• Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses
pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang
diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan.
Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih
terstruktur dan ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-
aset perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan
kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing
hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.
• Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan lokasi yang
strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”,
di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat
dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
ketersediaan lahan yang terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.
6
Page 8
• Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat
sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SAI
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar 86,786787% pada
tanggal 30 Juni 2025 dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan dan SAI, maka Transaksi
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan (selanjutnya
disebut “AAJAMR”), jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 7.870,44 miliar.
• Berdasarkan Akta SAM, nilai transaksi atas Transaksi SAM adalah sebesar
Rp 366,93 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
30 Juni 2025.
• Berdasarkan Akta SIH, nilai transaksi atas Transaksi SIH adalah sebesar
Rp 379,05 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
30 Juni 2025.
• Berdasarkan Akta SSR, nilai transaksi atas Transaksi SSR adalah sebesar
Rp 117,67 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
30 Juni 2025
• Berdasarkan APDP, nilai transaksi atas Transaksi Tanah adalah sebesar
Rp 803,56 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
30 Juni 2025
7
Page 9
Dengan demikian, nilai transaksi dari Transaksi tersebut di atas mencerminkan kurang dari
20,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 30 Juni 2025 sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi
material, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan dan TCP masing-masing telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran
modal dalam SAI masing-masing sebanyak 6.892 saham baru dan 374 saham baru
dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar sehubungan dengan Transaksi SAM
• Perseroan telah mengalihkan Saham SIH sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
7.506 saham baru dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar sehubungan dengan Transaksi
SIH.
• Perseroan telah mengalihkan Saham SSR sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
2.330 saham baru dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar sehubungan dengan Transaksi
SSR.
• TCP telah mengalihkan Tanah sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 15.912
saham baru dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar sehubungan dengan Transaksi
Tanah.
8
Page 10
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. R/0024.ARC/RHP/2025 tanggal 14 November 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00305/2.1030/AU.1/03/1698-3/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00234/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;
9
Page 11
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00283/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00185/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022 tanggal 31 Maret 2022 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;
7. Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 01330/2.1030/AU.1/05/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;
8. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00477/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian;
9. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00443/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian;
10. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00526/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian;
11. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00245/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;
12. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00224/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/III/2021 tanggal 24 Maret 2021 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;
13. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
14. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
10
Page 12
15. Laporan penilaian 100,000000% saham SAI per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;
16. Laporan penilaian 100,000000% saham SAM per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;
17. Laporan penilaian 99,999874% saham SIH per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;
18. Laporan penilaian 99,996440% saham SSR per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;
19. Akta SAM;
20. Akta SIH;
21. Akta SSR;
22. APDP;
23. Akta Notaris No. 31;
24. Akta Notaris No. 175;
25. Akta Notaris No. 183;
26. Akta Notaris No. 184;
27. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 14
tanggal 12 Juli 2024 oleh Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H.,M.Kn. Notaris di Jakarta
terkait penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan;
28. Anggaran dasar SAI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 7
tanggal 9 Juni 2025 yang dibuat oleh Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Komisaris dan Direksi;
29. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
terkait dengan Transaksi;
30. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
masa mendatang;
31. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;
11
Page 13
32. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
33. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
34. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
35. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
untuk penugasan; dan
36. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum
dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
12
Page 14
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan, SAI, SAM, SIH, dan SSR berdasarkan
anggaran dasar Perseroan, SAI, SAM, SIH, dan SSR.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
13
Page 15
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001 tanggal
17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:
• Berdasarkan Akta Notaris No. 31 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, mengenai peningkatan modal II, struktur pemegang saham II per tanggal
3 September 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Sitiagung Makmur 807 99,876238% 7.341.279.000
PT Ungasan Semesta Resort 1 0,123762% 9.097.000
Jumlah 808 100,000000% 7.350.376.000
14
Page 16
• Berdasarkan Akta Notaris No. 175 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, mengenai peningkatan modal SIH, struktur pemegang saham SIH per tanggal
21 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta Internusa Tbk 823.329 99,999879% 823.329.000.000
PT TCP Internusa 1 0,000121% 1.000.000
Jumlah 823.330 100,000000% 823.330.000.000
• Berdasarkan Akta Notaris No. 183 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, mengenai peningkatan modal SAM, struktur pemegang saham SAM per
tanggal 23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta lnternusa Tbk 467.850.000 94,860097% 467.850.000.000
PT TCP Internusa 25.350.000 5,139903% 25.350.000.000
Jumlah 493.200.000 100,000000% 493.200.000.000
• Berdasarkan Akta Notaris No. 184 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, mengenai peningkatan modal SSR, struktur pemegang saham SSR per tanggal
23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta lnternusa Tbk 85.419.200 99,996488% 85.419.200.000
PT TCP Internusa 3.000 0,003512% 3.000.000
Jumlah 85.422.200 100,000000% 85.422.200.000
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:
I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.
15
Page 17
I. ANALISIS TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT Surya Semesta Internusa Tbk
Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah melakukan transaksi
sebagai berikut:
• Perseroan telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran modal dalam
SAI sebanyak 6.892 saham baru dengan nilai sebesar Rp 348,05 miliar
sehubungan dengan Transaksi SAM.
• Perseroan telah mengalihkan Saham SIH sebagai setoran modal dalam
SAI sebanyak 7.506 saham baru dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar
sehubungan dengan Transaksi SIH.
• Perseroan telah mengalihkan Saham SSR sebagai setoran modal dalam
SAI sebanyak 2.330 saham baru dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar
sehubungan dengan Transaksi SSR.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 30 Juni 2025, Perseroan merupakan entitas induk SAI dengan
kepemilikan efektif sebesar 86,786787%. Latar belakang, manajemen,
kepemilikan saham, dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan didirikan berdasarkan akta Notaris No. 37 tanggal 15 Juni 1971 dari
Ny. Umi Sutamto, S.H., Notaris di Jakarta, dengan nama PT Multi Investments
Ltd. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusannya No. J.A.5/150/16 tanggal
8 September 1971 serta diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik
Indonesia No. 80 tanggal 5 Oktober 1971, Tambahan No. 458.
Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan.
Perubahan terakhir berdasarkan akta dari Notaris Kumala Tjahjani Widodo,
S.H., M.H., M.Kn, No.24 tanggal 13 Juni 2025, tentang penyesuaian maksud
dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan yang laporannya telah dicatat
dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana Surat
No. AHU-AH.01.09-0309222 tanggal 10 Juli 2025.
Perseroan memiliki kantor pusat di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R.
Rasuna Said Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950. Perseroan mulai beroperasi
komersial pada tahun 1971.
16
Page 18
I.A.1.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal 30 Juni 2025
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris merangkap
Komisaris Independen : Hagianto Kumala
Wakil Presiden Komisaris : Crescento Hermawan
Komisaris : Steen Dahl Poulsen
Komisaris : Frans Bedjo Wiantono
Komisaris : Irawan Chandra
Direksi
Presiden Direktur : Johannes Suriadjaja
Wakil Presiden Direktur : The Jok Tung
Direktur : Wilson Effendy
Direktur : Sonny Satia Negara
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Arman Investments Utama 400.826.144 8,52% 50.103.268.000
Intrepid Investments Limited 386.015.600 8,20% 48.251.950.000
PT Persada Capital Investama 369.188.000 7,85% 46.148.500.000
Johannes Suriadjaja 16.722.400 0,36% 2.090.300.000
The Jok Tung 7.776.500 0,17% 972.062.500
Wilson Effendy 5.165.900 0,11% 645.737.500
Sonny Satia Negara 3.293.500 0,07% 411.687.500
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 3.453.331.196 73,39% 431.666.399.500
Saham Treasuri 62.930.200 1,34% 7.866.275.000
Jumlah 4.705.249.440 100,00% 588.156.180.000
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk
mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat,
kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan
utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang
usaha pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi,
perhotelan dan lain-lain.
17
Page 19
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk
mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat,
kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan
utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang
usaha pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi,
perhotelan dan lain-lain.
Prospek usaha Perseroan secara keseluruhan didasarkan pada Visi jangka
panjangnya yaitu “Membangun Indonesia yang lebih baik melalui unit usaha
properti, konstruksi dan perhotelan yang terpadu dan handal, terpercaya dan
berkualitas tinggi di Indonesia.” Dalam upaya mencapai Visi tersebut dan
menjalankan Misi “Menyediakan produk-produk berkualitas dan jasa pelayanan
prima untuk menciptakan nilai yang optimal bagi para pelanggan, pemegang
saham, karyawan dan masyarakat Indonesia”, Perseroan didukung oleh empat
pilar strategis utama, yaitu menjadikan Visi sebagai panduan sasaran,
mendukung kerja sama tim yang agile, digitalisasi, serta integritas. Strategi
yang terlihat jelas dalam pengembangan kawasan terpadu seperti Subang
Smartpolitan bertujuan untuk mengkapitalisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia
yang stabil.
Sektor penopang pendapatan berulang di tengah strategi korporasi yang fokus
pada pembangunan kawasan terpadu dan real estat adalah sektor perhotelan.
SAI memegang peran sebagai pilar pendapatan berulang. Sektor perhotelan
sangat positif, didorong oleh momentum pemulihan pariwisata domestik yang
kuat dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Perseroan memandang
segmen perhotelan bukan hanya sebagai penunjang aset, melainkan sebagai
unit bisnis yang harus beroperasi selaras dengan prinsip korporasi, khususnya
dalam hal digitalisasi dan agility untuk merespons pasar yang dinamis, demi
mewujudkan unit usaha yang terpadu dan berkualitas tinggi.
Sebagai perusahaan yang mengelola aset-aset perhotelan Perseroan, SAI
berfokus pada strategi optimalisasi operasional, yang merupakan kunci dalam
mengembangkan bisnis Perseroan. Prospek SAI didorong oleh langkah
strategis untuk menaikkan posisi portofolio ke segmen yang lebih premium,
melalui renovasi besar dan re-branding properti ikonik. Selain itu, SAI secara
intensif menerapkan sistem penetapan harga yang dinamis dan meningkatkan
kualitas layanan untuk memaksimalkan pendapatan per kamar. Upaya ini
didukung oleh pemasaran yang terarah dan pemanfaatan teknologi untuk
menciptakan pengalaman tamu yang superior dan meningkatkan loyalitas.
18
Page 20
Seluruh upaya peningkatan kinerja aset dan optimalisasi operasional yang
dilakukan SAI memerlukan kerangka kerja yang terintegrasi dan kendali yang
terpusat. Oleh karena itu, Perseroan melakukan Transaksi Restrukturisasi
untuk menempatkan kendali strategis dan operasional penuh atas seluruh
pengembangan bisnis perhotelan secara terpusat pada SAI. Restrukturisasi ini
memastikan bahwa Perseroan dapat mengimplementasikan strategi bisnisnya
secara end-to-end mulai dari Visi Perseroan yaitu membangun Indonesia yang
lebih baik melalui unit usaha properti, konstruksi dan perhotelan yang terpadu
dan handal, terpercaya dan berkualitas tinggi di Indonesia sehingga strategi
dapat dieksekusi dengan efisien dan optimal.
Restrukturisasi sektor perhotelan di bawah SAI merupakan langkah yang
mengkonsolidasikan aset pada unit usaha dengan prospek pertumbuhan kuat.
Dengan terciptanya kendali operasional terpadu pasca-restrukturisasi dan
didukung momentum pasar yang positif, Perseroan diharapkan dapat
mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan yang dimiliki. Hal ini akan
terus mendukung pertumbuhan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan ke
depannya, selaras dengan Misi Perseroan untuk menciptakan nilai optimal bagi
bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan masyarakat Indonesia.
I.A.2. PT Suryalaya Anindita International
Dalam Transaksi, SAI merupakan pihak yang telah melakukan transaksi
sebagai berikut:
• SAI telah menerima pengalihan Saham SAM dari Perseroan dan TCP
sebagai setoran modal SAI masing-masing sebanyak 6.892 saham baru
dan 374 saham baru dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar
sehubungan dengan Transaksi SAM.
• SAI telah menerima pengalihan Saham SIH dari Perseroan sebagai setoran
modal dalam SAI sebanyak 7.506 saham baru dengan nilai sebesar
Rp 379,05 miliar sehubungan dengan Transaksi SIH.
• SAI telah menerima pengalihan Saham SSR dari Perseroan sebagai
setoran modal dalam SAI sebanyak 2.330 saham baru dengan nilai sebesar
Rp 117,67 miliar sehubungan dengan Transaksi SSR.
• SAI telah menerima pengalihan Tanah dari TCP sebagai setoran modal
dalam SAI sebanyak 15.912 saham baru dengan nilai sebesar
Rp 803,56 miliar sehubungan dengan Transaksi Tanah.
19
Page 21
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SAI
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar
86,786787%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan
usaha SAI adalah sebagai berikut:
I.A.2.a. Latar Belakang
SAI didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1
tahun 1967 berdasarkan akta Notaris No. 124 tanggal 11 Maret 1983 dari
Kartini Muljadi, SH, Notaris di Jakarta yang kemudian diubah dengan akta
Notaris No. 37 tanggal 13 Januari 1984 dari James Herman Rahardjo, S.H.
Akta pendirian dan perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-546.HT.01.01.TH.84
tanggal 25 Januari 1984 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 32 tanggal 21 April 1984, Tambahan No. 424.
Anggaran Dasar SAI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta Notaris No. 7 tanggal 9 Juni 2025 dari Kumala Tjahjani Widodo,
S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah diterima
dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0302125 Tahun 2025 tertanggal
24 Juni 2025.
I.A.2.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SAI pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Johannes Suriadjaja
Wakil Presiden Komisaris : Arini Saraswaty Subianto
Komisaris : Kristoforus Paulus Kiarang
Komisaris : Badikenita Sitepu
Direksi
Presiden Direktur : The Jok Tung
Direktur : Baktinendra Prawiro
Direktur : Wilson Effendy
20
Page 22
I.A.2.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SAI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta Internusa Tbk 16.500 49,549550% 15.972.000.000
PT TCP Internusa 9.100 27,327327% 8.808.800.000
PT Mitra Karya Lentera 4.400 13,213213% 4.259.200.000
PT Enercon Paradhya International 3.300 9,909910% 3.194.400.000
Jumlah 33.300 100,000000% 32.234.400.000
I.A.2.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SAI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan dan
rekreasi, dan aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial.
I.A.3. PT Sitiagung Makmur
Dalam Transaksi, SAM merupakan pihak yang atas Saham SAM milik
Perseroan dan TCP telah dialihkan sebagai setoran modal dalam SAI
masing-masing sebanyak 6.892 saham baru dan 374 saham baru dengan
keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar sehubungan dengan Transaksi
SAM. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
SAM merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar
100,000000%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan
usaha SAM adalah sebagai berikut:
I.A.3.a. Latar Belakang
SAM didirikan pada tanggal 3 Mei 1989 berdasarkan akta No. 15 tertanggal
dari Kartini Muljadi, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan
oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. C2-820.HT.01.01-TH.90 tertanggal 17 Februari 1990 serta diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 30 tertanggal 14 April 1990.
21
Page 23
Anggaran dasar SAM telah mengalami beberapa perubahan, terakhir dengan
akta No. 337 tertanggal 23 Desember 2024 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta. Akta perubahan ini telah disahkan Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.03-0016845 Tahun 2025 tertanggal 21 Januari 2025.
I.A.3.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SAM pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Johannes Suriadjaja
Wakil Presiden Komisaris : The Jok Tung
Direksi
Presiden Direktur : Wilson Effendy
Wakil Presiden Direktur : Sonny Satia Negara
I.A.3.c. Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta No. 183, susunan pemegang saham SAM berikut dengan
kepemilikannya adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta lnternusa Tbk 467.850.000 94,860097% 467.850.000.000
PT TCP Internusa 25.350.000 5,139903% 25.350.000.000
Jumlah 493.200.000 100,000000% 493.200.000.000
22
Page 24
I.A.3.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SAM adalah bergerak dalam bidang
pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama SAM
adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama Umana
Bali, LXR Hotels and Resort.
I.A.4. PT Surya Internusa Hotel
Dalam Transaksi, SIH merupakan pihak yang atas Saham SIH milik Perseroan
telah dialihkan sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 7.506 saham baru
dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar sehubungan dengan Transaksi SIH.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SIH
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar
100,000000%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan
usaha SIH adalah sebagai berikut:
I.A.4.a. Latar Belakang
SIH didirikan pada tanggal 5 Maret 2020 berdasarkan Akta Notaris Robert
Purba, S.H., No. 22. Akta pendirian SIH telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
No. AHU-15842.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 26 Maret 2010.
Anggaran dasar SIH telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No.309 tertanggal 20 Desember 2024 dari Jimmy Tanal, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta,
I.A.4.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SIH pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Johannes Suradjaja
Wakil Presiden Komisaris : Eddy Purwana Wikanta
Direksi
Presiden Direktur : Wilson Effendy
Wakil Presiden Direktur : Amir Tjahaja
Direktur : Sonny Satianegara
23
Page 25
I.A.4.c. Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta No. 175, susunan pemegang saham SAM berikut dengan
kepemilikannya adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta Internusa Tbk 823.329 99,999879% 823.329.000.000
PT TCP Internusa 1 0,000121% 1.000.000
Jumlah 823.330 100,000000% 823.330.000.000
I.A.4.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SIH adalah bergerak dalam bidang penyedia
akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas profesional, ilmiah
dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas penyewaan dan sewa guna
usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya.
I.A.5. PT Surya Semesta Realti
Dalam Transaksi, SSR merupakan pihak yang atas Saham SSR milik
Perseroan telah dialihkan sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 2.330
saham baru dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar sehubungan dengan
Transaksi SSR. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen
Perseroan, SSR merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif
sebesar 100,000000%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan
kegiatan usaha SSR adalah sebagai berikut:
I.A.5.a. Latar Belakang
SSR didirikan pada tanggal 19 Mei 2017 berdasarkan Akta No.180 dari
Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan. Akta pendirian
ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0024209.AH.01.01.Tahun
2017 tertanggal 26 Mei 2017 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
No. AHU-0067962.AH.01.11.Tahun 2017 tanggal 26 Mei 2017.
Anggaran Dasar SSR telah mengalami beberapa perubahan, terakhir terkait
dengan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar SSR sebagaimana dituangkan
dalam Akta No. 336 tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat dihadapan Jimmy
Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat
keputusannya No. AHU-AH.01.03-0014305 tanggal 17 Januari 2025 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0006915.AH.01.11.TAHUN 2025
tanggal 17 Januari 2025.
24
Page 26
I.A.5.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SSR pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Johannes Suriadjaja
Komisaris : Eddy Purwana Wikanta
Direksi
Presiden Direktur : Amir Tjahaja
Wakil Presiden Direktur : Soehartono Widjojo
Direktur : Yurianto Gandha
I.A.5.c. Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta No. 184, susunan pemegang saham SSR berikut dengan
kepemilikannya adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta lnternusa Tbk 85.419.200 99,996488% 85.419.200.000
PT TCP Internusa 3.000 0,003512% 3.000.000
Jumlah 85.422.200 100,000000% 85.422.200.000
I.A.5.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SSR adalah bergerak dalam bidang real estate,
pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi, perdagangan besar dan
eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, industri pengolahan,
aktivtas professional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi, aktivitas
keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas rumah tangga
sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan barang dan jasa oleh
rumah tangga yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
25
Page 27
I.A.6. PT TCP Internusa
Dalam Transaksi, TCP merupakan pihak yang telah melakukan transaksi
sebagai berikut:
• TCP telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran modal dalam SAI
sebanyak 374 saham baru dengan nilai sebesar Rp 18,89 miliar
sehubungan dengan Transaksi SAM.
