Skip to content
Back to announcement

20251203_SSIA_Informasi Transaksi Afiliasi_31999661_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review SSIA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 646

Page 1
LAPORAN PENILAIAN 100,000000% SAHAM
PT SURYALAYA ANINDITA INTERNATIONAL

  PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk

        TANGGAL PENILAIAN
           30 JUNI 2025
Page 2
No. : 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025                              24 November 2025



Kepada Yth.

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,000000% Saham PT Suryalaya Anindita International


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Surya Semesta
Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,000000% saham PT Suryalaya Anindita International
(selanjutnya disebut “SAI”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,000000% saham SAI
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.
Page 3
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                   Perseroan



                                  99,999998%                                                                  95,582984%


                        PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                        International (EPI)
                                                                                                          EPI 4,417016%
           94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                   PT Suryalaya Anindita
  PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                     International (SAI)
        (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                          TCP 27,327327%
       TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
           99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

  PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                         PT Indo Indah (II)
     Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

  Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                                     ii
Page 4
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                                               iii
Page 5
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar
domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti
dan pariwisata nasional

Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar
domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti
dan pariwisata nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan beberapa aksi
korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham atau setara
    dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari jumlah
    seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut “Saham
    SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi
    SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan
    99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH
    (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut
    “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan
    99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR
    (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna
    Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan luas tanah sebesar
    8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan Rencana
Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                            iv
Page 6
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka mengembangkan
portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan
merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan
rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di
bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset
perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan
imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas,
di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak
dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan
dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh Tanah
dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand
Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang
dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit perhotelan
di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi
dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan
dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas
kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai
entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.




                                               v
Page 7
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
    entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
    mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
    Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur
    kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini
    sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada
    pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
    terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan
    bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak
    Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian
    ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang
    saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
    melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
    keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
    memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
    diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan
    yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas
    Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang
    dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
    memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang
    prospek pertumbuhan industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh
    Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah
    persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna
    mengatasi risiko ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan
    dapat memberikan dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan
    atas Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                            vi
Page 8
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan
    unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
    perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
    perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
    perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
    mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-
    hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan
    secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
    melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya
    saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya
    dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SAI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SAI bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SAI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             vii
Page 9
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SAI ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SAI. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.




                                            viii
Page 10
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SAI yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan SAI untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian
ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,000000% saham PT Suryalaya Anindita International ini
merupakan laporan terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
100,000000% saham PT Suryalaya Anindita International tidak terdapat kejadian penting
setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi
penilaian nilai pasar Objek Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (selanjutnya disebut “AAJAMR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01330/2.1030/AU.1/05/0501-1/1/X/2025
   tanggal 31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

3. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00477/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00443/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;




                                             ix
Page 11
5. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00526/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

6. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00245/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;

7. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00224/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/III/2021 tanggal 24 Maret 2021 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;

8. Proyeksi laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2064 yang disusun oleh manajemen SAI;

9. Laporan penilaian properti SAI per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP Suwendho,
   Rinaldy     &      Rekan       sebagaimana       tertuang    dalam     laporannya
   No. 00414/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025;

10. Anggaran dasar SAI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 7
    tanggal 9 Juni 2025 yang dibuat oleh Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris
    di Jakarta, mengenai perubahan susunan Komisaris dan Direksi;

11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;

12. Tarif pajak yang diberlakukan atas SAI adalah berdasarkan laba kena pajak dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum, yaitu
    sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2064;

13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SAI serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

14. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

15. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;




                                            x
Page 12
16. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

17. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

18. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SAI atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SAI. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan SAI yang disusun oleh manajemen SAI. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja SAI pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SAI yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja SAI yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SAI dan informasi manajemen SAI terhadap
proyeksi laporan keuangan SAI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian
SAI dan kesimpulan nilai akhir.




                                            xi
Page 13
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAI atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SAI bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SAI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAI berdasarkan anggaran dasar SAI.




                                            xii
Page 14
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SAI, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki SAI. Prospek SAI di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan
oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan
sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri
yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset bersih (adjusted
net asset method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
SAI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha SAI. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi SAI diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SAI. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.




                                              xiii
Page 15
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SAI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 100,000000% Saham SAI Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

       Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
       100,000000% saham SAI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 1.172,60 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
       100,000000% saham SAI adalah sebesar Rp 820,82 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,000000% saham SAI berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
       sebesar Rp 820,82 miliar.

II.    Nilai Pasar 100,000000% Saham SAI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
       Bersih

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,000000% saham SAI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 2.932,39 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
       100,000000% saham SAI adalah sebesar Rp 2.052,67 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,000000% saham SAI berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
       sebesar Rp 2.052,67 miliar.

III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan 70,00% untuk metode
       penyesuaian aset bersih.

       Alasan kami memberikan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan 70,00%
       untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi yang
       digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami gunakan untuk
       menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki
       tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang
       digunakan pada metode diskonto arus kas.




                                            xiv
Page 16
       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.

Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan usaha departemen, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang
dikembangkan pihak manajemen SAI melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan
manajemen SAI mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana
Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat
kami, asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas
pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan
memengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa
dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan
jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
Rp 1.683,11 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SAI serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SAI. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SAI tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xv
Page 17
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xvi
Page 18
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap SAI untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xvii
Page 19
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                         .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Aldrich Valerian Budhimulja                                     .....................................
No. MAPPI       : 23-A-11992




                                          xviii
Page 20
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
   dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2025.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-
   undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xix
Page 21
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi atas aset tetap yang dimiliki oleh SAI serta telah melakukan
    inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait dengan operasional,
    kinerja, dan prospek dari SAI.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                           .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Aldrich Valerian Budhimulja                                       .....................................
No. MAPPI       : 23-A-11992




                                            xx
Page 22
                                        DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                               i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xvii

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xviii

SURAT PERNYATAAN                                                                 xix

DAFTAR ISI                                                                       xxi

DAFTAR TABEL                                                                    xxiv

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxvii

LAMPIRAN                                                                       xxviii

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                              1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                                7
        C. Premis Penilaian                                                       7
        D. Independensi Penilai                                                   7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                              7
        F. Profil PT Suryalaya Anindita International                             8
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                          9
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   10
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       10
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                             11
        K. Kesimpulan Penilaian                                                  12

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             13
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                           18
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                         18
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                             18
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                     19
        F. Informasi Non-Keuangan                                                21
        G. Jenis Ekuitas                                                         23
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                              23
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                         25
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                          25
        K. Jenis Laporan                                                         25
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)        25




                                             xxi
Page 23
                                                                           HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Suryalaya Anindita International                  26
        B. Kegiatan Usaha                                                      26
        C. Manajemen                                                           26
        D. Kepemilikan Saham                                                   27
        E. Data Keuangan Historis                                              27

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                              29
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                          32
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                          33
        D. Tingkat Suku Bunga                                                  33
        E. Inflasi                                                             34
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                  35

V.      TINJAUAN INDUSTRI PERHOTELAN

        A. Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia                               37
        B. Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia                           40

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Suryalaya Anindita International                                 43
        B. Analisis atas Common Size PT Suryalaya Anindita International       54
        C. Analisis atas Common Size Industri Perhotelan                       56

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Persaingan Usaha                                             61
        B. Risiko Gangguan Keamanan                                            61
        C. Risiko Ekonomi                                                      61
        D. Risiko Politik dan Sosial                                           61
        E. Risiko Bencana Alam                                                 62
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                         62

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                             63
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                     64
        C. Premis Penilaian                                                    65
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                           66
        E. Prosedur Penilaian                                                  66
        F. Independensi Penilai                                                66




                                            xxii
Page 24
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   67
      B. Metode Diskonto Arus Kas                                                   68
      C. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan                                     81
      D. Penentuan Arus Kas Bersih                                                  81
      E. Tingkat Diskonto                                                           84
      F. Perhitungan Nilai pasar SAI                                                87
      G. Nilai Pasar 100,000000% Saham SAI
         Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas                                       89
      H. Nilai Pasar 100,000000% Saham SAI
         Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset Bersih                                 90
      I. Rekonsiliasi Nilai                                                         92
      J. Kesimpulan Penilaian                                                       92




                                          xxiii
Page 25
                                   DAFTAR TABEL

                                                                     HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Suryalaya Anindita International                            8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Suryalaya Anindita International                           27

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Suryalaya Anindita International
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                  27

Tabel 4    Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Suryalaya Anindita International
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       28

Tabel 5    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                       29

Tabel 6    Pertumbuhan Inflasi                                           30

Tabel 7    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                           31

Tabel 8    Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi             35

Tabel 9    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Suryalaya Anindita International
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                  43

Tabel 10   Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Suryalaya Anindita International
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       47

Tabel 11   Laporan Arus Kas Konsolidasian
           PT Suryalaya Anindita International
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       49

Tabel 12   Rasio-rasio Keuangan
           PT Suryalaya Anindita International
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                  52


                                          xxiv
Page 26
                                                                        HALAMAN

Tabel 13   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Suryalaya Anindita International
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     54

Tabel 14   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Suryalaya Anindita International
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          55

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Indonesian Paradise Property Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     56

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Indonesian Paradise Property Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          57

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     58

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          59

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     59

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          60




                                         xxv
Page 27
                                                                         HALAMAN

Tabel 21   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           PT Suryalaya Anindita International
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2064                           72

Tabel 22   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
           PT Suryalaya Anindita International
           Per 31 Desember 2025 – 2064                                       74

Tabel 23   Proyeksi Arus Kas Bersih
           PT Suryalaya Anindita International
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2064                           82

Tabel 24   Indikasi Nilai Kini Operasi
           PT Suryalaya Anindita International
           Per 30 Juni 2025                                                  87

Tabel 25   Nilai Pasar 100,000000% Saham
           PT Suryalaya Anindita International
           Metode Diskonto Arus Kas
           Per 30 Juni 2025                                                  89

Tabel 26   Nilai Pasar 100,000000% Saham
           PT Suryalaya Anindita International
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                                  91

Tabel 27   Rekonsiliasi Nilai
           PT Suryalaya Anindita International
           Per 30 Juni 2025                                                  92




                                          xxvi
Page 28
                                   DAFTAR GRAFIK

                                                                               HALAMAN

Grafik 1    Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                  3

Grafik 2    Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
            di Indonesia                                                           34

Grafik 3    Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing               36

Grafik 4    Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
            Tahun 2021 – 2024                                                      37

Grafik 5    Tingkat Okupansi Hotel di Dunia
            Januari 2025 – Juni 2025                                               38

Grafik 6    Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
            Tahun 2025 – 2030                                                      39

Grafik 7    Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
            Tahun 2021 – 2024                                                      40

Grafik 8    Provinsi dengan Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang terbesar
            di Indonesia
            Periode Juni 2025                                                      41

Grafik 9    Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
            Tahun 2025 – 2030                                                      42

Grafik 10   Proyeksi Pendapatan Usaha Departemen
            PT Suryalaya Anindita International
            Tahun 2025 – 2064                                                      70

Grafik 11   Proyeksi Biaya dan Beban Departemen
            PT Suryalaya Anindita International
            Tahun 2025 – 2064                                                      71




                                         xxvii
Page 29
                                      LAMPIRAN

                                                   HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,000000% Saham
             PT Suryalaya Anindita International
             Metode Diskonto Arus Kas
             Per 30 Juni 2025                          93

Lampiran B   Nilai Pasar 100,000000% Saham
             PT Suryalaya Anindita International
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                          94

Lampiran C   Rekonsiliasi Nilai
             PT Suryalaya Anindita International
             Per 30 Juni 2025                          95




                                         xxviii
Page 30
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Surya Semesta Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
       suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan,
       pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan
       perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat, kawasan industri,
       pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan utama Perseroan adalah
       melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa manajemen serta pelatihan
       pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha pembangunan/pengelolaan
       kawasan      industri,  real   estat,   jasa     konstruksi,  perhotelan   dan
       lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R.
       Rasuna Said Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor
       telepon: (021) 526 2121, nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email:
       inquiry@suryainternusa.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       dengan rincian sebagai berikut:

                                                                          Perseroan



                                         99,999998%                                                                  95,582984%


                               PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                               International (EPI)
                                                                                                                 EPI 4,417016%
                  94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                          PT Suryalaya Anindita
         PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                            International (SAI)
               (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                                 TCP 27,327327%
              TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
                  99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

         PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                                PT Indo Indah (II)
            Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

         Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




       EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL
       selanjutnya secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                             1
Page 31
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
lingkup kegiatan usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                              2
Page 32
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan
menunjukkan prospek pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan
preferensi konsumen, seperti permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis,
popularitas boutique hotel, serta tren bangunan ramah lingkungan. Peluang
pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar domestik, mengingat sifat
industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti dan pariwisata
nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan
beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham
    atau setara dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan
    5,139902% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada
    SAM (selanjutnya disebut “Saham SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI
    (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara
    dengan 99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan
    disetorkan pada SIH (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara
    dengan 99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan
    disetorkan pada SSR (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di
    Jalan Rasuna Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan
    luas tanah sebesar 8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan
Rencana Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana
Transaksi”.




                                  3
Page 33
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham
pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya
perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal
atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan
Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan
guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas
Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-
aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung
pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga
dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas
Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana dengan
menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak
Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan
yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan
peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah
satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah
awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai
dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi
SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                  4
Page 34
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan industri
serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan
aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak
Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara
produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan
meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
    saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
    Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata,
    khususnya perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan
    restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan
    dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis
    dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
    yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
    pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis
    perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas
    Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan
    secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil
    investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku
    kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan
    dalam rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi
    dalam proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas
    kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi
    seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan
    menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset
    perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
    dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
    masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
    industri perhotelan.




                                  5
Page 35
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
    memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan
    salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi
    langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan
    sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
    lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas
    Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah
    seiring dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam
    pencarian pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk
    melakukan pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan
    saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis
    dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa
    perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
    tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan
    penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
    Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan
    kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.(selanjutnya disebut “POJK
17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas nilai pasar 100,000000% saham SAI.

Mengingat SAI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SAI bersifat tidak likuid.


                                   6
Page 36
I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,000000% saham SAI
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
       “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300,
       SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa SAI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SAI
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SAI. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
       tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan SAI yang kami terima. Data keuangan tersebut
       berupa laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
       tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                          7
Page 37
I.F.     Profil PT Suryalaya Anindita International

         SAI didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun
         1967 berdasarkan akta Notaris No. 124 tanggal 11 Maret 1983 dari Kartini Muljadi,
         SH, notaris di Jakarta yang kemudian diubah dengan akta Notaris No. 37 tanggal
         13 Januari 1984 dari James Herman Rahardjo, S.H. Akta pendirian dan perubahan
         tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
         Keputusan No. C2-546.HT.01.01.TH.84 tanggal 25 Januari 1984 serta diumumkan
         dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 32 tanggal 21 April 1984, Tambahan
         No. 424.

         Anggaran Dasar SAI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
         Akta Notaris No. 7 tanggal 9 Juni 2025 dari Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H.,
         M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh
         Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
         Keputusan No. AHU-AH.01.09-0302125 Tahun 2025 tertanggal 24 Juni 2025.

         Kantor pusat SAI beralamat di Gedung Hotel Gran Melia Jakarta, Jalan H.R.
         Rasuna Said Kavling X-0, Jakarta Selatan.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham SAI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Suryalaya Anindita International
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                           (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                      Pemegang Saham                   Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Surya Semesta Internusa Tbk                        16.500       49,549550%     15.972.000.000
         PT TCP Internusa                                       9.100       27,327327%      8.808.800.000
         PT Mitra Karya Lentera                                 4.400       13,213213%      4.259.200.000
         PT Enercon Paradhya International                      3.300        9,909910%      3.194.400.000
         Jumlah                                                33.300      100,000000%     32.234.400.000




                                                   8
Page 38
I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SAI pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris                   :   Johannes Suriadjaja
         Wakil Presiden Komisaris             :   Arini Saraswaty Subianto
         Komisaris                            :   Kristoforus Paulus Kiarang
         Komisaris                            :   Badikenita Sitepu

         Direksi
         Presiden Direktur                    :   The Jok Tung
         Direktur                             :   Baktinendra Prawiro
         Direktur                             :   Wilson Effendy

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SAI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
         akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
         konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa
         hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya,
         perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor,
         aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan
         aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.




                                          9
Page 39
I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SAI,
       pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
       SAI. Prospek SAI di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
       usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang
       telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
       kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
       penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
       industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.

I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian
       aset bersih (adjusted net asset method).

       Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
       dilaksanakan oleh SAI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
       perkiraan atas perkembangan usaha SAI. Dalam melaksanakan penilaian dengan
       metode ini, operasi SAI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
       perkembangan usaha SAI. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
       dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
       risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.




                                         10
Page 40
         Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
         untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
         manajemen Perseroan dan SAI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
         diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
         hasil yang berbeda.

         Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
         dengan melakukan pembobotan.

I.J.     Ringkasan Hasil Penilaian

         Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
         sebagai berikut:

I.J.1.   Nilai Pasar 100,000000% Saham SAI Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

         Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
         100,000000% saham SAI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 1.172,60 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
         pasar 100,000000% saham SAI adalah sebesar Rp 820,82 miliar. Dengan
         demikian, nilai pasar 100,000000% saham SAI berdasarkan metode diskonto arus
         kas adalah sebesar Rp 820,82 miliar.

I.J.2.   Nilai Pasar 100,000000% Saham SAI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
         Bersih

         Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
         pasar 100,000000% saham SAI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 2.932,39 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
         pasar 100,000000% saham SAI adalah sebesar Rp 2.052,67 miliar. Dengan
         demikian, nilai pasar 100,000000% saham SAI berdasarkan metode penyesuaian
         aset bersih adalah sebesar Rp 2.052,67 miliar.




                                           11
Page 41
I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         70,00% untuk metode penyesuaian aset bersih.

         Alasan kami memberikan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         70,00% untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi
         yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami gunakan untuk
         menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
         memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
         informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas.

         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
         Penilaian adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.

         Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
         dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
         mengenai tingkat pendapatan usaha departemen, beban, dan akun-akun laporan
         posisi keuangan yang dikembangkan pihak manajemen SAI melalui analisis atas
         kinerja historis dan pernyataan manajemen SAI mengenai rencana-rencana untuk
         masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan
         penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
         asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas
         pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini
         akan memengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian
         bahwa dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat
         memberikan jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

I.K.     Kesimpulan Penilaian

         Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
         dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
         penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.




                                          12
Page 42
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk
        mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat,
        kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan utama
        Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
        manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
        pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi,
        perhotelan dan lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20,
        Jalan H.R. Rasuna Said Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan
        nomor telepon: (021) 526 2121, nomor faksimile: (021) 526 7878, dan
        email: inquiry@suryainternusa.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        dengan rincian sebagai berikut:

                                                                  Perseroan



                                    99,999998%                                                       95,582984%


                                                                                                    TCP
                                  EPI

                                                                                                  EPI 4,417016%
                   94,677165%       99,996575%                         99,999874%                    49,549550%             99,996440%

                                                                                                    SAI
                 SAM              BHM                                  SIH                                                SSR
                                                                                                  TCP 27,327327%
               TCP 5,322835%    SIH 0,003425%                     TCP 0,000126%                    EPI 9,909910%        TCP 0,003560%
                   99,999334%       99,600000%            99,996000%                 99,990000%       99,993453%            97,408377%      99,800000%


                 USR               II                   SIP                         SIL             SCP                   SBP              SBL

          Perseroan 0,000666%   USR 0,400000%    Perseroan 0,004000%            TCP 0,010000%     TCP 0,006547%    Perseroan 2,591623%   TCP 0,200000%




                                                                   13
Page 43
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
lingkup kegiatan usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                             14
Page 44
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan
menunjukkan prospek pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan
preferensi konsumen, seperti permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis,
popularitas boutique hotel, serta tren bangunan ramah lingkungan. Peluang
pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar domestik, mengingat sifat
industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti dan pariwisata
nasional.

Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham
pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya
perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal
atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan
Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan
guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas
Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-
aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung
pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga
dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas
Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana dengan
menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak
Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan
yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan
peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah
satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah
awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai
dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi
SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                  15
Page 45
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan industri
serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan
aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak
Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara
produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan
meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
    saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
    Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata,
    khususnya perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan
    restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan
    dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis
    dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
    yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
    pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis
    perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas
    Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan
    secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil
    investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku
    kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan
    dalam rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi
    dalam proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas
    kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi
    seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan
    menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset
    perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
    dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
    masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
    industri perhotelan.




                                  16
Page 46
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
    memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan
    salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi
    langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan
    sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
    lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas
    Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah
    seiring dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam
    pencarian pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk
    melakukan pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan
    saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis
    dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa
    perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
    tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan
    penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
    Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan
    kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.

Mengingat SAI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SAI bersifat tidak likuid.




                                   17
Page 47
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan SAI yang kami terima. Data keuangan tersebut
        berupa laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
        tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         18
Page 48
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun
           oleh manajemen Perseroan;

        2. Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya
           disebut “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (selanjutnya
           disebut    “AAJAMR”)     sebagaimana       tertuang dalam     laporannya
           No. 01330/2.1030/AU.1/05/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

        3. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00477/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/II/2025
           tanggal 28 Februari 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        4. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00443/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024
           tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        5. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00526/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023
           tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        6. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00245/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/III/2022
           tanggal 24 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
           penekanan atas hal-hal;

        7. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00224/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/III/2021
           tanggal 24 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
           penekanan atas hal-hal;

        8. Proyeksi laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2064 yang disusun oleh manajemen SAI;




                                       19
Page 49
9. Laporan penilaian properti SAI per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP
   Suwendho, Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00414/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal
   21 November 2025;

10. Anggaran dasar SAI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Notaris No. 7 tanggal 9 Juni 2025 yang dibuat oleh Kumala Tjahjani Widodo,
    S.H., M.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai perubahan susunan Komisaris
    dan Direksi;

11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia
    Negara dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan
    hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

12. Tarif pajak yang diberlakukan atas SAI adalah berdasarkan laba kena pajak
    dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
    berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2064;

13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SAI serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

14. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

15. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

16. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

17. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

18. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAI atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.




                                 20
Page 50
          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SAI. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha SAI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
          akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
          konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa
          hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya,
          perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor,
          aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan
          aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial. Dengan demikian, jasa yang
          dihasilkan oleh SAI adalah hotel beserta dengan fasilitas-fasilitas penunjang yang
          ada di dalamnya.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SAI meliputi Daerah
          Khusus Ibukota Jakarta dan Bali.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama SAI adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Sol Media Indonesia;
          •   Sol Melia Hotel Management (Shanghai) Company Ltd.;
          •   Melia Hotels International, S.A.;
          •   Iwan Meat Supplier;
          •   PT Budi Jaya Amenities;
          •   PT AS Foods;
          •   PT Karya Pangan Sejahtera;
          •   UD Cipta Bersama;
          •   PT Shimizu Bangun Cipta Kontraktor;
          •   PT Nusa Raya Cipta Tbk;
          •   PT Jellyspace Bisnis Internasional;
          •   PT Inti Tunggal Persada Jaya; dan
          •   PT Glori Mulia Utama.


                                            21
Page 51
          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci SAI adalah
          sebagai berikut:

          •   Melia.com;
          •   ZTE Corporation;
          •   Etihad Airways;
          •   Travelscape LLC / Expedia; dan
          •   Booking.com.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SAI adalah sebagai
          berikut:

          Gran Melia Jakarta
          • JW Marriot Jakarta
          • Shangri-la Jakarta
          • Ayana MidPlaza Jakarta
          • Le Meridian Jakarta
          • Pullman Jakarta

          Melia Bali Hotel
          • Grand Hyatt Bali
          • Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort
          • Conrad Bali Resort & SPA
          • Hilton Bali Resort
          • Intercontinental Bali Resort

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SAI
          adalah sebagai berikut:

          Paradisus by Melia Bali
          • Mendapatkan pasar All Inclusive sebesar 50% (di tahun 2026) dan 100% (di
             tahun 2028 dan selanjutnya).
          • Fokus pada branding yang kuat terhadap merek Paradisus by Melia Bali
             sebagai produk dan pengalaman baru bagi tamu-tamu.
          • Meningkatkan visibilitas dan penetrasi pasar baru di sumber-sumber yang
             baru, termasuk pasar negara berkembang.




                                          22
Page 52
        Gran Melia Jakarta

        •   Melakukan perbaikan terhadap asset beserta fasilitasnya secara bertahap.
        •   Meningkatkan tingkat hunian dengan mencari segmen pasar yang baru dan
            meningkatkan harga penjualan rata-rata
        •   Menjadikan hotel menjadi F&B Destination dengan terus meningkatkan
            performa dan servis dari F&B Outlet.

        Kedua Hotel
        • Melakukan inovasi dalam proses digitalisasi dalam pemasaran, reservasi,
           operasional, dan back of the house.
        • Tetap memberikan service excellence dan meningkatkan kepuasan
           pelanggan.
        • Memberikan pelatihan yang rutin dan pengembangan karir terhadap karyawan.
        • Komitmen terhadap Environment, Social, dan Governance (ESG)

II.G.   Jenis Ekuitas

        Saham yang dimiliki SAI merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
        saham SAI memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
        didasarkan pada proyeksi laporan keuangan SAI yang disusun oleh manajemen
        SAI. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi
        dikembangkan berdasarkan kinerja SAI pada tahun-tahun sebelumnya dan
        berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
        melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
        menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SAI yang dinilai pada saat penilaian
        ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
        yang kami lakukan terhadap target kinerja SAI yang dinilai dan telah
        mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung
        jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan
        berdasarkan kinerja historis SAI dan informasi manajemen SAI terhadap proyeksi
        laporan keuangan SAI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
        penilaian SAI dan kesimpulan nilai akhir.




                                         23
Page 53
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAI atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SAI bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan SAI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum SAI berdasarkan anggaran dasar SAI.




                                  24
Page 54
II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,000000% saham PT Suryalaya Anindita International
        ini merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,000000% saham PT Suryalaya Anindita International tidak
        terdapat kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang
        secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian.




                                          25
Page 55
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Suryalaya Anindita International

         SAI didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Asing No. 1 tahun
         1967 berdasarkan akta Notaris No. 124 tanggal 11 Maret 1983 dari Kartini Muljadi,
         SH, notaris di Jakarta yang kemudian diubah dengan akta Notaris No. 37 tanggal
         13 Januari 1984 dari James Herman Rahardjo, S.H. Akta pendirian dan perubahan
         tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
         Keputusan No. C2-546.HT.01.01.TH.84 tanggal 25 Januari 1984 serta diumumkan
         dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 32 tanggal 21 April 1984, Tambahan
         No. 424.

         Anggaran Dasar SAI telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
         Akta Notaris No. 7 tanggal 9 Juni 2025 dari Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H.,
         M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta perubahan tersebut telah diterima dan dicatat oleh
         Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
         Keputusan No. AHU-AH.01.09-0302125 Tahun 2025 tertanggal 24 Juni 2025.

         Kantor pusat SAI beralamat di Gedung Hotel Gran Melia Jakarta, Jalan H.R.
         Rasuna Said Kavling X-0, Jakarta Selatan.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SAI adalah bergerak dalam bidang penyediaan
         akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan usaha di bidang
         konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa
         hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya,
         perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor,
         aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan
         aktivitas kesehatan manusia dan aktivitas sosial.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SAI pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris                     :   Johannes Suriadjaja
         Wakil Presiden Komisaris               :   Arini Saraswaty Subianto
         Komisaris                              :   Kristoforus Paulus Kiarang
         Komisaris                              :   Badikenita Sitepu

         Direksi
         Presiden Direktur                      :   The Jok Tung
         Direktur                               :   Baktinendra Prawiro
         Direktur                               :   Wilson Effendy




                                           26
Page 56
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham SAI berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Suryalaya Anindita International
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                 (Dalam Rupiah)
                                                                                      Persentase
                          Pemegang Saham                   Jumlah Saham                                      Jumlah Modal
                                                                                     Kepemilikan
         PT Surya Semesta Internusa Tbk                                  16.500               49,549550%         15.972.000.000
         PT TCP Internusa                                                 9.100               27,327327%          8.808.800.000
         PT Mitra Karya Lentera                                           4.400               13,213213%          4.259.200.000
         PT Enercon Paradhya International                                3.300                9,909910%          3.194.400.000
         Jumlah                                                          33.300              100,000000%         32.234.400.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
         30 Juni 2025 telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat wajar tanpa
         modifikasian dan hal lain. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 telah diaudit oleh KAP
         AAJAMR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan
         keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021
         dan 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing dengan pendapat wajar
         tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

         Ikhtisar data keuangan penting SAI adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Suryalaya Anindita International
         Laporan Posisi Keuangan
         Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan             30/06/25      31/12/24    31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                  75.580     200.687     164.144        82.248      13.307         41.124
         Piutang usaha
           Pihak berelasi                                         -           -           -           455         319            319
           Pihak ketiga                                       7.291       6.022      25.255        20.636       7.704          5.492
         Piutang lain-lain
           Pihak berelasi                                         -           -         902           741         785          1.001
           Pihak ketiga                                         235         256         374           202          65            608
         Persediaan                                           4.931       4.247      12.058        10.940       5.137          3.266
         Uang muka                                            1.116         626       1.069         1.370         153            118
         Biaya dibayar di muka                                5.591       5.892       3.891         3.565       2.534          2.309
         Pajak dibayar di muka                                3.206           -           -             -           -              -
         Jumlah Aset Lancar                                  97.949     217.730     207.693       120.158      30.005         54.237
         ASET TIDAK LANCAR
         Uang muka pembelian aset tetap                    10.316         4.346       1.847         8.295       2.045          1.837
         Aset tetap                                       572.624       246.753     220.208       229.172     247.389        286.338
         Aset hak guna                                    363.527        60.974      68.291        76.986      84.436         91.886
         Piutang karyawan                                     254           304         404           296         215            332
         Uang jaminan                                         754           674         663           558         534            657
         Biaya ditangguhkan                                 1.502         1.585       1.778         1.971       2.162          2.714
         Aset pajak tangguhan - neto                       24.031           810           -        30.212      39.286         13.253
         Taksiran tagihan pajak                                 -             -           -         3.253      14.798         13.377
         Jumlah Aset Tidak Lancar                         973.008       315.446     293.190       350.743     390.866        410.395
         JUMLAH ASET                                     1.070.957      533.176     500.883       470.901     420.871        464.632




                                                        27
Page 57
                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                           30/06/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek                                      10.765        6.004             -         6.788         32.224        49.997
Utang usaha                                                       6.241        6.611        21.700        15.729          8.280         3.486
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                    309          309           309        23.609            309           309
  Pihak ketiga                                                    9.296       20.987        48.827        53.608         34.211        34.899
Utang pajak                                                       6.590       33.452        16.478        10.321          4.087         3.559
Beban akrual                                                     11.255       14.497        18.369        11.172          4.840         3.551
Pendapatan diterima di muka                                         544          749         1.285         1.219          1.568         1.606
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
  Pinjaman bank                                                       -            -        49.615        40.870         33.691        30.857
  Liabilitas sewa                                                67.882       17.068        17.535        27.384         18.713         8.640
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                112.881        99.678       174.118       190.699       137.923        136.904
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun
  Liabilitas sewa                                              198.935        58.514        64.506        71.933         89.537        92.983
  Pinjaman bank                                                455.661             -             -        78.134         85.131         8.917
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                    -             -         1.008             -              -             -
Liabilitas imbalan kerja                                        30.295        28.124        26.895        31.883         38.233        58.745
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               684.892        86.638        92.409       181.950       212.901        160.645
JUMLAH LIABILITAS                                              797.773       186.316       266.527       372.650       350.823        297.548
EKUITAS
Modal saham                                                     32.234        32.234        32.234        32.234         32.234        32.234
Tambahan modal disetor                                          62.722        62.722        62.722        62.722         62.722        62.722
Saldo laba (defisit)                                           178.228       251.904       139.399         3.295        (24.909)       72.128
JUMLAH EKUITAS                                                 273.184       346.860       234.355        98.251         70.047       167.084
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                1.070.957       533.176       500.883       470.901       420.871        464.632



Tabel 4
PT Suryalaya Anindita International
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             30/06/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                       Keterangan
                                                            (6 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan usaha departemen                                      72.406      673.406       727.160       454.315       104.980        133.870
Biaya dan beban departemen                                       56.321      237.996       253.155       169.565        72.933        102.439
Laba departemen                                                 16.085       435.410       474.004       284.750         32.047        31.431
Beban umum dan administrasi                                   (101.526)     (230.980)     (227.466)     (188.377)      (126.455)     (156.253)
Beban penjualan dan pemasaran                                  (10.867)      (47.862)      (46.841)      (29.649)        (9.328)      (13.791)
Beban lain-lain                                                 (1.266)       (6.240)      (10.031)       (5.981)        (5.505)       (5.171)
Penghasilan lain-lain                                           16.838         7.986         2.534           231          1.258        19.969
Laba (rugi) sebelum beban keuangan                             (80.735)      158.313       192.201        60.974       (107.982)     (123.816)
Beban bunga dan keuangan                                       (13.995)       (6.403)      (14.056)      (21.242)       (16.220)       (9.920)
Laba (rugi) sebelum pajak                                      (94.730)      151.910       178.145        39.732       (124.202)     (133.735)
Beban (manfaat) pajak penghasilan                               22.745       (34.754)      (38.770)       (9.614)        26.282        30.530
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                      (71.985)      117.156       139.375        30.118        (97.920)     (103.205)
Penghasilan (beban) komprehensif lainnya                        (1.691)       (4.651)       (3.271)       (1.914)           883          (187)
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan         (73.676)      112.505       136.104        28.204        (97.037)     (103.392)




                                                            28
Page 58
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat setelah isu kenaikan tarif efektif
          resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan berkembang
          diumumkan. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
          berjudul Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi di
          AS, Eropa, dan Jepang mengalami penurunan seiring berjalannya pemberlakuan
          kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara-negara
          tersebut. Sedangkan di Tiongkok, tantangan seperti strategi diversifikasi ekspor
          berimplikasi terhadap kinerja ekonomi yang belum kuat. Sebaliknya,
          perekonomian di India diperkirakan tetap kuat didukung oleh tingginya permintaan
          domestik. Melihat kecenderungan kinerja ekonomi yang terjadi pada beberapa
          negara di dunia, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025
          yaitu tumbuh sekitar 3,00%.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 5
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                   (Dalam %)
                                                                                                        Proyeksi
                        Keterangan
                                                    2021      2022       2023       2024       2025       2026      2027
          Dunia                                       6,60      3,60       3,50       3,30       2,80       2,80        3,00
          Negara Maju
           AS                                         6,10       2,50      2,90       2,80       1,50       1,70        2,00
           Hong Kong                                  6,40      (3,70)     3,20       2,50       2,20       2,20        2,10
           Inggris                                    9,50       5,00      0,40       1,10       1,10       1,20        1,50
           Jepang                                     2,70       0,90      1,40       0,20       0,80       0,70        0,80
           Kanada                                     6,10       4,20      1,50       1,60       1,40       1,30        1,90
           Kawasan Eropa                              6,30       3,50      0,60       0,90       1,00       1,10        1,50
           Singapura                                  9,90       4,10      1,80       4,30       2,00       1,80        2,40
           Taiwan                                     6,70       2,70      1,10       4,80       3,10       2,40        2,50
           Australia                                  5,50       4,20      2,10       1,10       1,70       2,30        2,50
           Korea Selatan                              4,60       2,70      1,60       2,00       1,00       1,80        1,80
          Negara Berkembang
           Argentina                                 10,40      6,00       (1,90)     (1,30)     5,00       3,30        3,00
           India                                     (5,80)     9,70        7,60       9,20       N/A       6,30        6,50
           Indonesia                                  3,70      5,30        5,10       5,00      4,80       4,90        5,00
           Kolombia                                  11,00      7,50        0,60       1,70      2,50       2,80        2,90
           Malaysia                                   3,10      8,70        3,60       5,10      4,20       4,30        4,50
           Meksiko                                    4,70      3,90        3,30       1,50      0,30       1,30        2,00
           Mesir                                      3,30      6,70        3,80       2,40      3,90       4,40        4,90
           Tiongkok                                   8,40      3,10        5,40       5,00      4,80       4,20        4,00

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2024, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,80%, 2,50%,
          4,30%, dan 4,80%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 9,20%, 5,00%, 5,10%,
          dan 5,00%.


                                                       29
Page 59
          Pada tahun 2025, PDB di dunia diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar
          2,80%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan
          Australia masing-masing sebesar 1,50%, 2,20%, 2,00%, 3,10%, dan 1,70%.
          Sedangkan untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu Argentina,
          Indonesia, Malaysia, Mesir, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,80%,
          4,20%, 3,90%, dan 4,80%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 6
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                  (Dalam %)
                                                                                       Proyeksi
                         Keterangan
                                        2021       2022     2023     2024     2025       2026      2027
          Dunia                            4,70      8,60     6,60     5,60     3,80       3,50        3,50
          Negara Maju
           AS                              4,70      8,00     4,10     3,00     2,80       2,70        2,30
           Hong Kong                       1,60      1,90     2,10     1,80     1,70       1,90        2,00
           Inggris                         2,60      9,10     7,40     2,50     3,20       2,40        2,00
           Jepang                         (0,30)     2,50     3,30     2,70     2,90       1,80        2,00
           Kanada                          3,40      6,80     3,90     2,40     2,10       2,10        2,00
           Kawasan Eropa                   2,60      8,40     5,50     2,40     2,00       1,90        2,00
           Singapura                       2,30      6,10     4,90     2,40     1,10       1,60        1,70
           Taiwan                          2,00      3,00     2,50     2,20     1,80       1,70        1,80
           Australia                       2,90      6,60     5,60     3,20     2,50       2,70        2,50
           Korea Selatan                   2,50      5,10     3,60     2,30     1,90       1,80        1,90
          Negara Berkembang
           Argentina                      48,10     70,70   127,90   236,80    42,20      22,60       15,80
           India                           5,10      6,70     5,70     5,00      N/A       3,30        4,50
           Indonesia                       1,60      4,20     3,80     2,30     1,80       2,60        2,60
           Kolombia                        3,50     10,20    11,80     6,60     5,00       3,80        3,20
           Malaysia                        2,50      3,40     2,50     1,80     1,90       2,20        2,10
           Meksiko                         5,70      7,90     5,60     4,70     3,90       3,80        3,50
           Mesir                           4,50      8,50    24,40    33,30    15,80      11,70        9,00
           Tiongkok                        0,90      2,00     0,20     0,20     0,10       1,00        1,40

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2024, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 5,60%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi, yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 3,00%, 2,50%, 2,70%, dan 3,20%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi, yaitu Argentina dan Mesir masing-masing sebesar
          236,80% dan 33,30%.




                                            30
Page 60
          Selanjutnya, pada tahun 2025, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 3,80%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Hong Kong, Singapura, Taiwan,
          dan Australia masing-masing sebesar 2,80%, 1,70%, 1,10%, 1,80%, 2,50%.
          Sedangkan untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Argentina, Indonesia,
          Malaysia, masing-masing sebesar 42,20%, 1,80%, dan 1,90%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 7
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                     (Dalam %)
                                                                                          Proyeksi
                        Keterangan
                                       2021       2022       2023       2024     2025       2026      2027
          Negara Maju
           AS                             0,25       4,50       5,50      4,50     4,10       3,45        3,25
           Hong Kong                      0,50       4,75       5,75      4,75      N/A        N/A         N/A
           Inggris                        0,25       3,50       5,25      4,75     3,75       3,35        3,25
           Jepang                        (0,10)     (0,10)     (0,10)     0,25     0,70       0,90        1,10
           Kawasan Eropa                     -       2,50       4,50      3,15     1,90       2,00        2,15
           Taiwan                         1,13       1,75       1,88      2,00     1,90       1,70         N/A
           Australia                      0,10       3,10       4,35      4,35     3,35       3,15        3,30
           Korea Selatan                  1,00       3,25       3,50      3,00     2,15       1,95        1,95
          Negara Berkembang
           Argentina                       N/A       N/A        N/A        N/A    26,00      22,50       10,00
           India                          4,00      6,25       6,50       6,50     5,30       5,30        5,30
           Indonesia                      3,50      5,50       6,00       6,00     4,95       4,70        4,75
           Kolombia                       3,00     12,00      13,00       9,50     8,45       7,35        6,65
           Malaysia                       1,75      2,75       3,00       3,00     2,60       2,55         N/A
           Meksiko                        5,50     10,50      11,25      10,00     7,50       6,75         N/A
           Mesir                          8,25     16,25      19,25      27,25      N/A        N/A         N/A
           Tiongkok                       3,80      3,65       3,45       3,10     2,80       2,60        2,70

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2024 negara-negara
          maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris, dan Australia
          masing-masing sebesar 4,50%, 4,75 %, 4,75%, dan 4,35%. Sedangkan, untuk
          negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Kolombia, Meksiko dan
          Mesir masing-masing sebesar 9,50%, 10,00% dan 27,25%.




                                           31
Page 61
        Selanjutnya, pada tahun 2024 negara berkembang yang mengalami penurunan
        suku bunga tertinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya yaitu Kolombia
        dan Meksiko masing-masing menjadi sebesar 9,50% dan 10,00%. Selanjutnya,
        suku bunga bank sentral pada tahun 2025 diperkirakan mengalami tren penurunan
        dibandingkan dengan suku bunga pada tahun 2024. Negara-negara maju dengan
        suku bunga tertinggi pada 2025 yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing
        sebesar 4,10%, 3,75%, dan 3,35%. Sedangkan untuk kelompok negara-negara
        berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Argentina, Kolombia, dan Meksiko
        masing-masing sebesar 26,00%, 8,45%, dan 7,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh investasi
        non-bangunan terkait kegiatan di sektor transportasi dan kinerja ekspor berbasis
        sumber daya alam serta produk manufaktur. Namun demikian, pertumbuhan
        ekonomi Indonesia dihadapkan dengan tantangan prospek perekonomian global
        yang melemah. Salah satu kebijakan yang dapat dilakukan antara lain
        meningkatkan konsumsi rumah tangga seiring dengan penjualan eceran yang
        melambat. Secara spasial, perekonomian di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua
        diperkirakan mengalami pertumbuhan di atas 5,00%, sedangkan wilayah lainnya
        belum meningkat.

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap dalam kondisi yang baik dan berperan
        dalam menjaga ketahanan eksternal. Pada Mei 2025, NPI mencatat surplus
        sebesar USD 4,30 miliar, meningkat sebesar USD 0,20 miliar dibandingkan
        dengan surplus NPI pada April 2025. Peningkatan neraca perdagangan ini
        didorong oleh ekspor komoditas mesin listrik, besi, dan baja. Kinerja ekspor
        diperkirakan akan tetap positif sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
        pemerintah AS. Sementara itu, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap
        tinggi sebesar USD 152,60 miliar, berada di atas standar kecukupan internasional
        sekitar tiga bulan impor.




                                         32
Page 62
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 diperkirakan berada dalam kisaran
        4,60% – 5,40% yang disebabkan oleh adanya perkiraan meningkatnya permintaan
        domestik dan kinerja ekspor. Namun demikian, berbagai respon kebijakan perlu
        terus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah
        prospek perekonomian dunia yang melemah sehingga perekonomian domestik
        dapat mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu,
        ketahanan eksternal ekonomi Indonesia diperkirakan tetap baik dan nilai tukar
        Rupiah tetap stabil. Selanjutnya, pada tahun 2025, NPI diperkirakan akan
        mencatat defisit transaksi berjalan yang lebih rendah di mana berada dalam
        kisaran defisit 0,50% hingga 1,30% dari PDB dengan surplus transaksi modal dan
        finansial yang berlanjut di tengah ketidakpastian perekonomian global yang masih
        tinggi. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke dalam instrumen portofolio
        domestik juga terus berlanjut terutama disebabkan oleh prospek perekonomian
        Indonesia yang tetap positif, tingginya imbal hasil instrumen keuangan Indonesia,
        serta bergesernya aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia
        sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis
        di mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan
        ekonomi harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung
        perekonomian nasional. Per Juni 2025, suku bunga deposito satu bulan adalah
        sebesar 4,85%, mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode Mei 2025
        yaitu sebesar 4,81%. Hal ini berkaitan dengan persaingan antar bank guna
        memperoleh pendanaan. Suku bunga kredit perbankan juga tercatat masih tinggi,
        yaitu sebesar 9,16% pada Juni 2025.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                          6,00%
         6,00%
                                                             4,95%
                                                   6,00%               4,70%
         5,00%                 5,50%

         4,00%                                                                  4,75%

         3,00%       3,50%
         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2021    2022      2023       2024     2025*     2026*     2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                         33
Page 63
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2024
        adalah sebesar 6,00%, menunjukkan jumlah yang stabil seperti tahun
        sebelumnya. Pada tahun 2025, 2026, dan 2027, suku bunga BI diperkirakan
        masing-masing sebesar 4,95%, 4,70%, dan 4,75%.

IV.E.   Inflasi

        Kebijakan Pemerintah melalui BI untuk mengendalikan inflasi berpengaruh
        terhadap stabilitas tingkat inflasi secara tahunan. Pada Juni 2025, Indeks Harga
        Konsumen (IHK) tetap berada di posisi yang rendah dengan tingkat inflasi tercatat
        sebesar 1,87% secara tahunan yang disebabkan oleh inflasi inti yang menurun,
        inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices (AP) yang
        terkendali. Inflasi inti mengalami penurunan menjadi sebesar 2,37% secara
        tahunan yang dipengaruhi oleh konsistensi suku bunga kebijakan moneter dalam
        mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta permintaan yang
        lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah sebesar 0,57% secara
        tahunan didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya
        sinergi pengendalian inflasi. Sementara itu, inflasi kelompok AP tetap terjaga
        sebesar 1,34% secara tahunan di tengah meningkatnya tarif air minum dan cukai
        hasil tembakau.

        BI memperkirakan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,50% ± 1,00%
        di mana inflasi inti diperkirakan lebih rendah dari perkiraan seiring ekspektasi
        inflasi yang terjaga dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang memadai, imported
        inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. Selain itu, inflasi VF
        diperkirakan tetap terjaga didukung oleh sinergi pengendalian inflasi BI dengan
        Pemerintah Pusat dan Daerah.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia

         4,50%
                                            3,80%
         4,00%
         3,50%                      4,20%

         3,00%                                                             2,60%
                                                    2,30%
         2,50%                                                 1,80%
                                                                                      2,60%
         2,00%              1,60%
         1,50%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2021           2022    2023    2024      2025*      2026*      2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                              34
Page 64
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
        2025, 2026, dan 2027 diperkirakan masing-masing sebesar 1,80%, 2,60%, dan
        2,60%.

        Tabel 8
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                                (Dalam %)

         No.         Keterangan                 Inflasi

          1    Papua Selatan                          3,00
          2    Bali                                   2,94
          3    Sulawesi Barat                         2,57
          4    Sulawesi Tenggara                      2,52
          5    DI Yogyakarta                          2,52
          6    Nusa Tenggara Barat                    2,51
          7    Sulawesi Tengah                        2,47
          8    Sumatera Selatan                       2,44
          9    Papua Tengah                           2,33
         10    Lampung                                2,70

        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Triwulan II 2025


        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2025, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
        yaitu Papua Selatan, Bali, dan Sulawesi Barat masing-masing sebesar 3,00%,
        2,94%, dan 2,57%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2025, nilai tukar Rupiah menunjukan kestabilan di tengah
        meningkatnya ketidakpastian global dan menunjukan penguatan yang didukung
        oleh kebijakan stabilisasi BI serta berlanjutnya aliran masuk modal asing. Pada
        Juni 2025, nilai tukar Rupiah menguat sebesar 0,34% point to point dibandingkan
        dengan periode bulan sebelumnya. Nilai tukar Rupiah diperkirakan akan tetap
        stabil dan terjaga didukung oleh komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar
        Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan
        ekonomi domestik yang tetap baik di mana BI terus memperkuat respon kebijakan
        stabilisasi.




                                                       35
Page 65
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

    22.000

    20.000

    18.000

    16.000

    14.000

    12.000

    10.000

     8.000
                    Q4/2025   Q1/2026        Q2/2026        2026
        EUR         19.092    19.159         19.224         19.440
        SGD         12.740    12.677         12.664         12.698
        USD         16.180    16.100         16.020         16.000



Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 19.092, Rp 19.159, Rp 19.224, dan
Rp 19.440.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 12.740, Rp 12.677, Rp 12.664, dan
Rp 12.698.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.180, Rp 16.100, Rp 16.020, dan
Rp 16.000.




                              36
Page 66
V.     TINJAUAN INDUSTRI PERHOTELAN

V.A.   Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia

       Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
       akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan yang
       dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas permintaan dari
       layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai peranan penting
       sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para wisatawan untuk
       berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu dengan waktu yang
       relatif lama.

       Grafik 4
       Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
       Tahun 2021 – 2024
       (Dalam jutaan kamar)

                 1.400,00

                 1.200,00

                 1.000,00

                   800,00

                   600,00

                   400,00

                   200,00

                          -
                               2021          2022         2023           2024
             Jumlah Kamar     591,00        896,00      1.049,00       1.144,00

       Sumber: Statista


       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pemesanan layanan
       penginapan secara global pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 masing-masing
       adalah sebesar 591,00 juta kamar, 896,00 juta kamar, 1.049,00 juta kamar, dan
       1.144,00 juta kamar. Pada tahun 2022, 2023, dan 2024 jumlah pemesanan
       layanan penginapan secara global mengalami peningkatan dibandingkan tahun
       sebelumnya, masing-masing sebesar 305,00 juta kamar, 153,00 juta kamar, dan
       95,00 juta kamar atau setara dengan 51,61%, 17,08%, dan 9,06%.




                                       37
Page 67
Grafik 5
Tingkat Okupansi Hotel di Dunia
Januari 2025 – Juni 2025
(Dalam Persentase)
                   80,00
                   70,00
                   60,00
                   50,00
                   40,00
                   30,00
                   20,00
                   10,00
                       -
                            Jan     Feb     Mar     Apr      Mei      Juni
          Asia pasifik     60,00   62,00   66,00   68,00    66,00    65,00
          Amerika          54,00   60,00   64,00   64,00    65,00    67,00
          Eropa            55,00   63,00   65,00   69,00    74,00    76,00
          Timur Tengah     72,00   75,00   59,00   74,00    67,00    60,00
Sumber: Statista


Di samping itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada periode
Februari sampai dengan Juni 2025, Eropa merupakan kawasan dengan
peningkatan tingkat okupansi kamar hotel yang paling konsisten masing-masing
mengalami peningkatan tingkat okupansi sebesar 8,00%, 2,00%, 4,00%, 5,00%
dan 2,00%. Sementara tingkat okupansi kamar hotel tertinggi adalah di Eropa pada
bulan Juni 2025 sebesar 76,00% dan rata-rata tingkat okupansi selama Januari
sampai dengan Juni 2025 pada semua kawasan adalah sebesar 65,42%.




                                     38
Page 68
Grafik 6
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
Tahun 2025 – 2030
(Dalam miliar USD)

               700,00

               600,00

               500,00

               400,00

               300,00

               200,00

               100,00

                    -
                         2025     2026     2027     2028     2029     2030
    Jumlah Pendapatan   455,15   492,36   524,57   559,37   597,19   638,39
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan pasar perhotelan tahun
2030 diproyeksikan mencapai USD 638,39 miliar. Kenaikan terus terjadi pada nilai
pendapatan pasar perhotelan di dunia tahun 2026 – 2030 masing-masing
mengalami kenaikan sebesar USD 37,21 miliar, USD 32,21 miliar,
USD 34,80 miliar, USD 37,82 miliar, dan USD 41,20 miliar dibandingkan dengan
tahun-tahun sebelumnya dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 7,00% dihitung sejak tahun 2025
hingga tahun 2030, pertumbuhan hotel dunia didorong oleh permintaan tamu hotel
akan layanan personal, permintaan yang tinggi untuk boutique hotel dan bangunan
hotel yang ramah lingkungan turut membawa industri perhotelan menjadi semakin
menjanjikan di masa depan.




                                   39
Page 69
V.B.   Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia

       Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
       Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
       menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
       Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian wisatawan
       baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk dituju. Hotel
       yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang perjalanan liburan bagi
       wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung.

       Grafik 7
       Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
       Tahun 2021 - 2024
       (Dalam persentase)

                           60

                           50

                           40

                           30

                           20

                           10

                            0
                                2021          2022            2023            2024
            Tingkat okupansi    36,26         47,35           51,12           52,56
       Sumber : Statista


       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, tingkat okupansi hotel di Indonesia
       meningkat pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Tingkat okupansi kamar hotel
       berbintang di Indonesia pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 masing-masing
       adalah sebesar 36,26%, 47,35%, 51,12%, dan 52,56%. Kenaikan terbesar ada
       pada tahun 2022 dimana tingkat okupansi kamar hotel berbintang di Indonesia
       meningkat 11,09% dibandingkan dengan tahun 2021 yang disebabkan oleh pulih
       nya sektor pariwisata setelah penurunan yang disebabkan oleh pandemi
       Covid-19.




                                         40
Page 70
Grafik 8
Provinsi dengan Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang terbesar di
Indonesia
Periode Juni 2025
(Dalam persentase)
              70,00

              60,00

              50,00

              40,00

              30,00

              20,00

              10,00

                   -
                                                                               Kalimantan
                             Bali   DI Yogyakarta   DKI Jakarta   Jawa Timur
                                                                                 Timur
     Tingkat Okupansi       64,66      53,86          52,35         51,81        51,69
Sumber : Badan Pusat Statistik


Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, tingkat okupansi
kamar pada hotel berbintang di Indonesia pada bulan Juni 2025 secara
keseluruhan adalah sebesar 49,98%, mengalami penurunan 4,70% dibandingkan
dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata lama tinggal wisatawan
pada hotel berbintang pada Juni 2025 adalah selama 1,59 malam, mengalami
penurunan sebesar 0,02% dibandingkan dengan Juni 2024. Secara umum, turis
asing tinggal lebih lama dibandingkan dengan turis lokal, rata-rata tinggal di hotel
berbintang pada Juni 2025 untuk turis asing dan turis lokal masing-masing adalah
sebesar 2,46 malam dan 1,46 malam.




                                       41
Page 71
Grafik 9
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
Tahun 2025 - 2030
(Dalam miliar USD)

                   12,00

                   10,00

                    8,00

                    6,00

                    4,00

                    2,00

                       -
                           2025   2026    2027      2028     2029      2030
    Jumlah Pendapatan      5,27   6,88    7,32      8,11     8,97      9,92
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan hotel di Indonesia pada
2030 di proyeksikan mencapai sebesar USD 9,92 miliar. Proyeksi pendapatan
hotel di Indonesia pada tahun 2026-2030 diperkirakan terus mengalami
peningkatan masing-masing sebesar USD 1,61 miliar, USD 0,44 miliar,
USD 0,79 miliar, USD 0,86 miliar, dan USD 0,95 miliar dengan tingkat
pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 13,49% antara tahun 2025
sampai 2030. Pendapatan pasar perhotelan di Indonesia diproyeksikan untuk
meningkat setiap tahun nya yang disebabkan oleh industri pariwisata Indonesia
yang terus berkembang dan beragamnya penawaran budaya yang ditawarkan.




                                   42
Page 72
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Suryalaya Anindita International

          Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2025 telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat wajar tanpa
          modifikasian dan hal lain. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 telah diaudit oleh KAP
          AAJAMR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan
          keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021
          dan 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing dengan pendapat wajar
          tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal.

          Ikhtisar data keuangan penting SAI adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
          Tabel 9
          PT Suryalaya Anindita International
          Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan             30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                  75.580     200.687     164.144      82.248      13.307         41.124
          Piutang usaha
            Pihak berelasi                                         -           -           -         455         319            319
            Pihak ketiga                                       7.291       6.022      25.255      20.636       7.704          5.492
          Piutang lain-lain
            Pihak berelasi                                         -           -         902         741         785          1.001
            Pihak ketiga                                         235         256         374         202          65            608
          Persediaan                                           4.931       4.247      12.058      10.940       5.137          3.266
          Uang muka                                            1.116         626       1.069       1.370         153            118
          Biaya dibayar di muka                                5.591       5.892       3.891       3.565       2.534          2.309
          Pajak dibayar di muka                                3.206           -           -           -           -              -
          Jumlah Aset Lancar                                  97.949     217.730     207.693     120.158      30.005         54.237
          ASET TIDAK LANCAR
          Uang muka pembelian aset tetap                    10.316         4.346       1.847       8.295       2.045          1.837
          Aset tetap                                       572.624       246.753     220.208     229.172     247.389        286.338
          Aset hak guna                                    363.527        60.974      68.291      76.986      84.436         91.886
          Piutang karyawan                                     254           304         404         296         215            332
          Uang jaminan                                         754           674         663         558         534            657
          Biaya ditangguhkan                                 1.502         1.585       1.778       1.971       2.162          2.714
          Aset pajak tangguhan - neto                       24.031           810           -      30.212      39.286         13.253
          Taksiran tagihan pajak                                 -             -           -       3.253      14.798         13.377
          Jumlah Aset Tidak Lancar                         973.008       315.446     293.190     350.743     390.866        410.395
          JUMLAH ASET                                     1.070.957      533.176     500.883     470.901     420.871        464.632




                                                         43
Page 73
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                            30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21      31/12/20

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Pinjaman bank jangka pendek                                      10.765       6.004           -       6.788      32.224         49.997
          Utang usaha                                                       6.241       6.611      21.700      15.729       8.280          3.486
          Utang lain-lain
            Pihak berelasi                                                    309         309         309      23.609         309            309
            Pihak ketiga                                                    9.296      20.987      48.827      53.608      34.211         34.899
          Utang pajak                                                       6.590      33.452      16.478      10.321       4.087          3.559
          Beban akrual                                                     11.255      14.497      18.369      11.172       4.840          3.551
          Pendapatan diterima di muka                                         544         749       1.285       1.219       1.568          1.606
          Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
            Pinjaman bank                                                       -           -      49.615      40.870      33.691         30.857
            Liabilitas sewa                                                67.882      17.068      17.535      27.384      18.713          8.640
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                               112.881        99.678     174.118     190.699     137.923        136.904
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
            jatuh tempo dalam satu tahun
            Liabilitas sewa                                             198.935        58.514      64.506      71.933      89.537         92.983
            Pinjaman bank                                               455.661             -           -      78.134      85.131          8.917
          Liabilitas pajak tangguhan - neto                                   -             -       1.008           -           -              -
          Liabilitas imbalan kerja                                       30.295        28.124      26.895      31.883      38.233         58.745
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              684.892        86.638      92.409     181.950     212.901        160.645
          JUMLAH LIABILITAS                                             797.773       186.316     266.527     372.650     350.823        297.548
          EKUITAS
          Modal saham                                                    32.234        32.234      32.234      32.234       32.234        32.234
          Tambahan modal disetor                                         62.722        62.722      62.722      62.722       62.722        62.722
          Saldo laba (defisit)                                          178.228       251.904     139.399       3.295      (24.909)       72.128
          JUMLAH EKUITAS                                                273.184       346.860     234.355      98.251      70.047        167.084
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                1.070.957      533.176     500.883     470.901     420.871        464.632



VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset SAI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 1.070,96 miliar,
          Rp 533,18 miliar, Rp 500,88 miliar, Rp 470,90 miliar, Rp 420,87 miliar, dan
          Rp 464,63 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 537,78 miliar atau setara dengan 100,86% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan aset tetap dan aset hak guna masing-masing sebesar Rp 325,87 miliar
          dan Rp 302,55 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan setara kas
          Rp 125,11 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 32,29 miliar atau setara dengan 6,45% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh kenaikan kas
          dan setara kas, uang muka pembelian aset tetap, dan aset tetap masing-masing
          sebesar Rp 36,54 miliar, Rp 2,50 miliar, dan Rp 26,55 miliar yang disertai dengan
          penurunan piutang usaha, persediaan, dan aset hak guna masing-masing sebesar
          Rp 19,23 miliar, Rp 7,81 miliar, dan Rp 7,32 miliar.




                                                                      44
Page 74
          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 29,98 miliar atau setara dengan 6,37% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh kenaikan kas
          dan setara kas serta piutang usaha masing-masing sebesar Rp 81,90 miliar dan
          Rp 4,16 miliar yang disertai dengan penurunan aset tetap, aset hak guna, dan aset
          pajak tangguhan neto masing-masing sebesar Rp 8,96 miliar, Rp 8,70 miliar, dan
          Rp 30,21 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset SAI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 50,03 miliar atau setara dengan 11,89% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan terutama di sebabkan oleh kenaikan
          kas dan setara kas sebesar Rp 68,94 miliar yang disertai dengan penurunan aset
          tetap sebesar Rp 18,22 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset SAI mengalami penurunan sebesar
          Rp 43,76 miliar atau setara dengan 9,42% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama di sebabkan oleh penurunan
          kas dan setara kas, aset tetap, serta aset hak guna masing-masing sebesar
          Rp 27,82 miliar, Rp 38,95 miliar, dan Rp 7,45 miliar yang disertai dengan kenaikan
          piutang usaha, persediaan, dan aset pajak tangguhan – neto masing-masing
          sebesar Rp 2,21 miliar, Rp 1,87 miliar, dan Rp 26,03 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas SAI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 797,77 miliar,
          Rp 186,32 miliar, Rp 266,53 miliar, Rp 372,65 miliar, Rp 350,82 miliar, dan
          Rp 297,55 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah liabilitas SAI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 611,46 miliar atau setara dengan 328,18% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan liabilitas sewa dan pinjaman bank masing-masing sebesar
          Rp 191,24 miliar dan Rp 455,66 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas SAI mengalami penurunan
          sebesar Rp 80,21 miliar atau setara dengan 30,09% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama di sebabkan
          oleh penurunan utang lain-lain, beban akrual, dan pinjaman bank masing-masing
          sebesar Rp 27,84 miliar, Rp 3,87 miliar, dan Rp 49,62 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas SAI mengalami penurunan
          sebesar Rp 106,12 miliar atau setara dengan 28,48% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama di sebabkan
          oleh penurunan utang lain-lain, pinjaman bank, dan liabilitas sewa masing-masing
          sebesar Rp 28,08 miliar, Rp 69,39 miliar, dan Rp 17,28 miliar yang disertai dengan
          kenaikan beban akrual sebesar Rp 7,20 miliar.




                                            45
Page 75
          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas SAI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 21,83 miliar atau setara dengan 6,22% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan utang lain-lain, utang pajak, dan beban akrual masing-masing sebesar
          Rp 42,70 miliar, Rp 6,23 miliar, dan Rp 6,33 miliar, yang disertai dengan penurunan
          pinjaman bank dan liabilitas sewa masing-masing sebesar Rp 25,25 miliar dan
          Rp 8,93 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas SAI mengalami kenaikan
          sebesar Rp 53,28 miliar atau setara dengan 17,90% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan pinjaman bank sebesar Rp 79,05 miliar yang disertai dengan penurunan
          liabilitas imbalan kerja sebesar Rp 20,51 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas SAI pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 273,18 miliar,
          Rp 346,86 miliar, Rp 234,36 miliar, Rp 98,25 miliar, Rp 70,05 miliar, dan
          Rp 167,08 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas SAI mengalami penurunan sebesar
          Rp 73,68 miliar atau setara dengan 21,24% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi
          bersih periode berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar Rp 71,99 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SAI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 112,51 miliar atau setara dengan 48,01% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh laba
          bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar Rp 117,16 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SAI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 136,10 miliar atau setara dengan 138,53% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar Rp 139,38 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SAI mengalami kenaikan sebesar
          Rp 28,20 miliar atau setara dengan 40,26% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh laba
          bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar Rp 30,12 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SAI mengalami penurunan
          sebesar Rp 97,04 miliar atau setara dengan 58,08% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh SAI sebesar Rp 97,92 miliar.




                                            46
Page 76
VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain
          Tabel 10
          PT Suryalaya Anindita International
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                 Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan usaha departemen                                   72.406        673.406       727.160       454.315       104.980        133.870
          Biaya dan beban departemen                                    56.321        237.996       253.155       169.565        72.933        102.439
          Laba departemen                                               16.085        435.410       474.004       284.750         32.047        31.431
          Beban umum dan administrasi                                 (101.526)      (230.980)     (227.466)     (188.377)      (126.455)     (156.253)
          Beban penjualan dan pemasaran                                (10.867)       (47.862)      (46.841)      (29.649)        (9.328)      (13.791)
          Beban lain-lain                                               (1.266)        (6.240)      (10.031)       (5.981)        (5.505)       (5.171)
          Penghasilan lain-lain                                         16.838          7.986         2.534           231          1.258        19.969
          Laba (rugi) sebelum beban keuangan                           (80.735)       158.313       192.201        60.974       (107.982)     (123.816)
          Beban bunga dan keuangan                                     (13.995)        (6.403)      (14.056)      (21.242)       (16.220)       (9.920)
          Laba (rugi) sebelum pajak                                    (94.730)       151.910       178.145        39.732       (124.202)     (133.735)
          Beban (manfaat) pajak penghasilan                             22.745        (34.754)      (38.770)       (9.614)        26.282        30.530
          Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                    (71.985)       117.156       139.375        30.118        (97.920)     (103.205)
          Penghasilan (beban) komprehensif lainnya                      (1.691)        (4.651)       (3.271)       (1.914)           883          (187)
          Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan       (73.676)       112.505       136.104        28.204        (97.037)     (103.392)




VI.A.6.   Pendapatan Usaha Departemen

          Pendapatan usaha departemen SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
          tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
          Rp 72,41 miliar, Rp 673,41 miliar, Rp 727,16 miliar, Rp 454,32 miliar,
          Rp 104,98 miliar, dan Rp 133,87 miliar.

          Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 53,75 miliar atau setara
          dengan 7,39% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

          Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 272,84 miliar atau setara
          dengan 60,06% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 349,34 miliar atau setara
          dengan 332,76% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

          Pendapatan usaha departemen SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 28,89 miliar atau setara
          dengan 21,58% dibandingkan dengan pendapatan usaha departemen untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                                                   47
Page 77
VI.A.7.   Laba (Rugi) Bersih Periode/Tahun Berjalan

          Rugi bersih periode berjalan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada
          tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 71,99 miliar,
          Rp 97,92 miliar, dan Rp 103,21 miliar. Laba bersih periode berjalan SAI untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022
          masing-masing adalah sebesar Rp 117,16 miliar, Rp 139,38 miliar, dan
          Rp 30,12 miliar.

          Laba bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 22,22 miliar atau setara
          dengan 15,94% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

          Laba bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 109,26 miliar atau setara
          dengan 362,76% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Laba bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 128,04 miliar atau setara
          dengan 130,76% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

          Rugi bersih tahun berjalan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar Rp 5,29 miliar atau setara
          dengan 5,12% dibandingkan dengan rugi bersih tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                          48
Page 78
VI.A.8.   Laporan Arus Kas
          Tabel 11
          PT Suryalaya Anindita International
          Laporan Arus Kas
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   30/06/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                               Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan dari pelanggan                                     71.188        691.828       722.823       440.816       103.446       152.305
          Pembayaran kepada pemasok dan lainnya                        (75.189)      (370.219)     (338.929)     (195.466)     (169.268)     (229.165)
          Pembayaran kepada karyawan                                   (77.331)      (155.881)     (138.905)     (116.502)            -             -
          Pembayaran beban bunga dan keuangan                           (8.300)          (675)       (8.272)      (14.625)       (8.748)       (4.388)
          Pembayaran beban bunga liabilitas sewa                        (9.597)        (5.538)       (5.963)       (6.400)       (6.627)       (6.252)
          Pembayaran pajak penghasilan                                 (29.081)        (5.658)       (1.160)            -        (1.895)      (14.976)
          Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya                            (264)           108           524          (160)            -             -
          Penerimaan tagihan pajak penghasilan                               -              -         3.253        13.099             -             -
          Penerimaan bunga                                                   -              -             -             -           223           776
          Penerimaan kas lainnya                                             -              -             -             -         1.078         9.346
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Operasi                                          (128.574)       153.964       233.371       120.763       (81.791)       (92.354)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Penambahan aset tetap                                       (336.158)       (65.366)      (19.864)      (28.529)       (5.513)       (22.004)
          Penerimaan bunga                                               1.711          4.271         1.904           176             -              -
          Hasil penjualan aset tetap                                       244          1.804            68           136            12             27
          Kenaikan (penurunan) uang muka pembelian aset tetap                -         (6.696)       (9.546)       (6.250)         (208)        11.089
          Kenaikan (penurunan) utang pihak berelasi                          -            902       (23.461)       23.344             -              -
          Penurunan (kenaikan) piutang karyawan                              -              -             -             -           117            146
          Penurunan (kenaikan) uang jaminan                                  -              -             -             -           123             (4)
          Penurunan biaya ditangguhkan                                       -              -             -             -             -            192
          Perolehan uang muka lain-lain                                (12.430)             -             -             -             -              -
          Penambahan bangunan dalam penyelesaian                             -              -             -             -        (1.441)       (11.546)
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi              (346.633)       (65.085)      (50.898)      (11.123)       (6.910)       (22.101)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penambahan pinjaman bank                                     476.145          6.004           128        19.996        97.327         59.897
          Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                      (15.723)       (50.057)      (76.468)      (45.433)      (36.450)       (10.655)
          Pembayaran liabilitas sewa                                  (110.601)       (11.997)      (23.240)      (15.332)            -         (3.966)
          Penambahan utang pihak berelasi                                    -              -             -             -             -         22.015
          Pembayaran utang pihak berelasi                                    -              -             -             -             -        (22.015)
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Pendanaan                                        349.821         (56.050)      (99.580)      (40.769)       60.877        45.276
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                 (125.386)        32.829        82.893        68.871       (27.824)       (69.179)
          Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                         278           3.715          (997)          70              7            15
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                          200.687         164.144        82.248        13.307        41.124       110.288
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                           75.580        200.687       164.144        82.248        13.307        41.124




          Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing adalah
          sebesar Rp 128,57 miliar, Rp 81,79 miliar dan Rp 92,35 miliar. Arus kas bersih
          yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah
          sebesar Rp 153,96 miliar, Rp 233,37 miliar, dan Rp 120,76 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 128,57 miliar terutama
          berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya, pembayaran kepada
          karyawan, serta pembayaran pajak penghasilan masing-masing sebesar
          Rp 75,19 miliar, Rp 77,33 miliar, dan Rp 29,08 miliar yang disertai dengan
          penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 71,19 miliar.



                                                                   49
Page 79
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 153,96 miliar terutama berasal dari
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 691,83 miliar yang disertai dengan
pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran kepada karyawan
masing-masing sebesar Rp 370,22 miliar dan Rp 155,88 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 233,37 miliar terutama berasal dari
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 722,82 miliar yang disertai dengan
pembayaran kepada pemasok dan lainnya dan pembayaran kepada karyawan
masing-masing sebesar Rp 338,93 miliar dan Rp 138,91 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SAI untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 120,76 miliar terutama berasal dari
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 440,82 miliar yang disertai dengan
pembayaran kepada pemasok dan lainnya dan pembayaran kepada karyawan
masing-masing sebesar Rp 195,47 miliar dan Rp 116,50 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 81,79 miliar pembayaran
kepada pemasok dan lainnya, pembayaran beban bunga dan keuangan, serta
pembayaran beban bunga dan liabilitas sewa masing-masing sebesar
Rp 169,27 miliar, Rp 8,75 miliar, dan Rp 6,63 miliar yang disertai dengan
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 103,45 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 92,35 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan lainnya serta pembayaran pajak
penghasilan masing-masing sebesar Rp 229,17 miliar dan Rp 14,98 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 152,31 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 346,63 miliar, Rp 65,09 miliar, Rp 50,90 miliar,
Rp 11,12 miliar, Rp 6,91 miliar, dan Rp 22,10 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 346,63 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap dan perolehan uang muka lain-lain
masing-masing sebesar Rp 336,16 miliar dan Rp 12,43 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 65,09 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap sebesar Rp 65,37 miliar.




                                  50
Page 80
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 50,90 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap, penurunan uang muka pembelian aset tetap,
dan penurunan utang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 19,86 miliar,
Rp 9,55 miliar, dan Rp 23,46 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 11,12 miliar terutama berasal dari
penambahan aset tetap dan penurunan uang muka pembelian aset tetap
masing-masing sebesar Rp 28,53 miliar dan Rp 6,25 miliar yang disertai dengan
kenaikan utang pihak berelasi sebesar Rp 23,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 6,91 miliar terutama berasal
dari penambahan aset tetap dan penambahan bangunan dalam penyelesaian
masing-masing sebesar Rp 5,51 miliar dan Rp 1,44 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 22,10 miliar terutama
berasal dari penambahan aset tetap dan penambahan bangunan dalam
penyelesaian masing-masing sebesar Rp 22,00 miliar dan Rp 11,55 miliar yang
disertai  dengan     kenaikan   uang      muka     pembelian     aset    tetap
sebesar Rp11,09 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 masing-masing adalah
sebesar Rp 349,82 miliar, Rp 60,88 miliar dan Rp 45,28 miliar. Arus kas bersih
yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah
sebesar Rp 56,05 miliar, Rp 99,58 miliar, dan Rp 40,77 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 349,82 miliar terutama
berasal dari penambahan pinjaman bank sebesar Rp 476,15 miliar yang disertai
dengan pembayaran liabilitas sewa sebesar Rp 110,60 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 56,05 miliar terutama
berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan pembayaran liabilitas
sewa masing-masing sebesar Rp 50,06 miliar dan Rp 12,00 miliar yang disertai
dengan penambahan pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 6,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 99,58 miliar terutama
berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan pembayaran liabilitas
sewa masing-masing sebesar Rp 76,47 miliar dan Rp 23,24 miliar.


                                 51
Page 81
           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 40,77 miliar terutama
           berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan pembayaran liabilitas
           sewa masing-masing sebesar Rp 45,43 miliar dan Rp 15,33 miliar yang disertai
           dengan penambahan pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 20,00 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 60,88 miliar terutama
           berasal dari penambahan pinjaman bank sebesar Rp 97,33 miliar yang disertai
           dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang sebesar Rp 36,45 miliar.

           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAI untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 45,28 miliar terutama
           berasal dari penambahan pinjaman bank dan penambahan utang pihak berelasi
           masing-masing sebesar Rp 59,90 miliar dan Rp 22,02 miliar yang disertai dengan
           pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan pembayaran utang pihak berelasi
           masing-masing sebesar Rp 10,66 miliar dan Rp 22,02 miliar.

VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 12
           PT Suryalaya Anindita International
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan             30/06/25     31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21     31/12/20

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                              0,87         2,18        1,19        0,63        0,22         0,40
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                              0,14         1,26        1,45        0,96        0,25         0,29
           Ekuitas terhadap jumlah aset                        0,26         0,65        0,47        0,21        0,17         0,36
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset              0,74         0,35        0,53        0,79        0,83         0,64
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                  2,92         0,54        1,14        3,79        5,01         1,78
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba (rugi) bersih                         -99,42%      17,40%      19,17%       6,63%      -93,27%      -77,09%
           Imbal hasil aset                                  -13,44%      21,97%      27,83%       6,40%      -23,27%      -22,21%
           Imbal hasil ekuitas                               -52,70%      33,78%      59,47%      30,65%     -139,79%      -61,77%




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SAI dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SAI. Pada tanggal-tanggal
           30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio perputaran
           jumlah aset masing-masing adalah 0,14; 1,26; 1,45; 0,96; 0,25; dan 0,29.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SAI
           terhadap jumlah aset SAI. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
           adalah 0,26; 0,65; 0,47; 0,21; 0,17; dan 0,36.




                                                          52
Page 82
VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan SAI untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
           2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,74;
           0,35; 0,53; 0,79; 0,83; dan 0,64, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
           pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
           2020 masing-masing adalah 2,92; 0,54; 1,14; 3,79; 5,01; dan 1,78.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SAI dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, dan 2022 imbal hasil aset SAI masing-masing adalah
           sebesar 21,97%, 27,83%, dan 6,40%

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SAI dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 imbal hasil ekuitas SAI
           masing-masing adalah sebesar 33,78%, 59,47%, dan 30,65%.




                                             53
Page 83
VI.B.   Analisis atas Common Size PT Suryalaya Anindita International

        Berikut adalah analisis common size SAI untuk periode enam bulan yang berakhir
        pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020.

        Ikhtisar common size SAI adalah sebagai berikut:
        Tabel 13
        PT Suryalaya Anindita International
        Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
        Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                Keterangan             30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                  7,06%       37,64%      32,77%      17,47%       3,16%       8,85%
        Piutang usaha
          Pihak berelasi                                    0,00%        0,00%       0,00%       0,10%       0,08%       0,07%
          Pihak ketiga                                      0,68%        1,13%       5,04%       4,38%       1,83%       1,18%
        Piutang lain-lain
          Pihak berelasi                                    0,00%        0,00%       0,18%       0,16%       0,19%       0,22%
          Pihak ketiga                                      0,02%        0,05%       0,07%       0,04%       0,02%       0,13%
        Persediaan                                          0,46%        0,80%       2,41%       2,32%       1,22%       0,70%
        Uang muka                                           0,10%        0,12%       0,21%       0,29%       0,04%       0,03%
        Biaya dibayar di muka                               0,52%        1,10%       0,78%       0,76%       0,60%       0,50%
        Pajak dibayar di muka                               0,30%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
        Jumlah Aset Lancar                                  9,15%       40,84%      41,47%      25,52%       7,13%      11,67%
        ASET TIDAK LANCAR
        Uang muka pembelian aset tetap                       0,96%       0,82%       0,37%       1,76%       0,49%       0,40%
        Aset tetap                                          53,47%      46,28%      43,96%      48,67%      58,78%      61,63%
        Aset hak guna                                       33,94%      11,44%      13,63%      16,35%      20,06%      19,78%
        Piutang karyawan                                     0,02%       0,06%       0,08%       0,06%       0,05%       0,07%
        Uang jaminan                                         0,07%       0,13%       0,13%       0,12%       0,13%       0,14%
        Biaya ditangguhkan                                   0,14%       0,30%       0,35%       0,42%       0,51%       0,58%
        Aset pajak tangguhan - neto                          2,24%       0,15%       0,00%       6,42%       9,33%       2,85%
        Taksiran tagihan pajak                               0,00%       0,00%       0,00%       0,69%       3,52%       2,88%
        Jumlah Aset Tidak Lancar                            90,85%      59,16%      58,53%      74,48%      92,87%      88,33%
        JUMLAH ASET                                      100,00%       100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                       54
Page 84
                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                           30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21      31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek                                      10.765        6.004            -        6.788       32.224        49.997
Utang usaha                                                       6.241        6.611       21.700       15.729        8.280         3.486
Utang lain-lain
  Pihak berelasi                                                    309          309          309       23.609          309           309
  Pihak ketiga                                                    9.296       20.987       48.827       53.608       34.211        34.899
Utang pajak                                                       6.590       33.452       16.478       10.321        4.087         3.559
Beban akrual                                                     11.255       14.497       18.369       11.172        4.840         3.551
Pendapatan diterima di muka                                         544          749        1.285        1.219        1.568         1.606
Pinjaman jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
  Pinjaman bank                                                       -            -       49.615       40.870       33.691        30.857
  Liabilitas sewa                                                67.882       17.068       17.535       27.384       18.713         8.640
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                112.881        99.678      174.118      190.699      137.923       136.904
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun
  Liabilitas sewa                                              198.935        58.514       64.506       71.933       89.537        92.983
  Pinjaman bank                                                455.661             -            -       78.134       85.131         8.917
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                    -             -        1.008            -            -             -
Liabilitas imbalan kerja                                        30.295        28.124       26.895       31.883       38.233        58.745
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               684.892        86.638       92.409      181.950      212.901       160.645
JUMLAH LIABILITAS                                              797.773       186.316      266.527      372.650      350.823       297.548
EKUITAS
Modal saham                                                     32.234        32.234       32.234       32.234       32.234        32.234
Tambahan modal disetor                                          62.722        62.722       62.722       62.722       62.722        62.722
Saldo laba (defisit)                                           178.228       251.904      139.399        3.295      (24.909)       72.128
JUMLAH EKUITAS                                                 273.184       346.860      234.355       98.251       70.047       167.084
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                1.070.957       533.176      500.883      470.901      420.871       464.632



Tabel 14
PT Suryalaya Anindita International
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024


                                                             30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21      31/12/20
                       Keterangan
                                                            (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan usaha departemen                                    100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%       100,00%
Biaya dan beban departemen                                      77,78%        35,34%       34,81%       37,32%       69,47%        76,52%
Laba departemen                                                 22,22%        64,66%       65,19%       62,68%       30,53%        23,48%
Beban umum dan administrasi                                   -140,22%       -34,30%      -31,28%      -41,46%     -120,46%      -116,72%
Beban penjualan dan pemasaran                                  -15,01%        -7,11%       -6,44%       -6,53%       -8,89%       -10,30%
Beban lain-lain                                                 -1,75%        -0,93%       -1,38%       -1,32%       -5,24%        -3,86%
Penghasilan lain-lain                                           23,25%         1,19%        0,35%        0,05%        1,20%        14,92%
Laba (rugi) sebelum beban keuangan                            -111,50%        23,51%       26,43%       13,42%     -102,86%       -92,49%
Beban bunga dan keuangan                                       -19,33%        -0,95%       -1,93%       -4,68%      -15,45%        -7,41%
Laba (rugi) sebelum pajak                                     -130,83%        22,56%       24,50%        8,75%     -118,31%       -99,90%
Beban (manfaat) pajak penghasilan                               31,41%        -5,16%       -5,33%       -2,12%       25,04%        22,81%
Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                      -99,42%        17,40%       19,17%        6,63%      -93,27%       -77,09%
Penghasilan (beban) komprehensif lainnya                        -2,34%        -0,69%       -0,45%       -0,42%        0,84%        -0,14%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan        -101,75%        16,71%       18,72%        6,21%      -92,43%       -77,23%




                                                            55
Page 85
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Perhotelan

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan SAI, yaitu
          PT Indonesian Paradise Property Tbk, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk, dan
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang
          berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020.

          Ikhtisar common size untuk PT Indonesian Paradise Property Tbk, PT Hotel Sahid
          Jaya International Tbk, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk masing-masing adalah
          sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Indonesian Paradise Property Tbk
          Tabel 15
          PT Indonesian Paradise Property Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                 Keterangan                      30/06/25*       31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            8,47%        3,72%       4,49%       6,62%       5,78%       5,72%
          Piutang usaha - pihak ketiga - neto                           0,47%        0,65%       0,52%       0,66%       0,64%       0,47%
          Piutang non-usaha
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
            Pihak ketiga                                                0,13%        0,12%       0,17%       0,23%       0,23%       0,32%
          Persediaan                                                    7,44%        9,40%      14,75%      13,89%      12,38%       2,41%
          Pajak dibayar di muka                                         1,38%        1,27%       1,07%       0,87%       0,94%       0,67%
          Beban dibayar di muka dan uang muka                           0,62%        0,40%       0,58%       0,39%       0,65%       0,28%
          Jumlah Aset Lancar                                           18,52%       15,56%      21,59%      22,67%      20,61%       9,87%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi saham                                               0,00%        0,00%       0,00%       0,00%      45,40%      53,24%
          Investasi pada dana investasi real estate                    33,68%       35,14%      34,92%      35,56%       0,00%       0,00%
          Investasi pada entitas asosiasi                               7,40%        7,92%       8,38%       8,61%       0,00%       0,00%
          Aset pajak tangguhan                                          0,43%        1,43%       1,43%       1,27%       1,16%       1,02%
          Aset tetap - neto                                            17,75%       18,47%      17,08%      16,43%      16,29%      24,77%
          Properi Investasi - neto                                     19,88%       18,96%      13,64%      12,34%      13,15%       8,99%
          Aset hak guna                                                 1,21%        1,32%       1,49%       1,50%       1,64%       1,94%
          Dana yang dibatasi penggunaannya                              0,35%        0,31%       0,40%       0,44%       0,59%       0,06%
          Goodwill                                                      0,57%        0,70%       1,00%       1,02%       1,04%       0,10%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,22%        0,19%       0,07%       0,15%       0,11%       0,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     81,48%       84,44%      78,41%      77,33%      79,39%      90,13%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                 56
Page 86
                        Keterangan                             30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                          0,40%        0,42%        1,02%        0,95%        0,99%        0,20%
Utang non-usaha – pihak ketiga                                      1,29%        0,45%        3,18%        0,42%        0,61%        0,09%
Utang pajak                                                         0,29%        0,25%        0,21%        0,13%        0,10%        0,06%
Beban akrual                                                        1,45%        0,88%        0,70%        1,22%        0,59%        0,48%
Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka                 1,43%        1,29%        1,37%        1,26%        4,35%        1,36%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                        2,01%        4,66%        4,72%        3,20%        1,68%        0,44%
  Sewa                                                              0,07%        0,07%        0,07%        0,05%        0,05%        0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     6,94%        8,01%       11,27%        7,24%        8,38%        2,66%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang non-usaha - pihak ketiga                                      0,00%        0,00%        0,00%        3,39%        3,85%        0,00%
Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka                 7,01%        9,49%       10,30%        9,75%        6,95%        3,45%
Uang jaminan penyewa                                                1,20%        1,15%        1,04%        1,01%        0,85%        0,85%
Liabilitas imbalan pascakerja                                       0,29%        0,28%        0,29%        0,23%        0,16%        0,30%
Liabilitas pajak tangguhan                                          0,17%        0,01%        0,01%        0,01%        0,01%        0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                        12,49%      15,91%       13,28%       15,44%       15,99%       17,05%
  Utang obligasi                                                     4,92%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Sewa                                                               0,31%       0,35%        0,36%        0,30%        0,32%        0,30%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    26,37%      27,19%       25,29%       30,13%       28,12%       21,96%
JUMLAH LIABILITAS                                                   33,31%      35,20%       36,56%       37,36%       36,50%       24,62%
EKUITAS
Modal saham                                                         11,00%      11,51%       11,97%       12,20%       12,46%       14,60%
Tambahan modal disetor                                              19,31%      20,22%       21,02%       21,43%       21,89%       25,65%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan
  kepentingan nonpengendali                                         -0,75%      -0,22%       -0,23%       -0,37%       -0,37%       -0,44%
Saldo laba                                                          29,36%      26,87%       24,32%       23,65%       23,87%       28,15%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              58,92%      58,37%       57,07%       56,92%       57,86%       67,96%
Kepentingan non-pengendali                                           7,77%       6,43%        6,37%        5,72%        5,64%        7,42%
JUMLAH EKUITAS                                                      66,69%      64,80%       63,44%       62,64%       63,50%       75,38%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

*) Tidak Diaudit


Tabel 16
PT Indonesian Paradise Property Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                        Keterangan                             30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

Pendapatan neto                                                   100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                             44,40%       34,35%       34,31%       39,65%       43,51%       37,66%
Laba bruto                                                         55,60%        65,65%       65,69%       60,35%       56,49%       62,34%
Beban penjualan dan pemasaran                                      -5,16%        -6,42%       -6,63%       -6,65%       -7,95%       -4,11%
Beban umum dan administrasi                                       -32,83%       -37,94%      -36,86%      -35,86%      -59,48%      -67,51%
Beban pajak final                                                  -3,77%        -4,89%       -4,61%       -4,71%       -5,98%       -6,26%
Pendapatan operasi lainnya - neto                                   0,25%        10,37%        0,30%        4,57%        6,90%        3,06%
Laba usaha                                                          14,10%       26,77%       17,89%       17,70%      -10,02%      -12,48%
Penghasilan keuangan                                                 1,41%        1,06%        1,07%        0,87%        0,97%        2,02%
Beban keuangan                                                      -8,63%      -17,67%      -17,78%      -15,54%      -11,36%      -10,15%
Pendapatan dividen                                                   6,80%        8,14%       13,08%        8,53%        7,58%       10,78%
Laba (rugi) selisih kurs - neto                                     -0,11%       -0,15%        0,24%       -3,61%        0,51%       -0,37%
Laba penjualan investasi saham                                      59,09%        0,00%        0,13%        0,00%        0,00%        3,39%
Bagian atas laba (rugi) investasi                                   -0,74%       15,68%       -0,12%       -2,83%       -0,56%      -58,49%
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan              71,92%       33,82%       14,51%        5,12%       -12,88%      -65,31%
Pajak kini                                                         -1,79%        0,00%        0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
Beban pajak tangguhan                                             -12,72%        0,00%        0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
Manfaat pajak penghasilan                                           0,00%        0,46%        1,51%        1,06%         6,02%        6,74%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                  57,41%      34,28%       16,03%         6,17%       -6,86%      -58,57%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 0,00%       0,43%       -0,01%        -0,41%        1,51%       -0,44%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan              57,41%      34,71%       16,02%        5,77%        -5,35%      -59,01%

*) Tidak Diaudit




                                                               57
Page 87
VI.C.2.   PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Tabel 17
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan                       30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                              0,28%       0,24%        0,51%        1,09%       0,44%       0,27%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                    0,66%       0,66%        0,85%        0,68%       0,48%       0,80%
          Persediaan                                                     17,46%      17,21%       17,00%       16,40%      15,89%      14,93%
          Uang muka pembelian                                             0,03%       0,01%        0,17%        0,08%       0,01%       0,00%
          Biaya dibayar di muka                                           0,06%       0,02%        0,04%        0,01%       0,03%       0,06%
          Pajak dibayar di muka                                           0,00%       0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                             18,49%      18,15%       18,56%       18,26%      16,85%      16,07%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang pihak berelasi                                          3,07%       3,05%        3,97%        4,88%       5,40%       5,13%
          Penyertaan saham                                                0,00%       0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       2,99%
          Aset pajak tangguhan                                            0,19%       0,16%        0,16%        0,17%       0,82%       0,84%
          Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan            78,25%      78,64%       76,31%       75,72%      75,05%      72,97%
          Aset lain-lain                                                  0,00%       0,00%        0,99%        0,96%       1,88%       2,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                       81,51%      81,85%       81,44%       81,74%      83,15%      83,93%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%      100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                   Keterangan                       30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha
            Pihak ketiga                                                 2,79%        1,11%        0,89%        1,20%       0,95%       1,45%
            Pihak berelasi                                               1,99%        0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,13%
          Utang pajak                                                    0,88%        0,78%        0,38%        0,15%       0,76%       0,32%
          Beban akrual                                                   0,21%        0,22%        0,28%        0,23%       0,32%       0,35%
          Pendapatan diterima dimuka                                     0,11%        0,33%        0,41%        0,27%       0,23%       0,36%
          Utang jaminan                                                  1,14%        2,18%        1,17%        1,14%       0,65%       0,65%
          Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Utang bank                                                   5,07%        6,11%        4,55%        4,32%       0,91%       4,11%
            Utang sewa pembiayaan                                        0,01%        0,02%        0,01%        0,01%       0,00%       0,00%
          Utang jangka pendek lainnya                                    0,25%        0,35%        0,27%        0,21%       0,15%       0,18%
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                12,45%      11,09%        7,96%        7,53%       3,98%       7,55%
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
            yang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Utang bank                                                   28,80%      28,42%       30,89%       30,95%      33,72%      28,53%
            Utang sewa pembiayaan                                         0,03%       0,03%        0,01%        0,02%       0,00%       0,00%
          Liabilitas imbalan kerja                                        0,22%       0,22%        0,19%        0,25%       1,84%       2,15%
          Utang jangka panjang lainnya                                    0,36%       0,42%        0,86%        1,26%       0,04%       0,04%
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               29,40%      29,09%       31,95%       32,48%      35,61%      30,72%
          JUMLAH LIABILITAS                                              41,85%      40,17%       39,91%       40,00%      39,58%      38,27%
          EKUITAS
          Modal saham                                                   45,57%        44,83%       44,27%      42,93%      41,62%      39,14%
          Agio saham                                                     2,05%         2,02%        1,99%       1,93%       1,87%       1,76%
          Selisih penilaian aset dan liabilitas                         24,75%        24,35%       24,05%      23,32%      22,61%      22,17%
          Saldo laba                                                   -14,23%       -11,37%      -10,22%      -8,18%      -5,69%      -1,34%
          JUMLAH EKUITAS                                                 58,15%      59,83%       60,09%       60,00%      60,42%      61,73%
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%      100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                    58
Page 88
          Tabel 18
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                                  Keterangan                     30/06/25*       31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          Pendapatan usaha                                             100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok penjualan                                         40,60%        37,23%      37,34%       36,49%       33,00%       16,44%
          Laba kotor                                                    59,40%        62,77%       62,66%       63,51%       67,00%       83,56%
          Beban penjualan                                                0,00%        -1,76%       -2,00%       -2,14%       -2,30%       -0,76%
          Beban umum dan administrasi                                  -87,69%       -53,03%      -63,65%      -86,92%     -116,34%     -160,31%
          Beban lain-lain                                              -45,00%        -0,10%       -0,03%       -0,03%       -0,20%        0,05%
          Pendapatan keuangan                                            0,00%         0,06%        0,04%        0,31%        0,07%        0,08%
          Beban keuangan                                                 0,00%       -16,08%      -14,73%       -9,59%       -8,67%      -13,68%
          Bagian laba (rugi) entitas asosiasi                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       -1,44%
          Rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan               -73,30%        -8,15%      -17,73%      -34,86%      -60,43%      -92,51%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan neto                         0,79%         0,00%        0,05%        0,24%        0,25%       -0,86%
          Rugi periode/tahun berjalan                                  -72,51%        -8,15%      -17,67%      -34,62%      -60,19%      -93,37%
          Penghasilan komprehensif lain                                  0,00%         0,01%        0,72%        1,17%        6,92%        8,77%
          Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan              -72,51%        -8,14%      -16,96%      -33,44%      -53,26%      -84,60%

          *) Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
          Tabel 19
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                  Keterangan                     30/06/25        31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            5,23%        11,75%        6,87%        0,37%        0,24%        0,12%
          Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                0,00%         0,00%        4,10%        0,00%        0,00%        0,00%
          Piutang usaha
            Pihak ketiga - neto                                         0,36%         0,53%        0,58%        0,54%        0,08%        0,09%
            Pihak berelasi                                              0,00%         0,00%        0,00%        0,14%        0,08%        0,03%
          Piutang lain-lain
            Pihak ketiga - neto                                         0,02%         0,14%        1,14%        2,79%        2,15%        4,92%
            Pihak berelasi - neto                                       0,17%         0,17%        0,64%        1,04%        1,16%        0,86%
          Persediaan                                                    0,16%         0,19%        0,25%        0,12%        0,04%        0,05%
          Biaya dibayar di muka                                         0,38%         0,22%        0,25%        0,20%        0,08%        0,06%
          Pajak dibayar di muka                                         0,01%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                            6,33%        13,00%       13,83%        5,20%        3,84%        6,14%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi - neto                        4,26%         6,35%        1,45%        1,48%        0,26%        0,21%
          Aset real estat - neto                                        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       13,60%
          Aset tetap - neto                                            73,93%        71,42%       66,04%       57,67%       58,82%       49,80%
          Aset hak guna - neto                                          0,84%         0,85%        1,13%        1,18%        1,30%        1,16%
          Aset dalam pembangunan - neto                                 7,38%         7,13%       10,12%       18,87%       18,70%       14,06%
          Aset tidak lancar lainnya - neto                              7,27%         1,24%        7,43%       15,60%       17,08%       15,02%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     93,67%        87,00%       86,17%       94,80%       96,16%       93,86%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                                 59
Page 89
                       Keterangan                              30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pihak berelasi                                                0,00%        5,69%        0,01%        0,35%        0,38%        0,25%
Utang usaha                                                         0,68%        0,69%        0,50%        0,40%        0,68%        0,51%
Utang lain-lain                                                     0,50%        0,43%        2,52%       10,14%        5,03%        7,32%
Beban yang masih harus dibayar                                      0,80%        0,54%        1,54%       35,49%       25,44%       13,20%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                              0,18%        0,26%        0,26%        0,69%        0,71%        0,46%
Utang pajak                                                         0,24%        0,20%        0,39%        1,23%        1,91%        1,12%
Uang muka pelanggan                                                 1,68%        1,52%        1,49%        2,06%        1,74%        2,19%
Utang bank jangka pendek                                            0,00%        0,00%        4,10%        0,00%        0,00%        0,00%
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu
  tahun:
  Utang pinjaman                                                    0,00%        0,00%        4,17%       45,09%        5,37%        4,39%
  Pinjaman bank                                                     1,62%        1,44%        1,21%       15,98%       55,02%       45,49%
  Liabilitas sewa                                                   0,06%        0,05%        0,06%        0,08%        0,11%        0,08%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     5,76%       10,80%       16,27%      111,53%       96,37%       75,01%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang pinjaman                                                     1,54%       3,37%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Pinjaman bank                                                     21,15%      21,10%       26,64%        0,00%        0,00%        3,23%
  Liabilitas sewa                                                    0,04%       0,03%        0,04%        0,05%        0,02%        0,09%
Liabilitas imbalan pasca kerja                                       1,04%       0,89%        1,07%        0,98%        1,66%        1,39%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    23,76%      25,38%       27,76%        1,03%        1,68%        4,72%
JUMLAH LIABILITAS                                                   29,53%      36,18%       44,02%      112,55%       98,05%       79,73%
EKUITAS
Modal saham                                                        50,69%        48,59%       60,27%       18,47%       18,28%       14,96%
Tambahan modal disetor - neto                                      23,56%        22,58%       28,01%       18,75%       18,56%       15,18%
Saldo laba (defisit)                                              -61,55%       -62,83%      -78,42%      -74,57%      -64,38%      -37,44%
Selisih atas akuisisi kepentingan non-pengendali                   -0,01%        -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%
Penghasilan komprehensif lain - neto                               57,64%        55,31%       45,99%       34,33%       33,89%       27,59%
Uang muka setoran modal                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        3,88%        3,18%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              70,33%      63,64%       55,84%        -3,03%      10,23%       23,46%
Kepentingan non-pengendali                                           0,15%       0,17%        0,14%        -9,52%      -8,28%       -3,18%
JUMLAH EKUITAS                                                      70,47%      63,82%       55,98%       -12,55%       1,95%       20,27%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 20
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                       Keterangan                              30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

Pendapatan                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                            32,18%        29,41%       28,57%       28,92%       44,71%       53,34%
Laba bruto                                                         67,82%        70,59%       71,43%       71,08%       55,29%       46,66%
Beban penjualan                                                    -6,48%        -6,22%       -7,21%       -7,58%       -9,93%      -15,47%
Beban umum dan administrasi                                       -34,63%       -31,82%      -45,87%      -42,94%     -147,98%     -149,45%
Beban operasional, pembangunan, pemeliharaan dan energi            -7,72%        -7,27%       -9,73%      -13,56%      -23,82%      -26,46%
Beban manajemen dan lisensi                                        -4,94%        -5,15%       -5,10%       -4,96%       -4,20%       -3,94%
Penurunan nilai dari aset dalam pembangunan, aset tetap,
  neto dan uang muka pembelian saham                                0,00%        -5,00%      -42,27%       -2,44%       17,41%    -1428,65%
Pemulihan kerugian di atas nilai investasi entitas anak             0,00%         0,00%       36,61%        0,00%     -163,99%        0,00%
Pendapatan (beban) operasional lain                                 0,04%         3,73%        3,68%       -6,08%      -30,27%        5,29%
Laba (rugi) usaha                                                  14,09%        18,87%        1,53%       -6,47%     -307,50%    -1572,03%
Bagian laba (rugi) neto pada entitas asosiasi                      46,42%        -2,79%        0,26%        0,00%        0,00%        0,00%
Pendapatan keuangan                                                 0,88%         0,35%       13,89%        3,74%        0,00%        2,20%
Beban keuangan                                                    -11,98%       -13,07%      -11,26%      -84,58%     -280,88%     -166,72%
Laba (rugi) selisih kurs, neto                                     -0,23%        -0,41%        0,20%        0,00%        0,00%        0,00%
Laba (rugi) sebelum pajak final dan beban pajak penghasilan         49,17%        2,94%        4,62%      -87,31%     -588,38%    -1736,55%
Pajak final                                                         -0,18%       -0,07%       -0,01%        0,00%        0,00%       -0,44%
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan                         49,00%        2,87%       4,61%       -87,31%     -588,38%    -1736,99%
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                    0,00%       -0,13%       0,00%        -0,71%        0,62%      -14,84%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                  49,00%       2,74%        4,61%       -88,02%     -587,75%    -1751,83%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                -0,77%     108,70%       41,11%         0,73%        4,67%     -340,07%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan              48,23%     111,44%       45,72%       -87,28%     -583,08%    -2091,90%
Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                             48,83%       2,74%         9,53%      -78,51%     -564,32%    -1328,09%
  Kepentingan non-pengendali                                         0,16%       0,36%        -4,92%       -9,51%      -23,43%     -423,74%




                                                               60
Page 90
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, SAI tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap SAI adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Persaingan Usaha

         Dalam menjalankan kegiatan opersionalnya, SAI tidak terlepas dari risiko
         persaingan usaha. Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan usaha meliputi
         jenis dan harga kamar (room rate), fasilitas yang tersedia, lokasi yang strategis,
         serta kualitas pelayanan yang diberikan. SAI harus mampu mengembangkan
         fasilitas yang dimiliki agar dapat memberikan kepuasan kepada tamu hotel serta
         menarik tamu-tamu baru di tengah ketatnya persaingan industri perhotelan.

VII.B.   Risiko Gangguan Keamanan

         Bidang usaha SAI, yaitu perhotelan, erat kaitannya dengan kondisi keamanan
         dalam negeri. Adanya beberapa negara yang mengeluarkan peringatan (travel
         warning) bagi warganya untuk bepergian ke Indonesia akan mempengaruhi jumlah
         wisatawan internasional. Berkurangnya jumlah wisatawan asing yang datang ke
         Indonesia akan berdampak pada penurunan tingkat hunian (occupancy rate).
         Kondisi keamanan negeri juga akan mempengaruhi wisatawan domestik, di mana
         kondisi keamanan yang buruk akan mendorong masyarakat Indonesia untuk tidak
         bepergian atau berlibur.

VII.C.   Risiko Ekonomi

         Kegiatan usaha SAI juga rentan terhadap kondisi ekonomi domestik maupun
         global. Perubahan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kesehatan ekonomi
         Indonesia dapat berpengaruh negatif dan merugikan bisnis dengan berbagai cara,
         terutama berdampak pada tingkat hunian SAI. Penurunan pertumbuhan ekonomi,
         inflasi tinggi, serta melemahnya daya beli masyarakat dapat menekan permintaan
         layanan akomodasi. Selain itu, biaya operasional yang tinggi dan bersifat tetap
         seperti gaji karyawan, utilitas, dan pemeliharaan dapat meningkatkan risiko
         kerugian apabila pendapatan menurun signifikan.

