Back to announcement
20251203_RATU_Laporan Informasi dan Fakta Material_31999662_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review RATUSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 87
Page 1
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik
The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Cilandak,
Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Jakarta Selatan, 12560
Property, Business Valuation & Advisory E-Mail: infoadmin@fdipartners.co
Licence No. 2.22.0176 Website: www.fdipartners.co.id
KMK 460/KM.1/2022 Phone (62 21) 27875910
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia
Jakarta, 26 November 2025
Kepada Yth.:
PT Raharja Energi Cepu Tbk
Office Park Thamrin Residences A01-05
Jl. Thamrin Boulevard, Kebon Melati,
Tanah Abang Jakarta Pusat, DKI Jakarta
No. Laporan : 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025.
Hal : Laporan Pendapat Kewajaran.
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT RAHARJA ENERGI CEPU TBK
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran 016/FDI/PB-FO/XI/2025 tanggal 17 November 2025.
Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT Raharja Energi Cepu Tbk (selanjutnya disebut “REC” atau “Perseroan”) untuk
memberikan pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT
Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi penyediaan Management Konsultasi Fee, yang
diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi antara
PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi penyediaan
Management Konsultasi Fee oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk kepada PT Petrogas Jatim Utama
Cendana, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.
Berdasarkan hasil analisis, transaksi tersebut terdapat transaksi afiliasi namun bukan transaksi material
karena nilai transaksi dibawah 20% dari ekuitas Perseroan per 30 September 2025 hal tersebut tercermin
dari nilai materialitas transaksi sebesar 0,17% serta transaksi tersebut tidak terdapat benturan
kepentingan sesuai dengan surat No.REC/DIR/21.200/XI/2025 tanggal 21 November 2025, tentang
informasi tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi.
Pendapat kewajaran atas transaksi dilakukan per tanggal 30 Sepember 2025, berdasarkan Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018)
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020) Serta Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Kantor
KantorPusat
Pusat(Properti
(Propertidan
danBisnis);
Bisnis);Kantor
KantorCabang
CabangSemarang
Semarang(Properti)
(Properti); Kantor Cabang Jakarta (Bisnis)
Page 3
Metodologi Pendapat Kewajaran yang digunakan antara lain sebagai berikut: (1) Analisis transaksi, (2) Analisis Kualitatif dan Kuantitatif terkait Transaksi, (3) Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi, (4) Analisis atas Faktor lain yang Relevan, (5) Kesimpulan Analisis atas Transaksi. Kesimpulan Hasil Pendapat Kewajaran Analisis transaksi Transaksi merupakan penyediaan Management Konsultasi Fee oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”) dengan nilai transaksi sebesar Rp1.263.737.398 untuk periode 1 Januari 2026 sampai 31 Desember 2026. Berdasarkan hasil analisis antara REC dan PJUC, terdapat hubungan afiliasi baik dari sisi pengurus maupun dari sisi kepemilikan saham. Dengan demikian, transaksi penyediaan jasa konsultasi manajemen oleh REC kepada PJUC tergolong sebagai transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif terkait transaksi Transaksi penyediaan jasa konsultasi manajemen oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”) memiliki dasar strategis dan komersial bagi PJUC dan REC secara grup. Transaksi ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan yang efektif atas Hak Partisipasi 2,2423% yang dimiliki PJUC di Blok Cepu, sekaligus menjaga keberlangsungan dan nilai investasi REC yang memiliki 49% kepemilikan di PJUC. Secara manfaat dan dampak operasional, transaksi ini memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak dimana REC memperoleh pendapatan tambahan dan meningkatkan kontrol strategis atas investasinya, sedangkan PJUC menerima dukungan manajerial yang relevan, termasuk konsultasi atas aspek operasional, regulasi, dan pengembangan usaha. Analisis atas Kewajaran Nilai Transaksi Nilai dari transaksi penyediaan jasa manajemen konsultasi antara REC dan PJUC tahun 2026 sebesar Rp1.263.737.398 per tahun yang dibayarkan setiap bulan, merupakan nilai yang disepakati pada perjanjian penyediaan jasa manajemen konsultasi antara REC dan PJUC. Dari analisis inkremental yang dilakukan, diperoleh bahwa transaksi pemberian jasa manajemen konsultasi kepada PJUC memberikan nilai tambah bagi REC, dengan begitu diperoleh kesimpulan bahwa transaksi pemberian jasa manajemen konsultasi antara REC dan PJUC memberikan nilai tambah. Analisis atas Faktor lain yang Relevan Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Manajemen Perseroan, tidak terdapat faktor lain yang relevan yang berkaitan langsung dengan transaksi ini dan yang dapat memengaruhi penilaian atas kewajaran transaksi. Dengan demikian, analisis pada sub bab ini tidak mencakup faktor tambahan di luar informasi yang telah disajikan dalam bagian-bagian sebelumnya. Kesimpulan Analisis atas Transaksi Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi Halaman 2 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 4
Page 5
p
DAFTAR ISI
SURAT PENGANTAR ................................................................................................................ 1
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. 4
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................ 6
DAFTAR GRAFIK...................................................................................................................... 7
BAB I ............................................................................................................................... 8
PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 8
1.1 Uraian Mengenai Penugasan ......................................................................................... 8
1.2 Identitas Pemberi Tugas ................................................................................................. 8
1.3 Identitas Pengguna Laporan .......................................................................................... 8
1.4 Objek Pendapat Kewajaran ........................................................................................... 8
1.5 Jenis Mata Uang Yang Digunakan ................................................................................. 8
1.6 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran ....................................................................... 8
1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran ................ 9
1.8 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran .............................................................................. 9
1.9 Sumber Data dan Informasi ........................................................................................... 9
1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi .......................................................................................... 12
1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus .......................................................................................... 12
1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar ........................ 13
1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran ...................................................................... 13
1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ............................................................... 14
1.15 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 14
1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event) ..................... 14
BAB II ............................................................................................................................. 15
ANALISIS ATAS TRANSAKSI .................................................................................................... 15
2.1. Analisis Objek Transaksi .............................................................................................. 15
2.1.1 Besaran Dana dari Objek Transaksi ............................................................................. 15
2.1.2 Dampak Keuangan atas Transaksi ............................................................................... 15
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Transaksi ............................................................ 17
2.2. Analisis Transaksi ........................................................................................................ 17
2.2.1 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi .......................................................... 17
2.2.2 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi ........................................................................... 23
2.2.3 Analisis Manfaat & Risiko Transaksi .............................................................................. 25
BAB III ............................................................................................................................. 27
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI ........................................................ 27
3.1 Analisis Kualitatif Atas Transaksi ................................................................................... 27
3.1.1 Riwayat Perusahaan & Sifat Kegiatan Usaha ................................................................. 27
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis .............................................................................................. 28
3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan ................................................................. 35
3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Transaksi ........................................................................... 37
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif ..................................................................... 37
3.2 Analisis Kuantitatif Atas Transaksi ................................................................................. 38
3.2.1 Penilaian Kinerja Historis ............................................................................................. 38
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan ................................................................................ 53
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan .............................................................................................. 56
3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Sesudah Transaksi .......................................... 61
3.3 Analisis Nilai Tambah atau Inkremental (Incremental Analysis) ....................................... 63
3.3.1 Kontribusi Nilai Tambah atas Transaksi ........................................................................ 63
3.3.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan ........................................................................... 65
3.3.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan ........................................................................ 65
3.3.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Perusahaan atas dan Nilai Transaksi .......................... 66
3.3.5 Hal Material Lainnya ................................................................................................... 66
3.4 Analisis sensitivitas (sensitivity analysis) ......................................................................... 66
Halaman 4 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 6
BAB IV ............................................................................................................................. 67 ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI ................................................................................. 67 4.1 Perbandingan Antara Nilai Transaksi dengan Hasil Penilaian ......................................... 67 4.2 Analisis Bahwa Nilai Nilai Transaksi Memiliki Nilai Tambah ........................................... 67 4.3 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi terhadap Hasil Penilaian........................................... 68 BAB V ............................................................................................................................. 70 KESIMPULAN ........................................................................................................................ 70 5.1 Analisis atas Transaksi ................................................................................................. 70 5.2 Analisis Kualitatif atas Transaksi ................................................................................... 70 5.3 Analisis Kuantitatif atas Transaksi ................................................................................. 70 5.4 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi terhadap Hasil Penilaian........................................... 71 5.5 Analisis atas faktor lain yang relevan ............................................................................ 71 5.6 Opini Kewajaran atas Transaksi ................................................................................... 71 ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS ........................................................................... 72 PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................................... 73 LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................................................ 75 Halaman 5 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 7
DAFTAR TABEL Tabel 1. Keterangan Laporan Keuangan REC ................................................................................ 10 Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan PJUC .............................................................................. 11 Tabel 3. Proforma Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum & Sesudah Transaksi .............................. 15 Tabel 4. Proforma Laporan Laba Rugi REC Sebelum & Sesudah Transaksi ....................................... 16 Tabel 5. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk .................................................... 19 Tabel 6. Struktur Pemegang Saham PT Petrogas Jatim Utama Cendana .......................................... 20 Tabel 7. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi ....................................................... 21 Tabel 8. Materialitas Nilai Transaksi ............................................................................................. 23 Tabel 9. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%) ..................................................................... 31 Tabel 10. Jumlah dan Kapasitas Kilang Minyak Bumi dan Gas Indonesia ........................................ 32 Tabel 11. Produk dan Jasa PJUC .................................................................................................. 36 Tabel 12. Laporan Posisi Keuangan REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 ............ 38 Tabel 13. Laporan Laba Rugi REC Periode 31 Desember 2024 – 30 September 2025 ...................... 42 Tabel 14. Laporan Arus Kas REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025........................ 43 Tabel 15. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan (%) .......................................... 45 Tabel 16. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi (%) ................................................... 45 Tabel 17. Laporan Posisi Keuangan PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 ........... 46 Tabel 18. Laporan Laba Rugi PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 .................... 49 Tabel 19. Laporan Arus Kas PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025 ...................... 51 Tabel 20. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan (%) .......................................... 52 Tabel 21. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi (%) ................................................... 53 Tabel 22. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum Transaksi .............................................. 54 Tabel 23. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sesudah Transaksi .............................................. 54 Tabel 24. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sebelum Transaksi ....................................................... 55 Tabel 25. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sesudah Transaksi ....................................................... 55 Tabel 26. Proyeksi Laporan Arus Kas REC Sebelum Transaksi ......................................................... 56 Tabel 27. Proyeksi Laporan Arus Kas REC Sesudah Transaksi ......................................................... 56 Tabel 28. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - REC ................................................. 56 Tabel 29. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - PJUC ............................................... 59 Tabel 30. Proforma Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum & Sesudah Transaksi ............................ 61 Tabel 31. Proforma Laporan Laba Rugi REC Sebelum & Sesudah Transaksi ..................................... 63 Tabel 32. Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC ............................................ 63 Tabel 33. Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi REC ..................................................... 64 Tabel 34. Analisis Inkremental Proyeksi Keuangan REC .................................................................. 67 Halaman 6 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 8
DAFTAR GRAFIK Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan .................................... 22 Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 – Q2 2025 (% yoy) ................................. 28 Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan Minyak Bumi dan Gas .............................. 29 Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %) ............................................................... 29 Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%) ..................................................... 30 Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah .............................................................................. 30 Grafik 7. Cadangan Minyak Bumi dan Gas Indonesia Tahun 2024 ............................................. 31 Grafik 8. Produksi Minyak Bumi dan Gas Indonesia .................................................................... 32 Grafik 9. Lifting Minyak Bumi dan Gas Indonesia ....................................................................... 32 Grafik 10. Investasi Kegiatas Hulu Migas Tahun 2020 – 2024 ..................................................... 33 Grafik 11. Ekspor dan Impor Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 – 2024 ..................................... 34 Grafik 12. Perkembangan Harga Acuan Minyak Mentah (Brent) .................................................. 34 Halaman 7 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran 016/FDI/PB-FO/XI/2025 tanggal 17 November
2025. Kami KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (selanjutnya disebut “FDI&R” atau “Kami”)
mendapat penugasan dari PT Raharja Energi Cepu Tbk (selanjutnya disebut “REC” atau
“Perseroan”) untuk memberikan pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi antara PT Raharja
Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi penyediaan
Management Konsultasi Fee, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
1.2 Identitas Pemberi Tugas
Nama Pemberi Tugas : PT Raharja Energi Cepu Tbk
Alamat : Office Park Thamrin Residences A01-05, Jl. Thamrin
: Boulevard, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
Bidang Usaha : Minyak dan Gas
No. Telepon/Fax : (62-21) 23579812
Alamat Email : corsec@rec.co.id
Penanggung Jawab : Bapak Adrian Hartadi
Jabatan : Direktur Keuangan
1.3 Identitas Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.
1.4 Objek Pendapat Kewajaran
Objek Pendapat Kewajaran dalam hal ini adalah pendapat kewajaran atas transaksi afiliasi
antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi
penyediaan Management Konsultasi Fee oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk kepada PT Petrogas
Jatim Utama Cendana.
1.5 Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Transaksi akan dilaksanakan dengan menggunakkan mata uang (”Rupiah”).
1.6 Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan opini kewajaran atas transaksi afiliasi
antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana berupa transaksi
penyediaan Management Konsultasi Fee oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk kepada PT Petrogas
Jatim Utama Cendana, yang diperlukan guna memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (OJK).
Tujuan Pendapat Kewajaran adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Halaman 8 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 10
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan Pendapat Kewajaran
Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 30 September 2025, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, masa berlaku laporan pendapat kewajaran
adalah selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date) dalam
laporan pendapat kewajaran.
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan pendapat
kewajaran ini yaitu selama 6 (bulan) bulan sejak tanggal efektif pendapat kewajaran (cut off date)
dalam laporan pendapat kewajaran.
1.8 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran mengacu pada POJK No.
35/POJK.04/2020 adalah sebagai berikut:
a. Definisi penugasan/identifikasi masalah meliputi:
• Identifikasi pemberi tugas dan pengguna laporan
• Penentuan tujuan Pendapat Kewajaran
• Identifikasi objek Pendapat Kewajaran
• Tanggal Pendapat Kewajaran
• Asumsi dan kondisi pembatas
b. Pengumpulan dan pemilihan data meliputi:
• Makro ekonomi dan industri
• Data perusahaan
c. Analisis Pendapat Kewajaran meliputi:
• Analisis transaksi
• Analisis kualitatif dan kuantitatif yang terkait dengan transaksi
• Analisis atas kewajaran nilai transaksi
• Analisis atas faktor lain yang relevan
d. Pelaporan Pendapat Kewajaran.
1.9 Sumber Data dan Informasi
Sumber data dan informasi yang kami gunakan dalam proses Pendapat Kewajaran adalah
sebagai berikut:
Halaman 9 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 11
a. PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
Laporan Keuangan
Tabel 1. Keterangan Laporan Keuangan REC
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Paul
Hadiwinata, Hidajat,
30 Arsono, Retno, 01902/2.1133/AU.1 13
1 September Audit Palilingan & Rekan /02/0754- November Wajar
2025 AP: Retno Dwi 5/1/XI/2025 2025
Andani, S.E., Ak.,
CPA, CA
KAP: Paul
Hadiwinata, Hidajat,
31 Arsono, Retno, 00227/2.113/AU.1 28
2 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Februari Wajar
2024 AP: Retno Dwi 4/1/II/2025 2025
Andani, S.E., Ak.,
CPA, CA
KAP: Paul
Hadiwinata, Hidajat,
31 Arsono, Retno, 00380/2.1133/AU.1
01 Maret
3 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Wajar
2024
2023 AP: Retno Dwi 3/1/III/2024
Andani, S.E., Ak.,
CPA, CA
KAP: Paul
Hadiwinata, Hidajat,
31 Arsono, Retno, 00509/2.1133/AU.1
06 Maret
4 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Wajar
2023
2022 AP: Retno Dwi 2/1/III/2023
Andani, S.E., Ak.,
CPA, CA
KAP: Paul
Hadiwinata, Hidajat,
31 Arsono, Retno, 00407/2.1133/AU.1
08 Maret
5 Desember Audit Palilingan & Rekan /05/0754- Wajar
2022
2021 AP: Retno Dwi 1/1/III/2022
Andani, S.E., Ak.,
CPA, CA
Sumber: Laporan Keuangan Audit REC
Proyeksi Keuangan dan Proforma Keuangan
1. Proyeksi Keuangan REC Periode Oktober 2025 – Desember 2029 (sebelum dan sesudah)
adanya transaksi dalam format MS. Excel, yang disiapkan oleh manajemen REC.
2. Proforma Keuangan REC per 30 September 2025 (sebelum dan sesudah) adanya
transaksi yang disiapkan oleh manajemen REC.
Halaman 10 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 12
Akta Pendirian dan Perubahan Terakhir - REC
1. Akta Pendirian No. 07 tanggal 16 Oktober 2006, dibuat dihadapan notaris Indah
Setyaningsih, S.H., Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. W7-06263HT.01.01-TH.2007
tanggal 7 Juni 2007 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.
18940 tanggal 21 Juli 2007, Tambahan No. 58;
2. Akta No.35 tanggal 30 April 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di
Jakarta, tentang perubahan Direksi dan Komisaris, yang telah mendapat Persetujuan
Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum Republik Indonesia
sesuai dengan suratnya tanggal 05 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-0221474;
3. Akta No. 18 tanggal 20 September 2024 dari notaris Rini Yulianti S.H., mengenai
Penawaran Umum Perdana Perusahaan dan PUPS, pemecahan nilai nominal saham,
peningkatan modal dasar, serta perubahan semua anggaran dasar termasuk perubahan
status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka
dan karenanya mengubah nama Perusahaan, dari sebelumnya bernama PT Raharja
Energi Cepu menjadi PT Raharja Energi Cepu Tbk. Perubahan terakhir ini telah diterima
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
penerimaan AHU-0059751.AH.01.02 TAHUN 2024 tanggal 20 September 2024.
Legalitas Perusahaan - REC
1. Nomor Pokok Wajib Pajak: 02.604.262.2-072.000
2. Nomor Induk Berusaha: 9120008822586
Informasi Lainnya - REC
1. Company Profile REC
2. Akta No. 58 tanggal 24 Oktober 2025 tentang Perjanjian Manajemen Konsultasi Fee
antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana.
3. Surat REC No.REC/DIR/21.200/XI/2025 tanggal 21 November 2025, tentang informasi
tidak adanya benturan kepentingan atas transaksi.
4. Surat Pernyataan Kebenaran Data dan Informasi tanggal 21 November 2025.
b. PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)
Laporan Keuangan - PJUC
Tabel 2. Keterangan Laporan Keuangan PJUC
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
KAP: Kanaka
30 00111/3.0359/AU.1 31
Puradireja, Suhartono
1 September Audit /02/0864- Oktober Wajar
AP: Iskandar
2025 6/1/X/2025 2025
Dzulqarnain, CPA
KAP: Kanaka
31 00008/3.0359/AU.1 12
Puradireja, Suhartono
2 Desember Audit /02/0864- Februari Wajar
AP: Iskandar
2024 5/1/II/2025 2025
Dzulqarnain, CPA
31 00010/3.0359/AU.1 23
KAP: Kanaka
3 Desember Audit /02/0864- Februari Wajar
Puradireja, Suhartono
2023 2/1/II/2024 2024
Halaman 11 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 13
Tanggal
No Periode Ket KAP & AP Nomor Laporan Opini
Laporan
AP: Iskandar
Dzulqarnain, CPA
KAP: Kanaka
31 00010/3.0359/AU.1 27
Puradireja, Suhartono
4 Desember Audit /02/0864- Februari Wajar
AP: Iskandar
2022 1/1/II/2023 2023
Dzulqarnain, CPA
31 KAP: Heliantono & 00001/3.0275.AU.1
8 Maret
5 Desember Audit Rekan /02/1567- Wajar
2022
2021 AP: Totok Hariono 1/1/III/2022
KAP: Chatim Atjeng
31 00021/3.0239/AU.1
Sugeng & Rekan 17 Maret
6 Desember Audit /02/1593- Wajar
AP: Tjiptohadi 2021
2020 1/1/III/2021
Sawarjuwono, CPA
Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC
Akta Pendirian dan Perubahan Terakhir - PJUC
1. Akta Pendirian Akta No. 5 tanggal 14 Maret 2007 dari Rosida, S.H., notaris di Surabaya.
Akta pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam
Surat Keputusan No. W10-00796 HT.01.01-TH.2007 tanggal 3 Juli 2007;
2. Akta No.33 tanggal 16 Juni 2025 yang dibuat dihadapan Evie Mardiana Hidayah, S.H.,
notaris di Surabaya, tentang perubahan Direksi dan Komisaris, yang telah mendapat
Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum Republik
Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 Juni 2025 No. AHU-AH.01.09-0300121;
Legalitas Perusahaan - PJUC
1. Nomor Pokok Wajib Pajak: 02.114.418.3-081.000
2. Nomor Induk Berusaha: 0291010171278
Informasi Lainnya - PJUC
1. Company Profile PJUC
2. Akta No. 58 tanggal 24 Oktober 2025 tentang Perjanjian Manajemen Konsultasi Fee
antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana.
1.10 Hasil Pelaksanaan Inspeksi
Berdasarkan surat tugas KJPP FDI&R No.003/FDI/ST-PB/REC/XI/2025/2025 tanggal 18
November 2025 serta berita acara inspeksi, kami telah melakukan Inspeksi, pengumpulan data,
diskusi, verifikasi dan wawancara atas objek pendapat kewajaran. Surat tugas, berita acara
inspeksi, dan MoM (Minutes of Meeting) terdapat pada lampiran laporan ini.
1.11 Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi:
• Kami tidak melakukan reviu terhadap aspek hukum maupun uji tuntas aspek keuangan, oleh
karena itu kami berasumsi bahwa objek yang kami nilai tidak mempunyai masalah hukum
dan hak kepemilikannya adalah sah dan dapat dipasarkan.
