Skip to content
Back to announcement

20250702_FAST_Laporan Informasi dan Fakta Material_31911078_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review FAST

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 54

Page 1

          
Page 2
                 Kantor Jasa Penilai Publik                                                                   The Manhattan Square
                 FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                               Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                                                                                                  Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                 Property, Business Valuation & Advisory
                                                                                                 E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
                 Licence No. 2.22.01 76
                                                                                                        Website: www.fdipartners.co
                 KMK 460/KM.1/20 22
                                                                                                           Phone (62 21) 27875911
                 Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia

Jakarta, 25 Juni 2025

Kepada Yth.

PT Fast Food Indonesia, Tbk
Jl. Letjen M.T Haryono No.7,
Tebet, Jakarta Selatan 13630

No. Laporan    : 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Hal            : Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI PENJUALAN SAHAM PT JAGONYA
AYAM INDONESIA MILIK PT FAST FOOD INDONESIA, TBK.

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 013/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal 19 Mei 2025,
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT
Fast Food Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “FFI”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan
dengan Rencana Transaksi Penjualan 15% Saham PT Jagonya Ayam Indonesia (“JAI”) milik FFI kepada
PT Shankara Fortuna Nusantara (“SFN”), diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

Laporan Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi antara dua pihak yakni, FFI selaku memilik saham JAI dan SFN selaku pembeli saham JAI
milik FFI yang akan dijual. Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp54.440.100.000,- (“Lima Puluh
Empat Miliar Empat Ratus Empat Puluh Juta Seratus Ribu Rupiah”) atau 41.877 (Empat Puluh Ribu
Delapan Ratus Tujuh Puluh Tujuh) lembar saham Seri A. Nilai Rencana Transaksi tersebut bila
dibandingkan dengan nilai ekuitas per 31 Desember 2024 yang sebesar Rp127.732 Juta, dimana Nilai
Rencana Transaksi merupakan 42,62% dari jumlah ekuitas Perseroan, dengan demikian Rencana
Transaksi merupakan transaksi material yang di definisikan dalam POJK No.17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Saham JAI milik FFI dalam rangka memenuhi Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) d/h BAPEPAM-LK. Tujuan pemberian laporan pendapat kewajaran
adalah dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.

Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen FFI, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen FFI adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan tidak
menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen FFI, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian




                                Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti)
Page 3
kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang
diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap
FFI, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan FFI.
Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah
transaksi (Proforma) dari sisi Perseroan untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari
transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi.

 1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
    Dalam menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
    sebagaimana diberikan manajemen FFI, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah
    benar, lengkap, dapat diandalkan serta tidak menyesatkan.
 2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
    data yang diberikan oleh manajemen FFI, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami
    tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan kelengkapan
    dari informasi atau penjelasan tersebut.
 3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen FFI pada kami,
    sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil
    penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
    kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
 4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
    perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal
    Laporan ini dikeluarkan.
 5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan pendapat kewajaran ini tidak terjadi
    perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
    Laporan penilaian ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat
    dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat
    dipergunakan untuk tujuan lainnya.
 6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
    sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis
    dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
 7. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
    peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Rencana transaksi merupakan transaksi
    material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17 tentang Transaksi Material dan perubahan
    Kegiatan Usaha dimana nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas
    FFI.

FFI merupakan perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan restoran. Perusahaan memulai
usaha komersialnya sejak tahun 1979. Kantor pusat perseroan berlokasi di Jl. M.T. Hayono Kav.7,
Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2024, Perseroan mengoperasikan 762 gerai restoran.

Analisis atas Rencana Transaksi, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi dimana merupakan
bagian dari strategi Perseroan untuk mendukung ekspansi dan operasional JAI melalui penguatan
pendanaan, percepatan proyek strategis, serta peningkatan efisiensi dan fleksibilitas usaha, dengan
tetap menjaga keselarasan terhadap visi dan arah strategis Perseroan sebagai pengendali.

Analisis Kualitatif, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi Perseroan dapat memperoleh manfaat
yaitu Perseroan tetap menjadi pemegang saham pengendali JAI dengan kepemilikan 55%. Kepemilikan

Halaman 2                                                      00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 4
mayoritas ini memungkinkan Perseroan memperoleh efisiensi pasokan dan peningkatan profitabilitas
dari usaha terintegrasi JAI, sekaligus membuka peluang pelibatan pihak lain dalam operasional dan
pendanaan JAI.

Analisis Kuantitatif, dengan dilakukannya Rencana Transaksi maka Proforma Keuangan FFI per 31
Desember 2024 menunjukkan:

 1. Pada sisi laba (rugi) usaha berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi peningkatan
    penghasilan operasi lainna senilai Rp12.563 juta dimana hal tersebut terjadi karena adanya
    pencatatan laba akibat adanya Rencana Transaksi.
 2. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi penurunan
    beban akrual senilai Rp54.440 juta dimana terjadi karena adanya pembayaran liabilitas berupa
    beban akrual akibat adanya Rencana Transaksi.
 3. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami peningkatan
    sebesar senilai Rp54.440 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak atas meningkatnya non
    controlling interest dan saldo laba akibat dari adanya Rencana Transaksi.

Analisis Inkremental, nilai tambah dengan terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan total
aset yaitu pada akun kas dan setara kas dan total ekuitas yaitu pada akun saldo laba dan non controlling
interest, sedangkan pendapatan di tahun proyeksi yang diatribusikan kepada FFI tidak mengalami
perubahan sebelum Rencana Transaksi.

Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai Pasar saham JAI yang telah
dinilai melalui Laporan Penilaian 15% Ekuitas PT Jagonya Ayam Indonesia tanggal 24 Juni 2025 yang
diterbitkan oleh KJPP FDI&R dengan Nilai per saham JAI Rencana Transaksi sebagai berikut:


                                    Uraian                                  Satuan         Jumlah

 Nilai Pasar 15% Ekuitas JAI                                                Rp Juta             21.725
 Batas Atas (7,5%)                                                          Rp Juta             23.354
 Batas Bawah (7,5%)                                                         Rp Juta             20.095
 Nilai Rencana Transaksi                                                    Rp Juta             54.440
 Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar                         %               150,59%


Berdasarkan uraian di atas, bahwa Nilai Rencana Transaksi adalah 150,59% diatas nilai pasar dimana
tidak berada pada kisaran nilai yang sesuai dengan POJK 35/2020 mengenai batas atas dan batas
bawah untuk kisaran nilai transaksi tidak melebihi 7,5% sehingga Nilai Rencana Transaksi adalah Tidak
Wajar.

Analisis atas faktor lain yang relevan, dilihat dan diperhitungkan berdasarkan analisis sensitivitas.
Berdasarkan analisis sensitivitas, baik kenaikan maupun penurunan 2,5% pendapatan dan beban pokok
penjualan Perseroan tidak berdampak secara signifikan pada laba bersih tahun berjalan. Perseroan
tetap mampu mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan bahwa Perseroan masih
mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang serta memiliki trend kenaikan selama periode
pengamatan.