VII.D.   Risiko Politik dan Sosial

         Perkembangan usaha SAI dapat terpengaruh oleh adanya perubahan kondisi
         politik dan sosial, meningkatnya pengawasan oleh otoritas, dan perkembangan
         politik yang berkaitan dengan industri perhotelan dan pariwisata. Kebijakan atau
         larangan baru dari pemerintah Indonesia dapat berpotensi membatasi ruang gerak
         SAI, sehingga SAI harus menyusun strategi yang tepat untuk terus
         mengembangkan bisnisnya.




                                           61
Page 91
VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha SAI tidak terlepas dari ancaman
         bencana alam, seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi, tsunami, banjir,
         kebakaran baik karena faktor alam maupun human error, dan berbagai bencana
         lainnya yang dapat memberikan dampak negatif secara material terhadap kegiatan
         usaha dan kondisi keuangan SAI.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Hukum dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah
         dapat mempengaruhi SAI dalam menjalankan kegiatan usahanya. Meskipun SAI
         memiliki keyakinan bahwa dalam menjalankan kegiatan usahanya, SAI telah
         mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, pemenuhan kewajiban atas
         peraturan-peraturan baru atau perubahannya atau interpretasinya maupun
         pelaksanaannya, serta perubahan terhadap interpretasi atau pelaksanaan hukum
         dan peraturan perundang-undangan yang telah ada, dapat berdampak material
         terhadap kegiatan dan kinerja operasional SAI.

         Apabila SAI tidak mematuhi hukum dan peraturan perundang-undangan yang
         berlaku, maka SAI dapat dikenakan sanksi perdata, termasuk denda, hukuman
         serta sanksi-sanksi pidana lainnya. Selain itu perubahan hukum, peraturan
         ketenagakerjaan dan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai
         upah minimum dan kebebasan serikat pekerja juga dapat mengakibatkan
         meningkatnya permasalahan dalam hubungan industrial, sehingga dapat
         berdampak material pada kegiatan operasional SAI. Terjadinya perubahan
         mengenai upah minimum SAI tentu akan mempengaruhi kinerja keuangan SAI,
         sehingga SAI harus beradaptasi untuk menyesuaikan kegiatan usahanya
         berdasarkan kinerja keuangan yang baru. Dengan demikian, apabila SAI tidak
         dapat beradaptasi, SAI dapat mengalami kerugian, baik dari kegiatan usaha
         maupun kinerja keuangannya.




                                         62
Page 92
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              63
Page 93
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif SAI,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            SAI. Prospek SAI di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang
            telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada
            kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai
            penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari
            industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              64
Page 94
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian
          aset bersih (adjusted net asset method).

          Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
          dilaksanakan oleh SAI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
          perkiraan atas perkembangan usaha SAI. Dalam melaksanakan penilaian dengan
          metode ini, operasi SAI diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas
          perkembangan usaha SAI. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
          dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat
          risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan SAI. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa SAI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             65
Page 95
VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).

VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan langkah-
          langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi SAI.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari SAI.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional SAI.
          4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan SAI yang telah disiapkan
             oleh pihak manajemen SAI.
          5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
             tersebut.
          6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan dan metode penyesuaian
             aset bersih dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SAI
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SAI. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
          tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            66
Page 96
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas dan metode
        penyesuaian aset bersih. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan dibahas penentuan
        nilai pasar dengan metode diskonto arus kas, baru kemudian dilanjutkan dengan
        metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.




                                         67
Page 97
          Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
          sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
          nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

          Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
          perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
          tersebut untuk diperdagangkan.

          Untuk penilaian atas SAI, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
          untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
          Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
          ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025 yang didasarkan pada proyeksi laporan
          keuangan SAI yang disusun oleh manajemen SAI, maka diperkirakan telah
          dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh karena itu
          atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian
          terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon
          likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 30,00%, dengan pertimbangan
          sebagai berikut:

          •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
              bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
          •   SAI merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
              (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
              Indonesia.

IX.B.     Metode Diskonto Arus Kas

IX.B.1.   Proyeksi Laporan Keuangan

          Penilaian SAI yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
          proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen SAI. Dalam
          penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
          berdasarkan kinerja SAI pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
          manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
          saran yang relevan diberikan oleh manajemen SAI sehubungan dengan
          perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
          ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
          penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
          menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SAI yang dinilai pada saat penilaian
          ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
          yang kami lakukan terhadap target kinerja SAI yang dinilai.




                                           68
Page 98
            Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
            keuangan yang digunakan dalam penilaian atas SAI.

IX.B.1.a.   Umum

            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
                hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas SAI, industri,
                atau negara di mana SAI beroperasi.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
                tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
                keuangan yang dapat memengaruhi kinerja SAI selain yang telah
                diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama SAI
                atau pada sumber utama penghasilan SAI selain yang telah diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen SAI.
            •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
                perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
                memengaruhi kegiatan usaha SAI.
            •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
                bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada SAI.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
                bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
                tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
                sekarang ini dan yang diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
            •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh SAI atas
                kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
                tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
            •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
                ketentuan-ketentuan yang ada.
            •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen SAI mempersiapkan proyeksi laporan
                keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
                31 Desember 2025 sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
                31 Desember 2026 – 2064.




                                              69
Page 99
IX.B.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
          Keuangan

        1. Proyeksi Pendapatan Usaha Departemen

           Pendapatan usaha departemen dalam penilaian ini terutama terdiri dari
           Pendapatan kamar serta makanan dan minuman.

           Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan usaha departemen SAI untuk
           tahun 2025 – 2064.

           Grafik 10
           PT Suryalaya Anindita International
           Proyeksi Pendapatan Usaha Departemen Tahun 2025 – 2064
           (Dalam miliar Rupiah)

                               Pendapatan Usaha Departemen
              5.000
              4.500
              4.000
              3.500
              3.000
              2.500
              2.000
              1.500
              1.000
                500
                  -
                      2025
                      2026
                      2027
                      2028
                      2029
                      2030
                      2031
                      2032
                      2033
                      2034
                      2035
                      2036
                      2037
                      2038
                      2039
                      2040
                      2041
                      2042
                      2043
                      2044
                      2045
                      2046
                      2047
                      2048
                      2049
                      2050
                      2051
                      2052
                      2053
                      2054
                      2055
                      2056
                      2057
                      2058
                      2059
                      2060
                      2061
                      2062
                      2063
                      2064



        2. Proyeksi Biaya dan Beban Departemen

           Biaya dan beban departemen SAI terutama terdiri dari beban makanan dan
           minuman serta beban gaji dan tunjangan. Biaya dan beban departemen untuk
           tahun 2025 – 2064 diproyeksikan sebesar 33% – 78% dari pendapatan usaha
           departemen.




                                       70
Page 100
   Grafik berikut menunjukkan proyeksi biaya dan beban departemen SAI untuk
   tahun 2025 – 2064.

   Grafik 11
   PT Suryalaya Anindita International
   Proyeksi Biaya dan Beban Departemen Tahun 2025 – 2064
   (Dalam miliar Rupiah)

                         Biaya dan Beban Departemen
      1.800
      1.600
      1.400
      1.200
      1.000
        800
        600
        400
        200
           -
               2025
               2026
               2027
               2028
               2029
               2030
               2031
               2032
               2033
               2034
               2035
               2036
               2037
               2038
               2039
               2040
               2041
               2042
               2043
               2044
               2045
               2046
               2047
               2048
               2049
               2050
               2051
               2052
               2053
               2054
               2055
               2056
               2057
               2058
               2059
               2060
               2061
               2062
               2063
               2064
3. Beban Usaha

   Beban usaha SAI terutama terdiri dari beban gaji dan beban operasi lain-lain.
   Beban usaha untuk tahun 2025 – 2064 diproyeksikan berkisar antara
   32% – 168% dari pendapatan usaha departemen.

4. Pajak

   Mengingat SAI adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
   pajak yang diberlakukan atas SAI adalah tarif pajak yang berlaku umum di
   Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2064.




                                71
Page 101
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif SAI
   untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2064
   adalah sebagai berikut:
   Tabel 21
   PT Suryalaya Anindita International
   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2064

                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/25       31/12/26         31/12/27      31/12/28      31/12/29
                          Keterangan
                                                          (6 Bulan)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan usaha departemen                                108.512         745.685        806.682       872.093        934.866
   Biaya dan beban departemen                                  80.021         303.291        322.628       340.283        359.447
   Laba departemen                                             28.491          442.394       484.054        531.810       575.418
   Beban usaha dan penghasilan (beban) lain-lain             (182.378)        (402.362)     (423.978)      (423.893)     (441.629)
   Laba (rugi) sebelum beban keuangan                        (153.887)          40.033        60.075        107.917       133.789
   Beban bunga dan keuangan                                   (14.857)        (124.627)     (130.235)      (125.971)     (119.610)
   Laba (rugi) sebelum pajak                                 (168.744)         (84.594)      (70.159)       (18.054)       14.179
   Beban pajak penghasilan                                          -                -             -              -             -
   Laba (rugi) bersih periode/tahun berjalan                 (168.744)         (84.594)      (70.159)       (18.054)       14.179



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/30      31/12/31         31/12/32      31/12/33      31/12/34
                          Keterangan
                                                          (1 Tahun)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
   Pendapatan usaha departemen                              1.004.292     1.078.254        1.160.203      1.213.305     1.272.244
   Biaya dan beban departemen                                 380.283       402.277          426.242        443.694       462.692
   Laba departemen                                            624.009          675.977       733.960        769.611       809.552
   Beban usaha dan penghasilan (beban) lain-lain             (458.652)        (471.202)     (493.599)      (505.238)     (511.075)
   Laba sebelum beban keuangan                                165.357         204.775        240.361       264.373        298.477
   Beban bunga dan keuangan                                  (107.737)        (94.956)       (80.503)      (65.073)       (47.995)
   Laba sebelum pajak                                          57.620         109.819        159.858       199.300        250.482
   Beban pajak penghasilan                                          -               -        (35.169)      (43.846)       (55.106)
   Laba bersih tahun berjalan                                  57.620         109.819        124.690       155.454        195.376



                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/35      31/12/36         31/12/37      31/12/38      31/12/39
                          Keterangan
                                                          (1 Tahun)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
   Pendapatan usaha departemen                              1.333.978     1.398.640        1.466.369      1.537.313     1.611.623
   Biaya dan beban departemen                                 486.694       507.607          529.442        552.242       576.049
   Laba departemen                                            847.285          891.033       936.927        985.071     1.035.574
   Beban usaha dan penghasilan (beban) lain-lain             (520.473)        (532.232)     (550.907)      (572.778)     (595.553)
   Laba sebelum beban keuangan                                326.811         358.801        386.020       412.293        440.021
   Beban bunga dan keuangan                                   (35.063)        (34.474)       (34.623)      (34.735)       (34.806)
   Laba sebelum pajak                                         291.748         324.327        351.398       377.559        405.215
   Beban pajak penghasilan                                    (64.185)        (71.352)       (77.307)      (83.063)       (89.147)
   Laba bersih tahun berjalan                                 227.564         252.975        274.090       294.496        316.068




                                                   72
Page 102
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                     31/12/40       31/12/41       31/12/42       31/12/43      31/12/44
                       Keterangan
                                                     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
Pendapatan usaha departemen                           1.684.396      1.760.612      1.840.439      1.924.053      2.011.637
Biaya dan beban departemen                              599.576        624.138        649.783        676.561        704.525
Laba departemen                                       1.084.820      1.136.474      1.190.657      1.247.492      1.307.111
Beban usaha dan penghasilan (beban) lain-lain          (619.027)      (643.493)      (669.008)      (695.627)      (723.410)
Laba sebelum beban keuangan                             465.793        492.982        521.649        551.864        583.701
Beban bunga dan keuangan                                (34.833)       (34.810)       (34.733)       (34.597)       (34.395)
Laba sebelum pajak                                      430.961        458.172        486.916        517.268        549.306
Beban pajak penghasilan                                 (94.811)      (100.798)      (107.121)      (113.799)      (120.847)
Laba bersih tahun berjalan                              336.149        357.374        379.794        403.469        428.459



                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                     31/12/45       31/12/46       31/12/47       31/12/48      31/12/49
                       Keterangan
                                                     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
Pendapatan usaha departemen                           2.103.384      2.199.498      2.300.191      2.405.687      2.516.220
Biaya dan beban departemen                              733.731        764.235        796.099        829.387        864.164
Laba departemen                                       1.369.653      1.435.263      1.504.092      1.576.301      1.652.057
Beban usaha dan penghasilan (beban) lain-lain          (752.409)      (782.680)      (814.283)      (847.280)      (881.736)
Laba sebelum beban keuangan                             617.244        652.583        689.809        729.021        770.321
Beban bunga dan keuangan                                (34.121)       (33.770)       (33.332)       (32.801)       (32.167)
Laba sebelum pajak                                      583.123        618.813        656.477        696.220        738.154
Beban pajak penghasilan                                (128.287)      (136.139)      (144.425)      (153.168)      (162.394)
Laba bersih tahun berjalan                              454.836        482.674        512.052        543.052        575.760



                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                     31/12/50       31/12/51       31/12/52       31/12/53      31/12/54
                       Keterangan
                                                     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
Pendapatan usaha departemen                           2.632.036      2.753.393      2.880.561      3.013.826      3.153.484
Biaya dan beban departemen                              900.500        938.470        978.148      1.019.617      1.062.959
Laba departemen                                       1.731.536      1.814.923      1.902.413       1.994.209      2.090.525
Beban usaha dan penghasilan (beban) lain-lain          (917.719)      (955.303)      (994.560)     (1.035.719)    (1.078.562)
Laba sebelum beban keuangan                             813.817        859.621        907.853        958.490      1.011.963
Beban bunga dan keuangan                                (31.422)       (30.555)       (29.555)       (28.411)       (27.109)
Laba sebelum pajak                                      782.394        829.066        878.298        930.080        984.854
Beban pajak penghasilan                                (172.127)      (182.394)      (193.226)      (204.617)      (216.668)
Laba bersih tahun berjalan                              610.268        646.671        685.073        725.462        768.186



                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                     31/12/55       31/12/56       31/12/57       31/12/58      31/12/59
                       Keterangan
                                                     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
Pendapatan usaha departemen                           3.299.850      3.453.251      3.614.032      3.782.556      3.959.201
Biaya dan beban departemen                            1.108.263      1.155.623      1.205.134      1.256.899      1.311.025
Laba departemen                                        2.191.586      2.297.628      2.408.898      2.525.657      2.648.176
Beban usaha dan penghasilan (beban) lain-lain         (1.117.066)    (1.148.141)    (1.187.352)    (1.237.900)    (1.290.711)
Laba sebelum beban keuangan                           1.074.521      1.149.487      1.221.546      1.287.756      1.357.465
Beban bunga dan keuangan                                (25.636)       (23.976)       (22.114)       (20.032)       (17.711)
Laba sebelum pajak                                    1.048.885      1.125.511      1.199.432      1.267.724      1.339.754
Beban pajak penghasilan                                (230.755)      (247.612)      (263.875)      (278.899)      (294.746)
Laba bersih tahun berjalan                              818.130        877.898        935.557        988.825      1.045.008



                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                     31/12/60       31/12/61       31/12/62       31/12/63      31/12/64
                       Keterangan
                                                     (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
Pendapatan usaha departemen                           4.144.366      4.338.470      4.541.951      4.755.270        579.041
Biaya dan beban departemen                            1.367.623      1.426.810      1.488.710      1.553.451        298.153
Laba departemen                                        2.776.744      2.911.660      3.053.241      3.201.819       280.887
Beban usaha dan penghasilan (beban) lain-lain         (1.345.951)    (1.403.683)    (1.464.023)    (1.519.531)     (274.865)
Laba sebelum beban keuangan                           1.430.793      1.507.977      1.589.218      1.682.287           6.022
Beban bunga dan keuangan                                (15.129)       (12.266)        (9.097)      (931.306)         (6.891)
Laba sebelum pajak                                    1.415.664      1.495.711      1.580.121        750.981            (868)
Beban pajak penghasilan                                (311.446)      (329.056)      (347.627)      (165.216)              -
Laba bersih tahun berjalan                            1.104.218      1.166.655      1.232.494        585.765            (868)




                                                73
Page 103
6. Kas dan Bank

   Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
   operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
   setara kas.

7. Piutang Usaha

   Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 18 hari selama periode
   proyeksi.

8. Persediaan

   Perputaran persediaan – perlengkapan umum, operasional, spa, dan lain-lain
   diasumsikan sekitar 62 hari selama periode proyeksi.

   Perputaran persediaan – makanan dan minuman diasumsikan sekitar 35 hari
   selama periode proyeksi.

9. Utang Usaha

   Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 61 hari selama periode proyeksi.

10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan SAI pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2064 adalah sebagai berikut:
   Tabel 22
   PT Suryalaya Anindita International
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Per 31 Desember 2025 - 2064

                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan         31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan setara kas                            18.313       22.030       49.139       43.264         46.221
   Piutang usaha                                 10.926       37.543       40.614       43.907         47.067
   Piutang lain-lain                                235          235          235          235            235
   Persediaan                                     7.331       23.147       24.941       26.575         28.308
   Uang muka                                      1.116        1.116        1.116        1.116          1.116
   Biaya dibayar di muka                          5.591        5.591        5.591        5.591          5.591
   Pajak dibayar di muka                          3.206        3.206        3.206        3.206          3.206
   Jumlah Aset Lancar                            46.718       92.867      124.842      123.893        131.743
   ASET TIDAK LANCAR
   Aset pajak tangguhan                           24.031       24.031       24.031       24.031        24.031
   Aset tetap                                  1.196.901    1.364.212    1.273.659    1.213.407     1.148.740
   Aset hak guna                                 353.205      346.342      339.479      332.616       325.753
   Piutang karyawan                                  254          254          254          254           254
   Uang jaminan                                      754          754          754          754           754
   Biaya ditangguhkan                              1.419        1.252        1.086          920           753
   Jumlah Aset Tidak Lancar                    1.576.564    1.736.845    1.639.263    1.571.981     1.500.285
   JUMLAH ASET                                 1.623.282    1.829.713    1.764.105    1.695.874     1.632.028




                                         74
Page 104
                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                           29.689       12.568        7.304        3.497         19.987
Piutang usaha                                50.562       54.286       58.412       61.086         64.053
Piutang lain-lain                               235          235          235          235            235
Persediaan                                   30.218       32.239       34.471       35.849         37.383
Uang muka                                     1.116        1.116        1.116        1.116          1.116
Biaya dibayar di muka                         5.591        5.591        5.591        5.591          5.591
Pajak dibayar di muka                         3.206        3.206        3.206        3.206          3.206
Jumlah Aset Lancar                          120.617      109.241      110.335      110.579        131.571
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                          24.031       24.031      24.031       24.031         24.031
Aset tetap                                 1.086.818    1.033.227     979.832      935.440        904.104
Aset hak guna                                318.890      312.027     305.164      295.304        285.208
Piutang karyawan                                 254          254         254          254            254
Uang jaminan                                     754          754         754          754            754
Biaya ditangguhkan                               587        4.882       4.716        4.326          4.016
Jumlah Aset Tidak Lancar                   1.431.334    1.375.175    1.314.750    1.260.110     1.218.367
JUMLAH ASET                                1.551.951    1.484.416    1.425.085    1.370.688     1.349.938



                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/35     31/12/36     31/12/37     31/12/38     31/12/39

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                           59.375      334.159      626.935      939.144      1.271.828
Piutang usaha                                67.161       70.416       73.826       77.398         81.139
Piutang lain-lain                               235          235          235          235            235
Persediaan                                   39.383       41.072       42.833       44.670         46.586
Uang muka                                     1.116        1.116        1.116        1.116          1.116
Biaya dibayar di muka                         5.591        5.591        5.591        5.591          5.591
Pajak dibayar di muka                         3.206        3.206        3.206        3.206          3.206
Jumlah Aset Lancar                          176.066      455.795      753.742     1.071.359     1.409.701
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                         24.031       24.031       24.031       24.031         24.031
Aset tetap                                  882.410      869.332      858.840      848.663        838.867
Aset hak guna                               275.112      265.016      254.921      244.825        234.729
Piutang karyawan                                254          254          254          254            254
Uang jaminan                                    754          754          754          754            754
Biaya ditangguhkan                            3.793        3.569        3.346        3.123          2.900
Jumlah Aset Tidak Lancar                   1.186.354    1.162.957    1.142.146    1.121.650     1.101.535
JUMLAH ASET                                1.362.421    1.618.752    1.895.888    2.193.009     2.511.236



                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/40     31/12/41     31/12/42     31/12/43     31/12/44

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                         1.623.644    1.995.481    2.388.393    2.803.517     3.242.053
Piutang usaha                                 84.803       88.640       92.659       96.869       101.279
Piutang lain-lain                                235          235          235          235           235
Persediaan                                    48.415       50.323       52.311       54.384        56.546
Uang muka                                      1.116        1.116        1.116        1.116         1.116
Biaya dibayar di muka                          5.591        5.591        5.591        5.591         5.591
Pajak dibayar di muka                          3.206        3.206        3.206        3.206         3.206
Jumlah Aset Lancar                         1.767.010    2.144.592    2.543.511    2.964.918     3.410.026
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                         24.031       24.031       24.031       24.031         24.031
Aset tetap                                  829.413      820.352      811.725      803.567        795.911
Aset hak guna                               224.633      214.537      204.441      194.345        184.250
Piutang karyawan                                254          254          254          254            254
Uang jaminan                                    754          754          754          754            754
Biaya ditangguhkan                            2.677        2.454        2.231        2.008          1.785
Jumlah Aset Tidak Lancar                   1.081.762    1.062.382    1.043.436    1.024.960     1.006.984
JUMLAH ASET                                2.848.773    3.206.974    3.586.947    3.989.878     4.417.010




                                     75
Page 105
                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/45     31/12/46     31/12/47     31/12/48     31/12/49

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                         3.705.263    4.194.471    4.711.075    5.256.541     5.832.413
Piutang usaha                                105.898      110.737      115.806      121.118       126.683
Piutang lain-lain                                235          235          235          235           235
Persediaan                                    58.800       61.152       63.605       66.163        68.833
Uang muka                                      1.116        1.116        1.116        1.116         1.116
Biaya dibayar di muka                          5.591        5.591        5.591        5.591         5.591
Pajak dibayar di muka                          3.206        3.206        3.206        3.206         3.206
Jumlah Aset Lancar                         3.880.109    4.376.508    4.900.634    5.453.970     6.038.076
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                         24.031       24.031       24.031       24.031         24.031
Aset tetap                                  788.787      782.231      776.279      770.966        766.332
Aset hak guna                               174.154      164.058      153.962      143.866        133.770
Piutang karyawan                                254          254          254          254            254
Uang jaminan                                    754          754          754          754            754
Biaya ditangguhkan                            1.562        1.339        1.115          892            669
Jumlah Aset Tidak Lancar                    989.542      972.667      956.395      940.764        925.811
JUMLAH ASET                                4.869.650    5.349.175    5.857.029    6.394.733     6.963.887



                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/50     31/12/51     31/12/52     31/12/53     31/12/54

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                         6.440.315    7.074.498    7.751.670    8.466.294     9.220.323
Piutang usaha                                132.514      138.623      145.026      151.735       158.767
Piutang lain-lain                                235          235          235          235           235
Persediaan                                    71.618       74.525       77.558       80.724        84.028
Uang muka                                      1.116        1.116        1.116        1.116         1.116
Biaya dibayar di muka                          5.591        5.591        5.591        5.591         5.591
Pajak dibayar di muka                          3.206        3.206        3.206        3.206         3.206
Jumlah Aset Lancar                         6.654.594    7.297.795    7.984.401    8.708.901     9.473.265
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                         24.031       24.031       24.031       24.031         24.031
Aset tetap                                  762.416      759.258      756.902      755.394        754.780
Aset hak guna                               123.674      113.578      103.483       93.387         83.291
Piutang karyawan                                254          254          254          254            254
Uang jaminan                                    754          754          754          754            754
Biaya ditangguhkan                              446        7.678        7.455        7.082          6.710
Jumlah Aset Tidak Lancar                    911.575      905.554      892.879      880.902        869.819
JUMLAH ASET                                7.566.170    8.203.348    8.877.281    9.589.803    10.343.084



                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/55     31/12/56     31/12/57     31/12/58     31/12/59

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                        10.014.466   10.848.840   11.727.079   12.653.615    13.630.987
Piutang usaha                                166.136      173.859      181.953      190.438       199.331
Piutang lain-lain                                235          235          235          235           235
Persediaan                                    87.477       91.078       94.838       98.764       102.863
Uang muka                                      1.116        1.116        1.116        1.116         1.116
Biaya dibayar di muka                          5.591        5.591        5.591        5.591         5.591
Pajak dibayar di muka                          3.206        3.206        3.206        3.206         3.206
Jumlah Aset Lancar                        10.278.227   11.123.925   12.014.018   12.952.965    13.943.330
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                         24.031       24.031       24.031       24.031         24.031
Aset tetap                                  761.370      784.655      818.660      854.306        891.700
Aset hak guna                                73.195       63.099       53.003       42.907         32.812
Piutang karyawan                                254          254          254          254            254
Uang jaminan                                    754          754          754          754            754
Biaya ditangguhkan                            6.337        5.964        5.591        5.219          4.846
Jumlah Aset Tidak Lancar                    865.941      878.758      902.293      927.471        954.397
JUMLAH ASET                               11.144.167   12.002.683   12.916.311   13.880.436    14.897.727




                                     76
Page 106
                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/60     31/12/61      31/12/62      31/12/63      31/12/64

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                        14.661.877   15.749.089    16.895.574    18.312.067    18.460.076
Piutang usaha                                208.654      218.426       228.671       239.411        29.153
Piutang lain-lain                                235          235           235           235           235
Persediaan                                   107.144      111.615       116.286       121.164        19.479
Uang muka                                      1.116        1.116         1.116         1.116         1.116
Biaya dibayar di muka                          5.591        5.591         5.591         5.591         5.591
Pajak dibayar di muka                          3.206        3.206         3.206         3.206         3.206
Jumlah Aset Lancar                        14.987.823   16.089.279    17.250.679    18.682.790    18.518.855
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                         24.031       24.031         24.031       24.031         24.031
Aset tetap                                  930.892      971.987      1.015.093      135.809        137.038
Aset hak guna                                22.716       12.620          2.524            -              -
Piutang karyawan                                254          254            254          254            254
Uang jaminan                                    754          754            754          754            754
Biaya ditangguhkan                            4.473        4.100          3.728        3.355          2.982
Jumlah Aset Tidak Lancar                    983.120     1.013.746     1.046.384      164.203        165.059
JUMLAH ASET                               15.970.943   17.103.025    18.297.063    18.846.994    18.683.915



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan        31/12/25     31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                  10.106       33.401        33.502        35.617         37.995
Utang lain-lain                               9.605        9.605         9.605         9.605          9.605
Utang pajak                                   6.590        6.590         6.590         6.590          6.590
Beban akrual                                 11.255       11.255        11.255        11.255         11.255
Pendapatan diterima di muka                     544          544           544           544            544
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek              38.099       61.395        61.496        63.611         65.989
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank                                 1.158.704    1.374.573     1.361.938     1.291.188     1.140.844
Pinjaman pihak berelasi                            -      100.000       100.000       100.000       150.000
Liabilitas sewa                              291.744      243.604       260.690       279.149       299.090
Liabilitas imbalan kerja                      30.295       30.295        30.295        30.295        30.295
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang           1.480.743    1.748.472     1.752.923     1.700.632     1.620.229
JUMLAH LIABILITAS                          1.518.843    1.809.868     1.814.419     1.764.243     1.686.218
EKUITAS
Modal saham                                  32.234        32.234        32.234        32.234        32.234
Tambahan modal disetor                       62.722        62.722        62.722        62.722        62.722
Saldo laba (defisit)                          9.483       (75.111)     (145.270)     (163.324)     (149.146)
JUMLAH EKUITAS                              104.439       19.845        (50.314)      (68.368)      (54.190)
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS              1.623.282    1.829.713     1.764.105     1.695.874     1.632.028




                                     77
Page 107
                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                    Keterangan          31/12/30      31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                40.630        43.409       46.497       48.266         50.422
Utang lain-lain                             9.605         9.605        9.605        9.605          9.605
Utang pajak                                 6.590         6.590        6.590        6.590          6.590
Beban akrual                               11.255        11.255       11.255       11.255         11.255
Pendapatan diterima di muka                   544           544          544          544            544
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek            68.623        71.403       74.490       76.260         78.416
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank                                963.969       760.563      548.313      309.531         61.906
Pinjaman pihak berelasi                   165.000       165.000      165.000      165.000        165.000
Liabilitas sewa                           320.633       343.906      369.048      396.209        425.551
Liabilitas imbalan kerja                   30.295        30.295       30.295       30.295         30.295
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang         1.479.897     1.299.764    1.112.656     901.035        682.753
JUMLAH LIABILITAS                        1.548.520     1.371.166    1.187.146     977.296        761.169
EKUITAS
Modal saham                                 32.234       32.234       32.234       32.234         32.234
Tambahan modal disetor                      62.722       62.722       62.722       62.722         62.722
Saldo laba (defisit)                       (91.526)      18.293      142.983      298.437        493.813
JUMLAH EKUITAS                              3.430       113.249      237.939      393.393        588.769
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            1.551.951     1.484.416    1.425.085    1.370.688     1.349.938



                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                    Keterangan          31/12/35      31/12/36     31/12/37     31/12/38     31/12/39

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                53.425        55.729       58.202       60.784         63.481
Utang lain-lain                             9.605         9.605        9.605        9.605          9.605
Utang pajak                                 6.590         6.590        6.590        6.590          6.590
Beban akrual                               11.255        11.255       11.255       11.255         11.255
Pendapatan diterima di muka                   544           544          544          544            544
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek            81.419        83.723       86.196       88.778         91.475
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank                                      -             -            -            -              -
Pinjaman pihak berelasi                         -             -            -            -              -
Liabilitas sewa                           434.374       435.426      435.999      436.042        435.504
Liabilitas imbalan kerja                   30.295        30.295       30.295       30.295         30.295
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          464.670       465.722      466.294      466.338        465.800
JUMLAH LIABILITAS                         546.088       549.445      552.490      555.116        557.275
EKUITAS
Modal saham                                32.234        32.234        32.234       32.234        32.234
Tambahan modal disetor                     62.722        62.722        62.722       62.722        62.722
Saldo laba                                721.377       974.352     1.248.442    1.542.938     1.859.005
JUMLAH EKUITAS                            816.333      1.069.308    1.343.398    1.637.894     1.953.961
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            1.362.421     1.618.752    1.895.888    2.193.009     2.511.236




                                   78
Page 108
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                    Keterangan          31/12/40     31/12/41     31/12/42     31/12/43     31/12/44

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                66.045       68.749       71.572       74.519         77.597
Utang lain-lain                             9.605        9.605        9.605        9.605          9.605
Utang pajak                                 6.590        6.590        6.590        6.590          6.590
Beban akrual                               11.255       11.255       11.255       11.255         11.255
Pendapatan diterima di muka                   544          544          544          544            544
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek            94.038       96.743       99.566      102.513        105.591
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank                                      -            -            -            -              -
Pinjaman pihak berelasi                         -            -            -            -              -
Liabilitas sewa                           434.328      432.451      429.806      426.321        421.916
Liabilitas imbalan kerja                   30.295       30.295       30.295       30.295         30.295
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          464.624      462.747      460.102      456.617        452.212
JUMLAH LIABILITAS                         558.662      559.489      559.668      559.130        557.803
EKUITAS
Modal saham                                 32.234       32.234       32.234       32.234        32.234
Tambahan modal disetor                      62.722       62.722       62.722       62.722        62.722
Saldo laba                               2.195.155    2.552.529    2.932.323    3.335.792     3.764.251
JUMLAH EKUITAS                           2.290.111    2.647.485    3.027.279    3.430.748     3.859.207
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            2.848.773    3.206.974    3.586.947    3.989.878     4.417.010



                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                    Keterangan          31/12/45     31/12/46     31/12/47     31/12/48     31/12/49

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                80.811       84.168       87.674       91.336         95.162
Utang lain-lain                             9.605        9.605        9.605        9.605          9.605
Utang pajak                                 6.590        6.590        6.590        6.590          6.590
Beban akrual                               11.255       11.255       11.255       11.255         11.255
Pendapatan diterima di muka                   544          544          544          544            544
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           108.805      112.162      115.668      119.330        123.156
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank                                      -            -            -            -              -
Pinjaman pihak berelasi                         -            -            -            -              -
Liabilitas sewa                           416.507      410.000      402.297      393.287        382.855
Liabilitas imbalan kerja                   30.295       30.295       30.295       30.295         30.295
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          446.802      440.296      432.592      423.583        413.151
JUMLAH LIABILITAS                         555.608      552.458      548.260      542.913        536.306
EKUITAS
Modal saham                                 32.234       32.234       32.234       32.234        32.234
Tambahan modal disetor                      62.722       62.722       62.722       62.722        62.722
Saldo laba                               4.219.087    4.701.761    5.213.813    5.756.865     6.332.625
JUMLAH EKUITAS                           4.314.043    4.796.717    5.308.769    5.851.821     6.427.581
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            4.869.650    5.349.175    5.857.029    6.394.733     6.963.887




                                   79
Page 109
                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                    Keterangan          31/12/50     31/12/51     31/12/52     31/12/53     31/12/54

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                99.158      103.334      107.698      112.257        117.022
Utang lain-lain                             9.605        9.605        9.605        9.605          9.605
Utang pajak                                 6.590        6.590        6.590        6.590          6.590
Beban akrual                               11.255       11.255       11.255       11.255         11.255
Pendapatan diterima di muka                   544          544          544          544            544
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           127.152      131.328      135.691      140.251        145.016
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank                                      -            -            -            -              -
Pinjaman pihak berelasi                         -            -            -            -              -
Liabilitas sewa                           370.874      357.206      341.702      324.202        304.533
Liabilitas imbalan kerja                   30.295       30.295       30.295       30.295         30.295
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          401.169      387.501      371.997      354.498        334.828
JUMLAH LIABILITAS                         528.321      518.829      507.689      494.749        479.844
EKUITAS
Modal saham                                 32.234       32.234       32.234       32.234        32.234
Tambahan modal disetor                      62.722       62.722       62.722       62.722        62.722
Saldo laba                               6.942.892    7.589.564    8.274.636    9.000.098     9.768.284
JUMLAH EKUITAS                           7.037.848    7.684.519    8.369.592    9.095.054     9.863.240
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            7.566.170    8.203.348    8.877.281    9.589.803    10.343.084



                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                    Keterangan          31/12/55     31/12/56     31/12/57     31/12/58     31/12/59

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                               122.002      127.208      132.649      138.338        144.285
Utang lain-lain                             9.605        9.605        9.605        9.605          9.605
Utang pajak                                 6.590        6.590        6.590        6.590          6.590
Beban akrual                               11.255       11.255       11.255       11.255         11.255
Pendapatan diterima di muka                   544          544          544          544            544
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           149.996      155.202      160.643      166.332        172.279
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank                                      -            -            -            -              -
Pinjaman pihak berelasi                         -            -            -            -              -
Liabilitas sewa                           282.506      257.917      230.547      200.159        166.494
Liabilitas imbalan kerja                   30.295       30.295       30.295       30.295         30.295
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          312.801      288.213      260.843      230.454        196.789
JUMLAH LIABILITAS                         462.797      443.414      421.486      396.786        369.068
EKUITAS
Modal saham                                 32.234       32.234       32.234       32.234        32.234
Tambahan modal disetor                      62.722       62.722       62.722       62.722        62.722
Saldo laba                              10.586.414   11.464.313   12.399.869   13.388.694    14.433.703
JUMLAH EKUITAS                          10.681.370   11.559.269   12.494.825   13.483.650    14.528.659
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS           11.144.167   12.002.683   12.916.311   13.880.436    14.897.727




                                   80
Page 110
                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan          31/12/60     31/12/61     31/12/62     31/12/63     31/12/64

            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
            Utang usaha                               150.503      157.005      163.804      170.914          8.703
            Utang lain-lain                             9.605        9.605        9.605        9.605          9.605
            Utang pajak                                 6.590        6.590        6.590        6.590          6.590
            Beban akrual                               11.255       11.255       11.255       11.255         11.255
            Pendapatan diterima di muka                   544          544          544          544            544
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek           178.497      184.999      191.797      198.908         36.697
            LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Utang bank                                      -            -            -            -              -
            Pinjaman pihak berelasi                         -            -            -            -              -
            Liabilitas sewa                           129.274       88.200       42.945            -              -
            Liabilitas imbalan kerja                   30.295       30.295       30.295       30.295         30.295
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          159.570      118.495       73.240       30.295         30.295
            JUMLAH LIABILITAS                         338.067      303.494      265.038      229.203         66.993
            EKUITAS
            Modal saham                                 32.234       32.234       32.234       32.234        32.234
            Tambahan modal disetor                      62.722       62.722       62.722       62.722        62.722
            Saldo laba                              15.537.920   16.704.575   17.937.069   18.522.835    18.521.966
            JUMLAH EKUITAS                          15.632.876   16.799.531   18.032.025   18.617.790    18.616.922
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS           15.970.943   17.103.025   18.297.063   18.846.994    18.683.915




IX.C.   Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan

        Sebagai dasar dalam menentukan terminal value atau nilai pada periode kekal
        (perpetuity period), kami menggunakan proyeksi tahun 2025 sampai tahun 2064
        sebagai periode tetap (fixed period), sedangkan tahun 2065 dianggap sebagai
        awal periode kekal. Dalam penilaian ini, pertumbuhan arus kas bersih (AKB) pada
        tahun 2065 atau periode kekal diasumsikan sebesar 2,00%.

        Untuk mendapatkan terminal value, kami mengkapitalisasikan AKB tahun 2065
        dengan menggunakan tingkat diskonto yang digunakan pada tahun 2064.

IX.D.   Penentuan Arus Kas Bersih

        Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
        pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
        to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
        perusahaan (free cash flow to firm).

        Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
        bisnis adalah AKB untuk kapital.

        Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
        kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
        mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
        untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
        melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
        dengan cara langsung.




                                               81
Page 111
Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
untuk kapital SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2026 – 2064 adalah sebagai berikut:
Tabel 23
PT Suryalaya Anindita International
Proyeksi Arus Kas Bersih
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2064

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/25       31/12/26         31/12/27      31/12/28      31/12/29
                      Keterangan
                                                       (6 Bulan)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                              104.877          719.069       803.611        868.800       931.705
Pembayaran kas kepada pemasok                              (78.557)        (295.811)     (324.322)      (339.801)     (358.803)
Pembayaran beban usaha                                    (120.644)        (364.345)     (304.809)      (327.127)     (343.801)
Pembayaran beban pajak penghasilan                               -                -             -              -             -
Penambahan aset tetap                                     (653.050)        (265.266)      (24.252)       (32.220)      (28.938)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                 (747.375)        (206.352)      150.227       169.653        200.163
Penyesuaian pajak atas beban bunga                               -                -             -             -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak                 (747.375)        (206.352)      150.227       169.653        200.163



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/30      31/12/31         31/12/32      31/12/33      31/12/34
                      Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                            1.000.797     1.074.530        1.156.077      1.210.631     1.269.277
Pembayaran kas kepada pemasok                             (379.559)     (401.519)        (425.387)      (443.302)     (462.071)
Pembayaran beban usaha                                    (361.741)     (385.128)        (401.084)      (417.183)     (434.439)
Pembayaran beban pajak penghasilan                               -             -          (35.169)       (43.846)      (55.106)
Penambahan aset tetap                                      (30.839)      (32.870)         (35.120)       (36.524)      (38.083)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                  228.658         255.014        259.316       269.777        279.578
Penyesuaian pajak atas beban bunga                               -               -        (11.513)       (7.657)        (3.402)
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak                  228.658         255.014        247.804       262.120        276.176



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/35      31/12/36         31/12/37      31/12/38      31/12/39
                      Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                            1.330.870     1.395.385        1.462.960      1.533.741     1.607.882
Pembayaran kas kepada pemasok                             (485.691)     (506.992)        (528.731)      (551.496)     (575.269)
Pembayaran beban usaha                                    (474.165)     (500.823)        (520.912)      (541.851)     (563.679)
Pembayaran beban pajak penghasilan                         (64.185)      (71.352)         (77.307)       (83.063)      (89.147)
Penambahan aset tetap                                      (39.718)      (41.434)         (43.234)       (45.122)      (47.102)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                  267.111         274.784        292.776       312.209        332.684
Penyesuaian pajak atas beban bunga                            (180)              -              -             -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak                  266.931         274.784        292.776       312.209        332.684



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        31/12/40      31/12/41         31/12/42      31/12/43      31/12/44
                      Keterangan
                                                       (1 Tahun)      (1 Tahun)        (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                            1.680.732     1.756.775        1.836.420      1.919.843     2.007.227
Pembayaran kas kepada pemasok                             (598.842)     (623.341)        (648.948)      (675.687)     (703.609)
Pembayaran beban usaha                                    (586.134)     (609.544)        (633.953)      (659.407)     (685.952)
Pembayaran beban pajak penghasilan                         (94.811)     (100.798)        (107.121)      (113.799)     (120.847)
Penambahan aset tetap                                      (49.129)      (51.256)         (53.486)       (55.827)      (58.282)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak                  351.816         371.837        392.912       415.125        438.536
Penyesuaian pajak atas beban bunga                               -               -              -             -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak                  351.816         371.837        392.912       415.125        438.536




                                                  82
Page 112
                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                 31/12/45       31/12/46       31/12/47       31/12/48      31/12/49
                      Keterangan
                                                 (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                     2.098.765      2.194.659      2.295.122      2.400.376      2.510.655
Pembayaran kas kepada pemasok                      (732.771)      (763.230)      (795.046)      (828.283)      (863.008)
Pembayaran beban usaha                             (713.640)      (742.522)      (772.652)      (804.089)      (836.891)
Pembayaran beban pajak penghasilan                 (128.287)      (136.139)      (144.425)      (153.168)      (162.394)
Penambahan aset tetap                               (60.857)       (63.560)       (66.395)       (69.369)       (72.490)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak           463.209        489.209        516.603        545.466        575.872
Penyesuaian pajak atas beban bunga                        -              -              -              -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak           463.209        489.209        516.603        545.466        575.872



                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                 31/12/50       31/12/51       31/12/52       31/12/53      31/12/54
                      Keterangan
                                                 (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                     2.626.205      2.747.283      2.874.159       3.007.116      3.146.453
Pembayaran kas kepada pemasok                      (899.289)      (937.200)      (976.818)     (1.018.223)    (1.061.498)
Pembayaran beban usaha                             (871.123)      (914.304)      (944.138)       (983.064)    (1.023.701)
Pembayaran beban pajak penghasilan                 (172.127)      (182.394)      (193.226)       (204.617)      (216.668)
Penambahan aset tetap                               (75.765)       (79.201)       (82.806)        (86.589)       (90.558)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak           607.902        634.184        677.171        714.624        754.029
Penyesuaian pajak atas beban bunga                        -              -              -              -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak           607.902        634.184        677.171        714.624        754.029



                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                 31/12/55       31/12/56       31/12/57       31/12/58      31/12/59
                      Keterangan
                                                 (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                      3.292.481      3.445.528      3.605.938      3.774.071      3.950.308
Pembayaran kas kepada pemasok                     (1.106.732)    (1.154.018)    (1.203.452)    (1.255.137)    (1.309.177)
Pembayaran beban usaha                            (1.066.128)    (1.110.430)    (1.156.693)    (1.205.009)    (1.255.472)
Pembayaran beban pajak penghasilan                  (230.755)      (247.612)      (263.875)      (278.899)      (294.746)
Penambahan aset tetap                                (94.722)       (99.093)      (103.678)      (108.491)      (113.540)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak           794.143        834.374        878.239        926.536        977.372
Penyesuaian pajak atas beban bunga                        -              -              -              -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak           794.143        834.374        878.239        926.536        977.372



                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                 31/12/60       31/12/61       31/12/62       31/12/63      31/12/64
                      Keterangan
                                                 (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
Penerimaan kas dari pelanggan                      4.135.044      4.328.698      4.531.707      4.744.530       789.299
Pembayaran kas kepada pemasok                     (1.365.686)    (1.424.780)    (1.486.581)    (1.551.220)     (358.678)
Pembayaran beban usaha                            (1.308.184)    (1.363.249)    (1.420.778)    (1.475.242)     (271.821)
Pembayaran beban pajak penghasilan                  (311.446)      (329.056)      (347.627)      (165.216)            -
Penambahan aset tetap                               (118.839)      (124.400)      (130.236)      (136.360)      (10.790)
Arus kas bersih sebelum penyesuaian pajak         1.030.889      1.087.213      1.146.485      1.416.493        148.009
Penyesuaian pajak atas beban bunga                        -              -              -              -              -
Arus kas bersih setelah penyesuaian pajak         1.030.889      1.087.213      1.146.485      1.416.493        148.009




                                            83
Page 113
IX.E.     Tingkat Diskonto

          Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
          biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
          ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

          WACC      =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

          Dimana:

          ke        =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
          kd        =   Biaya modal utang
          We        =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
          Wd        =   Bobot utang dalam struktur kapital
          t         =   Pajak penghasilan perusahaan

IX.E.1.   Biaya Modal untuk Ekuitas

          Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
          ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
          menggunakan persamaan sebagai berikut:

          ke        =   Rf + (β x RPm) – RBDS

          Dimana:

          ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                        biaya modal ekuitas/saham biasa
          Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                        free rate)
          β         =   Beta
          RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                        premium)
          RBDS      =   Rating-based default spread

          Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
          memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
          dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
          Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Juni 2025, maka
          instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang
          dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 30 tahun dengan tingkat yield
          rata-rata sebesar 7,03% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
          (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                               84
Page 114
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 7,03%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Juli 2025.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
sebesar 1,87% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, yaitu sebagai berikut:

•    PT Indonesian Paradise Property Tbk;
•    PT Red Planet Indonesia Tbk;
•    PT Jakarta Setiabudi International Tbk;
•    PT Surya Permata Andalan Tbk;
•    Minor International PCL;
•    PT Sunter Lakeside Hotel Tbk;
•    Iconic Worldwide Berhad; dan
•    Landmarks Berhad.

sebesar 0,70 untuk mendiskonto AKB SAI yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB SAI tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL          =   βU x (1 + (1-T) x DER)




                                   85
Page 115
          Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
          perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 57,30% untuk memperoleh beta
          SAI. Tarif pajak yang digunakan untuk SAI sesuai dengan tarif pajak yang berlaku
          umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2025 – 2031, sebesar 22,00% untuk
          tahun 2032 – 2063 dan sebesar 0,00% untuk tahun 2064. Dengan demikian, maka
          diperoleh beta SAI sebesar 1,10 untuk tahun 2025 – 2031, sebesar 1,01 unuk
          tahun 2032 – 2063 dan sebesar 1,10 untuk tahun 2064 dengan rincian perhitungan
          sebagai berikut:

          βL2025-2031 =   0,70 x (1 + (1 – 0,00%) x 57,30%) = 1,10
          βL2032-2063 =   0,70 x (1 + (1 – 22,00%) x 57,30%) = 1,01
          βL2064      =   0,70 x (1 + (1 – 0,00%) x 57,30%) = 1,10

          Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
          dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,87%, diperoleh
          biaya modal atas ekuitas SAI sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
          ini:

          Ke2025-2031 =   7,03% + 1,10 x 7,03% – 1,87% = 12,90%
          Ke2032-2063 =   7,03% + 1,01 x 7,03% – 1,87% = 12,28%
          Ke2064      =   7,03% + 1,10 x 7,03% – 1,87% = 12,90%

IX.E.2.   Biaya Modal untuk Utang

          Karena perhitungan nilai ekuitas SAI dilakukan dengan mendiskonto tingkat
          balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
          invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
          yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
          pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
          ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

          Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
          pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
          bank Persero untuk bulan Juni 2025 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
          sebesar 8,96%.




                                            86
Page 116
IX.E.3.   Weighted Average Cost of Capital

          Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
          sebesar 63,57%, dan bobot utang sebesar 36,43%, yang diolah dari data rata-rata
          DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
          berlaku untuk SAI sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
          0,00% untuk tahun 2025 – 2031, 22,00% untuk tahun 2032 – 2063, dan 0,00%
          untuk tahun 2064, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai
          berikut:

          WACC          = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
          WACC2025-2031 = (12,90% x 63,57%) + (8,96% x [1 – 0,00%] x 36,43%) = 11,46%
          WACC2032-2063 = (12,28% x 63,57%) + (8,96% x [1 – 22,00%] x 36,43%) = 10,35%
          WACC2064      = (12,90% x 63,57%) + (8,96% x [1 – 0,00%] x 36,43%) = 11,46%

IX.F.     Perhitungan Nilai Pasar SAI

          Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi SAI
          untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2064 adalah
          sebagai berikut:
          Tabel 24
          PT Suryalaya Anindita International
          Indikasi Nilai Kini Operasi
          Per 30 Juni 2025

                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                      31/12/25      31/12/26      31/12/27     31/12/28      31/12/29
                                   Keterangan
                                                     (6 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                              (747.375)     (206.352)      150.227      169.653        200.163
          Faktor diskonto                                0,9472        0,8498        0,7624       0,6840         0,6137
          Nilai kini arus kas bersih                   (707.913)     (175.358)      114.533      116.042        122.840



                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                      31/12/30      31/12/31      31/12/32     31/12/33      31/12/34
                                   Keterangan
                                                     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                               228.658       255.014       247.804      262.120        276.176
          Faktor diskonto                                0,5506        0,4940        0,4477       0,4057         0,3676
          Nilai kini arus kas bersih                    125.899       125.977       110.942      106.342        101.522



                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                      31/12/35      31/12/36      31/12/37     31/12/38      31/12/39
                                   Keterangan
                                                     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                               266.931       274.784       292.776      312.209        332.684
          Faktor diskonto                                0,3331        0,3019        0,2736       0,2479         0,2246
          Nilai kini arus kas bersih                     88.915        82.957        80.104        77.397        74.721



                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                      31/12/40      31/12/41      31/12/42     31/12/43      31/12/44
                                   Keterangan
                                                     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Arus kas bersih                               351.816       371.837       392.912      415.125        438.536
          Faktor diskonto                                0,2035        0,1844        0,1671       0,1514         0,1372
          Nilai kini arus kas bersih                     71.595        68.567        65.656        62.850        60.167




                                                87
Page 117
                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/45     31/12/46     31/12/47     31/12/48      31/12/49
                          Keterangan
                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
Arus kas bersih                                463.209      489.209      516.603      545.466        575.872
Faktor diskonto                                 0,1243       0,1126       0,1020       0,0924         0,0837
Nilai kini arus kas bersih                      57.577       55.085       52.694        50.401        48.200



                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/50     31/12/51     31/12/52     31/12/53      31/12/54
                          Keterangan
                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
Arus kas bersih                                607.902      634.184      677.171      714.624        754.029
Faktor diskonto                                 0,0758       0,0687       0,0623       0,0565         0,0512
Nilai kini arus kas bersih                      46.079       43.568       42.188        40.376        38.606



                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                             31/12/55     31/12/56     31/12/57     31/12/58      31/12/59
                          Keterangan
                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
Arus kas bersih                                794.143      834.374      878.239      926.536        977.372
Faktor diskonto                                 0,0464       0,0420       0,0381       0,0345         0,0313
Nilai kini arus kas bersih                      36.848       35.044       33.461        31.966        30.592



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                            31/12/60     31/12/61     31/12/62     31/12/63      31/12/64
                          Keterangan
                                            (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
Arus kas bersih                              1.030.889    1.087.213    1.146.485     1.416.493       148.009
Faktor diskonto                                 0,0284       0,0257       0,0233        0,0211        0,0189
Nilai kini arus kas bersih                      29.277       27.941       26.713        29.888         2.797
Jumlah nilai kini arus kas bersih            1.533.055
Nilai kekal                                     30.151
Indikasi nilai kini operasi                  1.563.206



Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 1.563,21 miliar untuk tingkat
diskonto sebesar 11,46% untuk tahun 2025 – 2031, 10,35% untuk tahun
2032 – 2063, dan 11,46% untuk tahun 2064. Nilai tersebut merupakan indikasi nilai
SAI dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.

Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar SAI.

Pada tanggal 30 Juni 2025, SAI memiliki aset non-operasi berupa kas dan setara
kas serta piutang lain-lain masing-masing sebesar Rp 75,58 miliar dan
Rp 0,24 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar
Rp 75,81 miliar.

Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, SAI memiliki liabilitas jangka panjang,
yaitu utang bank sebesar Rp 466,43 miliar. Dengan demikian, jumlah liabilitas
jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham dari hasil
operasi adalah sebesar Rp 466,43 miliar.




                                       88
Page 118
        Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
        panjang tersebut pada indikasi nilai operasi SAI dari hasil operasi, maka
        berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
        100,000000% saham SAI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 1.172,60 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
        pasar 100,000000% saham SAI adalah sebesar Rp 820,82 miliar. Dengan
        demikian, nilai pasar 100,000000% saham SAI berdasarkan metode diskonto arus
        kas adalah sebesar Rp 820,82 miliar.

        Perincian perhitungan nilai pasar 100,000000% saham SAI dengan menggunakan
        metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
        Tabel 25
        PT Suryalaya Anindita International
        Nilai Pasar 100,000000% Saham
        Metode Diskonto Arus Kas
        Per 30 Juni 2025

                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                         Keterangan                                     Jumlah

        Indikasi nilai kini operasi                                                      1.563.206
        Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
          Kas dan setara kas                                                                75.580
          Piutang lain-lain                                                                    235
          Utang bank                                                                      (466.426)
        Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar               1.172.595
        Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                  (351.778)
        Nilai pasar 100,000000% saham                                                      820.816




IX.G.   Nilai Pasar 100,000000% Saham SAI Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

        Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
        100,000000% saham SAI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 1.172,60 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
        pasar 100,000000% saham SAI adalah sebesar Rp 820,82 miliar. Dengan
        demikian, nilai pasar 100,000000% saham SAI berdasarkan metode diskonto arus
        kas adalah sebesar Rp 820,82 miliar.




                                                                         89
Page 119
IX.H.   Nilai Pasar 100,000000% Saham SAI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
        Bersih

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
        menentukan nilai pasar 100,000000% saham SAI adalah metode penyesuaian
        aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
        pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
        harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
        yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

        Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar aset tetap
        yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
        No. 00414/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025, dimana
        nilai pasar atas aset tetap pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
        Rp 3.231,83 miliar.

        Apabila nilai pasar atas aset tetap tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
        keuangan, maka jumlah aset SAI adalah sebesar Rp 3.730,16 miliar, sedangkan
        jumlah liabilitas SAI adalah tetap, yaitu sebesar Rp 797,77 miliar.

        Indikasi nilai pasar 100,00% saham SAI kemudian diperoleh dengan menghitung
        selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
        100,000000% saham SAI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
        Rp 2.932,39 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai
        pasar 100,000000% saham SAI adalah sebesar Rp 2.052,67 miliar. Dengan
        demikian, nilai pasar 100,000000% saham SAI berdasarkan metode penyesuaian
        aset bersih adalah sebesar Rp 2.052,67 miliar.

        Perincian perhitungan nilai pasar 100,000000% saham SAI dengan menggunakan
        metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:




                                            90
Page 120
Tabel 26
PT Suryalaya Anindita International
Nilai Pasar 100,000000% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/25      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        75.580                 -         75.580
Piutang usaha                                                              7.291                 -          7.291
Piutang lain-lain                                                            235                 -            235
Persediaan                                                                 4.931                 -          4.931
Uang muka                                                                  1.116                 -          1.116
Biaya dibayar di muka                                                      5.591                 -          5.591
Pajak dibayar di muka                                                      3.206                 -          3.206
Jumlah Aset Lancar                                                        97.949                 -         97.949
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                                      24.031               -            24.031
Taksiran tagihan pajak                                                         -               -                 -
Uang muka pembelian aset tetap                                            10.316               -            10.316
Investasi pada entitas anak                                                    -               -                 -
Aset tetap                                                               572.624       2.659.201         3.231.825
Aset hak guna                                                            363.527               -           363.527
Piutang karyawan                                                             254               -               254
Uang jaminan                                                                 754               -               754
Biaya ditangguhkan                                                         1.502               -             1.502
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 973.008       2.659.201         3.632.209
JUMLAH ASET                                                            1.070.957       2.659.201         3.730.158
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                                6.241                 -          6.241
Utang lain-lain                                                            9.605                 -          9.605
Utang pajak                                                                6.590                 -          6.590
Beban akrual                                                              11.255                 -         11.255
Pendapatan diterima di muka                                                  544                 -            544
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           34.235                 -         34.235
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank                                                               466.426                 -        466.426
Liabilitas sewa                                                          266.817                 -        266.817
Liabilitas pajak tangguhan                                                     -                 -              -
Liabilitas imbalan kerja                                                  30.295                 -         30.295
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         763.538                 -        763.538
JUMLAH LIABILITAS                                                        797.773                 -        797.773
EKUITAS                                                                  273.184       2.659.201         2.932.385
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.070.957       2.659.201         3.730.158

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                       2.932.385
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                          (879.715)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                                            2.052.669




                                                 91
Page 121
IX.I.   Rekonsiliasi Nilai

        Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
        yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
        pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
        masing-masing dengan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        70,00% untuk metode penyesuaian aset bersih.

        Alasan kami memberikan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan
        70,00% untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi
        yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami gunakan untuk
        menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
        memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
        informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas.

        Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
        Penilaian adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.

        Tabel 27
        PT Suryalaya Anindita International
        Rekonsiliasi Nilai
        Per 30 Juni 2025

                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                          Metode Penilaian          Nilai Pasar     Bobot             Nilai

        Metode Diskonto Arus Kas                         820.816       30,00%            246.245
        Metode Penyesuaian Aset Bersih                  2.052.669      70,00%          1.436.869
        Nilai Pasar                                                   100,00%          1.683.114



IX.J.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.




                                              92
Page 122
PT Suryalaya Anindita International                                                                 Lampiran A
Nilai Pasar 100,000000% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 30 Juni 2025

                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                       Faktor               Nilai Kini
            Tahun                        Arus Kas Bersih
                                                                      Diskonto           Arus Kas Bersih
             2025                                         (747.375)             0,9472                (707.913)
             2026                                         (206.352)             0,8498                (175.358)
             2027                                          150.227              0,7624                 114.533
             2028                                          169.653              0,6840                 116.042
             2029                                          200.163              0,6137                 122.840
             2030                                          228.658              0,5506                 125.899
             2031                                          255.014              0,4940                 125.977
             2032                                          247.804              0,4477                 110.942
             2033                                          262.120              0,4057                 106.342
             2034                                          276.176              0,3676                 101.522
             2035                                          266.931              0,3331                  88.915
             2036                                          274.784              0,3019                  82.957
             2037                                          292.776              0,2736                  80.104
             2038                                          312.209              0,2479                  77.397
             2039                                          332.684              0,2246                  74.721
             2040                                          351.816              0,2035                  71.595
             2041                                          371.837              0,1844                  68.567
             2042                                          392.912              0,1671                  65.656
             2043                                          415.125              0,1514                  62.850
             2044                                          438.536              0,1372                  60.167
             2045                                          463.209              0,1243                  57.577
             2046                                          489.209              0,1126                  55.085
             2047                                          516.603              0,1020                  52.694
             2048                                          545.466              0,0924                  50.401
             2049                                          575.872              0,0837                  48.200
             2050                                          607.902              0,0758                  46.079
             2051                                          634.184              0,0687                  43.568
             2052                                          677.171              0,0623                  42.188
             2053                                          714.624              0,0565                  40.376
             2054                                          754.029              0,0512                  38.606
             2055                                          794.143              0,0464                  36.848
             2056                                          834.374              0,0420                  35.044
             2057                                          878.239              0,0381                  33.461
             2058                                          926.536              0,0345                  31.966
             2059                                          977.372              0,0313                  30.592
             2060                                        1.030.889              0,0284                  29.277
             2061                                        1.087.213              0,0257                  27.941
             2062                                        1.146.485              0,0233                  26.713
             2063                                        1.416.493              0,0211                  29.888
             2064                                          148.009              0,0189                   2.797
Nilai kini arus kas bersih                                                                           1.533.055
Normalisasi arus kas bersih                                                  150.969
Nilai kekal                                                                1.595.310
Faktor diskonto                                                               0,0189
Indikasi nilai kini dari nilai kekal                                                                    30.151
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan setara kas                                                                                    75.580
  Piutang lain-lain                                                                                        235
  Utang bank                                                                                          (466.426)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                   1.172.595
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                      (351.778)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                                          820.816




                                                             93
Page 123
PT Suryalaya Anindita International                                                                     Lampiran B
Nilai Pasar 100,000000% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                                   30/06/25      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                        75.580                 -         75.580
Piutang usaha                                                              7.291                 -          7.291
Piutang lain-lain                                                            235                 -            235
Persediaan                                                                 4.931                 -          4.931
Uang muka                                                                  1.116                 -          1.116
Biaya dibayar di muka                                                      5.591                 -          5.591
Pajak dibayar di muka                                                      3.206                 -          3.206
Jumlah Aset Lancar                                                        97.949                 -         97.949
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                                      24.031               -            24.031
Taksiran tagihan pajak                                                         -               -                 -
Uang muka pembelian aset tetap                                            10.316               -            10.316
Investasi pada entitas anak                                                    -               -                 -
Aset tetap                                                               572.624       2.659.201         3.231.825
Aset hak guna                                                            363.527               -           363.527
Piutang karyawan                                                             254               -               254
Uang jaminan                                                                 754               -               754
Biaya ditangguhkan                                                         1.502               -             1.502
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 973.008       2.659.201         3.632.209
JUMLAH ASET                                                            1.070.957       2.659.201         3.730.158
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                                6.241                 -          6.241
Utang lain-lain                                                            9.605                 -          9.605
Utang pajak                                                                6.590                 -          6.590
Beban akrual                                                              11.255                 -         11.255
Pendapatan diterima di muka                                                  544                 -            544
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           34.235                 -         34.235
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang bank                                                               466.426                 -        466.426
Liabilitas sewa                                                          266.817                 -        266.817
Liabilitas pajak tangguhan                                                     -                 -              -
Liabilitas imbalan kerja                                                  30.295                 -         30.295
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         763.538                 -        763.538
JUMLAH LIABILITAS                                                        797.773                 -        797.773
EKUITAS                                                                  273.184       2.659.201         2.932.385
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                          1.070.957       2.659.201         3.730.158

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                       2.932.385
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                          (879.715)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                                            2.052.669




                                                         94
Page 124
PT Suryalaya Anindita International                                          Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 30 Juni 2025

                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                  Metode Penilaian         Nilai Pasar     Bobot             Nilai

Metode Diskonto Arus Kas                        820.816       30,00%            246.245
Metode Penyesuaian Aset Bersih                 2.052.669      70,00%          1.436.869
Nilai Pasar                                                  100,00%          1.683.114




                                      95
Page 125
LAPORAN PENILAIAN 100,000000% SAHAM
PT SURYALAYA ANINDITA INTERNATIONAL

  PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk

        TANGGAL PENILAIAN
           30 JUNI 2025
Page 126
No. : 00174/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025                              24 November 2025



Kepada Yth.

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,000000% Saham PT Suryalaya Anindita International


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Surya Semesta
Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,000000% saham PT Suryalaya Anindita International
(selanjutnya disebut “SAI”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,000000% saham SAI
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.
Page 127
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                   Perseroan



                                  99,999998%                                                                  95,582984%


                        PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                        International (EPI)
                                                                                                          EPI 4,417016%
           94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                   PT Suryalaya Anindita
  PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                     International (SAI)
        (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                          TCP 27,327327%
       TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
           99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

  PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                         PT Indo Indah (II)
     Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

  Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                                     ii
Page 128
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                                               iii
Page 129
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar
domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti
dan pariwisata nasional

Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar
domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti
dan pariwisata nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan beberapa aksi
korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham atau setara
    dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari jumlah
    seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut “Saham
    SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi
    SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan
    99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH
    (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut
    “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan
    99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR
    (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna
    Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan luas tanah sebesar
    8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan Rencana
Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                            iv
Page 130
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka mengembangkan
portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan
merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan
rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di
bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset
perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan
imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas,
di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak
dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan
dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh Tanah
dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand
Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang
dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit perhotelan
di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi
dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan
dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas
kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai
entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.




                                               v
Page 131
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
    entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
    mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
    Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur
    kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini
    sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada
    pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
    terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan
    bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak
    Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian
    ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang
    saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
    melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
    keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
    memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
    diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan
    yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas
    Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang
    dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
    memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang
    prospek pertumbuhan industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh
    Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah
    persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna
    mengatasi risiko ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan
    dapat memberikan dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan
    atas Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                            vi
Page 132
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan
    unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
    perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
    perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
    perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
    mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-
    hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan
    secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
    melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya
    saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya
    dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SAI adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SAI bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SAI adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             vii
Page 133
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SAI ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SAI. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.




                                            viii
Page 134
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SAI yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan SAI untuk
periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian
ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,000000% saham PT Suryalaya Anindita International ini
merupakan laporan terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
100,000000% saham PT Suryalaya Anindita International tidak terdapat kejadian penting
setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi
penilaian nilai pasar Objek Penilaian.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut “KAP”)
   Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (selanjutnya disebut “AAJAMR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01330/2.1030/AU.1/05/0501-1/1/X/2025
   tanggal 31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

3. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00477/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00443/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;




                                             ix
Page 135
5. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00526/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

6. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00245/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;

7. Laporan keuangan SAI untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00224/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/III/2021 tanggal 24 Maret 2021 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan penekanan atas hal-hal;

8. Proyeksi laporan keuangan SAI untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2026 – 2064 yang disusun oleh manajemen SAI;

9. Laporan penilaian properti SAI per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP Suwendho,
   Rinaldy     &      Rekan       sebagaimana       tertuang    dalam     laporannya
   No. 00414/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025;

10. Anggaran dasar SAI yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 7
    tanggal 9 Juni 2025 yang dibuat oleh Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn., Notaris
    di Jakarta, mengenai perubahan susunan Komisaris dan Direksi;

11. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;

12. Tarif pajak yang diberlakukan atas SAI adalah berdasarkan laba kena pajak dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum, yaitu
    sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2064;

13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SAI serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

14. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

15. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;




                                            x
Page 136
16. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

17. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

18. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SAI atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SAI. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan SAI yang disusun oleh manajemen SAI. Dalam penyusunan
proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja SAI pada
tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang.
Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SAI yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja SAI yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SAI dan informasi manajemen SAI terhadap
proyeksi laporan keuangan SAI tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian
SAI dan kesimpulan nilai akhir.




                                            xi
Page 137
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAI atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SAI bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SAI.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAI berdasarkan anggaran dasar SAI.




                                            xii
Page 138
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SAI, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki SAI. Prospek SAI di masa yang akan datang
kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan
oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan
sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri
yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset bersih (adjusted
net asset method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
SAI di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha SAI. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi SAI diproyeksikan
sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SAI. Arus kas yang dihasilkan
berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai
dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.




                                              xiii
Page 139
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SAI. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 100,000000% Saham SAI Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

       Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
       100,000000% saham SAI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 1.172,60 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
       100,000000% saham SAI adalah sebesar Rp 820,82 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,000000% saham SAI berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
       sebesar Rp 820,82 miliar.

II.    Nilai Pasar 100,000000% Saham SAI Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
       Bersih

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,000000% saham SAI sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 2.932,39 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
       100,000000% saham SAI adalah sebesar Rp 2.052,67 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,000000% saham SAI berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
       sebesar Rp 2.052,67 miliar.

III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan 70,00% untuk metode
       penyesuaian aset bersih.

       Alasan kami memberikan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan 70,00%
       untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi yang
       digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami gunakan untuk
       menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki
       tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang
       digunakan pada metode diskonto arus kas.




                                            xiv
Page 140
       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 1.683,11 miliar.

Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan usaha departemen, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang
dikembangkan pihak manajemen SAI melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan
manajemen SAI mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana
Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat
kami, asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas
pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan
memengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa
dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan
jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
Rp 1.683,11 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SAI serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SAI. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SAI tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xv
Page 141
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xvi
Page 142
LAPORAN PENILAIAN 100,000000% SAHAM
      PT SITIAGUNG MAKMUR

  PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk

        TANGGAL PENILAIAN
           30 JUNI 2025
Page 143
No. : 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025                              24 November 2025



Kepada Yth.

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4, Kuningan
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,000000% Saham PT Sitiagung Makmur


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Surya Semesta
Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,000000% saham PT Sitiagung Makmur (selanjutnya disebut
“SAM”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,000000% saham SAM
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.
Page 144
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                   Perseroan



                                  99,999998%                                                                  95,582984%


                        PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                        International (EPI)
                                                                                                          EPI 4,417016%
           94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                   PT Suryalaya Anindita
  PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                     International (SAI)
        (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                          TCP 27,327327%
       TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
           99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

  PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                         PT Indo Indah (II)
     Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

  Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                                     ii
Page 145
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                                              iii
Page 146
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar
domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti
dan pariwisata nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan beberapa aksi
korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham atau setara
    dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari jumlah
    seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut “Saham
    SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi
    SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan
    99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH
    (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut
    “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan
    99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR
    (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna
    Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan luas tanah sebesar
    8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan Rencana
Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                            iv
Page 147
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka mengembangkan
portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan
merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan
rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di
bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset
perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan
imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas,
di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak
dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan
dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh Tanah
dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand
Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang
dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit perhotelan
di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi
dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan
dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas
kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai
entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.




                                               v
Page 148
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
    entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
    mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
    Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur
    kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini
    sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada
    pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
    terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan
    bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak
    Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian
    ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang
    saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
    melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
    keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
    memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
    diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan
    yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas
    Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang
    dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
    memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang
    prospek pertumbuhan industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh
    Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah
    persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna
    mengatasi risiko ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan
    dapat memberikan dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan
    atas Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                            vi
Page 149
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan
    unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
    perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
    perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
    perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
    mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat
    sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan
    meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan
    yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SAM adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SAM bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SAM adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                            vii
Page 150
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SAM ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SAM. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.




                                            viii
Page 151
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SAM yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
konsolidasian SAM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,000000% saham PT Sitiagung Makmur ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
100,000000% saham PT Sitiagung Makmur tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Notaris No. 31 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal II, struktur pemegang saham II per tanggal
    3 September 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                Pemegang Saham            Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
    PT Sitiagung Makmur                                  807        99,876238%      7.341.279.000
    PT Ungasan Semesta Resort                              1         0,123762%          9.097.000
    Jumlah                                               808       100,000000%      7.350.376.000



•   Berdasarkan Akta Notaris No. 183 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SAM, struktur pemegang saham SAM per tanggal
    23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                Pemegang Saham            Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
    PT Surya Semesta lnternusa Tbk                467.850.000       94,860097%    467.850.000.000
    PT TCP Internusa                               25.350.000        5,139903%     25.350.000.000
    Jumlah                                        493.200.000      100,000000%    493.200.000.000




                                             ix
Page 152
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk periode enam bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (selanjutnya disebut “AAJAMR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01331/2.1030/AU.1/03/0501-1/X/2025
   tanggal 31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

3. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00608/2.1030/AU.1/03/1698-3/1/III/2025 tanggal 2 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

4. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00448/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

5. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00546/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00180/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022 tanggal 1 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

7. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00292/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/III/2021 tanggal 22 Maret 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

8. Laporan keuangan USR untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 01329/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/X/2025 tanggal 30 Oktober 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;




                                            x
Page 153
9. Laporan keuangan II untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
   yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 01327/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/X/2025 tanggal 30 Oktober 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00452/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/II/2025 tanggal 27 Februari 2025 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00445/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00342/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023 tanggal 27 Maret 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

13. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00081/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/II/2022 tanggal 15 Februari 2022 dengan pendapat
    wajar dengan pengecualian dan hal lain;

14. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP Sulaimin & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00009/2.0714/AU.1/03/0278-1/1/IV-2021 tanggal 6 April 2021 dengan pendapat wajar
    tanpa modifikasian;

15. Proyeksi laporan keuangan II untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen II;

16. Laporan penilaian properti SAM per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP Suwendho,
    Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00415/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025;

17. Laporan penilaian properti USR per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00422/2.0059-02/PP/03/0242/1/XI/2025
    tanggal 21 November 2025;

18. Laporan penilaian properti II per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00420/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal
    21 November 2025;

19. Akta Notaris No. 31;

20. Akta Notaris No. 183;


                                           xi
Page 154
21. Anggaran dasar SAM yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 337
    tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat oleh Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
    mengenai peningkatan modal disetor SAM;

22. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;

23. Tarif pajak yang diberlakukan atas II adalah berdasarkan pendapatan neto dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak final yang berlaku umum di
    Indonesia, yaitu sebesar 10,00% untuk tahun 2025 – 2035;

24. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SAM serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

25. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

26. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

27. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

28. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

29. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SAM atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SAM. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.




                                            xii
Page 155
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan II yang disusun oleh manajemen II. Dalam penyusunan proyeksi
laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja II pada tahun-tahun
sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja II yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja II yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis II dan informasi manajemen II terhadap
proyeksi laporan keuangan II tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian
SAM dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAM atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SAM bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                           xiii
Page 156
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SAM.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAM berdasarkan anggaran dasar SAM.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif II, pengkajian atas kondisi operasi dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki II. Prospek II di masa yang akan datang kami
evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh
manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak
nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.




                                              xiv
Page 157
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset bersih (adjusted net
asset method), metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
traded company method), dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan (capitalized excess
earning method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh II
di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha
II. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi II diproyeksikan sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha II. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko.
Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini karena
walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai
saham yang dimiliki oleh SAM dan USR.

Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian II merupakan
metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank).

Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga
harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian
terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah
disesuaikan.

Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian
dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi nilai pasar saham
dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.




                                              xv
Page 158
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SAM. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 100,000000% Saham SAM Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
       Bersih

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham SAM sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 650,30 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
       100,000000% saham SAM adalah sebesar Rp 390,18 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,000000% saham SAM berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
       adalah sebesar Rp 390,18 miliar.

II.    Nilai Pasar 100,000000% Saham SAM Berdasarkan Metode Pembanding
       Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

       Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh hasil
       bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham SAM sebelum diskon likuiditas pasar
       adalah sebesar Rp 262,22 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%,
       maka nilai pasar 100,000000% saham SAM adalah sebesar Rp 157,33 miliar. Dengan
       demikian, nilai pasar 100,000000% saham SAM berdasarkan metode pembanding
       perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar Rp 157,33 miliar.

III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan 10,00% untuk
       metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.




                                            xvi
Page 159
       Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
       10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
       data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami
       gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi
       yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
       informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
       efek.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 366,89 miliar.

Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan usaha, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan
pihak manajemen II melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen II
mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi.
Kami melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian
asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi
perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
Rp 366,89 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SAM serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SAM. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SAM tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xvii
Page 160
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xviii
Page 161
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap SAM untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xix
Page 162
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                         .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Aldrich Valerian Budhimulja                                     .....................................
No. MAPPI       : 23-A-11992




                                           xx
Page 163
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
   dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2025.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xxi
Page 164
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari SAM.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                        .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Aldrich Valerian Budhimulja                                    .....................................
No. MAPPI       : 23-A-11992




                                          xxii
Page 165
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                      xix

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                  xx

SURAT PERNYATAAN                                                                xxi

DAFTAR ISI                                                                     xxiii

DAFTAR TABEL                                                                   xxvi

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxxi

LAMPIRAN                                                                       xxxii

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                              1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                                7
        C. Premis Penilaian                                                       7
        D. Independensi Penilai                                                   7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                              7
        F. Profil PT Sitiagung Makmur                                             8
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                          9
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                    9
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       10
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                             11
        K. Kesimpulan Penilaian                                                  12

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             13
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                           18
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                         18
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                             18
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                     19
        F. Informasi Non-Keuangan                                                22
        G. Jenis Ekuitas                                                         23
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                              24
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                         25
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                          25
        K. Jenis Laporan                                                         26
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)        26




                                          xxiii
Page 166
                                                                          HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Sitiagung Makmur                                 27
        B. Kegiatan Usaha                                                     27
        C. Manajemen                                                          27
        D. Kepemilikan Saham                                                  28
        E. Data Keuangan Historis                                             28
        F. Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak PT Sitiagung Makmur       30

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                             33
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                         36
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                         37
        D. Tingkat Suku Bunga                                                 37
        E. Inflasi                                                            38
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                 39

V.      TINJAUAN INDUSTRI PERHOTELAN

        A. Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia                              41
        B. Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia                          43

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Sitiagung Makmur                                                46
        B. Analisis atas Common Size PT Sitiagung Makmur                      57
        C. Analisis atas Common Size Industri Perhotelan                      59

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Persaingan Usaha                                            64
        B. Risiko Gangguan Keamanan                                           64
        C. Risiko Ekonomi                                                     64
        D. Risiko Politik dan Sosial                                          64
        E. Risiko Bencana Alam                                                65
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                        65

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                            66
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                    67
        C. Premis Penilaian                                                   69
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                          69
        E. Prosedur Penilaian                                                 70
        F. Independensi Penilai                                               70




                                            xxiv
Page 167
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                    71
      B. Nilai Pasar Objek Penilaian                                                 73
      C. PT Ungasan Semesta Resort                                                   79
      D. PT Indo Indah                                                               85
      E. Kesimpulan Penilaian                                                       100




                                          xxv
Page 168
                                   DAFTAR TABEL

                                                                     HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Sitiagung Makmur                                            8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Sitiagung Makmur                                           28

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Sitiagung Makmur
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2028                  28

Tabel 4    Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Sitiagung Makmur
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2025                       29

Tabel 5    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Ungasan Semesta Resort                                     31

Tabel 6    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Indo Indah                                                 32

Tabel 7    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                       33

Tabel 8    Pertumbuhan Inflasi                                           34

Tabel 9    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                           35

Tabel 10   Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi             39

Tabel 11   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Sitiagung Makmur
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2028                  46

Tabel 12   Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Sitiagung Makmur
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2025                       50




                                          xxvi
Page 169
                                                                        HALAMAN

Tabel 13   Laporan Arus Kas Konsolidasian
           PT Sitiagung Makmur
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2025                          52

Tabel 14   Rasio-rasio Keuangan
           PT Sitiagung Makmur
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2028                     56

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Sitiagung Makmur
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2028                     57

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Sitiagung Makmur
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2025                          58

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Indonesian Paradise Property Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2028                     59

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Indonesian Paradise Property Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2025                          60

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2028                     61

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2025                          62

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2028                     62




                                        xxvii
Page 170
                                                                     HALAMAN

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2025                       63

Tabel 23   Nilai Pasar 100,000000% Saham
           PT Sitiagung Makmur
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                              74

Tabel 24   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1                 75

Tabel 25   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2                 75

Tabel 26   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3                 76

Tabel 27   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5       76

Tabel 28   Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
           PT Sitiagung Makmur                                           76

Tabel 29   Nilai Pasar 100,000000% Saham
           PT Sitiagung Makmur
           Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
           Per 30 Juni 2025                                              78

Tabel 30   Rekonsiliasi Nilai
           PT Sitiagung Makmur
           Per 30 Juni 2025                                              79

Tabel 31   Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham
           PT Ungasan Semesta Resort
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                              80

Tabel 32   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 1                 81

Tabel 33   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 2                 81

Tabel 34   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 3                 82

Tabel 35   Uraian Perusahaan Pembanding – Kriteria No. 4 dan No. 5       82

Tabel 36   Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding
           PT Ungasan Semesta Resort                                     82




                                        xxviii
Page 171
                                                                         HALAMAN

Tabel 37   Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham
           PT Ungasan Semesta Resort
           Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
           Per 30 Juni 2025                                                  84

Tabel 38   Rekonsiliasi Nilai
           PT Ungasan Semesta Resort
           Per 30 Juni 2025                                                  85

Tabel 39   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           PT Indo Indah
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035                           88

Tabel 40   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
           PT Indo Indah
           Per 31 Desember 2025 – 2035                                       89

Tabel 41   Proyeksi Arus Kas Bersih
           PT Indo Indah
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2065                           91

Tabel 42   Indikasi Nilai Kini Operasi
           PT Indo Indah
           Per 30 Juni 2025                                                  94

Tabel 43   Indikasi Nilai Pasar 99,600000% Saham
           Indikasi Nilai Pasar 0,400000% Saham
           PT Indo Indah
           Metode Diskonto Arus Kas
           Per 30 Juni 2025                                                  95

Tabel 44   Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
           PT Indo Indah
           Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
           Per 30 Juni 2025                                                  96

Tabel 45   Perhitungan Kontribusi Aset
           PT Indo Indah
           Per 30 Juni 2025                                                  97

Tabel 46   Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
           PT Indo Indah
           Per 30 Juni 2025                                                  97


                                         xxix
Page 172
                                                      HALAMAN

Tabel 47   Indikasi Nilai Pasar 99,600000% Saham
           Indikasi Nilai Pasar 0,400000% Saham
           PT Indo Indah
           Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
           Per 30 Juni 2025                               99

Tabel 48   Rekonsiliasi Nilai
           PT Indo Indah
           Per 30 Juni 2025                              100

Tabel 49   Rekonsiliasi Nilai
           PT Indo Indah
           Per 30 Juni 2025                              100




                                        xxx
Page 173
                                  DAFTAR GRAFIK

                                                                               HALAMAN

Grafik 1    Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                 37

Grafik 2    Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
            di Indonesia                                                           38

Grafik 3    Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing               40

Grafik 4    Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
            Tahun 2021 - 2024                                                      41

Grafik 5    Tingkat Okupansi Hotel Di Dunia
            Januari 2025 – Juni 2025                                               42

Grafik 6    Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
            Tahun 2025 – 2030                                                      42

Grafik 7    Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
            Tahun 2021 – 2024                                                      43

Grafik 8    Provinsi dengan Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang terbesar
            di Indonesia Periode Juni 2025                                         44

Grafik 9    Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
            Tahun 2025 – 2030                                                      45

Grafik 10   Proyeksi Pendapatan Usaha
            PT Indo Indah
            Tahun 2025 – 2035                                                      86

Grafik 11   Proyeksi Beban Langsung
            PT Indo Indah
            Tahun 2025 – 2035                                                      87




                                         xxxi
Page 174
                                    LAMPIRAN

                                                                   HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 100,000000% Saham
             PT Sitiagung Makmur
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                                         101

Lampiran B   Nilai Pasar 100,000000% Saham
             PT Sitiagung Makmur
             Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
             Per 30 Juni 2025                                         102

Lampiran C   Rekonsiliasi Nilai
             PT Sitiagung Makmur
             Per 30 Juni 2025                                         103

Lampiran D   Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham
             PT Ungasan Semesta Resort
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                                         104

Lampiran E   Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham
             PT Ungasan Semesta Resort
             Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
             Per 30 Juni 2025                                         105

Lampiran F   Rekonsiliasi Nilai
             PT Ungasan Semesta Resort
             Per 30 Juni 2025                                         106

Lampiran G   Indikasi Nilai Pasar 99,600000% Saham
             Indikasi Nilai Pasar 0,400000% Saham
             PT Indo Indah
             Metode Diskonto Arus Kas
             Per 30 Juni 2025                                         107

Lampiran H   Indikasi Nilai Pasar 99,600000% Saham
             Indikasi Nilai Pasar 0,400000% Saham
             PT Indo Indah
             Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
             Per 30 Juni 2025                                         108

Lampiran I   Rekonsiliasi Nilai
             PT Indo Indah
             Per 30 Juni 2025                                         109




                                        xxxii
Page 175
                                           HALAMAN

Lampiran J   Rekonsiliasi Nilai
             PT Indo Indah
             Per 30 Juni 2025                 109




                                  xxxiii
Page 176
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Surya Semesta Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
       suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan,
       pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan
       perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat, kawasan industri,
       pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan utama Perseroan adalah
       melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa manajemen serta pelatihan
       pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha pembangunan/pengelolaan
       kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan lain-lain. Perseroan
       berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling
       3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
       nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       dengan rincian sebagai berikut:

                                                                          Perseroan



                                         99,999998%                                                                  95,582984%


                               PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                               International (EPI)
                                                                                                                 EPI 4,417016%
                  94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                          PT Suryalaya Anindita
         PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                            International (SAI)
               (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                                 TCP 27,327327%
              TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
                  99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

         PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                                PT Indo Indah (II)
            Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

         Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




       EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL
       selanjutnya secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                             1
Page 177
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
lingkup kegiatan usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                              2
Page 178
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan
menunjukkan prospek pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan
preferensi konsumen, seperti permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis,
popularitas boutique hotel, serta tren bangunan ramah lingkungan. Peluang
pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar domestik, mengingat sifat
industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti dan pariwisata
nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan
beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham
    atau setara dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan
    5,139902% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada
    SAM (selanjutnya disebut “Saham SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI
    (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara
    dengan 99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan
    disetorkan pada SIH (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara
    dengan 99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan
    disetorkan pada SSR (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di
    Jalan Rasuna Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan
    luas tanah sebesar 8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan
Rencana Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana
Transaksi”.




                                  3
Page 179
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham
pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya
perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal
atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan
Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan
guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas
Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-
aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung
pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga
dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas
Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana dengan
menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak
Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan
yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan
peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah
satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah
awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai
dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi
SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                  4
Page 180
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan industri
serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan
aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak
Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara
produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan
meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
    saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
    Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata,
    khususnya perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan
    restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan
    dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis
    dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
    yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
    pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis
    perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas
    Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan
    secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil
    investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku
    kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan
    dalam rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi
    dalam proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas
    kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi
    seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan
    menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset
    perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
    dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
    masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
    industri perhotelan.




                                  5
Page 181
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
    memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan
    salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi
    langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan
    sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
    lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas
    Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah
    seiring dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam
    pencarian pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk
    melakukan pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan
    saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis
    dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa
    perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
    tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan
    penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
    Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan
    kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK
17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas nilai pasar 100,000000% saham SAM.

Mengingat SAM adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SAM bersifat tidak likuid.


                                   6
Page 182
I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 100,000000% saham SAM
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
       SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa SAM adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SAM
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SAM. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
       tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan SAM yang kami terima. Data keuangan
       tersebut berupa laporan keuangan konsolidasian SAM untuk periode enam bulan
       yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                          7
Page 183
I.F.     Profil PT Sitiagung Makmur

         SAM didirikan berdasarkan akta No. 15 tertanggal 3 Mei 1989 dari Kartini Muljadi,
         S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
         Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-820.HT.01.01-TH.90
         tertanggal 17 Februari 1990 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
         Indonesia No. 30 tertanggal 14 April 1990.

         Anggaran dasar SAM telah mengalami beberapa perubahan, terakhir dengan akta
         No. 337 tertanggal 23 Desember 2024 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di
         Jakarta. Akta perubahan ini telah disahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0016845
         Tahun 2025 tertanggal 21 Januari 2025.

         Kantor pusat SAM beralamat di Tempo Scan Tower Lantai 15, Kuningan, Jakarta
         Selatan.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham SAM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Sitiagung Makmur
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                         Persentase
                     Pemegang Saham                    Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                         Kepemilikan
         PT Surya Semesta lnternusa Tbk                    450.900.000       94,677165%    450.900.000.000
         PT TCP Internusa                                   25.350.000        5,322835%     25.350.000.000
         Jumlah                                            476.250.000      100,000000%    476.250.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SAM pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris                            :   Johannes Suriadjaja
         Wakil Presiden Komisaris                      :   The Jok Tung

         Direksi
         Presiden Direktur                             :   Wilson Effendy
         Wakil Presiden Direktur                       :   Sonny Satia Negara




                                                   8
Page 184
I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SAM adalah bergerak dalam bidang pembangunan,
         real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian, perindustrian, perbengkelan,
         jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama SAM adalah melakukan penjualan vila
         yang dikomersilkan dengan nama Umana Bali, LXR Hotels and Resort.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.     Pendekatan Penilaian yang Digunakan

         Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
         internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
         historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif II,
         pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
         II. Prospek II di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha
         serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang telah kami
         kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian
         singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak
         nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang
         bersangkutan.

         Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
         suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
         keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
         diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
         normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
         oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
         perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
         rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
         yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
         tersebut.




                                            9
Page 185
I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
       bersih (adjusted net asset method), metode pembanding perusahaan tercatat di
       bursa efek (guideline publicly traded company method), dan metode kapitalisasi
       kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).

       Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
       dilaksanakan oleh II di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
       perkiraan atas perkembangan usaha II. Dalam melaksanakan penilaian dengan
       metode ini, operasi II diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
       usaha II. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai
       kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah
       jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
       ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
       mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
       diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
       data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh SAM dan USR.

       Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian II
       merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
       metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
       menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
       menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

       Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
       riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
       langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
       dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
       pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
       nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.




                                          10
Page 186
         Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
         dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
         merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
         aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
         pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
         adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
         berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.

         Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
         untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
         manajemen Perseroan dan SAM. Tidak tertutup kemungkinan untuk
         diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
         hasil yang berbeda.

         Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
         dengan melakukan pembobotan.

I.J.     Ringkasan Hasil Penilaian

         Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
         sebagai berikut:

I.J.1.   Nilai Pasar 100,000000% Saham SAM Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
         Bersih

         Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
         pasar 100,00% saham SAM sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 650,30 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
         100,000000% saham SAM adalah sebesar Rp 390,18 miliar. Dengan demikian,
         nilai pasar 100,000000% saham SAM berdasarkan metode penyesuaian aset
         bersih adalah sebesar Rp 390,18 miliar.

I.J.2.   Nilai Pasar 100,000000% Saham SAM Berdasarkan Metode Pembanding
         Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

         Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh
         hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham SAM sebelum diskon likuiditas
         pasar adalah sebesar Rp 262,22 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar
         40,00%, maka nilai pasar 100,000000% saham SAM adalah sebesar
         Rp 157,33 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,000000% saham SAM
         berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
         sebesar Rp 157,33 miliar.




                                            11
Page 187
I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
         10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

         Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
         dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
         karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
         yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data
         dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
         dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
         tercatat di bursa efek.

         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
         Penilaian adalah sebesar Rp 366,89 miliar.

         Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
         dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
         mengenai tingkat pendapatan usaha, beban, dan akun-akun laporan posisi
         keuangan yang dikembangkan pihak manajemen II melalui analisis atas kinerja
         historis dan pernyataan manajemen II mengenai rencana-rencana untuk masa
         yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas
         asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami, asumsi-asumsi tersebut
         wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian asumsi-asumsi
         tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi perhitungan
         nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan asumsi-
         asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
         hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

I.K.     Kesimpulan Penilaian

         Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
         dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
         penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 366,89 miliar.




                                          12
Page 188
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk
        mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat,
        kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan utama
        Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
        manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
        pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi,
        perhotelan dan lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20,
        Jalan H.R. Rasuna Said Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan
        nomor telepon: (021) 526 2121, nomor faksimile: (021) 526 7878, dan
        email: inquiry@suryainternusa.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        dengan rincian sebagai berikut:

                                                                  Perseroan



                                    99,999998%                                                       95,582984%


                                                                                                    TCP
                                  EPI

                                                                                                  EPI 4,417016%
                   94,677165%       99,996575%                         99,999874%                    49,549550%             99,996440%

                                                                                                    SAI
                 SAM              BHM                                  SIH                                                SSR
                                                                                                  TCP 27,327327%
               TCP 5,322835%    SIH 0,003425%                     TCP 0,000126%                    EPI 9,909910%        TCP 0,003560%
                   99,999334%       99,600000%            99,996000%                 99,990000%       99,993453%            97,408377%      99,800000%


                 USR               II                   SIP                         SIL             SCP                   SBP              SBL

          Perseroan 0,000666%   USR 0,400000%    Perseroan 0,004000%            TCP 0,010000%     TCP 0,006547%    Perseroan 2,591623%   TCP 0,200000%




                                                                   13
Page 189
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
lingkup kegiatan usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                             14
Page 190
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan
menunjukkan prospek pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan
preferensi konsumen, seperti permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis,
popularitas boutique hotel, serta tren bangunan ramah lingkungan. Peluang
pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar domestik, mengingat sifat
industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti dan pariwisata
nasional.

Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham
pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya
perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal
atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan
Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan
guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas
Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-
aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung
pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga
dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas
Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana dengan
menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak
Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan
yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan
peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah
satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah
awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai
dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi
SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                  15
Page 191
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan industri
serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan
aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak
Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara
produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan
meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
    saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
    Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata,
    khususnya perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan
    restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan
    dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis
    dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
    yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
    pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis
    perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas
    Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan
    secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil
    investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku
    kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan
    dalam rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi
    dalam proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas
    kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi
    seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan
    menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset
    perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
    dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
    masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
    industri perhotelan.




                                  16
Page 192
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
    memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan
    salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi
    langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan
    sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
    lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas
    Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah
    seiring dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam
    pencarian pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk
    melakukan pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan
    saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis
    dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa
    perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
    tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan
    penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
    Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan
    kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.

Mengingat SAM adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SAM bersifat tidak likuid.




                                   17
Page 193
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan SAM yang kami terima. Data keuangan
        tersebut berupa laporan keuangan konsolidasian SAM untuk periode enam bulan
        yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         18
Page 194
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun
           oleh manajemen Perseroan;

        2. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk periode enam bulan yang
           berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
           Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan
           (selanjutnya disebut “AAJAMR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
           No. 01331/2.1030/AU.1/03/0501-1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

        3. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00608/2.1030/AU.1/03/1698-3/1/III/2025
           tanggal 2 Maret 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

        4. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00448/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/II/2024
           tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal
           lain;

        5. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00546/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/III/2023
           tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

        6. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00180/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022
           tanggal 1 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

        7. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00292/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/III/2021
           tanggal 22 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
           penekanan suatu hal dan hal lain;

        8. Laporan keuangan USR untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 01329/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/X/2025 tanggal
           30 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
           penekanan suatu hal;




                                        19
Page 195
9. Laporan keuangan II untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 01327/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/X/2025 tanggal
   30 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00452/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/II/2025
    tanggal 27 Februari 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00445/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024
    tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00342/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023
    tanggal 27 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

13. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00081/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/II/2022
    tanggal 15 Februari 2022 dengan pendapat wajar dengan pengecualian dan
    hal lain;

14. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Sulaimin & Rekan (selanjutnya
    disebut    “SR”)     sebagaimana        tertuang    dalam      laporannya
    No. 00009/2.0714/AU.1/03/0278-1/1/IV-2021 tanggal 6 April 2021 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian;

15. Proyeksi laporan keuangan II untuk periode enam bulan yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen II;

16. Laporan penilaian properti SAM per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP
    Suwendho, Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00415/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal
    21 November 2025;

17. Laporan penilaian properti USR per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana                tertuang            dalam             laporannya
    No. 00422/2.0059-02/PP/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025;

18. Laporan penilaian properti II per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana               tertuang             dalam             laporannya
    No. 00420/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025;




                                20
Page 196
19. Akta Notaris No. 31;

20. Akta Notaris No. 183;

21. Anggaran dasar SAM yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Notaris No. 337 tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat oleh Jimmy Tanal,
    S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal disetor SAM;

22. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia
    Negara dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan
    hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

23. Tarif pajak yang diberlakukan atas II adalah berdasarkan pendapatan neto
    dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak final
    yang berlaku umum di Indonesia, yaitu sebesar 10,00% untuk tahun
    2025 – 2035;

24. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SAM serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

25. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

26. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

27. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

28. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

29. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAM atau
yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
informasi-informasi tersebut.




                                 21
Page 197
          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SAM. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha SAM adalah bergerak dalam bidang pembangunan,
          real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian, perindustrian, perbengkelan,
          jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama SAM adalah melakukan penjualan vila
          yang dikomersilkan dengan nama Umana Bali, LXR Hotels and Resort. Dengan
          demikian, jasa yang dihasilkan oleh SAM adalah hotel beserta dengan
          fasilitas-fasilitas penunjang yang ada di dalamnya.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SAM meliputi Pulau Bali.

II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama SAM adalah sebagai
          berikut:

          •   Hilton Worldwide Manage Ltd.;
          •   Hilton NUS HSS INC;
          •   PT Milli Kita Bersama;
          •   Mitra Dewata; dan
          •   PT Tribwana Indosekar.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci SAM
          adalah Hilton Worldwide Manage Ltd.




                                           22
Page 198
II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SAM adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Jimbaran Villas (Bulgari);
          •   PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (Alila Villa Uluwatu);
          •   PT Cahaya Warna Prima (Six Senses Uluwatu);
          •   Hotel Properties Limited (Four Season Jimbaran); dan
          •   PT. Karang Mas Sejahtera (Ayana Villa).

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SAM
          adalah sebagai berikut:

          •   Terus meningkatkan brand positioning dari Umana LXR by Hilton;
          •   Meningkatkan market share dengan diversifikasi segmen;
          •   Meningkatkan rasio dari tamu-tamu manca negara untuk pendapatan dari
              makanan dan minuman dengan melakukan inovasi menu makanan,
              pelayanan, dan events;
          •   Meningkatkan produktivitas dari wedding chapel dengan menghadiri pameran
              lokal maupun internasional;
          •   Melakukan inovasi dalam proses digitalisasi dalam pemasaran, reservasi,
              operasional, dan back of the house;
          •   Meningkatkan service excellence dan meningkatkan kepuasan pelanggan; dan
          •   Melakukan perawatan secara berkala termasuk predictive maintenance
              terhadap aset beserta fasilitasnya.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki SAM merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
          saham SAM memiliki 1 hak suara per lembar saham.




                                           23
Page 199
II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
        didasarkan pada proyeksi laporan keuangan II yang disusun oleh manajemen II.
        Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
        berdasarkan kinerja II pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
        manajemen di masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian
        terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
        operasi dan kinerja II yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar.
        Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
        terhadap target kinerja II yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan
        pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan
        penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis II
        dan informasi manajemen II terhadap proyeksi laporan keuangan II tersebut. Kami
        juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SAM dan kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAM atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SAM bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
        bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                         24
Page 200
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan SAM.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum SAM berdasarkan anggaran dasar SAM.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.




                                          25
Page 201
        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 100,000000% saham PT Sitiagung Makmur ini merupakan
        laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 100,000000% saham PT Sitiagung Makmur tidak terdapat
        kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
        signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian, kecuali
        kejadian penting sebagai berikut:

        •   Berdasarkan Akta Notaris No. 31 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di
            Jakarta Selatan, mengenai peningkatan modal II, struktur pemegang saham II
            per tanggal 3 September 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                        Pemegang Saham            Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
            PT Sitiagung Makmur                              807        99,876238%      7.341.279.000
            PT Ungasan Semesta Resort                          1         0,123762%          9.097.000
            Jumlah                                           808       100,000000%      7.350.376.000



        •   Berdasarkan Akta Notaris No. 183 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di
            Jakarta Selatan, mengenai peningkatan modal SAM, struktur pemegang
            saham SAM per tanggal 23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                        Pemegang Saham            Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
            PT Surya Semesta lnternusa Tbk            467.850.000       94,860097%    467.850.000.000
            PT TCP Internusa                           25.350.000        5,139903%     25.350.000.000
            Jumlah                                    493.200.000      100,000000%    493.200.000.000




                                             26
Page 202
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Sitiagung Makmur

         SAM didirikan berdasarkan akta No. 15 tertanggal 3 Mei 1989 dari Kartini Muljadi,
         S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
         Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. C2-820.HT.01.01-TH.90
         tertanggal 17 Februari 1990 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
         Indonesia No. 30 tertanggal 14 April 1990.

         Anggaran dasar SAM telah mengalami beberapa perubahan, terakhir dengan akta
         No. 337 tertanggal 23 Desember 2024 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di
         Jakarta. Akta perubahan ini telah disahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
         Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0016845
         Tahun 2025 tertanggal 21 Januari 2025.

         Kantor pusat SAM beralamat di Tempo Scan Tower Lantai 15, Kuningan, Jakarta
         Selatan.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SAM adalah bergerak dalam bidang pembangunan,
         real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian, perindustrian, perbengkelan,
         jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama SAM adalah melakukan penjualan vila
         yang dikomersilkan dengan nama Umana Bali, LXR Hotels and Resort.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SAM pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris                     :   Johannes Suriadjaja
         Wakil Presiden Komisaris               :   The Jok Tung

         Direksi
         Presiden Direktur                      :   Wilson Effendy
         Wakil Presiden Direktur                :   Sonny Satia Negara




                                           27
Page 203
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham SAM berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Sitiagung Makmur
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                                                        Persentase
                            Pemegang Saham                 Jumlah Saham                                        Jumlah Modal
                                                                                       Kepemilikan
         PT Surya Semesta lnternusa Tbk                               450.900.000               94,677165%       450.900.000.000
         PT TCP Internusa                                              25.350.000                5,322835%        25.350.000.000
         Jumlah                                                       476.250.000              100,000000%       476.250.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk periode enam bulan yang berakhir
         pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2024, 2023, dan 2022 telah diaudit oleh KAP AAJAMR
         masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain. Laporan
         keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2021 dan 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing
         dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal
         lain.

