Back to announcement
20250702_FAST_Laporan Informasi dan Fakta Material_31911078_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review FASTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 54
Page 1
Page 2
Kantor Jasa Penilai Publik The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
Property, Business Valuation & Advisory
E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
Licence No. 2.22.01 76
Website: www.fdipartners.co
KMK 460/KM.1/20 22
Phone (62 21) 27875911
Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia
Jakarta, 25 Juni 2025
Kepada Yth.
PT Fast Food Indonesia, Tbk
Jl. Letjen M.T Haryono No.7,
Tebet, Jakarta Selatan 13630
No. Laporan : 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Hal : Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI PENJUALAN SAHAM PT JAGONYA
AYAM INDONESIA MILIK PT FAST FOOD INDONESIA, TBK.
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 013/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal 19 Mei 2025,
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT
Fast Food Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “FFI”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan
dengan Rencana Transaksi Penjualan 15% Saham PT Jagonya Ayam Indonesia (“JAI”) milik FFI kepada
PT Shankara Fortuna Nusantara (“SFN”), diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
Laporan Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi antara dua pihak yakni, FFI selaku memilik saham JAI dan SFN selaku pembeli saham JAI
milik FFI yang akan dijual. Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp54.440.100.000,- (“Lima Puluh
Empat Miliar Empat Ratus Empat Puluh Juta Seratus Ribu Rupiah”) atau 41.877 (Empat Puluh Ribu
Delapan Ratus Tujuh Puluh Tujuh) lembar saham Seri A. Nilai Rencana Transaksi tersebut bila
dibandingkan dengan nilai ekuitas per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp127.732 Juta, dimana Nilai
Rencana Transaksi merupakan 42,62% dari jumlah ekuitas Perseroan, dengan demikian Rencana
Transaksi merupakan transaksi material yang di definisikan dalam POJK No.17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Saham JAI milik FFI dalam rangka memenuhi Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) d/h BAPEPAM-LK. Tujuan pemberian laporan pendapat kewajaran
adalah dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.
Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen FFI, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen FFI adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan tidak
menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen FFI, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti)
Page 3
kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang
diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap
FFI, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan FFI.
Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah
transaksi (Proforma) dari sisi Perseroan untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari
transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi.
1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
Dalam menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan manajemen FFI, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah
benar, lengkap, dapat diandalkan serta tidak menyesatkan.
2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
data yang diberikan oleh manajemen FFI, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami
tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan kelengkapan
dari informasi atau penjelasan tersebut.
3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen FFI pada kami,
sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil
penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal
Laporan ini dikeluarkan.
5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan pendapat kewajaran ini tidak terjadi
perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
Laporan penilaian ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis
dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
7. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Rencana transaksi merupakan transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17 tentang Transaksi Material dan perubahan
Kegiatan Usaha dimana nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas
FFI.
FFI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan restoran. Perusahaan memulai
usaha komersialnya sejak tahun 1979. Kantor pusat perseroan berlokasi di Jl. M.T. Hayono Kav.7,
Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan mengoperasikan 762 gerai restoran.
Analisis atas Rencana Transaksi, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi dimana merupakan
bagian dari strategi Perseroan untuk mendukung ekspansi dan operasional JAI melalui penguatan
pendanaan, percepatan proyek strategis, serta peningkatan efisiensi dan fleksibilitas usaha, dengan
tetap menjaga keselarasan terhadap visi dan arah strategis Perseroan sebagai pengendali.
Analisis Kualitatif, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi Perseroan dapat memperoleh manfaat
yaitu Perseroan tetap menjadi pemegang saham pengendali JAI dengan kepemilikan 55%. Kepemilikan
Halaman 2 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 4
mayoritas ini memungkinkan Perseroan memperoleh efisiensi pasokan dan peningkatan profitabilitas
dari usaha terintegrasi JAI, sekaligus membuka peluang pelibatan pihak lain dalam operasional dan
pendanaan JAI.
Analisis Kuantitatif, dengan dilakukannya Rencana Transaksi maka Proforma Keuangan FFI per 31
Desember 2024 menunjukkan:
1. Pada sisi laba (rugi) usaha berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi peningkatan
penghasilan operasi lainna senilai Rp12.563 juta dimana hal tersebut terjadi karena adanya
pencatatan laba akibat adanya Rencana Transaksi.
2. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi penurunan
beban akrual senilai Rp54.440 juta dimana terjadi karena adanya pembayaran liabilitas berupa
beban akrual akibat adanya Rencana Transaksi.
3. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami peningkatan
sebesar senilai Rp54.440 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak atas meningkatnya non
controlling interest dan saldo laba akibat dari adanya Rencana Transaksi.
Analisis Inkremental, nilai tambah dengan terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan total
aset yaitu pada akun kas dan setara kas dan total ekuitas yaitu pada akun saldo laba dan non controlling
interest, sedangkan pendapatan di tahun proyeksi yang diatribusikan kepada FFI tidak mengalami
perubahan sebelum Rencana Transaksi.
Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai Pasar saham JAI yang telah
dinilai melalui Laporan Penilaian 15% Ekuitas PT Jagonya Ayam Indonesia tanggal 24 Juni 2025 yang
diterbitkan oleh KJPP FDI&R dengan Nilai per saham JAI Rencana Transaksi sebagai berikut:
Uraian Satuan Jumlah
Nilai Pasar 15% Ekuitas JAI Rp Juta 21.725
Batas Atas (7,5%) Rp Juta 23.354
Batas Bawah (7,5%) Rp Juta 20.095
Nilai Rencana Transaksi Rp Juta 54.440
Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar % 150,59%
Berdasarkan uraian di atas, bahwa Nilai Rencana Transaksi adalah 150,59% diatas nilai pasar dimana
tidak berada pada kisaran nilai yang sesuai dengan POJK 35/2020 mengenai batas atas dan batas
bawah untuk kisaran nilai transaksi tidak melebihi 7,5% sehingga Nilai Rencana Transaksi adalah Tidak
Wajar.
Analisis atas faktor lain yang relevan, dilihat dan diperhitungkan berdasarkan analisis sensitivitas.
Berdasarkan analisis sensitivitas, baik kenaikan maupun penurunan 2,5% pendapatan dan beban pokok
penjualan Perseroan tidak berdampak secara signifikan pada laba bersih tahun berjalan. Perseroan
tetap mampu mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan bahwa Perseroan masih
mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang serta memiliki trend kenaikan selama periode
pengamatan.
Halaman 3 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 5
Dengan demikian, berdasarkan analisis yang telah di uraikan di atas, menurut pendapat kami, Rencana Transaksi tersebut adalah Tidak Wajar. Laporan pendapat kewajaran ini untuk memberikan pendapat kewajaran terhadap Rencana Transaksi dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan FFI ataupun pihak - pihak lainnya yang terafiliasi dengan FFI. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini. Hormat kami, KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Pimpinan Rekan M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453 MAPPI No. : 10-S-02571 STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025 RMK : RMK-2017.00526 Halaman 4 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 6
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 6
1.1 Uraian Mengenai Penugasan ..................................................................................... 6
1.2 Identifikasi Status Penilai ............................................................................................. 6
1.3 Identifikasi Pemberi Tugas .......................................................................................... 6
1.4 Identifikasi Pengguna Laporan.................................................................................... 6
1.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan .............................................................................. 6
1.6 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran .................................................. 7
1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) .............................................................. 7
1.8 Tingkat Kedalaman Investigasi.................................................................................... 7
1.9 Obyek Analisis Kewajaran .......................................................................................... 7
1.10 Dampak Keuangan (Proforma) dari Transaksi yang Akan Dilakukan ........................... 7
1.11 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
Transaksi.................................................................................................................... 9
1.12 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan ................................. 9
1.13 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran........................................................................... 9
1.14 Sumber Data dan Informasi........................................................................................ 9
1.15 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi .................................................................. 10
1.16 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ........................................................... 10
1.17 Pernyataan Independensi Penilai............................................................................... 11
1.18 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ................................ 11
BAB II ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................... 12
2.1 Latar Belakang Transaksi.......................................................................................... 12
2.2 Obyek Transaksi ...................................................................................................... 12
2.3 Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi................................................................. 12
2.4 Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi................................................................ 15
2.5 Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ....................... 15
BAB III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ......................................................... 17
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan.................................................... 17
3.2 Analisis Atas Rencana Transaksi................................................................................ 17
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ................................................................ 18
3.2 Gambaran Umum Konsumsi dan Industri atau Peternakan Unggas........................... 23
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi................................................................ 29
3.5 Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi .............................................................. 35
3.6 Analisis Faktor Lain Yang Relevan ............................................................................. 36
3.7 Kesimpulan .............................................................................................................. 38
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .................................................................... 39
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................... 40
LAMPIRAN..................................................................................................................... 42
Halaman 5 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 013/FDI/PB/FO/V/2025 tertanggal 19 Mei
2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT Fast Food Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “FFI”) untuk memberikan pendapat
kewajaran sehubungan dengan Rencana Transaksi Penjualan 15% Saham PT Jagonya Ayam
Indonesia (“JAI”) milik FFI kepada PT Shankara Fortuna Nusantara (“SFN”), diperlukan dalam
rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK selanjutnya
disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
1.2 Identifikasi Status Penilai
a. Pemimpin Rekan, Mochamad Ichsan Suud, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi
penilaian bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,
dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD. PB-50/PJ-1/PM.021/2025. Beliau adalah
anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
b. Penugasan penilaian ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material atau
benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
c. Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
penilaian ini.
1.3 Identifikasi Pemberi Tugas
Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual,
dalam hal ini adalah:
Nama : PT Fast Food Indonesia Tbk
Alamat : Jl. Letjen M.T Haryono No.7, Tebet, Jakarta Selatan 13630
Bidang usaha : Ritel Makanan Cepat Saji
Telepon/Fax : (021) 8301133
Email : -
PIC/Contact : Dewan Direksi
1.4 Identifikasi Pengguna Laporan
Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.
1.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam penugasan ini, sesuai dengan mata uang fungsional dalam
laporan keuangan Objek Pendapat Kewajaran dan dinyatakan kembali dalam mata uang Rupiah
(dalam hal mata uang fungsional bukan Rupiah).
Halaman 6 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 8
1.6 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Saham JAI oleh FFI dalam rangka memenuhi
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) d/h BAPEPAM-LK.
Tujuan pemberian laporan pendapat kewajaran adalah dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa
Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.7 Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)
Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana tanggal tersebut
ditentukan berdasarkan tanggal posisi laporan keuangan FFI dan atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan penilaian.
1.8 Tingkat Kedalaman Investigasi
a. Data dan informasi menyangkut dokumen atas Objek Pendapat Kewajaran/penugasan yang
kami terima dari pemberi tugas.
b. Verifikasi yang kami lakukan terhadap Objek Pendapat Kewajaran adalah merupakan
bagian dari keperluan dan kepentingan pelaksanaan Pendapat Kewajaran.
c. Proses pengumpulan dan analisis data dilakukan secara lengkap pada Objek Pendapat
Kewajaran. Bila terdapat keterbatasan dalam hal dokumen atau identifikasi secara
keseluruhan, maka kami menggunakan data dan dokumen secara sampling secukupnya
(data yang relevan).
d. Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi termasuk data yang harus
disediakan oleh pemberi tugas dan/ atau pihak terkait lainnya kepada penilai dalam
melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk tujuan Pendapat
Kewajaran.
1.9 Obyek Analisis Kewajaran
Obyek analisis kewajaran dalam hal ini adalah penjualan saham JAI milik FFI kepada SFN
sebanyak 41.877 (empat puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh tujuh) lembar saham Seri A
atau setara dengan 15% (tujuh puluh persen) dari seluruh saham yang telah diterbitkan oleh JAI.
1.10 Dampak Keuangan (Proforma) dari Transaksi yang Akan Dilakukan
Sehubungan dengan Rencana Transaksi serta mengacu pada informasi keuangan konsolidasian
proforma Perseroan untuk periode 31 Desember 2024, maka dampak Rencana Transaksi dapat
disajikan sebagai berikut:
Halaman 7 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 9
Audit Report Rencana Proforma
Uraian
31 Des 2024 Transaksi 31 Des 2024
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 64.830 - 64.830
Piutang lain - lain -
Pihak berelasi 165.976 - 165.976
Pihak ketiga 12.419 - 12.419
Persediaan 244.757 - 244.757
Biaya dibayar dimuka 21.217 - 21.217
Aset lancar lainnya 107.400 - 107.400
616.599 - 616.599
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi 42.263 - 42.263
Aset tetap, neto 879.451 - 879.451
Biaya renovasi bangunan sewa ditangguhkan, neto 549.334 - 549.334
Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto - - -
Beban ditangguhkan, neto 213.051 - 213.051
Aset hak guna, neto 427.645 - 427.645
Aset pajak tangguhan, neto 175.692 - 175.692
Aset tidak lancar lainnya 625.185 - 625.185
2.912.621 - 2.912.621
Jumlah Aset 3.529.220 - 3.529.220
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang obligasi, neto - -
Utang usaha -
Pihak ketiga 429.242 - 429.242
Pihak berelasi 43.570 - 43.570
Utang lain - lain
Pihak ketiga 415.543 - 415.543
Pihak berelasi 1.541 - 1.541
Utang pajak 217.701 - 217.701
Utang bank jangka pendek 377.582 - 377.582
Beban akrual 289.121 (54.440) 234.681
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Sewa pembiayaan/liabilitas sewa 97.045 - 97.045
Pembiayaan konsumen 5.504 - 5.504
Utang bank jangka panjang 300.000 - 300.000
Utang bunga atas obligasi - - -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 74.575 - 74.575
Liabilitas jangka pendek lainnya 490 - 490
Uang muka dari pemegang saham 40.000 - 40.000
2.291.914 (54.440) 2.237.474
Liabilitas Jangka Panjang
Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 184.122 - 184.122
Utang pembiayaan konsumen, setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 1.674 - 1.674
Utang obligasi, neto - - -
Utang bank jangka panjang 353.606 - 353.606
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 570.172 - 570.172
1.109.574 - 1.109.574
Jumlah Liabilitas 3.401.489 (54.440) 3.347.049
Ekuitas
Modal saham 199.514 - 199.514
Agio saham 944 - 944
Dikurangi saham treasuri (3.273) - (3.273)
Saldo laba (148.821) 12.563 (136.258)
48.365 12.563 60.928
Halaman 8 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 10
Audit Report Rencana Proforma
Uraian
31 Des 2024 Transaksi 31 Des 2024
Kepentingan nonpengendali 79.367 41.877 121.244
Jumlah Ekuitas 127.732 54.440 182.172
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 3.529.220 - 3.529.220
Asumsi - asumsi laporan keuangan proforma secara konsolidasi yang digunakan adalah sebagai
berikut:
1. Pada sisi laba (rugi) usaha berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi peningkatan
penghasilan operasi lainna senilai Rp12.563 juta dimana hal tersebut terjadi karena adanya
pencatatan laba akibat Rencana Transaksi.
2. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi
penurunan beban akrual senilai Rp54.440 juta dimana terjadi karena adanya pembayaran
liabilitas berupa beban akrual akibat adanya Rencana Transaksi.
3. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami
peningkatan sebesar senilai Rp54.440 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak atas
meningkatnya non controlling interest dan saldo laba akibat dari adanya Rencana Transaksi.
1.11 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
Rencana Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam rangka mendukung ekspansi
dan kelancaran operasional JAI. Tujuan dari pengalihan saham ini adalah untuk memperkuat
struktur pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnis JAI, termasuk namun tidak terbatas
pada peningkatan kapasitas operasional, pengembangan jaringan usaha, serta percepatan
pelaksanaan proyek-proyek strategis. Dengan struktur kepemilikan yang baru, diharapkan
fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih ditingkatkan, namun
tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Perseroan sebagai pengendali sehingga sejalan
dengan pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan.
1.12 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan
Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
1.13 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup pendapat kewajaran mengacu kepada Pasal 17 POJK 35 meliputi:
a. Tujuan dari Penugasan adalah memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi:
b. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan
c. Membandingkan dasar nilai transaksi dengan nilai pasar yang dihasilkan dari laporan
penilaian properti atas obyek Rencana Transaksi.
1.14 Sumber Data dan Informasi
a. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 yang telah diaudit
oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan
No.00713/2.1032/AU.1/10/1179-1/1/IV/2025 tertanggal 21 April 2025 dengan opini wajar
tanpa pengecualian.
Halaman 9 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 11
b. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 yang telah diaudit
oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan
No.01156/2.1032/AU.1/10/0698-3/1/IV/2024 tertanggal 30 April 2024 dengan opini wajar
tanpa pengecualian.
c. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 yang telah diaudit
oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan
No.00416/2.1032/AU.1/10/1609-2/1/III/2023 tertanggal 29 Maret 2023 dengan opini
wajar tanpa pengecualian.
d. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan
No.01153/2.1032/AU.1/10/1609-1/1/IV/2022 tertanggal 29 April 2022 dengan opini wajar
tanpa pengecualian.
e. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2019 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan
No.01587/2.1032/AU.1/10/0698-2/1/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 dengan opini wajar
tanpa pengecualian.
f. Proyeksi keuangan Perseroan selama lima tahun kedepan dengan mempertimbangkan ada
dan tidak adanya Rencana Transaksi.
g. Profoma Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 (sebelum dan sesudah
transaksi) yang disiapkan oleh manajemen FFI
h. Draft Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi.
i. Pernjanjian Pengikatan Pendahuluan Jual Beli Saham JAI antara FFI dan SFN.
j. Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (management representation letter) No. 139/S-
EXT/FAST/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025 terkait penugasan Pendapat Kewajaran Atas Rencana
Transaksi Penjualan Saham.
k. Hasil wawancara dengan pihak FFI dan pihak lain yang kami anggap layak dan relevan guna
mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses Pendapat
kewajaran.
l. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.15 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi;
b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi;
c. Analisis Atas Kewajaran Rencana Transaksi;
d. Analisis atas faktor lain yang relevan.
1.16 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, dalam laporan ini
menggunakan Laporan Penilaian Saham No. 00061/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025tanggal
24 Juni 2025 oleh KJPP FDI&R.
Halaman 10 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 12
1.17 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak - pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP FDI&R juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat
kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
dari proses analisis kewajaran ini.
1.18 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Desember 2024, terdapat kejadian penting setelah
tanggal penilaian (Subsequent Event) yaitu sebagai berikut:
- Pada Januari 2025, SFN dan FFI telah menyepakati Pengikatan Pendahuluan Jual Beli Saham
melalui suatu perjanjian yang merupakan bentuk komitmen awal antara kedua belah pihak
sehubungan dengan rencana pengalihan sebagian kepemilikan saham FFI dalam JAI kepada
SFN (“PPJB Saham JAI”). Rencana transaksi sebagaimana diatur dalam PPJB Saham JAI
tersebut mencakup pembelian dan pengalihan sebanyak 41.877 (empat puluh satu ribu
delapan ratus tujuh puluh tujuh) lembar saham Seri A milik FFI, yang mewakili 15% (lima
belas persen) dari total saham yang telah disetor dan ditempatkan dalam PT Jagonya Ayam
Indonesia. FFI sendiri merupakan pemilik dari 160.427 (seratus enam puluh ribu empat ratus
dua puluh tujuh) lembar saham Seri A dan 35.000 (tiga puluh lima ribu) lembar saham Seri
B, yang secara keseluruhan mewakili 70% (tujuh puluh persen) kepemilikan atas seluruh
saham dalam PT Jagonya Ayam Indonesia.
Halaman 11 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 13
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1 Latar Belakang Transaksi
Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana
Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.
Perseroan didirikan dan beroperasi sebagai perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di
bidang restoran. Guna memberikan kepastian pasokan dan harga bahan baku daging ayam,
Perseroan telah menjadi pemegang saham pengendali dalam JAI yang sedang dalam proses
membangun suatu peternakan ayam terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas 8.575.200 m 2 di
Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan kajian yang telah
dilaksanakan, JAI dapat memproduksi sebanyak 42.000 ton per hari atau sekitar 76 juta ton
dalam 5 tahun. Dengan begitu, JAI dapat memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku daging
ayam dan olahan daging ayam sebanyak-banyaknya 35% (tiga puluh lima persen) untuk restoran
milik Perseroan dalam jangka waktu 5 tahun.
Rencana Transaksi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam rangka mendukung
ekspansi dan kelancaran operasional JAI. Tujuan dari pengalihan saham ini adalah untuk
memperkuat struktur pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnis JAI, termasuk namun tidak
terbatas pada peningkatan kapasitas operasional, pengembangan jaringan usaha, serta
percepatan pelaksanaan proyek-proyek strategis. Dengan struktur kepemilikan yang baru,
diharapkan fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih
ditingkatkan, namun tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Perseroan sebagai pengendali.
Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan akan tetap
mempertahankan posisi sebagai pemegang saham pengandali di JAI dengan kepemilikan
sebesar 55% dan memperoleh manfaat dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan
daging ayam dari JAI.
2.2 Obyek Transaksi
Objek dari Transaksi ini adalah berupa saham JAI milik FFI sebanyak 41.877 (empat puluh satu
ribu delapan ratus tujuh puluh tujuh) saham Seri A yang diambil bagian oleh SFN atau setara
dengan 15% (lima belas persen) dari seluruh saham yang telah diterbitkan oleh JAI.
2.3 Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah FFI selaku penjual saham milik
JAI dan SFN selaku pembeli saham.
Halaman 12 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 14
a. PT Fast Food Indonesia (“Perseroan” atau “FFI”)
Dalam Rencana Transaksi yang dimaksud dalam laporan pendapat kewajaran ini, FFI adalah
selaku penjual saham JAI milik FFI, dengan informasi singkat sebagai berikut:
Riwayat Singkat
FFI didirikan berdasarkan Akta Notaris Sri Rahayu, S. H., No. 20 tanggal 19 Juni 1978. Akta
Pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/245/12 tanggal 22 Mei 1979, dan didaftarkan di Kantor
Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 4491 tanggal 1 Oktober 1979, serta diumumkan
dalam Tambahan No. 682 dari Berita Negara Republik Indonesia No. 90 tanggal 9 November
1979.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
berdasarkan akta notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S. H., No. 40 tanggal 18
Juli 2022 mengenai perubahan kegiatan usaha penunjang Perseroan dan terdaftar dalam
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana terdokumentasi
dalam surat No.AHU-0147291.AH.01.11. Tahun 2022 tanggal 29 Juli 2022.
Informasi Umum
FFI bergerak di bidang makanan dan restoran. FFI memulai usaha komersialnya sejak tahun
1979. FFI tidak memiliki entitas induk terakhir karena tidak terdapat entitas yang memiliki
kendali terhadap Perseroan. Kantor Pusat FFI terletak di Jl. M. T. Haryono Kav.7, Jakarta,
Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2024, FFI mengoperasikan 715 gerai restoran.
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham FFI per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 2-1 Struktur Pemegang Saham FFI
Persentase Total Nominal
Pemegang Saham Lembar Saham
(%) (dalam Ribuan Rupiah)
PT Gelael Pratama 1.589.726.610 39,84% 79.486.330
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk 1.430.115.492 35,84% 71.505.775
BBH Luxembourg S/A Fidelity FD Sicav, FD FDS PAC FD 311.519.100 7,81% 15.575.955
Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 655.707.956 16,43% 32.785.398
Saham Tresuri 3.208.000 0,08% 160.400
Total 3.990.277.158 100,00% 199.513.858
Sumber: Laporan Keuangan FFI (Audited)
Susunan Pengurus FFI
Berdasarkan Laporan Konsolidasian Perseroan 31 Desember 2024, susunan Dewan Komisaris
dan Direksi FFI adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Anthoni Salim
Wakil Komisaris Utama : Noni Rosalia Gelael Barki
Komisaris : Benny Setiawan Santoso
: Elisabeth Gelael
Halaman 13 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 15
Komisaris Independen : Gunawan Solaiman
: Achmad Baiquni
Direksi:
Direktur Utama : Ricardo Gelael
Wakil Direktur Utama : Ferry Noviar Yosaputra
Direktur : Justinus Dalimin Juwono
: Cahyadi Wijaya
: Fabian Gelael
Direktur : Adhi Indrawan
: Wachjudi Martono
: Omar Luthfi Anwar
Kegiatan Usaha
1. Maksud dan tujuan FFI ialah berusaha dalam bidang makanan, restoran, perdagangan,
pengangkutan dan pergudangan, perwakilan dan/atau peragenan, perindustrian,
pertanian dan peternakan, pendidikan, konsultasi manajemen, jasa, dan telekomunikasi.
2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, FFI dapat melaksanakan:
a. Kegiatan usaha utama yaitu: restoran dan jasa boga untuk suatu event tertentu (event
catering).
b. Kegiatan usaha penunjang, yaitu:
i. Budidaya ayam ras pedaging
ii. Perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan
iii. Pergudangan dan penyimpanan
iv. Aktivitas cold storage
v. Angkutan bermotor untuk barang umum
vi. Penelitian pasar
vii. Perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga
viii. Perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya
YTDL
ix. Pendidikan kerajinan dan industri
x. Pendidikan lainnya swasta
xi. Aktivitas konsultasi manajemen lainnya
xii. Dana pensiun pemberi kerja konvensional
xiii. Aktivitas telekomunikasi tanpa kabel.
b. PT Shankara Fortuna Nusantara (“SFN”)
Dalam Rencana Transaksi yang dimaksud dalam laporan pendapat kewajaran ini, SFN adalah
pembeli saham, dengan informasi singkat sebagai berikut:
Riwayat Singkat
SFN didirikan di tahun 2024 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 02 tanggal
13 Desember 2024 yang dibuat di hadapan Lawrensiea Angelina S.H., M.Kn., Notaris di Kota
Administrasi Bogor yang telah memperolah pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Keputusannya Nomor: AHU-
0100480.AH.01.021 Tahun 2024 tanggal 16 Desember 2024.
Halaman 14 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 16
Kegiatan Usaha
Maksud dan tujuan SFN yang tertera dalam Akta Pendirian adalah menjalankan dalam usaha
bidang Perdagangan Besar Daging Ayam Dan Daging Ayam Olahan dengan KBLI 46322
yang mencakup usaha perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan, termasuk
daging ayam yang diawetkan.
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SFN per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 2-2 Struktur Pemegang Saham SFN
Persentase Total
No. Pemegang Saham Lembar Saham
% (Rp)
1 Bani Adityasuny Ismiarso 10 10% 25.000.000
2 Putra Rizky Bustaman 45 45% 112.500.000
3 Liana Saputri 45 45% 112.500.000
Jumlah 100 100% 250.000.000
Sumber: Informasi Manajemen Perseroan
Susunan Pengurus SFN
Berdasarkan informasi Manajemen, susunan Dewan Komisaris dan Direksi SFN adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris : Liana Saputri
Direksi:
Direktur Utama : Putra Rizky Bustaman
Direktur : Bani Adityasunny Ismiarso
2.4 Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Rencana Transaksi dalam laporan ini bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud
dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.
Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana
Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.
