Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 59
Page 1
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2025 DAN 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
Page 2
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI 2
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 3
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 5
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8
INFORMASI TAMBAHAN
Daftar I : Informasi Laporan Posisi Keuangan Entitas Induk 54
Daftar II : Informasi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Entitas Induk 56
Daftar III : Informasi Laporan Perubahan Ekuitas Entitas Induk 57
Daftar IV : Informasi Laporan Arus Kas Entitas Induk 58
Page 3
Page 4
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
30 September 2025 31 Desember 2024
Catatan (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 5 169.856.544.572 400.954.572.482
Piutang usaha - pihak ketiga 6 354.146.067 17.126.359.548
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.315.121.651 5.104.312.313
Persediaan 7 1.454.411.621.566 1.427.336.766.255
Pajak dibayar di muka 14a 83.961.254.927 80.026.932.266
Biaya dibayar di muka dan uang muka 7.421.102.468 7.798.094.662
Jumlah Aset Lancar 1.718.319.791.251 1.938.347.037.526
ASET TIDAK LANCAR
Bagian tidak lancar
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.948.638.168 2.948.638.168
Persediaan 7 293.997.687.811 293.845.309.018
Uang muka investasi saham 31a 2.500.000.000 2.500.000.000
Investasi pada entitas asosiasi 8 3.259.929.871.671 3.205.622.658.994
Aset pajak tangguhan 14c 22.489.439 22.489.439
Properti investasi - nilai wajar 9 2.207.839.586.382 2.222.040.788.532
Aset tetap - neto 10 150.539.329.765 160.036.778.624
Aset lainnya 11 42.945.375.260 44.114.660.964
Jumlah Aset Tidak Lancar 5.960.722.978.496 5.931.131.323.739
JUMLAH ASET 7.679.042.769.747 7.869.478.361.265
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-3-
Page 5
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) (Lanjutan)
30 September 2025 31 Desember 2024
Catatan (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga 12 16.497.908.833 25.035.700.373
Utang lain-lain - pihak ketiga 13 2.187.022.589 3.798.774.952
Utang pajak 14b 1.788.241.437 1.677.990.832
Biaya masih harus dibayar 15 13.006.402.059 18.205.164.355
Uang jaminan penyewa 16 244.209.853 739.917.746
Uang muka penjualan 17 1.695.787.912 20.128.787.608
Pendapatan diterima di muka -
bagian yang direalisasi dalam satu tahun 17 6.225.595.520 7.869.337.460
Utang bank jangka panjang - yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 18 78.162.125.911 141.974.368.890
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 119.807.294.114 219.430.042.216
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang jaminan penyewa 16 2.863.543.720 2.684.575.058
Uang muka penjualan 17 153.389.102.623 149.875.895.074
Pendapatan diterima di muka - setelah
dikurangi yang direalisasi
dalam waktu satu tahun 17 2.834.516.789 4.204.601.580
Utang bank jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 18 11.589.974.233 205.488.339.080
Utang pihak berelasi 29b,29c,29d 119.033.532.200 117.423.532.200
Liabilitas imbalan pascakerja 19 9.428.017.845 9.068.330.878
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 299.138.687.410 488.745.273.870
Jumlah Liabilitas 418.945.981.524 708.175.316.086
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 23.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
7.800.760.000 saham 20 780.076.000.000 780.076.000.000
Tambahan modal disetor 222.442.743.783 222.442.743.783
Selisih transaksi perubahan ekuitas
entitas asosiasi 411.856.000 411.856.000
Penghasilan komprehensif lain 7.455.237.814 6.940.827.106
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 21 65.000.000.000 60.000.000.000
Tidak ditentukan penggunaannya 6.121.461.911.690 6.029.976.009.509
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 7.196.847.749.287 7.099.847.436.398
KEPENTINGAN NONPENGENDALI 22 63.249.038.936 61.455.608.781
Jumlah Ekuitas 7.260.096.788.223 7.161.303.045.179
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.679.042.769.747 7.869.478.361.265
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-4-
Page 6
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
30 September 2025 30 September 2024
Catatan (Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
PENDAPATAN USAHA 23 48.922.583.662 49.653.373.208
BEBAN POKOK PENJUALAN DAN
BEBAN LANGSUNG 24 (21.386.035.909) (22.178.669.373)
LABA BRUTO 27.536.547.753 27.474.703.835
Beban penjualan 25 (1.957.588.999) (2.354.971.840)
Beban umum dan administrasi 26,31d (70.283.649.502) (62.684.952.722)
Beban pajak final 14d (1.179.642.507) (670.879.306)
Beban keuangan (9.941.708.812) (18.563.266.610)
Bagian laba bersih entitas asosiasi 8 147.149.694.345 144.958.780.431
Pendapatan bunga 27 11.019.497.441 9.460.174.930
Kerugian dalam penjualan properti investasi 9 (2.091.252.252) -
Lain-lain - neto (2.094.195.909) 510.696.925
LABA SEBELUM PAJAK 98.157.701.558 98.130.285.643
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 14d - -
LABA PERIODE BERJALAN 98.157.701.558 98.130.285.643
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba (rugi):
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti 628.523.154 (90.006.754)
Bagian penghasilan (kerugian)
komprehensif lain atas entitas asosiasi 8 7.518.332 (10.450.943)
JUMLAH LABA RUGI KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 98.793.743.044 98.029.827.946
LABA PERIODE BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 96.485.902.181 96.825.770.712
Kepentingan Nonpengendali 22 1.671.799.377 1.304.514.931
Jumlah 98.157.701.558 98.130.285.643
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 97.000.312.889 96.723.705.599
Kepentingan Nonpengendali 1.793.430.155 1.306.122.347
Jumlah 98.793.743.044 98.029.827.946
LABA PER SAHAM DASAR 28 12,37 12,41
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-5-
Page 7
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
Penghasilan komprehensif lain Ekuitas yang
Selisih transaksi Bagian penghasilan Pengukuran kembali Saldo laba dapat diatribusikan
Tambahan perubahan ekuitas komprehensif lain atas program imbalan Ditentukan Tidak ditentukan kepada pemilik Kepentingan Jumlah
Modal saham modal disetor entitas asosiasi atas entitas asosiasi pasti entitas induk nonpengendali ekuitas
penggunaannya penggunaannya
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 31 Desember 2023 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.927.436.208) 8.267.027.046 55.000.000.000 5.963.594.216.305 7.027.864.406.926 59.578.617.451 7.087.443.024.377
Cadangan umum - - - - - 5.000.000.000 (5.000.000.000) - - -
Laba periode berjalan - - - - - - 96.825.770.712 96.825.770.712 1.304.514.931 98.130.285.643
Penghasilan (Rugi)
komprehensif lain - - - (10.450.943) (91.614.170) - - (102.065.113) 1.607.416 (100.457.697)
Saldo per 30 September 2024 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.937.887.151) 8.175.412.876 60.000.000.000 6.055.419.987.017 7.124.588.112.525 60.884.739.798 7.185.472.852.323
Saldo per 31 Desember 2024 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (2.002.056.438) 8.942.883.544 60.000.000.000 6.029.976.009.509 7.099.847.436.398 61.455.608.781 7.161.303.045.179
Cadangan umum - - - - - 5.000.000.000 (5.000.000.000) - - -
Laba periode berjalan - - - - - - 96.485.902.181 96.485.902.181 1.671.799.377 98.157.701.558
Penghasilan (Rugi)
komprehensif lain - - - 7.518.332 506.892.376 - - 514.410.708 121.630.778 636.041.486
Saldo per 30 September 2025 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.994.538.106) 9.449.775.920 65.000.000.000 6.121.461.911.690 7.196.847.749.287 63.249.038.936 7.260.096.788.223
-6-
Page 8
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 48.433.744.604 47.941.760.099
Pembayaran beban pajak final (887.621.741) (722.917.317)
Penerimaan dari pelanggan - neto 47.546.122.863 47.218.842.782
Penerimaan bunga 14.495.853.747 8.945.751.081
Pembayaran kas kepada karyawan (46.432.229.319) (37.328.244.101)
Pembayaran kas kepada pemasok
dan beban operasional lainnya (75.272.292.824) (115.253.353.455)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (59.662.545.533) (96.417.003.693)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen entitas asosiasi 92.850.000.000 258.622.950.000
Penurunan (kenaikan) deposito berjangka dan
rekening yang dibatasi penggunaannya (1.238.710.268) (24.561.144)
Perolehan properti investasi (4.758.115.551) (22.441.330.938)
Perolehan aset tetap (1.692.170.335) (37.083.305)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi 85.161.003.846 236.119.974.613
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari utang pihak berelasi 1.610.000.000 2.300.000.000
Pembayaran utang bank (258.676.333.231) (173.091.538.402)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (257.066.333.231) (170.791.538.402)
PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS (231.567.874.918) (31.088.567.482)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 469.847.008 (148.312.698)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 400.954.572.482 321.175.175.172
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 169.856.544.572 289.938.294.992
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-7-
Page 9
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Greenwood Sejahtera Tbk (“Perusahaan”), didirikan berdasarkan Akta No. 20 tanggal 16 April 1990 yang
dibuat di hadapan Hendra Karyadi, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-5277.HT.01.01.TH 91 tanggal 30 September 1991 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 24 tanggal 24 Maret 1992, Tambahan No. 1276.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 120 tanggal 24 September 2021 yang dibuat di hadapan Buntario Tigris Darmawa
NG, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta Pusat, dalam rangka perubahan anggaran dasar Perusahaan.
Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-0055952.AH.01.02 tanggal 11 Oktober 2021.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah real estat yang
dimiliki sendiri dan disewa, real estat atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, aktivitas perusahaan holding,
aktivitas konsultasi lainnya, hotel bintang lima, dan apartemen hotel. Kegiatan penunjang perusahaan adalah
melakukan investasi baik secara langsung maupun melalui penyertaan (Investasi) ataupun pelepasan
(Divestasi) modal sehubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan dalam Perusahaan lain, melakukan
penyertaan pada perusahaan-perusahaan lain yang memiliki kegiatan usaha yang sehubungan dengan
kegiatan usaha Perusahaan. Proyek yang sedang dikembangkan Perusahaan adalah TCC Batavia serta
melakukan investasi pada entitas anak dan asosiasi.
Perusahaan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2010. Saat ini, kegiatan utama
Perusahaan adalah pengembangan proyek TCC Batavia serta melakukan investasi pada entitas anak dan
asosiasi.
Perusahaan berdomisili di Jakarta Pusat dengan kantor pusat beralamat di Gedung TCC Batavia - Tower 1
Lantai 35, Jl. K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Perusahaan tergabung dalam Grup PT Kencana Graha Global.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan
adalah PT Prima Permata Sejahtera.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 14 Desember 2011, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan/Bapepam-LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK), dengan Suratnya
No. S-13404/BL/ 2011 untuk melakukan penawaran umum atas 1.600.000.000 saham Perusahaan kepada
masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran sebesar Rp 250 per saham. Pada
tanggal 23 Desember 2011, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Selisih lebih jumlah
yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp 240.000.000.000 dicatat dalam
akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi total biaya emisi saham sebesar Rp 17.557.256.217.
Pada tanggal 30 September 2025, seluruh saham Perusahaan sebanyak 7.800.760.000 saham telah tercatat
pada Bursa Efek Indonesia.
c. Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan
Pada tanggal 31 Desember 2014, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua OJK dengan suratnya
No. S-582/D.04/2014 untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Greenwood Sejahtera dengan
target dana yang dihimpun sebesar Rp 1.500.000.000.000.
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I tersebut Perusahaan menawarkan dan menerbitkan
Obligasi Berkelanjutan I Greenwood Sejahtera Tahap I Tahun 2014 sebesar Rp 72.000.000.000 dengan tingkat
bunga tetap sebesar 14,25% per tahun. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi.
Pada tanggal 14 Januari 2020, berdasarkan Surat No. 002/GWS-TCC/CORSEC/I/2020 tentang “Keterbukaan
Informasi Sehubungan dengan Laporan Informasi atau Fakta Material PT Greenwood Sejahtera Tbk”,
Perusahaan telah menyampaikan keterbukaan informasi terkait pelunasan obligasi berkelanjutan I Greenwood
Sejahtera Tahap I Tahun 2004 sebesar Rp 72.000.000.000.
-8-
Page 10
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
d. Entitas Anak
Informasi mengenai entitas anak yang dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perusahaan adalah
sebagai berikut:
Persentase Kepemilikan Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
Anak Perusahaan 30 September 2025 31 Desember 2024 Tahun 30 September 2025 31 Desember 2024
Domisili Jenis Usaha Nama Proyek
Kepemilikan Langsung (Tidak Diaudit) (Diaudit) Operasi (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp Komersial Rp Rp
PT Prakarsa Nusa Cemerlang Jakarta Pengembang 55,00% 55,00% 2003 The Peak 62.105.696.395 61.990.574.915
(PNC)
PT Sentra Graha Kencana Jakarta Perhotelan 70,75% 70,75% 2014 Hotel Holiday Inn 123.400.436.418 126.979.463.663
(SGK) Emporium Pluit
PT Trisakti Makmur Persada Surabaya Pengembang 99,99% 99,99% 2023 Capital Square 1.730.708.083.365 1.614.832.299.888
(TMP)
PT Trisakti Makmur Persada (TMP)
TMP didirikan berdasarkan Akta No. 83 tanggal 13 Maret 2013 dari Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di
Jakarta Pusat. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-24230.AH.01.01. Tahun 2013 tanggal 6 Mei 2013 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 10 September 2013 TBNRI 97700.
Anggaran dasar TMP telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 71 tanggal
14 September 2022 dari Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta Pusat, sehubungan dengan
perubahan ruang lingkup kegiatan usaha. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
0067162.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 19 September 2022.
PT Sentra Graha Kencana (SGK)
SGK didirikan di Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2008, berdasarkan Akta No. 6 tanggal 8 Oktober 2008 dari
Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-90028.AH.01.01.Tahun
2008 tanggal 26 November 2008. Anggaran Dasar SGK telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 8 tanggal 7 Maret 2023 dari Yulia, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehubungan dengan
perubahan ruang lingkup kegiatan usaha. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-0014397.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 7 Maret 2023.
PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC)
PNC didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 10 tanggal 13 Mei 2003 dari Robert Purba, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-12568.HT.01.01.Th.2003 tanggal 5 Juni 2003 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 71 tanggal 3 September 2004, Tambahan No. 8635. Anggaran
Dasar PNC telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 13 tanggal 7 September 2023
oleh Yulia, S.H., Notaris di Jakarta selatan, sehubungan dengan perubahan ruang lingkup kegiatan usaha.
Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0054349.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 11 September 2023.
e. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Ang Andri Pribadi Ang Andri Pribadi
Komisaris Independen Arie Kusumastuti Maria Arie Kusumastuti Maria
Direksi
Direktur Utama Paulus Indra Intan Paulus Indra Intan
Direktur Independen - Suherman Anggawinata
Direktur Dedy Ismunandar Soetiarto Dedy Ismunandar Soetiarto
Anita Anita
-9-
Page 11
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Manajemen
kunci memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas
utama Perusahaan. Susunan Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Audit Internal Perusahaan pada tanggal
30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Arie Kusumastuti Maria
Anggota Andreas Bahana*
Poltak Gindo Parluhutan Tampubolon
Sekertaris Perusahaan Linda Halim
Audit Internal Erik Kartolo
*Beliau meninggal dunia pada 13 Februari 2025
Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) pada tanggal 30 September 2025 dan 31
Desember 2024, masing-masing adalah sebanyak 91 dan 93 orang (tidak diaudit).
f. Penerbitan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal 28 Oktober 2025.