Halaman 3                                                      00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 5
Dengan demikian, berdasarkan analisis yang telah di uraikan di atas, menurut pendapat kami, Rencana
Transaksi tersebut adalah Tidak Wajar.

Laporan pendapat kewajaran ini untuk memberikan pendapat kewajaran terhadap Rencana Transaksi
dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan FFI ataupun pihak - pihak lainnya yang
terafiliasi dengan FFI. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.




Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN
Pimpinan Rekan




M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No.               : 10-S-02571
STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025
RMK                     : RMK-2017.00526




Halaman 4                                                    00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 6
                                                            DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 6
  1.1     Uraian Mengenai Penugasan ..................................................................................... 6
  1.2     Identifikasi Status Penilai ............................................................................................. 6
  1.3     Identifikasi Pemberi Tugas .......................................................................................... 6
  1.4     Identifikasi Pengguna Laporan.................................................................................... 6
  1.5     Jenis Mata Uang yang Digunakan .............................................................................. 6
  1.6     Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran .................................................. 7
  1.7     Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date) .............................................................. 7
  1.8     Tingkat Kedalaman Investigasi.................................................................................... 7
  1.9     Obyek Analisis Kewajaran .......................................................................................... 7
  1.10 Dampak Keuangan (Proforma) dari Transaksi yang Akan Dilakukan ........................... 7
  1.11 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
          Transaksi.................................................................................................................... 9
  1.12 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan ................................. 9
  1.13 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran........................................................................... 9
  1.14 Sumber Data dan Informasi........................................................................................ 9
  1.15 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi .................................................................. 10
  1.16 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ........................................................... 10
  1.17 Pernyataan Independensi Penilai............................................................................... 11
  1.18 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ................................ 11
BAB II ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI ..................................................................... 12
  2.1     Latar Belakang Transaksi.......................................................................................... 12
  2.2     Obyek Transaksi ...................................................................................................... 12
  2.3     Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi................................................................. 12
  2.4     Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi................................................................ 15
  2.5     Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ....................... 15
BAB III ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ......................................................... 17
  3.1     Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan.................................................... 17
  3.2     Analisis Atas Rencana Transaksi................................................................................ 17
  3.3     Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ................................................................ 18
  3.2     Gambaran Umum Konsumsi dan Industri atau Peternakan Unggas........................... 23
  3.4     Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi................................................................ 29
  3.5     Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi .............................................................. 35
  3.6     Analisis Faktor Lain Yang Relevan ............................................................................. 36
  3.7     Kesimpulan .............................................................................................................. 38
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .................................................................... 39
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................... 40
LAMPIRAN..................................................................................................................... 42




Halaman 5                                                                               00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 7
                                                BAB I
                                            PENDAHULUAN

1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 013/FDI/PB/FO/V/2025 tertanggal 19 Mei
      2025, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
      penugasan dari PT Fast Food Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “FFI”) untuk memberikan pendapat
      kewajaran sehubungan dengan Rencana Transaksi Penjualan 15% Saham PT Jagonya Ayam
      Indonesia (“JAI”) milik FFI kepada PT Shankara Fortuna Nusantara (“SFN”), diperlukan dalam
      rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK selanjutnya
      disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

1.2   Identifikasi Status Penilai

       a. Pemimpin Rekan, Mochamad Ichsan Suud, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi
          penilaian bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,
          dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
          Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD. PB-50/PJ-1/PM.021/2025. Beliau adalah
          anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
       b. Penugasan penilaian ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material atau
          benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
          pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
       c. Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
          tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan
          penilaian ini.

1.3   Identifikasi Pemberi Tugas

      Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual,
      dalam hal ini adalah:

      Nama             :   PT Fast Food Indonesia Tbk
      Alamat           :   Jl. Letjen M.T Haryono No.7, Tebet, Jakarta Selatan 13630
      Bidang usaha     :   Ritel Makanan Cepat Saji
      Telepon/Fax      :   (021) 8301133
      Email            :   -
      PIC/Contact      :   Dewan Direksi

1.4   Identifikasi Pengguna Laporan

      Pengguna laporan dalam hal ini adalah sama dengan Pemberi Tugas.

1.5   Jenis Mata Uang yang Digunakan

      Mata uang yang digunakan dalam penugasan ini, sesuai dengan mata uang fungsional dalam
      laporan keuangan Objek Pendapat Kewajaran dan dinyatakan kembali dalam mata uang Rupiah
      (dalam hal mata uang fungsional bukan Rupiah).




Halaman 6                                                     00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 8
1.6   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

      Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
      Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Saham JAI oleh FFI dalam rangka memenuhi
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) d/h BAPEPAM-LK.

      Tujuan pemberian laporan pendapat kewajaran adalah dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa
      Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.7   Tanggal Pendapat Kewajaran (Cut Off Date)

      Tanggal Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana tanggal tersebut
      ditentukan berdasarkan tanggal posisi laporan keuangan FFI dan atas dasar pertimbangan
      kepentingan dan tujuan penilaian.

1.8   Tingkat Kedalaman Investigasi

      a. Data dan informasi menyangkut dokumen atas Objek Pendapat Kewajaran/penugasan yang
         kami terima dari pemberi tugas.
      b. Verifikasi yang kami lakukan terhadap Objek Pendapat Kewajaran adalah merupakan
         bagian dari keperluan dan kepentingan pelaksanaan Pendapat Kewajaran.
      c. Proses pengumpulan dan analisis data dilakukan secara lengkap pada Objek Pendapat
         Kewajaran. Bila terdapat keterbatasan dalam hal dokumen atau identifikasi secara
         keseluruhan, maka kami menggunakan data dan dokumen secara sampling secukupnya
         (data yang relevan).
      d. Inspeksi dapat dilakukan tanpa ada pembatasan akses ke lokasi termasuk data yang harus
         disediakan oleh pemberi tugas dan/ atau pihak terkait lainnya kepada penilai dalam
         melakukan inspeksi, penelaahan, penghitungan dan analisis untuk tujuan Pendapat
         Kewajaran.

1.9   Obyek Analisis Kewajaran

      Obyek analisis kewajaran dalam hal ini adalah penjualan saham JAI milik FFI kepada SFN
      sebanyak 41.877 (empat puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh tujuh) lembar saham Seri A
      atau setara dengan 15% (tujuh puluh persen) dari seluruh saham yang telah diterbitkan oleh JAI.

