Back to announcement
lapkeu GWSA Konsol Per 30 Juni 2026.pdf
Financial statement Text extracted GWSASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 63
Page 1
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN INFORMASI TAMBAHAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2026 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2025 (DIAUDIT)
Page 2
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk
DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI 2
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 3
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 5
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8
INFORMASI TAMBAHAN
Daftar I : Informasi Laporan Posisi Keuangan Entitas Induk 58
Daftar II : Informasi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Entitas Induk 60
Daftar III : Informasi Laporan Perubahan Ekuitas Entitas Induk 61
Daftar IV : Informasi Laporan Arus Kas Entitas Induk 62
Page 3
Page 4
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Catatan (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 5 103.027.387.236 168.700.864.525
Piutang usaha - pihak ketiga 6 528.601.330 558.377.954
Piutang lain-lain - pihak ketiga 378.055.980 1.411.360.011
Persediaan 7 1.470.246.087.582 1.463.517.388.546
Pajak dibayar di muka 14a 88.873.128.135 86.738.854.927
Biaya dibayar di muka dan uang muka 25.393.736.750 6.467.910.182
Jumlah Aset Lancar 1.688.446.997.013 1.727.394.756.145
ASET TIDAK LANCAR
Bagian tidak lancar
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.948.638.168 2.948.638.168
Persediaan 7 294.360.019.963 294.055.049.942
Uang muka investasi saham 31a 2.500.000.000 2.500.000.000
Investasi pada entitas anak
dan entitas asosiasi 8 3.335.163.730.509 3.272.044.300.158
Properti investasi - nilai wajar 9 2.231.307.778.148 2.225.893.817.000
Aset tetap - neto 10 139.750.455.469 147.138.342.534
Aset pajak tangguhan 14c 104.165.929 104.165.929
Aset lainnya 11 1.188.963.923 4.884.287.357
Jumlah Aset Tidak Lancar 6.007.323.752.109 5.949.568.601.088
JUMLAH ASET 7.695.770.749.122 7.676.963.357.233
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-3-
Page 5
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Catatan (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha - pihak ketiga 12 16.903.629.957 13.597.850.040
Utang lain-lain - pihak ketiga 13 2.730.405.170 5.032.036.116
Utang pajak 14b 1.575.574.802 1.286.094.568
Biaya masih harus dibayar 15 10.839.859.445 13.553.515.342
Uang jaminan penyewa 16 322.558.349 649.282.901
Uang muka penjualan 17 1.817.275.373 1.581.039.860
Pendapatan diterima di muka -
bagian yang direalisasi dalam satu tahun 17 4.570.383.755 5.214.155.508
Utang bank jangka panjang - yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun 18 11.916.444.460 53.172.444.460
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 50.676.131.311 94.086.418.795
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Uang jaminan penyewa 16 3.041.118.285 2.921.413.470
Uang muka penjualan 17 133.244.672.805 139.606.788.332
Pendapatan diterima di muka - setelah
dikurangi yang direalisasi
dalam waktu satu tahun 17 2.186.586.192 1.634.050.527
Utang bank jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 18 2.679.461.805 8.679.461.805
Utang pihak berelasi 29b,29c,29d 136.447.582.200 135.527.582.200
Liabilitas imbalan pascakerja 19 13.639.636.796 12.071.761.998
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 291.239.058.083 300.441.058.332
Jumlah Liabilitas 341.915.189.394 394.527.477.127
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 23.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
7.800.760.000 saham 20 780.076.000.000 780.076.000.000
Tambahan modal disetor 222.442.743.783 222.442.743.783
Selisih transaksi perubahan ekuitas
entitas asosiasi 411.856.000 411.856.000
Penghasilan komprehensif lain 4.658.114.566 5.371.577.608
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 21 70.000.000.000 65.000.000.000
Tidak ditentukan penggunaannya 6.213.714.477.096 6.146.127.549.733
Ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 7.291.303.191.445 7.219.429.727.124
KEPENTINGAN NONPENGENDALI 22 62.552.368.283 63.006.152.982
Jumlah Ekuitas 7.353.855.559.728 7.282.435.880.106
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.695.770.749.122 7.676.963.357.233
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-4-
Page 6
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
30 Juni 2026 30 Juni 2025
Catatan (Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
PENDAPATAN USAHA 23 33.412.957.769 31.771.159.017
BEBAN POKOK PENJUALAN DAN
BEBAN LANGSUNG 24 (19.809.925.071) (13.496.649.261)
LABA BRUTO 13.603.032.698 18.274.509.756
Beban penjualan 25 (1.524.050.522) (1.293.791.801)
Beban umum dan administrasi 26,31d (45.709.945.434) (50.790.706.133)
Beban pajak final 14d (728.249.086) (955.025.337)
Bagian laba bersih entitas asosiasi 104.232.902.182 97.407.151.703
Pendapatan bunga 3.107.330.879 9.097.408.087
Beban keuangan (1.748.816.885) (7.368.826.668)
Kerugian dalam penjualan properti investasi 9 - (2.091.252.252)
Keuntungan kurs mata uang asing - bersih 27 822.078.644 55.805.935
Keuntungan dan kerugian lain-lain - bersih 82.219.521 (1.414.223.941)
LABA SEBELUM PAJAK 72.136.501.997 60.921.049.349
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 14d - -
LABA PERIODE BERJALAN 72.136.501.997 60.921.049.349
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba (rugi):
Pengukuran kembali liabilitas
imbalan pasti (703.350.544) 419.015.436
Bagian penghasilan (kerugian)
komprehensif lain atas entitas asosiasi 8 (13.471.831) 2.540.228
JUMLAH LABA RUGI KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 71.419.679.622 61.342.605.013
LABA PERIODE BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 72.586.927.363 59.936.230.413
Kepentingan Nonpengendali 22 (450.425.366) 984.818.936
Jumlah 72.136.501.997 60.921.049.349
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE
BERJALAN YANG DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 71.873.464.321 60.276.698.891
Kepentingan Nonpengendali (453.784.699) 1.065.906.122
Jumlah 71.419.679.622 61.342.605.013
LABA PER SAHAM DASAR 28 9,31 7,68
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-5-
Page 7
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
Penghasilan komprehensif lain Ekuitas yang
Selisih transaksi Bagian penghasilan Pengukuran kembali Saldo laba dapat diatribusikan
Tambahan perubahan ekuitas komprehensif lain atas program imbalan Ditentukan Tidak ditentukan kepada pemilik Kepentingan Jumlah
Modal saham modal disetor entitas asosiasi atas entitas asosiasi pasti entitas induk nonpengendali ekuitas
penggunaannya penggunaannya
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2025 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (2.002.056.438) 8.942.883.544 60.000.000.000 6.029.976.009.509 7.099.847.436.398 61.455.608.781 7.161.303.045.179
Cadangan umum - - - - - 5.000.000.000 (5.000.000.000) - - -
Laba periode berjalan - - - - - - 59.936.230.413 59.936.230.413 984.818.936 60.921.049.349
Penghasilan (Rugi)
komprehensif lain - - - 2.540.228 337.928.250 - - 340.468.478 81.087.186 421.555.664
Saldo per 30 Juni 2025 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.999.516.210) 9.280.811.794 65.000.000.000 6.084.912.239.922 7.160.124.135.289 62.521.514.903 7.222.645.650.192
Saldo per 31 Desember 2025 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (2.171.323.853) 7.542.901.461 65.000.000.000 6.146.127.549.733 7.219.429.727.124 63.006.152.982 7.282.435.880.106
Cadangan umum - - - - - 5.000.000.000 (5.000.000.000) - - -
Laba periode berjalan - - - - - - 72.586.927.363 72.586.927.363 (450.425.366) 72.136.501.997
Penghasilan (Rugi)
komprehensif lain - - - (13.471.831) (699.991.211) - - (713.463.042) (3.359.333) (716.822.375)
Saldo per 30 Juni 2026 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (2.184.795.684) 6.842.910.250 70.000.000.000 6.213.714.477.096 7.291.303.191.445 62.552.368.283 7.353.855.559.728
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-6-
Page 8
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Laporan Arus Kas Konsolidasian
Untuk Tahun yang Berakhir 30 Juni 2026 dan 2025 (Tidak Diaudit)
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 27.062.359.555 32.556.230.186
Pembayaran beban pajak final (387.869.182) (835.427.395)
Penerimaan dari pelanggan - neto 26.674.490.373 31.720.802.791
Penerimaan bunga 3.185.774.870 11.866.900.042
Pembayaran kas kepada karyawan (30.359.262.102) (33.479.527.733)
Pembayaran kas kepada pemasok
dan beban operasional lainnya (55.212.875.207) (46.555.125.008)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (55.711.872.066) (36.446.949.908)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen entitas asosiasi 41.100.000.000 44.100.000.000
Penurunan deposito berjangka dan
rekening yang dibatasi penggunaannya (126.095.170) (1.230.029.205)
Perolehan properti investasi (4.593.941.285) (4.209.518.507)
Perolehan aset tetap (29.180.100) (1.683.170.335)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi 36.350.783.445 36.977.281.953
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari utang pihak berelasi 920.000.000 1.150.000.000
Pembayaran utang bank (47.256.000.000) (230.620.333.231)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (46.336.000.000) (229.470.333.231)
PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS (65.697.088.621) (228.940.001.186)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 23.611.332 91.798.597
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 168.700.864.525 400.954.572.482
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 103.027.387.236 172.106.369.893
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
-7-
Page 9
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Greenwood Sejahtera Tbk (“Perusahaan”), didirikan berdasarkan Akta No. 20 tanggal 16 April 1990 yang
dibuat di hadapan Hendra Karyadi, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-5277.HT.01.01.TH 91 tanggal 30 September 1991 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 24 tanggal 24 Maret 1992, Tambahan No. 1276.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 120 tanggal 24 September 2021 yang dibuat di hadapan Buntario Tigris Darmawa
NG, S.H., S.E., M.H., notaris di Jakarta Pusat, dalam rangka perubahan anggaran dasar Perusahaan.
Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-0055952.AH.01.02 tanggal 11 Oktober 2021.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, kegiatan utama Perusahaan adalah real estat yang
dimiliki sendiri dan disewa, real estat atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak, aktivitas perusahaan holding,
aktivitas konsultasi manajemen lainnya, hotel bintang dan apartemen hotel. Kegiatan penunjang perusahaan
adalah:
• Melakukan investasi baik secara langsung maupun melalui penyertaan (Investasi) ataupun pelepasan
(Divestasi) modal sehubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan dalam Perusahaan lain;
• Melakukan penyertaan pada perusahaan-perusahaan lain yang memiliki kegiatan usaha yang
berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan;
• Usaha-usaha dalam bidang jasa, termasuk antara lain jasa pengelolaan atau pengoperasian yang
menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan, kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak;
• Melakukan pengelolaan, pembuangan, pengumpulan air limbah dan sampah-sampah tidak berbahaya,
yang menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan;
• Melakukan instalasi sistem kelistrikan, air (pipa) dan instalasi konstruksi lainnya, meliputi instalasi
listrik, telekomunikasi, elektronika, saluran air (Plumbing), pemanas dan geothermal, pendingin dan
ventilasi udara, mekanikal, yang menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan;
• Melakukan penyediaan telekomunikasi meliputi aktivitas telekomunikasi dengan kabel, tanpa kabel,
untuk keperluan sendiri dan lainnya yang menunjang kegiatan usaha utama Perusahaan; dan
• Melaksanakan pembuatan/pengeboran sumur air tanah sebagai penunjang kegiatan utama
Perusahaan.
Perusahaan mulai melakukan kegiatan usaha secara komersial pada tahun 2010. Saat ini, kegiatan utama
Perusahaan adalah pengembangan proyek TCC Batavia serta melakukan investasi pada entitas anak dan
asosiasi.
Perusahaan berdomisili di Jakarta Pusat dengan kantor pusat beralamat di Gedung TCC Batavia - Tower 1
Lantai 35, Jl. K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Perusahaan tergabung dalam Grup PT Kencana Graha Global. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember
2025, entitas induk dan entitas induk terakhir Perusahaan adalah PT Prima Permata Sejahtera.
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Pada tanggal 14 Desember 2011, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas
Pasar Modal dan Lembaga Keuangan/ Bapepam-LK (sekarang Otoritas Jasa Keuangan/OJK), dengan Suratnya
No. S-13404/BL/ 2011 untuk melakukan penawaran umum atas 1.600.000.000 saham Perusahaan kepada
masyarakat dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran sebesar Rp 250 per saham. Pada
tanggal 23 Desember 2011, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia. Selisih lebih jumlah
yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai nominalnya sebesar Rp 240.000.000.000 dicatat dalam
akun “Tambahan Modal Disetor” setelah dikurangi total biaya emisi saham sebesar Rp 17.557.256.217.
Pada tanggal 30 Juni 2026, seluruh saham Perusahaan sebanyak 7.800.760.000 saham telah tercatat pada
Bursa Efek Indonesia.
-8-
Page 10
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
c. Penawaran Umum Efek Utang Perusahaan
Pada tanggal 31 Desember 2014, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua OJK dengan suratnya
No. S-582/D.04/2014 untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Greenwood Sejahtera dengan
target dana yang dihimpun sebesar Rp 1.500.000.000.000.
Dalam rangka Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I tersebut Perusahaan menawarkan dan menerbitkan
Obligasi Berkelanjutan I Greenwood Sejahtera Tahap I Tahun 2014 sebesar Rp 72.000.000.000 dengan tingkat
bunga tetap sebesar 14,25% per tahun. Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok obligasi.
Pada tanggal 14 Januari 2020, berdasarkan Surat No. 002/GWS-TCC/CORSEC/I/2020 tentang “Keterbukaan
Informasi Sehubungan dengan Laporan Informasi atau Fakta Material PT Greenwood Sejahtera Tbk”,
Perusahaan telah menyampaikan keterbukaan informasi terkait pelunasan obligasi berkelanjutan I Greenwood
Sejahtera Tahap I Tahun 2004 sebesar Rp 72.000.000.000.
d. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Ang Andri Pribadi Ang Andri Pribadi
Komisaris Independen Arie Kusumastuti Maria Arie Kusumastuti Maria
Direksi
Direktur Utama Paulus Indra Intan Paulus Indra Intan
Direktur Dedy Ismunandar Soetiarto Dedy Ismunandar Soetiarto
Direktur Anita Anita
Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Dewan Komisaris dan Direksi. Manajemen
kunci memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan aktivitas
utama Perusahaan. Susunan Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Audit Internal Perusahaan pada tanggal
30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
Komite Audit
Ketua Arie Kusumastuti Maria
Anggota Andreas Bahana*
Poltak Gindo Parluhutan Tampubolon
Sekertaris Perusahaan Linda Halim
Audit Internal Erik Kartolo
*Beliau meninggal dunia pada 13 Februari 2025
Jumlah karyawan tetap Perusahaan dan entitas anak (“Grup”) pada tanggal 30 Juli 2026 dan 31 Desember
2025, masing-masing adalah sebanyak 89 orang (tidak diaudit).
e. Penerbitan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal 29 Juli 2026.
f. Struktur Entitas Anak
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan mempunyai Entitas Anak berikut ini
(selanjutnya secara bersama-sama dengan Perusahaan disebut “Grup”):
-9-
Page 11
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Persentase Kepemilikan Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
Anak Perusahaan 30 Juni 2026 31 Desember 2025 Tahun 30 Juni 2026 31 Desember 2025
Domisili Jenis Usaha Nama Proyek
Kepemilikan Langsung (Tidak Diaudit) (Diaudit) Operasi (Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp Komersial Rp Rp
PT Prakarsa Nusa Cemerlang Jakarta Pengembang 55,00% 55,00% 2003 The Peak 61.016.409.644 62.149.597.360
(PNC)
PT Sentra Graha Kencana Jakarta Perhotelan 70,75% 70,75% 2014 Hotel Holiday Inn 114.768.507.567 123.117.439.864
(SGK) Emporium Pluit
PT Trisakti Makmur Persada Surabaya Pengembang 99,99% 99,99% 2023 Capital Square 1.723.767.604.897 1.736.428.000.946
(TMP)
PT Trisakti Makmur Persada (TMP)
TMP didirikan berdasarkan Akta No. 83 tanggal 13 Maret 2013 dari Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di
Jakarta Pusat. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-24230.AH.01.01. Tahun 2013 tanggal 6 Mei 2013 dan telah
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 73 tanggal 10 September 2013 TBNRI 97700.
Anggaran dasar TMP telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 67 tanggal
31 Desember 2025 dari Silvy Solivan, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang, sehubungan dengan
peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor TMP. Perubahan anggaran dasar tersebut telah
disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-0004973.AH.01.02. Tahun 2026, tanggal 30 Januari 2026.
PT Sentra Graha Kencana (SGK)
SGK didirikan di Jakarta pada tanggal 8 Oktober 2008, berdasarkan Akta No. 6 tanggal 8 Oktober 2008 dari
Ira Sudjono, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-90028.AH.01.01.Tahun
2008 tanggal 26 November 2008. Anggaran Dasar SGK telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 37 tanggal 9 Desember 2025 dari Yulia, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, sehubungan
dengan peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor SGK. Perubahan anggaran dasar tersebut
telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan
No. AHU-0081688.AH.01.02. Tahun 2025, tanggal 11 Desember 2025.
PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC)
PNC didirikan berdasarkan Akta Pendirian No. 10 tanggal 13 Mei 2003 dari Robert Purba, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia melalui Surat Keputusan No. C-12568.HT.01.01.Th.2003 tanggal 5 Juni 2003 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 71 tanggal 3 September 2004, Tambahan No. 8635. Anggaran
Dasar PNC telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 13 tanggal 7 September 2023
oleh Yulia, S.H., Notaris di Jakarta selatan, sehubungan dengan perubahan ruang lingkup kegiatan usaha.
Perubahan anggaran dasar tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0054349.AH.01.02. Tahun 2023 tanggal 11 September 2023.
2. PENERAPAN STANDAR BARU DAN REVISI
a. Amendemen/Penyesuaian Standar yang Berlaku Efektif pada Tahun Berjalan
Dalam tahun berjalan, Grup telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK yang relevan dengan
operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025. Penerapan atas
PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material
terhadap jumlah yang dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.
• PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing” - Kekurangan Ketertukaran
Amendemen ini mensyaratkan entitas untuk menerapkan pendekatan yang konsisten dalam menilai
apakah suatu mata uang dapat ditukar dengan mata uang lain dan, jika tidak, dalam menentukan nilai tukar
yang akan digunakan dan pengungkapan yang harus diberikan.
- 10 -
Page 12
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
b. Standar dan Amendemen/ Penyesuaian Standar Telah Diterbitkan Tapi Belum Diterapkan
Pada tanggal persetujuan laporan keuangan konsolidasian, standar dan amendemen-amendemen atas PSAK
yang relevan bagi Grup, yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif, dengan penerapan dini diijinkan,
adalah sebagai berikut:
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2026
• Amandemen PSAK 109, “Instrumen Keuangan” dan PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”:
Klasifikasi dan Pengukuran Instrumen Keuangan
Amendemen tersebut mengklarifikasi persyaratan yang terkait dengan tanggal penghentian pengakuan
aset keuangan dan liabilitas keuangan, dengan pengecualian untuk penghentian pengakuan liabilitas
keuangan yang diselesaikan melalui transfer elektronik; persyaratan untuk menilai karakteristik arus kas
kontraktual dari aset keuangan, dengan panduan tambahan tentang penilaian fitur kontinjensi; dan
karakteristik pinjaman non-course dan instrumen yang terkait secara kontraktual. Amendemen tersebut
juga memperkenalkan persyaratan pengungkapan tambahan untuk instrumen ekuitas yang diukur pada
nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain dan untuk instrumen keuangan dengan fitur kontinjensi.
