Back to announcement
20251114_OPMS_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31985288_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review OPMSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 51
Page 1 OCR 0.950
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Jakarta, 12 November 2025 No. 049.CS.OPMS.2025 Kepada Yth. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jl. Lapangan Banteng Timur No. 2-4 Jakarta Pusat 10710 Up : Bapak Kunwidarto Direktur Penilaian Emiten dan Perusahaan Publik Perihal : Tanggapan atas Komentar OJK Dengan hormat, Merujuk pada surat Otoritas Jasa Keuangan S-553/PM.023/2025 tanggal 6 November 2025, perihal Perubahan dan/atau Tambahan Informasi atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (“Surat OJK”), dengan ini kami sampaikan tanggapan kami atas Surat OJK khusus mengenai rencana perubahan kegiatan usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (“Perseroan”). Il. Umum 1. Berkenaan dengan Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk kepada OJK melalui SPE nomor 039.CS.OPMS.2025 tanggal 23 Oktober 2025 perihal Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha, agar penyajian dan pengungkapan Keterbukaan Informasi dimaksud disesuaikan dengan POJK No. 17/POJK.04/2020. Jawaban: Berkenaan dengan penyajian dan pengungkapan Keterbukaan Informasi sudah disesuaikan dengan POJK No. 17/POJK.04/2020. 2. Perseroan agar memastikan atas seluruh kesalahan penulisan (typo) yang terdapat pada dokumen Keterbukaan Informasi telah disesuaikan. Selanjutnya, dalam penyajian jawaban atas tanggapan OJK, Perseroan agar menyajikan dan menyampaikan tanggapan sebagaimana hasil analisis laporan atas kondisi Perseroan dan bukan screen capture dari ketentuan POJK atau SEOJK. Jawaban: Berkenaan dengan kesalahan penulisan (typo) yang terdapat pada dokumen Keterbukaan Informasi telah disesuaikan. Selanjutnya untuk penyajian jawaban atas tanggapan OJK, Perseroan telah menyajikan dan menyampaikan tanggapan sebagaimana hasil analisis laporan atas kondisi Perseroan dan bukan screen capture dari ketentuan POJK atau SEOJK. 3. Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, agar diklarifikasi mengenai ada/atau tidaknya perizinan dan/atau persetujuan yang wajib diperoleh dari kreditur, pihak ketiga dan/atau instansi berwenang lainnya.
Page 2 OCR 0.955
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Jawaban: Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan tidak memiliki kewajiban untuk mendapatkan perizinan dan/atau persetujuan yang wajib diperoleh dari kreditur, pihak ketiga dan/atau instansi berwenang lainnya selain kewajiban yang daitur dalam POJK 17/2020. II. Keterbukaan Informasi Kepada Pemegang Saham 1. Agar tanggal penerbitan Keterbukaan Informasi disesuaikan apabila ada perubahan. Jawaban: Tanggal penerbitan keterbukaan informasi sudah disesuaikan. Pendahuluan. Paragraf 5. Agar diklarifikasi atas Perizinan-perizinan dari instansi terkait yang dibutuhkan sehubungan dengan penambahan bidang usaha ini. Jawaban: Tidak terdapat perizinan tambahan yang diperlukan sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha dikarenakan klasifikasi KBLI yang tercantum dalam NIB Perseroan termasuk dalam kategori risiko rendah, sehingga tidak memerlukan izin berusaha tambahan dari instansi terkait di luar perizinan yang telah dimiliki Perseroan saat ini. Uraian Singkat Mengenai Perseroan. Agar: a. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan. Agar: 1) Dihapus pengungkapan “(Lembar)” pada tabel. 2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan “Jumlah (Rupiah Penuh)” menjadi “Nilai Nominal Saham (Rupiah Penuh)”. 3) Ditambahkan pengungkapan nilai nominal per saham. 4) Pengungkapan “Total” pada baris disesuaikan menjadi “Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh”. 5) Diklarifikasi terkait update terkini atas penjualan kembali saham treasuri. Jawaban: a. Mengenai struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sudah kami sesuaikan pada bagian Uraian Singkat Mengenai Perseroan Berikut hasil yang telah disesuaikan: Update terkini, Perseroan belum berhasil kembali menjual saham treasuri. Susunan pemegang saham OPMS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Page 3 OCR 0.921
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Nilai Nominal Kepemilikan Per (Yo) Saham (Rupiah Penuh Nilai Nominal Saham (Rupiah Penuh) Pemegang Saham Jumlah Saham He ala 597.900.000 59,796 100 | 59.790.000.000 ndosteel Sukianto Widjaja 2.100.000 0,21Y6 100 210.000.000 Treasuri Stok 198.373.000 19,84Y9 100 19.837.300.000 Masyarakat (masing-masing di 201.627.000 20,16Y6 100 | 20.162.700.000 bawah 5y6) Total Modal Ditempatkan dan 1.000.000.000 100,005 100.000.000.000 Disetor Penuh Sumber: Manajemen OPMS Pada tahun 2020, Perseroan membeli saham treasuri melalui aksi buyback. Berdasarkan surat No.008.CS.OPMS.2025 tanggal 20 Maret 2025, sesuai dengan POJK No.2/POJK.04/2013, Perseroan telah melakukan Keterbukaan Informasi kepada regulator mengenai penjualan kembali saham buyback mulai tanggal 9 April 2025 sampai dengan 31 Mei 2025. Berdasarkan surat No.019.CS.OPMS.2025 tanggal 2 Juni 2025, terkait dengan penjualan kembali atas saham treasuri melalui buyback, menyatakan bahwa Perseroan belum berhasil menjual saham treasuri melalui mekanisme pasar di BEI. Berdasarkan POJK No.30.POJK.04/2017, Perseroan wajib menjual kembali saham treasuri dalam 3 (tiga) tahun, sebelum 17 April 2026. Pada tanggal 30 Juni 2025, tidak terdapat penjualan saham treasuri. b. Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan. Agar: 1) Ditambahkan pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta Opini audit atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025. Jawaban: Pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta opini audit atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025 sudah ditambahkan di Keterbukaan Informasi bagian Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan. Berikut hasil yang telah ditambahkan: Laporan Keuangan OPMS yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direview oleh Morhan Tirtonadi, CPA Registrasi Akuntan Publik No. AP.0628 dari Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan, dengan nomor laporan MR/L-008/25 tanggal 26 Agustus 2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Page 4 OCR 0.852
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI 2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel yang dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya. Jawaban: Penyajian dan pengungkapan periode pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan sudah disesuaikan dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya. Berikut hasil setelah disesuaikan: Tinjauan Laba (Rugi) Ribuan Rupiah Dalam Jun 20 : v Review Pendapatan 2.439.602 23.721.866 | 40.784.169 9117164 | 22.510.395 | 41.184.565 | 34.773.247 Beban Pokok Pendapatan 3.431.256 23.547.289 | 41.486.701 | 10.729.121 17.815.359 | 37461493 | 30.490.801 Laba Rugi Usaha Laba Rugi Sebelum Pajak Penghasilan Laba Rugi Bersih Tahun (3.293.866) | (2.649.738) | (8.284.284) | (4.751.545) (860.860) (353.810) 1.031.801 Berjalan Jumlah Laba Rugi (3.208.264) | (2.463.157) | (8.113.080) | (4.483.340) | (1.312.825) (412.949) 1.065.589 Komprehensif (3.679.087) | (3832191) | (7534510) | (7.638.092) | (3os6sea) | (2.605.533) | (024.620) (3.296.528) | (3.431.760) | (6859495) | (6.338.595) | (a178228) | (773.605) | 1.219.383 Tinjauan Posisi Keuangan Dalam Ribuan Rupiah ludit Audit Aset Aset Lancar 23.092.016 | 26.450.669 | 24.481.182 24.320.300 | 27.933.476 48.297.703 82.790.685 sb 53752145 | so2seia6 | ss.sangos | s4age2106 | 66378942 | 45.607.036 | 16327113 Jumlah Aset 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797 Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435 Pendek Liabilitas Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051 Panjang Jumlah 749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5.492.486 Liabilitas Jumlah Ekuitas Jumlah Liabilitasdan | 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797 Ekuitas 76.094.854 | 84.953.041 | 79.303.118 87.416.198 | 91.899.539 93.212.363 93.625.312 Rasio Keuangan Rasio Likuiditas Current Ratio 8574,20W | 21316,53W | 12547,08Y4 2075,73W | 1524274 | 17075,68W | 1624,48Y Guick Ratio 8452,07W | 20974,04Y | 12340,50Y5 1910,52w | 1455,31W | 16573,30W | 1551,36Y Cash Ratio 4838,85W | 8401,574 4894,26Y 628,46W 892,094 | 12630,7149 | 1217,41Y Rasio Aktivitas Perputaran Piutang 1 2 - 16 - - -
Page 5 OCR 0.750
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Usaha Pihak Ketiga Perputaran Pera 35 P4 4 66 26 14 45 Perputaran Utang N o . 28 . . . Usaha Pihak Ketiga eebSe Utang £ 2 2 2 32 5 s) etensi Perputaran Beban yang Masih Harus rd 0 - 3 2 1 1 Dibayar Rasio Solvabilitas 0,96 Debt to Asset 0,989 0,904 2,00y6 2,56Yo 0,74Ya 5,549h Debt to Eguity 0,98Y5 0,884 0,91Y4a 2,046 2,63 Yo 0,74 Ya 5,874 Rasio Profitabilitas 0,896 Gross Margin 10,659 -1,7299 17,689 20,86Yo 9,049 12,329 Operating Margin -150,81Y9 0,74Ya 184790 -83,79Y9 -13,71Y6 -6,55Y9 -2,95Yh Net Profit Margin -135,02Y9 -16,15Y6 -20,31Y4 -52,12Y6 -3,82Y9 -0,86Ya 2,97 Ya ROA “4,29Y9 11176 "10,354 “5,339 -0,91Y9 -0,38Y4 1,0495 ROE 14,339 :3,09Y4 :10,45Y4 54496 -0,94Yo -0,38Y9 1,1099 3) Ditambahkan pengungkapan atas tinjauan laba (rugi) periode 30 Juni 2024. Jawaban: Pengungkapan atas tinjauan laba(rugi) periode 30 Juni 2024 sudah ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan bagian Tinjauan laba (rugi) Berikut hasil setelah ditambahkan: Dalam Ribuan Rupiah Audit Aset Aset Lancar 23.092.016 | 26.450.669 | 24.481.182 | 24.320.300 | 27.933.476 48.297.703 82.790.685 ek 52752145 | so2se1a6 | sssareos | csee2106 | 66378042 | 4as.6c0o7z036 | 16327113 Jumlah Aset 76.814.161 | 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 | 94312419 93.904.739 99.117.797 Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435 Pendek Liabilitas Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051 Panjang Jumlah Liabilitas 749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5.492.486 Jumlah Ekuitas Jumlah Liabilitasdan | 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797 Ekuitas 76.094.854 | 84.953.041 | 79.303.118 | 87.416.198 | 91.899.539 93.212.363 93.625.312 4) Ditambahkan pengungkapan Laporan Posisi Keuangan periode 30 Juni 2025. Jawaban: Pengungkapan laporan posisi keuangan periode 30 Juni 2025 sudah ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan bagian Tinjauan Posisi Keuangan
Page 6 OCR 0.741
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Berikut hasil setelah ditambahkan: Aset Aset Lancar 23.092.016 | 26.450.669 | 24.481.182 | 24.320.300 27.933.476 48.297.703 82.790.685 Pesta TN 53.752.145 | 59.258.146 | 55.541.895 | 64.882.106 | 66.378.942 | 45.607.036 | 16.327.113 Jumlah Aset 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797 Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435 Pendek Liabilitas Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051 Panjang Jumlah Liabilitas 749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5.492.486 Jumlah Ekuitas Jumlah Liabilitasdan | 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797 Ekuitas 76.094.854 | 84.953.041 79.303.118 | 87416198 | 91.899.539 93.212.363 93.625.312 5) Ditambahkan pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni 2024. Jawaban: Pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni 2025 sudah ditambahkan pada tabel Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan bagian Rasio Keuangan Berikut hasil setelah ditambahkan: | 25 t (eterangan Rasio Likuiditas Current Ratio 857420 | 21316,53W 12547,08W 2075,73Y4 1524,27Y5 17075,68Y | 162448 Ouick Ratio 8452,07Y | 20974,04Y9 12340,50y6 1910,52Y5 1455,31Y9 16573,30y | 1551,36Y0 Cash Ratio 4838,85Y 8401,57Yo 4894, 26Yo 628,46Yo 892,09Y5 12630714 | 1217,41Y Rasio Aktivitas Perputaran Piutang Usaha “| 2 - 16 - - - Pihak Ketiga Perputaran aa Tan 35 7 4 66 26 14 45 Perputaran Utang Usaha Pihak 6 5 : “8 : : : Ketiga Perputaran . 1 . 2 3 Utang Retensi 2 ag Perputaran Beban yang 2 Masih Harus t 0 2 3 2 : Dibayar Rasio Solvabilitas 0,96 Debt to Asset 0,984 0,90Y9 2,005 2,56Yo 0,74Yo 5,54Y0 Debt to Eguity 0,984 0,884 0919 2,045 2,63 Yo 0,746 5,87Ya Rasio Profitabilitas 08946 Gross Margin “40,65 Yo -1,72Yo -17,68Yo 20,86Y4 9,04y6 12,32Y9 Hm -150,8196 | 0,7496 18474 | -83,7996 | -13,7196 “6,556 -2,95Y6 Net Profit :135,0244 116,154 :20,31Y6 :52,12Y4 13,824 208649 2,97 Ya
Page 7 OCR 0.919
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI ROA A29 Yo 11,170 -10,3599 -5,33Y9 -0,9196 -0,38b 1,046 ROE 4,33 Yo -3,0996 10,45Y9 5449 -0,94Y9 -0,38Y6 11096 6) Diungkapkan secara jelas nilai tambah yang diterima oleh pemegang saham Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru. Jawaban: Nilai tambah yang diperoleh pemegang saham atas penambahan kegiatan usaha baru terletak pada terbukanya sumber pendapatan baru bagi Perseroan. Melalui perluasan kegiatan usaha, OPMS memiliki landasan legal untuk menjalankan lini bisnis tambahan yang berpotensi meningkatkan omzet dan laba Perseroan di masa mendatang. Selain itu, langkah diversifikasi ini juga berfungsi sebagai upaya mitigasi risiko, dengan mengurangi ketergantungan terhadap kegiatan usaha eksisting yang tengah mengalami penurunan. Dengan demikian, OPMS dapat menjaga stabilitas kinerja keuangan sekaligus mempertahankan daya tarik nilai perusahaan bagi investor jangka Panjang. 4. Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. a. Maksud dan Tujuan. Agar disesuaikan dan ditambahkan pengungkapan bahwa maksud penugasan adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi, Tbk dalam kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut, dikaitkan dengan KJPP tidak hanya melakukan kajian namun memberikan pendapat kelayakan. Jawaban: Maksud dan Tujuan telah disesuaikan dalam Keterbukaan Informasi bagian Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha poin b. Maksud dan Tujuan. Berikut hasil setelah disesuaikan: Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk dalam kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut. Dalam penugasan ini, KJPP tidak hanya melakukan kajian namun memberikan pendapat kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan
Page 8 OCR 0.958
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018. Asumsi dan Kondisi Pembatas. Agar penyajian dan pengungkapan atas asumsi dan kondisi pembatas disesuaikan sebagaimana diatur dalam Pasal 35 POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Jawaban: Asumsi dan Kondisi pembatas sudah disajikan dan diungkapkan sesuai dengan Pasal 35 POJK No. 35/2020 tentang penilaian dan penyajian Laporan Penilaian Bisnis dipasar modal, yaitu sebagai berikut: Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion. Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses Studi Kelayakan. Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh OPMS dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan. GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh OPMS dan telah disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). GEAR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan. Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional OPMS. GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan. GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi tugas. Ruang lingkup penugasan. Agar ditambahkan penjelasan terkait ruang lingkup penugasan. Jawaban: Ruang lingkup penugasan sudah ditambahkan pada bagian ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yaitu merujuk pada identifikasi status penilai, identifikasi status pemberi tugas dan pengguna laporan, maksud dan tujuan studi kelayakan, objek studi kelayakan, tanggal studi kelayakan, asumsi dan kondisi pembatasan, serta pendekatan dan metode analisis yang digunakan. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan. Agar: 1) Penyajian dan pengungkapan disesuaikan menjadi “Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17
