Back to announcement
20251023_SMCB_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31979262_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review SMCBSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 90
Page 1
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Laporan Studi Kelayakan Bisnis atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Oktober 2025
Page 2
Jakarta, 28 Oktober 2025 No. : RSR/R/B.281025.01 Kepada Yth. Direksi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Talavera Suite Lantai 15 Talavera Office Park Jl. TB Simatupang No. 22-26 Jakarta Selatan, 12430 Perihal : Laporan Studi Kelayakan Bisnis atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Dengan hormat, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (”SBI”/ “Perseroan”) merupakan anak perusahaan dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”). Perseroan bergerak dalam industri bahan bangunan, perdagangan, pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya. Dengan adanya strategi multimerek produk semen dari SIG, maka SIG memiliki berbagai jenis strategi penjualan, di mana salah satu strategi untuk menjual produk bermerek SIG menggunakan Managed Services Agreement (MSA) Koordinator Area antar Anak Usaha. MSA tersebut mengatur kompensasi atas management fee, koordinasi pemasaran, dan layanan operasional lainnya dalam rangka efektivitas pengelolaan distribusi dan penjualan semen. Mengingat Perseroan akan mengakui pendapatan dan beban management fee apabila skema ini diimplementasikan, maka Perseroan berencana menambahkan kegiatan usaha baru yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia - KBLI 70209), untuk selanjutnya disebut “Rencana Perseroan”. Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, Rencana Perseroan merupakan Perubahan Kegiatan Usaha sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 /POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17”). Sehubungan dengan Rencana Perseroan untuk memenuhi POJK 17, Perseroan wajib untuk menunjuk Penilai Independen untuk mempersiapkan Studi Kelayakan. Berikut kami sampaikan opini kami mengenai Kelayakan Bisnis atas Rencana Perseroan per tanggal 30 Juni 2025. Status Penilai RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober 2011. Penilai Publik yang menandatangani laporan Studi Kelayakan adalah penilai yang memiliki kompetensi dalam melakukan Studi Kelayakan. Penilai telah memperoleh izin sebagai Penilai Publik dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”). Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 335/KM.1/2024 tertanggal 21 Mei 2024 mengenai izin penilai Nursatrio, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai Penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan berkualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.24.00663 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal Penilai Bisnis dengan No. STTD.PB-60/PM-021/2024.
Page 3
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”.
Nama : PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Alamat : Talavera Suite Lantai 15
Talavera Office Park
Jl. TB Simatupang No. 22-26
Jakarta Selatan, 12430
Telepon : 021-2986 1000
Faksimile : 021-2986 3333
Website : https://solusibangunindonesia.com
Bidang usaha : Menjalankan usaha dalam bidang bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi dan pengelolaan limbah berbahaya
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dari Studi Kelayakan ini adalah untuk melakukan analisis atas kelayakan rencana
penambahan kegiatan usaha yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209)
sehubungan dengan Rencana Perseroan, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya serta tidak
dimaksudkan untuk kepentingan perbankan, dan perpajakan.
Tujuan penugasan adalah untuk melakukan Studi Kelayakan untuk keperluan Rencana Perseroan
pada perusahaan terbuka.
Objek Studi Kelayakan
Objek dalam Studi Kelayakan ini adalah penambahan lingkup usaha baru yaitu Aktivitas Konsultasi
Manajemen Lainnya (KBLI 70209) sehubungan dengan Rencana Perseroan.
SIG adalah perusahaan yang menjalankan usaha dalam bidang industri semen dan solusi bahan
bangunan. SIG memiliki sejumlah entitas anak yang terkonsolidasi di mana pada tahun 2024 terdiri
dari 17 entitas anak (termasuk Perseroan) yang dimiliki secara langsung (direct ownership) dan
sejumlah entitas yang dimiliki secara tidak langsung (indirect ownership) dengan lokasi operasi yang
tersebar di Indonesia dan Vietnam.
Dalam rangka memperkenalkan merek-merek produk semen lain yang dimiliki anak perusahaan
SIG, SIG menerapkan Managed Services Agreement (MSA) yang berlaku di lingkup anak-anak
perusahaan SIG. MSA merupakan skema transaksi jual beli semen dan/ atau klinker yang dilakukan
oleh masing-masing anak perusahaan SIG yang berperan sebagai Koordinator Area. MSA mencakup
penyediaan jasa pengelolaan penjualan, distribusi, dan pemasaran produk semen serta/ atau
klinker milik anak usaha SIG lainnya yang berperan sebagai Prinsipal Produsen kepada sub-
distributor dan pelanggan akhir pada setiap Area of Operation sesuai ketentuan perjanjian.
Dengan skema management fee diharapkan akan dapat semakin meningkatkan efektivitas dan
efisiensi pemasaran dan distribusi produk Perseroan, serta memperluas pangsa pasar dari anak
perusahaan SIG dan memperkenalkan merek anak perusahaan SIG ke pasar yang berada di luar
jangkauan pasar anak perusahaan SIG. Selain itu dengan skema management fee ini juga
diharapkan dapat menurunkan biaya logistik dalam pendistribusian dan penjualan produk
Perseroan maupun anak perusahaan SIG lainnya.
Tanggal Studi Kelayakan
Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan yang
digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 30 Juni 2025.
ii
Page 4
Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat kejadian penting (“Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan”) yaitu
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Perubahan tersebut berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Nomor 18 tanggal 12 Agustus 2025 oleh Aulia Taufani, S.H.,
Notaris di Kota Jakarta Selatan (“Akta Nomor 18/ 2025”). Akta tersebut sudah mendapatkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0329839 tanggal 26 Agustus 2025.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada saat Tanggal Studi Kelayakan dan
Setelah Tanggal Studi Kelayakan:
Per Tanggal Setelah Tanggal
Keterangan
Studi Kelayakan Studi Kelayakan
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Prijo Sambodo Fadlansyah Lubis
Komisaris Independen : Prijo Sambodo Agnes Marcellina Tjhin
Komisaris Independen : - Husnedi
Komisaris : Herudi Kandau Nugroho Prasetyo Suharto
Komisaris : Shinji Fukami Shinji Fukami
Direksi
Direktur Utama : Asri Mukhtar Ainul Yaqin
Direktur : Soni Asrul Sani Edi Sarwono
Direktur : Ony Suprihartono Asruddin
Direktur : Yasuhide Abe Yasuhide Abe
Sumber: Akta Nomor 18/ 2025 dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 30 Juni 2025
Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan tidak dapat dan/atau dilarang digunakan untuk
memutakhirkan hasil dan opini kelayakan pada saat Tanggal Studi Kelayakan. Sesuai SPI 2018: SPI
330:5.40, kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian (subsequent event) :
a. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian adalah kejadian-kejadian terkait objek
penilaian yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan tanggal laporan;
b. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian tidak dapat digunakan untuk
memutakhirkan hasil penilaian;
c. Dalam hal kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian tersebut mengandung
informasi yang dapat mempengaruhi nilai objek penilaian, maka Penilai harus
mengungkapkan sifat dan dampaknya dalam laporan penilaian; dan
d. Pengungkapan kejadian-kejadian penting sebagaimana dimaksud dalam butir 5.40.b) dan
huruf 5.40.c) harus secara jelas mengindikasikan bahwa pengungkapan tersebut tidak
dimaksudkan untuk mempengaruhi penentuan nilai pada saat Tanggal Penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan Studi Kelayakan ini.
Standar Studi Kelayakan
Laporan Studi Kelayakan ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun
2018 (SPI 2018) dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan
iii
Page 5
pada tanggal 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), serta menyesuaikan dengan POJK 17, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) dan Surat Edaran
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”).
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan ini, kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan Entitas Anak, SIG dan Entitas Anak, ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai
yang tercantum pada Proposal Penawaran Jasa Penilai Independen RSR/P-B/FS/010825 tanggal
1 Agustus 2025. Adapun biaya jasa dalam melakukan Studi Kelayakan telah memperhatikan
ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
Sumber Data dan Informasi
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini, kami telah
menelaah, mengacu, dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan oleh
manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Dokumen legalitas Perseroan:
a. Akta Pendirian Perseroan Nomor 53 tanggal 15 Juni 1971 dari Notaris Abdul Latief, S.H.,
dan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. JA.5/149/7 tanggal 23
September 1971 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal
12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.
b. Akta perubahan terakhir terkait Anggaran Dasar Perseroan:
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Nomor 91
tanggal 31 Mei 2024 oleh Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan dan Surat
Keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024.
c. Akta perubahan terkait Kejadian setelah Tanggal Studi Kelayakan:
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Nomor 18 tanggal 12 Agustus 2025 oleh
Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan dan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0329839 tanggal 26 Agustus 2025.
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan:
a. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Liana Ramon Xenia & Rekan dengan opini wajar dalam
semua hal yang material dan ditandatangani pada tanggal 26 September 2025 oleh Juan
Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
b. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon
Xenia & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani
iv
Page 6
pada tanggal 26 Maret 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik
No. AP. 1672.
c. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda &
Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
tanggal 7 Maret 2024 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No.
AP. 1672.
d. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Imelda &
Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
tanggal 23 Februari 2023 oleh Theodorus Bambang Dwi K.A., dengan Izin Akuntan Publik
No. AP. 1208.
e. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 22 Februari 2022 oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., dengan Izin
Akuntan Publik No. AP. 1130.
f. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., pada tanggal 3 Mei 2021 dengan Izin
Akuntan Publik No. AP. 1130.
3. Materi presentasi mengenai analisis kelayakan teknis, pola bisnis dan model manajemen
sehubungan dengan Rencana Perseroan yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
4. Materi presentasi mengenai Cement Market Overview and Marketing Strategy yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan.
5. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun 2025-2030
sebelum dan setelah Rencana Perseroan yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
RSR tidak melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan tersebut. Berdasarkan diskusi
dengan manajemen Perseroan, proyeksi keuangan tersebut telah mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang diwakili oleh
Bapak Damar Satrio Guntoro selaku Corporate Controlling Manager Perseroan pada tanggal
2 Oktober 2025 sehubungan dengan Studi Kelayakan ini.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Surat Pernyataan (Representation
Letter) dari manajemen Perseroan No. 001/Fin-SBI/X/2025 tanggal 22 Oktober 2025 sehubungan
dengan penugasan Studi Kelayakan.
Dalam melakukan Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, kami juga memperoleh bantuan dari
tenaga ahli DDTC Consulting berdasarkan laporan No. 041/DDTC-1A/X/2025 untuk melakukan
kajian atas kewajaran asumsi besaran management fee yang digunakan dalam Rencana Perseroan.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti website Aswath Damodaran, S&P Capital IQ dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang
kami anggap relevan dengan penugasan Studi Kelayakan.
v
Page 7
Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan
Laporan Studi Kelayakan ini menghasilkan kesimpulan yang berupa pendapat yang menyatakan
kelayakan Rencana Perseroan, di mana Penilai terlebih dahulu melakukan analisis kajian kelayakan
pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model manajemen dan kelayakan
keuangan.
Dalam kajian kelayakan keuangan, analisis dilakukan dari berbagai aspek yang saling berkaitan
untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar prospek, dampak dan manfaat atas Rencana
Perseroan, serta mengukur tingkat balikan (return) yang diperoleh dari jumlah investasi yang
ditanamkan. Analisis tersebut meliputi sumber dan target pendapatan operasional serta biaya-
biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya operasional langsung dan beban usaha, modal kerja
dan investasi.
Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode yaitu :
a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
(present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus kas
masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek dapat
dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif;
b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
pengembalian lebih lama, atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break
even point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik,
sedangkan periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati;
c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh
berdasarkan nilai kini dari arus kas masuk tersebut nilainya akan sama dengan nilai kini dari
investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila nilai IRR lebih
besar dari imbal hasil yang diharapkan (dalam Rencana Perseroan ini, tingkat pengembalian
yang diharapkan adalah Weighted Average Cost of Capital/ WACC); dan
d. Profitability index (P/I), merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode. Nilai tambah yang didapat dari investasi
diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal periode dengan jumlah arus kas
yang dihasilkan selama periode berjalannya proyek.
Apabila P/I dihasilkan dari suatu proyek sama dengan satu, maka arus kas dari proyek setiap
tahun tidak menghasilkan nilai tambah. Apabila P/I lebih besar dari satu, maka nilai arus kas
yang dihasilkan dari proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
Sedangkan P/I lebih kecil dari satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun
tidak menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan. Dalam menganalisis P/I suatu proyek maka
kelayakan dapat dinilai apabila nilai P/I lebih dari satu.
Dalam Studi Kelayakan ini, kami hanya menggunakan metode Net Present Value (NPV) terhadap
Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF). Tingkat diskonto yang
digunakan untuk sebagai dasar untuk perhitungan NPV adalah WACC. Analisis dilakukan dengan
mengestimasi nilai tambah yang diperoleh Perseroan yang tercermin dari perbandingan antara
proyeksi arus kas Perseroan jika dilakukan Rencana Perseroan dengan proyeksi arus kas Perseroan
jika tidak dilakukan Rencana Perseroan (incremental/ with and without benefit).
vi
Page 8
Asumsi, Kondisi Pembatas, Tingkat Kedalaman Investigasi dan Tenaga Ahli
Asumsi
Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas
dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi Kelayakan, data dan informasi
yang diperoleh baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya
keakuratannya.
Laporan Studi Kelayakan ini disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen Perseroan yang telah kami kaji
kewajaran proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan menurut pendapat kami Proyeksi
Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen Perseroan
adalah wajar, namun kami tidak bertanggung jawab terhadap pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam laporan Studi Kelayakan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Studi Kelayakan dari Perseroan
Kondisi Pembatas
Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi kami terhadap hukum
dan standar Studi Kelayakan yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga tidak dimaksudkan untuk
diaplikasikan, dianalisis atau diinterpretasikan menurut peraturan perundang-undangan di negara
lain. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas.
Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana disediakan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data yang
diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam Studi Kelayakan, kami menggunakan data
sebagaimana tercantum pada bagian Sumber Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan kami
secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan dan Entitas Anak serta tidak mempertimbangkan sudut pandang para pemangku
kepentingan (stakeholders) lain serta aspek-aspek lainnya.
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Studi Kelayakan disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan ini
dikeluarkan.
Studi Kelayakan ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Studi Kelayakan seperti yang telah diuraikan
di atas.
vii
Page 9
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Studi Kelayakan hingga tanggal penerbitan laporan Studi
Kelayakan ini, tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi
maupun industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap Perseroan dan
Entitas Anak serta rencana bisnis dan anggaran Perseroan dan Entitas Anak.
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Studi Kelayakan, dan juga bukan merupakan analisis
penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Studi Kelayakan.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial. Kami tidak melakukan penelitian atas kajian aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis dan aspek model manajemen yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan
maupun keabsahan Rencana Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, karena hal
tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Kami juga berpegang kepada Surat Pernyataan (Representation Letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan Studi Kelayakan, bahwa Perseroan telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan Studi Kelayakan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan wawancara,
penelaahan, penghitungan dan analisis. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan
manajemen Perseroan terkait dengan penugasan Studi Kelayakan.
Tenaga Ahli
Dalam melakukan Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan bantuan dari tenaga
ahli yaitu DDTC Consulting untuk melakukan kajian atas kewajaran asumsi besaran management
fee yang digunakan dalam Rencana Perseroan. Kajian tersebut telah disampaikan dalam laporan
No. 041/DDTC-1A/X/2025.
Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan Studi Kelayakan bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian
atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan dan
RSR, mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat mempengaruhi
kompetisi dan operasional Perseroan.
Kesimpulan
Berikut adalah hasil analisis kelayakan atas Rencana Perseroan:
a. Kelayakan Pasar
Penambahan kegiatan usaha Perseroan diperlukan sebagai bagian dari rencana SIG untuk
mengimplementasikan skema Managed Service Agreement (MSA) antar anak usaha. Dalam MSA,
Perseroan akan bertindak sebagai Koordinator Area Region 3 dan akan menerima pendapatan
management fee dari anak usaha SIG yang lain dalam setiap penjualan yang dilakukan dalam Region
3. Sebaliknya, Perseroan akan membayar beban management fee kepada anak usaha SIG lain dalam
setiap penjualan yang dilakukan di luar Region 3. Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
Perseroan akan mengembalikan fungsi penjualan dan pemasaran Perseroan yang sebelumnya
dikelola terpusat oleh SIG.
viii
Page 10
Sebagai bagian dari SIG, strategi dan kegiatan pemasaran yang dilakukan Perseroan senantiasa
menginduk pada SIG. Dengan mempertimbangkan persaingan di industri semen yang sangat
kompetitif, SIG telah merumuskan strategi yang dipandang sesuai dan efektif dalam menghadapi
kompetisi di industri bahan bangunan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Perseroan, maka disimpulkan bahwa
aspek pasar ini adalah layak.
b. Kelayakan Teknis
Kelayakan teknis ditinjau dari sisi ketersediaan dan kualitas sumber daya, kapasitas produksi, dan
alur proses produksi.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dalam Rencana Perseroan, maka disimpulkan bahwa
aspek teknis ini adalah layak.
c. Kelayakan Pola Bisnis
Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tambah,
keunggulan kompetitif Perseroan dalam kegiatan produksi dan kemampuan pesaing dalam meniru
produk, sehingga Perseroan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen Perseroan atas Rencana
Perseroan, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah
layak.
d. Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen Perseroan, di mana untuk memulai
kegiatan usaha ini Perseroan telah memiliki struktur organisasi, manajemen Sumber Daya Manusia
(SDM), serta manajemen risiko dan mitigasi risiko, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru
dari aspek model manajemen adalah layak.
e. Kelayakan Keuangan
Berdasarkan kajian dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat semua
asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, hasil analisis kelayakan keuangan adalah sebagai
berikut:
- Net Present Value (NPV)
NPV atas Rencana Perseroan positif sebesar Rp466.000.000.000, atau lebih besar dari 0,
artinya kegiatan usaha KBLI baru layak dilaksanakan.
- Internal Rate of Return (IRR)
Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
Internal Rate of Return tidak dapat dilakukan
- Profitability Index (P/I)
Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
Profitability Index tidak dapat dilakukan.
- Payback Period (PP)
Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
Payback Period tidak dapat dilakukan.
ix
Page 11
Berdasarkan kajian analisis atas kelayakan aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
manajemen, dan aspek keuangan, maka disimpulkan bahwa Rencana Perseroan adalah LAYAK
untuk dilaksanakan.
Penutup
Laporan Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatkan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
Laporan Studi Kelayakan ini.
Jakarta, 28 Oktober 2025
Hormat kami,
KJPP Ruky, Safrudin & Rekan
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
STTD OJK No. : STTD.PB-60/PM-021/ 2024
MAPPI No. : 12-S-03901
x
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah
ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan ini, kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan Entitas Anak, SIG dan Entitas Anak,
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
2. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Selanjutnya, Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama
sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini dan
kami hanya menerima imbalan sesuai yang tercantum pada Proposal Penawaran Jasa Penilai
Independen RSR/P-B/FS/010825 tanggal 1 Agustus 2025. Adapun biaya jasa dalam
melakukan Studi Kelayakan telah memperhatikan ketentuan yang diatur oleh IKJPP MAPPI.
3. Penilai bertanggung jawab atas opini laporan Studi Kelayakan.
4. Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per tanggal 30 Juni 2025.
5. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Studi
Kelayakan pada Tanggal Studi Kelayakan dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan
Studi Kelayakan sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
6. Laporan Studi Kelayakan ini disusun sesuai dengan SPI 2018 dengan Edisi Revisi pada SPI 300,
SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan pada tanggal 1 Maret 2020 dan KEPI seperti
yang ditetapkan oleh MAPPI, serta menyesuaikan dengan POJK 17, POJK 35 dan SEOJK 17.
7. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada laporan
Studi Kelayakan ini.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan dalam laporan Studi Kelayakan
ini. Data yang dianalisis tersebut sebagaimana terdapat pada sumber data diperoleh dari
berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan.
9. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan Studi Kelayakan ini.
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.
11. Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang diwakili
oleh Bapak Damar Satrio Guntoro selaku Corporate Controlling Manager Perseroan pada
tanggal 2 Oktober 2025 sehubungan dengan Studi Kelayakan ini.
12. Dalam melakukan Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan bantuan dari
tenaga ahli sebagaimana telah dijelaskan dalam laporan Ini.
13. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
profesional dalam menyiapkan Studi Kelayakan.
xi
Page 13
14. Tidak seorang pun Penilai Publik atau Penilai Beregister yang telah menyediakan bantuan
profesional dalam menyiapkan laporan Studi Kelayakan, kecuali yang disebutkan dalam
laporan ini.
Jakarta, 28 Oktober 2025
Signing Partner
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.24.00663
STTD OJK No. : STTD.PB-60/PM-021/2024
MAPPI No. : 12-S-03901 ......................................................
Reviewer
Rudi M. Safrudin, MAPPI (Cert.)
Penilai Bisnis
Izin Penilai Publik No. : B-1.10.00269
STTD OJK No. : STTD.PB-23/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI No. : 00-S-01349 ......................................................
Penilai
Ari Kurnia
MAPPI No. : 11-T-03180
Register No. : RMK-2017.00649 .....................................................
Hairiza
MAPPI No. : 18-P-08363
Register No. : RMK-2021.04065 .....................................................
Renhard Vesta Sirait
MAPPI No. : 21-P-11126
Register No. : RMK-2024.04940 .....................................................
xii
Page 14
DAFTAR ISI
1 PENDAHULUAN ................................................................................................................................ 1
1.1 NOMOR DAN TANGGAL LAPORAN STUDI KELAYAKAN ...................................................................................... 1
1.2 STATUS PENILAI ....................................................................................................................................... 1
1.3 IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN ................................................................................... 1
1.4 MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN .................................................................................................... 2
1.5 OBJEK STUDI KELAYAKAN .......................................................................................................................... 2
1.6 TANGGAL STUDI KELAYAKAN ...................................................................................................................... 2
1.7 KEJADIAN SETELAH TANGGAL STUDI KELAYAKAN............................................................................................ 2
1.8 STANDAR STUDI KELAYAKAN ...................................................................................................................... 3
1.9 INDEPENDENSI PENILAI ............................................................................................................................. 4
1.10 SUMBER DATA DAN INFORMASI .................................................................................................................. 4
1.11 ASUMSI, KONDISI PEMBATAS, TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI DAN TENAGA AHLI ........................................... 5
1.12 PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI...................................................................................... 7
2 KETERANGAN PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK ............................................................................... 8
2.1 KETERANGAN PERSEROAN ......................................................................................................................... 8
2.1.1. RIWAYAT SINGKAT ................................................................................................................................... 8
2.1.2. MAKSUD DAN TUJUAN SERTA KEGIATAN USAHA............................................................................................ 8
2.1.3. STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN SUSUNAN PEMEGANG SAHAM ......................................................................... 11
2.1.4. SUSUNAN DEWAN KOMISARIS DAN DIREKSI ................................................................................................ 11
2.1.5. INFORMASI PERPAJAKAN ......................................................................................................................... 12
2.2 IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK ............................................................. 12
2.3 ENTITAS ANAK ...................................................................................................................................... 26
3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI ................................................................... 27
3.1 KONDISI UMUM PEREKONOMIAN ............................................................................................................. 27
3.1.1 Kondisi Perekonomian Dunia ..................................................................................................... 27
3.1.2 Kondisi dan Prospek Perekonomian Indonesia .......................................................................... 30
3.2 INDUSTRI SEMEN ................................................................................................................................... 33
3.2.1 Gambaran Umum....................................................................................................................... 33
3.2.2 Kompetisi dan Pangsa Pasar ...................................................................................................... 34
3.2.3 Prospek Industri ......................................................................................................................... 36
3.2.4 Analisis SWOT ............................................................................................................................ 38
4 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR .............................................................................................. 39
4.1 KONDISI DAN POTENSI PASAR .................................................................................................................. 39
4.2 PESAING USAHA .................................................................................................................................... 39
4.3 STRATEGI PEMASARAN............................................................................................................................ 40
4.4 PANGSA PASAR ..................................................................................................................................... 41
4.5 TARGET PASAR ...................................................................................................................................... 41
4.6 KESIMPULAN ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR......................................................................................... 41
5 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK TEKNIS .............................................................................................. 42
5.1 KETERSEDIAN DAN KUALITAS SUMBER DAYA ............................................................................................ 42
5.2 KAPASITAS PRODUKSI ............................................................................................................................ 42
5.3 ALUR PROSES PRODUKSI........................................................................................................................ 43
5.4 KESIMPULAN ANALISIS KELAYAKAN TEKNIS............................................................................................... 44
xiii
Page 15
6 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK POLA BISNIS ................................................................................... 45
6.1 KEMAMPUAN MENCIPTAKAN NILAI ........................................................................................................... 45
6.2 KEUNGGULAN KOMPETITIF ...................................................................................................................... 47
6.3 KEMAMPUAN PESAING DALAM MENIRU PRODUK ........................................................................................ 48
6.4 KESIMPULAN ANALISIS KELAYAKAN ASPEK POLA BISNIS................................................................................. 48
7 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 49
7.1 STRUKTUR ORGANISASI ........................................................................................................................... 49
7.2 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)........................................................................................... 50
7.3 MANAJEMEN RISIKO DAN MITIGASI RISIKO ................................................................................................. 50
7.4 KESIMPULAN ANALISIS KELAYAKAN ASPEK MODEL MANAJEMEN .................................................................... 51
8 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK KEUANGAN ...................................................................................... 52
8.1 KAJIAN KELAYAKAN KEUANGAN ................................................................................................................ 52
8.2 PENENTUAN TINGKAT DISKONTO .............................................................................................................. 53
8.3 ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK ...................................................................... 55
8.4 ANALISIS PROYEKSI KEUANGAN DENGAN DAN TANPA RENCANA PERSEROAN ..................................................... 58
8.5 ANALISIS KELAYAKAN KEUANGAN.............................................................................................................. 59
8.6 ANALISIS SENSITIVITAS ............................................................................................................................ 60
9 KESIMPULAN .................................................................................................................................. 62
xiv
Page 16
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2-1 : Perkembangan Jumlah Liabilitas, Jumlah Ekuitas dan Jumlah Aset Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak ..................................................................................................................................................... 16
Gambar 2-2 : Perkembangan Segmen Pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak .................... 17
Gambar 2-3 : Perkembangan Pendapatan, Laba Kotor, Laba Periode/ Tahun Berjalan, Laba Komprehensif
dan Laba per Saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak .................................................................... 21
Gambar 2-4 : Perkembangan Arus Kas dari Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas Pendanaan
serta Kenaikan (Penurunan) Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak ......................................... 24
Gambar 3-1 : Perkembangan Produksi Semen Global Tahun 2020-2024 ....................................................... 33
Gambar 3-2 : Perkembangan Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun 2020-2024 ... 34
Gambar 3-3 : Negara Produsen Semen Global Tahun 2024 ............................................................................ 35
Gambar 3-4 : Volume Penjualan Semen Perusahaan Publik Indonesia Tahun 2024 ...................................... 36
Gambar 3-5 : Proyeksi Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia Tahun 2025-2030.............. 37
Gambar 3-6 : Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras Proyek Konstruksi di Indonesia
Tahun 2025 - 2029 ........................................................................................................................................... 38
Gambar 5-1 : Lokasi Kegiatan Usaha dan Wilayah Operasional Perseroan ..................................................... 42
Gambar 5-2 : Alur Proses Produksi Semen dan Terak Perseroan .................................................................... 43
Gambar 5-3 : Alur Proses Produksi Semen dan Terak Perseroan (Lanjutan) .................................................. 44
Gambar 6-1 : Produk Perseroan - Semen Ramah Lingkungan (Eco-Friendly Cement Products) ..................... 45
Gambar 6-2 : Produk Perseroan - Solusi Konstruksi Bernilai Tambah (Value-Added Construction Solutions) 47
Gambar 7-1 : Struktur Organisasi Departemen Penjualan Perseroan ............................................................. 49
Gambar 7-2 : Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pasar Perseroan ............................................. 49
xv
Page 17
DAFTAR TABEL
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................. 11
Tabel 2-2 : Informasi Perpajakan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan ......................................... 12
Tabel 2-3 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak ........................................... 13
Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak (Lanjutan) ......................... 14
Tabel 2-5 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak ................................................................................................................................................................. 16
Tabel 2-6 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak ....................................................... 22
Tabel 2-7 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak ......................................................... 25
Tabel 2-8 : Entitas Anak Perseroan .................................................................................................................. 26
Tabel 3-1 : Pertumbuhan Ekonomi .................................................................................................................. 28
Tabel 3-2 : Tingkat Inflasi ................................................................................................................................. 29
Tabel 3-3 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sisi Pengeluaran ...................................................................... 31
Tabel 3-4 : Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha ................................................................................ 32
Tabel 3-5 : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ................................................................................... 33
Tabel 5-1 : Kapasitas Produksi Semen Perseroan ............................................................................................ 43
Tabel 7-1 : Informasi Sumber Daya Manusia Perseroan ................................................................................. 50
Tabel 8-1 : Estimasi Rata-rata Unlevered Beta dan DER Perusahaan Pembanding ......................................... 54
Tabel 8-2 : Estimasi WACC ............................................................................................................................... 55
Tabel 8-3 : Asumsi Skema MSA ....................................................................................................................... 56
Tabel 8-4 : Asumsi Pertumbuhan Proyeksi Keuangan ..................................................................................... 56
Tabel 8-5 : Proyeksi Beban Operasional .......................................................................................................... 57
Tabel 8-6 : Proyeksi Biaya Bahan Baku ............................................................................................................ 57
Tabel 8-7 : Rasio Proyeksi Dengan dan Tanpa Rencana Perseroan ................................................................. 58
Tabel 8-8 : Proyeksi FCFF - Tanpa Rencana Perseroan .................................................................................... 59
Tabel 8-9 : Proyeksi FCFF - Dengan Rencana Perseroan .................................................................................. 60
Tabel 8-10 : Net Present Value (NPV) .............................................................................................................. 60
Tabel 8-11 : Analisis Sensitivitas ...................................................................................................................... 61
xvi
Page 18
1 PENDAHULUAN
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (”SBI”/ “Perseroan”) merupakan anak perusahaan dari PT Semen
Indonesia (Persero) Tbk (“SIG”). Perseroan bergerak dalam industri bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi, dan pengelolaan limbah berbahaya.
