Skip to content
Back to announcement

20251023_SMCB_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31979262_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review SMCB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 140

Page 1
               LAPORAN STUDI KELAYAKAN
Atas Penambahan Kegiatan Usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
           PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
       Untuk PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
          Talavera Office Park, Talavera Suite Lantai 15
         Jl. TB Simatupang 22-26 Jakarta Selatan, 12430
Page 2
No. File : 00075/2.0116-06/BS/04/0511/1/X/2025
Jakarta, 27 Oktober 2025

Yth. Dewan Direksi
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Talavera Office Park, Talavera Suite Lantai 15
Jl. TB Simatupang 22-26 Jakarta Selatan, 12430

Ringkasan Eksekutif      Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Solusi Bangun
Indonesia Tbk

Dengan hormat,

Ringkasan Laporan Studi kelayakan ini merupakan bagian dari Laporan Studi Kelayakan secara
keseluruhan yang disajikan sebagai laporan terinci dan tidak dapat dipisahkan. KANTOR JASA
PENILAI PUBLIK GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN (“GEAR”) telah ditunjuk oleh
PT SOLUSI BANGUN INDONESIA (“SBI”) melalui persetujuan surat penawaran
No. Gear.00190/2.0116-002/BI/4/0511/1/VI/2025 tanggal 02 Juni 2025 dan Perjanjian Ringkas
No. 7210088091/SA/PROC/SBI/IX/2025 tanggal 15 September 2025 dengan Maksud penugasan ini
adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“SBI”)
yaitu KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam, yang diperlukan
dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”), mengacu kepada Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha (“POJK 17”), Peraturan Otoritas Jasa KeuanganNo. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan tidak
digunakan di luar konteks atau tujuan penilaian tersebut


1.   Identifikasi Status Penilai

     Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 277/KM.1/2018 tertanggal 16 April
     2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI (Cert) yang
     ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi (B)
     No. B-01.18.00511 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-
     51/PM.223/2021 dan OJK IKNB dengan No. 211/NB.122/STTD-P/2020 dan juga sebagai anggota
     MAPPI dengan No. 14-S-05089 dan Nomor Register RMK-2017.01120.

     GEAR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
     serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini.


2.   Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

     Pemberi tugas dan pengguna laporan adalah sebagai berikut:
     Nama              : PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
                       : Industri Bahan Bangunan (Industri Pengolahan, Konstruksi, Penunjang
     Bidang Usaha
                         Lainnya)
                       : Talavera Office Park, Talavera Suite Lantai 15, Jl. TB Simatupang 22-26
     Alamat
                         Jakarta Selatan, 12430
     Telepon           : (021) 29861000
     Fax               : (021) 29863333
     Email             : corp.comm-sbi@sig.id
Page 3
      Website           : www.solusibangunindonesia.com


3.    Maksud dan Tujuan Penilaian

      Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha
      PT Solusi Bangun Indonesia Tbk yaitu KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak
      Bumi dan Gas Alam, yang diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      (“OJK”).

      Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      No.17/POJK.04/2020 (“POJK 17”) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      No.17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
      Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.


 4.   Obyek Studi Kelayakan

      Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
      penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) yaitu
      KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam.


 5.   Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

      Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 30 Juni 2025, dimana batas tersebut diambil atas dasar
      pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

      Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
      tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa
      berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off Date)
      dalam laporan penilaian.

      Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku Laporan Studi
      Kelayakan yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off Date) dalam
      Laporan Studi Kelayakan.


 6.   Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen tanpa
      adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan SBI ataupun pihak-pihak yang
      terafiliasi dengan SBI. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi atau
      merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami terima sama
      sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan.


 7.   Tanggung Jawab Penilai

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa
      semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah dilakukan
      dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang diterbitkan.
Page 4
8.   Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

     Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui
     pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

      Pengumpulan Data
      • Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas
          penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas Perseroan, perizinan,
          spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait.
      • Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
          dipertanggungjawabkan,
      • Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh
          dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.

       Proses Analisis
       • Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar, persaingan usaha, strategi
          pemasaran atas rencana penambahan kegiatan usaha.
       • Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
          penambahan kegiatan usaha, spesifikasi teknis, teknis pelaksanaan, ketersediaan dan
          kualitas sumber daya manusia, timeline, dan rencana keberlanjutan.
       • Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha Perseroan saat ini, analisis atas
          penambahan kegiatan usaha, analisis kemampuan untuk menciptakan nilai, analisis
          keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri,
          analisis risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT.
       • Aspek model manajemen yang mengkaji struktur organisasi dan kebutuhan karyawan atas
          rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan
          manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen kekayaan intelektual,
          manajemen risiko, sumber daya manusia, dan komposisi karyawan.
       • Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi, rencana biaya
          investasi, sumber pembiayaan, asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio
          keuangan, analisis biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, analisis titik
          impas, analisis profitablitias, analisis tingkat imbal balik investasi, analisis inkremental,
          dan analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha.


9.   Standar Penugasan Studi Kelayakan

     Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah dibuat
     dengan memenuhi POJK 17, POJK 35, SEOJK 17 dan SPI Edisi VII Tahun 2018.


10. Tingkat Kedalaman Investigasi

     Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi
     dari pihak manajemen SBI, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan analisis
     yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui wawancara berupa con call atau virtual
     meeting.
     Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
     1. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada
        laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran;
Page 5
    2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak
       dilakukan;
    3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha;
    4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan.

    Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini SBI masih menjalankan
    kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan yang bergerak di Bidang Industri bahan
    bangunan, perdagangan, pertambangan, transportasi, serta pengelolaan limbah, termasuk
    limbah B3 dan kegiatan daur ulang.

    Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
    memadai diantaranya dengan melakukan site visit terhadap fasilitas milik SBI dan melakukan
    wawancara dengan manajemen SBI ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-pihak lain
    yang relevan.

    Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu:

    Figur 1. Pihak yang Diwawancara & PIC SBI
            Pihak Yang Diwawancarai                    Jabatan                   Perusahaan
        Indriarto Soeroyo                 Permitting & Compliance Manager           SBI
        Adhi Priyo Dwiarso                       CIP Business Partner               SBI
        Merdiano Buyung Maulana                 Key Account Executive               SBI
        I Gede Kresna Mustaqim                Exernal Compliance Officer            SBI
        Herru Hermawan Susanto           Operational & Field Services Engineer      SBI
        Yanyan Fauzi Nurdiansyah          External Compliance Superintendent        SBI


11. Data dan Informasi Rencana Penambahan Usaha

    Beberapa sumber informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi, antara lain:
    • Data-data laporan keuangan historis;
    • Data investasi dan dokumen pendukung lainnya yang disediakan manajemen SBI;
    • Data-data ekonomi yang diperoleh dari Penelitian Damodaran dan sumber-sumber lainnya
        yang relevan;
    • Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi
        terkait, seperti Bank Indonesia dan lainnya.


12. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

    Dalam melaksanakan pembuatan Laporan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
    ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar.


13. Asumsi dan Kondisi Pembatas

    Asumsi

    Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah:

    •     Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion.
    •     Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
          proses Studi Kelayakan.
Page 6
•   Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi
    yang disediakan oleh SBI dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
    publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.
•   Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan
    studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada pengurangan atas
    fakta-fakta yang penting.
•   GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh SBI dan telah disesuaikan
    sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya
    (fiduciary duty).
•   Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
    yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional SBI.
•   GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
•   GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi
    tugas.
•   Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
    pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
•   Laporan Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
    umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah terkait dengan Rencana
    Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan.
•   Dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
    seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban SBI dan semua pihak yang terlibat dalam
    Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan
    Usaha yang diungkapkan oleh manajemen SBI.
•   Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
    analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
    sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan
    atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini
    merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang
    tidak lengkap.
•   Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan ini
    sampai dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan
    apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
    penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan
    kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan
    asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Kondisi Pembatas

•   Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
    melakukan transaksi.
•   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
    kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
    yang diberikan kepada kami oleh SBI atau yang tersedia secara umum yang pada
    hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung
    jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
    Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen SBI, bahwa mereka tidak
    mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
    kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
•   Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan
    data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan
    informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara material. Oleh
    karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan
    kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut
Page 7
    •   Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha
        ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada SBI dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan
        Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
        yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak
        melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan
        implikasi aspek perpajakan.
    •   Pekerjaan kami berkaitan dengan studi kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak
        merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
        juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
        internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum.
        Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk
        mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar Penambahan
        Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk SBI serta pengaruh dari transaksi-
        transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini.


14. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

    Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
    Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup
    penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
    penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas.


15. Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) dan Tanggal
    Laporan

    Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi
    mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian penting
    setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan. Penilai tidak
    berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi Kelayakan yang
    dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan
    kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat informasi baru dalam hal yang substansi,
    maka GEAR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan.


16. Konfirmasi bahwa Laporan Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
    Jasa Keuangan

    Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta Laporan Studi kelayakan yang telah dibuat
    oleh Penilai dengan memenuhi POJK 17, POJK 35, dan SEOJK 17.


17. Konfirmasi Laporan Studi Kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI

    Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah
    dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
    Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPI”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
    Penilai Indonesia (“MAPPI”).
Page 8
18. Analisis Kelayakan

18.1 Aspek Pasar

    Industri aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan gas alam (KBLI 09100),
    termasuk industri pengelolaan limbah B3 dan non-B3, merupakan sektor strategis yang
    memiliki prospek pertumbuhan tinggi dalam mendukung keberlanjutan industri energi
    nasional. Kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia secara konsisten menghasilkan
    berbagai jenis limbah, seperti drilling waste, sludge oil, dan produced water, yang
    membutuhkan pengelolaan profesional dan terintegrasi agar tidak menimbulkan pencemaran
    lingkungan. Peningkatan aktivitas eksplorasi di wilayah kerja baru serta upaya pemerintah
    dalam memperkuat produksi minyak dan gas domestik turut memperbesar kebutuhan terhadap
    penyedia jasa pengelolaan limbah industri yang kompeten, berizin lengkap, dan ramah
    lingkungan.

    Kondisi pasar juga didorong oleh semakin ketatnya regulasi pengelolaan limbah industri, baik
    limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) maupun non-B3. Pemerintah melalui Kementerian
    Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) serta Kementerian
    Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memperkuat ketentuan pelaporan,
    pemantauan, dan pengelolaan limbah operasional migas untuk memastikan kegiatan produksi
    berlangsung secara berkelanjutan. Hal ini membuka peluang besar bagi perusahaan jasa
    pengelolaan limbah yang memiliki kompetensi teknis, fasilitas terintegrasi, serta komitmen
    terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

    Dalam konteks tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“SBI”) melalui unit usaha divisi
    AFR dengan merek dagang “Nathabumi” memiliki potensi besar untuk memperluas kegiatan
    usahanya melalui pencantuman KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak dan
    Gas Bumi. SBI telah memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan limbah industri melalui
    penerapan teknologi co-processing, yang memungkinkan limbah dimanfaatkan kembali
    sebagai bahan bakar alternatif atau bahan baku substitusi di industri semen. Teknologi ini
    terbukti ramah lingkungan, efisien, dan telah sesuai dengan standar nasional maupun
    internasional. Dengan reputasi tersebut, SBI memiliki daya saing kuat untuk memasuki pasar
    jasa pengelolaan limbah pada sektor migas, khususnya dalam penanganan limbah pengeboran
    (drilling mud), cutting oil, sludge oil, dan produced water.

    Dari aspek kesinambungan pasar, sektor migas di Indonesia memiliki karakteristik jangka
    panjang dan relatif stabil. Meskipun terdapat fluktuasi harga minyak global, kegiatan
    eksplorasi dan produksi dalam negeri tetap dijaga sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk
    mencapai kemandirian energi nasional. perluasan wilayah kerja migas baru menjadi faktor
    pendorong yang menjaga keberlangsungan kegiatan hulu migas dan pada akhirnya memperluas
    permintaan jasa pengelolaan limbah. Oleh karena itu, peluang bisnis pada sektor penunjang
    migas tidak hanya bersifat reaktif terhadap siklus produksi, tetapi juga bersifat strategis dalam
    mendukung rantai pasok industri energi nasional.

    Dari sisi potensi pasar, peluang pengelolaan limbah di sektor migas tidak hanya berasal dari
    perusahaan hulu, tetapi juga dari perusahaan jasa penunjang seperti drilling contractor dan
    lainnya yang berada di lapangan eksplorasi. Entitas-entitas ini menghasilkan limbah
    operasional yang memerlukan pengolahan lanjutan agar sesuai dengan ketentuan lingkungan.
    Dalam hal ini, SBI melalui unit usaha divisi AFR dengan merek dagang “Nathabumi” dapat
    berperan sebagai mitra strategis dengan menawarkan solusi pengelolaan limbah terintegrasi,
    baik untuk B3 maupun non-B3, yang mencakup pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan,
    hingga pemanfaatan limbah dengan pendekatan ekonomi sirkular.
Page 9
    Analisis sasaran pasar juga menunjukkan bahwa sektor hulu migas di Indonesia didominasi
    oleh perusahaan besar seperti Pertamina Hulu Energi, Medco E&P Indonesia, dan beberapa
    Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain yang beroperasi di wilayah darat dan lepas
    pantai. Selain itu, terdapat ratusan perusahaan jasa pengeboran dan penunjang seperti
    Halliburton Indonesia, Schlumberger Geophysics Nusantara, Weatherford Indonesia, dan
    lainnya, yang menjadi pengguna potensial layanan pengelolaan limbah industri. Dengan
    jaringan operasional dan kapabilitas yang dimiliki, SBI berpeluang menjalin kerja sama jangka
    panjang dengan berbagai entitas tersebut dalam penyediaan jasa pengelolaan limbah sesuai
    standar lingkungan dan industri.

    Dari keseluruhan aspek pasar yang telah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa rencana
    penambahan kegiatan usaha dengan mencantumkan KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang
    Pertambangan Minyak dan Gas Bumi memiliki prospek yang strategis bagi SBI. Dukungan
    regulasi pemerintah, pertumbuhan aktivitas eksplorasi migas, serta meningkatnya kebutuhan
    terhadap pengelolaan limbah B3 dan non-B3 yang berkelanjutan menjadi faktor utama yang
    menjamin kesinambungan dan potensi pengembangan pasar di sektor ini. Dengan pengalaman,
    fasilitas, dan reputasi yang dimiliki melalui unit usaha divisi AFR dengan merek dagang
    “Nathabumi”, SBI memiliki posisi kompetitif untuk memperkuat pangsa pasar di bidang jasa
    penunjang migas sekaligus memperluas diversifikasi usaha di sektor pengelolaan limbah
    industri. Berdasarkan kondisi tersebut secara aspek pasar layak.


18.2 Aspek Teknis

    Berdasarkan hasil analisis teknis, rencana penambahan kegiatan usaha SBI dengan KBLI
    09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi, khususnya melalui
    kegiatan drilling waste management, dinilai layak secara teknis untuk diimplementasikan.
    Produk jasa yang dihasilkan berfokus pada pengelolaan limbah hasil pengeboran migas,
    meliputi lumpur pengeboran (drilling mud), cutting oil, dan limbah cair proses produksi.
    Kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung praktik industri migas yang
    berkelanjutan melalui pengelolaan limbah yang aman, efisien, dan sesuai ketentuan peraturan
    lingkungan hidup.

    Dari sisi proses produksi, SBI melalui unit usaha AFR dengan merek dagang “Nathabumi”
    telah memiliki fasilitas teknis yang memadai, meliputi sistem pengumpulan, pemisahan,
    pengeringan, serta pengolahan lanjutan dengan teknologi co-processing, dan treatment limbah
    cair yang sesuai dengan standar Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pengendalian
    Lingkungan Hidup (BPLH).

    Dari aspek sumber daya manusia dan fasilitas, SBI didukung oleh unit usaha AFR dengan
    merek dagang “Nathabumi” yang memiliki tenaga kerja berpengalaman sebanyak 84 orang,
    termasuk 33 orang telah memiliki sertifikasi untuk menunjang layanan drilling waste
    management, dan 12 orang telah memiliki sertifikasi pengolah limbah B3. Serta fasilitas
    pengelolaan yang sudah beroperasi dan memenuhi ketentuan teknis.

    Selanjutnya, dari sisi rencana keberlanjutan, SBI telah menyusun strategi pengembangan teknis
    jangka panjang melalui modernisasi peralatan, peningkatan kapasitas SDM, serta penerapan
    sistem manajemen lingkungan dan keselamatan kerja (K3L) secara terintegrasi. Komitmen ini
    memastikan kegiatan drilling waste management tidak hanya berorientasi pada kepatuhan
    regulasi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional dan
    perlindungan lingkungan.
Page 10
    Dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia,
    penerapan teknologi pengolahan yang sesuai standar, serta arah pengembangan berkelanjutan,
    maka penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis layak.


18.3 Aspek Pola Bisnis

    Dari sisi keunggulan kompetitif, SBI memiliki landasan yang kuat untuk melakukan ekspansi
    usaha di bidang aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan gas alam melalui layanan
    pengelolaan limbah B3 dan non-B3. Kapabilitas komersial dan teknis yang telah terbukti,
    dukungan fasilitas laboratorium yang lengkap, serta pengalaman panjang dalam pengelolaan
    limbah industri menjadi faktor pembeda utama yang sulit disaingi oleh kompetitor. Selain itu,
    jaringan kerja sama yang solid dengan pemerintah daerah dan pelaku industri energi
    memberikan keunggulan strategis dalam memperluas pasar serta memperkuat kepercayaan
    pelanggan terhadap kualitas dan kepatuhan lingkungan yang dijalankan SBI.

    Dari aspek kemampuan pesaing dalam meniru produk, peluang kompetitor untuk mereplikasi
    layanan drilling waste management tergolong rendah karena tingginya hambatan teknis,
    regulatif, dan investasi yang diperlukan. Pengelolaan limbah pengeboran membutuhkan sistem
    teknologi khusus, tenaga ahli bersertifikat, serta izin operasional yang kompleks. Keunggulan
    SBI yang telah memiliki sistem co-processing terintegrasi dan rekam jejak nasional dalam
    pengelolaan limbah industri menjadikannya memiliki posisi kompetitif yang kokoh dan sulit
    disaingi oleh perusahaan baru di sektor yang sama.

    Dari aspek kemampuan menciptakan nilai, kegiatan usaha SBI tidak hanya menghasilkan
    manfaat ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah lingkungan dan sosial.
    Layanan pengelolaan limbah pengeboran minyak dan gas mendukung upaya pengurangan
    pencemaran, efisiensi biaya pengelolaan limbah, serta peningkatan tanggung jawab
    lingkungan perusahaan migas. Melalui integrasi dengan fasilitas yang telah ada, SBI mampu
    menciptakan sistem pengelolaan limbah yang efisien, aman, dan berkelanjutan, sekaligus
    mendukung penciptaan lapangan kerja lokal dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah
    daerah.

    Namun demikian, hasil analisis risiko menunjukkan bahwa usaha drilling waste management
    memiliki sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, seperti ketergantungan terhadap tingkat
    eksplorasi migas nasional, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang ketat, risiko teknis
    dalam penanganan limbah berbahaya, serta kebutuhan investasi dan biaya operasional yang
    besar. Selain itu, persaingan dengan penyedia jasa sejenis serta potensi dampak kebijakan
    transisi energi nasional perlu dihadapi dengan strategi adaptif dan efisiensi operasional yang
    tinggi. Berdasarkan analisis SWOT, SBI memiliki kekuatan internal yang signifikan berupa
    reputasi, pengalaman, dan fasilitas pengelolaan limbah yang mumpuni, serta peluang pasar
    yang terbuka luas seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi migas nasional. Strategi
    pengembangan diarahkan pada pemanfaatan keunggulan fasilitas eksisting, peningkatan
    kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi teknologi dengan mitra strategis, serta perluasan
    jaringan layanan ke wilayah operasi migas potensial seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

    Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen SBI, dilihat dari
    segmen usaha, keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk,
    kemampuan dalam menciptakan nilai, analisis risiko, serta hasil analisis SWOT terhadap
    rencana penambahan kegiatan usaha KBLI 09100 serta prospek pasar yang tumbuh seiring
    peningkatan aktivitas eksplorasi dan produksi migas nasional. Dengan demikian, rencana
    penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis layak.
Page 11
18.4 Aspek Model Manajemen

    Berdasarkan analisis model manajemen terhadap struktur organisasi, kesiapan sumber daya
    manusia, strategi pengelolaan tenaga kerja, serta pendekatan manajerial dalam mendukung
    kegiatan operasional dan riset, penambahan kegiatan usaha oleh SBI dinilai layak dari aspek
    model manajemen. SBI menunjukkan kemampuan untuk mengelola sumber daya secara
    efisien melalui optimalisasi tenaga kerja internal sebanyak 84 orang yang telah berpengalaman
    dengan 33 orang memiliki sertifikasi terkait layanan drilling waste management, dan 12 orang
    telah memiliki sertifikasi untuk pengolah limbah B3 . Langkah ini mencerminkan efisiensi dan
    efektivitas manajerial dalam memenuhi kebutuhan operasional jangka pendek tanpa
    menimbulkan beban berlebih pada struktur organisasi yang ada.

    Struktur organisasi yang telah terbentuk dengan pembagian tugas yang jelas, sistem koordinasi
    yang terarah, serta proses evaluasi dan penyesuaian manajerial yang dilakukan secara
    konsisten, menjadi pondasi penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan ekspansi usaha.
    Dengan pengelolaan risiko yang terintegrasi dan pemahaman menyeluruh terhadap dinamika
    industri, SBI dinilai memiliki kompetensi manajerial yang memadai untuk mengarahkan
    pengembangan usaha secara adaptif, profesional, dan berkelanjutan. Dengan struktur
    organisasi yang solid, tenaga kerja yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang telah
    dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini secara aspek model manajemen layak.

18.5 Aspek Keuangan

    Total biaya investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha usaha KBLI 09100 –
    Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam adalah sebesar
    Rp23.390.770.450 (Dua Puluh Tiga Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Juta Tujuh Ratus Tujuh
    Puluh Ribu Empat Ratus Lima Puluh Rupiah).

    Dalam rangka merealisasikan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, SBI melakukan investasi
    untuk KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam sebesar
    Rp23.390.770.450 (Dua Puluh Tiga Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Juta Tujuh Ratus Tujuh
    Puluh Ribu Empat Ratus Lima Puluh Rupiah) yang bersumber dari kas.

    Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan mengakibatkan perubahan terhadap
    keuangan SBI. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu
    proyeksi eksplisit selama 5,5 tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen SBI telah
    menyusun rencana bisnis selama 5,5 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut
    perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis
    SBI diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon
    model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Penilai telah melakukan
    diskusi dengan manajemen SBI bahwa proyeksi yang digunakan telah wajar dan sudah
    dilakukan penyesuaian oleh Penilai.

    Tingkat imbal balik investasi (Overall Return on Investment / ROI) adalah tingkat keuntungan
    yang dihasilkan dari suatu investasi selama periode waktu tertentu, yang umumnya dinyatakan
    dalam bentuk persentase (%). Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan
    usaha selama masa proyeksi Juli-Desember 2025 – 2030 adalah sebesar 274,18%.
    Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
    diantisipasi di masa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih
    antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash Flow
    to Firm apabila SBI tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya
    dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to
    Incremental.
Page 12
Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan
asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
    ● Net Present Value (NPV)             : Rp64.133.000.000
    ● Internal Rate of Return (IRR)       : 30,41%
    ● Profitability Index (PI)            : 3,74
    ● Payback Period (PP)                 : 4 tahun 3 bulan

Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat
risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha dibidang
Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam. maka proyeksi arus kas
inkremental nya bernilai positif.

IRR sebesar 30,41% menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha oleh
SBI dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto

Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor
yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai
investasi proyek penambahan kegiatan usaha SBI menunjukkan tingkat kelayakan finansial
yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi fluktuasi biaya investasi
hingga ±20%. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha ini
tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi, dengan seluruh parameter keuangan yang
menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, risiko finansial akibat perubahan nilai investasi
tergolong rendah, menjadikan proyek ini layak dan aman untuk direalisasikan dari perspektif
keuangan.

Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan
kegiatan usaha atas KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas
Alam secara aspek keuangan layak.
Page 13
Hormat kami,Our Regards
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN




Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., MEc.Dev., MAPPI (Cert)
Partner



Klasifikasi Bidang Jasa   :   Penilai Bisnis (B)
Ijin Penilai              :   No. B-1.18.00511
MAPPI                     :   No. 14-S-05089
No. Register              :   RMK-2017.01120
STTD IKNB OJK             :   211/NB.122/STTD-P/2020
STTD OJK                  :   STTD.PB-51/PM.223/2021
Page 14
                         PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai             Within the limits of our ability and confidence as
penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah ini               appraisers, we, the undersigned certify that,
menerangkan bahwa :

   1. Pernyataan yang menjadi dasar dari analisis,               1. The statements that form the basis of the
      pendapat dan kesimpulan nilai yang diuraikan                  analysis, opinion and value conclusions
      dalam Laporan Penilaian adalah benar, sesuai                  described in the Valuation Report are true,
      dengan pemahaman terbaik Penilai, dan                         in accordance with understanding best
      berdasarkan informasi dan data pendukung                      Appraiser, and based on information and
      yang kami gunakan dalam proses penilaian;                     supporting data that we use in the
                                                                    appraisal process
   2. Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua                  2. Furthermore, this report explains all the
      syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi                    conditions of limitation that affect the
      analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera                 analysis, opinion and conclusions
      dalam laporan ini;                                            contained in this report;
   3. Imbalan jasa tidak berpengaruh terhadap                    3. Fees do not affect the appraisal process.
      proses penilaian.
   4. Penilai tidak memiliki kepentingan terhadap                4. The Appraiser has no interest in the Object
      Obyek Penilaian.                                              of the Appraisal.
   5. Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-                    5. This report cannot be separated from the
      ketentuan yang tercantum dalam Kode Etik                      provisions contained in the Indonesian
      Penilai Indonesia (KEPI) dan Standar                          Appraisal Code of Ethics (KEPI) and the
      Penilaian Indonesia 2018 (SPI Edisi VII                       2018 Indonesian Appraisal Standard (SPI
      Tahun 2018)                                                   Edition VII Year 2018)
   6. Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas                  6. The appraiser is fully responsible for the
      prosedur, pelaporan dan hasil penilaian yang                  procedures, reporting and results of the
      dilakukan;                                                    assessment carried out;
   7. Penugasan penyusunan penilaian secara                      7. Assignment to prepare a professional
      profesional telah dilakukan terhadap Obyek                    assessment has been carried out on the
      Penilaian pada tanggal Penilaian (Cut Off                     Valuation Object on the Cut Off Date;
      Date);
   8. Penilai telah melakukan inspeksi lapangan                  8. The Appraiser has conducted a field
      yang merupakan Obyek Penilaian.                                inspection which is the Object of the
                                                                     Assessment.
   9. Penilai telah melakukan ruang lingkup sebagai              9. The appraiser has carried out the
       berikut: identifikasi masalah, inspeksi,                      following scopes: problem identification,
       pengumpulan data dan wawancara, analisis                      inspection, data collection and interviews,
       data, estimasi nilai dengan pendekatan                        data analysis, value estimation with an
       penilaian, penulisan laporan.                                 appraisal approach, report writing.
   10. Analisa telah dilakukan untuk tujuan                      10. The analysis has been carried out for the
       sebagaimana diungkapkan dalam Laporan                         purposes as disclosed in the Valuation
       Penilaian;                                                    Report;
   11. Penugasan penilaian profesional telah                     11. The assignment of professional assessment
       dilaksanakan sesuai dengan peraturan                          has been carried out in accordance with
       perundangan yang berlaku;                                     the applicable laws and regulations;
   12. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan                12. The conclusions generated in the
       profesional telah disajikan sebagai pendapat                  professional assignment have been
       hasil penilaian;                                              presented as an opinion on the results of
                                                                     the assessment;
   13. Pendapat tersebut telah sesuai dengan asumsi-             13. The opinion is in accordance with the
       asumsi dan kondisi pembatas;                                  assumptions and limiting conditions;

                                                       iii
Page 15
14. Penilai    telah   memenuhi       persyaratan        14. The appraiser has finish the professional
    pendidikan professional yang ditentukan dan              education requirements determined and or
    atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai               organized by the Appraisal Association
    yang diakui Pemerintah,                                  recognized by the Government,
15. Tidak seorangpun selain yang bertanda tangan         15. None of other than the undersigned, has
    di bawah ini, yang telah terlibat dalam                  been involved in carrying out the
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan                inspection, analysis, conclusion and
    kesimpulan dan opini sebagaimana yang                    opinion making as stated in this
    dinyatakan dalam Laporan Penilaian ini.                  Assessment Report.



 Jakarta, 27 Oktober 2025



  Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev – Penanggung Jawab
  Izin Penilai  : B-1.18.00511
  MAPPI No.     : 14-S-05089
  RMK           : RMK-2017.01120
                                                                        .............................

  Rahmat Faizal, S.E., M.S.M, CIB – Reviewer
  MAPPI No.     : 17-P-7514
  RMK           : RMK-2019.02920
                                                                        .............................

  Guntur Pramudiyanto, S.E., M.Ec. Dev – Penilai
  MAPPI No.   : 04-S-01770
  RMK         : RMK-2017.00119
                                                                        .............................

  Siti Khumairoq, SE – Penilai
  MAPPI No.     : 17-T-07312
  RMK           : RMK-2018.02229

                                                                        .............................

  Aurellia Nur Halimatussadiyah, S.Tr.E – Penilai
  MAPPI No.     : 24-P-12961
  RMK           : RMK-2024.04971

                                                                        .............................

  Tri Meizaraafi, SE – Penilai
  MAPPI No.      : 17-P-07314
  RMK            : RMK-2018.02228

                                                                        .............................

  Aidy Yudha Prastyanto, SE – Penilai
  MAPPI No.    : 23-P-11814
  RMK          : RMK-2024.05017

                                                                        .............................
                                                    iv
Page 16
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

                                                       DAFTAR ISI
                                                                                                                                                 Halaman

SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI

1.        PENDAHULUAN ........................................................................................................................... 6
1.1.      Latar Belakang ................................................................................................................................. 6
1.1.1     Latar Belakang KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam .. 6
1.2.      Identifikasi Status Penilai ................................................................................................................. 7
1.3.      Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .............................................................................. 7
1.4.      Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ............................................................................................... 8
1.5.      Objek Studi Kelayakan ..................................................................................................................... 8
1.6.      Tanggal Studi Kelayakan (Cut off Date) dan Masa Berlaku Laporan .............................................. 8
1.7.      Independensi Penilai......................................................................................................................... 8
1.8.      Tanggung Jawab Penilai ................................................................................................................... 8
1.9.      Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan .......................................................................... 9
1.10.     Standar Penugasan Studi Kelayakan ................................................................................................ 9
1.11.     Data, Informasi dan Prosedur ..........................................................................................................10
1.11.1.   Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha ..........................................................................10
1.12.     Tingkat Kedalaman Investigasi .......................................................................................................11
1.13.     Asumsi dan Kondisi Pembatas ........................................................................................................12
1.14.     Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan (Subsequent Event) dan Tanggal
          Laporan............................................................................................................................................13
1.15.     Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ................................................................................14
1.16.     Persyaratan atas Persetujuan Publikasi ............................................................................................14
1.17.     Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan.....14
1.18.     Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI ......................................14

2.        GAMBARAN UMUM PERSEROAN .........................................................................................15
2.1.      Gambaran Umum SBI .....................................................................................................................15
2.2.      Domisili ...........................................................................................................................................15
2.3.      Struktur Permodalan ........................................................................................................................15
2.4.      Susunan Pengurus............................................................................................................................16
2.5.      Struktur Organisasi ..........................................................................................................................17
2.6.      Perizinan dan Legalitas....................................................................................................................20
2.7.      Kinerja Keuangan Historis ..............................................................................................................22
2.7.1     Analisis Posisi Keuangan ................................................................................................................24
2.7.2     Analisis Laba Rugi ..........................................................................................................................25
2.7.3     Analisis Arus Kas ............................................................................................................................26
2.7.4     Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................................27
2.8.      Kinerja SBI 2024 .............................................................................................................................31
2.9.      Informasi Perpajakan .......................................................................................................................32

3.        TINJAUAN MAKRO EKONOMI ...............................................................................................33
3.1.      Perekonomian Global dan Domestik ...............................................................................................33
3.2.      Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ....................................................................................................35
3.3.      Analisis Industri Semen ...................................................................................................................42
3.4.      Analisis Industri Pengelolaan Limbah B3 .......................................................................................43
3.5.      Analisis Industri Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam ........................................................44



                                                                                                                                     Business Valuation Unit
                                                                       1                                                                              Jakarta
Page 17
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

4.       ASPEK PASAR .............................................................................................................................47
4.1.     Kondisi Pasar ...................................................................................................................................47
4.1.1.   Pangsa Pasar ....................................................................................................................................47
4.1.2.   Kesinambungan (Sustainability)......................................................................................................48
4.1.3.   Potensi Pasar ...................................................................................................................................49
4.1.4.   Sasaran ............................................................................................................................................49
4.1.5.   Potensi Nilai Pasar...........................................................................................................................50
4.2.     Pesaing Usaha..................................................................................................................................50
4.3.     Strategi Pemasaran ..........................................................................................................................50
4.4.     Kesimpulan Aspek Pasar .................................................................................................................51

5.       ASPEK TEKNIS............................................................................................................................53
5.1.     Produk yang dihasilkan ...................................................................................................................53
5.2.     Proses Pengelolaan Limbah Pengeboran .........................................................................................53
5.3.     Ketersediaan Sumber Daya .............................................................................................................54
5.4.     Rencana Keberlanjutan....................................................................................................................54
5.5.     Kesimpulan Aspek Teknis ...............................................................................................................55

6.       ASPEK POLA BISNIS..................................................................................................................57
6.1.     Kegiatan Usaha................................................................................................................................57
6.2.     Entitas Anak ....................................................................................................................................59
6.3.     Penambahan Kegiatan Usaha ..........................................................................................................60
6.4.     Keunggulan Kompetitif ...................................................................................................................60
6.5.     Kemampuan Pesaing dalam Meniru Produk ...................................................................................61
6.6.     Kemampuan Untuk Menciptakan nilai ............................................................................................61
6.7.     Analisis Risiko ................................................................................................................................62
6.8.     Analisis SWOT................................................................................................................................63
6.9.     Potensi Pasar dan Proyeksi Pertumbuhan Sektor – Sektor Baru .....................................................65
6.10.    Kesimpulan......................................................................................................................................66

7.       ASPEK MODEL MANAJEMEN ................................................................................................68
7.1.     Sumber Daya Manusia ....................................................................................................................68
7.2.     Komposisi Karyawan SBI ...............................................................................................................69
7.3.     Manajemen Kekayaan Intelektual ...................................................................................................70
7.4.     Manajemen Risiko ...........................................................................................................................70
7.5.     Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ..........................................................................................71
7.6.     Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ............................................................................72
7.7.     Kesimpulan Aspek Model Manajemen ...........................................................................................75

8.       ANALISIS ASPEK KEUANGAN ................................................................................................76
8.1.     Rencana Biaya Investasi ..................................................................................................................76
8.2.     Sumber Pembiayaan ........................................................................................................................77
8.3.     Asumsi – Asumsi Proyeksi Keuangan.............................................................................................77
8.4.     Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ...............................................................81
8.4.1.   Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .....................................................81
8.4.2.   Proyeksi Laba (Rugi) Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ............................................................82
8.4.3.   Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .................................................................83
8.5.     Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha .............................................................84
8.5.1.   Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha...................................................84
8.5.2.   Proyeksi Laba (Rugi) Dengan Penambahan Kegiatan Usaha ..........................................................85
8.5.3.   Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha ..............................................................86
8.6.     Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................................87
8.7.     Biaya Operasional ...........................................................................................................................92
8.8.     Biaya Bahan Baku Mentah ..............................................................................................................92

                                                                                                                                    Business Valuation Unit
                                                                      2                                                                              Jakarta
Page 18
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

8.9.       Analisis Titik Impas (Break Even Analysis) ...................................................................................92
8.10.      Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)...................................................................................92
8.11.      Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment).......................................................93
8.12.      Penentuan Tingkat Diskonto ...........................................................................................................93
8.12.1.    Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital) ........................95
8.13.      Analisis Inkremental........................................................................................................................96
8.14.      Analisis Kelayakan Usaha ...............................................................................................................97
8.15.      Analisis Sensitivitas ......................................................................................................................100
8.16.      Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan...........................................................................100

9.         KLASIFIKASI PENILAI USAHA ............................................................................................102

●         Lampiran Keuangan




                                                                                                                                Business Valuation Unit
                                                                     3                                                                           Jakarta
Page 19
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

                                                    DAFTAR FIGUR
                                                                                                                                             Halaman


Figur 1. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha SBI ...................................................................... 6
Figur 2. Pihak yang Diwawancara & PIC Lokasi ................................................................................ 11
Figur 3. Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham SBI................................................................... 16
Figur 4. Struktur Organisasi Perusahaan ............................................................................................. 18
Figur 5. Struktur Organisasi Unit Usaha Divisi AFR ........................................................................... 19
Figur 6. Historis Laporan Posisi Keuangan ......................................................................................... 23
Figur 7. Historis Laporan Laba (Rugi)................................................................................................ 23
Figur 8. Historis Laporan Arus Kas .................................................................................................... 24
Figur 9. Historis Perkembangan Posisi Keuangan ............................................................................... 24
Figur 10. Historis Perkembangan Laba (Rugi) .................................................................................... 25
Figur 11. Historis Perkembangan Arus Kas ........................................................................................ 26
Figur 12. Historis Rasio Keuangan .................................................................................................... 27
Figur 13. Kinerja SBI Tahun 2022 - 2024 ........................................................................................... 31
Figur 14. Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global ........................................................................... 33
Figur 15. Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global ................................................... 34
Figur 16. Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesia ................................................................ 34
Figur 17. Yield UST 10Y dan JGB 10Y dan Indeks Ketidakpastian Global ........................................... 34
Figur 18. Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Kinerja Dolar AS dan Persepsi Risiko Negara
          Berkembang. ..................................................................................................................................35
Figur 19. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ...............................36
Figur 20. Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan II 2025 dan Indeks Keyakinan Konsumen ................36
Figur 21. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran.......................................................................................36
Figur 22. Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Purchasing Managers’ Index (PMI)
          Manufaktur ....................................................................................................................................37
Figur 23. Ekspor Nonmigas dan Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama .............................................37
Figur 24. Neraca Pembayaran Indonesia dan Neraca Perdagangan ...............................................................38
Figur 25. Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa ....................................................................................38
Figur 26. Rupiah vs Negara Kawasan dan Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan ...................................38
Figur 27. Inflasi IHK Provinsi .......................................................................................................................39
Figur 28. Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspektasi Inflasi .......................................................................40
Figur 29. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Likuiditas perbankan dan perekonomian .......... 41
Figur 30. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI Rate kepada SBDK ... 42
Figur 31. Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK ................................................. 42
Figur 32. Permodalan Industri Perbankan dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) ..................................... 42
Figur 33. Rekapitulasi Limbah B3 2021-Triwulan I 2025 ............................................................................44
Figur 34. Peta Realisasi Pengeboran Sumur Eksplorasi 2023 .......................................................................46
Figur 35. Penemuan Eksplorasi Tahun 2023 .................................................................................................46
Figur 36. Potensi Nilai Pasar Dengan Penambahan Kegiatan Usaha ............................................................50
Figur 37. Flow Chart Drilling Waste Management .......................................................................................53
Figur 38. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha SBI ..........................................................................60
Figur 39. Analisis SWOT ..............................................................................................................................63
Figur 40. Potensi Pasar ..................................................................................................................................66
Figur 41. Komposisi Jumlah Karyawan Divisi AFR .....................................................................................68
Figur 42. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan .....................................................................69
Figur 43. Jumlah Karyawan Berdasarkan Jabatan .........................................................................................69
Figur 44. Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenjang Usia ................................................................................69
Figur 45. Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan ...............................................................69


                                                                                                                                  Business Valuation Unit
                                                                       4                                                                           Jakarta
Page 20
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Figur 46. Jumlah Karyawan di Unit Usaha AFR : .........................................................................................70
Figur 47. Jumlah Karyawan yang memiliki sertifikasi untuk menunjang layanan drilling waste management
          dan pengelolaan limbah B3 di unit usaha divisi AFR Nathabumi : ...............................................70
Figur 48. Manajemen Risiko .........................................................................................................................70
Figur 49. Struktur Organisasi SBI .................................................................................................................73
Figur 50. Struktur Organisasi Unit Usaha Divisi AFR ..................................................................................74
Figur 51. Biaya Investasi ...............................................................................................................................76
Figur 52. Asumsi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .................................................................................77
Figur 53. Asumsi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha ..............................................................................79
Figur 54. Proyeksi Posisi Keuangan SBI Tanpa Penambahan Usaha............................................................81
Figur 55. Proyeksi Posisi Keuangan SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ............................................82
Figur 56. Proyeksi Laba (Rugi) SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha....................................................82
Figur 57. Proyeksi Laba (Rugi) SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha....................................................83
Figur 58. Proyeksi Arus Kas SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ........................................................83
Figur 59. Proyeksi Posisi Keuangan SBI dengan Penambahan Kegiatan Usaha ...........................................84
Figur 60. Proyeksi Posisi Keuangan SBI Dengan Penambahan Kegiatan Usaha ..........................................85
Figur 61. Proyeksi Laba (Rugi) SBI Dengan Penambahan Kegiatan usaha ..................................................85
Figur 62. Proyeksi Laba – Rugi SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ...................................................86
Figur 63. Proyeksi Arus Kas SBI Dengan Penambahan Kegiatan Usaha .....................................................86
Figur 64. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ....................................................87
Figur 65. Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha .................................................89
Figur 66. Analisis BEP Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ......................................................92
Figur 67. Analisis Profitabilitas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha ........................................................93
Figur 68. Biaya Modal Ekuitas ......................................................................................................................95
Figur 69. WACC ...........................................................................................................................................96
Figur 70. Proyeksi Arus Kas Bersih SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha.............................................96
Figur 71. Proyeksi Arus Kas Bersih SBI Dengan Penambahan Kegiatan Usaha ..........................................97
Figur 72. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental SBI selama Periode Juli-Desember 2025 sampai dengan
          2030 ...............................................................................................................................................97
Figur 73. NPV Free Cash Flow to Incremental ............................................................................................98
Figur 74. Analisis Sensitivitas .....................................................................................................................100




                                                                                                                                      Business Valuation Unit
                                                                         5                                                                             Jakarta
Page 21
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

1.     PENDAHULUAN

1.1.   Latar Belakang

1.1.1 Latar Belakang KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan
      Gas Alam

       PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“SBI”) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang
       industri bahan bangunan, perdagangan, pertambangan, transportasi, serta pengelolaan
       limbah, termasuk pemanfaatan dan pengolahan limbah B3. Melalui unit usaha Divisi AFR
       dengan merek dagang "Nathabumi" (selanjutnya disebut "Nathabumi"), SBI terus
       memperkuat posisi di sektor pengelolaan limbah dan memperluas jangkauan kegiatan usaha
       untuk mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan.

       Peluang pasar di bidang pengelolaan limbah pertambangan minyak dan gas bumi saat ini
       menunjukkan potensi yang signifikan. Seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi dan
       produksi migas di Indonesia, kebutuhan terhadap layanan pengelolaan limbah yang
       memenuhi standar lingkungan dan keselamatan kerja juga semakin tinggi. Dengan
       pengalaman dan kompetensi dalam pengelolaan limbah industri serta limbah B3, SBI
       memiliki kapasitas untuk berperan aktif dalam rantai pasok jasa pendukung pertambangan
       migas, sekaligus memperkuat portofolio bisnis di sektor jasa lingkungan terpadu.

       Sehubungan dengan hal tersebut, dan guna mendukung legalitas serta keberlanjutan
       pengembangan kegiatan usaha, SBI bermaksud menambahkan kegiatan usaha baru dengan
       mencantumkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) 09100 – Aktivitas
       Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam ke dalam Anggaran Dasar Perseroan.
       Penambahan KBLI ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan peluang pendapatan perusahaan
       yang sebelumnya terbatas akibat adanya persyaratan KBLI 09100 untuk pekerjaan on-site
       services seperti drilling waste management pada pengelolaan limbah pertambangan minyak
       bumi dan gas alam.

       Figur 1.Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha SBI
        No.                            Nama KBLI                             Kode KBLI
         1.   Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam        09100
       Sumber: Manajemen SBI

       Berdasarkan penjelasan dari manajemen, SBI berencana menambah kegiatan usaha yang
       sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK 04/2020 (“POJK
       17”) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”.

       Sehubungan dengan hal tersebut, SBI membutuhkan pihak independen untuk melakukan
       kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha. SBI telah menunjuk
       KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan (“GEAR”) untuk melakukan penyusunan studi
       kelayakan berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. Gear.00190/2.0116-
       002/BI/4/0511/1/VI/2025 tanggal 02 Juni 2025 dan Perjanjian Ringkas
       No. 7210088091/SA/PROC/SBI/IX/2025 tanggal 15 September 2025.




                                                                               Business Valuation Unit
                                           6                                                    Jakarta
Page 22
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

1.2.   Identifikasi Status Penilai

       Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
       Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama
       Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116
       dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
       (“OJK”) d/h Bapepam.

       Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 277/KM.1/2018 tertanggal 16
       April 2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI
       (Cert) yang ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi
       (B) No. B-01.18.00511 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-
       51/PM.223/2021 Tanggal 04 Mei 2021 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang
       pasar modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
       IKNB dengan No. 211/NB.122/STTD-P/2020 tanggal 10 September 2020 dan juga sebagai
       anggota MAPPI dengan No. 14-S-05089 tanggal 6 Desember 2017 dan Nomor Register
       RMK-2017.01120 tanggal 12 September 2017.

       GEAR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar
       Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan Studi Kelayakan ini.

1.3.   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

       Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual,
        ● Nama           : PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
        ● Bidang usaha : Industri Bahan Bangunan (Industri Pengolahan, Konstruksi, Penunjang
                           Lainnya)
        ● Alamat         : Talavera Office Park, Talavera Suite Lantai 15, Jl. TB Simatupang
                           22-26 Jakarta Selatan, 12430
        ● Telepon        : (021) 2986 1000
        ● Fax            : (021) 2986 3333
        ● Email          : corp.comm-sbi@sig.id
        ● Website        : www.solusibangunindonesia.com

       Pengguna laporan atas hasil penilaian adalah:
        ● Nama           : PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
        ● Bidang usaha : Industri Bahan Bangunan (Industri Pengolahan, Konstruksi, Penunjang
                           Lainnya)
        ● Alamat         : Talavera Office Park, Talavera Suite Lantai 15, Jl. TB Simatupang
                           22-26 Jakarta Selatan, 12430
        ● Telepon        : (021) 2986 1000
        ● Fax            : (021) 2986 3333
        ● Email          : corp.comm-sbi@sig.id
        ● Website        : www.solusibangunindonesia.com



                                                                                Business Valuation Unit
                                            7                                                    Jakarta
Page 23
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

1.4.   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

       Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha
       PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“SBI”) yaitu KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang
       Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam, yang diperlukan dalam rangka memenuhi
       peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

       Penugasan ini dilakukan mengacu kepada POJK 17, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
       No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
       Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020
       (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
       Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

1.5.   Objek Studi Kelayakan

       Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
       penambahan kegiatan usaha dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”)
       yaitu KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam.

1.6.   Tanggal Studi Kelayakan (Cut off Date) dan Masa Berlaku Laporan

       Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 30 Juni 2025, dimana batas tersebut diambil atas
       dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

       Berdasarkan POJK 35 masa berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal
       efektif penilaian (Cut Off Date) dalam laporan penilaian.

       Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku Laporan Studi
       Kelayakan yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam
       Laporan Studi Kelayakan.

1.7.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen
       tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan SBI ataupun pihak-pihak
       yang terafiliasi dengan SBI. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan
       pribadi atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami
       terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan.

1.8.   Tanggung Jawab Penilai

       Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa
       semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah
       dilakukan dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang
       diterbitkan.




                                                                                 Business Valuation Unit
                                            8                                                     Jakarta
Page 24
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

1.9.   Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

       Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui
       pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

       Pengumpulan Data
       ● Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas
           penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas Perseroan, perizinan,
           spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang
           terkait.
       ● Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
           dipertanggungjawabkan,
       ● Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh
           dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.

       Proses Analisis
       ● Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar, potensi pasar, persaingan usaha, strategi
          pemasaran atas rencana penambahan kegiatan usaha.
       ● Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
          penambahan kegiatan usaha, spesifikasi teknis, teknis pelaksanaan, ketersediaan dan
          kualitas sumber daya manusia, timeline, dan rencana keberlanjutan.
       ● Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis usaha Perseroan saat ini, analisis atas
          penambahan kegiatan usaha, analisis kemampuan untuk menciptakan nilai, analisis
          keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk, analisis industri,
          analisis risiko yang berpotensi muncul, dan analisis SWOT.
       ● Aspek model manajemen yang mengkaji struktur organisasi dan kebutuhan karyawan
          atas rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan, kesesuaian struktur organisasi dan
          manajemen, kapasitas dan kemampuan manajemen, manajemen kekayaan intelektual,
          manajemen risiko, sumber daya manusia, dan komposisi karyawan.
       ● Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi, rencana
          biaya investasi, sumber pembiayaan, asumsi-asumsi, proyeksi keuangan, analisis rasio
          keuangan, analisis biaya operasional, analisis biaya bahan baku mentah, analisis titik
          impas, analisis profitablitias, analisis tingkat imbal balik investasi, analisis inkremental,
          dan analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha.