2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI
a. Perubahan Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
Sejalan dengan pengesahan Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia, Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) menyetujui perubahan nomenklatur Standar Akuntansi
Keuangan Indonesia yang mengatur penomoran Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi atas Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Hal ini bertujuan untuk membedakan antara PSAK dan
ISAK yang diadopsi dari International Financial Reporting Standards (IFRS) dan yang tidak. Perubahan
nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024, tidak akan
mempengaruhi isi masing-masing PSAK dan ISAK.
b. Amendemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan
operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024.
• PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek
atau Jangka Panjang
• PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
• PSAK 207 (Amendemen), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (Amendemen), “Instrumen Keuangan:
Pengungkapan”: Pengaturan Pembiayaan Pemasok
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025
• PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan Ketertukaran”
c. Standar dan Amendemen/Penyesuaian Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen- amendemen atas PSAK
yang relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan,
adalah sebagai berikut:
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026
• Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”:
Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan
- 10 -
Page 12
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
• Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109,
“Instrumen Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas”
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar dan
amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
manajemen.
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
(“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
Indonesia (“DSAK-IAI”) dan peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah
pengawasannya.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras
dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tanggal
31 Desember 2024, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam
catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari
2025. Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus
mempertahankan kelangsungan usaha.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar
akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan
arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan
mata uang fungsional Grup.
b. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan
oleh Perusahaan dan entitas anaknya. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas timbal
balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi timbal
balik tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika,
dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:
i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee,
ii) Eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.
Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup
mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki
kekuasaan atas investee, termasuk:
i) Pengaturan kontraktua dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.
Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak
dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Grup kehilangan
pengendalian atas Grup. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun
tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh kendali sampai
tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.
- 11 -
Page 13
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten
oleh Grup, kecuali dinyatakan lain.
Kepentingan non-pengendali (KNP) mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak
yang tidak dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-
masing disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas
pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan.
KNP pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional KNP atas nilai wajar aset neto
teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk masing-masing akuisisi. KNP lain awalnya
diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi, jumlah tercatat KNP adalah jumlah kepentingan tersebut pada
pengakuan awal ditambah bagian KNP dari perubahan selanjutnya di ekuitas.
Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk
dan pada KNP, walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian
dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup.
Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota
Grup juga akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka
Grup menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait,
sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada
nilai wajar.
Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas.
Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan
perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan non-
pengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam
ekuitas dan diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
a. Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
b. Menghentikan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali;
c. Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai laba rugi;
dan
g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan
melepas secara langsung aset atau liabilitas terkait.
Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap
sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK 109,
“Instrumen Keuangan”, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas
asosiasi atau ventura bersama.
c. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis
diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh
aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang
diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang
diakuisisi. Biaya akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih diakui pada nilai wajar
kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.
- 12 -
Page 14
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan
nonpengendali dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada
pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill.
Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai
kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang
diambil alih dan menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal
akuisisi. Jika penilaian kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas
jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal
dari pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjensi tersebut
diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam
suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai
penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap
goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang
diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-
fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi
syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi
diklasifikasikan. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap
tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang
diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang
lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai
dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada
nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur
kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam
laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika
kepemilikan tersebut dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi,
Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan
keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau
liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan
yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal
tersebut.
Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338. Berdasarkan PSAK ini,
transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka
reorganisasi entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan
kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi
Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut.
Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Metode
penyatuan kepemilikan diterapkan seolah-olah entitas-entitas tersebut telah bergabung sejak periode dimana
entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat
aset neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “Tambahan Modal Disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba rugi
atau direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang.
d. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
Grup menyajikan asset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
lancar/jangka pendek dan tidak lancar/tidak lancar.
- 13 -
Page 15
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Suatu aset disajikan lancar bila:
i. Akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah periode pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang
dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12
bulan setelah periode pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
i. akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan dilunasi dalam 12 bulan setelah periode pelaporan, atau
iv. tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah
periode pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang.
e. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas
keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
Laporan posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual
instrumen tersebut.
Klasifikasi
i. Aset keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya
perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), dan (iii) nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”).
Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset
keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang. Pengujian ini dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola
aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan
dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset lainnya
- deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki aset keuangan, yang diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTPL dan FVTOCI.
ii. Liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan
diukur pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas
keuangan Grup terdiri dari utang bank, utang usaha, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar, uang
jaminan penyewa dan utang pihak berelasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL
- 14 -
Page 16
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Pengakuan dan Pengukuran
Aset keuangan, kecuali piutang usaha yang diukur sesuai harga transaksi, dan liabilitas keuangan pada
awalnya diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan
atau penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal.
i. Aset keuangan
Pembelian atau penjualan asset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim)
diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset
tersebut.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan
kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami
penurunan nilai.
ii. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan
1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis,
2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau
3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi
dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan dengan jumlah tercatat
bruto aset keuangan atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku
bunga efektif, entitas mengestimasi arus kas ekspektasian dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan
kontraktual dari instrumen keuangan tersebut (sebagai contoh, percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli
dan opsi-opsi serupa), tetapi tidak mempertimbangkan keruagian kredit ekspektasian. Perhitungan mencakup
seluruh fee (imbalan) dan komisi yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium
atau diskonto lainnya.
Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi
untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara bersamaan.
Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa
depan dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa
gagal bayar, peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen utang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, piutang sewa.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu
besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar. Penilaian probability of default
dan loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan. Adapun
eksposur atas gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan;
- 15 -
Page 17
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah
dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan
berdasarkan tren historis, pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari
debiturnya, dan informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.
ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus
kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan
perbaikan risiko-kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan
secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa
gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen
keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang umurnya).
Penghentian Pengakuan
i. Aset keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
b. Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang material
kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak
mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Grup telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial tidak
mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun
tidak mengalihkan pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan
Grup terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur
dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan Grup.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam
laba rugi.
ii. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan
atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan
liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang
dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.
- 16 -
Page 18
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
f. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:
(i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
(iii) personal manajemen kunci Grup atau entitas induk Grup.
b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) entitas dan Grup adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas
anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya).
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
dari entitas ketiga.
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas
yang terkait dengan Grup.
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(viii) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
(ix) entitas yang merupakan entitas anak dari entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup.
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak- pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan
persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan
konsolidasian.
g. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas meliputi kas dan bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo kurang dari 3 (tiga)
bulan sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan.
Setara kas yang dijaminkan dan dibatasi penggunaannya dicatat sebagai bagian dari akun “Aset Lainnya”
dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
h. Dana/Cadangan untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel
Cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel ditentukan sebesar 2% - 4% dari jumlah
pendapatan hotel setiap bulan. Dana secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam
rekening bank. Bunga yang diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari cadangan dan dana.
Beban penggantian dan penambahan perlengkapan hotel merupakan pengurangan saldo dana cadangan.
i. Persediaan
Aset Real Estat
Persediaan aset real estat terdiri dari bangunan apartemen dan perkantoran yang siap dijual, tanah yang belum
dikembangkan dan tanah yang sedang dikembangkan, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi
neto, mana yang lebih rendah.
Tanah belum dikembangkan merupakan tanah mentah yang belum dikembangkan dan dinyatakan sebesar
biaya perolehan atau nilai realisasi neto mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah yang belum
dikembangkan meliputi biaya pra- perolehan dan perolehan tanah. Biaya perolehan akan dipindahkan ke tanah
yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke bangunan
yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut siap dibangun.
- 17 -
Page 19
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan
ditambah dengan biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada aset
pengembangan real estat serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke
bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan.
Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas
pengembangan real estat dan biaya pinjaman, serta dipindahkan ke bangunan yang siap dijual pada saat
selesai dibangun dan siap dijual.
Biaya aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah:
• Biaya praperolehan tanah;
• Biaya perolehan tanah;
• Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek;
• Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat; dan
• Biaya pinjaman.
Biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:
• Biaya praperolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh.
• Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersialkan, yang
dijual atau dialihkan, sehubungan dengan penjualan unit.
Grup tetap melakukan akumulasi biaya ke proyek pengembangan walaupun realisasi pendapatan pada masa
depan lebih rendah dari nilai tercatat proyek, atas perbedaan yang terjadi Grup melakukan penyisihan secara
periodik. Jumlah penyisihan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi
berjalan.
Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan
metode identifikasi khusus.
Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek
selesai secara substansial. Jika terjadi perubahan mendasar Grup akan melakukan revisi dan realokasi biaya.
Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat.
Persediaan Hotel
Persediaan hotel merupakan perlengkapan operasional dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai
realisasi neto, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
j. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama periode manfaat masing-masing
biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
k. Investasi pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah entitas di mana Grup memiliki pengaruh signifikan dalam bentuk kekuasaan untuk
berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau
mengendalikan bersama kebijakan tersebut. Pengaruh signifikan tersebut dianggap timbul ketika Grup
memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, lebih dari 20% hak suara investee.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas di mana investasi pada awal
diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan dalam bagian
Perusahaan atas aset neto investee setelah tanggal perolehan. Laba atau rugi dan penghasilan komprehensif
lain Grup mencakup bagiannya atas laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lain investee.
Jika bagian Grup atas kerugian Entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas
asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya. Setelah kepentingan
Grup dikurangi hingga nihil, tambahan kerugian dicadangkan dan liabilitas diakui, hanya sepanjang Grup
mempunyai kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
- 18 -
Page 20
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Jika entitas asosiasi tersebut kemudian melaporkan laba, Grup mengakui bagiannya atas laba tersebut hanya
setelah bagiannya atas laba tersebut sama dengan bagian kerugian yang belum diakui.
Pada saat kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi Grup mengukur dan mengakui bagian investasi
bersisa pada nilai wajar. Selisih antara nilai tercatat entitas asosiasi dan nilai wajar investasi yang tersisa dan
penerimaan dari pelepasan investasi diakui pada laba rugi.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Grup.
l. Properti Investasi
Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan - bagian dari bangunan - atau keduanya) yang dikuasai
(oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) yang digunakan untuk menghasilkan sewa atau untuk
kenaikan nilai atau keduanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa
atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan
yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan properti investasi dapat
diukur dengan andal.
Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga pembeliannya dan setiap
pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti, dan biaya
transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.
Setelah pengakuan awal, properti investasi diukur dengan menggunakan nilai wajar. Keuntungan atau kerugian
yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui pada laba rugi pada saat terjadinya.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran
dan penambahan dikapitalisasi.
Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak lain.
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara
permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan
atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan
dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.
m. Aset Tetap
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya
pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diperlukan. Biaya perolehan juga termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya
tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model
biaya di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada). Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak
memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan, dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomi aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 10 – 20
Perlengkapan 4–8
Peralatan kantor 4–8
Kendaraan 4–8
- 19 -
Page 21
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai
aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih
pendek.
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset
pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan
PSAK 216, “Aset Tetap”.
Penyusutan diakui bahkan jika nilai wajar aset melebihi jumlah tercatatnya, sepanjang nilai residu aset tidak
melebihi jumlah tercatatnya. Nilai residu suatu aset dapat meningkat menjadi suatu jumlah yang setara atau
lebih besar daripada jumlah tercatatnya. Ketika hal tersebut terjadi, maka beban penyusutan aset tersebut
adalah nol, hingga nilai residu selanjutnya berkurang menjadi lebih rendah daripada jumlah tercatatnya.
Penyusutan tidak dihentikan meskipun aset tidak digunakan atau dihentikan penggunaannya, kecuali telah
habis disusutkan.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan pengaruh dari
setiap perubahan tersebut dicatat sebagai perubahan estimasi akuntansi yang diakui secara prospektif.
Bagian aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
n. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset
kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau
dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan saat selesainya aset secara
substansial siap untuk digunakan atau dijual.
Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik belum digunakan
untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang dikapitalisasi.
Biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya. Biaya pinjaman terdiri dari beban bunga
dan biaya lainnya yang ditanggung Grup sehubungan dengan peminjaman dana.
o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan
nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan (yaitu aset tidak
berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas, aset tidak berwujud yang belum tersedia untuk digunakan, atau
goodwill yang diperoleh dari kombinasi bisnis) maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika
tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan nilai terpulihkan
dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup (aset dari UPK).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi antara
nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang
dan risiko spesifik atas aset.
- 20 -
Page 22
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar terakhir, jika
tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
menentukan nilai wajar aset. Perhitungan- perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator
nilai wajar lain yang tersedia.
Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan
fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai
yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya
jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut
sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah
terpulihkannya.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun
jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada
periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut diakui, penyusutan aset tersebut disesuaikan di
periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai sisanya, dengan
dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
p. Imbalan Kerja Karyawan
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan
setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui
ketika karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban
diakui pada laba rugi.
Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas
cuti tahunan akibat jasa yang diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.
Imbalan pascakerja program imbalan pasti
Pembayaran kepada program manfaat pensiun iuran pasti dibebankan ketika karyawan telah menyerahkan
jasa yang memberikan hak kepada karyawan atas iuran. Pembayaran yang dilakukan kepada skema manfaat
pensiun yang dikelola oleh negara diperlakukan sebagai pembayaran kepada program iuran pasti, di mana
kewajiban Grup dalam program tersebut setara dengan kewajiban yang timbul dari program manfaat pensiun
iuran pasti.
Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 2023
tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2022 Cipta Kerja.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria
secara periodik dengan menggunakan metode projected- unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat
diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset
(jika ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain
pada periode terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan
keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program.
Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup
mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto.
Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
• Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
penyelesaian)
- 21 -
Page 23
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
• Beban atau pendapatan bunga neto
• Pengukuran kembali
Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian
kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau
surplus aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada
nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran
masa depan atas program.
q. Biaya Emisi Saham
Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik dikurangkan
langsung dengan hasil dan emisi disajikan sebagai pengurang akun “Tambahan Modal Disetor” dalam posisi
keuangan konsolidasian (Catatan 1b).
r. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Penjualan Real Estat
Grup mengakui pendapatan dengan melakukan analisis transaksi melalui lima langkah model pengakuan
pendapatan sebagai berikut:
i. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Group mencatat kontrak dengan pelanggan
hanya jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
• Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak;
• Grup dapat mengidentifikasi hak dari para pihak terkait dan jangka waktu pembayaran atas barang
atau jasa yang akan dialihkan;
• Kontrak memiliki substansi komersial; dan
• Besar kemungkinan Grup akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan;
ii. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
iii. Menentukan harga transaksi;
iv. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan; dan
v. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu atau
sepanjang waktu).
Grup mengakui pendapatan dari penjualan real estat pada saat semua kondisi berikut terpenuhi:
• Grup telah mengalihkan risiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan real estat kepada pembeli;
• Grup tidak lagi melanjutkan keterlibatan manajerial atau kendali efektif atas real estat yang dijual;
• Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal;
• Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir ke Grup;
dan
• Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan
andal.
Penjualan biasanya diakui pada saat serah terima aset yang dibuktikan dengan surat serah terima.
Pendapatan dari penjualan rumah, rumah toko, apartemen, perkantoran dan bangunan sejenis lainnya beserta
tanah kavling diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut ini
terpenuhi:
• proses penjualan telah selesai;
• harga jual akan tertagih;
• tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang
akan diperoleh pembeli; dan
• penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu
transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara
signifikan dengan unit bangunan tersebut.
• biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan
andal
- 22 -
Page 24
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli
diperlakukan sebagai uang muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh persyaratan tersebut
dipenuhi.
Biaya-biaya yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat meliputi biaya perolehan tanah sebelum
akuisisi, biaya perolehan tanah dan biaya-biaya lain yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real
estat. Biaya- biaya yang tidak secara jelas terkait dengan proyek real estat seperti biaya umum dan administrasi
diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum memenuhi kriteria
pengakuan pendapatan, dicatat sebagai Liabilitas Kontrak. Liabilitas kontrak disajikan sebagai “Uang Muka
Penjualan dan Pendapatan Diterima di Muka” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Saldo Kontrak
Piutang usaha
Piutang diakui jika sejumlah imbalan yang tidak bersyarat dapat ditagih dari pelanggan (yaitu, hanya berlalunya
waktu yang disyaratkan sebelum pembayaran imbalan jatuh tempo).
Liabilitas kontrak
Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal) dari
pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa terkait. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan
ketika Grup memenuhi kontrak tersebut (yaitu, mengalihkan kendali atas barang dan jasa terkait kepada
pelanggan). Liabilitas kontrak disajikan dalam “Uang Muka Penjualan” di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat
dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diberikan
kepada pelanggan.
Pendapatan Bunga
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
s. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam mata uang fungsional (Rupiah) dengan menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
uang asing disajikan ke dalam mata uang fungsional berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku
pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi.
Nilai tukar kurs mata uang asing ke dalam Rupiah yang digunakan pada tanggal 30 September 2025 dan 31
Desember 2024 adalah sebagai berikut:
30 September 31 Desember
2025 2024
Rp Rp
1 USD 16.680 16.162
1 EURO 19.561 16.851
- 23 -
Page 25
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
t. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif
lain atau langsung pada ekuitas.
Pajak Kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi
posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan
pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah
yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Bunga dan denda yang timbul dari
ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau
beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan
keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan
tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pajak
aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tiap tanggal pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui
atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, serta atas kredit pajak dan akumulasi rugi fiskal yang
belum digunakan sepanjang masih dapat dimanfaatkan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah setiap
akhir tanggal pelaporan dan dikurangi ketika tidak terdapat kemungkinan bahwa laba kena pajak akan tersedia
dalam jumlah yang memadai untuk memanfaatkan seluruh atau sebagian aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan akan berlaku
ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang
berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Untuk tujuan pengukuran liabilitas pajak tangguhan dan aset pajak tangguhan untuk properti investasi yang
diukur dengan menggunakan model nilai wajar, nilai tercatat properti tersebut dianggap dipulihkan seluruhnya
melalui penjualan, kecuali praduga tersebut dibantah. Praduga tersebut dibantah ketika properti investasi dapat
disusutkan dan dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk mengonsumsi secara substansial seluruh
manfaat ekonomi atas investasi properti dari waktu ke waktu, bukan melalui penjualan.
Direksi Perusahaan mereviu portofolio properti investasi Grup dan menyimpulkan bahwa tidak ada properti
investasi Grup yang dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk mengonsumsi secara substansial seluruh
manfaat ekonomik atas investasi properti dari waktu ke waktu, bukan melalui penjualan. Oleh karena itu, direksi
telah menentukan bahwa praduga penjualan yang ditetapkan dalam amendemen PSAK No. 212 tidak dibantah.
Akibatnya, Grup tidak mengakui pajak tangguhan atas perubahan nilai wajar properti investasi karena Grup
tidak dikenakan pajak penghasilan atas perubahan nilai wajar properti investasi.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki
intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas
aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
- 24 -
Page 26
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali:
• PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang
dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-
beban yang diterapkan; dan
• Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari
piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak Final
Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap
dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212: Pajak Penghasilan.
u. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun
berjalan.
Sedangkan, laba per saham dilusian dihitung dan disajikan apabila Perusahaan memiliki instrumen berpotensi
saham biasa yang bersifat dilutif.
v. Segmen Operasi
Segmen operasi disajikan dengan cara yang serupa dengan pelaporan internal yang disampaikan oleh para
manajer segmen kepada pembuat keputusan operasional. Segmen operasi tersebut dikelola secara independen
oleh tiap-tiap manajer yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen operasi dalam lingkup
wewenangnya. Sedangkan pembuat keputusan operasional adalah pihak yang melakukan penelaahan
terhadap laporan segmen di mana laporan tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan
sumber daya dan menilai kinerja segmen. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional
dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap bidang
usaha.
w. Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat
peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik.
Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk
menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.
x. Sebagai Pesewa
Grup melakukan perjanjian sewa sebagai pesewa sehubungan dengan beberapa properti investasinya.
Sewa di mana Grup sebagai pesewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi. Ketika
persyaratan sewa secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
ke penyewa, kontrak tersebut diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan
sebagai sewa operasi.
Ketika Grup adalah pesewa-antara, Grup mencatat sewa utama dan subsewa sebagai dua kontrak yang
terpisah. Subsewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dengan mengacu pada aset
hak-guna yang timbul dari sewa utama.
- 25 -
Page 27
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang relevan. Biaya langsung
awal yang terjadi dalam menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat asset
sewa dan diakui secara garis lurus selama masa sewa.
Dalam sewa pembiayaan, jumlah terutang oleh penyewa diakui sebagai piutang sebesar jumlah yang sama
dengan investasi sewa neto Grup. Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan dialokasikan pada periode
akuntansi yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi neto pesewa.
Setelah pengungkapan awal, grup secara teratur melakukan reviu atas estimasi nilai sisa tidak dijamin dan
menerapkan persyaratan penurunan nilai PSAK 109, yaitu mengakui cadangan ekspektasi kerugian kredit atas
piutang sewa.
Penghasilan sewa pembiayaan dihitung dengan mengacu pada jumlah tercatat bruto piutang sewa, kecuali
untuk aset keuangan yang mengalami penurunan nilai di mana penghasilan bunganya dihitung dengan
mengacu pada biaya perolehan diamortisasi (yaitu setelah dikurangi cadangan kerugian).
Ketika suatu kontrak mencakup komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan PSAK 115 untuk
mengalokasikan imbalan berdasarkan kontrak bagi setiap komponen.
y. Pengukuran Nilai Wajar
Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada
kombinasi bisnis. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan
nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal atau “FVLCD”), dan piutang yang tidak
dikenakan bunga pada nilai wajar.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
I. Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
II. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup. Nilai wajar dari
aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau
dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi
dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk
mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan
dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan
dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran
nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
i. Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
ii. Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau
tidak langsung.
iii. Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
langsung atau tidak langsung.
Tim pelaporan keuangan Grup bertanggung-jawab atas penilaian dalam menentukan kebijakan dan prosedur
untuk pengukuran nilai wajar berulang, seperti properti investasi, goodwill, dan nilai wajar (dikurangi biaya untuk
menjual) unit penghasil unit (untuk uji penurunan nilai).
- 26 -
Page 28
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Penilai eksternal terlibat dalam penilaian aset signifikan, terutama properti investasi dan goodwill. Keterlibatan
penilai eksternal ditentukan setiap tahun setelah dibahas dan disetujui oleh Direksi Perusahaan. Kriteria
pemilihan termasuk pengetahuan pasar, reputasi, independensi dan kemampuan mematuhi standar profesi.
Metode penilaian dan input yang digunakan dibahas dan diputuskan bersama oleh Grup dan penilai eksternal.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Grup menentukan apakah
terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori
(berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara
keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
z. Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan
konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Grup.
4. PERTIMBANGAN ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
dan asumsi yang akan mempengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan, serta
pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir periode pelaporan.
Pertimbangan dan estimasi yang digunakan dalam mempersiapkan laporan keuangan konsolidasian tersebut
ditelaah secara berkala berdasarkan pengalaman historis dan berbagai faktor, termasuk ekspektasi dari kejadian-
kejadian di masa depan yang mungkin terjadi. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
Adanya ketidakpastian terkait dengan asumsi dan estimasi dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap
jumlah tercatat aset dan liabilitas pada periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup adalah
klasifikasi aset dan liabilitas keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Grup mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan ketentuan di dalam PSAK No. 109
(sebelumnya PSAK No. 71). Tiap-tiap kelompok aset dan liabilitas keuangan memiliki dampak perlakuan akuntansi
yang berbeda.
Pengklasifikasian Properti
Grup menentukan apakah sebuah properti yang diperoleh diklasifikasikan sebagai properti investasi, aset tetap
atau persediaan:
• Properti investasi terdiri dari tanah dan bangunan dan prasarana (terutama kantor, gudang komersial dan
properti retail), fasilitas hotel dan aset dalam penyelesaian yang tidak bertujuan untuk digunakan oleh atau
dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup, tetapi digunakan untuk
memperoleh pendapatan sewa dan peningkatan nilai.
• Aset tetap terdiri dari tanah, bangunan dan prasarana, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kantor, dan
aset dalam penyelesaian yang digunakan dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan
bisnis Grup. dan tidak digunakan untuk memperoleh pendapatan sewa.
• Persediaan terdiri dari properti yang bertujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup. Terutama, properti
hunian yang dikembangkan oleh Grup dan digunakan untuk dijual sebelum atau pada saat penyelesaian
konstruksi.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di
bawah ini.
Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada tolak ukur yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian
disusun. Keadaan dan asumsi mengenai perkembangan masa depan yang ada saat ini dapat berubah akibat
perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya.
- 27 -
Page 29
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Penyisihan atas ECL Piutang Usaha
Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi
yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit
dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat
penyisihan spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima
oleh Grup. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima
memengaruhi jumlah penyisihan atas ECL piutang usaha. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6.
Nilai Wajar Properti Investasi
Nilai wajar properti investasi Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh penilai independen
dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat inflasi
dan tingkat kenaikan pendapatan dan biaya. Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai,
perbedaan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material nilai wajar dari
properti investasi. Nilai wajar properti investasi diungkapkan dalam Catatan 9.
Penyusutan Aset Tetap
Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari
aset yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan.
Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat
ekonomis serta nilai residu dari aset tetap dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan
untuk direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 10.
Liabilitas imbalan pascakerja
Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial yang
digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang
berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana
diuraikan dalam Catatan 3p atas laporan keuangan konsolidasian.
Meskipun Grup berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai, perbedaan
signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi
secara material liabilitas dan beban imbalan pascakerja. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 19.
Pertimbangan komponen pembiayaan yang signifikan dalam kontrak
Grup menjual kantor, apartemen, dll setelah penandatanganan kontrak jual beli dengan metode pembayaran tunai
keras dan cicilan bertahap. Jenis kontrak ini mencakup dua opsi pembayaran alternatif bagi pelanggan, yaitu
pembayaran harga transaksi yang lebih rendah pada saat kontrak ditandatangani. Grup menyimpulkan bahwa
terdapat komponen pembiayaan yang signifikan untuk kontrak tersebut di mana pelanggan memilih untuk
membayar di muka dengan mempertimbangkan lamanya waktu antara pembayaran pelanggan dan pengalihan
kantor, apartemen, dll ke pelanggan, serta suku bunga yang berlaku di pasar.
Dalam menentukan tingkat bunga yang akan diterapkan pada jumlah imbalan. Grup menyimpulkan bahwa tingkat
bunga implisit dalam kontrak (yaitu, tingkat bunga yang mendiskontokan harga jual kas kantor, apartemen, dll ke
dalam jumlah yang dibayar di muka) adalah tepat karena hal ini sepadan dengan tarif yang akan tercermin dalam
transaksi pembiayaan terpisah antara entitas dan pelanggannya pada awal kontrak.
Perpajakan
Grup selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada peraturan
yang berlaku. Sehubungan dengan pengampunan pajak, perhitungan pajak sampai dengan tanggal 31 Desember
2015 dianggap benar. Untuk tahun berikutnya perhitungan pajak dianggap benar selama belum terdapat ketetapan
dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu lima (5)
tahun (masa daluwarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang
terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pemeriksaan pajak, penemuan bukti- bukti pajak baru dan
perbedaan interpretasi antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan
hasil aktual dan jumlah tercatat tersebut dapat memengaruhi jumlah aset pajak tangguhan, utang pajak dan beban
pajak.
Instrumen Keuangan
Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi
akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif
yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian
yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung
laba atau rugi Grup. Nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 diungkapkan dalam Catatan 32.
- 28 -
Page 30
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
5. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Kas - Rupiah 78.103.100 82.000.000
Bank
Rupiah
PT Bank Pan Indonesia Tbk 10.960.487.559 1.721.265.449
PT Bank CIMB Niaga Tbk 4.052.577.719 1.241.998.564
PT Bank Central Asia Tbk 3.561.757.083 4.035.491.321
PT Bank Victoria International Tbk 3.102.135.943 3.264.633.562
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.533.661.597 363.392.982
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 523.641.957 1.286.645.693
PT Bank Ina Perdana Tbk 43.829.751 42.641.751
PT Bank ICBC Indonesia 2.446.498 3.961.503.728
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk 426.787.991 414.218.484
PT
PT Bank
Bank Negara Indonesia
Pan Indonesia Tbk(Persero) Tbk 11.719.034 11.708.723-
Jumlah 24.219.045.132 16.343.500.257
Setara Kas
Deposito berjangka
Rupiah
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 103.877.000.000 22.000.000.000
PT Bank Victoria International Tbk 30.466.653.063 352.977.595.339
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 12.883.093.236 12.408.290.973
Jumlah 147.226.746.299 387.385.886.312
Jumlah 171.523.894.531 403.811.386.569
Dana/cadangan untuk penggantian
perabotan dan perlengkapan hotel
(Catatan 11) (1.667.349.959) (2.856.814.087)
Bersih 169.856.544.572 400.954.572.482
Tingkat bunga deposito berjangka
per tahun
Rupiah 3,25%-6,75% 6,50% - 7,25%
Dolar Amerika Serikat 1% 1%
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang
ditempatkan pada pihak berelasi ataupun yang digunakan sebagai jaminan ataupun dibatasi penggunaannya.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, deposit berjangka yang dibatasi penggunaannya dicatat
terpisah pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 11).
- 29 -
Page 31
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pendapatan
Hotel 276.410.309 652.783.991
Sewa 77.735.758 15.754.208
Perkantoran - 16.470.400.000
Jumlah 354.146.067 17.138.938.199
Dikurangi penyisihan penurunan piutang usaha - (12.578.651)
Jumlah 354.146.067 17.126.359.548
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, semua piutang usaha Grup dari pihak ketiga dan dalam
mata uang Rupiah.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 piutang usaha tidak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas
pinjaman bank dan tidak dikenakan bunga.
Rincian saldo piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Belum Jatuh Tempo 137.088.167 31.824.088
Jatuh Tempo
1 - 30 hari 98.018.806 16.726.192.411
31 - 60 hari 33.841.206 42.031.205
61 - 90 hari 523.608 285.960.569
Lebih dari 90 hari 84.674.280 52.929.926
Jumlah 354.146.067 17.138.938.199
Dikurangi penyisihan penurunan piutang usaha - (12.578.651)
Jumlah 354.146.067 17.126.359.548
Mutasi cadangan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Saldo awal 12.578.651 101.603.797
Cadangan atas perubahan nilai
tahun berjalan (12.578.651) (89.025.146)
Saldo akhir - 12.578.651
Grup membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan estimasi nilai tidak terpulihkan secara individual
berdasarkan pengalaman Grup atas tertagihnya piutang di masa lalu. Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
penurunan nilai atas piutang usaha tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari piutang tidak tertagih.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, piutang usaha tidak dijadikan sebagai jaminan atas
fasilitas pinjaman bank.
