Skip to content
Back to announcement

20251023_SMCB_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31979262_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review SMCB

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 90

Page 1
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Laporan Studi Kelayakan Bisnis atas
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Oktober 2025
Page 2
Jakarta, 28 Oktober 2025
No. : RSR/R/B.281025.01
Kepada Yth.
Direksi
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Talavera Suite Lantai 15
Talavera Office Park
Jl. TB Simatupang No. 22-26
Jakarta Selatan, 12430

Perihal : Laporan Studi Kelayakan Bisnis atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Dengan hormat,
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (”SBI”/ “Perseroan”) merupakan anak perusahaan dari PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”). Perseroan bergerak dalam industri bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
Dengan adanya strategi multimerek produk semen dari SIG, maka SIG memiliki berbagai jenis
strategi penjualan, di mana salah satu strategi untuk menjual produk bermerek SIG menggunakan
Managed Services Agreement (MSA) Koordinator Area antar Anak Usaha. MSA tersebut mengatur
kompensasi atas management fee, koordinasi pemasaran, dan layanan operasional lainnya dalam
rangka efektivitas pengelolaan distribusi dan penjualan semen.
Mengingat Perseroan akan mengakui pendapatan dan beban management fee apabila skema ini
diimplementasikan, maka Perseroan berencana menambahkan kegiatan usaha baru yaitu Aktivitas
Konsultasi Manajemen Lainnya (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia - KBLI 70209), untuk
selanjutnya disebut “Rencana Perseroan”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, Rencana Perseroan merupakan Perubahan Kegiatan
Usaha sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 /POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17”).
Sehubungan dengan Rencana Perseroan untuk memenuhi POJK 17, Perseroan wajib untuk
menunjuk Penilai Independen untuk mempersiapkan Studi Kelayakan.
Berikut kami sampaikan opini kami mengenai Kelayakan Bisnis atas Rencana Perseroan per tanggal
30 Juni 2025.

Status Penilai

RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan Studi Kelayakan adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan Studi Kelayakan. Penilai telah memperoleh izin sebagai Penilai Publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 335/KM.1/2024 tertanggal 21 Mei
2024 mengenai izin penilai Nursatrio, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai Penilai di Bidang Jasa
Penilaian Bisnis dengan berkualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.24.00663 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang pasar modal di OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal Penilai Bisnis dengan No. STTD.PB-60/PM-021/2024.
Page 3
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”.
Nama            :   PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Alamat          :   Talavera Suite Lantai 15
                    Talavera Office Park
                    Jl. TB Simatupang No. 22-26
                    Jakarta Selatan, 12430
Telepon         :   021-2986 1000
Faksimile       :   021-2986 3333
Website         :   https://solusibangunindonesia.com
Bidang usaha    :   Menjalankan usaha dalam bidang bahan bangunan, perdagangan,
                    pertambangan, transportasi dan pengelolaan limbah berbahaya

Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

Maksud dari Studi Kelayakan ini adalah untuk melakukan analisis atas kelayakan rencana
penambahan kegiatan usaha yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209)
sehubungan dengan Rencana Perseroan, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya serta tidak
dimaksudkan untuk kepentingan perbankan, dan perpajakan.
Tujuan penugasan adalah untuk melakukan Studi Kelayakan untuk keperluan Rencana Perseroan
pada perusahaan terbuka.

Objek Studi Kelayakan

Objek dalam Studi Kelayakan ini adalah penambahan lingkup usaha baru yaitu Aktivitas Konsultasi
Manajemen Lainnya (KBLI 70209) sehubungan dengan Rencana Perseroan.
SIG adalah perusahaan yang menjalankan usaha dalam bidang industri semen dan solusi bahan
bangunan. SIG memiliki sejumlah entitas anak yang terkonsolidasi di mana pada tahun 2024 terdiri
dari 17 entitas anak (termasuk Perseroan) yang dimiliki secara langsung (direct ownership) dan
sejumlah entitas yang dimiliki secara tidak langsung (indirect ownership) dengan lokasi operasi yang
tersebar di Indonesia dan Vietnam.
Dalam rangka memperkenalkan merek-merek produk semen lain yang dimiliki anak perusahaan
SIG, SIG menerapkan Managed Services Agreement (MSA) yang berlaku di lingkup anak-anak
perusahaan SIG. MSA merupakan skema transaksi jual beli semen dan/ atau klinker yang dilakukan
oleh masing-masing anak perusahaan SIG yang berperan sebagai Koordinator Area. MSA mencakup
penyediaan jasa pengelolaan penjualan, distribusi, dan pemasaran produk semen serta/ atau
klinker milik anak usaha SIG lainnya yang berperan sebagai Prinsipal Produsen kepada sub-
distributor dan pelanggan akhir pada setiap Area of Operation sesuai ketentuan perjanjian.
Dengan skema management fee diharapkan akan dapat semakin meningkatkan efektivitas dan
efisiensi pemasaran dan distribusi produk Perseroan, serta memperluas pangsa pasar dari anak
perusahaan SIG dan memperkenalkan merek anak perusahaan SIG ke pasar yang berada di luar
jangkauan pasar anak perusahaan SIG. Selain itu dengan skema management fee ini juga
diharapkan dapat menurunkan biaya logistik dalam pendistribusian dan penjualan produk
Perseroan maupun anak perusahaan SIG lainnya.

Tanggal Studi Kelayakan

Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan yang
digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 30 Juni 2025.


                                                                                                  ii
Page 4
Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat kejadian penting (“Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan”) yaitu
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Perubahan tersebut berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Nomor 18 tanggal 12 Agustus 2025 oleh Aulia Taufani, S.H.,
Notaris di Kota Jakarta Selatan (“Akta Nomor 18/ 2025”). Akta tersebut sudah mendapatkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0329839 tanggal 26 Agustus 2025.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada saat Tanggal Studi Kelayakan dan
Setelah Tanggal Studi Kelayakan:
                                               Per Tanggal                        Setelah Tanggal
          Keterangan
                                             Studi Kelayakan                      Studi Kelayakan
  Dewan Komisaris
  Komisaris Utama                :   Prijo Sambodo                       Fadlansyah Lubis
  Komisaris Independen           :   Prijo Sambodo                       Agnes Marcellina Tjhin
  Komisaris Independen           :   -                                   Husnedi
  Komisaris                      :   Herudi Kandau Nugroho               Prasetyo Suharto
  Komisaris                      :   Shinji Fukami                       Shinji Fukami
  Direksi
  Direktur Utama                 :   Asri Mukhtar                        Ainul Yaqin
  Direktur                       :   Soni Asrul Sani                     Edi Sarwono
  Direktur                       :   Ony Suprihartono                    Asruddin
  Direktur                       :   Yasuhide Abe                        Yasuhide Abe
 Sumber: Akta Nomor 18/ 2025 dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 30 Juni 2025

Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan tidak dapat dan/atau dilarang digunakan untuk
memutakhirkan hasil dan opini kelayakan pada saat Tanggal Studi Kelayakan. Sesuai SPI 2018: SPI
330:5.40, kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian (subsequent event) :
    a. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian adalah kejadian-kejadian terkait objek
       penilaian yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan tanggal laporan;
    b. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian tidak dapat digunakan untuk
       memutakhirkan hasil penilaian;
    c. Dalam hal kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian tersebut mengandung
       informasi yang dapat mempengaruhi nilai objek penilaian, maka Penilai harus
       mengungkapkan sifat dan dampaknya dalam laporan penilaian; dan
    d. Pengungkapan kejadian-kejadian penting sebagaimana dimaksud dalam butir 5.40.b) dan
       huruf 5.40.c) harus secara jelas mengindikasikan bahwa pengungkapan tersebut tidak
       dimaksudkan untuk mempengaruhi penentuan nilai pada saat Tanggal Penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan Studi Kelayakan ini.

Standar Studi Kelayakan

Laporan Studi Kelayakan ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun
2018 (SPI 2018) dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan


                                                                                                              iii
Page 5
pada tanggal 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), serta menyesuaikan dengan POJK 17, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) dan Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”).

Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan ini, kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan Entitas Anak, SIG dan Entitas Anak, ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai
yang tercantum pada Proposal Penawaran Jasa Penilai Independen RSR/P-B/FS/010825 tanggal
1 Agustus 2025. Adapun biaya jasa dalam melakukan Studi Kelayakan telah memperhatikan
ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.

Sumber Data dan Informasi

Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini, kami telah
menelaah, mengacu, dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan oleh
manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1.   Dokumen legalitas Perseroan:
     a. Akta Pendirian Perseroan Nomor 53 tanggal 15 Juni 1971 dari Notaris Abdul Latief, S.H.,
        dan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. JA.5/149/7 tanggal 23
        September 1971 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal
        12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.
     b. Akta perubahan terakhir terkait Anggaran Dasar Perseroan:
         Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Nomor 91
         tanggal 31 Mei 2024 oleh Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan dan Surat
         Keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
         0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024.
     c. Akta perubahan terkait Kejadian setelah Tanggal Studi Kelayakan:
         Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Nomor 18 tanggal 12 Agustus 2025 oleh
         Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan dan Surat Penerimaan Pemberitahuan
         Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0329839 tanggal 26 Agustus 2025.
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan:
     a. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim
        untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit
        oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Liana Ramon Xenia & Rekan dengan opini wajar dalam
        semua hal yang material dan ditandatangani pada tanggal 26 September 2025 oleh Juan
        Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
     b. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
        yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon
        Xenia & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani


                                                                                              iv
Page 6
          pada tanggal 26 Maret 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik
          No. AP. 1672.
     c. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
        yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda &
        Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
        tanggal 7 Maret 2024 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No.
        AP. 1672.
     d. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
        yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Imelda &
        Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
        tanggal 23 Februari 2023 oleh Theodorus Bambang Dwi K.A., dengan Izin Akuntan Publik
        No. AP. 1208.
     e. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
        yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
        Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
        ditandatangani pada tanggal 22 Februari 2022 oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., dengan Izin
        Akuntan Publik No. AP. 1130.
     f.   Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
          Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
          ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., pada tanggal 3 Mei 2021 dengan Izin
          Akuntan Publik No. AP. 1130.
3.   Materi presentasi mengenai analisis kelayakan teknis, pola bisnis dan model manajemen
     sehubungan dengan Rencana Perseroan yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
4.   Materi presentasi mengenai Cement Market Overview and Marketing Strategy yang disiapkan
     oleh manajemen Perseroan.
5.   Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun 2025-2030
     sebelum dan setelah Rencana Perseroan yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
     RSR tidak melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan tersebut. Berdasarkan diskusi
     dengan manajemen Perseroan, proyeksi keuangan tersebut telah mencerminkan kewajaran
     proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang diwakili oleh
Bapak Damar Satrio Guntoro selaku Corporate Controlling Manager Perseroan pada tanggal
2 Oktober 2025 sehubungan dengan Studi Kelayakan ini.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Surat Pernyataan (Representation
Letter) dari manajemen Perseroan No. 001/Fin-SBI/X/2025 tanggal 22 Oktober 2025 sehubungan
dengan penugasan Studi Kelayakan.
Dalam melakukan Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, kami juga memperoleh bantuan dari
tenaga ahli DDTC Consulting berdasarkan laporan No. 041/DDTC-1A/X/2025 untuk melakukan
kajian atas kewajaran asumsi besaran management fee yang digunakan dalam Rencana Perseroan.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti website Aswath Damodaran, S&P Capital IQ dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang
kami anggap relevan dengan penugasan Studi Kelayakan.




                                                                                                 v
Page 7
Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan

Laporan Studi Kelayakan ini menghasilkan kesimpulan yang berupa pendapat yang menyatakan
kelayakan Rencana Perseroan, di mana Penilai terlebih dahulu melakukan analisis kajian kelayakan
pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan
keuangan.
Dalam kajian kelayakan keuangan, analisis dilakukan dari berbagai aspek yang saling berkaitan
untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar prospek, dampak dan manfaat atas Rencana
Perseroan, serta mengukur tingkat balikan (return) yang diperoleh dari jumlah investasi yang
ditanamkan. Analisis tersebut meliputi sumber dan target pendapatan operasional serta biaya-
biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya operasional langsung dan beban usaha, modal kerja
dan investasi.
Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode yaitu :
a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
   (present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus kas
   masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek dapat
   dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif;
b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
   investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
   pengembalian lebih lama, atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
   investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break
   even point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik,
   sedangkan periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati;
c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh
   berdasarkan nilai kini dari arus kas masuk tersebut nilainya akan sama dengan nilai kini dari
   investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila nilai IRR lebih
   besar dari imbal hasil yang diharapkan (dalam Rencana Perseroan ini, tingkat pengembalian
   yang diharapkan adalah Weighted Average Cost of Capital/ WACC); dan
d. Profitability index (P/I), merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
   investasi yang dilakukan pada awal periode. Nilai tambah yang didapat dari investasi
   diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal periode dengan jumlah arus kas
   yang dihasilkan selama periode berjalannya proyek.
    Apabila P/I dihasilkan dari suatu proyek sama dengan satu, maka arus kas dari proyek setiap
    tahun tidak menghasilkan nilai tambah. Apabila P/I lebih besar dari satu, maka nilai arus kas
    yang dihasilkan dari proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
    Sedangkan P/I lebih kecil dari satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun
    tidak menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan. Dalam menganalisis P/I suatu proyek maka
    kelayakan dapat dinilai apabila nilai P/I lebih dari satu.
Dalam Studi Kelayakan ini, kami hanya menggunakan metode Net Present Value (NPV) terhadap
Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF). Tingkat diskonto yang
digunakan untuk sebagai dasar untuk perhitungan NPV adalah WACC. Analisis dilakukan dengan
mengestimasi nilai tambah yang diperoleh Perseroan yang tercermin dari perbandingan antara
proyeksi arus kas Perseroan jika dilakukan Rencana Perseroan dengan proyeksi arus kas Perseroan
jika tidak dilakukan Rencana Perseroan (incremental/ with and without benefit).




                                                                                                   vi
Page 8
Asumsi, Kondisi Pembatas, Tingkat Kedalaman Investigasi dan Tenaga Ahli

Asumsi
Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas
dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi Kelayakan, data dan informasi
yang diperoleh baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya
keakuratannya.
Laporan Studi Kelayakan ini disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen Perseroan yang telah kami kaji
kewajaran proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan menurut pendapat kami Proyeksi
Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen Perseroan
adalah wajar, namun kami tidak bertanggung jawab terhadap pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam laporan Studi Kelayakan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Studi Kelayakan dari Perseroan
Kondisi Pembatas
Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi kami terhadap hukum
dan standar Studi Kelayakan yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga tidak dimaksudkan untuk
diaplikasikan, dianalisis atau diinterpretasikan menurut peraturan perundang-undangan di negara
lain. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas.
Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana disediakan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data yang
diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam Studi Kelayakan, kami menggunakan data
sebagaimana tercantum pada bagian Sumber Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan kami
secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan dan Entitas Anak serta tidak mempertimbangkan sudut pandang para pemangku
kepentingan (stakeholders) lain serta aspek-aspek lainnya.
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Studi Kelayakan disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan ini
dikeluarkan.
Studi Kelayakan ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Studi Kelayakan seperti yang telah diuraikan
di atas.



                                                                                              vii
Page 9
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Studi Kelayakan hingga tanggal penerbitan laporan Studi
Kelayakan ini, tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi
maupun industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap Perseroan dan
Entitas Anak serta rencana bisnis dan anggaran Perseroan dan Entitas Anak.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Studi Kelayakan, dan juga bukan merupakan analisis
penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Studi Kelayakan.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial. Kami tidak melakukan penelitian atas kajian aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis dan aspek model manajemen yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan
maupun keabsahan Rencana Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, karena hal
tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Kami juga berpegang kepada Surat Pernyataan (Representation Letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan Studi Kelayakan, bahwa Perseroan telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan Studi Kelayakan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan wawancara,
penelaahan, penghitungan dan analisis. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan
manajemen Perseroan terkait dengan penugasan Studi Kelayakan.
Tenaga Ahli
Dalam melakukan Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan bantuan dari tenaga
ahli yaitu DDTC Consulting untuk melakukan kajian atas kewajaran asumsi besaran management
fee yang digunakan dalam Rencana Perseroan. Kajian tersebut telah disampaikan dalam laporan
No. 041/DDTC-1A/X/2025.

Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

Laporan Studi Kelayakan bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian
atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan dan
RSR, mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat mempengaruhi
kompetisi dan operasional Perseroan.

Kesimpulan

Berikut adalah hasil analisis kelayakan atas Rencana Perseroan:
a.   Kelayakan Pasar
Penambahan kegiatan usaha Perseroan diperlukan sebagai bagian dari rencana SIG untuk
mengimplementasikan skema Managed Service Agreement (MSA) antar anak usaha. Dalam MSA,
Perseroan akan bertindak sebagai Koordinator Area Region 3 dan akan menerima pendapatan
management fee dari anak usaha SIG yang lain dalam setiap penjualan yang dilakukan dalam Region
3. Sebaliknya, Perseroan akan membayar beban management fee kepada anak usaha SIG lain dalam
setiap penjualan yang dilakukan di luar Region 3. Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
Perseroan akan mengembalikan fungsi penjualan dan pemasaran Perseroan yang sebelumnya
dikelola terpusat oleh SIG.



                                                                                               viii
Page 10
Sebagai bagian dari SIG, strategi dan kegiatan pemasaran yang dilakukan Perseroan senantiasa
menginduk pada SIG. Dengan mempertimbangkan persaingan di industri semen yang sangat
kompetitif, SIG telah merumuskan strategi yang dipandang sesuai dan efektif dalam menghadapi
kompetisi di industri bahan bangunan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Perseroan, maka disimpulkan bahwa
aspek pasar ini adalah layak.
b.   Kelayakan Teknis
Kelayakan teknis ditinjau dari sisi ketersediaan dan kualitas sumber daya, kapasitas produksi, dan
alur proses produksi.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dalam Rencana Perseroan, maka disimpulkan bahwa
aspek teknis ini adalah layak.
c.   Kelayakan Pola Bisnis
Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tambah,
keunggulan kompetitif Perseroan dalam kegiatan produksi dan kemampuan pesaing dalam meniru
produk, sehingga Perseroan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen Perseroan atas Rencana
Perseroan, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah
layak.
d.   Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen Perseroan, di mana untuk memulai
kegiatan usaha ini Perseroan telah memiliki struktur organisasi, manajemen Sumber Daya Manusia
(SDM), serta manajemen risiko dan mitigasi risiko, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru
dari aspek model manajemen adalah layak.
e.   Kelayakan Keuangan
Berdasarkan kajian dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat semua
asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, hasil analisis kelayakan keuangan adalah sebagai
berikut:
-    Net Present Value (NPV)
     NPV atas Rencana Perseroan positif sebesar Rp466.000.000.000, atau lebih besar dari 0,
     artinya kegiatan usaha KBLI baru layak dilaksanakan.
-    Internal Rate of Return (IRR)
     Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
     investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
     Internal Rate of Return tidak dapat dilakukan
-    Profitability Index (P/I)
     Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
     investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
     Profitability Index tidak dapat dilakukan.
-    Payback Period (PP)
     Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
     investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
     Payback Period tidak dapat dilakukan.


                                                                                                ix
Page 11
Berdasarkan kajian analisis atas kelayakan aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
manajemen, dan aspek keuangan, maka disimpulkan bahwa Rencana Perseroan adalah LAYAK
untuk dilaksanakan.

Penutup

Laporan Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
Laporan Studi Kelayakan ini.

Jakarta, 28 Oktober 2025
Hormat kami,
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan




Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
STTD OJK No. : STTD.PB-60/PM-021/ 2024
MAPPI No. : 12-S-03901




                                                                                                  x
Page 12
                               PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:
 1.   Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan ini, kami telah bertindak secara independen tanpa
      adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan Entitas Anak, SIG dan Entitas Anak,
      ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
 2.   Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
      penugasan ini. Selanjutnya, Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
      keuntungan atau merugikan pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama
      sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini dan
      kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Proposal Penawaran Jasa Penilai
      Independen RSR/P-B/FS/010825 tanggal 1 Agustus 2025. Adapun biaya jasa dalam
      melakukan Studi Kelayakan telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh IKJPP MAPPI.
 3.   Penilai bertanggung jawab atas opini laporan Studi Kelayakan.
 4.   Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan
      yang digunakan dalam analisis menggunakan data per tanggal 30 Juni 2025.
 5.   Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Studi
      Kelayakan pada Tanggal Studi Kelayakan dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan
      Studi Kelayakan sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
 6.   Laporan Studi Kelayakan ini disusun sesuai dengan SPI 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300,
      SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada tanggal 1 Maret 2020 dan KEPI seperti
      yang ditetapkan oleh MAPPI, serta menyesuaikan dengan POJK 17, POJK 35 dan SEOJK 17.
 7.   Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada laporan
      Studi Kelayakan ini.
 8.   Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan
      ini. Data yang dianalisis tersebut sebagaimana terdapat pada sumber data diperoleh dari
      berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan.
 9.   Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
      analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan Studi Kelayakan ini.
 10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
     laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.
 11. Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang diwakili
     oleh Bapak Damar Satrio Guntoro selaku Corporate Controlling Manager Perseroan pada
     tanggal 2 Oktober 2025 sehubungan dengan Studi Kelayakan ini.
 12. Dalam melakukan Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan bantuan dari
     tenaga ahli sebagaimana telah dijelaskan dalam laporan Ini.
 13. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
     profesional dalam menyiapkan Studi Kelayakan.




                                                                                                    xi
Page 13
 14. Tidak seorang pun Penilai Publik atau Penilai Beregister yang telah menyediakan bantuan
     profesional dalam menyiapkan laporan Studi Kelayakan, kecuali yang disebutkan dalam
     laporan ini.
Jakarta, 28 Oktober 2025

Signing Partner

Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
STTD OJK No. : STTD.PB-60/PM-021/2024
MAPPI No. : 12-S-03901                                      ......................................................


Reviewer

Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
STTD OJK No. : STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 00-S-01349                                      ......................................................




Penilai
Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. : RMK-2017.00649                               .....................................................




Hairiza
MAPPI No. : 18-P-08363
Register No. : RMK-2021.04065                               .....................................................




Renhard Vesta Sirait
MAPPI No. : 21-P-11126
Register No. : RMK-2024.04940                               .....................................................




                                                                                                              xii
Page 14
                                                                    DAFTAR ISI
1           PENDAHULUAN ................................................................................................................................ 1
    1.1        NOMOR DAN TANGGAL LAPORAN STUDI KELAYAKAN ...................................................................................... 1
    1.2        STATUS PENILAI ....................................................................................................................................... 1
    1.3        IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN ................................................................................... 1
    1.4        MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN .................................................................................................... 2
    1.5        OBJEK STUDI KELAYAKAN .......................................................................................................................... 2
    1.6        TANGGAL STUDI KELAYAKAN ...................................................................................................................... 2
    1.7        KEJADIAN SETELAH TANGGAL STUDI KELAYAKAN............................................................................................ 2
    1.8        STANDAR STUDI KELAYAKAN ...................................................................................................................... 3
    1.9        INDEPENDENSI PENILAI ............................................................................................................................. 4
    1.10       SUMBER DATA DAN INFORMASI .................................................................................................................. 4
    1.11       ASUMSI, KONDISI PEMBATAS, TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI DAN TENAGA AHLI ........................................... 5
    1.12       PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI...................................................................................... 7
2           KETERANGAN PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK ............................................................................... 8
    2.1        KETERANGAN PERSEROAN ......................................................................................................................... 8
    2.1.1.     RIWAYAT SINGKAT ................................................................................................................................... 8
    2.1.2.     MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA............................................................................................ 8
    2.1.3.     STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM ......................................................................... 11
    2.1.4.     SUSUNAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI ................................................................................................ 11
    2.1.5.     INFORMASI PERPAJAKAN ......................................................................................................................... 12
    2.2        IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK ............................................................. 12
    2.3        ENTITAS ANAK ...................................................................................................................................... 26
3           GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI ................................................................... 27
    3.1     KONDISI UMUM PEREKONOMIAN ............................................................................................................. 27
      3.1.1     Kondisi Perekonomian Dunia ..................................................................................................... 27
      3.1.2     Kondisi dan Prospek Perekonomian Indonesia .......................................................................... 30
    3.2     INDUSTRI SEMEN ................................................................................................................................... 33
      3.2.1     Gambaran Umum....................................................................................................................... 33
      3.2.2     Kompetisi dan Pangsa Pasar ...................................................................................................... 34
      3.2.3     Prospek Industri ......................................................................................................................... 36
      3.2.4     Analisis SWOT ............................................................................................................................ 38
4           ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR .............................................................................................. 39
    4.1        KONDISI DAN POTENSI PASAR .................................................................................................................. 39
    4.2        PESAING USAHA .................................................................................................................................... 39
    4.3        STRATEGI PEMASARAN............................................................................................................................ 40
    4.4        PANGSA PASAR ..................................................................................................................................... 41
    4.5        TARGET PASAR ...................................................................................................................................... 41
    4.6        KESIMPULAN ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR......................................................................................... 41
5           ANALISIS KELAYAKAN ASPEK TEKNIS .............................................................................................. 42
    5.1        KETERSEDIAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA ............................................................................................ 42
    5.2        KAPASITAS PRODUKSI ............................................................................................................................ 42
    5.3        ALUR PROSES PRODUKSI........................................................................................................................ 43
    5.4        KESIMPULAN ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS............................................................................................... 44


                                                                                                                                                                  xiii
Page 15
6         ANALISIS KELAYAKAN ASPEK POLA BISNIS ................................................................................... 45
    6.1     KEMAMPUAN MENCIPTAKAN NILAI ........................................................................................................... 45
    6.2     KEUNGGULAN KOMPETITIF ...................................................................................................................... 47
    6.3     KEMAMPUAN PESAING DALAM MENIRU PRODUK ........................................................................................ 48
    6.4     KESIMPULAN ANALISIS KELAYAKAN ASPEK POLA BISNIS................................................................................. 48
7         ANALISIS KELAYAKAN ASPEK MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 49
    7.1     STRUKTUR ORGANISASI ........................................................................................................................... 49
    7.2     MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)........................................................................................... 50
    7.3     MANAJEMEN RISIKO DAN MITIGASI RISIKO ................................................................................................. 50
    7.4     KESIMPULAN ANALISIS KELAYAKAN ASPEK MODEL MANAJEMEN .................................................................... 51
8         ANALISIS KELAYAKAN ASPEK KEUANGAN ...................................................................................... 52
    8.1     KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................................ 52
    8.2     PENENTUAN TINGKAT DISKONTO .............................................................................................................. 53
    8.3     ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK ...................................................................... 55
    8.4     ANALISIS PROYEKSI KEUANGAN DENGAN DAN TANPA RENCANA PERSEROAN ..................................................... 58
    8.5     ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN.............................................................................................................. 59
    8.6     ANALISIS SENSITIVITAS ............................................................................................................................ 60
9         KESIMPULAN .................................................................................................................................. 62