1.10 Dampak Keuangan (Proforma) dari Transaksi yang Akan Dilakukan

      Sehubungan dengan Rencana Transaksi serta mengacu pada informasi keuangan konsolidasian
      proforma Perseroan untuk periode 31 Desember 2024, maka dampak Rencana Transaksi dapat
      disajikan sebagai berikut:




Halaman 7                                                    00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 9
                                                             Audit Report       Rencana          Proforma
                                  Uraian
                                                             31 Des 2024        Transaksi       31 Des 2024
       Aset
       Aset Lancar
       Kas dan setara kas                                          64.830                   -         64.830
       Piutang lain - lain                                                                                 -
          Pihak berelasi                                          165.976                   -        165.976
          Pihak ketiga                                             12.419                   -         12.419
       Persediaan                                                 244.757                   -        244.757
       Biaya dibayar dimuka                                        21.217                   -         21.217
       Aset lancar lainnya                                        107.400                   -        107.400
                                                                  616.599                   -        616.599
       Aset Tidak Lancar
       Investasi pada entitas asosiasi                             42.263                   -         42.263
       Aset tetap, neto                                           879.451                   -        879.451
       Biaya renovasi bangunan sewa ditangguhkan, neto            549.334                   -        549.334
       Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto                         -                   -              -
       Beban ditangguhkan, neto                                   213.051                   -        213.051
       Aset hak guna, neto                                        427.645                   -        427.645
       Aset pajak tangguhan, neto                                 175.692                   -        175.692
       Aset tidak lancar lainnya                                  625.185                   -        625.185
                                                                2.912.621                   -      2.912.621
       Jumlah Aset                                              3.529.220                   -      3.529.220

       Liabilitas
       Liabilitas Jangka Pendek
       Utang obligasi, neto                                                 -               -
       Utang usaha                                                                          -
          Pihak ketiga                                            429.242                   -        429.242
          Pihak berelasi                                           43.570                   -         43.570
       Utang lain - lain
          Pihak ketiga                                            415.543                  -         415.543
          Pihak berelasi                                            1.541                  -           1.541
       Utang pajak                                                217.701                  -         217.701
       Utang bank jangka pendek                                   377.582                  -         377.582
       Beban akrual                                               289.121           (54.440)         234.681
       Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
          Sewa pembiayaan/liabilitas sewa                          97.045                  -          97.045
          Pembiayaan konsumen                                       5.504                  -           5.504
          Utang bank jangka panjang                               300.000                  -         300.000
       Utang bunga atas obligasi                                        -                  -               -
       Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                      74.575                  -          74.575
       Liabilitas jangka pendek lainnya                               490                  -             490
       Uang muka dari pemegang saham                               40.000                  -          40.000
                                                                2.291.914           (54.440)       2.237.474
       Liabilitas Jangka Panjang
       Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah dikurangi
       bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun             184.122                   -        184.122
       Utang pembiayaan konsumen, setelah dikurangi bagian
       yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                      1.674                  -           1.674
       Utang obligasi, neto                                             -                  -               -
       Utang bank jangka panjang                                  353.606                  -         353.606
       Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                    570.172                  -         570.172
                                                                1.109.574                  -       1.109.574
       Jumlah Liabilitas                                        3.401.489           (54.440)       3.347.049

       Ekuitas
       Modal saham                                                199.514                 -         199.514
       Agio saham                                                     944                 -             944
       Dikurangi saham treasuri                                    (3.273)                -          (3.273)
       Saldo laba                                                (148.821)           12.563        (136.258)
                                                                   48.365            12.563          60.928



Halaman 8                                                       00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 10
                                                          Audit Report     Rencana        Proforma
                                 Uraian
                                                          31 Des 2024      Transaksi     31 Des 2024
       Kepentingan nonpengendali                                79.367          41.877        121.244
       Jumlah Ekuitas                                          127.732          54.440        182.172
       Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                         3.529.220               -      3.529.220


     Asumsi - asumsi laporan keuangan proforma secara konsolidasi yang digunakan adalah sebagai
     berikut:

      1. Pada sisi laba (rugi) usaha berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi peningkatan
         penghasilan operasi lainna senilai Rp12.563 juta dimana hal tersebut terjadi karena adanya
         pencatatan laba akibat Rencana Transaksi.
      2. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi
         penurunan beban akrual senilai Rp54.440 juta dimana terjadi karena adanya pembayaran
         liabilitas berupa beban akrual akibat adanya Rencana Transaksi.
      3. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami
         peningkatan sebesar senilai Rp54.440 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak atas
         meningkatnya non controlling interest dan saldo laba akibat dari adanya Rencana Transaksi.

1.11 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

     Rencana Transaksi merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam rangka mendukung ekspansi
     dan kelancaran operasional JAI. Tujuan dari pengalihan saham ini adalah untuk memperkuat
     struktur pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnis JAI, termasuk namun tidak terbatas
     pada peningkatan kapasitas operasional, pengembangan jaringan usaha, serta percepatan
     pelaksanaan proyek-proyek strategis. Dengan struktur kepemilikan yang baru, diharapkan
     fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih ditingkatkan, namun
     tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Perseroan sebagai pengendali sehingga sejalan
     dengan pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan.

1.12 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan

     Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
     Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

1.13 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

     Ruang lingkup pendapat kewajaran mengacu kepada Pasal 17 POJK 35 meliputi:

     a. Tujuan dari Penugasan adalah memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi:
     b. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan
     c. Membandingkan dasar nilai transaksi dengan nilai pasar yang dihasilkan dari laporan
        penilaian properti atas obyek Rencana Transaksi.

1.14 Sumber Data dan Informasi

     a. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dengan
        angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 yang telah diaudit
        oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan
        No.00713/2.1032/AU.1/10/1179-1/1/IV/2025 tertanggal 21 April 2025 dengan opini wajar
        tanpa pengecualian.


Halaman 9                                                    00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 11
      b. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dengan
         angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 yang telah diaudit
         oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan
         No.01156/2.1032/AU.1/10/0698-3/1/IV/2024 tertanggal 30 April 2024 dengan opini wajar
         tanpa pengecualian.
      c. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan
         angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 yang telah diaudit
         oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan
         No.00416/2.1032/AU.1/10/1609-2/1/III/2023 tertanggal 29 Maret 2023 dengan opini
         wajar tanpa pengecualian.
      d. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dengan
         angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 yang telah diaudit
         oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan
         No.01153/2.1032/AU.1/10/1609-1/1/IV/2022 tertanggal 29 April 2022 dengan opini wajar
         tanpa pengecualian.
      e. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dengan
         angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2019 yang telah diaudit
         oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan
         No.01587/2.1032/AU.1/10/0698-2/1/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 dengan opini wajar
         tanpa pengecualian.
      f. Proyeksi keuangan Perseroan selama lima tahun kedepan dengan mempertimbangkan ada
         dan tidak adanya Rencana Transaksi.
      g. Profoma Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 (sebelum dan sesudah
         transaksi) yang disiapkan oleh manajemen FFI
      h. Draft Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi.
      i. Pernjanjian Pengikatan Pendahuluan Jual Beli Saham JAI antara FFI dan SFN.
      j. Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (management representation letter) No. 139/S-
         EXT/FAST/VI/2025 tanggal 23 Juni 2025 terkait penugasan Pendapat Kewajaran Atas Rencana
         Transaksi Penjualan Saham.
      k. Hasil wawancara dengan pihak FFI dan pihak lain yang kami anggap layak dan relevan guna
         mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses Pendapat
         kewajaran.
      l. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
         media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

1.15 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

      Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
      melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
      mencakup hal–hal sebagai berikut:

      a. Analisis atas Rencana Transaksi;
      b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi;
      c. Analisis Atas Kewajaran Rencana Transaksi;
      d. Analisis atas faktor lain yang relevan.