Page 9 OCR 0.960
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI 2) 3) /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data primer dan sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan memberikan Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha. Jawaban: Pengungkapan sudah disesuaikan menjadi: Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data primer dan sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan memberikan Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha. Diklarifikasi metode yang digunakan dalam pengumpulan data dari hasil diskusi, pihak Perseroan dalam diskusi, serta aspek-aspek yang dianggap berpengaruh dalam kelayakan dimaksud. Jawaban: Pengumpulan data dari hasil diskusi, pihak Perseroan dalam diskusi, serta aspek-aspek yang dianggap berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan yaitu meliputi diskusi melalui virtual meeting mengenai aspek pemasaran, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek keuangan terkait dengan penambahan kegiatan usaha. Proses analisis. Agar redaksi analisis yang digunakan disesuaikan sebagaimana SEOJK 17/2020 yaitu analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan model manajemen, analisis kelayakan keuangan. Selanjutnya agar disesuaikan dalam seluruh dokumen terkait penambahan kegiatan usaha. Jawaban: Redaksi analisis yang digunakan sudah disesuaikan menjadi:
Page 10 OCR 0.953
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Pr Analisis Kel kan Analisis kelayakan pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar, persaingan usaha, strategi pemasaran atas rencana penambahan kegiatan usaha. Analisis kelayakan teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana penambahan kegiatan usaha, spesifikasi teknis, teknis pelaksanaan, ketersediaan dan kualitas sumber daya manusia, timeline, dan rencana keberlanjutan. Analisis kelayakan pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha Perseroan saat ini, analisis atas penambahan kegiatan usaha, analisis kemampuan untuk menciptakan nilai, analisis keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri, analisis risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT. Analisis kelayakan model manajemen yang mengkaji struktur organisasi dan kebutuhan karyawan atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen kekayaan intelektual, manajemen risiko, sumber daya manusia, dan komposisi karyawan. Analisis kelayakan keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi, rencana biaya investasi, sumber pembiayaan, asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan, analisis biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, analisis titik impas, analisis profitablitias, analisis tingkat imbal balik investasi, analisis inkremental, dan analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. 4) Analisis Aspek Pasar. Agar: a) b) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Pasar”. Jawaban: Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Pasar Dijelaskan dan diklarifikasi terkait strategi pemasaran yang akan dilakukan Perseroan terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan pesaing usaha yang sudah ada pada kegiatan usaha dimaksud serta kegiatan usaha utama Perseroan yang bergerak dalam perdagangan besar potongan logam. Jawaban: Terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha pada sektor perdagangan besar makanan dan minuman, Perseroan telah menyiapkan strategi pemasaran yang disusun dengan
Page 11 OCR 0.959
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI d) mempertimbangkan karakteristik pasar serta tingkat persaingan pada sektor tersebut. Strategi ini berbeda dengan kegiatan usaha utama Perseroan saat ini yang bergerak di bidang perdagangan besar potongan logam, namun tetap memanfaatkan pengalaman Perseroan dalam aspek distribusi, pengelolaan rantai pasok, dan hubungan bisnis dengan mitra lokal. Dijelaskan dan diklarifikasi dasar pernyataan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha dari aspek kelayakan pasar dinilai layak, dikaitkan dengan latar belakang industri dan kegiatan usaha utama Perseroan saat ini. Jawaban: Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nonmigas. Dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan dan penguatan sektor hilir pertanian juga menjadi faktor penguat terhadap prospek sektor ini. Dengan demikian, sektor perdagangan besar makanan dan minuman memiliki potensi pasar yang besar, baik di tingkat nasional maupun regional, khususnya di wilayah Madura yang masih dalam tahap pengembangan. Sementara itu, kegiatan usaha utama Perseroan di bidang perdagangan besar potongan logam saat ini menghadapi tantangan akibat menurunnya permintaan domestik dan pergeseran kebijakan pembangunan nasional dari infrastruktur ke ketahanan pangan. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya strategi diversifikasi untuk menjaga keberlanjutan dan stabilitas kinerja usaha Perseroan. Berdasarkan analisis tersebut, rencana penambahan kegiatan usaha dinilai layak dari aspek pasar, karena memiliki potensi permintaan yang kuat dan terus meningkat di sektor makanan dan minuman, selaras dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong sektor pangan dan distribusinya dan memanfaatkan kemampuan Perseroan dalam logistik, distribusi, dan jaringan bisnis yang telah terbentuk dari kegiatan usaha sebelumnya. Sehubungan dengan pengungkapan bahwa “strategi pemasaran berbasis digital dan kemitraan dengan UMKM lokal memberikan keunggulan kompetitif tersendiri”, agar dijelaskan lebih lanjut kesiapan yang telah dilakukan Perseroan terkait strategi pemasaran berbasis digital dan pemetaan UMKM lokal. Jawaban: Perseroan telah menyiapkan strategi pemasaran berbasis digital secara terstruktur melalui penggunaan media sosial dan marketplace, penerapan sistem informasi internal terintegrasi untuk pengelolaan penjualan, persediaan, dan distribusi. Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi operasional serta memperluas jangkauan pasar secara digital. Selain itu, Perseroan telah melakukan pemetaan dan penjajakan
Page 12 OCR 0.955
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI kerja sama dengan UMKM lokal di wilayah Madura untuk mengembangkan kemitraan distribusi dan penyediaan pasokan. Melalui program kemitraan ini, OPMS berperan sebagai mitra distribusi dan pusat etalase produk UMKM, sehingga tercipta sinergi bisnis yang mendukung pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat posisi Perseroan di pasar regional. Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan pasar tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak”. Jawaban: Pada pengungkapan pernyataan kelayakan pasar sudah disesuaikan. 5) Analisis Aspek Tenis. Agar: a) b) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Teknis”. Jawaban: Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Teknis. Dijelaskan dan diklarifikasi atas kapasitas kesiapan Perseroan dalam melaksanakan dan menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri dan kegiatan usaha utama Perseroan saat ini. Jawaban: Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang berlokasi di Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi strategis untuk mendukung kegiatan distribusi di wilayah tersebut. Total luas gudang mencapai £1.000 m?, dengan area yang secara khusus digunakan untuk penyimpanan produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di bidang distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan penyesuaian infrastruktur gudang agar memenuhi standar penyimpanan yang sesuai dengan karakteristik produk makanan dan minuman. Fasilitas penyimpanan telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang tertata rapi, serta dilakukan perawatan dan pembersihan secara berkala guna menjaga kebersihan dan higienitas area penyimpanan. Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang berjaga 24 jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di seluruh area strategis gudang.
Page 13 OCR 0.942
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI d) Selain itu, Perseroan juga mengunakan Metode Penyimpan barang FIFO, penggunaan metode FIFO dalam bisnis FMCG membantu menjaga kualitas produk, mempercepat perputaran persediaan, meminimalkan risiko kedaluwarsa serta meningkatkan akurasi stok dan efisiensi biaya. Perseroan telah melakukan pengelompokan area penyimpanan berdasarkan jenis produk untuk memastikan pemisahan yang jelas antara produk pangan dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk penyimpanan produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C diperuntukkan bagi barang-barang logam. Perseroan juga telah memiliki armada logistik yang memadai untuk mendukung kegiatan operasional distribusi, terdiri atas 1 (satu) unit truk dengan kapasitas angkut 7 ton, 1 (satu) unit box/pick-up dengan kapasitas 1,5 ton, serta 1 (satu) unit crane dengan kapasitas 5 ton. Diklarifikasi apakah telah terdapat perjanjian kerjasama dengan pemasok utama. Jawaban: Perseroan sudah melakukan kerja sama dengan beberapa pihak yaitu PT Emina Cheese Indonesia dan PT Federal Food Internusa. Diklarifikasi dan dijelaskan ada/tidaknya SOP yang telah dimiliki Perseroan dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha. Jawaban: Manajemen Perseroan telah menyusun SOP untuk rencana penambahan kegiatan usaha FCMG yaitu sebagai berikut: SOP Penerimaan barang dan piutang FCMG SOP Pengiriman Barang SOP Admin Fakturis SOP Pembelian Barang SOP Gudang FCMG BE und de ca Sehubungan dengan pernyataan bahwa Perseroan akan mengoptimalkan sumber daya internal dengan memanfaatkan tenaga kerja berpengalaman, sekaligus melakukan rekrutmen tambahan untuk bidang administrasi, gudang, logistik, sopir dan penjualan, agar diklarifikasi dan dijelaskan lebih lanjut atas kebutuhan tenaga kerja yang dibutuhkan terkait penambahan kegiatan usaha dimaksud, kualitas sumber daya internal, ada/tidaknya ahli profesional yang dibutuhkan serta kriteria dari ahli professional dimaksud. Jawaban: Terdapat perubahan atas divisi rekruitmen oleh Perseroan, yang
Page 14 OCR 0.951
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI 3 selanjutnya Perseroan berencana untuk merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna mendukung operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian sebagai berikut: 1. Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5 tahun, 2. Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun: 3. Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun: dan 4. Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik serta telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk kendaraan jenis truk dan pick-up. Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan teknis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak”. Jawaban: Pada pengungkapan pernyataan kelayakan teknis sudah disesuaikan. 6) Analisis Aspek Pola Bisnis. Agar: a) b) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Pola Bisnis”. Jawaban: Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Pola Bisnis. Sehubungan dengan pernyataan bahwa risiko keuangan dapat timbul jika investasi awal dan biaya operasional tidak seimbang dengan pendapatan, agar dijelaskan dan diklarifikasi rincian investasi awal yang dibutuhkan terkait rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud serta kecukupan sumber dana. Jawaban: Terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha di sektor perdagangan besar makanan dan minuman, total investasi awal yang dibutuhkan Perseroan sebesar Rp3.000.000.000. Adapun rincian investasi tersebut meliputi: Investasi Peralatan Pabrik sebesar Rp100.000.000, Investasi Peralatan Kantor sebesar Rp50.000.000, Jasa Profesional (KJPP dan Notaris) sebesar Rp150.000.000, dan Persediaan awal sebesar Rp2.700.000.000. Seluruh kebutuhan investasi awal tersebut akan dibiayai menggunakan dana internal Perseroan yang berasal kas yang tersedia. Dengan struktur pendanaan tersebut, Perseroan menilai sumber dana yang dimiliki cukup memadai untuk mendukung
Page 15 OCR 0.954
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI d) pelaksanaan rencana penambahan kegiatan usaha tanpa menimbulkan risiko keuangan yang material terhadap likuiditas dan operasional Perseroan. Ditambahkan serta dijelaskan dan diklarifikasi atas keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan dikaitkan dengan keunikan pola bisnisnya, serta kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai. Jawaban: Keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan dikaitkan dengan keunikan pola bisnisnya, serta kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai sudah disesuaikan pada Keterbukaan Informasi Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha poin i. Analisis Kelayakan Pola Bisnis Dijelaskan lebih lanjut atas penerapan sistem manajemen risiko yang komprehensif dan pengelolaan operasional berbasis teknologi informasi yang akan dilakukan Perseroan, dikaitkan dengan kegiatan usaha baru yang mengandung risiko kepatuhan regulasi keamanan pangan yang ketat, risiko persaingan dengan pemain besar yang sudah mapan hingga risiko perubahan perilaku konsumen. Jawaban: Dalam melaksanakan kegiatan usaha baru yang berfokus pada distribusi produk pangan, Perseroan akan menerapkan sistem manajemen risiko yang komprehensif serta pengelolaan operasional berbasis teknologi informasi guna memastikan efisiensi, kepatuhan, dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri yang kompetitif. Sistem ini dirancang secara terintegrasi untuk mengidentifikasi, menilai, memantau, dan mengendalikan berbagai potensi risiko utama, antara lain risiko kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan, risiko persaingan dengan pelaku distribusi besar yang telah mapan, serta risiko perubahan perilaku dan preferensi konsumen. Dari aspek kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan pangan, Perseroan akan membentuk unit kepatuhan khusus yang bertanggung jawab dalam memastikan seluruh kegiatan distribusi berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Unit ini akan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan kebijakan pemerintah serta memastikan bahwa seluruh produk yang didistribusikan telah memenuhi standar sertifikasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, Perseroan akan mengimplementasikan sistem pemantauan kepatuhan berbasis teknologi informasi yang mengintegrasikan data operasional dan audit internal, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara efektif, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
Page 16 OCR 0.957
