Skip to content
Back to announcement

Lapkeu GWSA 30Sept25-Final.pdf

Financial statement Text extracted GWSA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 59

Page 1
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN

UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2025
DAN 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2024 (DIAUDIT)
Page 2
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI


                                                                                             Halaman



SURAT PERNYATAAN DIREKSI                                                                          2



Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian                                                             3

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                                 5

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian                                                           6

Laporan Arus Kas Konsolidasian                                                                    7

Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian                                                       8



INFORMASI TAMBAHAN

Daftar I     : Informasi Laporan Posisi Keuangan Entitas Induk                                   54

Daftar II    : Informasi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Entitas Induk       56

Daftar III   : Informasi Laporan Perubahan Ekuitas Entitas Induk                                 57

Daftar IV    : Informasi Laporan Arus Kas Entitas Induk                                          58
Page 3

          
Page 4
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)

                                                                        30 September 2025    31 Desember 2024
                                                           Catatan        (Tidak Diaudit)        (Diaudit)
                                                                                Rp                  Rp
ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                                              5          169.856.544.572      400.954.572.482
Piutang usaha - pihak ketiga                                    6              354.146.067       17.126.359.548
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                             2.315.121.651        5.104.312.313
Persediaan                                                      7        1.454.411.621.566    1.427.336.766.255
Pajak dibayar di muka                                          14a          83.961.254.927       80.026.932.266
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                          7.421.102.468        7.798.094.662

Jumlah Aset Lancar                                                       1.718.319.791.251    1.938.347.037.526

ASET TIDAK LANCAR
Bagian tidak lancar
   Piutang lain-lain - pihak ketiga                                          2.948.638.168        2.948.638.168
Persediaan                                                      7          293.997.687.811      293.845.309.018
Uang muka investasi saham                                      31a           2.500.000.000        2.500.000.000
Investasi pada entitas asosiasi                                 8        3.259.929.871.671    3.205.622.658.994
Aset pajak tangguhan                                           14c              22.489.439           22.489.439
Properti investasi - nilai wajar                                9        2.207.839.586.382    2.222.040.788.532
Aset tetap - neto                                               10         150.539.329.765      160.036.778.624
Aset lainnya                                                    11          42.945.375.260       44.114.660.964

Jumlah Aset Tidak Lancar                                                 5.960.722.978.496    5.931.131.323.739

JUMLAH ASET                                                              7.679.042.769.747    7.869.478.361.265



Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
   bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.




                                                         -3-
Page 5
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) (Lanjutan)

                                                                         30 September 2025     31 Desember 2024
                                                             Catatan       (Tidak Diaudit)         (Diaudit)
                                                                                 Rp                   Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga                                     12             16.497.908.833       25.035.700.373
Utang lain-lain - pihak ketiga                                 13              2.187.022.589        3.798.774.952
Utang pajak                                                    14b             1.788.241.437        1.677.990.832
Biaya masih harus dibayar                                       15            13.006.402.059       18.205.164.355
Uang jaminan penyewa                                            16               244.209.853          739.917.746
Uang muka penjualan                                             17             1.695.787.912       20.128.787.608
Pendapatan diterima di muka -
  bagian yang direalisasi dalam satu tahun                     17              6.225.595.520        7.869.337.460
Utang bank jangka panjang - yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun                           18             78.162.125.911      141.974.368.890

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                            119.807.294.114        219.430.042.216

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang jaminan penyewa                                           16            2.863.543.720          2.684.575.058
Uang muka penjualan                                            17          153.389.102.623        149.875.895.074
Pendapatan diterima di muka - setelah
   dikurangi yang direalisasi
   dalam waktu satu tahun                                      17              2.834.516.789        4.204.601.580
Utang bank jangka panjang - setelah
   dikurangi bagian yang jatuh tempo
   dalam waktu satu tahun                                      18           11.589.974.233        205.488.339.080
Utang pihak berelasi                                       29b,29c,29d     119.033.532.200        117.423.532.200
Liabilitas imbalan pascakerja                                  19            9.428.017.845          9.068.330.878

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                           299.138.687.410        488.745.273.870

Jumlah Liabilitas                                                          418.945.981.524        708.175.316.086

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
  Modal dasar - 23.000.000.000 saham
  Modal ditempatkan dan disetor penuh -
     7.800.760.000 saham                                       20          780.076.000.000        780.076.000.000
Tambahan modal disetor                                                     222.442.743.783        222.442.743.783
Selisih transaksi perubahan ekuitas
  entitas asosiasi                                                               411.856.000          411.856.000
Penghasilan komprehensif lain                                                  7.455.237.814        6.940.827.106
Saldo laba
  Ditentukan penggunaannya                                     21            65.000.000.000        60.000.000.000
  Tidak ditentukan penggunaannya                                          6.121.461.911.690     6.029.976.009.509

Ekuitas yang dapat diatribusikan
  kepada pemilik entitas induk                                            7.196.847.749.287     7.099.847.436.398

KEPENTINGAN NONPENGENDALI                                      22             63.249.038.936       61.455.608.781
Jumlah Ekuitas                                                            7.260.096.788.223     7.161.303.045.179
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                             7.679.042.769.747     7.869.478.361.265

Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
   bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.




                                                       -4-
Page 6
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)

                                                                        30 September 2025       30 September 2024
                                                            Catatan       (Tidak Diaudit)         (Tidak Diaudit)
                                                                                Rp                      Rp

 PENDAPATAN USAHA                                              23           48.922.583.662          49.653.373.208

BEBAN POKOK PENJUALAN DAN
  BEBAN LANGSUNG                                               24          (21.386.035.909)        (22.178.669.373)

LABA BRUTO                                                                  27.536.547.753          27.474.703.835

Beban penjualan                                                 25          (1.957.588.999)         (2.354.971.840)
Beban umum dan administrasi                                   26,31d       (70.283.649.502)        (62.684.952.722)
Beban pajak final                                              14d          (1.179.642.507)           (670.879.306)
Beban keuangan                                                              (9.941.708.812)        (18.563.266.610)
Bagian laba bersih entitas asosiasi                            8           147.149.694.345         144.958.780.431
Pendapatan bunga                                               27           11.019.497.441           9.460.174.930
Kerugian dalam penjualan properti investasi                     9           (2.091.252.252)                      -
Lain-lain - neto                                                            (2.094.195.909)            510.696.925

LABA SEBELUM PAJAK                                                          98.157.701.558          98.130.285.643

BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                        14d                          -                       -

LABA PERIODE BERJALAN                                                       98.157.701.558          98.130.285.643

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
  ke laba (rugi):
  Pengukuran kembali liabilitas
       imbalan pasti                                                           628.523.154             (90.006.754)
  Bagian penghasilan (kerugian)
      komprehensif lain atas entitas asosiasi                   8                7.518.332             (10.450.943)

JUMLAH LABA RUGI KOMPREHENSIF
  PERIODE BERJALAN                                                          98.793.743.044          98.029.827.946

LABA PERIODE BERJALAN YANG
  DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
  Pemilik Entitas Induk                                                     96.485.902.181          96.825.770.712
  Kepentingan Nonpengendali                                    22            1.671.799.377           1.304.514.931

Jumlah                                                                      98.157.701.558          98.130.285.643

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE
  BERJALAN YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA:
  Pemilik Entitas Induk                                                     97.000.312.889          96.723.705.599
  Kepentingan Nonpengendali                                                  1.793.430.155           1.306.122.347

Jumlah                                                                      98.793.743.044          98.029.827.946

LABA PER SAHAM DASAR                                           28                    12,37                   12,41


Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
   bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.




                                                        -5-
Page 7
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)

                                                                                                      Penghasilan komprehensif lain                                                                 Ekuitas yang
                                                                     Selisih transaksi        Bagian penghasilan        Pengukuran kembali                     Saldo laba                        dapat diatribusikan
                                                Tambahan            perubahan ekuitas           komprehensif lain      atas program imbalan      Ditentukan             Tidak ditentukan           kepada pemilik        Kepentingan          Jumlah
                              Modal saham       modal disetor        entitas asosiasi        atas entitas asosiasi             pasti                                                                entitas induk        nonpengendali        ekuitas
                                                                                                                                               penggunaannya            penggunaannya
                                  Rp                 Rp                     Rp                         Rp                      Rp                   Rp                       Rp                          Rp                   Rp                Rp


Saldo per 31 Desember 2023    780.076.000.000   222.442.743.783            411.856.000              (1.927.436.208)          8.267.027.046       55.000.000.000             5.963.594.216.305      7.027.864.406.926       59.578.617.451   7.087.443.024.377
Cadangan umum                               -                 -                      -                           -                       -        5.000.000.000                (5.000.000.000)                     -                    -                   -
Laba periode berjalan                       -                 -                      -                           -                       -                    -                96.825.770.712         96.825.770.712        1.304.514.931      98.130.285.643
Penghasilan (Rugi)
  komprehensif lain                         -                   -                        -              (10.450.943)            (91.614.170)                     -                          -            (102.065.113)          1.607.416       (100.457.697)


Saldo per 30 September 2024   780.076.000.000   222.442.743.783            411.856.000              (1.937.887.151)          8.175.412.876       60.000.000.000             6.055.419.987.017      7.124.588.112.525       60.884.739.798   7.185.472.852.323


Saldo per 31 Desember 2024    780.076.000.000   222.442.743.783            411.856.000              (2.002.056.438)          8.942.883.544       60.000.000.000             6.029.976.009.509      7.099.847.436.398       61.455.608.781   7.161.303.045.179
Cadangan umum                               -                 -                      -                           -                       -        5.000.000.000                (5.000.000.000)                     -                    -                   -
Laba periode berjalan                       -                 -                      -                           -                       -                    -                96.485.902.181         96.485.902.181        1.671.799.377      98.157.701.558
Penghasilan (Rugi)
  komprehensif lain                         -                   -                        -                7.518.332            506.892.376                       -                          -            514.410.708          121.630.778        636.041.486


Saldo per 30 September 2025   780.076.000.000   222.442.743.783            411.856.000              (1.994.538.106)          9.449.775.920       65.000.000.000             6.121.461.911.690      7.196.847.749.287       63.249.038.936   7.260.096.788.223




                                                                                                                          -6-
Page 8
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)

                                                                          30 September 2025     30 September 2024
                                                                            (Tidak Diaudit)       (Tidak Diaudit)
                                                                                  Rp                    Rp
  ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

  Penerimaan dari pelanggan                                                   48.433.744.604        47.941.760.099
  Pembayaran beban pajak final                                                  (887.621.741)         (722.917.317)
  Penerimaan dari pelanggan - neto                                            47.546.122.863        47.218.842.782
  Penerimaan bunga                                                            14.495.853.747         8.945.751.081
  Pembayaran kas kepada karyawan                                             (46.432.229.319)      (37.328.244.101)
  Pembayaran kas kepada pemasok
    dan beban operasional lainnya                                            (75.272.292.824)     (115.253.353.455)

  Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi                               (59.662.545.533)      (96.417.003.693)

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Penerimaan dividen entitas asosiasi                                         92.850.000.000       258.622.950.000
  Penurunan (kenaikan) deposito berjangka dan
    rekening yang dibatasi penggunaannya                                      (1.238.710.268)          (24.561.144)
  Perolehan properti investasi                                                (4.758.115.551)      (22.441.330.938)
  Perolehan aset tetap                                                        (1.692.170.335)          (37.083.305)

  Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                               85.161.003.846       236.119.974.613

  ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Penerimaan dari utang pihak berelasi                                         1.610.000.000         2.300.000.000
  Pembayaran utang bank                                                     (258.676.333.231)     (173.091.538.402)

  Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                            (257.066.333.231)     (170.791.538.402)


  PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS                                              (231.567.874.918)      (31.088.567.482)
  Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                                        469.847.008          (148.312.698)

  KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                            400.954.572.482       321.175.175.172

  KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                           169.856.544.572       289.938.294.992


  Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
     bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.




                                                         -7-
Page 9
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)

 1.   UMUM

      a. Pendirian dan Informasi Umum

         PT Greenwood Sejahtera Tbk (“Perusahaan”), didirikan berdasarkan Akta No. 20 tanggal 16 April 1990 yang
         dibuat di hadapan Hendra Karyadi, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman
         Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-5277.HT.01.01.TH 91 tanggal 30 September 1991 dan telah
         diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 24 tanggal 24 Maret 1992, Tambahan No. 1276.
         Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan
         Keputusan Rapat No. 120 tanggal 24 September 2021 yang dibuat di hadapan Buntario Tigris Darmawa
         NG, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta Pusat, dalam rangka perubahan anggaran dasar Perusahaan.
         Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
         Keputusan No. AHU-0055952.AH.01.02 tanggal 11 Oktober 2021.

         Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah real estat yang
         dimiliki sendiri dan disewa, real estat atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, aktivitas perusahaan holding,
         aktivitas konsultasi lainnya, hotel bintang lima, dan apartemen hotel. Kegiatan penunjang perusahaan adalah
         melakukan investasi baik secara langsung maupun melalui penyertaan (Investasi) ataupun pelepasan
         (Divestasi) modal sehubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan dalam Perusahaan lain, melakukan
         penyertaan pada perusahaan-perusahaan lain yang memiliki kegiatan usaha yang sehubungan dengan
         kegiatan usaha Perusahaan. Proyek yang sedang dikembangkan Perusahaan adalah TCC Batavia serta
         melakukan investasi pada entitas anak dan asosiasi.

         Perusahaan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2010. Saat ini, kegiatan utama
         Perusahaan adalah pengembangan proyek TCC Batavia serta melakukan investasi pada entitas anak dan
         asosiasi.

         Perusahaan berdomisili di Jakarta Pusat dengan kantor pusat beralamat di Gedung TCC Batavia - Tower 1
         Lantai 35, Jl. K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

         Perusahaan tergabung dalam Grup PT Kencana Graha Global.

         Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan
         adalah PT Prima Permata Sejahtera.

      b. Penawaran Umum Saham Perusahaan

         Pada tanggal 14 Desember 2011, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas
         Pasar Modal dan Lembaga Keuangan/Bapepam-LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK), dengan Suratnya
         No. S-13404/BL/ 2011 untuk melakukan penawaran umum atas 1.600.000.000 saham Perusahaan kepada
         masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran sebesar Rp 250 per saham. Pada
         tanggal 23 Desember 2011, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Selisih lebih jumlah
         yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp 240.000.000.000 dicatat dalam
         akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi total biaya emisi saham sebesar Rp 17.557.256.217.

         Pada tanggal 30 September 2025, seluruh saham Perusahaan sebanyak 7.800.760.000 saham telah tercatat
         pada Bursa Efek Indonesia.

      c. Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan

         Pada tanggal 31 Desember 2014, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua OJK dengan suratnya
         No. S-582/D.04/2014 untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Greenwood Sejahtera dengan
         target dana yang dihimpun sebesar Rp 1.500.000.000.000.

         Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I tersebut Perusahaan menawarkan dan menerbitkan
         Obligasi Berkelanjutan I Greenwood Sejahtera Tahap I Tahun 2014 sebesar Rp 72.000.000.000 dengan tingkat
         bunga tetap sebesar 14,25% per tahun. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi.

         Pada tanggal 14 Januari 2020, berdasarkan Surat No. 002/GWS-TCC/CORSEC/I/2020 tentang “Keterbukaan
         Informasi Sehubungan dengan Laporan Informasi atau Fakta Material PT Greenwood Sejahtera Tbk”,
         Perusahaan telah menyampaikan keterbukaan informasi terkait pelunasan obligasi berkelanjutan I Greenwood
         Sejahtera Tahap I Tahun 2004 sebesar Rp 72.000.000.000.




                                                           -8-
Page 10
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      d. Entitas Anak

         Informasi mengenai entitas anak yang dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan Perusahaan adalah
         sebagai berikut:

                                                                       Persentase Kepemilikan                                                 Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
               Anak Perusahaan                                  30 September 2025 31 Desember 2024       Tahun                          30 September 2025    31 Desember 2024
                                       Domisili   Jenis Usaha                                                        Nama Proyek
             Kepemilikan Langsung                                 (Tidak Diaudit)         (Diaudit)      Operasi                          (Tidak Diaudit)         (Diaudit)
                                                                        Rp                   Rp         Komersial                              Rp                    Rp




         PT Prakarsa Nusa Cemerlang   Jakarta     Pengembang         55,00%               55,00%          2003         The Peak            62.105.696.395         61.990.574.915
         (PNC)


         PT Sentra Graha Kencana      Jakarta     Perhotelan         70,75%               70,75%          2014      Hotel Holiday Inn     123.400.436.418        126.979.463.663
         (SGK)                                                                                                      Emporium Pluit


         PT Trisakti Makmur Persada   Surabaya Pengembang            99,99%               99,99%          2023      Capital Square      1.730.708.083.365      1.614.832.299.888
         (TMP)




         PT Trisakti Makmur Persada (TMP)
         TMP didirikan berdasarkan Akta No. 83 tanggal 13 Maret 2013 dari Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di
         Jakarta Pusat. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-24230.AH.01.01. Tahun 2013 tanggal 6 Mei 2013 dan telah
         diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 10 September 2013 TBNRI 97700.
         Anggaran dasar TMP telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 71 tanggal
         14 September 2022 dari Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta Pusat, sehubungan dengan
         perubahan ruang lingkup kegiatan usaha. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-
         0067162.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 19 September 2022.
         PT Sentra Graha Kencana (SGK)
         SGK didirikan di Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2008, berdasarkan Akta No. 6 tanggal 8 Oktober 2008 dari
         Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
         Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-90028.AH.01.01.Tahun
         2008 tanggal 26 November 2008. Anggaran Dasar SGK telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
         dengan Akta No. 8 tanggal 7 Maret 2023 dari Yulia, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehubungan dengan
         perubahan ruang lingkup kegiatan usaha. Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri
         Hukum      dan    Hak    Asasi    Manusia    Republik    Indonesia     berdasarkan     Surat   Keputusan
         No. AHU-0014397.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 7 Maret 2023.
         PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC)
         PNC didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 10 tanggal 13 Mei 2003 dari Robert Purba, S.H., Notaris di
         Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-12568.HT.01.01.Th.2003 tanggal 5 Juni 2003 dan telah diumumkan
         dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 71 tanggal 3 September 2004, Tambahan No. 8635. Anggaran
         Dasar PNC telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 13 tanggal 7 September 2023
         oleh Yulia, S.H., Notaris di Jakarta selatan, sehubungan dengan perubahan ruang lingkup kegiatan usaha.
         Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
         Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0054349.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 11 September 2023.

      e. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
         Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024
         adalah sebagai berikut:
                                      30 September 2025             31 Desember 2024
         Dewan Komisaris
         Komisaris Utama         Ang Andri Pribadi             Ang Andri Pribadi
         Komisaris Independen    Arie Kusumastuti Maria        Arie Kusumastuti Maria

         Direksi
         Direktur Utama                           Paulus Indra Intan                                  Paulus Indra Intan
         Direktur Independen                      -                                                   Suherman Anggawinata
         Direktur                                 Dedy Ismunandar Soetiarto                           Dedy Ismunandar Soetiarto
                                                  Anita                                               Anita




                                                                                    -9-
Page 11
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

             Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Manajemen
             kunci memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas
             utama Perusahaan. Susunan Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Audit Internal Perusahaan pada tanggal
             30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

              Komite Audit
              Ketua                            Arie Kusumastuti Maria
              Anggota                          Andreas Bahana*
                                               Poltak Gindo Parluhutan Tampubolon

              Sekertaris Perusahaan            Linda Halim

              Audit Internal                   Erik Kartolo

             *Beliau meninggal dunia pada 13 Februari 2025

             Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) pada tanggal 30 September 2025 dan 31
             Desember 2024, masing-masing adalah sebanyak 91 dan 93 orang (tidak diaudit).

      f.     Penerbitan Laporan Keuangan

             Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
             bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal 28 Oktober 2025.