1.16 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

      Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, dalam laporan ini
      menggunakan Laporan Penilaian Saham No. 00061/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025tanggal
      24 Juni 2025 oleh KJPP FDI&R.

Halaman 10                                                     00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 12
1.17 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
      pihak - pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan. KJPP FDI&R juga tidak memiliki
      kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat
      kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
      Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kewajaran ini.

1.18 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Desember 2024, terdapat kejadian penting setelah
      tanggal penilaian (Subsequent Event) yaitu sebagai berikut:

      -   Pada Januari 2025, SFN dan FFI telah menyepakati Pengikatan Pendahuluan Jual Beli Saham
          melalui suatu perjanjian yang merupakan bentuk komitmen awal antara kedua belah pihak
          sehubungan dengan rencana pengalihan sebagian kepemilikan saham FFI dalam JAI kepada
          SFN (“PPJB Saham JAI”). Rencana transaksi sebagaimana diatur dalam PPJB Saham JAI
          tersebut mencakup pembelian dan pengalihan sebanyak 41.877 (empat puluh satu ribu
          delapan ratus tujuh puluh tujuh) lembar saham Seri A milik FFI, yang mewakili 15% (lima
          belas persen) dari total saham yang telah disetor dan ditempatkan dalam PT Jagonya Ayam
          Indonesia. FFI sendiri merupakan pemilik dari 160.427 (seratus enam puluh ribu empat ratus
          dua puluh tujuh) lembar saham Seri A dan 35.000 (tiga puluh lima ribu) lembar saham Seri
          B, yang secara keseluruhan mewakili 70% (tujuh puluh persen) kepemilikan atas seluruh
          saham dalam PT Jagonya Ayam Indonesia.




Halaman 11                                                  00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 13
                                               BAB II
                                 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI



2.1   Latar Belakang Transaksi

      Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
      Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
      transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
      mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
      dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
      berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana
      Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.

      Perseroan didirikan dan beroperasi sebagai perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di
      bidang restoran. Guna memberikan kepastian pasokan dan harga bahan baku daging ayam,
      Perseroan telah menjadi pemegang saham pengendali dalam JAI yang sedang dalam proses
      membangun suatu peternakan ayam terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas 8.575.200 m 2 di
      Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan kajian yang telah
      dilaksanakan, JAI dapat memproduksi sebanyak 42.000 ton per hari atau sekitar 76 juta ton
      dalam 5 tahun. Dengan begitu, JAI dapat memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku daging
      ayam dan olahan daging ayam sebanyak-banyaknya 35% (tiga puluh lima persen) untuk restoran
      milik Perseroan dalam jangka waktu 5 tahun.

      Rencana Transaksi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam rangka mendukung
      ekspansi dan kelancaran operasional JAI. Tujuan dari pengalihan saham ini adalah untuk
      memperkuat struktur pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnis JAI, termasuk namun tidak
      terbatas pada peningkatan kapasitas operasional, pengembangan jaringan usaha, serta
      percepatan pelaksanaan proyek-proyek strategis. Dengan struktur kepemilikan yang baru,
      diharapkan fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih
      ditingkatkan, namun tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Perseroan sebagai pengendali.

      Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan akan tetap
      mempertahankan posisi sebagai pemegang saham pengandali di JAI dengan kepemilikan
      sebesar 55% dan memperoleh manfaat dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan
      daging ayam dari JAI.

2.2   Obyek Transaksi

      Objek dari Transaksi ini adalah berupa saham JAI milik FFI sebanyak 41.877 (empat puluh satu
      ribu delapan ratus tujuh puluh tujuh) saham Seri A yang diambil bagian oleh SFN atau setara
      dengan 15% (lima belas persen) dari seluruh saham yang telah diterbitkan oleh JAI.

2.3   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

      Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah FFI selaku penjual saham milik
      JAI dan SFN selaku pembeli saham.




Halaman 12                                                  00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 14
     a. PT Fast Food Indonesia (“Perseroan” atau “FFI”)

        Dalam Rencana Transaksi yang dimaksud dalam laporan pendapat kewajaran ini, FFI adalah
        selaku penjual saham JAI milik FFI, dengan informasi singkat sebagai berikut:

        Riwayat Singkat

        FFI didirikan berdasarkan Akta Notaris Sri Rahayu, S. H., No. 20 tanggal 19 Juni 1978. Akta
        Pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
        melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/245/12 tanggal 22 Mei 1979, dan didaftarkan di Kantor
        Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 4491 tanggal 1 Oktober 1979, serta diumumkan
        dalam Tambahan No. 682 dari Berita Negara Republik Indonesia No. 90 tanggal 9 November
        1979.

        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
        berdasarkan akta notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S. H., No. 40 tanggal 18
        Juli 2022 mengenai perubahan kegiatan usaha penunjang Perseroan dan terdaftar dalam
        Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana terdokumentasi
        dalam surat No.AHU-0147291.AH.01.11. Tahun 2022 tanggal 29 Juli 2022.

        Informasi Umum

        FFI bergerak di bidang makanan dan restoran. FFI memulai usaha komersialnya sejak tahun
        1979. FFI tidak memiliki entitas induk terakhir karena tidak terdapat entitas yang memiliki
        kendali terhadap Perseroan. Kantor Pusat FFI terletak di Jl. M. T. Haryono Kav.7, Jakarta,
        Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2024, FFI mengoperasikan 715 gerai restoran.

        Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

        Susunan pemegang saham FFI per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

        Tabel 2-1 Struktur Pemegang Saham FFI
                                                                               Persentase      Total Nominal
                          Pemegang Saham                       Lembar Saham
                                                                                   (%)      (dalam Ribuan Rupiah)

         PT Gelael Pratama                                     1.589.726.610     39,84%              79.486.330
         PT Indoritel Makmur Internasional Tbk                 1.430.115.492     35,84%              71.505.775
         BBH Luxembourg S/A Fidelity FD Sicav, FD FDS PAC FD     311.519.100      7,81%              15.575.955
         Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)                   655.707.956     16,43%              32.785.398
         Saham Tresuri                                             3.208.000      0,08%                 160.400
          Total                                                3.990.277.158    100,00%             199.513.858
        Sumber: Laporan Keuangan FFI (Audited)

        Susunan Pengurus FFI

        Berdasarkan Laporan Konsolidasian Perseroan 31 Desember 2024, susunan Dewan Komisaris
        dan Direksi FFI adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris:
        Komisaris Utama       : Anthoni Salim
        Wakil Komisaris Utama : Noni Rosalia Gelael Barki
        Komisaris             : Benny Setiawan Santoso
                              : Elisabeth Gelael

Halaman 13                                                         00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 15
        Komisaris Independen : Gunawan Solaiman
                             : Achmad Baiquni

        Direksi:
        Direktur Utama         : Ricardo Gelael
        Wakil Direktur Utama   : Ferry Noviar Yosaputra
        Direktur               : Justinus Dalimin Juwono
                               : Cahyadi Wijaya
                               : Fabian Gelael
        Direktur               : Adhi Indrawan
                               : Wachjudi Martono
                               : Omar Luthfi Anwar

        Kegiatan Usaha

        1. Maksud dan tujuan FFI ialah berusaha dalam bidang makanan, restoran, perdagangan,
           pengangkutan dan pergudangan, perwakilan dan/atau peragenan, perindustrian,
           pertanian dan peternakan, pendidikan, konsultasi manajemen, jasa, dan telekomunikasi.

