Back to announcement
20251127_OPMS_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31988254_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review OPMSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 62
Page 1
Surabaya, 27 November 2025 No. 053.CS.OPMS.2025
Kepada Yth.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta Pusat 10710
Up : Bapak Kunwidarto
Direktur Penilaian Emiten dan Perusahaan Publik
Perihal : Tanggapan atas Komentar OJK
Dengan hormat,
Merujuk pada surat Otoritas Jasa Keuangan S-553/PM.023/2025 tanggal 6 November
2025, perihal Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Rencana Perubahan
Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (“Surat OJK”), dengan ini kami
sampaikan tanggapan kami atas Surat OJK khusus mengenai rencana perubahan kegiatan
usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (“Perseroan”).
I. Umum
1. Berkenaan dengan Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh
PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk kepada OJK melalui SPE nomor
039.CS.OPMS.2025 tanggal 23 Oktober 2025 perihal Rencana Transaksi
Perubahan Kegiatan Usaha, agar penyajian dan pengungkapan Keterbukaan
Informasi dimaksud disesuaikan dengan POJK No. 17/POJK.04/2020.
Jawaban:
Berkenaan dengan penyajian dan pengungkapan Keterbukaan Informasi sudah
disesuaikan dengan POJK No. 17/POJK.04/2020.
2. Perseroan agar memastikan atas seluruh kesalahan penulisan (typo) yang
terdapat pada dokumen Keterbukaan Informasi telah disesuaikan. Selanjutnya,
dalam penyajian jawaban atas tanggapan OJK, Perseroan agar menyajikan dan
menyampaikan tanggapan sebagaimana hasil analisis laporan atas kondisi
Perseroan dan bukan screen capture dari ketentuan POJK atau SEOJK.
Jawaban:
Berkenaan dengan kesalahan penulisan (typo) yang terdapat pada dokumen
Keterbukaan Informasi telah disesuaikan. Selanjutnya untuk penyajian jawaban
atas tanggapan OJK, Perseroan telah menyajikan dan menyampaikan
tanggapan sebagaimana hasil analisis laporan atas kondisi Perseroan dan
bukan screen capture dari ketentuan POJK atau SEOJK.
3. Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, agar
diklarifikasi mengenai ada/atau tidaknya perizinan dan/atau persetujuan yang
wajib diperoleh dari kreditur, pihak ketiga dan/atau instansi berwenang
lainnya.
Page 2
Jawaban:
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak
memiliki kewajiban untuk mendapatkan perizinan dan/atau persetujuan yang
wajib diperoleh dari kreditur, pihak ketiga dan/atau instansi berwenang
lainnya selain kewajiban yang daitur dalam POJK 17/2020.
II. Keterbukaan Informasi Kepada Pemegang Saham
1. Agar tanggal penerbitan Keterbukaan Informasi disesuaikan apabila ada
perubahan.
Jawaban:
Tanggal penerbitan keterbukaan informasi sudah disesuaikan.
2. Pendahuluan. Paragraf 5. Agar diklarifikasi atas Perizinan-perizinan dari
instansi terkait yang dibutuhkan sehubungan dengan penambahan bidang
usaha ini.
Jawaban:
Tidak terdapat perizinan tambahan yang diperlukan sehubungan dengan
rencana penambahan kegiatan usaha dikarenakan klasifikasi KBLI yang
tercantum dalam NIB Perseroan termasuk dalam kategori risiko rendah,
sehingga tidak memerlukan izin berusaha tambahan dari instansi terkait di luar
perizinan yang telah dimiliki Perseroan saat ini.
3. Uraian Singkat Mengenai Perseroan. Agar:
a. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan. Agar:
1) Dihapus pengungkapan “(Lembar)” pada tabel.
2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan “Jumlah (Rupiah Penuh)”
menjadi “Nilai Nominal Saham (Rupiah Penuh)”.
3) Ditambahkan pengungkapan nilai nominal per saham.
4) Pengungkapan “Total” pada baris disesuaikan menjadi “Total Modal
Ditempatkan dan Disetor Penuh”.
5) Diklarifikasi terkait update terkini atas penjualan kembali saham
treasuri.
Jawaban:
a. Mengenai struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sudah kami
sesuaikan pada bagian Uraian Singkat Mengenai Perseroan
Berikut hasil yang telah disesuaikan:
Update terkini, Perseroan belum berhasil kembali menjual saham treasuri.
Page 3
Susunan pemegang saham OPMS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Nilai
Nominal
Nilai Nominal
Kepemilikan Per
Pemegang Saham Jumlah Saham Saham
(%) Saham
(Rupiah Penuh)
(Rupiah
Penuh)
PT Asian Perkasa
597.900.000 59,79% 100 59.790.000.000
Indosteel
Sukianto Widjaja 2.100.000 0,21% 100 210.000.000
Treasuri Stok 198.373.000 19,84% 100 19.837.300.000
Masyarakat
(masing-masing di 201.627.000 20,16% 100 20.162.700.000
bawah 5%)
Total Modal
Ditempatkan dan 1.000.000.000 100,00% 100.000.000.000
Disetor Penuh
Sumber: Manajemen OPMS
Pada tahun 2020, Perseroan membeli saham treasuri melalui aksi buyback.
Berdasarkan surat No.008.CS.OPMS.2025 tanggal 20 Maret 2025, sesuai
dengan POJK No.2/POJK.04/2013, Perseroan telah melakukan Keterbukaan
Informasi kepada regulator mengenai penjualan kembali saham buyback
mulai tanggal 9 April 2025 sampai dengan 31 Mei 2025.
Berdasarkan surat No.019.CS.OPMS.2025 tanggal 2 Juni 2025, terkait
dengan penjualan kembali atas saham treasuri melalui buyback,
menyatakan bahwa Perseroan belum berhasil menjual saham treasuri
melalui mekanisme pasar di BEI.
Berdasarkan POJK No.30.POJK.04/2017, Perseroan wajib menjual kembali
saham treasuri dalam 3 (tiga) tahun, sebelum 17 April 2026. Pada tanggal
30 Juni 2025, tidak terdapat penjualan saham treasuri.
b. Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan. Agar:
1) Ditambahkan pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta
opini audit atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025.
Jawaban:
Pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta kesimpulan
limited review atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025
sudah ditambahkan di Keterbukaan Informasi bagian Ikhtisar Data
Keuangan Penting Perseroan.
Berikut hasil yang telah ditambahkan:
Laporan Keuangan OPMS yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
telah direview oleh Morhan Tirtonadi, CPA Registrasi Akuntan Publik
No. AP.0628 dari Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan, dengan
nomor laporan MR/L-008/25 tanggal 26 Agustus 2025 dengan
kesimpulan bahwa berdasarkan reviu, tidak terdapat hal yang menjadi
perhatian, yang menyebabkan bahwa laporan keuangan interim
Page 4
terlampir tidak menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan interim Perseroan tanggal 30 Juni 2025, serta
kinerja keuangan dan arus kas interimnya untuk periode enam bulan
yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di lndonesia.
2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel yang
dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya.
Jawaban:
Penyajian dan pengungkapan periode pada tabel Ikhtisar Data
Keuangan Penting Perseroan sudah disesuaikan dimulai dari tahun
terkini ke tahun periode sebelumnya.
Berikut hasil setelah disesuaikan:
Tinjauan Laba (Rugi)
(Dalam Ribuan Rupiah)
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 2.439.602 23.721.866 40.784.169 9.117.164 22.510.395 41.184.565 34.773.247
Beban Pokok
3.431.256 23.547.289 41.486.701 10.729.121 17.815.359 37.461.493 30.490.801
Pendapatan
Laba Rugi
(3.679.087) (3.832.191) (7.534.510) (7.638.992) (3.086.864) (2.695.533) (1.024.628)
Usaha
Laba Rugi
Sebelum
(3.296.528) (3.431.760) (6.859.495) (6.338.595) (1.178.228) (773.605) 1.219.383
Pajak
Penghasilan
Laba Rugi
Bersih Tahun (3.293.866) (2.649.738) (8.284.284) (4.751.545) (860.860) (353.810) 1.031.801
Berjalan
Jumlah Laba
Rugi (3.208.264) (2.463.157) (8.113.080) (4.483.340) (1.312.825) (412.949) 1.065.589
Komprehensif
Tinjauan Posisi Keuangan
(Dalam Ribuan Rupiah)
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Aset
Aset Lancar 23.092.016 26.450.669 24.481.182 24.320.300 27.933.476 48.297.703 82.790.685
Aset Tidak
53.752.145 59.258.146 55.541.895 64.882.106 66.378.942 45.607.036 16.327.113
Lancar
Jumlah Aset 76.844.161 85.708.816 80.023.077 89.202.406 94.312.419 93.904.739 99.117.797
Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435
Pendek
Liabilitas
Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051
Panjang
Jumlah
749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5.492.486
Liabilitas
Jumlah
76.094.854 84.953.041 79.303.118 87.416.198 91.899.539 93.212.363 93.625.312
Ekuitas
Jumlah
Liabilitas dan 76.844.161 85.708.816 80.023.077 89.202.406 94.312.419 93.904.739 99.117.797
Ekuitas
Page 5
Rasio Keuangan
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Rasio Likuiditas
Current Ratio 8574,20% 21316,53% 12547,08% 2075,73% 1524,27% 17075,68% 1624,48%
Quick Ratio 8452,07% 20974,04% 12340,50% 1910,52% 1455,31% 16573,30% 1551,36%
Cash Ratio 4838,85% 8401,57% 4894,26% 628,46% 892,09% 12630,71% 1217,41%
Rasio Aktivitas
Perputaran Piutang
1 2 - 16 - - -
Usaha Pihak Ketiga
Perputaran
35 7 4 66 26 14 45
Persediaan
Perputaran Utang
- 0 - 28 - - -
Usaha Pihak Ketiga
Perputaran Utang
- - - 2 32 - -
Retensi
Perputaran Beban
yang Masih Harus 7 0 - 3 2 1 1
Dibayar
Rasio Solvabilitas 0,96
Debt to Asset 0,98% 0,90% 2,00% 2,56% 0,74% 5,54%
Debt to Equity 0,98% 0,88% 0,91% 2,04% 2,63% 0,74% 5,87%
Rasio Profitabilitas 0,89%
Gross Margin -40,65% -1,72% -17,68% 20,86% 9,04% 12,32%
Operating Margin -150,81% 0,74% -18,47% -83,79% -13,71% -6,55% -2,95%
Net Profit Margin -135,02% -16,15% -20,31% -52,12% -3,82% -0,86% 2,97%
ROA -4,29% -11,17% -10,35% -5,33% -0,91% -0,38% 1,04%
ROE -4,33% -3,09% -10,45% -5,44% -0,94% -0,38% 1,10%
3) Ditambahkan pengungkapan atas tinjauan laba (rugi) periode 30 Juni
2024.
Jawaban:
Pengungkapan atas tinjauan laba(rugi) periode 30 Juni 2024 sudah
ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan
bagian Tinjauan laba (rugi)
Berikut hasil setelah ditambahkan:
(Dalam Ribuan Rupiah)
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 2.439.602 23.721.866 40.784.169 9.117.164 22.510.395 41.184.565 34.773.247
Beban Pokok
3.431.256 23.547.289 41.486.701 10.729.121 17.815.359 37.461.493 30.490.801
Pendapatan
Laba Rugi
(3.679.087) (3.832.191) (7.534.510) (7.638.992) (3.086.864) (2.695.533) (1.024.628)
Usaha
Laba Rugi
Sebelum
(3.296.528) (3.431.760) (6.859.495) (6.338.595) (1.178.228) (773.605) 1.219.383
Pajak
Penghasilan
Laba Rugi
Bersih Tahun (3.293.866) (2.649.738) (8.284.284) (4.751.545) (860.860) (353.810) 1.031.801
Berjalan
Jumlah Laba
Rugi (3.208.264) (2.463.157) (8.113.080) (4.483.340) (1.312.825) (412.949) 1.065.589
Komprehensif
4) Ditambahkan pengungkapan Laporan Posisi Keuangan periode 30 Juni
2025.
Jawaban:
Pengungkapan laporan posisi keuangan periode 30 Juni 2025 sudah
ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan
bagian Tinjauan Posisi Keuangan
Page 6
Berikut hasil setelah ditambahkan:
(Dalam Ribuan Rupiah)
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Aset
Aset Lancar 23.092.016 26.450.669 24.481.182 24.320.300 27.933.476 48.297.703 82.790.685
Aset Tidak
53.752.145 59.258.146 55.541.895 64.882.106 66.378.942 45.607.036 16.327.113
Lancar
Jumlah Aset 76.844.161 85.708.816 80.023.077 89.202.406 94.312.419 93.904.739 99.117.797
Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435
Pendek
Liabilitas
Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051
Panjang
Jumlah
749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5.492.486
Liabilitas
Jumlah
76.094.854 84.953.041 79.303.118 87.416.198 91.899.539 93.212.363 93.625.312
Ekuitas
Jumlah
Liabilitas dan 76.844.161 85.708.816 80.023.077 89.202.406 94.312.419 93.904.739 99.117.797
Ekuitas
5) Ditambahkan pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni 2024.
Jawaban:
Pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni 2024 sudah
ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan
bagian Rasio Keuangan
Berikut hasil setelah ditambahkan:
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Rasio Likuiditas
Current Ratio 8574,20% 21316,53% 12547,08% 2075,73% 1524,27% 17075,68% 1624,48%
Quick Ratio 8452,07% 20974,04% 12340,50% 1910,52% 1455,31% 16573,30% 1551,36%
Cash Ratio 4838,85% 8401,57% 4894,26% 628,46% 892,09% 12630,71% 1217,41%
Rasio Aktivitas
Perputaran
Piutang Usaha 1 2 - 16 - - -
Pihak Ketiga
Perputaran
35 7 4 66 26 14 45
Persediaan
Perputaran
Utang
- 0 - 28 - - -
Usaha Pihak
Ketiga
Perputaran
- - - 2 32 - -
Utang Retensi
Perputaran
Beban yang
7 0 - 3 2 1 1
Masih Harus
Dibayar
Rasio Solvabilitas 0,96
Debt to Asset 0,98% 0,90% 2,00% 2,56% 0,74% 5,54%
Debt to Equity 0,98% 0,88% 0,91% 2,04% 2,63% 0,74% 5,87%
Rasio Profitabilitas 0,89%
Gross Margin -40,65% -1,72% -17,68% 20,86% 9,04% 12,32%
Operating
-150,81% 0,74% -18,47% -83,79% -13,71% -6,55% -2,95%
Margin
Net Profit
-135,02% -16,15% -20,31% -52,12% -3,82% -0,86% 2,97%
Margin
ROA -4,29% -11,17% -10,35% -5,33% -0,91% -0,38% 1,04%
ROE -4,33% -3,09% -10,45% -5,44% -0,94% -0,38% 1,10%
Page 7
6) Diungkapkan secara jelas nilai tambah yang diterima oleh pemegang
saham Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru.
Jawaban:
Nilai tambah yang diperoleh pemegang saham atas penambahan kegiatan
usaha baru terletak pada terbukanya sumber pendapatan baru bagi
Perseroan. Melalui perluasan kegiatan usaha, OPMS memiliki landasan
legal untuk menjalankan lini bisnis tambahan yang berpotensi
meningkatkan omzet dan laba Perseroan di masa mendatang. Selain itu,
langkah diversifikasi ini juga berfungsi sebagai upaya mitigasi risiko,
dengan mengurangi ketergantungan terhadap kegiatan usaha eksisting
yang tengah mengalami penurunan. Dengan demikian, OPMS dapat
menjaga stabilitas kinerja keuangan sekaligus mempertahankan daya
tarik nilai perusahaan bagi investor jangka Panjang.
4. Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha.
a. Maksud dan Tujuan. Agar disesuaikan dan ditambahkan pengungkapan
bahwa maksud penugasan adalah untuk memberikan pendapat kelayakan
atas penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi, Tbk
dalam kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar
konteks atau tujuan penugasan tersebut, dikaitkan dengan KJPP tidak
hanya melakukan kajian namun memberikan pendapat kelayakan.
Jawaban:
Maksud dan Tujuan telah disesuaikan dalam Keterbukaan Informasi bagian
Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha poin b. Maksud dan Tujuan.
Berikut hasil setelah disesuaikan:
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas
penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk dalam
kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks
atau tujuan penugasan tersebut. Dalam penugasan ini, KJPP tidak hanya
melakukan kajian namun memberikan pendapat kelayakan atas
penambahan kegiatan usaha.
Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia
(“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.
b. Asumsi dan Kondisi Pembatas. Agar penyajian dan pengungkapan atas
asumsi dan kondisi pembatas disesuaikan sebagaimana diatur dalam Pasal
35 POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Page 8
Bisnis di Pasar Modal.
Jawaban:
Asumsi dan Kondisi pembatas sudah disajikan dan diungkapkan sesuai
dengan Pasal 35 POJK No. 35/2020 tentang penilaian dan penyajian
Laporan Penilaian Bisnis dipasar modal, yaitu sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion.
Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses Studi Kelayakan.
Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh OPMS dan atau data yang
diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya
serta penelitian yang kami anggap relevan.
GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh OPMS dan
telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan
dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
GEAR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
operasional OPMS.
GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan
yang dihasilkan.
GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi
kelayakan dari pemberi tugas.
c. Ruang lingkup penugasan. Agar ditambahkan penjelasan terkait ruang
lingkup penugasan.
Jawaban:
Ruang lingkup penugasan sudah ditambahkan pada bagian ringkasan
Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
yaitu merujuk pada identifikasi status penilai, identifikasi status pemberi
tugas dan pengguna laporan, maksud dan tujuan studi kelayakan, objek
studi kelayakan, tanggal studi kelayakan, asumsi dan kondisi pembatasan,
serta pendekatan dan metode analisis yang digunakan.
d. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan. Agar:
1) Penyajian dan pengungkapan disesuaikan menjadi “Dalam menyusun
Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17
/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI)
dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan
peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data primer dan
Page 9
sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar, analisis
kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan memberikan
Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.
Jawaban:
Pengungkapan sudah disesuaikan menjadi:
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25
Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No.17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai
Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data
primer dan sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar,
analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis
kelayakan model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan
memberikan Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan
usaha.
2) Diklarifikasi metode yang digunakan dalam pengumpulan data dari
hasil diskusi, pihak Perseroan dalam diskusi, serta aspek-aspek yang
dianggap berpengaruh dalam kelayakan dimaksud.
