Skip to content
Back to announcement

20251127_OPMS_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31988254_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review OPMS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 62

Page 1
Surabaya, 27 November 2025                                     No. 053.CS.OPMS.2025


Kepada Yth.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta Pusat 10710

Up          : Bapak Kunwidarto
             Direktur Penilaian Emiten dan Perusahaan Publik

Perihal     : Tanggapan atas Komentar OJK

Dengan hormat,

Merujuk pada surat Otoritas Jasa Keuangan S-553/PM.023/2025 tanggal 6 November
2025, perihal Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Rencana Perubahan
Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (“Surat OJK”), dengan ini kami
sampaikan tanggapan kami atas Surat OJK khusus mengenai rencana perubahan kegiatan
usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (“Perseroan”).

I.   Umum
     1. Berkenaan dengan Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh
        PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk kepada OJK melalui SPE nomor
        039.CS.OPMS.2025 tanggal 23 Oktober 2025 perihal Rencana Transaksi
        Perubahan Kegiatan Usaha, agar penyajian dan pengungkapan Keterbukaan
        Informasi dimaksud disesuaikan dengan POJK No. 17/POJK.04/2020.

          Jawaban:
          Berkenaan dengan penyajian dan pengungkapan Keterbukaan Informasi sudah
          disesuaikan dengan POJK No. 17/POJK.04/2020.

     2. Perseroan agar memastikan atas seluruh kesalahan penulisan (typo) yang
        terdapat pada dokumen Keterbukaan Informasi telah disesuaikan. Selanjutnya,
        dalam penyajian jawaban atas tanggapan OJK, Perseroan agar menyajikan dan
        menyampaikan tanggapan sebagaimana hasil analisis laporan atas kondisi
        Perseroan dan bukan screen capture dari ketentuan POJK atau SEOJK.

          Jawaban:
          Berkenaan dengan kesalahan penulisan (typo) yang terdapat pada dokumen
          Keterbukaan Informasi telah disesuaikan. Selanjutnya untuk penyajian jawaban
          atas tanggapan OJK, Perseroan telah menyajikan dan menyampaikan
          tanggapan sebagaimana hasil analisis laporan atas kondisi Perseroan dan
          bukan screen capture dari ketentuan POJK atau SEOJK.

     3. Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, agar
        diklarifikasi mengenai ada/atau tidaknya perizinan dan/atau persetujuan yang
        wajib diperoleh dari kreditur, pihak ketiga dan/atau instansi berwenang
        lainnya.
Page 2
         Jawaban:
         Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak
         memiliki kewajiban untuk mendapatkan perizinan dan/atau persetujuan yang
         wajib diperoleh dari kreditur, pihak ketiga dan/atau instansi berwenang
         lainnya selain kewajiban yang daitur dalam POJK 17/2020.


II.   Keterbukaan Informasi Kepada Pemegang Saham
      1. Agar tanggal penerbitan Keterbukaan Informasi disesuaikan apabila ada
         perubahan.

         Jawaban:
         Tanggal penerbitan keterbukaan informasi sudah disesuaikan.

      2. Pendahuluan. Paragraf 5. Agar diklarifikasi atas Perizinan-perizinan dari
         instansi terkait yang dibutuhkan sehubungan dengan penambahan bidang
         usaha ini.

         Jawaban:
         Tidak terdapat perizinan tambahan yang diperlukan sehubungan dengan
         rencana penambahan kegiatan usaha dikarenakan klasifikasi KBLI yang
         tercantum dalam NIB Perseroan termasuk dalam kategori risiko rendah,
         sehingga tidak memerlukan izin berusaha tambahan dari instansi terkait di luar
         perizinan yang telah dimiliki Perseroan saat ini.

      3. Uraian Singkat Mengenai Perseroan. Agar:
         a. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan. Agar:
             1) Dihapus pengungkapan “(Lembar)” pada tabel.
             2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan “Jumlah (Rupiah Penuh)”
                 menjadi “Nilai Nominal Saham (Rupiah Penuh)”.
             3) Ditambahkan pengungkapan nilai nominal per saham.
             4) Pengungkapan “Total” pada baris disesuaikan menjadi “Total Modal
                 Ditempatkan dan Disetor Penuh”.
             5) Diklarifikasi terkait update terkini atas penjualan kembali saham
                 treasuri.

            Jawaban:
         a. Mengenai struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sudah kami
            sesuaikan pada bagian Uraian Singkat Mengenai Perseroan

            Berikut hasil yang telah disesuaikan:

            Update terkini, Perseroan belum berhasil kembali menjual saham treasuri.
Page 3
   Susunan pemegang saham OPMS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
                                                       Nilai
                                                     Nominal
                                                                Nilai Nominal
                                       Kepemilikan     Per
    Pemegang Saham     Jumlah Saham                                 Saham
                                          (%)         Saham
                                                               (Rupiah Penuh)
                                                     (Rupiah
                                                     Penuh)
   PT Asian Perkasa
                        597.900.000        59,79%       100     59.790.000.000
   Indosteel
   Sukianto Widjaja       2.100.000         0,21%       100        210.000.000
   Treasuri Stok        198.373.000        19,84%       100     19.837.300.000
   Masyarakat
   (masing-masing di    201.627.000        20,16%       100     20.162.700.000
   bawah 5%)
   Total Modal
   Ditempatkan dan     1.000.000.000      100,00%              100.000.000.000
   Disetor Penuh
   Sumber: Manajemen OPMS

   Pada tahun 2020, Perseroan membeli saham treasuri melalui aksi buyback.
   Berdasarkan surat No.008.CS.OPMS.2025 tanggal 20 Maret 2025, sesuai
   dengan POJK No.2/POJK.04/2013, Perseroan telah melakukan Keterbukaan
   Informasi kepada regulator mengenai penjualan kembali saham buyback
   mulai tanggal 9 April 2025 sampai dengan 31 Mei 2025.

   Berdasarkan surat No.019.CS.OPMS.2025 tanggal 2 Juni 2025, terkait
   dengan penjualan kembali atas saham treasuri melalui buyback,
   menyatakan bahwa Perseroan belum berhasil menjual saham treasuri
   melalui mekanisme pasar di BEI.

   Berdasarkan POJK No.30.POJK.04/2017, Perseroan wajib menjual kembali
   saham treasuri dalam 3 (tiga) tahun, sebelum 17 April 2026. Pada tanggal
   30 Juni 2025, tidak terdapat penjualan saham treasuri.

b. Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan. Agar:
    1) Ditambahkan pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta
        opini audit atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025.

       Jawaban:
       Pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta kesimpulan
       limited review atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025
       sudah ditambahkan di Keterbukaan Informasi bagian Ikhtisar Data
       Keuangan Penting Perseroan.
       Berikut hasil yang telah ditambahkan:
       Laporan Keuangan OPMS yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
       telah direview oleh Morhan Tirtonadi, CPA Registrasi Akuntan Publik
       No. AP.0628 dari Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan, dengan
       nomor laporan MR/L-008/25 tanggal 26 Agustus 2025 dengan
       kesimpulan bahwa berdasarkan reviu, tidak terdapat hal yang menjadi
       perhatian, yang menyebabkan bahwa laporan keuangan interim
Page 4
     terlampir tidak menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
     material, posisi keuangan interim Perseroan tanggal 30 Juni 2025, serta
     kinerja keuangan dan arus kas interimnya untuk periode enam bulan
     yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
     Keuangan di lndonesia.

2)   Disesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel yang
     dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya.

     Jawaban:
     Penyajian dan pengungkapan periode pada tabel Ikhtisar Data
     Keuangan Penting Perseroan sudah disesuaikan dimulai dari tahun
     terkini ke tahun periode sebelumnya.

     Berikut hasil setelah disesuaikan:

     Tinjauan Laba (Rugi)
                                                                                        (Dalam Ribuan Rupiah)
                        Jun 2025       Jun 2024        Des 2024      Des 2023       Des 2022      Des 2021       Des 2020
       Keterangan
                         Review         Review          Audit         Audit          Audit          Audit         Audit
      Pendapatan         2.439.602    23.721.866      40.784.169     9.117.164     22.510.395     41.184.565    34.773.247
      Beban Pokok
                        3.431.256     23.547.289      41.486.701    10.729.121     17.815.359     37.461.493    30.490.801
      Pendapatan
      Laba Rugi
                      (3.679.087)     (3.832.191)    (7.534.510)    (7.638.992)    (3.086.864)    (2.695.533)   (1.024.628)
      Usaha
      Laba Rugi
      Sebelum
                      (3.296.528)     (3.431.760)    (6.859.495)    (6.338.595)    (1.178.228)     (773.605)      1.219.383
      Pajak
      Penghasilan
      Laba Rugi
      Bersih Tahun    (3.293.866)     (2.649.738)    (8.284.284)    (4.751.545)      (860.860)     (353.810)      1.031.801
      Berjalan
      Jumlah Laba
      Rugi            (3.208.264)     (2.463.157)    (8.113.080)    (4.483.340)    (1.312.825)     (412.949)      1.065.589
      Komprehensif


     Tinjauan Posisi Keuangan
                                                                                        (Dalam Ribuan Rupiah)
                      Jun 2025        Jun 2024      Des 2024       Des 2023       Des 2022       Des 2021       Des 2020
      Keterangan
                       Review          Review        Audit          Audit          Audit          Audit          Audit
     Aset
     Aset Lancar      23.092.016     26.450.669     24.481.182     24.320.300     27.933.476     48.297.703     82.790.685
     Aset Tidak
                      53.752.145     59.258.146     55.541.895     64.882.106     66.378.942     45.607.036     16.327.113
     Lancar
     Jumlah Aset      76.844.161     85.708.816     80.023.077     89.202.406     94.312.419     93.904.739     99.117.797

     Liabilitas dan
     Ekuitas
     Liabilitas
     Jangka             269.320       124.085         195.114       1.171.648      1.832.579       282.845       5.096.435
     Pendek
     Liabilitas
     Jangka             479.986       631.690         524.844        614.560        580.301        409.531        396.051
     Panjang
     Jumlah
                        749.306       755.775         719.959       1.786.208      2.412.880       692.376       5.492.486
     Liabilitas

     Jumlah
                      76.094.854     84.953.041     79.303.118     87.416.198     91.899.539     93.212.363     93.625.312
     Ekuitas
     Jumlah
     Liabilitas dan   76.844.161     85.708.816     80.023.077     89.202.406     94.312.419     93.904.739     99.117.797
     Ekuitas
Page 5
     Rasio Keuangan

                            Jun 2025          Jun 2024       Des 2024           Des 2023          Des 2022        Des 2021         Des 2020
         Keterangan
                             Review            Review         Audit              Audit             Audit           Audit            Audit
     Rasio Likuiditas
     Current Ratio          8574,20%         21316,53%      12547,08%           2075,73%         1524,27%        17075,68%         1624,48%
     Quick Ratio            8452,07%         20974,04%      12340,50%           1910,52%         1455,31%        16573,30%         1551,36%
     Cash Ratio             4838,85%          8401,57%       4894,26%            628,46%          892,09%        12630,71%         1217,41%
     Rasio Aktivitas
     Perputaran Piutang
                                      1           2                     -                 16                -                 -             -
     Usaha Pihak Ketiga
     Perputaran
                                     35           7                    4                  66            26                14              45
     Persediaan
     Perputaran Utang
                                       -          0                     -                 28                -                 -             -
      Usaha Pihak Ketiga
     Perputaran Utang
                                       -          -                     -                  2            32                    -             -
     Retensi
     Perputaran Beban
     yang Masih Harus                 7           0                     -                  3                2                 1            1
     Dibayar
     Rasio Solvabilitas                         0,96
     Debt to Asset             0,98%                            0,90%               2,00%            2,56%            0,74%            5,54%
     Debt to Equity            0,98%           0,88%            0,91%               2,04%            2,63%            0,74%            5,87%
     Rasio Profitabilitas                      0,89%
     Gross Margin            -40,65%                           -1,72%             -17,68%           20,86%            9,04%          12,32%
     Operating Margin       -150,81%            0,74%         -18,47%             -83,79%          -13,71%           -6,55%          -2,95%
     Net Profit Margin      -135,02%          -16,15%         -20,31%             -52,12%           -3,82%           -0,86%           2,97%
     ROA                      -4,29%          -11,17%         -10,35%              -5,33%           -0,91%           -0,38%           1,04%
     ROE                      -4,33%           -3,09%         -10,45%              -5,44%           -0,94%           -0,38%           1,10%



3)   Ditambahkan pengungkapan atas tinjauan laba (rugi) periode 30 Juni
     2024.

     Jawaban:
     Pengungkapan atas tinjauan laba(rugi) periode 30 Juni 2024 sudah
     ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan
     bagian Tinjauan laba (rugi)

     Berikut hasil setelah ditambahkan:
                                                                                                    (Dalam Ribuan Rupiah)
                        Jun 2025            Jun 2024      Des 2024           Des 2023           Des 2022        Des 2021           Des 2020
       Keterangan
                         Review              Review        Audit              Audit              Audit            Audit             Audit
      Pendapatan         2.439.602         23.721.866    40.784.169          9.117.164         22.510.395       41.184.565        34.773.247
      Beban Pokok
                        3.431.256          23.547.289    41.486.701         10.729.121         17.815.359       37.461.493        30.490.801
      Pendapatan
      Laba Rugi
                       (3.679.087)     (3.832.191)       (7.534.510)        (7.638.992)    (3.086.864)          (2.695.533)       (1.024.628)
      Usaha
      Laba Rugi
      Sebelum
                       (3.296.528)     (3.431.760)       (6.859.495)        (6.338.595)    (1.178.228)           (773.605)         1.219.383
      Pajak
      Penghasilan
      Laba Rugi
      Bersih Tahun     (3.293.866)     (2.649.738)       (8.284.284)        (4.751.545)         (860.860)        (353.810)         1.031.801
      Berjalan
      Jumlah Laba
      Rugi             (3.208.264)     (2.463.157)       (8.113.080)        (4.483.340)    (1.312.825)           (412.949)         1.065.589
      Komprehensif



4)   Ditambahkan pengungkapan Laporan Posisi Keuangan periode 30 Juni
     2025.

     Jawaban:
     Pengungkapan laporan posisi keuangan periode 30 Juni 2025 sudah
     ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan
     bagian Tinjauan Posisi Keuangan
Page 6
     Berikut hasil setelah ditambahkan:
                                                                                                     (Dalam Ribuan Rupiah)
                         Jun 2025             Jun 2024       Des 2024        Des 2023         Des 2022            Des 2021          Des 2020
       Keterangan
                          Review               Review         Audit           Audit            Audit               Audit             Audit
      Aset
      Aset Lancar       23.092.016      26.450.669           24.481.182    24.320.300         27.933.476          48.297.703        82.790.685
      Aset Tidak
                        53.752.145      59.258.146           55.541.895    64.882.106         66.378.942          45.607.036        16.327.113
      Lancar
      Jumlah Aset       76.844.161      85.708.816           80.023.077    89.202.406         94.312.419          93.904.739        99.117.797

      Liabilitas dan
      Ekuitas
      Liabilitas
      Jangka                 269.320          124.085          195.114       1.171.648          1.832.579           282.845          5.096.435
      Pendek
      Liabilitas
      Jangka                 479.986          631.690          524.844           614.560         580.301            409.531           396.051
      Panjang
      Jumlah
                             749.306          755.775          719.959       1.786.208          2.412.880           692.376          5.492.486
      Liabilitas

      Jumlah
                        76.094.854      84.953.041           79.303.118    87.416.198         91.899.539          93.212.363        93.625.312
      Ekuitas
      Jumlah
      Liabilitas dan    76.844.161      85.708.816           80.023.077    89.202.406         94.312.419          93.904.739        99.117.797
      Ekuitas



5)   Ditambahkan pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni 2024.

     Jawaban:
     Pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni 2024 sudah
     ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan
     bagian Rasio Keuangan

     Berikut hasil setelah ditambahkan:
                               Jun 2025           Jun 2024        Des 2024         Des 2023        Des 2022          Des 2021         Des 2020
          Keterangan
                                Review             Review          Audit            Audit           Audit             Audit            Audit
      Rasio Likuiditas
        Current Ratio          8574,20%         21316,53%        12547,08%         2075,73%        1524,27%          17075,68%        1624,48%
        Quick Ratio            8452,07%         20974,04%        12340,50%         1910,52%        1455,31%          16573,30%        1551,36%
        Cash Ratio             4838,85%          8401,57%         4894,26%          628,46%         892,09%          12630,71%        1217,41%
      Rasio Aktivitas
         Perputaran
         Piutang Usaha                  1            2                       -             16                 -                 -                -
         Pihak Ketiga
         Perputaran
                                       35            7                       4             66               26                 14              45
         Persediaan
         Perputaran
        Utang
                                          -          0                       -             28                 -                 -                -
         Usaha Pihak
        Ketiga
         Perputaran
                                          -             -                    -              2               32                  -                -
         Utang Retensi
         Perputaran
         Beban yang
                                        7            0                       -              3                2                  1                1
         Masih Harus
         Dibayar
      Rasio Solvabilitas                            0,96
        Debt to Asset             0,98%                                 0,90%         2,00%           2,56%              0,74%            5,54%
        Debt to Equity            0,98%            0,88%                0,91%         2,04%           2,63%              0,74%            5,87%
      Rasio Profitabilitas                         0,89%
        Gross Margin            -40,65%                              -1,72%         -17,68%          20,86%              9,04%           12,32%
        Operating
                               -150,81%            0,74%            -18,47%         -83,79%         -13,71%              -6,55%          -2,95%
        Margin
        Net Profit
                               -135,02%           -16,15%           -20,31%         -52,12%           -3,82%             -0,86%           2,97%
        Margin
        ROA                      -4,29%           -11,17%           -10,35%          -5,33%           -0,91%             -0,38%           1,04%
        ROE                      -4,33%            -3,09%           -10,45%          -5,44%           -0,94%             -0,38%           1,10%
Page 7
       6)   Diungkapkan secara jelas nilai tambah yang diterima oleh pemegang
            saham Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru.
            Jawaban:
            Nilai tambah yang diperoleh pemegang saham atas penambahan kegiatan
            usaha baru terletak pada terbukanya sumber pendapatan baru bagi
            Perseroan. Melalui perluasan kegiatan usaha, OPMS memiliki landasan
            legal untuk menjalankan lini bisnis tambahan yang berpotensi
            meningkatkan omzet dan laba Perseroan di masa mendatang. Selain itu,
            langkah diversifikasi ini juga berfungsi sebagai upaya mitigasi risiko,
            dengan mengurangi ketergantungan terhadap kegiatan usaha eksisting
            yang tengah mengalami penurunan. Dengan demikian, OPMS dapat
            menjaga stabilitas kinerja keuangan sekaligus mempertahankan daya
            tarik nilai perusahaan bagi investor jangka Panjang.

4. Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan
   Kegiatan Usaha.
   a. Maksud dan Tujuan. Agar disesuaikan dan ditambahkan pengungkapan
       bahwa maksud penugasan adalah untuk memberikan pendapat kelayakan
       atas penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi, Tbk
       dalam kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar
       konteks atau tujuan penugasan tersebut, dikaitkan dengan KJPP tidak
       hanya melakukan kajian namun memberikan pendapat kelayakan.

       Jawaban:
       Maksud dan Tujuan telah disesuaikan dalam Keterbukaan Informasi bagian
       Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan
       Kegiatan Usaha poin b. Maksud dan Tujuan.

       Berikut hasil setelah disesuaikan:
       Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas
       penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk dalam
       kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks
       atau tujuan penugasan tersebut. Dalam penugasan ini, KJPP tidak hanya
       melakukan kajian namun memberikan pendapat kelayakan atas
       penambahan kegiatan usaha.

       Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa
       Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material
       dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
       35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
       Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
       17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
       Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia
       (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

   b. Asumsi dan Kondisi Pembatas. Agar penyajian dan pengungkapan atas
      asumsi dan kondisi pembatas disesuaikan sebagaimana diatur dalam Pasal
      35 POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Page 8
     Bisnis di Pasar Modal.

