Skip to content
Back to announcement

20251114_OPMS_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31985288_lamp5.pdf

Asset transaction Needs review OPMS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 51

Page 1 OCR 0.950
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Jakarta, 12 November 2025 No. 049.CS.OPMS.2025

Kepada Yth.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4
Jakarta Pusat 10710

Up : Bapak Kunwidarto
Direktur Penilaian Emiten dan Perusahaan Publik

Perihal : Tanggapan atas Komentar OJK

Dengan hormat,

Merujuk pada surat Otoritas Jasa Keuangan S-553/PM.023/2025 tanggal 6 November 2025, perihal
Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima
Metal Sinergi Tbk. (“Surat OJK”), dengan ini kami sampaikan tanggapan kami atas Surat OJK khusus
mengenai rencana perubahan kegiatan usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (“Perseroan”).

Il. Umum

1. Berkenaan dengan Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh
PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk kepada OJK melalui SPE nomor
039.CS.OPMS.2025 tanggal 23 Oktober 2025 perihal Rencana Transaksi
Perubahan Kegiatan Usaha, agar penyajian dan pengungkapan Keterbukaan
Informasi dimaksud disesuaikan dengan POJK No. 17/POJK.04/2020.

Jawaban:
Berkenaan dengan penyajian dan pengungkapan Keterbukaan Informasi
sudah disesuaikan dengan POJK No. 17/POJK.04/2020.

2. Perseroan agar memastikan atas seluruh kesalahan penulisan (typo) yang
terdapat pada dokumen Keterbukaan Informasi telah disesuaikan.
Selanjutnya, dalam penyajian jawaban atas tanggapan OJK, Perseroan agar
menyajikan dan menyampaikan tanggapan sebagaimana hasil analisis
laporan atas kondisi Perseroan dan bukan screen capture dari ketentuan
POJK atau SEOJK.

Jawaban:

Berkenaan dengan kesalahan penulisan (typo) yang terdapat pada dokumen
Keterbukaan Informasi telah disesuaikan. Selanjutnya untuk penyajian
jawaban atas tanggapan OJK, Perseroan telah menyajikan dan menyampaikan
tanggapan sebagaimana hasil analisis laporan atas kondisi Perseroan dan
bukan screen capture dari ketentuan POJK atau SEOJK.

3. Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, agar
diklarifikasi mengenai ada/atau tidaknya perizinan dan/atau persetujuan
yang wajib diperoleh dari kreditur, pihak ketiga dan/atau instansi berwenang
lainnya.
Page 2 OCR 0.955
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Jawaban:

Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak
memiliki kewajiban untuk mendapatkan perizinan dan/atau persetujuan yang
wajib diperoleh dari kreditur, pihak ketiga dan/atau instansi berwenang
lainnya selain kewajiban yang daitur dalam POJK 17/2020.

II. Keterbukaan Informasi Kepada Pemegang Saham

1.

Agar tanggal penerbitan Keterbukaan Informasi disesuaikan apabila ada
perubahan.

Jawaban:
Tanggal penerbitan keterbukaan informasi sudah disesuaikan.

Pendahuluan. Paragraf 5. Agar diklarifikasi atas Perizinan-perizinan dari
instansi terkait yang dibutuhkan sehubungan dengan penambahan bidang
usaha ini.

Jawaban:

Tidak terdapat perizinan tambahan yang diperlukan sehubungan dengan
rencana penambahan kegiatan usaha dikarenakan klasifikasi KBLI yang
tercantum dalam NIB Perseroan termasuk dalam kategori risiko rendah,
sehingga tidak memerlukan izin berusaha tambahan dari instansi terkait di luar
perizinan yang telah dimiliki Perseroan saat ini.

Uraian Singkat Mengenai Perseroan. Agar:
a. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan. Agar:
1) Dihapus pengungkapan “(Lembar)” pada tabel.
2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan “Jumlah (Rupiah Penuh)”
menjadi “Nilai Nominal Saham (Rupiah Penuh)”.
3) Ditambahkan pengungkapan nilai nominal per saham.

4) Pengungkapan “Total” pada baris disesuaikan menjadi “Total Modal
Ditempatkan dan Disetor Penuh”.

5) Diklarifikasi terkait update terkini atas penjualan kembali saham
treasuri.

Jawaban:
a. Mengenai struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sudah
kami sesuaikan pada bagian Uraian Singkat Mengenai Perseroan

Berikut hasil yang telah disesuaikan:
Update terkini, Perseroan belum berhasil kembali menjual saham treasuri.

Susunan pemegang saham OPMS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Page 3 OCR 0.921
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Nilai
Nominal
Kepemilikan Per
(Yo) Saham
(Rupiah
Penuh

Nilai Nominal
Saham
(Rupiah Penuh)

Pemegang Saham Jumlah Saham

He ala 597.900.000 59,796 100 | 59.790.000.000
ndosteel

Sukianto Widjaja 2.100.000 0,21Y6 100 210.000.000
Treasuri Stok 198.373.000 19,84Y9 100 19.837.300.000
Masyarakat

(masing-masing di 201.627.000 20,16Y6 100 | 20.162.700.000
bawah 5y6)

Total Modal

Ditempatkan dan 1.000.000.000 100,005 100.000.000.000
Disetor Penuh

Sumber: Manajemen OPMS

Pada tahun 2020, Perseroan membeli saham treasuri melalui aksi buyback.
Berdasarkan surat No.008.CS.OPMS.2025 tanggal 20 Maret 2025, sesuai
dengan POJK No.2/POJK.04/2013, Perseroan telah melakukan
Keterbukaan Informasi kepada regulator mengenai penjualan kembali
saham buyback mulai tanggal 9 April 2025 sampai dengan 31 Mei 2025.

Berdasarkan surat No.019.CS.OPMS.2025 tanggal 2 Juni 2025, terkait
dengan penjualan kembali atas saham treasuri melalui buyback,
menyatakan bahwa Perseroan belum berhasil menjual saham treasuri
melalui mekanisme pasar di BEI.

Berdasarkan POJK No.30.POJK.04/2017, Perseroan wajib menjual kembali
saham treasuri dalam 3 (tiga) tahun, sebelum 17 April 2026. Pada tanggal
30 Juni 2025, tidak terdapat penjualan saham treasuri.

b. Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan. Agar:

1) Ditambahkan pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta
Opini audit atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025.

Jawaban:
Pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta opini audit atas
Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025 sudah ditambahkan di
Keterbukaan Informasi bagian Ikhtisar Data Keuangan Penting
Perseroan.

Berikut hasil yang telah ditambahkan:

Laporan Keuangan OPMS yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
yang telah direview oleh Morhan Tirtonadi, CPA Registrasi Akuntan
Publik No. AP.0628 dari Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan,
dengan nomor laporan MR/L-008/25 tanggal 26 Agustus 2025 dengan
opini wajar dalam semua hal yang material.
Page 4 OCR 0.852
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel yang
dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya.

Jawaban:

Penyajian dan pengungkapan periode pada tabel Ikhtisar Data
Keuangan Penting Perseroan sudah disesuaikan dimulai dari tahun
terkini ke tahun periode sebelumnya.

Berikut hasil setelah disesuaikan:

Tinjauan Laba (Rugi)

Ribuan Rupiah

Dalam

Jun 20
: v Review

Pendapatan 2.439.602 23.721.866 | 40.784.169 9117164 | 22.510.395 | 41.184.565 | 34.773.247
Beban Pokok

Pendapatan 3.431.256 23.547.289 | 41.486.701 | 10.729.121 17.815.359 | 37461493 | 30.490.801
Laba Rugi
Usaha

Laba Rugi
Sebelum
Pajak
Penghasilan
Laba Rugi
Bersih Tahun (3.293.866) | (2.649.738) | (8.284.284) | (4.751.545) (860.860) (353.810) 1.031.801
Berjalan
Jumlah Laba
Rugi (3.208.264) | (2.463.157) | (8.113.080) | (4.483.340) | (1.312.825) (412.949) 1.065.589
Komprehensif

(3.679.087) | (3832191) | (7534510) | (7.638.092) | (3os6sea) | (2.605.533) | (024.620)

(3.296.528) | (3.431.760) | (6859495) | (6.338.595) | (a178228) | (773.605) | 1.219.383

Tinjauan Posisi Keuangan

Dalam Ribuan Rupiah

ludit Audit

Aset

Aset Lancar 23.092.016 | 26.450.669 | 24.481.182 24.320.300 | 27.933.476 48.297.703 82.790.685

sb 53752145 | so2seia6 | ss.sangos | s4age2106 | 66378942 | 45.607.036 | 16327113

Jumlah Aset 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797

Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435
Pendek
Liabilitas
Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051
Panjang

Jumlah 749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5.492.486
Liabilitas

Jumlah
Ekuitas
Jumlah
Liabilitasdan | 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797
Ekuitas

76.094.854 | 84.953.041 | 79.303.118 87.416.198 | 91.899.539 93.212.363 93.625.312

Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas

Current Ratio 8574,20W | 21316,53W | 12547,08Y4 2075,73W | 1524274 | 17075,68W | 1624,48Y
Guick Ratio 8452,07W | 20974,04Y | 12340,50Y5 1910,52w | 1455,31W | 16573,30W | 1551,36Y
Cash Ratio 4838,85W | 8401,574 4894,26Y 628,46W 892,094 | 12630,7149 | 1217,41Y
Rasio Aktivitas

Perputaran Piutang 1 2 - 16 - - -

Page 5 OCR 0.750
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Usaha Pihak Ketiga

Perputaran

Pera 35 P4 4 66 26 14 45
Perputaran Utang N o . 28 . . .
Usaha Pihak Ketiga

eebSe Utang £ 2 2 2 32 5 s)
etensi

Perputaran Beban

yang Masih Harus rd 0 - 3 2 1 1

Dibayar

Rasio Solvabilitas 0,96

Debt to Asset 0,989 0,904 2,00y6 2,56Yo 0,74Ya 5,549h

Debt to Eguity 0,98Y5 0,884 0,91Y4a 2,046 2,63 Yo 0,74 Ya 5,874

Rasio Profitabilitas 0,896

Gross Margin 10,659 -1,7299 17,689 20,86Yo 9,049 12,329

Operating Margin -150,81Y9 0,74Ya 184790 -83,79Y9 -13,71Y6 -6,55Y9 -2,95Yh

Net Profit Margin -135,02Y9 -16,15Y6 -20,31Y4 -52,12Y6 -3,82Y9 -0,86Ya 2,97 Ya

ROA “4,29Y9 11176 "10,354 “5,339 -0,91Y9 -0,38Y4 1,0495

ROE 14,339 :3,09Y4 :10,45Y4 54496 -0,94Yo -0,38Y9 1,1099

3) Ditambahkan pengungkapan atas tinjauan laba (rugi) periode 30 Juni
2024.

Jawaban:

Pengungkapan atas tinjauan laba(rugi) periode 30 Juni 2024 sudah
ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan
bagian Tinjauan laba (rugi)

Berikut hasil setelah ditambahkan:

Dalam Ribuan Rupiah

Audit

Aset

Aset Lancar 23.092.016 | 26.450.669 | 24.481.182 | 24.320.300 | 27.933.476 48.297.703 82.790.685

ek 52752145 | so2se1a6 | sssareos | csee2106 | 66378042 | 4as.6c0o7z036 | 16327113

Jumlah Aset 76.814.161 | 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 | 94312419 93.904.739 99.117.797

Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435
Pendek
Liabilitas
Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051
Panjang
Jumlah
Liabilitas

749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5.492.486

Jumlah
Ekuitas
Jumlah
Liabilitasdan | 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797
Ekuitas

76.094.854 | 84.953.041 | 79.303.118 | 87.416.198 | 91.899.539 93.212.363 93.625.312

4) Ditambahkan pengungkapan Laporan Posisi Keuangan periode 30 Juni
2025.

Jawaban:

Pengungkapan laporan posisi keuangan periode 30 Juni 2025 sudah
ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan
bagian Tinjauan Posisi Keuangan
Page 6 OCR 0.741
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Berikut hasil setelah ditambahkan:

Aset

Aset Lancar 23.092.016 | 26.450.669 | 24.481.182 | 24.320.300 27.933.476 48.297.703 82.790.685

Pesta TN 53.752.145 | 59.258.146 | 55.541.895 | 64.882.106 | 66.378.942 | 45.607.036 | 16.327.113

Jumlah Aset 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797

Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435
Pendek
Liabilitas
Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051
Panjang
Jumlah
Liabilitas

749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5.492.486

Jumlah
Ekuitas
Jumlah
Liabilitasdan | 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797
Ekuitas

76.094.854 | 84.953.041 79.303.118 | 87416198 | 91.899.539 93.212.363 93.625.312

5) Ditambahkan pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni
2024.

Jawaban:

Pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni 2025 sudah
ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan
bagian Rasio Keuangan

Berikut hasil setelah ditambahkan:
| 25 t

(eterangan

Rasio Likuiditas
Current Ratio 857420 | 21316,53W 12547,08W 2075,73Y4 1524,27Y5 17075,68Y | 162448
Ouick Ratio 8452,07Y | 20974,04Y9 12340,50y6 1910,52Y5 1455,31Y9 16573,30y | 1551,36Y0
Cash Ratio 4838,85Y 8401,57Yo 4894, 26Yo 628,46Yo 892,09Y5 12630714 | 1217,41Y
Rasio Aktivitas
Perputaran
Piutang Usaha “| 2 - 16 - - -
Pihak Ketiga
Perputaran
aa Tan 35 7 4 66 26 14 45
Perputaran
Utang
Usaha Pihak 6 5 : “8 : : :
Ketiga
Perputaran . 1 . 2 3
Utang Retensi 2 ag
Perputaran
Beban yang 2
Masih Harus t 0 2 3 2 :
Dibayar
Rasio Solvabilitas 0,96
Debt to Asset 0,984 0,90Y9 2,005 2,56Yo 0,74Yo 5,54Y0
Debt to Eguity 0,984 0,884 0919 2,045 2,63 Yo 0,746 5,87Ya
Rasio Profitabilitas 08946
Gross Margin “40,65 Yo -1,72Yo -17,68Yo 20,86Y4 9,04y6 12,32Y9
Hm -150,8196 | 0,7496 18474 | -83,7996 | -13,7196 “6,556 -2,95Y6
Net Profit :135,0244 116,154 :20,31Y6 :52,12Y4 13,824 208649 2,97 Ya

Page 7 OCR 0.919
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

ROA A29 Yo 11,170 -10,3599 -5,33Y9 -0,9196 -0,38b

1,046

ROE 4,33 Yo -3,0996 10,45Y9 5449 -0,94Y9 -0,38Y6

11096

6) Diungkapkan secara jelas nilai tambah yang diterima oleh pemegang

saham Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru.