• Penyesuaian Tahunan 2024 terhadap PSAK 107, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”, PSAK 109,
“Instrumen Keuangan”, PSAK 110, “Laporan Keuangan Konsolidasian” dan PSAK 207, “Laporan Arus Kas”
Penyesuaian tahunan ini terbatas pada amendemen yang mengklarifikasi susunan kata (wording) atau
pembetulan minor atas konsekuensi yang tidak diintensikan, kekeliruan, atau persyaratan yang
bertentangan dalam standar.
• PSAK 338 (Revisi 2025), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Perubahan utama dalam revisi ini mencakup pengecualian entitas investasi dari ruang lingkup PSAK 338,
serta tambahan definisi bisnis alihan, entitas penerima, dan entitas pengalih. Revisi ini juga mencakup
rujukan jumlah tercatat bisnis alihan dan penyajian informasi prakombinasi bisnis ketika terjadi
ketidakpraktisan dalam penerapan metode penyatuan kepemilikan.
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2027
• PSAK 118, “Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan
PSAK 118 menggantikan PSAK 201, mempertahankan banyak prinsip yang ada tetapi secara signifikan
mengubah cara entitas melaporkan “laba atau rugi operasional.” PSAK ini menetapkan struktur yang jelas
untuk laporan laba rugi dengan mengelompokkan pos-pos ke dalam kategori operasi, investasi,
pembiayaan, pajak penghasilan, dan operasi yang dihentikan. Standar ini mewajibkan pengungkapan
tertentu, termasuk ukuran kinerja tetapan manajemen (UKTM), yang memungkinkan investor memahami
bagaimana pandangan manajemen atas kinerja keuangan perusahaan dan bagaimana ukuran tersebut
dibandingkan dengan ukuran yang didefinisikan dalam PSAK 118.
Meskipun PSAK 118 tidak memengaruhi pengakuan atau pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan,
dampaknya terhadap penyajian dan pengungkapan diperkirakan akan sangat luas, terutama yang berkaitan
dengan laporan kinerja keuangan dan penyediaan UKTM dalam laporan keuangan. Manajemen saat ini
sedang menilai secara rinci implikasi penerapan standar baru ini pada laporan keuangan konsolidasian
Grup. Dari penilaian awal, secara garis besar, dampak potensial berikut telah diidentifikasi:
• Meskipun adopsi PSAK 118 tidak akan berpengaruh pada laba neto Grup, Grup mengharapkan
pengelompokan pos pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi ke dalam kategori baru akan
memengaruhi cara perhitungan dan pelaporan laba operasi. Dari penilaian dampak garis besar yang
dilakukan Grup, pos-pos berikut mungkin berpotensi memengaruhi laba operasi:
a. Perbedaan nilai tukar yang saat ini digabungkan dalam pos ‘pendapatan lain dan
keuntungan/(rugi) lain - neto’ dalam laba operasi mungkin perlu dipisahkan, dengan beberapa
keuntungan atau rugi dari nilai tukar disajikan di bawah laba operasi.
b. PSAK 118 memiliki persyaratan khusus mengenai kategori di mana keuntungan atau rugi
derivatif diakui - yaitu kategori yang sama dengan pendapatan dan beban yang dipengaruhi
oleh risiko yang dikelola oleh derivatif tersebut. Meskipun Grup saat ini mengakui beberapa
- 11 -
Page 13
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
keuntungan atau rugi dalam laba operasi dan lainnya dalam biaya keuangan, mungkin akan
terjadi perubahan mengenai tempat di mana keuntungan atau rugi tersebut diakui, dan Grup
saat ini sedang mengevaluasi kebutuhan untuk melakukan perubahan.
• Pos-pos yang disajikan dalam laporan keuangan utama mungkin akan berubah akibat penerapan
konsep ‘ringkasan terstruktur yang berguna’ dan prinsip yang ditingkatkan mengenai agregasi dan
disaggregasi. Selain itu, karena goodwill akan disajikan secara terpisah dalam laporan posisi
keuangan, Grup akan memisahkan goodwill dan aset tidak berwujud lainnya serta menyajikannya
secara terpisah dalam laporan posisi keuangan.
• Grup tidak mengharapkan adanya perubahan signifikan dalam informasi yang saat ini diungkapkan
dalam catatan, karena persyaratan untuk mengungkapkan informasi material tetap tidak berubah;
namun, cara pengelompokan informasi tersebut mungkin berubah sebagai akibat dari prinsip
agregasi/disaggregasi. Selain itu, akan ada pengungkapan baru yang signifikan yang diwajibkan untuk:
a. UKTM;
b. rincian jenis beban untuk pos-pos yang disajikan berdasarkan fungsi dalam kategori operasi
laporan laba rugi - rincian ini hanya diperlukan untuk beberapa jenis beban tertentu; dan,
c. untuk periode tahunan pertama penerapan PSAK 118, rekonsiliasi untuk setiap pos dalam
laporan laba rugi antara angka yang telah disajikan ulang berdasarkan penerapan PSAK 118
dan angka yang sebelumnya disajikan berdasarkan PSAK 201.
• Dari perspektif laporan arus kas, akan ada perubahan cara penyajian bunga diterima dan bunga
dibayar. Bunga dibayar akan disajikan sebagai arus kas pendanaan dan bunga diterima akan disajikan
sebagai arus kas investasi, yang merupakan perubahan dari penyajian saat ini sebagai bagian dari
arus kas operasi.
Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari penerapan standar dan
amendemen tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh
manajemen.
3. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasian PT Greenwood Sejahtera Tbk dan Entitas Anaknya (Grup) disusun
berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia dan Peraturan-Peraturan serta Pedoman Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah selaras
dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian tanggal
31 Desember 2025, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam
catatan 2, beberapa standar akuntansi yang telah direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari
2026.
Grup telah menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan dasar bahwa Grup akan terus mempertahankan
kelangsungan usaha.
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun berdasarkan dasar
akrual dengan menggunakan konsep harga perolehan, kecuali properti investasi yang diukur pada jumlah
revaluasian atau nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan. yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi di
bawah ini.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
b. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan klasifikasi
lancar/tidak lancar atau jangka pendek/jangka panjang. Suatu aset disajikan lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan,
iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah periode pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali yang dibatasi
penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan
setelah periode pelaporan.
- 12 -
Page 14
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar. Suatu liabilitas disajikan sebagai jangka pendek bila:
i. diperkirakan akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii. untuk diperdagangkan, telah jatuh tempo dan akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan,
atau tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling
iii. tidak 12 bulan setelah periode pelaporan.
Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
c. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas yang dikendalikan
secara langsung ataupun tidak langsung oleh Perusahaan. Secara spesifik, Grup mengendalikan investee jika
dan hanya jika Grup memiliki seluruh hal berikut ini:
i) Kekuasaan atas investee, yaitu hak yang ada saat ini yang memberi investor kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan dari investee,
ii) Eksposur atau hak atas timbal balik hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan
iii) Kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil.
Grup menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian. Ketika Grup memiliki kurang dari hak suara
mayoritas, Grup dapat mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah
memiliki kekuasaan atas investee tersebut:
i) Pengaturan kontraktua dengan pemilik hak suara lainnya dari investee,
ii) Hak yang timbul atas pengaturan kontraktual lain, dan
iii) Hak suara dan hak suara potensial yang dimiliki Grup.
Konsolidasi atas entitas anak dimulai ketika Grup memiliki pengendalian atas entitas anak dan berhenti ketika
Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban atas entitas anak yang
diakuisisi atau dilepas selama periode termasuk dalam laporan keuangan konsolidasi dari tanggal Grup
memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal Grup menghentikan pengendalian atas entitas anak.
Laporan keuangan entitas anak disusun dengan periode pelaporan yang sama dengan Perusahaan. Kebijakan
akuntansi yang digunakan dalam penyajian laporan keuangan konsolidasian telah diterapkan secara konsisten
oleh Grup, kecuali dinyatakan lain.
Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas berkaitan dengan transaksi antar anggota
Grup juga akan dieliminasi secara penuh dalam proses konsolidasi.
Kepentingan nonpengendali mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto dari entitas anak yang
tidak dapat diatribusikan, secara langsung maupun tidak langsung, pada Perusahaan, yang masing-masing
disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada
laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik
Perusahaan.
Kepentingan nonpengendali pada awalnya dapat diukur sebesar nilai wajar atau bagian proporsional
kepentingan nonpengendali atas nilai wajar aset neto teridentifikasi pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran
dibuat untuk masing-masing akuisisi. Kepentingan nonpengendali lain awalnya diukur sebesar nilai wajar.
Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan nonpengendali adalah jumlah kepentingan tersebut pada
pengakuan awal ditambah bagian kepentingan nonpengendali dari perubahan selanjutnya di ekuitas.
Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada pemegang saham
entitas induk Perusahaan dan pada kepentingan nonpengendali, walaupun hasil di kepentingan nonpengendali
mempunyai saldo defisit.
Perubahan kepemilikan pada entitas anak, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung sebagai transaksi ekuitas.
Jumlah tercatat dari kepemilikan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan
perubahan kepentingan relatifnya dalam entitas anak. Selisih antara jumlah tercatat kepentingan
nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau diterima diakui secara langsung
dalam ekuitas dan diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
- 13 -
Page 15
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Jika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, maka Grup:
a. Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
b. Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali;
c. Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, bila ada;
d. mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
e. mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
f. mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau rugi sebagai laba rugi; dan
g. mereklasifikasi ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui sebelumnya dalam
penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi persyaratan jika Grup akan
melepas secara langsung aset atau liabilitas terkait.
Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap
sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal untuk perlakuan akuntansi berikutnya dalam PSAK 109,
“Instrumen Keuangan”, ketika berlaku, biaya perolehan pada saat pengakuan awal dari investasi pada entitas
asosiasi atau ventura bersama.
d. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis
diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar tanggal akuisisi atas seluruh
aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang
diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang
diakuisisi. Biaya akuisisi yang terjadi dibiayakan dan dicatat sebagai beban pada periode berjalan.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar,
kecuali untuk:
• aset atau liabilitas pajak tangguhan yang berkaitan dengan pengaturan imbalan kerja diakui dan diukur
masing-masing berdasarkan PSAK 212, “Pajak Penghasilan”, dan PSAK 219, “Imbalan Kerja”;
• instrumen liabilitias atau ekuitas yang berkaitan dengan perjanjian pembayaran berbasis saham dari
pihak yang diakuisisi atau pengaturan pembayaran berbasis saham Grup yang dibuat untuk
menggantikan pengaturan pembayaran berbasis saham dari pihak yang mengakuisisi diukur
berdasarkan PSAK 102, “Pembayaran Berbasis Saham”, pada tanggal akuisisi; dan
• aset (atau kelompok lepasan) yang diklasifikasikan sebagai yang dimiliki untuk dijual berdasarkan
PSAK 105, “Aset tidak Lancar yang Dikuasai untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”, diukur sesuai
dengan standar tersebut.
Selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan
nonpengendali dan nilai wajar kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada
pihak diakuisisi (jika ada) atas jumlah neto pada tanggal akuisisi atas aset teridentifikasi yang diperoleh dan
liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi dicatat sebagai goodwill.
Jika nilai wajar aset neto yang diperoleh melebihi jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, Grup menilai
kembali apakah telah mengidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan seluruh liabilitas yang
diambil alih dan menelaah prosedur yang digunakan untuk mengukur jumlah yang akan diakui pada tanggal
akuisisi. Jika penilaian kembali masih menghasilkan selisih lebih nilai wajar aset neto yang diperoleh atas
jumlah gabungan imbalan yang dialihkan, maka keuntungan diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan
pembelian dengan diskon.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal
dari pengaturan imbalan kontinjensi (contingent consideration arrangement), imbalan kontinjensi tersebut
diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam
suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjensi yang memenuhi syarat sebagai
penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap
goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang
diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-
fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Perlakuan akuntansi selanjutnya untuk perubahan nilai wajar dari imbalan kontinjensi yang tidak memenuhi
syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjensi
- 14 -
Page 16
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
diklasifikasikan. Imbalan kontinjensi yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada setiap
tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas. Imbalan kontinjensi yang
diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas yang merupakan instrumen keuangan dan termasuk dalam ruang
lingkup PSAK 109 diukur pada nilai wajar dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi sesuai
dengan PSAK 109. Imbalan kontinjensi lain yang tidak termasuk dalam ruang lingkup PSAK 109 diukur pada
nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan atas nilai wajar diakui dalam laba rugi.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak diakuisisi diukur
kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian dihasilkan, jika ada, diakui dalam
laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika
kepemilikan tersebut dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi,
Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan
keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan secara retrospektif, aset atau
liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan
yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal
tersebut.
e. Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Kombinasi bisnis antara entitas sepengendali diperlakukan sesuai dengan PSAK 338, “Kombinasi Bisnis
Entitas Sepengendali”. Berdasarkan PSAK ini, transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa
pengalihan bisnis yang dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada di dalam suatu Grup
yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi
tersebut tidak menimbulkan laba atau rugi bagi Grup secara keseluruhan ataupun bagi entitas individu dalam
Grup tersebut.
Kombinasi bisnis sepengendali dicatat dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Metode
penyatuan kepemilikan diterapkan seolah- olah entitas-entitas tersebut telah bergabung sejak periode dimana
entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian. Selisih antara imbalan yang dialihkan dan nilai tercatat
aset neto pihak yang diakuisisi disajikan dalam “tambahan modal disetor” dan tidak direklasifikasi ke laba rugi
atau direklasifikasi ke saldo laba ketika pengendalian hilang.
f. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing dan Translasi Saldo
Mata uang penyajian yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasian adalah Rupiah, yang juga
merupakan mata uang fungsional setiap entitas dalam Grup. Tiap entitas dalam Grup menentukan mata uang
fungsionalnya masing-masing dan laporan keuangannya masing-masing diukur menggunakan mata uang
fungsional tersebut.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
dilakukan. Pada setiap akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi
perbankan terakhir untuk periode yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau
dibebankan pada operasi periode yang bersangkutan.
Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan kembali pada kurs yang
berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos nonmoneter yang diukur dalam biaya historis dalam
valuta asing tidak dijabarkan kembali.
Nilai tukar kurs mata uang asing ke dalam Rupiah yang digunakan pada tanggal 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2026 2025
Rp Rp
1 USD 17.856 16.782
1 EURO 20.360 19.753
- 15 -
Page 17
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
g. Instrumen Keuangan
Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas
keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain.
Aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian pada saat Grup
menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut.
Klasifikasi
i. Aset keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya
perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), dan (iii) nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (“FVTOCI”).
Grup mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas
yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok terutang.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset
keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok
terutang. Pengujian ini dikenal sebagai SPPI testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Grup mengelola
aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan
dihasilkan dari memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
Aset keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset lainnya
- deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
yang diukur dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki aset keuangan, yang diklasifikasikan
sebagai aset keuangan yang diukur pada FVTPL dan FVTOCI.
ii. Liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya pada pengakuan awal sebagai (i) liabilitas keuangan
diukur pada FVTPL atau (ii) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Liabilitas
keuangan Grup terdiri dari utang bank, utang usaha, utang lain-lain, biaya masih harus dibayar, uang
jaminan penyewa dan utang pihak berelasi diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur
dengan biaya diamortisasi. Grup tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL.
Pengakuan dan Pengukuran
Aset keuangan, kecuali piutang usaha yang diukur sesuai harga transaksi, dan liabilitas keuangan pada
awalnya diukur pada nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan
atau penerbitan aset keuangan dan liabilitas keuangan ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar aset
keuangan dan liabilitas keuangan, jika diperlukan, pada pengakuan awal.
i. Aset keuangan
Pembelian atau penjualan asset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu
yang telah ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim)
diakui pada tanggal perdagangan, yaitu tanggal Grup berkomitmen untuk membeli atau menjual aset
tersebut.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur
menggunakan metode suku bunga efektif dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan
kerugian diakui pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami
penurunan nilai.
- 16 -
Page 18
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
ii. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan
1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis,
2) dimiliki untuk diperdagangkan, atau
3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi
dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode yang relevan.
Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari aset atau liabilitas keuangan dengan jumlah tercatat
bruto aset keuangan atau biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku
bunga efektif, entitas mengestimasi arus kas ekspektasian dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan
kontraktual dari instrumen keuangan tersebut (sebagai contoh, percepatan pelunasan, perpanjangan, opsi beli
dan opsi-opsi serupa), tetapi tidak mempertimbangkan keruagian kredit ekspektasian. Perhitungan mencakup
seluruh fee (imbalan) dan komisi yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak yang terlibat dalam kontrak
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium
atau diskonto lainnya.
Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling
hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi
untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitasnya secara bersamaan.
Hak saling hapus harus ada pada saat ini dan tidak bersifat kontinjen atas terjadinya suatu peristiwa di masa
depan dan harus dapat dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis normal dan dalam peristiwa
gagal bayar, peristiwa kepailitan atau kebangkrutan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Grup mengakui cadangan untuk rugi kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen utang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI.
Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss given default (yaitu
besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal bayar. Penilaian probability of default
dan loss given default berdasarkan data historis yang disesuaikan dengan informasi masa depan. Adapun
eksposur atas gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal pelaporan;
untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada tanggal pelaporan, ditambah
dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan
berdasarkan tren historis, pemahaman Grup mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari
debiturnya, dan informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.
ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus
kas yang diharapkan akan diterima Grup, didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang
diharapkan akan diterima tersebut mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan
perbaikan risiko-kredit lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan
secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa
gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen
keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang umurnya).
Karena piutang usaha dan aset kontrak tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan, Grup menerapkan
pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh karena itu, Grup tidak menelusuri perubahan
- 17 -
Page 19
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
dalam risiko kredit, namun justru mengakui penyisihan rugi berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap
tanggal pelaporan. Grup membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman rugi kredit masa lampau,
disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang spesifik untuk debitur dan
lingkungan ekonomi.
Peningkatan risiko kredit secara signifikan
Dalam menilai apakah risiko kredit pada instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak
pengakuan awal, Grup membandingkan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada
tanggal pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi pada instrumen keuangan pada tanggal pengakuan
awal. Dalam melakukan penilaian, Grup mempertimbangkan baik informasi kuantitatif maupun kualitatif yang
wajar dan mendukung, termasuk pengalaman historis dan informasi bersifat perkiraan masa depan, yang
tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan. Informasi masa depan yang dipertimbangkan mencakup prospek
masa depan industri di mana debitur Grup beroperasi, yang diperoleh dari laporan ahli ekonomi, analis
keuangan, badan pemerintah, lembaga terkait, dan organisasi serupa lainnya, serta pertimbangan berbagai
sumber eksternal aktual dan prakiraan informasi ekonomi yang terkait dengan operasi inti Grup.
Secara khusus, informasi berikut diperhitungkan ketika menilai apakah risiko kredit telah meningkat secara
signifikan sejak pengakuan awal:
a) indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak peminjam mengalami kesulitan keuangan signifikan,
b) wanprestasi atau tunggakan pembayaran bunga atau pokok,
c) kemungkinan bahwa mereka akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan
d) di mana data yang dapat diobservasi mengindikasikan bahwa ada terukur penurunan arus kas estimasi
masa mendatang, seperti perubahan tunggakan atau kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan
wanprestasi.
Definisi gagal bayar
Grup menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit
internal karena pengalaman historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria
berikut umumnya tidak dapat dipulihkan:
• ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
• informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan
bahwa debitur kemungkinan tidak akan membayar kreditornya, termasuk Grup, secara penuh (tanpa
memperhitungkan jaminan yang dimiliki oleh Grup).