                                                                                                                                                            xiv
Page 16
                                                         DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1 : Perkembangan Jumlah Liabilitas, Jumlah Ekuitas dan Jumlah Aset Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak ..................................................................................................................................................... 16
Gambar 2-2 : Perkembangan Segmen Pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak .................... 17
Gambar 2-3 : Perkembangan Pendapatan, Laba Kotor, Laba Periode/ Tahun Berjalan, Laba Komprehensif
dan Laba per Saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak .................................................................... 21
Gambar 2-4 : Perkembangan Arus Kas dari Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas Pendanaan
serta Kenaikan (Penurunan) Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak ......................................... 24
Gambar 3-1 : Perkembangan Produksi Semen Global Tahun 2020-2024 ....................................................... 33
Gambar 3-2 : Perkembangan Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun 2020-2024 ... 34
Gambar 3-3 : Negara Produsen Semen Global Tahun 2024 ............................................................................ 35
Gambar 3-4 : Volume Penjualan Semen Perusahaan Publik Indonesia Tahun 2024 ...................................... 36
Gambar 3-5 : Proyeksi Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun 2025-2030.............. 37
Gambar 3-6 : Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras Proyek Konstruksi di Indonesia
Tahun 2025 - 2029 ........................................................................................................................................... 38
Gambar 5-1 : Lokasi Kegiatan Usaha dan Wilayah Operasional Perseroan ..................................................... 42
Gambar 5-2 : Alur Proses Produksi Semen dan Terak Perseroan .................................................................... 43
Gambar 5-3 : Alur Proses Produksi Semen dan Terak Perseroan (Lanjutan) .................................................. 44
Gambar 6-1 : Produk Perseroan - Semen Ramah Lingkungan (Eco-Friendly Cement Products) ..................... 45
Gambar 6-2 : Produk Perseroan - Solusi Konstruksi Bernilai Tambah (Value-Added Construction Solutions) 47
Gambar 7-1 : Struktur Organisasi Departemen Penjualan Perseroan ............................................................. 49
Gambar 7-2 : Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pasar Perseroan ............................................. 49




                                                                                                                                                                 xv
Page 17
                                                               DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................. 11
Tabel 2-2 : Informasi Perpajakan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan ......................................... 12
Tabel 2-3 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak ........................................... 13
Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak (Lanjutan) ......................... 14
Tabel 2-5 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak ................................................................................................................................................................. 16
Tabel 2-6 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak ....................................................... 22
Tabel 2-7 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak ......................................................... 25
Tabel 2-8 : Entitas Anak Perseroan .................................................................................................................. 26
Tabel 3-1 : Pertumbuhan Ekonomi .................................................................................................................. 28
Tabel 3-2 : Tingkat Inflasi ................................................................................................................................. 29
Tabel 3-3 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sisi Pengeluaran ...................................................................... 31
Tabel 3-4 : Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha ................................................................................ 32
Tabel 3-5 : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................... 33
Tabel 5-1 : Kapasitas Produksi Semen Perseroan ............................................................................................ 43
Tabel 7-1 : Informasi Sumber Daya Manusia Perseroan ................................................................................. 50
Tabel 8-1 : Estimasi Rata-rata Unlevered Beta dan DER Perusahaan Pembanding ......................................... 54
Tabel 8-2 : Estimasi WACC ............................................................................................................................... 55
Tabel 8-3 : Asumsi Skema MSA ....................................................................................................................... 56
Tabel 8-4 : Asumsi Pertumbuhan Proyeksi Keuangan ..................................................................................... 56
Tabel 8-5 : Proyeksi Beban Operasional .......................................................................................................... 57
Tabel 8-6 : Proyeksi Biaya Bahan Baku ............................................................................................................ 57
Tabel 8-7 : Rasio Proyeksi Dengan dan Tanpa Rencana Perseroan ................................................................. 58
Tabel 8-8 : Proyeksi FCFF - Tanpa Rencana Perseroan .................................................................................... 59
Tabel 8-9 : Proyeksi FCFF - Dengan Rencana Perseroan .................................................................................. 60
Tabel 8-10 : Net Present Value (NPV) .............................................................................................................. 60
Tabel 8-11 : Analisis Sensitivitas ...................................................................................................................... 61




                                                                                                                                                                    xvi
Page 18
1     PENDAHULUAN

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (”SBI”/ “Perseroan”) merupakan anak perusahaan dari PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”). Perseroan bergerak dalam industri bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
Dengan adanya strategi multimerek produk semen dari SIG, maka SIG memiliki berbagai jenis
strategi penjualan, di mana salah satu strategi untuk menjual produk bermerek SIG menggunakan
Managed Services Agreement (MSA) Koordinator Area antar Anak Usaha. MSA tersebut mengatur
kompensasi atas management fee, koordinasi pemasaran, dan layanan operasional lainnya dalam
rangka efektivitas pengelolaan distribusi dan penjualan semen.
Mengingat Perseroan akan mengakui pendapatan dan beban management fee apabila skema ini
diimplementasikan, maka Perseroan berencana menambahkan kegiatan usaha baru yaitu Aktivitas
Konsultasi Manajemen Lainnya (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia - KBLI 70209), untuk
selanjutnya disebut “Rencana Perseroan”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, Rencana Perseroan merupakan Perubahan Kegiatan
Usaha sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 /POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17”).
Sehubungan dengan Rencana Perseroan untuk memenuhi POJK 17, Perseroan wajib untuk
menunjuk Penilai Independen untuk mempersiapkan Studi Kelayakan.
Berikut kami sampaikan opini kami mengenai Kelayakan Bisnis atas Rencana Perseroan per tanggal
30 Juni 2025.

1.1    Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan

RSR telah menyusun Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Solusi
Bangun Indonesia Tbk dengan Laporan No.: RSR/R/B.281025.01 dan telah ditandatangani oleh
Penilai Publik pada tanggal 28 Oktober 2025.

1.2    Status Penilai

RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan Studi Kelayakan adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan Studi Kelayakan. Penilai telah memperoleh izin sebagai Penilai Publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 335/KM.1/2024 tertanggal 21 Mei
2024 mengenai izin penilai Nursatrio, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai Penilai di Bidang Jasa
Penilaian Bisnis dengan berkualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.24.00663 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang pasar modal di OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal Penilai Bisnis dengan No. STTD.PB-60/PM-021/2024.

1.3    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”.
Nama            :   PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Alamat          :   Talavera Suite Lantai 15


                                                                                                1
Page 19
                    Talavera Office Park
                    Jl. TB Simatupang No. 22-26
                    Jakarta Selatan, 12430
Telepon         :   021-2986 1000
Faksimile       :   021-2986 3333
Website         :   https://solusibangunindonesia.com
Bidang usaha    :   Menjalankan usaha dalam bidang bahan bangunan, perdagangan,
                    pertambangan, transportasi dan pengelolaan limbah berbahaya

1.4   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

Maksud dari Studi Kelayakan ini adalah untuk melakukan analisis atas kelayakan rencana
penambahan kegiatan usaha yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209)
sehubungan dengan Rencana Perseroan, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya serta tidak
dimaksudkan untuk kepentingan perbankan, dan perpajakan.
Tujuan penugasan adalah untuk melakukan Studi Kelayakan untuk keperluan Rencana Perseroan
pada perusahaan terbuka.

1.5   Objek Studi Kelayakan

Objek dalam Studi Kelayakan ini adalah penambahan lingkup usaha baru yaitu Aktivitas Konsultasi
Manajemen Lainnya (KBLI 70209) sehubungan dengan Rencana Perseroan.
SIG adalah perusahaan yang menjalankan usaha dalam bidang industri semen dan solusi bahan
bangunan. SIG memiliki sejumlah entitas anak yang terkonsolidasi di mana pada tahun 2024 terdiri
dari 17 entitas anak (termasuk Perseroan) yang dimiliki secara langsung (direct ownership) dan
sejumlah entitas yang dimiliki secara tidak langsung (indirect ownership) dengan lokasi operasi yang
tersebar di Indonesia dan Vietnam.
Dalam rangka memperkenalkan merek-merek produk semen lain yang dimiliki anak perusahaan
SIG, SIG menerapkan Managed Services Agreement (MSA) yang berlaku di lingkup anak-anak
perusahaan SIG. MSA merupakan skema transaksi jual beli semen dan/ atau klinker yang dilakukan
oleh masing-masing anak perusahaan SIG yang berperan sebagai Koordinator Area. MSA mencakup
penyediaan jasa pengelolaan penjualan, distribusi, dan pemasaran produk semen serta/ atau
klinker milik anak usaha SIG lainnya yang berperan sebagai Prinsipal Produsen kepada sub-
distributor dan pelanggan akhir pada setiap Area of Operation sesuai ketentuan perjanjian.
Dengan skema management fee diharapkan akan dapat semakin meningkatkan efektivitas dan
efisiensi pemasaran dan distribusi produk Perseroan, serta memperluas pangsa pasar dari anak
perusahaan SIG dan memperkenalkan merek anak perusahaan SIG ke pasar yang berada di luar
jangkauan pasar anak perusahaan SIG. Selain itu dengan skema management fee ini juga
diharapkan dapat menurunkan biaya logistik dalam pendistribusian dan penjualan produk
Perseroan maupun anak perusahaan SIG lainnya.

1.6   Tanggal Studi Kelayakan

Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan yang
digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 30 Juni 2025.

1.7   Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat kejadian penting (“Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan”) yaitu
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Perubahan tersebut berdasarkan Akta


                                                                                                  2
Page 20
Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Nomor 18 tanggal 12 Agustus 2025 oleh Aulia Taufani, S.H.,
Notaris di Kota Jakarta Selatan (“Akta Nomor 18/ 2025”). Akta tersebut sudah mendapatkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0329839 tanggal 26 Agustus 2025.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada saat Tanggal Studi Kelayakan dan
Setelah Tanggal Studi Kelayakan:
                                               Per Tanggal                        Setelah Tanggal
           Keterangan
                                             Studi Kelayakan                      Studi Kelayakan
  Dewan Komisaris
  Komisaris Utama                :   Prijo Sambodo                       Fadlansyah Lubis
  Komisaris Independen           :   Prijo Sambodo                       Agnes Marcellina Tjhin
  Komisaris Independen           :   -                                   Husnedi
  Komisaris                      :   Herudi Kandau Nugroho               Prasetyo Suharto
  Komisaris                      :   Shinji Fukami                       Shinji Fukami
  Direksi
  Direktur Utama                 :   Asri Mukhtar                        Ainul Yaqin
  Direktur                       :   Soni Asrul Sani                     Edi Sarwono
  Direktur                       :   Ony Suprihartono                    Asruddin
  Direktur                       :   Yasuhide Abe                        Yasuhide Abe
 Sumber: Akta Nomor 18/ 2025 dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 30 Juni 2025

Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan tidak dapat dan/atau dilarang digunakan untuk
memutakhirkan hasil dan opini kelayakan pada saat Tanggal Studi Kelayakan. Sesuai SPI 2018: SPI
330:5.40, kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian (subsequent event) :
      a. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian adalah kejadian-kejadian terkait objek
         penilaian yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan tanggal laporan;
      b. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian tidak dapat digunakan untuk
         memutakhirkan hasil penilaian;
      c. Dalam hal kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian tersebut mengandung
         informasi yang dapat mempengaruhi nilai objek penilaian, maka Penilai harus
         mengungkapkan sifat dan dampaknya dalam laporan penilaian; dan
      d. Pengungkapan kejadian-kejadian penting sebagaimana dimaksud dalam butir 5.40.b) dan
         huruf 5.40.c) harus secara jelas mengindikasikan bahwa pengungkapan tersebut tidak
         dimaksudkan untuk mempengaruhi penentuan nilai pada saat Tanggal Penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan Studi Kelayakan ini.

1.8     Standar Studi Kelayakan

Laporan Studi Kelayakan ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun
2018 (SPI 2018) dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan
pada 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), serta menyesuaikan dengan POJK 17, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) dan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”).



                                                                                                              3
Page 21
1.9        Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan ini, kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan Entitas Anak, SIG dan Entitas Anak, ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai
yang tercantum pada Proposal Penawaran Jasa Penilai Independen RSR/P-B/FS/010825 tanggal 1
Agustus 2025. Adapun biaya jasa dalam melakukan Studi Kelayakan telah memperhatikan
ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.

1.10 Sumber Data dan Informasi

Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini, kami telah
menelaah, mengacu, dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan oleh
manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1.    Dokumen legalitas Perseroan:
      a. Akta Pendirian Perseroan Nomor 53 tanggal 15 Juni 1971 dari Notaris Abdul Latief, S.H.,
         dan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. JA.5/149/7 tanggal 23
         September 1971 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal
         12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.
      b. Akta perubahan terakhir terkait Anggaran Dasar Perseroan:
             Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Nomor 91
             tanggal 31 Mei 2024 oleh Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan dan Surat
             Keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
             0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024.
      c. Akta perubahan terkait Kejadian setelah Tanggal Studi Kelayakan:
             Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Nomor 18 tanggal 12 Agustus 2025 oleh
             Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan dan Surat Penerimaan Pemberitahuan
             Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
             Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0329839 tanggal 26 Agustus 2025.
2.    Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan:
      a.     Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim
             untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit
             oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Liana Ramon Xenia & Rekan dengan opini wajar dalam
             semua hal yang material dan ditandatangani pada tanggal 26 September 2025 oleh Juan
             Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
      b.     Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
             yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon
             Xenia & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani
             pada tanggal 26 Maret 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik
             No. AP. 1672.
      c.     Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
             yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda &



                                                                                                   4
Page 22
          Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
          tanggal 7 Maret 2024 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No.
          AP. 1672.
     d.   Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Imelda &
          Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
          tanggal 23 Februari 2023 oleh Theodorus Bambang Dwi K.A dengan Izin Akuntan Publik
          No. AP. 1208.
     e.   Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
          Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
          ditandatangani pada tanggal 22 Februari 2022 oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., dengan Izin
          Akuntan Publik No. AP. 1130.
     f.   Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
          yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
          Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
          ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., pada tanggal 3 Mei 2021 dengan Izin
          Akuntan Publik No. AP. 1130.
3.   Materi presentasi mengenai analisis kelayakan teknis, pola bisnis dan model manajemen
     sehubungan dengan Rencana Perseroan yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
4.   Materi presentasi mengenai Cement Market Overview and Marketing Strategy yang disiapkan
     oleh manajemen Perseroan.
5.   Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun 2025-2030
     sebelum dan setelah Rencana Perseroan yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
     RSR tidak melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan tersebut berdasarkan diskusi
     dengan manajemen Perseroan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan
     kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang diwakili oleh
Bapak Damar Satrio Guntoro selaku Corporate Controlling Manager Perseroan pada tanggal
2 Oktober 2025 sehubungan dengan Studi Kelayakan ini.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Surat Pernyataan (Representation
Letter) dari manajemen Perseroan No. 001/Fin-SBI/X/2025 tanggal 22 Oktober 2025 sehubungan
dengan penugasan Studi Kelayakan.
Dalam melakukan Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, kami juga memperoleh bantuan dari
tenaga ahli DDTC Consulting berdasarkan laporan No. 041/DDTC-1A/X/2025 untuk melakukan
kajian atas kewajaran asumsi besaran management fee yang digunakan dalam Rencana Perseroan.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti website Aswath Damodaran, S&P Capital IQ dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang
kami anggap relevan dengan penugasan Studi Kelayakan.

1.11 Asumsi, Kondisi Pembatas, Tingkat Kedalaman Investigasi dan Tenaga Ahli

Asumsi
Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas
dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi Kelayakan, data dan informasi
yang diperoleh baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya


                                                                                                 5
Page 23
keakuratannya.
Laporan Studi Kelayakan ini disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen Perseroan yang telah kami kaji
kewajaran proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan menurut pendapat kami Proyeksi
Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen Perseroan
adalah wajar, namun kami tidak bertanggung jawab terhadap pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam laporan Studi Kelayakan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Studi Kelayakan dari Perseroan
Kondisi Pembatas
Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi kami terhadap hukum
dan standar Studi Kelayakan yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga tidak dimaksudkan untuk
diaplikasikan, dianalisis atau diinterpretasikan menurut peraturan perundang-undangan di negara
lain. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas.
Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana disediakan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data yang
diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam Studi Kelayakan, kami menggunakan data
sebagaimana tercantum pada bagian Sumber Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan kami
secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan dan Entitas Anak serta tidak mempertimbangkan sudut pandang para pemangku
kepentingan (stakeholders) lain serta aspek-aspek lainnya.
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Studi Kelayakan disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan ini
dikeluarkan.
Studi Kelayakan ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Studi Kelayakan seperti yang telah diuraikan
di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Studi Kelayakan hingga tanggal penerbitan laporan Studi
Kelayakan ini, tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi
maupun industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap Perseroan dan
Entitas Anak serta rencana bisnis dan anggaran Perseroan dan Entitas Anak.



                                                                                               6
Page 24
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Studi Kelayakan, dan juga bukan merupakan analisis
penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Studi Kelayakan.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial. Kami tidak melakukan penelitian atas kajian aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis dan aspek model manajemen yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan
maupun keabsahan Rencana Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, karena hal
tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Kami juga berpegang kepada Surat Pernyataan (Representation Letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan Studi Kelayakan, bahwa Perseroan telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan Studi Kelayakan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan wawancara,
penelaahan, penghitungan dan analisis. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan
manajemen Perseroan terkait dengan penugasan Studi Kelayakan.
Tenaga Ahli
Dalam melakukan Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan bantuan dari tenaga
ahli yaitu DDTC Consulting untuk melakukan kajian atas kewajaran asumsi besaran management
fee yang digunakan dalam Rencana Perseroan. Kajian tersebut telah disampaikan dalam laporan
No. 041/DDTC-1A/X/2025

1.12 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi

Laporan Studi Kelayakan bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian
atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan dan
RSR, mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat mempengaruhi
kompetisi dan operasional Perseroan.




                                                                                                7
Page 25
2      KETERANGAN PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK

2.1      Keterangan Perseroan

2.1.1. Riwayat Singkat

Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas terbuka yang pertama kali didirikan dengan nama
PT Semen Cibinong berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia di bawah kerangka Undang-
Undang No. 1 Tahun 1970 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 tentang
Penanaman Modal Asing. Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 53 tanggal 15 Juni
1971, dibuat di hadapan Abdul Latief, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. J.A.5/149/7
tanggal 23 September 1971 dan diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal
12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.
Perseroan mengalami perubahan nama menjadi PT Holcim Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 21
tanggal 30 November 2005, dibuat di hadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M, Notaris di
Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C-34995 HT.01.04.TH.2005 tanggal 30 Desember
2005. Akta tersebut juga telah didaftarkan dalam Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Selatan No. 54/RUB.09.03/I/2006 tanggal 24 Januari 2006 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 10 tanggal 3 Februari 2006, Tambahan No. 1311/2006.
Kemudian pada tahun 2019, Perseroan kembali melakukan perubahan nama menjadi PT Solusi
Bangun Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 11 tanggal 11 Februari 2019, dibuat di hadapan Aulia
Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-0008550.AH.01.02.
TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut juga telah diberitahukan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0097407 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut
juga telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia di bawah No. AHU-0026748.AH.01.11.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019.
Anggaran Dasar Perseroan telah diubah dari waktu ke waktu, terakhir kali diubah berdasarkan:
▪     Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 52 tanggal 13 Oktober 2021, dibuat di
      hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum
      dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
      Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0460469 tanggal 13 Oktober 2021 dan telah
      didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
      Indonesia No. AHU-0177878.AH.01.11.TAHUN 2021 tanggal 13 Oktober 2021; juncto/ jo
▪     Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Nomor 91 tanggal
      31 Mei 2024, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan
      persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
      0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 dan telah didaftarkan dalam Daftar
      Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
      0113559.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 ("Akta No. 52/2021 jo No. 91/2024").

2.1.2. Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha
dalam bidang:




                                                                                                  8
Page 26
   ▪    Industri pengolahan;
   ▪    Konstruksi;
   ▪    Pengangkutan dan pergudangan;
   ▪    Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi;
   ▪    Ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya;
   ▪    Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor;
   ▪    Treatment air, treatment air limbah, treatment dan pemulihan material sampah dan
        aktivitas remediasi;
   ▪    Aktivitas profesional ilmiah dan teknis;
   ▪    Pertambangan dan penggalian; dan
   ▪    Real estat.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan-
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
Bidang Industri Pengolahan :
    •   Industri kemasan dan kotak dari kertas dan karton;
    •   Industri bata, mortar, semen, dan sejenisnya yang tahan api;
    •   Industri barang tahan api dari tanah liat/keramik lainnya;
    •   Industri batu bata dari tanah liat/keramik;
    •   Industri semen;
    •   Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi; dan
    •   Industri mortar atau beton siap pakai.
Bidang Konstruksi :
    •   Konstruksi gedung industri; dan
    •   Konstruksi gedung lainnya.
Bidang Pengangkutan dan Pergudangan :
    •   Angkutan bermotor untuk barang khusus;
    •   Angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang;
    •   Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus;
    •   Angkutan laut dalam negeri perintis untuk barang;
    •   Angkutan laut luar negeri untuk barang umum;
    •   Angkutan laut luar negeri untuk barang khusus;
    •   Angkutan laut luar negeri pelayaran rakyat;
    •   Angkutan sungai dan danau untuk barang khusus;
    •   Pergudangan dan penyimpanan;
    •   Penanganan kargo (bongkar muat barang); dan
    •   Aktivitas pelayanan kepelabuhan laut.
Bidang Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen
Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya :
    •   Sewa guna usaha tanpa hak opsi intelektual properti, bukan karya hak cipta; dan
    •   Aktivitas pengepakan.
Bidang Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor :
    •   Perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak;
    •   Perdagangan besar genteng, batu bata, ubin, dan sejenisnya dari tanah liat, kapur, semen
        atau kaca;


                                                                                              9
Page 27
    •   Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu;
    •   Perdagangan besar berbagai macam material bangunan; dan
    •   Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya.
Bidang Treatment Air, Treatment Aur Limbah, Treatment dan Pemulihan Material Sampah, dan
Aktivitas Remediasi :
    •   Aktivitas penunjang treatment air;
    •   Pengumpulan air limbah tidak berbahaya;
    •   Treatment dan pembuangan air limbah tidak berbahaya;
    •   Treatment dan pembuangan air limbah berbahaya;
    •   Pengumpulan limbah dan sampah tidak berbahaya;
    •   Pengumpulan limbah berbahaya;
    •   Treatment dan pembuangan limbah dan sampah tidak berbahaya;
    •   Treatment dan pembuangan limbah berbahaya; dan
    •   Aktivitas remediasi dan pengelolaan limbah dan sampah lainnya.
Bidang Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis :
    •   Aktivitas konsultasi manajemen lainnya;
    •   Jasa pengujian laboratorium;
    •   Analisis dan uji teknis lainnya
    •   Penelitian dan pengembangan teknologi dan rekayasa; dan
    •   Aktivitas profesional, ilmiah dan teknis lainnya yang tidak termasuk dalam lainnya.
Bidang Aktivitas Pertambangan dan Penggalian
    •   Penggalian batu hias dan batu bangunan;
    •   Penggalian baru kapur/gamping;
    •   Penggalian krikil/sirtu;
    •   Penggalian pasir;
    •   Penggalian tanah dan tanah liat;
    •   Penggalian batu, pasir dan tanah liat lainnya; dan
    •   Penggalian kuarsa/pasir kuarsa.
Bidang Real Estat :
    •   Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
Untuk mencapai maksud dan tujuan serta untuk menunjang kegiatan usaha utama Perseroan
tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang sebagai berikut:
    •   Melakukan pengecekan awal limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah sebelum dilakukan
        pengelolaan;
    •   Melakukan pemilahan, pengemasan dan pengolahan limbah B3, limbah bukan B3 dan
        sampah yang diperlukan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku;
    •   Melakukan pemuatan limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah sesuai dengan hasil
        penelaahan sehingga siap diangkut ke tempat pengelolaan secara aman sesuai dengan
        prosedur keselamatan;
    •   Melakukan pengecekan ulang pada saat bahan limbah diterima di lokasi pengelolaan untuk
        selanjutnya dilakukan proses pengumpulan limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah di
        lokasi pengelolaan;
    •   Melakukan penyiapan awal yang diperlukan untuk limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah
        bisa dimanfaatkan;
    •   Melakukan pemanfaatan dan/atau pengolahan limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah di


                                                                                              10
Page 28
          fasilitas pabrik pembuatan semen;
    •     Melakukan pengecekan awal terhadap izin dan kondisi fisik kendaraan pengangkut;
    •     Membuat pelaporan secara berkala terhadap bahan limbah B3, limbah bukan B3 dan
          sampah yang diterima dan dimanfaatkan untuk dikirimkan ke instansi terkait;
    •     Melakukan kegiatan konsultasi pengelolaan limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah,
          pengukuran dan uji analisis, sebagai bagian dari kegiatan penelitian; dan
    •     Memberikan jasa konsultasi manajemen kepada perusahaan afiliasi dari Perseroan sebagai
          kegiatan penunjang dari kegiatan usaha dari afiliasi Perseroan tersebut.
Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah),
Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton semen per tahun.
Kantor pusat Perseroan berada di Gedung Talavera Suite Lantai 15, Talavera Office Park, Jl. TB
Simatupang No. 22-26, Jakarta, Indonesia.