2.5 Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pengambilbagian Saham Bersyarat, berikut merupakan beberapa yang
relevan dalam Rencana Transaksi antara lain adalah:
Halaman 15 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 17
Para Pihak
1. PT FAST FOOD INDONESIA TBK., suatu perseroan terbuka yang didirikan berdasarkan
hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, dalam hal ini diwakili
oleh Wachjudi Martono, dalam kapasitasnya sebagai Direktur karenanya sah bertindak untuk
dan atas nama PT Fast Food Indonesia, Tbk (selanjutnya disebut sebagai "Penjual");
2. PT SHANKARA FORTUNA NUSANTARA, suatu Perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan
hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, dalam hal ini diwakili
oleh Putra Rizky Bustaman dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama, karenanya sah
bertindak untuk mewakili dan bertindak untuk dan atas nama PT Shankara Fortuna
Nusantara (selanjutnya disebut sebagai “Pembeli”)
Penjual dan Pembeli secara bersama sama disebut sebagai "Para Pihak" dan secara sendiri-
sendiri disebut sebagai "Pihak".
Pendahuluan
Para Pihak masing-masing bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas
menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut:
A. Bahwa Penjual adalah merupakan pemilik dari 160.427 (seratus enam puluh ribu empat
ratus dua puluh tujuh) lembar saham Seri A dan 35.000 (tiga puluh lima ribu) lembar saham
Seri B yang mewakili 70% (tujuh puluh persen) saham dari seluruh jumlah saham yang telah
disetor dan ditempatkan dalam PT Jagonya Ayam Indonesia, suatu perseroan terbatas yang
didirikan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta
Selatan (selanjutnya disebut “Perseroan”).
B. Bahwa Penjual dengan ini bermaksud untuk menjual dan mengalihkan sebagian sahamnya
tersebut dalam Perseroan jumlah 41.877 (empat puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh
tujuh) lembar saham Seri A yang mewakili 15% (lima belas persen) saham dari seluruh jumlah
saham yang telah disetor dan ditempatkan dalam Perseroan (selanjutnya disebut sebagai
“Saham-saham Yang Dijual”).
C. Bahwa Penjual berjanji dan mengikatkan diri untuk menjual, mengalihkan dan menyerahkan
Saham-saham Yang Dijual kepada Pembeli dan Pembeli berjanji dan mengikatkan diri untuk
membeli dan menerima pengalihan Saham-saham Yang Dijual dari Penjual berikut segala
sesuatu yang melekat atau berada di atasnya sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan
yang diatur di dalam Perjanjian ini.
Harga Pembelian dan Pembayaran:
1. Dengan tetap memperhatikan seluruh syarat dan ketentuan Perjanjian ini, Para Pihak sepakat
bahwa harga jual beli Saham-saham Yang Dijual adalah sebesar Rp54.440.100.000 (lima
puluh emat miliar empat ratus empat puluh empat juta serratus ribu Rupiah) (“Harga
Pembalian”).
2. Para Pihak sepakat bahwa Harga Pembelian tersebut tidak akan berubah dan berlaku
mengikat bagi Para Pihak selama berlakunya Perjanjian ini.
3. Paa Pihak sepakat bahwa Pembeli tersebut tidak akan berubah dan berlaku mengikat bagi
Para Pihak selama berlakunya Perjanjian ini.
Halaman 16 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 18
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan
Dalam menyusun laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal-hal
sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi
c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi.
d. Analisis atas faktor lain yang relevan.
3.2 Analisis Atas Rencana Transaksi
a. Latar belakang Rencana Transaksi
Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa
Rencana Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.
Perseroan didirikan dan beroperasi sebagai perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di
bidang restoran. Guna memberikan kepastian pasokan dan harga bahan baku daging ayam,
Perseroan telah menjadi pemegang saham pengendali dalam JAI yang sedang dalam proses
membangun suatu peternakan ayam terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas 8.575.200 m 2
di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan kajian yang
telah dilaksanakan, JAI dapat memproduksi sebanyak 42.000 ton per hari atau sekitar 76 juta
ton dalam 5 tahun. Dengan begitu, JAI dapat memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku
daging ayam dan olahan daging ayam sebanyak-banyaknya 35% (tiga puluh lima persen)
untuk restoran milik Perseroan dalam jangka waktu 5 tahun.
Rencana Transaksi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam rangka mendukung
ekspansi dan kelancaran operasional JAI. Tujuan dari pengalihan saham ini adalah untuk
memperkuat struktur pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnis JAI, termasuk namun
tidak terbatas pada peningkatan kapasitas operasional, pengembangan jaringan usaha, serta
percepatan pelaksanaan proyek-proyek strategis. Dengan struktur kepemilikan yang baru,
diharapkan fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih
ditingkatkan, namun tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Perseroan sebagai
pengendali.
Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan akan tetap
mempertahankan posisi sebagai pemegang saham pengandali di JAI dengan kepemilikan
sebesar 55% dan memperoleh manfaat dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan
daging ayam dari JAI.
Halaman 17 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 19
b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
1. Manfaat Rencana Transaksi
• Perseroan tetap mempertahankan menjadi pemegang saham pengendali dengan
kepemilikan sebesar 55% (lima puluh lima persen) di JAI yang masih menempatkan
Perseroan sebagai pemegang saham pengendali pada JAI.
• Dengan tetap mempertahankan kepemilikan saham mayoritas, maka Perseroan dapat
memperoleh manfaat dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan daging
ayam dari JAI serta meningkatkan profitabilitas Perseroan dari kegiatan usaha
peternakan ayam terintegrasi milik JAI yang meliputi usaha perkebunan, pabrik pakan,
rumah potong ayam, dan industri pengolahan daging ayam. Adapun dengan
pelaksanaan Transaksi, dapat membuka ruang bagi pelibatan pihak lain dalam
operasional ataupun finansial JAI.
2. Risiko Rencana Transaksi
• Risiko tidak tercapaiknya proyeksi keuangan: Risiko ini berkaitan terhadap pencapaian
kinerja keuangan Perseroan.
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
prospek usaha kedepannya.
a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Ketidakpastian pasar keuangan global semakin meningkat disertai dengan risiko perlambatan
pertumbuhan ekonomi dunia. Rencana kebijakan perdagangan di Amerika Serikat (AS)
melalui kenaikan tarif impor, komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah
menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi perdagangan dunia. Perkembangan ini yang
disertai dengan eskalasi ketegangan geopolitik di banyak negara mengakibatkan
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1% dari sebesar 3,2%
pada 2024.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh permintaan
domestik. Investasi diprakirakan tumbuh positif pada triwulan IV 2024 ditopang oleh
penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan investasi swasta didukung insentif
dari Pemerintah. Konsumsi rumah tangga diprakirakan tetap tumbuh didorong oleh keyakinan
konsumen yang terjaga serta dampak positif pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah.
Konsumsi Pemerintah lebih tinggi seiring dengan kenaikan aktivitas belanja Pemerintah pada
akhir tahun. Sementara itu, ekspor nonmigas diprakirakan melambat dipengaruhi ekonomi
global yang belum kuat. Secara sektoral, pertumbuhan juga ditopang terutama oleh Sektor
Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara keseluruhan
tahun, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan
meningkat menjadi 4,8–5,6% pada 2025.
Halaman 18 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 20
Tabel 3-1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (%,yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi dunia akan terus tumbuh sebesar
5,07% pada tahun 2025. IMF memprakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2024
sampai dengan 2029 adalah 5,05% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
pada tahun 2025, 2027 dan 2028 dimana dicatatkan dengan prakiraan inflasi sebesar
5,07%.
Grafik 3.1 Proyeksi PDB dan Pertumbuhan PDB Indonesia 2024-2029
5,07% 5,07% 5,07%
5,06% 5,06%
4,96%
12.911.267 13.565.944 14.252.051 14.974.122 15.731.710 16.528.612
2024 2025 2026 2027 2028 2029
GDP Constant Prices (IDR Billions) Percent change (%)
Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2024 tetap terjaga sebesar 1,55%
(yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy)
sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk mengarahkan
ekspektasi inflasi. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat deflasi 0,32% (yoy)
didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, eratnya
sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP, dan pengaruh base effect harga
pangan. Secara spasial, inflasi IHK di sebagian besar daerah juga terkendali dalam kisaran
sasaran inflasi nasional.
Halaman 19 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 21
Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank
Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali
didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah.
Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga
inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung
upaya penguatan pertumbuhan ekonomi.
Grafik 3.2 Perkembangan Inflasi
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Proyeksi Inflasi Indonesia
Berdasarkan peoyeksi Inflasi harga customer rata-rata Indonesia yang dipublikasikan oleh
International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2024
sampai dengan 2029 adalah 2,49% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
pada tahun 2025 dengan prakiraan inflasi sebesar 2,54% dimana dicatatkan, sedangkan
prakiraan inflasi pada tahun 2029 adalah sebesar 2,52%.
Grafik 3.3 Proyeksi Inflasi Harga Kustomer Rata-Rata 2022-2026
2,54% 2,53% 2,52% 2,52% 2,52%
2,49%
2,34%
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Percent change (%) Average
Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah
Halaman 20 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 22
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah pada Desember 2024 (hingga 17 Desember 2024) melemah sebesar
1,37% (ptp) dari bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi oleh
makin tingginya ketidakpastian global terutama terkait dengan arah kebijakan AS, ruang
penurunan FFR yang lebih rendah, penguatan mata uang dolar AS secara luas, dan risiko
geopolitik yang mengakibatkan berlanjutnya preferensi investor global untuk memindahkan
alokasi portofolionya kembali ke AS.
Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga
stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.
Grafik 3.4 Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Tingkat Suku Bunga
Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,13% pada 17 Desember
2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 13 Desember 2024 tercatat
meningkat menjadi masing-masing pada level 7,14%, 7,17%, dan 7,24%, dan menarik untuk
mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun, per 17
Desember 2024, masing-masing meningkat menjadi 6,87% dan 7,04% sejalan dengan
tingginya yield UST tenor 10 tahun.
Sementara itu, likuiditas perbankan memadai sejalan dengan implementasi bauran kebijakan
Bank Indonesia, termasuk KLM. Likuiditas yang memadai serta efisiensi perbankan dalam
pembentukan harga yang makin baik dengan transparansi SBDK, berdampak positif pada
suku bunga perbankan yang tetap terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
kredit pada November 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,71% dan 9,22%, relatif stabil
dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
Halaman 21 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 23
Grafik 3.5 Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Pertumbuhan kredit/pembiayaan pada November 2024 tetap kuat, mencapai 10,79%
(yoy). Dari sisi penawaran, kuatnya pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya minat
penyaluran kredit perbankan, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan,
besarnya dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta dampak positif KLM Bank
Indonesia yang disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, yaitu sektor Hilirisasi Minerba dan
Pangan, Otomotif, Perdagangan dan Listrik, Gas dan Air (LGA), Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif, serta UMKM dan hijau. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh
kinerja usaha korporasi yang terjaga, termasuk pada korporasi yang berorientasi ekspor.
Sementara itu, berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit
investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,92% (yoy), 13,77% (yoy), dan
10,94% (yoy) pada November 2024. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 11,24% (yoy),
sementara kredit UMKM tumbuh 4,02% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan
kredit pada 2024 diprakirakan tetap berada pada kisaran 10–12% dan akan meningkat pada
2025 pada kisaran 11–13%. Bank Indonesia terus mendorong peningkatan pertumbuhan
kredit, termasuk dengan memperkuat strategi KLM mulai Januari 2025 yang akan diarahkan
untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan yang dapat mendukung pertumbuhan dan
penciptaan lapangan kerja.
Grafik 3.6 Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Halaman 22 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 24
3.2 Gambaran Umum Konsumsi dan Industri atau Peternakan Unggas
Perkembangan Konsumsi Unggas di Asia
Potensi peningkatan konsumsi unggas seiring dengan perubahan pola makan yang memasukkan
lebih banyak protein berbasis daging dari pola makan yang saat ini didominasi oleh karbohidrat.
Berdasarkan Poultry Market Report dari Cognitive Market Research, pada tahun 2025
diperkirakan mencapai USD 364,5 miliar dimana pasar ini tumbuh mencapai USD 564,504 miliar
pada tahun 2033. Dengan demikian, industri perunggasan global akan mengalami pertumbuhan
dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,62% selama periode 2025
hingga 2033. Dari total pendapatan pasar global tahun 2025 sebesar USD 364,5 miliar, kawasan
Asia Pasifik diperkirakan menyumbang 36,10% dari pangsa pasar tersebut. Industri perunggasan
di Asia Pasifik tumbuh dari USD 105,15 miliar pada tahun 2021 menjadi USD 131,585 miliar
pada tahun 2025, mencatatkan pertumbuhan sebesar 79,91%. Ke depannya, industri ini
diproyeksikan akan mencapai USD 213,947 miliar pada tahun 2033, dengan tingkat
pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 6,264%.
Berdasarkan data BPS, produksi ayam dari periode 2020 hingga periode 2024 mengalami trend
yang meningkat dengan CAGR sebesar 4,48%. Namun pada tahun 2024, produksi daging ayam
tercatat 3,8 juta ton atau menurun 4,05% dari tahun 2023 dimana produksi tersebut didominasi
oleh pulau Jawa yaitu sebanyak 2,4 ton. Produksi daging ayam pada posisi kedua dan ketiga
yaitu Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan yang masing masing mencatat sebanyak 0,77 ton
dan 0,30 ton daging ayam.
Grafik 3.7 Produksi Daging Ayam Ras berdasarkan Wilayah di Indonesia (2024)
171 11
301 772
161
Pulau Sumatera
Pulau Jawa
Bali dan Nusra
Kalimantan
Sulawesi
Maluku dan Papua
2.420
Sumber: BPS, diolah
Menurut data Badan Pangan Nasional (Bapanas), konsumsi daging ayam ras dalam rumah
tangga per kapita cenderung meningkat yakni dari 3,55 kg/kapita/tahun pada tahun 2010
menjadi 7,46 kg/kapita/tahun pada tahun 2023. Peningkatan laju pertumbuhan ini disinyalir
terjadi karena meningkatnya kesadaran tentang gizi sebagai salah satu sumber protein hewani
didukung oleh harga yang relatif terjangkau dan mudah diperoleh serta mudah diolah menjadi
berbagai olahan masakan.