Terlepas dari analisis di atas, Grup menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan
tertunggak lebih dari 360 hari kecuali jika Grup memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk
menunjukkan bahwa kriteria yang lebih panjang lebih tepat.
Aset keuangan memburuk
Aset keuangan mengalami penurunan nilai kredit ketika satu atau lebih peristiwa yang memiliki dampak buruk
pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan tersebut telah terjadi. Bukti bahwa aset keuangan
mengalami penurunan nilai termasuk data yang dapat diobservasi tentang peristiwa berikut:
• kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau peminjam;
• pelanggaran kontrak, seperti peristiwa gagal bayar atau tunggakan;
• pihak pemberi pinjaman, untuk alasan ekonomik atau kontraktual sehubungan dengan kesulitan
keuangan yang dialami pihak peminjam, telah memberikan konsesi pada pihak peminjam yang tidak
mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut;
• terjadi kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuanga lainnya;
• hilangnya pasar aktif untuk aset keuangan itu akibat kesulitan keuangan; atau
• pembelian atau penerbitan aset keuangan dengan diskon sangat besar yang mencerminkan rugi kredit
yang terjadi.
Kebijakan penghapusan
Grup menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada
dalam kesulitan keuangan yang buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak
- 18 -
Page 20
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
lawan dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses kebangkrutan, atau untuk hal piutang usaha, ketika
jumlahnya sudah lebih dari 360 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu. Aset keuangan yang dihapuskan
dapat menjadi subjek aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan Grup, dengan mempertimbangkan
nasihat hukum yang sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
Grup mengakui keuntungan atau rugi penurunan nilai dalam laba rugi untuk semua instrumen keuangan
dengan penyesuaian terkait ke jumlah tercatat melalui akun cadangan rugi.
Penghentian Pengakuan
i. Aset keuangan
Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:
a. hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
b. Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari aset keuangan atau
menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima tanpa penundaan yang material
kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak
mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.
Ketika Grup telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah menandatangani
kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial tidak mengalihkan dan tidak
mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan, maupun tidak mengalihkan
pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan berkelanjutan Grup terhadap aset
keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur sebesar
jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang diterima yang
mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Grup juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas terkait diukur
dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan Grup.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan
antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi.
ii. Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika liabilitas yang ditetapkan dalam kontrak dihentikan
atau dibatalkan atau kedaluwarsa.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan
persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial atas ketentuan liabilitas
keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan
liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru.
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang
dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.
h. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Grup jika orang tersebut:
(i) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Grup;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas Grup; atau
(iii) personal manajemen kunci Grup atau entitas induk Grup.
- 19 -
Page 21
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
b. Suatu entitas berelasi dengan Grup jika memenuhi salah satu hal berikut:
(i) entitas dan Grup adalah anggota dari grup yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas
anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama yang merupakan anggota suatu grup, yang mana entitas lain tersebut adalah
anggotanya).
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
dari entitas ketiga.
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari Grup atau entitas
yang terkait dengan Grup.
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
(vii) orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(viii) entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Grup atau kepada entitas induk dari Grup.
(ix) entitas yang merupakan entitas anak dari entitas asosiasi atau ventura bersama dari Grup.
Transaksi signifikan yang dilakukan dengan pihak- pihak berelasi, baik dilakukan dengan kondisi dan
persyaratan yang sama dengan pihak ketiga maupun tidak, diungkapkan pada laporan keuangan
konsolidasian.
i. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas meliputi kas dan bank serta deposito berjangka yang akan jatuh tempo kurang dari 3 (tiga)
bulan sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan. Setara kas yang dijaminkan dan dibatasi
penggunaannya dicatat sebagai bagian dari akun “Aset Lainnya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
j. Dana/Cadangan untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel
Cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel ditentukan sebesar 2% - 4% dari jumlah
pendapatan hotel setiap bulan. Dana secara khusus disisihkan untuk menutupi cadangan dan disimpan dalam
rekening bank. Bunga yang diperoleh dari rekening bank tersebut merupakan bagian dari cadangan dan dana.
Beban penggantian dan penambahan perlengkapan hotel merupakan pengurangan saldo dana cadangan.
k. Persediaan
Aset Real Estat
Persediaan aset real estat terdiri dari bangunan apartemen dan perkantoran yang siap dijual, tanah yang belum
dikembangkan dan tanah yang sedang dikembangkan, dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi
neto, mana yang lebih rendah.
Tanah belum dikembangkan merupakan tanah mentah yang belum dikembangkan dan dinyatakan sebesar
biaya perolehan atau nilai realisasi neto mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah yang belum
dikembangkan meliputi biaya pra- perolehan dan perolehan tanah. Biaya perolehan akan dipindahkan ke tanah
yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke bangunan
yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut siap dibangun.
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan
ditambah dengan biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada aset
pengembangan real estat serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke
bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan.
Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas
pengembangan real estat dan biaya pinjaman, serta dipindahkan ke bangunan yang siap dijual pada saat
selesai dibangun dan siap dijual.
- 20 -
Page 22
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Biaya aktivitas pengembangan real estat yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat adalah:
• Biaya praperolehan tanah;
• Biaya perolehan tanah;
• Biaya yang secara langsung berhubungan dengan proyek;
• Biaya yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real estat; dan
• Biaya pinjaman.
Biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah:
• Biaya praperolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh.
• Kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersialkan, yang
dijual atau dialihkan, sehubungan dengan penjualan unit.
Grup tetap melakukan akumulasi biaya ke proyek pengembangan walaupun realisasi pendapatan pada masa
depan lebih rendah dari nilai tercatat proyek, atas perbedaan yang terjadi Grup melakukan penyisihan secara
periodik. Jumlah penyisihan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi
berjalan.
Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan
metode identifikasi khusus.
Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek
selesai secara substansial. Jika terjadi perubahan mendasar Grup akan melakukan revisi dan realokasi biaya.
Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat.
Persediaan Hotel
Persediaan hotel merupakan perlengkapan operasional dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai
realisasi neto, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang.
l. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi dan dibebankan pada operasi selama periode manfaat masing-masing
biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
m. Investasi pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah entitas di mana Grup memiliki pengaruh signifikan dalam bentuk kekuasaan untuk
berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau
mengendalikan bersama kebijakan tersebut. Pengaruh signifikan tersebut dianggap timbul ketika Grup
memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung, lebih dari 20% hak suara investee.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas di mana investasi pada awal
diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan untuk perubahan pasca perolehan dalam bagian
Perusahaan atas aset neto investee setelah tanggal perolehan. Laba atau rugi dan penghasilan komprehensif
lain Grup mencakup bagiannya atas laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lain investee.
Jika bagian Grup atas kerugian Entitas asosiasi sama dengan atau melebihi kepentingannya pada entitas
asosiasi, maka Grup menghentikan pengakuan bagiannya atas kerugian selanjutnya. Setelah kepentingan
Grup dikurangi hingga nihil, tambahan kerugian dicadangkan dan liabilitas diakui, hanya sepanjang Grup
mempunyai kewajiban bersifat hukum atau konstruktif atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi.
Jika entitas asosiasi tersebut kemudian melaporkan laba, Grup mengakui bagiannya atas laba tersebut hanya
setelah bagiannya atas laba tersebut sama dengan bagian kerugian yang belum diakui.
Pada saat kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi Grup mengukur dan mengakui bagian investasi
bersisa pada nilai wajar. Selisih antara nilai tercatat entitas asosiasi dan nilai wajar investasi yang tersisa dan
penerimaan dari pelepasan investasi diakui pada laba rugi.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan Grup.
- 21 -
Page 23
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
n. Properti Investasi
Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan - bagian dari bangunan - atau keduanya) yang dikuasai
(oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) yang digunakan untuk menghasilkan sewa atau untuk
kenaikan nilai atau keduanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa
atau untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan
yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan properti investasi dapat
diukur dengan andal.
Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga pembeliannya dan setiap
pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti, dan biaya
transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.
Setelah pengakuan awal, properti investasi diukur dengan menggunakan nilai wajar. Keuntungan atau kerugian
yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui pada laba rugi pada saat terjadinya.
Properti investasi dalam konstruksi diukur menggunakan nilai wajar jika nilai wajar dianggap dapat diukur
secara andal. Properti investasi dalam konstruksi yang nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, tetapi
Grup mengharapkan nilai wajarnya dapat diukur secara andal ketika konstruksi selesai, diukur senilai biaya
dikurangi penurunan nilai sampai nilai wajarnya dapat diukur secara andal atau konstruksi diselesaikan - yang
mana yang lebih awal.
Terkadang sulit untuk mengukur secara andal nilai wajar dari properti investasi dalam konstruksi. Untuk
mengevaluasi apakah nilai wajar dari properti investasi dalam konstruksi dapat diukur secara andal,
manajemen mempertimbangkan faktor-faktor berikut, antara lain, provisi dari kontrak konstruksi, tahap
penyelesaian, apabila properti standar (umum di pasaran) atau tidak standar, tingkat keandalan arus kas masuk
setelah penyelesaian, risiko pengembangan spesifik atas properti, pengalaman terdahulu dengan konstruksi
serupa, dan status izin konstruksi.
Nilai wajar didasarkan kepada harga pasar aktif, disesuaikan, jika perlu, dengan perbedaan alam, lokasi atau
kondisi dari asset tersebut. Jika informasi tersebut tidak tersedia, Grup menggunakan metode penilaian
alternatif, seperti harga terbaru di pasar yang kurang aktif atau projeksi arus kas yang didiskontokan. Penilaian
dilakukan pada tanggal posisi keuangan konsolidasian oleh penilai ahli dengan kualifikasi yang diakui dan
relevan dan memiliki pengalaman terbaru atas lokasi dan kategori dari properti investasi dinilai. Penilaian ini
membentuk dasar untuk nilai tercatat pada laporan keuangan konsolidasian.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan pemugaran
dan penambahan dikapitalisasi.
Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak lain.
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi secara
permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan
atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan
jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.
o. Aset Tetap
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian, biaya
pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
kondisi yang diperlukan. Biaya perolehan juga termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya
tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model
biaya di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada). Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak
memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba rugi pada saat terjadinya.
- 22 -
Page 24
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Penyusutan, dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomi aset tetap yang bersangkutan sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 10 – 20
Perlengkapan 4–8
Peralatan kantor 4–8
Kendaraan 4–8
Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya
perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaharuan legal hak atas tanah diakui sebagai
aset takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih
pendek.
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan tepat
suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan
pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset
pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan PSAK
116, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Grup menerapkan
PSAK 216, “Aset Tetap”.
Penyusutan diakui bahkan jika nilai wajar aset melebihi jumlah tercatatnya, sepanjang nilai residu aset tidak
melebihi jumlah tercatatnya. Nilai residu suatu aset dapat meningkat menjadi suatu jumlah yang setara atau
lebih besar daripada jumlah tercatatnya. Ketika hal tersebut terjadi, maka beban penyusutan aset tersebut
adalah nol, hingga nilai residu selanjutnya berkurang menjadi lebih rendah daripada jumlah tercatatnya.
Penyusutan tidak dihentikan meskipun aset tidak digunakan atau dihentikan penggunaannya, kecuali telah
habis disusutkan. Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun
dan pengaruh dari setiap perubahan tersebut dicatat sebagai perubahan estimasi akuntansi yang diakui
secara prospektif.
Bagian aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis
masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
p. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset
kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau
dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan saat selesainya aset secara
substansial siap untuk digunakan atau dijual.
Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik belum digunakan
untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang dikapitalisasi.
Untuk pinjaman yang tidak dapat diatribusikan secara langsung pada suatu aset kualifikasian, jumlah yang
dikapitalisasi ditentukan dengan mengalikan tingkat kapitalisasi terhadap pengeluaran atas aset tersebut.
Tingkat kapitalisasi dihitung berdasarkan rata-rata tertimbang biaya pinjaman yang dibagi dengan jumlah
pinjaman yang tersedia selama periode, selain pinjaman yang secara spesifik diambil untuk tujuan memperoleh
suatu aset kualifikasian.
Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset agar dapat
digunakan sesuai dengan maksudnya, dan pengeluaran untuk aset kualifikasian dan biaya pinjamannya telah
terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya secara substansi seluruh aktivitas yang
diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya.
Semua biaya pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada periode terjadi. Biaya pinjaman terdiri dari biaya
bunga dan biaya lain yang ditanggung oleh Grup sehubungan dengan peminjaman dana.
- 23 -
Page 25
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
q. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan
nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan (yaitu aset tidak
berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas, aset tidak berwujud yang belum tersedia untuk digunakan, atau
goodwill yang diperoleh dari kombinasi bisnis) maka jumlah terpulihkan diestimasi untuk aset individual. Jika
tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual, maka Grup menentukan nilai terpulihkan
dari Unit Penghasil Kas (UPK) yang mana aset tercakup (aset dari UPK).
Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih tinggi antara
nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya.
Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan
menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang
dan risiko spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar terakhir, jika
tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Grup menggunakan model penilaian yang sesuai untuk
menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikator nilai
wajar lain yang tersedia.
Rugi penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang konsisten dengan
fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.
Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai
yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin
telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya
jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut
sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah
terpulihkannya.
Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun
jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui untuk aset tersebut pada
periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut diakui, penyusutan aset tersebut disesuaikan di
periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai sisanya, dengan
dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
Goodwill diuji untuk penurunan setiap tahun (per 31 Desember) dan ketika keadaan yang mengindikasikan
bahwa jumlah tercatat mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai goodwill ditetapkan dengan menentukan
jumlah tercatat tiap unit penghasil kas (atau kelompok unit penghasil kas) yang diperkirakan memberikan
manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Jika jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari
jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai diakui. Rugi penurunan nilai yang berhubungan dengan goodwill tidak
dapat dibalik pada periode berikutnya.
r. Imbalan Kerja Karyawan
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan
setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui
ketika karyawan memberikan jasa kepada Grup dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban
diakui pada laba rugi.
Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti
tahunan akibat jasa yang diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.
- 24 -
Page 26
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Imbalan pascakerja program imbalan pasti
Pembayaran kepada program manfaat pensiun iuran pasti dibebankan ketika karyawan telah menyerahkan
jasa yang memberikan hak kepada karyawan atas iuran. Pembayaran yang dilakukan kepada skema manfaat
pensiun yang dikelola oleh negara diperlakukan sebagai pembayaran kepada program iuran pasti, di mana
kewajiban Grup dalam program tersebut setara dengan kewajiban yang timbul dari program manfaat pensiun
iuran pasti.
Grup mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang No. 6 tahun 2023
tentang tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 2022 Cipta Kerja.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Grup ditentukan melalui perhitungan aktuaria
secara periodik dengan menggunakan metode projected- unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat
diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak perubahan pada batas atas aset
(jika ada) dan imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan komprehensif lain
pada periode terjadinya untuk mencerminkan aset atau liabilitas pensiun neto yang diakui pada laporan
keuangan konsolidasian untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit dan surplus program.
Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau ketika Grup
mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu. Bunga neto dihitung dengan
menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti
dikategorikan sebagai berikut:
• Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
penyelesaian)
• Beban atau pendapatan bunga neto
• Pengukuran kembali
Grup menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian
kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau
surplus aktual dalam program imbalan pasti Grup. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada
nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran
masa depan atas program.
s. Biaya Emisi Saham
Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik dikurangkan
langsung dengan hasil dan emisi disajikan sebagai pengurang akun “Tambahan Modal Disetor” dalam posisi
keuangan konsolidasian (Catatan 1b).
t. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Penjualan Real Estat
Grup mengakui pendapatan dengan melakukan analisis transaksi melalui lima langkah model pengakuan
pendapatan sebagai berikut:
i. Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan, dimana Grup mencatat kontrak dengan pelanggan hanya
jika seluruh kriteria berikut terpenuhi:
• Kontrak telah disetujui oleh para pihak dalam kontrak;
• Grup dapat mengidentifikasi hak dari para pihak terkait dan jangka waktu pembayaran atas barang
atau jasa yang akan dialihkan;
• Kontrak memiliki substansi komersial; dan
• Besar kemungkinan Grup akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan;
ii. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
iii. Menentukan harga transaksi;
iv. Mengalokasikan harga transaksi pada setiap kewajiban pelaksanaan; dan
v. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (pada suatu waktu tertentu atau
sepanjang waktu).
Grup mengakui pendapatan dari penjualan real estat pada saat semua kondisi berikut terpenuhi:
• Grup telah mengalihkan risiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan real estat kepada pembeli;
- 25 -
Page 27
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
• Grup tidak lagi melanjutkan keterlibatan manajerial atau kendali efektif atas real estat yang dijual;
• Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal;
• Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir ke Grup;
dan
• Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan
andal.
Penjualan biasanya diakui pada saat serah terima aset yang dibuktikan dengan surat serah terima.
Pendapatan dari penjualan rumah, rumah toko, apartemen, perkantoran dan bangunan sejenis lainnya beserta
tanah kavling diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut ini
terpenuhi:
• proses penjualan telah selesai;
• harga jual akan tertagih;
• tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang
akan diperoleh pembeli; dan
• penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu
transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara
signifikan dengan unit bangunan tersebut.
• biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur dengan
andal
Apabila persyaratan tersebut di atas tidak dapat dipenuhi, maka seluruh uang yang diterima dari pembeli
diperlakukan sebagai uang muka dan dicatat dengan metode deposit sampai seluruh persyaratan tersebut
dipenuhi.
Biaya-biaya yang dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat meliputi biaya perolehan tanah sebelum
akuisisi, biaya perolehan tanah dan biaya-biaya lain yang dapat diatribusikan pada aktivitas pengembangan real
estat. Biaya- biaya yang tidak secara jelas terkait dengan proyek real estat seperti biaya umum dan administrasi
diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum memenuhi kriteria
pengakuan pendapatan, dicatat sebagai Liabilitas Kontrak. Liabilitas kontrak disajikan sebagai “Uang Muka
Penjualan dan Pendapatan Diterima di Muka” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Saldo Kontrak
Piutang usaha
Piutang diakui jika sejumlah imbalan yang tidak bersyarat dapat ditagih dari pelanggan (yaitu, hanya berlalunya
waktu yang disyaratkan sebelum pembayaran imbalan jatuh tempo).
Liabilitas kontrak
Liabilitas kontrak diakui jika pembayaran diterima atau pembayaran jatuh tempo (mana yang lebih awal) dari
pelanggan sebelum Grup mengalihkan barang atau jasa terkait. Liabilitas kontrak diakui sebagai pendapatan
ketika Grup memenuhi kontrak tersebut (yaitu, mengalihkan kendali atas barang dan jasa terkait kepada
pelanggan). Liabilitas kontrak disajikan dalam “Uang Muka Penjualan” di laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa ditambahkan ke jumlah tercatat
dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka dan
akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang diberikan
kepada pelanggan.
Pendapatan Bunga
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
- 26 -
Page 28
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
u. Perpajakan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi kecuali untuk
transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam penghasilan komprehensif
lain atau langsung pada ekuitas.
Pajak Kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan keuangan, dan
ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen secara periodik mengevaluasi
posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan
pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah
yang diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari beban pajak
dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Bunga dan denda yang timbul dari
ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau
beban operasi lain karena tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika Grup mengajukan
keberatan, Grup mempertimbangkan apakah besar kemungkinan otoritas pajak akan menerima keberatan
tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas perpajakan Grup.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan antara dasar
pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Liabilitas
pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan beberapa pengecualian. Aset
pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat
kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak pada masa mendatang akan memadai untuk
mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal. Aset dan liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika
perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis atau transaksi yang tidak
menimbulkan perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer dapat dikurangkan dalam jumlah yang
sama) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak memengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi.
Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal goodwill.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode saat aset
direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak yang berlaku atau berlaku
secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau
pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak,
dikreditkan atau dibebankan pada periode operasi berjalan, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara
Grup memperkirakan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat
aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada setiap akhir periode pelaporan, dan mengurangi jumlah
tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk
mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai
kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
mendatang akan memungkinkan aset pajak tangguhan tersedia untuk dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan secara hukum
ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, dan aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak
tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau Grup bermaksud untuk menyelesaikan
liabilitas dan aset pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan, pada setiap periode masa depan di mana jumlah signifikan atas liabilitas atau aset pajak tangguhan
diharapkan untuk diselesaikan atau dipulihkan.
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”) kecuali:
- 27 -
Page 29
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
• PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak, yang
dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai bagian dari item beban-
beban yang diterapkan; dan
• Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian dari
piutang atau utang pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Pajak Final
Sesuai peraturan perpajakan di Indonesia, pajak final dikenakan atas nilai bruto transaksi, dan tetap dikenakan
walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami rugi. Pajak final tidak termasuk dalam lingkup
yang diatur oleh PSAK 212, “Pajak Penghasilan”.
Beban pajak sehubungan dengan penghasilan yang menjadi subyek pajak final diakui proporsional dengan
jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada periode/tahun berjalan dan dicatat sebagai beban pajak
final pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian diakui sebagai pajak dibayar di
muka atau utang pajak.
v. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun
berjalan.
Sedangkan, laba per saham dilusian dihitung dan disajikan apabila Perusahaan memiliki instrumen berpotensi
saham biasa yang bersifat dilutif.
w. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular
direviu oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja
segmen operasi. Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
• yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk
pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
• yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat
keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
• dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan
penilaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas
segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang
dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo
dan transaksi antar grup dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
x. Provisi
Provisi diakui jika Grup memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat
peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut mengakibatkan arus keluar sumber
daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adaalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi dikukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika
pengaruh nilai waktu uang bersifat material).
Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukan nilai kini adalah tingkat sebelum pajak yang mencerminkan
penilaian pasar saat ini atas nilai waktu uang dan risiko spesifik terhadap liabilitas. Peningkatan provisi karena
berlalunya waktu diakui sebagai beban bunga.
- 28 -
Page 30
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik.
Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk
menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.
y. Sewa
Sebagai Pesewa
Grup melakukan perjanjian sewa sebagai pesewa sehubungan dengan beberapa properti investasinya. Sewa
di mana Grup sebagai pesewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi. Ketika
persyaratan sewa secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan
ke penyewa, kontrak tersebut diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Seluruh sewa lainnya diklasifikasikan
sebagai sewa operasi.
Ketika Grup adalah pesewa-antara, Grup mencatat sewa utama dan subsewa sebagai dua kontrak yang
terpisah. Subsewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan atau sewa operasi dengan mengacu pada aset
hak-guna yang timbul dari sewa utama.
Penghasilan sewa dari sewa operasi diakui secara garis lurus selama masa sewa yang relevan. Biaya langsung
awal yang terjadi dalam menegosiasikan dan mengatur sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat asset
sewa dan diakui secara garis lurus selama masa sewa.
Dalam sewa pembiayaan, jumlah terutang oleh penyewa diakui sebagai piutang sebesar jumlah yang sama
dengan investasi sewa neto Grup. Pengakuan penghasilan sewa pembiayaan dialokasikan pada periode
akuntansi yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodik yang konstan atas investasi neto pesewa.
Setelah pengungkapan awal, grup secara teratur melakukan reviu atas estimasi nilai sisa tidak dijamin dan
menerapkan persyaratan penurunan nilai PSAK 109, yaitu mengakui cadangan ekspektasi kerugian kredit atas
piutang sewa.
Penghasilan sewa pembiayaan dihitung dengan mengacu pada jumlah tercatat bruto piutang sewa, kecuali
untuk aset keuangan yang mengalami penurunan nilai di mana penghasilan bunganya dihitung dengan
mengacu pada biaya perolehan diamortisasi (yaitu setelah dikurangi cadangan kerugian). Ketika suatu kontrak
mencakup komponen sewa dan non-sewa, Grup menerapkan PSAK 115 untuk mengalokasikan imbalan
berdasarkan kontrak bagi setiap komponen.
z. Pengukuran Nilai Wajar
Grup mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi pada
kombinasi bisnis. Grup juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (“UPK”) tertentu berdasarkan
nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal atau “FVLCD”), dan piutang yang tidak
dikenakan bunga pada nilai wajar.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran
nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas terjadi:
I. Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
II. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan
ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau
dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut pada penggunaan tertinggi
dan terbaiknya.
Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk
mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
- 29 -
Page 31
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap
keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
i. Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
ii. Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung atau
tidak langsung.
iii. Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan konsolidasian,
maka Grup menentukan apakah telah terjadi perpindahan di antara level hirarki nilai wajar dengan cara menilai
kembali pengkategorian tingkat nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
Tim pelaporan keuangan Grup bertanggung-jawab atas penilaian dalam menentukan kebijakan dan prosedur
untuk pengukuran nilai wajar berulang, seperti properti investasi, goodwill, dan nilai wajar (dikurangi biaya untuk
menjual) unit penghasil unit (untuk uji penurunan nilai).
Penilai eksternal terlibat dalam penilaian aset signifikan, terutama properti investasi dan goodwill. Keterlibatan
penilai eksternal ditentukan setiap tahun setelah dibahas dan disetujui oleh Direksi Perusahaan. Kriteria
pemilihan termasuk pengetahuan pasar, reputasi, independensi dan kemampuan mematuhi standar profesi.
Metode penilaian dan input yang digunakan dibahas dan diputuskan bersama oleh Grup dan penilai eksternal.
Untuk tujuan pengungkapan nilai wajar, Grup mementukan klasifikasi aset dan liabilitas berdasarkan sifat,
karakteristik dan risikonya dan level pada hierarki nilai wajar sebagaimana dijelaskan diatas.
aa. Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan keuangan
konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang saham Grup.
bb. Peristiwa setelah Tanggal Pelaporan
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan tentang posisi Grup pada periode
pelaporan (menyesuaikan peristiwa) tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian. Peristiwa setelah
periode pelaporan yang tidak menyesuaikan peristiwa, jika ada, diungkapkan ketika material terhadap laporan
keuangan konsolidasian.
4. PERTIMBANGAN KRITIS ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan,
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dalam laporan dan pengungkapan yang terkait,
pada akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat mengakibatkan
penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, yang
memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasi:
Penilaian Model Bisnis
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil SPPI testing dan uji model bisnis. Grup
menentukan model bisnis pada tingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama
untuk mencapai tujuan bisnis tertentu. Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang
relevan termasuk bagaimana kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset
dan bagaimana hal ini dikelola dan bagaimana manajer aset diberi kompensasi. Grup memantau aset keuangan
yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain yang
dihentikan pengakuannya sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut
konsisten dengan tujuan bisnis di mana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
berkelanjutan Grup atas apakah model bisnis di mana aset keuangan yang tersisa dimiliki tetap sesuai dan jika
- 30 -
Page 32
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan dalam model bisnis dan dengan demikian terdapat perubahan
prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut. Tidak ada perubahan yang diperlukan selama periode yang
disajikan.
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Grup adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana entitas beroperasi. Mata
uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban dari jasa yang diberikan. Berdasarkan
penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Grup adalah Rupiah.
Pengklasifikasian Properti
Grup menentukan apakah sebuah properti yang diperoleh diklasifikasikan sebagai properti investasi, aset tetap
atau persediaan:
• Properti investasi terdiri dari tanah dan bangunan dan prasarana (terutama kantor, gudang komersial dan
properti retail), fasilitas hotel dan aset dalam penyelesaian yang tidak bertujuan untuk digunakan oleh atau
dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup, tetapi digunakan untuk
memperoleh pendapatan sewa dan peningkatan nilai.
• Aset tetap terdiri dari tanah, bangunan dan prasarana, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kantor, dan
aset dalam penyelesaian yang digunakan dalam kegiatan operasi Grup dan tidak untuk dijual dalam kegiatan
bisnis Grup. dan tidak digunakan untuk memperoleh pendapatan sewa.
• Persediaan terdiri dari properti yang bertujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis Grup. Terutama, properti
hunian yang dikembangkan oleh Grup dan digunakan untuk dijual sebelum atau pada saat penyelesaian
konstruksi.
Klasifikasi Sewa Properti - Grup sebagai Lessor
Grup telah menandatangani sewa properti komersial atas portfolio properti investasinya. Grup telah menuntukan,
berdasarkan evaluasi syarat dan ketentuan perjanjian, seperti jangka waktu sewa tidak merupakan bagian utama
dari manfaat ekonomi properti komersial dan nilai kini pembayaran sewa minimum yang tidak secara substansial
sejumlah semua nilai wajar dari properti komersial tersebut, bahwa Grup mempertahankan secara substansial
semua risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan properti tersebut dan kontrak sebagai sewa operasi.
Perpajakan
Grup selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada peraturan
yang berlaku. Sehubungan dengan pengampunan pajak, perhitungan pajak sampai dengan tanggal 31 Desember
2015 dianggap benar. Untuk tahun berikutnya perhitungan pajak dianggap benar selama belum terdapat ketetapan
dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu lima (5)
tahun (masa daluwarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang diterbitkan.
Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pemeriksaan pajak, penemuan
bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan
pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat tersebut dapat memengaruhi jumlah aset pajak
tangguhan, utang pajak dan beban pajak.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan ketidakpastian sumber estimasi utama yang lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun
berikutnya diungkapkan di bawah ini. Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada
saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin
berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi
terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan atas ECL Piutang Usaha
Grup mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat
memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Grup mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi
yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit
dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat
penyisihan spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima
- 31 -
Page 33
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
oleh Grup. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima
memengaruhi jumlah penyisihan atas ECL piutang usaha. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 6.
Nilai Wajar Properti Investasi
Nilai wajar properti investasi Grup bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh penilai independen
dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat inflasi
dan tingkat kenaikan pendapatan dan biaya. Grup berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai,
perbedaan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat mempengaruhi secara material nilai wajar dari
properti investasi. Nilai wajar properti investasi diungkapkan dalam Catatan 9.
Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari
aset yang bersangkutan yang berkisar antara 4 hingga 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan.
Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat
ekonomis serta nilai residu dari aset tetap dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan
untuk direvisi. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 10.
Liabilitas imbalan pascakerja
Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja Grup bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial yang
digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat
pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang
berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana
diuraikan dalam Catatan 3p atas laporan keuangan konsolidasian.
Meskipun Grup berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai, perbedaan
signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Grup dapat memengaruhi
secara material liabilitas dan beban imbalan pascakerja. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 19.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan seluruh rugi fiskal yang belum
digunakan sepanjang besar kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal
tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak
tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
perencanaan pajak masa depan. Rincian lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 14.
Penurunan Nilai Goodwill
Menentukan apakah suatu goodwill turun nilainya membutuhkan estimasi nilai pakai unit penghasil kas dimana
goodwill dialokasikan. Perhitungan nilai pakai mengharuskan manajemen untuk mengestimasi arus kas masa
depan yang diharapkan dihasilkan dari unit penghasil kas menggunakan tingkat pertumbuhan yang tepat dan
tingkat diskonto yang sesuai untuk perhitungan nilai kini. Bila aktual arus kas masa depan kurang dari yang
diharapkan, rugi penurunan nilai material mungkin timbul.
Asumsi utama yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan untuk unit penghasil kas yang, termasuk
analisis sensitivitas, dan nilai tercatatnya diungkapkan lebih lanjut dalam Catatan 11.
Pertimbangan komponen pembiayaan yang signifikan dalam kontrak
Grup menjual kantor, apartemen, dll setelah penandatanganan kontrak jual beli dengan metode pembayaran tunai
keras dan cicilan bertahap. Jenis kontrak ini mencakup dua opsi pembayaran alternatif bagi pelanggan, yaitu
pembayaran harga transaksi yang lebih rendah pada saat kontrak ditandatangani. Grup menyimpulkan bahwa
terdapat komponen pembiayaan yang signifikan untuk kontrak tersebut di mana pelanggan memilih untuk
membayar di muka dengan mempertimbangkan lamanya waktu antara pembayaran pelanggan dan pengalihan
kantor, apartemen, dll ke pelanggan, serta suku bunga yang berlaku di pasar.
Dalam menentukan tingkat bunga yang akan diterapkan pada jumlah imbalan. Grup menyimpulkan bahwa tingkat
bunga implisit dalam kontrak (yaitu, tingkat bunga yang mendiskontokan harga jual kas kantor, apartemen, dll ke
dalam jumlah yang dibayar di muka) adalah tepat karena hal ini sepadan dengan tarif yang akan tercermin dalam
transaksi pembiayaan terpisah antara entitas dan pelanggannya pada awal kontrak.
- 32 -
Page 34
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Instrumen Keuangan
Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar, yang mengharuskan penggunaan estimasi
akuntansi. Sementara komponen signifikan atas pengukuran nilai wajar ditentukan menggunakan bukti obyektif
yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan nilai wajar dapat berbeda bila Grup menggunakan metodologi penilaian
yang berbeda. Perubahan nilai wajar aset dan liabilitas keuangan tersebut dapat mempengaruhi secara langsung
laba atau rugi Grup. Nilai tercatat dari aset keuangan dan liabilitas keuangan pada nilai wajar dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 diungkapkan dalam Catatan 32.
5. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Kas - Rupiah 78.603.100 82.000.000
Bank
Rupiah
PT Bank Pan Indonesia Tbk 6.483.208.598 7.127.693.882
PT Bank CIMB Niaga Tbk 4.018.202.201 829.617.950
PT Bank Central Asia Tbk 3.663.394.502 3.572.661.550
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 3.222.708.995 140.713.123
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 2.202.155.139 489.955.518
PT Bank Ina Perdana Tbk 24.469.377 41.596.113
PT Bank Victoria International Tbk 2.861.307 158.781.473
PT Bank ICBC Indonesia 2.541.130 2.395.035
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk 455.585.841 429.021.593
PT Bank
PT Bank Negara Indonesia
Pan Indonesia Tbk(Persero) Tbk 13.506.457 11.668.357-
Jumlah 20.088.633.547 12.804.104.594
Setara Kas
Deposito berjangka
Rupiah
PT Bank JTrust Indonesia Tbk 74.377.000.000 101.377.000.000
PT Bank Victoria International Tbk 2.000.000.000 40.380.027.756
PT Bank Pan Indonesia Tbk - 4.500.000.000
Dolar Amerika Serikat
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 7.357.816.212 13.001.134.217
Jumlah 83.734.816.212 159.258.161.973
Jumlah 103.902.052.859 172.144.266.567
Dana/cadangan untuk penggantian
perabotan dan perlengkapan hotel
(Catatan 11) (874.665.623) (3.443.402.042)
Bersih 103.027.387.236 168.700.864.525
Tingkat bunga deposito berjangka
per tahun
Rupiah 3,50%-5,50% 4,75% - 7,25%
Dolar Amerika Serikat 4% 4%
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang ditempatkan pada
pihak berelasi.
- 33 -
Page 35
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, deposit berjangka yang dibatasi penggunaannya dicatat
terpisah pada laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 11).
6. PIUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pendapatan
Sewa 201.380.100 40.448.001
Hotel 327.221.230 517.929.953
Jumlah 528.601.330 558.377.954
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, semua piutang usaha Grup dari pihak ketiga dan dalam mata
uang Rupiah.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 piutang usaha tidak dijadikan sebagai jaminan atas fasilitas
pinjaman bank dan tidak dikenakan bunga.
Rincian saldo piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Belum Jatuh Tempo 327.137.034 23.904.666
Jatuh Tempo
1 - 30 hari 190.216.246 444.768.504
31 - 60 hari 7.516.240 86.491.449
61 - 90 hari 80.687 -
Lebih dari 90 hari 3.651.123 3.213.335
Jumlah 528.601.330 558.377.954
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang usaha tersebut
dapat tertagih sehingga tidak membentuk penyisihan penurunan nilai atas piutang usaha.
7. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Aset lancar
Bangunan siap dijual - Apartemen The Peak 59.141.154.287 59.141.154.287
Aset Pengembangan real estat -
Proyek Magna One (d.h Capital Square) 1.406.333.476.888 1.399.591.252.036
Hotel 4.771.456.407 4.784.982.223
Jumlah 1.470.246.087.582 1.463.517.388.546
Aset tidak lancar
Tanah belum dikembangkan 294.360.019.963 294.055.049.942
- 34 -
Page 36
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Bangunan siap dijual
Apartemen The Peak merupakan sisa unit apartemen siap jual milik PNC, entitas anak.
Aset pengembangan real estat
Aset pengembangan real estat adalah Proyek Magna One yang merupakan proyek superblok milik TMP yang terdiri
dari apartemen, perkantoran dan retail yang sedang dalam tahap pembangunan bersama dengan properti investasi
dan aset tetap (Catatan 9 dan 10), terletak di Jl. HR Muhammad, Putat Gede, Sukomanunggal, Surabaya.
Persentase penyelesaian per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 adalah 56,10% dan 56,09%.
Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke aset real estat pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 6.740.672.502 dengan
tingkat kapitalisasi biaya pinjaman sebesar 35,24%.
Persediaan aset real estat diasuransikan bersama dengan aset tetap (Catatan 10). Manajemen berpendapat bahwa
nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Berdasarkan penelaahan terhadap aset real estat pada akhir periode, manajemen berkeyakinan bahwa tidak perlu
dilakukan penurunan nilai aset real estat.
Persediaan hotel
Persediaan hotel merupakan persediaan milik SGK, entitas anak.
Tidak terdapat cadangan kerugian penurunan nilai untuk barang dan perlengkapan hotel, karena manajemen
berkeyakinan bahwa seluruh persediaan dapat dijual atau digunakan.
Tanah yang Belum Dikembangkan
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tanah belum dikembangkan merupakan tanah milik Perusahaan
seluas 6.028 m2 di Jl. Lingkar Luar, Duri Kosambi dan tanah seluas 3.578 m 2 di Jl. Abdul Wahid Siamin, Surabaya.
Pembayaran kepada kontraktor yang nilainya melebihi 10% dari jumlah pembayaran konstruksi dan pengembangan
lahan aset real estat, aset tetap dan properti investasi berasal dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
PT Total Bangun Persada 9.716.764.651 11.402.157.163
PT Perintis Dinamika Sekatama - 13.428.923.051
PT Nusa Raya Cipta Tbk - 7.032.827.448
Jumlah 9.716.764.651 31.863.907.662
Hak legal atas tanah aset real estat sedang dalam pengembangan berupa Hak Guna Bangunan atas nama Grup
yang akan jatuh tempo pada tahun 2026 - 2044. Pada tahun 2022, seluruh bidang tanah telah disertifikasi atas nama
TMP, entitas anak.
Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam perpanjangan dan proses sertifikasi hak atas tanah karena
seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.