Dengan adanya strategi multimerek produk semen dari SIG, maka SIG memiliki berbagai jenis
strategi penjualan, di mana salah satu strategi untuk menjual produk bermerek SIG menggunakan
Managed Services Agreement (MSA) Koordinator Area antar Anak Usaha. MSA tersebut mengatur
kompensasi atas management fee, koordinasi pemasaran, dan layanan operasional lainnya dalam
rangka efektivitas pengelolaan distribusi dan penjualan semen.
Mengingat Perseroan akan mengakui pendapatan dan beban management fee apabila skema ini
diimplementasikan, maka Perseroan berencana menambahkan kegiatan usaha baru yaitu Aktivitas
Konsultasi Manajemen Lainnya (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia - KBLI 70209), untuk
selanjutnya disebut “Rencana Perseroan”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, Rencana Perseroan merupakan Perubahan Kegiatan
Usaha sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 /POJK.04/2020
tanggal 20 April 2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK 17”).
Sehubungan dengan Rencana Perseroan untuk memenuhi POJK 17, Perseroan wajib untuk
menunjuk Penilai Independen untuk mempersiapkan Studi Kelayakan.
Berikut kami sampaikan opini kami mengenai Kelayakan Bisnis atas Rencana Perseroan per tanggal
30 Juni 2025.
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan
RSR telah menyusun Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Solusi
Bangun Indonesia Tbk dengan Laporan No.: RSR/R/B.281025.01 dan telah ditandatangani oleh
Penilai Publik pada tanggal 28 Oktober 2025.
1.2 Status Penilai
RSR memiliki izin usaha dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.11.0095 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1131/KM.1/2011 tanggal 14 Oktober
2011.
Penilai Publik yang menandatangani laporan Studi Kelayakan adalah penilai yang memiliki
kompetensi dalam melakukan Studi Kelayakan. Penilai telah memperoleh izin sebagai Penilai Publik
dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan terdaftar sebagai Penilai di Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”).
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 335/KM.1/2024 tertanggal 21 Mei
2024 mengenai izin penilai Nursatrio, MAPPI (Cert.) yang ditetapkan sebagai Penilai di Bidang Jasa
Penilaian Bisnis dengan berkualifikasi Penilai Bisnis (B) No. B-1.24.00663 dan terdaftar sebagai
profesi penunjang pasar modal di OJK berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar
Modal Penilai Bisnis dengan No. STTD.PB-60/PM-021/2024.
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Dalam laporan ini, Perseroan bertindak sebagai “Pemberi Tugas” dan “Pengguna Laporan”.
Nama : PT Solusi Bangun Indonesia Tbk
Alamat : Talavera Suite Lantai 15
1
Page 19
Talavera Office Park
Jl. TB Simatupang No. 22-26
Jakarta Selatan, 12430
Telepon : 021-2986 1000
Faksimile : 021-2986 3333
Website : https://solusibangunindonesia.com
Bidang usaha : Menjalankan usaha dalam bidang bahan bangunan, perdagangan,
pertambangan, transportasi dan pengelolaan limbah berbahaya
1.4 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dari Studi Kelayakan ini adalah untuk melakukan analisis atas kelayakan rencana
penambahan kegiatan usaha yaitu Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya (KBLI 70209)
sehubungan dengan Rencana Perseroan, tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya serta tidak
dimaksudkan untuk kepentingan perbankan, dan perpajakan.
Tujuan penugasan adalah untuk melakukan Studi Kelayakan untuk keperluan Rencana Perseroan
pada perusahaan terbuka.
1.5 Objek Studi Kelayakan
Objek dalam Studi Kelayakan ini adalah penambahan lingkup usaha baru yaitu Aktivitas Konsultasi
Manajemen Lainnya (KBLI 70209) sehubungan dengan Rencana Perseroan.
SIG adalah perusahaan yang menjalankan usaha dalam bidang industri semen dan solusi bahan
bangunan. SIG memiliki sejumlah entitas anak yang terkonsolidasi di mana pada tahun 2024 terdiri
dari 17 entitas anak (termasuk Perseroan) yang dimiliki secara langsung (direct ownership) dan
sejumlah entitas yang dimiliki secara tidak langsung (indirect ownership) dengan lokasi operasi yang
tersebar di Indonesia dan Vietnam.
Dalam rangka memperkenalkan merek-merek produk semen lain yang dimiliki anak perusahaan
SIG, SIG menerapkan Managed Services Agreement (MSA) yang berlaku di lingkup anak-anak
perusahaan SIG. MSA merupakan skema transaksi jual beli semen dan/ atau klinker yang dilakukan
oleh masing-masing anak perusahaan SIG yang berperan sebagai Koordinator Area. MSA mencakup
penyediaan jasa pengelolaan penjualan, distribusi, dan pemasaran produk semen serta/ atau
klinker milik anak usaha SIG lainnya yang berperan sebagai Prinsipal Produsen kepada sub-
distributor dan pelanggan akhir pada setiap Area of Operation sesuai ketentuan perjanjian.
Dengan skema management fee diharapkan akan dapat semakin meningkatkan efektivitas dan
efisiensi pemasaran dan distribusi produk Perseroan, serta memperluas pangsa pasar dari anak
perusahaan SIG dan memperkenalkan merek anak perusahaan SIG ke pasar yang berada di luar
jangkauan pasar anak perusahaan SIG. Selain itu dengan skema management fee ini juga
diharapkan dapat menurunkan biaya logistik dalam pendistribusian dan penjualan produk
Perseroan maupun anak perusahaan SIG lainnya.
1.6 Tanggal Studi Kelayakan
Studi Kelayakan ini dilakukan per tanggal 30 Juni 2025, parameter dan laporan keuangan yang
digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 30 Juni 2025.
1.7 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Studi Kelayakan, yaitu tanggal 30 Juni 2025, sampai dengan tanggal diterbitkannya
laporan ini, terdapat kejadian penting (“Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan”) yaitu
perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. Perubahan tersebut berdasarkan Akta
2
Page 20
Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Nomor 18 tanggal 12 Agustus 2025 oleh Aulia Taufani, S.H.,
Notaris di Kota Jakarta Selatan (“Akta Nomor 18/ 2025”). Akta tersebut sudah mendapatkan Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0329839 tanggal 26 Agustus 2025.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada saat Tanggal Studi Kelayakan dan
Setelah Tanggal Studi Kelayakan:
Per Tanggal Setelah Tanggal
Keterangan
Studi Kelayakan Studi Kelayakan
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Prijo Sambodo Fadlansyah Lubis
Komisaris Independen : Prijo Sambodo Agnes Marcellina Tjhin
Komisaris Independen : - Husnedi
Komisaris : Herudi Kandau Nugroho Prasetyo Suharto
Komisaris : Shinji Fukami Shinji Fukami
Direksi
Direktur Utama : Asri Mukhtar Ainul Yaqin
Direktur : Soni Asrul Sani Edi Sarwono
Direktur : Ony Suprihartono Asruddin
Direktur : Yasuhide Abe Yasuhide Abe
Sumber: Akta Nomor 18/ 2025 dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per 30 Juni 2025
Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan tidak dapat dan/atau dilarang digunakan untuk
memutakhirkan hasil dan opini kelayakan pada saat Tanggal Studi Kelayakan. Sesuai SPI 2018: SPI
330:5.40, kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian (subsequent event) :
a. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian adalah kejadian-kejadian terkait objek
penilaian yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan tanggal laporan;
b. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian tidak dapat digunakan untuk
memutakhirkan hasil penilaian;
c. Dalam hal kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian tersebut mengandung
informasi yang dapat mempengaruhi nilai objek penilaian, maka Penilai harus
mengungkapkan sifat dan dampaknya dalam laporan penilaian; dan
d. Pengungkapan kejadian-kejadian penting sebagaimana dimaksud dalam butir 5.40.b) dan
huruf 5.40.c) harus secara jelas mengindikasikan bahwa pengungkapan tersebut tidak
dimaksudkan untuk mempengaruhi penentuan nilai pada saat Tanggal Penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan Studi Kelayakan ini.
1.8 Standar Studi Kelayakan
Laporan Studi Kelayakan ini disusun sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun
2018 (SPI 2018) dengan Edisi Revisi pada SPI 300, SPI 310, SPI 320, dan SPI 330 yang ditetapkan
pada 1 Maret 2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) seperti yang ditetapkan oleh Masyarakat
Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), serta menyesuaikan dengan POJK 17, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020 (“POJK 35”) dan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”).
3
Page 21
1.9 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Studi Kelayakan ini, kami telah bertindak secara independen tanpa adanya
konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan Entitas Anak, SIG dan Entitas Anak, ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan perusahaan tersebut.
Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
Selanjutnya, Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pada pihak mana pun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini
yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai
yang tercantum pada Proposal Penawaran Jasa Penilai Independen RSR/P-B/FS/010825 tanggal 1
Agustus 2025. Adapun biaya jasa dalam melakukan Studi Kelayakan telah memperhatikan
ketentuan yang diatur oleh Ikatan Kantor Jasa Penilai Publik (IKJPP) MAPPI.
1.10 Sumber Data dan Informasi
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini, kami telah
menelaah, mengacu, dan mempertimbangkan atas data dan dokumen yang disampaikan oleh
manajemen Perseroan atas hal-hal sebagai berikut:
1. Dokumen legalitas Perseroan:
a. Akta Pendirian Perseroan Nomor 53 tanggal 15 Juni 1971 dari Notaris Abdul Latief, S.H.,
dan Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. JA.5/149/7 tanggal 23
September 1971 dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal
12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.
b. Akta perubahan terakhir terkait Anggaran Dasar Perseroan:
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Nomor 91
tanggal 31 Mei 2024 oleh Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan dan Surat
Keputusan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024.
c. Akta perubahan terkait Kejadian setelah Tanggal Studi Kelayakan:
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perseroan Nomor 18 tanggal 12 Agustus 2025 oleh
Aulia Taufani, S.H., Notaris di Kota Jakarta Selatan dan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0329839 tanggal 26 Agustus 2025.
2. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan:
a. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim
untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Liana Ramon Xenia & Rekan dengan opini wajar dalam
semua hal yang material dan ditandatangani pada tanggal 26 September 2025 oleh Juan
Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No. AP. 1672.
b. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon
Xenia & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani
pada tanggal 26 Maret 2025 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik
No. AP. 1672.
c. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda &
4
Page 22
Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
tanggal 7 Maret 2024 oleh Juan Ramon Junius Siahaan dengan Izin Akuntan Publik No.
AP. 1672.
d. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Imelda &
Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan ditandatangani pada
tanggal 23 Februari 2023 oleh Theodorus Bambang Dwi K.A dengan Izin Akuntan Publik
No. AP. 1208.
e. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani pada tanggal 22 Februari 2022 oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., dengan Izin
Akuntan Publik No. AP. 1130.
f. Opini dan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material dan
ditandatangani oleh Daniel Kohar, S.E., CPA., pada tanggal 3 Mei 2021 dengan Izin
Akuntan Publik No. AP. 1130.
3. Materi presentasi mengenai analisis kelayakan teknis, pola bisnis dan model manajemen
sehubungan dengan Rencana Perseroan yang disiapkan oleh manajemen Perseroan.
4. Materi presentasi mengenai Cement Market Overview and Marketing Strategy yang disiapkan
oleh manajemen Perseroan.
5. Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun 2025-2030
sebelum dan setelah Rencana Perseroan yang telah disiapkan oleh manajemen Perseroan.
RSR tidak melakukan penyesuaian atas proyeksi keuangan tersebut berdasarkan diskusi
dengan manajemen Perseroan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami telah melakukan wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan yang diwakili oleh
Bapak Damar Satrio Guntoro selaku Corporate Controlling Manager Perseroan pada tanggal
2 Oktober 2025 sehubungan dengan Studi Kelayakan ini.
Atas data yang telah disampaikan tersebut, kami telah menerima Surat Pernyataan (Representation
Letter) dari manajemen Perseroan No. 001/Fin-SBI/X/2025 tanggal 22 Oktober 2025 sehubungan
dengan penugasan Studi Kelayakan.
Dalam melakukan Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, kami juga memperoleh bantuan dari
tenaga ahli DDTC Consulting berdasarkan laporan No. 041/DDTC-1A/X/2025 untuk melakukan
kajian atas kewajaran asumsi besaran management fee yang digunakan dalam Rencana Perseroan.
Kami juga menggunakan berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak dan elektronik,
seperti website Aswath Damodaran, S&P Capital IQ dan Bank Indonesia, serta hasil analisis lain yang
kami anggap relevan dengan penugasan Studi Kelayakan.
1.11 Asumsi, Kondisi Pembatas, Tingkat Kedalaman Investigasi dan Tenaga Ahli
Asumsi
Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah melakukan penelaahan atas
dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi Kelayakan, data dan informasi
yang diperoleh baik dari manajemen Perseroan maupun dari sumber lain yang dapat dipercaya
5
Page 23
keakuratannya.
Laporan Studi Kelayakan ini disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen Perseroan yang telah kami kaji
kewajaran proyeksi dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan menurut pendapat kami Proyeksi
Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen Perseroan
adalah wajar, namun kami tidak bertanggung jawab terhadap pencapaiannya.
Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam laporan Studi Kelayakan.
Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Studi Kelayakan dari Perseroan
Kondisi Pembatas
Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi kami terhadap hukum
dan standar Studi Kelayakan yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga tidak dimaksudkan untuk
diaplikasikan, dianalisis atau diinterpretasikan menurut peraturan perundang-undangan di negara
lain. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Pemberi Tugas.
Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data. Dalam
menyusun Studi Kelayakan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana disediakan oleh manajemen Perseroan, yang mana berdasarkan hakikat kewajaran
adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas penjelasan maupun data yang
diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak
dapat memberikan jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan dari
informasi atau penjelasan tersebut.
Sebagai dasar bagi kami untuk melakukan analisis dalam Studi Kelayakan, kami menggunakan data
sebagaimana tercantum pada bagian Sumber Data dan Informasi sebagai bahan penelaahan,
perhitungan dan analisis.
Segala perubahan terhadap data tersebut di atas dapat mempengaruhi hasil Studi Kelayakan kami
secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan
terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
Studi Kelayakan ini disusun hanya dengan mempertimbangkan sudut pandang pemegang saham
Perseroan dan Entitas Anak serta tidak mempertimbangkan sudut pandang para pemangku
kepentingan (stakeholders) lain serta aspek-aspek lainnya.
Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan pengendalian internal,
kesalahan atau kecurangan dalam laporan keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau
pelanggaran hukum.
Studi Kelayakan disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan ini
dikeluarkan.
Studi Kelayakan ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Studi Kelayakan seperti yang telah diuraikan
di atas.
Kami menganggap bahwa sejak Tanggal Studi Kelayakan hingga tanggal penerbitan laporan Studi
Kelayakan ini, tidak terdapat kejadian luar biasa yang secara material, baik secara makro ekonomi
maupun industri, saat kini maupun yang akan datang, dapat berpengaruh terhadap Perseroan dan
Entitas Anak serta rencana bisnis dan anggaran Perseroan dan Entitas Anak.
6
Page 24
Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk menganalisis transaksi-
transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan yang mungkin tersedia bagi Perseroan serta pengaruh dari
transaksi-transaksi tersebut terhadap Tujuan Studi Kelayakan, dan juga bukan merupakan analisis
penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Studi Kelayakan.
Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara khusus hanya terbatas
pada aspek finansial. Kami tidak melakukan penelitian atas kajian aspek pasar, aspek teknis, aspek
pola bisnis dan aspek model manajemen yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan
maupun keabsahan Rencana Perseroan dari segi hukum dan implikasi aspek perpajakan, karena hal
tersebut berada di luar lingkup penugasan kami.
Kami juga berpegang kepada Surat Pernyataan (Representation Letter) dari manajemen Perseroan
atas penugasan kami untuk mempersiapkan laporan Studi Kelayakan, bahwa Perseroan telah
menyampaikan seluruh informasi penting dan relevan berkenaan dengan Studi Kelayakan dan
sepanjang pengetahuan manajemen Perseroan tidak ada faktor material yang belum diungkapkan
dan dapat menyesatkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melakukan penugasan, tidak ada batas atau pembatasan dalam melakukan wawancara,
penelaahan, penghitungan dan analisis. RSR telah melakukan wawancara dan diskusi dengan
manajemen Perseroan terkait dengan penugasan Studi Kelayakan.
Tenaga Ahli
Dalam melakukan Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, RSR menggunakan bantuan dari tenaga
ahli yaitu DDTC Consulting untuk melakukan kajian atas kewajaran asumsi besaran management
fee yang digunakan dalam Rencana Perseroan. Kajian tersebut telah disampaikan dalam laporan
No. 041/DDTC-1A/X/2025
1.12 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi
Laporan Studi Kelayakan bersifat terbuka untuk publik, namun demikian publikasi atas sebagian
atau keseluruhan dari laporan harus mendapatkan persetujuan dari manajemen Perseroan dan
RSR, mengingat kemungkinan adanya informasi yang bersifat rahasia dan dapat mempengaruhi
kompetisi dan operasional Perseroan.
7
Page 25
2 KETERANGAN PERSEROAN DAN ENTITAS ANAK
2.1 Keterangan Perseroan
2.1.1. Riwayat Singkat
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas terbuka yang pertama kali didirikan dengan nama
PT Semen Cibinong berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia di bawah kerangka Undang-
Undang No. 1 Tahun 1970 sebagaimana diubah oleh Undang-Undang No. 11 Tahun 1970 tentang
Penanaman Modal Asing. Perseroan didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 53 tanggal 15 Juni
1971, dibuat di hadapan Abdul Latief, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. J.A.5/149/7
tanggal 23 September 1971 dan diumumkan pada Berita Negara Republik Indonesia No. 82 tanggal
12 Oktober 1971, Tambahan No. 466.
Perseroan mengalami perubahan nama menjadi PT Holcim Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 21
tanggal 30 November 2005, dibuat di hadapan Dr. Amrul Partomuan Pohan, S.H., LL.M, Notaris di
Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. C-34995 HT.01.04.TH.2005 tanggal 30 Desember
2005. Akta tersebut juga telah didaftarkan dalam Kantor Pendaftaran Perusahaan Kodya Jakarta
Selatan No. 54/RUB.09.03/I/2006 tanggal 24 Januari 2006 dan telah diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 10 tanggal 3 Februari 2006, Tambahan No. 1311/2006.
Kemudian pada tahun 2019, Perseroan kembali melakukan perubahan nama menjadi PT Solusi
Bangun Indonesia Tbk berdasarkan Akta No. 11 tanggal 11 Februari 2019, dibuat di hadapan Aulia
Taufani, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan No. AHU-0008550.AH.01.02.
TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut juga telah diberitahukan kepada Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0097407 tanggal 18 Februari 2019. Akta tersebut
juga telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia di bawah No. AHU-0026748.AH.01.11.TAHUN 2019 tanggal 18 Februari 2019.
Anggaran Dasar Perseroan telah diubah dari waktu ke waktu, terakhir kali diubah berdasarkan:
▪ Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No. 52 tanggal 13 Oktober 2021, dibuat di
hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah diberitahukan kepada Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0460469 tanggal 13 Oktober 2021 dan telah
didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-0177878.AH.01.11.TAHUN 2021 tanggal 13 Oktober 2021; juncto/ jo
▪ Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Nomor 91 tanggal
31 Mei 2024, dibuat di hadapan Aulia Taufani, S.H., Notaris di Jakarta, yang telah mendapatkan
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
0034010.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 dan telah didaftarkan dalam Daftar
Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
0113559.AH.01.11.TAHUN 2024 tanggal 10 Juni 2024 ("Akta No. 52/2021 jo No. 91/2024").
2.1.2. Maksud dan Tujuan Serta Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha
dalam bidang:
8
Page 26
▪ Industri pengolahan;
▪ Konstruksi;
▪ Pengangkutan dan pergudangan;
▪ Aktivitas penyewaan dan sewa guna usaha tanpa hak opsi;
▪ Ketenagakerjaan, agen perjalanan dan penunjang usaha lainnya;
▪ Perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor;
▪ Treatment air, treatment air limbah, treatment dan pemulihan material sampah dan
aktivitas remediasi;
▪ Aktivitas profesional ilmiah dan teknis;
▪ Pertambangan dan penggalian; dan
▪ Real estat.
Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas Perseroan dapat melaksanakan kegiatan-
kegiatan usaha utama sebagai berikut:
Bidang Industri Pengolahan :
• Industri kemasan dan kotak dari kertas dan karton;
• Industri bata, mortar, semen, dan sejenisnya yang tahan api;
• Industri barang tahan api dari tanah liat/keramik lainnya;
• Industri batu bata dari tanah liat/keramik;
• Industri semen;
• Industri barang dari semen dan kapur untuk konstruksi; dan
• Industri mortar atau beton siap pakai.
Bidang Konstruksi :
• Konstruksi gedung industri; dan
• Konstruksi gedung lainnya.
Bidang Pengangkutan dan Pergudangan :
• Angkutan bermotor untuk barang khusus;
• Angkutan laut perairan pelabuhan dalam negeri untuk barang;
• Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus;
• Angkutan laut dalam negeri perintis untuk barang;
• Angkutan laut luar negeri untuk barang umum;
• Angkutan laut luar negeri untuk barang khusus;
• Angkutan laut luar negeri pelayaran rakyat;
• Angkutan sungai dan danau untuk barang khusus;
• Pergudangan dan penyimpanan;
• Penanganan kargo (bongkar muat barang); dan
• Aktivitas pelayanan kepelabuhan laut.
Bidang Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen
Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya :
• Sewa guna usaha tanpa hak opsi intelektual properti, bukan karya hak cipta; dan
• Aktivitas pengepakan.
Bidang Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor :
• Perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak;
• Perdagangan besar genteng, batu bata, ubin, dan sejenisnya dari tanah liat, kapur, semen
atau kaca;
9
Page 27
• Perdagangan besar semen, kapur, pasir dan batu;
• Perdagangan besar berbagai macam material bangunan; dan
• Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya.
Bidang Treatment Air, Treatment Aur Limbah, Treatment dan Pemulihan Material Sampah, dan
Aktivitas Remediasi :
• Aktivitas penunjang treatment air;
• Pengumpulan air limbah tidak berbahaya;
• Treatment dan pembuangan air limbah tidak berbahaya;
• Treatment dan pembuangan air limbah berbahaya;
• Pengumpulan limbah dan sampah tidak berbahaya;
• Pengumpulan limbah berbahaya;
• Treatment dan pembuangan limbah dan sampah tidak berbahaya;
• Treatment dan pembuangan limbah berbahaya; dan
• Aktivitas remediasi dan pengelolaan limbah dan sampah lainnya.
Bidang Aktivitas Profesional, Ilmiah dan Teknis :
• Aktivitas konsultasi manajemen lainnya;
• Jasa pengujian laboratorium;
• Analisis dan uji teknis lainnya
• Penelitian dan pengembangan teknologi dan rekayasa; dan
• Aktivitas profesional, ilmiah dan teknis lainnya yang tidak termasuk dalam lainnya.
Bidang Aktivitas Pertambangan dan Penggalian
• Penggalian batu hias dan batu bangunan;
• Penggalian baru kapur/gamping;
• Penggalian krikil/sirtu;
• Penggalian pasir;
• Penggalian tanah dan tanah liat;
• Penggalian batu, pasir dan tanah liat lainnya; dan
• Penggalian kuarsa/pasir kuarsa.