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Dalam menghadapi risiko persaingan pasar dengan pelaku distribusi besar dan mapan, Perseroan akan menerapkan strategi diferensiasi berbasis layanan melalui peningkatan kecepatan pengiriman, keandalan sistem distribusi, serta jaminan mutu produk yang konsisten. Pemanfaatan teknologi analisis pasar akan digunakan untuk menganalisis tren permintaan, pola pembelian, serta preferensi pelanggan, sehingga strategi pemasaran dan distribusi dapat disusun secara adaptif dan berbasis data. Selain itu, Perseroan akan memperkuat kemitraan dengan produsen lokal maupun internasional guna memperluas jaringan pasokan dan meningkatkan daya saing di pasar. Terkait risiko perubahan perilaku konsumen, Perseroan akan mengoptimalkan penggunaan data dan analisis perilaku digital untuk memahami tren konsumsi dan pergeseran pola pembelian masyarakat. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar dalam pengembangan strategi distribusi yang lebih responsif, termasuk melalui perluasan kanal distribusi digital seperti e-commerce dan platform daring lainnya. Dengan demikian, Perseroan dapat mempertahankan relevansi dan kedekatan dengan konsumen, serta menjaga kinerja penjualan secara berkelanjutan. Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan pola bisnis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak”. Jawaban: Pada pengungkapan pernyataan kelayakan pola bisnis sudah disesuaikan. 7) Analisis Aspek Model Manajemen. Agar: a) b) c) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Model Manajemen”. Jawaban: Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Model Manajemen Diklarifikasi ada/tidaknya dampak atas perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan serta dijelaskan sertifikasi khusus untuk tenaga ahli dalam menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha baru. Jawaban: Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan dengan adanya rencana penambahan kegiatan usaha. Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas kebutuhan dan
Page 17 OCR 0.956
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI d) ketersediaan tenaga kerja sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan pernyataan Perseroan bahwa saat ini Perseroan memiliki 4 orang karyawan tetap dengan latar belakang pendidikan SMA/SMK dan sarjana, serta merencanakan rekrutmen tambahan di bidang administrasi, gudang, logistik, sopir, dan penjualan. Jawaban: Perseroan saat ini memiliki 4 karyawan tetap yang seluruhnya merupakan karyawan lama. Dengan keempat karyawan lama, manajemen Perseroan meyakini bahwa karyawan tersebut cukup untuk melaksanakan kegiatan operasional harian di Perseroan. Dalam penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan akan menggunakan 4 karyawan lama tersebut dan menambah 4 karyawan baru meliputi supervisor, staf sales, staf gudang dan sopir untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan pada kegiatan usaha baru. Dijelaskan dan diklarifikasi terkait pernyataan bahwa Perseroan memiliki kapasitas organisasi yang memadai melalui keberadaan gudang berskala besar, armada logistik, serta pendanaan publik yang mendukung ekspansi, atas rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri dan kegiatan usaha utama Perseroan saat ini. Jawaban: Perseroan memiliki kapasitas organisasi yang memadai untuk mendukung rencana penambahan kegiatan usaha di bidang distribusi makanan dan minuman. Hal ini tercermin dari keberadaan fasilitas gudang berskala besar seluas #1.000 m? yang berlokasi strategis di Jalan Suramadu, Madura, serta telah disesuaikan dengan standar penyimpanan produk FMCG. Perseroan juga didukung armada logistik yang memadai berupa truk, box/pick-up, dan crane, yang memastikan kelancaran aktivitas distribusi. Selain dukungan infrastruktur dan logistik, ekspansi usaha ini juga didukung dengan adanya pendanaan publik yang menjadi potensi untuk pengembangan pasar di wilayah Madura. Dengan pengalaman Perseroan dalam bidang perdagangan besar logam, kapasitas tersebut dapat diadaptasi secara efektif untuk menunjang kegiatan distribusi pangan. Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas kapasitas dan kemampuan manajemen dalam rencana penambahann kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan latar belakang industri dan kegiatan usaha utama Perseroan saat ini. Jawaban: Manajemen Perseroan memiliki kapasitas dan pengalaman dari
Page 18 OCR 0.958
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI pelaksanaan kegiatan usaha utama di bidang perdagangan besar potongan logam, yang menuntut ketelitian, efisiensi, serta pengendalian rantai pasok dan keuangan yang kuat. Pengalaman tersebut menjadi dasar bagi Perseroan dalam mengembangkan kegiatan usaha baru di sektor distribusi makanan dan minuman yang memiliki kesamaan karakteristik dalam hal pengelolaan logistik dan sistem distribusi. Dari sisi kapasitas operasional, Perseroan telah memiliki sarana pendukung berupa gudang berkapasitas besar dan armada logistik sendiri yang siap dioptimalkan untuk kegiatan distribusi. Selain itu, sebagai perusahaan terbuka, Perseroan memiliki dukungan pendanaan publik yang untuk mendukung ekspansi pada kegiatan usaha baru Perseroan. Kemampuan manajemen Perseroan tercermin dari ketepatan dalam merespons dinamika perubahan arah kebijakan ekonomi nasional dengan melakukan diversifikasi usaha ke sektor yang selaras dengan prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan. Perseroan memiliki kemampuan adaptif dan inovatif, pemanfaatan analisis data untuk pengendalian persediaan serta proyeksi permintaan pasar, dan penerapan strategi pemasaran modern berbasis platform digital. Di samping itu, pendekatan kolaboratif dengan mitra produsen, pemasok, dan pelanggan utama memperkuat efektivitas rantai pasok dan posisi Perseroan di pasar. Dengan kombinasi antara kapasitas operasional, dukungan finansial, dan kemampuan manajerial yang profesional serta berorientasi pada efisiensi dan inovasi, Perseroan meyakini pelaksanaan rencana penambahan kegiatan usaha ini secara optimal, dan berkelanjutan. f) Dijelaskan dan diklarifikasi lebih lanjut atas manajemen risiko yang dimiliki Perseroan sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud. Jawaban: Berikut adalah manajemen risiko yang telah diidentifikasi pada kegiatan rencana penambahan kegiatan usaha, yaitu sebagai berikut: Jenis Risiko Strategi Mitigasi Untuk menghadapi ketatnya persaingan, OPMS perlu menerapkan strategi diferensiasi yang jelas, baik melalui keunggulan layanan distribusi, kecepatan pengiriman, maupun jaminan kualitas produk. Penguatan kerja sama dengan produsen lokal maupun internasional, serta pembangunan merek yang kuat juga dapat meningkatkan daya saing. Selain itu, pemanfaatan teknologi analitik pasar akan membantu perusahaan memahami tren Risiko Persaingan Pasar
Page 19 OCR 0.944
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI enis Risiko Strategi Mitigasi konsumen dan menetapkan strategi harga yang kompetitif. 2. | Risiko Rantai Pasok Manajemen risiko dapat dilakukan dengan membangun jaringan pemasok yang beragam guna menghindari ketergantungan pada satu sumber tertentu. OPMS juga dapat mengembangkan sistem manajemen logistik yang terintegrasi, serta menyiapkan buffer stock untuk produk- produk strategis. Investasi pada teknologi pemantauan rantai pasok (supply chain monitoring) dapat membantu mendeteksi potensi gangguan sejak dini dan mempercepat respons terhadap hambatan distribusi. 3 Risiko Regulasi dan “| Kebijakan Pemerintah Untuk memastikan kepatuhan, OPMS perlu membentuk tim khusus yang berfokus pada pengawasan regulasi pangan dan perdagangan. Tim ini bertugas melakukan pemantauan terhadap perubahan regulasi secara berkala serta menyiapkan mekanisme penyesuaian cepat terhadap aturan baru. Selain itu, menjalin komunikasi aktif dengan asosiasi industri maupun regulator dapat membantu perusahaan memperoleh informasi dan arahan lebih awal. Risiko Operasional dan Logistik OPMS dapat memitigasi risiko operasional melalui penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat pada seluruh tahapan distribusi, termasuk sistem manajemen mutu serta pemeliharaan rantai dingin. Penggunaan teknologi logistik modern seperti sistem pelacakan (tracking system) akan meningkatkan transparansi dan efisiensi distribusi. Selain itu, pelatihan rutin bagi tenaga kerja logistik penting untuk menjaga kompetensi dan mengurangi risiko kesalahan operasional. Risiko Perubahan Perilaku Konsumen Manajemen risiko terhadap perubahan preferensi konsumen dapat dilakukan dengan strategi inovasi produk dan diversifikasi portofolio. OPMS perlu memperhatikan tren konsumen, serta memperluas kanal distribusi ke platform digital dan e-commerce. Melalui pendekatan ini, perusahaan dapat menjaga relevansi dan daya tarik produknya di mata konsumen. Risiko Keuangan dan Investasi Untuk mengendalikan risiko finansial, OPMS perlu menerapkan prinsip kehati- hatian dalam perencanaan investasi dan menjaga keseimbangan antara belanja
Page 20 OCR 0.950
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI 2) Jenis Risiko Strategi Mitigasi modal dengan proyeksi arus kas. Perusahaan dapat mengoptimalkan pendanaan melalui kombinasi modal internal dan eksternal dengan struktur yang sehat. Selain itu, penerapan sistem pengendalian biaya dan pemantauan kinerja keuangan secara berkala akan membantu menjaga profitabilitas dan keberlanjutan usaha. Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan model manajemen tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak”. Jawaban: Pada pengungkapan pernyataan kelayakan model manajemen sudah disesuaikan. 8) Analisis Aspek Keuangan. Agar: a) b) Pengungkapan disesuaikan menjadi “Analisis Kelayakan Keuangan”. Jawaban: Sudah disesuaikan menjadi Analisis Kelayakan Keuangan. Dijelaskan rincian dari nilai biaya investasi atas rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud. Selanjutnya, diklarifikasi ada/tidaknya perjanjian terkait pengadaan investasi dimaksud, rincian pihak terkait, serta syarat kondisi perjanjian dimaksud. Jawaban: Tidak terdapat perjanjian pengadaan investasi dengan pihak mana pun sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud. Seluruh biaya investasi akan dikelola secara mandiri oleh Perseroan, sehingga tidak terdapat keterlibatan pihak lain maupun syarat dan ketentuan khusus yang mengatur pelaksanaan pengadaan investasi tersebut. Dijelaskan dan diklarifikasi terkait dengan biaya operasional yang dibutuhkan dalam rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud. Jawaban: Dalam penambahan kegiatan usaha terdapat beberapa biaya operasional yang dibutuhkan seperti: 1 Gaji Pegawai, pembayaran gaji kepada pegawai tetap, karena kegiatan konsumsi memerlukan tambahan tenaga kerja di bagian produksi dan pelayanan
Page 21 OCR 0.961
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI 2 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Upah Buruh, pembayaran upah kepada buruh maupun tenaga harian, karena kegiatan konsumsi memerlukan tambahan tenaga kerja di bagian produksi dan pelayanan Thr/Bonus, insentif bagi karyawan, upaya menjaga produktivitas karyawan ketika terjadi penambahan kegiatan usaha baru Kesejahteraan Karyawan/Insentive Karyawan, tunjangan bagi karyawan, sebagai apresiasi terhadap karyawan dan menjaga produktivitas karyawan ketika terjadi penambahan kegiatan usaha baru Telepon/Fax, biaya komunikasi kantor dan operasional, diperlukan untuk komunikasi dengan pemasok bahan baku, pelanggan, dan cabang distribusi Listrik/Air, pengeluaran untuk listrik dan air, karena aktivitas penambahan kegiatan usaha meningkatkan konsumsi listrik dan air. Alat Tulis Kantor, biaya perlengkapan administrasi, diperlukan untuk kebutuhan administrasi dan laporan tambahan akibat ekspansi Barang Cetakan Dan Fotocopy, biaya perlengkapan dokumentasi, diperlukan untuk kebutuhan administrasi dan laporan tambahan akibat ekspansi Beban Pos, Telegram, Dan Telex, biaya pengiriman surat atau dokumen resmi, dibutuhkan untuk korespondensi kontrak dan dokumen antar unit usaha Bbm, Tol, Dan Parkir, biaya transportasi kendaraan operasional, distribusi produk konsumsi memerlukan mobilitas dan transportasi yang lebih sering Beban Kendaraan Lainnya, biaya untuk perawatan kendaraan, seiring ekspansi usaha yang memerlukan armada untuk pengiriman maka perlu ada perwatan kendaraan agar tetap memiliki kualitas yang baik Makan Dan Minum, biaya konsumsi bagi karyawan, bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja produksi Keperluan Rumah Tangga Kantor, pengeluaran untuk perlengkapan kantor seperti kebersihan dan kebutuhan harian, area produksi dan kantor baru membutuhkan pemeliharaan tambahan Perjalanan Dinas, biaya perjalanan bisnis, survei, dan koordinasi, diperlukan untuk keperluan survei pasar, pelatihan, dan koordinasi antar lokasi Asuransi, premi asuransi atas aset, kendaraan, atau tenaga kerja, risiko usaha meningkat sehingga dibutuhkan perlindungan aset dan tenaga kerja Administrasi Bank, biaya transaksi perbankan, karena terdapat frekuensi transaksi keuangan meningkat akibat penambahan aktivitas usaha Perijinan/Pengurusan Dokumen, biaya pengurusan izin usaha, sertifikasi BPOM, halal, dan lainnya, usaha konsumsi memerlukan perizinan tambahan terkait keamanan pangan dan distribusi Keamanan Dan Kebersihan, biaya jasa keamanan dan kebersihan kantor/pabrik, diperlukan untuk menjaga standar kebersihan di fasilitas produksi makanan Jasa Profesional Fee (Pph Pasal 21), biaya untuk konsultan, auditor, notaris, dan tenaga ahli, diperlukan untuk konsultasi legalitas, keuangan, dan teknis terkait ekspansi Representasi Dan Jamuan, biaya menjamu tamu, mitra, atau klien, diperlukan seiring promosi usaha dan kerja sama bisnis baru
Page 22 OCR 0.961
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI d) 21 Pajak, biaya pajak operasional (selain pajak penghasilan), karena nilai transaksi meningkat akibat penambahan kegiatan usaha 22 Biaya Jasa Service/Supervisi/Instalasi (Pph Pasal 23), biaya pemasangan dan perawatan peralatan, diperlukan untuk instalasi mesin dan peralatan terkait adanya penambahan usaha baru 23 Penyusutan Kendaraan, pengakuan penurunan nilai kendaraan, karena kendaraan bagian dari aset tetap yang memiliki umur ekonomis 24 Penyusutan Inventaris Kantor, pengakuan penurunan nilai inventaris kantor, karena inventaris kantor bagian dari aset tetap yang memiliki umur ekonomis 25 Penyusutan Bangunan Kantor Utama, pengakuan penurunan nilai bangunan kantor utama, karena bangunan kantor utama bagian dari aset tetap yang memiliki umur ekonomis 26 Pemeliharaan Dan Perbaikan Inventaris Kantor, biaya perawatan fasilitas kantor, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal 27 Pemeliharaan Dan Perbaikan Mesin Pabrik, biaya perawatan mesin pabrik, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal 28 Pemeliharaan Dan Perbaikan Lainnya - Penyustan, biaya perawatan aset lainnya, diperlukan agar aset produksi tetap berfungsi optimal 29 Beban Amortisasi Aset Hak Guna, amortisasi atas hak sewa gedung, karena terdapat aktivitas sewa pada Perseroan Dijelaskan potensi peningkatan kinerja keuangan dikaitkan dengan biaya-biaya yang akan dikeluarkan atas rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud. Jawaban: Rencana penambahan kegiatan usaha berpotensi meningkatkan kinerja keuangan Perseroan secara signifikan. Hal ini tercermin dari proyeksi pendapatan yang meningkat dari Rp2,3 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp39 miliar pada tahun 2030. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya ekspansi pasar dan peningkatan aktivitas operasional yang berdampak positif terhadap perolehan laba. Meskipun terjadi kenaikan pada beban pokok penjualan (BPP) dan beban operasional sebagai konsekuensi dari peningkatan kapasitas produksi serta biaya pemasaran dan administrasi, biaya tersebut bersifat investasi jangka panjang yang mendukung pertumbuhan usaha. Dampaknya, laba kotor dan laba bersih Perseroan menunjukkan tren perbaikan, dari posisi rugi pada tahun-tahun awal menjadi laba bersih sebesar Rp 319 juta dan Rp724 juta pada tahun 2029 dan 2030. Dengan demikian, meskipun pada tahap awal diperlukan tambahan biaya operasional, rencana penambahan kegiatan usaha ini mampu memperkuat profitabilitas, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperbaiki kinerja keuangan secara berkelanjutan. Ditambahkan dan disesuaikan pengungkapan pada pernyataan kelayakan menjadi “Dengan analisis kelayakan keuangan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak”.