     Jawaban:
     Asumsi dan Kondisi pembatas sudah disajikan dan diungkapkan sesuai
     dengan Pasal 35 POJK No. 35/2020 tentang penilaian dan penyajian
     Laporan Penilaian Bisnis dipasar modal, yaitu sebagai berikut:
      Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion.
      Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
       digunakan dalam proses Studi Kelayakan.
      Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan
       kelengkapan informasi yang disediakan oleh OPMS dan atau data yang
       diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya
       serta penelitian yang kami anggap relevan.
      GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh OPMS dan
       telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan
       dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
      GEAR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
       proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
      Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali
       terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
       operasional OPMS.
      GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan
       yang dihasilkan.
      GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi
       kelayakan dari pemberi tugas.

c.   Ruang lingkup penugasan. Agar ditambahkan penjelasan terkait ruang
     lingkup penugasan.

     Jawaban:
     Ruang lingkup penugasan sudah ditambahkan pada bagian ringkasan
     Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
     yaitu merujuk pada identifikasi status penilai, identifikasi status pemberi
     tugas dan pengguna laporan, maksud dan tujuan studi kelayakan, objek
     studi kelayakan, tanggal studi kelayakan, asumsi dan kondisi pembatasan,
     serta pendekatan dan metode analisis yang digunakan.

d. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan. Agar:
   1) Penyajian dan pengungkapan disesuaikan menjadi “Dalam menyusun
      Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang
      Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
      Surat     Edaran    Otoritas     Jasa  Keuangan     No.    17
      /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI)
      Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI)
      dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan
      peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data primer dan
Page 9
     sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar, analisis
     kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
     model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan memberikan
     Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.

     Jawaban:
     Pengungkapan sudah disesuaikan menjadi:

     Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan
     Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25
     Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
     Pasar Modal, Surat        Edaran      Otoritas   Jasa     Keuangan
     No.17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
     Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian
     Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai
     Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia
     (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data
     primer dan sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar,
     analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis
     kelayakan model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan
     memberikan Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan
     usaha.

2)   Diklarifikasi metode yang digunakan dalam pengumpulan data dari
     hasil diskusi, pihak Perseroan dalam diskusi, serta aspek-aspek yang
     dianggap berpengaruh dalam kelayakan dimaksud.

     Jawaban:
     Pengumpulan data dari hasil diskusi, pihak Perseroan dalam diskusi,
     serta aspek-aspek yang dianggap berpengaruh dalam kelayakan dengan
     pihak Perseroan yaitu meliputi diskusi melalui virtual meeting
     mengenai aspek pemasaran, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
     model manajemen dan aspek keuangan terkait dengan penambahan
     kegiatan usaha.

3)   Proses analisis. Agar redaksi analisis yang digunakan disesuaikan
     sebagaimana SEOJK 17/2020 yaitu analisis kelayakan pasar, analisis
     kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
     model manajemen, analisis kelayakan keuangan. Selanjutnya agar
     disesuaikan dalam seluruh dokumen terkait penambahan kegiatan
     usaha.

     Jawaban:
     Redaksi analisis yang digunakan sudah disesuaikan menjadi:

     Proses Analisis Kelayakan
      Analisis kelayakan pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar,
        persaingan usaha, strategi pemasaran atas rencana penambahan
        kegiatan usaha.
Page 10
         Analisis kelayakan teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis
          Perseroan dari rencana penambahan kegiatan usaha, spesifikasi
          teknis, teknis pelaksanaan, ketersediaan dan kualitas sumber daya
          manusia, timeline, dan rencana keberlanjutan.
         Analisis kelayakan pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha
          Perseroan saat ini, analisis atas penambahan kegiatan usaha, analisis
          kemampuan untuk menciptakan nilai, analisis keunggulan kompetitif,
          kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri, analisis
          risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT.
         Analisis kelayakan model manajemen yang mengkaji struktur
          organisasi dan kebutuhan karyawan atas rencana penambahan
          kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan
          manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen
          kekayaan intelektual, manajemen risiko, sumber daya manusia, dan
          komposisi karyawan.
         Analisis kelayakan keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter
          kelayakan ekonomi, rencana biaya investasi, sumber pembiayaan,
          asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan, analisis
          biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, analisis titik
          impas, analisis profitablitias, analisis tingkat imbal balik investasi,
          analisis inkremental, dan analisis kelayakan atas penambahan
          kegiatan usaha.

4)   Analisis Aspek Pasar. Agar:
     a)   Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Pasar”.

          Jawaban:
          Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Pasar

     b) Dijelaskan dan diklarifikasi terkait strategi pemasaran yang akan
        dilakukan Perseroan terkait dengan rencana penambahan kegiatan
        usaha dimaksud, dikaitkan dengan pesaing usaha yang sudah ada
        pada kegiatan usaha dimaksud serta kegiatan usaha utama
        Perseroan yang bergerak dalam perdagangan besar potongan
        logam.

          Jawaban:
          Terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha pada sektor
          perdagangan besar makanan dan minuman, Perseroan telah
          menyiapkan     strategi   pemasaran     yang   disusun    dengan
          mempertimbangkan karakteristik pasar serta tingkat persaingan
          pada sektor tersebut. Strategi ini berbeda dengan kegiatan usaha
          utama Perseroan saat ini yang bergerak di bidang perdagangan
          besar potongan logam, namun tetap memanfaatkan pengalaman
          Perseroan dalam aspek distribusi, pengelolaan rantai pasok, dan
          hubungan bisnis dengan mitra lokal.
Page 11
     Strategi pemasaran yang telah disiapkan Perseroan yaitu
     melakukan pengamatan menyeluruh terhadap pasar untuk
     mengidentifikasi kategori produk dengan tingkat permintaan
     tertinggi dan pola konsumsi yang berkembang. Perseroan telah
     melakukan beli putus melalui PO dengan PT Emina Cheese
     Indonesia dan PT Federal Food Internusa. Pihak yang berpotensi
     yaitu Emina, Sakti, Fina, Wilmar, dan MC Lewis. Belum ada kerja
     sama dengan pihak manapun. Kerja sama akan dilakukan setelah
     kegiatan penambahan usaha ini disetujui. Berdasarkan hasil
     pengamatan tersebut, Perseroan kemudian menjajaki kerja sama
     dengan principal atau pemilik merek produk FMCG yang relevan,
     sehingga dapat memperoleh akses distribusi yang kompetitif.
     Setelah memperoleh kemitraan dengan principal, Perseroan akan
     menerapkan strategi pemasaran berbasis wilayah (area-based
     marketing) guna memastikan penetrasi pasar yang lebih terarah
     dan efisien. Seluruh strategi tersebut tetap selaras dengan
     pengalaman dan kapabilitas Perseroan dalam kegiatan usaha
     utamanya pada perdagangan besar potongan logam, khususnya
     dalam aspek pengelolaan rantai pasok, jaringan distribusi, serta
     hubungan bisnis dengan mitra lokal. Keunggulan operasional yang
     telah terbentuk dari bisnis utama tersebut menjadi fondasi penting
     untuk mendukung efektivitas strategi pemasaran pada lini usaha
     FMCG, sehingga Perseroan memiliki kesiapan yang memadai untuk
     memasuki dan bersaing di sektor tersebut.

c)   Dijelaskan dan diklarifikasi dasar pernyataan bahwa rencana
     penambahan kegiatan usaha dari aspek kelayakan pasar dinilai
     layak, dikaitkan dengan latar belakang industri dan kegiatan usaha
     utama Perseroan saat ini.

     Jawaban:
     Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor
     dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)
     nonmigas. Dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan dan
     penguatan sektor hilir pertanian juga menjadi faktor penguat
     terhadap prospek sektor ini. Dengan demikian, sektor perdagangan
     besar makanan dan minuman memiliki potensi pasar yang besar,
     baik di tingkat nasional maupun regional, khususnya di wilayah
     Madura yang masih dalam tahap pengembangan.

     Sementara itu, kegiatan usaha utama Perseroan di bidang
     perdagangan besar potongan logam saat ini menghadapi tantangan
     akibat menurunnya permintaan domestik dan pergeseran
     kebijakan pembangunan nasional dari infrastruktur ke ketahanan
     pangan. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya strategi
     diversifikasi untuk menjaga keberlanjutan dan stabilitas kinerja
     usaha Perseroan.

     Perseroan telah menyiapkan strategi pemasaran yaitu melakukan
     pengamatan menyeluruh terhadap pasar untuk mengidentifikasi
     kategori produk dengan tingkat permintaan tertinggi dan pola
Page 12
   konsumsi yang berkembang. Perseroan telah melakukan beli putus
   melalui PO dengan PT Emina Cheese Indonesia dan PT Federal Food
   Internusa. Pihak yang berpotensi yaitu Emina, Sakti, Fina, Wilmar,
   dan MC Lewis. Belum ada kerja sama dengan pihak manapun. Kerja
   sama akan dilakukan setelah kegiatan penambahan usaha ini
   disetujui. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Perseroan
   kemudian menjajaki kerja sama dengan principal atau pemilik
   merek produk FMCG yang relevan, sehingga dapat memperoleh
   akses distribusi yang kompetitif. Setelah memperoleh kemitraan
   dengan principal, Perseroan akan menerapkan strategi pemasaran
   berbasis wilayah (area-based marketing) guna memastikan
   penetrasi pasar yang lebih terarah dan efisien. Seluruh strategi
   tersebut tetap selaras dengan pengalaman dan kapabilitas
   Perseroan dalam kegiatan usaha utamanya pada perdagangan
   besar potongan logam, khususnya dalam aspek pengelolaan rantai
   pasok, jaringan distribusi, serta hubungan bisnis dengan mitra
   lokal. Keunggulan operasional yang telah terbentuk dari bisnis
   utama tersebut menjadi fondasi penting untuk mendukung
   efektivitas strategi pemasaran pada lini usaha FMCG, sehingga
   Perseroan memiliki kesiapan yang memadai untuk memasuki dan
   bersaing di sektor tersebut.

   Berdasarkan analisis tersebut, rencana penambahan kegiatan
   usaha dinilai layak dari aspek pasar, karena memiliki potensi
   permintaan yang kuat dan terus meningkat di sektor makanan dan
   minuman, selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang
   mendorong sektor pangan dan distribusinya dan memanfaatkan
   kemampuan Perseroan dalam logistik, distribusi, dan jaringan
   bisnis yang telah terbentuk dari kegiatan usaha sebelumnya.

d) Sehubungan dengan pengungkapan bahwa “strategi pemasaran
   berbasis digital dan kemitraan dengan UMKM lokal memberikan
   keunggulan kompetitif tersendiri”, agar dijelaskan lebih lanjut
   kesiapan yang telah dilakukan Perseroan terkait strategi
   pemasaran berbasis digital dan pemetaan UMKM lokal.

   Jawaban:

   Terkait Pertanyaan “Dari pemetaan dimaksud, agar ditambahkan
   dan dijelaskan berapa % pangsa pasar yang dapat dimiliki
   Perseroan, dikaitkan dengan pesaing usaha yang sudah exist
   dengan jenis usaha yang sam”

   Jawaban atas pertanyaan diatas:
   Berdasarkan hasil pemetaan awal serta penjajakan kerja sama
   dengan UMKM lokal di wilayah Madura, Perseroan belum dapat
   menetapkan persentase pangsa pasar secara pasti. Namun
   demikian, Perseroan menilai bahwa pada tahap awal operasional,
   pangsa pasar yang dapat dicapai diperkirakan berada pada tingkat
   di bawah 5% dari total pasar distribusi FMCG melalui UMKM lokal
   di Madura. Estimasi konservatif ini mempertimbangkan sejumlah
Page 13
          kondisi di lapangan, baik terkait struktur pasar maupun tingkat
          persaingan dengan distributor yang telah lama beroperasi di
          wilayah Madura.

          Perseroan telah menyiapkan strategi pemasaran berbasis digital
          secara terstruktur melalui penggunaan media sosial dan
          marketplace, penerapan sistem informasi internal terintegrasi
          untuk pengelolaan penjualan, persediaan, dan distribusi. Langkah
          ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas
          jangkauan pasar secara digital. Persiapan yang dilakukan Perseroan
          atas rencana strategi pemasaran digital masih tahap seleksi vendor
          dan belum final, penentuan vendor akan dilakukan setelah
          penambahan kegiatan usaha ini disetujui. Kemudian untuk
          digitalisasi akan dilaksanakan untuk kepentingan internal
          Perseroan terlebih dahulu. Jika penambahan KBLI ini disetujui
          Perseroan akan secara bertahap menjalankan digitalisasi
          pemasaran.
          Selain itu, Perseroan telah melakukan pemetaan dan penjajakan
          kerja sama dengan UMKM lokal di wilayah Madura untuk
          mengembangkan kemitraan distribusi dan penyediaan pasokan.
          Pada tahap awal Perseroan akan fokus di wilayah Madura sebagai
          basis ekspansi mengingat telah dilakukannya penjajakan kemitraan
          dengan UMKM setempat dan adanya hasil uji coba perdagangan
          barang FMCG. Namun demikian, Perseroan tidak membatasi
          operasional hanya di wilayah tersebut. Seiring dengan
          meningkatnya kapasitas distribusi, kesiapan infrastruktur logistik,
          dan terbangunnya hubungan dengan principal FMCG, Perseroan
          memiliki peluang untuk memperluas operasional ke area lain yang
          secara komersial potensial. Melalui program kemitraan ini, OPMS
          berperan sebagai mitra distribusi dan pusat etalase produk UMKM,
          sehingga tercipta sinergi bisnis yang mendukung pertumbuhan
          ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Perseroan di pasar
          regional.

     e)   Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
          kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan pasar tersebut,
          maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
          aspek kelayakan pasar adalah layak”.

          Jawaban:
          Pada pengungkapan        pernyataan    kelayakan    pasar   sudah
          disesuaikan.

5)   Analisis Aspek Teknis. Agar:
     a) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Teknis”.

          Jawaban:
          Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Teknis.
Page 14
b) Dijelaskan dan diklarifikasi atas kapasitas kesiapan Perseroan
   dalam melaksanakan dan menjalankan rencana penambahan
   kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri
   dan kegiatan usaha utama Perseroan saat ini.

   Jawaban:
   Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang
   berlokasi di Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi
   strategis untuk mendukung kegiatan distribusi di wilayah tersebut.
   Total luas gudang mencapai ±1.000 m², dengan area yang secara
   khusus digunakan untuk penyimpanan produk FMCG (Fast Moving
   Consumer Goods).

   Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di
   bidang distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan
   penyesuaian infrastruktur gudang agar memenuhi standar
   penyimpanan yang sesuai dengan karakteristik produk makanan
   dan minuman. Terkait dengan penyimpanan atas bahan pangan
   yang berisiko mudah rusak atau busuk, Perseroan mengunakan
   sistem FIFO. Perseroan juga memantau melalui expired date dengan
   cara mencatat tiap barang yg masuk dicatat tanggal expired date,
   melakukan stock opname untuk expired date dan kondisi barang
   secara berkala. Barang yang dijual Perseroan memiliki expired date
   kurang lebih 1 tahun sedangkan turnover barang FMCG perseroan
   < 2 bulan sehingga kemungkinan busuk sangat kecil. Fasilitas
   penyimpanan telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang
   tertata rapi, serta dilakukan perawatan dan pembersihan secara
   berkala guna menjaga kebersihan dan higienitas area penyimpanan.

   Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem
   pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang
   berjaga 24 jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di
   seluruh area strategis gudang.

   Selain itu, Perseroan juga mengunakan Metode Penyimpan barang
   FIFO, penggunaan metode FIFO dalam bisnis FMCG membantu
   menjaga kualitas produk, mempercepat perputaran persediaan,
   meminimalkan risiko kedaluwarsa serta meningkatkan akurasi
   stok    dan    efisiensi  biaya. Perseroan   telah   melakukan
   pengelompokan area penyimpanan berdasarkan jenis produk
   untuk memastikan pemisahan yang jelas antara produk pangan dan
   non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk penyimpanan
   produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C diperuntukkan
   bagi barang-barang logam. Masing-masing gudang tersebut
   berlokasi di Jl. Raya Suramadu No.1, Nyantren, Masaran, Kec.
   Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69165. Kapasitas
   gudang untuk produk FMCG yaitu gudang FMCG memiliki luasan
   1.150 M2 dengan Tinggi +/- 5M. Dengan Volume tersedia 5.750 M3
   dan kapasitas gudang yg bisa dipakai 60% yaitu 3.450 M3 dan
   sisanya yaitu 40 % untuk space bongkar muat dan space FIFO
Page 15
     Perseroan juga telah memiliki armada logistik yang memadai untuk
     mendukung kegiatan operasional distribusi, terdiri atas 1 (satu)
     unit truk dengan kapasitas angkut 7 ton, 1 (satu) unit box/pick-up
     dengan kapasitas 1,5 ton, serta 1 (satu) unit crane dengan kapasitas
     5 ton yang digunakan untuk membantu bongkar muat barang.
     Status kepemilikan dari armada logistik tersebut dimiliki oleh
     Perseroan.

     Armada logistik untuk produk FMCG berbeda dengan armada yang
     digunakan untuk pengangkutan barang-barang logam. Armada
     untuk barang logam tidak menggunakan truk dan box tersebut
     karena kapasitasnya yang relatif kecil. Untuk pengiriman logam
     besi, Perseroan melakukan subkontrak kepada pihak ketiga.



c)   Diklarifikasi apakah telah terdapat perjanjian kerjasama dengan
     pemasok utama.

     Jawaban:
     Perseroan baru melakukan kerjasama dalam bentuk beli putus
     untuk tes market melalui PO dengan PT Emina Cheese Indonesia
     dan PT Federal Food Internusa. Kemudian untuk Indofood dan
     Primsfood melalui distributor di Surabaya yaitu PT. Intikita Mega
     Momentum. Dikarenakan Perseroan menunggu persetujuan atas
     penambahan KBLI dari OJK, Memorandum of Understanding
     dengan PT Emina Cheese Indonesia, PT Federal Food Internusa,
     Indofood dan Primsfood belum ada dan Perseroan bisa
     melaksanakan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan tersebut
     setelah penambahan kegiatan usaha ini disetujui oleh OJK. Setelah
     mendapat persetujuan dari OJK, Perseroan akan kerjasama dengan
     principal bukan dalam bentuk beli putus.

d) Diklarifikasi dan dijelaskan ada/tidaknya SOP yang telah dimiliki
   Perseroan dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha.

     Jawaban:

     Klarifikasi atas nama SOP yang berubah dari tanggapan sebelumnya
     yaitu “Penerimaan barang dan piutang FMCG” terdapat kesalahan
     penulisan yang seharusnya SOP penerimaan uang dan piutang
     FMCG.