- 30 -
Page 32
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
7. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Aset lancar
Bangunan siap dijual - Apartemen The Peak 59.141.154.287 59.141.154.287
Aset Pengembangan real estat -
Proyek Magna One (d.h Capital Square) 1.390.534.625.424 1.363.438.400.049
Hotel 4.735.841.855 4.757.211.919
Jumlah 1.454.411.621.566 1.427.336.766.255
Aset tidak lancar
Tanah belum dikembangkan 293.997.687.811 293.845.309.018
Bangunan siap dijual
Apartemen The Peak merupakan sisa unit apartemen siap jual milik PNC, entitas anak.
Aset pengembangan real estat
Aset pengembangan real estat adalah Proyek Capital Square yang merupakan proyek superblok milik TMP yang
terdiri dari apartemen, perkantoran dan retail yang sedang dalam tahap pembangunan bersama dengan properti
investasi dan aset tetap (Catatan 9 dan 10), terletak di Jl. HR Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya.
Persentase penyelesaian per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah 56,05% dan 56,03%.
Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke aset real estat pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
masing sebesar Rp 7.577.320.920 dan Rp 18.239.931.946. Tingkat kapitalisasi biaya pinjaman pada 30 September
2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar 43,94% dan 43,83%.
Persediaan aset real estat diasuransikan bersama dengan aset tetap (Catatan 10). Manajemen berpendapat bahwa
nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Berdasarkan penelaahan terhadap aset real estat pada akhir periode, manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu
dilakukan penurunan nilai aset real estat.
Persediaan hotel
Persediaan hotel merupakan persediaan milik SGK, entitas anak.
Tidak terdapat cadangan kerugian penurunan nilai untuk barang dan perlengkapan hotel, karena manajemen
berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan.
Tanah yang Belum Dikembangkan
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tanah belum dikembangkan merupakan tanah milik
Perusahaan seluas 6.028 m2 di Jl. Lingkar Luar, Duri Kosambi dan tanah seluas 3.578 m2 di Jl. Abdul Wahid Siamin,
Surabaya. Pembayaran kepada kontraktor yang nilainya melebihi 10% dari jumlah pembayaran konstruksi dan
pengembangan lahan aset real estat, aset tetap dan properti investasi berasal dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
PT Total Bangun Persada 8.217.770.928 14.168.657.026
PT Sinar Arta Mulia 2.227.657.090 5.397.081.525
PT Perintis Dinamika Sekatama - 12.039.599.098
Jumlah 10.445.428.018 31.605.337.649
- 31 -
Page 33
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Hak legal atas tanah aset real estat sedang dalam pengembangan berupa Hak Guna Bangunan atas nama Grup
yang akan jatuh tempo pada tahun 2026 - 2044. Pada tahun 2022, seluruh bidang tanah telah disertifikasi atas nama
TMP, entitas anak.
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam perpanjangan dan proses sertifikasi hak atas tanah karena
seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.
Pada tanggal 31 Desember 2024, tanah TMP seluas 12.969 m2 digunakan sebagai jaminan utang bank jangka
panjang (Catatan 18).
8. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, rincian investasi saham pada entitas asosiasi yang dicatat
dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut:
Presentase kepemilikan Jumlah Aset
Tempat dan hak suara yang 30 September 2025 31 Desember 2024
Nama entitas asosiasi Aktivitas utama Nama Proyek
kedudukan dimiliki Grup (Tidak Diaudit) (Diaudit)
30 Sep 2025 31 Des 2024 Rp Rp
PT Arah Sejahtera Abadi Pusat Perbelanjaan, Apartemen Jakarta 40,00% 40,00% Kuningan City 723.695.172.965 770.210.479.842
(ASA) dan Perkantoran
PT Pluit Propertindo Pusat Perbelanjaan Jakarta 47,17% 47,17% Emporium Pluit Mall 683.761.750.425 722.432.230.625
(PP)
PT Brilliant Sakti Persada Pusat Perbelanjaan dan Hotel Bandung 30,00% 30,00% Festival CityLink, 617.640.879.052 434.089.161.998
(BSP) Hotel Haris dan Hotel PoP
PT Citra Gemilang Nusantara Pusat Perbelanjaan Jakarta 23,00% 23,00% Lindeteves Trade Center 139.771.640.573 132.838.819.293
(CGN)
PT Manggala Gelora Perkasa Pusat Perbelanjaan Jakarta 27,40% 27,40% Senayan City 4.596.128.175.900 4.674.704.831.655
(MGP)
Jumlah 6.760.997.618.915 6.734.275.523.413
Investasi entitas asosiasi pada CGN bernilai nol dikarenakan nilai investasi pada CGN sudah melebihi kepentingan
pada entitas asosiasi sehingga Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut.
Akumulasi rugi CGN pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp 8.487.623.143
dan Rp 10.456.009.555.
Mutasi investasi pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut :
30 September 2025 (Tidak Diaudit)
Bagian laba rugi
Bagian Laba komprehensif lain Dividen yang
Saldo awal dari Entitas Asosiasi dari entitas asosiasi Diterima Saldo akhir
Rp Rp Rp Rp Rp
ASA 1.067.689.600.596 21.243.560.254 5.664.337 (800.000.000) 1.088.138.825.187
PP 1.006.160.942.004 25.790.373.360 1.853.995 - 1.031.953.169.359
BSP 335.888.621.520 8.197.595.909 - (3.000.000.000) 341.086.217.429
CGN - - - - -
MGP 795.883.494.874 91.918.164.822 - (89.050.000.000) 798.751.659.696
Jumlah 3.205.622.658.994 147.149.694.345 7.518.332 (92.850.000.000) 3.259.929.871.671
31 Desember 2024 (Diaudit)
Bagian laba rugi
Bagian Laba komprehensif lain Dividen yang
Saldo awal dari Entitas Asosiasi dari entitas asosiasi Diterima Saldo akhir
Rp Rp Rp Rp Rp
ASA 1.189.286.606.836 21.997.828.735 (474.834.975) (143.120.000.000) 1.067.689.600.596
PP 1.079.118.209.417 55.347.209.964 233.772.623 (128.538.250.000) 1.006.160.942.004
BSP 316.594.501.180 20.344.120.340 - (1.050.000.000) 335.888.621.520
CGN - - - - -
MGP 783.210.613.740 81.006.439.012 166.442.122 (68.500.000.000) 795.883.494.874
Jumlah 3.368.209.931.173 178.695.598.051 (74.620.230) (341.208.250.000) 3.205.622.658.994
- 32 -
Page 34
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Ringkasan informasi keuangan dari entitas asosiasi diatas adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Jumlah aset 6.760.997.618.915 6.734.275.523.413
Jumlah liabilitas 2.683.918.631.829 2.714.928.788.790
Aset bersih 4.077.078.987.086 4.019.346.734.623
Laba periode/tahun berjalan 433.721.465.963 430.963.234.271
Laba komprehensif periode/
tahun berjalan 433.739.557.538 431.708.236.881
Investasi pada perusahaan asosiasi diperoleh terutama untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka panjang, karena
seluruh entitas tersebut bergerak dalam industri properti yang sama dengan industri Grup.
Entitas asosiasi mengukur properti investasi menggunakan model biaya. Penyesuaian terhadap saldo laba dan
kenaikan nilai wajar properti investasi dilakukan pada pengakuan bagian laba bersih entitas asosiasi dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk memberikan efek pengukuran properti investasi
menggunakan model nilai wajar yang diadopsi oleh Grup. Kenaikan nilai wajar properti investasi entitas asosiasi
adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
(Diaudit)
Rp
ASA (26.231.516.169)
BSP 26.657.595.066
PP 32.479.546.449
Investasi pada perusahaan asosiasi diperoleh terutama untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka panjang,
karena seluruh entitas tersebut bergerak dalam industri properti yang sama dengan industri Grup.
9. PROPERTI INVESTASI
Rincian dan mutasi properti investasi Grup adalah sebagai berikut:
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 30 September 2025
Rp Rp Rp Rp
Tanah 273.298.480.529 - - 273.298.480.529
Bangunan dan prasarana 188.354.761.299 - (4.143.660.322) 184.211.100.977
Aset dalam penyelesaian 184.787.923.845 4.758.115.551 - 189.546.039.396
Jumlah 646.441.165.673 4.758.115.551 (4.143.660.322) 647.055.620.902
Akumulasi kenaikan
nilai wajar 1.575.599.622.859 - (14.815.657.380) 1.560.783.965.479
Jumlah Tercatat 2.222.040.788.532 2.207.839.586.382
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2024
Rp Rp Rp Rp
Tanah 273.298.480.529 - - 273.298.480.529
Bangunan dan prasarana 188.354.761.299 - - 188.354.761.299
Aset dalam penyelesaian 171.937.975.141 12.849.948.704 - 184.787.923.845
Jumlah 633.591.216.969 12.849.948.704 - 646.441.165.673
Akumulasi kenaikan
nilai wajar 1.600.810.239.807 - (25.210.616.948) 1.575.599.622.859
Jumlah Tercatat 2.234.401.456.776 2.222.040.788.532
- 33 -
Page 35
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
a. Pada 30 September 2025, perubahan properti investasi terdiri dari penambahan biaya perolehan dan
pengurangan masing-masing sebesar Rp 4.758.115.551 dan Rp 4.143.660.322. Pada 31 Desember 2024
penambahan sebesar Rp 12.849.948.704. Perubahan nilai wajar pada 31 Desember 2024 sebesar
Rp 25.210.616.948.
b. Dalam pengurangan properti investasi pada 30 September 2025, terdapat penjualan properti investasi
Perusahaan yang dijual terdiri dari biaya perolehan sebesar Rp 4.143.660.322 dan akumulasi kenaikan nilai
wajar sebesar Rp 20.639.000.000. Penerimaan dari penjualan properti investasi tersebut sebesar
Rp 18.547.747.748.
c. Properti investasi merupakan bagian dari unit perkantoran TCC Batavia - Tower 1 yang ditujukan untuk
disewakan dan area perkantoran yang disewakan di Pluit.
d. Sampai dengan 30 September 2025, aset dalam penyelesaian untuk pembangunan gedung perkantoran TCC
Batavia – Tower 2 masih belum dapat dilanjutkan oleh manajemen.
e. Aset dalam penyelesaian untuk pembangunan area pusat perbelanjaan Capital Square, Surabaya,
diperkirakan akan selesai pada tahun 2026.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, nilai tercatat aset dalam penyelesaian masing-masing
meliputi 8,71% dan 8,38% dari nilai kontrak.
Hak legal atas tanah properti investasi berupa HGB atas nama Grup berjangka waktu 20 sampai 30 tahun yang
akan jatuh tempo antara tahun 2032 - 2042. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan
hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.
Pendapatan sewa dari properti investasi pada periode 30 September 2025 dan 2024, masing-masing sebesar
Rp 7.278.990.379 dan Rp 7.077.133.619 (Catatan 23).
Properti investasi diasuransikan bersama dengan aset tetap (Catatan 10). Manajemen berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Rincian nilai wajar atas properti investasi Grup pada tanggal 31 Desember 2024:
Nama proyek Nilai wajar Nama Penilai Rincian Nama Penilai Tanggal laporan Tanggal penilaian
Rp
Adhitya Anindito,
KJPP Iskandar & S.I.Kom., S.H.,MM, 24 Maret 2025 31 Desember 2024
TCC Batavia Tower 2.067.754.000.000
Rekan MAPPI (Cert.)
Adhitya Anindito,
KJPP Iskandar & S.I.Kom., S.H.,MM, 27 Maret 2025 31 Desember 2024
Capital Square 110.203.788.532
Rekan MAPPI (Cert.)
Drs. Bagus Wiyono,
KJPP Jimmy 26 Maret 2025 31 Desember 2024
Area perkantoran di Pluit 44.083.000.000 MAPPI (Cert.)
Prasetyo & Rekan
Jumlah 2.222.040.788.532
Tanggal penilaian atas nilai wajar properti investasi adalah tanggal 31 Desember 2024. Metode penilaian yang
digunakan adalah pendekatan pasar dan pendekatan pendapatan dengan arus kas terdiskonto.
Berikut ini adalah asumsi-asumsi signifikan yang dipakai penilai dalam menghitung nilai wajar atas properti
investasi:
31 Desember 2024
Tingkat bunga diskonto per tahun 10,05% - 10,57%
Tingkat kenaikan harga 7,02% - 7,11%
- 34 -
Page 36
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Rincian Properti Investasi Grup dan informasi nilai wajar pada 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
Rp Rp Rp Rp
TCC Batavia Tower - 990.495.000.000 1.077.259.000.000 2.067.754.000.000
Capital Square - - 110.203.788.532 110.203.788.532
Area perkantoran di Pluit - 44.083.000.000 - 44.083.000.000
Tidak terdapat perpindahan antara tingkat 1 dan tingkat 2 selama tahun berjalan.
Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke properti investasi pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
masing sebesar Rp 680.439.319 dan Rp 2.111.486.447. Tingkat kapitalisasi biaya pinjaman pada 30 September
2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar 3,95% dan 5,07%.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, terdapat properti investasi yang dijadikan jaminan atas
fasilitas pinjaman PT Bank Ina Perdana Tbk (Catatan 18).
10. ASET TETAP
Rincian dan mutasi aset tetap Grup adalah sebagai berikut:
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 September 2025
Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah 15.732.219.443 - - - 15.732.219.443
Bangunan 258.942.212.665 1.669.464.950 - - 260.611.677.615
Peralatan kantor 15.619.307.278 15.936.937 - - 15.635.244.215
Perlengkapan kantor 3.866.820.989 6.768.448 - - 3.873.589.437
Kendaraan 417.382.727 - - - 417.382.727
Jumlah 294.577.943.102 1.692.170.335 - - 296.270.113.437
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 117.300.478.843 10.515.778.126 - - 127.816.256.969
Peralatan kantor 13.583.521.008 520.973.047 - - 14.104.494.055
Perlengkapan kantor 3.239.781.900 152.868.021 - - 3.392.649.921
Kendaraan 417.382.727 - - - 417.382.727
Jumlah 134.541.164.478 11.189.619.194 - - 145.730.783.672
Jumlah Tercatat 160.036.778.624 150.539.329.765
1 Januari 2024 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2024
Rp Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah 15.732.219.443 - - - 15.732.219.443
Bangunan 254.106.037.510 4.844.553.534 - (8.378.379) 258.942.212.665
Peralatan kantor 14.553.320.026 1.057.608.873 - 8.378.379 15.619.307.278
Perlengkapan kantor 3.866.820.989 - - - 3.866.820.989
Kendaraan 417.382.727 - - - 417.382.727
Jumlah 288.675.780.695 5.902.162.407 - - 294.577.943.102
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 103.775.049.148 13.525.429.695 - - 117.300.478.843
Peralatan kantor 13.099.250.952 484.270.056 - - 13.583.521.008
Perlengkapan kantor 3.033.393.990 206.387.910 - - 3.239.781.900
Kendaraan 417.382.727 - - - 417.382.727
Jumlah 120.325.076.817 14.216.087.661 - - 134.541.164.478
Jumlah Tercatat 168.350.703.878 160.036.778.624
- 35 -
Page 37
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Jumlah beban penyusutan aset tetap pada 30 September 2025 dan 2024 masing-masing sebesar
Rp 11.189.619.194 dan Rp 10.586.762.908, yang dibebankan sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Beban pokok penjualan dan
beban langsung (Catatan 24) 9.341.503.029 8.752.588.320
Beban penjualan (Catatan 25) 74.238.028 74.685.720
Beban umum dan administrasi (Catatan 26) 1.773.878.137 1.759.488.868
Jumlah 11.189.619.194 10.586.762.908
Properti investasi, aset real estat dan aset tetap berupa bangunan hotel dan sebagian kendaraan milik Grup
diasuransikan terhadap risiko-risiko antara lain asuransi property all risk, asuransi terhadap kerusakan mesin, serta
asuransi terhadap terorisme dan sabotase kepada beberapa perusahaan asuransi pihak ketiga dengan rincian
sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Nilai pertanggungan aset 4.107.416.620.000 4.107.712.330.000
(Catatan 7, Catatan 9 dan Catatan 10)
Jumlah tercatat aset
Aset tetap 134.257.315.903 141.548.267.310
Properti investasi 2.207.839.586.382 2.222.040.788.534
Aset real estat 1.449.675.779.711 1.285.836.173.745
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas
aset yang dipertanggungkan.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat aset tetap yang tidak digunakan
sementara dan dihentikan dari penggunaan aktif namun tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap berupa bangunan digunakan sebagai jaminan
atas utang bank yang diperoleh dari PT Bank Pan Indonesia (Catatan 18).
