Back to announcement
20251111_PTPP_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31984612_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review PTPPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 93
Page 1
LAPORAN
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT PEMBANGUNAN PERUMAHAN (PERSERO) TBK
Lokasi di:
Plaza PP – Wisma Subianto
Jl. Letjen. TB. Simatupang No. 57
Pasar Rebo, Jakarta 13760
No. File : 01156/2.0171-00/BS/03/0481/1/XI/2025
Page 2
TOBING PANUTURI DAN REKAN Kantor Pusat:
Ruko Maison De Wisteria Collins No. 38,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan
Property and Business Valuation Cakung, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13910,
NIU. 2.20.0171 – Kep. Menkeu No. 387/KM.1/2020 Email: topaz-admin@kjpp-topaz.id
kjpptopaz@gmail.com;
Wilayah Kerja: Seluruh Indonesia Telp (021) 38866969
Kantor Cabang :
Banjarmasin (PS) : Jl. Meranti III, Komp. Madinah No. 23, RT. 036, D.h 15a, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Email: topaz_banjarmasin@kjpp-topaz.id,
topazbjm.kjpp@gmail.com; Telp (0511) 4247394, Medan (P) : Kompleks Perumahan Villa Malina Indah, Jl. Deli Bunga No. 3, Medan, Sumatera Utara 20132, Email:
topazmdn.kjpp@gmail.com; Telp (061) 8216806, Surabaya (P) : Ruko 9M-APT Puncak CBD, Jl. Kramat I, Surabaya, Jawa Timur 60229, Email: surabaya@kjpp-topaz.id;
Telp (031) 99429111, Balikpapan (PS) : Jalan Angkasa 3B RT. 57, Balikpapan, Kalimantan Timur 76115, Email: kjpptopazbpn@gmail.com; Telp 0858 5252 3005,
Jayapura (PS) : Perumahan Yapis Entrop, Jalan Beringin I No. 10, Jayapura, Papua 99224, Email: topazjyp.kjpp@gmail.com; Telp (0967) 5782084
No. File: 01156/2.0171-00/BS/03/0481/1/XI/2025
Jakarta, 10 November 2025
Kepada Yth.
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Plaza PP – Wisma Subianto,
Jl. Letjen. TB. Simatupang No. 57,
Pasar Rebo, Jakarta 13760
Perihal : Rencana Transaksi Divestasi Saham Kepemilikan PT Pembangunan Perumahan
(Persero) Tbk (“PP”) pada PT Celebes Railway Indonesia (“CRI”) sebesar 47,81%.
Dengan Hormat,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”) ditunjuk oleh PT
Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”), berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran
Jasa Pendapat Kewajaran No. 1008/MK.PB/KJPP-TOPAZ/X/2025 tanggal 24 Oktober 2025 dan
Surat Perintah Kerja (“SPK”) No. 027/SPK/PP/BDPM/2025 tanggal 31 Oktober 2025, dengan
maksud untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi
divestasi saham kepemilikan PP pada PT Celebes Railway Indonesia (“CRI”) sebesar 47,81%.
Pelaporan ini ditujukan untuk kepentingan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Peraturan OJK
Nomor 17/POJK.04/2020 yakni Rencana “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.
1. Status Penilai
Penilai adalah partner dari TOPAZ dengan kualifikasi sebagai berikut:
Nama Penilai : Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
No. Ijin Penilai : B-1.17.00481
No. STTD : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
No. MAPPI : 12-S-03723
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek
Pendapat Kewajaran ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek
Pendapat Kewajaran. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
terkait dengan penugasan ini.
Page 3
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
nilai yang dihasilkan.
2. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi Tugas dan pengguna laporan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
Alamat : Plaza PP – Wisma Subianto,
Jl. Letjen. TB. Simatupang No. 57,
Pasar Rebo, Jakarta 13760.
Website : www.ptpp.co.id
3. Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
divestasi saham kepemilikan PP pada CRI. Rencana Transaksi ini termasuk ke dalam Transaksi
Material. Tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memenuhi Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha".
4. Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal efektif Pendapat Kewajaran adalah per 30 Juni 2025, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan pendapat kewajaran.
5. Data dan Informasi Transaksi
Dalam melakukan penilaian ini, TOPAZ juga menggunakan informasi dari beberapa sumber
informasi yang relevan dan handal, yaitu :
• Laporan Keuangan Audit PP tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 dan limited review
per 30 Juni 2025.
• Proyeksi Keuangan PP untuk 5 tahun ke depan untuk kondisi as-it-is dan Setelah Transaksi.
• Proforma laporan keuangan per 30 Juni 2025 disusun oleh manajemen PP. Meskipun
penyertaan PP pada CRI merupakan yang terbesar, PP tidak mengkonsolidasikan laporan
keuangan CRI ke dalam laporan keuangan konsolidasian PP. Oleh karena itu, proforma
tersebut tidak menggunakan laporan yang telah direviu oleh Auditor.
• Laporan Penilaian Ekutas No. 01155/2.0171-00/BS/03/0481/1/XI/2025 tanggal 10
November 20225 yang dikeluarkan oleh KJPP TOPAZ.
• Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat.
• Data-data Legalitas perusahaan dan perijinan terkait.
• Tinjauan terhadap kondisi fundamental entitas yang dinilai yang menyangkut sejarah
singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
• Informasi lainnya yang didapat dari berbagai pencarian di Internet seperti BI, IDX, dan S&P
Capital IQ.
Page 4
6. Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan dimana Pendapat
Kewajaran diperlukan.
Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal Pendapat
Kewajaran atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu
transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran. Asumsi khusus sering digunakan untuk
menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan mempengaruhi nilai.
Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima
sebagai fakta dalam konteks penugasan Pendapat Kewajaran tanpa penyelidikan tertentu atau
verifikasi.
7. Objek Rencana Transaksi
Objek Rencana Transaksi sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
divestasi saham kepemilikan PP pada CRI, yaitu sebesar 47,81% per 30 Juni 2025.
8. Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam laporan ini, kami telah melakukan investigasi dan diskusi melalui online meeting terkait
Rencana Transaksi. Berikut adalah pihak yang menanggapi diskusi terkait pertanyaan yang
kami sampaikan dalam hubungannya dengan Objek Pendapat Kewajaran, yaitu:
Pihak yang Diwawancarai Jabatan Perusahaan
Bapak Dwi Antoro JrOff-Pro BS PP
Bapak Dary Wira Mahadika Off-Pro BS PP
9. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan tidak untuk konsumsi publik.
Persetujuan Pendapat Kewajaran harus didapatkan atas setiap publikasi terhadap keseluruhan
atau sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk referensi mengenai
laporan keuangan perusahaan/objek pendapat kewajaran, dan/atau laporan direksi/pimpinan
perusahaan/objek pendapat kewajaran, dan/atau pernyataan atau kajian lainnya atau
pernyataan/edaran apapun dari perusahaan/objek pendapat kewajaran.
Tanda tangan Penilai Publik dan cap TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan
Pendapat kewajaran yang dihasilkan.
Page 5
10. Konfirmasi Bahwa Pendapat Kewajaran dilakukan berdasarkan POJK, SPI, dan KEPI
Laporan Pendapat Kewajaran ini akan dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan POJK No. 17/POJK.04/2020, Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI) Edisi VII-2018 beserta Edisi Revisinya.
11. Kesimpulan Analisis Kualitatif dan Kuantitatif
A. Analisis Kewajaran Kualitatif
Keuntungan yang akan diperoleh PP atas Rencana Transaksi ini adalah:
1. Dana hasil divestasi akan menambah likuiditas PP sehingga memperluas headroom
terhadap financial covenants, serta menurunkan ketergantungan pada pendanaan
berbunga.
2. Alokasi dana hasil divestasi untuk pelunasan atau penurunan utang diperkirakan
memperbaiki rasio leverage dan interest coverage ratio, sekaligus menurunkan biaya
bunga tahunan yang dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasian.
3. PP berpotensi membukukan laba penjualan investasi yang berdampak positif
terhadap kinerja laba tahun berjalan dan ekuitas. Adapun besarnya keuntungan
setelah dikurangi biaya transaksi dan pajak yang berlaku adalah sebesar Rp5 miliar.
4. Pelepasan kepemilikan di CRI menurunkan eksposur risiko operasional yang tidak
sejalan dengan prioritas strategis PP.
Manfaat yang akan diperoleh PP atas Rencana Transaksi ini adalah:
1. Rencana Transaksi ini sejalan dengan harapan manajemen untuk menyelaraskan
portofolio investasi. PP melakukan penataan kembali portfolio dengan melakukan
divestasi saham dari portofolio sehingga dapat lebih berfokus pada bisnis inti (back
to core).
2. Divestasi CRI memberikan manfaat kepada PP berupa penguatan likuiditas,
memungkinkan optimalisasi struktur permodalan melalui penurunan pokok utang
dan beban bunga, serta membuka potensi pengakuan laba penjualan investasi yang
berdampak positif terhadap kinerja laba tahun berjalan dan ekuitas; di saat yang
sama, portofolio PP menjadi lebih ramping dan fokus pada bisnis inti yaitu konstruksi
sehingga meningkatkan efisiensi dan ketahanan kinerja ke depan.
B. Analisis Kewajaran Kuantitatif
1. Dampak keuangan atas Rencana Transaksi berdasarkan Proforma Laporan Keuangan
per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan jumlah aset yang didapatkan dari laporan keuangan per 30 Juni
2025 adalah sebesar Rp55.532 miliar, terdapat penyesuaian sebesar minus
Rp266 miliar, yang terdiri dari penambahan kas dan setara kas sebesar Rp5
miliar dan pengurangan investasi jangka panjang lainnya sebesar Rp231 miliar,
dengan demikian hasil proforma jumlah aset per 30 Juni 2025 sebesar Rp55.306
miliar.
b. Berdasarkan jumlah laba tahun berjalan yang didapatkan dari laporan keuangan
per 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp51 miliar, terdapat penyesuaian dari
Page 6
keuntungan bersih hasil divestasi yaitu sebesar Rp5 miliar, dengan demikian
proforma jumlah laba per 30 Juni 2025 sebesar Rp56 miliar.
c. Berdasarkan kas dan setara kas pada akhir tahun adalah sebesar Rp2.540 miliar,
terdapat penyesuaian pada arus kas yang digunakan aktivitas investasi sebesar
Rp5 miliar, dengan demikian hasil proforma jumlah kas dan setara kas akhir per
30 Juni 2025 sebesar Rp2.545 miliar.
2. Berdasarkan Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi, Nilai tambah (selisih atas
proyeksi keuangan setelah Rencana Transaksi dengan Proyeksi sebelum Rencana
Transaksi) adalah sebagai berikut:
a. Ringkasan Nilai Tambah dalam Angka:
i. Nilai tambah pada level aset mengalami penurunan pada tahun 2025 sebesar
Rp260 miliar. Selanjutnya, sepanjang periode 2025 hingga 2029, total nilai
aset tercatat mengalami penurunan kumulatif sebesar Rp1.127 miliar, yang
berasal terutama dari investasi pada perusahaan asosiasi.
ii. Nilai tambah pada level laba tahun berjalan pada tahun 2025 hingga 2029,
perusahaan mencatatkan laba tahun berjalan dengan total nilai tambah
sebesar Rp69 miliar.
iii. Nilai tambah pada saldo kas akhir untuk periode tahun 2025 hingga 2029
tercatat sebesar Rp173 miliar.
b. Ringkasan Analisis Nilai Tambah dalam Persentase:
i. Nilai tambah pada tingkat aset setelah rencana transaksi pada tahun 2029
menunjukkan penurunan sebesar 0,45% dibandingkan dengan proyeksi
sebelum rencana transaksi.
ii. Nilai tambah pada tingkat laba setelah rencana transaksi pada tahun 2029
tercatat sebesar 4,01%, atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan
proyeksi sebelum rencana transaksi.
iii. Nilai tambah pada posisi kas akhir setelah rencana transaksi pada tahun 2029
tercatat sebesar 1,73%, atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan
proyeksi sebelum rencana transaksi.
3. Berdasarkan rasio keuangan untuk proyeksi keuangan setelah adanya Rencana
Transaksi PP menunjukkan kinerja keuangan yang positif dengan perbaikan pada
profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas. Meskipun margin laba bersih dan
ROE masih tergolong rendah, tren pertumbuhan yang konsisten memberikan indikasi
bahwa perusahaan berada pada jalur peningkatan kinerja keuangan yang sehat dan
berkelanjutan.
4. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas diketahui pengurangan kondisi dana divestasi
dan peningkatan jumlah dividen yang akan diperoleh berdampak minimal terhadap
rasio keuangan proyeksi keuangan.
5. Berdasarkan perjanjian jual beli saham bersayarat, Nilai Rencana Transaksi sebesar
Rp282,10 miliar, sedangkan Nilai Pasar sebesar Rp274,47 miliar Nilai tersebut
diperoleh dari hasil penilaian ekuitas CRI per 30 Juni 2025 oleh KJPP TOPAZ.
Persentase nilai rencana transaksi terhadap nilai pasar adalah sebesar 2,78%.
Berdasarkan POJK 35/POJK.04/2020 pasal 48 poin b dinyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% dari nilai pasar atau wajar.
Berdasarkan Perhitungan tersebut maka Nilai Rencana Transaksi adalah masih dalam
batas Kewajaran karena berada di atas 2,78% dari Nilai Pasar maka dalam rentang
wajar.
Page 7
12. Kesimpulan Analisis Kualitatif dan Kuantitatif
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data dan informasi yang diperoleh dan
digunakan, penelaahan atas dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan
dalam Laporan ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi ini, ditinjau dari segi ekonomis
dan keuangan, adalah wajar.
Kesimpulan akhir diatas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada PP maupun secara eksternal yaitu kondisi
pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta peraturan-
peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal Laporan ini
dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan
tersebut di atas, maka kesimpulan mengenai kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin
berbeda.
Demikian hasil Pendapat Kewajaran kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar penilaian
dan kode etik yang berlaku.
Hormat kami,
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Lidia S.T., MM., MAPPI (Cert)
Partner
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
Ijin Penilai : B-1.17.00481
STTD Pasar Modal : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
MAPPI : 12-S-03723
IKNB : 158/NB.122/STTD-P/2019
Page 8
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan di bawah
ini menerangkan bahwa :
1. Pernyataan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, sebatas pengetahuan kami, adalah benar
dan akurat.
2. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dinyatakan di dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini
dibatasi oleh asumsi dan batasan-batasan yang diungkapkan di dalam Laporan Pendapat
Kewajaran, yang mana merupakan hasil analisis, opini dan kesimpulan Penilai yang tidak
berpihak dan tidak memiliki benturan kepentingan.
3. TOPAZ tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang terhadap
objek pendapat kewajaran, maupun memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada
pihak pihak lain yang memiliki kepentingan terhadap objek pendapat kewajaran.
4. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Pendapat kewajaran yang
telah disepakati sebelumnya dengan pemberi tugas.
5. Biaya jasa profesional tidak dikaitkan dengan pendapat yang telah ditentukan sebelumnya atau
gambaran yang diinginkan oleh pemberi tugas, besaran opini, pencapaian hasil yang
dinyatakan, atau adanya kondisi yang terjadi kemudian (subsequent event) yang berhubungan
secara langsung dengan penggunaan yang dimaksud.
6. Penilai telah mengikuti persyaratan pendidikan profesional yang ditetapkan / dilaksanakan oleh
masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
7. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan jenis industri yang dinilai.
8. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup sebagai berikut :
• Identifikasi penugasan dan Pemahaman Latar belakang Rencana Transaksi;
• Pengumpulan data dan wawancara;
• Analisis Data Internal dan Eksternal;
• Analisis Kualitatif dan kuantitatif;
• Penyusunan Laporan.
9. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan objek Pendapat Kewajaran.
10. Tidak seorangpun selain yang bertandatangan dibawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
11. Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan pendapat kewajaran
yang telah dibuat dengan memenuhi ketentuan kode etik penilai indonesia (KEPI) dan standar
penilaian indonesia (SPI) serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020
dan POJK 35/POJK.04/2020.
Jakarta, 10 November 2025
Lidia, ST., M.M., MAPPI (Cert) – Penanggungjawab ...............................
Ijin Penilai : No. B-1.17.00481
MAPPI : No. 12-S-03723
No. STTD : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
Page 9
Panuturi L. Tobing, SP., SH., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert) – Quality Control ........... .................... MAPPI : No. 06-S-01967 No. Register : No. RMK-2017.00377 Immanuel Taurix Riyadi Tutuko, SE.,M.M – Penilai ............................... MAPPI : No. 13-T-04400 No. Register : No. RMK-2020.03265
Page 10
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
DAFTAR ISI
Halaman
SERTIFIKAT PENDAPAT KEWAJARAN
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... i
DAFTAR FIGUR.................................................................................................................... iii
1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Penugasan ............................................................................................. 1
1.2 Status Penilai.................................................................................................................. 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .......................................................... 2
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran................................................... 2
1.5 Tanggal Pendapat Kewajaran ........................................................................................ 2
1.6 Pernyataan Independensi Penilai .................................................................................. 2
1.7 Tanggung Jawab Penilai ................................................................................................. 2
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)..... 3
1.9 Penugasan Pendapat Kewajaran Profesional ................................................................ 3
1.10 Pernyataan Penilai ......................................................................................................... 4
1.11 Data, Informasi dan Prosedur ........................................................................................ 5
1.12 Ruang Lingkup ................................................................................................................ 6
1.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas ....................................................................................... 7
2 TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI ..................................................... 9
2.1 Latar Belakang Rencana Transaksi ................................................................................. 9
2.2 Dasar Rencana Transaksi ............................................................................................. 10
2.3 Objek Rencana Transaksi ............................................................................................. 10
2.4 Nilai Rencana Transaksi ............................................................................................... 10
2.5 Pertimbangan Bisnis Rencana Transaksi...................................................................... 10
2.6 Pihak-Pihak dalam Rencana Transaksi ......................................................................... 11
2.7 Pemaparan Bagian Penting dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat ................... 12
2.8 Informasi Inspeksi Lapangan........................................................................................ 15
2.9 Informasi Material Lainnya yang Diungkapkan ........................................................... 17
3 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF PP ......................................................... 18
3.1 Analisis Kualitatif.......................................................................................................... 18
i
Page 11
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
3.2 Analisis Kuantitatif ....................................................................................................... 33
4 KESIMPULAN ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI ......................... 56
4.1 Analisis Kewajaran Kualitatif........................................................................................ 56
4.2 Analisis Kewajaran Kuantitatif ..................................................................................... 56
5 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI .................................. 58
6 KUALIFIKASI PENILAI USAHA ................................................................................ 59
LAMPIRAN–LAMPIRAN
✓ Lampiran Keuangan
ii
Page 12
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
DAFTAR FIGUR
Halaman
Figur 1. Unsur Transaksi Material ................................................................................................. 3
Figur 2. Laporan Keuangan PP....................................................................................................... 5
Figur 3. Susunan Pemegang Saham PP ....................................................................................... 11
Figur 4. Pemaparan Bagian Penting dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat ...................... 12
Figur 5. Dokumentasi terkait Objek Pendapat Kewajaran .......................................................... 15
Figur 6. Pihak yang Diwawancarai ............................................................................................... 16
Figur 7. Struktur Grup Perusahaan PP......................................................................................... 18
Figur 8. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran ....................................................................... 20
Figur 9. Ekspor dan Impor Non-Migas......................................................................................... 21
Figur 10. Neraca Pembayaran Indonesia .................................................................................... 21
Figur 11. Cadangan Devisa Indonesia.......................................................................................... 22
Figur 12. Inflasi IHK dan Komponen ............................................................................................ 23
Figur 13. Likuiditas Perbankan dan Perekonomian ..................................................................... 23
Figur 14. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA ................................................... 24
Figur 15. Suku Bunga Perbankan................................................................................................. 24
Figur 16. Rasio Kredit Bermasalah (NPL) ..................................................................................... 25
Figur 17. Perkembangan Kredit dan DPK .................................................................................... 25
Figur 18. Nilai Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi Digital Banking ........................... 26
Figur 19. Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Pekerja Tetap ..................................... 27
Figur 20. Indeks Triwulan (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Hari Orang Pekerja Harian. . 28
Figur 21. Indeks Triwulan (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Balas Jasa dan Upah ............ 28
Figur 22. Median Balas Jasa Pekerja Tetap per Bulan ................................................................. 29
Figur 23. Median Upah Pekerja per Hari (Ribu Rupiah) .............................................................. 29
Figur 24. Indeks Triwulan (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang
Diselesaikan ................................................................................................................. 30
Figur 25. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan PP ............................................................................ 33
Figur 26. Pertumbuhan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas ................................................................... 33
Figur 27. Ikhtisar Laporan Laba (Rugi) ......................................................................................... 34
Figur 28. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Usaha dan Laba (Rugi) Bersih ............................... 34
Figur 29. Ikhtisar Laporan Arus Kas ............................................................................................. 34
Figur 30. Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan ............................... 35
Figur 31. Ikhtisar Rasio Keuangan ............................................................................................... 35
Figur 32. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi ......................................... 37
Figur 33. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi .............................. 37
Figur 34. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi .......................................... 38
Figur 35. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi............................... 39
Figur 36. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi ........................................... 40
Figur 37. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi ................................ 40
Figur 38. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi ............................................ 41
Figur 39. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ................................. 41
Figur 40. Nilai Tambah Posisi Keuangan...................................................................................... 42
Figur 41. Nilai Tambah Laba (Rugi).............................................................................................. 44
Figur 42. Nilai Tambah Arus Kas .................................................................................................. 45
Figur 43. Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Persentase ........................................................ 45
Figur 44. Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Persentase ................................................................ 47
iii
Page 13
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Figur 45. Nilai Tambah Arus Kas dalam Persentase .................................................................... 48
Figur 46. Analisis Sensitivitas Terhadap Kondisi Dana Divestasi ................................................. 49
Figur 47. Analisis Sensitivitas Terhadap Kondisi Jumlah Dividen Yang Akan Diperoleh ............. 50
Figur 48. Proforma Laporan Posisi Keuangan ............................................................................. 51
Figur 49. Proforma Laporan Laba Rugi ........................................................................................ 53
Figur 50. Proforma Laporan Arus Kas.......................................................................................... 54
Figur 51. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar.......................................... 55
iv
Page 14
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penugasan
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK TOBING PANUTURI DAN REKAN (“TOPAZ”) ditunjuk oleh
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”), berdasarkan persetujuan atas Surat
Penawaran Jasa Pendapat Kewajaran No. 1008/MK.PB/KJPP-TOPAZ/X/2025 tanggal 24
Oktober 2025 dan Surat Perintah Kerja (“SPK”) No. 027/SPK/PP/BDPM/2025 tanggal 31
Oktober 2025, dengan maksud untuk memberikan Pendapat Kewajaran (Fairness
Opinion) atas Rencana Transaksi divestasi saham kepemilikan PP pada PT Celebes Railway
Indonesia (“CRI”) sebesar 47,81%. Pelaporan ini ditujukan untuk kepentingan Otoritas
Jasa Keuangan (OJK) terkait Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 yakni Rencana
“Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.
TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. 387/KM.1/2020 dengan nama Kantor Jasa Penilai
Publik TOPAZ dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa
Keuangan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. S-815/PM.223/2021 dengan Nomor Izin Usaha 2.20.0171. Penilai yang menandatangi
Laporan Pendapat Kewajaran ini telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal
di Otoritas Jasa Keuangan dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023. Selanjutnya TOPAZ telah menyusun Laporan
Pendapat Kewajaran terhadap Rencana Transaksi dengan Laporan No. 01156/2.0171-
00/BS/03/0481/1/XI/2025 tanggal 10 November 2025.
1.2 Status Penilai
Penilai adalah partner dari TOPAZ dengan kualifikasi sebagai berikut:
Nama Penilai : Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert)
No. Ijin Penilai : B-1.17.00481
No. STTD : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
No. MAPPI : 12-S-03723
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
TOPAZ adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan
Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini kami bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi
Tugas, Objek Pendapat Kewajaran ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi
Tugas dan Objek Pendapat Kewajaran. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi
oleh nilai yang dihasilkan.
Halaman - 1
Page 15
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Berikut adalah indentitas pemberi tugas dan pengguna laporan:
Nama Perusahaan : PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk
Alamat : Plaza PP – Wisma Subianto
Jl. Letjen. TB. Simatupang No. 57
Pasar Rebo, Jakarta 13760
Website : www.ptpp.co.id
1.4 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi divestasi saham kepemilikan PP pada CRI. Rencana Transaksi ini termasuk ke
dalam Transaksi Material. Tujuan pendapat kewajaran ini adalah untuk memenuhi
Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha".
1.5 Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal efektif Pendapat Kewajaran adalah per 30 Juni 2025, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan pendapat kewajaran.
1.6 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, TOPAZ bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan PP ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan PP. TOPAZ juga tidak memiliki kepentingan ataupun
keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa
yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.
1.7 Tanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan TOPAZ sebagai penilai, TOPAZ menyatakan
bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TOPAZ bertanggung jawab atas Pendapat
Kewajaran yang diterbitkan.
Halaman - 2
Page 16
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
1.8 Keterkaitan Rencana Transaksi dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
1.8.1 Unsur Transaksi Material dalam Rencana Transaksi
Rencana transaksi divestasi saham kepemilikan PP pada CRI sebesar 47,81% merupakan
rencana Transaksi Material namun bukan merupakan transaksi Afiliasi. Berdasarkan
laporan keuangan Audit CRI per 30 Juni 2025, laba bersih CRI sebesar Rp31,92 miliar
sedangkan berdasarkan laporan keuangan limited review PP per 30 Juni 2025, laba
bersih PP sebesar Rp51,27 miliar. Sehingga persentase laba bersih CRI terhadap laba
bersih PP adalah sebesar 60,32%. Dengan demikian, transaksi ini termasuk Transaksi
Material karena berada di atas 20% sebagaimana diatur dalam POJK No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Rincian
rencana transaksi adalah sebagai berikut:
Figur 1. Unsur Transaksi Material
Laba Bersih CRI Laba Bersih PP
Persentase
per 30 Juni 2025 per 30 Juni 2025
Rp31,92 Miliar Rp51.27 Miliar 60,32%
Berdasarkan data di atas, diketahui bahwa laba bersih CRI terhadap laba bersih PP
sebesar 60,32%, sehingga transaksi ini termasuk transaksi material, karena berada di
atas 20% sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
1.8.2 Unsur Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan dalam Rencana Transaksi
Unsur Transaksi Afiliasi
Berdasarkan informasi dan konfirmasi dari manajemen, PP tidak memiliki hubungan
afiliasi dengan Pihak Pembeli yakni PT Solra Energi Terbarukan (“SET”). Oleh karena itu,
rencana transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi.