Page 23 OCR 0.955
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Jawaban: Pada pengungkapan pernyataan kelayakan keuangan sudah disesuaikan. 9) Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan. Agar disesuaikan menjadi “Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi- proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak. Jawaban: Pada Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan sudah disesuaikan. 5. Ketersediaan Tenaga Ahli Sehubungan Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Agar: a. Diklarifikasi apakah dibutuhkan pelatihan atau sertifikasi khusus kepada tenaga kerja yang telah dimiliki Perseroan dan tenaga kerja baru untuk menjalankan kegiatan usaha baru. Jawaban: Perseroan akan memberikan program pelatihan bagi tenaga kerja baru untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan kegiatan usaha distribusi produk pangan. Pelatihan tersebut meliputi pengembangan kompetensi sumber daya manusia, pendekatan dan pelayanan pelanggan, serta pelatihan manajemen operasional dan distribusi agar tenaga kerja memiliki pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis Perseroan. Adapun untuk sertifikasi khusus tidak menjadi persyaratan utama, mengingat kegiatan usaha ini lebih menekankan pada pengalaman praktis dan keterampilan teknis di bidang FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Namun demikian, Perseroan akan terus mendorong peningkatan kompetensi melalui pelatihan internal dan pengembangan berkelanjutan sesuai kebutuhan operasional di masa mendatang. Diklarifikasi dan dijelaskan mengenai jumlah tenaga kerja yang akan dialokasikan/dibutuhkan beserta kualifikasi/kompetensinya serta struktur organisasi atas kegiatan usaha yang akan ditambahkan. Jawaban: Perseroan berencana untuk merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna mendukung operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian sebagai berikut: 1. Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5 tahun, 2. Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun, 3. Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun, dan
Page 24 OCR 0.959
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI 4. Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik serta telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk kendaraan jenis truk dan pick-up. Tidak ada perubahan struktur organisasi atas penambahan kegiatan usaha baru Ditambahkan pengungkapan atas pihak yang ditunjuk sebagai ahli professional dan keahlian yang dimiliki dari masing-masing penambahan kegiatan usaha dimaksud. Jawaban: Tidak terdapat ahli professional khusus, Perseroan akan melakukan rekruitmen Supervisor yang telah memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5 tahun. 6. Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya Penambahan Kegiatan Usaha. Agar: a. Perseroan mengungkapkan pihak yang menjadi pemakai akhir dari jasa distribusi yang disediakan oleh Perseroan. Jawaban: Pihak yang menjadi pemakai akhir dari jasa distribusi yang disediakan oleh Perseroan yaitu segmen pelanggan pasar ritel modern, pasar tradisional, sektor HoReCa (hotel, restoran, dan catering), kanal digital melalui platform e-commerce, serta pelaku UMKM. Perseroan diminta untuk mengungkapkan sumber daya, fasilitas, dan aset yang dimiliki Perseroan untuk penambahan kegiatan usaha baru. Jawaban: Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang berlokasi di Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi strategis untuk mendukung kegiatan distribusi di wilayah tersebut. Total luas gudang mencapai t1.000 m?, dengan area yang secara khusus digunakan untuk penyimpanan produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di bidang distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan penyesuaian infrastruktur gudang agar memenuhi standar penyimpanan yang sesuai dengan karakteristik produk makanan dan minuman. Fasilitas penyimpanan telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang tertata rapi, serta dilakukan perawatan dan pembersihan secara berkala guna menjaga kebersihan dan higienitas area penyimpanan. Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang berjaga 24 jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di seluruh area strategis gudang.
Page 25 OCR 0.957
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Perseroan telah melakukan pengelompokan area penyimpanan berdasarkan jenis produk untuk memastikan pemisahan yang jelas antara produk pangan dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk penyimpanan produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C diperuntukkan bagi barang-barang logam. Perseroan juga telah memiliki armada logistik yang memadai untuk mendukung kegiatan operasional distribusi, terdiri atas 1 (satu) unit truk dengan kapasitas angkut 7 ton, 1 (satu) unit box/pick-up dengan kapasitas 1,5 ton, serta 1 (satu) unit crane dengan kapasitas 5 ton. c. Diklarifikasi kegiatan usaha baru yang akan dilakukan Perseroan apakah berupa distribusi makanan dan minuman atau perdagangan makanan, mengingat dalam bagian Pendahuluan diungkapkan kegiatan usaha baru berupa perdagangan berbagai jenis makanan. Jawaban: Kegiatan usaha baru yang akan dijalankan oleh Perseroan merupakan perdagangan besar makanan dan minuman, yang dalam operasionalnya dilaksanakan melalui kegiatan distribusi kepada HoReCa (hotel, restoran, dan catering), kanal digital melalui platform e-commerce, serta pelaku UMKM, maupun mitra usaha lainnya. Dengan demikian, kegiatan distribusi dimaksud merupakan bagian integral dari aktivitas perdagangan besar (wholesale trade) sebagaimana tercantum dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang diajukan. Istilah “distribusi” digunakan untuk menggambarkan fungsi operasional Perseroan dalam menyalurkan produk makanan dan minuman dari produsen atau pemasok utama kepada pelanggan grosir dan ritel. Dengan demikian, rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan tetap berada dalam lingkup perdagangan besar makanan dan minuman, sesuai dengan maksud dan tujuan kegiatan usaha yang tercantum dalam Anggaran Dasar Perseroan. d. Diklarifikasi apakah Perseroan akan menjalankan sendiri usaha baru atau akan mengakuisisi Perusahaan lain yang bergerak dalam perdagangan makanan. Jawaban: Perseroan akan menjalankan sendiri usaha baru dan tidak memiliki rencana untuk mengakuisisi perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan makanan. e. Diklarifikasi apakah Perseroan telah memiliki kontrak atau Kerjasama dengan produsen makanan yang akan diperdagangkan. Jawaban: Hingga saat ini Perseroan sudah melakukan kerja sama dengan beberapa pihak yaitu PT Emina Cheese Indonesia dan PT Federal Food Internusa.
Page 26 OCR 0.958
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI f. Sehubungan dengan rencana diversifikasi kegiatan usaha melalui penambahan kegiatan usaha yang tidak linear dengan kegiatan usaha utama saat ini, agar diklarifikasi apakah kegiatan usaha sebelumnya akan tetap dilaksanakan oleh Perseroan. Jawaban: Sehubungan dengan rencana diversifikasi kegiatan usaha baru, Perseroan akan tetap melakukan kegiatan usaha sebelumnya yaitu dibidang industri perdagangan besar potongan logam. Dijelaskan dan diklarifikasi potensi dan kesiapan Perseroan dalam melaksanakan rencana penambahan kegiatan usaha dimaksud, dikaitkan dengan pertimbangan dan alasan dilakukannya penambahan kegiatan usaha. Jawaban: Rencana penambahan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar makanan dan minuman merupakan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah menurunnya kinerja industri logam. Pergeseran kebijakan pemerintah menuju ketahanan pangan serta meningkatnya permintaan produk makanan dan minuman menjadi dasar kuat bagi diversifikasi usaha ini. Lokasi Perseroan di Madura juga memberikan peluang pasar yang besar, didukung oleh potensi pendanaan publik yang dapat mendorong pengembangan pasar di wilayah tersebut. Perseroan dinilai siap melaksanakan ekspansi ini dengan dukungan infrastruktur dan sumber daya yang memadai. Fasilitas gudang seluas t1.000 m? telah disesuaikan dengan standar penyimpanan produk FMCG, didukung sistem keamanan, armada logistik yang memadai, serta program pelatihan bagi tenaga kerja. Dengan kesiapan tersebut, Perseroan memiliki peluang untuk menjalankan kegiatan usaha baru secara efektif. 7. Penjelasan Tentang Pengaruh Penambahan KBLI pada Kondisi Keuangan Perseroan. Agar: a. Pengungkapan disesuaikan menjadi “Penjelasan Tentang Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha pada Kondisi Keuangan Perseroan”. Jawaban: Pengukapan telah disesuaikan menjadi Penjelasan Tentang Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha pada Kondisi Keuangan Perseroan Disesuaikan dan ditambahkan pengungkapan mengenai pengaruh rencana transaksi terhadap kondisi keuangan Perseroan dalam bentuk kuantitatif untuk masing-masing akun yang mengalami peningkatan terhadap kondisi dan kinerja keuangan Perseroan, dikaitkan dengan biaya yang dibutuhkan dan sebelum kegiatan usaha dilaksanakan. Jawaban: Berikut merupakan pengaruh rencana penambahan kegiatan usaha dalam
Page 27 OCR 0.949
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI bentuk kuantitatif untuk masing-masing akun yang mengalami peningkatan terhadap kondisi dan kinerja keuangan Perseroan. Akun (dalam Jumlah Aset 76.941.240 76.577.391 76.384.976 76.597.858 77.215.969 78.239.240 Kenaikan Jumlah Aset karena pengaruh dari peningkatan dari akun seperti piutang usaha, persediaan dan aset hak guna bersih. 855.468 1.387.963 1.686.530 1.985.097 2.283.664 2.582.232 Keterangan Jumlah Liabilitas Jumlah liabilitas meningkat karena terjadi peningkatan pada akun utang usaha, utang lain-lain, Keterangan dan beban masih harus dibayar. Hal ini sejalan dengan peningkatan BPP baik setelah dan sebelum kegiatan usaha dilaksanakan. 76.085.773 75.189.428 74.698.446 74.612.760 74.932.304 75.657.008 Ekuitas Ekuitas berfluktuatif disebabkan faktor dari saldo laba, di mana pada 2025 hingga 2028 terjadi Keterangan trend penurunan yang disebakan adanya rugi bersih, dan pada 2029 hingga 2030 ekuitas mulai meningkat seiring adanya peningkatan laba bersih pada periode tersebut. 15.000.000 21.000.000 27.000.000 33.000.000 39.000.000 Pendapatan 2.300.000 Keterangan Pendapatan meningkat karena adanya penambahan kegiatan usaha baru. Beban Pokok Pendapatan (2.019.799) | (13.980.033) | (19.572.046) | (25.164.059) | (30.756.072) | (36.348.085) Kenaikan BPP mencerminkan peningkatan aktivitas operasional Perseroan karena adanya Keterangan penambahan kegiatan usaha. Sabelum adanya penambahan kegiatan usaha BPP mengalami peningkatan juga yang disebabkan faktor dari peningkatan harga karena efek inflasi. (323.015) | (2031098) | (2033723) | (2036413) | (2039171) | (2.041.998) Beban Usaha kerana Kenaikan Beban Usaha dikarenakan adanya penambahan kegiatan usaha dan faktor dari ga tekanan inflasi. Hal ini juga berlaku dengan sebelum penambahan kegiatan usaha dilaksanakan. Laba Bersih (9.082) (896.344) (490.982) (85.686) 319.544 724.704 Laba bersih mulai menunjukkan tren peningkatan positif seiring dengan penambahan kegiatan Keterangan usaha baru yang mendorong kenaikan pendapatan. Sementara, sebelum penambahan kegiatan usaha, Perseroan belum mencatat laba karena beban yang lebih besar dibandingkan pendapatannya. 8. Informasi Penyelanggaraan RUPSLB, agar diungkapkan kuorum kehadiran dan kuorum pengambilan keputusan yang wajib dipenuhi sesuai Anggaran Dasar Perseroan. Jawaban: Mata acara RUPSLB terkait perubahan kegiatan usaha ini, yaitu Perubahan Pasal 3 Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha dari Anggaran Dasar Perseroan. Perseroan memerlukan persetujuan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia. Perseroan akan meminta persetujuan RUPS dengan memperhatikan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka sesuai pasal 42, Kuorum kehadiran dan kuorum pengambilan keputusan untuk Agenda RUPS adalah sebagai berikut: a. RUPS dapat dilangsungkan jika RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perusahaan Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar,
Page 28 OCR 0.950
9. OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI b. keputusan RUPS sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 2/3 (dua per tiga) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPS, c. dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud pada huruf a tidak tercapai, RUPS kedua dapat diadakan dengan ketentuan RUPS kedua sah dan berhak mengambil keputusan jika dalam RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 3/5 (tiga per lima) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perusahaan Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar, d. keputusan RUPS kedua adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPS, dan e. dalam hal kuorum kehadiran pada RUPS kedua sebagaimana dimaksud huruf c tidak tercapai, RUPS ketiga dapat diadakan dengan ketentuan RUPS ketiga sah dan berhak mengambil keputusan jika dihadiri oleh pemegang saham dari saham dengan hak suara yang sah dalam kuorum kehadiran dan kuorum keputusan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atas permohonan Perusahaan Terbuka. Informasi Tambahan, agar diungkapkan nama pihak dan jabatan dalam Perseroan yang dapat dihubungi Pemegang Saham untuk memperoleh informasi lebih lanjut. Jawaban: Informasi tambahan telah ditambahkan pada Keterbukaan Informasi yaitu sebagai berikut: Apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan pada hari dan jam kerja Perseroan (Senin-Jumat Pukul 08.00-16.00), dengan alamat sebagai berikut: PT OPTIMA PRIMA METAL SINERGI TBK Jl. Margomulyo Permai Blok AC No. 10 RT. 003 / RW.001, Kel. Asemrowo, Kec. Asemrowo, Surabaya, Jawa Timur 60183 Telp. t62 31 7495673 I Hotline Customer Service “62 857-9880-5555 Website : www.opms.co.id | Email: corporate@opms.co.id Surabaya, 23 Oktober 2025