Pada tanggal 31 Desember 2024, aset tetap berupa tanah digunakan sebagai jaminan atas utang bank yang
diperoleh dari PT Bank ICBC Indonesia (Catatan 18).
Hak legal atas tanah milik PNC, entitas anak, berupa HGB atas nama PT Pluit Propertindo, pihak berelasi, yang
akan jatuh tempo pada tahun 2036.
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam pemecahan dan perpanjangan sertifikasi hak atas tanah
karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.
Nilai tercatat bangunan hotel Group pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
sebesar Rp 105.547.629.029 dan Rp 112.748.825.540,94. Nilai wajar dengan pendekatan pendapatan
dikategorikan sebagai level 3 berdasarkan tingkat input pengukuran nilai wajar.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah tercatat dari seluruh aset tetap tersebut dapat dipulihkan dan tidak terdapat
adanya peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai, sehingga tidak
diperlukan adanya penyisihan penurunan nilai atas aset tetap.
- 36 -
Page 38
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
11. ASET LAINNYA
Aset lainnya terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Goodwill 39.854.275.909 39.854.275.909
Deposito berjangka yang dijaminkan 1.238.710.268 1.212.530.968
Dana/cadangan untuk penggantian
perabotan dan perlengkapan hotel (Catatan 5) 1.667.349.959 2.856.814.087
Lain-lain 185.039.124 191.040.000
Jumlah 42.945.375.260 44.114.660.964
Goodwill
Merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset bersih entitas anak
pada saat akuisisi.
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
TMP 39.851.112.779 39.851.112.779
PNC 2.849.000 2.849.000
SGK 314.130 314.130
Jumlah 39.854.275.909 39.854.275.909
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, saldo goodwill TMP diuji penurunan nilainya melalui
penilaian aset bersih TMP yang dihitung oleh KJPP Iskandar dan Rekan sesuai dengan laporannya tertanggal
27 Maret 2025.
Metode penilaian yang digunakan adalah pendekatan pendapatan dengan metode diskonto untuk pendapatan
mendatang (Multi Period of Income Discounting), adalah metode penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai
sekarang suatu pendapatan yang akan diterima di masa yang akan datang atas objek penilaian, dengan suatu
tingkat diskonto atau metode Discounted Cash Flow (DCF).
Nilai wajar aset bersih TMP adalah sebesar Rp 1.536.000.000.000, dimana metode penilaian yang digunakan
adalah pendekatan pendapatan. Nilai wajar dengan pendekatan pendapatan dikategorikan sebagai level 3
berdasarkan tingkat input pengukuran nilai wajar.
Penurunan nilai diakui jika nilai tercatat goodwill melebihi nilai terpulihkannya. Berdasarkan pengujian penurunan
nilai atas goodwill pada 31 Desember 2024, manajemen berkeyakinan bahwa tidak diperlukan penyisihan
penurunan nilai goodwill tersebut.
Deposito berjangka yang dijaminkan
TMP, entitas anak, memiliki deposito berjangka yang dijaminkan pada PT Bank ICBC Indonesia, pihak ketiga yang
dijaminkan dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli unit apartemen oleh Bank yang bersangkutan.
Dana/cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel
SGK, entitas anak, diwajibkan untuk membentuk cadangan rekening untuk penggantian perabot dan perlengkapan
hotel dengan persentase sebesar 4% dari pendapatan hotel setiap bulan.
- 37 -
Page 39
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
12. UTANG USAHA – PIHAK KETIGA
Rincian dari utang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pihak ketiga
PT Nusa Raya Cipta Tbk 8.063.848.010 12.671.761.162
PT Graha Tunasmekar 5.871.715.123 5.871.715.123
PT Citatah Tbk 255.834.825 -
PT Cendrawasih Farin 233.756.008 1.093.756.008
PT Sinar Arta Mulia - 1.604.886.128
PT Trimatra Tatagraha - 1.202.503.858
Lain-lain (masing-masing
di bawah 5% dari utang usaha) 2.072.754.867 2.591.078.094
Subjumlah 16.497.908.833 25.035.700.373
Jumlah 16.497.908.833 25.035.700.373
Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Rupiah 16.359.664.675 24.914.991.288
Euro 123.232.158 106.163.285
Dolar Amerika Serikat 15.012.000 14.545.800
Jumlah 16.497.908.833 25.035.700.373
Tidak ada bunga ataupun jaminan yang secara khusus diberikan oleh Grup sehubungan dengan utang usaha di
atas.
13. UTANG LAIN-LAIN – PIHAK KETIGA
Akun ini terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pihak ketiga
PT SC Hotels & Resorts Indonesia 1.069.320.142 1.141.292.302
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk 1.045.447.474 1.045.447.474
Lain-lain (masing-masing
di bawah 5% dari utang lain-lain) 72.254.973 1.612.035.176
Jumlah 2.187.022.589 3.798.774.952
- 38 -
Page 40
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
14. PERPAJAKAN
A. Pajak Dibayar di Muka
Akun ini terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pajak pertambahan nilai
Entitas Induk 3.984.142.293 3.259.039.585
Perusahaan Anak 72.238.586.983 68.616.765.047
Pajak Final
Perusahaan 824.275.992 1.218.597.194
Entitas Anak 6.914.249.659 6.932.530.440
Jumlah 83.961.254.927 80.026.932.266
B. Utang Pajak
Akun ini terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pajak penghasilan
Pasal 21 921.144.708 551.687.157
Pasal 23 16.917.679 25.738.665
Pasal 4 (2) - 117.500.000
Persewaan dan pengalihan
Hak atas tanah dan/atau bangunan 2.153.250 5.234.467
Jasa konstruksi 52.732.595 401.022.466
Pajak hotel dan restoran 795.293.205 576.808.077
Jumlah 1.788.241.437 1.677.990.832
C. Aset Pajak Tangguhan
Rincian aset pajak tangguhan Grup terdiri dari:
30 September 2025 (Tidak Diaudit)
Dibebankan ke
Dikreditkan ke Penghasilan
1 Januari 2025 laba rugi komprehensif lain 30 September 2025
Rp Rp Rp Rp
Liabilitas imbalan pascakerja 19.722.135 - - 19.722.135
Penyisihan penurunan
piutang usaha 2.767.304 - - 2.767.304
Jumlah 22.489.439 - - 22.489.439
31 Desember 2024 (Tidak Diaudit)
Dibebankan ke
Dikreditkan ke Penghasilan
1 Januari 2024 laba rugi komprehensif lain 31 Desember 2024
Rp Rp Rp Rp
Liabilitas imbalan pascakerja 30.775.227 4.770.071 (15.823.163) 19.722.135
Penyisihan penurunan
piutang usaha 15.266.930 (12.499.626) - 2.767.304
Jumlah 46.042.157 (7.729.555) (15.823.163) 22.489.439
- 39 -
Page 41
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Grup menghitung, menetapkan dan membayar secara sendiri
pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah
liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya pajak.
D. Beban Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan
Beban pajak final sehubungan dengan penyewaan pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 masing-masing
sebesar Rp 1.179.642.507 dan Rp 670.879.306.
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dengan laba fiskal adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Laba sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian 98.157.701.558 98.130.285.643
Pendapatan dividen dari entitas
asosiasi (Catatan 8) 92.850.000.000 258.622.950.000
Rugi sebelum pajak entitas anak 6.324.395.480 4.825.205.784
Laba entitas asosiasi (Catatan 8) (147.149.694.345) (144.958.780.431)
Laba sebelum pajak - Perusahaan 50.182.402.693 216.619.660.996
Pendapatan yang sudah diperhitungkan
atau dibayar pajak final (50.182.402.693) (216.619.660.996)
Laba sebelum pajak dari pendapatan
yang tidak terutang pajak
penghasilan final - -
Beban pajak kini - -
Dikurangi pajak penghasilan dibayar
Pasal 23 - -
Pasal 25 - -
Utang pajak kini - -
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
15. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Service charge 9.255.279.575 12.796.354.818
Utilitas 897.553.641 707.204.512
Bonus 313.131.087 862.274.769
Jasa profesional 185.883.888 365.270.271
Bunga atas utang bank (Catatan 18) 184.248.888 872.830.892
Asuransi 117.712.264 -
Jasa manajemen - 1.537.956.686
Lain-lain 2.052.592.716 1.063.272.407
Jumlah 13.006.402.059 18.205.164.355
- 40 -
Page 42
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
16. UANG JAMINAN PENYEWA
Uang jaminan penyewa merupakan uang yang diterima Perusahaan dan PNC, entitas anak, sehubungan dengan
penyewaan unit apartemen dan perkantoran.
17. UANG MUKA PENJUALAN DAN PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Uang muka penjualan
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Penjualan apartemen 85.084.890.535 81.456.934.933
Penjualan kantor (Catatan 31e) 70.000.000.000 88.547.747.748
Jumlah 155.084.890.535 170.004.682.681
Dikurang bagian jangka pendek (1.695.787.912) (20.128.787.608)
Bagian jangka panjang 153.389.102.623 149.875.895.074
Uang muka penjualan merupakan uang muka atas penjualan apartemen dan unit perkantoran yang belum
memenuhi kriteria untuk pengakuan pendapatan.
Uang muka titipan pelanggan merupakan penerimaan dari calon pembeli yang masih dapat dibatalkan sewaktu-
waktu.
Uang muka penjualan merupakan uang muka atas penjualan apartemen dan unit perkantoran yang belum
memenuhi kriteria untuk pengakuan pendapatan.
Pendapatan diterima dimuka
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pendapatan sewa diterima dimuka 9.060.112.309 12.073.939.040
Bagian yang direalisasi dalam satu tahun (6.225.595.520) (7.869.337.460)
Bagian yang direalisasi lebih dari satu tahun 2.834.516.789 4.204.601.580
Pendapatan sewa diterima dimuka merupakan uang muka sewa yang diterima dari penyewa.
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
PT Bank Ina Perdana Tbk 66.312.000.000 141.480.000.000
PT Bank Pan Indonesia Tbk 23.699.851.731 31.199.851.731
PT Bank ICBC Indonesia - 176.008.333.231
Jumlah 90.011.851.731 348.688.184.962
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (259.751.587) (1.225.476.992)
Bersih 89.752.100.144 347.462.707.970
Dikurangi:
Jatuh tempo dalam satu tahun (78.162.125.911) (141.974.368.890)
Bagian jangka panjang - bersih 11.589.974.233 205.488.339.080
- 41 -
Page 43
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
PT Bank ICBC Indonesia
Pada tanggal 8 Oktober 2015 berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 7, dari Notaris Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn.,
TMP, entitas anak memperoleh fasilitas kredit Fasilitas Pinjaman Tetap on Installment (PTI) dengan plafon
maksimal sebesar Rp 400.000.000.000 dan sub limit fasilitas Letter of Credit (L/C) serta fasilitas Trust Receipt (TR)
dengan plafon maksimal US$ 6.000.000 dari PT Bank ICBC Indonesia, pihak ketiga, untuk pembangunan konstruksi
proyek “Capital Square”. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat suku bunga sebesar 12,5% per tahun.
Perjanjian kredit tersebut telah beberapa kali diubah, terakhir pada tanggal 22 April 2024, berdasarkan Perubahan
Perjanjian Kredit No. 018/ICBC-TCT/PTI/IV/2018/PR5, PT Bank ICBC Indonesia dan Entitas Anak, TMP,
melakukan perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi dimana atas Fasilitas tersebut dikenakan Tingkat suku
bunga sebesar 9,00% per tahun dan jangka waktu fasilitas PTI sampai dengan 20 Desember 2028.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
− HGB tanah atas nama TMP, entitas anak, seluas 12.969 m2 terletak di Jalan HR. Muhammad, Surabaya. Dari
HGB yang dijaminkan tersebut telah diroya seluas 276 m2 yang diperuntukkan untuk pelebaran jalan.
− Pembangunan yang akan datang dari Proyek Capital Square.
− Fidusia atas tagihan yang sudah ada maupun yang akan ada di kemudian hari yang berasal dari proyek Capital
Square.
− Surat Pernyataan, Janji dan Kesanggupan dari GWS untuk melunasi kewajiban TMP.
Perjanjian pinjaman mencakup beberapa persyaratan yang mengharuskan TMP, entitas anak, untuk:
− Mempertahankan collateral leverage sebesar 250%;
− Rasio utang terhadap ekuitas Maksimal 1,50x;
− Mempertahankan ekuitas positif minimal Rp 500.600.000.000; dan
− Financial covenant akan direview setiap 3 bulan sekali.
Berdasarkan Surat Keterangan Lunas No. 053/ICBC-CMD/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025 yang dikeluarkan oleh
PT Bank ICBC Indonesia, TMP telah melunasi fasilitas kredit PT Bank ICBC Indonesia pada tanggal 20 Juni 2025.
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Pada bulan September 2012, SGK, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Pan Indonesia Tbk
dengan jumlah pokok seluruhnya tidak melebihi Rp 120.000.000.000 yang terbagi atas pinjaman jangka panjang
yang outstanding per tanggal 22 Februari 2024 sebesar Rp 33.699.851.731. Jangka waktu pinjaman sampai
dengan 27 September 2027 dan harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dengan tingkat bunga 9% per tahun
(floating).
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan :
− Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas tanah dan bangunan (Hotel Holiday Inn), hasil pecahan SHGB
No. 6127, Proyek Emporium Pluit di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta Utara, dengan nilai hak tanggungan sebesar
Rp 144.000.000.000 (Catatan 10).
− Fiduciaire Eigendomsoverdracht (FEO) mesin dan peralatan Hotel Holiday Inn di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta
Utara dengan nilai Rp 50.000.000.000 (Catatan 10).
Perjanjian pinjaman mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak SGK untuk mengadakan merger, akuisisi, konsolidasi,
menjual, mengalihkan, menyewakan atau melepaskan harta kekayaan SGK kecuali untuk transaksi-transaksi yang
umum, mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; menjaminkan harta
kekayaan; mengajukan permohonan kepailitan; mendapat pinjaman uang atau kredit dari pihak lain; memberikan
pinjaman kepada pihak lain, termasuk tetapi tidak terbatas pada direksi, komisaris, pemegang saham, entitas anak
dan/atau perusahaan afiliasinya; melakukan pembagian dividen; serta mengadakan penyertaan investasi pada
perusahaan lain.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, SGK, entitas anak, telah mematuhi seluruh ketentuan
perjanjian bank.