     Manajemen Perseroan telah menyusun SOP untuk rencana
     penambahan kegiatan usaha FCMG yaitu sebagai berikut:
     1. SOP Penerimaan Uang dan Piutang FCMG
        SOP Penerimaan Uang:
        a. Helper melaporkan pengiriman dan penerimaan uang tunai
           dari customer di group
Page 16
b. Terima uang tunai dari helper atas pengiriman barang yang
   diterima customer
c. Menghitung jumlah uang tunai yang diterima secara akurat
   dan periksa keaslian uang
d. Mencocokkan jumlah uang dengan invoice
e. Menulis sesuai jumlah uang yang diterima di list pengiriman
   (rounding), disamping nominal invoice masing-masing
   customer
f. Mengecheck apakah ada retur dengan potong tagihan,
   apabila ada maka Admin Retur wajib mengecheck
   kesesuaian barang yang diretur dengan nominal yang
   dipotongkan tagihan dan membuat retur barang di system
g. Merapikan dan mengklasifikasikan uang yang diterima dari
   pecahan terbesar ke terkecil
h. Menulis dan menghitung jumlah pecahan tersebut di list
   pengiriman, menyesuaikan dengan total uang yang diterima
i. Memisahkan rangkap invoice (warna merah muda untuk
   admin gudang, warna kuning untuk admin keuangan dan
   warna hijau untuk admin PO)
j. Menginput di system untuk invoice yang diterima pada hari
   yang sama, paling lambat keesokan harinya
k. Memastikan invoice yang diterima di hari yang sama, sudah
   masuk semua di system
l. Membuat faktur pajak sesuai dengan invoice yang diterima
m. Download faktur pajak untuk dicetak (untuk invoice yang
   TOP/ term of payment 3 -21 hari dan apabila ada customer
   yang minta)
n. Membuat folder dan menamai faktur pajak (nomor invoice
   dan nama customer) sesuai dengan invoice
o. Menyetorkan uang tunai yang diterima ke rekening bank
   perusahaan pada hari yang sama, paling lambat keesokan
   harinya
p. Mengecheck dan memastikan uang yang disetorkan sudah
   masuk ke rekening bank perusahaan

SOP Piutang:
 Pencatatan Piutang Awal:
   1 Merekap semua transaksi piutang baru, termasuk tanggal
      invoice, nama customer, jumlah yang harus dibayar,
      tanggal jatuh tempo dan keterangan
   2 Memastikan data yang dicatat akurat dan sesuai dengan
      dokumen pendukung seperti faktur atau nota penjualan.
 Penagihan Piutang:
   1. Mengirimkan invoice dan faktur pajak kepada customer
      sebelum tanggal jatuh tempo / menitipkan kepada sales
      saat berkunjung ke customer tersebut untuk dibantu
      tagihkan (dengan membuatkan tanda terima penerimaan
      invoice dan faktur pajak customer)
   2. Memantau tanggal jatuh tempo di rekapan piutang setiap
      hari
   3. Memantau pembayaran pada tanggal jatuh tempo
Page 17
       4. Mengirimkan pengingat atau pesan kepada pelanggan
          jika pembayaran belum diterima atau mengingatkan sales
          untuk menagih ke customer
      Penerimaan Pembayaran:
       1. Melakukan update data pembayaran ke system atau tabel
          monitoring/rekapan piutang setelah dana diterima
      Penanganan Piutang Menunggak:
       1 Membahas piutang yang sudah melebihi term of payment
          3 – 21 hari dalam rapat evaluasi.
       2 Mempertimbangkan langkah lanjutan seperti pemutusan
          sementara atau penghentian pelayanan untuk piutang
          yang sudah lama menunggak

2. SOP Pengiriman Barang
   a. Penerimaan Order dan Verifikasi Data:
       Terima Pesanan dari Pelanggan
       Verifikasi kelengkapan dan akurasi data pesanan
         (nama,alamat, detail barang)
   b. Persiapan dan Pengepakan Barang:
       Cek stok barang yang dipesan di gudang
       Ambil barang sesuai dengan pesanan
       Kemas barang dengan aman menggunakan kemasan yang
         sesuai untuk melindunginya selama perjalanan
       Pastikan kondisi barang baik sebelum dikirim.
   c. Pembuatan Dokumen Pengiriman :
       Siapkan dokumen yang diperlukan, seperti surat jalan
         atau dokumen pengiriman lainnya
       Pastikan dokumen mencakup detail lengkap seperti
         daftar barang, jumlah, berat, serta alamat pengiriman dan
         penerima
       Cetak label pengiriman dengan informasi yang jelas
   d. Proses Pengiriman:
       Driver wajib mengecek kondisi kendaraan
       Menandatangani dokumen penerimaan barang
       Driver mengantar barang ke alamat sesuai dokumen
       Selama perjalanan driver wajib menjaga keamanan
         barang
       Jika terjadi kendala (macet, kerusakan, kecelakaan,
         alamat tidak ditemukan), driver wajib menghubungi
         admin untuk istruksi lebih lanjut
   e. Pencatatan dan Pelaporan :
       Catat setiap langkah pengiriman secara detail
       Buat laporan internal setelah pengiriman selesai.

3. SOP Admin Fakturis
   a. Penerimaan dan Pencatatan Pesanan
          Cetak PO yg masuk dari sales (Via WA)
          Memastikan data pesanan sesuai dengan permintaan,
           detail barang, quantity dan harga
Page 18
        Kroscek Kelengkapan dokumen/data untuk customer
         baru/Mengisi New Outlet Order
   b. Membuat Dokumen Penjualan
          Membuat SO
          Meminta Admin gudang mengisi stock barang yg kosong
          Cek barang ke gudang
          Tarik Invoice
          Meminta approv ke direktur
          Membuat surat jalan dan cetak invoice
          Cetak outbound dan cetak rincian surat jalan pengiriman
           barang
          Ke gudang untuk cek barang yg akan di muat sesuai
           dengan invoice
         Membuat laporan pengiriman di group terkait (sales dan
          delivery)
   c. Verifikasi Data dan Dokumen
        Memeriksa kelengkapan data customer baru
        Memastikan Sales Mengisi form New Outlet Order
        Cetak kelengkapan customer baru dan di arsipkan
   d. Berkoordinasi dengan pihak terkait
        Berkolaborasi dengan bagian keuangan,sales dan
         gudang untuk kelancaran proses administrasi penjualan
   e. Pengarsipan Dokumen
        Mengarsipkan copy invoice,membendel dan menyimpan
         dokumen dengan rapi

4. SOP Pembelian Barang
   a. Menyusun laporan Days of Inventory (DOI) untuk melihat
      efisiensi stok barang dan mengidentifikasi kebutuhan stok
      barang
      Pada laporan DOI perlu diperhatikan stok yang angka DOI
      nya dibawah 45 (untuk produk fast moving) dan 30 (untuk
      produk yang tidak fast moving).
   b. Pengajuan Permintaan Pembelian
      Setelah menganalisa laporan DOI kemudian melakukan
      koordinasi dengan bagian gudang untuk memastikan stok
      barang di gudang, dan koordinasi dengan bagian sales untuk
      memastikan permintaan barang yang belum terkirim (SO
      Outstanding).
      Setelah melakukan koordinasi dengan bagian gudang dan
      sales, kemudian menyusun permintaan pembelian barang
      sesuai kebutuhan yang memuat spesifikasi nama barang,
      jumlah serta harga untuk kemudian diajukan kepada
      Direktur.
Page 19
        c. Menerbitkan Purchase Order ke Principle
           Setelah permintaan pembelian disetujui oleh Direktur,
           kemudian membuat Purchase Order (PO) dan mengirimkan
           kepada Principle/IMM.
        d. Penerimaan Barang
           Tim gudang melakukan pengecekan barang yang diterima
           apakah sudah sesuai dengan PO.
        e. Proses Penginputan di Sistem
           Setelah bagian gudang mengecek kesesuain barang yang
           datang, kemudian bagian gudang menyerahkan dokumen
           pendukung berupa surat jalan, kwitansi dan invoice ke
           bagian accounting.
           Bagian accounting mrnginput purchase invoice ke sistem
           sesuai dengan invoice yang sudah diterbitkan principle.
           Setelah bagian accounting menginput purchase invoice,
           kemudian bagian gudang menginput penerimaan barang di
           sistem.
        f. Proses Pembayaran
           Setelah melakukan penginputan di sistem, dokumen berupa
           surat jalan, kwitansi, invoice dan faktur pajak diserahkan ke
           bagian keuangan untuk proses pembayaran sesuai dengan
           ketentuan yang sudah disepakati.

     5. SOP Gudang FCMG
        a. Penerimaan Barang
            Pengecekan kesesuain barang dengan surat jalan (jumlah
              barang benar dan kondisi barang baik/ tidak rusak).
            Pengecekan dan mencatat expired date barang datang.
            Penginputan data di system (stok barang), setelah ada
              Purchase Invoice dari Acounting.
            Penginputan konversi sesuai kebutuhan.
        b. Penyimpanan Barang
              Menentukan lokasi penyimpanan yang tepat dan menjaga
               kebersihan area.
            Memastikan Fifo berjalan.
        c. Melakukan stok fisik barang satu minggu sekali
        d. Retur Barang
              Melakukan pengecekan jumlah barang, kondisi barang
               dan expired date
              Penginputan data retur ke system.

e)   Sehubungan dengan pernyataan bahwa Perseroan akan
     mengoptimalkan sumber daya internal dengan memanfaatkan
     tenaga kerja berpengalaman, sekaligus melakukan rekrutmen
     tambahan untuk bidang administrasi, gudang, logistik, sopir dan
     penjualan, agar diklarifikasi dan dijelaskan lebih lanjut atas
Page 20
          kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan terkait penambahan
          kegiatan usaha dimaksud, kualitas sumber daya internal,
          ada/tidaknya ahli profesional yang dibutuhkan serta kriteria dari
          ahli professional dimaksud.

          Jawaban:
          Perseroan merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna
          mendukung operasional pada kegiatan usaha FCMG. Proses
          rekrutmen tersebut sudah berjalan dan jika RUPSLB ini berhasil
          dan di setujui pemegang saham maka kandidat-kandidat tersebut
          akan segera direkrut. Berikut empat orang tenaga kerja baru untuk
          mendukung operasional FMCG:
           1. Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5
              tahun;
           2. Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2
              tahun;
           3. Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2
              tahun; dan
           4. Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik
              serta telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk
              kendaraan jenis truk dan pick-up.

     f)   Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
          kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan teknis tersebut,
          maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
          aspek kelayakan teknis adalah layak”.

          Jawaban:
          Pada pengungkapan       pernyataan    kelayakan   teknis    sudah
          disesuaikan.

6)   Analisis Aspek Pola Bisnis. Agar:
     a) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Pola
        Bisnis”.

          Jawaban:
          Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Pola Bisnis.

     b) Sehubungan dengan pernyataan bahwa risiko keuangan dapat
        timbul jika investasi awal dan biaya operasional tidak seimbang
        dengan pendapatan, agar dijelaskan dan diklarifikasi rincian
        investasi awal yang dibutuhkan terkait rencana penambahan
        kegiatan usaha dimaksud serta kecukupan sumber dana.

          Jawaban:
          Pernyataan bahwa risiko keuangan dapat timbul jika investasi awal
          dan biaya operasional tidak seimbang dengan pendapatan. Maksud
          dari kalimat tersebut adalah menjelaskan bahwa risiko keuangan
          dapat muncul apabila pendapatan yang dihasilkan tidak mampu
          menutupi investasi awal dan biaya operasional, sehingga dapat
Page 21
     menimbulkan     tekanan   arus   kas   dan   kebutuhan   pendanaan
     tambahan.

     Terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha di sektor
     perdagangan besar makanan dan minuman, total investasi awal yang
     dibutuhkan Perseroan sebesar Rp3.000.000.000. Adapun rincian
     investasi tersebut meliputi:

        Investasi Peralatan Pabrik sebesar Rp100.000.000,
        Investasi Peralatan Kantor sebesar Rp50.000.000,
        Jasa Profesional (KJPP dan Notaris) sebesar Rp150.000.000, dan
        Persediaan awal sebesar Rp2.700.000.000.

     Peralatan pabrik yang dimaksud yaitu terkait kebutuhan
     1. Peralatan Penimbangan & Pengukuran
     2. Peralatan Penyimpanan & Display
     3. Peralatan Kebersihan & Keamanan Pangan
     4. Peralatan Administrasi & Penjualan
     5. Peralatan Pendingin
     6. Peralatan Bantu Angkat & Handling Barang

     Rincian persediaan awal Perseroan berkaitan dengan produk keju,
     coklat, tepung, beras, dan produk-produk yang akan menjadi mitra
     Perseroan

     Seluruh kebutuhan investasi awal tersebut akan dibiayai
     menggunakan dana internal Perseroan yang berasal kas yang
     tersedia. Dengan struktur pendanaan tersebut, Perseroan menilai
     sumber dana yang dimiliki cukup memadai untuk mendukung
     pelaksanaan rencana penambahan kegiatan usaha tanpa
     menimbulkan risiko keuangan yang material terhadap likuiditas dan
     operasional Perseroan.

c)   Ditambahkan serta dijelaskan dan diklarifikasi atas keunggulan
     kompetitif yang dimiliki Perseroan dikaitkan dengan keunikan pola
     bisnisnya, serta kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai.

     Jawaban:
     Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan dikaitkan dengan
     keunikan pola bisnisnya, serta kemampuan Perseroan dalam
     menciptakan nilai sudah disesuaikan pada Keterbukaan Informasi
     Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan
     Kegiatan Usaha poin i. Analisis Kelayakan Pola Bisnis

     Berikut untuk jawabannya:
     Keunggulan kompetitif Perseroan terletak pada kemampuan
     adaptasi dan diversifikasi bisnis dari sektor logam ke sektor
     distribusi makanan dan minuman dengan memanfaatkan
     infrastruktur logistik, jaringan distribusi, serta pengalaman
     manajemen rantai pasok yang telah terbangun. Pola bisnis Perseroan
Page 22
   bersifat integratif dan adaptif, yaitu mengoptimalkan aset dan sistem
   distribusi eksisting untuk sektor pangan tanpa memerlukan
   investasi infrastruktur baru secara signifikan. Pendekatan ini
   memberikan efisiensi biaya sekaligus mempercepat penetrasi pasar,
   khususnya di wilayah Madura dan Jawa Timur.

d) Dijelaskan lebih lanjut atas penerapan sistem manajemen risiko
   yang komprehensif dan pengelolaan operasional berbasis teknologi
   informasi yang akan dilakukan Perseroan, dikaitkan dengan
   kegiatan usaha baru yang mengandung risiko kepatuhan regulasi
   keamanan pangan yang ketat, risiko persaingan dengan pemain
   besar yang sudah mapan hingga risiko perubahan perilaku
   konsumen.

   Jawaban:
   Dalam melaksanakan kegiatan usaha baru yang berfokus pada
   distribusi produk pangan, Perseroan akan menerapkan sistem
   manajemen risiko yang komprehensif serta pengelolaan operasional
   berbasis teknologi informasi guna memastikan efisiensi, kepatuhan,
   dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri yang
   kompetitif. Sistem ini dirancang secara terintegrasi untuk
   mengidentifikasi, menilai, memantau, dan mengendalikan berbagai
   potensi risiko utama, antara lain risiko kepatuhan terhadap regulasi
   keamanan pangan, risiko persaingan dengan pelaku distribusi besar
   yang telah mapan, serta risiko perubahan perilaku dan preferensi
   konsumen.

   Dari aspek kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan pangan,
   Perseroan akan membentuk unit kepatuhan khusus yang bertanggung
   jawab dalam memastikan seluruh kegiatan distribusi berjalan sesuai
   dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Unit
   ini akan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan
   kebijakan pemerintah serta memastikan bahwa seluruh produk yang
   didistribusikan telah memenuhi standar sertifikasi yang ditetapkan
   oleh otoritas terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan
   (BPOM). Selain itu, Perseroan akan mengimplementasikan sistem
   pemantauan kepatuhan berbasis teknologi informasi yang
   mengintegrasikan data operasional dan audit internal, sehingga
   pengawasan dapat dilakukan secara efektif, transparan, dan
   terdokumentasi dengan baik.

   Perseroan telah memiliki PIC dan Admin yang menjalankan fungsi
   kepatuhan operasional, termasuk memastikan seluruh proses
   distribusi memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku. Dalam
   pelaksanaan fungsi tersebut, Perseroan bekerja sama dengan Legal
   Konsultan untuk pemantauan regulasi dan review kepatuhan, serta
   bermitra dengan Principal yang telah memiliki seluruh izin dan
   sertifikasi yang dipersyaratkan oleh BPOM dan otoritas terkait.

   Dalam menghadapi risiko persaingan pasar dengan pelaku distribusi
   besar dan mapan, Perseroan akan menerapkan strategi diferensiasi
Page 23
          berbasis layanan melalui peningkatan kecepatan pengiriman,
          keandalan sistem distribusi, serta jaminan mutu produk yang
          konsisten. Pemanfaatan teknologi analisis pasar akan digunakan
          untuk menganalisis tren permintaan, pola pembelian, serta preferensi
          pelanggan, sehingga strategi pemasaran dan distribusi dapat disusun
          secara adaptif dan berbasis data. Selain itu, dalam jangka pendek,
          Perseroan akan fokus memperkuat kemitraan dengan produsen lokal.
          Jika omzet Perseroan seiring berjalannya waktu mengalami
          peningkatan yang baik maka Perseroan memiliki peluang untuk
          memperluas jaringan pasokan ke internasional.

          Terkait risiko perubahan perilaku konsumen, Perseroan akan
          mengoptimalkan penggunaan data dan analisis perilaku digital untuk
          memahami tren konsumsi dan pergeseran pola pembelian
          masyarakat. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar dalam
          pengembangan strategi distribusi yang lebih responsif, termasuk
          melalui perluasan kanal distribusi digital seperti e-commerce dan
          platform daring lainnya. Dengan demikian, Perseroan dapat
          mempertahankan relevansi dan kedekatan dengan konsumen, serta
          menjaga kinerja penjualan secara berkelanjutan.

     e)   Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
          kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan pola bisnis tersebut,
          maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
          aspek kelayakan pola bisnis adalah layak”.

          Jawaban:
          Pada pengungkapan pernyataan kelayakan pola bisnis sudah
          disesuaikan.

7)   Analisis Aspek Model Manajemen. Agar:
     a) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Model
        Manajemen”.

          Jawaban:
          Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Model Manajemen

     b) Diklarifikasi ada/tidaknya dampak atas perubahan struktur
        organisasi eksisting saat ini di Perseroan serta dijelaskan sertifikasi
        khusus untuk tenaga ahli dalam menjalankan rencana penambahan
        kegiatan usaha baru.

          Jawaban:
          Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat
          perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan
          dengan adanya rencana penambahan kegiatan usaha. Struktur
          organisasi tetap berjalan sama dengan sebelum adanya
          penambahan kegiatan usaha. Hanya saja, posisi direktur keuangan
          dan operasional setelah adanya penambahan kegiatan usaha akan
          membawahi dua divisi yaitu logam dan FMCG
Page 24
c)   Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas kebutuhan dan
     ketersediaan tenaga kerja sehubungan dengan rencana
     penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan
     pernyataan Perseroan bahwa saat ini Perseroan memiliki 4 orang
     karyawan tetap dengan latar belakang pendidikan SMA/SMK dan
     sarjana, serta merencanakan rekrutmen tambahan di bidang
     administrasi, gudang, logistik, sopir, dan penjualan.

     Jawaban:
     Perseroan saat ini memiliki 4 karyawan tetap yang seluruhnya
     merupakan karyawan lama. 4 karyawan ini meruapakan tenaga
     administrasi di Perseroan. Selain 4 karyawan tersebut Perseroan
     juga menggunakan tenaga pemotongan dan pengiriman dari sub-
     kontrak dengan pihak ketiga. Dengan keempat karyawan lama,
     manajemen Perseroan meyakini bahwa karyawan tersebut cukup
     untuk melaksanakan kegiatan operasional harian di Perseroan.
     Dalam penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan akan
     menggunakan 4 karyawan lama tersebut dan menambah 4
     karyawan baru meliputi supervisor, staf sales, staf gudang dan sopir
     untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan pada kegiatan
     usaha baru.

d) Dijelaskan dan diklarifikasi terkait pernyataan bahwa Perseroan
   memiliki kapasitas organisasi yang memadai melalui keberadaan
   gudang berskala besar, armada logistik, serta pendanaan publik
   yang mendukung ekspansi, atas rencana penambahan kegiatan
   usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri dan
   kegiatan usaha utama Perseroan saat ini.

     Jawaban:
     Perseroan memiliki kapasitas organisasi yang memadai untuk
     mendukung rencana penambahan kegiatan usaha di bidang
     distribusi makanan dan minuman. Hal ini tercermin dari
     keberadaan fasilitas gudang berskala besar seluas ±1.000 m² yang
     berlokasi strategis di Jalan Suramadu, Madura, serta telah
     disesuaikan dengan standar penyimpanan produk FMCG. Perseroan
     juga didukung armada logistik yang memadai berupa truk,
     box/pick-up, dan crane, yang memastikan kelancaran aktivitas
     distribusi.

     Selain dukungan infrastruktur dan logistik, ekspansi usaha ini juga
     didukung dengan adanya pendanaan publik. Pendanaan publik
     yang dimaksud berasal dari partisipasi masyarakat sebagai
     pemegang saham Perseroan, sehingga dukungan modal yang
     diberikan melalui pasar modal turut memperkuat potensi ekspansi
     usaha Perseroan. Dengan pengalaman Perseroan dalam bidang
     perdagangan besar logam, kapasitas tersebut dapat diadaptasi
     secara efektif untuk menunjang kegiatan distribusi pangan.
Page 25
e)   Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas kapasitas dan
     kemampuan manajemen dalam rencana penambahann kegiatan
     usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri dan
     kegiatan usaha utama Perseroan saat ini.