• TCP telah mengalihkan Tanah sebagai setoran modal dalam SAI 15.912
saham baru dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar sehubungan dengan
Transaksi Tanah.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, TCP
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar
100,000000%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan
usaha TCP adalah sebagai berikut:
I.A.6.a. Latar Belakang
TCP didirikan pada tanggal 31 Agustus 1971, sesuai Akta No. 31 dari Chairil
Bahri, S.H. Akta pendirian TCP telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/390/18 tertanggal
17 November 1973.
Anggaran dasar TCP telah mengalami beberapa perubahan, terakhir dengan
Akta No. 248 tertanggal 11 Oktober 2024 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta, mengenai perubahan pasal 3 anggaran dasar TCP
mengenai maksud dan tujuan. Akta perubahan ini telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-0066084.AH.01.02.TAHUN 2024 tertanggal
16 Oktober 2024.
I.A.6.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi TCP pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Johannes Suriadjaja
Wakil Presiden Komisaris : Wilson Effendy
Direksi
Presiden Direktur : The Jok Tung
Wakil Presiden Direktur : Soehartono Widjojo
Direktur : Yurianto Gandha
26
Page 28
I.A.6.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham TCP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta Internusa Tbk 958.120.100 95,582984% 239.530.025.000
PT Enercon Paradhya International 44.276.000 4,417016% 11.069.000.000
Jumlah 1.002.396.100 100,000000% 250.599.025.000
I.A.6.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha TCP adalah bergerak dalam bidang real estate,
pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi, perdagangan besar dan
eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, industri pengolahan,
konsultasi, penyewaan, pengangkutan dan pergudangan, Informasi dan
komunikasi, keuangan dan asuransi, serta jasa lainnya. Saat ini kegiatan utama
TCP adalah sebagai pengelola Plaza Glodok dan pengembang perumahan
Edenhaus di Jakarta.
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
I.B.1. Akta SAM
Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan, TCP, dan SAI telah
menandatangani Akta SAM sehubungan dengan Transaksi SAM. Pokok-pokok
kesepakatan penting dalam Akta SAM adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SAM adalah Perseroan,
TCP, SAI, dan SAM.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SAM adalah Perseroan dan
TCP masing-masing telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran
modal dalam SAI masing-masing sebanyak 6.892 saham baru dan
374 saham baru dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar.
• Hukum yang Berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SAM adalah perjanjian ini diatur
oleh, ditafsirkan, dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara
Republik Indonesia.
27
Page 29
I.B.2. Akta SIH
Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan dan SAI telah menandatangani
Akta SIH sehubungan dengan Transaksi SIH. Pokok-pokok kesepakatan
penting dalam Akta SIH adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SIH adalah Perseroan,
SAI, dan SIH.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SIH adalah Perseroan telah
mengalihkan Saham SIH sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
7.506 saham baru dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar.
• Hukum yang Berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SIH adalah perjanjian ini diatur oleh,
ditafsirkan, dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik
Indonesia.
I.B.3. Akta SSR
Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan dan SAI telah menandatangani
Akta SSR sehubungan dengan Transaksi SSR. Pokok-pokok kesepakatan
penting dalam Akta SSR adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SSR adalah Perseroan,
SAI, dan SSR.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SSR adalah Perseroan telah
mengalihkan Saham SSR sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
2.330 saham baru dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar.
• Hukum yang Berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SSR adalah perjanjian ini diatur
oleh, ditafsirkan, dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara
Republik Indonesia.
28
Page 30
I.B.4. APDP
Pada tanggal 1 Desember 2025, TCP dan SAI telah menandatangani APDP
sehubungan dengan Transaksi Tanah. Pokok-pokok kesepakatan penting
dalam APDP adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan APDP adalah SAI dan TCP.
• Objek dan nilai transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan APDP adalah Perseroan telah
mengalihkan Tanah sebagai setoran modal dalam SAI 15.912 saham baru
dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar.
• Hukum yang Berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan APDP adalah perjanjian ini diatur oleh,
ditafsirkan, dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik
Indonesia.
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi
Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri
pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan telah melakukan
restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak
Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan
hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada
pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan
Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.
29
Page 31
• Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh
Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang
bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
industri perhotelan.
• Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan
lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk
menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan
rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko
bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari
setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan
portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan
memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada
akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.
30
Page 32
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi mungkin memberikan potensi hambatan dalam proses sinergi
atas hasil restrukturisasi internal yang dapat memberikan pengaruh dalam
aktivitas kegiatan usaha sehari-hari sehingga menurunkan kinerja
operasional Perseroan dan Entitas anak Perseroan secara menyeluruh
pada masa yang akan datang.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, bilamana manajemen Perseroan perlu
melakukan suatu proses integrasi atas kegiatan operasional Perseroan dan
SAI yang dalam pelaksanaannya berpotensi meningkatnya biaya
operasional, maka hal tersebut dapat memberikan dampak bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan datang.
• Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan usaha SAI dan entitas
anak Perseroan hasil dari Transaksi pada masa yang akan datang, SAI dan
entitas anak Perseroan masih memerlukan dukungan pendanaan dari
Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang penyediaan
akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan
dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial, SAI
tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
kelangsungan usaha SAI.
31
Page 33
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI
II.A. PT Suryalaya Anindita International
II.A.1. Latar Belakang
SAI didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1
tahun 1967 berdasarkan akta Notaris No. 124 tanggal 11 Maret 1983 dari
Kartini Muljadi, SH, notaris di Jakarta yang kemudian diubah dengan akta
Notaris No. 37 tanggal 13 Januari 1984 dari James Herman Rahardjo, S.H.
Akta pendirian dan perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-546.HT.01.01.TH.84
tanggal 25 Januari 1984 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 32 tanggal 21 April 1984, Tambahan No. 424.
Anggaran Dasar SAI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta Notaris No. 7 tanggal 9 Juni 2025 dari Kumala Tjahjani Widodo,
S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah diterima
dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0302125 Tahun 2025 tertanggal
24 Juni 2025.
Kantor pusat SAI beralamat di Gedung Hotel Gran Melia Jakarta, Jalan H.R.
Rasuna Said Kavling X-0, Jakarta Selatan.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SAI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan dan
rekreasi, dan aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial.
32
Page 34
II.B. Tinjauan Industri Perhotelan
II.B.1. Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia
Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan
yang dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas
permintaan dari layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai
peranan penting sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para
wisatawan untuk berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu
dengan waktu yang relatif lama.
Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
Tahun 2021-2024
(Dalam jutaan kamar)
1.400,00
1.200,00
1.000,00
800,00
600,00
400,00
200,00
-
2021 2022 2023 2024
Jumlah Kamar 591,00 896,00 1.049,00 1.144,00
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pemesanan layanan
penginapan secara global pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024
masing-masing adalah sebesar 591,00 juta kamar, 896,00 juta kamar,
1.049,00 juta kamar, dan 1.144,00 juta kamar. Pada tahun 2022, 2023, dan
2024 jumlah pemesanan layanan penginapan secara global mengalami
peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, masing-masing sebesar
305,00 juta kamar, 153,00 juta kamar, dan 95,00 juta kamar atau setara
dengan 51,61%, 17,08%, dan 9,06%.
33
Page 35
Tingkat Okupansi Hotel Di Dunia
Januari 2025 – Juni 2025
(Dalam Persentase)
80,00
70,00
60,00
50,00
40,00
30,00
20,00
10,00
-
Jan Feb Mar Apr Mei Juni
Asia pasifik 60,00 62,00 66,00 68,00 66,00 65,00
Amerika 54,00 60,00 64,00 64,00 65,00 67,00
Eropa 55,00 63,00 65,00 69,00 74,00 76,00
Timur Tengah 72,00 75,00 59,00 74,00 67,00 60,00
Sumber: Statista
Di samping itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada periode
Februari sampai dengan Juni 2025, Eropa merupakan kawasan dengan
peningkatan tingkat okupansi kamar hotel yang paling konsisten masing-
masing mengalami peningkatan tingkat okupansi sebesar 8,00%, 2,00%,
4,00%, 5,00% dan 2,00%. Sementara tingkat okupansi kamar hotel tertinggi
adalah di Eropa pada bulan Juni 2025 sebesar 76,00% dan rata-rata tingkat
okupansi selama Januari sampai dengan Juni 2025 pada semua kawasan
adalah sebesar 65,42%.
Grafik 6
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
Tahun 2025 – 2030
(Dalam miliar USD)
700,00
600,00
500,00
400,00
300,00
200,00
100,00
-
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Jumlah Pendapatan 455,15 492,36 524,57 559,37 597,19 638,39
Sumber: Statista
34
Page 36
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan pasar perhotelan
tahun 2030 diproyeksikan mencapai USD 638,39 miliar. Kenaikan terus terjadi
pada nilai pendapatan pasar perhotelan di dunia tahun 2026 – 2030
masing-masing mengalami kenaikan sebesar USD 37,21 miliar,
USD 32,21 miliar, USD 34,80 miliar, USD 37,82 miliar, dan USD 41,20 miliar
dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dengan tingkat pertumbuhan
majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 7,00%
dihitung sejak tahun 2025 hingga tahun 2030, pertumbuhan hotel dunia
didorong oleh permintaan tamu hotel akan layanan personal, permintaan yang
tinggi untuk boutique hotel dan bangunan hotel yang ramah lingkungan turut
membawa industri perhotelan menjadi semakin menjanjikan di masa depan.
II.B.2. Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian
wisatawan baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk
dituju. Hotel yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang
perjalanan liburan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang
berkunjung.
Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
Tahun 2021-2024
(Dalam persentase)
60
50
40
30
20
10
0
2021 2022 2023 2024
Tingkat okupansi 36,26 47,35 51,12 52,56
Sumber : Statista
35
Page 37
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, tingkat okupansi hotel di
Indonesia meningkat pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Tingkat okupansi
kamar hotel berbintang di Indonesia pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024
masing-masing adalah sebesar 36,26%, 47,35%, 51,12%, dan 52,56%.
Kenaikan terbesar ada pada tahun 2022 dimana tingkat okupansi kamar hotel
berbintang di Indonesia meningkat 11,09% dibandingkan dengan tahun 2021
yang disebabkan oleh pulih nya sektor pariwisata setelah penurunan yang
disebabkan oleh pandemi Covid-19.
Provinsi dengan Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang terbesar di
Indonesia
Periode Juni 2025
(Dalam persentase)
70,00
60,00
50,00
40,00
30,00
20,00
10,00
-
Kalimantan
Bali DI Yogyakarta DKI Jakarta Jawa Timur
Timur
Tingkat Okupansi 64,66 53,86 52,35 51,81 51,69
Sumber : Badan Pusat Statistik
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, tingkat okupansi
kamar pada hotel berbintang di Indonesia pada bulan Juni 2025 secara
keseluruhan adalah sebesar 49,98%, mengalami penurunan 4,70%
dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata lama
tinggal wisatawan pada hotel berbintang pada Juni 2025 adalah selama
1,59 malam, mengalami penurunan sebesar 0,02% dibandingkan dengan
Juni 2024. Secara umum, turis asing tinggal lebih lama dibandingkan dengan
turis lokal, rata-rata tinggal di hotel berbintang pada Juni 2025 untuk turis asing
dan turis lokal masing-masing adalah sebesar 2,46 malam dan 1,46 malam.
36
Page 38
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
Tahun 2025-2030
(Dalam miliar USD)
12,00
10,00
8,00
6,00
4,00
2,00
-
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Jumlah Pendapatan 5,27 6,88 7,32 8,11 8,97 9,92
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan hotel di Indonesia
pada 2030 di proyeksikan mencapai sebesar USD 9,92 miliar. Proyeksi
pendapatan hotel di Indonesia pada tahun 2026-2030 diperkirakan terus
mengalami peningkatan masing-masing sebesar USD 1,61 miliar,
USD 0,44 miliar, USD 0,79 miliar, USD 0,86 miliar, dan USD 0,95 miliar dengan
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 13,49% antara tahun
2025 sampai 2030. Pendapatan pasar perhotelan di Indonesia diproyeksikan
untuk meningkat setiap tahun nya yang disebabkan oleh industri pariwisata
Indonesia yang terus berkembang dan beragamnya penawaran budaya yang
ditawarkan.
37
Page 39
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk
mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat,
kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan
utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang
usaha pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi,
perhotelan dan lain-lain.
Prospek usaha Perseroan secara keseluruhan didasarkan pada Visi jangka
panjangnya yaitu “Membangun Indonesia yang lebih baik melalui unit usaha
properti, konstruksi dan perhotelan yang terpadu dan handal, terpercaya dan
berkualitas tinggi di Indonesia.” Dalam upaya mencapai Visi tersebut dan
menjalankan Misi “Menyediakan produk-produk berkualitas dan jasa pelayanan
prima untuk menciptakan nilai yang optimal bagi para pelanggan, pemegang
saham, karyawan dan masyarakat Indonesia”, Perseroan didukung oleh empat
pilar strategis utama, yaitu menjadikan Visi sebagai panduan sasaran,
mendukung kerja sama tim yang agile, digitalisasi, serta integritas. Strategi
yang terlihat jelas dalam pengembangan kawasan terpadu seperti Subang
Smartpolitan bertujuan untuk mengkapitalisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia
yang stabil.
Sektor penopang pendapatan berulang di tengah strategi korporasi yang fokus
pada pembangunan kawasan terpadu dan real estat adalah sektor perhotelan.
SAI memegang peran sebagai pilar pendapatan berulang. Sektor perhotelan
sangat positif, didorong oleh momentum pemulihan pariwisata domestik yang
kuat dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Perseroan memandang
segmen perhotelan bukan hanya sebagai penunjang aset, melainkan sebagai
unit bisnis yang harus beroperasi selaras dengan prinsip korporasi, khususnya
dalam hal digitalisasi dan agility untuk merespons pasar yang dinamis, demi
mewujudkan unit usaha yang terpadu dan berkualitas tinggi.
Sebagai perusahaan yang mengelola aset-aset perhotelan Perseroan, SAI
berfokus pada strategi optimalisasi operasional, yang merupakan kunci dalam
mengembangkan bisnis Perseroan. Prospek SAI didorong oleh langkah
strategis untuk menaikkan posisi portofolio ke segmen yang lebih premium,
melalui renovasi besar dan re-branding properti ikonik. Selain itu, SAI secara
intensif menerapkan sistem penetapan harga yang dinamis dan meningkatkan
kualitas layanan untuk memaksimalkan pendapatan per kamar. Upaya ini
didukung oleh pemasaran yang terarah dan pemanfaatan teknologi untuk
menciptakan pengalaman tamu yang superior dan meningkatkan loyalitas.
38
Page 40
Seluruh upaya peningkatan kinerja aset dan optimalisasi operasional yang
dilakukan SAI memerlukan kerangka kerja yang terintegrasi dan kendali yang
terpusat. Oleh karena itu, Perseroan melakukan Transaksi Restrukturisasi
untuk menempatkan kendali strategis dan operasional penuh atas seluruh
pengembangan bisnis perhotelan secara terpusat pada SAI. Restrukturisasi ini
memastikan bahwa Perseroan dapat mengimplementasikan strategi bisnisnya
secara end-to-end mulai dari Visi Perseroan yaitu membangun Indonesia yang
lebih baik melalui unit usaha properti, konstruksi dan perhotelan yang terpadu
dan handal, terpercaya dan berkualitas tinggi di Indonesia sehingga strategi
dapat dieksekusi dengan efisien dan optimal.
Restrukturisasi sektor perhotelan di bawah SAI merupakan langkah yang
mengkonsolidasikan aset pada unit usaha dengan prospek pertumbuhan kuat.
Dengan terciptanya kendali operasional terpadu pasca-restrukturisasi dan
didukung momentum pasar yang positif, Perseroan diharapkan dapat
mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan yang dimiliki. Hal ini akan
terus mendukung pertumbuhan pendapatan yang stabil dan berkelanjutan ke
depannya, selaras dengan Misi Perseroan untuk menciptakan nilai optimal bagi
bagi para pelanggan, pemegang saham, karyawan dan masyarakat Indonesia.
II.D. Alasan Dilakukan Transaksi
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri
pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan telah melakukan
restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak
Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan
hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada
pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan
Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.
39
Page 41
• Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh
Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang
bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
industri perhotelan.
• Dengan melakukan Transaksi Inbreng TCP, SAI telah memperoleh Tanah
dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik
SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal
untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai
dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan
yang terbatas. Transaksi Inbreng TCP diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas
Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko
bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari
setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan
portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan
memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada
akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.
40
Page 42
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi
Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri
pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan telah melakukan
restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak
Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan
hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada
pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan
Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.
• Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh
Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang
bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
industri perhotelan.
• Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan
lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk
menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan
rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.
41
Page 43
• Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko
bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari
setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan
portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan
memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada
akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.
Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:
• Transaksi mungkin memberikan potensi hambatan dalam proses sinergi
atas hasil restrukturisasi internal yang dapat memberikan pengaruh dalam
aktivitas kegiatan usaha sehari-hari sehingga menurunkan kinerja
operasional Perseroan dan Entitas anak Perseroan secara menyeluruh
pada masa yang akan datang.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, bilamana manajemen Perseroan perlu
melakukan suatu proses integrasi atas kegiatan operasional Perseroan dan
SAI yang dalam pelaksanaannya berpotensi meningkatnya biaya
operasional, maka hal tersebut dapat memberikan dampak bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan datang.
• Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan usaha SAI dan entitas
anak Perseroan hasil dari Transaksi pada masa yang akan datang, SAI dan
entitas anak Perseroan masih memerlukan dukungan pendanaan dari
Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang penyediaan
akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan
dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial, SAI
tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
kelangsungan usaha SAI.
42
Page 44
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 telah direviu oleh KAP AAJAMR dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain. Laporan keuangan
konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, dan 2022 telah diaudit oleh KAP AAJAMR
masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain.