- 35 -
Page 37
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
8. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, rincian investasi saham pada entitas asosiasi yang dicatat
dengan metode ekuitas adalah sebagai berikut:
Presentase kepemilikan Jumlah Aset
Tempat dan hak suara yang 30 Juni 2026 31 Desember 2025
Nama entitas asosiasi Aktivitas utama Nama Proyek
kedudukan dimiliki Grup (Tidak Diaudit) (Diaudit)
30 Jun 2026 31 Des 2025 Rp Rp
PT Arah Sejahtera Abadi Pusat Perbelanjaan, Apartemen Jakarta 40,00% 40,00% Kuningan City 693.981.466.587 707.808.150.939
(ASA) dan Perkantoran
PT Pluit Propertindo Pusat Perbelanjaan Jakarta 47,17% 47,17% Emporium Pluit Mall 623.412.951.236 616.883.497.164
(PP)
PT Brilliant Sakti Persada Pusat Perbelanjaan dan Hotel Bandung 30,00% 30,00% Festival CityLink, 615.393.232.333 612.831.965.803
(BSP) Hotel Haris dan Hotel PoP
PT Citra Gemilang Nusantara Pusat Perbelanjaan Jakarta 23,00% 23,00% Lindeteves Trade Center 138.125.711.380 133.713.837.765
(CGN)
PT Manggala Gelora Perkasa Pusat Perbelanjaan Jakarta 27,40% 27,40% Senayan City 4.584.773.715.008 4.571.839.598.986
(MGP)
Jumlah 6.655.687.076.543 6.643.077.050.657
Investasi entitas asosiasi pada CGN bernilai nol dikarenakan nilai investasi pada CGN sudah melebihi kepentingan
pada entitas asosiasi sehingga Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih lanjut.
Akumulasi rugi CGN pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar Rp 9.514.849.765 dan
Rp 10.206.023.627.
Mutasi investasi pada entitas asosiasi adalah sebagai berikut :
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit)
Bagian laba rugi
Bagian Laba komprehensif lain Dividen yang
Saldo awal dari Entitas Asosiasi dari entitas asosiasi Diterima Saldo akhir
Rp Rp Rp Rp Rp
ASA 1.057.255.680.103 15.603.193.584 (6.399.802) - 1.072.852.473.885
PP 1.062.961.368.382 17.938.880.194 (7.072.029) - 1.080.893.176.547
BSP 359.157.607.497 4.291.421.596 - - 363.449.029.093
CGN - - - - -
MGP 792.669.644.176 66.399.406.808 - (41.100.000.000) 817.969.050.984
Jumlah 3.272.044.300.158 104.232.902.182 (13.471.831) (41.100.000.000) 3.335.163.730.509
31 Desember 2025 (Diaudit)
Bagian laba rugi
Bagian Laba komprehensif lain Dividen yang
Saldo awal dari Entitas Asosiasi dari entitas asosiasi Diterima Saldo akhir
Rp Rp Rp Rp Rp
ASA 1.067.689.600.596 4.241.914.861 124.164.646 (14.800.000.000) 1.057.255.680.103
PP 1.006.160.942.004 82.027.720.809 8.655.569 (25.235.950.000) 1.062.961.368.382
BSP 335.888.621.520 32.268.985.977 - (9.000.000.000) 359.157.607.497
CGN - - - - -
MGP 795.883.494.874 86.138.236.932 (302.087.630) (89.050.000.000) 792.669.644.176
Jumlah 3.205.622.658.994 204.676.858.579 (169.267.415) (138.085.950.000) 3.272.044.300.158
- 36 -
Page 38
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Ringkasan informasi keuangan dari entitas asosiasi diatas adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Jumlah aset 6.655.687.076.543 6.643.077.050.657
Jumlah liabilitas 2.500.868.432.365 2.647.135.104.496
Aset bersih 4.154.818.644.178 3.995.941.946.161
Laba periode/tahun berjalan 311.589.288.191 430.867.029.761
Laba komprehensif periode/
tahun berjalan 311.558.294.987 430.095.076.411
Investasi pada perusahaan asosiasi diperoleh terutama untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka panjang, karena
seluruh entitas tersebut bergerak dalam industri properti yang sama dengan industri Grup.
Entitas asosiasi mengukur properti investasi menggunakan model biaya. Penyesuaian terhadap saldo laba dan
kenaikan nilai wajar properti investasi dilakukan pada pengakuan bagian laba bersih entitas asosiasi dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk memberikan efek pengukuran properti investasi
menggunakan model nilai wajar yang diadopsi oleh Grup. Kenaikan (penurunan) nilai wajar properti investasi entitas
asosiasi adalah sebagai berikut:
31 Desember 2025
(Diaudit)
Rp
ASA (53.138.236.015)
BSP 67.420.851.234
PP 89.146.045.000
Investasi pada perusahaan asosiasi diperoleh terutama untuk tujuan potensi pertumbuhan jangka panjang,
karena seluruh entitas tersebut bergerak dalam industri properti yang sama dengan industri Grup.
9. PROPERTI INVESTASI
Rincian dan mutasi properti investasi Grup adalah sebagai berikut:
1 Januari 2026 Penambahan Pengurangan 30 Juni 2026
Rp Rp Rp Rp
Tanah 273.298.480.529 2.168.385.269 - 275.466.865.798
Bangunan dan prasarana 184.211.100.977 - 184.211.100.977
Aset dalam penyelesaian 191.134.787.643 2.425.556.016 (1.026.788.988) 192.533.554.671
Jumlah 648.644.369.149 4.593.941.285 (1.026.788.988) 652.211.521.446
Akumulasi kenaikan
nilai wajar 1.577.249.447.851 1.846.808.851 - 1.579.096.256.702
Jumlah Tercatat 2.225.893.817.000 2.231.307.778.148
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan 31 Desember 2025
Rp Rp Rp Rp
Tanah 273.298.480.529 - - 273.298.480.529
Bangunan dan prasarana 188.354.761.299 - (4.143.660.322) 184.211.100.977
Aset dalam penyelesaian 184.787.923.845 6.346.863.798 - 191.134.787.643
Jumlah 646.441.165.673 6.346.863.798 (4.143.660.322) 648.644.369.149
Akumulasi kenaikan
nilai wajar 1.575.599.622.859 18.145.164.670 (16.495.339.678) 1.577.249.447.851
Jumlah Tercatat 2.222.040.788.532 2.225.893.817.000
- 37 -
Page 39
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
a. Pada 30 Juni 2026, perubahan properti investasi terdiri dari penambahan biaya perolehan dan pengurangan
masing-masing sebesar Rp 4.593.941.285 dan Rp 1.026.788.988.
b. Pada 31 Desember 2025, terdapat penjualan properti investasi Perusahaan yang dijual terdiri dari nilai buku
sebesar Rp 20.639.000.000 dengan harga jual sebesar Rp 18.547.747.748, sehingga terdapat rugi penjualan
properti investasi sebesar Rp 2.091.252.252.
c. Properti investasi merupakan bagian dari unit perkantoran TCC Batavia - Tower 1 yang ditujukan untuk
disewakan dan area perkantoran yang disewakan di Pluit.
d. Sampai dengan 30 Juni 2026, aset dalam penyelesaian untuk pembangunan gedung perkantoran TCC Batavia
– Tower 2 masih belum dapat dilanjutkan oleh manajemen.
e. Aset dalam penyelesaian untuk pembangunan area pusat perbelanjaan Magna One, Surabaya, diperkirakan
akan selesai pada tahun 2027.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, nilai tercatat aset dalam penyelesaian meliputi 8,78% dari nilai
kontrak.
Hak legal atas tanah properti investasi berupa HGB atas nama Grup berjangka waktu 20 sampai 30 tahun yang
akan jatuh tempo antara tahun 2032 - 2042. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan
hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti kepemilikan yang memadai.
Pendapatan sewa dari properti investasi pada periode 30 Juni 2026 dan 2025, masing-masing sebesar
Rp 4.917.502.831 dan Rp 4.755.853.962 (Catatan 23).
Properti investasi diasuransikan bersama dengan aset tetap (Catatan 10). Manajemen berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
Rincian nilai wajar atas properti investasi Grup pada tanggal 31 Desember 2025:
Nama proyek Nilai wajar Nama Penilai Rincian Nama Penilai Tanggal laporan Tanggal penilaian
Rp
Audrey Angelina,
KJPP Jimmy M.Bus., MAPPI 22 Januari 2026 31 Desember 2025
TCC Batavia Tower 2.056.787.745.000
Prasetyo & Rekan (Cert.)
Audrey Angelina,
KJPP Jimmy M.Bus., MAPPI 30 Januari 2026 31 Desember 2025
Magna One 124.550.072.000
Prasetyo & Rekan (Cert.)
Drs. Bagus Wiyono,
KJPP Jimmy 25 Maret 2026 31 Desember 2025
Area perkantoran di Pluit 44.556.000.000 MAPPI (Cert.)
Prasetyo & Rekan
Jumlah 2.225.893.817.000
Metode penilaian yang digunakan adalah pendekatan pasar dan pendekatan pendapatan dengan arus kas
terdiskonto. Berikut ini adalah asumsi-asumsi signifikan yang dipakai penilai dalam menghitung nilai wajar atas
properti investasi:
31 Desember 2025
Tingkat bunga diskonto per tahun 11,37%
Tingkat kenaikan harga 8,79%
Hirarki nilai wajar level 2 dari properti investasi atas tanah dan bangunan dihitung dengan menggunakan
pendekatan data pasar. Input yang paling signifikan dalam pendekatan penilaian ini adalah asumsi harga per meter
yang didasarkan dari perbandingan harga pasar properti sejenis. Harga pasar yang paling mendekati disesuaikan
dengan perbedaan atribut utama seperti jenis dan hak yang melekat pada properti, lokasi, karakteristik fisik, ukuran
aset dan penggunaan aset. Rincian Properti Investasi Grup dan informasi nilai wajar pada 31 Desember 2025
adalah sebagai berikut:
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
Rp Rp Rp Rp
TCC Batavia Tower - 997.326.000.000 1.059.461.745.000 2.056.787.745.000
Magna One - - 124.550.072.000 124.550.072.000
Area perkantoran di Pluit - - 44.556.000.000 44.556.000.000
- 38 -
Page 40
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Tidak terdapat perpindahan antara tingkat 1 dan tingkat 2 selama tahun berjalan.
Biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke properti investasi pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 605.308.744 dengan
tingkat kapitalisasi biaya pinjaman sebesar 3,16%.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, terdapat properti investasi yang dijadikan sebagai jaminan atas
fasilitas pinjaman bank (Catatan 18).
10. ASET TETAP
Rincian dan mutasi aset tetap Grup adalah sebagai berikut:
1 Januari 2026 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 30 Juni 2026
Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah 15.732.219.443 - - - 15.732.219.443
Bangunan 260.593.590.116 - - - 260.593.590.116
Peralatan kantor 15.901.038.374 3.360.100 - (9.100.000) 15.895.298.474
Perlengkapan kantor 3.885.222.337 25.820.000 - 9.100.000 3.920.142.337
Kendaraan 417.382.727 - - - 417.382.727
Jumlah 296.529.452.997 29.180.100 - - 296.558.633.097
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 131.325.407.502 6.996.851.131 - - 138.322.258.633
Peralatan kantor 14.204.802.282 315.733.089 - - 14.520.535.371
Perlengkapan kantor 3.443.517.952 104.482.945 - - 3.548.000.897
Kendaraan 417.382.727 - - - 417.382.727
Jumlah 149.391.110.463 7.417.067.165 - - 156.808.177.628
Jumlah Tercatat 147.138.342.534 139.750.455.469
1 Januari 2025 Penambahan Pengurangan Reklasifikasi 31 Desember 2025
Rp Rp Rp Rp
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Tanah 15.732.219.443 - - - 15.732.219.443
Bangunan 258.942.212.665 1.651.377.451 - - 260.593.590.116
Peralatan kantor 15.619.307.278 281.731.096 - - 15.901.038.374
Perlengkapan kantor 3.866.820.989 18.401.348 - - 3.885.222.337
Kendaraan 417.382.727 - - - 417.382.727
Jumlah 294.577.943.102 1.951.509.895 - - 296.529.452.997
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 117.300.478.843 14.024.928.659 - - 131.325.407.502
Peralatan kantor 13.583.521.008 621.281.274 - - 14.204.802.282
Perlengkapan kantor 3.239.781.900 203.736.052 - - 3.443.517.952
Kendaraan 417.382.727 - - - 417.382.727
Jumlah 134.541.164.478 14.849.945.985 - - 149.391.110.463
Jumlah Tercatat 160.036.778.624 147.138.342.534
Jumlah beban penyusutan aset tetap pada 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing sebesar Rp 7.417.067.165 dan
Rp 7.461.619.737, yang dibebankan sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Beban pokok penjualan dan
beban langsung (Catatan 24) 6.237.701.404 6.229.857.468
Beban penjualan (Catatan 25) 85.838 49.492.019
Beban umum dan administrasi (Catatan 26) 1.179.279.923 1.182.270.246
Jumlah 7.417.067.165 7.461.619.733
- 39 -
Page 41
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Properti investasi, aset real estat dan aset tetap berupa bangunan hotel dan sebagian kendaraan milik Grup
diasuransikan terhadap risiko-risiko antara lain asuransi property all risk, asuransi terhadap kerusakan mesin, serta
asuransi terhadap terorisme dan sabotase kepada beberapa perusahaan asuransi pihak ketiga dengan rincian
sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Nilai pertanggungan aset 4.087.416.620.000 4.087.416.620.000
(Catatan 7, Catatan 9 dan Catatan 10)
Jumlah tercatat aset
Aset tetap 123.615.204.901 129.265.451.470
Properti investasi 2.231.307.778.148 2.225.893.817.000
Aset real estat 1.465.474.631.175 1.446.019.890.277
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas
aset yang dipertanggungkan.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat aset tetap yang tidak digunakan sementara dan
dihentikan dari penggunaan aktif namun tidak diklasifikasikan sebagai tersedia untuk dijual.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, aset tetap berupa bangunan digunakan sebagai jaminan atas
utang bank yang diperoleh dari PT Bank Pan Indonesia (Catatan 18).
Hak legal atas tanah milik PNC, entitas anak, berupa HGB atas nama PT Pluit Propertindo, pihak berelasi, yang
akan jatuh tempo pada tahun 2036. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dalam pemecahan dan
perpanjangan sertifikasi hak atas tanah karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti
kepemilikan yang memadai.
Nilai tercatat bangunan hotel Grup pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
Rp 96.610.915.848 dan Rp 102.560.514.555. Nilai wajar dengan pendekatan pendapatan dikategorikan sebagai
level 3 berdasarkan tingkat input pengukuran nilai wajar.
Manajemen berkeyakinan bahwa jumlah tercatat dari seluruh aset tetap tersebut dapat dipulihkan dan tidak terdapat
adanya peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai, sehingga tidak
diperlukan adanya penyisihan penurunan nilai atas aset tetap.
11. ASET LAINNYA
Aset lainnya terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Deposito berjangka yang dijaminkan 126.095.170 1.246.682.185
Dana/cadangan untuk penggantian
perabotan dan perlengkapan hotel (Catatan 5) 874.665.623 3.443.402.042
Goodwill 3.163.130 3.163.130
Lain-lain 185.040.000 191.040.000
Jumlah 1.188.963.923 4.884.287.357
Goodwill
Merupakan selisih lebih antara biaya perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar aset bersih entitas anak
pada saat akuisisi.
- 40 -
Page 42
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
PNC 2.849.000 2.849.000
SGK 314.130 314.130
Jumlah 3.163.130 3.163.130
Manajemen Grup tidak melakukan pengujian penurunan nilai atas saldo goodwill dari PNC dan SGK karena nilainya
tidak material.
Deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya
TMP, entitas anak, memiliki deposito berjangka yang dijaminkan pada PT Bank ICBC Indonesia, pihak ketiga yang
dijaminkan dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli unit perkantoran dan apartemen oleh Bank
yang bersangkutan (Catatan 31).
Dana/cadangan untuk penggantian perabotan dan perlengkapan hotel
SGK, entitas anak, diwajibkan untuk membentuk cadangan rekening untuk penggantian perabot dan perlengkapan
hotel dengan persentase sebesar 4% dari pendapatan hotel setiap bulan.
12. UTANG USAHA – PIHAK KETIGA
Rincian dari utang usaha berdasarkan pemasok adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pihak ketiga
PT Nusa Raya Cipta Tbk 6.335.880.578 6.335.880.578
PT Graha Tunasmekar 5.871.715.123 5.871.715.123
PT Perintis Dinamika Sekatama 877.635.000 -
Lain-lain (masing-masing
di bawah 5% dari utang usaha) 3.818.399.256 1.390.254.339
Jumlah 16.903.629.957 13.597.850.040
Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Rupiah 16.759.289.635 13.458.300.733
Euro 128.269.922 124.445.507
Dolar Amerika Serikat 16.070.400 15.103.800
Jumlah 16.903.629.957 13.597.850.040
Tidak ada bunga ataupun jaminan yang secara khusus diberikan oleh Grup sehubungan dengan utang usaha di
atas.
- 41 -
Page 43
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
13. UTANG LAIN-LAIN – PIHAK KETIGA
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pihak ketiga
PT SC Hotels & Resorts Indonesia 1.684.957.696 1.449.139.963
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk 1.045.447.474 1.045.447.474
Lain-lain (masing-masing
di bawah 5% dari utang lain-lain) - 2.537.448.679
Jumlah 2.730.405.170 5.032.036.116
14. PERPAJAKAN
A. Pajak Dibayar di Muka
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pajak pertambahan nilai
Entitas Induk 4.776.281.013 4.305.439.459
Perusahaan Anak 77.131.063.100 75.121.171.217
Pajak Final
Perusahaan 622.009.250 628.611.428
Entitas Anak 6.343.774.772 6.683.632.823
Jumlah 88.873.128.135 86.738.854.927
B. Utang Pajak
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Pajak penghasilan
Pasal 21 938.688.434 493.109.059
Pasal 23 26.406.944 30.477.252
Persewaan dan pengalihan
Hak atas tanah dan/atau bangunan 2.661.750 8.742.075
Jasa konstruksi 92.827.768 337.252.184
Pajak hotel dan restoran 514.989.906 416.513.998
Jumlah 1.575.574.802 1.286.094.568
C. Aset Pajak Tangguhan
Rincian aset pajak tangguhan Grup terdiri dari:
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit)
Dibebankan ke
Dikreditkan ke Penghasilan
1 Januari 2026 laba rugi komprehensif lain 30 Juni 2026
Rp Rp Rp Rp
Liabilitas imbalan pascakerja 104.165.929 - - 104.165.929
Jumlah 104.165.929 - - 104.165.929
- 42 -
Page 44
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
31 Desember 2025 (Diaudit)
Dibebankan ke
Dikreditkan ke Penghasilan
1 Januari 2025 laba rugi komprehensif lain 31 Desember 2025
Rp Rp Rp Rp
Liabilitas imbalan pascakerja 19.722.135 81.288.294 3.155.500 104.165.929
Penyisihan penurunan
piutang usaha 2.767.304 (2.767.304) - -
Jumlah 22.489.439 78.520.990 3.155.500 104.165.929
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Grup menghitung, menetapkan dan membayar secara sendiri
pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah
liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya pajak.
D. Beban Pajak Final dan Beban Pajak Penghasilan
Beban pajak final pada tanggal 30 Juni 2026 dan 2025 masing-masing sebesar:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Beban pajak final yang berasal dari:
Penyewaan 458.977.883 955.025.337
Pengalihan hak atas tanah
dan/atau bangunan 269.271.203 -
Jumlah 728.249.086 955.025.337
Rekonsiliasi antara manfaat (beban) pajak penghasilan yang disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian dengan jumlah yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku
terhadap laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Laba sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian 72.586.927.363 59.936.230.413
Pendapatan dividen dari entitas
asosiasi (Catatan 8) 41.100.000.000 44.100.000.000
Rugi sebelum pajak entitas anak 6.974.252.345 5.989.139.974
Laba entitas asosiasi (Catatan 8) (104.232.902.182) (97.407.151.703)
Laba sebelum pajak - Perusahaan 16.428.277.526 12.618.218.684
Pendapatan yang sudah diperhitungkan
atau dibayar pajak final (16.428.277.526) (12.618.218.684)
Laba sebelum pajak dari pendapatan
yang tidak terutang pajak
penghasilan final - -
Beban pajak kini - -
Dikurangi pajak penghasilan dibayar
Pasal 23 - -
Pasal 25 - -
Utang pajak kini - -
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
- 43 -
Page 45
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
15. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Service charge 8.020.668.285 8.661.779.728
Utilitas 1.085.402.934 965.529.191
Gaji dan Bonus 418.821.938 735.893.729
Bunga atas utang bank (Catatan 18) 113.505.863 202.397.077
Jasa profesional 42.135.000 391.382.101
Lain-lain 1.159.325.425 2.596.533.516
Jumlah 10.839.859.445 13.553.515.342
16. UANG JAMINAN PENYEWA
Uang jaminan penyewa merupakan uang yang diterima Perusahaan dan PNC, entitas anak, sehubungan dengan
penyewaan unit apartemen dan perkantoran.