         Ikhtisar data keuangan penting SAM adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Sitiagung Makmur
         Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
         Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan             30/06/25       31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                  33.663        23.462      15.380         9.513      30.872         43.414
         Piutang usaha - pihak ketiga                         8.698         5.561       2.534           886         452          1.317
         Aset keuangan lancar lainnya                        22.969        28.218          89         9.000       4.431          1.356
         Persediaan                                           4.332         5.099       3.859           594         665          1.249
         Pajak dibayar di muka                               13.307        14.047      21.335         7.460       1.949            349
         Beban dibayar di muka                                4.225         1.767       5.078           996         317          1.317
         Taksiran tagihan pajak penghasilan                       -             -       4.801         4.801       4.801          4.852
         Uang muka                                                -             -           -             -           -             98
         Jumlah Aset Lancar                                  87.194        78.154      53.075        33.250      43.488         53.953
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset pajak tangguhan                              27.965          30.249      18.610        10.192       4.987          8.487
         Properti investasi - neto                        374.447         391.589     373.517       299.698     230.779        228.109
         Aset tetap - neto                                 30.720          32.720      22.815         7.452      11.470         14.515
         Aset hak guna - neto                               7.531           7.766       6.737         6.821       6.737          6.921
         Uang muka pembelian                                1.425           1.071      68.334         5.643       6.772             19
         Aset lain-lain                                     3.824           3.930          19           119          19             23
         Uang jaminan                                         332             332         332           332         339            339
         Uang muka investasi                                    -               -           -             -      25.834              -
         Jumlah Aset Tidak Lancar                         446.245         467.658     490.363       330.257     286.937        258.412
         JUMLAH ASET                                      533.439         545.812     543.439       363.507     330.425        312.365




                                                        28
Page 204
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                         30/06/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22        31/12/21       31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                      6.737        15.860         4.009         5.991            6.595         3.269
Utang pajak                                                     3.301         2.645         1.855         1.481            1.270           876
Beban akrual                                                   11.377        11.011         8.964         7.447            4.778        24.204
Pinjaman bank jangka pendek                                    14.989        14.890        14.983        14.998           14.559             -
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya
  Pihak berelasi                                                    -             -           173             -                1             1
  Pihak ketiga                                                 10.322         9.444        30.621        27.659           22.134         9.029
Bagian jangka pendek dari pinjaman jangka panjang:
  Utang bank                                                   32.718        24.395         9.013                -              -              -
Pendapatan Diterima di Muka - Bagian Lancar                       872             -             -                -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                80.316        78.245        69.617        57.577           49.338        37.380
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Bank                                                       264.826        271.593       239.528        78.546            9.644             -
  Liabilitas sewa                                              1.886          1.817         1.455         1.389            1.362         1.286
Liabilitas imbalan kerja                                       5.576          5.597         5.696         6.221            8.606         8.735
Pendapatan diterima di muka jangka panjang                    10.759              -             -             -                -             -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             283.047        279.006       246.679        86.156           19.613        10.021
JUMLAH LIABILITAS                                            363.363        357.251       316.296       143.733           68.950        47.400
EKUITAS
Modal saham                                                  476.250        450.550       390.000       390.000          350.000       275.000
Tambahan modal disetor                                        56.256         56.256        56.256        56.256           56.256        56.256
Uang muka setoran modal                                       16.950         28.500        60.550         4.000           40.000        75.000
Defisit                                                     (379.379)      (346.744)     (279.662)     (230.090)        (184.440)     (141.083)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                       170.076        188.562       227.143       220.165         261.816        265.173
Kepentingan non-pengendali                                        (0)            (1)           (1)         (391)           (342)          (209)
JUMLAH EKUITAS                                               170.076        188.561       227.143       219.774         261.474        264.964
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                533.439        545.812       543.439       363.507         330.425        312.365



Tabel 4
PT Sitiagung Makmur
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           30/06/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22        31/12/21      31/12/20
                       Keterangan
                                                          (6 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                               82.794       141.587        56.757        38.181           15.397        31.897
Beban langsung                                                 29.896        44.204        24.940        17.440           12.467        16.920
Laba bruto                                                    52.898         97.383        31.817        20.741            2.930        14.977
Beban penjualan                                               (9.034)       (30.980)       (8.987)       (2.325)            (829)       (3.867)
Beban umum dan administrasi                                  (41.635)       (81.380)      (53.317)      (37.691)         (29.141)      (34.891)
Penghasilan lainnya                                            1.637            995           671           351            2.218         6.097
Beban lain-lain                                              (18.813)       (36.743)      (22.196)      (30.418)         (15.847)      (15.874)
Rugi usaha                                                   (14.947)       (50.725)      (52.012)      (49.342)         (40.668)      (33.556)
Beban pajak final                                             (2.304)        (4.272)       (1.046)         (640)            (228)       (1.323)
Beban keuangan                                               (12.953)       (23.658)       (4.288)       (1.272)            (164)       (7.864)
Rugi sebelum pajak penghasilan                               (30.204)       (78.655)      (57.345)      (51.254)         (41.061)      (42.743)
Manfaat (beban) pajak penghasilan                             (2.316)        11.625         8.261         5.282           (3.264)        5.203
Rugi periode/tahun berjalan                                  (32.520)       (67.030)      (49.084)      (45.972)         (44.325)      (37.541)
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                         (115)           (52)         (554)          272              835          (649)
Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan              (32.635)       (67.082)      (49.638)      (45.700)         (43.490)      (38.190)
Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                       (32.520)       (67.030)      (49.018)      (45.922)         (44.189)      (37.416)
 Kepentingan non-pengendali                                       (0)            (1)          (66)          (51)            (136)         (124)




                                                          29
Page 205
III.F.       Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak PT Sitiagung Makmur

III.F.1.     PT Ungasan Semesta Resort

III.F.1.a.   Latar Belakang USR

             USR didirikan berdasarkan akta No. 5 tertanggal 8 Juni 2006 dari Rukmasanti
             Hardjasatya, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut disahkan oleh
             Menteri   Kehakiman Republik        Indonesia   dengan Surat       Keputusan
             No. C-22099 HT.01.01.TH.2006 tertanggal 27 Juli 2006 serta diumumkan dalam
             Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 94 tertanggal 24 November 2006
             Tambahan No. 12349.

             Akta anggaran dasar USR telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
             berdasarkan akta No. 164 tertanggal 20 September 2024 dari Jimmy Tanal, S.H,
             M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta perubahan ini telah disahkan Menteri Hukum dan
             Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
             No. AHU-0066776.AH.01.02. Tahun 2024 tertanggal 18 Oktober 2024.

             USR berdomisili di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Kabupaten Badung, Provinsi
             Bali. Kantor pusat USR berada di Jakarta Selatan, Indonesia. USR mulai
             beroperasi secara komersial pada bulan Desember 2009.

III.F.1.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha USR adalah bergerak dalam bidang penyediaan
             akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan aktivitas penyewaan dan
             sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
             usaha lainnya.

III.F.1.c.   Manajemen

             Susunan Dewan Komisaris dan Direksi USR pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
             sebagai berikut:

             Dewan Komisaris
             Presiden Komisaris             :        Johannes Suriadjaja
             Wakil Presiden Komisaris       :        The Jok Tung


             Direksi
             Presiden Direktur              :        Wilson Effendy
             Wakil Presiden Direktur        :        Sonny Satia Negara




                                                30
Page 206
III.F.1.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham USR berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

             Tabel 5
             PT Ungasan Semesta Resort
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                             (Dalam Rupiah)
                                                                          Persentase
                         Pemegang Saham                  Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                          Kepemilikan
             PT Sitiagung Makmur                                150.249       99,999334%    150.249.000.000
             PT Surya Semesta lnternusa Tbk                           1        0,000666%          1.000.000
             Jumlah                                             150.250      100,000000%    150.250.000.000



III.F.2.     PT Indo Indah

III.F.2.a.   Latar Belakang II

             II didirikan berdasarkan Akta Notaris Benny Kristianto, S.H. No.25 tanggal
             12 April 2007. Akta pendirian II telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
             Manusia        Republik        Indonesia        dalam       Surat     Keputusan
             No. W7-07119 HT.01.01-TH.2007 tanggal 27 Juni 2007.

             Anggaran dasar II telah mengalami beberapa perubahan, terakhir berdasarkan
             akta No.138 tertanggal 17 Oktober 2023 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn, notaris di
             Jakarta Selatan atas maksud dan tujuan II. Akta perubahan ini telah disahkan
             Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
             Surat Keputusan No. AHU-0069350.AH.01.02.TAHUN 2023 tertanggal
             10 November 2023.

             Kantor pusat II berdomisili di Graha Surya Internusa Lantai B2, Jalan H.R. Rasuna
             Said, Kavling X-0, Jakarta Selatan.

III.F.2.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha II adalah bergerak dalam bidang real estat yang
             dimiliki sendiri atau disewa.

III.F.2.c.   Manajemen

             Komisaris dan Direktur II pada tanggal 30 Juni 2025 masing-masing The Jok Tung
             dan Wilson Effendy.




                                                      31
Page 207
III.F.2.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham II berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

             Tabel 6
             PT Indo Indah
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                         Persentase
                        Pemegang Saham                   Jumlah Saham                     Jumlah Modal
                                                                         Kepemilikan
             PT Sitiagung Makmur                                   249       99,600000%      2.265.153.000
             PT Ungasan Semesta Resort                               1        0,400000%          9.097.000
             Jumlah                                                250      100,000000%      2.274.250.000




                                                      32
Page 208
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat setelah isu kenaikan tarif efektif
          resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan berkembang
          diumumkan. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
          berjudul Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi di
          AS, Eropa, dan Jepang mengalami penurunan seiring berjalannya pemberlakuan
          kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara-negara
          tersebut. Sedangkan di Tiongkok, tantangan seperti strategi diversifikasi ekspor
          berimplikasi terhadap kinerja ekonomi yang belum kuat. Sebaliknya,
          perekonomian di India diperkirakan tetap kuat didukung oleh tingginya permintaan
          domestik. Melihat kecenderungan kinerja ekonomi yang terjadi pada beberapa
          negara di dunia, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025
          yaitu tumbuh sekitar 3,00%.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 7
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                   (Dalam %)
                                                                                                        Proyeksi
                        Keterangan
                                                    2021      2022       2023       2024       2025       2026      2027
          Dunia                                       6,60      3,60       3,50       3,30       2,80       2,80        3,00
          Negara Maju
           AS                                         6,10       2,50      2,90       2,80       1,50       1,70        2,00
           Hong Kong                                  6,40      (3,70)     3,20       2,50       2,20       2,20        2,10
           Inggris                                    9,50       5,00      0,40       1,10       1,10       1,20        1,50
           Jepang                                     2,70       0,90      1,40       0,20       0,80       0,70        0,80
           Kanada                                     6,10       4,20      1,50       1,60       1,40       1,30        1,90
           Kawasan Eropa                              6,30       3,50      0,60       0,90       1,00       1,10        1,50
           Singapura                                  9,90       4,10      1,80       4,30       2,00       1,80        2,40
           Taiwan                                     6,70       2,70      1,10       4,80       3,10       2,40        2,50
           Australia                                  5,50       4,20      2,10       1,10       1,70       2,30        2,50
           Korea Selatan                              4,60       2,70      1,60       2,00       1,00       1,80        1,80
          Negara Berkembang
           Argentina                                 10,40      6,00       (1,90)     (1,30)     5,00       3,30        3,00
           India                                     (5,80)     9,70        7,60       9,20       N/A       6,30        6,50
           Indonesia                                  3,70      5,30        5,10       5,00      4,80       4,90        5,00
           Kolombia                                  11,00      7,50        0,60       1,70      2,50       2,80        2,90
           Malaysia                                   3,10      8,70        3,60       5,10      4,20       4,30        4,50
           Meksiko                                    4,70      3,90        3,30       1,50      0,30       1,30        2,00
           Mesir                                      3,30      6,70        3,80       2,40      3,90       4,40        4,90
           Tiongkok                                   8,40      3,10        5,40       5,00      4,80       4,20        4,00

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2024, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,80%, 2,50%,
          4,30%, dan 4,80%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 9,20%, 5,00%, 5,10%,
          dan 5,00%.


                                                       33
Page 209
          Pada tahun 2025, PDB di dunia diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar
          2,80%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan
          Australia masing-masing sebesar 1,50%, 2,20%, 2,00%, 3,10%, dan 1,70%.
          Sedangkan untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu Argentina,
          Indonesia, Malaysia, Mesir, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,80%,
          4,20%, 3,90%, dan 4,80%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 8
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                  (Dalam %)
                                                                                       Proyeksi
                         Keterangan
                                        2021       2022     2023     2024     2025       2026      2027
          Dunia                            4,70      8,60     6,60     5,60     3,80       3,50        3,50
          Negara Maju
           AS                              4,70      8,00     4,10     3,00     2,80       2,70        2,30
           Hong Kong                       1,60      1,90     2,10     1,80     1,70       1,90        2,00
           Inggris                         2,60      9,10     7,40     2,50     3,20       2,40        2,00
           Jepang                         (0,30)     2,50     3,30     2,70     2,90       1,80        2,00
           Kanada                          3,40      6,80     3,90     2,40     2,10       2,10        2,00
           Kawasan Eropa                   2,60      8,40     5,50     2,40     2,00       1,90        2,00
           Singapura                       2,30      6,10     4,90     2,40     1,10       1,60        1,70
           Taiwan                          2,00      3,00     2,50     2,20     1,80       1,70        1,80
           Australia                       2,90      6,60     5,60     3,20     2,50       2,70        2,50
           Korea Selatan                   2,50      5,10     3,60     2,30     1,90       1,80        1,90
          Negara Berkembang
           Argentina                      48,10     70,70   127,90   236,80    42,20      22,60       15,80
           India                           5,10      6,70     5,70     5,00      N/A       3,30        4,50
           Indonesia                       1,60      4,20     3,80     2,30     1,80       2,60        2,60
           Kolombia                        3,50     10,20    11,80     6,60     5,00       3,80        3,20
           Malaysia                        2,50      3,40     2,50     1,80     1,90       2,20        2,10
           Meksiko                         5,70      7,90     5,60     4,70     3,90       3,80        3,50
           Mesir                           4,50      8,50    24,40    33,30    15,80      11,70        9,00
           Tiongkok                        0,90      2,00     0,20     0,20     0,10       1,00        1,40

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2024, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 5,60%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi, yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 3,00%, 2,50%, 2,70%, dan 3,20%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi, yaitu Argentina dan Mesir masing-masing sebesar
          236,80% dan 33,30%.




                                            34
Page 210
          Selanjutnya, pada tahun 2025, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 3,80%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Hong Kong, Singapura, Taiwan,
          dan Australia masing-masing sebesar 2,80%, 1,70%, 1,10%, 1,80%, 2,50%.
          Sedangkan untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Argentina, Indonesia,
          Malaysia, masing-masing sebesar 42,20%, 1,80%, dan 1,90%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 9
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                     (Dalam %)
                                                                                          Proyeksi
                        Keterangan
                                       2021       2022       2023       2024     2025       2026      2027
          Negara Maju
           AS                             0,25       4,50       5,50      4,50     4,10       3,45        3,25
           Hong Kong                      0,50       4,75       5,75      4,75      N/A        N/A         N/A
           Inggris                        0,25       3,50       5,25      4,75     3,75       3,35        3,25
           Jepang                        (0,10)     (0,10)     (0,10)     0,25     0,70       0,90        1,10
           Kawasan Eropa                     -       2,50       4,50      3,15     1,90       2,00        2,15
           Taiwan                         1,13       1,75       1,88      2,00     1,90       1,70         N/A
           Australia                      0,10       3,10       4,35      4,35     3,35       3,15        3,30
           Korea Selatan                  1,00       3,25       3,50      3,00     2,15       1,95        1,95
          Negara Berkembang
           Argentina                       N/A       N/A        N/A        N/A    26,00      22,50       10,00
           India                          4,00      6,25       6,50       6,50     5,30       5,30        5,30
           Indonesia                      3,50      5,50       6,00       6,00     4,95       4,70        4,75
           Kolombia                       3,00     12,00      13,00       9,50     8,45       7,35        6,65
           Malaysia                       1,75      2,75       3,00       3,00     2,60       2,55         N/A
           Meksiko                        5,50     10,50      11,25      10,00     7,50       6,75         N/A
           Mesir                          8,25     16,25      19,25      27,25      N/A        N/A         N/A
           Tiongkok                       3,80      3,65       3,45       3,10     2,80       2,60        2,70

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2024 negara-negara
          maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris, dan Australia
          masing-masing sebesar 4,50%, 4,75 %, 4,75%, dan 4,35%. Sedangkan, untuk
          negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Kolombia, Meksiko dan
          Mesir masing-masing sebesar 9,50%, 10,00% dan 27,25%.




                                           35
Page 211
        Selanjutnya, pada tahun 2024 negara berkembang yang mengalami penurunan
        suku bunga tertinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya yaitu Kolombia
        dan Meksiko masing-masing menjadi sebesar 9,50% dan 10,00%. Selanjutnya,
        suku bunga bank sentral pada tahun 2025 diperkirakan mengalami tren penurunan
        dibandingkan dengan suku bunga pada tahun 2024. Negara-negara maju dengan
        suku bunga tertinggi pada 2025 yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing
        sebesar 4,10%, 3,75%, dan 3,35%. Sedangkan untuk kelompok negara-negara
        berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Argentina, Kolombia, dan Meksiko
        masing-masing sebesar 26,00%, 8,45%, dan 7,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh investasi
        non-bangunan terkait kegiatan di sektor transportasi dan kinerja ekspor berbasis
        sumber daya alam serta produk manufaktur. Namun demikian, pertumbuhan
        ekonomi Indonesia dihadapkan dengan tantangan prospek perekonomian global
        yang melemah. Salah satu kebijakan yang dapat dilakukan antara lain
        meningkatkan konsumsi rumah tangga seiring dengan penjualan eceran yang
        melambat. Secara spasial, perekonomian di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua
        diperkirakan mengalami pertumbuhan di atas 5,00%, sedangkan wilayah lainnya
        belum meningkat.

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap dalam kondisi yang baik dan berperan
        dalam menjaga ketahanan eksternal. Pada Mei 2025, NPI mencatat surplus
        sebesar USD 4,30 miliar, meningkat sebesar USD 0,20 miliar dibandingkan
        dengan surplus NPI pada April 2025. Peningkatan neraca perdagangan ini
        didorong oleh ekspor komoditas mesin listrik, besi, dan baja. Kinerja ekspor
        diperkirakan akan tetap positif sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
        pemerintah AS. Sementara itu, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap
        tinggi sebesar USD 152,60 miliar, berada di atas standar kecukupan internasional
        sekitar tiga bulan impor.




                                         36
Page 212
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 diperkirakan berada dalam kisaran
        4,60% – 5,40% yang disebabkan oleh adanya perkiraan meningkatnya permintaan
        domestik dan kinerja ekspor. Namun demikian, berbagai respon kebijakan perlu
        terus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah
        prospek perekonomian dunia yang melemah sehingga perekonomian domestik
        dapat mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu,
        ketahanan eksternal ekonomi Indonesia diperkirakan tetap baik dan nilai tukar
        Rupiah tetap stabil. Selanjutnya, pada tahun 2025, NPI diperkirakan akan
        mencatat defisit transaksi berjalan yang lebih rendah di mana berada dalam
        kisaran defisit 0,50% hingga 1,30% dari PDB dengan surplus transaksi modal dan
        finansial yang berlanjut di tengah ketidakpastian perekonomian global yang masih
        tinggi. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke dalam instrumen portofolio
        domestik juga terus berlanjut terutama disebabkan oleh prospek perekonomian
        Indonesia yang tetap positif, tingginya imbal hasil instrumen keuangan Indonesia,
        serta bergesernya aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia
        sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis
        di mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan
        ekonomi harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung
        perekonomian nasional. Per Juni 2025, suku bunga deposito satu bulan adalah
        sebesar 4,85%, mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode Mei 2025
        yaitu sebesar 4,81%. Hal ini berkaitan dengan persaingan antar bank guna
        memperoleh pendanaan. Suku bunga kredit perbankan juga tercatat masih tinggi,
        yaitu sebesar 9,16% pada Juni 2025.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                          6,00%
         6,00%
                                                             4,95%
                                                   6,00%               4,70%
         5,00%                 5,50%

         4,00%                                                                  4,75%

         3,00%       3,50%
         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2021    2022      2023       2024     2025*     2026*     2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                         37
Page 213
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2024
        adalah sebesar 6,00%, menunjukkan jumlah yang stabil seperti tahun
        sebelumnya. Pada tahun 2025, 2026, dan 2027, suku bunga BI diperkirakan
        masing-masing sebesar 4,95%, 4,70%, dan 4,75%.

IV.E.   Inflasi

        Kebijakan Pemerintah melalui BI untuk mengendalikan inflasi berpengaruh
        terhadap stabilitas tingkat inflasi secara tahunan. Pada Juni 2025, Indeks Harga
        Konsumen (IHK) tetap berada di posisi yang rendah dengan tingkat inflasi tercatat
        sebesar 1,87% secara tahunan yang disebabkan oleh inflasi inti yang menurun,
        inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices (AP) yang
        terkendali. Inflasi inti mengalami penurunan menjadi sebesar 2,37% secara
        tahunan yang dipengaruhi oleh konsistensi suku bunga kebijakan moneter dalam
        mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta permintaan yang
        lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah sebesar 0,57% secara
        tahunan didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya
        sinergi pengendalian inflasi. Sementara itu, inflasi kelompok AP tetap terjaga
        sebesar 1,34% secara tahunan di tengah meningkatnya tarif air minum dan cukai
        hasil tembakau.

        BI memperkirakan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,50% ± 1,00%
        di mana inflasi inti diperkirakan lebih rendah dari perkiraan seiring ekspektasi
        inflasi yang terjaga dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang memadai, imported
        inflation yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. Selain itu, inflasi VF
        diperkirakan tetap terjaga didukung oleh sinergi pengendalian inflasi BI dengan
        Pemerintah Pusat dan Daerah.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia

         4,50%
                                            3,80%
         4,00%
         3,50%                      4,20%

         3,00%                                                             2,60%
                                                    2,30%
         2,50%                                                 1,80%
                                                                                      2,60%
         2,00%              1,60%
         1,50%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2021           2022    2023    2024      2025*      2026*      2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                              38
Page 214
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
        2025, 2026, dan 2027 diperkirakan masing-masing sebesar 1,80%, 2,60%, dan
        2,60%.

        Tabel 10
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                                (Dalam %)

         No.         Keterangan                 Inflasi

          1    Papua Selatan                          3,00
          2    Bali                                   2,94
          3    Sulawesi Barat                         2,57
          4    Sulawesi Tenggara                      2,52
          5    DI Yogyakarta                          2,52
          6    Nusa Tenggara Barat                    2,51
          7    Sulawesi Tengah                        2,47
          8    Sumatera Selatan                       2,44
          9    Papua Tengah                           2,33
         10    Lampung                                2,70

        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Triwulan II 2025


        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2025, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
        yaitu Papua Selatan, Bali, dan Sulawesi Barat masing-masing sebesar 3,00%,
        2,94%, dan 2,57%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2025, nilai tukar Rupiah menunjukan kestabilan di tengah
        meningkatnya ketidakpastian global dan menunjukan penguatan yang didukung
        oleh kebijakan stabilisasi BI serta berlanjutnya aliran masuk modal asing. Pada
        Juni 2025, nilai tukar Rupiah menguat sebesar 0,34% point to point dibandingkan
        dengan periode bulan sebelumnya. Nilai tukar Rupiah diperkirakan akan tetap
        stabil dan terjaga didukung oleh komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar
        Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan
        ekonomi domestik yang tetap baik di mana BI terus memperkuat respon kebijakan
        stabilisasi.




                                                       39
Page 215
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

    22.000

    20.000

    18.000

    16.000

    14.000

    12.000

    10.000

     8.000
                    Q4/2025   Q1/2026        Q2/2026        2026
        EUR         19.092    19.159         19.224         19.440
        SGD         12.740    12.677         12.664         12.698
        USD         16.180    16.100         16.020         16.000



Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 19.092, Rp 19.159, Rp 19.224, dan
Rp 19.440.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 12.740, Rp 12.677, Rp 12.664, dan
Rp 12.698.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.180, Rp 16.100, Rp 16.020, dan
Rp 16.000.




                              40
Page 216
V.     TINJAUAN INDUSTRI PERHOTELAN

V.A.   Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia

       Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
       akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan yang
       dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas permintaan dari
       layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai peranan penting
       sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para wisatawan untuk
       berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu dengan waktu yang
       relatif lama.

       Grafik 4
       Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
       Tahun 2021 - 2024
       (Dalam jutaan kamar)

                 1.400,00

                 1.200,00

                 1.000,00

                   800,00

                   600,00

                   400,00

                   200,00

                          -
                               2021          2022         2023           2024
             Jumlah Kamar     591,00        896,00      1.049,00       1.144,00

       Sumber: Statista


       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pemesanan layanan
       penginapan secara global pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 masing-masing
       adalah sebesar 591,00 juta kamar, 896,00 juta kamar, 1.049,00 juta kamar, dan
       1.144,00 juta kamar. Pada tahun 2022, 2023, dan 2024 jumlah pemesanan
       layanan penginapan secara global mengalami peningkatan dibandingkan tahun
       sebelumnya, masing-masing sebesar 305,00 juta kamar, 153,00 juta kamar, dan
       95,00 juta kamar atau setara dengan 51,61%, 17,08%, dan 9,06%.




                                       41
Page 217
Grafik 5
Tingkat Okupansi Hotel Di Dunia
Januari 2025 – Juni 2025
(Dalam Persentase)
                   80,00
                   70,00
                   60,00
                   50,00
                   40,00
                   30,00
                   20,00
                   10,00
                       -
                              Jan      Feb      Mar      Apr      Mei      Juni
          Asia pasifik       60,00    62,00    66,00    68,00    66,00    65,00
          Amerika            54,00    60,00    64,00    64,00    65,00    67,00
          Eropa              55,00    63,00    65,00    69,00    74,00    76,00
          Timur Tengah       72,00    75,00    59,00    74,00    67,00    60,00
Sumber: Statista


Di samping itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada periode
Februari sampai dengan Juni 2025, Eropa merupakan kawasan dengan
peningkatan tingkat okupansi kamar hotel yang paling konsisten masing-masing
mengalami peningkatan tingkat okupansi sebesar 8,00%, 2,00%, 4,00%, 5,00%
dan 2,00%. Sementara tingkat okupansi kamar hotel tertinggi adalah di Eropa pada
bulan Juni 2025 sebesar 76,00% dan rata-rata tingkat okupansi selama Januari
sampai dengan Juni 2025 pada semua kawasan adalah sebesar 65,42%.

Grafik 6
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
Tahun 2025 – 2030
(Dalam miliar USD)

               700,00

               600,00

               500,00

               400,00

               300,00

               200,00

               100,00

                         -
                              2025     2026     2027     2028     2029     2030
    Jumlah Pendapatan        455,15   492,36   524,57   559,37   597,19   638,39
Sumber: Statista




                                        42
Page 218
       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan pasar perhotelan tahun
       2030 diproyeksikan mencapai USD 638,39 miliar. Kenaikan terus terjadi pada nilai
       pendapatan pasar perhotelan di dunia tahun 2026 – 2030 masing-masing
       mengalami kenaikan sebesar USD 37,21 miliar, USD 32,21 miliar,
       USD 34,80 miliar, USD 37,82 miliar, dan USD 41,20 miliar dibandingkan dengan
       tahun-tahun sebelumnya dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
       (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 7,00% dihitung sejak tahun 2025
       hingga tahun 2030, pertumbuhan hotel dunia didorong oleh permintaan tamu hotel
       akan layanan personal, permintaan yang tinggi untuk boutique hotel dan bangunan
       hotel yang ramah lingkungan turut membawa industri perhotelan menjadi semakin
       menjanjikan di masa depan.

V.B.   Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia

       Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
       Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
       menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
       Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian wisatawan
       baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk dituju. Hotel
       yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang perjalanan liburan bagi
       wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung.

       Grafik 7
       Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
       Tahun 2021 - 2024
       (Dalam persentase)

                           60

                           50

                           40

                           30

                           20

                           10

                            0
                                2021          2022            2023            2024
            Tingkat okupansi    36,26         47,35           51,12           52,56
       Sumber : Statista


       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, tingkat okupansi hotel di Indonesia
       meningkat pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Tingkat okupansi kamar hotel
       berbintang di Indonesia pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 masing-masing
       adalah sebesar 36,26%, 47,35%, 51,12%, dan 52,56%. Kenaikan terbesar ada
       pada tahun 2022 dimana tingkat okupansi kamar hotel berbintang di Indonesia
       meningkat 11,09% dibandingkan dengan tahun 2021 yang disebabkan oleh pulih
       nya sektor pariwisata setelah penurunan yang disebabkan oleh pandemi
       Covid-19.


                                         43
Page 219
Grafik 8
Provinsi dengan Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang terbesar di
Indonesia
Periode Juni 2025
(Dalam persentase)
              70,00

              60,00

              50,00

              40,00

              30,00

              20,00

              10,00

                   -
                                                                               Kalimantan
                             Bali   DI Yogyakarta   DKI Jakarta   Jawa Timur
                                                                                 Timur
     Tingkat Okupansi       64,66      53,86          52,35         51,81        51,69
Sumber : Badan Pusat Statistik


Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, tingkat okupansi
kamar pada hotel berbintang di Indonesia pada bulan Juni 2025 secara
keseluruhan adalah sebesar 49,98%, mengalami penurunan 4,70% dibandingkan
dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata lama tinggal wisatawan
pada hotel berbintang pada Juni 2025 adalah selama 1,59 malam, mengalami
penurunan sebesar 0,02% dibandingkan dengan Juni 2024. Secara umum, turis
asing tinggal lebih lama dibandingkan dengan turis lokal, rata-rata tinggal di hotel
berbintang pada Juni 2025 untuk turis asing dan turis lokal masing-masing adalah
sebesar 2,46 malam dan 1,46 malam.




                                       44
Page 220
Grafik 9
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
Tahun 2025 - 2030
(Dalam miliar USD)

                   12,00

                   10,00

                    8,00

                    6,00

                    4,00

                    2,00

                       -
                           2025   2026    2027      2028     2029      2030
    Jumlah Pendapatan      5,27   6,88    7,32      8,11     8,97      9,92
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan hotel di Indonesia pada
2030 di proyeksikan mencapai sebesar USD 9,92 miliar. Proyeksi pendapatan
hotel di Indonesia pada tahun 2026-2030 diperkirakan terus mengalami
peningkatan masing-masing sebesar USD 1,61 miliar, USD 0,44 miliar,
USD 0,79 miliar, USD 0,86 miliar, dan USD 0,95 miliar dengan tingkat
pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 13,49% antara tahun 2025
sampai 2030. Pendapatan pasar perhotelan di Indonesia diproyeksikan untuk
meningkat setiap tahun nya yang disebabkan oleh industri pariwisata Indonesia
yang terus berkembang dan beragamnya penawaran budaya yang ditawarkan.




                                   45
Page 221
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Sitiagung Makmur

          Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk periode enam bulan yang berakhir
          pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2024, 2023, dan 2022 telah diaudit oleh KAP AAJAMR
          masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain. Laporan
          keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2021 dan 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing
          dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal
          lain.

          Ikhtisar data keuangan penting SAM adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Tabel 11
          PT Sitiagung Makmur
          Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan             30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                  33.663      23.462      15.380       9.513      30.872         43.414
          Piutang usaha - pihak ketiga                         8.698       5.561       2.534         886         452          1.317
          Aset keuangan lancar lainnya                        22.969      28.218          89       9.000       4.431          1.356
          Persediaan                                           4.332       5.099       3.859         594         665          1.249
          Pajak dibayar di muka                               13.307      14.047      21.335       7.460       1.949            349
          Beban dibayar di muka                                4.225       1.767       5.078         996         317          1.317
          Taksiran tagihan pajak penghasilan                       -           -       4.801       4.801       4.801          4.852
          Uang muka                                                -           -           -           -           -             98
          Jumlah Aset Lancar                                  87.194      78.154      53.075      33.250      43.488         53.953
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset pajak tangguhan                              27.965        30.249      18.610      10.192       4.987          8.487
          Properti investasi - neto                        374.447       391.589     373.517     299.698     230.779        228.109
          Aset tetap - neto                                 30.720        32.720      22.815       7.452      11.470         14.515
          Aset hak guna - neto                               7.531         7.766       6.737       6.821       6.737          6.921
          Uang muka pembelian                                1.425         1.071      68.334       5.643       6.772             19
          Aset lain-lain                                     3.824         3.930          19         119          19             23
          Uang jaminan                                         332           332         332         332         339            339
          Uang muka investasi                                    -             -           -           -      25.834              -
          Jumlah Aset Tidak Lancar                         446.245       467.658     490.363     330.257     286.937        258.412
          JUMLAH ASET                                      533.439       545.812     543.439     363.507     330.425        312.365




                                                         46
Page 222
                                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                         30/06/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22       31/12/21       31/12/20

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha - pihak ketiga                                      6.737      15.860         4.009         5.991          6.595          3.269
          Utang pajak                                                     3.301       2.645         1.855         1.481          1.270            876
          Beban akrual                                                   11.377      11.011         8.964         7.447          4.778         24.204
          Pinjaman bank jangka pendek                                    14.989      14.890        14.983        14.998         14.559              -
          Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya
            Pihak berelasi                                                    -            -          173             -              1               1
            Pihak ketiga                                                 10.322        9.444       30.621        27.659         22.134           9.029
          Bagian jangka pendek dari pinjaman jangka panjang:
            Utang bank                                                   32.718      24.395          9.013               -              -              -
          Pendapatan Diterima di Muka - Bagian Lancar                       872           -              -               -              -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                80.316      78.245        69.617        57.577         49.338         37.380
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
            jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
            Bank                                                      264.826       271.593       239.528        78.546           9.644              -
            Liabilitas sewa                                             1.886         1.817         1.455         1.389           1.362          1.286
          Liabilitas imbalan kerja                                      5.576         5.597         5.696         6.221           8.606          8.735
          Pendapatan Diterima di Muka Jangka Panjang                   10.759             -             -             -               -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            283.047       279.006       246.679        86.156         19.613         10.021
          JUMLAH LIABILITAS                                           363.363       357.251       316.296       143.733         68.950         47.400
          EKUITAS
          Modal saham                                                  476.250       450.550       390.000       390.000        350.000        275.000
          Tambahan modal disetor                                        56.256        56.256        56.256        56.256         56.256         56.256
          Uang muka setoran modal                                       16.950        28.500        60.550         4.000         40.000         75.000
          Defisit                                                     (379.379)     (346.744)     (279.662)     (230.090)      (184.440)      (141.083)
          Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
            induk                                                     170.076       188.562       227.143       220.165        261.816        265.173
          Kepentingan non-pengendali                                       (0)           (1)           (1)         (391)          (342)          (209)
          JUMLAH EKUITAS                                              170.076       188.561       227.143       219.774        261.474        264.964
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               533.439       545.812       543.439       363.507        330.425        312.365




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset SAM pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 533,44 miliar,
          Rp 545,81 miliar, Rp 543,44 miliar, Rp 363,51 miliar, Rp 330,43 miliar, dan
          Rp 312,37 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah aset SAM mengalami penurunan sebesar
          Rp 12,37 miliar atau setara dengan 2,27% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama di sebabkan oleh penurunan
          aset keuangan lancar lainnya, aset pajak tangguhan, dan properti investasi - neto
          masing-masing sebesar Rp 5,25 miliar, Rp 2,28 miliar dan Rp 17,14 miliar yang
          disertai dengan kenaikan kas dan setara kas serta piutang usaha masing-masing
          sebesar Rp 10,20 miliar dan Rp 3,14 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset SAM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 2,37 miliar atau setara dengan 0,44% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh kenaikanaset
          keuangan lancar lainnya, aset pajak tangguhan, dan properti investasi - neto
          masing-masing sebesar Rp 28,13 miliar, Rp 11,64 miliar, dan Rp 18,07 miliar yang
          disertai dengan penurunan uang muka pembelian sebesar Rp 67,26 miliar.




                                                                    47
Page 223
          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset SAM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 179,93 miliar atau setara dengan 49,50% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan properti investasi – neto, aset tetap – neto, dan uang muka pembelian
          masing-masing sebesar Rp 73,82 miliar, Rp 15,36, dan Rp 62,69 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset SAM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 33,08 miliar atau setara dengan 10,01% dibandingkan dengan jumlah aset
          pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan pajak dibayar di muka, aset pajak tangguhan, dan properti
          investasi – neto masing-masing sebesar Rp 5,51 miliar, Rp 5,21 miliar, dan
          Rp 68,92 miliar yang disertai dengan penurunan kas dan setara kas serta uang
          muka investasi masing-masing sebesar Rp 21,36 miliar dan Rp 25,83 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset SAM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 18,06 miliar atau setara dengan 5,78% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh kenaikan aset
          keuangan lancar lainnya, uang muka pembelian, dan uang muka investasi
          masing-masing sebesar Rp 3,08 miliar, Rp 6,75 miliar, dan Rp 25,83 miliar yang
          disertai dengan penurunan kas dan setara kas, aset pajak tangguhan, serta aset
          tetap – neto masing-masing sebesar Rp 12,54 miliar, Rp 3,50 miliar, dan
          Rp 3,04 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas SAM pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
          2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 363,36 miliar,
          Rp 357,25 miliar, Rp 316,30 miliar, Rp 143,73 miliar, Rp 68,95 miliar, dan
          Rp 47,40 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah liabilitas SAM mengalami kenaikan sebesar
          Rp 6,11 miliar atau setara dengan 1,71% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan utang bank dan pendapatan diterima di muka jangka panjang
          masing-masing sebesar Rp 1,56 miliar dan Rp 10,76 miliar yang disertai dengan
          penurunan utang usaha – pihak ketiga sebesar Rp 9,12 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas SAM mengalami kenaikan
          sebesar Rp 40,96 miliar atau setara dengan 12,95% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan utang usaha - pihak ketiga, beban akrual, dan utang bank masing-masing
          sebesar Rp 11,85 miliar, Rp 2,05 miliar, dan Rp 47,45 miliar yang disertai dengan
          penurunan liabilitas keuangan jangka pendek lainnya sebesar Rp 21,35 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas SAM mengalami kenaikan
          sebesar Rp 172,56 miliar atau setara dengan 120,06% dibandingkan dengan
          jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama di
          sebabkan oleh kenaikan liabilitas keuangan jangka pendek lainnya dan utang bank
          masing-masing sebesar Rp 3,13 miliar dan Rp 170,00 miliar.


                                           48
Page 224
          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas SAM mengalami kenaikan
          sebesar Rp 74,78 miliar atau setara dengan 108,46% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan liabilitas keuangan jangka pendek lainnya dan utang bank
          masing-masing sebesar Rp 5,52 miliar dan Rp 69,34 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas SAM mengalami kenaikan
          sebesar Rp 21,55 miliar atau setara dengan 45,46% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan pinjaman bank dan liabilitas keuangan jangka pendek lainnya
          masing-masing sebesar Rp 24,20 miliar dan Rp 13,11 miliar yang disertai dengan
          penurunan beban akrual sebesar Rp 19,43 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas SAM pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
          2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 170,08 miliar,
          Rp 188,56 miliar, Rp 227,14 miliar, Rp 219,77 miliar, Rp 261,47 miliar, dan
          Rp 264,96 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas SAM mengalami penurunan sebesar
          Rp 18,49 miliar atau setara dengan 9,80% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rugi
          periode berjalan yang dibukukan oleh SAM sebesar Rp 32,52 miliar yang disertai
          dengan uang muka setoran modal sebesar Rp 14,15 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SAM mengalami penurunan
          sebesar Rp 38,58 miliar atau setara dengan 16,99% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SAM sebesar Rp 67,03 miliar yang
          disertai dengan uang muka setoran modal sebesar Rp 28,50 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SAM mengalami kenaikan
          sebesar Rp 7,37 miliar atau setara dengan 3,35% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          uang muka setoran modal sebesar Rp 56,55 miliar yang disertai dengan rugi tahun
          berjalan yang dibukukan oleh SAM sebesar Rp 49,08 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SAM mengalami penurunan
          sebesar Rp 41,70 miliar atau setara dengan 15,95% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SAM Rp 45,92 miliar yang disertai dengan
          uang muka setoran modal sebesar Rp 4,00 miliar.




                                           49
Page 225
          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SAM mengalami penurunan
          sebesar Rp 3,49 miliar atau setara dengan 1,32% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SAM Rp 44,33 miliar yang disertai dengan
          uang muka setoran modal sebesar Rp 40,00 miliar.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain Konsolidasian
          Tabel 12
          PT Sitiagung Makmur
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                 Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan usaha                                              82.794        141.587        56.757        38.181         15.397        31.897
          Beban langsung                                                29.896         44.204        24.940        17.440         12.467        16.920
          Laba bruto                                                    52.898         97.383        31.817        20.741          2.930        14.977
          Beban penjualan                                               (9.034)       (30.980)       (8.987)       (2.325)          (829)       (3.867)
          Beban umum dan administrasi                                  (41.635)       (81.380)      (53.317)      (37.691)       (29.141)      (34.891)
          Penghasilan lainnya                                            1.637            995           671           351          2.218         6.097
          Beban lain-lain                                              (18.813)       (36.743)      (22.196)      (30.418)       (15.847)      (15.874)
          Rugi usaha                                                   (14.947)       (50.725)      (52.012)      (49.342)       (40.668)      (33.556)
          Beban pajak final                                             (2.304)        (4.272)       (1.046)         (640)          (228)       (1.323)
          Beban keuangan                                               (12.953)       (23.658)       (4.288)       (1.272)          (164)       (7.864)
          Rugi sebelum pajak penghasilan                               (30.204)       (78.655)      (57.345)      (51.254)       (41.061)      (42.743)
          Manfaat (beban) pajak penghasilan                             (2.316)        11.625         8.261         5.282         (3.264)        5.203
          Rugi tahun berjalan                                          (32.520)       (67.030)      (49.084)      (45.972)       (44.325)      (37.541)
          Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                         (115)           (52)         (554)          272            835          (649)
          Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                      (32.635)       (67.082)      (49.638)      (45.700)       (43.490)      (38.190)
          Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                       (32.520)       (67.030)      (49.018)      (45.922)       (44.189)      (37.416)
           Kepentingan non-pengendali                                       (0)            (1)          (66)          (51)          (136)         (124)




VI.A.6.   Pendapatan Usaha

          Pendapatan usaha SAM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
          Rp 82,79 miliar, Rp 141,59 miliar, Rp 56,76 miliar, Rp 38,18 miliar, Rp 15,40 miliar,
          dan Rp 31,90 miliar.

          Pendapatan usaha SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 84,83 miliar atau setara dengan 149,46%
          dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023.

          Pendapatan usaha SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 18,58 miliar atau setara dengan 48,65%
          dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022.

          Pendapatan usaha SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 22,79 miliar atau setara dengan 147,99%
          dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021.



                                                                   50
Page 226
          Pendapatan usaha SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
          2021 mengalami penurunan sebesar Rp 16,50 miliar atau setara dengan 51,73%
          dibandingkan dengan pendapatan usaha yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020.

VI.A.7.   Rugi Tahun Berjalan

          Rugi tahun berjalan SAM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
          2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 32,52 miliar,
          Rp 67,03 miliar, Rp 49,08 miliar, Rp 45,97 miliar, Rp 44,33 miliar, dan
          Rp 37,54 miliar.

          Rugi tahun berjalan SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 17,95 miliar atau setara
          dengan 36,56% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

          Rugi tahun berjalan SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 3,11 miliar atau setara
          dengan 6,77% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2022.

          Rugi tahun berjalan SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar RP 1,65 miliar atau setara
          dengan 3,72% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2021.

          Rugi tahun berjalan SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar RP 6,79 miliar atau setara
          dengan 18,07% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                          51
Page 227
VI.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Tabel 13
          PT Sitiagung Makmur
          Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   30/06/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                 Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan dari pelanggan                                     91.289        138.561        55.108        37.747        13.333         28.691
          Pembayaran kepada pihak ketiga                               (56.534)       (83.352)      (72.044)      (29.874)      (23.263)       (34.427)
          Pembayaran kepada karyawan                                   (27.333)       (44.503)      (33.227)      (24.493)      (17.068)       (20.649)
          Pembayaran bunga                                             (12.591)       (23.734)      (14.811)       (3.688)          (13)             -
          Pembayaran bunga liabilitas sewa                                 (69)          (138)         (154)         (168)         (132)             -
          Pembayaran pajak penghasilan                                  (2.187)        (3.752)       (1.016)         (397)         (182)        (4.357)
          Penerimaan (pengeluaran) lainnya dari operasi                  6.705         (4.854)        9.374        (4.602)            -              -
          Penerimaan restitusi pajak                                         -          4.752             -             -             -              -
          Penerimaan dana hibah pariwisata                                   -              -             -             -             -          3.289
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                    (720)       (17.020)      (56.770)      (25.475)      (27.324)       (27.453)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan aset tetap                                          (2.651)        (2.838)      (20.448)         (255)       (1.884)        (6.702)
          Penambahan uang muka pembelian                                     -        (10.362)      (62.691)      (10.953)       (6.741)             -
          Perolehan properti investasi                                  (1.658)       (45.057)      (80.637)      (57.577)      (18.434)        (4.580)
          Penerimaan bunga                                                  58             74            65            68           281          1.856
          Penerimaan hasil penjualan aset tetap                              -             10           318             -             -              -
          Penerimaan hasil penjualan properti investasi                      -          7.563             -             -             -              -
          Kenaikan (penurunan) utang non usaha afiliasi                      -           (173)            -             -             -              -
          Hasil penjualan properti investasi                                 -              -             -           283             -              -
          Penurunan utang kepada pihak berelasi                              -              -             -            (1)            -              -
          Pembayaran uang muka investasi                                     -              -             -             -       (25.834)             -
          Realisasi (perolehan) uang Muka lain-lain                       (354)             -             -             -             -              -
          Hasil penjualan aset tetap                                         -              -             -             -           100             15
          Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                (4.605)       (50.783)     (163.393)      (68.434)      (52.512)        (9.410)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan uang muka setoran modal                            14.150         28.500        56.550         4.000        40.000         75.000
          Penambahan pinjaman bank jangka panjang                       14.267         59.386       170.848        68.575        12.752              -
          Penambahan pinjaman bank jangka pendek                            99          1.212         1.231        12.466        14.632              -
          Pembayaran utang sewa hak guna                                     -           (111)         (333)         (556)         (111)             -
          Pembayaran pinjaman bank jangka pendek                             -         (1.305)       (1.246)      (12.100)            -              -
          Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                      (13.004)       (11.862)            -             -             -              -
          Pembayaran biaya pinjaman                                          -              -          (984)            -             -              -
          Pembayaran kepada pihak berelasi                                   -              -             -             -             -        (77.024)
          Pembayaran bunga                                                   -              -             -             -             -         (7.864)
          Penambahan setoran modal entitas anak                              -              -             -             -             -              -
          Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
           Aktivitas Pendanaan                                          15.512         75.819       226.065        72.386        67.273         (9.888)
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
           SETARA KAS                                                   10.186          8.016         5.902       (21.523)      (12.563)       (46.751)
          Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                          15              66           (35)         164             21                -
          KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                            23.462         15.380         9.513        30.872        43.414        90.166
          KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                           33.663         23.462        15.380         9.513        30.872        43.414




          Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAM untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
          masing-masing adalah sebesar Rp 0,72 miliar, Rp 17,02 miliar, Rp 56,77 miliar,
          Rp 25,48 miliar, Rp 27,32 miliar, dan Rp 27,45 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAM untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 0,72 miliar terutama
          berasal dari pembayaran kepada pihak ketiga, pembayaran kepada karyawan, dan
          pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 56,53 miliar, Rp 27,33 miliar, dan
          Rp 12,59 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar
          Rp 91,29 miliar.


                                                                   52
Page 228
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 17,02 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pihak ketiga, pembayaran kepada karyawan, dan
pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 83,35 miliar, Rp 44,50 miliar, dan
Rp 23,73 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar
Rp 138,56 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 56,77 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pihak ketiga, pembayaran kepada karyawan, dan
pembayaran bunga masing-masing sebesar Rp 72,04 miliar, Rp 33,23 miliar, dan
Rp 14,81 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar
Rp 55,11 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 25,48 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pihak ketiga, pembayaran kepada karyawan, dan
pengeluaran lainnya dari operasi masing-masing sebesar Rp 29,87 miliar,
Rp 24,49 miliar, dan Rp 4,60 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
pelanggan sebesar Rp 37,75 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 27,32 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pihak ketiga dan pembayaran kepada karyawan
masing-masing sebesar Rp 23,26 miliar dan Rp 17,07 miliar yang disertai dengan
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 13,33 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 27,45 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pihak ketiga dan pembayaran kepada karyawan
masing-masing sebesar Rp 34,43 miliar dan Rp 20,65 miliar yang disertai dengan
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 28,69 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAM untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 4,61 miliar, Rp 50,78 miliar, Rp 163,39 miliar,
Rp 68,43 miliar, Rp 52,51 miliar, dan Rp 9,41 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAM untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 4,61 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap dan perolehan properti investasi masing-masing
sebesar Rp 2,65 miliar dan Rp 1,66 miliar.




                                 53
Page 229
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 50,78 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap, penambahan uang muka pembelian, dan
perolehan properti investasi masing-masing sebesar Rp 2,84 miliar,
Rp 10,36 miliar, dan Rp 45,06 miliar yang disertai dengan penerimaan hasil
penjualan properti investasi sebesar Rp 7,56 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 163,39 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap, penambahan uang muka pembelian, dan
perolehan properti investasi masing-masing sebesar Rp 20,45 miliar,
Rp 62,69 miliar, dan Rp 80,64 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAM tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 68,43 miliar terutama berasal dari
penambahan uang muka pembelian dan perolehan properti investasi
masing-masing sebesar Rp 10,95 miliar dan Rp 57,58 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 52,51 miliar terutama
berasal dari penambahan uang muka pembelian, perolehan properti investasi, dan
pembayaran uang muka investasi masing-masing sebesar Rp 6,74 miliar,
Rp 18,43 miliar, dan Rp 25,83 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 9,41 miliar terutama berasal
dari perolehan aset tetap dan perolehan properti investasi masing-masing sebesar
Rp 6,70 miliar dan Rp 4,58 miliar yang disertai dengan penerimaan bunga sebesar
Rp 1,86 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAM untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021 masing-masing
adalah sebesar Rp 15,51 miliar, Rp 75,82 miliar, Rp 226,07 miliar, Rp 72,39 miliar,
dan Rp 67,27 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SAM
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar
Rp 9,89 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAM untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 15,51 miliar terutama
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal dan penambahan pinjaman
bank jangka panjang masing-masing sebesar Rp 14,15 miliar dan Rp 14,27 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang sebesar
Rp 13,00 miliar.




                                  54
Page 230
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 75,82 miliar terutama
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal dan penambahan pinjaman
bank jangka panjang masing-masing sebesar Rp 28,50 miliar dan Rp 59,39 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka panjang sebesar
Rp 11,86 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 226,07 miliar terutama
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal dan penambahan pinjaman
bank jangka panjang masing-masing sebesar Rp 56,55 miliar dan Rp 170,85 miliar
yang disertai dengan pembayaran pinjaman bank jangka pendek sebesar
Rp 1,25 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 72,39 miliar terutama
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal, penambahan pinjaman bank
jangka panjang, dan penambahan pinjaman bank jangka pendek masing-masing
sebesar Rp 4,00 miliar, Rp 68,58 miliar, dan Rp 12,47 miliar yang disertai dengan
pembayaran pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp 12,10 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 67,27 miliar terutama
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal, penambahan pinjaman bank
jangka panjang, dan penambahan pinjaman bank jangka pendek masing-masing
sebesar Rp 40,00 miliar, Rp 12,75 miliar, dan Rp 14,63 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SAM untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 9,89 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada pihak berelasi dan pembayaran bunga masing-masing
sebesar Rp 77,02 miliar dan Rp 7,86 miliar yang disertai dengan penerimaan uang
muka setoran modal sebesar Rp 75,00 miliar.




                                 55
Page 231
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 14
           PT Sitiagung Makmur
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan             30/06/25     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                              1,09         1,00         0,76         0,58         0,88         1,44
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                              0,31         0,26         0,10         0,11         0,05         0,10
           Ekuitas terhadap jumlah aset                        0,32         0,35         0,42         0,60         0,79         0,85
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset              0,68         0,65         0,58         0,40         0,21         0,15
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                  2,14         1,89         1,39         0,65         0,26         0,18
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                  63,89%       68,78%       56,06%       54,32%       19,03%       46,96%
           Marjin rugi usaha                                 -18,05%      -35,83%      -91,64%     -129,23%     -264,14%     -105,20%
           Marjin rugi bersih                                -39,28%      -47,34%      -86,48%     -120,41%     -287,89%     -117,69%
           Laba rugi usaha terhadap jumlah aset               -5,60%       -9,29%       -9,57%      -13,57%      -12,31%      -10,74%
           Imbal hasil aset                                  -12,19%      -12,28%       -9,03%      -12,65%      -13,41%      -12,02%
           Laba rugi usaha terhadap ekuitas                  -17,58%      -26,90%      -22,90%      -22,45%      -15,55%      -12,66%
           Imbal hasil ekuitas                               -38,24%      -35,55%      -21,61%      -20,92%      -16,95%      -14,17%




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SAM dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SAM. Pada tanggal-tanggal
           30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio perputaran
           jumlah aset masing-masing adalah 0,31; 0,26; 0,10; 0,11; 0,05; dan 0,10.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SAM
           terhadap jumlah aset SAM. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember
           2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah aset
           masing-masing adalah 0,32; 0,35; 0,42; 0,60; 0,79; dan 0,85.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan SAM untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
           2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,68;
           0,65; 0,58; 0,40; 0,21; dan 0,15, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
           masing-masing adalah 2,14; 1,89; 1,39; 0,65; 0,26; dan 0,18.




                                                          56
Page 232
VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SAM dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SAM dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Sitiagung Makmur

           Berikut adalah analisis common size SAM untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020.

           Ikhtisar common size SAM adalah sebagai berikut:
           Tabel 15
           PT Sitiagung Makmur
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan                     30/06/25        31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                                            6,31%        4,30%       2,83%       2,62%       9,34%      13,90%
           Piutang usaha - pihak ketiga                                  1,63%        1,02%       0,47%       0,24%       0,14%       0,42%
           Aset keuangan lancar lainnya                                  4,31%        5,17%       0,02%       2,48%       1,34%       0,43%
           Persediaan                                                    0,81%        0,93%       0,71%       0,16%       0,20%       0,40%
           Pajak dibayar di muka                                         2,49%        2,57%       3,93%       2,05%       0,59%       0,11%
           Beban dibayar di muka                                         0,79%        0,32%       0,93%       0,27%       0,10%       0,42%
           Taksiran tagihan pajak penghasilan                            0,00%        0,00%       0,88%       1,32%       1,45%       1,55%
           Uang muka                                                     0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,03%
           Jumlah Aset Lancar                                           16,35%       14,32%       9,77%       9,15%      13,16%      17,27%
           ASET TIDAK LANCAR
           Aset pajak tangguhan                                          5,24%        5,54%       3,42%       2,80%       1,51%       2,72%
           Properti investasi - neto                                    70,19%       71,74%      68,73%      82,45%      69,84%      73,03%
           Aset tetap - neto                                             5,76%        5,99%       4,20%       2,05%       3,47%       4,65%
           Aset hak guna - neto                                          1,41%        1,42%       1,24%       1,88%       2,04%       2,22%
           Uang muka pembelian                                           0,27%        0,20%      12,57%       1,55%       2,05%       0,01%
           Aset lain-lain                                                0,72%        0,72%       0,00%       0,03%       0,01%       0,01%
           Uang jaminan                                                  0,06%        0,06%       0,06%       0,09%       0,10%       0,11%
           Uang muka investasi                                           0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       7,82%       0,00%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                     83,65%       85,68%      90,23%      90,85%      86,84%      82,73%
           JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                                  57
Page 233
                       Keterangan                         30/06/25      31/12/24     31/12/23       31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                     1,26%         2,91%         0,74%         1,65%        2,00%        1,05%
Utang pajak                                                    0,62%         0,48%         0,34%         0,41%        0,38%        0,28%
Beban akrual                                                   2,13%         2,02%         1,65%         2,05%        1,45%        7,75%
Pinjaman bank jangka pendek                                    2,81%         2,73%         2,76%         4,13%        4,41%        0,00%
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya
  Pihak berelasi                                               0,00%         0,00%         0,03%         0,00%        0,00%        0,00%
  Pihak ketiga                                                 1,94%         1,73%         5,63%         7,61%        6,70%        2,89%
Bagian jangka pendek dari pinjaman jangka panjang:
  Utang bank                                                   6,13%         4,47%         1,66%         0,00%        0,00%        0,00%
Pendapatan Diterima di Muka - Bagian Lancar                    0,16%         0,00%         0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                15,06%       14,34%        12,81%        15,84%       14,93%       11,97%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Bank                                                         49,65%       49,76%        44,08%        21,61%        2,92%        0,00%
  Liabilitas sewa                                               0,35%        0,33%         0,27%         0,38%        0,41%        0,41%
Liabilitas imbalan kerja                                        1,05%        1,03%         1,05%         1,71%        2,60%        2,80%
Pendapatan diterima di muka jangka panjang                      2,02%        0,00%         0,00%         0,00%        0,00%        0,00%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               53,06%       51,12%        45,39%        23,70%        5,94%        3,21%
JUMLAH LIABILITAS                                              68,12%       65,45%        58,20%        39,54%       20,87%       15,17%
EKUITAS
Modal saham                                                   89,28%        82,55%         71,77%      107,29%      105,92%       88,04%
Tambahan modal disetor                                        10,55%        10,31%         10,35%       15,48%       17,03%       18,01%
Uang muka setoran modal                                        3,18%         5,22%         11,14%        1,10%       12,11%       24,01%
Defisit                                                      -71,12%       -63,53%        -51,46%      -63,30%      -55,82%      -45,17%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                        31,88%       34,55%        41,80%        60,57%       79,24%       84,89%
Kepentingan non-pengendali                                      0,00%        0,00%         0,00%        -0,11%       -0,10%       -0,07%
JUMLAH EKUITAS                                                 31,88%       34,55%        41,80%        60,46%       79,13%       84,83%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%       100,00%       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 16
PT Sitiagung Makmur
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024


                                                           30/06/25      31/12/24     31/12/23       31/12/22     31/12/21     31/12/20
                       Keterangan
                                                          (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)      (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan usaha                                             100,00%       100,00%       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%
Beban langsung                                                36,11%        31,22%        43,94%        45,68%       80,97%       53,04%
Laba bruto                                                    63,89%        68,78%         56,06%       54,32%       19,03%       46,96%
Beban penjualan                                              -10,91%       -21,88%        -15,83%       -6,09%       -5,38%      -12,12%
Beban umum dan administrasi                                  -50,29%       -57,48%        -93,94%      -98,72%     -189,27%     -109,39%
Penghasilan lainnya                                            1,98%         0,70%          1,18%        0,92%       14,41%       19,12%
Beban lain-lain                                              -22,72%       -25,95%        -39,11%      -79,67%     -102,92%      -49,76%
Rugi usaha                                                   -18,05%       -35,83%        -91,64%     -129,23%     -264,14%     -105,20%
Beban pajak final                                             -2,78%        -3,02%         -1,84%       -1,68%       -1,48%       -4,15%
Beban keuangan                                               -15,64%       -16,71%         -7,56%       -3,33%       -1,07%      -24,65%
Rugi sebelum pajak penghasilan                               -36,48%       -55,55%       -101,04%     -134,24%     -266,69%     -134,00%
Manfaat (beban) pajak penghasilan                             -2,80%         8,21%         14,56%       13,83%      -21,20%       16,31%
Rugi tahun berjalan                                          -39,28%       -47,34%        -86,48%     -120,41%     -287,89%     -117,69%
Penghasilan (rugi) komprehensif lainnya                       -0,14%        -0,04%         -0,98%        0,71%        5,43%       -2,04%
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                      -39,42%       -47,38%        -87,46%     -119,69%     -282,47%     -119,73%
Rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                       -39,28%       -47,34%        -86,37%     -120,27%     -287,01%     -117,30%
 Kepentingan non-pengendali                                    0,00%         0,00%         -0,12%       -0,13%       -0,89%       -0,39%




                                                          58
Page 234
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Perhotelan

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan SAM, yaitu
          PT Indonesian Paradise Property Tbk, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk, dan
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang
          berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020.

          Ikhtisar common size untuk PT Indonesian Paradise Property Tbk, PT Hotel Sahid
          Jaya International Tbk, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk masing-masing adalah
          sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Indonesian Paradise Property Tbk
          Tabel 17
          PT Indonesian Paradise Property Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                 Keterangan                      30/06/25*       31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            8,47%        3,72%       4,49%       6,62%       5,78%       5,72%
          Piutang usaha - pihak ketiga - neto                           0,47%        0,65%       0,52%       0,66%       0,64%       0,47%
          Piutang non-usaha
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
            Pihak ketiga                                                0,13%        0,12%       0,17%       0,23%       0,23%       0,32%
          Persediaan                                                    7,44%        9,40%      14,75%      13,89%      12,38%       2,41%
          Pajak dibayar di muka                                         1,38%        1,27%       1,07%       0,87%       0,94%       0,67%
          Beban dibayar di muka dan uang muka                           0,62%        0,40%       0,58%       0,39%       0,65%       0,28%
          Jumlah Aset Lancar                                           18,52%       15,56%      21,59%      22,67%      20,61%       9,87%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi saham                                               0,00%        0,00%       0,00%       0,00%      45,40%      53,24%
          Investasi pada dana investasi real estate                    33,68%       35,14%      34,92%      35,56%       0,00%       0,00%
          Investasi pada entitas asosiasi                               7,40%        7,92%       8,38%       8,61%       0,00%       0,00%
          Aset pajak tangguhan                                          0,43%        1,43%       1,43%       1,27%       1,16%       1,02%
          Aset tetap - neto                                            17,75%       18,47%      17,08%      16,43%      16,29%      24,77%
          Properi Investasi - neto                                     19,88%       18,96%      13,64%      12,34%      13,15%       8,99%
          Aset hak guna                                                 1,21%        1,32%       1,49%       1,50%       1,64%       1,94%
          Dana yang dibatasi penggunaannya                              0,35%        0,31%       0,40%       0,44%       0,59%       0,06%
          Goodwill                                                      0,57%        0,70%       1,00%       1,02%       1,04%       0,10%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,22%        0,19%       0,07%       0,15%       0,11%       0,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     81,48%       84,44%      78,41%      77,33%      79,39%      90,13%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                 59
Page 235
                        Keterangan                             30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                          0,40%        0,42%        1,02%        0,95%        0,99%        0,20%
Utang non-usaha – pihak ketiga                                      1,29%        0,45%        3,18%        0,42%        0,61%        0,09%
Utang pajak                                                         0,29%        0,25%        0,21%        0,13%        0,10%        0,06%
Beban akrual                                                        1,45%        0,88%        0,70%        1,22%        0,59%        0,48%
Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka                 1,43%        1,29%        1,37%        1,26%        4,35%        1,36%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                        2,01%        4,66%        4,72%        3,20%        1,68%        0,44%
  Sewa                                                              0,07%        0,07%        0,07%        0,05%        0,05%        0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     6,94%        8,01%       11,27%        7,24%        8,38%        2,66%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang non-usaha - pihak ketiga                                      0,00%        0,00%        0,00%        3,39%        3,85%        0,00%
Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka                 7,01%        9,49%       10,30%        9,75%        6,95%        3,45%
Uang jaminan penyewa                                                1,20%        1,15%        1,04%        1,01%        0,85%        0,85%
Liabilitas imbalan pascakerja                                       0,29%        0,28%        0,29%        0,23%        0,16%        0,30%
Liabilitas pajak tangguhan                                          0,17%        0,01%        0,01%        0,01%        0,01%        0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                        12,49%      15,91%       13,28%       15,44%       15,99%       17,05%
  Utang obligasi                                                     4,92%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Sewa                                                               0,31%       0,35%        0,36%        0,30%        0,32%        0,30%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    26,37%      27,19%       25,29%       30,13%       28,12%       21,96%
JUMLAH LIABILITAS                                                   33,31%      35,20%       36,56%       37,36%       36,50%       24,62%
EKUITAS
Modal saham                                                         11,00%      11,51%       11,97%       12,20%       12,46%       14,60%
Tambahan modal disetor                                              19,31%      20,22%       21,02%       21,43%       21,89%       25,65%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan
  kepentingan nonpengendali                                         -0,75%      -0,22%       -0,23%       -0,37%       -0,37%       -0,44%
Saldo laba                                                          29,36%      26,87%       24,32%       23,65%       23,87%       28,15%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              58,92%      58,37%       57,07%       56,92%       57,86%       67,96%
Kepentingan non-pengendali                                           7,77%       6,43%        6,37%        5,72%        5,64%        7,42%
JUMLAH EKUITAS                                                      66,69%      64,80%       63,44%       62,64%       63,50%       75,38%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

*) Tidak Diaudit


Tabel 18
PT Indonesian Paradise Property Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                        Keterangan                             30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

Pendapatan neto                                                   100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                             44,40%       34,35%       34,31%       39,65%       43,51%       37,66%
Laba bruto                                                         55,60%        65,65%       65,69%       60,35%       56,49%       62,34%
Beban penjualan dan pemasaran                                      -5,16%        -6,42%       -6,63%       -6,65%       -7,95%       -4,11%
Beban umum dan administrasi                                       -32,83%       -37,94%      -36,86%      -35,86%      -59,48%      -67,51%
Beban pajak final                                                  -3,77%        -4,89%       -4,61%       -4,71%       -5,98%       -6,26%
Pendapatan operasi lainnya - neto                                   0,25%        10,37%        0,30%        4,57%        6,90%        3,06%
Laba usaha                                                          14,10%       26,77%       17,89%       17,70%      -10,02%      -12,48%
Penghasilan keuangan                                                 1,41%        1,06%        1,07%        0,87%        0,97%        2,02%
Beban keuangan                                                      -8,63%      -17,67%      -17,78%      -15,54%      -11,36%      -10,15%
Pendapatan dividen                                                   6,80%        8,14%       13,08%        8,53%        7,58%       10,78%
Laba (rugi) selisih kurs - neto                                     -0,11%       -0,15%        0,24%       -3,61%        0,51%       -0,37%
Laba penjualan investasi saham                                      59,09%        0,00%        0,13%        0,00%        0,00%        3,39%
Bagian atas laba (rugi) investasi                                   -0,74%       15,68%       -0,12%       -2,83%       -0,56%      -58,49%
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan              71,92%       33,82%       14,51%        5,12%       -12,88%      -65,31%
Pajak kini                                                         -1,79%        0,00%        0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
Beban pajak tangguhan                                             -12,72%        0,00%        0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
Manfaat pajak penghasilan                                           0,00%        0,46%        1,51%        1,06%         6,02%        6,74%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                  57,41%      34,28%       16,03%         6,17%       -6,86%      -58,57%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 0,00%       0,43%       -0,01%        -0,41%        1,51%       -0,44%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan              57,41%      34,71%       16,02%        5,77%        -5,35%      -59,01%

*) Tidak Diaudit




                                                               60
Page 236
VI.C.2.   PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Tabel 19
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan                       30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                              0,28%       0,24%        0,51%        1,09%       0,44%       0,27%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                    0,66%       0,66%        0,85%        0,68%       0,48%       0,80%
          Persediaan                                                     17,46%      17,21%       17,00%       16,40%      15,89%      14,93%
          Uang muka pembelian                                             0,03%       0,01%        0,17%        0,08%       0,01%       0,00%
          Biaya dibayar di muka                                           0,06%       0,02%        0,04%        0,01%       0,03%       0,06%
          Pajak dibayar di muka                                           0,00%       0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                             18,49%      18,15%       18,56%       18,26%      16,85%      16,07%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang pihak berelasi                                          3,07%       3,05%        3,97%        4,88%       5,40%       5,13%
          Penyertaan saham                                                0,00%       0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       2,99%
          Aset pajak tangguhan                                            0,19%       0,16%        0,16%        0,17%       0,82%       0,84%
          Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan            78,25%      78,64%       76,31%       75,72%      75,05%      72,97%
          Aset lain-lain                                                  0,00%       0,00%        0,99%        0,96%       1,88%       2,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                       81,51%      81,85%       81,44%       81,74%      83,15%      83,93%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%      100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                   Keterangan                       30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha
            Pihak ketiga                                                 2,79%        1,11%        0,89%        1,20%       0,95%       1,45%
            Pihak berelasi                                               1,99%        0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,13%
          Utang pajak                                                    0,88%        0,78%        0,38%        0,15%       0,76%       0,32%
          Beban akrual                                                   0,21%        0,22%        0,28%        0,23%       0,32%       0,35%
          Pendapatan diterima dimuka                                     0,11%        0,33%        0,41%        0,27%       0,23%       0,36%
          Utang jaminan                                                  1,14%        2,18%        1,17%        1,14%       0,65%       0,65%
          Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Utang bank                                                   5,07%        6,11%        4,55%        4,32%       0,91%       4,11%
            Utang sewa pembiayaan                                        0,01%        0,02%        0,01%        0,01%       0,00%       0,00%
          Utang jangka pendek lainnya                                    0,25%        0,35%        0,27%        0,21%       0,15%       0,18%
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                12,45%      11,09%        7,96%        7,53%       3,98%       7,55%
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
            yang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Utang bank                                                   28,80%      28,42%       30,89%       30,95%      33,72%      28,53%
            Utang sewa pembiayaan                                         0,03%       0,03%        0,01%        0,02%       0,00%       0,00%
          Liabilitas imbalan kerja                                        0,22%       0,22%        0,19%        0,25%       1,84%       2,15%
          Utang jangka panjang lainnya                                    0,36%       0,42%        0,86%        1,26%       0,04%       0,04%
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               29,40%      29,09%       31,95%       32,48%      35,61%      30,72%
          JUMLAH LIABILITAS                                              41,85%      40,17%       39,91%       40,00%      39,58%      38,27%
          EKUITAS
          Modal saham                                                   45,57%        44,83%       44,27%      42,93%      41,62%      39,14%
          Agio saham                                                     2,05%         2,02%        1,99%       1,93%       1,87%       1,76%
          Selisih penilaian aset dan liabilitas                         24,75%        24,35%       24,05%      23,32%      22,61%      22,17%
          Saldo laba                                                   -14,23%       -11,37%      -10,22%      -8,18%      -5,69%      -1,34%
          JUMLAH EKUITAS                                                 58,15%      59,83%       60,09%       60,00%      60,42%      61,73%
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%      100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                    61
Page 237
          Tabel 20
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                                  Keterangan                     30/06/25*       31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          Pendapatan usaha                                             100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok penjualan                                         40,60%        37,23%      37,34%       36,49%       33,00%       16,44%
          Laba kotor                                                    59,40%        62,77%       62,66%       63,51%       67,00%       83,56%
          Beban penjualan                                                0,00%        -1,76%       -2,00%       -2,14%       -2,30%       -0,76%
          Beban umum dan administrasi                                  -87,69%       -53,03%      -63,65%      -86,92%     -116,34%     -160,31%
          Beban lain-lain                                              -45,00%        -0,10%       -0,03%       -0,03%       -0,20%        0,05%
          Pendapatan keuangan                                            0,00%         0,06%        0,04%        0,31%        0,07%        0,08%
          Beban keuangan                                                 0,00%       -16,08%      -14,73%       -9,59%       -8,67%      -13,68%
          Bagian laba (rugi) entitas asosiasi                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       -1,44%
          Rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan               -73,30%        -8,15%      -17,73%      -34,86%      -60,43%      -92,51%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan neto                         0,79%         0,00%        0,05%        0,24%        0,25%       -0,86%
          Rugi periode/tahun berjalan                                  -72,51%        -8,15%      -17,67%      -34,62%      -60,19%      -93,37%
          Penghasilan komprehensif lain                                  0,00%         0,01%        0,72%        1,17%        6,92%        8,77%
          Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan              -72,51%        -8,14%      -16,96%      -33,44%      -53,26%      -84,60%

          *) Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
          Tabel 21
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                  Keterangan                     30/06/25        31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            5,23%        11,75%        6,87%        0,37%        0,24%        0,12%
          Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                0,00%         0,00%        4,10%        0,00%        0,00%        0,00%
          Piutang usaha
            Pihak ketiga - neto                                         0,36%         0,53%        0,58%        0,54%        0,08%        0,09%
            Pihak berelasi                                              0,00%         0,00%        0,00%        0,14%        0,08%        0,03%
          Piutang lain-lain
            Pihak ketiga - neto                                         0,02%         0,14%        1,14%        2,79%        2,15%        4,92%
            Pihak berelasi - neto                                       0,17%         0,17%        0,64%        1,04%        1,16%        0,86%
          Persediaan                                                    0,16%         0,19%        0,25%        0,12%        0,04%        0,05%
          Biaya dibayar di muka                                         0,38%         0,22%        0,25%        0,20%        0,08%        0,06%
          Pajak dibayar di muka                                         0,01%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                            6,33%        13,00%       13,83%        5,20%        3,84%        6,14%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi - neto                        4,26%         6,35%        1,45%        1,48%        0,26%        0,21%
          Aset real estat - neto                                        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       13,60%
          Aset tetap - neto                                            73,93%        71,42%       66,04%       57,67%       58,82%       49,80%
          Aset hak guna - neto                                          0,84%         0,85%        1,13%        1,18%        1,30%        1,16%
          Aset dalam pembangunan - neto                                 7,38%         7,13%       10,12%       18,87%       18,70%       14,06%
          Aset tidak lancar lainnya - neto                              7,27%         1,24%        7,43%       15,60%       17,08%       15,02%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     93,67%        87,00%       86,17%       94,80%       96,16%       93,86%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                                 62
Page 238
                       Keterangan                              30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pihak berelasi                                                0,00%        5,69%        0,01%        0,35%        0,38%        0,25%
Utang usaha                                                         0,68%        0,69%        0,50%        0,40%        0,68%        0,51%
Utang lain-lain                                                     0,50%        0,43%        2,52%       10,14%        5,03%        7,32%
Beban yang masih harus dibayar                                      0,80%        0,54%        1,54%       35,49%       25,44%       13,20%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                              0,18%        0,26%        0,26%        0,69%        0,71%        0,46%
Utang pajak                                                         0,24%        0,20%        0,39%        1,23%        1,91%        1,12%
Uang muka pelanggan                                                 1,68%        1,52%        1,49%        2,06%        1,74%        2,19%
Utang bank jangka pendek                                            0,00%        0,00%        4,10%        0,00%        0,00%        0,00%
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu
  tahun:
  Utang pinjaman                                                    0,00%        0,00%        4,17%       45,09%        5,37%        4,39%
  Pinjaman bank                                                     1,62%        1,44%        1,21%       15,98%       55,02%       45,49%
  Liabilitas sewa                                                   0,06%        0,05%        0,06%        0,08%        0,11%        0,08%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     5,76%       10,80%       16,27%      111,53%       96,37%       75,01%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang pinjaman                                                     1,54%       3,37%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Pinjaman bank                                                     21,15%      21,10%       26,64%        0,00%        0,00%        3,23%
  Liabilitas sewa                                                    0,04%       0,03%        0,04%        0,05%        0,02%        0,09%
Liabilitas imbalan pasca kerja                                       1,04%       0,89%        1,07%        0,98%        1,66%        1,39%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    23,76%      25,38%       27,76%        1,03%        1,68%        4,72%
JUMLAH LIABILITAS                                                   29,53%      36,18%       44,02%      112,55%       98,05%       79,73%
EKUITAS
Modal saham                                                        50,69%        48,59%       60,27%       18,47%       18,28%       14,96%
Tambahan modal disetor - neto                                      23,56%        22,58%       28,01%       18,75%       18,56%       15,18%
Saldo laba (defisit)                                              -61,55%       -62,83%      -78,42%      -74,57%      -64,38%      -37,44%
Selisih atas akuisisi kepentingan non-pengendali                   -0,01%        -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%
Penghasilan komprehensif lain - neto                               57,64%        55,31%       45,99%       34,33%       33,89%       27,59%
Uang muka setoran modal                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        3,88%        3,18%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              70,33%      63,64%       55,84%        -3,03%      10,23%       23,46%
Kepentingan non-pengendali                                           0,15%       0,17%        0,14%        -9,52%      -8,28%       -3,18%
JUMLAH EKUITAS                                                      70,47%      63,82%       55,98%       -12,55%       1,95%       20,27%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 22
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                       Keterangan                              30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

Pendapatan                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                            32,18%        29,41%       28,57%       28,92%       44,71%       53,34%
Laba bruto                                                         67,82%        70,59%       71,43%       71,08%       55,29%       46,66%
Beban penjualan                                                    -6,48%        -6,22%       -7,21%       -7,58%       -9,93%      -15,47%
Beban umum dan administrasi                                       -34,63%       -31,82%      -45,87%      -42,94%     -147,98%     -149,45%
Beban operasional, pembangunan, pemeliharaan dan energi            -7,72%        -7,27%       -9,73%      -13,56%      -23,82%      -26,46%
Beban manajemen dan lisensi                                        -4,94%        -5,15%       -5,10%       -4,96%       -4,20%       -3,94%
Penurunan nilai dari aset dalam pembangunan, aset tetap,
  neto dan uang muka pembelian saham                                0,00%        -5,00%      -42,27%       -2,44%       17,41%    -1428,65%
Pemulihan kerugian di atas nilai investasi entitas anak             0,00%         0,00%       36,61%        0,00%     -163,99%        0,00%
Pendapatan (beban) operasional lain                                 0,04%         3,73%        3,68%       -6,08%      -30,27%        5,29%
Laba (rugi) usaha                                                  14,09%        18,87%        1,53%       -6,47%     -307,50%    -1572,03%
Bagian laba (rugi) neto pada entitas asosiasi                      46,42%        -2,79%        0,26%        0,00%        0,00%        0,00%
Pendapatan keuangan                                                 0,88%         0,35%       13,89%        3,74%        0,00%        2,20%
Beban keuangan                                                    -11,98%       -13,07%      -11,26%      -84,58%     -280,88%     -166,72%
Laba (rugi) selisih kurs, neto                                     -0,23%        -0,41%        0,20%        0,00%        0,00%        0,00%
Laba (rugi) sebelum pajak final dan beban pajak penghasilan         49,17%        2,94%        4,62%      -87,31%     -588,38%    -1736,55%
Pajak final                                                         -0,18%       -0,07%       -0,01%        0,00%        0,00%       -0,44%
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan                         49,00%        2,87%       4,61%       -87,31%     -588,38%    -1736,99%
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                    0,00%       -0,13%       0,00%        -0,71%        0,62%      -14,84%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                  49,00%       2,74%        4,61%       -88,02%     -587,75%    -1751,83%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                -0,77%     108,70%       41,11%         0,73%        4,67%     -340,07%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan              48,23%     111,44%       45,72%       -87,28%     -583,08%    -2091,90%
Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                             48,83%       2,74%         9,53%      -78,51%     -564,32%    -1328,09%
  Kepentingan non-pengendali                                         0,16%       0,36%        -4,92%       -9,51%      -23,43%     -423,74%




                                                               63
Page 239
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, SAM tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap SAM adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Persaingan Usaha

         Dalam menjalankan kegiatan opersionalnya, SAM tidak terlepas dari risiko
         persaingan usaha. Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan usaha meliputi
         jenis dan harga kamar (room rate), fasilitas yang tersedia, lokasi yang strategis,
         serta kualitas pelayanan yang diberikan. SAM harus mampu mengembangkan
         fasilitas yang dimiliki agar dapat memberikan kepuasan kepada tamu hotel serta
         menarik tamu-tamu baru di tengah ketatnya persaingan industri perhotelan.

VII.B.   Risiko Gangguan Keamanan

         Bidang usaha SAM, yaitu penyewaan villa, erat kaitannya dengan kondisi
         keamanan dalam negeri. Adanya beberapa negara yang mengeluarkan peringatan
         (travel warning) bagi warganya untuk bepergian ke Indonesia akan mempengaruhi
         jumlah wisatawan internasional. Berkurangnya jumlah wisatawan asing yang
         datang ke Indonesia akan berdampak pada penurunan tingkat hunian (occupancy
         rate). Kondisi keamanan negeri juga akan mempengaruhi wisatawan domestik, di
         mana kondisi keamanan yang buruk akan mendorong masyarakat Indonesia untuk
         tidak bepergian atau berlibur.

VII.C.   Risiko Ekonomi

         Kegiatan usaha SAM juga rentan terhadap kondisi ekonomi domestik maupun
         global. Perubahan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kesehatan ekonomi
         Indonesia dapat berpengaruh negatif dan merugikan bisnis dengan berbagai cara,
         terutama berdampak pada tingkat hunian SAM. Penurunan pertumbuhan ekonomi,
         inflasi tinggi, serta melemahnya daya beli masyarakat dapat menekan permintaan
         layanan akomodasi. Selain itu, biaya operasional yang tinggi dan bersifat tetap
         seperti gaji karyawan, utilitas, dan pemeliharaan dapat meningkatkan risiko
         kerugian apabila pendapatan menurun signifikan.

VII.D.   Risiko Politik dan Sosial

         Perkembangan usaha SAM dapat terpengaruh oleh adanya perubahan kondisi
         politik dan sosial, meningkatnya pengawasan oleh otoritas, dan perkembangan
         politik yang berkaitan dengan industri perhotelan dan pariwisata. Kebijakan atau
         larangan baru dari pemerintah Indonesia dapat berpotensi membatasi ruang gerak
         SAM, sehingga SAM harus menyusun strategi yang tepat untuk terus
         mengembangkan bisnisnya.




                                           64
Page 240
VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha SAM tidak terlepas dari ancaman
         bencana alam, seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi, tsunami, banjir,
         kebakaran baik karena faktor alam maupun human error, dan berbagai bencana
         lainnya yang dapat memberikan dampak negatif secara material terhadap kegiatan
         usaha dan kondisi keuangan SAM.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Hukum dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah
         dapat mempengaruhi SAM dalam menjalankan kegiatan usahanya. Meskipun
         SAM memiliki keyakinan bahwa dalam menjalankan kegiatan usahanya, SAM
         telah mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, pemenuhan kewajiban atas
         peraturan-peraturan baru atau perubahannya atau interpretasinya maupun
         pelaksanaannya, serta perubahan terhadap interpretasi atau pelaksanaan hukum
         dan peraturan perundang-undangan yang telah ada, dapat berdampak material
         terhadap kegiatan dan kinerja operasional SAM.

         Apabila SAM tidak mematuhi hukum dan peraturan perundang-undangan yang
         berlaku, maka SAM dapat dikenakan sanksi perdata, termasuk denda, hukuman
         serta sanksi-sanksi pidana lainnya. Selain itu perubahan hukum, peraturan
         ketenagakerjaan dan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai
         upah minimum dan kebebasan serikat pekerja juga dapat mengakibatkan
         meningkatnya permasalahan dalam hubungan industrial, sehingga dapat
         berdampak material pada kegiatan operasional SAM. Terjadinya perubahan
         mengenai upah minimum SAM tentu akan mempengaruhi kinerja keuangan SAM,
         sehingga SAM harus beradaptasi untuk menyesuaikan kegiatan usahanya
         berdasarkan kinerja keuangan yang baru. Dengan demikian, apabila SAM tidak
         dapat beradaptasi, SAM dapat mengalami kerugian, baik dari kegiatan usaha
         maupun kinerja keuangannya.




                                         65
Page 241
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              66
Page 242
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif II,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            II. Prospek II di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha
            serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh manajemen yang telah kami
            kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian
            singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak
            nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang
            bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              67
Page 243
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset
bersih (adjusted net asset method), metode pembanding perusahaan tercatat di
bursa efek (guideline publicly traded company method), dan metode kapitalisasi
kelebihan pendapatan (capitalized excess earning method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
dilaksanakan oleh II di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha II. Dalam melaksanakan penilaian dengan
metode ini, operasi II diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan
usaha II. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai
kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah
jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
(berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian
ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi
mengenai perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun
diperkirakan data saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai
data perbandingan atas nilai saham yang dimiliki oleh SAM dan USR.

Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian II
merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan
metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya
riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar
langganan, juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh
dengan melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai
pasar ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara
nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah disesuaikan.

Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang
dinilai. Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan
merupakan kelebihan pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai
aset takberwujud kemudian dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan
pendapatan tersebut dengan tingkat kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya
adalah menghitung indikasi nilai pasar saham dengan menjumlahkan nilai aset
berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.




                                   68
Page 244
          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan SAM. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa SAM adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).




                                             69
Page 245
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi SAM.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari SAM.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional SAM.
          4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan II yang telah disiapkan
             oleh pihak manajemen II.
          5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
             tersebut.
          6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan, metode penyesuaian aset
             bersih dengan pendekatan aset, metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
             dengan pendekatan aset, dan metode pembanding perusahaan tercatat di
             bursa efek dengan pendekatan pasar.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SAM
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SAM. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
          tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            70
Page 246
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas, metode
        penyesuaian aset bersih, metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek,
        dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan
        dibahas penentuan nilai pasar dengan metode penyesuaian aset bersih dan
        metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, baru kemudian dilanjutkan
        dengan metode diskonto arus kas dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.




                                         71
Page 247
Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
tersebut untuk diperdagangkan.

Untuk penilaian atas SAM, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025 yang didasarkan pada proyeksi laporan
keuangan SAM yang disusun oleh manajemen SAM, maka diperkirakan telah
dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh karena itu
atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian
terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon
likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan
sebagai berikut:

•   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
    bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
•   SAM merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
    (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
    Indonesia.




                                 72
Page 248
IX.B.     Nilai Pasar Objek Penilaian

IX.B.1.   Nilai Pasar 100,000000% Saham SAM Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
          Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan nilai pasar 100,000000% saham SAM adalah metode penyesuaian
          aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
          pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
          harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
          yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar dengan
          rincian sebagai berikut:

          •   Nilai pasar atas properti investasi yang telah dinilai oleh KJPP SRR
              sebagaimana               tertuang             dalam             laporannya
              No. 00415/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025,
              dimana nilai pasar atas properti investasi pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
              sebesar Rp 843,59 miliar.

          •   Indikasi nilai pasar atas investasi pada entitas anak yang dihitung berdasarkan
              metode diskonto arus kas, metode penyesuaian aset bersih, metode
              pembanding perusahaan tercatat di bursa efek dan metode kapitalisasi
              kelebihan pendapatan sebesar negatif Rp 26,77 miliar.

          Apabila nilai pasar atas properti investasi dan aset tetap tersebut direfleksikan
          dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset SAM adalah sebesar
          Rp 1.009,34 miliar, sedangkan jumlah liabilitas SAM adalah tetap, yaitu sebesar
          Rp 359,04 miliar.

          Indikasi nilai pasar 100,00% saham SAM kemudian diperoleh dengan menghitung
          selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
          100,00% saham SAM sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
          Rp 650,30 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
          100,000000% saham SAM adalah sebesar Rp 390,18 miliar. Dengan demikian,
          nilai pasar 100,000000% saham SAM berdasarkan metode penyesuaian aset
          bersih adalah sebesar Rp 390,18 miliar.




                                              73
Page 249
Perincian perhitungan nilai pasar 100,000000% saham SAM                                                  dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 23
PT Sitiagung Makmur
Nilai Pasar 100,000000% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                    30/06/25      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                         9.599                 -           9.599
Aset keuangan lancar lainnya
  Pihak berelasi                                                         136.347                 -        136.347
  Pihak ketiga                                                                 2                 -              2
Pajak dibayar di muka                                                     13.307                 -         13.307
Biaya dibayar di muka                                                      1.082                 -          1.082
Jumlah Aset Lancar                                                       160.338                 -        160.338
ASET TIDAK LANCAR
Properti investasi                                                       358.037        485.548           843.585
Aset tetap                                                                     8             (8)                -
Aset hak guna                                                                870              -               870
Uang jaminan                                                                 332              -               332
Aset lain-lain                                                             3.824              -             3.824
Uang muka pembelian                                                          392              -               392
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 363.463        485.540           849.004
JUMLAH ASET                                                              523.802        485.540          1.009.342
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek                                               14.989                 -         14.989
Utang usaha - pihak ketiga                                                 2.393                 -          2.393
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya                                 16.253                 -         16.253
Utang pajak                                                                   25                 -             25
Beban akrual                                                               1.066                 -          1.066
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun:
  Utang bank                                                              32.718                 -         32.718
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           67.442                 -         67.442
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
   yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang bank                                                             264.826               -          264.826
Tanggungan rugi pada investasi pada entitas anak                          32.957          (6.178)          26.778
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         297.783          (6.178)         291.605
JUMLAH LIABILITAS                                                        365.225          (6.178)         359.047
EKUITAS                                                                  158.576        491.718           650.295
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                            523.802        485.540          1.009.342

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                         650.295
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                          (260.118)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                                             390.177




                                                     74
Page 250
IX.B.2.   Nilai Pasar 100,000000% Saham SAM Berdasarkan Metode Pembanding
          Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan nilai pasar 100,000000% saham SAM adalah metode pembanding
          perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode penilaian yang
          didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi nilai pasar saham
          ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi dari perusahaan
          sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari perusahaan
          pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).

          Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
          sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
          variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
          (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

          Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
          saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
          perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
          seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
          equity), P/EBITDA (price/earnings before interest, tax, depreciation, and
          amortization), MVIC/S (market value of invested capital/sales), MVIC/BVIC
          (market value of invested capital/book value of invested capital), MVIC/EBITDA
          (market value of invested capital/earnings before interest, tax, depreciation, and
          amortization) dan sebagainya.

          Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
          publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
          penentuan perusahaan pembanding:
          Tabel 24
          Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1

                                                                                                                                                     Sejenis
                       Keterangan                     Industri           Kegiatan Usaha               Produk             Risiko Usaha
                                                                                                                                                       (√ / -)
          PT Sitiagung Makmur                         Perhotelan             Perhotelan              Perhotelan    Terkait industri perhotelan
          PT MNC Tourism Indonesia Tbk                Perhotelan             Perhotelan              Perhotelan    Terkait industri perhotelan           √
          Shangri-la Asia Limited                     Perhotelan             Perhotelan              Perhotelan    Terkait industri perhotelan           √
          PT Eastparc Hotel Tbk                       Perhotelan             Perhotelan              Perhotelan    Terkait industri perhotelan           √
          PT Red Planet Indonesia Tbk                 Perhotelan             Perhotelan              Perhotelan    Terkait industri perhotelan           √
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk                  Perhotelan             Perhotelan              Perhotelan    Terkait industri perhotelan           √
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk       Perhotelan             Perhotelan              Perhotelan    Terkait industri perhotelan           √
          PT Indonesian Paradise Property Tbk         Perhotelan             Perhotelan              Perhotelan    Terkait industri perhotelan           √
          PT Surya Permata Andalan Tbk                Perhotelan             Perhotelan              Perhotelan    Terkait industri perhotelan           √



          Tabel 25
          Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2

                                                                     Rata-rata Pertumbuhan                                                  Sejenis
                           Keterangan                                                                              DER
                                                             Pendapatan                   Laba Bersih                                        (√ / -)
          PT Sitiagung Makmur                                      16,95%                   -2,97%                213,65%
          PT MNC Tourism Indonesia Tbk                               8,91%                  27,95%                25,43%                         –
          Shangri-la Asia Limited                                   -3,35%                  -30,28%               160,88%                        √
          PT Eastparc Hotel Tbk                                    -13,82%                  -27,28%                4,40%                         –
          PT Red Planet Indonesia Tbk                               -9,19%                  64,50%                17,33%                         –
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk                                -6,48%                 1571,81%               41,90%                         √
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk                    -41,92%                  416,94%               71,98%                         √
          PT Indonesian Paradise Property Tbk                      33,18%                   139,51%               49,95%                         √
          PT Surya Permata Andalan Tbk                             -15,64%                 -374,79%                0,43%                         –




                                                                      75
Page 251
Tabel 26
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3

                                                     Rata-rata Margin                                                  Sejenis
                Keterangan                                                             ROA          ROE
                                                 EBIT               EAT                                                 (√ / -)
PT Sitiagung Makmur                             -26,94%            -43,31%            -12,19%      -38,24%
PT MNC Tourism Indonesia Tbk                    10,09%             41,71%               2,37%       2,98%                 –
Shangri-la Asia Limited                         13,03%               7,20%              0,89%       2,31%                 √
PT Eastparc Hotel Tbk                           38,98%             31,10%               5,11%       5,33%                 –
PT Red Planet Indonesia Tbk                     -15,25%            -17,89%             -3,00%      -3,52%                 √
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk                      16,48%             25,87%               8,02%      11,37%                 –
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk           -10,16%            -40,33%             -5,35%      -9,20%                 √
PT Indonesian Paradise Property Tbk             20,43%             44,66%               9,85%      14,76%                 –
PT Surya Permata Andalan Tbk                     -7,79%             -7,57%             -0,41%      -0,41%                 √




Tabel 27
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5

                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Sejenis                            Sejenis
                       Keterangan                              Total Aset                        Pangsa Pasar
                                                                                       (√ / -)                            (√ / -)
PT Sitiagung Makmur                                                        533.439                           366.892
PT MNC Tourism Indonesia Tbk                                             36.578.247      –              16.389.598            –
Shangri-la Asia Limited                                                 234.591.359      –              31.777.963            –
PT Eastparc Hotel Tbk                                                       494.409      √                 392.009            √
PT Red Planet Indonesia Tbk                                                 384.264      √                 331.239            √
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk                                                2.030.865      –               1.503.105            –
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk                                     1.228.093      √                 766.738            √
PT Indonesian Paradise Property Tbk                                      10.169.252      –               9.058.207            –
PT Surya Permata Andalan Tbk                                                803.152      √               1.160.161            √



Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali MVIC/BVIC sebesar 1,02 dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 28
PT Sitiagung Makmur
Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Perusahaan                                     MVIC            BVIC             MVIC/BVIC

PT MNC Tourism Indonesia Tbk                                                      21.314.550     34.086.124                       0,63
Shangri-la Asia Limited (dalam ribuan USD)                                         9.223.117     12.792.062                       0,72
PT Eastparc Hotel Tbk                                                                393.509        475.079                       0,83
PT Red Planet Indonesia Tbk                                                          337.380        333.656                       1,01
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk                                                         1.998.003      1.926.111                       1,04
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk                                              1.183.129      1.130.469                       1,05
PT Indonesian Paradise Property Tbk                                               11.042.369      8.766.139                       1,26
PT Surya Permata Andalan Tbk                                                       1.160.161        799.705                       1,45
Median                                                                                                                            1,02




                                                           76
Page 252
Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 70,00%.

Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio investasi. Berdasarkan
POJK 35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan
rasio investasi maka dapat mempergunakan rasio market value of invested capital
to gross cash flow before depreciation and taxes (MVIC/GCF), market value of
invested capital to sales (MVIC/sales), market value of invested capital to earning
before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), market value
of invested capital to earning before interes and, taxes (MVIC/EBIT), dan/atau
market value of invested capital to book value invested capital (MVIC/BVIC).
Sesuai dengan kegiatan usaha SAM dalam bidang bidang pembangunan, real
estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian, perindustrian, perbengkelan, jasa
dan investasi. Saat ini kegiatan utama SAM adalah melakukan penjualan vila yang
dikomersilkan dengan nama Umana Bali, LXR Hotels and Resort, maka rasio
ekuitas yang sesuai digunakan dalam penilaian SAM adalah MVIC/BVIC (market
value of invested capital/book value invested capital).

Berdasarkan laporan keuangan SAM untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2025, BVIC SAM adalah sebesar Rp 471,11 miliar. Pada
tanggal 30 Juni 2025, SAM memiliki liabilitas jangka panjang berupa pinjaman
bank jangka panjang dan utang bank masing-masing sebesar Rp 14,99 miliar dan
Rp 297,54 miliar. Dengan mengurangkan liabilitas jangka panjang tersebut, maka
indikasi nilai pasar 100,00% saham minoritas SAM adalah sebesar
Rp 170,00 miliar. Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar 70,00%, maka
indikasi nilai pasar 100,00% saham SAM sebelum diskon likuiditas pasar adalah
sebesar Rp 289,00 miliar. Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, SAM memiliki
indikasi nilai pasar atas investasi pada entitas anak yang dihitung berdasarkan
metode diskonto arus kas, metode penyesuaian aset bersih, metode pembanding
perusahaan tercatat di bursa efek, dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
sebesar negatif Rp 26,77 miliar. Dengan menambahkan indikasi nilai pasar atas
investasi pada entitas anak tersebut, maka indikasi nilai pasar 100,00% saham
SAM sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 262,22 miliar. Dengan
diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,000000% saham
SAM adalah sebesar Rp 157,33 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 100,000000%
saham SAM berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek
adalah sebesar Rp 157,33 miliar.




                                  77
Page 253
          Perincian perhitungan nilai pasar 100,000000% saham SAM dengan
          menggunakan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
          sebagai berikut:

          Tabel 29
          PT Sitiagung Makmur
          Nilai Pasar 100,000000% Saham
          Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
          Per 30 Juni 2025

                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                           Angka       Variabel
                                 Keterangan                                                        Nilai Pasar
                                                                           Pengali     Ekonomi
          MVIC/BVIC                                                             1,02      471.109       482.530
          Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                                      482.530
          Liabilitas jangka panjang:
            Pinjaman bank jangka pendek                                                                 (14.989)
            Utang bank                                                                                 (297.544)
          Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas                                                169.998
          Premi kendali (70,00%)                                                                        118.998
          Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                            288.996
          Tanggungan rugi pada investasi pada entitas anak
            USR                                                                                          (31.182)
            II                                                                                             4.403
          Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                            262.217
          Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                             (104.887)
          Nilai pasar 100,000000% saham                                                                 157.330



IX.B.3.   Rekonsiliasi Nilai

          Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
          yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
          pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
          masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
          10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.

          Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
          dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
          karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
          yang kami gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data
          dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan
          dengan data dan informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan
          tercatat di bursa efek.




                                                      78
Page 254
          Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
          Penilaian adalah sebesar Rp 366,90 miliar.

          Tabel 30
          PT Sitiagung Makmur
          Rekonsiliasi Nilai
          Per 30 Juni 2025

                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)

                            Metode Penilaian                      Nilai Pasar    Bobot             Nilai

          Metode Penyesuaian Aset Bersih                               390.177      90,00%            351.159
          Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek          157.330      10,00%             15.733
          Nilai Pasar                                                              100,00%            366.892



IX.C.     PT Ungasan Semesta Resort

IX.C.1.   Indikasi Nilai Pasar 99,999334%                       Saham USR Berdasarkan Metode
          Penyesuaian Aset Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan indikasi nilai pasar 99,999334% saham USR adalah metode
          penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
          didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
          aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
          komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
          atau utang bank).

          Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar dengan
          rincian sebagai berikut:

          •   Indikasi nilai pasar investasi pada entitas asosiasi yang dihitung dengan
              menggunakan metode diskonto arus kas dan metode kapitalisasi kelebihan
              pendapatan sebesar Rp 17,72 juta.

          •   Nilai pasar atas aset tetap yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana
              tertuang dalam laporannya No. 00422/2.0059-02/PP/03/0242/1/XI/2025
              tanggal 21 November 2025, dimana nilai pasar atas aset tetap pada tanggal
              30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 43,07 miliar.

          Apabila indikasi nilai pasar atas investasi pada entitas asosiasi dan nilai pasar atas
          aset tetap tersebut direfleksikan dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset
          USR adalah sebesar Rp 296,60 miliar, sedangkan jumlah liabilitas USR adalah
          tetap, yaitu sebesar Rp 326,69 miliar.

          Indikasi nilai pasar 100,00% saham USR kemudian diperoleh dengan menghitung
          selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
          100,000000% saham USR adalah sebesar negatif Rp 30,10 miliar. Dengan
          demikian, indikasi nilai pasar 99,999334% saham USR berdasarkan metode
          penyesuaian aset bersih adalah sebesar negatif Rp 30,10 miliar.



                                                       79
Page 255
Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,999334% saham USR dengan
menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 31
PT Ungasan Semesta Resort
Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                               Indikasi Nilai
                       Keterangan                30/06/25       Penyesuaian
                                                                                    Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                          24.037                 -           24.037
Piutang usaha                                          8.698                 -            8.698
Aset keuangan lancar lainnya                          24.851                 -           24.851
Persediaan                                             4.332                 -            4.332
Biaya dibayar di muka                                  3.143                 -            3.143
Jumlah Aset Lancar                                    65.060                 -           65.060
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                  27.965                 -           27.965
Piutang pihak berelasi                                16.219                 -           16.219
Investasi pada entitas asosiasi                           13                 5               18
Aset tetap                                            30.712            12.361           43.074
Aset hak guna                                        143.227                 -          143.227
Uang muka                                              1.033                 -            1.033
Jumlah Aset Tidak Lancar                             219.171            12.366          231.536
JUMLAH ASET                                          284.231            12.366          296.597
LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                            4.344                 -            4.344
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya             10.111                 -           10.111
Utang pajak                                            3.276                 -            3.276
Beban akrual                                          38.179                 -           38.179
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       55.910                 -           55.910
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                 103.444                 -          103.444
Liabilitas imbalan kerja                               5.576                 -            5.576
Liabilitas sewa                                      149.952                 -          149.952
Pendapatan tertunda jangka panjang                    11.809                 -           11.809
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                     270.781                 -          270.781
JUMLAH LIABILITAS                                    326.692                 -          326.692
DEFISIENSI MODAL                                     (42.461)           12.366          (30.095)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL               284.231            12.366          296.597

Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                                  (30.095)
Indikasi nilai pasar 99,999334% saham                                                   (30.095)




                                            80
Page 256
IX.C.2.   Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham USR Berdasarkan Metode
          Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan indikasi nilai pasar 99,999334% saham USR adalah metode
          pembanding perusahaan tercatat di bursa efek. Metode ini merupakan metode
          penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar. Dengan metode ini, indikasi
          nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah atau pernah terjadi
          dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Indikasi nilai pasar dari
          perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan publik/terbuka).

          Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
          sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
          variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
          (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

          Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, indikasi nilai pasar
          saham perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
          perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
          seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
          equity), P/EBITDA (price/earnings before interest, tax, depreciation, and
          amortization), MVIC/S (market value of invested capital/sales), MVIC/BVIC
          (market value of invested capital/book value of invested capital), MVIC/EBITDA
          (market value of invested capital/earnings before interest, tax, depreciation, and
          amortization) dan sebagainya.