Halaman 23 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 25
Produksi daging ayam ras dalam negeri dari tahun ke tahun terus meningkat, disisi lain laju
pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,25% per tahun berdasarkan hasil Sensus Penduduk
2020-BPS. Berdasarkan data historis tersebut maka total konsumsi domestik daging ayam ras
Indonesia akan terus meningkat. Bapanas meproyeksikan pertumbuhan konsumsi daging ayam
ras per kapita rata-rata sebesar 6,39% sampai dengan tahun 2026.
Grafik 8. Konsumsi Daging Ayam Ras per Kapita Masyarakat Indonesia (2019-2026)
8,98
8,47
7,98
7,46
7,15
6,55
kilogram/kapita/tahun
6,04
5,70
2019 2020 2021 2022 2023 2024* 2025* 2026*
Catatan: Angka tahun 2024-2026 merupakan periode proyeksi
Sumber: Bapanas, diolah
Perkembangan Industri Unggas
Tren industri pertanian Indonesia menunjukkan potensi pemulihan harga yang tetap terbuka,
sejalan dengan ekspektasi pengeluaran terkait faktor musiman akhir tahun dan kegiatan
keagamaan. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, harga daging ayam dalam lima tahun
terakhir mengalami fluktuasi dengan cenderung naik. Penurunan secara signifikan hanya terjadi
pada tahun 2020 yang dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 yang menekan permintaan dan
terganggunnya distribusi.
Grafik 8. Harga Rata-Rata Eceran Daging Ayam Broiler, 2019-2023
36.371
36.200
Rupiah/Kg
35.363
33.863
33.463
2019 2020 2021 2022 2023*
Catatan: Angka tahun 2023 merupakan angka rata-rata s/d November 2023
Sumber: Kementerian Pertanian, 2024
Halaman 24 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 26
Target pasar baru yaitu 68 juta anak muda di Indonesia (10-24 tahun) mencari makanan siap
saji yang modern yang merupakan 28% dari total populasi. Indonesia salah satu populasi anak
muda terbesar di dunia dengan kebiasan konsumen pada umumnya mencari berusaha mencari
makanan yang nyaman dan cepat saji tanpa mengorbankan manfaat Kesehatan. Kondisi tersebut
menciptakan permintaan akan makanan olahan yang mudah dan bernutrisi, pasar diperkirakan
akan tumbuh selama 2017 - 2024.
Grafik 9. Boiler Price Trend (Rp/kg)
Sumber: Indo premier securities 2023
Perusahaan peternakan unggas merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan pembibitan
dan budi daya unggas. Pada tahun 2023, terdapat 574 perusahaan diantaranya berstatus aktif,
19 perusahaan dengan status tutup sementara dan 2 perusahaan belum berproduksi. Dengan
demikian, ada 595 perusahaan peternakan unggas di Indonesia. Dari 595 perusahaan
peternakan unggas yang aktif, tutup sementara, dan belum berproduksi, terdapat 240
perusahaan yang melakukan kegiatan pembibitan unggas dan 355 perusahaan yang melakukan
kegiatan budi daya unggas. Perusahaan yang melakukan kegiatan pembibitan diantaranya 80
perusahaan melakukan pembibitan unggas petelur dan 135 perusahaan pembibitan unggas
pedaging. Perusahaan yang melakukan budi daya unggas terdiri dari 173 perusahaan budi daya
unggas petelur, 154 perusahaan budidaya unggas pedaging, dan 28 perusahaan budi daya
unggas lainnya.
Produksi yang dihasilkan oleh perusahaan peternakan unggas salah satunya berupa unggas
potong. Tahun 2023, terdapat 135 juta ekor unggas potong yang diproduksi atau senilai 3.954
miliar rupiah. Kontribusi terbesar dari produksi unggas potong ini berasal dari perusahaan–
perusahaan di pulau Jawa yakni sebesar 64,65 persen, pulau Sumatera sebesar 15,54 persen,
pulau Bali–Nusa Tenggara sebesar 12,90 persen dan pulau Kalimantan 6,91 persen. Sementara
itu, perusahaan– perusahaan di, Sulawesi, maupun Maluku– Papua masing–masing hanya
memberikan kontribusi sebanyak kurang dari 1 persen.
Halaman 25 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 27
Tabel 3-2 Jumlah Perusahaan Peternakan Unggas Menurut Provinsi dan Status Permodalan
Provinsi PMA PMDN Jumlah
Sumatera Utara 1 11 12
Sumatera Barat - 8 8
Riau - 5 5
Jambi 1 2 3
Sumatera Selatan - 3 3
Lampung 6 36 42
Kep. Bangka Belitung 1 3 4
Jawa Barat 21 160 181
Jawa Tengah 10 57 67
D I Yogyakarta 1 8 9
Jawa Timur 6 52 58
Banten 14 96 110
Bali 1 3 4
Nusa Tenggara Barat - 10 10
Kalimantan Barat 2 7 9
Kalimantan Selatan 1 11 12
Kalimantan Timur 1 8 9
Sulawesi Utara - 6 6
Sulawesi Tengah - 5 5
Sulawesi Selatan 3 16 19
Gorontalo - 2 2
Papua - 4 4
Lainnya - 13 13
Indonesia 69 526 595
2022 68 494 562
2021 53 322 385
2020 45 354 399
Sumber: BPS
c. Analisis operasional dan prospek FFI
Analisis Operasional
Berdasarkan laporan laba rugi FFI periode tahun 2020 hingga 2024, terjadi pertumbuhan
secara penyeluruh pada akun – akun pada laporan labar (rugi) FFI yaitu sebagai berikut:
Pendapatan
Laporan pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama periode 2020 hingga 2024,
Perseroan mengalami penurunan pendapatan yang secara CAGR sebesar negative 0,18%.
Pendapatan terendah terjadi pada tahun 2020 senilai Rp4.840.364 Juta, sedangkan
pendapatan tertinggi terjadi pada tahun 2023, yaitu tercatat pendapatan mencapai
Rp5.935.005 Juta. Sampai dengan periode 2024, pendapatan tercatat sebesar Rp4.875.793
juta.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama periode 2020 hingga 2024,
Perseroan mengalami pertumbuhan secara CAGR sebesar negative 0,80%. Beban pokok
pendapatan terendah terjadi pada tahun 2020 yaitu senilai Rp1.904.776 Juta, sedangkan
Halaman 26 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 28
peningkatan beban pokok pendapatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar yaitu tercatat
senilai Rp2.192.746 Juta. Sampai dengan periode 2024, Beban Pokok Pendapatan sebesar
2.034.959 Juta.
Laba (Rugi) Kotor
Laba (rugi) kotor Perseroan selama periode 2020 hingga 2024 mengalami trens dengan
tingkat CAGR sebesar negative 0,25% dengan margin tertinggi diperoleh pada Desember
2023 yaitu sebesar Rp3.665.397 Juta. Hingga periode 2024, Perseroan memperoleh laba
kotor senilai Rp2.840.834 Juta.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba (Rugi) Tahun Berjalan Perusahaan selama 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2024 mengalami trend yang berfluktuatif. Selama periode tersebut tercatat bahwa
Perseroan masih belum mencatatkan laba. Rugi tahun berjalan periode 2024 tercatat sebesar
Rp798.247 juta.
Grafik 3.11 Laporan Laba (Rugi) FFI Periode 2019 hingga Periode 2023
7.000.000
6.000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000
0
-1.000.000
-2.000.000
2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan Beban pokok pendapatan Laba sebelum pajak Laba (rugi) tahun berjalan
Sumber: Laporan Keuangan FFI, diolah
Prospek Usaha dan Rencana Ke Depan Industri
Prospek usaha industri poultry (unggas) di Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek,
termasuk pertumbuhan pasar, permintaan konsumen, teknologi, dan regulasi pemerintah.
Berikut adalah beberapa proyeksi utama untuk industri ini:
1. Pertumbuhan Pasar
• Pertumbuhan Populasi dan Pendapatan, Peningkatan populasi dan pendapatan
masyarakat diperkirakan akan terus mendorong permintaan daging ayam dan telur.
Ini memberikan peluang besar bagi industri poultry untuk berkembang.
• Urbanisasi, Meningkatnya urbanisasi akan mengubah pola konsumsi dan
memperbesar pasar untuk produk-produk unggas, terutama di daerah perkotaan.
2. Permintaan Konsumen
• Konsumsi Protein. Kesadaran akan pentingnya konsumsi protein dalam diet
masyarakat semakin meningkat, yang akan memperkuat permintaan produk unggas.
Halaman 27 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 29
• Produk Olahan Permintaan untuk produk olahan dan siap saji diperkirakan akan
meningkat seiring dengan gaya hidup yang semakin sibuk.
3. Teknologi dan Inovasi
• Adopsi Teknologi Baru. Teknologi seperti kandang tertutup (closed house system),
otomatisasi, dan penggunaan IoT (Internet of Things) akan meningkatkan efisiensi
produksi dan kualitas produk.
• Pengembangan Pakan. Inovasi dalam pakan unggas, termasuk penggunaan bahan
baku lokal yang lebih efisien dan ramah lingkungan, akan membantu mengurangi
biaya produksi dan ketergantungan pada impor.
4. Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
• Dukungan Pemerintah. Pemerintah Indonesia diperkirakan akan terus mendukung
industri ini melalui berbagai program dan subsidi, seperti pelatihan untuk peternak
dan bantuan teknis.
• Kesehatan dan Keamanan Pangan. Pengetatan regulasi mengenai kesehatan dan
keamanan pangan akan meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggas
Indonesia di pasar internasional.
5. Ekspor
• Pasar Ekspor. Potensi untuk memperluas pasar ekspor, terutama ke negara-negara
Asia Tenggara dan Timur Tengah, yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk
unggas.
• Standar Internasional. Peningkatan kualitas produk untuk memenuhi standar
internasional akan membuka lebih banyak peluang di pasar global.
6. Tantangan
• Fluktuasi Harga Pakan. Harga bahan baku pakan yang tidak stabil dapat menjadi
tantangan utama bagi peternak.
• Penyakit Unggas. Penyakit seperti flu burung masih menjadi ancaman serius yang
dapat mengganggu produksi dan pasokan.
• Kompetisi Global. Persaingan dengan negara lain yang memiliki teknologi lebih maju
dan biaya produksi lebih rendah dapat mempengaruhi daya saing produk unggas
Indonesia.
d. Keuntungan dan kerugian atas Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Rencana Transaksi menyebabkan Perseoran mendapatkan dana sebesar Nilai Rencana
Transaksi yang digunakan untuk melunasi liabilitas, sehingga akan meningkatkan rasio
likuiditas Perseroan.
Kerugian Rencana Transaksi:
• Rencana Transaksi akan menyebabkan kepemilikan pemegang saham JAI oleh FFI menjadi
terdilusi, dari semula sebesar 70% menjadi 55%. Berikut merupakan perubahan
kepemilikan pemegang saham tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi:
Halaman 28 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 30
Tanpa Rencana Transaksi
Persentase
Pemegang Saham Jenis Saham Jumlah Saham Jumlah (Rp)
Kepemilikan
FFI Seri B 35.000 12,54% 41.599.985.000
FFI Seri A 160.427 57,46% 160.427.000.000
Djajeng Pristiwan Seri A 41.877 15,00% 41.877.000.000
Erwin FX Bengie Seri A 41.877 15,00% 41.877.000.000
Total 279.181 100,00% 285.780.985.000
Dengan Rencana Transaksi
Jenis Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah (Rp)
Saham Kepemilikan
FFI Seri B 35.000 12,54% 41.599.985.000
FFI Seri A 118.550 42,46% 118.550.000.000
SFN Seri A 41.877 15,00% 41.877.000.000
Djajeng Pristiwan Seri A 41.877 15,00% 41.877.000.000
Erwin FX Bengie Seri A 41.877 15,00% 41.877.000.000
Total 279.181 100,00% 285.780.985.000
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas Rencana Transaksi, sebagai berikut:
a. Penilaian kinerja historis
Tabel 3-1 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian FFI (Dalam Juta Rupiah)
Des Des Des Des Des
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024
Aset lancar 1.563.157 1.178.140 1.272.160 947.542 616.599
Aset tidak lancar 2.163.843 2.378.851 2.550.245 2.963.002 2.912.621
Total Aset 3.727.000 3.556.990 3.822.405 3.910.544 3.529.220
Liabilitas jangka pendek 1.480.239 1.360.688 1.606.888 1.971.044 2.291.914
Liabilitas jangka panjang 1.000.076 1.277.113 1.154.494 1.215.623 1.109.574
Total Liabilitas 2.480.315 2.637.801 2.761.382 3.186.667 3.401.489
Total Ekuitas 1.246.684 919.189 1.061.023 723.877 127.732
Total Liabilitas dan Ekuitas 3.727.000 3.556.990 3.822.405 3.910.544 3.529.220
Total aset mengalami kenaikan setiap tahunnya kecuali pada tahun 2024 dengan rata-rata
senilai 0,98% pada tahun 2020 sampai 2024 disebabkan kenaikan aset tidak lancar setiap
tahunnya meningkat. Sampai dengan 31 Desember 2024, total aset tercatat sebesar
Rp3.529.220 juta.
Total Liabilitas mengalami fluktuasi setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar
15,06%. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu tercatat senilai Rp2.480.315
disebabkan kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang jatuh tempo dalam satu tahun dan
akun lainnya. Total liabilitas per 31 Desember 2024 sebesar Rp3.401.489 juta.
Total Ekuitas berfluktuasi setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan senilai negatif
43,42% pada tahun 2020 sampai 2024 disebabkan penurunan saldo laba. Kenaikan tertinggi
Halaman 29 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 31
terjadi pada tahun 2022 sebesar 15,43% disebabkan peningkatan pada saldo laba. Total
Ekuitas per 31 Desember 2024 sebesar Rp127.732 juta.