• Kami berasumsi bahwa objek yang ditunjukan kepada kami adalah benar merupakan objek
dalam penilaian.
Halaman 12 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 14
1.12 Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran Dilakukan Berdasarkan Standar
Pendapat Kewajaran akan dilakukan berdasarkan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia Tahun 2018 Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian
serta Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 42/POJK.04/2020 (POJK 42/2020) tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
1.13 Metodologi Analisis Pendapat Kewajaran
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas transaksi ini, kami telah melakukan analisis
melalui pendekatan dan prosedur penilaian transaksi yang mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis transaksi:
• Besaran dana dari objek transaksi;
• Dampak keuangan atas transaksi;
• Pertimbangan bisnis manajemen atas transaksi;
• Identifikasi & hubungan pihak yang bertransaksi
• Analisis perjanjian & syarat transaksi
• Analisis manfaat & risiko transaksi
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif yang terkait dengan transaksi
Analisis kualitatif:
• Riwayat perusahaan & sifat kegiatan usaha;
• Analisis industri & bisnis;
• Analisis operasional & prospek perusahaan;
• Alasan dan latar belakang transaksi;
• Analisis keuntungan & kerugian kualitatif;
Analisis kuantitatif:
• Penilaian kinerja historis;
• Penilaian arus kas;
• Penilaian atas proyeksi keuangan;
• Analisis rasio keuangan;
• Proforma laporan keuangan sebelum & sesudah transaksi;
Analisis Nilai Tambah atau Inkremental:
• Kontribusi nilai tambah atas transaksi;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non keuangan yang relevan;
• Prosedur pengambilan keputusan perusahaan atas dan nilai transaksi;
• Hal material lainnya;
Analisis sensitivitas (sensitivity analysis)
c. Analisis atas kewajaran nilai transaksi:
• Perbandingan antara nilai transaksi dengan hasil penilaian;
• Analisis bahwa nilai nilai transaksi memiliki nilai tambah;
• Analisis kewajaran nilai transaksi terhadap hasil penilaian;
d. Analisis atas faktor lain yang relevan
e. Kesimpulan atas Transaksi
Halaman 13 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 15
1.14 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas transaksi, KJPP FDI&R tidak menggunakan hasil
pekerjaan tenaga ahli dari luar.
1.15 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan PT Raharja Energi
Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana ataupun pihak pihak lainnya yang terafiliasi
dengan dengan PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana. KJPP FDI&R
juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai
yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.16 Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event)
Dari tanggal Pendapat Kewajaran (cut off date) per 30 September 2025 hingga Laporan Pendapat
Kewajaran ini diterbitkan tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(Subsequent Event).
Halaman 14 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 16
BAB II
ANALISIS ATAS TRANSAKSI
2.1. Analisis Objek Transaksi
2.1.1 Besaran Dana dari Objek Transaksi
Nilai Transaksi atas Penyediaan Management Konsultasi Fee antara PT Raharja Energi Cepu Tbk
(“REC”) dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”), adalah sebesar Rp1.263.737.398,-
(Satu Miliar Dua Ratus Enam Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus
Sembilan Puluh Delapan Rupiah).
2.1.2 Dampak Keuangan atas Transaksi
Dampak keuangan yang timbul atas Transaksi dapat dilihat dari proforma keuangan perusahaan
setelah Transaksi. Berdasarkan nilai transaksi sebesar Rp1.263.737.398,-(Satu Miliar Dua Ratus
Enam Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus Sembilan Puluh Delapan
Rupiah) atau setara dengan USD75.764,-(Tujuh Puluh Lima Ribu Tujuh Ratus Enam Puluh Empat
Dolar Amerika Serikat), Asumsi nilai tukar mata uang dalam analisis ini menggunakan rata-rata
kurs transaksi Bank Indonesia per 30 September 2025, yaitu Rp16.680 per USD. Proforma
laporan keuangan untuk PT Raharja Energi Cepu Tbk sebagai berikut:
Tabel 3. Proforma Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum & Sesudah Transaksi
(dalam USD Penuh)
Laporan Posisi Keuangan 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Audited Proforma
Aset Lancar
Kas dan bank 32.749.720 75.764 32.825.484
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 3.594.509 3.594.509
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga 102.935 102.935
Pihak Berelasi 258.274 258.274
Pajak Dibayar Dimuka 0 0
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 1.852.137 1.852.137
Investasi Jangka Pendek 909.167 909.167
Beban Dibayar Dimuka 0 0
Aset Lancar Lainnya 52.435 52.435
Jumlah Aset Lancar 39.519.177 75.764 39.594.941
Aset Tidak Lancar
Investasi Pada Entitas Asosiasi 6.518.812 6.518.812
Aset Tetap - Bersih 127.042 127.042
Properti Minyak dan Gas - Bersih 20.088.262 20.088.262
Aset Pajak Tangguhan 43.777 43.777
Aset Tidak Lancar Lain-lain 20.775 20.775
Jumlah Aset Tidak Lancar 26.798.668 26.798.668
Jumlah Aset 66.317.845 75.764 66.393.609
Halaman 15 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 17
Laporan Posisi Keuangan 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Audited Proforma
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Dividen 0 0
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 110.222 110.222
Utang Pajak 2.555.799 2.555.799
Beban Masih Harus Dibayar 125.114 125.114
Kewajiban Kontrak 750.092 750.092
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang 0 0
Pinjaman Bank 5.497.066 5.497.066
Pinjaman Pemegang Saham 625.336 625.336
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 16.028 16.028
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 9.679.657 9.679.657
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang - setelah
9.004.634 9.004.634
Dikurangi Bagian Lancar
Pinjaman Bank 1.575.989 1.575.989
Pinjaman pemegang Saham 53.870 53.870
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 17.407 17.407
Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja
Liabilitas Imbalan Pensiun Direksi dan
92.855 92.855
Komisaris
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 10.744.755 10.744.755
Jumlah Liabilitas 20.424.412 20.424.412
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk
Modal Saham 2.484.844 2.484.844
Tambahan Modal Disetor 12.920.505 12.920.505
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 24.865 24.865
Belum Ditentukan Penggunaannya 30.203.256 75.764 30.279.020
Kepentingan Non Pengendali 259.963 259.963
Jumlah Ekuitas 45.893.433 75.764 45.969.197
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 66.317.845 75.764 66.393.609
Sumber: Proforma Keuangan REC 30 September 2025
Tabel 4. Proforma Laporan Laba Rugi REC Sebelum & Sesudah Transaksi
(dalam USD Penuh)
Laporan Laba Rugi 30-Sep-25 30-Sep-25
Penyesuaian
PT Raharja Energi Cepu Audited Proforma
Pendapatan Bersih 37.611.591 37.611.591
Beban Pokok Pendapatan (19.141.969) (19.141.969)
Laba Bruto 18.469.622 18.469.622
Halaman 16 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 18
Laporan Laba Rugi 30-Sep-25 30-Sep-25
Penyesuaian
PT Raharja Energi Cepu Audited Proforma
Beban umum dan administrasi (989.662) (989.662)
Pendapatan Keuangan
Beban keuangan/bunga (1.097.052) (1.097.052)
Laba/(rugi) selisih kurs - bersih (441.279) (441.279)
Bagian laba entitas asosiasi 4.321.544 4.321.544
Pendapatan lain-lain 326.868 75.764 402.632
Beban lain-lain (68.248) (68.248)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 20.521.793 75.764 20.597.557
Beban Pajak Penghasilan (8.667.621) (8.667.621)
Laba Tahun Berjalan 11.854.172 75.764 11.929.936
Sumber: Proforma Keuangan REC 30 September 2025
Dari proforma laporan keuangan, transaksi memberikan dampak dan memengaruhi pos-pos
keuangan tertentu dari perusahaan. Pada transaksi pemberian jasa konsultasi manajemen ini,
pos Kas dan Bank perusahaan bertambah sebesar USD75.764 atau setara sebesar
Rp1.263.737.398 akibat penerimaan jasa konsultasi manajemen dari PT Petrogas Jatim Utama
Cendana. Bersamaan dengan itu, pos Ekuitas meningkat sebesar USD75.764 atau setara sebesar
Rp1.263.737.398 akibat peningkatan laba ditahan atas penerimaan jasa konsultasi manajemen.
Pada pos Laba Rugi, diperoleh kenaikan sebesar USD75.764 atau setara sebesar
Rp1.263.737.398 pada pos Pendapatan Lain-lain dari penerimaan jasa konsultasi manajemen
kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana.
2.1.3 Pertimbangan Bisnis Manajemen atas Transaksi
Pemberian jasa konsultasi manajemen oleh REC ke PJUC dalam rangka untuk memastikan
pengelolaan usaha yang efektif terkait Hak Partisipasi yang di miliki PJUC di Blok Cepu sebesar
2,2423% sehingga dapat memastikan keberlangsungan investasi REC di PJUC yang mempunyai
kepemilikan saham sebesar 49%. PJUC merupakan perusahaan yang didirikan untuk memegang
dan mengelola Hak Partisipasi sebesar 2,2423% dalam Kontrak Kerja Sama Blok Cepu (KKS) dan
Perjanjian Operasi Bersama (Joint Operating Agreement) yang mencakup Wilayah Kerja (WK)
Cepu.
2.2. Analisis Transaksi
2.2.1 Identifikasi & Hubungan Pihak Yang Bertransaksi
Identifikasi Pihak yang Bertransaksi
A. PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
Riwayat Singkat
PT Raharja Energi Cepu Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan nama PT Syabas Usaha Migas
berdasarkan akta notaris Indah Setyaningsih, S.H., No. 07 tanggal 16 Oktober 2006. Akta
Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. W7-06263HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Juni 2007 serta
Halaman 17 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 19
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 18940 tanggal 21 Juli 2007,
Tambahan No. 58.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait perubahan Direksi dan Komisaris berdasarkan Akta No.35
tanggal 30 April 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta, dan telah
mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum
Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 05 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-
0221474.
Kemudian Akta No. 18 tanggal 20 September 2024 dari notaris Rini Yulianti S.H., mengenai
Penawaran Umum Perdana Perusahaan dan PUPS, pemecahan nilai nominal saham,
peningkatan modal dasar, serta perubahan semua anggaran dasar termasuk perubahan
status Perusahaan dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka dan
karenanya mengubah nama Perusahaan, dari sebelumnya bernama PT Raharja Energi Cepu
menjadi PT Raharja Energi Cepu Tbk. Perubahan terakhir ini telah diterima oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat penerimaan AHU-
0059751.AH.01.02 TAHUN 2024 tanggal 20 September 2024
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Rukun Raharja Tbk. Entitas induk terakhir
Perusahaan adalah PT Rukun Raharja Tbk.
Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam
surat No.37/WPJ.06/2013 tanggal 4 Desember 2013 untuk membuat dan menyajika laporan
keuangan dalam bahasa Inggris dan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat yang berlaku
efektif mulai 1 Januari 2014.
Pada tanggal 30 Desember 2024, Perusahaan mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektifnya
Pernyataan Pendaftaran No. S-179/D.04/2024 atas Penawaran Umum Perdana Saham dari
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
sebagai berikut:
• Kegiatan usaha utama:
a. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
b. Aktivitas Perusahaan Holding
• Kegiatan Usaha Penunjang:
a. Pertambangan Minyak Bumi
b. Pertambangan Gas Alam
Informasi Umum
Alamat : Office Park Thamrin Residences A01-05, Jl. Thamrin Boulevard,
: Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat
No. Telp / Fax : (62-21) 23579812
Website : www.rec.co.id
Email : corsec@rec.co.id
Halaman 18 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 20
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen REC, susunan kepemilikan saham REC per 30 September
2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 5. Struktur Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu Tbk
Jumlah Lembar Proporsi
No Pemegang Saham Jumlah Rupiah Jumlah USD
Saham (%)
1 PT Rukun Raharja Tbk 1.900.437.700 69,996% 19.004.377.000 1.738.687
PT Rukun Prima
2 100.000 0,004% 1.000.000 92
Sarana
Masyarakat (masing-
3 masing kepemilikan 814.516.100 30,000% 8.145.161.000 692.385
dibawah 5%)
Jumlah 2.715.053.800 100,00% 27.150.538.000 2.431.164
Keterangan: Nilai nominal Rp.10 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen REC
Susunan Pengurus
Berdasarkan akta No.35 tanggal 30 April 2025, Susunan Dewan Komisaris dan Direksi REC
per 30 September 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Orias Petrus Moedak
Komisaris Independen : Taufik Ahmad
Komisaris : Merly
Direksi
Direktur Utama : Sumantri
Direktur Operasional : Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur Keuangan : Adrian Hartadi
B. PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)
Riwayat Singkat
PT Petrogas Jatim Utama Cendana (”Perusahaan”) didirikan sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia berdasarkan Akta No. 5 tanggal 14
Maret 2007 dari Rosida, S.H., notaris di Surabaya. Akta pendirian ini telah disahkan oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. W10-00796HT.01.01-
TH.2007 tanggal 3 Juli 2007
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir
berdasarkan Akta No.33 tanggal 16 Juni 2025 yang dibuat dihadapan Evie Mardiana
Hidayah, S.H., notaris di Surabaya, tentang perubahan Direksi dan Komisaris, yang telah
mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum
Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 19 Juni 2025 No. AHU-AH.01.09-
0300121.
Pendirian Perusahaan merupakan tindak lanjut dari diterbitkannya Undang-undang No. 22
tahun 2001 tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan Peraturan
Halaman 19 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 21
Pemerintah no. 35 tahun 2004 (pasal 34 dan 35) mengenai Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan
Gas Bumi serta Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No. 1 tahun 2006 tanggal 9 Maret
2006 tentang penunjukan Perusahaan sebagai wakil keikutsertaan Pemerintah Provinsi Jawa
Timur pada Kontrak Kerja Sama (“KKS”) Blok Cepu dalam pengelolaan minyak dan gas bumi.
Perusahaan memperoleh bagian partisipasinya sebesar 2,2423% efektif pada tanggal 5
Februari 2009.
Kegiatan Usaha
Kegiatan Usaha PJUC adalah sebagai berikut:
1. KBLI 06100 Pertambangan Minyak Bumi;
2. KBLI 46610 Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair Dan Gas Dan Produk YBDI
Informasi Umum
Alamat : Gedung Medan Pemuda Lantai 4, Jl. Pemuda 27-31, Surabaya
No. Telp / Fax : +6231 992 49262
Website : www.pjuc.co.id
Email : info@pjuc.co.id
Susunan Kepemilikan Saham
Berdasarkan Informasi Manajemen PJUC, susunan kepemilikan saham PJUC per 30
September 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 6. Struktur Pemegang Saham PT Petrogas Jatim Utama Cendana
Jumlah Lembar Proporsi
No Pemegang Saham Jumlah Rupiah Jumlah USD
Saham (%)
PT Petrogas Jatim
1 253 50,60% 253.000.000 27.276
Utama
PT Raharja Energi
2 245 49,00% 245.000.000 26.414
Cepu
Koperasi Dipertam
3 2 0,40% 2.000.000 215
Jatim
Jumlah 2.715.053.800 100,00% 500.000.000 53.905
Keterangan: Nilai nominal Rp.1.000.000 per lembar saham
Sumber: Informasi Manajemen PJUC
Susunan Pengurus
Berdasarkan akta No.33 tanggal 16 Juni 2025, Susunan Dewan Komisaris, dan Direksi PJUC
per 30 September 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Abd. Halim Soebahar
Komisaris : Fathur Rozi Zubair
Komisaris : Sumantri
Direksi
Direktur Utama : IR.Hadi Ismoyo
Direktur Teknik : Alexandra Sinta Wahjudewanti
Direktur Keuangan : Adrian Hartadi
Halaman 20 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 22
Hubungan Pihak yang Bertransaksi
A. Transaksi Afiliasi
Sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan (“POJK 42”),
Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali,
termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau
perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari perusahaan terbuka atau Afiliasi dari
anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepengurusan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi, berdasarkan struktur kepengurusan per
30 September 2025 adalah sebagai berikut:
Tabel 7. Hubungan Para Pihak Yang Terlibat Dalam Transaksi
No Nama REC PJUC Keterangan
1 Orias Petrus Moedak Komisaris Utama (-) (-)
2 Taufik Ahmad Komisaris Independen (-) (-)
3 Merly Komisaris (-) (-)
4 Sumantri Direktur Utama Komisaris Afiliasi
Alexandra Sinta
5 Direktur Operasional Direktur Teknik Afiliasi
Wahjudewanti
6 Adrian Hartadi Direktur Keuangan Direktur Keuangan Afiliasi
7 Abd. Halim Soebahar (-) Komisaris Independen (-)
8 Fathur Rozi Zubair (-) Komisaris (-)
9 IR.Hadi Ismoyo (-) Direktur Utama (-)
Keterangan: (-) Tidak memiliki hubungan afiliasi
Sumber: Informasi Manajemen REC & PJUC Per 30 September 2025
Berdasarkan POJK 42, transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari tabel hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi,
dapat dilihat bahwa antara REC sebagai pihak Pemberi Layanan Manajemen Konsultasi atau
Penerima Manajemen Konsultasi Fee dan PJUC sebagai pihak Penerima Layanan Manajemen
Konsultasi atau yang membayar Manajemen Konsultasi Fee dari sisi susunan pengurus. Oleh
karena itu, transaksi ini memenuhi kriteria Transaksi Afiliasi menurut POJK 42.
Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Hubungan para pihak yang terlibat dalam transaksi, berdasarkan struktur kepemilikan per 30
September 2025 adalah sebagai berikut:
Halaman 21 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 23
REC
49,00%
PJUC
Grafik 1. Bagan Hubungan Para Pihak Berdasarkan Struktur Kepemilikan
Sumber: Informasi Manajemen REC dan PJUC
Keterangan:
REC : PT Raharja Energi Cepu Tbk
PJUC : PT Petrogas Jatim Utama Cendana
Berdasarkan POJK 42, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan
oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk kepentingan Afiliasi dari
perusahaan terbuka atau Afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang
saham utama, atau Pengendali. Dari gambar bagan diatas dapat dilihat bahwa antara REC
sebagai pihak Pemberi Layanan Manajemen Konsultasi atau Penerima Manajemen Konsultasi
Fee dan PJUC sebagai pihak Penerima Layanan Manajemen Konsultasi atau yang membayar
Manajemen Konsultasi Fee, terdapat hubungan afiliasi, dari sisi pengendalian/kepemilikan
perusahaan, maupun pemegang sahamnya, dimana:
• PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) memiliki 49,00% saham pada PT Petrogas Jatim Utama
Cendana (“PJUC”) berupa investasi saham.
Oleh karena itu, transaksi ini memenuhi kriteria transaksi afiliasi menurut POJK
42/POJK.04/2020.
B. Transaksi Benturan Kepentingan
Menurut informasi manajemen yang mengacu pada Surat Pernyataan REC
No.REC/DIR/21.200/XI/2025 tanggal 21 November 2025, Perihal Informasi atas benturan
kepentingan dalam rangka transaksi afiliasi PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim
Utama Cendana berupa Management Konsultasi Fee, bahwa transaksi tidak mengandung
transaksi benturan kepentingan.
C. Materialitas Nilai Transaksi
Materialitas nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan nilai transaksi dengan ekuitas
REC periode 30 September 2025.
Halaman 22 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 24
Tabel 8. Materialitas Nilai Transaksi
Nilai Transaksi Ekuitas Materialitas
Keterangan
USD Rupiah USD Rupiah (%)
Management
75.764 1.263.737.398 45.893.433 765.502.462.440 0,17%
Konsultasi Fee
Sumber: Analisis KJPP FDI&R (Kurs: Rp16.680/USD).
Asumsi nilai tukar mata uang dalam analisis ini menggunakan rata-rata kurs transaksi Bank
Indonesia per 30 September 2025, yaitu Rp16.680 per USD. Berdasarkan laporan keuangan
PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) per 30 September 2025, ekuitas REC tercatat sebesar
Rp765.502.462.440 atau setara dengan USD45.893.433. Dengan mempertimbangkan nilai
transaksi berupa Management Konsultasi Fee sebesar Rp1.263.737.398 atau setara dengan
USD75.764, maka nilai transaksi tersebut setara dengan 0,17% dari ekuitas REC. Dengan
demikian, transaksi dimaksud tidak termasuk sebagai Transaksi Material sebagaimana diatur
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17”).
2.2.2 Analisis Perjanjian & Syarat Transaksi
Pokok-Pokok Perjanjian antara REC dan PJUC
Sehubungan dengan Transaksi, REC dan PJUC telah menandatangani Perjanjian Manajemen
Konsultasi Fee antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana,
sebagaimana diatur dalam Akta No. 58 tanggal 24 Oktober 2025 (”Perjanjian”), dengan
ketentuan sebagai berikut:
Para Pihak
1. PT Raharja Energi Cepu Tbk (”REC atau Pemberi Layanan Manajemen Konsultasi atau
Penerima Manajemen Konsultasi Fee”)
2. PT Petrogas Jatim Utama Cendana (”PJUC atau Penerima Layanan Manajemen Konsultasi
atau yang membayar Manajemen Konsultasi Fee”)
Objek dan Nilai Layanan Manajemen Konsultasi
Nilai layanan manajemen konsultasi sehubungan dengan transaksi adalah Rp1.263.737.398
(Satu Miliar Dua Ratus Enam Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Tiga Ratus
Sembilan Puluh Delapan Rupiah).