          Berdasarkan data yang kami peroleh dari laporan keuangan yang tersedia di
          publik, berikut adalah uraian kriteria perbandingan yang digunakan sebagai dasar
          penentuan perusahaan pembanding:
          Tabel 32
          Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 1

                                                                                                                                                     Sejenis
                       Keterangan                     Industri          Kegiatan Usaha               Produk             Risiko Usaha
                                                                                                                                                       (√ / -)
          PT Ungasan Semesta Resort                   Perhotelan            Perhotelan              Perhotelan     Terkait industri perhotelan
          PT MNC Tourism Indonesia Tbk                Perhotelan            Perhotelan              Perhotelan     Terkait industri perhotelan           √
          Shangri-la Asia Limited                     Perhotelan            Perhotelan              Perhotelan     Terkait industri perhotelan           √
          PT Eastparc Hotel Tbk                       Perhotelan            Perhotelan              Perhotelan     Terkait industri perhotelan           √
          PT Red Planet Indonesia Tbk                 Perhotelan            Perhotelan              Perhotelan     Terkait industri perhotelan           √
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk                  Perhotelan            Perhotelan              Perhotelan     Terkait industri perhotelan           √
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk       Perhotelan            Perhotelan              Perhotelan     Terkait industri perhotelan           √
          PT Indonesian Paradise Property Tbk         Perhotelan            Perhotelan              Perhotelan     Terkait industri perhotelan           √
          PT Surya Permata Andalan Tbk                Perhotelan            Perhotelan              Perhotelan     Terkait industri perhotelan           √



          Tabel 33
          Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 2

                                                                    Rata-rata Pertumbuhan                                                   Sejenis
                           Keterangan                                                                             DER
                                                             Pendapatan                  Laba Bersih                                         (√ / -)
          PT Ungasan Semesta Resort                                16,95%                  -8,45%                -769,40%
          PT MNC Tourism Indonesia Tbk                             8,91%                   27,95%                25,43%                          √
          Shangri-la Asia Limited                                 -3,35%                   -30,28%               160,88%                         √
          PT Eastparc Hotel Tbk                                  -13,82%                   -27,28%                4,40%                          –
          PT Red Planet Indonesia Tbk                             -9,19%                   64,50%                17,33%                          –
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk                              -6,48%                  1571,81%               41,90%                          √
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk                  -41,92%                   416,94%               71,98%                          –
          PT Indonesian Paradise Property Tbk                    33,18%                    139,51%               49,95%                          √
          PT Surya Permata Andalan Tbk                           -15,64%                  -374,79%                0,43%                          –




                                                                      81
Page 257
Tabel 34
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 3

                                                     Rata-rata Margin                                                     Sejenis
                Keterangan                                                             ROA          ROE
                                                 EBIT               EAT                                                    (√ / -)
PT Ungasan Semesta Resort                       -22,86%            -29,48%            -15,08%      100,97%
PT MNC Tourism Indonesia Tbk                    10,09%             41,71%               2,37%       2,98%                    –
Shangri-la Asia Limited                         13,03%               7,20%              0,89%       2,31%                    √
PT Eastparc Hotel Tbk                           38,98%             31,10%               5,11%       5,33%                    –
PT Red Planet Indonesia Tbk                     -15,25%            -17,89%             -3,00%      -3,52%                    √
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk                      16,48%             25,87%               8,02%      11,37%                    –
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk           -10,16%            -40,33%             -5,35%      -9,20%                    √
PT Indonesian Paradise Property Tbk             20,43%             44,66%               9,85%      14,76%                    –
PT Surya Permata Andalan Tbk                     -7,79%             -7,57%             -0,41%      -0,41%                    √




Tabel 35
Uraian Perusahaan Pembanding - Kriteria No. 4 dan No. 5

                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Sejenis                             Sejenis
                       Keterangan                              Total Aset                        Pangsa Pasar
                                                                                       (√ / -)                             (√ / -)
PT Ungasan Semesta Resort                                                  284.231                             (31.182)
PT MNC Tourism Indonesia Tbk                                             36.578.247      –              16.389.598               –
Shangri-la Asia Limited                                                 234.591.359      –              31.777.963               –
PT Eastparc Hotel Tbk                                                       494.409      √                 392.009               √
PT Red Planet Indonesia Tbk                                                 384.264      √                 331.239               √
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk                                                2.030.865      –               1.503.105               –
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk                                     1.228.093      √                 766.738               √
PT Indonesian Paradise Property Tbk                                      10.169.252      –               9.058.207               –
PT Surya Permata Andalan Tbk                                                803.152      √               1.160.161               √



Dalam metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, digunakan angka
pengali MVIC/BVIC sebesar 1,02 dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 36
PT Ungasan Semesta Resort
Data Angka Pengali Perusahaan Pembanding

                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Perusahaan                                     MVIC            BVIC              MVIC/BVIC

PT MNC Tourism Indonesia Tbk                                                      21.314.550     34.086.124                          0,63
Shangri-la Asia Limited (dalam ribuan USD)                                         9.223.117     12.792.062                          0,72
PT Eastparc Hotel Tbk                                                                393.509        475.079                          0,83
PT Red Planet Indonesia Tbk                                                          337.380        333.656                          1,01
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk                                                         1.998.003      1.926.111                          1,04
PT Hotel Sahid Jaya International Tbk                                              1.183.129      1.130.469                          1,05
PT Indonesian Paradise Property Tbk                                               11.042.369      8.766.139                          1,26
PT Surya Permata Andalan Tbk                                                       1.160.161        799.705                          1,45
Median                                                                                                                               1,02



Untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, karena angka
pengali di atas diperoleh dari perusahaan tercatat di bursa efek, sehingga
mencerminkan angka pengali untuk transaksi minoritas yang bersifat likuid, maka
di dalam penilaian ini, perlu ditambahkan premi pengendalian yang besarnya
menurut pendapat kami adalah sebesar 70,00%.




                                                           82
Page 258
Dalam penilaian ini, rasio yang digunakan adalah rasio investasi. Berdasarkan
POJK 35/2020 pasal 65 ayat (1) huruf c, “dalam hal Penilai Bisnis menggunakan
rasio investasi maka dapat mempergunakan rasio market value of invested capital
to gross cash flow before depreciation and taxes (MVIC/GCF), market value of
invested capital to sales (MVIC/sales), market value of invested capital to earning
before interest, taxes, depreciation and amortization (MVIC/EBITDA), market value
of invested capital to earning before interes and, taxes (MVIC/EBIT), dan/atau
market value of invested capital to book value invested capital (MVIC/BVIC).
Sesuai dengan kegiatan usaha USR dalam bidang penyediaan akomodasi dan
penyediaan makan minum, real estat dan aktivitas penyewaan dan sewa guna
tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya,
maka rasio ekuitas yang sesuai digunakan dalam penilaian USR adalah
MVIC/BVIC (market value of invested capital/book value invested capital).

Berdasarkan laporan keuangan USR untuk periode enam bulan yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2025, BVIC USR adalah sebesar Rp 60,98 miliar. Pada
tanggal 30 Juni 2025, USR memiliki liabilitas jangka panjang berupa utang pihak
berelasi sebesar Rp 103,44 miliar. Dengan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut, maka indikasi nilai pasar 100,00% saham minoritas USR adalah
sebesar negatif Rp 40,98 miliar. Selanjutnya, dengan premi pengendalian sebesar
70,00%, maka indikasi nilai pasar 100,000000% saham USR adalah sebesar
negatif Rp 40,98 miliar. Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, USR memiliki
indikasi nilai pasar atas investasi pada entitas asosiasi yang dihitung berdasarkan
metode diskonto arus kas dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan sebesar
Rp 17,72 juta. Dengan menambahkan indikasi nilai pasar atas investasi pada
entitas asosiasi tersebut, maka indikasi nilai pasar 100,000000% saham USR
adalah sebesar negatif Rp 40,97miliar. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
99,999334% saham USR berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat
di bursa efek adalah sebesar Rp 40,96 miliar.




                                  83
Page 259
          Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,999334% saham USR dengan
          menggunakan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek adalah
          sebagai berikut:

          Tabel 37
          PT Ungasan Semesta Resort
          Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham
          Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
          Per 30 Juni 2025

                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                Angka       Variabel      Indikasi
                                 Keterangan
                                                                Pengali     Ekonomi     Nilai Pasar
          MVIC/BVIC                                                  1,02       60.983        62.462
          Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                            62.462
          Liabilitas jangka panjang:
            Utang pihak berelasi                                                            (103.444)
          Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas                                      (40.982)
          Premi kendali (70,00%)                                                                    -
          Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                  (40.982)
          Investasi pada entitas asosiasi                                                          18
          Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                              (40.965)
          Indikasi nilai pasar 99,999334% saham                                               (40.964)



IX.C.3.   Rekonsiliasi Nilai

          Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode
          penilaian yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu
          melakukan pembobotan terhadap indikasi nilai pasar yang dihasilkan dari kedua
          metode tersebut, masing-masing dengan bobot 90,00% untuk metode
          penyesuaian aset bersih dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan
          tercatat di bursa efek.

          Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih
          dan 10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu
          karena data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih
          yang kami gunakan untuk menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian
          merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih
          memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang digunakan pada metode
          pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.




                                                      84
Page 260
            Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
            99,999334% saham USR adalah sebesar negatif Rp 31,18 miliar.

            Tabel 38
            PT Ungasan Semesta Resort
            Rekonsiliasi Nilai
            Per 30 Juni 2025

                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                  Indikasi Nilai
                              Metode Penilaian                                      Bobot             Nilai
                                                                      Pasar
            Metode Penyesuaian Aset Bersih                               (30.095)      90,00%            (27.085)
            Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek          (40.964)      10,00%             (4.096)
            Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham                                     100,00%            (31.182)



IX.D.       PT Indo Indah

IX.D.1.     Metode Diskonto Arus Kas

IX.D.1.a.   Proyeksi Laporan Keuangan

            Penilaian II yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
            proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen II. Dalam penyusunan
            proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
            II pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa
            yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan saran yang relevan
            diberikan oleh manajemen II sehubungan dengan perubahan-perubahan pada
            setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi bahan
            pertimbangan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
            keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja II yang
            dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada
            penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja II yang
            dinilai.

            Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
            keuangan yang digunakan dalam penilaian atas II.

IX.D.1.a.1) Umum

            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
                hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas II, industri, atau
                negara di mana II beroperasi.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
                tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
                keuangan yang dapat memengaruhi kinerja II selain yang telah diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama II
                atau pada sumber utama penghasilan II selain yang telah diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen II.




                                                         85
Page 261
        •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
            perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
            memengaruhi kegiatan usaha II.
        •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
            bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada II.
        •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
            bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
            tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
            sekarang ini dan yang diproyeksikan.
        •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
        •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh II atas
            kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
            tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
        •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
            ketentuan-ketentuan yang ada.
        •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen II mempersiapkan proyeksi laporan
            keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2025 sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2026 – 2035.

IX.D.1.a.2) Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
            Keuangan

        1. Proyeksi Pendapatan Usaha

            Pendapatan usaha dalam penilaian ini terutama terdiri dari pendapatan sewa
            properti investasi.

            Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan usaha II untuk tahun
            2025 – 2035.

            Grafik 10
            PT Indo Indah
            Proyeksi Pendapatan Usaha Tahun 2025 – 2035
            (Dalam jutaan Rupiah)

                                             Pendapatan Usaha
               1.800
               1.600
               1.400
               1.200
               1.000
                 800
                 600
                 400
                 200
                    -
                        2025   2026   2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033   2034   2035




                                              86
Page 262
2. Proyeksi Beban Langsung

   Beban langsung II terutama terdiri dari beban depresiasi atas properti
   investasi. Beban langsung untuk tahun 2025 – 2035 diproyeksikan sebesar
   17% – 42% dari pendapatan usaha.

   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban langsung II untuk tahun
   2025 – 2035.

   Grafik 11
   PT Indo Indah
   Proyeksi Beban Langsung Tahun 2025 – 2035
   (Dalam jutaan Rupiah)

                                    Beban Langsung
           0
           0
           0
           0
           0
           0
           0
           0
           0
               2025   2026   2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033   2034   2035




3. Beban Usaha

   Beban usaha II terutama terdiri dari beban jasa profesional. Beban usaha untuk
   tahun 2025 – 2035 diproyeksikan berkisar antara 3% – 4% dari pendapatan
   usaha.

4. Pajak

   Mengingat II adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif pajak
   yang diberlakukan atas II adalah tarif pajak final yang berlaku umum di
   Indonesia, yaitu sebesar 10,00% untuk tahun 2025 – 2035.




                                    87
Page 263
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif II
   untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
   adalah sebagai berikut:
   Tabel 39
   PT Indo Indah
   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                         Keterangan
                                                          (6 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan usaha                                               611         1.083         1.135         1.192          1.258         1.317
   Beban langsung                                                 139           279           279           279            279           279
   Laba bruto                                                     472          804           856            914            979         1.038
   Beban usaha                                                    (19)         (38)          (39)           (40)           (41)          (42)
   Laba usaha                                                     453           766           817           874            938           996
   Beban lain-lain                                                (61)         (108)         (113)         (119)          (126)         (132)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan                           392          658           704            754            812           865
   Beban pajak penghasilan                                          -            -             -              -              -             -
   Laba periode/tahun berjalan                                    392          658           704            754            812           865



                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35
                         Keterangan
                                                          (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan usaha                                             1.379         1.447         1.510         1.580          1.652
   Beban langsung                                                 279           279           279           279            279
   Laba bruto                                                   1.100         1.168         1.231         1.301          1.374
   Beban usaha                                                    (43)          (44)          (45)          (46)           (47)
   Laba usaha                                                   1.057         1.125         1.186         1.255          1.326
   Beban lain-lain                                               (138)         (145)         (151)         (158)          (165)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan                           919          980          1.035         1.097          1.161
   Beban pajak penghasilan                                          -            -              -             -              -
   Laba periode/tahun berjalan                                    919          980          1.035         1.097          1.161




6. Kas dan Bank

   Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
   operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
   setara kas.




                                                       88
Page 264
7. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan II pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2035 adalah sebagai berikut:
   Tabel 40
   PT Indo Indah
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Per 31 Desember 2025 - 2035

                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan    31/12/25      31/12/26     31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas                                         559           595          614          1.648          2.739           3.882
   Aset keuangan lancar lainnya                  0             0            0              0              0               0
   Jumlah Aset Lancar                          559           595          615          1.648          2.739           3.883
   ASET TIDAK LANCAR
   Properti investasi                        10.042        9.764        9.485          9.206          8.927           8.648
   Jumlah Aset Tidak Lancar                  10.042        9.764        9.485          9.206          8.927           8.648
   JUMLAH ASET                               10.601       10.359       10.099         10.854         11.666          12.531



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan    31/12/31      31/12/32     31/12/33       31/12/34       31/12/35

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas                                        5.081        6.339        7.654          9.030         10.470
   Aset keuangan lancar lainnya                   0            0            0              0              0
   Jumlah Aset Lancar                         5.081        6.340        7.654          9.030         10.470
   ASET TIDAK LANCAR
   Properti investasi                         8.369        8.090        7.811          7.533          7.254
   Jumlah Aset Tidak Lancar                   8.369        8.090        7.811          7.533          7.254
   JUMLAH ASET                               13.450       14.430       15.465         16.562         17.724



                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan    31/12/25      31/12/26     31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

   LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS
   LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Beban akrual                                   6            6               6              6              6              6
   Utang lain-lain                            1.863          963               -              -              -              -
   Utang pajak                                    0            0               0              0              0              0
   Jumlah Liabilitas Jangka Pendek            1.869          969               6              6              6              6
   LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Utang kepada pihak berelasi                5.051        5.051        5.051          5.051          5.051          5.051
   Jumlah Liabilitas Jangka Panjang           5.051        5.051        5.051          5.051          5.051          5.051
   JUMLAH LIABILITAS                          6.920        6.020        5.057          5.057          5.057          5.057
   EKUITAS
   Modal saham                                2.274        2.274        2.274          2.274          2.274          2.274
   Selisih kurs dari modal disetor              (67)         (67)         (67)           (67)           (67)           (67)
   Saldo laba                                 1.474        2.132        2.835          3.590          4.402          5.267
   JUMLAH EKUITAS                             3.681        4.339        5.042          5.797          6.609          7.474
   JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             10.601       10.359       10.099         10.854         11.666         12.531




                                        89
Page 265
                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                        Keterangan    31/12/31       31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

                LIABILITAS DAN EKUITAS
                LIABILITAS
                LIABILITAS JANGKA PENDEK
                Beban akrual                                     6              6              6              6              6
                Utang lain-lain                                  -              -              -              -              -
                Utang pajak                                      0              0              0              0              0
                Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                  6              6              6              6              6
                LIABILITAS JANGKA PANJANG
                Utang kepada pihak berelasi                5.051         5.051          5.051          5.051          5.051
                Jumlah Liabilitas Jangka Panjang           5.051         5.051          5.051          5.051          5.051
                JUMLAH LIABILITAS                          5.057         5.057          5.057          5.057          5.057
                EKUITAS
                Modal saham                                2.274         2.274          2.274          2.274          2.274
                Selisih kurs dari modal disetor              (67)          (67)           (67)           (67)           (67)
                Saldo laba                                 6.186         7.166          8.201          9.298         10.460
                JUMLAH EKUITAS                             8.393         9.373         10.408         11.505         12.667
                JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS             13.450        14.430         15.465         16.562         17.724




IX.D.1.b. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan

            Sebagai dasar dalam menentukan terminal value atau nilai pada periode kekal
            (perpetuity period), kami menggunakan proyeksi tahun 2025 sampai tahun 2035
            sebagai periode tetap (fixed period), sedangkan tahun 2036 dianggap sebagai
            awal periode kekal. Dalam penilaian ini, pertumbuhan arus kas bersih (AKB) pada
            tahun 2036 atau periode kekal diasumsikan sebesar 2,00%.

            Untuk mendapatkan terminal value, kami mengkapitalisasikan AKB tahun 2036
            dengan menggunakan tingkat diskonto yang digunakan pada tahun 2035.

IX.D.1.c.   Penentuan Arus Kas Bersih

            Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
            pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
            to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
            perusahaan (free cash flow to firm).

            Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
            bisnis adalah AKB untuk kapital.

            Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
            kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
            mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
            untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
            melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
            dengan cara langsung.




                                                     90
Page 266
         Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
         laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
         untuk kapital II untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
          Tabel 41
          PT Indo Indah
          Proyeksi Arus Kas Bersih
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                  31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28       31/12/29      31/12/30
                                Keterangan
                                                                 (6 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Penerimaan kas dari pelanggan                                  611         1.083         1.135          1.192         1.258         1.317
          Pembayaran beban usaha                                         (19)          (38)          (39)           (40)          (41)          (42)
          Pembayaran beban pajak penghasilan                             (61)         (108)         (113)          (119)         (126)         (132)
          Arus kas bersih                                                531          936           982           1.033         1.091         1.144



                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                  31/12/31       31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35
                                Keterangan
                                                                 (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Penerimaan kas dari pelanggan                                1.379         1.447         1.510          1.580         1.652
          Pembayaran beban usaha                                         (43)          (44)          (45)           (46)          (47)
          Pembayaran beban pajak penghasilan                            (138)         (145)         (151)          (158)         (165)
          Arus kas bersih                                              1.198         1.259         1.314          1.376         1.440




IX.D.1.d. Tingkat Diskonto

         Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
         biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
         ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

         WACC               =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

         Dimana:

         ke                 =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
         kd                 =   Biaya modal utang
         We                 =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
         Wd                 =   Bobot utang dalam struktur kapital
         t                  =   Pajak penghasilan perusahaan




                                                                  91
Page 267
IX.D.1.d.1) Biaya Modal untuk Ekuitas

          Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
          ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
          menggunakan persamaan sebagai berikut:

          ke        =   Rf + (β x RPm) – RBDS

          Dimana:

          ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                        biaya modal ekuitas/saham biasa
          Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                        free rate)
          β         =   Beta
          RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                        premium)
          RBDS      =   Rating-based default spread

          Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
          memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
          dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
          Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Juni 2025, maka
          instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang
          dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 30 tahun dengan tingkat yield
          rata-rata sebesar 7,03% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
          (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

          RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
          balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
          memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
          seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
          premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
          yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
          pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
          tingkat premi risiko sebesar 7,03%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
          (New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
          Juli 2025.

          Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
          biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
          digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
          sebesar 1,87% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

          Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
          dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.




                                             92
Page 268
          Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
          publik sejenis, yaitu sebagai berikut:

          •    PT Indonesian Paradise Property Tbk;
          •    PT Red Planet Indonesia Tbk;
          •    PT Jakarta Setiabudi International Tbk;
          •    PT Surya Permata Andalan Tbk;
          •    Minor International PCL;
          •    PT Sunter Lakeside Hotel Tbk;
          •    Iconic Worldwide Berhad; dan
          •    Landmarks Berhad.

          sebesar 0,70 untuk mendiskonto AKB II yang kemudian di-relever dengan tingkat
          leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
          mendiskonto AKB II tersebut dengan formula sebagai berikut:

          βL          =   βU x (1 + (1-T) x DER)

          Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
          perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 57,30% untuk memperoleh beta
          II. Tarif pajak yang digunakan untuk II sesuai dengan tarif pajak yang berlaku
          umum adalah final untuk tahun 2025 – 2036. Dengan demikian, maka diperoleh
          beta II sebesar 1,10 untuk tahun 2025 – 2036 dengan rincian perhitungan sebagai
          berikut:

          βL          =   0,70 x (1 + (1 – 0,00%) x 57,30%) = 1,10

          Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
          dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,87%, diperoleh
          biaya modal atas ekuitas II sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah ini:

          Ke          =   7,03% + 1,10 x 7,03% – 1,87% = 12,90%

IX.D.1.d.2) Biaya Modal untuk Utang

          Karena perhitungan nilai ekuitas II dilakukan dengan mendiskonto tingkat balikan
          terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to invested
          capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang
          merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman
          jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari ekuitas
          (biaya modal untuk ekuitas).

          Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
          pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
          bank Persero untuk bulan Juni 2025 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
          sebesar 8,96%.




                                             93
Page 269
IX.D.1.d.3).Weighted Average Cost of Capital

            Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
            sebesar 63,57%, dan bobot utang sebesar 36,43%, yang diolah dari data rata-rata
            DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
            berlaku untuk II sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah final untuk
            tahun 2025 – 2036, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah
            sebagai berikut:

            WACC                            = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
            WACC                            = (12,90% x 63,57%) + (8,96% x [1 – 0,00%] x 36,43%) = 11,46%

IX.D.1.e.   Perhitungan Indikasi Nilai Pasar II

            Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi II
            untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah
            sebagai berikut:
            Tabel 42
            PT Indo Indah
            Indikasi Nilai Kini Operasi
            Per 30 Juni 2025

                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
                                      Keterangan
                                                            (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
            Arus kas bersih                                         531          936          982        1.033         1.091         1.144
            Faktor diskonto                                      0,9472       0,8498       0,7624       0,6840        0,6137        0,5506
            Nilai kini arus kas bersih                             503          796          749           707           670           630



                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                            31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34      31/12/35
                                      Keterangan
                                                            (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
            Arus kas bersih                                       1.198        1.259        1.314        1.376         1.440
            Faktor diskonto                                      0,4940       0,4432       0,3976       0,3567        0,3200
            Nilai kini arus kas bersih                             592          558          523           491           461
            Jumlah nilai kini arus kas bersih                     6.678
            Nilai kekal                                           4.967
            Indikasi nilai kini operasi                          11.645




            Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 11,65 miliar untuk tingkat
            diskonto sebesar 11,46% untuk tahun 2025 – 2036. Nilai tersebut merupakan
            indikasi nilai II dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.

            Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
            adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
            panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
            tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar II.

            Pada tanggal 30 Juni 2025, II memiliki aset non-operasi berupa kas sebesar
            Rp 0,03 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
            ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar
            Rp 0,03 miliar.




                                                            94
Page 270
            Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, II memiliki liabilitas jangka panjang, yaitu
            utang lain-lain dan utang kepada pihak berelasi masing-masing sebesar
            Rp 1,87 miliar dan Rp 5,05 miliar. Dengan demikian, jumlah liabilitas jangka
            panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi
            adalah sebesar Rp 6,91 miliar.

            Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
            panjang tersebut pada indikasi nilai operasi II dari hasil operasi, maka berdasarkan
            metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar 100,000000%
            saham II adalah sebesar Rp 4,76 miliar. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
            99,600000% saham II dan 0,400000% saham II berdasarkan metode diskonto arus
            kas masing-masing adalah sebesar Rp 4,74 miliar dan Rp 0,02 miliar.

            Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,600000% saham II dan 0,400000%
            saham II dengan menggunakan metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
            Tabel 43
            PT Indo Indah
            Indikasi Nilai Pasar 99,600000% Saham
            Indikasi Nilai Pasar 0,400000% Saham
            Metode Diskonto Arus Kas
            Per 30 Juni 2025

                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                             Keterangan                      Jumlah

            Indikasi nilai kini operasi                                          11.645
            Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
              Kas                                                                    27
              Utang lain-lain                                                    (1.863)
              Utang kepada pihak berelasi                                        (5.051)
            Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                4.758
            Indikasi nilai pasar 99,600000% saham                                 4.739
            Indikasi nilai pasar 0,400000% saham                                     19




IX.D.1.f.   Indikasi Nilai Pasar 100,000000% Saham II Berdasarkan Metode Diskonto
            Arus Kas

            Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
            100,000000% saham II adalah sebesar Rp 4,76 miliar. Dengan demikian, indikasi
            nilai pasar 99,600000% saham II dan 0,400000% saham II berdasarkan metode
            diskonto arus kas masing-masing adalah sebesar Rp 4,74 miliar dan
            Rp 0,02 miliar.




                                                              95
Page 271
IX.D.2.     Indikasi Nilai Pasar 100,000000% Saham II Berdasarkan Metode Kapitalisasi
            Kelebihan Pendapatan

IX.D.2.a.   Aset Berwujud Bersih

            Aset berwujud bersih diperoleh dengan cara menghitung selisih antara jumlah aset
            dengan jumlah liabilitas yang telah disesuaikan, kemudian ditambahkan dengan
            liabilitas jangka panjang. Pos-pos liabilitas yang tercantum di laporan posisi
            keuangan tidak disesuaikan karena kami anggap telah merefleksikan nilai
            pasarnya.

            Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar aset tetap
            yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
            No. 00420/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025 sebesar
            Rp 10,52 miliar.

            Apabila nilai pasar aset tetap tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
            keuangan, maka jumlah aset II adalah sebesar Rp 10,54 miliar, sedangkan jumlah
            liabilitas II adalah tetap, yaitu sebesar Rp 6,92 miliar dengan perhitungan sebagai
            berikut:

            Tabel 44
            PT Indo Indah
            Penyesuaian Laporan Posisi Keuangan
            Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
            Per 30 Juni 2025

                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                           Indikasi Nilai
                                  Keterangan                30/06/25        Penyesuaian
                                                                                                Pasar
            ASET
            ASET LANCAR
            Kas                                                        27                -              27
            Aset keuangan lancar lainnya                                0                -               0
            Jumlah Aset Lancar                                         27                -              27
            ASET TIDAK LANCAR
            Properti investasi                                   10.182               334            10.516
            Jumlah Aset Tidak Lancar                             10.182               334            10.516
            JUMLAH ASET                                          10.209               334            10.543
            LIABILITAS DAN EKUITAS
            LIABILITAS
            LIABILITAS JANGKA PENDEK
            Beban akrual                                              6                  -                6
            Utang lain-lain                                       1.863                  -            1.863
            Utang pajak                                               0                  -                0
            Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       1.869                  -            1.869
            LIABILITAS JANGKA PANJANG
            Utang kepada pihak berelasi                           5.051                  -            5.051
            Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      5.051                  -            5.051
            JUMLAH LIABILITAS                                     6.920                  -            6.920
            EKUITAS                                               3.289               334             3.623
            JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                        10.209               334            10.543




                                                       96
Page 272
IX.D.2.b. Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih

            Tingkat pengembalian aset berwujud bersih yang digunakan dalam penilaian ini
            adalah sebesar 10,14%.

            Tabel 45
            PT Indo Indah
            Perhitungan Kontribusi Aset
            Per 30 Juni 2025

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                    Bobot         Bobot
                         Keterangan                 30/06/25          Utang            Ekuitas
                                                                                                    Utang        Ekuitas
            Aset lancar                                       0                 0               0      50,00%        50,00%
            Aset tidak lancar                            10.516             7.361           3.155      70,00%        30,00%
            Jumlah Aset                                  10.516             7.361           3.155      70,00%        30,00%


            Tabel 46
            PT Indo Indah
            Perhitungan Tingkat Pengembalian Aset Berwujud Bersih
            Per 30 Juni 2025


                                                 Biaya                          Keseluruhan
                       Keterangan                                   Bobot
                                                 Modal                              Biaya Modal
            Aset lancar                               12,90%           30,00%              3,87%
            Aset tidak lancar                          8,96%           70,00%              6,27%
            Jumlah                                                                        10,14%



            Dalam perhitungan biaya modal aset lancar, biaya modal untuk utang yang
            digunakan adalah suku bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil
            dari suku bunga kredit modal investasi bank Persero untuk bulan Juni 2025 yang
            dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 8,96%.

IX.D.2.c.   Pengembalian yang Diharapkan dari Aset Berwujud Bersih

            Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih diperoleh dengan
            mengalikan tingkat pengembalian aset berwujud bersih dengan nilai aset berwujud
            bersih. Berdasarkan laporan posisi keuangan yang telah direfleksikan menjadi nilai
            pasarnya, diperoleh nilai aset berwujud bersih II adalah sebesar Rp 10,51 miliar.
            Dengan tingkat pengembalian aset berwujud bersih sebesar 10,14%, maka
            diperoleh pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih, yaitu sebesar
            Rp 1,07 miliar.




                                                            97
Page 273
IX.D.2.d. Penyesuaian Arus Kas Bersih

            Langkah berikutnya adalah menyesuaikan proyeksi AKB untuk kapital (free cash
            flow to invested capital) II untuk merefleksikan kemampuannya menghasilkan kas
            dari operasi yang wajar. Berdasarkan proyeksi AKB II, diperoleh rata-rata AKB
            adalah sebesar Rp 1,12 miliar untuk periode enam bulan yang berakhir pada
            tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2026 – 2033. Nilai ini merupakan AKB II yang diperoleh berdasarkan
            proyeksi laporan keuangan II yang disusun oleh manajemen II. Dengan
            mempertimbangkan pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih,
            yaitu sebesar Rp 1,07 miliar atas proyeksi AKB II selama periode proyeksi, maka
            jumlah nilai kelebihan pendapatan atas proyeksi AKB II selama periode proyeksi
            adalah sebesar Rp 0,53 miliar.

IX.D.2.e.   Perhitungan Nilai Aset Takberwujud

            Aset takberwujud diperoleh dengan mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan
            dengan menggunakan tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan yang telah
            ditentukan berdasarkan tingkat diskonto sebesar 11,46%. Berdasarkan hasil
            perhitungan kami, diperoleh nilai aset takberwujud adalah sebesar Rp 0,47 miliar.

IX.D.2.f.   Indikasi Nilai Pasar 100,000000% Saham II Berdasarkan Metode Kapitalisasi
            Kelebihan Pendapatan

            Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, langkah selanjutnya
            adalah menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud,
            kemudian    menambahkannya         dengan     aset   non-operasional    dan
            mengurangkannya dengan liabilitas jangka panjang.

            Pada tanggal 30 Juni 2025, II memiliki aset non-operasi berupa kas sebesar
            Rp 0,03 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
            ditambahkan pada indikasi nilai pasar dari jumlah nilai aset berwujud bersih dan
            aset takberwujud adalah sebesar Rp 0,03 miliar.

            Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, II memiliki liabilitas jangka panjang berupa
            utang lain-lain dan utang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 1,86 miliar dan
            Rp 5,05 miliar. Dengan demikian, jumlah liabilitas jangka panjang yang dapat
            dikurangkan pada indikasi nilai pasar dari jumlah nilai aset berwujud bersih dan
            aset takberwujud adalah sebesar Rp 6,91 miliar.

            Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
            panjang tersebut pada indikasi nilai pasar II dari jumlah nilai aset berwujud bersih
            dan aset takberwujud, maka berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan
            pendapatan, diperoleh bahwa indikasi nilai pasar 100,000000% saham II adalah
            sebesar Rp 4,08 miliar. Dengan demikian, indikasi nilai pasar 99,600000% saham
            II dan 0,400000% saham II berdasarkan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan
            masing-masing adalah sebesar Rp 4,07 miliar dan Rp 0,02 miliar.




                                              98
Page 274
Perhitungan indikasi nilai pasar 99,600000% saham II dan 0,400000% saham II
dengan menggunakan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan adalah sebagai
berikut:

Tabel 47
PT Indo Indah
Indikasi Nilai Pasar 99,600000% Saham
Indikasi Nilai Pasar 0,400000% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 30 Juni 2025

                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                        Indikasi Nilai
                       Keterangan                        30/06/25        Penyesuaian
                                                                                             Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas                                                                 27                -              27
Aset keuangan lancar lainnya                                         0                -               0
Jumlah Aset Lancar                                                  27                -              27
ASET TIDAK LANCAR
Properti investasi                                            10.182               334            10.516
Jumlah Aset Tidak Lancar                                      10.182               334            10.516
JUMLAH ASET                                                   10.209               334            10.543
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Beban akrual                                                       6                  -                6
Utang lain-lain                                                1.863                  -            1.863
Utang pajak                                                        0                  -                0
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                1.869                  -            1.869
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang kepada pihak berelasi                                    5.051                  -            5.051
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               5.051                  -            5.051
JUMLAH LIABILITAS                                              6.920                  -            6.920
EKUITAS                                                        3.289               334             3.623
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 10.209               334            10.543

Aset berwujud bersih                                                                              10.510
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih                                                   10,14%
Laba normal                                                                                        1.119
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih                                             1.066
Kelebihan pendapatan                                                                                  53
Tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan                                                    11,46%
Aset tak berwujud                                                                                    461
Kas                                                                                                   27
Utang lain-lain                                                                                   (1.863)
Utang kepada pihak berelasi                                                                       (5.051)
Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                                             4.084
Indikasi nilai pasar 99,600000% saham                                                              4.068
Indikasi nilai pasar 0,400000% saham                                                                 16




                                                  99
Page 275
IX.D.3.   Rekonsiliasi Nilai

          Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode
          penilaian yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu
          melakukan pembobotan terhadap indikasi nilai pasar yang dihasilkan dari kedua
          metode tersebut, masing-masing dengan bobot 50,00% untuk metode diskonto
          arus kas dan 50,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan.

          Alasan kami memberikan bobot 50,00% untuk metode diskonto arus kas dan
          50,00% untuk metode kapitalisasi kelebihan pendapatan, yaitu karena data dan
          informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas dan metode kapitalisasi
          kelebihan pendapatan yang kami gunakan untuk menentukan indikasi nilai pasar
          Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki tingkat kehandalan
          yang sama.

          Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
          99,600000% saham II dan 0,400000% saham II masing-masing adalah sebesar
          Rp 4,40 miliar dan Rp 0,02 miliar.

          Tabel 48
          PT Indo Indah
          Rekonsiliasi Nilai
          Per 30 Juni 2025

                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           Indikasi Nilai
                               Metode Penilaian                             Bobot             Nilai
                                                               Pasar
          Metode Diskonto Arus Kas                                  4.739      50,00%                 2.370
          Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan                  4.068      50,00%                 2.034
          Indikasi Nilai Pasar 99,600000% Saham                               100,00%                 4.403



          Tabel 49
          PT Indo Indah
          Rekonsiliasi Nilai
          Per 30 Juni 2025

                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           Indikasi Nilai
                               Metode Penilaian                             Bobot             Nilai
                                                               Pasar
          Metode Diskonto Arus Kas                                     19      50,00%                   10
          Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan                     16      50,00%                    8
          Nilai Pasar 0,400000% Saham                                         100,00%                   18



IX.E.     Kesimpulan Penilaian

          Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
          dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
          penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
          30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 366,89 miliar.




                                                     100
Page 276
PT Sitiagung Makmur                                                                                     Lampiran A
Nilai Pasar 100,000000% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                    30/06/25      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                                         9.599                 -           9.599
Aset keuangan lancar lainnya
  Pihak berelasi                                                         136.347                 -        136.347
  Pihak ketiga                                                                 2                 -              2
Pajak dibayar di muka                                                     13.307                 -         13.307
Biaya dibayar di muka                                                      1.082                 -          1.082
Jumlah Aset Lancar                                                       160.338                 -        160.338
ASET TIDAK LANCAR
Properti investasi                                                       358.037        485.548           843.585
Aset tetap                                                                     8             (8)                -
Aset hak guna                                                                870              -               870
Uang jaminan                                                                 332              -               332
Aset lain-lain                                                             3.824              -             3.824
Uang muka pembelian                                                          392              -               392
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 363.463        485.540           849.004
JUMLAH ASET                                                              523.802        485.540          1.009.342
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Pinjaman bank jangka pendek                                               14.989                 -         14.989
Utang usaha - pihak ketiga                                                 2.393                 -          2.393
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya                                 16.253                 -         16.253
Utang pajak                                                                   25                 -             25
Beban akrual                                                               1.066                 -          1.066
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun:
  Utang bank                                                              32.718                 -         32.718
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           67.442                 -         67.442
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
   yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang bank                                                             264.826               -          264.826
Tanggungan rugi pada investasi pada entitas anak                          32.957          (6.178)          26.778
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                         297.783          (6.178)         291.605
JUMLAH LIABILITAS                                                        365.225          (6.178)         359.047
EKUITAS                                                                  158.576        491.718           650.295
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                            523.802        485.540          1.009.342

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                         650.295
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                                          (260.118)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                                             390.177




                                                         101
Page 277
PT Sitiagung Makmur                                                                        Lampiran B
Nilai Pasar 100,000000% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 30 Juni 2025

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                 Angka       Variabel
                       Keterangan                                                        Nilai Pasar
                                                                 Pengali     Ekonomi
MVIC/BVIC                                                             1,02      471.109       482.530
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                                      482.530
Liabilitas jangka panjang:
  Pinjaman bank jangka pendek                                                                 (14.989)
  Utang bank                                                                                 (297.544)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas                                                169.998
Premi kendali (70,00%)                                                                        118.998
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                            288.996
Tanggungan rugi pada investasi pada entitas anak
  USR                                                                                          (31.182)
  II                                                                                             4.403
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                            262.217
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                             (104.887)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                                 157.330




                                                   102
Page 278
PT Sitiagung Makmur                                                                          Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 30 Juni 2025

                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                  Metode Penilaian                          Nilai Pasar    Bobot             Nilai

Metode Penyesuaian Aset Bersih                                   390.177      90,00%            351.159
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek              157.330      10,00%             15.733
Nilai Pasar                                                                  100,00%            366.892




                                                      103
Page 279
PT Ungasan Semesta Resort                                                             Lampiran D
Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                Indikasi Nilai
                       Keterangan                 30/06/25       Penyesuaian
                                                                                     Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                           24.037                 -           24.037
Piutang usaha                                           8.698                 -            8.698
Aset keuangan lancar lainnya                           24.851                 -           24.851
Persediaan                                              4.332                 -            4.332
Biaya dibayar di muka                                   3.143                 -            3.143
Jumlah Aset Lancar                                     65.060                 -           65.060
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                   27.965                 -           27.965
Piutang pihak berelasi                                 16.219                 -           16.219
Investasi pada entitas asosiasi                            13                 5               18
Aset tetap                                             30.712            12.361           43.074
Aset hak guna                                         143.227                 -          143.227
Uang muka                                               1.033                 -            1.033
Jumlah Aset Tidak Lancar                              219.171            12.366          231.536
JUMLAH ASET                                           284.231            12.366          296.597
LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                             4.344                 -            4.344
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya              10.111                 -           10.111
Utang pajak                                             3.276                 -            3.276
Beban akrual                                           38.179                 -           38.179
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                        55.910                 -           55.910
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi                                  103.444                 -          103.444
Liabilitas imbalan kerja                                5.576                 -            5.576
Liabilitas sewa                                       149.952                 -          149.952
Pendapatan tertunda jangka panjang                     11.809                 -           11.809
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      270.781                 -          270.781
JUMLAH LIABILITAS                                     326.692                 -          326.692
DEFISIENSI MODAL                                      (42.461)           12.366          (30.095)
JUMLAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI MODAL                284.231            12.366          296.597

Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                                   (30.095)
Indikasi nilai pasar 99,999334% saham                                                    (30.095)




                                            104
Page 280
PT Ungasan Semesta Resort                                                        Lampiran E
Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek
Per 30 Juni 2025

                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                       Angka       Variabel      Indikasi
                       Keterangan
                                                       Pengali     Ekonomi     Nilai Pasar
MVIC/BVIC                                                   1,02       60.983        62.462
Indikasi nilai pasar 100,00% - minoritas                                             62.462
Liabilitas jangka panjang:
  Utang pihak berelasi                                                             (103.444)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham - minoritas                                       (40.982)
Premi kendali (70,00%)                                                                     -
Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                   (40.982)
Investasi pada entitas asosiasi                                                           18
Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                               (40.965)
Indikasi nilai pasar 99,999334% saham                                                (40.964)




                                                 105
Page 281
PT Ungasan Semesta Resort                                                                       Lampiran F
Rekonsiliasi Nilai
Per 30 Juni 2025

                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                            Indikasi Nilai
                  Metode Penilaian                                            Bobot             Nilai
                                                                Pasar
Metode Penyesuaian Aset Bersih                                     (30.095)      90,00%            (27.085)
Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek                (40.964)      10,00%             (4.096)
Indikasi Nilai Pasar 99,999334% Saham                                           100,00%            (31.182)




                                                      106
Page 282
PT Indo Indah                                                                                   Lampiran G
Indikasi Nilai Pasar 99,600000% Saham
Indikasi Nilai Pasar 0,400000% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 30 Juni 2025

                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    Faktor               Nilai Kini
            Tahun                        Arus Kas Bersih
                                                                   Diskonto           Arus Kas Bersih
             2025                                            531             0,9472                     503
             2026                                            936             0,8499                     796
             2027                                            982             0,7626                     749
             2028                                          1.033             0,6842                     707
             2029                                          1.091             0,6139                     670
             2030                                          1.144             0,5508                     630
             2031                                          1.198             0,4942                     592
             2032                                          1.259             0,4434                     558
             2033                                          1.314             0,3978                     523
             2034                                          1.376             0,3569                     491
             2035                                          1.440             0,3202                     461
Nilai kini arus kas bersih                                                                            6.680
Normalisasi arus kas bersih                                                   1.469
Nilai kekal                                                                  15.537
Faktor diskonto                                                              0,3202
Indikasi nilai kini dari nilai kekal                                                                  4.975
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas                                                                                                    27
  Utang lain-lain                                                                                    (1.863)
  Utang kepada pihak berelasi                                                                        (5.051)
Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                                                4.768
Indikasi nilai pasar 99,600000% saham                                                                 4.749
Indikasi nilai pasar 0,400000% saham                                                                     19




                                                           107
Page 283
PT Indo Indah                                                                                       Lampiran H
Indikasi Nilai Pasar 99,600000% Saham
Indikasi Nilai Pasar 0,400000% Saham
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan
Per 30 Juni 2025

                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                              Indikasi Nilai
                       Keterangan                              30/06/25        Penyesuaian
                                                                                                   Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas                                                                       27                -              27
Aset keuangan lancar lainnya                                               0                -               0
Jumlah Aset Lancar                                                        27                -              27
ASET TIDAK LANCAR
Properti investasi                                                  10.182               334            10.516
Jumlah Aset Tidak Lancar                                            10.182               334            10.516
JUMLAH ASET                                                         10.209               334            10.543
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Beban akrual                                                             6                  -                6
Utang lain-lain                                                      1.863                  -            1.863
Utang pajak                                                              0                  -                0
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                      1.869                  -            1.869
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang kepada pihak berelasi                                          5.051                  -            5.051
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                     5.051                  -            5.051
JUMLAH LIABILITAS                                                    6.920                  -            6.920
EKUITAS                                                              3.289               334             3.623
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       10.209               334            10.543

Aset berwujud bersih                                                                                    10.510
Tingkat pengembalian untuk aset berwujud bersih                                                         10,14%
Laba normal                                                                                              1.119
Pengembalian yang diharapkan dari aset berwujud bersih                                                   1.066
Kelebihan pendapatan                                                                                        53
Tingkat kapitalisasi dari kelebihan pendapatan                                                          11,46%
Aset tak berwujud                                                                                          461
Kas                                                                                                         27
Utang lain-lain                                                                                         (1.863)
Utang kepada pihak berelasi                                                                             (5.051)
Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                                                   4.084
Indikasi nilai pasar 99,600000% saham                                                                    4.068
Indikasi nilai pasar 0,400000% saham                                                                       16




                                                         108
Page 284
PT Indo Indah                                                                        Lampiran I
Rekonsiliasi Nilai
Per 30 Juni 2025

                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                 Indikasi Nilai
                     Metode Penilaian                             Bobot             Nilai
                                                     Pasar
Metode Diskonto Arus Kas                                  4.739      50,00%                 2.370
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan                  4.068      50,00%                 2.034
Indikasi Nilai Pasar 99,600000% Saham                               100,00%                 4.403


PT Indo Indah                                                                       Lampiran J
Rekonsiliasi Nilai
Per 30 Juni 2025

                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                 Indikasi Nilai
                     Metode Penilaian                             Bobot             Nilai
                                                     Pasar
Metode Diskonto Arus Kas                                     19      50,00%                   10
Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan                     16      50,00%                    8
Nilai Pasar 0,400000% Saham                                         100,00%                   18




                                           109
Page 285
LAPORAN PENILAIAN 100,000000% SAHAM
      PT SITIAGUNG MAKMUR

  PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk

        TANGGAL PENILAIAN
           30 JUNI 2025
Page 286
No. : 00175/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025                              24 November 2025



Kepada Yth.

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4, Kuningan
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 100,000000% Saham PT Sitiagung Makmur


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Surya Semesta
Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,000000% saham PT Sitiagung Makmur (selanjutnya disebut
“SAM”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 100,000000% saham SAM
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.
Page 287
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                   Perseroan



                                  99,999998%                                                                  95,582984%


                        PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                        International (EPI)
                                                                                                          EPI 4,417016%
           94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                   PT Suryalaya Anindita
  PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                     International (SAI)
        (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                          TCP 27,327327%
       TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
           99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

  PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                         PT Indo Indah (II)
     Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

  Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                                     ii
Page 288
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                                              iii
Page 289
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar
domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti
dan pariwisata nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan beberapa aksi
korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham atau setara
    dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari jumlah
    seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut “Saham
    SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi
    SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan
    99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH
    (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut
    “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan
    99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR
    (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna
    Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan luas tanah sebesar
    8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan Rencana
Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                            iv
Page 290
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka mengembangkan
portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan
merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan
rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di
bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset
perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan
imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas,
di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak
dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan
dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh Tanah
dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand
Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang
dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit perhotelan
di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi
dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan
dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas
kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai
entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.




                                               v
Page 291
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
    entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
    mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
    Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur
    kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini
    sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada
    pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
    terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan
    bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak
    Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian
    ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang
    saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
    melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
    keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
    memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
    diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan
    yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas
    Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang
    dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
    memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang
    prospek pertumbuhan industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh
    Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah
    persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna
    mengatasi risiko ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan
    dapat memberikan dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan
    atas Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                            vi
Page 292
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan
    unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
    perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
    perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
    perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
    mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat
    sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan
    meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan
    yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SAM adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SAM bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SAM adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                            vii
Page 293
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SAM ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SAM. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.




                                            viii
Page 294
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SAM yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
konsolidasian SAM untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 100,000000% saham PT Sitiagung Makmur ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
100,000000% saham PT Sitiagung Makmur tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Notaris No. 31 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal II, struktur pemegang saham II per tanggal
    3 September 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                Pemegang Saham            Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
    PT Sitiagung Makmur                                  807        99,876238%      7.341.279.000
    PT Ungasan Semesta Resort                              1         0,123762%          9.097.000
    Jumlah                                               808       100,000000%      7.350.376.000



•   Berdasarkan Akta Notaris No. 183 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SAM, struktur pemegang saham SAM per tanggal
    23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                Pemegang Saham            Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
    PT Surya Semesta lnternusa Tbk                467.850.000       94,860097%    467.850.000.000
    PT TCP Internusa                               25.350.000        5,139903%     25.350.000.000
    Jumlah                                        493.200.000      100,000000%    493.200.000.000




                                             ix
Page 295
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk periode enam bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (selanjutnya disebut “AAJAMR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01331/2.1030/AU.1/03/0501-1/X/2025
   tanggal 31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

3. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00608/2.1030/AU.1/03/1698-3/1/III/2025 tanggal 2 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

4. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00448/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

5. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00546/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00180/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022 tanggal 1 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

7. Laporan keuangan konsolidasian SAM untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00292/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/III/2021 tanggal 22 Maret 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

8. Laporan keuangan USR untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 01329/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/X/2025 tanggal 30 Oktober 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;




                                            x
Page 296
9. Laporan keuangan II untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
   yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 01327/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/X/2025 tanggal 30 Oktober 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00452/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/II/2025 tanggal 27 Februari 2025 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00445/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024 tanggal 23 Februari 2024 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00342/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023 tanggal 27 Maret 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

13. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00081/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/II/2022 tanggal 15 Februari 2022 dengan pendapat
    wajar dengan pengecualian dan hal lain;

14. Laporan keuangan II untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP Sulaimin & Rekan sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00009/2.0714/AU.1/03/0278-1/1/IV-2021 tanggal 6 April 2021 dengan pendapat wajar
    tanpa modifikasian;

15. Proyeksi laporan keuangan II untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen II;

16. Laporan penilaian properti SAM per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP Suwendho,
    Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00415/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025;

17. Laporan penilaian properti USR per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00422/2.0059-02/PP/03/0242/1/XI/2025
    tanggal 21 November 2025;

18. Laporan penilaian properti II per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00420/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal
    21 November 2025;

19. Akta Notaris No. 31;

20. Akta Notaris No. 183;


                                           xi
Page 297
21. Anggaran dasar SAM yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 337
    tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat oleh Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
    mengenai peningkatan modal disetor SAM;

22. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;

23. Tarif pajak yang diberlakukan atas II adalah berdasarkan pendapatan neto dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak final yang berlaku umum di
    Indonesia, yaitu sebesar 10,00% untuk tahun 2025 – 2035;

24. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SAM serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

25. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

26. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

27. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

28. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

29. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SAM atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SAM. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.




                                            xii
Page 298
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan II yang disusun oleh manajemen II. Dalam penyusunan proyeksi
laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja II pada tahun-tahun
sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah
melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja II yang dinilai pada saat penilaian ini dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan
terhadap target kinerja II yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi
laporan keuangan berdasarkan kinerja historis II dan informasi manajemen II terhadap
proyeksi laporan keuangan II tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian
SAM dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SAM atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SAM bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                           xiii
Page 299
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SAM.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SAM berdasarkan anggaran dasar SAM.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.


PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif II, pengkajian atas kondisi operasi dan
manajemen serta sumber daya yang dimiliki II. Prospek II di masa yang akan datang kami
evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang diberikan oleh
manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan
pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak
nilai (value drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.




                                              xiv
Page 300
METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method), metode penyesuaian aset bersih (adjusted net
asset method), metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek (guideline publicly
traded company method), dan metode kapitalisasi kelebihan pendapatan (capitalized excess
earning method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh II
di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha
II. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini, operasi II diproyeksikan sesuai dengan
perkiraan atas perkembangan usaha II. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi
dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko.
Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas tersebut.

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek digunakan dalam penilaian ini karena
walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi mengenai
perusahaan sejenis dengan skala usaha dan aset yang setara, namun diperkirakan data
saham perusahaan terbuka yang ada dapat digunakan sebagai data perbandingan atas nilai
saham yang dimiliki oleh SAM dan USR.

Metode kapitalisasi kelebihan pendapatan yang digunakan dalam penilaian II merupakan
metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank).

Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud seperti hak paten, lisensi, biaya riset dan
pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan siap bekerja dan daftar langganan, juga
harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan melakukan penilaian
terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar ekuitas (net worth) kemudian
diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas yang telah
disesuaikan.

Sebagai langkah selanjutnya perlu dihitung arus kas bersih dari perusahaan yang dinilai.
Selisih antara arus kas bersih dengan pendapatan yang diharapkan merupakan kelebihan
pendapatan yang dihasilkan oleh aset berwujud bersih. Nilai aset takberwujud kemudian
dihitung dengan cara mengkapitalisasikan kelebihan pendapatan tersebut dengan tingkat
kapitalisasi yang sesuai. Langkah berikutnya adalah menghitung indikasi nilai pasar saham
dengan menjumlahkan nilai aset berwujud bersih dan nilai aset takberwujud.




                                              xv
Page 301
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SAM. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 100,000000% Saham SAM Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
       Bersih

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham SAM sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 650,30 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
       100,000000% saham SAM adalah sebesar Rp 390,18 miliar. Dengan demikian, nilai
       pasar 100,000000% saham SAM berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
       adalah sebesar Rp 390,18 miliar.

II.    Nilai Pasar 100,000000% Saham SAM Berdasarkan Metode Pembanding
       Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

       Berdasarkan metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, diperoleh hasil
       bahwa indikasi nilai pasar 100,00% saham SAM sebelum diskon likuiditas pasar
       adalah sebesar Rp 262,22 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%,
       maka nilai pasar 100,000000% saham SAM adalah sebesar Rp 157,33 miliar. Dengan
       demikian, nilai pasar 100,000000% saham SAM berdasarkan metode pembanding
       perusahaan tercatat di bursa efek adalah sebesar Rp 157,33 miliar.

III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan 10,00% untuk
       metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek.




                                            xvi
Page 302
       Alasan kami memberikan bobot 90,00% untuk metode penyesuaian aset bersih dan
       10,00% untuk metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek, yaitu karena
       data dan informasi yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami
       gunakan untuk menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi
       yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
       informasi yang digunakan pada metode pembanding perusahaan tercatat di bursa
       efek.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 366,89 miliar.

Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan usaha, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan
pihak manajemen II melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen II
mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi.
Kami melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas pencapaian
asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan memengaruhi
perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa dasar-dasar dan
asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan jaminan bahwa
hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
Rp 366,89 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SAM serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SAM. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SAM tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xvii
Page 303
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xviii
Page 304
LAPORAN PENILAIAN 99,999874% SAHAM
    PT SURYA INTERNUSA HOTELS

  PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk

        TANGGAL PENILAIAN
           30 JUNI 2025
Page 305
No. : 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025                              24 November 2025



Kepada Yth.

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4, Kuningan
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 99,999874% Saham PT Surya Internusa Hotels


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Surya Semesta
Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 99,999874% saham PT Surya Internusa Hotels (selanjutnya
disebut “SIH”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 99,999874% saham SIH
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.
Page 306
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                   Perseroan



                                  99,999998%                                                                  95,582984%


                        PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                        International (EPI)
                                                                                                          EPI 4,417016%
           94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                   PT Suryalaya Anindita
  PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                     International (SAI)
        (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                          TCP 27,327327%
       TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
           99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

  PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                         PT Indo Indah (II)
     Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

  Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                                     ii
Page 307
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                                              iii
Page 308
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar
domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti
dan pariwisata nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan beberapa aksi
korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham atau setara
    dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari jumlah
    seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut “Saham
    SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi
    SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan
    99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH
    (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut
    “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan
    99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR
    (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna
    Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan luas tanah sebesar
    8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan Rencana
Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                            iv
Page 309
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka mengembangkan
portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan
merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan
rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di
bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset
perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan
imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas,
di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak
dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan
dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh Tanah
dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand
Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang
dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit perhotelan
di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi
dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan
dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas
kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai
entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.




                                               v
Page 310
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
    entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
    mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
    Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur
    kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini
    sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada
    pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
    terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan
    bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak
    Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian
    ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang
    saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
    melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
    keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
    memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
    diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan
    yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas
    Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang
    dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
    memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang
    prospek pertumbuhan industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh
    Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah
    persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna
    mengatasi risiko ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan
    dapat memberikan dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan
    atas Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                            vi
Page 311
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan
    unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
    perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
    perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
    perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
    mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-
    hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan
    secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
    melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya
    saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya
    dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SIH adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SIH bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SIH adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             vii
Page 312
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SIH ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SIH. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.




                                             viii
Page 313
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SIH yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
konsolidasian SIH untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 99,999874% saham PT Surya Internusa Hotels ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
99,999874% saham PT Surya Internusa Hotels tidak terdapat kejadian penting setelah
tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian
nilai pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Notaris No. 175 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SIH, struktur pemegang saham SIH per tanggal
    21 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

    PT Surya Internusa Hotels
    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                (Dalam Rupiah)
                                                               Persentase
              Pemegang Saham               Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                               Kepemilikan
    PT Surya Semesta Internusa Tbk                   823.329        99,9999%   823.329.000.000
    PT TCP Internusa                                       1         0,0001%         1.000.000
    Jumlah                                           823.330       100,0000%   823.330.000.000




                                               ix
Page 314
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk periode enam bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar, dan Rekan (selanjutnya disebut “AAJAMR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01322/2.1032/AU.1/10/0501-1/1/X/2025
   tanggal 31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

3. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00501/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00424/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024 tanggal 21 Februari 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00532/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00266/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

7. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00337/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/IV/2021 tanggal 2 April 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

8. Laporan keuangan SIP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 01323/2.1030/AU.1/05/0501-1/1/X/2025 tanggal 28 Oktober 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                            x
Page 315
9. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00440/2.1030/AU.1/05/1698-3/1/III/2025 tanggal 7 Maret 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00426/2.1030/AU.1/05/1698-2/1/II/2024 tanggal 21 Februari 2024 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00447/2.1030/AU.1/05/1698-1/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00264/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022 tanggal 4 Maret 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;

13. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00339/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/IV/2021 tanggal 2 April 2021 dengan pendapat wajar
    tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;

14. Laporan keuangan SIL untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 01319/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;

15. Proyeksi laporan keuangan SIH untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen SIH;

16. Proyeksi laporan keuangan SIP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen SIP;

17. Laporan penilaian properti SIH per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP Suwendo,
    Rinaldy, dan Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00413/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025.

18. Laporan penilaian properti SIP per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00421/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025
    tanggal 21 November 2025.




                                           xi
Page 316
19. Laporan penilaian properti SIL per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00419/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025
    tanggal 21 November 2025.

20. Anggaran dasar SIH yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 309
    tanggal 20 Desember 2024 yang dibuat oleh Jimmy Tanal, SH, M.Kn, mengenai
    perubahan modal;

21. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;

22. Tarif pajak yang diberlakukan atas SIH adalah berdasarkan laba kena pajak dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum, yaitu
    sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2035;

23. Tarif pajak yang diberlakukan atas SIP adalah berdasarkan pendapatan dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak final yang berlaku umum di
    Indonesia, yaitu sebesar 10,00% untuk tahun 2025 – 2036;

24. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SIH serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

25. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

26. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

27. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

28. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

29. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SIH atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.




                                            xii
Page 317
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SIH. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP yang disusun oleh manajemen SIH dan SIP. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
SIH dan SIP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa
yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan
tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SIH dan SIP yang dinilai
pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SIH dan SIP yang dinilai dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas
pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis
SIH dan SIP dan informasi manajemen SIH terhadap proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP
tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SIH dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SIH atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SIH bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




                                            xiii
Page 318
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SIH.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SIH berdasarkan anggaran dasar SIH.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.




                                            xiv
Page 319
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SIH dan SIP, pengkajian atas kondisi
operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki SIH dan SIP. Prospek SIH dan SIP
di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan
keuangan yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor
eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset bersih (adjusted
net asset method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
SIH dan SIP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha SIH dan SIP. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini,
operasi SIH dan SIP diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SIH
dan SIP. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan
tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari
arus kas tersebut.

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SIH. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


                                              xv
Page 320
RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 99,999874% Saham SIH Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

       Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
       100,00% saham SIH sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 408,46 miliar.
       Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,000000%
       saham SIH adalah sebesar Rp 285,92 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
       99,999874% saham SIH berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
       Rp 285,92 miliar.

II.    Nilai Pasar 99,999874% Saham SIH Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
       Bersih

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh bahwa indikasi nilai pasar
       100,00% saham SIH sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 588,64 miliar.
       Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,000000%
       saham SIH adalah sebesar Rp 412,05 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
       99,999874% saham SIH berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
       sebesar Rp 412,05 miliar.

III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan 70,00% untuk metode
       penyesuaian aset bersih.

       Alasan kami memberikan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan 70,00%
       untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi yang
       digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami gunakan untuk
       menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki
       tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang
       digunakan pada metode diskonto arus kas.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 374,21 miliar.




                                           xvi
Page 321
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen SIH dan SIP melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen SIH
dan SIP mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana
Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat
kami, asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas
pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan
memengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa
dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan
jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
Rp 374,21 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SIH serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SIH. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SIH tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xvii
Page 322
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xviii
Page 323
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap SIH untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xix
Page 324
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                         .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Aldrich Valerian Budhimulja                                     .....................................
No. MAPPI       : 23-A-11992




                                           xx
Page 325
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
   dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2025.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xxi
Page 326
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari SIH.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                        .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Aldrich Valerian Budhimulja                                    .....................................
No. MAPPI       : 23-A-11992




                                          xxii
Page 327
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                              i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                      xix

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                  xx

SURAT PERNYATAAN                                                                xxi

DAFTAR ISI                                                                     xxiii

DAFTAR TABEL                                                                   xxvi

DAFTAR GRAFIK                                                                   xxx

LAMPIRAN                                                                       xxxi

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                               7
        C. Premis Penilaian                                                      7
        D. Independensi Penilai                                                  7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                             7
        F. Profil PT Surya Internusa Hotels                                      8
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                         9
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                   9
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                      10
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                            10
        K. Kesimpulan Penilaian                                                 11

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                            12
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                          17
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                        17
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                            17
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                    18
        F. Informasi Non-Keuangan                                               21
        G. Jenis Ekuitas                                                        23
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                             23
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                        25
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                         25
        K. Jenis Laporan                                                        26
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)       26




                                          xxiii
Page 328
                                                                                HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Surya Internusa Hotels                                 27
        B. Kegiatan Usaha                                                           27
        C. Manajemen                                                                27
        D. Kepemilikan Saham                                                        28
        E. Data Keuangan Historis                                                   28
        F. Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak PT Surya Internusa Hotels       30

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                                   33
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                               36
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                               37
        D. Tingkat Suku Bunga                                                       37
        E. Inflasi                                                                  38
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                       39

V.      TINJAUAN INDUSTRI PERHOTELAN

        A. Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia                                    41
        B. Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia                                43

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Surya Internusa Hotels                                                46
        B. Analisis atas Common Size PT Surya Internusa Hotels                      56
        C. Analisis atas Common Size Industri Perhotelan                            58

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Persaingan Usaha                                                  63
        B. Risiko Gangguan Keamanan                                                 63
        C. Risiko Ekonomi                                                           63
        D. Risiko Politik dan Sosial                                                63
        E. Risiko Bencana Alam                                                      64
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                              64

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                                  65
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                          66
        C. Premis Penilaian                                                         67
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                                67
        E. Prosedur Penilaian                                                       68
        F. Independensi Penilai                                                     68




                                            xxiv
Page 329
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   69
      B. Nilai Pasar Objek Penilaian                                                70
      C. PT Surya Internusa Properti                                                87
      D. PT Surya Internusa Lestari                                                 98
      E. Kesimpulan Penilaian                                                       99




                                          xxv
Page 330
                                   DAFTAR TABEL

                                                                     HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Internusa Hotels                                      8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Internusa Hotels                                     28

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Surya Internusa Hotels
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                  28

Tabel 4    Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Surya Internusa Hotels
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       29

Tabel 5    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Internusa Properti                                   31

Tabel 6    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Internusa Lestari                                    32

Tabel 7    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                       33

Tabel 8    Pertumbuhan Inflasi                                           34

Tabel 9    Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                           35

Tabel 10   Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi             39

Tabel 11   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Surya Internusa Hotels
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                  46

Tabel 12   Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Surya Internusa Hotels
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       50




                                          xxvi
Page 331
                                                                        HALAMAN

Tabel 13   Laporan Arus Kas Konsolidasian
           PT Surya Internusa Hotels
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          52

Tabel 14   Rasio-rasio Keuangan
           PT Surya Internusa Hotels
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     55

Tabel 15   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Surya Internusa Hotels
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     56

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Surya Internusa Hotels
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          57

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Indonesian Paradise Property Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     58

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Indonesian Paradise Property Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          59

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     60

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          61

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     61




                                        xxvii
Page 332
                                                                         HALAMAN

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                           62

Tabel 23   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           PT Surya Internusa Hotels
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035                           74

Tabel 24   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
           PT Surya Internusa Hotels
           Per 31 Desember 2025 – 2035                                       75

Tabel 25   Proyeksi Arus Kas Bersih
           PT Surya Internusa Hotels
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035                           77

Tabel 26   Indikasi Nilai Kini Operasi
           PT Surya Internusa Hotels
           Per 30 Juni 2025                                                  81

Tabel 27   Nilai Pasar 99,999874% Saham
           PT Surya Internusa Hotels
           Metode Diskonto Arus Kas
           Per 30 Juni 2025                                                  82

Tabel 28   Nilai Pasar 99,999874% Saham
           PT Surya Internusa Hotels
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                                  85

Tabel 29   Rekonsiliasi Nilai
           PT Surya Internusa Hotels
           Per 30 Juni 2025                                                  86

Tabel 30   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
           PT Surya Internusa Properti
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035                           89




                                         xxviii
Page 333
                                                                         HALAMAN

Tabel 31   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
           PT Surya Internusa Properti
           Per 31 Desember 2025 – 2035                                       90

Tabel 32   Proyeksi Arus Kas Bersih
           PT Surya Internusa Properti
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035                           91

Tabel 33   Indikasi Nilai Kini Operasi
           PT Surya Internusa Properti
           Per 30 Juni 2025                                                  95

Tabel 34   Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham
           PT Surya Internusa Properti
           Metode Diskonto Arus Kas
           Per 30 Juni 2025                                                  96

Tabel 35   Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham
           PT Surya Internusa Properti
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                                  97

Tabel 36   Rekonsiliasi Nilai
           PT Surya Internusa Properti
           Per 30 Juni 2025                                                  98

Tabel 37   Indikasi Nilai Pasar 99,990000% Saham
           PT Surya Internusa Lestari
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                                  99




                                         xxix
Page 334
                                   DAFTAR GRAFIK

                                                                               HALAMAN

Grafik 1    Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                 37

Grafik 2    Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
            di Indonesia                                                           38

Grafik 3    Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing               40

Grafik 4    Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
            Tahun 2021 – 2024                                                      41

Grafik 5    Tingkat Okupansi Hotel Di Dunia
            Januari 2025 – Juni 2025                                               42

Grafik 6    Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
            Tahun 2025 – 2030                                                      42

Grafik 7    Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
            Tahun 2021 – 2024                                                      43

Grafik 8    Provinsi dengan Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang terbesar
            di Indonesia Periode Juni 2025                                         44

Grafik 9    Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
            Tahun 2025 – 2030                                                      45

Grafik 10   Proyeksi Pendapatan
            PT Surya Internusa Hotels
            Tahun 2025 – 2035                                                      72

Grafik 11   Proyeksi Beban Departemen
            PT Surya Internusa Hotels
            Tahun 2025 – 2035                                                      73

Grafik 12   Proyeksi Pendapatan Sewa
            PT Surya Internusa Properti
            Tahun 2025 – 2035                                                      88




                                          xxx
Page 335
                                     LAMPIRAN
                                                     HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 99,999874% Saham
             PT Surya Internusa Hotels
             Metode Diskonto Arus Kas
             Per 30 Juni 2025                           100

Lampiran B   Nilai Pasar 99,999874% Saham
             PT Surya Internusa Hotels
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                           101

Lampiran C   Rekonsiliasi Nilai
             PT Surya Internusa Hotels
             Per 30 Juni 2025                           102

Lampiran D   Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham
             PT Surya Internusa Properti
             Metode Diskonto Arus Kas
             Per 30 Juni 2025                           103

Lampiran E   Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham
             PT Surya Internusa Properti
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                           104

Lampiran F   Rekonsiliasi Nilai
             PT Surya Internusa Properti
             Per 30 Juni 2025                           105

Lampiran G   Indikasi Nilai Pasar 99,990000% Saham
             PT Surya Internusa Lestari
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                           106




                                           xxxi
Page 336
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Surya Semesta Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
       suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan,
       pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan
       perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat, kawasan industri,
       pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan utama Perseroan adalah
       melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa manajemen serta pelatihan
       pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha pembangunan/pengelolaan
       kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan lain-lain. Perseroan
       berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling
       3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
       nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       dengan rincian sebagai berikut:

                                                                          Perseroan



                                         99,999998%                                                                  95,582984%


                               PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                               International (EPI)
                                                                                                                 EPI 4,417016%
                  94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                          PT Suryalaya Anindita
         PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                            International (SAI)
               (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                                 TCP 27,327327%
              TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
                  99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

         PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                                PT Indo Indah (II)
            Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

         Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




       EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL
       selanjutnya secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                             1
Page 337
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
lingkup kegiatan usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                              2
Page 338
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan
menunjukkan prospek pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan
preferensi konsumen, seperti permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis,
popularitas boutique hotel, serta tren bangunan ramah lingkungan. Peluang
pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar domestik, mengingat sifat
industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti dan pariwisata
nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan
beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham
    atau setara dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan
    5,139902% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada
    SAM (selanjutnya disebut “Saham SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI
    (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara
    dengan 99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan
    disetorkan pada SIH (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara
    dengan 99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan
    disetorkan pada SSR (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di
    Jalan Rasuna Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan
    luas tanah sebesar 8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan
Rencana Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana
Transaksi”.




                                  3
Page 339
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham
pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya
perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal
atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan
Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan
guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas
Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan
aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung
pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga
dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas
Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana dengan
menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak
Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan
yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan
peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah
satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah
awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai
dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi
SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                  4
Page 340
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan industri
serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan
aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak
Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara
produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan
meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
    saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
    Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata,
    khususnya perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan
    restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan
    dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis
    dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
    yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
    pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis
    perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas
    Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan
    secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil
    investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku
    kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan
    dalam rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi
    dalam proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas
    kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi
    seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan
    menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset
    perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
    dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
    masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
    industri perhotelan.




                                  5
Page 341
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
    memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan
    salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi
    langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan
    sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
    lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas
    Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah
    seiring dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam
    pencarian pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk
    melakukan pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan
    saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis
    dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa
    perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
    tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan
    penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
    Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan
    kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK
17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas nilai pasar 99,999874% saham SIH.

Mengingat SIH adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SIH bersifat tidak likuid.


                                   6
Page 342
I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 99,999874% saham SIH
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
       “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300,
       SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa SIH adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SIH
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SIH. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
       tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan SIH yang kami terima. Data keuangan tersebut
       berupa laporan keuangan konsolidasian SIH untuk periode enam bulan yang
       berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                          7
Page 343
I.F.     Profil PT Surya Internusa Hotels

         SIH didirikan pada tanggal 5 Maret 2020 berdasarkan Akta Notaris Robert Purba,
         S.H., No. 22. Akta pendirian SIH telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
         Manusia        Republik        Indonesia      melalui       Surat     Keputusan
         No. AHU-15842.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 26 Maret 2010.

         Anggaran dasar SIH telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
         Akta No. 309 tertanggal 20 Desember 2024 dari Jimmy Tanal, SH, M.Kn notaris di
         Jakarta, mengenai perubahan modal.

         Kantor pusat SIH beralamat di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna
         Said Kavling 3 – 4, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham SIH berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Surya Internusa Hotels
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                           (Dalam Rupiah)
                                                                        Persentase
                     Pemegang Saham                    Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                        Kepemilikan
         PT Surya Semesta Internusa Tbk                       793.029       99,999874%    793.029.000.000
         PT TCP Internusa                                           1        0,000126%          1.000.000
         Jumlah                                               793.030      100,000000%    793.030.000.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SIH pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris                            :   Johannes Suradjaja
         Wakil Presiden Komisaris                      :   Eddy Purwana Wikanta

         Direksi
         Presiden Direktur                             :   Wilson Effendy
         Wakil Presiden Direktur                       :   Amir Tjahaja
         Direktur                                      :   Sonny Satia negara

I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SIH adalah bergerak dalam bidang penyedia
         akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas profesional, ilmiah dan
         teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
         tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.



                                                   8
Page 344
I.G.   Definisi Nilai yang Digunakan

       Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
       terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

       Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
       digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
       POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
       dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
       penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
       menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
       secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
       pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.   Pendekatan Penilaian yang Digunakan

       Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
       internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
       historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SIH dan
       SIP, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang
       dimiliki SIH dan SIP. Prospek SIH dan SIP di masa yang akan datang kami
       evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang
       diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
       Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal
       yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
       singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

       Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
       suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
       keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
       diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
       normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
       oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
       perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
       rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
       yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
       tersebut.




                                          9
Page 345
I.I.     Metode Penilaian yang Digunakan

         Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
         diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian
         aset bersih (adjusted net asset method).

         Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
         dilaksanakan oleh SIH dan SIP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
         dengan perkiraan atas perkembangan usaha SIH dan SIP. Dalam melaksanakan
         penilaian dengan metode ini, operasi SIH dan SIP diproyeksikan sesuai dengan
         perkiraan atas perkembangan usaha SIH dan SIP. Arus kas yang dihasilkan
         berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang
         sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas
         tersebut.

         Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
         semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
         pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
         pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
         kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
         (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

         Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
         untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
         manajemen Perseroan dan SIH. Tidak tertutup kemungkinan untuk
         diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
         hasil yang berbeda.

         Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
         dengan melakukan pembobotan.

I.J.     Ringkasan Hasil Penilaian

         Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
         sebagai berikut:

I.J.1.   Nilai Pasar 99,999874% Saham SIH Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

         Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
         100,00% saham SIH sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 408,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
         100,000000% saham SIH adalah sebesar Rp 285,92 miliar. Dengan demikian, nilai
         pasar 99,999874% saham SIH berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
         sebesar Rp 285,92 miliar.




                                            10
Page 346
I.J.2.   Nilai Pasar 99,999874% Saham SIH Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
         Bersih

         Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh bahwa indikasi nilai
         pasar 100,00% saham SIH sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
         Rp 588,64 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
         100,000000% saham SIH adalah sebesar Rp 412,05 miliar. Dengan demikian, nilai
         pasar 99,999874% saham SIH berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
         adalah sebesar Rp 412,05 miliar.

I.J.3.   Rekonsiliasi Nilai

         Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
         yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
         pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
         masing-masing dengan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         70,00% untuk metode penyesuaian aset bersih.

         Alasan kami memberikan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan
         70,00% untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi
         yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami gunakan untuk
         menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
         memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
         informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas.

         Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
         Penilaian adalah sebesar Rp 374,21 miliar.

         Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang
         dihitung dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi
         mengenai tingkat pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan
         yang dikembangkan pihak manajemen SIH dan SIP melalui analisis atas kinerja
         historis dan pernyataan manajemen SIH dan SIP mengenai rencana-rencana
         untuk masa yang akan datang sebelum Rencana Transaksi. Kami melakukan
         penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat kami,
         asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas
         pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini
         akan memengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian
         bahwa dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat
         memberikan jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.

I.K.     Kesimpulan Penilaian

         Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
         dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
         penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 374,21 miliar.




                                          11
Page 347
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk
        mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat,
        kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan utama
        Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
        manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
        pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi,
        perhotelan dan lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20,
        Jalan H.R. Rasuna Said Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan
        nomor telepon: (021) 526 2121, nomor faksimile: (021) 526 7878, dan
        email: inquiry@suryainternusa.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        dengan rincian sebagai berikut:

                                                                  Perseroan



                                    99,999998%                                                       95,582984%


                                                                                                    TCP
                                  EPI

                                                                                                  EPI 4,417016%
                   94,677165%       99,996575%                         99,999874%                    49,549550%             99,996440%

                                                                                                    SAI
                 SAM              BHM                                  SIH                                                SSR
                                                                                                  TCP 27,327327%
               TCP 5,322835%    SIH 0,003425%                     TCP 0,000126%                    EPI 9,909910%        TCP 0,003560%
                   99,999334%       99,600000%            99,996000%                 99,990000%       99,993453%            97,408377%      99,800000%


                 USR               II                   SIP                         SIL             SCP                   SBP              SBL

          Perseroan 0,000666%   USR 0,400000%    Perseroan 0,004000%            TCP 0,010000%     TCP 0,006547%    Perseroan 2,591623%   TCP 0,200000%




                                                                   12
Page 348
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
lingkup kegiatan usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                             13
Page 349
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan
menunjukkan prospek pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan
preferensi konsumen, seperti permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis,
popularitas boutique hotel, serta tren bangunan ramah lingkungan. Peluang
pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar domestik, mengingat sifat
industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti dan pariwisata
nasional.

Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham
pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya
perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal
atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan
Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan
guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas
Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan
aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung
pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga
dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas
Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana dengan
menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak
Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan
yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan
peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah
satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah
awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai
dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi
SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                  14
Page 350
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan industri
serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan
aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak
Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara
produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan
meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
    saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
    Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata,
    khususnya perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan
    restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan
    dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis
    dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
    yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
    pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis
    perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas
    Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan
    secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil
    investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku
    kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan
    dalam rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi
    dalam proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas
    kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi
    seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan
    menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset
    perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
    dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
    masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
    industri perhotelan.




                                  15
Page 351
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
    memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan
    salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi
    langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan
    sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
    lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas
    Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah
    seiring dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam
    pencarian pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk
    melakukan pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan
    saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis
    dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa
    perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
    tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan
    penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
    Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan
    kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.

Mengingat SIH adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SIH bersifat tidak likuid.




                                   16
Page 352
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan SIH yang kami terima. Data keuangan tersebut
        berupa laporan keuangan konsolidasian SIH untuk periode enam bulan yang
        berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         17
Page 353
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun
           oleh manajemen Perseroan;

        2. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
           (selanjutnya disebut “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar, dan Rekan
           (selanjutnya disebut “AAJAMR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
           No. 01322/2.1032/AU.1/10/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
           pendapat wajar tanpa modifikasian;

        3. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00501/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/III/2025
           tanggal 24 Maret 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        4. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00424/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024
           tanggal 21 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

        5. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00532/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023
           tanggal 24 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

        6. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00266/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/III/2022
           tanggal 18 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
           penekanan suatu hal dan hal lain;

        7. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00337/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/IV/2021
           tanggal 2 April 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
           penekanan suatu hal dan hal lain;

        8. Laporan keuangan SIP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
           30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
           dalam laporannya No. 01323/2.1030/AU.1/05/0501-1/1/X/2025 tanggal
           28 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                        18
Page 354
9. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00440/2.1030/AU.1/05/1698-3/1/III/2025
   tanggal 7 Maret 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00426/2.1030/AU.1/05/1698-2/1/II/2024
    tanggal 21 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00447/2.1030/AU.1/05/1698-1/1/III/2023
    tanggal 24 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00264/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022
    tanggal 4 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
    penekanan suatu hal;

13. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00339/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/IV/2021
    tanggal 2 April 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
    penekanan suatu hal;

14. Laporan keuangan SIL untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
    dalam laporannya No. 01319/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal
    31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
    penekanan suatu hal;

15. Proyeksi laporan keuangan SIH untuk periode enam bulan yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen SIH;

16. Proyeksi laporan keuangan SIP untuk periode enam bulan yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen SIP;

17. Laporan penilaian properti SIH per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP
    Suwendo, Rinaldy, dan Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00413/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal
    21 November 2025.




                                19
Page 355
18. Laporan penilaian properti SIP per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana                tertuang            dalam              laporannya
    No. 00421/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025.

19. Laporan penilaian properti SIL per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana               tertuang             dalam              laporannya
    No. 00419/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025.

20. Anggaran dasar SIH yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Notaris No. 309 tanggal 20 Desember 2024 yang dibuat oleh Jimmy Tanal, SH,
    M.Kn, mengenai perubahan modal;

21. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia
    Negara dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan
    hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

22. Tarif pajak yang diberlakukan atas SIH adalah berdasarkan laba kena pajak
    dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
    berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2035;

23. Tarif pajak yang diberlakukan atas SIP adalah berdasarkan pendapatan dalam
    periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak final yang
    berlaku umum di Indonesia, yaitu sebesar 10,00% untuk tahun 2025 – 2036;

24. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SIH serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

25. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

26. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

27. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

28. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

29. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.




                                 20
Page 356
          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
          keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
          informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SIH atau
          yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
          informasi-informasi tersebut.

          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SIH. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha SIH adalah bergerak dalam bidang penyedia
          akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas profesional, ilmiah dan
          teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
          tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
          Dengan demikian, jasa yang dihasilkan oleh SIH adalah jasa hotel beserta dengan
          fasilitas-fasilitas penunjang yang ada di dalamnya.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SIH meliputi:

          •   Karawang;
          •   Cirebon;
          •   Jabadeka;
          •   Palembang;
          •   Pekanbaru; dan
          •   Lampung.




                                           21
Page 357
II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama SIH adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Batiqa Hotel Manajemen;
          •   PT Suryacipta Swadaya;
          •   PT Sukanda Djaya;
          •   PT Cikarang Listrindo; dan
          •   PT Careguard.

          Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya, pelanggan kunci SIH adalah
          sebagai berikut:

          •   PT Mitra Global Holiday;
          •   PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills;
          •   PT Valmet;
          •   PT Trinusa Travelindo (Traveloka); dan
          •   PT Global Tiket Network (Tiket.com).

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SIH adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Duta Wahana Karawang (Brits Hotel Karawang);
          •   Fave Hotel Jababeka;
          •   PT Perdana Asri Utama (Neo Hotel Cirebon);
          •   PT Grahawita Santika (Santika Palembang);
          •   Prime Park Pekanbaru; dan
          •   PT Citra Pariwisata Indonesia (Azana Hotel Lampung);




                                           22
Page 358
II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SIH
          adalah sebagai berikut:

          •   Meningkatkan reputasi merek Batiqa melalui BATIQA One, pemasaran, media
              sosial dan engagement;
          •   Meningkatkan tamu-tamu yang melakukan reservasi melalui Batiqa website
              dan memberikan promosi untuk Batiqa Loyalty Program;
          •   Memberikan layanan terbaik untuk tamu-tamu Batiqa dan juga terus
              meningkatkan pendapatan dan pengembalian terbaik kepada pemilik;
          •   Melakukan inovasi dalam proses digitalisasi dalam pemasaran, reservasi,
              operasional, dan back of the house;
          •   Melakukan perawatan terhadap asset beserta fasilitasnya;
          •   Mempertahankan karyawan dengan performa yang tinggi dengan terus
              memberikan pelatihan dan menciptakan kultur kerja yang sehat; dan
          •   Komitmen terhadap Environment, Social dan Governance.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki SIH merupakan saham biasa, di mana setiap pemegang
          saham SIH memiliki 1 hak suara per lembar saham.

II.H.     Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

          Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
          bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
          dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

          Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas
          didasarkan pada proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP yang disusun oleh
          manajemen SIH dan SIP. Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan,
          berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja SIH dan SIP pada
          tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa yang
          akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan
          keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SIH
          dan SIP yang dinilai pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar,
          tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja
          SIH dan SIP yang dinilai dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
          (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
          kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis SIH dan SIP
          dan informasi manajemen SIH terhadap proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP
          tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SIH dan kesimpulan
          nilai akhir.




                                            23
Page 359
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SIH atau
yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SIH bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan SIH.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
status hukum SIH berdasarkan anggaran dasar SIH.




                                  24
Page 360
II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.

        Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan
        bersama dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan
        analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.




                                          25
Page 361
II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 99,999874% saham PT Surya Internusa Hotels ini
        merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 99,999874% saham PT Surya Internusa Hotels tidak terdapat
        kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
        signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian, kecuali
        kejadian penting sebagai berikut:

        •   Berdasarkan Akta Notaris No. 175 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di
            Jakarta Selatan, mengenai peningkatan modal SIH, struktur pemegang saham
            SIH per tanggal 21 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

            PT Surya Internusa Hotels
            Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                        (Dalam Rupiah)
                                                                       Persentase
                      Pemegang Saham                Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                       Kepemilikan
            PT Surya Semesta Internusa Tbk                   823.329        99,9999%   823.329.000.000
            PT TCP Internusa                                       1         0,0001%         1.000.000
            Jumlah                                           823.330       100,0000%   823.330.000.000




                                               26
Page 362
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Surya Internusa Hotels

         SIH didirikan berdasarkan Akta Notaris Robert Purba, SH, No. 22, tanggal
         5 Maret 2010. Akta pendirian SIH telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
         Asasi     Manusia    Republik    Indonesia    melalui   Surat    Keputusan
         No. AHU-15842.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 26 Maret 2010.

         Anggaran dasar SIH telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
         Akta No. 309 tertanggal 20 Desember 2024 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn notaris
         di Jakarta, mengenai perubahan modal.

         Kantor pusat SIH beralamat di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna
         Said Kavling 3 – 4, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SIH adalah bergerak dalam bidang penyedia
         akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas profesional, ilmiah dan
         teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha
         tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SIH pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris                    :   Johannes Suradjaja
         Wakil Presiden Komisaris              :   Eddy Purwana Wikanta

         Direksi
         Presiden Direktur                     :   Wilson Effendy
         Wakil Presiden Direktur               :   Amir Tjahaja
         Direktur                              :   Sonny Satia Negara




                                          27
Page 363
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham SIH berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Surya Internusa Hotels
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                 (Dalam Rupiah)
                                                                                      Persentase
                           Pemegang Saham                  Jumlah Saham                                      Jumlah Modal
                                                                                     Kepemilikan
         PT Surya Semesta Internusa Tbk                                 793.029               99,999874%       793.029.000.000
         PT TCP Internusa                                                     1                0,000126%             1.000.000
         Jumlah                                                         793.030              100,000000%       793.030.000.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk periode enam bulan yang berakhir
         pada tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2024 dan 2023 telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing
         dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian SIH
         untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP
         AAJAMR dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain. Laporan
         keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2021 dan 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing
         dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal
         lain.

         Ikhtisar data keuangan penting SIH adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Surya Internusa Hotels
         Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
         Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan            30/06/25      31/12/24    31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan bank                                        12.628      15.011      16.582        21.363      13.463         16.024
         Piutang usaha
           Pihak ketiga                                       3.625       3.540       3.706         4.190       2.296          2.001
         Aset keuangan lancar lain
           Pihak berelasi                                     1.030           -       1.589             0          10              0
           Pihak ketiga                                         173         213         293           373           -              -
         Persediaan                                          41.615      41.196       1.419         1.521       1.295          1.427
         Biaya dibayar di muka                                5.763       1.428       1.535         1.598       1.793          1.837
         Pajak dibayar di muka                                  661         131           -             -           -              -
         Jumlah Aset Lancar                                  65.495      61.519      25.124        29.046      18.857         21.289
         ASET TIDAK LANCAR
         Investasi saham                                        1             1           1             1           1              1
         Uang muka                                            250           250         250           250         250            250
         Aset tetap - neto                                405.536       415.664     473.044       491.068     511.478        533.724
         Aset hak guna - neto                               2.251         2.202       3.161         3.959         407          1.527
         Aset tidak lancar lain                               759           785         732           476         150             69
         Manfaat imbalan kerja                                796           993         820           616         600            179
         Jumlah Aset Tidak Lancar                         409.594       419.895     478.008       496.370     512.886        535.749
         JUMLAH ASET                                      475.089       481.414     503.132       525.416     531.743        557.038




                                                        28
Page 364
                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              30/06/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21       31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Deposit kamar hotel                                                    380           548           633           779            601           397
Utang pajak                                                          1.292         1.263         1.436         1.389          1.111           820
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                         1             -             -            14             21             6
  Pihak ketiga                                                       3.180         2.518         2.694         2.410          1.705         1.604
Beban akrual                                                         5.580         6.059         7.788         6.539          5.039         3.665
Liabilitas keuangan jangka pendek lain                               3.015         2.016           744           886            813           995
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
  Pinjaman bank                                                     28.872        35.697        31.408        39.212         39.115        38.981
Liabilitas sewa                                                      1.382         1.037           971           847            336         1.161
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     43.702        49.138        45.673        52.075         48.740        47.629
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian
  Jangka pendek
  Pinjaman bank                                                     45.362        64.909       100.606       113.352       113.150        112.852
Liabilitas sewa                                                        985         1.289         2.295         3.133             -            336
Liabilitas jangka panjang lain - pihak ketiga                            -             -             -            62            62             62
Pinjaman pemegang saham                                                  -             -             -             -             -          5.000
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    46.347        66.199       102.901       116.548       113.212        118.250
JUMLAH LIABILITAS                                                   90.049       115.337       148.575       168.623       161.952        165.878
EKUITAS
Modal saham                                                       793.030        773.030       758.030       748.030        748.030       736.000
Uang muka setoran modal                                            25.500         20.000        15.000        10.000              -             -
Defisit                                                          (433.501)      (426.964)     (418.484)     (401.248)      (378.250)     (344.851)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  induk                                                           385.029        366.066       354.546       356.782       369.780        391.149
Kepentingan non-pengendali                                             11             11            11            11            11             11
JUMLAH EKUITAS                                                    385.040        366.077       354.557       356.793       369.791        391.160
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     475.089        481.414       503.132       525.416       531.743        557.038



Tabel 4
PT Surya Internusa Hotels
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                30/06/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                       Keterangan
                                                               (6 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                          53.116       111.462       105.281        89.937         62.264        49.325
Beban departemen                                                    17.451        35.502        35.373        30.014         21.003        20.631
Laba bruto                                                         35.665         75.960        69.908        59.924         41.261        28.694
Beban umum dan administrasi                                       (36.010)       (71.660)      (71.001)      (66.195)       (61.214)      (62.561)
Beban penjualan dan pemasaran                                      (2.711)        (4.456)       (3.962)       (3.162)        (2.247)       (2.283)
Pendapatan lain-lain                                                   32            337           324           127            428           949
Beban lain-lain                                                        (0)          (106)         (202)         (301)          (450)         (485)
Beban pajak penghasilan final                                         (41)           (41)          (41)          (27)           (27)          (27)
Beban keuangan                                                     (3.422)        (8.785)      (12.172)      (13.039)       (11.185)       (8.663)
Rugi sebelum pajak penghasilan                                      (6.488)       (8.752)      (17.146)      (22.674)       (33.434)      (44.377)
Beban pajak penghasilan                                                  -             -             -             -              -             -
Rugi neto periode/tahun berjalan                                    (6.488)       (8.752)      (17.146)      (22.674)       (33.434)      (44.377)
Penghasilan (beban) komprehensif lainnya                               (49)          272           (90)         (323)            35         3.503
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                             (6.537)       (8.480)      (17.236)      (22.998)       (33.399)      (40.874)
Rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                              (6.488)       (8.752)      (17.146)      (22.674)       (33.434)      (44.377)
 Kepentingan non-pengendali                                             (0)           (0)           (0)           (0)            (0)           (0)




                                                               29
Page 365
III.F.       Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak PT Surya Internusa Hotels

III.F.1.     PT Surya Internusa Properti

III.F.1.a.   Latar Belakang SIP

             SIP didirikan berdasarkan Akta Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn.
             No.104 tanggal 27 Januari 2012. Akta pendirian SIP telah disahkan oleh Menteri
             Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
             No. AHU-05443.AH.01.01.Tahun 2012 tanggal 2 Februari 2012.

             Akta Anggaran Dasar dan Data SIP telah mengalami beberapa kali perubahan,
             terakhir berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn No. 47 tanggal
             3 Juli 2025 mengenai perubahan susunan pengurus SIP. Perubahan tersebut telah
             disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
             Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09.0319770 tanggal 1 Agustus 2025.

             Kantor pusat SIP beralamat di Gedung Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R.
             Rasuna Said Kavling 3 - 4, Kuningan, Jakarta Selatan.

III.F.1.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha SIP adalah bergerak dalam bidang penyediaan
             akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa profesional, ilmiah dan
             teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna usaha tanpa hak opsi,
             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.

III.F.1.c.   Manajemen

             Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SIP pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
             sebagai berikut:

             Dewan Komisaris
             Presiden Komisaris             :        Johannes Suriadja
             Wakil Presiden Komisaris       :        Wilson Effendy

             Direksi
             Presiden Direktur              :        Sonny Satia Negara
             Wakil Presiden Direktur        :        Amir Tjahaja
             Direktur                       :        Sonny Satia Negara




                                                30
Page 366
III.F.1.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham SIP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

             Tabel 5
             PT Surya Internusa Properti
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                             (Dalam Rupiah)
                                                                          Persentase
                         Pemegang Saham                  Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                          Kepemilikan
             PT Surya Internusa Hotels                           24.999       99,996000%     24.999.000.000
             PT Surya Semesta Internusa Tbk                           1        0,004000%          1.000.000
             Jumlah                                              25.000      100,000000%     25.000.000.000



III.F.2.     PT Surya Internusa Lestari

III.F.2.a.   Latar Belakang SIL

             SIL didirikan berdasarkan Akta Notaris Nini Wahyuningsih, S.H. No.366 tanggal
             19 Desember 2016. Akta pendirian SIL telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
             Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
             No. AHU-0057029.AH.01.01.TAHUN 2016 tanggal 22 Desember 2016.

             Akta Anggaran Dasar dan Data SIL telah mengalami beberapa kali perubahan,
             terakhir berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn No. 48 tanggal
             3 Juli 2025 mengenai perubahan maksud dan tujuan. Perubahan tersebut telah
             disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
             Surat Keputusan No. AHU-0051243.AH.01.02 TAHUN 2025 tanggal
             1 Agustus 2025.

             Kantor pusat SIL berdomisili di Gedung Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R.
             Rasuna Said Kavling 3 - 4, Kuningan, Jakarta Selatan.

III.F.2.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha SIL adalah bergerak dalam pertanian, kehutanan
             dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran;
             reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, pengangkutan dan
             pergudangan, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real
             estat, aktivitas profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
             lainnya




                                                      31
Page 367
III.F.2.c.   Manajemen

             Susunan Komisaris dan Direksi SIL pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai
             berikut:

             Dewan Komisaris
             Presiden Komisaris                      :        Johannes Suriadja
             Wakil Presiden Komisaris                :        Eddy Purwana Wikanta

             Direksi
             Presiden Direktur                       :        Amir Tjahaja
             Wakil Presiden Direktur                 :        Soehartono Widjojo
             Direktur                                :        Yurianto Gandha

III.F.2.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham SIL berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

             Tabel 6
             PT Surya Internusa Lestari
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                                               Persentase
                          Pemegang Saham                  Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                               Kepemilikan
             PT Surya Internusa Hotels                            99.990.000       99,990000%     99.990.000.000
             PT TCP Internusa                                         10.000        0,010000%         10.000.000
             Jumlah                                              100.000.000      100,000000%    100.000.000.000




                                                         32
Page 368
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat setelah isu kenaikan tarif efektif
          resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan berkembang
          diumumkan. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
          berjudul Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi di
          AS, Eropa, dan Jepang mengalami penurunan seiring berjalannya pemberlakuan
          kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara-negara
          tersebut. Sedangkan di Tiongkok, tantangan seperti strategi diversifikasi ekspor
          berimplikasi terhadap kinerja ekonomi yang belum kuat. Sebaliknya,
          perekonomian di India diperkirakan tetap kuat didukung oleh tingginya permintaan
          domestik. Melihat kecenderungan kinerja ekonomi yang terjadi pada beberapa
          negara di dunia, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025
          yaitu tumbuh sekitar 3,00%.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 7
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                   (Dalam %)
                                                                                                        Proyeksi
                        Keterangan
                                                    2021      2022       2023       2024       2025       2026      2027
          Dunia                                       6,60      3,60       3,50       3,30       2,80       2,80        3,00
          Negara Maju
           AS                                         6,10       2,50      2,90       2,80       1,50       1,70        2,00
           Hong Kong                                  6,40      (3,70)     3,20       2,50       2,20       2,20        2,10
           Inggris                                    9,50       5,00      0,40       1,10       1,10       1,20        1,50
           Jepang                                     2,70       0,90      1,40       0,20       0,80       0,70        0,80
           Kanada                                     6,10       4,20      1,50       1,60       1,40       1,30        1,90
           Kawasan Eropa                              6,30       3,50      0,60       0,90       1,00       1,10        1,50
           Singapura                                  9,90       4,10      1,80       4,30       2,00       1,80        2,40
           Taiwan                                     6,70       2,70      1,10       4,80       3,10       2,40        2,50
           Australia                                  5,50       4,20      2,10       1,10       1,70       2,30        2,50
           Korea Selatan                              4,60       2,70      1,60       2,00       1,00       1,80        1,80
          Negara Berkembang
           Argentina                                 10,40      6,00       (1,90)     (1,30)     5,00       3,30        3,00
           India                                     (5,80)     9,70        7,60       9,20       N/A       6,30        6,50
           Indonesia                                  3,70      5,30        5,10       5,00      4,80       4,90        5,00
           Kolombia                                  11,00      7,50        0,60       1,70      2,50       2,80        2,90
           Malaysia                                   3,10      8,70        3,60       5,10      4,20       4,30        4,50
           Meksiko                                    4,70      3,90        3,30       1,50      0,30       1,30        2,00
           Mesir                                      3,30      6,70        3,80       2,40      3,90       4,40        4,90
           Tiongkok                                   8,40      3,10        5,40       5,00      4,80       4,20        4,00

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2024, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,80%, 2,50%,
          4,30%, dan 4,80%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 9,20%, 5,00%, 5,10%,
          dan 5,00%.


                                                       33
Page 369
          Pada tahun 2025, PDB di dunia diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar
          2,80%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan
          Australia masing-masing sebesar 1,50%, 2,20%, 2,00%, 3,10%, dan 1,70%.
          Sedangkan untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu Argentina,
          Indonesia, Malaysia, Mesir, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,80%,
          4,20%, 3,90%, dan 4,80%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 8
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                  (Dalam %)
                                                                                       Proyeksi
                         Keterangan
                                        2021       2022     2023     2024     2025       2026      2027
          Dunia                            4,70      8,60     6,60     5,60     3,80       3,50        3,50
          Negara Maju
           AS                              4,70      8,00     4,10     3,00     2,80       2,70        2,30
           Hong Kong                       1,60      1,90     2,10     1,80     1,70       1,90        2,00
           Inggris                         2,60      9,10     7,40     2,50     3,20       2,40        2,00
           Jepang                         (0,30)     2,50     3,30     2,70     2,90       1,80        2,00
           Kanada                          3,40      6,80     3,90     2,40     2,10       2,10        2,00
           Kawasan Eropa                   2,60      8,40     5,50     2,40     2,00       1,90        2,00
           Singapura                       2,30      6,10     4,90     2,40     1,10       1,60        1,70
           Taiwan                          2,00      3,00     2,50     2,20     1,80       1,70        1,80
           Australia                       2,90      6,60     5,60     3,20     2,50       2,70        2,50
           Korea Selatan                   2,50      5,10     3,60     2,30     1,90       1,80        1,90
          Negara Berkembang
           Argentina                      48,10     70,70   127,90   236,80    42,20      22,60       15,80
           India                           5,10      6,70     5,70     5,00      N/A       3,30        4,50
           Indonesia                       1,60      4,20     3,80     2,30     1,80       2,60        2,60
           Kolombia                        3,50     10,20    11,80     6,60     5,00       3,80        3,20
           Malaysia                        2,50      3,40     2,50     1,80     1,90       2,20        2,10
           Meksiko                         5,70      7,90     5,60     4,70     3,90       3,80        3,50
           Mesir                           4,50      8,50    24,40    33,30    15,80      11,70        9,00
           Tiongkok                        0,90      2,00     0,20     0,20     0,10       1,00        1,40

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2024, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 5,60%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi, yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 3,00%, 2,50%, 2,70%, dan 3,20%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi, yaitu Argentina dan Mesir masing-masing sebesar
          236,80% dan 33,30%.




                                            34
Page 370
          Selanjutnya, pada tahun 2025, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 3,80%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Hong Kong, Singapura, Taiwan,
          dan Australia masing-masing sebesar 2,80%, 1,70%, 1,10%, 1,80%, 2,50%.
          Sedangkan untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Argentina, Indonesia,
          Malaysia, masing-masing sebesar 42,20%, 1,80%, dan 1,90%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 9
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                     (Dalam %)
                                                                                          Proyeksi
                        Keterangan
                                       2021       2022       2023       2024     2025       2026      2027
          Negara Maju
           AS                             0,25       4,50       5,50      4,50     4,10       3,45        3,25
           Hong Kong                      0,50       4,75       5,75      4,75      N/A        N/A         N/A
           Inggris                        0,25       3,50       5,25      4,75     3,75       3,35        3,25
           Jepang                        (0,10)     (0,10)     (0,10)     0,25     0,70       0,90        1,10
           Kawasan Eropa                     -       2,50       4,50      3,15     1,90       2,00        2,15
           Taiwan                         1,13       1,75       1,88      2,00     1,90       1,70         N/A
           Australia                      0,10       3,10       4,35      4,35     3,35       3,15        3,30
           Korea Selatan                  1,00       3,25       3,50      3,00     2,15       1,95        1,95
          Negara Berkembang
           Argentina                       N/A       N/A        N/A        N/A    26,00      22,50       10,00
           India                          4,00      6,25       6,50       6,50     5,30       5,30        5,30
           Indonesia                      3,50      5,50       6,00       6,00     4,95       4,70        4,75
           Kolombia                       3,00     12,00      13,00       9,50     8,45       7,35        6,65
           Malaysia                       1,75      2,75       3,00       3,00     2,60       2,55         N/A
           Meksiko                        5,50     10,50      11,25      10,00     7,50       6,75         N/A
           Mesir                          8,25     16,25      19,25      27,25      N/A        N/A         N/A
           Tiongkok                       3,80      3,65       3,45       3,10     2,80       2,60        2,70

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2024 negara-negara
          maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris, dan Australia
          masing-masing sebesar 4,50%, 4,75 %, 4,75%, dan 4,35%. Sedangkan, untuk
          negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Kolombia, Meksiko dan
          Mesir masing-masing sebesar 9,50%, 10,00% dan 27,25%.




                                           35
Page 371
        Selanjutnya, pada tahun 2024 negara berkembang yang mengalami penurunan
        suku bunga tertinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya yaitu Kolombia
        dan Meksiko masing-masing menjadi sebesar 9,50% dan 10,00%. Selanjutnya,
        suku bunga bank sentral pada tahun 2025 diperkirakan mengalami tren penurunan
        dibandingkan dengan suku bunga pada tahun 2024. Negara-negara maju dengan
        suku bunga tertinggi pada 2025 yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing
        sebesar 4,10%, 3,75%, dan 3,35%. Sedangkan untuk kelompok negara-negara
        berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Argentina, Kolombia, dan Meksiko
        masing-masing sebesar 26,00%, 8,45%, dan 7,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh investasi
        non-bangunan terkait kegiatan di sektor transportasi dan kinerja ekspor berbasis
        sumber daya alam serta produk manufaktur. Namun demikian, pertumbuhan
        ekonomi Indonesia dihadapkan dengan tantangan prospek perekonomian global
        yang melemah. Salah satu kebijakan yang dapat dilakukan antara lain
        meningkatkan konsumsi rumah tangga seiring dengan penjualan eceran yang
        melambat. Secara spasial, perekonomian di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua
        diperkirakan mengalami pertumbuhan di atas 5,00%, sedangkan wilayah lainnya
        belum meningkat.