 2.        PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI

      a.     Perubahan         Nomenklatur   Standar   Akuntansi Keuangan Indonesia

             Sejalan dengan pengesahan Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia, Dewan Standar Akuntansi
             Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) menyetujui perubahan nomenklatur Standar Akuntansi
             Keuangan Indonesia yang mengatur penomoran Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
             Interpretasi atas Standar Akuntansi Keuangan (ISAK). Hal ini bertujuan untuk membedakan antara PSAK dan
             ISAK yang diadopsi dari International Financial Reporting Standards (IFRS) dan yang tidak. Perubahan
             nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Indonesia yang berlaku efektif pada 1 Januari 2024, tidak akan
             mempengaruhi isi masing-masing PSAK dan ISAK.

      b.     Amendemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan

             Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan
             operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024.

              •    PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka Pendek
                   atau Jangka Panjang
              •    PSAK 201 (Amendemen), “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
              •    PSAK 207 (Amendemen), “Laporan Arus Kas” dan PSAK 107 (Amendemen), “Instrumen Keuangan:
                   Pengungkapan”: Pengaturan Pembiayaan Pemasok

            Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2025

              •    PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan Ketertukaran”

       c.    Standar dan Amendemen/Penyesuaian Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan

             Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen- amendemen atas PSAK
             yang relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan,
             adalah sebagai berikut:

             Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026

              •    Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”:
                   Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan


                                                              - 10 -
Page 12
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           •   Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109,
               “Instrumen Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas”

               Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar dan
               amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
               manajemen.



 3.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

      a.   Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi

           Laporan keuangan konsolidasian Grup telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia
           (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
           Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan
           Indonesia (“DSAK-IAI”) dan peraturan regulator pasar modal untuk entitas yang berada di bawah
           pengawasannya.

           Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras
           dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tanggal
           31 Desember 2024, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam
           catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari
           2025. Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus
           mempertahankan kelangsungan usaha.

           Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar
           akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
           pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan
           arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
           dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

           Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang merupakan
           mata uang fungsional Grup.

      b.   Prinsip-prinsip Konsolidasian

           Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan
           oleh Perusahaan dan entitas anaknya. Kendali diperoleh bila Grup terekspos atau memiliki hak atas timbal
           balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi timbal
           balik tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Dengan demikian, investor mengendalikan investee jika,
           dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:
           i)     Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
                  mengarahkan aktivitas relevan dari investee,
           ii)    Eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
           iii)   Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.

           Bila Grup tidak memiliki hak suara atau hak serupa secara mayoritas atas suatu investee, Grup
           mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam mengevaluasi apakah mereka memiliki
           kekuasaan atas investee, termasuk:
           i)   Pengaturan kontraktua dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
           ii)  Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
           iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.

           Grup menilai kembali apakah mereka mengendalikan investee bila fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
           perubahan terhadap satu atau lebih dari ketiga elemen dari pengendalian. Konsolidasi atas entitas-entitas anak
           dimulai sejak Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak dan berhenti pada saat Grup kehilangan
           pengendalian atas Grup. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi pada tahun
           tertentu disertakan dalam laporan keuangan konsolidasian sejak tanggal Grup memperoleh kendali sampai
           tanggal Grup tidak lagi mengendalikan entitas anak tersebut.



                                                         - 11 -
Page 13
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
           akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten
           oleh Grup, kecuali dinyatakan lain.

           Kepentingan non-pengendali (KNP) mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak
           yang tidak dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-
           masing disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas
           pada laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
           Perusahaan.

           KNP pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional KNP atas nilai wajar aset neto
           teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dibuat untuk masing-masing akuisisi. KNP lain awalnya
           diukur sebesar nilai wajar. Setelah akuisisi, jumlah tercatat KNP adalah jumlah kepentingan tersebut pada
           pengakuan awal ditambah bagian KNP dari perubahan selanjutnya di ekuitas.

           Seluruh laba rugi dan setiap komponen penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemilik entitas induk
           dan pada KNP, walaupun hal ini akan menyebabkan saldo KNP yang defisit. Bila dipandang perlu, penyesuaian
           dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak untuk diselaraskan dengan kebijakan akuntansi Grup.
           Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota
           Grup juga akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.

           Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk terhadap entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
           pengendalian, dicatat sebagai transaksi ekuitas. Bila kehilangan pengendalian atas suatu entitas anak, maka
           Grup menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait,
           sementara rugi atau laba yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada
           nilai wajar.

           Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas.
           Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan non-pengendali disesuaikan untuk mencerminkan
           perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan non-
           pengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung dalam
           ekuitas dan diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
           Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
                a. Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
                b. Menghentikan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali;
                c. Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
                d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
                e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
                f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian sebagai laba rugi;
                    dan
                g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
                    penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan
                    melepas secara langsung aset atau liabilitas terkait.

           Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap
           sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK 109,
           “Instrumen Keuangan”, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas
           asosiasi atau ventura bersama.

      c.   Kombinasi Bisnis

           Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis
           diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh
           aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang
           diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang
           diakuisisi. Biaya akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.

           Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambilalih diakui pada nilai wajar
           kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang relevan.



                                                           - 12 -
Page 14
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan
           nonpengendali dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada
           pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan
           liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill.

           Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai
           kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang
           diambil alih dan menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal
           akuisisi. Jika penilaian kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas
           jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi.

           Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal
           dari pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjensi tersebut
           diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam
           suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai
           penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap
           goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang
           diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-
           fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.

           Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi
           syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi
           diklasifikasikan. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap
           tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang
           diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang
           lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai
           dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada
           nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi.

           Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur
           kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam
           laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam
           penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika
           kepemilikan tersebut dilepas/dijual.

           Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi,
           Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan
           keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau
           liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan
           yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal
           tersebut.

           Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
           Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338. Berdasarkan PSAK ini,
           transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka
           reorganisasi entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup yang sama, bukan merupakan perubahan
           kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi
           Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individu dalam Grup tersebut.

           Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Metode
           penyatuan kepemilikan diterapkan seolah-olah entitas-entitas tersebut telah bergabung sejak periode dimana
           entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat
           aset neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “Tambahan Modal Disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba rugi
           atau direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang.

      d.   Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang

           Grup menyajikan asset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
           lancar/jangka pendek dan tidak lancar/tidak lancar.



                                                         - 13 -
Page 15
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           Suatu aset disajikan lancar bila:
               i.  Akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
              ii.  untuk diperdagangkan,
             iii.  akan direalisasi dalam 12 bulan setelah periode pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang
                   dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12
                   bulan setelah periode pelaporan.

           Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
               i.  akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
              ii.  untuk diperdagangkan,
             iii.  akan dilunasi dalam 12 bulan setelah periode pelaporan, atau
             iv.   tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah
                   periode pelaporan.

           Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar dan liabilitas jangka panjang.

      e.   Instrumen Keuangan

           Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas
           keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.

           Laporan posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual
           instrumen tersebut.

           Klasifikasi

              i.    Aset keuangan

                    Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya
                    perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), dan (iii) nilai wajar melalui
                    penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”).
                    Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
                        •     Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                              dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
                        •     Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas
                              yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.

                     Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset
                     keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
                     terutang. Pengujian ini dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.

                     Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola
                     aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan
                     dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

                     Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset lainnya
                     - deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                     yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki aset keuangan, yang diklasifikasikan
                     sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTPL dan FVTOCI.

              ii.    Liabilitas keuangan

                     Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan
                     diukur pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas
                     keuangan Grup terdiri dari utang bank, utang usaha, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar, uang
                     jaminan penyewa dan utang pihak berelasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur
                     dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL




                                                          - 14 -
Page 16
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           Pengakuan dan Pengukuran

           Aset keuangan, kecuali piutang usaha yang diukur sesuai harga transaksi, dan liabilitas keuangan pada
           awalnya diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan
           atau penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset
           keuangan dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal.

           i.       Aset keuangan
                    Pembelian atau penjualan asset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
                    yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim)
                    diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset
                    tersebut.

                    Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
                    menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan
                    kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami
                    penurunan nilai.

           ii.      Liabilitas keuangan
                    Liabilitas keuangan yang bukan merupakan
                        1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis,
                        2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau
                        3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
                              menggunakan metode suku bunga efektif.

           Metode Suku Bunga Efektif

           Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi
           dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode yang relevan.

           Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
           penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan dengan jumlah tercatat
           bruto aset keuangan atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku
           bunga efektif, entitas mengestimasi arus kas ekspektasian dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan
           kontraktual dari instrumen keuangan tersebut (sebagai contoh, percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli
           dan opsi-opsi serupa), tetapi tidak mempertimbangkan keruagian kredit ekspektasian. Perhitungan mencakup
           seluruh fee (imbalan) dan komisi yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak
           yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium
           atau diskonto lainnya.

           Saling Hapus dari Instrumen Keuangan

           Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi
           keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
           hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi
           untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
           liabilitasnya secara bersamaan.

           Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa
           depan dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa
           gagal bayar, peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.

           Penurunan Nilai Aset Keuangan

           Grup mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen utang diukur pada biaya
           perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, piutang sewa.

           Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu
           besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar. Penilaian probability of default
           dan loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan. Adapun
           eksposur atas gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan;

                                                         - 15 -
Page 17
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah
           dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan
           berdasarkan tren historis, pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari
           debiturnya, dan informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.

           ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus
           kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
           diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan
           perbaikan risiko-kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

           ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan
           secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa
           gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen
           keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
           dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang umurnya).

           Penghentian Pengakuan

           i.   Aset keuangan
                Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
                keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
                 a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
                 b. Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
                     menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang material
                     kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan
                     seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak
                     mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
                     tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

                     Ketika Grup telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah
                     menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial tidak
                     mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun
                     tidak mengalihkan pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan
                     Grup terhadap aset keuangan tersebut.

                     Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
                     sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
                     diterima yang mungkin harus dibayar kembali.

                     Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur
                     dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan Grup.

                     Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
                     perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam
                     laba rugi.

           ii. Liabilitas keuangan
               Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan
               atau dibatalkan atau kedaluwarsa.

                Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
                persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
                keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan
                liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.

                Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang
                dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.




                                                          - 16 -
Page 18
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      f.   Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

           Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup:

           a.   Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:
                (i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
                (ii) memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
                (iii) personal manajemen kunci Grup atau entitas induk Grup.

           b.   Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
                (i) entitas dan Grup adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas
                       anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
                (ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
                       ventura bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut adalah
                       anggotanya).
                (iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
                (iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
                       dari entitas ketiga.
                (v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas
                       yang terkait dengan Grup.
                (vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
                (vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
                       personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
                (viii) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
                       menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
                (ix) entitas yang merupakan entitas anak dari entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup.

                Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak- pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan
                persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan
                konsolidasian.

      g.   Kas dan Setara Kas

           Kas dan setara kas meliputi kas dan bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo kurang dari 3 (tiga)
           bulan sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan.
           Setara kas yang dijaminkan dan dibatasi penggunaannya dicatat sebagai bagian dari akun “Aset Lainnya”
           dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

      h.   Dana/Cadangan untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel

           Cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel ditentukan sebesar 2% - 4% dari jumlah
           pendapatan hotel setiap bulan. Dana secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam
           rekening bank. Bunga yang diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari cadangan dan dana.
           Beban penggantian dan penambahan perlengkapan hotel merupakan pengurangan saldo dana cadangan.

      i.   Persediaan

           Aset Real Estat

           Persediaan aset real estat terdiri dari bangunan apartemen dan perkantoran yang siap dijual, tanah yang belum
           dikembangkan dan tanah yang sedang dikembangkan, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi
           neto, mana yang lebih rendah.

           Tanah belum dikembangkan merupakan tanah mentah yang belum dikembangkan dan dinyatakan sebesar
           biaya perolehan atau nilai realisasi neto mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah yang belum
           dikembangkan meliputi biaya pra- perolehan dan perolehan tanah. Biaya perolehan akan dipindahkan ke tanah
           yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke bangunan
           yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut siap dibangun.




                                                           - 17 -
Page 19
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan
           ditambah dengan biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada aset
           pengembangan real estat serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke
           bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan.

           Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
           dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas
           pengembangan real estat dan biaya pinjaman, serta dipindahkan ke bangunan yang siap dijual pada saat
           selesai dibangun dan siap dijual.

           Biaya aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah:
           •     Biaya praperolehan tanah;
           •     Biaya perolehan tanah;
           •     Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek;
           •     Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat; dan
           •     Biaya pinjaman.

           Biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:
           •     Biaya praperolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh.
           •     Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersialkan, yang
                 dijual atau dialihkan, sehubungan dengan penjualan unit.

           Grup tetap melakukan akumulasi biaya ke proyek pengembangan walaupun realisasi pendapatan pada masa
           depan lebih rendah dari nilai tercatat proyek, atas perbedaan yang terjadi Grup melakukan penyisihan secara
           periodik. Jumlah penyisihan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi
           berjalan.

           Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan
           metode identifikasi khusus.

           Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek
           selesai secara substansial. Jika terjadi perubahan mendasar Grup akan melakukan revisi dan realokasi biaya.
           Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat.

           Persediaan Hotel

           Persediaan hotel merupakan perlengkapan operasional dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai
           realisasi neto, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.

      j.   Biaya Dibayar di Muka

           Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama periode manfaat masing-masing
           biaya dengan menggunakan metode garis lurus.

      k.   Investasi pada Entitas Asosiasi

           Entitas asosiasi adalah entitas di mana Grup memiliki pengaruh signifikan dalam bentuk kekuasaan untuk
           berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau
           mengendalikan bersama kebijakan tersebut. Pengaruh signifikan tersebut dianggap timbul ketika Grup
           memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, lebih dari 20% hak suara investee.

           Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas di mana investasi pada awal
           diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan dalam bagian
           Perusahaan atas aset neto investee setelah tanggal perolehan. Laba atau rugi dan penghasilan komprehensif
           lain Grup mencakup bagiannya atas laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lain investee.

           Jika bagian Grup atas kerugian Entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas
           asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya. Setelah kepentingan
           Grup dikurangi hingga nihil, tambahan kerugian dicadangkan dan liabilitas diakui, hanya sepanjang Grup
           mempunyai kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.

                                                         - 18 -
Page 20
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           Jika entitas asosiasi tersebut kemudian melaporkan laba, Grup mengakui bagiannya atas laba tersebut hanya
           setelah bagiannya atas laba tersebut sama dengan bagian kerugian yang belum diakui.

           Pada saat kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi Grup mengukur dan mengakui bagian investasi
           bersisa pada nilai wajar. Selisih antara nilai tercatat entitas asosiasi dan nilai wajar investasi yang tersisa dan
           penerimaan dari pelepasan investasi diakui pada laba rugi.

           Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Grup.

      l.   Properti Investasi

           Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan - bagian dari bangunan - atau keduanya) yang dikuasai
           (oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) yang digunakan untuk menghasilkan sewa atau untuk
           kenaikan nilai atau keduanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa
           atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.

           Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan
           yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan properti investasi dapat
           diukur dengan andal.

           Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga pembeliannya dan setiap
           pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti, dan biaya
           transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.

           Setelah pengakuan awal, properti investasi diukur dengan menggunakan nilai wajar. Keuntungan atau kerugian
           yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui pada laba rugi pada saat terjadinya.
           Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran
           dan penambahan dikapitalisasi.

           Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
           ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak lain.

           Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
           ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.

           Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara
           permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan
           atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan
           dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.

      m. Aset Tetap

           Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya
           pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
           kondisi yang diperlukan. Biaya perolehan juga termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya
           tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model
           biaya di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
           akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada). Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak
           memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.

           Penyusutan, dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis lurus
           berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomi aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut:
                                             Tahun
           Bangunan                          10 – 20
           Perlengkapan                       4–8
           Peralatan kantor                   4–8
           Kendaraan                          4–8




                                                           - 19 -
Page 21
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
           perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai
           aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih
           pendek.

           Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
           akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
           suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
           pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset
           pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
           116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan
           PSAK 216, “Aset Tetap”.

           Penyusutan diakui bahkan jika nilai wajar aset melebihi jumlah tercatatnya, sepanjang nilai residu aset tidak
           melebihi jumlah tercatatnya. Nilai residu suatu aset dapat meningkat menjadi suatu jumlah yang setara atau
           lebih besar daripada jumlah tercatatnya. Ketika hal tersebut terjadi, maka beban penyusutan aset tersebut
           adalah nol, hingga nilai residu selanjutnya berkurang menjadi lebih rendah daripada jumlah tercatatnya.

           Penyusutan tidak dihentikan meskipun aset tidak digunakan atau dihentikan penggunaannya, kecuali telah
           habis disusutkan.
           Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan pengaruh dari
           setiap perubahan tersebut dicatat sebagai perubahan estimasi akuntansi yang diakui secara prospektif.

           Bagian aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
           masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
           penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
           tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

      n.   Biaya Pinjaman

           Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset
           kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau
           dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan saat selesainya aset secara
           substansial siap untuk digunakan atau dijual.

           Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik belum digunakan
           untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang dikapitalisasi.

           Biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya. Biaya pinjaman terdiri dari beban bunga
           dan biaya lainnya yang ditanggung Grup sehubungan dengan peminjaman dana.

      o.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

           Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan
           nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan (yaitu aset tidak
           berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas, aset tidak berwujud yang belum tersedia untuk digunakan, atau
           goodwill yang diperoleh dari kombinasi bisnis) maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika
           tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan nilai terpulihkan
           dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup (aset dari UPK).

           Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi antara
           nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya.

           Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
           penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.

           Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
           menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang
           dan risiko spesifik atas aset.



                                                           - 20 -
Page 22
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar terakhir, jika
           tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
           menentukan nilai wajar aset. Perhitungan- perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator
           nilai wajar lain yang tersedia.

           Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan
           fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.

           Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai
           yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
           telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
           Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya
           jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut
           sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah
           terpulihkannya.

           Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun
           jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada
           periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
           komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut diakui, penyusutan aset tersebut disesuaikan di
           periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai sisanya, dengan
           dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

      p.   Imbalan Kerja Karyawan

           Imbalan kerja jangka pendek
           Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan
           setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui
           ketika karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban
           diakui pada laba rugi.

           Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas
           cuti tahunan akibat jasa yang diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.

           Imbalan pascakerja program imbalan pasti
           Pembayaran kepada program manfaat pensiun iuran pasti dibebankan ketika karyawan telah menyerahkan
           jasa yang memberikan hak kepada karyawan atas iuran. Pembayaran yang dilakukan kepada skema manfaat
           pensiun yang dikelola oleh negara diperlakukan sebagai pembayaran kepada program iuran pasti, di mana
           kewajiban Grup dalam program tersebut setara dengan kewajiban yang timbul dari program manfaat pensiun
           iuran pasti.

           Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 2023
           tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2022 Cipta Kerja.
           Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria
           secara periodik dengan menggunakan metode projected- unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat
           diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.

           Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset
           (jika ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan
           posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain
           pada periode terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan
           keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program.

           Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup
           mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu.

           Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto.
           Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
            •      Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
                   penyelesaian)

                                                         - 21 -
Page 23
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

             •     Beban atau pendapatan bunga neto
             •     Pengukuran kembali

           Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian
           kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.

           Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau
           surplus aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada
           nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran
           masa depan atas program.

      q.   Biaya Emisi Saham

           Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik dikurangkan
           langsung dengan hasil dan emisi disajikan sebagai pengurang akun “Tambahan Modal Disetor” dalam posisi
           keuangan konsolidasian (Catatan 1b).

      r.   Pengakuan Pendapatan dan Beban

           Penjualan Real Estat
           Grup mengakui pendapatan dengan melakukan analisis transaksi melalui lima langkah model pengakuan
           pendapatan sebagai berikut:
              i.   Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Group mencatat kontrak dengan pelanggan
                   hanya jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
                  •    Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak;
                  •    Grup dapat mengidentifikasi hak dari para pihak terkait dan jangka waktu pembayaran atas barang
                       atau jasa yang akan dialihkan;
                  •    Kontrak memiliki substansi komersial; dan
                  •    Besar kemungkinan Grup akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan;
             ii.   Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
            iii.   Menentukan harga transaksi;
            iv.    Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan; dan
             v.    Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu atau
                   sepanjang waktu).

           Grup mengakui pendapatan dari penjualan real estat pada saat semua kondisi berikut terpenuhi:
           •   Grup telah mengalihkan risiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan real estat kepada pembeli;
           •   Grup tidak lagi melanjutkan keterlibatan manajerial atau kendali efektif atas real estat yang dijual;
           •   Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal;
           •   Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir ke Grup;
               dan
           •   Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan
               andal.

           Penjualan biasanya diakui pada saat serah terima aset yang dibuktikan dengan surat serah terima.

           Pendapatan dari penjualan rumah, rumah toko, apartemen, perkantoran dan bangunan sejenis lainnya beserta
           tanah kavling diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut ini
           terpenuhi:
            •   proses penjualan telah selesai;
            •   harga jual akan tertagih;
            •   tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang
                akan diperoleh pembeli; dan
            •   penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu
                transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara
                signifikan dengan unit bangunan tersebut.
            •   biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan
                andal




                                                         - 22 -
Page 24
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

         Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli
         diperlakukan sebagai uang muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh persyaratan tersebut
         dipenuhi.

         Biaya-biaya yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat meliputi biaya perolehan tanah sebelum
         akuisisi, biaya perolehan tanah dan biaya-biaya lain yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real
         estat. Biaya- biaya yang tidak secara jelas terkait dengan proyek real estat seperti biaya umum dan administrasi
         diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.

         Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum memenuhi kriteria
         pengakuan pendapatan, dicatat sebagai Liabilitas Kontrak. Liabilitas kontrak disajikan sebagai “Uang Muka
         Penjualan dan Pendapatan Diterima di Muka” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

         Saldo Kontrak
         Piutang usaha

         Piutang diakui jika sejumlah imbalan yang tidak bersyarat dapat ditagih dari pelanggan (yaitu, hanya berlalunya
         waktu yang disyaratkan sebelum pembayaran imbalan jatuh tempo).

         Liabilitas kontrak
         Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal) dari
         pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa terkait. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan
         ketika Grup memenuhi kontrak tersebut (yaitu, mengalihkan kendali atas barang dan jasa terkait kepada
         pelanggan). Liabilitas kontrak disajikan dalam “Uang Muka Penjualan” di laporan posisi keuangan konsolidasian.

         Pendapatan Sewa
         Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
         Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat
         dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

         Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
         akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.

         Pendapatan Hotel
         Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diberikan
         kepada pelanggan.

         Pendapatan Bunga
         Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

      s. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

         Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke dalam mata uang fungsional (Rupiah) dengan menggunakan kurs
         yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata
         uang asing disajikan ke dalam mata uang fungsional berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia yang berlaku
         pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi.

         Nilai tukar kurs mata uang asing ke dalam Rupiah yang digunakan pada tanggal 30 September 2025 dan 31
         Desember 2024 adalah sebagai berikut:
                                            30 September           31 Desember
                                                 2025                  2024
                                                  Rp                    Rp

          1 USD                                         16.680                   16.162
          1 EURO                                        19.561                   16.851




                                                        - 23 -
Page 25
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      t. Pajak Penghasilan

         Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
         transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif
         lain atau langsung pada ekuitas.

         Pajak Kini
         Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
         ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi
         posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan
         pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah
         yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.

         Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak
         dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Bunga dan denda yang timbul dari
         ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau
         beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

         Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan
         keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan
         tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup.

         Pajak Tangguhan
         Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pajak
         aset dan liabilitas dengan jumlah tercatatnya pada tiap tanggal pelaporan.

         Liabilitas pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui
         atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan, serta atas kredit pajak dan akumulasi rugi fiskal yang
         belum digunakan sepanjang masih dapat dimanfaatkan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah setiap
         akhir tanggal pelaporan dan dikurangi ketika tidak terdapat kemungkinan bahwa laba kena pajak akan tersedia
         dalam jumlah yang memadai untuk memanfaatkan seluruh atau sebagian aset pajak tangguhan tersebut.

         Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan akan berlaku
         ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan) yang
         berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.

         Untuk tujuan pengukuran liabilitas pajak tangguhan dan aset pajak tangguhan untuk properti investasi yang
         diukur dengan menggunakan model nilai wajar, nilai tercatat properti tersebut dianggap dipulihkan seluruhnya
         melalui penjualan, kecuali praduga tersebut dibantah. Praduga tersebut dibantah ketika properti investasi dapat
         disusutkan dan dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk mengonsumsi secara substansial seluruh
         manfaat ekonomi atas investasi properti dari waktu ke waktu, bukan melalui penjualan.

         Direksi Perusahaan mereviu portofolio properti investasi Grup dan menyimpulkan bahwa tidak ada properti
         investasi Grup yang dimiliki dalam model bisnis yang bertujuan untuk mengonsumsi secara substansial seluruh
         manfaat ekonomik atas investasi properti dari waktu ke waktu, bukan melalui penjualan. Oleh karena itu, direksi
         telah menentukan bahwa praduga penjualan yang ditetapkan dalam amendemen PSAK No. 212 tidak dibantah.
         Akibatnya, Grup tidak mengakui pajak tangguhan atas perubahan nilai wajar properti investasi karena Grup
         tidak dikenakan pajak penghasilan atas perubahan nilai wajar properti investasi.

         Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara
         hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak
         tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
         perpajakan yang sama atas entitas kena pajak yang sama atau entitas kena pajak yang berbeda yang memiliki
         intensi untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan
         menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas
         aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan.




                                                        - 24 -
Page 26
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           Pajak Pertambahan Nilai
           Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali:
           •   PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang
               dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-
               beban yang diterapkan; dan
           •   Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

           Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari
           piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.

           Pajak Final
           Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap
           dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.

           Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 212: Pajak Penghasilan.

      u. Laba per Saham

           Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
           entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun
           berjalan.

           Sedangkan, laba per saham dilusian dihitung dan disajikan apabila Perusahaan memiliki instrumen berpotensi
           saham biasa yang bersifat dilutif.

      v. Segmen Operasi

           Segmen operasi disajikan dengan cara yang serupa dengan pelaporan internal yang disampaikan oleh para
           manajer segmen kepada pembuat keputusan operasional. Segmen operasi tersebut dikelola secara independen
           oleh tiap-tiap manajer yang bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen operasi dalam lingkup
           wewenangnya. Sedangkan pembuat keputusan operasional adalah pihak yang melakukan penelaahan
           terhadap laporan segmen di mana laporan tersebut akan digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan
           sumber daya dan menilai kinerja segmen. Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional
           dalam rangka alokasi sumber daya dan penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap bidang
           usaha.

     w. Provisi

           Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat
           peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
           daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.

           Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik.
           Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk
           menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.

      x.   Sebagai Pesewa

           Grup melakukan perjanjian sewa sebagai pesewa sehubungan dengan beberapa properti investasinya.
           Sewa di mana Grup sebagai pesewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi. Ketika
           persyaratan sewa secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
           ke penyewa, kontrak tersebut diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan
           sebagai sewa operasi.

           Ketika Grup adalah pesewa-antara, Grup mencatat sewa utama dan subsewa sebagai dua kontrak yang
           terpisah. Subsewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dengan mengacu pada aset
           hak-guna yang timbul dari sewa utama.




                                                          - 25 -
Page 27
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

            Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang relevan. Biaya langsung
            awal yang terjadi dalam menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat asset
            sewa dan diakui secara garis lurus selama masa sewa.

            Dalam sewa pembiayaan, jumlah terutang oleh penyewa diakui sebagai piutang sebesar jumlah yang sama
            dengan investasi sewa neto Grup. Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan dialokasikan pada periode
            akuntansi yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi neto pesewa.
            Setelah pengungkapan awal, grup secara teratur melakukan reviu atas estimasi nilai sisa tidak dijamin dan
            menerapkan persyaratan penurunan nilai PSAK 109, yaitu mengakui cadangan ekspektasi kerugian kredit atas
            piutang sewa.

            Penghasilan sewa pembiayaan dihitung dengan mengacu pada jumlah tercatat bruto piutang sewa, kecuali
            untuk aset keuangan yang mengalami penurunan nilai di mana penghasilan bunganya dihitung dengan
            mengacu pada biaya perolehan diamortisasi (yaitu setelah dikurangi cadangan kerugian).
            Ketika suatu kontrak mencakup komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan PSAK 115 untuk
            mengalokasikan imbalan berdasarkan kontrak bagi setiap komponen.

      y.    Pengukuran Nilai Wajar

            Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada
            kombinasi bisnis. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan
            nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal atau “FVLCD”), dan piutang yang tidak
            dikenakan bunga pada nilai wajar.

            Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
            mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
            nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
             I.    Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
             II.   Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.

           Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Grup. Nilai wajar dari
           aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
           harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
           terbaiknya.

           Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
           menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau
           dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi
           dan terbaiknya.

           Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia untuk
           mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable) yang relevan
           dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).

           Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan dikategorikan
           dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran
           nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
                i.   Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
                     dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
               ii.   Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
                     signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau
                     tidak langsung.
              iii.   Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
                     signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
                     langsung atau tidak langsung.

           Tim pelaporan keuangan Grup bertanggung-jawab atas penilaian dalam menentukan kebijakan dan prosedur
           untuk pengukuran nilai wajar berulang, seperti properti investasi, goodwill, dan nilai wajar (dikurangi biaya untuk
           menjual) unit penghasil unit (untuk uji penurunan nilai).



                                                            - 26 -
Page 28
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

               Penilai eksternal terlibat dalam penilaian aset signifikan, terutama properti investasi dan goodwill. Keterlibatan
               penilai eksternal ditentukan setiap tahun setelah dibahas dan disetujui oleh Direksi Perusahaan. Kriteria
               pemilihan termasuk pengetahuan pasar, reputasi, independensi dan kemampuan mematuhi standar profesi.
               Metode penilaian dan input yang digunakan dibahas dan diputuskan bersama oleh Grup dan penilai eksternal.

               Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Grup menentukan apakah
               terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori
               (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara
               keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.

      z.       Dividen

               Pembagian dividen kepada para pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan
               konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Grup.


 4.    PERTIMBANGAN ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

       Penyusunan laporan keuangan konsolidasian mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi
       dan asumsi yang akan mempengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan, serta
       pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada akhir periode pelaporan.

       Pertimbangan dan estimasi yang digunakan dalam mempersiapkan laporan keuangan konsolidasian tersebut
       ditelaah secara berkala berdasarkan pengalaman historis dan berbagai faktor, termasuk ekspektasi dari kejadian-
       kejadian di masa depan yang mungkin terjadi. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
       Adanya ketidakpastian terkait dengan asumsi dan estimasi dapat mengakibatkan penyesuaian material terhadap
       jumlah tercatat aset dan liabilitas pada periode pelaporan berikutnya.

       Pertimbangan

       Pertimbangan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
       konsolidasian berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Grup adalah
       klasifikasi aset dan liabilitas keuangan.

       Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
       Grup mengklasifikasikan aset dan liabilitas keuangan sesuai dengan ketentuan di dalam PSAK No. 109
       (sebelumnya PSAK No. 71). Tiap-tiap kelompok aset dan liabilitas keuangan memiliki dampak perlakuan akuntansi
       yang berbeda.

       Pengklasifikasian Properti
       Grup menentukan apakah sebuah properti yang diperoleh diklasifikasikan sebagai properti investasi, aset tetap
       atau persediaan:
           •    Properti investasi terdiri dari tanah dan bangunan dan prasarana (terutama kantor, gudang komersial dan
                properti retail), fasilitas hotel dan aset dalam penyelesaian yang tidak bertujuan untuk digunakan oleh atau
                dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup, tetapi digunakan untuk
                memperoleh pendapatan sewa dan peningkatan nilai.
           •    Aset tetap terdiri dari tanah, bangunan dan prasarana, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kantor, dan
                aset dalam penyelesaian yang digunakan dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan
                bisnis Grup. dan tidak digunakan untuk memperoleh pendapatan sewa.
           •    Persediaan terdiri dari properti yang bertujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup. Terutama, properti
                hunian yang dikembangkan oleh Grup dan digunakan untuk dijual sebelum atau pada saat penyelesaian
                konstruksi.

       Estimasi dan Asumsi

       Asumsi dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi
       penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di
       bawah ini.

       Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada tolak ukur yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian
       disusun. Keadaan dan asumsi mengenai perkembangan masa depan yang ada saat ini dapat berubah akibat
       perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
       terjadinya.




                                                               - 27 -
Page 29
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      Penyisihan atas ECL Piutang Usaha
      Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
      memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi
      yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit
      dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat
      penyisihan spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima
      oleh Grup. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima
      memengaruhi jumlah penyisihan atas ECL piutang usaha. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6.

      Nilai Wajar Properti Investasi
      Nilai wajar properti investasi Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh penilai independen
      dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat inflasi
      dan tingkat kenaikan pendapatan dan biaya. Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai,
      perbedaan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material nilai wajar dari
      properti investasi. Nilai wajar properti investasi diungkapkan dalam Catatan 9.

      Penyusutan Aset Tetap
      Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari
      aset yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan.
      Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat
      ekonomis serta nilai residu dari aset tetap dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan
      untuk direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 10.

      Liabilitas imbalan pascakerja
      Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial yang
      digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
      pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang
      berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana
      diuraikan dalam Catatan 3p atas laporan keuangan konsolidasian.

      Meskipun Grup berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai, perbedaan
      signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi
      secara material liabilitas dan beban imbalan pascakerja. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 19.

      Pertimbangan komponen pembiayaan yang signifikan dalam kontrak
      Grup menjual kantor, apartemen, dll setelah penandatanganan kontrak jual beli dengan metode pembayaran tunai
      keras dan cicilan bertahap. Jenis kontrak ini mencakup dua opsi pembayaran alternatif bagi pelanggan, yaitu
      pembayaran harga transaksi yang lebih rendah pada saat kontrak ditandatangani. Grup menyimpulkan bahwa
      terdapat komponen pembiayaan yang signifikan untuk kontrak tersebut di mana pelanggan memilih untuk
      membayar di muka dengan mempertimbangkan lamanya waktu antara pembayaran pelanggan dan pengalihan
      kantor, apartemen, dll ke pelanggan, serta suku bunga yang berlaku di pasar.

      Dalam menentukan tingkat bunga yang akan diterapkan pada jumlah imbalan. Grup menyimpulkan bahwa tingkat
      bunga implisit dalam kontrak (yaitu, tingkat bunga yang mendiskontokan harga jual kas kantor, apartemen, dll ke
      dalam jumlah yang dibayar di muka) adalah tepat karena hal ini sepadan dengan tarif yang akan tercermin dalam
      transaksi pembiayaan terpisah antara entitas dan pelanggannya pada awal kontrak.

      Perpajakan
      Grup selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada peraturan
      yang berlaku. Sehubungan dengan pengampunan pajak, perhitungan pajak sampai dengan tanggal 31 Desember
      2015 dianggap benar. Untuk tahun berikutnya perhitungan pajak dianggap benar selama belum terdapat ketetapan
      dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu lima (5)
      tahun (masa daluwarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang
      terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pemeriksaan pajak, penemuan bukti- bukti pajak baru dan
      perbedaan interpretasi antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan
      hasil aktual dan jumlah tercatat tersebut dapat memengaruhi jumlah aset pajak tangguhan, utang pajak dan beban
      pajak.

      Instrumen Keuangan
      Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi
      akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif
      yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian
      yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung
      laba atau rugi Grup. Nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi
      keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 diungkapkan dalam Catatan 32.




                                                         - 28 -
Page 30
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

 5.   KAS DAN SETARA KAS

      Akun ini terdiri dari:

                                                                30 September 2025      31 Desember 2024
                                                                  (Tidak Diaudit)          (Diaudit)
                                                                        Rp                    Rp

      Kas - Rupiah                                                     78.103.100              82.000.000
      Bank
        Rupiah
          PT Bank Pan Indonesia Tbk                                10.960.487.559            1.721.265.449
          PT Bank CIMB Niaga Tbk                                    4.052.577.719            1.241.998.564
          PT Bank Central Asia Tbk                                  3.561.757.083            4.035.491.321
          PT Bank Victoria International Tbk                        3.102.135.943            3.264.633.562
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                    1.533.661.597              363.392.982
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               523.641.957            1.286.645.693
          PT Bank Ina Perdana Tbk                                      43.829.751               42.641.751
          PT Bank ICBC Indonesia                                        2.446.498            3.961.503.728

         Dolar Amerika Serikat
           PT Bank CIMB Niaga Tbk                                     426.787.991             414.218.484
           PT
           PT Bank
               Bank Negara  Indonesia
                    Pan Indonesia Tbk(Persero) Tbk                     11.719.034              11.708.723-

         Jumlah                                                    24.219.045.132           16.343.500.257

      Setara Kas
      Deposito berjangka
        Rupiah
          PT Bank JTrust Indonesia Tbk                            103.877.000.000          22.000.000.000
          PT Bank Victoria International Tbk                       30.466.653.063         352.977.595.339

         Dolar Amerika Serikat
           PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                  12.883.093.236           12.408.290.973

         Jumlah                                                   147.226.746.299         387.385.886.312

      Jumlah                                                      171.523.894.531         403.811.386.569

      Dana/cadangan untuk penggantian
        perabotan dan perlengkapan hotel
        (Catatan 11)                                                (1.667.349.959)         (2.856.814.087)

      Bersih                                                      169.856.544.572         400.954.572.482
      Tingkat bunga deposito berjangka
        per tahun
        Rupiah                                                    3,25%-6,75%            6,50% - 7,25%
        Dolar Amerika Serikat                                         1%                      1%

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang
      ditempatkan pada pihak berelasi ataupun yang digunakan sebagai jaminan ataupun dibatasi penggunaannya.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, deposit berjangka yang dibatasi penggunaannya dicatat
      terpisah pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 11).