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan
hal lain.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30/06/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1.682.307 2.633.758 1.219.049 1.136.027 782.186 850.910
Piutang usaha
Pihak berelasi - - - - 26 -
Pihak ketiga 536.980 597.605 311.038 431.320 417.252 282.706
Tagihan bruto kepada pemberi kerja 745.277 422.475 758.599 751.256 643.330 714.204
Aset keuangan lancar lainnya - pihak ketiga 151.548 153.461 129.446 131.386 114.851 134.221
Piutang retensi 267.458 255.075 372.950 359.644 344.250 422.231
Persediaan 421.235 435.094 313.840 376.227 552.994 489.515
Uang muka 193.949 99.862 30.404 42.796 67.795 50.404
Pajak dibayar di muka 82.360 56.623 64.670 51.733 68.455 49.361
Biaya dibayar di muka 30.021 28.232 34.891 44.481 17.099 10.536
Jumlah Aset Lancar 4.111.134 4.682.185 3.234.886 3.324.869 3.008.237 3.004.088
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 52.841 31.747 19.079 40.624 44.390 21.872
Investasi saham 94 94 93 87 85 90
Investasi pada ventura bersama 34.772 31.914 35.750 86.465 280.022 294.245
Tanah untuk pengembangan 3.958.092 3.303.121 3.092.113 2.894.551 2.431.363 2.246.593
Properti investasi 678.198 703.118 691.243 581.366 692.171 704.212
Aset tetap 1.782.456 1.293.252 1.047.669 1.038.444 1.083.832 1.172.465
Aset hak guna 372.328 69.913 75.607 85.587 93.164 101.797
Uang muka lain-lain 139.851 135.407 94.384 46.310 18.575 4.248
Aset tidak lancar lainnya 37.205 36.549 68.710 44.985 44.530 34.791
Investasi pada entitas asosiasi 78.163 80.105 57.239 44.385 29.969 -
Aset derivatif - - - 101.973 - -
Uang muka investasi - - - - 25.834 -
Piutang dari pihak berelasi - - - - - 35.575
Jumlah Aset Tidak Lancar 7.134.001 5.685.220 5.181.887 4.964.777 4.743.933 4.615.888
JUMLAH ASET 11.245.136 10.367.405 8.416.773 8.289.646 7.752.171 7.619.976
43
Page 45
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30/06/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek 267.622 201.627 149.796 247.823 68.783 246.147
Utang usaha - pihak ketiga 658.485 543.022 531.186 529.246 546.951 532.560
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya - pihak ketiga 76.420 44.475 78.180 70.102 68.309 74.102
Uang muka dari pelanggan 50.754 42.925 23.473 88.152 64.487 49.336
Liabilitas bruto kepada pemberi kerja 1.740 3.048 15.512 15.742 3.879 13.099
Utang pajak 41.842 177.708 93.121 46.283 64.606 43.488
Beban akrual 278.762 69.966 46.871 41.568 34.757 31.939
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Bank dan sindikasi 141.114 77.704 224.670 147.467 159.888 77.584
Utang lain-lain - pihak ketiga 160 159 639 237.466 122.808 122.845
Liabilitas sewa 68.892 17.944 17.615 29.147 19.610 9.558
Utang obligasi - - - - - 389.097
Uang muka proyek 368.678 347.270 322.756 364.748 266.583 214.845
Pendapatan diterima di muka - jangka pendek 34.091 26.275 17.241 13.664 31.179 39.750
Provisi pengembangan tanah dan lingkungan - - - - - 18.338
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.988.559 1.552.123 1.521.061 1.831.408 1.451.840 1.862.688
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya - pihak ketiga 4.829 33.753 27.493 29.362 - -
Liabilitas pajak tangguhan - - 1.008 - - -
Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Bank dan sindikasi 914.855 516.973 2.151.153 1.118.190 1.016.390 592.400
Utang lain-lain - pihak ketiga 64 - 159 796.946 935.870 552.705
Liabilitas sewa 201.018 60.541 66.012 73.322 92.050 96.317
Jaminan dari pelanggan 74.427 38.467 41.717 31.350 23.420 32.887
Liabilitas imbalan kerja 179.503 171.014 163.617 148.535 153.634 199.777
Pendapatan diterima di muka jangka panjang setelah
dikurangi bagian jangka pendek 11.438 860 1.098 1.066 1.085 1.414
Liabilitas derivatif - - - - 27.329 50.714
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.386.135 821.608 2.452.257 2.198.771 2.249.778 1.526.214
JUMLAH LIABILITAS 3.374.694 2.373.731 3.973.319 4.030.179 3.701.618 3.388.901
EKUITAS
Modal saham 588.156 588.156 588.156 588.156 588.156 588.156
Tambahan modal disetor 292.121 291.744 290.375 290.375 290.375 290.375
Cadangan kompensasi berbasis saham 50.224 43.749 - - 508 1.968
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali 1.546.631 1.548.899 187.359 183.313 152.161 147.541
Saham treasuri (28.544) (37.000) (68.013) (71.080) (71.080) (71.080)
Saldo laba 3.054.027 3.164.055 2.986.506 2.826.080 2.653.028 2.851.765
Penghasilan komprehensif lain 4.628 5.423 22.624 23.371 (28.510) (57.483)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 5.507.243 5.605.026 4.007.007 3.840.215 3.584.638 3.751.241
Kepentingan non-pengendali 2.363.198 2.388.648 436.448 419.253 465.915 479.833
JUMLAH EKUITAS 7.870.441 7.993.674 4.443.454 4.259.468 4.050.553 4.231.075
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 11.245.136 10.367.405 8.416.773 8.289.646 7.752.171 7.619.976
III.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
sebesar Rp 11.245,14 miliar, Rp 10.367,41 miliar, Rp 8.416,77 miliar,
Rp 8.289,65 miliar, Rp 7.752,17 miliar, dan Rp 7.619,98 miliar.
Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 877,73 miliar atau setara dengan 8,47% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di
sebabkan oleh kenaikan tagihan bruto kepada pemberi kerja, tanah untuk
pengembangan, dan aset tetap masing-masing sebesar Rp 322,80 miliar,
Rp 654,97 miliar dan Rp 489,20 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan
setara kas sebesar Rp 951,45 miliar.
44
Page 46
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 1.950,63 miliar atau setara dengan 23,18% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama di
sebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, piutang usaha, serta aset tetap
masing-masing sebesar Rp 1.414,71 miliar, Rp 286,57 miliar, dan
Rp 245,58 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 127,13 miliar atau setara dengan 1,53% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama di
sebabkan oleh kenaikan tanah untuk pengembangan dan properti investasi
masing-masing sebesar Rp 197,56 miliar dan Rp 109,88 miliar yang disertai
dengan penurunan piutang usaha dan persediaan masing-masing sebesar
Rp 120,28 miliar dan Rp 62,39 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 537,48 miliar atau setara dengan 6,93% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama di
sebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, tagihan bruto kepada pemberi
kerja, dan tanah untuk pengembangan masing-masing sebesar
Rp 353,84 miliar, Rp 107,93 miliar, dan Rp 463,19 miliar yang disertai dengan
penurunan persediaan dan investasi pada ventura Bersama masing-masing
sebesar Rp 176,77 miliar dan Rp 193,56 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 132,19 miliar atau setara dengan 1,73% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama di
sebabkan oleh kenaikan piutang usaha, persediaan, dan tanah untuk
pengembangan masing-masing sebesar Rp 134,57 miliar, Rp 63,48 miliar, dan
Rp 184,77 miliar yang disertai dengan penurunan tagihan bruto kepada
pemberi kerja, piutang retensi, dan aset tetap masing-masing sebesar
Rp 70,87 miliar, Rp 77,98 miliar, dan Rp 88,63 miliar.
III.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
sebesar Rp 3.374,69 miliar, Rp 2.373,73 miliar, Rp 3.973,32 miliar,
Rp 4.030,18 miliar, Rp 3.701,62 miliar, dan Rp 3.388,90 miliar.
Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah liabilitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 1.000,96 miliar atau setara dengan 42,17% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di
sebabkan oleh kenaikan beban akrual, bank dan sindikasi, serta liabilitas sewa
masing-masing sebesar Rp 208,80 miliar, Rp 461,29 miliar, dan
Rp 191,43 miliar.
45
Page 47
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 1.599,59 miliar atau setara dengan 40,26%
dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023.
Penurunan ini terutama di sebabkan oleh penurunan bank dan sindikasi
sebesar Rp 1.781,15 miliar yang disertai dengan kenaikan pinjaman bank
jangka pendek, utang pajak, dan uang muka proyek masing-masing sebesar
Rp 51,33 miliar, Rp 84,59 miliar, dan Rp 24,51 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 56,86 miliar atau setara dengan 1,41% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
terutama di sebabkan oleh penurunan pinjaman bank jangka pendek, uang
muka dari pelanggan, dan utang lain-lain pihak ketiga masing-masing sebesar
Rp 98,03 juta, Rp 64,68 miliar, dan Rp 1.033,61 miliar yang disertai dengan
kenaikan utang pajak serta bank dan sindikasi masing-masing sebesar
Rp 46,84 miliar dan Rp 1.110,17 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 328,56 miliar atau setara dengan 8,88% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
terutama di sebabkan oleh kenaikan pinjaman bank jangka pendek, bank dan
sindikasi, serta uang muka proyek masing-masing sebesar Rp 179,04 miliar,
Rp 89,38 miliar, dan Rp 98,17 miliar yang disertai dengan penurunan utang
lain-lain - pihak ketiga sebesar Rp 24,27 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 312,72 miliar atau setara dengan 9,23% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini
terutama di sebabkan oleh kenaikan bank dan sindikasi serta utang lain-lain
pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 506,29 miliar dan Rp 383,13 miliar
yang disertai dengan penurunan pinjaman bank jangka pendek dan utang
obligasi masing-masing sebesar Rp 177,36 miliar dan Rp 389,10 miliar.
III.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
sebesar Rp 7.870,44 miliar, Rp 7.993,67 miliar, Rp 4.443,45 miliar,
Rp 4.259,47 miliar, Rp 4.050,55 miliar, dan Rp 4.231,08 miliar.
Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas Perseroan mengalami penurunan
sebesar Rp 123,23 miliar atau setara dengan 1,54% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh dividen sebesar Rp 146,54 miliar yang disertai dengan laba
periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar Rp 13,98 miliar.
46
Page 48
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 3.550,22 miliar atau setara dengan 79,90% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh perubahan kepemilikan pada entitas anak dan laba tahun
berjalan yang dibukukan oleh Perseroan masing-masing sebesar
Rp 3.124,58 miliar dan Rp 448,55 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 183,99 miliar atau setara dengan 4,32% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan dan
kepentingan non-pengendali masing-masing sebesar Rp 231,55 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 208,92 miliar atau setara dengan 5,16% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
Rp 207,92 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 180,52 miliar atau setara dengan 4,27% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh
Perseroan sebesar Rp 191,17 miliar.
III.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
30/06/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan usaha 2.111.802 6.251.910 4.537.654 3.614.941 2.352.909 2.947.321
Beban langsung 1.672.303 4.492.951 3.210.471 2.696.804 1.835.893 2.312.089
Laba bruto 439.499 1.758.959 1.327.183 918.137 517.016 635.232
Beban penjualan (33.133) (134.554) (79.414) (51.799) (22.589) (29.548)
Beban umum dan administrasi (369.300) (689.450) (653.193) (533.203) (432.939) (484.664)
Penghasilan lainnya 91.504 172.890 44.019 275.891 75.146 93.186
Beban lainnya (28.237) (261.922) (49.101) (59.756) (30.597) (40.882)
Laba usaha 100.332 845.923 589.493 549.271 106.038 173.325
Beban pajak final (48.153) (150.409) (96.949) (82.819) (56.562) (75.810)
Beban keuangan (49.296) (188.013) (207.491) (233.945) (222.389) (201.865)
Bagian laba (rugi) entitas asosiasi (1.942) 497 (6.158) (11.956) (10.195) -
Bagian laba (rugi) entitas ventura bersama 1.608 (3.736) (3.795) 2.801 (13.322) 4.105
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan 2.550 504.263 275.101 223.353 (196.431) (100.245)
Manfaat (beban) pajak penghasilan 11.432 (55.714) (43.555) (15.437) 5.258 22.958
Laba (rugi) periode/tahun berjalan 13.982 448.549 231.546 207.916 (191.172) (77.287)
Pendapatan (rugi) komprehensif lainnya (2.525) (17.652) (18.516) 48.249 30.053 (27.840)
Jumlah laba (rugi) komprehensif tahun berjalan 11.457 430.897 213.030 256.164 (161.120) (105.127)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk (39.009) 234.226 176.575 175.815 (200.217) (87.542)
Kepentingan non-pengendali 52.990 214.323 54.971 32.101 9.044 10.255
47
Page 49
III.A.6 Pendapatan Usaha
Pendapatan usaha Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
sebesar Rp 2.111,80 miliar, Rp 6.251,91 miliar, Rp 4.537,65 miliar,
Rp 3.614,94 miliar, Rp 2.352,91 miliar, dan Rp 2.947,32 miliar.
Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.714,26 miliar atau
setara dengan 37,78% dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023.
Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 922,71 miliar atau setara
dengan 25,52% dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.262,03 miliar atau
setara dengan 53,64% dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan usaha Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 594,41 miliar atau
setara dengan 20,17% dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020.
III.A.7. Laba (Rugi) Periode/Tahun Berjalan
Laba periode berjalan Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah sebesar
Rp 13,98 miliar, Rp 448,55 miliar, Rp 231,55 miliar, dan Rp 207,92 miliar. Rugi
tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 191,17 miliar
dan Rp 77,29 miliar.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 217,00 miliar atau setara
dengan 93,72% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 23,63 miliar atau setara
dengan 11,37% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
48
Page 50
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 399,09 miliar atau setara
dengan 208,76% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Rugi tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 113,89 miliar atau setara
dengan 147,35% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
III.A.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
30/06/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 1.884.866 6.393.517 4.497.395 3.595.793 2.425.181 2.730.886
Pembayaran kepada pemasok (2.254.251) (4.879.930) (3.487.172) (3.041.512) (2.155.889) (2.846.715)
Pembayaran kepada karyawan (291.249) (502.292) (466.458) (406.686) (342.617) (389.259)
Pembayaran bunga (43.132) (183.061) (214.041) (227.714) (220.379) (199.674)
Pembayaran bunga liabilitas sewa (9.719) (5.762) (6.220) (1.810) (6.994) (6.645)
Pembayaran pajak penghasilan (93.433) (179.194) (106.536) (100.135) (69.143) (115.500)
Penerimaan klaim restitusi pajak 5.652 18.492 17.036 31.892 - -
Penerimaan kas lainnya dari operasi 31.355 56.371 23.226 (628) 29.052 16.068
Penerimaan kas lainnya untuk operasi (28.281) - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (798.191) 718.141 257.230 (150.800) (340.789) (810.840)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 45.138 54.120 26.292 21.789 22.889 44.430
Hasil penjualan properti investasi 5.370 22.569 1.873 3.454 1.818 4.955
Hasil penjualan aset tetap 390 4.307 3.405 459 932 995
Penerimaan dari hasil ventura bersama (1.250) 100 47.701 3.962 2.259 40.535
Realisasi (penambahan) uang muka dan lain-lain (7.667) (6.085) (81.058) (39.883) (14.314) 19.290
Perolehan properti investasi (1.665) (67.539) (74.481) (59.835) (20.393) (28.630)
Perolehan aset tetap (540.932) (378.506) (86.256) (54.589) (21.504) (65.520)
Penerimaan dari hasil investasi pada nilai wajar - - 1.273 3.716 33.965 80.809
Perolehan investasi pada entitas asosiasi - (22.361) (14.960) - - -
Penempatan investasi pada nilai wajar - (70.088) - - - -
Penambahan uang muka investasi - (119.100) - - (25.834) -
Hasil penjualan investasi pada ventura bersama - - - 432.494 - -
Hasil penjualan investasi pada entitas anak - - - 96.234 - -
Hasil penjualan investasi saham - - - 3 - -
Perolahan investasi pada ventura bersama - - - (4) (1.379) (4.344)
Perolahan investasi pada nilai wajar - - - (7.746) - -
Realisasi kerugian investasi pada nilai wajar - - - - (1.581) 3.512
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (500.617) (582.582) (176.212) 400.054 (23.141) 96.031
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan pinjaman bank jangka pendek 100.843 243.053 113.668 331.757 50.927 137.000
Penambahan pinjaman bank jangka panjang 518.913 63.116 1.302.383 133.997 537.430 9.900
Pembayaran pokok liabilitas sewa (111.219) (12.925) (23.431) (10.798) (1.264) (5.103)
Pembayaran dividen kas entitas anak kepada kepentingan
non-pengendali (77.033) (25.904) (36.156) (12.313) (19.359) (20.522)
Pembayaran pinjaman lain-lain - pihak ketiga (126) (1.195) (950.403) (138.449) (129.688) (302)
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek (34.848) (191.222) (211.700) (155.936) (228.218) (81)
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang (39.375) (1.878.444) (164.229) (46.571) (26.021) (36.836)
Penambahan pinjaman lain-lain - pihak ketiga 192 557 839 1.263 499.450 -
Pengalihan saham treasuri 8.834 32.382 3.067 - - -
Pembayaran biaya pinjaman (19.275) - (30.700) - - -
Pembayaran dividen kas kepada pemegang saham
perusahaan - (55.480) - - - (22.932)
Penerbitan saham baru entitas anak kepada pihak ketiga - 2.929.308 - - - -
Hasil penjualan investasi pada entitas anak - 169.815 - - - -
Pembayaran pokok utang obligasi - - - - (390.000) -
Peningkatan saham treasuri - - - - - (34.961)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 346.904 1.273.061 3.339 102.951 293.257 26.163
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (951.904) 1.408.620 84.357 352.206 (70.673) (688.646)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 454 6.089 (1.335) 1.636 1.949 12.493
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 2.633.758 1.219.049 1.136.027 782.186 850.910 1.527.063
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 1.682.307 2.633.758 1.219.049 1.136.027 782.186 850.910
49
Page 51
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 798,19 miliar, Rp 150,80 miliar,
Rp 340,79 miliar, dan Rp 810,84 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing adalah sebesar Rp 718,14 miliar
dan Rp 257,23 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
Rp 798,19 miliar terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok,
pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran pajak penghasilan
masing-masing sebesar Rp 2.254,25 miliar, Rp 291,25 miliar, dan
Rp 93,43 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar
Rp 1.884,87 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 718,14 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 6.393,52 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 4.879,93 miliar,
Rp 502,29 miliar, dan Rp 183,06 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 257,23 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 4.497,40 miliar
yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 3.487,17 miliar,
Rp 466,46 miliar, dan Rp 214,04 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 150,80 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 3.041,51 miliar,
Rp 406,69 miliar, dan Rp 227,71 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pelanggan dan penerimaan klaim restitusi pajak masing-masing sebesar
Rp 3.595,79 miliar dan Rp 31,89 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 340,79 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 2.155,89 miliar,
Rp 342,62 miliar, dan Rp 220,38 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pelanggan sebesar Rp 2.425,18 miliar.
50
Page 52
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 810,84 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada
karyawan, dan pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 2.846,72 miliar,
Rp 389,26 miliar, dan Rp 199,67 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pelanggan sebesar Rp 2.730,89 miliar.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 500,62 miliar, Rp 582,58 miliar,
Rp 176,21 miliar, dan Rp 23,14 miliar. Aurs kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2022 dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 400,05 miliar
dan Rp 96,03 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
Rp 500,62 miliar terutama berasal dari perolehan aset tetap sebesar
Rp 540,93 miliar yang disertai dengan penerimaan bunga sebesar
Rp 45,14 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 582,58 miliar
terutama berasal dari perolehan properti investasi, perolehan aset tetap, dan
penambahan uang muka investasi masing-masing sebesar Rp 67,54 miliar,
Rp 378,51 miliar, dan Rp 119,10 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 176,21 miliar
terutama berasal dari penambahan uang muka dan lain-lain, perolehan properti
investasi, serta perolehan aset tetap masing-masing sebesar Rp 81,06 miliar,
Rp 74,48 miliar, dan Rp 86,26 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 400,05 miliar
terutama berasal dari hasil penjualan investasi pada ventura bersama sebesar
Rp 432,49 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 23,14 miliar
terutama berasal dari perolehan aset tetap dan penambahan uang muka
investasi masing-masing sebesar Rp 21,50 miliar dan Rp 25,83 miliar yang
disertai dengan penerimaan bunga sebesar Rp 22,89 miliar.
51
Page 53
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 96,03 miliar
terutama berasal dari penerimaan bunga, penerimaan dari hasil ventura
bersama, dan penerimaan dari hasil investasi pada nilai wajar masing-masing
sebesar Rp 44,43 miliar, Rp 40,54 miliar, dan Rp 80,81 miliar yang disertai
dengan perolehan properti investasi dan perolehan aset tetap masing-masing
sebesar Rp 44,30 miliar dan Rp 65,52 miliar.
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
2020 masing-masing adalah sebesar Rp 346,90 miliar, Rp 1.273,06 miliar,
Rp 3,34 miliar, Rp 102,95 miliar, Rp 293,26 miliar, dan Rp 26,16 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendaaan Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar
Rp 346,90 miliar terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka
panjang sebesar Rp 518,91 miliar yang disertai dengan pembayaran pokok
liabilitas sewa dan pembayaran dividen kas entitas anak kepada kepentingan
non-pengendali masing-masing sebesar Rp 111,22 miliar dan Rp 77,03 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.273,06 miliar
terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka pendek, penerbitan
saham baru entitas anak kepada pihak ketiga, serta hasil penjualan investasi
pada anak masing-masing sebesar Rp 243,05 miliar, Rp 2.929,31 miliar, dan
Rp 169,82 miliar yang disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka
pendek dan pembayaran pinjaman bank jangka panjang masing-masing
sebesar Rp 191,22 miliar dan Rp 1.878,44 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 3,34 miliar
terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka panjang sebesar
Rp 1.302,38 miliar yang disertai dengan pembayaran pinjaman lain-lain – pihak
ketiga, pembayaran pinjaman bank jangka pendek, dan pembayaran pinjaman
bank jangka panjang masing-masing sebesar Rp 950,40 miliar,
Rp 211,70 miliar, dan Rp 164,23 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 102,95 miliar
terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka pendek dan
penambahan pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 331,76 miliar dan Rp 134,00 miliar yang disertai dengan pembayaran
pinjaman lain-lain – pihak ketiga, pembayaran pinjaman bank jangka pendek,
dan pembayaran pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 138,45 miliar, Rp 155,94 miliar, dan Rp 46,57 miliar.