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap dalam kondisi yang baik dan berperan
        dalam menjaga ketahanan eksternal. Pada Mei 2025, NPI mencatat surplus
        sebesar USD 4,30 miliar, meningkat sebesar USD 0,20 miliar dibandingkan
        dengan surplus NPI pada April 2025. Peningkatan neraca perdagangan ini
        didorong oleh ekspor komoditas mesin listrik, besi, dan baja. Kinerja ekspor
        diperkirakan akan tetap positif sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
        pemerintah AS. Sementara itu, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap
        tinggi sebesar USD 152,60 miliar, berada di atas standar kecukupan internasional
        sekitar tiga bulan impor.




                                         36
Page 372
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 diperkirakan berada dalam kisaran
        4,60% – 5,40% yang disebabkan oleh adanya perkiraan meningkatnya permintaan
        domestik dan kinerja ekspor. Namun demikian, berbagai respon kebijakan perlu
        terus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah
        prospek perekonomian dunia yang melemah sehingga perekonomian domestik
        dapat mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu,
        ketahanan eksternal ekonomi Indonesia diperkirakan tetap baik dan nilai tukar
        Rupiah tetap stabil. Selanjutnya, pada tahun 2025, NPI diperkirakan akan
        mencatat defisit transaksi berjalan yang lebih rendah di mana berada dalam
        kisaran defisit 0,50% hingga 1,30% dari PDB dengan surplus transaksi modal dan
        finansial yang berlanjut di tengah ketidakpastian perekonomian global yang masih
        tinggi. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke dalam instrumen portofolio
        domestik juga terus berlanjut terutama disebabkan oleh prospek perekonomian
        Indonesia yang tetap positif, tingginya imbal hasil instrumen keuangan Indonesia,
        serta bergesernya aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia
        sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis
        di mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan
        ekonomi harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung
        perekonomian nasional. Per Juni 2025, suku bunga deposito satu bulan adalah
        sebesar 4,85%, mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode Mei 2025
        yaitu sebesar 4,81%. Hal ini berkaitan dengan persaingan antar bank guna
        memperoleh pendanaan. Suku bunga kredit perbankan juga tercatat masih tinggi,
        yaitu sebesar 9,16% pada Juni 2025.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                          6,00%
         6,00%
                                                             4,95%
                                                   6,00%               4,70%
         5,00%                 5,50%

         4,00%                                                                  4,75%

         3,00%       3,50%
         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2021    2022      2023       2024     2025*     2026*     2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                         37
Page 373
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2024
        adalah sebesar 6,00%, menunjukkan jumlah yang stabil seperti tahun
        sebelumnya. Pada tahun 2025, 2026, dan 2027, suku bunga BI diperkirakan
        masing-masing sebesar 4,95%, 4,70%, dan 4,75%.

IV.E.   Inflasi

        Kebijakan Pemerintah melalui BI untuk mengendalikan inflasi berpengaruh
        terhadap stabilitas tingkat inflasi secara tahunan. Pada Juni 2025, Indeks Harga
        Konsumen (IHK) tetap berada di posisi yang rendah dengan tingkat inflasi tercatat
        sebesar 1,87% secara tahunan yang disebabkan oleh inflasi inti yang menurun,
        inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices (AP) yang
        terkendali. Inflasi inti mengalami penurunan menjadi sebesar 2,37% secara
        tahunan yang dipengaruhi oleh konsistensi suku bunga kebijakan moneter dalam
        mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta permintaan yang
        lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah sebesar 0,57% secara
        tahunan didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya
        sinergi pengendalian inflasi. Sementara itu, inflasi kelompok AP tetap terjaga
        sebesar 1,34% secara tahunan di tengah meningkatnya tarif air minum dan cukai
        hasil tembakau.

        BI memperkirakan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,50% ± 1,00% di
        mana inflasi inti diperkirakan lebih rendah dari perkiraan seiring ekspektasi inflasi
        yang terjaga dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang memadai, imported inflation
        yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. Selain itu, inflasi VF
        diperkirakan tetap terjaga didukung oleh sinergi pengendalian inflasi BI dengan
        Pemerintah Pusat dan Daerah.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia

         4,50%
                                            3,80%
         4,00%
         3,50%                      4,20%

         3,00%                                                            2,60%
                                                    2,30%
         2,50%                                               1,80%
                                                                                    2,60%
         2,00%              1,60%
         1,50%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2021           2022    2023    2024     2025*      2026*     2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                              38
Page 374
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
        2025, 2026, dan 2027 diperkirakan masing-masing sebesar 1,80%, 2,60%, dan
        2,60%.

        Tabel 10
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                                (Dalam %)

         No.         Keterangan                 Inflasi

          1    Papua Selatan                          3,00
          2    Bali                                   2,94
          3    Sulawesi Barat                         2,57
          4    Sulawesi Tenggara                      2,52
          5    DI Yogyakarta                          2,52
          6    Nusa Tenggara Barat                    2,51
          7    Sulawesi Tengah                        2,47
          8    Sumatera Selatan                       2,44
          9    Papua Tengah                           2,33
         10    Lampung                                2,70

        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Triwulan II 2025


        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2025, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
        yaitu Papua Selatan, Bali, dan Sulawesi Barat masing-masing sebesar 3,00%,
        2,94%, dan 2,57%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2025, nilai tukar Rupiah menunjukan kestabilan di tengah
        meningkatnya ketidakpastian global dan menunjukan penguatan yang didukung
        oleh kebijakan stabilisasi BI serta berlanjutnya aliran masuk modal asing. Pada
        Juni 2025, nilai tukar Rupiah menguat sebesar 0,34% point to point dibandingkan
        dengan periode bulan sebelumnya. Nilai tukar Rupiah diperkirakan akan tetap
        stabil dan terjaga didukung oleh komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar
        Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan
        ekonomi domestik yang tetap baik di mana BI terus memperkuat respon kebijakan
        stabilisasi.




                                                       39
Page 375
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

    22.000

    20.000

    18.000

    16.000

    14.000

    12.000

    10.000

     8.000
                    Q4/2025   Q1/2026        Q2/2026        2026
        EUR         19.092    19.159         19.224         19.440
        SGD         12.740    12.677         12.664         12.698
        USD         16.180    16.100         16.020         16.000



Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 19.092, Rp 19.159, Rp 19.224, dan
Rp 19.440.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 12.740, Rp 12.677, Rp 12.664, dan
Rp 12.698.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.180, Rp 16.100, Rp 16.020, dan
Rp 16.000.




                              40
Page 376
V.     TINJAUAN INDUSTRI PERHOTELAN

V.A.   Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia

       Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
       akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan yang
       dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas permintaan dari
       layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai peranan penting
       sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para wisatawan untuk
       berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu dengan waktu yang
       relatif lama.

       Grafik 4
       Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
       Tahun 2021 – 2024
       (Dalam jutaan kamar)

                 1.400,00

                 1.200,00

                 1.000,00

                   800,00

                   600,00

                   400,00

                   200,00

                          -
                               2021          2022         2023           2024
             Jumlah Kamar     591,00        896,00      1.049,00       1.144,00

       Sumber: Statista


       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pemesanan layanan
       penginapan secara global pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 masing-masing
       adalah sebesar 591,00 juta kamar, 896,00 juta kamar, 1.049,00 juta kamar, dan
       1.144,00 juta kamar. Pada tahun 2022, 2023, dan 2024 jumlah pemesanan
       layanan penginapan secara global mengalami peningkatan dibandingkan tahun
       sebelumnya, masing-masing sebesar 305,00 juta kamar, 153,00 juta kamar, dan
       95,00 juta kamar atau setara dengan 51,61%, 17,08%, dan 9,06%.




                                       41
Page 377
Grafik 5
Tingkat Okupansi Hotel Di Dunia
Januari 2025 – Juni 2025
(Dalam Persentase)
                   80,00
                   70,00
                   60,00
                   50,00
                   40,00
                   30,00
                   20,00
                   10,00
                       -
                              Jan      Feb      Mar      Apr      Mei      Juni
          Asia pasifik       60,00    62,00    66,00    68,00    66,00    65,00
          Amerika            54,00    60,00    64,00    64,00    65,00    67,00
          Eropa              55,00    63,00    65,00    69,00    74,00    76,00
          Timur Tengah       72,00    75,00    59,00    74,00    67,00    60,00
Sumber: Statista


Di samping itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada periode
Februari sampai dengan Juni 2025, Eropa merupakan kawasan dengan
peningkatan tingkat okupansi kamar hotel yang paling konsisten masing-masing
mengalami peningkatan tingkat okupansi sebesar 8,00%, 2,00%, 4,00%, 5,00%
dan 2,00%. Sementara tingkat okupansi kamar hotel tertinggi adalah di Eropa pada
bulan Juni 2025 sebesar 76,00% dan rata-rata tingkat okupansi selama Januari
sampai dengan Juni 2025 pada semua kawasan adalah sebesar 65,42%.

Grafik 6
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
Tahun 2025 – 2030
(Dalam miliar USD)

               700,00

               600,00

               500,00

               400,00

               300,00

               200,00

               100,00

                         -
                              2025     2026     2027     2028     2029     2030
    Jumlah Pendapatan        455,15   492,36   524,57   559,37   597,19   638,39
Sumber: Statista




                                        42
Page 378
       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan pasar perhotelan tahun
       2030 diproyeksikan mencapai USD 638,39 miliar. Kenaikan terus terjadi pada nilai
       pendapatan pasar perhotelan di dunia tahun 2026 – 2030 masing-masing
       mengalami kenaikan sebesar USD 37,21 miliar, USD 32,21 miliar,
       USD 34,80 miliar, USD 37,82 miliar, dan USD 41,20 miliar dibandingkan dengan
       tahun-tahun sebelumnya dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
       (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 7,00% dihitung sejak tahun 2025
       hingga tahun 2030, pertumbuhan hotel dunia didorong oleh permintaan tamu hotel
       akan layanan personal, permintaan yang tinggi untuk boutique hotel dan bangunan
       hotel yang ramah lingkungan turut membawa industri perhotelan menjadi semakin
       menjanjikan di masa depan.

V.B.   Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia

       Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
       Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
       menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
       Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian wisatawan
       baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk dituju. Hotel
       yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang perjalanan liburan bagi
       wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung.

       Grafik 7
       Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
       Tahun 2021 – 2024
       (Dalam persentase)

                           60

                           50

                           40

                           30

                           20

                           10

                            0
                                2021          2022            2023            2024
            Tingkat okupansi    36,26         47,35           51,12           52,56
       Sumber : Statista


       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, tingkat okupansi hotel di Indonesia
       meningkat pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Tingkat okupansi kamar hotel
       berbintang di Indonesia pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 masing-masing
       adalah sebesar 36,26%, 47,35%, 51,12%, dan 52,56%. Kenaikan terbesar ada
       pada tahun 2022 di mana tingkat okupansi kamar hotel berbintang di Indonesia
       meningkat 11,09% dibandingkan dengan tahun 2021 yang disebabkan oleh pulih
       nya sektor pariwisata setelah penurunan yang disebabkan oleh pandemi
       Covid-19.


                                         43
Page 379
Grafik 8
Provinsi dengan Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang terbesar
di Indonesia
Periode Juni 2025
(Dalam persentase)
              70,00

              60,00

              50,00

              40,00

              30,00

              20,00

              10,00

                   -
                                                                               Kalimantan
                             Bali   DI Yogyakarta   DKI Jakarta   Jawa Timur
                                                                                 Timur
     Tingkat Okupansi       64,66      53,86          52,35         51,81        51,69
Sumber : Badan Pusat Statistik


Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, tingkat okupansi
kamar pada hotel berbintang di Indonesia pada bulan Juni 2025 secara
keseluruhan adalah sebesar 49,98%, mengalami penurunan 4,70% dibandingkan
dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata lama tinggal wisatawan
pada hotel berbintang pada Juni 2025 adalah selama 1,59 malam, mengalami
penurunan sebesar 0,02% dibandingkan dengan Juni 2024. Secara umum, turis
asing tinggal lebih lama dibandingkan dengan turis lokal, rata-rata tinggal di hotel
berbintang pada Juni 2025 untuk turis asing dan turis lokal masing-masing adalah
sebesar 2,46 malam dan 1,46 malam.




                                       44
Page 380
Grafik 9
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
Tahun 2025 – 2030
(Dalam miliar USD)

                   12,00

                   10,00

                    8,00

                    6,00

                    4,00

                    2,00

                       -
                           2025   2026    2027      2028     2029      2030
    Jumlah Pendapatan      5,27   6,88    7,32      8,11     8,97      9,92
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan hotel di Indonesia pada
2030 di proyeksikan mencapai sebesar USD 9,92 miliar. Proyeksi pendapatan
hotel di Indonesia pada tahun 2026-2030 diperkirakan terus mengalami
peningkatan masing-masing sebesar USD 1,61 miliar, USD 0,44 miliar,
USD 0,79 miliar, USD 0,86 miliar, dan USD 0,95 miliar tingkat pertumbuhan
majemuk tahunan (CAGR) sebesar 13,49% antara tahun 2025 sampai 2030.
Pendapatan pasar perhotelan di Indonesia diproyeksikan untuk meningkat setiap
tahun nya yang disebabkan oleh industri pariwisata Indonesia yang terus
berkembang dan beragamnya penawaran budaya yang ditawarkan.




                                   45
Page 381
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Surya Internusa Hotels

          Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk periode enam bulan yang berakhir
          pada tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2024 dan 2023 telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing
          dengan pendapat wajar tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian SIH
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 telah diaudit oleh KAP
          AAJAMR dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain. Laporan
          keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2021 dan 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR masing-masing
          dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal
          lain.

          Ikhtisar data keuangan penting SIH adalah sebagai berikut:

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Tabel 11
          PT Surya Internusa Hotels
          Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan            30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan bank                                        12.628      15.011      16.582      21.363      13.463         16.024
          Piutang usaha
            Pihak ketiga                                       3.625       3.540       3.706       4.190       2.296          2.001
          Aset keuangan lancar lain
            Pihak berelasi                                     1.030           -       1.589           0          10              0
            Pihak ketiga                                         173         213         293         373           -              -
          Persediaan                                          41.615      41.196       1.419       1.521       1.295          1.427
          Biaya dibayar di muka                                5.763       1.428       1.535       1.598       1.793          1.837
          Pajak dibayar di muka                                  661         131           -           -           -              -
          Jumlah Aset Lancar                                  65.495      61.519      25.124      29.046      18.857         21.289
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi saham                                        1             1           1           1           1              1
          Uang muka                                            250           250         250         250         250            250
          Aset tetap - neto                                405.536       415.664     473.044     491.068     511.478        533.724
          Aset hak guna - neto                               2.251         2.202       3.161       3.959         407          1.527
          Aset tidak lancar lain                               759           785         732         476         150             69
          Manfaat imbalan kerja                                796           993         820         616         600            179
          Jumlah Aset Tidak Lancar                         409.594       419.895     478.008     496.370     512.886        535.749
          JUMLAH ASET                                      475.089       481.414     503.132     525.416     531.743        557.038




                                                         46
Page 382
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                             30/06/25      31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Deposit kamar hotel                                                   380          548           633           779           601           397
          Utang pajak                                                         1.292        1.263         1.436         1.389         1.111           820
          Utang usaha
            Pihak berelasi                                                        1            -             -            14            21             6
            Pihak ketiga                                                      3.180        2.518         2.694         2.410         1.705         1.604
          Beban akrual                                                        5.580        6.059         7.788         6.539         5.039         3.665
          Liabilitas keuangan jangka pendek lain                              3.015        2.016           744           886           813           995
          Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
            Pinjaman bank                                                    28.872      35.697        31.408        39.212        39.115         38.981
          Liabilitas sewa                                                     1.382       1.037           971           847           336          1.161
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    43.702      49.138        45.673        52.075        48.740         47.629
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian
            Jangka pendek
            Pinjaman bank                                                    45.362      64.909       100.606       113.352       113.150        112.852
          Liabilitas sewa                                                       985       1.289         2.295         3.133             -            336
          Liabilitas jangka panjang lain - pihak ketiga                           -           -             -            62            62             62
          Pinjaman pemegang saham                                                 -           -             -             -             -          5.000
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   46.347      66.199       102.901       116.548       113.212        118.250
          JUMLAH LIABILITAS                                                  90.049     115.337       148.575       168.623       161.952        165.878
          EKUITAS
          Modal saham                                                      793.030       773.030       758.030       748.030       748.030       736.000
          Uang muka setoran modal                                           25.500        20.000        15.000        10.000             -             -
          Defisit                                                         (433.501)     (426.964)     (418.484)     (401.248)     (378.250)     (344.851)
          Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
           induk                                                          385.029       366.066       354.546       356.782       369.780        391.149
          Kepentingan non-pengendali                                           11            11            11            11            11             11
          JUMLAH EKUITAS                                                  385.040       366.077       354.557       356.793       369.791        391.160
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   475.089       481.414       503.132       525.416       531.743        557.038




VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset SIH pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 475,09 miliar,
          Rp 481,41 miliar, Rp 503,13 miliar, Rp 525,42 miliar, Rp 531,74 miliar, dan
          Rp 557,04 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah aset SIH mengalami penurunan sebesar
          Rp 6,33 miliar atau setara dengan 1,31% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama di sebabkan oleh penurunan
          aset tetap – neto sebesar Rp 10,13 miliar yang disertai dengan kenaikan biaya
          dibayar di muka sebesar Rp 4,34 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset SIH mengalami penurunan sebesar
          Rp 21,72 miliar atau setara dengan 4,32% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama di sebabkan oleh penurunan
          kas dan bank, aset keuangan lancar lain, serta aset tetap - neto masing-masing
          sebesar Rp 1,57 miliar, Rp 1,67 miliar, dan Rp 57,38 miliar yang disertai dengan
          kenaikan persediaan sebesar Rp 39,78 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset SIH mengalami penurunan sebesar
          Rp 22,28 miliar atau setara dengan 4,24% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama di sebabkan oleh penurunan
          kas dan bank serta aset tetap - neto masing-masing sebesar Rp 4,78 miliar dan
          Rp 18,02 miliar.



                                                                        47
Page 383
          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset SIH mengalami penurunan sebesar
          Rp 6,33 miliar atau setara dengan 1,19% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama di sebabkan oleh penurunan
          aset tetap - neto sebesar Rp 20,41 miliar yang disertai dengan kenaikan kas dan
          bank, piutang usaha – pihak ketiga, serta aset hak guna – neto masing-masing
          sebesar Rp 7,90 miliar, Rp 1,89 miliar, dan Rp 3,55 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset SIH mengalami penurunan sebesar
          Rp 25,30 miliar atau setara dengan 4,54% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama di sebabkan oleh penurunan
          kas dan bank, aset tetap – neto, serta aset hak guna - neto masing-masing sebesar
          Rp 2,56 miliar, Rp 22,25 miliar, dan Rp 1,12 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas SIH pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 90,05 miliar,
          Rp 115,34 miliar, Rp 148,58 miliar, Rp 168,62 miliar, Rp 161,95 miliar, dan
          Rp 165,88 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah liabilitas SIH mengalami penurunan sebesar
          Rp 25,29 miliar atau setara dengan 21,93% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama di sebabkan oleh
          penurunan pinjaman bank sebesar Rp 26,37 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas SIH mengalami penurunan
          sebesar Rp 33,24 miliar atau setara dengan 22,37% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama di sebabkan
          oleh penurunan beban akrual dan pinjaman bank masing-masing sebesar
          Rp 1,73 miliar dan Rp 31,41 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas SIH mengalami penurunan
          sebesar Rp 20,05 miliar atau setara dengan 11,89% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama di sebabkan
          oleh penurunan pinjaman bank sebesar Rp 20,55 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas SIH mengalami kenaikan
          sebesar Rp 6,67 miliar atau setara dengan 4,12% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh
          kenaikan utang usaha, beban akrual, dan liabilitas sewa masing-masing sebesar
          Rp 0,70 miliar, Rp 1,50 miliar, dan Rp 3,13 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas SIH mengalami penurunan
          sebesar Rp 3,93 miliar atau setara dengan 2,37% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama di sebabkan
          oleh penurunan pinjaman pemegang saham sebesar Rp 5,00 miliar yang disertai
          dengan kenaikan beban akrual sebesar Rp 1,37 miliar.




                                           48
Page 384
VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas SIH pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 385,04 miliar,
          Rp 366,08 miliar, Rp 354,56 miliar, Rp 356,79 miliar, Rp 369,79 miliar, dan
          Rp 391,16 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas SIH mengalami kenaikan sebesar
          Rp 18,96 miliar atau setara dengan 5,18% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh uang
          muka setoran modal sebesar Rp 25,50 miliar yang disertai dengan rugi periode
          berjalan yang dibukukan oleh SIH sebesar Rp 6,49 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SIH mengalami kenaikan
          sebesar Rp 11,52 miliar atau setara dengan 3,25% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          uang muka setoran modal sebesar Rp 20,00 miliar yang disertai dengan rugi neto
          tahun berjalan yang dibukukan oleh SIH sebesar Rp 8,75 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SIH mengalami penurunan
          sebesar Rp 2,24 miliar atau setara dengan 0,63% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SIH sebesar Rp 17,15 miliar yang disertai
          dengan uang muka setoran modal sebesar Rp 15,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SIH mengalami penurunan
          sebesar Rp 13,00 miliar atau setara dengan 3,51% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SIH sebesar Rp 22,67 miliar yang disertai
          dengan uang muka setoran modal sebesar Rp 10,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SIH mengalami penurunan
          sebesar Rp 21,37 miliar atau setara dengan 5,46% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
          rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh SIH sebesar Rp 33,43 miliar yang disertai
          dengan tambahan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 12,03 miliar.




                                           49
Page 385
VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain Konsolidasian
          Tabel 12
          PT Surya Internusa Hotels
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                          30/06/25       31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                                 Keterangan
                                                                         (6 Bulan)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                          53.116       111.462       105.281        89.937         62.264        49.325
          Beban departemen                                                    17.451        35.502        35.373        30.014         21.003        20.631
          Laba bruto                                                         35.665         75.960        69.908        59.924         41.261        28.694
          Beban umum dan administrasi                                       (36.010)       (71.660)      (71.001)      (66.195)       (61.214)      (62.561)
          Beban penjualan dan pemasaran                                      (2.711)        (4.456)       (3.962)       (3.162)        (2.247)       (2.283)
          Pendapatan lain-lain                                                   32            337           324           127            428           949
          Beban lain-lain                                                        (0)          (106)         (202)         (301)          (450)         (485)
          Beban pajak penghasilan final                                         (41)           (41)          (41)          (27)           (27)          (27)
          Beban keuangan                                                     (3.422)        (8.785)      (12.172)      (13.039)       (11.185)       (8.663)
          Rugi sebelum pajak penghasilan                                      (6.488)       (8.752)      (17.146)      (22.674)       (33.434)      (44.377)
          Beban pajak penghasilan                                                  -             -             -             -              -             -
          Rugi neto periode/tahun berjalan                                    (6.488)       (8.752)      (17.146)      (22.674)       (33.434)      (44.377)
          Penghasilan (beban) komprehensif lainnya                               (49)          272           (90)         (323)            35         3.503
          Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                             (6.537)       (8.480)      (17.236)      (22.998)       (33.399)      (40.874)
          Rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                              (6.488)       (8.752)      (17.146)      (22.674)       (33.434)      (44.377)
           Kepentingan non-pengendali                                             (0)           (0)           (0)           (0)            (0)           (0)




VI.A.6.   Pendapatan

          Pendapatan SIH untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
          30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
          Rp 53,12 miliar, Rp 111,46 miliar, Rp 105,28 miliar, Rp 89,94 miliar,
          Rp 62,26 miliar, dan Rp 49,33 miliar.

          Pendapatan SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
          mengalami kenaikan sebesar Rp 6,18 miliar atau setara dengan 5,87%
          dibandingkan dengan pendapatan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

          Pendapatan SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
          mengalami kenaikan sebesar Rp 15,34 miliar atau setara dengan 17,06%
          dibandingkan dengan pendapatan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Pendapatan SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
          mengalami kenaikan sebesar Rp 27,67 miliar atau setara dengan 44,45%
          dibandingkan dengan pendapatan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

          Pendapatan SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
          mengalami kenaikan sebesar Rp 12,94 miliar atau setara dengan 26,23%
          dibandingkan dengan pendapatan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                                                         50
Page 386
VI.A.7.   Rugi Neto Periode/Tahun Berjalan

          Rugi neto periode/tahun berjalan SIH untuk periode enam bulan yang berakhir
          pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
          Rp 6,49 miliar, Rp 8,75 miliar, Rp 17,15 miliar, Rp 22,67 miliar, Rp 33,43 miliar,
          dan Rp 44,38 miliar.

          Rugi neto tahun berjalan SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 8,39 miliar atau setara
          dengan 48,95% dibandingkan dengan rugi neto tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

          Rugi neto tahun berjalan SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 5,53 miliar atau setara
          dengan 24,38% dibandingkan dengan rugi neto tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

          Rugi neto tahun berjalan SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar RP 10,76 miliar atau setara
          dengan 32,18% dibandingkan dengan rugi neto tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

          Rugi neto tahun berjalan SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar RP 10,94 miliar atau setara
          dengan 24,66% dibandingkan dengan rugi neto tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                            51
Page 387
VI.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Tabel 13
          PT Surya Internusa Hotels
          Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                   30/06/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                               Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penerimaan dari pelanggan                                     52.863        111.839       105.876        88.300        62.554         49.551
          Penerimaan bunga                                                  32             42            68            47            47             51
          Pembayaran kepada pemasok                                    (33.207)       (59.543)      (59.159)      (46.236)      (25.709)       (27.101)
          Pembayaran kepada karyawan                                   (14.839)       (25.327)      (25.713)      (25.362)      (20.887)       (24.953)
          Pembayaran bunga                                              (3.485)        (8.771)      (12.383)      (13.012)      (10.657)        (9.387)
          Pembayaran pajak                                                   -              -             -             -       (10.922)        (9.633)
          Arus Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk)
            Aktivitas Operasi                                            1.363         18.240         8.689         3.738        (5.573)       (21.472)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Perolehan aset tetap                                          (2.140)        (6.644)       (6.061)       (3.834)       (2.014)        (1.340)
          Penjualan aset tetap                                               -              -             -             -             -             56
          Arus Kas Bersih Digunakan untuk
            Aktivitas Investasi                                         (2.140)        (6.644)       (6.061)       (3.834)       (2.014)        (1.284)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan setoran modal                                      25.500         20.000        15.000        10.000        12.030         27.155
          Liabilitas sewa                                                 (735)        (1.658)       (1.658)       (2.003)       (2.003)        (2.003)
          Pembayaran pinjaman bank                                     (26.372)       (31.509)      (20.752)            -             -        (12.210)
          Penerimaan pinjaman pemegang saham                                 -              -             -             -        (5.000)         5.000
          Arus Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                         (1.606)       (13.166)       (7.410)        7.997         5.027        17.942
          KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK                      (2.383)        (1.571)       (4.782)        7.901        (2.561)        (4.814)
          KAS DAN BANK PADA AWAL TAHUN                                  15.011         16.582        21.363        13.463        16.024        20.839
          KAS DAN BANK PADA AKHIR TAHUN                                 12.628         15.011        16.582        21.363        13.463        16.024




          Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SIH untuk periode enam bulan
          yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 masing-masing adalah
          sebesar Rp 1,36 miliar, Rp 18,24 miliar, Rp 8,69 miliar, dan Rp 3,74 miliar. Arus
          kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SIH untuk untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, dan 2020 masing-masing
          adalah sebesar Rp 5,57 miliar, dan Rp 21,47 miliar.

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SIH untuk periode enam bulan
          yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 1,36 miliar terutama berasal
          dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 52,86 miliar yang disertai dengan
          pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran
          bunga masing-masing sebesar Rp 33,21 miliar, Rp 14,84 miliar, dan Rp 3,49 miliar.

          Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SIH untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 18,24 miliar terutama berasal dari
          penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 111,84 miliar yang disertai dengan
          pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran
          bunga masing-masing sebesar Rp 59,54 miliar, Rp 25,33 miliar, dan Rp 8,77 miliar.




                                                                   52
Page 388
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SIH untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 8,69 miliar terutama berasal dari
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 105,88 miliar yang disertai dengan
pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran
bunga masing-masing sebesar Rp 59,16 miliar, Rp 25,71 miliar, dan
Rp 12,38 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi SIH untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,74 miliar terutama berasal dari
penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 88,30 miliar yang disertai dengan
pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran
bunga masing-masing sebesar Rp 46,24 miliar, Rp 25,36 miliar, dan
Rp 13,01 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 5,57 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan, dan
pembayaran pajak masing-masing sebesar Rp 25,71 miliar, Rp 20,89 miliar, dan
Rp 10,92 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar
Rp 62,55 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 21,47 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan, dan
pembayaran pajak masing-masing sebesar Rp 27,10 miliar, Rp 24,95 miliar, dan
Rp 9,63 miliar yang disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar
Rp 49,55 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SIH untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 2,14 miliar, Rp 6,64 miliar, Rp 6,06 miliar,
Rp 3,83 miliar, Rp 2,01 miliar, dan Rp 1,28 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SIH untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 2,14 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 6,64 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 6,06 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.




                                  53
Page 389
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 3,83 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 2,01 miliar seluruhnya
berasal dari perolehan aset tetap.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 1,28 miliar terutama berasal
dari perolehan aset tetap sebesar Rp 1,34 miliar yang disertai dengan penjualan
aset tetap sebesar Rp 0,06 miliar.

Arus Kas dari (untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SIH untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp 1,61 miliar, Rp 13,17 miliar, dan Rp 7,41 miliar. Arus kas bersih
yang diperoleh dari aktivitas investasi SIH untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
sebesar Rp 8,00 miliar, Rp 5,03 miliar, dan Rp 17,94 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SIH untuk periode
enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 1,61 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 26,37 miliar yang
disertai dengan penerimaan setoran modal sebesar Rp 25,50 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 13,17 miliar terutama
berasal dari pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 31,51 miliar yang disertai
dengan penerimaan setoran modal sebesar Rp 20,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 7,41 miliar terutama berasal
dari pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 20,75 miliar yang disertai dengan
penerimaan setoran modal sebesar Rp 15,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 8,00 miliar terutama berasal
dari penerimaan setoran modal sebesar Rp 10,00 miliar yang disertai dengan
liabilitas sewa sebesar Rp 2,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SIH untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 5,03 miliar terutama berasal
dari penerimaan setoran modal sebesar Rp 12,03 miliar yang disertai dengan
liabilitas sewa dan penerimaan pinjaman pemegang saham masing-masing
sebesar Rp 2,00 miliar dan Rp 5,00 miliar.




                                  54
Page 390
           Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SIH untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 17,94 miliar terutama
           berasal dari penerimaan setoran modal sebesar Rp 27,16 miliar yang disertai
           dengan pembayaran pinjaman bank sebesar Rp 12,21 miliar.

VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 14
           PT Surya Internusa Hotels
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan             30/06/25     31/12/24    31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                              1,50         1,25        0,55         0,56         0,39         0,45
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                              0,22         0,23        0,21         0,17         0,12         0,09
           Ekuitas terhadap jumlah aset                        0,81         0,76        0,70         0,68         0,70         0,70
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset              0,19         0,24        0,30         0,32         0,30         0,30
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                  0,23         0,32        0,42         0,47         0,44         0,42
           Rasio Profitabilitas
           Marjin laba kotor                                  67,15%      68,15%       66,40%       66,63%       66,27%       58,17%
           Marjin rugi neto                                  -12,21%      -7,85%      -16,29%      -25,21%      -53,70%      -89,97%
           Imbal hasil aset                                   -2,73%      -1,82%       -3,41%       -4,32%       -6,29%       -7,97%
           Imbal hasil ekuitas                                -3,37%      -2,39%       -4,84%       -6,35%       -9,04%      -11,35%




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan SIH dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SIH. Pada tanggal-tanggal
           30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio perputaran
           jumlah aset masing-masing adalah 0,22; 0,23; 0,21; 0,17; 0,12; dan 0,09.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SIH
           terhadap jumlah aset SIH. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
           2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
           adalah 0,81; 0,76; 0,70; 0,68; 0,70; dan 0,70.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan SIH untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025 serta 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
           dan 2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,19;
           0,24; 0,30; 0,32; 0,30; dan 0,30, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
           masing-masing adalah 0,23; 0,32; 0,42; 0,47; 0,44; dan 0,42.




                                                          55
Page 391
VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SIH dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SIH dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.

VI.B.      Analisis atas Common Size PT Surya Internusa Hotels

           Berikut adalah analisis common size SIH untuk periode enam bulan yang berakhir
           pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020.

           Ikhtisar common size SIH adalah sebagai berikut:
           Tabel 15
           PT Surya Internusa Hotels
           Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                    Keterangan                    30/06/25        31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                                  2,66%        3,12%       3,30%       4,07%       2,53%       2,88%
           Piutang usaha
             Pihak ketiga                                                0,76%        0,74%       0,74%       0,80%       0,43%       0,36%
           Aset keuangan lancar lain
             Pihak berelasi                                              0,22%        0,00%       0,32%       0,00%       0,00%       0,00%
             Pihak ketiga                                                0,04%        0,04%       0,06%       0,07%       0,00%       0,00%
           Persediaan                                                    8,76%        8,56%       0,28%       0,29%       0,24%       0,26%
           Biaya dibayar di muka                                         1,21%        0,30%       0,31%       0,30%       0,34%       0,33%
           Pajak dibayar di muka                                         0,14%        0,03%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Jumlah Aset Lancar                                           13,79%       12,78%       4,99%       5,53%       3,55%       3,82%
           ASET TIDAK LANCAR
           Investasi saham                                               0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
           Uang muka                                                     0,05%        0,05%       0,05%       0,05%       0,05%       0,04%
           Aset tetap - neto                                            85,36%       86,34%      94,02%      93,46%      96,19%      95,81%
           Aset hak guna - neto                                          0,47%        0,46%       0,63%       0,75%       0,08%       0,27%
           Aset tidak lancar lain                                        0,16%        0,16%       0,15%       0,09%       0,03%       0,01%
           Manfaat imbalan kerja                                         0,17%        0,21%       0,16%       0,12%       0,11%       0,03%
           Jumlah Aset Tidak Lancar                                     86,21%       87,22%      95,01%      94,47%      96,45%      96,18%
           JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                                  56
Page 392
                       Keterangan                              30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Deposit kamar hotel                                                 0,08%         0,11%        0,13%        0,15%        0,11%        0,07%
Utang pajak                                                         0,27%         0,26%        0,29%        0,26%        0,21%        0,15%
Utang usaha
  Pihak berelasi                                                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Pihak ketiga                                                      0,67%         0,52%        0,54%        0,46%        0,32%        0,29%
Beban akrual                                                        1,17%         1,26%        1,55%        1,24%        0,95%        0,66%
Liabilitas keuangan jangka pendek lain                              0,63%         0,42%        0,15%        0,17%        0,15%        0,18%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun
  Pinjaman bank                                                     6,08%         7,42%        6,24%        7,46%        7,36%        7,00%
Liabilitas sewa                                                     0,29%         0,22%        0,19%        0,16%        0,06%        0,21%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     9,20%        10,21%        9,08%        9,91%        9,17%        8,55%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang setelah dikurangi bagian
  Jangka pendek
  Pinjaman bank                                                     9,55%        13,48%       20,00%       21,57%       21,28%       20,26%
Liabilitas sewa                                                     0,21%         0,27%        0,46%        0,60%        0,00%        0,06%
Liabilitas jangka panjang lain - pihak ketiga                       0,00%         0,00%        0,00%        0,01%        0,01%        0,01%
Pinjaman pemegang saham                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,90%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    9,76%        13,75%       20,45%       22,18%       21,29%       21,23%
JUMLAH LIABILITAS                                                   18,95%       23,96%       29,53%       32,09%       30,46%       29,78%
EKUITAS
Modal saham                                                       166,92%       160,57%      150,66%      142,37%      140,68%      132,13%
Uang muka setoran modal                                             5,37%         4,15%        2,98%        1,90%        0,00%        0,00%
Defisit                                                           -91,25%       -88,69%      -83,18%      -76,37%      -71,13%      -61,91%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              81,04%       76,04%       70,47%       67,90%       69,54%       70,22%
Kepentingan non-pengendali                                           0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
JUMLAH EKUITAS                                                      81,05%       76,04%       70,47%       67,91%       69,54%       70,22%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 16
PT Surya Internusa Hotels
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024


                                                                30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20
                       Keterangan
                                                               (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
Pendapatan                                                        100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban departemen                                                   32,85%        31,85%       33,60%       33,37%       33,73%       41,83%
Laba bruto                                                         67,15%        68,15%       66,40%       66,63%       66,27%       58,17%
Beban umum dan administrasi                                       -67,79%       -64,29%      -67,44%      -73,60%      -98,31%     -126,83%
Beban penjualan dan pemasaran                                      -5,10%        -4,00%       -3,76%       -3,52%       -3,61%       -4,63%
Pendapatan lain-lain                                                0,06%         0,30%        0,31%        0,14%        0,69%        1,92%
Beban lain-lain                                                     0,00%        -0,10%       -0,19%       -0,33%       -0,72%       -0,98%
Beban pajak penghasilan final                                      -0,08%        -0,04%       -0,04%       -0,03%       -0,04%       -0,06%
Beban keuangan                                                     -6,44%        -7,88%      -11,56%      -14,50%      -17,96%      -17,56%
Rugi sebelum pajak penghasilan                                    -12,21%        -7,85%      -16,29%      -25,21%      -53,70%      -89,97%
Beban pajak penghasilan                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
Rugi neto periode/tahun berjalan                                  -12,21%        -7,85%      -16,29%      -25,21%      -53,70%      -89,97%
Penghasilan (beban) komprehensif lainnya                           -0,09%         0,24%       -0,09%       -0,36%        0,06%        7,10%
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan                           -12,31%        -7,61%      -16,37%      -25,57%      -53,64%      -82,87%
Rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                            -12,21%        -7,85%      -16,29%      -25,21%      -53,70%      -89,97%
 Kepentingan non-pengendali                                         0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%




                                                               57
Page 393
VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Perhotelan

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan SIH, yaitu
          PT Indonesian Paradise Property Tbk, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk, dan
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang
          berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020.

          Ikhtisar common size untuk PT Indonesian Paradise Property Tbk, PT Hotel Sahid
          Jaya International Tbk, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk masing-masing adalah
          sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Indonesian Paradise Property Tbk
          Tabel 17
          PT Indonesian Paradise Property Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                 Keterangan                      30/06/25*       31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            8,47%        3,72%       4,49%       6,62%       5,78%       5,72%
          Piutang usaha - pihak ketiga - neto                           0,47%        0,65%       0,52%       0,66%       0,64%       0,47%
          Piutang non-usaha
            Pihak berelasi                                              0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
            Pihak ketiga                                                0,13%        0,12%       0,17%       0,23%       0,23%       0,32%
          Persediaan                                                    7,44%        9,40%      14,75%      13,89%      12,38%       2,41%
          Pajak dibayar di muka                                         1,38%        1,27%       1,07%       0,87%       0,94%       0,67%
          Beban dibayar di muka dan uang muka                           0,62%        0,40%       0,58%       0,39%       0,65%       0,28%
          Jumlah Aset Lancar                                           18,52%       15,56%      21,59%      22,67%      20,61%       9,87%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi saham                                               0,00%        0,00%       0,00%       0,00%      45,40%      53,24%
          Investasi pada dana investasi real estate                    33,68%       35,14%      34,92%      35,56%       0,00%       0,00%
          Investasi pada entitas asosiasi                               7,40%        7,92%       8,38%       8,61%       0,00%       0,00%
          Aset pajak tangguhan                                          0,43%        1,43%       1,43%       1,27%       1,16%       1,02%
          Aset tetap - neto                                            17,75%       18,47%      17,08%      16,43%      16,29%      24,77%
          Properi Investasi - neto                                     19,88%       18,96%      13,64%      12,34%      13,15%       8,99%
          Aset hak guna                                                 1,21%        1,32%       1,49%       1,50%       1,64%       1,94%
          Dana yang dibatasi penggunaannya                              0,35%        0,31%       0,40%       0,44%       0,59%       0,06%
          Goodwill                                                      0,57%        0,70%       1,00%       1,02%       1,04%       0,10%
          Aset tidak lancar lainnya                                     0,22%        0,19%       0,07%       0,15%       0,11%       0,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     81,48%       84,44%      78,41%      77,33%      79,39%      90,13%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                 58
Page 394
                        Keterangan                             30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                          0,40%        0,42%        1,02%        0,95%        0,99%        0,20%
Utang non-usaha – pihak ketiga                                      1,29%        0,45%        3,18%        0,42%        0,61%        0,09%
Utang pajak                                                         0,29%        0,25%        0,21%        0,13%        0,10%        0,06%
Beban akrual                                                        1,45%        0,88%        0,70%        1,22%        0,59%        0,48%
Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka                 1,43%        1,29%        1,37%        1,26%        4,35%        1,36%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                        2,01%        4,66%        4,72%        3,20%        1,68%        0,44%
  Sewa                                                              0,07%        0,07%        0,07%        0,05%        0,05%        0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     6,94%        8,01%       11,27%        7,24%        8,38%        2,66%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang non-usaha - pihak ketiga                                      0,00%        0,00%        0,00%        3,39%        3,85%        0,00%
Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka                 7,01%        9,49%       10,30%        9,75%        6,95%        3,45%
Uang jaminan penyewa                                                1,20%        1,15%        1,04%        1,01%        0,85%        0,85%
Liabilitas imbalan pascakerja                                       0,29%        0,28%        0,29%        0,23%        0,16%        0,30%
Liabilitas pajak tangguhan                                          0,17%        0,01%        0,01%        0,01%        0,01%        0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                        12,49%      15,91%       13,28%       15,44%       15,99%       17,05%
  Utang obligasi                                                     4,92%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Sewa                                                               0,31%       0,35%        0,36%        0,30%        0,32%        0,30%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    26,37%      27,19%       25,29%       30,13%       28,12%       21,96%
JUMLAH LIABILITAS                                                   33,31%      35,20%       36,56%       37,36%       36,50%       24,62%
EKUITAS
Modal saham                                                         11,00%      11,51%       11,97%       12,20%       12,46%       14,60%
Tambahan modal disetor                                              19,31%      20,22%       21,02%       21,43%       21,89%       25,65%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan
  kepentingan nonpengendali                                         -0,75%      -0,22%       -0,23%       -0,37%       -0,37%       -0,44%
Saldo laba                                                          29,36%      26,87%       24,32%       23,65%       23,87%       28,15%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              58,92%      58,37%       57,07%       56,92%       57,86%       67,96%
Kepentingan non-pengendali                                           7,77%       6,43%        6,37%        5,72%        5,64%        7,42%
JUMLAH EKUITAS                                                      66,69%      64,80%       63,44%       62,64%       63,50%       75,38%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

*) Tidak Diaudit


Tabel 18
PT Indonesian Paradise Property Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                        Keterangan                             30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

Pendapatan neto                                                   100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                             44,40%       34,35%       34,31%       39,65%       43,51%       37,66%
Laba bruto                                                         55,60%        65,65%       65,69%       60,35%       56,49%       62,34%
Beban penjualan dan pemasaran                                      -5,16%        -6,42%       -6,63%       -6,65%       -7,95%       -4,11%
Beban umum dan administrasi                                       -32,83%       -37,94%      -36,86%      -35,86%      -59,48%      -67,51%
Beban pajak final                                                  -3,77%        -4,89%       -4,61%       -4,71%       -5,98%       -6,26%
Pendapatan operasi lainnya - neto                                   0,25%        10,37%        0,30%        4,57%        6,90%        3,06%
Laba usaha                                                          14,10%       26,77%       17,89%       17,70%      -10,02%      -12,48%
Penghasilan keuangan                                                 1,41%        1,06%        1,07%        0,87%        0,97%        2,02%
Beban keuangan                                                      -8,63%      -17,67%      -17,78%      -15,54%      -11,36%      -10,15%
Pendapatan dividen                                                   6,80%        8,14%       13,08%        8,53%        7,58%       10,78%
Laba (rugi) selisih kurs - neto                                     -0,11%       -0,15%        0,24%       -3,61%        0,51%       -0,37%
Laba penjualan investasi saham                                      59,09%        0,00%        0,13%        0,00%        0,00%        3,39%
Bagian atas laba (rugi) investasi                                   -0,74%       15,68%       -0,12%       -2,83%       -0,56%      -58,49%
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan              71,92%       33,82%       14,51%        5,12%       -12,88%      -65,31%
Pajak kini                                                         -1,79%        0,00%        0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
Beban pajak tangguhan                                             -12,72%        0,00%        0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
Manfaat pajak penghasilan                                           0,00%        0,46%        1,51%        1,06%         6,02%        6,74%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                  57,41%      34,28%       16,03%         6,17%       -6,86%      -58,57%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 0,00%       0,43%       -0,01%        -0,41%        1,51%       -0,44%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan              57,41%      34,71%       16,02%        5,77%        -5,35%      -59,01%

*) Tidak Diaudit




                                                               59
Page 395
VI.C.2.   PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Tabel 19
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan                       30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                              0,28%       0,24%        0,51%        1,09%       0,44%       0,27%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                    0,66%       0,66%        0,85%        0,68%       0,48%       0,80%
          Persediaan                                                     17,46%      17,21%       17,00%       16,40%      15,89%      14,93%
          Uang muka pembelian                                             0,03%       0,01%        0,17%        0,08%       0,01%       0,00%
          Biaya dibayar di muka                                           0,06%       0,02%        0,04%        0,01%       0,03%       0,06%
          Pajak dibayar di muka                                           0,00%       0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                             18,49%      18,15%       18,56%       18,26%      16,85%      16,07%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang pihak berelasi                                          3,07%       3,05%        3,97%        4,88%       5,40%       5,13%
          Penyertaan saham                                                0,00%       0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       2,99%
          Aset pajak tangguhan                                            0,19%       0,16%        0,16%        0,17%       0,82%       0,84%
          Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan            78,25%      78,64%       76,31%       75,72%      75,05%      72,97%
          Aset lain-lain                                                  0,00%       0,00%        0,99%        0,96%       1,88%       2,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                       81,51%      81,85%       81,44%       81,74%      83,15%      83,93%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%      100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                   Keterangan                       30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha
            Pihak ketiga                                                 2,79%        1,11%        0,89%        1,20%       0,95%       1,45%
            Pihak berelasi                                               1,99%        0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,13%
          Utang pajak                                                    0,88%        0,78%        0,38%        0,15%       0,76%       0,32%
          Beban akrual                                                   0,21%        0,22%        0,28%        0,23%       0,32%       0,35%
          Pendapatan diterima dimuka                                     0,11%        0,33%        0,41%        0,27%       0,23%       0,36%
          Utang jaminan                                                  1,14%        2,18%        1,17%        1,14%       0,65%       0,65%
          Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Utang bank                                                   5,07%        6,11%        4,55%        4,32%       0,91%       4,11%
            Utang sewa pembiayaan                                        0,01%        0,02%        0,01%        0,01%       0,00%       0,00%
          Utang jangka pendek lainnya                                    0,25%        0,35%        0,27%        0,21%       0,15%       0,18%
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                12,45%      11,09%        7,96%        7,53%       3,98%       7,55%
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
            yang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Utang bank                                                   28,80%      28,42%       30,89%       30,95%      33,72%      28,53%
            Utang sewa pembiayaan                                         0,03%       0,03%        0,01%        0,02%       0,00%       0,00%
          Liabilitas imbalan kerja                                        0,22%       0,22%        0,19%        0,25%       1,84%       2,15%
          Utang jangka panjang lainnya                                    0,36%       0,42%        0,86%        1,26%       0,04%       0,04%
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               29,40%      29,09%       31,95%       32,48%      35,61%      30,72%
          JUMLAH LIABILITAS                                              41,85%      40,17%       39,91%       40,00%      39,58%      38,27%
          EKUITAS
          Modal saham                                                   45,57%        44,83%       44,27%      42,93%      41,62%      39,14%
          Agio saham                                                     2,05%         2,02%        1,99%       1,93%       1,87%       1,76%
          Selisih penilaian aset dan liabilitas                         24,75%        24,35%       24,05%      23,32%      22,61%      22,17%
          Saldo laba                                                   -14,23%       -11,37%      -10,22%      -8,18%      -5,69%      -1,34%
          JUMLAH EKUITAS                                                 58,15%      59,83%       60,09%       60,00%      60,42%      61,73%
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%      100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                    60
Page 396
          Tabel 20
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                                  Keterangan                     30/06/25*       31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          Pendapatan usaha                                             100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok penjualan                                         40,60%        37,23%      37,34%       36,49%       33,00%       16,44%
          Laba kotor                                                    59,40%        62,77%       62,66%       63,51%       67,00%       83,56%
          Beban penjualan                                                0,00%        -1,76%       -2,00%       -2,14%       -2,30%       -0,76%
          Beban umum dan administrasi                                  -87,69%       -53,03%      -63,65%      -86,92%     -116,34%     -160,31%
          Beban lain-lain                                              -45,00%        -0,10%       -0,03%       -0,03%       -0,20%        0,05%
          Pendapatan keuangan                                            0,00%         0,06%        0,04%        0,31%        0,07%        0,08%
          Beban keuangan                                                 0,00%       -16,08%      -14,73%       -9,59%       -8,67%      -13,68%
          Bagian laba (rugi) entitas asosiasi                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       -1,44%
          Rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan               -73,30%        -8,15%      -17,73%      -34,86%      -60,43%      -92,51%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan neto                         0,79%         0,00%        0,05%        0,24%        0,25%       -0,86%
          Rugi periode/tahun berjalan                                  -72,51%        -8,15%      -17,67%      -34,62%      -60,19%      -93,37%
          Penghasilan komprehensif lain                                  0,00%         0,01%        0,72%        1,17%        6,92%        8,77%
          Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan              -72,51%        -8,14%      -16,96%      -33,44%      -53,26%      -84,60%

          *) Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
          Tabel 21
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                  Keterangan                     30/06/25        31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            5,23%        11,75%        6,87%        0,37%        0,24%        0,12%
          Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                0,00%         0,00%        4,10%        0,00%        0,00%        0,00%
          Piutang usaha
            Pihak ketiga - neto                                         0,36%         0,53%        0,58%        0,54%        0,08%        0,09%
            Pihak berelasi                                              0,00%         0,00%        0,00%        0,14%        0,08%        0,03%
          Piutang lain-lain
            Pihak ketiga - neto                                         0,02%         0,14%        1,14%        2,79%        2,15%        4,92%
            Pihak berelasi - neto                                       0,17%         0,17%        0,64%        1,04%        1,16%        0,86%
          Persediaan                                                    0,16%         0,19%        0,25%        0,12%        0,04%        0,05%
          Biaya dibayar di muka                                         0,38%         0,22%        0,25%        0,20%        0,08%        0,06%
          Pajak dibayar di muka                                         0,01%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                            6,33%        13,00%       13,83%        5,20%        3,84%        6,14%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi - neto                        4,26%         6,35%        1,45%        1,48%        0,26%        0,21%
          Aset real estat - neto                                        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       13,60%
          Aset tetap - neto                                            73,93%        71,42%       66,04%       57,67%       58,82%       49,80%
          Aset hak guna - neto                                          0,84%         0,85%        1,13%        1,18%        1,30%        1,16%
          Aset dalam pembangunan - neto                                 7,38%         7,13%       10,12%       18,87%       18,70%       14,06%
          Aset tidak lancar lainnya - neto                              7,27%         1,24%        7,43%       15,60%       17,08%       15,02%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     93,67%        87,00%       86,17%       94,80%       96,16%       93,86%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                                 61
Page 397
                       Keterangan                              30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pihak berelasi                                                0,00%        5,69%        0,01%        0,35%        0,38%        0,25%
Utang usaha                                                         0,68%        0,69%        0,50%        0,40%        0,68%        0,51%
Utang lain-lain                                                     0,50%        0,43%        2,52%       10,14%        5,03%        7,32%
Beban yang masih harus dibayar                                      0,80%        0,54%        1,54%       35,49%       25,44%       13,20%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                              0,18%        0,26%        0,26%        0,69%        0,71%        0,46%
Utang pajak                                                         0,24%        0,20%        0,39%        1,23%        1,91%        1,12%
Uang muka pelanggan                                                 1,68%        1,52%        1,49%        2,06%        1,74%        2,19%
Utang bank jangka pendek                                            0,00%        0,00%        4,10%        0,00%        0,00%        0,00%
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu
  tahun:
  Utang pinjaman                                                    0,00%        0,00%        4,17%       45,09%        5,37%        4,39%
  Pinjaman bank                                                     1,62%        1,44%        1,21%       15,98%       55,02%       45,49%
  Liabilitas sewa                                                   0,06%        0,05%        0,06%        0,08%        0,11%        0,08%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     5,76%       10,80%       16,27%      111,53%       96,37%       75,01%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang pinjaman                                                     1,54%       3,37%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Pinjaman bank                                                     21,15%      21,10%       26,64%        0,00%        0,00%        3,23%
  Liabilitas sewa                                                    0,04%       0,03%        0,04%        0,05%        0,02%        0,09%
Liabilitas imbalan pasca kerja                                       1,04%       0,89%        1,07%        0,98%        1,66%        1,39%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    23,76%      25,38%       27,76%        1,03%        1,68%        4,72%
JUMLAH LIABILITAS                                                   29,53%      36,18%       44,02%      112,55%       98,05%       79,73%
EKUITAS
Modal saham                                                        50,69%        48,59%       60,27%       18,47%       18,28%       14,96%
Tambahan modal disetor - neto                                      23,56%        22,58%       28,01%       18,75%       18,56%       15,18%
Saldo laba (defisit)                                              -61,55%       -62,83%      -78,42%      -74,57%      -64,38%      -37,44%
Selisih atas akuisisi kepentingan non-pengendali                   -0,01%        -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%
Penghasilan komprehensif lain - neto                               57,64%        55,31%       45,99%       34,33%       33,89%       27,59%
Uang muka setoran modal                                             0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        3,88%        3,18%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              70,33%      63,64%       55,84%        -3,03%      10,23%       23,46%
Kepentingan non-pengendali                                           0,15%       0,17%        0,14%        -9,52%      -8,28%       -3,18%
JUMLAH EKUITAS                                                      70,47%      63,82%       55,98%       -12,55%       1,95%       20,27%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 22
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                       Keterangan                              30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

Pendapatan                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                            32,18%        29,41%       28,57%       28,92%       44,71%       53,34%
Laba bruto                                                         67,82%        70,59%       71,43%       71,08%       55,29%       46,66%
Beban penjualan                                                    -6,48%        -6,22%       -7,21%       -7,58%       -9,93%      -15,47%
Beban umum dan administrasi                                       -34,63%       -31,82%      -45,87%      -42,94%     -147,98%     -149,45%
Beban operasional, pembangunan, pemeliharaan dan energi            -7,72%        -7,27%       -9,73%      -13,56%      -23,82%      -26,46%
Beban manajemen dan lisensi                                        -4,94%        -5,15%       -5,10%       -4,96%       -4,20%       -3,94%
Penurunan nilai dari aset dalam pembangunan, aset tetap,
  neto dan uang muka pembelian saham                                0,00%        -5,00%      -42,27%       -2,44%       17,41%    -1428,65%
Pemulihan kerugian di atas nilai investasi entitas anak             0,00%         0,00%       36,61%        0,00%     -163,99%        0,00%
Pendapatan (beban) operasional lain                                 0,04%         3,73%        3,68%       -6,08%      -30,27%        5,29%
Laba (rugi) usaha                                                  14,09%        18,87%        1,53%       -6,47%     -307,50%    -1572,03%
Bagian laba (rugi) neto pada entitas asosiasi                      46,42%        -2,79%        0,26%        0,00%        0,00%        0,00%
Pendapatan keuangan                                                 0,88%         0,35%       13,89%        3,74%        0,00%        2,20%
Beban keuangan                                                    -11,98%       -13,07%      -11,26%      -84,58%     -280,88%     -166,72%
Laba (rugi) selisih kurs, neto                                     -0,23%        -0,41%        0,20%        0,00%        0,00%        0,00%
Laba (rugi) sebelum pajak final dan beban pajak penghasilan         49,17%        2,94%        4,62%      -87,31%     -588,38%    -1736,55%
Pajak final                                                         -0,18%       -0,07%       -0,01%        0,00%        0,00%       -0,44%
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan                         49,00%        2,87%       4,61%       -87,31%     -588,38%    -1736,99%
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                    0,00%       -0,13%       0,00%        -0,71%        0,62%      -14,84%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                  49,00%       2,74%        4,61%       -88,02%     -587,75%    -1751,83%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                -0,77%     108,70%       41,11%         0,73%        4,67%     -340,07%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan              48,23%     111,44%       45,72%       -87,28%     -583,08%    -2091,90%
Laba periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                             48,83%       2,74%         9,53%      -78,51%     -564,32%    -1328,09%
  Kepentingan non-pengendali                                         0,16%       0,36%        -4,92%       -9,51%      -23,43%     -423,74%




                                                               62
Page 398
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, SIH tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap SIH adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Persaingan Usaha

         Dalam menjalankan kegiatan opersionalnya, SIH tidak terlepas dari risiko
         persaingan usaha. Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan usaha meliputi
         jenis dan harga kamar (room rate), fasilitas yang tersedia, lokasi yang strategis,
         serta kualitas pelayanan yang diberikan. SIH harus mampu mengembangkan
         fasilitas yang dimiliki agar dapat memberikan kepuasan kepada tamu hotel serta
         menarik tamu-tamu baru di tengah ketatnya persaingan industri perhotelan.

VII.B.   Risiko Gangguan Keamanan

         Bidang usaha SIH, yaitu perhotelan, erat kaitannya dengan kondisi keamanan
         dalam negeri. Adanya beberapa negara yang mengeluarkan peringatan (travel
         warning) bagi warganya untuk bepergian ke Indonesia akan mempengaruhi jumlah
         wisatawan internasional. Berkurangnya jumlah wisatawan asing yang datang ke
         Indonesia akan berdampak pada penurunan tingkat hunian (occupancy rate).
         Kondisi keamanan negeri juga akan mempengaruhi wisatawan domestik, di mana
         kondisi keamanan yang buruk akan mendorong masyarakat Indonesia untuk tidak
         bepergian atau berlibur.

VII.C.   Risiko Ekonomi

         Kegiatan usaha SIH juga rentan terhadap kondisi ekonomi domestik maupun
         global. Perubahan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kesehatan ekonomi
         Indonesia dapat berpengaruh negatif dan merugikan bisnis dengan berbagai cara,
         terutama berdampak pada tingkat hunian SIH. Penurunan pertumbuhan ekonomi,
         inflasi tinggi, serta melemahnya daya beli masyarakat dapat menekan permintaan
         layanan akomodasi. Selain itu, biaya operasional yang tinggi dan bersifat tetap
         seperti gaji karyawan, utilitas, dan pemeliharaan dapat meningkatkan risiko
         kerugian apabila pendapatan menurun signifikan.

VII.D.   Risiko Politik dan Sosial

         Perkembangan usaha SIH dapat terpengaruh oleh adanya perubahan kondisi
         politik dan sosial, meningkatnya pengawasan oleh otoritas, dan perkembangan
         politik yang berkaitan dengan industri perhotelan dan pariwisata. Kebijakan atau
         larangan baru dari pemerintah Indonesia dapat berpotensi membatasi ruang gerak
         SIH, sehingga SIH harus menyusun strategi yang tepat untuk terus
         mengembangkan bisnisnya.




                                           63
Page 399
VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha SIH tidak terlepas dari ancaman
         bencana alam, seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi, tsunami, banjir,
         kebakaran baik karena faktor alam maupun human error, dan berbagai bencana
         lainnya yang dapat memberikan dampak negatif secara material terhadap kegiatan
         usaha dan kondisi keuangan SIH.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Hukum dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah
         dapat mempengaruhi SIH dalam menjalankan kegiatan usahanya. Meskipun SIH
         memiliki keyakinan bahwa dalam menjalankan kegiatan usahanya, SIH telah
         mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, pemenuhan kewajiban atas
         peraturan-peraturan baru atau perubahannya atau interpretasinya maupun
         pelaksanaannya, serta perubahan terhadap interpretasi atau pelaksanaan hukum
         dan peraturan perundang-undangan yang telah ada, dapat berdampak material
         terhadap kegiatan dan kinerja operasional SIH.

         Apabila SIH tidak mematuhi hukum dan peraturan perundang-undangan yang
         berlaku, maka SIH dapat dikenakan sanksi perdata, termasuk denda, hukuman
         serta sanksi-sanksi pidana lainnya. Selain itu perubahan hukum, peraturan
         ketenagakerjaan dan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai
         upah minimum dan kebebasan serikat pekerja juga dapat mengakibatkan
         meningkatnya permasalahan dalam hubungan industrial, sehingga dapat
         berdampak material pada kegiatan operasional SIH. Terjadinya perubahan
         mengenai upah minimum SIH tentu akan mempengaruhi kinerja keuangan SIH,
         sehingga SIH harus beradaptasi untuk menyesuaikan kegiatan usahanya
         berdasarkan kinerja keuangan yang baru. Dengan demikian, apabila SIH tidak
         dapat beradaptasi, SIH dapat mengalami kerugian, baik dari kegiatan usaha
         maupun kinerja keuangannya.




                                         64
Page 400
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              65
Page 401
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif SIH dan
            SIP, pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang
            dimiliki SIH dan SIP. Prospek SIH dan SIP di masa yang akan datang kami
            evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan keuangan yang
            diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya.
            Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal
            yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
            singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              66
Page 402
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          diskonto arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian
          aset bersih (adjusted net asset method).

          Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang
          dilaksanakan oleh SIH dan SIP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai
          dengan perkiraan atas perkembangan usaha SIH dan SIP. Dalam melaksanakan
          penilaian dengan metode ini, operasi SIH dan SIP diproyeksikan sesuai dengan
          perkiraan atas perkembangan usaha SIH dan SIP. Arus kas yang dihasilkan
          berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan tingkat diskonto yang
          sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari arus kas
          tersebut.

          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan SIH. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

          Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi
          dengan melakukan pembobotan.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa SIH adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities – DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).


                                             67
Page 403
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi SIH.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari SIH.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional SIH.
          4. Melakukan tinjauan atas proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP yang telah
             disiapkan oleh pihak manajemen SIH dan SIP.
          5. Melakukan diskusi dengan manajemen atas proyeksi laporan keuangan
             tersebut.
          6. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             diskonto arus kas dengan pendekatan pendapatan dan metode penyesuaian
             aset bersih dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SIH
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SIH. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
          tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            68
Page 404
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode diskonto arus kas dan metode
        penyesuaian aset bersih. Dalam bab ini, terlebih dahulu akan dibahas penentuan
        nilai pasar dengan metode diskonto arus kas, baru kemudian dilanjutkan dengan
        metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.



                                         69
Page 405
            Untuk penilaian atas SIH, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
            untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
            Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
            ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025 yang didasarkan pada proyeksi laporan
            keuangan SIH yang disusun oleh manajemen SIH, maka diperkirakan telah
            dilakukan penyesuaian atas proyeksi laporan keuangan tersebut, oleh karena itu
            atas indikasi nilai yang dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian
            terhadap kondisi ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon
            likuiditas pasar), dikenakan diskon sebesar 30,00%, dengan pertimbangan
            sebagai berikut:

            •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
                bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
            •   SIH merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
                (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
                Indonesia.

IX.B.       Nilai Pasar Objek Penilaian

IX.B.1.     Metode Diskonto Arus Kas

IX.B.1.a.   Proyeksi Laporan Keuangan

            Penilaian SIH yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
            proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen SIH. Dalam
            penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
            berdasarkan kinerja SIH pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
            manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
            saran yang relevan diberikan oleh manajemen SIH sehubungan dengan
            perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
            ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
            penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
            menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SIH yang dinilai pada saat penilaian
            ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
            yang kami lakukan terhadap target kinerja SIH yang dinilai.




                                             70
Page 406
         Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
         keuangan yang digunakan dalam penilaian atas SIH.

IX.B.1.a.1) Umum

         •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
             hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas SIH, industri,
             atau negara di mana SIH beroperasi.
         •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
             tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
             keuangan yang dapat memengaruhi kinerja SIH selain yang telah
             diproyeksikan.

         •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama SIH
             atau pada sumber utama penghasilan SIH selain yang telah diproyeksikan.
         •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen SIH.
         •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
             perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
             memengaruhi kegiatan usaha SIH.
         •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
             bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada SIH.
         •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
             bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
             tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
             sekarang ini dan yang diproyeksikan.
         •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
         •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh SIH atas
             kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
             tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
         •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
             ketentuan-ketentuan yang ada.
         •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen SIH mempersiapkan proyeksi laporan
             keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
             31 Desember 2025 sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
             31 Desember 2026 – 2035.




                                           71
Page 407
IX.B.1.a.2) Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
            Keuangan

        1. Proyeksi Pendapatan

           Pendapatan dalam penilaian ini terutama terdiri dari pendapatan kamar serta
           makanan dan minuman.

           Grafik berikut    menunjukkan          proyeksi    pendapatan        SIH    untuk    tahun
           2025 – 2035.

           Grafik 10
           PT Surya Internusa Hotels
           Proyeksi Pendapatan Tahun 2025 – 2035
           (Dalam miliar Rupiah)

                                              Pendapatan
                180
                160
                140
                120
                100
                 80
                 60
                 40
                 20
                  -
                      2025   2026   2027   2028     2029   2030   2031   2032   2033   2034    2035




        2. Proyeksi Beban Departemen

           Beban departemen SIH terutama terdiri dari gaji dan tunjangan serta beban
           lain-lain departemen – operasional. Beban departemen untuk tahun
           2025 – 2035 diproyeksikan sebesar 31% – 34% dari pendapatan.




                                           72
Page 408
   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban departemen SIH untuk tahun
   2025 – 2035.

   Grafik 11
   PT Surya Internusa Hotels
   Proyeksi Beban Departemen Tahun 2025 – 2035
   (Dalam miliar Rupiah)

                                     Beban Departemen
           70

           60

           50

           40

           30

           20

           10

            -
                2025   2026   2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033   2034   2035




3. Beban Usaha

   Beban usaha SIH terutama terdiri dari beban gaji dan perbaikan dan
   pemeliharaan properti. Beban usaha untuk tahun 2025 – 2035 diproyeksikan
   berkisar antara 59% – 73% dari pendapatan.

4. Pajak

   Mengingat SIH adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
   pajak yang diberlakukan atas SIH adalah tarif pajak yang berlaku umum
   di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2035.




                                      73
Page 409
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif SIH
   untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
   adalah sebagai berikut:
   Tabel 23
   PT Surya Internusa Hotels
   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/25        31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                         Keterangan
                                                          (6 Bulan)       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                                                  63.949         122.729       128.785       134.577       140.036        144.784
   Beban departemen                                            20.080          39.696        41.957        44.108        46.198         48.016
   Laba bruto                                                  43.868          83.033        86.828        90.470         93.838        96.768
   Beban usaha                                                (37.972)        (78.401)      (80.065)      (81.985)       (83.653)      (86.651)
   Laba usaha                                                    5.897          4.631         6.764         8.485         10.185        10.117
   Beban lain-lain                                              (2.494)        (3.934)       (1.200)         (552)          (483)         (405)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan                         3.403            697          5.563         7.933          9.702          9.713
   Beban pajak penghasilan                                          -              -              -             -              -         (1.056)
   Laba neto periode/tahun berjalan                             3.403            697          5.563         7.933          9.702         8.657



                                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/31       31/12/32       31/12/33      31/12/34      31/12/35
                         Keterangan
                                                          (1 Tahun)       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan                                                 149.962         154.700       159.081       164.336       168.915
   Beban departemen                                            50.117          51.852        53.580        55.679        57.514
   Laba bruto                                                  99.845         102.848       105.501       108.656        111.401
   Beban usaha                                                (89.919)        (93.224)      (96.475)      (99.851)      (103.358)
   Laba usaha                                                   9.926           9.624         9.026         8.805          8.044
   Beban lain-lain                                               (328)           (455)         (510)         (418)          (339)
   Laba sebelum beban pajak penghasilan                         9.598           9.169         8.516         8.387          7.705
   Beban pajak penghasilan                                     (2.112)         (2.017)       (1.874)       (1.845)        (1.695)
   Laba neto periode/tahun berjalan                             7.487           7.152         6.643         6.542          6.010




6. Kas dan Bank

   Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
   operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
   setara kas.

7. Piutang Usaha

   Perputaran piutang usaha diasumsikan sekitar 12 hari selama periode
   proyeksi.

8. Persediaan

   Perputaran persediaan – perlengkapan kamar hotel dan lain-lain diasumsikan
   sekitar 31 hari selama periode proyeksi.

   Perputaran persediaan – makan dan minuman diasumsikan sekitar 18 hari
   selama periode proyeksi.




                                                       74
Page 410
9. Utang Usaha

   Perputaran utang usaha diasumsikan sekitar 76 hari selama periode proyeksi.

10. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan SIH pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2035 adalah sebagai berikut:
   Tabel 24
   PT Surya Internusa Hotels
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Per 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan           31/12/25        31/12/26          31/12/27      31/12/28       31/12/29     31/12/30

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan bank                                      3.368             2.060         1.101         21.353        22.428         42.776
   Piutang usaha - pihak ketiga                      2.182             4.188         4.394          4.592         4.778          4.940
   Aset keuangan lancar lain -phak berelasi          1.030             1.030         1.030          1.030         1.030          1.030
   Piutang usaha - SIL                               2.550             2.550         2.550          2.550         2.550          2.550
   Aset keuangan lancar lain - pihak ketiga            173               173           173            173           173            173
   Persediaan                                        1.909             1.847         1.952          2.049         2.139          2.211
   Persediaan - tanah                               40.021            40.021        40.021         40.021        40.021         40.021
   Pajak dibayar di muka                               661               661           661            661           661            661
   Beban dibayar di muka                             5.591             5.591         5.591          5.591         5.591          5.591
   Jumlah Aset Lancar                               57.485            58.120        57.474         78.020        79.372         99.953
   ASET TIDAK LANCAR
   Investasi saham                                       1              1                1              1             1              1
   Investasi pada entitas anak                     122.120        122.120          122.120        122.120       122.120        122.120
   Uang muka pembelian aset tetap                      250            250              250            250           250            250
   Aset tetap - neto                               287.072        267.849          249.372        237.203       225.922        214.208
   Aset takberwujud - software                         636            285                -              -             -              -
   Aset hak guna - neto                              5.212          3.971            7.665          6.236         5.367          3.985
   Aset tidak lancar lainnya                           596            596              596            596           596            596
   Manfaat imbalan kerja                               796            796              796            796           796            796
   Jumlah Aset Tidak Lancar                        416.683        395.869          380.801        367.202       355.052        341.956
   JUMLAH ASET                                     474.168        453.989          438.275        445.222       434.424        441.909



                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                             Keterangan               31/12/31           31/12/32           31/12/33        31/12/34      31/12/35

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan bank                                              62.471             82.441        102.377         122.516         142.478
   Piutang usaha - pihak ketiga                               5.117              5.278          5.428           5.607           5.763
   Aset keuangan lancar lain -phak berelasi                   1.030              1.030          1.030           1.030           1.030
   Piutang usaha - SIL                                        2.550              2.550          2.550           2.550           2.550
   Aset keuangan lancar lain - pihak ketiga                     173                173            173             173             173
   Persediaan                                                 2.298              2.362          2.422           2.500           2.562
   Persediaan - tanah                                        40.021             40.021         40.021          40.021          40.021
   Pajak dibayar di muka                                        661                661            661             661             661
   Beban dibayar di muka                                      5.591              5.591          5.591           5.591           5.591
   Jumlah Aset Lancar                                     119.912              140.108        160.253         180.650         200.830
   ASET TIDAK LANCAR
   Investasi saham                                              1                    1              1               1               1
   Investasi pada entitas anak                            122.120              122.120        122.120         122.120         122.120
   Uang muka pembelian aset tetap                             250                  250            250             250             250
   Aset tetap - neto                                      201.924              189.112        175.874         162.264         148.199
   Aset takberwujud - software                                  -                    -              -               -               -
   Aset hak guna - neto                                     3.073                6.511          5.577           3.986           3.289
   Aset tidak lancar lainnya                                  596                  596            596             596             596
   Manfaat imbalan kerja                                      796                  796            796             796             796
   Jumlah Aset Tidak Lancar                               328.760              319.386        305.215         290.013         275.251
   JUMLAH ASET                                            448.672              459.494        465.468         470.663         476.081




                                              75
Page 411
                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                            31/12/25        31/12/26       31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Deposit kamar hotel                                                   380           380            380            380            380            380
Utang pajak                                                         1.292         1.292          1.292          1.292          1.292          1.292
Utang usaha                                                         5.670         5.423          5.788          6.086          6.364          6.574
Beban akrual                                                        5.437         5.437          5.437          5.437          5.437          5.437
Utang lain-lain                                                     3.015         3.015          3.015          3.015          3.015          3.015
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun
  Pinjaman bank                                                   39.361        25.548                 -              -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   55.155        41.095         15.912         16.210         16.487         16.697
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Bagian liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
  jangka pendek
  Pinjaman bank                                                   25.548             -              -              -               -              -
Liabilitas sewa                                                    5.521         4.252          8.158          6.874           6.096          4.714
Pinjaman pemegang saham                                                -        20.000         20.000         20.000               -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                  31.069        24.252         28.158         26.874           6.096          4.714
JUMLAH LIABILITAS                                                 86.223        65.347         44.069         43.084         22.583         21.411
EKUITAS
Modal saham                                                       793.030       793.030        793.030        793.030        793.030        793.030
Tambahan modal disetor                                                 29            29             29             29             29             29
Uang muka setoran modal                                            25.500        25.500         25.500         25.500         25.500         25.500
Defisit                                                          (430.614)     (429.917)      (424.354)      (416.420)      (406.718)      (398.061)
JUMLAH EKUITAS                                                   387.945       388.642        394.205        402.139        411.841        420.498
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    474.168       453.989        438.275        445.223        434.425        441.909



                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                            31/12/31        31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Deposit kamar hotel                                                   380           380            380            380            380
Utang pajak                                                         1.292         1.292          1.292          1.292          1.292
Utang usaha                                                         6.842         7.016          7.183          7.424          7.591
Beban akrual                                                        5.437         5.437          5.437          5.437          5.437
Utang lain-lain                                                     3.015         3.015          3.015          3.015          3.015
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun
  Pinjaman bank                                                         -               -              -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   16.965        17.140         17.307         17.548         17.715
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Bagian liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
  jangka pendek
  Pinjaman bank                                                         -             -              -              -              -
Liabilitas sewa                                                     3.723         7.218          6.381          4.794          4.035
Pinjaman pemegang saham                                                 -             -              -              -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    3.723         7.218          6.381          4.794          4.035
JUMLAH LIABILITAS                                                 20.688        24.357         23.689         22.342         21.751
EKUITAS
Modal saham                                                       793.030       793.030        793.030        793.030        793.030
Tambahan modal disetor                                                 29            29             29             29             29
Uang muka setoran modal                                            25.500        25.500         25.500         25.500         25.500
Defisit                                                          (390.575)     (383.423)      (376.780)      (370.238)      (364.228)
JUMLAH EKUITAS                                                   427.985       435.137        441.779        448.321        454.331
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    448.673       459.494        465.468        470.663        476.081




                                                            76
Page 412
IX.B.1.b. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan

            Sebagai dasar dalam menentukan terminal value atau nilai pada periode kekal
            (perpetuity period), kami menggunakan proyeksi tahun 2025 sampai tahun 2035
            sebagai periode tetap (fixed period), sedangkan tahun 2036 dianggap sebagai
            awal periode kekal. Dalam penilaian ini, pertumbuhan arus kas bersih (AKB) pada
            tahun 2036 atau periode kekal diasumsikan sebesar 2,00%.

            Untuk mendapatkan terminal value, kami mengkapitalisasikan AKB tahun 2036
            dengan menggunakan tingkat diskonto yang digunakan pada tahun 2035.

IX.B.1.c.   Penentuan Arus Kas Bersih

            Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
            pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
            to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
            perusahaan (free cash flow to firm).

            Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
            bisnis adalah AKB untuk kapital.

            Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
            kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
            mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
            untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
            melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
            dengan cara langsung.

            Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
            laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
            untuk kapital SIH untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
            Tabel 25
            PT Surya Internusa Hotels
            Proyeksi Arus Kas Bersih
            Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    31/12/25      31/12/26        31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                                Keterangan
                                                                   (6 Bulan)      (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
            Penerimaan kas dari pelanggan                               65.391         120.723       128.578       134.380       139.850       144.622
            Pembayaran kas kepada pemasok                              (19.406)        (39.881)      (41.697)      (43.907)      (46.011)      (47.878)
            Pembayaran beban usaha                                     (25.058)        (53.082)      (55.176)      (57.492)      (59.762)      (62.102)
            Pembayaran beban pajak penghasilan                               -               -             -             -             -        (1.056)
            Penambahan aset tetap                                      (17.853)         (6.136)       (6.439)      (12.729)      (13.002)      (13.239)
            Arus kas bersih                                              3.074          21.624        25.267        20.252        21.075        20.347




                                                                    77
Page 413
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34      31/12/35
                                Keterangan
                                                       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Penerimaan kas dari pelanggan                   149.785       154.538       158.931       164.156       168.759
          Pembayaran kas kepada pemasok                   (49.936)      (51.742)      (53.472)      (55.517)      (57.408)
          Pembayaran beban usaha                          (64.544)      (67.074)      (69.696)      (72.438)      (75.248)
          Pembayaran beban pajak penghasilan               (2.112)       (2.017)       (1.874)       (1.845)       (1.695)
          Penambahan aset tetap                           (13.498)      (13.735)      (13.954)      (14.217)      (14.446)
          Arus kas bersih                                   19.695       19.970        19.936        20.139        19.962




IX.B.1.d. Tingkat Diskonto

          Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
          biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
          ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

          WACC              =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

          Di mana:

          ke                =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
          kd                =   Biaya modal utang
          We                =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
          Wd                =   Bobot utang dalam struktur kapital
          t                 =   Pajak penghasilan perusahaan

IX.B.1.d.1) Biaya Modal untuk Ekuitas

          Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
          ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model (CAPM) dengan
          menggunakan persamaan sebagai berikut:

          ke                =   Rf + (β x RPm) – RBDS

          Di mana:

          ke                =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                                biaya modal ekuitas/saham biasa
          Rf                =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                                free rate)
          β                 =   Beta
          RPm               =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                                premium)
          RBDS              =   Rating-based default spread




                                                       78
Page 414
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Juni 2025, maka
instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang
dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 30 tahun dengan tingkat yield
rata-rata sebesar 7,03% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
(IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 7,03%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Juli 2025.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, di mana RBDS
sebesar 1,87% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, yaitu sebagai berikut:

•    PT Indonesian Paradise Property Tbk;
•    PT Red Planet Indonesia Tbk;
•    PT Jakarta Setiabudi International Tbk;
•    PT Surya Permata Andalan Tbk;
•    Minor International PCL;
•    PT Sunter Lakeside Hotel Tbk;
•    Iconic Worldwide Berhad; dan
•    Landmarks Berhad.

sebesar 0,70 untuk mendiskonto AKB SIH yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB SIH tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL          =   βU x (1 + (1-T) x DER)




                                   79
Page 415
          Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
          perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 57,30% untuk memperoleh beta
          SIH. Tarif pajak yang digunakan untuk SIH sesuai dengan tarif pajak yang berlaku
          umum adalah sebesar 0,00% untuk tahun 2025 – 2029, sebesar 10,87% untuk
          tahun 2030, dan sebesar 22,00% untuk tahun 2031 – 2035. Dengan demikian,
          maka diperoleh beta SIH sebesar 1,10 untuk tahun 2025 – 2029, sebesar 1,06
          untuk tahun 2030, dan sebesar 1,01 untuk tahun 2031 – 2035 dengan rincian
          perhitungan sebagai berikut:

          βL2025-2029 =   0,70 x (1 + (1 – 0,00%) x 57,30%) = 1,10
          βL2030      =   0,70 x (1 + (1 – 10,87%) x 57,30%) = 1,06
          βL2031-2035 =   0,70 x (1 + (1 – 22,00%) x 57,30%) = 1,01

          Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
          dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,87%, diperoleh
          biaya modal atas ekuitas SIP sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
          ini:

          Ke2025-2029 =   7,03% + 1,10 x 7,03% – 1,87% = 12,90%
          Ke2030      =   7,03% + 1,06 x 7,03% – 1,87% = 12,59%
          Ke2031-2035 =   7,03% + 1,01 x 7,03% – 1,87% = 12,28%

IX.B.1.d.2) Biaya Modal untuk Utang

          Karena perhitungan nilai ekuitas SIP dilakukan dengan mendiskonto tingkat
          balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
          invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
          yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
          pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
          ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

          Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
          pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
          bank Persero untuk bulan Juni 2025 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
          sebesar 8,96%.




                                            80
Page 416
IX.B.1.d.3) Weighted Average Cost of Capital

            Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
            sebesar 63,57%, dan bobot utang sebesar 36,43%, yang diolah dari data rata-rata
            DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
            berlaku untuk SIH sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar
            0,00% untuk tahun 2025 – 2029, 10,87% untuk tahun 2030, dan 22,00% untuk
            tahun 2031 – 2035, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah
            sebagai berikut:

            WACC          = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
            WACC2025-2029 = (12,90% x 63,57%) + (8,96% x [1 – 0,00%] x 36,43%) = 11,46%
            WACC2030      = (12,59% x 63,57%) + (8,96% x [1 – 10,87%] x 36,43%) = 10,91%
            WACC2031-2035 = (12,28% x 63,57%) + (8,96% x [1 – 22,00%] x 36,43%) = 10,35%

IX.B.1.e.   Perhitungan Indikasi Nilai Pasar SIH

            Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi SIP
            untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah
            sebagai berikut:
            Tabel 26
            PT Surya Internusa Hotels
            Indikasi Nilai Kini Operasi
            Per 30 Juni 2025

                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                    31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29      31/12/30
                                      Keterangan
                                                   (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
            Arus kas bersih                              3.074       21.624       25.267       20.252        21.075        20.347
            Faktor diskonto                             0,9472       0,8498       0,7624       0,6840        0,6137        0,5533
            Nilai kini arus kas bersih                   2.912       18.376       19.263       13.852        12.934        11.258



                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                   31/12/31      31/12/32     31/12/33     31/12/34      31/12/35
                                      Keterangan
                                                   (1 Tahun)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
            Arus kas bersih                             19.695       19.970       19.936       20.139        19.962
            Faktor diskonto                             0,5014       0,4544       0,4118       0,3732        0,3382
            Nilai kini arus kas bersih                   9.875        9.074        8.209        7.516         6.751
            Jumlah nilai kini arus kas bersih         120.022
            Nilai kekal                                82.461
            Indikasi nilai kini operasi               202.484




            Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar Rp 202,48 miliar untuk tingkat
            diskonto sebesar 11,46% untuk tahun 2025 – 2029, 10,91% untuk tahun 2030, dan
            10,35% untuk tahun 2031 – 2035. Nilai tersebut merupakan indikasi nilai SIH dari
            hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus kas.

            Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
            adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
            panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
            tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar SIH.




                                                   81
Page 417
Pada tanggal 30 Juni 2025, SIH memiliki aset non-operasi sebagai berikut:

•     Kas dan bank sebesar Rp 12,02 miliar;
•     Nilai pasar atas persediaan – tanah yang dihitung berdasarkan penilaian yang
      dilakukan oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
      No. 00413/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025
      sebesar Rp 106,12 miliar;
•     Indikasi nilai pasar atas investasi pada entitas anak yang dihitung berdasarkan
      metode diskonto arus kas, metode penyesuaian aset bersih, dan metode
      pembanding perusahaan tercatat di bursa efek sebesar Rp 162,07 miliar; dan
•     Investasi saham sebesar Rp 16,41 ribu.

Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat ditambahkan pada indikasi
nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar Rp 280,21 miliar.

Selanjutnya, pada tanggal 30 Juni 2025, SIH memiliki liabilitas jangka panjang,
yaitu pinjaman bank sebesar Rp 74,24 miliar. Dengan demikian, jumlah liabilitas
jangka panjang yang dapat dikurangkan pada indikasi nilai saham dari hasil
operasi adalah sebesar Rp 74,24 miliar.

Dengan menambahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
panjang tersebut pada indikasi nilai operasi SIH dari hasil operasi, maka
berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham SIH sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 408,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,000000% saham SIH adalah sebesar Rp 285,92 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 99,999874% saham SIH berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
sebesar Rp 285,92 miliar.

Perincian perhitungan nilai pasar 99,999874% saham SIH dengan menggunakan
metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
Tabel 27
PT Surya Internusa Hotels
Nilai Pasar 99,999874% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 30 Juni 2025

                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                                     Jumlah

Indikasi nilai kini operasi                                                        202.484
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan bank                                                                      12.019
  Persediaan - tanah                                                               106.123
  Investasi pada entitas anak
     SIP                                                                            27.838
     SIL                                                                           134.234
     Investasi saham                                                                     0
  Pinjaman bank                                                                    (74.235)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                 408.462
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                  (122.539)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                      285.923
Nilai pasar 99,999874% saham                                                       285.923




                                                                 82
Page 418
IX.B.1.f.   Nilai Pasar 99,999874% Saham SIH Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

            Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
            100,00% saham SIH sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
            Rp 408,46 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
            100,000000% saham SIH adalah sebesar Rp 285,92 miliar. Dengan demikian, nilai
            pasar 99,999874% saham SIH berdasarkan metode diskonto arus kas adalah
            sebesar Rp 285,92 miliar.

IX.B.2      Nilai Pasar 99,999874% Saham SIH Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
            Bersih

            Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
            menentukan nilai pasar 99,999874% saham SIH adalah metode penyesuaian aset
            bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada pendekatan
            aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas harus
            disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang
            telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

            Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar dengan
            rincian sebagai berikut:

            •   Nilai pasar atas persediaan – tanah yang telah dinilai oleh KJPP SRR
                sebagaimana                tertuang            dalam              laporannya
                No. 00413/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025,
                di mana nilai pasar atas persediaan – tanah pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
                sebesar Rp 106,12 miliar.

            •   Indikasi nilai pasar atas investasi pada entitas anak yang dihitung berdasarkan
                metode diskonto arus kas dan metode penyesuaian aset bersih sebesar
                Rp 162,07 miliar.

            •   Investasi saham sebesar Rp 16,41 ribu.

            •   Nlai pasar atas aset tetap – neto yang telah dinilai oleh KJPP SRR
                sebagaimana               tertuang             dalam             laporannya
                No. 00413/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025,
                di mana nilai pasar atas aset tetap – neto pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
                sebesar Rp 380,01 miliar.

            Apabila nilai pasar atas persediaan – tanah, indikasi nilai pasar investasi pada
            entitas anak, dan nilai pasar atas aset tetap – neto tersebut direfleksikan dalam
            laporan posisi keuangan, maka jumlah aset SIH adalah sebesar Rp 683,87 miliar,
            sedangkan jumlah liabilitas SIH adalah tetap, yaitu sebesar Rp 95,23 miliar.




                                              83
Page 419
Indikasi nilai pasar 100,00% saham SIH kemudian diperoleh dengan menghitung
selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
100,00% saham SIH sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
Rp 588,64 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar
100,000000% saham SIH adalah sebesar Rp 412,05 miliar. Dengan demikian, nilai
pasar 99,999874% saham SIH berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
adalah sebesar Rp 412,05 miliar.




                                    84
Page 420
Perincian perhitungan nilai pasar 99,999874% saham SIH dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:
Tabel 28
PT Surya Internusa Hotels
Nilai Pasar 99,999874% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                    30/06/25      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                                              12.019              -            12.019
Piutang usaha - pihak ketiga                                               3.625              -             3.625
Aset keuangan lancar lain -phak berelasi                                   1.030              -             1.030
Piutang usaha - SIL                                                        2.550              -             2.550
Aset keuangan lancar lain - pihak ketiga                                     173              -               173
Persediaan                                                                 1.594              -             1.594
Persediaan - tanah                                                        40.021         66.101           106.123
Pajak dibayar di muka                                                        661              -               661
Beban dibayar di muka                                                      5.591              -             5.591
Jumlah Aset Lancar                                                        67.264         66.101           133.365
ASET TIDAK LANCAR
Investasi saham                                                                1             (1)                0
Investasi pada entitas anak                                              122.120         39.952           162.072
Uang muka pembelian aset tetap                                               250              -               250
Aset tetap - neto                                                        281.969         98.042           380.011
Aset takberwujud - software                                                  811              -               811
Aset hak guna - neto                                                       5.966              -             5.966
Aset tidak lancar lainnya                                                    596              -               596
Manfaat imbalan kerja                                                        796              -               796
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 412.509        137.993           550.503
JUMLAH ASET                                                              479.773        204.095           683.868
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Deposit kamar hotel                                                          380                 -             380
Utang pajak                                                                1.292                 -           1.292
Utang usaha                                                                4.681                 -           4.681
Beban akrual                                                               5.437                 -           5.437
Utang lain-lain                                                            3.015                 -           3.015
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun
  Pinjaman bank                                                           28.872                 -         28.872
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           43.677                 -         43.677
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Bagian liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
  jangka pendek
  Pinjaman bank                                                           45.362                 -         45.362
Liabilitas sewa                                                            6.192                 -          6.192
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                          51.554                 -         51.554
JUMLAH LIABILITAS                                                         95.231                 -         95.231
EKUITAS                                                                  384.542        204.095           588.636
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                            479.773        204.095           683.868

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                         588.636
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                          (176.591)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                                             412.046
Nilai pasar 99,999874% saham                                                                              412.045




                                                     85
Page 421
IX.B.3.   Rekonsiliasi Nilai

          Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian
          yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan
          pembobotan terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut,
          masing-masing dengan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan
          70,00% untuk metode penyesuaian aset bersih.

          Alasan kami memberikan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan
          70,00% untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi
          yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami gunakan untuk
          menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang
          memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan
          informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas.

          Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
          Penilaian adalah sebesar Rp 374,21 miliar.

          Tabel 29
          PT Surya Internusa Hotels
          Rekonsiliasi Nilai
          Per 30 Juni 2025

                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                           Metode Penilaian          Nilai Pasar    Bobot             Nilai

          Metode Diskonto Arus Kas                        285.923      30,00%             85.777
          Metode Penyesuaian Aset Bersih                  412.045      70,00%            288.432
          Nilai Pasar 99,999874% Saham                                 100,00%           374.208




                                              86
Page 422
IX.C.       PT Surya Internusa Properti

IX.C.1.     Metode Diskonto Arus Kas

IX.C.1.a.   Proyeksi Laporan Keuangan

            Penilaian SIP yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
            proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen SIP. Dalam
            penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan
            berdasarkan kinerja SIP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana
            manajemen di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan
            saran yang relevan diberikan oleh manajemen SIP sehubungan dengan
            perubahan-perubahan pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah
            ditetapkan juga turut menjadi bahan pertimbangan. Kami telah melakukan
            penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat
            menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SIP yang dinilai pada saat penilaian
            ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
            yang kami lakukan terhadap target kinerja SIP yang dinilai.

            Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
            keuangan yang digunakan dalam penilaian atas SIP.

IX.C.1.a.1) Umum

            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
                hukum, atau undang-undang yang akan memengaruhi aktivitas SIP, industri,
                atau negara di mana SIP beroperasi.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
                tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
                keuangan yang dapat memengaruhi kinerja SIP selain yang telah
                diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama SIP
                atau pada sumber utama penghasilan SIP selain yang telah diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen SIP.
            •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
                perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
                memengaruhi kegiatan usaha SIP.
            •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
                bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada SIP.
            •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku,
                bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban
                tenaga kerja, beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku
                sekarang ini dan yang diproyeksikan.
            •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
            •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh SIP atas
                kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
                tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.




                                              87
Page 423
        •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
            ketentuan-ketentuan yang ada.
        •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen SIP mempersiapkan proyeksi laporan
            keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2025 sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2026 – 2035.

IX.C.1.a.2) Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Penyusunan Proyeksi Laporan
            Keuangan

        1. Proyeksi Pendapatan Sewa

            Pendapatan sewa dalam penilaian ini terutama terdiri dari pendapatan sewa
            dari SIH.

            Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan sewa SIP untuk tahun
            2025 – 2035.

            Grafik 12
            PT Surya Internusa Properti
            Proyeksi Pendapatan Sewa Tahun 2025 – 2035
            (Dalam jutaan Rupiah)

                                            Pendapatan Sewa
                 470
                 460
                 450
                 440
                 430
                 420
                 410
                 400
                 390
                 380
                       2025   2026   2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033   2034   2035




        2. Beban Usaha

            Beban usaha SIP terutama terdiri dari beban pajak bumi dan bangunan. Beban
            usaha untuk tahun 2025 – 2035 diproyeksikan berkisar antara 69% – 89% dari
            pendapatan sewa.




                                            88
Page 424
3. Pajak

   Mengingat SIP adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka tarif
   pajak yang diberlakukan atas SIP adalah tarif pajak final yang berlaku umum
   di Indonesia, yaitu sebesar 10,00% untuk tahun 2025 – 2035.

4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif SIP
   untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035
   adalah sebagai berikut:
   Tabel 30
   PT Surya Internusa Properti
   Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif
   Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/25       31/12/26       31/12/27      31/12/28      31/12/29      31/12/30
                         Keterangan
                                                          (6 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan sewa                                                206          412            412            412            412           412
   Beban langsung                                                   -            -              -              -              -             -
   Laba bruto                                                     206           412            412           412            412           412
   Beban usaha                                                   (156)         (307)          (316)         (326)          (335)         (346)
   Laba usaha                                                      50          105              96            86             76             66
   Pendapatan (beban) lain-lain                                     -          (41)            (41)          (41)           (41)           (41)
   Laba sebelum pajak penghasilan                                  50           64             54             45             35            25
   Beban pajak penghasilan                                          -            -              -              -              -             -
   Laba periode/tahun berjalan                                     50           64             54             45             35            25



                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                           31/12/31      31/12/32       31/12/33      31/12/34      31/12/35
                         Keterangan
                                                          (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
   Pendapatan sewa                                                412          412            458            458            458
   Beban langsung                                                   -            -              -              -              -
   Laba bruto                                                     412           412            458           458            458
   Beban usaha                                                   (356)         (367)          (378)         (389)          (401)
   Laba usaha                                                      56            45             80            69             57
   Pendapatan (beban) lain-lain                                   (41)          (41)           (46)          (46)           (46)
   Laba sebelum pajak penghasilan                                  15               4          34             23             11
   Beban pajak penghasilan                                          -               -           -              -              -
   Laba periode/tahun berjalan                                     15               4          34             23             11




5. Kas dan Bank

   Kas dan bank dipertahankan pada tingkat tertentu untuk menutupi kebutuhan
   operasi. Kelebihan kas yang timbul dari operasi akan tetap ditempatkan pada
   setara kas.




                                                       89
Page 425
6. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan posisi keuangan SIP pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2035 adalah sebagai berikut:
   Tabel 31
   PT Surya Internusa Properti
   Proyeksi Laporan Posisi Keuangan
   Per 31 Desember 2025 - 2035

                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                            Keterangan    31/12/25       31/12/26       31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan bank                                  168            60            114            159            194            219
   Piutang pihak berelasi                      1.500         1.500          1.500          1.500          1.500          1.500
   Jumlah Aset Lancar                          1.668         1.560          1.614          1.659          1.694          1.719
   ASET TIDAK LANCAR
   Properti investasi                         23.291        23.291         23.291         23.291         23.291         23.291
   Jumlah Aset Tidak Lancar                   23.291        23.291         23.291         23.291         23.291         23.291
   JUMLAH ASET                                24.959        24.851         24.905         24.950         24.985         25.010



                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                            Keterangan    31/12/31       31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

   ASET
   ASET LANCAR
   Kas dan bank                                  234           238            272            295            306
   Piutang pihak berelasi                      1.500         1.500          1.500          1.500          1.500
   Jumlah Aset Lancar                          1.734         1.738          1.772          1.795          1.806
   ASET TIDAK LANCAR
   Properti investasi                         23.291        23.291         23.291         23.291         23.291
   Jumlah Aset Tidak Lancar                   23.291        23.291         23.291         23.291         23.291
   JUMLAH ASET                                25.025        25.029         25.063         25.086         25.097



                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                            Keterangan    31/12/25       31/12/26       31/12/27       31/12/28       31/12/29       31/12/30

   LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS
   Pendapatan diterima di muka - SIH            172                 -              -              -              -              -
   JUMLAH LIABILITAS                            172                 -              -              -              -              -
   EKUITAS
   Modal saham                                25.000        25.000         25.000         25.000         25.000         25.000
   Tambahan modal disetor                        (29)          (29)           (29)           (29)           (29)           (29)
   Saldo laba (defisit)                         (184)         (120)           (66)           (21)            14             39
   JUMLAH EKUITAS                             24.787        24.851         24.905         24.950         24.985         25.010
   JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS              24.959        24.851         24.905         24.950         24.985         25.010



                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                            Keterangan    31/12/31       31/12/32       31/12/33       31/12/34       31/12/35

   LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS
   Pendapatan diterima di muka - SIH                 -              -              -              -              -
   JUMLAH LIABILITAS                                 -              -              -              -              -
   EKUITAS
   Modal saham                                25.000        25.000         25.000         25.000         25.000
   Tambahan modal disetor                        (29)          (29)           (29)           (29)           (29)
   Saldo laba                                     54            58             92            115            126
   JUMLAH EKUITAS                             25.025        25.029         25.063         25.086         25.097
   JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS              25.025        25.029         25.063         25.086         25.097




                                         90
Page 426
IX.C.1.b. Terminal Value dan Tingkat Pertumbuhan

            Sebagai dasar dalam menentukan terminal value atau nilai pada periode kekal
            (perpetuity period), kami menggunakan proyeksi tahun 2025 sampai tahun 2035
            sebagai periode tetap (fixed period), sedangkan tahun 2036 dianggap sebagai
            awal periode kekal. Dalam penilaian ini, pertumbuhan arus kas bersih (AKB) pada
            tahun 2036 atau periode kekal diasumsikan sebesar 2,00%.

            Untuk mendapatkan terminal value, kami mengkapitalisasikan AKB tahun 2036
            dengan menggunakan tingkat diskonto yang digunakan pada tahun 2035.

IX.C.1.c.   Penentuan Arus Kas Bersih

            Untuk penilaian dengan menggunakan metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga)
            pilihan arus kas untuk didiskonto, yaitu dividen, AKB untuk ekuitas (free cash flow
            to equity) dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
            perusahaan (free cash flow to firm).

            Dalam penilaian ini, arus kas yang akan didiskonto untuk dijadikan indikasi nilai
            bisnis adalah AKB untuk kapital.

            Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari
            kewajiban penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
            mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan
            untuk penggantian (reserve for replacement), modal kerja dan untuk pertumbuhan
            melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
            dengan cara langsung.

            Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan posisi keuangan dan proyeksi
            laporan laba rugi komprehensif sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi AKB
            untuk kapital SIP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2026 – 2035 adalah sebagai berikut:
            Tabel 32
            PT Surya Internusa Properti
            Proyeksi Arus Kas Bersih
            Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 - 2035

                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    31/12/25      31/12/26       31/12/27      31/12/28       31/12/29      31/12/30
                                Keterangan
                                                                   (6 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
            Penerimaan kas dari pelanggan                                    -           240            412            412           412           412
            Pembayaran beban usaha                                        (298)         (307)          (316)          (326)         (335)         (346)
            Pembayaran beban pajak penghasilan                               -           (41)           (41)           (41)          (41)          (41)
            Arus kas bersih                                               (298)         (108)           54              45            35            25



                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    31/12/31       31/12/32       31/12/33      31/12/34      31/12/35
                                Keterangan
                                                                   (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
            Penerimaan kas dari pelanggan                                  412           412            458            458           458
            Pembayaran beban usaha                                        (356)         (367)          (378)          (389)         (401)
            Pembayaran beban pajak penghasilan                             (41)          (41)           (46)           (46)          (46)
            Arus kas bersih                                                 15               4          34              23            11




                                                                    91
Page 427
IX.C.1.d. Tingkat Diskonto

          Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah
          biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang
          ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

          WACC       =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

          Di mana:

          ke         =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
          kd         =   Biaya modal utang
          We         =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
          Wd         =   Bobot utang dalam struktur kapital
          t          =   Pajak penghasilan perusahaan

IX.C.1.d.1) Biaya Modal untuk Ekuitas

          Sebelum dapat menetapkan WACC, terlebih dahulu harus dihitung biaya modal
          ekuitas, yang ditentukan dengan CAPM dengan menggunakan persamaan
          sebagai berikut:

          ke         =   Rf + (β x RPm) – RBDS

          Di mana:

          ke         =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                         biaya modal ekuitas/saham biasa
          Rf         =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                         free rate)
          β          =   Beta
          RPm        =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                         premium)
          RBDS       =   Rating-based default spread

          Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
          memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
          dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
          Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 30 Juni 2025, maka
          instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang
          dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu 30 tahun dengan tingkat yield
          rata-rata sebesar 7,03% yang diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency
          (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.




                                                92
Page 428
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 7,03%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2025 yang dikeluarkan pada bulan
Juli 2025.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, di mana RBDS
sebesar 1,87% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari perusahaan
publik sejenis, yaitu sebagai berikut:

•    PT Indonesian Paradise Property Tbk;
•    PT Red Planet Indonesia Tbk;
•    PT Jakarta Setiabudi International Tbk;
•    PT Surya Permata Andalan Tbk;
•    Minor International PCL;
•    PT Sunter Lakeside Hotel Tbk;
•    Iconic Worldwide Berhad; dan
•    Landmarks Berhad.

sebesar 0,70 untuk mendiskonto AKB SIP yang kemudian di-relever dengan
tingkat leverage yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk
mendiskonto AKB SIP tersebut dengan formula sebagai berikut:

βL          =   βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER) dari
perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 57,30% untuk memperoleh beta
SIP. Tarif pajak yang digunakan untuk SIP sesuai dengan tarif pajak yang berlaku
umum adalah final untuk tahun 2025 – 2035. Dengan demikian, maka diperoleh
beta SIP sebesar 1,10 untuk tahun 2025 – 2035 dengan rincian perhitungan
sebagai berikut:

βL          =   0,70 x (1 + (1 – 0,00%) x 57,30%) = 1,10




                                   93
Page 429
          Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
          dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 1,87%, diperoleh
          biaya modal atas ekuitas SIP sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah
          ini:

          Ke        =   7,03% + 1,10 x 7,03% – 1,87% = 12,90%

IX.C.1.d.2) Biaya Modal untuk Utang

          Karena perhitungan nilai ekuitas SIP dilakukan dengan mendiskonto tingkat
          balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flow to
          invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto
          yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
          pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
          ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

          Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
          pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi
          bank Persero untuk bulan Juni 2025 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia
          sebesar 8,96%.