Tabel 3-2 Laporan Laporan Laba Rugi Konsolidasian FFI (Dalam Juta Rupiah)
Des Des Des Des Des
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan 4.840.364 4.840.596 5.857.474 5.935.005 4.875.793
Beban pokok pendapatan 1.971.473 1.904.776 2.192.746 2.269.607 2.034.959
Beban penjualan dan umum 2.868.891 2.935.820 3.664.728 3.665.397 2.840.834
Beban Keuangan (447.416) (339.202) (42.264) (301.934) (784.002)
Laba sebelum pajak (460.789) (384.612) (93.410) (369.922) (862.560)
Laba (rugi) tahun berjalan (377.185) (295.738) (77.448) (418.212) (798.247)
Selama Periode 2020 sampai dengan periode 2024 pendapatan FFI mengalami peningkatan
pertumbuhan dengan CAGR sebesar 0,18%, dengan peningkatan tertinggi terjadi pada
periode 2022 yang tercatat sebesar 21,01%. Seiring dengan pendapatan, beban pokok
pendapatan mengalami fluktuasi dengan tingkat CAGR sebesar 0,80%. Pada periode 2020
hingga 2024, Perseroan belum mencatatkan laba tahun berjalan.
Tabel 3-3 Laporan Arus Kas FFI Konsolidasian (Dalam Juta Rupiah)
Des Des Des Des Des
Uraian
2020 2021 2022 2023 2024
Arus kas dari aktivitas operasi 203.012 (18.216) 267.500 383.332 148.560
Arus kas dari aktivitas investasi (303.070) (273.880) (341.395) (712.019) (293.619)
Arus kas dari aktivitas pendanaan 120.478 9.825 19.640 (15.565) 248
Kenaikan bersih kas dan setara kas 20.419 (282.271) (54.254) (344.252) (144.810)
Kas dan setara kas pada awal tahun 861.748 882.912 601.014 548.931 208.855
Kas dan setara kas pada akhir tahun 882.912 601.014 548.931 208.855 64.830
Arus kas FFI dari aktivitas operasi merupakan arus kas masuk dan keluar dari aktivitas operasi.
Pada periode 31 Desember 2024, FFI membukukan arus kas masuk dari aktivitas operasional
sebesar Rp148.560 juta.
Arus kas keluar FFI untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset tetap,
dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2024, FFI membukukan arus kas
keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp293.619.
Arus kas masuk FFI dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari pemilik
entitas induk. Pada periode 31 Desember 2024, FFI membukukan arus kas masuk untuk
aktivitas pendanaan sebesar negative Rp248 juta.
b. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen FFI
Atas dasar Rencana Transaksi, berikut merupakan proyeksi keuangan yang disusun oleh
Manajemen Perseroan:
Halaman 30 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 32
Tabel 3-4 Proyeksi FFI Posisi Keuangan Konsolidasian FFI dengan Rencana Transaksi (dalam
Jutaan Rupiah)
31 Des 31 Des 31 Des 31 Des 31 Des
Uraian
2025 2026 2027 2028 2029
Aset lancar 610.521 698.750 987.927 1.419.233 1.886.182
Aset tidak lancar 3.022.411 2.869.368 2.687.695 2.597.635 2.522.680
Total Aset 3.632.932 3.568.118 3.675.623 4.016.868 4.408.862
Liabilitas jangka pendek 1.343.238 1.089.397 946.961 934.394 994.102
Liabilitas jangka panjang 2.158.860 2.084.311 1.997.243 1.896.212 1.778.219
Total Liabilitas 3.502.098 3.173.708 2.944.204 2.830.606 2.772.321
Total Ekuitas 130.834 394.409 731.418 1.186.263 1.636.541
Total Liabilitas dan Ekuitas 3.632.932 3.568.118 3.675.623 4.016.868 4.408.862
Tabel 3-5 Proyeksi Laba (Rugi) Konsolidasian FFI dengan Rencana Transaksi (dalam Jutaan
Rupiah)
Uraian 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan 5.084.317 5.984.294 6.246.066 6.505.417 6.796.149
Beban pokok pendapatan (1.885.205) (2.171.443) (2.239.951) (2.313.968) (2.422.047)
Laba (Rugi) Kotor 3.199.112 3.812.852 4.006.115 4.191.449 4.374.102
Laba (Rugi) sebelum Pajak (128.987) 360.133 460.208 543.269 605.439
Beban pajak - (48.871) (56.348) (88.425) (155.161)
Laba (rugi) Tahun Berjalan (128.987) 311.262 403.860 454.844 450.278
Tabel 3-6 Proyeksi Arus Kas Konsolidasian FFI dengan Rencana Transaksi (dalam Jutaan
Rupiah)
Uraian 2025 2026 2027 2028 2029
Arus kas dari aktivitas operasi (59.318) 600.943 859.307 1.053.626 1.103.784
Arus kas dari aktivitas investasi (155.859) (231.976) (208.208) (220.627) (248.259)
Arus kas dari aktivitas pendanaan 233.815 (344.428) (358.098) (374.411) (388.051)
Kenaikan bersih kas dan setara kas 18.638 24.539 293.002 458.588 467.475
Kas dan setara kas pada awal tahun 64.830 83.468 108.007 401.009 859.596
Kas dan setara kas pada akhir tahun 83.468 108.007 401.009 859.596 1.327.071
Berdasarkan tabel proyeksi keuangan konsolidasian FFI pada periode 2025 sampai 2029, FFI
mencatatkan kenaikan total aset pada periode 2025 hingga 2029 meskipun mengalami
penurunan pada tahun 2026 dibandingkan periode proyeksi sebelumnya yang disebabkan
karena adanya penurunan signifikan pada aset tetap berupa other non current assets dan
deffered tax assets. Kemudian, terjadi kenaikan pendapatan dan kenaikan arus kas operasi
selama periode proyeksi.
c. Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
macam rasio keuangan FFI.
Halaman 31 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 33
Tabel 3-7 Historis Rasio Keuangan FFI
Rasio Keuangan 2020 2021 2022 2023 2024 Average
Rasio Aktivitas (x)
Rasio perputaran total aset 1,30 1,36 1,53 1,52 1,38 1,42
Rasio perputaran piutang 20,55 40,24 31,46 19,76 27,33 27,87
Rasio perputaran utang usaha 5,91 5,97 5,40 4,52 4,30 5,22
Rasio perputaran persediaan 8,04 6,78 6,32 7,49 8,31 7,39
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,06 0,87 0,79 0,48 0,27 0,69
Rasio cepat 0,89 0,66 0,58 0,33 0,16 0,52
Rasio kas 0,60 0,44 0,34 0,11 0,03 0,30
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset -10,12% -8,31% -2,03% -10,69% -22,62% -10,75%
Rasio laba atas ekuitas -30,26% -32,17% -7,30% -57,77% -624,94% -150,49%
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas / total aset 66,55% 74,16% 72,24% 81,49% 96,38% 78,16%
Rasio total Liabilitas / total ekuitas 198,95% 286,97% 260,26% 440,22% 2663,00% 769,88%
Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas merupakan suatu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas
perusahaan dalam menggunakan aktiva atau sumberdaya yang dimilikinya.
▪ Rasio Perputaran Total Aset
Rasio perputaran aset adalah rasio yang mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan dalam
memanfaatkan seluruh aset yang dimilikinya untuk menghasilkan penjualan dalam satu
periode. Perputaran total aset periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2024 rata-rata
sebesar 1,42x. Pada 31 Desember 2024, rasio perputaran total aset tercatat sebesar 1,38x.
▪ Rasio Perputaran Piutang Usaha
Rasio perputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan piutang
usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rata-rata perputaran piutang
usaha periode 2020 hingga 2024 sebesar 27,87 kali. Pada 31 Desember 2024, rasio
perputaran piutang usaha tercatat sebesar 27,33 kali atau selama 13 hari.
▪ Rasio Perputaran Persediaan
Rasio perputaran persediaan adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama persediaan
tersimpan dalam satu periode. Perputaran persediaan periode 31 Desember 2020 – 31
Desember 2024 rata-rata sebesar 7,39 kali. Pada 31 Desember 2024, rasio perputaran
persediaan tercatat sebesar 8,31 kali atau selama 22 hari.
▪ Rasio Perputaran Utang Usaha
Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama hutang
usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rata-rata rasio perputaran utang
usaha selama periode 2020 hingga 2024 sebesar 5,22 kali. Pada 31 Desember 2024,
rasio perputaran utang usaha tercatat sebesar 4,30 kali atau selama 42 hari.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
31 Desember 2020 – 31 Desember 2024, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 0,69 kali, 0,52 kali dan 0,30 kali. Pada 31 Desember
Halaman 32 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 34
2024 rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas Perseroan sebesar 0,27 kali, 0,16 kali dan 0,03
kali. Hal ini menunjukkan bahwa sepanjang periode historis, Perseroan belum sepenuhnya
mampu membayar seluruh liabilitas jangka pendeknya hanya dengan menggunakan aset
lancar yang dimiliki, mengingat rasio lancar selama lima tahun terakhir rata-rata berada di
bawah 1 kali.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
2020 – 31 Desember 2024 rata-rata negative 1,25% per tahun.
Ratio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2020
– 31 Desember 2024 rata-rata sebesar negative 8,28% per tahun.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
dilikuidasi.
Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2024
masing-masing adalah sebesar negatif 10,75% dan negatif 150,49%.
d. Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan FFI di Masa yang akan Datang
Mengacu pada proyeksi dan laporan keuangan proforma Perseroan, Rencana Transaksi
memberikan dampat pada penurunan liabilitas Perseroan dikarenakan adanya pembayaran
liabilitas berupa beban akrual setelah penerimaan kas atas Rencana Transaksi.
Berdasarkan analisa rasio likuiditas dapat dilihat pada tabel dibawah ini, bahwa setelah
adanya transaksi, tingkat current ratio dan quick ratio pada tahun proyeksi mengalami
peningkatan sebagai berikut:
Rasio Keuangan 2025 2026 2027 2028 2029 Average
Rasio Likuiditas Sebelum Rencan Transaksi (x)
Rasio lancar 0,44 0,61 0,99 1,44 1,80 1,21
Rasio cepat 0,27 0,38 0,70 1,15 1,52 0,94
Rasio Likuiditas Setelah Rencana Transaksi (x)
Rasio lancar 0,45 0,64 1,04 1,52 1,90 1,28
Rasio cepat 0,28 0,40 0,74 1,22 1,60 0,99
Dengan melihat Analisa diatas, Rencana Transaksi memberkan dampat posistif terhadap
likuiditas Perseroan yang ditunjukkan pada peningkatan rasio likuiditas berupa rasio lancar
dan rasio cepat akibat Rencana Transaksi.
Halaman 33 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 35
e. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
transaksi dilakukan
Mengacu pada Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang disiapkan oleh
manajemen untuk periode 31 Desember 2024, maka dampak keuangan atas Rencana
Transaksi tercermin dalam tabel dibawah ini:
Tabel 3-8 Laporan Posisi Keuangan Proforma FFI (dalam Jutaan Rupiah)
Audit Report Rencana Proforma
Uraian
31 Des 2024 Transaksi 31 Des 2024
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 64.830 - 64.830
Piutang lain - lain -
Pihak berelasi 165.976 - 165.976
Pihak ketiga 12.419 - 12.419
Persediaan 244.757 - 244.757
Biaya dibayar dimuka 21.217 - 21.217
Aset lancar lainnya 107.400 - 107.400
616.599 - 616.599
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi 42.263 - 42.263
Aset tetap, neto 879.451 - 879.451
Biaya renovasi bangunan sewa ditangguhkan, neto 549.334 - 549.334
Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto - - -
Beban ditangguhkan, neto 213.051 - 213.051
Aset hak guna, neto 427.645 - 427.645
Aset pajak tangguhan, neto 175.692 - 175.692
Aset tidak lancar lainnya 625.185 - 625.185
2.912.621 - 2.912.621
Jumlah Aset 3.529.220 - 3.529.220
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang obligasi, neto - -
Utang usaha -
Pihak ketiga 429.242 - 429.242
Pihak berelasi 43.570 - 43.570
Utang lain - lain
Pihak ketiga 415.543 - 415.543
Pihak berelasi 1.541 - 1.541
Utang pajak 217.701 - 217.701
Utang bank jangka pendek 377.582 - 377.582
Beban akrual 289.121 (54.440) 234.681
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Sewa pembiayaan/liabilitas sewa 97.045 - 97.045
Pembiayaan konsumen 5.504 - 5.504
Utang bank jangka panjang 300.000 - 300.000
Utang bunga atas obligasi - - -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 74.575 - 74.575
Liabilitas jangka pendek lainnya 490 - 490
Uang muka dari pemegang saham 40.000 - 40.000
2.291.914 (54.440) 2.237.474
Liabilitas Jangka Panjang
Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 184.122 - 184.122
Utang pembiayaan konsumen, setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 1.674 - 1.674
Utang obligasi, neto - - -
Utang bank jangka panjang 353.606 - 353.606
Halaman 34 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 36
Audit Report Rencana Proforma
Uraian
31 Des 2024 Transaksi 31 Des 2024
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 570.172 - 570.172
1.109.574 - 1.109.574
Jumlah Liabilitas 3.401.489 (54.440) 3.347.049
Ekuitas
Modal saham 199.514 - 199.514
Agio saham 944 - 944
Dikurangi saham treasuri (3.273) - (3.273)
Saldo laba (148.821) 12.563 (136.258)
48.365 12.563 60.928
Kepentingan nonpengendali 79.367 41.877 121.244
Jumlah Ekuitas 127.732 54.440 182.172
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 3.529.220 - 3.529.220
Tabel 3-5 Laporan Laba (Rugi) Proforma FFI (dalam Jutaan Rupiah)
Audit Report Rencana Proforma
Uraian
31 Des 2024 Transaksi 31 Des 2024
Pendapatan 4.875.793 - 4.875.793
Beban pokok pendapatan (2.034.959) - (2.034.959)
Laba bruto 2.840.834 - 2.840.834
Beban penjualan dan distribusi (2.717.435) - (2.717.435)
Beban umum dan administrasi (690.453) - (690.453)
Beban operasi lainnya (279.957) - (279.957)
Penghasilan operasi lainnya 63.008 12.563 75.572
Laba (Rugi) Usaha (784.002) 12.563 (771.439)
Penghasilan keuangan 3.252 - 3.252
Pajak final atas penghasilan keuangan (650) - (650)
Beban keuangan (81.454) - (81.454)
Bagian atas laba entitas asosiasi 295 - 295
Laba Sebelum Pajak (862.560) 12.563 (849.997)
Manfaat (beban) pajak penghasilan 64.313 - 64.313
Laba tahun berjalan (798.247) 12.563 (785.684)
Asumsi - asumsi laporan keuangan proforma secara konsolidasi yang digunakan adalah
sebagai berikut:
1. Pada sisi laba (rugi) usaha berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi
peningkatan penghasilan operasi lainna senilai Rp12.563 juta dimana hal tersebut terjadi
karena adanya pencatatan laba atas Rencana Transaksi.
2. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi
penurunan beban akrual senilai Rp54.440 juta dimana terjadi karena adanya
pembayaran liabilitas berupa beban akrual akibat adanya Rencana Transaksi.
3. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami
peningkatan sebesar senilai Rp54.440 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak
atas meningkatnya non controlling interest dan saldo laba akibat dari adanya Rencana
Transaksi.
3.5 Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi
Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.
Halaman 35 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 37
a. Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Pendahuluan Jua Beli Saham JAI, Total Nilai Rencana
Transaksi adalah sebesar Rp 54.440.100.000,- (Lima Puluh Empat Miliar Empat Ratus Empat
Puluh Juta Seratus Ribu Rupiah) atau 41.877 (Empat Puluh Satu Ribu Delapan Ratus Tujuh
Puluh Tujuh) lembar saham Seri A.
b. Hasil Laporan Penilaian Saham Obyek Rencana Transaksi
Berdasarkan kepada Laporan Penilaian Saham berupa valuasi nilai saham yang diterbitkan
oleh KJPP FDI&R No.00061/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025tanggal 24 Juni 2025,
diperoleh hasil penilaian sebagai berikut:
Tabel 3-6 Hasil Penilaian Saham
Uraian Satuan Nilai Pasar
Nilai Pasar 15% Saham JAI per 31 Desember 2024 Rp Juta 21.725
c. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai Pasar 15% Ekuitas
JAI milik FFI oleh Penilai Independen dengan Nilai Rencana Transaksi sebagai berikut:
Tabel 3-7 Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Uraian Satuan Jumlah
Nilai Pasar 15% Ekuitas JAI Rp Juta 21.725
Batas Atas (7,5%) Rp Juta 23.354
Batas Bawah (7,5%) Rp Juta 20.095
Nilai Rencana Transaksi Rp Juta 54.440
Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar % 150,59%
Berdasarkan uraian di atas, bahwa Nilai Rencana Transaksi adalah 150,59% diatas nilai pasar
dimana tidak berada pada kisaran nilai yang sesuai dengan POJK 35/2020 mengenai batas
atas dan batas bawah untuk kisaran nilai transaksi tidak melebihi 7,5% sehingga Nilai Rencana
Transaksi adalah Tidak Wajar.
3.6 Analisis Faktor Lain Yang Relevan
a. Analisis Inkremental
Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2025-2029
yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:
Halaman 36 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 38
Tabel 3-8 Laporan Inkremental Proyeksi Konsolidasi FFI (Dalam Jutaan Rupiah)
Des Des Des Des Des
URAIAN
2025 2026 2027 2028 2029
Liabilitas Jangka Pendek
Sebelum Rencana Transaksi 1.397.678 1.143.838 1.001.401 988.834 1.048.542
Setelah Rencana Transaksi 1.343.238 1.089.397 946.961 934.394 994.102
Inkremental (54.440) (54.440) (54.440) (54.440) (54.440)
Total Liabilitas
Sebelum Rencana Transaksi 3.556.538 3.228.149 2.998.644 2.885.046 2.826.761
Setelah Rencana Transaksi 3.502.098 3.173.708 2.944.204 2.830.606 2.772.321
Inkremental (54.440) (54.440) (54.440) (54.440) (54.440)
Total Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi 76.394 339.969 676.978 1.131.823 1.582.101
Setelah Rencana Transaksi 130.834 394.409 731.418 1.186.263 1.636.541
Inkremental 54.440 54.440 54.440 54.440 54.440
Berdasarkan tabel Analisis Inkremental Proyeksi Konsolidasian, nilai tambah dengan
terlaksananya Rencana Transaksi berupa penurunan pada total liabilitas yaitu pada akun
beban akrual dan terjadi peningkatan pada total ekuitas yaitu pada akun saldo laba dan non
controlling interest, sedangkan pendapatan di tahun proyeksi yang diatribusikan kepada FFI
tidak mengalami perubahan sebelum Rencana Transaksi.
b. Analisis Biaya atau pendapatan yang relevan
Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
manajemen Perseroan.
c. Informasi non keuangan yang relevan
Transaksi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam rangka mendukung ekspansi
dan kelancaran operasional JAI. Tujuan dari pengalihan saham ini adalah untuk memperkuat
struktur pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnisJAI, termasuk namun tidak terbatas
pada peningkatan kapasitas operasional, pengembangan jaringan usaha, serta percepatan
pelaksanaan proyek-proyek strategis. Dengan struktur kepemilikan yang baru, diharapkan
fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih ditingkatkan,
namun tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Perseroan sebagai pengendali.
d. Analisis Sensitivitas (Sensitivity Analysis)
Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang
memengaruhi terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dengan melakukan perubahan penurunan
dan atau kenaikan sebesar 2,5% terhadap pendapatan dan beban pokok penjualan Perseroan,
sehingga dapat diketahui seberapa besar sensitivitas Rencana Transaksi terhadap laba (rugi)
usaha, laba (rugi) bersih Perseroan. Analisis sensitivitas tersebut disajikan sebagai berikut:
Halaman 37 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 39
Tabel 3-9 Analisis Sensitivitas
Des Des Des Des Des
URAIAN
2025 2026 2027 2028 2029
Kondisi Normal
Pendapatan-neto 5.084.317 5.984.294 6.246.066 6.505.417 6.796.149
Beban Pokok Penjualan (1.885.205) (2.171.443) (2.239.951) (2.313.968) (2.422.047)
Laba Kotor 3.199.112 3.812.852 4.006.115 4.191.449 4.374.102
Laba (Rugi) Usaha (449) 478.430 565.404 634.196 680.825
Laba (Rugi) Bersih Tahun
(128.987) 311.262 403.860 454.844 450.278
Berjalan
Pendapatan Perseroan naik 2,5% daan Beban naik 2,5%
Pendapatan 5.211.425 6.133.902 6.402.217 6.668.052 6.966.052
Beban Pokok Penjualan (1.932.335) (2.225.729) (2.295.950) (2.371.817) (2.482.598)
Laba Kotor 3.279.090 3.908.173 4.106.268 4.296.235 4.483.454
Laba (Rugi) Usaha (49.009) 455.454 560.361 648.055 714.792
Laba (Rugi) Bersih Tahun
(49.009) 355.254 437.081 505.483 557.537
Berjalan
Pendapatan Perseroan turun 2,5% dan Beban naik 2,5%
Pendapatan 4.957.209 5.834.687 6.089.914 6.342.781 6.626.245
Beban Pokok Penjualan (1.932.335) (2.225.729) (2.295.950) (2.371.817) (2.482.598)
Laba Kotor 3.024.874 3.608.958 3.793.964 3.970.964 4.143.647
Laba (Rugi) Usaha (303.225) 156.239 248.057 322.784 374.984
Laba (Rugi) Bersih Tahun
(303.225) 121.867 193.485 251.772 292.488
Berjalan
Berdasarkan tabel di atas, baik kenaikan maupun penurunan 2,5% pendapatan dan beban
pokok penjualan Perseroan tidak berdampak secara signifikan pada laba bersih tahun
berjalan. Perseroan tetap mampu mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan
bahwa Perseroan masih mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang serta memiliki trend
kenaikan selama periode pengamatan.
3.7 Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi Penjualan Saham JAI oleh FFI kepada SFN,
adalah Tidak Wajar.
Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan. Kami menyatakan dengan
sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak
independent yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun dimasa datang
terkait dengan usaha FFI, SFN maupun pihak-pihak terkait atas Rencana Transkasi yang
dilakukan.
Halaman 38 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 40
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar
Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Analisis Pendapat Kewajaran dari
Pemberi Tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi Objek Analisis Pendapat Kewajaran , dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya
bukan menjadi tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam
laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung
jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand, Danar,
Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 39 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 41
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajarab adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap Objek Analisis Pendapat
Kewajaran.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Pendapat Kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek analisis
pendapat kewajaran.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek analisis pendapat kewajaran pada
tanggal penilaian (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan kewajaran rencana transaksi.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 40 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 42
Penilai Tanda Tangan Penanggung Jawab: M. Ichsan Suud, S.P., M.B.A., MAPPI (Cert.) Izin Penil ai Bisnis No. : B-1.16.00453 MAPPI No. : 10-S-02571 STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025 RMK No. : RMK-2017-00526 Pemeriksa: Bangkit Widhi Raharjo, S.E. MAPPI No. : 15-T-06112 RMK No. : RMK-2017.01119 Penilai: Yus Dwiantoro, S.Kom. MAPPI No. : 21-P-10897 RMK No. : RMK-2023.04530 Asisten Penilai: Ratu Ayu Okta K., S.Ak. MAPPI No. : 24-A-12454 Halaman 41 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 43
LAMPIRAN Halaman 42 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 44
Lampiran 1
ANALISA RENCANA TRANSAKSI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024
(dalam Jutaan Rupiah)
Nilai Ekuitas
Keterangan %
Rencana Transaksi FFI
Rencana Transaksi 54.440 127.732 42,62%
7,50%
Uraian Satuan Jumlah
Nilai Pasar 15% Ekuitas JAI Rp Juta 21.725
Batas Atas (7,5%) Rp Juta 23.354
Batas Bawah (7,5%) Rp Juta 20.095
Nilai Rencana Transaksi Rp Juta 54.440
Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai % 150,59%
Berdasarkan analisis diatas, maka Rencana Transaksi adalahTidak Wajar
Halaman 43 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 45
Lampiran 2
PROFORMA NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024
Audit Report Rencana Neraca
Uraian Satuan
31 Des 2024 Transaksi 31 Des 2023
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas Rp Juta 64.830 - 64.830
Piutang lain - lain -
Pihak berelasi Rp Juta 165.976 - 165.976
Pihak ketiga Rp Juta 12.419 - 12.419
Persediaan Rp Juta 244.757 - 244.757
Biaya dibayar dimuka Rp Juta 21.217 - 21.217
Aset lancar lainnya Rp Juta 107.400 - 107.400
616.599 - 616.599
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi Rp Juta 42.263 - 42.263
Aset tetap, neto Rp Juta 879.451 - 879.451
Biaya renovasi bangunan sewa ditangguhkan, neto Rp Juta 549.334 - 549.334
Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto Rp Juta - - -
Beban ditangguhkan, neto Rp Juta 213.051 - 213.051
Aset hak guna, neto Rp Juta 427.645 - 427.645
Aset pajak tangguhan, neto Rp Juta 175.692 - 175.692
Aset tidak lancar lainnya Rp Juta 625.185 - 625.185
Rp Juta 2.912.621 - 2.912.621
Jumlah Aset Rp Juta 3.529.220 - 3.529.220
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang obligasi, neto Rp Juta - -
Utang usaha -
Pihak ketiga Rp Juta 429.242 - 429.242
Pihak berelasi Rp Juta 43.570 - 43.570
Utang lain - lain Rp Juta
Pihak ketiga Rp Juta 415.543 - 415.543
Pihak berelasi Rp Juta 1.541 - 1.541
Utang pajak Rp Juta 217.701 - 217.701
Utang bank jangka pendek Rp Juta 377.582 - 377.582
Beban akrual Rp Juta 289.121 (54.440) 234.681
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun: Rp Juta
Sewa pembiayaan/liabilitas sewa Rp Juta 97.045 - 97.045
Pembiayaan konsumen Rp Juta 5.504 - 5.504
Utang bank jangka panjang Rp Juta 300.000 - 300.000
Utang bunga atas obligasi Rp Juta - - -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek Rp Juta 74.575 - 74.575
Liabilitas jangka pendek lainnya Rp Juta 490 - 490
Uang muka dari pemegang saham 40.000 - 40.000
Rp Juta 2.291.914 (54.440) 2.237.474
Liabilitas Jangka Panjang
Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu Rp Juta
satu tahun 184.122 - 184.122
Utang pembiayaan konsumen, setelah dikurangi Rp Juta
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 1.674 - 1.674
Utang obligasi, neto Rp Juta - - -
Utang bank jangka panjang Rp Juta 353.606 - 353.606
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Rp Juta 570.172 - 570.172
Rp Juta 1.109.574 - 1.109.574
Jumlah Liabilitas Rp Juta 3.401.489 (54.440) 3.347.049
Ekuitas
Modal saham Rp Juta 199.514 - 199.514
Agio saham Rp Juta 944 - 944
Dikurangi saham treasuri Rp Juta (3.273) - (3.273)
Saldo laba (148.821) 12.563 (136.258)
Rp Juta 48.365 12.563 60.928
Kepentingan nonpengendali Rp Juta 79.367 41.877 121.244
Jumlah Ekuitas Rp Juta 127.732 54.440 182.172
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas Rp Juta 3.529.220 0 3.529.220
Halaman 44 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 46
Lampiran 3
PROFORMA LABA RUGI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024
Audit Report Rencana Neraca Proforma
Uraian Satuan
31 Des 2024 Transaksi 31 Des 2024