Unsur Benturan Kepentingan Dalam Transaksi
Berdasarkan informasi dari manajemen PP atas Rencana Transaksi divestasi saham CRI,
transaksi melibatkan beberapa pihak, dan terkait unsur kepentingan ekonomis dari
masing-masing pihak telah dikonfirmasi oleh manajemen tidak terdapat benturan
kepentingan antara PP dan Pihak Pembeli dengan demikian tidak terdapat benturan
kepentingan atas Rencana Transaksi yang dilakukan. Manajemen menyampaikan bahwa
Rencana Transaksi tidak memiliki unsur benturan kepentingan atau adanya pihak
pengambil keputusan yang diuntungkan atas Rencana Transaksi ini.
1.9 Penugasan Pendapat Kewajaran Profesional
• Dalam menyusun laporan ini, TOPAZ mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh PP dan/atau data yang diperoleh dari informasi yang
tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap
Halaman - 3
Page 17
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
relevan untuk perhitungan dan analisis telah dilakukan dengan benar. TOPAZ tidak
terlibat dan tidak melakukan audit ataupun verifikasi atas informasi yang disediakan
tersebut.
• Sebagai tambahan, kami tidak terlibat dalam diskusi dengan PP sehubungan dengan
Rencana Transaksi tersebut dan kami tidak terlibat dalam komunikasi ataupun
interaksi apapun dalam mencapai konsensus mengenai persyaratan dan kondisi
Rencana Transaksi tersebut.
1.10 Pernyataan Penilai
• Laporan kami disusun berdasarkan permintaan dari PP yang dipakai semata-mata
untuk membantu PP dalam memberikan gambaran mengenai Rencana Transaksi
yang memerlukan pendapat dari pihak independen, pendapat tertulis yang akan
diserahkan ke OJK d/h Bapepam dan LK dan akan diumumkan kepada masyarakat,
dan tidak dapat digunakan untuk tujuan lainnya. Karena pihak lain mungkin
bermaksud untuk menggunakan laporan ini untuk tujuan yang lain, perlu ditegaskan
bahwa laporan ini tidak dapat dikutip, direferensikan atau diperlihatkan ke pihak lain
tanpa ijin tertulis dari kami terlebih dahulu kecuali diharuskan oleh pengadilan atau
undang-undang yang berlaku.
• PP telah membebaskan TOPAZ dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari
kesalahan ataupun kekurangan dalam bahan atau informasi yang disediakan PP, anak
perusahaan, Objek Pendapat Kewajaran, konsultan atau pihak ketiga, kepada TOPAZ
dalam penyusunan laporan ini.
• TOPAZ ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek komersial dan finansial transaksi, di luar dari aspek
perpajakan dan hukum karena hal tersebut berada di luar lingkup penugasan TOPAZ.
• Manajemen PP menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
Rencana Transaksi telah diungkapkan seluruhnya kepada TOPAZ dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
• Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini kami bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan PP
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan PP. TOPAZ juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak
dipengaruhi oleh pendapat kewajaran yang disimpulkan.
• Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian pendapat kewajaran telah
dilakukan dengan benar.
• TOPAZ bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan
pendapat kewajaran yang dihasilkan.
Halaman - 4
Page 18
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
1.11 Data, Informasi dan Prosedur
1.11.1 Data dan Informasi Rencana Transaksi
Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang
disediakan PP untuk tujuan penugasan ini yaitu sebagai berikut:
a. Laporan Keuangan PP.
Figur 2. Laporan Keuangan PP
Tahun Keterangan Nomor dan Tanggal Opini
00068/2.1000/AU.1/03/0912-2/1/II/2020
31-Des-19 Audit Wajar
20 Februari 2020
00111/2.1051/AU.1/03/0555-1/1/III/2021
31-Des-20 Audit Wajar
09 Maret 2021
00100/2.1051/AU.1/03/0555-2/1/III/2022
31-Des-21 Audit Wajar
01 Maret 2022
00109/2.1051/AU.1/03/0555-3/1/III/2023
31-Des-22 Audit Wajar
07 Maret 2023
00132/2.1000/AU.1/03/0912-1/1/IV/2024
31-Des-23 Audit Wajar
05 April 2024
00097/2.1030/AU.1/03/0181-1/1/III/2025
31-Des-24 Audit Wajar
05 Maret 2025
00007/2.1061/SPR.2410/03/0180-1/1/XI/2025
30-Jun-25 Limited Review Wajar
07 November 2025
b. Annual Report PP tahun 2024.
c. Proyeksi Keuangan PP untuk 5 tahun ke depan untuk kondisi as-it-is dan Setelah
Transaksi.
d. Proforma laporan keuangan per 30 Juni 2025 disusun oleh manajemen PP. Meskipun
penyertaan PP pada CRI merupakan yang terbesar, PP tidak mengkonsolidasikan
laporan keuangan CRI ke dalam laporan keuangan konsolidasian PP. Oleh karena itu,
proforma tersebut tidak menggunakan laporan yang telah direviu oleh Auditor.
e. Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat tanggal 03 November 2025 antara PP dengan
SET.
f. Laporan Penilaian Ekutas No. 01155/2.0171-00/BS/03/0481/1/XI/2025 tanggal 10
November 20225 yang dikeluarkan oleh KJPP TOPAZ.
g. Akta Pendirian No. 48 tanggal 26 Agustus 1953 oleh Notaris Raden Soewandi. PP
didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 63 tanggal 29 Maret 1961.
h. Akta Perubahan Anggaran Dasar No. 31 Tanggal 14 April 2023 yang dibuat oleh
Notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H., Akta perubahan ini telah
disahkan oleh Kementerian Hukum dan dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat No. AHU-0023121.AH.01.02. tanggal 17 April 2023.
i. Legalitas perusahaan dan perijinan terkait.
j. Tinjauan terhadap kondisi fundamental entitas yang dinilai yang menyangkut sejarah
singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
Halaman - 5
Page 19
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
k. Informasi lainnya yang didapat dari berbagai pencarian di Internet seperti BI, IDX,
dan S&P Capital IQ.
1.11.2 Prosedur yang Digunakan Manajemen
PP dalam hal ini telah melakukan beberapa prosedur atas Rencana Transaksi divestasi
saham kepemilikan PP pada CRI termasuk diantaranya mempersiapkan pelaporan ke
OJK. Beberapa prosedur tersebut adalah sebagai berikut:
1. Proses persetujuan divestasi saham yang pertama adalah proses perencanaan awal
divestasi saham yang dilakukan pada saat RKAP PP disusun, dimana penentuan
dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja Perusahaan yang dimonitori
Departemen Portofolio Management dan melalui kajian divestasi.
2. Proses berikutnya adalah perencanaan lanjutan divestasi saham setelah RKAP
disahkan. PP mempersiapkan kajian legal, kajian bisnis, keuangan, manajemen
risiko dan rekomendasi nilai saham.
3. Proses yang terakhir adalah proses pelaksanaan divestasi saham dimana terdapat
beberapa prosedur yang dilakukan yakni:
a. Tim divestasi melakukan penunjukan konsutan independen sesuai kebutuhan,
seperti KJPP, Legal dan advisory.
b. Tim divestasi menyiapkan proposal penawaran yang ditujukan ke pemegang
saham eksisting, jika tidak berminat maka menawarkan ke pihak eksternal.
c. Melakukan proses beauty contest untuk calon pembeli.
d. Pembuatan kajian hukum dan kajian manajemen risiko.
e. Penetapan pemenang atau buyer terpilih.
4. PP mempersiapkan kajian valuasi yang disusun oleh KJPP.
5. Untuk aset PMN dan aset gabungan, kajian divestasi akan disampaikan kepada
BPKP untuk mendapatkan rekomendasi dan proses Legal Opinion Jamdatun atau
konsultan hukum untuk permintaan opini atas kajian pelaksanaan divestasi.
6. Tim divestasi mempersiapkan Conditional Shares and Purchase Agreement (CSPA)
dan apabila proses pemenuhan Conditional Precedent (CP) terpenuhi maka
selanjutnya adalah proses Shares and Purchase Agreement (SPA).
7. Corporate Secretary akan mempersiapkan Keterbukaan Informasi OJK dan tim legal
melengkapi ketentuan legal untuk divestasi.
1.12 Ruang Lingkup
Ruang lingkup penugasan TOPAZ dalam penyusunan laporan ini adalah:
• Melakukan analisis atas pertimbangan bisnis yang digunakan PP terkait dengan
Rencana Transaksi terhadap kepentingan pemegang saham.
• Melakukan analisis atas kewajaran dari Rencana Nilai Transaksi dengan hasil Pendapat
Kewajaran atas transaksi yang akan dilakukan.
• Melakukan analisis dampak keuangan dari Rencana Transaksi yang dilaksanakan
melalui analisis kuantitatif dan analisis kualitatif dari Rencana Transaksi.
Halaman - 6
Page 20
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
1.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan pendapat kewajaran ini adalah:
• TOPAZ telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses pendapat kewajaran.
• Dalam menyusun laporan ini, TOPAZ mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh PP dan atau data yang diperoleh dari informasi yang
tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap
relevan.
• Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penugasan pendapat kewajaran telah diungkapkan seluruhnya kepada TOPAZ dan
tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
• TOPAZ menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
serta proforma laporan keuangan yang disampaikan oleh PP dengan mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional PP.
• TOPAZ bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• TOPAZ telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran
dari pemberi tugas.
• Laporan pendapat kewajaran ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar
Modal dan pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
• Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait
dengan Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
• Dalam penyusunan pendapat kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban PP dan semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi serta keakuratan informasi mengenai Rencana Transaksi
yang diungkapkan oleh manajemen PP.
• Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
sebagian dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis
lainnya secara utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan
kesimpulan yang menyesatkan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran.
Penyusunan pendapat kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan
mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak lengkap.
• TOPAZ juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan pendapat kewajaran ini
sampai dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan pendapat kewajaran ini. TOPAZ tidak bertanggung jawab untuk
menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) pendapat TOPAZ
karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi
setelah tanggal surat ini.
Halaman - 7
Page 21
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Batasan-batasan dalam pelaksanaan penugasan ini adalah:
• TOPAZ tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
melakukan Rencana Transaksi.
• Dalam melaksanakan analisis, TOPAZ mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, keandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada TOPAZ oleh PP atau yang tersedia
secara umum yang pada hakikatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan,
dan TOPAZ tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen
terhadap informasi-informasi tersebut. TOPAZ juga bergantung kepada jaminan dari
manajemen PP bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada TOPAZ menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
• Analisis pendapat kewajaran atas aksi korporasi ini dipersiapkan menggunakan data
dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan
informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Oleh karenanya, TOPAZ tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas
pendapat kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi
tersebut.
• TOPAZ tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi
ini. Jasa-jasa yang TOPAZ berikan kepada PP dalam kaitan dengan Rencana Transaksi
ini hanya merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi yang
akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. TOPAZ tidak
melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi dari aspek hukum dan
implikasi aspek perpajakan dari Rencana Transaksi tersebut.
• Pekerjaan TOPAZ yang berkaitan dengan Rencana Transaksi ini tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau
audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan.
Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan
dalam pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan
keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, TOPAZ tidak mempunyai kewenangan
dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk
transaksi-transaksi lainnya di luar aksi korporasi yang ada dan mungkin tersedia
untuk PP serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap aksi korporasi ini.
Halaman - 8
Page 22
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
2 TINJAUAN DAN ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
2.1 Latar Belakang Rencana Transaksi
Strategi penguatan operasi dan bisnis pada segmen konstruksi dengan melakukan
operational excellence, yang diiringi dengan penyehatan keuangan dan penataan kembali
portofolio investasi, menjadi fokus poin PP dalam mengembangkan operasi dan bisnisnya
selanjutnya. Terutama dengan segmen konstruksi sebagai bisnis inti, PP terus menjaga
kompetensinya di tengah persaingan industri, sekaligus memberikan nilai tambah bagi
investor, pemegang saham, maupun pemangku kepentingan secara keseluruhan.
Berdasarkan hasil riset BCI Central, di tahun 2025 pasar konstruksi nasional diperkirakan
akan mengalami pertumbuhan yang stabil, khususnya di sektor bangunan; meskipun
tantangan diprediksi terjadi di konstruksi sipil akibat keterbatasan anggaran. Nilai pasar
proyek konstruksi pada tahun 2025 diperkirakan dapat tumbuh 5,48% dibandingkan
tahun 2024. Proyek sipil yang diprediksi akan menjadi tulang punggung adalah proyek
jalan dan jembatan, bendungan, pelabuhan dan pekerjaan sipil, serta pembangkit listrik.
Sejalan dengan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029 bertema “Back to
Core”, PP bermaksud meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas proyek untuk
mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan menyelaraskan portofolio
investasi . Upaya yang dilakukan oleh PP adalah fokus pada kegiatan usaha inti yaitu
konstruksi gedung, Infrastruktur, dan Engineering, Procurement & Construction (EPC)
sebagai penyumbang pendapatan terbesar PP hingga mencapai lebih dari 80%. Untuk
dapat semakin memperkuat bisnis inti tersebut, PP mengupayakan kegiatan operasi dan
bisnis pada segmen Konstruksi tetap bertumbuh dan terus melakukan operational
excellence. Untuk mewujudkan RJPP PP dan sejalan dengan program penyehatan
keuangan dan kelangsungan usaha, PP melakukan penataan kembali portfolio dengan
melakukan divestasi saham sehingga dapat lebih berfokus pada bisnis inti (back to core).
Dana yang diperoleh dari divestasi dapat meningkatkan arus kas bagi operasional PP
dan/atau dapat digunakan untuk mengembangkan usaha bisnis inti.
CRI, sebagai salah satu investasi pada entitas asosiasi, memiliki jumlah aset yang cukup
besar dibandingkan perusahaan-perusahaan lain yang masuk pada kategori yang sama.
Namun, jumlah aset CRI relatif kecil dan tidak dominan bila dibandingkan dengan anak
perusahaan PP lainnya. Penerimaan kas dari aktivitas operasi CRI berasal dari penerimaan
AP yang merupakan satu-satunya sumber pendapatan CRI ketika telah memasuki fase
operasi. Aktivitas investasi didominasi oleh penambahan aset kontrak konstruksi pada
fase konstruksi. Aktivitas pendanaan pada fase konstruksi didominasi oleh penerimaan
utang bank, sedangkan pada fase operasi didominasi oleh pembayaran utang bank dan
beban keuangan.
CRI adalah BUP (special purpose company) yang didirikan sehubungan dengan
pelaksanaan Proyek KPBU Makassar-Parepare yang mana PP memegang saham sebesar
47,81%. Pengalihan saham CRI oleh pemegang saham dimungkinkan untuk dilakukan
sebagaimana diatur pada Perjanjian kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).
Divestasi saham dapat dilakukan dengan memperoleh persetujuan dari PJPK dan/atau
kreditur. Oleh karena itu, struktur transaksi divestasi saham menjadi struktur yang dapat
dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku atau Perjanjian KPBU.
Halaman - 9
Page 23
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
PP adalah pemilik 142.180 (seratus empat puluh dua ribu seratus delapan puluh) saham,
yang mewakili 47,81% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh
dalam CRI. PP berencana untuk menjual, mengalihkan, dan menyerahkan seluruh saham
yang telah ditempatkan dan disetor penuh sesuai dengan setiap perjanjian sebelumnya
yang dibuat antara Para Pihak, dengan jumlah harga yang telah disepakati secara terpisah
oleh Para Pihak dalam Rupiah (Harga Pembelian). Harga pembelian atas Saham Yang
Dijual yang wajib dibayarkan oleh Pembeli kepada Penjual adalah
sejumlah Rp282.103.175.000,- (dua ratus delapan puluh dua miliar seratus tiga juta
seratus tujuh puluh lima ribu rupiah) (Total Harga Pembelian).
Rencana Transaksi penjualan CRI merupakan rencana Transaksi Material namun bukan
merupakan Transaksi Afiliasi. Dengan ini, PP menunjuk KJPP TOPAZ dalam penugasan
Pendapat kewajaran dengan maksud dan tujuan untuk memberikan pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi Material yang merujuk pada POJK No,17/POJK.04/20220 terkait
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama.
2.2 Dasar Rencana Transaksi
Dasar Rencana Transaksi adalah Perjanjian Jual Beli Saham Bersayarat antara PP dengan
SET.
2.3 Objek Rencana Transaksi
Objek Rencana Transaksi sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas
adalah divestasi saham kepemilikan PP pada CRI, yaitu sebesar 47,81% per 30 Juni 2025.
2.4 Nilai Rencana Transaksi
Nilai Rencana Transaksi berdasarkan Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat adalah sebesar
Rp282,103 miliar.
2.5 Pertimbangan Bisnis Rencana Transaksi
Berikut adalah beberapa pertimbangan bisnis atas keputusan Rencana Transaksi divestasi
47,81% saham CRI:
1. PP bermaksud meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas proyek untuk
mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan menyelaraskan portofolio
investasi guna menciptakan nilai optimal melalui konsolidasi dan pengelolaan risiko
yang efektif. PP melakukan penataan kembali portfolio dengan melakukan divestasi
saham dari portofolio sehingga dapat lebih berfokus pada bisnis inti (back to core).
Optimalisasi struktur perusahaan adalah proses penyesuaian dan perbaikan
struktur organisasi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan
kinerja secara keseluruhan. Tujuannya adalah menciptakan struktur yang efektif,
fleksibel, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan bisnis. Dengan optimalisasi
Halaman - 10
Page 24
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
struktur perusahaan, perusahaan dapat meningkatkan kinerja, mengurangi biaya,
dan meningkatkan kemampuan bersaing di pasar.
2. Dana yang diperoleh dari divestasi dapat meningkatkan arus kas bagi operasional
PP dan/atau dapat digunakan untuk mengembangkan usaha bisnis inti. Dana hasil
divestasi akan menambah likuiditas karena berkurangnya utang dan terdapat
peningkatan dari sisi profitabilitas karena berkurangnya beban keuangan.
2.6 Pihak-Pihak dalam Rencana Transaksi
2.6.1 PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (”PP”) sebagai Pihak Penjual
Didirikan berdasarkan akta notaris No. 48 tanggal 26 Agustus 1953 oleh Notaris Raden
Mr. Soewandi di Jakarta. PP didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 63 tanggal
29 Maret 1961. PP berlokasi di Jl. Letjend. TB Simatupang No. 57, Pasar Rebo – Jakarta
Timur. PP melakukan usaha di bidang industri, konstruksi, Engineering, Procurement-
Construction (EPC), perdagangan, pengelolaan kawasan, layanan jasa peningkatan
kemampuan dibidang konstruksi, jasa engineering dan perencanaan, pengembangan
serta optimalisasi pemanfaaatan sumber daya perusahaan.
Susunan Pemegang Saham PP adalah sebagai berikut:
Figur 3. Susunan Pemegang Saham PP
Jumlah Persentase
Nama Pemegang Saham Nilai Nominal
Saham Kepemilikan
Saham Seri A Dwiwarna Pemerintah Republik Indonesia 1 - 100
Saham Seri B Dwiwarna Pemerintah Republik Indonesia 3.161.947.835 51,00% 316.194.783.500
Koperasi Karyawan Pemegang Saham - PP 2.029.692 0,03% 202.969.200
Publik 3.021.363.926 48,74% 302.136.392.600
Subjumlah 6.185.341.454 618.534.145.400
Saham treasuri 14.555.900 0,23% 1.455.590.000
Jumlah seluruh modal saham 6.199.897.354 100,00% 619.989.735.400
Sumber: Laporan Keuangan PP
Berdasarkan figur kepemilikan saham di atas, pemegang saham mayoritas adalah
Pemerintah Republik Indonesia dengan jumlah persentase kepemilikan sebesar 51,00%.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PP adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama dan Independen : Dhony Rahajoe
Komisaris Independen : Istiono
Komisaris Independen : Jaya Kesuma
Komisaris Independen : Pundjung Setya Brata
Komisaris : Ernadhi Sudarmanto
Komisaris : Hedy Rahadian
Halaman - 11
Page 25
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Direksi
Direktur Utama : Novel Arsyad
Direktur Strategi Korporasi dan HCM : I Gede Upeksa Negara
Direktur Keuangan : Agus Purbianto
Direktur Manajemen Risiko : Ing. Tommy Wiranata Anwar
Direktur Operasi Bidang Gedung : Yuyus Juarsa
Direktur Operasi Bidang Infrastruktur : Yul Ari Pramuraharjo
2.6.2 PT Solra Energi Terbarukan (“SET”) sebagai Pihak Pembeli
SET adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan dan beroperasi secara sah
berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia, dan berkantor pusat di Revenue Tower
Lt. 11 Suite B & C, District 8, Jl. Jend. Sudirman, Kav. 52-53, SCBD, Jakarta 12190,
Indonesia.
2.7 Pemaparan Bagian Penting dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat
Berikut adalah pasal-pasal yang dipaparkan dalam laporan Pendapat kewajaran karena
berisi informasi terkait jual beli saham, harga pembelian dan cara pembayaran. Klausal
dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersayarat adalah sebagai berikut:
Figur 4. Pemaparan Bagian Penting dalam Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat
Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat
Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat ini (selanjutnya disebut sebagai “Perjanjian”) dibuat dan
ditandatangani pada 3 November 2025 oleh dan antara:
1. PT PP (Persero) Tbk (“PP”)
2. PT Solra Energi Terbarukan (“SET”)
(Penjual dan Pembeli secara Bersama-sama disebut “Para Pihak” dan masing-masing secara sendiri-sendiri
disebut sebagai “Pihak”)
Para Pihak terlebih dahulu menerangkan hal-hal sebagai berikut:
1. Sehubungan dengan ketentuan-ketentuan dalam Perjanjian ini, Penjual berkeinginan untuk menjual
Saham Yang Dijual (sebagaimana didefinisikan di bawah) kepada Pembeli, dan Pembeli berkeinginan
untuk membeli Saham Yang Dijual dari Penjual pada Tanggal Penutupan (sebagaimana didefinisikan
di bawah).
2. Untuk tujuan sebagaimana disebutkan di atas, Pembeli telah melakukan Uji Tuntas (sebagaimana
didefinisikan di bawah) dan tidak akan meminta tambahan dokumen dan/atau informasi terhadap
Perusahaan.
3. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, Para Pihak sepakat untuk membuat dan
menandatangani Perjanjian ini serta tunduk pada syarat dan ketentuan sebagaimana diatur di
dalamnya.
Berdasarkan hal tersebut, para pihak dengan ini sepakat sebagai berikut
1. Definisi dan Interpretasi
Tanggal Laporan Keuangan berarti 30 Juni 2025, yang merupakan tanggal acuan di mana posisi
keuangan, operasional, dan kondisi Perusahaan dinilai untuk tujuan Transaksi sebagaimana dimaksud
dalam Perjanjian ini.
Halaman - 12
Page 26
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Hukum yang Berlaku berarti seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di wilayah Republik
Indonesia.
Perusahaan berarti PT Celebes Railway Indonesia, suatu perseroan terbatas yang didirikan dan tunduk
pada hukum Republik Indonesia, berkedudukan di Gedung Plaza PP Lantai 4, Jl. TB Simatupang No. 57,
Jakarta Timur.
2. Transaksi
2.1 Penjualan dan Pembelian Saham Yang Dijual. Pada saat Penutupan, dengan tunduk pada syarat
dan ketentuan dalam Perjanjian ini, Penjual dengan ini setuju untuk menjual, mengalihkan, dan
menyerahkan Saham Yang Dijual kepada Pembeli, dan Pembeli setuju untuk membeli serta
menerima Saham Yang Dijual dari Penjual, bebas dan bersih dari segela pembebanan dan
termasuk dengan seluruh hak yang melekat padanya, sesuai ketentuan yang diatur dalam
Perjanjian ini (Transaksi).
2.2 Informasi dan Dasar Pembelian. Pembeli menyatakan bahwa Pembeli telah melakukan Uji Tuntas
dan telah menerima informasi yang diperlukan mengenai Saham Yang Dijual dan Perusahaan dari
Penjual, dan setuju untuk membeli Saham Yang Dijual berdasarkan kondisi sebenarnya dari
Saham Yang Dijual sebagaimana adanya.
2.3 Komposisi Kepemilikan Saham Pasca-Penutupan. Setelah pelaksanaan dan penyelesaian
Transaksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2.1, komposisi kepemilikan saham Perusahaan
setelah Penutupan, dan tunduk pada penyelesaian penjualan dan pembelian saham lain pada
Perusahaan antara Pembeli dan pemegang saham Perusahaan lainnya akan menjadi sebagai
berikut:
Persentase
Pemegang Saham Kepemilikan Saham
Kepemilikan Saham
PT Solra Energi Terbarukan 230,454 77,5%
PT China Communication Construction
66,906 22,50%
Engineering Indonesia
Total 297,360 100%
3. Harga Pembelian
3.1 Total Harga Pembelian dan Cara Pembayaran. Tunduk pada ketentuan Pasal 4.7, harga
pembelian atas Saham Yang Dijual yang wajib dibayarkan oleh Pembeli kepada Penjual adalah
sejumlah Rp282.103.175.000,- (dua ratus delapan puluh dua miliar seratus tiga juta seratus tujuh
puluh lima ribu rupiah) (Total Harga Pembelian).