Jawaban:

Nilai tambah yang diperoleh pemegang saham atas penambahan
kegiatan usaha baru terletak pada terbukanya sumber pendapatan baru
bagi Perseroan. Melalui perluasan kegiatan usaha, OPMS memiliki
landasan legal untuk menjalankan lini bisnis tambahan yang berpotensi
meningkatkan omzet dan laba Perseroan di masa mendatang. Selain itu,
langkah diversifikasi ini juga berfungsi sebagai upaya mitigasi risiko,
dengan mengurangi ketergantungan terhadap kegiatan usaha eksisting
yang tengah mengalami penurunan. Dengan demikian, OPMS dapat
menjaga stabilitas kinerja keuangan sekaligus mempertahankan daya

tarik nilai perusahaan bagi investor jangka Panjang.

4. Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha.

a.

Maksud dan Tujuan. Agar disesuaikan dan ditambahkan pengungkapan
bahwa maksud penugasan adalah untuk memberikan pendapat
kelayakan atas penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal
Sinergi, Tbk dalam kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak
digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut, dikaitkan
dengan KJPP tidak hanya melakukan kajian namun memberikan
pendapat kelayakan.

Jawaban:

Maksud dan Tujuan telah disesuaikan dalam Keterbukaan Informasi
bagian Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha poin b. Maksud dan Tujuan.

Berikut hasil setelah disesuaikan:

Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas
penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk dalam
kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks
atau tujuan penugasan tersebut. Dalam penugasan ini, KJPP tidak hanya
melakukan kajian namun memberikan pendapat kelayakan atas
penambahan kegiatan usaha.

Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan
Page 8 OCR 0.958
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian
Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

Asumsi dan Kondisi Pembatas. Agar penyajian dan pengungkapan atas
asumsi dan kondisi pembatas disesuaikan sebagaimana diatur dalam
Pasal 35 POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

Jawaban:
Asumsi dan Kondisi pembatas sudah disajikan dan diungkapkan sesuai
dengan Pasal 35 POJK No. 35/2020 tentang penilaian dan penyajian

Laporan Penilaian Bisnis dipasar modal, yaitu sebagai berikut:

Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion.

Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses Studi Kelayakan.

Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh OPMS dan atau data yang
diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi
lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.

GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh OPMS
dan telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

GEAR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.

Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
operasional OPMS.

GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan
yang dihasilkan.

GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi

kelayakan dari pemberi tugas.

Ruang lingkup penugasan. Agar ditambahkan penjelasan terkait ruang
lingkup penugasan.

Jawaban:

Ruang lingkup penugasan sudah ditambahkan pada bagian ringkasan
Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
yaitu merujuk pada identifikasi status penilai, identifikasi status pemberi
tugas dan pengguna laporan, maksud dan tujuan studi kelayakan, objek
studi kelayakan, tanggal studi kelayakan, asumsi dan kondisi pembatasan,
serta pendekatan dan metode analisis yang digunakan.

Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan. Agar:

1) Penyajian dan pengungkapan disesuaikan menjadi “Dalam menyusun
Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17
Page 9 OCR 0.960
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

2)

3)

/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia
(SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia
(MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI),
dan peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data primer
dan sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar, analisis
kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan memberikan
Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.

Jawaban:
Pengungkapan sudah disesuaikan menjadi:

Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25
Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No.17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian
Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai
Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup
pengumpulan data primer dan sekunder, inspeksi lapangan, analisis
kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola
bisnis, analisis kelayakan model manajemen, analisis kelayakan
keuangan, dan memberikan Kesimpulan hasil studi kelayakan
penambahan kegiatan usaha.

Diklarifikasi metode yang digunakan dalam pengumpulan data dari
hasil diskusi, pihak Perseroan dalam diskusi, serta aspek-aspek yang
dianggap berpengaruh dalam kelayakan dimaksud.

Jawaban:

Pengumpulan data dari hasil diskusi, pihak Perseroan dalam diskusi,
serta aspek-aspek yang dianggap berpengaruh dalam kelayakan
dengan pihak Perseroan yaitu meliputi diskusi melalui virtual meeting
mengenai aspek pemasaran, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen dan aspek keuangan terkait dengan penambahan
kegiatan usaha.

Proses analisis. Agar redaksi analisis yang digunakan disesuaikan
sebagaimana SEOJK 17/2020 yaitu analisis kelayakan pasar, analisis
kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
model manajemen, analisis kelayakan keuangan. Selanjutnya agar
disesuaikan dalam seluruh dokumen terkait penambahan kegiatan
usaha.

Jawaban:
Redaksi analisis yang digunakan sudah disesuaikan menjadi:
Page 10 OCR 0.953
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Pr

Analisis Kel kan

Analisis kelayakan pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar,
persaingan usaha, strategi pemasaran atas rencana penambahan
kegiatan usaha.

Analisis kelayakan teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis
Perseroan dari rencana penambahan kegiatan usaha, spesifikasi
teknis, teknis pelaksanaan, ketersediaan dan kualitas sumber daya
manusia, timeline, dan rencana keberlanjutan.

Analisis kelayakan pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha
Perseroan saat ini, analisis atas penambahan kegiatan usaha, analisis
kemampuan untuk menciptakan nilai, analisis keunggulan
kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis
industri, analisis risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT.
Analisis kelayakan model manajemen yang mengkaji struktur
organisasi dan kebutuhan karyawan atas rencana penambahan
kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan
manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen
kekayaan intelektual, manajemen risiko, sumber daya manusia, dan
komposisi karyawan.

Analisis kelayakan keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter
kelayakan ekonomi, rencana biaya investasi, sumber pembiayaan,
asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan, analisis
biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, analisis titik
impas, analisis profitablitias, analisis tingkat imbal balik investasi,
analisis inkremental, dan analisis kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha.

4) Analisis Aspek Pasar. Agar:

a)

b)

Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Pasar”.

Jawaban:
Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Pasar

Dijelaskan dan diklarifikasi terkait strategi pemasaran yang akan
dilakukan Perseroan terkait dengan rencana penambahan
kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan pesaing usaha yang
sudah ada pada kegiatan usaha dimaksud serta kegiatan usaha
utama Perseroan yang bergerak dalam perdagangan besar
potongan logam.

Jawaban:

Terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha pada sektor
perdagangan besar makanan dan minuman, Perseroan telah
menyiapkan strategi pemasaran yang disusun dengan
Page 11 OCR 0.959
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

d)

mempertimbangkan karakteristik pasar serta tingkat persaingan
pada sektor tersebut. Strategi ini berbeda dengan kegiatan usaha
utama Perseroan saat ini yang bergerak di bidang perdagangan
besar potongan logam, namun tetap memanfaatkan pengalaman
Perseroan dalam aspek distribusi, pengelolaan rantai pasok, dan
hubungan bisnis dengan mitra lokal.

Dijelaskan dan diklarifikasi dasar pernyataan bahwa rencana
penambahan kegiatan usaha dari aspek kelayakan pasar dinilai
layak, dikaitkan dengan latar belakang industri dan kegiatan
usaha utama Perseroan saat ini.

Jawaban:

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor
dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto
(PDB) nonmigas. Dukungan pemerintah terhadap ketahanan
pangan dan penguatan sektor hilir pertanian juga menjadi faktor
penguat terhadap prospek sektor ini. Dengan demikian, sektor
perdagangan besar makanan dan minuman memiliki potensi pasar
yang besar, baik di tingkat nasional maupun regional, khususnya di
wilayah Madura yang masih dalam tahap pengembangan.

Sementara itu, kegiatan usaha utama Perseroan di bidang
perdagangan besar potongan logam saat ini menghadapi
tantangan akibat menurunnya permintaan domestik dan
pergeseran kebijakan pembangunan nasional dari infrastruktur ke
ketahanan pangan. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya
strategi diversifikasi untuk menjaga keberlanjutan dan stabilitas
kinerja usaha Perseroan.

Berdasarkan analisis tersebut, rencana penambahan kegiatan
usaha dinilai layak dari aspek pasar, karena memiliki potensi
permintaan yang kuat dan terus meningkat di sektor makanan dan
minuman, selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang
mendorong sektor pangan dan distribusinya dan memanfaatkan
kemampuan Perseroan dalam logistik, distribusi, dan jaringan
bisnis yang telah terbentuk dari kegiatan usaha sebelumnya.

Sehubungan dengan pengungkapan bahwa “strategi pemasaran
berbasis digital dan kemitraan dengan UMKM lokal memberikan
keunggulan kompetitif tersendiri”, agar dijelaskan lebih lanjut
kesiapan yang telah dilakukan Perseroan terkait strategi
pemasaran berbasis digital dan pemetaan UMKM lokal.

Jawaban:

Perseroan telah menyiapkan strategi pemasaran berbasis digital
secara terstruktur melalui penggunaan media sosial dan
marketplace, penerapan sistem informasi internal terintegrasi
untuk pengelolaan penjualan, persediaan, dan distribusi. Langkah
ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional serta
memperluas jangkauan pasar secara digital.

Selain itu, Perseroan telah melakukan pemetaan dan penjajakan
Page 12 OCR 0.955
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

kerja sama dengan UMKM lokal di wilayah Madura untuk
mengembangkan kemitraan distribusi dan penyediaan pasokan.
Melalui program kemitraan ini, OPMS berperan sebagai mitra
distribusi dan pusat etalase produk UMKM, sehingga tercipta
sinergi bisnis yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal
sekaligus memperkuat posisi Perseroan di pasar regional.

Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan pasar tersebut,
maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha
pada aspek kelayakan pasar adalah layak”.

Jawaban:
Pada pengungkapan pernyataan kelayakan pasar sudah
disesuaikan.

5) Analisis Aspek Tenis. Agar:

a)

b)

Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Teknis”.

Jawaban:
Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Teknis.

Dijelaskan dan diklarifikasi atas kapasitas kesiapan Perseroan
dalam melaksanakan dan menjalankan rencana penambahan
kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang
industri dan kegiatan usaha utama Perseroan saat ini.

Jawaban:

Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang
berlokasi di Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi
strategis untuk mendukung kegiatan distribusi di wilayah
tersebut. Total luas gudang mencapai £1.000 m?, dengan area yang
secara khusus digunakan untuk penyimpanan produk FMCG (Fast
Moving Consumer Goods).

Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha
di bidang distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan
dan penyesuaian infrastruktur gudang agar memenuhi standar
penyimpanan yang sesuai dengan karakteristik produk makanan
dan minuman. Fasilitas penyimpanan telah dilengkapi dengan rak
penyimpanan yang tertata rapi, serta dilakukan perawatan dan
pembersihan secara berkala guna menjaga kebersihan dan
higienitas area penyimpanan.

Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem
pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang
berjaga 24 jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di
seluruh area strategis gudang.
Page 13 OCR 0.942
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

d)

Selain itu, Perseroan juga mengunakan Metode Penyimpan barang
FIFO, penggunaan metode FIFO dalam bisnis FMCG membantu
menjaga kualitas produk, mempercepat perputaran persediaan,
meminimalkan risiko kedaluwarsa serta meningkatkan akurasi
stok dan efisiensi biaya. Perseroan telah melakukan
pengelompokan area penyimpanan berdasarkan jenis produk
untuk memastikan pemisahan yang jelas antara produk pangan
dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk penyimpanan
produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C diperuntukkan
bagi barang-barang logam.

Perseroan juga telah memiliki armada logistik yang memadai
untuk mendukung kegiatan operasional distribusi, terdiri atas 1
(satu) unit truk dengan kapasitas angkut 7 ton, 1 (satu) unit
box/pick-up dengan kapasitas 1,5 ton, serta 1 (satu) unit crane
dengan kapasitas 5 ton.

Diklarifikasi apakah telah terdapat perjanjian kerjasama dengan
pemasok utama.

Jawaban:
Perseroan sudah melakukan kerja sama dengan beberapa pihak
yaitu PT Emina Cheese Indonesia dan PT Federal Food Internusa.

Diklarifikasi dan dijelaskan ada/tidaknya SOP yang telah dimiliki
Perseroan dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan
usaha.

Jawaban:
Manajemen Perseroan telah menyusun SOP untuk rencana
penambahan kegiatan usaha FCMG yaitu sebagai berikut:

SOP Penerimaan barang dan piutang FCMG
SOP Pengiriman Barang

SOP Admin Fakturis

SOP Pembelian Barang

SOP Gudang FCMG

BE und de ca

Sehubungan dengan pernyataan bahwa Perseroan akan
mengoptimalkan sumber daya internal dengan memanfaatkan
tenaga kerja berpengalaman, sekaligus melakukan rekrutmen
tambahan untuk bidang administrasi, gudang, logistik, sopir dan
penjualan, agar diklarifikasi dan dijelaskan lebih lanjut atas
kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan terkait penambahan
kegiatan usaha dimaksud, kualitas sumber daya internal,
ada/tidaknya ahli profesional yang dibutuhkan serta kriteria dari
ahli professional dimaksud.

Jawaban:
Terdapat perubahan atas divisi rekruitmen oleh Perseroan, yang
Page 14 OCR 0.951
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

3

selanjutnya Perseroan berencana untuk merekrut empat (4) orang
tenaga kerja baru guna mendukung operasional pada kegiatan
usaha FCMG, dengan rincian sebagai berikut:

1. Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5
tahun,

2. Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2
tahun:

3. Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2
tahun: dan

4. Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik
serta telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk
kendaraan jenis truk dan pick-up.

Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan teknis tersebut,
maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha
pada aspek kelayakan teknis adalah layak”.

Jawaban:
Pada pengungkapan pernyataan kelayakan teknis sudah
disesuaikan.

6) Analisis Aspek Pola Bisnis. Agar:

a)

b)

Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Pola
Bisnis”.

Jawaban:
Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Pola Bisnis.

Sehubungan dengan pernyataan bahwa risiko keuangan dapat
timbul jika investasi awal dan biaya operasional tidak seimbang
dengan pendapatan, agar dijelaskan dan diklarifikasi rincian
investasi awal yang dibutuhkan terkait rencana penambahan
kegiatan usaha dimaksud serta kecukupan sumber dana.

Jawaban:

Terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha di sektor
perdagangan besar makanan dan minuman, total investasi awal
yang dibutuhkan Perseroan sebesar Rp3.000.000.000. Adapun
rincian investasi tersebut meliputi:

Investasi Peralatan Pabrik sebesar Rp100.000.000,

Investasi Peralatan Kantor sebesar Rp50.000.000,

Jasa Profesional (KJPP dan Notaris) sebesar Rp150.000.000, dan
Persediaan awal sebesar Rp2.700.000.000.

Seluruh kebutuhan investasi awal tersebut akan dibiayai
menggunakan dana internal Perseroan yang berasal kas yang
tersedia. Dengan struktur pendanaan tersebut, Perseroan menilai
sumber dana yang dimiliki cukup memadai untuk mendukung
Page 15 OCR 0.954
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

d)

pelaksanaan rencana penambahan kegiatan usaha tanpa
menimbulkan risiko keuangan yang material terhadap likuiditas dan
operasional Perseroan.