Pendapatan Rp Juta 4.875.793 - 4.875.793
Beban pokok pendapatan Rp Juta (2.034.959) - (2.034.959)
Laba bruto Rp Juta 2.840.834 - 2.840.834
Beban penjualan dan distribusi Rp Juta (2.717.435) - (2.717.435)
Beban umum dan administrasi Rp Juta (690.453) - (690.453)
Beban operasi lainnya Rp Juta (279.957) - (279.957)
Penghasilan operasi lainnya Rp Juta 63.008 12.563 75.572
Laba (Rugi) Usaha Rp Juta (784.002) 12.563 (771.439)
Penghasilan keuangan Rp Juta 3.252 - 3.252
Pajak final atas penghasilan keuangan Rp Juta (650) - (650)
Beban keuangan Rp Juta (81.454) - (81.454)
Bagian atas laba entitas asosiasi Rp Juta 295 - 295
Laba Sebelum Pajak Rp Juta (862.560) 12.563 (849.997)
Manfaat (beban) pajak penghasilan Rp Juta 64.313 - 64.313
Laba tahun berjalan Rp Juta (798.247) 12.563 (785.684)
Penghasilan (beban) komprehensif lain:
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Rugi pengukuran kembali atas program imbalan
Rp Juta
pasti 170.958 - 170.958
Pajak penghasilan terkait Rp Juta (37.611) - (37.611)
Bagian penghailan komprehensif lain entitas
Rp Juta
asosiasi, neto - - -
Penghasilan komprehensif lain tahun
Rp Juta
berjalan, setelah pajak 133.347 - 133.347
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
Rp Juta
TAHUN BERJALAN (664.900) 12.563 (652.337)
Halaman 45 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 47
Lampiran 4
PROYEKSI NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024
BEFORE TRANSACTION AFTER TRANSACTION
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
URAIAN Satuan
2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029
Assets
Current Assets
Cash and cash equivalents Rp Juta 83.468 108.007 401.009 859.596 1.327.071 83.468 108.007 401.009 859.596 1.327.071
Account Receivable Rp Juta - 89.678 94.626 99.681 104.495 - 89.678 94.626 99.681 104.495
Other receivables Rp Juta - - - - - - - - - -
Related parties Rp Juta 36.918 (8.582) (18.182) (27.264) (32.832) 36.918 (8.582) (18.182) (27.264) (32.832)
Third parties Rp Juta 152.215 139.404 118.493 100.719 92.128 152.215 139.404 118.493 100.719 92.128
Inventories Rp Juta 227.894 262.100 285.535 281.580 291.087 227.894 262.100 285.535 281.580 291.087
Parent Stock - asset Rp Juta - - - - - - - - - -
Prepaid taxes Rp Juta - - - - - - - - - -
Prepaid expenses Rp Juta 18.847 16.962 15.266 13.739 13.052 18.847 16.962 15.266 13.739 13.052
Other current assets Rp Juta - - - - - - - - - -
Other current assets Rp Juta 91.181 91.181 91.181 91.181 91.181 91.181 91.181 91.181 91.181 91.181
Total Current Assets Rp Juta 610.521 698.750 987.927 1.419.233 1.886.182 610.521 698.750 987.927 1.419.233 1.886.182
Non Current Assets
Investment Rp Juta 43.775 43.775 43.775 43.775 43.775 43.775 43.775 43.775 43.775 43.775
Deferred tax assets Rp Juta 169.003 119.878 53.028 53.028 53.028 169.003 119.878 53.028 53.028 53.028
Fixed assets Rp Juta 781.394 1.390.832 1.344.551 1.296.847 1.256.521 781.394 1.390.832 1.344.551 1.296.847 1.256.521
Renovation cost of rented buildings, net Rp Juta 465.742 438.005 385.189 329.298 264.188 465.742 438.005 385.189 329.298 264.188
Right of Use Assets, Net Rp Juta 409.313 428.105 465.275 532.194 610.748 409.313 428.105 465.275 532.194 610.748
Deferred Charges, net Rp Juta 172.081 125.825 79.155 31.997 (9.850) 172.081 125.825 79.155 31.997 (9.850)
Other non-current assets Rp Juta 981.104 322.948 316.722 310.496 304.271 981.104 322.948 316.722 310.496 304.271
Total Non-Current Assets Rp Juta 3.022.411 2.869.368 2.687.695 2.597.635 2.522.680 3.022.411 2.869.368 2.687.695 2.597.635 2.522.680
TOTAL ASSETS Rp Juta 3.632.932 3.568.118 3.675.623 4.016.868 4.408.862 3.632.932 3.568.118 3.675.623 4.016.868 4.408.862
Liabilities
Current Liabilities
Short-term loan Rp Juta 147.447 228.166 315.665 410.516 513.335 147.447 228.166 315.665 410.516 513.335
Trade payables Rp Juta - - - - - - - - - -
Third parties Rp Juta 270.991 95.009 100.233 103.289 109.632 270.991 95.009 100.233 103.289 109.632
Related parties Rp Juta 41.886 21.452 22.740 23.765 24.874 41.886 21.452 22.740 23.765 24.874
Other payables Rp Juta - - - - - - - - - -
Third parties Rp Juta 384.714 274.839 70.489 51.925 53.533 384.714 274.839 70.489 51.925 53.533
Related parties Rp Juta - - - - - - - - - -
Taxes payables Rp Juta 195.267 172.232 155.008 77.504 38.752 195.267 172.232 155.008 77.504 38.752
Accrued expenses Rp Juta 173.951 156.556 140.901 126.811 114.130 119.511 102.116 86.461 72.371 59.689
Current Portion of: Rp Juta - - - - - - - - - -
Lease liabilities Rp Juta 92.861 90.249 88.469 87.189 84.914 92.861 90.249 88.469 87.189 84.914
Consumer Finance Loans Rp Juta 15.495 21.382 23.453 22.892 23.953 15.495 21.382 23.453 22.892 23.953
Long-term bank loans Rp Juta - - - - - - - - - -
Employee benefit liabilities Rp Juta 74.575 74.575 74.575 74.575 74.575 74.575 74.575 74.575 74.575 74.575
Other current liabilities Rp Juta 490 9.377 9.867 10.368 10.845 490 9.377 9.867 10.368 10.845
Total current liabilities Rp Juta 1.397.678 1.143.838 1.001.401 988.834 1.048.542 1.343.238 1.089.397 946.961 934.394 994.102
Non Current Liabilities
Long-term loans Rp Juta 1.320.636 1.160.089 985.272 794.914 587.627 1.320.636 1.160.089 985.272 794.914 587.627
Employee benefits liability Rp Juta 658.318 748.228 839.935 933.477 1.028.890 658.318 748.228 839.935 933.477 1.028.890
Lease Rental Liabilities Rp Juta 171.571 163.735 158.395 154.554 147.728 171.571 163.735 158.395 154.554 147.728
Consumer Finance Rp Juta 8.335 12.260 13.641 13.266 13.974 8.335 12.260 13.641 13.266 13.974
Other non-current liabilities Rp Juta - - - - - - - - - -
Total Non-current liabilities Rp Juta 2.158.860 2.084.311 1.997.243 1.896.212 1.778.219 2.158.860 2.084.311 1.997.243 1.896.212 1.778.219
Total Liabilities Rp Juta 3.556.538 3.228.149 2.998.644 2.885.046 2.826.761 3.502.098 3.173.708 2.944.204 2.830.606 2.772.321
Equity
Share capital issued and fully paid Rp Juta 279.514 279.514 279.514 279.514 279.514 279.514 279.514 279.514 279.514 279.514
Additional paid-in capital Rp Juta 944 944 944 944 944 944 944 944 944 944
Treasury Stocks Rp Juta - - - - - - - - - -
Capital stock advance Rp Juta - - - - - - - - - -
Retained Earning Rp Juta - - - - - - - - - -
Appropriated for general reserve Rp Juta 15.925 15.925 17.222 18.941 20.877 15.925 15.925 17.092 18.662 20.428
Un-appropriated Rp Juta (276.107) (64.513) 211.266 596.710 970.274 (251.938) (66.333) 179.609 531.362 867.706
Non Controlling Interest Rp Juta 56.118 108.098 168.032 235.713 310.491 86.388 164.359 254.260 355.781 467.948
Total Equity Rp Juta 76.394 339.969 676.978 1.131.823 1.582.101 130.834 394.409 731.418 1.186.263 1.636.541
Total Liabilities and Equity Rp Juta 3.632.932 3.568.118 3.675.623 4.016.868 4.408.862 3.632.932 3.568.118 3.675.623 4.016.868 4.408.862
Halaman 46 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 48
Lampiran 5
PROYEKSI LABA RUGI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024
BEFORE TRANSACTION AFTER TRANSACTION
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
URAIAN Satuan
2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029
Revenue Rp Juta 5.084.317 5.984.294 6.246.066 6.505.417 6.796.149 5.084.317 5.984.294 6.246.066 6.505.417 6.796.149
COGS Rp Juta (1.885.205) (2.171.443) (2.239.951) (2.313.968) (2.422.047) (1.885.205) (2.171.443) (2.239.951) (2.313.968) (2.422.047)
Gross Profit Rp Juta 3.199.112 3.812.852 4.006.115 4.191.449 4.374.102 3.199.112 3.812.852 4.006.115 4.191.449 4.374.102
- - - - -
Operating income (Exp) - - - - -
Selling and distribution Rp Juta (2.524.322) (2.545.390) (2.654.869) (2.740.025) (2.842.636) (2.524.322) (2.545.390) (2.654.869) (2.740.025) (2.842.636)
General and administrative Rp Juta (734.008) (796.021) (791.357) (821.233) (853.271) (734.008) (796.021) (791.357) (821.233) (853.271)
Other operating expenses Rp Juta (17.066) (77.732) (80.406) (83.139) (85.741) (17.066) (77.732) (80.406) (83.139) (85.741)
Other operating income Rp Juta 75.835 84.722 85.921 87.144 88.371 75.835 84.722 85.921 87.144 88.371
Total Opex Rp Juta (3.199.561) (3.334.422) (3.440.711) (3.557.253) (3.693.277) (3.199.561) (3.334.422) (3.440.711) (3.557.253) (3.693.277)
Profit from Operation Rp Juta (449) 478.430 565.404 634.196 680.825 (449) 478.430 565.404 634.196 680.825
- - - - -
Finance income Rp Juta 5.958 3.724 3.724 3.724 3.724 5.958 3.724 3.724 3.724 3.724
Tax on Finance Income Rp Juta (1.192) (745) (745) (745) (745) (1.192) (745) (745) (745) (745)
Finance costs Rp Juta (133.305) (121.277) (108.176) (93.907) (78.365) (133.305) (121.277) (108.176) (93.907) (78.365)
Investment in associates Rp Juta - - - (0) - - - 0 (0) -
- - - - -
Profit before income tax Rp Juta (128.987) 360.133 460.208 543.269 605.439 (128.987) 360.133 460.208 543.269 605.439
Corporate Income Tax Rp Juta - (48.871) (56.348) (88.425) (155.161) - (48.871) (56.348) (88.425) (155.161)
Profit after tax Rp Juta (128.987) 311.262 403.860 454.844 450.278 (128.987) 311.262 403.860 454.844 450.278
Halaman 47 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 49
Lampiran 6
PROYEKSI ARUS KAS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024
BEFORE TRANSACTION AFTER TRANSACTION
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
URAIAN Satuan
2025 2026 2027 2028 2029 2025 2026 2027 2028 2029
Cash flow from operating activities
Receipt from customers Rp Juta 5.361.251 6.637.472 7.031.989 7.344.120 7.655.274 5.361.251 6.637.472 7.031.989 7.344.120 7.655.274
Receipt advance from others Rp Juta - - - - - - - - - -
Receipts of interest Rp Juta 4.767 2.979 2.979 2.979 2.979 4.767 2.979 2.979 2.979 2.979
Movement of taxes Rp Juta - - - - - - - - - -
Receipts of loans from related parties Rp Juta 59.522 - - - - 59.522 - - - -
Paymet to suppliers Rp Juta (2.390.520) (2.966.486) (2.890.869) (2.994.772) (3.118.752) (2.390.520) (2.966.486) (2.890.869) (2.994.772) (3.118.752)
Parent Stock Rp Juta - - - - - - - - - -
Payment of operating expenses Rp Juta (1.811.474) (1.765.395) (1.940.861) (1.899.026) (1.946.335) (1.811.474) (1.765.395) (1.940.861) (1.899.026) (1.946.335)
Payments of other payables Rp Juta - - - - - - - - - -
Payments to employees Rp Juta (1.148.388) (1.142.468) (1.179.898) (1.217.844) (1.256.334) (1.148.388) (1.142.468) (1.179.898) (1.217.844) (1.256.334)
Payments of corporate income tax Rp Juta (1.171) (43.882) (55.858) (87.924) (154.684) (1.171) (43.882) (55.858) (87.924) (154.684)
Payment of interest loans Rp Juta (133.305) (121.277) (108.176) (93.907) (78.365) (133.305) (121.277) (108.176) (93.907) (78.365)
Net cash provided by operating activities Rp Juta (59.318) 600.943 859.307 1.053.626 1.103.784 (59.318) 600.943 859.307 1.053.626 1.103.784
Rp Juta
Cash flows from investing activities Rp Juta
Settlement of security deposits Rp Juta - - - - - - - - - -
Additions to security deposits Rp Juta - - - - - - - - - -
Proceeds from sales of fixed assets Rp Juta - - - - - - - - - -
Payment of advance for purchase of fixed assets Rp Juta - - - - - - - - - -
Lending loan to JAI Rp Juta - - - - - - - - - -
Addition to fixed assets Rp Juta (64.725) (61.860) (63.112) (71.182) (86.985) (64.725) (61.860) (63.112) (71.182) (86.985)
Additions to renovations Rp Juta - - - - - - - - - -
Costs of rented buildings Rp Juta (76.696) (143.564) (132.277) (142.964) (148.309) (76.696) (143.564) (132.277) (142.964) (148.309)
Addition do deferred charges Rp Juta (14.438) (10.203) (10.815) (11.464) (12.152) (14.438) (10.203) (10.815) (11.464) (12.152)
Parent stock assets Rp Juta - (16.349) (2.003) 4.983 (813) - (16.349) (2.003) 4.983 (813)
Investment Rp Juta - - - - -
Net cash used in investing activities Rp Juta (155.859) (231.976) (208.208) (220.627) (248.259) (155.859) (231.976) (208.208) (220.627) (248.259)
Rp Juta
Cash flows from financing activities Rp Juta
Receipt Long-term Bank Loans Rp Juta 1.187.458 - - - - 1.187.458 - - - -
Resell Treasury Stock Rp Juta 3.273 - - - - 3.273 - - - -
Receipt short-term Rp Juta 150.000 150.000 150.000 150.000 150.000 150.000 150.000 150.000 150.000 150.000
Capital Injection Rp Juta 40.000 - - - - 40.000 - - - -
Payment short-term bank loans Rp Juta (827.582) (150.000) (150.000) (150.000) (150.000) (827.582) (150.000) (150.000) (150.000) (150.000)
Payment long-term bank loans Rp Juta (152.982) (159.828) (167.317) (175.508) (184.467) (152.982) (159.828) (167.317) (175.508) (184.467)
Payment of consumer finance Rp Juta (8.069) (9.672) (13.486) (17.874) (19.290) (8.069) (9.672) (13.486) (17.874) (19.290)