Bidang Real Estat :
• Real estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
Untuk mencapai maksud dan tujuan serta untuk menunjang kegiatan usaha utama Perseroan
tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha penunjang sebagai berikut:
• Melakukan pengecekan awal limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah sebelum dilakukan
pengelolaan;
• Melakukan pemilahan, pengemasan dan pengolahan limbah B3, limbah bukan B3 dan
sampah yang diperlukan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku;
• Melakukan pemuatan limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah sesuai dengan hasil
penelaahan sehingga siap diangkut ke tempat pengelolaan secara aman sesuai dengan
prosedur keselamatan;
• Melakukan pengecekan ulang pada saat bahan limbah diterima di lokasi pengelolaan untuk
selanjutnya dilakukan proses pengumpulan limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah di
lokasi pengelolaan;
• Melakukan penyiapan awal yang diperlukan untuk limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah
bisa dimanfaatkan;
• Melakukan pemanfaatan dan/atau pengolahan limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah di
10
Page 28
fasilitas pabrik pembuatan semen;
• Melakukan pengecekan awal terhadap izin dan kondisi fisik kendaraan pengangkut;
• Membuat pelaporan secara berkala terhadap bahan limbah B3, limbah bukan B3 dan
sampah yang diterima dan dimanfaatkan untuk dikirimkan ke instansi terkait;
• Melakukan kegiatan konsultasi pengelolaan limbah B3, limbah bukan B3 dan sampah,
pengukuran dan uji analisis, sebagai bagian dari kegiatan penelitian; dan
• Memberikan jasa konsultasi manajemen kepada perusahaan afiliasi dari Perseroan sebagai
kegiatan penunjang dari kegiatan usaha dari afiliasi Perseroan tersebut.
Perseroan mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah),
Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,86 juta ton semen per tahun.
Kantor pusat Perseroan berada di Gedung Talavera Suite Lantai 15, Talavera Office Park, Jl. TB
Simatupang No. 22-26, Jakarta, Indonesia.
2.1.3. Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni
2025, struktur kepemilikan dan susunan pemegang saham Perseroan per Tanggal Studi kelayakan
adalah sebagai berikut:
Tabel 2-1 : Struktur Kepemilikan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Nominal Kepemilikan
Keterangan Jumlah Saham
(Juta Rupiah) (%)
Modal Dasar 30.651.600.000 15.325.800
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk 7.533.148.888 3.766.574 83,52%
Taiheiyo Cement Corporation 1.367.396.991 683.698 15,16%
Publik 118.836.094 59.418 1,32%
Jumlah Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 9.019.381.973 4.509.691 100,00%
Jumlah Saham Dalam Portepel 21.632.218.027 10.816.109
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2025
2.1.4. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan dewan komisaris dan direksi Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak per tanggal 30 Juni 2025 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Prijo Sambodo
Komisaris Independen : Prijo Sambodo
Komisaris : Herudi Kandau Nugroho
Komisaris : Shinji Fukami
Direksi
Direktur Utama : Asri Mukhtar
Direktur : Soni Asrul Sani
Direktur : Ony Suprihartono
Direktur : Yasuhide Abe
11
Page 29
2.1.5. Informasi Perpajakan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan. Pajak penghasilan
kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi, kecuali untuk pajak penghasilan yang berasal dari
transaksi atau kejadian yang langsung diakui ke ekuitas atau penghasilan komprehensif lain. Dalam
hal ini, pajak penghasilan diakui dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.
Beban pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada akhir
periode pelaporan. Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan metode balance
sheet liability untuk semua perbedaan temporer yang berasal dari selisih antara dasar pengenaan
pajak aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keuangan konsolidasian. Namun,
liabilitas pajak penghasilan tangguhan tidak diakui jika berasal dari pengakuan awal goodwill.
Berikut adalah rincian informasi perpajakan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak:
Tabel 2-2 : Informasi Perpajakan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 30 Juni
Keterangan 2020 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
a. Tagihan pengembalian pajak
Pajak penghasilan badan 161.355 319.671 316.474 112.758 152.669 182.534
Pajak lain-lain 194.271 193.875 184.670 17.730 14.048 45.617
Cadangan penyisihan tagihan
pengembalian pajak - - (59.050) (13.141) (12.165) (38.766)
Jumlah 355.626 513.546 442.094 117.347 154.552 189.385
b. Pajak lain-lain dibayar di muka
Jumlah 139.236 401.334 582.030 525.154 609.659 323.376
c. Utang pajak
PPh badan 46.359 271 17.953 21.997 2.704 2.484
Pajak lain-lain 5.875 16.992 10.935 13.057 6.266 6.732
Jumlah 52.234 17.263 28.888 35.054 8.970 9.216
d. Beban pajak penghasilan
Beban pajak kini 74.099 32.286 238.502 233.017 222.826 66.933
Beban pajak tangguhan 130.160 335.294 90.639 92.853 43.122 25.829
Penyesuaian tahun lalu 122.651 5.893 1.453 10.111 5.644 -
Jumlah 326.910 373.473 330.594 335.981 271.592 92.762
e. Pajak tangguhan
Jumlah aset pajak tangguhan 18.507 32.903 32.232 30.188 33.398 29.915
Jumlah liabilitas pajak tangguhan (674.445) (1.011.863) (1.112.133) (1.203.377) (1.230.890) (1.254.431)
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
2.2 Ikhtisar Data Keuangan Penting Perseroan dan Entitas Anak
Ikhtisar data keuangan penting Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak berdasarkan pada:
(i) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan Interim untuk periode enam
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon Xenia
& Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
(ii) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP Liana Ramon Xenia & Rekan
dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
(iii) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022-2023 yang telah diaudit oleh KAP Imelda & Rekan;
12
Page 30
dan
(iv) Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Anak Perusahaan untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020-2021 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan.
Tabel 2-3 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 30 Juni
Keterangan 2020 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 526.813 290.567 294.344 339.455 150.342 205.670
Piutang usaha
Pihak ketiga 312.708 151.930 250.343 198.850 178.161 160.471
Pihak berelasi 2.024.834 3.128.112 2.476.106 3.588.223 2.317.488 2.190.385
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 45.756 119.160 71.635 109.299 116.656 84.753
Pihak berelasi 32.513 71.094 83.386 110.318 147.841 226.161
Persediaan 1.048.354 1.019.014 1.262.429 1.171.348 1.151.302 1.289.895
Pajak lain-lain dibayar di muka 139.236 401.334 582.030 525.154 609.659 323.376
Biaya dibayar di muka 28.761 30.851 10.228 24.493 9.968 25.509
Aset derivatif - - - - 67 -
Aset lancar lainnya 57.240 26.207 28.659 23.918 22.312 24.574
Jumlah Aset Lancar 4.216.215 5.238.269 5.059.160 6.091.058 4.703.796 4.530.794
Aset Tidak Lancar
Kas dan setara kas yang
dibatasi penggunaannya 22.934 23.927 30.316 35.533 46.554 48.799
Aset pajak tangguhan 18.507 32.903 32.232 30.188 33.398 29.915
Aset tetap dan tanah
pertambangan 15.258.887 15.007.206 15.260.436 15.383.772 15.449.192 15.245.033
Aset hak-guna 466.378 271.332 159.915 151.424 261.969 302.443
Tagihan pengembalian pajak
Pajak penghasilan badan 161.355 319.671 316.474 112.758 152.669 182.534
Pajak lain-lain 194.271 193.875 125.620 4.589 1.883 6.851
Goodwill 331.808 331.808 331.808 331.808 331.808 331.808
Aset tidak lancar lainnya 67.770 72.032 62.549 65.609 65.083 62.161
Jumlah Aset Tidak Lancar 16.521.910 16.252.754 16.319.350 16.115.681 16.342.556 16.209.544
Jumlah Aset 20.738.125 21.491.023 21.378.510 22.206.739 21.046.352 20.740.338
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Jumlah Aset
Selama tahun 2020-2024, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 0,37%. Pada tahun
2020, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 5,98%
dari tahun 2019 yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama
karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi.
Pada tahun 2021, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 3,63% terutama karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi. Pada tahun 2022,
jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 0,52%
terutama karena penurunan piutang usaha - pihak berelasi.
Pada tahun 2023, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 3,87% terutama karena peningkatan piutang usaha - pihak berelasi. Jumlah aset
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami penurunan pada tahun 2024 sebesar
5,23% yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena
13
Page 31
penurunan piutang usaha - pihak berelasi.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, jumlah aset Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp20,74 triliun.
Tabel 2-4 : Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak (Lanjutan)
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 30 Juni
Keterangan 2020 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
Pihak ketiga 1.636.149 1.936.700 2.363.590 2.253.090 1.952.230 1.764.922
Pihak berelasi 378.832 1.164.491 1.737.590 2.029.229 1.401.741 1.149.614
Utang lain-lain
Pihak ketiga 100.574 60.122 81.916 51.242 83.112 136.832
Pihak berelasi 10.175 3.269 991 145.311 8.526 337.719
Utang pajak
Pajak penghasilan badan 46.359 271 17.953 21.997 2.704 2.484
Pajak lain-lain 5.875 16.992 10.935 13.057 6.266 6.732
Beban masih harus dibayar 316.652 224.278 281.174 296.911 252.867 329.828
Liabilitas derivatif 1.098 132 603 7 - 9
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 209.803 279.586 218.946 185.406 248.205 127.838
Pinjaman bank jangka panjang
jatuh tempo dalam satu tahun
Pihak ketiga 1.100.000 - - 400.000 400.000 700.000
Liabilitas sewa jatuh tempo
dalam satu tahun 335.748 213.565 135.462 122.633 108.992 111.726
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 4.141.265 3.899.406 4.849.160 5.518.883 4.464.643 4.667.704
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas pajak tangguhan 674.445 1.011.863 1.112.133 1.203.377 1.230.890 1.254.431
Pinjaman bank jangka panjang 7.269.246 4.380.372 2.734.547 2.337.097 1.539.857 1.140.881
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 531.070 529.996 482.868 463.355 562.466 494.917
Provisi untuk restorasi 75.749 91.053 82.901 87.977 88.867 95.531
Utang lain-lain
Pihak berelasi - - - - 121.648 120.214
Provisi jangka panjang 252.039 265.324 216.783 35.062 30.057 14.034
Liabilitas sewa 228.132 113.937 40.080 56.374 93.814 140.301
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 9.030.681 6.392.545 4.669.312 4.183.242 3.667.599 3.260.309
Jumlah Liabilitas 13.171.946 10.291.951 9.518.472 9.702.125 8.132.242 7.928.013
Ekuitas
Modal saham 3.831.450 4.509.691 4.509.691 4.509.691 4.509.691 4.509.691
Tambahan modal disetor 2.587.309 5.014.275 5.014.275 5.014.275 5.014.275 5.014.275
Komponen ekuitas lain
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pascakerja setelah pajak (210.859) (261.104) (223.134) (221.420) (288.620) (284.387)
Saldo laba
Dicadangkan 766.290 766.290 766.290 901.938 901.938 901.938
Belum dicadangkan 591.989 1.169.920 1.792.916 2.300.130 2.776.826 2.670.808
Jumlah Ekuitas 7.566.179 11.199.072 11.860.038 12.504.614 12.914.110 12.812.325
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 20.738.125 21.491.023 21.378.510 22.206.739 21.046.352 20.740.338
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Jumlah Liabilitas
Jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 11,36%. Pada tahun 2020, jumlah liabilitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 4,66% dari tahun 2019 terutama
14
Page 32
karena peningkatan pinjaman bank jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun - pihak ketiga.
Pada tahun 2021, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 21,86% yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut terutama
karena penurunan pinjaman bank jangka panjang. Pada tahun 2022, jumlah liabilitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami penurunan sebesar 7,52% terutama karena
penurunan pinjaman bank jangka panjang.
Pada tahun 2023, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 1,93% terutama karena peningkatan pinjaman bank jangka panjang jatuh
tempo dalam satu tahun - pihak ketiga. Pada tahun 2024, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 16,18% terutama karena penurunan pada total
utang usaha (pihak ketiga dan berelasi).
Selama tahun 2020-2024, rata-rata rasio liabilitas terhadap aset dan rata-rata rasio liabilitas
terhadap ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak masing-masing sebesar 0,48x dan
0,97x.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, jumlah liabilitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat
sebesar Rp7,93 triliun dengan rasio liabilitas terhadap aset dan rasio liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing sebesar 0,38x dan 0,62x.
Jumlah Ekuitas
Jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 mengalami
peningkatan secara CAGR sebesar 14,30%. Pada tahun 2020, jumlah ekuitas Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 8,36% dari tahun 2019 terutama
karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.
Pada tahun 2021, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 48,01% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut terutama
karena adanya tambahan modal disetor. Pada tahun 2022, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 5,90% terutama karena peningkatan saldo laba
yang belum dicadangkan.
Pada tahun 2023, jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 5,43% terutama karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan. Pada tahun 2024,
jumlah ekuitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 3,27%
terutama karena peningkatan saldo laba yang belum dicadangkan.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, jumlah Konsolidasian ekuitas Perseroan dan Entitas Anak tercatat
sebesar Rp12,81 triliun.
15
Page 33
Gambar 2-1 : Perkembangan Jumlah Liabilitas, Jumlah Ekuitas dan Jumlah Aset
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
(dalam triliun Rupiah)
25,00
21,49 21,38 22,21
21,05 20,74
20,74
20,00
7,57
11,20 11,86 12,50
15,00 12,91 12,81
10,00
13,17
5,00 10,29 9,52 9,70
8,13 7,93
-
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Jumlah Aset
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Tabel 2-5 : Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 30 Juni
Keterangan 2020 2021* 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan 10.108.220 11.218.181 12.262.048 12.371.333 11.818.978 4.973.697
Beban pokok pendapatan (7.124.690) (8.365.429) (9.330.140) (9.597.271) (9.263.093) (3.934.978)
Laba Kotor 2.983.530 2.852.752 2.931.908 2.774.062 2.555.885 1.038.719
Beban Usaha
Distribusi dan penjualan (965.140) (964.184) (1.040.626) (948.597) (954.720) (430.204)
Umum dan administrasi (397.370) (394.547) (347.121) (352.506) (365.423) (143.839)
(Rugi) laba selisih kurs (37.909) 4.020 122 (2.271) 24.819 (16.312)
Rugi (laba) dari penghapusan
aset tetap (16.755) 1.093 (418) (261) (264) -
Lainnya - bersih 78.496 38.967 (98.184) 732 (8.656) (4.640)
Laba Sebelum Bunga
dan Pajak Penghasilan 1.644.852 1.538.101 1.445.681 1.471.159 1.251.641 443.724
Penghasilan keuangan 6.970 3.572 6.678 5.333 5.545 3.357
Beban keuangan (673.924) (454.856) (282.489) (245.866) (240.504) (87.792)
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 977.898 1.086.817 1.169.870 1.230.626 1.016.682 359.289
Beban pajak penghasilan (326.910) (373.473) (330.594) (335.981) (271.592) (92.762)
Laba Periode/ Tahun Berjalan 650.988 713.344 839.276 894.645 745.090 266.527
Laba (rugi) komprehensif lain
Pengukuran kembali atas liabilitas
-setelah
imbalan pajak
kerja jangka
tangguhan
panjang
terkait (25.409) (25.061) 48.272 2.148 (86.019) 5.428
Beban (manfaat) pajak terkait (6.950) 5.363 (10.302) (434) 18.819 (1.195)
Jumlah Laba Komprehensif
Periode/ Tahun Berjalan 618.629 693.646 877.246 896.359 677.890 270.760
Laba per saham - dasar dan dilusian
(nilai penuh) 85 87 93 99 83 30
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
16
Page 34
Pendapatan
Pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas empat segmen usaha dari divisi
operasi semen, beton siap pakai, agregat dan jasa konstruksi lainnya.
Selama tahun 2020-2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 3,99%. Pada tahun 2020, pendapatan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 8,59% dari tahun 2019, yang
merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena penurunan
pendapatan dari segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2021, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
sebesar 10,98% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama
karena peningkatan pendapatan dari segmen semen. Pada tahun 2022, pendapatan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami peningkatan sebesar 9,31% terutama karena
peningkatan pendapatan dari segmen semen.
Pada tahun 2023, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan
terbatas sebesar 0,89% dengan peningkatan tertinggi pendapatan dari segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2024, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 4,46% terutama karena penurunan pendapatan dari segmen semen.
Selama tahun 2020-2024, segmen pendapatan semen memberikan kontribusi terbesar terhadap
total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak dengan kontribusi rata-rata sebesar
89,84%. Selanjutnya segmen pendapatan beton siap pakai memberikan kontribusi rata-rata
sebesar 8,60%% terhadap total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak. Sedangkan
segmen pendapatan agregat dan jasa konstruksi lainnya memberikan kontribusi dengan rata-rata
masing-masing sebesar 0,89% dan 0,67% terhadap total pendapatan Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat
sebesar Rp4,97 triliun dengan kontribusi dari segmen usaha semen, beton siap pakai, agregat, dan
jasa konstruksi lainnya masing-masing sebesar 90,73%, 7,94%, 1,17%, dan 0,16%.
Gambar 2-2 : Perkembangan Segmen Pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
(dalam triliun Rupiah)
14,00
12,00
10,00
8,00
6,00
4,00
2,00
-
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Agregat 0,08 0,12 0,09 0,09 0,13 0,06
Jasa konstruksi lainnya 0,13 0,04 0,07 0,10 0,04 0,01
Beton siap pakai 0,66 0,82 1,17 1,22 1,15 0,40
Semen 9,24 10,24 10,93 10,96 10,49 4,51
Pendapatan 10,11 11,22 12,26 12,37 11,82 4,97
Semen Beton siap pakai Jasa konstruksi lainnya Agregat Pendapatan
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
17
Page 35
Beban pokok pendapatan
Beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri dari bahan baku yang
digunakan, biaya pabrikasi, serta gaji dan upah.
Selama tahun 2020-2024, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif peningkatan secara CAGR sebesar 6,78%. Pada tahun 2020, beban pokok
pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 12,82% dari
tahun 2019, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama karena
penurunan pada beban pabrikasi.
Pada tahun 2021, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 17,41% yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut
terutama karena peningkatan biaya pabrikasi. Pada tahun 2022, beban pokok pendapatan
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 11,53% terutama
karena peningkatan biaya pabrikasi.
Pada tahun 2023, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 2,86% terutama karena peningkatan pada beban pabrikasi. Pada tahun 2024,
beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar
3,48% terutama karena penurunan biaya pabrikasi.
Rata-rata porsi beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun
2020-2024 adalah sebesar 75,42%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban pokok pendapatan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp3,93 triliun dengan porsi beban pokok pendapatan sebesar 79,12%.
Beban Distribusi dan Penjualan
Beban distribusi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas ongkos angkut domestik dan
ongkos angkut ekspor. Sementara beban penjualannya terdiri atas gaji, upah, dan tunjangan; biaya
tenaga kerja outsource; jasa profesional; sewa; bahan bakar; konferensi dan rapat; perjalanan;
penyusutan dan deplesi; penyusutan aset hak-guna; lainnya.
Selama tahun 2020-2024, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 0,27%. Pada tahun 2020, beban distribusi
dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 7,74% dari
tahun 2019 terutama karena penurunan beban ongkos angkut domestik.
Pada tahun 2021, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali
mengalami penurunan sebesar 0,10% terutama karena penurunan beban iklan dan promosi. Pada
tahun 2022, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 7,93%, yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut,
terutama karena peningkatan beban ongkos angkut domestik.
Pada tahun 2023, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami penurunan sebesar 8,84%, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun
tersebut, terutama karena penurunan beban gaji, upah, dan tunjangan. Pada tahun 2024, beban
distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar
0,65% terutama karena peningkatan beban ongkos angkut domestik.
Rata-rata porsi beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama
tahun 2020-2024 adalah sebesar 8,48%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban distribusi dan penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp430,20 miliar dengan porsi beban distribusi dan penjualan sebesar 8,65%.
18
Page 36
Beban Umum dan Administrasi
Beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak terdiri atas gaji, upah, dan
tunjangan; donasi dan representasi; biaya tenaga kerja outsource; jasa profesional; pemeliharaan
data dan sistem, proyek regional dan shared services; konferensi dan rapat; penyusutan aset hak
guna; perjalanan; perjalanan; sewa; biaya bank; perbaikan dan pemeliharaan; penyusutan dan
deplesi; pendidikan, pelatihan, dan pengembangan; pemulihan/ cadangan kerugian kredit
ekspektasian; lisensi, dan izin; lain-lain.
Selama tahun 2020-2024, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,07%. Pada tahun 2020, beban umum dan
administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 39,30% dari
tahun 2019 yang merupakan penurunan tertinggi selama periode tahun tersebut terutama karena
penurunan beban pemeliharaan data dan sistem, proyek regional dan shared services.
Pada tahun 2021, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali
mengalami penurunan sebesar 0,71% terutama karena penurunan jasa profesional. Pada tahun
2022, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
penurunan sebesar 12,02% terutama karena penurunan cadangan kerugian kredit ekspektasian.
Pada tahun 2023, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami peningkatan sebesar 1,55% terutama karena peningkatan beban gaji, upah, dan
tunjangan. Pada tahun 2024, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak mengalami peningkatan sebesar 3,66% terutama karena peningkatan beban gaji, upah, dan
tunjangan.
Rata-rata porsi beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama
tahun 2020-2024 adalah sebesar 3,24%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, beban umum dan administrasi Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak tercatat sebesar Rp143,84 miliar dengan porsi beban umum dan administrasi sebesar 2,89%.
Laba Kotor
Selama tahun 2020-2024, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 3,79%. Pada tahun 2020, laba kotor Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 3,41% dari tahun 2019, yang
merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama karena penurunan
biaya fabrikasi pada beban pokok pendapatan.
Pada tahun 2021, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 4,38% terutama karena peningkatan biaya fabrikasi pada beban pokok pendapatan. Pada
tahun 2022, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar
2,77% terutama karena peningkatan pendapatan dari segmen semen.
Pada tahun 2023, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 5,38% terutama karena peningkatan terbatas pendapatan dari segmen beton siap pakai.
Pada tahun 2024, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan
sebesar 7,86%, yang merupakan penurunan terbesar selama periode tahun tersebut, terutama
karena penurunan pendapatan dari segmen semen.
Rata-rata margin laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024
sebesar 24,58%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, laba kotor Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp1,04 triliun dengan margin laba kotor sebesar 20,88%.
19
Page 37
Laba Periode/ Tahun Berjalan
Selama tahun 2020-2024, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 3,43%. Pada tahun 2020, laba tahun berjalan
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 30,44% dari tahun 2019,
yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, terutama karena
penurunan beban pemeliharaan data dan sistem, proyek regional dan shared services pada beban
umum dan administrasi.
Pada tahun 2021, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 9,58% terutama karena peningkatan pendapatan dari segmen semen. Pada
tahun 2022, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 17,65% terutama karena penurunan pemulihan cadangan kerugian kredit
ekspektasian pada beban umum dan administrasi.
Pada tahun 2023, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 6,60% terutama karena penurunan beban gaji, upah, dan tunjangan pada
beban distribusi dan penjualan. Pada tahun 2024, laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan
Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 16,72% terutama karena penurunan pendapatan dari
segmen semen.
Rata-rata margin laba tahun berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-
2024 sebesar 6,64%.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, laba periode berjalan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp266,53 miliar dengan margin laba periode berjalan sebesar 5,36%.
Laba Komprehensif
Selama tahun 2020-2024, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 2,31%. Pada tahun 2020, laba komprehensif
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 9,25% dari tahun 2019
seiring peningkatan laba tahun berjalan.
Pada tahun 2021, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan sebesar 12,13% seiring peningkatan laba tahun berjalan dan penerimaan manfaat
pajak terkait sebesar Rp5,37 miliar. Pada tahun 2022, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan
dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar 26,47%, yang merupakan peningkatan tertinggi
selama periode tahun tersebut, seiring peningkatan laba tahun berjalan dan perolehan keuntungan
aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait sebesar
Rp48,28 miliar.
Pada tahun 2023, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan terbatas sebesar 2,18% seiring peningkatan laba tahun berjalan dan perolehan
keuntungan aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait
sebesar Rp2,15 miliar. Pada tahun 2024, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak mengalami penurunan sebesar 24,37% seiring penurunan laba tahun berjalan dan perolehan
kerugian aktuaria atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang setelah pajak tangguhan terkait
sebesar Rp86,02 miliar.
Rata-rata margin laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-
2024 sebesar 6,49%.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, laba komprehensif Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
tercatat sebesar Rp270,76 miliar dengan margin laba komprehensif sebesar 5,44%.
20
Page 38
Laba per Saham
Selama tahun 2020-2024, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
fluktuatif penurunan secara CAGR sebesar 0,59%. Pada tahun 2020, laba komprehensif
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami peningkatan sebesar 30,77% dari tahun 2019,
yang merupakan peningkatan tertinggi selama periode tahun tersebut, seiring dengan peningkatan
laba tahun berjalan sebesar 30,44%.
Pada tahun 2021, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak kembali mengalami
peningkatan terbatas sebesar 2,35% seiring dengan penerbitan saham baru oleh Perseroan sebesar
1,36 juta saham. Pada tahun 2022, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
mengalami peningkatan sebesar 6,90% seiring peningkatan laba tahun berjalan sebesar 17,65%.
Pada tahun 2023, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami
peningkatan sebesar 6,45% seiring peningkatan laba tahun berjalan sebesar 6,60%. Pada tahun
2024, laba per saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak mengalami penurunan sebesar
16,16% seiring penurunan laba tahun berjalan sebesar 16,72%.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, laba per saham Perseroan dan Entitas Anak tercatat sebesar
Rp30,00.