Ditambahkan serta dijelaskan dan diklarifikasi atas keunggulan
kompetitif yang dimiliki Perseroan dikaitkan dengan keunikan
pola bisnisnya, serta kemampuan Perseroan dalam menciptakan
nilai.

Jawaban:

Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan dikaitkan dengan
keunikan pola bisnisnya, serta kemampuan Perseroan dalam
menciptakan nilai sudah disesuaikan pada Keterbukaan Informasi
Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha poin i. Analisis Kelayakan Pola Bisnis

Dijelaskan lebih lanjut atas penerapan sistem manajemen risiko
yang komprehensif dan pengelolaan operasional berbasis teknologi
informasi yang akan dilakukan Perseroan, dikaitkan dengan
kegiatan usaha baru yang mengandung risiko kepatuhan regulasi
keamanan pangan yang ketat, risiko persaingan dengan pemain
besar yang sudah mapan hingga risiko perubahan perilaku
konsumen.

Jawaban:

Dalam melaksanakan kegiatan usaha baru yang berfokus pada
distribusi produk pangan, Perseroan akan menerapkan sistem
manajemen risiko yang komprehensif serta pengelolaan
operasional berbasis teknologi informasi guna memastikan
efisiensi, kepatuhan, dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika
industri yang kompetitif. Sistem ini dirancang secara terintegrasi
untuk mengidentifikasi, menilai, memantau, dan mengendalikan
berbagai potensi risiko utama, antara lain risiko kepatuhan
terhadap regulasi keamanan pangan, risiko persaingan dengan
pelaku distribusi besar yang telah mapan, serta risiko perubahan
perilaku dan preferensi konsumen.

Dari aspek kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan pangan,
Perseroan akan membentuk unit kepatuhan khusus yang
bertanggung jawab dalam memastikan seluruh kegiatan distribusi
berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Unit ini akan melakukan pemantauan berkala terhadap
perkembangan kebijakan pemerintah serta memastikan bahwa
seluruh produk yang didistribusikan telah memenuhi standar
sertifikasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait, seperti Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, Perseroan akan
mengimplementasikan sistem pemantauan kepatuhan berbasis
teknologi informasi yang mengintegrasikan data operasional dan
audit internal, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara efektif,
transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
Page 16 OCR 0.957
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Dalam menghadapi risiko persaingan pasar dengan pelaku distribusi
besar dan mapan, Perseroan akan menerapkan strategi diferensiasi
berbasis layanan melalui peningkatan kecepatan pengiriman,
keandalan sistem distribusi, serta jaminan mutu produk yang
konsisten. Pemanfaatan teknologi analisis pasar akan digunakan
untuk menganalisis tren permintaan, pola pembelian, serta preferensi
pelanggan, sehingga strategi pemasaran dan distribusi dapat disusun
secara adaptif dan berbasis data. Selain itu, Perseroan akan
memperkuat kemitraan dengan produsen lokal maupun
internasional guna memperluas jaringan pasokan dan meningkatkan
daya saing di pasar.

Terkait risiko perubahan perilaku konsumen, Perseroan akan
mengoptimalkan penggunaan data dan analisis perilaku digital untuk
memahami tren konsumsi dan pergeseran pola pembelian
masyarakat. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar dalam
pengembangan strategi distribusi yang lebih responsif, termasuk
melalui perluasan kanal distribusi digital seperti e-commerce dan
platform daring lainnya. Dengan demikian, Perseroan dapat
mempertahankan relevansi dan kedekatan dengan konsumen, serta
menjaga kinerja penjualan secara berkelanjutan.

Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan pola bisnis
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan
Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak”.

Jawaban:
Pada pengungkapan pernyataan kelayakan pola bisnis sudah
disesuaikan.

7) Analisis Aspek Model Manajemen. Agar:

a)

b)

c)

Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Model
Manajemen”.

Jawaban:
Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Model Manajemen

Diklarifikasi ada/tidaknya dampak atas perubahan struktur
organisasi eksisting saat ini di Perseroan serta dijelaskan
sertifikasi khusus untuk tenaga ahli dalam menjalankan rencana
penambahan kegiatan usaha baru.

Jawaban:

Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat
perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan
dengan adanya rencana penambahan kegiatan usaha.

Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas kebutuhan dan
Page 17 OCR 0.956
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

d)

ketersediaan tenaga kerja sehubungan dengan rencana
penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan
pernyataan Perseroan bahwa saat ini Perseroan memiliki 4 orang
karyawan tetap dengan latar belakang pendidikan SMA/SMK dan
sarjana, serta merencanakan rekrutmen tambahan di bidang
administrasi, gudang, logistik, sopir, dan penjualan.

Jawaban:

Perseroan saat ini memiliki 4 karyawan tetap yang seluruhnya
merupakan karyawan lama. Dengan keempat karyawan lama,
manajemen Perseroan meyakini bahwa karyawan tersebut cukup
untuk melaksanakan kegiatan operasional harian di Perseroan.
Dalam penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan akan
menggunakan 4 karyawan lama tersebut dan menambah 4
karyawan baru meliputi supervisor, staf sales, staf gudang dan
sopir untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan pada
kegiatan usaha baru.

Dijelaskan dan diklarifikasi terkait pernyataan bahwa Perseroan
memiliki kapasitas organisasi yang memadai melalui keberadaan
gudang berskala besar, armada logistik, serta pendanaan publik
yang mendukung ekspansi, atas rencana penambahan kegiatan
usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri dan
kegiatan usaha utama Perseroan saat ini.

Jawaban:

Perseroan memiliki kapasitas organisasi yang memadai untuk
mendukung rencana penambahan kegiatan usaha di bidang
distribusi makanan dan minuman. Hal ini tercermin dari
keberadaan fasilitas gudang berskala besar seluas #1.000 m? yang
berlokasi strategis di Jalan Suramadu, Madura, serta telah
disesuaikan dengan standar penyimpanan produk FMCG.
Perseroan juga didukung armada logistik yang memadai berupa
truk, box/pick-up, dan crane, yang memastikan kelancaran
aktivitas distribusi.

Selain dukungan infrastruktur dan logistik, ekspansi usaha ini juga
didukung dengan adanya pendanaan publik yang menjadi potensi
untuk pengembangan pasar di wilayah Madura. Dengan
pengalaman Perseroan dalam bidang perdagangan besar logam,
kapasitas tersebut dapat diadaptasi secara efektif untuk
menunjang kegiatan distribusi pangan.

Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas kapasitas dan
kemampuan manajemen dalam rencana penambahann kegiatan
usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri dan
kegiatan usaha utama Perseroan saat ini.

Jawaban:
Manajemen Perseroan memiliki kapasitas dan pengalaman dari
Page 18 OCR 0.958
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

pelaksanaan kegiatan usaha utama di bidang perdagangan besar
potongan logam, yang menuntut ketelitian, efisiensi, serta
pengendalian rantai pasok dan keuangan yang kuat. Pengalaman
tersebut menjadi dasar bagi Perseroan dalam mengembangkan
kegiatan usaha baru di sektor distribusi makanan dan minuman
yang memiliki kesamaan karakteristik dalam hal pengelolaan
logistik dan sistem distribusi. Dari sisi kapasitas operasional,
Perseroan telah memiliki sarana pendukung berupa gudang
berkapasitas besar dan armada logistik sendiri yang siap
dioptimalkan untuk kegiatan distribusi. Selain itu, sebagai
perusahaan terbuka, Perseroan memiliki dukungan pendanaan
publik yang untuk mendukung ekspansi pada kegiatan usaha baru
Perseroan.

Kemampuan manajemen Perseroan tercermin dari ketepatan
dalam merespons dinamika perubahan arah kebijakan ekonomi
nasional dengan melakukan diversifikasi usaha ke sektor yang
selaras dengan prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Perseroan memiliki kemampuan adaptif dan inovatif, pemanfaatan
analisis data untuk pengendalian persediaan serta proyeksi
permintaan pasar, dan penerapan strategi pemasaran modern
berbasis platform digital. Di samping itu, pendekatan kolaboratif
dengan mitra produsen, pemasok, dan pelanggan utama
memperkuat efektivitas rantai pasok dan posisi Perseroan di
pasar. Dengan kombinasi antara kapasitas operasional, dukungan
finansial, dan kemampuan manajerial yang profesional serta
berorientasi pada efisiensi dan inovasi, Perseroan meyakini
pelaksanaan rencana penambahan kegiatan usaha ini secara
optimal, dan berkelanjutan.

f) Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas manajemen risiko
yang dimiliki Perseroan sehubungan dengan rencana penambahan
kegiatan usaha dimaksud.

Jawaban:
Berikut adalah manajemen risiko yang telah diidentifikasi pada
kegiatan rencana penambahan kegiatan usaha, yaitu sebagai
berikut:

Jenis Risiko Strategi Mitigasi

Untuk menghadapi ketatnya persaingan,
OPMS perlu menerapkan strategi
diferensiasi yang jelas, baik melalui
keunggulan layanan distribusi, kecepatan
pengiriman, maupun jaminan kualitas
produk. Penguatan kerja sama dengan
produsen lokal maupun internasional,
serta pembangunan merek yang kuat juga
dapat meningkatkan daya saing. Selain itu,
pemanfaatan teknologi analitik pasar akan
membantu perusahaan memahami tren

Risiko Persaingan
Pasar

Page 19 OCR 0.944
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

enis Risiko

Strategi Mitigasi
konsumen dan menetapkan strategi harga
yang kompetitif.

2. | Risiko Rantai Pasok

Manajemen risiko dapat dilakukan dengan

membangun jaringan pemasok yang
beragam guna menghindari
ketergantungan pada satu sumber
tertentu. OPMS juga dapat
mengembangkan sistem manajemen
logistik yang terintegrasi, serta

menyiapkan buffer stock untuk produk-
produk strategis. Investasi pada teknologi
pemantauan rantai pasok (supply chain
monitoring) dapat membantu mendeteksi
potensi gangguan sejak dini dan
mempercepat respons terhadap hambatan
distribusi.

3 Risiko Regulasi dan
“| Kebijakan Pemerintah

Untuk memastikan kepatuhan, OPMS perlu
membentuk tim khusus yang berfokus
pada pengawasan regulasi pangan dan
perdagangan. Tim ini bertugas melakukan
pemantauan terhadap perubahan regulasi
secara berkala serta menyiapkan
mekanisme penyesuaian cepat terhadap
aturan baru. Selain itu, menjalin
komunikasi aktif dengan asosiasi industri
maupun regulator dapat membantu
perusahaan memperoleh informasi dan
arahan lebih awal.

Risiko Operasional
dan Logistik

OPMS dapat memitigasi risiko operasional
melalui penerapan standar operasional
prosedur (SOP) yang ketat pada seluruh
tahapan distribusi, termasuk sistem
manajemen mutu serta pemeliharaan
rantai dingin. Penggunaan teknologi
logistik modern seperti sistem pelacakan
(tracking system) akan meningkatkan
transparansi dan efisiensi distribusi. Selain
itu, pelatihan rutin bagi tenaga kerja
logistik penting untuk menjaga
kompetensi dan mengurangi risiko
kesalahan operasional.

Risiko Perubahan
Perilaku Konsumen

Manajemen risiko terhadap perubahan
preferensi konsumen dapat dilakukan
dengan strategi inovasi produk dan
diversifikasi portofolio. OPMS perlu
memperhatikan tren konsumen, serta
memperluas kanal distribusi ke platform
digital dan e-commerce. Melalui
pendekatan ini, perusahaan dapat menjaga
relevansi dan daya tarik produknya di
mata konsumen.

Risiko Keuangan dan
Investasi

Untuk mengendalikan risiko finansial,
OPMS perlu menerapkan prinsip kehati-
hatian dalam perencanaan investasi dan
menjaga keseimbangan antara belanja

Page 20 OCR 0.950
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

2)

Jenis Risiko Strategi Mitigasi

modal dengan proyeksi arus kas.
Perusahaan dapat mengoptimalkan
pendanaan melalui kombinasi modal
internal dan eksternal dengan struktur
yang sehat. Selain itu, penerapan sistem
pengendalian biaya dan pemantauan
kinerja keuangan secara berkala akan
membantu menjaga profitabilitas dan
keberlanjutan usaha.

Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan model manajemen
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan
Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak”.

Jawaban:
Pada pengungkapan pernyataan kelayakan model manajemen
sudah disesuaikan.

8) Analisis Aspek Keuangan. Agar:

a)

b)

Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan
Keuangan”.

Jawaban:
Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Keuangan.

Dijelaskan rincian dari nilai biaya investasi atas rencana
penambahan kegiatan usaha dimaksud. Selanjutnya, diklarifikasi
ada/tidaknya perjanjian terkait pengadaan investasi dimaksud,
rincian pihak terkait, serta syarat kondisi perjanjian dimaksud.

Jawaban:

Tidak terdapat perjanjian pengadaan investasi dengan pihak mana
pun sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha
dimaksud. Seluruh biaya investasi akan dikelola secara mandiri oleh
Perseroan, sehingga tidak terdapat keterlibatan pihak lain maupun
syarat dan ketentuan khusus yang mengatur pelaksanaan
pengadaan investasi tersebut.

Dijelaskan dan diklarifikasi terkait dengan biaya operasional yang
dibutuhkan dalam rencana penambahan kegiatan usaha
dimaksud.

Jawaban:

Dalam penambahan kegiatan usaha terdapat beberapa biaya operasional

yang dibutuhkan seperti:

1 Gaji Pegawai, pembayaran gaji kepada pegawai tetap, karena kegiatan
konsumsi memerlukan tambahan tenaga kerja di bagian produksi dan
pelayanan
Page 21 OCR 0.961
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

2

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Upah Buruh, pembayaran upah kepada buruh maupun tenaga harian,
karena kegiatan konsumsi memerlukan tambahan tenaga kerja di bagian
produksi dan pelayanan

Thr/Bonus, insentif bagi karyawan, upaya menjaga produktivitas
karyawan ketika terjadi penambahan kegiatan usaha baru

Kesejahteraan Karyawan/Insentive Karyawan, tunjangan bagi karyawan,
sebagai apresiasi terhadap karyawan dan menjaga produktivitas
karyawan ketika terjadi penambahan kegiatan usaha baru

Telepon/Fax, biaya komunikasi kantor dan operasional, diperlukan
untuk komunikasi dengan pemasok bahan baku, pelanggan, dan cabang
distribusi

Listrik/Air, pengeluaran untuk listrik dan air, karena aktivitas
penambahan kegiatan usaha meningkatkan konsumsi listrik dan air.