17. UANG MUKA PENJUALAN DAN PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA
Uang muka penjualan
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Penjualan apartemen 65.061.948.178 76.095.988.211
Penjualan kantor (Catatan 31e) 70.000.000.000 65.091.839.981
Jumlah 135.061.948.178 141.187.828.192
Dikurang bagian jangka pendek (1.817.275.373) (1.581.039.860)
Bagian jangka panjang 133.244.672.805 139.606.788.332
Uang muka penjualan pada tanggal 31 Desember 2025, termasuk di dalamnya biaya bunga yang merupakan
dampak dari komponen pendanaan yang signifikan atas PSAK 115, dengan sebesar Rp 4.514.948.351.
Uang muka penjualan merupakan uang muka atas penjualan apartemen dan unit perkantoran yang belum
memenuhi kriteria untuk pengakuan pendapatan.
Pendapatan diterima dimuka
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Pendapatan sewa diterima dimuka 6.756.969.947 6.848.206.035
Bagian yang direalisasi dalam satu tahun (4.570.383.755) (5.214.155.508)
Bagian yang direalisasi lebih dari satu tahun 2.186.586.192 1.634.050.527
Pendapatan sewa diterima dimuka merupakan uang muka sewa yang diterima dari penyewa.
- 44 -
Page 46
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
18. UTANG BANK JANGKA PANJANG
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
PT Bank Pan Indonesia Tbk 14.699.851.731 20.699.851.731
PT Bank Ina Perdana Tbk - 41.256.000.000
Jumlah 14.699.851.731 61.955.851.731
Biaya transaksi yang belum diamortisasi (103.945.466) (103.945.466)
Bersih 14.595.906.265 61.851.906.265
Dikurangi:
Jatuh tempo dalam satu tahun (11.916.444.460) (53.172.444.460)
Bagian jangka panjang - bersih 2.679.461.805 8.679.461.805
Tingkat bunga per tahun 8,75% - 9,00% 8,75% - 9,00%
PT Bank INA Perdana Tbk
Berdasarkan akta Perjanjian Kredit No. 11 tanggal 27 April 2022 sebagaimana telah dirubah dengan Addendum
Perjanjian Kredit No. 18/BIP-ARB/KMK-RBII/II/2025 tanggal 6 Februari 2025, Perusahaan memperoleh fasilitas
pinjaman “Refinancing” pada tanggal 27 April 2022 dengan jumlah pokok yang tidak lebih dari Rp 250.000.000.000.
Fasilitas tersebut dikenakan tingkat suku bunga sebesar 9% per tahun yang dihitung dari jumlah baki debet
(outstanding) fasilitas pinjamannya dengan ketentuan tingkat bunga tersebut dapat berubah dan akan ditinjau setiap
saat oleh Bank (floating rate).
Jangka waktu fasilitas maksimum fasilitas pinjaman yaitu selama 4 (empat) tahun termasuk Masa Tenggang Waktu
dan Jangka Waktu Penarikan yang dimulai sejak tanggal Perjanjian sampai dengan Tanggal Akhir. Jangka Waktu
Penarikan selama 18 (delapan belas) bulan sejak tanggal perjanjian. Saldo utang bank pada 31 Desember 2025,
sebesar Rp 41.256.000.000, pada tanggal 27 April 2026 Perusahaan telah melunasi seluruh sisa utang bank.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
− 40 Unit kantor TCC Batavia Tower 1 di Jalan K.H. Mas Mansyur Kav. 126, Kel. Karet Tengsin, Kec. Tanah
Abang, Jakarta Pusat, atas nama PT Greenwood Sejahtera Tbk dengan total luas 9.597 m2 (Catatan 9).
Perjanjian pinjaman mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain melakukan penarikan modal disetor, mengubah anggaran dasar, struktur
modal, pemegang saham dan pengurus, mengubah usaha dan badan hukum, mengajukan permohonan kepailitan
atau penundaan kewajiban pembayaran hutang, membubarkan perusahaan serta melakukan penggabungan
usaha, pengambilalihan usaha, pemisahan atau peleburan usaha, memberikan pinjaman kepada pihak lain,
memperoleh pinjaman uang atau kredit baru dari pihak lain, menggadaikan dan mengalihkan saham, bertindak
sebagai penjamin dengan mengikatkan diri sebagai penjamin hutang, memberikan garansi atau menjamin harta
kekayaan untuk kepentingan pihak lain, menjual dan menyewakan aset, mengalihkan usaha, mengalihkan usaha
kepada pihak lain, mengadakan penyertaan modal dan investasi di perusahaan lain, melakukan pembayaran baik
pokok, bunga maupun pembayaran lain atas hutang Pemegang Saham, melakukan pembelian harta tetap
sepanjang tidak mempengaruhi kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan pembayaran dipercepat atas
suatu hutang yang belum jatuh tempo, kecuali berhubungan dengan kegiatan usaha Perusahaan dan tidak
mempengaruhi kewajiban Perusahaan kepada Bank, melakukan transaksi tidak wajar dengan pihak lain termasuk
kepada perusahaan afiliasi atau kepada Pemegang Saham dan harus berdasarkan praktek dan kebiasaan usaha
serta prinsip perdagangan yang bebas, mengalihkan dan menyewakan jaminan.
PT Bank Pan Indonesia Tbk
Pada bulan September 2012, SGK, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Pan Indonesia Tbk
dengan jumlah pokok seluruhnya tidak melebihi Rp 120.000.000.000 yang terbagi atas Pinjaman jangka panjang
dengan jumlah maksimum pokok hutang maksimal Rp 38.499.851.731. Jangka waktu pinjaman sampai dengan
bulan September 2027 dan harus dikembalikan dengan cicilan bulanan dengan tingkat bunga 9,00% per tahun
(floating).
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan :
− Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas tanah dan bangunan (Hotel Holiday Inn), hasil pecahan SHGB
No. 6127, Proyek Emporium Pluit di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta Utara, dengan nilai hak tanggungan sebesar
Rp 144.000.000.000 (Catatan 10).
− Fiduciaire Eigendomsoverdracht (FEO) mesin dan peralatan Hotel Holiday Inn di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta
Utara dengan nilai Rp 50.000.000.000 (Catatan 10).
- 45 -
Page 47
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Perubahan Perjanjian Kredit No. 72 tanggal 30 Oktober 2025 dari Antonius Wahono
Prawirodirdjo, S.H., M.Kn., Bank Pan menyetujui untuk melakukan perubahan terhadap perjanjian tersebut antara
lain pelunasan fasilitas Pinjaman Rekening Koran pada tanggal 27 Agustus 2025 dan pemberian jaminan tambahan
berupa 4 bidang tanah. Sehingga jaminan pada tanggal 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
• Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas tanah dan bangunan (Hotel Holiday Inn), hasil pecahan SHGB
No. 6127, Proyek Emporium Pluit di Jl. Pluit Selatan No. 1, Jakarta Utara, dengan nilai hak tanggungan
sebesar Rp 144.000.000.000 (Catatan 9).
• Fiduciaire Eigendomsoverdracht (FEO) mesin dan peralatan Hotel Holiday Inn di Jl. Pluit Selatan No. 1,
Jakarta Utara dengan nilai Rp 50.000.000.000 (Catatan 10).
• SHMASRS NIB 09.05.000008108.3 terkait gedung rumah susun bukan hunian atas nama SGK, seluas
1.230,87 m2 terletak di Emporium Pluit Lantai 15 Blok Hotel.
• SHMASRS NIB 09.05.000008106.3 terkait gedung rumah susun bukan hunian atas nama SGK, seluas
1.230,87 m2 terletak di Emporium Pluit Lantai 16 Blok Hotel.
• SHMASRS NIB 09.05.000008105.3 terkait gedung rumah susun bukan hunian atas nama SGK, seluas
1.230,87 m2 terletak di Emporium Pluit Lantai 17 Blok Hotel.
• SHMASRS NIB 09.05.000012461.3 terkait gedung rumah susun bukan hunian atas nama SGK, seluas
1.230,87 m2 terletak di Emporium Pluit Lantai 18 Blok Hotel.
Pada tanggal 19 November 2025, Bank Pan menyetujui penyesuaian tingkat bunga menjadi 8,75% per tahun yang
efektif pada tanggal 1 Desember 2025.
Perjanjian pinjaman mencakup persyaratan tertentu untuk tidak melakukan hal-hal berikut tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari pihak bank, antara lain membatasi hak SGK untuk mengadakan merger, akuisisi, konsolidasi,
menjual, mengalihkan, menyewakan atau melepaskan harta kekayaan SGK kecuali untuk transaksi-transaksi yang
umum, mengubah anggaran dasar dan susunan direksi dan komisaris serta pemegang saham; menjaminkan harta
kekayaan; mengajukan permohonan kepailitan; mendapat pinjaman uang atau kredit dari pihak lain; memberikan
pinjaman kepada pihak lain, termasuk tetapi tidak terbatas pada direksi, komisaris, pemegang saham, entitas anak
dan/atau perusahaan afiliasinya; melakukan pembagian dividen; serta mengadakan penyertaan investasi pada
perusahaan lain. Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, SGK, entitas anak, telah mematuhi seluruh
ketentuan perjanjian bank.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, saldo fasilitas pinjaman jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 14.699.851.731 dan Rp 61.955.851.731.
Pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah mematuhi seluruh ketentuan perjanjian bank.
Biaya bunga masih harus dibayar pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
Rp 113.505.863 dan Rp 202.397.077 (Catatan 15).
19. ESTIMASI LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Pada tanggal 31 Desember 2025, Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pascakerja berdasarkan perhitungan
yang dilakukan oleh KKA Setyo Widodo, Aktuaris Independen, tertanggal 9 Maret 2026, di mana disusun
menggunakan metode aktuarial “Projected Unit Credit” dan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
31 Desember 2025
Tingkat pensiun normal 56 - 59 tahun
Tingkat diskonto per tahun 6,30% - 6,67%
Tingkat kenaikan gaji per tahun 8% -10%
Tingkat mortalitas TMV 2019
Tingkat cacat 10% TMI IV (2019)
Tingkat pengunduran diri 5% pada umur 26 tahun
dan menurun secara
linier sampai 0% pada
umur 59 tahun
Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan”
di laporan posisi keuangan kosolidasian pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025, dan beban imbalan
kerja karyawan yang dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Mutasi nilai
kini liabilitas imbalan pasti adalah sebagai berikut:
- 46 -
Page 48
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Saldo awal 12.071.761.998 9.068.330.878
Beban imbalan kerja karyawan
tahun berjalan (Catatan 26) 864.524.254 1.804.191.504
Penghasilan komprehensif lain 703.350.544 1.409.856.589
Pembayaran imbalan kerja - (210.616.973)
Jumlah 13.639.636.796 12.071.761.998
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
Tabel berikut menyajikan sensitivitas atas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pasar, dengan variabel lain
dianggap tetap, terhadap kewajiban imbalan pascakerja dan beban jasa kini, pada tanggal 31 Desember 2025:
31 Desember 2025
Kewajiban imbalan Beban jasa kini dan
pascakerja beban bunga
Tingkat diskonto
Kenaikan 1% 11.528.480.512 994.457.335
Penurunan 1% 12.681.440.899 1.131.997.726
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Kenaikan 1% 12.627.131.372 1.126.292.052
Penurunan 1% 11.565.376.425 997.969.454
Analisis sensitivitas disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam liabilitas imbalan
pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain karena beberapa asumsi
tersebut mungkin berkorelasi.
20. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 berdasarkan laporan
yang disusun oleh PT Adimitra Jasa Korpora, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
Nama Pemegang Saham Jumlah Persentase Jumlah Modal
Saham Kepemilikan Disetor
% Rp
PT Prima Permata Sejahtera 4.387.657.776 56,25 438.765.777.600
PT Kencana Graha Nusamandiri 1.813.102.224 23,24 181.310.222.400
Ang Andri Pribadi - Komisaris Utama 969.000 0,01 96.900.000
Masyarakat umum
(masing-masing dibawah 5%) 1.599.031.000 20,50 159.903.100.000
Jumlah 7.800.760.000 100,00 780.076.000.000
Pengelolaan Modal
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan terpeliharanya rasio modal yang sehat untuk
mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk menyisihkan dan
mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai dana cadangan tersebut mencapai
20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan permodalan eksternal tersebut akan
dipertimbangkan oleh Grup dalam Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) tahunan berikutnya.
Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses dalam manajemen modal untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
Rasio utang terhadap modal berikut dihitung berdasarkan pembagian antara liabilitas neto dengan jumlah ekuitas.
Liabilitas neto meliputi seluruh liabilitas dikurangi dengan kas dan setara kas. Jumlah modal meliputi seluruh ekuitas
sebagaimana yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
- 47 -
Page 49
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Perhitungan rasio pengungkit adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Jumlah liabilitas 341.915.189.394 394.527.477.127
Dikurangi kas dan setara kas (103.027.387.236) (168.700.864.525)
Liabilitas neto 238.887.802.158 225.826.612.602
Ekuitas 7.353.855.559.728 7.282.435.880.106
Rasio Liabilitas Neto
terhadap Ekuitas 0,03 0,03
21. CADANGAN UMUM
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 40 tanggal 12
Juni 2026 dari Doktor Buntario Tigris Darmawa NG, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Hukum, notaris di
Jakarta Pusat, pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk membentuk cadangan umum sebesar
Rp 5.000.000.000 yang diambil dari laba bersih. Sisanya, yaitu sebesar Rp 116.151.540.224 akan menambah saldo
laba untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha Perseroan.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 42 tanggal
12 Juni 2025 dari Doktor Buntario Tigris Darmawa NG, Sarjana Hukum, Sarjana Ekonomi, Magister Hukum, notaris
di Jakarta Pusat, pemegang saham Perusahaan menyetujui untuk membentuk cadangan umum sebesar
Rp 5.000.000.000 yang diambil dari laba bersih. Sisanya, yaitu sebesar Rp 66.381.793.204 akan menambah saldo
laba untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha Perseroan.
22. KEPENTINGAN NONPENGENDALI
Kepentingan nonpengendali atas aset bersih Entitas Anak adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
a. Kepentingan nonpengendali atas
Aset bersih Entitas Anak
PT Sentra Graha Kencana (SGK) 39.738.860.243 39.301.444.215
PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC) 22.875.308.491 23.766.494.932
PT Trisakti Makmur Persada (TMP) (61.800.451) (61.786.165)
Jumlah 62.552.368.283 63.006.152.982
Kepentingan Nonpengendali atas Laba (Rugi) Komprehensif Entitas Anak adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
b. Kepentingan nonpengendali atas
Laba (Rugi) bersih Entitas Anak
PT Sentra Graha Kencana (SGK) 440.774.956 1.185.054.836
PT Trisakti Makmur Persada (TMP) (13.886) (17.201)
PT Prakarsa Nusa Cemerlang (PNC) (891.186.436) (200.218.699)
Jumlah (450.425.366) 984.818.936
- 48 -
Page 50
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
23. PENDAPATAN USAHA
Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Apartemen 6.644.308.499 -
Jumlah 6.644.308.499 -
Pendapatan:
Hotel 21.851.146.439 27.015.305.055
Sewa 4.917.502.831 4.755.853.962
Jumlah 33.412.957.769 31.771.159.017
Tidak terdapat pendapatan dari pelanggan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan untuk periode 30 Juni 2026
dan 2025. Tidak terdapat penjualan dan pendapatan usaha yang diperoleh dari pihak berelasi dan semua transaksi
dalam mata uang Rupiah.
24. BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG
Rincian beban langsung adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Beban pokok penjualan:
Apartemen 6.684.532.862 -
Jumlah 6.684.532.862 -
Beban langsung:
Penyusutan (Catatan 10) 6.237.701.404 6.229.857.468
Gaji dan tunjangan 2.460.949.749 2.466.912.124
Utilitas 1.756.366.012 1.855.073.964
Lain-lain 2.670.375.044 2.944.805.705
Jumlah 13.125.392.209 13.496.649.261
Jumlah 19.809.925.071 13.496.649.261
25. BEBAN PENJUALAN
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Utilitas 510.871.138 510.650.339
Komisi 241.192.927 347.814.790
Gaji dan tunjangan 110.917.380 141.359.129
Penyusutan (Catatan 10) 85.838 49.492.019
Lain-lain 660.983.239 244.475.524
Jumlah 1.524.050.522 1.293.791.801
- 49 -
Page 51
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Gaji dan kesejahteraan karyawan 28.232.975.205 31.202.368.281
Sewa dan jasa layanan 5.110.960.824 5.138.368.439
Jasa manajemen (Catatan 31d) 1.951.637.956 2.804.737.643
Beban Pajak 1.847.565.666 1.551.807.447
Perbaikan dan pemeliharaan 1.298.014.990 817.885.649
Retribusi 1.251.939.184 1.157.981.953
Penyusutan (Catatan 10) 1.179.279.923 1.182.270.246
Jasa keamanan 994.486.805 1.688.802.780
Imbalan pasca kerja (Catatan 19) 864.524.254 658.806.748
Utilitas 818.301.592 754.060.868
Jasa profesional 576.879.901 725.157.775
Asuransi 476.638.345 540.197.504
Beban kantor 417.123.087 447.252.848
Lain-lain 689.617.702 2.121.007.952
Jumlah 45.709.945.434 50.790.706.133
27. PENDAPATAN BUNGA
Rincian pendapatan bunga adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Deposito berjangka 3.044.563.414 8.949.185.595
Jasa giro 62.767.465 148.222.492
Jumlah 3.107.330.879 9.097.408.087
28. LABA PER SAHAM
Perhitungan laba per saham adalah sebagai berikut:
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
Laba
Laba bersih yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 72.586.927.363 59.936.230.413
Jumlah Saham
Jumlah rata-rata tertimbang saham
untuk tujuan perhitungan laba
bersih per saham dasar 7.800.760.000 7.800.760.000
Laba Per Saham Dasar 9,31 7,68
Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi saham biasa yang
bersifat dilutif.