Jawaban:
Pengumpulan data dari hasil diskusi, pihak Perseroan dalam diskusi,
serta aspek-aspek yang dianggap berpengaruh dalam kelayakan dengan
pihak Perseroan yaitu meliputi diskusi melalui virtual meeting
mengenai aspek pemasaran, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen dan aspek keuangan terkait dengan penambahan
kegiatan usaha.
3) Proses analisis. Agar redaksi analisis yang digunakan disesuaikan
sebagaimana SEOJK 17/2020 yaitu analisis kelayakan pasar, analisis
kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
model manajemen, analisis kelayakan keuangan. Selanjutnya agar
disesuaikan dalam seluruh dokumen terkait penambahan kegiatan
usaha.
Jawaban:
Redaksi analisis yang digunakan sudah disesuaikan menjadi:
Proses Analisis Kelayakan
Analisis kelayakan pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar,
persaingan usaha, strategi pemasaran atas rencana penambahan
kegiatan usaha.
Page 10
Analisis kelayakan teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis
Perseroan dari rencana penambahan kegiatan usaha, spesifikasi
teknis, teknis pelaksanaan, ketersediaan dan kualitas sumber daya
manusia, timeline, dan rencana keberlanjutan.
Analisis kelayakan pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha
Perseroan saat ini, analisis atas penambahan kegiatan usaha, analisis
kemampuan untuk menciptakan nilai, analisis keunggulan kompetitif,
kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri, analisis
risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT.
Analisis kelayakan model manajemen yang mengkaji struktur
organisasi dan kebutuhan karyawan atas rencana penambahan
kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan
manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen
kekayaan intelektual, manajemen risiko, sumber daya manusia, dan
komposisi karyawan.
Analisis kelayakan keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter
kelayakan ekonomi, rencana biaya investasi, sumber pembiayaan,
asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan, analisis
biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, analisis titik
impas, analisis profitablitias, analisis tingkat imbal balik investasi,
analisis inkremental, dan analisis kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha.
4) Analisis Aspek Pasar. Agar:
a) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Pasar”.
Jawaban:
Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Pasar
b) Dijelaskan dan diklarifikasi terkait strategi pemasaran yang akan
dilakukan Perseroan terkait dengan rencana penambahan kegiatan
usaha dimaksud, dikaitkan dengan pesaing usaha yang sudah ada
pada kegiatan usaha dimaksud serta kegiatan usaha utama
Perseroan yang bergerak dalam perdagangan besar potongan
logam.
Jawaban:
Terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha pada sektor
perdagangan besar makanan dan minuman, Perseroan telah
menyiapkan strategi pemasaran yang disusun dengan
mempertimbangkan karakteristik pasar serta tingkat persaingan
pada sektor tersebut. Strategi ini berbeda dengan kegiatan usaha
utama Perseroan saat ini yang bergerak di bidang perdagangan
besar potongan logam, namun tetap memanfaatkan pengalaman
Perseroan dalam aspek distribusi, pengelolaan rantai pasok, dan
hubungan bisnis dengan mitra lokal.
Page 11
Strategi pemasaran yang telah disiapkan Perseroan yaitu
melakukan pengamatan menyeluruh terhadap pasar untuk
mengidentifikasi kategori produk dengan tingkat permintaan
tertinggi dan pola konsumsi yang berkembang. Perseroan telah
melakukan beli putus melalui PO dengan PT Emina Cheese
Indonesia dan PT Federal Food Internusa. Pihak yang berpotensi
yaitu Emina, Sakti, Fina, Wilmar, dan MC Lewis. Belum ada kerja
sama dengan pihak manapun. Kerja sama akan dilakukan setelah
kegiatan penambahan usaha ini disetujui. Berdasarkan hasil
pengamatan tersebut, Perseroan kemudian menjajaki kerja sama
dengan principal atau pemilik merek produk FMCG yang relevan,
sehingga dapat memperoleh akses distribusi yang kompetitif.
Setelah memperoleh kemitraan dengan principal, Perseroan akan
menerapkan strategi pemasaran berbasis wilayah (area-based
marketing) guna memastikan penetrasi pasar yang lebih terarah
dan efisien. Seluruh strategi tersebut tetap selaras dengan
pengalaman dan kapabilitas Perseroan dalam kegiatan usaha
utamanya pada perdagangan besar potongan logam, khususnya
dalam aspek pengelolaan rantai pasok, jaringan distribusi, serta
hubungan bisnis dengan mitra lokal. Keunggulan operasional yang
telah terbentuk dari bisnis utama tersebut menjadi fondasi penting
untuk mendukung efektivitas strategi pemasaran pada lini usaha
FMCG, sehingga Perseroan memiliki kesiapan yang memadai untuk
memasuki dan bersaing di sektor tersebut.
c) Dijelaskan dan diklarifikasi dasar pernyataan bahwa rencana
penambahan kegiatan usaha dari aspek kelayakan pasar dinilai
layak, dikaitkan dengan latar belakang industri dan kegiatan usaha
utama Perseroan saat ini.
Jawaban:
Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor
dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB)
nonmigas. Dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan dan
penguatan sektor hilir pertanian juga menjadi faktor penguat
terhadap prospek sektor ini. Dengan demikian, sektor perdagangan
besar makanan dan minuman memiliki potensi pasar yang besar,
baik di tingkat nasional maupun regional, khususnya di wilayah
Madura yang masih dalam tahap pengembangan.
Sementara itu, kegiatan usaha utama Perseroan di bidang
perdagangan besar potongan logam saat ini menghadapi tantangan
akibat menurunnya permintaan domestik dan pergeseran
kebijakan pembangunan nasional dari infrastruktur ke ketahanan
pangan. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya strategi
diversifikasi untuk menjaga keberlanjutan dan stabilitas kinerja
usaha Perseroan.
Perseroan telah menyiapkan strategi pemasaran yaitu melakukan
pengamatan menyeluruh terhadap pasar untuk mengidentifikasi
kategori produk dengan tingkat permintaan tertinggi dan pola
Page 12
konsumsi yang berkembang. Perseroan telah melakukan beli putus melalui PO dengan PT Emina Cheese Indonesia dan PT Federal Food Internusa. Pihak yang berpotensi yaitu Emina, Sakti, Fina, Wilmar, dan MC Lewis. Belum ada kerja sama dengan pihak manapun. Kerja sama akan dilakukan setelah kegiatan penambahan usaha ini disetujui. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Perseroan kemudian menjajaki kerja sama dengan principal atau pemilik merek produk FMCG yang relevan, sehingga dapat memperoleh akses distribusi yang kompetitif. Setelah memperoleh kemitraan dengan principal, Perseroan akan menerapkan strategi pemasaran berbasis wilayah (area-based marketing) guna memastikan penetrasi pasar yang lebih terarah dan efisien. Seluruh strategi tersebut tetap selaras dengan pengalaman dan kapabilitas Perseroan dalam kegiatan usaha utamanya pada perdagangan besar potongan logam, khususnya dalam aspek pengelolaan rantai pasok, jaringan distribusi, serta hubungan bisnis dengan mitra lokal. Keunggulan operasional yang telah terbentuk dari bisnis utama tersebut menjadi fondasi penting untuk mendukung efektivitas strategi pemasaran pada lini usaha FMCG, sehingga Perseroan memiliki kesiapan yang memadai untuk memasuki dan bersaing di sektor tersebut. Berdasarkan analisis tersebut, rencana penambahan kegiatan usaha dinilai layak dari aspek pasar, karena memiliki potensi permintaan yang kuat dan terus meningkat di sektor makanan dan minuman, selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong sektor pangan dan distribusinya dan memanfaatkan kemampuan Perseroan dalam logistik, distribusi, dan jaringan bisnis yang telah terbentuk dari kegiatan usaha sebelumnya. d) Sehubungan dengan pengungkapan bahwa “strategi pemasaran berbasis digital dan kemitraan dengan UMKM lokal memberikan keunggulan kompetitif tersendiri”, agar dijelaskan lebih lanjut kesiapan yang telah dilakukan Perseroan terkait strategi pemasaran berbasis digital dan pemetaan UMKM lokal. Jawaban: Terkait Pertanyaan “Dari pemetaan dimaksud, agar ditambahkan dan dijelaskan berapa % pangsa pasar yang dapat dimiliki Perseroan, dikaitkan dengan pesaing usaha yang sudah exist dengan jenis usaha yang sam” Jawaban atas pertanyaan diatas: Berdasarkan hasil pemetaan awal serta penjajakan kerja sama dengan UMKM lokal di wilayah Madura, Perseroan belum dapat menetapkan persentase pangsa pasar secara pasti. Namun demikian, Perseroan menilai bahwa pada tahap awal operasional, pangsa pasar yang dapat dicapai diperkirakan berada pada tingkat di bawah 5% dari total pasar distribusi FMCG melalui UMKM lokal di Madura. Estimasi konservatif ini mempertimbangkan sejumlah
Page 13
kondisi di lapangan, baik terkait struktur pasar maupun tingkat
persaingan dengan distributor yang telah lama beroperasi di
wilayah Madura.
Perseroan telah menyiapkan strategi pemasaran berbasis digital
secara terstruktur melalui penggunaan media sosial dan
marketplace, penerapan sistem informasi internal terintegrasi
untuk pengelolaan penjualan, persediaan, dan distribusi. Langkah
ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas
jangkauan pasar secara digital. Persiapan yang dilakukan Perseroan
atas rencana strategi pemasaran digital masih tahap seleksi vendor
dan belum final, penentuan vendor akan dilakukan setelah
penambahan kegiatan usaha ini disetujui. Kemudian untuk
digitalisasi akan dilaksanakan untuk kepentingan internal
Perseroan terlebih dahulu. Jika penambahan KBLI ini disetujui
Perseroan akan secara bertahap menjalankan digitalisasi
pemasaran.
Selain itu, Perseroan telah melakukan pemetaan dan penjajakan
kerja sama dengan UMKM lokal di wilayah Madura untuk
mengembangkan kemitraan distribusi dan penyediaan pasokan.
Pada tahap awal Perseroan akan fokus di wilayah Madura sebagai
basis ekspansi mengingat telah dilakukannya penjajakan kemitraan
dengan UMKM setempat dan adanya hasil uji coba perdagangan
barang FMCG. Namun demikian, Perseroan tidak membatasi
operasional hanya di wilayah tersebut. Seiring dengan
meningkatnya kapasitas distribusi, kesiapan infrastruktur logistik,
dan terbangunnya hubungan dengan principal FMCG, Perseroan
memiliki peluang untuk memperluas operasional ke area lain yang
secara komersial potensial. Melalui program kemitraan ini, OPMS
berperan sebagai mitra distribusi dan pusat etalase produk UMKM,
sehingga tercipta sinergi bisnis yang mendukung pertumbuhan
ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Perseroan di pasar
regional.
e) Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan pasar tersebut,
maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
aspek kelayakan pasar adalah layak”.
Jawaban:
Pada pengungkapan pernyataan kelayakan pasar sudah
disesuaikan.
5) Analisis Aspek Teknis. Agar:
a) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Teknis”.
Jawaban:
Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Teknis.
Page 14
b) Dijelaskan dan diklarifikasi atas kapasitas kesiapan Perseroan dalam melaksanakan dan menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri dan kegiatan usaha utama Perseroan saat ini. Jawaban: Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang berlokasi di Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi strategis untuk mendukung kegiatan distribusi di wilayah tersebut. Total luas gudang mencapai ±1.000 m², dengan area yang secara khusus digunakan untuk penyimpanan produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di bidang distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan penyesuaian infrastruktur gudang agar memenuhi standar penyimpanan yang sesuai dengan karakteristik produk makanan dan minuman. Terkait dengan penyimpanan atas bahan pangan yang berisiko mudah rusak atau busuk, Perseroan mengunakan sistem FIFO. Perseroan juga memantau melalui expired date dengan cara mencatat tiap barang yg masuk dicatat tanggal expired date, melakukan stock opname untuk expired date dan kondisi barang secara berkala. Barang yang dijual Perseroan memiliki expired date kurang lebih 1 tahun sedangkan turnover barang FMCG perseroan < 2 bulan sehingga kemungkinan busuk sangat kecil. Fasilitas penyimpanan telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang tertata rapi, serta dilakukan perawatan dan pembersihan secara berkala guna menjaga kebersihan dan higienitas area penyimpanan. Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang berjaga 24 jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di seluruh area strategis gudang. Selain itu, Perseroan juga mengunakan Metode Penyimpan barang FIFO, penggunaan metode FIFO dalam bisnis FMCG membantu menjaga kualitas produk, mempercepat perputaran persediaan, meminimalkan risiko kedaluwarsa serta meningkatkan akurasi stok dan efisiensi biaya. Perseroan telah melakukan pengelompokan area penyimpanan berdasarkan jenis produk untuk memastikan pemisahan yang jelas antara produk pangan dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk penyimpanan produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C diperuntukkan bagi barang-barang logam. Masing-masing gudang tersebut berlokasi di Jl. Raya Suramadu No.1, Nyantren, Masaran, Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69165. Kapasitas gudang untuk produk FMCG yaitu gudang FMCG memiliki luasan 1.150 M2 dengan Tinggi +/- 5M. Dengan Volume tersedia 5.750 M3 dan kapasitas gudang yg bisa dipakai 60% yaitu 3.450 M3 dan sisanya yaitu 40 % untuk space bongkar muat dan space FIFO
Page 15
Perseroan juga telah memiliki armada logistik yang memadai untuk
mendukung kegiatan operasional distribusi, terdiri atas 1 (satu)
unit truk dengan kapasitas angkut 7 ton, 1 (satu) unit box/pick-up
dengan kapasitas 1,5 ton, serta 1 (satu) unit crane dengan kapasitas
5 ton yang digunakan untuk membantu bongkar muat barang.
Status kepemilikan dari armada logistik tersebut dimiliki oleh
Perseroan.
Armada logistik untuk produk FMCG berbeda dengan armada yang
digunakan untuk pengangkutan barang-barang logam. Armada
untuk barang logam tidak menggunakan truk dan box tersebut
karena kapasitasnya yang relatif kecil. Untuk pengiriman logam
besi, Perseroan melakukan subkontrak kepada pihak ketiga.
c) Diklarifikasi apakah telah terdapat perjanjian kerjasama dengan
pemasok utama.
Jawaban:
Perseroan baru melakukan kerjasama dalam bentuk beli putus
untuk tes market melalui PO dengan PT Emina Cheese Indonesia
dan PT Federal Food Internusa. Kemudian untuk Indofood dan
Primsfood melalui distributor di Surabaya yaitu PT. Intikita Mega
Momentum. Dikarenakan Perseroan menunggu persetujuan atas
penambahan KBLI dari OJK, Memorandum of Understanding
dengan PT Emina Cheese Indonesia, PT Federal Food Internusa,
Indofood dan Primsfood belum ada dan Perseroan bisa
melaksanakan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan tersebut
setelah penambahan kegiatan usaha ini disetujui oleh OJK. Setelah
mendapat persetujuan dari OJK, Perseroan akan kerjasama dengan
principal bukan dalam bentuk beli putus.
d) Diklarifikasi dan dijelaskan ada/tidaknya SOP yang telah dimiliki
Perseroan dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha.
Jawaban:
Klarifikasi atas nama SOP yang berubah dari tanggapan sebelumnya
yaitu “Penerimaan barang dan piutang FMCG” terdapat kesalahan
penulisan yang seharusnya SOP penerimaan uang dan piutang
FMCG.
Manajemen Perseroan telah menyusun SOP untuk rencana
penambahan kegiatan usaha FCMG yaitu sebagai berikut:
1. SOP Penerimaan Uang dan Piutang FCMG
SOP Penerimaan Uang:
a. Helper melaporkan pengiriman dan penerimaan uang tunai
dari customer di group
Page 16
b. Terima uang tunai dari helper atas pengiriman barang yang
diterima customer
c. Menghitung jumlah uang tunai yang diterima secara akurat
dan periksa keaslian uang
d. Mencocokkan jumlah uang dengan invoice
e. Menulis sesuai jumlah uang yang diterima di list pengiriman
(rounding), disamping nominal invoice masing-masing
customer
f. Mengecheck apakah ada retur dengan potong tagihan,
apabila ada maka Admin Retur wajib mengecheck
kesesuaian barang yang diretur dengan nominal yang
dipotongkan tagihan dan membuat retur barang di system
g. Merapikan dan mengklasifikasikan uang yang diterima dari
pecahan terbesar ke terkecil
h. Menulis dan menghitung jumlah pecahan tersebut di list
pengiriman, menyesuaikan dengan total uang yang diterima
i. Memisahkan rangkap invoice (warna merah muda untuk
admin gudang, warna kuning untuk admin keuangan dan
warna hijau untuk admin PO)
j. Menginput di system untuk invoice yang diterima pada hari
yang sama, paling lambat keesokan harinya
k. Memastikan invoice yang diterima di hari yang sama, sudah
masuk semua di system
l. Membuat faktur pajak sesuai dengan invoice yang diterima
m. Download faktur pajak untuk dicetak (untuk invoice yang
TOP/ term of payment 3 -21 hari dan apabila ada customer
yang minta)
n. Membuat folder dan menamai faktur pajak (nomor invoice
dan nama customer) sesuai dengan invoice
o. Menyetorkan uang tunai yang diterima ke rekening bank
perusahaan pada hari yang sama, paling lambat keesokan
harinya
p. Mengecheck dan memastikan uang yang disetorkan sudah
masuk ke rekening bank perusahaan
SOP Piutang:
Pencatatan Piutang Awal:
1 Merekap semua transaksi piutang baru, termasuk tanggal
invoice, nama customer, jumlah yang harus dibayar,
tanggal jatuh tempo dan keterangan
2 Memastikan data yang dicatat akurat dan sesuai dengan
dokumen pendukung seperti faktur atau nota penjualan.
Penagihan Piutang:
1. Mengirimkan invoice dan faktur pajak kepada customer
sebelum tanggal jatuh tempo / menitipkan kepada sales
saat berkunjung ke customer tersebut untuk dibantu
tagihkan (dengan membuatkan tanda terima penerimaan
invoice dan faktur pajak customer)
2. Memantau tanggal jatuh tempo di rekapan piutang setiap
hari
3. Memantau pembayaran pada tanggal jatuh tempo
Page 17
4. Mengirimkan pengingat atau pesan kepada pelanggan
jika pembayaran belum diterima atau mengingatkan sales
untuk menagih ke customer
Penerimaan Pembayaran:
1. Melakukan update data pembayaran ke system atau tabel
monitoring/rekapan piutang setelah dana diterima
Penanganan Piutang Menunggak:
1 Membahas piutang yang sudah melebihi term of payment
3 – 21 hari dalam rapat evaluasi.