Alat Tulis Kantor, biaya perlengkapan administrasi, diperlukan untuk
kebutuhan administrasi dan laporan tambahan akibat ekspansi

Barang Cetakan Dan Fotocopy, biaya perlengkapan dokumentasi,
diperlukan untuk kebutuhan administrasi dan laporan tambahan akibat
ekspansi

Beban Pos, Telegram, Dan Telex, biaya pengiriman surat atau dokumen
resmi, dibutuhkan untuk korespondensi kontrak dan dokumen antar unit
usaha

Bbm, Tol, Dan Parkir, biaya transportasi kendaraan operasional,
distribusi produk konsumsi memerlukan mobilitas dan transportasi yang
lebih sering

Beban Kendaraan Lainnya, biaya untuk perawatan kendaraan, seiring
ekspansi usaha yang memerlukan armada untuk pengiriman maka perlu
ada perwatan kendaraan agar tetap memiliki kualitas yang baik

Makan Dan Minum, biaya konsumsi bagi karyawan, bertambah seiring
dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja produksi

Keperluan Rumah Tangga Kantor, pengeluaran untuk perlengkapan
kantor seperti kebersihan dan kebutuhan harian, area produksi dan
kantor baru membutuhkan pemeliharaan tambahan

Perjalanan Dinas, biaya perjalanan bisnis, survei, dan koordinasi,
diperlukan untuk keperluan survei pasar, pelatihan, dan koordinasi antar
lokasi

Asuransi, premi asuransi atas aset, kendaraan, atau tenaga kerja, risiko
usaha meningkat sehingga dibutuhkan perlindungan aset dan tenaga
kerja

Administrasi Bank, biaya transaksi perbankan, karena terdapat frekuensi
transaksi keuangan meningkat akibat penambahan aktivitas usaha
Perijinan/Pengurusan Dokumen, biaya pengurusan izin usaha, sertifikasi
BPOM, halal, dan lainnya, usaha konsumsi memerlukan perizinan
tambahan terkait keamanan pangan dan distribusi

Keamanan Dan Kebersihan, biaya jasa keamanan dan kebersihan
kantor/pabrik, diperlukan untuk menjaga standar kebersihan di fasilitas
produksi makanan

Jasa Profesional Fee (Pph Pasal 21), biaya untuk konsultan, auditor,
notaris, dan tenaga ahli, diperlukan untuk konsultasi legalitas, keuangan,
dan teknis terkait ekspansi

Representasi Dan Jamuan, biaya menjamu tamu, mitra, atau klien,
diperlukan seiring promosi usaha dan kerja sama bisnis baru
Page 22 OCR 0.961
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

d)

21 Pajak, biaya pajak operasional (selain pajak penghasilan), karena nilai
transaksi meningkat akibat penambahan kegiatan usaha

22 Biaya Jasa Service/Supervisi/Instalasi (Pph Pasal 23), biaya pemasangan
dan perawatan peralatan, diperlukan untuk instalasi mesin dan
peralatan terkait adanya penambahan usaha baru

23 Penyusutan Kendaraan, pengakuan penurunan nilai kendaraan, karena
kendaraan bagian dari aset tetap yang memiliki umur ekonomis

24 Penyusutan Inventaris Kantor, pengakuan penurunan nilai inventaris
kantor, karena inventaris kantor bagian dari aset tetap yang memiliki
umur ekonomis

25 Penyusutan Bangunan Kantor Utama, pengakuan penurunan nilai
bangunan kantor utama, karena bangunan kantor utama bagian dari aset
tetap yang memiliki umur ekonomis

26 Pemeliharaan Dan Perbaikan Inventaris Kantor, biaya perawatan fasilitas
kantor, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal

27 Pemeliharaan Dan Perbaikan Mesin Pabrik, biaya perawatan mesin
pabrik, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal

28 Pemeliharaan Dan Perbaikan Lainnya - Penyustan, biaya perawatan aset
lainnya, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal

29 Beban Amortisasi Aset Hak Guna, amortisasi atas hak sewa gedung,
karena terdapat aktivitas sewa pada Perseroan

Dijelaskan potensi peningkatan kinerja keuangan dikaitkan
dengan biaya-biaya yang akan dikeluarkan atas rencana
penambahan kegiatan usaha dimaksud.

Jawaban:

Rencana penambahan kegiatan usaha berpotensi meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan secara signifikan. Hal ini tercermin dari proyeksi
pendapatan yang meningkat dari Rp2,3 miliar pada tahun 2025 menjadi
Rp39 miliar pada tahun 2030. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya
ekspansi pasar dan peningkatan aktivitas operasional yang berdampak
positif terhadap perolehan laba. Meskipun terjadi kenaikan pada beban
pokok penjualan (BPP) dan beban operasional sebagai konsekuensi dari
peningkatan kapasitas produksi serta biaya pemasaran dan administrasi,
biaya tersebut bersifat investasi jangka panjang yang mendukung
pertumbuhan usaha.

Dampaknya, laba kotor dan laba bersih Perseroan menunjukkan tren
perbaikan, dari posisi rugi pada tahun-tahun awal menjadi laba bersih
sebesar Rp 319 juta dan Rp724 juta pada tahun 2029 dan 2030. Dengan
demikian, meskipun pada tahap awal diperlukan tambahan biaya
operasional, rencana penambahan kegiatan usaha ini mampu memperkuat
profitabilitas, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperbaiki kinerja
keuangan secara berkelanjutan.

Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan
kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan keuangan
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan
Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak”.
Page 23 OCR 0.955
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Jawaban:
Pada pengungkapan pernyataan kelayakan keuangan sudah
disesuaikan.

9) Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan. Agar disesuaikan menjadi
“Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis
kelayakan teknis, Analisis kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan
model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-
proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan
dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah
layak.

Jawaban:
Pada Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan sudah disesuaikan.

5. Ketersediaan Tenaga Ahli Sehubungan Dengan Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha. Agar:

a.

Diklarifikasi apakah dibutuhkan pelatihan atau sertifikasi khusus kepada
tenaga kerja yang telah dimiliki Perseroan dan tenaga kerja baru untuk
menjalankan kegiatan usaha baru.

Jawaban:

Perseroan akan memberikan program pelatihan bagi tenaga kerja baru
untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan kegiatan usaha distribusi
produk pangan. Pelatihan tersebut meliputi pengembangan kompetensi
sumber daya manusia, pendekatan dan pelayanan pelanggan, serta
pelatihan manajemen operasional dan distribusi agar tenaga kerja
memiliki pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis Perseroan.

Adapun untuk sertifikasi khusus tidak menjadi persyaratan utama,
mengingat kegiatan usaha ini lebih menekankan pada pengalaman praktis
dan keterampilan teknis di bidang FMCG (Fast Moving Consumer Goods).
Namun demikian, Perseroan akan terus mendorong peningkatan
kompetensi melalui pelatihan internal dan pengembangan berkelanjutan
sesuai kebutuhan operasional di masa mendatang.

Diklarifikasi dan dijelaskan mengenai jumlah tenaga kerja yang akan
dialokasikan/dibutuhkan beserta  kualifikasi/kompetensinya serta
struktur organisasi atas kegiatan usaha yang akan ditambahkan.

Jawaban:

Perseroan berencana untuk merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru

guna mendukung operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian

sebagai berikut:

1. Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5 tahun,

2. Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun,

3. Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun,
dan
Page 24 OCR 0.959
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

4. Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik serta
telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk kendaraan jenis truk
dan pick-up.

Tidak ada perubahan struktur organisasi atas penambahan kegiatan usaha

baru

Ditambahkan pengungkapan atas pihak yang ditunjuk sebagai ahli
professional dan keahlian yang dimiliki dari masing-masing penambahan
kegiatan usaha dimaksud.

Jawaban:

Tidak terdapat ahli professional khusus, Perseroan akan melakukan
rekruitmen Supervisor yang telah memiliki pengalaman di bidang FMCG
minimal 5 tahun.

6. Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya Penambahan Kegiatan
Usaha. Agar:

a.

Perseroan mengungkapkan pihak yang menjadi pemakai akhir dari jasa
distribusi yang disediakan oleh Perseroan.

Jawaban:

Pihak yang menjadi pemakai akhir dari jasa distribusi yang disediakan
oleh Perseroan yaitu segmen pelanggan pasar ritel modern, pasar
tradisional, sektor HoReCa (hotel, restoran, dan catering), kanal digital
melalui platform e-commerce, serta pelaku UMKM.

Perseroan diminta untuk mengungkapkan sumber daya, fasilitas, dan
aset yang dimiliki Perseroan untuk penambahan kegiatan usaha baru.

Jawaban:

Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang berlokasi di
Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi strategis untuk
mendukung kegiatan distribusi di wilayah tersebut. Total luas gudang
mencapai t1.000 m?, dengan area yang secara khusus digunakan untuk
penyimpanan produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods).

Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di
bidang distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan
penyesuaian infrastruktur gudang agar memenuhi standar penyimpanan
yang sesuai dengan karakteristik produk makanan dan minuman. Fasilitas
penyimpanan telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang tertata rapi,
serta dilakukan perawatan dan pembersihan secara berkala guna menjaga
kebersihan dan higienitas area penyimpanan.

Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem
pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang berjaga
24 jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di seluruh area
strategis gudang.
Page 25 OCR 0.957
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Perseroan telah melakukan pengelompokan area penyimpanan
berdasarkan jenis produk untuk memastikan pemisahan yang jelas antara
produk pangan dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk
penyimpanan produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C
diperuntukkan bagi barang-barang logam.

Perseroan juga telah memiliki armada logistik yang memadai untuk
mendukung kegiatan operasional distribusi, terdiri atas 1 (satu) unit truk
dengan kapasitas angkut 7 ton, 1 (satu) unit box/pick-up dengan
kapasitas 1,5 ton, serta 1 (satu) unit crane dengan kapasitas 5 ton.

c. Diklarifikasi kegiatan usaha baru yang akan dilakukan Perseroan apakah
berupa distribusi makanan dan minuman atau perdagangan makanan,
mengingat dalam bagian Pendahuluan diungkapkan kegiatan usaha baru
berupa perdagangan berbagai jenis makanan.

Jawaban:

Kegiatan usaha baru yang akan dijalankan oleh Perseroan merupakan
perdagangan besar makanan dan minuman, yang dalam operasionalnya
dilaksanakan melalui kegiatan distribusi kepada HoReCa (hotel, restoran,
dan catering), kanal digital melalui platform e-commerce, serta pelaku
UMKM, maupun mitra usaha lainnya. Dengan demikian, kegiatan distribusi
dimaksud merupakan bagian integral dari aktivitas perdagangan besar
(wholesale trade) sebagaimana tercantum dalam Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang diajukan. Istilah “distribusi”
digunakan untuk menggambarkan fungsi operasional Perseroan dalam
menyalurkan produk makanan dan minuman dari produsen atau pemasok
utama kepada pelanggan grosir dan ritel. Dengan demikian, rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan tetap berada dalam lingkup
perdagangan besar makanan dan minuman, sesuai dengan maksud dan
tujuan kegiatan usaha yang tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan.

d. Diklarifikasi apakah Perseroan akan menjalankan sendiri usaha baru
atau akan mengakuisisi Perusahaan lain yang bergerak dalam
perdagangan makanan.

Jawaban:

Perseroan akan menjalankan sendiri usaha baru dan tidak memiliki
rencana untuk mengakuisisi perusahaan yang bergerak dalam bidang
perdagangan makanan.

e. Diklarifikasi apakah Perseroan telah memiliki kontrak atau Kerjasama
dengan produsen makanan yang akan diperdagangkan.

Jawaban:
Hingga saat ini Perseroan sudah melakukan kerja sama dengan beberapa
pihak yaitu PT Emina Cheese Indonesia dan PT Federal Food Internusa.
Page 26 OCR 0.958
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

f.

Sehubungan dengan rencana diversifikasi kegiatan usaha melalui
penambahan kegiatan usaha yang tidak linear dengan kegiatan usaha
utama saat ini, agar diklarifikasi apakah kegiatan usaha sebelumnya
akan tetap dilaksanakan oleh Perseroan.

Jawaban:

Sehubungan dengan rencana diversifikasi kegiatan usaha baru, Perseroan
akan tetap melakukan kegiatan usaha sebelumnya yaitu dibidang industri
perdagangan besar potongan logam.

Dijelaskan dan diklarifikasi potensi dan kesiapan Perseroan dalam
melaksanakan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan
dengan pertimbangan dan alasan dilakukannya penambahan kegiatan
usaha.

Jawaban:

Rencana penambahan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar
makanan dan minuman merupakan langkah strategis untuk menjaga
keberlanjutan bisnis di tengah menurunnya kinerja industri logam.
Pergeseran kebijakan pemerintah menuju ketahanan pangan serta
meningkatnya permintaan produk makanan dan minuman menjadi dasar
kuat bagi diversifikasi usaha ini. Lokasi Perseroan di Madura juga
memberikan peluang pasar yang besar, didukung oleh potensi pendanaan
publik yang dapat mendorong pengembangan pasar di wilayah tersebut.

Perseroan dinilai siap melaksanakan ekspansi ini dengan dukungan
infrastruktur dan sumber daya yang memadai. Fasilitas gudang seluas
t1.000 m? telah disesuaikan dengan standar penyimpanan produk FMCG,
didukung sistem keamanan, armada logistik yang memadai, serta program
pelatihan bagi tenaga kerja. Dengan kesiapan tersebut, Perseroan memiliki
peluang untuk menjalankan kegiatan usaha baru secara efektif.

7. Penjelasan Tentang Pengaruh Penambahan KBLI pada Kondisi Keuangan
Perseroan. Agar:

a.

Pengungkapan disesuaikan menjadi “Penjelasan Tentang Pengaruh
Penambahan Kegiatan Usaha pada Kondisi Keuangan Perseroan”.

Jawaban:
Pengukapan telah disesuaikan menjadi Penjelasan Tentang Pengaruh
Penambahan Kegiatan Usaha pada Kondisi Keuangan Perseroan

Disesuaikan dan ditambahkan pengungkapan mengenai pengaruh
rencana transaksi terhadap kondisi keuangan Perseroan dalam bentuk
kuantitatif untuk masing-masing akun yang mengalami peningkatan
terhadap kondisi dan kinerja keuangan Perseroan, dikaitkan dengan biaya
yang dibutuhkan dan sebelum kegiatan usaha dilaksanakan.

Jawaban:
Berikut merupakan pengaruh rencana penambahan kegiatan usaha dalam
Page 27 OCR 0.949
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

bentuk kuantitatif untuk masing-masing akun yang mengalami
peningkatan terhadap kondisi dan kinerja keuangan Perseroan.