1.10. Standar Penugasan Studi Kelayakan

       Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah
       dibuat dengan memenuhi POJK 17, POJK 35, SEOJK 17 dan SPI Edisi VII Tahun 2018.




                                                                                      Business Valuation Unit
                                              9                                                        Jakarta
Page 25
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

1.11. Data, Informasi dan Prosedur

1.11.1. Data dan Informasi Rencana Penambahan Usaha

       Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang
       disediakan SBI untuk tujuan penugasan ini, yaitu:

        1.  Laporan Keuangan Konsolidasian SBI yang berakhir pada tanggal 31 Desember
            2020 yang telah diaudit oleh Daniel Kohar, SE., CPA., (Nomor Izin Akuntan Publik:
            AP.1130) dari Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan,
            dengan nomor laporan 00057/2.1025/AU.1/04/1130-2/1/II/2021 tanggal 18 Februari
            2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
        2. Laporan Keuangan Konsolidasian SBI yang berakhir pada tanggal 31 Desember
            2021 yang telah diaudit oleh Daniel Kohar, SE., CPA., (Nomor Izin Akuntan Publik:
            AP.1130) dari Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan,
            dengan nomor laporan 00182/2.1025/AU.1/04/1130-3/1/II/2022 tanggal 22 Februari
            2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
        3. Laporan Keuangan Konsolidasian SBI yang berakhir pada tanggal 31 Desember
            2022 yang telah diaudit oleh Theodorus Bambang Dwi K.A (Nomor Izin Akuntan
            Publik: AP.1208) dari Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan, dengan nomor
            laporan 00023/2.1265/AU.1/04/1208-1/1/II/2023 tanggal 23 Februari 2023 dengan
            opini wajar dalam semua hal yang material.
        4. Laporan Keuangan Konsolidasian SBI yang berakhir pada tanggal 31 Desember
            2023 yang telah diaudit oleh Juan Ramon Junius Siahaan (Nomor Izin Akuntan
            Publik: AP.1672) dari Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan, dengan nomor
            laporan 00039/2.1265/AU.1/04/1672-1/1/III/2024 tanggal 07 Maret 2024 dengan
            opini wajar dalam semua hal yang material.
        5. Laporan Keuangan Konsolidasian SBI yang berakhir pada tanggal 31 Desember
            2024 yang telah diaudit oleh Juan Ramon Junius Siahaan (Nomor Izin Akuntan
            Publik: AP.1672) dari Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan, dengan nomor
            laporan 00096/2.1460/AU.1/04/1672-2/1/III/2025 tanggal 26 Maret 2025 dengan
            opini wajar dalam semua hal yang material.
        6. Laporan Keuangan Konsolidasian SBI yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang
            telah diaudit oleh Juan Ramon Junius Siahaan (Nomor Izin Akuntan Publik:
            AP.1672) dari Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan, dengan nomor laporan
            00726/2.1460/AU.1/04/1672-3/1/IX/2025 tanggal 26 September 2025 dengan opini
            wajar dalam semua hal yang material.
        7. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) : 0010 0170 7709 2000
        8. Nomor Induk Berusaha: 9120409812015 dengan nama pelaku usaha PT Solusi
            Bangun Indonesia Tbk, dan status penanaman modal yaitu Penanaman Modal Dalam
            Negeri (PMDN) yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik sistem OSS
            tanggal 21 Agustus 2019.
        9. Informasi lain dari pihak manajemen SBI serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
            penugasan.
        10. Dokumen-dokumen lain yang terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha SBI
        11. Informasi dan/atau dokumen terkait lainnya yang didapat dari berbagai pencarian
            baik melalui Internet maupun media lainnya.



                                                                             Business Valuation Unit
                                         10                                                   Jakarta
Page 26
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

       Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan
       ini diperoleh dari manajemen SBI sepanjang proses penyusunan laporan baik diskusi dan
       wawancara.

1.12. Tingkat Kedalaman Investigasi

     Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan
     informasi dari pihak manajemen SBI, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen
     kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi melalui wawancara
     berupa con call atau virtual meeting.
     Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:
      1. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada
          laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran;
      2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak
          dilakukan;
      3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha;
      4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan.

      Pelaksana Investigasi

      Berikut ini informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan:

      ● No. Surat Tugas             : JKT/0057/ST.GEAR/2025
      ● Lokasi                      : Jl. Raya Narogong Km.7, Desa Kembang Kuning – Kec.
                                      Klapanunggal, Kab. Bogor, Jawa Barat 16710
      ● Tanggal Investigasi         : 02 Oktober 2025
      ● Pelaksana Investigasi       : Siti Khumairoq, Aidy Yudha Prastyanto, Tri Meizaraafi
      ● Penanggung Jawab Investigasi: Dwi Hari Prasetyo

      Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini SBI masih
      menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan yang bergerak di Bidang
      Industri bahan bangunan, perdagangan, pertambangan, transportasi, serta pengelolaan
      limbah, termasuk limbah B3 dan kegiatan daur ulang.

      Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
      memadai diantaranya dengan melakukan site visit terhadap fasilitas milik SBI dan
      melakukan wawancara dengan manajemen SBI ataupun pihak yang mewakilinya dan pihak-
      pihak lain yang relevan. Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu:

     Figur 2. Pihak yang Diwawancara & PIC Lokasi
           Pihak Yang Diwawancarai                        Jabatan                      Perusahaan
       Indriarto Soeroyo                     Permitting & Compliance Manager              SBI
       Adhi Priyo Dwiarso                           CIP Business Partner                  SBI
       Merdiano Buyung Maulana                     Key Account Executive                  SBI
       I Gede Kresna Mustaqim                    Exernal Compliance Officer               SBI
       Herru Hermawan Susanto               Operational & Field Services Engineer         SBI
       Yanyan Fauzi Nurdiansyah              External Compliance Superintendent           SBI


                                                                                    Business Valuation Unit
                                           11                                                        Jakarta
Page 27
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

1.13. Asumsi dan Kondisi Pembatas

      Asumsi

      Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah:
      ● Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion.
      ● Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
        dalam proses Studi Kelayakan.
      ● Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
        informasi yang disediakan oleh SBI dan atau data yang diperoleh dari informasi yang
        tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.
      ● Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
        penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada
        pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
      ● GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh SBI dan telah
        disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
        pencapaiannya (fiduciary duty).
      ● Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat
        informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional SBI.
      ● GEAR bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan kesimpulan yang
        dihasilkan.
      ● GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan dari
        pemberi tugas.
      ● Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
        pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
      ● Laporan Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
        kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah terkait dengan
        Rencana Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan.
      ● Dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
        seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban SBI dan semua pihak yang terlibat
        dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan
        Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen SBI.
      ● Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
        analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
        utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
        menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan Laporan Studi
        Kelayakan ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
        melalui analisis yang tidak lengkap.
      ● Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan ini
        sampai dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan
        apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
        penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk
        menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena
        adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah
        tanggal laporan ini.


                                                                              Business Valuation Unit
                                          12                                                   Jakarta
Page 28
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

      Kondisi Pembatas:

      ● Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
        melakukan transaksi.
      ● Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
        kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
        lain yang diberikan kepada kami oleh SBI atau yang tersedia secara umum yang pada
        hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung
        jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
        Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen SBI, bahwa mereka tidak
        mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
        kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
      ● Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan
        menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan
        atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara
        material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas
        studi kelayakan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
      ● Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha
        ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada SBI dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan
        Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
        yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak
        melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan
        implikasi aspek perpajakan.
      ● Pekerjaan kami berkaitan dengan studi kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak
        merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit
        atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
        juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
        internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
        hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi
        untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar
        Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk SBI serta pengaruh
        dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini.

1.14. Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan (Subsequent Event) dan
     Tanggal Laporan

     Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi
     mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian
     penting setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan.
     Penilai tidak berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi
     Kelayakan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan
     dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat informasi baru dalam
     hal yang substansi, maka GEAR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan.




                                                                               Business Valuation Unit
                                          13                                                    Jakarta
Page 29
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

1.15. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

     Dalam melaksanakan pembuatan Laporan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan
     Usaha ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar.

1.16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

     Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
     Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup
     penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
     penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas.

1.17. Konfirmasi bahwa Studi Kelayakan dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
      Keuangan

     Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta Laporan Studi kelayakan yang telah dibuat
     oleh Penilai dengan memenuhi POJK 17, POJK 35 dan SEOJK 17.

1.18. Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI

     Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta Laporan Studi kelayakan telah
     dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta SPI Edisi
     VII tahun 2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (“MAPPI”).




                                                                                 Business Valuation Unit
                                           14                                                     Jakarta
Page 30
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

2.   GAMBARAN UMUM PERSEROAN

2.1. Gambaran Umum SBI

     PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan dalam rangka Undang-undang
     No.1 tahun 1967 juncto Undang-undang No. 11 tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing
     (“PMA”), berdasarkan Akta No. 53 tanggal 15 Juni 1971 dari Notaris Abdul Latief, S.H.
     Akta pendirian Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia
     dalam Surat Keputusan No. JA.5/149/7 tanggal 23 September 1971 dan diumumkan dalam
     Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal 12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.

     Perusahaan mengganti status investasinya dari penanaman modal asing (PMA) ke
     penanaman modal dalam negeri (PMDN) berdasarkan persetujuan dari Ketua Badan
     Koordinasi Penanaman Modal No. 17/V/1988 tanggal 19 November 1988. Efektif tanggal 1
     Januari 2006, Perusahaan mengganti namanya dari PT Semen Cibinong Tbk menjadi PT
     Holcim Indonesia Tbk.

     Sesuai dengan pasal 1 ayat 1 Akta No. 11 tanggal 11 Februari 2019, PT Holcim Indonesia
     Tbk berubah nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Perubahan ini telah disetujui
     oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui keputusan No.
     AHU- 0008550.AH.01.02.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019.

     Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu, terakhir
     dengan Akta No. 18 tanggal 12 Agustus 2025 dibuat dihadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.,
     dan telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum
     Kementerian Hukum Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
     dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Nomor AHU-AH.01.09-0329839 tanggal 26
     Agustus 2025, dimana Perusahaan melakukan perubahan Direksi dan Komisaris.

     Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan menurut anggaran dasar antara lain adalah
     berusaha dalam bidang industri pengolahan; konstruksi; pengangkutan dan pergudangan;
     aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan
     dan penunjang usaha lainnya; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil
     dan sepeda motor; treatment air, treatment air limbah, treatment dan pemulihan material
     sampah dan aktivitas remediasi; aktivitas profesional ilmiah dan teknis; pertambangan dan
     penggalian; real estat.

2.2. Domisili

     Perseroan berdomisili di Jakarta dengan Kantor pusat berada di Gedung Talavera Suite
     Lantai 15, Talavera Office Park, Jl. TB Simatupang No. 22-26, Jakarta, Indonesia. Perseroan
     mulai beroperasi secara komersial pada bulan Agustus 1977.

2.3. Struktur Permodalan

     Berdasarkan Laporan Keuangan Audit 30 Juni 2025 susunan pemegang saham SBI adalah
     sebagai berikut:




                                                                                Business Valuation Unit
                                          15                                                     Jakarta
Page 31
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 3.Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham SBI
                                               Jumlah Saham Kepemilikan             Jumlah
                Pemegang Saham
                                                 (Lembar)            (%)        (Rupiah Penuh)
      PT Semen Indonesia (Persero) Tbk          7.533.148.888         83,52% 3.766.574.000.000
      Taiheiyo Cement Corporation               1.367.396.991         15,16%     683.698.000.000
      Masyarakat                                  118.836.094          1,32%      59.419.000.000
                      Total                     9.019.381.973        100,00% 4.509.691.000.000
     Sumber: Laporan Keuangan Audit 30 Juni 2025 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

2.4. Susunan Pengurus

     Berdasarkan Laporan Keuangan Audit 30 Juni 2025 SBI, berikut merupakan Susunan Dewan
     Komisaris dan Direksi sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama                                   : Prijo Sambodo
     Komisaris                                         : Herudi Kandau Nugroho
     Komisaris                                         : Shinji Fukami
     Komisaris Independen                              : Prijo Sambodo

     Direksi
     Direktur Utama                                    : Asri Mukhtar
     Direktur                                          : Soni Asrul Sani
     Direktur                                          : Ony Suprihartono
     Direktur                                          : Yasuhide Abe

     Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk No. 18
     tanggal 12 Agustus 2025 oleh Aulia Taufani., S.H., notaris di Kota Jakarta Selatan, Susunan
     Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama                                   : Fadlansyah Lubis
     Komisaris                                         : Prasetyo Suharto
     Komisaris                                         : Shinji Fukami
     Komisaris Independen                              : Agnes Marcelina Tjhin
     Komisaris Independen                              : Husnedi

     Direksi
     Direktur Utama                                    : Ainul Yaqin
     Direktur                                          : Edi Sarwono
     Direktur                                          : Asruddin
     Direktur                                          : Yasuhide Abe

     Berdasarkan Surat Nomor 308/LGRC/SBI/X/2025 tanggal 2 Oktober 2025 perihal
     Keterbukaan Informasi Terkait Pengunduran Diri Direktur Utama PT Solusi Bangun
     Indonesia Tbk, dijelaskan bahwa pada tanggal 30 September 2025, PT Solusi Bangun
     Indonesia Tbk (“Perseroan”) telah menerima surat pengunduran diri dari Bapak Ainul Yaqin
     selaku Direktur Utama Perseroan. Selanjutnya, berdasarkan Surat Nomor
     329/LGRC/SBI/X/2025 tanggal 17 Oktober 2025 perihal Keterbukaan Informasi Terkait


                                                                                 Business Valuation Unit
                                          16                                                      Jakarta
Page 32
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Pemberhentian Sementara Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Perseroan
     menunjuk Sdr. Asruddin sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama. Dengan demikian,
     susunan Dewan Komisaris dan Direksi sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama                               : Fadlansyah Lubis
     Komisaris                                     : Prasetyo Suharto
     Komisaris                                     : Shinji Fukami
     Komisaris Independen                          : Agnes Marcelina Tjhin
     Komisaris Independen                          : Husnedi

     Direksi
     Direktur Utama                                : Asruddin
     Direktur                                      : Edi Sarwono
     Direktur                                      : Asruddin
     Direktur                                      : Yasuhide Abe

2.5. Struktur Organisasi

     Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi SBI per 30 Juni 2025 adalah
     sebagai berikut:




                                                                             Business Valuation Unit
                                         17                                                   Jakarta
Page 33
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 4. Struktur Organisasi Perusahaan




     Sumber: Annual Report SBI 2024



                                                        Business Valuation Unit
                                                   18                    Jakarta
Page 34
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi Unit Usaha Divisi AFR per 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut :

     Figur 5. Struktur Organisasi Unit Usaha Divisi AFR




     Sumber: Manajemen SBI




                                                                                                                            Business Valuation Unit
                                                                    19                                                                       Jakarta
Page 35
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

2.6.   Perizinan dan Legalitas

       Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh SBI yang digunakan dalam operasionalnya,
       diantaranya yaitu:
       1. Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Semen Tjibinong No. 53 tanggal 15 Juni 1971
           oleh Abdul Latief, Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
           Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. J.A.5/149/7 tanggal 23 September 1971
           tentang Pengesahan Badan Hukum Perseroan.
       2. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT. Semen
           Cibinong Tbk No. 21 tanggal 30 November 2005 oleh Dr. A, Partomuan Pohan, S.H,
           LL.M., Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
           Manusia Republik Indonesia No : CC-34995 HT.01.04.TH.2005 tanggal 30 Desember
           2005 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Menteri
           Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
       3. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar PT. Holcim Indonesia
           Tbk No. 11 tanggal 11 Februari 2019 oleh Aulia Taufani., S.H., notaris di Kota Jakarta
           Selatan, dan telah disahkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0008550.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal
           18 Februari 2019 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas PT.
           Solusi Bangun Indonesia Tbk tanggal 18 Februari 2019.
       4. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT. Solusi Bangun Indonesia Tbk No. 18 tanggal 12
           Agustus 2025 oleh Aulia Taufani., S.H., notaris di Kota Jakarta Selatan, dan telah
           diterima dan dicatat di dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
           Hukum Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dalam Surat
           Penerimaan Pemberitahuan Nomor AHU-AH.01.09-0329839 tanggal 26 Agustus 2025.
       5. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP): 0010 0170 7709 2000.
       6. Nomor Induk Berusaha: 9120409812015 dengan nama pelaku usaha PT Solusi Bangun
           Indonesia Tbk, dan status penanaman modal yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri
           (PMDN) yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik sistem OSS tanggal 21
           Agustus 2019.
       7. Izin Usaha atas nama Perusahaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, terkait kode KBLI
           23941, dengan Lokasi Usaha Jl. Raya Narogong KM 7, Kelurahan Kembang Kuning,
           Kec. Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dikeluarkan tanggal 22
           Agustus 2019.
       8. Izin Usaha atas nama Perusahaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, terkait kode KBLI
           23941, dengan Lokasi Usaha Jl. Ir. H. Juanda No. 1, Kelurahan Karangtalun, Kec.
           Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah dikeluarkan tanggal 22
           Agustus 2019.
       9. Izin Usaha atas nama Perusahaan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, terkait kode KBLI
           23941, dengan Lokasi Usaha Jl. Glondong Gede-Kerek KM 3, Desa Merkawang, Kec.
           Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur dikeluarkan tanggal 22 Agustus
           2019.

       Dan Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh SBI untuk unit usaha divisi AFR yang
       digunakan dalam operasionalnya, diantaranya yaitu:
       1. Izin Lingkungan atas nama PT Holcim Indonesia Tbk dengan lokasi Jl. Raya Narogong
           KM 7, Kelurahan Kembang Kuning, Kec. Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi
           Jawa Barat dikeluarkan tanggal 30 Desember 2016.


                                                                                 Business Valuation Unit
                                            20                                                    Jakarta
Page 36
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     2. Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan
         Hidup Republik Indonesia Nomor 1153 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Keputusan
         Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 864 Tahun 2024
         Tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Kegiatan Terpadu Pembangunan Pabrik Semen
         Narogong Di Desa Kembang Kuning, Desa Nambo, dan Desa Lulut, Kecamatan
         Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat oleh PT Solusi Bangun Indonesia
         Tbk. Tanggal 10 Juni 2025.
     3. Izin Lokasi atas nama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan lokasi Jl. Raya Narogong
         KM 7, Kelurahan Kembang Kuning, Kec. Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Provinsi
         Jawa Barat dikeluarkan tanggal 20 Mei 2019.
     4. Persetujuan Teknis di Bidang Pengelolaan Limbah B3 dengan Kegiatan Pemanfaatan
         Limbah B3 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong Nomor S.617/MENLHK-
         PSLB3/VPLB3/PLB.3/4/2021 tanggal 20 April 2021.
     5. Surat Kelayakan Operasional di bidang Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan
         Pemanfaatan Limbah B3 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong Nomor
         S.711/MENLHK-PSLB3/VPLB3/PLB.3/4/2021 tanggal 30 April 2021.
     6. Persetujuan Teknis di Bidang Pengelolaan Limbah B3 untuk Kegiatan Pengolahan
         Limbah B3 PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk. Nomor S.43/G/G.4/PLB3.0/B/I/2025
         tanggal 17 Januari 2025.
     7. Perubahan Kedua Persetujuan Teknis di Bidang Pengelolaan Limbah B3 dengan
         Kegiatan Pemanfaatan Limbah B3 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Pabrik Narogong
         Nomor S.305/G/G.4/PLB3.0/B/5/2025 tanggal 09 Mei 2025
     8. Izin Usaha (Izin Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (limbah B3) untuk
         Usaha Jasa) atas nama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tanggal terbut izin usaha proyek
         pertama 24 Desember 2019 dan perubahan ke -11 tanggal 6 Juli 2020.
     9. Surat Pernyataan Telah Terpenuhinya Pemenuhan Komitmen Izin Pengelolaan Limbah
         B3 untuk Usaha Jasa Pengolahan Limbah B3 menggunakan Ozone Depleting Substances
         (ODS) Treatment Facility berupa alat Rotary Kiln NAR-2 PT Solusi Bangun Indonesia
         Tbk Nomor S.88/Menlhk/ Setjen/PLB.3/1/2020 tanggal 24 Januari 2020.
     10. Izin Lingkungan atas nama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan lokasi usaha Jl. Ir.
         H. Juanda No. 1, Kelurahan Karangtalun, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap,
         Provinsi Jawa Tengah dikeluarkan tanggal 22 Agustus 2019.
     11. Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan
         Hidup Republik Indonesia Nomor 731 Tahun 2025 Tentang Kelayakan Lingkungan
         Hidup Kegiatan Operasional Industri Semen Di Kecamatan Cilacap Utara, Kecamatan
         Cilacap Selatan Dan Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah
         oleh PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Tanggal 07 Mei 2025.
     12. Izin Lokasi atas nama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan lokasi usaha Jl. Ir. H.
         Juanda No. 1, Kelurahan Karangtalun, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Provinsi
         Jawa Tengah dikeluarkan tanggal 22 Agustus 2019.
     13. Persetujuan Teknis di Bidang Pengelolaan Limbah B3 dengan Kegiatan Pemanfaatan
         Limbah B3 PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk. Pabrik Cilacap Nomor
         S.616/MENLHK.PSLB3/VPLB3/PLB.3/4/2021 tanggal 20 April 2021.
     14. Surat Kelayakan Operasional di bidang Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan
         Pemanfaatan Limbah B3 PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk. Pabrik Cilacap Nomor
         S.711/MENLHK-PSLB3/VPLB3/PLB.3/4/2021 tanggal 30 April 2021.
     15. Perubahan Persetujuan Teknis di Bidang Pengelolaan Limbah B3 dengan Kegiatan
         Pemanfaatan Limbah B3 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Pabrik Cilacap Nomor
         S.516/PSLB3/PLB3/PLB.3/8/2023 tanggal 24 Agustus 2023.

                                                                              Business Valuation Unit
                                          21                                                   Jakarta
Page 37
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

       16. Izin Lingkungan atas nama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Lokasi Usaha Jl.
           Glondong Gede-Kerek KM 3, Desa Merkawang, Kec. Tambakboyo, Kabupaten Tuban,
           Provinsi Jawa Timur dikeluarkan tanggal 22 Agustus 2019.
       17. Izin Lingkungan (Perubahan) atas nama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Lokasi
           Usaha Jl, Glondong Gede-Kerek KM 3, Desa Merkawang, Kec. Tambakboyo,
           Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur dikeluarkan tanggal 07 Januari 2021.
       18. Surat Keputusan Bupati Tuban Nomor 188.45/172/Kpts/414.013/2020 Tentang
           Perubahan Atas Keputusan Bupati Nomor 188.45/08/Kpts/414.012/2013 Tentang
           Kelayakan Lingkungan Hidup Kegiatan Pembangunan Pabrik Semen, Penambangan,
           Terminal Khusus Dan Fasilitas Pendukungnya Di Kabupaten Tuban oleh PT. Holcim
           Indonesia Tbk. Tanggal 17 Juli 2020.
       19. Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/ Kepala Badan Pengendalian Lingkungan
           Hidup Republik Indonesia Nomor 1746 Tahun 2025 Tentang Perubahan Atas Keputusan
           Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor 1400 Tahun 2024 Tentang
           Kelayakan Lingkungan Hidup Kegiatan Pembangunan Dan Operasional Pabrik Semen,
           Penambangan, Terminal Khusus Dan Fasilitas Pendukungnya Di Kabupaten Tuban,
           Provinsi Jawa Timur oleh PT Solusi Bangun Indonesia, Tbk. Tanggal 21 Agustus 2025.
       20. Izin Lokasi atas nama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk dengan Lokasi Usaha Jl,
           Glondong Gede-Kerek KM 3, Desa Merkawang, Kec. Tambakboyo, Kabupaten Tuban,
           Provinsi Jawa Timur dikeluarkan tanggal 21 Agustus 2019.
       21. Persetujuan Teknis di Bidang Pengelolaan Limbah B3 dengan Kegiatan Pemanfaatan
           Limbah B3 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Pabrik Tuban Nomor S.790/MENLHK-
           PSLB3/VPLB3/PLB.3/5/2021 tanggal 11 Mei 2021.
       22. Surat Kelayakan Operasional di bidang Pengelolaan Limbah B3 untuk kegiatan
           Pemanfaatan Limbah B3 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Pabrik Tuban Nomor
           S.791/MENLHK-PSLB3/VPLB3/PLB3/5/2021 tanggal 11 Mei 2021.
       23. Perubahan Persetujuan Teknis di Bidang Pengelolaan Limbah B3 dengan Kegiatan
           Pemanfaatan Limbah B3 PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. Pabrik Tuban Nomor
           S.106/G/G.4/PLB.3.0/B/2/2025 tanggal 12 Februari 2025.

2.7.   Kinerja Keuangan Historis

       Untuk melihat perkembangan kinerja SBI, seperti posisi keuangan, laba rugi dan potensi atau
       kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis
       yang bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2019, per 31 Desember
       2020, per 31 Desember 2021, per 31 Desember 2022, per 31 Desember 2023, per 31
       Desember 2024 dan per 30 Juni 2025 disajikan sebagai berikut:




                                                                                  Business Valuation Unit
                                            22                                                     Jakarta
Page 38
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 6. Historis Laporan Posisi Keuangan
                                                                                       (Dalam Jutaan Rupiah)
                        Des 2019      Des 2020      Des 2021      Des 2022      Des 2023         Des 2024         Juni 2025
        Keterangan
                         Audit         Audit         Audit         Audit         Audit            Audit             Audit
       Aset
         Aset Lancar     3.206.838     4.216.215     5.238.269     5.059.160     6.091.058        4.703.796        4.530.794
         Aset Tidak
                        16.360.660    16.521.910    16.252.754    16.319.350    16.115.681      16.342.556        16.209.544
         Lancar
       Jumlah Aset      19.567.498    20.738.125    21.491.023    21.378.510    22.206.739      21.046.352        20.740.338

       Liabilitas dan
       Ekuitas
       Liabilitas
         Liabilitas
         Jangka          2.963.506     4.141.265     3.899.406     4.849.160     5.518.883        4.464.643        4.667.704
         Pendek
         Liabilitas
         Jangka          9.621.380     9.030.681     6.392.545     4.669.312     4.183.242        3.667.599        3.260.309
         Panjang
       Jumlah
                        12.584.886    13.171.946    10.291.951     9.518.472     9.702.125        8.132.242        7.928.013
       Liabilitas

       Ekuitas
       Jumlah Ekuitas    6.982.612     7.566.179    11.199.072    11.860.038    12.504.614      12.914.110        12.812.325
       Jumlah
       Liabilitas dan   19.567.498    20.738.125    21.491.023    21.378.510    22.206.739      21.046.352        20.740.338
       Ekuitas
     Sumber: Laporan Keuangan Audit SBI

     Figur 7. Historis Laporan Laba (Rugi)
                                                                                      (Dalam Jutaan Rupiah)
                        Des 2019      Des 2020      Des 2021      Des 2022      Des 2023         Des 2024         Juni 2025
         Keterangan
                          Audit         Audit         Audit         Audit         Audit            Audit            Audit
       Penjualan        11.057.843    10.108.220    11.218.181    12.262.048    12.371.333       11.818.978        4.973.697
       Beban Pokok
                        (8.172.758)   (7.124.690)   (8.365.429)   (9.330.140)   (9.597.271)      (9.263.093)      (3.934.978)
       Penjualan
       Laba Kotor        2.885.085     2.983.530     2.852.752     2.931.908     2.774.062         2.555.885        1.038.719
       Laba Sebelum
       Pajak               407.610       977.898     1.086.817     1.169.870     1.230.626         1.016.682         359.289
       Penghasilan
       Laba Bersih
                           499.052       650.988       713.344       839.276       894.645           745.090         266.527
       Tahun Berjalan
       Jumlah Laba
       Komprehensif
       Lain Tahun          566.262       618.629       693.646       877.246       896.359           677.890         270.760
       Berjalan
       Setelah Pajak
     Sumber: Laporan Keuangan Audit SBI




                                                                                       Business Valuation Unit
                                              23                                                        Jakarta
Page 39
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 8. Historis Laporan Arus Kas
                                                                                                                     (Dalam Jutaan Rupiah)
                                 Des 2019        Des 2020          Des 2021            Des 2022           Des 2023           Des 2024           Juni 2025
        Keterangan
                                  Audit           Audit             Audit               Audit              Audit              Audit               Audit
       Arus Kas
                                   209.344       1.000.000          1.536.576           2.995.242          1.208.081          1.876.799           332.408
       Operasi
       Arus Kas
                                  (536.593)      (344.714)          (398.477)            (931.130)         (807.633)           (767.005)         (128.371)
       Investasi
       Arus Kas
                                   376.406       (510.963)        (1.371.477)          (2.060.427)         (355.923)        (1.299.895)          (148.016)
       Pendanaan
       Kas dan Bank
                                   336.606         386.751               526.813          290.567               294.344          339.455          150.342
       Awal Tahun
       Kas dan Bank
                                   386.751         526.813               290.567          294.344               339.455          150.342          205.670
       Akhir Tahun
     Sumber: Laporan Keuangan Audit SBI

2.7.1 Analisis Posisi Keuangan

     Perkembangan posisi keuangan SBI dapat dilihat pada grafik berikut:

     Figur 9. Historis Perkembangan Posisi Keuangan
                                   Pertumbuhan Posisi Keuangan SBI
                                    31 Desember 2019 -30 Juni 2025
                                        (Dalam Jutaan Rupiah)
       25,000,000
       20,000,000
       15,000,000
       10,000,000
        5,000,000
                -
                    Des 2019       Des 2020    Des 2021     Des 2022      Des 2023     Des 2024     Juni 2025
         Aset       19,567,498    20,738,125   21,491,023   21,378,510    22,206,739   21,046,352   20,740,338
         Liabilitas 12,584,886    13,171,946   10,291,951   9,518,472     9,702,125    8,132,242    7,928,013
         Ekuitas    6,982,612     7,566,179    11,199,072   11,860,038    12,504,614   12,914,110   12,812,325

                                          Aset      Liabilitas      Ekuitas

     Sumber: Laporan Keuangan Audit SBI

     Total aset SBI pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp19.567.498 juta dan meningkat menjadi
     Rp20.738.125 juta pada tahun 2020 atau tumbuh sebesar 5,98%. Pada tahun 2021 aset
     kembali meningkat menjadi Rp21.491.023 juta atau naik 3,63% dibandingkan tahun
     sebelumnya. Namun pada tahun 2022, total aset mengalami penurunan tipis sebesar 0,52%
     menjadi Rp21.378.510 juta. Selanjutnya, pada tahun 2023 aset meningkat menjadi
     Rp22.206.739 juta atau naik 3,87%, kemudian menurun kembali menjadi Rp21.046.352 juta
     pada tahun 2024 atau turun 5,23%. Per 30 Juni 2025, total aset tercatat sebesar Rp20.740.338
     juta atau turun 1,45% dari tahun sebelumnya.

     Total liabilitas SBI pada tahun 2019 sebesar Rp12.584.886 juta dan meningkat menjadi
     Rp13.171.946 juta pada tahun 2020 atau naik 4,66%. Pada tahun 2021 liabilitas turun
     signifikan menjadi Rp10.291.951 juta atau menurun 21,86%, kemudian terus menurun
     menjadi Rp9.518.472 juta pada tahun 2022 dan Rp9.702.125 juta pada tahun 2023.


                                                                                                                     Business Valuation Unit
                                                            24                                                                        Jakarta
Page 40
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Penurunan berlanjut hingga tahun 2024 sebesar Rp8.132.242 juta, dan kembali menurun pada
     30 Juni 2025 menjadi Rp7.928.013 juta. Tren ini menunjukkan adanya upaya Perseroan
     dalam mengurangi beban liabilitas secara bertahap dari tahun ke tahun.

     Total ekuitas SBI pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp6.982.612 juta dan meningkat menjadi
     Rp7.566.179 juta pada tahun 2020 atau naik 8,36%. Pada tahun 2021, ekuitas meningkat
     signifikan menjadi Rp11.199.072 juta atau tumbuh 48,01% dibandingkan tahun sebelumnya.
     Kenaikan terus berlanjut pada tahun 2022 menjadi Rp11.860.038 juta, tahun 2023 menjadi
     Rp12.504.614 juta, dan tahun 2024 menjadi Rp12.914.110 juta. Per 30 Juni 2025, total
     ekuitas tercatat sebesar Rp12.812.325 juta atau relatif stabil. Peningkatan ekuitas ini
     menunjukkan kinerja keuangan Perseroan yang semakin solid, ditunjang oleh pertumbuhan
     laba ditahan dan perbaikan struktur permodalan.

2.7.2 Analisis Laba Rugi

     Perkembangan laba (rugi) SBI dapat dilihat pada grafik berikut:

     Figur 10. Historis Perkembangan Laba (Rugi)
                                           Pertumbuhan Laba Rugi SBI
                                         31 Desember 2019 - 30 Juni 2025
                                             (Dalam Jutaan Rupiah)
              14,000,000
              12,000,000
              10,000,000
               8,000,000
               6,000,000
               4,000,000
               2,000,000
                       -           Des 2019    Des 2020    Des 2021     Des 2022    Des 2023    Des 2024    Juni 2025
         Penjualan                11,057,843 10,108,220 11,218,181 12,262,048 12,371,333 11,818,978         4,973,697
         Beban Pokok Penjualan     8,172,758   7,124,690   8,365,429    9,330,140   9,597,271   9,263,093   3,934,978
         Laba Kotor                2,885,085   2,983,530   2,852,752    2,931,908   2,774,062   2,555,885   1,038,719
         Laba Usaha                1,246,125   1,644,852   1,538,101    1,445,681   1,471,159   1,251,641   443,724
         Laba Tahun Berjalan       499,052     650,988     713,344      839,276     894,645     745,090     266,527

                 Penjualan       Beban Pokok Penjualan     Laba Kotor      Laba Usaha      Laba Tahun Berjalan

     Sumber: Laporan Keuangan Audit SBI

     Penjualan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp10.108.220 juta, menurun sebesar 8,59%
     dibandingkan tahun 2019 yang mencapai Rp11.057.843 juta. Pada tahun 2021 hingga 2023,
     penjualan SBI menunjukkan peningkatan berturut-turut sebesar 10,98%, 9,31%, dan 0,89%,
     hingga mencapai Rp12.371.333 juta pada tahun 2023. Namun, pada tahun 2024 penjualan
     mengalami penurunan sebesar 4,46% menjadi Rp11.818.978 juta. Per 30 Juni 2025,
     penjualan tercatat sebesar Rp4.973.697 juta, menyesuaikan dengan periode pelaporan yang
     hanya mencakup setengah tahun.

     Beban Pokok Penjualan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp7.124.690 juta, turun 12,81%
     dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp8.172.758 juta. Pada tahun 2021 hingga 2023, beban
     pokok penjualan meningkat masing-masing sebesar 17,41%, 11,53%, dan 2,86%, seiring


                                                                                                                  Business Valuation Unit
                                                           25                                                                      Jakarta
Page 41
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     peningkatan aktivitas penjualan dan biaya produksi. Pada tahun 2024, beban pokok penjualan
     menurun menjadi Rp9.263.093 juta atau turun 3,48% dibandingkan tahun sebelumnya. Per
     30 Juni 2025, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp3.934.978 juta.

     Laba Kotor SBI pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp2.983.530 juta, meningkat 3,41%
     dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp2.885.085 juta. Namun pada tahun 2021 laba kotor
     menurun menjadi Rp2.853.855 juta, diikuti fluktuasi pada tahun-tahun berikutnya, yaitu
     Rp2.931.908 juta pada 2022, Rp2.774.062 juta pada 2023, dan Rp2.555.885 juta pada 2024.
     Per 30 Juni 2025, laba kotor tercatat sebesar Rp1.038.719 juta.

     Laba Usaha pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp1.164.852 juta, menurun 6,52%
     dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp1.246.125 juta. Pada tahun 2021 hingga 2023, laba
     usaha mengalami peningkatan masing-masing sebesar 11,73%, 15,53%, dan 0,68%, hingga
     mencapai Rp1.471.159 juta pada tahun 2023. Namun, pada tahun 2024 laba usaha menurun
     sebesar 14,97% menjadi Rp1.251.641 juta. Per 30 Juni 2025, laba usaha tercatat sebesar
     Rp443.724 juta, menyesuaikan dengan periode pelaporan setengah tahun.

     Laba Bersih Tahun Berjalan pada tahun 2020 tercatat sebesar Rp650.988 juta, meningkat
     30,44% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp499.052 juta. Pada tahun 2021 laba bersih
     meningkat menjadi Rp720.933 juta, kemudian naik pada tahun 2022 sebesar 16,38% menjadi
     Rp839.276 juta, dan mencapai Rp894.645 juta pada tahun 2023. Namun, pada tahun 2024
     laba bersih menurun menjadi Rp745.090 juta, dan per 30 Juni 2025 tercatat sebesar
     Rp266.527 juta.

2.7.3 Analisis Arus Kas

     Perkembangan arus kas SBI dapat dilihat pada figur berikut:

     Figur 11. Historis Perkembangan Arus Kas
                                                 Pertumbuhan Arus Kas SBI
                                              31 Desember 2019 - 30 Juni 2025
                                                   (Dalam Jutaan Rupiah)
                            4,000,000
                            3,000,000
                            2,000,000
                            1,000,000
                                    -
                          (1,000,000)
                          (2,000,000)
                          (3,000,000)
                                          Des 2019     Des 2020     Des 2021      Des 2022    Des 2023     Des 2024     Juni 2025
         Arus Kas Bersih Operasi          209,344      1,000,000    1,536,576     2,995,242   1,208,081   1,876,799      332,408
         Arus Kas Bersih Investasi        (536,593)    (344,714)    (398,477)     (931,130)   (807,633)   (767,005)     (128,371)
         Arus Kas Bersih Pendanaan        376,406      (510,963)   (1,371,477) (2,060,427)    (355,923)   (1,299,895)   (148,016)
         Kas dan Setara Kas Awal Tahun    336,606       386,751      526,813      290,567     294,344      339,455       150,342
         Kas dan Setara Kas Akhir Tahun   386,751       526,813      290,567      294,344     339,455      150,342       205,670

                    Arus Kas Bersih Operasi           Arus Kas Bersih Investasi         Arus Kas Bersih Pendanaan
                    Kas dan Setara Kas Awal Tahun     Kas dan Setara Kas Akhir Tahun

     Sumber: Laporan Keuangan Audit SBI



                                                                                                                      Business Valuation Unit
                                                            26                                                                         Jakarta
Page 42
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Dari figur kinerja arus kas diatas, aktivitas cash flow SBI untuk periode 31 Desember 2019
     – 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
      ● Arus kas bersih dari aktivitas operasi pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp209.344 juta
          dan meningkat signifikan menjadi Rp1.000.000 juta pada tahun 2020 atau naik
          377,68%. Peningkatan terus berlanjut pada tahun 2021 sebesar Rp1.536.576 juta dan
          mencapai Rp2.995.242 juta pada tahun 2022 atau tumbuh 94,93% dibandingkan tahun
          sebelumnya. Namun, pada tahun 2023 arus kas operasi menurun menjadi Rp1.208.081
          juta atau turun 59,67%, sebelum kembali meningkat pada tahun 2024 sebesar
          Rp1.876.799 juta. Per 30 Juni 2025, arus kas bersih dari aktivitas operasi tercatat sebesar
          Rp332.408 juta, mencerminkan posisi kas yang positif di tengah aktivitas operasional
          yang stabil.
      ● Arus kas bersih dari aktivitas investasi selama periode 2019–2024 tercatat negatif
          masing-masing sebesar Rp536.593 juta, Rp344.714 juta, Rp398.477 juta, Rp931.130
          juta, Rp807.633 juta, dan Rp767.005 juta. Kondisi negatif tersebut menunjukkan adanya
          aktivitas investasi yang berkelanjutan, terutama terkait dengan pembelian aset tetap dan
          investasi jangka panjang Perseroan. Per 30 Juni 2025, arus kas bersih dari aktivitas
          investasi juga tercatat negatif sebesar Rp128.371 juta, menunjukkan komitmen
          Perseroan dalam mempertahankan dan mengembangkan kapasitas produksinya.
      ● Arus kas bersih dari aktivitas pendanaan pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp376.406
          juta, namun menurun pada tahun 2020 menjadi negatif Rp510.963 juta dan kembali
          menurun signifikan pada tahun 2021 menjadi negatif Rp1.371.477 juta. Tren penurunan
          berlanjut pada tahun 2022 sebesar negatif Rp2.060.427 juta, yang menunjukkan
          pengurangan kewajiban pinjaman. Pada tahun 2023, kondisi pendanaan mulai membaik
          dengan arus kas negatif Rp355.923 juta, namun kembali turun pada tahun 2024 menjadi
          negatif Rp1.299.895 juta. Per 30 Juni 2025, arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat
          negatif sebesar Rp148.016 juta, seiring dengan strategi pengelolaan struktur modal yang
          lebih konservatif.
      ● Saldo kas dan bank akhir tahun menunjukkan fluktuasi selama periode 2019–2025. Pada
          tahun 2019 tercatat sebesar Rp386.751 juta, meningkat menjadi Rp526.813 juta pada
          tahun 2020, kemudian menurun menjadi Rp290.567 juta pada tahun 2021 dan relatif
          stabil pada tahun-tahun berikutnya yaitu Rp294.344 juta pada tahun 2022, Rp339.455
          juta pada tahun 2023, dan Rp150.342 juta pada tahun 2024. Per 30 Juni 2025, saldo kas
          dan bank tercatat sebesar Rp205.670 juta, menunjukkan pengelolaan kas yang
          terkendali meskipun terdapat dinamika pada aktivitas investasi dan pendanaan.

2.7.4 Analisis Rasio Keuangan

     Figur 12. Historis Rasio Keuangan
                                           Des       Des       Des       Des       Des          Des             Juni
                   Keterangan
                                           2019      2020      2021      2022      2023         2024            2025
       Rasio Likuiditas
           Current Ratio                  108,21%   101,81%   134,34%   104,33%   110,37%     105,36%          97,07%
           Quick Ratio                    71,00%    76,50%    108,20%   78,30%    89,14%      79,57%           69,43%
           Cash Ratio                     13,05%    12,72%     7,45%     6,07%     6,15%       3,37%            4,41%

       Rasio Aktivitas
           Perputaran Piutang Usaha
               Pihak Ketiga                21,1      11,3       4,9       7,5       5,9           5,5            5,8
               Pihak Berelasi              23,8      73,1      101,8     73,7      105,9         71,6           79,7
           Perputaran Piutang Lain-Lain
               Pihak Ketiga                 2,4       1,7       3,9       2,1       3,2          3,6            3,1
               Pihak Berelasi               3,1       1,2       2,3       2,5       3,3          4,6            8,2



                                                                                    Business Valuation Unit
                                              27                                                     Jakarta
Page 43
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

                                          Des       Des       Des      Des      Des          Des             Juni
                    Keterangan
                                          2019      2020      2021     2022     2023         2024            2025
           Perputaran Persediaan          49,2      53,7      44,5     49,4     44,5         45,4            59,3
           Perputaran Utang Usaha
               Pihak Ketiga               71,1      83,8      84,5     92,5     85,7          76,9           81,2
               Pihak Berelasi             10,8      19,4      50,8     68,0     77,2          55,2           52,9
           Perputaran utang Lain-Lain
               Pihak Ketiga               15,1       5,2      2,6      3,2      1,9           3,3             6,3
               Pihak Berelasi              0,2       0,5      0,1      0,0      5,5           0,3            15,5
           Perputaran Beban Yang Masih
                                          17,2      16,2      9,8      11,0     11,3          10,0           15,2
           Harus Dibayar

       Rasio Solvabilitas
           Debt to Assets Ratio          64,32%    63,52%    47,89%   44,52%   43,69%       38,64%          38,23%
           Debt to Equity Ratio          180,23%   174,09%   91,90%   80,26%   77,59%       62,97%          61,88%

       Rasio Profitabilitas
           Gross Profit Margin           26,09%    29,52%    25,43%   23,91%   22,42%       21,63%          20,88%
           Operating Profit Margin       11,27%    16,27%    13,71%   11,79%   11,89%       10,59%           8,92%
           Net Profit Margin              4,51%     6,44%     6,36%    6,84%    7,23%        6,30%           5,36%
           ROA                            2,55%     3,14%     3,32%    3,93%    4,03%        3,54%           1,29%
           ROE                            7,15%     8,60%     6,37%    7,08%    7,15%        5,77%           2,08%
     Sumber: Laporan Keuangan Audit SBI


     Rasio Likuiditas

     Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
     mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
     keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:

      1. Current Ratio
         Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
         memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang
         dimilikinya. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan,
         dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio
         lancar SBI pada periode 31 Desember 2019 – 30 Juni 2025 tercatat sebesar 108,21%;
         101,81%; 134,34%; 104,33%; 110,37%; 105,36%; dan 97,07%.

      2. Quick Ratio
         Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun
         sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh
         aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap
         kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat pada periode 31
         Desember 2019 – 30 Juni 2025 tercatat sebesar 71%; 76,50%; 108,20%; 78,30%;
         89,14%; 79,57%; dan 69,43%.

      3. Cash Ratio
         Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
         memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang paling likuid, yaitu kas
         dan setara kas. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan,
         dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio
         kas SBI pada periode 31 Desember 2019 – 30 Juni 2025 tercatat sebesar 13,05%;
         12,72%; 7,45%; 6,07%; 6,15%; 3,37%; dan 4,41%.


                                                                                 Business Valuation Unit
                                             28                                                   Jakarta
Page 44
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Rasio Aktivitas

     Rasio aktivitas (activity ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi
     pemanfaatan sumber daya perusahaan atau menilai kemampuan perusahaan dalam
     melaksanakan aktivitas sehari-hari. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini.
      1. Rasio Perputaran Piutang Usaha
          Rasio perputaran piutang usaha merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk
          mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha. Rasio ini
          menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang usaha dari debitur
          dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang usaha SBI pada periode
          31 Desember 2019 – 30 Juni 2025 untuk piutang kepada pihak ketiga tercatat selama
          21,1 hari; 11,3 hari; 4,9 hari; 7,5 hari; 5,9 hari; 5,5 hari; dan 5,8 hari. Untuk piutang
          kepada pihak berelasi tercatat selama 23,8 hari; 73,1 hari; 101,8 hari; 73,7 hari; 105,9
          hari; 71,6 hari; dan 79,7 hari.

      2. Rasio Perputaran Piutang Lain-Lain
         Rasio perputaran piutang lain-lain merupakan indikator keuangan yang digunakan
         untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang lain-lain. Rasio ini
         menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang lain-lain dari debitur
         dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang lain-lain SBI pada periode
         31 Desember 2019 – 30 Juni 2025 untuk piutang lain-lain kepada pihak ketiga tercatat
         selama 2,4 hari; 1,7 hari; 3,9 hari; 2,1 hari; 3,2 hari; 3,6 hari; dan 3,1 hari. Untuk piutang
         lain-lain kepada pihak berelasi tercatat selama 3,1 hari; 1,2 hari; 2,3 hari; 2,5 hari; 3,3
         hari; 4,6 hari; dan 8,2 hari.

      3. Rasio Perputaran Persediaan
         Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk melihat berapa hari persediaan
         berubah menjadi penjualan. Rasio perputaran persediaan SBI pada periode
         31 Desember 2019 – 30 Juni 2025 tercatat selama 49,2 hari; 53,7 hari; 44,5 hari; 49,4
         hari; 44,5 hari; 45,4 hari; dan 59,3 hari.

      4. Rasio Perputaran Utang Usaha
         Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan
         membayar utang usaha (kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu. Rasio ini
         memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban
         jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio utang usaha SBI pada periode
         31 Desember 2019 – 30 Juni 2025 untuk utang usaha kepada pihak ketiga tercatat
         selama 71,1 hari; 83,8 hari; 84,5 hari; 92,5 hari; 85,7 hari; 76,9 hari; dan 81,2 hari.
         Untuk utang usaha kepada pihak berelasi tercatat selama 10,8 hari; 19,4 hari; 50,8 hari;
         68,0 hari; 77,2 hari; 55,2 hari; dan 52,9 hari

      5. Rasio Perputaran Utang Lain-Lain
         Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan
         membayar utang lain-lain selama periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran
         mengenai efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka pendek kepada
         pemasoknya. Rasio utang lain-lain SBI pada periode 31 Desember 2019 –
         30 Juni 2025 untuk utang lain-lain kepada pihak ketiga tercatat selama 15,1 hari; 5,2
         hari; 2,6 hari; 3,2 hari; 1,9 hari; 3,3 hari; dan 6,3 hari.