PT Bank INA Perdana Tbk
Berdasarkan akta Perjanjian Kredit No. 11 tanggal 27 April 2022 sebagaimana telah dirubah dengan Addendum
Perjanjian Kredit No. 18/BIP-ARB/KMK-RBII/II/2025 tanggal 6 Februari 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas
pinjaman “Refinancing” pada tanggal 27 April 2022 dengan jumlah pokok yang tidak lebih dari Rp 250.000.000.000.
Fasilitas tersebut dikenakan tingkat suku bunga sebesar 9% per tahun yang dihitung dari jumlah baki debet
(outstanding) fasilitas pinjamannya dengan ketentuan tingkat bunga tersebut dapat berubah dan akan ditinjau setiap
saat oleh Bank (floating rate). Jangka waktu fasilitas maksimum fasilitas pinjaman yaitu selama 4 (empat) tahun
termasuk Masa Tenggang Waktu dan Jangka Waktu Penarikan yang dimulai sejak tanggal Perjanjian sampai
dengan Tanggal Akhir. Jangka Waktu Penarikan selama 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal perjanjian.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
− 40 Unit kantor TCC Batavia Tower 1 di Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Kel. Karet Tengsin, Kec. Tanah
Abang, Jakarta Pusat, atas nama PT Greenwood Sejahtera Tbk dengan total luas 9.597 m2 (Catatan 9).
- 42 -
Page 44
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Perjanjian pinjaman mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain melakukan penarikan modal disetor, mengubah anggaran dasar, struktur
modal, pemegang saham dan pengurus, mengubah usaha dan badan hukum, mengajukan permohonan kepailitan
atau penundaan kewajiban pembayaran hutang, membubarkan perusahaan serta melakukan penggabungan
usaha, pengambilalihan usaha, pemisahan atau peleburan usaha, memberikan pinjaman kepada pihak lain,
memperoleh pinjaman uang atau kredit baru dari pihak lain, menggadaikan dan mengalihkan saham, bertindak
sebagai penjamin dengan mengikatkan diri sebagai penjamin hutang, memberikan garansi atau menjamin harta
kekayaan untuk kepentingan pihak lain, menjual dan menyewakan aset, mengalihkan usaha, mengalihkan usaha
kepada pihak lain, mengadakan penyertaan modal dan investasi di perusahaan lain, melakukan pembayaran baik
pokok, bunga maupun pembayaran lain atas hutang Pemegang Saham, melakukan pembelian harta tetap
sepanjang tidak mempengaruhi kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan pembayaran dipercepat atas
suatu hutang yang belum jatuh tempo, kecuali berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan dan tidak
mempengaruhi kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan transaksi tidak wajar dengan pihak lain termasuk
kepada perusahaan afiliasi atau kepada Pemegang Saham dan harus berdasarkan praktek dan kebiasaan usaha
serta prinsip perdagangan yang bebas, mengalihkan dan menyewakan jaminan.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah mematuhi seluruh ketentuan
perjanjian bank.
Biaya bunga masih harus dibayar pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar
Rp 184.248.888 dan Rp 872.830.892 (Catatan 15).
19. ESTIMASI LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pascakerja berdasarkan perhitungan
yang dilakukan oleh KKA Setyo Widodo, Aktuaris Independen, tertanggal 13 Maret 2025, di mana disusun
menggunakan metode aktuarial “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
31 Desember 2024
Tingkat pensiun normal 55-56 Tahun
Tingkat diskonto per tahun 7,12% - 7,13%
Tingkat kenaikan gaji per tahun 8% -10%
Tingkat mortalitas TMI 2019
Tingkat cacat 10% TMI IV (2019)
Tingkat pengunduran diri 5% pada umur 26 tahun
dan menurun secara
linier sampai 0% pada
umur 56 tahun
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Saldo awal 9.068.330.878 8.637.649.768
Beban imbalan kerja karyawan
tahun berjalan (Catatan 26) 988.210.121 1.317.613.494
Penghasilan komprehensif lain (628.523.154) (853.854.031)
Pembayaran imbalan kerja - (33.078.353)
Jumlah 9.428.017.845 9.068.330.878
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan variabel lain
dianggap tetap, terhadap kewajiban imbalan pascakerja dan beban jasa kini, pada tanggal 31 Desember 2024:
- 43 -
Page 45
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
31 Desember 2024
Kewajiban imbalan Beban jasa kini dan
pascakerja beban bunga
Tingkat diskonto
Kenaikan 1% 8.087.271.799 704.368.698
Penurunan 1% 9.254.077.057 854.225.825
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Kenaikan 1% 9.205.709.039 848.538.677
Penurunan 1% 6.746.903.549 707.760.517
Analisis sensitivitas disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam liabilitas imbalan
pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi
tersebut mungkin berkorelasi.
20. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 berdasarkan
laporan yang disusun oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Nama Pemegang Saham Jumlah Persentase Jumlah Modal
Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Prima Permata Sejahtera 4.387.657.776 56,25 438.765.777.600
PT Kencana Graha Nusamandiri 1.813.102.224 23,24 181.310.222.400
Ang Andri Pribadi - Komisaris Utama 969.000 0,01 96.900.000
Masyarakat umum
(masing-masing dibawah 5%) 1.599.031.000 20,50 159.903.100.000
Jumlah 7.800.760.000 100,00 780.076.000.000
21. CADANGAN UMUM
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 42 tanggal
12 Juni 2025 dari Doktor Buntario Tigris Darmawa NG, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Hukum, notaris
di Jakarta Pusat, pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk membentuk cadangan umum sebesar
Rp 5.000.000.000 yang diambil dari laba bersih. Sisanya, yaitu sebesar Rp 66.381.793.204 akan menambah saldo
laba untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha Perseroan.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 55 tanggal 14
Juni 2024 dari Buntario Tigris Darmawa NG, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Hukum, notaris di Jakarta
Pusat, Pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk membentuk cadangan umum sebesar Rp 5.000.000.000
yang diambil dari laba bersih. Sisanya, yaitu sebesar Rp 56.244.254.404 akan menambah saldo laba untuk
mendukung operasional dan pengembangan usaha Perseroan.
22. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Kepentingan nonpengendali atas aset bersih Entitas Anak adalah sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
a. Kepentingan nonpengendali atas
Aset bersih Entitas Anak
PT Sentra Graha Kencana (SGK) 39.364.331.140 37.293.592.736
PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC) 23.945.903.953 24.223.187.809
PT Trisakti Makmur Persada (TMP) (61.196.157) (61.171.764)
Jumlah 63.249.038.936 61.455.608.781
- 44 -
Page 46
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Kepentingan Nonpengendali atas Laba (Rugi) Komprehensif Entitas Anak adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
b. Kepentingan nonpengendali atas
Laba (Rugi) bersih Entitas Anak
PT Sentra Graha Kencana (SGK) 1.949.107.860 1.477.638.362
PT Trisakti Makmur Persada (TMP) (24.714) (18.962)
PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC) (277.283.769) (173.104.469)
Jumlah 1.671.799.377 1.304.514.931
23. PENDAPATAN USAHA
Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Pendapatan:
Hotel 41.643.593.283 42.576.239.589
Sewa 7.278.990.379 7.077.133.619
Jumlah 48.922.583.662 49.653.373.208
Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan untuk periode 30 September
2025 dan 2024.
24. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG
Rincian beban langsung adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Beban langsung:
Penyusutan (Catatan 10) 9.341.503.029 8.752.588.320
Gaji dan tunjangan 3.711.610.143 2.912.529.412
Utilitas 2.849.643.619 3.026.442.436
Lain-lain 5.483.279.118 7.487.109.205
Jumlah 21.386.035.909 22.178.669.373
25. BEBAN PENJUALAN
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Utilitas 766.007.908 748.564.230
Komisi 541.457.688 634.478.915
Gaji dan tunjangan 231.778.494 203.113.504
Penyusutan (Catatan 10) 74.238.028 74.685.720
Lain-lain 344.106.881 694.129.471
Jumlah 1.957.588.999 2.354.971.840
- 45 -
Page 47
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Gaji dan kesejahteraan karyawan 42.858.299.112 34.274.194.441
Sewa dan jasa layanan 7.686.604.392 7.810.511.097
Jasa manajemen (Catatan 31d) 4.343.221.742 4.349.917.230
Jasa keamanan 2.606.780.850 2.705.311.453
Pajak 1.552.637.335 1.808.382.376
Penyusutan (Catatan 10) 1.773.878.137 1.759.488.868
Perjalanan Dinas 1.415.805.825 526.706.499
Perizinan 1.282.088.036 1.380.357.500
Perbaikan dan pemeliharaan 1.208.139.116 1.168.483.964
Utilitas 1.251.591.342 1.333.243.558
Imbalan pasca kerja (Catatan 19) 988.210.121 969.488.678
Jasa profesional 764.734.025 193.626.410
Asuransi 765.302.890 566.564.914
Beban kantor 557.283.679 1.029.669.294
Biaya konversi pembangunan rumah Susun 196.063.797 218.953.542
Lain-lain 1.033.009.103 2.590.052.898
Jumlah 70.283.649.502 62.684.952.722
27. PENDAPATAN BUNGA
Rincian pendapatan bunga adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Deposito berjangka 10.788.233.789 9.122.984.936
Jasa giro 231.263.652 337.189.994
Jumlah 11.019.497.441 9.460.174.930
28. LABA PER SAHAM
Perhitungan laba per saham adalah sebagai berikut:
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Laba
Laba bersih yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 96.485.902.181 96.825.770.712
Jumlah Saham
Jumlah rata-rata tertimbang saham
untuk tujuan perhitungan laba
bersih per saham dasar 7.800.760.000 7.800.760.000
Laba Per Saham Dasar 12,37 12,41
Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi saham biasa yang
bersifat dilutif.
- 46 -
Page 48
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
29. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
a. PT Kencana Graha Nusamandiri dan PT Prima Permata Sejahtera adalah pemegang saham utama
Perusahaan.
b. PT Karya Multi Makmur adalah pemegang saham minoritas entitas anak, SGK.
c. Pihak berelasi yang merupakan entitas yang dikendalikan personil manajemen kunci Perusahaan:
− PT Langgeng Gemilang Sejahtera
d. Pihak berelasi yang merupakan entitas asosiasi Perusahaan:
− PT Arah Sejahtera Abadi
− PT Briliant Sakti Persada
− PT Pluit Propertindo
− PT Manggala Gelora Perkasa
− PT Citra Gemilang Nusantara
Transaksi-transaksi dengan Pihak Berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi tertentu dengan pihak berelasi, yang meliputi antara lain:
a. Sejak tahun 2013, Perusahaan mengadakan perjanjian pengelolaan Perkantoran TCC Batavia - Tower 1
dengan PT Langgeng Gemilang Sejahtera. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan 10 Februari
2026.
b. Perusahaan menerima dividen dari CGN, entitas asosiasi, akan tetapi bagian Perusahaan atas rugi CGN
sudah melebihi kepentingannya, maka Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih
lanjut berdasarkan PSAK No. 228 (sebelumnya PSAK No. 15). Dividen yang sudah diterima oleh
Perusahaan disajikan pada akun "Utang Pihak Berelasi". Saldo pada tanggal 30 September 2025 dan
31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp 26.523.832.200 dan Rp 24.913.832.200.
c. Sehubungan dengan pembagian dividen interim PP pada tahun 2024, kepada Perusahaan sebagai
pemegang saham PP, yang dinyatakan dalam Keputusan Sirkular Para Pemegang saham PP pada
tanggal 1 Oktober 2024, Perusahaan telah menerima dividen interim sebesar Rp 195.047.950.000
berdasarkan perkiraan saldo laba tahun 2024. Pada tanggal 31 Desember 2024, ternyata saldo laba PP
tidak mencukupi sehingga PP mengajukan permohon penyelesaian pengembalian kelebihan dividen
interim sebesar Rp 66.509.700.000, atas kelebihan tersebut PP dan Perusahaan menandatangani
perjanjian pinjaman tanpa bunga dengan jatuh tempo pinjaman tanggal 31 Desember 2027, dan jika
diperlukan PP berhak mengkonversi penyelesaian pinjaman Perusahaan secara keseluruhan atau
sebagain menjadi dividen.
d. Sehubungan dengan pembagian dividen interim ASA pada tahun 2024, kepada Perusahaan sebagai
pemegang saham ASA, yang dinyatakan dalam Keputusan Sirkular Para Pemegang saham ASA pada
tanggal 25 Oktober 2024, Perusahaan telah menerima dividen interim sebesar Rp 169.120.000.000
berdasarkan perkiraan saldo laba tahun 2024. Pada tanggal 31 Desember 2024, ternyata saldo laba ASA
tidak mencukupi sehingga ASA mengajukan permohon penyelesaian pengembalian kelebihan dividen
interim sebesar Rp 26.000.000.000, atas kelebihan tersebut ASA dan Perusahaan menandatangani
perjanjian pinjaman tanpa bunga dengan jatuh tempo pinjaman tanggal 31 Desember 2027, dan jika
diperlukan ASA berhak mengkonversi penyelesaian pinjaman Perusahaan secara keseluruhan atau
sebagain menjadi dividen.
e. Pada tanggal 17 September 2025, Perusahaan dan BSP menandatangani perjanjian pinjaman sebesar
Rp 55.500.000.000. Atas jumlah pinjaman yang diberikan BSP, Perusahaan tidak dikenakan bunga.
Perusahaan dan BSP sepakat dan setuju bahwa untuk mengembalikan jumlah pinjaman, Perusahaan
memberikan hak dan wewenang penuh kepada BSP untuk mempertemukan hak (set off) jumlah dividen
yang seharusnya diterima Perusahaan dalam setiap tahunnya dari tahun buku 2025 sampai dengan tahun
buku 2029. Pada tanggal 15 Oktober 2025 Perusahaan telah menerima pencairan pinjaman dan mencatat
pinjaman tersebut.
30. INFORMASI SEGMEN
Grup menetapkan segmen berdasarkan unit usahanya secara terpisah guna keperluan pengambilan keputusan
mengenai alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan laba atau rugi operasi
dan diukur secara konsisten dengan laba atau rugi operasi pada laporan keuangan konsolidasian.