52
Page 54
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 293,26 miliar
terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka pendek,
penambahan pinjaman bank jangka panjang, dan penambahan pinjaman
lain-lain – pihak ketiga masing-masing sebesar Rp 50,93 miliar,
Rp 537,43 miliar, dan Rp 499,45 miliar yang disertai dengan pembayaran
pinjaman lain-lain – pihak ketiga, pembayaran pinjaman bank jangka pendek,
dan pembayaran pokok utang obligasi masing-masing sebesar
Rp 129,69 miliar, Rp 228,22 miliar, dan Rp 390,00 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 26,16 miliar
terutama berasal dari penambahan pinjaman bank jangka pendek dan
penambahan pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 137,00 miliar dan Rp 9,90 miliar yang disertai dengan pembayaran
pinjaman bank jangka panjang, pembayaran dividen kas kepada pemegang
saham perusahaan, dan peningkatan saham tresuri masing-masing sebesar
Rp 36,84 miliar, Rp 22,93 miliar, dan Rp 34,96 miliar.
III.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 30/06/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Rasio Likuiditas
Lancar 2,07 3,02 2,13 1,82 2,07 1,61
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,38 0,60 0,54 0,44 0,30 0,39
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,70 0,77 0,53 0,51 0,52 0,56
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,30 0,23 0,47 0,49 0,48 0,44
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,43 0,30 0,89 0,95 0,91 0,80
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 20,81% 28,13% 29,25% 25,40% 21,97% 21,55%
Marjin laba usaha 4,75% 13,53% 12,99% 15,19% 4,51% 5,88%
Marjin laba (rugi) bersih 0,66% 7,17% 5,10% 5,75% -8,12% -2,62%
Laba usaha terhadap jumlah aset 1,78% 8,16% 7,00% 6,63% 1,37% 2,27%
Imbal hasil aset 0,25% 4,33% 2,75% 2,51% -2,47% -1,01%
Laba usaha terhadap ekuitas 2,55% 10,58% 13,27% 12,90% 2,62% 4,10%
Imbal hasil ekuitas 0,36% 5,61% 5,21% 4,88% -4,72% -1,83%
III.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
rasio perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,38; 0,60; 0,54; 0,44;
0,30; dan 0,39.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio ekuitas
terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,70; 0,77; 0,53; 0,51; 0,52; dan
0,56.
53
Page 55
III.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,30;
0,23; 0,47; 0,49; 0,48; dan 0,44, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
ekuitas masing-masing adalah 0,43; 0,30; 0,89; 0,95; 0,91; dan 0,80.
III.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022,
masing-masing adalah sebesar 0,25%, 4,33%, 2,75%, dan 2,51%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022,
masing-masing adalah sebesar 0,36%, 5,61%, 5,21%, dan 4,88%.
54
Page 56
III.B. Analisis atas Kinerja Historis SAI
Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2025 telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian dan hal lain. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 telah diaudit oleh
KAP AAJAMR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2021 dan 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.
Ikhtisar data keuangan penting SAI adalah sebagai berikut:
III.B.1. Laporan Posisi Keuangan
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30/06/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 75.580 200.687 164.144 82.248 13.307 41.124
Piutang usaha
Pihak berelasi - - - 455 319 319
Pihak ketiga 7.291 6.022 25.255 20.636 7.704 5.492
Piutang lain-lain
Pihak berelasi - - 902 741 785 1.001
Pihak ketiga 235 256 374 202 65 608
Persediaan 4.931 4.247 12.058 10.940 5.137 3.266
Uang muka 1.116 626 1.069 1.370 153 118
Biaya dibayar di muka 5.591 5.892 3.891 3.565 2.534 2.309
Pajak dibayar di muka 3.206 - - - - -
Jumlah Aset Lancar 97.949 217.730 207.693 120.158 30.005 54.237
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian aset tetap 10.316 4.346 1.847 8.295 2.045 1.837
Aset tetap 572.624 246.753 220.208 229.172 247.389 286.338
Aset hak guna 363.527 60.974 68.291 76.986 84.436 91.886
Piutang karyawan 254 304 404 296 215 332
Uang jaminan 754 674 663 558 534 657
Biaya ditangguhkan 1.502 1.585 1.778 1.971 2.162 2.714
Aset pajak tangguhan - neto 24.031 810 - 30.212 39.286 13.253
Taksiran tagihan pajak - - - 3.253 14.798 13.377
Jumlah Aset Tidak Lancar 973.008 315.446 293.190 350.743 390.866 410.395
JUMLAH ASET 1.070.957 533.176 500.883 470.901 420.871 464.632
55
Page 57
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 30/06/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek 10.765 6.004 - 6.788 32.224 49.997
Utang usaha 6.241 6.611 21.700 15.729 8.280 3.486
Utang lain-lain
Pihak berelasi 309 309 309 23.609 309 309
Pihak ketiga 9.296 20.987 48.827 53.608 34.211 34.899
Utang pajak 6.590 33.452 16.478 10.321 4.087 3.559
Beban akrual 11.255 14.497 18.369 11.172 4.840 3.551
Pendapatan diterima di muka 544 749 1.285 1.219 1.568 1.606
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
Pinjaman bank - - 49.615 40.870 33.691 30.857
Liabilitas sewa 67.882 17.068 17.535 27.384 18.713 8.640
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 112.881 99.678 174.118 190.699 137.923 136.904
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun
Liabilitas sewa 198.935 58.514 64.506 71.933 89.537 92.983
Pinjaman bank 455.661 - - 78.134 85.131 8.917
Liabilitas pajak tangguhan - neto - - 1.008 - - -
Liabilitas imbalan kerja 30.295 28.124 26.895 31.883 38.233 58.745
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 684.892 86.638 92.409 181.950 212.901 160.645
JUMLAH LIABILITAS 797.773 186.316 266.527 372.650 350.823 297.548
EKUITAS
Modal saham 32.234 32.234 32.234 32.234 32.234 32.234
Tambahan modal disetor 62.722 62.722 62.722 62.722 62.722 62.722
Saldo laba (defisit) 178.228 251.904 139.399 3.295 (24.909) 72.128
JUMLAH EKUITAS 273.184 346.860 234.355 98.251 70.047 167.084
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 1.070.957 533.176 500.883 470.901 420.871 464.632
III.B.2. Aset
Jumlah aset SAI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024,
2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 1.070,96 miliar, Rp 533,18 miliar, Rp 500,88 miliar, Rp 470,90 miliar,
Rp 420,87 miliar, dan Rp 464,63 miliar.
Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
Rp 537,78 miliar atau setara dengan 100,86% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
kenaikan aset tetap dan aset hak guna masing-masing sebesar
Rp 325,87 miliar dan Rp 302,55 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan
setara kas Rp 125,11 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
Rp 32,29 miliar atau setara dengan 6,45% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
kenaikan kas dan setara kas, uang muka pembelian aset tetap, dan aset tetap
masing-masing sebesar Rp 36,54 miliar, Rp 2,50 miliar, dan Rp 26,55 miliar
yang disertai dengan penurunan piutang usaha, persediaan, dan aset hak guna
masing-masing sebesar Rp 19,23 miliar, Rp 7,81 miliar, dan Rp 7,32 miliar.
56
Page 58
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
Rp 29,98 miliar atau setara dengan 6,37% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
kenaikan kas dan setara kas serta piutang usaha masing-masing sebesar
Rp 81,90 miliar dan Rp 4,16 miliar yang disertai dengan penurunan aset tetap,
aset hak guna, dan aset pajak tangguhan neto masing-masing sebesar
Rp 8,96 miliar, Rp 8,70 miliar, dan Rp 30,21 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
Rp 50,03 miliar atau setara dengan 11,89% dibandingkan dengan jumlah aset
pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan terutama di sebabkan oleh
kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp 68,94 miliar yang disertai dengan
penurunan aset tetap sebesar Rp 18,22 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset SAI mengalami penurunan
sebesar Rp 43,76 miliar atau setara dengan 9,42% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama di
sebabkan oleh penurunan kas dan setara kas, aset tetap, serta aset hak guna
masing-masing sebesar Rp 27,82 miliar, Rp 38,95 miliar, dan Rp 7,45 miliar
yang disertai dengan kenaikan piutang usaha, persediaan, dan aset pajak
tangguhan – neto masing-masing sebesar Rp 2,21 miliar, Rp 1,87 miliar, dan
Rp 26,03 miliar.
III.B.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas SAI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 797,77 miliar,
Rp 186,32 miliar, Rp 266,53 miliar, Rp 372,65 miliar, Rp 350,82 miliar, dan
Rp 297,55 miliar.
Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah liabilitas SAI mengalami kenaikan sebesar
Rp 611,46 miliar atau setara dengan 328,18% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di sebabkan
oleh kenaikan liabilitas sewa dan pinjaman bank masing-masing sebesar
Rp 191,24 miliar dan Rp 455,66 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas SAI mengalami penurunan
sebesar Rp 80,21 miliar atau setara dengan 30,09% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama di
sebabkan oleh penurunan utang lain-lain, beban akrual, dan pinjaman bank
masing-masing sebesar Rp 27,84 miliar, Rp 3,87 miliar, dan Rp 49,62 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas SAI mengalami penurunan
sebesar Rp 106,12 miliar atau setara dengan 28,48% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama di
sebabkan oleh penurunan utang lain-lain, pinjaman bank, dan liabilitas sewa
masing-masing sebesar Rp 28,08 miliar, Rp 69,39 miliar, dan Rp 17,28 miliar
yang disertai dengan kenaikan beban akrual sebesar Rp 7,20 miliar.
57
Page 59
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas SAI mengalami kenaikan
sebesar Rp 21,83 miliar atau setara dengan 6,22% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama di
sebabkan oleh kenaikan utang lain-lain, utang pajak, dan beban akrual
masing-masing sebesar Rp 42,70 miliar, Rp 6,23 miliar, dan Rp 6,33 miliar,
yang disertai dengan penurunan pinjaman bank dan liabilitas sewa
masing-masing sebesar Rp 25,25 miliar dan Rp 8,93 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas SAI mengalami kenaikan
sebesar Rp 53,28 miliar atau setara dengan 17,90% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama di
sebabkan oleh kenaikan pinjaman bank sebesar Rp 79,05 miliar yang disertai
dengan penurunan liabilitas imbalan kerja sebesar Rp 20,51 miliar.
III.B.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas SAI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 273,18 miliar,
Rp 346,86 miliar, Rp 234,36 miliar, Rp 98,25 miliar, Rp 70,05 miliar, dan
Rp 167,08 miliar.
Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas SAI mengalami penurunan sebesar
Rp 73,68 miliar atau setara dengan 21,24% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh rugi bersih periode berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar
Rp 71,99 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SAI mengalami kenaikan
sebesar Rp 112,51 miliar atau setara dengan 48,01% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar
Rp 117,16 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SAI mengalami kenaikan
sebesar Rp 136,10 miliar atau setara dengan 138,53% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar
Rp 139,38 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SAI mengalami kenaikan
sebesar Rp 28,20 miliar atau setara dengan 40,26% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar
Rp 30,12 miliar.
58
Page 60
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SAI mengalami penurunan
sebesar Rp 97,04 miliar atau setara dengan 58,08% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar
Rp 97,92 miliar.
III.B.5. Laporan Laba Rugi Komprehensif
(Dalam jutaan Rupiah)
30/06/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan usaha departemen 72.406 673.406 727.160 454.315 104.980 133.870
Biaya dan beban departemen 56.321 237.996 253.155 169.565 72.933 102.439
Laba departemen 16.085 435.410 474.004 284.750 32.047 31.431
Beban umum dan administrasi (101.526) (230.980) (227.466) (188.377) (126.455) (156.253)
Beban penjualan dan pemasaran (10.867) (47.862) (46.841) (29.649) (9.328) (13.791)
Beban lain-lain (1.266) (6.240) (10.031) (5.981) (5.505) (5.171)
Penghasilan lain-lain 16.838 7.986 2.534 231 1.258 19.969
Laba (rugi) sebelum beban keuangan (80.735) 158.313 192.201 60.974 (107.982) (123.816)
Beban bunga dan keuangan (13.995) (6.403) (14.056) (21.242) (16.220) (9.920)
Laba (rugi) sebelum pajak (94.730) 151.910 178.145 39.732 (124.202) (133.735)
Beban (manfaat) pajak penghasilan 22.745 (34.754) (38.770) (9.614) 26.282 30.530
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan (71.985) 117.156 139.375 30.118 (97.920) (103.205)
Penghasilan (beban) komprehensif lainnya (1.691) (4.651) (3.271) (1.914) 883 (187)
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan (73.676) 112.505 136.104 28.204 (97.037) (103.392)
III.B.6 Pendapatan Usaha Departemen
Pendapatan usaha departemen SAI untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
sebesar Rp 72,41 miliar, Rp 673,41 miliar, Rp 727,16 miliar, Rp 454,32 miliar,
Rp 104,98 miliar, dan Rp 133,87 miliar.
Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 53,75 miliar atau setara
dengan 7,39% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 272,84 miliar atau setara
dengan 60,06% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 349,34 miliar atau setara
dengan 332,76% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 28,89 miliar atau setara
dengan 21,58% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
59
Page 61
III.B.7. Laba (Rugi) Bersih Periode/Tahun Berjalan
Rugi bersih periode berjalan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 71,99 miliar,
Rp 97,92 miliar, dan Rp 103,21 miliar. Laba bersih periode berjalan SAI untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022
masing-masing adalah sebesar Rp 117,16 miliar, Rp 139,38 miliar, dan
Rp 30,12 miliar.
Laba bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 22,22 miliar atau setara
dengan 15,94% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Laba bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 109,26 miliar atau setara
dengan 362,76% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 128,04 miliar atau setara
dengan 130,76% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Rugi bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 5,29 miliar atau setara
dengan 5,12% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
60
Page 62
III.B.8. Laporan Arus Kas
(Dalam jutaan Rupiah)
30/06/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 71.188 691.828 722.823 440.816 103.446 152.305
Pembayaran kepada pemasok dan lainnya (75.189) (370.219) (338.929) (195.466) (169.268) (229.165)
Pembayaran kepada karyawan (77.331) (155.881) (138.905) (116.502) - -
Pembayaran beban bunga dan keuangan (8.300) (675) (8.272) (14.625) (8.748) (4.388)
Pembayaran beban bunga liabilitas sewa (9.597) (5.538) (5.963) (6.400) (6.627) (6.252)
Pembayaran pajak penghasilan (29.081) (5.658) (1.160) - (1.895) (14.976)
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya (264) 108 524 (160) - -
Penerimaan tagihan pajak penghasilan - - 3.253 13.099 - -
Penerimaan bunga - - - - 223 776
Penerimaan kas lainnya - - - - 1.078 9.346
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (128.574) 153.964 233.371 120.763 (81.791) (92.354)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penambahan aset tetap (336.158) (65.366) (19.864) (28.529) (5.513) (22.004)
Penerimaan bunga 1.711 4.271 1.904 176 - -
Hasil penjualan aset tetap 244 1.804 68 136 12 27
Kenaikan (penurunan) uang muka pembelian aset tetap - (6.696) (9.546) (6.250) (208) 11.089
Kenaikan (penurunan) utang pihak berelasi - 902 (23.461) 23.344 - -
Penurunan (kenaikan) piutang karyawan - - - - 117 146
Penurunan (kenaikan) uang jaminan - - - - 123 (4)
Penurunan biaya ditangguhkan - - - - - 192
Perolehan uang muka lain-lain (12.430) - - - - -
Penambahan bangunan dalam penyelesaian - - - - (1.441) (11.546)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (346.633) (65.085) (50.898) (11.123) (6.910) (22.101)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penambahan pinjaman bank 476.145 6.004 128 19.996 97.327 59.897
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang (15.723) (50.057) (76.468) (45.433) (36.450) (10.655)
Pembayaran liabilitas sewa (110.601) (11.997) (23.240) (15.332) - (3.966)
Penambahan utang pihak berelasi - - - - - 22.015
Pembayaran utang pihak berelasi - - - - - (22.015)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 349.821 (56.050) (99.580) (40.769) 60.877 45.276
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (125.386) 32.829 82.893 68.871 (27.824) (69.179)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 278 3.715 (997) 70 7 15
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 200.687 164.144 82.248 13.307 41.124 110.288
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 75.580 200.687 164.144 82.248 13.307 41.124
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing
adalah sebesar Rp 128,57 miliar, Rp 81,79 miliar dan Rp 92,35 miliar. Arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah
sebesar Rp 153,96 miliar, Rp 233,37 miliar, dan Rp 120,76 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 128,57 miliar
terutama berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya, pembayaran
kepada karyawan, serta pembayaran pajak penghasilan masing-masing
sebesar Rp 75,19 miliar, Rp 77,33 miliar, dan Rp 29,08 miliar yang disertai
dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 71,19 miliar.
61
Page 63
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 153,96 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 691,83 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran kepada
karyawan masing-masing sebesar Rp 370,22 miliar dan Rp 155,88 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 233,37 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 722,82 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya dan pembayaran kepada
karyawan masing-masing sebesar Rp 338,93 miliar dan Rp 138,91 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 120,76 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 440,82 miliar yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok dan lainnya dan pembayaran kepada
karyawan masing-masing sebesar Rp 195,47 miliar dan Rp 116,50 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 81,79 miliar pembayaran
kepada pemasok dan lainnya, pembayaran beban bunga dan keuangan, serta
pembayaran beban bunga dan liabilitas sewa masing-masing sebesar
Rp 169,27 miliar, Rp 8,75 miliar, dan Rp 6,63 miliar yang disertai dengan
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 103,45 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 92,35 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran
pajak penghasilan masing-masing sebesar Rp 229,17 miliar dan
Rp 14,98 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar
Rp 152,31 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 346,63 miliar, Rp 65,09 miliar,
Rp 50,90 miliar, Rp 11,12 miliar, Rp 6,91 miliar, dan Rp 22,10 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 346,63 miliar
terutama berasal dari penambahan aset tetap dan perolehan uang muka
lain-lain masing-masing sebesar Rp 336,16 miliar dan Rp 12,43 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 65,09 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 65,37 miliar.
62
Page 64
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 50,90 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap, penurunan uang muka pembelian aset
tetap, dan penurunan utang pihak berelasi masing-masing sebesar
Rp 19,86 miliar, Rp 9,55 miliar, dan Rp 23,46 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 11,12 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap dan penurunan uang muka pembelian
aset tetap masing-masing sebesar Rp 28,53 miliar dan Rp 6,25 miliar yang
disertai dengan kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 23,34 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 6,91 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap dan penambahan bangunan dalam
penyelesaian masing-masing sebesar Rp 5,51 miliar dan Rp 1,44 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 22,10 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap dan penambahan bangunan dalam
penyelesaian masing-masing sebesar Rp 22,00 miliar dan Rp 11,55 miliar yang
disertai dengan kenaikan uang muka pembelian aset tetap sebesar
Rp 11,09 miliar.
Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing
adalah sebesar Rp 349,82 miliar, Rp 60,88 miliar dan Rp 45,28 miliar. Arus kas
bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022
masing-masing adalah sebesar Rp 56,05 miliar, Rp 99,58 miliar, dan
Rp 40,77 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 349,82 miliar
terutama berasal dari penambahan pinjaman bank sebesar Rp 476,15 miliar
yang disertai dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 110,60 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 56,05 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan
pembayaran liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 50,06 miliar dan
Rp 12,00 miliar yang disertai dengan penambahan pinjaman bank jangka
pendek sebesar Rp 6,00 miliar.
63
Page 65
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 99,58 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan
pembayaran liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 76,47 miliar dan
Rp 23,24 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 40,77 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan
pembayaran liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 45,43 miliar dan
Rp 15,33 miliar yang disertai dengan penambahan pinjaman bank jangka
pendek sebesar Rp 20,00 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 60,88 miliar terutama
berasal dari penambahan pinjaman bank sebesar Rp 97,33 miliar yang disertai
dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 36,45 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 45,28 miliar terutama
berasal dari penambahan pinjaman bank dan penambahan utang pihak
berelasi masing-masing sebesar Rp 59,90 miliar dan Rp 22,02 miliar yang
disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan pembayaran
utang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 10,66 miliar dan
Rp 22,02 miliar.
III.B.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 30/06/25 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Rasio Likuiditas
Lancar 0,87 2,18 1,19 0,63 0,22 0,40
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,14 1,26 1,45 0,96 0,25 0,29
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,26 0,65 0,47 0,21 0,17 0,36
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,74 0,35 0,53 0,79 0,83 0,64
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 2,92 0,54 1,14 3,79 5,01 1,78
Rasio Profitabilitas
Marjin laba (rugi) bersih -99,42% 17,40% 19,17% 6,63% -93,27% -77,09%
Imbal hasil aset -13,44% 21,97% 27,83% 6,40% -23,27% -22,21%
Imbal hasil ekuitas -52,70% 33,78% 59,47% 30,65% -139,79% -61,77%
64
Page 66
III.B.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SAI dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SAI. Pada tanggal-tanggal
30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,14; 1,26; 1,45; 0,96; 0,25; dan
0,29.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SAI
terhadap jumlah aset SAI. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025,
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah
aset masing-masing adalah 0,26; 0,65; 0,47; 0,21; 0,17; dan 0,36.
III.B.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan SAI untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,74;
0,35; 0,53; 0,79; 0,83; dan 0,64, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap
ekuitas pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah 2,92; 0,54; 1,14; 3,79; 5,01; dan 1,78.
III.B.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SAI dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya. Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 imbal hasil aset SAI
masing-masing adalah sebesar 21,97%, 27,83%, dan 6,40%
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SAI dalam menghasilkan
laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 imbal hasil ekuitas SAI
masing-masing adalah sebesar 33,78%, 59,47%, dan 30,65%.
65
Page 67
III.C. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
disusun oleh manajemen Perseroan.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 30 Juni 2025:
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 30/06/25 Penyesuaian
Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1.682.307 - 1.682.307
Piutang usaha - pihak ketiga 536.980 - 536.980
Tagihan bruto kepada pemberi kerja 745.277 - 745.277
Aset keuangan lancar lainnya - pihak ketiga 151.548 - 151.548
Piutang retensi 267.458 - 267.458
Persediaan 421.235 - 421.235
Uang muka 193.949 - 193.949
Pajak dibayar di muka 82.360 - 82.360
Biaya dibayar di muka 30.021 - 30.021
Jumlah Aset Lancar 4.111.134 - 4.111.134
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 52.841 - 52.841
Investasi pada entitas asosiasi 78.163 - 78.163
Investasi saham 94 - 94
Investasi pada ventura bersama 34.772 - 34.772
Tanah untuk pengembangan 3.958.092 - 3.958.092
Properti investasi 678.198 (183.216) 494.982
Aset tetap 1.782.456 244.315 2.026.771
Aset hak guna 372.328 - 372.328
Uang muka lain-lain 139.851 - 139.851
Aset tidak lancar lainnya 37.205 - 37.205
Jumlah Aset Tidak Lancar 7.134.001 61.099 7.195.100
JUMLAH ASET 11.245.136 61.099 11.306.234
66
Page 68
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 30/06/25 Penyesuaian
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek 267.622 - 267.622
Utang usaha - pihak ketiga 658.485 - 658.485
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya - pihak ketiga 76.420 - 76.420
Uang muka dari pelanggan 50.754 - 50.754
Liabilitas bruto kepada pemberi kerja 1.740 - 1.740
Utang pajak 41.842 61.099 102.941
Beban akrual 278.762 - 278.762
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Bank dan sindikasi 141.114 - 141.114
Utang lain-lain - pihak ketiga 160 - 160
Liabilitas sewa 68.892 - 68.892
Uang muka proyek 368.678 - 368.678
Pendapatan diterima di muka - jangka pendek 34.091 - 34.091
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.988.559 61.099 2.049.658
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya - pihak ketiga 4.829 - 4.829
Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Bank dan sindikasi 914.855 - 914.855
Utang lain-lain - pihak ketiga 64 - 64
Liabilitas sewa 201.018 - 201.018
Jaminan dari pelanggan 74.427 - 74.427
Liabilitas imbalan kerja 179.503 - 179.503
Pendapatan diterima di muka jangka panjang setelah
dikurangi bagian jangka pendek 11.438 - 11.438
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1.386.135 - 1.386.135
JUMLAH LIABILITAS 3.374.694 61.099 3.435.793
EKUITAS
Modal saham 588.156 - 588.156
Tambahan modal disetor 292.121 - 292.121
Cadangan kompensasi berbasis saham 50.224 - 50.224
Selisih transaksi dengan pihak non-pengendali 1.546.631 (92.754) 1.453.876
Saham treasuri (28.544) - (28.544)
Saldo laba 3.054.027 - 3.054.027
Penghasilan komprehensif lain 4.628 - 4.628
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk 5.507.243 (92.754) 5.414.489
Kepentingan non-pengendali 2.363.198 92.754 2.455.952
JUMLAH EKUITAS 7.870.441 - 7.870.441
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 11.245.136 61.099 11.306.234
67
Page 69
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 30/06/25 Penyesuaian
Transaksi
Pendapatan usaha 2.111.802 - 2.111.802
Beban langsung 1.672.303 - 1.672.303
Laba kotor 439.499 - 439.499
Beban penjualan (33.133) - (33.133)
Beban umum dan administrasi (369.300) - (369.300)
Penghasilan lainnya 91.504 - 91.504
Beban lainnya (28.237) - (28.237)
Laba usaha 100.332 - 100.332
Beban pajak final (48.153) - (48.153)
Beban keuangan (49.296) - (49.296)
Bagian laba (rugi) entitas asosiasi (1.942) - (1.942)
Bagian laba (rugi) entitas ventura bersama 1.608 - 1.608
Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan 2.550 - 2.550
Manfaat (beban) pajak penghasilan 11.432 - 11.432
Laba bersih tahun berjalan 13.982 - 13.982
Pendapatan komprehensif lainnya (2.525) - (2.525)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 11.457 - 11.457
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk (39.009) - (39.009)
Kepentingan non-pengendali 52.990 - 52.990
68
Page 70
III.D. Analisis atas Laporan Penilaian Saham
III.D.1 Analisis atas Laporan Penilaian 100,000000% Saham SAI
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
penilai independen atas nilai pasar 100,000000% saham SAI. Hasil penilaian
atas 100,000000% saham SAI tersebut tertuang dalam laporan penilaian
100,000000% saham SAI dengan No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan, SAI,
SAM, SIH, SSR, dan TCP.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,000000% saham SAI.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.
69
Page 71
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen
SAI. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
dikembangkan berdasarkan kinerja SAI pada tahun-tahun sebelumnya dan
berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar
dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SAI yang dinilai pada
saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SAI
yang dinilai. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SAI dan
informasi manajemen SAI terhadap proyeksi laporan keuangan SAI
tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SAI dan
kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan,
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan SAI atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SAI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.
70
Page 72
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
operasional SAI.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAI
berdasarkan anggaran dasar SAI.
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh SAI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
dengan perkiraan atas perkembangan usaha SAI. Dalam melaksanakan
penilaian dengan metode ini, operasi SAI diproyeksikan sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha SAI. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto
yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari
arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
pasar liabilitas.
71
Page 73
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
pihak manajemen Perseroan dan SAI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.
72
Page 74
III.D.2 Analisis atas Laporan Penilaian 100,000000% Saham SAM
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
penilai independen atas nilai pasar 100,000000% saham SAM. Hasil penilaian
atas 100,000000% saham SAM tersebut tertuang dalam laporan penilaian
100,000000% saham SAM dengan No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SAM adalah Perseroan,
SAI, TCP dan SAM.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,000000% saham SAM.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan II yang disusun oleh
manajemen II. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai
asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja II pada tahun-tahun sebelumnya
dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami
telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut
agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja II yang dinilai pada
saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja II
yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary
duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis II dan informasi
manajemen II terhadap proyeksi laporan keuangan II tersebut. Kami juga
bertanggung jawab atas laporan penilaian SAM dan kesimpulan nilai akhir.
73
Page 75
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan SAM atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SAM bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SAM.
74
Page 76
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAM
berdasarkan anggaran dasar SAM.
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method), metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly traded company
method), dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan (capitalized excess
earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh II di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha II. Dalam melaksanakan penilaian
dengan metode ini, operasi II diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha II. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan
tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam
penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak
diperoleh informasi mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan
aset yang setara, namun diperkirakan data saham perusahaan terbuka
yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai saham
yang dimiliki oleh SAM dan USR.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian
II merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset.
Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).
75
Page 77
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten,
lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
siap bekerja dan daftar langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak
berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap
aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas
yang telah disesuaikan.
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan
yang dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang
diharapkan merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset
berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara
mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan
nilai aset takberwujud.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
pihak manajemen Perseroan dan SAM. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 366,89 miliar.
76
Page 78
III.D.3 Analisis atas Laporan Penilaian 99,999874% Saham SIH
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
penilai independen atas nilai pasar 99,999874% saham SIH. Hasil penilaian
atas 99,999874% saham SIH tersebut tertuang dalam laporan penilaian
99,999874% saham SIH dengan No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SIH adalah Perseroan, SAI,
dan SIH.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,999874% saham SIH.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
77
Page 79
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
didasarkan pada proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP yang disusun
oleh manajemen SIH dan SIP. Dalam penyusunan proyeksi laporan
keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja SIH dan
SIP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap
proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja SIH dan SIP yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang
kami lakukan terhadap target kinerja SIH dan SIP yang dinilai dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SIH dan SIP dan informasi
manajemen SIH terhadap proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP tersebut.
Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SIH dan kesimpulan
nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan SIH atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SIH bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
78
Page 80
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta
asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta
asumsi sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh
karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang
digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan
penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang
profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan
sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik
kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi
operasional Perseroan dan SIH.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SIH
berdasarkan anggaran dasar SIH.
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
metode diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan
metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh SIH dan SIP di masa depan masih akan berfluktuasi
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SIH dan SIP. Dalam
melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi SIH dan SIP
diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SIH dan
SIP. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi
nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi
nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
pasar liabilitas.
79
Page 81
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
pihak manajemen Perseroan dan SIH. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut
direkonsiliasi dengan melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 374,21 miliar.
80
Page 82
III.D.4 Analisis atas Laporan Penilaian 99,996440% Saham SSR
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk
oleh manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai
penilai independen atas nilai pasar 99,996440% saham SSR. Hasil penilaian
atas 99,996440% saham SSR tersebut tertuang dalam laporan penilaian
99,996440% saham SSR dengan No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SSR adalah Perseroan,
SAI, dan SSR.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,996440% saham SSR.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
aset bersih didasarkan pada laporan keuangan SSR yang telah diaudit.
Kami telah melakukan penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar
dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas
pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SSR dan informasi
manajemen SSR terhadap laporan keuangan SSR tersebut. Kami juga
bertanggung jawab atas laporan penilaian SSR dan kesimpulan nilai akhir.
81
Page 83
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan SSR atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SSR bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SSR.
82
Page 84
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SSR
berdasarkan anggaran dasar SSR.
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
pasar liabilitas.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
pihak manajemen Perseroan dan SSR. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 117,66 miliar.
83
Page 85
III.E. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan; dan
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
III.E.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan usaha 4.003.708 7.041.795 8.383.985 9.113.096 9.995.518 10.842.188
Beban langsung 2.974.956 4.927.345 5.858.445 6.373.798 7.008.786 7.596.595
Laba kotor 1.028.752 2.114.449 2.525.540 2.739.299 2.986.732 3.245.593
Beban usaha 455.676 1.162.257 1.237.503 1.302.807 1.377.579 1.449.833
Laba usaha 573.077 952.193 1.288.037 1.436.492 1.609.152 1.795.760
Beban lain-lain 19.621 (134.812) (253.359) (242.546) (226.850) (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan 592.698 817.381 1.034.678 1.193.946 1.382.302 1.594.452
Pajak penghasilan (123.597) (165.622) (200.134) (218.034) (246.252) (281.864)
Laba bersih periode/tahun berjalan 469.101 651.759 834.544 975.912 1.136.050 1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 240.889 387.087 534.457 629.108 751.594 878.091
Kepentingan non-pengendali 228.212 264.672 300.088 346.805 384.456 434.497
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan usaha 4.003.708 7.041.795 8.383.985 9.113.096 9.995.518 10.842.188
Beban langsung 2.974.956 4.927.345 5.858.445 6.373.798 7.008.786 7.596.595
Laba kotor 1.028.752 2.114.449 2.525.540 2.739.299 2.986.732 3.245.593
Beban usaha 455.676 1.162.257 1.237.503 1.302.807 1.377.579 1.449.833
Laba usaha 573.077 952.193 1.288.037 1.436.492 1.609.152 1.795.760
Beban lain-lain 19.621 (134.812) (253.359) (242.546) (226.850) (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan 592.698 817.381 1.034.678 1.193.946 1.382.302 1.594.452
Pajak penghasilan (123.597) (165.622) (200.134) (218.034) (246.252) (281.864)
Laba bersih 469.101 651.759 834.544 975.912 1.136.050 1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 234.886 386.668 539.889 634.899 758.048 885.123
Kepentingan non-pengendali 234.214 265.091 294.656 341.014 378.002 427.465
84
Page 86
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha dan
laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan
sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 49.380,29 miliar dan
Rp 3.421,23 miliar.
Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp 49.380,29 miliar dan Rp 3.439,51 miliar.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba periode/tahun berjalan yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
III.E.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
III.E.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.E.3.a. Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha SAI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan dan
rekreasi, dan aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial. Dengan
demikian, jasa yang dihasilkan oleh SAI adalah hotel beserta dengan fasilitas-
fasilitas penunjang yang ada di dalamnya.
III.E.3.b. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SAI meliputi Daerah
Khusus Ibukota Jakarta dan Bali.
85
Page 87
III.E.3.c. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SAI adalah sebagai
berikut:
Gran Melia Jakarta
• JW Marriot Jakarta
• Shangri-la Jakarta
• Ayana MidPlaza Jakarta
• Le Meridian Jakarta
• Pullman Jakarta
Melia Bali Hotel
• Grand Hyatt Bali
• Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort
• Conrad Bali Resort & SPA
• Hilton Bali Resort
• Intercontinental Bali Resort
III.E.3.d. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SAI
adalah sebagai berikut:
Paradisus by Melia Bali
• Mendapatkan pasar All Inclusive sebesar 50% (di tahun 2026) dan 100%
(di tahun 2028 dan selanjutnya).
• Fokus pada branding yang kuat terhadap merek Paradisus by Melia Bali
sebagai produk dan pengalaman baru bagi tamu-tamu.
• Meningkatkan visibilitas dan penetrasi pasar baru di sumber-sumber yang
baru, termasuk pasar negara berkembang.
Gran Melia Jakarta
• Melakukan perbaikan terhadap asset beserta fasilitasnya secara bertahap.
• Meningkatkan tingkat hunian dengan mencari segmen pasar yang baru dan
meningkatkan harga penjualan rata-rata
• Menjadikan hotel menjadi F&B Destination dengan terus meningkatkan
performa dan servis dari F&B Outlet.
Kedua Hotel
• Melakukan inovasi dalam proses digitalisasi dalam pemasaran, reservasi,
operasional, dan back of the house.
• Tetap memberikan service excellence dan meningkatkan kepuasan
pelanggan.
• Memberikan pelatihan yang rutin dan pengembangan karir terhadap
karyawan.
• Komitmen terhadap Environment, Social, dan Governance (ESG)
86
Page 88
III.E.3.e. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Presiden Direktur dan
Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
87
Page 89
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan Akta SAM, Perseroan dan TCP telah mengalihkan Saham
SAM kepada SAI dengan jumlah nilai transaksi sebesar Rp 366,93 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
100,000000% saham SAM sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
nilai pasar 100,000000% saham SAM adalah sebesar Rp 366,89 miliar.
Dengan demikian, nilai pasar 99,999999% saham SAM adalah sebesar
Rp 366,89 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 366,93 miliar adalah lebih
tinggi dari nilai pasar 99,999999% saham SAM sebesar Rp 366,89 miliar,
sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
transaksi sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,999999% saham
SAM sebesar Rp 366,89 miliar.
2. Berdasarkan Akta SIH, Perseroan telah mengalihkan Saham SIH kepada
SAI dengan nilai transaksi sebesar Rp 379,05 miliar. Selanjutnya,
berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
99,999874% saham SIH sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
nilai pasar 99,999874% saham SIH adalah sebesar Rp 374,21 miliar.
Berdasarkan Akta Notaris No. 175, SIH telah melakukan peningkatan
modal ditempatkan dan modal disetor penuh SIH sebanyak 30.300 saham
dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000, di mana sebesar
Rp 25,50 miliar telah ditempatkan dan disetor penuh yang dicatat sebagai
“Uang Muka Setoran Modal” pada tanggal 30 Juni 2025 dan sebesar
Rp 4,80 miliar ditempatkan dan disetor penuh pada bulan Oktober 2025.
Dengan demikian, nilai pasar 99,999879% saham SIH setelah peningkatan
modal ditempatkan dan modal disetor penuh SIH sebesar Rp 4,80 miliar
adalah sebesar Rp 379,01 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 379,05 miliar adalah lebih
tinggi dari nilai pasar 99,999874% setelah peningkatan modal ditempatkan
dan modal disetor penuh SIH sebesar Rp 379,01 miliar, sehingga
Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,999879% saham SIH
sebesar Rp 379,01 miliar.
88
Page 90
3. Berdasarkan Akta SSR, Perseroan telah mengalihkan Saham SSR kepada
SAI dengan nilai transaksi sebesar Rp 117,67 miliar. Selanjutnya,
berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
99,996440% saham SSR sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
nilai pasar 99,996440% saham SSR adalah sebesar Rp 117,66 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 117,67 miliar adalah lebih
tinggi dari nilai pasar 99,996440% saham SSR sebesar Rp 117,66 miliar,
sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
transaksi sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,996440% saham
SSR sebesar Rp 117,66 miliar.
4. Berdasarkan APDP, Perseroan telah mengalihkan aset berupa Tanah
kepada SAI dengan jumlah nilai transaksi sebesar Rp 803,56 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP SRR
terhadap Tanah sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00418/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025,
nilai pasar Tanah adalah sebesar Rp 803,48 miliar.
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi sebesar Rp 803,56 miliar adalah
lebih tinggi dari nilai pasar Tanah sebesar Rp 803,48 miliar, sehingga
Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar Tanah sebesar Rp 803,48 miliar.
5. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
100,000000% saham SAI sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
nilai pasar 100,00% saham SAI adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.