2 Mempertimbangkan langkah lanjutan seperti pemutusan
sementara atau penghentian pelayanan untuk piutang
yang sudah lama menunggak
2. SOP Pengiriman Barang
a. Penerimaan Order dan Verifikasi Data:
Terima Pesanan dari Pelanggan
Verifikasi kelengkapan dan akurasi data pesanan
(nama,alamat, detail barang)
b. Persiapan dan Pengepakan Barang:
Cek stok barang yang dipesan di gudang
Ambil barang sesuai dengan pesanan
Kemas barang dengan aman menggunakan kemasan yang
sesuai untuk melindunginya selama perjalanan
Pastikan kondisi barang baik sebelum dikirim.
c. Pembuatan Dokumen Pengiriman :
Siapkan dokumen yang diperlukan, seperti surat jalan
atau dokumen pengiriman lainnya
Pastikan dokumen mencakup detail lengkap seperti
daftar barang, jumlah, berat, serta alamat pengiriman dan
penerima
Cetak label pengiriman dengan informasi yang jelas
d. Proses Pengiriman:
Driver wajib mengecek kondisi kendaraan
Menandatangani dokumen penerimaan barang
Driver mengantar barang ke alamat sesuai dokumen
Selama perjalanan driver wajib menjaga keamanan
barang
Jika terjadi kendala (macet, kerusakan, kecelakaan,
alamat tidak ditemukan), driver wajib menghubungi
admin untuk istruksi lebih lanjut
e. Pencatatan dan Pelaporan :
Catat setiap langkah pengiriman secara detail
Buat laporan internal setelah pengiriman selesai.
3. SOP Admin Fakturis
a. Penerimaan dan Pencatatan Pesanan
Cetak PO yg masuk dari sales (Via WA)
Memastikan data pesanan sesuai dengan permintaan,
detail barang, quantity dan harga
Page 18
Kroscek Kelengkapan dokumen/data untuk customer
baru/Mengisi New Outlet Order
b. Membuat Dokumen Penjualan
Membuat SO
Meminta Admin gudang mengisi stock barang yg kosong
Cek barang ke gudang
Tarik Invoice
Meminta approv ke direktur
Membuat surat jalan dan cetak invoice
Cetak outbound dan cetak rincian surat jalan pengiriman
barang
Ke gudang untuk cek barang yg akan di muat sesuai
dengan invoice
Membuat laporan pengiriman di group terkait (sales dan
delivery)
c. Verifikasi Data dan Dokumen
Memeriksa kelengkapan data customer baru
Memastikan Sales Mengisi form New Outlet Order
Cetak kelengkapan customer baru dan di arsipkan
d. Berkoordinasi dengan pihak terkait
Berkolaborasi dengan bagian keuangan,sales dan
gudang untuk kelancaran proses administrasi penjualan
e. Pengarsipan Dokumen
Mengarsipkan copy invoice,membendel dan menyimpan
dokumen dengan rapi
4. SOP Pembelian Barang
a. Menyusun laporan Days of Inventory (DOI) untuk melihat
efisiensi stok barang dan mengidentifikasi kebutuhan stok
barang
Pada laporan DOI perlu diperhatikan stok yang angka DOI
nya dibawah 45 (untuk produk fast moving) dan 30 (untuk
produk yang tidak fast moving).
b. Pengajuan Permintaan Pembelian
Setelah menganalisa laporan DOI kemudian melakukan
koordinasi dengan bagian gudang untuk memastikan stok
barang di gudang, dan koordinasi dengan bagian sales untuk
memastikan permintaan barang yang belum terkirim (SO
Outstanding).
Setelah melakukan koordinasi dengan bagian gudang dan
sales, kemudian menyusun permintaan pembelian barang
sesuai kebutuhan yang memuat spesifikasi nama barang,
jumlah serta harga untuk kemudian diajukan kepada
Direktur.
Page 19
c. Menerbitkan Purchase Order ke Principle
Setelah permintaan pembelian disetujui oleh Direktur,
kemudian membuat Purchase Order (PO) dan mengirimkan
kepada Principle/IMM.
d. Penerimaan Barang
Tim gudang melakukan pengecekan barang yang diterima
apakah sudah sesuai dengan PO.
e. Proses Penginputan di Sistem
Setelah bagian gudang mengecek kesesuain barang yang
datang, kemudian bagian gudang menyerahkan dokumen
pendukung berupa surat jalan, kwitansi dan invoice ke
bagian accounting.
Bagian accounting mrnginput purchase invoice ke sistem
sesuai dengan invoice yang sudah diterbitkan principle.
Setelah bagian accounting menginput purchase invoice,
kemudian bagian gudang menginput penerimaan barang di
sistem.
f. Proses Pembayaran
Setelah melakukan penginputan di sistem, dokumen berupa
surat jalan, kwitansi, invoice dan faktur pajak diserahkan ke
bagian keuangan untuk proses pembayaran sesuai dengan
ketentuan yang sudah disepakati.
5. SOP Gudang FCMG
a. Penerimaan Barang
Pengecekan kesesuain barang dengan surat jalan (jumlah
barang benar dan kondisi barang baik/ tidak rusak).
Pengecekan dan mencatat expired date barang datang.
Penginputan data di system (stok barang), setelah ada
Purchase Invoice dari Acounting.
Penginputan konversi sesuai kebutuhan.
b. Penyimpanan Barang
Menentukan lokasi penyimpanan yang tepat dan menjaga
kebersihan area.
Memastikan Fifo berjalan.
c. Melakukan stok fisik barang satu minggu sekali
d. Retur Barang
Melakukan pengecekan jumlah barang, kondisi barang
dan expired date
Penginputan data retur ke system.
e) Sehubungan dengan pernyataan bahwa Perseroan akan
mengoptimalkan sumber daya internal dengan memanfaatkan
tenaga kerja berpengalaman, sekaligus melakukan rekrutmen
tambahan untuk bidang administrasi, gudang, logistik, sopir dan
penjualan, agar diklarifikasi dan dijelaskan lebih lanjut atas
Page 20
kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan terkait penambahan
kegiatan usaha dimaksud, kualitas sumber daya internal,
ada/tidaknya ahli profesional yang dibutuhkan serta kriteria dari
ahli professional dimaksud.
Jawaban:
Perseroan merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna
mendukung operasional pada kegiatan usaha FCMG. Proses
rekrutmen tersebut sudah berjalan dan jika RUPSLB ini berhasil
dan di setujui pemegang saham maka kandidat-kandidat tersebut
akan segera direkrut. Berikut empat orang tenaga kerja baru untuk
mendukung operasional FMCG:
1. Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5
tahun;
2. Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2
tahun;
3. Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2
tahun; dan
4. Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik
serta telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk
kendaraan jenis truk dan pick-up.
f) Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan teknis tersebut,
maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
aspek kelayakan teknis adalah layak”.
Jawaban:
Pada pengungkapan pernyataan kelayakan teknis sudah
disesuaikan.
6) Analisis Aspek Pola Bisnis. Agar:
a) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Pola
Bisnis”.
Jawaban:
Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Pola Bisnis.
b) Sehubungan dengan pernyataan bahwa risiko keuangan dapat
timbul jika investasi awal dan biaya operasional tidak seimbang
dengan pendapatan, agar dijelaskan dan diklarifikasi rincian
investasi awal yang dibutuhkan terkait rencana penambahan
kegiatan usaha dimaksud serta kecukupan sumber dana.
Jawaban:
Pernyataan bahwa risiko keuangan dapat timbul jika investasi awal
dan biaya operasional tidak seimbang dengan pendapatan. Maksud
dari kalimat tersebut adalah menjelaskan bahwa risiko keuangan
dapat muncul apabila pendapatan yang dihasilkan tidak mampu
menutupi investasi awal dan biaya operasional, sehingga dapat
Page 21
menimbulkan tekanan arus kas dan kebutuhan pendanaan
tambahan.
Terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha di sektor
perdagangan besar makanan dan minuman, total investasi awal yang
dibutuhkan Perseroan sebesar Rp3.000.000.000. Adapun rincian
investasi tersebut meliputi:
Investasi Peralatan Pabrik sebesar Rp100.000.000,
Investasi Peralatan Kantor sebesar Rp50.000.000,
Jasa Profesional (KJPP dan Notaris) sebesar Rp150.000.000, dan
Persediaan awal sebesar Rp2.700.000.000.
Peralatan pabrik yang dimaksud yaitu terkait kebutuhan
1. Peralatan Penimbangan & Pengukuran
2. Peralatan Penyimpanan & Display
3. Peralatan Kebersihan & Keamanan Pangan
4. Peralatan Administrasi & Penjualan
5. Peralatan Pendingin
6. Peralatan Bantu Angkat & Handling Barang
Rincian persediaan awal Perseroan berkaitan dengan produk keju,
coklat, tepung, beras, dan produk-produk yang akan menjadi mitra
Perseroan
Seluruh kebutuhan investasi awal tersebut akan dibiayai
menggunakan dana internal Perseroan yang berasal kas yang
tersedia. Dengan struktur pendanaan tersebut, Perseroan menilai
sumber dana yang dimiliki cukup memadai untuk mendukung
pelaksanaan rencana penambahan kegiatan usaha tanpa
menimbulkan risiko keuangan yang material terhadap likuiditas dan
operasional Perseroan.
c) Ditambahkan serta dijelaskan dan diklarifikasi atas keunggulan
kompetitif yang dimiliki Perseroan dikaitkan dengan keunikan pola
bisnisnya, serta kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai.
Jawaban:
Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan dikaitkan dengan
keunikan pola bisnisnya, serta kemampuan Perseroan dalam
menciptakan nilai sudah disesuaikan pada Keterbukaan Informasi
Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha poin i. Analisis Kelayakan Pola Bisnis
Berikut untuk jawabannya:
Keunggulan kompetitif Perseroan terletak pada kemampuan
adaptasi dan diversifikasi bisnis dari sektor logam ke sektor
distribusi makanan dan minuman dengan memanfaatkan
infrastruktur logistik, jaringan distribusi, serta pengalaman
manajemen rantai pasok yang telah terbangun. Pola bisnis Perseroan
Page 22
bersifat integratif dan adaptif, yaitu mengoptimalkan aset dan sistem distribusi eksisting untuk sektor pangan tanpa memerlukan investasi infrastruktur baru secara signifikan. Pendekatan ini memberikan efisiensi biaya sekaligus mempercepat penetrasi pasar, khususnya di wilayah Madura dan Jawa Timur. d) Dijelaskan lebih lanjut atas penerapan sistem manajemen risiko yang komprehensif dan pengelolaan operasional berbasis teknologi informasi yang akan dilakukan Perseroan, dikaitkan dengan kegiatan usaha baru yang mengandung risiko kepatuhan regulasi keamanan pangan yang ketat, risiko persaingan dengan pemain besar yang sudah mapan hingga risiko perubahan perilaku konsumen. Jawaban: Dalam melaksanakan kegiatan usaha baru yang berfokus pada distribusi produk pangan, Perseroan akan menerapkan sistem manajemen risiko yang komprehensif serta pengelolaan operasional berbasis teknologi informasi guna memastikan efisiensi, kepatuhan, dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri yang kompetitif. Sistem ini dirancang secara terintegrasi untuk mengidentifikasi, menilai, memantau, dan mengendalikan berbagai potensi risiko utama, antara lain risiko kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan, risiko persaingan dengan pelaku distribusi besar yang telah mapan, serta risiko perubahan perilaku dan preferensi konsumen. Dari aspek kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan pangan, Perseroan akan membentuk unit kepatuhan khusus yang bertanggung jawab dalam memastikan seluruh kegiatan distribusi berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Unit ini akan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan kebijakan pemerintah serta memastikan bahwa seluruh produk yang didistribusikan telah memenuhi standar sertifikasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, Perseroan akan mengimplementasikan sistem pemantauan kepatuhan berbasis teknologi informasi yang mengintegrasikan data operasional dan audit internal, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara efektif, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Perseroan telah memiliki PIC dan Admin yang menjalankan fungsi kepatuhan operasional, termasuk memastikan seluruh proses distribusi memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku. Dalam pelaksanaan fungsi tersebut, Perseroan bekerja sama dengan Legal Konsultan untuk pemantauan regulasi dan review kepatuhan, serta bermitra dengan Principal yang telah memiliki seluruh izin dan sertifikasi yang dipersyaratkan oleh BPOM dan otoritas terkait. Dalam menghadapi risiko persaingan pasar dengan pelaku distribusi besar dan mapan, Perseroan akan menerapkan strategi diferensiasi
Page 23
berbasis layanan melalui peningkatan kecepatan pengiriman,
keandalan sistem distribusi, serta jaminan mutu produk yang
konsisten. Pemanfaatan teknologi analisis pasar akan digunakan
untuk menganalisis tren permintaan, pola pembelian, serta preferensi
pelanggan, sehingga strategi pemasaran dan distribusi dapat disusun
secara adaptif dan berbasis data. Selain itu, dalam jangka pendek,
Perseroan akan fokus memperkuat kemitraan dengan produsen lokal.
Jika omzet Perseroan seiring berjalannya waktu mengalami
peningkatan yang baik maka Perseroan memiliki peluang untuk
memperluas jaringan pasokan ke internasional.
Terkait risiko perubahan perilaku konsumen, Perseroan akan
mengoptimalkan penggunaan data dan analisis perilaku digital untuk
memahami tren konsumsi dan pergeseran pola pembelian
masyarakat. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar dalam
pengembangan strategi distribusi yang lebih responsif, termasuk
melalui perluasan kanal distribusi digital seperti e-commerce dan
platform daring lainnya. Dengan demikian, Perseroan dapat
mempertahankan relevansi dan kedekatan dengan konsumen, serta
menjaga kinerja penjualan secara berkelanjutan.
e) Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan pola bisnis tersebut,
maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
aspek kelayakan pola bisnis adalah layak”.
Jawaban:
Pada pengungkapan pernyataan kelayakan pola bisnis sudah
disesuaikan.
7) Analisis Aspek Model Manajemen. Agar:
a) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Model
Manajemen”.
Jawaban:
Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Model Manajemen
b) Diklarifikasi ada/tidaknya dampak atas perubahan struktur
organisasi eksisting saat ini di Perseroan serta dijelaskan sertifikasi
khusus untuk tenaga ahli dalam menjalankan rencana penambahan
kegiatan usaha baru.
Jawaban:
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat
perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan
dengan adanya rencana penambahan kegiatan usaha. Struktur
organisasi tetap berjalan sama dengan sebelum adanya
penambahan kegiatan usaha. Hanya saja, posisi direktur keuangan
dan operasional setelah adanya penambahan kegiatan usaha akan
membawahi dua divisi yaitu logam dan FMCG
Page 24
c) Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas kebutuhan dan
ketersediaan tenaga kerja sehubungan dengan rencana
penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan
pernyataan Perseroan bahwa saat ini Perseroan memiliki 4 orang
karyawan tetap dengan latar belakang pendidikan SMA/SMK dan
sarjana, serta merencanakan rekrutmen tambahan di bidang
administrasi, gudang, logistik, sopir, dan penjualan.
Jawaban:
Perseroan saat ini memiliki 4 karyawan tetap yang seluruhnya
merupakan karyawan lama. 4 karyawan ini meruapakan tenaga
administrasi di Perseroan. Selain 4 karyawan tersebut Perseroan
juga menggunakan tenaga pemotongan dan pengiriman dari sub-
kontrak dengan pihak ketiga. Dengan keempat karyawan lama,
manajemen Perseroan meyakini bahwa karyawan tersebut cukup
untuk melaksanakan kegiatan operasional harian di Perseroan.
Dalam penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan akan
menggunakan 4 karyawan lama tersebut dan menambah 4
karyawan baru meliputi supervisor, staf sales, staf gudang dan sopir
untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan pada kegiatan
usaha baru.
d) Dijelaskan dan diklarifikasi terkait pernyataan bahwa Perseroan
memiliki kapasitas organisasi yang memadai melalui keberadaan
gudang berskala besar, armada logistik, serta pendanaan publik
yang mendukung ekspansi, atas rencana penambahan kegiatan
usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri dan
kegiatan usaha utama Perseroan saat ini.
Jawaban:
Perseroan memiliki kapasitas organisasi yang memadai untuk
mendukung rencana penambahan kegiatan usaha di bidang
distribusi makanan dan minuman. Hal ini tercermin dari
keberadaan fasilitas gudang berskala besar seluas ±1.000 m² yang
berlokasi strategis di Jalan Suramadu, Madura, serta telah
disesuaikan dengan standar penyimpanan produk FMCG. Perseroan
juga didukung armada logistik yang memadai berupa truk,
box/pick-up, dan crane, yang memastikan kelancaran aktivitas
distribusi.
Selain dukungan infrastruktur dan logistik, ekspansi usaha ini juga
didukung dengan adanya pendanaan publik. Pendanaan publik
yang dimaksud berasal dari partisipasi masyarakat sebagai
pemegang saham Perseroan, sehingga dukungan modal yang
diberikan melalui pasar modal turut memperkuat potensi ekspansi
usaha Perseroan. Dengan pengalaman Perseroan dalam bidang
perdagangan besar logam, kapasitas tersebut dapat diadaptasi
secara efektif untuk menunjang kegiatan distribusi pangan.
Page 25
e) Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas kapasitas dan
kemampuan manajemen dalam rencana penambahann kegiatan
usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri dan
kegiatan usaha utama Perseroan saat ini.
Jawaban:
Manajemen Perseroan memiliki kapasitas dan pengalaman dari
pelaksanaan kegiatan usaha utama di bidang perdagangan besar
potongan logam, yang menuntut ketelitian, efisiensi, serta
pengendalian rantai pasok dan keuangan yang kuat. Pengalaman
tersebut menjadi dasar bagi Perseroan dalam mengembangkan
kegiatan usaha baru di sektor distribusi makanan dan minuman
yang memiliki kesamaan karakteristik dalam hal pengelolaan
logistik dan sistem distribusi. Dari sisi kapasitas operasional,
Perseroan telah memiliki sarana pendukung berupa gudang
berkapasitas besar dan armada logistik sendiri yang siap
dioptimalkan untuk kegiatan distribusi. Selain itu, sebagai
perusahaan terbuka, Perseroan memiliki dukungan pendanaan
publik yang untuk mendukung ekspansi pada kegiatan usaha baru
Perseroan. Pendanaan publik yang dimaksud berasal dari
partisipasi masyarakat sebagai pemegang saham Perseroan,
sehingga dukungan modal yang diberikan melalui pasar modal
turut memperkuat potensi ekspansi usaha Perseroan.