                                                                                     Business Valuation Unit
                                             29                                                       Jakarta
Page 45
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

           Untuk utang lain-lain kepada pihak berelasi tercatat selama 0,2 hari; 0,5 hari; 0,1 hari;
           0,0 hari; 5,5 hari; 0,3 hari; dan 15,5 hari.

      6. Rasio Beban Yang Masih Harus Dibayar
         Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan membayar kewajiban
         jangka pendeknya yang timbul dari beban-beban operasional. Rasio ini mencerminkan
         efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban akrualnya serta menunjukkan
         kemampuan likuiditas jangka pendek. Rasio beban yang masih harus dibayar SBI pada
         periode 31 Desember 2019 - 30 Juni 2025 tercatat selama 17,2 hari; 16,2 hari; 9,8 hari;
         11,0 hari; 11,3 hari; 10,0 hari; dan 15,2 hari

     Rasio Solvabilitas

     Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
     perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam
     kategori ini.

      1.   Debt to asset ratio
           Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total aset Perusahaan.
           Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan Perusahaan. Adapun
           tingkat rasio liabilitas terhadap total aset SBI pada periode 31 Desember 2019 –
           30 Juni 2025 tercatat sebesar 64,32%; 63,52%; 47,89%; 44,52%; 43,69%; 38,64%; dan
           38,23%.

      2.   Debt to equity ratio
           Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total ekuitas atau modal
           perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah ekuitas.
           Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio liabilitas terhadap
           ekuitas SBI pada periode 31 Desember 2019 – 30 Juni 2025 tercatat sebesar 180,23%;
           174,09%; 91,90%; 80,26%; 77,59%; 62,97%; dan 61,88%.

     Rasio Profitabilitas

     Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba
     dalam operasinya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini.

      1. Gross Profit Margin (Rasio Laba Kotor)
         Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
         kotor. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
         pembentukan laba kotor. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa
         rasio laba kotor SBI pada periode 31 Desember 2019 – 30 Juni 2025 tercatat sebesar
         26,09%; 29,52%; 25,43%; 23,91%; 22,42%; 21,63%’ dan 20,88%.

      2. Operating Margin (Rasio Laba Operasi)
         Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
         operasi. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
         pembentukan laba operasi. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa
         rasio laba operasi SBI pada periode 31 Desember 2019 – 30 Juni 2025 tercatat sebesar
         11,27%; 16,27%; 13,71%; 11,79%; 11,89%; 10,59%; dan 8,92%.

                                                                                   Business Valuation Unit
                                            30                                                      Jakarta
Page 46
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

        3. Net Profit Margin (Rasio Laba Bersih)
           Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
           bersih. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
           pembentukan laba bersih. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa
           rasio laba bersih SBI pada periode 31 Desember 2019 – 30 Juni 2025 tercatat sebesar
           4,51%; 6,44%; 6,36%; 6,84%; 7,23%; 6,30%; dan 5,36%.

        4. Ratio Return On Asset (ROA)
           Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
           bersih dengan menggunakan seluruh aset perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan
           diatas dapat dilihat bahwa rasio ROA SBI pada periode 31 Desember 2019 – 30 Juni
           2025 tercatat sebesar 2,55%; 3,14%; 3,32%; 3,93%; 4,03%; 3,54%; dan 1,29%.

        5. Ratio Return On Equity (ROE)
           Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
           bersih dengan menggunakan ekuitas perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan
           diatas dapat dilihat bahwa rasio ROE SBI pada periode 31 Desember 2019 – 30 Juni
           2025 tercatat sebesar 7,15%; 8,60%; 6,37%; 7,08%; 7,15%; 5,77%; dan 2,08%.

2.8.   Kinerja SBI 2024

       Kinerja Perseroan dalam periode tahun 2022 hingga 2024 menunjukkan tren yang relatif
       stabil. Dari sisi produksi, Perseroan mencatat total produksi sebesar 10,18 juta ton pada tahun
       2022, meningkat menjadi 10,88 juta ton pada tahun 2023, dan sedikit menurun menjadi 10,76
       juta ton pada tahun 2024. Pendapatan usaha Perseroan pada tahun 2022 tercatat sebesar
       Rp12.2 triliun, mengalami peningkatan pada tahun 2023 menjadi Rp12.3 triliun, namun
       menurun pada tahun 2024 menjadi Rp11.8 triliun. Sementara itu, laba tahun berjalan pada
       tahun 2022 sebesar Rp745 miliar, meningkat menjadi Rp894 miliar pada tahun 2023,
       kemudian kembali menurun menjadi Rp745 miliar pada tahun 2024. Secara keseluruhan,
       performa Perseroan pada periode tersebut menunjukkan fluktuasi yang dipengaruhi oleh
       dinamika pasar dan efisiensi operasional, dengan capaian kinerja yang tetap stabil dalam
       menjaga tingkat produksi dan profitabilitas perusahaan. Berikut grafik dari Kinerja Perseroan
       tahun 2022 - 2024:

       Figur 13. Kinerja SBI Tahun 2022 - 2024




       Sumber: Annual Report SBI, 2024




                                                                                     Business Valuation Unit
                                              31                                                      Jakarta
Page 47
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

       Strategi Pemasaran SBI 2024

       Mengingat persaingan di industri bahan bangunan yang sangat kompetitif perseroan memiliki
       strategi pemasaran yang menginduk pada strategi Induk perseroan yang telah merumuskan
       strategi penetrasi pasar domestik yang disesuaikan dengan kondisi pasar dan dinilai efektif
       dalam menghadapi kompetisi di industri bahan bangunan

       Perseroan memiliki strategi pemasaran diantaranya melalui strategi multi brand, strategi
       micro market, dan strategi direct selling, pengelolaan pelanggan dan wilayah, pengembangan
       ekosistem digital, pangsa pasar, komunikasi pemasaran, customer engagement, dan
       implementasi inisiatif strategis. Perseroan berkomitmen untuk menjalankan operasinya
       dengan optimal dan memastikan bahwa produk-produknya dapat ditemukan, di akses dan
       dipilih oleh pelanggan yang membutuhkan solusi bahan bangunan.

2.9.   Informasi Perpajakan

       Pada periode 30 Juni 2025, SBI tercatat memiliki utang pajak sebesar Rp9.216 juta.




                                                                                  Business Valuation Unit
                                            32                                                     Jakarta
Page 48
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

3.   TINJAUAN MAKRO EKONOMI

3.1. Perekonomian Global dan Domestik

     Ketidakpastian perekonomian global kembali meningkat setelah Amerika Serikat (AS)
     memberlakukan kenaikan tarif efektif resiprokal terhadap sejumlah negara maju dan
     berkembang. Kondisi ini berdampak pada melambatnya pertumbuhan ekonomi di AS, Eropa,
     dan Jepang, meskipun negara-negara tersebut telah menerapkan kebijakan fiskal ekspansif
     serta melonggarkan kebijakan moneternya. Di sisi lain, perekonomian Tiongkok
     diperkirakan masih menghadapi tekanan seiring upaya diversifikasi ekspor yang belum
     menunjukkan hasil optimal. Sementara itu, India diproyeksikan tetap mencatat kinerja
     ekonomi yang solid, didorong oleh tingginya permintaan domestik. Bank Indonesia
     memperkirakan pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 masih akan berada pada level
     moderat, sekitar 3,0%. Tekanan inflasi di Amerika Serikat menunjukkan tren penurunan,
     yang memperkuat ekspektasi terhadap arah pelonggaran kebijakan suku bunga acuan Federal
     Funds Rate (FFR) di masa mendatang. Seiring dengan meningkatnya risiko ekonomi dan
     fiskal di AS, terjadi pergeseran arus modal menuju kawasan Eropa, negara-negara
     berkembang, serta instrumen investasi yang dinilai aman seperti emas. Perkembangan
     tersebut turut mendorong pelemahan nilai indeks dolar AS terhadap mata uang negara maju
     (DXY) maupun negara berkembang (ADXY).

     Pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus diperkuat di tengah melemahnya prospek
     perekonomian global. Pada triwulan II tahun 2025, kinerja ekonomi domestik didukung oleh
     peningkatan investasi nonbangunan, khususnya pada kegiatan di sektor transportasi. Kinerja
     ekspor juga menunjukkan hasil yang cukup baik, terutama dari komoditas berbasis sumber
     daya alam serta produk manufaktur. Sementara itu, tingkat konsumsi rumah tangga masih
     perlu ditingkatkan, yang tercermin dari melambatnya pertumbuhan penjualan eceran. Dari
     sisi sektoral, Lapangan Usaha (LU) Pertanian masih mencatat pertumbuhan positif, ditopang
     oleh kinerja subsektor perkebunan dan berbagai program dukungan pemerintah. Namun
     demikian, beberapa lapangan usaha utama lainnya, seperti LU Industri Pengolahan serta LU
     Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, masih menunjukkan kinerja yang belum
     optimal. Secara spasial, perekonomian di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua)
     diperkirakan tumbuh di atas 5%, sementara pertumbuhan di wilayah lainnya relatif belum
     mengalami peningkatan yang signifikan.

     Figur 14. Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025



                                                                               Business Valuation Unit
                                           33                                                   Jakarta
Page 49
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 15. Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Figur 16. Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesia




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Figur 17. Yield UST 10Y dan JGB 10Y dan Indeks Ketidakpastian Global




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025




                                                                            Business Valuation Unit
                                           34                                                Jakarta
Page 50
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 18. Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Kinerja Dolar AS dan Persepsi Risiko
               Negara Berkembang.




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

     Perekonomian global, khususnya di negara-negara maju, diperkirakan mengalami pelemahan
     lebih lanjut seiring dengan kebijakan kenaikan tarif resiprokal yang akan diberlakukan oleh
     Amerika Serikat (AS) mulai 1 Agustus 2025. Prospek ekonomi AS masih menunjukkan
     perlambatan, disertai meningkatnya risiko fiskal yang berpotensi menekan stabilitas ekonomi
     domestik maupun global. Kondisi serupa juga terjadi di Tiongkok, yang meskipun telah
     menerapkan berbagai strategi diversifikasi ekspor, kinerjanya masih belum menunjukkan
     penguatan yang signifikan. Kebijakan tarif baru yang diterapkan AS turut memberikan
     dampak negatif terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa dan Jepang. Di
     sisi lain, perekonomian India diperkirakan tetap mencatat kinerja positif, ditopang oleh
     kuatnya permintaan domestik. Dengan mempertimbangkan berbagai dinamika tersebut,
     Bank Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2025 masih
     akan berada pada tingkat moderat, yaitu sekitar 3,0%. Dalam menghadapi kondisi global
     yang penuh ketidakpastian tersebut, diperlukan langkah antisipatif melalui penguatan
     koordinasi dan respons kebijakan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun regional. Upaya
     ini penting untuk menjaga ketahanan eksternal, mempertahankan stabilitas makroekonomi,
     serta terus mendorong pertumbuhan ekonomi domestik secara berkelanjutan.

     Dari sisi domestik, berbagai langkah kebijakan perlu terus diperkuat untuk menjaga dan
     mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah melemahnya prospek perekonomian
     global. Pada semester II tahun 2025, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan mengalami
     perbaikan, dengan proyeksi sepanjang tahun berada dalam kisaran 4,6–5,4%. Perbaikan ini
     ditopang oleh meningkatnya permintaan domestik serta kinerja ekspor yang tetap positif,
     seiring dengan hasil perundingan tarif antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat yang
     memberikan dampak positif terhadap perdagangan luar negeri. Sinergi kebijakan antara
     Pemerintah dan Bank Indonesia juga meningkatkan optimisme pelaku ekonomi, sehingga
     mendorong peningkatan aktivitas di berbagai sektor. Pemerintah menerapkan kebijakan
     fiskal yang berfokus pada penguatan perlindungan sosial dan pelaksanaan program-program
     strategis dalam kerangka Asta Cita. Sementara itu, Bank Indonesia menempuh langkah-
     langkah kebijakan yang tidak hanya menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga
     mendorong pertumbuhan melalui penurunan suku bunga acuan (BI-Rate), pelonggaran


                                                                                Business Valuation Unit
                                           35                                                    Jakarta
Page 51
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     likuiditas, serta pemberian insentif makroprudensial kepada sektor perbankan untuk
     memperluas pembiayaan pada sektor-sektor prioritas. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
     memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dengan
     tetap bersinergi erat bersama kebijakan fiskal dan sektor riil Pemerintah. Langkah ini
     diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat momentum
     pertumbuhan nasional secara berkelanjutan.

     Figur 19. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Figur 20. Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan II 2025 dan Indeks Keyakinan
               Konsumen




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Figur 21. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025




                                                                            Business Valuation Unit
                                           36                                                Jakarta
Page 52
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 22. Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Purchasing Managers’
               Index (PMI) Manufaktur




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Figur 23. Ekspor Nonmigas dan Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap baik dan mendukung ketahanan eksternal. Neraca
     perdagangan pada Mei 2025 masih mencatat surplus 4,3 miliar dolar AS, meningkat dari
     surplus April 2025 sebesar 0,2 miliar dolar AS. Perkembangan positif pada neraca
     perdagangan ini didukung oleh ekspor komoditas mesin listrik serta besi dan baja. Kinerja
     ekspor diperkirakan akan tetap positif sejalan dengan hasil perundingan tarif dengan
     Pemerintah AS. Sementara itu, aliran masuk modal asing ke instrumen portofolio domestik
     juga terus berlanjut dipengaruhi tetap baiknya prospek perekonomian Indonesia, tingginya
     imbal hasil instrumen keuangan Indonesia, dan bergesernya aliran modal ke negara
     berkembang termasuk Indonesia sejalan dengan meningkatnya risiko ekonomi AS. Aliran
     masuk modal asing ke SBN pada awal triwulan III 2025 (hingga 14 Juli 2025) mencatat net
     inflows sebesar 0,9 miliar dolar AS, melanjutkan net inflows pada triwulan II 2025 sebesar
     1,6 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2025 tetap tinggi sebesar 152,6
     miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan
     pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan
     internasional sekitar 3 bulan impor.

     Melihat ke depan, NPI 2025 diperkirakan akan mencatat defisit transaksi berjalan yang lebih
     rendah dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB dengan surplus transaksi
     modal dan finansial yang berlanjut, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.




                                                                                Business Valuation Unit
                                           37                                                    Jakarta
Page 53
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 24. Neraca Pembayaran Indonesia dan Neraca Perdagangan




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

      Figur 25. Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Figur 26. Rupiah vs Negara Kawasan dan Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Nilai tukar Rupiah menguat didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta berlanjutnya
     aliran masuk modal asing. Nilai tukar Rupiah pada Juni 2025 (hingga 30 Juni 2025) menguat
     sebesar 0,34% (ptp) dibandingkan dengan posisi akhir bulan sebelumnya. Perkembangan
     terkini hingga pertengahan Juli 2025 (hingga 15 Juli 2025) menunjukkan Rupiah tetap stabil
     di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Secara umum, perkembangan Rupiah relatif
     stabil bila dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang mitra dagang
     utama Indonesia dan terhadap kelompok mata uang negara maju di luar dolar AS, sehingga
     tetap mendukung daya saing ekspor Indonesia. Perkembangan nilai tukar ini didukung oleh


                                                                                Business Valuation Unit
                                           38                                                    Jakarta
Page 54
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     konsistensi kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan berlanjutnya aliran masuk modal asing,
     terutama ke instrumen SBN, serta konversi valas ke Rupiah oleh eksportir pasca penerapan
     penguatan kebijakan Pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE
     SDA).

     Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2025 tetap terjaga rendah dan mendukung
     stabilitas perekonomian. Inflasi IHK Juni 2025 tercatat rendah 1,87% (yoy) ditopang inflasi
     inti yang menurun, inflasi volatile food (VF) yang rendah, dan inflasi administered prices
     (AP) yang terkendali. Inflasi inti tercatat turun menjadi 2,37% (yoy), dipengaruhi konsistensi
     suku bunga kebijakan moneter dalam mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan
     sasarannya serta permintaan yang lebih rendah. Inflasi kelompok VF masih tercatat rendah
     0,57% (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya sinergi
     pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui
     Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Sementara itu, inflasi kelompok
     AP tetap terkendali 1,34% (yoy), di tengah kenaikan tarif air minum PAM dan cukai hasil
     tembakau.

     Figur 27. Inflasi IHK Provinsi




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025




                                                                                  Business Valuation Unit
                                            39                                                     Jakarta
Page 55
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 28. Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspektasi Inflasi




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas dan
     turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Strategi operasi moneter terus dioptimalkan untuk
     memperkuat efektivitas transmisi penurunan suku bunga. Di pasar uang, sejalan dengan
     penurunan BI-Rate pada Mei 2025 dan operasi moneter Bank Indonesia, suku bunga
     INDONIA terus menurun menjadi 5,14% pada 15 Juli 2025 dari sebelum pengumuman
     penurunan BI-Rate pada Mei sebesar 5,77%. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
     juga menurun dari masing-masing sebesar 6,40%, 6,44%, dan 6,47% sebelum penurunan BI-
     Rate pada Mei 2025 menjadi 5,85%; 5,86%; dan 5,87% pada tanggal 11 Juli 2025. Imbal
     hasil SBN untuk tenor 2 tahun menurun dari 6,13% menjadi 5,86%, sementara untuk tenor
     10 tahun menurun dari 6,71% menjadi 6,56%. Namun demikian, suku bunga deposito 1 bulan
     meningkat, dari 4,81% pada Mei 2025 menjadi 4,85% pada Juni 2025, seiring dengan
     persaingan bank untuk memperoleh pendanaan. Suku bunga kredit perbankan juga masih
     tinggi, yaitu 9,16% pada Juni 2025, tidak jauh berbeda dari 9,18% pada Mei 2025.

     Strategi operasi moneter pro-market juga terus dioptimalkan untuk mendukung kecukupan
     likuiditas di pasar uang dan perbankan. Hingga 14 Juli 2025, total posisi instrumen SRBI
     tercatat sebesar Rp782,62 triliun, menurun dari Rp923,53 triliun pada awal Januari 2025,
     sehingga mendukung ekspansi likuiditas kebijakan moneter. Sementara itu, posisi instrumen
     SVBI dan SUVBI pada periode yang sama tercatat masing-masing sebesar 3,53 miliar dolar
     AS dan 491 juta dolar AS. Implementasi dealer utama (primary dealer) sejak Mei 2024 juga
     makin meningkatkan transaksi SRBI di pasar sekunder dan repurchase agreement (repo)
     antar pelaku pasar. Bank Indonesia juga melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder
     untuk memperkuat ekspansi likuiditas kebijakan moneter, sekaligus mencerminkan sinergi
     erat antara kebijakan moneter dengan kebijakan fiskal Pemerintah. Selama tahun 2025
     (hingga 15 Juli 2025), Bank Indonesia telah membeli SBN sebesar Rp144,90 triliun, yaitu
     melalui pasar sekunder sebesar Rp102,58 triliun dan pasar primer dalam bentuk Surat
     Perbendaharaan Negara (SPN), termasuk syariah, sebesar Rp42,32 triliun.

     Kredit perbankan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Kredit
     perbankan pada Juni 2025 tumbuh sebesar 7,77% (yoy), menurun dibandingkan dengan
     pertumbuhan Mei 2025 sebesar 8,43% (yoy). Dari sisi penawaran, perkembangan ini
     dipengaruhi oleh perilaku bank yang cenderung berhati-hati dalam menyalurkan kredit, di
     tengah DPK yang tumbuh meningkat menjadi 6,96% (yoy) pada Juni 2025. Perkembangan
     ini mengakibatkan bank cenderung menempatkan pada surat-surat berharga dan


                                                                              Business Valuation Unit
                                           40                                                  Jakarta
Page 56
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     meningkatkan standar penyaluran kredit (lending standard). Dari sisi permintaan,
     perkembangan kredit ini juga dipengaruhi oleh kegiatan ekonomi yang perlu terus didorong.
     Berdasarkan penggunaan, kredit investasi, kredit konsumsi, dan kredit modal kerja masing-
     masing tumbuh sebesar 12,53% (yoy), 8,49% (yoy), dan 4,45% (yoy) pada Juni 2025.
     Berdasarkan sektor, kredit sektor Perdagangan, Pertanian, dan Jasa Dunia Usaha perlu
     ditingkatkan untuk mendukung pembiayaan ekonomi. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar
     8,37% (yoy), sedangkan pertumbuhan kredit UMKM masih rendah sebesar 2,18% (yoy).

     Bank Indonesia terus memperkuat implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas
     Makroprudensial (KLM) untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan.
     Hingga minggu pertama Juli 2025, total insentif KLM mencapai Rp376 triliun, yang
     disalurkan kepada kelompok bank BUMN sebesar Rp167,1 triliun, bank BUSN sebesar
     Rp166,7 triliun, BPD sebesar Rp36,8 triliun, dan KCBA sebesar Rp5,8 triliun. Secara
     sektoral, insentif tersebut disalurkan kepada sektor-sektor prioritas yakni pertanian, real
     estate, perumahan rakyat, konstruksi, perdagangan dan manufaktur, transportasi,
     pergudangan, pariwisata dan ekonomi kreatif, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau.

     Ketahanan perbankan tetap kuat dan mendukung stabilitas sistem keuangan. Permodalan
     terjaga pada level tinggi, sementara likuiditas perbankan tetap memadai dan risiko kredit
     rendah. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
     perbankan pada Mei 2025 tetap tinggi sebesar 25,48% sehingga masih mampu untuk
     menyerap risiko. Sementara itu, likuiditas perbankan juga terjaga yang tercermin dari rasio
     Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 27,05% pada Juni 2025. Rasio
     kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan terjaga rendah, sebesar 2,29%
     (bruto) dan 0,85% (neto) pada Mei 2025. Hasil stress test Bank Indonesia juga menunjukkan
     ketahanan perbankan tetap kuat, ditopang oleh kemampuan membayar dan profitabilitas
     korporasi yang terjaga.

     Figur 29. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Likuiditas perbankan dan
               perekonomian




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025




                                                                                Business Valuation Unit
                                           41                                                    Jakarta
Page 57
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 30. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI Rate
               kepada SBDK




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Figur 31. Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

     Figur 32. Permodalan Industri Perbankan dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL)




     Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan II 2025

3.3. Analisis Industri Semen

     Dilansir dari cnbcindonesia.com, Industri semen nasional masih menunjukkan kinerja yang
     tertekan pada semester I tahun 2025. Hal ini tercermin dari sejumlah emiten semen yang
     masih mencatatkan penurunan penjualan, bahkan sebagian masih membukukan kerugian.
     Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi dan investasi
     nasional yang dilaporkan pemerintah.


                                                                            Business Valuation Unit
                                           42                                                Jakarta
Page 58
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk


     Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal
     II tahun 2025 tercatat sebesar 5,12% secara tahunan (year-on-year/yoy), didorong oleh
     peningkatan investasi. Pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi
     juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan kontribusi sebesar 27,83% terhadap Produk
     Domestik Bruto (PDB) dan pertumbuhan mencapai 6,99% (yoy). Capaian ini meningkat
     tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya tumbuh sebesar 2,12%
     (yoy). Bahkan, pertumbuhan investasi pada kuartal II tahun 2025 menjadi yang tertinggi
     sejak kuartal II tahun 2021, yaitu sebesar 7,52%, ketika Indonesia masih berada dalam masa
     pandemi Covid-19. Jika mengesampingkan periode pandemi, capaian tersebut merupakan
     yang tertinggi sejak kuartal I tahun 2018, ketika investasi tumbuh sebesar 7,92% (yoy).

     Namun demikian, pertumbuhan ekonomi dan investasi yang tinggi belum mampu
     memberikan dampak positif terhadap industri semen. Berdasarkan data Asosiasi Semen
     Indonesia (ASI), penjualan semen domestik pada semester I tahun 2025 mengalami
     penurunan sebesar 2,5% (yoy) menjadi 27,7 juta ton, dibandingkan periode yang sama tahun
     sebelumnya sebesar 28,48 juta ton. Produksi semen juga tercatat menurun 5,8% (yoy)
     menjadi 28,76 juta ton dari sebelumnya 30,53 juta ton. Penurunan penjualan terjadi hampir
     di seluruh wilayah Indonesia, kecuali di wilayah Sumatera yang tumbuh sebesar 4,9% dan
     Maluku–Papua yang tumbuh sebesar 5%.

     Faktor utama penurunan penjualan semen antara lain masih lemahnya daya beli masyarakat
     dan lambatnya pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur nasional. Selain itu, kondisi pasar
     semen yang masih mengalami kelebihan pasokan (oversupply) turut menekan kinerja
     industri, dengan tingkat utilisasi pabrik yang hanya mencapai sekitar 55,6%. ASI
     menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 2% pada tahun 2025, namun dengan kinerja
     semester I yang masih tertekan, target tersebut dinilai masih cukup menantang untuk dicapai.

3.4. Analisis Industri Pengelolaan Limbah B3

     Pembangunan ekonomi di Indonesia saat ini semakin berkembang pesat, khususnya di bidang
     industri serta semakin meningkatnya produksi limbah B3 dan non B3, maka permintaan
     mengangkut limbah dari perusahaan atau pabrik penghasil limbah semakin meningkat dan
     variatif, termasuk cara pengelolaan serta penanganan limbah B3 atau pun non B3 yang baik
     dan benar sesuai standarisasi yang mengacu terhadap Pemerintah dan Peraturan Perundang-
     undangan lainnya yang masih berlaku.

     Pengelolaan limbah bahan beracun dan berbahaya atau B3 dan non B3 didorong untuk
     diimplementasikan ke dalam ekonomi sirkular. Pemanfaatan limbah B3 memiliki potensi
     ekonomi yang besar, Mewujudkan ekonomi sirkular melalui perdagangan limbah sisa
     produksi sangat penting untuk mengurangi krisis lingkungan. Beberapa prinsip yang dapat
     diterapkan melalui perdagangan limbah adalah pengurangan limbah, efisiensi sumber daya,
     kreasi nilai tambah, inovasi dan kestabilan rantai pasok. Kolaborasi antara Pemerintah,
     industri, dan organisasi internasional sangat diperlukan untuk formulasi kebijakan sisa
     limbah produksi dengan cara yang berkelanjutan.




                                                                                 Business Valuation Unit
                                           43                                                     Jakarta
Page 59
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 33. Rekapitulasi Limbah B3 2021-Triwulan I 2025




                                         2021            2022           2023           2024
       Limbah dihasilkan (ton)        68.558.606     73.803.891     83.476.816      67.944.443
       Limbah dikelola lanjut (ton)   64.019.719     68.635.978     80.449.050      46.297.143
       Disimpan (ton)                 4.536.887       5.167.913      3.027.765      21.647.300
       % terkelola                      93,4%           93,0%          96,4%          68,1%
     Sumber: Ditjen PSLB3 KLHK

     Volume limbah yang dihasilkan menunjukkan fluktuasi sepanjang 2021–2024. Pada 2021
     tercatat sebesar 68,56 juta ton, meningkat hingga 83,48 juta ton pada 2023, kemudian
     menurun menjadi 67,94 juta ton pada 2024. Dari jumlah tersebut, limbah yang dikelola lanjut
     naik dari 64,02 juta ton pada 2021 menjadi 80,45 juta ton pada 2023, namun turun signifikan
     menjadi 46,30 juta ton pada 2024. Limbah yang disimpan meningkat tajam pada 2024
     mencapai 21,65 juta ton, jauh di atas tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar 3–5 juta
     ton. Persentase pengelolaan limbah juga menurun dari kisaran 93–96% pada 2021–2023
     menjadi 68,1% pada 2024, yang menunjukkan adanya keterbatasan kapasitas atau hambatan
     dalam proses pengelolaan. Kondisi ini membuka peluang bagi perusahaan pengelola limbah
     untuk memperluas kapasitas dan layanan melalui pembangunan fasilitas baru, kerja sama
     operasional, serta penerapan teknologi pengelolaan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

3.5. Analisis Industri Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam

     Dilansir dari neraca.co.id, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
     menetapkan sejumlah langkah strategis dalam rangka menjamin ketersediaan energi
     nasional, sejalan dengan program pemerintah yang berfokus pada swasembada energi dan
     hilirisasi industri. Pada semester I tahun 2025, kinerja sektor minyak dan gas bumi (migas)
     menunjukkan perkembangan positif. Produksi minyak nasional pada Juni 2025 mencapai
     608,1 ribu barel per hari, atau 100,5% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
     (APBN) 2025 sebesar 605 ribu barel per hari. Rata-rata produksi selama semester I tercatat


                                                                                 Business Valuation Unit
                                          44                                                      Jakarta
Page 60
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     602,4 ribu barel per hari, atau 99,5% dari target, yang menjadi capaian tertinggi dalam lebih
     dari satu dekade terakhir. Produksi gas bumi juga menunjukkan peningkatan yang signifikan,
     mencapai 1.146,4 MBOEPD pada Juni 2025 dengan rata-rata semester I sebesar 1.199,7
     MBOEPD atau 119% dari target APBN. Dari total pemanfaatan gas bumi sebesar 5.598
     BBTUD, sekitar 69% (3.877 BBTUD) disalurkan untuk kebutuhan domestik, guna
     mendukung kegiatan hilirisasi dan industri nasional, sementara 31% (1.721 BBTUD)
     dialokasikan untuk ekspor.

     Pemerintah berupaya mempercepat proses perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama
     (KKKS) untuk mendorong peningkatan lifting migas sesuai target nasional. Dari total 128
     cekungan migas di Indonesia, saat ini baru 20 cekungan yang berproduksi aktif, sehingga
     masih terdapat potensi besar untuk kegiatan eksplorasi lanjutan. Selain itu, beberapa Wilayah
     Kerja (WK) yang telah memiliki Plan of Development (POD) masih belum beroperasi,
     sehingga diperlukan percepatan dalam pengembangan wilayah tersebut serta penyelesaian
     hambatan administrasi dan teknis yang ada. Dalam rangka mendukung peningkatan investasi,
     pemerintah juga menyiapkan kebijakan fiskal yang lebih kompetitif melalui penerapan
     skema gross split maupun cost recovery, dengan tingkat pengembalian investasi (Internal
     Rate of Return/IRR) yang dirancang agar proyek hulu migas tetap ekonomis dan menarik
     bagi investor.

     Upaya peningkatan produksi dilakukan melalui optimalisasi lapangan eksisting, reaktivasi
     sumur tidak aktif, serta percepatan kegiatan eksplorasi dan pengembangan lapangan baru. Di
     sisi lain, perusahaan migas nasional terus melakukan berbagai strategi untuk menjaga tingkat
     produksi di tengah tantangan penurunan alamiah (natural decline) yang mencapai sekitar
     21% per tahun. Hingga Mei 2025, produksi migas nasional tercatat sebesar 1,04 juta barel
     setara minyak per hari (MMBOEPD), yang terdiri dari 559 ribu barel minyak per hari
     (MBOPD) dan 2.800 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD). Pada periode yang
     sama, kegiatan hulu migas mencakup penyelesaian 5 sumur eksplorasi, 341 sumur
     pengembangan, 523 kegiatan workover, dan 15.424 kegiatan well services. Selain itu, telah
     ditemukan sumber daya migas baru dengan total potensi sebesar 767 juta barel setara minyak
     (MMBOE) serta penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 40,9 MMBOE, baik dari hasil
     kegiatan domestik maupun luar negeri.

     Berkaca dari tahun 2023 dari rencana pengeboran 57 sumur eksplorasi, terealisasi sebanyak
     38 sumur atau 67% dari target. Dari jumlah tersebut, 26 sumur telah selesai dibor, dengan 14
     sumur di antaranya berhasil menemukan hidrokarbon. Rasio keberhasilan pengeboran
     eksplorasi mencapai 54%, dengan estimasi total sumber daya mencapai sekitar 1.711,77 juta
     barel setara minyak (MMBOE) berdasarkan hasil preliminary post drill kategori P50.




                                                                                 Business Valuation Unit
                                           45                                                     Jakarta
Page 61
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 34. Peta Realisasi Pengeboran Sumur Eksplorasi 2023




     Sumber: Laporan SKK Migas Tahun 2023

     Dari 38 sumur yang tajak pada tahun 2023, terdapat 26 sumur yang telah dinyatakan selesai.
     Persentase geological success ratio (sumur penemuan dan indikasi dihitung sebagai
     kesuksesan dalam membuktikan sistem petroleum yang menghasilkan hidrokarbon) adalah
     54% (14 penemuan dari 26 sumur). Estimasi sumber daya dari 14 sumur tersebut adalah
     ±1.711,77 MMBOE (P50, preliminary post drill).

     Figur 35.Penemuan Eksplorasi Tahun 2023




     Sumber: Laporan SKK Migas Tahun 2023

     Secara keseluruhan, kinerja sektor migas nasional tahun 2025 menunjukkan arah yang
     positif. Peningkatan produksi, percepatan eksplorasi, serta dukungan kebijakan fiskal yang
     kondusif menjadi faktor pendorong utama. Meski demikian, tantangan berupa keterbatasan
     kapasitas produksi, kebutuhan investasi tambahan, dan efisiensi operasional masih perlu
     menjadi fokus untuk mewujudkan kemandirian energi nasional secara berkelanjutan.



                                                                               Business Valuation Unit
                                          46                                                    Jakarta
Page 62
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

4.   ASPEK PASAR

4.1. Kondisi Pasar

     Secara umum, industri minyak dan gas bumi (migas) nasional pada tahun 2025 menunjukkan
     tren pertumbuhan yang positif, seiring dengan peningkatan produksi, percepatan kegiatan
     eksplorasi, dan dukungan kebijakan fiskal yang kondusif. Hingga Mei 2025, produksi migas
     nasional tercatat mencapai 1,04 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), yang terdiri
     atas 559 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 2.800 juta standar kaki kubik gas per hari
     (MMSCFD). Kegiatan hulu migas pada periode tersebut meliputi penyelesaian 5 sumur
     eksplorasi, 341 sumur pengembangan, 523 kegiatan workover, dan 15.424 kegiatan well
     services. Selain itu, telah ditemukan sumber daya migas baru dengan potensi sebesar 767 juta
     barel setara minyak (MMBOE) serta penambahan cadangan terbukti (P1) sebesar 40,9
     MMBOE. Meskipun demikian, sektor ini masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan
     kapasitas produksi, kebutuhan investasi tambahan, serta peningkatan efisiensi operasional
     untuk mewujudkan kemandirian energi nasional secara berkelanjutan.

     Seiring dengan meningkatnya kegiatan eksplorasi migas, timbul pula peluang bagi sektor
     pengelolaan limbah untuk berkembang. Aktivitas pengeboran, pengujian sumur, serta proses
     pengolahan minyak dan gas berpotensi menghasilkan berbagai jenis limbah, baik cair, padat
     dan gas. Kondisi ini membuka kesempatan bagi perusahaan pengelola limbah untuk
     memperluas layanan melalui penyediaan fasilitas pengolahan yang sesuai standar
     lingkungan, sekaligus mendukung penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri migas
     nasional.

4.1.1. Pangsa Pasar

     Industri pengelolaan limbah B3 dan non-B3 di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang
     signifikan seiring dengan meningkatnya aktivitas industri dan penerapan regulasi lingkungan
     yang lebih ketat. Salah satu segmen pasar yang kini menjadi perhatian adalah pengelolaan
     limbah dari kegiatan pertambangan minyak bumi dan gas alam (migas), yang meliputi proses
     eksplorasi, pengeboran, produksi, hingga pengolahan hasil tambang. Setiap tahap kegiatan
     tersebut menghasilkan berbagai jenis limbah seperti drilling waste, sludge oil, produced
     water, dan residu bahan kimia, yang seluruhnya memerlukan pengolahan dengan teknologi
     dan izin khusus sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

     Permintaan terhadap jasa pengelolaan limbah di sektor migas terus meningkat seiring dengan
     berlanjutnya kegiatan eksplorasi dan produksi di berbagai wilayah Indonesia seperti
     Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi. Pemerintah melalui Kementerian ESDM juga
     mendorong peningkatan produksi migas nasional guna memperkuat ketahanan energi,
     sehingga secara langsung meningkatkan volume limbah yang perlu dikelola secara aman dan
     berkelanjutan. Kondisi ini menciptakan peluang pasar yang luas bagi perusahaan yang
     memiliki kapabilitas teknis dan fasilitas pengelolaan limbah sesuai standar lingkungan,
     terutama untuk kegiatan drilling waste management dan pengelolaan limbah cair maupun
     padat dari aktivitas migas.

     Secara umum, struktur pasar pengelolaan limbah migas di Indonesia masih terbatas pada
     beberapa pemain besar yang beroperasi di sekitar kawasan industri migas utama. Namun,
     masih terdapat kekosongan layanan di beberapa wilayah potensial, khususnya pada area

                                                                                Business Valuation Unit
                                           47                                                    Jakarta
Page 63
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     eksplorasi baru yang belum memiliki fasilitas pengolahan terintegrasi. Kesenjangan ini
     membuka peluang bagi pelaku usaha lain yang mampu menyediakan solusi pengelolaan
     limbah terpadu dengan teknologi ramah lingkungan dan efisiensi tinggi.

     Dalam konteks ini, SBI memiliki potensi yang kuat untuk memasuki dan memperluas pangsa
     pasar di sektor pengelolaan limbah migas. Melalui unit bisnis AFR, SBI telah memiliki
     pengalaman dan infrastruktur dalam pengelolaan limbah B3 dan non-B3, termasuk fasilitas
     co-processing yang memenuhi standar lingkungan nasional dan internasional. Keunggulan
     ini memberikan daya saing tersendiri dalam menawarkan layanan pengelolaan limbah
     terintegrasi yang tidak hanya memenuhi kewajiban lingkungan, tetapi juga mendukung
     penerapan prinsip keberlanjutan dan efisiensi sumber daya di sektor migas.

     Dengan dukungan kapabilitas teknis, sistem manajemen lingkungan yang sudah mapan, serta
     reputasi korporasi yang kuat, SBI berpeluang untuk memperluas jaringan dan kerja sama
     dengan perusahaan migas nasional maupun internasional. Hal ini didukung pula oleh tren
     industri yang mengarah pada pemilihan mitra pengelola limbah dengan rekam jejak ESG
     (Environmental, Social, and Governance) yang baik. Oleh karena itu, pangsa pasar
     pengelolaan limbah B3 dan non-B3 untuk sektor pertambangan minyak bumi dan gas alam
     dapat dikategorikan sangat potensial untuk dikembangkan oleh SBI, terutama dalam layanan
     jasa drilling waste management dan pengolahan residu kegiatan eksplorasi migas secara
     berkelanjutan.

4.1.2. Kesinambungan (Sustainability)

     Kegiatan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 pada sektor pertambangan minyak bumi dan
     gas alam berperan penting dalam mendukung keberlanjutan industri energi nasional. Limbah
     hasil eksplorasi dan produksi migas, seperti drilling waste, sludge oil, dan produced water,
     memerlukan sistem penanganan terintegrasi agar tidak mencemari lingkungan serta dapat
     dimanfaatkan kembali secara aman. Penerapan teknologi pengolahan yang efisien dan
     berprinsip ekonomi sirkular menjadi kunci dalam mengurangi dampak lingkungan sekaligus
     menciptakan nilai tambah dari pemanfaatan residu limbah.

     Peluang pengembangan jasa pengelolaan limbah di sektor migas bersifat jangka panjang,
     seiring dengan terus berjalannya kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia serta
     dukungan kebijakan pemerintah terhadap ketahanan energi nasional. Regulasi lingkungan
     yang semakin ketat dan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG)
     juga mendorong meningkatnya permintaan terhadap layanan pengelolaan limbah yang
     berstandar tinggi dan berkelanjutan.

     SBI memiliki potensi kuat untuk menjaga kesinambungan usaha di sektor ini melalui unit
     bisnis AFR yang telah menerapkan teknologi co-processing ramah lingkungan sesuai standar
     nasional dan internasional. Dengan dukungan pengalaman, infrastruktur pengelolaan limbah
     yang memadai, serta komitmen terhadap efisiensi dan inovasi, SBI berpeluang memperkuat
     posisi sebagai penyedia layanan pengelolaan limbah berkelanjutan yang mendukung
     pertumbuhan industri migas nasional.




                                                                                Business Valuation Unit
                                           48                                                    Jakarta
Page 64
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

4.1.3. Potensi Pasar

     Potensi pasar pengelolaan limbah B3 dan non-B3 di sektor pertambangan minyak bumi dan
     gas alam di Indonesia sangat besar dan menjanjikan. Kegiatan eksplorasi, pengeboran, serta
     produksi migas di berbagai wilayah seperti Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi
     menghasilkan volume limbah industri yang tinggi, mencakup drilling waste, sludge oil,
     produced water, dan residu bahan kimia. Setiap perusahaan migas membutuhkan mitra
     pengelola limbah yang memiliki izin lengkap, teknologi pengolahan ramah lingkungan, serta
     kepatuhan terhadap regulasi pemerintah. Kondisi ini membuka peluang pasar luas bagi
     penyedia jasa pengelolaan limbah yang mampu menawarkan solusi terpadu dan
     berkelanjutan.

     Selain perusahaan migas utama, potensi pasar juga berasal dari sektor penunjang seperti
     perusahaan jasa pengeboran (drilling service), kontraktor lapangan (oilfield contractor), serta
     kawasan industri yang mendukung kegiatan hulu migas. Setiap entitas dalam rantai nilai
     tersebut menghasilkan limbah B3 dan non-B3 yang memerlukan pengumpulan,
     pengangkutan, hingga pengolahan dengan teknologi sesuai standar lingkungan.
     Meningkatnya kesadaran industri terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance
     (ESG) turut mendorong permintaan terhadap pengelolaan limbah yang efisien dan dapat
     dipertanggungjawabkan secara transparan.

     Dengan pengalaman dan kemampuan teknis yang dimiliki melalui unit usaha divisi AFR
     dengan merek dagang “Nathabumi”, SBI memiliki peluang besar untuk mengisi celah pasar
     tersebut. SBI dapat memanfaatkan fasilitas dan teknologi co-processing yang telah terbukti
     dalam pengelolaan limbah industri untuk memperluas layanan ke sektor migas, terutama
     dalam kegiatan drilling waste management dan pengelolaan limbah cair. Melalui pendekatan
     berbasis keberlanjutan dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap penguatan ketahanan
     energi nasional, potensi pasar pengelolaan limbah migas bagi SBI diproyeksikan akan terus
     tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan bisnis di masa
     mendatang.

4.1.4. Sasaran

     Sasaran utama pasar pengelolaan limbah B3 dan non-B3 pada sektor pertambangan minyak
     bumi dan gas alam meliputi perusahaan-perusahaan migas yang terlibat dalam kegiatan
     eksplorasi, pengeboran, dan produksi. Perusahaan-perusahaan ini, baik berskala nasional
     maupun internasional, merupakan penghasil utama limbah industri yang memerlukan
     layanan pengelolaan limbah secara terpadu, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga
     pengolahan akhir. Sasaran potensial meliputi perusahaan hulu seperti Pertamina Hulu Energi,
     Medco E&P Indonesia, dan beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain yang
     beroperasi di wilayah darat dan lepas pantai. Setiap entitas tersebut membutuhkan mitra
     pengelola limbah yang memiliki sertifikasi dan fasilitas pengolahan sesuai dengan ketentuan
     Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH).

     Selain perusahaan hulu migas, sasaran pasar juga mencakup perusahaan jasa penunjang
     kegiatan migas seperti drilling contractor dan penyedia jasa migas seperti Halliburton
     Indonesia, Schlumberger Geophysics Nusantara, Weatherford Indonesia, dan lainnya.
     Entitas-entitas ini biasanya menangani limbah operasional seperti drilling mud, cutting oil,
     dan limbah cair proses produksi yang membutuhkan pengelolaan lanjutan. Dalam konteks

                                                                                   Business Valuation Unit
                                            49                                                      Jakarta
Page 65
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

      ini, penyedia layanan seperti SBI melalui unit usaha divisi AFR dengan merek dagang
      “Nathabumi” memiliki peluang untuk menjalin kemitraan strategis dalam penyediaan jasa
      drilling waste management maupun pengelolaan limbah B3 dan non-B3 yang dihasilkan dari
      kegiatan pendukung eksplorasi dan produksi migas.

4.1.5. Potensi Nilai Pasar

      Potensi nilai pasar Perseroan dapat digambarkan dengan proyeksi pendapatan. Berdasarkan
      proyeksi yang disusun dengan penambahan kegiatan usaha, potensi nilai pasar Perseroan
      untuk periode Juli – Desember 2025 sampai dengan Desember 2030 dapat dilihat pada tabel
      berikut.

      Figur 36. Potensi Nilai Pasar Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                    (Dalam Jutaan Rupiah)
          Keterangan         Jul-Des 2025     Des 2026     Des 2027     Des 2028     Des 2029      Des 2030
       Pendapatan                5.604.078   12.128.801   12.712.213   13.302.880   13.642.072    14.046.055

4.2. Pesaing Usaha

      Dalam upaya melakukan ekspansi usaha di bidang Aktivitas Penunjang Pertambangan
      Minyak Bumi dan Gas Alam (KBLI: 09100), SBI tentu tidak dapat menghindari dinamika
      persaingan pasar. Kehadiran sejumlah pelaku usaha lain dalam industri sejenis menjadi faktor
      penting yang perlu diperhitungkan. Adapun beberapa perusahaan yang menjadi kompetitor
      utama SBI di sektor ini, adalah sebagai berikut:

      ● PT. PPLI (Prasadha Pamunah Limbah Industri)
      ● PT. PLKK (Pengelola Limbah Kutai Kartanegara)
      ● PT. ITP Tbk (Indocement Tunggal Prakarsa)
      ● PT. MHK Tbk (Multi Hanna Kreasindo)
      ● PT. Wastec International

4.3. Strategi Pemasaran

      Sebagai bagian dari pengembangan usaha di sektor penunjang industri migas nasional,
      layanan drilling waste management yang akan dijalankan oleh SBI memiliki potensi pasar
      yang luas, terutama dari meningkatnya aktivitas eksplorasi dan produksi migas di Indonesia.
      Strategi pemasaran disusun untuk menjangkau berbagai segmen pelanggan, termasuk
      perusahaan kontraktor migas, operator eksplorasi dan produksi (E&P), serta badan usaha
      milik negara (BUMN) di sektor energi. Pendekatan utama yang akan dilakukan adalah
      melalui kerja sama langsung dengan pelaku industri migas, baik melalui mekanisme
      pengadaan tertutup (tender) maupun penunjukan langsung sesuai dengan regulasi sektor
      energi dan lingkungan. SBI juga akan mengoptimalkan jaringan kemitraan yang telah
      dimiliki melalui unit usaha divisi AFR dengan merek dagang “Nathabumi” serta memperluas
      kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait pengelolaan limbah industri.

      Selain pendekatan langsung kepada pelaku usaha, SBI akan memanfaatkan strategi
      komunikasi bisnis dan publikasi korporasi untuk memperkuat posisi merek sebagai penyedia
      layanan pengelolaan limbah migas yang andal dan berpengalaman. Kegiatan promosi


                                                                                          Business Valuation Unit
                                                50                                                         Jakarta
Page 66
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     dilakukan melalui forum industri, pameran energi, seminar lingkungan, serta kolaborasi
     dengan asosiasi migas nasional. Strategi ini bertujuan untuk menampilkan keunggulan teknis
     SBI, seperti penerapan teknologi co-processing dan sistem integrated waste solutions yang
     telah diakui secara nasional. SBI juga akan mengembangkan sistem pemasaran digital
     berbasis business-to-business (B2B) melalui situs resmi dan kanal profesional untuk
     memperluas jangkauan ke calon pelanggan korporasi, termasuk perusahaan jasa pengeboran
     dan perusahaan minyak internasional yang beroperasi di Indonesia.

     Secara keseluruhan, strategi pemasaran SBI untuk layanan drilling waste management
     diarahkan pada penguatan reputasi sebagai mitra strategis industri migas nasional,
     peningkatan penetrasi pasar di wilayah eksplorasi baru, serta optimalisasi peluang kerja sama
     dengan pemerintah dan pelaku energi. Pendekatan multi-kanal ini diharapkan dapat
     mendorong pertumbuhan permintaan layanan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat
     kontribusi SBI dalam mendukung kebijakan nasional terkait pengelolaan limbah industri
     yang ramah lingkungan.

4.4. Kesimpulan Aspek Pasar

     Industri aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan gas alam (KBLI 09100),
     termasuk industri pengelolaan limbah B3 dan non-B3, merupakan sektor strategis yang
     memiliki prospek pertumbuhan tinggi dalam mendukung keberlanjutan industri energi
     nasional. Kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia secara konsisten
     menghasilkan berbagai jenis limbah, seperti drilling waste, sludge oil, dan produced water,
     yang membutuhkan pengelolaan profesional dan terintegrasi agar tidak menimbulkan
     pencemaran lingkungan. Peningkatan aktivitas eksplorasi di wilayah kerja baru serta upaya
     pemerintah dalam memperkuat produksi minyak dan gas domestik turut memperbesar
     kebutuhan terhadap penyedia jasa pengelolaan limbah industri yang kompeten, berizin
     lengkap, dan ramah lingkungan.