Akun (dalam

Jumlah Aset 76.941.240 76.577.391 76.384.976 76.597.858 77.215.969 78.239.240

Kenaikan Jumlah Aset karena pengaruh dari peningkatan dari akun seperti piutang usaha,
persediaan dan aset hak guna bersih.
855.468 1.387.963 1.686.530 1.985.097 2.283.664 2.582.232

Keterangan

Jumlah Liabilitas

Jumlah liabilitas meningkat karena terjadi peningkatan pada akun utang usaha, utang lain-lain,
Keterangan dan beban masih harus dibayar. Hal ini sejalan dengan peningkatan BPP baik setelah dan

sebelum kegiatan usaha dilaksanakan.
76.085.773 75.189.428 74.698.446 74.612.760 74.932.304 75.657.008

Ekuitas

Ekuitas berfluktuatif disebabkan faktor dari saldo laba, di mana pada 2025 hingga 2028 terjadi
Keterangan trend penurunan yang disebakan adanya rugi bersih, dan pada 2029 hingga 2030 ekuitas mulai
meningkat seiring adanya peningkatan laba bersih pada periode tersebut.

15.000.000 21.000.000 27.000.000 33.000.000 39.000.000

Pendapatan 2.300.000
Keterangan Pendapatan meningkat karena adanya penambahan kegiatan usaha baru.
Beban Pokok Pendapatan (2.019.799) | (13.980.033) | (19.572.046) | (25.164.059) | (30.756.072) | (36.348.085)

Kenaikan BPP mencerminkan peningkatan aktivitas operasional Perseroan karena adanya
Keterangan penambahan kegiatan usaha. Sabelum adanya penambahan kegiatan usaha BPP mengalami
peningkatan juga yang disebabkan faktor dari peningkatan harga karena efek inflasi.

(323.015) | (2031098) | (2033723) | (2036413) | (2039171) | (2.041.998)

Beban Usaha
kerana Kenaikan Beban Usaha dikarenakan adanya penambahan kegiatan usaha dan faktor dari
ga tekanan inflasi. Hal ini juga berlaku dengan sebelum penambahan kegiatan usaha dilaksanakan.
Laba Bersih (9.082) (896.344) (490.982) (85.686) 319.544 724.704
Laba bersih mulai menunjukkan tren peningkatan positif seiring dengan penambahan kegiatan
Keterangan usaha baru yang mendorong kenaikan pendapatan. Sementara, sebelum penambahan kegiatan

usaha, Perseroan belum mencatat laba karena beban yang lebih besar dibandingkan
pendapatannya.

8. Informasi Penyelanggaraan RUPSLB, agar diungkapkan kuorum kehadiran
dan kuorum pengambilan keputusan yang wajib dipenuhi sesuai Anggaran
Dasar Perseroan.

Jawaban:

Mata acara RUPSLB terkait perubahan kegiatan usaha ini, yaitu Perubahan
Pasal 3 Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha dari Anggaran Dasar
Perseroan. Perseroan memerlukan persetujuan menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi
manusia. Perseroan akan meminta persetujuan RUPS dengan memperhatikan
ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum
Pemegang Saham Perusahaan Terbuka sesuai pasal 42, Kuorum kehadiran dan
kuorum pengambilan keputusan untuk Agenda RUPS adalah sebagai berikut:

a. RUPS dapat dilangsungkan jika RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang
mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh
saham dengan hak suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perusahaan
Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar,
Page 28 OCR 0.950
9.

OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

b. keputusan RUPS sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah sah jika
disetujui oleh lebih dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari seluruh saham
dengan hak suara yang hadir dalam RUPS,

c. dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud pada huruf a tidak tercapai,
RUPS kedua dapat diadakan dengan ketentuan RUPS kedua sah dan
berhak mengambil keputusan jika dalam RUPS dihadiri oleh pemegang
saham yang mewakili paling sedikit 3/5 (tiga per lima) bagian dari jumlah
seluruh saham dengan hak suara yang sah, kecuali anggaran dasar
Perusahaan Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar,

d. keputusan RUPS kedua adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu
per dua) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam
RUPS, dan

e. dalam hal kuorum kehadiran pada RUPS kedua sebagaimana dimaksud
huruf c tidak tercapai, RUPS ketiga dapat diadakan dengan ketentuan
RUPS ketiga sah dan berhak mengambil keputusan jika dihadiri oleh
pemegang saham dari saham dengan hak suara yang sah dalam kuorum
kehadiran dan kuorum keputusan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa
Keuangan atas permohonan Perusahaan Terbuka.

Informasi Tambahan, agar diungkapkan nama pihak dan jabatan dalam
Perseroan yang dapat dihubungi Pemegang Saham untuk memperoleh
informasi lebih lanjut.

Jawaban:
Informasi tambahan telah ditambahkan pada Keterbukaan Informasi yaitu
sebagai berikut:

Apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan pada
hari dan jam kerja Perseroan (Senin-Jumat Pukul 08.00-16.00), dengan alamat
sebagai berikut:

PT OPTIMA PRIMA METAL SINERGI TBK

Jl. Margomulyo Permai Blok AC No. 10 RT. 003 / RW.001,

Kel. Asemrowo, Kec. Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur 60183

Telp. t62 31 7495673 I Hotline Customer Service “62 857-9880-5555

Website : www.opms.co.id | Email: corporate@opms.co.id

Surabaya, 23 Oktober 2025
Page 29 OCR 0.954
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima
Metal Sinergi Tbk No. 00064/2.0016-06/BS/05/0511/1/X/2025 tanggal 13

Oktober 2025
1. Umum.
a. Perlu kami ingatkan dalam hal Penilai melakukan revisi atas Laporan

Penilaian Bisnis, maka Penilai wajib menerbitkan kembali Laporan
Penilaian Bisnis dengan tanggal dan nomor yang berbeda dengan disertai
alasan dan penjelasan diterbitkannya revisi atas Laporan Penilaian Bisnis
dimaksud (POJK No. 35/2020).

Jawaban:
Laporan Studi Kelayakan sudah dilakukan revisi dengan Nomor laporan
00079/2.0116-06/BS/05/0511/1/XI/2025 tanggal 11 November 2025.

Agar penyajian mengenai laporan studi kelayakan disesuaikan dengan
POJK No. 35/2020 dan poin V SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK
17/2020). Selanjutnya, agar diperbaiki seluruh pengungkapan masing-
masing analisa yang tercantum di dalam laporan studi kelayakan longform
report dan shortform report dengan melakukan analisa terkait dengan
rencana penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh
Perseroan.

Jawaban:

Penyajian mengenai Laporan Studi Kelayakan sudah disesuaikan dengan
POJK No. 35/2020 dan poin V SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK
17/2020). Selanjutnya, untuk seluruh pengungkapan masing- masing
analisa yang tercantum di dalam laporan studi kelayakan longform report
dan shortform report sudah diperbaiki.

Agar disampaikan dokumen excel perhitungan analisis studi kelayakan
dan perhitungannya oleh KJPP dan dokumen proyeksi keuangan.

Jawaban:
Lampiran excel perhitungan analisis studi kelayakan dan perhitungannya
terdapat pada lampiran yang sudah disertakan dalam file excel.

Agar diklarifikasi apakah hasil analisis yang dilakukan sudah
menggambarkan atas masing-masing KBLI yang akan ditambahkan.
Selanjutnya agar ditambahkan pengungkapan atas hal tersebut.

Jawaban:

Hasil analisis yang dilakukan mencakup keseluruhan rencana kegiatan usaha baru
dan telah disusun sebagai satu kesatuan yang mewakili seluruh KBLI terkait dalam
bidang usaha FMCG. Dengan demikian, analisis tersebut secara komprehensif telah
menggambarkan prospek dan kelayakan atas masing-masing KBLI yang akan
ditambahkan.
Page 30 OCR 0.955
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

2. Laporan Penilaian Bisnis dalam bentuk laporan ringkas (shortform report),
agar ditambahkan dan disesuaikan penyajian serta pengungkapan atas:

a.

Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian (dalam hal penilai melakukan revisi
atas laporan penilaian bisnis).

Jawaban:

Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan sudah disesuaikan pada
Laporan Ringkas (shortform report) dengan Nomor laporan
00079/2.0116-06/BS/05/0511/1/XI/2025 tanggal 11 November 2025.

Maksud dan Tujuan Penilaian. Agar disesuaikan dan ditambahkan
pengungkapan bahwa maksud penugasan adalah untuk memberikan
pendapat kelayakan atas penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima
Metal Sinergi, Tbk dalam kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak
digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut, dikaitkan
dengan KJPP tidak hanya melakukan kajian namun memberikan
pendapat kelayakan.

Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).

Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan. Agar:

1) Penyajian dan pengungkapan disesuaikan menjadi “Dalam menyusun
Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17
/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia
(SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia
(MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI),
dan peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data primer
dan sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar, analisis
kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan memberikan
Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.

Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).

2) Proses analisis. Agar redaksi analisis yang digunakan disesuaikan
sebagaimana SEOJK 17/2020 yaitu analisis kelayakan pasar, analisis
kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan
model manajemen, analisis kelayakan keuangan. Selanjutnya agar
disesuaikan dalam seluruh dokumen terkait penambahan kegiatan
usaha.

Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).
Page 31 OCR 0.955
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

d. Asumsi dan Kondisi Pembatas. Agar penyajian dan pengungkapan atas

asumsi dan kondisi pembatas disesuaikan sebagaimana diatur dalam
Pasal 35 POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).

Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas analisis
kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola
bisnis, analisis kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan
keuangan, agar disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian
Keterbukaan Informasi atas hal dimaksud.

Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).

Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan. Agar disesuaikan menjadi
“Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis
kelayakan teknis, Analisis kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan
model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi-
proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan
dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan
Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.

Jawaban:
Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).

3. Angka I. Pendahuluan. Agar:

a.

Latar Belakang. Agar ditambahkan pengungkapan atas profil Perusahaan,
Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan maksud dan tujuan
serta kegiatan usaha Perseroan, serta anggaran dasar terakhir Perseroan.

Jawaban:
Sudah kami tambahkan di long report Bab 1. Pendahuluan Sub-bab 1.1.
Latar Belakang.

Berikut merupakan revisi yang dilakukan:

PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (“Perseroan”) didirikan dengan nama
PT Asian Prima Indosteel berdasarkan Akta Notaris No. 2 oleh Gema
Bismantaka, S.H., M.Kn., tanggal 5 September 2012. Akta Pendirian
tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. AHU-51905.AH.0O1.Tahun 2012 tanggal 4
Oktober 2012. Adapun perubahan nama Perusahaan tercantum dalam
Akta No. 90 oleh Leolin Jayanti, S.H., M.Kn., tanggal 26 Desember 2018.
Perubahan tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0000173.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 3 Januari 2019.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan,
Page 32 OCR 0.954
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

terakhir dengan Akta Notaris No. 14 tanggal 19 Desember 2024 oleh Ir.
Joyce Sudarto, S.H., tentang perubahan susunan Direksi Perseroan.
Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem
Administrasi Badan Hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No.
AHU-AH.01.09-0293147 tanggal 24 Desember 2024.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan dari
Perseroan ini adalah berusaha di bidang Perdagangan. Untuk mencapai
maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan
usaha utama yaitu perdagangan besar barang bekas dan sisa sisa tak
terpakai (Scrap). Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar
barang bekas dan sisa-sisa tak terpakai dan potongan logam dan non-
logam bahan untuk daur ulang, termasuk pengumpulan, pengurutan,
pemisahan, pelepasan barang yang masih berguna misalnya mobil agar
mendapatkan bagian yang masih bisa digunakan, pengepakan dan
pengepakan kembali, penyimpanan dan pengiriman, tapi tanpa proses
perubahan yang nyata. Dimana pembelian dan penjualan barang sisaan
masih mempunyai nilai. (KBLI 46696). Kegiatan usaha penunjang
Perseroan yaitu pemulihan material barang logam (KBLI 38301):
perdagangan besar salat transportasi laut, suku cadang dan
perlengkapannya (KBLI 46592): perdagangan besar alat transportasi
darat(bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), suku cadang dan
perlengkapannya (KBLI 46593): perdagangan besar logam dan bijih logam
(46620): perdagangan besar barang logam untuk bahan konstruksi
(146631): perdagangan besar barang bekas dan sisa-sisa tak terpakai
(scrap) (46696): aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi
mesin, peralatan dan barang berwujud lainnya YTDL (77399).

PT Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) sejak awal berdiri berfokus pada
industri perdagangan besar potongan logam. Pada masa pemerintahan
presiden ke enam tahun 2004 - 2014 fokus pembangunan belum dominan
di infrastruktur, tetapi iklim industri dalam negeri cukup berkembang,
salah satunya di sektor logam dan baja. Kemudian, pada masa
pemerintahan presiden ke tujuh tahun 2014 - 2024 infrastruktur
ditempatkan sebagai program prioritas nasional utama dengan anggaran
yang besar dan realisasi masif di berbagai sektor. Pada periode 2004
hingga 2019, industri besi dan logam di Indonesia mengalami
perkembangan yang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin
banyaknya pabrik-pabrik logam yang bermunculan di berbagai wilayah,
terutama di kawasan industri Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Pendorong
utamanya adalah meningkatnya kebutuhan bahan baku logam untuk
menopang pertumbuhan sektor konstruksi, properti, otomotif, serta
manufaktur nasional yang terus berkembang. Selain itu, kemudahan impor
bahan baku dan barang modal membuka peluang bagi investor untuk
mendirikan pabrik logam baru, sehingga kapasitas produksi nasional
meningkat signifikan.

Dinamika persaingan global dan masuknya produk impor dengan harga
lebih murah mulai memberikan tekanan terhadap industri logam dalam
Page 33 OCR 0.944
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

negeri. Industri besi dan logam menunjukkan tren penurunan (sunset
industry). Memasuki periode pemerintahan baru di tahun 2024, kebijakan
pembangunan nasional mengalami pergeseran. Infrastruktur tidak lagi
ditempatkan sebagai prioritas utama, melainkan diarahkan untuk
mendukung agenda yang lebih strategis, yakni ketahanan pangan dan
program sosial. Pemerintah menitikberatkan kebijakan pada peningkatan
kualitas sumber daya manusia melalui program unggulan seperti Makan
Bergizi Gratis, penguatan produksi pangan nasional, serta revitalisasi
sistem pertanian dan lumbung pangan untuk mengurangi ketergantungan
impor. Situasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap
keberlangsungan industri logam di Indonesia. Meskipun harga logam di
pasar internasional relatif stabil, permintaan di pasar domestik cenderung
menurun. Akibatnya, banyak pelaku industri logam mengalami kesulitan
hingga berhenti beroperasi atau gulung tikar, termasuk sejumlah
pelanggan OPMS. Hal ini turut memengaruhi kinerja operasional OPMS.
Menyadari tantangan tersebut, OPMS menilai perlu adanya diversifikasi
usaha untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menciptakan peluang
pertumbuhan baru.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan
pangan, OPMS melihat potensi besar pada sektor distribusi makanan dan
minuman. Lokasi Perseroan yang berada di Madura yang merupakan
wilayah masih dalam tahap pengembangan memberikan peluang pasar
yang menjanjikan. Makanan dan Minuman menjadi salah satu
penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kebutuhan pokok
menjadi komponen utama dalam struktur pengeluaran masyarakat,
sehingga sektor ini dipandang sebagai prioritas utama masyarakat.
Dengan demikian, distribusi makanan dan minuman dipandang sebagai
sektor yang prospektif dan strategis untuk dikembangkan.

Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, OPMS optimistis dapat
meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan bisnis, serta
memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi
nasional, khususnya di wilayah Madura dan daerah potensial lainnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, dan guna mendukung legalitas serta
kesinambungan usaha, OPMS bermaksud untuk menambah kegiatan usaha
baru dengan mencantumkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) penambahan kegiatan usaha dalam Pasal 3 Anggaran Dasar
Perseroan.

Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha OPMS

| 1 an en besar gula, coklat, dan kembang 46331
| 2 | Perdagangan besar kopi, teh dan kakao 46314
3 Perdagangan besar bahan makanan dan
: . & : 46319
minuman hasil pertanian lainnya
| 4 | Perdagangan besar buah-buahan 46312
| 5 | Perdagangan besar telur dan hasil olahan telur 46325

Page 34 OCR 0.938
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

| 6 | Perdagangan besar susu dan produk susu 46326
| 7 | Perdagangan besar minuman non alkohol 46334
| bukan susu

| 8 Perdagangan besar makanan dan minuman 46339

lainnya
(9 Perdagangan besar beras 46311
| 10 | Perdagangan besar sayuran 46313
| 11 | Perdagangan besar minyak dan lemak nabati 46315
12 | Perdagangan besar daging ayam dan daging

46322
ayam olahan

13 | Perdagangan eceran roti, kue kering, serta kue

Ar 47242
basah dan sejenisnya
14 | Perdagangan besar daging sapi dan daging sapi

46321
olahan

15 Hae besar daging dan daging olahan 46323
ainnya

| 16 | Perdagangan besar produk roti 46332

Sumber: Manajemen OPMS

Berdasarkan penjelasan dari manajemen, OPMS berencana menambah
kegiatan usaha yang sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/POJK 04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat rencana tersebut akan
menambah kegiatan usaha OPMS.

Sehubungan dengan hal tersebut, OPMS membutuhkan pihak independen
untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan
Kegiatan Usaha. OPMS menunjuk KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan
(“GEAR”) untuk melakukan penyusunan studi kelayakan berdasarkan
persetujuan atas Surat Penawaran No. JKT.084/PN.BV.GEAR/2025 tanggal
15 Agustus 2025.

b. Ditambahkan pengungkapan jenis mata uang yang digunakan.

Jawaban:
Sudah kami tambahkan pada Bab 1. Pendahuluan Sub-Bab 1.15. Jenis Mata

Uang yang Digunakan

Berikut merupakan revisi yang dilakukan:

Laporan Studi Kelayakan ini disusun dengan menggunakan mata uang
Rupiah.

c. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan. Pada pengungkapan
Pengumpulan Data, agar diklarifikasi ada/tidaknya inspeksi atau site visit
yang dilakukan oleh penilai.

Jawaban:

Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk
mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan
site visit terhadap fasilitas milik OPMS dan melakukan wawancara berupa
Page 35 OCR 0.908
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

con call atau virtual meeting dengan manajemen OPMS ataupun pihak
yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang relevan.

d. Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas isi pada Angka 1
Pendahuluan, agar disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian
Keterbukaan Informasi dan shortform report atas hal dimaksud.

Jawaban:
Sudah disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian Keterbukaan
Informasi dan shortform report atas hal dimaksud.

4. Angka 2. Gambaran Umum Perseroan
a. Struktur Permodalan. Agar:
1) Dihapus pengungkapan “(Lembar)” pada tabel.
2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan “Jumlah (Rupiah Penuh)”
menjadi “Nilai Nominal Saham (Rupiah Penuh)”.
3) Ditambahkan pengungkapan nilai nominal per saham.

4) Pengungkapan “Total” pada baris disesuaikan menjadi “Total Modal
Ditempatkan dan Disetor Penuh”.

5) Diklarifikasi terkait update terkini atas penjualan kembali saham
treasuri.

Jawaban:
Sudah kami sesuaikan pada Bab 2. Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab
2.3 Struktur Permodalan.

Update terkini, Perseroan belum berhasil kembali menjual saham treasuri.
Berikut hasil yang disesuaikan:

Susunan pemegang saham OPMS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:

osisi Kepemilikan Saham OPMS
Nilai
Nominal
Kepemilikan Per
(Yo) Saham
(Rupiah
Penuh)

Susunan dan Kom

Nilai Nominal
Saham
(Rupiah Penuh)

Pemegang Saham Jumlah Saham

Ie Ta 597.900.000 59,79Y6 100 |  59.790.000.000
Indosteel

Sukianto Widjaja 2.100.000 0,216 100 210.000.000
Treasuri Stok 198.373.000 19,84Y6 100 19.837.300.000
Masyarakat (masing-

awaina di bawal 58) 201.627.000 20,16Y6 100|  20.162.700.000
Total Modal

Ditempatkan dan 1.000.000.000 100,006 100.000.000.000
Disetor Penuh

Sumber: Manajemen OPMS

Pada tahun 2020, Perseroan membeli saham treasuri melalui aksi
Page 36 OCR 0.953
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

buyback. Berdasarkan surat No.008.CS.OPMS.2025 tanggal 20 Maret 2025,
sesuai dengan POJK No.2/POJK.04/2013, Perseroan telah melakukan
Keterbukaan Informasi kepada regulator mengenai penjualan kembali
saham buyback mulai tanggal 9 April 2025 sampai dengan 31 Mei 2025.

Berdasarkan surat No.019.CS.OPMS.2025 tanggal 2 Juni 2025, terkait
dengan penjualan kembali atas saham treasuri melalui buyback,
menyatakan bahwa Perseroan belum berhasil menjual saham treasuri
melalui mekanisme pasar di BEI.

Berdasarkan POJK No.30.POJK.04/2017, Perseroan wajib menjual kembali
saham treasuri dalam 3 (tiga) tahun, sebelum 17 April 2026. Pada tanggal
30 Juni 2025, tidak terdapat penjualan saham treasuri.

b. Susunan Pengurus. Sehubungan dengan pengungkapan bahwa Perseroan
memiliki 4 karyawan tetap, agar diklarifikasi lebih lanjut atas kecukupan
sumber daya Perseroan dalam pelaksanaan kegiatan operasional harian di
Perseroan, dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha dan
pernyataan bahwa Perseroan mengalokasikan 4 orang karyawan lama
yang sudah berpengalaman.

Jawaban:

Perseroan saat ini memiliki 4 karyawan tetap yang seluruhnya merupakan
karyawan lama. Dengan keempat karyawan lama, manajemen Perseroan
meyakini bahwa karyawan tersebut cukup untuk melaksanakan kegiatan
operasional harian di Perseroan. Dalam penambahan kegiatan usaha baru,
Perseroan akan menggunakan 4 karyawan lama tersebut dan menambah 4
karyawan baru untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan pada
kegiatan usaha baru.

c. Struktur Organisasi. Agar diklarifikasi ada/tidaknya dampak atas
perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan dengan
adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

Jawaban:

Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat
perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan dengan
adanya rencana penambahan kegiatan usaha.

d. Kinerja Keuangan Historis. Agar:

1) Ditambahkan pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta
Opini audit atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025.
Selanjutnya, agar diklarifikasi apakah laporan keuangan periode 30
Juni 2025 merupakan laporan keuangan audited atau limited review,
dikaitkan dengan pengungkapan pada Keterbukaan Informasi sebagai
laporan audited.

Jawaban:
Terkait pengungkapan informasi Akuntan Publik serta opini atas
Page 37 OCR 0.887
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

2)

3)

laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2025 sudah ada pada BAB 1.
Pendahuluan Sub-Bab 1.11.1. Data dan Informasi Rencana
Penambahan Usaha.

Berikut informasi akuntan publik per 30 Juni 2025:

Laporan Keuangan OPMS yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025
yang telah direview oleh Morhan Tirtonadi, CPA (Registrasi Akuntan
Publik No. AP.0628 dari Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan,
dengan nomor laporan MR/L-008/25 tanggal 26 Agustus 2025 dengan
opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan keuangan periode
30 juni 2025 merupakan laporan keuangan limited review

Disesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel yang
dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya.

Jawaban:
Sudah kami sesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada
tabel yang dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya

Ditambahkan pengungkapan atas tinjauan laba (rugi) dan laporan
arus kas untuk periode 30 Juni 2024.

Jawaban:
Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab
2.7 Kinerja Keuangan Historis

Berikut revisi yang sudah dilakukan:

Historis Laporan Laba Rugi

A

Pendapatan 2.139.602

lud

Dalam Ribuan Rupiah)
Des 202

020

23.721.866 | 40.784.169 9117164 | 22.510.395 | 41.184.565 | 34.773.247

Beban Pokok
Pendapatan

3.431.256 | 23.547.289 | 41.486.701 10.729.121 17.815.359 | 37.461.493 | 30.490.801

Laba Rugi
Usaha

(3.679.087) | (3832191) | (7.534.510) | (7.638.092) | (2086864) | (2.695.533) | (1.024.628)

Laba Rugi
Sebelum
Pajak
Penghasilan

(3296528) | (3431760) | (esso495) | (6.338.595) | (a178220) | (773.605) | 1219383

Laba Rugi

Bersih Tahun | (3.293.866) | (2.649.730) | ce204264) | ca7sisas) | Ocecosco) | (353810) | 1.031.801

Berjalan

Jumlah Laba

Rugi (3.208.264) | (2.463.157) | (8.113.080) | (4.483.340) | (1.312.825) (412.949) 1.065.589

Komprehensif

Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS

Historis Laporan Arus Kas

Dalam Ribuan Rupiah

Petang 3.127.747 | (2.247.659) | (2722792) | (10.302.292) | 175097 | (2.269.623) | 24.174.133
Arus Kas (19.552.1

In getasa 460.228 | s4120600 | so011.508 1.411.987 en (23.949.548) | 23.459.883
Arus Kas

Pendanaan | (105414) | (102578) | (102578) (94.690) - (100.000) | (22.797.628)
Kas Awal 9sa9418 | 7363282 | 7363282 | 16348277 | 3572535 | 62044520 | 37208132

Page 38 OCR 0.846
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Tahun Oo

KasAkhir | 13031979 | 10425105 | osa9418 | 7303282 | 1684827 | 35725350 | 62044520

Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS

4) Ditambahkan pengungkapan Laporan Posisi Keuangan periode 30
Juni 2025.

Jawaban:
Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab
2.7 Kinerja Keuangan Historis

Berikut revisi yang sudah dilakukan:

Historis Laporan Posisi Keuangan

Dalam Ribuan Rupiah

021

Aset

Aset Lancar 23.092.016 | 26.450.669 | 24.481.182 | 24.320.300 27.933.476 48.297.703 82.790.685

Tn 53.752.145 | 59.258.146 | 55.541.895 | 64.882.106 | 66.378.942 145.607.036 16.327.113

Jumlah Aset 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797

Liabilitas dan
Ekuitas
Liabilitas
Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435
Pendek
Liabilitas
Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051
Panjang
Jumlah
Liabilitas

749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5492486

Jumlah
Ekuitas
Jumlah
Liabilitas dan 76.844.161 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 94.312.419 93.904.739 99.117.797
Ekuitas

Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS

76.094.854 | 84953041 | 79303118 | 87416198 | 91.899.539 93.212.363 93.625.312

5) Ditambahkan pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni
2024.

Jawaban:
Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab
2.7.4 Analisis Rasio Keuangan

Berikut revisi yang sudah dilakukan:

Rasio Likuiditas

Current Ratio 8574,20W | 21316,53Y6 12547,08y9 2075,73Yo 1524,27Y9 17075,68y | 1624,48Y9
Guick Ratio 8452079 | 20974,04Yy5 12340,50Y5 1910,5299 1455,3196 16573,30 | 1551,3646
Cash Ratio 1838,85Y4 8401,5794 1894, 266 628,146Y4 892,09Y4 1263071 | 1217,41Ya
Rasio Aktivitas

Perputaran

Piutang Usaha 1 s5 s 2p 2 ud 5

Page 39 OCR 0.829
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

6)

7)

| Pihak Ketiga

Perputaran - 5
Fersadian 35 7 4 66 26 14 45
Perputaran Utang
Usaha Pihak - 0 - 28

Ketiga
Perputaran Utan
Retensi : " £ 32 ”
Perputaran Beban
yang Masih Harus T 0 - 3 2 1 IN,
Dibayar
Rasio Solvabilitas 0,96

| “Debtto Asset 0,98Y5 0,905 2,00Y5 2,56Y 0,74Y5 5,54Ya
Debt to Eguity 0,98Y45 0,884 0,914 2,044 2,63 W 0,746 5,87
Rasio Profitabilitas 0,894,
Gross Margin "40,65 “1,729 217,684 20,86Y5 9,045 12,324
Operating Margin -150,81Y, 0,7 449 “18,47 Yo “83,79 “13,719 “6,55 W -2,95Ya
Net Profit Margin -135,02Y5 -16,15Yo -20,31Y5 -52,12Y5 -3,82Y5 -0,86Y5 2,97 Ya
ROA “4,29Yo -11,17Y6 -10,35Y -5,33Y -0,91Y45 -0,38Y5 1,04Yo
ROE “4,33 Yo -3,09Y5 “10,45W “5,44 -0,94Y5 -0,38Y5 1,10Yo

Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS

Dijelaskan potensi peningkatan kinerja keuangan dikaitkan dengan
kondisi Perseroan yang mengalami rugi pada periode berjalan dan
biaya yang akan dikeluarkan atas rencana penambahan kegiatan
usaha.

Jawaban:

Manajemen Perseroan optimis bahwa penambahan kegiatan usaha ini
dapat memberikan dampak yang baik terhadap kondisi keuangan
perseroan. Perseroan menyadari bahwa kinerja keuangan dalam
periode berjalan masih mencatatkan rugi, terutama disebabkan oleh
menurunnya permintaan di sektor logam akibat kondisi dinamika
persaingan global dan masuknya produk impor dengan harga lebih
murah sehingga memberikan tekanan terhadap industri logam dalam
negeri yang menunjukkan tren penurunan (sunset industry).

Dalam menghadapi situasi tersebut, Perseroan telah melakukan
evaluasi menyeluruh dan menilai bahwa diversifikasi usaha melalui
penambahan kegiatan di bidang distribusi makanan dan minuman
merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kinerja keuangan
secara berkelanjutan. Sektor ini memiliki permintaan pasar yang stabil
dan prospektif, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang berfokus
pada ketahanan pangan dan penguatan ekonomi domestik.