                                                     - 29 -
Page 31
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

 6.   PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA

      Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                     30 September 2025           31 Desember 2024
                                                                       (Tidak Diaudit)               (Diaudit)
                                                                             Rp                         Rp
          Pendapatan
            Hotel                                                             276.410.309               652.783.991
            Sewa                                                               77.735.758                15.754.208
            Perkantoran                                                               -              16.470.400.000
          Jumlah                                                              354.146.067            17.138.938.199
          Dikurangi penyisihan penurunan piutang usaha                                -                 (12.578.651)

          Jumlah                                                              354.146.067            17.126.359.548


      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, semua piutang usaha Grup dari pihak ketiga dan dalam
      mata uang Rupiah.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 piutang usaha tidak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas
      pinjaman bank dan tidak dikenakan bunga.

      Rincian saldo piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:

                                                                     30 September 2025           31 Desember 2024
                                                                       (Tidak Diaudit)               (Diaudit)
                                                                             Rp                         Rp

          Belum Jatuh Tempo                                                   137.088.167               31.824.088
          Jatuh Tempo
            1 - 30 hari                                                        98.018.806           16.726.192.411
            31 - 60 hari                                                       33.841.206               42.031.205
            61 - 90 hari                                                          523.608              285.960.569
            Lebih dari 90 hari                                                 84.674.280               52.929.926
          Jumlah                                                              354.146.067           17.138.938.199
          Dikurangi penyisihan penurunan piutang usaha                                -                 (12.578.651)

          Jumlah                                                              354.146.067           17.126.359.548


      Mutasi cadangan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                          30 September 2025        31 Desember 2024
                                                                            (Tidak Diaudit)            (Diaudit)
                                                                                  Rp                      Rp

        Saldo awal                                                                 12.578.651             101.603.797
        Cadangan atas perubahan nilai
          tahun berjalan                                                          (12.578.651)            (89.025.146)

        Saldo akhir                                                                         -              12.578.651

      Grup membentuk cadangan kerugian penurunan nilai berdasarkan estimasi nilai tidak terpulihkan secara individual
      berdasarkan pengalaman Grup atas tertagihnya piutang di masa lalu. Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
      penurunan nilai atas piutang usaha tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari piutang tidak tertagih.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, piutang usaha tidak dijadikan sebagai jaminan atas
      fasilitas pinjaman bank.




                                                        - 30 -
Page 32
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

 7.   PERSEDIAAN

      Akun ini terdiri dari:

                                                                     30 September 2025         31 Desember 2024
                                                                       (Tidak Diaudit)             (Diaudit)
                                                                             Rp                       Rp

      Aset lancar
        Bangunan siap dijual - Apartemen The Peak                         59.141.154.287            59.141.154.287
        Aset Pengembangan real estat -
          Proyek Magna One (d.h Capital Square)                        1.390.534.625.424         1.363.438.400.049
        Hotel                                                              4.735.841.855             4.757.211.919
         Jumlah                                                        1.454.411.621.566         1.427.336.766.255

      Aset tidak lancar
        Tanah belum dikembangkan                                         293.997.687.811          293.845.309.018

      Bangunan siap dijual

      Apartemen The Peak merupakan sisa unit apartemen siap jual milik PNC, entitas anak.

      Aset pengembangan real estat

      Aset pengembangan real estat adalah Proyek Capital Square yang merupakan proyek superblok milik TMP yang
      terdiri dari apartemen, perkantoran dan retail yang sedang dalam tahap pembangunan bersama dengan properti
      investasi dan aset tetap (Catatan 9 dan 10), terletak di Jl. HR Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya.

      Persentase penyelesaian per 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 adalah 56,05% dan 56,03%.

      Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke aset real estat pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
      masing sebesar Rp 7.577.320.920 dan Rp 18.239.931.946. Tingkat kapitalisasi biaya pinjaman pada 30 September
      2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar 43,94% dan 43,83%.

      Persediaan aset real estat diasuransikan bersama dengan aset tetap (Catatan 10). Manajemen berpendapat bahwa
      nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

      Berdasarkan penelaahan terhadap aset real estat pada akhir periode, manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu
      dilakukan penurunan nilai aset real estat.

      Persediaan hotel

      Persediaan hotel merupakan persediaan milik SGK, entitas anak.

      Tidak terdapat cadangan kerugian penurunan nilai untuk barang dan perlengkapan hotel, karena manajemen
      berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan.

      Tanah yang Belum Dikembangkan

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tanah belum dikembangkan merupakan tanah milik
      Perusahaan seluas 6.028 m2 di Jl. Lingkar Luar, Duri Kosambi dan tanah seluas 3.578 m2 di Jl. Abdul Wahid Siamin,
      Surabaya. Pembayaran kepada kontraktor yang nilainya melebihi 10% dari jumlah pembayaran konstruksi dan
      pengembangan lahan aset real estat, aset tetap dan properti investasi berasal dari:
                                                                     30 September 2025       31 Desember 2024
                                                                       (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                             Rp                     Rp
        PT Total Bangun Persada                                            8.217.770.928        14.168.657.026
        PT Sinar Arta Mulia                                                2.227.657.090         5.397.081.525
        PT Perintis Dinamika Sekatama                                                  -        12.039.599.098

        Jumlah                                                            10.445.428.018        31.605.337.649




                                                        - 31 -
Page 33
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      Hak legal atas tanah aset real estat sedang dalam pengembangan berupa Hak Guna Bangunan atas nama Grup
      yang akan jatuh tempo pada tahun 2026 - 2044. Pada tahun 2022, seluruh bidang tanah telah disertifikasi atas nama
      TMP, entitas anak.

      Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam perpanjangan dan proses sertifikasi hak atas tanah karena
      seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.

      Pada tanggal 31 Desember 2024, tanah TMP seluas 12.969 m2 digunakan sebagai jaminan utang bank jangka
      panjang (Catatan 18).



 8.   INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, rincian investasi saham pada entitas asosiasi yang dicatat
      dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut:

                                                                                             Presentase kepemilikan                                               Jumlah Aset
                                                                            Tempat             dan hak suara yang                                 30 September 2025       31 Desember 2024
           Nama entitas asosiasi                Aktivitas utama                                                             Nama Proyek
                                                                           kedudukan              dimiliki Grup                                     (Tidak Diaudit)           (Diaudit)
                                                                                           30 Sep 2025 31 Des 2024                                        Rp                     Rp

      PT Arah Sejahtera Abadi          Pusat Perbelanjaan, Apartemen         Jakarta         40,00%        40,00%           Kuningan City            723.695.172.965        770.210.479.842
       (ASA)                           dan Perkantoran

      PT Pluit Propertindo             Pusat Perbelanjaan                    Jakarta         47,17%        47,17%        Emporium Pluit Mall         683.761.750.425        722.432.230.625
       (PP)
      PT Brilliant Sakti Persada       Pusat Perbelanjaan dan Hotel         Bandung          30,00%        30,00%         Festival CityLink,         617.640.879.052        434.089.161.998
       (BSP)                                                                                                          Hotel Haris dan Hotel PoP

      PT Citra Gemilang Nusantara      Pusat Perbelanjaan                    Jakarta         23,00%        23,00%      Lindeteves Trade Center       139.771.640.573        132.838.819.293
       (CGN)
      PT Manggala Gelora Perkasa       Pusat Perbelanjaan                    Jakarta         27,40%        27,40%           Senayan City            4.596.128.175.900      4.674.704.831.655
       (MGP)

      Jumlah                                                                                                                                        6.760.997.618.915      6.734.275.523.413




      Investasi entitas asosiasi pada CGN bernilai nol dikarenakan nilai investasi pada CGN sudah melebihi kepentingan
      pada entitas asosiasi sehingga Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut.

      Akumulasi rugi CGN pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp 8.487.623.143
      dan Rp 10.456.009.555.

      Mutasi investasi pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut :
                                                                                       30 September 2025 (Tidak Diaudit)
                                                                                               Bagian laba rugi
                                                                  Bagian Laba                 komprehensif lain             Dividen yang
                                     Saldo awal               dari Entitas Asosiasi          dari entitas asosiasi            Diterima                     Saldo akhir
                                         Rp                             Rp                             Rp                        Rp                            Rp

      ASA                           1.067.689.600.596                 21.243.560.254                     5.664.337               (800.000.000)            1.088.138.825.187
      PP                            1.006.160.942.004                 25.790.373.360                     1.853.995                          -             1.031.953.169.359
      BSP                             335.888.621.520                  8.197.595.909                             -             (3.000.000.000)              341.086.217.429
      CGN                                           -                              -                             -                          -                             -
      MGP                             795.883.494.874                 91.918.164.822                             -            (89.050.000.000)              798.751.659.696

      Jumlah                        3.205.622.658.994             147.149.694.345                        7.518.332            (92.850.000.000)            3.259.929.871.671




                                                                                          31 Desember 2024 (Diaudit)
                                                                                               Bagian laba rugi
                                                                  Bagian Laba                 komprehensif lain             Dividen yang
                                     Saldo awal               dari Entitas Asosiasi          dari entitas asosiasi            Diterima                     Saldo akhir
                                         Rp                             Rp                             Rp                        Rp                            Rp

      ASA                           1.189.286.606.836                 21.997.828.735                  (474.834.975)         (143.120.000.000)             1.067.689.600.596
      PP                            1.079.118.209.417                 55.347.209.964                   233.772.623          (128.538.250.000)             1.006.160.942.004
      BSP                             316.594.501.180                 20.344.120.340                             -            (1.050.000.000)               335.888.621.520
      CGN                                           -                              -                             -                         -                              -
      MGP                             783.210.613.740                 81.006.439.012                   166.442.122           (68.500.000.000)               795.883.494.874

      Jumlah                        3.368.209.931.173             178.695.598.051                      (74.620.230)         (341.208.250.000)             3.205.622.658.994




                                                                                             - 32 -
Page 34
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      Ringkasan informasi keuangan dari entitas asosiasi diatas adalah sebagai berikut:

                                                                     30 September 2025          31 Desember 2024
                                                                       (Tidak Diaudit)              (Diaudit)
                                                                             Rp                        Rp

      Jumlah aset                                                       6.760.997.618.915            6.734.275.523.413
      Jumlah liabilitas                                                 2.683.918.631.829            2.714.928.788.790
      Aset bersih                                                       4.077.078.987.086            4.019.346.734.623

      Laba periode/tahun berjalan                                        433.721.465.963              430.963.234.271

      Laba komprehensif periode/
        tahun berjalan                                                   433.739.557.538              431.708.236.881

      Investasi pada perusahaan asosiasi diperoleh terutama untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka panjang, karena
      seluruh entitas tersebut bergerak dalam industri properti yang sama dengan industri Grup.

      Entitas asosiasi mengukur properti investasi menggunakan model biaya. Penyesuaian terhadap saldo laba dan
      kenaikan nilai wajar properti investasi dilakukan pada pengakuan bagian laba bersih entitas asosiasi dalam laporan
      laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk memberikan efek pengukuran properti investasi
      menggunakan model nilai wajar yang diadopsi oleh Grup. Kenaikan nilai wajar properti investasi entitas asosiasi
      adalah sebagai berikut:
                                                  31 Desember 2024
                                                      (Diaudit)
                                                         Rp
      ASA                                            (26.231.516.169)
      BSP                                             26.657.595.066
      PP                                              32.479.546.449

      Investasi pada perusahaan asosiasi diperoleh terutama untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka panjang,
      karena seluruh entitas tersebut bergerak dalam industri properti yang sama dengan industri Grup.


 9.   PROPERTI INVESTASI

      Rincian dan mutasi properti investasi Grup adalah sebagai berikut:

                                    1 Januari 2025           Penambahan           Pengurangan            30 September 2025
                                         Rp                      Rp                   Rp                         Rp

      Tanah                          273.298.480.529                      -                     -            273.298.480.529
      Bangunan dan prasarana         188.354.761.299                      -        (4.143.660.322)           184.211.100.977
      Aset dalam penyelesaian        184.787.923.845          4.758.115.551                     -            189.546.039.396
      Jumlah                         646.441.165.673          4.758.115.551        (4.143.660.322)           647.055.620.902

      Akumulasi kenaikan
        nilai wajar                 1.575.599.622.859                       -     (14.815.657.380)          1.560.783.965.479

      Jumlah Tercatat               2.222.040.788.532                                                       2.207.839.586.382



                                    1 Januari 2024           Penambahan           Pengurangan            31 Desember 2024
                                         Rp                      Rp                   Rp                        Rp

      Tanah                          273.298.480.529                      -                     -            273.298.480.529
      Bangunan dan prasarana         188.354.761.299                      -                     -            188.354.761.299
      Aset dalam penyelesaian        171.937.975.141         12.849.948.704                     -            184.787.923.845
      Jumlah                         633.591.216.969         12.849.948.704                     -            646.441.165.673

      Akumulasi kenaikan
        nilai wajar                 1.600.810.239.807                       -     (25.210.616.948)          1.575.599.622.859

      Jumlah Tercatat               2.234.401.456.776                                                       2.222.040.788.532




                                                            - 33 -
Page 35
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      a. Pada 30 September 2025, perubahan properti investasi terdiri dari penambahan biaya perolehan dan
           pengurangan masing-masing sebesar Rp 4.758.115.551 dan Rp 4.143.660.322. Pada 31 Desember 2024
           penambahan sebesar Rp 12.849.948.704. Perubahan nilai wajar pada 31 Desember 2024 sebesar
           Rp 25.210.616.948.
      b.   Dalam pengurangan properti investasi pada 30 September 2025, terdapat penjualan properti investasi
           Perusahaan yang dijual terdiri dari biaya perolehan sebesar Rp 4.143.660.322 dan akumulasi kenaikan nilai
           wajar sebesar Rp 20.639.000.000. Penerimaan dari penjualan properti investasi tersebut sebesar
           Rp 18.547.747.748.
      c.   Properti investasi merupakan bagian dari unit perkantoran TCC Batavia - Tower 1 yang ditujukan untuk
           disewakan dan area perkantoran yang disewakan di Pluit.
      d.   Sampai dengan 30 September 2025, aset dalam penyelesaian untuk pembangunan gedung perkantoran TCC
           Batavia – Tower 2 masih belum dapat dilanjutkan oleh manajemen.
      e.   Aset dalam penyelesaian untuk pembangunan area pusat perbelanjaan Capital Square, Surabaya,
           diperkirakan akan selesai pada tahun 2026.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, nilai tercatat aset dalam penyelesaian masing-masing
      meliputi 8,71% dan 8,38% dari nilai kontrak.

      Hak legal atas tanah properti investasi berupa HGB atas nama Grup berjangka waktu 20 sampai 30 tahun yang
      akan jatuh tempo antara tahun 2032 - 2042. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan
      hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.

      Pendapatan sewa dari properti investasi pada periode 30 September 2025 dan 2024, masing-masing sebesar
      Rp 7.278.990.379 dan Rp 7.077.133.619 (Catatan 23).

      Properti investasi diasuransikan bersama dengan aset tetap (Catatan 10). Manajemen berpendapat bahwa nilai
      pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

      Rincian nilai wajar atas properti investasi Grup pada tanggal 31 Desember 2024:

            Nama proyek               Nilai wajar       Nama Penilai     Rincian Nama Penilai Tanggal laporan   Tanggal penilaian
                                         Rp
                                                                          Adhitya Anindito,
                                                      KJPP Iskandar &    S.I.Kom., S.H.,MM,    24 Maret 2025 31 Desember 2024
      TCC Batavia Tower           2.067.754.000.000
                                                          Rekan             MAPPI (Cert.)

                                                                          Adhitya Anindito,
                                                      KJPP Iskandar &    S.I.Kom., S.H.,MM,    27 Maret 2025    31 Desember 2024
      Capital Square               110.203.788.532
                                                          Rekan             MAPPI (Cert.)

                                                                         Drs. Bagus Wiyono,
                                                        KJPP Jimmy                             26 Maret 2025    31 Desember 2024
      Area perkantoran di Pluit     44.083.000.000                          MAPPI (Cert.)
                                                      Prasetyo & Rekan


      Jumlah                      2.222.040.788.532


      Tanggal penilaian atas nilai wajar properti investasi adalah tanggal 31 Desember 2024. Metode penilaian yang
      digunakan adalah pendekatan pasar dan pendekatan pendapatan dengan arus kas terdiskonto.

      Berikut ini adalah asumsi-asumsi signifikan yang dipakai penilai dalam menghitung nilai wajar atas properti
      investasi:

                                                            31 Desember 2024

      Tingkat bunga diskonto per tahun                       10,05% - 10,57%
      Tingkat kenaikan harga                                  7,02% - 7,11%




                                                             - 34 -
Page 36
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      Rincian Properti Investasi Grup dan informasi nilai wajar pada 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                        Tingkat 1                 Tingkat 2                  Tingkat 3                       Jumlah
                                           Rp                        Rp                         Rp                             Rp

      TCC Batavia Tower                              -          990.495.000.000        1.077.259.000.000                 2.067.754.000.000
      Capital Square                                 -                          -           110.203.788.532               110.203.788.532
      Area perkantoran di Pluit                      -           44.083.000.000                              -             44.083.000.000

      Tidak terdapat perpindahan antara tingkat 1 dan tingkat 2 selama tahun berjalan.

      Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke properti investasi pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-
      masing sebesar Rp 680.439.319 dan Rp 2.111.486.447. Tingkat kapitalisasi biaya pinjaman pada 30 September
      2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar 3,95% dan 5,07%.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, terdapat properti investasi yang dijadikan jaminan atas
      fasilitas pinjaman PT Bank Ina Perdana Tbk (Catatan 18).