     Jawaban:
     Manajemen Perseroan memiliki kapasitas dan pengalaman dari
     pelaksanaan kegiatan usaha utama di bidang perdagangan besar
     potongan logam, yang menuntut ketelitian, efisiensi, serta
     pengendalian rantai pasok dan keuangan yang kuat. Pengalaman
     tersebut menjadi dasar bagi Perseroan dalam mengembangkan
     kegiatan usaha baru di sektor distribusi makanan dan minuman
     yang memiliki kesamaan karakteristik dalam hal pengelolaan
     logistik dan sistem distribusi. Dari sisi kapasitas operasional,
     Perseroan telah memiliki sarana pendukung berupa gudang
     berkapasitas besar dan armada logistik sendiri yang siap
     dioptimalkan untuk kegiatan distribusi. Selain itu, sebagai
     perusahaan terbuka, Perseroan memiliki dukungan pendanaan
     publik yang untuk mendukung ekspansi pada kegiatan usaha baru
     Perseroan. Pendanaan publik yang dimaksud berasal dari
     partisipasi masyarakat sebagai pemegang saham Perseroan,
     sehingga dukungan modal yang diberikan melalui pasar modal
     turut memperkuat potensi ekspansi usaha Perseroan.

     Kemampuan manajemen Perseroan tercermin dari ketepatan
     dalam merespons dinamika perubahan arah kebijakan ekonomi
     nasional dengan melakukan diversifikasi usaha ke sektor yang
     selaras dengan prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan.
     Perseroan memiliki kemampuan adaptif dan inovatif, pemanfaatan
     analisis data untuk pengendalian persediaan serta proyeksi
     permintaan pasar, dan penerapan strategi pemasaran modern
     berbasis platform digital. Di samping itu, pendekatan kolaboratif
     dengan mitra produsen, pemasok, dan pelanggan utama
     memperkuat efektivitas rantai pasok dan posisi Perseroan di pasar.
     Dengan kombinasi antara kapasitas operasional, dukungan
     finansial, dan kemampuan manajerial yang profesional serta
     berorientasi pada efisiensi dan inovasi, Perseroan meyakini
     pelaksanaan rencana penambahan kegiatan usaha ini secara
     optimal, dan berkelanjutan.

f)   Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas manajemen risiko yang
     dimiliki Perseroan sehubungan dengan rencana penambahan
     kegiatan usaha dimaksud.

     Jawaban:
     Berikut adalah manajemen risiko yang telah diidentifikasi pada
     kegiatan rencana penambahan kegiatan usaha, yaitu sebagai berikut:

       No.         Jenis Risiko              Strategi Mitigasi
             Risiko Persaingan     Untuk menghadapi ketatnya persaingan,
       1.
             Pasar                 OPMS   perlu    menerapkan    strategi
Page 26
No.        Jenis Risiko                     Strategi Mitigasi
                             diferensiasi yang jelas, baik melalui
                             keunggulan layanan distribusi, kecepatan
                             pengiriman, maupun jaminan kualitas
                             produk. Penguatan kerja sama dengan
                             produsen lokal maupun internasional, serta
                             pembangunan merek yang kuat juga dapat
                             meningkatkan daya saing. Selain itu,
                             pemanfaatan teknologi analitik pasar akan
                             membantu perusahaan memahami tren
                             konsumen dan menetapkan strategi harga
                             yang kompetitif.
                             Manajemen risiko dapat dilakukan dengan
                             membangun jaringan pemasok yang
                             beragam            guna           menghindari
                             ketergantungan pada satu sumber tertentu.
                             OPMS juga dapat mengembangkan sistem
                             manajemen logistik yang terintegrasi, serta
2.    Risiko Rantai Pasok    menyiapkan buffer stock untuk produk-
                             produk strategis. Investasi pada teknologi
                             pemantauan rantai pasok (supply chain
                             monitoring) dapat membantu mendeteksi
                             potensi     gangguan      sejak     dini   dan
                             mempercepat respons terhadap hambatan
                             distribusi.
                             Untuk memastikan kepatuhan, OPMS perlu
                             membentuk tim khusus yang berfokus pada
                             pengawasan        regulasi      pangan     dan
                             perdagangan. Tim ini bertugas melakukan
                             pemantauan terhadap perubahan regulasi
      Risiko Regulasi dan    secara      berkala     serta      menyiapkan
3.
      Kebijakan Pemerintah   mekanisme penyesuaian cepat terhadap
                             aturan     baru.    Selain     itu,   menjalin
                             komunikasi aktif dengan asosiasi industri
                             maupun regulator dapat membantu
                             perusahaan memperoleh informasi dan
                             arahan lebih awal.
                             OPMS dapat memitigasi risiko operasional
                             melalui penerapan standar operasional
                             prosedur (SOP) yang ketat pada seluruh
                             tahapan distribusi, termasuk sistem
                             manajemen mutu serta pemeliharaan
                             rantai dingin. Penggunaan teknologi
      Risiko Operasional
4.                           logistik modern seperti sistem pelacakan
      dan Logistik
                             (tracking system) akan meningkatkan
                             transparansi dan efisiensi distribusi. Selain
                             itu, pelatihan rutin bagi tenaga kerja
                             logistik penting untuk menjaga kompetensi
                             dan      mengurangi       risiko     kesalahan
                             operasional.
                             Manajemen risiko terhadap perubahan
                             preferensi konsumen dapat dilakukan
      Risiko Perubahan       dengan strategi inovasi produk dan
5.
      Perilaku Konsumen      diversifikasi portofolio. OPMS perlu
                             memperhatikan tren konsumen, serta
                             memperluas kanal distribusi ke platform
Page 27
            No.        Jenis Risiko                  Strategi Mitigasi
                                        digital    dan    e-commerce.      Melalui
                                        pendekatan ini, perusahaan dapat menjaga
                                        relevansi dan daya tarik produknya di mata
                                        konsumen.
                                        Untuk mengendalikan risiko finansial,
                                        OPMS perlu menerapkan prinsip kehati-
                                        hatian dalam perencanaan investasi dan
                                        menjaga keseimbangan antara belanja
                                        modal     dengan    proyeksi   arus    kas.
                                        Perusahaan      dapat      mengoptimalkan
                  Risiko Keuangan dan
            6.                          pendanaan melalui kombinasi modal
                  Investasi
                                        internal dan eksternal dengan struktur
                                        yang sehat. Selain itu, penerapan sistem
                                        pengendalian biaya dan pemantauan
                                        kinerja keuangan secara berkala akan
                                        membantu menjaga profitabilitas dan
                                        keberlanjutan usaha.

     g)   Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
          kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan model manajemen
          tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan
          Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak”.

          Jawaban:
          Pada pengungkapan pernyataan kelayakan model manajemen
          sudah disesuaikan.

8)   Analisis Aspek Keuangan. Agar:
     a) Pengungkapan     disesuaikan       menjadi     “Analisis     Kelayakan
        Keuangan”.

          Jawaban:
          Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Keuangan.

     b) Dijelaskan rincian dari nilai biaya investasi atas rencana
        penambahan kegiatan usaha dimaksud. Selanjutnya, diklarifikasi
        ada/tidaknya perjanjian terkait pengadaan investasi dimaksud,
        rincian pihak terkait, serta syarat kondisi perjanjian dimaksud.

          Jawaban:
          Tidak terdapat perjanjian pengadaan investasi dengan pihak mana
          pun sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha
          dimaksud. Seluruh biaya investasi akan dikelola secara mandiri oleh
          Perseroan, sehingga tidak terdapat keterlibatan pihak lain maupun
          syarat dan ketentuan khusus yang mengatur pelaksanaan pengadaan
          investasi tersebut.

     c)   Dijelaskan dan diklarifikasi terkait dengan biaya operasional yang
          dibutuhkan dalam rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud.
Page 28
Jawaban:
Dalam penambahan kegiatan usaha terdapat beberapa biaya operasional yang
dibutuhkan seperti:
1 Gaji Pegawai, pembayaran gaji kepada pegawai tetap, karena kegiatan
   konsumsi memerlukan tambahan tenaga kerja di bagian produksi dan
   pelayanan
2 Upah Buruh, pembayaran upah kepada buruh maupun tenaga harian,
   karena kegiatan konsumsi memerlukan tambahan tenaga kerja di bagian
   produksi dan pelayanan
3 Thr/Bonus, insentif bagi karyawan, upaya menjaga produktivitas
   karyawan ketika terjadi penambahan kegiatan usaha baru
4 Kesejahteraan Karyawan/Insentive Karyawan, tunjangan bagi karyawan,
   sebagai apresiasi terhadap karyawan dan menjaga produktivitas
   karyawan ketika terjadi penambahan kegiatan usaha baru
5 Telepon/Fax, biaya komunikasi kantor dan operasional, diperlukan untuk
   komunikasi dengan pemasok bahan baku, pelanggan, dan cabang
   distribusi
6 Listrik/Air, pengeluaran untuk listrik dan air, karena aktivitas
   penambahan kegiatan usaha meningkatkan konsumsi listrik dan air.
7 Alat Tulis Kantor, biaya perlengkapan administrasi, diperlukan untuk
   kebutuhan administrasi dan laporan tambahan akibat ekspansi
8 Barang Cetakan Dan Fotocopy, biaya perlengkapan dokumentasi,
   diperlukan untuk kebutuhan administrasi dan laporan tambahan akibat
   ekspansi
9 Beban Pos, Telegram, Dan Telex, biaya pengiriman surat atau dokumen
   resmi, dibutuhkan untuk korespondensi kontrak dan dokumen antar unit
   usaha
10 Bbm, Tol, Dan Parkir, biaya transportasi kendaraan operasional, distribusi
   produk konsumsi memerlukan mobilitas dan transportasi yang lebih
   sering
11 Beban Kendaraan Lainnya, biaya untuk perawatan kendaraan, seiring
   ekspansi usaha yang memerlukan armada untuk pengiriman maka perlu
   ada perwatan kendaraan agar tetap memiliki kualitas yang baik
12 Makan Dan Minum, biaya konsumsi bagi karyawan, bertambah seiring
   dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja produksi
13 Keperluan Rumah Tangga Kantor, pengeluaran untuk perlengkapan
   kantor seperti kebersihan dan kebutuhan harian, area produksi dan
   kantor baru membutuhkan pemeliharaan tambahan
14 Perjalanan Dinas, biaya perjalanan bisnis, survei, dan koordinasi,
   diperlukan untuk keperluan survei pasar, pelatihan, dan koordinasi antar
   lokasi
15 Asuransi, premi asuransi atas aset, kendaraan, atau tenaga kerja, risiko
   usaha meningkat sehingga dibutuhkan perlindungan aset dan tenaga kerja
16 Administrasi Bank, biaya transaksi perbankan, karena terdapat frekuensi
   transaksi keuangan meningkat akibat penambahan aktivitas usaha
17 Perijinan/Pengurusan Dokumen, biaya pengurusan izin usaha, sertifikasi
   BPOM, halal, dan lainnya, usaha konsumsi memerlukan perizinan
   tambahan terkait keamanan pangan dan distribusi
18 Keamanan Dan Kebersihan, biaya jasa keamanan dan kebersihan
   kantor/pabrik, diperlukan untuk menjaga standar kebersihan di fasilitas
   produksi makanan
Page 29
   19 Jasa Profesional Fee (Pph Pasal 21), biaya untuk konsultan, auditor,
      notaris, dan tenaga ahli, diperlukan untuk konsultasi legalitas, keuangan,
      dan teknis terkait ekspansi
   20 Representasi Dan Jamuan, biaya menjamu tamu, mitra, atau klien,
      diperlukan seiring promosi usaha dan kerja sama bisnis baru
   21 Pajak, biaya pajak operasional (selain pajak penghasilan), karena nilai
      transaksi meningkat akibat penambahan kegiatan usaha
   22 Biaya Jasa Service/Supervisi/Instalasi (Pph Pasal 23), biaya pemasangan
      dan perawatan peralatan, diperlukan untuk instalasi mesin dan peralatan
      terkait adanya penambahan usaha baru
   23 Penyusutan Kendaraan, pengakuan penurunan nilai kendaraan, karena
      kendaraan bagian dari aset tetap yang memiliki umur ekonomis
   24 Penyusutan Inventaris Kantor, pengakuan penurunan nilai inventaris
      kantor, karena inventaris kantor bagian dari aset tetap yang memiliki
      umur ekonomis
   25 Penyusutan Bangunan Kantor Utama, pengakuan penurunan nilai
      bangunan kantor utama, karena bangunan kantor utama bagian dari aset
      tetap yang memiliki umur ekonomis
   26 Pemeliharaan Dan Perbaikan Inventaris Kantor, biaya perawatan fasilitas
      kantor, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal
   27 Pemeliharaan Dan Perbaikan Mesin Pabrik, biaya perawatan mesin
      pabrik, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal
   28 Pemeliharaan Dan Perbaikan Lainnya – Penyustan, biaya perawatan aset
      lainnya, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal
   29 Beban Amortisasi Aset Hak Guna, amortisasi atas hak sewa gedung, karena
      terdapat aktivitas sewa pada Perseroan

d) Dijelaskan potensi peningkatan kinerja keuangan dikaitkan dengan
   biaya-biaya yang akan dikeluarkan atas rencana penambahan
   kegiatan usaha dimaksud.

   Jawaban:
   Rencana penambahan kegiatan usaha berpotensi meningkatkan kinerja
   keuangan Perseroan secara signifikan. Hal ini tercermin dari proyeksi
   pendapatan yang meningkat dari Rp2,3 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp39
   miliar pada tahun 2030. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya ekspansi
   pasar dan peningkatan aktivitas operasional yang berdampak positif terhadap
   perolehan laba. Meskipun terjadi kenaikan pada beban pokok penjualan (BPP)
   dan beban operasional sebagai konsekuensi dari peningkatan kapasitas
   produksi serta biaya pemasaran dan administrasi, biaya tersebut bersifat
   investasi jangka panjang yang mendukung pertumbuhan usaha.
   Dampaknya, laba kotor dan laba bersih Perseroan menunjukkan tren
   perbaikan, dari posisi rugi pada tahun-tahun awal menjadi laba bersih sebesar
   Rp 319 juta dan Rp724 juta pada tahun 2029 dan 2030. Dengan demikian,
   meskipun pada tahap awal diperlukan tambahan biaya operasional, rencana
   penambahan kegiatan usaha ini mampu memperkuat profitabilitas,
   meningkatkan efisiensi operasional, dan memperbaiki kinerja keuangan
   secara berkelanjutan.
Page 30
                 Dasar pertimbangan proyeksi pendapatan yang meningkat secara signifikan
                 dalam lima tahun didasarkan pada diversifikasi produk yang lebih luas FMCG
                 mencakup berbagai kategori (makanan dan minuman), memberikan ruang
                 bagi Perseroan untuk menambah lini produk secara bertahap dan
                 memperbesar volume penjualan. Selain itu Pemanfaatan jaringan distribusi
                 dan logistik yang telah dimiliki, pengalaman Perseroan dalam manajemen
                 logistik logam dapat diadaptasi, sehingga Perseroan dapat menjalankan
                 distribusi FMCG dengan efisien tanpa memulai dari nol. Efisiensi ini
                 mempercepat pertumbuhan penjualan. Kemudian tingkat perputaran stok
                 (inventory turnover) yang lebih cepat. FMCG memiliki rotasi stok yang tinggi,
                 sehingga secara langsung mendorong peningkatan pendapatan dalam periode
                 lebih singkat.

            e)   Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
                 kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan keuangan tersebut,
                 maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
                 aspek kelayakan keuangan adalah layak”.

                 Jawaban:
                 Pada pengungkapan pernyataan kelayakan keuangan sudah
                 disesuaikan.

       9)   Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan. Agar disesuaikan menjadi
            “Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis
            kelayakan teknis, Analisis kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan
            model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-
            proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan
            dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan
            Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.

            Jawaban:
            Pada Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan sudah disesuaikan.

5. Ketersediaan Tenaga Ahli Sehubungan Dengan Rencana Penambahan Kegiatan
   Usaha. Agar:
   a. Diklarifikasi apakah dibutuhkan pelatihan atau sertifikasi khusus kepada
       tenaga kerja yang telah dimiliki Perseroan dan tenaga kerja baru untuk
       menjalankan kegiatan usaha baru.

       Jawaban:
       Perseroan akan memberikan program pelatihan bagi tenaga kerja baru
       untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan kegiatan usaha distribusi
       produk pangan. Pelatihan tersebut meliputi pengembangan kompetensi
       sumber daya manusia, pendekatan dan pelayanan pelanggan, serta
       pelatihan manajemen operasional dan distribusi agar tenaga kerja memiliki
       pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis Perseroan.
       Adapun untuk sertifikasi khusus tidak menjadi persyaratan utama,
       mengingat kegiatan usaha ini lebih menekankan pada pengalaman praktis
       dan keterampilan teknis di bidang FMCG (Fast Moving Consumer Goods).
       Namun demikian, Perseroan akan terus mendorong peningkatan
Page 31
        kompetensi melalui pelatihan internal dan pengembangan berkelanjutan
        sesuai kebutuhan operasional di masa mendatang.

   b. Diklarifikasi dan dijelaskan mengenai jumlah tenaga kerja yang akan
      dialokasikan/dibutuhkan      beserta    kualifikasi/kompetensinya serta
      struktur organisasi atas kegiatan usaha yang akan ditambahkan.

        Jawaban:
        Perseroan berencana untuk merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru
        guna mendukung operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian
        sebagai berikut:
        1. Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5 tahun;
        2. Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun;
        3. Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun;
           dan
        4. Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik serta
           telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk kendaraan jenis truk
           dan pick-up.
        Tidak ada perubahan struktur organisasi atas penambahan kegiatan usaha
        baru

   c.   Ditambahkan pengungkapan atas pihak yang ditunjuk sebagai ahli
        professional dan keahlian yang dimiliki dari masing-masing penambahan
        kegiatan usaha dimaksud.

        Jawaban:
        Tidak terdapat ahli professional khusus, Perseroan akan melakukan
        rekruitmen Supervisor yang telah memiliki pengalaman di bidang FMCG
        minimal 5 tahun. Perseroan telah memiliki kandidat dan rencana
        penyelasaian rekrutmen akan diselesaikan setelah RUPSLB ini berhasil dan
        di setujui pemegang saham.

6. Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya Penambahan Kegiatan
   Usaha. Agar:
   a. Perseroan mengungkapkan pihak yang menjadi pemakai akhir dari jasa
      distribusi yang disediakan oleh Perseroan.

        Jawaban:
        Pihak yang menjadi pemakai akhir dari jasa distribusi yang disediakan oleh
        Perseroan yaitu segmen pelanggan pasar ritel modern, pasar tradisional,
        sektor HoReCa (hotel, restoran, dan catering), kanal digital melalui platform
        e-commerce, serta pelaku UMKM.

   b. Perseroan diminta untuk mengungkapkan sumber daya, fasilitas, dan aset
      yang dimiliki Perseroan untuk penambahan kegiatan usaha baru.

        Jawaban:
        Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang berlokasi di
Page 32
Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi strategis untuk
mendukung kegiatan distribusi di wilayah tersebut. Total luas gudang
mencapai ±1.000 m², dengan area yang secara khusus digunakan untuk
penyimpanan produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods).

Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di bidang
distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan penyesuaian
infrastruktur gudang agar memenuhi standar penyimpanan yang sesuai
dengan karakteristik produk makanan dan minuman. Terkait dengan
penyimpanan atas bahan pangan yang berisiko mudah rusak atau busuk,
Perseroan mengunakan sistem FIFO. Perseroan juga memantau melalui
expired date dengan cara mencatat tiap barang yg masuk dicatat tanggal
expired date, melakukan stock opname untuk expired date dan kondisi
barang secara berkala. Barang yang dijual Perseroan memiliki expired date
kurang lebih 1 tahun sedangkan turnover barang FMCG perseroan < 2
bulan sehingga kemungkinan busuk sangat kecil. Fasilitas penyimpanan
telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang tertata rapi, serta
dilakukan perawatan dan pembersihan secara berkala guna menjaga
kebersihan dan higienitas area penyimpanan.

Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem
pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang berjaga
24 jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di seluruh area
strategis gudang.