Kemampuan manajemen Perseroan tercermin dari ketepatan
dalam merespons dinamika perubahan arah kebijakan ekonomi
nasional dengan melakukan diversifikasi usaha ke sektor yang
selaras dengan prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Perseroan memiliki kemampuan adaptif dan inovatif, pemanfaatan
analisis data untuk pengendalian persediaan serta proyeksi
permintaan pasar, dan penerapan strategi pemasaran modern
berbasis platform digital. Di samping itu, pendekatan kolaboratif
dengan mitra produsen, pemasok, dan pelanggan utama
memperkuat efektivitas rantai pasok dan posisi Perseroan di pasar.
Dengan kombinasi antara kapasitas operasional, dukungan
finansial, dan kemampuan manajerial yang profesional serta
berorientasi pada efisiensi dan inovasi, Perseroan meyakini
pelaksanaan rencana penambahan kegiatan usaha ini secara
optimal, dan berkelanjutan.
f) Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas manajemen risiko yang
dimiliki Perseroan sehubungan dengan rencana penambahan
kegiatan usaha dimaksud.
Jawaban:
Berikut adalah manajemen risiko yang telah diidentifikasi pada
kegiatan rencana penambahan kegiatan usaha, yaitu sebagai berikut:
No. Jenis Risiko Strategi Mitigasi
Risiko Persaingan Untuk menghadapi ketatnya persaingan,
1.
Pasar OPMS perlu menerapkan strategi
Page 26
No. Jenis Risiko Strategi Mitigasi
diferensiasi yang jelas, baik melalui
keunggulan layanan distribusi, kecepatan
pengiriman, maupun jaminan kualitas
produk. Penguatan kerja sama dengan
produsen lokal maupun internasional, serta
pembangunan merek yang kuat juga dapat
meningkatkan daya saing. Selain itu,
pemanfaatan teknologi analitik pasar akan
membantu perusahaan memahami tren
konsumen dan menetapkan strategi harga
yang kompetitif.
Manajemen risiko dapat dilakukan dengan
membangun jaringan pemasok yang
beragam guna menghindari
ketergantungan pada satu sumber tertentu.
OPMS juga dapat mengembangkan sistem
manajemen logistik yang terintegrasi, serta
2. Risiko Rantai Pasok menyiapkan buffer stock untuk produk-
produk strategis. Investasi pada teknologi
pemantauan rantai pasok (supply chain
monitoring) dapat membantu mendeteksi
potensi gangguan sejak dini dan
mempercepat respons terhadap hambatan
distribusi.
Untuk memastikan kepatuhan, OPMS perlu
membentuk tim khusus yang berfokus pada
pengawasan regulasi pangan dan
perdagangan. Tim ini bertugas melakukan
pemantauan terhadap perubahan regulasi
Risiko Regulasi dan secara berkala serta menyiapkan
3.
Kebijakan Pemerintah mekanisme penyesuaian cepat terhadap
aturan baru. Selain itu, menjalin
komunikasi aktif dengan asosiasi industri
maupun regulator dapat membantu
perusahaan memperoleh informasi dan
arahan lebih awal.
OPMS dapat memitigasi risiko operasional
melalui penerapan standar operasional
prosedur (SOP) yang ketat pada seluruh
tahapan distribusi, termasuk sistem
manajemen mutu serta pemeliharaan
rantai dingin. Penggunaan teknologi
Risiko Operasional
4. logistik modern seperti sistem pelacakan
dan Logistik
(tracking system) akan meningkatkan
transparansi dan efisiensi distribusi. Selain
itu, pelatihan rutin bagi tenaga kerja
logistik penting untuk menjaga kompetensi
dan mengurangi risiko kesalahan
operasional.
Manajemen risiko terhadap perubahan
preferensi konsumen dapat dilakukan
Risiko Perubahan dengan strategi inovasi produk dan
5.
Perilaku Konsumen diversifikasi portofolio. OPMS perlu
memperhatikan tren konsumen, serta
memperluas kanal distribusi ke platform
Page 27
No. Jenis Risiko Strategi Mitigasi
digital dan e-commerce. Melalui
pendekatan ini, perusahaan dapat menjaga
relevansi dan daya tarik produknya di mata
konsumen.
Untuk mengendalikan risiko finansial,
OPMS perlu menerapkan prinsip kehati-
hatian dalam perencanaan investasi dan
menjaga keseimbangan antara belanja
modal dengan proyeksi arus kas.
Perusahaan dapat mengoptimalkan
Risiko Keuangan dan
6. pendanaan melalui kombinasi modal
Investasi
internal dan eksternal dengan struktur
yang sehat. Selain itu, penerapan sistem
pengendalian biaya dan pemantauan
kinerja keuangan secara berkala akan
membantu menjaga profitabilitas dan
keberlanjutan usaha.
g) Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan model manajemen
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan
Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak”.
Jawaban:
Pada pengungkapan pernyataan kelayakan model manajemen
sudah disesuaikan.
8) Analisis Aspek Keuangan. Agar:
a) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan
Keuangan”.
Jawaban:
Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Keuangan.
b) Dijelaskan rincian dari nilai biaya investasi atas rencana
penambahan kegiatan usaha dimaksud. Selanjutnya, diklarifikasi
ada/tidaknya perjanjian terkait pengadaan investasi dimaksud,
rincian pihak terkait, serta syarat kondisi perjanjian dimaksud.
Jawaban:
Tidak terdapat perjanjian pengadaan investasi dengan pihak mana
pun sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha
dimaksud. Seluruh biaya investasi akan dikelola secara mandiri oleh
Perseroan, sehingga tidak terdapat keterlibatan pihak lain maupun
syarat dan ketentuan khusus yang mengatur pelaksanaan pengadaan
investasi tersebut.
c) Dijelaskan dan diklarifikasi terkait dengan biaya operasional yang
dibutuhkan dalam rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud.
Page 28
Jawaban: Dalam penambahan kegiatan usaha terdapat beberapa biaya operasional yang dibutuhkan seperti: 1 Gaji Pegawai, pembayaran gaji kepada pegawai tetap, karena kegiatan konsumsi memerlukan tambahan tenaga kerja di bagian produksi dan pelayanan 2 Upah Buruh, pembayaran upah kepada buruh maupun tenaga harian, karena kegiatan konsumsi memerlukan tambahan tenaga kerja di bagian produksi dan pelayanan 3 Thr/Bonus, insentif bagi karyawan, upaya menjaga produktivitas karyawan ketika terjadi penambahan kegiatan usaha baru 4 Kesejahteraan Karyawan/Insentive Karyawan, tunjangan bagi karyawan, sebagai apresiasi terhadap karyawan dan menjaga produktivitas karyawan ketika terjadi penambahan kegiatan usaha baru 5 Telepon/Fax, biaya komunikasi kantor dan operasional, diperlukan untuk komunikasi dengan pemasok bahan baku, pelanggan, dan cabang distribusi 6 Listrik/Air, pengeluaran untuk listrik dan air, karena aktivitas penambahan kegiatan usaha meningkatkan konsumsi listrik dan air. 7 Alat Tulis Kantor, biaya perlengkapan administrasi, diperlukan untuk kebutuhan administrasi dan laporan tambahan akibat ekspansi 8 Barang Cetakan Dan Fotocopy, biaya perlengkapan dokumentasi, diperlukan untuk kebutuhan administrasi dan laporan tambahan akibat ekspansi 9 Beban Pos, Telegram, Dan Telex, biaya pengiriman surat atau dokumen resmi, dibutuhkan untuk korespondensi kontrak dan dokumen antar unit usaha 10 Bbm, Tol, Dan Parkir, biaya transportasi kendaraan operasional, distribusi produk konsumsi memerlukan mobilitas dan transportasi yang lebih sering 11 Beban Kendaraan Lainnya, biaya untuk perawatan kendaraan, seiring ekspansi usaha yang memerlukan armada untuk pengiriman maka perlu ada perwatan kendaraan agar tetap memiliki kualitas yang baik 12 Makan Dan Minum, biaya konsumsi bagi karyawan, bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja produksi 13 Keperluan Rumah Tangga Kantor, pengeluaran untuk perlengkapan kantor seperti kebersihan dan kebutuhan harian, area produksi dan kantor baru membutuhkan pemeliharaan tambahan 14 Perjalanan Dinas, biaya perjalanan bisnis, survei, dan koordinasi, diperlukan untuk keperluan survei pasar, pelatihan, dan koordinasi antar lokasi 15 Asuransi, premi asuransi atas aset, kendaraan, atau tenaga kerja, risiko usaha meningkat sehingga dibutuhkan perlindungan aset dan tenaga kerja 16 Administrasi Bank, biaya transaksi perbankan, karena terdapat frekuensi transaksi keuangan meningkat akibat penambahan aktivitas usaha 17 Perijinan/Pengurusan Dokumen, biaya pengurusan izin usaha, sertifikasi BPOM, halal, dan lainnya, usaha konsumsi memerlukan perizinan tambahan terkait keamanan pangan dan distribusi 18 Keamanan Dan Kebersihan, biaya jasa keamanan dan kebersihan kantor/pabrik, diperlukan untuk menjaga standar kebersihan di fasilitas produksi makanan
Page 29
19 Jasa Profesional Fee (Pph Pasal 21), biaya untuk konsultan, auditor,
notaris, dan tenaga ahli, diperlukan untuk konsultasi legalitas, keuangan,
dan teknis terkait ekspansi
20 Representasi Dan Jamuan, biaya menjamu tamu, mitra, atau klien,
diperlukan seiring promosi usaha dan kerja sama bisnis baru
21 Pajak, biaya pajak operasional (selain pajak penghasilan), karena nilai
transaksi meningkat akibat penambahan kegiatan usaha
22 Biaya Jasa Service/Supervisi/Instalasi (Pph Pasal 23), biaya pemasangan
dan perawatan peralatan, diperlukan untuk instalasi mesin dan peralatan
terkait adanya penambahan usaha baru
23 Penyusutan Kendaraan, pengakuan penurunan nilai kendaraan, karena
kendaraan bagian dari aset tetap yang memiliki umur ekonomis
24 Penyusutan Inventaris Kantor, pengakuan penurunan nilai inventaris
kantor, karena inventaris kantor bagian dari aset tetap yang memiliki
umur ekonomis
25 Penyusutan Bangunan Kantor Utama, pengakuan penurunan nilai
bangunan kantor utama, karena bangunan kantor utama bagian dari aset
tetap yang memiliki umur ekonomis
26 Pemeliharaan Dan Perbaikan Inventaris Kantor, biaya perawatan fasilitas
kantor, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal
27 Pemeliharaan Dan Perbaikan Mesin Pabrik, biaya perawatan mesin
pabrik, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal
28 Pemeliharaan Dan Perbaikan Lainnya – Penyustan, biaya perawatan aset
lainnya, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal
29 Beban Amortisasi Aset Hak Guna, amortisasi atas hak sewa gedung, karena
terdapat aktivitas sewa pada Perseroan
d) Dijelaskan potensi peningkatan kinerja keuangan dikaitkan dengan
biaya-biaya yang akan dikeluarkan atas rencana penambahan
kegiatan usaha dimaksud.
Jawaban:
Rencana penambahan kegiatan usaha berpotensi meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan secara signifikan. Hal ini tercermin dari proyeksi
pendapatan yang meningkat dari Rp2,3 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp39
miliar pada tahun 2030. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya ekspansi
pasar dan peningkatan aktivitas operasional yang berdampak positif terhadap
perolehan laba. Meskipun terjadi kenaikan pada beban pokok penjualan (BPP)
dan beban operasional sebagai konsekuensi dari peningkatan kapasitas
produksi serta biaya pemasaran dan administrasi, biaya tersebut bersifat
investasi jangka panjang yang mendukung pertumbuhan usaha.
Dampaknya, laba kotor dan laba bersih Perseroan menunjukkan tren
perbaikan, dari posisi rugi pada tahun-tahun awal menjadi laba bersih sebesar
Rp 319 juta dan Rp724 juta pada tahun 2029 dan 2030. Dengan demikian,
meskipun pada tahap awal diperlukan tambahan biaya operasional, rencana
penambahan kegiatan usaha ini mampu memperkuat profitabilitas,
meningkatkan efisiensi operasional, dan memperbaiki kinerja keuangan
secara berkelanjutan.
Page 30
Dasar pertimbangan proyeksi pendapatan yang meningkat secara signifikan
dalam lima tahun didasarkan pada diversifikasi produk yang lebih luas FMCG
mencakup berbagai kategori (makanan dan minuman), memberikan ruang
bagi Perseroan untuk menambah lini produk secara bertahap dan
memperbesar volume penjualan. Selain itu Pemanfaatan jaringan distribusi
dan logistik yang telah dimiliki, pengalaman Perseroan dalam manajemen
logistik logam dapat diadaptasi, sehingga Perseroan dapat menjalankan
distribusi FMCG dengan efisien tanpa memulai dari nol. Efisiensi ini
mempercepat pertumbuhan penjualan. Kemudian tingkat perputaran stok
(inventory turnover) yang lebih cepat. FMCG memiliki rotasi stok yang tinggi,
sehingga secara langsung mendorong peningkatan pendapatan dalam periode
lebih singkat.
e) Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan keuangan tersebut,
maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
aspek kelayakan keuangan adalah layak”.
Jawaban:
Pada pengungkapan pernyataan kelayakan keuangan sudah
disesuaikan.
9) Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan. Agar disesuaikan menjadi
“Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis
kelayakan teknis, Analisis kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan
model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-
proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan
dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan
Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.
Jawaban:
Pada Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan sudah disesuaikan.
5. Ketersediaan Tenaga Ahli Sehubungan Dengan Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha. Agar:
a. Diklarifikasi apakah dibutuhkan pelatihan atau sertifikasi khusus kepada
tenaga kerja yang telah dimiliki Perseroan dan tenaga kerja baru untuk
menjalankan kegiatan usaha baru.
Jawaban:
Perseroan akan memberikan program pelatihan bagi tenaga kerja baru
untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan kegiatan usaha distribusi
produk pangan. Pelatihan tersebut meliputi pengembangan kompetensi
sumber daya manusia, pendekatan dan pelayanan pelanggan, serta
pelatihan manajemen operasional dan distribusi agar tenaga kerja memiliki
pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis Perseroan.
Adapun untuk sertifikasi khusus tidak menjadi persyaratan utama,
mengingat kegiatan usaha ini lebih menekankan pada pengalaman praktis
dan keterampilan teknis di bidang FMCG (Fast Moving Consumer Goods).
Namun demikian, Perseroan akan terus mendorong peningkatan
Page 31
kompetensi melalui pelatihan internal dan pengembangan berkelanjutan
sesuai kebutuhan operasional di masa mendatang.
b. Diklarifikasi dan dijelaskan mengenai jumlah tenaga kerja yang akan
dialokasikan/dibutuhkan beserta kualifikasi/kompetensinya serta
struktur organisasi atas kegiatan usaha yang akan ditambahkan.
Jawaban:
Perseroan berencana untuk merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru
guna mendukung operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian
sebagai berikut:
1. Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5 tahun;
2. Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun;
3. Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun;
dan
4. Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik serta
telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk kendaraan jenis truk
dan pick-up.
Tidak ada perubahan struktur organisasi atas penambahan kegiatan usaha
baru
c. Ditambahkan pengungkapan atas pihak yang ditunjuk sebagai ahli
professional dan keahlian yang dimiliki dari masing-masing penambahan
kegiatan usaha dimaksud.
Jawaban:
Tidak terdapat ahli professional khusus, Perseroan akan melakukan
rekruitmen Supervisor yang telah memiliki pengalaman di bidang FMCG
minimal 5 tahun. Perseroan telah memiliki kandidat dan rencana
penyelasaian rekrutmen akan diselesaikan setelah RUPSLB ini berhasil dan
di setujui pemegang saham.
6. Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya Penambahan Kegiatan
Usaha. Agar:
a. Perseroan mengungkapkan pihak yang menjadi pemakai akhir dari jasa
distribusi yang disediakan oleh Perseroan.
Jawaban:
Pihak yang menjadi pemakai akhir dari jasa distribusi yang disediakan oleh
Perseroan yaitu segmen pelanggan pasar ritel modern, pasar tradisional,
sektor HoReCa (hotel, restoran, dan catering), kanal digital melalui platform
e-commerce, serta pelaku UMKM.
b. Perseroan diminta untuk mengungkapkan sumber daya, fasilitas, dan aset
yang dimiliki Perseroan untuk penambahan kegiatan usaha baru.
Jawaban:
Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang berlokasi di
Page 32
Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi strategis untuk mendukung kegiatan distribusi di wilayah tersebut. Total luas gudang mencapai ±1.000 m², dengan area yang secara khusus digunakan untuk penyimpanan produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di bidang distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan penyesuaian infrastruktur gudang agar memenuhi standar penyimpanan yang sesuai dengan karakteristik produk makanan dan minuman. Terkait dengan penyimpanan atas bahan pangan yang berisiko mudah rusak atau busuk, Perseroan mengunakan sistem FIFO. Perseroan juga memantau melalui expired date dengan cara mencatat tiap barang yg masuk dicatat tanggal expired date, melakukan stock opname untuk expired date dan kondisi barang secara berkala. Barang yang dijual Perseroan memiliki expired date kurang lebih 1 tahun sedangkan turnover barang FMCG perseroan < 2 bulan sehingga kemungkinan busuk sangat kecil. Fasilitas penyimpanan telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang tertata rapi, serta dilakukan perawatan dan pembersihan secara berkala guna menjaga kebersihan dan higienitas area penyimpanan. Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang berjaga 24 jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di seluruh area strategis gudang. Selain itu, Perseroan juga mengunakan Metode Penyimpan barang FIFO, penggunaan metode FIFO dalam bisnis FMCG membantu menjaga kualitas produk, mempercepat perputaran persediaan, meminimalkan risiko kedaluwarsa serta meningkatkan akurasi stok dan efisiensi biaya. Perseroan telah melakukan pengelompokan area penyimpanan berdasarkan jenis produk untuk memastikan pemisahan yang jelas antara produk pangan dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk penyimpanan produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C diperuntukkan bagi barang-barang logam. Masing-masing gudang tersebut berlokasi di Jl. Raya Suramadu No.1, Nyantren, Masaran, Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69165. Kapasitas gudang untuk produk FMCG yaitu gudang FMCG memiliki luasan 1.150 M2 dengan Tinggi +/- 5M. Dengan Volume tersedia 5.750 M3 dan kapasitas gudang yg bisa dipakai 60% yaitu 3.450 M3 dan sisanya yaitu 40 % untuk space bongkar muat dan space FIFO Perseroan juga telah memiliki armada logistik yang memadai untuk mendukung kegiatan operasional distribusi, terdiri atas 1 (satu) unit truk dengan kapasitas angkut 7 ton, 1 (satu) unit box/pick-up dengan kapasitas 1,5 ton, serta 1 (satu) unit crane dengan kapasitas 5 ton yang digunakan untuk membantu bongkar muat barang. Armada logistik untuk produk FMCG berbeda dengan armada yang digunakan untuk pengangkutan barang-barang logam. Armada untuk barang logam tidak menggunakan truk dan box tersebut karena
Page 33
kapasitasnya yang relatif kecil. Untuk pengiriman logam besi, Perseroan
melakukan subkontrak kepada pihak ketiga.
c. Diklarifikasi kegiatan usaha baru yang akan dilakukan Perseroan apakah
berupa distribusi makanan dan minuman atau perdagangan makanan,
mengingat dalam bagian Pendahuluan diungkapkan kegiatan usaha baru
berupa perdagangan berbagai jenis makanan.