Lingkup Layanan
Berdasarkan ketentuan dalam Perjanjian Manajemen Konsultasi Fee antara REC dan PJUC, ruang
lingkup layanan yang diberikan oleh REC adalah sebagai berikut:
a. Memberikan saran mengenai aspek manajemen yang terkait dengan kegiatan usaha umum
PJUC;
b. Memberikan saran kepada PJUC mengenai peraturan-peraturan yang berlaku di masa yang
akan datang dan perkembangan kebijakan di Indonesia yang dapat memengaruhi usaha
PJUC di Indonesia dan hal-hal lain yang relevan dengan bidang keahlian konsultan;
c. Mengkaji dan memberikan masukan tentang rencana-rencana bisnis PJUC di Indonesia yang
masih relevan dengan bidang keahlian REC;
Halaman 23 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 25
d. Memberikan saran dan bantuan-bantuan lain yang dibutuhkan selama masih berkaitan
dengan lingkup yang disebutkan di atas, apabila dibutuhkan oleh PJUC;
e. REC akan menugaskan personelnya di PJUC untuk menjalankan peran sebagai Dewan Direksi
dan Komisaris PT Petrogas Jatim Utama Cendana dengan tetap memperhatikan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan/atau
f. Memberikan permintaan lainnya sewaktu-waktu oleh PJUC.
Jangka Waktu Perjanjian
Berdasarkan ketentuan dalam Perjanjian, REC dan PJUC menyepakati bahwa perjanjian
Manajemen Konsultasi Fee berlaku sejak tanggal 1 Januari 2026 dan berakhir pada tanggal 31
Desember 2026 (“Tanggal Efektif”). Perjanjian tersebut juga mengatur bahwa jangka waktu
pelaksanaan dapat diperpanjang apabila disepakati secara tertulis oleh REC dan PJUC setelah
berakhirnya periode perjanjian.
Tanggung Jawab dan Peran REC
1. Kepatuhan terhadap hukum dan regulasi
• Mematuhi seluruh hukum, peraturan, serta kebijakan yang berlaku di Indonesia terkait
pemberian layanan dan transaksi dalam perjanjian.
• Termasuk kepatuhan terhadap ketentuan anti-penyuapan, anti-korupsi, dan peraturan lain
yang berkaitan dengan pencegahan praktik korupsi.
2. Mengikuti instruksi dari PJUC
• Wajib mematuhi seluruh petunjuk atau instruksi relevan yang diberikan oleh PJUC dalam
rangka pelaksanaan layanan.
3. Mematuhi panduan terkait lingkungan, keselamatan dan kesehatan
• Mengikuti seluruh panduan, standar, atau kebijakan dari PJUC yang berkaitan dengan
lingkungan, keselamatan, dan kesehatan selama memberikan layanan di lokasi PJUC.
4. Status sebagai konsultan independen
• REC bertindak sebagai konsultan independen, bukan sebagai karyawan, mitra, agen, atau
pihak yang memiliki hubungan kerja lain dengan PJUC.
• Hubungan para pihak tidak boleh ditafsirkan sebagai hubungan usaha, keagenan,
kemitraan, atau bentuk hubungan hukum lainnya.
Tanggung Jawab dan Peran PJUC
1. Menyediakan fasilitas dan sumber daya
• Menyediakan fasilitas, informasi, tenaga pendukung, dan sumber daya lain yang
dibutuhkan oleh REC untuk mendukung penyediaan layanan konsultasi.
2. Mengkaji dan menerima penyampaian layanan
• Melakukan penelaahan dan menerima hasil penyampaian layanan serta output pekerjaan
yang diberikan oleh REC.
3. Membayar kewajiban tepat waktu
• Melaksanakan kewajiban pembayaran kepada REC sesuai ketentuan dalam perjanjian,
termasuk pembayaran Management Konsultasi Fee tepat waktu.
Kerahasiaan
1. REC dan PJUC selama jangka waktu Perjanjian ini akan menjaga kerahasiaan semua data
atau informasi eksklusif milik salah satu REC atau PJUC atau afiliasi mereka (secara kolektif,
Halaman 24 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 26
“Materi Eksklusif”). Selanjutnya, masing-masing REC dan PJUC harus menjamin bahwa semua
Materi Eksklusif hanya akan digunakan untuk memenuhi kewajiban REC dan PJUC
berdasarkan Perjanjian ini.
2. REC dan PJUC akan menjaga isi Perjanjian ini dan tidak akan mengungkapkan semua atau
sebagian dari Perjanjian ini tanpa persetujuan tertulis dari pihak lainnya, kecuali jika
dibutuhkan oleh undang-undang, peraturan, atau kebijakan pemerintah yang berlaku.
3. REC dan PJUC mengakui bahwa apabila ada kasus pelanggaran dari pernyataan dalam Pasal
6, pihak yang dirugikan berhak untuk menuntut atas kerusakan dan melakukan tindakan
hukum lainnya. Ketentuan ini berlaku selama 1 (satu) tahun terhitung sejak Perjanjian ini
berakhir.
Izin, Paten, dan Hak Kepemilikan Lainnya
Seluruh properti intelektual yang dihasilkan oleh REC selama jangka waktu penyediaan layanan
manajemen konsultasi merupakan hak milik REC dan dapat khusus digunakan, didaftarkan, dan
dilisensikan oleh PJUC.
Pernyataan dan Jaminan
1. REC dan PJUC memiliki kuasa penuh dan otoritas yang diperlukan untuk mengeksekusi dan
memberi atau menerima hasil atas Perjanjian ini, serta untuk melaksanakan kewajiban dalam
Perjanjian ini; dan
2. REC dan PJUC telah mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk mengesahkan
eksekusi Perjanjian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan akan
melaksanakan kewajiban sesuai dengan isi Perjanjian.
Penyelesaian Perselisihan
Segala sengketa yang timbul dari atau sehubungan dengan perjanjian, termasuk setiap
pertanyaan mengenai keberadaan, keabsahan atau pengakhiran Perjanjian ini (“Sengketa”) akan
diteruskan dan diselesaikan secara final melalui arbitrase yang dilakukan oleh Badan Arbitrase
Nasional Indonesia (“BANI”) yang berlaku.
Hukum yang berlaku
Perjanjian ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Republik Indonesia.
2.2.3 Analisis Manfaat & Risiko Transaksi
Manfaat dan Risiko dari adanya transaksi penyediaan Management Konsultasi Fee antara PT
Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana dapat diidentifikasi dan
dijabarkan sebagai berikut:
Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya transaksi adalah sebagai berikut:
• Manfaat utama yang dapat diperoleh Perseroan dari transaksi penyediaan Management
Konsultasi Fee ini adalah potensi peningkatan pendapatan bagi PT Raharja Energi Cepu Tbk
(“REC”), yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan laba konsolidasi Perseroan.
Selain itu, pelaksanaan transaksi ini juga mendukung keberlangsungan dan penguatan peran
REC dalam pengelolaan investasinya pada PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”), di
mana REC memiliki kepemilikan saham sebesar 49%. Melalui pemberian layanan konsultasi
Halaman 25 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 27
Perseroan dapat memastikan keterlibatan aktif dalam pengelolaan operasional PJUC serta
meningkatkan nilai strategis dari investasi tersebut.
Risiko yang dapat diperoleh perusahaan dari adanya transaksi adalah sebagai berikut:
• Di sisi lain, terdapat risiko yang perlu diperhatikan, yaitu potensi kenaikan biaya operasional
PJUC akibat adanya kewajiban pembayaran Management Konsultasi Fee. Kenaikan biaya
tersebut dapat berdampak pada berkurangnya bagian laba bersih yang dapat diperoleh
Perseroan melalui porsi kepemilikan sahamnya di PJUC. Dengan demikian, manfaat dan risiko
dari transaksi ini perlu dipertimbangkan secara menyeluruh untuk menilai kontribusinya
terhadap nilai dan kepentingan ekonomi Perseroan.
Halaman 26 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 28
BAB III
ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI
3.1 Analisis Kualitatif Atas Transaksi
3.1.1 Riwayat Perusahaan & Sifat Kegiatan Usaha
Riwayat Singkat
PT Raharja Energi Cepu Tbk ("Perusahaan") didirikan dengan nama PT Syabas Usaha Migas
berdasarkan akta notaris Indah Setyaningsih, S.H., No. 07 tanggal 16 Oktober 2006. Akta
Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. W7-06263HT.01.01-TH.2007 tanggal 7 Juni 2007 serta diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 18940 tanggal 21 Juli 2007, Tambahan No. 58.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan
Anggaran Dasar terakhir terkait perubahan Direksi dan Komisaris berdasarkan Akta No.35
tanggal 30 April 2025 yang dibuat dihadapan Rini Yulianti, S.H., notaris di Jakarta, dan telah
mendapat Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas dari Menteri Hukum
Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 05 Mei 2025 No. AHU-AH.01.09-0221474.
Kemudian Akta No. 18 tanggal 20 September 2024 dari notaris Rini Yulianti S.H., mengenai
Penawaran Umum Perdana Perusahaan dan PUPS, pemecahan nilai nominal saham, peningkatan
modal dasar, serta perubahan semua anggaran dasar termasuk perubahan status Perusahaan
dari Perseroan Terbatas Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka dan karenanya mengubah
nama Perusahaan, dari sebelumnya bernama PT Raharja Energi Cepu menjadi PT Raharja Energi
Cepu Tbk. Perubahan terakhir ini telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan surat penerimaan AHU-0059751.AH.01.02 TAHUN 2024 tanggal 20
September 2024
Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Rukun Raharja Tbk. Entitas induk terakhir
Perusahaan adalah PT Rukun Raharja Tbk.
Perusahaan telah mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dalam surat
No.37/WPJ.06/2013 tanggal 4 Desember 2013 untuk membuat dan menyajika laporan
keuangan dalam bahasa Inggris dan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat yang berlaku efektif
mulai 1 Januari 2014.
Pada tanggal 30 Desember 2024, Perusahaan mendapatkan Surat Pemberitahuan Efektifnya
Pernyataan Pendaftaran No. S-179/D.04/2024 atas Penawaran Umum Perdana Saham dari
Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Kegiatan Usaha
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
sebagai berikut:
• Kegiatan usaha utama:
a. Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
b. Aktivitas Perusahaan Holding
• Kegiatan Usaha Penunjang:
Halaman 27 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 29
a. Pertambangan Minyak Bumi
b. Pertambangan Gas Alam
3.1.2 Analisis Industri & Bisnis
Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan III-2024 tumbuh sebesar 5,04%. Dari sisi
produksi, Lapangan Usaha Jasa Pendidikan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,59%.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 9,91%. Ekonomi Indonesia triwulan III-2025 terhadap triwulan II-2025
mengalami pertumbuhan sebesar 1,43% (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan
Listrik dan Gas mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,42%. Dari sisi pengeluaran,
Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 6,77 persen.
Sampai dengan triwulan III-2025, ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,01
persen (c-to-c). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan
tertinggi sebesar 10,37 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan
Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 9,13 persen. Secara spasial, perekonomian
Indonesia pada triwulan III-2025 mencatat pertumbuhan yang relatif stabil dibandingkan dengan
periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).
5,3
5,17
5,1 5,11 5,12
5,04 5,04 5,05 5,02 5,04
4,94 4,95
4,9 4,87
4,7
4,5
Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3 Q4 Q1 Q2 Q3
2023 2024 2025
Pertumbuhan Ekonomi (%)
Grafik 2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 – Q2 2025 (% yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik 2025, diolah.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menurut lapangan usaha sektor pertambangan batubara
setelah mengalami pertumbuhan tertinggi di tahun 2022 yaitu sampai dengan 115% (yoy)
kemudian konsisten mengalami kontraksi di tahun 2023 dan 2024. Sampai dengan Q3 2025
PDB lapangan usaha sektor tambang batubara mencapau Rp593 triliun atau turun 4%
dibandingkan capaian di tahun 2024 yaitu hanya sebesar Rp593 triliun. Kondisi ini menunjukkan
pelemahan kinerja industri sektor batubara di Indonesia yang diakibatkan juga dengan
penurunan harga acuan batubara global serta turunnya permintaan batubara global. Disisi lain,
sektor jasa keuangan konsisten mencatatkan kinerja positif dari tahun 2021 sampai dengan Q3
2025. PDB Lapangan usaha sektor jasa keuangan pada tahun 2024 mencapai Rp923 triliun atau
naik 6% (yoy). Sampai dengan Q3 2025 pertumbuhan sektor jasa keuangan telah mencapai
5%(yoy) yaitu mencapai Rp726 triliun. Hal ini menunjukkan kinerja yang kuat baik dalam
subsektor jasa perantara keuangan, asuransi dan dana pensiun, jasa keuangan lain dan jasa
penunjang keuangan.
Halaman 28 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 30
1.600
PDB Lapangan Usaha (Triliun
1.297
1.200 1.117
869 923
850
Rupiah)
809
736 694 726
800 603 617 593
400
-
2021 2022 2023 2024 Q1-Q3 Q1-Q3
2024 2025
Tambang Batubara Jasa Keuangan
Grafik 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 –
Q3 2025
Sumber: Bank Indonesia 2025, diolah.
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Berdasarkan proyeksi PDB harga konstan Indonesia yang dipublikasikan oleh International
Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata pertumbuhan PDB Indonesia berdasarkan pengeluaran
selama periode 2025 sampai dengan 2030 adalah 4,9% dengan proyeksi pertumbuhan di tahun
2030 mencapai 5,13%. Proyeksi di tahun 2025 mencapai Rp13.521 Triliun, sedangkan perkiraan
PDB tahun 2030 diperkirakan mencapai Rp17.211 Triliun.
20.000 6,00
17.211
16.370
14.153 14.840 15.575
15.000 13.521 5,50
12.301 12.920
5,11 5,13
10.000 5,05 5,03 5,00
4,95
4,85
4,65 4,67
5.000 4,50
0 4,00
2023 E 2024 E 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F
Proyeksi GDP (Trilliun Rupiah) Pertumbuhan Ekonomi (%)
Grafik 4. Proyeksi PDB Indonesia 2025 – 2030 (yoy %)
Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah
Perkembangan inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2025 terjaga dalam kisaran sasaran
2,5±1%. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IHK September 2025 tercatat sebesar 2,65%
dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,74. Tingkat inflasi bulanan pada September
2025 sebesar 0,21% (mtm) atau sebesar 1,82% (ytd). Tingkat inflasi komponen inti September
2025 sebesar 2,1% (yoy); atau sebesar 0,18% (mtm); dan 1,61% (ytd). Sedangkan berdasarkan
data proyeksi IMF, inflasi Indonesia pada tahun 2025 mencapai 1,68% (yoy) dengan rata-rata
proyeksi inflasi tahun 2020 – 2030 sebesar 2,32%.
Halaman 29 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 31
4,00 3,71
3,50
3,00
2,51 2,50 2,52 2,52
2,50 2,30 2,19
Inflasi (%)
2,00 1,68
1,50
1,00
0,50
-
2023 E 2024 E 2025 F 2026 F 2027 F 2028 F 2029 F 2030 F
Grafik 5. Perkembangan dan Proyeksi Inflasi di Indonesia (%)
Sumber: International Monetary Fund (IMF) April 2025, diolah
Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Pada 30 September 2025, nilai tukar Rupiah menunjukkan pelemahan tipis terhadap beberapa
mata uang utama dunia dibandingkan posisi akhir bulan sebelumnya. Rupiah tercatat di kisaran
Rp16.691 per dolar AS, melemah sekitar 2,0% dibandingkan Rp16.356 per dolar AS pada 29
Agustus 2025. Terhadap Euro, Rupiah berada di level Rp19.583 per EUR, melemah dari Rp19.132
per EUR pada akhir Agustus. Sementara terhadap Yuan Tiongkok, Rupiah tercatat Rp2.345 per
CNY, sedikit melemah dari Rp2.294 per CNY pada periode yang sama. Pergerakan ini
mencerminkan tekanan eksternal akibat ketidakpastian global dan pergerakan dolar AS yang
menguat secara global, meskipun kebijakan stabilisasi dan intervensi Bank Indonesia tetap
menjaga volatilitas Rupiah dalam kisaran yang terkendali.
20.000 2.700
19.583
19.132
18.917 2.600
19.000
2.500
18.000 2.292 2.3452.400
2.278
2.300
17.000 16.356 2.200
16.691
16.354
2.100
16.000
2.000
15.000 1.900
8/4/25 8/11/25 8/18/25 8/25/25 9/1/25 9/8/25 9/15/25 9/22/25 9/29/25
USD/IDR EUR/IDR CNY/IDR
Grafik 6. Perkembangan Nilai Tukar Rupiah
Sumber: S&P Capital IQ, diolah
Suku Bunga
Pada bulan September 2025, Bank Indonesia menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 4,75%,
suku bunga Deposit Facility turun 50 bps menjadi 3,75%, dan suku bunga Lending Facility turun
25 bps menjadi 5,50%. Keputusan ini diambil sejalan dengan prakiraan inflasi tahun 2025 dan
2026 yang tetap rendah dan terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1%, serta merupakan bagian
dari upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah agar sejalan dengan fundamentalnya, sekaligus
mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap tingkat suku bunga
pinjaman yang ditetapkan oleh perbankan. Pada periode Agustus 2025, tingkat suku bunga
Halaman 30 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 32
pinjaman Perseroan untuk modal kerja, investasi dan konsumsi tercatat turun di level 8,72%,
8,89% dan 8,94%.
Tabel 9. Tingkat Suku Bunga Kredit Bank Persero (%)
Bank Persero 2020 2021 2022 2023 2024 2025*
Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,77 8,34 8,29 8,93 8,67 8,60
Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,87 8,49 8,72 9,41 9,21 8,67
Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,56 10,14 9,65 9,27 9,09 8,92
*September 2025
Sumber: Bank Indonesia September 2025, diolah
Gambaran Perkembangan Industri Pertambangan Minyak bumi dan Gas
Cadangan Minyak Bumi dan Gas (Migas) Indonesia
Data kementerian ESDM tahun 2024 menunjukkan bahwa cadangan minyak bumi dan Gas di
Indonesia tahun 2023 mengalami sedikit kenaikan dibandingkan dengan data tahun sebelumnya.
Dimana cadangan Minyak Bumi terbukti tahun 2023 mencapai 2,41 ribu MMSTB sedangkan
potensialnya mencapai 2,29 ribu MMSTB dengan total mencapai 4,7 ribu MMSTB. Sedangkan
tahun 2024 menunjukkan sedikit penurunan dengan total cadangan terbukti sebesar 2,3 ribu
MMSTB dan potensial sebesar 2 ribu MMSTB. Cadangan minyak bumi terbesar terletak di
Sumatera Bagian Tengah mencapai 1.410 MMSTB dan Jawa Bagian Timur yaitu sebanyak 1.013
MMSTB. Sedangkan cadangan gas bumi Indonesia yang sudah terbukti di tahun 2023 mencapai
35,3 TSCF, potensi cadangan mencapai 19,46 TSCF dengan total cadangan gas bumi sebesar
54,76 TSCF. Data tahun 2024 juga menunjukkan sedikit penurunan yaitu menjadi 33,84 TSCF
untuk cadangan terbukti dan 18,14 TSCF untuk cadangan potensial di tahun 2024. Maluku Utara
menjadi daerah dengan cadangan gas bumi terbesar mencapai 15,78 TSCF dan Papua sebesar
11,42 TSCF.
Cadangan Minyak Bumi Cadangan Gas Bumi
5.000 70,00
60,00
4.000
18,82 18,99
2.290 50,00
1.730 1.900 2.024 18,49 19,46
1.700 18,14
MMSTB
3.000
40,00
TSCF
30,00
2.000
20,00 43,57 41,62
2.442 2.413 36,34 35,30 33,84
1.000 2.245 2.271 2.288
10,00
- 0,00
2020 2021 2022 2023 2024 2020 2021 2022 2023 2024
Terbukti Potensial Terbukti Potensial
Grafik 7. Cadangan Minyak Bumi dan Gas Indonesia Tahun 2024
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Produksi Minyak Bumi dan Gas
Produksi minyak bumi Indonesia dalam 5 tahun terakhir menunjukkan produksi yang menurun
disetiap tahunnya, sedangkan produksi gas bumi mengalami fluktuasi. Produksi minyak bumi
pada tahun 2023 sebesar 606 Juta Barel Minyak per Hari/ MBOPD (Million Barrel of Oil per Day)
atau turun 1% (yoy). Produksi di tahun 2024 sebesar 580 MBOPD atau turun 4% (yoy). Sedangkan
produksi gas bumi pada tahun 2023 mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun 2022 yaitu
Halaman 31 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 33
sebesar 1.284 juta barel per hari/MBOEPD (Million Barrels of Oil Equivalent per Days). Sedangkan
pada 2024 produksi gas bumi Indonesia sebesar 1.215 MBPOEPD atau naik 2,6% (yoy).
1.178 1.178 1.147 1.184 1.215
1.200,00
800,00 708,00 659,00 612,00 606,00 580,00
400,00
-
2020 2021 2022 2023 2024
Produksi Minyak Mentah dan Konsentrat (MBOPD)
Grafik 8. Produksi Minyak Bumi dan Gas Indonesia
Sumber: Dirjen SKK Migas, 2024
Lifting merupakan kegiatan pengangkatan atau pengambilan minyak bumi atau gas dari sumur
produksi untuk kemudian dijual atau dimanfaatkan. Besarnya lifting minyak atau gas bisa berbeda
dengan hasil produksi yang diakibatkan karena proses produksi dilaksanakan setiap hari, namun
demikian lifting dilakukan berdasarkan jadwal pengiriman (shipment schedule) yang bisa bersifat
mingguan atau bulanan. Akibatnya, sebagian minyak yang sudah diproduksi bisa tersimpan
sementara di tangki (storage) dan baru dilifting pada periode berikutnya. Lifting minyak semester
I 2024 mencapai 576 MBOEPD atau masih 91% dari total targer sebesar 635 MBOEPD.
Sedangkan lifting gas semester I 2024 mencapai 989 MBOEPD atau 96% dari target pemerintah
di tahun 2024. Realisasi lifting gas di semester I 2024 telah menunjukkan realisasi lifting melebihi
tahun 2023 sebesar 960 MBOEPD.