2.1.3. Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham

Berdasarkan Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni
2025, struktur kepemilikan dan susunan pemegang saham Perseroan per Tanggal Studi kelayakan
adalah sebagai berikut:

            Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                              Jumlah Nominal      Kepemilikan
                    Keterangan                          Jumlah Saham
                                                                                (Juta Rupiah)         (%)
Modal Dasar                                               30.651.600.000             15.325.800
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk                           7.533.148.888             3.766.574         83,52%
Taiheiyo Cement Corporation                                1.367.396.991               683.698         15,16%
Publik                                                       118.836.094                59.418          1,32%
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh                 9.019.381.973             4.509.691        100,00%
Jumlah Saham Dalam Portepel                               21.632.218.027            10.816.109
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2025

2.1.4. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

Susunan dewan komisaris dan direksi Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris

  Komisaris Utama             : Prijo Sambodo
  Komisaris Independen        : Prijo Sambodo
  Komisaris                   : Herudi Kandau Nugroho
  Komisaris                   : Shinji Fukami

Direksi

  Direktur Utama              : Asri Mukhtar
  Direktur                    : Soni Asrul Sani
  Direktur                    : Ony Suprihartono
  Direktur                    : Yasuhide Abe




                                                                                                           11
Page 29
2.1.5. Informasi Perpajakan

Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan. Pajak penghasilan
kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali untuk pajak penghasilan yang berasal dari
transaksi atau kejadian yang langsung diakui ke ekuitas atau penghasilan komprehensif lain. Dalam
hal ini, pajak penghasilan diakui dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.
Beban pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada akhir
periode pelaporan. Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan metode balance
sheet liability untuk semua perbedaan temporer yang berasal dari selisih antara dasar pengenaan
pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keuangan konsolidasian. Namun,
liabilitas pajak penghasilan tangguhan tidak diakui jika berasal dari pengakuan awal goodwill.
Berikut adalah rincian informasi perpajakan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak:
               Tabel 2-2 : Informasi Perpajakan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
                                                                                                 (dalam juta Rupiah)
                                                                    31 Desember                           30 Juni
                       Keterangan             2020        2021*         2022      2023         2024        2025
                                              Audit       Audit         Audit     Audit        Audit       Audit
      a. Tagihan pengembalian pajak
          Pajak penghasilan badan             161.355     319.671      316.474     112.758     152.669     182.534
          Pajak lain-lain                     194.271     193.875      184.670      17.730      14.048      45.617
          Cadangan penyisihan tagihan
            pengembalian pajak                     -           -       (59.050)    (13.141)    (12.165)    (38.766)
          Jumlah                              355.626     513.546      442.094     117.347     154.552     189.385
      b. Pajak lain-lain dibayar di muka
          Jumlah                              139.236     401.334      582.030     525.154     609.659     323.376
      c. Utang pajak
          PPh badan                            46.359         271       17.953      21.997       2.704       2.484
          Pajak lain-lain                       5.875      16.992       10.935      13.057       6.266       6.732
          Jumlah                               52.234      17.263       28.888      35.054       8.970       9.216
      d. Beban pajak penghasilan
          Beban pajak kini                     74.099      32.286      238.502     233.017     222.826      66.933
          Beban pajak tangguhan               130.160     335.294       90.639      92.853      43.122      25.829
          Penyesuaian tahun lalu              122.651       5.893        1.453      10.111       5.644          -
          Jumlah                              326.910     373.473      330.594     335.981     271.592      92.762
      e. Pajak tangguhan
          Jumlah aset pajak tangguhan            18.507      32.903      32.232      30.188      33.398     29.915
          Jumlah liabilitas pajak tangguhan   (674.445) (1.011.863) (1.112.133) (1.203.377) (1.230.890) (1.254.431)

  *) Disajikan kembali
  Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

2.2         Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan dan Entitas Anak

Ikhtisar data keuangan penting Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak berdasarkan pada:
(i)   Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim untuk periode enam
      bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon Xenia
      & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
(ii) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir
      pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon Xenia & Rekan
      dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
(iii) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang
      berakhir pada tanggal 31 Desember 2022-2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan;



                                                                                                                     12
Page 30
     dan
(iv) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang
     berakhir pada tanggal 31 Desember 2020-2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
     Wibisana, Rintis & Rekan.
           Tabel 2-3 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
                                                                                              (dalam juta Rupiah)
                                                               31 Desember                              30 Juni
               Keterangan              2020        2021*           2022       2023         2024          2025
                                       Audit       Audit           Audit      Audit        Audit         Audit
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan setara kas                     526.813     290.567        294.344     339.455      150.342      205.670
 Piutang usaha
   Pihak ketiga                         312.708      151.930       250.343      198.850      178.161      160.471
   Pihak berelasi                     2.024.834    3.128.112     2.476.106    3.588.223    2.317.488    2.190.385
 Piutang lain-lain
   Pihak ketiga                          45.756      119.160        71.635      109.299      116.656       84.753
   Pihak berelasi                        32.513       71.094        83.386      110.318      147.841      226.161
 Persediaan                           1.048.354    1.019.014     1.262.429    1.171.348    1.151.302    1.289.895
 Pajak lain-lain dibayar di muka        139.236      401.334       582.030      525.154      609.659      323.376
 Biaya dibayar di muka                   28.761       30.851        10.228       24.493        9.968       25.509
 Aset derivatif                             -            -             -            -             67          -
 Aset lancar lainnya                     57.240       26.207        28.659       23.918       22.312       24.574
 Jumlah Aset Lancar                   4.216.215    5.238.269     5.059.160    6.091.058    4.703.796    4.530.794

 Aset Tidak Lancar
 Kas dan setara kas yang
   dibatasi penggunaannya                22.934      23.927         30.316      35.533       46.554       48.799
 Aset pajak tangguhan                    18.507      32.903         32.232      30.188       33.398       29.915
 Aset tetap dan tanah
   pertambangan                      15.258.887   15.007.206    15.260.436   15.383.772   15.449.192   15.245.033
 Aset hak-guna                          466.378      271.332       159.915      151.424      261.969      302.443
 Tagihan pengembalian pajak
   Pajak penghasilan badan              161.355      319.671       316.474      112.758      152.669      182.534
   Pajak lain-lain                      194.271      193.875       125.620        4.589        1.883        6.851
 Goodwill                               331.808      331.808       331.808      331.808      331.808      331.808
 Aset tidak lancar lainnya               67.770       72.032        62.549       65.609       65.083       62.161
 Jumlah Aset Tidak Lancar            16.521.910   16.252.754    16.319.350   16.115.681   16.342.556   16.209.544
 Jumlah Aset                         20.738.125   21.491.023    21.378.510   22.206.739   21.046.352   20.740.338

 *) Disajikan kembali
 Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

Jumlah Aset
Selama tahun 2020-2024, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,37%. Pada tahun
2020, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 5,98%
dari tahun 2019 yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama
karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi.
Pada tahun 2021, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 3,63% terutama karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi. Pada tahun 2022,
jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 0,52%
terutama karena penurunan piutang usaha - pihak berelasi.
Pada tahun 2023, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 3,87% terutama karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi. Jumlah aset
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami penurunan pada tahun 2024 sebesar
5,23% yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena


                                                                                                                  13
Page 31
penurunan piutang usaha - pihak berelasi.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp20,74 triliun.
   Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak (Lanjutan)
                                                                                                        (dalam juta Rupiah)
                                                                       31 Desember                                 30 Juni
               Keterangan                   2020          2021*            2022        2023          2024           2025
                                            Audit         Audit            Audit       Audit         Audit          Audit
 Liabilitas dan Ekuitas
 Liabilitas
 Liabilitas Jangka Pendek
 Utang usaha
   Pihak ketiga                             1.636.149     1.936.700      2.363.590     2.253.090     1.952.230     1.764.922
   Pihak berelasi                             378.832     1.164.491      1.737.590     2.029.229     1.401.741     1.149.614
 Utang lain-lain
   Pihak ketiga                              100.574        60.122          81.916       51.242        83.112       136.832
   Pihak berelasi                             10.175         3.269             991      145.311         8.526       337.719
 Utang pajak
   Pajak penghasilan badan                    46.359           271          17.953       21.997         2.704         2.484
   Pajak lain-lain                             5.875        16.992          10.935       13.057         6.266         6.732
 Beban masih harus dibayar                   316.652       224.278         281.174      296.911       252.867       329.828
 Liabilitas derivatif                          1.098           132             603            7           -               9
 Liabilitas imbalan kerja jangka pendek      209.803       279.586         218.946      185.406       248.205       127.838
 Pinjaman bank jangka panjang
   jatuh tempo dalam satu tahun
     Pihak ketiga                           1.100.000             -            -        400.000       400.000       700.000
 Liabilitas sewa jatuh tempo
   dalam satu tahun                           335.748       213.565        135.462       122.633       108.992       111.726
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek            4.141.265     3.899.406      4.849.160     5.518.883     4.464.643     4.667.704

 Liabilitas Jangka Panjang
 Liabilitas pajak tangguhan                   674.445     1.011.863      1.112.133     1.203.377     1.230.890     1.254.431
 Pinjaman bank jangka panjang               7.269.246     4.380.372      2.734.547     2.337.097     1.539.857     1.140.881
 Liabilitas imbalan kerja jangka panjang      531.070       529.996        482.868       463.355       562.466       494.917
 Provisi untuk restorasi                       75.749        91.053         82.901        87.977        88.867        95.531
 Utang lain-lain
   Pihak berelasi                                 -             -              -             -         121.648       120.214
 Provisi jangka panjang                       252.039       265.324        216.783        35.062        30.057        14.034
 Liabilitas sewa                              228.132       113.937         40.080        56.374        93.814       140.301
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang           9.030.681     6.392.545      4.669.312     4.183.242     3.667.599     3.260.309
 Jumlah Liabilitas                         13.171.946    10.291.951      9.518.472     9.702.125     8.132.242     7.928.013

 Ekuitas
 Modal saham                                3.831.450     4.509.691      4.509.691     4.509.691     4.509.691     4.509.691
 Tambahan modal disetor                     2.587.309     5.014.275      5.014.275     5.014.275     5.014.275     5.014.275
 Komponen ekuitas lain
   Pengukuran kembali liabilitas
    imbalan pascakerja setelah pajak         (210.859)     (261.104)      (223.134)     (221.420)     (288.620)     (284.387)
 Saldo laba
   Dicadangkan                                766.290       766.290        766.290       901.938       901.938       901.938
   Belum dicadangkan                          591.989     1.169.920      1.792.916     2.300.130     2.776.826     2.670.808
 Jumlah Ekuitas                             7.566.179    11.199.072     11.860.038    12.504.614    12.914.110    12.812.325
 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas             20.738.125    21.491.023     21.378.510    22.206.739    21.046.352    20.740.338

 *) Disajikan kembali
 Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 11,36%. Pada tahun 2020, jumlah liabilitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 4,66% dari tahun 2019 terutama


                                                                                                                             14
Page 32
karena peningkatan pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun - pihak ketiga.
Pada tahun 2021, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 21,86% yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut terutama
karena penurunan pinjaman bank jangka panjang. Pada tahun 2022, jumlah liabilitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami penurunan sebesar 7,52% terutama karena
penurunan pinjaman bank jangka panjang.
Pada tahun 2023, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 1,93% terutama karena peningkatan pinjaman bank jangka panjang jatuh
tempo dalam satu tahun - pihak ketiga. Pada tahun 2024, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 16,18% terutama karena penurunan pada total
utang usaha (pihak ketiga dan berelasi).
Selama tahun 2020-2024, rata-rata rasio liabilitas terhadap aset dan rata-rata rasio liabilitas
terhadap ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar 0,48x dan
0,97x.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat
sebesar Rp7,93 triliun dengan rasio liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing sebesar 0,38x dan 0,62x.
Jumlah Ekuitas
Jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 mengalami
peningkatan secara CAGR sebesar 14,30%. Pada tahun 2020, jumlah ekuitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 8,36% dari tahun 2019 terutama
karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.
Pada tahun 2021, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 48,01% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut terutama
karena adanya tambahan modal disetor. Pada tahun 2022, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 5,90% terutama karena peningkatan saldo laba
yang belum dicadangkan.
Pada tahun 2023, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 5,43% terutama karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan. Pada tahun 2024,
jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 3,27%
terutama karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, jumlah Konsolidasian ekuitas Perseroan dan Entitas Anak tercatat
sebesar Rp12,81 triliun.




                                                                                               15
Page 33
          Gambar 2-1 : Perkembangan Jumlah Liabilitas, Jumlah Ekuitas dan Jumlah Aset
                           Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
                                                                                                (dalam triliun Rupiah)
                 25,00
                                           21,49           21,38            22,21
                                                                                               21,05               20,74
                               20,74
                 20,00

                               7,57
                                            11,20          11,86             12,50
                 15,00                                                                          12,91               12,81


                 10,00

                               13,17
                   5,00                     10,29          9,52              9,70
                                                                                                8,13                7,93


                      -
                               2020        2021*           2022              2023               2024              Juni 2025

                                       Jumlah Liabilitas           Jumlah Ekuitas              Jumlah Aset

                  *) Disajikan kembali
                  Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

                    Tabel 2-5 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                 Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
                                                                                                                            (dalam juta Rupiah)
                                                                      31 Desember                                                      30 Juni
              Keterangan                     2020           2021*         2022                    2023                2024              2025
                                             Audit           Audit        Audit                   Audit               Audit             Audit
Pendapatan                                 10.108.220      11.218.181   12.262.048              12.371.333          11.818.978         4.973.697
Beban pokok pendapatan                     (7.124.690)     (8.365.429) (9.330.140)              (9.597.271)         (9.263.093)       (3.934.978)
Laba Kotor                                  2.983.530       2.852.752    2.931.908               2.774.062           2.555.885         1.038.719

Beban Usaha
 Distribusi dan penjualan                     (965.140)      (964.184)       (1.040.626)          (948.597)            (954.720)       (430.204)
 Umum dan administrasi                        (397.370)      (394.547)         (347.121)          (352.506)            (365.423)       (143.839)

(Rugi) laba selisih kurs                       (37.909)            4.020               122              (2.271)             24.819       (16.312)
Rugi (laba) dari penghapusan
  aset tetap                                   (16.755)         1.093                  (418)             (261)                (264)          -
Lainnya - bersih                                78.496         38.967               (98.184)              732               (8.656)       (4.640)
Laba Sebelum Bunga
  dan Pajak Penghasilan                     1.644.852       1.538.101         1.445.681          1.471.159            1.251.641         443.724

Penghasilan keuangan                             6.970          3.572             6.678              5.333                5.545           3.357
Beban keuangan                                (673.924)      (454.856)         (282.489)          (245.866)            (240.504)        (87.792)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan                 977.898      1.086.817         1.169.870          1.230.626            1.016.682         359.289

Beban pajak penghasilan                       (326.910)      (373.473)         (330.594)          (335.981)            (271.592)        (92.762)
Laba Periode/ Tahun Berjalan                   650.988        713.344           839.276            894.645              745.090         266.527

Laba (rugi) komprehensif lain
Pengukuran kembali atas liabilitas
  -setelah
  imbalan pajak
           kerja jangka
                 tangguhan
                        panjang
                            terkait            (25.409)       (25.061)               48.272             2.148           (86.019)           5.428
Beban (manfaat) pajak terkait                   (6.950)         5.363               (10.302)             (434)           18.819           (1.195)
Jumlah Laba Komprehensif
  Periode/ Tahun Berjalan                      618.629        693.646           877.246            896.359              677.890         270.760


Laba per saham - dasar dan dilusian
  (nilai penuh)                                       85               87                93                  99                 83            30

*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak


                                                                                                                                               16
Page 34
Pendapatan
Pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas empat segmen usaha dari divisi
operasi semen, beton siap pakai, agregat dan jasa konstruksi lainnya.
Selama tahun 2020-2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 3,99%. Pada tahun 2020, pendapatan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 8,59% dari tahun 2019, yang
merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena penurunan
pendapatan dari segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2021, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 10,98% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama
karena peningkatan pendapatan dari segmen semen. Pada tahun 2022, pendapatan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami peningkatan sebesar 9,31% terutama karena
peningkatan pendapatan dari segmen semen.
Pada tahun 2023, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
terbatas sebesar 0,89% dengan peningkatan tertinggi pendapatan dari segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 4,46% terutama karena penurunan pendapatan dari segmen semen.
Selama tahun 2020-2024, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar terhadap
total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi rata-rata sebesar
89,84%. Selanjutnya segmen pendapatan beton siap pakai memberikan kontribusi rata-rata
sebesar 8,60%% terhadap total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak. Sedangkan
segmen pendapatan agregat dan jasa konstruksi lainnya memberikan kontribusi dengan rata-rata
masing-masing sebesar 0,89% dan 0,67% terhadap total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat
sebesar Rp4,97 triliun dengan kontribusi dari segmen usaha semen, beton siap pakai, agregat, dan
jasa konstruksi lainnya masing-masing sebesar 90,73%, 7,94%, 1,17%, dan 0,16%.
 Gambar 2-2 : Perkembangan Segmen Pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
                                                                                                                 (dalam triliun Rupiah)
                              14,00


                              12,00


                              10,00


                               8,00


                               6,00


                               4,00


                               2,00


                                   -
                                         2020               2021*             2022            2023              2024            Juni 2025
               Agregat                   0,08               0,12              0,09            0,09              0,13                 0,06
               Jasa konstruksi lainnya   0,13               0,04              0,07            0,10              0,04                 0,01
               Beton siap pakai          0,66               0,82              1,17            1,22              1,15                 0,40
               Semen                     9,24               10,24            10,93            10,96             10,49                4,51
               Pendapatan                10,11              11,22            12,26            12,37             11,82                4,97

                          Semen          Beton siap pakai           Jasa konstruksi lainnya           Agregat           Pendapatan

       *) Disajikan kembali
       Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak



                                                                                                                                            17
Page 35
Beban pokok pendapatan
Beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari bahan baku yang
digunakan, biaya pabrikasi, serta gaji dan upah.
Selama tahun 2020-2024, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 6,78%. Pada tahun 2020, beban pokok
pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 12,82% dari
tahun 2019, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena
penurunan pada beban pabrikasi.
Pada tahun 2021, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 17,41% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut
terutama karena peningkatan biaya pabrikasi. Pada tahun 2022, beban pokok pendapatan
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 11,53% terutama
karena peningkatan biaya pabrikasi.
Pada tahun 2023, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 2,86% terutama karena peningkatan pada beban pabrikasi. Pada tahun 2024,
beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar
3,48% terutama karena penurunan biaya pabrikasi.
Rata-rata porsi beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun
2020-2024 adalah sebesar 75,42%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp3,93 triliun dengan porsi beban pokok pendapatan sebesar 79,12%.
Beban Distribusi dan Penjualan
Beban distribusi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas ongkos angkut domestik dan
ongkos angkut ekspor. Sementara beban penjualannya terdiri atas gaji, upah, dan tunjangan; biaya
tenaga kerja outsource; jasa profesional; sewa; bahan bakar; konferensi dan rapat; perjalanan;
penyusutan dan deplesi; penyusutan aset hak-guna; lainnya.
Selama tahun 2020-2024, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 0,27%. Pada tahun 2020, beban distribusi
dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 7,74% dari
tahun 2019 terutama karena penurunan beban ongkos angkut domestik.
Pada tahun 2021, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali
mengalami penurunan sebesar 0,10% terutama karena penurunan beban iklan dan promosi. Pada
tahun 2022, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 7,93%, yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut,
terutama karena peningkatan beban ongkos angkut domestik.
Pada tahun 2023, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami penurunan sebesar 8,84%, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun
tersebut, terutama karena penurunan beban gaji, upah, dan tunjangan. Pada tahun 2024, beban
distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar
0,65% terutama karena peningkatan beban ongkos angkut domestik.
Rata-rata porsi beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama
tahun 2020-2024 adalah sebesar 8,48%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp430,20 miliar dengan porsi beban distribusi dan penjualan sebesar 8,65%.



                                                                                              18
Page 36
Beban Umum dan Administrasi
Beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas gaji, upah, dan
tunjangan; donasi dan representasi; biaya tenaga kerja outsource; jasa profesional; pemeliharaan
data dan sistem, proyek regional dan shared services; konferensi dan rapat; penyusutan aset hak
guna; perjalanan; perjalanan; sewa; biaya bank; perbaikan dan pemeliharaan; penyusutan dan
deplesi; pendidikan, pelatihan, dan pengembangan; pemulihan/ cadangan kerugian kredit
ekspektasian; lisensi, dan izin; lain-lain.
Selama tahun 2020-2024, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,07%. Pada tahun 2020, beban umum dan
administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 39,30% dari
tahun 2019 yang merupakan penurunan tertinggi selama periode tahun tersebut terutama karena
penurunan beban pemeliharaan data dan sistem, proyek regional dan shared services.
Pada tahun 2021, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali
mengalami penurunan sebesar 0,71% terutama karena penurunan jasa profesional. Pada tahun
2022, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
penurunan sebesar 12,02% terutama karena penurunan cadangan kerugian kredit ekspektasian.
Pada tahun 2023, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami peningkatan sebesar 1,55% terutama karena peningkatan beban gaji, upah, dan
tunjangan. Pada tahun 2024, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak mengalami peningkatan sebesar 3,66% terutama karena peningkatan beban gaji, upah, dan
tunjangan.
Rata-rata porsi beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama
tahun 2020-2024 adalah sebesar 3,24%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp143,84 miliar dengan porsi beban umum dan administrasi sebesar 2,89%.
Laba Kotor
Selama tahun 2020-2024, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 3,79%. Pada tahun 2020, laba kotor Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 3,41% dari tahun 2019, yang
merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama karena penurunan
biaya fabrikasi pada beban pokok pendapatan.
Pada tahun 2021, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 4,38% terutama karena peningkatan biaya fabrikasi pada beban pokok pendapatan. Pada
tahun 2022, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar
2,77% terutama karena peningkatan pendapatan dari segmen semen.
Pada tahun 2023, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 5,38% terutama karena peningkatan terbatas pendapatan dari segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2024, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 7,86%, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama
karena penurunan pendapatan dari segmen semen.
Rata-rata margin laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024
sebesar 24,58%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp1,04 triliun dengan margin laba kotor sebesar 20,88%.



                                                                                              19
Page 37
Laba Periode/ Tahun Berjalan
Selama tahun 2020-2024, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 3,43%. Pada tahun 2020, laba tahun berjalan
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 30,44% dari tahun 2019,
yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama karena
penurunan beban pemeliharaan data dan sistem, proyek regional dan shared services pada beban
umum dan administrasi.
Pada tahun 2021, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 9,58% terutama karena peningkatan pendapatan dari segmen semen. Pada
tahun 2022, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 17,65% terutama karena penurunan pemulihan cadangan kerugian kredit
ekspektasian pada beban umum dan administrasi.
Pada tahun 2023, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 6,60% terutama karena penurunan beban gaji, upah, dan tunjangan pada
beban distribusi dan penjualan. Pada tahun 2024, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 16,72% terutama karena penurunan pendapatan dari
segmen semen.
Rata-rata margin laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-
2024 sebesar 6,64%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, laba periode berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp266,53 miliar dengan margin laba periode berjalan sebesar 5,36%.
Laba Komprehensif
Selama tahun 2020-2024, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,31%. Pada tahun 2020, laba komprehensif
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 9,25% dari tahun 2019
seiring peningkatan laba tahun berjalan.
Pada tahun 2021, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 12,13% seiring peningkatan laba tahun berjalan dan penerimaan manfaat
pajak terkait sebesar Rp5,37 miliar. Pada tahun 2022, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 26,47%, yang merupakan peningkatan tertinggi
selama periode tahun tersebut, seiring peningkatan laba tahun berjalan dan perolehan keuntungan
aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait sebesar
Rp48,28 miliar.
Pada tahun 2023, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan terbatas sebesar 2,18% seiring peningkatan laba tahun berjalan dan perolehan
keuntungan aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait
sebesar Rp2,15 miliar. Pada tahun 2024, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak mengalami penurunan sebesar 24,37% seiring penurunan laba tahun berjalan dan perolehan
kerugian aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait
sebesar Rp86,02 miliar.
Rata-rata margin laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-
2024 sebesar 6,49%.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp270,76 miliar dengan margin laba komprehensif sebesar 5,44%.




                                                                                             20
Page 38
Laba per Saham
Selama tahun 2020-2024, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 0,59%. Pada tahun 2020, laba komprehensif
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 30,77% dari tahun 2019,
yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, seiring dengan peningkatan
laba tahun berjalan sebesar 30,44%.
Pada tahun 2021, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan terbatas sebesar 2,35% seiring dengan penerbitan saham baru oleh Perseroan sebesar
1,36 juta saham. Pada tahun 2022, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami peningkatan sebesar 6,90% seiring peningkatan laba tahun berjalan sebesar 17,65%.
Pada tahun 2023, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 6,45% seiring peningkatan laba tahun berjalan sebesar 6,60%. Pada tahun
2024, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar
16,16% seiring penurunan laba tahun berjalan sebesar 16,72%.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, laba per saham Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp30,00.
   Gambar 2-3 : Perkembangan Pendapatan, Laba Kotor, Laba Periode/ Tahun Berjalan, Laba
       Komprehensif dan Laba per Saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
                                                                                                                              (dalam triliun Rupiah)

    14,00                                                                                                                                           120

                                                          12,26                 12,37
                                                                                           99         11,82
    12,00                         11,22                            93                                                                               100
            10,11    85                   87
                                                                                                                 83
    10,00
                                                                                                                                                    80

     8,00
                                                                                                                                                    60
     6,00
                                                                                                                                4,97
                                                                                                                                                    40
     4,00
                2,98                   2,85                   2,93                  2,77                  2,56                          30
                                                                                                                                                    20
     2,00
                                                                    0,84 0,88             0,89 0,90                                1,04
                      0,65 0,62               0,71 0,69                                                         0,75   0,68            0,27 0,27
        -                                                                                                                                           -
                    2020                2021*                     2022                  2023                  2024                 Juni 2025


              Pendapatan          Laba Kotor        Laba Periode/ Tahun Berjalan         Laba Komprehensif           Laba per Saham (Nilai Penuh)

   *) Disajikan kembali
   Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak




                                                                                                                                                          21
Page 39
                Tabel 2-6 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
                                                                                                       (dalam juta Rupiah)
                                                                       31 Desember                                 30 Juni
                 Keterangan                 2020          2021             2022         2023          2024          2025
                                            Audit         Audit            Audit        Audit         Audit         Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                 10.075.278     10.223.580     12.585.901   12.563.253      13.196.148     5.140.048
Pembayaran kepada pemasok                 (7.072.023)    (7.070.929)    (8.704.066) (10.919.597)     (9.697.530)   (4.719.852)
Pembayaran kepada karyawan                (1.118.037)    (1.204.340)    (1.131.782) (1.021.507)        (977.510)     (494.749)
Penerimaan dari penghasilan bunga              6.970          3.572          6.678        5.333           5.545         3.357
Pembayaran Transitional Services
 and License Agreement (TSLA)               (340.395)           -              -              -             -             -
Penerimaan dari perjanjian kesanggupan       337.400            -              -              -             -             -
Pembayaran beban keuangan                   (739.806)      (444.798)      (275.986)      (250.318)     (245.623)      (91.036)
Pembayaran pajak penghasilan
 dan pajak lainnya                          (153.130)      (265.405)      (275.109)      (229.996)   (1.065.666)    (128.772)
Penerimaan dari kantor pajak                   3.743        294.896        789.606      1.060.913       661.435      623.412
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
 dari Aktivitas Operasi                    1.000.000      1.536.576      2.995.242      1.208.081     1.876.799      332.408
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                        (389.693)      (485.159)      (869.504)      (761.667)     (730.229)    (124.131)
Penerimaan dari hasil pelepasan
 aset tetap                                         -        36.843            -                -             -           -
Penerimaan dari hasil
 ganti rugi aset tetap                        55.061         68.589         48.992            -             -             -
Penambahan aset hak-guna                      (9.359)       (17.757)       (64.147)       (41.288)      (27.661)       (2.494)
Penempatan kas dan setara kas
 yang dibatasi penggunaannya                   (5.265)         (993)        (6.389)        (5.250)      (10.185)       (1.746)
Penempatan deposito berjangka                     -             -         (192.082)           -             -             -
Penarikan kas yang dibatasi
 penggunaannya                                 4.542              -            -             572          1.070           -
Penarikan deposito berjangka                     -                -        152.000           -              -             -
Arus Kas Bersih yang Digunakan
 untuk
  untuk Aktivitas
        Aktivitas Investasi
                   Investasi                (344.714)      (398.477)      (931.130)      (807.633)     (767.005)    (128.371)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman bank
  jangka pendek                             (738.000)             -            -                -             -           -
Penerimaan pinjaman bank
  jangka pendek                              738.000              -            -                -             -           -
Pembayaran pinjaman bank
  jangka panjang                           (1.965.657)   (4.000.000)    (4.400.000)             -      (800.000)    (100.000)
Pembayaran biaya transaksi                     (5.250)          -              -                -           -            -
Penerimaan dari utang bank
  Pihak
  jangkaberelasi
         panjang                           1.650.000            -        2.744.097            -             -             -
Penerimaan dari penerbitan saham                 -        3.119.909            -              -             -             -
Biaya penerbitan saham                           -          (14.702)           -              -             -             -
Pembayaran dividen                           (27.568)      (194.746)      (215.803)      (245.483)     (262.226)          -
Pembayaran pokok liabilitas sewa            (162.488)      (281.938)      (188.721)      (110.440)     (237.669)      (48.016)
Arus Kas Bersih yang Digunakan
  untuk Aktivitas Pendanaan                 (510.963)    (1.371.477)    (2.060.427)      (355.923)   (1.299.895)    (148.016)
Kenaikan (Penurunan) Bersih
 Kas dan Setara Kas                          144.323       (233.378)         3.685        44.525       (190.101)      56.021

Kas dan Setara Kas Pada
 Awal Periode/ Tahun                         386.751       526.813         290.567       294.344       339.455       150.342