Page 29 OCR 0.954
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk No. 00064/2.0016-06/BS/05/0511/1/X/2025 tanggal 13 Oktober 2025 1. Umum. a. Perlu kami ingatkan dalam hal Penilai melakukan revisi atas Laporan Penilaian Bisnis, maka Penilai wajib menerbitkan kembali Laporan Penilaian Bisnis dengan tanggal dan nomor yang berbeda dengan disertai alasan dan penjelasan diterbitkannya revisi atas Laporan Penilaian Bisnis dimaksud (POJK No. 35/2020). Jawaban: Laporan Studi Kelayakan sudah dilakukan revisi dengan Nomor laporan 00079/2.0116-06/BS/05/0511/1/XI/2025 tanggal 11 November 2025. Agar penyajian mengenai laporan studi kelayakan disesuaikan dengan POJK No. 35/2020 dan poin V SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020). Selanjutnya, agar diperbaiki seluruh pengungkapan masing- masing analisa yang tercantum di dalam laporan studi kelayakan longform report dan shortform report dengan melakukan analisa terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan. Jawaban: Penyajian mengenai Laporan Studi Kelayakan sudah disesuaikan dengan POJK No. 35/2020 dan poin V SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 (SEOJK 17/2020). Selanjutnya, untuk seluruh pengungkapan masing- masing analisa yang tercantum di dalam laporan studi kelayakan longform report dan shortform report sudah diperbaiki. Agar disampaikan dokumen excel perhitungan analisis studi kelayakan dan perhitungannya oleh KJPP dan dokumen proyeksi keuangan. Jawaban: Lampiran excel perhitungan analisis studi kelayakan dan perhitungannya terdapat pada lampiran yang sudah disertakan dalam file excel. Agar diklarifikasi apakah hasil analisis yang dilakukan sudah menggambarkan atas masing-masing KBLI yang akan ditambahkan. Selanjutnya agar ditambahkan pengungkapan atas hal tersebut. Jawaban: Hasil analisis yang dilakukan mencakup keseluruhan rencana kegiatan usaha baru dan telah disusun sebagai satu kesatuan yang mewakili seluruh KBLI terkait dalam bidang usaha FMCG. Dengan demikian, analisis tersebut secara komprehensif telah menggambarkan prospek dan kelayakan atas masing-masing KBLI yang akan ditambahkan.
Page 30 OCR 0.955
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI 2. Laporan Penilaian Bisnis dalam bentuk laporan ringkas (shortform report), agar ditambahkan dan disesuaikan penyajian serta pengungkapan atas: a. Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian (dalam hal penilai melakukan revisi atas laporan penilaian bisnis). Jawaban: Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report) dengan Nomor laporan 00079/2.0116-06/BS/05/0511/1/XI/2025 tanggal 11 November 2025. Maksud dan Tujuan Penilaian. Agar disesuaikan dan ditambahkan pengungkapan bahwa maksud penugasan adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas penambahan Kegiatan Usaha PT Optima Prima Metal Sinergi, Tbk dalam kaitannya kepentingan pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut, dikaitkan dengan KJPP tidak hanya melakukan kajian namun memberikan pendapat kelayakan. Jawaban: Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report). Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan. Agar: 1) Penyajian dan pengungkapan disesuaikan menjadi “Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup pengumpulan data primer dan sekunder, inspeksi lapangan, analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan model manajemen, analisis kelayakan keuangan, dan memberikan Kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha. Jawaban: Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report). 2) Proses analisis. Agar redaksi analisis yang digunakan disesuaikan sebagaimana SEOJK 17/2020 yaitu analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan model manajemen, analisis kelayakan keuangan. Selanjutnya agar disesuaikan dalam seluruh dokumen terkait penambahan kegiatan usaha. Jawaban: Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report).
Page 31 OCR 0.955
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI d. Asumsi dan Kondisi Pembatas. Agar penyajian dan pengungkapan atas asumsi dan kondisi pembatas disesuaikan sebagaimana diatur dalam Pasal 35 POJK No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Jawaban: Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report). Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan keuangan, agar disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian Keterbukaan Informasi atas hal dimaksud. Jawaban: Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report). Kesimpulan Analisis Kajian Kelayakan. Agar disesuaikan menjadi “Berdasarkan kajian, evaluasi, Analisis kelayakan pasar, Analisis kelayakan teknis, Analisis kelayakan pola bisnis, Analisis kelayakan model manajemen, dan Analisis kelayakan keuangan serta proyeksi- proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan Kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak. Jawaban: Sudah disesuaikan pada Laporan Ringkas (shortform report). 3. Angka I. Pendahuluan. Agar: a. Latar Belakang. Agar ditambahkan pengungkapan atas profil Perusahaan, Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan, serta anggaran dasar terakhir Perseroan. Jawaban: Sudah kami tambahkan di long report Bab 1. Pendahuluan Sub-bab 1.1. Latar Belakang. Berikut merupakan revisi yang dilakukan: PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (“Perseroan”) didirikan dengan nama PT Asian Prima Indosteel berdasarkan Akta Notaris No. 2 oleh Gema Bismantaka, S.H., M.Kn., tanggal 5 September 2012. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-51905.AH.0O1.Tahun 2012 tanggal 4 Oktober 2012. Adapun perubahan nama Perusahaan tercantum dalam Akta No. 90 oleh Leolin Jayanti, S.H., M.Kn., tanggal 26 Desember 2018. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- 0000173.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 3 Januari 2019. Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan,
Page 32 OCR 0.954
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI terakhir dengan Akta Notaris No. 14 tanggal 19 Desember 2024 oleh Ir. Joyce Sudarto, S.H., tentang perubahan susunan Direksi Perseroan. Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH.01.09-0293147 tanggal 24 Desember 2024. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan dari Perseroan ini adalah berusaha di bidang Perdagangan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha utama yaitu perdagangan besar barang bekas dan sisa sisa tak terpakai (Scrap). Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar barang bekas dan sisa-sisa tak terpakai dan potongan logam dan non- logam bahan untuk daur ulang, termasuk pengumpulan, pengurutan, pemisahan, pelepasan barang yang masih berguna misalnya mobil agar mendapatkan bagian yang masih bisa digunakan, pengepakan dan pengepakan kembali, penyimpanan dan pengiriman, tapi tanpa proses perubahan yang nyata. Dimana pembelian dan penjualan barang sisaan masih mempunyai nilai. (KBLI 46696). Kegiatan usaha penunjang Perseroan yaitu pemulihan material barang logam (KBLI 38301): perdagangan besar salat transportasi laut, suku cadang dan perlengkapannya (KBLI 46592): perdagangan besar alat transportasi darat(bukan mobil, sepeda motor, dan sejenisnya), suku cadang dan perlengkapannya (KBLI 46593): perdagangan besar logam dan bijih logam (46620): perdagangan besar barang logam untuk bahan konstruksi (146631): perdagangan besar barang bekas dan sisa-sisa tak terpakai (scrap) (46696): aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi mesin, peralatan dan barang berwujud lainnya YTDL (77399). PT Optima Prima Metal Sinergi (OPMS) sejak awal berdiri berfokus pada industri perdagangan besar potongan logam. Pada masa pemerintahan presiden ke enam tahun 2004 - 2014 fokus pembangunan belum dominan di infrastruktur, tetapi iklim industri dalam negeri cukup berkembang, salah satunya di sektor logam dan baja. Kemudian, pada masa pemerintahan presiden ke tujuh tahun 2014 - 2024 infrastruktur ditempatkan sebagai program prioritas nasional utama dengan anggaran yang besar dan realisasi masif di berbagai sektor. Pada periode 2004 hingga 2019, industri besi dan logam di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pabrik-pabrik logam yang bermunculan di berbagai wilayah, terutama di kawasan industri Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Pendorong utamanya adalah meningkatnya kebutuhan bahan baku logam untuk menopang pertumbuhan sektor konstruksi, properti, otomotif, serta manufaktur nasional yang terus berkembang. Selain itu, kemudahan impor bahan baku dan barang modal membuka peluang bagi investor untuk mendirikan pabrik logam baru, sehingga kapasitas produksi nasional meningkat signifikan. Dinamika persaingan global dan masuknya produk impor dengan harga lebih murah mulai memberikan tekanan terhadap industri logam dalam
Page 33 OCR 0.944
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI negeri. Industri besi dan logam menunjukkan tren penurunan (sunset industry). Memasuki periode pemerintahan baru di tahun 2024, kebijakan pembangunan nasional mengalami pergeseran. Infrastruktur tidak lagi ditempatkan sebagai prioritas utama, melainkan diarahkan untuk mendukung agenda yang lebih strategis, yakni ketahanan pangan dan program sosial. Pemerintah menitikberatkan kebijakan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis, penguatan produksi pangan nasional, serta revitalisasi sistem pertanian dan lumbung pangan untuk mengurangi ketergantungan impor. Situasi tersebut memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan industri logam di Indonesia. Meskipun harga logam di pasar internasional relatif stabil, permintaan di pasar domestik cenderung menurun. Akibatnya, banyak pelaku industri logam mengalami kesulitan hingga berhenti beroperasi atau gulung tikar, termasuk sejumlah pelanggan OPMS. Hal ini turut memengaruhi kinerja operasional OPMS. Menyadari tantangan tersebut, OPMS menilai perlu adanya diversifikasi usaha untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus menciptakan peluang pertumbuhan baru. Sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, OPMS melihat potensi besar pada sektor distribusi makanan dan minuman. Lokasi Perseroan yang berada di Madura yang merupakan wilayah masih dalam tahap pengembangan memberikan peluang pasar yang menjanjikan. Makanan dan Minuman menjadi salah satu penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Kebutuhan pokok menjadi komponen utama dalam struktur pengeluaran masyarakat, sehingga sektor ini dipandang sebagai prioritas utama masyarakat. Dengan demikian, distribusi makanan dan minuman dipandang sebagai sektor yang prospektif dan strategis untuk dikembangkan. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha, OPMS optimistis dapat meningkatkan daya saing, memperluas jangkauan bisnis, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di wilayah Madura dan daerah potensial lainnya. Sehubungan dengan hal tersebut, dan guna mendukung legalitas serta kesinambungan usaha, OPMS bermaksud untuk menambah kegiatan usaha baru dengan mencantumkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) penambahan kegiatan usaha dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha OPMS | 1 an en besar gula, coklat, dan kembang 46331 | 2 | Perdagangan besar kopi, teh dan kakao 46314 3 Perdagangan besar bahan makanan dan : . & : 46319 minuman hasil pertanian lainnya | 4 | Perdagangan besar buah-buahan 46312 | 5 | Perdagangan besar telur dan hasil olahan telur 46325
Page 34 OCR 0.938
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI | 6 | Perdagangan besar susu dan produk susu 46326 | 7 | Perdagangan besar minuman non alkohol 46334 | bukan susu | 8 Perdagangan besar makanan dan minuman 46339 lainnya (9 Perdagangan besar beras 46311 | 10 | Perdagangan besar sayuran 46313 | 11 | Perdagangan besar minyak dan lemak nabati 46315 12 | Perdagangan besar daging ayam dan daging 46322 ayam olahan 13 | Perdagangan eceran roti, kue kering, serta kue Ar 47242 basah dan sejenisnya 14 | Perdagangan besar daging sapi dan daging sapi 46321 olahan 15 Hae besar daging dan daging olahan 46323 ainnya | 16 | Perdagangan besar produk roti 46332 Sumber: Manajemen OPMS Berdasarkan penjelasan dari manajemen, OPMS berencana menambah kegiatan usaha yang sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK 04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat rencana tersebut akan menambah kegiatan usaha OPMS. Sehubungan dengan hal tersebut, OPMS membutuhkan pihak independen untuk melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha. OPMS menunjuk KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan (“GEAR”) untuk melakukan penyusunan studi kelayakan berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. JKT.084/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 15 Agustus 2025. b. Ditambahkan pengungkapan jenis mata uang yang digunakan. Jawaban: Sudah kami tambahkan pada Bab 1. Pendahuluan Sub-Bab 1.15. Jenis Mata Uang yang Digunakan Berikut merupakan revisi yang dilakukan: Laporan Studi Kelayakan ini disusun dengan menggunakan mata uang Rupiah. c. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan. Pada pengungkapan Pengumpulan Data, agar diklarifikasi ada/tidaknya inspeksi atau site visit yang dilakukan oleh penilai. Jawaban: Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan site visit terhadap fasilitas milik OPMS dan melakukan wawancara berupa