Gambar 2-3 : Perkembangan Pendapatan, Laba Kotor, Laba Periode/ Tahun Berjalan, Laba
Komprehensif dan Laba per Saham Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
(dalam triliun Rupiah)
14,00 120
12,26 12,37
99 11,82
12,00 11,22 93 100
10,11 85 87
83
10,00
80
8,00
60
6,00
4,97
40
4,00
2,98 2,85 2,93 2,77 2,56 30
20
2,00
0,84 0,88 0,89 0,90 1,04
0,65 0,62 0,71 0,69 0,75 0,68 0,27 0,27
- -
2020 2021* 2022 2023 2024 Juni 2025
Pendapatan Laba Kotor Laba Periode/ Tahun Berjalan Laba Komprehensif Laba per Saham (Nilai Penuh)
*) Disajikan kembali
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
21
Page 39
Tabel 2-6 : Laporan Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
(dalam juta Rupiah)
31 Desember 30 Juni
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024 2025
Audit Audit Audit Audit Audit Audit
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 10.075.278 10.223.580 12.585.901 12.563.253 13.196.148 5.140.048
Pembayaran kepada pemasok (7.072.023) (7.070.929) (8.704.066) (10.919.597) (9.697.530) (4.719.852)
Pembayaran kepada karyawan (1.118.037) (1.204.340) (1.131.782) (1.021.507) (977.510) (494.749)
Penerimaan dari penghasilan bunga 6.970 3.572 6.678 5.333 5.545 3.357
Pembayaran Transitional Services
and License Agreement (TSLA) (340.395) - - - - -
Penerimaan dari perjanjian kesanggupan 337.400 - - - - -
Pembayaran beban keuangan (739.806) (444.798) (275.986) (250.318) (245.623) (91.036)
Pembayaran pajak penghasilan
dan pajak lainnya (153.130) (265.405) (275.109) (229.996) (1.065.666) (128.772)
Penerimaan dari kantor pajak 3.743 294.896 789.606 1.060.913 661.435 623.412
Arus Kas Bersih yang Diperoleh
dari Aktivitas Operasi 1.000.000 1.536.576 2.995.242 1.208.081 1.876.799 332.408
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (389.693) (485.159) (869.504) (761.667) (730.229) (124.131)
Penerimaan dari hasil pelepasan
aset tetap - 36.843 - - - -
Penerimaan dari hasil
ganti rugi aset tetap 55.061 68.589 48.992 - - -
Penambahan aset hak-guna (9.359) (17.757) (64.147) (41.288) (27.661) (2.494)
Penempatan kas dan setara kas
yang dibatasi penggunaannya (5.265) (993) (6.389) (5.250) (10.185) (1.746)
Penempatan deposito berjangka - - (192.082) - - -
Penarikan kas yang dibatasi
penggunaannya 4.542 - - 572 1.070 -
Penarikan deposito berjangka - - 152.000 - - -
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk
untuk Aktivitas
Aktivitas Investasi
Investasi (344.714) (398.477) (931.130) (807.633) (767.005) (128.371)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman bank
jangka pendek (738.000) - - - - -
Penerimaan pinjaman bank
jangka pendek 738.000 - - - - -
Pembayaran pinjaman bank
jangka panjang (1.965.657) (4.000.000) (4.400.000) - (800.000) (100.000)
Pembayaran biaya transaksi (5.250) - - - - -
Penerimaan dari utang bank
Pihak
jangkaberelasi
panjang 1.650.000 - 2.744.097 - - -
Penerimaan dari penerbitan saham - 3.119.909 - - - -
Biaya penerbitan saham - (14.702) - - - -
Pembayaran dividen (27.568) (194.746) (215.803) (245.483) (262.226) -
Pembayaran pokok liabilitas sewa (162.488) (281.938) (188.721) (110.440) (237.669) (48.016)
Arus Kas Bersih yang Digunakan
untuk Aktivitas Pendanaan (510.963) (1.371.477) (2.060.427) (355.923) (1.299.895) (148.016)
Kenaikan (Penurunan) Bersih
Kas dan Setara Kas 144.323 (233.378) 3.685 44.525 (190.101) 56.021
Kas dan Setara Kas Pada
Awal Periode/ Tahun 386.751 526.813 290.567 294.344 339.455 150.342
Pengaruh perubahan kurs
mata uang asing (4.261) (2.868) 92 586 988 (693)
Kas dan Setara Kas Pada
Akhir Periode/ Tahun 526.813 290.567 294.344 339.455 150.342 205.670
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
22
Page 40
Aktivitas Operasi
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas operasi Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat sebesar Rp1,00
triliun terutama karena penerimaan kas dari pelanggan.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp1,54 triliun terutama karena penerimaan kas
dari pelanggan. Pada tahun 2022, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali
mencatatkan arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp3,00 triliun, yang
merupakan arus kas bersih tertinggi yang diperoleh pada periode tahun tersebut, terutama karena
penerimaan kas dari pelanggan.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar Rp1,21
triliun dan Rp1,88 triliun yang terutama karena penerimaan kas dari pelanggan.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat arus kas
bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi sebesar Rp332,41 miliar.
Aktivitas Investasi
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas investasi Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat sebesar
Rp344,71 miliar terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang digunakan dari aktivitas investasi sebesar Rp398,48 miliar terutama karena
pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap. Pada tahun 2022, Perseroan dan Entitas Anak secara
konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari aktivitas investasi sebesar
Rp931,13 miliar yang merupakan arus kas bersih terbesar yang digunakan pada periode tahun
tersebut, terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset tetap.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas investasi pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar
Rp807,63 miliar dan Rp767,01 miliar yang terutama karena pengeluaran kas untuk perolehan aset
tetap.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya
arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi sebesar Rp128,37 miliar.
Aktivitas Pendanaan
Selama tahun 2020-2024, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya arus
kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan. Pada tahun 2020, arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas pendanaan Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian tercatat
sebesar Rp510,96 miliar terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran pinjaman bank
jangka panjang.
Pada tahun 2021, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas
bersih yang digunakan dari aktivitas pendanaan sebesar Rp1,37 triliun terutama karena
pengeluaran kas untuk pembayaran pinjaman bank jangka panjang. Pada tahun 2022, Perseroan
dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang digunakan dari
aktivitas pendanaan sebesar Rp2,06 triliun yang merupakan arus kas bersih terbesar yang
digunakan pada periode tahun tersebut, terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran
23
Page 41
pinjaman bank jangka panjang.
Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian kembali mencatatkan arus kas bersih yang
digunakan dari aktivitas pendanaan pada tahun 2023 dan tahun 2024 masing-masing sebesar
Rp335,92 miliar dan Rp1,30 triliun yang terutama karena pengeluaran kas untuk pembayaran
pinjaman bank jangka panjang.
Hingga tanggal 30 Juni 2025, Perseroan dan Entitas Anak secara konsolidasian mencatat adanya
arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan sebesar Rp148,02 miliar.
Gambar 2-4 : Perkembangan Arus Kas dari Aktivitas Operasi, Aktivitas Investasi dan Aktivitas
Pendanaan serta Kenaikan (Penurunan) Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
(dalam triliun Rupiah)
4.00
3.00
3.00
1.88
2.00 1.54
1.21
1.00
1.00
0.14 (0.23) 0.00 0.04
(0.19) 0.33 0.06
-
(0.13) (0.15)
(0.34) (0.40) (0.36)
(1.00) (0.51)
(0.81) (0.77)
(0.93)
(1.37) (1.30)
(2.00)
(2.06)
(3.00)
2020 2021 2022 2023 2024 Juni 2025
Arus Kas Operasi Arus Kas Investasi Arus Kas Pendanaan Kenaikan (Penurunan) Kas
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
24
Page 42
Tabel 2-7 : Rasio Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
31 Desember 30 Juni Rata-Rata
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024 2025* 2020-2024
Rasio Pertumbuhan**
Pendapatan -8,59% 10,98% 9,31% 0,89% -4,46% -15,84% 3,99%
Beban pokok pendapatan -12,82% 17,41% 11,53% 2,86% -3,48% -15,04% 6,78%
Beban distribusi dan penjualan -7,74% -0,10% 7,93% -8,84% 0,65% -9,88% -0,27%
Beban umum dan administrasi -39,90% -0,71% -12,02% 1,55% 3,66% -21,28% -2,07%
Laba kotor 3,41% -4,38% 2,77% -5,38% -7,86% -18,72% -3,79%
Laba periode/ tahun berjalan 30,44% 9,58% 17,65% 6,60% -16,72% -28,46% 3,43%
Laba komprehensif 9,25% 12,13% 26,47% 2,18% -24,37% -20,12% 2,31%
Laba per saham 30,77% 2,35% 6,90% 6,45% -16,16% -27,71% -0,59%
Jumlah aset 5,98% 3,63% -0,52% 3,87% -5,23% -1,45% 0,37%
Jumlah liabilitas 4,66% -21,86% -7,52% 1,93% -16,18% -2,51% -11,36%
Jumlah ekuitas 8,36% 48,01% 5,90% 5,43% 3,27% -0,79% 14,30%
Rasio Segmen Pendapatan
Semen 91,42% 91,28% 89,14% 88,57% 88,79% 90,73% 89,84%
Beton siap pakai 6,53% 7,33% 9,53% 9,88% 9,74% 7,94% 8,60%
Agregat 0,80% 1,03% 0,74% 0,77% 1,10% 1,17% 0,89%
Jasa konstruksi lainnya 1,25% 0,36% 0,59% 0,78% 0,37% 0,16% 0,67%
Rasio Vertikal
Porsi beban pokok pendapatan 70,48% 74,57% 76,09% 77,58% 78,37% 79,12% 75,42%
Porsi beban distribusi dan penjualan 9,55% 8,59% 8,49% 7,67% 8,08% 8,65% 8,48%
Porsi beban umum dan administrasi 3,93% 3,52% 2,83% 2,85% 3,09% 2,89% 3,24%
Margin laba kotor 29,52% 25,43% 23,91% 22,42% 21,63% 20,88% 24,58%
Margin laba periode/ tahun berjalan 6,44% 6,36% 6,84% 7,23% 6,30% 5,36% 6,64%
Margin laba komprehensif 6,12% 6,18% 7,15% 7,25% 5,74% 5,44% 6,49%
Jumlah liabilitas / jumlah aset 0,64 0,48 0,45 0,44 0,39 0,38 0,48
Jumlah liabilitas / jumlah ekuitas 1,74 0,92 0,80 0,78 0,63 0,62 0,97
Rasio Profitabilitas (x)
Return On Assets (ROA)*** 0,03 0,03 0,04 0,04 0,04 0,01 0,04
Return On Equity (ROE)*** 0,09 0,06 0,07 0,07 0,06 0,02 0,07
Return On Invested Capital (ROIC) 0,07 0,06 0,08 0,07 0,06 0,02 0,07
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar *** 1,02 1,34 1,04 1,10 1,05 0,97 1,11
Rasio cepat 0,76 1,08 0,78 0,89 0,80 0,69 0,86
Rasio Solvabilitas
Debt to Assets Ratio (DAR)** 0,43 0,22 0,14 0,13 0,10 0,10 0,20
Debt to Equity Ratio (DER)** 1,18 0,42 0,25 0,23 0,17 0,16 0,45
Rasio Aktivitas
Perputaran aset (x)*** 0,49 0,53 0,57 0,57 0,55 0,48 0,54
Perputaran piutang usaha (hari) 84 107 81 112 77 86 92
Perputaran persediaan (hari) 54 44 49 45 45 59 47
Perputaran utang usaha (hari) 103 135 160 163 132 134 139
*) Perhitungan rasio pertumbuhan periode Juni 2025 berdasarkan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
(disetahunkan)
**) Rata-rata dihitung dengan CAGR tahun 2020-2024
***) Rasio keuangan tahun 2020-2024 berdasarkan Laporan Tahunan Perseroan
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak , diolah
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan dalam mengelola aset-asetnya
dengan tujuan akhir mengoptimalkan pengembalian yang dapat diperoleh para penyedia modal
(capital providers). Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan rasio imbal hasil aset (Return on
Asset/ ROA) dan rasio imbal hasil ekuitas (Return on Equity/ ROE) serta rasio imbal hasil investasi
(Return on Invested Capital/ ROIC).
Selama tahun 2020-2024, rata-rata rasio ROA, ROE dan ROIC Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 0,04x, 0,07x dan 0,07x.
25
Page 43
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio ROA, ROE dan ROIC Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 0,01x, 0,02x dan 0,02x.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh kewajiban-
kewajibannya yang akan jatuh tempo. Likuiditas suatu perusahaan diukur dengan menggunakan
rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio).
Pada tahun 2020-2024, rata-rata rasio lancar dan rasio cepat Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 1,11x dan 0,86x.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio lancar dan rasio cepat Konsolidasian Perseroan dan Entitas
Anak masing-masing sebesar 0,97x dan 0,69x.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar semua kewajiban
(jangka pendek maupun jangka panjang). Solvabilitas suatu perusahaan diukur dengan
menggunakan Debt to Assets Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER).
Rata-rata DAR dan DER Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun 2020-2024 masing-
masing sebesar 0,20x dan 0,45x.
Pada tanggal 30 Juni 2025, DAR dan DER Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak masing-masing
sebesar 0,10x dan 0,16x.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan aset-aset yang
dimilikinya. Rasio aktivitas suatu perusahaan diukur dengan rasio perputaran (turnover). Rasio ini
menunjukkan waktu yang diperlukan perusahaan dalam mengonversi aset-aset yang dimilikinya
menjadi pendapatan yang menghasilkan uang kas dan periode pembayaran utang perusahaan.
Secara umum, rata-rata rasio aktivitas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak selama tahun
2020-2024 adalah sebagai berikut : rasio perputaran aset sebesar 0,54x, rasio piutang usaha selama
92 hari, rasio perputaran persediaan selama 47 hari dan rasio perputaran utang usaha selama 139
hari.
Hingga per tanggal 30 Juni 2025, rasio perputaran aset sebesar 0,48x, rasio piutang usaha selama
86 hari, rasio perputaran persediaan selama 59 hari dan rasio perputaran utang usaha selama 134
hari.
2.3 Entitas Anak
Rincian Entitas Anak Perseroan pada per Tanggal Studi Kelayakan ini adalah sebagai berikut:
Tabel 2-8 : Entitas Anak Perseroan
Entitas Anak Domisili Jenis Usaha Kepemilikan
PT Solusi Bangun Beton (“SBB”) Jakarta Beton siap pakai dan tambang agregat 100%
PT Readymix Concrete Indonesia (“RCI”) Surabaya Beton siap pakai 100%
PT Pendawa Lestari Perkasa (“PLP”) Surabaya Tambang agregat dan konstruksi 100%
PT Solusi Bangun Andalas (“SBA”) Aceh Produsen semen 100%
PT Aroma Cipta Anugrahtama (“ACA”) Jakarta Jasa konsultansi 100%
PT Ciptanugrah Indonesia (“CI”) Jakarta Jasa konsultansi 100%
PT Aroma Sejahtera Indonesia (“ASI”)* Jakarta Jasa konsultansi 100%
PT SBI Bangun Nusantara (“SBN”) Jakarta Aktivitas tambang 100%
*) Belum beroperasi secara komersial
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak per Tanggal 30 Juni 2025
26
Page 44
3 GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN DAN INDUSTRI
3.1 Kondisi Umum Perekonomian
3.1.1 Kondisi Perekonomian Dunia
Berdasarkan data S&P Global, optimisme bisnis masih lemah pada akhir kuartal II-2025 yang
disebabkan oleh ketidakpastian yang masih berlanjut, terutama terkait kebijakan tarif baru
(resiprokal) Amerika Serikat (AS) terhadap perdagangan global. Hal ini ditunjukkan dari Purchasing
Managers Index (PMI) global yang tercatat sebesar 51,7 pada periode Juni 2025, lebih rendah
dibandingkan akhir kuartal I-2025 atau periode Maret 2025 yang tercatat sebesar 52,1.
Dari PMI global periode Juni 2025 juga dapat diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi global
kembali didukung oleh ekspansi sektor manufaktur yang mengalami perbaikan, tercepat sejak
periode Februari 2025. Sementara ekspansi sektor jasa mengalami pertumbuhan yang melambat.
Ekonomi AS pada kuartal II-2025 tercatat mengalami pertumbuhan yang stabil sebesar 2,0% year
on year (yoy). Pertumbuhan ekonomi AS yang stabil dibantu oleh titik balik perdagangan,
pengeluaran konsumen yang didorong oleh peningkatan pembelian barang tahan lama, terutama
mobil dan permintaan jasa yang sedikit meningkat.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal II-2025 tercatat sebesar 5,2% yoy,
menunjukkan penurunan dari kuartal I-2025 yang tercatat sebesar 5,4% yoy, terutama disebabkan
karena penurunan pada konsumsi, serta krisis investasi pada sektor infrastruktur dan properti yang
masih berlanjut.
Perekonomian Jepang mengalami penurunan pertumbuhan pada kuartal II-2025 menjadi sebesar
1,2% yoy dari sebesar 1,8% yoy pada kuartal I-2025 terutama karena penurunan nilai ekspor ke AS
akibat tekanan dari kebijakan tarif. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Korea Selatan mengalami
kenaikan pada kuartal II-2025 menjadi sebesar 0,5% yoy dari sebesar 0,0% yoy pada kuartal I-2025.
Kegiatan ekspor barang dan jasa, semikonduktor, produk minyak bumi, dan produk kimia yang
meningkat berhasil menyelamatkan Korea Selatan dari potensi resesi.
Negara-negara ASEAN-6 mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif pada kuartal II-2025.
Pertumbuhan ekonomi Vietnam pada kuartal II-2025 merupakan yang tertinggi di ASEAN yaitu
sebesar 8,0% yoy yang meningkat dibandingkan dengan kuartal I-2025 yang sebesar 6,9% yoy.
Peningkatan ini utamanya terjadi karena lonjakan ekspor akibat para pembeli asing yang
mempercepat pesanan guna menghindari ancaman tarif impor hingga 46% dari AS.
Filipina mencatatkan pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 5,5% yoy pada kuartal II-2025
dibandingkan dengan kuartal I-2025 yang sebesar 5,4%. Peningkatan ini utamanya didorong oleh
pertumbuhan pada sektor pertanian dan belanja rumah tangga. Singapura mencatatkan
percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi sebesar 4,4% yoy pada kuartal II-2025 dibandingkan
dengan kuartal I-2025 yang sebesar 4,1% yoy, didorong oleh percepatan ekspansi pada sektor
manufaktur.
Malaysia mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang stabil pada kuartal II-2025 sebesar 4,4% yoy.
Pertumbuhan ekonomi Malaysia didorong oleh peningkatan pada sektor pertanian terutama
produksi kelapa sawit, peternakan, dan karet serta sektor aktivitas jasa. Sementara itu, Thailand
mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 2,8% yoy, menunjukkan penurunan dari kuartal I-
2025 yang sebesar 3,2%. Perlambatan ini didorong oleh penurunan pada konsumsi rumah tangga
dan belanja pemerintah.
Pertumbuhan ekonomi Kawasan Euro dan Inggris masing-masing tercatat sebesar 1,5% yoy dan
1,2% yoy pada kuartal II-2025, lebih rendah dari kuartal I-2025 yang masing-masing tercatat sebesar
1,6% yoy dan 1,3% yoy. Pertumbuhan ekonomi Inggris melemah terutama disebabkan oleh
melemahnya konsumsi rumah tangga dan investasi.
27
Page 45
Pada kuartal II-2025, Rusia melanjutkan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang menjadi sebesar
1,1% yoy dari sebesar 1,4% yoy pada kuartal I-2025 yang disebabkan oleh melemahnya permintaan
domestik.
Tabel 3-1 : Pertumbuhan Ekonomi
(% year on year - yoy)
2023 2024 2025
Negara
I II III IV I II III IV I II
Amerika
Amerika Serikat 2,3 2,8 3,2 3,2 2,9 3,0 2,7 2,5 2,0 2,0
Argentina 1,1 -5,3 -0,7 -1,2 -5,1 -1,7 -2,1 2,1 5,8 6,3
Brasil 4,2 3,5 2,0 2,1 2,6 3,3 4,0 3,6 2,9 2,2
Cile 0,3 -0,4 0,6 0,4 3,3 1,2 2,0 4,0 2,3 3,1
Meksiko 3,6 3,5 3,4 2,3 1,5 2,2 1,7 0,5 0,6 0,1
Asia Pasifik
Australia 2,7 2,0 2,1 1,5 1,1 1,0 0,8 1,3 1,4 1,8
Tiongkok 4,5 6,3 4,9 5,2 5,3 4,7 4,6 5,4 5,4 5,2
India 6,2 8,2 8,1 8,6 7,8 6,5 5,6 6,4 7,4 7,8
Jepang 2,6 1,9 1,3 0,9 -0,8 -0,8 0,6 1,2 1,7 1,2
Korea Selatan 1,1 1,0 1,4 2,1 3,3 2,3 1,5 1,2 0,0 0,5
ASEAN-6
Indonesia 5,0 5,2 4,9 5,0 5,1 5,1 5,0 5,0 4,9 5,1
Malaysia 5,5 2,8 3,1 2,9 4,2 5,9 5,3 5,0 4,4 4,5
Filipina 6,4 4,3 6,0 5,5 5,8 6,4 5,2 5,2 5,4 5,5
Singapura 0,5 0,5 1,0 2,2 3,0 2,9 5,7 5,0 3,8 4,3
Thailand 2,6 1,8 1,4 1,7 1,7 2,3 3,0 3,3 3,2 2,8
Vietnam 3,4 4,3 5,5 6,7 6,0 7,3 7,4 7,6 6,9 8,0
Eropa
Kawasan Euro 1,2 0,5 0,1 0,3 0,5 0,5 1,0 1,2 1,2 1,4
Inggris 0,9 0,6 0,3 -0,3 0,7 1,1 1,2 1,5 1,3 1,2
Rusia -1,6 4,9 5,5 4,9 5,4 4,3 3,3 4,5 1,4 1,1
Turki 4,5 4,6 6,5 4,6 5,4 2,4 2,2 3,0 2,3 4,8
Afrika
Afrika Selatan 0,5 1,8 -0,9 1,4 0,5 0,3 0,4 0,8 0,8 0,6
Sumber: Trading Economics, 2025
Tingkat inflasi AS pada kuartal II-2025 tercatat sebesar 2,7% yoy, meningkat dari tingkat inflasi pada
kuartal I-2025 yang sebesar 2,4% yoy. Peningkatan tersebut disebabkan oleh kenaikan harga
beberapa barang akibat efek dari penerapan tarif.
Sementara itu Tiongkok mengalami kenaikan tingkat inflasi untuk pertama kalinya dalam lima bulan
terakhir. Tingkat inflasi Tiongkok pada kuartal II-2025 sebesar 0,1% yoy, meningkat dari deflasi pada
kuartal I-2025 yang sebesar negatif 0,1% yoy. Kenaikan ini didorong oleh kebijakan pro-konsumsi
oleh pemerintah, seperti insentif fiskal dan stimulus belanja untuk memperluas permintaan
domestik dan pemulihan harga barang konsumen industri. Selain itu, pemulihan harga minyak,
pangan, dan energi turut memberikan kontribusi terhadap rebound Indeks Harga Konsumen (IHK)
di Tiongkok.
28
Page 46
Tabel 3-2 : Tingkat Inflasi
(% yoy)
2023 2024 2025
Negara
I II III IV I II III IV I II
Amerika
Amerika Serikat 5,0 3,0 3,7 3,4 3,5 3,0 2,4 2,9 2,4 2,7
Argentina 104,3 115,6 138,3 211,4 287,9 271,5 209,0 117,8 55,9 39,4
Brasil 4,7 3,2 5,2 4,6 3,9 4,2 4,4 4,8 5,5 5,4
Cile 11,1 7,6 5,1 3,9 3,7 4,2 4,1 4,5 4,9 4,1
Meksiko 6,9 5,1 4,5 4,7 4,4 5,0 4,6 4,2 3,8 4,3
Asia Pasifik
Australia 7,0 6,0 5,4 4,1 3,6 3,8 2,8 2,4 2,4 2,1
Tiongkok 0,7 0,0 0,0 -0,3 0,1 0,2 0,4 0,1 -0,1 0,1
India 5,7 4,9 5,0 5,7 4,9 5,1 5,5 5,2 3,3 2,1
Jepang 3,2 3,3 3,0 2,6 2,7 2,8 2,5 3,6 3,6 3,3
Korea Selatan 4,2 2,7 3,7 3,2 3,1 2,4 1,6 1,9 2,1 2,2
ASEAN-6
Indonesia 5,0 3,5 2,3 2,6 3,1 2,5 1,8 1,6 1,0 1,9
Malaysia 3,4 2,4 1,9 1,5 1,8 2,0 1,8 1,7 1,4 1,1
Filipina 7,6 5,4 6,1 3,9 3,7 3,7 1,9 2,9 1,8 1,4
Singapura 5,5 4,5 4,1 3,7 3,0 2,5 1,9 1,5 0,9 0,8
Thailand 2,8 0,2 0,3 -0,8 -0,5 0,6 0,6 1,2 0,8 -0,3
Vietnam 3,4 2,0 3,7 3,6 4,0 4,3 2,6 2,9 3,1 3,6
Eropa
Kawasan Euro 6,9 5,5 4,3 2,9 2,4 2,5 1,7 2,4 2,2 2,0
Inggris 10,1 7,9 6,7 4,0 3,2 2,0 1,7 2,5 2,6 3,6
Rusia 3,5 3,3 6,0 7,4 7,7 8,6 8,6 9,5 10,3 9,4
Turki 50,5 38,2 61,5 64,8 68,5 71,6 49,4 44,4 38,1 35,1
Afrika
Afrika Selatan 7,1 5,4 5,4 5,1 5,3 5,1 3,8 3,0 2,7 3,0
Sumber: Trading Economics, 2025
Jepang dan Korea Selatan mencatatkan tingkat inflasi masing-masing sebesar 3,3% yoy dan 2,2%
yoy pada kuartal II-2025. Tingkat inflasi Jepang menurun dibandingkan tingkat inflasi pada kuartal
I-2025 yang sebesar 3,6% yoy. Faktor utama penyebab penurunan ini disebabkan oleh penurunan
harga energi, khususnya listrik dan gas berkat adanya subsidi dari pemerintah.
Tingkat inflasi Korea Selatan meningkat menjadi sebesar 2,2% yoy dibandingkan tingkat inflasi
kuartal I-2025 yang sebesar 2,1% yoy. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan harga pangan yang
terus berlanjut, terutama makanan olahan dan makanan laut yang naik di tengah gangguan iklim
yang berkelanjutan.
Tingkat inflasi tertinggi di ASEAN-6 pada kuartal II-2025 dialami oleh Vietnam sebesar 3,6% yoy.
Tingkat inflasi Vietnam meningkat dari kuartal I-2025 sebesar 3,1% yoy yang utamanya didorong
oleh kenaikan biaya perumahan dan utilitas yang lebih tajam. Indonesia juga mencatatkan tingkat
inflasi pada kuartal II-2025 sebesar 1,9% yoy, meningkat dari kuartal I-2025 yang sebesar 1,0% yoy,
terutama disebabkan oleh peningkatan pada harga emas dan perhiasan, bahan pangan dan
transportasi.
Sementara itu, Filipina dan Singapura mencatatkan tingkat inflasi pada kuartal II-2025 masing-
masing sebesar 1,4% yoy dan 0,8% yoy. Tingkat inflasi kedua negara tersebut menurun
dibandingkan dengan tingkat inflasi pada kuartal I-2025 yang masing-masing sebesar 1,8% yoy dan
0,9% yoy. Penurunan tingkat inflasi Filipina terutama didorong oleh penurunan harga beras.
Sementara tingkat inflasi Singapura menurun terutama didorong oleh menurunnya harga makanan
29
Page 47
dan transportasi pribadi.
Tingkat inflasi Malaysia juga mengalami penurunan pada kuartal II-2025 menjadi sebesar 1,1% yoy
dari sebesar 1,4% yoy pada kuartal I-2025. Penurunan yang terjadi sekaligus menjadi yang terendah
sejak tahun 2021 disebabkan oleh kenaikan yang lebih lambat pada harga makanan, transportasi,
dan solar. Sementara itu, Thailand mengalami deflasi dengan tingkat sebesar negatif 0,3% yoy pada
kuartal II-2025, menurun dari kuartal I-2025 yang tercatat sebesar 0,8% yoy. Deflasi yang terjadi di
Thailand utamanya disebabkan oleh penurunan harga energi dan makanan.
