Back to announcement
20250903_PTPP_Laporan Informasi dan Fakta Material_31936998_lamp1.pdf
Other Text extracted PTPPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
PRESS RELEASE
PTPP Terapkan Inovasi Hydroseeding di Proyek Bendungan Bagong
Trenggalek; Komitmen PTPP sebagai Pionir Kontraktor Infrastruktur Hijau di
Indonesia
Jakarta, 3 September 2025 – PT PP (Persero) Tbk (“PTPP”) perusahaan konstruksi dan investasi nasional
di bawah naungan Danantara Indonesia, terus menghadirkan solusi infrastruktur berkelanjutan. Melalui
pembangunan Bendungan Bagong Paket III di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, PTPP tidak hanyak
membangun ketahanan air, tetapi juga menjaga lingkungan dengan teknologi ramah lingkungan terbaru
yaitu Hydroseeding.
Dengan nilai kontrak sebesar Rp 402,3 miliar (termasuk PPN) dan masa pelaksanaan selama 376 hari
kalender (20 Desember 2024 – 31 Desember 2025), progres proyek saat ini telah mencapai 40,65% per 31
Agustus 2025 lebih cepat dari target. Bendungan ini diharapkan menjadi infrastruktur vital yang memberi
manfaat langsung bagi masyarakat Trenggalek.
Pembangunan Bendungan Bagong ini memiliki keunikan salah satunya adalah desain Spillway tipe Ogee
yang dilengkapi dengan dua Stilling Basin sebagai peredam energi. Pondasi spillway berdiri di atas batuan
koluvial dengan perkuatan Boredpile, sehingga mampu mengendalikan aliran air secara optimal sekaligus
mencegah erosi.
Selain keunikan dari desain bendungan, anfaat strategis yang dirasakan masyarakat dari pembangunan
Bendungan Bagong antara lain suplai air baku sebesar 153 liter/detik irigasi untuk lahan seluas 977 hektar
dan reduksi risiko banjir di area Kota Trenggalek dari 203 m³/detik menjadi 44 m³/detik. Dengan manfaat
PTPP TERAPKAN INOVASI HYDROSEEDING DI PROYEK BENDUNGAN BAGONG
TRENGGALEK; KOMITMEN PTPP SEBAGAI PIONIR KONTRAKTOR INFRASTRUKTUR 1
HIJAU DI INDONESIA
Page 2
ini, Bendungan Bagong diharapkan dapat mendukung sektor pertanian, menjaga pasokan air bersih, dan
meminimalkan dampak banjir bagi masyarakat Trenggalek.
Inovasi Hydroseeding: Ramah Lingkungan & Efisien
Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik konstruksi berkelanjutan, PTPP menerapkan metode
Hydroseeding untuk revegetasi area bendungan. Metode ini dinilai lebih efisien dan efektif dibandingkan
metode penanaman tradisional, terutama pada lahan miring seperti area bendungan.
Keunggulan Hydroseeding meliputi:
• Perkuatan lereng untuk mencegah erosi,
• Efisiensi cakupan luas dengan penanaman cepat dan merata,
• Kualitas vegetasi lebih baik dibanding metode manual,
• Reduksi erosi signifikan pada permukaan lereng.
Jenis tanaman yang digunakan adalah Legume Cover Crops (LCC) seperti Centrosema Pubescens,
Colopogonium Mucunoides, dan Pueraria Javanica yang mampu mengikat nitrogen sekaligus memperkuat
struktur tanah yang dapat mengurangi erosi pada permukaan lereng secara signifikan atau reduksi erosi.
“Hydroseeding adalah bukti bahwa kami tidak hanya fokus pada penyelesaian fisik proyek, tetapi juga
memastikan keberlanjutan lingkungan dan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ucap Joko Raharjo,
Corporate Secretary PTPP.
Komitmen PTPP pada Infrastruktur Hijau
Penerapan inovasi teknologi seperti Hydroseeding menegaskan posisi PTPP sebagai pelopor konstruksi
berkelanjutan di Indonesia. Proyek ini bukan hanya target penyelesaian tepat waktu, tetapi juga
menghadirkan legacy infrastruktur hijau yang bermanfaat luas.
“Dengan selesainya proyek ini pada akhir 2025, Bendungan Bagong akan menjadi role model
pembangunan bendungan modern yang inovatif, ramah lingkungan, dan membawa kesejahteraan bagi
PTPP TERAPKAN INOVASI HYDROSEEDING DI PROYEK BENDUNGAN BAGONG
TRENGGALEK; KOMITMEN PTPP SEBAGAI PIONIR KONTRAKTOR INFRASTRUKTUR 2
HIJAU DI INDONESIA
Page 3
masyarakat Trenggalek dan sekitarnya, serta membuktikan komitmen PTPP dalam menjalankan praktik
konstruksi yang berkelanjutan (sustainable),” tutup Joko.
--SELESAI--
Sekilas Mengenai PT PP (Persero) Tbk
PT PP (Persero) Tbk (kode emiten: PTPP) merupakan salah satu perusahaan konstruksi dan terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak
tahun 1953. Saat ini, PTPP memiliki 7 (tujuh) lini bisnis yang terintegrasi mulai dari Upstream, Middlestream sampai dengan Downstream,
yang meliputi: Energi, Properti, Infrastruktur, Jasa Konstruksi, Engineering, Procurement and Construction (EPC), Peralatan Berat dan
Pracetak. PTPP memiliki jejak rekam yang solid dan berhasil memenangkan penghargaan atas proyek-proyek konstruksi Pelabuhan,
Pembangkit Listrik, Airport, Bendungan, dan Gedung di Indonesia. PTPP merupakan pionir untuk konsep Eco-Friendly Green Building di
Indonesia yang telah memenangkan beberapa penghargaan lokal dan internasional atas hasil karyanya. PTPP mencatatkan sahamnya di
Bursa Efek Indonesia pada tanggal 9 Februari 2010, dengan kepemilikan publik sebesar 49%. Pada tahun 2015, PTPP mencatatkan saham
entitas anak PT PP Properti Tbk (kode emiten: PPRO) di Bursa Efek Indonesia sebanyak 35%. Untuk mendukung pertumbuhan yang
berkelanjutan di masa depan, PTPP berekspansi di sektor Energi dan Infrastruktur di tahun 2016. Pada tahun 2017, entitas anak yang
bergerak sebagai kontraktor berbasis peralatan berat PT PP Presisi Tbk (kode emiten: PPRE) melantai di Bursa Efek Indonesia dengan
melepas 23% saham ke publik. Untuk menghadapi era Industry 4.0, PTPP melakukan strategi operasional excellence dengan menerapkan
sistem informasi yang handal, yaitu ERP sebagai enterprise system utama yang didukung berbagai aplikasi penunjang operasional dalam
menjawab tantangan dan kebutuhan perusahaan kedepan. PTPP juga menerapkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) serta
penguasaan teknologi baru lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, akurasi dan efisiensi serta menjadi perusahaan yang
unggul serta excellence.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Joko Raharjo
Sekretaris Perusahaan
PT PP (Persero) Tbk
Tel : 021 – 877 84137
PTPP TERAPKAN INOVASI HYDROSEEDING DI PROYEK BENDUNGAN BAGONG
TRENGGALEK; KOMITMEN PTPP SEBAGAI PIONIR KONTRAKTOR INFRASTRUKTUR 3
HIJAU DI INDONESIA
Names mentioned 5 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.