Payments of lease liabilities Rp Juta (158.283) (174.927) (177.295) (181.029) (184.294) (158.283) (174.927) (177.295) (181.029) (184.294)
Received loan from related parties Rp Juta - - - - -
Net cash used in financing activities Rp Juta 233.815 (344.428) (358.098) (374.411) (388.051) 233.815 (344.428) (358.098) (374.411) (388.051)
Net increase in cash and cash equivalent Rp Juta 18.638 24.539 293.002 458.588 467.475 18.638 24.539 293.002 458.588 467.475
Cash from new subsidiary Rp Juta - - - - -
Exchange rate Rp Juta - - - - - - - - - -
Cash and cash equivalent at beginning of year Rp Juta 64.830 83.468 108.007 401.009 859.596 64.830 83.468 108.007 401.009 859.596
Cash and cash equivalent at end of period Rp Juta 83.468 108.007 401.009 859.596 1.327.071 83.468 108.007 401.009 859.596 1.327.071
Halaman 48 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 50
Lampiran 7
ANALISA INKREMENTAL
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024
Des Des Des Des Des
URAIAN Satuan
2025 2026 2027 2028 2029
Liabilitas Janka Pendek
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 1.397.678 1.143.838 1.001.401 988.834 1.048.542
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 1.343.238 1.089.397 946.961 934.394 994.102
Inkremental Rp Juta (54.440) (54.440) (54.440) (54.440) (54.440)
Total Liabilitas
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 3.556.538 3.228.149 2.998.644 2.885.046 2.826.761
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 3.502.098 3.173.708 2.944.204 2.830.606 2.772.321
Inkremental Rp Juta (54.440) (54.440) (54.440) (54.440) (54.440)
Total Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 76.394 339.969 676.978 1.131.823 1.582.101
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 130.834 394.409 731.418 1.186.263 1.636.541
Inkremental Rp Juta 54.440 54.440 54.440 54.440 54.440
Des Des Des Des Des
URAIAN Satuan
2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 5.084.317 5.984.294 6.246.066 6.505.417 6.796.149
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 5.084.317 5.984.294 6.246.066 6.505.417 6.796.149
Inkremental Rp Juta - - - - -
Beban Pokok Pendapatan
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta (1.885.205) (2.171.443) (2.239.951) (2.313.968) (2.422.047)
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta (1.885.205) (2.171.443) (2.239.951) (2.313.968) (2.422.047)
Inkremental Rp Juta - - - - -
Laba Kotor
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 3.199.112 3.812.852 4.006.115 4.191.449 4.374.102
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 3.199.112 3.812.852 4.006.115 4.191.449 4.374.102
Inkremental Rp Juta - - - - -
Beban Usaha
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta (3.199.561) (3.334.422) (3.440.711) (3.557.253) (3.693.277)
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta (3.199.561) (3.334.422) (3.440.711) (3.557.253) (3.693.277)
Inkremental Rp Juta - - - - -
Laba (Rugi) Usaha
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta (449) 478.430 565.404 634.196 680.825
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta (449) 478.430 565.404 634.196 680.825
Inkremental Rp Juta - - - - -
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta (128.987) 311.262 403.860 454.844 450.278
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta (128.987) 311.262 403.860 454.844 450.278
Inkremental Rp Juta - - - - -
Des Des Des Des Des
URAIAN Satuan
2025 2026 2027 2028 2029
Arus kas dari aktivitas operasi
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta (59.318) 600.943 859.307 1.053.626 1.103.784
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta (59.318) 600.943 859.307 1.053.626 1.103.784
Inkremental Rp Juta - - - - -
Arus kas dari aktivitas investasi
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta (155.859) (231.976) (208.208) (220.627) (248.259)
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta (155.859) (231.976) (208.208) (220.627) (248.259)
Inkremental Rp Juta - - - - -
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 233.815 (344.428) (358.098) (374.411) (388.051)
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 233.815 (344.428) (358.098) (374.411) (388.051)
Inkremental Rp Juta - - - - -
Halaman 49 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 51
Lampiran 8
ANALISA SENSITIVITAS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024
Des Des Des Des Des
URAIAN SATUAN
2025 2026 2027 2028 2029
Kondisi Normal
Pendapatan Rp Juta 5.084.317 5.984.294 6.246.066 6.505.417 6.796.149
COGS Rp Juta (1.885.205) (2.171.443) (2.239.951) (2.313.968) (2.422.047)
Laba (Rugi) Kotor Rp Juta 3.199.112 3.812.852 4.006.115 4.191.449 4.374.102
Laba (Rugi) Operasional Rp Juta (449) 478.430 565.404 634.196 680.825
Laba (Rugi) Bersih Rp Juta (128.987) 311.262 403.860 454.844 450.278
Pendapatan Naik 2,5% dan Beban Naik 2,5%
Pendapatan Rp Juta 5.211.425 6.133.902 6.402.217 6.668.052 6.966.052
COGS Rp Juta (1.932.335) (2.225.729) (2.295.950) (2.371.817) (2.482.598)
Laba (Rugi) Kotor Rp Juta 3.279.090 3.908.173 4.106.268 4.296.235 4.483.454
Laba (Rugi) Operasional Rp Juta (49.009) 455.454 560.361 648.055 714.792
Laba (Rugi) Bersih Rp Juta (49.009) 355.254 437.081 505.483 557.537
Pendapatan Turun 2,5% dan Beban Naik 2,5%
Pendapatan Rp Juta 4.957.209 5.834.687 6.089.914 6.342.781 6.626.245
COGS Rp Juta (1.932.335) (2.225.729) (2.295.950) (2.371.817) (2.482.598)
Laba (Rugi) Kotor Rp Juta 3.024.874 3.608.958 3.793.964 3.970.964 4.143.647
Laba (Rugi) Operasional Rp Juta (303.225) 156.239 248.057 322.784 374.984
Laba (Rugi) Bersih Rp Juta (303.225) 121.867 193.485 251.772 292.488
Halaman 50 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 52
No. 139/S-EXT/FAST/VI/2025 Jakarta, 23 Juni 2025
Kepada Yth :
KJPP Ferdinand Danar Ichsan dan rekan
Gedung Manhattan Square Lt.16
Jl. Raya TB Simatupang RT003/RW003,
Cilandak Timur, Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520
Perihal : Pernyataan Manajemen terkait Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi
Penjualan Saham PT Jagonya Ayam Indonesia milik PT Fast Food Indonesia
Tbk kepada PT Shankara Fortuna Nusantara
Dengan Hormat,
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 013/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal 19 Mei
2025, terkait penugasan dari PT Fast Food Indonesia, Tbk. (“Kami” atau “FFI”) kepada KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R”) untuk memberikan laporan hasil analisis
tentang Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Saham PT Jagonya Ayam Indonesia
(“JAI”) milik FFI kepada PT Shankara Fortuna Nusantara (“SFN”), diperlukan dalam rangka
memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK selanjutnya disebut
sebagai “Rencana Transaksi”. Maka sehubungan dengan hal tersebut, kami menyatakan
bahwa data yang diberikan adalah sebagai berikut:
1. Kami menegaskan bahwa Laporan Pendapat Kewajaran yang dibuat oleh KJPP FDI&R
adalah sesuai dengan lingkup penugasan.
2. Laporan keuangan yang diberikan kepada KJPP FDI&R yang digunakan sebagai basis
analisis kewajaran Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
a. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023
yang telah diaudit oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
dalam laporan No.00713/2.1032/AU.1/10/1179-1/1/IV/2025 tertanggal 21 April 2025
dengan opini wajar tanpa pengecualian.
b. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022
yang telah diaudit oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
dalam laporan No. 01156/2.1032/AU.1/10/0698-3/1/IV/2024 tertanggal 30 April 2024
dengan opini wajar tanpa pengecualian.
c. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021
yang telah diaudit oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
dalam laporan No. 00416/2.1032/AU.1/10/1609-2/1/III/2023 tertanggal 29 Maret 2023
dengan opini wajar tanpa pengecualian.
d. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam
Page 53
laporan No. 01153/2.1032/AU.1/10/1609-1/1/IV/2022 tertanggal 29 April 2022 dengan
opini wajar tanpa pengecualian.
e. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2019
yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam
laporan No. 01587/2.1032/AU.1/10/0698-2/1/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 dengan
opini wajar tanpa pengecualian.
3. Proyeksi keuangan Perseroan selama lima tahun kedepan dengan mempertimbangkan
ada dan tidak adanya Rencana Transaksi.
4. Profoma Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 (sebelum dan sesudah
transaksi) yang disiapkan oleh manajemen FFI.
5. Draft Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi.
6. Pernjanjian Pengikatan Pendahuluan Jual Beli Saham JAI antara FFI dan SFN.
7. Hasil wawancara dengan pihak FFI dan pihak lain yang kami anggap layak dan relevan
guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
penilaian.
8. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak
maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
9. Data dan informasi terkait kejadian penting setelah tanggal penilaian (Subsequent
event).
10. Penugasan KJPP FDI hanya sebatas pada penilaian seperti yang telah diuraikan
sebelumnya, serta tidak mencakup pada kajian atas keabsahan legalitas usaha, pajak
dan lingkup pekerjaan lainnya diluar pendapat kewajaran atas rencana transaksi.
11. Kami menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan transaksi material
sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Transaksi ini tidak mengandung benturan
kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan dengan hal-hal
tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana
Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.
12. Kami telah mempelajari draft laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi yang
telah disusun oleh KJPP FDI&R dengan waktu yang cukup.
13. Selanjutnya, kami membebaskan KJPP FDI&R, dan seluruh karyawan dari dan terhadap
semua tuntutan, biaya, pengeluaran, kerugian (termasuk biaya hukum pengacara) dan
kewajiban yang dapat dan mungkin timbul sebagai akibat dari kesalahan ataupun
kekurangan dalam data dan informasi yang diberikan oleh Perseroan dan tanggung
jawab KJPP FDI&R terbatas pada laporan yang dikeluarkan sesuai dengan tujuan
penugasan.
Page 54
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Untuk selanjutnya kami menyetujui penerbitan Laporan Final Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Saham JAI milik FFI kepada SFN. Hormat kami, PT Fast Food Indonesia, Tbk., Dio May Avico Direktur VII
Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT JAGONYA AYAM INDONESIA MILIK
p.2
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.2 ×5
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.2 ×3
unresolved
org
KJPP FDI
p.2 ×16
unresolved
org
PT Jagonya Ayam Indonesia
p.2 ×6
unresolved
org
PT Shankara Fortuna Nusantara
p.2 ×7
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.2 ×10
unresolved
person
MBA.
p.5 ×2
unresolved
org
Bapepam
p.5 ×4
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.7
unresolved
—
Telepon/Fax
p.7
unresolved
—
PIC/Contact
p.7
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.10 ×10
unresolved
org
PT Jagonya Ayam Indonesia. FFI
p.12
unresolved
org
PT Jagonya Ayam Indonesia. Halaman
p.12
unresolved
person
Akta Notaris Sri Rahayu
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.14
unresolved
org
Pengadilan Negeri
p.14
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
p.14 ×2
unresolved
person
Noni Rosalia Gelael Barki
· Wakil Komisaris Utama
p.14 ×3
unresolved
person
Lawrensiea Angelina S.H.
· Notaris
p.15
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15
unresolved
org
Pusat Statistik
p.20
unresolved
org
Bank Indonesia
p.20 ×13
unresolved
org
Pangan Nasional
p.24
unresolved
org
Kementerian Pertanian
p.25 ×2
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.40
unresolved
person
Bangkit Widhi Raharjo
p.42
unresolved
person
Yus Dwiantoro
p.42
unresolved
org
KJPP Ferdinand Danar Ichsan
p.52
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
9895 ms
12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '...................................................................................................... '
'12'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '...................................................................................................... '
'12',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20'}