Pada kuartal II-2025, tingkat inflasi di Kawasan Euro tercatat sebesar 2,0% yoy lebih rendah dari
kuartal I-2025 sebesar 2,2%. Penurunan inflasi di Kawasan Euro didorong oleh pelemahan pada
harga energi, barang industri non-energi, makanan, alkohol dan tembakau. Inggris mencatatkan
peningkatan tingkat inflasi sebesar 3,6% yoy pada kuartal II-2025 dari sebesar 2,6% yoy pada kuartal
I-2025 didorong oleh tingginya inflasi di sektor makanan dan bahan bakar.
Sementara tingkat inflasi Rusia pada kuartal II-2025 mengalami penurunan menjadi sebesar 9,4%
yoy. Penurunan ini diakibatkan oleh kebijakan berkelanjutan suku bunga tinggi yang diterapkan
Bank Sentral Rusia sejak awal tahun.
3.1.2 Kondisi dan Prospek Perekonomian Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025
sebesar 5,12% yoy dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024. Pertumbuhan
ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 ditopang oleh konsumsi domestik yang solid, aktivitas
investasi dan ekspor yang meningkat, aktivitas dunia usaha yang ekspansif, serta dukungan optimal
dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Berdasarkan komponen dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,97% yoy,
didukung inflasi yang terjaga sebesar 2,18%1. Belanja masyarakat meningkat terutama di sektor
transportasi, restoran, dan akomodasi, seiring libur sekolah dan hari besar keagamaan yang disertai
stimulus pemerintah seperti diskon tarif transportasi dan penurunan Pajak Pertambahan Nilai
(PPN).
Sedangkan, konsumsi Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga (LNPRT) pada kuartal II-2025
tumbuh sebesar 7,82% yoy. Sementara pertumbuhan konsumsi Pemerintah masih menurun
sebesar negatif 0,33% yoy. Penurunan konsumsi Pemerintah masih berlanjut seiring aksi efisiensi
pemerintah sejak kuartal I-2025 yang masih berlangsung.
Investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto) mencatat kenaikan signifikan sebesar 6,99% yoy,
pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II-2021. Investasi bangunan tumbuh sebesar 4,89% yoy,
sementara investasi mesin melonjak sebesar 25,3% yoy. Realisasi investasi langsung mencapai
Rp477,7 triliun, didorong pertumbuhan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar 30,5%
yoy. Belanja modal pemerintah juga meningkat sebesar 30,37%, utamanya pada peralatan dan
mesin1.
Daftar proyek pemerintah dan swasta yang mendongkrak pertumbuhan investasi pada kuartal II-
2025 yaitu: (i) Proyek Strategis Nasional tiga juta rumah; (ii) Proyek pembangunan jalan tol, seperti
ruas jalan tol Kuala Tanjung - Tebing Tinggi - Parapat Sesi IV dan Jakarta - Cikampek (Japek) II
Selatan; (iii) Proyek Mass Rapid Transit (MRT) Fase II A DKI Jakarta; (iv) MRT Bali; (v) Tanggul Laut
Fase C DKI Jakarta; dan (vi) Terowongan Samarinda, Kalimantan Timur2.
1 https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Ekonomi-Indonesia-Tumbuh-5,12-Triwulan-II-
2025
2 https://www.cnbcindonesia.com/news/20250805111828-4-655131/kinerja-investasi-ri-rekor-sejak-2021-ini-daftar-
proyek-pendorongnya
30
Page 48
Sementara itu, ekspor barang tumbuh sebesar 10,67% yoy dan ekspor jasa juga meningkat sebesar
11,17% yoy karena peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Di sisi lain, impor tumbuh
sebesar 11,65% yoy, khususnya impor bahan baku dan barang modal tumbuh sebesar 12,17%
diharapkan memperkuat produksi manufaktur di periode berikutnya1.
Berdasarkan data BPS, pada kuartal II-2025 nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$68,79 miliar
yang sebagian besar berasal dari ekspor nonmigas yang mencapai US$65,40 miliar. Sedangkan nilai
impornya tercatat sebesar US$60,23 miliar yang sebagian besar berasal dari impor nonmigas yang
mencapai US$52,85 miliar. Neraca perdagangan Indonesia pada kuartal II-2025 mengalami surplus
sebesar US$8,56 miliar yang dipicu oleh surplus pada sektor nonmigas sebesar US$12,56 miliar
walaupun sektor migas defisit sebesar US$3,99 miliar.
Tabel 3-3 : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Sisi Pengeluaran
(% yoy, tahun dasar 2010)
2023 2024 2025
Komponen 2023 2024
I II III IV I II III IV I II
Konsumsi Rumah Tangga 4,54 5,22 5,05 4,47 4,82 4,91 4,93 4,91 4,98 4,94 4,95 4,97
Konsumsi LNPRT* 6,17 8,61 6,18 18,11 9,83 24,29 9,98 11,69 6,06 12,48 3,07 7,82
Konsumsi Pemerintah 3,45 10,57 -3,93 2,81 2,95 19,90 1,42 4,62 4,17 6,61 -1,37 -0,33
Pembentukan Modal Tetap Bruto 2,11 4,63 5,77 5,02 4,40 3,79 4,43 5,15 5,03 4,61 2,12 6,99
Ekspor Barang dan Jasa 12,17 -2,97 -3,91 1,64 1,32 1,37 8,28 9,09 7,63 6,51 6,46 10,67
Impor Barang dan Jasa 3,80 -3,06 -6,75 -0,15 -1,65 1,94 8,57 11,47 10,36 7,95 4,17 11,65
Produk Domestik Bruto (PDB) 5,04 5,17 4,94 5,04 5,05 5,11 5,05 4,95 5,02 5,03 4,87 5,12
* Lembaga Non Profit melayani Rumah Tangga
** Pembentukan Modal Tetap Bruto
Sumber: Berita Resmi Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS), 5 Agustus 2025
Dari sisi lapangan usaha, jasa lainnya, jasa perusahaan, serta transportasi dan pergudangan
merupakan lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi pada kuartal II-2025 masing-masing
sebesar 11,31% yoy, 9,31% yoy, dan 8,52% yoy. Pertumbuhan didorong oleh perayaan hari besar
keagamaan, libur nasional, dan cuti bersama. Lonjakan mobilitas terlihat dari pertumbuhan
perjalanan wisatawan sebesar 22,32% yoy, kenaikan angkutan rel 9,17% yoy, angkutan laut 16,79%
yoy, serta Indeks Penjualan Eceran Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang naik 8,66% yoy3.
Sementara itu, industri pengolahan yang berkontribusi sebesar 18,67% terhadap perekonomian
tumbuh sebesar 5,68% yoy yang ditopang meningkatnya permintaan pada industri makanan dan
minuman, logam dasar, serta industri kimia dan farmasi.
Lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang
berkontribusi sebesar 13,02% mampu tumbuh sebesar 5,37% yoy seiring peningkatan produksi
domestik dan impor. Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum tumbuh sebesar
8,04%. Sementara itu, lapangan usaha informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 7,92% yoy,
didorong oleh meningkatnya lalu lintas data serta transaksi elektronik.
Lapangan usaha konstruksi yang berkontribusi cukup besar terhadap perekonomian sebesar 9,48%,
tumbuh sebesar 4,98% yoy. Kemudian, lapangan usaha pertambangan dan penggalian yang juga
berkontribusi 8,59% terhadap perekonomian tumbuh sebesar 2,03% yoy.
Di sisi lain, lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial, lapangan usaha pengadaan listrik
dan gas, serta lapangan usaha pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang
mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 3,80% yoy, 0,90%, dan 0,82%. Meskipun begitu,
kontribusi ketiga lapangan usaha ini relatif kecil terhadap perekonomian dengan besaran kontribusi
masing-masing hanya sebesar 1,23%, 0,97%, dan 0,06%.
3 https://beritajatim.com/ekonomi-nasional-solid-ihsg-terangkat-sentimen-positif
31
Page 49
Tabel 3-4 : Pertumbuhan Ekonomi Sisi Lapangan Usaha
(% yoy, tahun dasar 2010)
2023 2024 2025
Lapangan Usaha 2023 2024
I II III IV I II III IV I II
Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 0,43 2,02 1,49 1,12 1,30 -3,54 3,25 1,69 0,71 0,67 10,52 1,65
Pertambangan dan Penggalian 4,92 5,01 6,95 7,46 6,12 9,31 3,17 3,46 3,95 4,90 -1,23 2,03
Industri Pengolahan 4,43 4,88 5,19 4,07 4,64 4,13 3,95 4,72 4,89 4,43 4,55 5,68
Pengadaan Listrik dan Gas 2,67 3,15 5,06 8,68 4,91 5,35 5,39 5,02 3,42 4,77 5,11 0,90
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah dan Daur Ulang 5,69 4,78 4,49 4,66 4,90 4,44 0,84 0,03 1,06 1,56 0,18 0,82
Konstruksi 0,32 5,23 6,39 7,68 4,91 7,59 7,29 7,48 5,81 7,02 2,18 4,98
Perdagangan Besar dan Eceran,
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 4,92 5,26 5,10 4,09 4,85 4,59 4,86 4,82 5,19 4,86 5,03 5,37
Transportasi dan Pergudangan 15,93 15,28 14,74 10,33 13,96 8,66 9,56 8,64 7,92 8,69 9,01 8,52
Penyediaan Akomodasi dan
Makan Minum 11,55 9,89 10,94 7,89 10,01 9,39 10,17 8,33 6,61 8,56 5,75 8,04
Informasi dan Komunikasi 7,13 8,05 8,51 6,74 7,59 8,41 7,66 6,86 7,45 7,57 7,72 7,92
Jasa Keuangan dan Asuransi 4,48 2,85 5,24 6,56 4,77 3,91 7,90 5,49 1,74 4,74 3,98 3,20
Real Estat 0,37 0,96 2,21 2,18 1,43 2,54 2,16 2,32 2,97 2,50 2,94 3,71
Jasa Perusahaan 6,37 9,59 9,37 7,62 8,24 9,63 7,96 7,93 8,08 8,38 9,27 9,31
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
dan Jaminan Sosial Wajib 2,09 8,15 -6,24 1,61 1,50 18,88 2,79 3,94 1,16 6,40 4,79 4,69
Jasa Pendidikan 1,02 5,43 -2,07 2,63 1,78 7,34 2,38 2,51 2,95 3,75 5,04 1,40
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 4,77 8,27 2,91 3,09 4,66 11,64 8,56 7,64 5,20 8,11 5,78 3,80
Jasa Lainnya 8,90 11,89 11,14 10,15 10,52 8,92 8,85 9,95 11,36 9,80 9,84 11,31
Produk Domestik Bruto (PDB) 5,04 5,17 4,94 5,04 5,05 5,11 5,05 4,95 5,02 5,03 4,87 5,12
Sumber: Berita Resmi Statistik, BPS, 5 Agustus 2025
Dalam Laporan World Economic Outlook edisi Juli 2025, International Monetary Fund (IMF), kinerja
ekonomi global pada tahun 2025 diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan sebesar 3,0% yoy
dan sebesar 3,1% yoy pada tahun 2026. Dalam laporan edisi sebelumnya, April 2025, IMF
memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,8% yoy pada tahun 2025 dan sebesar
3,0% yoy pada tahun 2026. Peningkatan proyeksi tersebut karena percepatan belanja (front-
loading) yang lebih kuat dari perkiraan menjelang kenaikan tarif dan tarif efektif rata-rata AS yang
lebih rendah dari yang diumumkan pada April 2025. Selain itu, kondisi keuangan global mulai
membaik akibat pelemahan dolar AS dan adanya ekspansi fiskal di sejumlah negara besar.
Berdasarkan Laporan World Economic Outlook edisi April 2025, IMF, pertumbuhan ekonomi
Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan sebesar 4,65% yoy dan sebesar 4,67% yoy pada tahun
2026. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan menghadapi sejumlah tekanan
eksternal, diantaranya ketegangan perdagangan global, perlambatan permintaan global dan
penurunan produktivitas negara berkembang. Selain itu, Indonesia juga akan menghadapi
tantangan struktural seperti demografi dan efisiensi tenaga kerja yang mulai menekan
pertumbuhan jangka panjang.
Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih didorong oleh konsumsi domestik yang kuat
dengan terus dipertahankannya kebijakan fiskal yang disiplin, serta bauran kebijakan yang adaptif
terus berfungsi sebagai penyangga. Pemerintah Indonesia akan memiliki sejumlah tantangan dalam
mengkoordinasikan kebijakan di tengah kondisi ketidakpastian. Sinergi lintas kebijakan fiskal,
moneter, dan sektoral perlu diarahkan untuk menjaga stabilitas makro ekonomi dan mencegah
rambatan negatif dari tekanan eksternal. Para pemegang otoritas juga harus bekerja sama menjaga
stabilitas rupiah dan pengendalian inflasi. Selain itu, mempercepat diversifikasi pasar ekspor dan
industrialisasi - hilirisasi bisa menjadi strategi jangka menengah untuk memperkuat ketahanan
eksternal Indonesia terhadap guncangan global.
32
Page 50
Tabel 3-5 : Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
(% yoy, tahun dasar 2010)
Indikator 2025P 2026P 2027P 2028P 2029P
Produk Domestik Bruto 4,65% 4,67% 4,85% 4,95% 5,11%
Inflasi 1,68% 2,51% 2,50% 2,52% 2,52%
Ekspor barang dan jasa 0,79% 7,64% 9,00% 7,07% 6,04%
Impor barang dan jasa 6,22% 9,15% 8,96% 7,04% 6,22%
Tingkat pengangguran
(dari total tenaga kerja) 5,00% 5,10% 5,10% 5,10% 5,00%
Sumber: World Economic Outlook Database, IMF, April 2025
3.2 Industri Semen
3.2.1 Gambaran Umum
Sektor konstruksi Indonesia merupakan salah satu sektor penopang perekonomian dan merupakan
kontributor dalam proses pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, konstruksi diharapkan
dapat memberikan peluang usaha yang mempunyai potensi pasar tinggi bagi penyedia produk dan
teknologi baik konstruksi nasional maupun internasional. Salah satu produk yang mendukung
sektor konstruksi adalah industri semen. Semen merupakan bahan perekat atau lem, yang berguna
untuk merekatkan bahan-bahan material lain seperti batu bata dan batu koral hingga dapat
menjadi satu kesatuan dan kuat atau menjadi sebuah bangunan.
Industri semen nasional tahun 2024 masih mengalami kesulitan untuk bertumbuh. Persaingan
pasar domestik yang ketat, curah hujan yang tinggi di awal tahun, serta perlambatan permintaan
dari sektor ritel dan konstruksi karena banyaknya hari libur dan pergeseran prioritas konsumsi
masyarakat menjadi faktor utama yang menekan industri semen. Selain tantangan pasar domestik,
industri semen juga menghadapi ketidakpastian dari situasi geopolitik global dan memengaruhi
harga-harga komoditas untuk pembuatan semen.
Pelemahan daya beli masyarakat dan risiko ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi,
menekan permintaan terhadap semen kantong karena proyek perumahan kecil dan renovasi
cenderung lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi dan fluktuasi harga. Dengan daya beli yang
terbatas, konsumen dan pengembang properti lebih memilih untuk menunda atau mengurangi
volume proyek mereka.
Gambar 3-1 : Perkembangan Produksi Semen Global Tahun 2020-2024
4,50
4,4
4,40
4,30
4,2
4,20
4,1 4,1
4,10
4,0
4,00
3,90
3,80
2020 2021 2022 2023 2024
Produksi Semen Global (dalam miliar ton)
Sumber: Statista, 2025
33
Page 51
Berdasarkan data Statista, produksi semen global selama tahun 2020-2024 mengalami fluktuasi
penurunan sebesar 1,21% dihitung menggunakan CAGR. Penurunan terbesar terjadi pada tahun
2022 sebesar 6,82% dari sebesar 4,4 miliar ton pada tahun 2021 menjadi sebesar 4,1 miliar ton.
Penurunan produksi semen global diakibatkan oleh beberapa faktor eksternal yang memengaruhi
aktivitas pembangunan. Ketidakstabilan geopolitik di beberapa wilayah memberikan dampak
negatif terhadap keputusan investasi dan proyek infrastruktur, sehingga menciptakan lingkungan
bisnis yang kurang menguntungkan. Faktor lain yang turut berkontribusi adalah fluktuasi harga
komoditas, ketidakpastian kebijakan dan perubahan dalam kondisi pasar global. Kombinasi dari
faktor-faktor tersebut menyebabkan penurunan aktivitas pembangunan infrastruktur pada tahun
2024, menciptakan tantangan bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan sektor ini secara
keseluruhan.
Gambar 3-2 : Perkembangan Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia
Tahun 2020-2024
140,0 55,50%
54,92%
120,0 54,71% 55,00%
54,50%
100,0 54,19%
54,00%
80,0
53,26% 53,50%
52,91%
60,0
53,00%
40,0
52,50%
62,5 63,9 61,8 64,0 63,8
20,0 52,00%
113,8 116,8 116,8 118,1 119,8
0,0 51,50%
2020 2021 2022 2023 2024
Permintaan Semen di Indonesia (juta ton) Kapasitas Produksi Semen di Indonesia (juta ton) Utilisasi (%)
Sumber : Paparan Publik Indocement, 2025
Berdasarkan paparan publik Indocement, permintaan dan kapasitas produksi semen di Indonesia
selama tahun 2020-2024 mengalami fluktuasi peningkatan dengan CAGR masing-masing sebesar
0,52% dan 1,29% dengan rata-rata tingkat utilisasi sebesar 54,00%. Peningkatan tertinggi
permintaan semen di Indonesia terjadi pada tahun 2023 sebesar 3,56% terutama karena
peningkatan ekspor klinker ke pasar-pasar tradisional di luar negeri 4.
Sementara pada tahun 2024, permintaan semen di Indonesia menurun sebesar 0,31% terutama
disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat. Sementara pada sektor konstruksi,
permintaan semen menurun karena terpicu oleh melambatnya proyek-proyek pemerintah, baik di
Jawa maupun wilayah lainnya, seperti proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di
Kalimantan Timur 4.
3.2.2 Kompetisi dan Pangsa Pasar
Berdasarkan data Statista, Tiongkok merupakan negara produsen semen terbesar secara global di
mana pada tahun 2024 telah memproduksi semen sebesar 1.900 juta ton atau 60,43% dari total
keseluruhan produksi semen global. Selanjutnya, India sebagai negara produsen semen kedua
4 https://investor.id/business/387808/kapasitas-terpasang-industri-semen-capai-1199-juta-ton#goog_rewarded
34
Page 52
terbesar global dengan produksi semen pada tahun 2024 sebesar 450 juta ton atau 14,31% dari
total keseluruhan produksi semen global.
Vietnam menjadi negara ketiga produsen semen terbesar global pada tahun 2024 dengan produksi
semen sebesar 110 juta ton atau 3,50% dari total keseluruhan produksi semen global. Sementara
itu, Indonesia pada tahun 2024 telah memproduksi semen sebesar 65 juta ton atau 2,07% dari total
keseluruhan produksi semen global.
Gambar 3-3 : Negara Produsen Semen Global Tahun 2024
India; 14,31% Vietnam; 3,50%
Amerika Serikat; 2,74%
Turki; 2,61%
Iran; 2,29%
Brasil; 2,16%
Indonesia; 2,07%
Rusia; 2,07%
Korea Selatan; 1,65%
Mesir; 1,59%
Other; 7,82% Arab Saudi; 1,59%
Meksiko ; 1,53%
Jepang; 1,46%
Tiongkok; 60,43%
Sumber: Statista, 2025
Pasar utama semen Indonesia adalah industri konstruksi. Sektor-sektor utama dalam industri
konstruksi Indonesia adalah konstruksi infrastruktur, konstruksi bangunan, konstruksi komersial,
konstruksi industri, konstruksi energi dan utilitas, serta konstruksi institusi. Mayoritas produsen
semen di Indonesia menetapkan harga jual yang rendah, terutama bagi para pelaku baru dalam
industri semen di Indonesia, sebagai upaya untuk meningkatkan pangsa pasar guna menghadapi
persaingan yang semakin agresif dari para kompetitor. Strategi ini diterapkan secara selektif dan
terbatas pada wilayah-wilayah pasar dengan tingkat intensitas persaingan yang tinggi.
SIG dan Perseroan sebagai pemimpin pasar (market leader) industri semen berupaya untuk tetap
menjaga pasar. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui strategi multi-brand and multi-product
yang diterapkan dengan pendekatan pemasaran mikro (micromarket) secara selektif dan terbatas
di pasar-pasar yang memiliki intensitas kompetisi yang tinggi. Strategi ini dilakukan dengan menjual
dua atau lebih merek/ tipe produk Perseroan di daerah yang sama pada tingkat harga yang berbeda
untuk dapat bersaing di setiap lapisan pasar (market layer), sehingga dapat meminimalkan dampak
agresivitas pesaing dan menjaga pangsa pasar Perseroan.
Perseroan dan grup SIG menghadapi persaingan di pasar semen nasional di mana kompetitornya,
seperti PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP); PT Cemindo Gemilang Tbk atau Semen Merah
Putih (CMNT); PT Kobexindo Cement atau Semen Singa Merah; serta Siam Cement Group (SCG)
juga melakukan pengembangan bisnis di Indonesia.
Pada tahun 2024, SIG telah menjual sebanyak 38,27 juta ton semen di mana melalui dua anak
perusahaannya, yaitu Perseroan sebanyak 13,19 juta ton semen dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)
sebanyak 2,23 juta ton semen. Sementara kompetitor utamanya yaitu INTP yang pada tahun 2024
35
Page 53
telah menjual sebanyak 20,50 juta ton semen. Kompetitor SIG dan Perseroan lainnya yaitu CMNT
yang pada tahun 2024 telah memproduksi sebanyak 8,00 juta ton semen dari pabriknya yang
berada di Indonesia maupun Vietnam5.
Gambar 3-4 : Volume Penjualan Semen Perusahaan Publik Indonesia Tahun 2024
(dalam juta ton)
CMNT 8,00
INTP 20,50
SMBR 2,23
Perseroan 13,19
SIG 38,27
SIG Perseroan SMBR INTP CMNT
Sumber: Laporan Tahunan 2024 dari SIG, Perseroan, SMBR, INTP dan CMNT
Perseroan merupakan anak usaha dari SIG yang merupakan salah satu pemain terbesar pada
industri semen di Indonesia. Perseroan didukung dengan fasilitas produksi dan distribusi yang luas,
serta kekuatan finansial yang solid dalam melayani semua pasar semen di Indonesia maupun pasar
regional. Dengan dukungan tersebut, Perseroan memiliki kekuatan untuk mempertahankan
penguasaannya di pasar dan membatasi pergerakan kompetitor di pasar.
Sebagai pemain terbesar, SIG memiliki peluang yang cukup tinggi untuk bersaing, baik dengan INTP
maupun pemain semen lainnya. Namun, pergerakan kompetitor di level pasar mikro bisa menjadi
ancaman bagi SIG karena dominasi SIG tidak merata di seluruh wilayah. Penguatan strategi dengan
mempertimbangkan kondisi pasar mikro menjadi langkah SIG dalam menghadapi ancaman
pergerakan dari kompetitor di industri semen.
3.2.3 Prospek Industri
Indonesia memiliki potensi permintaan semen yang sangat besar karena merupakan salah satu
negara dengan jumlah penduduk yang besar dan terus melakukan pengembangan terutama di
sektor infrastruktur. Pertumbuhan permintaan semen nasional diharapkan dapat meningkat pada
beberapa tahun mendatang. Peningkatan aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara
juga berpotensi meningkatkan permintaan ekspor semen.
Industri semen diproyeksikan akan tumbuh yang didukung oleh normalisasi aktivitas manufaktur
pasca pemilu dan berjalannya pemerintahan baru. Komitmen pemerintah terhadap kelanjutan
pembangunan IKN juga menumbuhkan optimisme bagi pelaku industri semen. Selain itu,
penurunan suku bunga acuan memberikan katalis positif bagi industri semen, karena berpotensi
menurunkan suku bunga Kredit Perumahan Rakyat (KPR) dan meningkatkan aktivitas infrastruktur
dan properti. Dukungan pemerintah terhadap sektor perumahan rakyat dan infrastruktur
diproyeksikan dapat meningkatkan volume penjualan semen dan mendukung stabilitas harga
semen.
Pemerintah mencanangkan program pembangunan tiga juta rumah untuk masyarakat
berpenghasilan rendah. Jika bisa direalisasikan lebih awal, maka akan menjadi pendorong
5 Laporan Tahunan 2024 dari SIG, Perseroan, SMBR, INTP dan CMNT
36
Page 54
pertumbuhan industri semen pada tahun 2025. Program ini diproyeksikan dapat meningkatkan
konsumsi semen. Selain itu, inovasi produk non semen seperti bata interlock presisi, beton
dekoratif dan paving block berpori juga akan dibutuhkan dalam proyek ini.
Berdasarkan paparan publik indocement, kapasitas produksi semen di Indonesia selama tahun
2025-2030 diproyeksikan sebesar 120,8 juta ton. Selama periode tahun tersebut, permintaan
semen di Indonesia diproyeksikan akan mengalami peningkatan dengan CAGR sebesar 2,98%
dengan proyeksi rata-rata tingkat utilisasi sebesar 58,06%.
Pada tahun 2025, permintaan semen di Indonesia diproyeksikan sebesar 65,1 juta ton dengan
proyeksi tingkat utilisasi sebesar 53,89%, meningkat menjadi sebesar 75,4 juta ton dengan proyeksi
tingkat utilisasi sebesar 62,42%.
Gambar 3-5 : Proyeksi Permintaan, Kapasitas, dan Utilisasi Semen di Indonesia
Tahun 2025-2030
140,0 64,00%
62,42%
120,0 62,00%
60,60%
120,8
60,00%
100,0 120,8 120,8 120,8 120,8 120,8
57,12% 58,86% 58,00%
80,0
55,46%
56,00%
60,0 53,89%
54,00%
40,0
67,0 71,1 73,2 75,4 52,00%
65,1 69,0
20,0 50,00%
- 48,00%
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Permintaan Semen di Indonesia (juta ton) Kapasitas Produksi Semen di Indonesia (juta ton) Utilisasi (%)
Sumber : Paparan Publik Indocement, 2025
Semen merupakan salah satu komponen material penting bangunan dalam konstruksi. Prospek
industri semen di Indonesia di masa depan juga dapat diketahui dari proyeksi nilai pendapatan dari
material bangunan dan perangkat keras (hardware and building material) dalam proyek konstruksi.