Selain itu, Perseroan juga mengunakan Metode Penyimpan barang FIFO,
penggunaan metode FIFO dalam bisnis FMCG membantu menjaga kualitas
produk, mempercepat perputaran persediaan, meminimalkan risiko
kedaluwarsa serta meningkatkan akurasi stok dan efisiensi biaya.
Perseroan telah melakukan pengelompokan area penyimpanan
berdasarkan jenis produk untuk memastikan pemisahan yang jelas antara
produk pangan dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk
penyimpanan produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C
diperuntukkan bagi barang-barang logam. Masing-masing gudang tersebut
berlokasi di Jl. Raya Suramadu No.1, Nyantren, Masaran, Kec. Burneh,
Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69165. Kapasitas gudang untuk produk
FMCG yaitu gudang FMCG memiliki luasan 1.150 M2 dengan Tinggi +/- 5M.
Dengan Volume tersedia 5.750 M3 dan kapasitas gudang yg bisa dipakai
60% yaitu 3.450 M3 dan sisanya yaitu 40 % untuk space bongkar muat dan
space FIFO

Perseroan juga telah memiliki armada logistik yang memadai untuk
mendukung kegiatan operasional distribusi, terdiri atas 1 (satu) unit truk
dengan kapasitas angkut 7 ton, 1 (satu) unit box/pick-up dengan kapasitas
1,5 ton, serta 1 (satu) unit crane dengan kapasitas 5 ton yang digunakan
untuk membantu bongkar muat barang.

Armada logistik untuk produk FMCG berbeda dengan armada yang
digunakan untuk pengangkutan barang-barang logam. Armada untuk
barang logam tidak menggunakan truk dan box tersebut karena
Page 33
     kapasitasnya yang relatif kecil. Untuk pengiriman logam besi, Perseroan
     melakukan subkontrak kepada pihak ketiga.

c.   Diklarifikasi kegiatan usaha baru yang akan dilakukan Perseroan apakah
     berupa distribusi makanan dan minuman atau perdagangan makanan,
     mengingat dalam bagian Pendahuluan diungkapkan kegiatan usaha baru
     berupa perdagangan berbagai jenis makanan.

     Jawaban:
     Kegiatan usaha baru yang akan dijalankan oleh Perseroan merupakan
     perdagangan besar makanan dan minuman, yang dalam operasionalnya
     dilaksanakan melalui kegiatan distribusi kepada HoReCa (hotel, restoran,
     dan catering), kanal digital melalui platform e-commerce, serta pelaku
     UMKM, maupun mitra usaha lainnya. Dengan demikian, kegiatan distribusi
     dimaksud merupakan bagian integral dari aktivitas perdagangan besar
     (wholesale trade) sebagaimana tercantum dalam Klasifikasi Baku Lapangan
     Usaha Indonesia (KBLI) yang diajukan. Istilah “distribusi” digunakan untuk
     menggambarkan fungsi operasional Perseroan dalam menyalurkan produk
     makanan dan minuman dari produsen atau pemasok utama kepada
     pelanggan grosir dan ritel. Dengan demikian, rencana penambahan
     kegiatan usaha Perseroan tetap berada dalam lingkup perdagangan besar
     makanan dan minuman, sesuai dengan maksud dan tujuan kegiatan usaha
     yang tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan.

d. Diklarifikasi apakah Perseroan akan menjalankan sendiri usaha baru atau
   akan mengakuisisi Perusahaan lain yang bergerak dalam perdagangan
   makanan.

     Jawaban:
     Perseroan akan menjalankan sendiri usaha baru dan tidak memiliki
     rencana untuk mengakuisisi perusahaan yang bergerak dalam bidang
     perdagangan makanan.

e.   Diklarifikasi apakah Perseroan telah memiliki kontrak atau Kerjasama
     dengan produsen makanan yang akan diperdagangkan.

     Jawaban:
     Perseroan baru melakukan kerjasama dalam bentuk beli putus untuk tes
     market melalui PO dengan PT Emina Cheese Indonesia dan PT Federal Food
     Internusa. Kemudian untuk Indofood dan Primsfood melalui distributor di
     Surabaya yaitu PT. Intikita Mega Momentum. Dikarenakan Perseroan
     menunggu persetujuan atas penambahan KBLI dari OJK, Memorandum of
     Understanding dengan PT Emina Cheese Indonesia, PT Federal Food
     Internusa, Indofood dan Primsfood belum ada dan Perseroan bisa
     melaksanakan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan tersebut setelah
     penambahan kegiatan usaha ini disetujui oleh OJK. Setelah mendapat
     persetujuan dari OJK, Perseroan akan kerjasama dengan principal bukan
     dalam bentuk beli putus.
Page 34
   f.   Sehubungan dengan rencana diversifikasi kegiatan usaha melalui
        penambahan kegiatan usaha yang tidak linear dengan kegiatan usaha utama
        saat ini, agar diklarifikasi apakah kegiatan usaha sebelumnya akan tetap
        dilaksanakan oleh Perseroan.

        Jawaban:
        Sehubungan dengan rencana diversifikasi kegiatan usaha baru, Perseroan
        akan tetap melakukan kegiatan usaha sebelumnya yaitu dibidang industri
        perdagangan besar potongan logam.

   g.   Dijelaskan dan diklarifikasi potensi dan kesiapan Perseroan dalam
        melaksanakan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan
        dengan pertimbangan dan alasan dilakukannya penambahan kegiatan
        usaha.

        Jawaban:
        Rencana penambahan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar makanan
        dan minuman merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan
        bisnis di tengah menurunnya kinerja industri logam. Pergeseran kebijakan
        pemerintah menuju ketahanan pangan serta meningkatnya permintaan
        produk makanan dan minuman menjadi dasar kuat bagi diversifikasi usaha
        ini. Lokasi Perseroan di Madura juga memberikan peluang pasar yang besar,
        didukung oleh potensi pendanaan publik yang dapat mendorong
        pengembangan pasar di wilayah tersebut.

        Perseroan dinilai siap melaksanakan ekspansi ini dengan dukungan
        infrastruktur dan sumber daya yang memadai. Fasilitas gudang seluas ±1.000
        m² telah disesuaikan dengan standar penyimpanan produk FMCG, didukung
        sistem keamanan, armada logistik yang memadai, serta program pelatihan
        bagi tenaga kerja. Dengan kesiapan tersebut, Perseroan memiliki peluang
        untuk menjalankan kegiatan usaha baru secara efektif.

7. Penjelasan Tentang Pengaruh Penambahan KBLI pada Kondisi Keuangan
   Perseroan. Agar:
   a. Pengungkapan disesuaikan menjadi “Penjelasan Tentang Pengaruh
       Penambahan Kegiatan Usaha pada Kondisi Keuangan Perseroan”.

        Jawaban:
        Pengukapan telah disesuaikan menjadi Penjelasan Tentang Pengaruh
        Penambahan Kegiatan Usaha pada Kondisi Keuangan Perseroan

   b. Disesuaikan dan ditambahkan pengungkapan mengenai pengaruh rencana
      transaksi terhadap kondisi keuangan Perseroan dalam bentuk kuantitatif
      untuk masing-masing akun yang mengalami peningkatan terhadap kondisi
      dan kinerja keuangan Perseroan, dikaitkan dengan biaya yang dibutuhkan
      dan sebelum kegiatan usaha dilaksanakan.

        Jawaban:
        Berikut merupakan pengaruh rencana penambahan kegiatan usaha dalam
        bentuk kuantitatif untuk masing-masing akun yang mengalami peningkatan
Page 35
       terhadap kondisi dan kinerja keuangan Perseroan.


        Akun Keuangan (dalam      Jul-Des            Des             Des              Des              Des             Des
           ribuan rupiah)           2025            2026            2027             2028             2029            2030
                                 76.941.240      76.577.391      76.384.976       76.597.858       77.215.969      78.239.240
        Jumlah Aset
                                 Kenaikan Jumlah Aset karena pengaruh dari peningkatan dari akun seperti piutang usaha,
        Keterangan
                                 persediaan dan aset hak guna bersih.
                                   855.468       1.387.963        1.686.530      1.985.097       2.283.664        2.582.232
        Jumlah Liabilitas
                                 Jumlah liabilitas meningkat karena terjadi peningkatan pada akun utang usaha, utang lain-lain,
        Keterangan               dan beban masih harus dibayar. Hal ini sejalan dengan peningkatan BPP baik setelah dan
                                 sebelum kegiatan usaha dilaksanakan.
                                  76.085.773       75.189.428     74.698.446       74.612.760      74.932.304      75.657.008
        Ekuitas
                                 Ekuitas berfluktuatif disebabkan faktor dari saldo laba, di mana pada periode Jul – Des 2025
                                 hingga Des 2028 terjadi trend penurunan yang disebakan adanya rugi bersih, dan pada Des 2029
                                 hingga Des 2030 ekuitas mulai meningkat seiring adanya peningkatan laba bersih pada periode
                                 tersebut.

                                 Dimana tren Laba (Rugi) Bersih periode Jul – Des 2025 hingga Des 2030 sebagai berikut:
                                 2025 = (9.082)
                                 2026 = (896.344)
                                 2027 = (490.982)
        Keterangan
                                 2028 = (85.686)
                                 2029 = 319.544
                                 2030 = 724.704

                                 Penurunan pada periode 2025 hingga 2028 akan memberikan pengaruh terhadap Saldo Laba di
                                 bagian Ekuitas. Jika laba yang diperoleh negatif (rugi) maka saldo laba mengalami penurunan dan
                                 Jumlah Ekuitas juga mengalami penurunan, namun sebaliknya pada tahun 2029 hingga 2030
                                 perseroan mulai mengalami keuntungan, sehingga Saldo Laba mengalami peningkatan dan
                                 memberikan pengaruh kepada meningkatnya jumlah ekuitas pada periode tersebut
                                                 15.000.000      21.000.000       27.000.000       33.000.000      39.000.000
                                  2.300.000
        Pendapatan
        Keterangan
                                 Pendapatan meningkat karena adanya penambahan kegiatan usaha baru.
                                 (2.019.799)    (13.980.033)    (19.572.046)     (25.164.059)     (30.756.072)    (36.348.085)
        Beban Pokok Pendapatan
                                 Kenaikan BPP mencerminkan peningkatan aktivitas operasional Perseroan karena adanya
        Keterangan               penambahan kegiatan usaha. Sabelum adanya penambahan kegiatan usaha BPP mengalami
                                 peningkatan juga yang disebabkan faktor dari peningkatan harga karena efek inflasi.
                                  (323.015)     (2.031.098)     (2.033.723)      (2.036.413)     (2.039.171)       (2.041.998)
        Beban Usaha
                                 Kenaikan Beban Usaha dikarenakan adanya penambahan kegiatan usaha dan faktor dari
        Keterangan
                                 tekanan inflasi. Hal ini juga berlaku dengan sebelum penambahan kegiatan usaha dilaksanakan.
                                   (9.082)         (896.344)         (490.982)       (85.686)      319.544          724.704
        Laba Bersih
                                 Laba bersih mulai menunjukkan tren peningkatan positif seiring dengan penambahan kegiatan
                                 usaha baru yang mendorong kenaikan pendapatan. Sementara, sebelum penambahan kegiatan
        Keterangan
                                 usaha, Perseroan belum mencatat laba karena beban yang lebih besar dibandingkan
                                 pendapatannya.



8. Informasi Penyelanggaraan RUPSLB, agar diungkapkan kuorum kehadiran dan
   kuorum pengambilan keputusan yang wajib dipenuhi sesuai Anggaran Dasar
   Perseroan.

   Jawaban:
   Mata acara RUPSLB terkait perubahan kegiatan usaha ini, yaitu Perubahan
   Pasal 3 Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha dari Anggaran Dasar
   Perseroan.   Perseroan    memerlukan    persetujuan     menteri    yang
   menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi
Page 36
   manusia. Perseroan akan meminta persetujuan RUPS dengan memperhatikan
   ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
   15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum
   Pemegang Saham Perusahaan Terbuka sesuai pasal 42, Kuorum kehadiran dan
   kuorum pengambilan keputusan untuk Agenda RUPS adalah sebagai berikut:
    a. RUPS dapat dilangsungkan jika RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang
       mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh
       saham dengan hak suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perusahaan
       Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar;
    b. keputusan RUPS sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah sah jika
       disetujui oleh lebih dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari seluruh saham
       dengan hak suara yang hadir dalam RUPS;
    c. dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud pada huruf a tidak tercapai,
       RUPS kedua dapat diadakan dengan ketentuan RUPS kedua sah dan berhak
       mengambil keputusan jika dalam RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang
       mewakili paling sedikit 3/5 (tiga per lima) bagian dari jumlah seluruh
       saham dengan hak suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perusahaan
       Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar;
    d. keputusan RUPS kedua adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu
       per dua) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam
       RUPS; dan
    e. dalam hal kuorum kehadiran pada RUPS kedua sebagaimana dimaksud
       huruf c tidak tercapai, RUPS ketiga dapat diadakan dengan ketentuan RUPS
       ketiga sah dan berhak mengambil keputusan jika dihadiri oleh pemegang
       saham dari saham dengan hak suara yang sah dalam kuorum kehadiran dan
       kuorum keputusan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atas
       permohonan Perusahaan Terbuka.

9. Informasi Tambahan, agar diungkapkan nama pihak dan jabatan dalam
   Perseroan yang dapat dihubungi Pemegang Saham untuk memperoleh
   informasi lebih lanjut.

   Jawaban:
   Informasi tambahan telah ditambahkan pada Keterbukaan Informasi yaitu
   sebagai berikut:

   Apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan pada
   hari dan jam kerja Perseroan (Senin-Jumat Pukul 08.00-16.00), dengan alamat
   sebagai berikut:
   PT OPTIMA PRIMA METAL SINERGI TBK
   Jl. Margomulyo Permai Blok AC No. 10 RT. 003 / RW.001,
   Kel. Asemrowo, Kec. Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur 60183
   Telp. +62 31 7495673 I Hotline Customer Service +62 857-9880-5555
   Website : www.opms.co.id | Email: corporate@opms.co.id
   Surabaya, 23 Oktober 2025
Page 37
III.   Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima
       Metal Sinergi Tbk No. 00064/2.0016-06/BS/05/0511/1/X/2025 tanggal 13
       Oktober 2025
       1. Umum.
          a. Perlu kami ingatkan dalam hal Penilai melakukan revisi atas Laporan
              Penilaian Bisnis, maka Penilai wajib menerbitkan kembali Laporan
              Penilaian Bisnis dengan tanggal dan nomor yang berbeda dengan disertai
              alasan dan penjelasan diterbitkannya revisi atas Laporan Penilaian Bisnis
              dimaksud (POJK No. 35/2020).

               Jawaban:
               Laporan Studi Kelayakan sudah dilakukan revisi dengan Nomor laporan
               00079/2.0116-06/BS/05/0511/1/XI/2025 tanggal 11 November 2025.

          b. Agar penyajian mengenai laporan studi kelayakan disesuaikan dengan
             POJK No. 35/2020 dan poin V SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK
             17/2020). Selanjutnya, agar diperbaiki seluruh pengungkapan masing-
             masing analisa yang tercantum di dalam laporan studi kelayakan longform
             report dan shortform report dengan melakukan analisa terkait dengan
             rencana penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh
             Perseroan.

               Jawaban:
               Penyajian mengenai Laporan Studi Kelayakan sudah disesuaikan dengan
               POJK No. 35/2020 dan poin V SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK
               17/2020). Selanjutnya, untuk seluruh pengungkapan masing- masing
               analisa yang tercantum di dalam laporan studi kelayakan longform report
               dan shortform report sudah diperbaiki.

          c.   Agar disampaikan dokumen excel perhitungan analisis studi kelayakan dan
               perhitungannya oleh KJPP dan dokumen proyeksi keuangan.

               Jawaban:
               Lampiran excel perhitungan analisis studi kelayakan dan perhitungannya
               terdapat pada lampiran yang sudah disertakan dalam file excel.

          d. Agar diklarifikasi apakah hasil analisis yang dilakukan sudah
             menggambarkan atas masing-masing KBLI yang akan ditambahkan.
             Selanjutnya agar ditambahkan pengungkapan atas hal tersebut.

               Jawaban:
               Hasil analisis yang dilakukan mencakup keseluruhan rencana kegiatan usaha baru dan
               telah disusun sebagai satu kesatuan yang mewakili seluruh KBLI terkait dalam bidang
               usaha FMCG. Dengan demikian, analisis tersebut secara komprehensif telah
               menggambarkan prospek dan kelayakan atas masing-masing KBLI yang akan
               ditambahkan.
Page 38
2. Laporan Penilaian Bisnis dalam bentuk laporan ringkas (shortform report), agar
   ditambahkan dan disesuaikan penyajian serta pengungkapan atas:
   a. Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian (dalam hal penilai melakukan revisi
       atas laporan penilaian bisnis).

        Jawaban:
        Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan sudah disesuaikan pada
        Laporan Ringkas (shortform report) dengan        Nomor laporan
        00079/2.0116-06/BS/05/0511/1/XI/2025 tanggal 11 November 2025.

   b. Maksud dan Tujuan Penilaian. Agar disesuaikan dan ditambahkan
      pengungkapan bahwa maksud penugasan adalah untuk memberikan
      pendapat kelayakan atas penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima
      Metal Sinergi, Tbk dalam kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak
      digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut, dikaitkan
      dengan KJPP tidak hanya melakukan kajian namun memberikan pendapat
      kelayakan.

        Jawaban:
        Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).

   c.   Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan. Agar:
        1) Penyajian dan pengungkapan disesuaikan menjadi “Dalam menyusun
           Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
           Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang
           Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
           Surat     Edaran    Otoritas     Jasa  Keuangan     No.    17
           /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
           Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI)
           Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI)
           dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan
           peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data primer dan
           sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar, analisis
           kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
           model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan memberikan
           Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.

             Jawaban:
             Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).

        2)   Proses analisis. Agar redaksi analisis yang digunakan disesuaikan
             sebagaimana SEOJK 17/2020 yaitu analisis kelayakan pasar, analisis
             kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
             model manajemen, analisis kelayakan keuangan. Selanjutnya agar
             disesuaikan dalam seluruh dokumen terkait penambahan kegiatan
             usaha.

             Jawaban:
             Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).
Page 39
   d. Asumsi dan Kondisi Pembatas. Agar penyajian dan pengungkapan atas
      asumsi dan kondisi pembatas disesuaikan sebagaimana diatur dalam Pasal
      35 POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal.

        Jawaban:
        Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).

   e.   Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas analisis kelayakan
        pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis
        kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan keuangan, agar
        disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian Keterbukaan
        Informasi atas hal dimaksud.

        Jawaban:
        Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).

   f.   Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan. Agar disesuaikan menjadi
        “Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan
        teknis, Analisis kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan model
        manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi- proyeksi
        lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat
        terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan Kegiatan
        yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.

        Jawaban:
        Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).

3. Angka I. Pendahuluan. Agar:
   a. Latar Belakang. Agar ditambahkan pengungkapan atas profil Perusahaan,
      Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan maksud dan tujuan serta
      kegiatan usaha Perseroan, serta anggaran dasar terakhir Perseroan.

        Jawaban:
        Sudah kami tambahkan di long report Bab 1. Pendahuluan Sub-bab 1.1.
        Latar Belakang.
        Berikut merupakan revisi yang dilakukan:
        PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (“Perseroan”) didirikan dengan nama
        PT Asian Prima Indosteel berdasarkan Akta Notaris No. 2 oleh Gema
        Bismantaka, S.H., M.Kn., tanggal 5 September 2012. Akta Pendirian tersebut
        telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
        Keputusan No. AHU-51905.AH.01.Tahun 2012 tanggal 4 Oktober 2012.
        Adapun perubahan nama Perusahaan tercantum dalam Akta No. 90 oleh
        Leolin Jayanti, S.H., M.Kn., tanggal 26 Desember 2018. Perubahan tersebut
        telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0000173.AH.01.02.TAHUN
        2019 tanggal 3 Januari 2019.
Page 40
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan,
terakhir dengan Akta Notaris No. 14 tanggal 19 Desember 2024 oleh Ir.
Joyce Sudarto, S.H., tentang perubahan susunan Direksi Perseroan.
Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem
Administrasi Badan Hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No.
AHU-AH.01.09-0293147 tanggal 24 Desember 2024.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan dari
Perseroan ini adalah berusaha di bidang Perdagangan. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan
usaha utama yaitu perdagangan besar barang bekas dan sisa sisa tak
terpakai (Scrap). Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar barang
bekas dan sisa-sisa tak terpakai dan potongan logam dan non-logam bahan
untuk daur ulang, termasuk pengumpulan, pengurutan, pemisahan,
pelepasan barang yang masih berguna misalnya mobil agar mendapatkan
bagian yang masih bisa digunakan, pengepakan dan pengepakan kembali,
penyimpanan dan pengiriman, tapi tanpa proses perubahan yang nyata.
Dimana pembelian dan penjualan barang sisaan masih mempunyai nilai.
(KBLI 46696). Kegiatan usaha penunjang Perseroan yaitu pemulihan
material barang logam (KBLI 38301); perdagangan besar alat transportasi
laut, suku cadang dan perlengkapannya (KBLI 46592); perdagangan besar
alat transportasi darat(bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), suku
cadang dan perlengkapannya (KBLI 46593); perdagangan besar logam dan
bijih logam (46620); perdagangan besar barang logam untuk bahan
konstruksi (46631); perdagangan besar barang bekas dan sisa-sisa tak
terpakai (scrap) (46696); aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa
hak opsi mesin, peralatan dan barang berwujud lainnya YTDL (77399).