Pengaruh perubahan kurs
 mata uang asing                               (4.261)       (2.868)               92        586           988           (693)
Kas dan Setara Kas Pada
 Akhir Periode/ Tahun                        526.813       290.567         294.344       339.455       150.342       205.670

Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak




                                                                                                                              22
Page 40
Aktivitas Operasi
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat sebesar Rp1,00
triliun terutama karena penerimaan kas dari pelanggan.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp1,54 triliun terutama karena penerimaan kas
dari pelanggan. Pada tahun 2022, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali
mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp3,00 triliun, yang
merupakan arus kas bersih tertinggi yang diperoleh pada periode tahun tersebut, terutama karena
penerimaan kas dari pelanggan.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar Rp1,21
triliun dan Rp1,88 triliun yang terutama karena penerimaan kas dari pelanggan.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp332,41 miliar.
Aktivitas Investasi
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas investasi Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat sebesar
Rp344,71 miliar terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang digunakan dari aktivitas investasi sebesar Rp398,48 miliar terutama karena
pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap. Pada tahun 2022, Perseroan dan Entitas Anak secara
konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas investasi sebesar
Rp931,13 miliar yang merupakan arus kas bersih terbesar yang digunakan pada periode tahun
tersebut, terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas investasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar
Rp807,63 miliar dan Rp767,01 miliar yang terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset
tetap.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya
arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp128,37 miliar.
Aktivitas Pendanaan
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas pendanaan Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat
sebesar Rp510,96 miliar terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran pinjaman bank
jangka panjang.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang digunakan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp1,37 triliun terutama karena
pengeluaran kas untuk pembayaran pinjaman bank jangka panjang. Pada tahun 2022, Perseroan
dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari
aktivitas pendanaan sebesar Rp2,06 triliun yang merupakan arus kas bersih terbesar yang
digunakan pada periode tahun tersebut, terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran


                                                                                                23
Page 41
pinjaman bank jangka panjang.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas pendanaan pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar
Rp335,92 miliar dan Rp1,30 triliun yang terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran
pinjaman bank jangka panjang.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya
arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp148,02 miliar.
 Gambar 2-4 : Perkembangan Arus Kas dari Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas
 Pendanaan serta Kenaikan (Penurunan) Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
                                                                                                                                     (dalam triliun Rupiah)
      4.00

                                                                3.00
      3.00

                                                                                                                 1.88
      2.00                            1.54
                                                                                          1.21
               1.00
      1.00
                         0.14                (0.23)                       0.00                      0.04
                                                                                                                          (0.19)         0.33   0.06

          -
                                                                                                                                           (0.13)   (0.15)
                (0.34)                    (0.40)                                                        (0.36)
      (1.00)             (0.51)
                                                                                             (0.81)                 (0.77)
                                                                   (0.93)
                                                   (1.37)                                                                   (1.30)
      (2.00)
                                                                            (2.06)
      (3.00)
                      2020                   2021                      2022                      2023                   2024               Juni 2025




                       Arus Kas Operasi              Arus Kas Investasi              Arus Kas Pendanaan            Kenaikan (Penurunan) Kas

  Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak




                                                                                                                                                              24
Page 42
                       Tabel 2-7 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
                                                              31 Desember                         30 Juni      Rata-Rata
               Keterangan
                                        2020       2021           2022      2023       2024       2025*        2020-2024
Rasio Pertumbuhan**
Pendapatan                                -8,59%    10,98%          9,31%     0,89%     -4,46%      -15,84%         3,99%
Beban pokok pendapatan                   -12,82%    17,41%         11,53%     2,86%     -3,48%      -15,04%         6,78%
Beban distribusi dan penjualan            -7,74%    -0,10%          7,93%    -8,84%      0,65%       -9,88%        -0,27%
Beban umum dan administrasi              -39,90%    -0,71%        -12,02%     1,55%      3,66%      -21,28%        -2,07%
Laba kotor                                 3,41%    -4,38%          2,77%    -5,38%     -7,86%      -18,72%        -3,79%
Laba periode/ tahun berjalan              30,44%     9,58%         17,65%     6,60%    -16,72%      -28,46%         3,43%
Laba komprehensif                          9,25%    12,13%         26,47%     2,18%    -24,37%      -20,12%         2,31%
Laba per saham                            30,77%     2,35%          6,90%     6,45%    -16,16%      -27,71%        -0,59%
Jumlah aset                                5,98%     3,63%         -0,52%     3,87%     -5,23%       -1,45%         0,37%
Jumlah liabilitas                          4,66%   -21,86%         -7,52%     1,93%    -16,18%       -2,51%       -11,36%
Jumlah ekuitas                             8,36%    48,01%          5,90%     5,43%      3,27%       -0,79%        14,30%

Rasio Segmen Pendapatan
Semen                                    91,42%     91,28%         89,14%    88,57%     88,79%      90,73%         89,84%
Beton siap pakai                          6,53%      7,33%          9,53%     9,88%      9,74%       7,94%          8,60%
Agregat                                   0,80%      1,03%          0,74%     0,77%      1,10%       1,17%          0,89%
Jasa konstruksi lainnya                   1,25%      0,36%          0,59%     0,78%      0,37%       0,16%          0,67%
Rasio Vertikal
Porsi beban pokok pendapatan             70,48%     74,57%         76,09%    77,58%     78,37%      79,12%         75,42%
Porsi beban distribusi dan penjualan      9,55%      8,59%          8,49%     7,67%      8,08%       8,65%          8,48%
Porsi beban umum dan administrasi         3,93%      3,52%          2,83%     2,85%      3,09%       2,89%          3,24%
Margin laba kotor                        29,52%     25,43%         23,91%    22,42%     21,63%      20,88%         24,58%
Margin laba periode/ tahun berjalan       6,44%      6,36%          6,84%     7,23%      6,30%       5,36%          6,64%
Margin laba komprehensif                  6,12%      6,18%          7,15%     7,25%      5,74%       5,44%          6,49%
Jumlah liabilitas / jumlah aset            0,64       0,48           0,45      0,44       0,39        0,38           0,48
Jumlah liabilitas / jumlah ekuitas         1,74       0,92           0,80      0,78       0,63        0,62           0,97
Rasio Profitabilitas (x)
Return On Assets (ROA)***                  0,03       0,03          0,04       0,04       0,04         0,01         0,04
Return On Equity (ROE)***                  0,09       0,06          0,07       0,07       0,06         0,02         0,07
Return On Invested Capital (ROIC)          0,07       0,06          0,08       0,07       0,06         0,02         0,07
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar ***                           1,02       1,34          1,04       1,10       1,05         0,97         1,11
Rasio cepat                                0,76       1,08          0,78       0,89       0,80         0,69         0,86

Rasio Solvabilitas
Debt to Assets Ratio (DAR)**               0,43       0,22          0,14       0,13       0,10         0,10         0,20
Debt to Equity Ratio (DER)**               1,18       0,42          0,25       0,23       0,17         0,16         0,45
Rasio Aktivitas
Perputaran aset (x)***                     0,49       0,53          0,57       0,57       0,55         0,48         0,54
Perputaran piutang usaha (hari)               84       107             81       112          77           86           92
Perputaran persediaan (hari)                  54         44            49         45         45           59           47
Perputaran utang usaha (hari)               103        135           160        163        132          134          139

*) Perhitungan rasio pertumbuhan periode Juni 2025 berdasarkan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
(disetahunkan)
**) Rata-rata dihitung dengan CAGR tahun 2020-2024
***) Rasio keuangan tahun 2020-2024 berdasarkan Laporan Tahunan Perseroan
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak , diolah

Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya
dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal
(capital providers). Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan rasio imbal hasil aset (Return on
Asset/ ROA) dan rasio imbal hasil ekuitas (Return on Equity/ ROE) serta rasio imbal hasil investasi
(Return on Invested Capital/ ROIC).
Selama tahun 2020-2024, rata-rata rasio ROA, ROE dan ROIC Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 0,04x, 0,07x dan 0,07x.


                                                                                                                      25
Page 43
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio ROA, ROE dan ROIC Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 0,01x, 0,02x dan 0,02x.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas suatu perusahaan diukur dengan menggunakan
rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio).
Pada tahun 2020-2024, rata-rata rasio lancar dan rasio cepat Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 1,11x dan 0,86x.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio lancar dan rasio cepat Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 0,97x dan 0,69x.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban
(jangka pendek maupun jangka panjang). Solvabilitas suatu perusahaan diukur dengan
menggunakan Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER).
Rata-rata DAR dan DER Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 masing-
masing sebesar 0,20x dan 0,45x.
Pada tanggal 30 Juni 2025, DAR dan DER Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak masing-masing
sebesar 0,10x dan 0,16x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio aktivitas suatu perusahaan diukur dengan rasio perputaran (turnover). Rasio ini
menunjukkan waktu yang diperlukan perusahaan dalam mengonversi aset-aset yang dimilikinya
menjadi pendapatan yang menghasilkan uang kas dan periode pembayaran utang perusahaan.
Secara umum, rata-rata rasio aktivitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun
2020-2024 adalah sebagai berikut : rasio perputaran aset sebesar 0,54x, rasio piutang usaha selama
92 hari, rasio perputaran persediaan selama 47 hari dan rasio perputaran utang usaha selama 139
hari.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio perputaran aset sebesar 0,48x, rasio piutang usaha selama
86 hari, rasio perputaran persediaan selama 59 hari dan rasio perputaran utang usaha selama 134
hari.

2.3    Entitas Anak

Rincian Entitas Anak Perseroan pada per Tanggal Studi Kelayakan ini adalah sebagai berikut:
                                    Tabel 2-8 : Entitas Anak Perseroan
               Entitas Anak                  Domisili                  Jenis Usaha               Kepemilikan
 PT Solusi Bangun Beton (“SBB”)               Jakarta     Beton siap pakai dan tambang agregat         100%
 PT Readymix Concrete Indonesia (“RCI”)      Surabaya     Beton siap pakai                             100%
 PT Pendawa Lestari Perkasa (“PLP”)          Surabaya     Tambang agregat dan konstruksi               100%
 PT Solusi Bangun Andalas (“SBA”)              Aceh       Produsen semen                               100%
 PT Aroma Cipta Anugrahtama (“ACA”)           Jakarta     Jasa konsultansi                             100%
 PT Ciptanugrah Indonesia (“CI”)              Jakarta     Jasa konsultansi                             100%
 PT Aroma Sejahtera Indonesia (“ASI”)*        Jakarta     Jasa konsultansi                             100%
 PT SBI Bangun Nusantara (“SBN”)              Jakarta     Aktivitas tambang                            100%
*) Belum beroperasi secara komersial
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per Tanggal 30 Juni 2025



                                                                                                           26
Page 44
3     GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI

3.1     Kondisi Umum Perekonomian

3.1.1   Kondisi Perekonomian Dunia

Berdasarkan data S&P Global, optimisme bisnis masih lemah pada akhir kuartal II-2025 yang
disebabkan oleh ketidakpastian yang masih berlanjut, terutama terkait kebijakan tarif baru
(resiprokal) Amerika Serikat (AS) terhadap perdagangan global. Hal ini ditunjukkan dari Purchasing
Managers Index (PMI) global yang tercatat sebesar 51,7 pada periode Juni 2025, lebih rendah
dibandingkan akhir kuartal I-2025 atau periode Maret 2025 yang tercatat sebesar 52,1.
Dari PMI global periode Juni 2025 juga dapat diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi global
kembali didukung oleh ekspansi sektor manufaktur yang mengalami perbaikan, tercepat sejak
periode Februari 2025. Sementara ekspansi sektor jasa mengalami pertumbuhan yang melambat.
Ekonomi AS pada kuartal II-2025 tercatat mengalami pertumbuhan yang stabil sebesar 2,0% year
on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi AS yang stabil dibantu oleh titik balik perdagangan,
pengeluaran konsumen yang didorong oleh peningkatan pembelian barang tahan lama, terutama
mobil dan permintaan jasa yang sedikit meningkat.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal II-2025 tercatat sebesar 5,2% yoy,
menunjukkan penurunan dari kuartal I-2025 yang tercatat sebesar 5,4% yoy, terutama disebabkan
karena penurunan pada konsumsi, serta krisis investasi pada sektor infrastruktur dan properti yang
masih berlanjut.
Perekonomian Jepang mengalami penurunan pertumbuhan pada kuartal II-2025 menjadi sebesar
1,2% yoy dari sebesar 1,8% yoy pada kuartal I-2025 terutama karena penurunan nilai ekspor ke AS
akibat tekanan dari kebijakan tarif. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan mengalami
kenaikan pada kuartal II-2025 menjadi sebesar 0,5% yoy dari sebesar 0,0% yoy pada kuartal I-2025.
Kegiatan ekspor barang dan jasa, semikonduktor, produk minyak bumi, dan produk kimia yang
meningkat berhasil menyelamatkan Korea Selatan dari potensi resesi.
Negara-negara ASEAN-6 mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif pada kuartal II-2025.
Pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal II-2025 merupakan yang tertinggi di ASEAN yaitu
sebesar 8,0% yoy yang meningkat dibandingkan dengan kuartal I-2025 yang sebesar 6,9% yoy.
Peningkatan ini utamanya terjadi karena lonjakan ekspor akibat para pembeli asing yang
mempercepat pesanan guna menghindari ancaman tarif impor hingga 46% dari AS.
Filipina mencatatkan pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 5,5% yoy pada kuartal II-2025
dibandingkan dengan kuartal I-2025 yang sebesar 5,4%. Peningkatan ini utamanya didorong oleh
pertumbuhan pada sektor pertanian dan belanja rumah tangga. Singapura mencatatkan
percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 4,4% yoy pada kuartal II-2025 dibandingkan
dengan kuartal I-2025 yang sebesar 4,1% yoy, didorong oleh percepatan ekspansi pada sektor
manufaktur.
Malaysia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang stabil pada kuartal II-2025 sebesar 4,4% yoy.
Pertumbuhan ekonomi Malaysia didorong oleh peningkatan pada sektor pertanian terutama
produksi kelapa sawit, peternakan, dan karet serta sektor aktivitas jasa. Sementara itu, Thailand
mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,8% yoy, menunjukkan penurunan dari kuartal I-
2025 yang sebesar 3,2%. Perlambatan ini didorong oleh penurunan pada konsumsi rumah tangga
dan belanja pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi Kawasan Euro dan Inggris masing-masing tercatat sebesar 1,5% yoy dan
1,2% yoy pada kuartal II-2025, lebih rendah dari kuartal I-2025 yang masing-masing tercatat sebesar
1,6% yoy dan 1,3% yoy. Pertumbuhan ekonomi Inggris melemah terutama disebabkan oleh
melemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi.


                                                                                                27
Page 45
Pada kuartal II-2025, Rusia melanjutkan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang menjadi sebesar
1,1% yoy dari sebesar 1,4% yoy pada kuartal I-2025 yang disebabkan oleh melemahnya permintaan
domestik.
                                     Tabel 3-1 : Pertumbuhan Ekonomi
                                                                                                    (% year on year - yoy)
                                                2023                                 2024                       2025
                Negara
                                 I         II          III     IV     I         II          III       IV      I       II
          Amerika
          Amerika Serikat            2,3    2,8         3,2     3,2    2,9       3,0         2,7       2,5     2,0    2,0
          Argentina                  1,1   -5,3        -0,7    -1,2   -5,1      -1,7        -2,1       2,1     5,8    6,3
          Brasil                     4,2    3,5         2,0     2,1    2,6       3,3         4,0       3,6     2,9    2,2
          Cile                       0,3   -0,4         0,6     0,4    3,3       1,2         2,0       4,0     2,3    3,1
          Meksiko                    3,6    3,5         3,4     2,3    1,5       2,2         1,7       0,5     0,6    0,1

          Asia Pasifik
          Australia                  2,7    2,0          2,1    1,5    1,1       1,0          0,8      1,3     1,4    1,8
          Tiongkok                   4,5    6,3          4,9    5,2    5,3       4,7          4,6      5,4     5,4    5,2
          India                      6,2    8,2          8,1    8,6    7,8       6,5          5,6      6,4     7,4    7,8
          Jepang                     2,6    1,9          1,3    0,9   -0,8      -0,8          0,6      1,2     1,7    1,2
          Korea Selatan              1,1    1,0          1,4    2,1    3,3       2,3          1,5      1,2     0,0    0,5
          ASEAN-6
          Indonesia                  5,0    5,2          4,9    5,0       5,1    5,1          5,0      5,0     4,9    5,1
          Malaysia                   5,5    2,8          3,1    2,9       4,2    5,9          5,3      5,0     4,4    4,5
          Filipina                   6,4    4,3          6,0    5,5       5,8    6,4          5,2      5,2     5,4    5,5
          Singapura                  0,5    0,5          1,0    2,2       3,0    2,9          5,7      5,0     3,8    4,3
          Thailand                   2,6    1,8          1,4    1,7       1,7    2,3          3,0      3,3     3,2    2,8
          Vietnam                    3,4    4,3          5,5    6,7       6,0    7,3          7,4      7,6     6,9    8,0

          Eropa
          Kawasan Euro            1,2       0,5          0,1    0,3       0,5    0,5          1,0      1,2     1,2    1,4
          Inggris                 0,9       0,6          0,3   -0,3       0,7    1,1          1,2      1,5     1,3    1,2
          Rusia                  -1,6       4,9          5,5    4,9       5,4    4,3          3,3      4,5     1,4    1,1
          Turki                   4,5       4,6          6,5    4,6       5,4    2,4          2,2      3,0     2,3    4,8

          Afrika
          Afrika Selatan         0,5     1,8           -0,9     1,4       0,5    0,3          0,4      0,8     0,8    0,6
         Sumber: Trading Economics, 2025

Tingkat inflasi AS pada kuartal II-2025 tercatat sebesar 2,7% yoy, meningkat dari tingkat inflasi pada
kuartal I-2025 yang sebesar 2,4% yoy. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga
beberapa barang akibat efek dari penerapan tarif.
Sementara itu Tiongkok mengalami kenaikan tingkat inflasi untuk pertama kalinya dalam lima bulan
terakhir. Tingkat inflasi Tiongkok pada kuartal II-2025 sebesar 0,1% yoy, meningkat dari deflasi pada
kuartal I-2025 yang sebesar negatif 0,1% yoy. Kenaikan ini didorong oleh kebijakan pro-konsumsi
oleh pemerintah, seperti insentif fiskal dan stimulus belanja untuk memperluas permintaan
domestik dan pemulihan harga barang konsumen industri. Selain itu, pemulihan harga minyak,
pangan, dan energi turut memberikan kontribusi terhadap rebound Indeks Harga Konsumen (IHK)
di Tiongkok.




                                                                                                                             28
Page 46
                                          Tabel 3-2 : Tingkat Inflasi
                                                                                                             (% yoy)
                                              2023                                 2024                    2025
                Negara
                               I         II          III     IV     I         II          III     IV     I      II
          Amerika
          Amerika Serikat       5,0   3,0   3,7   3,4   3,5   3,0   2,4   2,9                             2,4    2,7
          Argentina           104,3 115,6 138,3 211,4 287,9 271,5 209,0 117,8                            55,9   39,4
          Brasil                4,7   3,2   5,2   4,6   3,9   4,2   4,4   4,8                             5,5    5,4
          Cile                 11,1   7,6   5,1   3,9   3,7   4,2   4,1   4,5                             4,9    4,1
          Meksiko               6,9   5,1   4,5   4,7   4,4   5,0   4,6   4,2                             3,8    4,3

          Asia Pasifik
          Australia                7,0    6,0          5,4    4,1       3,6    3,8          2,8    2,4    2,4    2,1
          Tiongkok                 0,7    0,0          0,0   -0,3       0,1    0,2          0,4    0,1   -0,1    0,1
          India                    5,7    4,9          5,0    5,7       4,9    5,1          5,5    5,2    3,3    2,1
          Jepang                   3,2    3,3          3,0    2,6       2,7    2,8          2,5    3,6    3,6    3,3
          Korea Selatan            4,2    2,7          3,7    3,2       3,1    2,4          1,6    1,9    2,1    2,2
          ASEAN-6
          Indonesia                5,0    3,5          2,3    2,6    3,1       2,5          1,8    1,6    1,0    1,9
          Malaysia                 3,4    2,4          1,9    1,5    1,8       2,0          1,8    1,7    1,4    1,1
          Filipina                 7,6    5,4          6,1    3,9    3,7       3,7          1,9    2,9    1,8    1,4
          Singapura                5,5    4,5          4,1    3,7    3,0       2,5          1,9    1,5    0,9    0,8
          Thailand                 2,8    0,2          0,3   -0,8   -0,5       0,6          0,6    1,2    0,8   -0,3
          Vietnam                  3,4    2,0          3,7    3,6    4,0       4,3          2,6    2,9    3,1    3,6

          Eropa
          Kawasan Euro          6,9       5,5         4,3     2,9    2,4       2,5         1,7     2,4    2,2    2,0
          Inggris              10,1       7,9         6,7     4,0    3,2       2,0         1,7     2,5    2,6    3,6
          Rusia                 3,5       3,3         6,0     7,4    7,7       8,6         8,6     9,5   10,3    9,4
          Turki                50,5      38,2        61,5    64,8   68,5      71,6        49,4    44,4   38,1   35,1

         Afrika
         Afrika Selatan         7,1    5,4             5,4    5,1       5,3    5,1          3,8    3,0    2,7    3,0
         Sumber: Trading Economics, 2025
Jepang dan Korea Selatan mencatatkan tingkat inflasi masing-masing sebesar 3,3% yoy dan 2,2%
yoy pada kuartal II-2025. Tingkat inflasi Jepang menurun dibandingkan tingkat inflasi pada kuartal
I-2025 yang sebesar 3,6% yoy. Faktor utama penyebab penurunan ini disebabkan oleh penurunan
harga energi, khususnya listrik dan gas berkat adanya subsidi dari pemerintah.
Tingkat inflasi Korea Selatan meningkat menjadi sebesar 2,2% yoy dibandingkan tingkat inflasi
kuartal I-2025 yang sebesar 2,1% yoy. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan harga pangan yang
terus berlanjut, terutama makanan olahan dan makanan laut yang naik di tengah gangguan iklim
yang berkelanjutan.
Tingkat inflasi tertinggi di ASEAN-6 pada kuartal II-2025 dialami oleh Vietnam sebesar 3,6% yoy.
Tingkat inflasi Vietnam meningkat dari kuartal I-2025 sebesar 3,1% yoy yang utamanya didorong
oleh kenaikan biaya perumahan dan utilitas yang lebih tajam. Indonesia juga mencatatkan tingkat
inflasi pada kuartal II-2025 sebesar 1,9% yoy, meningkat dari kuartal I-2025 yang sebesar 1,0% yoy,
terutama disebabkan oleh peningkatan pada harga emas dan perhiasan, bahan pangan dan
transportasi.
Sementara itu, Filipina dan Singapura mencatatkan tingkat inflasi pada kuartal II-2025 masing-
masing sebesar 1,4% yoy dan 0,8% yoy. Tingkat inflasi kedua negara tersebut menurun
dibandingkan dengan tingkat inflasi pada kuartal I-2025 yang masing-masing sebesar 1,8% yoy dan
0,9% yoy. Penurunan tingkat inflasi Filipina terutama didorong oleh penurunan harga beras.
Sementara tingkat inflasi Singapura menurun terutama didorong oleh menurunnya harga makanan


                                                                                                                       29
Page 47
dan transportasi pribadi.
Tingkat inflasi Malaysia juga mengalami penurunan pada kuartal II-2025 menjadi sebesar 1,1% yoy
dari sebesar 1,4% yoy pada kuartal I-2025. Penurunan yang terjadi sekaligus menjadi yang terendah
sejak tahun 2021 disebabkan oleh kenaikan yang lebih lambat pada harga makanan, transportasi,
dan solar. Sementara itu, Thailand mengalami deflasi dengan tingkat sebesar negatif 0,3% yoy pada
kuartal II-2025, menurun dari kuartal I-2025 yang tercatat sebesar 0,8% yoy. Deflasi yang terjadi di
Thailand utamanya disebabkan oleh penurunan harga energi dan makanan.
Pada kuartal II-2025, tingkat inflasi di Kawasan Euro tercatat sebesar 2,0% yoy lebih rendah dari
kuartal I-2025 sebesar 2,2%. Penurunan inflasi di Kawasan Euro didorong oleh pelemahan pada
harga energi, barang industri non-energi, makanan, alkohol dan tembakau. Inggris mencatatkan
peningkatan tingkat inflasi sebesar 3,6% yoy pada kuartal II-2025 dari sebesar 2,6% yoy pada kuartal
I-2025 didorong oleh tingginya inflasi di sektor makanan dan bahan bakar.
Sementara tingkat inflasi Rusia pada kuartal II-2025 mengalami penurunan menjadi sebesar 9,4%
yoy. Penurunan ini diakibatkan oleh kebijakan berkelanjutan suku bunga tinggi yang diterapkan
Bank Sentral Rusia sejak awal tahun.

3.1.2    Kondisi dan Prospek Perekonomian Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025
sebesar 5,12% yoy dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024. Pertumbuhan
ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 ditopang oleh konsumsi domestik yang solid, aktivitas
investasi dan ekspor yang meningkat, aktivitas dunia usaha yang ekspansif, serta dukungan optimal
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Berdasarkan komponen dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,97% yoy,
didukung inflasi yang terjaga sebesar 2,18%1. Belanja masyarakat meningkat terutama di sektor
transportasi, restoran, dan akomodasi, seiring libur sekolah dan hari besar keagamaan yang disertai
stimulus pemerintah seperti diskon tarif transportasi dan penurunan Pajak Pertambahan Nilai
(PPN).
Sedangkan, konsumsi Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga (LNPRT) pada kuartal II-2025
tumbuh sebesar 7,82% yoy. Sementara pertumbuhan konsumsi Pemerintah masih menurun
sebesar negatif 0,33% yoy. Penurunan konsumsi Pemerintah masih berlanjut seiring aksi efisiensi
pemerintah sejak kuartal I-2025 yang masih berlangsung.
Investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto) mencatat kenaikan signifikan sebesar 6,99% yoy,
pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II-2021. Investasi bangunan tumbuh sebesar 4,89% yoy,
sementara investasi mesin melonjak sebesar 25,3% yoy. Realisasi investasi langsung mencapai
Rp477,7 triliun, didorong pertumbuhan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 30,5%
yoy. Belanja modal pemerintah juga meningkat sebesar 30,37%, utamanya pada peralatan dan
mesin1.
Daftar proyek pemerintah dan swasta yang mendongkrak pertumbuhan investasi pada kuartal II-
2025 yaitu: (i) Proyek Strategis Nasional tiga juta rumah; (ii) Proyek pembangunan jalan tol, seperti
ruas jalan tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat Sesi IV dan Jakarta - Cikampek (Japek) II
Selatan; (iii) Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Fase II A DKI Jakarta; (iv) MRT Bali; (v) Tanggul Laut
Fase C DKI Jakarta; dan (vi) Terowongan Samarinda, Kalimantan Timur2.