Adapun biaya yang dikeluarkan untuk penambahan kegiatan usaha
bersifat terukur dan proporsional, terutama mencakup biaya legalitas
perubahan anggaran dasar, perizinan usaha tambahan, serta
penyesuaian operasional awal. Pendanaan untuk kegiatan tersebut akan
menggunakan kas internal Perseroan, sehingga tidak menimbulkan
kewajiban keuangan baru. Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis
bahwa diversifikasi usaha akan meningkatkan pendapatan,
memperkuat arus kas, serta memperbaiki profitabilitas secara bertahap
pada periode mendatang.

Dijelaskan kondisi dan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba dikaitkan dengan kondisi Perseroan dengan kegiatan usaha

Page 40 OCR 0.960
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

eksisting yang saat ini mengalami rugi dan akan berencana
melakukan penambahan kegiatan usaha baru.

Jawaban:

Kegiatan usaha eksisting Perseroan di bidang perdagangan besar
potongan logam saat ini mengalami tekanan akibat menurunnya
permintaan di sektor logam akibat kondisi dinamika persaingan global
dan masuknya produk impor dengan harga lebih murah sehingga
memberikan tekanan terhadap industri logam dalam negeri yang
menunjukkan tren penurunan (sunset industry). Meskipun demikian,
Perseroan masih memiliki kapasitas operasional dan sumber daya
yang memadai untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja keuangan,
Perseroan berencana melakukan diversifikasi usaha ke sektor
distribusi makanan dan minuman, yang dinilai memiliki prospek
pertumbuhan stabil. Melalui kegiatan usaha baru ini, Perseroan
berharap dapat menciptakan sumber pendapatan baru, memperbaiki
profitabilitas, serta meningkatkan kemampuan menghasilkan laba
secara berkelanjutan.

5. Aspek Pasar.

a.

Sasaran.

Sehubungan dengan pengungkapan sasaran utama rencana penambahan
kegiatan usaha Perseroan adalah menangkap peluang pertumbuhan di
sektor perdagangan besar makanan dan minuman sejalan dengan
kebijakan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,
maka agar diklarifikasi dan dijelaskan potensi pasar dimaksud dikaitkan
dengan segmen pelanggan yang dituju yaitu pasar ritel modern, pasar
tradisional, sektor horeca (hotel, restoran, catering), kanal digital melalui
platform e-commerce dengan cakupan distribusi dan focus pengembangan
usaha yang masih terbatas di wilayah Madura.

Jawaban:

Rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan sebagai distributor
produk makanan dan minuman bertujuan untuk menangkap peluang
pertumbuhan di sektor perdagangan besar pangan, sejalan dengan
kebijakan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional
serta mendorong efisiensi rantai pasok di daerah. Fokus kegiatan
distribusi Perseroan akan diarahkan pada wilayah Madura, yang hingga
saat ini masih memiliki keterbatasan jumlah distributor berskala
menengah hingga besar serta infrastruktur distribusi yang belum optimal.
Kondisi tersebut memberikan peluang strategis bagi Perseroan untuk
berperan sebagai distributor dengan jaringan pasok yang lebih efisien,
cakupan layanan yang lebih luas, dan waktu pengiriman yang lebih cepat
di wilayah tersebut.

Dengan struktur pasar yang masih berkembang serta tingkat persaingan
yang relatif terbatas dibandingkan dengan wilayah perkotaan besar
lainnya. Perseroan akan mengoptimalkan potensi tersebut melalui
Page 41 OCR 0.933
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

penguatan sistem distribusi berbasis teknologi informasi, pembangunan
kemitraan dengan produsen, serta penerapan strategi layanan terpadu
yang menyasar segmen pelanggan pasar ritel modern, pasar tradisional,
sektor HoReCa (hotel, restoran, dan catering), kanal digital melalui
platform e-commerce, serta pelaku UMKM. Dengan strategi tersebut,
Perseroan optimis dapat berkontribusi dalam mengisi kekosongan rantai
pasok di wilayah Madura sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah
dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat regional.

b. Potensi Nilai Pasar. Agar ditambahkan pengungkapan atas dasar
perhitungan nilai atas proyeksi penambahan pendapatan dimaksud.

Jawaban:

Dasar perhitungan penambahan pendapatan diperoleh dari proyeksi
pendapatan sebelum adanya penambahan kegiatan usaha (PLAT) yang
kemudian dijumlahkan dengan asumsi pendapatan tambahan dari
kegiatan usaha baru (FMCG).

6. Aspek Teknis

a. Kapasitas. Agar ditambahkan pengungkapan terkait Kapasitas
sebagaimana SEOJK 17/2020.
Jawaban:
Sudah kami tambahkan di Bab 5 Aspek Kelayakan Teknis Sub-Bab 5.2.
Kapasitas

Berikut yang kami tambahkan pada subab kapasitas penjualan:

Penjualan

Kapasitas

K 2026 202 202 2029 »30

77179 |

| Beras Sumo 32.766 44.754 56.137 66.938
| Primarasa - Selai kg 499.681 682.492 856.087 1.020.808 1.176.985 |
(Indofood kg 188.404 257.333 322.787 384.895 443.781 |
Picm kg 32.766 44.754 56.137 66.938 77.179 |
(“Coco Maxi kg 11.468 15.664 19.648 23.428 27.013 |
| Oatsy kg 819 1.119 1.403 1.673 1.929 |
| Honey Go kg 819 1.119 1.403 1.673 1.929 |
(EL Organico | 819 | 1.119 | 1.403 | 1.673 | 1.929 |
| Emina - Keju kg 116.319 158.875 199.286 237.631 273.987 |
| King Fisher kg 24.574 33.565 42.103 50.204 57.885 |
Oki - Susu Skm kg 85.192 116.359 145.956 174.039 200.666 |
New Pricipal kg 65.532 89.507 112.274 133.877 154.359
New Pricipal kg 40.957 55.942 70.171 83.673 96.474 |
New Pricipal kg 40.957 55.942 70.171 83.673 96.474 |
| Cefa Minyak kg 360.426 492.289 617.505 736.321 848.973 |
| Jumlah 1.501.502 2.050.831 2.572.471 3.067.446 3.536.744 |

Sumber: Manajemen OPMS

b. Produk Yang Dijual. Agar diklarifikasi dan dijelaskan kesiapan terkait

gedung penyimpanan atau gudang atau warehouse yang dimiliki
Perseroan termasuk kapasitasnya dan penerapan standar keamanan
pangan pada alur penyimpanan dan distribusi dikaitkan dengan kegiatan
usaha saat ini dan rencana penambahan kegiatan usaha yang memiliki
spesifikasi berbeda sehubungan dengan jenis barang yang didistribusikan
Page 42 OCR 0.954
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI
(logam dan pangan).

Jawaban:

Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang berlokasi di
Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi strategis untuk
mendukung kegiatan distribusi di wilayah tersebut. Total luas gudang
mencapai t1.000 m?, dengan area yang secara khusus digunakan untuk
penyimpanan produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods).

Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di bidang
distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan penyesuaian
infrastruktur gudang agar memenuhi standar penyimpanan yang sesuai
dengan karakteristik produk makanan dan minuman. Fasilitas
penyimpanan telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang tertata rapi,
serta dilakukan perawatan dan pembersihan secara berkala guna menjaga
kebersihan dan higienitas area penyimpanan.

Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem
pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang berjaga
24 jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di seluruh area
strategis gudang.

Selain itu, Perseroan telah melakukan pengelompokan area penyimpanan
berdasarkan jenis produk untuk memastikan pemisahan yang jelas antara
produk pangan dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk
penyimpanan produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C
diperuntukkan bagi barang-barang logam. Dengan pengaturan ini,
Perseroan memastikan penerapan standar keamanan pangan dan
pengelolaan yang sesuai dengan spesifikasi masing-masing jenis barang
yang didistribusikan.

c. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya. Agar:
1) Dijelaskan apakah ada/tidak persyaratan khusus atas penambahan 4

(empat) tenaga kerja terkait dengan rencana penambahan kegiatan
usaha Perseroan.

Jawaban:
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana untuk
merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna mendukung
operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian sebagai
berikut:

1 Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5 tahun:
2 Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun:

3 Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2
tahun, dan

4 Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik serta
telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk kendaraan jenis
truk dan pick-up.

2) Diklarifikasi pihak-pihak/supplier dan status kerja sama dalam
Page 43 OCR 0.954
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

penyediaan produk sehubungan dengan rencana penambahan
kegiatan usaha.

Jawaban:

Berdasarkan informasi manajemen, hingga saat ini Perseroan sudah
melakukan kerja sama dengan beberapa pihak yaitu PT Emina Cheese
Indonesia dan PT Federal Food Internusa.

d. Alur Distribusi. Agar diklarifikasi ada/tidaknya SOP terkait yang telah
dimiliki Perseroan dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan
usaha.

Jawaban:

Manajemen Perseroan telah menyusun SOP untuk rencana penambahan
kegiatan usaha FCMG yaitu sebagai berikut:

SOP Penerimaan barang dan piutang FCMG

SOP Pengiriman Barang

SOP Admin Fakturis

SOP Pembelian Barang

SOP Gudang FCMG

Ma MA

Aspek Pola Bisnis. Agar dijelaskan lebih lanjut mengenai penerapan sistem
manajemen risiko yang komprehensif dan pengelolaan operasional berbasis
teknologi informasi yang akan dilakukan Perseroan, dikaitkan dengan
kegiatan usaha baru yang mengandung risiko kepatuhan regulasi keamanan
pangan, risiko persaingan dengan pemain besar yang sudah mapan hingga
risiko perubahan perilaku konsumen.

Jawaban:

Dalam melaksanakan kegiatan usaha baru yang berfokus pada distribusi
produk pangan, Perseroan akan menerapkan sistem manajemen risiko yang
komprehensif serta pengelolaan operasional berbasis teknologi informasi
guna memastikan efisiensi, kepatuhan, dan keberlanjutan usaha di tengah
dinamika industri yang kompetitif. Sistem ini dirancang secara terintegrasi
untuk mengidentifikasi, menilai, memantau, dan mengendalikan berbagai
potensi risiko utama, antara lain risiko kepatuhan terhadap regulasi
keamanan pangan, risiko persaingan dengan pelaku distribusi besar yang
telah mapan, serta risiko perubahan perilaku dan preferensi konsumen.

Dari aspek kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan pangan, Perseroan
akan membentuk unit kepatuhan khusus yang bertanggung jawab dalam
memastikan seluruh kegiatan distribusi berjalan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Unit ini akan melakukan
pemantauan berkala terhadap perkembangan kebijakan pemerintah serta
memastikan bahwa seluruh produk yang didistribusikan telah memenuhi
standar sertifikasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait, seperti Badan
Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, Perseroan akan
mengimplementasikan sistem pemantauan kepatuhan berbasis teknologi
informasi yang mengintegrasikan data operasional dan audit internal,
Page 44 OCR 0.958
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

sehingga pengawasan dapat dilakukan secara efektif, transparan, dan
terdokumentasi dengan baik.

Dalam menghadapi risiko persaingan pasar dengan pelaku distribusi besar
dan mapan, Perseroan akan menerapkan strategi diferensiasi berbasis layanan
melalui peningkatan kecepatan pengiriman, keandalan sistem distribusi, serta
jaminan mutu produk yang konsisten. Pemanfaatan teknologi analisis pasar
akan digunakan untuk menganalisis tren permintaan, pola pembelian, serta
preferensi pelanggan, sehingga strategi pemasaran dan distribusi dapat
disusun secara adaptif dan berbasis data. Selain itu, Perseroan akan
memperkuat kemitraan dengan produsen lokal maupun internasional guna
memperluas jaringan pasokan dan meningkatkan daya saing di pasar.

Terkait risiko perubahan perilaku konsumen, Perseroan akan
mengoptimalkan penggunaan data dan analisis perilaku digital untuk
memahami tren konsumsi dan pergeseran pola pembelian masyarakat. Hasil
analisis tersebut akan menjadi dasar dalam pengembangan strategi distribusi
yang lebih responsif, termasuk melalui perluasan kanal distribusi digital
seperti e-commerce dan platform daring lainnya. Dengan demikian, Perseroan
dapat mempertahankan relevansi dan kedekatan dengan konsumen, serta
menjaga kinerja penjualan secara berkelanjutan.

Aspek Model Manajemen.
a. Ketersediaan Tenaga Kerja.

1) Sehubungan dengan pengungkapan bahwa Perseroan berencana
melakukan penambahan tenaga kerja sebanyak 4 (empat) orang, agar
ditambahkan informasi mengenai jenis ketrampilan dan tingkat
kompetensi yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan
usaha baru Perseroan, dan apakah dibutuhkan pelatihan atau
sertifikasi khusus kepada tenaga kerja yang telah dimiliki dan tenaga
kerja baru di masa mendatang untuk menjalankan kegiatan usaha
baru dimaksud.

Jawaban:

Perseroan akan memberikan program pelatihan bagi tenaga kerja baru
untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan kegiatan usaha
distribusi produk pangan. Pelatihan tersebut meliputi pengembangan
kompetensi sumber daya manusia, pendekatan dan pelayanan
pelanggan, serta pelatihan manajemen operasional dan distribusi agar
tenaga kerja memiliki pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis
Perseroan.

Adapun untuk sertifikasi khusus tidak menjadi persyaratan utama,
mengingat kegiatan usaha ini lebih menekankan pada pengalaman
praktis dan keterampilan teknis di bidang FMCG (Fast Moving
Consumer Goods). Namun demikian, Perseroan akan terus mendorong
peningkatan kompetensi melalui pelatihan internal dan
pengembangan berkelanjutan sesuai kebutuhan operasional di masa
mendatang.
Page 45 OCR 0.948
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

2) Agar diklarifikasi dan dijelaskan mengenai jumlah tenaga kerja yang
akan dialokasikan/dibutuhkan beserta kualifikasi/kompetensinya
serta struktur organisasi atas kegiatan usaha yang akan
ditambahkan.

Jawaban:
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana untuk
merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna mendukung
operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian sebagai
berikut:

1 Supervisor, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang FMCG

2 Staf Sales, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang sales
FMCG

3 Staf Gudang, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang
pergudangan / warehouse khusus, dan
4 Staf Sopir, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang

pengiriman logistik serta telah memiliki lisensi mengemudi khusus
untuk kendaraan jenis truk dan pick-up.

b. Manajemen Risiko. Agar diklarifikasi mengenai “penambahan kegiatan

OPMS dalam bidang Pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga
Listrik”, selanjutnya agar disesuaikan.

Jawaban:

Pada subbab 7.4 manajemen risiko terdapat kesalahan penulisan yaitu
“penambahan kegiatan usaha OPMS dalam bidang pembangunan dan
pemasangan instalasi tenaga listrik" yang selanjutnya sudah kami perbaiki.

Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen. Agar ditambahkan
pengungkapan mengenai struktur organisasi dan manajemen secara
keseluruhan setelah terjadi penambahan kegiatan usaha baru.

Jawaban:

Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat
perubahan struktur organisasi dan manajemen setelah terjadi
penambahan kegiatan usaha baru.

9. Aspek Keuangan.

a.

Agar pengungkapan terkait analisis kelayakan keuangan memperhatikan
hal-hal sebagaimana SEOJK 17/2020.

Jawaban:
Sudah disesuaikan dengan SEOJK 17/2020

Sumber pembiayaan. Agar diklarifikasi ada/tidaknya perjanjian
pembiayaan yang telah dilakukan dengan Bank serta dijelaskan rincian
Bank dan syarat kondisi pembiayaan dimaksud.
Page 46 OCR 0.956
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Jawaban:
Berdasarkan informasi dari manajemen tidak terdapat perjanjian terkait
pembiayaan dengan Bank ataupun pihak ketiga lainnya.

c. Biaya Operasional. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai rincian
transaksi yang mendasari peningkatan atas biaya operasional.

Jawaban:

Peningkatan biaya operasional disebabkan oleh dampak inflasi serta
kenaikan pendapatan yang berasal dari penambahan aktivitas penjualan
baru.

d. Asumsi-asumsi proyeksi keuangan. Agar ditambahkan pengungkapan
atas dasar penentuan masing-masing asumsi proyeksi keuangan, tingkat
ketercapaian, dan analisis Penilai atas proyeksi keuangan dan
ketercapaiannya.

Jawaban:

Dasar penentuan asumsi before dan after:

1. Beban Pokok Pendapatan (BPP)
BPP disusun berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan dengan
mengacu pada data historis.

2. PLAT (Produk Logam Sebelum Penambahan KBLI)
Proyeksi volume penjualan produk logam (dalam satuan kilogram)
diperoleh dari estimasi manajemen Perseroan. Pada periode 2026-2030,
volume penjualan diproyeksikan tetap, karena Perseroan tidak
berencana menambah produksi untuk kategori ini.

3. FMCG (Produk Logam Setelah Penambahan KBLI)
Proyeksi volume penjualan produk logam (dalam satuan kilogram)
diperoleh dari estimasi manajemen Perseroan atas kegiatan usaha baru.

4. Harga Jual
Berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan, harga jual produk
diperkirakan meningkat pada tahun 2027-2030 seiring dengan dampak
kenaikan inflasi.

5. Biaya Umum dan Administrasi
Disusun berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan dengan mengacu
pada data historis. Kenaikan pada tahun 2027-2030 terutama berasal
dari peningkatan biaya gaji pegawai serta biaya BBM, tol, dan parkir
akibat tekanan inflasi.

6. Pendapatan dan Beban Lainnya
Proyeksi disusun berdasarkan asumsi manajemen Perseroan.

7. Perputaran (Turnover)
Dihitung berdasarkan rasio historis Perseroan.

8. Pajak (Tax)
Merupakan pajak penghasilan badan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tingkat Ketercapaian Proyeksi
Manajemen Perseroan meyakini bahwa asumsi yang digunakan dalam
penyusunan proyeksi keuangan telah mempertimbangkan kondisi internal
Page 47 OCR 0.948
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

dan eksternal secara cermat, serta didasarkan pada data dan tren historis
yang relevan. Oleh karena itu, proyeksi dinilai realistis dan dapat menjadi
dasar yang kuat untuk mencapai target kinerja keuangan yang optimal.

Analisis atas Proyeksi Keuangan dan Ketercapaiannya

Berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen Perseroan, Penilai meyakini
bahwa proyeksi keuangan yang disusun telah wajar dan tidak memerlukan
penyesuaian lebih lanjut.

e. Proyeksi Posisi Keuangan. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai
transaksi yang mendasari masing-masing peningkatan dan/atau
penurunan atas masing-masing transaksi pada proyeksi keuangan.

Jawaban:

Transaksi yang mendasari masing-masing peningkatan dan/atau

penurunan atas masing-masing transaksi pada proyeksi keuangan sebagai

berikut:

1. Piutang Usaha - Pihak Ketiga
Piutang usaha pihak ketiga mengalami peningkatan seiring dengan
kenaikan pendapatan Perseroan. Peningkatan pendapatan tersebut
sebagian besar berasal dari penjualan secara kredit, sehingga
berdampak pada bertambahnya saldo piutang yang tercatat dalam
neraca karena pembayaran dari pelanggan belum diterima.

2. Persediaan

Peningkatan persediaan mencerminkan penyesuaian terhadap
pertumbuhan aktivitas penjualan, di mana diperlukan ketersediaan
barang yang lebih besar untuk mendukung peningkatan volume
penjualan.

3. Aset tetap -— bersih

Aset tetap bersih mengalami penurunan seiring dengan pengakuan
beban penyusutan selama periode berjalan.

4. Aset hak guna -— bersih
Aset hak guna bersih pada Juli 2025 hingga 2030 cenderung meningkat
seiring dengan penambahan aset hak guna baru, menggantikan aset hak
guna existing yang nilainya telah habis karena adanya penyusutan.

5. Utang Usaha - Pihak Ketiga

Utang usaha - pihak ketiga meningkat seiring dengan kenaikan beban
pokok pendapatan yang mendorong peningkatan pembelian dari
pemasok secara kredit.

6. Utang lain-lain - Pihak Ketiga

Utang lain-lain pihak ketiga menurun pada Juli 2025 seiring dengan
penurunan BPP, kemudian meningkat pada 2026-2030 sejalan dengan
kenaikan BPP yang mencerminkan peningkatan aktivitas operasional
dan pembelian dari pihak ketiga untuk mendukung pertumbuhan usaha
Perseroan.

7. Beban masih harus dibayar
Page 48 OCR 0.952
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

f.

Beban yang masih harus dibayar menurun pada Juli 2025 seiring dengan
penurunan BPP, mencerminkan berkurangnya kewajiban atas biaya
operasional yang belum dibayarkan. Namun, pada periode 2026-2030,
akun ini meningkat sejalan dengan kenaikan BPP, yang menunjukkan
adanya peningkatan aktivitas operasional dan akrual biaya yang lebih
tinggi.

8. Saldo Laba Belum ditentukan penggunaannya
Saldo laba belum ditentukan penggunaannya meningkat pada periode
2025-2028 akibat rugi bersih yang dialami Perseroan, kemudian
menurun pada 2029-2030 seiring dengan perolehan laba bersih pada
periode tersebut.

Analisis Titik Impas. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai rincian
penjelasan masing-masing perhitungan dalam memperoleh nilai.
Selanjutnya, agar disampaikan kertas kerja excel perhitungan atas
masing-masing parameter.

Jawaban:
Dalam menghitung analisis Break Even Point (BEP) Penjualan atau
Analisis Titik Impas Penjualan, menggunakan rumus berikut:

BEP Penjualan - Fixed Cost (Beban Umum dan Administrasi) / Gross
Profit Margin

di mana,
Gross Profit Margin - Penjualan / Laba Kotor
Laba Kotor - Penjualan - Beban Pokok Pendapatan (Variable Cost)

Analisis Profitabilitas. Agar diklarifikasi dan dijelaskan atas kinerja
keuangan Perseroan yang negative selama periode proyeksi dikaitkan
dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru.

Jawaban:

Pada periode proyeksi, beberapa rasio profitabilitas Perseroan masih
menunjukkan nilai negatif, antara lain Operating Profit Margin (OPM), Net
Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), dan Return on Eguity (ROE).

1. Operating Profit Margin negatif disebabkan oleh rugi usaha selama

periode proyeksi, yang terjadi karena total beban (beban pokok
pendapatan serta beban umum dan administrasi) lebih besar
dibandingkan total pendapatan.
Net Profit Margin negatif karena laba bersih (net income) Perseroan
selama periode proyeksi juga negatif, sebagai akibat dari total beban
yang melebihi pendapatan.
ROA bernilai negatif karena laba bersih selama periode proyeksi masih
rugi, sehingga ketika dibandingkan terhadap total aset menghasilkan
rasio negatif.
ROE negatif karena laba bersih selama periode proyeksi bernilai negatif,
sehingga saat dibandingkan terhadap ekuitas menghasilkan nilai rasio
yang juga negatif.
Page 49 OCR 0.937
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Selanjutnya, apabila dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha
baru, proyeksi laba rugi incremental menunjukkan perbaikan kinerja
keuangan. Perseroan diproyeksikan mencatat rugi bersih hingga tahun 2028,
namun mulai mengalami perbaikan pada tahun 2029 dan mencatat laba
positif pada tahun 2030. Dengan demikian, rasio profitabilitas diperkirakan
mulai menunjukkan nilai positif pada tahun 2029 dan 2030 seiring dengan
meningkatnya laba bersih hasil dari penambahan kegiatan usaha baru
tersebut.

.Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas masing-masing
analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola
bisnis, analisis kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan
keuangan, serta kesimpulan kelayakan agar disesuaikan sebagaimana
tanggapan OJK pada bagian Keterbukaan Informasi atas hal dimaksud.

Jawaban:
Berikut merupakan perubahan pengungkapan pada Laporan Studi Kelayakan
dengan Keterbukaan Informasi:

Keteran Keterangan KI

gan Bab/Subbab FS

1. | Latar Belakang Bab 1 Pendahuluan poin 1.1 Pada bagian Penjelasan,
Pertimbangan dan Alasan
Dilakukannya Penambahan

Kegiatan Usaha
2. | Maksud dan Tujuan | Bab 1 Pendahuluan poin 14 Pada bagian Ringkasan
Studi Kelayakan Laporan Studi Kelayakan
Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha

| | -poin b. Maksud dan Tujuan '— |

3. | Asumsi dan Kondisi | Bab1 Pendahuluan poin 1.13 | Pada bagian Ringkasan
Pembatas Laporan Studi Kelayakan
Mengenai Rencana

Penambahan Kegiatan Usaha
poin e. Asumsi dan Kondisi

Pembatas
4 | Pendekatan dan | Bab 1 Pendahuluan poin 1.9 Pada bagian Ringkasan
Metode Analisis Yang Laporan Studi Kelayakan
Digunakan Mengenai Rencana

Penambahan Kegiatan Usaha
poin f. Pendekatan dan Metode
Analisis yang Digunakan

Bab 1 Pendahuluan poin 1.15 | -

5 | Jenis Mata Uang yang
Digunakan

6 | Struktur Permodalan Bab 2 Gambaran Umum | Pada bagian Uraian Singkat
Perseroan poin 2.3 Mengenai Perseroin di
Struktur Permodalan dan
Kepemilikan Saham Perseroan
7 | Kinerja Keuangan | Bab 2 Gambaran Umum | Pada bagian Uraian Singkat
Historis Perseroan poin 2.7 Mengenai Perseroin di Ikhtisar
Data Keuangan Penting

Perseroan
8 | Analisis Rasio | Bab 2 Gambaran Umum | Pada bagian Uraian Singkat
Keuangan Perseroan poin 2.7.4 Mengenai Perseroin di Ikhtisar

Data Keuangan
Perseroan

Penting

9 | Kesimpulan Analisis

Bab 4 Aspek Kelayakan Pasar

Pada bagian Ringkasan Studi

Page 50 OCR 0.949
OPMS

PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI

Kelayakan Pasar

Keterangan Bab/Subbab FS

poin 4.9

Keterangan KI
Kelayakan Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha
di poin g. Analisis Kelayakan
Pasar

10 | Kapasitas Bab 5 Aspek Kelayakan | -
Teknis poin 5.2
11 | Kesimpulan Analisis | Bab S5 Aspek Kelayakan | Pada bagian Ringkasan Studi
Kelayakan Teknis Teknis poin 5.8 Kelayakan Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha
di poin h. Analisis Kelayakan
Teknis
12 | Kesimpulan Analisis | Bab 5 Aspek Kelayakan Pola | Pada bagian Ringkasan Studi
Kelayakan Pola Bisnis | Bisnis poin 6.9 Kelayakan Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha
di poin i. Analisis Kelayakan
Pola Bisnis
13 | Manajemen Risiko Bab 6 Aspek Kelayakan | -
Model Manajemen poin 7.4
14 | Kesimpulan Analisis | Bab 6 Aspek Kelayakan | Pada bagian Ringkasan Studi
Kelayakan Model | Model Manajemen poin 7.7 Kelayakan Mengenai Rencana
Manajemen Penambahan Kegiatan Usaha
di poin j. Analisis Kelayakan
Model Manajemen
54 | Kesimpulan Analisis | Bab 8 Aspek Kelayakan | Pada bagian Ringkasan Studi
Kelayakan Keuangan Keuangan poin 8.16 Kelayakan Mengenai Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha
di poin k. Analisis Kelayakan
Keuangan
16 | Informasi - Pada bagian Informasi
Penyelenggaraan Penyelenggaraan RUPSLB
RUPSLB
17 | Informasi Tambahan - Pada bagian Informasi
Tambahan

dapat dibaca dengan jelas.

Jawaban:

11. Lampiran Keuangan. Agar disampaikan kembali lampiran keuangan yang

Lampiran keuangan telah diperbaiki dan disampaikan kembali sehingga dapat

dibaca dengan jelas

pada laporan

yang

telah diperbarui.

Page 51 OCR 0.955
OTORITAS JASA KEUANGAN

Demikian surat jawaban ini kami sampaikan sebagai tanggapan kami atas Surat OJK.

Hormat kami,
PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk

Meilyna Widjaja
Direktur Utama

Dipindai dengan CamScanner

File

File Open PDF
Source IDX
Size10.09 MB
Published14 Nov 2025
Pages51
Characters115,026
Text sourceOCR
OCR confidence0.935

Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Optima Prima Metal Sinergi Tbk. p.1 ×79
linked person Sukianto Widjaja p.3 ×2
linked person Meilyna Widjaja · Direktur Utama p.51
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×15
unresolved person Kunwidarto Direktur Penilaian p.1
unresolved person Morhan Tirtonadi p.3 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan p.3 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Morhan p.3 ×2
unresolved org PT Emina Cheese Indonesia p.13 ×3
unresolved org PT Federal Food Internusa. Diklarifikasi p.13
unresolved org Pengawas Obat dan Makanan p.15 ×2
unresolved org PT Federal Food Internusa. p.25 ×2
unresolved org PT Asian Prima Indosteel p.31
unresolved person Gema Bismantaka p.31
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.31
unresolved person Leolin Jayanti p.31
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.31 ×2
unresolved person Ir. Joyce Sudarto p.32 ×2
unresolved org KJPP Guntur p.34

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 3354 ms 13 Sep 2026 15:26
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [{'name': 'Perseroan yang dapat dihubungi Pemegang Saham untuk',
              'relationship': 'memperoleh'}],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result