1.400
1.188 1.141
1.200 1.133 1.058 983 995 953 960 989
1.000 829 804 778 746 707
800 660 612 605 576
600
400
200
-
2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 SM I 2024
Lifting Minyak (MBOEPD) Realisasi Lifting Gas (MBOEPD) Realisasi
Lifting Minyak (MBOEPD) Target Lifting Gas (MBOEPD) Target
Grafik 9. Lifting Minyak Bumi dan Gas Indonesia
Sumber: Ditjen SKK Migas, 2024
Tabel 10. Jumlah dan Kapasitas Kilang Minyak Bumi dan Gas Indonesia
Jumlah Kilang Kapasitas (MTPA)
Minyak Bumi
Kilang Minyak 6 1.186
Kilang LPG
Kilang LPG (Minyak) 6 1.331
Kilang Hulu 6 2.342
Kilang Hilir 18 1.075
Kilang Hulu dan Hilir 6 44
Total Kilang LPG 4.792
Sumber: Kementerian ESDM, 2024
Keterbatasan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar diakibatkan karena
Halaman 32 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 34
keterbatasan jumlah kilang minyak yang digunakan untuk mengelola minyak mentah hasil lifting
dalam negeri. Jumlah kilang minyak bumi di Indonesia saat ini adalah sebanyak 6 kilang dengan
kapasitas total produksi bahan bakar mencapai 1.186 MTPA. Hasil ini belum mampu memenuhi
total kebutuhan bahan bakar dalam negeri sehingga sebagian besar kebutuhan bahan bakar
minyak dipenuhi dari Impor. Total impor bahan bakar minyak pada tahun 2024 mencapai USD
24,7 miliar dan naik 5% di tahun 2024 (data sementara) menjadi USD 25,9 miliar. Sedangkan
untuk produksi gas menjadi LPG di Indonesia saat ini telah terpenuhi dari 36 kilang dengan
kapasitas 4.792 MTPA. Dari total produksi tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan dalam
negeri dan sebagian diantaranya di ekspor, dimana ekspor gas alam di Indonesia di tahun 2024
naik 2% (yoy) menjadi USD 8,7 miliar.
Jika dilihat dari data investasi kegiatan di sektor hulu migas, kenaikan investasi tidak terlalu
signifikan. Investasi sektor Migas pada tahun 2024 mencapai USD 14,7 miliar atau sekitar Rp229
triliun, atau naik sebesar 6% (yoy). Investasi ini meliputi investasi untuk kegiatan ekplorasi 7%,
pengembangan 22%, produksi 66%, dan administrasi sebesar 6% dari total investasi di tahun
2024.
30
13,27 14,07
25 12,1
10,52 11,01
20
Miliar USD
15
0,78
0,84
10 0,68 0,77 0,73
8,64 9,24
7,66 8 8,06
5
2,63 3,07
1,65 1,47 1,47
0,52 0,69 0,7 1,16 0,98
0
2020 2021 2022 2023 2024
Eksplorasi Pengembangan Produksi Administrasi Total
Grafik 10. Investasi Kegiatas Hulu Migas Tahun 2020 – 2024
Sumber: Ditjen SKK Migas, 2024
Perkembangan Pasar Global
Secara umum, aktivitas ekspor migas menunjukkan kondisi yang berfluktuasi. Sementara impor
migas masih mendominasi untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Ekspor minyak mentah
menurun dari USD 2,80 juta pada 2021 menjadi USD 2,23 juta pada 2024, sedangkan impor
minyak mentah meningkat dari USD 7,05 juta menjadi USD 10,35 juta pada periode yang sama.
Impor hasil minyak menurun signifikan dari USD 18,48 juta pada 2021 menjadi USD 8,91 juta
pada 2024, menunjukkan adanya peningkatan kapasitas kilang domestik. Di sisi lain, ekspor gas
alam meningkat tajam dari USD 7,45 juta pada 2021 menjadi USD 25,92 juta pada 2024,
menegaskan posisi Indonesia sebagai negara pengekspor gas bersih meskipun masih bergantung
pada impor minyak.
Halaman 33 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 35
30.000 28.962
25.924
25.000 24.689
20.000 18.482
Juta USD
15.000
11.455
11.142 10.353
10.000 9.712 8.773 8.908
7.047 7.451
4.671 5.400
4.741
5.000
2.796 2.229
2.001 1.615 1.749
0
2021 2022 2023 2024
Minyak Mentah Ekspor Minyak Mentah Impor Hasil Minyak Ekspor
Hasil Minyak Impor Gas Alam Ekspor Gas Alam Impor
Grafik 11. Ekspor dan Impor Minyak Bumi dan Gas Tahun 2021 – 2024
Sumber: BPS, 2024
Pada September 2025, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) tercatat sebesar USD
66,81 per barel, naik USD 0,73 dari bulan sebelumnya, sejalan dengan kenaikan harga Brent
(ICE) dan Basket OPEC, meski Dated Brent dan WTI (Nymex) justru mengalami penurunan tipis.
Kenaikan ICP dipengaruhi oleh meningkatnya risiko geopolitik global, terutama akibat eskalasi
konflik Rusia–Ukraina yang mengganggu sekitar 17% kapasitas kilang Rusia serta ketegangan di
Timur Tengah terkait sanksi terhadap Iran. Secara keseluruhan, ICP Indonesia bergerak positif
dibandingkan harga acuan utama dunia, mencerminkan pengaruh kuat kondisi geopolitik dan
dinamika permintaan kawasan Asia. Untuk proyeksi harga Brent pada tahun Januari – Mei 2026
diprediksi berada pada kisaran USD 63,75 – USD 64,44 per barel.
Brent Crude Oil Futures Prompt Month ($/bbl)
85,00
80,00
75,00
70,00
64,44 63,7563,7763,8664,0764,44
65,00
60,00
Grafik 12. Perkembangan Harga Acuan Minyak Mentah (Brent)
Sumber: S&P Capital IQ, 2025, diolah
Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan bahwa 40,1% dari total kebutuhan energy
global tahun 2023 bersumber dari minyak mentah. Rata-rata total kebutuhan minyak mentah
tahun 2024 mencapai 102,95 MMB per hari, sedangkan rata-rata suplai sebesar 103,23 MMB
per hari. Hingga September 2025 rata-rata total permintaan minyak mentah global turun 0,8%
menjadi 103,72 MMB per hari dengan suplai naik 2% menjadi 105,29 MMB per hari. Penurunan
permintaan disebabkan karna penggunaan renewable energi yang meningkat seiring dengan
komitmen banyak negara untuk beralih dari penggunaan energi yang bersumber dari energi tidak
terbarukan ke sumber energi terbarukan. Namun demikian permintaan akan minyak mentah
sebagai sumber energi global masih menjadi yang tertinggi seiring dengan masih bergantungnya
Halaman 34 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 36
sektor industri dan sumber listrik yang berbahan bakar minyak.
250
200
104,9 106,8 107,1 108,5
150 101,4 102,8 103,6 103,5 103,1 103,1 103,2 103,6 102,8 103,8 103,9 103,9 102,8 103,3 104,8 104,5 104,9
MMB/D
100
50 100,8 102,9 101,8 102,1 103,2 103,8 103,8 103,4 103,2 103,2 103,2 104 101,7 103,3 102,1 103,3 103 105,7 105,2 104,7 104,6
0
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep
2024 2025
Permintaan Suplai
Grafik 13. Perkembangan Permintaan dan Suplai Minyah Mentah Global
Sumber: McKinsey, 2025
Kesimpulan Industri Pertambangan Minyak Bumi dan Gas
Industri minyak, baik di Indonesia maupun global, tengah berada pada fase transisi penting di
antara meningkatnya kebutuhan energi dan tekanan menuju energi terbarukan. Secara global,
minyak masih menjadi sumber energi utama dengan kontribusi lebih dari 40% terhadap total
konsumsi energi pada 2023. Hingga September 2025, permintaan minyak dunia turun 0,8%
akibat peningkatan penggunaan energi bersih, sementara pasokan naik 2% dan ketegangan
geopolitik Rusia–Ukraina serta Timur Tengah menjaga harga Brent di kisaran USD 63–64 per
barel, dengan ICP Indonesia naik menjadi USD 66,81 per barel. Di dalam negeri, industri migas
menghadapi penurunan produksi dari 606 MBOPD pada 2023 menjadi 580 MBOPD pada 2024
serta keterbatasan kapasitas kilang yang menyebabkan impor BBM mencapai USD 25,9 miliar
pada 2024. Meskipun demikian, pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil di kisaran 4,9% per
tahun hingga 2030 akan menjaga tingkat konsumsi energi, sehingga prospek PT Raharja Energy
Cepu Tbk tetap terbuka, terutama jika perusahaan mampu meningkatkan efisiensi lifting,
mengoptimalkan produksi di blok-blok minyak domestik, dan memanfaatkan momentum harga
minyak dunia yang cenderung stabil pada level moderat.
3.1.3 Analisis Operasional & Prospek Perusahaan
Analisa Operasional
Kegiatan usaha Perseroan berdasarkan perubahan Anggaran Dasar terakhir dalam Akta
Keputusan Para Pemegang Saham PT Raharja Energi Cepu No. 18 tanggal 20 September 2024
adalah berusaha dalam aktivitas konsultasi manajemen lainnya dan aktivitas perusahaan holding.
Kegiatan Usaha Penunjang yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroan adalah
menjalankan usaha-usaha di bidang Pertambangan Minyak Bumi dan Pertambangan Gas Alam.
Produk dan jasa yang dihasilkan Perseroan dan Entitas Anak, yaitu berasal dari lifting minyak dan
gas bumi dari 2 (dua) blok utama yaitu Blok Cepu melalui Perusahaan Asosiasi yaitu PJUC dan
Blok Jabung melalui Perusahaan Anak. Operasional perusahaan asosiasi dan perusahaan anak
dalam hal pertambangan minyak dan gas bumi didukung oleh produksi dan cadangan sebagai
berikut:
Halaman 35 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 37
Tabel 11. Produk dan Jasa PJUC
No Keterangan Jumlah
1 Blok Jabung
Produksi:
-Minyak Mentah 2.115 MBBL
-Minyak Kondensat 2.991 MBBL
-Gas Bumi 46.950 MMSCF
-LPG 8.103 MMSCF
Cadangan:
-Minyak Mentah 55.029 MBBL
-Gas 412.206 MMSCF
2 Blok Cepu
-Minyak Mentah 53.714 MBBL
-Cadangan 281.662 MBBL
Pertambangan Minyak Bumi mencakup kegiatan pertambangan minyak bumi mentah termasuk
usaha pencarian kandungan minyak bumi, pengeboran, penambangan, pemisahan serta
penampungan, produksi minyak bumi mentah kondensat, pemrosesan untuk menghasilkan
minyak mentah dengan cara penampungan, penyaringan, pengeringan, stabilisasi dan lain-lain.
Hasil pertambangan minyak bumi antara lain minyak mentah atau crude oil kondensat.
Pertambangan Gas Alam mencakup usaha pencarian kandungan gas alam, pengeboran,
penambangan, pemisahan serta penampungan. Hasil pertambangan gas alam antara lain gas
alam. Pencairan gas alam menjadi LNG sampai ke pengapalannya masih termasuk kegiatan
pertambangan. Termasuk kegiatan CBM (Coalbed Methane).
Operasional perusahaan, entitas anak, dan entitas asosiasi tersebar di 3 wilayah Provinsi di
Indonesia yaitu Jawa Tengah untuk Blok Cepu, Jawa Timur untuk Blok Cepu, dan Jambi untuk
Blok Jabung. Kapasitas Blok Tanjung Jabung sebesar 52 ribu BOPD dan kapasitas Blok Cepu
sebesar 155 ribu BOPD.
Prospek Perusahaan
Kinerja PT Raharja Energy Cepu Tbk (REC) pada tahun 2024 menunjukkan adanya perlambatan
dengan penurunan laba bersih sebesar 43% (yoy) menjadi USD 13,96 juta. Perlambatan ini
terutama disebabkan oleh kinerja entitas anak, PT Raharja Energi Tanjung Jabung yang memiliki
8% participating interest di Blok Jabung, serta entitas asosiasi PT Petrogas Jatim Utama Cendana
dengan 2,2423% participating interest di Blok Cepu, yang mengalami tekanan akibat fluktuasi
harga minyak dan gas global. Meskipun secara operasional Blok Jabung mencatat peningkatan
lifting minyak mentah sebesar 1,4%, kondensat sebesar 11,5%, dan kenaikan gas alam sebesar
16,2% (yoy) serta Blok Cepu mengalami penurunan lifting minyak mentah sebesar 6,9%. Kenaikan
volume lifting tersebut turut meningkatkan beban pokok pendapatan hingga 73,7%, namun tidak
diimbangi dengan kenaikan pendapatan yang signifikan akibat turunnya harga acuan minyak
dan gas dibandingkan tahun 2023, sehingga menekan profitabilitas perusahaan.
Kendati menghadapi tekanan margin, fundamental usaha REC tetap solid mengingat kepemilikan
portofolio pada dua blok migas terbesar di Indonesia, yakni Blok Jabung dan Blok Cepu, dengan
cadangan minyak masing-masing sebesar 55.029 MMBL dan 281.662 MBBL serta cadangan gas
412.206 MMSCF di Blok Jabung. Sebagai perusahaan investasi, REC menjalankan kegiatan
usaha dengan risiko operasional yang relatif rendah karena aktivitas eksplorasi dan produksi
diserahkan kepada operator berpengalaman dengan rekam jejak yang kuat di industri migas
nasional. Strategi ini memungkinkan REC untuk mempertahankan kestabilan laju produksi dan
mengoptimalkan tingkat penurunan produksi secara ekonomis. Selain itu, keberlanjutan kontrak
Halaman 36 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 38
pengelolaan Blok Cepu hingga tahun 2035 dan Blok Jabung hingga tahun 2043 memberikan
kepastian pendapatan jangka panjang bagi perusahaan. Ke depan, prospek usaha REC dinilai
positif seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi domestik, tren stabilisasi harga minyak
dunia, serta potensi penguatan portofolio investasi di sektor gas bumi dan minyak bumi. Dengan
tata kelola investasi yang hati-hati serta dukungan dari operator yang andal, REC berpeluang
memperbaiki kinerja keuangannya dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan investasi
migas yang stabil dan berorientasi jangka panjang.
3.1.4 Alasan Dan Latar Belakang Transaksi
Alasan dan latar belakang pemberian jasa konsultasi manajemen oleh REC kepada PJUC didasari
oleh kebutuhan untuk memastikan pengelolaan yang efektif atas Hak Partisipasi 2,2423% milik
PJUC di Blok Cepu. Sebagai entitas yang secara khusus dibentuk untuk memegang dan mengelola
hak tersebut, efektivitas operasional PJUC menjadi faktor kunci terhadap keberhasilan
pengelolaan aset strategis di Wilayah Kerja Cepu. Bagi REC, yang memiliki 49% saham di PJUC,
penyediaan layanan konsultasi ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan
dan nilai investasinya, sekaligus memastikan bahwa operasional PJUC berjalan selaras dengan
praktik manajemen yang baik dan mendukung pencapaian kinerja yang optimal.
Dalam menjalankan usahanya terkait kepemilikan Hak Partisipasi di Blok Cepu tersebut, PJUC
menggunakan jasa konsultasi manajemen dari REC dengan lingkup layanan konsultasi sebagai
berikut:
a. Memberikan saran mengenai aspek manajemen yang terkait dengan kegiatan usaha umum
PJUC;
b. Memberikan saran kepada PJUC mengenai peraturan-peraturan yang berlaku di masa yang
akan datang dan perkembangan kebijakan di Indonesia yang dapat memengaruhi usaha
PJUC di Indonesia dan hal-hal lain yang relevan dengan bidang keahlian konsultan;
c. Mengkaji dan memberikan masukan tentang rencana-rencana bisnis PJUC di Indonesia yang
masih relevan dengan bidang keahlian REC;
d. Memberikan saran dan bantuan-bantuan lain yang dibutuhkan selama masih berkaitan
dengan lingkup yang disebutkan di atas, apabila dibutuhkan oleh PJUC;
e. REC akan menugaskan personelnya di PJUC untuk menjalankan peran sebagai Dewan Direksi
dan Komisaris PT Petrogas Jatim Utama Cendana dengan tetap memperhatikan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan/atau
f. Memberikan permintaan lainnya sewaktu-waktu oleh PJUC.
3.1.5 Analisis Keuntungan & Kerugian Kualitatif
Keuntungan atas Transaksi
a. Bagi REC
REC akan memperoleh pendapatan lain-lain dari jasa manajemen yang diberikan kepada
PJUC. Pendapatan tambahan tersebut berpotensi meningkatkan laba REC pada masa
mendatang dalam laporan keuangan konsolidasinya. Selain itu, keterlibatan REC dalam
memberikan layanan manajemen turut memastikan keberlangsungan serta pengawasan
terhadap investasi yang telah ditanamkan di PJUC.
b. Bagi PJUC
PJUC memperoleh manfaat berupa penggunaan jasa konsultasi manajemen yang mencakup
pemberian saran terkait aspek pengelolaan perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi, serta
perkembangan kebijakan yang dapat memengaruhi kegiatan usaha. Kajian dan pemberian
masukan terhadap rencana bisnis PJUC, menyediakan dukungan lain sesuai lingkup keahlian,
Halaman 37 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 39
serta menugaskan personel untuk menjalankan fungsi Direksi atau Komisaris sesuai ketentuan
yang berlaku. Selain itu, PJUC dapat meminta bantuan tambahan lainnya dari REC sepanjang
masih dalam ruang lingkup layanan manajemen konsultasi fee.
Kerugian atas Transaksi
a. Bagi REC
Dalam memberikan layanan konsultasi, REC perlu mengalokasikan tenaga ahli, waktu, serta
dukungan operasional. Alokasi ini berpotensi menambah beban kerja internal, terutama jika
kebutuhan layanan PJUC meningkat dari waktu ke waktu.
b. Bagi PJUC
Pembayaran manajemen fee kepada REC menjadi komponen biaya operasional tambahan
bagi PJUC. Penambahan biaya ini dapat berdampak pada berkurangnya bagian laba bersih
PJUC yang dikonsolidasikan oleh Perseroan. Namun demikian, biaya tersebut diharapkan
memberikan nilai tambah melalui peningkatan kualitas pengelolaan, perencanaan bisnis,
serta dukungan manajerial yang dapat memperkuat kinerja PJUC dalam jangka panjang.
3.2 Analisis Kuantitatif Atas Transaksi
3.2.1 Penilaian Kinerja Historis
Analisis kinerja historis bertujuan untuk menilai kondisi keuangan dan kinerja operasional
perusahaan dalam beberapa tahun terakhir sebelum dilakukannya transaksi. Analisis ini
memberikan gambaran mengenai stabilitas pendapatan, efisiensi operasional, serta kemampuan
perusahaan dalam menghasilkan laba dan arus kas.
Kinerja Historis PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
REC periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 serta laporan keuangan Audited
periode 30 September 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 12. Laporan Posisi Keuangan REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Laporan Posisi Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar
Kas dan bank 8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049 32.749.720
Piutang Usaha - Pihak
0 0 0 10.372.313 11.400.095 3.594.509
Ketiga
Piutang Lain-lain 0 0 0 0 0 0
Pihak Ketiga 0 0 0 0 14.489 102.935
Pihak Berelasi 963.126 4.516 1.214.315 495.119 345.483 258.274
Pajak Dibayar Dimuka 870.834 241.869 0 0 0 0
Halaman 38 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 40
Laporan Posisi Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Uang Muka dan Beban
0 0 0 0 0 1.852.137
Dibayar Dimuka
Investasi Jangka Pendek 0 0 0 0 0 909.167
Beban Dibayar Dimuka 1.094 0 0 0 0 0
Aset Lancar Lainnya 10.238 10.308 0 0 336.488 52.435
Total Aset Lancar 10.189.012 2.123.505 2.491.212 23.750.267 22.491.604 39.519.177
Aset Tidak Lancar
Investasi Pada Entitas
11.573.884 12.202.548 11.918.250 9.844.944 8.559.832 6.518.812
Asosiasi
Aset Tetap - Bersih 8.540 5.154 34.078 27.585 24.364 127.042
Properti Minyak dan Gas -
0 0 0 23.834.819 21.708.950 20.088.262
Bersih
Aset Pajak Tangguhan 3.707 4.277 8.957 17.242 39.601 43.777
Aset Tidak Lancar Lain-lain 0 0 0 0 0 20.775
Total Aset Tidak Lancar 11.586.131 12.211.979 11.961.285 33.724.590 30.332.747 26.798.668
Total Aset 21.775.143 14.335.484 14.452.497 57.474.857 52.824.351 66.317.845
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Dividen 0 172.372 0 0 0 0
Utang Lain-lain Pihak
0 0 246 252 3.098 110.222
Berelasi
Utang Pajak 2269 1064 2.852 1.861.328 2.640.803 2.555.799
Beban Masih Harus Dibayar 0 3.435 3.987 10.316 717.327 125.114
Kewajiban Kontrak 0 0 0 0 0 750.092
Bagian Lancar Liabilitas
Jangka Panjang
Pinjaman Bank 0 0 0 5.965.843 6.274.541 5.497.066
Pinjaman Pemegang Saham 5.016.083 148.932 284.165 357.335 357.335 625.336
Pinjaman Pembiayaan
0 0 4.013 4.635 5.004 16.028
Konsumen
Total Liabilitas Jangka
5.018.352 325.803 295.263 8.199.709 9.998.108 9.679.657
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang -
setelah Dikurangi Bagian 0 0 19.466.522 13.541.980 9.004.634
Lancar
Pinjaman Bank 0 0 2.558.660 2.201.325 1.843.990 1.575.989
Pinjaman pemegang
2.473.580 17.075 12.788 7.194 53.870
Saham
Pinjaman Pembiayaan
0 0 0 10.520 14.328 17.407
Konsumen
Liabilitas Imbalan Pasca-
15427 15.127 8.643 0 0 0
Kerja
Liabilitas Imbalan Pensiun
0 26.145 62.035 18.851 92.855
Direksi dan Komisaris
Total Liabilitas Jangka
15.427 2.488.707 2.610.523 21.753.190 15.426.343 10.744.755
Panjang
Jumlah Liabilitas 5.033.779 2.814.510 2.905.786 29.952.899 25.424.451 20.424.412
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat
Diatribusikan Kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Saham 2.313.796 2.313.796 2.313.796 2.313.796 2.313.796 2.484.844
Tambahan Modal Disetor 2.041 2.041 2.041 2.041 2.041 12.920.505
Halaman 39 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 41
Laporan Posisi Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 0 0 0 0 6.542 24.865
Belum Ditentukan
14.425.527 9.205.137 9.230.874 25.030.290 24.891.467 30.203.256
Penggunaannya
Kepentingan Non
0 0 0 175.831 186.054 259.963
Pengendali
Total Ekuitas 16.741.364 11.520.974 11.546.711 27.521.958 27.399.900 45.893.433
Jumlah Liabilitas dan
21.775.143 14.335.484 14.452.497 57.474.857 52.824.351 66.317.845
Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan Audit REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
21,89%. Pada tahun 2020 aset lancar tercatat sebesar USD10.189.012. Pada tahun 2021
aset lancar mengalami penurunan sebesar 79,16 % secara year on year atau tercatat sebesar
USD2.123.505. Pada tahun 2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 17,32 % secara
year on year atau tercatat sebesar USD2.491.212. Pada Tahun 2023 aset lancar mengalami
peningkatan sebesar 853,36% secara year on year atau tercatat sebesar USD23.750.267.