3.2 Tunduk pada pemenuhan (kecuali telah dikesampingkan) Persyaratan-Persyaratan yang harus
dilakukan Para Pihak, Total Harga Pembelian akan dibayarkan oleh Pembeli kepada Penjual
melalui transfer bank ke Rekening Bank Penjual pada Tanggal Penutupan dan paling lambat pada
hari yang sama dengan penandatanganan Akta Pengalihan.
3.3 Pembeli wajib menyerahkan kepada Penjual bukti Pembayaran Total Harga Pembelian pada hari
yang sama dengan tanggal masing-masing pembayaran sebagaimana dimaksud di atas.
4. Persyaratan Pendahuluan Dan Janji-Janji Para Pihak
4.1 Persyaratan Pendahuluan. Penutupan bergantung pada dipenuhinya persyaratan-persyaratan
pendahuluan yang tercantum dalam Schedule 3 oleh Pihak terkait, atau dikesampingkan secara
tertulis oleh Pihak yang berkepentingan (masing-masing suatu Persyaratan dan secara bersama-
sama Persyaratan-Persyaratan).
4.2 Pengesampingan Persyaratan-Persyaratan. Sepanjang dimintakan oleh Pihak yang memiliki
kewajiban untuk memenuhi Persyaratan-Persyaratan, masing-masing Pihak berhak setiap saat,
dengan pemberitahuan tertulis kepada Pihak lainnya, mengesampingkan sebagian atau seluruh
Persyaratan-Persyaratan yang relevan sebagaimana tercantum dalam Schedule 3.
4.3 Upaya Pemenuhan. Para Pihak wajib memenuhi Persyaratan sesegera mungkin dan dalam
keadaan apa pun sebelum Long Stop Date, serta, apabila secara wajar diperlukan, memberikan
bantuan yang diperlukan kepada Pihak lainnya untuk pemenuhan Persyaratan-Persyaratan.
4.4 Pemberitahuan Perkembangan. Apabila setiap saat salah satu Pihak mengetahui adanya fakta
atau keadaan yang dapat menghalangi terpenuhinya suatu Persyaratan, Pihak tersebut wajib
memberitahukan Pihak lainnya dalam waktu 5 (lima) Hari Kerja sejak mengetahui fakta atau
keadaan dimaksud.
4.5 Kegagalan Pemenuhan Persyaratan. Apabila pada Long Stop Date (atau tidak dikesampingkan
sesuai Pasal 4.) terdapat Persyaratan yang belum terpenuhi (untuk menghindari keraguan,
Halaman - 13
Page 27
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
termasuk perpanjangannya yang disepakati Para Pihak), maka Perjanjian ini akan berakhir secara
otomatis dan tidak menimbulkan akibat hukum lebih lanjut bagi Para Pihak, selain Ketentuan
yang Tetap Berlaku.
5. Penutupan
5.1 Tanggal Penutupan. Para Pihak akan melaksanakan Penutupan dalam waktu 2 (dua) Hari
Kerja (atau tanggal lainnya yang disepakati oleh Para Pihak secara tertulis) setelah tanggal
terpenuhinya (atau dikesampingkannya) seluruh Persyaratan-Persyaratan (Tanggal Penutupan).
Para Pihak akan menandatangani Akta Pengalihan dan menyelesaikan Penutupan melalui akta
notaris, dengan target pelaksanaan pada atau sebelum pertengahan bulan Desember 2025.
5.2 Lokasi Penutupan. Penutupan akan dilaksanakan di tempat yang disepakati Para Pihak, di mana
Para Pihak akan melaksanakan seluruh tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5.3.
5.3 Prosedur Penutupan. Pada Tanggal Penutupan, hal-hal berikut dilakukan secara bersamaan:
(a) Pembeli harus menyerahkan kepada Penjual:
(i) Pemberitahuan Pemenuhan atas Persyaratan Pembeli (kecuali apabila telah
dikesampingkan); dan
(ii) seluruh dokumen sebagaimana tercantum dalam Lampiran 3 Bagian A.
(b) Penjual harus menyerahkan kepada Pembeli:
(i) Pemberitahuan Pemenuhan atas Persyaratan Penjual (kecuali apabila telah
dikesampingkan); dan
(ii) seluruh dokumen sebagaimana tercantum dalam Lampiran 3 Bagian B.
(c) Pembeli mentransfer Total Harga Pembelian kepada Penjual sesuai persyaratan dan
ketentuan Pasal 3;
(d) Para Pihak menandatangani Akta Pengalihan;
(e) Pembeli dan pemegang saham Perusahaan lainnya menandatangani perubahan Perjanjian
Pemegang Saham, merujuk kepada Pasal 4.8 huruf a;
(f) Penjual memastikan Perusahaan akan menyerahkan atau menyebabkan diserahkannya
kepada Pembeli salinan akta pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Perusahaan yang telah ditandatangani, yang sekurang-kurangnya menyetujui:
(i) perubahan Dokumen Perusahaan untuk mencerminkan perubahan yang diperlukan
sehubungan dengan transaksi dalam Dokumen Transaksi;
(ii) pengalihan Saham Yang Dijual dari Penjual kepada Pembeli;
(iii) perubahan susunan pemegang saham Perusahaan akibat transaksi dalam Dokumen
Transaksi; dan
(iv) pengangkatan susunan baru Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan.
(g) Penjual memastikan Perusahaan akan, melalui notaris, mengajukan permohonan
pemberitahuan/persetujuan yang relevan kepada Menkum dan memperoleh tanda terima
Menkum:
5.4 Kegagalan Penutupan. Apabila Penutupan tidak terlaksana karena Para Pihak tidak melanjutkan
pembelian Saham Yang Dijual sesuai Perjanjian ini, Perjanjian ini akan diakhiri.
6. Jaminan
6.1 Jaminan Para Pihak. Pada tanggal Perjanjian ini sampai dengan Tanggal Penutupan:
(a) Penjual menyatakan dan menjamin kepada Pembeli bahwa masing-masing pernyataan
sebagaimana tercantum dalam Lampiran 4 Bagian A (Jaminan Penjual); dan
(b) Pembeli menyatakan dan menjamin kepada Penjual bahwa masing-masing pernyataan
sebagaimana tercantum dalam Lampiran 4 Bagian B (Jaminan Pembeli),
7. Pengakhiran
7.1 Pengakhiran Umum. Perjanjian ini dapat diakhiri:
(a) secara otomatis, apabila Penutupan tidak terjadi paling lambat pada Long Stop Date
(termasuk perpanjangannya yang disepakati Para Pihak);
(b) sesuai Pasal 4.5 atau Pasal 5.4;
(c) berdasarkan kesepakatan tertulis Para Pihak;
(d) berdasarkan kesepakatan Para Pihak, jika ada Keadaan Kahar yang terjadi lebih dari 3 (tiga)
bulan berturut-turut; atau
(e) oleh Pihak yang tidak melakukan pelanggaran, dalam hal terdapat pelanggaran atas jaminan
dan/atau janji dari Pihak lainnya sebagaimana diatur dalam Perjanjian ini.
Halaman - 14
Page 28
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
8. Ketentuan Lain
Keseluruhan Perjanjian. Perjanjian ini, Akta Pengalihan dan Surat Pengungkapan merupakan
keseluruhan perjanjian antara Para Pihak sehubungan dengan Transaksi dan menggantikan seluruh
pembahasan, korespondensi, dan/atau perjanjian sebelumnya antara Para Pihak terkait pokok
bahasan di sini, termasuk namun tidak terbatas pada letter of intent antara Para Pihak dan memuat
keseluruhan serta satu-satunya perjanjian antara Para Pihak mengenai pokok bahasan dalam
Perjanjian ini.
Hukum yang Mengatur. Perjanjian ini beserta segala hal yang timbul dari atau sehubungan dengannya
diatur oleh dan ditafsirkan sesuai hukum Republik Indonesia.
Penandatanganan dalam Salinan. Perjanjian ini dapat dieksekusi dalam sejumlah salinan mana pun,
yang masing-masing salinan dianggap sebagai asli dan mempunyai akibat hukum yang sama seolah-
olah tanda tangan pada salinan-salinan tersebut dan pada Perjanjian ini dibubuhkan pada satu
instrumen yang sama.
Para Pihak telah menunjukkan penerimaan mereka terhadap ketentuan-ketentuan Perjanjian ini dengan
menandatangani Perjanjian di bawah ini.
Sumber: Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Perjanjian Jual Beli Saham
Bersyarat ini telah disusun berdasarkan kesepakatan yang telah dilakukan oleh pihak yang
melakukan kesepakatan. Isi dalam kesepakatan ini dinilai telah memiliki kekuatan
pembuktian yang sama bagi masing-masing pihak.
2.8 Informasi Inspeksi Lapangan
Berdasarkan Surat Tugas No. 1102/ST/KJPP-TOPAZ/XI/2025 tanggal 03 November 2025,
kami melaksanakan investigasi lapangan dan diskusi melalui online meeting pada:
Hari / Tanggal : Selasa, 04 November 2025
Lokasi : Plaza PP – Wisma Subianto,
Jl. Letjend. TB. Simatupang No.57,
Pasar Rebo, Jakarta 13760
Tim Survei : Lidia, S.T., M.M.
Immanuel Taurix Riyadi Tutuko, S.E., M.M.
Figur 5. Dokumentasi terkait Objek Pendapat Kewajaran
Area Resepsionis Ruang Meeting
Halaman - 15
Page 29
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Ruang Kerja Ruang Kerja
Dalam laporan ini, kami telah melakukan wawancara terhadap beberapa pertanyaan
diskusi melalui online meeting terkait Rencana Transaksi divestasi saham kepemilikan PP
pada CRI. Berikut adalah pihak yang menanggapi diskusi terkait pertanyaan yang kami
sampaikan dalam hubungannya dengan Objek Pendapat Kewajaran, yaitu:
Figur 6. Pihak yang Diwawancarai
Pihak yang Diwawancarai Jabatan Perusahaan
Bapak Dwi Antoro JrOff-Pro BS PP
Bapak Dary Wira Mahadika Off-Pro BS PP
Berdasarkan hasil diskusi diketahui hal-hal sebagai berikut:
1. Pertimbangan bisnis yang mendasari rencana divestasi CRI adalah divestasi menjadi
salah satu strategi jangka panjang PP yaitu Strengthening The Core dan Streamlining
Business Portfolios ke bisnis konstruksi yang tercantum dalam RJPP 2025-2029
(“RJPP”). Berdasarkan arahan dari Danantara, anak usaha PP akan dikurangi dari
sekitar 68 anak usaha menjadi sekitar 2 anak usaha pada tahun 2029. Dari sisi
keuangan PTPP, berdasarkan Laporan Keuangan periode 30 Juni 2025, interest
bearing debt PTPP adalah sekitar Rp17,1 triliun, harapannya dengan divestasi CRI akan
ada Cash In untuk menurunkan outstanding debt dan implikasinya pada penurunan
interest exspense di sisi Laba Rugi PP konsolidasi.
2. Sesuai prosedur Divestasi Saham PP, dalam proses divestasi sham, PP melakukan
divestasi dengan bekerjasama dengan konsultan pendamping transaksi yang bertugas
untuk untuk menyelenggarakan beauty contest sebagai bagian dari penawaran
terbatas kepada calon investor. Terdapat tiga potensial investor yang mengirimkan
Letter of Intent (“LoI”) sebagai pernyataan minat untuk mengikuti proses bidding. Tiga
investor tersebut merupakan Perusahaan swasta (Non BUMN) yang tidak terafiliasi
dengan PTPP. Ketiga calon investor sudah mengirimkan final binding offer (FBO) atau
penawaran final yang mengikat dan telah dilakukan evaluasi oleh PTPP dan IIF dan
sudah ditetapkan salah satu investor sebagai preffered bidder yang telah melakukan
penandatanganan CSPA pada tanggal 3 November 2025. Selanjutnya akan dilakukan
RUPSLB yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2025 yang akan
dilanjutkan dengan penandatanganan SPA.
3. Divestasi CRI memberikan manfaat kepada PP berupa penguatan likuiditas,
memungkinkan optimalisasi struktur permodalan melalui penurunan pokok utang
dan beban bunga, serta membuka potensi pengakuan laba penjualan investasi yang
Halaman - 16
Page 30
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
berdampak positif terhadap kinerja laba tahun berjalan dan ekuitas; di saat yang
sama, portofolio PTPP menjadi lebih ramping dan fokus pada bisnis inti yaitu
konstruksi sehingga meningkatkan profitabilitas dan ketahanan kinerja ke depan.
Tidak ada risiko dalam rencana transaksi ini.
4. Keuntungan dan Kerugian
a. Keuntungan
1) Dana hasil divestasi akan menambah likuiditas Perseroan sehingga
memperluas headroom terhadap financial covenants, serta menurunkan
ketergantungan pada pendanaan berbunga.
2) Alokasi proceeds untuk pelunasan atau penurunan utang diperkirakan
memperbaiki rasio leverage dan interest coverage ratio, sekaligus
menurunkan biaya bunga tahunan yang dibukukan pada laporan laba rugi
konsolidasian.
3) Perseroan berpotensi membukukan laba penjualan investasi yang
berdampak positif terhadap kinerja laba tahun berjalan dan ekuitas.
4) Pelepasan kepemilikan di CRI menurunkan eksposur risiko operasional yang
tidak sejalan dengan prioritas strategis Perseroan.
b. Kerugian
1) Dengan hilangnya kepemilikan, Perseroan tidak lagi berhak atas arus kas
dividen yang mungkin dibagikan CRI di kemudian hari.
2) Diperlukan penataan sumber daya manusia Perseroan di CRI, termasuk
kemungkinan alih penempatan, peningkatan kompetensi, atau
pengakhiran hubungan kerja sesuai ketentuan yang berlaku yang
berpotensi menimbulkan biaya satu kali (one-off).
5. Pihak pembeli tidak terafiliasi dengan PP.
6. Penggunaan hasil divestasi adalah untuk optimalisasi struktur permodalan melalui
penurunan pokok utang dan beban bunga.
2.9 Informasi Material Lainnya yang Diungkapkan
Berdasarkan informasi dari manajemen tidak ada perubahan isi dari Perjanjian Jual Beli
Saham Bersyarat yang disampaikan, dengan ini penilai meyakini dan menggunakan
Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat untuk analisis objek Rencana Transaksi.
Halaman - 17
Page 31
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
3 ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF PP
3.1 Analisis Kualitatif
3.1.1 Struktur Grup Perusahaan PP
Berikut adalah struktur grup perusahaan PP:
Figur 7. Struktur Grup Perusahaan PP
Sumber: Manajemen PP
PP melakukan usaha di bidang industri, konstruksi, Engineering, Procurement -
Construction (EPC), perdagangan, pengelolaan kawasan, layanan jasa peningkatan
kemampuan dibidang konstruksi, jasa engineering dan perencanaan, pengembangan
serta optimalisasi pemanfaaatan sumber daya perusahaan. PP hingga kini terus
mengembangkan sayapnya dengan melakukan berbagai terobosan dan transformasi
bisnis.
3.1.2 Kinerja Operasional dan Prospek Usaha PP
Pada periode 30 Juni 2025, PP mencatat pendapatan sebesar Rp6.709 miliar dan laba
bersih sebesar Rp51 miliar. Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp55.532 miliar,
mengalami penurunan sebesar 1,87% dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar
Rp56.590 miliar. Total liabilitas per 30 Juni 2025 sebesar Rp40.222 miliar, menurun
2,69% dari tahun 2024 yang sebesar Rp41.335 miliar. Sementara itu, total ekuitas
perusahaan meningkat menjadi Rp15.310 miliar, atau naik sebesar 0,36% dibandingkan
dengan tahun 2024 yang sebesar Rp15.255 miliar.
Halaman - 18
Page 32
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Prospek Usaha
Industri konstruksi Indonesia pada 2025 diproyeksikan tumbuh 5,48% dibandingkan
2024, dengan total nilai pasar mencapai Rp381,61 triliun. Sektor sipil berkontribusi
40,31% (Rp153,84 triliun), sementara sektor bangunan menyumbang 59,69% (Rp227,76
triliun). Pertumbuhan sektor bangunan diproyeksikan naik 9,09% akibat meningkatnya
permintaan perumahan dan pembangunan fasilitas industri.
Sebagai bagian dari program percepatan pembangunan, pemerintah juga fokus pada
penguatan sektor properti melalui investasi besar di proyek perumahan dan apartemen
di daerah perkotaan serta pinggiran kota, didukung oleh program perumahan nasional.
Selain itu, pemerintah meluncurkan berbagai program quick win yang mencakup
pencetakan dan peningkatan produktivitas lahan pertanian, pembangunan sekolah
unggul, program makan bersama gratis, serta percepatan infrastruktur desa untuk
mendorong kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Program-program ini tidak
hanya menopang pertumbuhan properti dan infrastruktur, tetapi juga memberikan
dampak ekonomi yang luas dengan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya
beli masyarakat.
Di sektor hospitality, pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan tetap bertumbuh
dengan proyek proyek di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bali. Sektor EPC
(Engineering, Procurement, and Construction) akan didominasi oleh pembangunan
pabrik dan heavy industry sebagai imbas dari inisiatif pemerintah dalam menggalakkan
hilirisasi. Berbagai kawasan industri seperti Kawasan Industri Batang (KIT Batang) hingga
Subang Smartpolitan tengah disiapkan untuk menerima berbagai investor yang akan
mengerjakan program hilirisasi. Selain itu, sektor Energi Baru Terbarukan (EBT),
khususnya geothermal, menunjukkan peluang investasi senilai Rp1,6 triliun berdasarkan
data pipeline BCI Central, yang diharapkan mampu mempercepat transisi energi
nasional.
Industri konstruksi Indonesia juga mengalami pergeseran ke arah keberlanjutan, dengan
meningkatnya permintaan untuk bangunan hijau dan proyek berbasis ESG
(Environmental, Social, and Governance). Namun, pada saat yang sama, anggaran
konstruksi pemerintah dalam APBN 2025 mengalami penurunan, mendorong kontraktor
untuk melakukan strategi switching market ke sektor swasta dan BUMN. Potensi pasar
dari sektor swasta diperkirakan mencapai Rp50 triliun, sementara proyek-proyek BUMN
berpotensi menyumbang Rp15 triliun berdasarkan data BCI Central. Diversifikasi proyek
ke segmen ini menjadi strategi utama untuk menjaga pertumbuhan industri konstruksi
di tengah keterbatasan anggaran negara.
Ke depan, PTPP tetap mendukung keberlanjutan program pemerintah demi memajukan
visi Indonesia Emas, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur strategis,
pengembangan properti yang berkelanjutan, serta kontribusi dalam proyek energi
terbarukan. Dukungan ini diwujudkan melalui inovasi, efisiensi operasional, serta
kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mempercepat transformasi
ekonomi dan menciptakan daya saing nasional yang lebih kuat.
Halaman - 19
Page 33
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
3.1.3 Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
Ketidakpastian ekonomi global kembali meningkat pascapengumuman kenaikan tarif
efektif resiprokal Amerika Serikat (AS) ke beberapa negara maju dan
berkembang. Pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa, dan Jepang dalam tren menurun di
tengah ditempuhnya kebijakan fiskal ekspansif dan pelonggaran kebijakan moneter di
negara tersebut. Kinerja ekonomi Tiongkok juga diprakirakan belum kuat, di tengah
berbagai strategi diversifikasi ekspor. Sementara itu, kinerja perekonomian India
diprakirakan tetap baik didukung permintaan domestik. Bank Indonesia memprakirakan
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 masih belum kuat sekitar 3,0%. Tekanan inflasi AS
masih menurun sehingga mendorong tetap kuatnya ekspektasi arah penurunan Fed
Funds Rate (FFR) ke depan. Sementara itu, pergeseran aliran modal keluar dari AS ke
Eropa dan negara berkembang, serta komoditas yang dianggap aman seperti emas,
terus berlanjut sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS, termasuk risiko fiskal.
Perkembangan ini mendorong berlanjutnya pelemahan indeks mata uang dolar AS
terhadap mata uang negara maju (DXY) dan negara berkembang (ADXY).
Figur 8. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Di dalam negeri, pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus didorong di tengah
prospek perekonomian global yang melemah. Pada triwulan II 2025, pertumbuhan
ekonomi ditopang oleh investasi nonbangunan terkait kegiatan di sektor transportasi.
Kinerja ekspor cukup baik ditopang oleh ekspor berbasis sumber daya alam dan produk
manufaktur. Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih perlu ditingkatkan, tecermin
pada penjualan eceran yang melambat. Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) Pertanian
tetap tumbuh ditopang oleh kinerja subsektor LU Perkebunan dan dukungan program
Pemerintah, sedangkan kinerja beberapa LU utama lainnya seperti LU Industri
Pengolahan serta LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum belum kuat. Secara
spasial, ekonomi di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua) diprakirakan tumbuh di
atas 5%, sedangkan wilayah lainnya belum meningkat.
Halaman - 20
Page 34
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Figur 9. Ekspor dan Impor Non-Migas
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan
eksternal. Neraca perdagangan pada Mei 2025 masih mencatat surplus 4,3 miliar dolar
AS, meningkat dari surplus April 2025 sebesar 0,2 miliar dolar AS. Perkembangan positif
pada neraca perdagangan ini didukung oleh ekspor komoditas mesin listrik serta besi
dan baja. Kinerja ekspor diprakirakan akan tetap positif sejalan dengan hasil
perundingan tarif dengan Pemerintah AS. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke
instrumen portofolio domestik juga terus berlanjut dipengaruhi tetap baiknya prospek
perekonomian Indonesia, tingginya imbal hasil instrumen keuangan Indonesia, dan
bergesernya aliran modal ke negara berkembang termasuk Indonesia sejalan dengan
meningkatnya risiko ekonomi AS. Aliran masuk modal asing ke SBN pada awal triwulan
III 2025 (hingga 14 Juli 2025) mencatat net inflows sebesar 0,9 miliar dolar AS,
melanjutkan net inflows pada triwulan II 2025 sebesar 1,6 miliar dolar AS.
Figur 10. Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap tinggi sebesar 152,6 miliar dolar AS,
setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembayaran utang
luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3
bulan impor. NPI 2025 diprakirakan akan mencatat defisit transaksi berjalan yang lebih
Halaman - 21
Page 35
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
rendah dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB dengan surplus
transaksi modal dan finansial yang berlanjut, di tengah ketidakpastian global yang masih
tinggi
Figur 11. Cadangan Devisa Indonesia
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah pada Juni 2025 (hingga 30 Juni 2025) menguat sebesar 0,34% (ptp)
dibandingkan dengan posisi akhir bulan sebelumnya. Perkembangan terkini hingga
pertengahan Juli 2025 (hingga 15 Juli 2025) menunjukkan Rupiah tetap stabil di tengah
meningkatnya ketidakpastian global. Secara umum, perkembangan Rupiah relatif stabil
bila dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang
utama Indonesia dan terhadap kelompok mata uang negara maju di luar dolar AS,
sehingga tetap mendukung daya saing ekspor Indonesia. Perkembangan nilai tukar ini
didukung oleh konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran
masuk modal asing, terutama ke instrumen SBN, serta konversi valas ke Rupiah oleh
eksportir pascapenerapan penguatan kebijakan Pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor
Sumber Daya Alam (DHE SDA).
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2025 tetap terjaga rendah dan
mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi IHK Juni 2025 tercatat rendah 1,87% (yoy)
ditopang inflasi inti yang menurun, inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan
inflasi administered prices (AP) yang terkendali. Inflasi inti tercatat turun menjadi 2,37%
(yoy), dipengaruhi konsistensi suku bunga kebijakan moneter dalam mengarahkan
ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya serta permintaan yang lebih rendah. Inflasi
kelompok VF masih tercatat rendah 0,57% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan
komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim
Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian
Inflasi Pangan (GNPIP). Sementara itu, inflasi kelompok AP tetap terkendali 1,34% (yoy),
di tengah kenaikan tarif air minum PAM dan cukai hasil tembakau. Inflasi inti
diprakirakan lebih rendah dari prakiraan seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
sasaran, kapasitas ekonomi yang memadai, imported inflation yang terkendali, dan
Halaman - 22
Page 36
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
dampak positif dari digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi
pengendalian inflasi Bank Indonesia dengan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Figur 12. Inflasi IHK dan Komponen
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Kondisi Likuiditas
Likuiditas yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang
makin baik dengan transparansi SBDK, berdampak positif pada suku bunga perbankan
yang tetap terjaga. suku bunga deposito 1 bulan meningkat, dari 4,81% pada Mei 2025
menjadi 4,85% pada Juni 2025, seiring dengan persaingan bank untuk memperoleh
pendanaan. Suku bunga kredit perbankan juga masih tinggi, yaitu 9,16% pada Juni 2025,
tidak jauh berbeda dari 9,18% pada Mei 2025.
Figur 13. Likuiditas Perbankan dan Perekonomian
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Suku Bunga
Strategi operasi moneter terus dioptimalkan untuk memperkuat efektivitas transmisi
penurunan suku bunga. Di pasar uang, sejalan dengan penurunan BI-Rate pada Mei 2025
dan operasi moneter Bank Indonesia, suku bunga INDONIA terus menurun menjadi
5,14% pada 15 Juli 2025 dari sebelum pengumuman penurunan BI-Rate pada Mei
sebesar 5,77%. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan juga menurun dari
Halaman - 23
Page 37
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
masing-masing sebesar 6,40%, 6,44%, dan 6,47% sebelum penurunan BI-Rate pada Mei
2025 menjadi 5,85%; 5,86%; dan 5,87% pada tanggal 11 Juli 2025. Imbal hasil SBN untuk
tenor 2 tahun menurun dari 6,13% menjadi 5,86%, sementara untuk tenor 10 tahun
menurun dari 6,71% menjadi 6,56%. Namun demikian, suku bunga deposito 1 bulan
meningkat, dari 4,81% pada Mei 2025 menjadi 4,85% pada Juni 2025, seiring dengan
persaingan bank untuk memperoleh pendanaan. Suku bunga kredit perbankan juga
masih tinggi, yaitu 9,16% pada Juni 2025, tidak jauh berbeda dari 9,18% pada Mei 2025.