     Kondisi pasar juga didorong oleh semakin ketatnya regulasi pengelolaan limbah industri,
     baik limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) maupun non-B3. Pemerintah melalui
     Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) serta
     Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memperkuat ketentuan
     pelaporan, pemantauan, dan pengelolaan limbah operasional migas untuk memastikan
     kegiatan produksi berlangsung secara berkelanjutan. Hal ini membuka peluang besar bagi
     perusahaan jasa pengelolaan limbah yang memiliki kompetensi teknis, fasilitas terintegrasi,
     serta komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

     Dalam konteks tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) melalui unit usaha divisi
     AFR dengan merek dagang “Nathabumi” memiliki potensi besar untuk memperluas kegiatan
     usahanya melalui pencantuman KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak
     dan Gas Bumi. SBI telah memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan limbah industri
     melalui penerapan teknologi co-processing, yang memungkinkan limbah dimanfaatkan
     kembali sebagai bahan bakar alternatif atau bahan baku substitusi di industri semen.
     Teknologi ini terbukti ramah lingkungan, efisien, dan telah sesuai dengan standar nasional
     maupun internasional. Dengan reputasi tersebut, SBI memiliki daya saing kuat untuk
     memasuki pasar jasa pengelolaan limbah pada sektor migas, khususnya dalam penanganan
     limbah pengeboran (drilling mud), cutting oil, sludge oil, dan produced water.


                                                                                 Business Valuation Unit
                                           51                                                     Jakarta
Page 67
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Dari aspek kesinambungan pasar, sektor migas di Indonesia memiliki karakteristik jangka
     panjang dan relatif stabil. Meskipun terdapat fluktuasi harga minyak global, kegiatan
     eksplorasi dan produksi dalam negeri tetap dijaga sebagai bagian dari strategi pemerintah
     untuk mencapai kemandirian energi nasional. perluasan wilayah kerja migas baru menjadi
     faktor pendorong yang menjaga keberlangsungan kegiatan hulu migas dan pada akhirnya
     memperluas permintaan jasa pengelolaan limbah. Oleh karena itu, peluang bisnis pada sektor
     penunjang migas tidak hanya bersifat reaktif terhadap siklus produksi, tetapi juga bersifat
     strategis dalam mendukung rantai pasok industri energi nasional.

     Dari sisi potensi pasar, peluang pengelolaan limbah di sektor migas tidak hanya berasal dari
     perusahaan hulu, tetapi juga dari perusahaan jasa penunjang seperti drilling contractor dan
     lainnya yang berada di lapangan eksplorasi. Entitas-entitas ini menghasilkan limbah
     operasional yang memerlukan pengolahan lanjutan agar sesuai dengan ketentuan lingkungan.
     Dalam hal ini, SBI melalui unit usaha divisi AFR dengan merek dagang “Nathabumi” dapat
     berperan sebagai mitra strategis dengan menawarkan solusi pengelolaan limbah terintegrasi,
     baik untuk B3 maupun non-B3, yang mencakup pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan,
     hingga pemanfaatan limbah dengan pendekatan ekonomi sirkular.

     Analisis sasaran pasar juga menunjukkan bahwa sektor hulu migas di Indonesia didominasi
     oleh perusahaan besar seperti Pertamina Hulu Energi, Medco E&P Indonesia, dan beberapa
     Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain yang beroperasi di wilayah darat dan lepas
     pantai. Selain itu, terdapat ratusan perusahaan jasa pengeboran dan penunjang seperti
     Halliburton Indonesia, Schlumberger Geophysics Nusantara, Weatherford Indonesia, dan
     lainnya, yang menjadi pengguna potensial layanan pengelolaan limbah industri. Dengan
     jaringan operasional dan kapabilitas yang dimiliki, SBI berpeluang menjalin kerja sama
     jangka panjang dengan berbagai entitas tersebut dalam penyediaan jasa pengelolaan limbah
     sesuai standar lingkungan dan industri.

     Dari keseluruhan aspek pasar yang telah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa rencana
     penambahan kegiatan usaha dengan mencantumkan KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang
     Pertambangan Minyak dan Gas Bumi memiliki prospek yang strategis bagi SBI. Dukungan
     regulasi pemerintah, pertumbuhan aktivitas eksplorasi migas, serta meningkatnya kebutuhan
     terhadap pengelolaan limbah B3 dan non-B3 yang berkelanjutan menjadi faktor utama yang
     menjamin kesinambungan dan potensi pengembangan pasar di sektor ini. Dengan
     pengalaman, fasilitas, dan reputasi yang dimiliki melalui unit usaha divisi AFR dengan merek
     dagang “Nathabumi”, SBI memiliki posisi kompetitif untuk memperkuat pangsa pasar di
     bidang jasa penunjang migas sekaligus memperluas diversifikasi usaha di sektor pengelolaan
     limbah industri. Berdasarkan kondisi tersebut secara aspek pasar layak.




                                                                                Business Valuation Unit
                                           52                                                    Jakarta
Page 68
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

5.   ASPEK TEKNIS

5.1. Produk yang dihasilkan
     Produk yang dihasilkan dari rencana penambahan kegiatan usaha dengan mencantumkan
     KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi adalah drilling
     waste management. Layanan ini mencakup kegiatan penanganan, pemisahan, pengolahan,
     dan pemanfaatan limbah yang dihasilkan dari proses pengeboran minyak dan gas bumi,
     seperti drilling mud, drilling cutting, sludge oil, dan limbah cair hasil produksi.

5.2. Proses Pengelolaan Limbah Pengeboran

     Figur 37. Flow Chart Drilling Waste Management




     Sumber: Manajemen SBI

     Kegiatan pengelolaan limbah pengeboran (drilling waste management) bertujuan untuk
     memisahkan, menstabilisasi, dan memastikan pembuangan akhir serbuk bor (cuttings) serta
     lumpur sisa (drilling mud) dari aktivitas pengeboran berjalan sesuai ketentuan lingkungan
     dan efisiensi operasi. Proses ini melibatkan serangkaian tahapan mekanis, hidraulik, dan
     sentrifugal dengan alur kerja sebagai berikut:

     1. Mud Circulation System, Lumpur bor berbasis air atau minyak (Water-Based Mud/Oil-
        Based Mud – WBM/OBM) dipompakan dari mud pit menuju lubang sumur melalui drill
        string dan bit nozzle menggunakan pompa hidrolik pada top drive. Aliran ini berfungsi
        sebagai media pelumas, pendingin, serta pengangkat serbuk bor (cuttings) dari dasar
        sumur.
     2. Cuttings Transport via Annulus, Lumpur yang keluar dari bit naik melalui annulus
        menuju permukaan, membawa WBM / OBM drill cuttings hasil proses pengeboran.
        Campuran lumpur dan serbuk bor dialirkan melalui bell nipple dan flow line menuju
        sistem pemisahan awal.


                                                                              Business Valuation Unit
                                          53                                                   Jakarta
Page 69
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     3. Primary Solids Control (Shale Shaker), Pada unit shale shaker, terjadi proses pemisahan
        awal antara lumpur bor dan drill cuttings melalui mekanisme pengayakan berfrekuensi
        tinggi. Lumpur yang telah terpisah sebagian padatan akan mengalir ke sistem sirkulasi
        berikutnya, sedangkan serbuk bor dengan kadar lumpur tinggi dialirkan ke tahap
        lanjutan.
     4. Secondary Solids Control (Vertical Cuttings Dryer), Serbuk bor hasil shale shaker
        dialirkan menggunakan auger conveyor menuju vertical cuttings dryer (VCD). Di unit
        ini, dilakukan proses pemisahan lanjutan dengan gaya sentrifugal berkecepatan tinggi
        (≥900 RPM) untuk mengurangi kandungan minyak atau air pada cuttings hingga
        mencapai kadar kelembaban yang memenuhi baku mutu.
     5. Solid cuttings (dry) akan dikemas menggunakan waste containment dalam bentuk jumbo
        bag atau cutting skip untuk dikirim ke fasilitas onshore treatment/ pemanfaatan ke SBI
        Plant. Liquid phase hasil pemisahan dialirkan ke holding tank untuk proses lebih lanjut
        di Centrifuge
     6. Tertiary Treatment (Decanter Centrifuge), Lumpur cair dari holding tank akan diproses
        melalui decanter centrifuge untuk memisahkan fine solids dengan gaya sentrifugal
        tinggi. Solid residue hasil pemisahan akan dikumpulkan dan dikirim ke onshore disposal
        bersama dry drilling cuttings.
     7. Lumpur yang telah diproses dan telah memenuhi parameter spesifikasi (viskositas,
        densitas, dan kontaminan) akan dikembalikan ke active system pada mud pit untuk
        digunakan kembali dalam siklus pengeboran berikutnya.
     8. Waste Handling and Final Treatment, Semua material padat hasil pemisahan yang tidak
        dapat digunakan kembali akan dikemas secara aman (bagging/skip & ship) dan dikirim
        menggunakan alat transportasi (darat maupun laut) yang memiliki izin sesuai dengan
        ketentuan Pengangkutan Limbah B3. Selanjutnya Limbah tersebut dikirim ke SBI Plant
        untuk proper proses Final Treatment sesuai dengan prosedur pengelolaan limbah B3
        yang berlaku serta izin lingkungan yang relevan.

     Tujuan dari aktivitas ini adalah untuk mengoptimalkan mud recovery untuk efisiensi biaya
     operasional pengeboran, meminimalkan dampak lingkungan dari drill cuttings and mud, dan
     melakukan pengelolaan limbah pengeboran yang memenuhi ketentuan perundangan dan
     standar industri, seperti PP 22/2021, PermenLHK No. 6 Tahun 2021, dan kebutuhan dari
     pelanggan

5.3. Ketersediaan Sumber Daya

     Dalam pelaksanaan rencana penambahan kegiatan usaha, SBI akan memanfaatkan sumber
     daya manusia yang telah tersedia dari unit usaha divisi AFR dengan merek dagang
     “Nathabumi”, dengan jumlah 84 orang karyawan berpengalaman, di mana 33 orang di
     antaranya telah tersertifikasi terkait layanan drilling waste management dan 12 orang telah
     memiliki sertifikasi pengelola limbah B3. Ketersediaan tenaga kerja tersebut dinilai telah
     memadai untuk mendukung pelaksanaan kegiatan usaha baru dengan KBLI 09100 –
     Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi.

5.4. Rencana Keberlanjutan

     Dalam rangka memperkuat keberlanjutan operasional dan mendukung pengelolaan
     lingkungan di sektor energi nasional, SBI melalui unit bisnis usaha AFR dengan merek
     dagang “Nathabumi” berencana mengembangkan layanan drilling waste management

                                                                                Business Valuation Unit
                                          54                                                     Jakarta
Page 70
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     sebagai bagian dari penambahan kegiatan usaha KBLI 09100. Rencana ini merupakan
     langkah strategis untuk memperluas kapasitas teknis Nathabumi dalam menangani limbah
     industri berbahaya maupun non-berbahaya yang berasal dari kegiatan eksplorasi dan
     produksi migas.

     Secara teknis, implementasi kegiatan drilling waste management akan memanfaatkan
     infrastruktur dan fasilitas pengelolaan yang telah dimiliki unit bisnis usaha AFR, termasuk
     unit co-processing serta sistem pengelolaan limbah cair dan lumpur pengeboran yang sesuai
     dengan standar Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan
     Hidup (BPLH). Pengelolaan limbah akan dilakukan melalui proses pemisahan, pengeringan,
     dan pengolahan lanjut untuk mengurangi kandungan bahan berbahaya sebelum dimanfaatkan
     kembali atau dikirim ke fasilitas pemrosesan akhir.

     Untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang, SBI akan melakukan peningkatan
     kapasitas teknis melalui pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kerja, pembaruan sistem
     pemantauan kualitas hasil olahan, serta modernisasi peralatan pengelolaan limbah agar sesuai
     dengan perkembangan teknologi terbaru. Selain itu, pengawasan operasional akan dijalankan
     dengan sistem manajemen lingkungan terpadu, sehingga setiap kegiatan pengelolaan limbah
     dapat memenuhi standar keselamatan kerja (K3L) dan kriteria teknis nasional. Melalui
     pendekatan ini, SBI menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan limbah
     migas yang aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi perusahaan
     sebagai penyedia layanan lingkungan terintegrasi di Indonesia.

5.5. Kesimpulan Aspek Teknis

      Berdasarkan hasil analisis teknis, rencana penambahan kegiatan usaha SBI dengan KBLI
      09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak dan Gas Bumi, khususnya melalui
      kegiatan drilling waste management, dinilai layak secara teknis untuk diimplementasikan.
      Produk jasa yang dihasilkan berfokus pada pengelolaan limbah hasil pengeboran migas,
      meliputi lumpur pengeboran (drilling mud), cutting oil, dan limbah cair proses produksi.
      Kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam mendukung praktik industri migas yang
      berkelanjutan melalui pengelolaan limbah yang aman, efisien, dan sesuai ketentuan
      peraturan lingkungan hidup.

      Dari sisi proses produksi, SBI melalui unit usaha AFR dengan merek dagang “Nathabumi”
      telah memiliki fasilitas teknis yang memadai, meliputi sistem pengumpulan, pemisahan,
      pengeringan, serta pengolahan lanjutan dengan teknologi co-processing, dan treatment
      limbah cair yang sesuai dengan standar Kementerian Lingkungan Hidup Badan
      Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH).

      Dari aspek sumber daya manusia dan fasilitas, SBI didukung oleh unit usaha AFR dengan
      merek dagang “Nathabumi” yang memiliki tenaga kerja berpengalaman sebanyak 84 orang,
      termasuk 33 orang telah memiliki sertifikasi untuk menunjang layanan drilling waste
      management, dan 12 orang telah memiliki sertifikasi pengolah limbah B3. Serta fasilitas
      pengelolaan yang sudah beroperasi dan memenuhi ketentuan teknis.

      Selanjutnya, dari sisi rencana keberlanjutan, SBI telah menyusun strategi pengembangan
      teknis jangka panjang melalui modernisasi peralatan, peningkatan kapasitas SDM, serta
      penerapan sistem manajemen lingkungan dan keselamatan kerja (K3L) secara terintegrasi.

                                                                                Business Valuation Unit
                                           55                                                    Jakarta
Page 71
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

      Komitmen ini memastikan kegiatan drilling waste management tidak hanya berorientasi
      pada kepatuhan regulasi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi
      operasional dan perlindungan lingkungan.

      Dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kompetensi sumber daya manusia,
      penerapan teknologi pengolahan yang sesuai standar, serta arah pengembangan
      berkelanjutan, maka aspek teknis penambahan kegiatan usaha SBI dengan KBLI 09100
      dinyatakan layak.




                                                                          Business Valuation Unit
                                         56                                                Jakarta
Page 72
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

6.   ASPEK POLA BISNIS

6.1. Kegiatan Usaha

     Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan bergerak dalam
     bidang industri pengolahan; konstruksi; pengangkutan dan pergudangan; aktivitas
     penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi, ketenagakerjaan, agen perjalanan dan
     penunjang usaha lainnya; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan
     sepeda motor; treatment air, treatment air limbah, treatment dan pemulihan material sampah
     dan aktivitas remediasi; aktivitas profesional ilmiah dan teknis; pertambangan dan
     penggalian; real estat. Pada saat ini Perseroan melakukan kegiatan usaha utama yaitu sebagai
     berikut:
     a. KBLI 77400 – Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Intelektual Properti, Bukan Karya
        Hak Cipta
        Kelompok ini mencakup usaha yang kegiatan memperbolehkan pihak lain menggunakan
        aset non finansial di mana pembayaran royalti atau balas jasa lisensi yang dibayar ke
        pemegang aset. Penggunaan aset tersebut dapat berbagai macam bentuk, seperti izin
        reproduksi, digunakan dalam proses atau produksi berikut, pengoperasian bisnis di
        bawah sistem waralaba dan lain-lain. Pemilik intelektual properti dapat sekaligus
        pembuatnya atau juga bukan. kegiatan yang dicakup meliputi sewa guna usaha tanpa hak
        opsi (operational leasing) intelektual properti yang tak berwujud (bukan karya/hak cipta
        seperti buku atau piranti lunak) dan penerimaan royalti atau balas jasa lisensi untuk
        penggunaan, seperti entitas yang dipatenkan, trade mark dan service mark, brand name,
        hak eksplorasi barang tambang/mineral, perjanjian franchise/waralaba dan intelektual
        properti yang tak berwujud lainnya.
     b. KBLI 23941 – Industri Semen
        Kelompok ini mencakup usaha pembuatan macam-macam semen (semen hidrolik dan
        arang atau kerak besi), seperti portland, natural, semen mengandung aluminium, semen
        terak dan semen superfosfat dan jenis semen lainnya.
     c. KBLI 17022 – Industri Kemasan dan Kotak dari Kertas dan Karton
        Kelompok ini mencakup usaha pembuatan segala macam kemasan dan kotak dari
        kertas/karton yang digunakan untuk pembungkus/pengepakan, termasuk juga pembuatan
        kotak untuk rokok dan barang lainnya. Misalnya kemasan dan kotak dari kertas dan
        papan kertas bergelombang, kemasan dan kotak papan kertas yang dapat dilipat, kemasan
        dan kotak dari papan padat, kemasan dan kotak lain dari kertas dan papan kertas, sak dan
        kantong kertas dan kotak file kantor dan barang sejenisnya.
     d. KBLI 08105 – Penggalian Tanah dan Tanah Liat
        Kelompok ini mencakup usaha penggalian tanah dan tanah liat. Kegiatan pembentukan,
        penghancuran dan penggilingan tanah dan tanah liat dimasukkan dalam kelompok ini.
        Hasil dari penggalian tanah dan tanah liat/lempung antara lain kaolin (china clay), ball
        clay (firing clay), abu bumi, serpih dan tanah urug.
     e. KBLI 82920 – Aktivitas Pengepakan
        Kelompok ini mencakup usaha jasa pengepakan/pengemasan atas dasar balas jasa (fee)
        atau kontrak, baik menggunakan atau tidak suatu proses otomatis. Termasuk pembotolan
        minuman dan makanan, pengemasan benda padat (blister packaging, pembungkusan


                                                                                 Business Valuation Unit
                                           57                                                     Jakarta
Page 73
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

        dengan alumunium foil dan lain-lain), pengemasan obat dan bahan obat-obatan,
        pelabelan, pembubuhan perangko dan pemberian cap, pengemasan parsel atau bingkisan
        dan pembungkusan hadiah. Termasuk pengalengan dan sejenisnya. Jasa pengepakan
        untuk kegiatan pengangkutan dimasukkan dalam kelompok 52291 s.d. 52299 yang
        bersesuaian.
     f. KBLI 08102 – Penggalian Batu Kapur/ Gamping
        Kelompok ini mencakup usaha penggalian batu kapur atau gamping. Termasuk disini
        kegiatan pemecahan, penghancuran, penyaringan dan penghalusannya.
     g. KBLI 71202 – Jasa Pengujian Laboratorium
        Kelompok ini mencakup kegiatan uji fisik, kimia, biologi, kelistrikan, mekanik dan
        analisis lainnya dari semua jenis material dan produk yang mencakup kegiatan pengujian
        di bidang kesehatan makanan, termasuk uji penyakit hewan dan kontrol yang
        berhubungan dengan produksi makanan; uji austik dan vibrasi (getar), uji komposisi dan
        kemurnian mineral dan sebagainya, uji karakteristik fisik dan kinerja material seperti
        kekuatan, ketebalan, daya tahan, radioaktif dan lain-lain, uji kualifikasi dan ketahanan,
        uji kinerja dari mesin keseluruhan seperti motor, automobil, perlengkapan elektronik,
        pengujian perangkat telekomunikasi, pengujian laboratorium sektor konstruksi, dan lain-
        lain, analisis kegagalan, uji dan pengukuran indikator lingkungan seperti polusi udara
        dan air, uji dengan menggunakan model atau maket seperti pesawat terbang, kapal,
        bendungan dan lain-lain. Termasuk kegiatan operasional laboratorium kepolisian dan
        penilaian kesesuaian uji mutu sistem resi gudang. Pengujian medis dimasukkan dalam
        kelompok 86903.
     h. KBLI 50133 – Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Khusus
        Kelompok ini mencakup usaha pengangkutan barang dengan menggunakan kapal laut
        yang dirancang secara khusus untuk mengangkut suatu jenis barang tertentu, seperti
        angkutan barang berbahaya, limbah bahan berbahaya dan beracun, bahan bakar minyak,
        minyak bumi, hasil olahan, LPG, LNG dan CNG, ikan dan sejenisnya. Termasuk usaha
        persewaan angkutan laut berikut operatornya.
     i. KBLI 38211 – Treatment dan Pembuangan Sampah Tidak Berbahaya
        Kelompok ini mencakup usaha pengoperasian lahan untuk pembuangan limbah dan
        sampah yang tidak berbahaya, pembuangan limbah dan sampah yang tidak berbahaya
        melalui pembakaran atau metode lain dengan atau tanpa menghasilkan produk berupa
        listrik atau uap, bahan bakar substitusi, biogas, abu atau produk ikutan lainnya untuk
        kegunaan lebih lanjut, dan sebagainya dan treatment limbah dan sampah organik untuk
        pembuangan.
     j. KBLI 46634 – Perdagangan Besar Semen, Kapur, Pasir dan Batu
        Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar semen, kapur, pasir, dan batu untuk
        bahan konstruksi, seperti semen portland putih, semen portland abu-abu, semen posolan
        kapur, semen portland posolan, kapur tohor, kapur tembok, pasir, kerikil, koral, batu,
        batu pecahan, batu lempengan, batu pualam dan kubus mosaik.




                                                                                Business Valuation Unit
                                           58                                                    Jakarta
Page 74
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     k. KBLI 38220 – Pengelolaan dan Pembuangan Sampah Berbahaya
        Kelompok ini mencakup usaha treatment dan pembuangan yang dikelola baik oleh
        pemerintah dan swasta, seperti pembuangan dan treatment limbah padat atau limbah
        tidak padat yang berbahaya serta limbah spesifik, mencakup bahan mudah meledak,
        bahan mudah teroksidasi, bahan yang mudah terbakar, bahan beracun, iritan,
        karsinogenik, korosif atau bahan yang dapat menyebabkan infeksi dan substansi dan
        preparat lainnya yang berbahaya untuk kesehatan manusia dan lingkungan. Kegiatannya
        adalah usaha pengoperasian fasilitas untuk pembuangan limbah berbahaya dan sampah
        spesifik, treatment dan pembuangan binatang hidup atau mati yang beracun dan limbah
        terkontaminasi lainnya, pembakaran limbah berbahaya, treatment, pembuangan dan
        penyimpanan limbah radioaktif, seperti treatment dan pembuangan limbah radioaktif
        transisi, mencakup peluruhan pada masa/periode pembuangan limbah dan
        pembungkusan, penyiapan dan treatment lainnya terhadap limbah radioaktif.
     l. KBLI 52101 – Pergudangan dan Penyimpanan
        Kelompok ini mencakup usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan barang
        sementara sebelum barang tersebut dikirim ke tujuan akhir, dengan tujuan komersil.
     m. KBLI 52219 – Aktivitas Penunjang Angkutan Darat Lainnya
        Kelompok ini mencakup kegiatan usaha penggantian (switching) dan pelangsiran
        (shunting), bantuan derek, pencairan gas untuk tujuan transportasi dan jasa penunjang
        angkutan darat lainnya.
     n. KBLI 61992 – Aktivitas Telekomunikasi Khusus Untuk Keperluan Sendiri
        Kelompok ini mencakup usaha penyelenggaraan telekomunikasi yang khusus digunakan
        untuk keperluan sendiri dalam hal pengembangan hobi dan latih diri.
     o. KBLI 74909 – Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis Lainnya YTDL
        Kelompok ini mencakup kegiatan profesional, ilmiah dan teknik lainnya yang tidak
        diklasifikasikan di tempat lain, seperti jasa konsultasi ilmu pertanian (agronomist),
        konsultasi lingkungan, konsultasi teknik lain dan kegiatan konsultan selain konsultan
        arsitek, teknik dan manajemen. Termasuk juga jasa penyelaman dan pengangkatan benda
        muatan kapal tenggelam di kapal tenggelam. Kelompok ini juga mencakup kegiatan yang
        dilakukan oleh agen atau perwakilan atas nama perorangan yang biasa terlibatkan dalam
        pembuatan gambar bergerak, produksi teater atau hiburan lainnya atau atraksi olahraga
        dan penempatan buku, permainan (sandiwara, musik dan lain-lain), hasil seni, fotografi
        dan lain-lain, dengan publisher, produser dan lain-lain.

6.2. Entitas Anak

     Berdasarkan laporan keuangan SBI 30 Juni 2025, SBI memiliki entitas anak sebagai berikut
     :
     ● PT Solusi Bangun Beton (SBB)
     ● PT Readymix Concrete Indonesia (RCI)
     ● PT Pendawa Lestari Perkasa (PLP)
     ● PT Solusi Bangun Andalas (SBA)
     ● PT Aroma Cipta Anugrahtama (ACA)


                                                                              Business Valuation Unit
                                          59                                                   Jakarta
Page 75
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     ● PT Ciptanugrah Indonesia (CI)
     ● PT Aroma Sejahtera Indonesia (ASI)
     ● PT SBI Bangun Nusantara (SBN)

6.3. Penambahan Kegiatan Usaha

     Figur 38. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha SBI
       No.                            Nama KBLI                               Kode KBLI
        1.   Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam          09100
      Sumber: Manajemen SBI

     Adapun penjelasan secara rinci terkait KBLI penambahan usaha sebagai berikut:

     KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam :
     Kelompok ini mencakup kegiatan jasa yang berkaitan dengan pertambangan minyak dan gas
     bumi yang dilakukan atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, seperti jasa eksplorasi
     pengambilan minyak atau gas dengan cara tradisional yaitu membuat observasi geologi,
     pemasangan alat pengeboran, perbaikan dan pembongkaran penyemenan sumur minyak dan
     sumur gas, pembuatan saluran sumur, pemompaan sumur produksi, penyumbatan dan
     penutupan sumur produksi, pengujian produksi, dismantling, pencairan dan regasifikasi gas
     alam untuk kebutuhan transportasi di lokasi pertambangan, pengeboran percobaan dalam
     rangka penyulingan minyak bumi dan gas alam dan jasa pemadam kebakaran ladang minyak
     bumi dan gas alam.

6.4. Keunggulan Kompetitif

     SBI meyakini bahwa keunggulan kompetitif yang dimilikinya akan menjadi faktor penentu
     dalam keberhasilan ekspansi usaha di bidang aktivitas penunjang pertambangan minyak
     bumi dan gas alam melalui industri pengelola limbah b3 dan non b3 pertambangan minyak
     bumi dan gas alam. Keunggulan-keunggulan ini memberikan pondasi kuat bagi SBI untuk
     bersaing secara efektif di pasar nasional. Berikut adalah keunggulan kompetitif utama yang
     dimiliki oleh SBI:
     1. Memiliki kapabilitas komersial dan teknis yang terbukti, didukung oleh pengalaman
         panjang dalam pengelolaan portofolio di bidang Integrated Waste Solutions (IWS).
     2. Mempunyai portofolio dan pengalaman jangka panjang dalam berbagai proyek Oil and
         Gas (O&G), yang mencerminkan kompetensi dalam sektor energi dan industri terkait.
     3. Telah memperoleh lisensi resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia atau
         Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dalam bidang analisis pemantauan
         lingkungan, sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi dan standar nasional.
     4. Menjalin hubungan yang kuat dengan pemerintah daerah sebagai mitra dalam kegiatan
         pengumpulan Municipal Solid Waste (MSW), yang mendukung efektivitas pengelolaan
         limbah perkotaan.
     5. Memiliki kehadiran yang kuat di wilayah Pulau Jawa, yang berpotensi menjadi basis
         strategis untuk mendukung perluasan dan pengembangan kegiatan usaha SIG di wilayah
         lain.
     6. Mampu menyediakan layanan terpadu dari hulu hingga hilir (end-to-end services) kepada
         pelanggan, guna menjamin efisiensi dan kualitas hasil layanan.




                                                                               Business Valuation Unit
                                          60                                                    Jakarta
Page 76
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     7. Didukung oleh fasilitas laboratorium yang komprehensif dan keahlian teknis yang
        mumpuni, sebagai fondasi dalam menjamin keandalan proses analisis dan pengendalian
        kualitas lingkungan.

6.5. Kemampuan Pesaing dalam Meniru Produk

     Kemampuan pesaing untuk meniru hasil pengembangan kegiatan usaha KBLI 09100 –
     Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam, khususnya pada layanan
     pengelolaan limbah B3 dan non-B3 dari kegiatan pengeboran atau pekerjaan drilling waste
     management, secara prinsip memang dimungkinkan. Namun, proses imitasi ini menghadapi
     berbagai hambatan teknis dan regulatif yang membuatnya sulit direplikasi secara
     menyeluruh. Pengelolaan limbah pengeboran melibatkan tahapan yang kompleks, seperti
     pemisahan padatan dan cairan, stabilisasi dan solidifikasi limbah, hingga pengolahan
     material yang mengandung hidrokarbon. Setiap tahapan memerlukan kompetensi teknis
     tinggi, fasilitas berteknologi khusus, serta kepatuhan ketat terhadap peraturan pengelolaan
     limbah B3 yang ditetapkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian
     Lingkungan Hidup (BPLH).

     Selain faktor teknis, perizinan operasional, sertifikasi lingkungan, serta pengalaman kerja di
     sektor pengelolaan limbah industri juga menjadi hambatan utama bagi pesaing baru. SBI
     memiliki rekam jejak panjang dalam kegiatan pengelolaan limbah melalui penerapan
     teknologi co-processing dan integrated waste solutions, sehingga telah memiliki standar dan
     sistem pengelolaan yang diakui secara nasional. Layanan yang ditawarkan tidak hanya
     mencakup pengelolaan limbah fisik, tetapi juga analisis laboratorium, pemantauan kualitas
     lingkungan, serta pelaporan berstandar tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri
     migas. Aspek-aspek ini membutuhkan fasilitas laboratorium yang komprehensif, tenaga ahli
     bersertifikat, dan sistem manajemen lingkungan terakreditasi yang sulit untuk segera ditiru
     oleh pesaing.

     Selain itu, SBI juga memiliki hubungan kerja sama yang kuat dengan pemerintah dan pelaku
     industri migas nasional, yang menjadi keunggulan kompetitif tersendiri. Jaringan ini
     mendukung kelancaran koordinasi operasional, pemenuhan izin, serta memperkuat
     kepercayaan pelanggan terhadap kualitas layanan perusahaan. Dengan mempertimbangkan
     keseluruhan faktor tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun secara teoritis layanan
     drilling waste management dapat ditiru, kemampuan pesaing untuk menirunya secara efektif,
     efisien, dan sesuai standar lingkungan menghadapi tantangan besar. Oleh karena itu, SBI
     memiliki posisi kompetitif yang kuat dalam mengembangkan dan mempertahankan pasar di
     bidang pengelolaan limbah pertambangan minyak bumi dan gas alam.

6.6. Kemampuan Untuk Menciptakan nilai

     Kemampuan SBI dalam menciptakan nilai melalui penambahan kegiatan usaha KBLI 09100
     – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam terlihat dari
     pengembangan layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 hasil kegiatan pengeboran
     minyak dan gas (drilling waste management). Layanan ini tidak hanya berfungsi untuk
     menangani limbah migas, tetapi juga menghasilkan manfaat ekonomi, lingkungan, dan
     sosial. Melalui penerapan proses pemisahan padatan dan cairan, pengeringan, serta
     penetralan limbah yang mengandung bahan berbahaya, SBI mampu mengolah limbah
     pengeboran menjadi material yang lebih aman dan ramah lingkungan. Upaya ini sejalan

                                                                                  Business Valuation Unit
                                            61                                                     Jakarta
Page 77
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     dengan komitmen perusahaan untuk menjalankan kegiatan industri yang efisien, bertanggung
     jawab, dan mendukung pengurangan dampak pencemaran lingkungan.

     Selain memberikan nilai ekonomi bagi perusahaan, kegiatan pengelolaan limbah ini juga
     menciptakan manfaat jangka panjang bagi pelanggan dan masyarakat. Integrasi pengelolaan
     limbah dengan fasilitas yang telah dimiliki SBI meningkatkan efisiensi biaya serta menjamin
     kualitas hasil pengelolaan yang sesuai dengan ketentuan lingkungan. Dukungan tenaga ahli,
     fasilitas laboratorium yang memadai, serta sistem pemantauan kualitas lingkungan yang
     teratur menjadikan SBI sebagai mitra terpercaya bagi industri minyak dan gas. Kegiatan ini
     juga berkontribusi dalam membuka lapangan kerja lokal, memperkuat kerja sama dengan
     pemerintah daerah, serta mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan
     demikian, penambahan kegiatan usaha melalui KBLI 09100 memperkuat posisi SBI sebagai
     perusahaan yang inovatif, bertanggung jawab, dan berperan aktif dalam pembangunan
     industri yang berwawasan lingkungan.

6.7. Analisis Risiko

     Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, penambahan kegiatan
     usaha yang akan dilaksanakan oleh SBI di bidang Aktivitas Penunjang Pertambangan
     Minyak Bumi dan Gas Alam tidak terlepas dari risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai
     faktor yang akhirnya dapat mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan kesehatan bisnis. Risiko-
     risiko tersebut antara lain:

     Risiko Usaha layanan jasa Drilling Waste Management (KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang
     Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam):

     ●   Risiko Ketergantungan terhadap Aktivitas Eksplorasi dan Produksi Migas
         Kinerja usaha jasa drilling waste management sangat bergantung pada intensitas kegiatan
         eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi. Penurunan harga minyak dunia atau
         kebijakan pengendalian produksi dapat mengurangi volume pengeboran, yang secara
         langsung menurunkan permintaan terhadap layanan pengelolaan limbah pengeboran.
     ●   Risiko Kepatuhan terhadap Regulasi Lingkungan
         Kegiatan pengelolaan limbah B3 di sektor migas tunduk pada berbagai ketentuan
         perundang-undangan yang ketat, seperti perizinan pengelolaan limbah B3, standar baku
         mutu lingkungan, serta pelaporan elektronik melalui SIMPEL atau ESDM One Map.
         Ketidakpatuhan terhadap regulasi dapat berakibat pada sanksi administratif, penghentian
         operasional, hingga kerugian reputasi perusahaan.
     ●   Risiko Teknis dalam Penanganan Limbah Berbahaya
         Proses penanganan drilling waste, sludge oil, maupun limbah cair mengandung risiko
         teknis tinggi seperti kebocoran, tumpahan, atau pencemaran lingkungan akibat kegagalan
         sistem pengolahan. Kegagalan operasional dapat menimbulkan dampak lingkungan dan
         sosial yang luas serta menurunkan kepercayaan pelanggan, terutama perusahaan migas
         berskala besar.
     ●   Risiko Investasi dan Biaya Operasional yang Tinggi
         Usaha drilling waste management membutuhkan investasi besar dalam peralatan khusus
         seperti solid control unit, thermal desorption unit, dan sistem pengelolaan limbah cair.
         Selain itu, biaya operasional seperti transportasi limbah, pengujian laboratorium, serta
         pemeliharaan fasilitas pengolahan cukup tinggi. Ketidakseimbangan antara beban biaya
         dan volume pekerjaan dapat mempengaruhi profitabilitas usaha.

                                                                                Business Valuation Unit
                                           62                                                    Jakarta
Page 78
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     ●   Risiko Persaingan dengan Penyedia Jasa Sejenis
         Pasar pengelolaan limbah migas di Indonesia telah diisi oleh sejumlah perusahaan
         nasional dan multinasional dengan fasilitas serta teknologi pengolahan yang mumpuni.
         Ketatnya persaingan dapat menekan margin keuntungan dan mengharuskan perusahaan
         melakukan efisiensi serta inovasi layanan agar tetap kompetitif.
     ●   Risiko Keterlambatan Proyek dan Kinerja Mitra Kerja
         Sebagai penyedia jasa penunjang, keberhasilan proyek sangat bergantung pada
         koordinasi dengan kontraktor pengeboran dan operator migas. Keterlambatan dalam
         pengiriman limbah, gangguan logistik, atau ketidaksesuaian jadwal pengeboran dapat
         menghambat pelaksanaan layanan dan menimbulkan potensi penalti dari pihak pengguna
         jasa.
     ●   Risiko Perubahan Kebijakan Energi dan Transisi ke Energi Baru Terbarukan (EBT)
         Perubahan arah kebijakan energi nasional menuju energi bersih dan penurunan
         ketergantungan pada bahan bakar fosil dapat mengurangi aktivitas eksplorasi migas
         dalam jangka panjang. Hal ini berpotensi menurunkan permintaan terhadap jasa
         penunjang pertambangan migas, termasuk layanan drilling waste management.

6.8. Analisis SWOT

     Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang
     bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi
     dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai
     daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and
     weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and
     threat).

     Strategi penambahan kegiatan usaha KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan
     Minyak Bumi dan Gas Alam dilakukan dengan membuat SWOT matriks. SWOT matriks ini
     dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi, baik internal (kekuatan dan kelemahan) maupun
     eksternal (peluang dan ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis SWOT yang ada maka
     dapat disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strengths – Opportunities (S – O), Weakness –
     Opportunity (W – O), Strength – Threat (S – T), dan Weakness – Threat (W – T).

     Figur 39. Analisis SWOT
                                         Kekuatan / Strength              Kelemahan / Weakness
                                     ● Memiliki fasilitas co-         ● Proses perizinan di sektor
                                       processing yang telah            migas memiliki kompleksitas
                                       beroperasi secara komersial      tinggi dan waktu pengurusan
                                       dan diakui pemerintah            yang relatif panjang.
                                       sebagai teknologi              ● Diperlukan investasi
                                       pengelolaan limbah ramah         tambahan untuk fasilitas
                                       lingkungan.                      penanganan awal
              Faktor Internal        ● Berpengalaman dalam              (pretreatment) limbah
             Faktor Eksternal          pengelolaan limbah industri      pengeboran sebelum masuk ke
                                       B3 dan non-B3, termasuk          proses co-processing.
                                       pengelolaan limbah padat,      ● Ketergantungan terhadap
                                       cair, dan residu bahan bakar     volume kegiatan eksplorasi
                                       alternatif.                      dan produksi migas yang
                                     ● Didukung oleh jaringan           bersifat fluktuatif dapat
                                       operasional seperti              memengaruhi kestabilan
                                       Nathabumi yang memiliki          pasokan limbah.
                                       basis pelanggan dari sektor


                                                                                    Business Valuation Unit
                                           63                                                        Jakarta
Page 79
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

                                            energi dan manufaktur.           ● Kebutuhan sumber daya
                                          ● Infrastruktur dan sumber           manusia dengan kompetensi
                                            daya teknis telah memenuhi         teknis khusus di bidang
                                            standar keselamatan dan            pengelolaan limbah migas
                                            lingkungan, memudahkan             masih harus ditingkatkan.
                                            integrasi dengan sistem
                                            pengelolaan limbah migas.
                                          ● Reputasi perusahaan
                                            sebagai bagian dari SIG
                                            Group memperkuat
                                            kepercayaan mitra bisnis
                                            dan pemerintah dalam
                                            pengembangan layanan
                                            baru.
           Peluang / Opportunity                 Strategi (“SO”)                    Strategi (“WO”)
      ● Pemerintah menargetkan            ● Mengoptimalkan fasilitas co-     ● Melakukan transfer
        peningkatan produksi minyak         processing dan reputasi            pengetahuan dan pelatihan
        nasional hingga 1 juta barel        perusahaan untuk menjalin          teknis bersama mitra yang
        per hari dan gas sebesar 12         kerja sama strategis dengan        telah berpengalaman dalam
        miliar kaki kubik per hari pada     perusahaan migas nasional          pengelolaan drilling waste
        tahun 2030 (Sumber:                 dan internasional dalam            management guna
        Kementerian ESDM, 2024).            pengelolaan limbah                 mempercepat adaptasi
      ● Meningkatnya aktivitas              pengeboran.                        teknologi.
        eksplorasi dan pengeboran,        ● Memperluas jangkauan             ● Mengajukan dukungan dan
        terutama di wilayah                 layanan Nathabumi sebagai          kemitraan dengan pemerintah
        Kalimantan Timur, Natuna,           jaringan distribusi dan            melalui program pengelolaan
        dan Indonesia Timur, akan           hubungan pelanggan utama           limbah terintegrasi di kawasan
        meningkatkan kebutuhan              di sektor energi dan               industri migas nasional.
        pengelolaan limbah                  pertambangan.                    ● Melakukan investasi bertahap
        pengeboran.                       ● Meningkatkan promosi               pada fasilitas pretreatment
      ● Potensi kerja sama dengan           layanan pengelolaan limbah         limbah pengeboran agar siap
        perusahaan migas nasional           migas melalui kegiatan             diolah melalui sistem co-
        (seperti Pertamina) dan swasta      pameran industri, forum            processing.
        (seperti Medco, Harbour             migas nasional, dan              ● Mengembangkan unit kerja
        Energy, EMP, dan BP) melalui        kolaborasi dengan asosiasi         khusus yang fokus pada sektor
        jaringan Nathabumi yang             lingkungan serta                   migas untuk memperkuat
        sudah terjalin.                     Kementerian ESDM.                  kompetensi sumber daya
      ● Dukungan pemerintah               ● Mengembangkan paket                manusia dan koordinasi
        terhadap penerapan                  layanan terpadu yang               operasional.
        pengelolaan limbah ramah            mencakup pengangkutan,           ● Menyusun strategi pemasaran
        lingkungan dan efisiensi energi     pengolahan, dan pemanfaatan        digital berbasis data (data-
        memberi nilai tambah                limbah sebagai bahan bakar         driven marketing) untuk
        kompetitif bagi SBI.                alternatif (alternative fuel),     menargetkan pelanggan
      ● Tren pengurangan emisi dan          untuk memberikan nilai             potensial di wilayah eksplorasi
        penerapan prinsip industri          tambah bagi pelanggan.             baru seperti Kalimantan
        berkelanjutan mendorong           ● Memanfaatkan kebijakan             Timur, Sulawesi, dan Papua.
        permintaan terhadap solusi          pemerintah tentang
        pengelolaan limbah                  peningkatan produksi minyak
        terintegrasi.                       dan gas untuk memperkuat
                                            posisi SBI sebagai mitra
                                            utama dalam pengelolaan
                                            limbah ramah lingkungan.
             Ancaman / Threat                    Strategi (“ST”)                    Strategi (“WT”)
      ● Persaingan dari perusahaan        ● Memperkuat keunggulan            ● Melakukan studi kelayakan
        yang telah berpengalaman dan        kompetitif dengan                  teknis mendalam sebelum
        memiliki izin khusus dalam          menonjolkan aspek                  ekspansi ke wilayah baru agar
        drilling waste management.          keamanan, efisiensi, dan
                                                                               risiko operasional dan
      ● Perubahan kebijakan                 kepatuhan terhadap regulasi
        lingkungan atau pembaruan                                              finansial dapat ditekan.



                                                                                            Business Valuation Unit
                                                 64                                                          Jakarta
Page 80
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

        regulasi B3 yang dapat                 lingkungan dalam seluruh        ● Menyusun perencanaan
        meningkatkan biaya                     materi promosi.                   investasi jangka panjang yang
        operasional dan administrasi.      ●   Menjalin kemitraan jangka         fleksibel agar dapat
      ● Ketidakstabilan harga minyak           panjang dengan perusahaan
                                                                                 menyesuaikan dengan
        dunia yang dapat                       migas utama untuk menjaga
        memengaruhi jumlah proyek              stabilitas pasokan limbah dan     dinamika pasar migas global.
        eksplorasi dan volume limbah           mengurangi dampak               ● Memperkuat kerja sama
        yang dihasilkan.                       fluktuasi harga minyak            dengan lembaga penelitian
      ● Risiko teknis dari karakteristik       global.                           dan universitas untuk
        limbah pengeboran yang             ●   Melakukan sertifikasi             pengembangan metode
        bervariasi dan memerlukan              tambahan dan audit                pengelolaan limbah
        penanganan berbeda di setiap           lingkungan secara berkala
                                                                                 pengeboran yang lebih efisien
        lokasi.                                guna memastikan seluruh
      ● Potensi hambatan logistik dan          proses pengelolaan limbah         dan ekonomis.
        distribusi, terutama di wilayah        memenuhi standar nasional       ● Meningkatkan kapasitas
        operasi terpencil seperti lepas        dan internasional.                tenaga kerja melalui pelatihan
        pantai dan kawasan timur           ●   Membangun pusat logistik          rutin dan sertifikasi K3L
        Indonesia.                             regional untuk mempercepat        untuk menjaga standar
                                               pengumpulan dan                   keselamatan dan mutu
                                               pengiriman limbah dari
                                                                                 layanan.
                                               wilayah operasi terpencil.
                                           ●   Mengintegrasikan teknologi      ● Mengoptimalkan komunikasi
                                               pemantauan digital (digital       dengan pemerintah daerah
                                               monitoring system) untuk          untuk mempercepat proses
                                               memastikan transparansi dan       perizinan dan memperoleh
                                               keandalan proses                  dukungan kebijakan lokal.
                                               pengelolaan limbah.


6.9. Potensi Pasar dan Proyeksi Pertumbuhan Sektor – Sektor Baru

     Potensi pasar kegiatan penunjang pertambangan minyak bumi dan gas alam, khususnya pada
     layanan pengelolaan limbah pengeboran (drilling waste management), menunjukkan prospek
     pertumbuhan yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan sebaran wilayah operasi dan
     pelanggan potensial pada peta industri, aktivitas eksplorasi dan produksi migas tersebar di
     hampir seluruh wilayah Indonesia, meliputi blok-blok utama seperti Andaman, Natuna,
     Mahakam, Cepu, hingga Kalimantan Timur dan Papua. Beberapa perusahaan besar seperti
     Pertamina, Medco Energy, Harbour Energy, ENI, ExxonMobil, dan BP menjadi pemain
     utama yang membutuhkan layanan pengelolaan limbah pengeboran secara berkelanjutan.
     Total nilai kontrak potensial dari pelanggan eksisting dan prospektif yang tercatat mencapai
     lebih dari 1 triliun rupiah per tahun, dengan kebutuhan cutting skip rata-rata antara 50 hingga
     300 unit per sumur tergantung pada lokasi dan kedalaman pengeboran. Kondisi ini
     mencerminkan besarnya peluang pasar bagi penyedia jasa pengelolaan limbah yang memiliki
     kemampuan teknis dan legalitas lengkap seperti SBI.




                                                                                              Business Valuation Unit
                                                  65                                                           Jakarta
Page 81
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 40. Potensi Pasar




     Sumber: Manajemen SBI

     Dilansir dari indonesia.go.id bahwa secara nasional, pertumbuhan sektor penunjang industri
     migas diproyeksikan meningkat seiring dengan program pemerintah dalam peningkatan
     produksi minyak nasional menuju 1 juta barel per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari
     pada tahun 2030. Peningkatan jumlah proyek eksplorasi baru, terutama di wilayah lepas
     pantai (offshore) dan kawasan timur Indonesia, akan mendorong peningkatan volume limbah
     pengeboran yang perlu dikelola secara aman dan efisien. Hal ini membuka peluang ekspansi
     bagi SBI dalam memperluas cakupan layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3 di berbagai
     blok migas nasional. Dengan dukungan fasilitas co-processing yang telah teruji, jaringan
     pelanggan eksisting melalui unit bisnis usaha AFR dengan merek dagang “Nathabumi”, serta
     hubungan baik dengan pemerintah daerah dan pelaku industri energi, SBI berpotensi menjadi
     salah satu penyedia layanan pengelolaan limbah industri migas terintegrasi terbesar di
     Indonesia. Dengan mempertimbangkan arah kebijakan energi nasional dan tren peningkatan
     aktivitas eksplorasi, sektor ini diperkirakan tumbuh stabil dalam kisaran 5–7% per tahun
     selama lima tahun mendatang.

6.10. Kesimpulan

     Dari sisi keunggulan kompetitif, SBI memiliki landasan yang kuat untuk melakukan ekspansi
     usaha di bidang aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan gas alam melalui
     layanan pengelolaan limbah B3 dan non-B3. Kapabilitas komersial dan teknis yang telah
     terbukti, dukungan fasilitas laboratorium yang lengkap, serta pengalaman panjang dalam
     pengelolaan limbah industri menjadi faktor pembeda utama yang sulit disaingi oleh
     kompetitor. Selain itu, jaringan kerja sama yang solid dengan pemerintah daerah dan pelaku
     industri energi memberikan keunggulan strategis dalam memperluas pasar serta memperkuat
     kepercayaan pelanggan terhadap kualitas dan kepatuhan lingkungan yang dijalankan SBI.