Jawaban:
Kegiatan usaha baru yang akan dijalankan oleh Perseroan merupakan
perdagangan besar makanan dan minuman, yang dalam operasionalnya
dilaksanakan melalui kegiatan distribusi kepada HoReCa (hotel, restoran,
dan catering), kanal digital melalui platform e-commerce, serta pelaku
UMKM, maupun mitra usaha lainnya. Dengan demikian, kegiatan distribusi
dimaksud merupakan bagian integral dari aktivitas perdagangan besar
(wholesale trade) sebagaimana tercantum dalam Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia (KBLI) yang diajukan. Istilah “distribusi” digunakan untuk
menggambarkan fungsi operasional Perseroan dalam menyalurkan produk
makanan dan minuman dari produsen atau pemasok utama kepada
pelanggan grosir dan ritel. Dengan demikian, rencana penambahan
kegiatan usaha Perseroan tetap berada dalam lingkup perdagangan besar
makanan dan minuman, sesuai dengan maksud dan tujuan kegiatan usaha
yang tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan.
d. Diklarifikasi apakah Perseroan akan menjalankan sendiri usaha baru atau
akan mengakuisisi Perusahaan lain yang bergerak dalam perdagangan
makanan.
Jawaban:
Perseroan akan menjalankan sendiri usaha baru dan tidak memiliki
rencana untuk mengakuisisi perusahaan yang bergerak dalam bidang
perdagangan makanan.
e. Diklarifikasi apakah Perseroan telah memiliki kontrak atau Kerjasama
dengan produsen makanan yang akan diperdagangkan.
Jawaban:
Perseroan baru melakukan kerjasama dalam bentuk beli putus untuk tes
market melalui PO dengan PT Emina Cheese Indonesia dan PT Federal Food
Internusa. Kemudian untuk Indofood dan Primsfood melalui distributor di
Surabaya yaitu PT. Intikita Mega Momentum. Dikarenakan Perseroan
menunggu persetujuan atas penambahan KBLI dari OJK, Memorandum of
Understanding dengan PT Emina Cheese Indonesia, PT Federal Food
Internusa, Indofood dan Primsfood belum ada dan Perseroan bisa
melaksanakan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan tersebut setelah
penambahan kegiatan usaha ini disetujui oleh OJK. Setelah mendapat
persetujuan dari OJK, Perseroan akan kerjasama dengan principal bukan
dalam bentuk beli putus.
Page 34
f. Sehubungan dengan rencana diversifikasi kegiatan usaha melalui
penambahan kegiatan usaha yang tidak linear dengan kegiatan usaha utama
saat ini, agar diklarifikasi apakah kegiatan usaha sebelumnya akan tetap
dilaksanakan oleh Perseroan.
Jawaban:
Sehubungan dengan rencana diversifikasi kegiatan usaha baru, Perseroan
akan tetap melakukan kegiatan usaha sebelumnya yaitu dibidang industri
perdagangan besar potongan logam.
g. Dijelaskan dan diklarifikasi potensi dan kesiapan Perseroan dalam
melaksanakan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan
dengan pertimbangan dan alasan dilakukannya penambahan kegiatan
usaha.
Jawaban:
Rencana penambahan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar makanan
dan minuman merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan
bisnis di tengah menurunnya kinerja industri logam. Pergeseran kebijakan
pemerintah menuju ketahanan pangan serta meningkatnya permintaan
produk makanan dan minuman menjadi dasar kuat bagi diversifikasi usaha
ini. Lokasi Perseroan di Madura juga memberikan peluang pasar yang besar,
didukung oleh potensi pendanaan publik yang dapat mendorong
pengembangan pasar di wilayah tersebut.
Perseroan dinilai siap melaksanakan ekspansi ini dengan dukungan
infrastruktur dan sumber daya yang memadai. Fasilitas gudang seluas ±1.000
m² telah disesuaikan dengan standar penyimpanan produk FMCG, didukung
sistem keamanan, armada logistik yang memadai, serta program pelatihan
bagi tenaga kerja. Dengan kesiapan tersebut, Perseroan memiliki peluang
untuk menjalankan kegiatan usaha baru secara efektif.
7. Penjelasan Tentang Pengaruh Penambahan KBLI pada Kondisi Keuangan
Perseroan. Agar:
a. Pengungkapan disesuaikan menjadi “Penjelasan Tentang Pengaruh
Penambahan Kegiatan Usaha pada Kondisi Keuangan Perseroan”.
Jawaban:
Pengukapan telah disesuaikan menjadi Penjelasan Tentang Pengaruh
Penambahan Kegiatan Usaha pada Kondisi Keuangan Perseroan
b. Disesuaikan dan ditambahkan pengungkapan mengenai pengaruh rencana
transaksi terhadap kondisi keuangan Perseroan dalam bentuk kuantitatif
untuk masing-masing akun yang mengalami peningkatan terhadap kondisi
dan kinerja keuangan Perseroan, dikaitkan dengan biaya yang dibutuhkan
dan sebelum kegiatan usaha dilaksanakan.
Jawaban:
Berikut merupakan pengaruh rencana penambahan kegiatan usaha dalam
bentuk kuantitatif untuk masing-masing akun yang mengalami peningkatan
Page 35
terhadap kondisi dan kinerja keuangan Perseroan.
Akun Keuangan (dalam Jul-Des Des Des Des Des Des
ribuan rupiah) 2025 2026 2027 2028 2029 2030
76.941.240 76.577.391 76.384.976 76.597.858 77.215.969 78.239.240
Jumlah Aset
Kenaikan Jumlah Aset karena pengaruh dari peningkatan dari akun seperti piutang usaha,
Keterangan
persediaan dan aset hak guna bersih.
855.468 1.387.963 1.686.530 1.985.097 2.283.664 2.582.232
Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas meningkat karena terjadi peningkatan pada akun utang usaha, utang lain-lain,
Keterangan dan beban masih harus dibayar. Hal ini sejalan dengan peningkatan BPP baik setelah dan
sebelum kegiatan usaha dilaksanakan.
76.085.773 75.189.428 74.698.446 74.612.760 74.932.304 75.657.008
Ekuitas
Ekuitas berfluktuatif disebabkan faktor dari saldo laba, di mana pada periode Jul – Des 2025
hingga Des 2028 terjadi trend penurunan yang disebakan adanya rugi bersih, dan pada Des 2029
hingga Des 2030 ekuitas mulai meningkat seiring adanya peningkatan laba bersih pada periode
tersebut.
Dimana tren Laba (Rugi) Bersih periode Jul – Des 2025 hingga Des 2030 sebagai berikut:
2025 = (9.082)
2026 = (896.344)
2027 = (490.982)
Keterangan
2028 = (85.686)
2029 = 319.544
2030 = 724.704
Penurunan pada periode 2025 hingga 2028 akan memberikan pengaruh terhadap Saldo Laba di
bagian Ekuitas. Jika laba yang diperoleh negatif (rugi) maka saldo laba mengalami penurunan dan
Jumlah Ekuitas juga mengalami penurunan, namun sebaliknya pada tahun 2029 hingga 2030
perseroan mulai mengalami keuntungan, sehingga Saldo Laba mengalami peningkatan dan
memberikan pengaruh kepada meningkatnya jumlah ekuitas pada periode tersebut
15.000.000 21.000.000 27.000.000 33.000.000 39.000.000
2.300.000
Pendapatan
Keterangan
Pendapatan meningkat karena adanya penambahan kegiatan usaha baru.
(2.019.799) (13.980.033) (19.572.046) (25.164.059) (30.756.072) (36.348.085)
Beban Pokok Pendapatan
Kenaikan BPP mencerminkan peningkatan aktivitas operasional Perseroan karena adanya
Keterangan penambahan kegiatan usaha. Sabelum adanya penambahan kegiatan usaha BPP mengalami
peningkatan juga yang disebabkan faktor dari peningkatan harga karena efek inflasi.
(323.015) (2.031.098) (2.033.723) (2.036.413) (2.039.171) (2.041.998)
Beban Usaha
Kenaikan Beban Usaha dikarenakan adanya penambahan kegiatan usaha dan faktor dari
Keterangan
tekanan inflasi. Hal ini juga berlaku dengan sebelum penambahan kegiatan usaha dilaksanakan.
(9.082) (896.344) (490.982) (85.686) 319.544 724.704
Laba Bersih
Laba bersih mulai menunjukkan tren peningkatan positif seiring dengan penambahan kegiatan
usaha baru yang mendorong kenaikan pendapatan. Sementara, sebelum penambahan kegiatan
Keterangan
usaha, Perseroan belum mencatat laba karena beban yang lebih besar dibandingkan
pendapatannya.
8. Informasi Penyelanggaraan RUPSLB, agar diungkapkan kuorum kehadiran dan
kuorum pengambilan keputusan yang wajib dipenuhi sesuai Anggaran Dasar
Perseroan.
Jawaban:
Mata acara RUPSLB terkait perubahan kegiatan usaha ini, yaitu Perubahan
Pasal 3 Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha dari Anggaran Dasar
Perseroan. Perseroan memerlukan persetujuan menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi
Page 36
manusia. Perseroan akan meminta persetujuan RUPS dengan memperhatikan
ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum
Pemegang Saham Perusahaan Terbuka sesuai pasal 42, Kuorum kehadiran dan
kuorum pengambilan keputusan untuk Agenda RUPS adalah sebagai berikut:
a. RUPS dapat dilangsungkan jika RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang
mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh
saham dengan hak suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perusahaan
Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar;
b. keputusan RUPS sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah sah jika
disetujui oleh lebih dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari seluruh saham
dengan hak suara yang hadir dalam RUPS;
c. dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud pada huruf a tidak tercapai,
RUPS kedua dapat diadakan dengan ketentuan RUPS kedua sah dan berhak
mengambil keputusan jika dalam RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang
mewakili paling sedikit 3/5 (tiga per lima) bagian dari jumlah seluruh
saham dengan hak suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perusahaan
Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar;
d. keputusan RUPS kedua adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu
per dua) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam
RUPS; dan
e. dalam hal kuorum kehadiran pada RUPS kedua sebagaimana dimaksud
huruf c tidak tercapai, RUPS ketiga dapat diadakan dengan ketentuan RUPS
ketiga sah dan berhak mengambil keputusan jika dihadiri oleh pemegang
saham dari saham dengan hak suara yang sah dalam kuorum kehadiran dan
kuorum keputusan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atas
permohonan Perusahaan Terbuka.
9. Informasi Tambahan, agar diungkapkan nama pihak dan jabatan dalam
Perseroan yang dapat dihubungi Pemegang Saham untuk memperoleh
informasi lebih lanjut.
Jawaban:
Informasi tambahan telah ditambahkan pada Keterbukaan Informasi yaitu
sebagai berikut:
Apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan pada
hari dan jam kerja Perseroan (Senin-Jumat Pukul 08.00-16.00), dengan alamat
sebagai berikut:
PT OPTIMA PRIMA METAL SINERGI TBK
Jl. Margomulyo Permai Blok AC No. 10 RT. 003 / RW.001,
Kel. Asemrowo, Kec. Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur 60183
Telp. +62 31 7495673 I Hotline Customer Service +62 857-9880-5555
Website : www.opms.co.id | Email: corporate@opms.co.id
Surabaya, 23 Oktober 2025
Page 37
III. Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima
Metal Sinergi Tbk No. 00064/2.0016-06/BS/05/0511/1/X/2025 tanggal 13
Oktober 2025
1. Umum.
a. Perlu kami ingatkan dalam hal Penilai melakukan revisi atas Laporan
Penilaian Bisnis, maka Penilai wajib menerbitkan kembali Laporan
Penilaian Bisnis dengan tanggal dan nomor yang berbeda dengan disertai
alasan dan penjelasan diterbitkannya revisi atas Laporan Penilaian Bisnis
dimaksud (POJK No. 35/2020).
Jawaban:
Laporan Studi Kelayakan sudah dilakukan revisi dengan Nomor laporan
00079/2.0116-06/BS/05/0511/1/XI/2025 tanggal 11 November 2025.
b. Agar penyajian mengenai laporan studi kelayakan disesuaikan dengan
POJK No. 35/2020 dan poin V SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK
17/2020). Selanjutnya, agar diperbaiki seluruh pengungkapan masing-
masing analisa yang tercantum di dalam laporan studi kelayakan longform
report dan shortform report dengan melakukan analisa terkait dengan
rencana penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh
Perseroan.
Jawaban:
Penyajian mengenai Laporan Studi Kelayakan sudah disesuaikan dengan
POJK No. 35/2020 dan poin V SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK
17/2020). Selanjutnya, untuk seluruh pengungkapan masing- masing
analisa yang tercantum di dalam laporan studi kelayakan longform report
dan shortform report sudah diperbaiki.
c. Agar disampaikan dokumen excel perhitungan analisis studi kelayakan dan
perhitungannya oleh KJPP dan dokumen proyeksi keuangan.
Jawaban:
Lampiran excel perhitungan analisis studi kelayakan dan perhitungannya
terdapat pada lampiran yang sudah disertakan dalam file excel.
d. Agar diklarifikasi apakah hasil analisis yang dilakukan sudah
menggambarkan atas masing-masing KBLI yang akan ditambahkan.
Selanjutnya agar ditambahkan pengungkapan atas hal tersebut.
Jawaban:
Hasil analisis yang dilakukan mencakup keseluruhan rencana kegiatan usaha baru dan
telah disusun sebagai satu kesatuan yang mewakili seluruh KBLI terkait dalam bidang
usaha FMCG. Dengan demikian, analisis tersebut secara komprehensif telah
menggambarkan prospek dan kelayakan atas masing-masing KBLI yang akan
ditambahkan.
Page 38
2. Laporan Penilaian Bisnis dalam bentuk laporan ringkas (shortform report), agar
ditambahkan dan disesuaikan penyajian serta pengungkapan atas:
a. Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian (dalam hal penilai melakukan revisi
atas laporan penilaian bisnis).
Jawaban:
Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan sudah disesuaikan pada
Laporan Ringkas (shortform report) dengan Nomor laporan
00079/2.0116-06/BS/05/0511/1/XI/2025 tanggal 11 November 2025.
b. Maksud dan Tujuan Penilaian. Agar disesuaikan dan ditambahkan
pengungkapan bahwa maksud penugasan adalah untuk memberikan
pendapat kelayakan atas penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima
Metal Sinergi, Tbk dalam kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak
digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut, dikaitkan
dengan KJPP tidak hanya melakukan kajian namun memberikan pendapat
kelayakan.
Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).
c. Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan. Agar:
1) Penyajian dan pengungkapan disesuaikan menjadi “Dalam menyusun
Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17
/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI)
dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan
peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data primer dan
sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar, analisis
kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan memberikan
Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.
Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).
2) Proses analisis. Agar redaksi analisis yang digunakan disesuaikan
sebagaimana SEOJK 17/2020 yaitu analisis kelayakan pasar, analisis
kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
model manajemen, analisis kelayakan keuangan. Selanjutnya agar
disesuaikan dalam seluruh dokumen terkait penambahan kegiatan
usaha.
Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).
Page 39
d. Asumsi dan Kondisi Pembatas. Agar penyajian dan pengungkapan atas
asumsi dan kondisi pembatas disesuaikan sebagaimana diatur dalam Pasal
35 POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal.
Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).
e. Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas analisis kelayakan
pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis
kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan keuangan, agar
disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian Keterbukaan
Informasi atas hal dimaksud.
Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).
f. Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan. Agar disesuaikan menjadi
“Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan
teknis, Analisis kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan model
manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi- proyeksi
lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat
terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan Kegiatan
yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.
Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).
3. Angka I. Pendahuluan. Agar:
a. Latar Belakang. Agar ditambahkan pengungkapan atas profil Perusahaan,
Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha Perseroan, serta anggaran dasar terakhir Perseroan.
Jawaban:
Sudah kami tambahkan di long report Bab 1. Pendahuluan Sub-bab 1.1.
Latar Belakang.
Berikut merupakan revisi yang dilakukan:
PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (“Perseroan”) didirikan dengan nama
PT Asian Prima Indosteel berdasarkan Akta Notaris No. 2 oleh Gema
Bismantaka, S.H., M.Kn., tanggal 5 September 2012. Akta Pendirian tersebut
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-51905.AH.01.Tahun 2012 tanggal 4 Oktober 2012.
Adapun perubahan nama Perusahaan tercantum dalam Akta No. 90 oleh
Leolin Jayanti, S.H., M.Kn., tanggal 26 Desember 2018. Perubahan tersebut
telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0000173.AH.01.02.TAHUN
2019 tanggal 3 Januari 2019.