Figur 14. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Kredit perbankan pada Juni 2025 tumbuh sebesar 7,77% (yoy), menurun dibandingkan
dengan pertumbuhan Mei 2025 sebesar 8,43% (yoy). Dari sisi penawaran,
perkembangan ini dipengaruhi oleh perilaku bank yang cenderung berhati-hati dalam
menyalurkan kredit, di tengah DPK yang tumbuh meningkat menjadi 6,96% (yoy) pada
Juni 2025. Perkembangan ini mengakibatkan bank cenderung menempatkan pada surat-
surat berharga dan meningkatkan standar penyaluran kredit (lending standard). Dari sisi
permintaan, perkembangan kredit ini juga dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi yang
perlu terus didorong. Berdasarkan penggunaan, kredit investasi, kredit konsumsi, dan
kredit modal kerja masing-masing tumbuh sebesar 12,53% (yoy), 8,49% (yoy), dan 4,45%
(yoy) pada Juni 2025. Berdasarkan sektor, kredit sektor Perdagangan, Pertanian, dan
Jasa Dunia Usaha perlu ditingkatkan untuk mendukung pembiayaan ekonomi.
Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 8,37% (yoy), sedangkan pertumbuhan kredit
UMKM masih rendah sebesar 2,18% (yoy).
Figur 15. Suku Bunga Perbankan
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Halaman - 24
Page 38
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Ketahanan Sistem Keuangan
Ketahanan perbankan tetap kuat dan mendukung stabilitas sistem keuangan
Permodalan terjaga pada level tinggi, sementara likuiditas perbankan tetap memadai
dan risiko kredit rendah. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy
Ratio/CAR) perbankan pada Mei 2025 tetap tinggi sebesar 25,48% sehingga masih
mampu untuk menyerap risiko. Sementara itu, likuiditas perbankan juga terjaga yang
tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,05%
pada Juni 2025.
Figur 16. Rasio Kredit Bermasalah (NPL)
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Sementara itu, Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan terjaga
rendah, sebesar 2,29% (bruto) dan 0,85% (neto) pada Mei 2025. Hasil stress test Bank
Indonesia juga menunjukkan ketahanan perbankan tetap kuat, ditopang oleh
kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank Indonesia juga
akan terus mempererat koordinasi dengan KSSK untuk mendorong pertumbuhan kredit
dalam mendukung pembiayaan ekonomi, serta memitigasi berbagai risiko ekonomi
global dan domestik yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Figur 17. Perkembangan Kredit dan DPK
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Halaman - 25
Page 39
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Sistem Pembayaran
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan II 2025 tetap baik
didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal. Dari sisi transaksi,
pembayaran digital pada triwulan II 2025 tumbuh 30,51% (yoy) sehingga mencapai
11,67 miliar transaksi didukung oleh peningkatan seluruh komponen. Volume transaksi
aplikasi mobile dan internet meningkat masing-masing sebesar 32,16% (yoy) dan 6,95%
(yoy), termasuk volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS yang tetap tumbuh
tinggi sebesar 148,50% (yoy), didukung oleh peningkatan jumlah pengguna
dan merchant. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-
FAST tumbuh 42,87% (yoy) sehingga mencapai 1,12 miliar transaksi, dengan nilai
mencapai Rp2.788,31 triliun di sepanjang triwulan II 2025. Volume transaksi nilai besar
yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,32 juta transaksi dengan nilai sebesar
Rp47.481,04 triliun di sepanjang triwulan II 2025. Sementara dari sisi pengelolaan uang
Rupiah, Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) tumbuh 9,00% (yoy) menjadi Rp1.153,04
triliun pada triwulan II 2025.
Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan
struktur industri yang sehat. Infrastruktur yang stabil tecermin pada penyelenggaraan
Sistem Pembayaran Bank Indonesia (SPBI) yang lancar dan andal serta kecukupan
pasokan uang dalam jumlah dan kualitas yang memadai pada triwulan II 2025. Struktur
industri yang sehat tergambar pada interkoneksi antarpelaku dalam sistem pembayaran
yang terus menguat dan diikuti oleh ekosistem Ekonomi Keuangan Digital (EKD) yang
meluas.
Figur 18. Nilai Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi Digital Banking
Sumber : Bank Indonesia Juni 2025
Halaman - 26
Page 40
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
3.1.4 Gambaran Umum Industri Konstruksi
Industri konstruksi Indonesia pada 2025 diproyeksikan tumbuh 5,48% dibandingkan
2024, dengan total nilai pasar mencapai Rp381,61 triliun. Sektor sipil berkontribusi
40,31% (Rp153,84 triliun), sementara sektor bangunan menyumbang 59,69% (Rp227,76
triliun). Pertumbuhan sektor bangunan diproyeksikan naik 9,09% akibat meningkatnya
permintaan perumahan dan pembangunan fasilitas industri. Aktivitas sektor konstruksi
selama 2024 hingga triwulan II tahun 2025 menunjukkan adanya fluktuasi yang terjadi
pada jumlah pekerja, balas jasa pekerja tetap, upah pekerja harian, dan nilai konstruksi
yang diselesaikan.
Tenaga Kerja Konstruksi
Tenaga kerja yang diserap sektor konstruksi berkaitan erat dengan besaran nilai proyek,
jenis teknologi yang digunakan, dan target waktu penyelesaian konstruksi. Tenaga kerja
konstruksi dilihat dari dua indikator yaitu Indeks Pekerja Tetap dan Indeks Hari-Orang.
tap dan Indeks Hari-Orang. Indeks pekerja tetap konstruksi tercatat sebesar 110,77 pada
triwulan II tahun 2024 dan naik menjadi 111,52 pada triwulan II tahun 2025. Kenaikan
ini mencerminkan pertumbuhan jumlah pekerja tetap konstruksi pada triwulan II tahun
2025 sebesar 0,68 persen secara tahunan (y-on-y). Jika dibandingkan dengan triwulan
sebelumnya (q-to-q), jumlah pekerja tetap pada triwulan II tahun 2025 juga mengalami
peningkatan sebesar 0,93 persen. Angka pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan
dengan pertumbuhan q-to-q pada triwulan II tahun 2024 yang tumbuh sebesar 0,79
persen dari triwulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan semakin kuatnya penyerapan
tenaga kerja tetap di sektor konstruksi seiring dengan berlanjutnya proyek
pembangunan infrastruktur.
Figur 19. Indeks (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Pekerja Tetap
Sumber: bps.go.id
Indeks hari-orang di sektor konstruksi. Indeks hari-orang konstruksi pada triwulan II
tahun 2025 tercatat sebesar 136,10, meningkat dari 133,57 pada triwulan II tahun 2024.
Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan jumlah hari-orang sebesar 1,90 persen secara
tahunan (y-on-y). Secara triwulanan (q-to-q), indeks hari-orang pada triwulan II tahun
2025 juga mengalami peningkatan sebesar 1,76 persen dibandingkan triwulan
Halaman - 27
Page 41
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
sebelumnya. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan II tahun 2024,
yang mencatat kenaikan sebesar 1,35 persen. Perkembangan tersebut menunjukkan
adanya penguatan aktivitas konstruksi sekaligus peningkatan penyerapan tenaga kerja
harian pada pertengahan tahun 2025.
Figur 20. Indeks Triwulan (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Hari Orang Pekerja
Harian.
Sumber: bps.go.id
Balas Jasa dan Upah
Balas jasa dan upah pekerja konstruksi pada triwulan II tahun 2025 tumbuh sebesar 3,52
persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y).
Kenaikan ini tercermin dari Indeks Balas Jasa dan Upah yang meningkat dari 165,21 pada
triwulan II tahun 2024 menjadi 171,03 pada triwulan II tahun 2025. Secara triwulanan
(q-to-q), indeks pada triwulan II tahun 2025 juga naik 2,74 persen dibandingkan triwulan
sebelumnya, lebih tinggi daripada pertumbuhan q-to-q pada triwulan II tahun 2024 yang
tercatat sebesar 2,40 persen. Perkembangan ini menunjukkan adanya tren peningkatan
balas jasa dan upah pekerja konstruksi yang semakin kuat pada 2025, sejalan dengan
meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dan aktivitas pembangunan.
Figur 21. Indeks Triwulan (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Balas Jasa dan Upah
Sumber : bps.go.id
Halaman - 28
Page 42
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Median balas jasa pekerja tetap per bulan naik dari 3 juta rupiah pada triwulan II tahun
2024 menjadi 3,11 juta rupiah pada triwulan II tahun 2025. Pada triwulan II tahun 2025,
median rata-rata balas jasa pekerja tetap per bulan tertinggi ada di Provinsi DKI Jakarta
sebesar 6,5 juta rupiah dan yang terendah ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar
2,3 juta rupiah.
Figur 22. Median Balas Jasa Pekerja Tetap per Bulan
Sumber : bps.go.id
median upah pekerja harian per hari meningkat dari 120 ribu rupiah pada triwulan II
tahun 2024 menjadi 140 ribu rupiah pada triwulan II tahun 2025. Pada triwulan II tahun
2025, median tertinggi ada di Provinsi DKI Jakarta sebesar 165 ribu rupiah, sementara
yang terendah sebesar 100 ribu rupiah.
Figur 23. Median Upah Pekerja per Hari (Ribu Rupiah)
Sumber : bps.go.id
Halaman - 29
Page 43
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Nilai Konstruksi yang Diselesaikan
Pada triwulan II tahun 2024, indeks nilai konstruksi yang diselesaikan tercatat sebesar
166,57, dan meningkat menjadi 172,22 pada triwulan II tahun 2025. Kenaikan ini
mencerminkan pertumbuhan sebesar 3,39 persen secara tahunan (y-on-y), yang
menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam nilai konstruksi yang diselesaikan
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara triwulanan (q-to-q), indeks
pada triwulan II tahun 2025 juga tumbuh sebesar 2,92 persen dibandingkan dengan
triwulan sebelumnya. Pertumbuhan q-to-q ini lebih tinggi dibandingkan dengan
pertumbuhan pada triwulan II tahun 2024 yang tercatat sebesar 2,55 persen. Kondisi ini
mengindikasikan adanya percepatan aktivitas penyelesaian konstruksi pada
pertengahan tahun 2025. Perkembangan ini mencerminkan semakin kuatnya dinamika
sektor konstruksi yang didorong oleh proyek-proyek pembangunan yang berjalan.
Figur 24. Indeks Triwulan (2016=100) dan Pertumbuhan (q-to-q) Nilai Konstruksi yang
Diselesaikan
Sumber : bps.go.id
Halaman - 30
Page 44
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
3.1.5 Prosedur Manajemen atas Rencana Transaksi
PP dalam hal ini telah melakukan beberapa prosedur atas Rencana Transaksi divestasi
saham kepemilikan PP pada CRI termasuk diantaranya mempersiapkan pelaporan ke
OJK. Beberapa prosedur tersebut adalah sebagai berikut:
1. Proses persetujuan divestasi saham yang pertama adalah proses perencanaan awal
divestasi saham yang dilakukan pada saat RKAP PP disusun, dimana penentuan
dilakukan dengan mempertimbangkan kinerja Perusahaan yang dimonitori
Departemen Portofolio Management dan melalui kajian divestasi.
2. Proses berikutnya adalah perencanaan lanjutan divestasi saham setelah RKAP
disahkan. PP mempersiapkan kajian legal, kajian bisnis, keuangan, manajemen
risiko dan rekomendasi nilai saham.
3. Proses yang terakhir adalah proses pelaksanaan divestasi saham dimana terdapat
beberapa prosedur yang dilakukan yakni:
a. Tim divestasi melakukan penunjukan konsutan independen sesuai kebutuhan,
seperti KJPP, Legal dan advisory.
b. Tim divestasi menyiapkan proposal penawaran yang ditujukan ke pemegang
saham eksisting, jika tidak berminat maka menawarkan ke pihak eksternal.
c. Melakukan proses beauty contest untuk calon pembeli.
d. Pembuatan kajian hukum dan kajian manajemen risiko.
e. Penetapan pemenang atau buyer terpilih.
4. PP mempersiapkan kajian valuasi yang disusun oleh KJPP.
5. Untuk aset PMN dan aset gabungan, kajian divestasi akan disampaikan kepada
BPKP untuk mendapatkan rekomendasi dan proses Legal Opinion Jamdatun atau
konsultan hukum untuk permintaan opini atas kajian pelaksanaan divestasi.
6. Tim divestasi mempersiapkan Conditional Shares and Purchase Agreement (CSPA)
dan apabila proses pemenuhan Conditional Precedent (CP) terpenuhi maka
selanjutnya adalah proses Shares and Purchase Agreement (SPA).
7. Corporate Secretary akan mempersiapkan Keterbukaan Informasi OJK dan tim legal
melengkapi ketentuan legal untuk divestasi.
3.1.6 Keuntungan dan Kerugian atas Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi
1. Dana hasil divestasi akan menambah likuiditas PP sehingga memperluas headroom
terhadap financial covenants, serta menurunkan ketergantungan pada pendanaan
berbunga.
2. Alokasi dana hasil divestasi untuk pelunasan atau penurunan utang diperkirakan
memperbaiki rasio leverage dan interest coverage ratio, sekaligus menurunkan
biaya bunga tahunan yang dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasian.
3. PP berpotensi membukukan laba penjualan investasi yang berdampak positif
terhadap kinerja laba tahun berjalan dan ekuitas. Adapun besarnya keuntungan
setelah dikurangi biaya transaksi dan pajak yang berlaku adalah sebesar Rp5 miliar.
4. Pelepasan kepemilikan di CRI menurunkan eksposur risiko operasional yang tidak
sejalan dengan prioritas strategis PP.
Halaman - 31
Page 45
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Kerugian Rencana Transaksi
Tidak terdapat kerugian atas Transaksi, karena hasil penjualan lebih besar dari nilai
dividen yang akan diterima dari CRI jika tidak dilakukan divestasi.
3.1.7 Analisis Manfaat dan Risiko atas Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari diskusi dengan Manajemen PP, berikut
adalah Manfaat atas Transaksi:
1. Rencana Transaksi ini sejalan dengan harapan manajemen untuk menyelaraskan
portofolio investasi. PP melakukan penataan kembali portfolio dengan melakukan
divestasi saham dari portofolio sehingga dapat lebih berfokus pada bisnis inti
(back to core).
2. Divestasi CRI memberikan manfaat kepada PP berupa penguatan likuiditas,
memungkinkan optimalisasi struktur permodalan melalui penurunan pokok utang
dan beban bunga, serta membuka potensi pengakuan laba penjualan investasi
yang berdampak positif terhadap kinerja laba tahun berjalan dan ekuitas; di saat
yang sama, portofolio PP menjadi lebih ramping dan fokus pada bisnis inti yaitu
konstruksi sehingga meningkatkan efisiensi dan ketahanan kinerja ke depan.
Risiko atas Rencana Transaksi
Berdasarkan kondisi terakhir sampai dengan diterbitkannya laporan Pendapat
Kewajaran ini, risiko atas Rencana Transaksi adalah tidak sesuai estimasi waktu untuk
pemenuhan Conditional Precedent (CP) dari Conditional Shares and Purchase Agreement
(CSPA) yang telah disepakati. Menurut manajemen, mereka telah melakukan mitigasi
yakni dengan :
1. Persiapan yang detail dari sisis administrasi dan legal.
2. Penyusunan timeline bersama- sama dengan advisory.
3. Persiapan yang detail dari sisi keuangan dan akuntansi.
4. Memberikan batas waktu tegas dalam proses divestasi.
Halaman - 32
Page 46
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
3.2 Analisis Kuantitatif
3.2.1 Kinerja Keuangan
Tinjauan Laporan Posisi Keuangan
Figur 25. Ikhtisar Laporan Posisi Keuangan PP
(dalam Miliar Rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Keterangan Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Review
Aset Lancar 30.952 33.732 32.392 30.738 29.120 28.083
Aset Tidak Lancar 22.457 21.842 25.221 25.787 27.469 27.449
Total Aset 53.409 55.574 57.612 56.525 56.590 55.532
Liabilitas Jangka Pendek 27.043 30.146 26.838 26.992 22.639 20.460
Liabilitas Jangka Panjang 12.460 11.098 15.953 14.389 18.696 19.761
Total Liabilitas 39.503 41.244 42.791 41.382 41.335 40.222
Total Ekuitas 13.906 14.330 14.821 15.143 15.255 15.310
Total Liabilitas dan Ekuitas 53.409 55.574 57.612 56.525 56.590 55.532
Sumber: Laporan Keuangan PP
Berdasarkan historis posisi keuangan PP, total aset per 30 Juni 2025 tercatat sebesar
Rp55.532 miliar, mengalami penurunan sebesar 1,87% dibandingkan dengan tahun
2024 sebesar Rp56.590 miliar. Penurunan tersebut disebabkan oleh penurunan pada
aset lancar, terutama pada pos pajak dibayar dimuka.
Total liabilitas per 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp40.222 miliar, mengalami penurunan
sebesar 2,69% dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp41.335 miliar. Penurunan
tersebut disebabkan oleh penurunan pada liabilitas lancar, terutama pada pos utang
jangka menengah dan utang bank.
Total ekuitas per 30 Juni 2025 tercatat sebesar Rp15.310 miliar, meningkat 0,36%
dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar Rp15.255 miliar. Peningkatan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan saldo laba yang ditentukan penggunaannya.
Figur 26. Pertumbuhan Aset, Liabilitas, dan Ekuitas
70.000
Dalam Miliar Rupiah
60.000
50.000
40.000
30.000
20.000
10.000
0
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Total Aset 53.409 55.574 57.612 56.525 56.590 55.532
Total Liabilitas 39.503 41.244 42.791 41.382 41.335 40.222
Total Ekuitas 13.906 14.330 14.821 15.143 15.255 15.310
Sumber: Laporan Keuangan PP, diolah oleh Topaz
Halaman - 33
Page 47
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Tinjauan Laporan Laba (Rugi)
Figur 27. Ikhtisar Laporan Laba (Rugi)
(dalam Miliar Rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Keterangan Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Review
Pendapatan 15.831 16.764 18.922 18.464 19.812 6.709
Beban Pokok Pendapatan (13.594) (14.589) (16.246) (16.082) (17.179) (5.787)
Laba Kotor 2.237 2.175 2.676 2.382 2.633 922
Beban Usaha (1.902) (1.798) (2.296) (2.233) (2.385) (850)
Laba Sebelum Pajak 335 377 380 149 248 72
Laba Tahun Berjalan 312 361 366 127 129 51
Sumber: Laporan Keuangan PP
Berdasarkan laporan laba (rugi) di atas, pendapatan PP per 30 Juni 2025 tercatat sebesar
Rp6.709 miliar. Pendapatan tersebut berasal dari berbagai segmen usaha, antara lain
jasa konstruksi, properti dan realty, EPC (Engineering, Procurement, and Construction),
pracetak, persewaan peralatan, energi, jalan tol, serta pendapatan keuangan atas
konstruksi dari konsesi aset keuangan. Per 30 Juni 2025, PP mencatat laba tahun
berjalan sebesar Rp51 miliar.
Figur 28. Pertumbuhan Pendapatan, Beban Usaha dan Laba (Rugi) Bersih
25.000
20.000
Dalam Miliar Rupiah
15.000
10.000
5.000
0
(5.000)
(10.000)
(15.000)
(20.000)
30-Jun-
2020 2021 2022 2023 2024
25
Pendapatan 15.831 16.764 18.922 18.464 19.812 6.709
Beban Pokok Penjualan (13.594) 14.589 16.246 16.082 17.179 5.787
Laba Kotor 2.237 2.175 2.676 2.382 2.633 922
Laba Tahun Berjalan 312 361 366 127 129 51
Sumber: Laporan Keuangan, diolah oleh Topaz
Tinjauan Laporan Arus Kas
Figur 29. Ikhtisar Laporan Arus Kas
(dalam Miliar Rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Keterangan Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Review
Arus Kas Aktivitas Operasi (269) 469 268 436 286 (306)
Halaman - 34
Page 48
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Keterangan Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Review
Arus Kas Aktivitas Investasi (3.384) (2.078) (2.271) (747) (2.228) (225)
Arus Kas Aktivitas
2.067 836 854 (942) 1.920 (1.117)
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan)
(1.586) (774) (1.148) (1.253) (22) (1.647)
Bersih Kas dan Setara Kas
Saldo Kas dan Setara Kas
8.953 7.376 6.603 5.446 4.177 4.185
Awal Tahun
Saldo Kas dan Setara Kas
7.376 6.603 5.446 4.177 4.185 2.540
Akhir Tahun
Sumber: Laporan Keuangan PP
Arus kas dari aktivitas operasi PP per 30 Juni 2025 menunjukkan arus kas negatif sebesar
Rp306 miliar. Arus kas tersebut berasal dari penerimaan kas dari pelanggan, serta
pengeluaran kas untuk pemasok dan subkontraktor, direksi, karyawan, dan pihak ketiga
lainnya, termasuk pembayaran pajak, penerimaan pajak, pembayaran beban keuangan,
dan penerimaan bunga. Arus kas dari aktivitas investasi per 30 Juni 2025 menunjukkan
arus kas negatif sebesar Rp1.117 miliar, sedangkan arus kas dari aktivitas pendanaan
menunjukkan arus kas negatif sebesar Rp1.647 miliar.
Figur 30. Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan
3.000
2.000
Dalam Miliar Rupiah
1.000
0
(1.000)
(2.000)
(3.000)
(4.000)
30-Jun-
2020 2021 2022 2023 2024
25
Arus Kas Aktivitas Operasi (269) 469 268 436 286 (306)
Arus Kas Aktivitas Investasi (3.384) (2.078) (2.271) (747) (2.228) (225)
Arus Kas Aktivitas Pendanaan 2.067 836 854 (942) 1.920 (1.117)
Sumber: Laporan Keuangan PP, diolah oleh Topaz
Tinjauan Rasio Keuangan
Figur 31. Ikhtisar Rasio Keuangan
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Keterangan Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Review
LIQUIDITY
Current Ratio 114,46% 111,90% 120,69% 113,88% 128,63% 137,25%
Cash Ratio 29,51% 23,26% 21,06% 15,47% 18,49% 12,42%
ACTIVITY
Account Receivable
82 117 111 123 107 160
Turnover (days)
Halaman - 35
Page 49
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Keterangan Limited
Audit Audit Audit Audit Audit
Review
SOLVABILITY
Total Liabilities to
284,07% 287,81% 288,72% 273,27% 270,96% 262,71%
Equity Ratio
Total Liabilities to
73,96% 74,21% 74,27% 73,21% 73,04% 72,43%
Assets Ratio
PROFITABILITY
Gross Profit Margin 14,13% 12,97% 14,14% 12,90% 13,29% 13,74%
Net Profit Margin 1,97% 2,16% 1,93% 0,69% 0,65% 0,76%
Rate of Return on
0,58% 0,65% 0,63% 0,22% 0,23% 0,09%
Assets
Rate of Return on
2,24% 2,52% 2,47% 0,84% 0,85% 0,33%
Equity
Sumber: Laporan Keuangan PP, diolah oleh Topaz
Rasio Likuiditas
Current ratio dan cash ratio PP per 30 Juni 2025 masing-masing tercatat sebesar
137,25% dan 12,42%. Current ratio mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun
2024 yang sebesar 128,63%, sedangkan cash ratio mengalami penurunan dibandingkan
dengan tahun 2024 yang sebesar 18,49%.
Rasio Aktivitas
Account receivable turnover PP per 30 Juni 2025 menunjukan perputaran selama 160
hari.
Rasio Solvabilitas
Total Liability to Equity Ratio dan Total Liability to Assets Ratio PP per 30 Juni 2025
masing-masing tercatat sebesar 262,71% dan 72,43%, mengalami penurunan
dibandingkan tahun 2024 yaitu sebesar 270,96% dan 73,04%.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba
dalam operasinya. Per 30 Juni 2025, rasio profitabilitas PP tercatat positif, hal ini
menunjukan bahwa PP dapat menunjukan kemampuan menghasilkan labanya pada
periode tersebut.
Halaman - 36
Page 50
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
3.2.2 Analisis Proyeksi Keuangan
A. Analisis Proyeksi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan tanpa adanya Rencana
Transaksi. Asumsi proyeksi keuangan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Proyeksi tanpa adanya Rencana Transaksi merupakan proyeksi yang disampaikan PP
dengan kondisi sebelum transaksi divestasi saham CRI.
2. Asumsi tingkat pertumbuhan pendapatan, beban, besarnya capex dan modal kerja
berdasarkan proyeksi yang disampaikan oleh manajemen.
3. Periode proyeksi dimulai dari tahun 2025 sampai dengan tahun 2029.
4. Pajak badan adalah 22% sesuai ketentuan yang berlaku.
Berikut ini merupakan proyeksi laba rugi perusahaan untuk tahun 2025 hingga tahun
2029 sebelum Rencana Transaksi.
Figur 32. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi
(dalam Miliar Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 20.901 21.412 21.495 22.882 23.186
Beban Pokok Pendapatan (18.649) (18.924) (19.031) (20.241) (20.496)
Laba Kotor 2.251 2.488 2.464 2.640 2.690
Beban Usaha (1.976) (2.139) (2.024) (2.042) (2.054)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 275 349 440 599 636
Laba Bersih Tahun Berjalan 108 184 261 397 432
Sumber: Proyeksi Manajemen PP
Berdasarkan figur di atas, pendapatan PP diproyeksikan meningkat dari Rp20.901 miliar
pada tahun 2025 menjadi Rp23.186 miliar pada tahun 2029, mencerminkan
pertumbuhan yang konsisten selama periode proyeksi. Laba tahun berjalan juga
menunjukkan tren positif, dari Rp108 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp432 miliar pada
tahun 2029.
Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi posisi keuangan PP yang disajikan merupakan pelaporan keuangan PP atas aset,
liabilitas, dan ekuitas. Berikut ini merupakan proyeksi laporan posisi keuangan
perusahaan untuk tahun 2025 hingga 2029 sebelum Rencana Transaksi.