Pada Tahun 2024 aset lancar mengalami penurunan sebesar 5,30 % secara year on year atau
tercatat sebesar USD22.491.604. Kemudian Pada periode 30 September 2025 aset lancar
tercatat sebesar USD39.519.177.
Aset Tidak Lancar
Pertumbuhan aset tidak lancar REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
27,20 %. Pada tahun 2020 aset tidak lancar tercatat sebesar USD11.586.131. Pada tahun
2021 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 5,40% secara year on year atau
tercatat sebesar USD12.211.979. Pada tahun 2022 aset tidak lancar mengalami penurunan
sebesar 2,05% secara year on year atau tercatat sebesar USD11.961.285. Pada Tahun 2023
aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 181,95% secara year on year atau tercatat
sebesar USD33.724.590. Pada Tahun 2024 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar
10,06 % secara year on year atau tercatat sebesar USD30.332.747. Kemudian Pada periode
30 September 2025 aset tidak lancar tercatat sebesar USD26.798.668.
Total Aset
Pertumbuhan total aset REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember
2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar 24,80%.
Pada tahun 2020 total aset tercatat sebesar USD21.775.143. Pada tahun 2021 total aset
mengalami penurunan sebesar 34,17% secara year on year atau tercatat sebesar
USD14.335.484. Pada tahun 2022 total aset mengalami peningkatan sebesar 0,82% secara
year on year atau tercatat sebesar USD14.452.497. Pada Tahun 2023 total aset mengalami
peningkatan sebesar 297,68% secara year on year atau tercatat sebesar USD57.474.857.
Pada Tahun 2024 total aset mengalami penurunan sebesar 8,09% secara year on year atau
tercatat sebesar USD52.824.351. Kemudian Pada periode 30 September 2025 total aset
tercatat sebesar USD66.317.845.
Halaman 40 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 42
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan
31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 18,81%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar USD5.018.352.
Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar 93,51% secara year
on year atau tercatat sebesar USD325.803. Pada tahun 2022 liabilitas jangka pendek
mengalami penurunan sebesar 9,37% secara year on year atau tercatat sebesar USD295.263.
Pada Tahun 2023 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar 2677,09% secara
year on year atau tercatat sebesar USD8.199.709. Pada Tahun 2024 liabilitas jangka pendek
mengalami peningkatan sebesar 21,93% secara year on year atau tercatat sebesar
USD9.998.108. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas jangka pendek tercatat
sebesar USD9.679.657.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 462,34%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
USD15.427. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar
16.032% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.488.707. Pada tahun 2022 liabilitas
jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 4,89% secara year on year atau tercatat
sebesar USD2.610.523. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
sebesar 733,29% secara year on year atau tercatat sebesar USD21.753.190. Pada Tahun
2024 liabilitas jangka panjang mengalami penurunan sebesar 29,08% secara year on year
atau tercatat sebesar USD15.426.343. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas
jangka panjang tercatat sebesar USD10.744.755.
Total Liabilitas
Pertumbuhan total liabilitas REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
49,91%. Pada tahun 2020 total liabilitas tercatat sebesar USD5.033.779. Pada tahun 2021
total liabilitas mengalami penurunan sebesar 44,09% secara year on year atau tercatat sebesar
USD2.814.510. Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 3,24%
secara year on year atau tercatat sebesar USD2.905.786. Pada Tahun 2023 total liabilitas
mengalami peningkatan sebesar 930% secara year on year atau tercatat sebesar
USD29.952.899. Pada Tahun 2024 total liabilitas mengalami penurunan sebesar 15,12%
secara year on year atau tercatat sebesar USD25.424.451. Kemudian Pada periode 30
September 2025 total liabilitas tercatat sebesar USD20.424.412.
Total Ekuitas
Pertumbuhan total ekuitas REC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
13,11%. Pada tahun 2020 total ekuitas tercatat sebesar USD16.741.364. Pada tahun 2021
total ekuitas mengalami penurunan sebesar 31,18% secara year on year atau tercatat sebesar
USD11.520.974. Pada tahun 2022 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 0,22%
secara year on year atau tercatat sebesar USD11.546.711. Pada Tahun 2023 total ekuitas
mengalami peningkatan sebesar 138,35% secara year on year atau tercatat sebesar
USD27.521.958. Pada Tahun 2024 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 0,44% secara
Halaman 41 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 43
year on year atau tercatat sebesar USD27.399.900. Kemudian Pada periode 30 September
2025 total ekuitas tercatat sebesar USD45.893.433.
Laporan Laba Rugi
Tabel 13. Laporan Laba Rugi REC Periode 31 Desember 2024 – 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Laporan Laba Rugi
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan Bersih 0 0 0 47.041.922 57.743.447 37.611.591
Beban Pokok
0 0 0 (20.321.181) (35.298.295) (19.141.969)
Pendapatan
Laba Bruto 0 0 0 26.720.741 22.445.152 18.469.622
Beban umum dan
(1.158.828) (331.834) (508.345) (517.656) (1.938.236) (989.662)
administrasi
Pendapatan
582.789 6.751 0 0 0 0
Keuangan
Beban
(947.986) (327.663) (318.965) (975.150) (1.987.644) (1.097.052)
keuangan/bunga
Laba/(rugi) selisih kurs
(613.049) 8.692 (29.134) 1.946 (35.531) (441.279)
- bersih
Bagian laba entitas
1.714.168 3.058.997 6.960.148 7.479.071 6.154.687 4.321.544
asosiasi
Pendapatan lain-lain 69.880 86.477 134.640 150.990 164.539 326.868
Beban lain-lain (2.685) (343.236) (16.894) (13.493) (33.734) (68.248)
Laba Sebelum Pajak
(355.711) 2.158.184 6.221.450 32.846.449 24.769.233 20.521.793
Penghasilan
Beban Pajak
(428) 583 2.268 (8.369.071) (10.813.647) (8.667.621)
Penghasilan
Laba Tahun Berjalan (356.139) 2.158.767 6.223.718 24.477.378 13.955.586 11.854.172
Sumber: Laporan Keuangan Audit REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Pendapatan Bersih
Pertumbuhan pendapatan bersih REC selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 22,75%. Pada Tahun 2023 pendapatan
bersih tercatat sebesar USD47.041.922. Pada Tahun 2024 pendapatan bersih mengalami
peningkatan sebesar 22,75% secara year on year atau tercatat sebesar USD57.743.447.
Kemudian Pada periode 30 September 2025 pendapatan bersih tercatat sebesar
USD37.611.591.
Laba Bruto
Pertumbuhan laba bruto REC selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami penurunan sebesar 16,00%. Pada Tahun 2023 laba bruto tercatat
sebesar USD26.720.741. Pada Tahun 2024 laba bruto mengalami penurunan sebesar
16,00% secara year on year atau tercatat sebesar USD22.445.152. Kemudian Pada periode
30 September 2025 laba bruto tercatat sebesar USD18.469.622.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan REC selama periode 31 Desember 2021
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
rata CAGR sebesar 125,57%. Pada tahun 2020 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
Halaman 42 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 44
sebesar negatif USD355.711. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
peningkatan sebesar 706% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.158.184. Pada
tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 188% secara
year on year atau tercatat sebesar USD6.221.450. Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak
penghasilan mengalami peningkatan sebesar 427% secara year on year atau tercatat sebesar
USD32.846.449. Pada Tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
sebesar 24,59% secara year on year atau tercatat sebesar USD24.769.233. Kemudian Pada
periode 30 September 2025 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
USD20.521.793.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan REC selama periode 31 Desember 2021 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
86,29%. Pada tahun 2020 laba tahun berjalan tercatat sebesar negatif USD356.139. Pada
tahun 2021 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 706% % secara year on year
atau tercatat sebesar USD2.158.767. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami
peningkatan sebesar 188,30% secara year on year atau tercatat sebesar USD6.223.718. Pada
Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 293% secara year on year
atau tercatat sebesar USD24.477.378. Pada Tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami
penurunan sebesar 42,99% secara year on year atau tercatat sebesar USD13.955.586.
Kemudian Pada periode 30 September 2025 laba laba tahun berjalan tercatat sebesar
USD11.854.172.
Laporan Arus Kas
Tabel 14. Laporan Arus Kas REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
(dalam USD penuh)
Laporan Arus Kas Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Total Arus Kas dari
(2.038.223) (148.496) (23.282) 11.128.159 11.237.337 16.109.991
Aktivitas Operasi
Total Arus Kas dari
18.591.982 3.369.121 6.051.614 (16.230.661) 6.345.839 4.863.967
Aktivitas Investasi
Total Arus Kas dari
(13.737.352) (9.698.703) (6.627.596) 16.712.170 (20.079.560) 1.368.759
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
2.816.407 (6.478.078) (599.264) 11.609.668 (2.496.384) 22.342.717
Bersih Kas dan Bank
Kas dan Bank Awal
5.525.224 8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049
Tahun
Dampak Bersih
Perubahan Selisih Kurs 2.089 1.170 9.349 (3.730) 8.598 11.954
Terhadap Kas dan Anak
Kas dan Bank Akhir
8.343.720 1.866.812 1.276.897 12.882.835 10.395.049 32.749.720
Tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit REC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas operasi REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang. Pada tahun 2020 arus kas dari
aktivitas operasi tercatat sebesar negatif USD2.038.223. Pada tahun 2021 arus kas dari
aktivitas operasi mengalami peningkatan menjadi tercatat sebesar negatif USD148.496. Pada
tahun 2022 arus kas dari aktivitas operasi mengalami peningkatan menjadi tercatat sebesar
negatif USD 23.282. Pada Tahun 2023 arus kas dari aktivitas operasi mengalami peningkatan
Halaman 43 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 45
menjadi tercatat sebesar USD11.128.159. Pada Tahun 2024 arus kas dari aktivitas operasi
tercatat sebesar USD11.237.337. Kemudian Pada periode 30 September 2025 arus kas dari
aktivitas operasi tercatat sebesar USD16.109.991.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas investasi REC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dimana pada tahun
2020 arus kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD18.591.982. Pada tahun 2021 arus
kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD3.369.121. Pada tahun 2022 arus kas dari
aktivitas investasi mengalami peningkatan dan tercatat sebesar USD6.051.614. Pada Tahun
2023 arus kas dari aktivitas investasi mengalami penurunan sehingga tercatat sebesar negatif
USD16.230.661. Pada Tahun 2024 arus kas dari aktivitas investasi mengalami peningkatan
menjadi tercatat sebesar USD6.345.839. Kemudian Pada periode 30 September 2025 arus
kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar USD4.863.967.
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas pendanaan REC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dimana pada
tahun 2020 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD13.737.352. Pada
tahun 2021 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD9.698.703. Pada
tahun 2022 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD6.627.596. Pada
Tahun 2023 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar USD16.712.170. Pada Tahun
2024 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD20.079.560. Kemudian
Pada periode 30 September 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar
USD1.368.759.
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas
Pada tahun 2020 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD2.816.407. Pada
tahun 2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD6.478.078. Pada
tahun 2022 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD599.264. Pada
Tahun 2023 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD11.609.668. Pada Tahun
2024 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD2.496.384. Kemudian
Pada periode 30 September 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar
USD22.342.717.
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
Pada tahun 2020 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD8.343.720. Pada
tahun 2021 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD1.866.812. Pada tahun
2022 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD1.276.897. Pada Tahun 2023
kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD12.882.835. Pada Tahun 2024 kas
dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD10.395.049. Kemudian Pada periode
30 September 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD32.749.720.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
Halaman 44 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 46
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Commonsize Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 15. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Des Des Des Des Des Sep
Keuangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar 46,79% 14,81% 17,24% 41,32% 42,58% 59,59%
Aset Tidak Lancar 53,21% 85,19% 82,76% 58,68% 57,42% 40,41%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka
23,05% 2,27% 2,04% 14,27% 18,93% 14,60%
Pendek
Liabilitas Jangka
0,07% 17,36% 18,06% 37,85% 29,20% 16,20%
Panjang
Total Liabilitas 23,12% 19,63% 20,11% 52,11% 48,13% 30,80%
Total Ekuitas 76,88% 80,37% 79,89% 47,89% 51,87% 69,20%
Total Liabilitas dan
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Ekuitas
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi total aset lancar terhadap
total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah
sebesar 32,55%, dan proporsi total aset lancar terhadap total aset pada periode 30
September 2025 adalah sebesar 59,59%, kemudian rata-rata proporsi total aset tidak
lancar terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 adalah sebesar 67,45%, dan proporsi total aset tidak lancar terhadap total
aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 40,41%.
Kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset selama
periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 12,11%,
dan proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset pada periode 30 September
2025 adalah sebesar 14,60%, kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka panjang
terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebesar 20,51%, dan proporsi total liabilitas jangka panjang terhadap total aset
pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 16,20%.
Rata-rata proporsi total ekuitas terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 67,38%, dan proporsi total ekuitas
terhadap total aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 69,20%.
Analisis Commonsize – Laporan Laba Rugi
Tabel 16. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi (%)
Laporan Laba Rugi Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Pendapatan Bersih 100,00% 100,00% 100,00%
Laba Bruto 56,80% 38,87% 49,11%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 69,82% 42,90% 54,56%
Laba Tahun Berjalan 52,03% 24,17% 31,52%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 45 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 47
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba bruto terhadap
pendapatan bersih selama periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebesar 47,84%, dan proporsi laba bruto terhadap pendapatan bersih pada
periode 30 September 2025 adalah sebesar 49,11%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih selama
periode 31 Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 56,36%,
dan proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan bersih pada periode
30 September 2025 adalah sebesar 54,56%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih selama periode 31
Desember 2023 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 38,10%, dan proporsi
laba tahun berjalan terhadap pendapatan bersih pada periode 30 September 2025 adalah
sebesar 31,52%.
Kinerja Historis PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)
• Laporan Keuangan
Data laporan keuangan yang digunakan dalam analisis ini adalah laporan keuangan audited
PJUC periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 serta laporan keuangan Audited
periode 30 September 2025.
Laporan keuangan tersebut menjadi dasar dalam penilaian kinerja historis dan posisi
keuangan perusahaan, meliputi Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, serta Laporan
Arus Kas pada masing-masing periode.
Laporan Posisi Keuangan
Tabel 17. Laporan Posisi Keuangan PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Laporan Posisi Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas 2.775.354 15.070.805 19.679.500 15.365.656 13.144.125 8.525.039
Piutang 9.046.229 3.779.900 2.783.073 2.520.685 2.213.667 2.110.581
Persediaan 1.581.407 1.547.594 1.378.783 1.563.858 1.586.563 1.374.360
Uang Muka dan Beban
846.334 1.152.803 1.085.448 740.237 428.418 529.974
Dibayar Dimuka
Total Aset Lancar 14.249.324 21.551.102 24.926.804 20.190.436 17.372.773 12.539.954
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap, Neto 21.734 111.774 86.895 80.924 60.350 43.978
Aset Minyak dan Gas Bumi,
11.540.843 5.178.172 935.445 1.484.992 1.618.643 1.704.732
Neto
Rekening Bank yang
1.957.332 2.220.692 2.508.556 2.827.036 3.173.397 3.527.488
Dibatasi Penggunaannya
Total Aset Tidak Lancar 13.519.909 7.510.638 3.530.896 4.392.952 4.852.390 5.276.198
Total Aset 27.769.233 29.061.740 28.457.700 24.583.388 22.225.163 17.816.152
Liabilitas dan Ekuitas
Halaman 46 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 48
Laporan Posisi Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Usaha 160.194 238.623 385.566 731.928 665.290 308.897
Utang Pajak 997.109 1.441.667 1.164.428 864.173 868.967 634.060
Liabilitas Jangka Panjang
yang Jatuh Tempo dalam
Satu Tahun
Utang Pada Pemegang
958.560 - - - - -
Saham
Liabilitas Sewa - 16.810 16.159 17.343 15.094 12.991
Total Liabilitas Jangka
2.115.863 1.697.100 1.566.153 1.613.444 1.549.351 955.948
Pendek
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas Jangka Panjang -
Dikurangi Bagian Jangka - - 70.062 61.217 43.403 29.020
Pendek
Liabilitas Sewa - 82.873 - - - -
Liabilitas Imbalan Kerja 85.366 167.945 - - - -
Kewajiban Pembongkaran
1.947.830 2.210.662 2.498.527 2.817.005 3.163.366 3.527.488
Aset dan Restorasi Area
Total Liabilitas Jangka
2.033.196 2.461.480 2.568.589 2.878.222 3.206.769 3.556.508
Panjang
Total Liabilitas 4.149.059 4.158.580 4.134.742 4.491.666 4.756.120 4.512.456
Ekuitas
Modal Saham 53.905 53.905 53.905 53.905 53.905 53.905
Tambahan Modal Disetor 1.420 1.420 1.420 1.420 1.420 1.420
Saldo Laba
Ditentukan
- 6.892 6.892 6.892 6.892 6.892
penggunaannya
Belum ditentukan
23.435.465 24.752.013 24.063.503 19.836.826 17.218.231 13.052.884
penggunaannya
Keuntungan Pengukuran
Kembali atas Liabilitas 129.384 88.930 197.238 192.679 188.595 188.595
Imbalan Kerja
Total Ekuitas 23.620.174 24.903.160 24.322.958 20.091.722 17.469.043 13.303.696
Total Liabilitas dan Ekuitas 27.769.233 29.061.740 28.457.700 24.583.388 22.225.163 17.816.152
Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Aset Lancar
Pertumbuhan aset lancar PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
5,08%. Pada tahun 2020 aset lancar tercatat sebesar USD14.249.324. Pada tahun 2021 aset
lancar mengalami peningkatan sebesar 51,24% secara year on year atau tercatat sebesar
USD21.551.102. Pada tahun 2022 aset lancar mengalami peningkatan sebesar 15,66%
secara year on year atau tercatat sebesar USD24.926.804. Pada Tahun 2023 aset lancar
mengalami Penurunan sebesar 19,00% secara year on year atau tercatat sebesar
USD20.190.436. Pada Tahun 2024 aset lancar mengalami penurunan sebesar 13,96% secara
year on year atau tercatat sebesar USD17.372.773. Kemudian Pada periode 30 September
2025 aset lancar tercatat sebesar USD12.539.954.
Aset Tidak Lancar
Halaman 47 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 49
Pertumbuhan aset tidak lancar PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
negatif 22,60%. Pada tahun 2020 aset tidak lancar tercatat sebesar USD13.519.909. Pada
tahun 2021 aset tidak lancar mengalami penurunan sebesar 44,45% secara year on year atau
tercatat sebesar USD7.510.638. Pada tahun 2022 aset tidak lancar mengalami penurunan
sebesar 52,99% secara year on year atau tercatat sebesar USD3.530.896. Pada Tahun 2023
aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar 24,41% secara year on year atau tercatat
sebesar USD4.392.952. Pada Tahun 2024 aset tidak lancar mengalami peningkatan sebesar
10,46% secara year on year atau tercatat sebesar USD4.852.390. Kemudian Pada periode 30
September 2025 aset tidak lancar tercatat sebesar USD5.276.198.
Total Aset
Pertumbuhan total aset PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
negatif 5,42%. Pada tahun 2020 total aset tercatat sebesar USD27.769.233. Pada tahun 2021
total aset mengalami peningkatan sebesar 4,65% secara year on year atau tercatat sebesar
USD29.061.740. Pada tahun 2022 total aset mengalami penurunan sebesar 2,08% secara
year on year atau tercatat sebesar USD28.457.700. Pada Tahun 2023 total aset mengalami
penurunan sebesar 13,61% secara year on year atau tercatat sebesar USD24.583.388. Pada
Tahun 2024 total aset mengalami penurunan sebesar 9,59% secara year on year atau tercatat
sebesar USD22.225.163. Kemudian Pada periode 30 September 2025 total aset tercatat
sebesar USD17.816.152.