1 https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Ekonomi-Indonesia-Tumbuh-5,12-Triwulan-II-

2025
2 https://www.cnbcindonesia.com/news/20250805111828-4-655131/kinerja-investasi-ri-rekor-sejak-2021-ini-daftar-

proyek-pendorongnya


                                                                                                                 30
Page 48
Sementara itu, ekspor barang tumbuh sebesar 10,67% yoy dan ekspor jasa juga meningkat sebesar
11,17% yoy karena peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Di sisi lain, impor tumbuh
sebesar 11,65% yoy, khususnya impor bahan baku dan barang modal tumbuh sebesar 12,17%
diharapkan memperkuat produksi manufaktur di periode berikutnya1.
Berdasarkan data BPS, pada kuartal II-2025 nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$68,79 miliar
yang sebagian besar berasal dari ekspor nonmigas yang mencapai US$65,40 miliar. Sedangkan nilai
impornya tercatat sebesar US$60,23 miliar yang sebagian besar berasal dari impor nonmigas yang
mencapai US$52,85 miliar. Neraca perdagangan Indonesia pada kuartal II-2025 mengalami surplus
sebesar US$8,56 miliar yang dipicu oleh surplus pada sektor nonmigas sebesar US$12,56 miliar
walaupun sektor migas defisit sebesar US$3,99 miliar.
                     Tabel 3-3 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sisi Pengeluaran
                                                                                                           (% yoy, tahun dasar 2010)
                                                   2023                                      2024                              2025
              Komponen                                                     2023                                     2024
                                         I       II       III      IV               I      II      III      IV               I      II
Konsumsi Rumah Tangga                    4,54    5,22      5,05     4,47    4,82    4,91   4,93     4,91     4,98    4,94    4,95   4,97
Konsumsi LNPRT*                          6,17    8,61      6,18   18,11     9,83   24,29   9,98   11,69      6,06   12,48    3,07   7,82
Konsumsi Pemerintah                      3,45   10,57     -3,93     2,81    2,95   19,90   1,42     4,62     4,17    6,61   -1,37 -0,33
Pembentukan Modal Tetap Bruto            2,11    4,63      5,77     5,02    4,40    3,79   4,43     5,15     5,03    4,61    2,12   6,99
Ekspor Barang dan Jasa                  12,17   -2,97     -3,91     1,64    1,32    1,37   8,28     9,09     7,63    6,51    6,46 10,67
Impor Barang dan Jasa                    3,80   -3,06     -6,75   -0,15    -1,65    1,94   8,57   11,47    10,36     7,95    4,17 11,65
Produk Domestik Bruto (PDB)              5,04    5,17      4,94    5,04     5,05    5,11   5,05    4,95     5,02     5,03    4,87   5,12
* Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga
** Pembentukan Modal Tetap Bruto
Sumber: Berita Resmi Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS), 5 Agustus 2025

Dari sisi lapangan usaha, jasa lainnya, jasa perusahaan, serta transportasi dan pergudangan
merupakan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada kuartal II-2025 masing-masing
sebesar 11,31% yoy, 9,31% yoy, dan 8,52% yoy. Pertumbuhan didorong oleh perayaan hari besar
keagamaan, libur nasional, dan cuti bersama. Lonjakan mobilitas terlihat dari pertumbuhan
perjalanan wisatawan sebesar 22,32% yoy, kenaikan angkutan rel 9,17% yoy, angkutan laut 16,79%
yoy, serta Indeks Penjualan Eceran Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang naik 8,66% yoy3.
Sementara itu, industri pengolahan yang berkontribusi sebesar 18,67% terhadap perekonomian
tumbuh sebesar 5,68% yoy yang ditopang meningkatnya permintaan pada industri makanan dan
minuman, logam dasar, serta industri kimia dan farmasi.
Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang
berkontribusi sebesar 13,02% mampu tumbuh sebesar 5,37% yoy seiring peningkatan produksi
domestik dan impor. Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar
8,04%. Sementara itu, lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 7,92% yoy,
didorong oleh meningkatnya lalu lintas data serta transaksi elektronik.
Lapangan usaha konstruksi yang berkontribusi cukup besar terhadap perekonomian sebesar 9,48%,
tumbuh sebesar 4,98% yoy. Kemudian, lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang juga
berkontribusi 8,59% terhadap perekonomian tumbuh sebesar 2,03% yoy.
Di sisi lain, lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial, lapangan usaha pengadaan listrik
dan gas, serta lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang
mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 3,80% yoy, 0,90%, dan 0,82%. Meskipun begitu,
kontribusi ketiga lapangan usaha ini relatif kecil terhadap perekonomian dengan besaran kontribusi
masing-masing hanya sebesar 1,23%, 0,97%, dan 0,06%.




3 https://beritajatim.com/ekonomi-nasional-solid-ihsg-terangkat-sentimen-positif




                                                                                                                                    31
Page 49
                           Tabel 3-4 : Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha
                                                                                                            (% yoy, tahun dasar 2010)
                                                   2023                                      2024                                2025
             Lapangan Usaha                                               2023                                       2024
                                         I       II       III     IV               I       II       III      IV                I       II
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan       0,43    2,02      1,49    1,12    1,30   -3,54    3,25      1,69     0,71    0,67   10,52    1,65
Pertambangan dan Penggalian              4,92    5,01      6,95    7,46    6,12    9,31    3,17      3,46     3,95    4,90    -1,23 2,03
Industri Pengolahan                      4,43    4,88      5,19    4,07    4,64    4,13    3,95      4,72     4,89    4,43    4,55    5,68
Pengadaan Listrik dan Gas                2,67    3,15      5,06    8,68    4,91    5,35    5,39      5,02     3,42    4,77    5,11    0,90
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
   Limbah dan Daur Ulang                 5,69    4,78     4,49     4,66    4,90    4,44    0,84     0,03     1,06     1,56    0,18    0,82
Konstruksi                               0,32    5,23     6,39     7,68    4,91    7,59    7,29     7,48     5,81     7,02    2,18    4,98
Perdagangan Besar dan Eceran,
   Reparasi Mobil dan Sepeda Motor       4,92    5,26    5,10      4,09    4,85    4,59    4,86     4,82     5,19     4,86    5,03    5,37
Transportasi dan Pergudangan            15,93   15,28   14,74     10,33   13,96    8,66    9,56     8,64     7,92     8,69    9,01    8,52
Penyediaan Akomodasi dan
   Makan Minum                          11,55    9,89   10,94      7,89   10,01    9,39   10,17     8,33     6,61     8,56    5,75    8,04
Informasi dan Komunikasi                 7,13    8,05    8,51      6,74    7,59    8,41    7,66     6,86     7,45     7,57    7,72    7,92
Jasa Keuangan dan Asuransi               4,48    2,85    5,24      6,56    4,77    3,91    7,90     5,49     1,74     4,74    3,98    3,20
Real Estat                               0,37    0,96    2,21      2,18    1,43    2,54    2,16     2,32     2,97     2,50    2,94    3,71
Jasa Perusahaan                          6,37    9,59    9,37      7,62    8,24    9,63    7,96     7,93     8,08     8,38    9,27    9,31
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
   dan Jaminan Sosial Wajib              2,09    8,15   -6,24      1,61    1,50   18,88    2,79     3,94     1,16     6,40    4,79    4,69
Jasa Pendidikan                          1,02    5,43   -2,07      2,63    1,78    7,34    2,38     2,51     2,95     3,75    5,04    1,40
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial       4,77    8,27    2,91      3,09    4,66   11,64    8,56     7,64     5,20     8,11    5,78    3,80
Jasa Lainnya                             8,90   11,89   11,14     10,15   10,52    8,92    8,85     9,95    11,36     9,80    9,84   11,31
Produk Domestik Bruto (PDB)              5,04    5,17    4,94      5,04    5,05    5,11    5,05     4,95     5,02     5,03    4,87    5,12
Sumber: Berita Resmi Statistik, BPS, 5 Agustus 2025

Dalam Laporan World Economic Outlook edisi Juli 2025, International Monetary Fund (IMF), kinerja
ekonomi global pada tahun 2025 diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan sebesar 3,0% yoy
dan sebesar 3,1% yoy pada tahun 2026. Dalam laporan edisi sebelumnya, April 2025, IMF
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,8% yoy pada tahun 2025 dan sebesar
3,0% yoy pada tahun 2026. Peningkatan proyeksi tersebut karena percepatan belanja (front-
loading) yang lebih kuat dari perkiraan menjelang kenaikan tarif dan tarif efektif rata-rata AS yang
lebih rendah dari yang diumumkan pada April 2025. Selain itu, kondisi keuangan global mulai
membaik akibat pelemahan dolar AS dan adanya ekspansi fiskal di sejumlah negara besar.
Berdasarkan Laporan World Economic Outlook edisi April 2025, IMF, pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan sebesar 4,65% yoy dan sebesar 4,67% yoy pada tahun
2026. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan menghadapi sejumlah tekanan
eksternal, diantaranya ketegangan perdagangan global, perlambatan permintaan global dan
penurunan produktivitas negara berkembang. Selain itu, Indonesia juga akan menghadapi
tantangan struktural seperti demografi dan efisiensi tenaga kerja yang mulai menekan
pertumbuhan jangka panjang.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didorong oleh konsumsi domestik yang kuat
dengan terus dipertahankannya kebijakan fiskal yang disiplin, serta bauran kebijakan yang adaptif
terus berfungsi sebagai penyangga. Pemerintah Indonesia akan memiliki sejumlah tantangan dalam
mengkoordinasikan kebijakan di tengah kondisi ketidakpastian. Sinergi lintas kebijakan fiskal,
moneter, dan sektoral perlu diarahkan untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan mencegah
rambatan negatif dari tekanan eksternal. Para pemegang otoritas juga harus bekerja sama menjaga
stabilitas rupiah dan pengendalian inflasi. Selain itu, mempercepat diversifikasi pasar ekspor dan
industrialisasi - hilirisasi bisa menjadi strategi jangka menengah untuk memperkuat ketahanan
eksternal Indonesia terhadap guncangan global.




                                                                                                                                        32
Page 50
                          Tabel 3-5 : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
                                                                           (% yoy, tahun dasar 2010)
                            Indikator                2025P     2026P     2027P        2028P     2029P
                 Produk Domestik Bruto                4,65%     4,67%     4,85%        4,95%        5,11%
                 Inflasi                              1,68%     2,51%     2,50%        2,52%        2,52%
                 Ekspor barang dan jasa               0,79%     7,64%     9,00%        7,07%        6,04%
                 Impor barang dan jasa                6,22%     9,15%     8,96%        7,04%        6,22%
                 Tingkat pengangguran
                   (dari total tenaga kerja)          5,00%     5,10%     5,10%        5,10%        5,00%
                Sumber: World Economic Outlook Database, IMF, April 2025

3.2     Industri Semen

3.2.1    Gambaran Umum

Sektor konstruksi Indonesia merupakan salah satu sektor penopang perekonomian dan merupakan
kontributor dalam proses pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, konstruksi diharapkan
dapat memberikan peluang usaha yang mempunyai potensi pasar tinggi bagi penyedia produk dan
teknologi baik konstruksi nasional maupun internasional. Salah satu produk yang mendukung
sektor konstruksi adalah industri semen. Semen merupakan bahan perekat atau lem, yang berguna
untuk merekatkan bahan-bahan material lain seperti batu bata dan batu koral hingga dapat
menjadi satu kesatuan dan kuat atau menjadi sebuah bangunan.
Industri semen nasional tahun 2024 masih mengalami kesulitan untuk bertumbuh. Persaingan
pasar domestik yang ketat, curah hujan yang tinggi di awal tahun, serta perlambatan permintaan
dari sektor ritel dan konstruksi karena banyaknya hari libur dan pergeseran prioritas konsumsi
masyarakat menjadi faktor utama yang menekan industri semen. Selain tantangan pasar domestik,
industri semen juga menghadapi ketidakpastian dari situasi geopolitik global dan memengaruhi
harga-harga komoditas untuk pembuatan semen.
Pelemahan daya beli masyarakat dan risiko ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi,
menekan permintaan terhadap semen kantong karena proyek perumahan kecil dan renovasi
cenderung lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi dan fluktuasi harga. Dengan daya beli yang
terbatas, konsumen dan pengembang properti lebih memilih untuk menunda atau mengurangi
volume proyek mereka.
              Gambar 3-1 : Perkembangan Produksi Semen Global Tahun 2020-2024
                   4,50
                                               4,4
                   4,40

                   4,30
                               4,2
                   4,20
                                                              4,1            4,1
                   4,10
                                                                                              4,0
                   4,00

                   3,90

                   3,80
                              2020         2021               2022          2023          2024

                                           Produksi Semen Global (dalam miliar ton)

                  Sumber: Statista, 2025




                                                                                                            33
Page 51
Berdasarkan data Statista, produksi semen global selama tahun 2020-2024 mengalami fluktuasi
penurunan sebesar 1,21% dihitung menggunakan CAGR. Penurunan terbesar terjadi pada tahun
2022 sebesar 6,82% dari sebesar 4,4 miliar ton pada tahun 2021 menjadi sebesar 4,1 miliar ton.
Penurunan produksi semen global diakibatkan oleh beberapa faktor eksternal yang memengaruhi
aktivitas pembangunan. Ketidakstabilan geopolitik di beberapa wilayah memberikan dampak
negatif terhadap keputusan investasi dan proyek infrastruktur, sehingga menciptakan lingkungan
bisnis yang kurang menguntungkan. Faktor lain yang turut berkontribusi adalah fluktuasi harga
komoditas, ketidakpastian kebijakan dan perubahan dalam kondisi pasar global. Kombinasi dari
faktor-faktor tersebut menyebabkan penurunan aktivitas pembangunan infrastruktur pada tahun
2024, menciptakan tantangan bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sektor ini secara
keseluruhan.
        Gambar 3-2 : Perkembangan Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia
                                      Tahun 2020-2024

        140,0                                                                                                              55,50%

                      54,92%
        120,0                               54,71%                                                                         55,00%


                                                                                                                           54,50%
        100,0                                                                    54,19%

                                                                                                                           54,00%
         80,0
                                                                                                       53,26%              53,50%
                                                            52,91%
         60,0
                                                                                                                           53,00%

         40,0
                                                                                                                           52,50%
                     62,5                 63,9             61,8                 64,0                 63,8

         20,0                                                                                                              52,00%
                            113,8                116,8            116,8                118,1                  119,8
          0,0                                                                                                              51,50%
                       2020                  2021            2022                 2023                  2024

                Permintaan Semen di Indonesia (juta ton)   Kapasitas Produksi Semen di Indonesia (juta ton)           Utilisasi (%)

Sumber : Paparan Publik Indocement, 2025

Berdasarkan paparan publik Indocement, permintaan dan kapasitas produksi semen di Indonesia
selama tahun 2020-2024 mengalami fluktuasi peningkatan dengan CAGR masing-masing sebesar
0,52% dan 1,29% dengan rata-rata tingkat utilisasi sebesar 54,00%. Peningkatan tertinggi
permintaan semen di Indonesia terjadi pada tahun 2023 sebesar 3,56% terutama karena
peningkatan ekspor klinker ke pasar-pasar tradisional di luar negeri 4.
Sementara pada tahun 2024, permintaan semen di Indonesia menurun sebesar 0,31% terutama
disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat. Sementara pada sektor konstruksi,
permintaan semen menurun karena terpicu oleh melambatnya proyek-proyek pemerintah, baik di
Jawa maupun wilayah lainnya, seperti proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di
Kalimantan Timur 4.

3.2.2     Kompetisi dan Pangsa Pasar

Berdasarkan data Statista, Tiongkok merupakan negara produsen semen terbesar secara global di
mana pada tahun 2024 telah memproduksi semen sebesar 1.900 juta ton atau 60,43% dari total
keseluruhan produksi semen global. Selanjutnya, India sebagai negara produsen semen kedua

4 https://investor.id/business/387808/kapasitas-terpasang-industri-semen-capai-1199-juta-ton#goog_rewarded




                                                                                                                                      34
Page 52
terbesar global dengan produksi semen pada tahun 2024 sebesar 450 juta ton atau 14,31% dari
total keseluruhan produksi semen global.
Vietnam menjadi negara ketiga produsen semen terbesar global pada tahun 2024 dengan produksi
semen sebesar 110 juta ton atau 3,50% dari total keseluruhan produksi semen global. Sementara
itu, Indonesia pada tahun 2024 telah memproduksi semen sebesar 65 juta ton atau 2,07% dari total
keseluruhan produksi semen global.
                           Gambar 3-3 : Negara Produsen Semen Global Tahun 2024


                           India; 14,31%   Vietnam; 3,50%
                                                 Amerika Serikat; 2,74%
                                                   Turki; 2,61%
                                                        Iran; 2,29%
                                                            Brasil; 2,16%
                                                               Indonesia; 2,07%
                                                                 Rusia; 2,07%
                                                                                  Korea Selatan; 1,65%
                                                                                  Mesir; 1,59%
                                                Other; 7,82%                      Arab Saudi; 1,59%
                                                                                  Meksiko ; 1,53%
                                                                                  Jepang; 1,46%




        Tiongkok; 60,43%




Sumber: Statista, 2025

Pasar utama semen Indonesia adalah industri konstruksi. Sektor-sektor utama dalam industri
konstruksi Indonesia adalah konstruksi infrastruktur, konstruksi bangunan, konstruksi komersial,
konstruksi industri, konstruksi energi dan utilitas, serta konstruksi institusi. Mayoritas produsen
semen di Indonesia menetapkan harga jual yang rendah, terutama bagi para pelaku baru dalam
industri semen di Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan pangsa pasar guna menghadapi
persaingan yang semakin agresif dari para kompetitor. Strategi ini diterapkan secara selektif dan
terbatas pada wilayah-wilayah pasar dengan tingkat intensitas persaingan yang tinggi.
SIG dan Perseroan sebagai pemimpin pasar (market leader) industri semen berupaya untuk tetap
menjaga pasar. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui strategi multi-brand and multi-product
yang diterapkan dengan pendekatan pemasaran mikro (micromarket) secara selektif dan terbatas
di pasar-pasar yang memiliki intensitas kompetisi yang tinggi. Strategi ini dilakukan dengan menjual
dua atau lebih merek/ tipe produk Perseroan di daerah yang sama pada tingkat harga yang berbeda
untuk dapat bersaing di setiap lapisan pasar (market layer), sehingga dapat meminimalkan dampak
agresivitas pesaing dan menjaga pangsa pasar Perseroan.
Perseroan dan grup SIG menghadapi persaingan di pasar semen nasional di mana kompetitornya,
seperti PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP); PT Cemindo Gemilang Tbk atau Semen Merah
Putih (CMNT); PT Kobexindo Cement atau Semen Singa Merah; serta Siam Cement Group (SCG)
juga melakukan pengembangan bisnis di Indonesia.
Pada tahun 2024, SIG telah menjual sebanyak 38,27 juta ton semen di mana melalui dua anak
perusahaannya, yaitu Perseroan sebanyak 13,19 juta ton semen dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)
sebanyak 2,23 juta ton semen. Sementara kompetitor utamanya yaitu INTP yang pada tahun 2024


                                                                                                         35
Page 53
telah menjual sebanyak 20,50 juta ton semen. Kompetitor SIG dan Perseroan lainnya yaitu CMNT
yang pada tahun 2024 telah memproduksi sebanyak 8,00 juta ton semen dari pabriknya yang
berada di Indonesia maupun Vietnam5.
        Gambar 3-4 : Volume Penjualan Semen Perusahaan Publik Indonesia Tahun 2024
                                                                                     (dalam juta ton)


               CMNT                 8,00



                INTP                                           20,50



               SMBR       2,23



            Perseroan                            13,19



                  SIG                                                                  38,27



                                           SIG   Perseroan   SMBR      INTP   CMNT

          Sumber: Laporan Tahunan 2024 dari SIG, Perseroan, SMBR, INTP dan CMNT

Perseroan merupakan anak usaha dari SIG yang merupakan salah satu pemain terbesar pada
industri semen di Indonesia. Perseroan didukung dengan fasilitas produksi dan distribusi yang luas,
serta kekuatan finansial yang solid dalam melayani semua pasar semen di Indonesia maupun pasar
regional. Dengan dukungan tersebut, Perseroan memiliki kekuatan untuk mempertahankan
penguasaannya di pasar dan membatasi pergerakan kompetitor di pasar.
Sebagai pemain terbesar, SIG memiliki peluang yang cukup tinggi untuk bersaing, baik dengan INTP
maupun pemain semen lainnya. Namun, pergerakan kompetitor di level pasar mikro bisa menjadi
ancaman bagi SIG karena dominasi SIG tidak merata di seluruh wilayah. Penguatan strategi dengan
mempertimbangkan kondisi pasar mikro menjadi langkah SIG dalam menghadapi ancaman
pergerakan dari kompetitor di industri semen.

3.2.3    Prospek Industri

Indonesia memiliki potensi permintaan semen yang sangat besar karena merupakan salah satu
negara dengan jumlah penduduk yang besar dan terus melakukan pengembangan terutama di
sektor infrastruktur. Pertumbuhan permintaan semen nasional diharapkan dapat meningkat pada
beberapa tahun mendatang. Peningkatan aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara
juga berpotensi meningkatkan permintaan ekspor semen.
Industri semen diproyeksikan akan tumbuh yang didukung oleh normalisasi aktivitas manufaktur
pasca pemilu dan berjalannya pemerintahan baru. Komitmen pemerintah terhadap kelanjutan
pembangunan IKN juga menumbuhkan optimisme bagi pelaku industri semen. Selain itu,
penurunan suku bunga acuan memberikan katalis positif bagi industri semen, karena berpotensi
menurunkan suku bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan meningkatkan aktivitas infrastruktur
dan properti. Dukungan pemerintah terhadap sektor perumahan rakyat dan infrastruktur
diproyeksikan dapat meningkatkan volume penjualan semen dan mendukung stabilitas harga
semen.
Pemerintah mencanangkan program pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat
berpenghasilan rendah. Jika bisa direalisasikan lebih awal, maka akan menjadi pendorong

5 Laporan Tahunan 2024 dari SIG, Perseroan, SMBR, INTP dan CMNT




                                                                                                        36
Page 54
pertumbuhan industri semen pada tahun 2025. Program ini diproyeksikan dapat meningkatkan
konsumsi semen. Selain itu, inovasi produk non semen seperti bata interlock presisi, beton
dekoratif dan paving block berpori juga akan dibutuhkan dalam proyek ini.
Berdasarkan paparan publik indocement, kapasitas produksi semen di Indonesia selama tahun
2025-2030 diproyeksikan sebesar 120,8 juta ton. Selama periode tahun tersebut, permintaan
semen di Indonesia diproyeksikan akan mengalami peningkatan dengan CAGR sebesar 2,98%
dengan proyeksi rata-rata tingkat utilisasi sebesar 58,06%.
Pada tahun 2025, permintaan semen di Indonesia diproyeksikan sebesar 65,1 juta ton dengan
proyeksi tingkat utilisasi sebesar 53,89%, meningkat menjadi sebesar 75,4 juta ton dengan proyeksi
tingkat utilisasi sebesar 62,42%.
             Gambar 3-5 : Proyeksi Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia
                                          Tahun 2025-2030

     140,0                                                                                                                         64,00%
                                                                                                                 62,42%

     120,0                                                                                                                         62,00%
                                                                                           60,60%
                                                                                 120,8
                                                                                                                                   60,00%
     100,0              120,8             120,8              120,8                                  120,8             120,8

                                                          57,12%                  58,86%                                           58,00%
      80,0
                                   55,46%
                                                                                                                                   56,00%
      60,0        53,89%
                                                                                                                                   54,00%

      40,0
                                   67,0                                   71,1               73,2              75,4                52,00%
                 65,1                                69,0

      20,0                                                                                                                         50,00%


        -                                                                                                                          48,00%
                     2025             2026                2027                2028              2029              2030


               Permintaan Semen di Indonesia (juta ton)            Kapasitas Produksi Semen di Indonesia (juta ton)           Utilisasi (%)

Sumber : Paparan Publik Indocement, 2025

Semen merupakan salah satu komponen material penting bangunan dalam konstruksi. Prospek
industri semen di Indonesia di masa depan juga dapat diketahui dari proyeksi nilai pendapatan dari
material bangunan dan perangkat keras (hardware and building material) dalam proyek konstruksi.
Berdasarkan data Statista, pendapatan dari material bangunan dan perangkat keras dalam proyek
konstruksi di Indonesia selama tahun 2025-2029 diproyeksikan akan mengalami peningkatan
dengan CAGR sebesar 2,38%. Pada tahun 2025, proyeksi pendapatan dari material bangunan dan
perangkat keras dalam proyek konstruksi di Indonesia sebesar US$40,28 miliar, diproyeksikan
meningkat menjadi sebesar US$ 44,17 miliar.




                                                                                                                                              37
Page 55
 Gambar 3-6 : Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras Proyek Konstruksi
                              di Indonesia Tahun 2025 - 2029
              45,00                                                                        44,17
              44,00
                                                                           43,14
              43,00
                                                           42,14
              42,00                       41,16
              41,00       40,20
              40,00

              39,00

              38,00
                          2025            2026             2027            2028            2029

                       Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras (dalam miliar US$)

             Sumber: Statista, 2025

3.2.4   Analisis SWOT

Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
•   Pangsa pasar industri semen di Indonesia dikuasai oleh SIG sehingga Perseroan maupun anak
    perusahaan akan mendapatkan pangsa pasar yang cukup luas terutama pada pasar domestik
    dibandingkan perusahaan sejenis lainnya.
•   Grup SIG memiliki lokasi pabrik dan jaringan distribusi tersebar khususnya di Indonesia dan
    Vietnam.
•   Pertumbuhan ekonomi di sektor ritel, perumahan (residensial) dan pembangunan
    infrastruktur di wilayah tertentu diharapkan dapat menopang penjualan industri semen.
•   Merek Perseroan dan SIG telah dikenal luas dan memiliki persepsi yang baik di masyarakat.
Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)
•   Industri semen di Indonesia dalam kondisi kelebihan pasokan atau oversupply.
•   Kenaikan harga material serta harga bahan bakar untuk bahan baku pembuatan semen yang
    berfluktuasi menjadi tantangan bagi Perseroan dalam mempertahankan laba.




                                                                                                      38
Page 56
4     ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR

4.1    Kondisi dan Potensi Pasar

Penambahan kegiatan usaha Perseroan diperlukan sebagai bagian dari rencana SIG untuk
mengimplementasikan skema Managed Service Agreement (MSA) antar anak usaha. Dalam skema
MSA, Perseroan yang bertindak sebagai Koordinator Area Region 3 akan menerima pendapatan
management fee dari anak usaha SIG yang lain dalam setiap penjualan yang dilakukan dalam Region
3. Sebaliknya, Perseroan akan membayar beban management fee kepada anak usaha SIG lain dalam
setiap penjualan yang dilakukan di luar Region 3. Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
Perseroan akan mengembalikan fungsi penjualan dan pemasaran Perseroan yang sebelumnya
dikelola terpusat oleh SIG.
Sebagai bagian dari SIG, strategi dan kegiatan pemasaran yang dilakukan Perseroan senantiasa
menginduk pada SIG. Dengan mempertimbangkan persaingan di industri semen yang sangat
kompetitif, Perseroan dan SIG telah merumuskan strategi yang dipandang sesuai dan efektif dalam
menghadapi kompetisi di industri semen.