PT Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) sejak awal berdiri berfokus pada
industri perdagangan besar potongan logam. Pada masa pemerintahan
presiden ke enam tahun 2004 – 2014 fokus pembangunan belum dominan
di infrastruktur, tetapi iklim industri dalam negeri cukup berkembang,
salah satunya di sektor logam dan baja. Kemudian, pada masa
pemerintahan presiden ke tujuh tahun 2014 - 2024 infrastruktur
ditempatkan sebagai program prioritas nasional utama dengan anggaran
yang besar dan realisasi masif di berbagai sektor. Pada periode 2004 hingga
2019, industri besi dan logam di Indonesia mengalami perkembangan yang
cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pabrik-pabrik
logam yang bermunculan di berbagai wilayah, terutama di kawasan industri
Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Pendorong utamanya adalah
meningkatnya kebutuhan bahan baku logam untuk menopang
pertumbuhan sektor konstruksi, properti, otomotif, serta manufaktur
nasional yang terus berkembang. Selain itu, kemudahan impor bahan baku
dan barang modal membuka peluang bagi investor untuk mendirikan
pabrik logam baru, sehingga kapasitas produksi nasional meningkat
signifikan.

Dinamika persaingan global dan masuknya produk impor dengan harga
lebih murah mulai memberikan tekanan terhadap industri logam dalam
Page 41
negeri. Industri besi dan logam menunjukkan tren penurunan (sunset
industry). Memasuki periode pemerintahan baru di tahun 2024, kebijakan
pembangunan nasional mengalami pergeseran. Infrastruktur tidak lagi
ditempatkan sebagai prioritas utama, melainkan diarahkan untuk
mendukung agenda yang lebih strategis, yakni ketahanan pangan dan
program sosial. Pemerintah menitikberatkan kebijakan pada peningkatan
kualitas sumber daya manusia melalui program unggulan seperti Makan
Bergizi Gratis, penguatan produksi pangan nasional, serta revitalisasi
sistem pertanian dan lumbung pangan untuk mengurangi ketergantungan
impor. Situasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap
keberlangsungan industri logam di Indonesia. Meskipun harga logam di
pasar internasional relatif stabil, permintaan di pasar domestik cenderung
menurun. Akibatnya, banyak pelaku industri logam mengalami kesulitan
hingga berhenti beroperasi atau gulung tikar, termasuk sejumlah pelanggan
OPMS. Hal ini turut memengaruhi kinerja operasional OPMS. Menyadari
tantangan tersebut, OPMS menilai perlu adanya diversifikasi usaha untuk
menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan
baru.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan
pangan, OPMS melihat potensi besar pada sektor distribusi makanan dan
minuman. Lokasi Perseroan yang berada di Madura yang merupakan
wilayah masih dalam tahap pengembangan memberikan peluang pasar
yang menjanjikan. Makanan dan Minuman menjadi salah satu penyumbang
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kebutuhan pokok menjadi
komponen utama dalam struktur pengeluaran masyarakat, sehingga sektor
ini dipandang sebagai prioritas utama masyarakat. Dengan demikian,
distribusi makanan dan minuman dipandang sebagai sektor yang
prospektif dan strategis untuk dikembangkan.

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, OPMS optimistis dapat
meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan bisnis, serta memberikan
kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,
khususnya di wilayah Madura dan daerah potensial lainnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, dan guna mendukung legalitas serta
kesinambungan usaha, OPMS bermaksud untuk menambah kegiatan usaha
baru dengan mencantumkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) penambahan kegiatan usaha dalam Pasal 3 Anggaran Dasar
Perseroan.

Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha OPMS
 No.                    Nama KBLI                        Kode KBLI
  1    Perdagangan besar gula, coklat, dan kembang
                                                           46331
       gula
  2    Perdagangan besar kopi, teh dan kakao               46314
  3    Perdagangan besar bahan makanan dan
                                                           46319
       minuman hasil pertanian lainnya
  4    Perdagangan besar buah-buahan                       46312
  5    Perdagangan besar telur dan hasil olahan telur      46325
  6    Perdagangan besar susu dan produk susu              46326
Page 42
      No.                     Nama KBLI                       Kode KBLI
       7    Perdagangan besar minuman non alkohol bukan
                                                                46334
            susu
       8    Perdagangan besar makanan dan minuman
                                                                46339
            lainnya
      9     Perdagangan besar beras                             46311
      10    Perdagangan besar sayuran                           46313
      11    Perdagangan besar minyak dan lemak nabati           46315
      12    Perdagangan besar daging ayam dan daging
                                                                46322
            ayam olahan
      13    Perdagangan eceran roti, kue kering, serta kue
                                                                47242
            basah dan sejenisnya
      14    Perdagangan besar daging sapi dan daging sapi
                                                                46321
            olahan
      15    Perdagangan besar daging dan daging olahan
                                                                46323
            lainnya
      16    Perdagangan besar produk roti                       46332
     Sumber: Manajemen OPMS

     Berdasarkan penjelasan dari manajemen, OPMS berencana menambah
     kegiatan usaha yang sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
     Keuangan No. 17/POJK 04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material
     dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat rencana tersebut akan
     menambah kegiatan usaha OPMS.

     Sehubungan dengan hal tersebut, OPMS membutuhkan pihak independen
     untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan
     Kegiatan Usaha. OPMS menunjuk KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan
     (“GEAR”) untuk melakukan penyusunan studi kelayakan berdasarkan
     persetujuan atas Surat Penawaran No. JKT.084/PN.BV.GEAR/2025 tanggal
     15 Agustus 2025.

b. Ditambahkan pengungkapan jenis mata uang yang digunakan.

     Jawaban:
     Sudah kami tambahkan pada Bab 1. Pendahuluan Sub-Bab 1.15. Jenis Mata
     Uang yang Digunakan

     Berikut merupakan revisi yang dilakukan:
     Laporan Studi Kelayakan ini disusun dengan menggunakan mata uang
     Rupiah.

c.   Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan. Pada pengungkapan
     Pengumpulan Data, agar diklarifikasi ada/tidaknya inspeksi atau site visit
     yang dilakukan oleh penilai.

     Jawaban:
     Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan
     keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan site visit
     terhadap fasilitas milik OPMS dan melakukan wawancara berupa con call
Page 43
       atau virtual meeting dengan manajemen OPMS ataupun pihak yang
       mewakilinya dan pihak-pihak lain yang relevan.

   d. Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas isi pada Angka 1
      Pendahuluan, agar disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian
      Keterbukaan Informasi dan shortform report atas hal dimaksud.

       Jawaban:
       Sudah disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian Keterbukaan
       Informasi dan shortform report atas hal dimaksud.

4. Angka 2. Gambaran Umum Perseroan
   a. Struktur Permodalan. Agar:
      1) Dihapus pengungkapan “(Lembar)” pada tabel.
      2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan “Jumlah (Rupiah Penuh)”
          menjadi “Nilai Nominal Saham (Rupiah Penuh)”.
      3) Ditambahkan pengungkapan nilai nominal per saham.
      4) Pengungkapan “Total” pada baris disesuaikan menjadi “Total Modal
          Ditempatkan dan Disetor Penuh”.
      5) Diklarifikasi terkait update terkini atas penjualan kembali saham
          treasuri.

       Jawaban:
       Sudah kami sesuaikan pada Bab 2. Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab 2.3
       Struktur Permodalan.

       Update terkini, Perseroan belum berhasil kembali menjual saham treasuri.

       Berikut hasil yang disesuaikan:

       Susunan pemegang saham OPMS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

       Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham OPMS
                                                              Nilai
                                                            Nominal
                                                                       Nilai Nominal
                                              Kepemilikan     Per
          Pemegang Saham      Jumlah Saham                                 Saham
                                                 (%)         Saham
                                                                      (Rupiah Penuh)
                                                            (Rupiah
                                                            Penuh)
        PT Asian Perkasa
                                597.900.000       59,79%        100     59.790.000.000
        Indosteel
        Sukianto Widjaja          2.100.000        0,21%        100        210.000.000
        Treasuri Stok           198.373.000       19,84%        100     19.837.300.000
        Masyarakat (masing-
                                201.627.000       20,16%        100     20.162.700.000
        masing di bawah 5%)
        Total Modal
        Ditempatkan dan       1.000.000.000     100,00%               100.000.000.000
        Disetor Penuh
       Sumber: Manajemen OPMS

       Pada tahun 2020, Perseroan membeli saham treasuri melalui aksi buyback.
Page 44
     Berdasarkan surat No.008.CS.OPMS.2025 tanggal 20 Maret 2025, sesuai
     dengan POJK No.2/POJK.04/2013, Perseroan telah melakukan Keterbukaan
     Informasi kepada regulator mengenai penjualan kembali saham buyback
     mulai tanggal 9 April 2025 sampai dengan 31 Mei 2025.

     Berdasarkan surat No.019.CS.OPMS.2025 tanggal 2 Juni 2025, terkait
     dengan penjualan kembali atas saham treasuri melalui buyback,
     menyatakan bahwa Perseroan belum berhasil menjual saham treasuri
     melalui mekanisme pasar di BEI.

     Berdasarkan POJK No.30.POJK.04/2017, Perseroan wajib menjual kembali
     saham treasuri dalam 3 (tiga) tahun, sebelum 17 April 2026. Pada tanggal
     30 Juni 2025, tidak terdapat penjualan saham treasuri.

b. Susunan Pengurus. Sehubungan dengan pengungkapan bahwa Perseroan
   memiliki 4 karyawan tetap, agar diklarifikasi lebih lanjut atas kecukupan
   sumber daya Perseroan dalam pelaksanaan kegiatan operasional harian di
   Perseroan, dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha dan
   pernyataan bahwa Perseroan mengalokasikan 4 orang karyawan lama yang
   sudah berpengalaman.

     Jawaban:
     Perseroan saat ini memiliki 4 karyawan tetap yang seluruhnya merupakan
     karyawan lama. 4 karyawan lama ini merupakan tenaga administrasi di
     Perseroan. Lini usaha sebelum penambahan kegiatan usaha yaitu
     pemotongan logam juga menggunakan tenaga pemotongan dan pengiriman
     dari sub-kontrak dengan pihak ketiga. Dari 4 karyawan tersebut terdapat 1
     yang tidak di struktur utama yaitu admin. Dengan keempat karyawan lama,
     manajemen Perseroan meyakini bahwa karyawan tersebut cukup untuk
     melaksanakan kegiatan operasional harian di Perseroan. Dalam
     penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan akan menggunakan 4
     karyawan lama tersebut dan menambah 4 karyawan baru untuk
     mendukung kegiatan operasional Perseroan pada kegiatan usaha baru.

c.   Struktur Organisasi. Agar diklarifikasi ada/tidaknya dampak atas
     perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan dengan
     adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

     Jawaban:
     Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat
     perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan dengan
     adanya rencana penambahan kegiatan usaha. Struktur organisasi tetap
     berjalan sama dengan sebelum adanya penambahan kegiatan usaha. Hanya
     saja, posisi direktur keuangan dan operasional setelah adanya penambahan
     kegiatan usaha akan membawahi dua divisi yaitu logam dan FMCG.

d. Kinerja Keuangan Historis. Agar:
   1) Ditambahkan pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta
      opini audit atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025.
Page 45
     Selanjutnya, agar diklarifikasi apakah laporan keuangan periode 30 Juni
     2025 merupakan laporan keuangan audited atau limited review,
     dikaitkan dengan pengungkapan pada Keterbukaan Informasi sebagai
     laporan audited.

     Jawaban:
     Terkait pengungkapan informasi Akuntan Publik serta opini atas
     laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2025 sudah ada pada BAB 1.
     Pendahuluan Sub-Bab 1.11.1. Data dan Informasi Rencana Penambahan
     Usaha.
     Berikut informasi akuntan publik per 30 Juni 2025:
     Laporan Keuangan OPMS yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
     telah direview oleh Morhan Tirtonadi, CPA Registrasi Akuntan Publik
     No. AP.0628 dari Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan, dengan
     nomor laporan MR/L-008/25 tanggal 26 Agustus 2025 dengan
     kesimpulan bahwa berdasarkan reviu, tidak terdapat hal yang menjadi
     perhatian, yang menyebabkan bahwa laporan keuangan interim
     terlampir tidak menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
     material, posisi keuangan interim Perseroan tanggal 30 Juni 2025, serta
     kinerja keuangan dan arus kas interimnya untuk periode enam bulan
     yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
     Keuangan di lndonesia.

2)   Disesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel yang
     dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya.

     Jawaban:
     Sudah kami sesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel
     yang dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya


3)   Ditambahkan pengungkapan atas tinjauan laba (rugi) dan laporan arus
     kas untuk periode 30 Juni 2024.

     Jawaban:
     Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab
     2.7 Kinerja Keuangan Historis
     Berikut revisi yang sudah dilakukan:

     Historis Laporan Laba Rugi
                                                                                 (Dalam Ribuan Rupiah)
                     Jun 2025      Jun 2024      Des 2024      Des 2023      Des 2022      Des 2021      Des 2020
      Keterangan
                      Review        Review        Audit         Audit         Audit         Audit         Audit
     Pendapatan       2.439.602   23.721.866    40.784.169     9.117.164    22.510.395    41.184.565    34.773.247
     Beban Pokok
                     3.431.256    23.547.289    41.486.701    10.729.121    17.815.359    37.461.493    30.490.801
     Pendapatan
     Laba Rugi
                    (3.679.087)   (3.832.191)   (7.534.510)   (7.638.992)   (3.086.864)   (2.695.533)   (1.024.628)
     Usaha
     Laba Rugi
     Sebelum
                    (3.296.528)   (3.431.760)   (6.859.495)   (6.338.595)   (1.178.228)    (773.605)     1.219.383
     Pajak
     Penghasilan
     Laba Rugi
     Bersih Tahun   (3.293.866)   (2.649.738)   (8.284.284)   (4.751.545)    (860.860)     (353.810)     1.031.801
     Berjalan
     Jumlah Laba    (3.208.264)   (2.463.157)   (8.113.080)   (4.483.340)   (1.312.825)    (412.949)     1.065.589
Page 46
                          Jun 2025        Jun 2024       Des 2024       Des 2023           Des 2022     Des 2021        Des 2020
      Keterangan
                           Review          Review         Audit          Audit              Audit        Audit           Audit
     Rugi
     Komprehensif
     Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS

     Historis Laporan Arus Kas
                                                                                               (Dalam Ribuan Rupiah)
                        Jun 2025        Jun 2024      Des 2024      Des 2023       Des 2022      Des 2021           Des 2020
      Keterangan
                         Review          Review        Audit         Audit          Audit         Audit              Audit
     Arus Kas                          (2.247.659     (2.722.79     (10.302.29                   (2.269.62
                        3.127.747                                                  175.097                         24.174.133
     Operasi                                )             4)            2)                           3)
     Arus Kas                                                                      (19.552.1     (23.949.5
     Investasi           460.228       5.412.060      5.011.508     1.411.987                                      23.459.883
                                                                                      69)           48)
     Arus Kas
     Pendanaan          (105.414)      (102.578)      (102.578)      (94.690)          -         (100.000)         (22.797.628)

     Kas Awal                                                                    35.725.35       62.044.52
                        9.549.418      7.363.282      7.363.282     16.348.277                                     37.208.132
     Tahun                                                                           0               0
     Kas Akhir                         10.425.10                                 16.348.27       35.725.35
                        13.031.979                    9.549.418     7.363.282                                      62.044.520
     Tahun                                 5                                         7               0
     Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS


4)   Ditambahkan pengungkapan Laporan Posisi Keuangan periode 30 Juni
     2025.

     Jawaban:
     Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab
     2.7 Kinerja Keuangan Historis

     Berikut revisi yang sudah dilakukan:

     Historis Laporan Posisi Keuangan
                                                                                               (Dalam Ribuan Rupiah)
                           Jun 2025        Jun 2024       Des 2024       Des 2023           Des 2022     Des 2021         Des 2020
        Keterangan
                            Review          Review         Audit          Audit              Audit        Audit            Audit
       Aset
       Aset Lancar        23.092.016      26.450.669     24.481.182      24.320.300        27.933.476    48.297.703       82.790.685
       Aset Tidak
                          53.752.145      59.258.146     55.541.895      64.882.106        66.378.942    45.607.036       16.327.113
       Lancar
       Jumlah Aset        76.844.161      85.708.816     80.023.077      89.202.406        94.312.419    93.904.739       99.117.797

       Liabilitas dan
       Ekuitas
       Liabilitas
       Jangka                269.320         124.085        195.114       1.171.648         1.832.579        282.845       5.096.435
       Pendek
       Liabilitas
       Jangka                479.986         631.690        524.844         614.560           580.301        409.531        396.051
       Panjang
       Jumlah
                             749.306         755.775        719.959       1.786.208         2.412.880        692.376       5.492.486
       Liabilitas

       Jumlah
                          76.094.854      84.953.041     79.303.118      87.416.198        91.899.539    93.212.363       93.625.312
       Ekuitas
       Jumlah
       Liabilitas dan     76.844.161      85.708.816     80.023.077      89.202.406        94.312.419    93.904.739       99.117.797
       Ekuitas
     Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS

5)   Ditambahkan pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni 2024.

     Jawaban:
     Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab
Page 47
     2.7.4 Analisis Rasio Keuangan

     Berikut revisi yang sudah dilakukan:

     Historis Rasio Keuangan
                             Jun 2025        Jun 2024   Des 2024       Des 2023   Des 2022       Des 2021       Des 2020
          Keterangan
                              Review          Review     Audit          Audit      Audit          Audit          Audit
      Rasio Likuiditas
      Current Ratio          8574,20%       21316,53%   12547,08%      2075,73%   1524,27%       17075,68%      1624,48%
      Quick Ratio            8452,07%       20974,04%   12340,50%      1910,52%   1455,31%       16573,30%      1551,36%
      Cash Ratio             4838,85%        8401,57%    4894,26%       628,46%    892,09%       12630,71%      1217,41%
      Rasio Aktivitas
      Perputaran
      Piutang Usaha                 1           2                  -         16              -              -          -
      Pihak Ketiga
      Perputaran
                                   35           7                  4         66         26              14            45
      Persediaan
      Perputaran Utang
       Usaha Pihak                      -       0                  -         28              -              -          -
      Ketiga
      Perputaran Utang
                                        -       -                  -          2         32                  -          -
      Retensi
      Perputaran Beban
      yang Masih Harus              7           0                  -          3          2                  1          1
      Dibayar
      Rasio Solvabilitas                       0,96
      Debt to Asset             0,98%                       0,90%         2,00%      2,56%           0,74%         5,54%
      Debt to Equity            0,98%         0,88%         0,91%         2,04%      2,63%           0,74%         5,87%
      Rasio Profitabilitas                    0,89%
      Gross Margin            -40,65%                      -1,72%       -17,68%     20,86%           9,04%        12,32%
      Operating Margin       -150,81%          0,74%      -18,47%       -83,79%    -13,71%          -6,55%        -2,95%
      Net Profit Margin      -135,02%        -16,15%      -20,31%       -52,12%     -3,82%          -0,86%         2,97%
      ROA                      -4,29%        -11,17%      -10,35%        -5,33%     -0,91%          -0,38%         1,04%
      ROE                      -4,33%         -3,09%      -10,45%        -5,44%     -0,94%          -0,38%         1,10%
     Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS

6)   Dijelaskan potensi peningkatan kinerja keuangan dikaitkan dengan
     kondisi Perseroan yang mengalami rugi pada periode berjalan dan
     biaya yang akan dikeluarkan atas rencana penambahan kegiatan usaha.