Liabilitas Jangka Pendek
Pertumbuhan liabilitas jangka pendek PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar negatif 7,49%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar
USD2.115.863. Pada tahun 2021 liabilitas jangka pendek mengalami penurunan sebesar
19,79% secara year on year atau tercatat sebesar USD1.697.100. Pada tahun 2022 liabilitas
jangka pendek mengalami penurunan sebesar 7,72% secara year on year atau tercatat sebesar
USD1.566.153. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka pendek mengalami peningkatan sebesar
3,02% secara year on year atau tercatat sebesar USD1.613.444. Pada Tahun 2024 liabilitas
jangka pendek mengalami penurunan sebesar 3,97% secara year on year atau tercatat sebesar
USD1.549.351. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas jangka pendek tercatat
sebesar USD955.948.
Liabilitas Jangka Panjang
Pertumbuhan liabilitas jangka panjang PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata
CAGR sebesar 12,07%. Pada tahun 2020 liabilitas jangka panjang tercatat sebesar
USD2.033.196. Pada tahun 2021 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar
21,06% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.461.480. Pada tahun 2022 liabilitas
jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 4,35% secara year on year atau tercatat
sebesar USD2.568.589. Pada Tahun 2023 liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan
sebesar 12,05% secara year on year atau tercatat sebesar USD2.878.222. Pada Tahun 2024
liabilitas jangka panjang mengalami peningkatan sebesar 11,41% secara year on year atau
tercatat sebesar USD3.206.769. Kemudian Pada periode 30 September 2025 liabilitas jangka
panjang tercatat sebesar USD3.556.508.
Halaman 48 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 50
Total Liabilitas
Pertumbuhan total liabilitas PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
3,47%. Pada tahun 2020 total liabilitas tercatat sebesar USD4.149.059. Pada tahun 2021 total
liabilitas mengalami peningkatan sebesar 0,23% secara year on year atau tercatat sebesar
USD4.158.580. Pada tahun 2022 total liabilitas mengalami penurunan sebesar 0,57% secara
year on year atau tercatat sebesar USD4.134.742. Pada Tahun 2023 total liabilitas mengalami
peningkatan sebesar 5,89% secara year on year atau tercatat sebesar USD4.491.666. Pada
Tahun 2024 total liabilitas mengalami peningkatan sebesar 8,63% secara year on year atau
tercatat sebesar USD4.756.120. Kemudian Pada periode 30 September 2025 total liabilitas
tercatat sebesar USD4.512.456.
Total Ekuitas
Pertumbuhan total ekuitas PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
negatif 7,26%. Pada tahun 2020 total ekuitas tercatat sebesar USD23.620.174. Pada tahun
2021 total ekuitas mengalami peningkatan sebesar 5,43% secara year on year atau tercatat
sebesar USD24.903.160. Pada tahun 2022 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 2,33%
secara year on year atau tercatat sebesar USD24.322.958. Pada Tahun 2023 total ekuitas
mengalami penurunan sebesar 17,40% secara year on year atau tercatat sebesar
USD20.091.722. Pada Tahun 2024 total ekuitas mengalami penurunan sebesar 13,05%
secara year on year atau tercatat sebesar USD17.469.043. Kemudian Pada periode 30
September 2025 total ekuitas tercatat sebesar USD13.303.696.
Laporan Laba Rugi
Tabel 18. Laporan Laba Rugi PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Laporan Laba Rugi Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Pendapatan Neto 31.347.233 28.195.213 34.596.969 28.927.077 26.710.258 18.313.247
Beban Pokok
(18.700.972) (10.339.013) (8.431.449) (4.280.764) (6.015.368) (4.134.335)
Pendapatan
Laba Kotor 12.646.261 17.856.200 26.165.520 24.646.313 20.694.890 14.178.912
Beban Umum dan
(403.916) (454.913) (796.998) (637.354) (543.045) (433.280)
Administrasi
Sumbangan (11.420) (26.244) (62.450) (64.568) (75.625) (87.333)
Beban Keuangan (7.691) (6.383) (7.745) (7.305) (6.142) (883)
Kerugian Selisih Kurs,
(567.213) (3.421) (16.212) 3.609 (6.811) (1.520)
Neto
Pendapatan Keuangan,
1.554 4.185 8.852 15.633 139.385 92.300
Neto
Laba Sebelum Pajak
11.657.575 17.369.424 25.290.967 23.956.328 20.202.652 13.748.196
Penghasilan
Beban Pajak
(8.159.271) (11.126.572) (11.086.584) (8.692.917) (7.642.067) (4.928.719)
Pendapatan dan Dividen
Laba Tahun Berjalan 3.498.304 6.242.852 14.204.383 15.263.411 12.560.585 8.819.477
Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Pendapatan Neto
Halaman 49 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 51
Pertumbuhan pendapatan neto PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
negatif 3,92%. Pada tahun 2020 pendapatan neto tercatat sebesar USD31.347.233. Pada
tahun 2021 pendapatan neto mengalami penurunan sebesar 10,06% secara year on year atau
tercatat sebesar USD28.195.213. Pada tahun 2022 pendapatan neto mengalami peningkatan
sebesar 22,71% secara year on year atau tercatat sebesar USD34.596.969. Pada Tahun 2023
pendapatan neto mengalami penurunan sebesar 16,39% secara year on year atau tercatat
sebesar USD28.927.077. Pada Tahun 2024 pendapatan neto mengalami penurunan sebesar
7,66% secara year on year atau tercatat sebesar USD26.710.258. Kemudian Pada periode 30
September 2025 pendapatan neto tercatat sebesar USD18.313.247.
Laba Kotor
Pertumbuhan laba kotor PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR sebesar
13,10%. Pada tahun 2020 laba kotor tercatat sebesar USD12.646.261. Pada tahun 2021 laba
kotor mengalami peningkatan sebesar 41,20% secara year on year atau tercatat sebesar
USD17.856.200. Pada tahun 2022 laba kotor mengalami peningkatan sebesar 46,53%
secara year on year atau tercatat sebesar USD26.165.520. Pada Tahun 2023 laba kotor
mengalami penurunan sebesar 5,81% secara year on year atau tercatat sebesar
USD24.646.313. Pada Tahun 2024 laba kotor mengalami penurunan sebesar 16,03% secara
year on year atau tercatat sebesar USD20.694.890. Kemudian pada periode 30 September
2025 laba kotor tercatat sebesar USD14.178.912.
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Pertumbuhan laba sebelum pajak penghasilan PJUC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-
rata CAGR sebesar 14,74%. Pada tahun 2020 laba sebelum pajak penghasilan tercatat
sebesar USD11.657.575. Pada tahun 2021 laba sebelum pajak penghasilan mengalami
peningkatan sebesar 49,00% secara year on year atau tercatat sebesar USD17.369.424. Pada
tahun 2022 laba sebelum pajak penghasilan mengalami peningkatan sebesar 45,61% secara
year on year atau tercatat sebesar USD25.290.967. Pada Tahun 2023 laba sebelum pajak
penghasilan mengalami penurunan sebesar 5,28% secara year on year atau tercatat sebesar
USD23.956.328. Pada Tahun 2024 laba sebelum pajak penghasilan mengalami penurunan
sebesar 15,67% secara year on year atau tercatat sebesar USD20.202.652. Kemudian Pada
periode 30 September 2025 laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar
USD13.748.196.
Laba Tahun Berjalan
Pertumbuhan laba tahun berjalan PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan
31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif dengan rata-rata CAGR
sebesar 37,65%. Pada tahun 2020 laba tahun berjalan tercatat sebesar USD3.498.304. Pada
tahun 2021 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 78,45% secara year on year
atau tercatat sebesar USD6.242.852. Pada tahun 2022 laba tahun berjalan mengalami
peningkatan sebesar 127,53% secara year on year atau tercatat sebesar USD14.204.383.
Pada Tahun 2023 laba tahun berjalan mengalami peningkatan sebesar 7,46% secara year on
year atau tercatat sebesar USD15.263.411. Pada Tahun 2024 laba tahun berjalan mengalami
penurunan sebesar 17,71% secara year on year atau tercatat sebesar USD12.560.585.
Halaman 50 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 52
Kemudian Pada periode 30 September 2025 laba laba tahun berjalan tercatat sebesar
USD8.819.477.
Laporan Arus Kas
Tabel 19. Laporan Arus Kas PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
(dalam USD Penuh)
Laporan Arus Kas Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Audited Audited Audited Audited Audited Audited
Total Arus Kas dari
18.396.553 18.436.783 20.054.640 15.913.607 13.784.177 8.933.884
Aktivitas Operasi
Total Arus Kas dari
(2.612.762) (263.360) (553.052) (737.363) (826.528) (568.146)
Aktivitas Investasi
Total Arus Kas dari
(20.131.298) (5.877.972) (14.892.893) (19.490.088) (15.179.180) (12.984.824)
Aktivitas Pendanaan
Kenaikan
(Penurunan) Neto (4.347.507) 12.295.451 4.608.695 (4.313.844) (2.221.531) (4.619.086)
Kas dan Bank
Saldo Kas dan Bank
7.122.861 2.775.354 15.070.805 19.679.500 15.365.656 13.144.125
Awal Tahun
Saldo Kas dan Bank
2.775.354 15.070.805 19.679.500 15.365.656 13.144.125 8.525.039
Akhir Tahun
Sumber: Laporan Keuangan Audit PJUC Periode 31 Desember 2020 – 30 September 2025
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas operasi PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun 2020
arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD18.396.553. Pada tahun 2021 arus kas
dari aktivitas operasi tercatat sebesar USD18.436.783. Pada tahun 2022 arus kas dari aktivitas
operasi tercatat sebesar USD20.054.640. Pada Tahun 2023 arus kas dari aktivitas operasi
tercatat sebesar USD15.913.607. Pada Tahun 2024 arus kas dari aktivitas operasi tercatat
sebesar USD13.784.177. Kemudian Pada periode 30 September 2025 arus kas dari aktivitas
operasi tercatat sebesar USD8.933.884.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas investasi PJUC selama periode 31 Desember 2020 sampai
dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun 2020
arus kas dari aktivitas operasi tercatat sebesar negatif USD2.612.762. Pada tahun 2021 arus
kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD263.360. Pada tahun 2022 arus kas
dari aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD553.052. Pada Tahun 2023 arus kas dari
aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD737.363. Pada Tahun 2024 arus kas dari
aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD826.528. Kemudian Pada periode 30 September
2025 arus kas dari aktivitas investasi tercatat sebesar negatif USD568.146.
Arus Kas untuk Aktivitas Pendanaan
Pertumbuhan arus kas dari aktivitas pendanaan PJUC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun
2020 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD20.131.298. Pada tahun
2021 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD5.877.972. Pada tahun
2022 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD14.892.893. Pada Tahun
2023 arus kas dari aktivitas tercatat sebesar negatif USD19.490.088. Pada Tahun 2024 arus
Halaman 51 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 53
kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif USD15.179.180. Kemudian Pada
periode 30 September 2025 arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar negatif
USD12.984.824.
Kenaikan Bersih Kas dan Setara Kas
Pertumbuhan kenaikan bersih kas dan setara kas PJUC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun
2020 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD4.347.507. Pada tahun
2021 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD12.295.451. Pada tahun 2022
kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar USD4.608.695. Pada Tahun 2023
kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD4.313.844. Pada Tahun 2024
kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif USD2.221.531. Kemudian Pada
periode 30 September 2025 kenaikan bersih kas dan setara kas tercatat sebesar negatif
USD4.619.086.
Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun
Pertumbuhan kas dan setara kas pada akhir tahun PJUC selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 mengalami pertumbuhan yang berfluktuatif. Pada tahun
2020 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD2.775.354. Pada tahun 2021
kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD15.070.805. Pada tahun 2022 kas
dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD19.679.500. Pada Tahun 2023 kas dan
setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD15.365.656. Pada Tahun 2024 kas dan
setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD13.144.125. Kemudian Pada periode 30
September 2025 kas dan setara kas pada akhir tahun tercatat sebesar USD8.525.039.
• Analisis Common Size (Common Size Analysis)
Common size statement merupakan salah satu metode analisis terhadap laporan keuangan
Perusahaan untuk mengetahui persentase investasi pada masing-masing aset terhadap
total asetnya, dan juga untuk mengetahui struktur permodalan serta komposisi biaya biaya
atau beban terhadap total pendapatan. Berikut adalah hasil analisis laporan keuangan
Perseroan dengan menggunakan metode common size statement analysis:
Analisis Commonsize Statement – Laporan Posisi Keuangan
Tabel 20. Analisis Commonsize Statement-Laporan Posisi Keuangan (%)
Laporan Posisi Des Des Des Des Des Sep
Keuangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Aset Lancar 51,31% 74,16% 87,59% 82,13% 78,17% 70,39%
Aset Tidak Lancar 48,69% 25,84% 12,41% 17,87% 21,83% 29,61%
Total Aset 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Liabilitas Jangka
7,62% 5,84% 5,50% 6,56% 6,97% 5,37%
Pendek
Liabilitas Jangka
7,32% 8,47% 9,03% 11,71% 14,43% 19,96%
Panjang
Total Liabilitas 14,94% 14,31% 14,53% 18,27% 21,40% 25,33%
Total Ekuitas 85,06% 85,69% 85,47% 81,73% 78,60% 74,67%
Total Liabilitas dan
100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Ekuitas
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Halaman 52 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 54
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi total aset lancar terhadap
total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah
sebesar 74,67%, dan proporsi total aset lancar terhadap total aset pada periode 30
September 2025 adalah sebesar 70,39%, kemudian rata-rata proporsi total aset tidak
lancar terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024 adalah sebesar 25,33%, dan proporsi total aset tidak lancar terhadap total
aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 29,61%.
Kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset selama
periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 6,50%,
dan proporsi total liabilitas jangka pendek terhadap total aset pada periode 30 September
2025 adalah sebesar 5,37%, kemudian rata-rata proporsi total liabilitas jangka panjang
terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebesar 10,19%, dan proporsi total liabilitas jangka panjang terhadap total aset
pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 19,96%.
Rata-rata proporsi total ekuitas terhadap total aset selama periode 31 Desember 2020
sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 83,31%, dan proporsi total ekuitas
terhadap total aset pada periode 30 September 2025 adalah sebesar 74,67%,
Analisis Commonsize – Laporan Laba Rugi
Tabel 21. Analisis Commonsize Statement-Laporan Laba Rugi (%)
Des Des Des Des Des Sep
Laporan Laba Rugi
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Pendapatan neto 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Laba kotor 21,52% 24,75% 28,12% 27,83% 26,15% 21,90%
Laba sebelum pajak
11,62% 18,20% 23,82% 22,34% 19,70% 16,06%
penghasilan
Laba tahun berjalan 9,33% 13,35% 18,60% 17,21% 15,33% 12,21%
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Berdasarkan analisis common size statement, rata-rata proporsi laba kotor terhadap
pendapatan neto selama periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024
adalah sebesar 68,40%, dan proporsi laba kotor terhadap pendapatan neto pada periode
30 September 2025 adalah sebesar 77,42%.
Rata-rata proporsi laba sebelum pajak penghasilan terhadap pendapatan neto selama
periode 31 Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 66,07%,
dan proporsi laba sebelum pajak pendapatan terhadap pendapatan neto pada periode 30
September 2025 adalah sebesar 75,07%.
Rata-rata proporsi laba tahun berjalan terhadap pendapatan neto selama periode 31
Desember 2020 sampai dengan 31 Desember 2024 adalah sebesar 34,83%, dan proporsi
laba tahun berjalan terhadap pendapatan neto pada periode 30 September 2025 adalah
sebesar 48,16%.
3.2.2 Penilaian Atas Proyeksi Keuangan
Halaman 53 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 55
Proyeksi keuangan disusun manajemen dengan dua skenario, yaitu proyeksi keuangan sebelum
transaksi dan proyeksi keuangan setelah transaksi. Proyeksi keuangan disusun pada Laporan
Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas dengan asumsi:
• Pemberian jasa konsultasi manajemen yang diberikan REC ke PJUC adalah sebesar
Rp1.263.737.398 atau setara sebesar USD75.764 dengan asumsi penggunaan kurs
Tengah BI per 30 September 2025.
• Akun Pendapatan Lain-lain akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi.
• Akun kas dan setara kas akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi.
• Akun ekuitas akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi.
Proyeksi keuangan REC untuk tahun proyeksi 2025 sampai dengan 2029 disajikan sebagai
berikut:
Tabel 22. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Posisi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Keuangan Sebelum Transaksi
ASSETS
Cash & Cash Equivalent 27.019.232 62.602.721 68.255.725 75.242.140 82.240.688
Account Receivables 4.297.584 4.047.158 4.909.222 4.727.237 4.589.842
Other Receivables 431.571 17.566.237 13.534.202 9.502.168 5.470.133
Other Receivables - Related
0 0 0 0 0
Parties
Advance Payment (968.465) (1.885.036) (934.647) (934.647) (1.695.936)
Total Current Assets 30.779.923 82.331.080 85.764.502 88.536.898 90.604.727
Investment 32.890.910 35.540.412 37.615.283 38.903.877 40.148.780
Deffered Tax Assets 26.800 26.800 26.800 26.800 26.800
Fixed Assets - Net 122.081 3.935.571 3.624.780 3.404.937 3.185.094
Other Assets 12.321 12.330 12.331 12.331 12.331
Total Non-Current Assets 33.052.112 39.515.113 41.279.194 42.347.944 43.373.004
TOTAL ASSETS 63.832.035 121.846.193 127.043.695 130.884.842 133.977.731
TOTAL LIABILITIES 15.622.537 67.688.100 63.845.202 60.000.250 56.137.372
TOTAL EQUITY 48.209.498 54.158.093 63.198.494 70.884.592 77.840.359
TOTAL LIABILITIES & EQUITY 63.832.035 121.846.193 127.043.695 130.884.842 133.977.731
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029
Tabel 23. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC Sesudah Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Posisi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Keuangan Sesudah Transaksi
ASSETS
Cash & Cash Equivalent 27.019.232 62.678.485 68.331.489 75.317.904 82.316.453
Account Receivables 4.297.584 4.047.158 4.909.222 4.727.237 4.589.842
Other Receivables 431.571 17.566.237 13.534.202 9.502.168 5.470.133
Other Receivables - Related
Parties
Advance Payment (968.465) (1.885.036) (934.647) (934.647) (1.695.936)
Total Current Assets 30.779.922 82.406.844 85.840.266 88.612.662 90.680.492
Investment 32.890.910 35.540.412 37.615.283 38.903.877 40.148.780
Deffered Tax Assets 26.800 26.800 26.800 26.800 26.800
Halaman 54 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 56
Proyeksi Laporan Posisi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Keuangan Sesudah Transaksi
Fixed Assets - Net 122.081 3.935.571 3.624.780 3.404.937 3.185.094
Other Assets 12.321 12.330 12.331 12.331 12.331
Total Non-Current Assets 33.052.112 39.515.113 41.279.194 42.347.945 43.373.005
TOTAL ASSETS 63.832.034 121.921.957 127.119.460 130.960.607 134.053.497
TOTAL LIABILITIES 15.622.537 67.688.100 63.845.202 60.000.250 56.137.372
TOTAL EQUITY 48.209.497 54.233.857 63.274.258 70.960.357 77.916.125
TOTAL LIABILITIES & EQUITY 63.832.034 121.921.957 127.119.460 130.960.607 134.053.497
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029
Pada proyeksi laporan posisi keuangan sebelum dan setelah transaksi, perusahaan mencatatkan
peningkatan pada akun kas dan setara kas sebesar USD75.764 atau setara sebesar
Rp1.263.737.398 pada proyeksi 2026 setelah transaksi. angka ini merepresentasikan transaksi
pemberian jasa konsultasi manajemen dari REC kepada PJUC yang dicatat sebagai penerimaan
yang menambah kas. Selain itu terdapat penambahan ekuitas sebesar USD75.764 atau setara
sebesar Rp1.263.737.398 pada proyeksi 2026 setelah transaksi. Hal tersebut karena transaksi
pemberian jasa konsultasi manajemen oleh REC kepada PJUC dicatat sebagai penambah laba
ditahan REC.
Tabel 24. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sebelum Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Laba Rugi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Sebelum Transaksi
Revenue 51.525.690 49.131.286 49.993.349 47.720.305 46.489.898
Cost of Revenue (29.452.638) (28.649.395) (27.106.810) (24.704.155) (24.058.785)
Profit Margin 22.073.052 20.481.891 22.886.539 23.016.150 22.431.114
General & Adm Expense (2.066.105) (3.147.971) (3.328.545) (3.327.540) (3.350.880)
Other Income (Expense) 4.270.518 4.723.686 4.565.250 3.881.862 3.321.390
Bank Administration (54.765) (33.883) (49.477) (51.906) (52.990)
Earning Before Tax 24.222.700 22.023.723 24.073.767 23.518.567 22.348.633
Income Tax (10.066.007) (8.901.035) (8.366.973) (7.864.955) (7.393.057)
Net Income 14.156.692 13.122.688 15.706.794 15.653.612 14.955.576
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029
Tabel 25. Proyeksi Laporan Laba Rugi REC Sesudah Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Laba Rugi
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Sebelum Transaksi
Revenue 51.525.690 49.131.286 49.993.349 47.720.305 46.489.898
Cost of Revenue (29.452.638) (28.649.395) (27.106.810) (24.704.155) (24.058.785)
Profit Margin 22.073.052 20.481.891 22.886.539 23.016.150 22.431.114
General & Adm Expense (2.066.105) (3.147.971) (3.328.545) (3.327.540) (3.350.880)
Other Income (Expense) 4.270.518 4.799.450 4.565.250 3.881.862 3.321.390
Bank Administration (54.765) (33.883) (49.477) (51.906) (52.990)
Earning Before Tax 24.222.700 22.099.487 24.073.767 23.518.567 22.348.633
Income Tax (10.066.007) (8.901.035) (8.366.973) (7.864.955) (7.393.057)
Net Income 14.156.692 13.198.452 15.706.794 15.653.612 14.955.576
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029
Halaman 55 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 57
Pada proyeksi laporan laba rugi sebelum dan setelah transaksi, terdapat penambahan
pendapatan lain-lain pada pos laba rugi tahun 2026 sebesar USD75.764 atau setara sebesar
Rp1.263.737.398 yang timbul akibat penerimaan pendapatan jasa manajemen konsultasi antara
REC dengan PJUC. Penerimaan pendapatan jasa manajemen konsultasi tersebut selanjutnya
meningkatkan perolehan laba setelah pajak perusahaan setelah transaksi sebesar USD75.764
atau setara sebesar Rp1.263.737.398.