 10. ASET TETAP

      Rincian dan mutasi aset tetap Grup adalah sebagai berikut:


                                  1 Januari 2025     Penambahan           Pengurangan              Reklasifikasi          30 September 2025
                                       Rp                Rp                   Rp                       Rp
      Biaya perolehan:
      Pemilikan langsung
        Tanah                      15.732.219.443                    -                  -                            -      15.732.219.443
        Bangunan                  258.942.212.665        1.669.464.950                  -                            -     260.611.677.615
        Peralatan kantor           15.619.307.278           15.936.937                  -                            -      15.635.244.215
        Perlengkapan kantor         3.866.820.989            6.768.448                  -                            -       3.873.589.437
        Kendaraan                     417.382.727                    -                  -                            -         417.382.727
      Jumlah                      294.577.943.102        1.692.170.335                  -                            -     296.270.113.437

      Akumulasi penyusutan:
        Bangunan                  117.300.478.843    10.515.778.126                     -                            -     127.816.256.969
        Peralatan kantor           13.583.521.008       520.973.047                     -                            -      14.104.494.055
        Perlengkapan kantor         3.239.781.900       152.868.021                     -                            -       3.392.649.921
        Kendaraan                     417.382.727                 -                     -                            -         417.382.727
      Jumlah                      134.541.164.478    11.189.619.194                     -                            -     145.730.783.672
      Jumlah Tercatat             160.036.778.624                                                                          150.539.329.765



                                  1 Januari 2024         Penambahan           Pengurangan         Reklasifikasi           31 Desember 2024
                                       Rp                    Rp                   Rp                  Rp                         Rp
      Biaya perolehan:
      Pemilikan langsung
        Tanah                       15.732.219.443                  -                  -                        -            15.732.219.443
        Bangunan                   254.106.037.510        4.844.553.534                -                 (8.378.379)        258.942.212.665
        Peralatan kantor            14.553.320.026        1.057.608.873                -                  8.378.379          15.619.307.278
        Perlengkapan kantor          3.866.820.989                  -                  -                        -             3.866.820.989
        Kendaraan                      417.382.727                  -                  -                        -               417.382.727
      Jumlah                      288.675.780.695         5.902.162.407                -                         -          294.577.943.102

      Akumulasi penyusutan:
        Bangunan                  103.775.049.148        13.525.429.695                -                         -          117.300.478.843
        Peralatan kantor           13.099.250.952           484.270.056                -                         -           13.583.521.008
        Perlengkapan kantor         3.033.393.990           206.387.910                -                         -            3.239.781.900
        Kendaraan                     417.382.727                   -                  -                         -              417.382.727
      Jumlah                      120.325.076.817        14.216.087.661                -                         -          134.541.164.478
      Jumlah Tercatat             168.350.703.878                                                                           160.036.778.624




                                                              - 35 -
Page 37
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      Jumlah beban penyusutan aset tetap pada 30 September 2025 dan 2024 masing-masing sebesar
      Rp 11.189.619.194 dan Rp 10.586.762.908, yang dibebankan sebagai berikut:

                                                                      30 September 2025         30 September 2024
                                                                        (Tidak Diaudit)           (Tidak Diaudit)
                                                                              Rp                        Rp

      Beban pokok penjualan dan
        beban langsung (Catatan 24)                                         9.341.503.029              8.752.588.320
      Beban penjualan (Catatan 25)                                             74.238.028                 74.685.720
      Beban umum dan administrasi (Catatan 26)                              1.773.878.137              1.759.488.868

      Jumlah                                                               11.189.619.194             10.586.762.908



      Properti investasi, aset real estat dan aset tetap berupa bangunan hotel dan sebagian kendaraan milik Grup
      diasuransikan terhadap risiko-risiko antara lain asuransi property all risk, asuransi terhadap kerusakan mesin, serta
      asuransi terhadap terorisme dan sabotase kepada beberapa perusahaan asuransi pihak ketiga dengan rincian
      sebagai berikut:

                                                                     30 September 2025              31 Desember 2024
                                                                       (Tidak Diaudit)                  (Diaudit)
                                                                             Rp                            Rp

      Nilai pertanggungan aset                                           4.107.416.620.000             4.107.712.330.000
        (Catatan 7, Catatan 9 dan Catatan 10)

      Jumlah tercatat aset
        Aset tetap                                                         134.257.315.903               141.548.267.310
        Properti investasi                                               2.207.839.586.382             2.222.040.788.534
        Aset real estat                                                  1.449.675.779.711             1.285.836.173.745


      Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas
      aset yang dipertanggungkan.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, tidak terdapat aset tetap yang tidak digunakan
      sementara dan dihentikan dari penggunaan aktif namun tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, aset tetap berupa bangunan digunakan sebagai jaminan
      atas utang bank yang diperoleh dari PT Bank Pan Indonesia (Catatan 18).

      Pada tanggal 31 Desember 2024, aset tetap berupa tanah digunakan sebagai jaminan atas utang bank yang
      diperoleh dari PT Bank ICBC Indonesia (Catatan 18).

      Hak legal atas tanah milik PNC, entitas anak, berupa HGB atas nama PT Pluit Propertindo, pihak berelasi, yang
      akan jatuh tempo pada tahun 2036.

      Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam pemecahan dan perpanjangan sertifikasi hak atas tanah
      karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.

      Nilai tercatat bangunan hotel Group pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing
      sebesar Rp 105.547.629.029 dan Rp 112.748.825.540,94. Nilai wajar dengan pendekatan pendapatan
      dikategorikan sebagai level 3 berdasarkan tingkat input pengukuran nilai wajar.

      Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah tercatat dari seluruh aset tetap tersebut dapat dipulihkan dan tidak terdapat
      adanya peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai, sehingga tidak
      diperlukan adanya penyisihan penurunan nilai atas aset tetap.




                                                          - 36 -
Page 38
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

 11. ASET LAINNYA

      Aset lainnya terdiri dari:

                                                                     30 September 2025         31 Desember 2024
                                                                       (Tidak Diaudit)             (Diaudit)
                                                                             Rp                       Rp

      Goodwill                                                            39.854.275.909            39.854.275.909
      Deposito berjangka yang dijaminkan                                   1.238.710.268             1.212.530.968
      Dana/cadangan untuk penggantian
        perabotan dan perlengkapan hotel (Catatan 5)                       1.667.349.959             2.856.814.087
      Lain-lain                                                              185.039.124               191.040.000
      Jumlah                                                              42.945.375.260            44.114.660.964


      Goodwill

      Merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset bersih entitas anak
      pada saat akuisisi.

                                                                     30 September 2025         31 Desember 2024
                                                                       (Tidak Diaudit)             (Diaudit)
                                                                             Rp                       Rp
      TMP                                                                 39.851.112.779           39.851.112.779
      PNC                                                                      2.849.000                2.849.000
      SGK                                                                        314.130                  314.130

      Jumlah                                                              39.854.275.909            39.854.275.909


      Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, saldo goodwill TMP diuji penurunan nilainya melalui
      penilaian aset bersih TMP yang dihitung oleh KJPP Iskandar dan Rekan sesuai dengan laporannya tertanggal
      27 Maret 2025.

      Metode penilaian yang digunakan adalah pendekatan pendapatan dengan metode diskonto untuk pendapatan
      mendatang (Multi Period of Income Discounting), adalah metode penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai
      sekarang suatu pendapatan yang akan diterima di masa yang akan datang atas objek penilaian, dengan suatu
      tingkat diskonto atau metode Discounted Cash Flow (DCF).

      Nilai wajar aset bersih TMP adalah sebesar Rp 1.536.000.000.000, dimana metode penilaian yang digunakan
      adalah pendekatan pendapatan. Nilai wajar dengan pendekatan pendapatan dikategorikan sebagai level 3
      berdasarkan tingkat input pengukuran nilai wajar.

      Penurunan nilai diakui jika nilai tercatat goodwill melebihi nilai terpulihkannya. Berdasarkan pengujian penurunan
      nilai atas goodwill pada 31 Desember 2024, manajemen berkeyakinan bahwa tidak diperlukan penyisihan
      penurunan nilai goodwill tersebut.

      Deposito berjangka yang dijaminkan

      TMP, entitas anak, memiliki deposito berjangka yang dijaminkan pada PT Bank ICBC Indonesia, pihak ketiga yang
      dijaminkan dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli unit apartemen oleh Bank yang bersangkutan.

      Dana/cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel

      SGK, entitas anak, diwajibkan untuk membentuk cadangan rekening untuk penggantian perabot dan perlengkapan
      hotel dengan persentase sebesar 4% dari pendapatan hotel setiap bulan.




                                                        - 37 -
Page 39
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

 12. UTANG USAHA – PIHAK KETIGA

      Rincian dari utang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:

                                                                 30 September 2025         31 Desember 2024
                                                                   (Tidak Diaudit)             (Diaudit)
                                                                         Rp                       Rp
           Pihak ketiga
             PT Nusa Raya Cipta Tbk                                       8.063.848.010        12.671.761.162
             PT Graha Tunasmekar                                          5.871.715.123         5.871.715.123
             PT Citatah Tbk                                                 255.834.825                   -
             PT Cendrawasih Farin                                           233.756.008         1.093.756.008
             PT Sinar Arta Mulia                                                      -         1.604.886.128
             PT Trimatra Tatagraha                                                    -         1.202.503.858
             Lain-lain (masing-masing
               di bawah 5% dari utang usaha)                              2.072.754.867         2.591.078.094
             Subjumlah                                                16.497.908.833           25.035.700.373
           Jumlah                                                     16.497.908.833           25.035.700.373



      Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:

                                                                   30 September 2025        31 Desember 2024
                                                                     (Tidak Diaudit)            (Diaudit)
                                                                           Rp                      Rp
           Rupiah                                                         16.359.664.675        24.914.991.288
           Euro                                                              123.232.158           106.163.285
           Dolar Amerika Serikat                                              15.012.000            14.545.800
           Jumlah                                                         16.497.908.833        25.035.700.373



      Tidak ada bunga ataupun jaminan yang secara khusus diberikan oleh Grup sehubungan dengan utang usaha di
      atas.



 13. UTANG LAIN-LAIN – PIHAK KETIGA

      Akun ini terdiri dari:

                                                                 30 September 2025         31 Desember 2024
                                                                   (Tidak Diaudit)             (Diaudit)
                                                                         Rp                       Rp
      Pihak ketiga
        PT SC Hotels & Resorts Indonesia                                  1.069.320.142         1.141.292.302
        PT Kawasan Industri Jababeka Tbk                                  1.045.447.474         1.045.447.474
        Lain-lain (masing-masing
          di bawah 5% dari utang lain-lain)                                  72.254.973         1.612.035.176
         Jumlah                                                           2.187.022.589         3.798.774.952




                                                      - 38 -
Page 40
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

 14. PERPAJAKAN

      A. Pajak Dibayar di Muka

         Akun ini terdiri dari:
                                                                               30 September 2025              31 Desember 2024
                                                                                 (Tidak Diaudit)                  (Diaudit)
                                                                                       Rp                            Rp

        Pajak pertambahan nilai
          Entitas Induk                                                                 3.984.142.293               3.259.039.585
          Perusahaan Anak                                                              72.238.586.983              68.616.765.047
        Pajak Final
          Perusahaan                                                                      824.275.992               1.218.597.194
          Entitas Anak                                                                  6.914.249.659               6.932.530.440

        Jumlah                                                                         83.961.254.927              80.026.932.266


      B. Utang Pajak

         Akun ini terdiri dari:
                                                                               30 September 2025              31 Desember 2024
                                                                                 (Tidak Diaudit)                  (Diaudit)
                                                                                       Rp                            Rp

           Pajak penghasilan
             Pasal 21                                                                    921.144.708                  551.687.157
             Pasal 23                                                                     16.917.679                   25.738.665
             Pasal 4 (2)                                                                           -                  117.500.000
           Persewaan dan pengalihan
             Hak atas tanah dan/atau bangunan                                              2.153.250                    5.234.467
             Jasa konstruksi                                                              52.732.595                  401.022.466
           Pajak hotel dan restoran                                                      795.293.205                  576.808.077
           Jumlah                                                                       1.788.241.437               1.677.990.832


      C. Aset Pajak Tangguhan

         Rincian aset pajak tangguhan Grup terdiri dari:

                                                                    30 September 2025 (Tidak Diaudit)
                                                                                    Dibebankan ke
                                                                  Dikreditkan ke     Penghasilan
                                              1 Januari 2025         laba rugi     komprehensif lain        30 September 2025
                                                   Rp                   Rp                Rp                        Rp


              Liabilitas imbalan pascakerja       19.722.135                     -                  -              19.722.135
              Penyisihan penurunan
                 piutang usaha                     2.767.304                     -                  -               2.767.304

              Jumlah                              22.489.439                     -                  -              22.489.439


                                                                     31 Desember 2024 (Tidak Diaudit)
                                                                                    Dibebankan ke
                                                                   Dikreditkan ke    Penghasilan
                                              1 Januari 2024          laba rugi    komprehensif lain         31 Desember 2024
                                                   Rp                    Rp               Rp                        Rp


              Liabilitas imbalan pascakerja       30.775.227             4.770.071         (15.823.163)             19.722.135
              Penyisihan penurunan
                 piutang usaha                    15.266.930            (12.499.626)                    -            2.767.304

              Jumlah                              46.042.157             (7.729.555)       (15.823.163)             22.489.439




                                                               - 39 -
Page 41
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

          Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Grup menghitung, menetapkan dan membayar secara sendiri
          pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah
          liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya pajak.

      D. Beban Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan

          Beban pajak final sehubungan dengan penyewaan pada tanggal 30 September 2025 dan 2024 masing-masing
          sebesar Rp 1.179.642.507 dan Rp 670.879.306.

          Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
          konsolidasian dengan laba fiskal adalah sebagai berikut:

                                                                  30 September 2025       30 September 2024
                                                                    (Tidak Diaudit)         (Tidak Diaudit)
                                                                          Rp                      Rp

          Laba sebelum pajak menurut
            laporan laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain konsolidasian                           98.157.701.558            98.130.285.643
          Pendapatan dividen dari entitas
            asosiasi (Catatan 8)                                       92.850.000.000          258.622.950.000
          Rugi sebelum pajak entitas anak                               6.324.395.480            4.825.205.784
          Laba entitas asosiasi (Catatan 8)                          (147.149.694.345)        (144.958.780.431)
          Laba sebelum pajak - Perusahaan                             50.182.402.693           216.619.660.996
          Pendapatan yang sudah diperhitungkan
            atau dibayar pajak final                                  (50.182.402.693)        (216.619.660.996)
          Laba sebelum pajak dari pendapatan
            yang tidak terutang pajak
            penghasilan final                                                         -                       -

          Beban pajak kini                                                            -                       -
          Dikurangi pajak penghasilan dibayar
            Pasal 23                                                                  -                       -
            Pasal 25                                                                  -                       -
          Utang pajak kini                                                            -                       -


          Laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar pengisian SPT Tahunan PPh Badan.


 15. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR

      Akun ini terdiri dari:

                                                                  30 September 2025           31 Desember 2024
                                                                    (Tidak Diaudit)               (Diaudit)
                                                                          Rp                         Rp

      Service charge                                                    9.255.279.575             12.796.354.818
      Utilitas                                                            897.553.641                707.204.512
      Bonus                                                               313.131.087                862.274.769
      Jasa profesional                                                    185.883.888                365.270.271
      Bunga atas utang bank (Catatan 18)                                  184.248.888                872.830.892
      Asuransi                                                            117.712.264                          -
      Jasa manajemen                                                                -              1.537.956.686
      Lain-lain                                                         2.052.592.716              1.063.272.407
      Jumlah                                                           13.006.402.059             18.205.164.355




                                                      - 40 -
Page 42
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

 16. UANG JAMINAN PENYEWA

      Uang jaminan penyewa merupakan uang yang diterima Perusahaan dan PNC, entitas anak, sehubungan dengan
      penyewaan unit apartemen dan perkantoran.


 17. UANG MUKA PENJUALAN DAN PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA

      Uang muka penjualan

                                                                 30 September 2025         31 Desember 2024
                                                                   (Tidak Diaudit)             (Diaudit)
                                                                         Rp                       Rp

      Penjualan apartemen                                             85.084.890.535            81.456.934.933
      Penjualan kantor (Catatan 31e)                                  70.000.000.000            88.547.747.748
      Jumlah                                                        155.084.890.535           170.004.682.681
      Dikurang bagian jangka pendek                                  (1.695.787.912)          (20.128.787.608)
      Bagian jangka panjang                                         153.389.102.623           149.875.895.074

      Uang muka penjualan merupakan uang muka atas penjualan apartemen dan unit perkantoran yang belum
      memenuhi kriteria untuk pengakuan pendapatan.

      Uang muka titipan pelanggan merupakan penerimaan dari calon pembeli yang masih dapat dibatalkan sewaktu-
      waktu.

      Uang muka penjualan merupakan uang muka atas penjualan apartemen dan unit perkantoran yang belum
      memenuhi kriteria untuk pengakuan pendapatan.

      Pendapatan diterima dimuka

                                                                 30 September 2025         31 Desember 2024
                                                                   (Tidak Diaudit)             (Diaudit)
                                                                         Rp                       Rp

      Pendapatan sewa diterima dimuka                                  9.060.112.309            12.073.939.040
      Bagian yang direalisasi dalam satu tahun                        (6.225.595.520)           (7.869.337.460)
      Bagian yang direalisasi lebih dari satu tahun                    2.834.516.789             4.204.601.580

      Pendapatan sewa diterima dimuka merupakan uang muka sewa yang diterima dari penyewa.


 18. UTANG BANK JANGKA PANJANG

                                                               30 September 2025        31 Desember 2024
                                                                 (Tidak Diaudit)            (Diaudit)
                                                                       Rp                      Rp

      PT Bank Ina Perdana Tbk                                      66.312.000.000         141.480.000.000
      PT Bank Pan Indonesia Tbk                                    23.699.851.731          31.199.851.731
      PT Bank ICBC Indonesia                                                    -         176.008.333.231
      Jumlah                                                       90.011.851.731         348.688.184.962
      Biaya transaksi yang belum diamortisasi                        (259.751.587)         (1.225.476.992)
      Bersih                                                       89.752.100.144         347.462.707.970
      Dikurangi:
      Jatuh tempo dalam satu tahun                                (78.162.125.911)        (141.974.368.890)
      Bagian jangka panjang - bersih                               11.589.974.233         205.488.339.080




                                                      - 41 -
Page 43
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      PT Bank ICBC Indonesia

      Pada tanggal 8 Oktober 2015 berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 7, dari Notaris Deni Thanur, S.E., S.H., M.Kn.,
      TMP, entitas anak memperoleh fasilitas kredit Fasilitas Pinjaman Tetap on Installment (PTI) dengan plafon
      maksimal sebesar Rp 400.000.000.000 dan sub limit fasilitas Letter of Credit (L/C) serta fasilitas Trust Receipt (TR)
      dengan plafon maksimal US$ 6.000.000 dari PT Bank ICBC Indonesia, pihak ketiga, untuk pembangunan konstruksi
      proyek “Capital Square”. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat suku bunga sebesar 12,5% per tahun.

      Perjanjian kredit tersebut telah beberapa kali diubah, terakhir pada tanggal 22 April 2024, berdasarkan Perubahan
      Perjanjian Kredit No. 018/ICBC-TCT/PTI/IV/2018/PR5, PT Bank ICBC Indonesia dan Entitas Anak, TMP,
      melakukan perubahan Perjanjian Kredit Restrukturisasi dimana atas Fasilitas tersebut dikenakan Tingkat suku
      bunga sebesar 9,00% per tahun dan jangka waktu fasilitas PTI sampai dengan 20 Desember 2028.

      Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
      − HGB tanah atas nama TMP, entitas anak, seluas 12.969 m2 terletak di Jalan HR. Muhammad, Surabaya. Dari
         HGB yang dijaminkan tersebut telah diroya seluas 276 m2 yang diperuntukkan untuk pelebaran jalan.
      − Pembangunan yang akan datang dari Proyek Capital Square.
      − Fidusia atas tagihan yang sudah ada maupun yang akan ada di kemudian hari yang berasal dari proyek Capital
         Square.
      − Surat Pernyataan, Janji dan Kesanggupan dari GWS untuk melunasi kewajiban TMP.
      Perjanjian pinjaman mencakup beberapa persyaratan yang mengharuskan TMP, entitas anak, untuk:
      − Mempertahankan collateral leverage sebesar 250%;
      − Rasio utang terhadap ekuitas Maksimal 1,50x;
      − Mempertahankan ekuitas positif minimal Rp 500.600.000.000; dan
      − Financial covenant akan direview setiap 3 bulan sekali.
      Berdasarkan Surat Keterangan Lunas No. 053/ICBC-CMD/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025 yang dikeluarkan oleh
      PT Bank ICBC Indonesia, TMP telah melunasi fasilitas kredit PT Bank ICBC Indonesia pada tanggal 20 Juni 2025.