Berdasarkan data Statista, pendapatan dari material bangunan dan perangkat keras dalam proyek
konstruksi di Indonesia selama tahun 2025-2029 diproyeksikan akan mengalami peningkatan
dengan CAGR sebesar 2,38%. Pada tahun 2025, proyeksi pendapatan dari material bangunan dan
perangkat keras dalam proyek konstruksi di Indonesia sebesar US$40,28 miliar, diproyeksikan
meningkat menjadi sebesar US$ 44,17 miliar.
37
Page 55
Gambar 3-6 : Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras Proyek Konstruksi
di Indonesia Tahun 2025 - 2029
45,00 44,17
44,00
43,14
43,00
42,14
42,00 41,16
41,00 40,20
40,00
39,00
38,00
2025 2026 2027 2028 2029
Proyeksi Pendapatan Material Bangunan dan Perangkat Keras (dalam miliar US$)
Sumber: Statista, 2025
3.2.4 Analisis SWOT
Strengths and Opportunities (Kekuatan dan Peluang)
• Pangsa pasar industri semen di Indonesia dikuasai oleh SIG sehingga Perseroan maupun anak
perusahaan akan mendapatkan pangsa pasar yang cukup luas terutama pada pasar domestik
dibandingkan perusahaan sejenis lainnya.
• Grup SIG memiliki lokasi pabrik dan jaringan distribusi tersebar khususnya di Indonesia dan
Vietnam.
• Pertumbuhan ekonomi di sektor ritel, perumahan (residensial) dan pembangunan
infrastruktur di wilayah tertentu diharapkan dapat menopang penjualan industri semen.
• Merek Perseroan dan SIG telah dikenal luas dan memiliki persepsi yang baik di masyarakat.
Weaknesses and Threats (Kelemahan dan Tantangan)
• Industri semen di Indonesia dalam kondisi kelebihan pasokan atau oversupply.
• Kenaikan harga material serta harga bahan bakar untuk bahan baku pembuatan semen yang
berfluktuasi menjadi tantangan bagi Perseroan dalam mempertahankan laba.
38
Page 56
4 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK PASAR
4.1 Kondisi dan Potensi Pasar
Penambahan kegiatan usaha Perseroan diperlukan sebagai bagian dari rencana SIG untuk
mengimplementasikan skema Managed Service Agreement (MSA) antar anak usaha. Dalam skema
MSA, Perseroan yang bertindak sebagai Koordinator Area Region 3 akan menerima pendapatan
management fee dari anak usaha SIG yang lain dalam setiap penjualan yang dilakukan dalam Region
3. Sebaliknya, Perseroan akan membayar beban management fee kepada anak usaha SIG lain dalam
setiap penjualan yang dilakukan di luar Region 3. Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
Perseroan akan mengembalikan fungsi penjualan dan pemasaran Perseroan yang sebelumnya
dikelola terpusat oleh SIG.
Sebagai bagian dari SIG, strategi dan kegiatan pemasaran yang dilakukan Perseroan senantiasa
menginduk pada SIG. Dengan mempertimbangkan persaingan di industri semen yang sangat
kompetitif, Perseroan dan SIG telah merumuskan strategi yang dipandang sesuai dan efektif dalam
menghadapi kompetisi di industri semen.
4.2 Pesaing Usaha
Perseroan memahami adanya persaingan usaha dari kompetitor yang bergerak di industri semen
berikut ini:
1. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG)
SIG lebih sering diketahui oleh masyarakat dengan nama PT Semen Gresik. Pada tahun 1991,
SIG mendaftarkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Seiring berjalannya waktu,
SIG mengakuisisi dua pabrik semen lain yakni Semen Padang dan Semen Tonasa. SIG mampu
menghasilkan 8,5 juta semen setiap tahunnya.
2. PT Semen Bosowa Maros
PT Semen Bosowa Maros menjadi perusahaan di bawah naungan Bosowa Group yang bergerak
di industri semen. Pabrik semen milik PT Semen Bosowa Maros berada di Maros, Sulawesi
Selatan dan memproduksi sebanyak 2,4 juta ton semen setiap tahunnya.
3. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP)
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) menjadi perusahaan dengan pabrik semen
terbesar kedua di Indonesia. Pada tahun 1989, perusahaan ini listing di BEI. Tidak hanya
memproduksi semen saja, INTP juga memproduksi beton siap pakai. INTP menghasilkan semen
sekitar 500.00 ton setiap tahunnya.
4. PT Semen Baturaja Tbk (SMBR)
PT Semen Baturaja merupakan pabrik semen terbesar di Palembang yang sekaligus anak usaha
dari SIG. Pada tahun 2013, PT Semen Baturaja listing di BEI. Setiap tahunnya, pabrik semen ini
berhasil memproduksi sekitar 1,85 juta ton semen.
5. PT Cemindo Gemilang Tbk
PT Cemindo Gemilang Tbk memiliki produk dengan merek Semen Merah Putih dan Chinfon
Cement. PT Cemindo Gemilang Tbk bersama dengan Chinfon Cement mampu memproduksi
sekitar 13,9 juta ton semen setiap tahunnya. Produksi tersebut dipasarkan di Indonesia
maupun Vietnam.
6. PT Jui Shin Indonesia
PT Jui Shin Indonesia mulai beroperasi pada tahun 2001 dengan merek Garuda Tile dan Garuda
39
Page 57
Cement. Mereka dikenal karena teknologi canggih yang digunakan dalam proses produksinya,
yang menggabungkan teknologi dari Jerman, Swedia, dan Jepang.
7. PT Tiga Roda (TRS)
PT Tiga Roda yang dikenal sebagai produsen semen berkualitas dengan merek Tiga Roda.
PT Tiga Roda memasarkan produknya ke seluruh Indonesia. Pabrik ini juga cukup dikenal oleh
para pengusaha bangunan yang mencari semen dengan harga yang lebih terjangkau namun
tetap berkualitas.
8. PT Semen Kupang
PT Semen Kupang menjadi salah satu pabrik semen yang berlokasi di Pulau Timor, Nusa
Tenggara Timur. Pabrik ini fokus untuk memenuhi kebutuhan semen di wilayah Indonesia
Timur yang cukup sulit dijangkau oleh pabrik-pabrik semen besar lainnya. Dengan kapasitas
produksi yang lebih kecil dibandingkan pabrik-pabrik besar lainnya, PT Semen Kupang tetap
memiliki peranan penting dalam memastikan distribusi semen ke daerah-daerah terpencil.
Meskipun baru, pabrik ini terus berkembang dan berusaha meningkatkan kualitas produknya6.
4.3 Strategi Pemasaran
Perseroan berencana menerapkan strategi pemasaran yang mengandalkan tim pemasaran yang
telah berpengalaman. Selain itu, Perseroan yang merupakan bagian dari Grup SIG yang merupakan
konglomerasi industri semen di Indonesia merupakan potensi bagi Perseroan untuk menjalin kerja
sama dengan ekosistem internal guna mengakomodasi kebutuhan permintaan secara efektif.
Untuk mendukung skema MSA, Perseroan akan mengimplementasikan kerangka pemasaran 4A
(Availability, Affordability, Attractiveness, dan Advocacy) berikut ini:
1. Strategi Availability
Strategi ketersediaan difokuskan pada perluasan kapasitas gudang distributor di titik-titik
potensial untuk memastikan pasokan yang merata. Pemantauan sell-in dan sell-out dilakukan
secara harian guna menjaga tingkat stok yang optimal. Selain itu, program dorongan (push
program) diterapkan bagi toko strategis, toko dengan potensi pertumbuhan, serta pelanggan
loyal. Upaya ini juga didukung dengan penyelesaian isu finansial distributor melalui kerja sama
pendanaan atau pemberian dukungan keuangan yang tepat.
2. Strategi Affordability
Pendekatan keterjangkauan dijalankan dengan menjaga stabilitas harga demi membangun
dan mempertahankan kepercayaan pelanggan. Perseroan menerapkan dynamic pricing
dengan tetap memperhatikan kesenjangan harga yang ideal terhadap kompetitor utama.
Penyesuaian harga juga dilakukan antarmerek SIG untuk menghindari potensi kanibalisasi
internal di pasar.
3. Strategi Attractiveness
Dalam aspek daya tarik, strategi mencakup aktivasi ritel melalui branding toko, pemasangan
shopblind, poster, dan tampilan (display) produk. Perseroan mengembangkan program
kontraktual berbasis volume dengan sistem reward upfront guna mengunci volume penjualan
tambahan (incremental). Program poin bertingkat, seperti double atau triple point, diterapkan
sesuai klasifikasi toko. Upaya ini diperkuat dengan penempatan media lokal seperti billboard,
transportasi umum, dan radio untuk meningkatkan brand recall.
6 investasiku.id/eduvest/bisnis/pabrik-semen-terbesar
40
Page 58
4. Strategi Advocacy
Untuk memperkuat advokasi merek, dilakukan edukasi tukang melalui pelatihan, kunjungan
pabrik (plant tour), dan demonstrasi produk. Aktivasi komunitas seperti “Jago Bangunan”,
“Ahli Bangunan”, dan Duta Bangunan (influencer lokal) menjadi sarana membangun kedekatan
dengan para pelaku industri. Selain itu, Perseroan berkolaborasi dengan pemerintah desa atau
daerah dalam proyek pembangunan, serta melaksanakan program switching bagi kontraktor
atau proyek kecil dengan insentif berupa alat kerja, Alat Pelindung Diri (APD), atau sertifikasi
khusus.
4.4 Pangsa Pasar
Perseroan memegang pangsa pasar sekitar 36,20% di Region 3, yang meliputi Jawa Barat, Jawa
Tengah, DI Yogyakarta (DIY), DKI Jakarta, Banten, dan Bangka Belitung. Kontribusi wilayah ini
terhadap total permintaan ritel nasional mencapai sekitar 25,00%, menjadikannya salah satu pasar
dengan bobot terbesar di Indonesia. Dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025
Perseroan, Region 3 ditargetkan memberikan kontribusi sekitar 19,00% terhadap total volume ritel
nasional. Besarnya porsi tersebut menunjukkan bahwa setiap perubahan kinerja di wilayah ini akan
langsung berdampak pada capaian pangsa pasar nasional Perseroan, sehingga Region 3 menjadi
indikator penting bagi kesehatan pasar perusahaan secara keseluruhan.
Dari sisi dinamika permintaan, meskipun tren tahun berjalan 2025 menunjukkan perlambatan
pertumbuhan, pangsa pasar SIG di Region 3 relatif terjaga. Stabilitas pangsa ini mencerminkan
keberhasilan dalam menjaga distribusi dan layanan kepada pelanggan, sekaligus menegaskan peran
strategis wilayah ini sebagai tulang punggung portofolio ritel Perseroan. Ke depan, fokus
perusahaan diarahkan pada penguatan basis pelanggan dan optimalisasi jaringan distribusi di
Region 3, agar pangsa pasar yang sudah mapan dapat dipertahankan dan memberikan kontribusi
maksimal terhadap target pertumbuhan nasional.
4.5 Target Pasar
Perseroan menargetkan peningkatan kontribusi volume Region 3 menjadi di atas 20,00% dari target
nasional. Dari sisi Pangsa Pasar, perusahaan berfokus menahan pelemahan segmen premium
sekaligus merebut kembali 1% hingga 2% pangsa eco brand dalam kurun satu sampai dua tahun ke
depan. Optimalisasi wilayah juga menjadi prioritas, dengan pemanfaatan pasar blank spot melalui
strategi distribusi yang lebih efisien dan penambahan kapasitas gudang di titik potensial.
Pada aspek segmentasi end user, Perseroan menyasar kontraktor kecil hingga menengah, mandor,
dan pemerintah desa melalui program edukasi produk serta inisiatif switching untuk meningkatkan
loyalitas. Sementara itu, strategi harga difokuskan pada upaya menjaga kestabilan harga ritel dan
mengurangi kesenjangan antararea, guna memperkuat kepercayaan pelanggan sekaligus
meningkatkan daya saing di pasar.
4.6 Kesimpulan Analisis Kelayakan Aspek Pasar
Dengan memperhatikan kondisi dan potensi pasar, pesaing usaha, strategi pemasaran, pangsa
pasar, dan target pasar maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak
untuk dilaksanakan.
41
Page 59
5 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK TEKNIS
5.1 Ketersedian dan Kualitas Sumber Daya
Perseroan memiliki pabrik dan jaringan distribusi yang tersebar di seluruh Indonesia. Berikut
adalah daftar lokasi kegiatan usaha dan wilayah operasional yang dimiliki Perseroan:
Gambar 5-1 : Lokasi Kegiatan Usaha dan Wilayah Operasional Perseroan
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024
Untuk melaksanakan produksinya, Perseroan memperoleh bahan baku mentah dari berbagai
sumber (tambang sendiri ataupun yang berasal dari pemasok), terutama dari wilayah operasional
pabrik-pabriknya yang terletak di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa
Timur), dan Lhoknga (Aceh).
Untuk menghasilkan produk dan layanan berkualitas sesuai kebutuhan pelanggan, Perseroan saat
ini mempekerjakan karyawan yang berjumlah lebih dari dua ribu orang, di mana sebagian karyawan
telah memperoleh berbagai penghargaan dan sertifikasi. Selain itu, agar dapat melaksanakan
tugasnya secara lebih efektif dan efisien, Perseroan telah melakukan program pengembangan
kompetensi, untuk karyawan, maupun level Dewan Direksi, Dewan Komisaris, dan Organ
Pendukung Dewan Komisaris.
Selama tahun 2024, Perseroan telah menyelenggarakan pelatihan dengan jumlah peserta sebanyak
1.722 karyawan dan jumlah jam pelatihan sebanyak 53.405 jam.
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, saat ini Perseroan telah memiliki tenaga
ahli yang dapat mendukung penambahan kegiatan usaha baru. Para tenaga ahli telah bekerja pada
Perseroan, sehingga tidak terdapat biaya yang akan dikeluarkan oleh Perseroan untuk
menggunakan tenaga ahli yang berasal dari luar Perseroan.
5.2 Kapasitas Produksi
Perseroan memproduksi semen melalui empat pabrik yang terletak di Narogong (Jawa Barat),
Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh) dengan total kapasitas produksi
sebesar 14,86 juta ton per tahun. Pada Tanggal Studi Kelayakan ini, kapasitas produksi
terpasang dari keempat pabrik semen milik Perseroan sebagai berikut:
42
Page 60
Tabel 5-1 : Kapasitas Produksi Semen Perseroan
Kapasitas Terpasang Kontribusi Kapasitas
Nama Pabrik
(dalam Juta Ton) Terpasang (dalam %)
Narogong 6,06 41%
Cilacap 3,23 22%
Tuban 3,73 25%
Lhoknga 1,84 12%
Jumlah 14,86 100%
Sumber: Informasi manajemen Perseroan, 2025
5.3 Alur Proses Produksi
Berikut adalah gambaran proses produksi semen dan terak di sejumlah pabrik Perseroan.
Gambar 5-2 : Alur Proses Produksi Semen dan Terak Perseroan
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024
43
Page 61
Gambar 5-3 : Alur Proses Produksi Semen dan Terak Perseroan (Lanjutan)
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024
5.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Teknis
Dengan memperhatikan ketersediaan dan kualitas sumber daya, kapasitas produksi dan alur proses
produksi Perseroan, maka rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak
untuk dilaksanakan.
44
Page 62
6 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK POLA BISNIS
6.1 Kemampuan Menciptakan Nilai
Perseroan merupakan salah satu perusahaan terbesar dalam industri semen di Indonesia
dengan total kapasitas produksi (termasuk optimalisasi operasional pabrik) mencapai 14,86
juta ton semen per tahun. Perseroan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 1975
dengan jangkauan pemasaran produk baik di dalam maupun luar negeri.
Perseroan memiliki keunggulan dalam membuat produk-produk yang inovatif dan
berwawasan lingkungan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Sejumlah lini produk Perseroan
telah dikenal baik dan menguasai pasar semen di Indonesia. Saat ini, Perseroan memiliki
portofolio produk semen ramah lingkungan (eco-friendly cement products) dan solusi
konstruksi bernilai tambah (value-added construction solutions).
Gambar 6-1 : Produk Perseroan - Semen Ramah Lingkungan (Eco-Friendly Cement Products)
45
Page 63
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024
46
Page 64
Gambar 6-2 : Produk Perseroan - Solusi Konstruksi Bernilai Tambah
(Value-Added Construction Solutions)
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024
6.2 Keunggulan Kompetitif
Industri semen memiliki entry barrier, beberapa diantaranya adalah kebutuhan modal besar,
regulasi lingkungan, dan tingkat persaingan. Kompetisi pemain semen eksisting di Indonesia sudah
menciptakan kondisi kelebihan pasokan (oversupply) di mana tingkat utilisasi industri hanya
mencapai 54,00% pada tahun 2024, di luar kontribusi dari volume ekspor. Hal ini menyebabkan
para pemain baru akan sangat sulit masuk ke pasar Indonesia.
Dalam hal penerapan skema MSA Koordinator Area, Perseroan dapat fokus pada wilayah dengan
47
Page 65
potensi pasar terbesar dan margin tertinggi dengan meningkatkan pangsa pasar di pasar inti serta
memperkuat perjanjian pelanggan di wilayah Region 3. Selain itu, Perseroan tidak perlu lagi
membagi sumber daya penjualan dan pemasaran untuk wilayah diluar Region 3 karena sudah ada
mekanisme kompensasi management fee dengan anak usaha SIG lain.
6.3 Kemampuan Pesaing dalam Meniru Produk
Kompetisi dari para kompetitor Perseroan dapat mempengaruhi tingkat permintaan terhadap
produk yang ditawarkan Perseroan. Untuk terus mempertahankan dan meningkatkan posisinya,
Perseroan menjalankan kegiatan operasionalnya pada segmen pasar yang spesifik, menjalankan
kegiatannya di lokasi yang strategis disertai dengan produk dan layanan yang lebih inovatif dalam
kualitas dan harga yang kompetitif.
Pesaing lokal kecil kemungkinan dapat meniru jenis usaha yang akan dimiliki Perseroan ini. Hal ini
karena Perseroan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, di mana keunikan
yang dimiliki Perseroan merupakan bisnis yang berkesinambungan. Maka, pesaing sulit untuk dapat
mereplika produk yang dimiliki Perseroan secara umum, meskipun tak mudah pesaing mungkin
dapat meniru jenis usaha yang dimiliki Perseroan.
Namun, Perseroan mempunyai keunggulan dalam melakukan kegiatan usahanya, di mana keunikan
yang dimiliki Perseroan dalam rencana penambahan kegiatan usaha adalah produktivitas mesin
yang lebih baik dengan efisiensi energi yang lebih baik.
6.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Aspek Pola Bisnis
Dengan memperhatikan kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai, keunggulan
kompetitifnya, dan kemampuan pesaing dalam meniru produk Perseroan, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.
48
Page 66
7 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK MODEL MANAJEMEN
7.1 Struktur Organisasi
Sebagai bagian dari transformasi model bisnis, Perseroan berencana menambah kegiatan usaha
dan menerapkan skema Managed Services Agreement (MSA) yang akan mengembalikan fungsi
penjualan dan pemasaran yang sebelumnya dikelola secara terpusat oleh SIG.
Dalam rangka mendukung pelaksanaan strategi tersebut, Perseroan telah membentuk dua unit
kerja baru, yaitu Departemen Penjualan (Sales Department) serta Departemen Perencanaan dan
Pengembangan Pasar (Market Planning and Development Department), yang berada langsung di
bawah koordinasi Direktur Utama.
Gambar 7-1 : Struktur Organisasi Departemen Penjualan Perseroan
Department of
Sales
Sales Officer
Unit of Sales Unit of Sales Unit of Sales Unit of Sales Section of
Jabodetabek & North Western South Central South Western Technical &
Babel Java Java Java Customer Support
Section of Area
Section of Area Section of Area Section of Area
Sales Banten &
Sales Cibapataga Sales Purwokerto Sales Cikuma
Babel
Section of Area Section of Area
Section of Area Section of Area
Sales Bekasi & Sales Pukas &
Sales Suba Sales DIY
Depok Suci
Section of Area Section of Area
Sales Bogor Sales Kedu
Section of Area
Sales DKI
Sumber: Informasi manajemen Perseroan, 2025
Gambar 7-2 : Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pasar Perseroan
Department of Market
Planning and
Development
Unit of Pricing and Unit of Sales Planning
Promotion & Evaluation
Section of Planning &
Evaluation
Section of Channel
Process
Sumber: Informasi manajemen Perseroan, 2025
49
Page 67
7.2 Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM)
Implementasi skema MSA dilakukan dengan menggunakan manajemen dan SDM Perseroan yang
telah tersedia saat ini, sesuai dengan kapabilitas yang diperlukan untuk menjalankan proses
bisnis tersebut. Pada Tanggal Studi Kelayakan ini, Perseroan memiliki lebih dari 1.800 karyawan
yang tersebar di seluruh wilayah operasi Perseroan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar
adalah karyawan tetap yang terlatih dan memiliki pengalaman dalam menunjang kegiatan
usaha Perseroan.
Tabel 7-1 : Informasi Sumber Daya Manusia Perseroan
Keterangan Jumlah Karyawan
Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Laki-laki 1.694
Perempuan 199
Jumlah Karyawan 1.893
Karyawan Berdasarkan Tingkat Manajemen
Level manajemen puncak 16
Level manajemen senior 42
Level manajemen menengah 427
Level manajemen dasar 1.215
Level non-manajemen 193
Jumlah Karyawan 1.893
Karyawan Berdasarkan Kelompok Usia
< 30 tahun 67
30 – 55 tahun 1.219
> 50 tahun 607
Jumlah Karyawan 1.893
Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Doktor 2
Pascasarjana 111
Sarjana 850
Diploma 388
SMA 478
SD/SMP 64
Jumlah Karyawan 1.893
Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan
Karyawan tetap 1.845
Karyawan kontrak 48
Jumlah Karyawan 1.893
Sumber: Informasi manajemen Perseroan, 2025
7.3 Manajemen Risiko dan Mitigasi Risiko
Perseroan telah mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin timbul sehubungan dengan
implementasi skema MSA. Berdasarkan hasil penilaian risiko inheren, rencana tersebut
diklasifikasikan sebagai berisiko tinggi (high risk). Untuk memitigasi potensi gangguan akibat proses
transformasi model bisnis yang tidak berjalan optimal, Perseroan telah menyusun langkah-langkah
mitigasi risiko dengan rencana sebagai berikut:
1. Meningkatkan penjualan setidaknya sebesar 6,00% pada semester II-2025 untuk
menghindari penurunan laba setelah pajak (earning after tax - EAT).
2. Mengajukan waiver kepada kreditur terkait Current Ratio Covenant, dengan
50
Page 68
menyesuaikan terhadap kondisi saat ini.
3. Menyusun proyeksi keuangan sebagai dasar bagi Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk
menerbitkan pendapat kewajaran (fairness opinion) berdasarkan laporan keuangan yang telah
diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).
4. Melakukan komunikasi dengan perusahaan induk terkait alternatif penggunaan KBLI 46100
(perdagangan besar atas dasar balas jasa/fee atau kontrak).
5. Berkoordinasi dengan OpCo (Operating Company)/ Koordinator Area lainnya, khususnya di
wilayah (Region) 1, 2, dan 4 untuk menjaga tingkat utilisasi fasilitas produksi.
Perseroan menerapkan manajemen risiko untuk mengidentifikasi seluruh risiko utama dan
peluang yang mungkin timbul dari kegiatan usaha Perseroan, mengukur risiko-risikonya,
menyusun rencana pengendalian, dan memonitor tingkat risiko sesuai dengan kebijakan dan
prosedur manajemen risiko di Perseroan. Untuk mewujudkan pengelolaan risiko yang efektif
dan efisien, Perseroan menerapkan sistem manajemen terintegrasi yang mengacu pada
Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-2/MBU/03/2023 tentang Pedoman Tata Kelola dan
Kegiatan Korporasi Signifikan Badan Usaha Milik Negara. Perseroan juga mengacu kepada
prosedur Enterprise Risk Management (ERM) dan Pedoman Tata Kelola SIG untuk prinsip-
prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Dalam implementasinya, Perseroan mengacu pada “Model Tiga Lini”, dengan para pemilik
proses di seluruh satuan kerja (Risk Taking Unit/RTU) sebagai lini pertama yang bertugas
mengidentifikasi dan mengelola risiko dalam proses bisnis. Perseroan juga menetapkan adanya
Fungsi Manajemen Risiko sebagai lini kedua, yang bertanggung jawab dalam mengukur,
memantau, dan memperlakukan risiko secara agregat serta mengembangkan metodologi dan
kebijakan manajemen risiko untuk mendukung kinerja lini pertama. Pada lini ketiga, Divisi
Audit Internal berperan memastikan bahwa Perseroan telah menerapkan tata kelola,
pengendalian risiko dan pengendalian internal secara efektif.
7.4 Kesimpulan Analisis Kelayakan Aspek Model Manajemen
Berdasarkan struktur organisasi, informasi jumlah sumber daya manusia serta manajemen
risiko dan mitigasi risiko Perseroan, maka secara umum hal tersebut telah cukup mendukung
operasional kerja perusahaan dalam penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan
secara aspek model manajemen layak untuk dilaksanakan.
51
Page 69
8 ANALISIS KELAYAKAN ASPEK KEUANGAN
8.1 Kajian Kelayakan Keuangan
Dalam kajian kelayakan keuangan, analisis dilakukan dari berbagai aspek yang saling berkaitan
untuk mengetahui dan mengukur seberapa besar prospek, dampak dan manfaat atas Rencana
Perseroan, serta mengukur tingkat balikan (return) yang diperoleh dari jumlah investasi yang
ditanamkan. Analisis tersebut meliputi sumber dan target pendapatan operasional serta biaya-
biaya yang harus dikeluarkan meliputi biaya operasional langsung dan beban usaha, modal kerja
dan investasi.
Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mempertimbangkan
beberapa metode yaitu :
a. Net Present Value (NPV), yaitu metode yang menunjukkan selisih bersih antara nilai kini
(present value) dari investasi (capital outlays) yang dilakukan terhadap nilai kini dari arus kas
masuk (cash inflow) dari kegiatan operasional di masa yang akan datang. Suatu proyek dapat
dikatakan layak untuk dilakukan apabila NPV positif dan tidak layak bila NPV negatif;
b. Payback Period (PBP), yaitu lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya
investasi. PBP dengan periode pengembalian lebih pendek lebih baik dari periode
pengembalian lebih lama, atau lamanya waktu yang diperlukan untuk memulihkan biaya
investasi atau lamanya waktu yang dibutuhkan investor untuk mencapai titik impas (break
even point). Pengembalian dana yang lebih pendek berarti investasi yang lebih menarik,
sedangkan periode pengembalian yang lebih lama kurang diminati;
c. Internal Rate of Return (IRR), yaitu suatu tingkat imbal hasil (return) yang diperoleh
berdasarkan nilai kini dari arus kas masuk tersebut nilainya akan sama dengan nilai kini dari
investasi yang dilakukan. Suatu proyek dikatakan layak untuk dilakukan apabila nilai IRR lebih
besar dari imbal hasil yang diharapkan (dalam Rencana Perseroan ini, tingkat pengembalian
yang diharapkan adalah Weighted Average Cost of Capital/ WACC); dan
d. Profitability index (P/I), merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode. Nilai tambah yang didapat dari investasi
diperhitungkan dengan membagi total investasi pada awal periode dengan jumlah arus kas
yang dihasilkan selama periode berjalannya proyek.