IX.C.1.d.3) Weighted Average Cost of Capital

          Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
          sebesar 63,57%, dan bobot utang sebesar 36,43%, yang diolah dari data rata-rata
          DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
          berlaku untuk SIP sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah final untuk
          tahun 2025 – 2035, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah
          sebagai berikut:

          WACC            = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
          WACC            = (12,90% x 63,57%) + (8,96% x [1 – 0,00%] x 36,43%) = 11,46%




                                           94
Page 430
IX.C.1.e.   Perhitungan Indikasi Nilai Pasar SIP

            Berdasarkan AKB sebagaimana dijelaskan di atas, indikasi nilai kini operasi SIP
            untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2026 – 2035 adalah
            sebagai berikut:
            Tabel 33
            PT Surya Internusa Properti
            Indikasi Nilai Kini Operasi
            Per 30 Juni 2025

                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                   31/12/25       31/12/26       31/12/27     31/12/28       31/12/29      31/12/30
                                      Keterangan
                                                   (6 Bulan)      (1 Tahun)      (1 Tahun)    (1 Tahun)      (1 Tahun)    (1 Tahun)
            Arus kas bersih                               (298)         (108)            54           45             35            25
            Faktor diskonto                             0,9472        0,8498         0,7624       0,6840         0,6137        0,5506
            Nilai kini arus kas bersih                    (282)          (92)           41            31             22            14



                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                   31/12/31       31/12/32       31/12/33     31/12/34      31/12/35
                                      Keterangan
                                                   (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)    (1 Tahun)      (1 Tahun)
            Arus kas bersih                                 15             4             34           23             11
            Faktor diskonto                             0,4940        0,4432         0,3976       0,3567         0,3200
            Nilai kini arus kas bersih                        7              2          14               8            4
            Jumlah nilai kini arus kas bersih             (232)
            Nilai kekal                                     39
            Indikasi nilai kini operasi                   (194)



            Keseluruhan jumlah nilai kini AKB adalah sebesar negatif Rp 0,19 miliar untuk
            tingkat diskonto sebesar 11,46% untuk tahun 2025 – 2035. Nilai tersebut
            merupakan indikasi nilai SIP dari hasil operasi berdasarkan metode diskonto arus
            kas.

            Setelah diperoleh indikasi nilai saham dari hasil operasi, langkah selanjutnya
            adalah menjumlahkan aset non-operasi dan mengurangkan liabilitas jangka
            panjang serta liabilitas lainnya, jika ada, kepada indikasi nilai dari hasil operasi
            tersebut untuk mendapatkan indikasi nilai pasar SIP.

            Pada tanggal 30 Juni 2025, SIP memiliki aset non-operasi berupa kas dan bank
            serta piutang pihak berelasi masing-masing sebesar Rp 0,47 miliar dan
            Rp 1,50 miliar. Dengan demikian, jumlah aset non-operasi yang dapat
            ditambahkan pada indikasi nilai saham dari hasil operasi adalah sebesar
            Rp 1,97 miliar.

            Dengan menambahkan aset non-operasi tersebut pada indikasi nilai operasi SIP
            dari hasil operasi, maka berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil
            bahwa indikasi nilai pasar 100,000000% saham SIP adalah sebesar
            Rp 1,77 miliar. Dengan demikian, indikasi nilai pasar 99,996000% saham SIP
            berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar Rp 1,77 miliar.




                                                   95
Page 431
            Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,996000% saham SIP dengan
            menggunakan metode diskonto arus kas adalah sebagai berikut:
            Tabel 34
            PT Surya Internusa Properti
            Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham
            Metode Diskonto Arus Kas
            Per 30 Juni 2025

                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                             Keterangan                      Jumlah

            Indikasi nilai kini operasi                                            (194)
            Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
              Kas dan bank                                                          466
              Piutang pihak berelasi                                              1.500
            Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                1.772
            Indikasi nilai pasar 99,996000% saham                                 1.772




IX.C.1.f.   Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham SIP Berdasarkan Metode Diskonto
            Arus Kas

            Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
            100,000000% saham SIP adalah sebesar Rp 1,77 miliar. Dengan demikian,
            indikasi nilai pasar 99,996000% saham SIP berdasarkan metode diskonto arus kas
            adalah sebesar Rp 1,77 miliar.

IX.C.2      Indikasi Nilai Pasar 99,996000%                               Saham            SIP   Berdasarkan   Metode
            Penyesuaian Aset Bersih

            Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
            menentukan indikasi nilai pasar 99,996000% saham SIP adalah metode
            penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
            didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
            aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar properti
            investasi yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam
            laporannya       No.       00421/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025      tanggal
            21 November 2025, di mana nilai pasar atas properti investasi pada tanggal
            30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 37,57 miliar.

            Apabila nilai pasar atas properti investasi tersebut direfleksikan dalam laporan
            posisi keuangan, maka jumlah aset SIP adalah sebesar Rp 39,53 miliar,
            sedangkan jumlah liabilitas SIP adalah tetap, yaitu sebesar Rp 0,52 miliar.

            Indikasi nilai pasar 100,00% saham SIP kemudian diperoleh dengan menghitung
            selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
            100,000000% saham SIP adalah sebesar Rp 39,01 miliar. Dengan demikian,
            indikasi nilai pasar 99,996000% saham SIP berdasarkan metode penyesuaian
            aset bersih adalah sebesar Rp 39,01 miliar.




                                                              96
Page 432
          Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,996000% saham SIP dengan
          menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

          Tabel 35
          PT Surya Internusa Properti
          Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham
          Metode Penyesuaian Aset Bersih
          Per 30 Juni 2025

                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Indikasi Nilai
                                   Keterangan           30/06/25      Penyesuaian
                                                                                          Pasar
          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan bank                                          466                -              466
          Piutang pihak berelasi                              1.500                -            1.500
          Jumlah Aset Lancar                                  1.966                -            1.966
          ASET TIDAK LANCAR
          Properti investasi                                 23.291           14.274           37.565
          Jumlah Aset Tidak Lancar                           23.291           14.274           37.565
          JUMLAH ASET                                        25.257           14.274           39.531
          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          Pendapatan diterima di muka - SIH                    377                 -             377
          Beban akrual                                         142                 -             142
          JUMLAH LIABILITAS                                    519                 -             519
          EKUITAS                                            24.738           14.274           39.011
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      25.257           14.274           39.531

          Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                               39.011
          Indikasi nilai pasar 99,996000% saham                                                39.010



IX.C.3.   Rekonsiliasi Nilai

          Untuk mendapatkan indikasi nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode
          penilaian yang digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu
          melakukan pembobotan terhadap indikasi nilai pasar yang dihasilkan dari kedua
          metode tersebut, masing-masing dengan bobot 30,00% untuk metode diskonto
          arus kas dan 70,00% untuk metode penyesuaian aset bersih.

          Alasan kami memberikan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan
          70,00% untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi
          yang digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami gunakan untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi
          yang memiliki tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data
          dan informasi yang digunakan pada metode diskonto arus kas.




                                                   97
Page 433
          Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
          99,996000% saham SIP adalah sebesar Rp 27,84 miliar.

          Tabel 36
          PT Surya Internusa Properti
          Rekonsiliasi Nilai
          Per 30 Juni 2025

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                        Indikasi Nilai
                           Metode Penilaian                              Bobot             Nilai
                                                            Pasar
          Metode Diskonto Arus Kas                               1.772       30,00%                532
          Metode Penyesuaian Aset Bersih                        39.010       70,00%            27.307
          Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham                             100,00%            27.838



IX.D.     PT Surya Internusa Lestari

IX.D.1.   Indikasi Nilai Pasar 99,9900000%             Saham        SIL Berdasarkan Metode
          Penyesuaian Aset Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan indikasi nilai pasar 99,990000% saham SIL adalah metode
          penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
          didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
          aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
          komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
          atau utang bank).

          Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar aset tetap
          yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
          No. 00419/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025, di mana
          nilai pasar atas aset tetap pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
          Rp 136,32 miliar.

          Apabila nilai pasar atas aset tetap tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
          keuangan, maka jumlah aset SIL adalah sebesar Rp 136,80 miliar, sedangkan
          jumlah liabilitas SIL adalah tetap, yaitu sebesar Rp 2,55 miliar.

          Indikasi nilai pasar 100,00% saham SIL kemudian diperoleh dengan menghitung
          selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
          100,000000% saham SIL adalah sebesar Rp 134,25 miliar. Dengan demikian,
          indikasi nilai pasar 99,990000% saham SIL berdasarkan metode penyesuaian aset
          bersih adalah sebesar Rp 134,23 miliar.




                                                  98
Page 434
        Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,990000% saham SIL dengan
        menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

        Tabel 37
        PT Surya Internusa Lestari
        Indikasi Nilai Pasar 99,990000% Saham
        Metode Penyesuaian Aset Bersih
        Per 30 Juni 2025

                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                   Indikasi Nilai
                                Keterangan            30/06/25      Penyesuaian
                                                                                        Pasar
        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan bank                                         143                 -             143
        Pajak dibayar di muka                                173                 -             173
        Uang muka                                            163                 -             163
        Jumlah Aset Lancar                                   479                 -             479
        ASET TIDAK LANCAR
        Aset tetap                                         99.465           36.855          136.319
        Jumlah Aset Tidak Lancar                           99.465           36.855          136.319
        JUMLAH ASET                                        99.944           36.855          136.798
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        Utang usaha - kepada SIH                            2.550                -            2.550
        Beban akrual                                            2                -                2
        JUMLAH LIABILITAS                                   2.552                -            2.552
        EKUITAS                                            97.392           36.855          134.247
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                      99.944           36.855          136.798

        Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                              134.247
        Indikasi nilai pasar 99,990000% saham                                               134.234



IX.F.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 374,21 miliar.




                                                 99
Page 435
PT Surya Internusa Hotels                                                                          Lampiran A
Nilai Pasar 99,999874% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 30 Juni 2025

                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                      Faktor               Nilai Kini
            Tahun                        Arus Kas Bersih
                                                                     Diskonto           Arus Kas Bersih
             2025                                            3.074             0,9472                   2.912
             2026                                           21.624             0,8498                  18.376
             2027                                           25.267             0,7624                  19.263
             2028                                           20.252             0,6840                  13.852
             2029                                           21.075             0,6137                  12.934
             2030                                           20.347             0,5533                  11.258
             2031                                           19.695             0,5014                   9.875
             2032                                           19.970             0,4544                   9.074
             2033                                           19.936             0,4118                   8.209
             2034                                           20.139             0,3732                   7.516
             2035                                           19.962             0,3382                   6.751
Nilai kini arus kas bersih                                                                            120.022
Normalisasi arus kas bersih                                                 20.362
Nilai kekal                                                                243.824
Faktor diskonto                                                             0,3382
Indikasi nilai kini dari nilai kekal                                                                   82.461
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan bank                                                                                         12.019
  Persediaan - tanah                                                                                  106.123
  Investasi pada entitas anak
     SIP                                                                                               27.838
     SIL                                                                                              134.234
     Investasi saham                                                                                        0
  Pinjaman bank                                                                                       (74.235)
Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                    408.462
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                     (122.539)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                                         285.923
Nilai pasar 99,999874% saham                                                                          285.923




                                                            100
Page 436
PT Surya Internusa Hotels                                                                               Lampiran B
Nilai Pasar 99,999874% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                                    30/06/25      Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                                              12.019              -            12.019
Piutang usaha - pihak ketiga                                               3.625              -             3.625
Aset keuangan lancar lain -phak berelasi                                   1.030              -             1.030
Piutang usaha - SIL                                                        2.550              -             2.550
Aset keuangan lancar lain - pihak ketiga                                     173              -               173
Persediaan                                                                 1.594              -             1.594
Persediaan - tanah                                                        40.021         66.101           106.123
Pajak dibayar di muka                                                        661              -               661
Beban dibayar di muka                                                      5.591              -             5.591
Jumlah Aset Lancar                                                        67.264         66.101           133.365
ASET TIDAK LANCAR
Investasi saham                                                                1             (1)                0
Investasi pada entitas anak                                              122.120         39.952           162.072
Uang muka pembelian aset tetap                                               250              -               250
Aset tetap - neto                                                        281.969         98.042           380.011
Aset takberwujud - software                                                  811              -               811
Aset hak guna - neto                                                       5.966              -             5.966
Aset tidak lancar lainnya                                                    596              -               596
Manfaat imbalan kerja                                                        796              -               796
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 412.509        137.993           550.503
JUMLAH ASET                                                              479.773        204.095           683.868
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Deposit kamar hotel                                                          380                 -             380
Utang pajak                                                                1.292                 -           1.292
Utang usaha                                                                4.681                 -           4.681
Beban akrual                                                               5.437                 -           5.437
Utang lain-lain                                                            3.015                 -           3.015
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam
  waktu satu tahun
  Pinjaman bank                                                           28.872                 -         28.872
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           43.677                 -         43.677
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Bagian liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
  jangka pendek
  Pinjaman bank                                                           45.362                 -         45.362
Liabilitas sewa                                                            6.192                 -          6.192
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                          51.554                 -         51.554
JUMLAH LIABILITAS                                                         95.231                 -         95.231
EKUITAS                                                                  384.542        204.095           588.636
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                            479.773        204.095           683.868

Indikasi nilai pasar 100,00% saham sebelum diskon likuiditas pasar                                         588.636
Diskon likuiditas pasar (30,00%)                                                                          (176.591)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                                             412.046
Nilai pasar 99,999874% saham                                                                              412.045




                                                            101
Page 437
PT Surya Internusa Hotels                                                  Lampiran C
Rekonsiliasi Nilai
Per 30 Juni 2025

                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                 Metode Penilaian         Nilai Pasar    Bobot             Nilai

Metode Diskonto Arus Kas                       285.923      30,00%             85.777
Metode Penyesuaian Aset Bersih                 412.045      70,00%            288.432
Nilai Pasar 99,999874% Saham                               100,00%            374.208




                                    102
Page 438
PT Surya Internusa Properti                                                                       Lampiran D
Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham
Metode Diskonto Arus Kas
Per 30 Juni 2025

                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Faktor               Nilai Kini
            Tahun                        Arus Kas Bersih
                                                                    Diskonto           Arus Kas Bersih
             2025                                           (298)             0,9472                    (282)
             2026                                           (108)             0,8498                     (92)
             2027                                             54              0,7624                      41
             2028                                             45              0,6840                      31
             2029                                             35              0,6137                      22
             2030                                             25              0,5506                      14
             2031                                             15              0,4940                       7
             2032                                              4              0,4432                       2
             2033                                             34              0,3976                      14
             2034                                             23              0,3567                       8
             2035                                             11              0,3200                       4
Nilai kini arus kas bersih                                                                              (232)
Normalisasi arus kas bersih                                                       11
Nilai kekal                                                                      120
Faktor diskonto                                                               0,3200
Indikasi nilai kini dari nilai kekal                                                                      39
Aset non-operasi dan liabilitas jangka panjang:
  Kas dan bank                                                                                           466
  Piutang pihak berelasi                                                                               1.500
Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                                                 1.772
Indikasi nilai pasar 99,996000% saham                                                                  1.772




                                                           103
Page 439
PT Surya Internusa Properti                                                       Lampiran E
Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                            Indikasi Nilai
                         Keterangan            30/06/25      Penyesuaian
                                                                                 Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                           466                -              466
Piutang pihak berelasi                               1.500                -            1.500
Jumlah Aset Lancar                                   1.966                -            1.966
ASET TIDAK LANCAR
Properti investasi                                  23.291           14.274           37.565
Jumlah Aset Tidak Lancar                            23.291           14.274           37.565
JUMLAH ASET                                         25.257           14.274           39.531
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Pendapatan diterima di muka - SIH                     377                 -             377
Beban akrual                                          142                 -             142
JUMLAH LIABILITAS                                     519                 -             519
EKUITAS                                             24.738           14.274           39.011
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                       25.257           14.274           39.531

Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                                39.011
Indikasi nilai pasar 99,996000% saham                                                 39.010




                                         104
Page 440
PT Surya Internusa Properti                                                      Lampiran F
Rekonsiliasi Nilai
Per 30 Juni 2025

                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                              Indikasi Nilai
                 Metode Penilaian                              Bobot             Nilai
                                                  Pasar
Metode Diskonto Arus Kas                               1.772      30,00%                 532
Metode Penyesuaian Aset Bersih                        39.010      70,00%             27.307
Indikasi Nilai Pasar 99,996000% Saham                            100,00%             27.838




                                        105
Page 441
PT Surya Internusa Lestari                                                        Lampiran G
Indikasi Nilai Pasar 99,990000% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                            Indikasi Nilai
                        Keterangan             30/06/25      Penyesuaian
                                                                                 Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                          143                 -             143
Pajak dibayar di muka                                 173                 -             173
Uang muka                                             163                 -             163
Jumlah Aset Lancar                                    479                 -             479
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap                                          99.465           36.855          136.319
Jumlah Aset Tidak Lancar                            99.465           36.855          136.319
JUMLAH ASET                                         99.944           36.855          136.798
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang usaha - kepada SIH                             2.550                -            2.550
Beban akrual                                             2                -                2
JUMLAH LIABILITAS                                    2.552                -            2.552
EKUITAS                                             97.392           36.855          134.247
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                       99.944           36.855          136.798

Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                               134.247
Indikasi nilai pasar 99,990000% saham                                                134.234




                                         106
Page 442
LAPORAN PENILAIAN 99,999874% SAHAM
    PT SURYA INTERNUSA HOTELS

  PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk

        TANGGAL PENILAIAN
           30 JUNI 2025
Page 443
No. : 00176/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025                              24 November 2025



Kepada Yth.

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4, Kuningan
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 99,999874% Saham PT Surya Internusa Hotels


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Surya Semesta
Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 99,999874% saham PT Surya Internusa Hotels (selanjutnya
disebut “SIH”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 99,999874% saham SIH
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.
Page 444
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                   Perseroan



                                  99,999998%                                                                  95,582984%


                        PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                        International (EPI)
                                                                                                          EPI 4,417016%
           94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                   PT Suryalaya Anindita
  PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                     International (SAI)
        (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                          TCP 27,327327%
       TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
           99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

  PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                         PT Indo Indah (II)
     Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

  Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                                     ii
Page 445
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                                              iii
Page 446
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar
domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti
dan pariwisata nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan beberapa aksi
korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham atau setara
    dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari jumlah
    seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut “Saham
    SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi
    SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan
    99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH
    (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut
    “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan
    99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR
    (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna
    Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan luas tanah sebesar
    8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan Rencana
Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                            iv
Page 447
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka mengembangkan
portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan
merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan
rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di
bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset
perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan
imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas,
di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak
dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan
dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh Tanah
dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand
Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang
dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit perhotelan
di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi
dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan
dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas
kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai
entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.




                                               v
Page 448
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
    entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
    mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
    Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur
    kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini
    sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada
    pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
    terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan
    bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak
    Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian
    ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang
    saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
    melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
    keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
    memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
    diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan
    yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas
    Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang
    dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
    memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang
    prospek pertumbuhan industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh
    Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah
    persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna
    mengatasi risiko ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan
    dapat memberikan dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan
    atas Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                            vi
Page 449
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan
    unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
    perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
    perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
    perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
    mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-
    hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan
    secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
    melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya
    saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya
    dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SIH adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SIH bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SIH adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             vii
Page 450
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, di mana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SIH ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SIH. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.




                                             viii
Page 451
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SIH yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
konsolidasian SIH untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 99,999874% saham PT Surya Internusa Hotels ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
99,999874% saham PT Surya Internusa Hotels tidak terdapat kejadian penting setelah
tanggal penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian
nilai pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Notaris No. 175 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SIH, struktur pemegang saham SIH per tanggal
    21 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

    PT Surya Internusa Hotels
    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                (Dalam Rupiah)
                                                               Persentase
              Pemegang Saham               Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                               Kepemilikan
    PT Surya Semesta Internusa Tbk                   823.329        99,9999%   823.329.000.000
    PT TCP Internusa                                       1         0,0001%         1.000.000
    Jumlah                                           823.330       100,0000%   823.330.000.000




                                               ix
Page 452
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk periode enam bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar, dan Rekan (selanjutnya disebut “AAJAMR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01322/2.1032/AU.1/10/0501-1/1/X/2025
   tanggal 31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

3. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00501/2.1030/AU.1/10/1698-3/1/III/2025 tanggal 24 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00424/2.1030/AU.1/10/1698-2/1/II/2024 tanggal 21 Februari 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00532/2.1030/AU.1/10/1698-1/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00266/2.1030/AU.1/10/0501-1/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

7. Laporan keuangan konsolidasian SIH untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00337/2.1030/AU.1/10/0181-2/1/IV/2021 tanggal 2 April 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

8. Laporan keuangan SIP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 01323/2.1030/AU.1/05/0501-1/1/X/2025 tanggal 28 Oktober 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                            x
Page 453
9. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00440/2.1030/AU.1/05/1698-3/1/III/2025 tanggal 7 Maret 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00426/2.1030/AU.1/05/1698-2/1/II/2024 tanggal 21 Februari 2024 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00447/2.1030/AU.1/05/1698-1/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00264/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022 tanggal 4 Maret 2022 dengan pendapat
    wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;

13. Laporan keuangan SIP untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang
    telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00339/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/IV/2021 tanggal 2 April 2021 dengan pendapat wajar
    tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;

14. Laporan keuangan SIL untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 01319/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal;

15. Proyeksi laporan keuangan SIH untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen SIH;

16. Proyeksi laporan keuangan SIP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Desember 2026 – 2035 yang disusun oleh manajemen SIP;

17. Laporan penilaian properti SIH per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP Suwendo,
    Rinaldy, dan Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00413/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025.

18. Laporan penilaian properti SIP per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00421/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025
    tanggal 21 November 2025.




                                           xi
Page 454
19. Laporan penilaian properti SIL per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00419/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025
    tanggal 21 November 2025.

20. Anggaran dasar SIH yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 309
    tanggal 20 Desember 2024 yang dibuat oleh Jimmy Tanal, SH, M.Kn, mengenai
    perubahan modal;

21. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;

22. Tarif pajak yang diberlakukan atas SIH adalah berdasarkan laba kena pajak dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum, yaitu
    sebesar 22,00% untuk tahun 2025 – 2035;

23. Tarif pajak yang diberlakukan atas SIP adalah berdasarkan pendapatan dalam periode
    yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak final yang berlaku umum di
    Indonesia, yaitu sebesar 10,00% untuk tahun 2025 – 2036;

24. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SIH serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

25. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

26. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

27. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

28. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

29. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SIH atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.




                                            xii
Page 455
Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SIH. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode diskonto arus kas didasarkan pada
proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP yang disusun oleh manajemen SIH dan SIP. Dalam
penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
SIH dan SIP pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen di masa
yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi laporan keuangan
tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja SIH dan SIP yang dinilai
pada saat penilaian ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja SIH dan SIP yang dinilai dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas
pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan kinerja historis
SIH dan SIP dan informasi manajemen SIH terhadap proyeksi laporan keuangan SIH dan SIP
tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SIH dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SIH atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SIH bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




                                            xiii
Page 456
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SIH.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SIH berdasarkan anggaran dasar SIH.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.




                                            xiv
Page 457
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SIH dan SIP, pengkajian atas kondisi
operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki SIH dan SIP. Prospek SIH dan SIP
di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha serta proyeksi laporan
keuangan yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor
eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode diskonto
arus kas (discounted cash flow [DCF] method) dan metode penyesuaian aset bersih (adjusted
net asset method).

Metode diskonto arus kas dipilih mengingat bahwa kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh
SIH dan SIP di masa depan masih akan berfluktuasi sesuai dengan perkiraan atas
perkembangan usaha SIH dan SIP. Dalam melaksanakan penilaian dengan metode ini,
operasi SIH dan SIP diproyeksikan sesuai dengan perkiraan atas perkembangan usaha SIH
dan SIP. Arus kas yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi menjadi nilai kini dengan
tingkat diskonto yang sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah jumlah nilai kini dari
arus kas tersebut.

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SIH. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

Selanjutnya nilai-nilai yang diperoleh dari tiap-tiap metode tersebut direkonsiliasi dengan
melakukan pembobotan.


                                              xv
Page 458
RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

I.     Nilai Pasar 99,999874% Saham SIH Berdasarkan Metode Diskonto Arus Kas

       Berdasarkan metode diskonto arus kas, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
       100,00% saham SIH sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 408,46 miliar.
       Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,000000%
       saham SIH adalah sebesar Rp 285,92 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
       99,999874% saham SIH berdasarkan metode diskonto arus kas adalah sebesar
       Rp 285,92 miliar.

II.    Nilai Pasar 99,999874% Saham SIH Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
       Bersih

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh bahwa indikasi nilai pasar
       100,00% saham SIH sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 588,64 miliar.
       Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 30,00%, maka nilai pasar 100,000000%
       saham SIH adalah sebesar Rp 412,05 miliar. Dengan demikian, nilai pasar
       99,999874% saham SIH berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah
       sebesar Rp 412,05 miliar.

III.   Rekonsiliasi Nilai

       Untuk mendapatkan nilai pasar yang mewakili nilai dari kedua metode penilaian yang
       digunakan, dilakukan rekonsiliasi dengan terlebih dahulu melakukan pembobotan
       terhadap nilai pasar yang dihasilkan dari kedua metode tersebut, masing-masing
       dengan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan 70,00% untuk metode
       penyesuaian aset bersih.

       Alasan kami memberikan bobot 30,00% untuk metode diskonto arus kas dan 70,00%
       untuk metode penyesuaian aset bersih, yaitu karena data dan informasi yang
       digunakan pada metode penyesuaian aset bersih yang kami gunakan untuk
       menentukan nilai pasar Objek Penilaian merupakan data dan informasi yang memiliki
       tingkat kehandalan yang lebih memadai dibandingkan dengan data dan informasi yang
       digunakan pada metode diskonto arus kas.

       Berdasarkan hasil rekonsiliasi tersebut, diperoleh hasil bahwa nilai pasar Objek
       Penilaian adalah sebesar Rp 374,21 miliar.




                                           xvi
Page 459
Sehubungan dengan penilaian ini, kami ingin menekankan bahwa nilai pasar yang dihitung
dengan metode diskonto arus kas didasarkan atas asumsi-asumsi mengenai tingkat
pendapatan, beban, dan akun-akun laporan posisi keuangan yang dikembangkan pihak
manajemen SIH dan SIP melalui analisis atas kinerja historis dan pernyataan manajemen SIH
dan SIP mengenai rencana-rencana untuk masa yang akan datang sebelum Rencana
Transaksi. Kami melakukan penelaahan atas asumsi-asumsi tersebut dan menurut pendapat
kami, asumsi-asumsi tersebut wajar. Akan tetapi, kami tidak bertanggung jawab atas
pencapaian asumsi-asumsi tersebut. Setiap perubahan dari asumsi-asumsi ini akan
memengaruhi perhitungan nilai Objek Penilaian. Karena tidak ada kepastian bahwa
dasar-dasar dan asumsi-asumsi tersebut akan terealisasi, kami tidak dapat memberikan
jaminan bahwa hasil-hasil yang diproyeksikan akan tercapai.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
Rp 374,21 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SIH serta pihak-pihak lain yang relevan dengan
penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak
ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai pasar tersebut
secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SIH. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SIH tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xvii
Page 460
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xviii
Page 461
LAPORAN PENILAIAN 99,996440% SAHAM
     PT SURYA SEMESTA REALTI

  PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk

        TANGGAL PENILAIAN
           30 JUNI 2025
Page 462
No. : 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025                              24 November 2025



Kepada Yth.

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4, Kuningan
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 99,996440% Saham PT Surya Semesta Realti


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Surya Semesta
Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 99,996440% saham PT Surya Semesta Realti (selanjutnya
disebut “SSR”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 99,996440% saham SSR
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.
Page 463
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                   Perseroan



                                  99,999998%                                                                  95,582984%


                        PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                        International (EPI)
                                                                                                          EPI 4,417016%
           94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                   PT Suryalaya Anindita
  PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                     International (SAI)
        (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                          TCP 27,327327%
       TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
           99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

  PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                         PT Indo Indah (II)
     Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

  Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                                     ii
Page 464
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                                              iii
Page 465
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar
domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti
dan pariwisata nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan beberapa aksi
korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham atau setara
    dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari jumlah
    seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut “Saham
    SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi
    SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan
    99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH
    (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut
    “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan
    99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR
    (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna
    Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan luas tanah sebesar
    8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan Rencana
Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                            iv
Page 466
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka mengembangkan
portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan
merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan
rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di
bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset
perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan
imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas,
di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak
dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan
dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh Tanah
dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand
Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang
dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit perhotelan
di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi
dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan
dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas
kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai
entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.




                                               v
Page 467
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
    entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
    mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
    Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur
    kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini
    sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada
    pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
    terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan
    bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak
    Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian
    ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang
    saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
    melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
    keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
    memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
    diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan
    yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas
    Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang
    dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
    memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang
    prospek pertumbuhan industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh
    Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah
    persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna
    mengatasi risiko ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan
    dapat memberikan dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan
    atas Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                            vi
Page 468
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan
    unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
    perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
    perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
    perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
    mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-
    hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan
    secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
    melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya
    saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya
    dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SSR adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SSR bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SSR adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             vii
Page 469
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SSR ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SSR. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.




                                            viii
Page 470
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SSR yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
konsolidasian SSR untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 99,996440% saham PT Surya Semesta Realti ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
99,996440% saham PT Surya Semesta Realti tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Notaris No. 184 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SSR, struktur pemegang saham SSR per tanggal
    23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                               Persentase
                Pemegang Saham            Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                               Kepemilikan
    PT Surya Semesta lnternusa Tbk                85.419.200       99,996488%     85.419.200.000
    PT TCP Internusa                                   3.000        0,003512%          3.000.000
    Jumlah                                        85.422.200      100,000000%     85.422.200.000




                                             ix
Page 471
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk periode enam bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar, dan Rekan (selanjutnya disebut “AAJAMR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01320/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025
   tanggal 31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

3. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00134/2.1030/AU.1/03/1698-3/1/II/2025 tanggal 24 Februari 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

4. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00055/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/II/2024 tanggal 16 Februari 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

5. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00039/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/II/2023 tanggal 13 Februari 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00219/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022 tanggal 22 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

7. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00198/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/III/2021 tanggal 22 Maret 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

8. Laporan keuangan SCT untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 01317/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                            x
Page 472
9. Laporan keuangan SBP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 01316/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan SBL untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 01318/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan penilaian properti SCP per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP Suwendo,
    Rinaldy, dan Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00416/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025.

12. Laporan penilaian properti SBP per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00417/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025
    tanggal 21 November 2025.

13. Anggaran dasar SSR yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 336
    tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat oleh Jimmy Tanal, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta
    terkait perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar SSR.

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;

15. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SSR serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

16. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

17. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

18. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

20. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            xi
Page 473
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SSR atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SSR. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan SSR yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SSR dan
informasi manajemen SSR terhadap laporan keuangan SSR tersebut. Kami juga bertanggung
jawab atas laporan penilaian SSR dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SSR atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SSR bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




                                            xii
Page 474
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SSR.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SSR berdasarkan anggaran dasar SSR.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.




                                            xiii
Page 475
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SSR, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki SSR. Prospek SSR di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor
eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SSR. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.




                                            xiv
Page 476
RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham SSR sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 117,89 miliar.
Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,000000% saham SSR
adalah sebesar Rp 117,66 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 99,996440% saham SSR
berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 117,66 miliar.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
Rp 117,66 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SSR serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SSR. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SSR tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xv
Page 477
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xvi
Page 478
                          ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap SSR untuk
   sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai yang diperoleh atau yang
   tercantum dalam laporan.

3. Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                           xvii
Page 479
                       PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang
   dinilai.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang dinilai.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang dinilai.

4. Laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
   manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                               .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                  .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                         .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Aldrich Valerian Budhimulja                                     .....................................
No. MAPPI       : 23-A-11992




                                          xviii
Page 480
                                 SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang memengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada
   ketentuan-ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020
   tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar
   Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah
   dibuat dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas laporan penilaian.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada tanggal
   penilaian yang ditentukan, yaitu 30 Juni 2025.

5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan penilaian.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang dinilai.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh KR tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xix
Page 481
14. Data ekonomi dan industri dalam laporan penilaian ini diperoleh dari berbagai sumber
    yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan
    bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari SSR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                              .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                 .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Kurnia Nugraha Chahyana                                        .....................................
No. MAPPI     : 20-P-10335



Aldrich Valerian Budhimulja                                    .....................................
No. MAPPI       : 23-A-11992




                                           xx
Page 482
                                      DAFTAR ISI

                                                                            HALAMAN

OPINI                                                                               i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                       xvii

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                 xviii

SURAT PERNYATAAN                                                                xvix

DAFTAR ISI                                                                       xxi

DAFTAR TABEL                                                                    xxiv

DAFTAR GRAFIK                                                                  xxvii

LAMPIRAN                                                                       xxviii

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                              1
        B. Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian                                7
        C. Premis Penilaian                                                       7
        D. Independensi Penilai                                                   7
        E. Tanggal Efektif Penilaian                                              7
        F. Profil PT Surya Semesta Realti                                         8
        G. Definisi Nilai yang Digunakan                                          9
        H. Pendekatan Penilaian yang Digunakan                                    9
        I. Metode Penilaian yang Digunakan                                       10
        J. Ringkasan Hasil Penilaian                                             10
        K. Kesimpulan Penilaian                                                  10

II.     DESKRIPSI PENUGASAN

        A. Alasan dan Latar Belakang                                             11
        B. Tujuan dan Maksud Penilaian                                           16
        C. Definisi Nilai yang Digunakan                                         16
        D. Tanggal Efektif Penilaian                                             16
        E. Data dan Informasi yang Digunakan                                     17
        F. Informasi Non-Keuangan                                                19
        G. Jenis Ekuitas                                                         20
        H. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                              21
        I. Tingkat Kedalaman Investigasi                                         22
        J. Distribusi Laporan Penilaian                                          22
        K. Jenis Laporan                                                         23
        L. Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)        23




                                           xxi
Page 483
                                                                              HALAMAN

III.    PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

        A. Latar Belakang PT Surya Semesta Realti                                 24
        B. Kegiatan Usaha                                                         24
        C. Manajemen                                                              24
        D. Kepemilikan Saham                                                      25
        E. Data Keuangan Historis                                                 25
        F. Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak PT Surya Semesta Realti       27

IV.     KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

        A. Tinjauan Ekonomi Dunia                                                 31
        B. Tinjauan Ekonomi Indonesia                                             34
        C. Proyeksi Ekonomi Indonesia                                             35
        D. Tingkat Suku Bunga                                                     35
        E. Inflasi                                                                36
        F. Nilai Tukar Rupiah                                                     37

V.      TINJAUAN INDUSTRI PERHOTELAN

        A. Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia                                  39
        B. Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia                              41

VI.     ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

        A. PT Surya Semesta Realti                                                44
        B. Analisis atas Common Size PT Surya Semesta Realti                      52
        C. Analisis atas Common Size Industri Surya Semesta Realti                53

VII.    ANALISIS RISIKO

        A. Risiko Persaingan Usaha                                                58
        B. Risiko Gangguan Keamanan                                               58
        C. Risiko Ekonomi                                                         58
        D. Risiko Politik dan Sosial                                              58
        E. Risiko Bencana Alam                                                    59
        F. Risiko Kebijakan Pemerintah                                            59

VIII.   METODE PENILAIAN

        A. Metode-Metode Penilaian                                                60
        B. Metode Penilaian yang Digunakan                                        61
        C. Premis Penilaian                                                       62
        D. Aplikasi Diskon dan Premi                                              62
        E. Prosedur Penilaian                                                     63
        F. Independensi Penilai                                                   63




                                            xxii
Page 484
                                                                               HALAMAN

IX.   PENILAIAN

      A. Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
         (Discount for Lack of Control) dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
         Lack of Marketabilities)                                                   64
      B. Nilai Pasar Objek Penilaian                                                65
      C. PT Surya Cahaya Properti                                                   67
      D. PT Surya Bajo Properti                                                     69
      E. PT Surya Bajo Lestari                                                      70
      F. Kesimpulan Penilaian                                                       71




                                          xxiii
Page 485
                                   DAFTAR TABEL

                                                                     HALAMAN

Tabel 1    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Semesta Realti                                        8

Tabel 2    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Semesta Realti                                       25

Tabel 3    Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Surya Semesta Realti
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                  25

Tabel 4    Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Surya Semesta Realti
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       26

Tabel 5    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Cahaya Properti                                      28

Tabel 6    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Bajo Properti                                        29

Tabel 7    Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
           PT Surya Bajo Lestari                                         30

Tabel 8    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia                       31

Tabel 9    Pertumbuhan Inflasi                                           32

Tabel 10   Pertumbuhan Suku Bunga Bank Sentral                           33

Tabel 11   Kontributor Inflasi Terbesar Berdasarkan Provinsi             37

Tabel 12   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Surya Semesta Realti
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                  44

Tabel 13   Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Surya Semesta Realti
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       47




                                          xxiv
Page 486
                                                                        HALAMAN

Tabel 14   Laporan Arus Kas Konsolidasian
           PT Surya Semesta Realti
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          48

Tabel 15   Rasio-rasio Keuangan
           PT Surya Semesta Realti
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     51

Tabel 16   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Surya Semesta Realti
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     52

Tabel 17   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Surya Semesta Realti
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          53

Tabel 18   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Indonesian Paradise Property Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     53

Tabel 19   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Indonesian Paradise Property Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          54

Tabel 20   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
           PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     55

Tabel 21   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain
           PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                          56

Tabel 22   Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
           PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 – 2024                     56




                                         xxv
Page 487
                                                                     HALAMAN

Tabel 23   Analisis Common Size Laporan Laba Rugi
           dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
           PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
           Untuk periode enam bulan yang berakhir pada
           tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2020 – 2024                       57

Tabel 24   Nilai Pasar 99,996440% Saham
           PT Surya Semesta Realti
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                              66

Tabel 25   Nilai Pasar 99,993453% Saham
           PT Surya Cahaya Properti
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                              68

Tabel 26   Indikasi Nilai Pasar 97,408377% Saham
           PT Surya Bajo Properti
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                              70

Tabel 27   Indikasi Nilai Pasar 99,800000% Saham
           PT Surya Bajo Lestari
           Metode Penyesuaian Aset Bersih
           Per 30 Juni 2025                                              71




                                        xxvi
Page 488
                                 DAFTAR GRAFIK

                                                                              HALAMAN

Grafik 1   Perkembangan Suku Bunga Bank Indonesia                                 35

Grafik 2   Perkembangan Inflasi Berdasarkan Indeks Harga Konsumen
           di Indonesia                                                           36

Grafik 3   Perkembangan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing               38

Grafik 4   Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
           Tahun 2021 - 2024                                                      39

Grafik 5   Tingkat Okupansi Hotel Di Dunia
           Januari 2025 – Juni 2025                                               40

Grafik 6   Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
           Tahun 2025 – 2030                                                      40

Grafik 7   Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
           Tahun 2021 - 2024                                                      41

Grafik 8   Provinsi dengan Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang terbesar
           di Indonesia Periode Juni 2025                                         42

Grafik 9   Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
           Tahun 2025 - 2030                                                      43




                                        xxvii
Page 489
                                    LAMPIRAN

                                                     HALAMAN

Lampiran A   Nilai Pasar 99,996440% Saham
             PT Surya Semesta Realti
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                            72

Lampiran B   Nilai Pasar 99,993453% Saham
             PT Surya Cahaya Properti
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                            73

Lampiran C   Nilai Pasar 97,408377% Saham
             PT Surya Bajo Properti
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                            74

Lampiran D   Indikasi Nilai Pasar 99,800000% Saham
             PT Surya Bajo Lestari
             Metode Penyesuaian Aset Bersih
             Per 30 Juni 2025                            75




                                       xxviii
Page 490
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Surya Semesta Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan
       suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan,
       pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan
       perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat, kawasan industri,
       pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan utama Perseroan adalah
       melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa manajemen serta pelatihan
       pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha pembangunan/pengelolaan
       kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan lain-lain. Perseroan
       berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling
       3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
       nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
       30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
       dengan rincian sebagai berikut:

                                                                          Perseroan



                                         99,999998%                                                                  95,582984%


                               PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                               International (EPI)
                                                                                                                 EPI 4,417016%
                  94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                          PT Suryalaya Anindita
         PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                            International (SAI)
               (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                                 TCP 27,327327%
              TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
                  99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

         PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                                PT Indo Indah (II)
            Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

         Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




       EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL
       selanjutnya secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                             1
Page 491
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
lingkup kegiatan usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                              2
Page 492
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan
menunjukkan prospek pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan
preferensi konsumen, seperti permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis,
popularitas boutique hotel, serta tren bangunan ramah lingkungan. Peluang
pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar domestik, mengingat sifat
industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti dan pariwisata
nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan
beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham
    atau setara dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan
    5,139902% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada
    SAM (selanjutnya disebut “Saham SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI
    (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara
    dengan 99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan
    disetorkan pada SIH (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara
    dengan 99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan
    disetorkan pada SSR (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di
    Jalan Rasuna Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan
    luas tanah sebesar 8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran
    modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR,
Rencana dan Rencana Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama
disebut “Rencana Transaksi”.




                                  3
Page 493
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham
pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya
perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal
atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan
Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan
guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas
Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan
aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung
pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga
dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas
Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana dengan
menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak
Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan
yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan
peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah
satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah
awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai
dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi
SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                  4
Page 494
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan industri
serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan
aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak
Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara
produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan
meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
    saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
    Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata,
    khususnya perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan
    restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan
    dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis
    dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
    yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
    pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis
    perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas
    Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan
    secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil
    investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku
    kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan
    dalam rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi
    dalam proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas
    kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi
    seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan
    menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset
    perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
    dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
    masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
    industri perhotelan.




                                  5
Page 495
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
    memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan
    salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi
    langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan
    sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
    lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas
    Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah
    seiring dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam
    pencarian pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk
    melakukan pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan
    saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis
    dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa
    perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
    tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan
    penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
    Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan
    kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut
“POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.(selanjutnya disebut “POJK
17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya
disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk
melakukan penilaian atas nilai pasar 99,996440% saham SSR.

Mengingat SSR adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SSR bersifat tidak likuid.


                                   6
Page 496
I.B.   Objek serta Tujuan dan Maksud Penilaian

       Objek yang dinilai dalam penilaian ini adalah nilai pasar 99,996440% saham SSR
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”).

       Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
       tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
       dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

       Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
       Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
       pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
       Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

       Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut
       “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300,
       SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Premis Penilaian

       Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
       penilaian bahwa SSR adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

I.D.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
       adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SSR
       ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SSR. KR juga tidak
       memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
       Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
       atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
       tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
       KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
       tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.E.   Tanggal Efektif Penilaian

       Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
       30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
       penilaian serta dari data keuangan SSR yang kami terima. Data keuangan tersebut
       berupa laporan keuangan konsolidasian SSR untuk periode enam bulan yang
       berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                          7
Page 497
I.F.     Profil PT Surya Semesta Realti

         SSR didirikan pada tanggal 19 Mei 2017 berdasarkan Akta No.180 dari Hasbullah
         Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta Selatan. Akta pendirian ini telah
         disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
         berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0024209.AH.01.01.Tahun 2017 tertanggal
         26    Mei    2017    dan    telah   didaftarkan  dalam     Daftar   Perseroan
         No. AHU-0067962.AH.01.11.Tahun 2017 tanggal 26 Mei 2017.

         Anggaran Dasar SSR telah mengalami beberapa perubahan, terakhir terkait
         dengan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar SSR sebagaimana dituangkan dalam
         Akta No. 336 tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat dihadapan Jimmy Tanal,
         S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya
         No. AHU-AH.01.03-0014305 tanggal 17 Januari 2025 dan telah didaftarkan dalam
         Daftar Perseroan No. AHU-0006915.AH.01.11.TAHUN 2025 tanggal
         17 Januari 2025.

         Kantor pusat SSR beralamat di Gedung TCP Internusa B2, Jalan H.R. Rasuna
         Said Blok X-0, Kuningan, Jakarta Selatan.

I.F.1.   Struktur Permodalan

         Susunan pemegang saham SSR berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 1
         PT Surya Semesta Realti
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                            (Dalam Rupiah)
                                                                         Persentase
                     Pemegang Saham                    Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                         Kepemilikan
         PT Surya Semesta lnternusa Tbk                     84.269.200       99,996440%     84.269.200.000
         PT TCP Internusa                                        3.000        0,003560%          3.000.000
         Jumlah                                             84.272.200      100,000000%     84.272.200.000



I.F.2.   Struktur Pengurus

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SSR pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris                            :   Johannes Suriadjaja
         Komisaris                                     :   Eddy Purwana Wikanta

         Direksi
         Presiden Direktur                             :   Amir Tjahaja
         Wakil Presiden Direktur                       :   Soehartono Widjojo
         Direktur                                      :   Yurianto Gandha



                                                   8
Page 498
I.F.3.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SSR adalah bergerak dalam bidang real estate,
         pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran,
         reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, industri pengolahan, aktivitas
         professional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa
         hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya,
         pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
         dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas rumah tangga sebagai pemberi
         kerja aktivitas yang menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga yang
         digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

I.G.     Definisi Nilai yang Digunakan

         Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
         terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

         Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
         digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
         POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
         dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
         penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
         secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
         pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

I.H.     Pendekatan Penilaian yang Digunakan

         Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
         internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
         historis atas laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SSR,
         pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
         SSR. Prospek SSR di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
         usaha yang telah kami kaji kewajaran dan konsistensinya. Analisis eksternal
         didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor eksternal yang
         dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
         singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

         Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
         suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
         keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
         diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
         normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
         oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
         perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
         rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
         yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
         tersebut.




                                            9
Page 499
I.I.   Metode Penilaian yang Digunakan

       Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
       penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

       Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
       semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
       pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
       pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
       kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
       (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

       Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
       untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
       manajemen Perseroan dan SSR. Tidak tertutup kemungkinan untuk
       diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
       hasil yang berbeda.

I.J.   Ringkasan Hasil Penilaian

       Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah
       sebagai berikut:

       Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai
       pasar 100,00% saham SSR sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
       Rp 117,89 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
       100,000000% saham SSR adalah sebesar Rp 117,66 miliar. Dengan demikian,
       nilai pasar 99,996440% saham SSR berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
       adalah sebesar Rp 117,66 miliar.

I.K.   Kesimpulan Penilaian

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
       penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
       30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 117,66 miliar.




                                        10
Page 500
II.     DESKRIPSI PENUGASAN

II.A.   Alasan dan Latar Belakang

        Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
        (publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
        Indonesia. Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam
        bidang perdagangan, pembangunan, pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk
        mendirikan perusahaan di bidang perindustrian bahan bangunan, real estat,
        kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat ini kegiatan utama
        Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
        manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
        pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi,
        perhotelan dan lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20,
        Jalan H.R. Rasuna Said Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan
        nomor telepon: (021) 526 2121, nomor faksimile: (021) 526 7878, dan
        email: inquiry@suryainternusa.com.

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
        30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak
        dengan rincian sebagai berikut:

                                                                  Perseroan



                                    99,999998%                                                       95,582984%


                                                                                                    TCP
                                  EPI

                                                                                                  EPI 4,417016%
                   94,677165%       99,996575%                         99,999874%                    49,549550%             99,996440%

                                                                                                    SAI
                 SAM              BHM                                  SIH                                                SSR
                                                                                                  TCP 27,327327%
               TCP 5,322835%    SIH 0,003425%                     TCP 0,000126%                    EPI 9,909910%        TCP 0,003560%
                   99,999334%       99,600000%            99,996000%                 99,990000%       99,993453%            97,408377%      99,800000%


                 USR               II                   SIP                         SIL             SCP                   SBP              SBL

          Perseroan 0,000666%   USR 0,400000%    Perseroan 0,004000%            TCP 0,010000%     TCP 0,006547%    Perseroan 2,591623%   TCP 0,200000%




                                                                   11
Page 501
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang
lingkup kegiatan usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                             12
Page 502
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan
menunjukkan prospek pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan
preferensi konsumen, seperti permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis,
popularitas boutique hotel, serta tren bangunan ramah lingkungan. Peluang
pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar domestik, mengingat sifat
industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti dan pariwisata
nasional.

Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham
pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya
perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal
atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan
Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan
guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas
Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI.
Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan
aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung
pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga
dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham
Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam
rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam
proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan
operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas
Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan menghasilkan pola
organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas, di mana dengan
menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak dalam
bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak
Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan
yang dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan
peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah
satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah
awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai
dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan lahan yang
terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan dampak bagi
SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                  13
Page 503
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian
pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan
pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini
Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan industri
serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat
mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan
aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah
pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak
Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan secara
produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan
meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan
    saham pada entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri.
    Dalam rangka mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata,
    khususnya perhotelan, Perseroan merencanakan untuk melakukan
    restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan
    dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan rencana bisnis
    dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
    yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara
    pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis
    perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas
    Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan
    secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil
    investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku
    kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan
    dalam rangka melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi
    dalam proses pengambilan keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas
    kegiatan operasional yang diyakini dapat memberikan dampak positif bagi
    seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga diharapkan
    menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset
    perhotelan yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan
    mengharapkan Entitas Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam
    pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan menerapkan sistem
    dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
    masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan
    industri perhotelan.




                                  14
Page 504
•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk
    memperoleh Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan
    salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi
    langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang dapat dikembangkan
    sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko ketersediaan
    lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
    dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas
    Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah
    seiring dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam
    pencarian pembiayaan unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk
    melakukan pengembangan usaha unit perhotelan di masa depan dikarenakan
    saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan kawasan
    industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan
    mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis
    dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa
    perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi
    hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk
    dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
    tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan
    penetrasi pasar dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi
    Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan
    kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada masa
    yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus
memenuhi POJK 42/2020.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam POJK 17/2020.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang
disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka
Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas
Objek Penilaian.

Mengingat SSR adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat
diperjualbelikan di pasar modal, maka saham SSR bersifat tidak likuid.




                                   15
Page 505
II.B.   Tujuan dan Maksud Penilaian

        Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen
        tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah
        dan/atau ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025.

        Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari
        Objek Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan
        pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana
        Transaksi serta untuk memenuhi POJK 42/2020.

        Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
        POJK 35/2020 serta SPI.

II.C.   Definisi Nilai yang Digunakan

        Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan
        terbuka, maka dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

        Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk
        digunakan dalam penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan
        POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan sebagai “estimasi sejumlah uang yang
        dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau liabilitas pada tanggal
        penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang berminat
        menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan
        secara layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar
        pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.

II.D.   Tanggal Efektif Penilaian

        Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal
        30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan
        penilaian serta dari data keuangan SSR yang kami terima. Data keuangan tersebut
        berupa laporan keuangan konsolidasian SSR untuk periode enam bulan yang
        berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang menjadi dasar penilaian ini.




                                         16
Page 506
II.E.   Data dan Informasi yang Digunakan

        Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian,
        kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan
        prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

        1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun
           oleh manajemen Perseroan;

        2. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk periode enam bulan yang
           berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
           Publik (selanjutnya disebut “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar, dan
           Rekan (selanjutnya disebut “AAJAMR”) sebagaimana tertuang dalam
           laporannya       No.     01320/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025      tanggal
           31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

        3. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00134/2.1030/AU.1/03/1698-3/1/II/2025
           tanggal 24 Februari 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal
           lain;

        4. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00055/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/II/2024
           tanggal 16 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal
           lain;

        5. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00039/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/II/2023
           tanggal 13 Februari 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal
           lain;

        6. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00219/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022
           tanggal 22 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

        7. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana
           tertuang dalam laporannya No. 00198/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/III/2021
           tanggal 22 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan
           penekanan suatu hal dan hal lain;




                                        17
Page 507
8. Laporan keuangan SCT untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 01317/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal
   31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

9. Laporan keuangan SBP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 01316/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal
   31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan SBL untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang
    dalam laporannya No. 01318/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal
    31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan penilaian properti SCP per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP
    Suwendo, Rinaldy, dan Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana
    tertuang dalam laporannya No. 00416/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal
    21 November 2025.

12. Laporan penilaian properti SBP per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana      tertuang    dalam      laporannya     No.    00417/2.0059-
    02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025.

13. Anggaran dasar SSR yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Notaris No. 336 tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat oleh Jimmy Tanal,
    S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta terkait perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar SSR.

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia
    Negara dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan
    hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Transaksi;

15. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SSR serta pihak-pihak lain
    yang relevan untuk penugasan;

16. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

17. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

18. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;




                                 18
Page 508
          19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

          20. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
              dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

          Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
          keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
          informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SSR atau
          yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran
          informasi-informasi tersebut.

          Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SSR. Jasa-jasa
          yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek
          Penilaian dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami
          yang berkaitan dengan penilaian tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
          merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
          prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak
          dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
          internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau
          pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
          mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan
          Perseroan.

II.F.     Informasi Non-Keuangan

II.F.1.   Produk dan/atau Jasa yang Dihasilkan

          Ruang lingkup kegiatan usaha SSR adalah bergerak dalam bidang real estate,
          pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran,
          reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas
          professional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa
          hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya,
          pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
          dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas rumah tangga sebagai pemberi
          kerja aktivitas yang menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga yang
          digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Berdasarkan keterangan yang
          diperoleh dari manajemen Perseroan, sampai diterbitkannya laporan ini, SSR
          belum mulai beroperasi secara komersial. Dengan demikian, SSR belum
          menghasilkan produk/jasa.

II.F.2.   Pasar Geografis

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis SSR meliputi Pulau Jawa
          dan Pulau Nusa Tenggara Timur.




                                           19
Page 509
II.F.3.   Pemasok Utama dan Pelanggan Kunci

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pemasok utama SSR adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Metaphor Indonesia;
          •   PT Mitra Hijau Indonesia;
          •   PT Tropical Line Design;
          •   PT Han Awal;
          •   PT Mitra Karya Antarbuana

          Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
          sampai diterbitkannya laporan ini, SSR belum mulai beroperasi secara komersial.
          Dengan demikian, SSR belum memiliki pelanggan kunci.

II.F.4.   Pesaing Usaha

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha SSR adalah sebagai
          berikut:

          •   PT Fortuna Paradiso Optima (Ta'aktana Marriott Labuan Bajo);
          •   PT Plataran Indonesia (Plataran Komodo Resort Bajo);
          •   Sudamala Resort Komodo;
          •   PT MidPlaza Prima (Ayana Komodo);
          •   69 Resort & Beach (Loccal Collection)

II.F.5.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan SSR
          adalah sebagai berikut:

          •   Mengembangkan tanah menjadi Resort/Water Villa with wellness activity.
          •   Mencari pendanaan untuk pengembangan.

II.G.     Jenis Ekuitas

          Saham yang dimiliki SSR merupakan saham biasa, dimana setiap pemegang
          saham SSR memiliki 1 hak suara per lembar saham.




                                          20
Page 510
II.H.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

        Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
        bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai
        dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

        Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
        didasarkan pada laporan keuangan SSR yang telah diaudit. Kami telah melakukan
        penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai
        pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan
        kinerja historis SSR dan informasi manajemen SSR terhadap laporan keuangan
        SSR tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan penilaian SSR dan
        kesimpulan nilai akhir.

        Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi
        dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
        penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi
        perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi
        yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung jawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat kami
        karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang
        terjadi setelah tanggal laporan ini.

        Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
        keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
        informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SSR atau
        yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan
        tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
        pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
        bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SSR bahwa mereka
        tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
        diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

        Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
        sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi
        tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak
        bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun
        segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang
        disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh
        menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.




                                         21
Page 511
        Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi
        yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar
        akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa
        perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil
        penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi
        dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara
        yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
        terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis
        tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan
        analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
        dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion
        dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
        bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan dan SSR.

        Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan
        dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit,
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
        tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
        pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan,
        atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas
        status hukum SSR berdasarkan anggaran dasar SSR.

II.I.   Tingkat Kedalaman Investigasi

        Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan
        untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian
        Objek Penilaian.

II.J.   Distribusi Laporan Penilaian

        Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam
        kaitannya dengan Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip
        untuk tujuan lain tanpa adanya izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan
        oleh pihak lain.

        Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
        umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
        bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami
        karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Walaupun
        demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan, mengubah atau melengkapi
        hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang relevan setelah tanggal
        laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil
        penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
        dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
        dipergunakan untuk tujuan lainnya.




                                          22
Page 512
II.K.   Jenis Laporan

        Jenis laporan penilaian 99,996440% saham PT Surya Semesta Realti ini
        merupakan laporan terinci.

II.L.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)

        Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
        penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
        laporan penilaian 99,996440% saham PT Surya Semesta Realti tidak terdapat
        kejadian penting setelah tanggal penilaian (subsequent events) yang secara
        signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai pasar Objek Penilaian, kecuali
        kejadian penting sebagai berikut:

        •   Berdasarkan Akta Notaris No. 184 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di
            Jakarta Selatan, mengenai peningkatan modal SSR, struktur pemegang
            saham SSR per tanggal 23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                        Pemegang Saham            Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
            PT Surya Semesta lnternusa Tbk             85.419.200       99,996488%     85.419.200.000
            PT TCP Internusa                                3.000        0,003512%          3.000.000
            Jumlah                                     85.422.200      100,000000%     85.422.200.000




                                             23
Page 513
III.     PENJELASAN SINGKAT MENGENAI OBJEK PENILAIAN

III.A.   Latar Belakang PT Surya Semesta Realti

         SSR didirikan pada tanggal 19 Mei 2017 berdasarkan Akta No.180 dari Hasbullah
         Abdul Rasyid, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta Selatan. Akta pendirian ini telah
         disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
         berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0024209.AH.01.01.Tahun 2017 tertanggal
         26    Mei    2017    dan    telah   didaftarkan  dalam     Daftar   Perseroan
         No. AHU-0067962.AH.01.11.Tahun 2017 tanggal 26 Mei 2017.

         Anggaran Dasar SSR telah mengalami beberapa perubahan, terakhir terkait
         dengan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar SSR sebagaimana dituangkan dalam
         Akta No. 336 tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat dihadapan Jimmy Tanal,
         S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum
         dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya
         No. AHU-AH.01.03-0014305 tanggal 17 Januari 2025 dan telah didaftarkan dalam
         Daftar Perseroan No. AHU-0006915.AH.01.11.TAHUN 2025 tanggal
         17 Januari 2025.

         Kantor pusat SSR beralamat di Gedung TCP Internusa B2, Jalan H.R. Rasuna
         Said Blok X-0, Kuningan, Jakarta Selatan.

III.B.   Kegiatan Usaha

         Ruang lingkup kegiatan usaha SSR adalah bergerak dalam bidang real estate,
         pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi, perdagangan besar dan eceran,
         reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas
         professional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa
         hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya,
         pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
         dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas rumah tangga sebagai pemberi
         kerja aktivitas yang menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tangga yang
         digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.

III.C.   Manajemen

         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SSR pada tanggal 30 Juni 2025 adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris
         Presiden Komisaris                    :   Johannes Suriadjaja
         Komisaris                             :   Eddy Purwana Wikanta

         Direksi
         Presiden Direktur                     :   Amir Tjahaja
         Wakil Presiden Direktur               :   Soehartono Widjojo
         Direktur                              :   Yurianto Gandha




                                          24
Page 514
III.D.   Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham SSR berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
         30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2
         PT Surya Semesta Realti
         Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                                 (Dalam Rupiah)
                                                                                       Persentase
                            Pemegang Saham                 Jumlah Saham                                      Jumlah Modal
                                                                                      Kepemilikan
         PT Surya Semesta lnternusa Tbk                               84.269.200               99,996440%        84.269.200.000
         PT TCP Internusa                                                  3.000                0,003560%             3.000.000
         Jumlah                                                       84.272.200              100,000000%        84.272.200.000



III.E.   Data Keuangan Historis

         Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk periode enam bulan yang berakhir
         pada tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
         31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021 telah diaudit oleh KAP AAJAMR
         masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
         Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
         31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat wajar tanpa
         modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.

         Ikhtisar data keuangan penting SSR adalah sebagai berikut:
         Tabel 3
         PT Surya Semesta Realti
         Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
         Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan            30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22    31/12/21     31/12/20

         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan bank                                          601         1.115         885          995         156            123
         Piutang lain-lain - pihak ketiga                        -             1           -            -           -              -
         Jumlah Aset Lancar                                    601         1.116         885          995         156            123
         ASET TIDAK LANCAR
         Aset real estate                                    38.025       38.025      38.025       38.025      38.025         38.025
         Aset tetap                                              28           32           7           14          22             30
         Uang muka - proyek                                   7.666        7.147       4.722        4.192       2.713          2.713
         Properti investasi                                  37.084       37.084      37.084       37.084      37.084         37.084
         Jumlah Aset Tidak Lancar                            82.802       82.287      79.837       79.315      77.844         77.851
         JUMLAH ASET                                         83.404       83.404      80.722       80.309      78.000         77.974




                                                        25
Page 515
                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan                              30/06/25        31/12/24        31/12/23        31/12/22        31/12/21       31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Beban akrual                                                              1            34               6              27                7            18
Utang kepada pihak berelasi                                               -             -              10              10               55            55
Utang pajak                                                               -             2               -               9                0             0
Utang usaha                                                               -         1.001               -               -                -             -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                           1         1.036              16              46               62            73
JUMLAH LIABILITAS                                                         1         1.036              16              46               62            73
EKUITAS
Modal saham                                                         84.272         81.272          81.272          75.000           75.000        75.000
Uang muka setoran modal                                              1.150          3.000             800           6.272            3.525         3.150
Defisit                                                             (3.009)        (2.897)         (2.357)         (2.001)          (1.580)       (1.243)
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              82.413         81.375          79.715          79.272           76.945        76.907
Kepentingan non-pengendali                                             990            992             991             992              993           993
JUMLAH EKUITAS                                                      83.403         82.367          80.706          80.264           77.938        77.901
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       83.404         83.404          80.722          80.309           78.000        77.974



Tabel 4
PT Surya Semesta Realti
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                30/06/25        31/12/24        31/12/23        31/12/22        31/12/21      31/12/20
                       Keterangan
                                                               (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
Pendapatan                                                                 -               -               -               -              -              -
Beban langsung                                                             -               -               -               -              -              -
Laba bruto                                                               -              -               -               -                -             -
Beban umum dan administrasi                                           (114)          (543)           (361)           (419)            (336)         (260)
Penghasilan lain-lain                                                    2              5               6               1                0             2
Beban lain-lain                                                         (1)            (2)             (2)             (3)              (2)           (3)
Rugi periode/tahun berjalan                                           (113)          (540)           (357)           (421)            (338)         (261)
Laba komprehensif lainnya                                                -              -               -               -                -             -
Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan                       (113)          (540)           (357)           (421)            (338)         (261)
Rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                                (112)          (540)           (356)           (421)            (337)         (260)
 Kepentingan non-pengendali                                             (0)            (0)             (1)             (1)              (1)           (1)




                                                               26
Page 516
III.F.       Penjelasan Singkat Mengenai Entitas Anak PT Surya Semesta Realti

III.F.1.     PT Surya Cahaya Properti

III.F.1.a.   Latar Belakang SCP

             SCP didirikan berdasarkan Akta Notaris Hasbullah Abdul Rasyid, S.H., M.Kn.
             No. 218 tanggal 29 Mei 2017. Akta pendirian SCP telah disahkan oleh Menteri
             Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
             No. AHU-0031227.AH.01.01.Tahun 2017 tanggal 21 Juli 2017.

             Anggaran Dasar SCP telah mengalami beberapa perubahan, terakhir terkait
             dengan perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar SCP sebagaimana dituangkan dalam
             Akta No. 312 tanggal 20 Desember 2024 yang dibuat dihadapan Jimmy Tanal,
             S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum
             dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya
             No. AHU-AH.01.03-0009219 tanggal 16 Januari 2025 dan telah didaftarkan dalam
             Daftar Perseroan No. AHU-0004969.AH.01.11.TAHUN 2025 tanggal
             16 Januari 2025.

             Kantor pusat SCP beralamat di Gedung TCP Internusa Basement 2 (Extension
             Hotel Gran Melia), Jalan H.R. Rasuna Said Blok X-0 Kavling 4, Kuningan Timur,
             Setiabudi, Jakarta Selatan.

III.F.1.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha SCP adalah bergerak dalam bidang real estat,
             penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum, pengangkutan
             pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi, pertanian, kehutanan dan
             perikanan, industri pengolahan, pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara
             dingin, pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan daur ulang sampah
             dan aktivitas remediasi, konstruksi, perdagangan besar dan eceran, reparasi dan
             perawatan mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas jasa
             lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk memenuhi
             kebutuhan sendiri.




                                              27
Page 517
III.F.1.c.   Manajemen

             Susunan Komisaris dan Direksi SCP pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai
             berikut:

             Dewan Komisaris
             Presiden Komisaris              :        Johannes Suriadjaja
             Wakil Presiden Komisaris        :        Eddy Purwana Wikanta

             Direksi
             Presiden Direktur               :        Amir Tjahaja
             Wakil Presiden Direktur         :        Soehartono Widjojo
             Direktur                        :        Yurianto Gandha

III.F.1.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham SCP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:




III.F.2.     PT Surya Bajo Properti

III.F.2.a.   Latar Belakang SBP

             SBP didirikan berdasarkan Akta Notaris No.117 tanggal 27 Januari 2015, dibuat
             dihadapan Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.H., M.Kn. Akta pendirian ini disahkan
             oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
             Keputusan No. AHU-0005248.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 4 Februari 2015.

             Anggaran Dasar SBP telah mengalami perubahan terakhir kali berdasarkan Akta
             Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn. No. 310 tanggal 20 Desember 2024. Akta
             perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
             Indonesia dalam surat keputusannya AHU-0066084.AH.01.02.

             Kantor pusat SBP beralamat di Gedung Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R.
             Rasuna Said Kavling 3-4, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.




                                                 28
Page 518
III.F.2.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha SBP adalah bergerak dalam bidang real estat,
             penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum pengelolaan air,
             pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang sampah, dan aktivitas
             remediasi, pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
             pertanian, kehutanan dan perikanan.

III.F.2.c.   Manajemen

             Susunan Komisaris dan Direksi SBP pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai
             berikut:

             Dewan Komisaris
             Presiden Komisaris                      :        Johannes Suriadjaja
             Wakil Presiden Komisaris                :        Eddy Purwana Wikanta
             Komisaris                               :        The Jok Tung

             Direksi
             Presiden Direktur                       :        Amir Tjahaja
             Wakil Presiden Direktur                 :        Soehartono Widjojo
             Direktur                                :        Yurianto Gandha

III.F.2.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham SBP berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

             Tabel 6
             PT Surya Bajo Properti
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                                               Persentase
                         Pemegang Saham                   Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                               Kepemilikan
             PT Surya Semesta Realti                              37.210.000       97,408377%     37.210.000.000
             PT Surya Semesta Internusa Tbk                          990.000        2,591623%        990.000.000
             Jumlah                                               38.200.000      100,000000%     38.200.000.000




                                                         29
Page 519
III.F.3.     PT Surya Bajo Lestari

III.F.3.a.   Latar Belakang SBL

             SBL didirikan berdasarkan Akta Notaris No.35 tanggal 11 November 2024, dibuat
             dihadapan Notaris Doktor Buntario Tigris NG, S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta
             Pusat. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
             Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0092157.AH.01.01.Tahun
             2024 tanggal 21 November 2024 telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
             No. AHU-0250690.AH.01.11. Tahun 2024 tanggal 21 November 2024.

             Kantor pusat SBL beralamat di Gedung TCP Internusa, Basement 2 (Extension
             Hotel Gran Melia) Jalan H.R. Rasuna Said X-0, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta
             Selatan.

III.F.3.b.   Kegiatan Usaha

             Ruang lingkup kegiatan usaha SBL adalah bergerak dalam bidang real estat,
             penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan, perdagangan, pertanian,
             perindustrian, instalasi, dan jasa.

III.F.3.c.   Manajemen

             Susunan Komisaris dan Direksi SBL pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai
             berikut:
             Dewan Komisaris
             Presiden Komisaris            : Johannes Suriadjaja
             Wakil Presiden Komisaris      : Wilson Effendy

             Direksi
             Presiden Direkur                        :        Amir Tjahaja
             Wakil Presiden Direktur                 :        Soehartono Widjojo
             Direktur                                :        Yurianto Gandha

III.F.3.d.   Kepemilikan Saham

             Susunan pemegang saham SBL berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
             30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

             Tabel 7
             PT Surya Bajo Lestari
             Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                                            Persentase
                         Pemegang Saham                   Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                                            Kepemilikan
             PT Surya Semesta Realti                                  499          99,800000%       499.000.000
             PT TCP Internusa                                           1           0,200000%         1.000.000
             Jumlah                                                   500      100,000000%          500.000.000




                                                         30
Page 520
IV.       KONDISI DAN TINJAUAN EKONOMI

IV.A.     Tinjauan Ekonomi Dunia

          Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat setelah isu kenaikan tarif efektif
          resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan berkembang
          diumumkan. Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia (BI) yang
          berjudul Laporan Kebijakan Moneter Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi di
          AS, Eropa, dan Jepang mengalami penurunan seiring berjalannya pemberlakuan
          kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara-negara
          tersebut. Sedangkan di Tiongkok, tantangan seperti strategi diversifikasi ekspor
          berimplikasi terhadap kinerja ekonomi yang belum kuat. Sebaliknya,
          perekonomian di India diperkirakan tetap kuat didukung oleh tingginya permintaan
          domestik. Melihat kecenderungan kinerja ekonomi yang terjadi pada beberapa
          negara di dunia, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025
          yaitu tumbuh sekitar 3,00%.

IV.A.1.   Produk Domestik Bruto
          Tabel 8
          Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Dunia

                                                                                                                   (Dalam %)
                                                                                                        Proyeksi
                        Keterangan
                                                    2021      2022       2023       2024       2025       2026      2027
          Dunia                                       6,60      3,60       3,50       3,30       2,80       2,80        3,00
          Negara Maju
           AS                                         6,10       2,50      2,90       2,80       1,50       1,70        2,00
           Hong Kong                                  6,40      (3,70)     3,20       2,50       2,20       2,20        2,10
           Inggris                                    9,50       5,00      0,40       1,10       1,10       1,20        1,50
           Jepang                                     2,70       0,90      1,40       0,20       0,80       0,70        0,80
           Kanada                                     6,10       4,20      1,50       1,60       1,40       1,30        1,90
           Kawasan Eropa                              6,30       3,50      0,60       0,90       1,00       1,10        1,50
           Singapura                                  9,90       4,10      1,80       4,30       2,00       1,80        2,40
           Taiwan                                     6,70       2,70      1,10       4,80       3,10       2,40        2,50
           Australia                                  5,50       4,20      2,10       1,10       1,70       2,30        2,50
           Korea Selatan                              4,60       2,70      1,60       2,00       1,00       1,80        1,80
          Negara Berkembang
           Argentina                                 10,40      6,00       (1,90)     (1,30)     5,00       3,30        3,00
           India                                     (5,80)     9,70        7,60       9,20       N/A       6,30        6,50
           Indonesia                                  3,70      5,30        5,10       5,00      4,80       4,90        5,00
           Kolombia                                  11,00      7,50        0,60       1,70      2,50       2,80        2,90
           Malaysia                                   3,10      8,70        3,60       5,10      4,20       4,30        4,50
           Meksiko                                    4,70      3,90        3,30       1,50      0,30       1,30        2,00
           Mesir                                      3,30      6,70        3,80       2,40      3,90       4,40        4,90
           Tiongkok                                   8,40      3,10        5,40       5,00      4,80       4,20        4,00

          Sumber: Bloomberg


          Salah satu indikator pertumbuhan ekonomi adalah Produk Domestik Bruto (PDB)
          di mana PDB digunakan untuk mengukur jumlah nilai produksi barang dan jasa
          dalam periode tertentu. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada
          tahun 2024, PDB di dunia mengalami pertumbuhan sebesar 3,30%. Negara maju
          yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB adalah AS,
          Hong Kong, Singapura, dan Taiwan masing-masing sebesar 2,80%, 2,50%,
          4,30%, dan 4,80%. Sedangkan dari kelompok negara-negara berkembang yang
          memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu India,
          Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok masing-masing sebesar 9,20%, 5,00%, 5,10%,
          dan 5,00%.


                                                       31
Page 521
          Pada tahun 2025, PDB di dunia diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar
          2,80%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi terbesar terhadap
          pertumbuhan PDB tersebut yaitu AS, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan
          Australia masing-masing sebesar 1,50%, 2,20%, 2,00%, 3,10%, dan 1,70%.
          Sedangkan untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan PDB di dunia yaitu Argentina,
          Indonesia, Malaysia, Mesir, dan Tiongkok masing-masing sebesar 5,00%, 4,80%,
          4,20%, 3,90%, dan 4,80%.

IV.A.2.   Inflasi

          Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan
          terus-menerus dalam suatu periode tertentu. Inflasi merupakan salah satu
          indikator pertumbuhan ekonomi yang juga memegang peranan penting dalam
          menentukan perekonomian suatu negara karena berdampak langsung pada daya
          beli masyarakat, kestabilan ekonomi, maupun kebijakan moneter dan fiskal suatu
          negara.
          Tabel 9
          Pertumbuhan Inflasi

                                                                                                  (Dalam %)
                                                                                       Proyeksi
                         Keterangan
                                        2021       2022     2023     2024     2025       2026      2027
          Dunia                            4,70      8,60     6,60     5,60     3,80       3,50        3,50
          Negara Maju
           AS                              4,70      8,00     4,10     3,00     2,80       2,70        2,30
           Hong Kong                       1,60      1,90     2,10     1,80     1,70       1,90        2,00
           Inggris                         2,60      9,10     7,40     2,50     3,20       2,40        2,00
           Jepang                         (0,30)     2,50     3,30     2,70     2,90       1,80        2,00
           Kanada                          3,40      6,80     3,90     2,40     2,10       2,10        2,00
           Kawasan Eropa                   2,60      8,40     5,50     2,40     2,00       1,90        2,00
           Singapura                       2,30      6,10     4,90     2,40     1,10       1,60        1,70
           Taiwan                          2,00      3,00     2,50     2,20     1,80       1,70        1,80
           Australia                       2,90      6,60     5,60     3,20     2,50       2,70        2,50
           Korea Selatan                   2,50      5,10     3,60     2,30     1,90       1,80        1,90
          Negara Berkembang
           Argentina                      48,10     70,70   127,90   236,80    42,20      22,60       15,80
           India                           5,10      6,70     5,70     5,00      N/A       3,30        4,50
           Indonesia                       1,60      4,20     3,80     2,30     1,80       2,60        2,60
           Kolombia                        3,50     10,20    11,80     6,60     5,00       3,80        3,20
           Malaysia                        2,50      3,40     2,50     1,80     1,90       2,20        2,10
           Meksiko                         5,70      7,90     5,60     4,70     3,90       3,80        3,50
           Mesir                           4,50      8,50    24,40    33,30    15,80      11,70        9,00
           Tiongkok                        0,90      2,00     0,20     0,20     0,10       1,00        1,40

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2024, inflasi di dunia
          mengalami pertumbuhan sebesar 5,60%. Negara-negara maju yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi, yaitu AS, Inggris, Jepang, dan
          Australia masing-masing sebesar 3,00%, 2,50%, 2,70%, dan 3,20%. Sedangkan
          untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan kontribusi terbesar
          terhadap pertumbuhan inflasi, yaitu Argentina dan Mesir masing-masing sebesar
          236,80% dan 33,30%.




                                            32
Page 522
          Selanjutnya, pada tahun 2025, inflasi di dunia diperkirakan mengalami
          pertumbuhan sebesar 3,80%. Negara-negara maju yang memberikan kontribusi
          terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu AS, Hong Kong, Singapura, Taiwan,
          dan Australia masing-masing sebesar 2,80%, 1,70%, 1,10%, 1,80%, 2,50%.
          Sedangkan untuk kelompok negara-negara berkembang yang memberikan
          kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan inflasi yaitu Argentina, Indonesia,
          Malaysia, masing-masing sebesar 42,20%, 1,80%, dan 1,90%.

IV.A.3.   Suku Bunga

          Suku bunga merupakan instrumen kebijakan moneter yang berperan dalam
          menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Bank sentral menyesuaikan suku bunga
          untuk mengendalikan inflasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menjaga nilai
          tukar. Kenaikan suku bunga dapat menekan konsumsi dan investasi, tetapi efektif
          dalam mengendalikan inflasi, sementara penurunan suku bunga dapat mendorong
          pertumbuhan ekonomi namun berisiko meningkatkan inflasi. Oleh karena itu,
          kebijakan suku bunga harus dikelola dengan efektif agar tercipta keseimbangan
          antara pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan stabilitas harga.
          Tabel 10
          Suku Bunga Bank Sentral

                                                                                                     (Dalam %)
                                                                                          Proyeksi
                        Keterangan
                                       2021       2022       2023       2024     2025       2026      2027
          Negara Maju
           AS                             0,25       4,50       5,50      4,50     4,10       3,45        3,25
           Hong Kong                      0,50       4,75       5,75      4,75      N/A        N/A         N/A
           Inggris                        0,25       3,50       5,25      4,75     3,75       3,35        3,25
           Jepang                        (0,10)     (0,10)     (0,10)     0,25     0,70       0,90        1,10
           Kawasan Eropa                     -       2,50       4,50      3,15     1,90       2,00        2,15
           Taiwan                         1,13       1,75       1,88      2,00     1,90       1,70         N/A
           Australia                      0,10       3,10       4,35      4,35     3,35       3,15        3,30
           Korea Selatan                  1,00       3,25       3,50      3,00     2,15       1,95        1,95
          Negara Berkembang
           Argentina                       N/A       N/A        N/A        N/A    26,00      22,50       10,00
           India                          4,00      6,25       6,50       6,50     5,30       5,30        5,30
           Indonesia                      3,50      5,50       6,00       6,00     4,95       4,70        4,75
           Kolombia                       3,00     12,00      13,00       9,50     8,45       7,35        6,65
           Malaysia                       1,75      2,75       3,00       3,00     2,60       2,55         N/A
           Meksiko                        5,50     10,50      11,25      10,00     7,50       6,75         N/A
           Mesir                          8,25     16,25      19,25      27,25      N/A        N/A         N/A
           Tiongkok                       3,80      3,65       3,45       3,10     2,80       2,60        2,70

          Sumber: Bloomberg


          Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, pada tahun 2024 negara-negara
          maju dengan suku bunga tertinggi yaitu AS, Hong Kong, Inggris, dan Australia
          masing-masing sebesar 4,50%, 4,75 %, 4,75%, dan 4,35%. Sedangkan, untuk
          negara berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Kolombia, Meksiko dan
          Mesir masing-masing sebesar 9,50%, 10,00% dan 27,25%.




                                           33
Page 523
        Selanjutnya, pada tahun 2024 negara berkembang yang mengalami penurunan
        suku bunga tertinggi dibandingkan dengan negara-negara lainnya yaitu Kolombia
        dan Meksiko masing-masing menjadi sebesar 9,50% dan 10,00%. Selanjutnya,
        suku bunga bank sentral pada tahun 2025 diperkirakan mengalami tren penurunan
        dibandingkan dengan suku bunga pada tahun 2024. Negara-negara maju dengan
        suku bunga tertinggi pada 2025 yaitu AS, Inggris, dan Australia masing-masing
        sebesar 4,10%, 3,75%, dan 3,35%. Sedangkan untuk kelompok negara-negara
        berkembang dengan suku bunga tertinggi yaitu Argentina, Kolombia, dan Meksiko
        masing-masing sebesar 26,00%, 8,45%, dan 7,50%.

IV.B.   Tinjauan Ekonomi Indonesia

        Pada triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh investasi
        non-bangunan terkait kegiatan di sektor transportasi dan kinerja ekspor berbasis
        sumber daya alam serta produk manufaktur. Namun demikian, pertumbuhan
        ekonomi Indonesia dihadapkan dengan tantangan prospek perekonomian global
        yang melemah. Salah satu kebijakan yang dapat dilakukan antara lain
        meningkatkan konsumsi rumah tangga seiring dengan penjualan eceran yang
        melambat. Secara spasial, perekonomian di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua
        diperkirakan mengalami pertumbuhan di atas 5,00%, sedangkan wilayah lainnya
        belum meningkat.

        Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap dalam kondisi yang baik dan berperan
        dalam menjaga ketahanan eksternal. Pada Mei 2025, NPI mencatat surplus
        sebesar USD 4,30 miliar, meningkat sebesar USD 0,20 miliar dibandingkan
        dengan surplus NPI pada April 2025. Peningkatan neraca perdagangan ini
        didorong oleh ekspor komoditas mesin listrik, besi, dan baja. Kinerja ekspor
        diperkirakan akan tetap positif sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
        pemerintah AS. Sementara itu, posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap
        tinggi sebesar USD 152,60 miliar, berada di atas standar kecukupan internasional
        sekitar tiga bulan impor.




                                         34
Page 524
IV.C.   Proyeksi Ekonomi Indonesia

        Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 diperkirakan berada dalam kisaran
        4,60% – 5,40% yang disebabkan oleh adanya perkiraan meningkatnya permintaan
        domestik dan kinerja ekspor. Namun demikian, berbagai respon kebijakan perlu
        terus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah
        prospek perekonomian dunia yang melemah sehingga perekonomian domestik
        dapat mengantisipasi penurunan pertumbuhan ekonomi global. Sementara itu,
        ketahanan eksternal ekonomi Indonesia diperkirakan tetap baik dan nilai tukar
        Rupiah tetap stabil. Selanjutnya, pada tahun 2025, NPI diperkirakan akan
        mencatat defisit transaksi berjalan yang lebih rendah di mana berada dalam
        kisaran defisit 0,50% hingga 1,30% dari PDB dengan surplus transaksi modal dan
        finansial yang berlanjut di tengah ketidakpastian perekonomian global yang masih
        tinggi. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke dalam instrumen portofolio
        domestik juga terus berlanjut terutama disebabkan oleh prospek perekonomian
        Indonesia yang tetap positif, tingginya imbal hasil instrumen keuangan Indonesia,
        serta bergesernya aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia
        sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS.

IV.D.   Tingkat Suku Bunga

        Fluktuasi suku bunga merupakan bagian dari kebijakan moneter yang dinamis di
        mana keseimbangan antara inflasi, stabilitas nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi
        harus terjaga agar suku bunga dapat terkendali dan mendukung perekonomian
        nasional. Per Juni 2025, suku bunga deposito satu bulan adalah sebesar 4,85%,
        mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode Mei 2025 yaitu sebesar
        4,81%. Hal ini berkaitan dengan persaingan antar bank guna memperoleh
        pendanaan. Suku bunga kredit perbankan juga tercatat masih tinggi, yaitu sebesar
        9,16% pada Juni 2025.

        Grafik 1
        Perkembangan Suku Bunga BI

         7,00%
                                          6,00%
         6,00%
                                                             4,95%
                                                   6,00%               4,70%
         5,00%                 5,50%

         4,00%                                                                  4,75%

         3,00%       3,50%
         2,00%

         1,00%

         0,00%
                     2021    2022      2023       2024     2025*     2026*     2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                         35
Page 525
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, suku bunga BI pada tahun 2024
        adalah sebesar 6,00%, menunjukkan jumlah yang stabil seperti tahun
        sebelumnya. Pada tahun 2025, 2026, dan 2027, suku bunga BI diperkirakan
        masing-masing sebesar 4,95%, 4,70%, dan 4,75%.

IV.E.   Inflasi

        Kebijakan Pemerintah melalui BI untuk mengendalikan inflasi berpengaruh
        terhadap stabilitas tingkat inflasi secara tahunan. Pada Juni 2025, Indeks Harga
        Konsumen (IHK) tetap berada di posisi yang rendah dengan tingkat inflasi tercatat
        sebesar 1,87% secara tahunan yang disebabkan oleh inflasi inti yang menurun,
        inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices (AP) yang
        terkendali. Inflasi inti mengalami penurunan menjadi sebesar 2,37% secara
        tahunan yang dipengaruhi oleh konsistensi suku bunga kebijakan moneter dalam
        mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta permintaan yang
        lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah sebesar 0,57% secara
        tahunan didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya
        sinergi pengendalian inflasi. Sementara itu, inflasi kelompok AP tetap terjaga
        sebesar 1,34% secara tahunan di tengah meningkatnya tarif air minum dan cukai
        hasil tembakau.

        BI memperkirakan inflasi tahun 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,50% ± 1,00% di
        mana inflasi inti diperkirakan lebih rendah dari perkiraan seiring ekspektasi inflasi
        yang terjaga dalam sasaran, kapasitas ekonomi yang memadai, imported inflation
        yang terkendali, dan dampak positif dari digitalisasi. Selain itu, inflasi VF
        diperkirakan tetap terjaga didukung oleh sinergi pengendalian inflasi BI dengan
        Pemerintah Pusat dan Daerah.

        Grafik 2
        Perkembangan Inflasi Berdasarkan IHK di Indonesia

         4,50%
                                            3,80%
         4,00%
         3,50%                      4,20%

         3,00%                                                            2,60%
                                                    2,30%
         2,50%                                               1,80%
                                                                                    2,60%
         2,00%              1,60%
         1,50%
         1,00%
         0,50%
         0,00%
                     2021           2022    2023    2024     2025*      2026*     2027*

        * Proyeksi
        Sumber: Bloomberg




                                              36
Page 526
        Berdasarkan data yang diperoleh dari Bloomberg, inflasi di Indonesia pada tahun
        2025, 2026, dan 2027 diperkirakan masing-masing sebesar 1,80%, 2,60%, dan
        2,60%.

        Tabel 11
        Kontributor Inflasi Terbesar
        Berdasarkan Provinsi

                                                (Dalam %)

         No.         Keterangan                 Inflasi

          1    Papua Selatan                          3,00
          2    Bali                                   2,94
          3    Sulawesi Barat                         2,57
          4    Sulawesi Tenggara                      2,52
          5    DI Yogyakarta                          2,52
          6    Nusa Tenggara Barat                    2,51
          7    Sulawesi Tengah                        2,47
          8    Sumatera Selatan                       2,44
          9    Papua Tengah                           2,33
         10    Lampung                                2,70

        Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Triwulan II 2025


        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2025, Provinsi di Indonesia dengan kontribusi inflasi terbesar
        yaitu Papua Selatan, Bali, dan Sulawesi Barat masing-masing sebesar 3,00%,
        2,94%, dan 2,57%.

IV.F.   Nilai Tukar Rupiah

        Menurut laporan yang dipublikasikan oleh BI yang berjudul Laporan Kebijakan
        Moneter Triwulan II 2025, nilai tukar Rupiah menunjukan kestabilan di tengah
        meningkatnya ketidakpastian global dan menunjukan penguatan yang didukung
        oleh kebijakan stabilisasi BI serta berlanjutnya aliran masuk modal asing. Pada
        Juni 2025, nilai tukar Rupiah menguat sebesar 0,34% point to point dibandingkan
        dengan periode bulan sebelumnya. Nilai tukar Rupiah diperkirakan akan tetap
        stabil dan terjaga didukung oleh komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar
        Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan
        ekonomi domestik yang tetap baik di mana BI terus memperkuat respon kebijakan
        stabilisasi.




                                                       37
Page 527
Grafik 3
Proyeksi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing

    22.000

    20.000

    18.000

    16.000

    14.000

    12.000

    10.000

     8.000
                    Q4/2025   Q1/2026        Q2/2026        2026
        EUR         19.092    19.159         19.224         19.440
        SGD         12.740    12.677         12.664         12.698
        USD         16.180    16.100         16.020         16.000



Sumber: Bloomberg


Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap Euro pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 19.092, Rp 19.159, Rp 19.224, dan
Rp 19.440.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap SGD pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 12.740, Rp 12.677, Rp 12.664, dan
Rp 12.698.

Proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap USD pada Q4/2025 – 2026 secara
berturut-turut diperkirakan sebesar Rp 16.180, Rp 16.100, Rp 16.020, dan
Rp 16.000.




                              38
Page 528
V.     TINJAUAN INDUSTRI PERHOTELAN

V.A.   Tinjauan Industri Perhotelan di Dunia

       Perhotelan merupakan sarana dan prasarana yang menawarkan layanan
       akomodasi penginapan dengan pengelolaan secara komersial. Perhotelan yang
       dikelola secara komersial memicu terjadinya pertumbuhan atas permintaan dari
       layanan penginapan sebagaimana perhotelan mempunyai peranan penting
       sebagai mata rantai kegiatan wisata yang mendorong para wisatawan untuk
       berkunjung serta menikmati objek daya tarik wisata tertentu dengan waktu yang
       relatif lama.

       Grafik 4
       Jumlah Pemesanan Layanan Penginapan di Dunia
       Tahun 2021 - 2024
       (Dalam jutaan kamar)

                 1.400,00

                 1.200,00

                 1.000,00

                   800,00

                   600,00

                   400,00

                   200,00

                          -
                               2021          2022         2023           2024
             Jumlah Kamar     591,00        896,00      1.049,00       1.144,00

       Sumber: Statista


       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah pemesanan layanan
       penginapan secara global pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 masing-masing
       adalah sebesar 591,00 juta kamar, 896,00 juta kamar, 1.049,00 juta kamar, dan
       1.144,00 juta kamar. Pada tahun 2022, 2023, dan 2024 jumlah pemesanan
       layanan penginapan secara global mengalami peningkatan dibandingkan tahun
       sebelumnya, masing-masing sebesar 305,00 juta kamar, 153,00 juta kamar, dan
       95,00 juta kamar atau setara dengan 51,61%, 17,08%, dan 9,06%.




                                       39
Page 529
Grafik 5
Tingkat Okupansi Hotel Di Dunia
Januari 2025 – Juni 2025
(Dalam Persentase)
                   80,00
                   70,00
                   60,00
                   50,00
                   40,00
                   30,00
                   20,00
                   10,00
                       -
                              Jan      Feb      Mar      Apr      Mei      Juni
          Asia pasifik       60,00    62,00    66,00    68,00    66,00    65,00
          Amerika            54,00    60,00    64,00    64,00    65,00    67,00
          Eropa              55,00    63,00    65,00    69,00    74,00    76,00
          Timur Tengah       72,00    75,00    59,00    74,00    67,00    60,00
Sumber: Statista


Di samping itu, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada periode
Februari sampai dengan Juni 2025, Eropa merupakan kawasan dengan
peningkatan tingkat okupansi kamar hotel yang paling konsisten masing-masing
mengalami peningkatan tingkat okupansi sebesar 8,00%, 2,00%, 4,00%, 5,00%
dan 2,00%. Sementara tingkat okupansi kamar hotel tertinggi adalah di Eropa pada
bulan Juni 2025 sebesar 76,00% dan rata-rata tingkat okupansi selama Januari
sampai dengan Juni 2025 pada semua kawasan adalah sebesar 65,42%.

Grafik 6
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Dunia
Tahun 2025 – 2030
(Dalam miliar USD)

               700,00

               600,00

               500,00

               400,00

               300,00

               200,00

               100,00

                         -
                              2025     2026     2027     2028     2029     2030
    Jumlah Pendapatan        455,15   492,36   524,57   559,37   597,19   638,39
Sumber: Statista




                                        40
Page 530
       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan pasar perhotelan tahun
       2030 diproyeksikan mencapai USD 638,39 miliar. Kenaikan terus terjadi pada nilai
       pendapatan pasar perhotelan di dunia tahun 2026 – 2030 masing-masing
       mengalami kenaikan sebesar USD 37,21 miliar, USD 32,21 miliar,
       USD 34,80 miliar, USD 37,82 miliar, dan USD 41,20 miliar dibandingkan dengan
       tahun-tahun sebelumnya dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
       (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 7,00% dihitung sejak tahun 2025
       hingga tahun 2030, pertumbuhan hotel dunia didorong oleh permintaan tamu hotel
       akan layanan personal, permintaan yang tinggi untuk boutique hotel dan bangunan
       hotel yang ramah lingkungan turut membawa industri perhotelan menjadi semakin
       menjanjikan di masa depan.

V.B.   Tinjauan Industri Perhotelan di Indonesia

       Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terbentang dari
       Sabang hingga Merauke Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau yang
       menyimpan kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang sangat beragam.
       Keberagaman yang ada pada Indonesia ini tentunya menarik perhatian wisatawan
       baik domestik maupun mancanegara sebagai destinasi utama untuk dituju. Hotel
       yang memadai tentu menjadi pilar utama dalam menunjang perjalanan liburan bagi
       wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung.

       Grafik 7
       Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang di Indonesia
       Tahun 2021 - 2024
       (Dalam persentase)

                           60

                           50

                           40

                           30

                           20

                           10

                            0
                                2021          2022            2023            2024
            Tingkat okupansi    36,26         47,35           51,12           52,56
       Sumber : Statista


       Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, tingkat okupansi hotel di Indonesia
       meningkat pada tahun 2022, 2023, dan 2024. Tingkat okupansi kamar hotel
       berbintang di Indonesia pada tahun 2021, 2022, 2023, dan 2024 masing-masing
       adalah sebesar 36,26%, 47,35%, 51,12%, dan 52,56%. Kenaikan terbesar ada
       pada tahun 2022 dimana tingkat okupansi kamar hotel berbintang di Indonesia
       meningkat 11,09% dibandingkan dengan tahun 2021 yang disebabkan oleh pulih
       nya sektor pariwisata setelah penurunan yang disebabkan oleh pandemi
       Covid-19.


                                         41
Page 531
Grafik 8
Provinsi dengan Tingkat Okupansi Kamar Hotel Berbintang terbesar di
Indonesia
Periode Juni 2025
(Dalam persentase)
              70,00

              60,00

              50,00

              40,00

              30,00

              20,00

              10,00

                   -
                                                                               Kalimantan
                             Bali   DI Yogyakarta   DKI Jakarta   Jawa Timur
                                                                                 Timur
     Tingkat Okupansi       64,66      53,86          52,35         51,81        51,69
Sumber : Badan Pusat Statistik


Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, tingkat okupansi
kamar pada hotel berbintang di Indonesia pada bulan Juni 2025 secara
keseluruhan adalah sebesar 49,98%, mengalami penurunan 4,70% dibandingkan
dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Rata-rata lama tinggal wisatawan
pada hotel berbintang pada Juni 2025 adalah selama 1,59 malam, mengalami
penurunan sebesar 0,02% dibandingkan dengan Juni 2024. Secara umum, turis
asing tinggal lebih lama dibandingkan dengan turis lokal, rata-rata tinggal di hotel
berbintang pada Juni 2025 untuk turis asing dan turis lokal masing-masing adalah
sebesar 2,46 malam dan 1,46 malam.




                                       42
Page 532
Grafik 9
Proyeksi Pendapatan Pasar Perhotelan di Indonesia
Tahun 2025 - 2030
(Dalam miliar USD)

                   12,00

                   10,00

                    8,00

                    6,00

                    4,00

                    2,00

                       -
                           2025   2026    2027      2028     2029      2030
    Jumlah Pendapatan      5,27   6,88    7,32      8,11     8,97      9,92
Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pendapatan hotel di Indonesia pada
2030 di proyeksikan mencapai sebesar USD 9,92 miliar. Proyeksi pendapatan
hotel di Indonesia pada tahun 2026-2030 diperkirakan terus mengalami
peningkatan masing-masing sebesar USD 1,61 miliar, USD 0,44 miliar,
USD 0,79 miliar, USD 0,86 miliar, dan USD 0,95 miliar dengan tingkat
pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) sebesar 13,49% antara tahun 2025
sampai 2030. Pendapatan pasar perhotelan di Indonesia diproyeksikan untuk
meningkat setiap tahun nya yang disebabkan oleh industri pariwisata Indonesia
yang terus berkembang dan beragamnya penawaran budaya yang ditawarkan.




                                   43
Page 533
VI.       ANALISIS LAPORAN KEUANGAN HISTORIS

VI.A.     PT Surya Semesta Realti

          Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk periode enam bulan yang berakhir
          pada tanggal 30 Juni 2025 serta untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021 telah diaudit oleh KAP AAJAMR
          masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dengan hal lain.
          Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2020 telah diaudit oleh KAP AAJAMR dengan pendapat wajar tanpa
          modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain.

VI.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Tabel 12
          PT Surya Semesta Realti
          Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                       30/06/25       31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan bank                                                     601         1.115          885          995          156            123
          Piutang lain-lain - pihak ketiga                                   -             1            -            -            -              -
          Jumlah Aset Lancar                                               601         1.116          885          995          156            123
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset real estate                                               38.025       38.025       38.025       38.025       38.025         38.025
          Aset tetap                                                         28           32            7           14           22             30
          Uang muka - proyek                                              7.666        7.147        4.722        4.192        2.713          2.713
          Properti investasi                                             37.084       37.084       37.084       37.084       37.084         37.084
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                       82.802       82.287       79.837       79.315       77.844         77.851
          JUMLAH ASET                                                    83.404       83.404       80.722       80.309       78.000         77.974



                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                       30/06/25       31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Beban akrual                                                         1          34            6           27            7             18
          Utang kepada pihak berelasi                                          -           -           10           10           55             55
          Utang pajak                                                          -           2            -            9            0              0
          Utang usaha                                                          -       1.001            -            -            -              -
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                      1       1.036           16           46           62             73
          JUMLAH LIABILITAS                                                    1       1.036           16           46           62             73
          EKUITAS
          Modal saham                                                    84.272       81.272       81.272       75.000       75.000         75.000
          Uang muka setoran modal                                         1.150        3.000          800        6.272        3.525          3.150
          Defisit                                                        (3.009)      (2.897)      (2.357)      (2.001)      (1.580)        (1.243)
          Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
           induk                                                         82.413       81.375       79.715       79.272       76.945         76.907
          Kepentingan non-pengendali                                        990          992          991          992          993            993
          JUMLAH EKUITAS                                                 83.403       82.367       80.706       80.264       77.938         77.901
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  83.404       83.404       80.722       80.309       78.000         77.974




                                                                    44
Page 534
VI.A.2.   Aset

          Jumlah aset SSR pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 83,40 miliar,
          Rp 83,40 miliar, Rp 80,72 miliar, Rp 80,31 miliar, Rp 78,00 miliar, dan
          Rp 77,97 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset SSR mengalami kenaikan sebesar
          Rp 2,68 miliar atau setara dengan 3,32% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh kenaikan
          uang muka - proyek sebesar Rp 2,43 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset SSR mengalami kenaikan sebesar
          Rp 0,41 miliar atau setara dengan 0,51% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh kenaikan
          uang muka - proyek sebesar Rp 0,53 miliar yang disertai dengan penurunan kas
          dan bank sebesar Rp 0,11 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset SSR mengalami kenaikan sebesar
          Rp 2,31 miliar atau setara dengan 2,96% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh kenaikan kas
          dan bank serta uang muka - proyek masing-masing sebesar Rp 0,84 miliar dan
          Rp 1,48 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset SSR mengalami kenaikan sebesar
          Rp 0,03 miliar atau setara dengan 0,03% dibandingkan dengan jumlah aset pada
          tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh kenaikan kas
          dan bank sebesar Rp 0,03 miliar.

VI.A.3.   Liabilitas

          Jumlah liabilitas SSR pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024,
          2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 1,00 juta,
          Rp 1,04 miliar, Rp 0,02 miliar, Rp 0,05 miliar, Rp 0,06 miliar, dan Rp 0,07 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025 jumlah liabilitas SSR mengalami penurunan sebesar
          Rp 1,04 miliar atau setara dengan 99,94% dibandingkan dengan jumlah liabilitas
          pada tanggal 31 Desember 2024. Penurunan ini terutama di sebabkan oleh
          penurunan utang usaha sebesar Rp 1,00 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas SSR mengalami kenaikan
          sebesar Rp 1,02 miliar dibandingkan dengan jumlah liabilitas pada tanggal
          31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama di sebabkan oleh kenaikan utang usaha
          sebesar Rp 1,00 miliar.




                                            45
Page 535
          Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas SSR mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,03 miliar atau setara dengan 64,94% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini terutama di sebabkan
          oleh penurunan beban akrual dan utang pajak masing-masing sebesar
          Rp 0,02 miliar dan Rp 9,00 juta.

          Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas SSR mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,02 miliar atau setara dengan 26,28% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama di sebabkan
          oleh penurunan utang kepada pihak berelasi sebesar Rp 0,05 miliar yang disertai
          dengan kenaikan beban akrual dan utang pajak masing-masing sebesar
          Rp 8,00 juta dan Rp 0,02 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas SSR mengalami penurunan
          sebesar Rp 0,01 miliar atau setara dengan 15,53% dibandingkan dengan jumlah
          liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama di sebabkan
          oleh penurunan beban akrual sebesar Rp 0,01 miliar.

VI.A.4.   Ekuitas

          Jumlah ekuitas SSR pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023,
          2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 83,40 miliar,
          Rp 82,37 miliar, Rp 80,71 miliar, Rp 80,26 miliar, Rp 77,94 miliar, dan
          Rp 77,90 miliar.

          Pada tanggal 30 Juni 2025, jumlah ekuitas SSR mengalami kenaikan sebesar
          Rp 1,04 miliar atau setara dengan 1,26% dibandingkan dengan jumlah ekuitas
          pada tanggal 31 Desember 2024. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh kenaikan
          uang muka setoran modal sebesar Rp 1,15 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas SSR mengalami kenaikan
          sebesar Rp 1,66 miliar atau setara dengan 2,06% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          uang muka setoran modal sebesar Rp 2,20 miliar yang disertai dengan rugi tahun
          berjalan yang dibukukan oleh SSR sebesar Rp 0,54 miliar.

          Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas SSR mengalami kenaikan
          sebesar Rp 0,44 miliar atau setara dengan 0,55% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          uang muka setoran modal sebesar Rp 0,80 miliar yang disertai dengan rugi tahun
          berjalan yang dibukukan oleh SSR sebesar Rp 0,36 miliar

          Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas SSR mengalami kenaikan
          sebesar Rp 2,33 miliar atau setara dengan 2,98% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          uang muka setoran modal sebesar Rp 2,75 miliar.