Setelah Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham SAI adalah
sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta Internusa Tbk 16.500 24,88% 15.972.000.000
PT TCP Internusa 9.100 13,72% 8.808.800.000
PT Mitra Karya Lentera 4.400 6,64% 4.259.200.000
PT Enercon Paradhya International 3.300 4,98% 3.194.400.000
PT Surya Semesta Internusa Tbk - saham baru 16.728 25,23% 16.192.704.000
PT TCP Internusa - saham baru 16.286 24,56% 15.764.848.000
Jumlah 66.314 100,00% 64.191.952.000
89
Page 91
Dengan pertimbangan nilai pasar 100,000000% saham SAI adalah sebesar
Rp 1.683,11 miliar dan setelah Transaksi menjadi efektif kepemilikan
Perseroan dan TCP atas SAI masing-masing adalah sebesar 50,11% dan
38,28%, maka secara teoritis, Perseroan dan TCP perlu melakukan
penyertaan saham pada SAI sebesar Rp 1.668,66 miliar, dengan
perhitungan sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan Nilai Pasar Persentase
Nilai pasar 100,000000% saham SAI 1.683.114 50,22%
Nilai Transaksi 1.668.658 49,78%
Nilai kapitalisasi pasar SAI - setelah Transaksi 3.351.771 100,00%
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 1.667,21 miliar adalah lebih
rendah dari nilai pasar 49,78% saham SAI sebesar Rp 1.668,66 miliar,
sehingga Perseroan dan TCP berpotensi membukukan keuntungan. Selisih
nilai transaksi sebesar 0,09% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 49,78% saham SAI
sebesar Rp 1.668,66 miliar.
6. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan usaha 4.003.708 7.041.795 8.383.985 9.113.096 9.995.518 10.842.188
Beban langsung 2.974.956 4.927.345 5.858.445 6.373.798 7.008.786 7.596.595
Laba kotor 1.028.752 2.114.449 2.525.540 2.739.299 2.986.732 3.245.593
Beban usaha 455.676 1.162.257 1.237.503 1.302.807 1.377.579 1.449.833
Laba usaha 573.077 952.193 1.288.037 1.436.492 1.609.152 1.795.760
Beban lain-lain 19.621 (134.812) (253.359) (242.546) (226.850) (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan 592.698 817.381 1.034.678 1.193.946 1.382.302 1.594.452
Pajak penghasilan (123.597) (165.622) (200.134) (218.034) (246.252) (281.864)
Laba bersih periode/tahun berjalan 469.101 651.759 834.544 975.912 1.136.050 1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 240.889 387.087 534.457 629.108 751.594 878.091
Kepentingan non-pengendali 228.212 264.672 300.088 346.805 384.456 434.497
90
Page 92
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan usaha 4.003.708 7.041.795 8.383.985 9.113.096 9.995.518 10.842.188
Beban langsung 2.974.956 4.927.345 5.858.445 6.373.798 7.008.786 7.596.595
Laba kotor 1.028.752 2.114.449 2.525.540 2.739.299 2.986.732 3.245.593
Beban usaha 455.676 1.162.257 1.237.503 1.302.807 1.377.579 1.449.833
Laba usaha 573.077 952.193 1.288.037 1.436.492 1.609.152 1.795.760
Beban lain-lain 19.621 (134.812) (253.359) (242.546) (226.850) (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan 592.698 817.381 1.034.678 1.193.946 1.382.302 1.594.452
Pajak penghasilan (123.597) (165.622) (200.134) (218.034) (246.252) (281.864)
Laba bersih 469.101 651.759 834.544 975.912 1.136.050 1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 234.886 386.668 539.889 634.899 758.048 885.123
Kepentingan non-pengendali 234.214 265.091 294.656 341.014 378.002 427.465
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha
dan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 49.380,29 miliar dan Rp 3.421,23 miliar.
Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp 49.380,29 miliar dan Rp 3.439,51 miliar.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba periode/tahun berjalan yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan
datang.
91
Page 93
7. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode berjalan
konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
masing-masing adalah sebesar Rp 2.278,23 miliar dan Rp 2.287,65 miliar.
Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
konsolidasian Perseroan setelah Transaksi untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 lebih besar daripada
jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan konsolidasian
Perseroan sebelum Transaksi untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035. Dalam perhitungan nilai kini,
digunakan tingkat diskonto sebesar 12,35%, yang merupakan biaya modal
ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
(CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
30 Juni 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,74%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
92
Page 94
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 7,03%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
bulan Juli 2025.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
30 Juni 2025 sebesar 1,07.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,87% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 6,74% + ( 1,07 x 7,03% ) – 1,87%
= 12,35%
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 240.889 387.087 534.457 629.108 751.594 878.091
Faktor diskonto 0,9434 0,8397 0,7474 0,6653 0,5922 0,5271
Nilai kini 227.254 325.037 399.453 418.545 445.094 462.842
Jumlah nilai kini 2.278.225
93
Page 95
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 234.886 386.668 539.889 634.899 758.048 885.123
Faktor diskonto 0,9434 0,8397 0,7474 0,6653 0,5922 0,5271
Nilai kini 221.592 324.685 403.513 422.398 448.916 466.548
Jumlah nilai kini 2.287.652
8. Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri
pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan telah melakukan
restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak
Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan
hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada
pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan
Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.
9. Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh
Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang
bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
industri perhotelan.
10. Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan
lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk
menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan
rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.
94
Page 96
11. Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko
bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari
setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan
portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan
memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada
akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.
95
Page 97
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
96
Page 98
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
97
Page 99
Lampiran B
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Sebelum Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan usaha 4.003.708 7.041.795 8.383.985 9.113.096 9.995.518 10.842.188
Beban langsung 2.974.956 4.927.345 5.858.445 6.373.798 7.008.786 7.596.595
Laba kotor 1.028.752 2.114.449 2.525.540 2.739.299 2.986.732 3.245.593
Beban usaha 455.676 1.162.257 1.237.503 1.302.807 1.377.579 1.449.833
Laba usaha 573.077 952.193 1.288.037 1.436.492 1.609.152 1.795.760
Beban lain-lain 19.621 (134.812) (253.359) (242.546) (226.850) (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan 592.698 817.381 1.034.678 1.193.946 1.382.302 1.594.452
Pajak penghasilan (123.597) (165.622) (200.134) (218.034) (246.252) (281.864)
Laba bersih periode/tahun berjalan 469.101 651.759 834.544 975.912 1.136.050 1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 240.889 387.087 534.457 629.108 751.594 878.091
Kepentingan non-pengendali 228.212 264.672 300.088 346.805 384.456 434.497
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Setelah Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan usaha 4.003.708 7.041.795 8.383.985 9.113.096 9.995.518 10.842.188
Beban langsung 2.974.956 4.927.345 5.858.445 6.373.798 7.008.786 7.596.595
Laba kotor 1.028.752 2.114.449 2.525.540 2.739.299 2.986.732 3.245.593
Beban usaha 455.676 1.162.257 1.237.503 1.302.807 1.377.579 1.449.833
Laba usaha 573.077 952.193 1.288.037 1.436.492 1.609.152 1.795.760
Beban lain-lain 19.621 (134.812) (253.359) (242.546) (226.850) (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan 592.698 817.381 1.034.678 1.193.946 1.382.302 1.594.452
Pajak penghasilan (123.597) (165.622) (200.134) (218.034) (246.252) (281.864)
Laba bersih 469.101 651.759 834.544 975.912 1.136.050 1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 234.886 386.668 539.889 634.899 758.048 885.123
Kepentingan non-pengendali 234.214 265.091 294.656 341.014 378.002 427.465
98
Page 100
Lampiran C
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 240.889 387.087 534.457 629.108 751.594 878.091
Faktor diskonto 0,9434 0,8397 0,7474 0,6653 0,5922 0,5271
Nilai kini 227.254 325.037 399.453 418.545 445.094 462.842
Jumlah nilai kini 2.278.225
PT Surya Semesta Internusa Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2030
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 234.886 386.668 539.889 634.899 758.048 885.123
Faktor diskonto 0,9434 0,8397 0,7474 0,6653 0,5922 0,5271
Nilai kini 221.592 324.685 403.513 422.398 448.916 466.548
Jumlah nilai kini 2.287.652
99
Page 101
Lampiran D
Akta SAM
Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan, TCP, dan SAI telah menandatangani Akta SAM
sehubungan dengan Transaksi SAM. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta SAM
adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SAM adalah Perseroan, TCP, SAI, dan
SAM.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SAM adalah Perseroan dan TCP
masing-masing telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran modal dalam SAI
masing-masing sebanyak 6.892 saham baru dan 374 saham baru dengan keseluruhan
nilai sebesar Rp 366,93 miliar.
• Hukum yang Berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SAM adalah perjanjian ini diatur oleh, ditafsirkan,
dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.
Akta SIH
Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan dan SAI telah menandatangani Akta SIH
sehubungan dengan Transaksi SIH. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta SIH
adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SIH adalah Perseroan, SAI, dan SIH.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SIH adalah Perseroan telah mengalihkan
Saham SIH sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 7.506 saham baru dengan nilai
sebesar Rp 379,05 miliar.
• Hukum yang Berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SIH adalah perjanjian ini diatur oleh, ditafsirkan,
dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.
100
Page 102
Akta SSR
Pada tanggal 1 Desember 2025, Perseroan dan SAI telah menandatangani Akta SSR
sehubungan dengan Transaksi SSR. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam Akta SSR
adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan Akta SSR adalah Perseroan, SAI, dan SSR.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan Akta SSR adalah Perseroan telah mengalihkan
Saham SSR sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 2.330 saham baru dengan nilai
sebesar Rp 117,67 miliar.
• Hukum yang Berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan Akta SSR adalah perjanjian ini diatur oleh, ditafsirkan,
dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.
APDP
Pada tanggal 1 Desember 2025, TCP dan SAI telah menandatangani APDP sehubungan
dengan Transaksi Tanah. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam APDP adalah sebagai
berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan APDP adalah SAI dan TCP.
• Objek dan nilai transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan APDP adalah Perseroan telah mengalihkan
Tanah sebagai setoran modal dalam SAI 15.912 saham baru dengan nilai sebesar
Rp 803,56 miliar.
• Hukum yang Berlaku
Hukum yang berlaku berdasarkan APDP adalah perjanjian ini diatur oleh, ditafsirkan,
dan dinterpretasikan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.
101
Page 103
Lampiran E
Analisis atas Laporan Penilaian 100,000000% Saham SAI
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen
Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 100,000000% saham
SAI. Hasil penilaian atas 100,000000% saham SAI tersebut tertuang dalam laporan
penilaian 100,000000% saham SAI dengan No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah Perseroan, SAI, SAM,
SIH, SSR, dan TCP.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,000000% Saham SAI.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen SAI. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
kinerja SAI pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di
masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SAI yang
dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SAI yang dinilai.
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan
keuangan berdasarkan kinerja historis SAI dan informasi manajemen SAI terhadap
proyeksi laporan keuangan SAI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
penilaian SAI dan kesimpulan nilai akhir.
102
Page 104
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan, dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAI atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SAI bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional SAI.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAI
berdasarkan anggaran dasar SAI.
103
Page 105
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
oleh SAI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha SAI. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi
SAI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SAI. Arus kas
yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat
diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus
kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
Perseroan dan SAI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025
adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.
104
Page 106
Lampiran F
Analisis atas Laporan Penilaian 100,000000% Saham SAM
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen
Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 100,000000% saham
SAM. Hasil penilaian atas 100,000000% saham SAM tersebut tertuang dalam laporan
penilaian 100,000000% saham SAM dengan No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SAM adalah Perseroan, SAI, TCP dan
SAM.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,000000% saham SAM.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
pada proyeksi laporan keuangan II yang disusun oleh manajemen II. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja II pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan
datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan
tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja II yang dinilai pada saat
penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja II yang dinilai dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab
atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan
kinerja historis II dan informasi manajemen II terhadap proyeksi laporan keuangan II
tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SAM dan kesimpulan nilai
akhir.
105
Page 107
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAM atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan SAM bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SAM.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAM
berdasarkan anggaran dasar SAM.
106
Page 108
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method), metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
efek (guideline publicly traded company method), dan metode kapitalisasi kelebihan
pendapatan (capitalized excess earning method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
oleh II di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha II. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi II
diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha II. Arus kas yang
dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto
yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas
tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini
karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data
perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh SAM dan USR.
Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian II merupakan
metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali
untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
atau utang bank).
Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset
dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas
(net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
liabilitas yang telah disesuaikan.
107
Page 109
Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan
kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud
kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut
dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi
nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset
takberwujud.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
Perseroan dan SAM. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025
adalah sebesar Rp 366,89 miliar.
108
Page 110
Lampiran G
Analisis atas Laporan Penilaian 99,999879% Saham SIH
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen
Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,999874% saham SIH.
Hasil penilaian atas 99,999874% saham SIH tersebut tertuang dalam laporan penilaian
99,999874% saham SIH dengan No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal
24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SIH adalah Perseroan, SAI, dan SIH.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,999874% saham SIH.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan
pada proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP yang disusun oleh manajemen SIH dan
SIP. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
berdasarkan kinerja SIH dan SIP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan
rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian
terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja SIH dan SIP yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar.
Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap
target kinerja SIH dan SIP yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian
dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SIH dan SIP dan
informasi manajemen SIH terhadap proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP tersebut.
Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SIH dan kesimpulan nilai akhir.
109
Page 111
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SIH atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SIH bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SIH.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SIH
berdasarkan anggaran dasar SIH.
110
Page 112
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method).
Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan
oleh SIH dan SIP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha SIH dan SIP. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini,
operasi SIH dan SIP diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha
SIH dan SIP. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini
dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah
nilai kini dari arus kas tersebut.
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
Perseroan dan SIH. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025
adalah sebesar Rp 374,21 miliar.
111
Page 113
Lampiran H
Analisis atas Laporan Penilaian 99,996488% Saham SSR
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen
Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk
memberikan pendapat sebagai penilai independen atas nilai pasar 99,996440% saham
SSR. Hasil penilaian atas 99,996440% saham SSR tersebut tertuang dalam laporan
penilaian 99,996440% saham SSR dengan No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025
tanggal 24 November 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi SSR adalah Perseroan, SAI, dan SSR.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 99,996440% saham SSR.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan SSR yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya.
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SSR
dan informasi manajemen SSR terhadap laporan keuangan SSR tersebut. Kami juga
bertanggung jawab atas laporan penilaian SSR dan kesimpulan nilai akhir.
112
Page 114
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SSR atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap
informasi-informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan dan SSR bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan SSR.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum SSR
berdasarkan anggaran dasar SSR.
113
Page 115
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
Perseroan dan SSR. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan
dan metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025
adalah sebesar Rp 117,66 miliar.
114
Page 116
Kusnanto & rekan Independent Business Appraisers License : 2.19.0162 Indonesia
Page 117
No. : 00181/2.0162-00/BS/03/0153/1/XII/2025 1 Desember 2025
Kepada Yth.
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4
Jakarta Selatan 12950
U.p. : Direksi
Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi
Dengan hormat,
Pada tanggal 1 Desember 2025, PT Surya Semesta Internusa Tbk (selanjutnya disebut
“Perseroan”), PT Suryalaya Anindita International (selanjutnya disebut “SAI”), PT Sitiagung
Makmur (selanjutnya disebut “SAM”), PT Surya Internusa Hotels (selanjutnya disebut “SIH”),
PT Surya Semesta Realti (selanjutnya disebut “SSR”), dan PT TCP Internusa (selanjutnya
disebut “TCP”) telah melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:
• Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
PT Suryalaya Anindita International No. 5 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SAM”), di
mana Perseroan dan TCP masing-masing telah mengalihkan 467.850.000 saham atau
setara dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari
jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut
“Saham SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI masing-masing sebanyak 6.892
saham baru dan 374 saham baru dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar
(selanjutnya disebut “Transaksi SAM”).
• Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
PT Suryalaya Anindita International No. 6 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SIH”), di
mana Perseroan telah mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan 99,999879%
dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH (selanjutnya
disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 7.506 saham baru
dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi SIH”).
• Berdasarkan Akta Pengalihan Aset (Inbreng) PT Surya Semesta Internusa Tbk ke dalam
PT Suryalaya Anindita International No. 7 tanggal 1 Desember 2025 yang dibuat di
hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn. (selanjutnya disebut “Akta SSR”), di
mana Perseroan telah mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan 99,996488%
dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR (selanjutnya
disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 2.330 saham baru
dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi SSR”).
Page 118
• Berdasarkan Akta Pemasukan Ke Dalam Perusahaan No. 18 dan No. 19 tanggal
1 Desember 2025 yang dibuat di hadapan Raden Rita Diana Syarifah, S.H., M.Kn.
antara SAI dengan TCP (selanjutnya disebut “ADPD”), di mana TCP telah mengalihkan
aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna Said Blok X – O, Kavling 3 – 4,
Jakarta Selatan 12950 dengan jumlah luas tanah sebesar 8.525,00 m2 (selanjutnya
disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 15.912 saham baru
dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi Tanah”).
Transaksi SAM Transaksi SIH, Transaksi SSR, dan Transaksi Tanah selanjutnya secara
bersama-sama disebut “Transaksi”.
Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor
Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran
Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar
sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya
disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
2
Page 119
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121, nomor
faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:
Perseroan
99,999998% 95,582984%
PT Enercon Paradhya PT TCP Internusa (TCP)
International (EPI)
EPI 4,417016%
94,677165% 99,996575% 99,999874% 49,549550% 99,996440%
PT Suryalaya Anindita
PT Sitiagung Makmur PT Batiqa Hotel PT Surya Internusa Hotel PT Surya Semesta Realti
International (SAI)
(SAM) Manajeman (BHM) (SIH) (SSR)
TCP 27,327327%
TCP 5,322835% SIH 0,003425% TCP 0,000126% EPI 9,909910% TCP 0,003560%
99,999334% 99,600000% 99,996000% 99,990000% 99,993453% 97,408377% 99,800000%
PT Ungasan Semesta PT Surya Internusa PT Surya Internusa PT Surya Cahaya PT Surya Bajo Properti PT Surya Bajo Lestari
PT Indo Indah (II)
Resort (USR) Properti (SIP) Lestari (SIL) Properti (SCP) (SBP) (SBL)
Perseroan 0,000666% USR 0,400000% Perseroan 0,004000% TCP 0,010000% TCP 0,006547% Perseroan 2,591623% TCP 0,200000%
EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.
3
Page 120
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:
No. Keterangan Status Domisili Operasional Kegiatan Usaha
1 EPI Tertutup Indonesia Beroperasi Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
2 TCP Tertutup Indonesia Beroperasi Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
3 SAM Tertutup Indonesia Beroperasi Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
4 USR Tertutup Indonesia Beroperasi Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
5 II Tertutup Indonesia Beroperasi Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
6 BHM Tertutup Indonesia Beroperasi Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
dan penunjang usaha lainnya.
7 SIH Tertutup Indonesia Beroperasi Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
8 SIP Tertutup Indonesia Beroperasi Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
usaha lainnya.
9 SIL Tertutup Indonesia Tidak Beroperasi Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
usaha lainnya
10 SAI Tertutup Indonesia Beroperasi Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
manusia dan aktivitas sosial
11 SSR Tertutup Indonesia Tidak Beroperasi Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
12 SCP Tertutup Indonesia Tidak Beroperasi Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
memenuhi kebutuhan sendiri.
13 SBP Tertutup Indonesia Tidak Beroperasi Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
14 SBL Tertutup Indonesia Tidak Beroperasi Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa
4
Page 121
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan
pasar domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor
properti dan pariwisata nasional.
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
Perseroan telah melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas
Anak Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan
strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh
Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan
Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara
konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh
pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.
Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka melakukan
pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan keputusan,
efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan
dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan
menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat
memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja
keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri
perhotelan.
Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan lokasi yang
strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di
mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat
dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
lahan yang terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan menciptakan tingkat
balikan investasi yang berkesinambungan.
5
Page 122
Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan
konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam
menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan
lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan
pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi
positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
Perseroan telah melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di
bawah SAI, maka Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-
aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan
pemangku kepentingan.
• Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses
pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang
diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan.
Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih
terstruktur dan ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-
aset perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan
kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing
hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.
• Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan lokasi yang
strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”,
di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat
dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
ketersediaan lahan yang terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.
6
Page 123
• Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat
sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SAI
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan efektif sebesar 86,786787% pada
tanggal 30 Juni 2025 dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan dan SAI, maka Transaksi
merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan (selanjutnya
disebut “AAJAMR”), jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 7.870,44 miliar.
• Berdasarkan Akta SAM, nilai transaksi atas Transaksi SAM adalah sebesar
Rp 366,93 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
30 Juni 2025.
• Berdasarkan Akta SIH, nilai transaksi atas Transaksi SIH adalah sebesar
Rp 379,05 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
30 Juni 2025.
• Berdasarkan Akta SSR, nilai transaksi atas Transaksi SSR adalah sebesar
Rp 117,67 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
30 Juni 2025
• Berdasarkan APDP, nilai transaksi atas Transaksi Tanah adalah sebesar
Rp 803,56 miliar yang mencerminkan kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal
30 Juni 2025
7
Page 124
Dengan demikian, nilai transaksi dari Transaksi tersebut di atas mencerminkan kurang dari
20,00% nilai ekuitas Perseroan per tanggal 30 Juni 2025 sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi
material, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan dan TCP masing-masing telah mengalihkan Saham SAM sebagai setoran
modal dalam SAI masing-masing sebanyak 6.892 saham baru dan 374 saham baru
dengan keseluruhan nilai sebesar Rp 366,93 miliar sehubungan dengan Transaksi SAM
• Perseroan telah mengalihkan Saham SIH sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
7.506 saham baru dengan nilai sebesar Rp 379,05 miliar sehubungan dengan Transaksi
SIH.
• Perseroan telah mengalihkan Saham SSR sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak
2.330 saham baru dengan nilai sebesar Rp 117,67 miliar sehubungan dengan Transaksi
SSR.
• TCP telah mengalihkan Tanah sebagai setoran modal dalam SAI sebanyak 15.912
saham baru dengan nilai sebesar Rp 803,56 miliar sehubungan dengan Transaksi
Tanah.
8
Page 125
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari
aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direviu oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
dalam laporannya No. R/0024.ARC/RHP/2025 tanggal 14 November 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00305/2.1030/AU.1/03/1698-3/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00234/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/III/2024 tanggal 26 Maret 2024 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;
9
Page 126
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00283/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00185/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022 tanggal 31 Maret 2022 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;
7. Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 01330/2.1030/AU.1/05/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025
dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;
8. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00477/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian;
9. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00443/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian;
10. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00526/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian;
11. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00245/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;
12. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00224/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/III/2021 tanggal 24 Maret 2021 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;
13. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
14. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
10
Page 127
15. Laporan penilaian 100,000000% saham SAI per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;
16. Laporan penilaian 100,000000% saham SAM per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;
17. Laporan penilaian 99,999874% saham SIH per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;
18. Laporan penilaian 99,996440% saham SSR per 30 Juni 2025 yang disusun oleh
KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025;
19. Akta SAM;
20. Akta SIH;
21. Akta SSR;
22. APDP;
23. Akta Notaris No. 31;
24. Akta Notaris No. 175;
25. Akta Notaris No. 183;
26. Akta Notaris No. 184;
27. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 14
tanggal 12 Juli 2024 oleh Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H.,M.Kn. Notaris di Jakarta
terkait penyesuaian maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan;
28. Anggaran dasar SAI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 7
tanggal 9 Juni 2025 yang dibuat oleh Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Komisaris dan Direksi;
29. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara
dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
terkait dengan Transaksi;
30. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
masa mendatang;
31. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;
11
Page 128
32. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
33. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
34. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
35. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
untuk penugasan; dan
36. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan
dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum
dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa
mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan
kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi
laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan
kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
12
Page 129
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan, SAI, SAM, SIH, dan SSR berdasarkan
anggaran dasar Perseroan, SAI, SAM, SIH, dan SSR.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi
pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan
jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
13
Page 130
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001 tanggal
17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:
• Berdasarkan Akta Notaris No. 31 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, mengenai peningkatan modal II, struktur pemegang saham II per tanggal
3 September 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Sitiagung Makmur 807 99,876238% 7.341.279.000
PT Ungasan Semesta Resort 1 0,123762% 9.097.000
Jumlah 808 100,000000% 7.350.376.000
14
Page 131
• Berdasarkan Akta Notaris No. 175 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, mengenai peningkatan modal SIH, struktur pemegang saham SIH per tanggal
21 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta Internusa Tbk 823.329 99,999879% 823.329.000.000
PT TCP Internusa 1 0,000121% 1.000.000
Jumlah 823.330 100,000000% 823.330.000.000
• Berdasarkan Akta Notaris No. 183 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, mengenai peningkatan modal SAM, struktur pemegang saham SAM per
tanggal 23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta lnternusa Tbk 467.850.000 94,860097% 467.850.000.000
PT TCP Internusa 25.350.000 5,139903% 25.350.000.000
Jumlah 493.200.000 100,000000% 493.200.000.000
• Berdasarkan Akta Notaris No. 184 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
Selatan, mengenai peningkatan modal SSR, struktur pemegang saham SSR per tanggal
23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta lnternusa Tbk 85.419.200 99,996488% 85.419.200.000
PT TCP Internusa 3.000 0,003512% 3.000.000
Jumlah 85.422.200 100,000000% 85.422.200.000
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai
berikut:
I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.
15
Page 132
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan Akta SAM, Perseroan dan TCP telah mengalihkan Saham
SAM kepada SAI dengan jumlah nilai transaksi sebesar Rp 366,93 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
100,000000% saham SAM sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
nilai pasar 100,000000% saham SAM adalah sebesar Rp 366,89 miliar.
Dengan demikian, nilai pasar 99,999999% saham SAM adalah sebesar
Rp 366,89 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 366,93 miliar adalah lebih
tinggi dari nilai pasar 99,999999% saham SAM sebesar Rp 366,89 miliar,
sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
transaksi sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,999999% saham
SAM sebesar Rp 366,89 miliar.
2. Berdasarkan Akta SIH, Perseroan telah mengalihkan Saham SIH kepada
SAI dengan nilai transaksi sebesar Rp 379,05 miliar. Selanjutnya,
berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
99,999874% saham SIH sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
nilai pasar 99,999874% saham SIH adalah sebesar Rp 374,21 miliar.
Berdasarkan Akta Notaris No. 175, SIH telah melakukan peningkatan
modal ditempatkan dan modal disetor penuh SIH sebanyak 30.300 saham
dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000.000, di mana sebesar
Rp 25,50 miliar telah ditempatkan dan disetor penuh yang dicatat sebagai
“Uang Muka Setoran Modal” pada tanggal 30 Juni 2025 dan sebesar
Rp 4,80 miliar ditempatkan dan disetor penuh pada bulan Oktober 2025.
Dengan demikian, nilai pasar 99,999879% saham SIH setelah peningkatan
modal ditempatkan dan modal disetor penuh SIH sebesar Rp 4,80 miliar
adalah sebesar Rp 379,01 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 379,05 miliar adalah lebih
tinggi dari nilai pasar 99,999874% setelah peningkatan modal ditempatkan
dan modal disetor penuh SIH sebesar Rp 379,01 miliar, sehingga
Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,999879% saham SIH
sebesar Rp 379,01 miliar.
16
Page 133
3. Berdasarkan Akta SSR, Perseroan telah mengalihkan Saham SSR kepada
SAI dengan nilai transaksi sebesar Rp 117,67 miliar. Selanjutnya,
berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
99,996440% saham SSR sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
nilai pasar 99,996440% saham SSR adalah sebesar Rp 117,66 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 117,67 miliar adalah lebih
tinggi dari nilai pasar 99,996440% saham SSR sebesar Rp 117,66 miliar,
sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
transaksi sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 99,996440% saham
SSR sebesar Rp 117,66 miliar.
4. Berdasarkan APDP, Perseroan telah mengalihkan aset berupa Tanah
kepada SAI dengan jumlah nilai transaksi sebesar Rp 803,56 miliar.
Selanjutnya, berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP SRR
terhadap Tanah sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00418/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025,
nilai pasar Tanah adalah sebesar Rp 803,48 miliar.
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi sebesar Rp 803,56 miliar adalah
lebih tinggi dari nilai pasar Tanah sebesar Rp 803,48 miliar, sehingga
Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi
sebesar 0,01% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase
mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar Tanah sebesar Rp 803,48 miliar.
5. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap
100,000000% saham SAI sebagaimana termuat dalam laporannya
No. 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025 tanggal 24 November 2025,
nilai pasar 100,00% saham SAI adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.
Setelah Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham SAI adalah
sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Surya Semesta Internusa Tbk 16.500 24,88% 15.972.000.000
PT TCP Internusa 9.100 13,72% 8.808.800.000
PT Mitra Karya Lentera 4.400 6,64% 4.259.200.000
PT Enercon Paradhya International 3.300 4,98% 3.194.400.000
PT Surya Semesta Internusa Tbk - saham baru 16.728 25,23% 16.192.704.000
PT TCP Internusa - saham baru 16.286 24,56% 15.764.848.000
Jumlah 66.314 100,00% 64.191.952.000
17
Page 134
Dengan pertimbangan nilai pasar 100,000000% saham SAI adalah sebesar
Rp 1.683,11 miliar dan setelah Transaksi menjadi efektif kepemilikan
Perseroan dan TCP atas SAI masing-masing adalah sebesar 50,11% dan
38,28%, maka secara teoritis, Perseroan dan TCP perlu melakukan
penyertaan saham pada SAI sebesar Rp 1.668,66 miliar, dengan
perhitungan sebagai berikut:
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan Nilai Pasar Persentase
Nilai pasar 100,000000% saham SAI 1.683.114 50,22%
Nilai Transaksi 1.668.658 49,78%
Nilai kapitalisasi pasar SAI - setelah Transaksi 3.351.771 100,00%
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 1.667,21 miliar adalah lebih
rendah dari nilai pasar 49,78% saham SAI sebesar Rp 1.668,66 miliar,
sehingga Perseroan dan TCP berpotensi membukukan keuntungan. Selisih
nilai transaksi sebesar 0,09% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 49,78% saham SAI
sebesar Rp 1.668,66 miliar.
6. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan usaha 4.003.708 7.041.795 8.383.985 9.113.096 9.995.518 10.842.188
Beban langsung 2.974.956 4.927.345 5.858.445 6.373.798 7.008.786 7.596.595
Laba kotor 1.028.752 2.114.449 2.525.540 2.739.299 2.986.732 3.245.593
Beban usaha 455.676 1.162.257 1.237.503 1.302.807 1.377.579 1.449.833
Laba usaha 573.077 952.193 1.288.037 1.436.492 1.609.152 1.795.760
Beban lain-lain 19.621 (134.812) (253.359) (242.546) (226.850) (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan 592.698 817.381 1.034.678 1.193.946 1.382.302 1.594.452
Pajak penghasilan (123.597) (165.622) (200.134) (218.034) (246.252) (281.864)
Laba bersih periode/tahun berjalan 469.101 651.759 834.544 975.912 1.136.050 1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 240.889 387.087 534.457 629.108 751.594 878.091
Kepentingan non-pengendali 228.212 264.672 300.088 346.805 384.456 434.497
18
Page 135
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
Keterangan
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Pendapatan usaha 4.003.708 7.041.795 8.383.985 9.113.096 9.995.518 10.842.188
Beban langsung 2.974.956 4.927.345 5.858.445 6.373.798 7.008.786 7.596.595
Laba kotor 1.028.752 2.114.449 2.525.540 2.739.299 2.986.732 3.245.593
Beban usaha 455.676 1.162.257 1.237.503 1.302.807 1.377.579 1.449.833
Laba usaha 573.077 952.193 1.288.037 1.436.492 1.609.152 1.795.760
Beban lain-lain 19.621 (134.812) (253.359) (242.546) (226.850) (201.309)
Laba sebelum pajak penghasilan 592.698 817.381 1.034.678 1.193.946 1.382.302 1.594.452
Pajak penghasilan (123.597) (165.622) (200.134) (218.034) (246.252) (281.864)
Laba bersih 469.101 651.759 834.544 975.912 1.136.050 1.312.588
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 234.886 386.668 539.889 634.899 758.048 885.123
Kepentingan non-pengendali 234.214 265.091 294.656 341.014 378.002 427.465
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan usaha
dan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk
Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 49.380,29 miliar dan Rp 3.421,23 miliar.
Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba tahun berjalan yang
diatribusikan kepada pemilik entitas induk Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp 49.380,29 miliar dan Rp 3.439,51 miliar.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba periode/tahun berjalan yang diatribusikan
kepada pemilik entitas induk Perseroan untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan
datang.
19
Page 136
7. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode berjalan
konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
masing-masing adalah sebesar Rp 2.278,23 miliar dan Rp 2.287,65 miliar.
Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
konsolidasian Perseroan setelah Transaksi untuk periode enam bulan yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 lebih besar daripada
jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan konsolidasian
Perseroan sebelum Transaksi untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035. Dalam perhitungan nilai kini,
digunakan tingkat diskonto sebesar 12,35%, yang merupakan biaya modal
ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
(CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
di mana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
30 Juni 2025, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka
waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,74%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
20
Page 137
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 7,03%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang diterbitkan pada
bulan Juli 2025.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
30 Juni 2025 sebesar 1,07.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,87% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 6,74% + ( 1,07 x 7,03% ) – 1,87%
= 12,35%
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba periode/tahun berjalan
Perseroan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 240.889 387.087 534.457 629.108 751.594 878.091
Faktor diskonto 0,9434 0,8397 0,7474 0,6653 0,5922 0,5271
Nilai kini 227.254 325.037 399.453 418.545 445.094 462.842
Jumlah nilai kini 2.278.225
21
Page 138
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29 31/12/30
(6 Bulan) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun) (1 Tahun)
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 234.886 386.668 539.889 634.899 758.048 885.123
Faktor diskonto 0,9434 0,8397 0,7474 0,6653 0,5922 0,5271
Nilai kini 221.592 324.685 403.513 422.398 448.916 466.548
Jumlah nilai kini 2.287.652
8. Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri
pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan telah melakukan
restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak
Perseroan dengan melakukan Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana
bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan
hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada
pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Transaksi
diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan
Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat
meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.
9. Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh
Entitas Anak Perseroan. Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana
dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang
bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
industri perhotelan.
10. Dengan melakukan Transaksi Tanah, SAI telah memperoleh Tanah dengan
lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk
menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan
rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi SAI
untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.
22
Page 139
11. Setelah Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko
bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari
setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan
portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk
dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan
memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada
akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.