Page 35 OCR 0.908
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI con call atau virtual meeting dengan manajemen OPMS ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain yang relevan. d. Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas isi pada Angka 1 Pendahuluan, agar disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian Keterbukaan Informasi dan shortform report atas hal dimaksud. Jawaban: Sudah disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian Keterbukaan Informasi dan shortform report atas hal dimaksud. 4. Angka 2. Gambaran Umum Perseroan a. Struktur Permodalan. Agar: 1) Dihapus pengungkapan “(Lembar)” pada tabel. 2) Disesuaikan penyajian dan pengungkapan “Jumlah (Rupiah Penuh)” menjadi “Nilai Nominal Saham (Rupiah Penuh)”. 3) Ditambahkan pengungkapan nilai nominal per saham. 4) Pengungkapan “Total” pada baris disesuaikan menjadi “Total Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh”. 5) Diklarifikasi terkait update terkini atas penjualan kembali saham treasuri. Jawaban: Sudah kami sesuaikan pada Bab 2. Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab 2.3 Struktur Permodalan. Update terkini, Perseroan belum berhasil kembali menjual saham treasuri. Berikut hasil yang disesuaikan: Susunan pemegang saham OPMS per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut: osisi Kepemilikan Saham OPMS Nilai Nominal Kepemilikan Per (Yo) Saham (Rupiah Penuh) Susunan dan Kom Nilai Nominal Saham (Rupiah Penuh) Pemegang Saham Jumlah Saham Ie Ta 597.900.000 59,79Y6 100 | 59.790.000.000 Indosteel Sukianto Widjaja 2.100.000 0,216 100 210.000.000 Treasuri Stok 198.373.000 19,84Y6 100 19.837.300.000 Masyarakat (masing- awaina di bawal 58) 201.627.000 20,16Y6 100| 20.162.700.000 Total Modal Ditempatkan dan 1.000.000.000 100,006 100.000.000.000 Disetor Penuh Sumber: Manajemen OPMS Pada tahun 2020, Perseroan membeli saham treasuri melalui aksi
Page 36 OCR 0.953
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI buyback. Berdasarkan surat No.008.CS.OPMS.2025 tanggal 20 Maret 2025, sesuai dengan POJK No.2/POJK.04/2013, Perseroan telah melakukan Keterbukaan Informasi kepada regulator mengenai penjualan kembali saham buyback mulai tanggal 9 April 2025 sampai dengan 31 Mei 2025. Berdasarkan surat No.019.CS.OPMS.2025 tanggal 2 Juni 2025, terkait dengan penjualan kembali atas saham treasuri melalui buyback, menyatakan bahwa Perseroan belum berhasil menjual saham treasuri melalui mekanisme pasar di BEI. Berdasarkan POJK No.30.POJK.04/2017, Perseroan wajib menjual kembali saham treasuri dalam 3 (tiga) tahun, sebelum 17 April 2026. Pada tanggal 30 Juni 2025, tidak terdapat penjualan saham treasuri. b. Susunan Pengurus. Sehubungan dengan pengungkapan bahwa Perseroan memiliki 4 karyawan tetap, agar diklarifikasi lebih lanjut atas kecukupan sumber daya Perseroan dalam pelaksanaan kegiatan operasional harian di Perseroan, dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha dan pernyataan bahwa Perseroan mengalokasikan 4 orang karyawan lama yang sudah berpengalaman. Jawaban: Perseroan saat ini memiliki 4 karyawan tetap yang seluruhnya merupakan karyawan lama. Dengan keempat karyawan lama, manajemen Perseroan meyakini bahwa karyawan tersebut cukup untuk melaksanakan kegiatan operasional harian di Perseroan. Dalam penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan akan menggunakan 4 karyawan lama tersebut dan menambah 4 karyawan baru untuk mendukung kegiatan operasional Perseroan pada kegiatan usaha baru. c. Struktur Organisasi. Agar diklarifikasi ada/tidaknya dampak atas perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan dengan adanya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Jawaban: Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat perubahan struktur organisasi eksisting saat ini di Perseroan dengan adanya rencana penambahan kegiatan usaha. d. Kinerja Keuangan Historis. Agar: 1) Ditambahkan pengungkapan informasi terkait Akuntan Publik serta Opini audit atas Laporan Keuangan Perseroan per 30 Juni 2025. Selanjutnya, agar diklarifikasi apakah laporan keuangan periode 30 Juni 2025 merupakan laporan keuangan audited atau limited review, dikaitkan dengan pengungkapan pada Keterbukaan Informasi sebagai laporan audited. Jawaban: Terkait pengungkapan informasi Akuntan Publik serta opini atas
Page 37 OCR 0.887
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI 2) 3) laporan keuangan Perseroan per 30 Juni 2025 sudah ada pada BAB 1. Pendahuluan Sub-Bab 1.11.1. Data dan Informasi Rencana Penambahan Usaha. Berikut informasi akuntan publik per 30 Juni 2025: Laporan Keuangan OPMS yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah direview oleh Morhan Tirtonadi, CPA (Registrasi Akuntan Publik No. AP.0628 dari Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan, dengan nomor laporan MR/L-008/25 tanggal 26 Agustus 2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material. Laporan keuangan periode 30 juni 2025 merupakan laporan keuangan limited review Disesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel yang dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya. Jawaban: Sudah kami sesuaikan penyajian dan pengungkapan periode pada tabel yang dimulai dari tahun terkini ke tahun periode sebelumnya Ditambahkan pengungkapan atas tinjauan laba (rugi) dan laporan arus kas untuk periode 30 Juni 2024. Jawaban: Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab 2.7 Kinerja Keuangan Historis Berikut revisi yang sudah dilakukan: Historis Laporan Laba Rugi A Pendapatan 2.139.602 lud Dalam Ribuan Rupiah) Des 202 020 23.721.866 | 40.784.169 9117164 | 22.510.395 | 41.184.565 | 34.773.247 Beban Pokok Pendapatan 3.431.256 | 23.547.289 | 41.486.701 10.729.121 17.815.359 | 37.461.493 | 30.490.801 Laba Rugi Usaha (3.679.087) | (3832191) | (7.534.510) | (7.638.092) | (2086864) | (2.695.533) | (1.024.628) Laba Rugi Sebelum Pajak Penghasilan (3296528) | (3431760) | (esso495) | (6.338.595) | (a178220) | (773.605) | 1219383 Laba Rugi Bersih Tahun | (3.293.866) | (2.649.730) | ce204264) | ca7sisas) | Ocecosco) | (353810) | 1.031.801 Berjalan Jumlah Laba Rugi (3.208.264) | (2.463.157) | (8.113.080) | (4.483.340) | (1.312.825) (412.949) 1.065.589 Komprehensif Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS Historis Laporan Arus Kas Dalam Ribuan Rupiah Petang 3.127.747 | (2.247.659) | (2722792) | (10.302.292) | 175097 | (2.269.623) | 24.174.133 Arus Kas (19.552.1 In getasa 460.228 | s4120600 | so011.508 1.411.987 en (23.949.548) | 23.459.883 Arus Kas Pendanaan | (105414) | (102578) | (102578) (94.690) - (100.000) | (22.797.628) Kas Awal 9sa9418 | 7363282 | 7363282 | 16348277 | 3572535 | 62044520 | 37208132
Page 38 OCR 0.846
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Tahun Oo KasAkhir | 13031979 | 10425105 | osa9418 | 7303282 | 1684827 | 35725350 | 62044520 Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS 4) Ditambahkan pengungkapan Laporan Posisi Keuangan periode 30 Juni 2025. Jawaban: Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab 2.7 Kinerja Keuangan Historis Berikut revisi yang sudah dilakukan: Historis Laporan Posisi Keuangan Dalam Ribuan Rupiah 021 Aset Aset Lancar 23.092.016 | 26.450.669 | 24.481.182 | 24.320.300 27.933.476 48.297.703 82.790.685 Tn 53.752.145 | 59.258.146 | 55.541.895 | 64.882.106 | 66.378.942 145.607.036 16.327.113 Jumlah Aset 76.844.161 | 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 | 94.312.419 93.904.739 99.117.797 Liabilitas dan Ekuitas Liabilitas Jangka 269.320 124.085 195.114 1.171.648 1.832.579 282.845 5.096.435 Pendek Liabilitas Jangka 479.986 631.690 524.844 614.560 580.301 409.531 396.051 Panjang Jumlah Liabilitas 749.306 755.775 719.959 1.786.208 2.412.880 692.376 5492486 Jumlah Ekuitas Jumlah Liabilitas dan 76.844.161 85.708.816 | 80.023.077 | 89.202.406 94.312.419 93.904.739 99.117.797 Ekuitas Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS 76.094.854 | 84953041 | 79303118 | 87416198 | 91.899.539 93.212.363 93.625.312 5) Ditambahkan pengungkapan atas rasio keuangan periode 30 Juni 2024. Jawaban: Sudah kami tambahkan di Bab 2 Gambaran Umum Perseroan Sub-Bab 2.7.4 Analisis Rasio Keuangan Berikut revisi yang sudah dilakukan: Rasio Likuiditas Current Ratio 8574,20W | 21316,53Y6 12547,08y9 2075,73Yo 1524,27Y9 17075,68y | 1624,48Y9 Guick Ratio 8452079 | 20974,04Yy5 12340,50Y5 1910,5299 1455,3196 16573,30 | 1551,3646 Cash Ratio 1838,85Y4 8401,5794 1894, 266 628,146Y4 892,09Y4 1263071 | 1217,41Ya Rasio Aktivitas Perputaran Piutang Usaha 1 s5 s 2p 2 ud 5
Page 39 OCR 0.829
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI 6) 7) | Pihak Ketiga Perputaran - 5 Fersadian 35 7 4 66 26 14 45 Perputaran Utang Usaha Pihak - 0 - 28 Ketiga Perputaran Utan Retensi : " £ 32 ” Perputaran Beban yang Masih Harus T 0 - 3 2 1 IN, Dibayar Rasio Solvabilitas 0,96 | “Debtto Asset 0,98Y5 0,905 2,00Y5 2,56Y 0,74Y5 5,54Ya Debt to Eguity 0,98Y45 0,884 0,914 2,044 2,63 W 0,746 5,87 Rasio Profitabilitas 0,894, Gross Margin "40,65 “1,729 217,684 20,86Y5 9,045 12,324 Operating Margin -150,81Y, 0,7 449 “18,47 Yo “83,79 “13,719 “6,55 W -2,95Ya Net Profit Margin -135,02Y5 -16,15Yo -20,31Y5 -52,12Y5 -3,82Y5 -0,86Y5 2,97 Ya ROA “4,29Yo -11,17Y6 -10,35Y -5,33Y -0,91Y45 -0,38Y5 1,04Yo ROE “4,33 Yo -3,09Y5 “10,45W “5,44 -0,94Y5 -0,38Y5 1,10Yo Sumber: Laporan Keuangan Audit dan Review OPMS Dijelaskan potensi peningkatan kinerja keuangan dikaitkan dengan kondisi Perseroan yang mengalami rugi pada periode berjalan dan biaya yang akan dikeluarkan atas rencana penambahan kegiatan usaha. Jawaban: Manajemen Perseroan optimis bahwa penambahan kegiatan usaha ini dapat memberikan dampak yang baik terhadap kondisi keuangan perseroan. Perseroan menyadari bahwa kinerja keuangan dalam periode berjalan masih mencatatkan rugi, terutama disebabkan oleh menurunnya permintaan di sektor logam akibat kondisi dinamika persaingan global dan masuknya produk impor dengan harga lebih murah sehingga memberikan tekanan terhadap industri logam dalam negeri yang menunjukkan tren penurunan (sunset industry). Dalam menghadapi situasi tersebut, Perseroan telah melakukan evaluasi menyeluruh dan menilai bahwa diversifikasi usaha melalui penambahan kegiatan di bidang distribusi makanan dan minuman merupakan langkah strategis untuk memperbaiki kinerja keuangan secara berkelanjutan. Sektor ini memiliki permintaan pasar yang stabil dan prospektif, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang berfokus pada ketahanan pangan dan penguatan ekonomi domestik. Adapun biaya yang dikeluarkan untuk penambahan kegiatan usaha bersifat terukur dan proporsional, terutama mencakup biaya legalitas perubahan anggaran dasar, perizinan usaha tambahan, serta penyesuaian operasional awal. Pendanaan untuk kegiatan tersebut akan menggunakan kas internal Perseroan, sehingga tidak menimbulkan kewajiban keuangan baru. Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis bahwa diversifikasi usaha akan meningkatkan pendapatan, memperkuat arus kas, serta memperbaiki profitabilitas secara bertahap pada periode mendatang. Dijelaskan kondisi dan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba dikaitkan dengan kondisi Perseroan dengan kegiatan usaha
Page 40 OCR 0.960
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI eksisting yang saat ini mengalami rugi dan akan berencana melakukan penambahan kegiatan usaha baru. Jawaban: Kegiatan usaha eksisting Perseroan di bidang perdagangan besar potongan logam saat ini mengalami tekanan akibat menurunnya permintaan di sektor logam akibat kondisi dinamika persaingan global dan masuknya produk impor dengan harga lebih murah sehingga memberikan tekanan terhadap industri logam dalam negeri yang menunjukkan tren penurunan (sunset industry). Meskipun demikian, Perseroan masih memiliki kapasitas operasional dan sumber daya yang memadai untuk menjaga keberlangsungan usaha. Sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kinerja keuangan, Perseroan berencana melakukan diversifikasi usaha ke sektor distribusi makanan dan minuman, yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan stabil. Melalui kegiatan usaha baru ini, Perseroan berharap dapat menciptakan sumber pendapatan baru, memperbaiki profitabilitas, serta meningkatkan kemampuan menghasilkan laba secara berkelanjutan. 5. Aspek Pasar. a. Sasaran. Sehubungan dengan pengungkapan sasaran utama rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah menangkap peluang pertumbuhan di sektor perdagangan besar makanan dan minuman sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, maka agar diklarifikasi dan dijelaskan potensi pasar dimaksud dikaitkan dengan segmen pelanggan yang dituju yaitu pasar ritel modern, pasar tradisional, sektor horeca (hotel, restoran, catering), kanal digital melalui platform e-commerce dengan cakupan distribusi dan focus pengembangan usaha yang masih terbatas di wilayah Madura. Jawaban: Rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan sebagai distributor produk makanan dan minuman bertujuan untuk menangkap peluang pertumbuhan di sektor perdagangan besar pangan, sejalan dengan kebijakan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong efisiensi rantai pasok di daerah. Fokus kegiatan distribusi Perseroan akan diarahkan pada wilayah Madura, yang hingga saat ini masih memiliki keterbatasan jumlah distributor berskala menengah hingga besar serta infrastruktur distribusi yang belum optimal. Kondisi tersebut memberikan peluang strategis bagi Perseroan untuk berperan sebagai distributor dengan jaringan pasok yang lebih efisien, cakupan layanan yang lebih luas, dan waktu pengiriman yang lebih cepat di wilayah tersebut. Dengan struktur pasar yang masih berkembang serta tingkat persaingan yang relatif terbatas dibandingkan dengan wilayah perkotaan besar lainnya. Perseroan akan mengoptimalkan potensi tersebut melalui