Tabel 26. Proyeksi Laporan Arus Kas REC Sebelum Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Arus kas
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Sebelum Transaksi
Total Arus Kas dari Aktivitas
16.431.766 6.976.553 7.129.907 9.870.537 10.633.671
Operasi
Total Arus Kas dari Aktivitas
(6.171.570) (4.648.173) 0 0 0
Investasi
Total Arus Kas dari Aktivitas
6.363.987 33.255.109 (1.476.903) (2.884.122) (3.635.122)
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih
16.624.184 35.583.489 5.653.004 6.986.415 6.998.549
Kas dan Bank
Kas dan Bank Awal Tahun 10.395.049 27.019.233 62.602.721 68.255.725 75.242.140
Kas dan Bank Akhir Tahun 27.019.233 62.602.721 68.255.725 75.242.140 82.240.689
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum Transaksi Periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029
Tabel 27. Proyeksi Laporan Arus Kas REC Sesudah Transaksi
(Dalam USD Penuh)
Proyeksi Laporan Arus kas
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Sesudah Transaksi
Total Arus Kas dari Aktivitas
16.431.766 7.052.317 7.129.907 9.870.537 10.633.671
Operasi
Total Arus Kas dari Aktivitas
(6.171.570) (4.648.173) 0 0 0
Investasi
Total Arus Kas dari Aktivitas
6.363.987 33.255.109 (1.476.903) (2.884.122) (3.635.122)
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih
16.624.183 35.659.253 5.653.004 6.986.415 6.998.549
Kas dan Bank
Kas dan Bank Awal Tahun 10.395.049 27.019.232 62.678.485 68.331.489 75.317.904
Kas dan Bank Akhir Tahun 27.019.232 62.678.485 68.331.489 75.317.904 82.316.453
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sesudah Transaksi Periode 31 Desember 2025 – 31 Desember 2029
Pada laporan arus kas sebelum dan setelah transaksi, terdapat peningkatan pada arus kas dari
aktivitas operasi sebesar USD75.764 atau setara sebesar Rp1.263.737.398 akibat penerimaan
kas atas pemberian jasa konsultasi manajemen kepada PJUC. Kenaikan arus kas setelah transaksi
tersebut selanjutnya meningkatkan jumlah kas dan setara kas tercatat akhir periode.
3.2.3 Analisis Rasio Keuangan
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan REC.
Tabel 28. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - REC
Halaman 56 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 58
Rasio Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin N/A N/A N/A 56,80% 38,87% 49,11%
Operating Profit Margin N/A N/A N/A 69,82% 42,90% 54,56%
Net Profit Margin N/A N/A N/A 52,03% 24,17% 31,52%
Return On Assets -1,64% 15,06% 43,06% 42,59% 26,42% 17,87%
Return On Equity -2,13% 18,74% 53,90% 88,94% 50,93% 25,83%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 2,03 6,52 8,44 2,90 2,25 4,08
Cash Ratio 1,66 5,73 4,32 1,57 1,04 3,38
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,30 0,24 0,25 1,09 0,93 0,45
Debt to Assets Ratio 0,23 0,20 0,20 0,52 0,48 0,31
Keterangan: N/A (Belum mencatatatkan pendapatan)
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
pendapatan bersih setelah dikurangi beban pokok pendapatan atau rasio laba kotor atas
pendapatan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin REC selama periode 31
Desember 2023 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 47,84%, dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 49,11%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin REC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 adalah sebesar 56,36%, dan pada periode 30 September 2025 tercatat
sebesar 54,56%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan pendapatan. Rata-rata rasio Net Profit Margin REC selama periode 31 Desember
2023 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 38,10%, dan pada periode 30 September
2025 tercatat sebesar 31,52%.
4. Return on Assets (ROA)
Halaman 57 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 59
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets REC selama periode 31 Desember
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 25,10%, dan pada periode 30 September
2025 tercatat sebesar 17,87%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity REC selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 42,08%, dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 25,83%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar REC selama
periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 4,43 kali dan pada
periode 30 September 2025 tercatat sebesar 4,08 kali.
2. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
kewajiban lancar REC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah
sebesar 2,87 kali dan pada periode 30 September 2025 tercatat sebesar 3,38 kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset REC selama periode 31 Desember
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,56 kali dan pada periode 30 September
2025 tercatat sebesar 0,45 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas REC selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,33 kali dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 0,31 kali.
Halaman 58 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 60
Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”)
Analisis rasio keuangan atau Financial Ratio Analysis merupakan salah satu bentuk teknis analisis
laporan keuangan yang digunakan untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dari
laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya.
Berikut adalah tabel berbagai macam rasio keuangan yang digunakan dalam analisis rasio
keuangan PJUC.
Tabel 29. Analisis Rasio Keuangan (Financial Ratio Analysis) - PJUC
Rasio Keuangan Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024 Sep 2025
Rasio Profitabilitas (%)
Gross Profit Margin 40,34% 63,33% 75,63% 85,20% 77,48% 77,42%
Operating Profit Margin 39,05% 61,72% 73,33% 83,00% 75,45% 75,06%
Net Profit Margin 11,16% 22,14% 41,06% 52,77% 47,03% 48,16%
Return On Assets 12,60% 21,48% 49,91% 62,09% 56,52% 49,50%
Return On Equity 14,81% 25,07% 58,40% 75,97% 71,90% 66,29%
Rasio Likuiditas (X)
Current Ratio 6,73 12,70 15,92 12,51 11,21 13,12
Cash Ratio 1,31 8,88 12,57 9,52 8,48 8,92
Rasio Solvabilitas (X)
Debt to Equity Ratio 0,18 0,17 0,17 0,22 0,27 0,34
Debt to Assets Ratio 0,15 0,14 0,15 0,18 0,21 0,25
Sumber: Analisis KJPP FDI&R
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari kegiatan
operasionalnya. Rasio ini menunjukkan efisiensi manajemen dalam mengelola sumber daya
perusahaan untuk memperoleh keuntungan. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Gross Profit Margin (GPM)
Gross Profit Margin adalah rasio yang menggambarkan tingkat laba kotor terhadap
pendapatan neto setelah dikurangi beban pokok pendapatan atau rasio laba kotor atas
pendapatan perusahaan. Rata-rata rasio Gross Profit Margin PJUC selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 68,40%, dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 77,42%.
2. Operating Profit Margin (OPM)
Operating Profit Margin adalah rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan
menghasilkan laba dari kegiatan operasional utama sebelum beban bunga dan pajak. Rata-
rata rasio Operating Profit Margin PJUC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31
Desember 2024 adalah sebesar 66,51%, dan pada periode 30 September 2025 tercatat
sebesar 75,06%.
3. Net Profit Margin (NPM)
Halaman 59 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 61
Net Profit Margin adalah rasio untuk mengukur besarnya laba bersih yang dihasilkan dari
setiap satuan pendapatan. Rata-rata rasio Net Profit Margin PJUC selama periode 31
Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 34,83%, dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 48,16%.
4. Return on Assets (ROA)
Return on Assets adalah rasio yang menunjukkan kemampuan aset perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih. Rata-rata rasio Return on Assets PJUC selama periode 31 Desember
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 40,52%, dan pada periode 30 September
2025 tercatat sebesar 49,50%.
5. Return on Equity (ROE)
Return on Equity adalah rasio untuk mengukur tingkat pengembalian atas modal yang
diinvestasikan oleh pemegang saham. Rata-rata rasio Return on Equity PJUC selama periode
31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 49,23%, dan pada periode 30
September 2025 tercatat sebesar 66,29%.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki. Rasio ini menilai tingkat keamanan
keuangan perusahaan dalam menghadapi kewajiban lancar. Rasio yang digunakan antara lain:
1. Current Ratio
Current Ratio adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan membayar utang lancar
menggunakan aset lancar. Rata-rata rasio aset lancar terhadap kewajiban lancar PJUC selama
periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 11,82 kali dan pada
periode 30 September 2025 tercatat sebesar 13,12 kali.
2. Cash Ratio
Cash Ratio adalah rasio untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan melunasi kewajiban
lancar hanya dengan kas dan setara kas. Rata-rata rasio kas dan setara kas dibandingkan
kewajiban lancar PJUC selama periode 31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah
sebesar 8,15 kali dan pada periode 30 September 2025 tercatat sebesar 8,92 kali.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka panjang serta menilai struktur pendanaan perusahaan. Rasio ini menunjukkan sejauh
mana aset perusahaan dibiayai oleh utang dan ekuitas. Indikator yang digunakan antara lain:
1. Debt to Equity Ratio (DER)
Debt to Equity Ratio adalah rasio yang menunjukkan besarnya aset perusahaan yang dibiayai
oleh utang. Rata-rata rasio total utang terhadap total aset PJUC selama periode 31 Desember
Halaman 60 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 62
2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,20 kali dan pada periode 30 September
2025 tercatat sebesar 0,34 kali.
2. Debt to Assets Ratio (DAR)
Debt to Assets Ratio adalah rasio yang menggambarkan proporsi antara total utang terhadap
ekuitas perusahaan. Rata-rata rasio total utang terhadap total ekuitas PJUC selama periode
31 Desember 2020 hingga 31 Desember 2024 adalah sebesar 0,17 kali dan pada periode
30 September 2025 tercatat sebesar 0,25 kali.
3.2.4 Proforma Laporan Keuangan Sebelum & Sesudah Transaksi
Proforma keuangan disusun manajemen dengan asumsi:
• Tanggal cutoff adalah 30 September 2025
• Management Konsultasi Fee yang diberikan REC ke PJUC adalah sebesar Rp1.263.737.398
atau setara dengan USD75.764 dengan asumsi penggunaan kurs Tengah BI per 30 September
2025.
• Akun kas dan setara kas akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi
• Akun pendapatan lain-lain akan disesuaikan sehubungan dengan Transaksi
Proforma Laporan Posisi Keuangan dan proforma Laba Rugi perusahaan sebelum dan setelah
adanya transaksi adalah sebagai berikut:
Tabel 30. Proforma Laporan Posisi Keuangan REC Sebelum & Sesudah Transaksi
(dalam USD Penuh)
Laporan Posisi Keuangan 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Audited Proforma
Aset Lancar
Kas dan bank 32.749.720 75.764 32.825.484
Piutang Usaha - Pihak Ketiga 3.594.509 3.594.509
Piutang Lain-lain
Pihak Ketiga 102.935 102.935
Pihak Berelasi 258.274 258.274
Pajak Dibayar Dimuka
Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka 1.852.137 1.852.137
Investasi Jangka Pendek 909.167 909.167
Beban Dibayar Dimuka
Aset Lancar Lainnya 52.435 52.435
Jumlah Aset Lancar 39.519.177 39.594.941
Aset Tidak Lancar
Investasi Pada Entitas Asosiasi 6.518.812 6.518.812
Aset Tetap - Bersih 127.042 127.042
Properti Minyak dan Gas - Bersih 20.088.262 20.088.262
Aset Pajak Tangguhan 43.777 43.777
Aset Tidak Lancar Lain-lain 20.775 20.775
Jumlah Aset Tidak Lancar 26.798.668 26.798.668
Jumlah Aset 66.317.845 66.393.609
Halaman 61 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 63
Laporan Posisi Keuangan 30-Sep-25 Penyesuaian 30-Sep-25
PT Raharja Energi Cepu Audited Proforma
Liabilitas Jangka Pendek
Utang Dividen
Utang Lain-lain Pihak Berelasi 110.222 110.222
Utang Pajak 2.555.799 2.555.799
Beban Masih Harus Dibayar 125.114 125.114
Kewajiban Kontrak 750.092 750.092
Bagian Lancar Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Bank 5.497.066 5.497.066
Pinjaman Pemegang Saham 625.336 625.336
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 16.028 16.028
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 9.679.657 9.679.657
Liabilitas Jangka Panjang
Pinjaman Jangka Panjang - setelah
9.004.634 9.004.634
Dikurangi Bagian Lancar
Pinjaman Bank 1.575.989 1.575.989
Pinjaman pemegang Saham 53.870 53.870
Pinjaman Pembiayaan Konsumen 17.407 17.407
Liabilitas Imbalan Pasca-Kerja
Liabilitas Imbalan Pensiun Direksi dan
92.855 92.855
Komisaris
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 10.744.755 10.744.755
Jumlah Liabilitas 20.424.412 20.424.412
Ekuitas
Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
Kepada Pemilik Entitas Induk
Modal Saham 2.484.844 2.484.844
Tambahan Modal Disetor 12.920.505 12.920.505
Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya 24.865 24.865
Belum Ditentukan Penggunaannya 30.203.256 75.764 30.279.020
Kepentingan Non Pengendali 259.963 259.963
Jumlah Ekuitas 45.893.433 45.969.197
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 66.317.845 66.393.609
Sumber: Proforma Keuangan REC 30 September 2025
Pada proforma posisi keuangan atas transaksi, terdapat penyesuaian pada pos-pos keuangan
yang dilakukan akibat transaksi. Pada transaksi jasa manajemen konsultasi antara REC dan PJUC,
pos Kas dan Bank mengalami penyesuaian dari tercatat sebesar USD32.749.720 sebelum
transaksi menjadi USD32.825.484 atau naik sebesar USD75.764 atau setara sebesar
Rp1.263.737.398 akibat kenaikan arus kas operasi atas penerimaan kas jasa konsultasi
manajemen. Selain itu pos ekuitas mengalami penyesuaian dimana dari sebelum dilakukan
transaksi tercatat sebesar USD45.893.433 menjadi USD45.969.197 atau mengalami kenaikan
Halaman 62 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 64
sebesar USD75.764 atau setara sebesar Rp1.263.737.398 akibat adanya kenaikan laba ditahan
perusahaan atas pendapatan lain-lain dari transaksi pemberian jasa konsultasi manajemen.
Tabel 31. Proforma Laporan Laba Rugi REC Sebelum & Sesudah Transaksi
(dalam USD Penuh)
Laporan Laba Rugi 30-Sep-25 30-Sep-25
Penyesuaian
PT Raharja Energi Cepu Audited Proforma
Pendapatan Bersih 37.611.591 37.611.591
Beban Pokok Pendapatan (19.141.969) (19.141.969)
Laba Bruto 18.469.622 18.469.622
Beban umum dan administrasi (989.662) (989.662)
Pendapatan Keuangan 0 0
Beban keuangan/bunga (1.097.052) (1.097.052)
Laba/(rugi) selisih kurs - bersih (441.279) (441.279)
Bagian laba entitas asosiasi 4.321.544 4.321.544
Pendapatan lain-lain 326.868 75.764 402.632
Beban lain-lain (68.248) (68.248)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 20.521.793 20.597.557
Beban Pajak Penghasilan (8.667.621) (8.667.621)
Laba Tahun Berjalan 11.854.172 11.929.936
Sumber: Proforma Keuangan REC 30 September 2025
Pada proforma laba rugi, terdapat penyesuaian terhadap pos Pendapatan Lain-lain dari sebelum
transaksi tercatat USD326.868 menjadi sebesar USD402.632 setelah transaksi atau mengalami
kenaikan sebesar USD75.764 atau setara sebesar Rp1.263.737.398. Hal tersebut dikarenakan
atas jasa konsultasi manajemen yang diberikan REC kepada PJUC, REC memperoleh imbalan
jasa yang dicatatkan pada pos Pendapatan Lain-lain.
3.3 Analisis Nilai Tambah atau Inkremental (Incremental Analysis)
3.3.1 Kontribusi Nilai Tambah atas Transaksi
Analisis inkremental dilakukan untuk melihat dampak nilai tambah dari dilakukannya transaksi.
Dalam transaksi pemberian jasa manajemen konsultasi antara REC dan PJUC, analisis
inkremental dilihat dari proyeksi keuangan REC sebelum dan setelah transaksi dilakukan. Analisis
inkremental atas transaksi tersaji sebagai berikut:
Tabel 32. Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Posisi Keuangan REC
(dalam USD Penuh)
Analisis Inkremental Posisi
2025 2026 2027 2028 2029
Keuangan
Total Current Assets
Sebelum Transaksi 30.779.923 82.331.080 85.764.502 88.536.898 90.604.727
Setelah Transaksi 30.779.923 82.406.844 85.840.266 88.612.662 90.680.492
Inkremental 0 75.764 75.764 75.764 75.765
Total Non-Current Assets
Sebelum Transaksi 33.052.112 39.515.113 41.279.194 42.347.945 43.373.004
Halaman 63 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 65
Analisis Inkremental Posisi
2025 2026 2027 2028 2029
Keuangan
Setelah Transaksi 33.052.112 39.515.113 41.279.194 42.347.945 43.373.004
Inkremental 0 0 0 0 0
Total Assets
Sebelum Transaksi 63.832.035 121.846.193 127.043.695 130.884.842 133.977.731
Setelah Transaksi 63.832.035 121.921.957 127.119.460 130.960.607 134.053.496
Inkremental 0 75.764 75.765 75.765 75.765
Total Liabilities
Sebelum Transaksi 15.622.537 67.688.100 63.845.202 60.000.250 56.137.372
Setelah Transaksi 15.622.537 67.688.100 63.845.202 60.000.250 56.137.372
Inkremental 0 0 0 0 0
Total Equity
Sebelum Transaksi 48.209.498 54.158.093 63.198.494 70.884.592 77.840.359
Setelah Transaksi 48.209.498 54.233.857 63.274.258 70.960.357 77.916.125
Inkremental 0 75.764 75.764 75.765 75.766
Total Liabilities & Equity
Sebelum Transaksi 63.832.035 121.846.193 127.043.695 130.884.842 133.977.731
Setelah Transaksi 63.832.035 121.921.957 127.119.460 130.960.607 134.053.497
Inkremental 0 75.764 75.765 75.765 75.766
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum dan Setelah Transaksi & Analisis KJPP FDI&R
Analisis inkremental terkait transaksi dilihat dari proyeksi keuangan REC sebelum dan setelah
transaksi dapat dilihat dari nilai tambah yang terdapat pada masing-masing pos keuangan yang
dianalisis. Pada pos Total Aset Lancar, terdapat peningkatan pada periode proyeksi 2026 antara
sebelum dan sesudah transaksi. proyeksi nilai tambah sebesar USD75.764 atau setara sebesar
Rp1.263.737.398 berasal dari perolehan kas akibat pendapatan pemberian jasa konsultasi
manajemen kepada PJUC. Akibat perolehan kas dari pendapatan jasa konsultasi manajemen
tersebut, terdapat selisih nilai tambah Total Aset REC pada proyeksi 2026 setelah transaksi sebesar
USD75.764 atau setara sebesar Rp1.263.737.398. Pada sisi Ekuitas, terdapat selisih nilai tambah
sebesar USD75.764 atau setara sebesar Rp1.263.737.398 yang timbul pada proyeksi 2026
setelah transaksi. Hal tersebut diakibatkan dari proyeksi perolehan pendapatan lain-lain sebesar
USD204.376 atas pemberian jasa manajemen konsultasi kepada PJUC.
Tabel 33. Analisis Inkremental Proyeksi Laporan Laba Rugi REC
(dalam USD Penuh)
Analisis Inkremental Laba Rugi 2025 2026 2027 2028 2029
Revenue
Sebelum Transaksi 51.525.690 49.131.286 49.993.349 47.720.305 46.489.898
Setelah Transaksi 51.525.690 49.131.286 49.993.349 47.720.305 46.489.898
Inkremental 0 0 0 0 0
Profit Margin
Sebelum Transaksi 22.073.052 20.481.891 22.886.539 23.016.150 22.431.114
Setelah Transaksi 22.073.052 20.481.891 22.886.539 23.016.150 22.431.114
Halaman 64 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 66
Analisis Inkremental Laba Rugi 2025 2026 2027 2028 2029
Inkremental 0 0 0 0 0
Other Income (Expenses)
Sebelum Transaksi 4.270.518 4.723.686 4.565.250 3.881.862 3.321.390
Setelah Transaksi 4.270.518 4.799.450 4.565.250 3.881.862 3.321.390
Inkremental 0 75.764 0 0 0
Earning Before Tax
Sebelum Transaksi 24.222.700 22.023.723 24.073.767 23.518.567 22.348.633
Setelah Transaksi 24.222.700 22.099.487 24.073.767 23.518.567 22.348.633
Inkremental 0 75.764 0 0 0
Net Income
Sebelum Transaksi 14.156.692 13.122.688 15.706.794 15.653.612 14.955.576
Setelah Transaksi 14.156.692 13.198.452 15.706.794 15.653.612 14.955.576
Inkremental 0 75.764 0 0 0
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum dan Setelah Transaksi & Analisis KJPP FDI&R
Analisis inkremental pada pos Laba Rugi dilihat melalui proyeksi pada pos Pendapatan dan Laba
Kotor tidak memperlihatkan adanya nilai tambah. Hal tersebut dikarenakan transaksi pemberian
jasa manajemen konsultasi tidak berdampak langsung pada penerimaan operasi perusahaan
sehingga pada proyeksi Pendapatan dan laba Kotor nilai tambah tidak terjadi. Pada pos
Pendapatan lain-lain, terdapat nilai tambah atas transaksi sebesar USD75.764 atau setara
sebesar Rp1.263.737.398 pada periode proyeksi 2026 yang merupakan penerimaan biaya jasa
manajemen konsultasi. Nilai tambah akibat perolehan pendapatan lain-lain dari transaksi
pemberian jasa manajemen konsultasi juga berpengaruh terhadap Laba Sebelum Pajak dan Laba
Bersih perusahaan, sehingga nilai tambah tersebut tergambar pada proyeksi perolehan Laba
Sebelum Pajak dan Laba Bersih setelah transaksi REC dengan nilai tambah keduanya sebesar
USD75.764 atau setara sebesar Rp1.263.737.398.