      PT Bank Pan Indonesia Tbk

      Pada bulan September 2012, SGK, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Pan Indonesia Tbk
      dengan jumlah pokok seluruhnya tidak melebihi Rp 120.000.000.000 yang terbagi atas pinjaman jangka panjang
      yang outstanding per tanggal 22 Februari 2024 sebesar Rp 33.699.851.731. Jangka waktu pinjaman sampai
      dengan 27 September 2027 dan harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dengan tingkat bunga 9% per tahun
      (floating).
      Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan :
      − Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas tanah dan bangunan (Hotel Holiday Inn), hasil pecahan SHGB
          No. 6127, Proyek Emporium Pluit di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta Utara, dengan nilai hak tanggungan sebesar
          Rp 144.000.000.000 (Catatan 10).
      − Fiduciaire Eigendomsoverdracht (FEO) mesin dan peralatan Hotel Holiday Inn di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta
          Utara dengan nilai Rp 50.000.000.000 (Catatan 10).
      Perjanjian pinjaman mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis
      terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak SGK untuk mengadakan merger, akuisisi, konsolidasi,
      menjual, mengalihkan, menyewakan atau melepaskan harta kekayaan SGK kecuali untuk transaksi-transaksi yang
      umum, mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; menjaminkan harta
      kekayaan; mengajukan permohonan kepailitan; mendapat pinjaman uang atau kredit dari pihak lain; memberikan
      pinjaman kepada pihak lain, termasuk tetapi tidak terbatas pada direksi, komisaris, pemegang saham, entitas anak
      dan/atau perusahaan afiliasinya; melakukan pembagian dividen; serta mengadakan penyertaan investasi pada
      perusahaan lain.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, SGK, entitas anak, telah mematuhi seluruh ketentuan
      perjanjian bank.

      PT Bank INA Perdana Tbk

      Berdasarkan akta Perjanjian Kredit No. 11 tanggal 27 April 2022 sebagaimana telah dirubah dengan Addendum
      Perjanjian Kredit No. 18/BIP-ARB/KMK-RBII/II/2025 tanggal 6 Februari 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas
      pinjaman “Refinancing” pada tanggal 27 April 2022 dengan jumlah pokok yang tidak lebih dari Rp 250.000.000.000.
      Fasilitas tersebut dikenakan tingkat suku bunga sebesar 9% per tahun yang dihitung dari jumlah baki debet
      (outstanding) fasilitas pinjamannya dengan ketentuan tingkat bunga tersebut dapat berubah dan akan ditinjau setiap
      saat oleh Bank (floating rate). Jangka waktu fasilitas maksimum fasilitas pinjaman yaitu selama 4 (empat) tahun
      termasuk Masa Tenggang Waktu dan Jangka Waktu Penarikan yang dimulai sejak tanggal Perjanjian sampai
      dengan Tanggal Akhir. Jangka Waktu Penarikan selama 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal perjanjian.
      Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
      − 40 Unit kantor TCC Batavia Tower 1 di Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Kel. Karet Tengsin, Kec. Tanah
          Abang, Jakarta Pusat, atas nama PT Greenwood Sejahtera Tbk dengan total luas 9.597 m2 (Catatan 9).



                                                          - 42 -
Page 44
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      Perjanjian pinjaman mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis
      terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain melakukan penarikan modal disetor, mengubah anggaran dasar, struktur
      modal, pemegang saham dan pengurus, mengubah usaha dan badan hukum, mengajukan permohonan kepailitan
      atau penundaan kewajiban pembayaran hutang, membubarkan perusahaan serta melakukan penggabungan
      usaha, pengambilalihan usaha, pemisahan atau peleburan usaha, memberikan pinjaman kepada pihak lain,
      memperoleh pinjaman uang atau kredit baru dari pihak lain, menggadaikan dan mengalihkan saham, bertindak
      sebagai penjamin dengan mengikatkan diri sebagai penjamin hutang, memberikan garansi atau menjamin harta
      kekayaan untuk kepentingan pihak lain, menjual dan menyewakan aset, mengalihkan usaha, mengalihkan usaha
      kepada pihak lain, mengadakan penyertaan modal dan investasi di perusahaan lain, melakukan pembayaran baik
      pokok, bunga maupun pembayaran lain atas hutang Pemegang Saham, melakukan pembelian harta tetap
      sepanjang tidak mempengaruhi kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan pembayaran dipercepat atas
      suatu hutang yang belum jatuh tempo, kecuali berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan dan tidak
      mempengaruhi kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan transaksi tidak wajar dengan pihak lain termasuk
      kepada perusahaan afiliasi atau kepada Pemegang Saham dan harus berdasarkan praktek dan kebiasaan usaha
      serta prinsip perdagangan yang bebas, mengalihkan dan menyewakan jaminan.

      Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Perusahaan telah mematuhi seluruh ketentuan
      perjanjian bank.

      Biaya bunga masih harus dibayar pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 masing-masing sebesar
      Rp 184.248.888 dan Rp 872.830.892 (Catatan 15).


 19. ESTIMASI LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

      Pada tanggal 31 Desember 2024, Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pascakerja berdasarkan perhitungan
      yang dilakukan oleh KKA Setyo Widodo, Aktuaris Independen, tertanggal 13 Maret 2025, di mana disusun
      menggunakan metode aktuarial “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:

                                                 31 Desember 2024
      Tingkat pensiun normal                          55-56 Tahun
      Tingkat diskonto per tahun                     7,12% - 7,13%
      Tingkat kenaikan gaji per tahun                   8% -10%
      Tingkat mortalitas                                TMI 2019
      Tingkat cacat                                10% TMI IV (2019)
      Tingkat pengunduran diri                 5% pada umur 26 tahun
                                                  dan menurun secara
                                                linier sampai 0% pada
                                                     umur 56 tahun

      Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:

                                                                     30 September 2025      31 Desember 2024
                                                                       (Tidak Diaudit)          (Diaudit)
                                                                             Rp                    Rp

      Saldo awal                                                           9.068.330.878         8.637.649.768
      Beban imbalan kerja karyawan
        tahun berjalan (Catatan 26)                                          988.210.121         1.317.613.494
      Penghasilan komprehensif lain                                         (628.523.154)         (853.854.031)
      Pembayaran imbalan kerja                                                         -           (33.078.353)

      Jumlah                                                               9.428.017.845         9.068.330.878


      Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
      Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan variabel lain
      dianggap tetap, terhadap kewajiban imbalan pascakerja dan beban jasa kini, pada tanggal 31 Desember 2024:




                                                            - 43 -
Page 45
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)


                                                           31 Desember 2024
                                                Kewajiban imbalan   Beban jasa kini dan
                                                   pascakerja           beban bunga
      Tingkat diskonto
        Kenaikan 1%                                   8.087.271.799            704.368.698
        Penurunan 1%                                  9.254.077.057            854.225.825

      Tingkat kenaikan gaji per tahun
        Kenaikan 1%                                   9.205.709.039            848.538.677
        Penurunan 1%                                  6.746.903.549            707.760.517

      Analisis sensitivitas disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam liabilitas imbalan
      pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi
      tersebut mungkin berkorelasi.


 20. MODAL SAHAM

      Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024 berdasarkan
      laporan yang disusun oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:

                                                   30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
      Nama Pemegang Saham                              Jumlah                Persentase            Jumlah Modal
                                                       Saham                Kepemilikan                Disetor
                                                                                 %                       Rp

      PT Prima Permata Sejahtera                         4.387.657.776                     56,25       438.765.777.600
      PT Kencana Graha Nusamandiri                       1.813.102.224                     23,24       181.310.222.400
      Ang Andri Pribadi - Komisaris Utama                      969.000                      0,01            96.900.000
      Masyarakat umum
       (masing-masing dibawah 5%)                        1.599.031.000                     20,50       159.903.100.000

      Jumlah                                             7.800.760.000                    100,00       780.076.000.000


 21. CADANGAN UMUM

      Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 42 tanggal
      12 Juni 2025 dari Doktor Buntario Tigris Darmawa NG, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Hukum, notaris
      di Jakarta Pusat, pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk membentuk cadangan umum sebesar
      Rp 5.000.000.000 yang diambil dari laba bersih. Sisanya, yaitu sebesar Rp 66.381.793.204 akan menambah saldo
      laba untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha Perseroan.

      Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 55 tanggal 14
      Juni 2024 dari Buntario Tigris Darmawa NG, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Hukum, notaris di Jakarta
      Pusat, Pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk membentuk cadangan umum sebesar Rp 5.000.000.000
      yang diambil dari laba bersih. Sisanya, yaitu sebesar Rp 56.244.254.404 akan menambah saldo laba untuk
      mendukung operasional dan pengembangan usaha Perseroan.

 22. KEPENTINGAN NONPENGENDALI

      Kepentingan nonpengendali atas aset bersih Entitas Anak adalah sebagai berikut:

                                                                      30 September 2025        31 Desember 2024
                                                                        (Tidak Diaudit)            (Diaudit)
                                                                              Rp                      Rp

      a. Kepentingan nonpengendali atas
           Aset bersih Entitas Anak
         PT Sentra Graha Kencana (SGK)                                    39.364.331.140           37.293.592.736
         PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC)                                 23.945.903.953           24.223.187.809
         PT Trisakti Makmur Persada (TMP)                                    (61.196.157)             (61.171.764)
          Jumlah                                                          63.249.038.936           61.455.608.781



                                                        - 44 -
Page 46
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      Kepentingan Nonpengendali atas Laba (Rugi) Komprehensif Entitas Anak adalah sebagai berikut:

                                                                  30 September 2025      30 September 2024
                                                                    (Tidak Diaudit)        (Tidak Diaudit)
                                                                          Rp                     Rp

      b. Kepentingan nonpengendali atas
           Laba (Rugi) bersih Entitas Anak
         PT Sentra Graha Kencana (SGK)                                 1.949.107.860           1.477.638.362
         PT Trisakti Makmur Persada (TMP)                                    (24.714)                (18.962)
         PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC)                               (277.283.769)           (173.104.469)
          Jumlah                                                       1.671.799.377           1.304.514.931

 23. PENDAPATAN USAHA

      Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut:

                                                                   30 September 2025       30 September 2024
                                                                     (Tidak Diaudit)         (Tidak Diaudit)
                                                                           Rp                      Rp
        Pendapatan:
          Hotel                                                         41.643.593.283          42.576.239.589
          Sewa                                                           7.278.990.379           7.077.133.619
        Jumlah                                                          48.922.583.662          49.653.373.208


      Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan untuk periode 30 September
      2025 dan 2024.


 24. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG

      Rincian beban langsung adalah sebagai berikut:

                                                                  30 September 2025       30 September 2024
                                                                    (Tidak Diaudit)         (Tidak Diaudit)
                                                                          Rp                      Rp
      Beban langsung:
        Penyusutan (Catatan 10)                                        9.341.503.029            8.752.588.320
        Gaji dan tunjangan                                             3.711.610.143            2.912.529.412
        Utilitas                                                       2.849.643.619            3.026.442.436
        Lain-lain                                                      5.483.279.118            7.487.109.205
      Jumlah                                                          21.386.035.909           22.178.669.373



 25. BEBAN PENJUALAN

      Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:

                                                                  30 September 2025       30 September 2024
                                                                    (Tidak Diaudit)         (Tidak Diaudit)
                                                                          Rp                      Rp
      Utilitas                                                           766.007.908             748.564.230
      Komisi                                                             541.457.688             634.478.915
      Gaji dan tunjangan                                                 231.778.494             203.113.504
      Penyusutan (Catatan 10)                                             74.238.028              74.685.720
      Lain-lain                                                          344.106.881             694.129.471
      Jumlah                                                           1.957.588.999            2.354.971.840




                                                         - 45 -
Page 47
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

 26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

      Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:

                                                                    30 September 2025      30 September 2024
                                                                      (Tidak Diaudit)        (Tidak Diaudit)
                                                                            Rp                     Rp
      Gaji dan kesejahteraan karyawan                                   42.858.299.112         34.274.194.441
      Sewa dan jasa layanan                                              7.686.604.392          7.810.511.097
      Jasa manajemen (Catatan 31d)                                       4.343.221.742          4.349.917.230
      Jasa keamanan                                                      2.606.780.850          2.705.311.453
      Pajak                                                              1.552.637.335          1.808.382.376
      Penyusutan (Catatan 10)                                            1.773.878.137          1.759.488.868
      Perjalanan Dinas                                                   1.415.805.825            526.706.499
      Perizinan                                                          1.282.088.036          1.380.357.500
      Perbaikan dan pemeliharaan                                         1.208.139.116          1.168.483.964
      Utilitas                                                           1.251.591.342          1.333.243.558
      Imbalan pasca kerja (Catatan 19)                                     988.210.121            969.488.678
      Jasa profesional                                                     764.734.025            193.626.410
      Asuransi                                                             765.302.890            566.564.914
      Beban kantor                                                         557.283.679          1.029.669.294
      Biaya konversi pembangunan rumah Susun                               196.063.797            218.953.542
      Lain-lain                                                          1.033.009.103          2.590.052.898

      Jumlah                                                            70.283.649.502         62.684.952.722



 27. PENDAPATAN BUNGA

      Rincian pendapatan bunga adalah sebagai berikut:

                                                                    30 September 2025      30 September 2024
                                                                      (Tidak Diaudit)        (Tidak Diaudit)
                                                                            Rp                     Rp
      Deposito berjangka                                                10.788.233.789           9.122.984.936
      Jasa giro                                                            231.263.652             337.189.994
      Jumlah                                                            11.019.497.441           9.460.174.930



 28. LABA PER SAHAM

      Perhitungan laba per saham adalah sebagai berikut:
                                                                    30 September 2025      30 September 2024
                                                                      (Tidak Diaudit)        (Tidak Diaudit)
                                                                            Rp                     Rp
      Laba
      Laba bersih yang dapat diatribusikan
        kepada pemilik entitas induk                                    96.485.902.181          96.825.770.712
      Jumlah Saham
      Jumlah rata-rata tertimbang saham
        untuk tujuan perhitungan laba
        bersih per saham dasar                                            7.800.760.000           7.800.760.000
      Laba Per Saham Dasar                                                        12,37                    12,41


      Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi saham biasa yang
      bersifat dilutif.




                                                       - 46 -
Page 48
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

 29. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI

      a. PT Kencana Graha Nusamandiri dan PT Prima Permata Sejahtera adalah pemegang saham utama
         Perusahaan.

      b. PT Karya Multi Makmur adalah pemegang saham minoritas entitas anak, SGK.

      c. Pihak berelasi yang merupakan entitas yang dikendalikan personil manajemen kunci Perusahaan:
         − PT Langgeng Gemilang Sejahtera

      d. Pihak berelasi yang merupakan entitas asosiasi Perusahaan:
         − PT Arah Sejahtera Abadi
         − PT Briliant Sakti Persada
         − PT Pluit Propertindo
         − PT Manggala Gelora Perkasa
         − PT Citra Gemilang Nusantara

      Transaksi-transaksi dengan Pihak Berelasi

      Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi tertentu dengan pihak berelasi, yang meliputi antara lain:
          a.   Sejak tahun 2013, Perusahaan mengadakan perjanjian pengelolaan Perkantoran TCC Batavia - Tower 1
               dengan PT Langgeng Gemilang Sejahtera. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan 10 Februari
               2026.

          b.   Perusahaan menerima dividen dari CGN, entitas asosiasi, akan tetapi bagian Perusahaan atas rugi CGN
               sudah melebihi kepentingannya, maka Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih
               lanjut berdasarkan PSAK No. 228 (sebelumnya PSAK No. 15). Dividen yang sudah diterima oleh
               Perusahaan disajikan pada akun "Utang Pihak Berelasi". Saldo pada tanggal 30 September 2025 dan
               31 Desember 2024 masing-masing sebesar Rp 26.523.832.200 dan Rp 24.913.832.200.

          c.   Sehubungan dengan pembagian dividen interim PP pada tahun 2024, kepada Perusahaan sebagai
               pemegang saham PP, yang dinyatakan dalam Keputusan Sirkular Para Pemegang saham PP pada
               tanggal 1 Oktober 2024, Perusahaan telah menerima dividen interim sebesar Rp 195.047.950.000
               berdasarkan perkiraan saldo laba tahun 2024. Pada tanggal 31 Desember 2024, ternyata saldo laba PP
               tidak mencukupi sehingga PP mengajukan permohon penyelesaian pengembalian kelebihan dividen
               interim sebesar Rp 66.509.700.000, atas kelebihan tersebut PP dan Perusahaan menandatangani
               perjanjian pinjaman tanpa bunga dengan jatuh tempo pinjaman tanggal 31 Desember 2027, dan jika
               diperlukan PP berhak mengkonversi penyelesaian pinjaman Perusahaan secara keseluruhan atau
               sebagain menjadi dividen.

          d.   Sehubungan dengan pembagian dividen interim ASA pada tahun 2024, kepada Perusahaan sebagai
               pemegang saham ASA, yang dinyatakan dalam Keputusan Sirkular Para Pemegang saham ASA pada
               tanggal 25 Oktober 2024, Perusahaan telah menerima dividen interim sebesar Rp 169.120.000.000
               berdasarkan perkiraan saldo laba tahun 2024. Pada tanggal 31 Desember 2024, ternyata saldo laba ASA
               tidak mencukupi sehingga ASA mengajukan permohon penyelesaian pengembalian kelebihan dividen
               interim sebesar Rp 26.000.000.000, atas kelebihan tersebut ASA dan Perusahaan menandatangani
               perjanjian pinjaman tanpa bunga dengan jatuh tempo pinjaman tanggal 31 Desember 2027, dan jika
               diperlukan ASA berhak mengkonversi penyelesaian pinjaman Perusahaan secara keseluruhan atau
               sebagain menjadi dividen.

          e.   Pada tanggal 17 September 2025, Perusahaan dan BSP menandatangani perjanjian pinjaman sebesar
               Rp 55.500.000.000. Atas jumlah pinjaman yang diberikan BSP, Perusahaan tidak dikenakan bunga.
               Perusahaan dan BSP sepakat dan setuju bahwa untuk mengembalikan jumlah pinjaman, Perusahaan
               memberikan hak dan wewenang penuh kepada BSP untuk mempertemukan hak (set off) jumlah dividen
               yang seharusnya diterima Perusahaan dalam setiap tahunnya dari tahun buku 2025 sampai dengan tahun
               buku 2029. Pada tanggal 15 Oktober 2025 Perusahaan telah menerima pencairan pinjaman dan mencatat
               pinjaman tersebut.


 30. INFORMASI SEGMEN

      Grup menetapkan segmen berdasarkan unit usahanya secara terpisah guna keperluan pengambilan keputusan
      mengenai alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan laba atau rugi operasi
      dan diukur secara konsisten dengan laba atau rugi operasi pada laporan keuangan konsolidasian.