Page 41 OCR 0.933
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI penguatan sistem distribusi berbasis teknologi informasi, pembangunan kemitraan dengan produsen, serta penerapan strategi layanan terpadu yang menyasar segmen pelanggan pasar ritel modern, pasar tradisional, sektor HoReCa (hotel, restoran, dan catering), kanal digital melalui platform e-commerce, serta pelaku UMKM. Dengan strategi tersebut, Perseroan optimis dapat berkontribusi dalam mengisi kekosongan rantai pasok di wilayah Madura sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat regional. b. Potensi Nilai Pasar. Agar ditambahkan pengungkapan atas dasar perhitungan nilai atas proyeksi penambahan pendapatan dimaksud. Jawaban: Dasar perhitungan penambahan pendapatan diperoleh dari proyeksi pendapatan sebelum adanya penambahan kegiatan usaha (PLAT) yang kemudian dijumlahkan dengan asumsi pendapatan tambahan dari kegiatan usaha baru (FMCG). 6. Aspek Teknis a. Kapasitas. Agar ditambahkan pengungkapan terkait Kapasitas sebagaimana SEOJK 17/2020. Jawaban: Sudah kami tambahkan di Bab 5 Aspek Kelayakan Teknis Sub-Bab 5.2. Kapasitas Berikut yang kami tambahkan pada subab kapasitas penjualan: Penjualan Kapasitas K 2026 202 202 2029 »30 77179 | | Beras Sumo 32.766 44.754 56.137 66.938 | Primarasa - Selai kg 499.681 682.492 856.087 1.020.808 1.176.985 | (Indofood kg 188.404 257.333 322.787 384.895 443.781 | Picm kg 32.766 44.754 56.137 66.938 77.179 | (“Coco Maxi kg 11.468 15.664 19.648 23.428 27.013 | | Oatsy kg 819 1.119 1.403 1.673 1.929 | | Honey Go kg 819 1.119 1.403 1.673 1.929 | (EL Organico | 819 | 1.119 | 1.403 | 1.673 | 1.929 | | Emina - Keju kg 116.319 158.875 199.286 237.631 273.987 | | King Fisher kg 24.574 33.565 42.103 50.204 57.885 | Oki - Susu Skm kg 85.192 116.359 145.956 174.039 200.666 | New Pricipal kg 65.532 89.507 112.274 133.877 154.359 New Pricipal kg 40.957 55.942 70.171 83.673 96.474 | New Pricipal kg 40.957 55.942 70.171 83.673 96.474 | | Cefa Minyak kg 360.426 492.289 617.505 736.321 848.973 | | Jumlah 1.501.502 2.050.831 2.572.471 3.067.446 3.536.744 | Sumber: Manajemen OPMS b. Produk Yang Dijual. Agar diklarifikasi dan dijelaskan kesiapan terkait gedung penyimpanan atau gudang atau warehouse yang dimiliki Perseroan termasuk kapasitasnya dan penerapan standar keamanan pangan pada alur penyimpanan dan distribusi dikaitkan dengan kegiatan usaha saat ini dan rencana penambahan kegiatan usaha yang memiliki spesifikasi berbeda sehubungan dengan jenis barang yang didistribusikan
Page 42 OCR 0.954
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI (logam dan pangan). Jawaban: Perseroan telah memiliki fasilitas gudang berskala besar yang berlokasi di Jalan Suramadu, Madura, yang merupakan lokasi strategis untuk mendukung kegiatan distribusi di wilayah tersebut. Total luas gudang mencapai t1.000 m?, dengan area yang secara khusus digunakan untuk penyimpanan produk FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Dalam rangka menjalankan rencana penambahan kegiatan usaha di bidang distribusi pangan, Perseroan telah melakukan penataan dan penyesuaian infrastruktur gudang agar memenuhi standar penyimpanan yang sesuai dengan karakteristik produk makanan dan minuman. Fasilitas penyimpanan telah dilengkapi dengan rak penyimpanan yang tertata rapi, serta dilakukan perawatan dan pembersihan secara berkala guna menjaga kebersihan dan higienitas area penyimpanan. Dari sisi keamanan, setiap gudang telah dilengkapi dengan sistem pengamanan terpadu, meliputi petugas keamanan (security) yang berjaga 24 jam dan sistem pemantauan CCTV yang terpasang di seluruh area strategis gudang. Selain itu, Perseroan telah melakukan pengelompokan area penyimpanan berdasarkan jenis produk untuk memastikan pemisahan yang jelas antara produk pangan dan non-pangan. Gudang A digunakan khusus untuk penyimpanan produk FMCG, sedangkan Gudang B dan Gudang C diperuntukkan bagi barang-barang logam. Dengan pengaturan ini, Perseroan memastikan penerapan standar keamanan pangan dan pengelolaan yang sesuai dengan spesifikasi masing-masing jenis barang yang didistribusikan. c. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya. Agar: 1) Dijelaskan apakah ada/tidak persyaratan khusus atas penambahan 4 (empat) tenaga kerja terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan. Jawaban: Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana untuk merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna mendukung operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian sebagai berikut: 1 Supervisor, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 5 tahun: 2 Staf Sales, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun: 3 Staf Gudang, memiliki pengalaman di bidang FMCG minimal 2 tahun, dan 4 Staf Sopir, memiliki pengalaman di bidang pengiriman logistik serta telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk kendaraan jenis truk dan pick-up. 2) Diklarifikasi pihak-pihak/supplier dan status kerja sama dalam
Page 43 OCR 0.954
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI penyediaan produk sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha. Jawaban: Berdasarkan informasi manajemen, hingga saat ini Perseroan sudah melakukan kerja sama dengan beberapa pihak yaitu PT Emina Cheese Indonesia dan PT Federal Food Internusa. d. Alur Distribusi. Agar diklarifikasi ada/tidaknya SOP terkait yang telah dimiliki Perseroan dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha. Jawaban: Manajemen Perseroan telah menyusun SOP untuk rencana penambahan kegiatan usaha FCMG yaitu sebagai berikut: SOP Penerimaan barang dan piutang FCMG SOP Pengiriman Barang SOP Admin Fakturis SOP Pembelian Barang SOP Gudang FCMG Ma MA Aspek Pola Bisnis. Agar dijelaskan lebih lanjut mengenai penerapan sistem manajemen risiko yang komprehensif dan pengelolaan operasional berbasis teknologi informasi yang akan dilakukan Perseroan, dikaitkan dengan kegiatan usaha baru yang mengandung risiko kepatuhan regulasi keamanan pangan, risiko persaingan dengan pemain besar yang sudah mapan hingga risiko perubahan perilaku konsumen. Jawaban: Dalam melaksanakan kegiatan usaha baru yang berfokus pada distribusi produk pangan, Perseroan akan menerapkan sistem manajemen risiko yang komprehensif serta pengelolaan operasional berbasis teknologi informasi guna memastikan efisiensi, kepatuhan, dan keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri yang kompetitif. Sistem ini dirancang secara terintegrasi untuk mengidentifikasi, menilai, memantau, dan mengendalikan berbagai potensi risiko utama, antara lain risiko kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan, risiko persaingan dengan pelaku distribusi besar yang telah mapan, serta risiko perubahan perilaku dan preferensi konsumen. Dari aspek kepatuhan terhadap regulasi dan keamanan pangan, Perseroan akan membentuk unit kepatuhan khusus yang bertanggung jawab dalam memastikan seluruh kegiatan distribusi berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Unit ini akan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan kebijakan pemerintah serta memastikan bahwa seluruh produk yang didistribusikan telah memenuhi standar sertifikasi yang ditetapkan oleh otoritas terkait, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, Perseroan akan mengimplementasikan sistem pemantauan kepatuhan berbasis teknologi informasi yang mengintegrasikan data operasional dan audit internal,
Page 44 OCR 0.958
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI sehingga pengawasan dapat dilakukan secara efektif, transparan, dan terdokumentasi dengan baik. Dalam menghadapi risiko persaingan pasar dengan pelaku distribusi besar dan mapan, Perseroan akan menerapkan strategi diferensiasi berbasis layanan melalui peningkatan kecepatan pengiriman, keandalan sistem distribusi, serta jaminan mutu produk yang konsisten. Pemanfaatan teknologi analisis pasar akan digunakan untuk menganalisis tren permintaan, pola pembelian, serta preferensi pelanggan, sehingga strategi pemasaran dan distribusi dapat disusun secara adaptif dan berbasis data. Selain itu, Perseroan akan memperkuat kemitraan dengan produsen lokal maupun internasional guna memperluas jaringan pasokan dan meningkatkan daya saing di pasar. Terkait risiko perubahan perilaku konsumen, Perseroan akan mengoptimalkan penggunaan data dan analisis perilaku digital untuk memahami tren konsumsi dan pergeseran pola pembelian masyarakat. Hasil analisis tersebut akan menjadi dasar dalam pengembangan strategi distribusi yang lebih responsif, termasuk melalui perluasan kanal distribusi digital seperti e-commerce dan platform daring lainnya. Dengan demikian, Perseroan dapat mempertahankan relevansi dan kedekatan dengan konsumen, serta menjaga kinerja penjualan secara berkelanjutan. Aspek Model Manajemen. a. Ketersediaan Tenaga Kerja. 1) Sehubungan dengan pengungkapan bahwa Perseroan berencana melakukan penambahan tenaga kerja sebanyak 4 (empat) orang, agar ditambahkan informasi mengenai jenis ketrampilan dan tingkat kompetensi yang diperlukan untuk menunjang pelaksanaan kegiatan usaha baru Perseroan, dan apakah dibutuhkan pelatihan atau sertifikasi khusus kepada tenaga kerja yang telah dimiliki dan tenaga kerja baru di masa mendatang untuk menjalankan kegiatan usaha baru dimaksud. Jawaban: Perseroan akan memberikan program pelatihan bagi tenaga kerja baru untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan kegiatan usaha distribusi produk pangan. Pelatihan tersebut meliputi pengembangan kompetensi sumber daya manusia, pendekatan dan pelayanan pelanggan, serta pelatihan manajemen operasional dan distribusi agar tenaga kerja memiliki pemahaman menyeluruh terhadap proses bisnis Perseroan. Adapun untuk sertifikasi khusus tidak menjadi persyaratan utama, mengingat kegiatan usaha ini lebih menekankan pada pengalaman praktis dan keterampilan teknis di bidang FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Namun demikian, Perseroan akan terus mendorong peningkatan kompetensi melalui pelatihan internal dan pengembangan berkelanjutan sesuai kebutuhan operasional di masa mendatang.
Page 45 OCR 0.948
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI 2) Agar diklarifikasi dan dijelaskan mengenai jumlah tenaga kerja yang akan dialokasikan/dibutuhkan beserta kualifikasi/kompetensinya serta struktur organisasi atas kegiatan usaha yang akan ditambahkan. Jawaban: Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan berencana untuk merekrut empat (4) orang tenaga kerja baru guna mendukung operasional pada kegiatan usaha FCMG, dengan rincian sebagai berikut: 1 Supervisor, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang FMCG 2 Staf Sales, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang sales FMCG 3 Staf Gudang, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pergudangan / warehouse khusus, dan 4 Staf Sopir, memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pengiriman logistik serta telah memiliki lisensi mengemudi khusus untuk kendaraan jenis truk dan pick-up. b. Manajemen Risiko. Agar diklarifikasi mengenai “penambahan kegiatan OPMS dalam bidang Pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga Listrik”, selanjutnya agar disesuaikan. Jawaban: Pada subbab 7.4 manajemen risiko terdapat kesalahan penulisan yaitu “penambahan kegiatan usaha OPMS dalam bidang pembangunan dan pemasangan instalasi tenaga listrik" yang selanjutnya sudah kami perbaiki. Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai struktur organisasi dan manajemen secara keseluruhan setelah terjadi penambahan kegiatan usaha baru. Jawaban: Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, tidak terdapat perubahan struktur organisasi dan manajemen setelah terjadi penambahan kegiatan usaha baru. 9. Aspek Keuangan. a. Agar pengungkapan terkait analisis kelayakan keuangan memperhatikan hal-hal sebagaimana SEOJK 17/2020. Jawaban: Sudah disesuaikan dengan SEOJK 17/2020 Sumber pembiayaan. Agar diklarifikasi ada/tidaknya perjanjian pembiayaan yang telah dilakukan dengan Bank serta dijelaskan rincian Bank dan syarat kondisi pembiayaan dimaksud.