Figur 33. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
(dalam Miliar Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Total Aset Lancar 30.357 30.868 29.019 28.738 27.808
Total Aset Tidak Lancar 24.321 17.628 14.806 14.748 14.391
Halaman - 37
Page 51
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Total Aset 54.678 48.496 43.825 43.486 42.199
Total Liabilitas Lancar 20.466 19.366 18.401 17.962 16.536
Total Liabilitas Tidak Lancar 19.157 14.002 10.140 9.977 9.873
Total Liabilitas 39.623 33.368 28.541 27.939 26.409
Total Ekuitas 15.055 15.128 15.284 15.547 15.791
Total Liabilitas Dan Ekuitas 54.678 48.496 43.825 43.486 42.199
Sumber : Proyeksi Manajemen PP
Berdasarkan figur di atas, diketahui total aset PP pada tahun 2025 mencapai sebesar
Rp54.678 miliar dan menurun menjadi sebesar Rp42.199 miliar pada tahun 2029. Total
liabilitas pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp39.623 miliar dan menurun menjadi
sebesar Rp26.409 miliar pada tahun 2029. Sementara itu, total ekuitas pada tahun 2025
sebesar Rp15.055 miliar meningkat menjadi sebesar Rp15.791 miliar pada tahun 2029.
Ringkasan Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi arus kas PP merupakan pelaporan keuangan PP atas arus kas dari aktivitas
operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan perusahaan. Berikut ini
merupakan proyeksi laporan arus kas perusahaan untuk tahun 2025 hingga 2029
sebelum Rencana Transaksi.
Figur 34. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi
(dalam Miliar Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Arus Kas Operasi 103 152 181 205 189
Arus Kas Investasi 2.495 (586) 4.081 (287) (196)
Arus Kas Pendanaan (1.966) 76 (4.749) 92 19
Kenaikan (Penurunan) Kas dan
4.185 4.820 4.463 3.975 3.985
Setara Kas
Kas Awal Tahun 4.185 4.820 4.463 3.975 3.985
Selisih kurs 2 - - - -
Kas Akhir Tahun 4.820 4.463 3.975 3.986 3.998
Sumber: Proyeksi Manajemen PP
Berdasarkan figur di atas, arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan tren positif
sebesar Rp103 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp189 miliar pada tahun 2029. Arus kas
dari aktivitas investasi menunjukan arus kas positif sebesar Rp2.495 miliar pada tahun
2025, kemudian menjadi minus Rp196 miliar pada tahun 2029. Sementara itu, arus kas
dari aktivitas pendanaan meunjukan arus kas negatif sebesar minus Rp1.966 miliar pada
tahun 2025 dan menjadi positif sebesar Rp19 miliar pada tahun 2029.
Halaman - 38
Page 52
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Analisis Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi dapat dilihat pada Rasio keuangan
PP sebagai berikut:
Figur 35. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Profitabilitas
Gross Profit Margin (%) 10,77% 11,62% 11,47% 11,54% 11,60%
EBITDA Margin (%) 14,80% 17,33% 16,72% 16,83% 16,44%
Net Income Margin (%) 0,52% 0,86% 1,22% 1,74% 1,86%
Return on Asset (ROA) (%) 0,20% 0,38% 0,60% 0,91% 1,02%
Return on Equity (ROE) (%) 0,72% 1,21% 1,71% 2,56% 2,73%
Solvabilitas
DSCR 0,90 0,97 1,01 1,27 1,23
ISCR 1,49 2,22 2,38 3,14 3,22
Aktivitas
Accounts Receivable Turnover (ARTO) 2,59 2,16 2,31 2,38 2,48
Cost of Revenue Turnover (CRTO) 0,63 0,68 0,66 0,65 0,64
Total Asset Turnover (TATO) 0,38 0,44 0,49 0,53 0,55
Likuiditas
Cash Ratio 0,24 0,23 0,22 0,22 0,24
Quick Ratio 0,99 1,13 1,13 1,20 1,29
Current Ratio 1,48 1,59 1,58 1,60 1,68
Sumber: Proyeksi Manajemen PP
Berdasarkan proyeksi rasio keuangan di atas, PP menunjukkan kinerja keuangan yang
positif dengan perbaikan pada profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas.
Meskipun margin laba bersih dan ROE masih tergolong rendah, tren pertumbuhan yang
konsisten memberikan indikasi bahwa perusahaan berada pada jalur peningkatan
kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
B. Analisis Proyeksi Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi keuangan yang digunakan adalah proyeksi keuangan setelah Rencana
Transaksi. Adapun asumsi penyusunan proyeksi adalah sebagai berikut:
1. Pada proyeksi setelah rencana transaksi, besarnya dana penjualan setelah
dikurang biaya terkait transaksi dan pajak atas nya adalah Rp260 Miliar. Jumlah
ini digunakan untuk mengurangi besarnya utang.
2. Tingkat bunga pinjaman yang diasumsikan pada penurunan beban keuangan
karena dana hasil penjualan digunakan untuk mengurangi utang adalah sebesar
8,29%.
3. Tidak terdapat lagi dividen CRI, dimana perhitungan dividen diasumsikan
sebesar Rp9 Miliar di tahun 2025 hingga 2030. besarnya dividen tersebut
dikarenakan kondisi CRI yang masih membayar pokok pinjaman hingga tahun
2030.
4. Tingkat pajak atas pengurangan beban keuangan diasumsikan sama dengan
pajak perusahaan yakni sebesar 22%.
Halaman - 39
Page 53
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
5. Tidak ada pengaruh pajak dividen karena jika diinvestasikan kembali pajak
dividen adalah 0%.
6. Tidak terdapat pengaruh kas pada operasional, terdapat pengaruh perubahan
kas karena pengurangan dividen, penurunan beban bunga dan pengurangan
beban pajak.
7. Pada posisi aset, kas mengalami penurunan sesuai dengan kondisi tidak ada lagi
dividen CRI, penurunan beban keuangan dan pengurangan pajak.
8. Pada posisi liabilitas, short term loan berkurang sebesar Rp 265 Miliar jika
dibandingkan dengan proyeksi tanpa adanya rencana transaksi.
9. Pada posisi ekuitas, laba ditahan mengalami penyesuaian atas hal tersebut di
atas.
10. Untuk tahun 2026, tidak terdapat dampak berupa pengurangan beban
keuangan, karena dana hasil divestasi akan diperoleh di akhir tahun 2025.
Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi
Berikut ini merupakan proyeksi laba rugi PP untuk tahun 2025 hingga tahun 2029 Setelah
Rencana Transaksi.
Figur 36. Ringkasan Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi
(dalam Miliar Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 20.901 21.412 21.495 22.882 23.186
Beban Pokok Pendapatan (18.649) (18.924) (19.031) (20.241) (20.496)
Laba Kotor 2.251 2.488 2.464 2.640 2.690
Beban Usaha (1.976) (2.126) (2.011) (2.029) (2.041)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 275 362 453 611 648
Laba Bersih Tahun Berjalan 108 201 278 415 449
Sumber: Proyeksi Manajemen PP, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan figur di atas, pendapatan PP diproyeksikan meningkat dari Rp20.901 miliar
pada tahun 2025 menjadi Rp23.186 miliar pada tahun 2029, mencerminkan
pertumbuhan yang konsisten selama periode proyeksi. Laba tahun berjalan juga
menunjukkan tren positif, dari Rp108 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp449 miliar pada
tahun 2029.
Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi posisi keuangan PP yang disajikan merupakan pelaporan keuangan PP atas aset,
kewajiban dan ekuitas. Berikut ini merupakan proyeksi laporan posisi keuangan
perusahaan untuk tahun 2025 hingga tahun 2029 Setelah Rencana Transaksi.
Figur 37. Ringkasan Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi
(dalam Miliar Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Total Aset Lancar 30.357 30.886 29.053 28.790 27.877
Total Aset Tidak Lancar 24.061 17.368 14.546 14.488 14.131
Total Aset 54.418 48.253 43.599 43.278 42.008
Halaman - 40
Page 54
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Total Liabilitas Lancar 20.206 19.106 18.141 17.702 16.276
Total Liabilitas Tidak Lancar 19.157 14.002 10.140 9.977 9.873
Total Liabilitas 39.363 33.108 28.281 27.679 26.149
Total Ekuitas 15.055 15.145 15.318 15.599 15.860
Total Liabilitas Dan Ekuitas 54.418 48.253 43.599 43.278 42.008
Sumber : Proyeksi Manajemen PP, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan figur di atas, diketahui total aset PP pada tahun 2025 mencapai sebesar
Rp54.418 miliar dan menurun menjadi sebesar Rp42.008 miliar pada tahun 2029. Total
liabilitas pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp39.363 miliar dan menurun menjadi
sebesar Rp26.149 miliar pada tahun 2029. Sementara itu, total ekuitas pada tahun 2025
sebesar Rp15.055 miliar meningkat menjadi sebesar Rp15.860 miliar pada tahun 2029.
Ringkasan Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi arus kas PP merupakan pelaporan keuangan PP atas arus kas dari aktivitas
operasional, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan perusahaan. Berikut ini
merupakan proyeksi laporan arus kas perusahaan untuk tahun 2025 hingga 2029 setelah
Rencana Transaksi.
Figur 38. Ringkasan Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi
(dalam Miliar Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Arus Kas Operasi 103 170 199 223 206
Arus Kas Investasi 2.760 (321) 4.346 (22) 69
Arus Kas Pendanaan (2.231) (189) (5.014) (173) (246)
Kas Awal Tahun 4.185 4.820 4.480 4.010 4.038
Selisih kurs 2 - - - -
Kas Akhir Tahun 4.820 4.480 4.010 4.038 4.067
Sumber: Proyeksi Manajemen PP, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan figur di atas, arus kas dari aktivitas operasi menunjukan arus kas positif
sebesar Rp103 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp206 miliar pada tahun 2029. Arus kas
dari aktivitas investasi menunjukan arus kas positif sebesar Rp2.760 miliar pada tahun
2025, kemudian menjadi Rp69 miliar pada tahun 2029. Sementara itu, arus kas dari
aktivitas pendanaan menunjukan arus kas negatif sebesar minus Rp2.231 miliar pada
tahun 2025 dan menjadi sebesar minus Rp246 miliar pada tahun 2029.
Analisis Rasio Keuangan dengan Rencana Transaksi dapat dilihat pada Rasio keuangan
PP sebagai berikut:
Figur 39. Ringkasan Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Profitabilitas
Gross Profit Margin (%) 10,77% 11,62% 11,47% 11,54% 11,60%
Halaman - 41
Page 55
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
EBITDA Margin (%) 14,80% 17,33% 16,72% 16,83% 16,44%
Net Income Margin (%) 0,52% 0,94% 1,30% 1,81% 1,94%
Return on Asset (ROA) (%) 0,20% 0,42% 0,64% 0,96% 1,07%
Return on Equity (ROE) (%) 0,72% 1,33% 1,82% 2,66% 2,83%
Solvabilitas
DSCR 0,90 0,98 1,01 1,28 1,24
ISCR 1,49 2,25 2,42 3,19 3,28
Aktivitas
Accounts Receivable Turnover (ARTO) 2,59 2,16 2,31 2,38 2,48
Cost of Revenue Turnover (CRTO) 0,63 0,68 0,66 0,65 0,64
Total Asset Turnover (TATO) 0,38 0,44 0,49 0,53 0,55
Likuiditas
Cash Ratio 0,24 0,23 0,22 0,23 0,25
Quick Ratio 1,00 1,15 1,15 1,22 1,31
Current Ratio 1,50 1,62 1,60 1,63 1,71
Sumber: Proyeksi Manajemen PP, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan proyeksi rasio keuangan di atas, PP menunjukkan kinerja keuangan yang
positif dengan perbaikan pada profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas.
Meskipun margin laba bersih dan ROE masih tergolong rendah, tren pertumbuhan yang
konsisten memberikan indikasi bahwa perusahaan berada pada jalur peningkatan
kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
3.2.3 Analisis Inkremental
Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Angka
Analisis nilai tambah atau inkremental dilakukan dengan mengurangkan proyeksi
sebelum Rencana Transaksi dengan proyeksi setelah Rencana Transaksi. Berikut adalah
nilai tambah untuk posisi keuangan, laba (rugi) dan arus kas:
Figur 40. Nilai Tambah Posisi Keuangan
(dalam Miliar Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas (0) 17 35 52 69
Bank yang dibatasi penggunaannya - - - - -
Investasi jangka pendek - - - - -
Piutang usaha - neto - - - - -
Aset keuangan dari proyek konsesi - porsi lancar - - - - -
Piutang retensi - neto - - - - -
Jumlah bruto dari pemilik proyek - neto - - - - -
Pekerjaan dalam proses - - - - -
Piutang lain-lain - - - - -
Piutang kepada anak perusahaan - - - - -
Persediaan - - - - -
Uang Muka - - - - -
Halaman - 42
Page 56
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Pajak dibayar di muka - - - - -
Beban dibayar di muka - - - - -
Sewa dibayar di muka - - - - -
Garansi - - - - -
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual - - - - -
Total Aset Lancar (0) 17 35 52 69
Aset Tidak Lancar
Piutang dagang - dikurangi bagian lancar - - - - -
Piutang kepada anak perusahaan - - - - -
Investasi di muka - - - - -
Investasi pada anak perusahaan - - - - -
Investasi pada perusahaan asosiasi dan ventura
(260) (260) (260) (260) (260)
bersama
Aset keuangan dari proyek konsesi - dikurangkan
- - - - -
bagian lancar
Piutang lain-lain - dikurangkan bagian lancar - - - - -
Tanah untuk pengembangan - - - - -
Investasi jangka panjang lainnya - - - - -
Properti tetap - dikurangkan - - - - -
Properti investasi - - - - -
Properti minyak dan gas - dikurangkan - - - - -
Goodwill - - - - -
Aset tak berwujud - - - - -
Aset hak guna - dikurangkan - - - - -
Aset keuangan, pinjaman berjangka - - - - -
Aset sewa pembiayaan - - - - -
Aset lain-lain - - - - -
Total Aset Tidak Lancar -260 -260 -260 -260 -260
Total Aset -260 -243 -225 -208 -191
Liabilities
Liabilitas Lancar
Hutang dagang - - - - -
Pajak terutang - - - - -
Beban akrual - - - - -
Jangka pendek - pinjaman bank (260) (260) (260) (260) (260)
Pinjaman non-bank - pihak berelasi - - - - -
Pendapatan belum diterima - - - - -
CPLTD - Pinjaman bank dan lembaga keuangan - - - - -
CPLTD - Surat utang jangka menengah - - - - -
CPLTD - Uang muka dari pemilik proyek dan
- - - - -
konsumen
CPLTD - Kewajiban sewa guna usaha - - - - -
CPLTD - Obligasi terutang - - - - -
CPLTD - Sukuk Mudharabah - - - - -
Liabilitas lancar lainnya - - - - -
Liabilitas dari anak perusahaan - - - - -
Liabilitas yang terkait langsung dengan aset tidak
- - - - -
lancar
Total Liabilitas Lancar (260) (260) (260) (260) (260)
Liabilitas Tidak Lancar
Utang dagang - - - - -
Liabilitas imbalan pasca kerja - - - - -
Halaman - 43
Page 57
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Pinjaman bank jangka panjang dan lembaga
keuangan - setelah dikurangi jatuh tempo dalam - - - - -
satu tahun
Surat utang jangka menengah - - - - -
Uang muka dari pemilik proyek dan konsumen - - - - -
Liabilitas sewa guna usaha - - - - -
Utang obligasi - - - - -
Obligasi konversi - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan - - - - -
Sukuk mudharabah - - - - -
Utang dari anak perusahaan - - - - -
Liabilitas jangka panjang lainnya - - - - -
Total Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Total Liabilitas (260) (260) (260) (260) (260)
Ekuitas
Modal saham - - - - -
Saham treasuri - - - - -
Komponen ekuitas lainnya - - - - -
Modal disetor tambahan - - - - -
Perubahan ekuitas anak perusahaan - - - - -
Pendapatan komprehensif lain - 17 35 52 69
Efek perpetual - - - - -
Laba ditahan - Ditentukan penggunaannya - - - - -
Laba ditahan - Tidak ditentukan penggunaannya - - - - -
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas
- 17 35 52 69
induk
Kepentingan nonpengendali - - - - -
Total Ekuitas - 17 35 52 69
Total Liabilities & Ekuitas (260) (243) (225) (208) (191)
Sumber: Proyeksi manajemen, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan hasil perhitungan nilai tambah di atas, total aset setelah Rencana Transaksi
mengalami penurunan pada tahun 2025 sebesar Rp260 miliar. Selanjutnya, sepanjang
periode 2025 hingga 2029, total nilai aset tercatat mengalami penurunan kumulatif
sebesar Rp1.127 miliar, yang berasal terutama dari investasi pada perusahaan asosiasi.
Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Angka
Figur 41. Nilai Tambah Laba (Rugi)
(dalam Miliar Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan - - - - -
Harga Pokok Pendapatan - - - - -
Laba Kotor - - - - -
Beban Operasional - - - - -
Beban Karyawan - - - - -
Beban Umum - - - - -
Beban Pemasaran - - - - -
Beban Penyusutan - - - - -
Beban Pelatihan Karyawan - - - - -
Halaman - 44
Page 58
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Rugi Penurunan Nilai - - - - -
Beban Keuangan - 22 22 22 22
Bagi Hasil Laba Usaha Patungan - - - - -
Bagi Hasil Laba (Rugi) Entitas Asosiasi - (9) (9) (9) (9)
Pendapatan Lain-lain - - - - -
Beban Lain-lain - - - - -
Beban Pajak Final - - - - -
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 0 13 13 13 13
Pajak Penghasilan (Beban) - 5 5 5 5
Laba Bersih Tahun Berjalan 0 17 17 17 17
Sumber: Proyeksi Manajemen, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, selama periode tahun 2025 hingga 2029,
perusahaan mencatatkan laba tahun berjalan dengan total nilai tambah sebesar Rp69
miliar.
Nilai Tambah Arus Kas dalam Angka
Figur 42. Nilai Tambah Arus Kas
(dalam Miliar Rupiah)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Saldo Kas Awal - (0) 17 35 52
Arus Kas Bersih dari Operasi 0 17 17 17 17
Arus Kas Bersih dari Investasi 265 265 265 265 265
Arus Kas Bersih dari
(265) (265) (265) (265) (265)
Pendanaan
Selisih Kurs - - - - -
Saldo Kas Akhir (0) 17 35 52 69
Sumber: Proyeksi Manajemen, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan hasil analisis nilai tambah arus kas, diperoleh bahwa nilai tambah pada
saldo kas akhir untuk periode tahun 2025 hingga 2029 tercatat sebesar Rp173 miliar.
Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Persentase
Analisis nilai tambah atau inkremental dalam persentase dilakukan dengan
mengurangkan proyeksi setelah Transaksi dengan proyeksi sebelum Transaksi kemudian
hasil pengurangan ini dibagi dengan proyeksi sebelum Transaksi. Berikut adalah nilai
tambah yang dinyatakan dalam persentase untuk posisi keuangan, laba (rugi), dan arus
kas.
Figur 43. Nilai Tambah Posisi Keuangan dalam Persentase
(dalam Persentase)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 0,00% 0,39% 0,87% 1,30% 1,73%
Bank yang dibatasi penggunaannya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Investasi jangka pendek 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Halaman - 45
Page 59
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Piutang usaha - neto 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset keuangan dari proyek konsesi - porsi lancar 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Piutang retensi - neto 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jumlah bruto dari pemilik proyek - neto 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pekerjaan dalam proses 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Piutang lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Piutang kepada anak perusahaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Persediaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Uang Muka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pajak dibayar di muka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban dibayar di muka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Sewa dibayar di muka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Garansi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Aset Lancar 0,00% 0,06% 0,12% 0,18% 0,25%
Aset Tidak lancar
Piutang dagang - dikurangi bagian lancar 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Piutang kepada anak perusahaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Investasi di muka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Investasi pada anak perusahaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Investasi pada perusahaan asosiasi dan ventura
-7,77% -5,85% -9,39% -9,36% -9,22%
bersama
Aset keuangan dari proyek konsesi - dikurangkan
0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
bagian lancar
Piutang lain-lain - dikurangkan bagian lancar 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tanah untuk pengembangan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Investasi jangka panjang lainnya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Properti tetap - dikurangkan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Properti investasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Properti minyak dan gas - dikurangkan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Goodwill 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset tak berwujud 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset hak guna - dikurangkan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset keuangan, pinjaman berjangka 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset sewa pembiayaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Aset Tidak Lancar -1,07% -1,47% -1,76% -1,76% -1,81%
Total Aset -0,48% -0,50% -0,51% -0,48% -0,45%
Liabilities
Liabilitas Lancar
Hutang dagang 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pajak terutang 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban akrual 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Jangka pendek - pinjaman bank -7,20% -6,83% -7,79% -7,97% -8,63%
Pinjaman non-bank - pihak berelasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pendapatan belum diterima 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Pinjaman bank dan lembaga keuangan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Surat utang jangka menengah 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Uang muka dari pemilik proyek dan
0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
konsumen
CPLTD - Kewajiban sewa guna usaha 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Obligasi terutang 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Sukuk Mudharabah 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas lancar lainnya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas dari anak perusahaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Halaman - 46
Page 60
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Liabilitas yang terkait langsung dengan aset tidak
0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
lancar
Total Liabilitas Lancar -1,27% -1,34% -1,41% -1,45% -1,57%
Liabilitas Tidak Lancar
Utang dagang 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas imbalan pasca kerja 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pinjaman bank jangka panjang dan lembaga
keuangan - setelah dikurangi jatuh tempo dalam 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
satu tahun
Surat utang jangka menengah 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Uang muka dari pemilik proyek dan konsumen 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas sewa guna usaha 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang obligasi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Obligasi konversi 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas pajak tangguhan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Sukuk mudharabah 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Utang dari anak perusahaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas jangka panjang lainnya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Liabilitas Jangka Panjang 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Liabilitas -0,66% -0,78% -0,91% -0,93% -0,98%
Ekuitas
Modal saham 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Saham treasuri 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Komponen ekuitas lainnya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Modal disetor tambahan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Perubahan ekuitas anak perusahaan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Pendapatan komprehensif lain 0,00% 1,22% 2,44% 3,66% 4,87%
Efek perpetual 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba ditahan - Ditentukan penggunaannya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba ditahan - Tidak ditentukan penggunaannya 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas
0,00% 0,14% 0,28% 0,41% 0,54%
induk
Kepentingan nonpengendali 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Ekuitas 0,00% 0,11% 0,23% 0,33% 0,44%
Total Liabilities & Ekuitas -0,48% -0,50% -0,51% -0,48% -0,45%
Sumber: Laporan Keuangan PP, diolah oleh TOPAZ
Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Persentase
Figur 44. Nilai Tambah Laba (Rugi) dalam Persentase
(dalam Persentase)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Harga Pokok Pendapatan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba Kotor 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Operasional 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Karyawan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Umum 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Pemasaran 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Penyusutan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Halaman - 47
Page 61
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Beban Pelatihan Karyawan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Rugi Penurunan Nilai 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Keuangan 0,00% -1,29% -1,43% -1,75% -1,82%
Bagi Hasil Laba Usaha Patungan 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Bagi Hasil Laba (Rugi) Entitas Asosiasi 0,00% 8,46% -19,92% -19,79% -19,72%
Pendapatan Lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Lain-lain 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Pajak Final 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 0,00% 3,59% 2,85% 2,10% 1,97%
Pajak Penghasilan (Beban) 0,00% -2,86% -2,65% -2,35% -2,32%
Laba Bersih Tahun Berjalan 0,00% 9,42% 6,62% 4,35% 4,01%
Sumber: Laporan Keuangan PP, diolah oleh TOPAZ
Nilai Tambah Arus Kas dalam Persentase
Figur 45. Nilai Tambah Arus Kas dalam Persentase
(dalam Persentase)
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Saldo Kas Awal 0,00% 0,00% 0,38% 0,88% 1,31%
Arus Kas Bersih dari Operasi 0,00% 11,34% 9,54% 8,42% 9,15%
Arus Kas Bersih dari Investasi 10,62% -45,22% 6,49% -92,20% -135,20%
Arus Kas Bersih dari
13,48% -346,60% 5,58% -287,20% -1400,85%
Pendanaan
Selisih Kurs 0,00%
Saldo Kas Akhir 0,00% 0,39% 0,87% 1,30% 1,73%
Sumber: Laporan Keuangan, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan hasil nilai tambah dalam persentase di atas diketahui bahwa:
1. Nilai tambah pada tingkat aset setelah rencana transaksi pada tahun 2029
menunjukkan penurunan sebesar 0,45% dibandingkan dengan proyeksi sebelum
rencana transaksi.
2. Nilai tambah pada tingkat laba setelah rencana transaksi pada tahun 2029 tercatat
sebesar 4,01%, atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan proyeksi
sebelum rencana transaksi.
3. Nilai tambah pada posisi kas akhir setelah rencana transaksi pada tahun 2029
tercatat sebesar 1,73%, atau mengalami peningkatan dibandingkan dengan proyeksi
sebelum rencana transaksi.
3.2.4 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan terhadap faktor yang mempengaruhi hasil rasio keuangan
yang berkaitan dengan Rencana Transaksi. Analisis sensitivitas atas faktor divestasi
saham terhadap rasio profitabilitas, likuiditas, solvabilitas dan aktivitas. Sensitivitas
dilakukan atas 2 (dua) faktor yang signifikan dalam Rencana Transaksi ini, yakni kondisi
Halaman - 48
Page 62
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
dana divestasi berkurang pada 10% dan 20% dan kondisi jumlah dividen yang akan
diperoleh meningkat pada 10% dan 20%.