      Segmen Usaha
      Grup melakukan kegiatan usaha sebagai berikut
      I. Penjualan dan pendapatan sewa
         − Apartemen

                                                       - 47 -
Page 49
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

            −    Perkantoran
       II. Pendapatan
           − Hotel

       Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:

                                                                                  30 September 2025 (Tidak Diaudit)
                                                                                                     Tidak dapat
                                     Perkantoran          Apartemen               Hotel              dialokasikan         Eliminasi         Konsolidasian
                                         Rp                  Rp                    Rp                     Rp                 Rp                 Rp
       Penjualan dan pendapatan
        usaha                           6.923.433.103       355.557.276         41.643.593.283                        -                 -     48.922.583.662

       Hasil
        Hasil segmen                    6.923.433.103       355.557.276         20.257.557.374                        -                 -     27.536.547.753

       Beban penjualan                               -      (765.388.710)         (883.189.369)           (309.010.920)                 -      (1.957.588.999)
       Beban umum dan administrasi     (48.125.784.443)     (244.057.557)      (11.419.990.451)        (10.493.817.051)                 -     (70.283.649.502)
       Beban pajak final                (1.097.965.590)      (35.555.732)          (46.121.185)                      -                  -      (1.179.642.507)
       Bagian laba bersih
        entitas asosiasi              147.149.694.345                 -                      -                       -                  -    147.149.694.345
       Pendapatan bunga                 8.964.578.910        12.928.497             61.370.981           1.980.619.053                  -     11.019.497.441
       Kerugian dalam penjualan
          properti investasi            (2.091.252.252)                -                     -                       -                  -      (2.091.252.252)
       Beban bunga dan keuangan         (7.863.443.775)         (590.000)       (2.017.287.708)            (60.387.329)                 -      (9.941.708.812)
       Keuntungan (kerugian)
        lainnya - neto                  1.312.748.311        18.000.000                      -          (3.424.944.220)                 -      (2.094.195.909)

       Laba (rugi) sebelum pajak      105.172.008.609       (659.106.226)        5.952.339.642         (12.307.540.467)                 -     98.157.701.558

       LAPORAN POSISI KEUANGAN
       Aset segmen                   5.500.409.661.480    62.105.696.395       123.400.436.418      1.730.708.083.365     262.418.892.089   7.679.042.769.747
       Liabilitas segmen               189.333.794.710     9.160.524.768        30.039.963.454        166.019.656.814      24.392.041.778     418.945.981.524
       Informasi Lainnya
         Penyusutan                     1.687.089.236                  -         9.371.417.474            131.112.484                   -     11.189.619.194



                                                                                  30 September 2024 (Tidak Diaudit)
                                                                                                     Tidak dapat
                                     Perkantoran          Apartemen               Hotel              dialokasikan         Eliminasi         Konsolidasian
                                         Rp                  Rp                    Rp                     Rp                 Rp                 Rp
       Penjualan dan pendapatan
        usaha                           6.735.976.343       341.157.276         42.576.239.589                        -                 -     49.653.373.208

       Hasil
        Hasil segmen                    6.735.976.343       341.157.276         20.397.570.216                        -                 -     27.474.703.835

       Beban penjualan                     (20.771.235)     (754.575.439)       (1.259.345.163)           (320.280.003)                 -      (2.354.971.840)
       Beban umum dan administrasi     (40.771.311.447)      (86.259.560)      (11.858.808.568)         (9.968.573.147)                 -     (62.684.952.722)
       Beban pajak final                  (596.735.266)      (34.115.724)          (40.028.316)                      -                  -        (670.879.306)
       Bagian laba bersih
        entitas asosiasi              144.958.780.431                 -                      -                       -                  -    144.958.780.431
       Pendapatan bunga                 8.087.417.604        37.479.260             29.599.160           1.305.678.906                  -      9.460.174.930
       Beban bunga dan keuangan       (14.610.019.366)         (590.001)        (2.808.083.090)         (1.144.574.153)                 -    (18.563.266.610)
       Keuntungan (kerugian)
        lainnya - neto                   (221.917.268)      127.000.000                      -            605.614.193                   -        510.696.925

       Laba (rugi) sebelum pajak      103.561.419.796       (369.904.188)        4.460.904.239          (9.522.134.204)                 -     98.130.285.643

       LAPORAN POSISI KEUANGAN
       Aset segmen                   5.412.391.020.235    62.013.490.050       126.026.296.197      1.572.102.472.763     623.200.825.554   7.795.734.104.799
       Liabilitas segmen               203.749.122.137     8.384.039.950        39.714.845.003        337.016.936.716      21.396.308.670     610.261.252.476
       Informasi Lainnya
         Penyusutan                     1.686.858.729                  -         8.765.110.054            134.794.124                   -     10.586.762.907



 31.   PERJANJIAN PENTING DAN IKATAN

       a. Akta Kesepakatan Bersama II No. 138 tanggal 24 Agustus 2009 yang dibuat di hadapan Buntario Tigris, S.H.,
          S.E., M.H., notaris di Jakarta, oleh dan antara Ny. Betty Donna Christina Siahaan (Betty) dan Tn. DR. Tunggul
          Simanjuntak (Tunggul) (yang dalam hal ini bertindak masing-masing sebagai pemegang dan pemilik hak atas
          seluruh saham sejumlah 50.000 lembar dalam PT Sinar Bonana Jaya (SBJ)) dan PT Kawasan Industri
          Jababeka Tbk (KIJA) dengan Perusahaan. Betty dan Tunggul setuju dan sepakat untuk menjual seluruh saham
          dan tagihan yang dimiliki oleh mereka terhadap SBJ kepada Perusahaan dan/atau pihak lain yang ditunjuk oleh
          Perusahaan dengan harga penjualan masing masing sebesar Rp 5.000.000.000 dan Rp 17.500.000.000.

            KIJA setuju dan sepakat untuk menjual tagihan miliknya terhadap SBJ kepada Perusahaan dan/atau pihak lain
            yang ditunjuk oleh Perusahaan sebesar Rp 50.000.000.000. Pembayaran oleh Perusahaan kepada Betty dan
            Tunggul dilakukan secara bertahap sebanyak 8 kali (dalam PPJB No. 139 tanggal 24 Agustus 2009,
            pembayaran dilakukan 7 kali, dimana pada pembayaran ketiga dilakukan secara 2 tahap) sesuai dengan
            pemenuhan kondisi tertentu oleh pihak Betty dan Tunggul. Sedangkan pembayaran kepada KIJA dilakukan
            secara bertahap sebanyak 5 kali sesuai dengan pemenuhan kondisi tertentu oleh pihak KIJA.




                                                                      - 48 -
Page 50
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

           Pada tanggal 15 Desember 2014, Betty dan Tunggul (Pemohon) mengajukan Permohonan Arbitrase
           No. 640/XII/ARB-BANI/2014 melawan Perusahaan (Termohon) dan Buntario Tigris, SH., S.E., M.H. (selaku turut
           Termohon) di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), untuk melakukan pembatalan perjanjian pengikatan
           jual beli saham dan tagihan PT Sinar Bonana Jaya (SBJ) yang dinyatakan dalam Akta No. 139 tanggal 24
           Agustus 2009. Perkara ini telah diputus oleh Mahkamah Arbitrase BANI pada tanggal 4 Februari 2016 dengan
           putusan menolak seluruhnya permohonan Pemohon. Dengan demikian, Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
           dan Tagihan PT SBJ antara Perusahaan dengan Betty dan Tunggul dinyatakan sah dan masih mengikat kedua
           belah pihak.

           Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah membayar sebesar
           Rp 2.850.000.000 kepada Betty dan Tunggul, yang dicatat pada akun piutang lain-lain sebesar Rp 350.000.000
           dan akun uang muka investasi sebesar Rp 2.500.000.000 dan sebesar Rp 2.500.000.000 kepada KIJA yang
           dicatat sebagai bagian piutang lain-lain.

      b. Pada 27 Oktober 2003, PNC mengadakan perjanjian jual beIi dengan PT Graha Tunasmekar selaku pemilik
         tunggal yang sah dan memiliki hak penuh untuk unit yang sedang dibangun, dan merupakan kontraktor dan
         pengembang rumah susun apartemen “The Peak di Sudirman” (The Peak) yang telah diubah dengan adendum
         pada tanggal 2 Desember 2004.

      c. Grup mengadakan perjanjian dengan beberapa bank dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli
         untuk pemilikan perkantoran dan apartemen milik Grup sebagai berikut:
          1. Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan perkantoran (KPK)
              dengan PT Bank Central Asia Tbk.
          2. PNC, entitas anak, mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan apartemen
              (KPA) dengan Bank Pan Indonesia, Bank CIMB Niaga dan Bank OCBC NISP.

           Dalam perjanjian kerjasama tersebut, Grup menjamin pembayaran jumlah yang terutang atas pembelian unit
           perkantoran dan unit apartemen oleh pembeli kepada bank – bank pemberi KPK dan KPA melalui penempatan
           dana pada bank yang bersangkutan (Catatan 18). Penjaminan ini berlaku sampai dengan Akta Jual beli (AJB)
           dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas unit perkantoran dan unit apartemen tersebut
           ditandatangani.

      d. Pada tahun 2012, SGK mengadakan perjanjian kerja sama dengan Intercontinental Hotel Group
         (PT SC Hotels & Resorts Indonesia) untuk pengawasan, pengarahan dan untuk mengelola Hotel Holiday Inn
         Express. Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun. SGK diwajibkan untuk membayar:
           1. Biaya dasar manajemen sebesar 2 % dari dari pendapatan kotor hotel.
           2. Biaya insentif manajemen sebesar persentase tertentu dari laba operasi kotor yang telah disesuaikan
              (AGOP).
           Pada periode 30 September 2025 dan 2024, beban jasa manajemen masing-masing sebesar Rp 4.343.221.742
           dan Rp 4.349.917.230 dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (Catatan 26).

      e. Pada tanggal 30 Juli 2013 dengan addendum tertanggal 11 April 2014, TMP, entitas anak, melakukan transaksi
         pembelian tanah dengan PT Equator Paradise, dengan penandatanganan surat pesanan dan/atau Perjanjian
         Pengikatan Jual Beli atas unit-unit kantor oleh PT Eastern Star Capital (ESC), segera setelah didirikannya
         proyek Capital Square, proses balik nama keatas nama TMP dan setelah mendapatkan Izin Mendirikan
         Bangunan. Atas perjanjian ini, TMP, entitas anak, mencatat utang sebesar Rp 70.000.000.000 yang disajikan
         sebagai bagian dari uang muka penjualan (Catatan 17).

      f.   Pada tanggal 19 November 2019, berdasarkan hasil pembahasan perhitungan nilai konversi sesuai dengan
           Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 112 Tahun 2019, tentang Tata Cara Pemenuhan Kewajiban
           Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah/Sederhana Melalui Konversi oleh para Pemegang Izin
           Pemanfaatan Ruang, Perusahaan sebagai pemegang Izin Pemanfaatan Ruang telah menyepakati jumlah nilai
           konversi sebesar Rp 42.260.447.250 melalui Surat Pernyataan No. 8 tanggal 4 Juni 2021.

           Nilai konversi didasarkan oleh Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada tahun 2019 sebesar Rp 55.923.000/m2 dan
           luas lahan yang ditunjuk oleh Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebesar +/- 24.173 m2.
           Selanjutnya, berdasarkan Surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
           Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 32/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/- 1.711.32/2021 tanggal 21
           Oktober 2021 memutuskan memberikan izin prinsip konversi kepada Perusahaan sebesar nilai konversi melalui
           pembangunan fasilitas publik dalam bentuk Pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium Tahap Dua, yang
           meliputi biaya KJPP dan Konsultan Manajemen untuk Blok A, E dan C, Konstruksi Blok A dan E serta konstruksi
           lansekap, di mana konstruksi pembangunan Blok A dan E diselesaikan paling lambat pada tanggal 20 Juni 2022
           dan serah terima kepada Walikota Jakarta Utara paling lambat bulan Oktober 2022 melalui Berita Acara Serah
           Terima.

           Pada tanggal 14 Maret 2022, berdasarkan Surat No. 024-002/GWS-TCC/DIR/III/2022, Perusahaan melakukan
           permohonan untuk membangun satu Blok terlebih dahulu atas Rumah Susun Kampung Akuarium, hal tersebut
           dikarenakan sesuai dengan Surat No. 025-002/GWS-TCC/DIR/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 sehubungan


                                                        - 49 -
Page 51
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

          dengan kesanggupan Perusahaan untuk mendanai pembangunan konstruksi pembangunan Rumah Susun
          Kampung Akuarium sebesar Rp 21.500.000.000.

          Berdasarkan Surat No. 1105/-1.796.32 tanggal 23 Maret 2022 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas
          Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Perusahaan diminta untuk segera menerbitkan Surat
          Kerjasama dengan PT Prosys Eka Persada sebagai Manajemen Konstruksi dan penunjukkan penyedia jasa
          konstruksi dengan PT Totalindo Eka Persada.

          Selanjutnya, pada tanggal 5 Oktober 2022 berdasarkan surat No. 076-012/GWS- RKA/DIR/X/2022, Perusahaan
          mengajukan permohonan perubahan tanggal penyerahan fisik bangunan dalam izin prinsip kepada Dinas
          Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta. Dan pada tanggal 13 Oktober 2022, Dinas
          Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan surat keputusan No.
          43/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/-.711.32/202 tentang perpanjangan izin prinsip pelaksanaan bentuk
          konversi, dimana konstruksi pembangunan diselesaikan paling lambat Februari 2023 dan serah terima kepada
          Walikota Jakarta Utara paling lambat April 2023.

          Selanjutnya, atas izin prinsip yang telah berakhir tersebut, Perusahaan mengirimkan Surat No. 042-008/GWS-
          RKA/PRO/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 sehubungan dengan permohonan perubahan tanggal penyerahan
          fisik bangunan dalam izin prinsip pelaksanaan bentuk konversi kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
          Permukiman DKI Jakarta.

          Perusahaan sudah memulai proses konstruksi pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium.
          Pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium dilaksanakan oleh kontraktor yang penyelesaiannya
          berdasarkan progress proyek serta nilai proyek tersebut nilainya akan diverifikasi oleh pihak KJPP, dan Badan
          Pengelola Aset Daerah (BPAD).

          Pada tanggal 13 Februari 2025, berdasarkan surat No. 013-002/GWS/RKA/KD/II/2025, Perusahaan
          mengajukan serah terima Rumah Susun Blok A Kampung Akuarium Tahap Dua kepada Walikota Jakarta Utara.
          Sampai dengan laporan ini terbit, serah terima tersebut masih dalam proses.

     g.   Pada tanggal 25 Januari 2024, Perusahaan menyampaikan Laporan Informasi dan Fakta Material kepada
          Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perihal Panggilan Sidang dari Hakim Ketua Majelis
          Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait Perkara No. 48/Pdt.G/2024/PN Jkt.Pst. antara Tabrani M. Harun
          sebagai penggugat melawan PT Suluh Dwipantara dan lainnya sebagai Para Tergugat, dalam hal ini
          Perusahaan sebagai Tergugat II.

          Setelah melalui tahapan mediasi, pada tanggal 23 September 2024, berdasarkan putusan Nomor
          48/Pdt.G/2024/PN Jkt.Pst, majelis hakim PN Jakarta Pusat menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima
          (Niet Ontvankelijke Verklaard) dan menghukum penggugat untuk membayar semua biaya yang timbul dalam
          perkara ini sebesar Rp 15.253.000.


 32. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN

      Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut dapat
      dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan bukan merupakan
      pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi.

      Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 September
      2025 dan 31 Desember 2024 dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah
      tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.

      Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen
      keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

      Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lainnya, utang bank jangka pendek, utang usaha, utang
      lain-lain, biaya masih harus dibayar dan utang pihak berelasi, diperkirakan sebesar nilai wajar karena jangka pendek
      dari utang tersebut dalam waktu 12 bulan.

      Nilai tercatat utang bank jangka panjang mendekati nilai wajarnya karena suku bunga mengambang dari instrumen
      keuangan bergantung pada penyesuaian yang dilakukan oleh bank dan lembaga keuangan.

 33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL

      Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan

      Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan
      yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing,
      risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko suku bunga. Grup beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh
      Direksi.

                                                         - 50 -
Page 52
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

      I. Manajemen risiko mata uang asing

         Risiko nilai tukar mata uang asing timbul ketika transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional dari
         Grup yang terutama disebabkan karena volatilitas atau fluktuasi nilai tukar mata uang asing tersebut. Volatilitas
         ini menghasilkan pendapatan dan menimbulkan beban yang mempengaruhi pendapatan dan beban Grup.
         Kebijakan Grup adalah melakukan pengelolaan dengan cara penyeimbangan arus kas dari aktivitas operasi dan
         pendanaan dalam mata uang yang sama.

         Sebagian besar transaksi Grup dilakukan dalam mata uang Rupiah, demikian juga dengan pembukuannya.
         Pada tanggal 30 September 2025 dan 31 Desember 2024, Grup mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam
         mata uang asing sebagai berikut:

                                                            30 September 2025                   31 Desember 2024
                                                              (Tidak Diaudit)                       (Diaudit)
                                                      Mata Uang         Ekuivalen         Mata Uang        Ekuivalen
                                                        Asing              Rp               Asing             Rp
          Aset Moneter
          Kas dan setara kas                   US$       798.657       13.321.600.261        794.098       12.834.218.180


          Liabilitas Moneter
          Utang usaha kepada
            pihak ketiga                       US$           900            15.012.000            900          14.545.800
                                              EURO         6.300           123.232.158          6.300         106.163.285
          Jumlah Liabilitas Moneter                                       138.244.158                         120.709.085
          Jumlah Aset Neto Moneter                                     13.183.356.103                      12.713.509.095


     II. Manajemen risiko kredit

         Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang
         mengakibatkan kerugian bagi Grup.

         Risiko kredit Grup terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha dan lain-lain. Grup
         menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang layak serta terpercaya. Grup
         meminimalisasi risiko kredit atas piutang usaha yang timbul dari pembeli properti dengan mengenakan denda
         atas keterlambatan pembayaran, pembatalan penjualan dengan denda pembatalan dan apabila penjualan
         belum dilunasi tidak dilakukan serah terima unit yang dijual sehingga dapat dilakukan penjualan kembali properti
         dengan dikenakan klaim atas kerugian yang timbul dari penjualan kembali tersebut. Untuk risiko kredit yang
         timbul dari penyewa properti investasi dilakukan dengan cara meminta penyewa untuk memberikan deposit
         dalam bentuk tunai atau bank garansi untuk sewa selama 3 bulan, serta membayar uang muka sewa sebelum
         masa sewa berlaku.

         Grup memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan
         meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Grup memiliki kebijakan untuk
         memastikan transaksi dilakukan dengan pelanggan yang memiliki sejarah dan reputasi kredit yang baik.
         Manajemen melakukan pengawasan secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit. Piutang
         usaha atas penjualan perkantoran dan apartemen Grup pada tanggal pelaporan sebagian besar merupakan
         selisih pengakuan pendapatan setelah dikurangi dengan bagian yang telah dibayar oleh pembeli sehingga
         pembayarannya belum jatuh tempo.