Apabila P/I dihasilkan dari suatu proyek sama dengan satu, maka arus kas dari proyek setiap
tahun tidak menghasilkan nilai tambah. Apabila P/I lebih besar dari satu, maka nilai arus kas
yang dihasilkan dari proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan.
Sedangkan P/I lebih kecil dari satu, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap tahun
tidak menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan. Dalam menganalisis P/I suatu proyek maka
kelayakan dapat dinilai apabila nilai P/I lebih dari satu.
Dalam Studi Kelayakan ini, kami hanya menggunakan metode Net Present Value (NPV) terhadap
Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow to the Firm – FCFF). Tingkat diskonto yang
digunakan untuk sebagai dasar untuk perhitungan NPV adalah WACC. Analisis dilakukan dengan
mengestimasi nilai tambah yang diperoleh Perseroan yang tercermin dari perbandingan antara
proyeksi arus kas Perseroan jika dilakukan Rencana Perseroan dengan proyeksi arus kas Perseroan
jika tidak dilakukan Rencana Perseroan (incremental/ with and without benefit).
52
Page 70
8.2 Penentuan Tingkat Diskonto
Dalam rangka Studi Kelayakan atas Rencana Perseroan, tingkat diskonto yang digunakan adalah
tingkat Rata-Rata Tertimbang Biaya Kapital atau Weighted Average Cost of Capital (WACC). WACC
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
WACC = ((Kd*(1-T)) * % Debt) + (Ke * % Equity)
WACC Weighted Average Cost of Capital (tingkat rata-rata tertimbang biaya atas modal/ kapital)
Kd Cost of debt (biaya utang)
Ke The required rate of return/ cost of equity (biaya ekuitas)
% Debt Proportion of Debt in the capital structure (proporsi utang dalam struktur kapital
% Equity Proportion of Equity in the capital structure (proporsi ekuitas dalam struktur kapital)
T Tax rate (tarif pajak)
Dalam Studi Kelayakan ini, asumsi yang digunakan untuk mengestimasi WACC adalah sebagai
berikut:
Biaya Utang (Cost of Debt)
Biaya utang setelah pajak yang digunakan dalam Studi Kelayakan ini sebesar 6,99% yang dihitung
dengan mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
o Tingkat suku bunga pinjaman (sebelum pajak) yang digunakan sebesar 8,96% berdasarkan
tingkat suku bunga pinjaman Rupiah untuk jenis pinjaman investasi berdasarkan kelompok
bank Persero per Juni 2025 (sumber : Bank Indonesia); dan
o Tarif pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00%, berdasarkan tingkat pajak korporasi di
Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan (sumber: Undang-Undang No. 7 tahun
2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan).
Biaya Ekuitas (Cost of Equity)
Biaya ekuitas dihitung dengan menggunakan Capital Asset Pricing Model (CAPM), dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
Ke = Rf + (β x ERP)
Ke Cost of equity (biaya ekuitas)
Rf Risk free rate (tingkat suku bunga bebas risiko)
β Relevered Beta
ERP Equity Risk Premium
Biaya ekuitas yang digunakan dalam Studi Kelayakan sebesar 12,57% yang dihitung dengan
mempertimbangkan faktor-faktor sebagai berikut:
o Tingkat imbal balik bebas risiko (risk free rate)
Tingkat imbal hasil bebas risiko yang digunakan sebesar 7,03%, yang merupakan yield Surat
Utang Negara (SUN) Indonesia dengan tenor 30 tahun per tanggal 30 Juni 2025.
Tingkat imbal balik bebas risiko kemudian dikurangi default spread Indonesia per Tanggal Studi
Kelayakan sebesar 1,87% (sumber: Damodaran), sehingga tingkat bebas risiko efektif yang
digunakan sebesar 5,16%.
o Relevered Beta
Relevered beta yang diaplikasikan dalam Studi Kelayakan dihitung dari rata-rata unlevered beta
dan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio - DER) dari delapan perusahaan yang
53
Page 71
sebanding dengan Perseroan, serta tingkat pajak penghasilan perusahaan yang berlaku pada
Tanggal Studi Kelayakan.
Delapan perusahaan yang sebanding dengan Perseroan (“Perusahaan Pembanding”) masing-
masing bergerak dalam industri semen. Unlevered beta dari masing-masing Perusahaan
Pembanding diestimasi dengan mengaplikasikan rumus sebagai berikut:
𝑩𝑳
𝑩𝑼 =
{𝟏 + (𝐃𝐄𝐑 𝐱 (𝟏 − 𝐓))}
βU Unlevered beta
βL Relevered beta
DER Debt to Equity Ratio (rasio utang terhadap ekuitas)
T Marginal tax rate (tarif pajak)
Estimasi rata-rata unlevered beta dan DER dari masing-masing Perusahaan Pembanding yang
diaplikasikan dalam Studi Kelayakan ini sebagai berikut:
Tabel 8-1 : Estimasi Rata-rata Unlevered Beta dan DER Perusahaan Pembanding
Unlevered Beta Perusahaan Pembanding
Levered Nilai Pasar Nilai Kapitalisasi Utang/ Marginal Unlevered
Perusahaan Pembanding Beta Utang* Pasar* Ekuitas Tax Rate Beta
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk 0,96 2.478,68 17.877,41 13,86% 22,00% 0,86
PT Semen Baturaja (Persero) Tbk 1,39 629,64 2.940,03 21,42% 22,00% 1,19
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk 1,14 11.381,25 18.008,68 63,20% 22,00% 0,76
Siam City Cement Public Company Limited 0,67 10.332,34 21.224,98 48,68% 20,00% 0,48
Asia Cement (China) Holdings Corporation 0,68 2.799,36 7.517,05 37,24% 16,50% 0,52
Asia Cement Corporation 0,58 53.762,38 79.290,87 67,80% 20,00% 0,37
TCC Group Holdings Co., Ltd. 0,64 112.338,35 114.404,52 98,19% 20,00% 0,36
Vicem Ha Tien Cement Joint Stock Company 0,98 673,08 2.836,12 23,73% 20,00% 0,82
Rata-rata 0,88 73,61% 0,67
*) dalam miliar Rupiah
Sumber: S&P Capital IQ, diolah, 2025
Rata-rata unlevered beta Perusahaan Pembanding yang diaplikasikan dalam Studi Kelayakan
ini sebesar 0,67 dengan rata-rata DER sebesar 73,61%. Sementara tingkat pajak penghasilan
perusahaan yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan (target marginal tax rate) sebesar
22,00% (sumber: Undang-Undang No. 7 tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan
Perpajakan).
Dengan demikian, relevered beta yang diaplikasikan dalam Studi Kelayakan ini adalah sebesar
1,06.
o Premi risiko pasar (market risk premium)
Premi risiko pasar untuk Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan adalah sebesar
7,03% yang dihitung dengan rumus sebagai berikut:
= Premi Risiko Ekuitas (Equity Risk Premium - ERP) AS yang berlaku pada Tanggal Studi
Kelayakan
+ Default spread Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan x deviasi pasar
ekuitas dari deviasi rata-rata pasar obligasi AS (relative equity volatility)
= Premi risiko pasar
ERP AS yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan sebesar 4,21%, ditambahkan dengan
penyesuaian terhadap ERP AS sebesar 2,82%. Penyesuaian terhadap ERP AS diperoleh dari
54
Page 72
default spread Indonesia yang berlaku pada Tanggal Studi Kelayakan sebesar 1,87% dan relative
equity volatility sebesar 1,50 (Sumber: Damodaran).
Proporsi Struktur Kapital
Dalam Studi Kelayakan ini, proporsi utang dan ekuitas dalam struktur kapital masing-masing
sebesar 42,40% dan 57,60% yang merupakan rata-rata rasio yang diperoleh dari Perusahaan
Pembanding yang bergerak dalam industri semen (sumber: SP Capital IQ).
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya tingkat Rata-Rata Tertimbang Biaya Kapital (Weighted
Average Cost of Capital - WACC) dalam mengestimasi indikasi Net Present Value (NPV) Rencana
Perseroan adalah sebesar 10,20%.
Tabel 8-2 : Estimasi WACC
Biaya Utang
Biaya Utang 8,96%
Tingkat Pajak 22,00%
Biaya Utang Setelah Pajak 6,99%
Biaya Ekuitas
Yield SUN 7,03%
Default Spread Indonesia 1,87%
Tingkat Bebas Risiko (Disesuaikan) 5,16%
Mean Unlevered Beta 0,67
Target Utang/Ekuitas 73,61%
Target Marginal Tax Rate 22,00%
Relevered Beta 1,06
Equity Risk Premium (ERP) AS 4,21%
Default Spread Indonesia 1,87%
Relative Equity Volatility 1,50
Penyesuaian terhadap ERP AS 2,82%
Premium Risiko Pasar Indonesia 7,03%
Biaya Ekuitas 12,57%
Weighted Average Cost of Capital
Proporsi
Utang 42,40% 2,96%
Ekuitas 57,60% 7,24%
WACC 10,20%
8.3 Asumsi Proyeksi Keuangan Perseroan dan Entitas Anak
Analisis kelayakan keuangan disusun dengan menggunakan Proyeksi Keuangan Konsolidasian
Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen Perseroan. Proyeksi keuangan
tersebut telah mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan menurut pendapat
kami Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak yang disiapkan oleh manajemen
Perseroan adalah wajar, namun kami tidak bertanggung jawab terhadap pencapaiannya.
Berdasarkan analisis yang dilakukan, Rencana Perseroan diproyeksikan seterusnya akan berdampak
terhadap bisnis Perseroan dan Entitas Anak di masa yang akan datang. Oleh karena itu, kami
melakukan perhitungan analisis kelayakan keuangan tidak hanya pada periode spesifik, namun juga
pada periode kekal atau perpetuitas (perpetuity).
Analisis kelayakan keuangan pada periode spesifik didasarkan pada Proyeksi Keuangan
Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak untuk tahun 2025-2030. Sementara pada periode
55
Page 73
spesifik, kami menghitung nilai terminal (terminal value) dengan asumsi bahwa bisnis Perseroan
dan Entitas Anak akan terus beroperasi dan bertumbuh pada tingkat stabil selamanya.
Berikut adalah asumsi utama (main value driver) yang digunakan oleh Perseroan dalam menyusun
proyeksi keuangan Perseroan dan Entitas Anak Dengan dan Tanpa Rencana Perseroan:
Asumsi Skema MSA
Berdasarkan informasi Perseroan, dengan dilakukannya Rencana Perseroan maka akan terjadi
perubahan atas ruang lingkup operasi setiap anak usaha di lingkungan SIG dengan asumsi sebagai
berikut:
Tabel 8-3 : Asumsi Skema MSA
Keterangan Setelah Implementasi MSA
Area Penjualan Perseroan menjadi koordinator area yang melakukan penjualan dan pemasaran
di Area (Region) 3 yang terdiri dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Jawa
Tengah, dan Bangka Belitung.
MSA Income Perseroan berhak menerima management fee atas produk entitas anak usaha
lain yang dijual di wilayah Region 3.
MSA Expenses Perseroan wajib membayar management fee atas penjualan yang dilakukan di
luar wilayah Region 3.
Tarif Jasa 2% dari penjualan (harga jual ke Mega Distributor x volume).
Produk Berlaku untuk produk Bag dan Bulk. Produk yang dikecualikan adalah ICS semen
atau clinker, produk Bulk yang dikelola Corsales Holding, dan ekspor semen atau
clinker.
RSR dibantu oleh tenaga ahli perpajakan yaitu DDTC Consulting untuk melakukan analisis kewajaran
atas asumsi tarif jasa management fee sebesar 2%. Berdasarkan laporan tenaga ahli perpajakan
DDTC Consulting, diperoleh rentang kewajaran interquartile sebesar 2,63% - 9,50% dari penjualan.
Berdasarkan informasi dari management Perseroan, tarif MSA yang dibayarkan ke masing-masing
OpCo (Operating Company) lain ditentukan sebesar 2% dari penjualan. Namun diluar biaya MSA
tersebut anak perusahaan SIG juga akan membayar biaya margin Mega Distributor sebesar 3%
kepada SIG selaku Mega Distributor. Oleh karena itu berdasarkan analisis kami asumsi tarif jasa
MSA 2% masih dalam kisaran tarif yang wajar.
Asumsi Proyeksi Keuangan
Penyusunan Proyeksi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak menggunakan asumsi-
asumsi pertumbuhan sebagai berikut:
Tabel 8-4 : Asumsi Pertumbuhan Proyeksi Keuangan
Kategori Detail Asumsi
Volume Domestic volume growth +1%
ICS cement volume growth +1%
ASP ASP growth +1-2%
(Average Selling Price) Impact of transformational sales (MD) -3%
Fuel, raw material, transportation, and packaging cost +2%
Produksi dan Distribusi increase
Electricity cost increase +1%
Fixed cost (Maintenance, GA and Personel) increase +2-5%
56
Page 74
Asumsi Investasi
Penambahan kegiatan usaha aktivitas konsultasi manajemen lainnya Perseroan dimaksudkan untuk
mendukung skema pembayaran management fee antara entitas anak SIG. Oleh karena itu
diasumsikan tidak ada perubahan volume produksi serta tidak ada kebutuhan investasi tambahan
diluar kapasitas fasilitas produksi yang telah dimiliki Perseroan.
Kebutuhan Sumber Pendanaan
Dalam pelaksanaan Rencana Perseroan, tidak terdapat adanya kebutuhan investasi awal yaitu
Capital Expenditure (CAPEX). Oleh karena itu tidak terdapat kebutuhan sumber pendanaan
tambahan dalam melaksanakan Rencana Perseroan.
Beban Operasional
Beban operasional diasumsikan berbeda antara proyeksi Tanpa Rencana Peseroan dan Dengan
Rencana Perseroan.
Tabel 8-5 : Proyeksi Beban Operasional
(dalam miliar Rupiah)
Tanpa Rencana Perseroan Dengan Rencana Perseroan
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Beban Penjualan 1.008 1.154 1.227 1.304 1.346 1.395 1.102 1.332 1.408 1.486 1.530 1.581
Transportasi dan Pengangkutan 944 1.087 1.158 1.232 1.271 1.317 952 1.090 1.154 1.221 1.252 1.291
Tenaga Kerja 40 42 44 46 48 51 59 79 83 87 92 96
Pemeliharaan 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Depresiasi 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Beban Penjualan Lainnya 23 24 24 25 25 26 89 162 169 177 185 193
Beban Umum dan Administrasi 355 367 379 392 405 419 355 367 379 392 405 419
Tenaga Kerja 186 190 194 198 203 207 186 190 194 198 203 207
Depresiasi 10 10 11 11 11 11 10 10 11 11 11 11
Pemeliharaan 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1
Beban Umum dan Admiinstrasi Lainnya 158 165 173 181 190 200 158 165 173 181 190 200
Beban Operasional 1.363 1.521 1.606 1.696 1.751 1.814 1.457 1.699 1.786 1.878 1.935 2.000
Biaya Bahan Baku
Biaya bahan baku diasumsikan tidak ada perbedaan antara proyeksi Tanpa Rencana Perseroan dan
Dengan Rencana Perseroan. Asumsi biaya bahan baku adalah sebagai berikut:
Tabel 8-6 : Proyeksi Biaya Bahan Baku
(dalam miliar Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Fuel (Rp. Thousand/Ton Clinker
Production) 216 221 225 230 234 239
Electricity (Rp. Thousand/Ton [Cement
Production+Clinker Sales])
94 95 96 97 98 99
Raw Material (Rp. Thousand/Ton [Cement
Production+Clinker Sales])
77 79 80 82 83 85
Logistics (Rp. Thousand/Ton Vol Sales)
65 66 67 68 70 71
Packaging (Rp. Thousand/Ton Vol Sales)
33 33 34 35 35 36
57
Page 75
8.4 Analisis Proyeksi Keuangan dengan dan Tanpa Rencana Perseroan
Berdasarkan asumsi yang telah dijelaskan sebelumnya, berikut adalah analisis atas proyeksi
keuangan serta dampak dilaksanakannya Rencana Perseroan terhadap kondisi keuangan
Perseroan.
Pendapatan tanpa dilakukannya Rencana Perseroan diproyeksikan sebesar Rp14,20 triliun pada
tahun 2030 dengan CAGR sebesar 4,82%. Sedangkan pendapatan Perseroan dengan dilakukannya
Rencana Perseroan diproyeksikan lebih tinggi yaitu sebesar Rp14,25 triliun pada tahun 2030
dengan rata-rata CAGR sebesar 4,43%. Hal tersebut dikarenakan penambahan KBLI 70209
diproyeksikan akan meningkatkan pendapatan usaha Perseroan melalui penerimaan management
fee dari penjualan produk semen milik entitas anak SIG yang berada dalam wilayah koordinasi
Perseroan.
Laba kotor (gross profit) tanpa dilakukannya Rencana Perseroan diproyeksikan sebesar Rp3,27
triliun pada tahun 2030 dengan rata-rata gross profit margin sebesar 22,56%. Sedangkan laba kotor
dengan dilakukannya Rencana Perseroan diproyeksikan lebih tinggi yaitu mencapai Rp3,51 triliun
pada tahun 2030 dengan rata-rata gross profit margin sebesar 23,97%. Hal tersebut karena laju
pertumbuhan pendapatan lebih tinggi dibandingkan laju pertumbuhan beban pokok penjualan.
Tanpa Rencana Perseroan, rata-rata margin EBIT diproyeksikan sebesar 10,04% dan rata-rata
margin laba bersih diproyeksikan sebesar 9,03%. Sementara dengan Rencana Perseroan, rata-rata
margin EBIT diproyeksikan lebih baik yaitu sebesar 10,33% dan rata-rata margin laba bersih
diproyeksikan sebesar 9,10%.
Rata-rata rasio Return on Equity (ROE) Perseroan tanpa Rencana Perseroan diproyeksikan sebesar
8,20% dan rata-rata Return on Assets (ROA) diproyeksikan sebesar 5,35%. Sedangkan dengan
Rencana Perseroan, rata-rata ROE Perseroan diproyeksikan lebih tinggi yaitu sebesar 8,36% dan
ROA sebesar 5,44%.
Rata-rata pertumbuhan aset tanpa Rencana Perseroan dihitung secara CAGR adalah sebesar 0,61%,
diproyeksikan menjadi sebesar Rp21,88 triliun pada tahun 2030. Sedangkan rata-rata pertumbuhan
aset dengan Rencana Perseroan adalah sebesar 0,66%, diproyeksikan menjadi sebesar Rp21,95
triliun pada tahun 2030.
Rata-rata pertumbuhan ekuitas tanpa Rencana Perseroan dihitung secara CAGR adalah sebesar
3,32%, diproyeksikan menjadi sebesar Rp15,45 triliun pada tahun 2030. Sedangkan rata-rata
pertumbuhan ekuitas dengan Rencana Perseroan adalah sebesar 3,41%, diproyeksikan menjadi
sebesar Rp15,52 triliun pada tahun 2030.
Tabel 8-7 : Rasio Proyeksi Dengan dan Tanpa Rencana Perseroan
Tanpa Rencana Perseroan Dengan Rencana Perseroan
Keterangan
2025 2026 2027 2028 2029 2030 Rata-rata 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Rata-rata
Pertumbuhan Pendapatan *) -5,51% 9,33% 4,79% 4,63% 2,54% 2,95% 4,82% -3,43% 8,84% 4,42% 4,28% 2,18% 2,58% 4,43%
Pertumbuhan Aset *) 0,88% 1,78% -0,56% 2,69% 2,10% -2,86% 0,61% 0,88% 2,05% -0,58% 2,68% 2,10% -2,82% 0,66%
Pertumbuhan Ekuitas *) 1,63% 2,95% 3,29% 3,58% 3,39% 3,39% 3,32% 1,63% 2,67% 3,44% 3,76% 3,58% 3,60% 3,41%
Margin laba kotor 22,14% 22,30% 22,42% 22,64% 22,86% 22,98% 22,56% 23,69% 23,42% 23,66% 24,02% 24,37% 24,63% 23,97%
EBITDA Margin 16,78% 16,23% 16,12% 16,07% 16,17% 16,14% 16,25% 17,63% 16,02% 16,07% 16,18% 16,40% 16,50% 16,46%
EBIT Margin 10,00% 9,91% 9,93% 10,03% 10,17% 10,21% 10,04% 10,99% 9,81% 9,96% 10,20% 10,44% 10,59% 10,33%
Margin laba bersih 10,16% 9,55% 8,93% 8,44% 8,55% 8,58% 9,03% 10,75% 9,31% 8,81% 8,42% 8,61% 8,72% 9,10%
Return on Assets (ROA) 5,37% 5,42% 5,34% 5,14% 5,23% 5,57% 5,35% 5,80% 5,37% 5,33% 5,18% 5,29% 5,66% 5,44%
Return on Equity (ROE) 8,69% 8,67% 8,22% 7,85% 7,89% 7,88% 8,20% 9,39% 8,63% 8,23% 7,92% 7,98% 8,00% 8,36%
Rasio lancar 0,96 0,94 1,05 1,17 1,29 1,51 1,15 0,96 0,94 1,05 1,17 1,29 1,53 1,16
Debt to Assets Ratio (DAR) 0,07 0,03 - - - - 0,02 0,07 0,03 - - - - 0,02
Debt to Equity Ratio (DER) 0,11 0,05 - - - - 0,03 0,11 0,05 - - - - 0,03
Perputaran Piutang Usaha 95 100 100 100 100 100 99 93 100 100 100 100 100 99
Perputaran Persediaan 59 45 45 45 45 45 47 59 45 45 45 45 45 47
Perputaran Utang Usaha 155 178 178 179 179 142 169 155 181 181 182 182 144 171
*) rata-rata pertumbuhan dihitung dengan CAGR
58
Page 76
Dari segi Likuiditas, rata-rata rasio lancar (current ratio) tanpa Rencana Perseroan diproyeksikan
sebesar 1,15. Sedangkan rata-rata current ratio dengan Rencana Perseroan diproyeksikan sebesar
1,16.
Dari segi Solvabilitas, tidak ada perbedaan antara dengan atau tanpa Rencana Perseroan, yaitu rata-
rata rasio Debt to Equity (DER) dan rata-rata Debt to Assets (DAR) masing-masing sebesar 0,03 dan
0,02.
Dari segi modal kerja, rata-rata rasio perputaran piutang usaha, rata-rata rasio perputaran
persediaan, dan rata-rata rasio perputaran utang usaha tanpa Rencana Perseroan diproyeksikan
masing-masing selama 99 hari, 47 hari, dan 169 hari. Sedangkan dengan Rencana Perseroan
diproyeksikan masing-masing selama 99 hari, 47 hari, dan 171 hari.
8.5 Analisis Kelayakan Keuangan
Analisis kelayakan keuangan atas Rencana Perseroan dilakukan dengan mengestimasi nilai tambah
yang diperoleh Perseroan yang tercermin dari perbandingan antara proyeksi arus kas Perseroan
jika dilakukan Rencana Perseroan dengan proyeksi arus kas Perseroan jika tidak dilakukan Rencana
Perseroan (incremental / with and without benefit). Berdasarkan informasi Perseroan, diasumsikan
bahwa tidak ada investasi awal yang dibutuhkan untuk melakukan perubahan kegiatan usaha,
sehingga analisis kelayakan keuangan dilakukan dengan menghitung Net Present Value (NPV) atas
proyeksi incremental Perseroan dengan dan tanpa Rencana Perseroan.
Berdasarkan asumsi yang telah diberikan, proyeksi Free Cash Flow To The Firm (FCFF) Perseroan
tanpa dilakukannya Rencana Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 8-8 : Proyeksi FCFF - Tanpa Rencana Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Perpetuitas
Tanpa Rencana Perseroan
Pendapatan 11.876 11.221 12.269 12.857 13.452 13.794 14.202 14.628
Beban Pokok Penjualan (9.288) (8.737) (9.532) (9.974) (10.406) (10.641) (10.938) (11.266)
Laba Kotor 2.588 2.484 2.736 2.883 3.046 3.153 3.264 3.362
Beban Penjualan (982) (1.008) (1.154) (1.227) (1.304) (1.346) (1.395) (1.437)
Beban Umum dan Administrasi (364) (355) (367) (379) (392) (405) (419) (431)
EBIT 1.122 1.216 1.276 1.350 1.402 1.450 1.493
Beban Pajak (284) (335) (347) (363) (375) (384) (396)
NOPAT 838 881 929 986 1.028 1.066 1.098
Modal Kerja Bersih
Piutang Usaha 2.496 2.952 3.408 3.571 3.737 3.832 3.945 4.063
Persediaan 1.151 1.441 1.192 1.247 1.301 1.330 1.367 1.408
Aset Lancar Lain 907 466 466 466 466 466 466 480
Utang Usaha (3.354) (3.763) (4.710) (4.943) (5.175) (5.300) (4.301) (4.430)
Liabilitas Lancar Lain (711) (700) (543) (387) (234) (81) 69 71
Modal Kerja Bersih 489 396 (188) (46) 95 246 1.547 1.593
(Kenaikan)/ Penurunan
Modal Kerja Bersih 93 584 (142) (141) (151) (1.300) (46)
Depresiasi 761 776 797 812 828 842 842
Capex (469) (487) (462) (502) (547) (596) (842)
FCFF - Tanpa Rencana Perseroan 1.223 1.754 1.122 1.155 1.157 11 1.051
Berdasarkan asumsi yang telah diberikan, proyeksi Free Cash Flow To The Firm (FCFF) Perseroan
dengan dilakukannya Rencana Perseroan adalah sebagai berikut:
59
Page 77
Tabel 8-9 : Proyeksi FCFF - Dengan Rencana Perseroan
(dalam miliar Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 Perpetuitas
Dengan Rencana Perseroan
Pendapatan 11.876 11.468 12.482 13.034 13.591 13.888 14.246 14.674
Beban Pokok Penjualan (9.288) (8.751) (9.559) (9.950) (10.326) (10.503) (10.737) (11.060)
Laba Kotor 2.588 2.717 2.923 3.084 3.265 3.384 3.509 3.614
Beban Penjualan (982) (1.102) (1.332) (1.408) (1.486) (1.530) (1.581) (1.629)
Beban Umum dan Administrasi (364) (355) (367) (379) (392) (405) (419) (431)
EBIT 1.261 1.224 1.298 1.387 1.450 1.509 1.554
Beban Pajak (338) (315) (357) (377) (390) (403) (415)
NOPAT 922 909 941 1.010 1.060 1.106 1.139
Modal Kerja Bersih
Piutang Usaha 2.496 2.952 3.467 3.621 3.775 3.858 3.957 4.076
Persediaan 1.151 1.441 1.195 1.244 1.291 1.313 1.342 1.382
Aset Lancar Lain 907 466 466 466 466 466 466 480
Utang Usaha (3.354) (3.763) (4.804) (5.014) (5.221) (5.321) (4.295) (4.424)
Liabilitas Lancar Lain (711) (700) (543) (387) (234) (81) 69 71
Modal Kerja Bersih 489 396 (219) (71) 77 234 1.539 1.586
(Kenaikan)/ Penurunan
Modal Kerja Bersih 93 615 (148) (148) (157) (1.305) (46)
Depresiasi 761 776 797 812 828 842 842
Capex (469) (487) (462) (502) (547) (596) (842)
FCFF - Dengan Rencana Perseroan 1.307 1.813 1.128 1.171 1.184 47 1.093
Setelah diperoleh FCFF dengan dan tanpa dilakukannya Rencana Perseroan, maka dapat diestimasi
Nilai Kini Arus Kas Bersih (Net Present Value) yang diperoleh dari Rencana Perseroan sebagai
berikut:
Tabel 8-10 : Net Present Value (NPV)
(dalam miliar rupiah)
H2-2025 2026 2027 2028 2029 2030 Perpetuitas
FCFF - Tanpa Rencana Perseroan 612 1.754 1.122 1.155 1.157 11 1.051
FCFF - Dengan Rencana Perseroan 654 1.813 1.128 1.171 1.184 47 1.093
Incremental Free Cash Flow 42 59 6 16 26 36 42
Terminal Value 2,5% 546
Total - 42 59 6 16 26 582
Periode diskonto 0,00 0,50 1,50 2,50 3,50 4,50 5,50
Tingkat diskonto 10,20% 10,20% 10,20% 10,20% 10,20% 10,20% 10,20%
Faktor diskonto 1,00 0,95 0,86 0,78 0,71 0,65 0,59
Nilai Kini FCFF - 40 51 5 12 17 341
NPV 466
8.6 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas atas Kelayakan Keuangan ini dilakukan dengan menguji pengaruh perubahan
asumsi yang memiliki dampak paling besar yaitu asumsi volume penjualan dan harga jual rata-rata
(Average Selling Price - ASP). Hal ini dikarenakan volume penjualan dan ASP menjadi fokus pada
skema MSA akibat relokasi penjualan antar region.