                                          46
Page 536
          Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas SSR mengalami kenaikan
          sebesar Rp 0,04 miliar atau setara dengan 0,05% dibandingkan dengan jumlah
          ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
          uang muka setoran modal sebesar Rp 0,38 miliar yang disertai dengan rugi tahun
          berjalan yang dibukukan oleh SSR sebesar Rp 0,34 miliar.

VI.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehansif Lain Konsolidasian
          Tabel 13
          PT Surya Semesta Realti
          Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                          30/06/25        31/12/24        31/12/23        31/12/22        31/12/21      31/12/20
                                 Keterangan
                                                                         (6 Bulan)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)
          Pendapatan                                                                 -               -               -               -             -              -
          Beban langsung                                                             -               -               -               -             -              -
          Laba bruto                                                              -               -               -               -                -             -
          Beban umum dan administrasi                                          (114)           (543)           (361)           (419)            (336)         (260)
          Penghasilan lain-lain                                                   2               5               6               1                0             2
          Beban lain-lain                                                        (1)             (2)             (2)             (3)              (2)           (3)
          Rugi periode/tahun berjalan                                          (113)           (540)           (357)           (421)            (338)         (261)
          Laba komprehensif lainnya                                               -               -               -               -                -             -
          Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan                      (113)           (540)           (357)           (421)            (338)         (261)
          Rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                               (112)           (540)           (356)           (421)            (337)         (260)
           Kepentingan non-pengendali                                            (0)             (0)             (1)             (1)              (1)           (1)




VI.A.6.   Pendapatan

          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk
          tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
          dan 2020 SSR belum membukukan pendapatan.

VI.A.7.   Rugi Periode/Tahun Berjalan

          Rugi periode berjalan SSR untuk periode enam bulan bulan yang berakhir pada
          tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
          31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
          Rp 0,11 miliar, Rp 0,54 miliar, Rp 0,36 miliar, Rp 0,42 miliar, Rp 0,34 miliar, dan
          Rp 0,26 miliar.

          Rugi tahun berjalan SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,18 miliar atau setara
          dengan 51,36% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

          Rugi tahun berjalan SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 0,07 miliar atau setara
          dengan 15,32% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.




                                                                         47
Page 537
          Rugi tahun berjalan SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,08 miliar atau setara
          dengan 24,71% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

          Rugi tahun berjalan SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
          31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,08 miliar atau setara
          dengan 29,51% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

VI.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Tabel 14
          PT Surya Semesta Realti
          Laporan Arus Kas Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024

                                                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                    30/06/25        31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20
                               Keterangan
                                                                   (6 Bulan)       (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
          Penghasilan bunga                                                  1              5             6             1              0             2
          Pembayaran kepada pihak ketiga                                  (154)          (505)         (385)         (386)          (342)         (252)
          Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi                      (153)          (500)         (380)         (385)          (342)         (250)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
          Penambahan uang muka proyek                                     (511)        (1.423)         (530)       (1.479)             -           (78)
          Perolehan aktiva tetap                                             -            (37)            -             -              -            (3)
          Perolehan aset real estat                                          -              -             -             -              -          (896)
          Pembayaran uang muka proyek                                   (1.001)             -             -             -              -             -
          Pelepasan investasi                                                -              -             -             -              -            20
          Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                  (1.511)        (1.460)         (530)       (1.479)             -          (957)
          ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
          Penerimaan atas uang muka setoran modal                        1.150          2.200          800          2.747            375           400
          Pembayaran kepada pihak berelasi                                   -            (10)           -            (45)             -           (20)
          Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                    1.150          2.190          800          2.702            375           380
          KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN BANK                          (514)          230           (110)         838              33          (827)
          KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                        1.115           885           995           156             123           951
          KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                                        601           1.115          885           995             156           123




          Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SSR untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
          pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
          masing-masing adalah sebesar Rp 0,15 miliar, Rp 0,50 miliar, Rp 0,38 miliar,
          Rp 0,39 miliar, Rp 0,34 miliar, dan Rp 0,25 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SSR untuk periode enam
          bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 0,15 miliar terutama
          berasal dari pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp 0,15 miliar.

          Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SSR untuk tahun yang
          berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,50 miliar terutama berasal
          dari pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp 0,51 miliar.




                                                                   48
Page 538
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,38 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp 0,39 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,39 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp 0,39 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,34 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp 0,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,25 miliar terutama berasal
dari pembayaran kepada pihak ketiga sebesar Rp 0,25 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SSR untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2020 masing-masing
adalah sebesar Rp 1,51 miliar, Rp 1,46 miliar, Rp 0,53 miliar, Rp 1,48 miliar, dan
Rp 0,96 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, SSR
tidak memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas
investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SSR untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 1,51 miliar terutama
berasal dari penambahan uang muka proyek dan pembayaran uang muka proyek
masing-masing sebesar Rp 0,51 miliar dan Rp 1,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1,46 miliar terutama berasal
dari penambahan uang muka proyek sebesar Rp 1,42 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,53 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan uang muka proyek.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 1,48 miliar seluruhnya
berasal dari penambahan uang muka proyek.

Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 SSR tidak memiliki
arus kas yang diperoleh dari/digunakan untuk aktivitas investasi.




                                  49
Page 539
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,96 miliar terutama berasal
dari perolehan aset real estat sebesar Rp 0,90 miliar.


Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SSR untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 1,15 miliar, Rp 2,19 miliar, Rp 0,80 miliar,
Rp 2,70 miliar, Rp 0,38 miliar, dan Rp 0,38 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SSR untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 sebesar Rp 1,15 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan atas uang muka setoran modal.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 2,19 miliar terutama berasal
dari penerimaan atas uang muka setoran modal sebesar Rp 2,20 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,80 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan atas uang muka setoran modal.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 2,70 miliar terutama berasal
dari penerimaan atas uang muka setoran modal sebesar Rp 2,75 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,38 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan atas uang muka setoran modal.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan SSR untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,38 miliar terutama berasal
dari penerimaan atas uang muka setoran modal sebesar Rp 0,40 miliar.




                                50
Page 540
VI.A.9.    Rasio-rasio Keuangan
           Tabel 15
           PT Surya Semesta Realti
           Rasio-rasio Keuangan
           Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan             30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

           Rasio Likuiditas
           Lancar                                              902,63        1,08        55,17        21,74         2,52         1,67
           Rasio Pengelolaan Aset
           Perputaran jumlah aset                                 N/A         N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
           Ekuitas terhadap jumlah aset                          1,00        0,99         1,00         1,00         1,00         1,00
           Rasio Solvabilitas
           Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset                0,00        0,01         0,00         0,00         0,00         0,00
           Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                    0,00        0,01         0,00         0,00         0,00         0,00
           Rasio Profitabilitas
           Imbal hasil aset                                    -0,27%       -0,65%       -0,44%       -0,52%       -0,43%       -0,33%
           Imbal hasil ekuitas                                 -0,27%       -0,66%       -0,44%       -0,52%       -0,43%       -0,33%




VI.A.10.   Pengelolaan Aset

           Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan                                                   SSR        dalam
           menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi SSR.

           Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas SSR
           terhadap jumlah aset SSR. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember
           2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah aset
           masing-masing adalah 1,00; 0,99; 1,00; 1,00; 1,00; dan 1,00.

VI.A.11.   Solvabilitas

           Solvabilitas menunjukkan kemampuan SSR untuk memenuhi seluruh liabilitasnya,
           yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui perbandingan
           antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan antara jumlah
           liabilitas dengan ekuitas.

           Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2025, 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan
           2020, rasio jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,00;
           0,01; 0,00; 0,00; 0,00; dan 0,00, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
           masing-masing adalah 0,00; 0,01; 0,00; 0,00; 0,00; dan 0,00.

VI.A.12.   Profitabilitas

           Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan SSR dalam menghasilkan laba
           bersih dari aset yang dimilikinya.

           Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan SSR dalam menghasilkan
           laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                                          51
Page 541
VI.B.   Analisis atas Common Size PT Surya Semesta Realti

        Berikut adalah analisis common size SSR untuk periode enam bulan yang berakhir
        pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
        31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020.

        Ikhtisar common size SSR adalah sebagai berikut:
        Tabel 16
        PT Surya Semesta Realti
        Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
        Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                 Keterangan                       30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan bank                                                   0,72%        1,34%       1,10%       1,24%       0,20%       0,16%
        Piutang lain-lain - pihak ketiga                               0,00%        0,00%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
        Jumlah Aset Lancar                                             0,72%        1,34%       1,10%       1,24%       0,20%       0,16%
        ASET TIDAK LANCAR
        Aset real estate                                               45,59%      45,59%      47,11%      47,35%      48,75%      48,77%
        Aset tetap                                                      0,03%       0,04%       0,01%       0,02%       0,03%       0,04%
        Uang muka - proyek                                              9,19%       8,57%       5,85%       5,22%       3,48%       3,48%
        Properti investasi                                             44,46%      44,46%      45,94%      46,18%      47,54%      47,56%
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                       99,28%      98,66%      98,90%      98,76%      99,80%      99,84%
        JUMLAH ASET                                                  100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                 Keterangan                       30/06/25      31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK
        Beban akrual                                                   0,00%        0,04%       0,01%       0,03%       0,01%       0,02%
        Utang kepada pihak berelasi                                    0,00%        0,00%       0,01%       0,01%       0,07%       0,07%
        Utang pajak                                                    0,00%        0,00%       0,00%       0,01%       0,00%       0,00%
        Utang usaha                                                    0,00%        1,20%       0,00%       0,00%       0,00%       0,00%
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                0,00%        1,24%       0,02%       0,06%       0,08%       0,09%
        JUMLAH LIABILITAS                                              0,00%        1,24%       0,02%       0,06%       0,08%       0,09%
        EKUITAS
        Modal saham                                                  101,04%       97,44%     100,68%      93,39%      96,15%      96,19%
        Uang muka setoran modal                                        1,38%        3,60%       0,99%       7,81%       4,52%       4,04%
        Defisit                                                       -3,61%       -3,47%      -2,92%      -2,49%      -2,03%      -1,59%
        Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
         induk                                                         98,81%      97,57%      98,75%      98,71%      98,65%      98,63%
        Kepentingan non-pengendali                                      1,19%       1,19%       1,23%       1,24%       1,27%       1,27%
        JUMLAH EKUITAS                                               100,00%       98,76%      99,98%      99,94%      99,92%      99,91%
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%      100,00%     100,00%     100,00%     100,00%     100,00%




                                                                  52
Page 542
          Tabel 17
          PT Surya Semesta Realti
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024


                                                                          30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20
                                 Keterangan
                                                                         (6 Bulan)     (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)
          Pendapatan                                                             N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
          Beban langsung                                                         N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
          Laba bruto                                                             N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
          Beban umum dan administrasi                                            N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
          Penghasilan lain-lain                                                  N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
          Beban lain-lain                                                        N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
          Rugi periode/tahun berjalan                                            N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
          Laba komprehensif lainnya                                              N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
          Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan                        N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
          Rugi periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                                 N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A
           Kepentingan non-pengendali                                            N/A          N/A          N/A          N/A          N/A          N/A




VI.C.     Analisis atas Common Size Industri Perhotelan

          Berikut adalah analisis common size untuk perusahaan sejenis dengan SSR, yaitu
          PT Indonesian Paradise Property Tbk, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk, dan
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk masing-masing untuk periode enam bulan yang
          berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020.

          Ikhtisar common size untuk PT Indonesian Paradise Property Tbk, PT Hotel Sahid
          Jaya International Tbk, dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk masing-masing adalah
          sebagai berikut:

VI.C.1.   PT Indonesian Paradise Property Tbk
          Tabel 18
          PT Indonesian Paradise Property Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                 Keterangan                              30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                                  8,47%         3,72%        4,49%        6,62%        5,78%        5,72%
          Piutang usaha - pihak ketiga - neto                                 0,47%         0,65%        0,52%        0,66%        0,64%        0,47%
          Piutang non-usaha
            Pihak berelasi                                                    0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
            Pihak ketiga                                                      0,13%         0,12%        0,17%        0,23%        0,23%        0,32%
          Persediaan                                                          7,44%         9,40%       14,75%       13,89%       12,38%        2,41%
          Pajak dibayar di muka                                               1,38%         1,27%        1,07%        0,87%        0,94%        0,67%
          Beban dibayar di muka dan uang muka                                 0,62%         0,40%        0,58%        0,39%        0,65%        0,28%
          Jumlah Aset Lancar                                                  18,52%       15,56%       21,59%       22,67%       20,61%        9,87%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi saham                                                      0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       45,40%       53,24%
          Investasi pada dana investasi real estate                           33,68%       35,14%       34,92%       35,56%        0,00%        0,00%
          Investasi pada entitas asosiasi                                      7,40%        7,92%        8,38%        8,61%        0,00%        0,00%
          Aset pajak tangguhan                                                 0,43%        1,43%        1,43%        1,27%        1,16%        1,02%
          Aset tetap - neto                                                   17,75%       18,47%       17,08%       16,43%       16,29%       24,77%
          Properi Investasi - neto                                            19,88%       18,96%       13,64%       12,34%       13,15%        8,99%
          Aset hak guna                                                        1,21%        1,32%        1,49%        1,50%        1,64%        1,94%
          Dana yang dibatasi penggunaannya                                     0,35%        0,31%        0,40%        0,44%        0,59%        0,06%
          Goodwill                                                             0,57%        0,70%        1,00%        1,02%        1,04%        0,10%
          Aset tidak lancar lainnya                                            0,22%        0,19%        0,07%        0,15%        0,11%        0,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                            81,48%       84,44%       78,41%       77,33%       79,39%       90,13%
          JUMLAH ASET                                                       100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                         53
Page 543
                        Keterangan                             30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                          0,40%        0,42%        1,02%        0,95%        0,99%        0,20%
Utang non-usaha – pihak ketiga                                      1,29%        0,45%        3,18%        0,42%        0,61%        0,09%
Utang pajak                                                         0,29%        0,25%        0,21%        0,13%        0,10%        0,06%
Beban akrual                                                        1,45%        0,88%        0,70%        1,22%        0,59%        0,48%
Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka                 1,43%        1,29%        1,37%        1,26%        4,35%        1,36%
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                        2,01%        4,66%        4,72%        3,20%        1,68%        0,44%
  Sewa                                                              0,07%        0,07%        0,07%        0,05%        0,05%        0,03%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                     6,94%        8,01%       11,27%        7,24%        8,38%        2,66%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang non-usaha - pihak ketiga                                      0,00%        0,00%        0,00%        3,39%        3,85%        0,00%
Uang muka pelanggan dan pendapatan diterima di muka                 7,01%        9,49%       10,30%        9,75%        6,95%        3,45%
Uang jaminan penyewa                                                1,20%        1,15%        1,04%        1,01%        0,85%        0,85%
Liabilitas imbalan pascakerja                                       0,29%        0,28%        0,29%        0,23%        0,16%        0,30%
Liabilitas pajak tangguhan                                          0,17%        0,01%        0,01%        0,01%        0,01%        0,00%
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang bank                                                        12,49%      15,91%       13,28%       15,44%       15,99%       17,05%
  Utang obligasi                                                     4,92%       0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Sewa                                                               0,31%       0,35%        0,36%        0,30%        0,32%        0,30%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                    26,37%      27,19%       25,29%       30,13%       28,12%       21,96%
JUMLAH LIABILITAS                                                   33,31%      35,20%       36,56%       37,36%       36,50%       24,62%
EKUITAS
Modal saham                                                         11,00%      11,51%       11,97%       12,20%       12,46%       14,60%
Tambahan modal disetor                                              19,31%      20,22%       21,02%       21,43%       21,89%       25,65%
Selisih nilai transaksi ekuitas dengan
  kepentingan nonpengendali                                         -0,75%      -0,22%       -0,23%       -0,37%       -0,37%       -0,44%
Saldo laba                                                          29,36%      26,87%       24,32%       23,65%       23,87%       28,15%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                              58,92%      58,37%       57,07%       56,92%       57,86%       67,96%
Kepentingan non-pengendali                                           7,77%       6,43%        6,37%        5,72%        5,64%        7,42%
JUMLAH EKUITAS                                                      66,69%      64,80%       63,44%       62,64%       63,50%       75,38%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%

*) Tidak Diaudit


Tabel 19
PT Indonesian Paradise Property Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                        Keterangan                             30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

Pendapatan neto                                                   100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                             44,40%       34,35%       34,31%       39,65%       43,51%       37,66%
Laba bruto                                                         55,60%        65,65%       65,69%       60,35%       56,49%       62,34%
Beban penjualan dan pemasaran                                      -5,16%        -6,42%       -6,63%       -6,65%       -7,95%       -4,11%
Beban umum dan administrasi                                       -32,83%       -37,94%      -36,86%      -35,86%      -59,48%      -67,51%
Beban pajak final                                                  -3,77%        -4,89%       -4,61%       -4,71%       -5,98%       -6,26%
Pendapatan operasi lainnya - neto                                   0,25%        10,37%        0,30%        4,57%        6,90%        3,06%
Laba usaha                                                          14,10%       26,77%       17,89%       17,70%      -10,02%      -12,48%
Penghasilan keuangan                                                 1,41%        1,06%        1,07%        0,87%        0,97%        2,02%
Beban keuangan                                                      -8,63%      -17,67%      -17,78%      -15,54%      -11,36%      -10,15%
Pendapatan dividen                                                   6,80%        8,14%       13,08%        8,53%        7,58%       10,78%
Laba (rugi) selisih kurs - neto                                     -0,11%       -0,15%        0,24%       -3,61%        0,51%       -0,37%
Laba penjualan investasi saham                                      59,09%        0,00%        0,13%        0,00%        0,00%        3,39%
Bagian atas laba (rugi) investasi                                   -0,74%       15,68%       -0,12%       -2,83%       -0,56%      -58,49%
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan              71,92%       33,82%       14,51%        5,12%       -12,88%      -65,31%
Pajak kini                                                         -1,79%        0,00%        0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
Beban pajak tangguhan                                             -12,72%        0,00%        0,00%        0,00%         0,00%        0,00%
Manfaat pajak penghasilan                                           0,00%        0,46%        1,51%        1,06%         6,02%        6,74%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                  57,41%      34,28%       16,03%         6,17%       -6,86%      -58,57%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                                 0,00%       0,43%       -0,01%        -0,41%        1,51%       -0,44%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan              57,41%      34,71%       16,02%        5,77%        -5,35%      -59,01%

*) Tidak Diaudit




                                                               54
Page 544
VI.C.2.   PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Tabel 20
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                   Keterangan                       30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                              0,28%       0,24%        0,51%        1,09%       0,44%       0,27%
          Piutang usaha - pihak ketiga                                    0,66%       0,66%        0,85%        0,68%       0,48%       0,80%
          Persediaan                                                     17,46%      17,21%       17,00%       16,40%      15,89%      14,93%
          Uang muka pembelian                                             0,03%       0,01%        0,17%        0,08%       0,01%       0,00%
          Biaya dibayar di muka                                           0,06%       0,02%        0,04%        0,01%       0,03%       0,06%
          Pajak dibayar di muka                                           0,00%       0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                             18,49%      18,15%       18,56%       18,26%      16,85%      16,07%
          ASET TIDAK LANCAR
          Piutang pihak berelasi                                          3,07%       3,05%        3,97%        4,88%       5,40%       5,13%
          Penyertaan saham                                                0,00%       0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       2,99%
          Aset pajak tangguhan                                            0,19%       0,16%        0,16%        0,17%       0,82%       0,84%
          Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan            78,25%      78,64%       76,31%       75,72%      75,05%      72,97%
          Aset lain-lain                                                  0,00%       0,00%        0,99%        0,96%       1,88%       2,00%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                       81,51%      81,85%       81,44%       81,74%      83,15%      83,93%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%      100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                   Keterangan                       30/06/25*     31/12/24     31/12/23     31/12/22    31/12/21    31/12/20

          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Utang usaha
            Pihak ketiga                                                 2,79%        1,11%        0,89%        1,20%       0,95%       1,45%
            Pihak berelasi                                               1,99%        0,00%        0,00%        0,00%       0,00%       0,13%
          Utang pajak                                                    0,88%        0,78%        0,38%        0,15%       0,76%       0,32%
          Beban akrual                                                   0,21%        0,22%        0,28%        0,23%       0,32%       0,35%
          Pendapatan diterima dimuka                                     0,11%        0,33%        0,41%        0,27%       0,23%       0,36%
          Utang jaminan                                                  1,14%        2,18%        1,17%        1,14%       0,65%       0,65%
          Liabilitas jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Utang bank                                                   5,07%        6,11%        4,55%        4,32%       0,91%       4,11%
            Utang sewa pembiayaan                                        0,01%        0,02%        0,01%        0,01%       0,00%       0,00%
          Utang jangka pendek lainnya                                    0,25%        0,35%        0,27%        0,21%       0,15%       0,18%
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                12,45%      11,09%        7,96%        7,53%       3,98%       7,55%
          LIABILITAS JANGKA PANJANG
          Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian
            yang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Utang bank                                                   28,80%      28,42%       30,89%       30,95%      33,72%      28,53%
            Utang sewa pembiayaan                                         0,03%       0,03%        0,01%        0,02%       0,00%       0,00%
          Liabilitas imbalan kerja                                        0,22%       0,22%        0,19%        0,25%       1,84%       2,15%
          Utang jangka panjang lainnya                                    0,36%       0,42%        0,86%        1,26%       0,04%       0,04%
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                               29,40%      29,09%       31,95%       32,48%      35,61%      30,72%
          JUMLAH LIABILITAS                                              41,85%      40,17%       39,91%       40,00%      39,58%      38,27%
          EKUITAS
          Modal saham                                                   45,57%        44,83%       44,27%      42,93%      41,62%      39,14%
          Agio saham                                                     2,05%         2,02%        1,99%       1,93%       1,87%       1,76%
          Selisih penilaian aset dan liabilitas                         24,75%        24,35%       24,05%      23,32%      22,61%      22,17%
          Saldo laba                                                   -14,23%       -11,37%      -10,22%      -8,18%      -5,69%      -1,34%
          JUMLAH EKUITAS                                                 58,15%      59,83%       60,09%       60,00%      60,42%      61,73%
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                100,00%      100,00%      100,00%      100,00%     100,00%     100,00%

          *) Tidak Diaudit




                                                                    55
Page 545
          Tabel 21
          PT Hotel Sahid Jaya International Tbk
          Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
          untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                                  Keterangan                     30/06/25*       31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          Pendapatan usaha                                             100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
          Beban pokok penjualan                                         40,60%        37,23%      37,34%       36,49%       33,00%       16,44%
          Laba kotor                                                    59,40%        62,77%       62,66%       63,51%       67,00%       83,56%
          Beban penjualan                                                0,00%        -1,76%       -2,00%       -2,14%       -2,30%       -0,76%
          Beban umum dan administrasi                                  -87,69%       -53,03%      -63,65%      -86,92%     -116,34%     -160,31%
          Beban lain-lain                                              -45,00%        -0,10%       -0,03%       -0,03%       -0,20%        0,05%
          Pendapatan keuangan                                            0,00%         0,06%        0,04%        0,31%        0,07%        0,08%
          Beban keuangan                                                 0,00%       -16,08%      -14,73%       -9,59%       -8,67%      -13,68%
          Bagian laba (rugi) entitas asosiasi                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       -1,44%
          Rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan               -73,30%        -8,15%      -17,73%      -34,86%      -60,43%      -92,51%
          Manfaat (beban) pajak penghasilan neto                         0,79%         0,00%        0,05%        0,24%        0,25%       -0,86%
          Rugi periode/tahun berjalan                                  -72,51%        -8,15%      -17,67%      -34,62%      -60,19%      -93,37%
          Penghasilan komprehensif lain                                  0,00%         0,01%        0,72%        1,17%        6,92%        8,77%
          Jumlah rugi komprehensif periode/tahun berjalan              -72,51%        -8,14%      -16,96%      -33,44%      -53,26%      -84,60%

          *) Tidak Diaudit



VI.C.3.   PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
          Tabel 22
          PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
          Analisis Common Size Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
          Per 30 Juni 2025 dan 31 Desember 2020 - 2024



                                  Keterangan                     30/06/25        31/12/24      31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                            5,23%        11,75%        6,87%        0,37%        0,24%        0,12%
          Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya                0,00%         0,00%        4,10%        0,00%        0,00%        0,00%
          Piutang usaha
            Pihak ketiga - neto                                         0,36%         0,53%        0,58%        0,54%        0,08%        0,09%
            Pihak berelasi                                              0,00%         0,00%        0,00%        0,14%        0,08%        0,03%
          Piutang lain-lain
            Pihak ketiga - neto                                         0,02%         0,14%        1,14%        2,79%        2,15%        4,92%
            Pihak berelasi - neto                                       0,17%         0,17%        0,64%        1,04%        1,16%        0,86%
          Persediaan                                                    0,16%         0,19%        0,25%        0,12%        0,04%        0,05%
          Biaya dibayar di muka                                         0,38%         0,22%        0,25%        0,20%        0,08%        0,06%
          Pajak dibayar di muka                                         0,01%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
          Jumlah Aset Lancar                                            6,33%        13,00%       13,83%        5,20%        3,84%        6,14%
          ASET TIDAK LANCAR
          Investasi pada entitas asosiasi - neto                        4,26%         6,35%        1,45%        1,48%        0,26%        0,21%
          Aset real estat - neto                                        0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        0,00%       13,60%
          Aset tetap - neto                                            73,93%        71,42%       66,04%       57,67%       58,82%       49,80%
          Aset hak guna - neto                                          0,84%         0,85%        1,13%        1,18%        1,30%        1,16%
          Aset dalam pembangunan - neto                                 7,38%         7,13%       10,12%       18,87%       18,70%       14,06%
          Aset tidak lancar lainnya - neto                              7,27%         1,24%        7,43%       15,60%       17,08%       15,02%
          Jumlah Aset Tidak Lancar                                     93,67%        87,00%       86,17%       94,80%       96,16%       93,86%
          JUMLAH ASET                                                  100,00%       100,00%     100,00%      100,00%      100,00%      100,00%




                                                                 56
Page 546
                       Keterangan                             30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang pihak berelasi                                               0,00%        5,69%        0,01%        0,35%        0,38%        0,25%
Utang usaha                                                        0,68%        0,69%        0,50%        0,40%        0,68%        0,51%
Utang lain-lain                                                    0,50%        0,43%        2,52%       10,14%        5,03%        7,32%
Beban yang masih harus dibayar                                     0,80%        0,54%        1,54%       35,49%       25,44%       13,20%
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                             0,18%        0,26%        0,26%        0,69%        0,71%        0,46%
Utang pajak                                                        0,24%        0,20%        0,39%        1,23%        1,91%        1,12%
Uang muka pelanggan                                                1,68%        1,52%        1,49%        2,06%        1,74%        2,19%
Utang bank jangka pendek                                           0,00%        0,00%        4,10%        0,00%        0,00%        0,00%
Pinjaman jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu
  tahun:
  Utang pinjaman                                                   0,00%        0,00%        4,17%       45,09%        5,37%        4,39%
  Pinjaman bank                                                    1,62%        1,44%        1,21%       15,98%       55,02%       45,49%
  Liabilitas sewa                                                  0,06%        0,05%        0,06%        0,08%        0,11%        0,08%
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    5,76%       10,80%       16,27%      111,53%       96,37%       75,01%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Utang pinjaman                                                    1,54%       3,37%        0,00%        0,00%        0,00%        0,00%
  Pinjaman bank                                                    21,15%      21,10%       26,64%        0,00%        0,00%        3,23%
  Liabilitas sewa                                                   0,04%       0,03%        0,04%        0,05%        0,02%        0,09%
Liabilitas imbalan pasca kerja                                      1,04%       0,89%        1,07%        0,98%        1,66%        1,39%
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   23,76%      25,38%       27,76%        1,03%        1,68%        4,72%
JUMLAH LIABILITAS                                                  29,53%      36,18%       44,02%      112,55%       98,05%       79,73%
EKUITAS
Modal saham                                                       50,69%        48,59%       60,27%       18,47%       18,28%       14,96%
Tambahan modal disetor - neto                                     23,56%        22,58%       28,01%       18,75%       18,56%       15,18%
Saldo laba (defisit)                                             -61,55%       -62,83%      -78,42%      -74,57%      -64,38%      -37,44%
Selisih atas akuisisi kepentingan non-pengendali                  -0,01%        -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%       -0,01%
Penghasilan komprehensif lain - neto                              57,64%        55,31%       45,99%       34,33%       33,89%       27,59%
Uang muka setoran modal                                            0,00%         0,00%        0,00%        0,00%        3,88%        3,18%
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
 induk                                                             70,33%      63,64%       55,84%        -3,03%      10,23%       23,46%
Kepentingan non-pengendali                                          0,15%       0,17%        0,14%        -9,52%      -8,28%       -3,18%
JUMLAH EKUITAS                                                     70,47%      63,82%       55,98%       -12,55%       1,95%       20,27%
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%



Tabel 23
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk
Analisis Common Size Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 dan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2020 - 2024



                       Keterangan                             30/06/25      31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20

Pendapatan                                                      100,00%       100,00%      100,00%      100,00%      100,00%      100,00%
Beban pokok pendapatan                                           32,18%        29,41%       28,57%       28,92%       44,71%       53,34%
Laba bruto                                                        67,82%        70,59%       71,43%       71,08%       55,29%       46,66%
Beban penjualan                                                   -6,48%        -6,22%       -7,21%       -7,58%       -9,93%      -15,47%
Beban umum dan administrasi                                      -34,63%       -31,82%      -45,87%      -42,94%     -147,98%     -149,45%
Beban operasional, pembangunan, pemeliharaan dan energi           -7,72%        -7,27%       -9,73%      -13,56%      -23,82%      -26,46%
Beban manajemen dan lisensi                                       -4,94%        -5,15%       -5,10%       -4,96%       -4,20%       -3,94%
Penurunan nilai dari aset dalam pembangunan, aset tetap,
  neto dan uang muka pembelian saham                               0,00%        -5,00%      -42,27%       -2,44%       17,41%    -1428,65%
Pemulihan kerugian di atas nilai investasi entitas anak            0,00%         0,00%       36,61%        0,00%     -163,99%        0,00%
Pendapatan (beban) operasional lain                                0,04%         3,73%        3,68%       -6,08%      -30,27%        5,29%
Laba (rugi) usaha                                                 14,09%        18,87%        1,53%       -6,47%     -307,50%    -1572,03%
Bagian laba (rugi) neto pada entitas asosiasi                     46,42%        -2,79%        0,26%        0,00%        0,00%        0,00%
Pendapatan keuangan                                                0,88%         0,35%       13,89%        3,74%        0,00%        2,20%
Beban keuangan                                                   -11,98%       -13,07%      -11,26%      -84,58%     -280,88%     -166,72%
Laba (rugi) selisih kurs, neto                                    -0,23%        -0,41%        0,20%        0,00%        0,00%        0,00%
Laba (rugi) sebelum pajak final dan beban pajak penghasilan        49,17%        2,94%        4,62%      -87,31%     -588,38%    -1736,55%
Pajak final                                                        -0,18%       -0,07%       -0,01%        0,00%        0,00%       -0,44%
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan                        49,00%        2,87%       4,61%       -87,31%     -588,38%    -1736,99%
Manfaat (beban) pajak penghasilan                                   0,00%       -0,13%       0,00%        -0,71%        0,62%      -14,84%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan                                 49,00%       2,74%        4,61%       -88,02%     -587,75%    -1751,83%
Penghasilan (rugi) komprehensif lain                               -0,77%     108,70%       41,11%         0,73%        4,67%     -340,07%
Jumlah laba (rugi) komprehensif periode/tahun berjalan             48,23%     111,44%       45,72%       -87,28%     -583,08%    -2091,90%
Laba (rugi) periode/tahun berjalan yang dapat diatribusikan
  kepada:
  Pemilik entitas induk                                            48,83%       2,74%         9,53%      -78,51%     -564,32%    -1328,09%
  Kepentingan non-pengendali                                        0,16%       0,36%        -4,92%       -9,51%      -23,43%     -423,74%




                                                              57
Page 547
VII.     ANALISIS RISIKO

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, SSR tidak terlepas dari berbagai risiko
         usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap SSR adalah sebagai berikut:

VII.A.   Risiko Persaingan Usaha

         Dalam menjalankan kegiatan opersionalnya, SSR tidak terlepas dari risiko
         persaingan usaha. Faktor-faktor yang mempengaruhi persaingan usaha meliputi
         jenis dan harga kamar (room rate), fasilitas yang tersedia, lokasi yang strategis,
         serta kualitas pelayanan yang diberikan. SSR harus mampu mengembangkan
         fasilitas yang dimiliki agar dapat memberikan kepuasan kepada tamu hotel serta
         menarik tamu-tamu baru di tengah ketatnya persaingan industri perhotelan.

VII.B.   Risiko Gangguan Keamanan

         Bidang usaha SSR, yaitu perhotelan, erat kaitannya dengan kondisi keamanan
         dalam negeri. Adanya beberapa negara yang mengeluarkan peringatan (travel
         warning) bagi warganya untuk bepergian ke Indonesia akan mempengaruhi jumlah
         wisatawan internasional. Berkurangnya jumlah wisatawan asing yang datang ke
         Indonesia akan berdampak pada penurunan tingkat hunian (occupancy rate).
         Kondisi keamanan negeri juga akan mempengaruhi wisatawan domestik, di mana
         kondisi keamanan yang buruk akan mendorong masyarakat Indonesia untuk tidak
         bepergian atau berlibur.

VII.C.   Risiko Ekonomi

         Kegiatan usaha SSR juga rentan terhadap kondisi ekonomi domestik maupun
         global. Perubahan tingkat kepercayaan konsumen terhadap kesehatan ekonomi
         Indonesia dapat berpengaruh negatif dan merugikan bisnis dengan berbagai cara,
         terutama berdampak pada tingkat hunian SSR. Penurunan pertumbuhan ekonomi,
         inflasi tinggi, serta melemahnya daya beli masyarakat dapat menekan permintaan
         layanan akomodasi. Selain itu, biaya operasional yang tinggi dan bersifat tetap
         seperti gaji karyawan, utilitas, dan pemeliharaan dapat meningkatkan risiko
         kerugian apabila pendapatan menurun signifikan.

VII.D.   Risiko Politik dan Sosial

         Perkembangan usaha SSR dapat terpengaruh oleh adanya perubahan kondisi
         politik dan sosial, meningkatnya pengawasan oleh otoritas, dan perkembangan
         politik yang berkaitan dengan industri perhotelan dan pariwisata. Kebijakan atau
         larangan baru dari pemerintah Indonesia dapat berpotensi membatasi ruang gerak
         SSR, sehingga SSR harus menyusun strategi yang tepat untuk terus
         mengembangkan bisnisnya.




                                           58
Page 548
VII.E.   Risiko Bencana Alam

         Seperti halnya semua industri, kegiatan usaha SSR tidak terlepas dari ancaman
         bencana alam, seperti badai tropis, angin topan, gempa bumi, tsunami, banjir,
         kebakaran baik karena faktor alam maupun human error, dan berbagai bencana
         lainnya yang dapat memberikan dampak negatif secara material terhadap kegiatan
         usaha dan kondisi keuangan SSR.

VII.F.   Risiko Kebijakan Pemerintah

         Hukum dan peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah
         dapat mempengaruhi SSR dalam menjalankan kegiatan usahanya. Meskipun SSR
         memiliki keyakinan bahwa dalam menjalankan kegiatan usahanya, SSR telah
         mematuhi seluruh peraturan yang berlaku, pemenuhan kewajiban atas
         peraturan-peraturan baru atau perubahannya atau interpretasinya maupun
         pelaksanaannya, serta perubahan terhadap interpretasi atau pelaksanaan hukum
         dan peraturan perundang-undangan yang telah ada, dapat berdampak material
         terhadap kegiatan dan kinerja operasional SSR.

         Apabila SSR tidak mematuhi hukum dan peraturan perundang-undangan yang
         berlaku, maka SSR dapat dikenakan sanksi perdata, termasuk denda, hukuman
         serta sanksi-sanksi pidana lainnya. Selain itu perubahan hukum, peraturan
         ketenagakerjaan dan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai
         upah minimum dan kebebasan serikat pekerja juga dapat mengakibatkan
         meningkatnya permasalahan dalam hubungan industrial, sehingga dapat
         berdampak material pada kegiatan operasional SSR. Terjadinya perubahan
         mengenai upah minimum SSR tentu akan mempengaruhi kinerja keuangan SSR,
         sehingga SSR harus beradaptasi untuk menyesuaikan kegiatan usahanya
         berdasarkan kinerja keuangan yang baru. Dengan demikian, apabila SSR tidak
         dapat beradaptasi, SSR dapat mengalami kerugian, baik dari kegiatan usaha
         maupun kinerja keuangannya.




                                         59
Page 549
VIII.       METODE PENILAIAN

VIII.A.     Metode-Metode Penilaian

VIII.A.1.   Metode Penyesuaian Aset Bersih

            Metode ini merupakan metode penilaian yang berdasarkan pada pendekatan aset
            (asset based approach). Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan
            liabilitas (liabilities) harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
            komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
            atau utang bank).

            Aset lancar (current assets) harus dinilai ulang, misalnya untuk piutang dengan
            mengurangkan jumlah yang tak dapat ditagih secara normal. Aset tetap seperti
            tanah, bangunan, dan mesin-mesin perlu dinilai dengan konsep penilaian properti
            yang berlaku umum.

            Selain aset berwujud, nilai pasar aset tak berwujud (intangible assets) seperti hak
            paten, lisensi, biaya riset dan pengembangan, karyawan yang telah terlatih dan
            siap bekerja (pool of employees), dan daftar langganan (pool of captive customer),
            juga harus dihitung. Nilai pasar aset tak berwujud tersebut diperoleh dengan
            melakukan penilaian terhadap tiap-tiap aset tersebut secara terpisah. Nilai pasar
            ekuitas (net worth) kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai
            seluruh aset dan liabilitas (liabilities) yang telah disesuaikan.

VIII.A.2.   Metode Pembanding Perusahaan Tercatat di Bursa Efek

            Metode pembanding perusahaan tercatat di bursa efek merupakan metode
            penilaian yang didasarkan pada pendekatan pasar (market based approach).
            Dengan metode ini, nilai pasar saham ditetapkan berdasarkan harga yang telah
            atau pernah terjadi dari perusahaan sejenis yang sebanding dan sepadan. Nilai
            pasar dari perusahaan pembanding diambil dari pasar modal (perusahaan
            publik/terbuka).

            Syarat utama dari penggunaan metode ini adalah perusahaan pembanding harus
            sebanding dan sepadan dengan perusahaan yang akan dinilai dalam berbagai
            variabel pembanding, antara lain perputaran penjualan, ekuitas, struktur modal
            (leverage), aset dan komposisi aset, tingkat laba, dan rasio-rasio keuangan.

            Jika telah diperoleh perusahaan yang sebanding dan sepadan, nilai pasar saham
            perusahaan yang dinilai diperoleh dengan cara mengalikan pendapatan
            perusahaan dengan beberapa rasio yang diperoleh dari perusahaan pembanding,
            seperti rasio P/E (price/earnings), P/S (price/sales), P/BV (price/book value of
            equity) dan sebagainya.




                                              60
Page 550
VIII.A.3.   Metode Diskonto Arus Kas

            Metode diskonto arus kas ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
            pendekatan pendapatan (income based approach).

            Untuk menggunakan metode ini, sebelum melakukan proses diskonto
            (discounting), terlebih dahulu harus diproyeksikan pendapatan mendatang berupa
            arus kas bersih untuk ekuitas (net cash flow to equity) atau arus kas bersih untuk
            kapital (net cash flow to invested capital) sesuai dengan sifat dan jenis usaha yang
            dinilai. Setelah proyeksi dibuat, langkah berikutnya adalah menetapkan tingkat
            diskonto (discount rate) yang tepat.

            Proses selanjutnya adalah mendiskonto nilai-nilai arus kas bersih yang telah
            diproyeksikan, termasuk nilai periode kekal (continuing value), dengan faktor
            diskonto (discount factor) yang diperoleh dari tingkat diskonto sesuai dengan
            periode proyeksinya. Jika yang didiskonto adalah arus kas bersih untuk ekuitas,
            maka nilai kini (present value) dari keseluruhan pendapatan di masa mendatang
            tersebut merupakan nilai ekuitas, sedangkan jika yang didiskonto adalah arus kas
            bersih untuk kapital, jumlah nilai kini tersebut merupakan nilai perusahaan
            (corporate value), yang masih harus dikurangi dengan nilai liabilitas untuk
            mendapatkan nilai ekuitas.

VIII.B.     Metode Penilaian yang Digunakan

            Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis
            internal akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis
            historis atas laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi komprehensif SSR,
            pengkajian atas kondisi operasi dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki
            SSR. Prospek SSR di masa yang akan datang kami evaluasi berdasarkan rencana
            usaha yang diberikan oleh manajemen yang telah kami kaji kewajaran dan
            konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap
            faktor-faktor eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value
            drivers) termasuk juga kajian singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

            Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar
            suatu “business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi
            keuangan dan laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya
            diperlukan penyesuaian terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan
            normalisasi keuntungan laporan laba rugi komprehensif yang biasanya disusun
            oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun nilai buku suatu
            perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan laba
            rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis
            yang dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian
            tersebut.




                                              61
Page 551
          Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
          penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

          Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
          semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai
          pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai
          pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan
          kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset
          (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

          Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai
          untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak
          manajemen Perseroan dan SSR. Tidak tertutup kemungkinan untuk
          diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat memberikan
          hasil yang berbeda.

VIII.C.   Premis Penilaian

          Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis
          penilaian bahwa SSR adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.

VIII.D.   Aplikasi Diskon dan Premi

          Diskon dan premi merupakan hal-hal yang tak terpisahkan dari proses penilaian
          perusahaan tertutup. Diskon dan premi terkait dengan ada/tidaknya tingkat kendali
          serta tingkat kemampuan untuk dipasarkan dari saham yang dinilai. Diskon adalah
          potongan yang diberikan kepada suatu indikasi nilai dari business interest atau
          saham yang berhasil diperkirakan. Pemberian diskon terkait dengan tidak adanya
          unsur kendali dalam saham yang dinilai dan disebut dengan Discount for Lack of
          Control – DLOC (Diskon Tanpa Pengendalian). Diskon juga terkait dengan tingkat
          kesulitan saham tersebut untuk dikonversi secara cepat menjadi uang tunai yang
          disebut dengan Discount for Lack of Marketabilities– DLOM (Diskon Likuiditas
          Pasar). Sedangkan, premi adalah tambahan nilai yang diberikan kepada indikasi
          nilai yang berhasil diperoleh dalam proses penilaian. Pemberian premi terkait
          dengan adanya unsur kendali dalam saham perusahaan yang dinilai dan disebut
          dengan Premium for Control (Premi Pengendalian).




                                           62
Page 552
VIII.E.   Prosedur Penilaian

          Berdasarkan pendekatan dan metode penilaian yang telah dipilih untuk
          menentukan indikasi nilai pasar Objek Penilaian, kami telah melakukan
          langkah-langkah sebagai berikut:

          1. Melakukan tinjauan atas faktor internal dan eksternal yang memengaruhi
             operasi SSR.
          2. Melakukan tinjauan atas laporan keuangan historis dari SSR.
          3. Melakukan penelaahan atas data operasional SSR.
          4. Melakukan penilaian Objek Penilaian dengan mengaplikasikan metode
             penyesuaian aset bersih dengan pendekatan aset.

VIII.F.   Independensi Penilai

          Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa
          adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SSR
          ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SSR. KR juga tidak
          memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
          Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
          atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali
          tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis penilaian ini dan
          KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250917-001
          tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            63
Page 553
IX.     PENILAIAN

        Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode penilaian yang digunakan
        untuk menilai Objek Penilaian adalah metode penyesuaian aset bersih.

IX.A.   Premi Pengendalian (Premium for Control), Diskon Tanpa Pengendalian
        (Discount for Lack of Control), dan Diskon Likuiditas Pasar (Discount for
        Lack of Marketabilities)

        Berdasarkan POJK 35/2020, premi pengendalian didefinisikan sebagai “suatu
        jumlah atau persentase tertentu yang merupakan penambah dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari tingkat pengendalian atas objek penilaian”.

        Berdasarkan POJK 35/2020, diskon tanpa pengendalian didefinisikan sebagai
        “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari nilai suatu
        ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya tingkat pengendalian atas objek
        penilaian”.

        Premi pengendalian dan diskon tanpa pengendalian mencerminkan penambahan
        terhadap nilai dari penyertaan minoritas atau pengurangan terhadap nilai dari
        penyertaan mayoritas dalam entitas anak yang dinilai sebagai pengaruh dari
        ketiadaan pengendalian dari pemilik yang berada dalam posisi minoritas atau
        dibatasi pengendaliannya.

        Pengurangan diperhitungkan karena pemilik yang dalam kondisi tidak memiliki
        kemampuan untuk mengendalikan akan memperoleh manfaat yang berbeda dari
        pemilik yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan karena adanya
        keleluasaan dari pemilik yang mengendalikan untuk mengoptimalkan manfaat
        dengan:

        •   Menentukan arah perkembangan jangka panjang perusahaan.
        •   Memilih pengurus inti perusahaan.
        •   Menentukan hak dan fasilitas untuk pengurus inti.
        •   Menentukan kebijakan investasi.
        •   Menentukan dengan pihak mana kegiatan usaha akan dilakukan.
        •   Menentukan besarnya dividen yang akan dibayarkan.
        •   Menolak usulan-usulan di atas yang berasal dari pemegang saham minoritas.

        Berdasarkan Peraturan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar didefinisikan
        sebagai “suatu jumlah atau persentase tertentu yang merupakan pengurang dari
        nilai suatu ekuitas sebagai cerminan dari kurangnya likuiditas objek penilaian”.

        Diskon likuiditas pasar mencerminkan pengurangan terhadap nilai dari
        perusahaan yang dinilai sebagai pengaruh dari tidak likuidnya saham perusahaan
        tersebut untuk diperdagangkan.




                                         64
Page 554
          Untuk penilaian atas SSR, sesuai dengan tujuan penilaian yang dilakukan, yaitu
          untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai pasar dari
          Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
          ekuivalensinya pada tanggal 30 Juni 2025, oleh karena itu atas indikasi nilai yang
          dihasilkan, dilakukan atau diaplikasikan penyesuaian terhadap kondisi
          ketidakmampuan untuk dipasarkan dengan cepat (diskon likuiditas pasar),
          dikenakan diskon sebesar 40,00%, dengan pertimbangan sebagai berikut:

          •   Berdasarkan POJK 35/2020, diskon likuiditas pasar untuk perusahaan tertutup
              bagi pemegang saham mayoritas adalah antara 20,00% - 40,00%.
          •   SSR merupakan perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
              (privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di
              Indonesia.

IX.B.     Nilai Pasar Objek Penilaian

IX.B.1.   Nilai Pasar 99,996440% Saham SSR Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
          Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan nilai pasar 99,996440% saham SSR adalah metode penyesuaian
          aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
          pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
          harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
          yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan indikasi nilai pasar
          investasi pada entitas anak yang dihitung menggunakan metode penyesuaian aset
          bersih sebesar Rp 117,82 miliar.

          Apabila indikasi nilai pasar investasi pada entitas anak tersebut direfleksikan
          dalam laporan posisi keuangan, maka jumlah aset SSR adalah sebesar
          Rp 118,34 miliar, sedangkan jumlah liabilitas SSR adalah tetap, yaitu sebesar
          Rp 0,45 miliar.

          Indikasi nilai pasar 100,00% saham SSR kemudian diperoleh dengan menghitung
          selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
          100,00% saham SSR sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
          Rp 117,89 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
          100,000000% saham SSR adalah sebesar Rp 117,66 miliar Dengan demikian,
          nilai pasar 99,996440% saham SSR berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
          adalah sebesar Rp 117,66 miliar.




                                              65
Page 555
Perincian perhitungan nilai pasar 99,996440% saham SSR dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 24
PT Surya Semesta Realti
Nilai Pasar 99,996440% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan         30/06/25       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                               517                   -            517
Jumlah Aset Lancar                               517                   -            517
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak                    82.346          35.472           117.818
Jumlah Aset Tidak Lancar                       82.346          35.472           117.818
JUMLAH ASET                                    82.863          35.472           118.335
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK                                                                 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                      -                 -                 -
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi - SBL                       450                   -            450
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                 450                   -            450
JUMLAH LIABILITAS                                450                   -            450
EKUITAS                                        82.413          35.472           117.885
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                  82.863          35.472           118.335

Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                              117.885
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                   (226)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                   117.659
Nilai pasar 99,996440% saham                                                    117.655




                                     66
Page 556
IX.C.     PT Surya Cahaya Properti

IX.C.1.   Nilai Pasar 99,993453% Saham SCP Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
          Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan nilai pasar 99,993453% saham SCP adalah metode penyesuaian
          aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
          pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
          harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
          yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar properti
          investasi yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam
          laporannya       No.       00416/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025      tanggal
          21 November 2025, dimana nilai pasar atas properti investasi pada tanggal
          30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 59,52 miliar.

          Apabila nilai pasar atas properti investasi tersebut direfleksikan dalam laporan
          posisi keuangan, maka jumlah aset SCP adalah sebesar Rp 59,57 miliar,
          sedangkan jumlah liabilitas SCP adalah tetap, yaitu sebesar Rp 0,00.

          Indikasi nilai pasar 100,00% saham SCP kemudian diperoleh dengan menghitung
          selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
          100,00% saham SCP sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
          Rp 59,57 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
          100,000000% saham SCP adalah sebesar Rp 59,55 miliar Dengan demikian, nilai
          pasar 99,993453% saham SCP berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
          adalah sebesar Rp 59,54 miliar.




                                              67
Page 557
Perincian perhitungan nilai pasar 99,993453% saham SCP dengan menggunakan
metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

Tabel 25
PT Surya Cahaya Properti
Nilai Pasar 99,993453% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan          30/06/25        Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                   14                 -             14
Jumlah Aset Lancar                                   14                 -             14
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka proyek - Labuan Bajo                  7.655                -                 -
Uang muka lain-lain                                 6                -                 6
Properti investasi                             37.084           14.780            59.519
Aset tetap                                         28                -                28
Jumlah Aset Tidak Lancar                       44.772           14.780            59.553
JUMLAH ASET                                    44.786           14.780            59.566
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK                                                                  -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       -                 -                 -
LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                                 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      -                 -                 -
JUMLAH LIABILITAS                                     -                 -                 -
EKUITAS                                        44.786           14.780            59.566
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                  44.786           14.780            59.566

Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                59.566
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                     (19)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                     59.547
Nilai pasar 99,993453% saham                                                      59.543




                                     68
Page 558
IX.D.     PT Surya Bajo Properti

IX.D.1.   Nilai Pasar 97,408377% Saham SBP Berdasarkan Metode Penyesuaian Aset
          Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan nilai pasar 97,408377% saham SBP adalah metode penyesuaian
          aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang didasarkan pada
          pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen aset dan liabilitas
          harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen
          yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank).

          Pada penilaian ini, kami melakukan penilaian berdasarkan nilai pasar aset real
          estat yang telah dinilai oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang dalam laporannya
          No. 00417/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025, dimana
          nilai pasar atas aset real estat pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
          Rp 59,30 miliar.

          Apabila nilai pasar atas aset real estat tersebut direfleksikan dalam laporan posisi
          keuangan, maka jumlah aset SBP adalah sebesar Rp 59,32 miliar, sedangkan
          jumlah liabilitas SBP adalah tetap, yaitu sebesar Rp 0,67 juta.

          Indikasi nilai pasar 100,00% saham SBP kemudian diperoleh dengan menghitung
          selisih antara nilai seluruh aset dan liabilitas. Dengan demikian, indikasi nilai pasar
          100,00% saham SBP sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar
          Rp 59,32 miliar. Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar
          100,000000% saham SBP adalah sebesar Rp 59,31 miliar Dengan demikian, nilai
          pasar 97,408377% saham SBP berdasarkan metode penyesuaian aset bersih
          adalah sebesar Rp 57,78 miliar.




                                              69
Page 559
          Perincian perhitungan nilai pasar 97,408377% saham SBP dengan menggunakan
          metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

          Tabel 26
          PT Surya Bajo PropertiI
          Nilai Pasar 97,408377% Saham
          Metode Penyesuaian Aset Bersih
          Per 30 Juni 2025

                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan            30/06/25        Penyesuaian       Nilai Pasar

          ASET
          ASET LANCAR
          Kas dan setara kas                                     21                 -             21
          Uang muka                                               6                 -              6
          Jumlah Aset Lancar                                     26                 -             26
          ASET TIDAK LANCAR
          Aset real estat                                   38.025          21.273            59.298
          Jumlah Aset Tidak Lancar                          38.025          21.273            59.298
          JUMLAH ASET                                       38.051          21.273            59.324
          LIABILITAS DAN EKUITAS
          LIABILITAS
          LIABILITAS JANGKA PENDEK
          Beban akrual                                           1                  -                 1
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                        1                  -                 1
          LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                                   -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                        -                 -                 -
          JUMLAH LIABILITAS                                      1                  -                 1
          EKUITAS                                           38.050          21.273            59.324
          JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                     38.051          21.273            59.324

          Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                  59.324
          Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                       (10)
          Nilai pasar 100,000000% saham                                                       59.313
          Nilai pasar 97,408377% saham                                                        57.776



IX.E.     PT Surya Bajo Lestari

IX.E.1.   Indikasi Nilai Pasar 99,800000%           Saham    SBL       Berdasarkan Metode
          Penyesuaian Aset Bersih

          Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya, metode yang digunakan untuk
          menentukan indikasi nilai pasar 99,800000% saham SBL adalah metode
          penyesuaian aset bersih. Metode ini merupakan metode penilaian yang
          didasarkan pada pendekatan aset. Dengan metode ini, nilai dari semua komponen
          aset dan liabilitas harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
          komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank
          atau utang bank).




                                               70
Page 560
        Pada tanggal 30 Juni 2025, SBL memiliki aset dan liabilitas masing-masing
        sebesar Rp 0,50 miliar dan Rp 0,00. Indikasi nilai pasar 100,00% saham SBL
        kemudian diperoleh dengan menghitung selisih antara nilai seluruh aset dan
        liabilitas. Dengan demikian, pada tanggal 30 Juni 2025, indikasi nilai pasar
        100,000000% saham SBL adalah sebesar Rp 0,50 miliar. Dengan demikian,
        indikasi nilai pasar 99,800000% saham SBL berdasarkan metode penyesuaian
        aset bersih adalah sebesar Rp 0,50 miliar.

        Perincian perhitungan indikasi nilai pasar 99,800000% saham SBL dengan
        menggunakan metode penyesuaian aset bersih adalah sebagai berikut:

        Tabel 27
        PT Surya Bajo Lestari
        Indikasi Nilai Pasar 99,800000% Saham
        Metode Penyesuaian Aset Bersih
        Per 30 Juni 2025

                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                   Indikasi Nilai
                                 Keterangan           30/06/25       Penyesuaian
                                                                                       Pasar
        ASET
        ASET LANCAR
        Kas dan setara kas                                    50                   -            50
        Piutang pihak berelasi                               450                   -           450
        Jumlah Aset Lancar                                   500                   -           500
        ASET TIDAK LANCAR                                                                         -
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                 -                 -              -
        JUMLAH ASET                                          500                   -           500
        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        LIABILITAS JANGKA PENDEK                                 -                 -              -
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          -                 -              -
        LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                                 -
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                         -                 -              -
        JUMLAH LIABILITAS                                        -                 -              -
        EKUITAS                                              500                   -           500
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                        500                   -           500

        Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                                 500
        Indikasi nilai pasar 99,800000% saham                                                  499



IX.F.   Kesimpulan Penilaian

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi
        penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
        30 Juni 2025 adalah sebesar Rp 117,66 miliar.




                                                 71
Page 561
PT Surya Semesta Realti                                                       Lampiran A
Nilai Pasar 99,996440% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                       Keterangan         30/06/25       Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                               517                   -            517
Jumlah Aset Lancar                               517                   -            517
ASET TIDAK LANCAR
Investasi pada entitas anak                    82.346          35.472           117.818
Jumlah Aset Tidak Lancar                       82.346          35.472           117.818
JUMLAH ASET                                    82.863          35.472           118.335
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK                                                                 -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                      -                 -                 -
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang pihak berelasi - SBL                       450                   -            450
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                 450                   -            450
JUMLAH LIABILITAS                                450                   -            450
EKUITAS                                        82.413          35.472           117.885
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                  82.863          35.472           118.335

Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                              117.885
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                   (226)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                   117.659
Nilai pasar 99,996440% saham                                                    117.655




                                     72
Page 562
PT Surya Cahaya Properti                                                       Lampiran B
Nilai Pasar 99,993453% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan          30/06/25        Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                   14                 -             14
Jumlah Aset Lancar                                   14                 -             14
ASET TIDAK LANCAR
Uang muka proyek - Labuan Bajo                  7.655                -                 -
Uang muka lain-lain                                 6                -                 6
Properti investasi                             37.084           14.780            59.519
Aset tetap                                         28                -                28
Jumlah Aset Tidak Lancar                       44.772           14.780            59.553
JUMLAH ASET                                    44.786           14.780            59.566
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK                                                                  -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                       -                 -                 -
LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                                 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      -                 -                 -
JUMLAH LIABILITAS                                     -                 -                 -
EKUITAS                                        44.786           14.780            59.566
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                  44.786           14.780            59.566

Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                59.566
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                     (19)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                     59.547
Nilai pasar 99,993453% saham                                                      59.543




                                     73
Page 563
PT Surya Bajo PropertiI                                                        Lampiran C
Nilai Pasar 97,408377% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan          30/06/25        Penyesuaian       Nilai Pasar

ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                   21                 -             21
Uang muka                                             6                 -              6
Jumlah Aset Lancar                                   26                 -             26
ASET TIDAK LANCAR
Aset real estat                                38.025           21.273            59.298
Jumlah Aset Tidak Lancar                       38.025           21.273            59.298
JUMLAH ASET                                    38.051           21.273            59.324
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Beban akrual                                         1                  -                 1
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                      1                  -                 1
LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                                 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                      -                 -                 -
JUMLAH LIABILITAS                                    1                  -                 1
EKUITAS                                        38.050           21.273            59.324
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                  38.051           21.273            59.324

Indikasi nilai pasar 100,00% saham                                                59.324
Diskon likuiditas pasar (40,00%)                                                     (10)
Nilai pasar 100,000000% saham                                                     59.313
Nilai pasar 97,408377% saham                                                      57.776




                                     74
Page 564
PT Surya Bajo Lestari                                                             Lampiran D
Indikasi Nilai Pasar 99,800000% Saham
Metode Penyesuaian Aset Bersih
Per 30 Juni 2025

                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                            Indikasi Nilai
                         Keterangan           30/06/25       Penyesuaian
                                                                                 Pasar
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                    50                  -              50
Piutang pihak berelasi                               450                  -             450
Jumlah Aset Lancar                                   500                  -             500
ASET TIDAK LANCAR                                                                          -
Jumlah Aset Tidak Lancar                                 -                -                -
JUMLAH ASET                                          500                  -             500
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK                                 -                -                -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          -                -                -
LIABILITAS JANGKA PANJANG                                                                  -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                         -                -                -
JUMLAH LIABILITAS                                        -                -                -
EKUITAS                                              500                  -             500
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                        500                  -             500

Indikasi nilai pasar 100,000000% saham                                                  500
Indikasi nilai pasar 99,800000% saham                                                   499




                                         75
Page 565
LAPORAN PENILAIAN 99,996440% SAHAM
     PT SURYA SEMESTA REALTI

  PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk

        TANGGAL PENILAIAN
           30 JUNI 2025
Page 566
No. : 00177/2.0162-00/BS/03/0153/1/XI/2025                              24 November 2025



Kepada Yth.

PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
Tempo Scan Tower Lt. 20
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3 – 4, Kuningan
Jakarta Selatan 12950

U.p. : Direksi

Hal : Ringkasan Penilaian 99,996440% Saham PT Surya Semesta Realti


Dengan hormat,

Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) mendapat penugasan dari manajemen PT Surya Semesta
Internusa Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 99,996440% saham PT Surya Semesta Realti (selanjutnya
disebut “SSR”). Penugasan kami tersebut sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.

Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar
Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis),
menyatakan bahwa kami telah meneliti dan menilai nilai pasar 99,996440% saham SSR
(selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat
mengenai nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perdagangan, pembangunan,
pertanian, pertambangan dan jasa, termasuk mendirikan perusahaan di bidang perindustrian
bahan bangunan, real estat, kawasan industri, pengelolaan gedung dan lain-lain. Pada saat
ini kegiatan utama Perseroan adalah melakukan penyertaan saham dan memberikan jasa
manajemen serta pelatihan pada entitas anak yang bergerak dalam bidang usaha
pembangunan/pengelolaan kawasan industri, real estat, jasa konstruksi, perhotelan dan
lain-lain. Perseroan berdomisili di Tempo Scan Tower Lantai 20, Jalan H.R. Rasuna Said
Kavling 3 – 4, Kuningan, Jakarta Selatan 12950, dengan nomor telepon: (021) 526 2121,
nomor faksimile: (021) 526 7878, dan email: inquiry@suryainternusa.com.
Page 567
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
30 Juni 2025, Perseroan memiliki penyertaan saham pada beberapa entitas anak dengan
rincian sebagai berikut:

                                                                   Perseroan



                                  99,999998%                                                                  95,582984%


                        PT Enercon Paradhya                                                        PT TCP Internusa (TCP)
                        International (EPI)
                                                                                                          EPI 4,417016%
           94,677165%             99,996575%                           99,999874%                             49,549550%                99,996440%
                                                                                                   PT Suryalaya Anindita
  PT Sitiagung Makmur     PT Batiqa Hotel                 PT Surya Internusa Hotel                                          PT Surya Semesta Realti
                                                                                                     International (SAI)
        (SAM)           Manajeman (BHM)                               (SIH)                                                         (SSR)
                                                                                                          TCP 27,327327%
       TCP 5,322835%         SIH 0,003425%                         TCP 0,000126%                           EPI 9,909910%           TCP 0,003560%
           99,999334%             99,600000%             99,996000%                   99,990000%               99,993453%               97,408377%              99,800000%

  PT Ungasan Semesta                            PT Surya Internusa            PT Surya Internusa      PT Surya Cahaya        PT Surya Bajo Properti   PT Surya Bajo Lestari
                         PT Indo Indah (II)
     Resort (USR)                                 Properti (SIP)                Lestari (SIL)          Properti (SCP)                (SBP)                   (SBL)

  Perseroan 0,000666%       USR 0,400000%      Perseroan 0,004000%                TCP 0,010000%          TCP 0,006547%       Perseroan 2,591623%           TCP 0,200000%




EPI, TCP, SAM, USR, II, BHM, SIH, SIP, SIL, SAI, SSR, SCP, SBP, dan SBL selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak Perseroan”.




                                                                                     ii
Page 568
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha Entitas Anak Perseroan adalah sebagai berikut:

No.   Keterangan   Status     Domisili     Operasional                                  Kegiatan Usaha

 1    EPI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyertaan saham pada perusahaan-perusahaan lain
 2    TCP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, konsultasi, penyewaan,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             keuangan dan asuransi serta jasa lainnya
 3    SAM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Pembangunan, real estat, perdagangan, pengangkutan, pertanian,
                                                             perindustrian, perbengkelan, jasa dan investasi. Saat ini kegiatan utama
                                                             SAM adalah melakukan penjualan vila yang dikomersilkan dengan nama
                                                             Umana Bali, LXR Hotels and Resort.
 4    USR          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, real estat dan
                                                             aktivitas penyewaan dan sewa guna tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 5    II           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa
 6    BHM          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya.
 7    SIH          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyedia akomodasi dan penyedia makan minum, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknik, informasi dan komunikasi, aktivitas
                                                             penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan,
                                                             agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya.
 8    SIP          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi, penyediaan makan minum, real estat, jasa
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, informasi dan komunikasi, sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya.
 9    SIL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan
                                                             komunikasi, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, aktivitas keuangan dan asuransi, real estat, aktivitas
                                                             profesional, ilmiah dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna
                                                             usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang
                                                             usaha lainnya
 10   SAI          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum, menjalankan
                                                             usaha di bidang konstruksi (termasuk real estat), aktivitas penyewaan
                                                             dan sewa guna usaha tanpa hak opsi ketenagakerjaan, agen perjalanan
                                                             dan penunjang usaha lainnya, perdagangan besar dan eceran, reparasi
                                                             dan perawatan mobil dan sepeda motor, aktivitas profesional, ilmiah
                                                             dan teknis, kesenian, hiburan dan rekreasi, dan aktivitas kesehatan
                                                             manusia dan aktivitas sosial
 11   SSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, pertanian, kehutanan dan perikanan, konstruksi,
                                                             perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
                                                             sepeda motor, industri pengolahan, aktivtas professional, ilmiah
                                                             dan teknis, aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak
                                                             opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha
                                                             lainnya, pengangkutan dan pergudangan, informasi dan komunikasi,
                                                             aktivitas keuangan dan asuransi, aktivitas jasa lainnya, dan aktivitas
                                                             rumah tangga sebagai pemberi kerja aktivitas yang menghasilkan
                                                             barang dan jasa oleh rumah tangga yang digunakan
                                                             untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
 12   SCP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengangkutan dan pergudangan, kesenian, hiburan dan rekreasi,
                                                             pertanian, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, pengadaan
                                                             listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin, pengelolaan air, pengelolaan
                                                             air limbah, pengelolaan daur ulang sampah dan aktivitas remediasi,
                                                             konstruksi; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan
                                                             mobil dan sepeda motor, informasi dan komunikasi, aktivitas keuangan
                                                             dan asuransi, aktivitas persewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi,
                                                             ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya, aktivitas
                                                             jasa lainnya, aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja, aktivitas yang
                                                             menghasilkan barang dan jasa oleh rumah tanga yang digunakan untuk
                                                             memenuhi kebutuhan sendiri.
 13   SBP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat, penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum,
                                                             pengelolaan air, pengelolaan air limbah, pengelolaan dan daur ulang
                                                             sampah, dan aktivitas remediasi; pengangkutan dan pergudangan,
                                                             kesenian, hiburan dan rekreasi; pertanian, kehutanan dan perikanan.
 14   SBL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Real estat penginapan, pariwisata, kontruksi, pengangkutan,
                                                             perdagangan, pertanian, perindustrian, instalasi, dan jasa




                                                              iii
Page 569
Di tengah tantangan ekonomi global, industri perhotelan diperkirakan menunjukkan prospek
pertumbuhan stabil. Prospek ini didorong oleh perubahan preferensi konsumen, seperti
permintaan tamu akan layanan personal dan bisnis, popularitas boutique hotel, serta tren
bangunan ramah lingkungan. Peluang pertumbuhan di sektor ini sangat relevan dengan pasar
domestik, mengingat sifat industri perhotelan yang terintegrasi erat dengan sektor properti
dan pariwisata nasional.

Perseroan, SAI, SAM, SIH, SSR dan TCP merencanakan untuk melakukan beberapa aksi
korporasi sebagai berikut:

•   Perseroan dan TCP merencanakan untuk mengalihkan 467.850.000 saham atau setara
    dengan 94,860097% dan 25.349.999 saham atau setara dengan 5,139902% dari jumlah
    seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SAM (selanjutnya disebut “Saham
    SAM”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut “Rencana Transaksi
    SAM”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 823.329 saham atau setara dengan
    99,999879% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SIH
    (selanjutnya disebut “Saham SIH”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya disebut
    “Rencana Transaksi SIH”).

•   Perseroan merencanakan untuk mengalihkan 85.419.200 saham atau setara dengan
    99,996488% dari jumlah seluruh saham yang ditempatkan dan disetorkan pada SSR
    (selanjutnya disebut “Saham SSR”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi SSR”).

•   TCP merencanakan untuk mengalihkan aset berupa tanah yang berlokasi di Jalan Rasuna
    Said Blok X – O, Kavling 3 – 4, Jakarta Selatan 12950 dengan luas tanah sebesar
    8.525,00 m2 (selanjutnya disebut “Tanah”) sebagai setoran modal dalam SAI (selanjutnya
    disebut “Rencana Transaksi Tanah”).

Rencana Transaksi SAM, Rencana Transaksi SIH, Rencana Transaksi SSR, dan Rencana
Transaksi Tanah selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.




                                            iv
Page 570
Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka mengembangkan
portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan, Perseroan
merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur kepemilikan pada
Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini sejalan dengan
rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada pengelolaan hotel-hotel
yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih terkonsentrasi secara pengendalian di
bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan bisnis perhotelan di bawah SAI, maka
Rencana Transaksi diharapkan akan dapat mengoptimalkan penggunaan aset-aset
perhotelan Perseroan dan Entitas Anak Perseroan serta mendukung pertumbuhan
pendapatan Perseroan secara konsolidasian ke depannya, sehingga dapat meningkatkan
imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan ringkas,
di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan yang bergerak
dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas Anak Perseroan
dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang dimiliki dengan
menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat memaksimalkan kinerja keuangan
masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang prospek pertumbuhan industri perhotelan.

Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh Tanah
dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI, yaitu “Grand
Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah persediaan lahan yang
dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna mengatasi risiko
ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan dapat memberikan
dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan atas Tanah dan
menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring dengan
peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan unit
perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit perhotelan
di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai perusahaan konstruksi
dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit perhotelannya. Perseroan mengharapkan
dapat mengimplementasikan strategi dan mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas
kegiatan sehari-hari atas produk dan jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai
entitas induk dari setiap divisi hotel-hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi
strategis untuk dikembangkan secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang
tepat sasaran, Perseroan melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar
dengan meningkatkan daya saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak
Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa yang datang.




                                               v
Page 571
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan selaku perusahaan investasi (holding) yang memiliki penyertaan saham pada
    entitas anak yang bergerak dalam beberapa bidang industri. Dalam rangka
    mengembangkan portofolio bisnisnya dalam industri pariwisata, khususnya perhotelan,
    Perseroan merencanakan untuk melakukan restrukturisasi internal atas struktur
    kepemilikan pada Entitas Anak Perseroan dengan melakukan Rencana Transaksi. Hal ini
    sejalan dengan rencana bisnis dan strategi Perseroan guna menajamkan fokus pada
    pengelolaan hotel-hotel yang dimiliki oleh Entitas Anak Perseroan untuk lebih
    terkonsentrasi secara pengendalian di bawah SAI. Dengan berfokus pada pengembangan
    bisnis perhotelan di bawah SAI, maka Rencana Transaksi diharapkan akan dapat
    mengoptimalkan penggunaan aset-aset perhotelan Perseroan dan Entitas Anak
    Perseroan serta mendukung pertumbuhan pendapatan Perseroan secara konsolidasian
    ke depannya, sehingga dapat meningkatkan imbal hasil investasi bagi seluruh pemegang
    saham Perseroan dan pemangku kepentingan.

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu langkah yang diambil Perseroan dalam rangka
    melakukan pemusatan manajerial guna memperoleh efisiensi dalam proses pengambilan
    keputusan, efektivitas kendali dalam aktivitas kegiatan operasional yang diyakini dapat
    memberikan dampak positif bagi seluruh Entitas Anak Perseroan. Rencana Transaksi juga
    diharapkan menghasilkan pola organisasi dan kepemilikan yang lebih terstruktur dan
    ringkas, di mana dengan menggabungkan portofolio produk dan aset-aset perhotelan
    yang bergerak dalam bidang usaha yang sejenis, maka Perseroan mengharapkan Entitas
    Anak Perseroan dapat memperoleh sinergi dalam pengembangan usaha perhotelan yang
    dimiliki dengan menerapkan sistem dan kebijakan operasional yang dapat
    memaksimalkan kinerja keuangan masing-masing hotel guna memanfaatkan peluang
    prospek pertumbuhan industri perhotelan.

•   Dengan melakukan Rencana Transaksi Tanah, SAI merencanakan untuk memperoleh
    Tanah dengan lokasi yang strategis dan berdekatan dengan salah satu hotel milik SAI,
    yaitu “Grand Melia Jakarta”, di mana hal ini menjadi langkah awal untuk menambah
    persediaan lahan yang dapat dikembangkan sesuai dengan rencana bisnis ke depan guna
    mengatasi risiko ketersediaan lahan yang terbatas. Rencana Transaksi Tanah diharapkan
    dapat memberikan dampak bagi SAI untuk berinovasi dalam melakukan pengembangan
    atas Tanah dan menciptakan tingkat balikan investasi yang berkesinambungan.




                                            vi
Page 572
•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, maka aset SAI akan bertambah seiring
    dengan peningkatan ekuitas SAI. Hal ini akan mendukung dalam pencarian pembiayaan
    unit perhotelan sesuai strategi Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha unit
    perhotelan di masa depan dikarenakan saat ini Perseroan lebih dikenal sebagai
    perusahaan konstruksi dan kawasan industri serta belum dikenal untuk unit
    perhotelannya. Perseroan mengharapkan dapat mengimplementasikan strategi dan
    mitigasi risiko bisnis dalam menjalankan aktivitas kegiatan sehari-hari atas produk dan
    jasa perhotelan di bawah pengendalian SAI sebagai entitas induk dari setiap divisi hotel-
    hotel entitas anak Perseroan lainnya yang memiliki lokasi strategis untuk dikembangkan
    secara produktif. Dengan pengembangan portofolio bisnis yang tepat sasaran, Perseroan
    melalui SAI berupaya untuk dapat melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan daya
    saing dan memperkuat posisi Perseroan dan Entitas Anak Perseroan yang pada akhirnya
    dapat memberikan kontribusi positif bagi kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa yang datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
tersebut merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Transaksi tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana diatur dalam Peraturan
OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan penilaian saham atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk melakukan penilaian atas Objek Penilaian.

Mengingat SSR adalah perusahaan tertutup yang sahamnya tidak dapat diperjualbelikan di
pasar modal, maka saham SSR bersifat tidak likuid.


PREMIS PENILAIAN

Kami telah melakukan penilaian atas nilai pasar Objek Penilaian dengan premis penilaian
bahwa SSR adalah suatu perusahaan yang “going-concern”.




                                             vii
Page 573
TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang nilai
pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya
pada tanggal 30 Juni 2025.

Maksud dari penilaian adalah untuk memberikan gambaran tentang nilai pasar dari Objek
Penilaian yang selanjutnya akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh
manajemen Perseroan dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi serta untuk memenuhi
POJK 42/2020.

Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

Mengingat Perseroan adalah suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka, maka
dasar nilai yang kami gunakan mengacu pada POJK 35/2020.

Untuk keperluan penilaian Objek Penilaian, dasar nilai yang sesuai untuk digunakan dalam
penilaian ini adalah nilai pasar, dimana berdasarkan POJK 35/2020, nilai pasar didefinisikan
sebagai “estimasi sejumlah uang yang dapat diperoleh dari hasil penukaran suatu aset atau
liabilitas pada tanggal penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dengan penjual yang
berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
layak, di mana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
dimilikinya, kehati-hatian, dan tanpa paksaan”.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan penilaian, KR bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SSR ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan dan SSR. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan penilaian ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami
terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari proses analisis
penilaian ini dan KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan
No. KR/250917-001 tanggal 17 September 2025 yang telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.




                                            viii
Page 574
TANGGAL EFEKTIF PENILAIAN

Nilai pasar Objek Penilaian dalam penilaian diperhitungkan pada tanggal 30 Juni 2025.
Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian serta dari data
keuangan SSR yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa laporan keuangan
konsolidasian SSR untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
menjadi dasar penilaian ini.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan penilaian 99,996440% saham PT Surya Semesta Realti ini merupakan laporan
terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENILAIAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal penilaian,
yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
99,996440% saham PT Surya Semesta Realti tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal
penilaian (subsequent events) yang secara signifikan dapat memengaruhi penilaian nilai
pasar Objek Penilaian, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta Notaris No. 184 dari Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
    Selatan, mengenai peningkatan modal SSR, struktur pemegang saham SSR per tanggal
    23 Oktober 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                               Persentase
                Pemegang Saham            Jumlah Saham                          Jumlah Modal
                                                               Kepemilikan
    PT Surya Semesta lnternusa Tbk                85.419.200       99,996488%     85.419.200.000
    PT TCP Internusa                                   3.000        0,003512%          3.000.000
    Jumlah                                        85.422.200      100,000000%     85.422.200.000




                                             ix
Page 575
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar Objek Penilaian, kami telah
menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk periode enam bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar, dan Rekan (selanjutnya disebut “AAJAMR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 01320/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025
   tanggal 31 Oktober 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

3. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00134/2.1030/AU.1/03/1698-3/1/II/2025 tanggal 24 Februari 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

4. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00055/2.1030/AU.1/03/1698-2/1/II/2024 tanggal 16 Februari 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

5. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00039/2.1030/AU.1/03/1698-1/1/II/2023 tanggal 13 Februari 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

6. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00219/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/III/2022 tanggal 22 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dan hal lain;

7. Laporan keuangan konsolidasian SSR untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00198/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/III/2021 tanggal 22 Maret 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian dengan penekanan suatu hal dan hal lain;

8. Laporan keuangan SCT untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 01317/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                            x
Page 576
9. Laporan keuangan SBP untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
   30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 01316/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan SBL untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal
    30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP AAJAMR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 01318/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/X/2025 tanggal 31 Oktober 2025 dengan
    pendapat wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan penilaian properti SCP per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP Suwendo,
    Rinaldy, dan Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00416/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025 tanggal 21 November 2025.

12. Laporan penilaian properti SBP per 30 Juni 2025 yang disusun oleh KJPP SRR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00417/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025
    tanggal 21 November 2025.

13. Anggaran dasar SSR yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 336
    tanggal 23 Desember 2024 yang dibuat oleh Jimmy Tanal, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta
    terkait perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar SSR.

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Sonny Satia Negara dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;

15. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan SSR serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

16. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

17. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

18. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi; dan

20. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            xi
Page 577
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan dan SSR atau yang tersedia secara umum dan kami tidak
bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari SSR. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan hanya merupakan penilaian atas Objek Penilaian dan bukan
jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian
tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan
kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan
keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak
mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis dan
keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan tanggal
penerbitan laporan penilaian ini.

Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan SSR yang telah diaudit. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami
bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis SSR dan
informasi manajemen SSR terhadap laporan keuangan SSR tersebut. Kami juga bertanggung
jawab atas laporan penilaian SSR dan kesimpulan nilai akhir.

Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami
tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan SSR atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan SSR bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.




                                            xii
Page 578
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya,
ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi sehingga
data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data
yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah dilaksanakan
dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya
analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian.
Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan
yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat
memengaruhi operasional Perseroan dan SSR.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami
juga telah memperoleh informasi atas status hukum SSR berdasarkan anggaran dasar SSR.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan penilaian Objek Penilaian, KR diberikan kesempatan untuk
melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan laporan penilaian Objek Penilaian.




                                            xiii
Page 579
PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Penilaian Objek Penilaian didasarkan pada analisis internal dan eksternal. Analisis internal
akan berdasarkan pada data yang disediakan oleh manajemen, analisis historis atas laporan
posisi keuangan, dan laporan laba rugi komprehensif SSR, pengkajian atas kondisi operasi
dan manajemen serta sumber daya yang dimiliki SSR. Prospek SSR di masa yang akan
datang kami evaluasi berdasarkan rencana usaha yang telah kami kaji kewajaran dan
konsistensinya. Analisis eksternal didasarkan pada kajian singkat terhadap faktor-faktor
eksternal yang dipertimbangkan sebagai penggerak nilai (value drivers) termasuk juga kajian
singkat atas prospek dari industri yang bersangkutan.

Dalam mengaplikasikan metode penilaian untuk menentukan indikasi nilai pasar suatu
“business interest” perlu mengacu pada laporan keuangan (laporan posisi keuangan dan
laporan laba rugi komprehensif) yang representatif, oleh karenanya diperlukan penyesuaian
terhadap nilai buku laporan posisi keuangan dan normalisasi keuntungan laporan laba rugi
komprehensif yang biasanya disusun oleh manajemen berdasarkan nilai historis. Betapapun
nilai buku suatu perusahaan yang direfleksikan dalam laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi komprehensif adalah nilai perolehan dan tidak mencerminkan nilai ekonomis yang
dapat sepenuhnya dijadikan acuan sebagai nilai pasar saat penilaian tersebut.


METODE PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari semua
komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk
komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang
bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen Perseroan dan
SSR. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian
lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.




                                            xiv
Page 580
RINGKASAN HASIL PENILAIAN

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ringkasan hasil penilaian kami adalah sebagai
berikut:

Berdasarkan metode penyesuaian aset bersih, diperoleh hasil bahwa indikasi nilai pasar
100,00% saham SSR sebelum diskon likuiditas pasar adalah sebesar Rp 117,89 miliar.
Dengan diskon likuiditas pasar sebesar 40,00%, maka nilai pasar 100,000000% saham SSR
adalah sebesar Rp 117,66 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 99,996440% saham SSR
berdasarkan metode penyesuaian aset bersih adalah sebesar Rp 117,66 miliar.


KESIMPULAN PENILAIAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian, maka menurut
pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 adalah sebesar
Rp 117,66 miliar.

Nilai pasar Objek Penilaian tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
peroleh dari pihak manajemen Perseroan dan SSR serta pihak-pihak lain yang relevan
dengan penilaian. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan
bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan memengaruhi nilai
pasar tersebut secara material.

Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
kewajiban utang dan/atau sengketa atas SSR. Kami tegaskan pula bahwa kami tidak
memperoleh manfaat atau keuntungan apapun baik saat ini maupun di masa mendatang dan
imbalan jasa yang telah disetujui atas penilaian SSR tidak tergantung pada nilai yang
dilaporkan.




                                            xv
Page 581
DISTRIBUSI LAPORAN PENILAIAN

Penilaian ini hanya ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya dengan
Rencana Transaksi serta tidak dapat digunakan atau dikutip untuk tujuan lain tanpa adanya
izin tertulis dari KR dan/atau tidak untuk digunakan oleh pihak lain.

Penilaian ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal laporan ini. Walaupun demikian, kami memiliki hak untuk, jika diperlukan,
mengubah atau melengkapi hasil dari laporan ini jika terdapat tambahan informasi yang
relevan setelah tanggal laporan ini yang kami anggap dapat berpengaruh secara signifikan
terhadap hasil penilaian kami. Laporan penilaian ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan di atas dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.

Pendapat yang kami sampaikan di sini harus dipandang sebagai satu kesatuan bersama
dengan laporan lengkap yang telah kami siapkan. Penggunaan sebagian analisis dan
informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat menyebabkan
pandangan yang menyesatkan.

Penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xvi
Page 582
             LAPORAN PENILAIAN PROPERTI

                                  (TANAH)
                                         DI

             JL. H.R. RASUNA SAID BLOK X-O KAV. 3-4
                  KELURAHAN KUNINGAN TIMUR
                      KECAMATAN SETIABUDI
                 KOTAMADYA JAKARTA SELATAN
                      PROPINSI DKI JAKARTA

                           MILIK/ATAS NAMA

                      PT TCP INTERNUSA

                         TANGGAL PENILAIAN
                             30 JUNI 2025




SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                      Kantor Cabang Jakarta
Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                    Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
                                                           Jl. Rawajati Timur, Pancoran
Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                            Jakarta Selatan 12750
Penilai Properti dan Bisnis                                  T (021) 7970913 / 7994521
                                                                    E ocky@srrkjpp.com
                                                       Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                              Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)
Page 583
             SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
             KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                             Kantor Cabang Jakarta
             Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                           Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
             Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                            Jl. Rawajati Timur, Pancoran
             Penilai Properti dan Bisnis                                              Jakarta Selatan 12750
                                                                                 T (021) 7970913 / 7994521
                                                                                        E ocky@srrkjpp.com
                                                                           Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                                                  Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)



     No. : 00418/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025                               21 November 2025



     Kepada Yth.

     PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
     Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2
     Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3-4
     Jakarta 12950

     U.p. : Bpk. Johannes Suriadjaja
            Presiden Direktur

             Bpk. The Jok Tung
             Wakil Presiden Direktur

     Hal : Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa



     Dengan hormat,

     Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik
     (KJPP) Suwendho Rinaldy dan Rekan (“SRR” atau “kami”), oleh manajemen PT Surya
     Semesta Internusa Tbk (“SSIA” atau “Pemberi Tugas”), untuk memberikan pendapat
     sebagai penilai independen atas nilai pasar dari properti milik/atas nama PT TCP Internusa
     (“TCPI”), entitas anak SSIA, yang berupa tanah seluas 8.525,00 m² yang terletak di
     Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O Kav. 3-4, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan
     Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta (“Obyek Penilaian”), sesuai
     dengan proposal kami No. 250925.002/SRR-JK/SPN-A/SSIA/OR tanggal 25 September
     2025 yang telah disetujui oleh manajemen SSIA, maka dengan ini kami sebagai KJPP
     resmi dengan Izin Usaha No. 2.09.0059 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
     No. 1056/KM.1/2009 tanggal 20 Agustus 2009, menyatakan bahwa kami telah melakukan
     penilaian atas Obyek Penilaian dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai
     nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


     RUANG LINGKUP PENUGASAN

     1. Status Penilai

         Penilai Publik Ocky Rinaldy merupakan penilai independen yang bernaung dalam
         SRR berdasarkan Izin Penilai Publik No. PB-1.09.00242 dengan kualifikasi Penilaian


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                                     i
Page 584
         Properti dan Bisnis yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas
         Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar
         Modal No. STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 8 Juni 2023 (Penilai Properti dan
         Bisnis) dan bertindak untuk melakukan penilaian secara obyektif tanpa ada benturan
         kepentingan dan memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan sebagaimana yang
         dimaksud dalam lingkup penugasan ini.

     2. Pemberi Tugas

         Pemberi tugas sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:

         Nama            : PT Surya Semesta Internusa Tbk
         Bentuk usaha    : Perseroan terbatas terbuka
         Alamat          : Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3-
                           4, Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2
         Bidang usaha    : Menjalankan usaha dalam bidang perhotelan
         Nomor telepon : (021) 527 2121
         Nomor faksimile : (021) 526 7878
         Email           : inquiry@suryainternusa.com
         Website         : www.suryainternusa.com/

     3. Pengguna Laporan

         Pengguna laporan sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:

         Nama            : PT Surya Semesta Internusa Tbk
         Bentuk usaha    : Perseroan terbatas terbuka
         Alamat          : Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3-
                           4, Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2
         Bidang usaha    : Menjalankan usaha dalam bidang perhotelan
         Nomor telepon : (021) 527 2121
         Nomor faksimile : (021) 526 7878
         Email           : inquiry@suryainternusa.com
         Website         : www.suryainternusa.com/

     4. Obyek Penilaian dan Hak Kepemilikan

         Obyek yang dinilai dalam penilaian ini adalah Obyek Penilaian, yaitu properti
         milik/atas nama TCPI, entitas anak SSIA, yang berupa tanah seluas 8.525,00 m² yang
         terletak di Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O Kav. 3-4, Kelurahan Kuningan Timur,
         Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta.

         Obyek Penilaian merupakan aset non operasional dari TCPI. Berdasarkan Peraturan
         OJK No. 28/POJK.04/2021 tanggal 28 Desember 2021 tentang “Penilaian dan
         Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal” (“POJK 28/2021”), aset
         operasional didefinisikan sebagai “aset yang digunakan dalam operasional perusahaan
         yang digunakan secara berkelanjutan”, sedangkan aset non operasional didefinisikan


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                        ii
Page 585
         sebagai “aset yang terpisahkan dari operasional perusahaan yang terdiri atas aset yang
         akan dipakai pada masa yang akan datang, aset surplus, atau aset investasi”.

         Obyek Penilaian dilengkapi dengan 2 (dua) buah dokumen kepemilikan tanah yang
         berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), yaitu:

         a. SHGB No. 01287 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 1995, dan akan
            berakhir pada tanggal 15 Juni 2032, terakhir tercatat atas nama PT TCP Internusa
            yang berkedudukan di Jakarta Selatan, dan Gambar Situasi No. 2131/1995 tanggal
            25 Mei 1955, di Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kotamadya
            Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta, seluas 4.195,00 m², dan

         b. SHGB No. 01286 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 1995, dan akan
            berakhir pada tanggal tanggal 14 Juni 2032, terakhir tercatat atas nama
            PT TCP Internusa yang berkedudukan di Jakarta Selatan, dan Gambar Situasi
            No. 2330/1995 tanggal 25 Mei 1955, di Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan
            Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta, seluas 4.330,00 m².

         Luas keseluruhan tanah sesuai dengan dokumen-dokumen tersebut adalah
         8.525,00 m².

     5. Mata Uang yang Digunakan

         Nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 dinyatakan dalam mata
         uang Rupiah. Sebagai informasi tambahan, kurs tengah Bank Indonesia (BI) untuk
         mata uang Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah pada tanggal penilaian adalah
         1 US$ = Rp 16.233,00.

     6. Tujuan dan Maksud Penugasan

         Tujuan penilaian Obyek Penilaian adalah untuk memberikan pendapat tentang nilai
         pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 yang dinyatakan dalam mata
         uang Rupiah.

         Adapun maksud dari penugasan di atas adalah untuk memenuhi kebutuhan SSIA
         dalam rangka sebagai dokumen pendukung dalam proses penyertaan modal non tunai
         (inbreng).

     7. Dasar Nilai

         Untuk keperluan penilaian atas Obyek Penilaian, dasar nilai yang kami pergunakan
         dalam laporan penilaian ini adalah nilai pasar (market value), yang berdasarkan
         POJK 28/2021 didefinisikan sebagai “perkiraan jumlah uang pada tanggal penilaian
         (cut off date), yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu
         obyek penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berniat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara



Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                            iii
Page 586
         layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
         dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan”.

     8. Tanggal Penilaian

         Tanggal penilaian ditetapkan pada tanggal 30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar
         pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

         Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 28/2021, laporan penilaian ini berlaku selama
         6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, kecuali terdapat
         hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima persen).

     9. Tingkat Kedalaman Investigasi

         Batasan dalam melakukan inspeksi, penelaahan, dan analisis untuk definisi penugasan
         di atas adalah sebagai berikut:

         a. Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada
            Obyek Penilaian.

         b. Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke Obyek Penilaian,
            termasuk data yang harus disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait
            lainya.

         c. Segala sesuatu yang membatasi penugasan ini akan dicatatkan sebagai bagian
            yang mengikat atas hasil penugasan yang dilakukan.

     10. Sifat dan Sumber Informasi

         Dalam penilaian Obyek Penilaian, sumber data dan informasi yang digunakan
         diantaranya berasal dari:

         a. BI;

         b. Lembaga resmi pemerintah atau swasta yang mempublikasi data informasi terkait
            dengan Obyek Penilaian dan/atau aset lainnya yang relevan;

         c. Badan Pusat Statistik (BPS); dan/atau

         d. Media tulis dan elektronik resmi yang terbukti kebenaran data dan informasinya.

     11. Asumsi dan Kondisi Pembatas

         Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebagai
         berikut:

         a. Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                          iv
Page 587
         b. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan telah melakukan penelaahan atas
            dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.

         c. Data dan informasi yang digunakan dalam penilaian ini bersumber dari dan atau
            divalidasi oleh MAPPI.

         d. Laporan penilaian ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
            yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional TCPI.

         e. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan bertanggung jawab atas laporan penilaian
            ini dan kesimpulan nilai akhir.

         f. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan telah melakukan penelaahan atas status
            hukum Obyek Penilaian.

         g. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak memperkenankan penggunaan
            seluruh, ataupun sebagian dari laporan penilaian ini sebagai rujukan dalam bentuk
            dokumen, edaran, pernyataan, referensi ataupun dipublikasikan dalam bentuk
            apapun juga tanpa izin tertulis dari KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan.

         h. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada KJPP Suwendho Rinaldy
            dan Rekan seperti yang telah disebutkan dalam laporan penilaian ini dianggap
            layak dan dapat dipercaya, tetapi KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak
            bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai
            dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan
            sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data yang ada,
            pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang
            berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
            tersebut sepenuhnya berada di pihak pemberi tugas.

         i. Nilai yang disebutkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan
            penilaian ini yang merupakan bagian dari Obyek Penilaian hanya berlaku sesuai
            dengan tujuan dan maksud penilaian. Nilai yang disebutkan dalam laporan
            penilaian ini tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat
            mengakibatkan terjadinya kesalahan.

         j. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan telah mempertimbangkan kondisi Obyek
            Penilaian, namun tidak berkewajiban untuk memeriksa bagian-bagian dari Obyek
            Penilaian yang tertutup, tidak terlihat, dan tidak dapat dijangkau. KJPP
            Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak memberikan jaminan bila ada kerusakan
            yang tidak terlihat. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak berkewajiban
            untuk melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas lainnya. Kecuali diinformasikan
            lain, pada penilaian ini kami berasumsi bahwa seluruh aspek tersebut dipenuhi
            dengan baik.

         k. Kami tidak melakukan penyelidikan atas kondisi tanah dan fasilitas lingkungan
            lainnya untuk suatu pengembangan baru. Apabila tidak diinformasikan lain,


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                         v
Page 588
             penilaian ini didasarkan pada kewajaran, dan untuk suatu rencana pengembangan
             tidak ada pengeluaran yang tidak wajar atau keterlambatan dalam masa
             pembangunan.

         l. Nilai pasar yang dimaksud mencerminkan nilai yang sesungguhnya tanpa
            memperhitungkan adanya kewajiban atas pajak atau biaya-biaya yang terkait
            dengan transaksi penjualan. Obyek Penilaian yang dinilai diasumsikan bebas dari
            segala hipotik, persengketaan dan premi serta biaya lain yang belum terselesaikan.

         m. Gambar, denah, ataupun peta yang terdapat dalam laporan ini disajikan hanya
            untuk kemudahan visualisasi saja. Kami tidak melaksanakan survey/pemetaan dan
            tidak bertanggung jawab mengenai hal ini.

         n. Keterangan mengenai rencana tata kota diperoleh secara tertulis dan atau secara
            lisan yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Kecuali diinstruksikan lain,
            kami beranggapan bahwa Obyek Penilaian yang dinilai tidak terpengaruh oleh
            berbagai hal yang bersifat pembatasan-pembatasan dan Obyek Penilaian maupun
            kondisi penggunaan baik saat ini ataupun yang akan datang tidak bertentangan
            dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

         o. Obyek Penilaian dilengkapi dengan dokumen kepemilikan/penguasaan yang sah
            secara hukum dan bebas dari hak atas jalan dan pelanggaran apapun juga, termasuk
            pula bebas dari batasan yang memberatkan, halangan-halangan ataupun
            pengeluaran tidak wajar lainnya. Untuk tujuan pengungkapan luasan Obyek
            Penilaian dalam laporan ini, KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak
            melakukan pengukuran ulang terhadap luasan Obyek Penilaian secara detail,
            namun menggunakan data dari sertifikat dan gambar bangunan yang diterima dari
            Perseroan.

         p. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai Obyek Penilaian
            yang diperoleh atau yang tercantum dalam laporan penilaian ini.

         q. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan Penilai dari
            KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan.

     12. Asumsi-Asumsi Pokok

         Kami tegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya dan
         pajak yang terjadi karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam Kode
         Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII - 2018
         (“KEPI & SPI”).

         Dalam penilaian ini kami berasumsi bahwa:

         a. Nilai yang tercantum dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan ini
            yang merupakan bagian dari Obyek Penilaian hanya berlaku sesuai dengan tujuan
            dan maksud penilaian. Nilai yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini tidak


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                         vi
Page 589
             dapat digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya
             kesalahan.

         b. Obyek Penilaian dilengkapi dengan dokumen kepemilikan/penguasaan Obyek
            Penilaian yang sah secara hukum, dapat dialihkan/dipindahtangankan, dan bebas
            dari ikatan, tuntutan atau batasan apapun selain yang disebutkan dalam laporan
            ini.

         c. Batasan lainnya, kondisi, komentar, dan detail telah tercantum di dalam laporan
            ini.

         Penilaian ini dilaksanakan dengan            memenuhi   ketentuan-ketentuan   dalam
         POJK 28/2021 dan KEPI & SPI.

         Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
         kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
         kewajiban utang dan/atau sengketa atas Obyek Penilaian.

         Kami tegaskan pula bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun
         dari Obyek Penilaian yang kami nilai serta nilai yang kami laporkan, baik pada saat
         ini maupun di masa yang akan datang.

     13. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

         KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak memperkenankan penggunaan seluruh,
         ataupun sebagian dari laporan penilaian ini sebagai rujukan dalam bentuk dokumen,
         edaran, pernyataan, referensi ataupun dipublikasikan dalam bentuk apapun juga tanpa
         izin tertulis dari KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan.

     14. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan KEPI & SPI

         Penilaian ini      dilaksanakan     dengan   memenuhi   ketentuan-ketentuan   dalam
         KEPI & SPI.


     INSPEKSI OBYEK PENILAIAN

     Inspeksi atas Obyek Penilaian dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2025.


     DATA YANG PERLU DITELITI

     Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar dari Obyek Penilaian, kami
     telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
     informasi sebagai berikut:




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                       vii
Page 590
     1. Salinan SHGB No. 01287 dan SHGB No. 01286,

     2. Salinan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan
        (PBB),

     3. Data hasil inspeksi lapangan, dan

     4. Dokumen lainnya yang berhubungan dengan penilaian.


     KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN

     Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
     laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian
     secara signifikan.


     PENDEKATAN PENILAIAN

     Pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah pendekatan pasar (market
     approach). Pendekatan pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan data
     transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan Obyek
     Penilaian yang berupa tanah yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan
     penyesuaian.

     Pendekatan pasar dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan dan atau data
     penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik
     dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan
     jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah,
     mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada,
     pencatatan-pencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau pejabat-pejabat
     dan pemilik-pemilik properti lainnya yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai
     properti, harga transaksi serta harga penawaran yang sebanding.

     Data tersebut kemudian dianalisa dengan memberikan penyesuaian-penyesuaian
     (adjustment) terhadap perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik seperti
     lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat
     kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya
     dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada, antara Obyek Penilaian
     yang berupa tanah dengan data pembanding properti yang berhasil dikumpulkan untuk
     menghasilkan nilai pasar Obyek Penilaian yang berupa tanah.

     Pendekatan pasar digunakan dalam penilaian ini dengan mempertimbangkan bahwa pada
     saat inspeksi lapangan dilakukan ditemukan data pembanding properti yang sebanding
     dan sejenis yang dapat digunakan dalam proses penilaian.




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                        viii
Page 591
     SISTEMATIKA LAPORAN PENILAIAN

     Laporan penilaian ini terdiri atas:

          Surat ini, yang mengidentifikasi Obyek Penilaian dan merinci hasil dari pemeriksaan
          kami;

          Pernyataan;

          Asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;

          Daftar isi;

          Resume yang menunjukkan perincian nilai pasar dari Obyek Penilaian;

          Laporan penilaian Obyek Penilaian;

          Foto-foto dari Obyek Penilaian;

          Lokasi data pembanding; dan

          Gambar denah dan peta situasi (lot & plat plan).




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                        ix
Page 592
     KESIMPULAN PENILAIAN

     Berdasarkan hal-hal di atas dan faktor-faktor yang erat hubungannya dengan penilaian,
     kami berkesimpulan bahwa:

                                        Rp 803.481.250.000,00

     ( DELAPAN RATUS TIGA MILIAR EMPAT RATUS DELAPAN PULUH SATU
       JUTA DUA RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH )

     merupakan nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


     Hormat kami,

     KJPP SUWENDHO RINALDY DAN REKAN




     Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert)
     Rekan

     Izin Penilai Publik : PB-1.09.00242
     No. S T T D         : STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023
     No. M A P P I       : 95-S-00654
     OR/am




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                     x
Page 593
             SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
             KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                             Kantor Cabang Jakarta
             Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                           Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
             Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                            Jl. Rawajati Timur, Pancoran
             Penilai Properti dan Bisnis                                              Jakarta Selatan 12750
                                                                                 T (021) 7970913 / 7994521
                                                                                        E ocky@srrkjpp.com
                                                                           Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                                                  Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)




                                        PERNYATAAN PENILAI


     1.      Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan ini adalah benar adanya
             dan sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik dari Penilai.

     2.      Penilai telah melakukan suatu inspeksi atau penelitian fisik secara langsung atas
             Obyek Penilaian.

     3.      Penilai sama sekali tidak mempunyai kepentingan finansial atau apapun terhadap
             Obyek Penilaian untuk sekarang dan masa mendatang.

     4.      Nilai dicantumkan dalam mata uang Rupiah dan/atau ekuivalennya atas
             permintaan pemberi tugas.

     5.      Dalam melakukan penilaian, penilai telah memenuhi lingkup pekerjaan sebagai
             berikut:

             •   Proses identifikasi (identifikasi batasan, tujuan dan Obyek Penilaian, definisi
                 penilaian, dan tanggal penilaian);
             •   Pengumpulan data dan wawancara;
             •   Analisis data;
             •   Estimasi nilai dengan menggunakan pendekatan penilaian;
             •   Pembuatan laporan penilaian.

     6.      Tidak ada penilai lainnya selain yang tertera dan bertandatangan di bawah ini,
             yang telah terlibat dalam pelaksanaan inspeksi, analisis, dan pembuatan
             kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini.

     7.      Penilai telah menyelesaikan persyaratan pendidikan profesional yang
             dilaksanakan/diselenggarakan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
             (MAPPI).

     8.      Penilai memiliki pengetahuan yang cukup dan memadai tentang sifat dan/atau
             jenis Obyek Penilaian.

     9.      Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan penilaian
             telah dibuat dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam KEPI & SPI.

     10.     Penugasan penilaian profesional telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian pada
             tanggal penilaian (cut off date).