4.2    Pesaing Usaha

Perseroan memahami adanya persaingan usaha dari kompetitor yang bergerak di industri semen
berikut ini:
1.    PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)
      SIG lebih sering diketahui oleh masyarakat dengan nama PT Semen Gresik. Pada tahun 1991,
      SIG mendaftarkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seiring berjalannya waktu,
      SIG mengakuisisi dua pabrik semen lain yakni Semen Padang dan Semen Tonasa. SIG mampu
      menghasilkan 8,5 juta semen setiap tahunnya.
2.    PT Semen Bosowa Maros
      PT Semen Bosowa Maros menjadi perusahaan di bawah naungan Bosowa Group yang bergerak
      di industri semen. Pabrik semen milik PT Semen Bosowa Maros berada di Maros, Sulawesi
      Selatan dan memproduksi sebanyak 2,4 juta ton semen setiap tahunnya.
3.    PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
      PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menjadi perusahaan dengan pabrik semen
      terbesar kedua di Indonesia. Pada tahun 1989, perusahaan ini listing di BEI. Tidak hanya
      memproduksi semen saja, INTP juga memproduksi beton siap pakai. INTP menghasilkan semen
      sekitar 500.00 ton setiap tahunnya.
4.    PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)
      PT Semen Baturaja merupakan pabrik semen terbesar di Palembang yang sekaligus anak usaha
      dari SIG. Pada tahun 2013, PT Semen Baturaja listing di BEI. Setiap tahunnya, pabrik semen ini
      berhasil memproduksi sekitar 1,85 juta ton semen.
5.    PT Cemindo Gemilang Tbk
      PT Cemindo Gemilang Tbk memiliki produk dengan merek Semen Merah Putih dan Chinfon
      Cement. PT Cemindo Gemilang Tbk bersama dengan Chinfon Cement mampu memproduksi
      sekitar 13,9 juta ton semen setiap tahunnya. Produksi tersebut dipasarkan di Indonesia
      maupun Vietnam.
6.    PT Jui Shin Indonesia
      PT Jui Shin Indonesia mulai beroperasi pada tahun 2001 dengan merek Garuda Tile dan Garuda


                                                                                                 39
Page 57
      Cement. Mereka dikenal karena teknologi canggih yang digunakan dalam proses produksinya,
      yang menggabungkan teknologi dari Jerman, Swedia, dan Jepang.
7.    PT Tiga Roda (TRS)
      PT Tiga Roda yang dikenal sebagai produsen semen berkualitas dengan merek Tiga Roda.
      PT Tiga Roda memasarkan produknya ke seluruh Indonesia. Pabrik ini juga cukup dikenal oleh
      para pengusaha bangunan yang mencari semen dengan harga yang lebih terjangkau namun
      tetap berkualitas.
8.    PT Semen Kupang
      PT Semen Kupang menjadi salah satu pabrik semen yang berlokasi di Pulau Timor, Nusa
      Tenggara Timur. Pabrik ini fokus untuk memenuhi kebutuhan semen di wilayah Indonesia
      Timur yang cukup sulit dijangkau oleh pabrik-pabrik semen besar lainnya. Dengan kapasitas
      produksi yang lebih kecil dibandingkan pabrik-pabrik besar lainnya, PT Semen Kupang tetap
      memiliki peranan penting dalam memastikan distribusi semen ke daerah-daerah terpencil.
      Meskipun baru, pabrik ini terus berkembang dan berusaha meningkatkan kualitas produknya6.

4.3    Strategi Pemasaran

Perseroan berencana menerapkan strategi pemasaran yang mengandalkan tim pemasaran yang
telah berpengalaman. Selain itu, Perseroan yang merupakan bagian dari Grup SIG yang merupakan
konglomerasi industri semen di Indonesia merupakan potensi bagi Perseroan untuk menjalin kerja
sama dengan ekosistem internal guna mengakomodasi kebutuhan permintaan secara efektif.
Untuk mendukung skema MSA, Perseroan akan mengimplementasikan kerangka pemasaran 4A
(Availability, Affordability, Attractiveness, dan Advocacy) berikut ini:
1. Strategi Availability
      Strategi ketersediaan difokuskan pada perluasan kapasitas gudang distributor di titik-titik
      potensial untuk memastikan pasokan yang merata. Pemantauan sell-in dan sell-out dilakukan
      secara harian guna menjaga tingkat stok yang optimal. Selain itu, program dorongan (push
      program) diterapkan bagi toko strategis, toko dengan potensi pertumbuhan, serta pelanggan
      loyal. Upaya ini juga didukung dengan penyelesaian isu finansial distributor melalui kerja sama
      pendanaan atau pemberian dukungan keuangan yang tepat.
2. Strategi Affordability
      Pendekatan keterjangkauan dijalankan dengan menjaga stabilitas harga demi membangun
      dan mempertahankan kepercayaan pelanggan. Perseroan menerapkan dynamic pricing
      dengan tetap memperhatikan kesenjangan harga yang ideal terhadap kompetitor utama.
      Penyesuaian harga juga dilakukan antarmerek SIG untuk menghindari potensi kanibalisasi
      internal di pasar.
3. Strategi Attractiveness
      Dalam aspek daya tarik, strategi mencakup aktivasi ritel melalui branding toko, pemasangan
      shopblind, poster, dan tampilan (display) produk. Perseroan mengembangkan program
      kontraktual berbasis volume dengan sistem reward upfront guna mengunci volume penjualan
      tambahan (incremental). Program poin bertingkat, seperti double atau triple point, diterapkan
      sesuai klasifikasi toko. Upaya ini diperkuat dengan penempatan media lokal seperti billboard,
      transportasi umum, dan radio untuk meningkatkan brand recall.



6 investasiku.id/eduvest/bisnis/pabrik-semen-terbesar




                                                                                                  40
Page 58
4. Strategi Advocacy
      Untuk memperkuat advokasi merek, dilakukan edukasi tukang melalui pelatihan, kunjungan
      pabrik (plant tour), dan demonstrasi produk. Aktivasi komunitas seperti “Jago Bangunan”,
      “Ahli Bangunan”, dan Duta Bangunan (influencer lokal) menjadi sarana membangun kedekatan
      dengan para pelaku industri. Selain itu, Perseroan berkolaborasi dengan pemerintah desa atau
      daerah dalam proyek pembangunan, serta melaksanakan program switching bagi kontraktor
      atau proyek kecil dengan insentif berupa alat kerja, Alat Pelindung Diri (APD), atau sertifikasi
      khusus.

4.4    Pangsa Pasar

Perseroan memegang pangsa pasar sekitar 36,20% di Region 3, yang meliputi Jawa Barat, Jawa
Tengah, DI Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta, Banten, dan Bangka Belitung. Kontribusi wilayah ini
terhadap total permintaan ritel nasional mencapai sekitar 25,00%, menjadikannya salah satu pasar
dengan bobot terbesar di Indonesia. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025
Perseroan, Region 3 ditargetkan memberikan kontribusi sekitar 19,00% terhadap total volume ritel
nasional. Besarnya porsi tersebut menunjukkan bahwa setiap perubahan kinerja di wilayah ini akan
langsung berdampak pada capaian pangsa pasar nasional Perseroan, sehingga Region 3 menjadi
indikator penting bagi kesehatan pasar perusahaan secara keseluruhan.
Dari sisi dinamika permintaan, meskipun tren tahun berjalan 2025 menunjukkan perlambatan
pertumbuhan, pangsa pasar SIG di Region 3 relatif terjaga. Stabilitas pangsa ini mencerminkan
keberhasilan dalam menjaga distribusi dan layanan kepada pelanggan, sekaligus menegaskan peran
strategis wilayah ini sebagai tulang punggung portofolio ritel Perseroan. Ke depan, fokus
perusahaan diarahkan pada penguatan basis pelanggan dan optimalisasi jaringan distribusi di
Region 3, agar pangsa pasar yang sudah mapan dapat dipertahankan dan memberikan kontribusi
maksimal terhadap target pertumbuhan nasional.

4.5    Target Pasar

Perseroan menargetkan peningkatan kontribusi volume Region 3 menjadi di atas 20,00% dari target
nasional. Dari sisi Pangsa Pasar, perusahaan berfokus menahan pelemahan segmen premium
sekaligus merebut kembali 1% hingga 2% pangsa eco brand dalam kurun satu sampai dua tahun ke
depan. Optimalisasi wilayah juga menjadi prioritas, dengan pemanfaatan pasar blank spot melalui
strategi distribusi yang lebih efisien dan penambahan kapasitas gudang di titik potensial.
Pada aspek segmentasi end user, Perseroan menyasar kontraktor kecil hingga menengah, mandor,
dan pemerintah desa melalui program edukasi produk serta inisiatif switching untuk meningkatkan
loyalitas. Sementara itu, strategi harga difokuskan pada upaya menjaga kestabilan harga ritel dan
mengurangi kesenjangan antararea, guna memperkuat kepercayaan pelanggan sekaligus
meningkatkan daya saing di pasar.

4.6    Kesimpulan Analisis Kelayakan Aspek Pasar

Dengan memperhatikan kondisi dan potensi pasar, pesaing usaha, strategi pemasaran, pangsa
pasar, dan target pasar maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak
untuk dilaksanakan.




                                                                                                   41
Page 59
5     ANALISIS KELAYAKAN ASPEK TEKNIS

5.1    Ketersedian dan Kualitas Sumber Daya

Perseroan memiliki pabrik dan jaringan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia. Berikut
adalah daftar lokasi kegiatan usaha dan wilayah operasional yang dimiliki Perseroan:

            Gambar 5-1 : Lokasi Kegiatan Usaha dan Wilayah Operasional Perseroan




        Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024

Untuk melaksanakan produksinya, Perseroan memperoleh bahan baku mentah dari berbagai
sumber (tambang sendiri ataupun yang berasal dari pemasok), terutama dari wilayah operasional
pabrik-pabriknya yang terletak di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa
Timur), dan Lhoknga (Aceh).
Untuk menghasilkan produk dan layanan berkualitas sesuai kebutuhan pelanggan, Perseroan saat
ini mempekerjakan karyawan yang berjumlah lebih dari dua ribu orang, di mana sebagian karyawan
telah memperoleh berbagai penghargaan dan sertifikasi. Selain itu, agar dapat melaksanakan
tugasnya secara lebih efektif dan efisien, Perseroan telah melakukan program pengembangan
kompetensi, untuk karyawan, maupun level Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan Organ
Pendukung Dewan Komisaris.
Selama tahun 2024, Perseroan telah menyelenggarakan pelatihan dengan jumlah peserta sebanyak
1.722 karyawan dan jumlah jam pelatihan sebanyak 53.405 jam.
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, saat ini Perseroan telah memiliki tenaga
ahli yang dapat mendukung penambahan kegiatan usaha baru. Para tenaga ahli telah bekerja pada
Perseroan, sehingga tidak terdapat biaya yang akan dikeluarkan oleh Perseroan untuk
menggunakan tenaga ahli yang berasal dari luar Perseroan.

5.2    Kapasitas Produksi

Perseroan memproduksi semen melalui empat pabrik yang terletak di Narogong (Jawa Barat),
Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh) dengan total kapasitas produksi
sebesar 14,86 juta ton per tahun. Pada Tanggal Studi Kelayakan ini, kapasitas produksi
terpasang dari keempat pabrik semen milik Perseroan sebagai berikut:




                                                                                           42
Page 60
                          Tabel 5-1 : Kapasitas Produksi Semen Perseroan
                                          Kapasitas Terpasang      Kontribusi Kapasitas
                 Nama Pabrik
                                           (dalam Juta Ton)        Terpasang (dalam %)
            Narogong                                        6,06                      41%
            Cilacap                                         3,23                      22%
            Tuban                                           3,73                      25%
            Lhoknga                                         1,84                      12%
            Jumlah                                        14,86                    100%
           Sumber: Informasi manajemen Perseroan, 2025

5.3   Alur Proses Produksi

Berikut adalah gambaran proses produksi semen dan terak di sejumlah pabrik Perseroan.
                 Gambar 5-2 : Alur Proses Produksi Semen dan Terak Perseroan




 Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024




                                                                                            43
Page 61
           Gambar 5-3 : Alur Proses Produksi Semen dan Terak Perseroan (Lanjutan)




 Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024

5.4   Kesimpulan Analisis Kelayakan Teknis

Dengan memperhatikan ketersediaan dan kualitas sumber daya, kapasitas produksi dan alur proses
produksi Perseroan, maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak
untuk dilaksanakan.




                                                                                           44
Page 62
6     ANALISIS KELAYAKAN ASPEK POLA BISNIS

6.1    Kemampuan Menciptakan Nilai

Perseroan merupakan salah satu perusahaan terbesar dalam industri semen di Indonesia
dengan total kapasitas produksi (termasuk optimalisasi operasional pabrik) mencapai 14,86
juta ton semen per tahun. Perseroan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 1975
dengan jangkauan pemasaran produk baik di dalam maupun luar negeri.
Perseroan memiliki keunggulan dalam membuat produk-produk yang inovatif dan
berwawasan lingkungan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Sejumlah lini produk Perseroan
telah dikenal baik dan menguasai pasar semen di Indonesia. Saat ini, Perseroan memiliki
portofolio produk semen ramah lingkungan (eco-friendly cement products) dan solusi
konstruksi bernilai tambah (value-added construction solutions).
    Gambar 6-1 : Produk Perseroan - Semen Ramah Lingkungan (Eco-Friendly Cement Products)




                                                                                            45
Page 63
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024




                                         46
Page 64
               Gambar 6-2 : Produk Perseroan - Solusi Konstruksi Bernilai Tambah
                             (Value-Added Construction Solutions)




      Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024

6.2   Keunggulan Kompetitif

Industri semen memiliki entry barrier, beberapa diantaranya adalah kebutuhan modal besar,
regulasi lingkungan, dan tingkat persaingan. Kompetisi pemain semen eksisting di Indonesia sudah
menciptakan kondisi kelebihan pasokan (oversupply) di mana tingkat utilisasi industri hanya
mencapai 54,00% pada tahun 2024, di luar kontribusi dari volume ekspor. Hal ini menyebabkan
para pemain baru akan sangat sulit masuk ke pasar Indonesia.
Dalam hal penerapan skema MSA Koordinator Area, Perseroan dapat fokus pada wilayah dengan


                                                                                             47
Page 65
potensi pasar terbesar dan margin tertinggi dengan meningkatkan pangsa pasar di pasar inti serta
memperkuat perjanjian pelanggan di wilayah Region 3. Selain itu, Perseroan tidak perlu lagi
membagi sumber daya penjualan dan pemasaran untuk wilayah diluar Region 3 karena sudah ada
mekanisme kompensasi management fee dengan anak usaha SIG lain.

6.3   Kemampuan Pesaing dalam Meniru Produk

Kompetisi dari para kompetitor Perseroan dapat mempengaruhi tingkat permintaan terhadap
produk yang ditawarkan Perseroan. Untuk terus mempertahankan dan meningkatkan posisinya,
Perseroan menjalankan kegiatan operasionalnya pada segmen pasar yang spesifik, menjalankan
kegiatannya di lokasi yang strategis disertai dengan produk dan layanan yang lebih inovatif dalam
kualitas dan harga yang kompetitif.
Pesaing lokal kecil kemungkinan dapat meniru jenis usaha yang akan dimiliki Perseroan ini. Hal ini
karena Perseroan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, di mana keunikan
yang dimiliki Perseroan merupakan bisnis yang berkesinambungan. Maka, pesaing sulit untuk dapat
mereplika produk yang dimiliki Perseroan secara umum, meskipun tak mudah pesaing mungkin
dapat meniru jenis usaha yang dimiliki Perseroan.
Namun, Perseroan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, di mana keunikan
yang dimiliki Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha adalah produktivitas mesin
yang lebih baik dengan efisiensi energi yang lebih baik.

6.4   Kesimpulan Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis

Dengan memperhatikan kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai, keunggulan
kompetitifnya, dan kemampuan pesaing dalam meniru produk Perseroan, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.




                                                                                               48
Page 66
7     ANALISIS KELAYAKAN ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1    Struktur Organisasi

Sebagai bagian dari transformasi model bisnis, Perseroan berencana menambah kegiatan usaha
dan menerapkan skema Managed Services Agreement (MSA) yang akan mengembalikan fungsi
penjualan dan pemasaran yang sebelumnya dikelola secara terpusat oleh SIG.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan strategi tersebut, Perseroan telah membentuk dua unit
kerja baru, yaitu Departemen Penjualan (Sales Department) serta Departemen Perencanaan dan
Pengembangan Pasar (Market Planning and Development Department), yang berada langsung di
bawah koordinasi Direktur Utama.
                Gambar 7-1 : Struktur Organisasi Departemen Penjualan Perseroan
                                                               Department of
                                                                   Sales



                                                                Sales Officer



                  Unit of Sales         Unit of Sales           Unit of Sales           Unit of Sales             Section of
                 Jabodetabek &         North Western           South Central           South Western             Technical &
                     Babel                  Java                    Java                    Java              Customer Support


                     Section of Area
                                           Section of Area         Section of Area          Section of Area
                     Sales Banten &
                                          Sales Cibapataga        Sales Purwokerto           Sales Cikuma
                          Babel


                     Section of Area                                                        Section of Area
                                           Section of Area         Section of Area
                     Sales Bekasi &                                                          Sales Pukas &
                                             Sales Suba               Sales DIY
                         Depok                                                                    Suci


                     Section of Area                               Section of Area
                       Sales Bogor                                   Sales Kedu



                     Section of Area
                        Sales DKI


                 Sumber: Informasi manajemen Perseroan, 2025



          Gambar 7-2 : Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pasar Perseroan
                                                        Department of Market
                                                            Planning and
                                                            Development




                                         Unit of Pricing and           Unit of Sales Planning
                                             Promotion                     & Evaluation




                                                                                Section of Planning &
                                                                                      Evaluation




                                                                                 Section of Channel
                                                                                       Process

Sumber: Informasi manajemen Perseroan, 2025



                                                                                                                                 49
Page 67
7.2   Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)

Implementasi skema MSA dilakukan dengan menggunakan manajemen dan SDM Perseroan yang
telah tersedia saat ini, sesuai dengan kapabilitas yang diperlukan untuk menjalankan proses
bisnis tersebut. Pada Tanggal Studi Kelayakan ini, Perseroan memiliki lebih dari 1.800 karyawan
yang tersebar di seluruh wilayah operasi Perseroan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar
adalah karyawan tetap yang terlatih dan memiliki pengalaman dalam menunjang kegiatan
usaha Perseroan.
                         Tabel 7-1 : Informasi Sumber Daya Manusia Perseroan
                                 Keterangan                          Jumlah Karyawan
         Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
         Laki-laki                                                                 1.694
         Perempuan                                                                   199
         Jumlah Karyawan                                                           1.893
         Karyawan Berdasarkan Tingkat Manajemen
         Level manajemen puncak                                                        16
         Level manajemen senior                                                        42
         Level manajemen menengah                                                    427
         Level manajemen dasar                                                     1.215
         Level non-manajemen                                                         193
         Jumlah Karyawan                                                           1.893
         Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia
         < 30 tahun                                                                    67
         30 – 55 tahun                                                             1.219
         > 50 tahun                                                                  607
         Jumlah Karyawan                                                           1.893
         Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
         Doktor                                                                         2
         Pascasarjana                                                                111
         Sarjana                                                                     850
         Diploma                                                                     388
         SMA                                                                         478
         SD/SMP                                                                       64
         Jumlah Karyawan                                                           1.893
         Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
         Karyawan tetap                                                            1.845
         Karyawan kontrak                                                             48
         Jumlah Karyawan                                                           1.893
        Sumber: Informasi manajemen Perseroan, 2025

7.3   Manajemen Risiko dan Mitigasi Risiko

Perseroan telah mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin timbul sehubungan dengan
implementasi skema MSA. Berdasarkan hasil penilaian risiko inheren, rencana tersebut
diklasifikasikan sebagai berisiko tinggi (high risk). Untuk memitigasi potensi gangguan akibat proses
transformasi model bisnis yang tidak berjalan optimal, Perseroan telah menyusun langkah-langkah
mitigasi risiko dengan rencana sebagai berikut:
1. Meningkatkan penjualan setidaknya sebesar 6,00% pada semester II-2025 untuk
   menghindari penurunan laba setelah pajak (earning after tax - EAT).
2. Mengajukan waiver kepada kreditur terkait Current Ratio Covenant, dengan

                                                                                                  50
Page 68
      menyesuaikan terhadap kondisi saat ini.
3.    Menyusun proyeksi keuangan sebagai dasar bagi Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk
      menerbitkan pendapat kewajaran (fairness opinion) berdasarkan laporan keuangan yang telah
      diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).
4. Melakukan komunikasi dengan perusahaan induk terkait alternatif penggunaan KBLI 46100
   (perdagangan besar atas dasar balas jasa/fee atau kontrak).
5. Berkoordinasi dengan OpCo (Operating Company)/ Koordinator Area lainnya, khususnya di
   wilayah (Region) 1, 2, dan 4 untuk menjaga tingkat utilisasi fasilitas produksi.
Perseroan menerapkan manajemen risiko untuk mengidentifikasi seluruh risiko utama dan
peluang yang mungkin timbul dari kegiatan usaha Perseroan, mengukur risiko-risikonya,
menyusun rencana pengendalian, dan memonitor tingkat risiko sesuai dengan kebijakan dan
prosedur manajemen risiko di Perseroan. Untuk mewujudkan pengelolaan risiko yang efektif
dan efisien, Perseroan menerapkan sistem manajemen terintegrasi yang mengacu pada
Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan
Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara. Perseroan juga mengacu kepada
prosedur Enterprise Risk Management (ERM) dan Pedoman Tata Kelola SIG untuk prinsip-
prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Dalam implementasinya, Perseroan mengacu pada “Model Tiga Lini”, dengan para pemilik
proses di seluruh satuan kerja (Risk Taking Unit/RTU) sebagai lini pertama yang bertugas
mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam proses bisnis. Perseroan juga menetapkan adanya
Fungsi Manajemen Risiko sebagai lini kedua, yang bertanggung jawab dalam mengukur,
memantau, dan memperlakukan risiko secara agregat serta mengembangkan metodologi dan
kebijakan manajemen risiko untuk mendukung kinerja lini pertama. Pada lini ketiga, Divisi
Audit Internal berperan memastikan bahwa Perseroan telah menerapkan tata kelola,
pengendalian risiko dan pengendalian internal secara efektif.

7.4    Kesimpulan Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen

Berdasarkan struktur organisasi, informasi jumlah sumber daya manusia serta manajemen
risiko dan mitigasi risiko Perseroan, maka secara umum hal tersebut telah cukup mendukung
operasional kerja perusahaan dalam penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan
secara aspek model manajemen layak untuk dilaksanakan.




                                                                                            51
Page 69
8     ANALISIS KELAYAKAN ASPEK KEUANGAN

8.1    Kajian Kelayakan Keuangan

Dalam kajian kelayakan keuangan, analisis dilakukan dari berbagai aspek yang saling berkaitan
untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar prospek, dampak dan manfaat atas Rencana
Perseroan, serta mengukur tingkat balikan (return) yang diperoleh dari jumlah investasi yang
ditanamkan. Analisis tersebut meliputi sumber dan target pendapatan operasional serta biaya-
biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya operasional langsung dan beban usaha, modal kerja
dan investasi.
Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode yaitu :
a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
   (present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus kas
   masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek dapat
   dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif;
b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
   investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
   pengembalian lebih lama, atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
   investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break
   even point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik,
   sedangkan periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati;
c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh
   berdasarkan nilai kini dari arus kas masuk tersebut nilainya akan sama dengan nilai kini dari
   investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila nilai IRR lebih
   besar dari imbal hasil yang diharapkan (dalam Rencana Perseroan ini, tingkat pengembalian
   yang diharapkan adalah Weighted Average Cost of Capital/ WACC); dan
d. Profitability index (P/I), merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
   investasi yang dilakukan pada awal periode. Nilai tambah yang didapat dari investasi
   diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal periode dengan jumlah arus kas
   yang dihasilkan selama periode berjalannya proyek.
      Apabila P/I dihasilkan dari suatu proyek sama dengan satu, maka arus kas dari proyek setiap
      tahun tidak menghasilkan nilai tambah. Apabila P/I lebih besar dari satu, maka nilai arus kas
      yang dihasilkan dari proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
      Sedangkan P/I lebih kecil dari satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun
      tidak menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan. Dalam menganalisis P/I suatu proyek maka
      kelayakan dapat dinilai apabila nilai P/I lebih dari satu.
Dalam Studi Kelayakan ini, kami hanya menggunakan metode Net Present Value (NPV) terhadap
Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF). Tingkat diskonto yang
digunakan untuk sebagai dasar untuk perhitungan NPV adalah WACC. Analisis dilakukan dengan
mengestimasi nilai tambah yang diperoleh Perseroan yang tercermin dari perbandingan antara
proyeksi arus kas Perseroan jika dilakukan Rencana Perseroan dengan proyeksi arus kas Perseroan
jika tidak dilakukan Rencana Perseroan (incremental/ with and without benefit).