Segmen Usaha
Grup melakukan kegiatan usaha sebagai berikut
I. Penjualan dan pendapatan sewa
− Apartemen
- 47 -
Page 49
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
− Perkantoran
II. Pendapatan
− Hotel
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
30 September 2025 (Tidak Diaudit)
Tidak dapat
Perkantoran Apartemen Hotel dialokasikan Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Penjualan dan pendapatan
usaha 6.923.433.103 355.557.276 41.643.593.283 - - 48.922.583.662
Hasil
Hasil segmen 6.923.433.103 355.557.276 20.257.557.374 - - 27.536.547.753
Beban penjualan - (765.388.710) (883.189.369) (309.010.920) - (1.957.588.999)
Beban umum dan administrasi (48.125.784.443) (244.057.557) (11.419.990.451) (10.493.817.051) - (70.283.649.502)
Beban pajak final (1.097.965.590) (35.555.732) (46.121.185) - - (1.179.642.507)
Bagian laba bersih
entitas asosiasi 147.149.694.345 - - - - 147.149.694.345
Pendapatan bunga 8.964.578.910 12.928.497 61.370.981 1.980.619.053 - 11.019.497.441
Kerugian dalam penjualan
properti investasi (2.091.252.252) - - - - (2.091.252.252)
Beban bunga dan keuangan (7.863.443.775) (590.000) (2.017.287.708) (60.387.329) - (9.941.708.812)
Keuntungan (kerugian)
lainnya - neto 1.312.748.311 18.000.000 - (3.424.944.220) - (2.094.195.909)
Laba (rugi) sebelum pajak 105.172.008.609 (659.106.226) 5.952.339.642 (12.307.540.467) - 98.157.701.558
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Aset segmen 5.500.409.661.480 62.105.696.395 123.400.436.418 1.730.708.083.365 262.418.892.089 7.679.042.769.747
Liabilitas segmen 189.333.794.710 9.160.524.768 30.039.963.454 166.019.656.814 24.392.041.778 418.945.981.524
Informasi Lainnya
Penyusutan 1.687.089.236 - 9.371.417.474 131.112.484 - 11.189.619.194
30 September 2024 (Tidak Diaudit)
Tidak dapat
Perkantoran Apartemen Hotel dialokasikan Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Penjualan dan pendapatan
usaha 6.735.976.343 341.157.276 42.576.239.589 - - 49.653.373.208
Hasil
Hasil segmen 6.735.976.343 341.157.276 20.397.570.216 - - 27.474.703.835
Beban penjualan (20.771.235) (754.575.439) (1.259.345.163) (320.280.003) - (2.354.971.840)
Beban umum dan administrasi (40.771.311.447) (86.259.560) (11.858.808.568) (9.968.573.147) - (62.684.952.722)
Beban pajak final (596.735.266) (34.115.724) (40.028.316) - - (670.879.306)
Bagian laba bersih
entitas asosiasi 144.958.780.431 - - - - 144.958.780.431
Pendapatan bunga 8.087.417.604 37.479.260 29.599.160 1.305.678.906 - 9.460.174.930
Beban bunga dan keuangan (14.610.019.366) (590.001) (2.808.083.090) (1.144.574.153) - (18.563.266.610)
Keuntungan (kerugian)
lainnya - neto (221.917.268) 127.000.000 - 605.614.193 - 510.696.925
Laba (rugi) sebelum pajak 103.561.419.796 (369.904.188) 4.460.904.239 (9.522.134.204) - 98.130.285.643
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Aset segmen 5.412.391.020.235 62.013.490.050 126.026.296.197 1.572.102.472.763 623.200.825.554 7.795.734.104.799
Liabilitas segmen 203.749.122.137 8.384.039.950 39.714.845.003 337.016.936.716 21.396.308.670 610.261.252.476
Informasi Lainnya
Penyusutan 1.686.858.729 - 8.765.110.054 134.794.124 - 10.586.762.907
31. PERJANJIAN PENTING DAN IKATAN
a. Akta Kesepakatan Bersama II No. 138 tanggal 24 Agustus 2009 yang dibuat di hadapan Buntario Tigris, S.H.,
S.E., M.H., notaris di Jakarta, oleh dan antara Ny. Betty Donna Christina Siahaan (Betty) dan Tn. DR. Tunggul
Simanjuntak (Tunggul) (yang dalam hal ini bertindak masing-masing sebagai pemegang dan pemilik hak atas
seluruh saham sejumlah 50.000 lembar dalam PT Sinar Bonana Jaya (SBJ)) dan PT Kawasan Industri
Jababeka Tbk (KIJA) dengan Perusahaan. Betty dan Tunggul setuju dan sepakat untuk menjual seluruh saham
dan tagihan yang dimiliki oleh mereka terhadap SBJ kepada Perusahaan dan/atau pihak lain yang ditunjuk oleh
Perusahaan dengan harga penjualan masing masing sebesar Rp 5.000.000.000 dan Rp 17.500.000.000.
KIJA setuju dan sepakat untuk menjual tagihan miliknya terhadap SBJ kepada Perusahaan dan/atau pihak lain
yang ditunjuk oleh Perusahaan sebesar Rp 50.000.000.000. Pembayaran oleh Perusahaan kepada Betty dan
Tunggul dilakukan secara bertahap sebanyak 8 kali (dalam PPJB No. 139 tanggal 24 Agustus 2009,
pembayaran dilakukan 7 kali, dimana pada pembayaran ketiga dilakukan secara 2 tahap) sesuai dengan
pemenuhan kondisi tertentu oleh pihak Betty dan Tunggul. Sedangkan pembayaran kepada KIJA dilakukan
secara bertahap sebanyak 5 kali sesuai dengan pemenuhan kondisi tertentu oleh pihak KIJA.
- 48 -
Page 50
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
Pada tanggal 15 Desember 2014, Betty dan Tunggul (Pemohon) mengajukan Permohonan Arbitrase
No. 640/XII/ARB-BANI/2014 melawan Perusahaan (Termohon) dan Buntario Tigris, SH., S.E., M.H. (selaku turut
Termohon) di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), untuk melakukan pembatalan perjanjian pengikatan
jual beli saham dan tagihan PT Sinar Bonana Jaya (SBJ) yang dinyatakan dalam Akta No. 139 tanggal 24
Agustus 2009. Perkara ini telah diputus oleh Mahkamah Arbitrase BANI pada tanggal 4 Februari 2016 dengan
putusan menolak seluruhnya permohonan Pemohon. Dengan demikian, Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
dan Tagihan PT SBJ antara Perusahaan dengan Betty dan Tunggul dinyatakan sah dan masih mengikat kedua
belah pihak.
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah membayar sebesar
Rp 2.850.000.000 kepada Betty dan Tunggul, yang dicatat pada akun piutang lain-lain sebesar Rp 350.000.000
dan akun uang muka investasi sebesar Rp 2.500.000.000 dan sebesar Rp 2.500.000.000 kepada KIJA yang
dicatat sebagai bagian piutang lain-lain.
b. Pada 27 Oktober 2003, PNC mengadakan perjanjian jual beIi dengan PT Graha Tunasmekar selaku pemilik
tunggal yang sah dan memiliki hak penuh untuk unit yang sedang dibangun, dan merupakan kontraktor dan
pengembang rumah susun apartemen “The Peak di Sudirman” (The Peak) yang telah diubah dengan adendum
pada tanggal 2 Desember 2004.
c. Grup mengadakan perjanjian dengan beberapa bank dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli
untuk pemilikan perkantoran dan apartemen milik Grup sebagai berikut:
1. Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan perkantoran (KPK)
dengan PT Bank Central Asia Tbk.
2. PNC, entitas anak, mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan apartemen
(KPA) dengan Bank Pan Indonesia, Bank CIMB Niaga dan Bank OCBC NISP.
Dalam perjanjian kerjasama tersebut, Grup menjamin pembayaran jumlah yang terutang atas pembelian unit
perkantoran dan unit apartemen oleh pembeli kepada bank – bank pemberi KPK dan KPA melalui penempatan
dana pada bank yang bersangkutan (Catatan 18). Penjaminan ini berlaku sampai dengan Akta Jual beli (AJB)
dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas unit perkantoran dan unit apartemen tersebut
ditandatangani.
d. Pada tahun 2012, SGK mengadakan perjanjian kerja sama dengan Intercontinental Hotel Group
(PT SC Hotels & Resorts Indonesia) untuk pengawasan, pengarahan dan untuk mengelola Hotel Holiday Inn
Express. Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun. SGK diwajibkan untuk membayar:
1. Biaya dasar manajemen sebesar 2 % dari dari pendapatan kotor hotel.
2. Biaya insentif manajemen sebesar persentase tertentu dari laba operasi kotor yang telah disesuaikan
(AGOP).
Pada periode 30 September 2025 dan 2024, beban jasa manajemen masing-masing sebesar Rp 4.343.221.742
dan Rp 4.349.917.230 dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (Catatan 26).
e. Pada tanggal 30 Juli 2013 dengan addendum tertanggal 11 April 2014, TMP, entitas anak, melakukan transaksi
pembelian tanah dengan PT Equator Paradise, dengan penandatanganan surat pesanan dan/atau Perjanjian
Pengikatan Jual Beli atas unit-unit kantor oleh PT Eastern Star Capital (ESC), segera setelah didirikannya
proyek Capital Square, proses balik nama keatas nama TMP dan setelah mendapatkan Izin Mendirikan
Bangunan. Atas perjanjian ini, TMP, entitas anak, mencatat utang sebesar Rp 70.000.000.000 yang disajikan
sebagai bagian dari uang muka penjualan (Catatan 17).
f. Pada tanggal 19 November 2019, berdasarkan hasil pembahasan perhitungan nilai konversi sesuai dengan
Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 112 Tahun 2019, tentang Tata Cara Pemenuhan Kewajiban
Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah/Sederhana Melalui Konversi oleh para Pemegang Izin
Pemanfaatan Ruang, Perusahaan sebagai pemegang Izin Pemanfaatan Ruang telah menyepakati jumlah nilai
konversi sebesar Rp 42.260.447.250 melalui Surat Pernyataan No. 8 tanggal 4 Juni 2021.
Nilai konversi didasarkan oleh Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada tahun 2019 sebesar Rp 55.923.000/m2 dan
luas lahan yang ditunjuk oleh Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebesar +/- 24.173 m2.
Selanjutnya, berdasarkan Surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 32/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/- 1.711.32/2021 tanggal 21
Oktober 2021 memutuskan memberikan izin prinsip konversi kepada Perusahaan sebesar nilai konversi melalui
pembangunan fasilitas publik dalam bentuk Pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium Tahap Dua, yang
meliputi biaya KJPP dan Konsultan Manajemen untuk Blok A, E dan C, Konstruksi Blok A dan E serta konstruksi
lansekap, di mana konstruksi pembangunan Blok A dan E diselesaikan paling lambat pada tanggal 20 Juni 2022
dan serah terima kepada Walikota Jakarta Utara paling lambat bulan Oktober 2022 melalui Berita Acara Serah
Terima.
Pada tanggal 14 Maret 2022, berdasarkan Surat No. 024-002/GWS-TCC/DIR/III/2022, Perusahaan melakukan
permohonan untuk membangun satu Blok terlebih dahulu atas Rumah Susun Kampung Akuarium, hal tersebut
dikarenakan sesuai dengan Surat No. 025-002/GWS-TCC/DIR/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 sehubungan
- 49 -
Page 51
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
dengan kesanggupan Perusahaan untuk mendanai pembangunan konstruksi pembangunan Rumah Susun
Kampung Akuarium sebesar Rp 21.500.000.000.
Berdasarkan Surat No. 1105/-1.796.32 tanggal 23 Maret 2022 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Perusahaan diminta untuk segera menerbitkan Surat
Kerjasama dengan PT Prosys Eka Persada sebagai Manajemen Konstruksi dan penunjukkan penyedia jasa
konstruksi dengan PT Totalindo Eka Persada.
Selanjutnya, pada tanggal 5 Oktober 2022 berdasarkan surat No. 076-012/GWS- RKA/DIR/X/2022, Perusahaan
mengajukan permohonan perubahan tanggal penyerahan fisik bangunan dalam izin prinsip kepada Dinas
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta. Dan pada tanggal 13 Oktober 2022, Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan surat keputusan No.
43/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/-.711.32/202 tentang perpanjangan izin prinsip pelaksanaan bentuk
konversi, dimana konstruksi pembangunan diselesaikan paling lambat Februari 2023 dan serah terima kepada
Walikota Jakarta Utara paling lambat April 2023.
Selanjutnya, atas izin prinsip yang telah berakhir tersebut, Perusahaan mengirimkan Surat No. 042-008/GWS-
RKA/PRO/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 sehubungan dengan permohonan perubahan tanggal penyerahan
fisik bangunan dalam izin prinsip pelaksanaan bentuk konversi kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
Permukiman DKI Jakarta.
Perusahaan sudah memulai proses konstruksi pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium.
Pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium dilaksanakan oleh kontraktor yang penyelesaiannya
berdasarkan progress proyek serta nilai proyek tersebut nilainya akan diverifikasi oleh pihak KJPP, dan Badan
Pengelola Aset Daerah (BPAD).
Pada tanggal 13 Februari 2025, berdasarkan surat No. 013-002/GWS/RKA/KD/II/2025, Perusahaan
mengajukan serah terima Rumah Susun Blok A Kampung Akuarium Tahap Dua kepada Walikota Jakarta Utara.
Sampai dengan laporan ini terbit, serah terima tersebut masih dalam proses.
g. Pada tanggal 25 Januari 2024, Perusahaan menyampaikan Laporan Informasi dan Fakta Material kepada
Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perihal Panggilan Sidang dari Hakim Ketua Majelis
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait Perkara No. 48/Pdt.G/2024/PN Jkt.Pst. antara Tabrani M. Harun
sebagai penggugat melawan PT Suluh Dwipantara dan lainnya sebagai Para Tergugat, dalam hal ini
Perusahaan sebagai Tergugat II.
Setelah melalui tahapan mediasi, pada tanggal 23 September 2024, berdasarkan putusan Nomor
48/Pdt.G/2024/PN Jkt.Pst, majelis hakim PN Jakarta Pusat menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima
(Niet Ontvankelijke Verklaard) dan menghukum penggugat untuk membayar semua biaya yang timbul dalam
perkara ini sebesar Rp 15.253.000.
32. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut dapat
dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan bukan merupakan
pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi.
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September
2025 dan 31 Desember 2024 dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah
tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen
keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lainnya, utang bank jangka pendek, utang usaha, utang
lain-lain, biaya masih harus dibayar dan utang pihak berelasi, diperkirakan sebesar nilai wajar karena jangka pendek
dari utang tersebut dalam waktu 12 bulan.
Nilai tercatat utang bank jangka panjang mendekati nilai wajarnya karena suku bunga mengambang dari instrumen
keuangan bergantung pada penyesuaian yang dilakukan oleh bank dan lembaga keuangan.
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan
yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing,
risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko suku bunga. Grup beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh
Direksi.
- 50 -
Page 52
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
I. Manajemen risiko mata uang asing
Risiko nilai tukar mata uang asing timbul ketika transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional dari
Grup yang terutama disebabkan karena volatilitas atau fluktuasi nilai tukar mata uang asing tersebut. Volatilitas
ini menghasilkan pendapatan dan menimbulkan beban yang mempengaruhi pendapatan dan beban Grup.
Kebijakan Grup adalah melakukan pengelolaan dengan cara penyeimbangan arus kas dari aktivitas operasi dan
pendanaan dalam mata uang yang sama.
Sebagian besar transaksi Grup dilakukan dalam mata uang Rupiah, demikian juga dengan pembukuannya.
Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam
mata uang asing sebagai berikut:
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen
Asing Rp Asing Rp
Aset Moneter
Kas dan setara kas US$ 798.657 13.321.600.261 794.098 12.834.218.180
Liabilitas Moneter
Utang usaha kepada
pihak ketiga US$ 900 15.012.000 900 14.545.800
EURO 6.300 123.232.158 6.300 106.163.285
Jumlah Liabilitas Moneter 138.244.158 120.709.085
Jumlah Aset Neto Moneter 13.183.356.103 12.713.509.095
II. Manajemen risiko kredit
Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang
mengakibatkan kerugian bagi Grup.
Risiko kredit Grup terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha dan lain-lain. Grup
menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang layak serta terpercaya. Grup
meminimalisasi risiko kredit atas piutang usaha yang timbul dari pembeli properti dengan mengenakan denda
atas keterlambatan pembayaran, pembatalan penjualan dengan denda pembatalan dan apabila penjualan
belum dilunasi tidak dilakukan serah terima unit yang dijual sehingga dapat dilakukan penjualan kembali properti
dengan dikenakan klaim atas kerugian yang timbul dari penjualan kembali tersebut. Untuk risiko kredit yang
timbul dari penyewa properti investasi dilakukan dengan cara meminta penyewa untuk memberikan deposit
dalam bentuk tunai atau bank garansi untuk sewa selama 3 bulan, serta membayar uang muka sewa sebelum
masa sewa berlaku.