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                                     xi
Page 594
     Signing Partner:

          Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert)                           ..........................................
          Izin Penilai Publik : PB-1.09.00242
          No. M A P P I       : 95-S-00654


     Reviewer:

          Hendro Warsito, MAPPI (Cert)                         ..........................................
          No. M A P P I    : 12-S-03795
          No. Register     : RMK-2017.01701




          Alexander Leyn, S.T.                                 ..........................................
          No. M A P P I     : 06-T-02026
          No. Register      : RMK-2020.03240


     Tim Penilai/Surveyor:

          Ahmad Fikri, S.E.                                    ..........................................
          No. M A P P I     : 12-T-03703
          No. Register      : RMK-2017.01700




          Ali Mohamat Sang Putra                               ..........................................
          No. M A P P I    : 14-P-05035




                                        ********************




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                                   xii
Page 595
                                              DAFTAR ISI



        NO.                                    URAIAN          HALAMAN


         -    Daftar Istilah                                        xiv


         -    Resume Penilaian                                      xv


         -    Penilaian Tanah di
              Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O Kav. 3-4
              Kelurahan Kuningan Timur
              Kecamatan Setiabudi
              Kotamadya Jakarta Selatan
              Propinsi DKI Jakarta


         A.   Ringkasan Eksekutif                                  A.1

         B.   Uraian Umum                                          B.1

         C.   Pendekatan dan Prosedur Penilaian                    C.1

         D.   Uraian Penilaian                                     D.1

         E.   Uraian Obyek Penilaian                                E.1




                                        ********************




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                xiii
Page 596
                                          DAFTAR ISTILAH



     - BI                                : Bank Indonesia
     - HBU                               : Highest and best use
       KEPI & SPI                        : Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
                                           Indonesia Edisi VII - 2018
     - KJPP                              : Kantor Jasa Penilai Publik
     - MAPPI                            : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
     - Obyek Penilaian                   : Tanah seluas 8.525,00 m²yang terletak di
                                           Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O Kav. 3-4, Kelurahan
                                           Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kotamadya
                                           Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta
     - OJK                               : Otoritas Jasa Keuangan
     - POJK 28/2021                      : Peraturan OJK No. 28/POJK.04/2021 tanggal
                                           28 Desember 2021 tentang “Penilaian dan Penyajian
                                           Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal”
     - RDG                               : Rapat Dewan Gubernur
     - SHGB                              : Sertifikat Hak Guna Bangunan
     - SRR atau kami                     : KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan
     - SSIA                              : Pt Surya Semesta Internusa Tbk
     - TCPI                              : PT TCP Internusa




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                      xiv
Page 597
                                        RESUME PENILAIAN



         No.                U r a i a n                         Nilai Pasar
                                                               (Rp .000,00)


         -     Tanah di
               Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O Kav. 3-4
               Kelurahan Kuningan Timur
               Kecamatan Setiabudi
               Kotamadya Jakarta Selatan
               Propinsi DKI Jakarta


          1. Tanah SHGB 01286 (4.330,00 m²)                     408.102.500
          2. Tanah SHGB 01287 (4.195,00 m²)                     395.378.750
                                                               ─────────
               Total                                            803.481.250
                                                               ════════




                                        ********************




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                       xv
Page 598
     A.      RINGKASAN EKSEKUTIF


             Pemberi Tugas                            : SSIA, atau      PT   Surya    Semesta
                                                        Internusa Tbk

             Properti yang Dinilai                    : Tanah seluas 8.525,00 m² milik/atas
                                                        nama TCPI

             Lokasi                                   : Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O
                                                        Kav. 3- 4, Kelurahan Kuningan Timur,
                                                        Kecamatan Setiabudi, Kotamadya
                                                        Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta

             Luas Tanah Keseluruhan                   : 8.525,00 m²

             Bukti Kepemilikan Tanah                  : SHGB No. 01287 dan SHGB No. 01286

             Koordinat Obyek Penilaian                : -6.234361, 106.831028

             Peruntukan Tata Kota                     : Kawasan perdagangan dan jasa skala
                                                        kota

             Penggunaan Tertinggi dan Terbaik         : Penggunaan tanah sebagai hotel
                                                        diperkirakan akan memenuhi prinsip
                                                        penggunaan tertinggi dan terbaik

             Tanggal Inspeksi                         : 16 Oktober 2025

             Tanggal Penilaian                        : 30 Juni 2025

             Tujuan Penilaian                         : Untuk memenuhi kebutuhan SSIA
                                                        dalam rangka sebagai dokumen
                                                        pendukung dalam proses penyertaan
                                                        modal non tunai (inbreng)

             Definisi Nilai                           : Nilai pasar

             Pendekatan Penilaian                     : Pendekatan pasar

             Opini Nilai (Nilai Pasar)                : Rp 803.481.250.000,00
                                                        (Delapan Ratus Tiga Miliar Empat Ratus
                                                        Delapan Puluh Satu Juta Dua Ratus
                                                        Lima Puluh Ribu Rupiah)


                                         *******************


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                       A.1
Page 599
     B.      URAIAN UMUM


     -       OBYEK PENILAIAN

             Obyek yang dinilai dalam penilaian ini adalah Obyek Penilaian, yaitu properti
             milik/atas nama TCPI, entitas anak SSIA, yang berupa tanah seluas 8.525,00 m²
             yang terletak di Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O Kav. 3-4, Kelurahan Kuningan
             Timur, Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta.

             Obyek Penilaian merupakan aset non operasional dari TCPI. Berdasarkan
             POJK 28/2021, aset operasional didefinisikan sebagai “aset yang digunakan dalam
             operasional perusahaan yang digunakan secara berkelanjutan”, sedangkan aset non
             operasional didefinisikan sebagai “aset yang terpisahkan dari operasional
             perusahaan yang terdiri atas aset yang akan dipakai pada masa yang akan datang,
             aset surplus, atau aset investasi”.


     -       MATA UANG YANG DIGUNAKAN

             Nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 dinyatakan dalam mata
             uang Rupiah. Sebagai informasi tambahan, kurs tengah BI untuk mata uang Dollar
             Amerika Serikat terhadap Rupiah pada tanggal penilaian adalah
             1 US$ Rp 16.233,00.


     -       TUJUAN DAN MAKSUD PENILAIAN

             Tujuan penilaian Obyek Penilaian adalah untuk memberikan pendapat tentang
             nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 yang dinyatakan dalam
             mata uang Rupiah.

             Adapun maksud dari penugasan di atas adalah untuk memenuhi kebutuhan SSIA
             dalam rangka sebagai dokumen pendukung dalam proses penyertaan modal non
             tunai (inbreng).


     -       ASUMSI-ASUMSI POKOK

             Kami tegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya dan
             pajak yang terjadi karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam
             KEPI & SPI.

             Dalam penilaian ini kami berasumsi bahwa:

             1. Nilai yang tercantum dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan ini
                yang merupakan bagian dari Obyek Penilaian hanya berlaku sesuai dengan


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                         B.1
Page 600
                 tujuan dan maksud penilaian. Nilai yang dinyatakan dalam laporan penilaian
                 ini tidak dapat digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat
                 mengakibatkan terjadinya kesalahan.

             2. Obyek Penilaian dilengkapi dengan dokumen kepemilikan/penguasaan Obyek
                Penilaian yang sah secara hukum, dapat dialihkan/dipindahtangankan, dan
                bebas dari ikatan, tuntutan atau batasan apapun selain yang disebutkan dalam
                laporan ini.

             3. Batasan lainnya, kondisi, komentar, dan detail telah tercantum di dalam
                laporan ini.

             Penilaian ini dilaksanakan dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
             POJK 28/2021 dan KEPI & SPI.

             Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab
             kami kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum
             kepemilikan, kewajiban utang dan/atau sengketa atas Obyek Penilaian.

             Kami tegaskan pula bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan
             apapun dari Obyek Penilaian yang kami nilai serta nilai yang kami laporkan, baik
             pada saat ini maupun di masa yang akan datang.


     -       DEFINISI NILAI YANG DIGUNAKAN

             Untuk keperluan penilaian atas Obyek Penilaian, dasar nilai yang kami
             pergunakan dalam laporan penilaian ini adalah nilai pasar (market value), yang
             berdasarkan POJK 28/2021 didefinisikan sebagai “perkiraan jumlah uang pada
             tanggal penilaian (cut off date), yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau
             hasil penukaran suatu obyek penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dan
             penjual yang berniat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang
             pemasarannya dilakukan secara layak, dimana kedua pihak masing-masing
             bertindak atas dasar pemahaman yang dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa
             paksaan”.


     -       TANGGAL PENILAIAN DAN TANGGAL INSPEKSI LAPANGAN

             Tanggal penilaian ditetapkan pada tanggal 30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas
             dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Peninjauan fisik atas Obyek
             Penilaian dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2025.




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                          B.2
Page 601
     -       KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN

             Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal
             diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat
             mempengaruhi hasil penilaian secara signifikan.


     -       IDENTITAS PEMBERI TUGAS

             Pemberi tugas sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:

             Nama            : PT Surya Semesta Internusa Tbk
             Bentuk usaha    : Perseroan terbatas terbuka
             Alamat          : Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2, Jl. H.R. Rasuna Said
                               Kav. 3-4, Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2
             Bidang usaha    : Menjalankan usaha dalam bidang perhotelan
             Nomor telepon : (021) 527 2121
             Nomor faksimile : (021) 526 7878
             Email           : inquiry@suryainternusa.com
             Website         : www.suryainternusa.com/


     -       DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN DALAM PENILAIAN

             Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar dari Obyek
             Penilaian, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
             melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

             1. Salinan SHGB No. 01287 dan SHGB No. 01286,

             2. Salinan SPPT PBB,

             3. Data hasil inspeksi lapangan, dan

             4. Dokumen lainnya yang berhubungan dengan penilaian.


     -       PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENILAIAN

             Pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah pendekatan pasar (market
             approach). Pendekatan pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan
             data transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan
             Obyek Penilaian yang berupa tanah yang didasarkan pada suatu proses
             perbandingan dan penyesuaian.

             Pendekatan pasar dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan dan atau data
             penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                   B.3
Page 602
             karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang
             berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi,
             keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur
             waktu, dan lain-lain bila ada, pencatatan-pencatatan, wawancara-wawancara
             dengan orang-orang atau pejabat-pejabat dan pemilik-pemilik properti lainnya
             yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai properti, harga transaksi serta harga
             penawaran yang sebanding.

             Data tersebut kemudian dianalisa dengan memberikan penyesuaian-penyesuaian
             (adjustment) terhadap perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik
             seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan
             (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah,
             mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila
             ada, antara Obyek Penilaian yang berupa tanah dengan data pembanding properti
             yang berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan nilai pasar Obyek Penilaian yang
             berupa tanah.

             Pendekatan pasar digunakan dalam penilaian ini dengan mempertimbangkan
             bahwa pada saat inspeksi lapangan dilakukan ditemukan data pembanding properti
             yang sebanding dan sejenis yang dapat digunakan dalam proses penilaian.


     -       TINJAUAN EKONOMI INDONESIA

             Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 17-18 Juni 2025 memutuskan
             untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit
             Facility sebesar     4,75%,    dan   suku      bunga Lending       Facility sebesar
             6,25%. Keputusan ini sejalan dengan tetap terjaganya prakiraan inflasi 2025 dan
             2026 dalam sasaran 2,5±1%, kestabilan nilai tukar Rupiah sesuai dengan
             fundamental di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, serta perlunya
             untuk tetap turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Bank Indonesia
             akan terus mencermati ruang penurunan BI-Rate guna mendorong pertumbuhan
             ekonomi, dengan tetap mempertahankan inflasi sesuai dengan sasarannya dan
             stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya. Sementara itu, kebijakan
             makroprudensial akomodatif terus dioptimalkan untuk mendukung pertumbuhan
             ekonomi yang berkelanjutan, dengan berbagai strategi untuk mendorong
             pertumbuhan kredit dan meningkatkan fleksibilitas pengelolaan likuiditas oleh
             perbankan. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut menopang
             pertumbuhan ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, serta
             penguatan infrastruktur dan konsolidasi struktur industri sistem pembayaran.

             Arah bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk
             menjaga stabilitas dalam rangka memperkuat pertumbuhan ekonomi yang
             berkelanjutan tersebut didukung dengan langkah-langkah kebijakan sebagai
             berikut:
             1.   Penguatan strategi stabilisasi nilai tukar Rupiah yang sesuai dengan
                  fundamental terutama melalui intervensi transaksi Non-Deliverable


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                          B.4
Page 603
                   Forward (NDF) di pasar luar negeri serta transaksi spot dan Domestic Non-
                   Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik. Strategi ini disertai dengan
                   pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga
                   stabilitas pasar keuangan;
             2.    Penguatan strategi operasi moneter pro-market guna makin memperkuat
                   efektivitas transmisi penurunan suku bunga, menjaga kecukupan likuiditas,
                   mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (valas), serta
                   mendorong aliran masuk modal asing, dengan:
                   i. mengelola struktur suku bunga instrumen moneter dan swap valas untuk
                      memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga dengan tetap
                      menjaga daya tarik aliran masuk portofolio asing ke aset keuangan
                      domestik;
                  ii. memperkuat strategi lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan
                      pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga
                      kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan; dan
                  iii. memperkuat peran dealer utama untuk meningkatkan transaksi SRBI di
                       pasar sekunder dan transaksi repurchase agreement (repo) antarpelaku
                       pasar;
             3.    Penguatan publikasi asesmen transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK)
                   dengan pendalaman pada suku bunga kredit berdasarkan sektor prioritas yang
                   menjadi cakupan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM)-
                   (Lampiran);
             4.    Perluasan akseptasi digital melalui akselerasi persiapan implementasi QRIS
                   Antarnegara     yaitu:     (i)    Indonesia-Jepang      khususnya     untuk
                   transaksi outbound ke Jepang, dan (ii) Indonesia-Tiongkok untuk uji coba
                   implementasi.
             5.    Perpanjangan kebijakan tarif Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia
                   (SKNBI) dan kebijakan Kartu Kredit (KK) sampai dengan 31 Desember 2025,
                   yang terdiri dari:
                   i. tarif SKNBI sebesar Rp1 dari Bank Indonesia kepada bank dan tarif
                      SKNBI maksimum Rp2.900 dari bank kepada nasabah; dan
                  ii. kebijakan batas minimum pembayaran oleh pemegang KK sebesar 5% dari
                      total tagihan dan kebijakan nilai denda keterlambatan sebesar maksimum
                      1% dari total tagihan serta tidak melebihi Rp100.000.

             Bank Indonesia juga terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah
             untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi sejalan dengan
             program Asta Cita Pemerintah. Selain itu, Bank Indonesia terus mempererat
             sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk
             menjaga stabilitas sistem keuangan. Bank Indonesia juga memperkuat dan


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                       B.5
Page 604
             memperluas kerja sama internasional di area kebanksentralan, termasuk
             konektivitas sistem pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta
             memfasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor
             prioritas bekerja sama dengan instansi terkait.

             Ketidakpastian perekonomian global sedikit mereda, meskipun tetap tinggi akibat
             dinamika negosiasi tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan ketegangan
             geopolitik di Timur Tengah. Berbagai indikator menunjukkan kebijakan tarif AS
             berdampak pada melambatnya ekonomi dunia. Pertumbuhan ekonomi di negara
             maju yakni AS, Eropa, dan Jepang dalam tren menurun di tengah ditempuhnya
             kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut.
             Ekonomi Tiongkok pun melambat akibat menurunnya ekspor terutama ke AS di
             tengah perlambatan permintaan domestiknya, sedangkan ekonomi India
             diprakirakan tumbuh baik terutama didorong oleh masih kuatnya investasi.
             Dengan perkembangan tersebut, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 tetap
             sebesar 3,0%. Sementara itu, tekanan inflasi AS menurun sejalan dengan ekonomi
             yang melambat, meskipun terjadi kenaikan inflasi pada kelompok barang akibat
             kebijakan tarif, sehingga memperkuat ekspektasi terhadap arah penurunan Fed
             Funds Rate (FFR) ke depan. Di pasar keuangan global, pergeseran aliran modal
             dari AS ke aset yang dianggap aman dan juga ke aset keuangan emerging
             markets terus terjadi. Perkembangan ini mendorong berlanjutnya pelemahan
             indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY) dan negara
             berkembang (ADXY). Ke depan, ketidakpastian perekonomian global
             diprakirakan masih akan tetap tinggi akibat masih berlangsungnya negosiasi tarif
             antara AS dan sejumlah negara, serta eskalasi ketegangan geopolitik di Timur
             Tengah. Kondisi ini memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons serta
             koordinasi kebijakan untuk menjaga ketahanan eksternal, menjaga stabilitas, dan
             mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

             Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong di tengah ketidakpastian
             global akibat kebijakan tarif AS dan ketegangan geopolitik. Kegiatan ekonomi
             triwulan II 2025 menunjukkan kinerja ekspor nonmigas yang lebih baik
             dipengaruhi front loading ekspor ke AS sebagai respons antisipasi eksportir
             terhadap kebijakan tarif AS. Sementara itu, sumber pertumbuhan dari permintaan
             domestik melalui konsumsi rumah tangga dan investasi perlu makin ditingkatkan.
             Dari sisi Pemerintah, kebijakan fiskal ditempuh untuk mempercepat belanja
             melalui pemberian gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan subsidi
             transportasi, serta penebalan bantuan sosial kepada Keluarga Penerima Manfaat
             (KPM). Dari sisi Bank Indonesia, penurunan suku bunga dan pelonggaran
             likuiditas ditempuh melalui kebijakan moneter yang dibarengi peningkatan
             insentif likuiditas makroprudensial untuk mendorong kredit - pembiayaan ke
             sektor-sektor prioritas. Ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprakirakan
             akan membaik pada semester II 2025, dan secara keseluruhan, Bank Indonesia
             memprakirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 berada dalam kisaran 4,6–
             5,4%. Berbagai respons kebijakan perlu terus diperkuat untuk mendorong
             pertumbuhan ekonomi baik dari sisi permintaan domestik maupun eksternal. Bank
             Indonesia akan terus memperkuat sinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                      B.6
Page 605
             melalui penguatan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem
             pembayaran, dengan kebijakan stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah,
             termasuk implementasi program Asta Cita.

             Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik seiring dengan berlanjutnya aliran
             masuk modal asing ke investasi portofolio, sehingga mendukung ketahanan
             eksternal. Neraca perdagangan pada April 2025 mencatat surplus sebesar 0,2
             miliar dolar AS, melanjutkan surplus pada Maret 2025 sebesar 4,3 miliar dolar AS.
             Kinerja positif ekspor ini diprakirakan akan terus berlanjut pada triwulan II 2025,
             terutama didukung oleh ekspor komoditas minyak kelapa sawit (CPO), mesin
             listrik, besi baja, dan kimia organik. Aliran masuk modal asing ke instrumen
             portofolio domestik terutama dalam bentuk SBN juga terus berlanjut sejalan
             dengan tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, tingginya imbal hasil
             instrumen keuangan Indonesia, dan meredanya ketidakpastian pasar keuangan
             global. Aliran masuk modal asing ke SBN pada triwulan II 2025 (hingga 16 Juni
             2025) mencatat net inflows sebesar 1,7 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa
             pada akhir Mei 2025 tetap tinggi sebesar 152,5 miliar dolar AS, setara dengan
             pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar
             negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
             bulan impor. Secara keseluruhan, NPI 2025 diprakirakan tetap baik ditopang
             defisit transaksi berjalan yang diprakirakan lebih rendah dalam kisaran defisit
             0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB dan surplus transaksi modal dan finansial
             yang berlanjut, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

             Nilai tukar Rupiah menguat didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan
             peningkatan pasokan valas oleh residen dan nonresiden. Nilai tukar Rupiah
             terhadap dolar AS pada Juni 2025 (hingga 17 Juni 2025) menguat sebesar 0,06%
             (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir bulan sebelumnya. Penguatan Rupiah juga
             terjadi terhadap kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang utama
             Indonesia dan kelompok mata uang negara maju di luar dolar AS. Perkembangan
             ini dipengaruhi aliran masuk modal asing, terutama instrumen SBN dan pasokan
             valas dari residen, khususnya korporasi, sejalan kenaikan konversi valas ke Rupiah
             oleh eksportir pasca implementasi penguatan kebijakan Pemerintah terkait Devisa
             Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA). Ke depan, nilai tukar Rupiah
             diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas
             nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
             pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik. Bank Indonesia terus
             memperkuat respons kebijakan stabilisasi, termasuk intervensi terukur di
             pasar off-shore NDF dan strategi triple intervention pada transaksi spot, DNDF,
             dan SBN di pasar sekunder. Seluruh instrumen moneter juga terus dioptimalkan,
             termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi
             instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan
             dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan mendukung stabilitas
             nilai tukar Rupiah.

             Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Mei 2025 tetap terjaga dan
             mendukung stabilitas perekonomian. IHK pada Mei 2025 mengalami inflasi


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                         B.7
Page 606
             sebesar 1,60% (yoy). Inflasi inti tetap terkendali sebesar 2,40% (yoy), sejalan
             dengan konsistensi suku bunga kebijakan BI (BI-Rate) untuk mengarahkan
             ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Kelompok volatile food (VF) tercatat
             deflasi sebesar 1,17% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan
             utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi
             Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi
             Pangan (GNPIP). Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,36%
             (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 1,25% (yoy), terutama didorong
             oleh inflasi komoditas tarif air minum PDAM dan komoditas aneka rokok seiring
             berlanjutnya transmisi kenaikan cukai hasil tembakau. Ke depan, Bank Indonesia
             meyakini inflasi terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2025 dan 2026. Inflasi inti
             diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
             kapasitas ekonomi yang memadai, imported inflation yang terkendali, dan dampak
             positif dari digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
             pengendalian inflasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.

             Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter, termasuk dengan
             mengoptimalkan strategi operasi moneter pro-market, sehingga transmisi
             kebijakan moneter melalui jalur suku bunga pascapenurunan BI-Rate dapat
             berjalan makin baik. Di pasar uang, sejalan dengan penurunan BI-Rate pada Mei
             2025 dan operasi moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA turun menjadi
             5,34% pada 17 Juni 2025 dari sebelum pengumuman penurunan BI-Rate pada Mei
             2025 sebesar 5,77%. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 13
             Juni 2025 juga menurun, yakni menjadi 6,22%; 6,26%; dan 6,27% lebih rendah
             dibandingkan sebelum penurunan BI-Rate pada Mei 2025, yaitu masing-masing
             sebesar 6,40%, 6,44%, dan 6,47%. Imbal hasil SBN untuk tenor 2 tahun menurun
             dari 6,16% menjadi 6,13%, sementara untuk tenor 10 tahun menurun dari 6,84%
             menjadi 6,71%. Suku bunga perbankan juga mulai menurun, meskipun masih
             secara terbatas. Suku bunga deposito 1 bulan tercatat sebesar 4,81% pada Mei
             2025, sedikit menurun dari 4,83% pada April 2025. Suku bunga kredit tercatat
             sebesar 9,18% pada Mei 2025, juga sedikit menurun dari 9,19% pada April 2025.
             Ke depan, Bank Indonesia memandang suku bunga kredit perbankan perlu terus
             menurun sehingga dapat mendorong penyaluran kredit/pembiayaan guna
             mendukung pertumbuhan ekonomi.

             Strategi operasi moneter pro-market juga terus dioptimalkan untuk mendukung
             efektivitas transmisi kebijakan moneter melalui kecukupan likuiditas. Dalam
             kaitan ini, instrumen moneter pro-market SRBI, SVBI, dan SUVBI terus
             dioptimalkan. Hingga 16 Juni 2025, total posisi instrumen SRBI tercatat sebesar
             Rp811,11 triliun, sehingga mendukung ekspansi likuiditas kebijakan moneter.
             Sementara instrumen SVBI dan SUVBI pada periode yang sama tercatat masing-
             masing sebesar 2.060,5 juta dolar AS dan 480 juta dolar AS. Implementasi dealer
             utama sejak Mei 2024 juga makin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder
             dan repurchase agreement (repo) antarpelaku pasar. Bank Indonesia juga
             melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder untuk memperkuat ekspansi
             likuiditas kebijakan moneter, sekaligus mencerminkan sinergi erat antara
             kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah. Selama tahun 2025


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                         B.8
Page 607
             (hingga 17 Juni 2025), Bank Indonesia telah membeli SBN sebesar Rp124,33
             triliun, yaitu melalui pasar sekunder sebesar Rp87,04 triliun dan pasar primer
             dalam bentuk Surat Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk syariah, sebesar
             Rp37,29 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan strategi
             operasi moneter pro-market untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan
             moneter dalam mencapai sasaran inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah.

             Peran kredit perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi perlu terus
             ditingkatkan. Kredit pada Mei 2025 tumbuh sebesar 8,43% (yoy), lebih rendah
             dari 8,88% (yoy) pada April 2025. Dari sisi penawaran, preferensi perbankan pada
             penanaman surat-surat berharga masih kuat di tengah standar penyaluran
             kredit (lending standard) yang mulai meningkat. Kondisi likuiditas perbankan
             masih memadai, meskipun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) cenderung
             melambat dari awal Januari 2025 sebesar 5,51% (yoy) menjadi 4,29% (yoy) pada
             Mei 2025. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit terutama didorong oleh sektor
             jasa sosial, industri, dan lainnya, sementara kredit ke sektor Perdagangan,
             Pertanian, dan Jasa Dunia Usaha perlu terus ditingkatkan untuk mendukung
             pembiayaan ekonomi. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit
             investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi, masing-masing tercatat sebesar
             13,74% (yoy), 4,94% (yoy), dan 8,82% (yoy) pada Mei 2025. Pembiayaan syariah
             tumbuh sebesar 9,19% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 2,17%
             (yoy). Dengan perkembangan kredit hingga Mei 2025 tersebut, dan prospek
             perekonomian ke depan, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit
             perbankan pada 2025 akan berada pada kisaran 8-11%. Bank Indonesia terus
             memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif, termasuk melalui
             Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Total insentif KLM
             hingga minggu kedua Juni 2025 mencapai sebesar Rp372 triliun, yang disalurkan
             kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp164 triliun, bank BUSN sebesar
             Rp166,4 triliun, BPD sebesar Rp36 triliun, dan KCBA sebesar Rp5,6 triliun. Ke
             depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan
             perbankan yang didukung oleh perluasan sumber pendanaan, serta memperkuat
             sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan, Kementerian/Lembaga, perbankan,
             dan pelaku usaha.

             Ketahanan perbankan tetap kuat mendukung stabilitas sistem keuangan. Kondisi
             likuiditas perbankan memadai, permodalan terjaga pada level tinggi dan risiko
             kredit rendah. Likuiditas perbankan yang tetap memadai tecermin dari rasio Alat
             Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 24,98% pada Mei 2025.
             Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
             perbankan pada April 2025 tetap tinggi sebesar 25,41% sehingga masih mampu
             untuk menyerap risiko. Sementara itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing
             Loan/NPL) perbankan tercatat rendah, sebesar 2,24% (bruto) dan 0,83% (neto)
             pada April 2025. Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan ketahanan
             perbankan tetap kuat, ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas
             korporasi yang terjaga. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi
             kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko ekonomi global dan
             domestik yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                        B.9
Page 608
               Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Mei 2025 tetap tumbuh
               didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi
               transaksi, pembayaran digital[1] pada Mei 2025 mencapai 3,93 miliar transaksi atau
               tumbuh 27,88% (yoy) didukung peningkatan seluruh komponen. Volume
               transaksi aplikasi mobile dan internet terus tumbuh masing-masing sebesar
               29,32% (yoy) dan 7,54% (yoy). Demikian pula, volume transaksi pembayaran
               digital melalui QRIS tetap tumbuh tinggi sebesar 151,70% (yoy) didukung oleh
               peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume
               transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 393,73 juta transaksi atau
               tumbuh 45,45% (yoy), dengan nilai mencapai Rp969,43 triliun, sedangkan volume
               transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS turun sebesar 6,08% (yoy)
               menjadi 0,77 juta transaksi dengan nilai Rp14.450,03 triliun. Sementara dari sisi
               pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 10,10%
               (yoy) menjadi Rp1.143,09 triliun pada Mei 2025.

               Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh infrastruktur yang stabil
               dan struktur industri yang sehat. Dari sisi infrastruktur, stabilitas sistem
               pembayaran tecermin pada penyelenggaraan Sistem Pembayaran Bank Indonesia
               (SPBI) yang lancar dan andal serta kecukupan pasokan uang dalam jumlah dan
               kualitas yang memadai pada Mei 2025. Dari sisi struktur industri, interkoneksi
               antarpelaku dalam sistem pembayaran terus menguat diikuti oleh ekosistem
               Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang meluas. Transaksi pembayaran berbasis
               Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) juga meningkat sejalan dengan
               perluasan tingkat adopsi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan
               ketersediaan, keandalan, dan keamanan infrastruktur SPBI, baik ritel
               maupun wholesale, serta infrastruktur sistem pembayaran industri. Bank
               Indonesia terus menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup
               dengan kualitas yang layak edar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik
               Indonesia (NKRI), termasuk daerah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).1


     -         PERKEMBANGAN PROPERTI INDONESIA 2025

               Tren Utama dalam Industri Properti

               Industri properti Indonesia di 2025 menunjukkan tren pemulihan moderat dengan
               pertumbuhan harga yang relatif stabil dan aktivitas pasar yang mulai bergeliat
               kembali pasca-pandemi. Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) hanya naik
               tipis sekitar 1–2% per tahun, mencerminkan kenaikan harga yang terkendali.
               Permintaan properti bervariasi antar-segmen: penjualan sempat melonjak di awal
               2024 namun melambat di akhir tahun. Segmen rumah tapak menengah-atas tampil
               lebih kuat dibanding segmen rumah kecil; hal ini terlihat dari penjualan rumah tipe
               besar yang tumbuh +20,4% (yoy) di akhir 2024, sementara rumah tipe kecil justru
               turun 23,7% (yoy). Di pasar komersial, sektor ritel cenderung stabil – pusat
               perbelanjaan mempertahankan tingkat okupansi tinggi (~88–90%) berkat ekspansi

     1
         www.bi.go.id


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                          B.10
Page 609
             penyewa di sektor makanan dan fesyen. Sebaliknya, sektor perkantoran masih
             menghadapi kelebihan pasokan (oversupply) dengan tingkat hunian rendah
             (~75%) meski pasokan baru di Jakarta ditahan hingga tidak ada gedung kantor
             baru sepanjang 2024. Secara umum, pelaku industri tetap optimistis; asosiasi Real
             Estate Indonesia (REI) bahkan memperkirakan industri properti dapat tumbuh
             sekitar 7–10% pada 2024 seiring pemulihan ekonomi, memberikan landasan
             positif memasuki 2025.

             Faktor-Faktor Ekonomi yang Mempengaruhi Pasar

             Faktor ekonomi makro pada 2025 turut mendukung pergerakan sektor properti.
             Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan solid di kisaran 5%–5,6% pada
             2025, memberikan backdrop kondisi income dan daya beli masyarakat yang
             membaik. Inflasi relatif terkendali dalam rentang target Bank Indonesia (BI) (~2–
             4%), sehingga suku bunga acuan BI dapat dipertahankan stabil setelah tren
             kenaikan sebelumnya. BI 7-Day Reverse Repo Rate berada di level 5,75% awal
             2025, dengan ruang penurunan terbatas namun cukup menjaga biaya kredit agar
             tidak semakin mahal. Di sisi pembiayaan, pertumbuhan kredit sektor properti
             memperlihatkan tren positif: penyaluran Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen
             (KPR/KPA) tumbuh lebih dari 10% (yoy) sepanjang 2023, bahkan mencapai
             +12,3% yoy per September 2023. Tren ini mengindikasikan perbankan semakin
             agresif menyalurkan kredit perumahan seiring risiko yang terkendali dan
             permintaan kredit dari konsumen yang meningkat. Likuiditas perbankan juga
             longgar untuk sektor ini, didukung kebijakan BI yang memberi insentif
             pengurangan cadangan (GWM) bagi bank yang menyalurkan kredit properti,
             sehingga perbankan memiliki tambahan likuiditas hingga Rp 80 triliun khusus
             untuk pembiayaan properti. Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah dan kondisi
             fiskal yang sehat turut menciptakan iklim investasi yang kondusif, meningkatkan
             kepercayaan investor terhadap pasar properti domestik.

             Kebijakan Pemerintah dan Dampaknya

             Pemerintah dan otoritas terkait menerapkan berbagai kebijakan strategis untuk
             mendorong sektor properti di 2025. Bank Indonesia melanjutkan stance
             akomodatif di sektor ini: selain melonggarkan GWM sebagaimana disebut di atas,
             BI juga memperpanjang relaksasi Loan to Value (LTV) 100% untuk kredit
             properti hingga 31 Desember 2025. Dengan kebijakan ini, masyarakat dapat
             membeli rumah dengan DP 0% pada semua jenis properti (rumah tapak, rusun,
             ruko) hingga akhir 2025. Langkah ini diambil BI guna mendorong penyaluran
             kredit perumahan dan sektor berpendukung lapangan kerja lainnya. Dari sisi
             fiskal, pemerintah pusat kembali memberikan insentif pajak untuk transaksi
             properti. Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) atas rumah
             diperpanjang untuk 2025: pembelian rumah hingga harga Rp 5 miliar mendapat
             PPN 0% untuk porsi nilai sampai Rp 2 miliar pertama (Januari–Juni 2025) dan
             diskon 50% PPN untuk porsi tersebut pada Juli–Desember 2025. Perpanjangan
             insentif PPN ini bertujuan mendorong efek berantai (multiplier effect) sektor
             properti terhadap ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                      B.11
Page 610
             Kebijakan pemerintah di sektor perumahan rakyat juga ditingkatkan. Program
             subsidi pembiayaan seperti FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)
             dan Tapera terus dianggarkan untuk membantu MBR (masyarakat berpenghasilan
             rendah) memiliki rumah. Pada 2024, alokasi FLPP sebesar 166 ribu unit rumah
             subsidi disiapkan pemerintah, melanjutkan capaian 220 ribu unit pada 2023. Di
             bawah pemerintahan baru hasil Pemilu 2024, ambisi penyediaan rumah rakyat
             bahkan lebih besar – Presiden terpilih mencanangkan target pembangunan 3 juta
             rumah terjangkau per tahun. Untuk mendukung agenda tersebut, berbagai skema
             investasi dan pendanaan inovatif dijalankan. BI menyetujui pemberian pendanaan
             Rp 130 triliun melalui pembelian SUN/SBSN di pasar sekunder guna membiayai
             program perumahan nasional. Pemerintah juga menggandeng investor asing dalam
             pembiayaan perumahan, contohnya kesepakatan dengan investor Qatar untuk
             pembangunan 1 juta rumah. Berbagai kemudahan perizinan turut diupayakan
             melalui reformasi regulasi (seperti UU Cipta Kerja) yang menyederhanakan
             proses perizinan properti dan membuka peluang kepemilikan properti bagi WNA
             di segmen tertentu, diharapkan menambah daya tarik investasi di sektor ini. Secara
             keseluruhan, kombinasi kebijakan moneter-fiskal dan inisiatif pemerintah ini
             memberikan stimulus signifikan bagi industri properti, terutama di segmen
             perumahan rakyat, sehingga bisa menopang pertumbuhan sektor di tengah
             tantangan yang ada.

         1. Analisis Tantangan dan Potensi 2025

             Tantangan Utama Industri Properti

             Industri properti tahun 2025 masih dihadapkan pada sejumlah tantangan krusial
             yang perlu diatasi untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan:

         •   Oversupply dan Tingkat Hunian Rendah di Segmen Tertentu: Beberapa tahun
             terakhir terjadi surplus pasokan, terutama pada perkantoran dan apartemen di
             kota-kota besar. Di Jakarta, total pasokan ruang kantor mencapai 11,2 juta m²,
             dengan kekosongan hampir 2 juta m². Tingkat hunian perkantoran CBD Jakarta
             stagnan di ~74–75% sepanjang 2024, mencerminkan kesenjangan antara supply-
             demand. Kelebihan pasokan juga menekan tarif sewa; pemilik gedung harus
             menawarkan insentif agar menarik penyewa. Situasi serupa terjadi di pasar
             apartemen menengah-atas, di mana banyak unit yang belum terjual dari stok
             tahun-tahun sebelumnya.

         •   Perlambatan Permintaan di Segmen Menengah-Bawah: Meskipun ekonomi
             tumbuh, daya beli sebagian kelompok masih lemah pasca pandemi. Penjualan
             rumah tipe kecil dan menengah mengalami kontraksi pada 2024 – penjualan rumah
             kecil turun 23,7% yoy di Q4 2024. Kenaikan suku bunga KPR selama 2022–2023
             turut membatasi kemampuan membeli rumah pertama bagi kalangan
             milenial/MBR. Segmen ini sangat sensitif terhadap suku bunga dan harga,
             sehingga walaupun ada subsidi, tetap dibutuhkan inovasi skema pembiayaan yang
             meringankan. Backlog perumahan nasional masih tinggi di angka 12,7 juta rumah
             (BPS 2023), mengindikasikan tantangan besar dalam penyediaan hunian


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                       B.12
Page 611
             terjangkau. Jika laju pembangunan rumah baru tidak signifikan (saat ini ~200 ribu
             unit subsidi per tahun), backlog dan kekurangan hunian layak akan terus menjadi
             PR di 2025.

         •   Biaya Konstruksi dan Lahan yang Tinggi: Kenaikan harga lahan terutama di
             perkotaan membuat harga properti melonjak melebihi keterjangkauan banyak
             konsumen. Sementara itu, inflasi bahan bangunan yang sempat meningkat di
             2022–2023 berdampak pada biaya konstruksi proyek baru. Marjin pengembang
             tertekan, dan beberapa menunda peluncuran proyek baru atau mengurangi spek
             bangunan untuk menekan biaya. Selain itu, proses perizinan dan pembebasan
             lahan di Indonesia masih relatif kompleks di beberapa daerah, dapat
             memperlambat realisasi proyek properti dan menambah biaya (misal melalui biaya
             perizinan informal).

         •   Transisi Ibu Kota Negara (IKN): Rencana pemindahan pusat pemerintahan ke
             IKN Nusantara mulai 2024 menimbulkan tantangan khusus bagi pasar properti di
             Jakarta. Potensi relokasi kantor-kantor kementerian dapat menambah tingkat
             kekosongan gedung perkantoran Jakarta secara signifikan. Tercatat ada 40 gedung
             perkantoran pemerintah di Jakarta dengan total 1,33 juta m² ruang kantor. Apabila
             gedung-gedung ini dikosongkan tanpa penyewa pengganti, suplai berlebih di pasar
             perkantoran akan makin besar dan menekan harga sewa di ibu kota. Tantangan
             bagi pelaku industri adalah menemukan strategi pemanfaatan kembali (reuse)
             gedung eks-kantor pemerintah tersebut, misalnya dikonversi menjadi ruang
             komersial lain atau co-working space, agar dampak negatifnya bisa diminimalisir.

         •   Ketidakpastian Eksternal: Secara eksternal, perlambatan ekonomi global dan
             gejolak di pasar keuangan internasional bisa mempengaruhi sektor properti
             domestik. Investor asing mungkin menahan ekspansi portofolio properti di negara
             berkembang jika ketidakpastian meningkat. Segmen yang bergantung pada pasar
             global seperti properti hospitality (hotel/resort) di Bali dan pusat bisnis
             internasional (Jakarta) juga rentan terdampak jika kunjungan wisatawan atau
             ekspatriat melambat. Fluktuasi nilai tukar rupiah bisa memengaruhi biaya material
             impor (seperti bahan finishing, elevator, dsb.) dan pinjaman valas pengembang.
             Industri properti yang sifatnya jangka panjang harus mengantisipasi faktor
             eksternal ini dengan manajemen risiko yang baik.

             Peluang Investasi dan Pertumbuhan Sektor Properti

             Di balik tantangan di atas, tahun 2025 juga menawarkan sejumlah peluang yang
             dapat mendorong investasi dan pertumbuhan sektor properti Indonesia:

         •   Fundamental Demografi yang Kuat: Indonesia memiliki populasi muda dan
             kelas menengah yang terus bertumbuh, menciptakan demand pool jangka panjang
             bagi perumahan. Tiap tahun ratusan ribu pasangan baru/family formation terjadi,
             sehingga kebutuhan rumah baru tetap besar. Urbanisasi yang berlanjut (lebih dari
             56% penduduk sudah tinggal di perkotaan) berarti permintaan hunian perkotaan—
             baik landed house di pinggiran maupun apartemen dekat pusat kota—akan terus


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                      B.13
Page 612
             naik. Jika tantangan keterjangkauan teratasi dengan skema pembiayaan inovatif,
             segmen ini bisa menjadi motor pertumbuhan utama. Backlog 12,7 juta rumah
             justru menunjukkan potensi pasar yang sangat besar bila dapat diterjemahkan
             menjadi penjualan melalui harga yang sesuai dan subsidi yang tepat sasaran.

         •   Dukungan Infrastruktur dan Proyek Strategis: Pemerintah gencar membangun
             infrastruktur (jalan tol, jalur MRT/LRT, bandara dan pelabuhan) yang membuka
             lahan-lahan baru untuk dikembangkan. Proyek MRT Jakarta dan LRT Jabodebek,
             misalnya, mendorong tren Transit Oriented Development (TOD) di sekitarnya –
             pengembang berlomba membangun hunian vertikal terintegrasi transportasi
             publik, menarik bagi kaum urban. Properti di sekitar simpul infrastruktur baru
             cenderung naik nilainya; studi menunjukkan properti dekat stasiun MRT bisa
             mendapat premium harga ~5% dibanding lokasi non-TOD. Selain itu, proyek
             strategis IKN Nusantara di Kalimantan Timur membuka babak baru pasar properti
             di luar Jawa. Pembangunan kota baru tersebut menciptakan peluang besar bagi
             sektor konstruksi dan properti: pembangunan perumahan untuk PNS yang pindah,
             kantor-kantor baru, kawasan komersial, hingga fasilitas pendukung (hotel, retail).
             Para kontraktor BUMN dan developer swasta telah dilibatkan dalam
             pembangunan tahap awal IKN, memberikan diversifikasi pasar di luar Jawa. Jika
             IKN berkembang sesuai rencana, kota-kota terdekat (Samarinda, Balikpapan) juga
             berpotensi menikmati limpahan pertumbuhan sektor properti.

         •   Inovasi Teknologi dan Segmen Baru: Peluang lain muncul dari adopsi teknologi
             dan preferensi gaya hidup baru. Proptech dan penjualan digital memungkinkan
             jangkauan pasar lebih luas – developer bisa memasarkan properti ke luar kota
             bahkan luar negeri secara online, menjaring pembeli investor. Pemerintah juga
             mulai mengimplementasikan sistem database properti terintegrasi (melalui
             rencana Electronic Property Registry di BPN) yang ke depan bisa meningkatkan
             transparansi dan kemudahan transaksi. Selain itu, tumbuhnya kesadaran akan isu
             lingkungan menciptakan permintaan untuk bangunan green building dan ramah
             lingkungan. Segmen properti berkonsep hijau (hemat energi, material
             berkelanjutan) dapat menjadi selling point dengan harga premium, terutama di
             pasar perkantoran modern dan perumahan kelas atas. Tren smart home juga
             meningkat – proyeksi nilai pasar smart home di Indonesia tumbuh ~26,8% per
             tahun 2024–2030 seiring gaya hidup digital. Developer yang menawarkan
             infrastruktur smart home (otomasi, IoT) berpeluang menarik minat konsumen
             milenial. Terakhir, instrumen investasi seperti Dana Investasi Real Estat
             (DIRE/REIT) domestik mulai berkembang setelah regulasi diperbaiki OJK; ini
             membuka kanal pendanaan baru bagi proyek properti dan memberi opsi investasi
             menarik bagi publik untuk masuk ke pasar properti tanpa membeli aset fisik
             langsung.

             Melalui pemanfaatan peluang-peluang di atas, sektor properti Indonesia di 2025
             berpotensi kembali bergairah. Sinergi dukungan kebijakan, inovasi industri, dan
             kondisi ekonomi yang kondusif menjadi katalis bagi kebangkitan industri ini
             menuju pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan.



Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                       B.14
Page 613
             Properti Komersial (Hotel)

             Sektor Perhotelan (Hospitality): Properti hotel dan hospitality menikmati
             pemulihan yang berlanjut di 2025 seiring rebound sektor pariwisata. Data BPS
             menunjukkan tingkat hunian kamar hotel bintang di Indonesia mencapai 54,68%
             pada Sep 2024, naik dari ~53% setahun sebelumnya – tren ini diperkirakan terus
             membaik pada 2025 menuju rata-rata 60%+. Occupancy hotel di kota besar seperti
             Jakarta sudah mendekati level sebelum pandemi, didorong kembalinya event
             MICE (meeting, conference) dan perjalanan bisnis. Pada Desember 2024, TPK
             hotel di DKI Jakarta menembus 60% berkat banyak acara akhir tahun dan liburan.
             Hotel resor di Bali, P. Batam, dan destinasi wisata utama mencatat lonjakan
             okupansi karena kunjungan turis asing. Bali yang pada 2020 anjlok <20%, kini
             konsisten di atas 65% okupansinya dan tarif kamar (average daily rate) juga mulai
             naik akibat tingginya permintaan di musim liburan. Bahkan wilayah Kalimantan
             Timur – terkait IKN – sempat meraih okupansi tertinggi nasional 70,3% pada
             event MTQ Nasional 2024, menunjukkan bahwa kegiatan pemerintah pun dapat
             mendongkrak bisnis hotel lokal. Dari sisi pasokan hotel, pembangunan hotel baru
             sempat terhenti 2020-2022, sehingga pipeline relatif terbatas pada 2023-2025.
             Beberapa hotel baru kelas menengah (bintang 3-4) dilanjutkan pembukaannya di
             Jakarta dan kota wisata pada 2024 untuk mengejar momentum recovery. Namun
             investor lebih selektif: alih-alih membangun baru, beberapa memilih
             merger/akuisisi hotel existing yang mengalami kesulitan finansial selama
             pandemi. Ini tercermin dari beberapa transaksi hotel di Bali dan Jakarta pada 2023,
             di mana investor domestik membeli hotel bintang 5 ternama dengan valuasi diskon
             lalu melakukan renovasi. Segmen yang berkembang cepat adalah hotel budget dan
             guest house untuk wisatawan domestik muda; jaringan budget hotel lokal terus
             menambah properti di kota kedua dan destinasi wisata murah. Selain itu, tren
             serviced apartment dan villa turut mewarnai sektor hospitality. Banyak pemilik
             properti villa di Bali, Jogja, Lombok memasarkan unitnya di platform digital,
             bersaing dengan hotel konvensional. Hal ini memaksa hotel untuk meningkatkan
             pelayanan dan menawarkan paket pengalaman unik. Prospek 2025, sektor hotel
             optimistis dengan target kunjungan wisman nasional yang dicanangkan ~8 juta
             orang (naik dari 5 juta di 2023) dan wisatawan nusantara >1,4 miliar perjalanan.
             Event internasional (FIFA U-17 World Cup 2025 di Indonesia misalnya) juga akan
             membantu okupansi hotel di kota terkait. Tantangan tetap ada soal rate parity
             (hotel harus bersaing tarif dengan sewa harian) dan biaya operasional yang naik
             (karena inflasi gaji dan utilitas). Namun secara keseluruhan, segmen hospitality di
             2025 menjadi salah satu pilar pemulihan properti komersial, dengan potensi
             kenaikan pendapatan yang signifikan dibanding dua tahun sebelumnya.

         2. Data dan Statistik Terbaru

             Untuk melengkapi analisis di atas, berikut disajikan data dan statistik kunci
             industri properti Indonesia dari sumber resmi (Bank Indonesia, OJK, BPS,
             Kementerian terkait). Data mencakup indikator pasar residensial, pembiayaan
             perumahan, serta kinerja sektor komersial dan industri terkini:



Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                        B.15
Page 614
             Tabel Indikator Sektor Properti Komersial dan Industri

                 Indikator             2023 (akhir     2024 (akhir
                                                                      Keterangan (Sumber)
                 Kinerja               tahun)          tahun)
                 Okupansi
                                       73,8% (Q4       74,77% (Q4     Tingkat hunian kantor
                 Perkantoran
                                       2023)           2024)          Jakarta CBD (Colliers)
                 Jakarta (CBD)
                 Okupansi
                                                                      Tingkat hunian kantor
                 Perkantoran           75% (Q4         77,2% (Q4
                                                                      Jakarta luar CBD
                 Jakarta (Non-         2023)           2024)
                                                                      (Colliers)
                 CBD)
                 Okupansi Pusat
                                       88% (2023,      90% (Q3        Rata-rata okupansi mal
                 Perbelanjaan
                                       estimasi)       2024)          Jakarta (JLL)
                 Jakarta
                 Indeks Harga                                         Indeks sewa kantor
                                       100 (base       ~85
                 Sewa Kantor                                          turun ~15% dari
                                       2019)           (estimasi)
                 (Jakarta)                                            puncak (Colliers)**
                 Tingkat
                 Penghunian            52,5% (Avg      54,7% (Sept TPK hotel klasifikasi
                 Hotel Bintang         2023)           2024)       bintang (BPS)
                 (Nasional)
                 Okupansi Hotel        ~50% (Avg       66,3% (Sept TPK hotel Bali,
                 Bali                  2023)           2024)       meningkat pesat (BPS)
                 Pasokan Gudang                                    Luas kumulatif gudang
                                       2,5 juta m²     2,7 juta m²
                 Modern                                            modern
                                       (2023)          (Q2 2024)
                 Jabodetabek                                       (Colliers/Detiklogistik)
                 Okupansi                                          Tingkat hunian
                                                       89% (Q2
                 Gudang Modern         87% (2023)                  pergudangan modern
                                                       2024)
                 Jabodetabek                                       (Colliers)
                 Harga Lahan
                                                       Rp2,5          Harga lahan kawasan
                 Industri              Rp2,3 juta/m²
                                                       juta/m²        industri (rata-rata)
                 Jabodetabek
                 Penjualan Lahan                                      Estimasi terserap per
                                                       250 Ha
                 Industri              200 Ha (2023)                  tahun (Himp. Kawasan
                                                       (perk. 2024)
                 (Jabotabek)                                          Industri)**

             Catatan: (1) Okupansi perkantoran sumber Colliers Indonesia, angka 2023 vs 2024
             menunjukkan perbaikan marginal. (2) Okupansi mal Jakarta stabil tinggi ~88-
             90%. (3) TPK = Tingkat Penghunian Kamar hotel; Bali jauh di atas rata-rata
             nasional. (4) Gudang modern = gudang grade A dengan fasilitas modern; data
             2024 mencakup tambahan pasokan baru. (5) ** = data estimasi/asumsi analis
             industri (bukan rilis resmi). (Sumber: Colliers, JLL, BPS, DetikLogistik, Asosiasi)

             Dengan kombinasi analisis kualitatif dan data kuantitatif di atas, dapat
             disimpulkan bahwa industri properti Indonesia pada tahun 2025 berada pada fase
             pemulihan yang berhati-hati. Pertumbuhan memang belum merata di semua
             segmen – residensial tumbuh perlahan, sektor komersial masih menghadapi

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                         B.16
Page 615
             tantangan, namun sektor industri dan logistik menjanjikan prospek cerah.
             Kebijakan proaktif pemerintah dan otoritas (insentif pajak, pembiayaan murah,
             pembangunan infrastruktur) menjadi katalis penting yang diharapkan mampu
             mengatasi hambatan dan mendorong peluang. Apabila momentum ekonomi
             makro terjaga dan strategi pelaku industri tepat sasaran, tahun 2025 bisa menjadi
             titik balik menuju siklus pertumbuhan baru bagi industri properti di Indonesia.
             Semua pemangku kepentingan – pemerintah, pengembang, perbankan, dan
             konsumen – perlu berkolaborasi untuk mewujudkan pasar properti yang sehat,
             berkelanjutan, dan inklusif di tahun-tahun mendatang.




                                        ********************




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                      B.17
Page 616
     C.      PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENILAIAN


             Pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah pendekatan pasar (market
             approach). Pendekatan pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan
             data transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan
             Obyek Penilaian yang berupa tanah yang didasarkan pada suatu proses
             perbandingan dan penyesuaian.

             Pendekatan pasar dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan dan atau data
             penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan
             karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang
             berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi,
             keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur
             waktu, dan lain-lain bila ada, pencatatan-pencatatan, wawancara-wawancara
             dengan orang-orang atau pejabat-pejabat dan pemilik-pemilik properti lainnya
             yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai properti, harga transaksi serta harga
             penawaran yang sebanding.

             Data tersebut kemudian dianalisa dengan memberikan penyesuaian-penyesuaian
             (adjustment) terhadap perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik
             seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan
             (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah,
             mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila
             ada, antara Obyek Penilaian yang berupa tanah dengan data pembanding properti
             yang berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan nilai pasar Obyek Penilaian yang
             berupa tanah.

             Pendekatan pasar digunakan dalam penilaian ini dengan mempertimbangkan
             bahwa pada saat inspeksi lapangan dilakukan ditemukan data pembanding properti
             yang sebanding dan sejenis yang dapat digunakan dalam proses penilaian.




                                        ********************




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                          C.1
Page 617
     D.      URAIAN PROSES PENILAIAN


     D.1.    PENDEKATAN PENILAIAN YANG DIGUNAKAN

             Dalam melakukan penilaian Obyek Penilaian digunakan pendekatan pasar.
             Pendekatan pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan data transaksi
             atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan Obyek Penilaian
             yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan penyesuaian.

             Pendekatan pasar dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan dan atau data
             penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan
             karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang
             berhadapan dengan jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi,
             keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur
             waktu, dan lain-lain bila ada, pencatatan-pencatatan, wawancara-wawancara
             dengan orang-orang atau pejabat-pejabat dan pemilik-pemilik properti lainnya
             yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai properti, harga transaksi serta harga
             penawaran yang sebanding.

             Data tersebut kemudian dianalisa dengan memberikan penyesuaian-penyesuaian
             (adjustment) terhadap perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik
             seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan
             (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah,
             mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila
             ada, antara Obyek Penilaian dengan data pembanding properti yang berhasil
             dikumpulkan untuk menghasilkan nilai pasar Obyek Penilaian.


             PROSEDUR PENILAIAN

             Sesuai dengan pendekatan dan metode penilaian yang telah diuraikan di atas,
             untuk menentukan nilai pasar Obyek Penilaian berdasarkan pendekatan pasar,
             kami melakukan perhitungan berdasarkan kondisi pasar dengan prosedur yang
             dijelaskan dalam uraian berikut ini.

             1. Mengumpulkan Data Penawaran/Transaksi Properti Pembanding

                 Data penawaran atau transaksi atas properti pembanding yang sejenis dan
                 sebanding yang tersedia di pasar dan memiliki kesamaan karakteristik dengan
                 Obyek Penilaian harus dikumpulkan terlebih dahulu untuk dapat melakukan
                 proses penilaian selanjutnya.

             2. Penyesuaian (Adjustment)

                 Penyesuaian dilakukan dengan langsung membandingkan secara keseluruhan
                 perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan
                 bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                          D.1
Page 618
                 kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau
                 tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada antara
                 Obyek Penilaian dengan data pembanding properti yang berhasil
                 dikumpulkan.

                 Prosedur penyesuaian yang dilakukan dalam proses penilaian dengan
                 menggunakan pendekatan pasar adalah sebagai berikut:

                 a. Data pembanding yang berupa data penawaran properti yang sebanding
                    dan sejenis dengan Obyek Penilaian diberi diskon untuk merefleksikan
                    estimasi harga transaksi.

                 b. Setelah estimasi harga transaksi untuk masing-masing data pembanding
                    diperoleh, dilakukan penyesuaian untuk perbedaan-perbedaan dalam hal
                    karakteristik antara Obyek Penilaian dan tiap-tiap data pembanding, antara
                    lain lokasi, ukuran, aksesibilitas, dan tanda bukti kepemilikan dengan
                    tujuan untuk sedapat mungkin menyamakan masing-masing data
                    pembanding dengan Obyek Penilaian. Apabila data pembanding memiliki
                    karakteristik yang lebih baik daripada Obyek Penilaian, maka dilakukan
                    penyesuaian negatif, sedangkan apabila data pembanding memiliki
                    karakteristik yang lebih jelek daripada Obyek Penilaian, maka dilakukan
                    penyesuaian positif.

                 c. Setelah penyesuaian untuk masing-masing data pembanding dilakukan,
                    kesimpulan indikasi nilai pasar Obyek Penilaian diperoleh dengan
                    melakukan rata-rata tertimbang dari indikasi nilai masing-masing data
                    pembanding yang telah disesuaikan. Bobot dari tiap-tiap data pembanding
                    ditentukan berdasarkan besar kecilnya penyesuaian yang dilakukan. Data
                    pembanding dengan penyesuaian yang lebih besar (secara absolut) diberi
                    bobot yang lebih kecil, sedangkan data pembanding dengan penyesuaian
                    yang lebih kecil (secara absolut) diberi bobot yang lebih besar.

             3. Nilai Pasar Obyek Penilaian

                 Nilai pasar Obyek Penilaian diperoleh dengan membandingkan data transaksi
                 atau penawaran yang tersedia di pasar atas properti yang sebanding dan sejenis
                 kemudian dilakukan penyesuaian atas Obyek Penilaian dengan memberikan
                 pembobotan untuk masing-masing perbedaan karakteristik antara Obyek
                 Penilaian dengan properti pembanding.


             PENILAIAN

             Dari perhitungan dengan menggunakan pendekatan pasar, diperoleh hasil bahwa
             nilai pasar Obyek Penilaian adalah sebesar Rp 803.481.250.000,00 dengan
             ringkasan perhitungan sebagai berikut:




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                          D.2
Page 619
                                                                                                              DATA

              No           Uraian                Properti Yang Dinilai            Data 1                         Data 2                    Data 3                      Data 4                    Data 5
                                                                                     1                              2                         3                            4                         5
              1. Nama Jalan                      Jl. H.R. Rasuna Said     Jl. Mega Kuningan Barat        Jl. Mega Kuningan Barat       Jl. Guru Mugni            Jl. Raya Casablanca         Jl. Lingkar Mega
                 Nama Kompleks
                   Kelurahan                        Kuningan Timur           Kuningan Timur                  Kuningan Timur            Karet Semanggi              Menteng Dalam             Kuningan Timur
                   Kecamatan                          Setiabudi                Setia Budi                      Setia Budi                 Setiabudi                    Tebet                   Setiabudi
                  Kota                            Jakarta Selatan         Jakarta Selatan          Jakarta Selatan          Jakarta Selatan          Jakarta Selatan          Jakarta Selatan
                  Propinsi                          DKI Jakarta             DKI Jakarta              DKI Jakarta              DKI Jakarta              DKI Jakarta              DKI Jakarta
                  Koordinat Lokasi            -6.234361, 106.831028 -6.232745, 106.826990      -6.232599, 106.826881    -6.229111, 106.821333    -6.224241, 106.844393    -6.230361, 106.826917
               2. Luas tanah (m²)                            8.525,00                   760,00                   790,00                 1.811,00                    63,00                 6.693,00
               3. Luas bangunan (m²)                              0,00                    0,00                     0,00                     0,00                    90,00                     0,00
               4. Tanggal Perolehan Data                                17/10/2025 13:52:00     17/10/2025 15:50:00      20/10/2025 14:55:00       17/10/2025 0:30:00       20/10/2025 16:45:00
               5. Harga Penawaran (Rp)                                          76.000.000.000          71.100.000.000         144.880.000.000             6.500.000.000          702.765.000.000
               6. Status                                                    Penawaran                Penawaran                Penawaran                Penawaran                Penawaran
               7. Diskon                                                       10,0%                   10,0%                    10,0%                    10,0%                     10,0%
               8. Peruntukan sesuai tata kota Perdagangan dan jasa     Perumahan Kepadatan     Perumahan Kepadatan      Perdagangan dan Jasa     Perdagangan dan Jasa      Perdagangan dan jasa
               9. Tanda bukti kepemilikan             SHGB                     SHM                     SHGB                     SHGB                      AJB                      SHGB
              10. Penggunaan                          Tanah                Tanah Kosong            Tanah Kosong              Tempat Parkir         Rumah tinggal 2 Lt          Tanah kosong
                                                                                 1                        1                        1                        1                        1
                                                                                                   ANALISA
              11. Harga setelah diskon (Rp)                                       68.400.000.000                 63.990.000.000           130.392.000.000              5.850.000.000            632.488.500.000
              12. Kelas Bangunan                                                                                                                                     Rumah Sederhana
              13. Asumsi biaya penggantian baru bangunan (Rp/m²)                             -                              -                         -                    3.750.000                        -
              14. Asumsi kondisi bangunan                                                  0,00%                          0,00%                     0,00%                     50,00%                      0,00%
              15. Indikasi harga pasar bangunan (Rp)                                         -                              -                         -                  168.750.000                        -
              16. Indikasi harga pasar tanah (Rp)                                 68.400.000.000                 63.990.000.000           130.392.000.000              5.681.250.000            632.488.500.000
              17. Indikasi harga pasar tanah (Rp/m²)                                  90.000.000                     81.000.000                72.000.000                 90.178.571                 94.500.000
              18. Analisa penyesuaian nilai tanah per m²
                  a. Waktu (Penawaran/Transaksi)                                0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  b. Lokasi
                     - Tepi jalan                                               0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                     - Sudut jalan/2 muka jalan                                 0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                     - Kelas jalan                                             10,0%         9.000.000        10,0%       8.100.000     15,0%       10.800.000       5,0%        4.508.929     5,0%       4.725.000
                     - Bebas/rawan banjir                                       0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                     - Kenyamanan
                  c. Ukuran                                                   -10,0%       -9.000.000        -10,0%       -8.100.000   -10,0%       -7.200.000     -10,0%       -9.017.857     0,0%              0
                  d. Kontur/Topografi
                     - Kontur (datar/bergelombang)                              0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                     - Elevasi (dibawah/diatas permukaan jalan)                 0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  e. Asesibilitas/pencapaian                                    0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  f. Tanda bukti kepemilikan                                   -5,0%       -4.500.000          0,0%               0      0,0%               0        5,0%        4.508.929     0,0%              0
                  g. Bentuk tanah                                               0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  h. Penggunaan tanah                                           0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  i. Peraturan (kdb/klb)                                        0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  j. Peruntukan                                                 5,0%         4.500.000         5,0%       4.050.000      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  k. Kelangkaan                                                 0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  l. Fasilitas
                     - Pendidikan                                               0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  m. Peruntukan Jenis Industri
                     - Industri berat                                           0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  n Fasos dan Fasum                                             0,0%                0          0,0%               0      0,0%               0        0,0%               0      0,0%              0
                  o Kualitas lingkungan & sosial ekonomi                        0,0%                0          0,0%               0      5,0%        3.600.000       5,0%        4.508.929     0,0%              0

                                                                  Total         0,0%                0          5,0%       4.050.000     10,0%        7.200.000       5,0%        4.508.929     5,0%       4.725.000


              19. Indikasi nilai tanah (Rp/m²)                                         90.000.000                     85.050.000                79.200.000                  94.687.500                99.225.000

              20. Persentase pembobotan                       100,00%             9,62%                         11,54%                     9,62%                      11,54%                     57,69%

              21. Nilai hasil pembobotan (Rp)                                           8.653.846                      9.813.462                 7.615.385                  10.925.481                57.245.192

              22. Nilai pasar tanah (Rp/m²)                 94.253.365                                                                 Contact Person
              23. Dibulatkan (Rp/m²)                        94.250.000

              24. Nilai pasar tanah (Rp)              803.481.250.000            Ibu Intan                    Ibu Suryati                Ibu Yanti                    Ibu Lady                 Ibu Susan


              25. Nilai likuidasi tanah (Rp)          522.262.812.500        0812 8738 3751                 0813 8855 0079             0852 8188 0778              0811 1241 482             0812 8979 0777




     D.4.    KESIMPULAN PENILAIAN

             Berdasarkan hal-hal di atas dan faktor-faktor yang erat hubungannya dengan
             penilaian, kami berkesimpulan bahwa:

                                                                                       Rp 803.481.250.000,00

             ( DELAPAN RATUS TIGA MILIAR EMPAT RATUS DELAPAN PULUH
               SATU JUTA DUA RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH )

             merupakan nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


                                                                             *******************


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                                                                                                                                                   D.3
Page 620
     E.      URAIAN OBYEK PENILAIAN


     E.1.    TANAH

             Obyek Penilaian adalah tanah yang berdiri di atas 1 (satu) bidang tanah dengan
             2 (dua) buah dokumen kepemilikan.

             Deskripsi tanah tersebut dapat dilihat dalam uraian berikut:


             LETAK DAN IDENTIFIKASI

             Tanah dalam penilaian adalah 1 (satu) bidang tanah yang terletak di Propinsi DKI
             Jakarta, Kotamadya Jakarta Selatan, Kecamatan Setiabudi, Kelurahan Kuningan
             Timur, dan dapat diidentifikasikan sebagai Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O
             Kav. 3-4.


             DATA TANAH

             Obyek Penilaian dilengkapi dengan 2 (dua) buah dokumen kepemilikan tanah
             yaitu:

             1.   SHGB No. 01287 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 1995, dan
                  akan berakhir pada tanggal 15 Juni 2032, terakhir tercatat atas nama
                  PT TCP Internusa yang berkedudukan di Jakarta Selatan, dan Gambar Situasi
                  No. 2131/1995 tanggal 25 Mei 1955, di Kelurahan Kuningan Timur,
                  Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta,
                  seluas 4.195,00 m², dan

             2.   SHGB No. 01286 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 1995, dan
                  akan berakhir pada tanggal 14 Juni 2032, terakhir tercatat atas nama
                  PT TCP Internusa yang berkedudukan di Jakarta Selatan, dan Gambar Situasi
                  No. 2330/1995 tanggal 25 Mei 1955, di Kelurahan Kuningan Timur,
                  Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta,
                  seluas 4.330,00 m².

             Luas keseluruhan tanah sesuai dengan dokumen-dokumen tersebut adalah
             8.525,00 m².


             ANALISIS LINGKUNGAN

             Lokasi tanah terletak di kawasan perdagangan dan jasa skala kota yang merupakan
             daerah bebas banjir.



Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                      E.1
Page 621
             Daerah tersebut mudah dicapai dari arah selatan, melalui Jl. Gatot Subroto ke arah
             timur, dan kemudian pada perempatan dengan Jl. H.R. Rasuna Said ± 400 m
             menuju lokasi yang dimaksud.

             Di sekitarnya pada umumnya adalah gedung perkantoran dan hotel dengan kondisi
             rata-rata baik dan bersifat permanen.

             Di sebelah timur dari lokasi dengan jarak ± 10 m terdapat Inspektorat Jenderal
             KESDM, di sebelah barat ± 50 m terdapat Hotel Gran Melia Jakarta, sedangkan
             pusat Kota Jakarta selatan terletak di sebelah utara dengan radius ± 3 km.

             Kami juga mengidentifikasi sisi positif dan negatif dari lokasi Obyek Penilaian
             sebagai berikut:

             Positif:

             - Lokasi Obyek Penilaian terletak di tengah pusat kota DKI Jakarta.
             - Lokasi Obyek Penilaian mempunyai tiga muka jalan yaitu, Jl. H.R. Rasuna Said,
               Jl. Patra Kuningan Raya, dan Jl. Taman Patra XV.

             Negatif:

             - Lalu lintas umum pada jalan utama lokasi Obyek Penilaian memiliki intensitas
               pemakaian yang tinggi (rawan macet).


             ANALISIS SITE

             Lokasi tanah terletak pada 3 (tiga) sisi jalan, yaitu di sisi sebelah tenggara dari
             Jl. H.R. Rasuna Said, sebelah barat Jl. Patra Kuningan Raya, dan sebelah utara
             Jl. Taman Patra XV.

             Bentuk tanah tidak beraturan dengan ukuran lebar depan yang sejajar dengan jalan
             di depan lokasi ± 67 m dan panjang ke belakang maksimum ± 126 m.

             Kontur tanah pada umumnya datar, dengan ketinggian lebih tinggi dari permukaan
             jalan di depan lokasi.

             Sifat tanah adalah pada umumnya tanah keras.

             Di atas tanah terdapat bangunan basement namun tidak diperhitungan dalam
             penilaian ini.

             Batas-batas tanah adalah sebagai berikut:

             -   Sebelah barat laut       :   Jl. H.R. Rasuna Said.
             -   Sebelah tenggara         :   Jl. Taman Patra XV dan gedung kantor.

Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                         E.2
Page 622
             -   Sebelah timur laut       :   Jl. Patra Kuningan Raya dan gedung kantor.
             -   Sebelah barat daya       :   Tanah dan Hotel Gran Melia.

             Perkerasan jalan di depan lokasi (Jl. H.R. Rasuna Said) terbuat dari aspal hotmix
             dengan lebar ± 40 m yang dilengkapi dengan saluran air tertutup, median jalan,
             trotoar, jalur hijau dan lampu penerangan jalan umum.

             Lokasi tersebut dapat dicapai dari arah selatan, melalui dari Jl. Gatot Subroto -
             Jl. H.R. Rasuna Said.


             PERENCANAAN KOTA

             Berdasarkan informasi yang kami terima, lokasi Obyek Penilaian terletak di areal
             yang memiliki peruntukan sebagai perdagangan dan jasa skala kota.


             FASILITAS LINGKUNGAN

             Lalu lintas umum terdapat di sepanjang Jl. H.R. Rasuna Said, yang merupakan lalu
             lintas utama di daerah tersebut yang terletak di depan lokasi dan merupakan lalu
             lintas dua arah dari timur laut ke barat daya dan sebaliknya dengan intensitas
             pemakaian yang tinggi.

             Perkerasan jalan terbuat dari aspal hotmix dengan lebar ± 40 m yang dilengkapi
             dengan saluran air tertutup, median jalan, trotoar, jalur hijau dan lampu
             penerangan jalan umum.

             Di daerah tersebut telah tersedia fasilitas listrik dari PT PLN (Persero), telepon
             dari PT Telkom (Persero) Tbk, dan lain-lain.


             PENGGUNAAN TERTINGGI DAN TERBAIK
             (ZONING, HIGHEST AND BEST USE)

             Berdasarkan POJK 28/2021, dalam melakukan analisis penggunaan tertinggi dan
             terbaik (highest and best use atau HBU) penilai wajib memenuhi ketentuan
             sebagai berikut:

             1. Menelaah aspek ketentuan peraturan perundang-undangan pada saat penilaian
                atas obyek penilaian.
             2. Menelaah aspek fisik dari obyek penilaian.
             3. Menelaah aspek finansial dari obyek penilaian yang didukung dengan kondisi
                pasar.
             4. Memberikan kesimpulan yang menunjukkan produktivitas optimal dari obyek
                penilaian.



Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                        E.3
Page 623
             5. Tidak diperkenankan untuk mempertimbangkan adanya perubahan
                peruntukan obyek penilaian, koefisien dasar bangunan, koefisien lantai
                bangunan, koefisien dasar hijau, dan ketinggian bangunan.

             Analisis pemanfaatan tertinggi dan terbaik atas tanah dengan kondisi saat ini yaitu
             sebagai tanah (as is) adalah sebagai berikut:

             1. Uji Aspek Hukum

                 Pemenuhan peraturan perundang-undangan yang berlaku pada saat penilaian.
                 Analisis kelayakan secara peraturan berkaitan dengan apakah suatu properti
                 ataupun alternatif properti yang akan dikembangkan di atas suatu bidang tanah
                 tertentu didukung atau diijinkan oleh ketentuan peraturan yang ada. Ketentuan
                 peraturan berupa zoning (peruntukan tanah), KDB (Koefisisen Dasar
                 Bangunan), KLB (Koefisisen Luas Bangunan), ketinggian maksimal
                 bangunan, sempadan jalan dan ketentuan tentang Rencana Umum Tata
                 Ruang/Wilayah (RUTR/W) lainnya serta peraturan berkaitan dengan lalu
                 lintas dan lingkungan hidup sangat berpengaruh terhadap alternatif properti
                 yang dapat dikembangkan.

                 Berdasarkan informasi yang kami terima, lokasi Obyek Penilaian terletak di
                 areal yang memiliki peruntukan sebagai perdagangan dan jasa skala kota.
                 Ketentuan tersebut di atas telah dapat dipenuhi oleh Obyek Penilaian yang
                 berupa tanah. Dengan demikian, Obyek Penilaian telah sesuai dengan
                 peruntukan dan/atau peraturan yang berlaku.

             2. Uji Aspek Fisik

                 Kelayakan fisik dari Obyek Penilaian. Analisis kelayakan secara fisik
                 berkaitan dengan apakah suatu properti (bangunan) atau alternatif properti
                 layak untuk didirikan di atas satu bidang tanah tertentu dengan karakteristik
                 tanah yang tertentu pula. Karakteristik fisik tanah berupa lokasi, luas, bentuk,
                 kontur, ataupun sifat tanah sangat berpengaruh terhadap alternatif properti
                 yang dapat dikembangkan di atasnya.

                 Berdasarkan pengamatan kami di lapangan, kondisi fisik tanah adalah sebagai
                 berikut:

                 -   Lokasi                   :   Strategis
                 -   Luas tanah               :   8.525,00 m²
                 -   Bentuk tanah             :   Tidak beraturan
                 -   Kontur tanah             :   Datar
                 -   Sifat tanah              :   Relatif stabil

                 Dengan memperhatikan uraian kondisi fisik dan akses tanah tersebut di atas,
                 maka tanah telah memenuhi penggunaan yang layak secara fisik.



Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                          E.4
Page 624
             3. Uji Aspek Finansial

                 Kelayakan finansial dari Obyek Penilaian. Analisis kelayakan secara keuangan
                 berkaitan dengan apakah properti ataupun alternatif properti dapat
                 memberikan keuntungan atau pendapatan bersih (net income) yang positif.
                 Untuk menentukan kelayakan secara keuangan, perlu diestimasi dan
                 diekspektasikan dari setiap potensial kegunaan terbaik dan tertinggi. Prospek
                 masa depan dapat diestimasi dengan cara membandingkan dengan properti
                 sejenis yang sudah berjalan. Analisis pasar, mikro dan makro ekonomi sangat
                 diperlukan. Selanjutnya, hal­hal yang juga harus diperhatikan adalah mengenai
                 pendapatan potensial (potential income), tingkat kekosongan (vacancy rate),
                 biaya operasi (operating cost), pendapatan bersih (net income), dan tingkat
                 pengembalian (discount rate/capitalization rate). Sebuah properti dikatakan
                 layak secara keuangan bilamana dapat memberikan pendapatan bersih yang
                 positif. Seberapa besar pendapatan bersih yang dapat dikatakan layak sangat
                 tergantung pada preferensi masing-masing investor.

                 Berdasarkan kondisi pasar di sekitar, pemanfaatan lahan sebagai perkantoran
                 dan hotel diperkirakan akan memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan.
                 Sesuai dengan uraian tersebut di atas, secara finansial Obyek Penilaian
                 diperkirakan akan memiliki produktifitas yang optimal sebagai tanah.

             4. Uji Produktifitas

                 Mengingat uraian-uraian di atas dan memperhatikan penggunaan tanah di
                 sekitarnya, maka menurut pendapat kami penggunaan/pemanfaatan tanah
                 sebagai     perkantoran    dan     hotel      diperkirakan       merupakan
                 penggunaan/pemanfaatan yang tertinggi dan terbaik dari tanah tersebut.




                                         ******************




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                       E.5
Page 625
                                   LAMPIRAN-LAMPIRAN




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa
Page 626
                                            LAMPIRAN I

                            FOTO-FOTO OBYEK PENILAIAN




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa
Page 627
                                FOTO-FOTO OBYEK PENILAIAN DI
                                        JL. H.R. RASUNA SAID
                                          BLOK X-O KAV 3-4
                                 KELURAHAN KUNINGAN TIMUR
                                      KECAMATAN SETIA BUDI
                                KOTAMADYA JAKARTA SELATAN
                                      PROPINSI DKI JAKARTA




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa
Page 628
                  SITUASI JALAN DI DEPAN LOKASI (JL. H.R. RASUNA SAID)
                                DARI ARAH TIMUR LAUT




                  SITUASI JALAN DI DEPAN LOKASI (JL. H.R. RASUNA SAID)
                                DARI ARAH BARAT DAYA


Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa
Page 629
                   TAMPAK SITUASI SEBAGIAN DEPAN OBYEK PENILAIAN




              SITUASI JALAN DI DEPAN LOKASI (JL. PATRA KUNINGAN RAYA)
                                DARI ARAH TENGGARA



Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa
Page 630
                  SITUASI JALAN DI DEPAN LOKASI (JL. TAMAN PATRA XV)
                                 DARI ARAH TENGGARA




                                    SITUASI OBYEK PENILAIAN




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa
Page 631
                                    SITUASI OBYEK PENILAIAN




                                    SITUASI OBYEK PENILAIAN




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa
Page 632
                                    SITUASI OBYEK PENILAIAN




                                    SITUASI OBYEK PENILAIAN




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa
Page 633
                                           LAMPIRAN II

                                VICINITY MAP DAN LAYOUT




Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa
Page 634

          
Page 635

          
Page 636
              LAPORAN RINGKAS PENILAIAN
                      PROPERTI

                                  (TANAH)
                                         DI

             JL. H.R. RASUNA SAID BLOK X-O KAV. 3-4
                  KELURAHAN KUNINGAN TIMUR
                      KECAMATAN SETIABUDI
                     KOTA JAKARTA SELATAN
                      PROPINSI DKI JAKARTA

                           MILIK/ATAS NAMA

                      PT TCP INTERNUSA

                         TANGGAL PENILAIAN
                             30 JUNI 2025




SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                      Kantor Cabang Jakarta
Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                    Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
                                                           Jl. Rawajati Timur, Pancoran
Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                            Jakarta Selatan 12750
Penilai Properti dan Bisnis                                  T (021) 7970913 / 7994521
                                                                    E ocky@srrkjpp.com
                                                       Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                              Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)
Page 637
             SUWENDHO RINALDY DAN REKAN
             KANTOR JASA PENILAI PUBLIK                                                 Kantor Cabang Jakarta
             Nomor Izin Usaha KJPP: 2.09.0059                               Komplek Kalibata Indah Blok K16-17
             Nomor Izin Cabang KJPP: 1138/KM.1/2017                                Jl. Rawajati Timur, Pancoran
             Penilai Properti dan Bisnis                                                  Jakarta Selatan 12750
                                                                                     T (021) 7970913 / 7994521
                                                                                            E ocky@srrkjpp.com
                                                                               Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
                                                                      Kantor Cabang: Jakarta (P/B), Bandung (P)



     No. : 00418/2.0059-02/PI/03/0242/1/XI/2025                                   21 November 2025



     Kepada Yth.

     PT SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk
     Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2
     Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3-4
     Jakarta 12950

     U.p. : Bpk. Johannes Suriadjaja
            Presiden Direktur

             Bpk. The Jok Tung
             Wakil Presiden Direktur

     Hal : Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama
           PT TCP Internusa



     Dengan hormat,

     Sehubungan dengan penugasan yang diberikan kepada kami, Kantor Jasa Penilai Publik
     (KJPP) Suwendho Rinaldy dan Rekan (“SRR” atau “kami”), oleh manajemen PT Surya
     Semesta Internusa Tbk (“SSIA” atau “Pemberi Tugas”), untuk memberikan pendapat
     sebagai penilai independen atas nilai pasar dari properti milik/atas nama PT TCP Internusa
     (“TCPI”), entitas anak SSIA, yang berupa tanah seluas 8.525,00 m² yang terletak di
     Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O Kav. 3-4, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan
     Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta (“Obyek Penilaian”), sesuai
     dengan proposal kami No. 250925.002/SRR-JK/SPN-A/SSIA/OR tanggal 25 September
     2025 yang telah disetujui oleh manajemen SSIA, maka dengan ini kami sebagai KJPP
     resmi dengan Izin Usaha No. 2.09.0059 berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
     No. 1056/KM.1/2009 tanggal 20 Agustus 2009, menyatakan bahwa kami telah melakukan
     penilaian atas Obyek Penilaian dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai
     nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.




Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                                         1
Page 638
     RUANG LINGKUP PENUGASAN

     1. Status Penilai

         Penilai Publik Ocky Rinaldy merupakan penilai independen yang bernaung dalam
         SRR berdasarkan Izin Penilai Publik No. PB-1.09.00242 dengan kualifikasi Penilaian
         Properti dan Bisnis yang terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas
         Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar (STTD) Profesi Penunjang Pasar
         Modal No. STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 8 Juni 2023 (Penilai Properti dan
         Bisnis) dan bertindak untuk melakukan penilaian secara obyektif tanpa ada benturan
         kepentingan dan memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan sebagaimana yang
         dimaksud dalam lingkup penugasan ini.

     2. Pemberi Tugas

         Pemberi tugas sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:

         Nama            : PT Surya Semesta Internusa Tbk
         Bentuk usaha    : Perseroan terbatas terbuka
         Alamat          : Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3-
                           4, Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2
         Bidang usaha    : Menjalankan usaha dalam bidang perhotelan
         Nomor telepon : (021) 527 2121
         Nomor faksimile : (021) 526 7878
         Email           : inquiry@suryainternusa.com
         Website         : www.suryainternusa.com/

     3. Pengguna Laporan

         Pengguna laporan sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah:

         Nama            : PT Surya Semesta Internusa Tbk
         Bentuk usaha    : Perseroan terbatas terbuka
         Alamat          : Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3-
                           4, Gedung Tempo Scan Tower Lt. 2
         Bidang usaha    : Menjalankan usaha dalam bidang perhotelan
         Nomor telepon : (021) 527 2121
         Nomor faksimile : (021) 526 7878
         Email           : inquiry@suryainternusa.com
         Website         : www.suryainternusa.com/

     4. Obyek Penilaian dan Hak Kepemilikan

         Obyek yang dinilai dalam penilaian ini adalah Obyek Penilaian, yaitu properti
         milik/atas nama TCPI, entitas anak SSIA, yang berupa tanah seluas 8.525,00 m² yang
         terletak di Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O Kav. 3-4, Kelurahan Kuningan Timur,
         Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta.


Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                        2
Page 639
         Obyek Penilaian merupakan aset non operasional dari TCPI. Berdasarkan Peraturan
         OJK No. 28/POJK.04/2021 tanggal 28 Desember 2021 tentang “Penilaian dan
         Penyajian Laporan Penilaian Properti di Pasar Modal” (“POJK 28/2021”), aset
         operasional didefinisikan sebagai “aset yang digunakan dalam operasional perusahaan
         yang digunakan secara berkelanjutan”, sedangkan aset non operasional didefinisikan
         sebagai “aset yang terpisahkan dari operasional perusahaan yang terdiri atas aset yang
         akan dipakai pada masa yang akan datang, aset surplus, atau aset investasi”.

         Obyek Penilaian dilengkapi dengan 2 (dua) buah dokumen kepemilikan tanah yang
         berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB), yaitu:

         a. SHGB No. 01287 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 1995, dan akan
            berakhir pada tanggal 15 Juni 2032, terakhir tercatat atas nama PT TCP Internusa
            yang berkedudukan di Jakarta Selatan, dan Gambar Situasi No. 2331/1995 tanggal
            25 Mei 1955, di Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta
            Selatan, Propinsi DKI Jakarta, seluas 4.195,00 m², dan

         b. SHGB No. 01286 yang diterbitkan di Jakarta pada tanggal 29 Juni 1995, dan akan
            berakhir pada tanggal 14 Juni 2032, terakhir tercatat atas nama PT TCP Internusa
            yang berkedudukan di Jakarta Selatan, dan Gambar Situasi No. 2330/1995 tanggal
            25 Mei 1955, di Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta
            Selatan, Propinsi DKI Jakarta, seluas 4.330,00 m².

         Luas keseluruhan tanah sesuai dengan dokumen-dokumen tersebut adalah
         8.525,00 m².

     5. Mata Uang yang Digunakan

         Nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 dinyatakan dalam mata
         uang Rupiah. Sebagai informasi tambahan, kurs tengah Bank Indonesia (BI) untuk
         mata uang Dollar Amerika Serikat terhadap Rupiah pada tanggal penilaian adalah
         1 US$ = Rp 16.233,00.

     6. Tujuan dan Maksud Penugasan

         Tujuan penilaian Obyek Penilaian adalah untuk memberikan pendapat tentang nilai
         pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025 yang dinyatakan dalam mata
         uang Rupiah.

         Adapun maksud dari penugasan di atas adalah untuk memenuhi kebutuhan SSIA
         dalam rangka sebagai dokumen pendukung dalam proses penyertaan modal non tunai
         (inbreng).

     7. Dasar Nilai

         Untuk keperluan penilaian atas Obyek Penilaian, dasar nilai yang kami pergunakan
         dalam laporan penilaian ini adalah nilai pasar (market value), yang berdasarkan


Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                          3
Page 640
         POJK 28/2021 didefinisikan sebagai “perkiraan jumlah uang pada tanggal penilaian
         (cut off date), yang dapat diperoleh dari transaksi jual beli atau hasil penukaran suatu
         obyek penilaian, antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berniat
         menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan, yang pemasarannya dilakukan secara
         layak, dimana kedua pihak masing-masing bertindak atas dasar pemahaman yang
         dimilikinya, kehati-hatian dan tanpa paksaan”.

     8. Tanggal Penilaian

         Tanggal penilaian ditetapkan pada tanggal 30 Juni 2025. Tanggal ini dipilih atas dasar
         pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

         Sesuai dengan ketentuan dalam POJK 28/2021, laporan penilaian ini berlaku selama
         6 (enam) bulan sejak tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, kecuali terdapat
         hal-hal yang dapat mempengaruhi kesimpulan nilai lebih dari 5% (lima persen).

     9. Tingkat Kedalaman Investigasi

         Batasan dalam melakukan inspeksi, penelaahan, dan analisis untuk definisi penugasan
         di atas adalah sebagai berikut:

         a. Proses pengumpulan, verifikasi dan analisis data dilakukan secara langsung pada
            Obyek Penilaian.

         b. Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke Obyek Penilaian,
            termasuk data yang harus disediakan oleh pemberi tugas dan/atau pihak terkait
            lainya.

         c. Segala sesuatu yang membatasi penugasan ini akan dicatatkan sebagai bagian
            yang mengikat atas hasil penugasan yang dilakukan.

     10. Sifat dan Sumber Informasi

         Dalam penilaian Obyek Penilaian, sumber data dan informasi yang digunakan
         diantaranya berasal dari:

         a. BI;

         b. Lembaga resmi pemerintah atau swasta yang mempublikasi data informasi terkait
            dengan Obyek Penilaian dan/atau aset lainnya yang relevan;

         c. Badan Pusat Statistik (BPS); dan/atau

         d. Media tulis dan elektronik resmi yang terbukti kebenaran data dan informasinya.




Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                            4
Page 641
     11. Asumsi dan Kondisi Pembatas

         Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penilaian ini adalah sebagai
         berikut:

         a. Laporan penilaian ini bersifat non-disclaimer opinion.

         b. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan telah melakukan penelaahan atas
            dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.

         c. Data dan informasi yang digunakan dalam penilaian ini bersumber dari dan atau
            divalidasi oleh MAPPI.

         d. Laporan penilaian ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
            yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional TCPI.

         e. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan bertanggung jawab atas laporan penilaian
            ini dan kesimpulan nilai akhir.

         f. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan telah melakukan penelaahan atas status
            hukum Obyek Penilaian.

         g. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak memperkenankan penggunaan
            seluruh, ataupun sebagian dari laporan penilaian ini sebagai rujukan dalam bentuk
            dokumen, edaran, pernyataan, referensi ataupun dipublikasikan dalam bentuk
            apapun juga tanpa izin tertulis dari KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan.

         h. Informasi yang telah diberikan oleh pihak lain kepada KJPP Suwendho Rinaldy
            dan Rekan seperti yang telah disebutkan dalam laporan penilaian ini dianggap
            layak dan dapat dipercaya, tetapi KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak
            bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai
            dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan
            sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data yang ada,
            pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang
            berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi
            tersebut sepenuhnya berada di pihak pemberi tugas.

         i. Nilai yang disebutkan dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan
            penilaian ini yang merupakan bagian dari Obyek Penilaian hanya berlaku sesuai
            dengan tujuan dan maksud penilaian. Nilai yang disebutkan dalam laporan
            penilaian ini tidak boleh digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat
            mengakibatkan terjadinya kesalahan.

         j. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan telah mempertimbangkan kondisi Obyek
            Penilaian, namun tidak berkewajiban untuk memeriksa bagian-bagian dari Obyek
            Penilaian yang tertutup, tidak terlihat, dan tidak dapat dijangkau. KJPP
            Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak memberikan jaminan bila ada kerusakan


Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                         5
Page 642
             yang tidak terlihat. KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak berkewajiban
             untuk melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas lainnya. Kecuali diinformasikan
             lain, pada penilaian ini kami berasumsi bahwa seluruh aspek tersebut dipenuhi
             dengan baik.

         k. Kami tidak melakukan penyelidikan atas kondisi tanah dan fasilitas lingkungan
            lainnya untuk suatu pengembangan baru. Apabila tidak diinformasikan lain,
            penilaian ini didasarkan pada kewajaran, dan untuk suatu rencana pengembangan
            tidak ada pengeluaran yang tidak wajar atau keterlambatan dalam masa
            pembangunan.

         l. Nilai pasar yang dimaksud mencerminkan nilai yang sesungguhnya tanpa
            memperhitungkan adanya kewajiban atas pajak atau biaya-biaya yang terkait
            dengan transaksi penjualan. Obyek Penilaian yang dinilai diasumsikan bebas dari
            segala hipotik, persengketaan dan premi serta biaya lain yang belum terselesaikan.

         m. Gambar, denah, ataupun peta yang terdapat dalam laporan ini disajikan hanya
            untuk kemudahan visualisasi saja. Kami tidak melaksanakan survey/pemetaan dan
            tidak bertanggung jawab mengenai hal ini.

         n. Keterangan mengenai rencana tata kota diperoleh secara tertulis dan atau secara
            lisan yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang. Kecuali diinstruksikan lain,
            kami beranggapan bahwa Obyek Penilaian yang dinilai tidak terpengaruh oleh
            berbagai hal yang bersifat pembatasan-pembatasan dan Obyek Penilaian maupun
            kondisi penggunaan baik saat ini ataupun yang akan datang tidak bertentangan
            dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

         o. Obyek Penilaian dilengkapi dengan dokumen kepemilikan/penguasaan yang sah
            secara hukum dan bebas dari hak atas jalan dan pelanggaran apapun juga, termasuk
            pula bebas dari batasan yang memberatkan, halangan-halangan ataupun
            pengeluaran tidak wajar lainnya. Untuk tujuan pengungkapan luasan Obyek
            Penilaian dalam laporan ini, KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak
            melakukan pengukuran ulang terhadap luasan Obyek Penilaian secara detail,
            namun menggunakan data dari sertifikat dan gambar bangunan yang diterima dari
            Perseroan.

         p. Biaya untuk penilaian ini tidak tergantung pada besarnya nilai Obyek Penilaian
            yang diperoleh atau yang tercantum dalam laporan penilaian ini.

         q. Laporan penilaian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan Penilai dari
            KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan.

     12. Asumsi-Asumsi Pokok

         Kami tegaskan bahwa dalam penilaian ini kami tidak memperhitungkan biaya dan
         pajak yang terjadi karena adanya jual beli, sesuai dengan yang diatur di dalam Kode



Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                         6
Page 643
         Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII - 2018
         (“KEPI & SPI”).

         Dalam penilaian ini kami berasumsi bahwa:

         a. Nilai yang tercantum dalam laporan ini serta setiap nilai lain dalam laporan ini
            yang merupakan bagian dari Obyek Penilaian hanya berlaku sesuai dengan tujuan
            dan maksud penilaian. Nilai yang dinyatakan dalam laporan penilaian ini tidak
            dapat digunakan untuk tujuan penilaian lain yang dapat mengakibatkan terjadinya
            kesalahan.

         b. Obyek Penilaian dilengkapi dengan dokumen kepemilikan/penguasaan Obyek
            Penilaian yang sah secara hukum, dapat dialihkan/dipindahtangankan, dan bebas
            dari ikatan, tuntutan atau batasan apapun selain yang disebutkan dalam laporan
            ini.

         c. Batasan lainnya, kondisi, komentar, dan detail telah tercantum di dalam laporan
            ini.

         Penilaian ini dilaksanakan dengan             memenuhi       ketentuan-ketentuan   dalam
         POJK 28/2021 dan KEPI & SPI.

         Kami tidak melakukan penyelidikan dan juga bukan merupakan tanggung jawab kami
         kemungkinan terjadinya masalah yang berkaitan dengan status hukum kepemilikan,
         kewajiban utang dan/atau sengketa atas Obyek Penilaian.

         Kami tegaskan pula bahwa kami tidak memperoleh manfaat atau keuntungan apapun
         dari Obyek Penilaian yang kami nilai serta nilai yang kami laporkan, baik pada saat
         ini maupun di masa yang akan datang.

     13. Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

         KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan tidak memperkenankan penggunaan seluruh,
         ataupun sebagian dari laporan penilaian ini sebagai rujukan dalam bentuk dokumen,
         edaran, pernyataan, referensi ataupun dipublikasikan dalam bentuk apapun juga tanpa
         izin tertulis dari KJPP Suwendho Rinaldy dan Rekan.

     14. Konfirmasi Bahwa Penilaian Dilakukan Berdasarkan KEPI & SPI

         Penilaian ini      dilaksanakan    dengan     memenuhi       ketentuan-ketentuan   dalam
         KEPI & SPI.


     INSPEKSI OBYEK PENILAIAN

     Inspeksi atas Obyek Penilaian dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2025.



Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                            7
Page 644
     DATA YANG PERLU DITELITI

     Dalam melakukan penilaian untuk memperkirakan nilai pasar dari Obyek Penilaian, kami
     telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan
     informasi sebagai berikut:

     1. Salinan SHGB No. 01287 dan SHGB No. 01286,

     2. Salinan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan
        (PBB),

     3. Data hasil inspeksi lapangan, dan

     4. Dokumen lainnya yang berhubungan dengan penilaian.


     KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL PENILAIAN

     Dari tanggal penilaian, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
     laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil penilaian
     secara signifikan.


     PENDEKATAN PENILAIAN

     Pendekatan yang digunakan dalam penilaian ini adalah pendekatan pasar (market
     approach). Pendekatan pasar adalah pendekatan penilaian yang menggunakan data
     transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan Obyek
     Penilaian yang berupa tanah yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan
     penyesuaian.

     Pendekatan pasar dilakukan dengan mengumpulkan data penjualan dan atau data
     penawaran properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik
     dalam hal fisik seperti lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan
     jalan (frontage), sifat kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah,
     mudah atau tidaknya dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada,
     pencatatan-pencatatan, wawancara-wawancara dengan orang-orang atau pejabat-pejabat
     dan pemilik-pemilik properti lainnya yang mengetahui benar mengenai nilai-nilai
     properti, harga transaksi serta harga penawaran yang sebanding.

     Data tersebut kemudian dianalisa dengan memberikan penyesuaian-penyesuaian
     (adjustment) terhadap perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik seperti
     lokasi, luas dan bentuk tanah, sisi tanah yang berhadapan dengan jalan (frontage), sifat
     kepemilikan/jenis sertifikat, topografi, keadaan permukaan tanah, mudah atau tidaknya
     dicapai (accessibility), dan unsur waktu, dan lain-lain bila ada, antara Obyek Penilaian
     yang berupa tanah dengan data pembanding properti yang berhasil dikumpulkan untuk
     menghasilkan nilai pasar Obyek Penilaian yang berupa tanah.



Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                         8
Page 645
     Pendekatan pasar digunakan dalam penilaian ini dengan mempertimbangkan bahwa pada
     saat inspeksi lapangan dilakukan ditemukan data pembanding properti yang sebanding
     dan sejenis yang dapat digunakan dalam proses penilaian.


     KESIMPULAN PENILAIAN

     Berdasarkan hal-hal di atas dan faktor-faktor yang erat hubungannya dengan penilaian,
     kami berkesimpulan bahwa:

                                        Rp 803.481.250.000,00

     ( DELAPAN RATUS TIGA MILIAR EMPAT RATUS DELAPAN PULUH SATU
       JUTA DUA RATUS LIMA PULUH RIBU RUPIAH )

     merupakan nilai pasar dari Obyek Penilaian pada tanggal 30 Juni 2025.


     Hormat kami,

     KJPP SUWENDHO RINALDY DAN REKAN




     Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert)
     Rekan

     Izin Penilai Publik : PB-1.09.00242
     No. S T T D         : STTD.PPB-05/PJ-1/PM.02/2023
     No. M A P P I       : 95-S-00654
     OR/am




Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa                     9
Page 646
                                       RESUME PENILAIAN



         No.               U r a i a n                                 Nilai Pasar
                                                                      (Rp .000,00)


         -     Tanah di
               Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-O Kav. 3-4
               Kelurahan Kuningan Timur
               Kecamatan Setiabudi
               Kotamadya Jakarta Selatan
               Propinsi DKI Jakarta


          1. Tanah SHGB 01286 (4.330,00 m²)                            408.102.500
          2. Tanah SHGB 01287 (4.195,00 m²)                            395.378.750
                                                                      ─────────
               Total                                                   803.481.250
                                                                      ════════




                                       ********************




Laporan Ringkas Penilaian Properti Milik/Atas Nama PT TCP Internusa             10

File

File Open PDF
Source IDX
Size10.06 MB
Published3 Dec 2025
Pages646
Characters1,886,770
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 115 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk p.1 ×68
linked org Surya Semesta p.3 ×14
linked person Amir Abadi Jusuf p.10 ×2
linked person Sonny Satia Negara p.11 ×9
linked org Indonesian Paradise Property Tbk p.26 ×23
linked org Hotel Sahid Jaya International Tbk p.26 ×14
linked org Bukit Uluwatu Villa Tbk p.26 ×20
linked person Johannes Suriadjaja p.38 ×10
linked person Arini Saraswaty Subianto p.38 ×2
linked person Kristoforus Paulus Kiarang p.38 ×2
linked person The Jok Tung p.38 ×6
linked person Wilson Effendy p.38 ×9
linked org Pangan Sejahtera p.50
linked org Nusa Raya Cipta Tbk p.50 ×2
linked org Negara Maju p.58 ×3
linked org Red Planet Indonesia Tbk p.114 ×2
linked org Sunter Lakeside Hotel Tbk p.114 ×2
linked person Eddy Purwana Wikanta p.343 ×7
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×9
possible org Bursa Efek Indonesia p.11 ×8
possible org Negara Republik Indonesia p.37 ×5
unresolved org Menteri Keuangan p.2 ×8
unresolved org PT Enercon Paradhya p.3 ×2
unresolved org PT TCP Internusa p.3 ×11
unresolved org PT Suryalaya Anindita p.3 ×2
unresolved org PT Sitiagung Makmur p.3 ×6
unresolved org PT Batiqa Hotel p.3 ×2
unresolved org PT Surya Internusa Hotel p.3 ×2
unresolved org PT Surya Semesta Realti International p.3 ×2
unresolved org PT Ungasan Semesta p.3 ×2
unresolved org PT Surya Internusa p.3 ×4
unresolved org PT Surya Cahaya p.3 ×2
unresolved org PT Surya Bajo Properti p.3 ×2
unresolved org PT Surya Bajo Lestari p.3 ×2
unresolved org PT Indo Indah p.3 ×2
unresolved org Mawar & Rekan p.10 ×2
unresolved org AAJAMR p.10 ×19
unresolved org KJPP Suwendho p.11 ×3
unresolved person Kumala Tjahjani Widodo · Notaris p.11 ×8
unresolved org Bank Indonesia p.11 ×12
unresolved org KJPP Kusnanto p.17 ×18
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.17 ×8
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.17 ×8
unresolved person H. Kondisi Pembatas p.22
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Per p.25 ×8
unresolved org Bank Sentral p.25 ×2
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Metode Diskonto Arus Kas p.27 ×2
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Metode Penyesuaian Aset Bersih p.27 ×2
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Tahun p.28 ×3
unresolved org PT Suryalaya Anindita International SAI p.37 ×2
unresolved person Kartini Muljadi p.37 ×4
unresolved person James Herman Rahardjo p.37 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.37 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.37 ×13
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Daftar Kepemilikan p.37 ×2
unresolved org PT Mitra Karya Lentera p.37 ×2
unresolved org PT Enercon Paradhya International p.37 ×2
unresolved org Rinaldy & Rekan p.49
unresolved org PT Sol Media Indonesia p.50
unresolved org Ltd. p.50
unresolved org PT Budi Jaya Amenities p.50
unresolved org PT Karya Pangan Sejahtera p.50
unresolved org PT Shimizu Bangun Cipta Kontraktor p.50
unresolved org PT Jellyspace Bisnis Internasional p.50
unresolved org PT Inti Tunggal Persada Jaya p.50
unresolved org PT Glori Mulia Utama. p.50
unresolved org ZTE Corporation p.51
unresolved org Travelscape LLC p.51
unresolved org Pusat Statistik p.70 ×2
unresolved org Departemen Pendapatan p.76 ×2
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Rasio-rasio Keuangan Per p.81
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Berikut p.83
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Analisis Common Size p.83 ×2
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Proyeksi Pendapatan Usaha Departemen p.99
unresolved org Departemen Tahun p.99 ×2
unresolved org Departemen Biaya p.99
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Proyeksi Biaya p.100
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Proyeksi p.101 ×2
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Proyeksi Arus Kas Bersih p.111
unresolved org PT Jakarta Setiabudi International Tbk p.114
unresolved org Setiabudi International Tbk p.114
unresolved org Surya Permata Andalan Tbk p.114 ×2
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Indikasi Nilai Kini Operasi p.116
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Nilai Pasar p.118 ×2
unresolved org KJPP SRR p.119
unresolved org PT Suryalaya Anindita International Rekonsiliasi Nilai Per p.121
unresolved org PT Sitiagung Makmur SAM p.183 ×2
unresolved org PT Sitiagung Makmur Daftar Kepemilikan p.183
unresolved org PT Sitiagung Makmur III. p.205
unresolved org PT Ungasan Semesta Resort III. p.205
unresolved person Rukmasanti Hardjasatya p.205
unresolved org Menteri p.205
unresolved org PT Surya Internusa Hotels p.305 ×5
unresolved org PT Surya Internusa Hotels SIH p.343 ×2
unresolved person Akta Notaris Robert Purba p.343 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.343
unresolved org PT Surya Internusa Hotels Daftar Kepemilikan p.343
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi p.362
unresolved org PT Surya Internusa Hotels III. p.365
unresolved org PT Surya Internusa Properti III. p.365
unresolved person Akta Notaris Hasbullah Abdul Rasyid p.365 ×3
unresolved person Akta Notaris Jimmy Tanal · Notaris p.365 ×10
unresolved org PT Surya Internusa Lestari Daftar Kepemilikan p.367
unresolved org PT Surya Semesta Realti p.462 ×6
unresolved org PT Surya Semesta Realti SSR p.497 ×2
unresolved org PT Surya Semesta Realti Daftar Kepemilikan p.497
unresolved org PT Surya Bajo Properti III. p.517
unresolved org PT Surya Bajo Properti Daftar Kepemilikan p.518
unresolved org PT Surya Bajo Lestari III. p.519
unresolved person Doktor Buntario Tigris NG · Notaris p.519
unresolved org PT Surya Bajo Lestari Daftar Kepemilikan p.519
unresolved org KJPP SUWENDHO RINALDY DAN REKAN Ocky Rinaldy p.592 ×3
unresolved person Ocky Rinaldy, MAPPI (Cert) · Rekan p.592 ×2
unresolved — Ringk · Penilai p.645

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 42823 ms 12 Sep 2026 22:34
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result