                                                                                                    52
Page 70
8.2    Penentuan Tingkat Diskonto

Dalam rangka Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, tingkat diskonto yang digunakan adalah
tingkat Rata-Rata Tertimbang Biaya Kapital atau Weighted Average Cost of Capital (WACC). WACC
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
                           WACC = ((Kd*(1-T)) * % Debt) + (Ke * % Equity)

 WACC          Weighted Average Cost of Capital (tingkat rata-rata tertimbang biaya atas modal/ kapital)
 Kd            Cost of debt (biaya utang)
 Ke            The required rate of return/ cost of equity (biaya ekuitas)
 % Debt        Proportion of Debt in the capital structure (proporsi utang dalam struktur kapital
 % Equity      Proportion of Equity in the capital structure (proporsi ekuitas dalam struktur kapital)
 T             Tax rate (tarif pajak)

Dalam Studi Kelayakan ini, asumsi yang digunakan untuk mengestimasi WACC adalah sebagai
berikut:
Biaya Utang (Cost of Debt)
Biaya utang setelah pajak yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini sebesar 6,99% yang dihitung
dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
o     Tingkat suku bunga pinjaman (sebelum pajak) yang digunakan sebesar 8,96% berdasarkan
      tingkat suku bunga pinjaman Rupiah untuk jenis pinjaman investasi berdasarkan kelompok
      bank Persero per Juni 2025 (sumber : Bank Indonesia); dan
o     Tarif pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00%, berdasarkan tingkat pajak korporasi di
      Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan (sumber: Undang-Undang No. 7 tahun
      2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan).
Biaya Ekuitas (Cost of Equity)
Biaya ekuitas dihitung dengan menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
                                             Ke = Rf + (β x ERP)
 Ke            Cost of equity (biaya ekuitas)
 Rf            Risk free rate (tingkat suku bunga bebas risiko)
 β             Relevered Beta
 ERP           Equity Risk Premium
Biaya ekuitas yang digunakan dalam Studi Kelayakan sebesar 12,57% yang dihitung dengan
mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
o     Tingkat imbal balik bebas risiko (risk free rate)
      Tingkat imbal hasil bebas risiko yang digunakan sebesar 7,03%, yang merupakan yield Surat
      Utang Negara (SUN) Indonesia dengan tenor 30 tahun per tanggal 30 Juni 2025.
      Tingkat imbal balik bebas risiko kemudian dikurangi default spread Indonesia per Tanggal Studi
      Kelayakan sebesar 1,87% (sumber: Damodaran), sehingga tingkat bebas risiko efektif yang
      digunakan sebesar 5,16%.
o     Relevered Beta
      Relevered beta yang diaplikasikan dalam Studi Kelayakan dihitung dari rata-rata unlevered beta
      dan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio - DER) dari delapan perusahaan yang


                                                                                                           53
Page 71
     sebanding dengan Perseroan, serta tingkat pajak penghasilan perusahaan yang berlaku pada
     Tanggal Studi Kelayakan.
     Delapan perusahaan yang sebanding dengan Perseroan (“Perusahaan Pembanding”) masing-
     masing bergerak dalam industri semen. Unlevered beta dari masing-masing Perusahaan
     Pembanding diestimasi dengan mengaplikasikan rumus sebagai berikut:
                                                            𝑩𝑳
                                            𝑩𝑼 =
                                                    {𝟏 + (𝐃𝐄𝐑 𝐱 (𝟏 − 𝐓))}

      βU                Unlevered beta
      βL                Relevered beta
      DER               Debt to Equity Ratio (rasio utang terhadap ekuitas)
      T                 Marginal tax rate (tarif pajak)

     Estimasi rata-rata unlevered beta dan DER dari masing-masing Perusahaan Pembanding yang
     diaplikasikan dalam Studi Kelayakan ini sebagai berikut:
          Tabel 8-1 : Estimasi Rata-rata Unlevered Beta dan DER Perusahaan Pembanding
                                            Unlevered Beta Perusahaan Pembanding
                                                      Levered Nilai Pasar Nilai Kapitalisasi Utang/ Marginal Unlevered
     Perusahaan Pembanding                              Beta     Utang*         Pasar*       Ekuitas Tax Rate  Beta

     PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk                   0,96 2.478,68          17.877,41 13,86%    22,00%       0,86
     PT Semen Baturaja (Persero) Tbk                      1,39     629,64         2.940,03 21,42%    22,00%       1,19
     PT Semen Indonesia (Persero) Tbk                     1,14 11.381,25         18.008,68 63,20%    22,00%       0,76
     Siam City Cement Public Company Limited              0,67 10.332,34         21.224,98 48,68%    20,00%       0,48
     Asia Cement (China) Holdings Corporation             0,68 2.799,36           7.517,05 37,24%    16,50%       0,52
     Asia Cement Corporation                              0,58 53.762,38         79.290,87 67,80%    20,00%       0,37
     TCC Group Holdings Co., Ltd.                         0,64 112.338,35       114.404,52 98,19%    20,00%       0,36
     Vicem Ha Tien Cement Joint Stock Company             0,98     673,08         2.836,12 23,73%    20,00%       0,82
     Rata-rata                                           0,88                              73,61%                 0,67
     *) dalam miliar Rupiah
     Sumber: S&P Capital IQ, diolah, 2025

     Rata-rata unlevered beta Perusahaan Pembanding yang diaplikasikan dalam Studi Kelayakan
     ini sebesar 0,67 dengan rata-rata DER sebesar 73,61%. Sementara tingkat pajak penghasilan
     perusahaan yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan (target marginal tax rate) sebesar
     22,00% (sumber: Undang-Undang No. 7 tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan
     Perpajakan).
     Dengan demikian, relevered beta yang diaplikasikan dalam Studi Kelayakan ini adalah sebesar
     1,06.
o    Premi risiko pasar (market risk premium)
     Premi risiko pasar untuk Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan adalah sebesar
     7,03% yang dihitung dengan rumus sebagai berikut:
      =   Premi Risiko Ekuitas (Equity Risk Premium - ERP) AS yang berlaku pada Tanggal Studi
          Kelayakan
      +   Default spread Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan x deviasi pasar
          ekuitas dari deviasi rata-rata pasar obligasi AS (relative equity volatility)
      =   Premi risiko pasar
    ERP AS yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan sebesar 4,21%, ditambahkan dengan
    penyesuaian terhadap ERP AS sebesar 2,82%. Penyesuaian terhadap ERP AS diperoleh dari


                                                                                                                   54
Page 72
      default spread Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan sebesar 1,87% dan relative
      equity volatility sebesar 1,50 (Sumber: Damodaran).
Proporsi Struktur Kapital
Dalam Studi Kelayakan ini, proporsi utang dan ekuitas dalam struktur kapital masing-masing
sebesar 42,40% dan 57,60% yang merupakan rata-rata rasio yang diperoleh dari Perusahaan
Pembanding yang bergerak dalam industri semen (sumber: SP Capital IQ).
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya tingkat Rata-Rata Tertimbang Biaya Kapital (Weighted
Average Cost of Capital - WACC) dalam mengestimasi indikasi Net Present Value (NPV) Rencana
Perseroan adalah sebesar 10,20%.
                                          Tabel 8-2 : Estimasi WACC
                          Biaya Utang
                          Biaya Utang                                       8,96%
                          Tingkat Pajak                                    22,00%
                          Biaya Utang Setelah Pajak                         6,99%

                          Biaya Ekuitas
                          Yield SUN                                         7,03%
                          Default Spread Indonesia                          1,87%
                          Tingkat Bebas Risiko (Disesuaikan)                5,16%

                          Mean Unlevered Beta                                 0,67
                          Target Utang/Ekuitas                             73,61%
                          Target Marginal Tax Rate                         22,00%
                          Relevered Beta                                     1,06

                          Equity Risk Premium (ERP) AS                      4,21%
                          Default Spread Indonesia                          1,87%
                          Relative Equity Volatility                          1,50
                          Penyesuaian terhadap ERP AS                       2,82%
                          Premium Risiko Pasar Indonesia                    7,03%

                          Biaya Ekuitas                                    12,57%

                          Weighted Average Cost of Capital
                                                               Proporsi
                          Utang                                   42,40%    2,96%
                          Ekuitas                                 57,60%    7,24%
                          WACC                                             10,20%

8.3      Asumsi Proyeksi Keuangan Perseroan dan Entitas Anak

Analisis kelayakan keuangan disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. Proyeksi keuangan
tersebut telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan menurut pendapat
kami Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen
Perseroan adalah wajar, namun kami tidak bertanggung jawab terhadap pencapaiannya.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, Rencana Perseroan diproyeksikan seterusnya akan berdampak
terhadap bisnis Perseroan dan Entitas Anak di masa yang akan datang. Oleh karena itu, kami
melakukan perhitungan analisis kelayakan keuangan tidak hanya pada periode spesifik, namun juga
pada periode kekal atau perpetuitas (perpetuity).
Analisis kelayakan keuangan pada periode spesifik didasarkan pada Proyeksi Keuangan
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun 2025-2030. Sementara pada periode


                                                                                                55
Page 73
spesifik, kami menghitung nilai terminal (terminal value) dengan asumsi bahwa bisnis Perseroan
dan Entitas Anak akan terus beroperasi dan bertumbuh pada tingkat stabil selamanya.
Berikut adalah asumsi utama (main value driver) yang digunakan oleh Perseroan dalam menyusun
proyeksi keuangan Perseroan dan Entitas Anak Dengan dan Tanpa Rencana Perseroan:
Asumsi Skema MSA
Berdasarkan informasi Perseroan, dengan dilakukannya Rencana Perseroan maka akan terjadi
perubahan atas ruang lingkup operasi setiap anak usaha di lingkungan SIG dengan asumsi sebagai
berikut:
                                    Tabel 8-3 : Asumsi Skema MSA
      Keterangan                                    Setelah Implementasi MSA
  Area Penjualan         Perseroan menjadi koordinator area yang melakukan penjualan dan pemasaran
                         di Area (Region) 3 yang terdiri dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa
                         Tengah, dan Bangka Belitung.
  MSA Income             Perseroan berhak menerima management fee atas produk entitas anak usaha
                         lain yang dijual di wilayah Region 3.
  MSA Expenses           Perseroan wajib membayar management fee atas penjualan yang dilakukan di
                         luar wilayah Region 3.
  Tarif Jasa             2% dari penjualan (harga jual ke Mega Distributor x volume).
  Produk                 Berlaku untuk produk Bag dan Bulk. Produk yang dikecualikan adalah ICS semen
                         atau clinker, produk Bulk yang dikelola Corsales Holding, dan ekspor semen atau
                         clinker.

RSR dibantu oleh tenaga ahli perpajakan yaitu DDTC Consulting untuk melakukan analisis kewajaran
atas asumsi tarif jasa management fee sebesar 2%. Berdasarkan laporan tenaga ahli perpajakan
DDTC Consulting, diperoleh rentang kewajaran interquartile sebesar 2,63% - 9,50% dari penjualan.
Berdasarkan informasi dari management Perseroan, tarif MSA yang dibayarkan ke masing-masing
OpCo (Operating Company) lain ditentukan sebesar 2% dari penjualan. Namun diluar biaya MSA
tersebut anak perusahaan SIG juga akan membayar biaya margin Mega Distributor sebesar 3%
kepada SIG selaku Mega Distributor. Oleh karena itu berdasarkan analisis kami asumsi tarif jasa
MSA 2% masih dalam kisaran tarif yang wajar.
Asumsi Proyeksi Keuangan
Penyusunan Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak menggunakan asumsi-
asumsi pertumbuhan sebagai berikut:
                        Tabel 8-4 : Asumsi Pertumbuhan Proyeksi Keuangan
           Kategori                                       Detail                              Asumsi
           Volume             Domestic volume growth                                            +1%
                              ICS cement volume growth                                          +1%
            ASP               ASP growth                                                       +1-2%
    (Average Selling Price)   Impact of transformational sales (MD)                             -3%
                              Fuel, raw material, transportation, and packaging cost            +2%
   Produksi dan Distribusi    increase
                              Electricity cost increase                                         +1%
                              Fixed cost (Maintenance, GA and Personel) increase               +2-5%




                                                                                                           56
Page 74
Asumsi Investasi
Penambahan kegiatan usaha aktivitas konsultasi manajemen lainnya Perseroan dimaksudkan untuk
mendukung skema pembayaran management fee antara entitas anak SIG. Oleh karena itu
diasumsikan tidak ada perubahan volume produksi serta tidak ada kebutuhan investasi tambahan
diluar kapasitas fasilitas produksi yang telah dimiliki Perseroan.
Kebutuhan Sumber Pendanaan
Dalam pelaksanaan Rencana Perseroan, tidak terdapat adanya kebutuhan investasi awal yaitu
Capital Expenditure (CAPEX). Oleh karena itu tidak terdapat kebutuhan sumber pendanaan
tambahan dalam melaksanakan Rencana Perseroan.
Beban Operasional
Beban operasional diasumsikan berbeda antara proyeksi Tanpa Rencana Peseroan dan Dengan
Rencana Perseroan.
                                       Tabel 8-5 : Proyeksi Beban Operasional
                                                                                                                               (dalam miliar Rupiah)
                                                        Tanpa Rencana Perseroan                               Dengan Rencana Perseroan
               Keterangan
                                      2025     2026     2027     2028      2029      2030        2025     2026     2027     2028      2029       2030
Beban Penjualan                        1.008    1.154    1.227    1.304     1.346        1.395    1.102    1.332     1.408       1.486   1.530    1.581
Transportasi dan Pengangkutan            944    1.087    1.158    1.232     1.271        1.317      952    1.090     1.154       1.221   1.252    1.291
Tenaga Kerja                              40       42       44       46        48           51       59       79        83          87      92       96
Pemeliharaan                               0        0        0        0         0            0        0        0         0           0       0        0
Depresiasi                                 1        1        1        1         1            1        1        1         1           1       1        1
Beban Penjualan Lainnya                   23       24       24       25        25           26       89      162       169         177     185      193
Beban Umum dan Administrasi             355      367       379      392      405          419      355       367         379      392     405       419
Tenaga Kerja                            186      190       194      198      203          207      186       190         194      198     203       207
Depresiasi                               10       10        11       11       11           11       10        10          11       11      11        11
Pemeliharaan                              1        1         1        1        1            1        1         1           1        1       1         1
Beban Umum dan Admiinstrasi Lainnya     158      165       173      181      190          200      158       165         173      181     190       200
Beban Operasional                      1.363    1.521    1.606    1.696     1.751        1.814    1.457    1.699     1.786       1.878   1.935    2.000


Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku diasumsikan tidak ada perbedaan antara proyeksi Tanpa Rencana Perseroan dan
Dengan Rencana Perseroan. Asumsi biaya bahan baku adalah sebagai berikut:
                                        Tabel 8-6 : Proyeksi Biaya Bahan Baku
                                                                                                                               (dalam miliar Rupiah)

                                                            2025           2026              2027           2028               2029          2030

Fuel (Rp. Thousand/Ton Clinker
Production)                                                      216              221             225              230             234           239
Electricity (Rp. Thousand/Ton [Cement
Production+Clinker Sales])
                                                                  94                95             96              97               98            99
Raw Material (Rp. Thousand/Ton [Cement
Production+Clinker Sales])
                                                                  77                79             80              82               83            85
Logistics (Rp. Thousand/Ton Vol Sales)
                                                                  65                66             67              68               70            71
Packaging (Rp. Thousand/Ton Vol Sales)
                                                                  33                33             34              35               35            36




                                                                                                                                                    57
Page 75
8.4       Analisis Proyeksi Keuangan dengan dan Tanpa Rencana Perseroan

Berdasarkan asumsi yang telah dijelaskan sebelumnya, berikut adalah analisis atas proyeksi
keuangan serta dampak dilaksanakannya Rencana Perseroan terhadap kondisi keuangan
Perseroan.
Pendapatan tanpa dilakukannya Rencana Perseroan diproyeksikan sebesar Rp14,20 triliun pada
tahun 2030 dengan CAGR sebesar 4,82%. Sedangkan pendapatan Perseroan dengan dilakukannya
Rencana Perseroan diproyeksikan lebih tinggi yaitu sebesar Rp14,25 triliun pada tahun 2030
dengan rata-rata CAGR sebesar 4,43%. Hal tersebut dikarenakan penambahan KBLI 70209
diproyeksikan akan meningkatkan pendapatan usaha Perseroan melalui penerimaan management
fee dari penjualan produk semen milik entitas anak SIG yang berada dalam wilayah koordinasi
Perseroan.
Laba kotor (gross profit) tanpa dilakukannya Rencana Perseroan diproyeksikan sebesar Rp3,27
triliun pada tahun 2030 dengan rata-rata gross profit margin sebesar 22,56%. Sedangkan laba kotor
dengan dilakukannya Rencana Perseroan diproyeksikan lebih tinggi yaitu mencapai Rp3,51 triliun
pada tahun 2030 dengan rata-rata gross profit margin sebesar 23,97%. Hal tersebut karena laju
pertumbuhan pendapatan lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan beban pokok penjualan.
Tanpa Rencana Perseroan, rata-rata margin EBIT diproyeksikan sebesar 10,04% dan rata-rata
margin laba bersih diproyeksikan sebesar 9,03%. Sementara dengan Rencana Perseroan, rata-rata
margin EBIT diproyeksikan lebih baik yaitu sebesar 10,33% dan rata-rata margin laba bersih
diproyeksikan sebesar 9,10%.
Rata-rata rasio Return on Equity (ROE) Perseroan tanpa Rencana Perseroan diproyeksikan sebesar
8,20% dan rata-rata Return on Assets (ROA) diproyeksikan sebesar 5,35%. Sedangkan dengan
Rencana Perseroan, rata-rata ROE Perseroan diproyeksikan lebih tinggi yaitu sebesar 8,36% dan
ROA sebesar 5,44%.
Rata-rata pertumbuhan aset tanpa Rencana Perseroan dihitung secara CAGR adalah sebesar 0,61%,
diproyeksikan menjadi sebesar Rp21,88 triliun pada tahun 2030. Sedangkan rata-rata pertumbuhan
aset dengan Rencana Perseroan adalah sebesar 0,66%, diproyeksikan menjadi sebesar Rp21,95
triliun pada tahun 2030.
Rata-rata pertumbuhan ekuitas tanpa Rencana Perseroan dihitung secara CAGR adalah sebesar
3,32%, diproyeksikan menjadi sebesar Rp15,45 triliun pada tahun 2030. Sedangkan rata-rata
pertumbuhan ekuitas dengan Rencana Perseroan adalah sebesar 3,41%, diproyeksikan menjadi
sebesar Rp15,52 triliun pada tahun 2030.
                             Tabel 8-7 : Rasio Proyeksi Dengan dan Tanpa Rencana Perseroan
                                                  Tanpa Rencana Perseroan                                           Dengan Rencana Perseroan
         Keterangan
                               2025      2026     2027     2028      2029    2030     Rata-rata   2025     2026      2027    2028      2029     2030     Rata-rata

Pertumbuhan Pendapatan *)       -5,51%    9,33%    4,79%    4,63%    2,54%    2,95%      4,82%    -3,43%    8,84%     4,42%    4,28%    2,18%    2,58%      4,43%
Pertumbuhan Aset *)              0,88%    1,78%   -0,56%    2,69%    2,10%   -2,86%      0,61%     0,88%    2,05%    -0,58%    2,68%    2,10%   -2,82%      0,66%
Pertumbuhan Ekuitas *)           1,63%    2,95%    3,29%    3,58%    3,39%    3,39%      3,32%     1,63%    2,67%     3,44%    3,76%    3,58%    3,60%      3,41%

Margin laba kotor               22,14%   22,30%   22,42%   22,64%   22,86%   22,98%     22,56%    23,69%   23,42%   23,66%    24,02%   24,37%   24,63%     23,97%
EBITDA Margin                   16,78%   16,23%   16,12%   16,07%   16,17%   16,14%     16,25%    17,63%   16,02%   16,07%    16,18%   16,40%   16,50%     16,46%
EBIT Margin                     10,00%    9,91%    9,93%   10,03%   10,17%   10,21%     10,04%    10,99%    9,81%    9,96%    10,20%   10,44%   10,59%     10,33%
Margin laba bersih              10,16%    9,55%    8,93%    8,44%    8,55%    8,58%      9,03%    10,75%    9,31%    8,81%     8,42%    8,61%    8,72%      9,10%
Return on Assets (ROA)           5,37%    5,42%    5,34%    5,14%    5,23%    5,57%      5,35%     5,80%    5,37%    5,33%     5,18%    5,29%    5,66%      5,44%
Return on Equity (ROE)           8,69%    8,67%    8,22%    7,85%    7,89%    7,88%      8,20%     9,39%    8,63%    8,23%     7,92%    7,98%    8,00%      8,36%

Rasio lancar                     0,96     0,94      1,05     1,17     1,29    1,51        1,15     0,96     0,94      1,05     1,17     1,29     1,53        1,16
Debt to Assets Ratio (DAR)       0,07     0,03        -        -        -       -         0,02     0,07     0,03        -        -        -        -         0,02
Debt to Equity Ratio (DER)       0,11     0,05        -        -        -       -         0,03     0,11     0,05        -        -        -        -         0,03

Perputaran Piutang Usaha           95      100      100      100       100     100         99        93      100       100      100      100      100         99
Perputaran Persediaan              59       45       45       45        45      45         47        59       45        45       45       45       45         47
Perputaran Utang Usaha            155      178      178      179       179     142        169       155      181       181      182      182      144        171

*) rata-rata pertumbuhan dihitung dengan CAGR




                                                                                                                                                               58
Page 76
Dari segi Likuiditas, rata-rata rasio lancar (current ratio) tanpa Rencana Perseroan diproyeksikan
sebesar 1,15. Sedangkan rata-rata current ratio dengan Rencana Perseroan diproyeksikan sebesar
1,16.
Dari segi Solvabilitas, tidak ada perbedaan antara dengan atau tanpa Rencana Perseroan, yaitu rata-
rata rasio Debt to Equity (DER) dan rata-rata Debt to Assets (DAR) masing-masing sebesar 0,03 dan
0,02.
Dari segi modal kerja, rata-rata rasio perputaran piutang usaha, rata-rata rasio perputaran
persediaan, dan rata-rata rasio perputaran utang usaha tanpa Rencana Perseroan diproyeksikan
masing-masing selama 99 hari, 47 hari, dan 169 hari. Sedangkan dengan Rencana Perseroan
diproyeksikan masing-masing selama 99 hari, 47 hari, dan 171 hari.

8.5    Analisis Kelayakan Keuangan

Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mengestimasi nilai tambah
yang diperoleh Perseroan yang tercermin dari perbandingan antara proyeksi arus kas Perseroan
jika dilakukan Rencana Perseroan dengan proyeksi arus kas Perseroan jika tidak dilakukan Rencana
Perseroan (incremental / with and without benefit). Berdasarkan informasi Perseroan, diasumsikan
bahwa tidak ada investasi awal yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan kegiatan usaha,
sehingga analisis kelayakan keuangan dilakukan dengan menghitung Net Present Value (NPV) atas
proyeksi incremental Perseroan dengan dan tanpa Rencana Perseroan.
Berdasarkan asumsi yang telah diberikan, proyeksi Free Cash Flow To The Firm (FCFF) Perseroan
tanpa dilakukannya Rencana Perseroan adalah sebagai berikut:
                         Tabel 8-8 : Proyeksi FCFF - Tanpa Rencana Perseroan
                                                                                               (dalam miliar Rupiah)
                                   2024      2025      2026      2027      2028      2029       2030       Perpetuitas
Tanpa Rencana Perseroan
Pendapatan                         11.876    11.221    12.269    12.857   13.452   13.794   14.202             14.628
Beban Pokok Penjualan              (9.288)   (8.737)   (9.532)   (9.974) (10.406) (10.641) (10.938)           (11.266)
Laba Kotor                          2.588     2.484     2.736     2.883    3.046    3.153    3.264              3.362
Beban Penjualan                      (982)   (1.008)   (1.154)   (1.227) (1.304) (1.346) (1.395)               (1.437)
Beban Umum dan Administrasi          (364)     (355)     (367)     (379)    (392)    (405)    (419)              (431)
EBIT                                          1.122     1.216     1.276    1.350    1.402    1.450              1.493
Beban Pajak                                    (284)     (335)     (347)    (363)    (375)    (384)              (396)
NOPAT                                           838       881       929      986    1.028    1.066              1.098
Modal Kerja Bersih
Piutang Usaha                       2.496     2.952     3.408     3.571     3.737     3.832       3.945         4.063
Persediaan                          1.151     1.441     1.192     1.247     1.301     1.330       1.367         1.408
Aset Lancar Lain                      907       466       466       466       466       466         466           480
Utang Usaha                        (3.354)   (3.763)   (4.710)   (4.943)   (5.175)   (5.300)     (4.301)       (4.430)
Liabilitas Lancar Lain               (711)     (700)     (543)     (387)     (234)      (81)         69            71
Modal Kerja Bersih                    489       396      (188)      (46)       95       246       1.547         1.593
(Kenaikan)/ Penurunan
  Modal Kerja Bersih                             93      584       (142)    (141)     (151)      (1.300)          (46)
Depresiasi                                      761       776       797      812       828         842            842
Capex                                          (469)     (487)     (462)    (502)     (547)       (596)          (842)
FCFF - Tanpa Rencana Perseroan                1.223     1.754     1.122    1.155     1.157          11          1.051

Berdasarkan asumsi yang telah diberikan, proyeksi Free Cash Flow To The Firm (FCFF) Perseroan
dengan dilakukannya Rencana Perseroan adalah sebagai berikut:




                                                                                                                   59
Page 77
                         Tabel 8-9 : Proyeksi FCFF - Dengan Rencana Perseroan
                                                                                                    (dalam miliar Rupiah)
                                      2024       2025      2026      2027       2028      2029       2030       Perpetuitas
Dengan Rencana Perseroan
Pendapatan                            11.876     11.468    12.482    13.034   13.591   13.888   14.246              14.674
Beban Pokok Penjualan                 (9.288)    (8.751)   (9.559)   (9.950) (10.326) (10.503) (10.737)            (11.060)
Laba Kotor                             2.588      2.717     2.923     3.084    3.265    3.384    3.509               3.614
Beban Penjualan                         (982)    (1.102)   (1.332)   (1.408) (1.486) (1.530) (1.581)                (1.629)
Beban Umum dan Administrasi             (364)      (355)     (367)     (379)    (392)    (405)    (419)               (431)
EBIT                                              1.261     1.224     1.298    1.387    1.450    1.509               1.554
Beban Pajak                                        (338)     (315)     (357)    (377)    (390)    (403)               (415)
NOPAT                                               922       909       941    1.010    1.060    1.106               1.139
Modal Kerja Bersih
Piutang Usaha                          2.496      2.952     3.467     3.621      3.775     3.858       3.957         4.076
Persediaan                             1.151      1.441     1.195     1.244      1.291     1.313       1.342         1.382
Aset Lancar Lain                         907        466       466       466        466       466         466           480
Utang Usaha                           (3.354)    (3.763)   (4.804)   (5.014)    (5.221)   (5.321)     (4.295)       (4.424)
Liabilitas Lancar Lain                  (711)      (700)     (543)     (387)      (234)      (81)         69            71
Modal Kerja Bersih                       489        396      (219)      (71)        77       234       1.539         1.586
(Kenaikan)/ Penurunan
  Modal Kerja Bersih                                 93      615       (148)     (148)     (157)      (1.305)          (46)
Depresiasi                                          761       776       797       812       828         842            842
Capex                                              (469)     (487)     (462)     (502)     (547)       (596)          (842)
FCFF - Dengan Rencana Perseroan                   1.307     1.813     1.128     1.171     1.184          47          1.093

Setelah diperoleh FCFF dengan dan tanpa dilakukannya Rencana Perseroan, maka dapat diestimasi
Nilai Kini Arus Kas Bersih (Net Present Value) yang diperoleh dari Rencana Perseroan sebagai
berikut:
                                    Tabel 8-10 : Net Present Value (NPV)
                                                                                                    (dalam miliar rupiah)
                                                H2-2025    2026      2027       2028      2029       2030 Perpetuitas
FCFF - Tanpa Rencana Perseroan                      612     1.754     1.122      1.155     1.157        11     1.051
FCFF - Dengan Rencana Perseroan                     654     1.813     1.128      1.171     1.184        47     1.093
Incremental Free Cash Flow                           42        59         6         16        26        36        42
Terminal Value               2,5%                                                                      546
Total                                    -           42        59           6      16        26        582
Periode diskonto                         0,00       0,50      1,50      2,50       3,50      4,50        5,50
Tingkat diskonto                      10,20%     10,20%    10,20%    10,20%     10,20%    10,20%      10,20%
Faktor diskonto                         1,00       0,95      0,86      0,78       0,71      0,65        0,59
Nilai Kini FCFF                          -           40        51         5         12        17         341
NPV                                      466

8.6    Analisis Sensitivitas

Analisis sensitivitas atas Kelayakan Keuangan ini dilakukan dengan menguji pengaruh perubahan
asumsi yang memiliki dampak paling besar yaitu asumsi volume penjualan dan harga jual rata-rata
(Average Selling Price - ASP). Hal ini dikarenakan volume penjualan dan ASP menjadi fokus pada
skema MSA akibat relokasi penjualan antar region.
Berikut adalah analisis sensitivitas perubahan asumsi volume penjualan dan ASP terhadap indikasi
NPV atas Rencana Perseroan:
o     Analisis sensitivitas terhadap incremental NPV menunjukkan bahwa apabila terjadi penurunan
      pertumbuhan volume penjualan MSA sebesar -0,50%, -1,00%, -1,50%, dan -2,00%, maka
      Rencana Perseroan dinilai layak untuk dilaksanakan meski terjadi penurunan incremental NPV
      menjadi masing-masing sebesar Rp417,00 miliar, Rp367,00 miliar, Rp317,00 miliar, dan


                                                                                                                        60
Page 78
    Rp266,00 miliar.
o   Analisis sensitivitas terhadap incremental NPV menunjukan apabila terjadi penurunan
    pertumbuhan ASP MSA sebesar -0,50%, -1,00%, -dan 1,50%, maka Rencana Perseroan dinilai
    layak untuk dilaksanakan meski terjadi penurunan incremental NPV menjadi masing-masing
    sebesar Rp316,00 miliar, Rp165,00 miliar, dan Rp14,00 miliar. Apabila terjadi penurunan
    pertumbuhan ASP MSA sebesar -2,00%, maka Rencana Perseroan dinilai tidak layak untuk
    dilaksanakan dengan hasil incremental NPV sebesar negatif Rp137,00 miliar. Hal tersebut
    menunjukan Rencana Perseroan cukup sensitif terhadap perubahan ASP.
                              Tabel 8-11 : Analisis Sensitivitas
                                                              (dalam miliar Rupiah)
                   Skenario       Volume             ASP              NPV
                      1                 0,0%                0,0%             466
                      2                -0,5%                0,0%             417
                      3                -1,0%                0,0%             367
                      4                -1,5%                0,0%             317
                      5                -2,0%                0,0%             266
                      6                 0,0%               -0,5%             316
                      7                 0,0%               -1,0%             165
                      8                 0,0%               -1,5%              14
                      9                 0,0%               -2,0%            (137)




                                                                                        61
Page 79
9    KESIMPULAN

Berikut adalah hasil analisis kelayakan atas Rencana Perseroan:
a.   Kelayakan Pasar
Penambahan kegiatan usaha Perseroan diperlukan sebagai bagian dari rencana SIG untuk
mengimplementasikan skema Managed Service Agreement (MSA) antar anak usaha. Dalam MSA,
Perseroan akan bertindak sebagai Koordinator Area Region 3 dan akan menerima pendapatan
management fee dari anak usaha SIG yang lain dalam setiap penjualan yang dilakukan dalam Region
3. Sebaliknya, Perseroan akan membayar beban management fee kepada anak usaha SIG lain dalam
setiap penjualan yang dilakukan di luar Region 3. Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
Perseroan akan mengembalikan fungsi penjualan dan pemasaran Perseroan yang sebelumnya
dikelola terpusat oleh SIG.
Sebagai bagian dari SIG, strategi dan kegiatan pemasaran yang dilakukan Perseroan senantiasa
menginduk pada SIG. Dengan mempertimbangkan persaingan di industri semen yang sangat
kompetitif, SIG telah merumuskan strategi yang dipandang sesuai dan efektif dalam menghadapi
kompetisi di industri bahan bangunan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Perseroan, maka disimpulkan bahwa
aspek pasar ini adalah layak.
b.   Kelayakan Teknis
Kelayakan teknis ditinjau dari sisi ketersediaan dan kualitas sumber daya, kapasitas produksi, dan
alur proses produksi.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dalam Rencana Perseroan, maka disimpulkan bahwa
aspek teknis ini adalah layak.
c.   Kelayakan Pola Bisnis
Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tambah,
keunggulan kompetitif Perseroan dalam kegiatan produksi dan kemampuan pesaing dalam meniru
produk, sehingga Perseroan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen Perseroan atas Rencana
Perseroan, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah
layak.
d.   Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen Perseroan, di mana untuk memulai
kegiatan usaha ini Perseroan telah memiliki struktur organisasi, manajemen Sumber Daya Manusia
(SDM), serta manajemen risiko dan mitigasi risiko, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru
dari aspek model manajemen adalah layak.
e.   Kelayakan Keuangan
Berdasarkan kajian dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat semua
asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, hasil analisis kelayakan keuangan adalah sebagai
berikut:
-    Net Present Value (NPV)
     NPV atas Rencana Perseroan positif sebesar Rp466.000.000.000, atau lebih besar dari 0,
     artinya kegiatan usaha KBLI baru layak dilaksanakan.
-    Internal Rate of Return (IRR)


                                                                                               62
Page 80
    Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
    investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
    Internal Rate of Return tidak dapat dilakukan
-   Profitability Index (P/I)
    Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
    investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
    Profitability Index tidak dapat dilakukan.
-   Payback Period (PP)
    Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
    investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
    Payback Period tidak dapat dilakukan.
Berdasarkan kajian analisis atas kelayakan aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
manajemen, dan aspek keuangan, maka disimpulkan bahwa Rencana Perseroan adalah LAYAK
untuk dilaksanakan.