Grup memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan
meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Grup memiliki kebijakan untuk
memastikan transaksi dilakukan dengan pelanggan yang memiliki sejarah dan reputasi kredit yang baik.
Manajemen melakukan pengawasan secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit. Piutang
usaha atas penjualan perkantoran dan apartemen Grup pada tanggal pelaporan sebagian besar merupakan
selisih pengakuan pendapatan setelah dikurangi dengan bagian yang telah dibayar oleh pembeli sehingga
pembayarannya belum jatuh tempo.
III. Manajemen risiko suku bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen
keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko suku
bunga terutama terkait dengan utang bank.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Grup mengelola beban bunga melalui kombinasi pembiayaan melalui
perbankan dan institusi keuangan yang kredibel. Manajemen juga melakukan penelaahan berbagai suku bunga
yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum mengambil
keputusan untuk melakukan perikatan utang.
Manajemen tidak menganggap perlunya melakukan swap suku bunga pada saat ini.
Tidak ada analisis sensitivitas yang dilakukan karena Grup tidak memperkirakan adanya dampak material
terhadap laba atau rugi Grup yang timbul dari dampak perubahan suku bunga yang wajar pada instrumen
keuangan berbunga pada akhir periode pelaporan.
- 51 -
Page 53
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
IV. Manajemen risiko likuiditas
Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada direksi, yang telah membangun kerangka
manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen likuiditas dan pendanaan jangka
pendek, menengah dan jangka panjang Grup. Grup mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan
simpanan, fasilitas bank dan fasilitas pinjaman cadangan dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus
kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo liabilitas keuangan.
Tabel risiko likuiditas dan suku bunga
Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan nonderivatif dengan periode
pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang tidak terdiskontokan dari
liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup
arus kas bunga dan pokok. Sepanjang arus bunga tingkat mengambang jumlah tidak didiskontokan berasal dari
kurva suku bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal di mana
Grup mungkin akan diminta untuk membayar.
30 September 2025 (Tidak Diaudit)
Tingkat bunga
efektif Kurang dari
1 - 3 bulan 3 bulan - 1 tahun 1 - 5 tahun Di atas 5 tahun Jumlah
rata-rata 1 bulan
tertimbang
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Tanpa bunga
Utang usaha
Pihak ketiga - - 16.428.396.189 - 69.512.644 - 16.497.908.833
Utang lain-lain
Pihak ketiga - - - 2.187.022.589 - - 2.187.022.589
Biaya yang masih
harus dibayar - - 13.006.402.059 - - - 13.006.402.059
Uang jaminan
penyewa - - 244.209.853 - 2.863.543.720 - 3.107.753.573
Instrumen tingkat
bunga variabel
Utang bank jangka
panjang 9,00% - 3.000.000.000 12.000.000.000 74.752.100.144 - 89.752.100.144
Jumlah - 32.679.008.101 14.187.022.589 77.685.156.508 - 124.551.187.198
31 Desember 2024 (Diaudit)
Tingkat bunga
efektif Kurang dari
1 - 3 bulan 3 bulan - 1 tahun 1 - 5 tahun Di atas 5 tahun Jumlah
rata-rata 1 bulan
tertimbang
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Tanpa bunga
Utang usaha
Pihak ketiga - - 25.035.700.373 - - - 25.035.700.373
Utang lain-lain -
Pihak ketiga - 1.141.292.302 1.612.035.176 1.045.447.474 3.798.774.952
Biaya masih
harus dibayar - 18.205.164.355 - - - - 18.205.164.355
Uang jaminan
penyewa - - 739.917.746 - 2.684.575.058 - 3.424.492.804
Instrumen tingkat
bunga variabel
Utang bank jangka
panjang 9,00% - 10,50% 12.973.863.895 25.427.690.210 129.527.689.684 228.304.623.088 (48.771.158.907) 347.462.707.970
Jumlah 32.320.320.552 52.815.343.505 129.527.689.684 232.034.645.620 (48.771.158.907) 397.926.840.454
Jumlah yang dicantum di atas untuk instrumen suku bunga mengambang untuk liabilitas keuangan harus
berubah jika perubahan suku bunga mengambang berbeda dengan estimasi suku bunga yang ditentukan pada
akhir periode pelaporan.
Grup memiliki fasilitas pembiayaan dari bank sebagaimana dijelaskan dalam catatan di bawah ini, yang tidak
digunakan untuk mengurangi risiko likuiditas pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Fasilitas utang bank:
Jumlah yang digunakan 90.011.851.731 348.688.184.962
Grup memelihara kecukupan dana untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang berkelangsungan.
- 52 -
Page 54
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)
34. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI PERUSAHAAN
Informasi keuangan tersendiri entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, dimana penyertaan saham pada
entitas anak dan asosiasi.
Laporan keuangan tersendiri entitas induk disajikan dari halaman 54 sampai dengan 58. Informasi laporan
keuangan induk tersendiri mengikuti kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2, kecuali untuk investasi pada entitas anak dan asosiasi yang
sdicatat menggunakan metode ekuitas.
- 53 -
Page 55
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR I: INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK *)
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 51.074.529.122 370.467.533.129
Piutang usaha - pihak ketiga 10.276.245 16.484.101.660
Piutang lain-lain - pihak ketiga 426.328.658 4.097.711.895
Pajak dibayar di muka 3.984.142.293 4.477.636.779
Biaya dibayar di muka dan uang muka 1.059.435.703 213.985.056
Jumlah Aset Lancar 56.554.712.021 395.740.968.519
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.948.638.168 2.948.638.168
Persediaan 293.997.687.811 293.845.309.018
Uang muka investasi saham 1.369.980.182.733 1.060.294.849.502
Investasi pada entitas asosiasi dan anak 3.610.660.096.746 3.563.937.978.558
Properti investasi - nilai wajar 2.049.499.506.710 2.067.754.000.000
Aset tetap - neto 27.454.552.008 29.125.872.797
Jumlah Aset Tidak Lancar 7.354.540.664.176 7.017.906.648.043
JUMLAH ASET 7.411.095.376.197 7.413.647.616.562
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 54 -
Page 56
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR I: INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK *)
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) (Lanjutan)
30 September 2025 31 Desember 2024
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 761.065.689 761.065.689
Utang lain-lain - pihak ketiga - 1.045.447.474
Utang pajak 702.344.948 587.699.507
Biaya yang masih harus dibayar 8.599.525.193 12.729.540.986
Uang muka penjualan - 3.709.549.550
Pendapatan diterima di muka -
bagian yang direalisasi dalam satu tahun 6.149.782.792 22.295.463.842
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 66.312.000.000 100.224.000.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 82.524.718.622 141.352.767.048
Liabilitas Jangka Panjang
Uang jaminan penyewa 2.570.295.037 2.454.326.375
Pendapatan diterima di muka - dikurangi
bagian yang direalisasi dalam satu tahun 2.370.776.793 4.204.601.580
Utang pihak berelasi 119.033.532.200 117.423.532.200
Utang bank jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun - 41.256.000.000
Liabilitas imbalan kerja karyawan 7.748.304.258 7.108.952.961
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 131.722.908.288 172.447.413.116
Jumlah Liabilitas 214.247.626.910 313.800.180.164
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal - Rp 100 per saham
Modal dasar - 23.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
7.800.760.000 saham 780.076.000.000 780.076.000.000
Tambahan modal disetor 222.442.743.783 222.442.743.783
Selisih transaksi perubahan ekuitas
entitas asosiasi 411.856.000 411.856.000
Penghasilan komprehensif lain 7.455.237.814 6.940.827.106
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 65.000.000.000 60.000.000.000
Tidak ditentukan penggunaannya 6.121.461.911.690 6.029.976.009.509
Jumah Ekuitas 7.196.847.749.287 7.099.847.436.398
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.411.095.376.197 7.413.647.616.562
- 55 -
Page 57
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR II : INFORMASI LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN ENTITAS INDUK *)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
PENDAPATAN USAHA 6.233.521.652 6.130.047.971
BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG - -
LABA BRUTO 6.233.521.652 6.130.047.971
Beban penjualan - (20.771.235)
Beban umum dan administrasi (48.125.784.443) (40.771.311.447)
Beban pajak final (1.097.965.590) (596.735.266)
Kerugian dalam penjualan properti investasi (2.091.252.252) -
Bagian rugi bersih entitas anak (7.996.194.977) (6.129.720.711)
Bagian laba bersih entitas asosiasi 147.149.694.345 144.958.780.431
Penghasilan bunga 8.964.578.910 8.087.417.604
Beban bunga dan keuangan (7.863.443.775) (14.610.019.366)
Lain-lain - neto 1.312.748.311 (221.917.269)
LABA SEBELUM PAJAK 96.485.902.181 96.825.770.712
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - -
LABA PERIODE BERJALAN 96.485.902.181 96.825.770.712
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi :
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti 514.410.708 (102.065.113)
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 97.000.312.889 96.723.705.599
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 56 -
Page 58
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR III : INFORMASI LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS ENTITAS INDUK *)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
Penghasilan komprehensif lain
Selisih transaksi Bagian penghasilan Pengukuran kembali Saldo laba
Tambahan perubahan ekuitas komprehensif lain atas program imbalan Ditentukan Tidak ditentukan Jumlah
Modal saham modal disetor entitas asosiasi atas entitas asosiasi pasti ekuitas
penggunaannya penggunaannya
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2024 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.927.436.208) 8.267.027.046 55.000.000.000 5.963.594.216.305 7.027.864.406.926
Cadangan umum - - - - - 5.000.000.000 (5.000.000.000) -
Laba periode berjalan - - - - - - 96.825.770.712 96.825.770.712
Penghasilan (Rugi)
komprehensif lain - - - (10.450.943) (91.614.170) - - (102.065.113)
Saldo per 30 September 2024 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.937.887.151) 8.175.412.876 60.000.000.000 6.055.419.987.017 7.124.588.112.525
Saldo per 31 Desember 2024 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (2.002.056.438) 8.942.883.544 60.000.000.000 6.029.976.009.509 7.099.847.436.398
Cadangan umum - - - - - 5.000.000.000 (5.000.000.000) -
Laba periode berjalan - - - - - - 96.485.902.181 96.485.902.181
Penghasilan (Rugi)
komprehensif lain - - - 7.518.332 506.892.376 - - 514.410.708
Saldo per 30 September 2025 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.994.538.106) 9.449.775.920 65.000.000.000 6.121.461.911.690 7.196.847.749.287
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
- 57 -
Page 59
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR IV : INFORMASI LAPORAN ARUS KAS ENTITAS INDUK
Untuk Periode yang Berakhir Pada 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)
30 September 2025 30 September 2024
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 7.165.487.527 5.892.951.995
Penerimaan bunga 12.440.935.216 7.572.993.755
Pembayaran kas kepada karyawan (31.693.885.398) (24.055.976.095)
Pembayaran pajak penghasilan (704.111.096) (625.739.016)
Pembayaran kas kepada pemasok
dan untuk beban operasional lainnya (12.630.687.057) (31.502.484.508)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi (25.422.260.808) (42.718.253.869)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen entitas asosiasi 92.850.000.000 258.622.950.000
Penerimaan dari penjualan properti investasi 16.470.400.000 -
Penerimaan pengembalian investasi saham 1.610.000.000 2.300.000.000
Penempatan uang muka investasi saham (318.985.333.231) (180.000.000.000)
Perolehan aset tetap dan properti investasi (2.400.275.158) (2.315.180.225)
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (210.455.208.389) 78.607.769.775
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank (75.168.000.000) (58.264.204.918)
Pembayaran bunga utang bank (7.051.625.000) (13.606.274.999)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (82.219.625.000) (71.870.479.917)
PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS (318.097.094.197) (35.980.964.011)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing (1.295.909.810) (154.443.276)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 370.467.533.129 305.647.677.011
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 51.074.529.122 269.512.269.724
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 58 -
Names mentioned 86 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hendra Karyadi
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Buntario Tigris Darmawa NG
p.9 ×5
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×5
unresolved
person
K.H. Mas Mansyur
p.9 ×2
unresolved
org
PT Kencana Graha Global.
p.9
unresolved
org
PT Prima Permata Sejahtera.
p.9 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9
unresolved
org
Bapepam-LK
p.9 ×2
unresolved
org
PT Prakarsa Nusa Cemerlang
p.10 ×4
unresolved
org
PT Sentra Graha Kencana
p.10 ×4
unresolved
org
PT Trisakti Makmur Persada
p.10 ×4
unresolved
person
Ira Sudjono
p.10
unresolved
person
Yulia
· Notaris
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri
p.10
unresolved
person
Robert Purba
p.10
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Arie Kusumastuti Maria
· Komisaris Independen
p.10 ×5
unresolved
person
Dedy Ismunandar Soetiarto
· Direktur
p.10 ×3
unresolved
person
Andreas Bahana
· Anggota
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.24
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.29 ×2
unresolved
org
PT Bank ICBC Indonesia
p.30 ×9
unresolved
org
Bank Bank Negara Indonesia Pan Indonesia Tbk(Persero) Tbk
p.30 ×2
unresolved
org
PT Sinar Arta Mulia
p.32 ×2
unresolved
org
PT Perintis Dinamika Sekatama
p.32
unresolved
org
PT Arah Sejahtera Abadi
p.33 ×2
unresolved
org
PT Pluit Propertindo
p.33 ×3
unresolved
org
PT Brilliant Sakti Persada
p.33
unresolved
org
PT Manggala Gelora Perkasa
p.33 ×2
unresolved
person
Drs. Bagus Wiyono
p.35
unresolved
org
KJPP Jimmy
p.35
unresolved
org
Prasetyo & Rekan
p.35
unresolved
org
KJPP Iskandar dan Rekan
p.38
unresolved
org
PT Graha Tunasmekar
p.39 ×2
unresolved
org
PT Cendrawasih Farin
p.39
unresolved
org
PT Trimatra Tatagraha
p.39
unresolved
org
PT SC Hotels
p.39 ×2
unresolved
person
Deni Thanur
p.43
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.45
unresolved
org
PT Kencana Graha Nusamandiri
p.45 ×2
unresolved
—
(masing-masing dibawah 5%)
p.45
unresolved
org
PT Karya Multi Makmur
p.48
unresolved
org
PT Langgeng Gemilang Sejahtera
p.48
unresolved
org
PT Briliant Sakti Persada
p.48
unresolved
org
PT Citra Gemilang Nusantara Transaksi-transaksi
p.48
unresolved
org
PT Langgeng Gemilang Sejahtera. Perjanjian
p.48
unresolved
person
Betty Donna Christina Siahaan
p.49
unresolved
person
DR. Tunggul Simanjuntak
p.49
unresolved
org
PT Sinar Bonana Jaya
p.49 ×2
unresolved
org
Arbitrase Nasional Indonesia
p.50
unresolved
org
PT SBJ
p.50
unresolved
org
PT Equator Paradise
p.50
unresolved
org
PT Eastern Star Capital
p.50
unresolved
org
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
p.51
unresolved
org
PT Prosys Eka Persada
p.51
unresolved
org
PT Totalindo Eka Persada. Selanjutnya
p.51
unresolved
org
Pengelola Aset Daerah
p.51
unresolved
org
Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
p.51
unresolved
org
PT Suluh Dwipantara
p.51
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.