     Jawaban:
     Manajemen Perseroan optimis bahwa penambahan kegiatan usaha ini
     dapat memberikan dampak yang baik terhadap kondisi keuangan
     perseroan. Perseroan menyadari bahwa kinerja keuangan dalam periode
     berjalan masih mencatatkan rugi, terutama disebabkan oleh
     menurunnya permintaan di sektor logam akibat kondisi dinamika
     persaingan global dan masuknya produk impor dengan harga lebih
     murah sehingga memberikan tekanan terhadap industri logam dalam
     negeri yang menunjukkan tren penurunan (sunset industry).
     Dalam menghadapi situasi tersebut, Perseroan telah melakukan evaluasi
     menyeluruh dan menilai bahwa diversifikasi usaha melalui penambahan
     kegiatan di bidang distribusi makanan dan minuman merupakan langkah
     strategis untuk memperbaiki kinerja keuangan secara berkelanjutan.
     Sektor ini memiliki permintaan pasar yang stabil dan prospektif, sejalan
     dengan kebijakan pemerintah yang berfokus pada ketahanan pangan dan
     penguatan ekonomi domestik.
     Adapun biaya yang dikeluarkan untuk penambahan kegiatan usaha
     bersifat terukur dan proporsional, terutama mencakup biaya legalitas
     perubahan anggaran dasar, perizinan usaha tambahan, serta
     penyesuaian operasional awal. Pendanaan untuk kegiatan tersebut akan
Page 48
     menggunakan kas internal Perseroan, sehingga tidak menimbulkan
     kewajiban keuangan baru. Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis
     bahwa diversifikasi usaha akan meningkatkan pendapatan, memperkuat
     arus kas, serta memperbaiki profitabilitas secara bertahap pada periode
     mendatang.

     Potensi perbaikan kinerja keuangan dengan adanya diversifikasi kegiatan
     usaha, sebagai berikut:

                                                                  Dalam Ribuan Rupiah
                          Jul-Des        Des          Des          Des          Des          Des
        Keterangan
                           2025         2026         2027         2028         2029         2030
     Jumlah Aset          76.941.240   76.577.391   76.384.976   76.597.858   77.215.969   78.239.240
     Jumlah Liabilitas      855.468     1.387.963    1.686.530    1.985.097    2.283.664    2.582.232
     Ekuitas              76.085.773   75.189.428   74.698.446   74.612.760   74.932.304   75.657.008
     Pendapatan            2.300.000   15.000.000   21.000.000   27.000.000   33.000.000   39.000.000
     Laba (Rugi) Bersih      (9.082)    (896.344)    (490.982)     (85.686)     319.544      724.704


     Pada tahun 2026 pertumbuhan aset Perseroan mengalami penurunan
     sebesar 0,47% atau menjadi Rp76.577.391 ribu. Aset Kembali mengalami
     penurunan sebesar 0,25% pada tahun 2027. Peningkatan aset Perseroan
     terjadi pada tahun 2028 hingga 2030 masing masing mengalami
     peningkatan sebesar 0,28%; 0,81% dan 1,33%. Liabilitas Perseroan
     selama periode proyeksi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada
     tahun 2026 liabilitas Perseroan mengalami peningkatan 62,25% atau
     menjadi Rp1.387.963 ribu. Peningkatan liabilitas terus berlanjut dari
     tahun 2027 hingga 2030 masing-masing sebesar 21,51%; 17,70%;
     15,04% dan 13,07%. Ekuitas perseroan dari tahun 2026 hingga 2028
     mengalami penurunan setiap tahunnya masing-masing sebesar 1,18%;
     0,65%; dan 0,11%. Peningkatan ekuitas Perseroan terdadi pada dua
     tahun terakhir periode proyeksi yaitu tahun 2029 dan 2030 masing
     masing sebesar 0,43% dan 0,97% atau menjadi Rp74.932.304 ribu dan
     75.657.008 ribu.

     Pendapatan Perseroan selama periode proyeksi mengalami peningkatan
     setiap tahunnya. Pendapatan meningkat sebesar 40% pada 2027,
     kemudian meingkat 29% pada 2028, 22% pada 2029, dan meningkat
     18% pada 2030. Kemudian, Selama periode proyeksi Perseroan
     mencatatkan kerugian bersih pada tahun 2026 sebesar Rp896.344 ribu
     dan kerugian mengalami penurunan sebesar 45,22% atau menjadi
     Rp490.982 pada tahun 2027. Pada tahun 2028 kerugian bersih Perseroan
     mengalami penurunan sebesar 82,55% atau menjadi Rp85.686 ribu.
     Perseroan mencatatkan laba bersih pada tahun 2029 sebesar Rp319.544
     ribu atau mengalami peningkatan 472,92% dibandingkan tahun
     sebelumnya. Pada akhir periode proyeksi yaitu tahun 2030 pendapatan
     mengalami peningkatan menjadi Rp724.704 atau meningkat sebesar
     126,79% dari tahun sebelumnya.

7)   Dijelaskan kondisi dan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
     laba dikaitkan dengan kondisi Perseroan dengan kegiatan usaha
Page 49
eksisting yang saat ini mengalami rugi dan                  akan berencana
melakukan penambahan kegiatan usaha baru.


Jawaban:

Kegiatan usaha eksisting Perseroan di bidang perdagangan besar
potongan logam saat ini mengalami tekanan akibat menurunnya
permintaan di sektor logam akibat kondisi dinamika persaingan global
dan masuknya produk impor dengan harga lebih murah sehingga
memberikan tekanan terhadap industri logam dalam negeri yang
menunjukkan tren penurunan (sunset industry). Meskipun demikian,
Perseroan masih memiliki kapasitas operasional dan sumber daya yang
memadai untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Tren penurunan permintaan logam dapat dilihat dari penjualan
Perseroan yang mengalami tren penurunan selama lima tahun terakhir,
sebagai berikut:
                      Des          Des          Des          Des         Des          Jun
   Keterangan
                     2020         2021         2022         2023        2024         2025
Penjualan
  Besi scrap
                   30.700.401   37.951.170   20.594.295   2.012.936   27.718.486   2.307.211
  tanpa olahan
  Besi scrap
                    4.072.846    3.233.395    1.916.100   7.104.228   13.065.682    132.391
  olahan
Jumlah Penjualan   34.773.247   41.184.565   22.510.395   9.117.164   40.784.169   2.439.602


Berdasarkan data penjualan besi scrap selama periode 2020 hingga Juni
tahun 2025, terlihat adanya fluktuasi yang cukup tajam dengan
kecenderungan penurunan signifikan pada beberapa tahun tertentu.
Penjualan total yang sempat mencapai Rp41,18 miliar pada 2021
kemudian turun drastis menjadi Rp22,51 miliar pada 2022, dan kembali
menurun tajam hingga Rp9,12 miliar pada 2023. Meskipun pada 2024
terjadi pemulihan penjualan hingga Rp40,78 miliar, kinerja pada Juni
2025 hanya mencapai Rp2,44 miliar, menandakan pelemahan
permintaan yang kembali muncul pada tahun berjalan.

Penurunan terutama terjadi pada segmen besi scrap tanpa olahan, yang
pada 2021 mencapai Rp37,95 miliar, namun anjlok menjadi Rp2,01
miliar pada 2023, menunjukkan berkurangnya aktivitas penjualan besi
scrap tanpa olahan. Segmen besi scrap olahan juga mencerminkan pola
serupa, dengan penjualan yang turun dari Rp4,07 miliar pada 2020
menjadi sekitar Rp1,92 miliar pada 2022 sebelum kembali naik
sementara pada 2023–2024.

Sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja keuangan,
Perseroan berencana melakukan diversifikasi usaha ke sektor
distribusi makanan dan minuman, yang dinilai memiliki prospek
pertumbuhan stabil. Melalui kegiatan usaha baru ini, Perseroan
berharap dapat menciptakan sumber pendapatan baru, memperbaiki
profitabilitas, serta meningkatkan kemampuan menghasilkan laba
Page 50
           secara berkelanjutan.




5. Aspek Pasar.
   a. Sasaran.
      Sehubungan dengan pengungkapan sasaran utama rencana penambahan
      kegiatan usaha Perseroan adalah menangkap peluang pertumbuhan di
      sektor perdagangan besar makanan dan minuman sejalan dengan kebijakan
      Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, maka agar
      diklarifikasi dan dijelaskan potensi pasar dimaksud dikaitkan dengan
      segmen pelanggan yang dituju yaitu pasar ritel modern, pasar tradisional,
      sektor horeca (hotel, restoran, catering), kanal digital melalui platform e-
      commerce dengan cakupan distribusi dan focus pengembangan usaha yang
      masih terbatas di wilayah Madura.

       Jawaban:
       Rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan sebagai distributor produk
       makanan dan minuman bertujuan untuk menangkap peluang pertumbuhan
       di sektor perdagangan besar pangan, sejalan dengan kebijakan Pemerintah
       dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong efisiensi
       rantai pasok di daerah. Fokus kegiatan distribusi Perseroan akan diarahkan
       pada wilayah Madura, yang hingga saat ini masih memiliki keterbatasan
       jumlah distributor berskala menengah hingga besar serta infrastruktur
       distribusi yang belum optimal. Kondisi tersebut memberikan peluang
       strategis bagi Perseroan untuk berperan sebagai distributor dengan
       jaringan pasok yang lebih efisien, cakupan layanan yang lebih luas, dan
       waktu pengiriman yang lebih cepat di wilayah tersebut.

       Dengan struktur pasar yang masih berkembang serta tingkat persaingan
       yang relatif terbatas dibandingkan dengan wilayah perkotaan besar lainnya.
       Perseroan akan mengoptimalkan potensi tersebut melalui penguatan
       sistem distribusi berbasis teknologi informasi, pembangunan kemitraan
       dengan produsen, serta penerapan strategi layanan terpadu yang menyasar
       segmen pelanggan pasar ritel modern, pasar tradisional, sektor HoReCa
       (hotel, restoran, dan catering), kanal digital melalui platform e-commerce,
       serta pelaku UMKM. Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis dapat
       berkontribusi dalam mengisi kekosongan rantai pasok di wilayah Madura
       sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan
       pangan di tingkat regional.

   b. Potensi Nilai Pasar. Agar ditambahkan pengungkapan atas dasar
      perhitungan nilai atas proyeksi penambahan pendapatan dimaksud.

       Jawaban:
       Dasar perhitungan penambahan pendapatan diperoleh dari proyeksi
       pendapatan sebelum adanya penambahan kegiatan usaha (PLAT) yang
       kemudian dijumlahkan dengan asumsi pendapatan tambahan dari kegiatan
       usaha baru (FMCG).
Page 51
6. Aspek Teknis
   a. Kapasitas. Agar ditambahkan pengungkapan terkait Kapasitas sebagaimana
      SEOJK 17/2020.

       Jawaban:
       Sudah kami tambahkan di Bab 5 Aspek Kelayakan Teknis Sub-Bab 5.2.
       Kapasitas

       Berikut yang kami tambahkan pada subab kapasitas penjualan:

       Kapasitas Penjualan
         Kategori Produk    Satuan    2026        2027         2028        2029         2030
        Beras Sumo            kg        32.766      44.754      56.137       66.938       77.179
        Primarasa - Selai     kg       499.681     682.492     856.087    1.020.808    1.176.985
        Indofood              kg       188.404     257.333     322.787      384.895      443.781
        ICM                   kg        32.766      44.754      56.137       66.938       77.179
        Coco Maxi             kg        11.468      15.664      19.648       23.428       27.013
        Oatsy                 kg           819       1.119       1.403        1.673        1.929
        Honey Go              kg           819       1.119       1.403        1.673        1.929
        El Organico           kg           819       1.119       1.403        1.673        1.929
        Emina - Keju          kg       116.319     158.875     199.286      237.631      273.987
        King Fisher           kg        24.574      33.565      42.103       50.204       57.885
        Oki - Susu Skm        kg        85.192     116.359     145.956      174.039      200.666
        New Pricipal          kg        65.532      89.507     112.274      133.877      154.359
        New Pricipal          kg        40.957      55.942      70.171       83.673       96.474
        New Pricipal          kg        40.957      55.942      70.171       83.673       96.474
        Cefa Minyak           kg       360.426     492.289     617.505      736.321      848.973
        Jumlah                       1.501.502   2.050.831   2.572.471   3.067.446    3.536.744
       Sumber: Manajemen OPMS

   b. Produk Yang Dijual. Agar diklarifikasi dan dijelaskan kesiapan terkait
      gedung penyimpanan atau gudang atau warehouse yang dimiliki Perseroan
      termasuk kapasitasnya dan penerapan standar keamanan pangan pada alur
      penyimpanan dan distribusi dikaitkan dengan kegiatan usaha saat ini dan
      rencana penambahan kegiatan usaha yang memiliki spesifikasi berbeda
      sehubungan dengan jenis barang yang didistribusikan (logam dan pangan).

       Jawaban:
       Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang berlokasi di
       Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi strategis untuk mendukung
       kegiatan distribusi di wilayah tersebut. Total luas gudang mencapai ±1.000
       m², dengan area yang secara khusus digunakan untuk penyimpanan produk
       FMCG (Fast Moving Consumer Goods).

       Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di bidang
       distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan penyesuaian
       infrastruktur gudang agar memenuhi standar penyimpanan yang sesuai
       dengan karakteristik produk makanan dan minuman. Fasilitas penyimpanan
       telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang tertata rapi, serta dilakukan
       perawatan dan pembersihan secara berkala guna menjaga kebersihan dan
       higienitas area penyimpanan.
Page 52
     Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem
     pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang berjaga 24
     jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di seluruh area strategis
     gudang.

     Selain itu, Perseroan telah melakukan pengelompokan area penyimpanan
     berdasarkan jenis produk untuk memastikan pemisahan yang jelas antara
     produk pangan dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk
     penyimpanan produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C
     diperuntukkan bagi barang-barang logam. Dengan pengaturan ini, Perseroan
     memastikan penerapan standar keamanan pangan dan pengelolaan yang
     sesuai dengan spesifikasi masing-masing jenis barang yang didistribusikan.

c.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya. Agar:
     1) Dijelaskan apakah ada/tidak persyaratan khusus atas penambahan 4
        (empat) tenaga kerja terkait dengan rencana penambahan kegiatan
        usaha Perseroan.

          Jawaban:
          Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana untuk
          merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna mendukung
          operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian sebagai berikut:
          1 Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5 tahun;
          2 Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun;
          3 Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun;
             dan
          4 Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik serta
             telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk kendaraan jenis
             truk dan pick-up.

     2)   Diklarifikasi pihak-pihak/supplier dan status kerja sama dalam
          penyediaan produk sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan
          usaha.

          Jawaban:
          Berdasarkan informasi manajemen, hingga saat ini Perseroan sudah
          melakukan kerja sama dengan beberapa pihak yaitu PT Emina Cheese
          Indonesia dan PT Federal Food Internusa.

d. Alur Distribusi. Agar diklarifikasi ada/tidaknya SOP terkait yang telah
   dimiliki Perseroan dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan
   usaha.

     Jawaban:
     Manajemen Perseroan telah menyusun SOP untuk rencana penambahan
     kegiatan usaha FCMG yaitu sebagai berikut:
       1. SOP Penerimaan barang dan piutang FCMG
       2. SOP Pengiriman Barang
       3. SOP Admin Fakturis
Page 53
         4. SOP Pembelian Barang
         5. SOP Gudang FCMG



7. Aspek Pola Bisnis. Agar dijelaskan lebih lanjut mengenai penerapan sistem
   manajemen risiko yang komprehensif dan pengelolaan operasional berbasis
   teknologi informasi yang akan dilakukan Perseroan, dikaitkan dengan kegiatan
   usaha baru yang mengandung risiko kepatuhan regulasi keamanan pangan,
   risiko persaingan dengan pemain besar yang sudah mapan hingga risiko
   perubahan perilaku konsumen.

   Jawaban:
   Dalam melaksanakan kegiatan usaha baru yang berfokus pada distribusi
   produk pangan, Perseroan akan menerapkan sistem manajemen risiko yang
   komprehensif serta pengelolaan operasional berbasis teknologi informasi guna
   memastikan efisiensi, kepatuhan, dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika
   industri yang kompetitif. Sistem ini dirancang secara terintegrasi untuk
   mengidentifikasi, menilai, memantau, dan mengendalikan berbagai potensi
   risiko utama, antara lain risiko kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan,
   risiko persaingan dengan pelaku distribusi besar yang telah mapan, serta risiko
   perubahan perilaku dan preferensi konsumen.
   Dari aspek kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan pangan, Perseroan akan
   membentuk unit kepatuhan khusus yang bertanggung jawab dalam
   memastikan seluruh kegiatan distribusi berjalan sesuai dengan ketentuan
   peraturan perundang-undangan yang berlaku. Unit ini akan melakukan
   pemantauan berkala terhadap perkembangan kebijakan pemerintah serta
   memastikan bahwa seluruh produk yang didistribusikan telah memenuhi
   standar sertifikasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait, seperti Badan
   Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, Perseroan akan
   mengimplementasikan sistem pemantauan kepatuhan berbasis teknologi
   informasi yang mengintegrasikan data operasional dan audit internal, sehingga
   pengawasan dapat dilakukan secara efektif, transparan, dan terdokumentasi
   dengan baik.
   Dalam menghadapi risiko persaingan pasar dengan pelaku distribusi besar dan
   mapan, Perseroan akan menerapkan strategi diferensiasi berbasis layanan
   melalui peningkatan kecepatan pengiriman, keandalan sistem distribusi, serta
   jaminan mutu produk yang konsisten. Pemanfaatan teknologi analisis pasar
   akan digunakan untuk menganalisis tren permintaan, pola pembelian, serta
   preferensi pelanggan, sehingga strategi pemasaran dan distribusi dapat
   disusun secara adaptif dan berbasis data. Selain itu, Perseroan akan
   memperkuat kemitraan dengan produsen lokal maupun internasional guna
   memperluas jaringan pasokan dan meningkatkan daya saing di pasar.
   Terkait risiko perubahan perilaku konsumen, Perseroan akan mengoptimalkan
   penggunaan data dan analisis perilaku digital untuk memahami tren konsumsi
   dan pergeseran pola pembelian masyarakat. Hasil analisis tersebut akan
   menjadi dasar dalam pengembangan strategi distribusi yang lebih responsif,
   termasuk melalui perluasan kanal distribusi digital seperti e-commerce dan
   platform daring lainnya. Dengan demikian, Perseroan dapat mempertahankan
   relevansi dan kedekatan dengan konsumen, serta menjaga kinerja penjualan
   secara berkelanjutan.
Page 54
8. Aspek Model Manajemen.
   a. Ketersediaan Tenaga Kerja.
      1) Sehubungan dengan pengungkapan bahwa Perseroan berencana
          melakukan penambahan tenaga kerja sebanyak 4 (empat) orang, agar
          ditambahkan informasi mengenai jenis ketrampilan dan tingkat
          kompetensi yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan
          usaha baru Perseroan, dan apakah dibutuhkan pelatihan atau sertifikasi
          khusus kepada tenaga kerja yang telah dimiliki dan tenaga kerja baru di
          masa mendatang untuk menjalankan kegiatan usaha baru dimaksud.

            Jawaban:
            Perseroan akan memberikan program pelatihan bagi tenaga kerja baru
            untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan kegiatan usaha
            distribusi produk pangan. Pelatihan tersebut meliputi pengembangan
            kompetensi sumber daya manusia, pendekatan dan pelayanan
            pelanggan, serta pelatihan manajemen operasional dan distribusi agar
            tenaga kerja memiliki pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis
            Perseroan.
            Adapun untuk sertifikasi khusus tidak menjadi persyaratan utama,
            mengingat kegiatan usaha ini lebih menekankan pada pengalaman
            praktis dan keterampilan teknis di bidang FMCG (Fast Moving
            Consumer Goods). Namun demikian, Perseroan akan terus mendorong
            peningkatan kompetensi melalui pelatihan internal dan pengembangan
            berkelanjutan sesuai kebutuhan operasional di masa mendatang.