Page 40
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 14 tanggal 19 Desember 2024 oleh Ir. Joyce Sudarto, S.H., tentang perubahan susunan Direksi Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.09-0293147 tanggal 24 Desember 2024. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan dari Perseroan ini adalah berusaha di bidang Perdagangan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama yaitu perdagangan besar barang bekas dan sisa sisa tak terpakai (Scrap). Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar barang bekas dan sisa-sisa tak terpakai dan potongan logam dan non-logam bahan untuk daur ulang, termasuk pengumpulan, pengurutan, pemisahan, pelepasan barang yang masih berguna misalnya mobil agar mendapatkan bagian yang masih bisa digunakan, pengepakan dan pengepakan kembali, penyimpanan dan pengiriman, tapi tanpa proses perubahan yang nyata. Dimana pembelian dan penjualan barang sisaan masih mempunyai nilai. (KBLI 46696). Kegiatan usaha penunjang Perseroan yaitu pemulihan material barang logam (KBLI 38301); perdagangan besar alat transportasi laut, suku cadang dan perlengkapannya (KBLI 46592); perdagangan besar alat transportasi darat(bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya (KBLI 46593); perdagangan besar logam dan bijih logam (46620); perdagangan besar barang logam untuk bahan konstruksi (46631); perdagangan besar barang bekas dan sisa-sisa tak terpakai (scrap) (46696); aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mesin, peralatan dan barang berwujud lainnya YTDL (77399). PT Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) sejak awal berdiri berfokus pada industri perdagangan besar potongan logam. Pada masa pemerintahan presiden ke enam tahun 2004 – 2014 fokus pembangunan belum dominan di infrastruktur, tetapi iklim industri dalam negeri cukup berkembang, salah satunya di sektor logam dan baja. Kemudian, pada masa pemerintahan presiden ke tujuh tahun 2014 - 2024 infrastruktur ditempatkan sebagai program prioritas nasional utama dengan anggaran yang besar dan realisasi masif di berbagai sektor. Pada periode 2004 hingga 2019, industri besi dan logam di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pabrik-pabrik logam yang bermunculan di berbagai wilayah, terutama di kawasan industri Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Pendorong utamanya adalah meningkatnya kebutuhan bahan baku logam untuk menopang pertumbuhan sektor konstruksi, properti, otomotif, serta manufaktur nasional yang terus berkembang. Selain itu, kemudahan impor bahan baku dan barang modal membuka peluang bagi investor untuk mendirikan pabrik logam baru, sehingga kapasitas produksi nasional meningkat signifikan. Dinamika persaingan global dan masuknya produk impor dengan harga lebih murah mulai memberikan tekanan terhadap industri logam dalam
Page 41
negeri. Industri besi dan logam menunjukkan tren penurunan (sunset
industry). Memasuki periode pemerintahan baru di tahun 2024, kebijakan
pembangunan nasional mengalami pergeseran. Infrastruktur tidak lagi
ditempatkan sebagai prioritas utama, melainkan diarahkan untuk
mendukung agenda yang lebih strategis, yakni ketahanan pangan dan
program sosial. Pemerintah menitikberatkan kebijakan pada peningkatan
kualitas sumber daya manusia melalui program unggulan seperti Makan
Bergizi Gratis, penguatan produksi pangan nasional, serta revitalisasi
sistem pertanian dan lumbung pangan untuk mengurangi ketergantungan
impor. Situasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap
keberlangsungan industri logam di Indonesia. Meskipun harga logam di
pasar internasional relatif stabil, permintaan di pasar domestik cenderung
menurun. Akibatnya, banyak pelaku industri logam mengalami kesulitan
hingga berhenti beroperasi atau gulung tikar, termasuk sejumlah pelanggan
OPMS. Hal ini turut memengaruhi kinerja operasional OPMS. Menyadari
tantangan tersebut, OPMS menilai perlu adanya diversifikasi usaha untuk
menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan
baru.
Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan
pangan, OPMS melihat potensi besar pada sektor distribusi makanan dan
minuman. Lokasi Perseroan yang berada di Madura yang merupakan
wilayah masih dalam tahap pengembangan memberikan peluang pasar
yang menjanjikan. Makanan dan Minuman menjadi salah satu penyumbang
Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kebutuhan pokok menjadi
komponen utama dalam struktur pengeluaran masyarakat, sehingga sektor
ini dipandang sebagai prioritas utama masyarakat. Dengan demikian,
distribusi makanan dan minuman dipandang sebagai sektor yang
prospektif dan strategis untuk dikembangkan.
Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, OPMS optimistis dapat
meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan bisnis, serta memberikan
kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,
khususnya di wilayah Madura dan daerah potensial lainnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, dan guna mendukung legalitas serta
kesinambungan usaha, OPMS bermaksud untuk menambah kegiatan usaha
baru dengan mencantumkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) penambahan kegiatan usaha dalam Pasal 3 Anggaran Dasar
Perseroan.
Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha OPMS
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Perdagangan besar gula, coklat, dan kembang
46331
gula
2 Perdagangan besar kopi, teh dan kakao 46314
3 Perdagangan besar bahan makanan dan
46319
minuman hasil pertanian lainnya
4 Perdagangan besar buah-buahan 46312
5 Perdagangan besar telur dan hasil olahan telur 46325
6 Perdagangan besar susu dan produk susu 46326
Page 42
No. Nama KBLI Kode KBLI
7 Perdagangan besar minuman non alkohol bukan
46334
susu
8 Perdagangan besar makanan dan minuman
46339
lainnya
9 Perdagangan besar beras 46311
10 Perdagangan besar sayuran 46313
11 Perdagangan besar minyak dan lemak nabati 46315
12 Perdagangan besar daging ayam dan daging
46322
ayam olahan
13 Perdagangan eceran roti, kue kering, serta kue
47242
basah dan sejenisnya
14 Perdagangan besar daging sapi dan daging sapi
46321
olahan
15 Perdagangan besar daging dan daging olahan
46323
lainnya
16 Perdagangan besar produk roti 46332
Sumber: Manajemen OPMS
Berdasarkan penjelasan dari manajemen, OPMS berencana menambah
kegiatan usaha yang sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/POJK 04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat rencana tersebut akan
menambah kegiatan usaha OPMS.
Sehubungan dengan hal tersebut, OPMS membutuhkan pihak independen
untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan
Kegiatan Usaha. OPMS menunjuk KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan
(“GEAR”) untuk melakukan penyusunan studi kelayakan berdasarkan
persetujuan atas Surat Penawaran No. JKT.084/PN.BV.GEAR/2025 tanggal
15 Agustus 2025.
b. Ditambahkan pengungkapan jenis mata uang yang digunakan.
Jawaban:
Sudah kami tambahkan pada Bab 1. Pendahuluan Sub-Bab 1.15. Jenis Mata
Uang yang Digunakan
Berikut merupakan revisi yang dilakukan:
Laporan Studi Kelayakan ini disusun dengan menggunakan mata uang
Rupiah.
c. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan. Pada pengungkapan
Pengumpulan Data, agar diklarifikasi ada/tidaknya inspeksi atau site visit
yang dilakukan oleh penilai.
Jawaban:
Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan
keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan site visit
terhadap fasilitas milik OPMS dan melakukan wawancara berupa con call
Page 43
atau virtual meeting dengan manajemen OPMS ataupun pihak yang
mewakilinya dan pihak-pihak lain yang relevan.
d. Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas isi pada Angka 1
Pendahuluan, agar disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian
Keterbukaan Informasi dan shortform report atas hal dimaksud.
Jawaban:
Sudah disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian Keterbukaan
Informasi dan shortform report atas hal dimaksud.
4. Angka 2. Gambaran Umum Perseroan
a. Struktur Permodalan. Agar:
1) Dihapus pengungkapan “(Lembar)” pada tabel.
2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan “Jumlah (Rupiah Penuh)”
menjadi “Nilai Nominal Saham (Rupiah Penuh)”.
3) Ditambahkan pengungkapan nilai nominal per saham.
4) Pengungkapan “Total” pada baris disesuaikan menjadi “Total Modal
Ditempatkan dan Disetor Penuh”.
5) Diklarifikasi terkait update terkini atas penjualan kembali saham
treasuri.
Jawaban:
Sudah kami sesuaikan pada Bab 2. Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab 2.3
Struktur Permodalan.
Update terkini, Perseroan belum berhasil kembali menjual saham treasuri.
Berikut hasil yang disesuaikan:
Susunan pemegang saham OPMS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham OPMS
Nilai
Nominal
Nilai Nominal
Kepemilikan Per
Pemegang Saham Jumlah Saham Saham
(%) Saham
(Rupiah Penuh)
(Rupiah
Penuh)
PT Asian Perkasa
597.900.000 59,79% 100 59.790.000.000
Indosteel
Sukianto Widjaja 2.100.000 0,21% 100 210.000.000
Treasuri Stok 198.373.000 19,84% 100 19.837.300.000
Masyarakat (masing-
201.627.000 20,16% 100 20.162.700.000
masing di bawah 5%)
Total Modal
Ditempatkan dan 1.000.000.000 100,00% 100.000.000.000
Disetor Penuh
Sumber: Manajemen OPMS
Pada tahun 2020, Perseroan membeli saham treasuri melalui aksi buyback.
Page 44
Berdasarkan surat No.008.CS.OPMS.2025 tanggal 20 Maret 2025, sesuai
dengan POJK No.2/POJK.04/2013, Perseroan telah melakukan Keterbukaan
Informasi kepada regulator mengenai penjualan kembali saham buyback
mulai tanggal 9 April 2025 sampai dengan 31 Mei 2025.
Berdasarkan surat No.019.CS.OPMS.2025 tanggal 2 Juni 2025, terkait
dengan penjualan kembali atas saham treasuri melalui buyback,
menyatakan bahwa Perseroan belum berhasil menjual saham treasuri
melalui mekanisme pasar di BEI.
Berdasarkan POJK No.30.POJK.04/2017, Perseroan wajib menjual kembali
saham treasuri dalam 3 (tiga) tahun, sebelum 17 April 2026. Pada tanggal
30 Juni 2025, tidak terdapat penjualan saham treasuri.
b. Susunan Pengurus. Sehubungan dengan pengungkapan bahwa Perseroan
memiliki 4 karyawan tetap, agar diklarifikasi lebih lanjut atas kecukupan
sumber daya Perseroan dalam pelaksanaan kegiatan operasional harian di
Perseroan, dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha dan
pernyataan bahwa Perseroan mengalokasikan 4 orang karyawan lama yang
sudah berpengalaman.
Jawaban:
Perseroan saat ini memiliki 4 karyawan tetap yang seluruhnya merupakan
karyawan lama. 4 karyawan lama ini merupakan tenaga administrasi di
Perseroan. Lini usaha sebelum penambahan kegiatan usaha yaitu
pemotongan logam juga menggunakan tenaga pemotongan dan pengiriman
dari sub-kontrak dengan pihak ketiga. Dari 4 karyawan tersebut terdapat 1
yang tidak di struktur utama yaitu admin. Dengan keempat karyawan lama,
manajemen Perseroan meyakini bahwa karyawan tersebut cukup untuk
melaksanakan kegiatan operasional harian di Perseroan. Dalam
penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan akan menggunakan 4
karyawan lama tersebut dan menambah 4 karyawan baru untuk
mendukung kegiatan operasional Perseroan pada kegiatan usaha baru.
c. Struktur Organisasi. Agar diklarifikasi ada/tidaknya dampak atas
perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan dengan
adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Jawaban:
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat
perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan dengan
adanya rencana penambahan kegiatan usaha. Struktur organisasi tetap
berjalan sama dengan sebelum adanya penambahan kegiatan usaha. Hanya
saja, posisi direktur keuangan dan operasional setelah adanya penambahan
kegiatan usaha akan membawahi dua divisi yaitu logam dan FMCG.
d. Kinerja Keuangan Historis. Agar:
1) Ditambahkan pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta
opini audit atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025.
Page 45
Selanjutnya, agar diklarifikasi apakah laporan keuangan periode 30 Juni
2025 merupakan laporan keuangan audited atau limited review,
dikaitkan dengan pengungkapan pada Keterbukaan Informasi sebagai
laporan audited.
Jawaban:
Terkait pengungkapan informasi Akuntan Publik serta opini atas
laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2025 sudah ada pada BAB 1.
Pendahuluan Sub-Bab 1.11.1. Data dan Informasi Rencana Penambahan
Usaha.
Berikut informasi akuntan publik per 30 Juni 2025:
Laporan Keuangan OPMS yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
telah direview oleh Morhan Tirtonadi, CPA Registrasi Akuntan Publik
No. AP.0628 dari Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan, dengan
nomor laporan MR/L-008/25 tanggal 26 Agustus 2025 dengan
kesimpulan bahwa berdasarkan reviu, tidak terdapat hal yang menjadi
perhatian, yang menyebabkan bahwa laporan keuangan interim
terlampir tidak menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang
material, posisi keuangan interim Perseroan tanggal 30 Juni 2025, serta
kinerja keuangan dan arus kas interimnya untuk periode enam bulan
yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di lndonesia.
2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel yang
dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya.
Jawaban:
Sudah kami sesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel
yang dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya
3) Ditambahkan pengungkapan atas tinjauan laba (rugi) dan laporan arus
kas untuk periode 30 Juni 2024.
Jawaban:
Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab
2.7 Kinerja Keuangan Historis
Berikut revisi yang sudah dilakukan:
Historis Laporan Laba Rugi
(Dalam Ribuan Rupiah)
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 2.439.602 23.721.866 40.784.169 9.117.164 22.510.395 41.184.565 34.773.247
Beban Pokok
3.431.256 23.547.289 41.486.701 10.729.121 17.815.359 37.461.493 30.490.801
Pendapatan
Laba Rugi
(3.679.087) (3.832.191) (7.534.510) (7.638.992) (3.086.864) (2.695.533) (1.024.628)
Usaha
Laba Rugi
Sebelum
(3.296.528) (3.431.760) (6.859.495) (6.338.595) (1.178.228) (773.605) 1.219.383
Pajak
Penghasilan
Laba Rugi
Bersih Tahun (3.293.866) (2.649.738) (8.284.284) (4.751.545) (860.860) (353.810) 1.031.801
Berjalan
Jumlah Laba (3.208.264) (2.463.157) (8.113.080) (4.483.340) (1.312.825) (412.949) 1.065.589
Page 46
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Rugi
Komprehensif
Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS
Historis Laporan Arus Kas
(Dalam Ribuan Rupiah)
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Arus Kas (2.247.659 (2.722.79 (10.302.29 (2.269.62
3.127.747 175.097 24.174.133
Operasi ) 4) 2) 3)
Arus Kas (19.552.1 (23.949.5
Investasi 460.228 5.412.060 5.011.508 1.411.987 23.459.883
69) 48)
Arus Kas
Pendanaan (105.414) (102.578) (102.578) (94.690) - (100.000) (22.797.628)
Kas Awal 35.725.35 62.044.52
9.549.418 7.363.282 7.363.282 16.348.277 37.208.132
Tahun 0 0
Kas Akhir 10.425.10 16.348.27 35.725.35
13.031.979 9.549.418 7.363.282 62.044.520
Tahun 5 7 0
Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS
4) Ditambahkan pengungkapan Laporan Posisi Keuangan periode 30 Juni
2025.
Jawaban:
Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab
2.7 Kinerja Keuangan Historis
Berikut revisi yang sudah dilakukan:
Historis Laporan Posisi Keuangan
(Dalam Ribuan Rupiah)
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Aset
Aset Lancar 23.092.016 26.450.669 24.481.182 24.320.300 27.933.476 48.297.703 82.790.685
Aset Tidak
53.752.145 59.258.146 55.541.895 64.882.106 66.378.942 45.607.036 16.327.113
Lancar
Jumlah Aset 76.844.161 85.708.816 80.023.077 89.202.406 94.312.419 93.904.739 99.117.797
Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435
Pendek
Liabilitas
Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051
Panjang
Jumlah
749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5.492.486
Liabilitas
Jumlah
76.094.854 84.953.041 79.303.118 87.416.198 91.899.539 93.212.363 93.625.312
Ekuitas
Jumlah
Liabilitas dan 76.844.161 85.708.816 80.023.077 89.202.406 94.312.419 93.904.739 99.117.797
Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS
5) Ditambahkan pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni 2024.
Jawaban:
Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab
Page 47
2.7.4 Analisis Rasio Keuangan
Berikut revisi yang sudah dilakukan:
Historis Rasio Keuangan
Jun 2025 Jun 2024 Des 2024 Des 2023 Des 2022 Des 2021 Des 2020
Keterangan
Review Review Audit Audit Audit Audit Audit
Rasio Likuiditas
Current Ratio 8574,20% 21316,53% 12547,08% 2075,73% 1524,27% 17075,68% 1624,48%
Quick Ratio 8452,07% 20974,04% 12340,50% 1910,52% 1455,31% 16573,30% 1551,36%
Cash Ratio 4838,85% 8401,57% 4894,26% 628,46% 892,09% 12630,71% 1217,41%
Rasio Aktivitas
Perputaran
Piutang Usaha 1 2 - 16 - - -
Pihak Ketiga
Perputaran
35 7 4 66 26 14 45
Persediaan
Perputaran Utang
Usaha Pihak - 0 - 28 - - -
Ketiga
Perputaran Utang
- - - 2 32 - -
Retensi
Perputaran Beban
yang Masih Harus 7 0 - 3 2 1 1
Dibayar
Rasio Solvabilitas 0,96
Debt to Asset 0,98% 0,90% 2,00% 2,56% 0,74% 5,54%
Debt to Equity 0,98% 0,88% 0,91% 2,04% 2,63% 0,74% 5,87%
Rasio Profitabilitas 0,89%
Gross Margin -40,65% -1,72% -17,68% 20,86% 9,04% 12,32%
Operating Margin -150,81% 0,74% -18,47% -83,79% -13,71% -6,55% -2,95%
Net Profit Margin -135,02% -16,15% -20,31% -52,12% -3,82% -0,86% 2,97%
ROA -4,29% -11,17% -10,35% -5,33% -0,91% -0,38% 1,04%
ROE -4,33% -3,09% -10,45% -5,44% -0,94% -0,38% 1,10%
Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS
6) Dijelaskan potensi peningkatan kinerja keuangan dikaitkan dengan
kondisi Perseroan yang mengalami rugi pada periode berjalan dan
biaya yang akan dikeluarkan atas rencana penambahan kegiatan usaha.
Jawaban:
Manajemen Perseroan optimis bahwa penambahan kegiatan usaha ini
dapat memberikan dampak yang baik terhadap kondisi keuangan
perseroan. Perseroan menyadari bahwa kinerja keuangan dalam periode
berjalan masih mencatatkan rugi, terutama disebabkan oleh
menurunnya permintaan di sektor logam akibat kondisi dinamika
persaingan global dan masuknya produk impor dengan harga lebih
murah sehingga memberikan tekanan terhadap industri logam dalam
negeri yang menunjukkan tren penurunan (sunset industry).