                                                                                Business Valuation Unit
                                          66                                                     Jakarta
Page 82
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Dari aspek kemampuan pesaing dalam meniru produk, peluang kompetitor untuk mereplikasi
     layanan drilling waste management tergolong rendah karena tingginya hambatan teknis,
     regulatif, dan investasi yang diperlukan. Pengelolaan limbah pengeboran membutuhkan
     sistem teknologi khusus, tenaga ahli bersertifikat, serta izin operasional yang kompleks.
     Keunggulan SBI yang telah memiliki sistem co-processing terintegrasi dan rekam jejak
     nasional dalam pengelolaan limbah industri menjadikannya memiliki posisi kompetitif yang
     kokoh dan sulit disaingi oleh perusahaan baru di sektor yang sama.

     Dari aspek kemampuan menciptakan nilai, kegiatan usaha SBI tidak hanya menghasilkan
     manfaat ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga memberikan nilai tambah lingkungan dan
     sosial. Layanan pengelolaan limbah pengeboran minyak dan gas mendukung upaya
     pengurangan pencemaran, efisiensi biaya pengelolaan limbah, serta peningkatan tanggung
     jawab lingkungan perusahaan migas. Melalui integrasi dengan fasilitas yang telah ada, SBI
     mampu menciptakan sistem pengelolaan limbah yang efisien, aman, dan berkelanjutan,
     sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja lokal dan memperkuat kerja sama dengan
     pemerintah daerah.

     Namun demikian, hasil analisis risiko menunjukkan bahwa usaha drilling waste management
     memiliki sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, seperti ketergantungan terhadap tingkat
     eksplorasi migas nasional, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan yang ketat, risiko teknis
     dalam penanganan limbah berbahaya, serta kebutuhan investasi dan biaya operasional yang
     besar. Selain itu, persaingan dengan penyedia jasa sejenis serta potensi dampak kebijakan
     transisi energi nasional perlu dihadapi dengan strategi adaptif dan efisiensi operasional yang
     tinggi. Berdasarkan analisis SWOT, SBI memiliki kekuatan internal yang signifikan berupa
     reputasi, pengalaman, dan fasilitas pengelolaan limbah yang mumpuni, serta peluang pasar
     yang terbuka luas seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi migas nasional. Strategi
     pengembangan diarahkan pada pemanfaatan keunggulan fasilitas eksisting, peningkatan
     kapasitas sumber daya manusia, kolaborasi teknologi dengan mitra strategis, serta perluasan
     jaringan layanan ke wilayah operasi migas potensial seperti Kalimantan, Sulawesi, dan
     Papua.

     Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen SBI, dilihat dari
     segmen usaha, keunggulan kompetitif, kemampuan pesaing dalam meniru produk,
     kemampuan dalam menciptakan nilai, analisis risiko, serta hasil analisis SWOT terhadap
     rencana penambahan kegiatan usaha KBLI 09100 serta prospek pasar yang tumbuh seiring
     peningkatan aktivitas eksplorasi dan produksi migas nasional. Dengan demikian, rencana
     penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis layak.




                                                                                  Business Valuation Unit
                                            67                                                     Jakarta
Page 83
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

7.   ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1. Sumber Daya Manusia

     Salah satu faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan
     adalah peran penting yang dimainkan oleh sumber daya manusia yang menangani berbagai
     aspek operasional. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya manajemen yang profesional
     dan terampil dalam setiap fungsi operasional perusahaan, agar semua kegiatan dapat berjalan
     secara efisien dan efektif. Manajemen yang baik akan memastikan koordinasi yang optimal
     antara berbagai divisi, serta mampu mengelola sumber daya dengan baik untuk mencapai
     tujuan perusahaan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat meminimalkan kesalahan,
     meningkatkan produktivitas, dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.

     Dalam pelaksanaan penambahan kegiatan usaha, SBI akan memanfaatkan sumber daya
     manusia yang telah tersedia dari unit usaha divisi AFR dengan merek dagang “Nathabumi”,
     dengan total 84 orang karyawan berpengalaman. Dari jumlah tersebut, 33 orang memiliki
     sertifikasi drilling waste management, dan 12 orang memiliki sertifikasi pengelolaan limbah
     B3.

     Berikut merupakan komposisi Karyawan Divisi AFR untuk penambahan kegiatan usaha:

     Figur 41. Komposisi Jumlah Karyawan Divisi AFR
                                         Tenaga kerja dengan            Tenaga kerja dengan
              Tenaga kerja
                                       sertifikasi Drilling Waste    sertifikasi pengelola limbah
                (orang)
                                              Management                           B3
                  84                               33                              12
     Sumber: Manajemen SBI

     Dalam rangka mendukung rencana perubahan kegiatan usaha dan peningkatan kapasitas
     operasional, SBI telah melakukan pemetaan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) secara
     rinci. Pemetaan ini mencakup identifikasi jumlah, jenis keterampilan, serta tingkat
     kompetensi yang diperlukan untuk menunjang kegiatan usaha baru, untuk memenuhi
     kebutuhan sumber daya manusia dalam mendukung penambahan kegiatan usaha pada KBLI
     09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam, khususnya layanan
     drilling waste management, SBI telah menyiapkan beberapa langkah strategis yang terarah
     dan berkelanjutan.

     Pertama, SBI akan melaksanakan program pelatihan dan pengembangan kompetensi bagi
     tenaga kerja baru dan eksisting guna memastikan keterampilan dan pemahaman teknis sesuai
     dengan kebutuhan layanan drilling waste management. Program ini difokuskan pada
     peningkatan produktivitas, penerapan keselamatan kerja (K3), serta pemahaman terhadap
     standar lingkungan dan efisiensi proses kerja. Kedua, sebagai bagian dari strategi penguatan
     daya saing, SBI akan menguatkan unit riset dan pengembangan (R&D) internal yang
     berfungsi untuk melakukan inovasi proses, meningkatkan efektivitas penanganan limbah,
     dan mendukung pengembangan teknologi pengolahan yang ramah lingkungan.

     Selanjutnya, untuk memastikan tata kelola sumber daya manusia yang optimal, SBI akan
     melakukan penyesuaian struktur organisasi dan penguatan fungsi pendukung SDM. Langkah
     ini bertujuan agar pengelolaan pertumbuhan jumlah karyawan, peningkatan kompetensi,


                                                                                 Business Valuation Unit
                                           68                                                     Jakarta
Page 84
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     serta pembagian fungsi kerja dapat berjalan efektif dan selaras dengan arah pengembangan
     usaha perusahaan. Melalui strategi ini, SBI menunjukkan kesiapan manajerial dan
     operasional yang kuat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan usaha baru di sektor
     penunjang industri migas secara berkelanjutan.

7.2. Komposisi Karyawan SBI

     Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Annual Report SBI tahun 2024, jumlah karyawan
     yang tercatat sebanyak 1.893 orang. Berikut adalah rincian distribusi karyawan berdasarkan
     tingkat pendidikan, jabatan, jenjang usia, dan status ketenagakerjaan:

     Figur 42. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
            Tingkat Pendidikan                 Orang
      Doktor                                     2
      Pascasarjana                              111
      Sarjana                                   850
      Diploma                                   388
      SMA                                       478
      SD/SMP                                    64
                   Jumlah                      1.893
     Sumber: Annual Report SBI, 2024

     Figur 43. Jumlah Karyawan Berdasarkan Jabatan
                 Jabatan                       Orang
      Executive Management                       -
      Top Management                            16
      Senior Management                         42
      Middle Management                         427
      First Management                         1.215
      Non-Management                            193
                  Jumlah                       1.893
     Sumber: Annual Report SBI, 2024

     Figur 44. Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenjang Usia
                     Usia                      Orang
      <30 Tahun                                 67
      30-50 Tahun                              1.219
      >50 Tahun                                 607
                    Jumlah                     1.893
     Sumber: Annual Report SBI, 2024

     Figur 45. Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
          Status Ketenagakerjaan               Orang
      Tetap / Permanent                        1.845
      Kontrak/ Contract                         48
                  Jumlah                       1.893
     Sumber: Annual Report SBI, 2024




                                                                               Business Valuation Unit
                                          69                                                    Jakarta
Page 85
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Berdasarkan informasi dari manajemen SBI berikut merupakan Jumlah Sumber Daya
     Manusia yang ada di unit usaha divisi AFR:

     Figur 46. Jumlah Karyawan di Unit Usaha AFR :
                         Bagian                      Orang
       NB Management                                   7
       Commercial                                     25
       Business Development                            2
       Technical                                       8
       Compliance & Permitting                         8
       Operation                                      34
                          Total                       84
     Sumber: Manajemen SBI

     Figur 47. Jumlah Karyawan yang memiliki sertifikasi untuk menunjang layanan drilling
               waste management dan pengelolaan limbah B3 di unit usaha divisi AFR
               Nathabumi :
                            Bagian                    Orang
       Sertifikasi DWM                                 33
       Sertifikasi Pengolah Limbah B3                  12
                             Total                     45
     Sumber: Manajemen SBI

7.3. Manajemen Kekayaan Intelektual

     Menurut Undang – Undang yang telah disahkan oleh DPR – RI pada tanggal 21 Maret 1997,
     Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah hak-hak secara umum yang berhubungan dengan
     permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
     berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
     (commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).

7.4. Manajemen Risiko

     Seperti halnya dengan ekspansi usaha yang dilakukan oleh berbagai perusahaan, penambahan
     kegiatan usaha SBI dalam bidang aktivitas penunjang pertambangan minyak bumi dan gas
     alam juga menghadapi berbagai risiko. Risiko tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor
     eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak
     risiko tersebut. SBI telah melakukan identifikasi dan analisis terhadap potensi risiko yang
     mungkin muncul beserta dampaknya. Berikut adalah risiko yang telah diidentifikasi
     berdasarkan analisis risiko yang telah dijelaskan dalam aspek pola bisnis beserta strategi
     mitigasi yang diterapkan, yaitu sebagai berikut:

     Figur 48. Manajemen Risiko
       No.            Jenis Risiko                            Strategi Mitigasi
                                        Diversifikasi sumber pendapatan dengan memperluas
              Risiko Ketergantungan     layanan pengelolaan limbah ke sektor industri lain yang
              terhadap Aktivitas        memiliki karakteristik serupa, seperti petrokimia dan
        1.
              Eksplorasi dan Produksi   lainnya. Selain itu, menjalin kontrak jangka panjang dengan
              Migas                     perusahaan migas nasional maupun swasta untuk menjaga
                                        kestabilan volume pekerjaan.



                                                                                   Business Valuation Unit
                                          70                                                        Jakarta
Page 86
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

       No.          Jenis Risiko                                Strategi Mitigasi
                                          Melakukan pembaruan dan penyesuaian prosedur
                                          operasional secara berkala sesuai ketentuan peraturan
             Risiko Kepatuhan terhadap    lingkungan terbaru. Menyediakan tim kepatuhan internal
        2.
             Regulasi Lingkungan          (compliance team) yang berfokus pada pemantauan izin,
                                          audit lingkungan, dan pelaporan kepada instansi
                                          berwenang.
                                          Meningkatkan pelatihan teknis bagi tenaga kerja serta
                                          menerapkan standar keselamatan kerja (K3) yang ketat.
             Risiko Teknis dalam
                                          Penggunaan teknologi pengolahan yang telah teruji dan
        3.   Penanganan Limbah
                                          sistem pemantauan kualitas hasil olahan juga menjadi
             Berbahaya
                                          langkah penting untuk memastikan keamanan dan efisiensi
                                          proses.
                                          Melakukan perencanaan keuangan yang cermat dengan
                                          analisis kelayakan investasi dan skema pembiayaan
             Risiko Investasi dan Biaya
        4.                                bertahap. Optimalisasi pemanfaatan fasilitas eksisting SBI
             Operasional yang Tinggi
                                          seperti peralatan Drilling waste management dapat
                                          mengurangi kebutuhan rental peralatan yang besar.
                                          Memperkuat keunggulan kompetitif melalui inovasi
                                          layanan, efisiensi biaya, dan penerapan sistem manajemen
             Risiko Persaingan dengan
        5.                                mutu. Selain itu, memanfaatkan reputasi dan jaringan bisnis
             Penyedia Jasa Sejenis
                                          SBI serta Nathabumi sebagai nilai tambah dalam
                                          memenangkan tender proyek.
                                          Menetapkan sistem pemantauan proyek terpadu dengan Key
             Risiko Keterlambatan         Performance Indicator (KPI) yang jelas bagi mitra kerja.
        6.   Proyek dan Kinerja Mitra     Pelaksanaan evaluasi berkala terhadap kinerja kontraktor
             Kerja                        dan penerapan sanksi atau insentif akan membantu menjaga
                                          ketepatan waktu dan kualitas pekerjaan
                                          Menyesuaikan strategi bisnis dengan mengembangkan
             Risiko Perubahan
                                          layanan pengelolaan limbah non-migas, termasuk dari
             Kebijakan Energi dan
        7.                                sektor energi terbarukan. Selain itu, melakukan kajian pasar
             Transisi ke Energi Baru
                                          dan kebijakan energi secara berkala agar arah bisnis tetap
             Terbarukan (EBT)
                                          relevan dengan dinamika industri nasional.

7.5. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

     Seiring dengan rencana penambahan kegiatan usaha pada aktivitas penunjang pertambangan
     minyak bumi dan gas alam, SBI telah menyiapkan strategi pengelolaan sumber daya manusia
     yang adaptif dan terukur. Untuk mendukung operasional KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang
     Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam, SBI akan mengoptimalkan tenaga kerja internal
     sebanyak 84 orang yang telah memiliki pengalaman di bidang pengelolaan limbah industri,
     di mana 33 orang di antaranya telah memiliki sertifikasi terkait layanan drilling waste
     management dan 12 orang telah memiliki sertifikasi pengolah limbah B3 Langkah ini
     mencerminkan kesiapan manajerial dalam memenuhi kebutuhan awal operasional tanpa
     menambah beban struktur organisasi secara signifikan, serta menunjukkan kemampuan
     perusahaan dalam mengintegrasikan sumber daya internal dengan tenaga baru yang akan
     dilatih sesuai standar operasional.

     Fokus utama manajemen SBI dalam tahap awal pengembangan layanan drilling waste
     management adalah memastikan kesiapan teknis dan efisiensi operasional melalui
     penyempurnaan desain proses, peningkatan performa fasilitas, serta penerapan standar


                                                                                      Business Valuation Unit
                                            71                                                         Jakarta
Page 87
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     keselamatan kerja (K3) secara menyeluruh. Kegiatan pelatihan dan pengujian lapangan akan
     dilakukan untuk menjamin bahwa seluruh tenaga kerja memahami prosedur pengelolaan
     limbah B3 dan non-B3 dengan aman dan sesuai regulasi lingkungan yang berlaku.
     Pendekatan ini mencerminkan komitmen manajemen dalam mengedepankan tata kelola yang
     bertanggung jawab dan berorientasi pada keberlanjutan operasional.

     Kemampuan manajemen SBI dalam membangun koordinasi lintas fungsi, mengoptimalkan
     sumber daya internal, serta menjalin kerja sama strategis dengan mitra eksternal
     menunjukkan kapasitas organisasi yang solid untuk menjalankan kegiatan usaha baru.
     Pengalaman SBI dalam pengelolaan limbah industri melalui unit bisnis usaha AFR dengan
     merek dagang “Nathabumi” menjadi modal penting dalam memperkuat implementasi
     operasional layanan drilling waste management.

7.6. Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen

     Sistem organisasi dan manajemen yang efektif sangat penting untuk mendukung terciptanya
     perusahaan yang teratur dalam pengendalian internal, sehingga dapat membangun
     perusahaan yang solid dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi dan
     manajemen yang baik berkaitan erat dengan koordinasi kerja yang terorganisir dan terarah.

     Setiap organisasi memerlukan pembagian tugas yang jelas, disesuaikan dengan bagan
     organisasi, delegasi wewenang yang tegas, serta koordinasi yang terintegrasi. Penempatan
     tenaga kerja yang tepat sesuai dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilan mereka
     menjadi faktor kunci dalam implementasi kebijakan perusahaan. Hal ini akan mempermudah
     proses delegasi tugas antara unit yang ada, yang pada gilirannya akan memperlancar kinerja
     perusahaan. Oleh karena itu, SBI menyadari pentingnya memiliki struktur organisasi dan
     sistem manajemen yang efektif dan adaptif dalam menjawab tantangan bisnis yang dinamis.
     Struktur organisasi yang jelas, terukur, dan selaras dengan strategi bisnis menjadi fondasi
     utama dalam mewujudkan visi Perseroan. SBI meyakini bahwa keberhasilan tidak hanya
     bergantung pada produk dan layanan yang dihasilkan, tetapi juga pada bagaimana fungsi-
     fungsi manajerial dijalankan secara terintegrasi, efisien, dan akuntabel. Dengan struktur
     organisasi yang tepat, alur pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat, koordinasi
     antar unit menjadi lebih harmonis, serta pengawasan dan evaluasi kinerja dapat dilakukan
     secara menyeluruh. Menyadari pentingnya hal tersebut, Perseroan secara konsisten
     melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap struktur organisasi dan kebijakan manajemen
     agar tetap relevan dan responsif terhadap perkembangan industri. Berikut merupakan struktur
     organisasi SBI per 30 Juni 2025.




                                                                                Business Valuation Unit
                                          72                                                     Jakarta
Page 88
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 49. Struktur Organisasi SBI




     Sumber: Annual Report SBI 2024



                                                        Business Valuation Unit
                                                   73                    Jakarta
Page 89
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 50. Struktur Organisasi Unit Usaha Divisi AFR




     Sumber: Manajemen SBI




                                                                Business Valuation Unit
                                                           74                    Jakarta
Page 90
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

7.7. Kesimpulan Aspek Model Manajemen

     Berdasarkan analisis model manajemen terhadap struktur organisasi, kesiapan sumber daya
     manusia, strategi pengelolaan tenaga kerja, serta pendekatan manajerial dalam mendukung
     kegiatan operasional dan riset, penambahan kegiatan usaha oleh SBI dinilai layak dari aspek
     model manajemen. SBI menunjukkan kemampuan untuk mengelola sumber daya secara
     efisien melalui optimalisasi tenaga kerja internal sebanyak 84 orang yang telah
     berpengalaman dengan 33 orang memiliki sertifikasi terkait layanan drilling waste
     management, dan 12 orang telah memiliki sertifikasi untuk pengolah limbah B3 . Langkah
     ini mencerminkan efisiensi dan efektivitas manajerial dalam memenuhi kebutuhan
     operasional jangka pendek tanpa menimbulkan beban berlebih pada struktur organisasi yang
     ada.

     Struktur organisasi yang telah terbentuk dengan pembagian tugas yang jelas, sistem
     koordinasi yang terarah, serta proses evaluasi dan penyesuaian manajerial yang dilakukan
     secara konsisten, menjadi pondasi penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan
     ekspansi usaha. Dengan pengelolaan risiko yang terintegrasi dan pemahaman menyeluruh
     terhadap dinamika industri, SBI dinilai memiliki kompetensi manajerial yang memadai untuk
     mengarahkan pengembangan usaha secara adaptif, profesional, dan berkelanjutan. Dengan
     struktur organisasi yang solid, tenaga kerja yang kompeten, dan strategi mitigasi risiko yang
     telah dirumuskan, rencana penambahan kegiatan usaha ini secara aspek model manajemen
     layak.




                                                                                 Business Valuation Unit
                                         75                                                       Jakarta
Page 91
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

8.   ANALISIS ASPEK KEUANGAN

8.1. Rencana Biaya Investasi

     Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha, SBI secara garis besar rencana Anggaran
     Biaya Penambahan Kegiatan Usaha yang dibutuhkan oleh SBI dapat disajikan sebagai
     berikut:

     Figur 51. Biaya Investasi
                 Uraian              Unit     Volume     Unit Cost        Total Cost
      Preparation Pre Production
       Concept and Design
                                      lot          1            9.835        142.600.874
       Consulting

      Mechanical DWM
      Main Equipment                                                     10.212.260.785
       Shale Shaker (Hig Dryer)       set          2           47.534     1.378.475.111
       Decanter Centrifuge            set          1          377.891     5.479.417.016
       Vertical Cutting Dryer         set          1          231.336     3.354.368.658
       Dewatering Unit                set          0
      Supporting Equipment                                                 4.198.803.498
        Auger - screw conveyor        set          2           65.564      1.901.344.980
        Platfrom - skid               set          2           16.391        475.336.245
        Compressor                    set          2            5.464        158.445.415
        Pump                          set          2           21.855        633.781.660
        Generator                     set          1           43.709        633.781.660
        Portable lab test (if
                                      set          1           27.318        396.113.538
        necessary)

      INSTALLATION                                                         1.152.885.142
        Electrical Installation       set          1      720.553.214        720.553.214
        Trial and comisioning         set          1      432.331.928        432.331.928

      PRE-PRODUCTION
                                                                           1.012.331.928
      EXPENSE
        Commisioning and Training                  1      432.331.928        432.331.928
        Service Engineer (20 days)                 1           40.000        580.000.000

      TOTAL PROJECT                                                      16.718.882.227
        Contingency                   lot          1                      1.671.888.223
        Cutting Skip                                                      5.000.000.000
      TOTAL INVESTMENT                                                   23.390.770.450
     Sumber: Manajemen SBI

     Total biaya investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha usaha KBLI 09100 –
     Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam adalah sebesar
     Rp23.390.770.450 (Dua Puluh Tiga Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Juta Tujuh Ratus
     Tujuh Puluh Ribu Empat Ratus Lima Puluh Rupiah).




                                                                         Business Valuation Unit
                                      76                                                  Jakarta
Page 92
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

8.2. Sumber Pembiayaan

     Dalam rangka merealisasikan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, SBI melakukan
     investasi untuk KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas
     Alam sebesar Rp23.390.770.450 (Dua Puluh Tiga Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Juta
     Tujuh Ratus Tujuh Puluh Ribu Empat Ratus Lima Puluh Rupiah) yang bersumber dari kas.

8.3. Asumsi – Asumsi Proyeksi Keuangan

     Asumsi – asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah
     penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis SBI. Proyeksi disusun
     selama 5 tahun dengan asumsi sebagai berikut:

     Figur 52. Asumsi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                    Jul-Des 2025        Des 2026      Des 2027      Des 2028         Des 2029           Des 2030
         Keterangan
                                      Proyeksi          Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi         Proyeksi           Proyeksi
      Inflasi              Persen         1,70%              2,50%         2,50%         2,50%            2,50%              2,50%
                           Jutaan
      Volume Penjualan                       6,3               13,0          13,4          13,8               13,8             13,8
                           Ton

      Pendapatan
                           Jutaan
        Cement+Clinker                 5.149.903         10.696.864    11.202.300    11.702.082        11.944.872        12.245.989
                           Rupiah
                           Jutaan
        Non Cement                      440.906           1.404.735     1.482.031     1.572.220         1.667.906         1.769.425
                           Rupiah
                           Jutaan
      Total Pendapatan                 5.590.809         12.101.600    12.684.331    13.274.302        13.612.778        14.015.415
                           Rupiah

      COGS
                           Jutaan
        Cement                         3.704.485          7.780.383     8.150.141     8.510.206         8.670.754         8.888.420
                           Rupiah
                           Jutaan
        Non Cement                      337.522           1.100.192     1.152.394     1.209.469         1.269.856         1.333.752
                           Rupiah
                           Jutaan
      Total COGS                       4.042.007          8.880.576     9.302.535     9.719.675         9.940.610        10.222.172
                           Rupiah

      Beban Penjualan      Jutaan
                                        547.975           1.217.637     1.293.267     1.372.496         1.415.985         1.467.922
      dan Distribusi       Rupiah

      Tarif Pajak          Persen           28%                28%           28%           28%                28%              28%
      JIBOR                Persen         6,44%              6,44%         6,44%         6,44%              6,44%            6,44%

      Perputaran
      Perputaran Piutang
      Usaha
        Pihak Ketiga       Hari               6                  6             6             6                   6               6
        Pihak Berelasi     Hari              88                 88            88            88                  88              88
      Perputaran Piutang
      Lain-Lain
        Pihak Ketiga       Hari               3                  3             3             3                    3              3
        Pihak Berelasi     Hari               3                  3             3             3                    3              3
      Perputaran
                           Hari              46                 46            46            46                  46              46
      Persediaan
      Perputaran Utang
      Usaha
        Pihak Ketiga       Hari              85                 85            85            85                  85              85
        Pihak Berelasi     Hari              63                 63            63            63                  63              63
      Perputaran utang
      Lain-Lain
        Pihak Ketiga       Hari               3                  3             3             3                    3              3


                                                                                             Business Valuation Unit
                                                   77                                                         Jakarta
Page 93
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

                                Jul-Des 2025        Des 2026        Des 2027        Des 2028           Des 2029           Des 2030
         Keterangan
                                  Proyeksi          Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi           Proyeksi           Proyeksi
        Pihak Berelasi   Hari              2                    2               2               2                   2                 2
      Perputaran Beban
      Yang Masih Harus   Hari            11                    11              11              11                 11                 11
      Dibayar
     Sumber: Manajemen SBI

     Asumsi – Asumsi tanpa penambahan kegiatan usaha:
     1. Tingkat inflasi Juli – Desember 2025 diasumsikan sebesar 1,70% dan pada tahun 2026 –
        2030 diasumsikan tetap setiap tahunnya sebesar 2,50%.
     2. Volume penjualan Juli – Desember 2025 diasumsikan sebesar 6,3 juta ton. Mengalami
        peningkatan menjadi 13,0 juta ton pada 2026 dan 13,4 juta ton pada 2027. Pada 2028 –
        2030 diasumsikan sebesar 13,8 juta ton.
     3. Pendapatan dari segmen Cement/ Clinker diasumsikan meningkat dari Rp5.149.903 juta
        pada Juli-Desember 2025 menjadi Rp12.245.989 juta pada tahun 2030. Pendapatan Non-
        Cement juga menunjukkan peningkatan dari Rp440.906 juta pada Juli-Desember 2025
        menjadi Rp1.769.425 juta pada tahun 2030. Dengan demikian, total pendapatan
        Perseroan secara keseluruhan diproyeksikan naik dari Rp5.590.809 juta pada Juli-
        Desember 2025 menjadi Rp14.015.415 juta pada tahun 2030.
     4. COGS segmen Cement diasumsikan meningkat dari Rp3.704.485 juta pada Juli-
        Desember 2025 menjadi Rp8.888.420 juta pada 2030. Kemudian untuk COGS Non-
        Cement diasumsikan meningkat dari Rp337.522 juta pada Juli-Desember 2025 menjadi
        Rp1.333.752 juta pada 2030. Dengan demikian, total COGS diasumsikan tumbuh secara
        proporsional terhadap pendapatan, yaitu dari Rp4.042.007 juta pada Juli-Desember 2025
        menjadi Rp10.222.172 juta pada tahun 2030.
     5. Beban penjualan dan distribusi diasumsikan mengalami peningkatan dari Rp547.975 juta
        pada Juli-Desember 2025 menjadi Rp1.467.922 juta pada tahun 2030, yang
        mencerminkan biaya distribusi dan pemasaran yang bertambah seiring dengan
        peningkatan penjualan dan cakupan pasar.
     6. Tarif pajak penghasilan badan yang digunakan adalah tarif pajak efektif yang berlaku
        untuk Perseroan, yaitu sebesar 28%.
     7. Tingkat suku bunga acuan JIBOR diproyeksikan tetap pada 6,44% setiap tahunnya.
     8. Beberapa parameter terkait perputaran modal kerja diasumsikan stabil sepanjang periode
        proyeksi:
         ● Perputaran Piutang Usaha: 6 hari untuk pihak ketiga dan 88 hari untuk pihak
             berelasi.
         ● Perputaran Piutang Lain-lain: 3 hari untuk pihak ketiga dan 3 hari untuk pihak
             berelasi.
         ● Perputaran Persediaan: 46 hari.
         ● Perputaran Utang Usaha: 85 hari untuk pihak ketiga dan 63 hari untuk pihak
             berelasi.
         ● Perputaran Utang Lain-lain: 3 hari untuk pihak ketiga dan 2 hari untuk pihak
             berelasi.
         ● Perputaran Beban yang Masih Harus Dibayar: 11 hari secara konsisten setiap tahun.


                                                                                               Business Valuation Unit
                                               78                                                               Jakarta
Page 94
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 53. Asumsi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                             Jul-Des 2025   Des 2026      Des 2027      Des 2028       Des 2029             Des 2030
      Keterangan
                               Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi       Proyeksi             Proyeksi
      Inflasi       Persen         1,70%         2,50%         2,50%         2,50%          2,50%                2,50%

      Penjualan     Jutaan
                                5.590.809    12.101.600    12.684.331    13.274.302      13.612.778              14.015.415
      Eksisting     Rupiah
      HPP           Jutaan
                                4.042.007     8.880.576     9.302.535     9.719.675       9.940.610              10.222.172
      Existing      Rupiah

      Beban
      Penjualan
                    Persen         9,80%         10,06%       10,20%        10,34%           10,40%                 10,47%
      dan
      Distribusi

      Respected
      Project
      Total         Juaan
                                5.604.078    12.128.801    12.712.213    13.302.880      13.642.072              14.046.055
      Revenue       Rupiah
                    Jutaan
      HPP                       4.431.802     9.670.199    10.030.288    10.448.667      10.670.483              10.975.568
                    Rupiah

      Tarif Pajak   Persen           28%           28%           28%           28%              28%                    28%
      JIBOR         Persen         6,44%         6,44%         6,44%         6,44%            6,44%                  6,44%

      Perputaran
      Perputaran
      Piutang
      Usaha
         Pihak
                    Hari               6              6            6             6                  6                    6
         Ketiga
         Pihak
                    Hari              88             88           88            88                88                    88
         Berelasi
      Perputaran
      Piutang
      Lain-Lain
         Pihak
                    Hari               3              3            3             3                  3                    3
         Ketiga
         Pihak
                    Hari               3              3            3             3                  3                    3
         Berelasi
      Perputaran
                    Hari              46             46           46            46                46                    46
      Persediaan
      Perputaran
      Utang
      Usaha
         Pihak
                    Hari              85             85           85            85                85                    85
         Ketiga
         Pihak
                    Hari              63             63           63            63                63                    63
         Berelasi
      Perputaran
      utang Lain-
      Lain
         Pihak
                    Hari               3              3            3             3                  3                    3
         Ketiga
         Pihak
                    Hari               2              2            2             2                  2                    2
         Berelasi
      Perputaran
      Beban Yang
      Masih         Hari              11             11           11            11                11                    11
      Harus
      Dibayar
     Sumber: Manajemen SBI




                                                                                      Business Valuation Unit
                                            79                                                         Jakarta
Page 95
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Asumsi – Asumsi dengan penambahan kegiatan usaha:
     1. Tingkat inflasi Juli – Desember 2025 diasumsikan sebesar 1,70% dan pada tahun 2026 –
        2030 diasumsikan tetap setiap tahunnya sebesar 2,50%.
     2. Penjualan dari kegiatan usaha eksisting diproyeksikan mengalami pertumbuhan stabil
        dari Rp5.590.809 juta pada Juli-Desember 2025 menjadi Rp14.015.415 juta pada tahun
        2030.
     3. HPP dari kegiatan usaha eksisting diasumsikan meningkat secara proporsional terhadap
        pendapatan, yaitu dari Rp4.042.007 juta pada Juli-Desember 2025 menjadi
        Rp10.222.172 juta pada tahun 2030.
     4. Beban penjualan dan distribusi diasumsikan stabil di kisaran 9,80% pada Juli-Desember
        2025 hingga 10,47% pada 2026-2030 terhadap penjualan.
     5. Selain dari kegiatan usaha eksisting, Perseroan juga memperhitungkan kontribusi dari
        penambahan kegiatan usaha. Sehingga proyeksi pendapatan setelah penambahan
        kegiatan usaha diasumsikan pada Juli-Desember 2025 sebesar R5.604.078 juta pada Juli-
        Desember 2025 menjadi R14.046.055 juta pada tahun 2030
     6. HPP setelah adanya penambahan kegiatan usaha diasumsikan Rp4.431.802 juta pada
        Juli-Desember 2025 menjadi Rp10.975.568 juta di tahun 2030.
     7. Tarif pajak penghasilan badan yang digunakan adalah tarif pajak efektif yang berlaku
        untuk Perseroan, yaitu sebesar 28%.
     8. Tingkat suku bunga acuan JIBOR diproyeksikan tetap pada 6,44% setiap tahunnya.
     9. Beberapa parameter terkait perputaran modal kerja diasumsikan stabil sepanjang periode
        proyeksi:
         ● Perputaran Piutang Usaha: 6 hari untuk pihak ketiga dan 88 hari untuk pihak
             berelasi.
         ● Perputaran Piutang Lain-lain: 3 hari untuk pihak ketiga dan 3 hari untuk pihak
             berelasi.
         ● Perputaran Persediaan: 46 hari.
         ● Perputaran Utang Usaha: 85 hari untuk pihak ketiga dan 63 hari untuk pihak
             berelasi.
         ● Perputaran Utang Lain-lain: 3 hari untuk pihak ketiga dan 2 hari untuk pihak
             berelasi.
         ● Perputaran Beban yang Masih Harus Dibayar: 11 hari secara konsisten setiap tahun.

     Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan mengakibatkan perubahan terhadap
     keuangan SBI. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu
     proyeksi eksplisit selama 5,5 tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen SBI telah
     menyusun rencana bisnis selama 5,5 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut
     perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis
     SBI diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/ gordon
     model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Penilai telah melakukan
     diskusi dengan manajemen SBI bahwa proyeksi yang digunakan telah wajar dan sudah
     dilakukan penyesuaian oleh Penilai.




                                                                              Business Valuation Unit
                                       80                                                      Jakarta
Page 96
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

8.4.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

     Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan SBI adalah sebagai berikut:

     Figur 54. Proyeksi Posisi Keuangan SBI Tanpa Penambahan Usaha
                                                                                  (Jutaan Rupiah)
                     Jul-Des
                                 Des 2026      Des 2027     Des 2028     Des 2029         Des 2030
       Keterangan     2025
                    Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi         Proyeksi
      Aset          21.061.731    21.344.802   21.124.869   21.701.931   22.214.576       22.777.344
      Liabilitas     8.122.026     8.118.112    7.542.401    7.733.516    7.837.131        7.977.810
      Ekuitas       12.939.705    13.226.690   13.582.467   13.968.416   14.377.445       14.799.535
     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

     Selama periode proyeksi Juli – Desember 2025 hingga Desember 2030, total aset SBI
     menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten meskipun tanpa adanya penambahan usaha
     baru. Pada Juli – Desember 2025, aset perusahaan diproyeksikan sebesar Rp21.061.731 juta.
     Nilai ini terus meningkat menjadi Rp21.344.802 juta pada tahun 2026 dan Rp21.124.869 juta
     pada tahun 2027. Pertumbuhan ini berlanjut pada tahun-tahun berikutnya, dengan aset
     mencapai Rp21.701.931 juta di tahun 2028, Rp22.214.576 juta di tahun 2029, dan
     Rp22.777.344 juta di tahun 2030.

     Liabilitas SBI selama periode proyeksi menunjukkan kecenderungan yang relatif stabil
     dengan sedikit fluktuasi. Pada Juli – Desember 2025, liabilitas tercatat sebesar Rp8.122.026
     juta, yang kemudian sedikit meningkat menjadi Rp8.118.112 juta pada tahun 2026. Pada
     tahun 2027 dan 2028 terjadi penurunan liabilitas menjadi masing-masing Rp7.542.401 juta
     dan Rp7.733.516 juta, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mengurangi beban
     kewajiban atau melakukan pelunasan utang. Namun, pada tahun 2029 dan 2030, liabilitas
     kembali mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp7.837.131 juta dan Rp7.977.810.

     Ekuitas perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan signifikan sepanjang periode
     proyeksi, menandakan peningkatan akumulasi keuntungan. Pada Juli – Desember 2025,
     ekuitas SBI diproyeksikan sebesar Rp12.939.705 juta. Nilai ini terus meningkat setiap tahun,
     menjadi Rp13.226.690 juta di tahun 2026, Rp13.582.467 juta di tahun 2027, dan
     Rp13.968.416 juta di tahun 2028. Tren positif ini berlanjut hingga mencapai Rp14.377.445
     juta di tahun 2029 dan Rp14.799.535 juta pada akhir periode proyeksi di tahun 2030.




                                                                                  Business Valuation Unit
                                         81                                                        Jakarta
Page 97
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 55. Proyeksi Posisi Keuangan SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                      Proyeksi Posisi Keuangan SBI
                                Juli - Desember 2025 s.d Desember 2030
                                          Dalam Jutaan Rupiah
                25,000,000
                20,000,000
                15,000,000
                10,000,000
                 5,000,000
                            0
                                   2025         2026        2027        2028        2029      2030
                                  Jul-Des       Des         Des         Des         Des       Des
           Jumlah Aset          21,061,731 21,344,802 21,124,869 21,701,931 22,214,576 22,777,344
           Jumlah Liabilitas     8,122,026 8,118,112 7,542,401 7,733,516 7,837,131 7,977,810
           Jumlah Ekuitas       12,939,705 13,226,690 13,582,467 13,968,416 14,377,445 14,799,535

     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

8.4.2. Proyeksi Laba (Rugi) Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

     Berikut ini disajikan proyeksi Laba (Rugi) SBI adalah sebagai berikut:

     Figur 56. Proyeksi Laba (Rugi) SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                         (Jutaan Rupiah)
                         Jul-Des
                                            Des 2026         Des 2027           Des 2028       Des 2029           Des 2030
       Keterangan          2025
                         Proyeksi           Proyeksi         Proyeksi           Proyeksi       Proyeksi           Proyeksi
      Penjualan           5.590.809         12.101.600       12.684.331         13.274.302     13.612.778         14.015.415
      Harga
      Pokok              (4.425.576)        (9.657.502)     (10.017.265)       (10.435.309)   (10.656.792)      (10.961.535)
      Penjualan
      Laba Kotor          1.165.233          2.444.097        2.667.066          2.838.992      2.955.986           3.053.880
      Laba Usaha            438.735            860.678        1.004.069          1.087.877      1.151.990           1.188.269
      Laba Rugi
      Tahun                 254.760            573.969             711.555         771.897           818.058          844.179
      Berjalan
     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

     Dari sisi penjualan, total pendapatan perusahaan diproyeksikan tumbuh stabil, dimulai dari
     Rp5.590.809 juta pada Juli – Desember 2025, dan meningkat menjadi Rp12.101.600 juta di
     tahun 2026. Selanjutnya, penjualan terus naik menjadi Rp12.684.331 juta di tahun 2027,
     Rp13.274.302 juta di tahun 2028, Rp13.612.778 juta di tahun 2029, hingga mencapai
     Rp14.015.415 juta di tahun 2030.

     Harga Pokok Penjualan (HPP) juga mengalami peningkatan, sejalan dengan kenaikan
     volume penjualan. HPP diproyeksikan sebesar Rp4.425.576 juta pada Juli – Desember 2025
     dan meningkat menjadi Rp9.657.502 juta di tahun 2026. Selanjutnya, HPP terus naik menjadi
     Rp10.017.265 juta di tahun 2027, Rp10.435.309 juta di tahun 2028, Rp10.656.792 juta di
     tahun 2029, hingga naik menjadi Rp10.961.535 juta pada tahun 2030.




                                                                                                          Business Valuation Unit
                                                       82                                                                  Jakarta
Page 98
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Laba usaha SBI menunjukkan tren yang sangat positif. Pada Juli – Desember 2025, laba
     usaha diproyeksikan sebesar Rp438.735 juta, dan terus meningkat setiap tahun menjadi
     Rp860.678 juta di tahun 2026, Rp1.004.069juta di tahun 2027, Rp1.087.877juta di tahun
     2028, Rp1.151.990juta di tahun 2029, hingga mencapai Rp1.188.269 juta di tahun 2030.

     Laba bersih tahun berjalan SBI juga menunjukkan pertumbuhan yang stabil. Dimulai dari
     Rp254.760 juta di Juli – Desember 2025, laba bersih meningkat menjadi Rp573.969juta di
     tahun 2026, Rp711.555di tahun 2027, Rp771.897juta di tahun 2028, Rp818.058juta di tahun
     2029, dan mencapai Rp844.179juta pada tahun 2030. Kenaikan ini mencerminkan
     profitabilitas perusahaan yang terjaga, serta kemampuan dalam menghasilkan keuntungan
     bersih dari operasional normal tanpa perluasan usaha tambahan.

     Figur 57. Proyeksi Laba (Rugi) SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                            Proyeksi Laba Rugi SBI
                                   Juli - Desember 2025 s.d Desember 2030
                                             Dalam Jutaan Rupiah
                         20,000,000
                         15,000,000
                         10,000,000
                          5,000,000
                                  0
                         -5,000,000
                        -10,000,000
                        -15,000,000
                                         2025         2026         2027          2028        2029         2030
                                       Jul-Des         Des         Des           Des         Des          Des
           Penjualan                  5,590,809 12,101,600 12,684,331 13,274,302 13,612,778 14,015,415
           Beban Pokok Penjualan      (4,425,576) (9,657,502) (10,017,265 (10,435,309 (10,656,792 (10,961,535
           Laba Kotor                 1,165,233   2,444,097      2,667,066    2,838,992    2,955,986   3,053,880
           Laba Usaha                  438,735     860,678       1,004,069    1,087,877    1,151,990   1,188,269
           Laba Rugi Tahun Berjalan    254,760     573,969        711,555      771,897     818,058      844,179

     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

     Figur 58. Proyeksi Arus Kas SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                   (Jutaan Rupiah)
                                          Jul-Des
                                                         Des 2026            Des 2027        Des 2028        Des 2029          Des 2030
              Keterangan                    2025
                                          Proyeksi       Proyeksi            Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi          Proyeksi
      Arus Kas Aktivitas Operasi           628.318       1.365.872            1.388.637      1.466.217       1.519.433          1.577.689
      Arus Kas Aktivitas Investasi            (125)       (199.431)           (433.514)       (393.197)      (427.266)          (464.480)
      Arus Kas Aktivitas
                                          (127.380)          (686.984)       (1.096.659)      (385.949)      (409.029)           (422.090)
      Pendanaan
      Kas dan Setara Awal Tahun             205.670            706.482        1.185.939       1.044.403      1.731.475          2.414.613
      Kas dan Setara Akhir Tahun            706.482          1.185.939        1.044.403       1.731.475      2.414.613          3.105.732
     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

     Arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan tren peningkatan secara konsisten selama
     periode proyeksi. Pada Juli–Desember 2025, arus kas operasi diproyeksikan sebesar
     Rp628.318 juta. Nilai ini meningkat signifikan menjadi Rp1. 365.872 juta pada Desember

                                                                                                          Business Valuation Unit
                                                  83                                                                       Jakarta
Page 99
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     2026, kemudian relatif stabil di kisaran Rp1.388.637juta pada Desember 2027 hingga
     Rp1.577.689 juta pada tahun 2030.

     Arus kas dari aktivitas investasi menunjukkan tren peningkatan secara konsisten selama
     periode proyeksi. Pada Juli–Desember 2025, arus kas investasi menunjukkan angka negatif
     sebesar Rp125, pada tahun 2026 menunjukkan angka negatif Rp433.514 juta hingga di tahun
     2030 menunjukkan angka negatif Rp464.480 juta.

     Pada Juli – Desember 2025 terdapat arus kas dari aktivitas pendanaan sebesar negatif
     Rp127.380 juta. Arus kas dari aktivitas pendanaan tanpa penambahan kegiatan usaha di tahun
     2026-2029 masing-masing tercatat sebesar negatif Rp686.984 juta, negatif Rp1.096.659 juta,
     negarif Rp385.949 juta, negatif Rp409.029 juta, hingga negatif Rp422.090 juta pada tahun
     2030.

8.5. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

     Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan SBI adalah sebagai berikut:

     Figur 59. Proyeksi Posisi Keuangan SBI dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                          (Jutaan Rupiah)
                     Jul-Des
                                 Des 2026     Des 2027     Des 2028     Des 2029          Des 2030
      Keterangan      2025
                    Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi          Proyeksi
      Aset          21.069.215   21.356.432   21.140.718   21.722.089   22.239.138        22.806.606
      Liabilitas     8.127.524    8.123.764    7.548.199    7.739.461    7.843.226         7.984.057
      Ekuitas       12.941.691   13.232.667   13.592.520   13.982.627   14.395.913        14.822.550
     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

     Pada periode Juli–Desember 2025, total aset SBI diproyeksikan sebesar Rp21.069.215 juta.
     Nilai ini mengalami peningkatan di tahun 2026 menjadi Rp21.356.432 juta. Pertumbuhan
     aset berlanjut di tahun 2027 dengan nilai Rp21.140.718 juta, kemudian naik menjadi
     Rp21.722.089 juta pada 2028. Tren peningkatan ini konsisten hingga 2029 dengan proyeksi
     Rp22.239.138 juta, dan mencapai Rp22.806.606 juta pada 2030.

     Liabilitas SBI pada Juli–Desember 2025 tercatat sebesar Rp8.127.524 juta, kemudian
     meningkat menjadi Rp8.123.764 juta pada 2026. Sedangkan di tahun 2027, liabilitas
     menurun menjadi Rp7.548.199 juta, menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan kewajiban
     jangka pendek maupun jangka panjang. Pada tahun 2028 meningkat sedikit menjadi
     Rp7.739.461 juta. Kemudian pada 2029, liabilitas sedikit meningkat menjadi Rp7.843.226
     juta, dan kembali naik ke Rp7.984.057 juta di 2030.

     Ekuitas SBI pada Juli–Desember 2025 sebesar Rp12.941.691 juta, yang menunjukkan porsi
     modal sendiri cukup dominan terhadap total aset. Pada 2026, ekuitas naik menjadi
     Rp13.232.667 juta, dan terus meningkat ke Rp13.592.520 juta pada 2027. Tren kenaikan
     berlanjut di 2028 menjadi Rp13.982.627juta, kemudian Rp14.395.913 juta pada 2029, dan
     mencapai Rp14.822.550 juta pada 2030.




                                                                                  Business Valuation Unit
                                        84                                                         Jakarta
Page 100
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Figur 60. Proyeksi Posisi Keuangan SBI Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                     Proyeksi Posisi Keuangan SBI
                               Juli - Desember 2025 s.d Desember 2030
                                         Dalam Jutaan Rupiah
               25,000,000
               20,000,000
               15,000,000
               10,000,000
                5,000,000
                           0
                                  Jul-Des       Des         Des        Des       Des         Des
           Posisi Keuangan         2025        2026         2027       2028      2029        2030
           Jumlah Aset           21,069,21 21,356,43 21,140,71 21,722,08 22,239,13 22,806,60
           Jumlah Liabilitas 8,127,524 8,123,764 7,548,199 7,739,461 7,843,226 7,984,057
           Jumlah Ekuitas    12,941,69 13,232,66 13,592,52 13,982,62 14,395,91 14,822,55

     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

8.5.2. Proyeksi Laba (Rugi) Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

     Figur 61. Proyeksi Laba (Rugi) SBI Dengan Penambahan Kegiatan usaha
                                                                                                        (Jutaan Rupiah)
                         Jul-Des
                                            Des 2026          Des 2027         Des 2028            Des 2029           Des 2030
       Keterangan          2025
                         Proyeksi           Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi            Proyeksi           Proyeksi
      Penjualan           5.604.078         12.128.801        12.712.213       13.302.880          13.642.072         14.046.055
      Harga
      Pokok              (4.431.802)        (9.670.199)     (10.030.288)      (10.448.667)     (10.670.483)         (10.975.568)
      Penjualan
      Laba Kotor          1.172.276          2.458.602         2.681.925        2.854.214           2.971.588           3.070.487
      Laba Usaha            444.252            871.765         1.015.388        1.099.429           1.163.813           1.200.901
      Laba Rugi
      Tahun                 258.733            581.952             719.705        780.215            826.571              853.274
      Berjalan
     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

     Pada periode Juli–Desember 2025, penjualan SBI diproyeksikan sebesar Rp5.604.078 juta.
     Pada tahun 2026, penjualan meningkat tajam menjadi Rp12.128.801 juta dan tren positif ini
     berlanjut pada 2027 dengan nilai Rp12.712.213 juta, kemudian naik menjadi Rp13.302.880
     juta pada 2028. Pada tahun 2029, penjualan diperkirakan mencapai Rp13.642.072 juta, dan
     meningkat kembali menjadi Rp14.046.055 juta pada 2030.

     Harga pokok penjualan pada Juli–Desember 2025 diperkirakan sebesar Rp4.431.802 juta.
     Pada tahun 2026, HPP meningkat menjadi Rp9.670.199 juta, sejalan dengan peningkatan
     volume produksi. Nilai ini terus naik menjadi Rp10.030.288 juta di 2027 dan Rp10.448.667
     juta di 2028. Selanjutnya, HPP sedikit meningkat menjadi Rp10.670.483 juta pada 2029, dan
     mencapai Rp10.975.568 juta pada 2030.

     Laba usaha pada Juli–Desember 2025 sebesar Rp444.252 juta, dan meningkat menjadi
     Rp871.765 juta pada 2026. Di tahun 2027, laba usaha tumbuh menjadi Rp1.015.388 juta,
     menunjukkan peningkatan kinerja operasional yang berkelanjutan. Pada 2028, nilai laba


                                                                                                              Business Valuation Unit
                                                       85                                                                      Jakarta
Page 101
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     usaha naik menjadi Rp1.099.429 juta, kemudian mencapai Rp1.163.813 juta pada 2029, dan
     Rp1.200.901 juta di 2030.