        2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, FFI dapat melaksanakan:
           a. Kegiatan usaha utama yaitu: restoran dan jasa boga untuk suatu event tertentu (event
               catering).
           b. Kegiatan usaha penunjang, yaitu:
                i. Budidaya ayam ras pedaging
                ii. Perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan
                iii. Pergudangan dan penyimpanan
                iv. Aktivitas cold storage
                v. Angkutan bermotor untuk barang umum
                vi. Penelitian pasar
                vii. Perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga
                viii. Perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya
                      YTDL
                ix. Pendidikan kerajinan dan industri
                x. Pendidikan lainnya swasta
                xi. Aktivitas konsultasi manajemen lainnya
                xii. Dana pensiun pemberi kerja konvensional
                xiii. Aktivitas telekomunikasi tanpa kabel.

     b. PT Shankara Fortuna Nusantara (“SFN”)

        Dalam Rencana Transaksi yang dimaksud dalam laporan pendapat kewajaran ini, SFN adalah
        pembeli saham, dengan informasi singkat sebagai berikut:

        Riwayat Singkat

        SFN didirikan di tahun 2024 berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 02 tanggal
        13 Desember 2024 yang dibuat di hadapan Lawrensiea Angelina S.H., M.Kn., Notaris di Kota
        Administrasi Bogor yang telah memperolah pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
        Manusia Republik Indonesia (“Menkumham”) berdasarkan Keputusannya Nomor: AHU-
        0100480.AH.01.021 Tahun 2024 tanggal 16 Desember 2024.


Halaman 14                                                 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 16
         Kegiatan Usaha

         Maksud dan tujuan SFN yang tertera dalam Akta Pendirian adalah menjalankan dalam usaha
         bidang Perdagangan Besar Daging Ayam Dan Daging Ayam Olahan dengan KBLI 46322
         yang mencakup usaha perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan, termasuk
         daging ayam yang diawetkan.

         Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

         Susunan pemegang saham SFN per tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

         Tabel 2-2 Struktur Pemegang Saham SFN
                                                                           Persentase         Total
             No.             Pemegang Saham             Lembar Saham
                                                                               %              (Rp)
             1     Bani Adityasuny Ismiarso                         10              10%        25.000.000
             2     Putra Rizky Bustaman                             45              45%       112.500.000
             3     Liana Saputri                                    45              45%       112.500.000
                   Jumlah                                          100             100%       250.000.000
         Sumber: Informasi Manajemen Perseroan

         Susunan Pengurus SFN

         Berdasarkan informasi Manajemen, susunan Dewan Komisaris dan Direksi SFN adalah
         sebagai berikut:

         Dewan Komisaris:
         Komisaris                   : Liana Saputri

         Direksi:
         Direktur Utama              : Putra Rizky Bustaman
         Direktur                    : Bani Adityasunny Ismiarso



2.4   Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

      Rencana Transaksi dalam laporan ini bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud
      dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
      Benturan Kepentingan.

      Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
      Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
      transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
      mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
      dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
      berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana
      Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.

2.5   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

      Berdasarkan Perjanjian Pengambilbagian Saham Bersyarat, berikut merupakan beberapa yang
      relevan dalam Rencana Transaksi antara lain adalah:



Halaman 15                                                         00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 17
     Para Pihak

      1.    PT FAST FOOD INDONESIA TBK., suatu perseroan terbuka yang didirikan berdasarkan
           hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, dalam hal ini diwakili
           oleh Wachjudi Martono, dalam kapasitasnya sebagai Direktur karenanya sah bertindak untuk
           dan atas nama PT Fast Food Indonesia, Tbk (selanjutnya disebut sebagai "Penjual");

      2. PT SHANKARA FORTUNA NUSANTARA, suatu Perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan
         hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, dalam hal ini diwakili
         oleh Putra Rizky Bustaman dalam kapasitasnya sebagai Direktur Utama, karenanya sah
         bertindak untuk mewakili dan bertindak untuk dan atas nama PT Shankara Fortuna
         Nusantara (selanjutnya disebut sebagai “Pembeli”)

           Penjual dan Pembeli secara bersama sama disebut sebagai "Para Pihak" dan secara sendiri-
           sendiri disebut sebagai "Pihak".

     Pendahuluan

     Para Pihak masing-masing bertindak dalam kedudukannya sebagaimana tersebut di atas
     menerangkan terlebih dahulu sebagai berikut:

      A. Bahwa Penjual adalah merupakan pemilik dari 160.427 (seratus enam puluh ribu empat
         ratus dua puluh tujuh) lembar saham Seri A dan 35.000 (tiga puluh lima ribu) lembar saham
         Seri B yang mewakili 70% (tujuh puluh persen) saham dari seluruh jumlah saham yang telah
         disetor dan ditempatkan dalam PT Jagonya Ayam Indonesia, suatu perseroan terbatas yang
         didirikan berdasarkan hukum Negara Republik Indonesia dan berkedudukan di Jakarta
         Selatan (selanjutnya disebut “Perseroan”).

      B. Bahwa Penjual dengan ini bermaksud untuk menjual dan mengalihkan sebagian sahamnya
         tersebut dalam Perseroan jumlah 41.877 (empat puluh satu ribu delapan ratus tujuh puluh
         tujuh) lembar saham Seri A yang mewakili 15% (lima belas persen) saham dari seluruh jumlah
         saham yang telah disetor dan ditempatkan dalam Perseroan (selanjutnya disebut sebagai
         “Saham-saham Yang Dijual”).

      C. Bahwa Penjual berjanji dan mengikatkan diri untuk menjual, mengalihkan dan menyerahkan
         Saham-saham Yang Dijual kepada Pembeli dan Pembeli berjanji dan mengikatkan diri untuk
         membeli dan menerima pengalihan Saham-saham Yang Dijual dari Penjual berikut segala
         sesuatu yang melekat atau berada di atasnya sesuai dengan syarat-syarat dan ketentuan
         yang diatur di dalam Perjanjian ini.