     III. Manajemen risiko suku bunga

         Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen
         keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko suku
         bunga terutama terkait dengan utang bank.

         Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Grup mengelola beban bunga melalui kombinasi pembiayaan melalui
         perbankan dan institusi keuangan yang kredibel. Manajemen juga melakukan penelaahan berbagai suku bunga
         yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum mengambil
         keputusan untuk melakukan perikatan utang.

         Manajemen tidak menganggap perlunya melakukan swap suku bunga pada saat ini.
         Tidak ada analisis sensitivitas yang dilakukan karena Grup tidak memperkirakan adanya dampak material
         terhadap laba atau rugi Grup yang timbul dari dampak perubahan suku bunga yang wajar pada instrumen
         keuangan berbunga pada akhir periode pelaporan.

                                                         - 51 -
Page 53
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

     IV. Manajemen risiko likuiditas

         Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada direksi, yang telah membangun kerangka
         manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen likuiditas dan pendanaan jangka
         pendek, menengah dan jangka panjang Grup. Grup mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan
         simpanan, fasilitas bank dan fasilitas pinjaman cadangan dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus
         kas aktual dan mencocokkan profil jatuh tempo liabilitas keuangan.

         Tabel risiko likuiditas dan suku bunga
         Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan nonderivatif dengan periode
         pembayaran yang disepakati Grup. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang tidak terdiskontokan dari
         liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Grup dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup
         arus kas bunga dan pokok. Sepanjang arus bunga tingkat mengambang jumlah tidak didiskontokan berasal dari
         kurva suku bunga pada akhir periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal di mana
         Grup mungkin akan diminta untuk membayar.

                                                                                                      30 September 2025 (Tidak Diaudit)
                                 Tingkat bunga
                                    efektif          Kurang dari
                                                                               1 - 3 bulan                 3 bulan - 1 tahun            1 - 5 tahun              Di atas 5 tahun           Jumlah
                                   rata-rata           1 bulan
                                  tertimbang
                                       Rp                Rp                        Rp                             Rp                        Rp                         Rp                     Rp
             Tanpa bunga
             Utang usaha
               Pihak ketiga                      -                   -          16.428.396.189                                 -              69.512.644                           -        16.497.908.833
             Utang lain-lain
               Pihak ketiga                      -                   -                            -             2.187.022.589                            -                         -         2.187.022.589
             Biaya yang masih
               harus dibayar                     -                   -          13.006.402.059                                 -                         -                         -        13.006.402.059
             Uang jaminan
               penyewa                           -                   -             244.209.853                                 -           2.863.543.720                           -         3.107.753.573

             Instrumen tingkat
                bunga variabel
             Utang bank jangka
                panjang             9,00%                            -           3.000.000.000                 12.000.000.000             74.752.100.144                           -        89.752.100.144
             Jumlah                                                  -          32.679.008.101                 14.187.022.589             77.685.156.508                           -       124.551.187.198


                                                                                                          31 Desember 2024 (Diaudit)
                                   Tingkat bunga
                                      efektif            Kurang dari
                                                                                        1 - 3 bulan             3 bulan - 1 tahun          1 - 5 tahun             Di atas 5 tahun           Jumlah
                                     rata-rata             1 bulan
                                    tertimbang
                                         Rp                     Rp                           Rp                        Rp                        Rp                      Rp                    Rp
             Tanpa bunga
             Utang usaha
               Pihak ketiga              -                                 -            25.035.700.373                              -                        -                         -     25.035.700.373
             Utang lain-lain -
               Pihak ketiga              -                     1.141.292.302             1.612.035.176                                       1.045.447.474                                    3.798.774.952
             Biaya masih
               harus dibayar             -                    18.205.164.355                              -                         -                        -                         -     18.205.164.355
             Uang jaminan
               penyewa                   -                                 -               739.917.746                              -        2.684.575.058                             -      3.424.492.804

             Instrumen tingkat
                bunga variabel
             Utang bank jangka
                panjang             9,00% - 10,50%            12.973.863.895            25.427.690.210             129.527.689.684        228.304.623.088           (48.771.158.907)        347.462.707.970

             Jumlah                                           32.320.320.552            52.815.343.505             129.527.689.684        232.034.645.620           (48.771.158.907)        397.926.840.454



         Jumlah yang dicantum di atas untuk instrumen suku bunga mengambang untuk liabilitas keuangan harus
         berubah jika perubahan suku bunga mengambang berbeda dengan estimasi suku bunga yang ditentukan pada
         akhir periode pelaporan.

         Grup memiliki fasilitas pembiayaan dari bank sebagaimana dijelaskan dalam catatan di bawah ini, yang tidak
         digunakan untuk mengurangi risiko likuiditas pada 30 September 2025 dan 31 Desember 2024.

                                                                                                                       30 September 2025                                31 Desember 2024
                                                                                                                         (Tidak Diaudit)                                    (Diaudit)
                                                                                                                               Rp                                              Rp
             Fasilitas utang bank:
               Jumlah yang digunakan                                                                                                90.011.851.731                             348.688.184.962

         Grup memelihara kecukupan dana untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang berkelangsungan.




                                                                                    - 52 -
Page 54
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit) (Lanjutan)

 34. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI PERUSAHAAN

      Informasi keuangan tersendiri entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan
      penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, dimana penyertaan saham pada
      entitas anak dan asosiasi.

      Laporan keuangan tersendiri entitas induk disajikan dari halaman 54 sampai dengan 58. Informasi laporan
      keuangan induk tersendiri mengikuti kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
      konsolidasian seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2, kecuali untuk investasi pada entitas anak dan asosiasi yang
      sdicatat menggunakan metode ekuitas.




                                                        - 53 -
Page 55
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR I: INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK *)
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit)

                                                                   30 September 2025    31 Desember 2024
                                                                     (Tidak Diaudit)        (Diaudit)
                                                                           Rp                  Rp
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                                     51.074.529.122      370.467.533.129
Piutang usaha - pihak ketiga                                               10.276.245       16.484.101.660
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                          426.328.658        4.097.711.895
Pajak dibayar di muka                                                   3.984.142.293        4.477.636.779
Biaya dibayar di muka dan uang muka                                     1.059.435.703          213.985.056

Jumlah Aset Lancar                                                     56.554.712.021      395.740.968.519

Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                        2.948.638.168        2.948.638.168
Persediaan                                                            293.997.687.811      293.845.309.018
Uang muka investasi saham                                           1.369.980.182.733    1.060.294.849.502
Investasi pada entitas asosiasi dan anak                            3.610.660.096.746    3.563.937.978.558
Properti investasi - nilai wajar                                    2.049.499.506.710    2.067.754.000.000
Aset tetap - neto                                                      27.454.552.008       29.125.872.797

Jumlah Aset Tidak Lancar                                            7.354.540.664.176    7.017.906.648.043

JUMLAH ASET                                                         7.411.095.376.197    7.413.647.616.562

*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.




                                                          - 54 -
Page 56
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR I: INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK *)
30 September 2025 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2024 (Diaudit) (Lanjutan)

                                                                  30 September 2025     31 Desember 2024
                                                                    (Tidak Diaudit)         (Diaudit)
                                                                          Rp                   Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga                                                761.065.689          761.065.689
Utang lain-lain - pihak ketiga                                                      -        1.045.447.474
Utang pajak                                                               702.344.948          587.699.507
Biaya yang masih harus dibayar                                          8.599.525.193       12.729.540.986
Uang muka penjualan                                                                 -        3.709.549.550
Pendapatan diterima di muka -
  bagian yang direalisasi dalam satu tahun                              6.149.782.792       22.295.463.842
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
  dalam waktu satu tahun                                               66.312.000.000      100.224.000.000

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                        82.524.718.622      141.352.767.048

Liabilitas Jangka Panjang
Uang jaminan penyewa                                                    2.570.295.037        2.454.326.375
Pendapatan diterima di muka - dikurangi
   bagian yang direalisasi dalam satu tahun                             2.370.776.793        4.204.601.580
Utang pihak berelasi                                                  119.033.532.200      117.423.532.200
Utang bank jangka panjang - setelah
   dikurangi bagian yang jatuh tempo
   dalam waktu satu tahun                                                           -       41.256.000.000
Liabilitas imbalan kerja karyawan                                       7.748.304.258        7.108.952.961

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                      131.722.908.288      172.447.413.116

Jumlah Liabilitas                                                     214.247.626.910      313.800.180.164

EKUITAS
Modal saham - nilai nominal - Rp 100 per saham
  Modal dasar - 23.000.000.000 saham
  Modal ditempatkan dan disetor penuh -
  7.800.760.000 saham                                                 780.076.000.000      780.076.000.000
Tambahan modal disetor                                                222.442.743.783      222.442.743.783
Selisih transaksi perubahan ekuitas
  entitas asosiasi                                                        411.856.000          411.856.000
Penghasilan komprehensif lain                                           7.455.237.814        6.940.827.106
Saldo laba
  Ditentukan penggunaannya                                             65.000.000.000       60.000.000.000
  Tidak ditentukan penggunaannya                                    6.121.461.911.690    6.029.976.009.509

Jumah Ekuitas                                                       7.196.847.749.287    7.099.847.436.398

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       7.411.095.376.197    7.413.647.616.562




                                                      - 55 -
Page 57
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR II : INFORMASI LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN ENTITAS INDUK *)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)

                                                                   30 September 2025       30 September 2024
                                                                     (Tidak Diaudit)         (Tidak Diaudit)
                                                                           Rp                      Rp

PENDAPATAN USAHA                                                        6.233.521.652           6.130.047.971

BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG                                               -                       -

LABA BRUTO                                                              6.233.521.652           6.130.047.971

Beban penjualan                                                                     -             (20.771.235)
Beban umum dan administrasi                                           (48.125.784.443)        (40.771.311.447)
Beban pajak final                                                      (1.097.965.590)           (596.735.266)
Kerugian dalam penjualan properti investasi                            (2.091.252.252)                      -
Bagian rugi bersih entitas anak                                        (7.996.194.977)         (6.129.720.711)
Bagian laba bersih entitas asosiasi                                   147.149.694.345         144.958.780.431
Penghasilan bunga                                                       8.964.578.910           8.087.417.604
Beban bunga dan keuangan                                               (7.863.443.775)        (14.610.019.366)
Lain-lain - neto                                                        1.312.748.311            (221.917.269)

LABA SEBELUM PAJAK                                                     96.485.902.181          96.825.770.712

BEBAN PAJAK PENGHASILAN                                                                -                       -

LABA PERIODE BERJALAN                                                  96.485.902.181          96.825.770.712

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi :
  Pengukuran kembali atas program imbalan pasti                           514.410.708            (102.065.113)

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
  PERIODE BERJALAN                                                     97.000.312.889          96.723.705.599

*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.




                                                          - 56 -
Page 58
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR III : INFORMASI LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS ENTITAS INDUK *)
Untuk Periode yang Berakhir 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)

                                                                                                                         Penghasilan komprehensif lain
                                                                                        Selisih transaksi        Bagian penghasilan        Pengukuran kembali                      Saldo laba
                                                                   Tambahan            perubahan ekuitas           komprehensif lain       atas program imbalan      Ditentukan             Tidak ditentukan           Jumlah
                                         Modal saham              modal disetor          entitas asosiasi       atas entitas asosiasi              pasti                                                               ekuitas
                                                                                                                                                                   penggunaannya            penggunaannya
                                              Rp                       Rp                      Rp                           Rp                     Rp                   Rp                       Rp                      Rp


Saldo per 1 Januari 2024                  780.076.000.000         222.442.743.783              411.856.000             (1.927.436.208)           8.267.027.046       55.000.000.000             5.963.594.216.305    7.027.864.406.926
Cadangan umum                                           -                       -                        -                          -                        -        5.000.000.000                (5.000.000.000)                   -
Laba periode berjalan                                   -                       -                        -                          -                        -                    -                96.825.770.712       96.825.770.712
Penghasilan (Rugi)
  komprehensif lain                                      -                        -                         -               (10.450.943)            (91.614.170)                     -                          -        (102.065.113)


Saldo per 30 September 2024               780.076.000.000         222.442.743.783              411.856.000             (1.937.887.151)           8.175.412.876       60.000.000.000             6.055.419.987.017    7.124.588.112.525


Saldo per 31 Desember 2024                780.076.000.000         222.442.743.783              411.856.000             (2.002.056.438)           8.942.883.544       60.000.000.000             6.029.976.009.509    7.099.847.436.398
Cadangan umum                                           -                       -                        -                          -                        -        5.000.000.000                (5.000.000.000)                   -
Laba periode berjalan                                   -                       -                        -                          -                        -                    -                96.485.902.181       96.485.902.181
Penghasilan (Rugi)
  komprehensif lain                                      -                        -                         -                7.518.332             506.892.376                       -                          -         514.410.708


Saldo per 30 September 2025               780.076.000.000         222.442.743.783              411.856.000             (1.994.538.106)           9.449.775.920       65.000.000.000             6.121.461.911.690    7.196.847.749.287



*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.




                                                                                                                   - 57 -
Page 59
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR IV : INFORMASI LAPORAN ARUS KAS ENTITAS INDUK
Untuk Periode yang Berakhir Pada 30 September 2025 dan 2024 (Tidak Diaudit)


                                                                   30 September 2025      30 September 2024
                                                                     (Tidak Diaudit)        (Tidak Diaudit)
                                                                           Rp                     Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan                                                7.165.487.527          5.892.951.995
Penerimaan bunga                                                        12.440.935.216          7.572.993.755
Pembayaran kas kepada karyawan                                         (31.693.885.398)       (24.055.976.095)
Pembayaran pajak penghasilan                                              (704.111.096)          (625.739.016)
Pembayaran kas kepada pemasok
  dan untuk beban operasional lainnya                                  (12.630.687.057)       (31.502.484.508)

Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi                             (25.422.260.808)       (42.718.253.869)


ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen entitas asosiasi                                    92.850.000.000        258.622.950.000
Penerimaan dari penjualan properti investasi                           16.470.400.000                         -
Penerimaan pengembalian investasi saham                                 1.610.000.000          2.300.000.000
Penempatan uang muka investasi saham                                 (318.985.333.231)      (180.000.000.000)
Perolehan aset tetap dan properti investasi                             (2.400.275.158)        (2.315.180.225)

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Investasi        (210.455.208.389)        78.607.769.775


ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank                                                  (75.168.000.000)       (58.264.204.918)
Pembayaran bunga utang bank                                             (7.051.625.000)       (13.606.274.999)

Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                           (82.219.625.000)       (71.870.479.917)


PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS                                         (318.097.094.197)        (35.980.964.011)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing                                 (1.295.909.810)          (154.443.276)

KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE                                       370.467.533.129        305.647.677.011

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                       51.074.529.122        269.512.269.724


*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.




                                                        - 58 -

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.76 MB
Published28 Oct 2025
Pages59
Characters255,786
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 86 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org GREENWOOD SEJAHTERA Tbk p.1 ×170
linked org Kencana Graha p.9 ×3
linked org Prima Permata p.9 ×3
linked person Ang Andri Pribadi · Komisaris Utama p.10 ×3
linked person Paulus Indra Intan · Direktur Utama p.10 ×2
linked person Suherman Anggawinata p.10
linked org Bank Pan Indonesia Tbk p.30 ×8
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.30 ×7
linked org Bank Central Asia Tbk p.30 ×5
linked org Bank Victoria International Tbk p.30 ×5
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.30 ×2
linked org Bank Ina Perdana Tbk p.30 ×11
linked org Bank JTrust Indonesia Tbk p.30 ×2
linked org PT Total Bangun Persada p.32
linked org Nusa Raya Cipta Tbk p.39 ×2
linked org Kawasan Industri Jababeka Tbk p.39 ×4
linked org Bank OCBC NISP. p.50
linked org Pemerintah Provinsi p.51
linked org Totalindo Eka Persada. p.51
possible org Negara Republik Indonesia p.9 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.30 ×4
possible org PT Citra Gemilang Nusantara p.33
possible org KJPP Iskandar p.35 ×3
possible org Citatah Tbk p.39 ×2
unresolved person Hendra Karyadi p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Buntario Tigris Darmawa NG p.9 ×5
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×5
unresolved person K.H. Mas Mansyur p.9 ×2
unresolved org PT Kencana Graha Global. p.9
unresolved org PT Prima Permata Sejahtera. p.9 ×3
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.9
unresolved org Bapepam-LK p.9 ×2
unresolved org PT Prakarsa Nusa Cemerlang p.10 ×4
unresolved org PT Sentra Graha Kencana p.10 ×4
unresolved org PT Trisakti Makmur Persada p.10 ×4
unresolved person Ira Sudjono p.10
unresolved person Yulia · Notaris p.10 ×2
unresolved org Menteri p.10
unresolved person Robert Purba p.10
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.10
unresolved person Arie Kusumastuti Maria · Komisaris Independen p.10 ×5
unresolved person Dedy Ismunandar Soetiarto · Direktur p.10 ×3
unresolved person Andreas Bahana · Anggota p.11
unresolved org Bank Indonesia p.24
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.29 ×2
unresolved org PT Bank ICBC Indonesia p.30 ×9
unresolved org Bank Bank Negara Indonesia Pan Indonesia Tbk(Persero) Tbk p.30 ×2
unresolved org PT Sinar Arta Mulia p.32 ×2
unresolved org PT Perintis Dinamika Sekatama p.32
unresolved org PT Arah Sejahtera Abadi p.33 ×2
unresolved org PT Pluit Propertindo p.33 ×3
unresolved org PT Brilliant Sakti Persada p.33
unresolved org PT Manggala Gelora Perkasa p.33 ×2
unresolved person Drs. Bagus Wiyono p.35
unresolved org KJPP Jimmy p.35
unresolved org Prasetyo & Rekan p.35
unresolved org KJPP Iskandar dan Rekan p.38
unresolved org PT Graha Tunasmekar p.39 ×2
unresolved org PT Cendrawasih Farin p.39
unresolved org PT Trimatra Tatagraha p.39
unresolved org PT SC Hotels p.39 ×2
unresolved person Deni Thanur p.43
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.45
unresolved org PT Kencana Graha Nusamandiri p.45 ×2
unresolved — (masing-masing dibawah 5%) p.45
unresolved org PT Karya Multi Makmur p.48
unresolved org PT Langgeng Gemilang Sejahtera p.48
unresolved org PT Briliant Sakti Persada p.48
unresolved org PT Citra Gemilang Nusantara Transaksi-transaksi p.48
unresolved org PT Langgeng Gemilang Sejahtera. Perjanjian p.48
unresolved person Betty Donna Christina Siahaan p.49
unresolved person DR. Tunggul Simanjuntak p.49
unresolved org PT Sinar Bonana Jaya p.49 ×2
unresolved org Arbitrase Nasional Indonesia p.50
unresolved org PT SBJ p.50
unresolved org PT Equator Paradise p.50
unresolved org PT Eastern Star Capital p.50
unresolved org Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman p.51
unresolved org PT Prosys Eka Persada p.51
unresolved org PT Totalindo Eka Persada. Selanjutnya p.51
unresolved org Pengelola Aset Daerah p.51
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Pusat p.51
unresolved org PT Suluh Dwipantara p.51

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2025-III-GWSA.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result