     Laba tahun berjalan pada periode Juli–Desember 2025 tercatat sebesar Rp258.733 juta. Nilai
     ini meningkat signifikan menjadi Rp581.952juta pada 2026, dan Rp719.705juta pada 2027.
     Tren positif berlanjut pada 2028 dengan laba tahun berjalan sebesar Rp780.215juta, lalu
     meningkat menjadi Rp826.571juta pada 2029, dan mencapai Rp853.274juta pada 2030.

     Figur 62. Proyeksi Laba – Rugi SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                Proyeksi Laba Rugi SBI
                                       Juli - Desember 2025 s.d Desember 2030
                                                 Dalam Jutaan Rupiah
                          20,000,000
                          15,000,000
                          10,000,000
                           5,000,000
                                   0
                          -5,000,000
                         -10,000,000
                         -15,000,000
                                          Jul-Des         Des           Des          Des         Des           Des
           Laba - Rugi                     2025           2026         2027          2028        2029         2030
           Penjualan                     5,604,078   12,128,801 12,712,213 13,302,880 13,642,072 14,046,055
           Beban Pokok Penjualan        (4,431,802) (9,670,199) (10,030,288) (10,448,667) (10,670,483) (10,975,568)
           Laba Kotor                    1,172,276   2,458,602       2,681,925     2,854,214   2,971,588    3,070,487
           Laba Usaha                     444,252     871,765        1,015,388     1,099,429   1,163,813    1,200,901
           Laba Rugi Tahun Berjalan       258,733     581,952         719,705       780,215    826,571       853,274

     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

8.5.3. Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

     Figur 63. Proyeksi Arus Kas SBI Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                   (Jutaan Rupiah)
                                            Jul-Des
                                                             Des 2026            Des 2027      Des 2028          Des 2029           Des 2030
              Keterangan                      2025
                                            Proyeksi         Proyeksi            Proyeksi       Proyeksi         Proyeksi           Proyeksi
      Arus Kas Aktivitas Operasi             628.983          1.373.723           1.396.704      1.474.449        1.527.855          1.586.522
      Arus Kas Aktivitas Investasi              (125)         (199.431)           (433.514)      (393.197)        (427.266)          (464.480)
      Arus Kas Aktivitas
                                            (129.366)            (690.976)      (1.100.734)      (390.107)         (413.285)            (426.637)
      Pendanaan
      Kas dan Setara Awal Tahun              205.670              705.162        1.188.478      1.050.934         1.742.080             2.429.383
      Kas dan Setara Akhir Tahun             705.162            1.188.478        1.050.934      1.742.080         2.429.383             3.124.788
     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

     Pada periode Juli–Desember 2025, arus kas bersih dari aktivitas operasi diproyeksikan
     sebesar Rp628.983 juta. Nilai ini meningkat signifikan menjadi Rp1.373.723 juta pada tahun
     2026 dan kembali naik menjadi Rp1.396.704 juta di tahun 2027. Kenaikan berlanjut di tahun
     2028 sebesar Rp1.474.449 juta, kemudian Rp1.527.855 juta pada 2029, dan mencapai
     Rp1.586.522 juta pada 2030.



                                                                                                             Business Valuation Unit
                                                     86                                                                       Jakarta
Page 102
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Arus kas dari aktivitas investasi menunjukkan tren peningkatan secara konsisten selama
     periode proyeksi. Pada Juli–Desember 2025, arus kas investasi menunjukkan angka negatif
     sebesar Rp125 juta, pada tahun 2026 menunjukkan angka negatif Rp433.514 juta hingga di
     tahun 2030 menunjukkan angka negatif Rp464.480 juta.

     Pada Juli – Desember 2025 terdapat arus kas dari aktivitas pendanaan sebesar negatif
     Rp129.366 juta. Arus kas dari aktivitas pendanaan tanpa penambahan kegiatan usaha di tahun
     2026-2029 masing-masing tercatat sebesar negatif Rp690.976 juta, negatif Rp1.100.734 juta,
     negatif Rp390.107 juta, dan negatif Rp413.285 juta hingga negatif Rp426.637 juta pada
     tahun 2030.

8.6. Analisis Rasio Keuangan

     Analisis rasio keuangan atau financial ratio merupakan suatu alat analisis yang digunakan
     oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing-
     masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan, laba rugi, dan
     arus kas dalam periode tertentu.

     Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

     Rasio Proyeksi keuangan SBI tanpa penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat
     dilihat pada figur berikut:

     Figur 64. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                 Rasio Keuangan           Juli - Des    Des       Des       Des              Des              Des
                    Keterangan              2025        2026      2027      2028             2029             2030
       Rasio Likuiditas
           Current Ratio                   107,88%      116,40%   114,14%   126,47%        138,40%        149,60%
           Quick Ratio                      85,13%       93,23%    90,82%   102,99%        114,84%        125,93%
           Cash Ratio                       14,55%       22,60%    19,31%    30,95%         42,42%         53,29%
       Rasio Aktivitas
           Perputaran Piutang Usaha
                Pihak Ketiga                    11,79      5,94      5,94      5,94             5,94            5,94
                Pihak Berelasi                 175,02     88,23     88,23     88,23            88,23           88,23
           Perputaran Piutang Lain-Lain
                Pihak Ketiga                     6,37      3,21      3,21      3,21             3,21            3,21
                Pihak Berelasi                   6,26      3,15      3,15      3,15             3,15            3,15
           Perputaran Persediaan                91,13     45,94     45,94     45,94            45,94           45,94
           Perputaran Utang Usaha
                Pihak Ketiga                   168,41     84,90     84,90     84,90            84,90           84,90
                Pihak Berelasi                 124,57     62,80     62,80     62,80            62,80           62,80
           Perputaran utang Lain-Lain
                Pihak Ketiga                     5,48      2,76      2,76      2,76              2,76           2,76
                Pihak Berelasi                   3,00      1,51      1,51      1,51              1,51           1,51
           Perputaran Beban Yang Masih
                                                20,85     10,51     10,51     10,51            10,51           10,51
       Harus Dibayar
       Rasio Solvabilitas
           Debt to Assets Ratio             38,56%      38,03%    35,70%    35,64%           35,28%           35,03%
           Debt to Equity Ratio             62,77%      61,38%    55,53%    55,36%           54,51%           53,91%
       Rasio Profitabilitas
           Gross Profit Margin              20,84%      20,20%    21,03%    21,39%           21,71%           21,79%
           Operating Profit Margin           7,85%       7,11%     7,92%     8,20%            8,46%            8,48%


                                                                                   Business Valuation Unit
                                          87                                                        Jakarta
Page 103
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

               Rasio Keuangan            Juli - Des    Des        Des        Des            Des              Des
                 Keterangan                2025        2026       2027       2028           2029             2030
          Net Profit Margin                  4,56%      4,74%      5,61%      5,81%          6,01%           6,02%
          ROA                                1,21%      2,69%      3,37%      3,56%          3,68%           3,71%
          ROE                                1,97%      4,34%      5,24%      5,53%          5,69%           5,70%

     Rasio Likuiditas

     Pada periode Juli–Desember 2025, tingkat current ratio SBI tercatat sebesar 107,88%,
     menunjukkan kemampuan perusahaan yang cukup baik dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan aset lancar yang dimiliki. Pada tahun 2026, rasio ini meningkat menjadi
     116,47%, namun di pada tahun 2027 mengalami penurunan menjadi 114,14%. Kemudian
     pada tahun 2028 kembali mengalami kenaikan menjadi 126.47%. Kenaikan terus berlanjut
     menjadi 138.40% di 2029, dan 149.60% pada 2030, menunjukkan likuiditas yang sangat kuat
     serta kemampuan perusahaan yang semakin besar untuk menutup utang jangka pendek tanpa
     tekanan likuiditas.

     Sementara itu, quick ratio pada Juli - Desember 2025 sebesar 85,13%, kemudian meningkat
     menjadi 93,23% pada 2026. Pada tahun 2027 sedikit mengalami penurunan menjadi 90,82%,
     selanjutnya terus mengalami kenaikan menjadi 102,99% di 2028, 114,84% di 2029 dan
     125,93% di 2030. Peningkatan yang konsisten menandakan bahwa perusahaan memiliki aset
     lancar non-persediaan yang cukup untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya secara cepat.

     Adapun cash ratio menunjukkan tren yang sama, dari 14,55% di Juli – Desember 2025
     menjadi 22,60% di 2026, 19,31% di 2027, lalu meningkat menjadi 30,95% pada 2028,
     42,42% di 2029, dan 53,29% pada 2030. Peningkatan rasio kas ini menunjukkan penguatan
     posisi kas perusahaan dari tahun ke tahun, sehingga ketergantungan terhadap aset nonkas
     untuk melunasi kewajiban semakin berkurang.

     Rasio Aktivitas

     Perputaran piutang usaha pihak ketiga menunjukkan penurunan dari 11,79 hari pada Juli -
     Desember 2025 menjadi 5,94 hari mulai 2026 hingga 2030, yang menunjukkan adanya
     kebijakan penjualan kredit yang lebih panjang atau peningkatan saldo piutang. Untuk pihak
     berelasi, rasio menurun dari 175,02 hari pada 2025 menjadi 88,23 kali pada 2026 dan stabil
     hingga 2030.

     Perputaran piutang lain-lain pihak ketiga turun dari 6,37 hari di Juli - Desember 2025 menjadi
     3,21 hari di 2026 dan bertahan di angka tersebut hingga 2030, sedangkan pihak berelasi turun
     dari 6,26 hari menjadi 3,15 hari dan stabil seterusnya. Perputaran persediaan menurun dari
     91,13 hari pada 2025 menjadi 45,94 hari sejak 2026 hingga 2030.

     Sementara itu, perputaran utang usaha pihak ketiga turun dari 168,41 hari pada Juli -
     Desember 2025 menjadi 84,90 hari di 2026. Kondisi serupa terjadi pada pihak berelasi yang
     turun dari 124,57 hari menjadi 62,80 hari dan stabil hingga 2030. Utang lain-lain pihak ketiga
     menurun dari 5,48 hari menjadi 2,76 hari, sedangkan pihak berelasi menurun dari 3,00 hari
     menjadi 1,51 hari. Perputaran beban yang masih harus dibayar juga menurun dari 20,85 hari
     di Juli - Desember 2025 menjadi 10,51 hari pada 2026 dan stabil sampai 2030.



                                                                                  Business Valuation Unit
                                         88                                                        Jakarta
Page 104
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Rasio Solvabilitas

     Rasio Debt to Asset menunjukkan tren menurun dari 38,56% pada Juli - Desember 2025
     menjadi 38,03% pada 2026, lalu turun kembali ke 35,70% di 2027, 35,64% di 2028, 35,28%
     di 2029, dan 35,03% pada 2030. Penurunan rasio ini mencerminkan bahwa proporsi aset yang
     dibiayai oleh utang semakin kecil, sehingga struktur modal perusahaan menjadi lebih sehat
     dan risiko keuangan menurun.

     Rasio Debt to Equity juga menunjukkan pola serupa, yaitu 62,77% pada Juli - Desember
     2025, menurun menjadi 61,38% di 2026, 55,53% di 2027, 55,36% di 2028, 54,51% di 2029,
     dan 53,91% di 2030. Penurunan bertahap ini menandakan peningkatan modal sendiri yang
     lebih dominan dibandingkan kewajiban, sehingga solvabilitas perusahaan semakin kuat.

     Rasio Profitabilitas

     Rasio Gross Margin berada pada kisaran stabil, yaitu 20,84% pada Juli - Desember 2025,
     20,20% di 2026, 21,03% di 2027, 21,39% di 2028, 21,71% di 2029, dan meningkat hingga
     tahun 2030 sebesar 21,79%.

     Operating Margin berada pada kisaran stabil, yaitu 7,85% pada Juli - Desember 2025, 7,11%
     di 2026, 7,92% di 2027, 8,20% di 2028, 8,46% di 2029, dan 8,48% pada 2030.

     Net Profit Margin meningkat dari 4,56% pada Juli - Desember 2025 menjadi 4,74% di 2026,
     kemudian sedikit naik ke 5,61% pada 2027, dan terus mengalami kenaikan hingga tahun 2030
     sebesar 6,02% menggambarkan kenaikan laba bersih relatif terhadap penjualan.

     Return on Assets (ROA) juga menunjukkan tren positif dari 1,21% di Juli - Desember 2025
     menjadi 3,71% pada 2030 menandakan peningkatan kemampuan perusahaan dalam
     menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki

     Return on Equity (ROE) juga menunjukkan tren positif dari 1,97% di Juli - Desember 2025
     menjadi 5,70% pada 2030, menandakan peningkatan kemampuan perusahaan dalam
     menghasilkan laba dari total ekuitas yang dimiliki.

     Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

     Rasio Proyeksi keuangan SBI dengan penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat
     dilihat pada figur berikut:

     Figur 65. Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                Rasio Keuangan          Juli - Des    Des       Des        Des           Des             Des
                   Keterangan             2025        2026      2027       2028          2029            2030
       Rasio Likuiditas
           Current Ratio                    107,92%   116,49%   114,31%   126,69%     138,69%            149,94%
           Quick Ratio                       85,16%    93,32%    90,99%   103,21%     115,12%            126,27%
           Cash Ratio                        14,50%    22,62%    19,41%    31,11%      42,63%             53,56%

       Rasio Aktivitas
           Perputaran Piutang Usaha
                Pihak Ketiga                  11,79      5,94      5,94       5,94          5,94            5,94


                                                                              Business Valuation Unit
                                       89                                                      Jakarta
Page 105
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

                Rasio Keuangan            Juli - Des    Des       Des       Des           Des             Des
                   Keterangan               2025        2026      2027      2028          2029            2030
                Pihak Berelasi                 175,02     88,23     88,23     88,23        88,23            88,23
           Perputaran Piutang Lain-Lain
                Pihak Ketiga                     6,37      3,21      3,21     3,21          3,21             3,21
                Pihak Berelasi                   6,26      3,15      3,15     3,15          3,15             3,15
           Perputaran Persediaan                91,13     45,94     45,94    45,94         45,94            45,94
           Perputaran Utang Usaha
                Pihak Ketiga                   168,41     84,90     84,90    84,90         84,90            84,90
                Pihak Berelasi                 124,57     62,80     62,80    62,80         62,80            62,80
           Perputaran utang Lain-Lain
                Pihak Ketiga                     5,48      2,76      2,76      2,76          2,76            2,76
                Pihak Berelasi                   3,00      1,51      1,51      1,51          1,51            1,51
           Perputaran Beban Yang Masih
                                                20,85     10,51     10,51    10,51         10,51            10,51
       Harus Dibayar

       Rasio Solvabilitas
           Debt to Assets Ratio                38,58%   38,04%    35,70%    35,63%       35,27%           35,01%
           Debt to Equity Ratio                62,80%   61,39%    55,53%    55,35%       54,48%           53,86%

       Rasio Profitabilitas
           Gross Profit Margin                 20,92%   20,27%    21,10%    21,46%       21,78%           21,86%
           Operating Profit Margin              7,93%    7,19%     7,99%     8,26%        8,53%            8,55%
           Net Profit Margin                    4,62%    4,80%     5,66%     5,87%        6,06%            6,07%
                           ROA                  1,23%    2,72%     3,40%     3,59%        3,72%            3,74%
                           ROE                  2,00%    4,40%     5,29%     5,58%        5,74%            5,76%
     Sumber: Manajemen SBI (diolah)

     Rasio Likuiditas

     Pada periode Juli–Desember 2025, tingkat current ratio SBI tercatat sebesar 107,92%,
     menunjukkan kemampuan perusahaan yang cukup baik dalam memenuhi kewajiban jangka
     pendeknya dengan aset lancar yang dimiliki. Pada tahun 2026, rasio ini meningkat menjadi
     116,49%, namun di pada tahun 2027 mengalami penurunan menjadi 114,31%. Kemudian
     pada tahun 2028 kembali mengalami kenaikan menjadi 126,69%. Kenaikan terus berlanjut
     menjadi 138,69% di 2029, dan 149,94% pada 2030, menunjukkan likuiditas yang sangat kuat
     serta kemampuan perusahaan yang semakin besar untuk menutup utang jangka pendek tanpa
     tekanan likuiditas.

     Quick ratio pada Juli – Desemer 2025 sebesar 85,16%, kemudian meningkat menjadi
     93,320% pada 2026. Pada tahun 2027 sedikit mengalami penurunan menjadi 90,99%,
     selanjutnya terus mengalami kenaikan menjadi 103,21% di 2028, 115,12% di 2029 dan
     126,27% di 2030. Peningkatan yang konsisten menandakan bahwa perusahaan memiliki aset
     lancar non-persediaan yang cukup untuk melunasi kewajiban jangka pendeknya secara cepat.

     Adapun cash ratio menunjukkan tren yang sama, dari 14,50% di Juli – Desember 2025
     menjadi 22,62% di 2026. Cash ratio mengami penurunan di tahun 2027 menjadi 19,41%, lalu
     meningkat menjadi 31,11% pada 2028, 42,63% di 2029, dan 53,56% pada 2030. Peningkatan
     rasio kas ini menunjukkan penguatan posisi kas perusahaan dari tahun ke tahun, sehingga
     ketergantungan terhadap aset nonkas untuk melunasi kewajiban semakin berkurang.




                                                                               Business Valuation Unit
                                          90                                                    Jakarta
Page 106
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Rasio Aktivitas

     Rasio aktivitas menunjukkan efisiensi perusahaan dalam mengelola aset operasionalnya.
     Perputaran piutang usaha pihak ketiga pada periode Juli - Desember 2025 tercatat sebesar
     11,79 hari, kemudian menurun menjadi 5,94 hari dan stabil hingga 2030. Sementara itu,
     perputaran piutang pihak berelasi turun dari 175,02 hari pada 2025 menjadi 88,23 hari sejak
     2026 dan bertahan di tingkat tersebut hingga 2030.

     Piutang lain-lain pihak ketiga pada Juli - Desember 2025 sebesar 6,37 hari dan turun menjadi
     3,21 hari di tahun 2026 sampai 2030. Piutang lain-lain pihak berelasi pada Juli-Desember
     2025 sebesar 6,26 hari dan turun menjadi 3,15 hari di tahun 2026 sampai 2030.

     Perputaran persediaan menurun dari 91,13 hari menjadi 45,94 hari dari Juli - Dessember 2025
     sampai 2030.

     Di sisi lain, perputaran utang usaha kepada pihak ketiga dan berelasi juga melambat dari
     168,41 dan 124,57 hari menjadi masing-masing 84,90 dan 62,80 hari di tahun 2026 sampai
     2030. Utang lain-lain pihak ketiga pada Juli-Desember 2025 sebesar 5,48 hari dan turun
     menjadi 2,76 hari di tahun 2026 sampai 2030. Utang lain-lain pihak berelasi pada Juli-
     Desember 2025 sebesar 3,00 hari dan turun menjadi 1,51 hari di tahun 2026 sampai 2030.
     Sementara itu untuk perputaran beban yang masih harus dibayar pada Juli-Desember 2025
     sebesar 20,85 hari dan turun menjadi 10,51 hari di tahun 2026 sampai 2030.

     Rasio Solvabilitas

     Berdasarkan proyeksi, Debt to Asset Ratio menunjukkan tren menurun dari 38,580% pada
     Juli - Desember 2025 menjadi 35,01% di Desember 2030. Sementara itu, Debt to Equity
     Ratio juga menunjukkan arah yang konsisten menurun dari 62,80% pada Juli - Desember
     2025 menjadi 53,86% pada Desember 2030.

     Rasio Profitabilitas

     Rasio Gross Margin berada pada kisaran stabil, yaitu 20,92% pada Juli - Desember 2025,
     sedikit menurun di 2026 sebesar 20,27%, kemudian meningkat di tahun 2027 sebesar 21,10%
     dan terus meningkat hingga sebesar 21,86% pada tahun 2030.

     Operating Margin berada pada kisaran stabil, yaitu 7,93% pada Juli - Desember 2025, sedikit
     menurun di 2026 sebesar 7,19%, kemudian meningkat di tahun 2027 sebesar 7,99% dan terus
     meningkat hingga sebesar 8,55% pada tahun 2030.

     Net Profit Margin meningkat dari 4,62% pada Juli - Desember 2025 menjadi 4,80% di 2026,
     kemudian sedikit naik ke 5,66% pada 2027, dan terus mengalami kenaikan sedikit di tahun
     2028 sebesar 5,87%, di 2029 sebesar 6,06% hingga di 2030 sebesar 6,07% yang
     menggambarkan kenaikan laba bersih relatif terhadap penjualan.

     Return on Assets (ROA) juga menunjukkan tren positif dari 1,23% di Juli - Desember 2025
     menjadi 3,74% pada 2030, menandakan peningkatan kemampuan perusahaan dalam
     menghasilkan laba dari total aset yang dimiliki.


                                                                                 Business Valuation Unit
                                        91                                                        Jakarta
Page 107
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

      Return on Equity (ROE) juga menunjukkan tren positif dari 2,00% di Juli - Desember 2025
      menjadi 5,76% pada 2030, menandakan peningkatan kemampuan perusahaan dalam
      menghasilkan laba dari total ekuitas yang dimiliki.

8.7. Biaya Operasional

      Biaya operasional SBI terdiri dari beban penjualan dan distribusi serta beban umum dan
      administrasi. Biaya operasional dengan penambahan kegiatan usaha tercatat sebesar
      Rp728.024 juta di Juli – Desember 2025 naik menjadi Rp1.869.586juta di tahun 2030.

8.8. Biaya Bahan Baku Mentah

      Biaya bahan baku terdiri dari cement, non cement, penyusutan dan DWM. Harga pokok
      penjualan dengan penambahan kegiatan usaha tercatat sebesar Rp4.431.802 juta di Juli-
      Desember 2025 sampai dengan Rp10.975.568 juta di tahun 2030.

8.9. Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)

     Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
     laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
     pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat
     digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai
     berikut:

                                                   𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑇𝑒𝑡𝑎𝑝
                                         BEP =      𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐵𝑖𝑎𝑦𝑎 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙
                                                 (1−(                    )
                                                         𝑃𝑒𝑛𝑗𝑢𝑎𝑙𝑎𝑛


     Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk masing-
     masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan
     minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk Rupiah pada proyeksi
     Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai berikut:

     Figur 66. Analisis BEP Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                          (Jutaan Rupiah)
          Analisis BEP      Jul-Des
                                            Des 2026        Des 2027         Des 2028     Des 2029           Des 2030
        Dengan Rencana       2025
         Penambahan
                            Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi         Proyeksi     Proyeksi           Proyeksi
        Kegiatan Usaha
       Penjualan             5.604.078      12.128.801      12.712.213       13.302.880   13.642.072        14.046.055
       Beban Pokok
                             4.431.802       9.670.199      10.030.288       10.448.667   10.670.483        10.975.568
       Penjualan
       Beban Operasional      178.749          366.463         370.428          379.334      388.744            398.455
       BEP                    854.510        1.807.839       1.755.812        1.767.993    1.784.659          1.822.746

8.10. Analisis Profitabilitas (Overall Profitability)

      Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
      usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait penjualan. Jenis-jenis
      rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan yang



                                                                                           Business Valuation Unit
                                            92                                                              Jakarta
Page 108
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai gambaran bagaimana Perseroan dalam
     usahanya mendapatkan laba terdapat pada tabel berikut ini.

     Figur 67. Analisis Profitabilitas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
         Analisis Profitabilitas   Jul-Des
                                               Des 2026       Des 2027    Des 2028   Des 2029          Des 2030
         Dengan Penambahan           2025
            Kegiatan Usaha         Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi          Proyeksi
        Gross Margin                 20,92%       20,27%         21,10%     21,46%     21,78%            21,86%
        Operating Margin              7,93%        7,19%          7,99%      8,26%      8,53%             8,55%
        Net Profit Margin             4,62%        4,80%          5,66%      5,87%      6,06%             6,07%
        ROA                           1,23%        2,72%          3,40%      3,59%      3,72%             3,74%
        ROE                           2,00%        4,40%          5,29%      5,58%      5,74%             5,76%

8.11. Tingkat Imbal Balik Investasi (Overall Return on Investment)

     Tingkat imbal balik investasi (Overall Return on Investment / ROI) adalah tingkat
     keuntungan yang dihasilkan dari suatu investasi selama periode waktu tertentu, yang
     umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase (%). Dalam konteks studi kelayakan, ROI
     digunakan untuk mengukur sejauh mana investasi yang dilakukan memberikan
     pengembalian secara finansial.

     Perhitungan ROI dilakukan dengan membandingkan laba bersih atau Net Present Value
     (NPV) terhadap total investasi awal yang telah dikeluarkan. Dengan demikian, ROI menjadi
     indikator penting untuk menilai efektivitas dan efisiensi penggunaan dana investasi.

     Secara teknis, ROI adalah rasio yang menunjukkan seberapa besar laba bersih yang diperoleh
     dibandingkan dengan total investasi. Persamaan yang digunakan untuk menghitung ROI
     adalah sebagai berikut:
                                                 𝑁𝑒𝑡 𝐼𝑛𝑐𝑜𝑚𝑒
                                    ROI =                         𝑥100%
                                              𝐶𝑜𝑠𝑡 𝑜𝑓 𝐼𝑛𝑣𝑒𝑠𝑚𝑒𝑛𝑡


     Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi
     Juli-Desember 2025 – Desember 2030 adalah sebesar 274,18%.

8.12. Penentuan Tingkat Diskonto

     Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
     Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas
     risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan
     formula sebagai berikut:

                                        Ke = Rf + ß (Rm-Rf) + α
     Dimana :
     Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
     ß        = risiko sistematis
     Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
     Rp       = selisih antara Rm dengan Rf
     α        = risiko spesifik


                                                                                     Business Valuation Unit
                                         93                                                           Jakarta
Page 109
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
     tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko
     yang dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
     Terkait dengan tanggal studi kelayakan yang jatuh pada tanggal 30 Juni 2025, maka
     instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap
     yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor
     30 tahun, yield tertimbang sebesar 7,03% yang bersumber dari IPBA per 30 Juni 2025, dan
     angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).

     Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
     dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
     premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
     seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan
     mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
     perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging
     market).

     Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Penelitian
     Damodaran per tanggal 01 Januari 2025 dengan risk premium untuk pasar negara
     berkembang seperti Indonesia adalah sekitar 6,87%. Dengan Rating Based Default Spread
     sebesar 1,89%.

     α (Alpha), Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan
     jenis properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Pada penilaian ini, faktor Alpha atau
     risiko spesifik SBI adalah 0 (“Nol”) karena tidak terdapat risiko spesifik terkait operasional
     dan keuangan SBI.

     ß (Beta). Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
     pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
     atau IHSG). Untuk SBI kami menggunakan Beta dari industri sejenis.
     Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
     menghitung cost of equity, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara
     ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
     terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of
     equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan
     perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

     Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:
                    βL
          βu =
              1 + (1-T) x DER



     Dimana:
     T            = Tarif Pajak Penghasilan Badan
     DER          = Debt to equity ratio



                                                                                  Business Valuation Unit
                                         94                                                        Jakarta
Page 110
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     βL           = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                    secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                    pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                    portofolio pasar dengan pengaruh hutang
     βu           = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                    secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                    pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                    portofolio pasar tanpa pengaruh hutang

     Unlevered beta perusahaan pembanding yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan beta
     untuk SBI adalah sebesar 0,86. Unlevered beta tersebut diperoleh dari Penelitian Damodaran
     per 05 Januari 2025 dengan kategori Oil/Gas (Production and Exploration).

     Unlevered beta perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
     relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 27,99% yang besumber
     dari DER. Untuk memperoleh beta yang sesuai maka mendiskonto AKB tersebut dengan
     formula sebagai berikut:

     βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
     βL = 0,86 x (1 + (1-22,00%) x 27,99%)
     βL = 1,05

     Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas SBI adalah sebagai berikut:
     Figur 68. Biaya Modal Ekuitas
                         Keterangan                                    Nilai
      Risk Free Rate (Rf)                                                                7,03%
      Risk Premium Market (Rpm)                                                          6,87%
      β (Beta)                                                                             1,05
      Rating Based Default Spread (RBDS)                                                 1,89%
      α (Alpha)                                                                               -
               Biaya Modal untuk Ekuitas                                                12,36%
     Sumber: Penelitian Damodaran (Diolah GEAR)

8.12.1. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital)

     Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow
     to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-
     rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal
     dari (investor) penyertaan.
     Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
     dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Perseroan
     berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per Juni 2025 sebesar 8,96%.
     Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak dengan
     perhitungan sebagai berikut:
          Wd = i x ((1-T))
          Wd = 8,96% x (1-22%) = 6,99%




                                                                                Business Valuation Unit
                                        95                                                       Jakarta
Page 111
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     Berikut adalah perhitungan WACC SBI per 30 Juni 2025:

     Figur 69. WACC
          Jenis Modal         Biaya Modal                    Komposisi                Tertimbang
         Biaya Hutang            6,99%                        21,87%                     1,53%
         Biaya Ekuitas            12,36                       78,13%                     9,66%
       Biaya Modal Rata- Rata Tertimbang                                                11,19%

     Berdasarkan figur diatas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam penilaian sebesar
     11,19% yang menurut pendapat kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.

8.13. Analisis Inkremental

     Proses kajian kelayakan usaha dilakukan dengan menggunakan model arus kas bersih untuk
     perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF). yang mencerminkan arus kas bersih masa
     datang yang tersedia didalam perusahaan yang dapat dibayarkan kepada semua penyedia
     kapital (claim holder), baik pemegang ekuitas (common stock), pemegang saham preferen
     (preferred stock) maupun para kreditor baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang
     diterima oleh perusahaan, setelah terpenuhinya semua kebutuhan operasional dan investasi
     yang diperlukan dalam mempertahankan pertumbuhan perusahaan baik selama proyeksi
     periode eksplisit maupun masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih untuk perusahaan
     (FCFF) tersebut didapat dari:

                                     FCFF = CFO + I . (1-T) – ΔCAPEX
     Dimana:

     FCFF   : Arus Kas Bersih untuk Perusahaan
     CFO    : Arus Kas Operasi
     I      : Beban Utang Berbunga (Interest Bearing Debt)
     T      : Tingkat Pajak
     ΔCAPEK : Perubahan arus kas investasi

     Arus kas inkremental merupakan selisih antara arus kas bersih eksisting tanpa penambahan
     kegiatan usaha dengan arus kas bersih adanya penambahan kegiatan usaha. Hasil dari
     perhitungan arus kas inkremental ini dijadikan sebagai dasar dalam menentukan kelayakan
     usaha.

     Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih SBI tanpa penambahan kegiatan usaha selama
     periode Juli-Desember 2025 sampai dengan 2030:

     Figur 70. Proyeksi Arus Kas Bersih SBI Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                         (Jutaan Rupiah)
                                        Jul-Des
                                                     Des 2026     Des 2027      Des 2028     Des 2029          Des 2030
               Keterangan                 2025
                                        Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi          Proyeksi
      Arus Kas Aktivitas Operasi          628.318     1.365.872    1.388.637    1.466.217    1.519.433         1.577.589
      Arus Kas Aktivitas Investasi          (125)     (199.431)    (433.5140    (393.197)    (427.266)         (464.480)
                                                                  (1.096.659
      Arus Kas Aktivitas Pendanaan       (127.380)    (686.984)                 (385.949)    (409.029)             (422.090)
                                                                            )
      Kas dan Setara Awal Tahun           205.670      706.482     1.185.939    1.044.403    1.731.475             2.414.613


                                                                                        Business Valuation Unit
                                             96                                                          Jakarta
Page 112
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

                                       Jul-Des
                                                      Des 2026        Des 2027      Des 2028        Des 2029          Des 2030
               Keterangan                2025
                                       Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi      Proyeksi        Proyeksi          Proyeksi
      Kas dan Setara Akhir Tahun         706.482       1.185.939      1.044.403     1.731.475       2.414.613         3.105.732

     Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih SBI dengan penambahan kegiatan usaha selama
     periode Juli-Desember 2025 sampai dengan 2030:

     Figur 71. Proyeksi Arus Kas Bersih SBI Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                          (Jutaan Rupiah)
                                     Jul-Des
                                                   Des 2026        Des 2027       Des 2028        Des 2029          Des 2030
              Keterangan               2025
                                     Proyeksi      Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi          Proyeksi
      Arus Kas Aktivitas Operasi      628.318      1.373.723        1.396.704     1.474.449       1.527.855          1.585.522
      Arus Kas Aktivitas Investasi       (125)      (199.431)       (433.514)      (393.197)      (427.266)          (464.480)
      Arus Kas Aktivitas
                                     (129.366)     (690.976)       (1.100.734)    (390.107)       (413.285)           (426.637)
      Pendanaan
      Kas dan Setara Awal Tahun       205.670        705.162        1.188.478     1.050.934       1.742.080          2.429.383
      Kas dan Setara Akhir Tahun      705.162      1.188.478        1.050.934     1.742.080       2.429.383          3.124.788

     Figur 72. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental SBI selama Periode Juli-Desember 2025
               sampai dengan 2030
                                                                           (Jutaan Rupiah)
                                     Jul-Des
                                                   Des 2026        Des 2027       Des 2028         Des 2029           Des 2030
              Keterangan               2025
                                     Proyeksi      Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi         Proyeksi           Proyeksi
      Arus Kas Aktivitas Operasi          666          7.851           8.066          8.232            8.422              8.833
      Arus Kas Aktivitas Investasi           -              -               -              -                -                  -
      Arus Kas Aktivitas
                                       (1.986)        (3.992)          (4.075)       (4.159)            (4.256)           (4.548)
      Pendanaan
      Kas dan Setara Awal Tahun              -        (1.321)           2.539         6.531             10.604            14.770
      Kas dan Setara Akhir Tahun       (1.321)          2.539           6.531        10.604             14.770            19.056

     Analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha SBI didasarkan pada analisis
     inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan yaitu proyeksi keuangan tanpa penambahan
     kegiatan usaha dan proyeksi keuangan dengan penambahan kegiatan usaha.

8.14. Analisis Kelayakan Usaha

     Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (Net Present Value), IRR
     (Internal Rate of Return), PI (Profitability Index), dan Payback Period.

     ●   Net Present Value (NPV)
         NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang
         dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV mengestimasikan nilai
         sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk maupun
         arus kas keluar yang diharapkan pada masa depan yang disesuaikan dengan tingkat
         diskonto yang relevan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai
         sekarang dari suatu aset maupun proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut:




                                                                                               Business Valuation Unit
                                            97                                                                  Jakarta
Page 113
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
                                                            𝐶𝐹𝑡
                                          NPV = ∑𝑇𝑡−1     (1+𝑟)𝑡
                                                                 − 𝐶𝐹 0

         Dimana:
         NPV         = Net Present Value
         CFt         = Arus Kas Pada Peiode t1
         CF0         = Arus Kas Investasi Awal Pada Periode 0
         r           = Tingkat Diskonto

         Berikut ini disajikan perhitungan Net Present Value dari arus kas bersih inkremental SBI
         dengan adanya penambahan kegiatan usaha:

         Figur 73. NPV Free Cash Flow to Incremental
                                                                                   (Jutaan Rupiah)
                                          Juli - Des     Des         Des          Des             Des          Des
                                            2025         2026        2027         2028            2029         2030
          FCFF                                  3.972       7.983       8.150       8.318           8.512        9.095
          EAT                                        -          -           -            -              -             -
          Depresiasi (+)                             -          -           -            -              -             -
          CAPEX (-)                           (3.307)       (132)        (83)         (85)           (90)         (262)
          Perubahan Modal
                                                     -          -             -           -                -          -
          Kerja (+/-)
          Interest x (1-tax)
          FCFF                                    666.     7.851          8.066     8.232            8.422       8.833
          Terminal Value       2,5%                                                                            104.232
          DCF FCFF                                666      7.851          8.066     3.232            8.422     113.065
          Discount Factor      11,19%             0,95      0,85           0,77      0,69             0,62        0,56
          Terminal Growth      2,50%
          PV FCFF              (23.391)           631      6.697          6.188     5.680            5.226      63.102
          NPV                    64.133

         Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa NPV SBI dengan adanya
         penambahan kegiatan usaha diperoleh sebesar Rp64.133 juta. Hasil tersebut
         menyimpulkan bahwa investasi penambahan usaha dengan parameter NPV layak untuk
         dilakukan karena NPV yang dihasilkan adalah positif. NPV yang positif (NPV > 0)
         menunjukan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang
         diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV < 0) menandakan penerimaan lebih
         kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada investasinya
         setelah mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money). Namun apabila hasil
         perhitungan NPV adalah nol (NPV = 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut
         hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi). Semakin besar angka positifnya,
         semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya. Oleh karena itu, perhitungan
         NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau tidaknya untuk berinvestasi,
         namun juga digunakan untuk membandingkan investasi mana yang lebih baik jika
         terdapat dua pilihan investasi atau lebih.

     ●   Internal Rate of Return (IRR)
         IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi. Secara
         sederhana, penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah investasi layak
         dilakukan atau tidak. IRR yang lebih besar dari tingkat diskonto maka menggambarkan


                                                                                    Business Valuation Unit
                                             98                                                      Jakarta
Page 114
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

         bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih besar dari yang
         dirancang sebelumnya. Artinya, perusahaan disarankan menerima atau menjalankan
         proyek investasi tersebut. Sebaliknya jika IRR lebih kecil dari tingkat diskonto maka
         akan memberi gambaran bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih
         kecil dari yang ditargetkan sehingga perusahaan lebih baik menolak proyek tersebut.
         Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan tingkat diskonto menjadi
         pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan return sebesar
         yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut:

                                                             𝐶𝐹𝑡
                                     NPV = ∑𝑇𝑡−1          (1+𝐼𝑅𝑅)𝑡
                                                                   − 𝐶𝐹 0

         Dimana:
         IRR        = Internal Rate of Return
         CFt        = Arus Kas Pada Peiode t1
         CF0        = Arus Kas Investasi Awal Pada Periode 0
         r          = Tingkat Diskonto

         IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol. Kesimpulannya
         bila penghitungan IRR lebih besar daripada tingkat diskonto, maka dapat dibilang bahwa
         investasi yang akan dilakukan dinilai layak. Namun, jika nilai IRR sama dengan tingkat
         diskonto, maka investasi yang akan dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR
         lebih kecil dari tingkat diskonto, maka investasi yang dilakukan dinilai tidak layak.

         Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan usaha SBI
         diperoleh besaran IRR sebesar 30,41%. Hal ini menunjukkan bahwa investasi yang
         dilakukan oleh SBI dengan parameter IRR layak untuk dilakukan karena IRR yang
         dihasilkan lebih besar jika dibandingkan dengan tingkat diskonto untuk industri sejenis
         yaitu sebesar 11,19%.

     ●   Profitability Index (PI)
         PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek investasi
         untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas diskonto yang
         digunakan dalam mencapai indeks profitabilitas. PI juga dikenal sebagai rasio manfaat-
         biaya. PI lebih besar dari atau sama dengan 1 ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat
         diterima. PI dihitung dengan mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan
         diterima dari investasi, setelah itu baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi
         proyek tersebut. Persamaan untuk menghitung PI adalah sebagai berikut:

                                                     𝛴   𝑃𝑉(𝐶𝐹𝑡)
                                              PI =
                                                     𝛴𝑃𝑉(𝐶𝐹0)

         Dimana:
         IRR     = Profitability Index
         CFt     = Present Value of Future Cash Flow
         CF0     = Initial Investment

                                                                                 Business Valuation Unit
                                         99                                                       Jakarta
Page 115
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk


          Profitability Index menunjukkan angka 3,74 artinya bahwa SBI ketika menambah
          kegiatan usaha dianggap wajar dikarenakan Profitability Index diatas 1.

      ● Payback Period (PP)
        Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran
        investasi atau initial cash investment. Artinya, kurun waktu yang dibutuhkan agar bisa
        menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran
        kas netto (net cash flows). Penambahan kegiatan usaha SBI diperoleh payback period
        selama 4 tahun 3 bulan.

8.15. Analisis Sensitivitas

      Penyusunan pendapat studi kelayakan ini telah dilakukan analisis sensitivitas yang bertujuan
      untuk melihat faktor-faktor mana yang paling berpengaruh terhadap parameter kelayakan
      penambahan kegiatan usaha SBI. Hal tersebut dilakukan simulasi terhadap investasi, Setelah
      itu, dilakukan simulasi untuk melihat pengaruh parameter kelayakan terhadap faktor utama
      yang digunakan dalam analisis sensitivitas:

      Figur 74. Analisis Sensitivitas
                Keterangan               NPV       IRR           Hasil
                     0%                 64.133    30,41%         Layak
                   -20%                 69.079    37,38%         Layak
                   -15%                 67.855    35,43%         Layak
                   -10%                 66.623    33,64%         Layak
                    -5%                 65.382    31,97%         Layak
                     0%                 64.133    30,41%         Layak
                     5%                 62.876    28,95%         Layak
                   10%                  61.610    27,58%         Layak
                   15%                  60.336    26,29%         Layak
                   20%                  59.054    25,06%         Layak

8.16. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan

      Total biaya investasi untuk Rencana Penambahan Kegiatan Usaha usaha KBLI 09100 –
      Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam adalah sebesar
      Rp23.390.770.450 (Dua Puluh Tiga Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Juta Tujuh Ratus
      Tujuh Puluh Ribu Empat Ratus Lima Puluh Rupiah).

      Dalam rangka merealisasikan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, SBI melakukan
      investasi untuk KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas
      Alam sebesar Rp23.390.770.450 (Dua Puluh Tiga Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Juta
      Tujuh Ratus Tujuh Puluh Ribu Empat Ratus Lima Puluh Rupiah) yang bersumber dari kas.

      Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan mengakibatkan perubahan terhadap
      keuangan SBI. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu
      proyeksi eksplisit selama 5,5 tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen SBI telah
      menyusun rencana bisnis selama 5,5 tahun kedepan dengan asumsi bahwa tahun tersebut

                                                                                  Business Valuation Unit
                                          100                                                      Jakarta
Page 116
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

     perusahaan dalam kondisi stable growth sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis
     SBI diterapkan terminal value dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon
     model. Berkaitan dengan analisis ketercapaian proyeksi keuangan, Penilai telah melakukan
     diskusi dengan manajemen SBI bahwa proyeksi yang digunakan telah wajar dan sudah
     dilakukan penyesuaian oleh Penilai.

     Tingkat imbal balik investasi (Overall Return on Investment / ROI) adalah tingkat
     keuntungan yang dihasilkan dari suatu investasi selama periode waktu tertentu, yang
     umumnya dinyatakan dalam bentuk persentase (%). Rata-rata Return on Investment (ROI)
     atas penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi Juli-Desember 2025 – 2030 adalah
     sebesar 274,18%.

     Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
     diantisipasi di masa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih
     antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash
     Flow to Firm apabila SBI tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya
     dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to
     Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan
     mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai
     berikut:
         ● Net Present Value (NPV)            : Rp64.133.000.000
         ● Internal Rate of Return (IRR)      : 30,41%
         ● Profitability Index (PI)           : 3,74
         ● Payback Period (PP)                : 4 tahun 3 bulan

     Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat
     risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha
     dibidang Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan Gas Alam. maka proyeksi
     arus kas inkremental nya bernilai positif.

     IRR sebesar 30,41% menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha
     oleh SBI dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto

     Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai
     faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa
     perubahan nilai investasi proyek penambahan kegiatan usaha SBI menunjukkan tingkat
     kelayakan finansial yang kuat dan tetap berada dalam kategori layak meskipun terjadi
     fluktuasi biaya investasi hingga ±20%. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa
     penambahan kegiatan usaha ini tahan terhadap risiko kenaikan biaya investasi, dengan
     seluruh parameter keuangan yang menunjukkan hasil positif. Oleh karena itu, risiko finansial
     akibat perubahan nilai investasi tergolong rendah, menjadikan proyek ini layak dan aman
     untuk direalisasikan dari perspektif keuangan.

     Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
     syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan
     kegiatan usaha atas KBLI 09100 – Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi dan
     Gas Alam secara aspek keuangan layak.


                                                                                Business Valuation Unit
                                        101                                                      Jakarta
Page 117
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

9.   KLASIFIKASI PENILAI USAHA

     Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
     Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama
     Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP
     No. 2.13.0116 dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa
     Keuangan (“OJK”) d/h Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang
     Pasar Modal dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-51/PM.223/2021 dan 211/NB.122/STTD-
     P/2020.

     Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha
     bersertifikat MAPPI dengan perijinan sebagai berikut :

     Mappi No.        : 14-S-05089
     Ijin Penilai     : No. B-1.18.00511
     No. Reg.         : RMK-2017.01120
     STTD             : PB-51/PM.223/2021
     STTD IKNB        : 211/NB.122/STTD-P/2020




                                                                             Business Valuation Unit
                                      102                                                     Jakarta
Page 118
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk




                         LAMPIRAN KEUANGAN




                                                   Business Valuation Unit
                                      103                           Jakarta
Page 119
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Historis
PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
Studi Kelayakan
30 Juni 2025
Dalam Jutaan Rupiah

Lampiran -1.1

Keterangan                                                       Des               Des              Des             Des              Des            Des           Juni
Posisi Keuangan                                                  2019              2020             2021            2022             2023           2024          2025
Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                                 386.751             526.813       290.567             294.344     339.455         150.342       205.670
  Piutang Usaha - Bersih
    Pihak Ketiga                                                     638.962              312.708       151.930         250.343         198.850        178.161       160.471
    Pihak Berelasi                                                   721.929            2.024.834     3.128.112       2.476.106       3.588.223      2.317.488     2.190.385
  Piutang Lain-Lain
    Pihak Ketiga                                                      74.003               45.756       119.160          71.635         109.299        116.656        84.753
    Pihak Berelasi                                                    92.605               32.513        71.094          83.386         110.318        147.841       226.161
  Persediaan                                                       1.102.680            1.048.354     1.019.014       1.262.429       1.171.348      1.151.302     1.289.895
  Pajak lain-lain dibayar di muka                                     96.172              139.236       401.334         582.030         525.154        609.659       323.376
  Biaya Dibayar Dimuka                                                41.650               28.761        30.851          10.228          24.493          9.968        25.509
  Aset Derivatif                                                                                                                                            67             -
  Aset Lancar Lainnya                                                   52.086            57.240           26.207           28.659      23.918          22.312        24.574

Jumlah Aset Lancar                                                 3.206.838            4.216.215     5.238.269       5.059.160       6.091.058      4.703.796     4.530.794

Aset Tidak Lancar
  Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya                      22.211               22.934        23.927          30.316          35.533         46.554        48.799
  Aset Pajak Tangguhan                                                16.922               18.507        32.903          32.232          30.188         33.398        29.915
  Aset Tetap dan Tanah Pertambangan                               15.465.852           15.258.887    15.007.206      15.260.436      15.383.772     15.449.192    15.245.033
  Aset Hak Guna                                                            -              466.378       271.332         159.915         151.424        261.969       302.443
  Tagihan Pengembalian Pajak                                                                    -             -               -               -              -             -
  - Pajak Penghasilan Badan                                          299.367              161.355       319.671         316.474         112.758        152.669       182.534
  - Pajak lain-lain                                                  143.765              194.271       193.875         125.620           4.589          1.883         6.851
  Goodwill                                                           331.808              331.808       331.808         331.808         331.808        331.808       331.808
  Aset tidak lancar lainnya                                           80.735               67.770        72.032          62.549          65.609         65.083        62.161

Jumlah Aset Tidak Lancar                                          16.360.660           16.521.910    16.252.754      16.319.350      16.115.681     16.342.556    16.209.544
Jumlah Aset                                                       19.567.498           20.738.125    21.491.023      21.378.510      22.206.739     21.046.352    20.740.338

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang Usaha
     Pihak Ketiga                                                  1.591.171            1.636.149     1.936.700       2.363.590       2.253.090      1.952.230     1.764.922
     Pihak Berelasi                                                  241.170              378.832     1.164.491       1.737.590       2.029.229      1.401.741     1.149.614
   Utang Lain-Lain                                                                              -             -               -               -              -
     Pihak Ketiga                                                    338.838              100.574        60.122          81.916          51.242         83.112       136.832
     Pihak berelasi                                                    3.750               10.175         3.269             991         145.311          8.526       337.719
   Utang Pajak                                                                                                                                               -
     Pajak penghasilan badan                                          40.958               49.033          271              17.953      21.997           2.704         2.484
     Pajak lain-lain                                                  63.310                3.201       16.992              10.935      13.057           6.266         6.732
   Beban Masih Harus Dibayar                                         384.841              316.652      224.278             281.174     296.911         252.867       329.828
   Liabilitas Derivatif                                                3.429                1.098          132                 603           7               -             9
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                            179.929              209.803      279.586             218.946     185.406         248.205       127.838
   Pinjaman Bank Jangka Panjang                                      116.110            1.100.000            -                   -     400.000         400.000       700.000
   Liabilitas Sewa                                                         -              335.748      213.565             135.462     122.633         108.992       111.726

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                    2.963.506            4.141.265     3.899.406       4.849.160       5.518.883      4.464.643     4.667.704

Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                        535.711             674.445     1.011.863       1.112.133       1.203.377       1.230.890     1.254.431
   Pinjaman Bank Jangka Panjang setelah dikurangi
   bagian jatuh tempo dalam satu tahun                             8.546.350            7.269.246    4.380.372       2.734.547       2.337.097       1.539.857     1.140.881
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                           496.146              531.070      529.996         482.868         463.355         562.466       494.917
   Provisi untuk Restorasi                                            43.173               75.749       91.053          82.901          87.977          88.867        95.531
   Utang Lain-lain
     Pihak Berelasi                                                                                                                                   121.648       120.214
   Liabilitas dan Provisi Jangka Panjang lainnya                             -           252.039       265.324         216.783          35.062         30.057        14.034
   Liabilitas Sewa                                                           -           228.132       113.937          40.080          56.374         93.814       140.301

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                   9.621.380            9.030.681    6.392.545       4.669.312        4.183.242      3.667.599     3.260.309
Jumlah Liabilitas                                                 12.584.886           13.171.946   10.291.951       9.518.472        9.702.125      8.132.242     7.928.013

Ekuitas
   Modal Saham                                                      3.831.450           3.831.450     4.509.691       4.509.691       4.509.691      4.509.691     4.509.691
   Tambahan Modal Disetor                                           2.587.309           2.587.309     5.014.275       5.014.275       5.014.275      5.014.275     5.014.275
   Komponen ekuitas lain
    Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, setelah pajak (178.500)           (210.859)     (261.104)       (223.134)       (221.420)       (288.620)     (284.387)
   Saldo Laba                                                                                   -             -               -               -            -
    Dicadangkan                                                       766.290             766.290       766.290         766.290         901.938        901.938       901.938
    Belum dicadangkan                                                (23.937)             591.989     1.169.920       1.792.916       2.300.130      2.776.826     2.670.808

Jumlah Ekuitas                                                     6.982.612            7.566.179    11.199.072      11.860.038      12.504.614     12.914.110    12.812.325
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                     19.567.498           20.738.125    21.491.023      21.378.510      22.206.739     21.046.352    20.740.338




                                                                                                                                                  Business Valuation Unit
                                                                                 104                                                                               Jakarta
Page 120
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
Studi Kelayakan
30 Juni 2025
Dalam Jutaan Rupiah

Lampiran -1.2

Keterangan                                                     Des              Des             Des            Des             Des             Des           Juni
Laba Rugi                                                      2019             2020            2021           2022           2023            2024          2025
Penjualan                                                        11.057.843       10.108.220      11.218.181     12.262.048    12.371.333      11.818.978     4.973.697
Beban Pokok Penjualan                                           (8.172.758)      (7.124.690)     (8.365.429)    (9.330.140)   (9.597.271)     (9.263.093)   (3.934.978)
Laba Kotor                                                        2.885.085        2.983.530       2.852.752      2.931.908     2.774.062       2.555.885     1.038.719
                                                                   -73,91%           -70,48%        -74,57%         -76,09%      -77,58%         -78,37%        -79,12%
Beban Usaha
Distribusi dan penjualan                                       (1.046.109)          (965.140)     (964.184)     (1.040.626)    (948.597)       (954.720)     (430.204)
Umum dan administrasi                                            (661.162)          (397.370)     (394.547)       (347.121)    (352.506)       (365.423)     (143.839)
Laba (rugi) selisih kurs                                             51.876          (37.909)         4.020             122      (2.271)          24.819      (16.312)
Rugi dari penghapusan aset tetap                                  (40.938)           (16.755)         1.093           (418)        (261)           (264)             -
Penghasilan lain-lain                                                63.227            98.906
Lainnya - bersih                                                    (5.854)          (20.410)        38.967       (98.184)           732          (8.656)       (4.640)
Laba Sebelum Bunga dan Pajak Penghasilan                         1.246.125          1.644.852     1.538.101      1.445.681     1.471.159       1.251.641       443.724

Penghasilan Keuangan                                                 3.851              6.970         3.572           6.678        5.333           5.545         3.357
Beban Keuangan                                                   (842.366)          (673.924)     (454.856)       (282.489)    (245.866)       (240.504)      (87.792)

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                     407.610           977.898      1.086.817      1.169.870     1.230.626       1.016.682       359.289

  Beban Pajak Penghasilan                                           91.442          (326.910)     (373.473)       (330.594)    (335.981)       (271.592)      (92.762)

Jumlah Beban Pajak Penghasilan                                      91.442          (326.910)     (373.473)       (330.594)    (335.981)       (271.592)      (92.762)

Laba Bersih Tahun Berjalan                                         499.052           650.988        713.344        839.276       894.645         745.090       266.527

Penghasilan Komprehensif Lain
 Pos yang tidak akan direklasifikasi Ke laba Rugi :
  Pengukurann Kembali Liabilitas Imbalan Kerja
  Karyawan                                                          89.614           (25.409)       (25.061)        48.272         2.148        (86.019)         5.428
  Pajak Tangguhan dari Pengukuran Liabilitas Imbalan
  Kerja Karyawan                                                          -                               -               -            -               -
  Lainnya                                                                 -                 -             -               -            -               -
  Manfaat Pajak Penghasilan Tangguhan                                                                     -               -            -          18.819
  Beban Pajak Terkait                                             (22.404)            (6.950)         5.363        (10.302)        (434)               -        (1.195)

Jumlah Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain Tahun
Berjalan Setalah Pajak                                              67.210           (32.359)       (19.698)        37.970         1.714        (67.200)         4.233

Jumlah Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak         566.262           618.629        693.646        877.246       896.359         677.890       270.760

Laba Bersih Tahun Berjalan yang dapat Diatribusikan Kepada :
   Pemilik Entitas Induk                                           499.052           650.988        720.933        839.276       894.645         745.090       266.527
   Kepentingan Non Pengendali                                                                                                                          -

Jumlah                                                             499.052           650.988        720.933        839.276       894.645         745.090       266.527

Jumlah Laba Komprehensif tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk                                                                                                                                   -
kepentingan non pengendali                                                                                                                              -

Jumlah                                                                                                                                                  -

Laba Per Saham Dasar                                                    65                85          87,00          93,00         99,00           83,00         30,00




                                                                                                                                            Business Valuation Unit
                                                                              105                                                                            Jakarta
Page 121
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
Studi Kelayakan
30 Juni 2025
Dalam Jutaan Rupiah

Lampiran -1.3

Keterangan                                                     Des              Des              Des            Des               Des             Des           Juni
Arus Kas                                                       2019             2020             2021           2022              2023            2024          2025
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
   Penerimaan kas dari pelanggan                                 11.645.978      10.075.278       10.223.580      12.585.901       12.563.253      13.196.148     5.140.048
   Pembayaran kas kepada pemasok                                (8.339.444)     (7.072.023)      (7.070.929)     (8.704.066)     (10.919.597)     (9.697.530)   (4.719.852)
   Pembayaran kas karyawan                                      (1.372.011)     (1.118.037)      (1.204.340)     (1.131.782)      (1.021.507)       (977.510)     (494.749)
   Penerimaan dari Penghasilan Bunga                                  3.851           6.970            3.572           6.678            5.333           5.545         3.357
   Pembayaran Transitional Services and License Agreement         (447.685)       (340.395)                -               -                -               -             -
   Pembayaran beban keuangan                                      (780.969)       (739.806)        (444.798)       (275.986)        (250.318)       (245.623)      (91.036)
   Penerimaan dari perjanjian kesanggupan                                           337.400                -                                -               -             -
   Pembayaran Pajak Penghasilan Badan dan pajak lainnya          (500.376)        (153.130)        (265.405)      (275.109)         (229.996)     (1.065.666)     (128.772)
   Penerimaan Pajak Penghasilan dan pajak lainnya                                     3.743          294.896        789.606         1.060.913         661.435       623.412
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                        209.344        1.000.000        1.536.576      2.995.242         1.208.081       1.876.799       332.408

Arus kas Dari Aktivitas Investasi
   Perolehan Aset Tetap                                          (539.024)          (389.693)      (485.159)      (869.504)        (761.667)       (730.229)     (124.131)
   Penerimaan dari hasil ganti rugi aset tetap                           -             55.061         68.589          48.992               -               -             -
   Hasil Penjualan aset tetap                                        3.373                  -         36.843               -               -               -             -
   Perolehan aset hak guna                                               -            (9.359)       (17.757)       (64.147)         (41.288)        (27.661)       (2.494)
   Penarikan Deposito Berjangka                                                                                     152.000                -               -
   Penempatan Deposito Berjangka                                                                                  (192.082)                -               -
   Penempatan kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya          (942)            (5.265)          (993)        (6.389)         (5.250)        (10.185)        (1.746)
   Penarikan kas dan setara kas yang dibatasi penggunaanya                               4.542                                           572           1.070              -

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                   (536.593)          (344.714)      (398.477)      (931.130)        (807.633)       (767.005)     (128.371)

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan
   Pembayaran Pinjaman bank jangka pendek                       (3.172.083)       (738.000)                -               -                -              -
   Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                     (11.574.101)     (1.965.657)      (4.000.000)     (4.400.000)                -      (800.000)     (100.000)
   Pembayaran biaya transaksi                                      (78.865)          (5.250)               -               -                -              -
   Penerimaan pinjaman bank jangka jangka pendek                  1.865.000         738.000                -               -                -              -
   Penerimaan Pinjaman jangka bank jangka panjang                13.336.455       1.650.000                -       2.744.097                -              -
   Penerimaan dari penerbitan saham                                                                3.119.909               -
   Biaya penerbitan saham                                                                           (14.702)               -
   Pembayaran Pokok liabilitas sewa                                       -         (162.488)      (281.938)       (188.721)       (110.440)       (237.669)      (48.016)
   Pembayaran dividen                                                     -          (27.568)      (194.746)       (215.803)       (245.483)       (262.226)             -

Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                      376.406          (510.963)    (1.371.477)     (2.060.427)       (355.923)      (1.299.895)    (148.016)

Kenaikan (Penurunan) Berisih Pada Kas dan Bank                      49.157           144.323       (233.378)             3.685        44.525       (190.101)        56.021
Kas dan Bank Awal Tahun                                            336.606           386.751         526.813           290.567       294.344         339.455       150.342
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                                988            (4.261)         (2.868)               92           586             988         (693)
Kas dan Bank Akhir Tahun                                           386.751           526.813         290.567           294.344       339.455         150.342       205.670




                                                                                                                                                Business Valuation Unit
                                                                              106                                                                                Jakarta
Page 122
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Analisis Vertikal
PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
Studi Kelayakan
30 Juni 2025
Dalam Persentase

Lampiran -1.5
Analisis Vertikal
Keterangan                                                       Des       Des       Des       Des       Des       Des       Juni
Posisi Keuangan                                                  2019      2020      2021      2022      2023      2024      2025
Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                            1,98%     2,54%     1,35%     1,38%     1,53%     0,71%     0,99%
  Piutang Usaha - Bersih
    Pihak Ketiga                                                3,27%     1,51%     0,71%     1,17%      0,90%     0,85%     0,77%
    Pihak Berelasi                                              3,69%     9,76%     14,56%    11,58%    16,16%    11,01%    10,56%
  Piutang Lain-Lain
    Pihak Ketiga                                                0,38%     0,22%     0,55%     0,34%     0,49%     0,55%     0,41%
    Pihak Berelasi                                              0,47%     0,16%     0,33%     0,39%     0,50%     0,70%     1,09%
  Persediaan                                                    5,64%     5,06%     4,74%     5,91%     5,27%     5,47%     6,22%
  Pajak lain-lain dibayar di muka                               0,49%     0,67%     1,87%     2,72%     2,36%     2,90%     1,56%
  Biaya Dibayar Dimuka                                          0,21%     0,14%     0,14%     0,05%     0,11%     0,05%     0,12%
  Aset Derivatif                                                                                                  0,00%
  Aset Lancar Lainnya                                           0,27%     0,28%     0,12%     0,13%     0,11%     0,11%     0,12%

Jumlah Aset Lancar                                              16,39%    20,33%    24,37%    23,66%    27,43%    22,35%    21,85%

Aset Tidak Lancar
  Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya                0,11%     0,11%     0,11%     0,14%      0,16%     0,22%     0,24%
  Aset Pajak Tangguhan                                          0,09%     0,09%     0,15%     0,15%      0,14%     0,16%     0,14%
  Aset Tetap dan Tanah Pertambangan                             79,04%    73,58%    69,83%    71,38%    69,28%    73,41%    73,50%
  Aset Hak Guna                                                 0,00%     2,25%     1,26%     0,75%      0,68%     1,24%     1,46%
  Tagihan Pengembalian Pajak                                    0,00%     0,00%     0,00%     0,00%      0,00%     0,00%     0,00%
  - Pajak Penghasilan Badan                                               0,78%     1,49%     1,48%      0,51%     0,73%     0,88%
  - Pajak lain-lain                                                       0,94%     0,90%     0,59%      0,02%     0,01%     0,03%
  Goodwill                                                                1,60%     1,54%     1,55%      1,49%     1,58%     1,60%
  Aset tidak lancar lainnya                                     0,41%     0,33%     0,34%     0,29%      0,30%     0,31%     0,30%

Jumlah Aset Tidak Lancar                                        83,61%     79,67%    75,63%    76,34%   72,57%    77,65%    78,15%
Jumlah Aset                                                    100,00%    100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang Usaha
     Pihak Ketiga                                               8,13%     7,89%     9,01%     11,06%    10,15%    9,28%     8,51%
     Pihak Berelasi                                             1,23%     1,83%     5,42%     8,13%      9,14%    6,66%     5,54%
   Utang Lain-Lain
     Pihak Ketiga                                               1,73%     0,48%     0,28%     0,38%     0,23%     0,39%     0,66%
     Pihak berelasi                                             0,02%     0,05%     0,02%     0,00%     0,65%     0,04%     1,63%
   Utang Pajak
     Pajak penghasilan badan                                    0,21%     0,24%     0,00%     0,08%     0,10%     0,01%     0,01%
     Pajak lain-lain                                            0,32%     0,02%     0,08%     0,05%     0,06%     0,03%     0,03%
   Beban Masih Harus Dibayar                                    1,97%     1,53%     1,04%     1,32%     1,34%     1,20%     1,59%
   Liabilitas Derivatif                                         0,02%     0,01%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                       0,92%     1,01%     1,30%     1,02%     0,83%     1,18%     0,62%
     Pinjaman Bank Jangka Panjang                               0,59%     5,30%     0,00%     0,00%     1,80%     1,90%     3,38%
     Liabilitas Sewa                                            0,00%     1,62%     0,99%     0,63%     0,55%     0,52%     0,54%

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 15,15%    19,97%    18,14%    22,68%    24,85%    21,21%    22,51%

Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                   2,74%     3,25%     4,71%     5,20%     5,42%     5,85%     6,05%
   Pinjaman Bank Jangka Panjang setelah dikurangi bagian
   jatuh tempo dalam satu tahun                                 43,68%    35,05%    20,38%    12,79%    10,52%    7,32%     5,50%
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                      2,54%     2,56%     2,47%     2,26%      2,09%    2,67%     2,39%
   Provisi untuk Restorasi                                      0,22%     0,37%     0,42%     0,39%      0,40%    0,42%     0,46%
   Utang Lain-lain
     Pihak Berelasi                                             0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,00%     0,58%     0,58%
   Liabilitas dan Provisi Jangka Panjang lainnya                0,00%     1,22%     1,23%     1,01%     0,16%     0,14%     0,07%
   Liabilitas Sewa                                              0,00%     1,10%     0,53%     0,19%     0,25%     0,45%     0,68%

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                49,17%    43,55%    29,75%    21,84%    18,84%    17,43%    15,72%
Jumlah Liabilitas                                               64,32%    63,52%    47,89%    44,52%    43,69%    38,64%    38,23%

Ekuitas
   Modal Saham                                                   19,58%   18,48%    20,98%    21,09%    20,31%    21,43%    21,74%
   Tambahan Modal Disetor                                        13,22%   12,48%    23,33%    23,45%    22,58%    23,82%    24,18%
   Komponen ekuitas lain                                         0,00%    0,00%     0,00%     0,00%      0,00%     0,00%     0,00%
   Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, setelah pajak
                                                                 -0,91%   -1,02%    -1,21%    -1,04%    -1,00%    -1,37%    -1,37%
   Saldo Laba                                                    0,00%    0,00%     0,00%     0,00%      0,00%     0,00%     0,00%
    Dicadangkan                                                  3,92%    3,70%     3,57%     3,58%      4,06%     4,29%     4,35%
    Belum dicadangkan                                            -0,12%   2,85%     5,44%     8,39%     10,36%    13,19%    12,88%

Jumlah Ekuitas                                                  35,68%     36,48%    52,11%    55,48%   56,31%    61,36%    61,77%
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                  100,00%    100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%




                                                                                                                                      Business Valuation Unit
                                                                          107                                                                          Jakarta
Page 123
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
Studi Kelayakan
30 Juni 2025
Dalam Persentase

Lampiran -1.6
Analisis Vertikal
Keterangan                                                        Des       Des       Des       Des       Des          Des         Juni
Laba Rugi                                                         2019      2020      2021      2022      2023         2024        2025
Penjualan                                                       100,00%   100,00%   100,00%   100,00%   100,00%      100,00%     100,00%
Beban Pokok Penjualan                                           -73,91%   -70,48%   -74,57%   -76,09%   -77,58%      -78,37%     -79,12%
Laba Kotor                                                       26,09%    29,52%    25,43%    23,91%   22,42%       21,63%      20,88%

Beban Usaha
Distribusi dan penjualan                                         -9,46%   -9,55%    -8,59%    -8,49%    -7,67%       -8,08%      -8,65%
Umum dan administrasi                                            -5,98%   -3,93%    -3,52%    -2,83%    -2,85%       -3,09%      -2,89%
Laba (rugi) selisih kurs                                         0,47%    -0,38%    0,04%     0,00%     -0,02%        0,21%      -0,33%
Rugi dari penghapusan aset tetap                                 -0,37%   -0,17%    0,01%     0,00%      0,00%        0,00%       0,00%
Penghasilan lain-lain                                            0,57%    0,98%     0,00%     0,00%      0,00%        0,00%       0,00%
Lainnya - bersih                                                 -0,05%   -0,20%    0,35%     -0,80%     0,01%       -0,07%      -0,09%
Laba Sebelum Bunga dan Pajak Penghasilan                         11,27%   16,27%    13,71%    11,79%    11,89%       10,59%       8,92%

Penghasilan Keuangan                                             0,03%    0,07%     0,03%     0,05%      0,04%        0,05%       0,07%
Beban Keuangan                                                   -7,62%   -6,67%    -4,05%    -2,30%    -1,99%       -2,03%      -1,77%

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                   3,69%    9,67%     9,69%     9,54%     9,95%         8,60%       7,22%

   Beban Pajak Penghasilan                                       0,83%    -3,23%    -3,33%    -2,70%    -2,72%       -2,30%      -1,87%

Jumlah Beban Pajak Penghasilan                                   0,83%    -3,23%    -3,33%    -2,70%    -2,72%       -2,30%      -1,87%

Laba Bersih Tahun Berjalan                                       4,51%    6,44%     6,36%     6,84%     7,23%         6,30%       5,36%

Penghasilan Komprehensif Lain
Pos yang tidak akan direklasifikasi Ke laba Rugi :

   Pengukurann Kembali Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan         0,81%    -0,25%    -0,22%    0,39%     0,02%        -0,73%       0,11%

   Pajak Tangguhan dari Pengukuran Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan
   Lainnya
   Manfaat Pajak Penghasilan Tangguhan                           0,00%    0,00%     0,00%     0,00%     0,00%         0,16%       0,00%
   Beban Pajak Terkait                                          -0,20%    -0,07%    0,05%     -0,08%    0,00%         0,00%      -0,02%



Jumlah Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setalah
                                                               0,61%
                                                                   Pajak -0,32%     -0,18%    0,31%     0,01%        -0,57%       0,09%

Jumlah Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak       5,12%    6,12%     6,18%     7,15%     7,25%         5,74%       5,44%

Laba Bersih Tahun Berjalan yang dapat Diatribusikan Kepada :
   Pemilik Entitas Induk                                         4,51%    6,44%     6,43%     6,84%     7,23%         6,30%       5,36%
   Kepentingan Non Pengendali

Jumlah                                                           4,51%    6,44%     6,43%     6,84%     7,23%         6,30%       5,36%



Jumlah Laba Komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan
                                                               0,00%
                                                                 kepada 0,00%       0,00%     0,00%     0,00%         0,00%       0,00%
Pemilik entitas induk                                          0,00%    0,00%       0,00%     0,00%     0,00%         0,00%       0,00%
kepentingan non pengendali                                     0,00%    0,00%       0,00%     0,00%     0,00%         0,00%       0,00%

Jumlah                                                           0,00%    0,00%     0,00%     0,00%     0,00%         0,00%       0,00%

Laba Per Saham Dasar




                                                                                                                  Business Valuation Unit
                                                               108                                                                 Jakarta
Page 124
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Analisis Horizontal
PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
Studi Kelayakan
30 Juni 2025
Dalam Persentase

Lampiran -1.7
Analisis Horizontal
Keterangan                                                                                 Des      Des        Des        Des         Des           Des       Juni
Posisi Keuangan                                                                            2019     2020       2021       2022        2023          2024      2025
Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                                                               36,22%     -44,84%     1,30%      15,33%       -55,71%    36,80%
  Piutang Usaha - Bersih
    Pihak Ketiga                                                                                  -51,06%     -51,41%     64,78%     -20,57%      -10,40%     -9,93%
    Pihak Berelasi                                                                                180,48%      54,49%    -20,84%     44,91%       -35,41%     -5,48%
  Piutang Lain-Lain
    Pihak Ketiga                                                                                   -38,17%    160,42%    -39,88%    52,58%         6,73%      -27,35%
    Pihak Berelasi                                                                                 -64,89%    118,66%     17,29%    32,30%         34,01%      52,98%
  Persediaan                                                                                        -4,93%     -2,80%     23,89%     -7,21%        -1,71%      12,04%
  Pajak lain-lain dibayar di muka                                                                  44,78%     188,24%     45,02%     -9,77%        16,09%     -46,96%
  Biaya Dibayar Dimuka                                                                             -30,95%     7,27%     -66,85%    139,47%       -59,30%    155,91%
  Aset Derivatif                                                                                     0,00%     0,00%      0,00%       0,00%        0,00%     -100,00%
  Aset Lancar Lainnya                                                                                9,90%    -54,22%     9,36%     -16,54%        -6,71%      10,14%

Jumlah Aset Lancar                                                                                 31,48%     24,24%      -3,42%     20,40%       -22,78%     -3,68%

Aset Tidak Lancar
  Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya                                                     3,26%     4,33%      26,70%     17,21%        31,02%     4,82%
  Aset Pajak Tangguhan                                                                               9,37%     77,79%     -2,04%      -6,34%       10,63%    -10,43%
  Aset Tetap dan Tanah Pertambangan                                                                 -1,34%     -1,65%     1,69%        0,81%       0,43%      -1,32%
  Aset Hak Guna                                                                                      0,00%    -41,82%    -41,06%      -5,31%       73,00%     15,45%
  Tagihan Pengembalian Pajak                                                                         0,00%     0,00%      0,00%        0,00%       0,00%      0,00%
  - Pajak Penghasilan Badan                                                                        -46,10%     98,12%     -1,00%     -64,37%       35,40%     19,56%
  - Pajak lain-lain                                                                                35,13%      -0,20%    -35,21%     -96,35%      -58,97%    263,83%
  Goodwill                                                                                           0,00%     0,00%      0,00%        0,00%       0,00%      0,00%
  Aset tidak lancar lainnya                                                                        -16,06%     6,29%     -13,16%       4,89%       -0,80%     -4,49%

Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                           0,99%       -1,63%     0,41%      -1,25%        1,41%      -0,81%
Jumlah Aset                                                                                        5,98%       3,63%      -0,52%      3,87%        -5,23%     -1,45%

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang Usaha
     Pihak Ketiga                                                                                   2,83%      18,37%    22,04%      -4,68%       -13,35%     -9,59%
     Pihak Berelasi                                                                                57,08%     207,39%    49,21%      16,78%       -30,92%    -17,99%
   Utang Lain-Lain
     Pihak Ketiga                                                                                 -70,32%     -40,22%     36,25%     -37,45%       62,20%     64,64%
     Pihak berelasi                                                                               171,33%     -67,87%    -69,68%    14563,07%     -94,13%    3861,05%
   Utang Pajak
     Pajak penghasilan badan                                                                      19,72%       -99,45%   6524,72%    22,53%        -87,71%    -8,14%
     Pajak lain-lain                                                                              -94,94%     430,83%     -35,65%    19,41%        -52,01%    7,44%
   Beban Masih Harus Dibayar                                                                      -17,72%      -29,17%     25,37%      5,60%       -14,83%    30,44%
   Liabilitas Derivatif                                                                           -67,98%      -87,98%   356,82%     -98,84%      -100,00%    0,00%
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                                                         16,60%        33,26%    -21,69%    -15,32%        33,87%   -48,49%
   Pinjaman Bank Jangka Panjang                                                                   847,38%     -100,00%     0,00%       0,00%        0,00%     75,00%
   Liabilitas Sewa                                                                                 0,00%       -36,39%    -36,57%     -9,47%       -11,12%    2,51%

  Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                                  39,74%      -5,84%    24,36%      13,81%       -19,10%     4,55%

Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                                                      25,90%     50,03%      9,91%      8,20%         2,29%      1,91%

  Pinjaman Bank Jangka Panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu tahun               -14,94%    -39,74%    -37,57%     -14,53%      -34,11%    -25,91%
  Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                                           7,04%      -0,20%     -8,89%      -4,04%       21,39%    -12,01%
  Provisi untuk Restorasi                                                                          75,45%      20,20%     -8,95%       6,12%       1,01%      7,50%
  Utang Lain-lain                                                                                   0,00%      0,00%      0,00%        0,00%       0,00%      0,00%
    Pihak Berelasi                                                                                  0,00%      0,00%      0,00%        0,00%       0,00%      -1,18%
  Liabilitas dan Provisi Jangka Panjang lainnya                                                     0,00%      5,27%     -18,29%     -83,83%      -14,27%    -53,31%
  Liabilitas Sewa                                                                                   0,00%     -50,06%    -64,82%     40,65%        66,41%     49,55%

  Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                                 -6,14%     -29,21%    -26,96%     -10,41%      -12,33%    -11,11%
  Jumlah Liabilitas                                                                                 4,66%     -21,86%     -7,52%      1,93%       -16,18%     -2,51%

Ekuitas
   Modal Saham                                                                                       0,00%    17,70%      0,00%       0,00%        0,00%      0,00%
   Tambahan Modal Disetor                                                                            0,00%    93,80%      0,00%       0,00%        0,00%      0,00%
   Komponen ekuitas lain                                                                             0,00%    0,00%       0,00%       0,00%        0,00%      0,00%
    Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, setelah pajak                                 18,13%    23,83%     -14,54%     -0,77%        30,35%     -1,47%
   Saldo Laba                                                                                        0,00%    0,00%       0,00%       0,00%        0,00%      0,00%
    Dicadangkan                                                                                      0,00%    0,00%       0,00%      17,70%        0,00%      0,00%
    Belum dicadangkan                                                                             -2573,11%   97,63%      53,25%     28,29%        20,72%     -3,82%
                                                                                       0             0,00%    0,00%       0,00%       0,00%        0,00%      0,00%
Jumlah Ekuitas                                                                                       8,36%    48,01%      5,90%       5,43%        3,27%      -0,79%
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                                                        5,98%    3,63%       -0,52%      3,87%        -5,23%     -1,45%




                                                                                                                                             Business Valuation Unit
                                                                        109                                                                                   Jakarta
Page 125
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
Studi Kelayakan
30 Juni 2025
Dalam Persentase

Lampiran -1.8
Analisis Horizontal
Keterangan                                                                       Des       Des       Des       Des          Des         Des        Juni
Laba Rugi                                                                        2019      2020     2021       2022         2023       2024        2025
Penjualan                                                                                -8,59%    10,98%     9,31%        0,89%      -4,46%     -57,92%
Beban Pokok Penjualan                                                                   -12,82%    17,41%     11,53%       2,86%      -3,48%     -57,52%
Laba Kotor                                                                                3,41%    -4,38%     2,77%       -5,38%      -7,86%     -59,36%

Beban Usaha                                                                                0,00%     0,00%      0,00%        0,00%     0,00%       0,00%
Distribusi dan penjualan                                                                  -7,74%    -0,10%      7,93%       -8,84%     0,65%      -54,94%
Umum dan administrasi                                                                    -39,90%    -0,71%     -12,02%       1,55%     3,66%      -60,64%
Laba (rugi) selisih kurs                                                                -173,08%   -110,60%    -96,97%   -1961,48%   -1192,87%   -165,72%
Rugi dari penghapusan aset tetap                                                         -59,07%   -106,52%   -138,24%     -37,56%     1,15%     -100,00%
Penghasilan lain-lain                                                                    56,43%    -100,00%     0,00%        0,00%     0,00%       0,00%
Lainnya - bersih                                                                         248,65%   -290,92%   -351,97%    -100,75%   -1282,51%    -46,40%
Laba Sebelum Bunga dan Pajak Penghasilan                                                 32,00%     -6,49%      -6,01%       1,76%    -14,92%     -64,55%

Penghasilan Keuangan                                                                    80,99%     -48,75%     86,95%     -20,14%     3,98%      -39,46%
Beban Keuangan                                                                          -20,00%    -32,51%    -37,89%     -12,96%     -2,18%     -63,50%

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                                          139,91%    11,14%      7,64%      5,19%       -17,38%    -64,66%

   Beban Pajak Penghasilan                                                              -457,51%   14,24%     -11,48%     1,63%       -19,16%    -65,85%

Jumlah Beban Pajak Penghasilan                                                          -457,51%   14,24%     -11,48%     1,63%       -19,16%    -65,85%

Laba Bersih Tahun Berjalan                                                              30,44%      9,58%     17,65%      6,60%       -16,72%    -64,23%

Penghasilan Komprehensif Lain                                                            0,00%      0,00%      0,00%      0,00%       0,00%       0,00%
Pos yang tidak akan direklasifikasi Ke laba Rugi :                                       0,00%      0,00%      0,00%      0,00%       0,00%       0,00%

   Pengukurann Kembali Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan                                -128,35%    -1,37%    -292,62%    -95,55%    -4104,61%   -106,31%

   Pajak Tangguhan dari Pengukuran Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan                     0,00%       0,00%      0,00%      0,00%       0,00%       0,00%
   Lainnya                                                                               0,00%       0,00%      0,00%      0,00%       0,00%       0,00%
   Manfaat Pajak Penghasilan Tangguhan                                                   0,00%       0,00%      0,00%      0,00%       0,00%     -100,00%
   Beban Pajak Terkait                                                                  -68,98%    -177,17%   -292,09%    -95,79%    -100,00%      0,00%



Jumlah Penghasilan (Rugi) Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setalah Pajak                -148,15%   -39,13%    -292,76%    -95,49%    -4020,65%   -106,30%

Jumlah Laba Komprehensif Lain Tahun Berjalan Setelah Pajak                               9,25%     12,13%     26,47%      2,18%       -24,37%    -60,06%

Laba Bersih Tahun Berjalan yang dapat Diatribusikan Kepada :                             0,00%     0,00%      0,00%       0,00%        0,00%      0,00%
   Pemilik Entitas Induk                                                                30,44%     10,74%     16,42%      6,60%       -16,72%    -64,23%
   Kepentingan Non Pengendali                                                            0,00%     0,00%      0,00%       0,00%        0,00%      0,00%

Jumlah                                                                                  30,44%     10,74%     16,42%      6,60%       -16,72%    -64,23%



Jumlah Laba Komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada                  0,00%      0,00%      0,00%      0,00%       0,00%       0,00%
Pemilik entitas induk                                                                    0,00%      0,00%      0,00%      0,00%       0,00%       0,00%
kepentingan non pengendali                                                               0,00%      0,00%      0,00%      0,00%       0,00%       0,00%

Jumlah                                                                                   0,00%      0,00%      0,00%      0,00%       0,00%       0,00%

Laba Per Saham Dasar




                                                                                                                               Business Valuation Unit
                                                                           110                                                                  Jakarta
Page 126
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Rasio Keuangan Historis
PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
Studi Kelayakan
30 Juni 2025
Dalam Jutaan Rupiah

Lampiran - 1.4
Rasio Keuangan                                  Des        Des       Des       Des       Des        Des           Juni
Keterangan                                      2019       2020      2021      2022      2023       2024          2025
Rasio Likuiditas
   Current Ratio                               108,21%    101,81%   134,34%   104,33%   110,37%    105,36%       97,07%
   Quick Ratio                                 71,00%     76,50%    108,20%    78,30%    89,14%     79,57%       69,43%
   Cash Ratio                                  13,05%     12,72%     7,45%     6,07%     6,15%      3,37%        4,41%

Rasio Aktivitas
   Perputaran Piutang Usaha
      Pihak Ketiga                              21,1       11,3       4,9      7,5        5,9       5,5           5,8
      Pihak Berelasi                            23,8       73,1      101,8     73,7      105,9      71,6          79,7
   Perputaran Piutang Lain-Lain
      Pihak Ketiga                               2,4        1,7       3,9      2,1       3,2        3,6           3,1
      Pihak Berelasi                             3,1        1,2       2,3      2,5       3,3        4,6           8,2
   Perputaran Persediaan                        49,2       53,7      44,5      49,4      44,5       45,4          59,3
   Perputaran Utang Usaha
      Pihak Ketiga                              71,1       83,8      84,5      92,5      85,7       76,9          81,2
      Pihak Berelasi                            10,8       19,4      50,8      68,0      77,2       55,2          52,9
   Perputaran utang Lain-Lain
      Pihak Ketiga                              15,1        5,2       2,6      3,2       1,9        3,3           6,3
      Pihak Berelasi                             0,2        0,5       0,1      0,0       5,5        0,3           15,5
   Perputaran Beban Yang Masih Harus Dibayar    17,2       16,2       9,8      11,0      11,3       10,0          15,2

Rasio Solvabilitas
   Debt to Assets Ratio                        64,32%     63,52%    47,89%    44,52%    43,69%     38,64%        38,23%
   Debt to Equity Ratio                        180,23%    174,09%   91,90%    80,26%    77,59%     62,97%        61,88%

Rasio Profitabilitas
   Gross Profit Margin                         26,09%     29,52%    25,43%    23,91%    22,42%     21,63%        20,88%
   Operating Profit Margin                     11,27%     16,27%    13,71%    11,79%    11,89%     10,59%        8,92%
   Net Profit Margin                            4,51%      6,44%     6,36%    6,84%     7,23%      6,30%         5,36%
   ROA                                          2,55%      3,14%     3,32%    3,93%     4,03%      3,54%         1,29%
   ROE                                          7,15%      8,60%     6,37%    7,08%     7,15%      5,77%         2,08%




                                                                                                  Business Valuation Unit
                                                         111                                                       Jakarta
Page 127
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Asumsi – Asumsi

Asumsi Before
PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
Studi Kelayakan
30 Juni 2025
Dalam Jutaan Rupiah

Keterangan                                                                            Jul-Des            Des             Des             Des              Des             Des
Asumsi                                                                                  2025             2026            2027            2028             2029            2030
Hari Per tahun                                                                                     184             365             365             365              365             365
Inflasi                                                                                         1,70%           2,50%           2,50%           2,50%            2,50%           2,50%

Penjualan
   Cement Production (million Ton)                                                              5,3             11,3            11,7            12,2              12,4           12,6
   Clinker Production (million Ton)                                                             4,5              9,0             9,2             9,5               9,3            9,3
   Clinker Sales Volume (million Ton)                                                           0,7              1,2             1,1             1,0               0,8            0,6
   Cement Sales Volume (million Ton)                                                            5,6             11,8            12,3            12,8              13,0           13,2
   Cement Prod + Clinker Sales (million Ton)                                                    6,0             12,5            12,9            13,2              13,2           13,2
Total Sales Volume (million Ton)                                                                6,3             13,0            13,4            13,8              13,8           13,8
   ASP (Rp. Thousand/Ton)                                                                  817.445          822.496         834.041         846.857           867.023        885.235
Revenue Cement+Clinker                                                                   5.149.903       10.696.864      11.202.300      11.702.082        11.944.872     12.245.989

Non Cement                                                                                440.906         1.404.735       1.482.031       1.572.220         1.667.906      1.769.425

Total Revenue                                                                            5.590.809       12.101.600      12.684.331      13.274.302        13.612.778     14.015.415

COGS
  Variable cost                                                                          2.609.772        5.419.535       5.691.040       5.950.160         6.014.203      6.130.186
  Fixed Cost                                                                             1.094.713        2.360.848       2.459.101       2.560.046         2.656.551      2.758.234
  Total COGS Cement                                                                      3.704.485        7.780.383       8.150.141       8.510.206         8.670.754      8.888.420

COGS non Cement                                                                           337.522         1.100.192       1.152.394       1.209.469         1.269.856      1.333.752

Total COGS                                                                               4.042.007        8.880.576       9.302.535       9.719.675         9.940.610     10.222.172

Beban Penjualan dan Distribusi                                                            547.975         1.217.637       1.293.267       1.372.496         1.415.985      1.467.922

Beban Umum dan Administrasi
  Gaji, upah dan tunjangan                                                 195.855         99.592           204.164         209.269         214.500          219.863         225.359
  Jasa Profesional                                                          25.314         12.872            26.388          27.048          27.724           28.417          29.127
  Pemeliharaan data dan sistem, proyek regional dan shared services         14.597          7.423            15.216          15.597          15.987           16.386          16.796
  Cadangan kerugian penurunan nilai                                          7.132          3.627             7.435           7.621           7.811            8.007           8.207
  Sumbangan dan representasi                                                17.844          9.074            18.601          19.066          19.543           20.031          20.532
  Biaya Outsource                                                           36.569         18.595            38.120          39.073          40.050           41.052          42.078
  Penyusutan aset hak guna                                                                  3.360             6.710           1.672           1.380            1.373           1.373
  Perjalanan                                                                10.909          5.547            11.372          11.656          11.948           12.246          12.552
  Biaya bank                                                                 5.014          2.550             5.227           5.357           5.491            5.629           5.769
  Penyusutan dan deplesi                                                                      618             1.256           1.296           1.307            1.309           1.352
  Perbaikan dan pemeliharaan                                                 2.607          1.326             2.718           2.786           2.855            2.927           3.000
  Konferensi dan rapat                                                       6.349          3.228             6.618           6.783           6.953            7.127           7.305
  Sewa                                                                       3.664          1.863             3.820           3.915           4.013            4.113           4.216
  Lisensi dan izin                                                           1.925            979             2.007           2.057           2.108            2.161           2.215
  Pendidikan, pelatihan dan pengembangan                                     1.889            961             1.969           2.019           2.069            2.121           2.174
  Lain-lain                                                                 13.586          6.908            14.162          14.516          14.879           15.251          15.632

Pajak                                                                          28%                28%             28%             28%             28%              28%             28%
JIBOR                                                                        6,44%              6,44%           6,44%           6,44%           6,44%            6,44%           6,44%

Perputaran
Perputaran Piutang Usaha
  Pihak Ketiga                                                         6         6                  6               6               6               6                6               6
  Pihak Berelasi                                                      88        88                 88              88              88              88               88              88
Perputaran Piutang Lain-Lain
  Pihak Ketiga                                                         3         3                  3               3               3               3                3               3
  Pihak Berelasi                                                       3         3                  3               3               3               3                3               3
Perputaran Persediaan                                                 46        46                 46              46              46              46               46              46
Perputaran Utang Usaha
  Pihak Ketiga                                                        85        85                 85              85              85              85               85              85
  Pihak Berelasi                                                      63        63                 63              63              63              63               63              63
Perputaran utang Lain-Lain
  Pihak Ketiga                                                         3         3                  3               3               3               3                3               3
  Pihak Berelasi                                                       2         2                  2               2               2               2                2               2
Perputaran Beban Yang Masih Harus Dibayar                             11        11                 11              11              11              11               11              11




                                                                                                                                                         Business Valuation Unit
                                                                                112                                                                                       Jakarta
Page 128
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Asumsi After
PT SOLUSI BANGUN INDONESIA TBK
Studi Kelayakan
30 Juni 2025
Dalam Jutaan Rupiah

Keterangan                                                                                     Jul-Des          Des           Des           Des            Des          Des
Asumsi                                                                                           2025           2026          2027          2028           2029         2030
Hari Per tahun                                                                                         184            365           365           365            365           365
Inflasi                                                                                             1,70%          2,50%         2,50%         2,50%          2,50%         2,50%

Penjualan Eksisting                                                                             5.590.809     12.101.600    12.684.331    13.274.302     13.612.778    14.015.415
HPP Eksisting                                                                                   4.042.007      8.880.576     9.302.535     9.719.675      9.940.610    10.222.172

Beban Penjualan dan Distribusi                             % to sales                               9,80%         10,06%        10,20%        10,34%         10,40%        10,47%

Respected Project
SBI Charge to Pertamina Hulu KalTim (PHK)
DWM Solid Control Package (A)                                                                       8.813        18.067        18.519        18.982          19.457       20.352
 a. Equipmment & Tools                                           1200 vessel/days     49,02%        4.320          8856           9077         9304             9537        9976
 b. Cutting Skip                                                12000 days             9,76%          860          1763           1807         1852             1899        1986
 c. Personell                                                    1200 vessel/days     36,20%        3.190          6540           6703         6871             7042        7366
 d. Installation & Dismantle Unit                                   6 unit             1,70%          150            308           315           323             331          346
 e. Mob Demob Trip                                                  4 trip             3,33%          293            601           616           632             648          677
DWM Solid Control Package (B)                                                                       4.456         9.134         9.363         9.597           9.837       10.289
 a. Cutting Dryer Package with screw Conveyor or other
 alternate, complete with equipment to transfer cutting,                2 730 days    64,88%        2.891         5.926         6.074         6.226           6.382            6675
 Centrifuge, tank & pump if necessary
 b. Lump sum installation cost                                          2 1 day        2,36%          105           215           221           226             232           242
 c. Cutting Dryer Operator                                              4 730 days    32,77%        1.460         2.993         3.068         3.145           3.223         3371
Total Revenue                                                                                      13.269        27.202        27.882        28.579          29.293       30.641

SCHEME
 a. Equipment & Tools                                                   1 set
 b. Cutting Dryer Package with screw conveyor or other
 alternate, complete with equipment to transfer cutting,                1 set
 centrifuge, tank and pump if necessary
Contrak Charge to SBI
DWM Solid Control Package (A)                                                         44,40%        3.913         8.022         8.223         8.428           8.639        8.855
 a. Equipment & Tools                                            1200 vessel/days                     -             -             -             -               -            -
 b. Cutting Skip                                                12000 days            14,57%          570         1.169         1.198         1.228           1.258         1290
 c. Personell                                                    1200 vessel/days     74,11%        2.900         5.945         6.094         6.246           6.402         6562
 d. Installation & Dismantle Unit                                   6 unit             3,83%          150           308           315           323             331           339
 e. Mob Demob Trip                                                  4 trip             7,50%          293           601           616           632             648           664
DWM Solid Control Package (B)                                                         33,37%        1.487         2.974         3.048         3.125           3.203        3.283
 a. Cutting Dryer Package with screw conveyor or other
 alternate, complete with equipment to transfer cutting,                2 730 days                       -             -             -             -              -
 centrifuge, tank & pump if necessary
 b. Lump sum installation cost                                          2 1 day        6,72%          100           200           205           210             215           221
 c. Cutting Dryer Operator                                              4 730 days    93,28%        1.387         2.774         2.843         2.914           2.987         3062
Total Rental Cost                                                                                   5.400        10.996        11.271        11.553          11.842       12.138
Other Cost                                                                                            826         1.701         1.752         1.804           1.849        1.896
Maintenance Installation Cost                                      0,1 IDR/Year                       764         1.575         1.622         1.671           1.712         1755
Electrical Cost (Asumsi dari Electrical Installation)              0,1 IDR/Year                        61           126           130           134             137           140
General and administrative expenses                                                                   226           680           697           714             732          766
Total Profit                                                                                        6.818        13.825        14.162        14.507          14.870       15.841

Pajak                                                                                                 28%            28%           28%           28%            28%           28%
JIBOR                                                                                               6,44%          6,44%         6,44%         6,44%          6,44%         6,44%

Perputaran
Perputaran Piutang Usaha
  Pihak Ketiga                                                                                            6             6             6             6              6             6
  Pihak Berelasi                                                                                         88            88            88            88             88            88
Perputaran Piutang Lain-Lain
  Pihak Ketiga                                                                                            3             3             3             3              3             3
  Pihak Berelasi                                                                                          3             3             3             3              3             3
Perputaran Persediaan                                                                                    46            46            46            46             46            46
Perputaran Utang Usaha
  Pihak Ketiga                                                                                           85            85            85            85             85            85
  Pihak Berelasi                                                                                         63            63            63            63             63            63
Perputaran utang Lain-Lain
  Pihak Ketiga                                                                                            3             3             3             3              3             3
  Pihak Berelasi                                                                                          2             2             2             2              2             2
Perputaran Beban Yang Masih Harus Dibayar                                                                11            11            11            11             11            11




                                                                                                                                                        Business Valuation Unit
                                                                                113                                                                                      Jakarta
Page 129
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Keterangan                        Jul-Des         Des             Des            Des            Des             Des
Laba - Rugi                        2025           2026           2027           2028           2029            2030
Penjualan                            5.590.809     12.101.600     12.684.331     13.274.302     13.612.778      14.015.415
Beban Pokok Penjualan               (4.425.576)    (9.657.502)   (10.017.265)   (10.435.309)   (10.656.792)    (10.961.535)
Laba Kotor                           1.165.233      2.444.097      2.667.066      2.838.992      2.955.986       3.053.880

Beban Usaha
  Penjualan dan Distribusi            (547.975)   (1.217.637)     (1.293.267)    (1.372.496)    (1.415.985)     (1.467.922)
  Umum dan administrasi               (178.523)     (365.783)       (369.731)      (378.619)      (388.012)       (397.689)

Laba Usaha                             438.735        860.678      1.004.069      1.087.877      1.151.990       1.188.269

Penghasilan Keuangan                       -             -               -              -              -               -
Beban Keuangan                         (84.901)      (63.499)        (15.798)       (15.798)       (15.798)        (15.798)

Laba Sebelum Pajak Penghasilan         353.834        797.179        988.271      1.072.079      1.136.192       1.172.471

Beban Pajak Penghasilan                (99.074)     (223.210)      (276.716)      (300.182)      (318.134)       (328.292)

Laba Rugi Tahun Berjalan               254.760        573.969        711.555        771.897        818.058         844.179




                                                                                                 Business Valuation Unit
                                        114                                                                       Jakarta
Page 130
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Keterangan                                                            Jul-Des        Des             Des             Des             Des             Des
Posisi Keuangan                                                        2025          2026            2027            2028            2029            2030
Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                                      706.482     1.185.939       1.044.403       1.731.475       2.414.613       3.105.732
  Piutang Usaha - Bersih
    Pihak Ketiga                                                          180.516       196.974         206.459         216.062         221.571         228.125
    Pihak Berelasi                                                      2.680.845     2.925.262       3.066.123       3.208.733       3.290.552       3.387.879
  Piutang Lain-Lain
    Pihak Ketiga                                                           97.511       106.401         111.524         116.711         119.687         123.228
    Pihak Berelasi                                                         95.832       104.569         109.604         114.702         117.627         121.106
  Persediaan                                                            1.104.965     1.215.538       1.260.819       1.313.436       1.341.313       1.379.669
  Pajak lain-lain dibayar di muka                                         323.376       323.376         323.376         323.376         323.376         323.376
  Biaya Dibayar Dimuka                                                     25.509        25.509          25.509          25.509          25.509          25.509
  Aset Derivatif                                                              -             -               -               -               -               -
  Aset Lancar Lainnya                                                      24.574        24.574          24.574          24.574          24.574          24.574

Jumlah Aset Lancar                                                      5.239.609     6.108.142       6.172.392       7.074.579       7.878.822       8.719.198

Aset Tidak Lancar
  Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya                           48.799        48.799          48.799          48.799          48.799          48.799
  Aset Pajak Tangguhan                                                     29.915        29.915          29.915          29.915          29.915          29.915
  Aset Tetap dan Tanah Pertambangan                                    14.916.743    14.260.163      13.603.583      12.960.899      12.338.911      11.716.923
  Aset Tetap Baru                                                             -         189.340         591.095         932.997       1.287.605       1.656.204
  Aset Hak Guna                                                            243.186       124.964          95.606          71.388          47.170          22.952
  Aset Hak Guna Baru                                                          125           125             125             -               -               -
  Tagihan Pengembalian Pajak
  - Pajak Penghasilan Badan                                               182.534       182.534         182.534         182.534         182.534         182.534
  - Pajak lain-lain                                                         6.851         6.851           6.851           6.851           6.851           6.851
  Goodwill                                                                331.808       331.808         331.808         331.808         331.808         331.808
  Aset tidak lancar lainnya                                                62.161        62.161          62.161          62.161          62.161          62.161