     Harga Pembelian dan Pembayaran:

      1. Dengan tetap memperhatikan seluruh syarat dan ketentuan Perjanjian ini, Para Pihak sepakat
         bahwa harga jual beli Saham-saham Yang Dijual adalah sebesar Rp54.440.100.000 (lima
         puluh emat miliar empat ratus empat puluh empat juta serratus ribu Rupiah) (“Harga
         Pembalian”).
      2. Para Pihak sepakat bahwa Harga Pembelian tersebut tidak akan berubah dan berlaku
         mengikat bagi Para Pihak selama berlakunya Perjanjian ini.
      3. Paa Pihak sepakat bahwa Pembeli tersebut tidak akan berubah dan berlaku mengikat bagi
         Para Pihak selama berlakunya Perjanjian ini.


Halaman 16                                                  00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 18
                                             BAB III
                             ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI

3.1   Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

      Dalam menyusun laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
      analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal-hal
      sebagai berikut:

      a. Analisis atas Rencana Transaksi
      b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi
      c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi.
      d. Analisis atas faktor lain yang relevan.

3.2   Analisis Atas Rencana Transaksi

      a. Latar belakang Rencana Transaksi

         Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
         Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
         transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
         mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
         dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
         yang berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa
         Rencana Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.

         Perseroan didirikan dan beroperasi sebagai perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di
         bidang restoran. Guna memberikan kepastian pasokan dan harga bahan baku daging ayam,
         Perseroan telah menjadi pemegang saham pengendali dalam JAI yang sedang dalam proses
         membangun suatu peternakan ayam terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas 8.575.200 m 2
         di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan kajian yang
         telah dilaksanakan, JAI dapat memproduksi sebanyak 42.000 ton per hari atau sekitar 76 juta
         ton dalam 5 tahun. Dengan begitu, JAI dapat memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku
         daging ayam dan olahan daging ayam sebanyak-banyaknya 35% (tiga puluh lima persen)
         untuk restoran milik Perseroan dalam jangka waktu 5 tahun.

         Rencana Transaksi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam rangka mendukung
         ekspansi dan kelancaran operasional JAI. Tujuan dari pengalihan saham ini adalah untuk
         memperkuat struktur pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnis JAI, termasuk namun
         tidak terbatas pada peningkatan kapasitas operasional, pengembangan jaringan usaha, serta
         percepatan pelaksanaan proyek-proyek strategis. Dengan struktur kepemilikan yang baru,
         diharapkan fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih
         ditingkatkan, namun tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Perseroan sebagai
         pengendali.

         Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan akan tetap
         mempertahankan posisi sebagai pemegang saham pengandali di JAI dengan kepemilikan
         sebesar 55% dan memperoleh manfaat dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan
         daging ayam dari JAI.




Halaman 17                                                      00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 19
      b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

         1. Manfaat Rencana Transaksi
            • Perseroan tetap mempertahankan menjadi pemegang saham pengendali dengan
              kepemilikan sebesar 55% (lima puluh lima persen) di JAI yang masih menempatkan
              Perseroan sebagai pemegang saham pengendali pada JAI.
            • Dengan tetap mempertahankan kepemilikan saham mayoritas, maka Perseroan dapat
              memperoleh manfaat dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan daging
              ayam dari JAI serta meningkatkan profitabilitas Perseroan dari kegiatan usaha
              peternakan ayam terintegrasi milik JAI yang meliputi usaha perkebunan, pabrik pakan,
              rumah potong ayam, dan industri pengolahan daging ayam. Adapun dengan
              pelaksanaan Transaksi, dapat membuka ruang bagi pelibatan pihak lain dalam
              operasional ataupun finansial JAI.

         2. Risiko Rencana Transaksi
            • Risiko tidak tercapaiknya proyeksi keuangan: Risiko ini berkaitan terhadap pencapaian
                kinerja keuangan Perseroan.



3.3   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

      Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
      tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
      prospek usaha kedepannya.

      a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia

         Pertumbuhan Ekonomi

         Ketidakpastian pasar keuangan global semakin meningkat disertai dengan risiko perlambatan
         pertumbuhan ekonomi dunia. Rencana kebijakan perdagangan di Amerika Serikat (AS)
         melalui kenaikan tarif impor, komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah
         menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi perdagangan dunia. Perkembangan ini yang
         disertai dengan eskalasi ketegangan geopolitik di banyak negara mengakibatkan
         pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1% dari sebesar 3,2%
         pada 2024.

         Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga didukung oleh permintaan
         domestik. Investasi diprakirakan tumbuh positif pada triwulan IV 2024 ditopang oleh
         penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan investasi swasta didukung insentif
         dari Pemerintah. Konsumsi rumah tangga diprakirakan tetap tumbuh didorong oleh keyakinan
         konsumen yang terjaga serta dampak positif pelaksanaan Pilkada di berbagai daerah.
         Konsumsi Pemerintah lebih tinggi seiring dengan kenaikan aktivitas belanja Pemerintah pada
         akhir tahun. Sementara itu, ekspor nonmigas diprakirakan melambat dipengaruhi ekonomi
         global yang belum kuat. Secara sektoral, pertumbuhan juga ditopang terutama oleh Sektor
         Industri Pengolahan, Konstruksi, serta Perdagangan Besar dan Eceran. Secara keseluruhan
         tahun, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam kisaran 4,7–5,5% dan
         meningkat menjadi 4,8–5,6% pada 2025.




Halaman 18                                                  00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 20
        Tabel 3-1       Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (%,yoy)




        Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

        Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

        Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi dunia akan terus tumbuh sebesar
        5,07% pada tahun 2025. IMF memprakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2024
        sampai dengan 2029 adalah 5,05% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
        pada tahun 2025, 2027 dan 2028 dimana dicatatkan dengan prakiraan inflasi sebesar
        5,07%.

        Grafik 3.1       Proyeksi PDB dan Pertumbuhan PDB Indonesia 2024-2029

                                  5,07%                                  5,07%                          5,07%
                                                    5,06%                            5,06%




                     4,96%



                    12.911.267   13.565.944       14.252.051        14.974.122     15.731.710       16.528.612

                      2024         2025             2026                 2027        2028               2029
                                    GDP Constant Prices (IDR Billions)             Percent change (%)

        Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah

        Inflasi

        Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2024 tetap terjaga sebesar 1,55%
        (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy)
        sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga Bank Indonesia untuk mengarahkan
        ekspektasi inflasi. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat deflasi 0,32% (yoy)
        didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, eratnya
        sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP, dan pengaruh base effect harga
        pangan. Secara spasial, inflasi IHK di sebagian besar daerah juga terkendali dalam kisaran
        sasaran inflasi nasional.


Halaman 19                                                                00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 21
        Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
        diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
        perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported
        inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank
        Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali
        didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah.
        Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga
        inflasi tahun 2024 dan 2025 terkendali dalam sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung
        upaya penguatan pertumbuhan ekonomi.