Dalam menghadapi situasi tersebut, Perseroan telah melakukan evaluasi
menyeluruh dan menilai bahwa diversifikasi usaha melalui penambahan
kegiatan di bidang distribusi makanan dan minuman merupakan langkah
strategis untuk memperbaiki kinerja keuangan secara berkelanjutan.
Sektor ini memiliki permintaan pasar yang stabil dan prospektif, sejalan
dengan kebijakan pemerintah yang berfokus pada ketahanan pangan dan
penguatan ekonomi domestik.
Adapun biaya yang dikeluarkan untuk penambahan kegiatan usaha
bersifat terukur dan proporsional, terutama mencakup biaya legalitas
perubahan anggaran dasar, perizinan usaha tambahan, serta
penyesuaian operasional awal. Pendanaan untuk kegiatan tersebut akan
Page 48
menggunakan kas internal Perseroan, sehingga tidak menimbulkan
kewajiban keuangan baru. Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis
bahwa diversifikasi usaha akan meningkatkan pendapatan, memperkuat
arus kas, serta memperbaiki profitabilitas secara bertahap pada periode
mendatang.
Potensi perbaikan kinerja keuangan dengan adanya diversifikasi kegiatan
usaha, sebagai berikut:
Dalam Ribuan Rupiah
Jul-Des Des Des Des Des Des
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Jumlah Aset 76.941.240 76.577.391 76.384.976 76.597.858 77.215.969 78.239.240
Jumlah Liabilitas 855.468 1.387.963 1.686.530 1.985.097 2.283.664 2.582.232
Ekuitas 76.085.773 75.189.428 74.698.446 74.612.760 74.932.304 75.657.008
Pendapatan 2.300.000 15.000.000 21.000.000 27.000.000 33.000.000 39.000.000
Laba (Rugi) Bersih (9.082) (896.344) (490.982) (85.686) 319.544 724.704
Pada tahun 2026 pertumbuhan aset Perseroan mengalami penurunan
sebesar 0,47% atau menjadi Rp76.577.391 ribu. Aset Kembali mengalami
penurunan sebesar 0,25% pada tahun 2027. Peningkatan aset Perseroan
terjadi pada tahun 2028 hingga 2030 masing masing mengalami
peningkatan sebesar 0,28%; 0,81% dan 1,33%. Liabilitas Perseroan
selama periode proyeksi mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada
tahun 2026 liabilitas Perseroan mengalami peningkatan 62,25% atau
menjadi Rp1.387.963 ribu. Peningkatan liabilitas terus berlanjut dari
tahun 2027 hingga 2030 masing-masing sebesar 21,51%; 17,70%;
15,04% dan 13,07%. Ekuitas perseroan dari tahun 2026 hingga 2028
mengalami penurunan setiap tahunnya masing-masing sebesar 1,18%;
0,65%; dan 0,11%. Peningkatan ekuitas Perseroan terdadi pada dua
tahun terakhir periode proyeksi yaitu tahun 2029 dan 2030 masing
masing sebesar 0,43% dan 0,97% atau menjadi Rp74.932.304 ribu dan
75.657.008 ribu.
Pendapatan Perseroan selama periode proyeksi mengalami peningkatan
setiap tahunnya. Pendapatan meningkat sebesar 40% pada 2027,
kemudian meingkat 29% pada 2028, 22% pada 2029, dan meningkat
18% pada 2030. Kemudian, Selama periode proyeksi Perseroan
mencatatkan kerugian bersih pada tahun 2026 sebesar Rp896.344 ribu
dan kerugian mengalami penurunan sebesar 45,22% atau menjadi
Rp490.982 pada tahun 2027. Pada tahun 2028 kerugian bersih Perseroan
mengalami penurunan sebesar 82,55% atau menjadi Rp85.686 ribu.
Perseroan mencatatkan laba bersih pada tahun 2029 sebesar Rp319.544
ribu atau mengalami peningkatan 472,92% dibandingkan tahun
sebelumnya. Pada akhir periode proyeksi yaitu tahun 2030 pendapatan
mengalami peningkatan menjadi Rp724.704 atau meningkat sebesar
126,79% dari tahun sebelumnya.
7) Dijelaskan kondisi dan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba dikaitkan dengan kondisi Perseroan dengan kegiatan usaha
Page 49
eksisting yang saat ini mengalami rugi dan akan berencana
melakukan penambahan kegiatan usaha baru.
Jawaban:
Kegiatan usaha eksisting Perseroan di bidang perdagangan besar
potongan logam saat ini mengalami tekanan akibat menurunnya
permintaan di sektor logam akibat kondisi dinamika persaingan global
dan masuknya produk impor dengan harga lebih murah sehingga
memberikan tekanan terhadap industri logam dalam negeri yang
menunjukkan tren penurunan (sunset industry). Meskipun demikian,
Perseroan masih memiliki kapasitas operasional dan sumber daya yang
memadai untuk menjaga keberlangsungan usaha.
Tren penurunan permintaan logam dapat dilihat dari penjualan
Perseroan yang mengalami tren penurunan selama lima tahun terakhir,
sebagai berikut:
Des Des Des Des Des Jun
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025
Penjualan
Besi scrap
30.700.401 37.951.170 20.594.295 2.012.936 27.718.486 2.307.211
tanpa olahan
Besi scrap
4.072.846 3.233.395 1.916.100 7.104.228 13.065.682 132.391
olahan
Jumlah Penjualan 34.773.247 41.184.565 22.510.395 9.117.164 40.784.169 2.439.602
Berdasarkan data penjualan besi scrap selama periode 2020 hingga Juni
tahun 2025, terlihat adanya fluktuasi yang cukup tajam dengan
kecenderungan penurunan signifikan pada beberapa tahun tertentu.
Penjualan total yang sempat mencapai Rp41,18 miliar pada 2021
kemudian turun drastis menjadi Rp22,51 miliar pada 2022, dan kembali
menurun tajam hingga Rp9,12 miliar pada 2023. Meskipun pada 2024
terjadi pemulihan penjualan hingga Rp40,78 miliar, kinerja pada Juni
2025 hanya mencapai Rp2,44 miliar, menandakan pelemahan
permintaan yang kembali muncul pada tahun berjalan.
Penurunan terutama terjadi pada segmen besi scrap tanpa olahan, yang
pada 2021 mencapai Rp37,95 miliar, namun anjlok menjadi Rp2,01
miliar pada 2023, menunjukkan berkurangnya aktivitas penjualan besi
scrap tanpa olahan. Segmen besi scrap olahan juga mencerminkan pola
serupa, dengan penjualan yang turun dari Rp4,07 miliar pada 2020
menjadi sekitar Rp1,92 miliar pada 2022 sebelum kembali naik
sementara pada 2023–2024.
Sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja keuangan,
Perseroan berencana melakukan diversifikasi usaha ke sektor
distribusi makanan dan minuman, yang dinilai memiliki prospek
pertumbuhan stabil. Melalui kegiatan usaha baru ini, Perseroan
berharap dapat menciptakan sumber pendapatan baru, memperbaiki
profitabilitas, serta meningkatkan kemampuan menghasilkan laba
Page 50
secara berkelanjutan.
5. Aspek Pasar.
a. Sasaran.
Sehubungan dengan pengungkapan sasaran utama rencana penambahan
kegiatan usaha Perseroan adalah menangkap peluang pertumbuhan di
sektor perdagangan besar makanan dan minuman sejalan dengan kebijakan
Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, maka agar
diklarifikasi dan dijelaskan potensi pasar dimaksud dikaitkan dengan
segmen pelanggan yang dituju yaitu pasar ritel modern, pasar tradisional,
sektor horeca (hotel, restoran, catering), kanal digital melalui platform e-
commerce dengan cakupan distribusi dan focus pengembangan usaha yang
masih terbatas di wilayah Madura.
Jawaban:
Rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan sebagai distributor produk
makanan dan minuman bertujuan untuk menangkap peluang pertumbuhan
di sektor perdagangan besar pangan, sejalan dengan kebijakan Pemerintah
dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong efisiensi
rantai pasok di daerah. Fokus kegiatan distribusi Perseroan akan diarahkan
pada wilayah Madura, yang hingga saat ini masih memiliki keterbatasan
jumlah distributor berskala menengah hingga besar serta infrastruktur
distribusi yang belum optimal. Kondisi tersebut memberikan peluang
strategis bagi Perseroan untuk berperan sebagai distributor dengan
jaringan pasok yang lebih efisien, cakupan layanan yang lebih luas, dan
waktu pengiriman yang lebih cepat di wilayah tersebut.
Dengan struktur pasar yang masih berkembang serta tingkat persaingan
yang relatif terbatas dibandingkan dengan wilayah perkotaan besar lainnya.
Perseroan akan mengoptimalkan potensi tersebut melalui penguatan
sistem distribusi berbasis teknologi informasi, pembangunan kemitraan
dengan produsen, serta penerapan strategi layanan terpadu yang menyasar
segmen pelanggan pasar ritel modern, pasar tradisional, sektor HoReCa
(hotel, restoran, dan catering), kanal digital melalui platform e-commerce,
serta pelaku UMKM. Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis dapat
berkontribusi dalam mengisi kekosongan rantai pasok di wilayah Madura
sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan
pangan di tingkat regional.
b. Potensi Nilai Pasar. Agar ditambahkan pengungkapan atas dasar
perhitungan nilai atas proyeksi penambahan pendapatan dimaksud.
Jawaban:
Dasar perhitungan penambahan pendapatan diperoleh dari proyeksi
pendapatan sebelum adanya penambahan kegiatan usaha (PLAT) yang
kemudian dijumlahkan dengan asumsi pendapatan tambahan dari kegiatan
usaha baru (FMCG).
Page 51
6. Aspek Teknis
a. Kapasitas. Agar ditambahkan pengungkapan terkait Kapasitas sebagaimana
SEOJK 17/2020.
Jawaban:
Sudah kami tambahkan di Bab 5 Aspek Kelayakan Teknis Sub-Bab 5.2.
Kapasitas
Berikut yang kami tambahkan pada subab kapasitas penjualan:
Kapasitas Penjualan
Kategori Produk Satuan 2026 2027 2028 2029 2030
Beras Sumo kg 32.766 44.754 56.137 66.938 77.179
Primarasa - Selai kg 499.681 682.492 856.087 1.020.808 1.176.985
Indofood kg 188.404 257.333 322.787 384.895 443.781
ICM kg 32.766 44.754 56.137 66.938 77.179
Coco Maxi kg 11.468 15.664 19.648 23.428 27.013
Oatsy kg 819 1.119 1.403 1.673 1.929
Honey Go kg 819 1.119 1.403 1.673 1.929
El Organico kg 819 1.119 1.403 1.673 1.929
Emina - Keju kg 116.319 158.875 199.286 237.631 273.987
King Fisher kg 24.574 33.565 42.103 50.204 57.885
Oki - Susu Skm kg 85.192 116.359 145.956 174.039 200.666
New Pricipal kg 65.532 89.507 112.274 133.877 154.359
New Pricipal kg 40.957 55.942 70.171 83.673 96.474
New Pricipal kg 40.957 55.942 70.171 83.673 96.474
Cefa Minyak kg 360.426 492.289 617.505 736.321 848.973
Jumlah 1.501.502 2.050.831 2.572.471 3.067.446 3.536.744
Sumber: Manajemen OPMS
b. Produk Yang Dijual. Agar diklarifikasi dan dijelaskan kesiapan terkait
gedung penyimpanan atau gudang atau warehouse yang dimiliki Perseroan
termasuk kapasitasnya dan penerapan standar keamanan pangan pada alur
penyimpanan dan distribusi dikaitkan dengan kegiatan usaha saat ini dan
rencana penambahan kegiatan usaha yang memiliki spesifikasi berbeda
sehubungan dengan jenis barang yang didistribusikan (logam dan pangan).
Jawaban:
Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang berlokasi di
Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi strategis untuk mendukung
kegiatan distribusi di wilayah tersebut. Total luas gudang mencapai ±1.000
m², dengan area yang secara khusus digunakan untuk penyimpanan produk
FMCG (Fast Moving Consumer Goods).
Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di bidang
distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan penyesuaian
infrastruktur gudang agar memenuhi standar penyimpanan yang sesuai
dengan karakteristik produk makanan dan minuman. Fasilitas penyimpanan
telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang tertata rapi, serta dilakukan
perawatan dan pembersihan secara berkala guna menjaga kebersihan dan
higienitas area penyimpanan.
Page 52
Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem
pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang berjaga 24
jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di seluruh area strategis
gudang.
Selain itu, Perseroan telah melakukan pengelompokan area penyimpanan
berdasarkan jenis produk untuk memastikan pemisahan yang jelas antara
produk pangan dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk
penyimpanan produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C
diperuntukkan bagi barang-barang logam. Dengan pengaturan ini, Perseroan
memastikan penerapan standar keamanan pangan dan pengelolaan yang
sesuai dengan spesifikasi masing-masing jenis barang yang didistribusikan.
c. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya. Agar:
1) Dijelaskan apakah ada/tidak persyaratan khusus atas penambahan 4
(empat) tenaga kerja terkait dengan rencana penambahan kegiatan
usaha Perseroan.
Jawaban:
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana untuk
merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna mendukung
operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian sebagai berikut:
1 Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5 tahun;
2 Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun;
3 Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun;
dan
4 Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik serta
telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk kendaraan jenis
truk dan pick-up.
2) Diklarifikasi pihak-pihak/supplier dan status kerja sama dalam
penyediaan produk sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan
usaha.
Jawaban:
Berdasarkan informasi manajemen, hingga saat ini Perseroan sudah
melakukan kerja sama dengan beberapa pihak yaitu PT Emina Cheese
Indonesia dan PT Federal Food Internusa.
d. Alur Distribusi. Agar diklarifikasi ada/tidaknya SOP terkait yang telah
dimiliki Perseroan dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan
usaha.
Jawaban:
Manajemen Perseroan telah menyusun SOP untuk rencana penambahan
kegiatan usaha FCMG yaitu sebagai berikut:
1. SOP Penerimaan barang dan piutang FCMG
2. SOP Pengiriman Barang
3. SOP Admin Fakturis
Page 53
4. SOP Pembelian Barang
5. SOP Gudang FCMG
7. Aspek Pola Bisnis. Agar dijelaskan lebih lanjut mengenai penerapan sistem
manajemen risiko yang komprehensif dan pengelolaan operasional berbasis
teknologi informasi yang akan dilakukan Perseroan, dikaitkan dengan kegiatan
usaha baru yang mengandung risiko kepatuhan regulasi keamanan pangan,
risiko persaingan dengan pemain besar yang sudah mapan hingga risiko
perubahan perilaku konsumen.
Jawaban:
Dalam melaksanakan kegiatan usaha baru yang berfokus pada distribusi
produk pangan, Perseroan akan menerapkan sistem manajemen risiko yang
komprehensif serta pengelolaan operasional berbasis teknologi informasi guna
memastikan efisiensi, kepatuhan, dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika
industri yang kompetitif. Sistem ini dirancang secara terintegrasi untuk
mengidentifikasi, menilai, memantau, dan mengendalikan berbagai potensi
risiko utama, antara lain risiko kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan,
risiko persaingan dengan pelaku distribusi besar yang telah mapan, serta risiko
perubahan perilaku dan preferensi konsumen.
Dari aspek kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan pangan, Perseroan akan
membentuk unit kepatuhan khusus yang bertanggung jawab dalam
memastikan seluruh kegiatan distribusi berjalan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Unit ini akan melakukan
pemantauan berkala terhadap perkembangan kebijakan pemerintah serta
memastikan bahwa seluruh produk yang didistribusikan telah memenuhi
standar sertifikasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait, seperti Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, Perseroan akan
mengimplementasikan sistem pemantauan kepatuhan berbasis teknologi
informasi yang mengintegrasikan data operasional dan audit internal, sehingga
pengawasan dapat dilakukan secara efektif, transparan, dan terdokumentasi
dengan baik.
Dalam menghadapi risiko persaingan pasar dengan pelaku distribusi besar dan
mapan, Perseroan akan menerapkan strategi diferensiasi berbasis layanan
melalui peningkatan kecepatan pengiriman, keandalan sistem distribusi, serta
jaminan mutu produk yang konsisten. Pemanfaatan teknologi analisis pasar
akan digunakan untuk menganalisis tren permintaan, pola pembelian, serta
preferensi pelanggan, sehingga strategi pemasaran dan distribusi dapat
disusun secara adaptif dan berbasis data. Selain itu, Perseroan akan
memperkuat kemitraan dengan produsen lokal maupun internasional guna
memperluas jaringan pasokan dan meningkatkan daya saing di pasar.
Terkait risiko perubahan perilaku konsumen, Perseroan akan mengoptimalkan
penggunaan data dan analisis perilaku digital untuk memahami tren konsumsi
dan pergeseran pola pembelian masyarakat. Hasil analisis tersebut akan
menjadi dasar dalam pengembangan strategi distribusi yang lebih responsif,
termasuk melalui perluasan kanal distribusi digital seperti e-commerce dan
platform daring lainnya. Dengan demikian, Perseroan dapat mempertahankan
relevansi dan kedekatan dengan konsumen, serta menjaga kinerja penjualan
secara berkelanjutan.
Page 54
8. Aspek Model Manajemen.
a. Ketersediaan Tenaga Kerja.
1) Sehubungan dengan pengungkapan bahwa Perseroan berencana
melakukan penambahan tenaga kerja sebanyak 4 (empat) orang, agar
ditambahkan informasi mengenai jenis ketrampilan dan tingkat
kompetensi yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan
usaha baru Perseroan, dan apakah dibutuhkan pelatihan atau sertifikasi
khusus kepada tenaga kerja yang telah dimiliki dan tenaga kerja baru di
masa mendatang untuk menjalankan kegiatan usaha baru dimaksud.
Jawaban:
Perseroan akan memberikan program pelatihan bagi tenaga kerja baru
untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan kegiatan usaha
distribusi produk pangan. Pelatihan tersebut meliputi pengembangan
kompetensi sumber daya manusia, pendekatan dan pelayanan
pelanggan, serta pelatihan manajemen operasional dan distribusi agar
tenaga kerja memiliki pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis
Perseroan.
Adapun untuk sertifikasi khusus tidak menjadi persyaratan utama,
mengingat kegiatan usaha ini lebih menekankan pada pengalaman
praktis dan keterampilan teknis di bidang FMCG (Fast Moving
Consumer Goods). Namun demikian, Perseroan akan terus mendorong
peningkatan kompetensi melalui pelatihan internal dan pengembangan
berkelanjutan sesuai kebutuhan operasional di masa mendatang.