Jumlah Aset Tidak Lancar                                               15.822.122    15.236.660      14.952.477      14.627.352      14.335.754      14.058.147
Jumlah Aset                                                            21.061.731    21.344.802      21.124.869      21.701.931      22.214.576      22.777.344

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang Usaha
     Pihak Ketiga                                                       2.041.902     2.246.234       2.329.911       2.427.143       2.478.658       2.549.538
     Pihak Berelasi                                                     1.510.427     1.661.574       1.723.471       1.795.396       1.833.502       1.885.933
   Utang Lain-Lain
     Pihak Ketiga                                                          66.453           73.103          75.826          78.991          80.667          82.974
     Pihak berelasi                                                        36.341           39.978          41.467          43.198          44.115          45.376
   Utang Pajak
     Pajak penghasilan badan                                                2.484         2.484           2.484           2.484           2.484           2.484
     Pajak lain-lain                                                        6.732         6.732           6.732           6.732           6.732           6.732
   Beban Masih Harus Dibayar                                              252.795       278.092         288.451         300.489         306.866         315.642
   Liabilitas Derivatif                                                         9             9               9               9               9               9
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                                 127.838       127.838         127.838         127.838         127.838         127.838
   Pinjaman Bank Jangka Panjang                                           700.000       700.000         700.000         700.000         700.000         700.000
   Liabilitas Sewa                                                        111.726       111.726         111.726         111.726         111.726         111.726

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                         4.856.707     5.247.769       5.407.915       5.594.006       5.692.597       5.828.252

Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                           1.254.431     1.254.431       1.254.431       1.254.431       1.254.431       1.254.431
   Pinjaman Bank Jangka Panjang setelah
                                                                        1.140.881       740.881                -               -               -               -
   dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                494.917       494.917         494.917         494.917         494.917         494.917
   Provisi untuk Restorasi                                                 100.541       105.565         110.589         115.613         120.637         125.661
   Utang Lain-lain
     Pihak Berelasi                                                       120.214       120.214         120.214         120.214         120.214         120.214
   Liabilitas dan Provisi Jangka Panjang lainnya                           14.034        14.034          14.034          14.034          14.034          14.034
   Liabilitas Sewa                                                        140.301       140.301         140.301         140.301         140.301         140.301

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                        3.265.319     2.870.343       2.134.486       2.139.510       2.144.534       2.149.558
Jumlah Liabilitas                                                       8.122.026     8.118.112       7.542.401       7.733.516       7.837.131       7.977.810

Ekuitas
   Modal Saham                                                          4.509.691     4.509.691       4.509.691       4.509.691       4.509.691       4.509.691
   Tambahan Modal Disetor                                               5.014.275     5.014.275       5.014.275       5.014.275       5.014.275       5.014.275
   Komponen ekuitas lain
    Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, setelah pajak      (284.387)     (284.387)       (284.387)       (284.387)       (284.387)       (284.387)
   Saldo Laba
    Dicadangkan                                                           901.938       901.938         901.938         901.938         901.938         901.938
    Belum dicadangkan                                                   2.925.568     3.499.537       4.211.093       4.982.990       5.801.048       6.645.227
    Pembayaran Dividen                                                   (127.380)     (414.365)       (770.142)     (1.156.091)     (1.565.120)     (1.987.210)

Jumlah Ekuitas                                                         12.939.705    13.226.690      13.582.467      13.968.416      14.377.445      14.799.535
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                          21.061.731    21.344.802      21.124.869      21.701.931      22.214.576      22.777.344




                                                                                                                                      Business Valuation Unit
                                                                            115                                                                        Jakarta
Page 131
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Keterangan                                                       Jul-Des           Des            Des              Des              Des              Des
Arus Kas                                                          2025             2026           2027             2028             2029             2030
Arus Kas Aktivitas Operasi
EAT                                                                  254.760          573.969        711.555          771.897          818.058          844.179
Penyusutan (+)
Aset Tetap                                                           328.290          666.545        688.215          693.979          694.646          717.870
Aset Hak Guna                                                         59.257          118.347         29.483           24.343           24.218           24.218
Total Penyusutan                                                     387.547          784.892        717.698          718.322          718.864          742.088

Perubahan Modal Kerja
  Piutang Usaha - Bersih
    Pihak Ketiga                                                      -20.045          -16.458         -9.485           -9.603              -5.509           -6.554
    Pihak Berelasi                                                   -490.460         -244.417       -140.861         -142.611             -81.818          -97.327
  Piutang Lain-Lain
    Pihak Ketiga                                                      -12.758           -8.890            -5.124           -5.187           -2.976           -3.540
    Pihak Berelasi                                                    130.329           -8.737            -5.035           -5.098           -2.925           -3.479
  Persediaan                                                          184.930         -110.573           -45.281          -52.617          -27.877          -38.356
  Pajak lain-lain dibayar di muka                                        -                -                 -                -                -                -
  Biaya Dibayar Dimuka                                                   -                -                 -                -                -                -
  Aset Derivatif                                                         -                -                 -                -                -                -
  Aset Lancar Lainnya                                                    -                -                 -                -                -                -
  Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya                         -                -                 -                -                -                -
  Aset Pajak Tangguhan                                                   -                -                 -                -                -                -
  Tagihan Pengembalian Pajak                                             -                -                 -                -                -                -
  - Pajak Penghasilan Badan                                              -                -                 -                -                -                -
  - Pajak lain-lain                                                      -                -                 -                -                -                -
  Goodwill                                                               -                -                 -                -                -                -
  Aset tidak lancar lainnya                                              -                -                 -                -                -                -

   Utang Usaha
     Pihak Ketiga                                                     276.980          204.332         83.677           97.233           51.515           70.880
     Pihak Berelasi                                                   360.813          151.147         61.897           71.925           38.106           52.431
   Utang Lain-Lain                                                       -                -              -                -                -                -
     Pihak Ketiga                                                     -70.379            6.650          2.723            3.164            1.677            2.307
     Pihak berelasi                                                  -301.378            3.637          1.489            1.731              917            1.262
   Utang Pajak                                                           -                -              -                -                -                -
     Pajak penghasilan badan                                             -                -              -                -                -                -
     Pajak lain-lain                                                     -                -              -                -                -                -
   Beban Masih Harus Dibayar                                          -77.033           25.297         10.359           12.038            6.378            8.775
   Liabilitas Derivatif                                                  -                -              -                -                -                -
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                                -                -              -                -                -                -
   Pinjaman Bank Jangka Panjang                                          -                -              -                -                -                -
   Liabilitas Sewa                                                       -                -              -                -                -                -
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                            -                -              -                -                -                -
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                               -                -              -                -                -                -
   Provisi untuk Restorasi                                              5.010            5.024          5.024            5.024            5.024            5.024
   Utang Lain-lain                                                       -                -              -                -                -                -
     Pihak Berelasi                                                      -                -              -                -                -                -
   Liabilitas dan Provisi Jangka Panjang lainnya                         -                -              -                -                -                -
   Liabilitas Sewa                                                       -                -              -                -                -                -
Perubahan Modal Kerja                                                 -13.990            7.011        -40.616          -24.002          -17.489           -8.578
Arus Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari Aktivitas Operasi         628.318        1.365.872      1.388.637        1.466.217        1.519.433        1.577.689

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehan Aset Tetap Baru                                                   -        (199.306)      (433.389)        (393.197)        (427.266)        (464.480)
Perolehan Aset Hak Guna Baru                                               (125)         (125)          (125)             -                -                -

Arus Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari Aktivitas Investasi             (125)     (199.431)      (433.514)        (393.197)        (427.266)        (464.480)



Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang                                       -           (400.000)      (740.881)             -                -                -
Pembayaran Dividen                                                  (127.380)        (286.984)      (355.778)        (385.949)        (409.029)        (422.090)

Arus Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari Aktivitas Pendanaan      (127.380)        (686.984)    (1.096.659)        (385.949)        (409.029)        (422.090)

Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas                              500.812          479.457 -      141.536          687.072          683.137          691.119

Saldo Kas dan Setara Kas Awal Periode                                205.670          706.482      1.185.939        1.044.403        1.731.475        2.414.613

Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Periode                               706.482        1.185.939      1.044.403        1.731.475        2.414.613        3.105.732




                                                                                                                                     Business Valuation Unit
                                                                       116                                                                            Jakarta
Page 132
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Rasio Keuangan Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Rasio Keuangan                                 Juli - Des             Des               Des                    Des                     Des                   Des
Keterangan                                        2025                2026              2027                   2028                    2029                  2030
Rasio Likuiditas
   Current Ratio                               107,88%             116,40%            114,14%             126,47%                     138,40%               149,60%
   Quick Ratio                                  85,13%              93,23%             90,82%             102,99%                     114,84%               125,93%
   Cash Ratio                                   14,55%              22,60%             19,31%              30,95%                      42,42%                53,29%

Rasio Aktivitas
   Perputaran Piutang Usaha
      Pihak Ketiga                                11,8                5,9                5,9                   5,9                     5,9                   5,9
      Pihak Berelasi                             175,0                88,2               88,2                  88,2                    88,2                  88,2
   Perputaran Piutang Lain-Lain
      Pihak Ketiga                                6,4                 3,2                3,2                   3,2                     3,2                   3,2
      Pihak Berelasi                              6,3                 3,2                3,2                   3,2                     3,2                   3,2
   Perputaran Persediaan                          91,1                45,9               45,9                  45,9                    45,9                  45,9
   Perputaran Utang Usaha
      Pihak Ketiga                               168,4                84,9               84,9                  84,9                    84,9                  84,9
      Pihak Berelasi                             124,6                62,8               62,8                  62,8                    62,8                  62,8
   Perputaran utang Lain-Lain
      Pihak Ketiga                                5,5                 2,8                2,8                   2,8                     2,8                   2,8
      Pihak Berelasi                              3,0                 1,5                1,5                   1,5                     1,5                   1,5
   Perputaran Beban Yang Masih Harus Dibayar      20,8                10,5               10,5                  10,5                    10,5                  10,5

Rasio Solvabilitas
   Debt to Assets Ratio                         38,56%              38,03%             35,70%                 35,64%                  35,28%                35,03%
   Debt to Equity Ratio                         62,77%              61,38%             55,53%                 55,36%                  54,51%                53,91%

Rasio Profitabilitas
   Gross Profit Margin                          20,84%              20,20%             21,03%                 21,39%                  21,71%                21,79%
   Operating Profit Margin                      7,85%               7,11%              7,92%                  8,20%                   8,46%                 8,48%
   Net Profit Margin                            4,56%               4,74%              5,61%                  5,81%                   6,01%                 6,02%
   ROA                                          1,21%               2,69%              3,37%                  3,56%                   3,68%                 3,71%
   ROE                                          1,97%               4,34%              5,24%                  5,53%                   5,69%                 5,70%



Proyeksi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Keterangan                                                     Jul-Des         Des              Des                    Des                Des                 Des
Laba - Rugi                                                     2025           2026             2027                   2028               2029                2030
Penjualan                                                         5.604.078     12.128.801       12.712.213             13.302.880         13.642.072           14.046.055
Beban Pokok Penjualan                                            (4.431.802)    (9.670.199)     (10.030.288)           (10.448.667)       (10.670.483)         (10.975.568)
Laba Kotor                                                        1.172.276      2.458.602        2.681.925              2.854.214          2.971.588            3.070.487

Beban Usaha
  Penjualan dan Distribusi                                        (549.275)     (1.220.374)      (1.296.109)            (1.375.451)           (1.419.032)       (1.471.131)
  Umum dan administrasi                                           (178.749)       (366.463)        (370.428)              (379.334)             (388.744)         (398.455)

Laba Usaha                                                         444.252        871.765         1.015.388              1.099.429            1.163.813         1.200.901

Penghasilan Keuangan                                                   -               -                -                      -                     -                  -
Beban Keuangan                                                     (84.901)        (63.499)         (15.798)               (15.798)              (15.798)           (15.798)

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                     359.351        808.266          999.590               1.083.631            1.148.015         1.185.103

Beban Pajak Penghasilan                                           (100.618)       (226.315)        (279.885)              (303.417)             (321.444)        (331.829)

Laba Rugi Tahun Berjalan                                           258.733        581.952          719.705                780.215               826.571             853.274




                                                                                                                                         Business Valuation Unit
                                                         117                                                                                              Jakarta
Page 133
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Keterangan                                                             Juni         Jul-Des        Des             Des             Des              Des             Des
Posisi Keuangan                                                        2025          2025          2026            2027            2028             2029            2030
Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                                    205.670         705.162     1.188.478       1.050.934       1.742.080         2.429.383       3.124.788
  Piutang Usaha - Bersih
    Pihak Ketiga                                                         160.471        180.945       197.417         206.913         216.527           222.048         228.624
    Pihak Berelasi                                                     2.190.385      2.687.207     2.931.837       3.072.862       3.215.642         3.297.633       3.395.286
  Piutang Lain-Lain
    Pihak Ketiga                                                          84.753         97.742       106.640         111.769         116.963           119.945         123.497
    Pihak Berelasi                                                       226.161         96.059       104.804         109.845         114.949           117.880         121.371
  Persediaan                                                           1.289.895      1.106.519     1.217.136       1.262.458       1.315.117         1.343.036       1.381.435
  Pajak lain-lain dibayar di muka                                        323.376        323.376       323.376         323.376         323.376           323.376         323.376
  Biaya Dibayar Dimuka                                                    25.509         25.509        25.509          25.509          25.509            25.509          25.509
  Aset Derivatif                                                             -              -             -               -               -                 -               -
  Aset Lancar Lainnya                                                     24.574         24.574        24.574          24.574          24.574            24.574          24.574

Jumlah Aset Lancar                                                     4.530.794      5.247.093     6.119.771       6.188.241       7.094.736         7.903.384       8.748.460

Aset Tidak Lancar
  Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya                          48.799         48.799        48.799          48.799          48.799            48.799          48.799
  Aset Pajak Tangguhan                                                    29.915         29.915        29.915          29.915          29.915            29.915          29.915
  Aset Tetap dan Tanah Pertambangan                                   15.245.033     14.916.743    14.260.163      13.603.583      12.960.899        12.338.911      11.716.923
  Aset Tetap Baru                                                                           -         189.340         591.095         932.997         1.287.605       1.656.204
  Aset Hak Guna                                                         302.443          243.186       124.964          95.606          71.388            47.170          22.952
  Aset Hak Guna Baru                                                                        125           125             125             -                 -               -
  Tagihan Pengembalian Pajak
  - Pajak Penghasilan Badan                                             182.534         182.534       182.534         182.534         182.534          182.534         182.534
  - Pajak lain-lain                                                       6.851           6.851         6.851           6.851           6.851            6.851           6.851
  Goodwill                                                              331.808         331.808       331.808         331.808         331.808          331.808         331.808
  Aset tidak lancar lainnya                                              62.161          62.161        62.161          62.161          62.161           62.161          62.161

Jumlah Aset Tidak Lancar                                              16.209.544     15.822.122    15.236.660      14.952.477      14.627.352        14.335.754      14.058.147
Jumlah Aset                                                           20.740.338     21.069.215    21.356.432      21.140.718      21.722.089        22.239.138      22.806.606

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang Usaha
     Pihak Ketiga                                                      1.764.922      2.044.775     2.249.187       2.332.940       2.430.250         2.481.842       2.552.802
     Pihak Berelasi                                                    1.149.614      1.512.552     1.663.759       1.725.712       1.797.694         1.835.858       1.888.348
   Utang Lain-Lain
     Pihak Ketiga                                                       136.832          66.547           73.199          75.925          79.092           80.771          83.080
     Pihak berelasi                                                     337.719          36.392           40.030          41.521          43.253           44.171          45.434
   Utang Pajak
     Pajak penghasilan badan                                              2.484           2.484         2.484           2.484           2.484            2.484           2.484
     Pajak lain-lain                                                      6.732           6.732         6.732           6.732           6.732            6.732           6.732
   Beban Masih Harus Dibayar                                            329.828         253.150       278.457         288.826         300.873          307.261         316.046
   Liabilitas Derivatif                                                       9               9             9               9               9                9               9
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                               127.838         127.838       127.838         127.838         127.838          127.838         127.838
   Pinjaman Bank Jangka Panjang                                         700.000         700.000       700.000         700.000         700.000          700.000         700.000
   Liabilitas Sewa                                                      111.726         111.726       111.726         111.726         111.726          111.726         111.726

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        4.667.704      4.862.205     5.253.421       5.413.713       5.599.951         5.698.692       5.834.499

Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                          1.254.431      1.254.431     1.254.431       1.254.431       1.254.431         1.254.431       1.254.431
   Pinjaman Bank Jangka Panjang setelah dikurangi bagian jatuh
                                                                       1.140.881      1.140.881       740.881                -               -                -               -
   tempo dalam satu tahun
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                              494.917         494.917       494.917         494.917         494.917          494.917         494.917
   Provisi untuk Restorasi                                               95.531          100.541       105.565         110.589         115.613          120.637         125.661
   Utang Lain-lain
     Pihak Berelasi                                                     120.214         120.214       120.214         120.214         120.214          120.214         120.214
   Liabilitas dan Provisi Jangka Panjang lainnya                         14.034          14.034        14.034          14.034          14.034           14.034          14.034
   Liabilitas Sewa                                                      140.301         140.301       140.301         140.301         140.301          140.301         140.301

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                       3.260.309      3.265.319     2.870.343       2.134.486       2.139.510         2.144.534       2.149.558
Jumlah Liabilitas                                                      7.928.013      8.127.524     8.123.764       7.548.199       7.739.461         7.843.226       7.984.057

Ekuitas
   Modal Saham                                                         4.509.691      4.509.691     4.509.691       4.509.691       4.509.691         4.509.691       4.509.691
   Tambahan Modal Disetor                                              5.014.275      5.014.275     5.014.275       5.014.275       5.014.275         5.014.275       5.014.275
   Komponen ekuitas lain
    Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, setelah pajak     -284.387        -284.387      -284.387        -284.387        -284.387         -284.387        -284.387
   Saldo Laba
    Dicadangkan                                                          901.938        901.938       901.938         901.938         901.938           901.938         901.938
    Belum dicadangkan                                                  2.670.808      2.929.541     3.511.493       4.231.198       5.011.412         5.837.983       6.691.257
    Pembayaran Dividen                                                                  -129.366      -420.342        -780.195      -1.170.302        -1.583.588      -2.010.225

Jumlah Ekuitas                                                        12.812.325     12.941.691    13.232.667      13.592.520      13.982.627        14.395.913      14.822.550
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                         20.740.338     21.069.215    21.356.432      21.140.718      21.722.089        22.239.138      22.806.606




                                                                                                                                                   Business Valuation Unit
                                                                              118                                                                                   Jakarta
Page 134
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Keterangan                                                             Jul-Des          Des            Des              Des               Des              Des
Arus Kas                                                                2025            2026           2027             2028              2029             2030
Arus Kas Aktivitas Operasi
EAT                                                                        258.733         581.952        719.705          780.215           826.571          853.274
Penyusutan (+)
Aset Tetap                                                                 328.290         666.545        688.215          693.979           694.646          717.870
Aset Hak Guna                                                               59.257         118.347         29.483           24.343            24.218           24.218
Total Penyusutan                                                           387.547         784.892        717.698          718.322           718.864          742.088

Perubahan Modal Kerja
  Piutang Usaha - Bersih
    Pihak Ketiga                                                            -20.474         -16.472         -9.496           -9.614               -5.521           -6.576
    Pihak Berelasi                                                         -496.822        -244.630       -141.025         -142.779              -81.991          -97.653
  Piutang Lain-Lain
    Pihak Ketiga                                                           -12.989           -8.898            -5.130           -5.193            -2.982           -3.552
    Pihak Berelasi                                                         130.102           -8.745            -5.041           -5.104            -2.931           -3.491
  Persediaan                                                               183.376         -110.617           -45.322          -52.659           -27.919          -38.399
  Pajak lain-lain dibayar di muka                                             -                -                 -                -                 -                -
  Biaya Dibayar Dimuka                                                        -                -                 -                -                 -                -
  Aset Derivatif                                                              -                -                 -                -                 -                -
  Aset Lancar Lainnya                                                         -                -                 -                -                 -                -
  Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya                              -                -                 -                -                 -                -
  Aset Pajak Tangguhan                                                        -                -                 -                -                 -                -
  Tagihan Pengembalian Pajak                                                  -                -                 -                -                 -                -
  - Pajak Penghasilan Badan                                                   -                -                 -                -                 -                -
  - Pajak lain-lain                                                           -                -                 -                -                 -                -
  Goodwill                                                                    -                -                 -                -                 -                -
  Aset tidak lancar lainnya                                                   -                -                 -                -                 -                -

   Utang Usaha
     Pihak Ketiga                                                           279.853         204.412         83.753           97.311            51.592            70.960
     Pihak Berelasi                                                         362.938         151.207         61.953           71.982            38.164            52.490
   Utang Lain-Lain                                                             -               -              -                -                 -                 -
     Pihak Ketiga                                                 -         70.285           6.653          2.726            3.167             1.679             2.309
     Pihak berelasi                                               -        301.327           3.638          1.491            1.732               918             1.263
   Utang Pajak                                                                 -               -              -                -                 -                 -
     Pajak penghasilan badan                                                   -               -              -                -                 -                 -
     Pajak lain-lain                                                           -               -              -                -                 -                 -
   Beban Masih Harus Dibayar                                      -         76.678          25.307         10.369           12.047             6.387             8.785
   Liabilitas Derivatif                                                        -               -              -                -                 -                 -
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                                      -               -              -                -                 -                 -
   Pinjaman Bank Jangka Panjang                                                -               -              -                -                 -                 -
   Liabilitas Sewa                                                             -               -              -                -                 -                 -
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                                  -               -              -                -                 -                 -
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                     -               -              -                -                 -                 -
   Provisi untuk Restorasi                                                   5.010           5.024          5.024            5.024             5.024             5.024
   Utang Lain-lain                                                             -               -              -                -                 -                 -
     Pihak Berelasi                                                            -               -              -                -                 -                 -
   Liabilitas dan Provisi Jangka Panjang lainnya                               -               -              -                -                 -                 -
   Liabilitas Sewa                                                             -               -              -                -                 -                 -
Perubahan Modal Kerja                                                       -17.297           6.879        -40.699          -24.087           -17.580            -8.840
Arus Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari Aktivitas Operasi               628.983       1.373.723      1.396.704        1.474.449         1.527.855         1.586.522

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehan Aset Tetap Baru                                                        -        (199.306)      (433.389)        (393.197)         (427.266)         (464.480)
Perolehan Aset Hak Guna Baru                                      -              125          (125)          (125)             -                 -                 -

Arus Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari Aktivitas Investasi                   -125      -199.431       -433.514         -393.197          -427.266         -464.480



Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang                                             -          (400.000)      (740.881)             -                 -                 -
Pembayaran Dividen                                                        (129.366)       (290.976)      (359.853)        (390.107)         (413.285)         (426.637)

Arus Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari Aktivitas Pendanaan            (129.366)       (690.976)     (1.100.734)       (390.107)         (413.285)         (426.637)

Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas                                    499.492         483.317 -      137.544          691.146           687.303          695.405

Saldo Kas dan Setara Kas Awal Periode                                      205.670         705.162      1.188.478        1.050.934         1.742.080         2.429.383

Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Periode                                     705.162       1.188.478      1.050.934        1.742.080         2.429.383         3.124.788




                                                                                                                                         Business Valuation Unit
                                                                 119                                                                                      Jakarta
Page 135
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Rasio Keuangan Proyeksi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Rasio Keuangan                                       Juli - Des              Des                   Des                  Des                  Des                 Des
Keterangan                                              2025                 2026                  2027                 2028                 2029                2030
Rasio Likuiditas
   Current Ratio                                     107,92%                116,49%               114,31%              126,69%              138,69%             149,94%
   Quick Ratio                                        85,16%                 93,32%               90,99%               103,21%              115,12%             126,27%
   Cash Ratio                                         14,50%                 22,62%               19,41%               31,11%                42,63%             53,56%

Rasio Aktivitas
   Perputaran Piutang Usaha
      Pihak Ketiga                                      11,8                 5,9                    5,9                  5,9                 5,9                  5,9
      Pihak Berelasi                                   175,0                 88,2                  88,2                 88,2                 88,2                88,2
   Perputaran Piutang Lain-Lain
      Pihak Ketiga                                      6,4                  3,2                    3,2                  3,2                 3,2                  3,2
      Pihak Berelasi                                    6,3                  3,2                    3,2                  3,2                 3,2                  3,2
   Perputaran Persediaan                                91,1                 45,9                  45,9                 45,9                 45,9                45,9
   Perputaran Utang Usaha
      Pihak Ketiga                                     168,4                 84,9                  84,9                 84,9                 84,9                84,9
      Pihak Berelasi                                   124,6                 62,8                  62,8                 62,8                 62,8                62,8
   Perputaran utang Lain-Lain
      Pihak Ketiga                                      5,5                  2,8                    2,8                  2,8                 2,8                  2,8
      Pihak Berelasi                                    3,0                  1,5                    1,5                  1,5                 1,5                  1,5
   Perputaran Beban Yang Masih Harus Dibayar            20,8                 10,5                  10,5                 10,5                 10,5                10,5

Rasio Solvabilitas
   Debt to Assets Ratio                               38,58%                38,04%                35,70%               35,63%               35,27%              35,01%
   Debt to Equity Ratio                               62,80%                61,39%                55,53%               55,35%               54,48%              53,86%

Rasio Profitabilitas
   Gross Profit Margin                                20,92%                20,27%                21,10%               21,46%               21,78%              21,86%
   Operating Profit Margin                            7,93%                 7,19%                  7,99%                8,26%               8,53%                8,55%
   Net Profit Margin                                  4,62%                 4,80%                  5,66%                5,87%               6,06%                6,07%
   ROA                                                1,23%                 2,72%                  3,40%                3,59%               3,72%                3,74%
   ROE                                                2,00%                 4,40%                  5,29%                5,58%               5,74%                5,76%




Analisis Inkremental
Keterangan                                                 Jul-Des               Des                  Des                 Des                 Des                Des
Laba - Rugi                                                  2025                2026                 2027                2028                2029               2030
Penjualan                                                        13.269                27.202                27.882               28.579             29.293              30.641
Beban Pokok Penjualan                                            (6.226)              (12.697)              (13.023)             (13.357)           (13.691)            (14.034)
Laba Kotor                                                        7.043                14.505                14.859               15.221             15.602              16.607

Beban Usaha
  Penjualan dan Distribusi                                        (1.301)               (2.737)              (2.843)              (2.955)             (3.047)            (3.209)
  Umum dan administrasi                                             (226)                 (680)                (697)                (714)               (732)              (766)

Laba Usaha                                                        5.517                 11.088               11.319              11.552              11.823              12.632

Penghasilan Keuangan                                                 -                     -                    -                    -                   -                  -
Beban Keuangan                                                       -                     -                    -                    -                   -                  -

Laba Sebelum Pajak Penghasilan                                    5.517                 11.088               11.319              11.552              11.823              12.632

Beban Pajak Penghasilan                                           (1.545)               (3.105)              (3.169)              (3.235)             (3.310)            (3.537)

Laba Rugi Tahun Berjalan                                          3.972                  7.983                8.150               8.318               8.512               9.095




                                                                                                                                            Business Valuation Unit
                                               120                                                                                                           Jakarta
Page 136
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Keterangan                                                                              Jul-Des           Des              Des             Des               Des             Des
Posisi Keuangan                                                                           2025            2026             2027            2028              2029            2030
Aset Lancar
  Kas dan Setara Kas                                                         205.670         (1.321)              2.539            6.531          10.604            14.770           19.056
  Piutang Usaha - Bersih                                                                           -                  -                -               -                 -                -
    Pihak Ketiga                                                              160.471            428                443              454             465               477              499
    Pihak Berelasi                                                          2.190.385          6.363              6.575            6.740           6.908             7.081            7.407
  Piutang Lain-Lain                                                                                -                  -                -               -                 -                -
    Pihak Ketiga                                                               84.753            231                239              245             251               258              269
    Pihak Berelasi                                                            226.161            227                235              241             247               253              265
  Persediaan                                                                1.289.895          1.554              1.598            1.639           1.681             1.723            1.766
  Pajak lain-lain dibayar di muka                                             323.376              -                  -                -               -                 -                -
  Biaya Dibayar Dimuka                                                         25.509              -                  -                -               -                 -                -
  Aset Derivatif                                                                  -                -                  -                -               -                 -                -
  Aset Lancar Lainnya                                                          24.574              -                  -                -               -                 -                -

Jumlah Aset Lancar                                                          4.530.794             7.484          11.630           15.850          20.157            24.562           29.262

Aset Tidak Lancar
  Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya                               48.799                 -                -               -               -                 -                 -
  Aset Pajak Tangguhan                                                         29.915                 -                -               -               -                 -                 -
  Aset Tetap dan Tanah Pertambangan                                        15.245.033                 -                -               -               -                 -                 -
  Aset Tetap Baru                                                                                     -                -               -               -                 -                 -
  Aset Hak Guna                                                              302.443                  -                -               -               -                 -                 -
  Aset Hak Guna Baru                                                                                  -                -               -               -                 -                 -
  Tagihan Pengembalian Pajak                                                                          -                -               -               -                 -                 -
  - Pajak Penghasilan Badan                                                  182.534                  -                -               -               -                 -                 -
  - Pajak lain-lain                                                            6.851                  -                -               -               -                 -                 -
  Goodwill                                                                   331.808                  -                -               -               -                 -                 -
  Aset tidak lancar lainnya                                                   62.161                  -                -               -               -                 -                 -

Jumlah Aset Tidak Lancar                                                   16.209.544                 -               -                -               -                 -                -
Jumlah Aset                                                                20.740.338             7.484          11.630           15.850          20.157            24.562           29.262

Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
   Utang Usaha
     Pihak Ketiga                                                           1.764.922             2.873           2.953            3.029           3.107             3.184            3.264
     Pihak Berelasi                                                         1.149.614             2.125           2.185            2.241           2.298             2.356            2.414
   Utang Lain-Lain                                                                                    -               -                -               -                 -                -
     Pihak Ketiga                                                            136.832                 93              96               99             101               104              106
     Pihak berelasi                                                          337.719                 51              53               54              55                57               58
   Utang Pajak                                                                                        -               -                -               -                 -                -
     Pajak penghasilan badan                                                   2.484                  -               -                -               -                 -                -
     Pajak lain-lain                                                           6.732                  -               -                -               -                 -                -
   Beban Masih Harus Dibayar                                                 329.828                356             366              375             385               394              404
   Liabilitas Derivatif                                                            9                  -               -                -               -                 -                -
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                                    127.838                  -               -                -               -                 -                -
   Pinjaman Bank Jangka Panjang                                              700.000                  -               -                -               -                 -                -
   Liabilitas Sewa                                                           111.726                  -               -                -               -                 -                -

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                             4.667.704             5.498           5.652            5.797           5.946             6.095            6.247

Liabilitas Jangka Panjang
   Liabilitas Pajak Tangguhan                                               1.254.431                 -                -               -               -                 -                 -
   Pinjaman Bank Jangka Panjang setelah dikurangi bagian jatuh tempo
                                                                            1.140.881
   dalam satu tahun                                                                                   -                -               -               -                 -                 -
   Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                   494.917                  -                -               -               -                 -                 -
   Provisi untuk Restorasi                                                    95.531                  -                -               -               -                 -                 -
   Utang Lain-lain                                                                                    -                -               -               -                 -                 -
     Pihak Berelasi                                                          120.214                  -                -               -               -                 -                 -
   Liabilitas dan Provisi Jangka Panjang lainnya                              14.034                  -                -               -               -                 -                 -
   Liabilitas Sewa                                                           140.301                  -                -               -               -                 -                 -

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                            3.260.309                 -               -                -               -                 -                -
Jumlah Liabilitas                                                           7.928.013             5.498           5.652            5.797           5.946             6.095            6.247

Ekuitas
   Modal Saham                                                              4.509.691              -                   -             -               -                 -                   -
   Tambahan Modal Disetor                                                   5.014.275              -                   -             -               -                 -                   -
   Komponen ekuitas lain                                                                           -                   -             -               -                 -                   -
    Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, setelah pajak    -     284.387               -                   -             -               -                 -                   -
   Saldo Laba                                                                                      -                   -             -               -                 -                   -
    Dicadangkan                                                               901.938              -                   -             -               -                 -                   -
    Belum dicadangkan                                                       2.670.808          3.972              11.955        20.105          28.423            36.935              46.030
    Pembayaran Dividen                                                                       (1.986)             (5.978)      (10.053)        (14.211)          (18.467)            (23.015)

Jumlah Ekuitas                                                             12.812.325             1.986           5.978           10.053          14.211            18.467           23.015
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                                              20.740.338             7.484          11.630           15.850          20.157            24.562           29.262




                                                                                                                                                           Business Valuation Unit
                                                                            121                                                                                             Jakarta
Page 137
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Keterangan                                                                        Jul-Des           Des                 Des              Des                 Des               Des
Arus Kas                                                                            2025            2026                2027             2028                2029              2030
Arus Kas Aktivitas Operasi
EAT                                                                                         3.972           7.983               8.150            8.318               8.512             9.095
Penyusutan (+)                                                                                  0               0                   0                0                   0                 0
Aset Tetap                                                                                      0               0                   0                0                   0                 0
Aset Hak Guna                                                                                   0               0                   0                0                   0                 0
Total Penyusutan                                                                                0               0                   0                0                   0                 0

Perubahan Modal Kerja
  Piutang Usaha - Bersih
    Pihak Ketiga                                                                          -428                 -14                 -11               -11                 -12               -22
    Pihak Berelasi                                                                      -6.363               -213                -164              -168                -173              -326
  Piutang Lain-Lain                                                                           0                  0                   0                 0                   0                 0
    Pihak Ketiga                                                                          -231                  -8                  -6                -6                  -6               -12
    Pihak Berelasi                                                                        -227                  -8                  -6                -6                  -6               -12
  Persediaan                                                                            -1.554                 -44                 -41               -42                 -42               -43
  Pajak lain-lain dibayar di muka                                                         -                  -                   -                 -                   -                 -
  Biaya Dibayar Dimuka                                                                    -                  -                   -                 -                   -                 -
  Aset Derivatif                                                                          -                  -                   -                 -                   -                 -
  Aset Lancar Lainnya                                                                     -                  -                   -                 -                   -                 -
  Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya                                          -                  -                   -                 -                   -                 -
  Aset Pajak Tangguhan                                                                    -                  -                   -                 -                   -                 -
  Tagihan Pengembalian Pajak                                                              -                  -                   -                 -                   -                 -
  - Pajak Penghasilan Badan                                                               -                  -                   -                 -                   -                 -
  - Pajak lain-lain                                                                       -                  -                   -                 -                   -                 -
  Goodwill                                                                                -                  -                   -                 -                   -                 -
  Aset tidak lancar lainnya                                                               -                  -                   -                 -                   -                 -
                                                                                          -                  -                   -                 -                   -                 -
  Utang Usaha                                                                             -                  -                   -                 -                   -                 -
    Pihak Ketiga                                                                        2.873                  81                  76                78                  78                80
    Pihak Berelasi                                                                      2.125                  60                  56                58                  57                59
  Utang Lain-Lain                                                                         -                  -                   -                 -                   -                 -
    Pihak Ketiga                                                                            93                  3                   2                 3                   3                 3
    Pihak berelasi                                                                          51                  1                   1                 1                   1                 1
  Utang Pajak                                                                             -                  -                   -                 -                   -                 -
    Pajak penghasilan badan                                                               -                  -                   -                 -                   -                 -
    Pajak lain-lain                                                                       -                  -                   -                 -                   -                 -
  Beban Masih Harus Dibayar                                                               356                  10                   9                10                  10                10
  Liabilitas Derivatif                                                                    -                  -                   -                 -                   -                 -
  Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek                                                  -                  -                   -                 -                   -                 -
  Pinjaman Bank Jangka Panjang                                                            -                  -                   -                 -                   -                 -
  Liabilitas Sewa                                                                         -                  -                   -                 -                   -                 -
  Liabilitas Pajak Tangguhan                                                              -                  -                   -                 -                   -                 -
  Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Panjang                                                 -                  -                   -                 -                   -                 -
  Provisi untuk Restorasi                                                                 -                  -                   -                 -                   -                 -
  Utang Lain-lain                                                                         -                  -                   -                 -                   -                 -
    Pihak Berelasi                                                                        -                  -                   -                 -                   -                 -
  Liabilitas dan Provisi Jangka Panjang lainnya                                           -                  -                   -                 -                   -                 -
  Liabilitas Sewa                                                                         -                  -                   -                 -                   -                 -
Perubahan Modal Kerja                                                                   -3.307               -132                  -83               -85                 -90             -262
Arus Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari Aktivitas Operasi                              666              7.851               8.066             8.232               8.422             8.833

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Perolehan Aset Tetap Baru                                                                    -                -                   -                -                   -                 -
Perolehan Aset Hak Guna Baru                                                                 -                -                   -                -                   -                 -

Arus Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari Aktivitas Investasi                               -                -                   -                -                   -                 -



Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Pembayaran Pinjaman Jangka Panjang                                                        -                   -                   -                -                   -                 -
Pembayaran Dividen                                                                     (1.986)             (3.992)             (4.075)          (4.159)             (4.256)           (4.548)

Arus Kas Bersih Diperoleh (Digunakan) dari Aktivitas Pendanaan                         (1.986)             (3.992)             (4.075)          (4.159)             (4.256)           (4.548)

Kenaikan (Penurunan) Kas dan Setara Kas                                                (1.321)             3.860               3.992             4.074               4.166             4.286

Saldo Kas dan Setara Kas Awal Periode                                                        -             (1.321)             2.539             6.531              10.604            14.770

Saldo Kas dan Setara Kas Akhir Periode                                                 (1.321)             2.539               6.531            10.604              14.770            19.056




Investasi
            Uraian                                               Unit    Volume                     Unit Cost                               Total Cost
 Preparation Pre Production
  Concept and Design
                                                                 lot          1                                        9.835                           142.600.874
  Consulting

 Mechanical DWM
 Main Equipment                                                                                                                            10.212.260.785
  Shale Shaker (Hig Dryer)                                       set          2                                       47.534                1.378.475.111
  Decanter Centrifuge                                            set          1                                      377.891                5.479.417.016
  Vertical Cutting Dryer                                         set          1                                      231.336                3.354.368.658
  Dewatering Unit                                                set          0
 Supporting Equipment                                                                                                                           4.198.803.498
   Auger - screw conveyor                                        set          2                                       65.564                    1.901.344.980

                                                                                                                                                           Business Valuation Unit
                                                                        122                                                                                                 Jakarta
Page 138
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

                 Uraian                                             Unit    Volume               Unit Cost                       Total Cost
        Platfrom - skid                                              set       2                       16.391                      475.336.245
        Compressor                                                   set       2                        5.464                      158.445.415
        Pump                                                         set       2                       21.855                      633.781.660
        Generator                                                    set       1                       43.709                      633.781.660
        Portable lab test (if
                                                                    set          1                            27.318                   396.113.538
        necessary)

 INSTALLATION                                                                                                                      1.152.885.142
   Electrical Installation                                          set          1                 720.553.214                       720.553.214
   Trial and comisioning                                            set          1                 432.331.928                       432.331.928

 PRE-PRODUCTION
                                                                                                                                   1.012.331.928
 EXPENSE
   Commisioning and Training                                                     1                 432.331.928                         432.331.928
   Service Engineer (20 days)                                                    1                      40.000                         580.000.000

 TOTAL PROJECT                                                                                                                   16.718.882.227
   Contingency                                                      lot          1                                                1.671.888.223
   Cutting Skip                                                                                                                   5.000.000.000
 TOTAL INVESTMENT                                                                                                                23.390.770.450


Analisis BEP
                                                                                 Jul-Des        Des             Des           Des             Des           Des
Analisis BEP dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                   2025         2026            2027          2028            2029          2030
Penjualan                                                                           5.604.078    12.128.801      12.712.213    13.302.880      13.642.072    14.046.055
Beban Pokok Penjualan                                                               4.431.802     9.670.199      10.030.288    10.448.667      10.670.483    10.975.568
Beban Operasional                                                                     178.749       366.463         370.428       379.334         388.744       398.455
BEP                                                                                   854.510     1.807.839       1.755.812     1.767.993       1.784.659     1.822.746




Analisis Biaya Bahan Baku
                                                                                 Jul-Des        Des             Des           Des             Des           Des
Analisis Biaya Bahan Baku Mentah
                                                                                   2025         2026            2027          2028            2029          2030
Cement                                                                              3.704.485     7.780.383       8.150.141     8.510.206       8.670.754     8.888.420
Non Cement                                                                            337.522     1.100.192       1.152.394     1.209.469       1.269.856     1.333.752
Penyusutan                                                                            383.569       776.927         714.730       715.634         716.182       739.363
DWM                                                                                     6.226        12.697          13.023        13.357          13.691        14.034
Jumlah Biaya Bahan Baku Mentah                                                      4.431.802     9.670.199      10.030.288    10.448.667      10.670.483    10.975.568




Analisis Biaya Operasional
                                                                                 Jul-Des        Des             Des           Des             Des           Des
Analisis Biaya Operasional
                                                                                   2025         2026            2027          2028            2029          2030
Gaji, upah dan tunjangan                                                               99.592      204.164          209.269       214.500        219.863        225.359
Jasa Profesional                                                                       12.872        26.388          27.048        27.724          28.417        29.127
Pemeliharaan data dan sistem, proyek regional dan shared services                       7.423        15.216          15.597        15.987          16.386        16.796
Cadangan kerugian penurunan nilai                                                       3.627         7.435           7.621         7.811           8.007         8.207
Sumbangan dan representasi                                                              9.074        18.601          19.066        19.543          20.031        20.532
Biaya Outsource                                                                        18.595        38.120          39.073        40.050          41.052        42.078
Penyusutan aset hak guna                                                                3.360         6.710           1.672         1.380           1.373         1.373
Perjalanan                                                                              5.547        11.372          11.656        11.948          12.246        12.552
Biaya bank                                                                              2.550         5.227           5.357         5.491           5.629         5.769
Penyusutan dan deplesi                                                                    618         1.256           1.296         1.307           1.309         1.352
Perbaikan dan pemeliharaan                                                              1.326         2.718           2.786         2.855           2.927         3.000
Konferensi dan rapat                                                                    3.228         6.618           6.783         6.953           7.127         7.305
Sewa                                                                                    1.863         3.820           3.915         4.013           4.113         4.216
Lisensi dan izin                                                                          979         2.007           2.057         2.108           2.161         2.215
Pendidikan, pelatihan dan pengembangan                                                    961         1.969           2.019         2.069           2.121         2.174
Lain-lain                                                                               6.908        14.162          14.516        14.879          15.251        15.632
DWM                                                                                       226           680             697           714             732           766
Jumlah Biaya Operasional                                                              178.749      366.463          370.428       379.334        388.744        398.455




                                                                                                                                            Business Valuation Unit
                                                                           123                                                                               Jakarta
Page 139
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Discount Factor
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
PERHITUNGAN DISCOUNT RATE


    Description                        Capital Cost    Composition                 Weighted Cost
Cost of Debt                              6,99%          21,87%                        1,53%
Cost of Equity                            12,4%          78,13%                        9,66%
                                                                                      11,19%

Cost of Equity                                                                  Cost of Debt

Risk Free                           7,03% IPBA, 30 Juni 2025                    Bank Interest                         8,96% Bank Indonesia, Jun 2025
Beta                                  1,05 Damodaran, January 2025              Tax                                  22,00%
Risk Premium                        6,87% Damodaran, January 2025
RBDS                                1,89% Damodaran, January 2025
KE                                12,36%                                        KD                                   6,99%

Unleveraged Beta                           0,86

Levered Beta                               1,05


     Keterangan                                            Beta                                                   Market D/E                     Unlevered Beta
Oil/Gas (Production and Exploration)                                     1,04                                        27,99%                                0,86

Debt                                                               21,87%                                            27,99%
Equity                                                             78,13%



Analisis Kelayakan Usaha
                                                                                 Jul-Des          Des                Des              Des                Des              Des
                              DCF - FCFF
                                                                                   2025           2026               2027             2028               2029             2030
Free Cash Flow to Firm
    EAT                                                                                3.972             7.983              8.150            8.318              8.512          9.095
    Depresiasi (+)                                                                       -                 -                  -                -                  -              -
    Capital Expenditure (-)                                                              -                 -                  -                -                  -              -
    Perubahan Modal Kerja (+/-)                                                        -3.307              -132                 -83              -85                -90          -262
    Interest x (1-tax)                                                                   -                 -                  -                -                  -              -
FCFF                                                                                     666             7.851              8.066            8.232              8.422          8.833
Terminal Value                                                                                                                                                               104.232
DCF FCFF                                                                                    666          7.851              8.066            8.232              8.422         113.065
    Diskon Faktor                                                    11,19%                0,95           0,85               0,77             0,69               0,62            0,56
    Terminal Growth                                                    2,50%
PV FCFF                                                              -23.391               631           6.697              6.188            5.680              5.226            63.102
NPV of Project                                                        64.133
IRR                                                                  30,41%
ROI                                                                 274,18%
Profitability Index                                                      3,74
PBP                                                          4 tahun 3 bulan




                                                                                                                                                       Business Valuation Unit
                                                                  124                                                                                                   Jakarta
Page 140
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk

Dokumentasi Inspeksi




                                                   Business Valuation Unit
                                      125                           Jakarta

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.92 MB
Published29 Oct 2025
Pages140
Characters540,177
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 79 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Solusi Bangun Indonesia Tbk p.1 ×477
linked org Pertamina Hulu Energi p.9 ×3
linked org Taiheiyo Cement Corporation p.31
linked person Prijo Sambodo p.31 ×2
linked person Herudi Kandau p.31
linked person Shinji Fukami p.31 ×3
linked person Asri Mukhtar p.31
linked person Soni Asrul Sani p.31
linked person Ony Suprihartono p.31
linked person Yasuhide Abe p.31 ×3
linked person Fadlansyah Lubis p.31 ×2
linked person Prasetyo Suharto p.31 ×2
linked person Edi Sarwono p.31 ×2
linked person Ainul Yaqin · Direktur Utama p.31 ×2
linked org Indocement Tunggal Prakarsa p.65
linked org Multi Hanna Kreasindo p.65
linked org PT Solusi Bangun Andalas p.74
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×17
possible org Negara Republik Indonesia p.30
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.31 ×3
possible person Asruddin p.32
unresolved org ANDRI & REKAN p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.2 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×36
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup p.8 ×5
unresolved org Pengendalian Lingkungan Hidup p.8 ×6
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.8 ×3
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pengendalian Lingkungan Hidup p.9 ×2
unresolved org KJPP GUNTUR p.13 ×2
unresolved person Rahmat Faizal p.15
unresolved person Guntur Pramudiyanto p.15
unresolved person Siti Khumairoq p.15
unresolved person Tri Meizaraafi p.15
unresolved person Aidy Yudha Prastyanto p.15
unresolved org KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN p.16 ×108
unresolved org KJPP GUNTUR EKI ANDRI p.16 ×108
unresolved org Menteri Keuangan p.22 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Guntur p.22 ×2
unresolved org Andri dan Rekan p.22 ×2
unresolved org KJPP p.22 ×2
unresolved org Bapepam p.22 ×6
unresolved person Daniel Kohar p.25 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanudiredja p.25 ×2
unresolved org Rintis & Rekan p.25 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan p.25 ×4
unresolved org Kantor Akuntan Publik Imelda p.25 ×4
unresolved person Abdul Latief · Notaris p.30
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.30 ×2
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.30
unresolved org Semen Cibinong Tbk p.30 ×5
unresolved org Holcim Indonesia Tbk. p.30 ×10
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.30 ×3
unresolved person Aulia Taufani p.30 ×4
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum p.30 ×2
unresolved — Pelaksana Tug · Direktur Utama p.32
unresolved person Partomuan Pohan p.35
unresolved person Ir. H. Juanda p.35 ×3
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup p.36 ×3
unresolved org Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia p.36 ×3
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia p.36
unresolved org Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan p.37
unresolved org Bank Indonesia Triwulan II p.48 ×19
unresolved org Pusat Statistik p.58
unresolved org Kementerian ESDM p.62 ×3
unresolved org PT. PPLI p.65
unresolved org PT. PLKK p.65
unresolved org ITP Tbk p.65 ×2
unresolved org MHK Tbk p.65 ×2
unresolved org PT. Wastec International p.65
unresolved org PT Solusi Bangun Beton p.74
unresolved org PT Readymix Concrete Indonesia p.74
unresolved org PT Pendawa Lestari Perkasa p.74
unresolved org PT Aroma Cipta Anugrahtama p.74
unresolved org PT Ciptanugrah Indonesia p.75
unresolved org PT Aroma Sejahtera Indonesia p.75
unresolved org PT SBI Bangun Nusantara p.75
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia p.75
unresolved org DER p.109

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 37995 ms 12 Sep 2026 22:35
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result