Berikut adalah analisis sensitivitas atas faktor divestasi saham:
Figur 46. Analisis Sensitivitas Terhadap Kondisi Dana Divestasi
(dalam Miliar Rupiah)
Berkurang 10% 2025 2026 2027 2028 2029
Profitabilitas
Gross Profit Margin (%) 10,77% 11,62% 11,47% 11,54% 11,60%
EBITDA Margin (%) 14,80% 17,33% 16,72% 16,83% 16,44%
Net Income Margin (%) 0,52% 0,93% 1,29% 1,80% 1,93%
Return on Asset (ROA) (%) 0,20% 0,41% 0,63% 0,95% 1,06%
Return on Equity (ROE) (%) 0,72% 1,31% 1,80% 2,65% 2,82%
Solvabilitas
DSCR 0,90 0,98 1,01 1,28 1,24
ISCR 1,49 2,24 2,42 3,19 3,27
Aktivitas
Accounts Receivable Turnover (ARTO) 2,59 2,16 2,31 2,38 2,48
Cost of Revenue Turnover (CRTO) 0,63 0,68 0,66 0,65 0,64
Total Asset Turnover (TATO) 0,38 0,44 0,49 0,53 0,55
Likuiditas
Cash Ratio 0,24 0,23 0,22 0,23 0,25
Quick Ratio 1,00 1,15 1,15 1,22 1,31
Current Ratio 1,50 1,61 1,60 1,62 1,71
Berkurang 20% 2025 2026 2027 2028 2029
Profitabilitas
Gross Profit Margin (%) 10,77% 11,62% 11,47% 11,54% 11,60%
EBITDA Margin (%) 14,80% 17,33% 16,72% 16,83% 16,44%
Net Income Margin (%) 0,52% 0,92% 1,28% 1,79% 1,92%
Return on Asset (ROA) (%) 0,20% 0,41% 0,63% 0,95% 1,06%
Return on Equity (ROE) (%) 0,72% 1,30% 1,79% 2,63% 2,81%
Solvabilitas
DSCR 0,90 0,98 1,01 1,28 1,24
ISCR 1,49 2,24 2,41 3,18 3,27
Aktivitas
Accounts Receivable Turnover (ARTO) 2,59 2,16 2,31 2,38 2,48
Cost of Revenue Turnover (CRTO) 0,63 0,68 0,66 0,65 0,64
Total Asset Turnover (TATO) 0,38 0,44 0,49 0,53 0,55
Likuiditas
Cash Ratio 0,24 0,23 0,22 0,23 0,25
Quick Ratio 1,00 1,15 1,15 1,21 1,31
Current Ratio 1,50 1,61 1,60 1,62 1,71
Sumber: Proyeksi Manajemen, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan hasil analisis sensitivitas diketahui pergerakan faktor mulai dari 10% dan
20% pada posisi normalnya memberi dampak minimal pada rasio profitabilitas,
solvabilitas, aktivitas dan likuiditas. Berdasarkan Analisis Sensitivitas di atas diketahui
bahwa pengurangan kondisi dana divestasi berdampak minimal terhadap rasio
keuangan proyeksi keuangan.
Halaman - 49
Page 63
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Figur 47. Analisis Sensitivitas Terhadap Kondisi Jumlah Dividen Yang Akan Diperoleh
(dalam Miliar Rupiah)
Meningkat 10% 2025 2026 2027 2028 2029
Profitabilitas
Gross Profit Margin (%) 10,77% 11,62% 11,47% 11,54% 11,60%
EBITDA Margin (%) 14,80% 17,33% 16,72% 16,83% 16,44%
Net Income Margin (%) 0,52% 0,93% 1,29% 1,81% 1,93%
Return on Asset (ROA) (%) 0,20% 0,41% 0,64% 0,96% 1,07%
Return on Equity (ROE) (%) 0,72% 1,32% 1,81% 2,65% 2,83%
Solvabilitas
DSCR 0,90 0,98 1,01 1,28 1,24
ISCR 1,49 2,25 2,42 3,19 3,28
Aktivitas
Accounts Receivable Turnover (ARTO) 2,59 2,16 2,31 2,38 2,48
Cost of Revenue Turnover (CRTO) 0,63 0,68 0,66 0,65 0,64
Total Asset Turnover (TATO) 0,38 0,44 0,49 0,53 0,55
Likuiditas
Cash Ratio 0,24 0,23 0,22 0,23 0,25
Quick Ratio 1,00 1,15 1,15 1,22 1,31
Current Ratio 1,50 1,62 1,60 1,63 1,71
Meningkat 20% 2025 2026 2027 2028 2029
Profitabilitas
Gross Profit Margin (%) 10,77% 11,62% 11,47% 11,54% 11,60%
EBITDA Margin (%) 14,80% 17,33% 16,72% 16,83% 16,44%
Net Income Margin (%) 0,52% 0,93% 1,29% 1,80% 1,93%
Return on Asset (ROA) (%) 0,20% 0,41% 0,63% 0,95% 1,06%
Return on Equity (ROE) (%) 0,72% 1,32% 1,81% 2,65% 2,82%
Solvabilitas
DSCR 0,90 0,98 1,01 1,28 1,24
ISCR 1,49 2,25 2,42 3,19 3,28
Aktivitas
Accounts Receivable Turnover (ARTO) 2,59 2,16 2,31 2,38 2,48
Cost of Revenue Turnover (CRTO) 0,63 0,68 0,66 0,65 0,64
Total Asset Turnover (TATO) 0,38 0,44 0,49 0,53 0,55
Likuiditas
Cash Ratio 0,24 0,23 0,22 0,23 0,25
Quick Ratio 1,00 1,15 1,15 1,22 1,31
Current Ratio 1,50 1,62 1,60 1,63 1,71
Sumber: Proyeksi Manajemen, diolah oleh TOPAZ
Berdasarkan hasil analisis sensitivitas diketahui pergerakan faktor mulai dari 10% dan
20% pada posisi normalnya memberi dampak minimal pada rasio profitabilitas,
solvabilitas, aktivitas dan likuiditas. Berdasarkan Analisis Sensitivitas di atas diketahui
bahwa peningkatan jumlah dividen yang akan diperoleh berdampak minimal terhadap
rasio keuangan proyeksi keuangan.
Halaman - 50
Page 64
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
3.2.5 Proforma Laporan Keuangan
Proforma laporan keuangan adalah proforma Posisi Keuangan, Laba (Rugi) dan Arus Kas
PP setelah Rencana Transaksi yang memberikan gambaran dampak keuangan atas
Rencana Transaksi atas laporan keuangan PP per 30 Juni 2025. Asumsi dalam
penyusunan proforma adalah :
1. Harga penjualan CRI porsi PP adalah Rp282 miliar, dengan asumsi laba bersih
setekah pengurangan biaya- biaya dan pajak atas transaksi divestasi, maka besarnya
keuntungan bersih yang tercatat adalah Rp5 miliar.
2. Dana hasil divestasi digunakan untuk membayar biaya yang masih harus dibayar,
dialokasikan sebesar Rp230,8 miliar.
3. Pada proforma posisi keuangan terdapat penurunan aset sebesar Rp225,9 miliar
dan penurunan liabilitas sebesar Rp230,9 miliar dan peningkatan ekuitas sebesar
Rp5 miliar.
4. Pada proforma laba (rugi) terdapat peningkatan pendapatan lain- lain sebesar Rp5
miliar.
5. Pada proforma arus terdapat peningkatan arus kas investasi yang merupakan hasil
keuntungan bersih hasil divestasi CRI sebesar Rp5 miliar.
Berdasarkan asumsi tersebut, Proforma Laporan Keuangan dilakukan dengan Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:
Proforma Laporan Posisi Keuangan
Figur 48. Proforma Laporan Posisi Keuangan
(dalam Miliar Rupiah)
Manajemen Proforma
Posisi Keuangan Penyesuaian
30-Jun-25 30-Jun-25
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 2.540 5 2.545
Investasi jangka pendek 195 195
Bank yang dibatasi penggunaannya 281 281
Piutang usaha - bersih
Pihak Berelasi 602 602
Pihak Ketiga 5.333 5.333
Aset keuangan dari proyeksi konsesi - lancar 175 175
Piutang retensi - bersih
Pihak Berelasi 753 753
Pihak Ketiga 718 718
Tagihan bruto kepada pemberi kerja - bersih
Pihak Berelasi 2.079 2.079
Pihak Ketiga 3.480 3.480
Pekerjaan dalam proses 484 484
Piutang lain-lain - bersih
Pihak Berelasi 86 86
Pihak Ketiga 142 142
Persediaan - bersih 10.217 10.217
Uang muka 226 226
Pajak dibayar dimuka 296 296
Halaman - 51
Page 65
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Manajemen Proforma
Posisi Keuangan Penyesuaian
30-Jun-25 30-Jun-25
Biaya dibayar dimuka 256 256
Sewa dibayar dimuka 221 221
Jumlah Aset lancar 28.083 5 28.088
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan dari proyek konsesi - setelah dikurangi
3.191 3.191
bagian lancar
Piutang lain-lain - setelah dikurangi bagian lancar 230 230
Tanah yang akan dikembangkan 3.815 3.815
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 3.543 3.543
Investasi jangka panjang lainnya 1.624 (231) 1.393
Aset tetap - bersih 2.533 2.533
Properti investasi 3.734 3.734
Aset sewa pembiayaan 843 843
Aset hak guna - bersih 760 760
Aset minyak dan gas bumi - bersih 1.069 1.069
Goodwill 277 277
Aset tak berwujud 5.817 5.817
Aset lain-lain 13 13
Jumlah Aset Tidak Lancar 27.449 (231) 27.218
Jumlah Aset 55.532 (226) 55.306
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha
Pihak berelasi 1.306 1.306
Pihak ketiga 8.106 8.106
Utang pajak 793 793
Biaya yang masih harus dibayar 4.176 (231) 3.945
Utang bank - jangka pendek
Pihak berelasi 2.577 2.577
Pihak ketiga 533 533
Utang non-bank - pihak berelasi 294 294
Pendapatan diterima dimuka 154 154
Utang bank dan lembaga keuangan:
Pihak berelasi 54 54
Pihak ketiga 445 445
Uang muka pemberi pekerjaan dan konsumen 377 377
Liabilitas sewa 88 88
Utang obligasi 503 503
Sukuk Mudharabah 127 127
Utang jangka pendek lainnya 927 927
Jumlah Liabilitas jangka pendek 20.460 (231) 20.229
Liabilitas Jangka Panjang
Utang usaha 55 55
Liabilitas program imbalan kerja 281 281
Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang :
Pihak berelasi 8.468 8.468
Pihak ketiga 4.747 4.747
Pendapatan diterima dimuka 5 5
Halaman - 52
Page 66
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Manajemen Proforma
Posisi Keuangan Penyesuaian
30-Jun-25 30-Jun-25
Uang muka pemberi pekerjaan dan konsumen 2.137 2.137
Liabilitas sewa 705 705
Utang obligasi 1.586 1.586
Obligasi konversi 1.005 1.005
Liabilitas pajak tangguhan 46 46
Sukuk Mudharabah 405 405
Utang jangka panjang lainnya 322 322
Jumlah liabilitas jangka panjang 19.761 - 19.761
Jumlah Liabilitas 40.222 (231) 39.991
Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 24.500.000.000 saham Modal ditempatkan
dan disetor - 1 Saham Seri A Dwiwarnadan 6.199.897.354 620 620
saham Seri B
Saham treasuri (8) (8)
Komponen ekuitas lainnya (8) (8)
Tambahan modal disetor 4.710 4.710
Perubahan ekuitas pada entitas anak 837 837
Penghasilan komprehensif lain 1.414 1.414
Saldo laba:
Ditentukan penggunaannya 4.559 4.559
Tidak ditentukan penggunaannya 65 5 70
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk 12.189 5 12.194
Kepentingan non-pengendali 3.121 3.121
Jumlah Ekuitas 15.310 5 15.315
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 55.532 (226) 55.306
Sumber: Laporan Proforma PP per 30 Juni 2025
Berdasarkan jumlah aset yang didapatkan dari laporan keuangan per 30 Juni 2025
adalah sebesar Rp55.532 miliar, terdapat penyesuaian sebesar minus Rp266 miliar, yang
terdiri dari penambahan kas dan setara kas sebesar Rp5 miliar dan pengurangan
investasi jangka panjang lainnya sebesar Rp231 miliar, dengan demikian hasil proforma
jumlah aset per 30 Juni 2025 sebesar Rp55.306 miliar.
Proforma Laporan Laba Rugi
Figur 49. Proforma Laporan Laba Rugi
(dalam Miliar Rupiah)
Manajemen Proforma
Laba Rugi Penyesuaian
30-Jun-25 30-Jun-25
Pendapatan Usaha :
Jumlah Pendapatan Usaha 6.709 6.709
Beban Pokok Pendapatan :
Jumlah beban pokok penjualan 5.787 5.787
Laba Kotor 922 922
Halaman - 53
Page 67
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Manajemen Proforma
Laba Rugi Penyesuaian
30-Jun-25 30-Jun-25
Beban Administrasi dan Umum (410) (410)
Kerugian penurunan nilai (135) (135)
Beban keuangan (807) (807)
Bagian laba ventura bersama 435 435
Bagian laba (rugi) entitas asosiasi 18 18
Pendapatan lainnya 596 6,42 602
Beban lainnya (379) (379)
Beban pajak final (167) (1,41) (169)
Total Beban Usaha (850) 5,01 (845)
Laba Sebelum Pajak 72 5,01 77
Pajak kini (21) (21)
Pajak tangguhan
Beban Pajak Penghasilan - Bersih (21) (21)
Laba Tahun Berjalan 51 5,01 56
Sumber : Laporan Proforma PP per 30 Juni 2025
Berdasarkan jumlah laba tahun berjalan yang didapatkan dari laporan keuangan per 30
Juni 2025 adalah sebesar Rp51 miliar, terdapat penyesuaian dari keuntungan bersih
hasil divestasi yaitu sebesar Rp5 miliar, dengan demikian proforma jumlah laba per 30
Juni 2025 sebesar Rp56 miliar.
Proforma Laporan Arus Kas
Figur 50. Proforma Laporan Arus Kas
(dalam Miliar Rupiah)
Manajemen Proforma
Arus Kas Penyesuaian
30-Jun-25 30-Jun-25
Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi (306) (306)
Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (225) 5,01 (220)
Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan (1.117) (1.117)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (1.647) 5,01 (1.642)
PERUBAHAN PENGARUH SELISIH KURS 3 3
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL
4.185 4.185
TAHUN
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR
2.540 5,01 2.545
TAHUN
Sumber : Laporan Proforma PP per 30 Juni 2025
Halaman - 54
Page 68
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2025, kas dan setara kas pada akhir tahun
adalah sebesar Rp2.540 miliar, terdapat penyesuaian pada arus kas yang digunakan
aktivitas investasi sebesar Rp5 miliar, dengan demikian hasil proforma jumlah kas dan
setara kas akhir per 30 Juni 2025 sebesar Rp2.545 miliar.
3.2.6 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Berikut adalah Analisis Kewajaran Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar:
Figur 51. Perbandingan Nilai Rencana Transaksi dengan Nilai Pasar
Nilai Pasar Nilai Buku Persentase Terhadap
Nilai Transaksi
(Hasil Valuasi) 30 Juni 2025 Nilai Pasar
Rp282,10 miliar Rp274,47 miliar Rp229,45 miliar 2,78%
Berdasarkan perjanjian jual beli saham bersayarat, Nilai Rencana Transaksi sebesar
Rp282,10 miliar, sedangkan Nilai Pasar sebesar Rp274,47 miliar Nilai tersebut diperoleh
dari hasil penilaian ekuitas CRI per 30 Juni 2025 oleh KJPP TOPAZ. Persentase nilai
rencana transaksi terhadap nilai pasar adalah sebesar 2,78%. Berdasarkan POJK
35/POJK.04/2020 pasal 48 poin b dinyatakan bahwa batas atas dan batas bawah pada
kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% dari nilai pasar atau wajar. Berdasarkan
Perhitungan tersebut maka Nilai Rencana Transaksi adalah masih dalam batas
Kewajaran karena berada di atas 2,78% dari Nilai Pasar maka dalam rentang wajar.
Halaman - 55
Page 69
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
4 KESIMPULAN ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI
4.1 Analisis Kewajaran Kualitatif
Keuntungan yang akan diperoleh PP atas Rencana Transaksi ini adalah:
1. Dana hasil divestasi akan menambah likuiditas PP sehingga memperluas headroom
terhadap financial covenants, serta menurunkan ketergantungan pada pendanaan
berbunga.
2. Alokasi dana hasil divestasi untuk pelunasan atau penurunan utang diperkirakan
memperbaiki rasio leverage dan interest coverage ratio, sekaligus menurunkan
biaya bunga tahunan yang dibukukan pada laporan laba rugi konsolidasian.
3. PP berpotensi membukukan laba penjualan investasi yang berdampak positif
terhadap kinerja laba tahun berjalan dan ekuitas. Adapun besarnya keuntungan
setelah dikurangi biaya transaksi dan pajak yang berlaku adalah sebesar Rp5 miliar.
4. Pelepasan kepemilikan di CRI menurunkan eksposur risiko operasional yang tidak
sejalan dengan prioritas strategis PP.
Manfaat yang akan diperoleh PP atas Rencana Transaksi ini adalah:
1. Rencana Transaksi ini sejalan dengan harapan manajemen untuk menyelaraskan
portofolio investasi. PP melakukan penataan kembali portfolio dengan melakukan
divestasi saham dari portofolio sehingga dapat lebih berfokus pada bisnis inti (back
to core).
2. Divestasi CRI memberikan manfaat kepada PP berupa penguatan likuiditas,
memungkinkan optimalisasi struktur permodalan melalui penurunan pokok utang
dan beban bunga, serta membuka potensi pengakuan laba penjualan investasi yang
berdampak positif terhadap kinerja laba tahun berjalan dan ekuitas; di saat yang
sama, portofolio PP menjadi lebih ramping dan fokus pada bisnis inti yaitu
konstruksi sehingga meningkatkan efisiensi dan ketahanan kinerja ke depan.
4.2 Analisis Kewajaran Kuantitatif
1. Dampak keuangan atas Rencana Transaksi berdasarkan Proforma Laporan Keuangan
per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan jumlah aset yang didapatkan dari laporan keuangan per 30 Juni
2025 adalah sebesar Rp55.532 miliar, terdapat penyesuaian sebesar minus
Rp266 miliar, yang terdiri dari penambahan kas dan setara kas sebesar Rp5
miliar dan pengurangan investasi jangka panjang lainnya sebesar Rp231 miliar,
dengan demikian hasil proforma jumlah aset per 30 Juni 2025 sebesar
Rp55.306 miliar.
b. Berdasarkan jumlah laba tahun berjalan yang didapatkan dari laporan
keuangan per 30 Juni 2025 adalah sebesar Rp51 miliar, terdapat penyesuaian
dari keuntungan bersih hasil divestasi yaitu sebesar Rp5 miliar, dengan
demikian proforma jumlah laba per 30 Juni 2025 sebesar Rp56 miliar.
c. Berdasarkan kas dan setara kas pada akhir tahun adalah sebesar Rp2.540
miliar, terdapat penyesuaian pada arus kas yang digunakan aktivitas investasi
sebesar Rp5 miliar, dengan demikian hasil proforma jumlah kas dan setara kas
akhir per 30 Juni 2025 sebesar Rp2.545 miliar.
Halaman - 56
Page 70
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
2. Berdasarkan Analisis Inkremental atas Rencana Transaksi, Nilai tambah (selisih atas
proyeksi keuangan dengan adanya Rencana Transaksi dengan Proyeksi tanpa adanya
Rencana Transaksi) adalah sebagai berikut:
a. Ringkasan Nilai Tambah dalam Angka:
i. Nilai tambah pada level aset mengalami penurunan pada tahun 2025
sebesar Rp260 miliar. Selanjutnya, sepanjang periode 2025 hingga 2029,
total nilai aset tercatat mengalami penurunan kumulatif sebesar
Rp1.127 miliar, yang berasal terutama dari investasi pada perusahaan
asosiasi.
ii. Nilai tambah pada level laba tahun berjalan pada tahun 2025 hingga
2029, perusahaan mencatatkan laba tahun berjalan dengan total nilai
tambah sebesar Rp69 miliar.
iii. Nilai tambah pada saldo kas akhir untuk periode tahun 2025 hingga
2029 tercatat sebesar Rp173 miliar.
b. Ringkasan Analisis Nilai Tambah dalam Persentase:
i. Nilai tambah pada tingkat aset setelah rencana transaksi pada tahun
2029 menunjukkan penurunan sebesar 0,45% dibandingkan dengan
proyeksi sebelum rencana transaksi.
ii. Nilai tambah pada tingkat laba setelah rencana transaksi pada tahun
2029 tercatat sebesar 4,01%, atau mengalami peningkatan
dibandingkan dengan proyeksi sebelum rencana transaksi.
iii. Nilai tambah pada posisi kas akhir setelah rencana transaksi pada tahun
2029 tercatat sebesar 1,73%, atau mengalami peningkatan
dibandingkan dengan proyeksi sebelum rencana transaksi.
3. Berdasarkan rasio keuangan untuk proyeksi keuangan setelah adanya Rencana
Transaksi PP menunjukkan kinerja keuangan yang positif dengan perbaikan pada
profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas. Meskipun margin laba bersih dan
ROE masih tergolong rendah, tren pertumbuhan yang konsisten memberikan indikasi
bahwa perusahaan berada pada jalur peningkatan kinerja keuangan yang sehat dan
berkelanjutan.
4. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas diketahui pengurangan kondisi dana divestasi
dan peningkatan jumlah dividen yang akan diperoleh berdampak minimal terhadap
rasio keuangan proyeksi keuangan.
5. Berdasarkan perjanjian jual beli saham bersayarat, Nilai Rencana Transaksi sebesar
Rp282,10 miliar, sedangkan Nilai Pasar sebesar Rp274,47 miliar Nilai tersebut
diperoleh dari hasil penilaian ekuitas CRI per 30 Juni 2025 oleh KJPP TOPAZ.
Persentase nilai rencana transaksi terhadap nilai pasar adalah sebesar 2,78%.
Berdasarkan POJK 35/POJK.04/2020 pasal 48 poin b dinyatakan bahwa batas atas dan
batas bawah pada kisaran nilai tidak boleh melebihi 7,5% dari nilai pasar atau wajar.
Berdasarkan Perhitungan tersebut maka Nilai Rencana Transaksi adalah masih dalam
batas Kewajaran karena berada di atas 2,78% dari Nilai Pasar maka dalam rentang
wajar.
Halaman - 57
Page 71
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
5 PENDAPAT MENGENAI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data dan informasi yang diperoleh
dan digunakan, penelaahan atas dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana
diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana
Transaksi ini, ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan, adalah wajar.
Kesimpulan akhir diatas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada PP maupun secara eksternal yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka kesimpulan
mengenai kewajaran Rencana Transaksi ini mungkin berbeda.