23
Page 140
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
24
Page 141
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Summary Interim Consolidated Interim Ringkasan Proforma pada Tanggal Statement of Financial Position as of 30 Juni 2025 Sehubungan dengan Rencana June 30, 2025 in Relation with the Planned Restrukturisasi Internal di PT Suryalaya Internal Restructuring in PT Suryalaya Anindita International (Entitas Anak) Anindita International (a Subsidiary) Draft/3-Dec-25 paraf:
Page 142
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
Daftar Isi Halaman/ Table of Contents
Pages
Laporan Asurans Akuntan Independen Independent Accountant Assurance Report
atas Informasi Laporan Keuangan on Proforma Consolidated Financial
Konsolidasian Proforma Statements Information
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Summary Interim Consolidated
Interim Ringkasan Proforma pada Statement of Financial Position as of
Tanggal 30 Juni 2025 Sehubungan June 30, 2025 in Relation with the Planned
dengan Rencana Restrukturisasi Internal
di PT Suryalaya Anindita International Internal Restructuring in PT Suryalaya
(Entitas Anak) Anindita International (a Subsidiary)
Laporan Posisi Keuangan 1 Proforma Summary Interim Consolidated
Konsolidasian Interim Ringkasan Proforma Statements of Financial Position
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan 3 Notes to the Proforma Summary Interim
Konsolidasian Interim Ringkasan Proforma Consolidated Statements of
Financial Position
DraftReport/3-Dec-25 Paraf
Page 143
Page 144
Page 145
Page 146
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN PROFORMA SUMMARY INTERIM
KONSOLIDASIAN INTERIM CONSOLIDATED STATEMENT
RINGKASAN PROFORMA OF FINANCIAL POSITION
Tanggal 30 Juni 2025 As of June 30, 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) (In Full Rupiah, unless otherwise stated)
Historis/ Penyesuaian Proforma/
Historical Proforma/ Proforma
30 Juni 2025/ Proforma 30 Juni 2025/
Catatan/ June 30, 2025 Adjustments June 30, 2025
Notes Rp Rp Rp
ASET ASSETS
Aset Lancar Current Assets
Kas dan Setara Kas 1,682,307,447,465 -- 1,682,307,447,465 Cash and Cash Equivalents
Piutang Usaha Trade Receivables
Pihak Ketiga 536,979,612,464 -- 536,979,612,464 Third Parties
Tagihan Bruto kepada Pemberi Kerja 745,276,617,314 -- 745,276,617,314 Gross Amount Due from Owners
Aset Keuangan Lancar Lainnya - Pihak Ketiga 151,547,845,083 151,547,845,083 Other Current Financial Assets - Third Parties
Piutang Retensi 267,458,358,046 -- 267,458,358,046 Retention Receivables
Persediaan 421,235,169,547 -- 421,235,169,547 Inventories
Uang Muka 193,948,628,559 -- 193,948,628,559 Advances
Pajak Dibayar di Muka 82,359,762,949 -- 82,359,762,949 Prepaid Taxes
Biaya Dibayar di Muka 30,020,997,064 -- 30,020,997,064 Prepaid Expenses
Jumlah Aset Lancar 4,111,134,438,491 -- 4,111,134,438,491 Total Current Assets
Aset Tidak Lancar Non-Current Assets
Aset Pajak Tangguhan 52,840,807,056 -- 52,840,807,056 Deferred Tax Assets
Investasi pada Entitas Asosiasi 78,163,344,746 -- 78,163,344,746 Investment in Associate Entities
Investasi Saham 94,168,478 -- 94,168,478 Investment in Shares
Investasi pada Ventura Bersama 34,771,857,462 -- 34,771,857,462 Investment in Joint Ventures
Tanah untuk Pengembangan 3,958,092,321,696 -- 3,958,092,321,696 Land for Development
Properti Investasi 678,197,935,191 (183,216,071,163) 494,981,864,028 Investment Properties
Aset Tetap 1,782,455,965,720 244,315,033,663 2,026,770,999,383 Fixed Assets
Aset Hak Guna 372,328,170,612 -- 372,328,170,612 Right-of-Use Assets
Uang Muka Lain-lain 139,851,193,323 -- 139,851,193,323 Other Advances
Aset Tidak Lancar Lainnya 37,205,304,473 -- 37,205,304,473 Other Non-Current Assets
Jumlah Aset Tidak Lancar 7,134,001,068,757 61,098,962,500 7,195,100,031,257 Total Non-Current Assets
JUMLAH ASET 11,245,135,507,248 61,098,962,500 11,306,234,469,748 TOTAL ASSETS
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of these
laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan consolidated financial statements
Draft/03 Desember 2025 1 Paraf
Page 147
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
LAPORAN POSISI KEUANGAN PROFORMA SUMMARY INTERIM
KONSOLIDASIAN INTERIM CONSOLIDATED STATEMENTS
RINGKASAN PROFORMA (Lanjutan) OF FINANCIAL POSITION (Continued)
Tanggal 30 Juni 2025 As of June 30, 2025
(Dalam Rupiah Penuh, kecuali dinyatakan lain) (In Full Rupiah, unless otherwise stated)
Historis/ Penyesuaian Proforma/
Historical Proforma/ Proforma
30 Juni 2025/ Proforma 30 Juni 2025/
Catatan/ June 30, 2025 Adjustments June 30, 2025
Notes Rp Rp Rp
LIABILITAS LIABILITIES
Liabilitas Jangka Pendek Current Liabilities
Pinjaman Bank Jangka Pendek 267,622,483,576 -- 267,622,483,576 Short-Term Bank Loans
Utang Usaha Trade Payables
Pihak Ketiga 658,484,794,807 -- 658,484,794,807 Third Parties
Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya Other Current Financial Liabilities
Pihak Ketiga 76,419,626,955 -- 76,419,626,955 Third Parties
Uang Muka dari Pelanggan 50,753,763,225 -- 50,753,763,225 Advances from Customers
Liabilitas Bruto kepada Pemberi Kerja 1,739,891,080 -- 1,739,891,080 Gross Amount Due to Customers
Utang Pajak 41,841,936,889 61,098,962,500 102,940,899,389 Taxes Payable
Beban Akrual 278,762,313,883 -- 278,762,313,883 Accrued Expenses
Pinjaman Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Current Maturities of Long-Term Loans
dalam Waktu Satu Tahun
Bank dan Sindikasi 141,114,242,305 -- 141,114,242,305 Banks and Syndication
Utang Lain-lain Pihak Ketiga 159,812,998 -- 159,812,998 Other Payables to Third Parties
Liabilitas Sewa 68,891,721,650 -- 68,891,721,650 Lease Liabilities
Uang Muka Proyek 368,678,129,165 -- 368,678,129,165 Project Advances
Pendapatan Diterima di Muka - Jangka Pendek 34,090,521,484 -- 34,090,521,484 Unearned Income - Current Portion
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1,988,559,238,017 61,098,962,500 2,049,658,200,517 Total Current Liabilities
Liabilitas Jangka Panjang Non-Current Liabilities
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Lainnya Other Non-Current Financial Liabilities
Pihak Ketiga 4,829,075,411 -- 4,829,075,411 Third Parties
Pinjaman Jangka Panjang Setelah Dikurangi Long-Term Loans - Net of
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Current Maturities
Satu Tahun
Bank dan Sindikasi 914,855,480,609 -- 914,855,480,609 Banks and Syndication
Utang Lain-lain Pihak Ketiga 63,866,667 -- 63,866,667 Other Payables to Third Parties
Liabilitas Sewa 201,018,354,345 -- 201,018,354,345 Lease Liabilities
Jaminan dari Pelanggan 74,427,026,152 -- 74,427,026,152 Tenants' Deposits
Liabilitas Imbalan Kerja 179,503,071,293 -- 179,503,071,293 Employment Benefits Liabilities
Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang Long-Term Unearned Income - Net of
setelah Dikurangi Bagian Jangka Pendek 11,438,118,199 -- 11,438,118,199 Current Portion
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 1,386,134,992,676 -- 1,386,134,992,676 Total Non-Current Liabilities
JUMLAH LIABILITAS 3,374,694,230,693 61,098,962,500 3,435,793,193,193 TOTAL LIABILITIES
EKUITAS EQUITY
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Equity Attributable to
Pemilik Entitas Induk Owner of the Parent Entity
Modal Saham Capital Stock
Nilai Nominal Rp125 per Saham Par Value Rp125 per Share
Modal Dasar - 6.400.000.000 Saham Authorized - 6,400,000,000 Shares
Modal Ditempatkan dan Disetor - Subscribed and Paid-up Capital -
4.705.249.440 Saham 588,156,180,000 -- 588,156,180,000 4,705,249,440 Shares
Tambahan Modal Disetor 292,121,427,089 -- 292,121,427,089 Additional Paid-in Capital
Cadangan Kompensasi Berbasis Saham 50,224,175,361 -- 50,224,175,361 Allowances for Share-Based Compensation
Selisih Transaksi dengan Pihak Difference in Transaction with
Non-Pengendali 1,546,630,786,876 (92,754,379,054) 1,453,876,407,822 Non-Controlling Interest
Saham Treasuri (28,543,604,834) -- (28,543,604,834) Treasury Stock
Saldo Laba Retained Earnings
Ditentukan Penggunaannya 42,000,000,000 -- 42,000,000,000 Appropriated
Tidak Ditentukan Penggunaannya 3,012,026,670,772 -- 3,012,026,670,772 Unappropriated
Penghasilan Komprehensif Lain 4,627,625,775 -- 4,627,625,775 Other Comprehensive Income
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan kepada Total of Equity Attributable to
Pemilik Entitas Induk 5,507,243,261,039 (92,754,379,054) 5,414,488,881,985 Owner of the Parent Entity
Kepentingan Non-Pengendali 2,363,198,015,516 92,754,379,054 2,455,952,394,570 Non-Controlling Interest
JUMLAH EKUITAS 7,870,441,276,555 -- 7,870,441,276,555 TOTAL EQUITY
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 11,245,135,507,248 61,098,962,500 11,306,234,469,748 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY
Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari The accompanying notes form an integral part of these
laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan consolidated financial statements
Draft/03 Desember 2025 2 Paraf
Page 148
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN POSISI KEUANGAN NOTES TO THE PROFORMA SUMMARY
KONSOLIDASIAN INTERIM RINGKASAN PROFORMA INTERIM CONSOLIDATED FINANCIAL POSITION
Per 30 Juni 2025 As of June 30, 2025
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (In Full Rupiah, unless otherwise stated)
1. Peristiwa yang Mendasari 1. Underlying Events
PT Surya Semesta Internusa Tbk (Perusahaan) PT Surya Semesta Internusa Tbk (the
bermaksud untuk melakukan restrukturisasi “Company”) intends to undertake an internal
internal (“Rencana Restrukturisasi”), antara lain restructuring (the “Restructuring Plan”), which
melalui: includes, among others:
a. Pengalihan seluruh saham yang dimiliki oleh a. The transfer of all shares owned by the
Perusahaan dalam PT Sitiagung Makmur Company in PT Sitiagung Makmur (SAM),
(SAM), PT Surya Internusa Hotels (SIH) dan PT Surya Internusa Hotels (SIH) and
PT Surya Semesta Realti (SSR) kepada PT Surya Semesta Realti (SSR) to
PT Suryalaya Anindita International (SAI) PT Suryalaya Anindita International (SAI)
dan PT TCP Internusa (TCP) dalam SAM and the transfer of shares in SAM owned by
kepada SAI, dimana pembayaran atas PT TCP Internusa (TCP) to SAI, where
pengalihan saham tersebut dilakukan oleh payment for the share transfer is made by
SAI dengan mengeluarkan saham baru SAI by issuing new shares to the Company
kepada Perusahaan dan TCP (“Inbreng and TCP (“Shares Inbreng”); and
Saham”); dan
b. Pengalihan atas tanah yang dimiliki oleh b. The transfer of land owned by TCP to SAI,
TCP kepada SAI, dimana pembayaran atas where payment for the land transfer is made
pengalihan tanah tersebut dilakukan oleh by SAI by issuing new shares to TCP
SAI dengan mengeluarkan saham baru (“Shares Inbreng”).
kepada TCP (“Inbreng Saham”).
Seluruh entitas yang dialihkan saham dan All entities transferring shares and land under
tanahnya dalam Rencana Restrukturisasi ini this Restructuring Plan are controlled entities
merupakan perusahaan terkendali di mana whose shares are wholly owned by the
seluruh sahamnya dimiliki oleh Perusahaan, baik Company, whether directly or indirectly.
secara langsung maupun tidak langsung.
SAI merupakan perusahaan anak terkendali SAI is a controlled subsidiary in which the
yang 86,79% sahamnya dimiliki oleh Company holds 86.79% of the shares, whether
Perusahaan, baik secara langsung maupun directly or indirectly. As consideration for the
tidak langsung. Sebagai pembayaran atas transfer of the shares and land, SAI will issue
pengalihan saham dan tanah tersebut, SAI akan new shares that will be allocated to the
menerbitkan saham baru yang akan dialokasikan Company and TCP.
kepada Perusahaan dan TCP.
Informasi keuangan proforma ini dibuat untuk This proforma financial information is prepared to
menggambarkan dampak dari kemungkinan describe the impact of possible transactions on
transaksi pada laporan posisi keuangan the Company's interim consolidated statement of
konsolidasian interim pada 30 Juni 2025, seolah- financial position as of June 30, 2025, as if the
olah kemungkinan transaksi telah terjadi pada possible transactions had occurred on June 30,
tanggal 30 Juni 2025. Informasi keuangan 2025. Proforma interim financial information is
interim proforma dibuat hanya sebagai ilustrasi prepared only as an illustration and does not
dan tidak memberikan gambaran sebenarnya provide an actual picture of the interim
dari posisi keuangan konsolidasian interim yang consolidated financial position that will be
akan dilaporkan yang mencakup kemungkinan reported which includes the possibility of actual
transaksi kenyataannya terjadi pada tanggal di transactions occurring on the above date.
atas. Informasi keuangan proforma harus dibaca Proforma financial information should be read in
dalam kaitannya dengan informasi keuangan conjunction with historical financial information
historis pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah di as of June 30, 2025 which has been reviewed by
reviu oleh Kantor Akuntan Publik. a Public Accounting Firm.
3
Page 149
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN POSISI NOTES TO THE PROFORMA SUMMARY
KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM INTERIM CONSOLIDATED
RINGKASAN PROFORMA (Lanjutan) FINANCIAL POSITION (Continued)
Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 For the Year Ended June 30, 2025
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (In Full Rupiah, unless otherwise stated)
2. Kriteria yang Digunakan dalam Penyusunan 2. Criteria Used in Preparing the Proforma
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Summary Interim Consolidated Statement of
Interim Ringkasan Proforma Financial Position
Laporan posisi keuangan konsolidasian interim The proforma summary interim consolidated
ringkasan proforma telah disajikan dengan statement of financial position has been
menggunakan kriteria sebagai berikut: presented using the following criteria:
• Laporan posisi keuangan konsolidasian • The proforma summary interim consolidated
interim ringkasan proforma untuk periode statement of financial position for the period
yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 ended 30 June 2025 is derived from the
berasal dari laporan keuangan historis Company’s historical financial statements,
Perusahaan yang telah direviu oleh Kantor which have been reviewed by the Public
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Accounting Firm Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan dengan kesimpulan tidak Mawar & Rekan, with the conclusion that
ada hal-hal yang menjadi perhatian yang there is no matter that draws attention which
menyebabkan laporan keuangan would cause the interim consolidated financial
konsolidasian interim tidak menyajikan statements not to present fairly, in all material
secara wajar, dalam semua hal yang material respects, in accordance with Indonesian
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Financial Accounting Standards.
di Indonesia
• Perusahaan mengalihkan seluruh saham • The Company transfers all shares it owns in
yang dimiliki dalam SAM, SIH dan SSR SAM, SIH, and SSR to SAI through an
kepada SAI secara inbreng dan TCP inbreng transactions, and TCP transfers the
mengalihkan saham yang dimiliki dalam SAM shares it owns in SAM to SAI through an
kepada SAI secara inbreng, sehingga inbreng transaction, whereby as
sebagai pembayaran SAI akan menerbitkan consideration SAI will issue new shares
saham baru yang dialokasikan kepada SSIA allocated to SSIA and TCP.
dan TCP.
• TCP mengalihkan Tanah kepada SAI secara • TCP transfers the Land to SAI through an
inbreng, sehingga sebagai pembayaran SAI inbreng transaction, whereby as
akan menerbitkan saham baru yang consideration SAI will issue new shares
dialokasikan kepada TCP. allocated to TCP.
• SAI mencatat Bea Perolehan Hak atas • SAI records the Land and Building Acquisition
Tanah dan Bangunan (BPHTB) atas Duty (BPHTB) on the acquisition of the Land
perolehan Tanah sebesar 5% dari nilai amounting to 5% of the transaction value and
transaksi dan dikapitalisasi sebagai bagian capitalizes it as part of the acquisition cost of
dari harga perolehan Tanah. the Land.
• TCP mencatat Pajak Penghasilan atas • TCP records Income Tax on the Transfer of
Penjualan Tanah dan Bangunan (PPHTB) Land and Buildings (PPHTB) on the disposal
atas pelepasan Tanah sebesar 2,5% dari of the Land amounting to 2.5% of the
nilai transaksi dan diakui sebagai bagian dari transaction value and capitalizes it as part of
harga perolehan Tanah. the acquisition cost of the Land.
• Mencatat perubahan porsi saham non- • The change in SAI’s non-controlling interest
pengendali SAI yang terdilusi atas dampak portion diluted as a result of the issuance of
diterbitkannya saham baru oleh SAI yang new shares by SAI allocated to SSIA and
dialokasikan kepada SSIA dan TCP dalam TCP in the inbreng of shares and land is
transaksi inbreng saham dan tanah. recognized.
• Nilai wajar perolehan saham SAI per 30 Juni • The fair value of SAI’s shares acquired as of
2025 sebesar Rp50.500.000/saham. June 30, 2025 was Rp50,500,000 per share.
• Transaksi Inbreng saham dan tanah telah • The inbreng transactions involving shares
memenuhi ketentuan perpajakan. and land have complied with tax regulations.
• Kepemilikan Perusahaan secara langsung • The Company’s ownership in SAI directly and
dan tidak langsung pada SAI meningkat dari indirectly, increased from 86.79% to 93.36%.
86,79% menjadi 93,36%.
• Pada tanggal 30 Juni 2025, SAM, SIH, TCP • As of June 30, 2025, SAM, SIH, TCP and
dan SSR dikonsolidasi kedalam laporan SSR were consolidated into SAI’s financial
keuangan SAI. statements.
4
Page 150
PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
DAN ENTITAS ANAK AND SUBSIDIARIES
CATATAN ATAS LAPORAN POSISI NOTES TO THE PROFORMA SUMMARY
KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM INTERIM CONSOLIDATED
RINGKASAN PROFORMA (Lanjutan) FINANCIAL POSITION (Continued)
Untuk Periode yang Berakhir pada 30 Juni 2025 For the Year Ended June 30, 2025
(Dalam Ribuan Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (In Full Rupiah, unless otherwise stated)
• Skema transaksi-transaksi tersebut • These transaction schemes are assumed
diasumsikan telah diselesaikan seluruhnya have been fully completed as of June 30,
pada tanggal 30 Juni 2025 2025.
3. Penyesuaian Proforma 3. Proforma Adjustments
Penyesuaian proforma dalam laporan posisi Proforma adjustments in the proforma summary
keuangan konsolidasian interim ringkasan interim consolidated statement of financial
proforma berdasarkan kriteria di atas adalah position based on the above criteria are as
sebagai berikut: follows:
• SAI mengakuisisi Tanah dari TCP dengan • SAI acquired land from TCP through an
nilai inbreng sebesar Rp803.556.000.000, inbreng transaction valued at
dimana SAI mengkapitalisasi beban BPHTB Rp803,556,000,000, in which SAI capitalized
sebesar Rp40.728.475.500 sebagai bagian the BPHTB expense of Rp40,728,475,500
dari aset tanah. Atas transaksi ini TCP as part of the land asset. For this
sebagai pihak yang melepaskan aset tanah transaction, TCP, as the party transferring
juga mencatat beban PPHTB sebagai the land asset, also recorded the PPHTB
sebagai bagian dari aset tanah sebesar expense as part of the land asset amounting
Rp20.370.487.500. to Rp20,370,487,500.
• Penyesuaian kepentingan non-pengendali • An adjustment to SAI’s non-controlling
SAI sebesar Rp92.754.379.054 atas interest amounting to Rp92,754,379,054
terdilusinya saham non pengendali SAI arose from the dilution of SAI’s non-
sebagai dampak dari transaksi inbreng controlling shareholders as a result of the
saham dan tanah dimana SAI menerbitkan inbreng of shares and land, in which SAI
33.014 lembar saham baru dengan nilai issued 30,014 new shares with a par value
nominal Rp968.000 per lembar untuk of Rp968,000 per share to be allocated to
dialokasikan ke SSIA dan TCP. SSIA and TCP.
• Penyesuaian proforma dengan pihak • Proforma adjustments with entities under
sepengendali telah dieliminasi pada laporan common control have been eliminated in this
posisi keuangan konsolidasian interim proforma summary interim consolidated
ringkasan proforma ini. statement of financial position.
4. Tanggung Jawab Manajemen dan Penerbitan 4. Management Responsibilities and Issuance of
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Summary Interim Consolidated
Interim Ringkasan Proforma Statement of Financial Position
Laporan posisi keuangan konsolidasian interim The proforma summary interim consolidated
ringkasan proforma sepenuhnya merupakan statement of financial position is entirely the
tanggung jawab manajemen Perusahaan yang responsibility of the Company's management
telah disetujui untuk terbit pada 1 Desember which have been approved for publication on
2025. December 1, 2025.
5
Names mentioned 67 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Sitiagung Makmur
p.2 ×6
unresolved
org
PT Surya Internusa Hotels
p.2 ×2
unresolved
org
PT Surya Semesta Realti
p.2 ×2
unresolved
org
PT TCP Internusa
p.2 ×18
unresolved
person
Raden Rita Diana Syarifah
p.2 ×8
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×10
unresolved
org
PT Enercon Paradhya
p.4 ×2
unresolved
org
PT Suryalaya Anindita
p.4 ×2
unresolved
org
PT Batiqa Hotel
p.4 ×2
unresolved
org
PT Surya Internusa Hotel
p.4 ×2
unresolved
org
PT Surya Semesta Realti International
p.4 ×2
unresolved
org
PT Ungasan Semesta
p.4 ×2
unresolved
org
PT Surya Internusa
p.4 ×4
unresolved
org
PT Surya Cahaya
p.4 ×2
unresolved
org
PT Surya Bajo Properti
p.4 ×2
unresolved
org
PT Surya Bajo Lestari
p.4 ×2
unresolved
org
PT Indo Indah
p.4 ×2
unresolved
org
Mawar dan Rekan
p.8 ×2
unresolved
org
AAJAMR
p.10 ×28
unresolved
person
Kumala Tjahjani Widodo
· Notaris
p.12 ×10
unresolved
org
Bank Indonesia
p.13 ×6
unresolved
person
Jimmy Tanal
· Notaris
p.15 ×12
unresolved
org
PT Ungasan Semesta Resort
p.15 ×2
unresolved
person
Umi Sutamto
p.17
unresolved
org
PT Multi Investments Ltd. Akta
p.17
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.17 ×5
unresolved
org
Kementerian
p.17
unresolved
org
PT Arman Investments Utama
p.18
unresolved
org
Intrepid Investments Limited
p.18
unresolved
org
PT Suryalaya Anindita International Dalam Transaksi
p.20
unresolved
person
Kartini Muljadi
p.21 ×3
unresolved
person
James Herman Rahardjo
p.21 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.21 ×7
unresolved
org
PT Mitra Karya Lentera
p.22 ×3
unresolved
org
PT Enercon Paradhya International
p.22 ×4
unresolved
org
PT Sitiagung Makmur Dalam Transaksi
p.22
unresolved
org
PT Surya Internusa Hotel Dalam Transaksi
p.24
unresolved
person
Akta Notaris Robert Purba
p.24
unresolved
org
PT Surya Semesta Realti Dalam Transaksi
p.25
unresolved
person
Hasbullah Abdul Rasyid
p.25
unresolved
org
PT TCP Internusa Dalam Transaksi
p.27
unresolved
person
Chairil Bahri
p.27
unresolved
org
PT Suryalaya Anindita International II.
p.33
unresolved
org
Pusat Statistik
p.37 ×2
unresolved
org
Departemen Pendapatan
p.60
unresolved
—
Pembat
· Penilai
p.71 ×8
unresolved
org
KJPP KR
p.89 ×8
unresolved
org
KJPP SRR
p.90 ×2
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.97 ×4
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.97 ×2
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.97 ×2
unresolved
org
PT Suryalaya
p.141 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
20057 ms
12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
'sebagai berikut:'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah sebagai '
'berikut:',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}