3.3.2 Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Dalam rangka menilai adanya nilai tambah serta dampak finansial dari transaksi penyediaan
Management Konsultasi Fee antara PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”) dan PT Petrogas Jatim
Utama Cendana (“PJUC”), kami melakukan penelaahan terhadap potensi biaya maupun
pendapatan lain yang relevan terkait transaksi tersebut. Berdasarkan informasi yang disampaikan
oleh Manajemen Perseroan, tidak terdapat biaya tambahan maupun pendapatan lain di luar nilai
Management Konsultasi Fee yang secara langsung terkait dengan pelaksanaan transaksi ini.
Dengan demikian, analisis atas biaya atau pendapatan yang relevan difokuskan pada nilai
transaksi itu sendiri, tanpa adanya komponen finansial lain yang mempengaruhi hasil evaluasi
atau nilai tambah yang dihasilkan dari transaksi. Ketiadaan biaya atau pendapatan tambahan ini
menunjukkan bahwa struktur transaksi relatif sederhana serta tidak menimbulkan implikasi
keuangan lain yang dapat mempengaruhi penilaian atas kewajaran transaksi.
3.3.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Dalam rangka menelaah potensi aspek nonkeuangan yang dapat memengaruhi pelaksanaan
maupun penilaian atas transaksi penyediaan Management Konsultasi Fee antara PT Raharja
Halaman 65 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 67
Energi Cepu Tbk (“REC”) dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”), kami melakukan kajian
terhadap berbagai informasi nonkeuangan yang mungkin relevan. Berdasarkan informasi yang
disampaikan oleh Manajemen Perseroan, tidak terdapat informasi nonkeuangan lain yang secara
langsung berkaitan dengan transaksi ini maupun yang dapat memengaruhi hasil evaluasi
kewajaran. Dengan demikian, analisis pada subbab ini difokuskan pada informasi yang sudah
tersedia tanpa adanya faktor nonkeuangan tambahan yang perlu dipertimbangkan.
3.3.4 Prosedur Pengambilan Keputusan Perusahaan atas Transaksi dan Nilai Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen REC, prosedur pengambilan keputusan
atas transaksi dan atas nilai transaksi dilakukan dengan sebelumnya diadakan pembahasan
secara internal serta adanya surat dari PJUC terkait rencana transaksi dan nilai transaksi yang
kemudian diputuskan rencana transaksi dan rencana nilai transaksi tersebut diputuskan pada
dalam RUPS PJUC.
3.3.5 Hal Material Lainnya
Dalam rangka menilai potensi aspek tambahan yang dapat memengaruhi hasil evaluasi maupun
pelaksanaan transaksi penyediaan Management Konsultasi Fee antara PT Raharja Energi Cepu
Tbk (“REC”) dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”), kami melakukan penelaahan
terhadap berbagai hal material lain di luar aspek keuangan dan nonkeuangan yang telah
dianalisis. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Manajemen Perseroan, tidak terdapat
hal material lain yang berkaitan langsung dengan transaksi ini dan yang dapat memengaruhi
penilaian atas kewajaran transaksi. Dengan demikian, analisis pada subbab ini tidak mencakup
faktor tambahan di luar informasi yang telah disajikan dalam bagian-bagian sebelumnya.
3.4 Analisis sensitivitas (sensitivity analysis)
Transaksi tidak memiliki dampak signifikan terhadap investasi REC di PJUC namun secara
keseluruhan, Rencana Transaksi masih memberikan potensi nilai tambah bagi REC secara
konsolidasi.
Halaman 66 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 68
BAB IV
ANALISIS KEWAJARAN NILAI TRANSAKSI
4.1 Perbandingan Antara Nilai Transaksi dengan Hasil Penilaian
Perusahaan menjalankan perjanjian penyediaan jasa manajemen konsultasi antara REC dan
PJUC untuk periode 2025 dengan jumlah biaya minimal sebesar Rp1.263.737.398 per tahun
yang dibayarkan setiap bulan berdasarkan Perjanjian Manajemen Konsultasi Fee Nomor 105
Tanggal 10 Oktober 2024 dikutip dari Lampiran 2 Keterbukaan Informasi PT Rukun Raharja Tbk
tanggal 30 Januari 2025, cakupan layanan yang diberikan meliputi:
• Memberikan saran mengenai aspek manajemen yang terkait dengan kegiatan usaha
umum PJUC.
• Memberikan saran kepada PJUC mengenai peraturan-peraturan yang berlaku di masa
yang akan datang dan perkembangan kebijakan di Indonesia yang dapat mempengaruhi
usaha PJUC di Indonesia dan hal-hal lain yang relevan dengan bidang keahlian
konsultan.
• Mengkaji dan memberikan masukan tentang rencana-rencana bisnis PJUC di Indonesia,
yang masih relevan dengan bidang keahlian REC.
• Memberikan saran dan bantuan-bantuan lain yang dibutuhkan, selama masih berkaitan
dengan lingkup yang disebutkan di atas, apabila dibutuhkan oleh PJUC.
• REC akan menugaskan personelnya di PJUC untuk memegang peran sebagai anggota
Direksi dan/atau Dewan Komisaris PJUC dengan tetap memperhatikan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
• dan/atau, Kemungkinan permintaan lainnya sewaktu waktu oleh PJUC.
Nilai dari transaksi penyediaan jasa manajemen konsultasi antara REC dan PJUC tahun 2026
sebesar Rp1.263.737.398 per tahun yang dibayarkan setiap bulan, merupakan nilai yang
disepakati pada perjanjian penyediaan jasa manajemen konsultasi antara REC dan PJUC.
Berdasarkan informasi manajemen, scope jasa layanan yang diberikan kepada PJUC tidak
mengalami perubahan dari perjanjian manajemen konsultasi periode sebelumnya, sehingga
besaran fee yang ditetapkan pada jasa manajemen konsultasi 2026 tidak mengalami perubahan.
4.2 Analisis Bahwa Nilai Transaksi Memiliki Nilai Tambah
Analisis nilai tambah atas transaksi pemberian jasa manajemen konsultasi dari REC kepada PJUC
dilakukan dengan melihat nilai inkremental dari pos-pos keuangan yang terdampak oleh adanya
transaksi. Dalam hal ini dilakukan analisis inkremental terhadap pos keuangan pada proyeksi
laporan posisi keuangan dan proyeksi laporan laba rugi sebelum dan setelah transaksi sebagai
berikut:
Tabel 34. Analisis Inkremental Proyeksi Keuangan REC
(dalam USD Penuh)
Analisis Inkremental 2025 2026 2027 2028 2029
Total Assets
Sebelum Transaksi 63.832.035 121.846.193 127.043.695 130.884.842 133.977.731
Setelah Transaksi 63.832.035 121.921.957 127.119.460 130.960.607 134.053.496
Inkremental 0 75.764 75.765 75.765 75.765
Total Equity
Halaman 67 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 69
Analisis Inkremental 2025 2026 2027 2028 2029
Sebelum Transaksi 48.209.498 54.158.093 63.198.494 70.884.592 77.840.359
Setelah Transaksi 48.209.498 54.233.857 63.274.258 70.960.357 77.916.125
Inkremental 0 75.764 75.764 75.765 75.766
Other Income (Expenses)
Sebelum Transaksi 4.270.518 4.723.686 4.565.250 3.881.862 3.321.390
Setelah Transaksi 4.270.518 4.799.450 4.565.250 3.881.862 3.321.390
Inkremental 0 75.764 0 0 0
Net Income
Sebelum Transaksi 14.156.692 13.122.688 15.706.794 15.653.612 14.955.576
Setelah Transaksi 14.156.692 13.198.452 15.706.794 15.653.612 14.955.576
Inkremental 0 75.764 0 0 0
Sumber: Proyeksi Keuangan REC Sebelum dan Setelah Transaksi & Analisis KJPP FDI&R
Dari analisis inkremental yang dilakukan terhadap pos-pos keuangan, diperoleh bahwa transaksi
pemberian jasa manajemen konsultasi kepada PJUC memberikan nilai tambah bari REC lewat
pendapatan jasa manajemen yang dicatat pada pos Pendapatan Lain-lain sebesar USD75.764
atau setara sebesar Rp1.263.737.398 pada periode proyeksi 2026. Dengan adanya
penambahan pendapatan lain-lain tersebut, terdapat perolehan nilai tambah pada pos Laba
Bersih REC sebesar USD75.764 atau setara sebesar Rp1.263.737.398 dan meningkatkan Laba
Ditahan pada ekuitas perusahaan. Selanjutnya penambahan perolehan Pendapatan Lain-lain
tersebut mempengaruhi perolehan kas operasional perusahaan sehingga meningkatkan Total
Aset perusahaan sebesar USD75.764 atau setara sebesar Rp1.263.737.398. Dari analisis
inkremental yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa transaksi pemberian jasa manajemen
konsultasi antara REC dan PJUC memiliki nilai tambah.
4.3 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi terhadap Hasil Penilaian
Kewajaran nilai transaksi dianalisis dengan mengidentifikasi jasa yang diberikan REC kepada
PJUC terkait transaksi pemberian jasa manajemen konsultasi. Berdasarkan perjanjian yang
mendasari transaksi, REC sebagai pihak yang memberikan jasa kepada PJUC memberikan
layanan konsultasi sebagai berikut:
• Memberikan saran mengenai aspek manajemen yang berkaitan dengan kegiatan usaha
umum PJUC;
• Memberikan saran kepada PJUC mengenai peraturan yang berlaku di masa yang akan
datang dan perkembangan kebijakan di Indonesia yang dapat memengaruhi usaha PJUC
di Indonesia dan hal-hal lain yang relevan dengan bidang keahlian konsultan;
• Mengkaji dan memberi masukan tentang rencana-rencana bisnis PJUC di Indonesia,
yang masih relevan dengan bidang keahlian REC;
• Memberikan saran dan bantuan-bantuan lain yang dibutuhkan, selama masih berkaitan
dengan lingkup yang disebutkan diatas, apabila dibutuhkan PJUC;
• REC akan menugaskan personelnya di PJUC untuk memegang peranan sebagai Dewan
Direksi dan Komisaris PT Petrogas Jatim Utama Cendana dengan tetap memperhatikan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku;
• Kemungkinan permintaan lainnya sewaktu-waktu oleh pihak kedua.
Penetapan besaran nilai transaksi penyediaan jasa manajemen konsultasi dilakukan lewat
mekanisme RUPS di PJUC. Dengan begitu, besaran nilai jasa manajemen konsultasi yang
Halaman 68 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 70
ditetapkan untuk pemberian jasa layanan yang diberikan REC kepada PJUC sebesar
Rp1.263.737.398 per tahun atau dengan kurs tengah BI sebesar USD75.764 per tahun telah
disepakati bersama dan akan memberikan REC pendapatan lain-lain sebagai imbal hasil dari
jasa layanan konsultasi yang diberikan kepada PJUC. Dari sisi PJUC, penerimaan jasa
manajemen konsultasi dapat mendukung operasional dan strategi bisnis dengan pertimbangan
dari cakupan jasa yang diberikan REC mengikuti ketentuan pada perjanjian.
Halaman 69 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 71
BAB V
KESIMPULAN
5.1 Analisis atas Transaksi
Nilai Transaksi penyediaan Management Konsultasi Fee oleh PT Raharja Energi Cepu Tbk (“REC”)
kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”) dengan nilai transaksi sebesar
Rp1.263.737.398 merupakan transaksi yang memiliki dasar komersial dan strategis yang jelas.
Transaksi ini mendukung efektivitas pengelolaan Hak Partisipasi 2,2423% yang dimiliki PJUC di
Blok Cepu sekaligus memperkuat keberlanjutan investasi REC sebagai pemegang 49% saham di
PJUC. Dampak keuangannya juga tidak menimbulkan perubahan signifikan terhadap struktur
keuangan REC, sehingga transaksi dinilai wajar serta memberikan nilai tambah operasional dan
strategis bagi Perseroan.
Selain itu, berdasarkan struktur kepengurusan dan kepemilikan, hubungan antara REC dan PJUC
memenuhi kriteria transaksi afiliasi sesuai POJK 42/2020. Perjanjian yang mengatur transaksi
telah memuat ketentuan yang jelas, proporsional, dan sesuai regulasi, sehingga membantu
meminimalkan risiko bagi kedua pihak. Secara keseluruhan, manfaat transaksi berupa
peningkatan pendapatan dan penguatan peran strategis REC dalam pengelolaan PJUC lebih
besar dibandingkan risikonya, terutama karena risiko yang muncul seperti potensi kenaikan biaya
operasional PJUC bersifat terbatas dan tidak berdampak material terhadap kinerja REC.
5.2 Analisis Kualitatif atas Transaksi
Berdasarkan analisis kualitatif, transaksi penyediaan jasa konsultasi manajemen oleh PT Raharja
Energi Cepu Tbk (“REC”) kepada PT Petrogas Jatim Utama Cendana (“PJUC”) memiliki dasar
strategis dan komersial bagi PJUC dan REC secara grup. Transaksi ini dilakukan untuk
memastikan pengelolaan yang efektif atas Hak Partisipasi 2,2423% yang dimiliki PJUC di Blok
Cepu, sekaligus menjaga keberlangsungan dan nilai investasi REC yang memiliki 49%
kepemilikan di PJUC. Terdapat hubungan afiliasi anatara REC dan PJUC, baik dari sisi
kepengurusan maupun kepemilikan saham, sehingga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi
sesuai POJK 42/2020.
Secara manfaat dan dampak operasional, transaksi ini memberikan nilai tambah bagi kedua
belah pihak: REC memperoleh pendapatan tambahan dan meningkatkan kontrol strategis atas
investasinya, sedangkan PJUC menerima dukungan manajerial yang relevan, termasuk konsultasi
atas aspek operasional, regulasi, dan pengembangan usaha. Meskipun terdapat risiko berupa
peningkatan biaya operasional PJUC yang dapat mengurangi bagian laba bersih konsolidasian,
biaya tersebut diharapkan terkompensasi melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas
pengelolaan, dan optimalisasi kinerja jangka panjang. Secara keseluruhan, transaksi dinilai
memiliki justifikasi kuat dari perspektif bisnis, tata kelola, dan kepentingan ekonomi Perseroan.
5.3 Analisis Kuantitatif atas Transaksi
Berdasarkan analisis kinerja historis, proyeksi keuangan, dan evaluasi keuangan lain terkait
transaksi pemberian jasa manajemen konsultasi, secara kuantitatif transaksi jasa manajemen
konsultasi yang diberikan REC kepada PJUC dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi REC
mengingat:
Halaman 70 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 72
• Secara historis sejak 2021 sampai 30 September 2025, REC mencatatkan perolehan laba
bersih positif. Hal tersebut menggambarkan kemampuan manajemen dan perusahaan
dalam hal menjalankan operasional bisnis grup REC.
• Proforma laporan keuangan REC atas transaksi menunjukan peningkatan pada total aset
dan total ekuitas akibat penerimaan kas dari pemberian jasa manajemen konsultasi
kepada PJUC. Penambahan tersebut sejalan dengan perolehan pendapatan manajemen
fee atas transaksi.
• Terdapat nilai tambah pada pos pendapatan lain-lain, kas dan setara kas, dan ekuitas
REC dari dilakukannya transaksi dilihat dari proyeksi keuangan sebelum dan setelah
transaksi. Nilai tambah diperoleh dengan membandingkan proyeksi sebelum transaksi
dan proyeksi setelah transaksi milik REC.
5.4 Analisis Kewajaran Nilai Transaksi terhadap Hasil Penilaian
Nilai dari transaksi penyediaan jasa manajemen konsultasi antara REC dan PJUC tahun 2026
sebesar Rp1.263.737.398 per tahun yang dibayarkan setiap bulan, merupakan nilai yang
disepakati pada perjanjian penyediaan jasa manajemen konsultasi antara REC dan PJUC.
Berdasarkan informasi manajemen, scope jasa layanan yang diberikan kepada PJUC tidak
mengalami perubahan dari perjanjian manajemen konsultasi fee periode 2025, sehingga
besaran fee yang ditetapkan pada jasa manajemen konsultasi 2026 tidak mengalami perubahan.
Dari analisis inkremental yang dilakukan, diperoleh bahwa transaksi pemberian jasa manajemen
konsultasi kepada PJUC memberikan nilai tambah bagi REC lewat pendapatan jasa manajemen
yang dicatat pada pos Pendapatan Lain-lain sebesar USD75.764 atau setara sebesar
Rp1.263.737.398 pada periode proyeksi 2026. Dari analisis inkremental yang dilakukan,
diperoleh kesimpulan bahwa transaksi pemberian jasa manajemen konsultasi antara REC dan
PJUC memiliki nilai tambah.
5.5 Analisis atas faktor lain yang relevan
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Manajemen Perseroan, tidak terdapat faktor lain
yang relevan yang berkaitan langsung dengan transaksi ini dan yang dapat memengaruhi
penilaian atas kewajaran transaksi. Dengan demikian, analisis pada sub bab ini tidak mencakup
faktor tambahan di luar informasi yang telah disajikan dalam bagian-bagian sebelumnya.
5.6 Opini Kewajaran atas Transaksi
Berdasarkan analisis yang telah kami lakukan terhadap informasi, data, serta asumsi-asumsi yang
disampaikan oleh manajemen Perseroan, dan dengan mempertimbangkan kondisi serta faktor-
faktor yang relevan, kami berpendapat bahwa transaksi Penyediaan Management Konsultasi Fee
antara PT Raharja Energi Cepu Tbk dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana adalah wajar.
Halaman 71 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 73
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses analisis pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya ke akuratannya.
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang mencerminkan kewajran proyeksi yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Tahun 2018
Edisi VII (KEPI-SPI Edisi VII Tahun 2018), Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
35/POJK.04/2020 (POJK 35/2020), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
Nomor 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020) tentang Pedoman Penilaian serta Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi
Tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi objek penilaian, dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya bukan menjadi
tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di
dalam laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak
bertanggung jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand,
Danar, Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai
dengan maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 72 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 74
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajaran adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap objek Penilaian.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
5. Penilaian dilakukan dengan memenuhi ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik
Penilai Indonesia (KEPI), serta POJK Nomor 35 Tahun 2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek pendapat
kewajaran.
8. Penilai telah melakukan kunjungan kepada pihak Manajemen Perseroan.
9. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
10. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan pendapat
kewajaran.
11. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta
lengkap. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan
informasi dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
12. Penugasan Penilaian telah dilakukan terhadap objek penilaian pada tanggal penilaian (cut off
date)
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai
kesimpulan nilai.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah
diungkapkan.
16. Kesimpulan Nilai telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan ini kami peroleh dari sumber yang
telah terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 73 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 75
Page 76
LAMPIRAN-LAMPIRAN • Surat Tugas Inspeksi • Berita Acara Inspeksi • Minutes of Meeting • Daftar Hadir • Surat Benturan Kepentingan • Surat Kebenaran Data dan Informasi Halaman 75 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 77
Halaman 76 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 78
Halaman 77 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 79
Halaman 78 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 80
Halaman 79 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 81
Halaman 80 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 82
Halaman 81 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 83
Halaman 82 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 84
Halaman 83 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 85
Halaman 84 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 86
Halaman 85 00105/2.0176-00/BS/02/0213/1/XI/2025
Page 87
Names mentioned 54 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2 ×3
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.11 ×5
unresolved
person
Andani
p.11 ×5
unresolved
person
CPA
p.11 ×5
unresolved
person
Indah Setyaningsih
p.12 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.12 ×6
unresolved
person
Rini Yulianti
p.12 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.12 ×5
unresolved
person
Dzulqarnain
p.12 ×3
unresolved
person
Iskandar Dzulqarnain
p.13
unresolved
org
Sugeng & Rekan
p.13
unresolved
person
Sawarjuwono
p.13
unresolved
person
Rosida
p.13 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.13 ×2
unresolved
person
Evie Mardiana Hidayah
p.13 ×2
unresolved
org
KJPP FDI
p.13 ×13
unresolved
org
PT Petrogas Jatim Utama Cendana. KJPP FDI
p.15
unresolved
org
Bank Indonesia
p.16 ×6
unresolved
org
PT Petrogas Jatim Utama Cendana. Bersamaan
p.18
unresolved
org
PT Syabas Usaha Migas
p.18 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.19 ×2
unresolved
org
PT Rukun Prima
p.20
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Jawa Timur
p.21
unresolved
org
PT Petrogas Jatim
p.21
unresolved
org
PT Raharja Energi
p.21
unresolved
org
Koperasi Dipertam
p.21
unresolved
person
Teknik
· Direktur Operasional
p.22
unresolved
person
Abd. Halim Soebahar
p.22
unresolved
—
Fathur Rozi Zubair
p.22
unresolved
—
IR.Hadi Ismoyo
p.22
unresolved
org
Arbitrase Nasional Indonesia
p.26
unresolved
org
Pusat Statistik
p.29 ×2
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.32 ×2
unresolved
org
Bank Administration
p.56 ×2
unresolved
org
PT Raharja Halaman
p.66
unresolved
org
Energi Cepu Tbk
p.67
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.73
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
15282 ms
12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '.............................................................................................. '
'15'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '.............................................................................................. '
'15',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20'}