        Grafik 3.2     Perkembangan Inflasi




         Sumber: Bank Indonesia, 2024

        Proyeksi Inflasi Indonesia

        Berdasarkan peoyeksi Inflasi harga customer rata-rata Indonesia yang dipublikasikan oleh
        International Monetary Fund (IMF), prakiraan rata-rata Inflasi Indonesia selama periode 2024
        sampai dengan 2029 adalah 2,49% dengan pertumbuhan tertinggi diperkirakan akan terjadi
        pada tahun 2025 dengan prakiraan inflasi sebesar 2,54% dimana dicatatkan, sedangkan
        prakiraan inflasi pada tahun 2029 adalah sebesar 2,52%.

        Grafik 3.3     Proyeksi Inflasi Harga Kustomer Rata-Rata 2022-2026


                                 2,54%           2,53%             2,52%         2,52%     2,52%



                                                                                           2,49%

                     2,34%




                     2024        2025            2026              2027          2028      2029
                                              Percent change (%)           Average


        Sumber: International Monetary Fund (IMF), diolah




Halaman 20                                                          00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 22
        Nilai Tukar Rupiah

        Nilai tukar Rupiah pada Desember 2024 (hingga 17 Desember 2024) melemah sebesar
        1,37% (ptp) dari bulan sebelumnya. Pelemahan nilai tukar Rupiah tersebut dipengaruhi oleh
        makin tingginya ketidakpastian global terutama terkait dengan arah kebijakan AS, ruang
        penurunan FFR yang lebih rendah, penguatan mata uang dolar AS secara luas, dan risiko
        geopolitik yang mengakibatkan berlanjutnya preferensi investor global untuk memindahkan
        alokasi portofolionya kembali ke AS.

        Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga
        stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek
        pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.

        Grafik 3.4 Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia




        Sumber: Bank Indonesia, 2024

        Tingkat Suku Bunga

        Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,13% pada 17 Desember
        2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 13 Desember 2024 tercatat
        meningkat menjadi masing-masing pada level 7,14%, 7,17%, dan 7,24%, dan menarik untuk
        mendukung aliran masuk modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun, per 17
        Desember 2024, masing-masing meningkat menjadi 6,87% dan 7,04% sejalan dengan
        tingginya yield UST tenor 10 tahun.

        Sementara itu, likuiditas perbankan memadai sejalan dengan implementasi bauran kebijakan
        Bank Indonesia, termasuk KLM. Likuiditas yang memadai serta efisiensi perbankan dalam
        pembentukan harga yang makin baik dengan transparansi SBDK, berdampak positif pada
        suku bunga perbankan yang tetap terjaga. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
        kredit pada November 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,71% dan 9,22%, relatif stabil
        dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.




Halaman 21                                                 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 23
        Grafik 3.5     Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia




        Sumber: Bank Indonesia, 2024

        Pertumbuhan kredit/pembiayaan pada November 2024 tetap kuat, mencapai 10,79%
        (yoy). Dari sisi penawaran, kuatnya pertumbuhan kredit dipengaruhi oleh terjaganya minat
        penyaluran kredit perbankan, berlanjutnya realokasi alat likuid ke kredit oleh perbankan,
        besarnya dukungan pendanaan dari pertumbuhan DPK, serta dampak positif KLM Bank
        Indonesia yang disalurkan kepada sektor-sektor prioritas, yaitu sektor Hilirisasi Minerba dan
        Pangan, Otomotif, Perdagangan dan Listrik, Gas dan Air (LGA), Pariwisata dan Ekonomi
        Kreatif, serta UMKM dan hijau. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit didukung oleh
        kinerja usaha korporasi yang terjaga, termasuk pada korporasi yang berorientasi ekspor.

        Sementara itu, berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit
        investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 8,92% (yoy), 13,77% (yoy), dan
        10,94% (yoy) pada November 2024. Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 11,24% (yoy),
        sementara kredit UMKM tumbuh 4,02% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan
        kredit pada 2024 diprakirakan tetap berada pada kisaran 10–12% dan akan meningkat pada
        2025 pada kisaran 11–13%. Bank Indonesia terus mendorong peningkatan pertumbuhan
        kredit, termasuk dengan memperkuat strategi KLM mulai Januari 2025 yang akan diarahkan
        untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan yang dapat mendukung pertumbuhan dan
        penciptaan lapangan kerja.

        Grafik 3.6   Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia




        Sumber: Bank Indonesia, 2024




Halaman 22                                                  00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 24
3.2   Gambaran Umum Konsumsi dan Industri atau Peternakan Unggas

      Perkembangan Konsumsi Unggas di Asia

      Potensi peningkatan konsumsi unggas seiring dengan perubahan pola makan yang memasukkan
      lebih banyak protein berbasis daging dari pola makan yang saat ini didominasi oleh karbohidrat.
      Berdasarkan Poultry Market Report dari Cognitive Market Research, pada tahun 2025
      diperkirakan mencapai USD 364,5 miliar dimana pasar ini tumbuh mencapai USD 564,504 miliar
      pada tahun 2033. Dengan demikian, industri perunggasan global akan mengalami pertumbuhan
      dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 5,62% selama periode 2025
      hingga 2033. Dari total pendapatan pasar global tahun 2025 sebesar USD 364,5 miliar, kawasan
      Asia Pasifik diperkirakan menyumbang 36,10% dari pangsa pasar tersebut. Industri perunggasan
      di Asia Pasifik tumbuh dari USD 105,15 miliar pada tahun 2021 menjadi USD 131,585 miliar
      pada tahun 2025, mencatatkan pertumbuhan sebesar 79,91%. Ke depannya, industri ini
      diproyeksikan akan mencapai USD 213,947 miliar pada tahun 2033, dengan tingkat
      pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 6,264%.

      Berdasarkan data BPS, produksi ayam dari periode 2020 hingga periode 2024 mengalami trend
      yang meningkat dengan CAGR sebesar 4,48%. Namun pada tahun 2024, produksi daging ayam
      tercatat 3,8 juta ton atau menurun 4,05% dari tahun 2023 dimana produksi tersebut didominasi
      oleh pulau Jawa yaitu sebanyak 2,4 ton. Produksi daging ayam pada posisi kedua dan ketiga
      yaitu Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan yang masing masing mencatat sebanyak 0,77 ton
      dan 0,30 ton daging ayam.

      Grafik 3.7 Produksi Daging Ayam Ras berdasarkan Wilayah di Indonesia (2024)

                                                          171     11
                                                  301                       772

                                            161


                  Pulau Sumatera
                  Pulau Jawa
                  Bali dan Nusra
                  Kalimantan
                  Sulawesi
                  Maluku dan Papua


                                                          2.420

      Sumber: BPS, diolah

      Menurut data Badan Pangan Nasional (Bapanas), konsumsi daging ayam ras dalam rumah
      tangga per kapita cenderung meningkat yakni dari 3,55 kg/kapita/tahun pada tahun 2010
      menjadi 7,46 kg/kapita/tahun pada tahun 2023. Peningkatan laju pertumbuhan ini disinyalir
      terjadi karena meningkatnya kesadaran tentang gizi sebagai salah satu sumber protein hewani
      didukung oleh harga yang relatif terjangkau dan mudah diperoleh serta mudah diolah menjadi
      berbagai olahan masakan.