Halaman - 58
Page 72
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN
Pendapat Kewajaran – PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (“PP”)
6 KUALIFIKASI PENILAI USAHA
Penilai Usaha yang menandatangani Laporan Pendapat Kewajaran usaha ini merupakan
Penilai Usaha bersertifikat dengan perijinan sebagai berikut:
No. Ijin Penilai : B-1.17.00481
No. STTD : STTD.PB-04/PJ-1/PM.223/2023
No. MAPPI : 12-S-03723
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis (B)
Halaman - 59
Page 73
LAMPIRAN KEUANGAN
Page 74
Proyeksi Sebelum Rencana Transaksi
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Income Statement
Revenue IDR Bn 20.901 21.412 21.495 22.882 23.186
Cost of Revenues IDR Bn -18.649 -18.924 -19.031 -20.241 -20.496
Gross Profit IDR Bn 2.251 2.488 2.464 2.640 2.690
Operating expenses IDR Bn -875 -1.011 -1.027 -1.016 -1.024
Employee Expenses IDR Bn -875 -887 -902 -891 -894
General Expenses IDR Bn 0 -106 -106 -105 -109
Marketing Expenses IDR Bn 0 -0 -0 -0 -0
Depreciation Expenses IDR Bn 0 -14 -15 -15 -16
Employee Training Expenses IDR Bn 0 -3 -4 -4 -4
Impairment losses IDR Bn -366 -751 -961 -931 -1.016
Finance costs IDR Bn -2.077 -1.672 -1.507 -1.228 -1.184
Share in profit of joint venture IDR Bn 915 1.625 1.452 1.462 1.364
Share in profit (loss) of associates IDR Bn 19 -106 45 45 46
Other income IDR Bn 1.870 335 1.762 316 269
Other expense IDR Bn -1.035 -158 -1.382 -265 -75
Final tax expense IDR Bn -427 -401 -407 -425 -434
Profit before Income Tax IDR Bn 275 349 440 599 636
Income Tax (Expense) IDR Bn -167 -166 -179 -201 -204
Net Profit Current Year IDR Bn 108 184 261 397 432
Financial Ratios
Gross Profit Margin % 10,8% 11,6% 11,5% 11,5% 11,6%
EBITDA Margin % 14,8% 17,3% 16,7% 16,8% 16,4%
Net Income Margin % 0,5% 0,9% 1,2% 1,7% 1,9%
DSCR x 0,9 1,0 1,0 1,3 1,2
ISCR x 1,5 2,2 2,4 3,1 3,2
Return on Asset (ROA) x 0,2% 0,4% 0,6% 0,9% 1,0%
Return on Equity (ROE) x 0,7% 1,2% 1,7% 2,6% 2,7%
Accounts Receivable Turnover (ARTO) x 2,6 2,2 2,3 2,4 2,5
Cost of Revenue Turnover (CRTO) x 0,6 0,7 0,7 0,6 0,6
Total Asset Turnover (TATO) x 0,4 0,4 0,5 0,5 0,5
Cash Ratio x 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2
Quick Ratio x 1,0 1,1 1,1 1,2 1,3
Current Ratio x 1,5 1,6 1,6 1,6 1,7
Page 75
Proyeksi Sebelum Rencana Transaksi
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Balance Sheet
Assets
Cash and cash equivalents IDR Bn 4.820 4.463 3.975 3.986 3.998
Restricted bank IDR Bn 211 0 0 0 0
Short term investments IDR Bn 194 534 534 534 534
Trade receivable - net IDR Bn 6.616 8.787 8.203 8.483 8.178
Financial asset from concession project - currentIDR
portion
Bn 0 0 0 0 0
Retention receivable - net IDR Bn 1.444 1.103 1.109 1.150 1.163
Gross amount from project owner - net IDR Bn 5.190 4.665 4.787 5.155 5.470
Work in progress IDR Bn 490 490 490 490 490
Other receivables IDR Bn 250 123 56 55 38
Receivables to subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Inventories IDR Bn 10.096 8.907 8.207 7.225 6.486
Advances IDR Bn 248 264 264 264 262
Prepaid taxes IDR Bn 227 773 638 641 641
Prepaid expenses IDR Bn 343 531 526 527 321
Prepaid lease IDR Bn 228 228 228 228 228
Guarantee IDR Bn 0 0 0 0 0
Non-current assets held for sale IDR Bn 0 0 0 0 0
Total Current Assets IDR Bn 30.357 30.868 29.019 28.738 27.808
Trade receivable - net of current portion IDR Bn 0 0 0 0 0
Receivables to subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Advance investment IDR Bn 0 26 26 26 26
Investment in subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Investments in associates and joint ventures IDR Bn 3.348 4.448 2.770 2.777 2.821
Financial asset from concession project - net of IDR
current
Bn portion 67 38 0 0 0
Other receivables - net of current portion IDR Bn 235 128 28 28 28
Land for development IDR Bn 3.946 3.754 3.731 3.622 3.382
Other long-term investments IDR Bn 1.624 1.469 1.469 1.469 1.469
Property and equipment - net IDR Bn 2.542 1.407 1.423 1.498 1.354
Investment properties IDR Bn 3.742 3.593 3.567 3.516 3.457
Oil and gas properties - net IDR Bn 1.092 1.072 0 0 0
Goodwill IDR Bn 277 0 0 0 0
Intangible assets IDR Bn 5.808 67 67 66 66
Right-of-use assets - net IDR Bn 798 661 732 726 749
Financial asset, perpetual loan IDR Bn 0 0 0 0 0
Financial Lease Asset 830 830 830 830 830
Other assets IDR Bn 11 134 164 188 209
Total Non-Current Assets IDR Bn 24.321 17.628 14.806 14.748 14.391
Total Assets IDR Bn 54.678 48.496 43.825 43.486 42.199
Liabilities
Trade payable IDR Bn 9.812 6.585 6.247 6.133 4.858
Taxes payable IDR Bn 727 868 850 849 826
Accrued expenses IDR Bn 3.782 5.295 5.255 5.271 5.279
Short term - bank loans IDR Bn 3.613 3.807 3.336 3.261 3.013
Non-bank loans - related party IDR Bn 294 3 3 3 3
Unearned revenue IDR Bn 179 194 194 193 205
CPLTD - Bank loans and financial institutions IDR Bn 541 335 209 204 192
CPLTD - Medium-term notes IDR Bn 0 0 0 0 0
CPLTD - Advances from project owners and consumers
IDR Bn 415 936 901 657 723
CPLTD - Lease liabilities IDR Bn 110 751 867 852 881
CPLTD - Bonds payable IDR Bn 242 115 89 96 115
CPLTD - Sukuk Mudharabah IDR Bn 60 0 0 0 0
Other current liabilities IDR Bn 692 476 449 444 439
Payables from subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Liabilities directly associated with non-current assets
IDR Bn 0 0 0 0 0
Total Current Liabilities IDR Bn 20.466 19.366 18.401 17.962 16.536
Trade payable IDR Bn 56 0 0 0 0
Post-employment benefits liabilities IDR Bn 270 258 252 252 236
Long term bank loans and financial institutions -IDR
netBn
of current maturity 11.818 6.212 2.992 2.905 2.697
Medium-term notes IDR Bn 0 0 0 0 0
Advances from project owners and consumers IDR Bn 2.350 1.716 1.716 1.716 1.716
Lease liabilities IDR Bn 686 312 313 314 315
Bonds payable IDR Bn 2.088 3.707 3.070 2.993 3.111
Convertible Bonds 1.005 1.005 1.005 1.005 1.005
Deferred Tax Liabilities 38 0 0 0 0
Sukuk Mudharabah IDR Bn 532 532 532 532 532
Payables from subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Other long-term liabilities IDR Bn 314 260 260 260 260
Total Non-Current Liabilities IDR Bn 19.157 14.002 10.140 9.977 9.873
Total Liabilities IDR Bn 39.623 33.368 28.541 27.939 26.409
Equity
Share capital IDR Bn 620 620 620 620 620
Treasury shares IDR Bn -8 0 0 0 0
Other component equity IDR Bn -8 -61 -61 -23 -23
Additional paid-in capital IDR Bn 4.710 4.710 4.710 4.710 4.710
Changes in equity of subsidiaries IDR Bn 837 838 838 838 837
Other comprehensive income IDR Bn 1.419 1.419 1.419 1.419 1.419
Perpetual securities IDR Bn 0 0 0 0 0
Retained earnings - Appropriated IDR Bn 4.559 4.614 4.730 4.886 5.111
Retained earnings - Unappropriated IDR Bn 55 116 156 225 244
Equity attributable to owners of the parent entity
I DR Bn 12.184 12.257 12.413 12.676 12.920
Non-controlling interests IDR Bn 2.871 2.871 2.871 2.871 2.871
Total Equity IDR Bn 15.055 15.128 15.284 15.547 15.791
Total Liabilities & Equity IDR Bn 54.678 48.496 43.825 43.486 42.199
Page 76
Proyeksi Sebelum Rencana Transaksi
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Cash Flow
Cash Balance, Beginning IDR Bn 4.185 4.820 4.463 3.975 3.985
Net Cash Flow from Operations IDR Bn 103 152 181 205 189
Net Cash Flow from Investing IDR Bn 2.495 -586 4.081 -287 -196
Net Cash Flow from Financing IDR Bn -1.966 76 -4.749 92 19
Selisih Kurs IDR Bn 2
Cash Balance, Ending IDR Bn 4.820 4.463 3.975 3.986 3.998
Page 77
Proyeksi Setelah Rencana Transaksi
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Income Statement
Revenue IDR Bn 20.901 21.412 21.495 22.882 23.186
Cost of Revenues IDR Bn -18.649 -18.924 -19.031 -20.241 -20.496
Gross Profit IDR Bn 2.251 2.488 2.464 2.640 2.690
Operating expenses IDR Bn -875 -1.011 -1.027 -1.016 -1.024
Employee Expenses IDR Bn -875 -887 -902 -891 -894
General Expenses IDR Bn 0 -106 -106 -105 -109
Marketing Expenses IDR Bn 0 -0 -0 -0 -0
Depreciation Expenses IDR Bn 0 -14 -15 -15 -16
Employee Training Expenses IDR Bn 0 -3 -4 -4 -4
Impairment losses IDR Bn -366 -751 -961 -931 -1.016
Finance costs IDR Bn -2.077 -1.651 -1.486 -1.207 -1.162
Share in profit of joint venture IDR Bn 915 1.625 1.452 1.462 1.364
Share in profit (loss) of associates IDR Bn 19 -115 36 36 37
Other income IDR Bn 1.870 335 1.762 316 269
Other expense IDR Bn -1.035 -158 -1.382 -265 -75
Final tax expense IDR Bn -427 -401 -407 -425 -434
Profit before Income Tax IDR Bn 275 362 453 611 648
Income Tax (Expense) IDR Bn -167 -161 -175 -197 -200
Net Profit Current Year IDR Bn 108 201 278 415 449
Financial Ratios
Gross Profit Margin % 10,8% 11,6% 11,5% 11,5% 11,6%
EBITDA Margin % 14,8% 17,3% 16,7% 16,8% 16,4%
Net Income Margin % 0,5% 0,9% 1,3% 1,8% 1,9%
DSCR x 0,9 1,0 1,0 1,3 1,2
ISCR x 1,5 2,2 2,4 3,2 3,3
Return on Asset (ROA) x 0,2% 0,4% 0,6% 1,0% 1,1%
Return on Equity (ROE) x 0,7% 1,3% 1,8% 2,7% 2,8%
Accounts Receivable Turnover (ARTO) x 2,6 2,2 2,3 2,4 2,5
Cost of Revenue Turnover (CRTO) x 0,6 0,7 0,7 0,6 0,6
Total Asset Turnover (TATO) x 0,4 0,4 0,5 0,5 0,6
Cash Ratio x 0,2 0,2 0,2 0,2 0,2
Quick Ratio x 1,0 1,2 1,1 1,2 1,3
Current Ratio x 1,5 1,6 1,6 1,6 1,7
Page 78
Proyeksi Setelah Rencana Transaksi
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Balance Sheet
Assets
Cash and cash equivalents IDR Bn 4.820 4.480 4.010 4.038 4.067
Restricted bank IDR Bn 211 0 0 0 0
Short term investments IDR Bn 194 534 534 534 534
Trade receivable - net IDR Bn 6.616 8.787 8.203 8.483 8.178
Financial asset from concession project - currentIDR
portion
Bn 0 0 0 0 0
Retention receivable - net IDR Bn 1.444 1.103 1.109 1.150 1.163
Gross amount from project owner - net IDR Bn 5.190 4.665 4.787 5.155 5.470
Work in progress IDR Bn 490 490 490 490 490
Other receivables IDR Bn 250 123 56 55 38
Receivables to subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Inventories IDR Bn 10.096 8.907 8.207 7.225 6.486
Advances IDR Bn 248 264 264 264 262
Prepaid taxes IDR Bn 227 773 638 641 641
Prepaid expenses IDR Bn 343 531 526 527 321
Prepaid lease IDR Bn 228 228 228 228 228
Guarantee IDR Bn 0 0 0 0 0
Non-current assets held for sale IDR Bn 0 0 0 0 0
Total Current Assets IDR Bn 30.357 30.886 29.053 28.790 27.877
Trade receivable - net of current portion IDR Bn 0 0 0 0 0
Receivables to subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Advance investment IDR Bn 0 26 26 26 26
Investment in subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Investments in associates and joint ventures IDR Bn 3.088 4.188 2.510 2.517 2.561
Financial asset from concession project - net of IDR
current
Bn portion 67 38 0 0 0
Other receivables - net of current portion IDR Bn 235 128 28 28 28
Land for development IDR Bn 3.946 3.754 3.731 3.622 3.382
Other long-term investments IDR Bn 1.624 1.469 1.469 1.469 1.469
Property and equipment - net IDR Bn 2.542 1.407 1.423 1.498 1.354
Investment properties IDR Bn 3.742 3.593 3.567 3.516 3.457
Oil and gas properties - net IDR Bn 1.092 1.072 0 0 0
Goodwill IDR Bn 277 0 0 0 0
Intangible assets IDR Bn 5.808 67 67 66 66
Right-of-use assets - net IDR Bn 798 661 732 726 749
Financial asset, perpetual loan IDR Bn 0 0 0 0 0
Financial Lease Asset 830 830 830 830 830
Other assets IDR Bn 11 134 164 188 209
Total Non-Current Assets IDR Bn 24.061 17.368 14.546 14.488 14.131
Total Assets IDR Bn 54.418 48.253 43.599 43.278 42.008
Liabilities
Trade payable IDR Bn 9.812 6.585 6.247 6.133 4.858
Taxes payable IDR Bn 727 868 850 849 826
Accrued expenses IDR Bn 3.782 5.295 5.255 5.271 5.279
Short term - bank loans IDR Bn 3.353 3.547 3.076 3.001 2.753
Non-bank loans - related party IDR Bn 294 3 3 3 3
Unearned revenue IDR Bn 179 194 194 193 205
CPLTD - Bank loans and financial institutions IDR Bn 541 335 209 204 192
CPLTD - Medium-term notes IDR Bn 0 0 0 0 0
CPLTD - Advances from project owners and consumers
IDR Bn 415 936 901 657 723
CPLTD - Lease liabilities IDR Bn 110 751 867 852 881
CPLTD - Bonds payable IDR Bn 242 115 89 96 115
CPLTD - Sukuk Mudharabah IDR Bn 60 0 0 0 0
Other current liabilities IDR Bn 692 476 449 444 439
Payables from subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Liabilities directly associated with non-current assets
IDR Bn 0 0 0 0 0
Total Current Liabilities IDR Bn 20.206 19.106 18.141 17.702 16.276
Trade payable IDR Bn 56 0 0 0 0
Post-employment benefits liabilities IDR Bn 270 258 252 252 236
Long term bank loans and financial institutions -IDR
netBn
of current maturity 11.818 6.212 2.992 2.905 2.697
Medium-term notes IDR Bn 0 0 0 0 0
Advances from project owners and consumers IDR Bn 2.350 1.716 1.716 1.716 1.716
Lease liabilities IDR Bn 686 312 313 314 315
Bonds payable IDR Bn 2.088 3.707 3.070 2.993 3.111
Convertible Bonds 1.005 1.005 1.005 1.005 1.005
Deferred Tax Liabilities 38 0 0 0 0
Sukuk Mudharabah IDR Bn 532 532 532 532 532
Payables from subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Other long-term liabilities IDR Bn 314 260 260 260 260
Total Non-Current Liabilities IDR Bn 19.157 14.002 10.140 9.977 9.873
Total Liabilities IDR Bn 39.363 33.108 28.281 27.679 26.149
Equity
Share capital IDR Bn 620 620 620 620 620
Treasury shares IDR Bn -8 0 0 0 0
Other component equity IDR Bn -8 -61 -61 -23 -23
Additional paid-in capital IDR Bn 4.710 4.710 4.710 4.710 4.710
Changes in equity of subsidiaries IDR Bn 837 838 838 838 837
Other comprehensive income IDR Bn 1.419 1.437 1.454 1.471 1.488
Perpetual securities IDR Bn 0 0 0 0 0
Retained earnings - Appropriated IDR Bn 4.559 4.614 4.730 4.886 5.111
Retained earnings - Unappropriated IDR Bn 55 116 156 225 244
Equity attributable to owners of the parent entity
I DR Bn 12.184 12.274 12.448 12.728 12.989
Non-controlling interests IDR Bn 2.871 2.871 2.871 2.871 2.871
Total Equity IDR Bn 15.055 15.145 15.318 15.599 15.860
Total Liabilities & Equity IDR Bn 54.418 48.253 43.599 43.278 42.008
Page 79
Proyeksi Setelah Rencana Transaksi
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Cash Flow
Cash Balance, Beginning IDR Bn 4.185 4.820 4.480 4.010 4.038
Net Cash Flow from Operations IDR Bn 103 170 199 223 206
Net Cash Flow from Investing IDR Bn 2.760 -321 4.346 -22 69
Net Cash Flow from Financing IDR Bn -2.231 -189 -5.014 -173 -246
Selisih Kurs IDR Bn 2 0 0 0 0
Cash Balance, Ending IDR Bn 4.820 4.480 4.010 4.038 4.067
Page 80
Analisis Inkremental dalam Angka
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Income Statement
Revenue IDR Bn 0 0 0 0 0
Cost of Revenues IDR Bn 0 0 0 0 0
Gross Profit IDR Bn 0 0 0 0 0
Operating expenses IDR Bn 0 0 0 0 0
Employee Expenses IDR Bn 0 0 0 0 0
General Expenses IDR Bn 0 0 0 0 0
Marketing Expenses IDR Bn 0 0 0 0 0
Depreciation Expenses IDR Bn 0 0 0 0 0
Employee Training Expenses IDR Bn 0 0 0 0 0
Impairment losses IDR Bn 0 0 0 0 0
Finance costs IDR Bn 0 22 22 22 22
Share in profit of joint venture IDR Bn 0 0 0 0 0
Share in profit (loss) of associates IDR Bn 0 -9 -9 -9 -9
Other income IDR Bn 0 0 0 0 0
Other expense IDR Bn 0 0 0 0 0
Final tax expense IDR Bn 0 0 0 0 0
Profit before Income Tax IDR Bn 0 13 13 13 13
Income Tax (Expense) IDR Bn 0 5 5 5 5
Net Profit Current Year IDR Bn 0 17 17 17 17
Page 81
Analisis Inkremental dalam Angka
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Balance Sheet
Assets
Cash and cash equivalents IDR Bn -0 17 35 52 69
Restricted bank IDR Bn 0 0 0 0 0
Short term investments IDR Bn 0 0 0 0 0
Trade receivable - net IDR Bn 0 0 0 0 0
Financial asset from concession project - currentIDR
portion
Bn 0 0 0 0 0
Retention receivable - net IDR Bn 0 0 0 0 0
Gross amount from project owner - net IDR Bn 0 0 0 0 0
Work in progress IDR Bn 0 0 0 0 0
Other receivables IDR Bn 0 0 0 0 0
Receivables to subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Inventories IDR Bn 0 0 0 0 0
Advances IDR Bn 0 0 0 0 0
Prepaid taxes IDR Bn 0 0 0 0 0
Prepaid expenses IDR Bn 0 0 0 0 0
Prepaid lease IDR Bn 0 0 0 0 0
Guarantee IDR Bn 0 0 0 0 0
Non-current assets held for sale IDR Bn 0 0 0 0 0
Total Current Assets IDR Bn -0 17 35 52 69
Trade receivable - net of current portion IDR Bn 0 0 0 0 0
Receivables to subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Advance investment IDR Bn 0 0 0 0 0
Investment in subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Investments in associates and joint ventures IDR Bn -260 -260 -260 -260 -260
Financial asset from concession project - net of IDR
current
Bn portion 0 0 0 0 0
Other receivables - net of current portion IDR Bn 0 0 0 0 0
Land for development IDR Bn 0 0 0 0 0
Other long-term investments IDR Bn 0 0 0 0 0
Property and equipment - net IDR Bn 0 0 0 0 0
Investment properties IDR Bn 0 0 0 0 0
Oil and gas properties - net IDR Bn 0 0 0 0 0
Goodwill IDR Bn 0 0 0 0 0
Intangible assets IDR Bn 0 0 0 0 0
Right-of-use assets - net IDR Bn 0 0 0 0 0
Financial asset, perpetual loan IDR Bn 0 0 0 0 0
Financial Lease Asset 0 0 0 0 0
Other assets IDR Bn 0 0 0 0 0
Total Non-Current Assets IDR Bn -260 -260 -260 -260 -260
Total Assets IDR Bn -260 -243 -225 -208 -191
Liabilities
Trade payable IDR Bn 0 0 0 0 0
Taxes payable IDR Bn 0 0 0 0 0
Accrued expenses IDR Bn 0 0 0 0 0
Short term - bank loans IDR Bn -260 -260 -260 -260 -260
Non-bank loans - related party IDR Bn 0 0 0 0 0
Unearned revenue IDR Bn 0 0 0 0 0
CPLTD - Bank loans and financial institutions IDR Bn 0 0 0 0 0
CPLTD - Medium-term notes IDR Bn 0 0 0 0 0
CPLTD - Advances from project owners and consumers
IDR Bn 0 0 0 0 0
CPLTD - Lease liabilities IDR Bn 0 0 0 0 0
CPLTD - Bonds payable IDR Bn 0 0 0 0 0
CPLTD - Sukuk Mudharabah IDR Bn 0 0 0 0 0
Other current liabilities IDR Bn 0 0 0 0 0
Payables from subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Liabilities directly associated with non-current assets
IDR Bn 0 0 0 0 0
Total Current Liabilities IDR Bn -260 -260 -260 -260 -260
Trade payable IDR Bn 0 0 0 0 0
Post-employment benefits liabilities IDR Bn 0 0 0 0 0
Long term bank loans and financial institutions -IDR
netBn
of current maturity 0 0 0 0 0
Medium-term notes IDR Bn 0 0 0 0 0
Advances from project owners and consumers IDR Bn 0 0 0 0 0
Lease liabilities IDR Bn 0 0 0 0 0
Bonds payable IDR Bn 0 0 0 0 0
Convertible Bonds 0 0 0 0 0
Deferred Tax Liabilities 0 0 0 0 0
Sukuk Mudharabah IDR Bn 0 0 0 0 0
Payables from subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Other long-term liabilities IDR Bn 0 0 0 0 0
Total Non-Current Liabilities IDR Bn 0 0 0 0 0
Total Liabilities IDR Bn -260 -260 -260 -260 -260
Equity
Share capital IDR Bn 0 0 0 0 0
Treasury shares IDR Bn 0 0 0 0 0
Other component equity IDR Bn 0 0 0 0 0
Additional paid-in capital IDR Bn 0 0 0 0 0
Changes in equity of subsidiaries IDR Bn 0 0 0 0 0
Other comprehensive income IDR Bn 0 17 35 52 69
Perpetual securities IDR Bn 0 0 0 0 0
Retained earnings - Appropriated IDR Bn 0 0 0 0 0
Retained earnings - Unappropriated IDR Bn 0 0 0 0 0
Equity attributable to owners of the parent entity
I DR Bn 0 17 35 52 69
Non-controlling interests IDR Bn 0 0 0 0 0
Total Equity IDR Bn 0 17 35 52 69
Total Liabilities & Equity IDR Bn -260 -243 -225 -208 -191
Page 82
Analisis Inkremental dalam Angka
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Cash Flow
Cash Balance, Beginning IDR Bn 0 -0 17 35 52
Net Cash Flow from Operations IDR Bn 0 17 17 17 17
Net Cash Flow from Investing IDR Bn 265 265 265 265 265
Net Cash Flow from Financing IDR Bn -265 -265 -265 -265 -265
Selisih Kurs IDR Bn 0 0 0 0 0
Cash Balance, Ending IDR Bn -0 17 35 52 69
Page 83
Analisis Inkremental dalam Persentase
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Income Statement
Revenue IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Cost of Revenues IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Gross Profit IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Operating expenses IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Employee Expenses IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
General Expenses IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Marketing Expenses IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Depreciation Expenses IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Employee Training Expenses IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Impairment losses IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Finance costs IDR Bn 0,00% -1,29% -1,43% -1,75% -1,82%
Share in profit of joint venture IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Share in profit (loss) of associates IDR Bn 0,00% 8,46% -19,92% -19,79% -19,72%
Other income IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other expense IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Final tax expense IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Profit before Income Tax IDR Bn 0,00% 3,59% 2,85% 2,10% 1,97%
Income Tax (Expense) IDR Bn 0,00% -2,86% -2,65% -2,35% -2,32%
Net Profit Current Year IDR Bn 0,00% 9,42% 6,62% 4,35% 4,01%
Page 84
Analisis Inkremental dalam Persentase
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Balance Sheet
Assets
Cash and cash equivalents IDR Bn 0,00% 0,39% 0,87% 1,30% 1,73%
Restricted bank IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Short term investments IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Trade receivable - net IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Financial asset from concession project - currentIDR
portion
Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Retention receivable - net IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Gross amount from project owner - net IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Work in progress IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other receivables IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Receivables to subsidiaries IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Inventories IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Advances IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Prepaid taxes IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Prepaid expenses IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Prepaid lease IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Guarantee IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Non-current assets held for sale IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Current Assets IDR Bn 0,00% 0,06% 0,12% 0,18% 0,25%
Trade receivable - net of current portion IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Receivables to subsidiaries IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Advance investment IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Investment in subsidiaries IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Investments in associates and joint ventures IDR Bn -7,77% -5,85% -9,39% -9,36% -9,22%
Financial asset from concession project - net of IDR
current
Bn portion 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other receivables - net of current portion IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Land for development IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other long-term investments IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Property and equipment - net IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Investment properties IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Oil and gas properties - net IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Goodwill IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Intangible assets IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Right-of-use assets - net IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Financial asset, perpetual loan IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Financial Lease Asset 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other assets IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Non-Current Assets IDR Bn -1,07% -1,47% -1,76% -1,76% -1,81%
Total Assets IDR Bn -0,48% -0,50% -0,51% -0,48% -0,45%
Liabilities
Trade payable IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Taxes payable IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Accrued expenses IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Short term - bank loans IDR Bn -7,20% -6,83% -7,79% -7,97% -8,63%
Non-bank loans - related party IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Unearned revenue IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Bank loans and financial institutions IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Medium-term notes IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Advances from project owners and consumers
IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Lease liabilities IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Bonds payable IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
CPLTD - Sukuk Mudharabah IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other current liabilities IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Payables from subsidiaries IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilities directly associated with non-current assets
IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Current Liabilities IDR Bn -1,27% -1,34% -1,41% -1,45% -1,57%
Trade payable IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Post-employment benefits liabilities IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Long term bank loans and financial institutions -IDR
netBn
of current maturity 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Medium-term notes IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Advances from project owners and consumers IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Lease liabilities IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Bonds payable IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Convertible Bonds 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Deferred Tax Liabilities 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Sukuk Mudharabah IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Payables from subsidiaries IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other long-term liabilities IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Non-Current Liabilities IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Liabilities IDR Bn -0,66% -0,78% -0,91% -0,93% -0,98%
Equity
Share capital IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Treasury shares IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other component equity IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Additional paid-in capital IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Changes in equity of subsidiaries IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Other comprehensive income IDR Bn 0,00% 1,22% 2,44% 3,66% 4,87%
Perpetual securities IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Retained earnings - Appropriated IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Retained earnings - Unappropriated IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Equity attributable to owners of the parent entity
I DR Bn 0,00% 0,14% 0,28% 0,41% 0,54%
Non-controlling interests IDR Bn 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Total Equity IDR Bn 0,00% 0,11% 0,23% 0,33% 0,44%
Total Liabilities & Equity IDR Bn -0,48% -0,50% -0,51% -0,48% -0,45%
Page 85
Analisis Inkremental dalam Persentase
PTPP Financial Projection
Output
PTPP Consol 2025 2026 2027 2028 2029
UoM Prognosa Forecast Forecast Forecast Forecast
Cash Flow
Cash Balance, Beginning IDR Bn 0,00% 0,00% 0,38% 0,88% 1,31%
Net Cash Flow from Operations IDR Bn 0,00% 11,34% 9,54% 8,42% 9,15%
Net Cash Flow from Investing IDR Bn 10,62% -45,22% 6,49% -92,20% -135,20%
Net Cash Flow from Financing IDR Bn 13,48% -346,60% 5,58% -287,20% -1400,85%
Selisih Kurs IDR Bn 0,00%
Cash Balance, Ending IDR Bn 0,00% 0,39% 0,87% 1,30% 1,73%
Page 86
PT PP (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK
Proforma Laporan Keuangan atas Rencana Transaksi Divestasi CRI
Per 30 Juni 2025
(Dalam Miliar Rupiah)
Posisi Keuangan 30-Jun-25 Penyesuaian Proforma
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 2.540 5,01 2.545
Investasi jangka pendek 195 195
Bank yang dibatasi penggunaannya 281 281
Piutang usaha - bersih
Pihak Berelasi 602 602
Pihak Ketiga 5.333 5.333
Aset keuangan dari proyeksi konsesi - lancar 175 175
Piutang retensi - bersih
Pihak Berelasi 753 753
Pihak Ketiga 718 718
Tagihan bruto kepada pemberi kerja - bersih
Pihak Berelasi 2.079 2.079
Pihak Ketiga 3.480 3.480
Pekerjaan dalam proses 484 484
Piutang lain-lain - bersih
Pihak Berelasi 86 86
Pihak Ketiga 142 142
Persediaan - bersih 10.217 10.217
Uang muka 226 226
Pajak dibayar dimuka 296 296
Biaya dibayar dimuka 256 256
Sewa dibayar dimuka 221 221
Jumlah Aset lancar 28.083 5,01 28.088
Aset Tidak Lancar
Aset keuangan dari proyek konsesi - setelah dikurangi bagian lancar
3.191 3.191
Piutang lain-lain - setelah dikurangi bagian lancar 230 230
Tanah yang akan dikembangkan 3.815 3.815
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 3.543 3.543
Investasi jangka panjang lainnya 1.624 -230,90 1.393
Aset tetap - bersih 2.533 2.533
Properti investasi 3.734 3.734
Aset sewa pembiayaan 843 843
Aset hak guna - bersih 760 760
Aset minyak dan gas bumi - bersih 1.069 1.069
Goodwill 277 277
Aset tak berwujud 5.817 5.817
Aset lain-lain 13 13
Jumlah Aset Tidak Lancar 27.449 -230,90 27.218
Jumlah Aset 55.532 -225,89 55.306
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha
Pihak berelasi 1.306 1.306
Pihak ketiga 8.106 8.106
Utang pajak 793 793
Biaya yang masih harus dibayar 4.176 -230,90 3.945
Utang bank - jangka pendek
Pihak berelasi 2.577 2.577
Pihak ketiga 533 533
Utang non-bank - pihak berelasi 294 294
Pendapatan diterima dimuka 154 154
Utang bank dan lembaga keuangan:
Pihak berelasi 54 54
Pihak ketiga 445 445
Uang muka pemberi pekerjaan dan konsumen 377 377
Liabilitas sewa 88 88
Utang obligasi 503 503
Sukuk Mudharabah 127 127
Utang jangka pendek lainnya 927 927
Jumlah Liabilitas jangka pendek 20.460 -230,90 20.229
Liabilitas Jangka Panjang
Utang usaha 55 55
Liabilitas program imbalan kerja 281 281
Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang :
Pihak berelasi 8.468 8.468
Pihak ketiga 4.747 4.747
Pendapatan diterima dimuka 5 5
Uang muka pemberi pekerjaan dan konsumen 2.137 2.137
Liabilitas sewa 705 705
Utang obligasi 1.586 1.586
Obligasi konversi 1.005 1.005
Liabilitas pajak tangguhan 46 46
Sukuk Mudharabah 405 405
Utang jangka panjang lainnya 322 322
Jumlah liabilitas jangka panjang 19.761 0,00 19.761
Jumlah Liabilitas 40.222 -230,90 39.991
Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 24.500.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor
620 - 1 Saham Seri A Dwiwarnadan
620 6.199.897.354 saham Seri B
Saham treasuri (8) (8)
Komponen ekuitas lainnya (8) (8)
Tambahan modal disetor 4.710 4.710
Perubahan ekuitas pada entitas anak 837 837
Penghasilan komprehensif lain 1.414 1.414
Saldo laba:
Ditentukan penggunaannya 4.559 4.559
Tidak ditentukan penggunaannya 65 5,01 70
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk 12.189 5,01 12.194
Kepentingan non-pengendali 3.121 3.121
Jumlah Ekuitas 15.310 5,01 15.315
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 55.532 -225,89 55.306
Page 87
Analisis Sensitivitas
Financial Ratios Kondisi Normal
2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit Margin % 10,772% 11,621% 11,465% 11,540% 11,601%
EBITDA Margin % 14,803% 17,329% 16,724% 16,834% 16,436%
Net Income Margin % 0,516% 0,939% 1,296% 1,813% 1,936%
DSCR x 0,898 0,980 1,012 1,278 1,240
ISCR x 1,490 2,248 2,420 3,192 3,279
Return on Asset (ROA) x 0,002 0,004 0,006 0,010 0,011
Return on Equity (ROE) x 0,007 0,013 0,018 0,027 0,028
Accounts Receivable Turnover (ARTO)x 2,593 2,165 2,308 2,375 2,482
Cost of Revenue Turnover (CRTO) x 0,634 0,680 0,656 0,646 0,639
Total Asset Turnover (TATO) x 0,384 0,444 0,493 0,529 0,552
Cash Ratio x 0,239 0,234 0,221 0,228 0,250
Quick Ratio x 1,003 1,150 1,149 1,218 1,314
Current Ratio x 1,502 1,617 1,602 1,626 1,713
Financial Ratios Kondisi dana divestasi berkurang 10%
2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit Margin % 10,772% 11,621% 11,465% 11,540% 11,601%
EBITDA Margin % 14,803% 17,329% 16,724% 16,834% 16,436%
Net Income Margin % 0,516% 0,929% 1,286% 1,803% 1,927%
DSCR x 0,898 0,979 1,011 1,277 1,239
ISCR x 1,490 2,245 2,416 3,186 3,273
Return on Asset (ROA) x 0,002 0,004 0,006 0,010 0,011
Return on Equity (ROE) x 0,007 0,013 0,018 0,026 0,028
Accounts Receivable Turnover (ARTO) x 2,593 2,165 2,308 2,375 2,482
Cost of Revenue Turnover (CRTO) x 0,634 0,680 0,656 0,646 0,639
Total Asset Turnover (TATO) x 0,384 0,444 0,493 0,528 0,552
Cash Ratio x 0,238 0,234 0,220 0,227 0,249
Quick Ratio x 1,001 1,149 1,147 1,216 1,312
Current Ratio x 1,500 1,614 1,599 1,624 1,710
Financial Ratios Kondisi dana divestasi berkurang 20%
2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit Margin % 10,772% 11,621% 11,465% 11,540% 11,601%
EBITDA Margin % 14,803% 17,329% 16,724% 16,834% 16,436%
Net Income Margin % 0,516% 0,919% 1,276% 1,794% 1,918%
DSCR x 0,898 0,978 1,011 1,276 1,238
ISCR x 1,490 2,242 2,413 3,181 3,267
Return on Asset (ROA) x 0,002 0,004 0,006 0,009 0,011
Return on Equity (ROE) x 0,007 0,013 0,018 0,026 0,028
Accounts Receivable Turnover (ARTO) x 2,593 2,165 2,308 2,375 2,482
Cost of Revenue Turnover (CRTO) x 0,634 0,680 0,656 0,646 0,639
Total Asset Turnover (TATO) x 0,384 0,443 0,493 0,528 0,551
Cash Ratio x 0,238 0,234 0,220 0,227 0,248
Quick Ratio x 1,000 1,147 1,145 1,214 1,309
Current Ratio x 1,499 1,612 1,596 1,621 1,706
Page 88
Financial Ratios Kondisi jumlah dividen yang akan diperoleh CRI meningkat 10%
2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit Margin % 10,772% 11,621% 11,465% 11,540% 11,601%
EBITDA Margin % 14,803% 17,329% 16,724% 16,834% 16,436%
Net Income Margin % 0,516% 0,934% 1,291% 1,809% 1,932%
DSCR x 0,898 0,980 1,012 1,278 1,240
ISCR x 1,490 2,248 2,420 3,192 3,279
Return on Asset (ROA) x 0,002 0,004 0,006 0,010 0,011
Return on Equity (ROE) x 0,007 0,013 0,018 0,027 0,028
Accounts Receivable Turnover
x (ARTO) 2,593 2,165 2,308 2,375 2,482
Cost of Revenue Turnover
x (CRTO) 0,634 0,680 0,656 0,646 0,639
Total Asset Turnover (TATO)
x 0,384 0,444 0,493 0,529 0,552
Cash Ratio x 0,239 0,234 0,221 0,228 0,250
Quick Ratio x 1,003 1,150 1,149 1,218 1,314
Current Ratio x 1,502 1,616 1,601 1,626 1,713
Financial Ratios Kondisi jumlah dividen yang akan diperoleh CRI meningkat 20%
2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit Margin % 10,772% 11,621% 11,465% 11,540% 11,601%
EBITDA Margin % 14,803% 17,329% 16,724% 16,834% 16,436%
Net Income Margin % 0,516% 0,930% 1,287% 1,805% 1,928%
DSCR x 0,898 0,980 1,012 1,278 1,240
ISCR x 1,490 2,248 2,420 3,192 3,279
Return on Asset (ROA) x 0,002 0,004 0,006 0,010 0,011
Return on Equity (ROE) x 0,007 0,013 0,018 0,026 0,028
Accounts Receivable Turnover
x (ARTO) 2,593 2,165 2,308 2,375 2,482
Cost of Revenue Turnover
x (CRTO) 0,634 0,680 0,656 0,646 0,639
Total Asset Turnover (TATO)
x 0,384 0,444 0,493 0,529 0,552
Cash Ratio x 0,239 0,234 0,221 0,228 0,249
Quick Ratio x 1,003 1,150 1,149 1,218 1,314
Current Ratio x 1,502 1,616 1,601 1,626 1,712
Page 89
Analisis Kewajaran Transaksi
dalam Miliar rupiah
Persentase terhadap
Nilai Buku per
Nilai Transaksi Hasil Valuasi hasil valuasi
30 Juni 2025
(%)
282,10 274,47 229,45 2,78%
Page 90
PT PP (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Audit tahun 2019 - 2024 dan 30 Juni 2025
(Dalam Miliar Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 8.953 7.376 6.603 5.441 4.177 4.185 2.540
Investasi jangka pendek 702 604 408 194 210 299 195
Bank yang dibatasi penggunaannya - 33 179 63 113 305 281
Piutang usaha - bersih
Pihak Berelasi 1.583 1.073 833 689 1.187 248 602
Pihak Ketiga 2.380 2.470 4.552 5.072 5.021 5.541 5.333
Aset keuangan dari proyeksi konsesi - lancar 19 61 68 173 165 220 175
Piutang retensi - bersih
Pihak Berelasi 1.245 1.112 1.217 1.100 677 669 753
Pihak Ketiga 728 573 617 580 583 773 718
Tagihan bruto kepada pemberi kerja - bersih
Pihak Berelasi 6.148 3.152 1.919 1.754 2.124 1.612 2.079
Pihak Ketiga 3.294 2.404 2.744 3.547 3.171 3.113 3.480
Pekerjaan dalam proses - - - 756 514 500 484
Piutang lain-lain - bersih
Pihak Berelasi 235 427 340 288 121 94 86
Pihak Ketiga 100 116 606 131 167 144 142
Persediaan - bersih 7.999 7.964 10.915 10.174 10.378 10.043 10.217
Uang muka 718 629 756 610 457 269 226
Pajak dibayar dimuka 2.280 2.161 1.301 812 597 634 296
Biaya dibayar dimuka 515 798 674 603 654 235 256
Investasi jangka panjang lainnya yang dimiliki untuk
42 - - -
dijual
Sewa dibayar dimuka 262 235 221
Jaminan 3 0 0 0 - - -
36.944 30.952 33.732 31.986 30.577 29.120 28.083
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual - - - 406 161 - -
Jumlah Aset lancar 36.944 30.952 33.732 32.392 30.738 29.120 28.083
Aset Tidak Lancar
Bank yang dibatasi penggunaannya - 13 - -
Piutang usaha - setelah dikurangi bagian lancar 1.032 1.652 842 1.360
Aset keuangan dari proyek konsesi - setelah dikurangi
707 1.304 1.748 2.127 2.470 2.941 3.191
bagian lancar
Piutang lain-lain - setelah dikurangi bagian lancar 173 110 243 274 203 258 230
Tanah yang akan dikembangkan 5.052 5.487 3.707 3.982 3.952 3.945 3.815
Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama 1.675 1.624 1.135 1.032 2.627 3.530 3.543
Investasi jangka panjang lainnya 1.153 1.586 1.450 1.649 1.680 1.632 1.624
Aset tetap - bersih 6.208 5.951 5.593 5.037 3.859 2.897 2.533
Properti investasi 1.432 1.436 2.160 2.740 3.247 3.751 3.734
Aset sewa pembiayaan 115 541 843
Aset hak guna - bersih - 266 341 437 437 785 760
Aset minyak dan gas bumi - bersih 995 975 944 1.019 1.063 1.071 1.069
Goodwill 281 277 277 277 277 277 277
Aset tak berwujud 346 1.774 3.383 5.245 5.852 5.834 5.817
Aset lain-lain 0 0 19 41 4 7 13
Jumlah Aset Tidak Lancar 19.054 22.457 21.842 25.221 25.787 27.469 27.449
Jumlah Aset 55.998 53.409 55.574 57.612 56.525 56.590 55.532
Page 91
PT PP (PERSERO) Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Audit tahun 2019 - 2024 dan 30 Juni 2025
(Dalam Miliar Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha
Pihak berelasi 1.040 1.068 1.351 716 383 789 1.306
Pihak ketiga 16.964 14.435 14.716 14.468 10.604 9.437 8.106
Utang pajak 731 660 809 947 958 810 793
Biaya yang masih harus dibayar 320 278 278 445 4.845 3.860 4.176
Utang bank - jangka pendek
Pihak berelasi 1.761 3.219 3.222 3.302 2.806 3.629 2.577
Pihak ketiga 1.947 1.839 3.359 2.110 873 846 533
Utang non-bank - pihak berelasi 52 - 71 614 610 343 294
Pendapatan diterima dimuka 29 29 15 45 108 120 154
Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Pihak berelasi 650 432 1.262 641 762 40 54
Pihak ketiga 252 33 228 373 1.075 491 445
Bagian liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun
Surat utang jangka menengah 1.230 680 120 30 600 -
Uang muka pemberi pekerjaan dan konsumen 2.599 1.408 1.186 1.383 1.526 455 377
Liabilitas sewa 185 126 118 151 189 67 88
Utang obligasi 300 2.112 2.809 1.143 1.263 454 503
Sukuk Mudharabah 400 60 127
Utang jangka pendek lainnya 770 722 602 443 590 639 927
28.829 27.043 30.146 26.812 26.992 22.639 20.460
Liabilitas terkait langsung Liabilitas dengan aset tidak
- - - 27 - - -
lancar yang dimiliki untuk dijual
Jumlah Liabilitas jangka pendek 28.829 27.043 30.146 26.838 26.992 22.639 20.460
Liabilitas Jangka Panjang
Utang usaha 79 60 56 113 65 65 55
Liabilitas program imbalan kerja 55 156 154 161 98 285 281
Utang bank dan lembaga keuangan jangka panjang -
setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Pihak berelasi 2.720 3.855 2.616 4.626 4.918 7.303 8.468
Pihak ketiga 1.187 2.418 2.175 3.060 3.318 4.585 4.747
Liabilitas jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Pendapatan diterima dimuka 5 5
Surat utang jangka menengah 600 150 30 600 630 30
Uang muka pemberi pekerjaan dan konsumen 1.814 1.834 2.072 2.935 2.237 2.579 2.137
Liabilitas sewa 180 97 218 238 167 720 705
Utang obligasi 5.292 3.593 2.925 2.866 2.105 2.250 1.586
Obligasi konversi 1.005
Liabilitas pajak tangguhan 33 46
Sukuk Mudharabah - - 498 862 592 532 405
Utang jangka panjang lainnya 361 296 355 492 260 310 322
Jumlah liabilitas jangka panjang 12.290 12.460 11.098 15.953 14.389 18.696 19.761
Jumlah Liabilitas 41.119 39.503 41.244 42.791 41.382 41.335 40.222
Ekuitas
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 24.500.000.000 saham Modal
ditempatkan dan disetor - 1 Saham Seri A 620 620 620 620 620 620 620
Dwiwarnadan 6.199.897.354 saham Seri B
Saham treasuri - (8) (8) (8) (8) (8) (8)
Komponen ekuitas lainnya - (14) (14) (11) (11) (8) (8)
Tambahan modal disetor 4.710 4.710 4.710 4.710 4.710 4.710 4.710
Perubahan ekuitas pada entitas anak 837 837 837 837 837 837 837
Penghasilan komprehensif lain 1.331 1.285 1.318 1.344 1.431 1.411 1.414
Saldo laba:
Ditentukan penggunaannya 3.392 2.960 3.124 3.390 3.662 4.143 4.559
Tidak ditentukan penggunaannya 755 164 266 272 481 416 65
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada entitas induk 11.646 10.554 10.853 11.154 11.722 12.121 12.189
Kepentingan non-pengendali 3.233 3.352 3.477 3.667 3.421 3.134 3.121
Jumlah Ekuitas 14.879 13.906 14.330 14.821 15.143 15.255 15.310
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 55.998 53.409 55.574 57.612 56.525 56.590 55.532
Page 92
LAPORAN LABA RUGI
2019 2020 2021 2022 2.023 2024 30-Jun-25
Pendapatan Usaha :
Jasa konstruksi 18.536 12.243 13.762 15.282 14.683 16.179 5.527
Properti dan realti 1.644 2.227 1.037 1.979 712 795 327
EPC 2.934 956 1.417 1.176 2.337 2.056 486
Pendapatan keuangan atas konstruksi dari konsesi
1 53 76 168 304 323 164
aset keuangan
Energi 81 63 139 148 147 88 29
Persewaan peralatan 238 141 123 132 154 113 27
Pendapatan tol 68 84 34
Pracetak 138 149 211 37 59 99 9
Jasa Pertambangan 76 107
Jumlah Pendapatan Usaha 23.573 15.831 16.764 18.922 18.464 19.812 6.709
Beban Pokok Pendapatan :
Jasa konstruksi 16.149 10.960 12.191 13.272 12.876 14.001 4.748
EPC 2.158 731 1.375 1.339 2.133 1.945 488
Properti dan realti 869 1.224 379 1.185 621 657 250
Pracetak 560 364 370 157 118 92 17
Energi 131 89 131 134 124 85 45
Persewaan peralatan 389 218 131 143 115 100 28
Pendapatan keuangan atas konstruksi aset 2 8 12 17 56 178 112
Pendapatan tol 39 62 35
Jasa Pertambangan 62 64
Jumlah beban pokok penjualan 20.258 13.594 14.589 16.246 16.082 17.179 5.787
Laba Kotor 3.315 2.237 2.175 2.676 2.382 2.633 922
Beban Administrasi dan Umum (821) (584) (625) (699) (742) (823) (410)
Kerugian penurunan nilai (191) (289) (289) (299) (583) (357) (135)
Keuntungan pembelian diskon - - 52 -
Laba atas divestasi entitas anak dan investasi lainnya 93 8 498 -
Beban keuangan (782) (895) (1.343) (1.255) (1.207) (1.892) (807)
Bagian laba ventura bersama 200 450 587 380 677 1.249 435
Bagian laba (rugi) entitas asosiasi (137) (197) (105) 35 73 49 18
Pendapatan lainnya 281 369 481 274 444 1.103 596
Beban lainnya (126) (298) (462) (247) (402) (1.130) (379)
Beban pajak final (754) (466) (591) (484) (494) (583) (167)
Total Beban Usaha (2.236) (1.902) (1.798) (2.296) (2.233) (2.385) (850)
Laba Sebelum Pajak 1.080 335 377 380 149 248 72
Pajak kini (31) (23) (16) (14) (22) (118) (21)
Pajak tangguhan (0) - - - -
Beban Pajak Penghasilan - Bersih (31) (23) (16) (14) (22) (118) (21)
Laba Tahun Berjalan 1.048 312 361 366 127 129 51
Page 93
LAPORAN ARUS KAS
2019 2020 2021 2022 2023 2024 30-Jun-25
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 24.446 17.394 18.044 18.326 17.685 19.915 5.217
Pembayaran kas kepada:
Pemasok dan subkontraktor (20.544) (14.815) (15.172) (15.229) (14.011) (15.814) (4.062)
Direksi, karyawan dan pihak ketiga lainnya (911) (710) (735) (611) (532) (522) (301)
Kas yang dihasilkan dari operasi 2.990 1.868 2.137 2.486 3.142 3.579 854
Pembayaran pajak-pajak (1.915) (1.749) (1.585) (1.543) (1.659) (1.781) (629)
Penerimaan pajak 78 627 1.353 580 108 322 23
Pembayaran beban keuangan / bunga (847) (1.015) (1.436) (1.255) (1.207) (1.882) (581)
Penerimaan bunga 52 47 27
Kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi 306 (269) 469 268 436 286 (306)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan investasi jangka pendek 2 110 217 408 32 105
Pembayaran investasi jangka pendek (176) (12) (21) (194) (47) (100)
Penambahan kas yang dibatasi penggunaannya - (45) (146) (31) (50) (214) (1)
Pengurangan kas yang dibatasi penggunaannya - - 13 147 4 16
Penerimaan Dana Talangan dari LMAN 3 18
Pengurangan investasi ventura bersama - 2 7 16 77 2
Penambahan investasi ventura bersama (1) (10) (7) (3)
Penerimaan bunga 263 189 137 69
Penerimaan pembayaran pinjaman oleh pihak
berelasi 210
Penerimaan pembayaran kepada entitas asosiasi dan
- 3 6 54 73 5
jangka panjang lainnya
Pemberian pinjaman kepada entitas asosiasi dan
(93) (81) (231) (126)
jangka panjang lainnya
Penerimaan pembayaran dari entitas asosiasi dan
jangka panjang lainnya
Penambahan investasi pada entitas asosiasi (207) (88) (106) (16) (42)
Penambahan investasi jangka panjang lainnya (364) (434) (75) (21) (31) (31)
Pengurangan investasi jangka panjang lainnya 11
Penerimaan dividen dari entitas asosiasi 8
Penambahan investasi pada entitas asosiasi dan
jangka panjang lainnya
Hasil divestasi pada entitas anak, asosiasi dan jangka
- 54 859 551 143 731
panjang lainnya
Pembayaran atas biaya divestasi (41)
Penambahan aset keuangan dari proyek konsesi (27) (406) (306) (578) (73) (118) (52)
Perolehan tanah yang akan dikembangkan (1.307) (959) (989) (597)
Penambahan aset tak berwujud (62) (1.225) (749) (1.350) (603) (1.739) (2)
Akuisisi entitas anak 21 - (6) -
Penambahan uang muka investasi - - (4) (9)
Perolehan aset tetap (1.021) (462) (420) (188) (478) (147) (26)
Hasil dari penjualan aset tetap 13 11 20 21 800 57 0
Hasil dari penjualan aset hak guna - 1 - 4 5
Perolehan aset guna usaha - (4) (3) -
Penambahan aset minyak dan gas bumi (6) - - (40) (100) (52)
Penambahan aset sewa pembiayaan (425) (303)
Perolehan properti investasi (60) (29) (274) (389) (662) (167) (5)
Penjualan properti investasi 12
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi (3.026) (3.384) (2.078) (2.271) (747) (2.228) (225)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran dividen (300) (209) - - (19) -
Penerimaan setoran modal dari nonpengendali 103 -
Penerimaan uang muka investasi dari nonpengendali 37 -
Pembayaran pinjaman lainnya (5) -
Pembayaran obligasi (200) (300) (2.113) (2.812) (1.144) (1.100) (242)
Penerimaan penerbitan obligasi 2.585 416 2.141 1.083 504 435 -
Pembayaran biaya emisi (4) (4) (14) (6) (7) (5) (2)
Surat berharga perpetual - - - -
Saham treasuri - (22) - -
Penambahan Sukuk Mudharabah - - 500 365 127 -
Pembayaran sukuk (400) (60)
Penerimaan utang bank 11.517 17.788 18.736 5.483 5.526 21.676 6.706
Pembayaran utang bank (9.479) (14.473) (17.669) (4.567) (5.886) (18.535) (7.320)
Hak kepentingan non-pengendali (12) 17 22 89 108 -
Penambahan surat utang jangka menengah 120 - - 480 -
Pembayaran surat utang jangka menengah (200) (1.000) (680) - -
Penerimaan utang non-bank 2.081 122 332 876 336 145
Pembayaran utang non-bank (2.933) (268) (420) (139) (4) (603) (342)
Pembayaran liabilitas sewa (166) (0) (0)
Kas bersih diperoleh dari aktivitas pendanaan 3.174 2.067 836 854 (942) 1.920 (1.117)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 455 (1.586) (774) (1.148) (1.253) (22) (1.647)
PERUBAHAN PENGARUH SELISIH KURS (13) 8 2 (9) (17) 30 3
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 8.647 8.953 7.376 6.603 5.446 4.177 4.185
Penyesuaian penyajian kembali dan Reklasifikasi (137)
SALDO KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 8.953 7.376 6.603 5.446 4.177 4.185 2.540
Names mentioned 34 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Celebes Railway Indonesia
p.2 ×4
unresolved
person
Lidia
p.2 ×3
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.2
unresolved
org
KJPP TOPAZ.
p.3 ×6
unresolved
person
Dwi Antoro
p.4 ×2
unresolved
person
Dary Wira Mahadika
p.4 ×2
unresolved
org
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN Lidia S.T.
p.7
unresolved
person
Lidia S.T., MM., MAPPI (Cert)
· Partner
p.7
unresolved
org
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN Pendapat Kewajaran
p.10 ×63
unresolved
org
Bank Indonesia
p.12 ×20
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.14
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.14
unresolved
org
PT Solra Energi Terbarukan
p.16 ×4
unresolved
org
Bapepam
p.17 ×2
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
p.18 ×2
unresolved
org
Kementerian
p.18
unresolved
org
Departemen Portofolio Management
p.19 ×2
unresolved
org
Koperasi Karyawan Pemegang Saham
p.24
unresolved
org
PT China Communication Construction
p.26
unresolved
person
M.M. Immanuel Taurix Riyadi Tutuko
p.28 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.273
13114 ms
12 Sep 2026 22:34
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': 'Lidia, S.T., M.M., MAPPI (Cert)',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '26'}