2) Agar diklarifikasi dan dijelaskan mengenai jumlah tenaga kerja yang
akan dialokasikan/dibutuhkan beserta kualifikasi/kompetensinya
serta struktur organisasi atas kegiatan usaha yang akan ditambahkan.
Jawaban:
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana untuk
merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna mendukung
operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian sebagai berikut:
1 Supervisor, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang FMCG
2 Staf Sales, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang sales
FMCG
3 Staf Gudang, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang
pergudangan / warehouse khusus, dan
4 Staf Sopir, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang
pengiriman logistik serta telah memiliki lisensi mengemudi khusus
untuk kendaraan jenis truk dan pick-up.
b. Manajemen Risiko. Agar diklarifikasi mengenai “penambahan kegiatan
OPMS dalam bidang Pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga
Listrik”, selanjutnya agar disesuaikan.
Jawaban:
Page 55
Pada subbab 7.4 manajemen risiko terdapat kesalahan penulisan yaitu
“penambahan kegiatan usaha OPMS dalam bidang pembangunan dan
pemasangan instalasi tenaga listrik" yang selanjutnya sudah kami perbaiki.
c. Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen. Agar ditambahkan
pengungkapan mengenai struktur organisasi dan manajemen secara
keseluruhan setelah terjadi penambahan kegiatan usaha baru.
Jawaban:
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat
perubahan struktur organisasi dan manajemen setelah terjadi penambahan
kegiatan usaha baru.
9. Aspek Keuangan.
a. Agar pengungkapan terkait analisis kelayakan keuangan memperhatikan
hal-hal sebagaimana SEOJK 17/2020.
Jawaban:
Sudah disesuaikan dengan SEOJK 17/2020
b. Sumber pembiayaan. Agar diklarifikasi ada/tidaknya perjanjian
pembiayaan yang telah dilakukan dengan Bank serta dijelaskan rincian
Bank dan syarat kondisi pembiayaan dimaksud.
Jawaban:
Berdasarkan informasi dari manajemen tidak terdapat perjanjian terkait
pembiayaan dengan Bank ataupun pihak ketiga lainnya.
c. Biaya Operasional. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai rincian
transaksi yang mendasari peningkatan atas biaya operasional.
Jawaban:
Peningkatan biaya operasional disebabkan oleh dampak inflasi serta
kenaikan pendapatan yang berasal dari penambahan aktivitas penjualan
baru.
d. Asumsi-asumsi proyeksi keuangan. Agar ditambahkan pengungkapan atas
dasar penentuan masing-masing asumsi proyeksi keuangan, tingkat
ketercapaian, dan analisis Penilai atas proyeksi keuangan dan
ketercapaiannya.
Jawaban:
Dasar penentuan asumsi before dan after:
1. Beban Pokok Pendapatan (BPP)
BPP disusun berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan dengan
mengacu pada data historis.
2. PLAT (Produk Logam Sebelum Penambahan KBLI)
Proyeksi volume penjualan produk logam (dalam satuan kilogram)
diperoleh dari estimasi manajemen Perseroan. Pada periode 2026–2030,
Page 56
volume penjualan diproyeksikan tetap, karena Perseroan tidak berencana
menambah produksi untuk kategori ini.
3. PLAT (Produk Logam Setelah Penambahan KBLI)
Proyeksi volume penjualan produk logam (dalam satuan kilogram)
diperoleh dari estimasi manajemen Perseroan atas kegiatan usaha baru.
4. Harga Jual
Berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan, harga jual produk
diperkirakan meningkat pada tahun 2027–2030 seiring dengan dampak
kenaikan inflasi. Penetapan kenaikan harga jual pada tahun 2027
didasarkan pada pertimbangan strategi bisnis. Pada tahun-tahun awal
proyeksi, perusahaan berada pada fase penetrasi pasar sehingga harga
dipertahankan agar daya tarik produk tetap tinggi dan pembentukan basis
pelanggan tidak terhambat. Memasuki tahun 2027 harga meningkat
karena penyesuaian untuk mengoptimalkan profitabilitas serta
mengimbangi peningkatan biaya operasional.
5. Biaya Umum dan Administrasi
Disusun berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan dengan mengacu
pada data historis. Kenaikan pada tahun 2027–2030 terutama berasal dari
peningkatan biaya gaji pegawai serta biaya BBM, tol, dan parkir akibat
tekanan inflasi. Peningkatan beban umum dan administrasi dimulai pada
tahun 2027 karena pada tahun awal proyeksi perusahaan masih berada
dalam fase penetrasi pasar, sehingga strategi pengendalian biaya
diprioritaskan untuk menjaga efisiensi dan daya saing harga. Memasuki
2027, ketika skala operasi meningkat dan aktivitas bisnis memasuki fase
ekspansi, penyesuaian beban dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan
operasional yang lebih besar.
6. Pendapatan dan Beban Lainnya
Proyeksi disusun berdasarkan asumsi manajemen Perseroan.
7. Perputaran (Turnover)
Dihitung berdasarkan rasio historis Perseroan.
8. Pajak (Tax)
Merupakan pajak penghasilan badan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tingkat Ketercapaian Proyeksi
Manajemen Perseroan meyakini bahwa asumsi yang digunakan dalam
penyusunan proyeksi keuangan telah mempertimbangkan kondisi internal
dan eksternal secara cermat, serta didasarkan pada data dan tren historis
yang relevan. Oleh karena itu, proyeksi dinilai realistis dan dapat menjadi
dasar yang kuat untuk mencapai target kinerja keuangan yang optimal.
Analisis atas Proyeksi Keuangan dan Ketercapaiannya
Berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen Perseroan, Penilai meyakini
bahwa proyeksi keuangan yang disusun telah wajar dan tidak memerlukan
penyesuaian lebih lanjut.
e. Proyeksi Posisi Keuangan. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai
transaksi yang mendasari masing-masing peningkatan dan/atau
penurunan atas masing-masing transaksi pada proyeksi keuangan.
Page 57
Jawaban: Transaksi yang mendasari masing-masing peningkatan dan/atau penurunan atas masing-masing transaksi pada proyeksi keuangan sebagai berikut: 1. Piutang Usaha - Pihak Ketiga Piutang usaha pihak ketiga mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan pendapatan Perseroan. Peningkatan pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari penjualan secara kredit, sehingga berdampak pada bertambahnya saldo piutang yang tercatat dalam neraca karena pembayaran dari pelanggan belum diterima. 2. Persediaan Peningkatan persediaan mencerminkan penyesuaian terhadap pertumbuhan aktivitas penjualan, di mana diperlukan ketersediaan barang yang lebih besar untuk mendukung peningkatan volume penjualan. 3. Aset tetap – bersih Aset tetap bersih mengalami penurunan seiring dengan pengakuan beban penyusutan selama periode berjalan. 4. Aset hak guna – bersih Aset hak guna bersih pada Juli 2025 hingga 2030 cenderung meningkat seiring dengan penambahan aset hak guna baru, menggantikan aset hak guna existing yang nilainya telah habis karena adanya penyusutan. Aset hak guna meningkat karena aset hak guna historis telah mencapai akhir masa manfaat ekonominya sehingga tidak lagi dapat digunakan secara operasional. Untuk menjaga keberlangsungan aktivitas usaha, perusahaan perlu menambah aset hak guna baru sebagai bentuk investasi kembali yang memastikan kapasitas operasional tetap terjaga dan pendapatan dapat berkelanjutan. 5. Utang Usaha - Pihak Ketiga Utang usaha – pihak ketiga meningkat seiring dengan kenaikan beban pokok pendapatan yang mendorong peningkatan pembelian dari pemasok secara kredit. 6. Utang lain-lain - Pihak Ketiga Utang lain-lain pihak ketiga menurun pada Juli 2025 seiring dengan penurunan BPP, kemudian meningkat pada 2026–2030 sejalan dengan kenaikan BPP yang mencerminkan peningkatan aktivitas operasional dan pembelian dari pihak ketiga untuk mendukung pertumbuhan usaha Perseroan. 7. Beban masih harus dibayar Beban yang masih harus dibayar menurun pada Juli 2025 seiring dengan penurunan BPP, mencerminkan berkurangnya kewajiban atas biaya operasional yang belum dibayarkan. Namun, pada periode 2026–2030, akun ini meningkat sejalan dengan kenaikan BPP, yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas operasional dan akrual biaya yang lebih tinggi. 8. Saldo Laba Belum ditentukan penggunaannya Saldo laba belum ditentukan penggunaannya meningkat pada periode 2025–2028 akibat rugi bersih yang dialami Perseroan, kemudian
Page 58
menurun pada 2029–2030 seiring dengan perolehan laba bersih pada
periode tersebut.
f. Analisis Titik Impas. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai rincian
penjelasan masing-masing perhitungan dalam memperoleh nilai.
Selanjutnya, agar disampaikan kertas kerja excel perhitungan atas masing-
masing parameter.
Jawaban:
Dalam menghitung analisis Break Even Point (BEP) Penjualan atau Analisis
Titik Impas Penjualan, menggunakan rumus berikut:
BEP Penjualan = Fixed Cost (Beban Umum dan Administrasi) / Gross
Profit Margin
di mana;
Gross Profit Margin = Penjualan / Laba Kotor
Laba Kotor = Penjualan – Beban Pokok Pendapatan (Variable Cost)
g. Analisis Profitabilitas. Agar diklarifikasi dan dijelaskan atas kinerja
keuangan Perseroan yang negative selama periode proyeksi dikaitkan
dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru.
Jawaban:
Pada periode proyeksi, beberapa rasio profitabilitas Perseroan masih
menunjukkan nilai negatif, antara lain Operating Profit Margin (OPM), Net
Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE).
1. Operating Profit Margin negatif disebabkan oleh rugi usaha selama
periode proyeksi, yang terjadi karena total beban (beban pokok
pendapatan serta beban umum dan administrasi) lebih besar
dibandingkan total pendapatan.
2. Net Profit Margin negatif karena laba bersih (net income) Perseroan
selama periode proyeksi juga negatif, sebagai akibat dari total beban yang
melebihi pendapatan.
3. ROA bernilai negatif karena laba bersih selama periode proyeksi masih
rugi, sehingga ketika dibandingkan terhadap total aset menghasilkan rasio
negatif.
4. ROE negatif karena laba bersih selama periode proyeksi bernilai negatif,
sehingga saat dibandingkan terhadap ekuitas menghasilkan nilai rasio
yang juga negatif.
Selanjutnya, apabila dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha
baru, proyeksi laba rugi incremental menunjukkan perbaikan kinerja
keuangan. Perseroan diproyeksikan mencatat rugi bersih hingga tahun 2028,
namun mulai mengalami perbaikan pada tahun 2029 dan mencatat laba positif
pada tahun 2030. Dengan demikian, rasio profitabilitas diperkirakan mulai
menunjukkan nilai positif pada tahun 2029 dan 2030 seiring dengan
meningkatnya laba bersih hasil dari penambahan kegiatan usaha baru
tersebut.
Page 59
10. Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas masing-masing analisis
kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis,
analisis kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan keuangan, serta
kesimpulan kelayakan agar disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada
bagian Keterbukaan Informasi atas hal dimaksud.
Jawaban:
Berikut merupakan perubahan pengungkapan pada Laporan Studi Kelayakan
dengan Keterbukaan Informasi:
No. Revisi Keterangan Bab/Subbab FS Keterangan KI
1. Latar Belakang Bab 1 Pendahuluan poin 1.1 Pada bagian Penjelasan,
halaman 6 - 7 Pertimbangan dan Alasan
Dilakukannya Penambahan
Kegiatan Usaha halaman 17-18
2 IKNB Bab 1 Pendahuluan poin 1.2 Pada bagian Ringkasan
halaman 8 Laporan Studi Kelayakan
Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha
poin a. Identifikasi Status
Penilai halaman 8
3 Maksud dan Tujuan Bab 1 Pendahuluan poin 1.4 Pada bagian Ringkasan
Studi Kelayakan halaman 9 Laporan Studi Kelayakan
Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha
poin b. Maksud dan Tujuan
halaman 9
4 Laporan Limited Bab 1 Pendahuluan poin Pada bagian Uraian Singkat
Review 30 Juni 2025 1.11.1 halaman 12 Mengenai Perseroan, Ikhtisar
Data Keuangan Penting
Perseroan halaman 7
5 Asumsi dan Kondisi Bab 1 Pendahuluan poin 1.13 Pada bagian Ringkasan
Pembatas halaman 17 Laporan Studi Kelayakan
Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha
poin e. Asumsi dan Kondisi
Pembatas halaman 10
6 Pendekatan dan Bab 1 Pendahuluan poin 1.9 Pada bagian Ringkasan
Metode Analisis Yang halaman 11 Laporan Studi Kelayakan
Digunakan Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha
poin f. Pendekatan dan Metode
Analisis yang Digunakan
halaman 10 - 11
7 Jenis Mata Uang yang Bab 1 Pendahuluan poin 1.15 -
Digunakan halaman 17
8 Struktur Permodalan Bab 2 Gambaran Umum Pada bagian Uraian Singkat
Perseroan poin 2.3 halaman Mengenai Perseroin di Struktur
19 - 20 Permodalan dan Kepemilikan
Saham Perseroan halaman 6
9 Kinerja Keuangan Bab 2 Gambaran Umum Pada bagian Uraian Singkat
Historis Perseroan poin 2.7 halaman Mengenai Perseroin di Ikhtisar
24 - 25 Data Keuangan Penting
Perseroan halaman 7 - 8
10 Analisis Rasio Bab 2 Gambaran Umum Pada bagian Uraian Singkat
Keuangan Perseroan poin 2.7.4 halaman Mengenai Perseroin di Ikhtisar
29 - 32 Data Keuangan Penting
Perseroan
11 Data Susenas maret Bab 4 Aspek Kelayakan Pasar Pada bagian Ringkasan Studi
2025 poin 4.1 halaman 49 -50 Kelayakan Mengenai Rencana
Page 60
No. Revisi Keterangan Bab/Subbab FS Keterangan KI
Penambahan Kegiatan Usaha di
poin g. Analisis Kelayakan
Pasar 11
12 Kesimpulan Analisis Bab 4 Aspek Kelayakan Pasar Pada bagian Ringkasan Studi
Kelayakan Pasar poin 4.9 halaman 54 - 55 Kelayakan Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha di
poin g. Analisis Kelayakan
Pasar halaman 11 - 12
13 Kapasitas Bab 5 Aspek Kelayakan
Teknis poin 5.2 halaman 59 - -
60
14 Volume Penjualan Bab 5 Aspek Kelayakan
-
Teknis poin 5.3 halaman 60
15 Kesimpulan Analisis Bab 5 Aspek Kelayakan Pada bagian Ringkasan Studi
Kelayakan Teknis Teknis poin 5.8 halaman 63 - Kelayakan Mengenai Rencana
64 Penambahan Kegiatan Usaha di
poin h. Analisis Kelayakan
Teknis halaman 12 -13
16 Kesimpulan Analisis Bab 6 Aspek Kelayakan Pola Pada bagian Ringkasan Studi
Kelayakan Pola Bisnis Bisnis poin 6.9 halaman 73 - Kelayakan Mengenai Rencana
74 Penambahan Kegiatan Usaha di
poin i. Analisis Kelayakan Pola
Bisnis halaman 13 -14
17 Sumber Daya Manusia Bab 7 Aspek Kelayakan Model Pada bagian Ketersediaan
Manajemen poin 7.1 halaman Tenaga Ahli Sehubungan
75 Dengan Rencana Penambahan
Usaha halaman 17
18 Asumsi-asumsi Bab 8 Aspek Kelayakan
proyeksi keuangan Keuangan poin 8.3 halaman -
84 - 86
19 Kesimpulan Analisis Bab 8 Aspek Kelayakan Pada bagian Ringkasan Studi
Kelayakan Keuangan Keuangan poin 8.16 halaman Kelayakan Mengenai Rencana
99 - 100 Penambahan Kegiatan Usaha di
poin k. Analisis Kelayakan
Keuangan halaman 15 - 16
20 Lokasi Gudang - Pada bagian Penjelasan
Pertimbangan dan Alasan
Dilakukannya Penambahan
Kegiatan Usaha halaman 18 -19
21 Pengaruh Rencana Pada Bagian Penjelasan
Transaksi terhadap Tentang Pengaruh
kondisi keuangan Penambahan Kegiatan Usaha
Perseroan Pada Kondisi Keuangan
Perseroan halaman 19 - 20
22 Informasi - Pada bagian Informasi
Penyelenggaraan Penyelenggaraan RUPSLB
RUPSLB halaman 20 -21
23 Informasi Tambahan - Pada bagian Informasi
Tambahan halaman 22
Page 61
11. Lampiran Keuangan. Agar disampaikan kembali lampiran keuangan yang dapat
dibaca dengan jelas.
Jawaban:
Lampiran keuangan telah diperbaiki dan disampaikan kembali sehingga dapat
dibaca dengan jelas pada laporan yang telah diperbarui.
Demikian surat jawaban ini kami sampaikan sebagai tanggapan kami atas Surat OJK.
Hormat kami,
PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk
Meilyna Widjaja
Direktur Utama
Page 62
OTORITAS JASA KEUANGAN
62
Names mentioned 22 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Kunwidarto Direktur Penilaian
p.1
unresolved
person
Morhan Tirtonadi
p.3 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Morhan
p.3 ×2
unresolved
org
PT Emina Cheese Indonesia
p.11 ×7
unresolved
org
PT Federal Food Internusa. Pihak
p.11 ×2
unresolved
org
PT Federal Food Internusa. Kemudian
p.15 ×2
unresolved
org
PT. Intikita Mega Momentum. Dikarenakan
p.15 ×2
unresolved
org
PT Federal Food Internusa
p.15 ×3
unresolved
org
Pengawas Obat dan Makanan
p.22 ×2
unresolved
org
PT Asian Prima Indosteel
p.39
unresolved
person
Gema Bismantaka
p.39
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.39
unresolved
person
Leolin Jayanti
p.39
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.39 ×2
unresolved
person
Ir. Joyce Sudarto
p.40 ×2
unresolved
org
KJPP Guntur
p.42
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
12574 ms
12 Sep 2026 22:33
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [{'name': 'Perseroan yang dapat dihubungi Pemegang Saham untuk '
'memperoleh',
'relationship': ''}],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}