                                                                                                 63
Page 81
LAMPIRAN
Page 82
Lampiran 1 : Asumsi Volume Penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

        Keterangan                              2025      2026         2027     2028      2029      2030
Domestic cement                   %               10,00%   1,00%        1,00%    1,00%     1,00%     1,00%
ICS cement                        %              -53,46%   1,00%        1,00%    1,00%     1,00%     1,00%
Export cement                     %                      316,67%       50,00%   33,33%     0,00%     0,00%
Export clinker                    %               -7,30%   1,04%       -3,72%   -7,70%   -25,80%   -22,70%

Lampiran 2 : Asumsi Average Selling Price Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

           Keterangan             2025        2026         2027          2028        2029          2030
Domestic cement                      0,61%       2,00%        2,00%         2,00%       2,00%         2,00%
ICS cement                         -15,36%       2,00%        2,00%         2,00%       2,00%         2,00%
Export cement                                    2,00%        2,00%         2,00%       2,00%         2,00%
Export clinker                        0,78%      2,00%        2,00%         2,00%       2,00%         2,00%

Lampiran 3 : Asumsi Beban Pokok Penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

         Keterangan               2025         2026         2027         2028        2029          2030
Cement dan clinker                 76,35%        76,36%       76,16%       75,86%      75,58%        75,39%
Non cement                         82,72%        82,98%       82,54%       81,87%      81,23%        80,61%

Lampiran 4 : Asumsi Modal Kerja Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak

       Keterangan                               2025       2026        2027     2028     2029       2030
Perputaran piutang usaha         hari              100       100         100      100      100        100
Perputaran persediaan            hari                45       45          45       45       45         45
Perputaran utang usaha           hari              165       165         165      165      165        130




                                                                                                              -1-
Page 83
Lampiran 5 : Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak - Tanpa Rencana Perseroan
                                                                      2025       2026       2027       2028       2029       2030
Cement
    Cement Production (million Ton)                                      10,8       11,3       11,8       12,2       12,4       12,7
    Clinker Production (million Ton)                                      8,9        9,0        9,2        9,5        9,4        9,3
    Clinker Sales Volume (million Ton)                                    1,4        1,2        1,1        1,0        0,8        0,6
    Cement Sales Volume (million Ton)                                    11,3       11,9       12,3       12,8       13,0       13,3
Cement Prod + Clinker Sales (million Ton)                                12,2       12,5       12,9       13,3       13,2       13,3
Total Sales Volume (million Ton)                                         12,7       13,0       13,5       13,8       13,8       13,9
ASP (Rp. Thousand/Ton)                                                    818        834        845        858        878        897
Revenue Cement+Clinker                                                 10.370     10.864     11.375     11.880     12.126     12.432
COGS
Variable
  Fuel (Rp. Thousand/Ton Clinker Production)                              216        221        225        230        234        239
  Electricity (Rp. Thousand/Ton [Cement Production+Clinker Sales])         94         95         96         97         98         99
  Raw Material (Rp. Thousand/Ton [Cement Production+Clinker Sales])        77         79         80         82         83         85
  Logistics (Rp. Thousand/Ton Vol Sales)                                   65         66         67         68         70         71
  Packaging (Rp. Thousand/Ton Vol Sales)                                   33         33         34         35         35         36
Total Variable (Rp. Thousand/Ton)                                         485        494        502        511        520        530
Total Variable (Rp. Billion)                                            5.254      5.438      5.710      5.970      6.035      6.152
Fixed (Rp. Billion)
  Maintenance                                                             552        577        604        630        658        686
  Labor                                                                   585        614        645        677        711        747
  Depreciation                                                            631        644        663        676        689        703
  Tax & Insurance                                                         207        226        238        250        254        260
  Change Inventory                                                        636        701        726        751        778        805
  G&A                                                                     227        232        237        241        246        251
Total Fixed (Rp. Billion)                                               2.839      2.994      3.112      3.226      3.336      3.452
COGS Cement (Rp. Billion)                                               8.093      8.432      8.822      9.196      9.371      9.604
Non Cement
Revenue (Rp. Billion)                                                   1.197      1.789      1.888      2.001      2.120      2.247
COGS Non Cement/Supporting (Rp. Billion)                                  990      1.485      1.559      1.638      1.722      1.811
Gross Profit Non Cement (Rp. Billion)                                     207        305        330        363        398        436
Depreciation Non Cement                                                    79         80         82         83         85         85
Elim
Revenue (Rp. Billion)                                                    (346)      (385)      (406)      (429)      (452)      (478)
COGS Non Cement/Supporting (Rp. Billion)                                  346        385        406        429        452        478
                                                                                                                              2,953%
Total Revenue (Rp. Billion)                                            11.221     12.269     12.857     13.452     13.794     14.202
COGS* (Rp. Billion)                                                     8.737      9.532      9.974     10.406     10.641     10.938
Gross Profit (Rp. Billion)                                              2.484      2.736      2.883      3.046      3.153      3.264
GPM                                                                     22,1%      22,3%      22,4%      22,6%      22,9%      23,0%
                                                                          196        281        298        319        341        365
                                                                          748        806        860        914        930        952




                                                                                                                                        -2-
Page 84
Lampiran 6 : Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Tanpa Rencana Perseroan (Lanjutan)

                                                           2025            2026        2027         2028         2029         2030
Selling Expenses
Variable (Rp. Billion)
  Transport & Handling Cost(Rp. Thosand/Ton Sales Total)           74           83          86           89           92           95
Total Transport & Handling (Rp. Thosand/Ton Sales Total)           74           83          86           89           92           95
Total Variable (Rp. Billion)                                      944        1.087       1.158        1.232        1.271        1.317
Fixed (Rp. Billion)
  Labor                                                               40        42          44           46           48           51
  Maintenance                                                     -              0           0            0            0            0
  Depreciation                                                   1               1           1            1            1            1
  Other Selling Expenses                                        23              24          24           25           25           26
Total Fixed (Rp. Billion)                                       64              67          69           72           75           78
Total Selling Expenses (Rp. Billion)                         1.008           1.154       1.227        1.304        1.346        1.395
General & Admin Expenses
Fixed (Rp. Billion)
  Labor                                                           186          190            194          198          203          207
  G&A*                                                            158          165            173          181          190          200
  Depreciation**                                                   10           10             11           11           11           11
  Maintenance                                                       1            1              1            1            1            1
Total G&A Expenses (Rp. Billion)                                  355          367            379          392          405          419
Other Operating Income                                                 -          -             -            -            -            -
EBIT                                                         1.122           1.216       1.276        1.350        1.402        1.450
EBIT Margin                                                    10%             10%         10%          10%          10%          10%
 Total Depreciation                                            761             776         797          812          828          842
EBITDA                                                       1.852           1.982       2.062        2.150        2.217        2.279
EBITDA Margin                                                  17%             16%         16%          16%          16%          16%
 Other Non Opr Expense***                                       81              63          64           65           66           66
 Finance Income                                                  (6)             (4)         (4)          (4)          (4)          (4)
 Finance Expenses                                              166             169         112           56           57           58
NPBT                                                           880             988       1.104        1.233        1.283        1.329
Tax Loss Carry Forward                                            -               -           -            -            -            -
 Tax                                                           223             272         301          332          343          352
NPAT                                                           658             716         803          901          940          977



                                                                                                                                           -3-
Page 85
Lampiran 7 : Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Tanpa Rencana Perseroan

                                        2025        2026         2027         2028         2029            2030
Current Asset
Cash                                        186         489           328          842        1.310            612
Account Receivable                        2.952       3.408         3.571        3.737        3.832          3.945
Inventory                                 1.441       1.192         1.247        1.301        1.330          1.367
Other Current Asset                         466         466           466          466          466            466

Non Current Asset
Fixed Asset                              15.536      15.404        15.224       15.068       14.940         14.844
Goodwill                                    332         332           332          332          332            332
Other Non Current Asset                     318         318           318          318          318            318

Total Asset                              21.232      21.609        21.487       22.064       22.527         21.884

Current Liability
Account Payable                           3.763       4.710         4.943        5.175        5.300          4.301
Short Term Loan                             -           -             -            -            -              -
Current Portion of Long Term Loan           800         644           -            -            -              -
Other Current Liability                     700         543           387          234            81           (69)
                                                        -
Non Current Liability
Long Term Loan                              644         -             -            -            -              -
Other Non Current Liability               2.200       2.200         2.200        2.200        2.200          2.200

Equity
Paid in Capital                           9.524       9.524         9.524        9.524        9.524          9.524
Retained Earnings                         3.601       3.988         4.433        4.933        5.422          5.929

Total Liability & Equity                 21.232      21.609        21.487       22.064       22.527         21.884




                                                                                                                      -4-
Page 86
Lampiran 8 : Proyeksi Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Tanpa Rencana Perseroan

                                                             2025          2026        2027        2028        2029        2030
EBITDA                                                                       1.982        2.062       2.150       2.217       2.279
  Changes in NWC                                                               593         (131)       (129)       (138)     (1.287)
    De(in)crease accounts receivable trade and other                          (456)        (163)       (165)        (95)       (113)
    De(in)crease inventories                                                   249          (55)        (54)        (29)        (37)
    De(in)crease prepaid expenses and other current assets                      -           -           -           -           -
    In(de)crease operating liabilities                                         799            88          90        (13)     (1.137)
Net Cash Operation                                                           2.575        1.931       2.021       2.079         992
Interest Income                                                                   4            4           4          4           4
Interest & Finance Expense                                                    (169)        (112)        (56)        (57)        (58)
Tax Expense                                                                   (272)        (301)       (332)       (343)       (352)
Other expense (Income)                                                          (63)        (64)        (65)        (66)        (66)
Cash Flow Operation (CFO)                                      1.437         2.076        1.458       1.572       1.617         519

Cash Flow from Investment

Cash Flow Investment (CFI)                                      (469)         (487)        (462)       (502)       (547)       (596)

Cash Flow Financing
Short Term Loan/WCF Drawdown                                     -             -            -           -           -           -
Short Term Loan/WCF Repayment                                    -             -            -           -           -           -
Long Term Loan Drawdown                                          -             -            -           -           -           -
Long Term Loan Repayment                                        (400)         (800)        (644)        -           -           -
TCC Investment* / Right Issue                                    -             -            -           -           -           -
Divident                                                        (373)         (329)        (358)       (402)       (450)       (470)
Financial Lease                                                 (158)         (157)        (155)       (154)       (152)       (151)
Cash Flow Financing (CFF)                                       (931)       (1.286)      (1.158)       (555)       (603)       (621)


Net Cash Flow (NCF)                                                  37        303         (161)       514         467        (698)
Beginning Balance                                                   150        186          489        328         842       1.310
Effect of changes in foreign currency exchange rates                 (1)
Ending Balance                                                      186        489         328         842        1.310        612



                                                                                                                                       -5-
Page 87
Lampiran 9 : Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Dengan Rencana Perseroan
                                                                      2025       2026       2027       2028       2029       2030
Cement
    Cement Production (million Ton)                                      10,8       11,3       11,7       12,0       12,2      12,3
    Clinker Production (million Ton)                                       8,9        9,0        9,2        9,4        9,2       9,1
    Clinker Sales Volume (million Ton)                                     1,4        1,2        1,1        1,0        0,8       0,6
    Cement Sales Volume (million Ton)                                    11,4       11,9       12,3       12,6       12,7      12,9
Cement Prod + Clinker Sales (million Ton)                                12,2       12,5       12,8       13,1       12,9      12,9
Total Sales Volume (million Ton)                                         12,8       13,1       13,4       13,7       13,5      13,5
ASP (Rp. Thousand/Ton)                                                    828        848        863        880        905       928
Revenue Cement+Clinker                                                 10.617     11.078     11.555     12.024     12.227    12.487
COGS
Variable
  Fuel (Rp. Thousand/Ton Clinker Production)                              216        221        225        230        234       239
  Electricity (Rp. Thousand/Ton [Cement Production+Clinker Sales])         94         95         96         97         98        99
  Raw Material (Rp. Thousand/Ton [Cement Production+Clinker Sales])        77         79         80         82         83        85
  Logistics (Rp. Thousand/Ton Vol Sales)                                   65         66         67         68         70        71
  Packaging (Rp. Thousand/Ton Vol Sales)                                   33         33         34         35         35        36
Total Variable (Rp. Thousand/Ton)                                         485        494        502        511        520       530
Total Variable (Rp. Billion)                                            5.268      5.451      5.679      5.892      5.907     5.970
Fixed (Rp. Billion)
  Maintenance                                                             552        577        604        630        658       686
  Labor                                                                   585        614        645        677        711       747
  Depreciation                                                            631        644        663        676        689       703
  Tax & Insurance                                                         207        227        237        246        249       252
  Change Inventory                                                        636        714        736        758        781       805
  G&A                                                                     227        232        237        241        246       251
Total Fixed (Rp. Billion)                                               2.839      3.008      3.121      3.230      3.334     3.444
COGS Cement (Rp. Billion)                                               8.107      8.459      8.800      9.122      9.241     9.414

Non Cement
Revenue (Rp. Billion)                                                   1.197      1.789      1.888      2.001      2.120     2.247
COGS Non Cement/Supporting (Rp. Billion)                                  990      1.485      1.559      1.638      1.722     1.811
Gross Profit Non Cement (Rp. Billion)                                     207        305        330        363        398       436
Depreciation Non Cement                                                    79         80         82         83         85        85

Elim
Revenue (Rp. Billion)                                                    (346)      (385)      (409)      (434)      (460)     (488)
COGS Non Cement/Supporting (Rp. Billion)                                  346        385        409        434        460       488

Total Revenue (Rp. Billion)                                            11.468     12.482     13.034     13.591     13.888    14.246
COGS* (Rp. Billion)                                                     8.751      9.559      9.950     10.326     10.503    10.737
Gross Profit (Rp. Billion)                                              2.717      2.923      3.084      3.265      3.384     3.509
GPM                                                                     23,7%      23,4%      23,7%      24,0%      24,4%     24,6%
                                                                          196        281        298        319        341       365
                                                                          756        809        856        903        911       926




                                                                                                                                       -6-
Page 88
Lampiran 10 : Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Dengan Rencana Perseroan (Lanjutan)

                                                           2025            2026        2027         2028         2029         2030
Selling Expenses
Variable (Rp. Billion)
  Transport & Handling Cost(Rp. Thosand/Ton Sales Total)        74              83          86           89           93          96
Total Transport & Handling (Rp. Thosand/Ton Sales Total)        74              83          86           89           93          96
Total Variable (Rp. Billion)                                   952           1.090       1.154        1.221        1.252       1.291
Fixed (Rp. Billion)
  Labor                                                               59        79          83           87           92          96
  Maintenance                                                     -              0           0            0            0           0
  Depreciation                                                   1               1           1            1            1           1
  Other Selling Expenses                                        89             162         169          177          185         193
Total Fixed (Rp. Billion)                                      150             243         254          265          277         291
Total Selling Expenses (Rp. Billion)                         1.102           1.332       1.408        1.486        1.530       1.581
General & Admin Expenses
Fixed (Rp. Billion)
  Labor                                                        186             190            194          198          203      207
  G&A*                                                         158             165            173          181          190      200
  Depreciation**                                                10              10             11           11           11       11
  Maintenance                                                    1               1              1            1            1        1
Total G&A Expenses (Rp. Billion)                               355             367            379          392          405      419
Other Operating Income                                                 -          -             -            -            -          -
EBIT                                                         1.261           1.224       1.298        1.387        1.450       1.509
EBIT Margin                                                    11%             10%         10%          10%          10%         11%
 Total Depreciation                                            761             776         797          812          828         842
EBITDA                                                       1.991           1.991       2.084        2.187        2.264       2.338
EBITDA Margin                                                  17%             16%         16%          16%          16%         16%
 Other Non Opr Expense***                                       75              51          51           51           51          50
 Finance Income                                                  (6)             (4)         (4)          (4)          (4)         (4)
 Finance Expenses                                              166             169         112           56           57          58
NPBT                                                         1.025           1.009       1.139        1.283        1.345       1.404
Tax Loss Carry Forward                                            -               -           -            -            -           -
 Tax                                                           264             277         310          345          359         372
NPAT                                                           761             732         829       938,19          986       1.032



                                                                                                                                         -7-
Page 89
Lampiran 11 : Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Dengan Rencana Perseroan

                                                 2025        2026         2027          2028          2029        2030
Current Asset
Cash                                                 186          484          335           867         1.356       685
Account Receivable                                 2.952        3.467        3.621         3.775         3.858     3.957
Inventory                                          1.441        1.195        1.244         1.291         1.313     1.342
Other Current Asset                                  466          466          466           466           466       466

Non Current Asset
Fixed Asset                                       15.536      15.404        15.224        15.068        14.940    14.844
Goodwill                                             332         332           332           332           332       332
Other Non Current Asset                              318         318           318           318           318       318

Total Asset                                       21.232      21.666        21.540        22.117        22.582    21.945

Current Liability
Account Payable                                    3.763        4.804        5.014         5.221         5.321     4.295
Short Term Loan                                      -            -            -             -             -         -
Current Portion of Long Term Loan                    800          644          -             -             -         -
Other Current Liability                              700          543          387           234             81      (69)
                                                                  -
Non Current Liability
Long Term Loan                                       644          -            -             -             -         -
Other Non Current Liability                        2.200        2.200        2.200         2.200         2.200     2.200

Equity
Paid in Capital                                    9.524        9.524        9.524         9.524         9.524     9.524
Retained Earnings                                  3.601        3.952        4.415         4.939         5.456     5.995

Total Liability & Equity                          21.232      21.666        21.540        22.117        22.582    21.945



                                                                                                                            -8-
Page 90
Lampiran 12 : Proyeksi Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Dengan Rencana Perseroan

                                                             2025       2026       2027         2028         2029         2030
Cash Flow from Operation
EBITDA                                                                    1.991      2.084        2.187        2.264        2.338
  Changes in NWC                                                            624       (137)        (136)        (143)      (1.292)
    De(in)crease accounts receivable trade and other                       (515)      (153)        (155)         (82)        (100)
    De(in)crease inventories                                                246        (49)         (47)         (22)         (29)
    De(in)crease prepaid expenses and other current assets                  -          -            -            -            -
    In(de)crease operating liabilities                                      893          65           66         (39)      (1.163)
Net Cash Operation                                                        2.615      1.947        2.051        2.121        1.046
Interest Income                                                               4           4            4           4            4
Interest & Finance Expense                                                 (169)      (112)         (56)         (57)         (58)
Tax Expense                                                                (277)      (310)        (345)        (359)        (372)
Other expense (Income)                                                      (51)       (51)         (51)         (51)         (50)
Cash Flow Operation (CFO)                                      1.437      2.122      1.478        1.602        1.657          569

Cash Flow from Investment

Cash Flow Investment (CFI)                                      (469)      (487)      (462)        (502)        (547)       (596)

Cash Flow Financing
Short Term Loan/WCF Drawdown                                     -          -           -           -            -           -
Short Term Loan/WCF Repayment                                    -          -           -           -            -           -
Long Term Loan Drawdown                                          -          -           -           -            -           -
Long Term Loan Repayment                                        (400)      (800)       (644)        -            -           -
TCC Investment* / Right Issue                                    -          -           -           -            -           -
Divident                                                        (373)      (380)       (366)       (414)        (469)       (493)
Financial Lease                                                 (158)      (157)       (155)       (154)        (152)       (151)
Cash Flow Financing (CFF)                                       (931)    (1.337)     (1.165)       (568)        (621)       (644)


Net Cash Flow (NCF)                                              37        298        (149)            532          489     (671)
Beginning Balance                                               150        186         484             335          867    1.356
Effect of changes in foreign currency exchange rates             (1)
Ending Balance                                                  186        484            335          867     1.356         685



                                                                                                                                     -9-

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.18 MB
Published29 Oct 2025
Pages90
Characters297,588
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 81 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Solusi Bangun Indonesia Tbk p.1 ×23
linked person Prijo Sambodo p.4 ×6
linked person Fadlansyah Lubis p.4 ×2
linked person Agnes Marcellina p.4 ×2
linked person Herudi Kandau p.4 ×3
linked person Prasetyo Suharto p.4 ×2
linked person Shinji Fukami p.4 ×5
linked person Asri Mukhtar p.4 ×3
linked person Ainul Yaqin p.4 ×2
linked person Soni Asrul Sani p.4 ×3
linked person Edi Sarwono p.4 ×2
linked person Ony Suprihartono p.4 ×3
linked person Yasuhide Abe p.4 ×5
linked org Taiheiyo Cement Corporation p.28
linked org PT Solusi Bangun Andalas p.43
linked org Indocement Tunggal Prakarsa Tbk p.52 ×11
linked org Cemindo Gemilang Tbk p.52 ×11
linked org Semen Baturaja Tbk p.52 ×12
possible org Semen Indonesia (Persero) Tbk p.2 ×14
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×4
possible org Negara Republik Indonesia p.5 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.56
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2 ×4
unresolved person Nursatrio p.2 ×2
unresolved person Aulia Taufani · Notaris p.4 ×17
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH. p.4 ×4
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.5 ×4
unresolved person Abdul Latief · Notaris p.5 ×3
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. JA. p.5 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU- p.5 ×3
unresolved org Liana Ramon Xenia & Rekan p.5 ×6
unresolved org Liana Ramon Xenia p.5 ×4
unresolved org Imelda & Rekan p.6 ×4
unresolved org Imelda p.6 ×5
unresolved org Tanudiredja p.6 ×5
unresolved org Rintis & Rekan p.6 ×5
unresolved person Daniel Kohar p.6 ×4
unresolved person Damar Satrio Guntoro p.6 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×3
unresolved org KJPP Ruky p.11
unresolved org Safrudin & Rekan p.11
unresolved org Rekan Nursatrio p.11
unresolved person Nursatrio, MAPPI (Cert.) · Rekan p.11
unresolved person Signing Partner Nursatrio p.13
unresolved person Reviewer Rudi M. Safrudin p.13
unresolved org Departemen Penjualan p.16 ×2
unresolved org Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pasar p.16
unresolved org PT Semen Cibinong p.25
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.25
unresolved org Holcim Indonesia Tbk p.25 ×2
unresolved person Dr. Amrul Partomuan Pohan · Notaris p.25 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.25 ×4
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.25
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.25
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU- p.25
unresolved org PT Solusi Bangun Beton p.43
unresolved org PT Readymix Concrete Indonesia p.43
unresolved org PT Pendawa Lestari Perkasa p.43
unresolved org PT Aroma Cipta Anugrahtama p.43
unresolved org PT Ciptanugrah Indonesia p.43
unresolved org PT Aroma Sejahtera Indonesia p.43
unresolved org PT SBI Bangun Nusantara p.43
unresolved org Bank Sentral Rusia p.47
unresolved org Pusat Statistik p.47 ×2
unresolved org Kota Nusantara p.51
unresolved org PT Kobexindo Cement p.52
unresolved org PT Semen Gresik. p.56
unresolved org PT Semen Bosowa Maros p.56 ×3
unresolved org PT Jui Shin Indonesia p.56 ×2
unresolved org PT Tiga Roda p.57 ×3
unresolved org PT Semen Kupang p.57 ×3
unresolved org Departemen Perencanaan p.66
unresolved org Departemen Penjualan Perseroan Department p.66
unresolved org Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pasar Perseroan Department of Market Planning p.66
unresolved org Menteri BUMN p.68
unresolved org Milik Negara. p.68
unresolved org Siam City Cement Public Company Limited p.71
unresolved org Holdings Corporation p.71
unresolved org Asia Cement Corporation p.71
unresolved org TCC Group Holdings Co., Ltd. p.71

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 28318 ms 12 Sep 2026 22:34
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result