Page 46 OCR 0.956
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Jawaban: Berdasarkan informasi dari manajemen tidak terdapat perjanjian terkait pembiayaan dengan Bank ataupun pihak ketiga lainnya. c. Biaya Operasional. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai rincian transaksi yang mendasari peningkatan atas biaya operasional. Jawaban: Peningkatan biaya operasional disebabkan oleh dampak inflasi serta kenaikan pendapatan yang berasal dari penambahan aktivitas penjualan baru. d. Asumsi-asumsi proyeksi keuangan. Agar ditambahkan pengungkapan atas dasar penentuan masing-masing asumsi proyeksi keuangan, tingkat ketercapaian, dan analisis Penilai atas proyeksi keuangan dan ketercapaiannya. Jawaban: Dasar penentuan asumsi before dan after: 1. Beban Pokok Pendapatan (BPP) BPP disusun berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan dengan mengacu pada data historis. 2. PLAT (Produk Logam Sebelum Penambahan KBLI) Proyeksi volume penjualan produk logam (dalam satuan kilogram) diperoleh dari estimasi manajemen Perseroan. Pada periode 2026-2030, volume penjualan diproyeksikan tetap, karena Perseroan tidak berencana menambah produksi untuk kategori ini. 3. FMCG (Produk Logam Setelah Penambahan KBLI) Proyeksi volume penjualan produk logam (dalam satuan kilogram) diperoleh dari estimasi manajemen Perseroan atas kegiatan usaha baru. 4. Harga Jual Berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan, harga jual produk diperkirakan meningkat pada tahun 2027-2030 seiring dengan dampak kenaikan inflasi. 5. Biaya Umum dan Administrasi Disusun berdasarkan proyeksi manajemen Perseroan dengan mengacu pada data historis. Kenaikan pada tahun 2027-2030 terutama berasal dari peningkatan biaya gaji pegawai serta biaya BBM, tol, dan parkir akibat tekanan inflasi. 6. Pendapatan dan Beban Lainnya Proyeksi disusun berdasarkan asumsi manajemen Perseroan. 7. Perputaran (Turnover) Dihitung berdasarkan rasio historis Perseroan. 8. Pajak (Tax) Merupakan pajak penghasilan badan sesuai ketentuan yang berlaku. Tingkat Ketercapaian Proyeksi Manajemen Perseroan meyakini bahwa asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan telah mempertimbangkan kondisi internal
Page 47 OCR 0.948
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI dan eksternal secara cermat, serta didasarkan pada data dan tren historis yang relevan. Oleh karena itu, proyeksi dinilai realistis dan dapat menjadi dasar yang kuat untuk mencapai target kinerja keuangan yang optimal. Analisis atas Proyeksi Keuangan dan Ketercapaiannya Berdasarkan hasil diskusi dengan manajemen Perseroan, Penilai meyakini bahwa proyeksi keuangan yang disusun telah wajar dan tidak memerlukan penyesuaian lebih lanjut. e. Proyeksi Posisi Keuangan. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai transaksi yang mendasari masing-masing peningkatan dan/atau penurunan atas masing-masing transaksi pada proyeksi keuangan. Jawaban: Transaksi yang mendasari masing-masing peningkatan dan/atau penurunan atas masing-masing transaksi pada proyeksi keuangan sebagai berikut: 1. Piutang Usaha - Pihak Ketiga Piutang usaha pihak ketiga mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan pendapatan Perseroan. Peningkatan pendapatan tersebut sebagian besar berasal dari penjualan secara kredit, sehingga berdampak pada bertambahnya saldo piutang yang tercatat dalam neraca karena pembayaran dari pelanggan belum diterima. 2. Persediaan Peningkatan persediaan mencerminkan penyesuaian terhadap pertumbuhan aktivitas penjualan, di mana diperlukan ketersediaan barang yang lebih besar untuk mendukung peningkatan volume penjualan. 3. Aset tetap -— bersih Aset tetap bersih mengalami penurunan seiring dengan pengakuan beban penyusutan selama periode berjalan. 4. Aset hak guna -— bersih Aset hak guna bersih pada Juli 2025 hingga 2030 cenderung meningkat seiring dengan penambahan aset hak guna baru, menggantikan aset hak guna existing yang nilainya telah habis karena adanya penyusutan. 5. Utang Usaha - Pihak Ketiga Utang usaha - pihak ketiga meningkat seiring dengan kenaikan beban pokok pendapatan yang mendorong peningkatan pembelian dari pemasok secara kredit. 6. Utang lain-lain - Pihak Ketiga Utang lain-lain pihak ketiga menurun pada Juli 2025 seiring dengan penurunan BPP, kemudian meningkat pada 2026-2030 sejalan dengan kenaikan BPP yang mencerminkan peningkatan aktivitas operasional dan pembelian dari pihak ketiga untuk mendukung pertumbuhan usaha Perseroan. 7. Beban masih harus dibayar
Page 48 OCR 0.952
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI f. Beban yang masih harus dibayar menurun pada Juli 2025 seiring dengan penurunan BPP, mencerminkan berkurangnya kewajiban atas biaya operasional yang belum dibayarkan. Namun, pada periode 2026-2030, akun ini meningkat sejalan dengan kenaikan BPP, yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas operasional dan akrual biaya yang lebih tinggi. 8. Saldo Laba Belum ditentukan penggunaannya Saldo laba belum ditentukan penggunaannya meningkat pada periode 2025-2028 akibat rugi bersih yang dialami Perseroan, kemudian menurun pada 2029-2030 seiring dengan perolehan laba bersih pada periode tersebut. Analisis Titik Impas. Agar ditambahkan pengungkapan mengenai rincian penjelasan masing-masing perhitungan dalam memperoleh nilai. Selanjutnya, agar disampaikan kertas kerja excel perhitungan atas masing-masing parameter. Jawaban: Dalam menghitung analisis Break Even Point (BEP) Penjualan atau Analisis Titik Impas Penjualan, menggunakan rumus berikut: BEP Penjualan - Fixed Cost (Beban Umum dan Administrasi) / Gross Profit Margin di mana, Gross Profit Margin - Penjualan / Laba Kotor Laba Kotor - Penjualan - Beban Pokok Pendapatan (Variable Cost) Analisis Profitabilitas. Agar diklarifikasi dan dijelaskan atas kinerja keuangan Perseroan yang negative selama periode proyeksi dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru. Jawaban: Pada periode proyeksi, beberapa rasio profitabilitas Perseroan masih menunjukkan nilai negatif, antara lain Operating Profit Margin (OPM), Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), dan Return on Eguity (ROE). 1. Operating Profit Margin negatif disebabkan oleh rugi usaha selama periode proyeksi, yang terjadi karena total beban (beban pokok pendapatan serta beban umum dan administrasi) lebih besar dibandingkan total pendapatan. Net Profit Margin negatif karena laba bersih (net income) Perseroan selama periode proyeksi juga negatif, sebagai akibat dari total beban yang melebihi pendapatan. ROA bernilai negatif karena laba bersih selama periode proyeksi masih rugi, sehingga ketika dibandingkan terhadap total aset menghasilkan rasio negatif. ROE negatif karena laba bersih selama periode proyeksi bernilai negatif, sehingga saat dibandingkan terhadap ekuitas menghasilkan nilai rasio yang juga negatif.
Page 49 OCR 0.937
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Selanjutnya, apabila dikaitkan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru, proyeksi laba rugi incremental menunjukkan perbaikan kinerja keuangan. Perseroan diproyeksikan mencatat rugi bersih hingga tahun 2028, namun mulai mengalami perbaikan pada tahun 2029 dan mencatat laba positif pada tahun 2030. Dengan demikian, rasio profitabilitas diperkirakan mulai menunjukkan nilai positif pada tahun 2029 dan 2030 seiring dengan meningkatnya laba bersih hasil dari penambahan kegiatan usaha baru tersebut. .Sehubungan dengan penyajian dan pengungkapan atas masing-masing analisis kelayakan pasar, analisis kelayakan teknis, analisis kelayakan pola bisnis, analisis kelayakan model manajemen, dan analisis kelayakan keuangan, serta kesimpulan kelayakan agar disesuaikan sebagaimana tanggapan OJK pada bagian Keterbukaan Informasi atas hal dimaksud. Jawaban: Berikut merupakan perubahan pengungkapan pada Laporan Studi Kelayakan dengan Keterbukaan Informasi: Keteran Keterangan KI gan Bab/Subbab FS 1. | Latar Belakang Bab 1 Pendahuluan poin 1.1 Pada bagian Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya Penambahan Kegiatan Usaha 2. | Maksud dan Tujuan | Bab 1 Pendahuluan poin 14 Pada bagian Ringkasan Studi Kelayakan Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha | | -poin b. Maksud dan Tujuan '— | 3. | Asumsi dan Kondisi | Bab1 Pendahuluan poin 1.13 | Pada bagian Ringkasan Pembatas Laporan Studi Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha poin e. Asumsi dan Kondisi Pembatas 4 | Pendekatan dan | Bab 1 Pendahuluan poin 1.9 Pada bagian Ringkasan Metode Analisis Yang Laporan Studi Kelayakan Digunakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha poin f. Pendekatan dan Metode Analisis yang Digunakan Bab 1 Pendahuluan poin 1.15 | - 5 | Jenis Mata Uang yang Digunakan 6 | Struktur Permodalan Bab 2 Gambaran Umum | Pada bagian Uraian Singkat Perseroan poin 2.3 Mengenai Perseroin di Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham Perseroan 7 | Kinerja Keuangan | Bab 2 Gambaran Umum | Pada bagian Uraian Singkat Historis Perseroan poin 2.7 Mengenai Perseroin di Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan 8 | Analisis Rasio | Bab 2 Gambaran Umum | Pada bagian Uraian Singkat Keuangan Perseroan poin 2.7.4 Mengenai Perseroin di Ikhtisar Data Keuangan Perseroan Penting 9 | Kesimpulan Analisis Bab 4 Aspek Kelayakan Pasar Pada bagian Ringkasan Studi
Page 50 OCR 0.949
OPMS PT, OPTIMA PRIMA METAL SINERGI Kelayakan Pasar Keterangan Bab/Subbab FS poin 4.9 Keterangan KI Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha di poin g. Analisis Kelayakan Pasar 10 | Kapasitas Bab 5 Aspek Kelayakan | - Teknis poin 5.2 11 | Kesimpulan Analisis | Bab S5 Aspek Kelayakan | Pada bagian Ringkasan Studi Kelayakan Teknis Teknis poin 5.8 Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha di poin h. Analisis Kelayakan Teknis 12 | Kesimpulan Analisis | Bab 5 Aspek Kelayakan Pola | Pada bagian Ringkasan Studi Kelayakan Pola Bisnis | Bisnis poin 6.9 Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha di poin i. Analisis Kelayakan Pola Bisnis 13 | Manajemen Risiko Bab 6 Aspek Kelayakan | - Model Manajemen poin 7.4 14 | Kesimpulan Analisis | Bab 6 Aspek Kelayakan | Pada bagian Ringkasan Studi Kelayakan Model | Model Manajemen poin 7.7 Kelayakan Mengenai Rencana Manajemen Penambahan Kegiatan Usaha di poin j. Analisis Kelayakan Model Manajemen 54 | Kesimpulan Analisis | Bab 8 Aspek Kelayakan | Pada bagian Ringkasan Studi Kelayakan Keuangan Keuangan poin 8.16 Kelayakan Mengenai Rencana Penambahan Kegiatan Usaha di poin k. Analisis Kelayakan Keuangan 16 | Informasi - Pada bagian Informasi Penyelenggaraan Penyelenggaraan RUPSLB RUPSLB 17 | Informasi Tambahan - Pada bagian Informasi Tambahan dapat dibaca dengan jelas. Jawaban: 11. Lampiran Keuangan. Agar disampaikan kembali lampiran keuangan yang Lampiran keuangan telah diperbaiki dan disampaikan kembali sehingga dapat dibaca dengan jelas pada laporan yang telah diperbarui.
Page 51 OCR 0.955
OTORITAS JASA KEUANGAN Demikian surat jawaban ini kami sampaikan sebagai tanggapan kami atas Surat OJK. Hormat kami, PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk Meilyna Widjaja Direktur Utama Dipindai dengan CamScanner
Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Kunwidarto Direktur Penilaian
p.1
unresolved
person
Morhan Tirtonadi
p.3 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Morhan dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Morhan
p.3 ×2
unresolved
org
PT Emina Cheese Indonesia
p.13 ×3
unresolved
org
PT Federal Food Internusa. Diklarifikasi
p.13
unresolved
org
Pengawas Obat dan Makanan
p.15 ×2
unresolved
org
PT Federal Food Internusa.
p.25 ×2
unresolved
org
PT Asian Prima Indosteel
p.31
unresolved
person
Gema Bismantaka
p.31
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.31
unresolved
person
Leolin Jayanti
p.31
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.31 ×2
unresolved
person
Ir. Joyce Sudarto
p.32 ×2
unresolved
org
KJPP Guntur
p.34
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
3354 ms
13 Sep 2026 15:26
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [{'name': 'Perseroan yang dapat dihubungi Pemegang Saham untuk',
'relationship': 'memperoleh'}],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}