       2)   Agar diklarifikasi dan dijelaskan mengenai jumlah tenaga kerja yang
            akan dialokasikan/dibutuhkan beserta kualifikasi/kompetensinya
            serta struktur organisasi atas kegiatan usaha yang akan ditambahkan.

            Jawaban:
            Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana untuk
            merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna mendukung
            operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian sebagai berikut:
            1 Supervisor, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang FMCG
            2 Staf Sales, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang sales
               FMCG
            3 Staf Gudang, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang
               pergudangan / warehouse khusus, dan
            4 Staf Sopir, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang
               pengiriman logistik serta telah memiliki lisensi mengemudi khusus
               untuk kendaraan jenis truk dan pick-up.

   b. Manajemen Risiko. Agar diklarifikasi mengenai “penambahan kegiatan
      OPMS dalam bidang Pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga
      Listrik”, selanjutnya agar disesuaikan.

       Jawaban:
Page 55
        Pada subbab 7.4 manajemen risiko terdapat kesalahan penulisan yaitu
        “penambahan kegiatan usaha OPMS dalam bidang pembangunan dan
        pemasangan instalasi tenaga listrik" yang selanjutnya sudah kami perbaiki.

   c.   Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen. Agar ditambahkan
        pengungkapan mengenai struktur organisasi dan manajemen secara
        keseluruhan setelah terjadi penambahan kegiatan usaha baru.

        Jawaban:
        Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat
        perubahan struktur organisasi dan manajemen setelah terjadi penambahan
        kegiatan usaha baru.

9. Aspek Keuangan.
   a. Agar pengungkapan terkait analisis kelayakan keuangan memperhatikan
      hal-hal sebagaimana SEOJK 17/2020.

        Jawaban:
        Sudah disesuaikan dengan SEOJK 17/2020

   b. Sumber pembiayaan. Agar diklarifikasi ada/tidaknya perjanjian
      pembiayaan yang telah dilakukan dengan Bank serta dijelaskan rincian
      Bank dan syarat kondisi pembiayaan dimaksud.

        Jawaban:
        Berdasarkan informasi dari manajemen tidak terdapat perjanjian terkait
        pembiayaan dengan Bank ataupun pihak ketiga lainnya.

   c.   Biaya Operasional. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai rincian
        transaksi yang mendasari peningkatan atas biaya operasional.

        Jawaban:
        Peningkatan biaya operasional disebabkan oleh dampak inflasi serta
        kenaikan pendapatan yang berasal dari penambahan aktivitas penjualan
        baru.

   d. Asumsi-asumsi proyeksi keuangan. Agar ditambahkan pengungkapan atas
      dasar penentuan masing-masing asumsi proyeksi keuangan, tingkat
      ketercapaian, dan analisis Penilai atas proyeksi keuangan dan
      ketercapaiannya.

        Jawaban:
        Dasar penentuan asumsi before dan after:
        1. Beban Pokok Pendapatan (BPP)
           BPP disusun berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan dengan
           mengacu pada data historis.
        2. PLAT (Produk Logam Sebelum Penambahan KBLI)
           Proyeksi volume penjualan produk logam (dalam satuan kilogram)
           diperoleh dari estimasi manajemen Perseroan. Pada periode 2026–2030,
Page 56
          volume penjualan diproyeksikan tetap, karena Perseroan tidak berencana
          menambah produksi untuk kategori ini.
     3.   PLAT (Produk Logam Setelah Penambahan KBLI)
          Proyeksi volume penjualan produk logam (dalam satuan kilogram)
          diperoleh dari estimasi manajemen Perseroan atas kegiatan usaha baru.
     4.   Harga Jual
          Berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan, harga jual produk
          diperkirakan meningkat pada tahun 2027–2030 seiring dengan dampak
          kenaikan inflasi. Penetapan kenaikan harga jual pada tahun 2027
          didasarkan pada pertimbangan strategi bisnis. Pada tahun-tahun awal
          proyeksi, perusahaan berada pada fase penetrasi pasar sehingga harga
          dipertahankan agar daya tarik produk tetap tinggi dan pembentukan basis
          pelanggan tidak terhambat. Memasuki tahun 2027 harga meningkat
          karena penyesuaian untuk mengoptimalkan profitabilitas serta
          mengimbangi peningkatan biaya operasional.
     5.   Biaya Umum dan Administrasi
          Disusun berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan dengan mengacu
          pada data historis. Kenaikan pada tahun 2027–2030 terutama berasal dari
          peningkatan biaya gaji pegawai serta biaya BBM, tol, dan parkir akibat
          tekanan inflasi. Peningkatan beban umum dan administrasi dimulai pada
          tahun 2027 karena pada tahun awal proyeksi perusahaan masih berada
          dalam fase penetrasi pasar, sehingga strategi pengendalian biaya
          diprioritaskan untuk menjaga efisiensi dan daya saing harga. Memasuki
          2027, ketika skala operasi meningkat dan aktivitas bisnis memasuki fase
          ekspansi, penyesuaian beban dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan
          operasional yang lebih besar.
     6.   Pendapatan dan Beban Lainnya
          Proyeksi disusun berdasarkan asumsi manajemen Perseroan.
     7.   Perputaran (Turnover)
          Dihitung berdasarkan rasio historis Perseroan.
     8.   Pajak (Tax)
          Merupakan pajak penghasilan badan sesuai ketentuan yang berlaku.

     Tingkat Ketercapaian Proyeksi
     Manajemen Perseroan meyakini bahwa asumsi yang digunakan dalam
     penyusunan proyeksi keuangan telah mempertimbangkan kondisi internal
     dan eksternal secara cermat, serta didasarkan pada data dan tren historis
     yang relevan. Oleh karena itu, proyeksi dinilai realistis dan dapat menjadi
     dasar yang kuat untuk mencapai target kinerja keuangan yang optimal.

     Analisis atas Proyeksi Keuangan dan Ketercapaiannya
     Berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen Perseroan, Penilai meyakini
     bahwa proyeksi keuangan yang disusun telah wajar dan tidak memerlukan
     penyesuaian lebih lanjut.

e.   Proyeksi Posisi Keuangan. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai
     transaksi yang mendasari masing-masing peningkatan dan/atau
     penurunan atas masing-masing transaksi pada proyeksi keuangan.
Page 57
Jawaban:
Transaksi yang mendasari masing-masing peningkatan dan/atau
penurunan atas masing-masing transaksi pada proyeksi keuangan sebagai
berikut:
1. Piutang Usaha - Pihak Ketiga
   Piutang usaha pihak ketiga mengalami peningkatan seiring dengan
   kenaikan pendapatan Perseroan. Peningkatan pendapatan tersebut
   sebagian besar berasal dari penjualan secara kredit, sehingga berdampak
   pada bertambahnya saldo piutang yang tercatat dalam neraca karena
   pembayaran dari pelanggan belum diterima.
2. Persediaan
   Peningkatan     persediaan     mencerminkan penyesuaian terhadap
   pertumbuhan aktivitas penjualan, di mana diperlukan ketersediaan
   barang yang lebih besar untuk mendukung peningkatan volume
   penjualan.
3. Aset tetap – bersih
   Aset tetap bersih mengalami penurunan seiring dengan pengakuan beban
   penyusutan selama periode berjalan.
4. Aset hak guna – bersih
   Aset hak guna bersih pada Juli 2025 hingga 2030 cenderung meningkat
   seiring dengan penambahan aset hak guna baru, menggantikan aset hak
   guna existing yang nilainya telah habis karena adanya penyusutan. Aset
   hak guna meningkat karena aset hak guna historis telah mencapai akhir
   masa manfaat ekonominya sehingga tidak lagi dapat digunakan secara
   operasional. Untuk menjaga keberlangsungan aktivitas usaha,
   perusahaan perlu menambah aset hak guna baru sebagai bentuk investasi
   kembali yang memastikan kapasitas operasional tetap terjaga dan
   pendapatan dapat berkelanjutan.
5. Utang Usaha - Pihak Ketiga
   Utang usaha – pihak ketiga meningkat seiring dengan kenaikan beban
   pokok pendapatan yang mendorong peningkatan pembelian dari
   pemasok secara kredit.
6. Utang lain-lain - Pihak Ketiga
   Utang lain-lain pihak ketiga menurun pada Juli 2025 seiring dengan
   penurunan BPP, kemudian meningkat pada 2026–2030 sejalan dengan
   kenaikan BPP yang mencerminkan peningkatan aktivitas operasional dan
   pembelian dari pihak ketiga untuk mendukung pertumbuhan usaha
   Perseroan.
7. Beban masih harus dibayar
   Beban yang masih harus dibayar menurun pada Juli 2025 seiring dengan
   penurunan BPP, mencerminkan berkurangnya kewajiban atas biaya
   operasional yang belum dibayarkan. Namun, pada periode 2026–2030,
   akun ini meningkat sejalan dengan kenaikan BPP, yang menunjukkan
   adanya peningkatan aktivitas operasional dan akrual biaya yang lebih
   tinggi.
8. Saldo Laba Belum ditentukan penggunaannya
   Saldo laba belum ditentukan penggunaannya meningkat pada periode
   2025–2028 akibat rugi bersih yang dialami Perseroan, kemudian
Page 58
         menurun pada 2029–2030 seiring dengan perolehan laba bersih pada
         periode tersebut.

f.    Analisis Titik Impas. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai rincian
      penjelasan masing-masing perhitungan dalam memperoleh nilai.
      Selanjutnya, agar disampaikan kertas kerja excel perhitungan atas masing-
      masing parameter.

      Jawaban:
      Dalam menghitung analisis Break Even Point (BEP) Penjualan atau Analisis
      Titik Impas Penjualan, menggunakan rumus berikut:

      BEP Penjualan = Fixed Cost (Beban Umum dan Administrasi) / Gross
      Profit Margin
      di mana;
      Gross Profit Margin = Penjualan / Laba Kotor
      Laba Kotor = Penjualan – Beban Pokok Pendapatan (Variable Cost)

g.    Analisis Profitabilitas. Agar diklarifikasi dan dijelaskan atas kinerja
      keuangan Perseroan yang negative selama periode proyeksi dikaitkan
      dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru.

      Jawaban:
      Pada periode proyeksi, beberapa rasio profitabilitas Perseroan masih
      menunjukkan nilai negatif, antara lain Operating Profit Margin (OPM), Net
      Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE).

     1. Operating Profit Margin negatif disebabkan oleh rugi usaha selama
        periode proyeksi, yang terjadi karena total beban (beban pokok
        pendapatan serta beban umum dan administrasi) lebih besar
        dibandingkan total pendapatan.
     2. Net Profit Margin negatif karena laba bersih (net income) Perseroan
        selama periode proyeksi juga negatif, sebagai akibat dari total beban yang
        melebihi pendapatan.
     3. ROA bernilai negatif karena laba bersih selama periode proyeksi masih
        rugi, sehingga ketika dibandingkan terhadap total aset menghasilkan rasio
        negatif.
     4. ROE negatif karena laba bersih selama periode proyeksi bernilai negatif,
        sehingga saat dibandingkan terhadap ekuitas menghasilkan nilai rasio
        yang juga negatif.

     Selanjutnya, apabila dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha
     baru, proyeksi laba rugi incremental menunjukkan perbaikan kinerja
     keuangan. Perseroan diproyeksikan mencatat rugi bersih hingga tahun 2028,
     namun mulai mengalami perbaikan pada tahun 2029 dan mencatat laba positif
     pada tahun 2030. Dengan demikian, rasio profitabilitas diperkirakan mulai
     menunjukkan nilai positif pada tahun 2029 dan 2030 seiring dengan
     meningkatnya laba bersih hasil dari penambahan kegiatan usaha baru
     tersebut.
Page 59
10. Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas masing-masing analisis
    kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis,
    analisis kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan keuangan, serta
    kesimpulan kelayakan agar disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada
    bagian Keterbukaan Informasi atas hal dimaksud.

   Jawaban:
   Berikut merupakan perubahan pengungkapan pada Laporan Studi Kelayakan
   dengan Keterbukaan Informasi:

     No.           Revisi            Keterangan Bab/Subbab FS               Keterangan KI
     1.    Latar Belakang           Bab 1 Pendahuluan poin 1.1     Pada      bagian    Penjelasan,
                                    halaman 6 - 7                  Pertimbangan      dan    Alasan
                                                                   Dilakukannya       Penambahan
                                                                   Kegiatan Usaha halaman 17-18
      2    IKNB                     Bab 1 Pendahuluan poin 1.2     Pada      bagian     Ringkasan
                                    halaman 8                      Laporan     Studi    Kelayakan
                                                                   Mengenai               Rencana
                                                                   Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                   poin a. Identifikasi Status
                                                                   Penilai halaman 8
      3    Maksud dan Tujuan        Bab 1 Pendahuluan poin 1.4     Pada      bagian     Ringkasan
           Studi Kelayakan          halaman 9                      Laporan     Studi    Kelayakan
                                                                   Mengenai               Rencana
                                                                   Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                   poin b. Maksud dan Tujuan
                                                                   halaman 9
      4    Laporan       Limited    Bab 1 Pendahuluan      poin    Pada bagian Uraian Singkat
           Review 30 Juni 2025      1.11.1 halaman 12              Mengenai Perseroan, Ikhtisar
                                                                   Data      Keuangan      Penting
                                                                   Perseroan halaman 7
      5    Asumsi dan Kondisi       Bab 1 Pendahuluan poin 1.13    Pada      bagian     Ringkasan
           Pembatas                 halaman 17                     Laporan     Studi    Kelayakan
                                                                   Mengenai               Rencana
                                                                   Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                   poin e. Asumsi dan Kondisi
                                                                   Pembatas halaman 10
      6    Pendekatan       dan     Bab 1 Pendahuluan poin 1.9     Pada      bagian     Ringkasan
           Metode Analisis Yang     halaman 11                     Laporan     Studi    Kelayakan
           Digunakan                                               Mengenai               Rencana
                                                                   Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                   poin f. Pendekatan dan Metode
                                                                   Analisis    yang     Digunakan
                                                                   halaman 10 - 11
      7    Jenis Mata Uang yang     Bab 1 Pendahuluan poin 1.15    -
           Digunakan                halaman 17
      8    Struktur Permodalan      Bab 2 Gambaran Umum            Pada bagian Uraian Singkat
                                    Perseroan poin 2.3 halaman     Mengenai Perseroin di Struktur
                                    19 - 20                        Permodalan dan Kepemilikan
                                                                   Saham Perseroan halaman 6
      9    Kinerja    Keuangan      Bab 2 Gambaran Umum            Pada bagian Uraian Singkat
           Historis                 Perseroan poin 2.7 halaman     Mengenai Perseroin di Ikhtisar
                                    24 - 25                        Data    Keuangan       Penting
                                                                   Perseroan halaman 7 - 8
      10   Analisis         Rasio   Bab 2 Gambaran Umum            Pada bagian Uraian Singkat
           Keuangan                 Perseroan poin 2.7.4 halaman   Mengenai Perseroin di Ikhtisar
                                    29 - 32                        Data    Keuangan       Penting
                                                                   Perseroan
      11   Data Susenas maret       Bab 4 Aspek Kelayakan Pasar    Pada bagian Ringkasan Studi
           2025                     poin 4.1 halaman 49 -50        Kelayakan Mengenai Rencana
Page 60
No.          Revisi               Keterangan Bab/Subbab FS           Keterangan KI
                                                             Penambahan Kegiatan Usaha di
                                                             poin g. Analisis Kelayakan
                                                             Pasar 11
12    Kesimpulan Analisis     Bab 4 Aspek Kelayakan Pasar    Pada bagian Ringkasan Studi
      Kelayakan Pasar         poin 4.9 halaman 54 - 55       Kelayakan Mengenai Rencana
                                                             Penambahan Kegiatan Usaha di
                                                             poin g. Analisis Kelayakan
                                                             Pasar halaman 11 - 12
13    Kapasitas               Bab 5 Aspek Kelayakan
                              Teknis poin 5.2 halaman 59 -                  -
                              60
14    Volume Penjualan        Bab 5 Aspek Kelayakan
                                                                            -
                              Teknis poin 5.3 halaman 60
15    Kesimpulan Analisis     Bab 5 Aspek Kelayakan          Pada bagian Ringkasan Studi
      Kelayakan Teknis        Teknis poin 5.8 halaman 63 -   Kelayakan Mengenai Rencana
                              64                             Penambahan Kegiatan Usaha di
                                                             poin h. Analisis Kelayakan
                                                             Teknis halaman 12 -13
16    Kesimpulan Analisis     Bab 6 Aspek Kelayakan Pola     Pada bagian Ringkasan Studi
      Kelayakan Pola Bisnis   Bisnis poin 6.9 halaman 73 -   Kelayakan Mengenai Rencana
                              74                             Penambahan Kegiatan Usaha di
                                                             poin i. Analisis Kelayakan Pola
                                                             Bisnis halaman 13 -14
17    Sumber Daya Manusia     Bab 7 Aspek Kelayakan Model    Pada     bagian    Ketersediaan
                              Manajemen poin 7.1 halaman     Tenaga     Ahli     Sehubungan
                              75                             Dengan Rencana Penambahan
                                                             Usaha halaman 17
18    Asumsi-asumsi           Bab 8 Aspek Kelayakan
      proyeksi keuangan       Keuangan poin 8.3 halaman                     -
                              84 - 86
19    Kesimpulan Analisis     Bab 8 Aspek Kelayakan          Pada bagian Ringkasan Studi
      Kelayakan Keuangan      Keuangan poin 8.16 halaman     Kelayakan Mengenai Rencana
                              99 - 100                       Penambahan Kegiatan Usaha di
                                                             poin k. Analisis Kelayakan
                                                             Keuangan halaman 15 - 16
20    Lokasi Gudang           -                              Pada     bagian     Penjelasan
                                                             Pertimbangan     dan    Alasan
                                                             Dilakukannya      Penambahan
                                                             Kegiatan Usaha halaman 18 -19
21    Pengaruh     Rencana                                   Pada     Bagian     Penjelasan
      Transaksi   terhadap                                   Tentang              Pengaruh
      kondisi     keuangan                                   Penambahan Kegiatan Usaha
      Perseroan                                              Pada     Kondisi     Keuangan
                                                             Perseroan halaman 19 - 20
22    Informasi               -                              Pada     bagian      Informasi
      Penyelenggaraan                                        Penyelenggaraan        RUPSLB
      RUPSLB                                                 halaman 20 -21
23    Informasi Tambahan      -                              Pada     bagian      Informasi
                                                             Tambahan halaman 22
Page 61
11. Lampiran Keuangan. Agar disampaikan kembali lampiran keuangan yang dapat
    dibaca dengan jelas.

   Jawaban:
   Lampiran keuangan telah diperbaiki dan disampaikan kembali sehingga dapat
   dibaca dengan jelas pada laporan yang telah diperbarui.


Demikian surat jawaban ini kami sampaikan sebagai tanggapan kami atas Surat OJK.



                                                             Hormat kami,
                                          PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk




                                                              Meilyna Widjaja
                                                              Direktur Utama
Page 62
OTORITAS JASA KEUANGAN




                         62

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.47 MB
Published27 Nov 2025
Pages62
Characters177,962
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 22 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Optima Prima Metal Sinergi Tbk. p.1 ×29
linked org PT Asian Perkasa p.3 ×3
linked person Sukianto Widjaja p.3 ×2
linked person Meilyna Widjaja · Direktur Utama p.61
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×12
unresolved person Kunwidarto Direktur Penilaian p.1
unresolved person Morhan Tirtonadi p.3 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Morhan p.3 ×2
unresolved org PT Emina Cheese Indonesia p.11 ×7
unresolved org PT Federal Food Internusa. Pihak p.11 ×2
unresolved org PT Federal Food Internusa. Kemudian p.15 ×2
unresolved org PT. Intikita Mega Momentum. Dikarenakan p.15 ×2
unresolved org PT Federal Food Internusa p.15 ×3
unresolved org Pengawas Obat dan Makanan p.22 ×2
unresolved org PT Asian Prima Indosteel p.39
unresolved person Gema Bismantaka p.39
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.39
unresolved person Leolin Jayanti p.39
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.39 ×2
unresolved person Ir. Joyce Sudarto p.40 ×2
unresolved org KJPP Guntur p.42

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 12574 ms 12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [{'name': 'Perseroan yang dapat dihubungi Pemegang Saham untuk '
                      'memperoleh',
              'relationship': ''}],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result