Berikut adalah analisis sensitivitas perubahan asumsi volume penjualan dan ASP terhadap indikasi
NPV atas Rencana Perseroan:
o Analisis sensitivitas terhadap incremental NPV menunjukkan bahwa apabila terjadi penurunan
pertumbuhan volume penjualan MSA sebesar -0,50%, -1,00%, -1,50%, dan -2,00%, maka
Rencana Perseroan dinilai layak untuk dilaksanakan meski terjadi penurunan incremental NPV
menjadi masing-masing sebesar Rp417,00 miliar, Rp367,00 miliar, Rp317,00 miliar, dan
60
Page 78
Rp266,00 miliar.
o Analisis sensitivitas terhadap incremental NPV menunjukan apabila terjadi penurunan
pertumbuhan ASP MSA sebesar -0,50%, -1,00%, -dan 1,50%, maka Rencana Perseroan dinilai
layak untuk dilaksanakan meski terjadi penurunan incremental NPV menjadi masing-masing
sebesar Rp316,00 miliar, Rp165,00 miliar, dan Rp14,00 miliar. Apabila terjadi penurunan
pertumbuhan ASP MSA sebesar -2,00%, maka Rencana Perseroan dinilai tidak layak untuk
dilaksanakan dengan hasil incremental NPV sebesar negatif Rp137,00 miliar. Hal tersebut
menunjukan Rencana Perseroan cukup sensitif terhadap perubahan ASP.
Tabel 8-11 : Analisis Sensitivitas
(dalam miliar Rupiah)
Skenario Volume ASP NPV
1 0,0% 0,0% 466
2 -0,5% 0,0% 417
3 -1,0% 0,0% 367
4 -1,5% 0,0% 317
5 -2,0% 0,0% 266
6 0,0% -0,5% 316
7 0,0% -1,0% 165
8 0,0% -1,5% 14
9 0,0% -2,0% (137)
61
Page 79
9 KESIMPULAN
Berikut adalah hasil analisis kelayakan atas Rencana Perseroan:
a. Kelayakan Pasar
Penambahan kegiatan usaha Perseroan diperlukan sebagai bagian dari rencana SIG untuk
mengimplementasikan skema Managed Service Agreement (MSA) antar anak usaha. Dalam MSA,
Perseroan akan bertindak sebagai Koordinator Area Region 3 dan akan menerima pendapatan
management fee dari anak usaha SIG yang lain dalam setiap penjualan yang dilakukan dalam Region
3. Sebaliknya, Perseroan akan membayar beban management fee kepada anak usaha SIG lain dalam
setiap penjualan yang dilakukan di luar Region 3. Dengan demikian, penambahan kegiatan usaha
Perseroan akan mengembalikan fungsi penjualan dan pemasaran Perseroan yang sebelumnya
dikelola terpusat oleh SIG.
Sebagai bagian dari SIG, strategi dan kegiatan pemasaran yang dilakukan Perseroan senantiasa
menginduk pada SIG. Dengan mempertimbangkan persaingan di industri semen yang sangat
kompetitif, SIG telah merumuskan strategi yang dipandang sesuai dan efektif dalam menghadapi
kompetisi di industri bahan bangunan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Perseroan, maka disimpulkan bahwa
aspek pasar ini adalah layak.
b. Kelayakan Teknis
Kelayakan teknis ditinjau dari sisi ketersediaan dan kualitas sumber daya, kapasitas produksi, dan
alur proses produksi.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dalam Rencana Perseroan, maka disimpulkan bahwa
aspek teknis ini adalah layak.
c. Kelayakan Pola Bisnis
Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai tambah,
keunggulan kompetitif Perseroan dalam kegiatan produksi dan kemampuan pesaing dalam meniru
produk, sehingga Perseroan yakin bahwa kegiatan usaha ini akan berkelanjutan.
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen Perseroan atas Rencana
Perseroan, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah
layak.
d. Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen Perseroan, di mana untuk memulai
kegiatan usaha ini Perseroan telah memiliki struktur organisasi, manajemen Sumber Daya Manusia
(SDM), serta manajemen risiko dan mitigasi risiko, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru
dari aspek model manajemen adalah layak.
e. Kelayakan Keuangan
Berdasarkan kajian dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat semua
asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, hasil analisis kelayakan keuangan adalah sebagai
berikut:
- Net Present Value (NPV)
NPV atas Rencana Perseroan positif sebesar Rp466.000.000.000, atau lebih besar dari 0,
artinya kegiatan usaha KBLI baru layak dilaksanakan.
- Internal Rate of Return (IRR)
62
Page 80
Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
Internal Rate of Return tidak dapat dilakukan
- Profitability Index (P/I)
Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
Profitability Index tidak dapat dilakukan.
- Payback Period (PP)
Berdasarkan informasi Perseroan, dalam pelaksanaan Rencana Perseroan tidak membutuhkan
investasi awal atau Capital Expenditure (CAPEX) tambahan. Dengan demikian perhitungan
Payback Period tidak dapat dilakukan.
Berdasarkan kajian analisis atas kelayakan aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
manajemen, dan aspek keuangan, maka disimpulkan bahwa Rencana Perseroan adalah LAYAK
untuk dilaksanakan.
63
Page 81
LAMPIRAN
Page 82
Lampiran 1 : Asumsi Volume Penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Domestic cement % 10,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00%
ICS cement % -53,46% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00% 1,00%
Export cement % 316,67% 50,00% 33,33% 0,00% 0,00%
Export clinker % -7,30% 1,04% -3,72% -7,70% -25,80% -22,70%
Lampiran 2 : Asumsi Average Selling Price Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Domestic cement 0,61% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
ICS cement -15,36% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
Export cement 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
Export clinker 0,78% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00% 2,00%
Lampiran 3 : Asumsi Beban Pokok Penjualan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Cement dan clinker 76,35% 76,36% 76,16% 75,86% 75,58% 75,39%
Non cement 82,72% 82,98% 82,54% 81,87% 81,23% 80,61%
Lampiran 4 : Asumsi Modal Kerja Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Perputaran piutang usaha hari 100 100 100 100 100 100
Perputaran persediaan hari 45 45 45 45 45 45
Perputaran utang usaha hari 165 165 165 165 165 130
-1-
Page 83
Lampiran 5 : Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak - Tanpa Rencana Perseroan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Cement
Cement Production (million Ton) 10,8 11,3 11,8 12,2 12,4 12,7
Clinker Production (million Ton) 8,9 9,0 9,2 9,5 9,4 9,3
Clinker Sales Volume (million Ton) 1,4 1,2 1,1 1,0 0,8 0,6
Cement Sales Volume (million Ton) 11,3 11,9 12,3 12,8 13,0 13,3
Cement Prod + Clinker Sales (million Ton) 12,2 12,5 12,9 13,3 13,2 13,3
Total Sales Volume (million Ton) 12,7 13,0 13,5 13,8 13,8 13,9
ASP (Rp. Thousand/Ton) 818 834 845 858 878 897
Revenue Cement+Clinker 10.370 10.864 11.375 11.880 12.126 12.432
COGS
Variable
Fuel (Rp. Thousand/Ton Clinker Production) 216 221 225 230 234 239
Electricity (Rp. Thousand/Ton [Cement Production+Clinker Sales]) 94 95 96 97 98 99
Raw Material (Rp. Thousand/Ton [Cement Production+Clinker Sales]) 77 79 80 82 83 85
Logistics (Rp. Thousand/Ton Vol Sales) 65 66 67 68 70 71
Packaging (Rp. Thousand/Ton Vol Sales) 33 33 34 35 35 36
Total Variable (Rp. Thousand/Ton) 485 494 502 511 520 530
Total Variable (Rp. Billion) 5.254 5.438 5.710 5.970 6.035 6.152
Fixed (Rp. Billion)
Maintenance 552 577 604 630 658 686
Labor 585 614 645 677 711 747
Depreciation 631 644 663 676 689 703
Tax & Insurance 207 226 238 250 254 260
Change Inventory 636 701 726 751 778 805
G&A 227 232 237 241 246 251
Total Fixed (Rp. Billion) 2.839 2.994 3.112 3.226 3.336 3.452
COGS Cement (Rp. Billion) 8.093 8.432 8.822 9.196 9.371 9.604
Non Cement
Revenue (Rp. Billion) 1.197 1.789 1.888 2.001 2.120 2.247
COGS Non Cement/Supporting (Rp. Billion) 990 1.485 1.559 1.638 1.722 1.811
Gross Profit Non Cement (Rp. Billion) 207 305 330 363 398 436
Depreciation Non Cement 79 80 82 83 85 85
Elim
Revenue (Rp. Billion) (346) (385) (406) (429) (452) (478)
COGS Non Cement/Supporting (Rp. Billion) 346 385 406 429 452 478
2,953%
Total Revenue (Rp. Billion) 11.221 12.269 12.857 13.452 13.794 14.202
COGS* (Rp. Billion) 8.737 9.532 9.974 10.406 10.641 10.938
Gross Profit (Rp. Billion) 2.484 2.736 2.883 3.046 3.153 3.264
GPM 22,1% 22,3% 22,4% 22,6% 22,9% 23,0%
196 281 298 319 341 365
748 806 860 914 930 952
-2-
Page 84
Lampiran 6 : Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Tanpa Rencana Perseroan (Lanjutan)
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Selling Expenses
Variable (Rp. Billion)
Transport & Handling Cost(Rp. Thosand/Ton Sales Total) 74 83 86 89 92 95
Total Transport & Handling (Rp. Thosand/Ton Sales Total) 74 83 86 89 92 95
Total Variable (Rp. Billion) 944 1.087 1.158 1.232 1.271 1.317
Fixed (Rp. Billion)
Labor 40 42 44 46 48 51
Maintenance - 0 0 0 0 0
Depreciation 1 1 1 1 1 1
Other Selling Expenses 23 24 24 25 25 26
Total Fixed (Rp. Billion) 64 67 69 72 75 78
Total Selling Expenses (Rp. Billion) 1.008 1.154 1.227 1.304 1.346 1.395
General & Admin Expenses
Fixed (Rp. Billion)
Labor 186 190 194 198 203 207
G&A* 158 165 173 181 190 200
Depreciation** 10 10 11 11 11 11
Maintenance 1 1 1 1 1 1
Total G&A Expenses (Rp. Billion) 355 367 379 392 405 419
Other Operating Income - - - - - -
EBIT 1.122 1.216 1.276 1.350 1.402 1.450
EBIT Margin 10% 10% 10% 10% 10% 10%
Total Depreciation 761 776 797 812 828 842
EBITDA 1.852 1.982 2.062 2.150 2.217 2.279
EBITDA Margin 17% 16% 16% 16% 16% 16%
Other Non Opr Expense*** 81 63 64 65 66 66
Finance Income (6) (4) (4) (4) (4) (4)
Finance Expenses 166 169 112 56 57 58
NPBT 880 988 1.104 1.233 1.283 1.329
Tax Loss Carry Forward - - - - - -
Tax 223 272 301 332 343 352
NPAT 658 716 803 901 940 977
-3-
Page 85
Lampiran 7 : Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Tanpa Rencana Perseroan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Current Asset
Cash 186 489 328 842 1.310 612
Account Receivable 2.952 3.408 3.571 3.737 3.832 3.945
Inventory 1.441 1.192 1.247 1.301 1.330 1.367
Other Current Asset 466 466 466 466 466 466
Non Current Asset
Fixed Asset 15.536 15.404 15.224 15.068 14.940 14.844
Goodwill 332 332 332 332 332 332
Other Non Current Asset 318 318 318 318 318 318
Total Asset 21.232 21.609 21.487 22.064 22.527 21.884
Current Liability
Account Payable 3.763 4.710 4.943 5.175 5.300 4.301
Short Term Loan - - - - - -
Current Portion of Long Term Loan 800 644 - - - -
Other Current Liability 700 543 387 234 81 (69)
-
Non Current Liability
Long Term Loan 644 - - - - -
Other Non Current Liability 2.200 2.200 2.200 2.200 2.200 2.200
Equity
Paid in Capital 9.524 9.524 9.524 9.524 9.524 9.524
Retained Earnings 3.601 3.988 4.433 4.933 5.422 5.929
Total Liability & Equity 21.232 21.609 21.487 22.064 22.527 21.884
-4-
Page 86
Lampiran 8 : Proyeksi Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Tanpa Rencana Perseroan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
EBITDA 1.982 2.062 2.150 2.217 2.279
Changes in NWC 593 (131) (129) (138) (1.287)
De(in)crease accounts receivable trade and other (456) (163) (165) (95) (113)
De(in)crease inventories 249 (55) (54) (29) (37)
De(in)crease prepaid expenses and other current assets - - - - -
In(de)crease operating liabilities 799 88 90 (13) (1.137)
Net Cash Operation 2.575 1.931 2.021 2.079 992
Interest Income 4 4 4 4 4
Interest & Finance Expense (169) (112) (56) (57) (58)
Tax Expense (272) (301) (332) (343) (352)
Other expense (Income) (63) (64) (65) (66) (66)
Cash Flow Operation (CFO) 1.437 2.076 1.458 1.572 1.617 519
Cash Flow from Investment
Cash Flow Investment (CFI) (469) (487) (462) (502) (547) (596)
Cash Flow Financing
Short Term Loan/WCF Drawdown - - - - - -
Short Term Loan/WCF Repayment - - - - - -
Long Term Loan Drawdown - - - - - -
Long Term Loan Repayment (400) (800) (644) - - -
TCC Investment* / Right Issue - - - - - -
Divident (373) (329) (358) (402) (450) (470)
Financial Lease (158) (157) (155) (154) (152) (151)
Cash Flow Financing (CFF) (931) (1.286) (1.158) (555) (603) (621)
Net Cash Flow (NCF) 37 303 (161) 514 467 (698)
Beginning Balance 150 186 489 328 842 1.310
Effect of changes in foreign currency exchange rates (1)
Ending Balance 186 489 328 842 1.310 612
-5-
Page 87
Lampiran 9 : Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Dengan Rencana Perseroan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Cement
Cement Production (million Ton) 10,8 11,3 11,7 12,0 12,2 12,3
Clinker Production (million Ton) 8,9 9,0 9,2 9,4 9,2 9,1
Clinker Sales Volume (million Ton) 1,4 1,2 1,1 1,0 0,8 0,6
Cement Sales Volume (million Ton) 11,4 11,9 12,3 12,6 12,7 12,9
Cement Prod + Clinker Sales (million Ton) 12,2 12,5 12,8 13,1 12,9 12,9
Total Sales Volume (million Ton) 12,8 13,1 13,4 13,7 13,5 13,5
ASP (Rp. Thousand/Ton) 828 848 863 880 905 928
Revenue Cement+Clinker 10.617 11.078 11.555 12.024 12.227 12.487
COGS
Variable
Fuel (Rp. Thousand/Ton Clinker Production) 216 221 225 230 234 239
Electricity (Rp. Thousand/Ton [Cement Production+Clinker Sales]) 94 95 96 97 98 99
Raw Material (Rp. Thousand/Ton [Cement Production+Clinker Sales]) 77 79 80 82 83 85
Logistics (Rp. Thousand/Ton Vol Sales) 65 66 67 68 70 71
Packaging (Rp. Thousand/Ton Vol Sales) 33 33 34 35 35 36
Total Variable (Rp. Thousand/Ton) 485 494 502 511 520 530
Total Variable (Rp. Billion) 5.268 5.451 5.679 5.892 5.907 5.970
Fixed (Rp. Billion)
Maintenance 552 577 604 630 658 686
Labor 585 614 645 677 711 747
Depreciation 631 644 663 676 689 703
Tax & Insurance 207 227 237 246 249 252
Change Inventory 636 714 736 758 781 805
G&A 227 232 237 241 246 251
Total Fixed (Rp. Billion) 2.839 3.008 3.121 3.230 3.334 3.444
COGS Cement (Rp. Billion) 8.107 8.459 8.800 9.122 9.241 9.414
Non Cement
Revenue (Rp. Billion) 1.197 1.789 1.888 2.001 2.120 2.247
COGS Non Cement/Supporting (Rp. Billion) 990 1.485 1.559 1.638 1.722 1.811
Gross Profit Non Cement (Rp. Billion) 207 305 330 363 398 436
Depreciation Non Cement 79 80 82 83 85 85
Elim
Revenue (Rp. Billion) (346) (385) (409) (434) (460) (488)
COGS Non Cement/Supporting (Rp. Billion) 346 385 409 434 460 488
Total Revenue (Rp. Billion) 11.468 12.482 13.034 13.591 13.888 14.246
COGS* (Rp. Billion) 8.751 9.559 9.950 10.326 10.503 10.737
Gross Profit (Rp. Billion) 2.717 2.923 3.084 3.265 3.384 3.509
GPM 23,7% 23,4% 23,7% 24,0% 24,4% 24,6%
196 281 298 319 341 365
756 809 856 903 911 926
-6-
Page 88
Lampiran 10 : Proyeksi Laba Rugi Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Dengan Rencana Perseroan (Lanjutan)
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Selling Expenses
Variable (Rp. Billion)
Transport & Handling Cost(Rp. Thosand/Ton Sales Total) 74 83 86 89 93 96
Total Transport & Handling (Rp. Thosand/Ton Sales Total) 74 83 86 89 93 96
Total Variable (Rp. Billion) 952 1.090 1.154 1.221 1.252 1.291
Fixed (Rp. Billion)
Labor 59 79 83 87 92 96
Maintenance - 0 0 0 0 0
Depreciation 1 1 1 1 1 1
Other Selling Expenses 89 162 169 177 185 193
Total Fixed (Rp. Billion) 150 243 254 265 277 291
Total Selling Expenses (Rp. Billion) 1.102 1.332 1.408 1.486 1.530 1.581
General & Admin Expenses
Fixed (Rp. Billion)
Labor 186 190 194 198 203 207
G&A* 158 165 173 181 190 200
Depreciation** 10 10 11 11 11 11
Maintenance 1 1 1 1 1 1
Total G&A Expenses (Rp. Billion) 355 367 379 392 405 419
Other Operating Income - - - - - -
EBIT 1.261 1.224 1.298 1.387 1.450 1.509
EBIT Margin 11% 10% 10% 10% 10% 11%
Total Depreciation 761 776 797 812 828 842
EBITDA 1.991 1.991 2.084 2.187 2.264 2.338
EBITDA Margin 17% 16% 16% 16% 16% 16%
Other Non Opr Expense*** 75 51 51 51 51 50
Finance Income (6) (4) (4) (4) (4) (4)
Finance Expenses 166 169 112 56 57 58
NPBT 1.025 1.009 1.139 1.283 1.345 1.404
Tax Loss Carry Forward - - - - - -
Tax 264 277 310 345 359 372
NPAT 761 732 829 938,19 986 1.032
-7-
Page 89
Lampiran 11 : Proyeksi Posisi Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Dengan Rencana Perseroan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Current Asset
Cash 186 484 335 867 1.356 685
Account Receivable 2.952 3.467 3.621 3.775 3.858 3.957
Inventory 1.441 1.195 1.244 1.291 1.313 1.342
Other Current Asset 466 466 466 466 466 466
Non Current Asset
Fixed Asset 15.536 15.404 15.224 15.068 14.940 14.844
Goodwill 332 332 332 332 332 332
Other Non Current Asset 318 318 318 318 318 318
Total Asset 21.232 21.666 21.540 22.117 22.582 21.945
Current Liability
Account Payable 3.763 4.804 5.014 5.221 5.321 4.295
Short Term Loan - - - - - -
Current Portion of Long Term Loan 800 644 - - - -
Other Current Liability 700 543 387 234 81 (69)
-
Non Current Liability
Long Term Loan 644 - - - - -
Other Non Current Liability 2.200 2.200 2.200 2.200 2.200 2.200
Equity
Paid in Capital 9.524 9.524 9.524 9.524 9.524 9.524
Retained Earnings 3.601 3.952 4.415 4.939 5.456 5.995
Total Liability & Equity 21.232 21.666 21.540 22.117 22.582 21.945
-8-
Page 90
Lampiran 12 : Proyeksi Arus Kas Konsolidasian Perseroan dan Entitas Anak – Dengan Rencana Perseroan
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Cash Flow from Operation
EBITDA 1.991 2.084 2.187 2.264 2.338
Changes in NWC 624 (137) (136) (143) (1.292)
De(in)crease accounts receivable trade and other (515) (153) (155) (82) (100)
De(in)crease inventories 246 (49) (47) (22) (29)
De(in)crease prepaid expenses and other current assets - - - - -
In(de)crease operating liabilities 893 65 66 (39) (1.163)
Net Cash Operation 2.615 1.947 2.051 2.121 1.046
Interest Income 4 4 4 4 4
Interest & Finance Expense (169) (112) (56) (57) (58)
Tax Expense (277) (310) (345) (359) (372)
Other expense (Income) (51) (51) (51) (51) (50)
Cash Flow Operation (CFO) 1.437 2.122 1.478 1.602 1.657 569
Cash Flow from Investment
Cash Flow Investment (CFI) (469) (487) (462) (502) (547) (596)
Cash Flow Financing
Short Term Loan/WCF Drawdown - - - - - -
Short Term Loan/WCF Repayment - - - - - -
Long Term Loan Drawdown - - - - - -
Long Term Loan Repayment (400) (800) (644) - - -
TCC Investment* / Right Issue - - - - - -
Divident (373) (380) (366) (414) (469) (493)
Financial Lease (158) (157) (155) (154) (152) (151)
Cash Flow Financing (CFF) (931) (1.337) (1.165) (568) (621) (644)
Net Cash Flow (NCF) 37 298 (149) 532 489 (671)
Beginning Balance 150 186 484 335 867 1.356
Effect of changes in foreign currency exchange rates (1)
Ending Balance 186 484 335 867 1.356 685
-9-
Names mentioned 81 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×4
unresolved
person
Nursatrio
p.2 ×2
unresolved
person
Aulia Taufani
· Notaris
p.4 ×17
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.4 ×4
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.5 ×4
unresolved
person
Abdul Latief
· Notaris
p.5 ×3
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. JA.
p.5 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
p.5 ×3
unresolved
org
Liana Ramon Xenia & Rekan
p.5 ×6
unresolved
org
Liana Ramon Xenia
p.5 ×4
unresolved
org
Imelda & Rekan
p.6 ×4
unresolved
org
Imelda
p.6 ×5
unresolved
org
Tanudiredja
p.6 ×5
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.6 ×5
unresolved
person
Daniel Kohar
p.6 ×4
unresolved
person
Damar Satrio Guntoro
p.6 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×3
unresolved
org
KJPP Ruky
p.11
unresolved
org
Safrudin & Rekan
p.11
unresolved
org
Rekan Nursatrio
p.11
unresolved
person
Nursatrio, MAPPI (Cert.)
· Rekan
p.11
unresolved
person
Signing Partner Nursatrio
p.13
unresolved
person
Reviewer Rudi M. Safrudin
p.13
unresolved
org
Departemen Penjualan
p.16 ×2
unresolved
org
Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pasar
p.16
unresolved
org
PT Semen Cibinong
p.25
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.25
unresolved
org
Holcim Indonesia Tbk
p.25 ×2
unresolved
person
Dr. Amrul Partomuan Pohan
· Notaris
p.25 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.25 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.25
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.25
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
p.25
unresolved
org
PT Solusi Bangun Beton
p.43
unresolved
org
PT Readymix Concrete Indonesia
p.43
unresolved
org
PT Pendawa Lestari Perkasa
p.43
unresolved
org
PT Aroma Cipta Anugrahtama
p.43
unresolved
org
PT Ciptanugrah Indonesia
p.43
unresolved
org
PT Aroma Sejahtera Indonesia
p.43
unresolved
org
PT SBI Bangun Nusantara
p.43
unresolved
org
Bank Sentral Rusia
p.47
unresolved
org
Pusat Statistik
p.47 ×2
unresolved
org
Kota Nusantara
p.51
unresolved
org
PT Kobexindo Cement
p.52
unresolved
org
PT Semen Gresik.
p.56
unresolved
org
PT Semen Bosowa Maros
p.56 ×3
unresolved
org
PT Jui Shin Indonesia
p.56 ×2
unresolved
org
PT Tiga Roda
p.57 ×3
unresolved
org
PT Semen Kupang
p.57 ×3
unresolved
org
Departemen Perencanaan
p.66
unresolved
org
Departemen Penjualan Perseroan Department
p.66
unresolved
org
Departemen Perencanaan dan Pengembangan Pasar Perseroan Department of Market Planning
p.66
unresolved
org
Menteri BUMN
p.68
unresolved
org
Milik Negara.
p.68
unresolved
org
Siam City Cement Public Company Limited
p.71
unresolved
org
Holdings Corporation
p.71
unresolved
org
Asia Cement Corporation
p.71
unresolved
org
TCC Group Holdings Co., Ltd.
p.71
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
28318 ms
12 Sep 2026 22:34
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}