- 50 -
Page 52
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
29. SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI
a. PT Kencana Graha Nusamandiri dan PT Prima Permata Sejahtera adalah pemegang saham utama
Perusahaan.
b. PT Karya Multi Makmur adalah pemegang saham minoritas entitas anak, SGK.
c. Pihak berelasi yang merupakan entitas yang dikendalikan personil manajemen kunci Perusahaan:
− PT Langgeng Gemilang Sejahtera
d. Pihak berelasi yang merupakan entitas asosiasi Perusahaan:
− PT Arah Sejahtera Abadi
− PT Briliant Sakti Persada
− PT Pluit Propertindo
− PT Manggala Gelora Perkasa
− PT Citra Gemilang Nusantara
Transaksi-transaksi dengan Pihak Berelasi
Dalam kegiatan usahanya, Grup melakukan transaksi tertentu dengan pihak berelasi, yang meliputi antara lain:
a. Sejak tahun 2013, Perusahaan mengadakan perjanjian pengelolaan Perkantoran TCC Batavia - Tower 1
dengan PT Langgeng Gemilang Sejahtera. Perjanjian ini telah diperpanjang sampai dengan 10 Februari
2031.
b. Perusahaan menerima dividen dari CGN, entitas asosiasi, akan tetapi bagian Perusahaan atas rugi CGN
sudah melebihi kepentingannya, maka Perusahaan menghentikan pengakuan bagiannya atas rugi lebih
lanjut berdasarkan PSAK No. 228. Dividen yang sudah diterima oleh Perusahaan disajikan pada akun
"Utang Pihak Berelasi". Saldo pada tanggal 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025 masing-masing sebesar
Rp 27.673.832.200 dan Rp 26.753.832.200.
c. Sehubungan dengan pembagian dividen interim PP pada tahun 2024, kepada Perusahaan sebagai
pemegang saham PP, yang dinyatakan dalam Keputusan Sirkular Para Pemegang saham PP pada
tanggal 1 Oktober 2024, Perusahaan telah menerima dividen interim sebesar Rp 195.047.950.000
berdasarkan perkiraan saldo laba tahun 2024. Pada tanggal 31 Desember 2025, ternyata saldo laba PP
tidak mencukupi sehingga PP mengajukan permohon penyelesaian pengembalian kelebihan dividen
interim sebesar Rp 66.509.700.000, atas kelebihan tersebut PP dan Perusahaan menandatangani
perjanjian pinjaman tanpa bunga dengan jatuh tempo pinjaman tanggal 31 Desember 2027, dan jika
diperlukan PP berhak mengkonversi penyelesaian pinjaman Perusahaan secara keseluruhan atau
sebagain menjadi dividen. PP telah mengkonversi pinjaman Perusahaan senilai Rp25.235.950.000,
sebagai dividen pada tahun 2025.
d. Sehubungan dengan pembagian dividen interim ASA pada tahun 2024, kepada Perusahaan sebagai
pemegang saham ASA, yang dinyatakan dalam Keputusan Sirkular Para Pemegang saham ASA pada
tanggal 25 Oktober 2024, Perusahaan telah menerima dividen interim sebesar Rp 169.120.000.000
berdasarkan perkiraan saldo laba tahun 2024. Pada tanggal 31 Desember 2025, ternyata saldo laba ASA
tidak mencukupi sehingga ASA mengajukan permohon penyelesaian pengembalian kelebihan dividen
interim sebesar Rp 26.000.000.000, atas kelebihan tersebut ASA dan Perusahaan menandatangani
perjanjian pinjaman tanpa bunga dengan jatuh tempo pinjaman tanggal 31 Desember 2027, dan jika
diperlukan ASA berhak mengkonversi penyelesaian pinjaman Perusahaan secara keseluruhan atau
sebagain menjadi dividen. ASA telah mengkonversi pinjaman Perusahaan sebesar Rp14.000.000.000,
sebagai dividen pada tahun 2025.
e. Pada tanggal 17 September 2025, Perusahaan dan BSP menandatangani perjanjian pinjaman sebesar
Rp 55.500.000.000. Atas jumlah pinjaman yang diberikan BSP, Perusahaan tidak dikenakan bunga.
Perusahaan dan BSP sepakat dan setuju bahwa untuk mengembalikan jumlah pinjaman, Perusahaan
memberikan hak dan wewenang penuh kepada BSP untuk mempertemukan hak (set off) jumlah dividen
yang seharusnya diterima Perusahaan dalam setiap tahunnya dari tahun buku 2025 sampai dengan tahun
buku 2029.
Rincian saldo yang timbul dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi diatas adalah sebagai berikut:
- 51 -
Page 53
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Utang Pihak Berelasi
Entitas Asosiasi
PT Brilian Sakti Persada 55.500.000.000 55.500.000.000
PT Pluit Propertindo 41.273.750.000 41.273.750.000
PT Citra Gemilang Nusantara 27.673.832.200 26.753.832.200
PT Arah Sejahtera Abadi 12.000.000.000 12.000.000.000
Jumlah 136.447.582.200 135.527.582.200
Persentase terhadap jumlah liabilitas 37,19% 34,35%
30. INFORMASI SEGMEN
Grup menetapkan segmen berdasarkan unit usahanya secara terpisah guna keperluan pengambilan keputusan
mengenai alokasi sumber daya dan penilaian kinerja. Kinerja segmen dievaluasi berdasarkan laba atau rugi operasi
dan diukur secara konsisten dengan laba atau rugi operasi pada laporan keuangan konsolidasian.
Segmen Usaha
Grup melakukan kegiatan usaha sebagai berikut
I. Penjualan dan pendapatan sewa
− Apartemen
− Perkantoran
II. Pendapatan
− Hotel
Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen usaha:
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit)
Tidak dapat
Perkantoran Apartemen Hotel dialokasikan Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Penjualan dan pendapatan
usaha 11.327.173.146 234.638.184 21.851.146.439 - - 33.412.957.769
Hasil
Hasil segmen 4.642.640.284 234.638.184 8.725.754.230 - - 13.603.032.698
Beban penjualan - (510.259.140) (854.848.516) (158.942.866) - (1.524.050.522)
Beban umum dan administrasi (29.059.999.886) (1.415.959.820) (6.424.038.453) (8.809.947.275) - (45.709.945.434)
Beban pajak final (413.035.452) (23.463.816) (22.478.615) (269.271.203) - (728.249.086)
Bagian laba bersih
entitas asosiasi 104.232.902.182 - - - - 104.232.902.182
Pendapatan bunga 671.490.236 4.708.800 100.978.700 2.330.153.143 - 3.107.330.879
Beban bunga dan keuangan (934.006.446) (960.000) (808.274.177) (5.576.262) - (1.748.816.885)
Keuntungan (kerugian)
lainnya - neto 822.474.165 12.000.000 70.324.000 (500.000) - 904.298.165
Laba (rugi) sebelum pajak 79.962.465.083 (1.699.295.792) 787.417.169 (6.914.084.463) - 72.136.501.997
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Aset segmen 5.504.026.510.118 61.016.409.644 114.768.507.567 1.723.767.604.897 292.191.716.896 7.695.770.749.122
Liabilitas segmen 138.607.972.031 10.450.339.227 19.700.702.496 146.206.363.153 26.949.812.487 341.915.189.394
Informasi Lainnya
Penyusutan 1.124.805.999 1.137.498 6.258.149.563 32.974.105 - 7.417.067.165
- 52 -
Page 54
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
30 Juni 2025 (Tidak Diaudit)
Tidak dapat
Perkantoran Apartemen Hotel dialokasikan Eliminasi Konsolidasian
Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Penjualan dan pendapatan
usaha 4.559.122.142 196.731.820 27.015.305.055 - - 31.771.159.017
Hasil
Hasil segmen 4.559.122.142 196.731.820 13.518.655.794 - - 18.274.509.756
Beban penjualan - (510.259.140) (589.965.114) (193.567.547) - (1.293.791.801)
Beban umum dan administrasi (35.908.828.427) (144.880.809) (7.950.494.710) (6.786.502.187) - (50.790.706.133)
Beban pajak final (893.729.986) (19.673.186) (41.622.165) - - (955.025.337)
Bagian laba bersih
entitas asosiasi 97.407.151.703 - - - - 97.407.151.703
Pendapatan bunga 8.269.879.902 11.354.553 37.857.311 778.316.321 - 9.097.408.087
Kerugian dalam penjualan
properti investasi (2.091.252.252) - - - - (2.091.252.252)
Beban bunga dan keuangan (5.949.418.348) (410.000) (1.360.859.821) (58.138.499) - (7.368.826.668)
Keuntungan (kerugian)
lainnya - neto 956.100.202 12.000.000 - (2.326.518.208) - (1.358.418.006)
Laba (rugi) sebelum pajak 66.349.024.936 (455.136.762) 3.613.571.295 (8.586.410.120) - 60.921.049.349
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Aset segmen 5.492.115.323.793 61.878.816.813 124.265.878.844 1.662.197.761.575 334.456.595.230 7.674.914.376.255
Liabilitas segmen 218.635.571.862 8.762.389.475 33.468.655.016 166.890.962.623 24.511.147.087 452.268.726.063
Informasi Lainnya
Penyusutan 1.124.359.400 - 6.249.704.086 87.556.247 - 7.461.619.733
31. PERJANJIAN PENTING DAN IKATAN DAN KONTINJENSI
a. Akta Kesepakatan Bersama II No. 138 tanggal 24 Agustus 2009 yang dibuat di hadapan Buntario Tigris, S.H.,
S.E., M.H., notaris di Jakarta, oleh dan antara Ny. Betty Donna Christina Siahaan (Betty) dan Tn. DR. Tunggul
Simanjuntak (Tunggul) (yang dalam hal ini bertindak masing-masing sebagai pemegang dan pemilik hak atas
seluruh saham sejumlah 50.000 lembar dalam PT Sinar Bonana Jaya (SBJ)) dan PT Kawasan Industri
Jababeka Tbk (KIJA) dengan Perusahaan. Betty dan Tunggul setuju dan sepakat untuk menjual seluruh saham
dan tagihan yang dimiliki oleh mereka terhadap SBJ kepada Perusahaan dan/atau pihak lain yang ditunjuk oleh
Perusahaan dengan harga penjualan masing masing sebesar Rp 5.000.000.000 dan Rp 17.500.000.000.
KIJA setuju dan sepakat untuk menjual tagihan miliknya terhadap SBJ kepada Perusahaan dan/atau pihak lain
yang ditunjuk oleh Perusahaan sebesar Rp 50.000.000.000. Pembayaran oleh Perusahaan kepada Betty dan
Tunggul dilakukan secara bertahap sebanyak 8 kali (dalam PPJB No. 139 tanggal 24 Agustus 2009,
pembayaran dilakukan 7 kali, dimana pada pembayaran ketiga dilakukan secara 2 tahap) sesuai dengan
pemenuhan kondisi tertentu oleh pihak Betty dan Tunggul. Sedangkan pembayaran kepada KIJA dilakukan
secara bertahap sebanyak 5 kali sesuai dengan pemenuhan kondisi tertentu oleh pihak KIJA.
Pada tanggal 15 Desember 2014, Betty dan Tunggul (Pemohon) mengajukan Permohonan Arbitrase
No. 640/XII/ARB-BANI/2014 melawan Perusahaan (Termohon) dan Buntario Tigris, SH., S.E., M.H. (selaku turut
Termohon) di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), untuk melakukan pembatalan perjanjian pengikatan
jual beli saham dan tagihan PT Sinar Bonana Jaya (SBJ) yang dinyatakan dalam Akta No. 139 tanggal 24
Agustus 2009. Perkara ini telah diputus oleh Mahkamah Arbitrase BANI pada tanggal 4 Februari 2016 dengan
putusan menolak seluruhnya permohonan Pemohon. Dengan demikian, Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham
dan Tagihan PT SBJ antara Perusahaan dengan Betty dan Tunggul dinyatakan sah dan masih mengikat kedua
belah pihak.
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Perusahaan telah membayar sebesar
Rp 2.850.000.000 kepada Betty dan Tunggul, yang dicatat pada akun piutang lain-lain sebesar Rp 350.000.000
dan akun uang muka investasi sebesar Rp 2.500.000.000 dan sebesar Rp 2.500.000.000 kepada KIJA yang
dicatat sebagai bagian piutang lain-lain.
b. Pada 27 Oktober 2003, PNC mengadakan perjanjian jual beIi dengan PT Graha Tunasmekar selaku pemilik
tunggal yang sah dan memiliki hak penuh untuk unit yang sedang dibangun, dan merupakan kontraktor dan
pengembang rumah susun apartemen “The Peak di Sudirman” (The Peak) yang telah diubah dengan adendum
pada tanggal 2 Desember 2004.
c. Grup mengadakan perjanjian dengan beberapa bank dalam rangka penyediaan fasilitas kredit kepada pembeli
untuk pemilikan perkantoran dan apartemen milik Grup sebagai berikut:
1. Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan perkantoran (KPK)
dengan PT Bank Central Asia Tbk.
2. PNC, entitas anak, mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan apartemen
(KPA) dengan Bank Pan Indonesia, Bank CIMB Niaga dan Bank OCBC NISP.
3. TMP, entitas anak, mengadakan perjanjian kerjasama pemberian fasilitas kredit kepemilikan apartemen
(KPA) dengan PT Bank Central Asia Tbk, PT Bank ICBC Indonesia, dan PT CIMB Niaga Tbk.
Dalam perjanjian kerjasama tersebut, Grup menjamin pembayaran jumlah yang terutang atas pembelian unit
perkantoran dan unit apartemen oleh pembeli kepada bank – bank pemberi KPK dan KPA melalui penempatan
- 53 -
Page 55
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
dana pada bank yang bersangkutan (Catatan 18). Penjaminan ini berlaku sampai dengan Akta Jual beli (AJB)
dan Akta Pemberian Hak Tanggungan (APHT) atas unit perkantoran dan unit apartemen tersebut
ditandatangani.
d. Pada tahun 2012, SGK mengadakan perjanjian kerja sama dengan Intercontinental Hotel Group
(PT SC Hotels & Resorts Indonesia) untuk pengawasan, pengarahan dan untuk mengelola Hotel Holiday Inn
Express. Perjanjian ini berlaku selama 15 tahun. SGK diwajibkan untuk membayar:
1. Biaya dasar manajemen sebesar 2 % dari dari pendapatan kotor hotel.
2. Biaya insentif manajemen sebesar persentase tertentu dari laba operasi kotor yang telah disesuaikan
(AGOP).
Pada periode 30 Juni 2026 dan 2025, beban jasa manajemen masing-masing sebesar Rp 1.951.637.956 dan
Rp 2.804.737.643 dicatat sebagai bagian dari beban umum dan administrasi (Catatan 26).
e. Pada tanggal 30 Juli 2013 dengan addendum tertanggal 11 April 2014, TMP, entitas anak, melakukan transaksi
pembelian tanah dengan PT Equator Paradise, dengan penandatanganan surat pesanan dan/atau Perjanjian
Pengikatan Jual Beli atas unit-unit kantor oleh PT Eastern Star Capital (ESC), segera setelah didirikannya
proyek Capital Square, proses balik nama keatas nama TMP dan setelah mendapatkan Izin Mendirikan
Bangunan. Atas perjanjian ini, TMP, entitas anak, mencatat utang sebesar Rp 70.000.000.000 yang disajikan
sebagai bagian dari uang muka penjualan (Catatan 17).
f. Pada tanggal 19 November 2019, berdasarkan hasil pembahasan perhitungan nilai konversi sesuai dengan
Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 112 Tahun 2019, tentang Tata Cara Pemenuhan Kewajiban
Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah/Sederhana Melalui Konversi oleh para Pemegang Izin
Pemanfaatan Ruang, Perusahaan sebagai pemegang Izin Pemanfaatan Ruang telah menyepakati jumlah nilai
konversi sebesar Rp 42.260.447.250 melalui Surat Pernyataan No. 8 tanggal 4 Juni 2021.
Nilai konversi didasarkan oleh Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada tahun 2019 sebesar Rp 55.923.000/m2 dan
luas lahan yang ditunjuk oleh Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebesar +/- 24.173 m2.
Selanjutnya, berdasarkan Surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi
Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 32/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/- 1.711.32/2021 tanggal 21
Oktober 2021 memutuskan memberikan izin prinsip konversi kepada Perusahaan sebesar nilai konversi melalui
pembangunan fasilitas publik dalam bentuk Pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium Tahap Dua, yang
meliputi biaya KJPP dan Konsultan Manajemen untuk Blok A, E dan C, Konstruksi Blok A dan E serta konstruksi
lansekap, di mana konstruksi pembangunan Blok A dan E diselesaikan paling lambat pada tanggal 20 Juni 2022
dan serah terima kepada Walikota Jakarta Utara paling lambat bulan Oktober 2022 melalui Berita Acara Serah
Terima.
Pada tanggal 14 Maret 2022, berdasarkan Surat No. 024-002/GWS-TCC/DIR/III/2022, Perusahaan melakukan
permohonan untuk membangun satu Blok terlebih dahulu atas Rumah Susun Kampung Akuarium, hal tersebut
dikarenakan sesuai dengan Surat No. 025-002/GWS-TCC/DIR/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 sehubungan
dengan kesanggupan Perusahaan untuk mendanai pembangunan konstruksi pembangunan Rumah Susun
Kampung Akuarium sebesar Rp 21.500.000.000.
Berdasarkan Surat No. 1105/-1.796.32 tanggal 23 Maret 2022 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Perusahaan diminta untuk segera menerbitkan Surat
Kerjasama dengan PT Prosys Eka Persada sebagai Manajemen Konstruksi dan penunjukkan penyedia jasa
konstruksi dengan PT Totalindo Eka Persada.
Selanjutnya, pada tanggal 5 Oktober 2022 berdasarkan surat No. 076-012/GWS- RKA/DIR/X/2022, Perusahaan
mengajukan permohonan perubahan tanggal penyerahan fisik bangunan dalam izin prinsip kepada Dinas
Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta. Dan pada tanggal 13 Oktober 2022, Dinas
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan surat keputusan No.
43/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/-.711.32/202 tentang perpanjangan izin prinsip pelaksanaan bentuk
konversi, dimana konstruksi pembangunan diselesaikan paling lambat Februari 2023 dan serah terima kepada
Walikota Jakarta Utara paling lambat April 2023.
Selanjutnya, atas izin prinsip yang telah berakhir tersebut, Perusahaan mengirimkan Surat No. 042-008/GWS-
RKA/PRO/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 sehubungan dengan permohonan perubahan tanggal penyerahan
fisik bangunan dalam izin prinsip pelaksanaan bentuk konversi kepada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan
Permukiman DKI Jakarta.
Perusahaan sudah memulai proses konstruksi pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium.
Pembangunan Rumah Susun Kampung Akuarium dilaksanakan oleh kontraktor yang penyelesaiannya
berdasarkan progress proyek serta nilai proyek tersebut nilainya akan diverifikasi oleh pihak KJPP, dan Badan
Pengelola Aset Daerah (BPAD).
Berdasarkan Berita Acara Serah Terima No. 009-001/GWS/RWA/DIR/I/2026, tentang Penyerahan Kewajiban
Berupa Rumah Susun Kampung Akuarium Blok A (48 Unit), Perusahaan dan Pemerintah Provinsi Daerah
Khusus Ibukota Jakarta sepakat untuk melakukan serah terima sebagian kewajiban berupa Pekerjaan Struktur
Rumah Susun Kampung Akuarium Blok A (48 Unit) yang berlokasi di Jalan Pasar Ikan, Kelurahan Penjaringan,
- 54 -
Page 56
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Kecamatan Penjaringan, Kota Administrasi Jakarta Utara dari PT Greenwood Sejahtera Tbk kepada Pemerintah
Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta senilai Rp 21.634.153.432. Sebagian kewajiban Perusahaan tercantum
dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Khusus
Ibukota Jakarta Nomor 43/C.47/31.71.07.1003.04.005.K.1.a.b/1/1.711.32/2022 Tanggal 13 Mei 2022 Hal
Perpanjangan Izin Prinsip Pelaksanaan Bentuk Konversi. Perusahaan menjamin Pekerjaan Rumah Susun
Kampung Akuarium Blok A (48 Unit) dengan luas gedung keseluruhan ±3.187,61 m² yang diserahkan dalam
kondisi baik, telah selesai dikerjakan sesuai dengan perencanaan, bebas dari segala tuntutan/gugatan, tidak
pernah diperjualbelikan/dialihkan kepada pihak lain, bebas dari sitaan, tidak terikat sebagai agunan serta bebas
dari beban lain dan/atau semacami itu, dan apabila pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan serta
ada tuntutan/gugatan dan/atau sengketa dengan Pihak Ketiga, baik sekarang maupun kemudian hari, maka hal
tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab perusahaan. Sesuai Surat Izin Prinsip Pelaksanaan
Bentuk Konversi (SIPPBK) Kewajiban dan Pembiayaan dan Pembangunan Rumah Susun Murah/Sederhana,
terdapat sisa kewajiban yang belum terpenuhi senilai Rp 20.626.293.818.
32. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Grup adalah risiko suku bunga, risiko nilai
tukar, risiko kredit, dan risiko likuiditas. Kegiatan operasional Grup dijalankan secara berhati-hati dengan mengelola
risiko-risiko tersebut agar tidak menimbulkan potensi rugi bagi Grup.
Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi. Direksi bertugas menentukan prinsip dasar kebijakan
manajemen risiko Grup secara keseluruhan serta kebijakan pada area tertentu seperti risiko nilai tukar, risiko suku
bunga, risiko kredit, dan risiko likuiditas.Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Grup adalah untuk
memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta
untuk mengelola risiko mata uang asing, risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko suku bunga. Grup beroperasi dengan
pedoman yang telah ditentukan oleh Direksi.
Faktor-faktor Risiko Keuangan
Risiko Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar mata uang asing adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa depan instrumen
keuangan akan berfluktuasi karena perubahan dalam nilai tukar mata uang. Eksposur Grup terhadap fluktuasi
nilai tukar mata uang asing, terutama disebabkan oleh piutang dalam mata uang asing.
Tabel berikut menjelaskan eksposur Grup atas risiko nilai tukar mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2026 dan
31 Desember 2025. Termasuk didalamnya adalah instrumen keuangan Grup pada nilai tercatat, dikategorikan
berdasarkan jenis mata uang.
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen
Asing Rp Asing Rp
Aset Moneter
Kas dan setara kas US$ 438.335 7.826.908.510 800.967 13.441.824.167
Liabilitas Moneter
Utang usaha kepada
pihak ketiga US$ 900 16.070.400 900 15.103.800
EURO 6.300 128.269.922 6.300 124.445.507
Jumlah Liabilitas Moneter 144.340.322 139.549.307
Jumlah Aset Neto Moneter 7.682.568.188 13.302.274.860
Manajemen tidak menganggap perlu untuk melakukan transaksi forward/swap valuta asing saat ini.
Grup sebagian besar bertransaksi dalam Rupiah dan tidak mempunyai risiko nilai tukar mata uang asing yang
signifikan, sehingga tidak dilakukan analisis sensitivitas.
Risiko Kredit
Risiko kredit mengacu pada risiko rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya yang
mengakibatkan kerugian bagi Grup.
- 55 -
Page 57
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
Risiko kredit Grup terutama melekat pada rekening bank, deposito berjangka, piutang usaha dan lain-lain. Grup
menempatkan saldo bank dan deposito berjangka pada institusi keuangan yang layak serta terpercaya. Grup
meminimalisasi risiko kredit atas piutang usaha yang timbul dari pembeli properti dengan mengenakan denda
atas keterlambatan pembayaran, pembatalan penjualan dengan denda pembatalan dan apabila penjualan
belum dilunasi tidak dilakukan serah terima unit yang dijual sehingga dapat dilakukan penjualan kembali properti
dengan dikenakan klaim atas kerugian yang timbul dari penjualan kembali tersebut. Untuk risiko kredit yang
timbul dari penyewa properti investasi dilakukan dengan cara meminta penyewa untuk memberikan deposit
dalam bentuk tunai atau bank garansi untuk sewa selama 3 bulan, serta membayar uang muka sewa sebelum
masa sewa berlaku.
Grup memiliki kebijakan untuk memperoleh pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan dengan
meminimalkan kerugian yang terjadi karena eksposur risiko kredit. Karena itu, Grup memiliki kebijakan untuk
memastikan transaksi dilakukan dengan pelanggan yang memiliki sejarah dan reputasi kredit yang baik.
Manajemen melakukan pengawasan secara terus menerus untuk mengurangi eksposur risiko kredit. Piutang
usaha atas penjualan perkantoran dan apartemen Grup pada tanggal pelaporan sebagian besar merupakan
selisih pengakuan pendapatan setelah dikurangi dengan bagian yang telah dibayar oleh pembeli sehingga
pembayarannya belum jatuh tempo.
Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen
keuangan akan terpengaruh akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur Grup yang terpengaruh risiko suku
bunga terutama terkait dengan utang bank.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Grup mengelola beban bunga melalui kombinasi pembiayaan melalui
perbankan dan institusi keuangan yang kredibel. Manajemen juga melakukan penelaahan berbagai suku bunga
yang ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum mengambil
keputusan untuk melakukan perikatan utang.
Manajemen tidak menganggap perlunya melakukan swap suku bunga pada saat ini.
Tidak ada analisis sensitivitas yang dilakukan karena Grup tidak memperkirakan adanya dampak material
terhadap laba atau rugi Grup yang timbul dari dampak perubahan suku bunga yang wajar pada instrumen
keuangan berbunga pada akhir periode pelaporan.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko rugi yang timbul karena Grup tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi
liabilitasnya.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang
dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas.
Manajemen juga melakukan evaluasi berkala atas proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh
tempo utang, dan terus-menerus melakukan penelaahan pasar keuangan untuk mendapatkan sumber
pendanaan yang optimal.
Tabel risiko likuiditas dan suku bunga
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit)
Tingkat bunga
efektif Kurang dari
1 - 3 bulan 3 bulan - 1 tahun 1 - 5 tahun Di atas 5 tahun Jumlah
rata-rata 1 bulan
tertimbang
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Tanpa bunga
Utang usaha
Pihak ketiga - - 16.699.943.900 - 203.686.057 - 16.903.629.957
Utang lain-lain
Pihak ketiga - - - 1.386.523.720 1.343.881.450 - 2.730.405.170
Biaya yang masih
harus dibayar - - 10.839.859.445 - - - 10.839.859.445
Uang jaminan
penyewa - - 322.558.349 - 3.041.118.285 - 3.363.676.634
Instrumen tingkat
bunga variabel
Utang bank jangka
panjang 8,75% - 9,00% - 3.000.000.000 11.595.906.265 - - 14.595.906.265
Jumlah - 30.862.361.694 12.982.429.985 4.588.685.792 - 48.433.477.471
- 56 -
Page 58
PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK
Catatan atas Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
31 Desember 2025 (Diaudit)
Tingkat bunga
efektif Kurang dari
1 - 3 bulan 3 bulan - 1 tahun 1 - 5 tahun Di atas 5 tahun Jumlah
rata-rata 1 bulan
tertimbang
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Tanpa bunga
Utang usaha
Pihak ketiga - 13.597.850.040 0 - - - 13.597.850.040
Utang lain-lain -
Pihak ketiga - 1.449.139.963 2.537.448.679 1.045.447.474 5.032.036.116
Biaya masih
harus dibayar - 13.553.515.342 - - - - 13.553.515.342
Uang jaminan
penyewa - - 649.282.901 - 2.921.413.470 - 3.570.696.371
Instrumen tingkat
bunga variabel
Utang bank jangka
panjang 8,75% - 9,00% 9.790.294.853 35.699.639.848 9.858.163.832 8.991.486.653 (2.487.678.921) 61.851.906.265
Jumlah 38.390.800.198 38.886.371.428 9.858.163.832 12.958.347.597 (2.487.678.921) 97.606.004.134
Jumlah yang dicantum di atas untuk instrumen suku bunga mengambang untuk liabilitas keuangan harus
berubah jika perubahan suku bunga mengambang berbeda dengan estimasi suku bunga yang ditentukan pada
akhir periode pelaporan.
Grup memiliki fasilitas pembiayaan dari bank sebagaimana dijelaskan dalam catatan di bawah ini, yang tidak
digunakan untuk mengurangi risiko likuiditas pada 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025.
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
Fasilitas utang bank:
Jumlah yang digunakan 14.699.851.731 61.955.851.731
Grup memelihara kecukupan dana untuk membiayai kebutuhan modal kerja yang berkelangsungan.
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut dapat
dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan bukan merupakan
pendapatan yang dipaksakan atau likuidasi.
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dicatat sebesar nilai wajar,
atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.
Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok instrumen
keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:
Kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset lainnya, utang bank jangka pendek, utang usaha,
utang lain-lain, biaya masih harus dibayar dan utang pihak berelasi, diperkirakan sebesar nilai wajar karena
jangka pendek dari utang tersebut dalam waktu 12 bulan.
Nilai tercatat utang bank jangka panjang mendekati nilai wajarnya karena suku bunga mengambang dari
instrumen keuangan bergantung pada penyesuaian yang dilakukan oleh bank dan lembaga keuangan.
33. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI PERUSAHAAN
Informasi keuangan tersendiri entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, dimana penyertaan saham pada
entitas anak dan asosiasi.
Laporan keuangan tersendiri entitas induk disajikan dari halaman 58 sampai dengan 62. Informasi laporan
keuangan induk tersendiri mengikuti kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan
konsolidasian seperti yang dijelaskan dalam Catatan 2, kecuali untuk investasi pada entitas anak dan asosiasi yang
sdicatat menggunakan metode ekuitas.
- 57 -
Page 59
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR I: INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK *)
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 13.846.383.230 54.924.342.122
Piutang usaha - pihak ketiga 11.293.695 10.276.245
Piutang lain-lain - pihak ketiga 335.218.037 512.052.153
Pajak dibayar di muka 4.776.281.013 4.934.050.887
Biaya dibayar di muka dan uang muka 16.054.555.321 348.612.655
Jumlah Aset Lancar 35.023.731.296 60.729.334.062
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - pihak ketiga 2.948.638.168 2.948.638.168
Persediaan 294.360.019.963 294.055.049.942
Uang muka investasi saham 2.500.485.233 2.500.485.233
Investasi pada entitas asosiasi dan anak 5.036.851.867.620 5.001.692.423.862
Properti investasi - nilai wajar 2.059.213.301.016 2.035.813.348.782
Aset tetap - neto 25.766.952.380 26.891.758.382
Jumlah Aset Tidak Lancar 7.421.641.264.380 7.363.901.704.369
JUMLAH ASET 7.456.664.995.676 7.424.631.038.431
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 58 -
Page 60
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR I: INFORMASI LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK *)
30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) (Lanjutan)
30 Juni 2026 31 Desember 2025
(Tidak Diaudit) (Diaudit)
Rp Rp
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - pihak ketiga 761.065.689 761.065.689
Utang lain-lain - pihak ketiga - 1.045.447.474
Utang pajak 702.908.627 343.055.268
Biaya yang masih harus dibayar 6.318.155.145 6.726.512.404
Pendapatan diterima di muka -
bagian yang direalisasi dalam satu tahun 4.380.851.935 4.874.165.413
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun - 41.256.000.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 12.162.981.396 55.006.246.248
Liabilitas Jangka Panjang
Uang jaminan penyewa 2.747.869.602 2.628.164.787
Pendapatan diterima di muka - dikurangi
bagian yang direalisasi dalam satu tahun 1.949.946.196 1.634.050.527
Utang pihak berelasi 136.447.582.200 135.527.582.200
Liabilitas imbalan kerja karyawan 12.053.424.837 10.405.267.545
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 153.198.822.835 150.195.065.059
Jumlah Liabilitas 165.361.804.231 205.201.311.307
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal - Rp 100 per saham
Modal dasar - 23.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
7.800.760.000 saham 780.076.000.000 780.076.000.000
Tambahan modal disetor 222.442.743.783 222.442.743.783
Selisih transaksi perubahan ekuitas
entitas asosiasi 411.856.000 411.856.000
Penghasilan komprehensif lain 4.658.114.566 5.371.577.608
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 70.000.000.000 65.000.000.000
Tidak ditentukan penggunaannya 6.213.714.477.096 6.146.127.549.733
Jumah Ekuitas 7.291.303.191.445 7.219.429.727.124
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.456.664.995.676 7.424.631.038.431
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 59 -
Page 61
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR II : INFORMASI LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN ENTITAS INDUK *)
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 2025 (Diaudit)
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
PENDAPATAN USAHA 4.241.354.909 4.135.467.593
BEBAN POKOK PENJUALAN DAN BEBAN LANGSUNG - -
LABA BRUTO 4.241.354.909 4.135.467.593
Beban penjualan - -
Beban umum dan administrasi (29.059.999.886) (35.908.828.427)
Beban pajak final (413.035.452) (893.729.986)
Kerugian dalam penjualan properti investasi - (2.091.252.252)
Bagian rugi bersih entitas anak (6.974.252.345) (5.989.139.974)
Bagian laba bersih entitas asosiasi 104.232.902.182 97.407.151.703
Pendapatan bunga 671.490.236 8.269.879.902
Beban bunga dan keuangan (934.006.446) (5.949.418.348)
Lain-lain - neto 822.474.165 956.100.202
LABA SEBELUM PAJAK 72.586.927.363 59.936.230.413
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - -
LABA PERIODE BERJALAN 72.586.927.363 59.936.230.413
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi :
Pengukuran kembali atas program imbalan pasti (713.463.042) 340.468.478
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN 71.873.464.321 60.276.698.891
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 60 -
Page 62
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR III : INFORMASI LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS ENTITAS INDUK *)
Untuk Periode yang Berakhir 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 2025 (Diaudit)
Penghasilan komprehensif lain
Selisih transaksi Bagian penghasilan Pengukuran kembali Saldo laba
Tambahan perubahan ekuitas komprehensif lain atas program imbalan Ditentukan Tidak ditentukan Jumlah
Modal saham modal disetor entitas asosiasi atas entitas asosiasi pasti ekuitas
penggunaannya penggunaannya
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
Saldo per 1 Januari 2025 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (2.002.056.438) 8.942.883.544 60.000.000.000 6.029.976.009.509 7.099.847.436.398
Cadangan umum - - - - - 5.000.000.000 (5.000.000.000) -
Laba periode berjalan - - - - - - 59.936.230.413 59.936.230.413
Penghasilan (Rugi)
komprehensif lain - - - 2.540.228 337.928.250 - - 340.468.478
Saldo per 30 Juni 2025 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (1.999.516.210) 9.280.811.794 65.000.000.000 6.084.912.239.922 7.160.124.135.289
Saldo per 31 Desember 2025 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (2.171.323.853) 7.542.901.461 65.000.000.000 6.146.127.549.733 7.219.429.727.124
Cadangan umum - - - - - 5.000.000.000 (5.000.000.000) -
Laba periode berjalan - - - - - - 72.586.927.363 72.586.927.363
Penghasilan (Rugi)
komprehensif lain - - - (13.471.831) (699.991.211) - - (713.463.042)
Saldo per 30 Juni 2026 780.076.000.000 222.442.743.783 411.856.000 (2.184.795.684) 6.842.910.250 70.000.000.000 6.213.714.477.096 7.291.303.191.445
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
- 61 -
Page 63
INFORMASI TAMBAHAN
DAFTAR IV : INFORMASI LAPORAN ARUS KAS ENTITAS INDUK
Untuk Periode yang Berakhir Pada 30 Juni 2026 (Tidak Diaudit) dan 2025 (Diaudit)
30 Juni 2026 30 Juni 2025
(Tidak Diaudit) (Tidak Diaudit)
Rp Rp
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 4.228.744.406 5.133.429.405
Penerimaan bunga 749.934.227 11.039.371.857
Pembayaran kas kepada karyawan (17.666.047.038) (23.803.310.605)
Pembayaran pajak penghasilan (1.106.777.371) (679.879.588)
Pembayaran kas kepada pemasok
dan untuk beban operasional lainnya (26.063.809.937) (4.022.512.273)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Operasi (39.857.955.713) (12.332.901.204)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dividen entitas asosiasi 41.100.000.000 44.100.000.000
Penerimaan pengembalian investasi saham 920.000.000 1.150.000.000
Hasil penjualan properti investasi - 16.470.400.000
Penempatan uang muka investasi saham - (246.208.333.231)
Perolehan aset tetap dan properti investasi (2.425.556.016) (2.391.275.158)
Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Investasi 39.594.443.984 (186.879.208.389)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran utang bank (41.256.000.000) (50.112.000.000)
Pembayaran bunga utang bank (807.817.500) (5.197.325.000)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (42.063.817.500) (55.309.325.000)
PENURUNAN KAS DAN SETARA KAS (42.327.329.229) (254.521.434.593)
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing 1.249.370.337 (1.076.295.960)
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 54.924.342.122 370.467.533.129
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 13.846.383.230 114.869.802.576
*) Investasi saham pada entitas anak dan asosiasi dicatat dengan
menggunakan metode ekuitas.
- 62 -
Names mentioned 82 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hendra Karyadi
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Buntario Tigris Darmawa NG
p.9 ×4
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×6
unresolved
person
K.H. Mas Mansyur
p.9 ×2
unresolved
org
PT Kencana Graha Global.
p.9
unresolved
org
PT Prima Permata Sejahtera.
p.9 ×3
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9
unresolved
org
Bapepam-LK
p.9 ×2
unresolved
person
Arie Kusumastuti Maria
· Komisaris Independen
p.10 ×5
unresolved
person
Dedy Ismunandar Soetiarto
· Direktur
p.10 ×3
unresolved
person
Andreas Bahana
· Anggota
p.10
unresolved
org
PT Prakarsa Nusa Cemerlang
p.11 ×4
unresolved
org
PT Sentra Graha Kencana
p.11 ×4
unresolved
org
PT Trisakti Makmur Persada
p.11 ×4
unresolved
person
Silvy Solivan
p.11
unresolved
person
Ira Sudjono
p.11
unresolved
person
Yulia
· Notaris
p.11 ×2
unresolved
person
Robert Purba
p.11
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.16
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.32 ×2
unresolved
org
PT Bank ICBC Indonesia
p.34 ×3
unresolved
org
Bank Negara Indonesia Pan Indonesia Tbk(Persero) Tbk
p.34 ×2
unresolved
org
PT Perintis Dinamika Sekatama
p.36 ×2
unresolved
org
PT Arah Sejahtera Abadi
p.37 ×3
unresolved
org
PT Pluit Propertindo
p.37 ×4
unresolved
org
PT Brilliant Sakti Persada
p.37
unresolved
org
PT Manggala Gelora Perkasa
p.37 ×2
unresolved
org
KJPP Jimmy
p.39 ×3
unresolved
org
Prasetyo & Rekan
p.39 ×3
unresolved
person
Drs. Bagus Wiyono
p.39
unresolved
org
PT Graha Tunasmekar
p.42 ×2
unresolved
org
PT SC Hotels
p.43 ×2
unresolved
person
Antonius Wahono Prawirodirdjo
p.47
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.48
unresolved
org
PT Kencana Graha Nusamandiri
p.48 ×2
unresolved
—
(masing-masing dibawah 5%)
p.48
unresolved
org
PT Karya Multi Makmur
p.52
unresolved
org
PT Langgeng Gemilang Sejahtera
p.52
unresolved
org
PT Briliant Sakti Persada
p.52
unresolved
org
PT Citra Gemilang Nusantara Transaksi-transaksi
p.52
unresolved
org
PT Langgeng Gemilang Sejahtera. Perjanjian
p.52
unresolved
org
PT Brilian Sakti Persada
p.53
unresolved
person
Betty Donna Christina Siahaan
p.54
unresolved
person
DR. Tunggul Simanjuntak
p.54
unresolved
org
PT Sinar Bonana Jaya
p.54 ×2
unresolved
org
Arbitrase Nasional Indonesia
p.54
unresolved
org
PT SBJ
p.54
unresolved
org
PT CIMB Niaga Tbk.
p.54
unresolved
org
Niaga Tbk.
p.54
unresolved
org
PT Equator Paradise
p.55
unresolved
org
PT Eastern Star Capital
p.55
unresolved
org
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
p.55
unresolved
org
PT Prosys Eka Persada
p.55
unresolved
org
PT Totalindo Eka Persada. Selanjutnya
p.55
unresolved
org
Pengelola Aset Daerah
p.55
unresolved
org
Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota
p.55
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.