Halaman 23                                                   00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 25
     Produksi daging ayam ras dalam negeri dari tahun ke tahun terus meningkat, disisi lain laju
     pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,25% per tahun berdasarkan hasil Sensus Penduduk
     2020-BPS. Berdasarkan data historis tersebut maka total konsumsi domestik daging ayam ras
     Indonesia akan terus meningkat. Bapanas meproyeksikan pertumbuhan konsumsi daging ayam
     ras per kapita rata-rata sebesar 6,39% sampai dengan tahun 2026.

     Grafik 8. Konsumsi Daging Ayam Ras per Kapita Masyarakat Indonesia (2019-2026)


                                                                                                                          8,98
                                                                                                               8,47
                                                                                                     7,98
                                                                                           7,46
                                                                             7,15
                                                                    6,55
         kilogram/kapita/tahun




                                                             6,04
                                             5,70




                                             2019          2020     2021     2022       2023        2024*     2025*      2026*
     Catatan: Angka tahun 2024-2026 merupakan periode proyeksi
     Sumber: Bapanas, diolah

     Perkembangan Industri Unggas

     Tren industri pertanian Indonesia menunjukkan potensi pemulihan harga yang tetap terbuka,
     sejalan dengan ekspektasi pengeluaran terkait faktor musiman akhir tahun dan kegiatan
     keagamaan. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, harga daging ayam dalam lima tahun
     terakhir mengalami fluktuasi dengan cenderung naik. Penurunan secara signifikan hanya terjadi
     pada tahun 2020 yang dipengaruhi oleh pandemi COVID-19 yang menekan permintaan dan
     terganggunnya distribusi.

     Grafik 8. Harga Rata-Rata Eceran Daging Ayam Broiler, 2019-2023




                                                                                                     36.371
                                                                                                                      36.200
                                 Rupiah/Kg




                                                                                    35.363



                                                    33.863
                                                                    33.463



                                                    2019            2020            2021              2022            2023*

     Catatan: Angka tahun 2023 merupakan angka rata-rata s/d November 2023
     Sumber: Kementerian Pertanian, 2024


Halaman 24                                                                                    00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 26
     Target pasar baru yaitu 68 juta anak muda di Indonesia (10-24 tahun) mencari makanan siap
     saji yang modern yang merupakan 28% dari total populasi. Indonesia salah satu populasi anak
     muda terbesar di dunia dengan kebiasan konsumen pada umumnya mencari berusaha mencari
     makanan yang nyaman dan cepat saji tanpa mengorbankan manfaat Kesehatan. Kondisi tersebut
     menciptakan permintaan akan makanan olahan yang mudah dan bernutrisi, pasar diperkirakan
     akan tumbuh selama 2017 - 2024.

     Grafik 9. Boiler Price Trend (Rp/kg)




     Sumber: Indo premier securities 2023

     Perusahaan peternakan unggas merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan pembibitan
     dan budi daya unggas. Pada tahun 2023, terdapat 574 perusahaan diantaranya berstatus aktif,
     19 perusahaan dengan status tutup sementara dan 2 perusahaan belum berproduksi. Dengan
     demikian, ada 595 perusahaan peternakan unggas di Indonesia. Dari 595 perusahaan
     peternakan unggas yang aktif, tutup sementara, dan belum berproduksi, terdapat 240
     perusahaan yang melakukan kegiatan pembibitan unggas dan 355 perusahaan yang melakukan
     kegiatan budi daya unggas. Perusahaan yang melakukan kegiatan pembibitan diantaranya 80
     perusahaan melakukan pembibitan unggas petelur dan 135 perusahaan pembibitan unggas
     pedaging. Perusahaan yang melakukan budi daya unggas terdiri dari 173 perusahaan budi daya
     unggas petelur, 154 perusahaan budidaya unggas pedaging, dan 28 perusahaan budi daya
     unggas lainnya.

     Produksi yang dihasilkan oleh perusahaan peternakan unggas salah satunya berupa unggas
     potong. Tahun 2023, terdapat 135 juta ekor unggas potong yang diproduksi atau senilai 3.954
     miliar rupiah. Kontribusi terbesar dari produksi unggas potong ini berasal dari perusahaan–
     perusahaan di pulau Jawa yakni sebesar 64,65 persen, pulau Sumatera sebesar 15,54 persen,
     pulau Bali–Nusa Tenggara sebesar 12,90 persen dan pulau Kalimantan 6,91 persen. Sementara
     itu, perusahaan– perusahaan di, Sulawesi, maupun Maluku– Papua masing–masing hanya
     memberikan kontribusi sebanyak kurang dari 1 persen.




Halaman 25                                               00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 27
     Tabel 3-2 Jumlah Perusahaan Peternakan Unggas Menurut Provinsi dan Status Permodalan
                    Provinsi                   PMA                 PMDN              Jumlah
      Sumatera Utara                             1                   11                 12
      Sumatera Barat                             -                    8                  8
      Riau                                       -                    5                  5
      Jambi                                      1                    2                  3
      Sumatera Selatan                           -                    3                  3
      Lampung                                    6                   36                 42
      Kep. Bangka Belitung                       1                    3                  4
      Jawa Barat                                21                  160                181
      Jawa Tengah                               10                   57                 67
      D I Yogyakarta                             1                    8                  9
      Jawa Timur                                 6                   52                 58
      Banten                                    14                   96                110
      Bali                                       1                    3                  4
      Nusa Tenggara Barat                        -                   10                 10
      Kalimantan Barat                           2                    7                  9
      Kalimantan Selatan                         1                   11                 12
      Kalimantan Timur                           1                    8                  9
      Sulawesi Utara                             -                    6                  6
      Sulawesi Tengah                            -                    5                  5
      Sulawesi Selatan                           3                   16                 19
      Gorontalo                                  -                    2                  2
      Papua                                      -                    4                  4
      Lainnya                                    -                   13                 13
                   Indonesia                    69                  526                595
                     2022                       68                  494                562
                     2021                       53                  322                385
                     2020                       45                  354                399
      Sumber: BPS

     c. Analisis operasional dan prospek FFI

        Analisis Operasional

        Berdasarkan laporan laba rugi FFI periode tahun 2020 hingga 2024, terjadi pertumbuhan
        secara penyeluruh pada akun – akun pada laporan labar (rugi) FFI yaitu sebagai berikut:

        Pendapatan

        Laporan pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama periode 2020 hingga 2024,
        Perseroan mengalami penurunan pendapatan yang secara CAGR sebesar negative 0,18%.
        Pendapatan terendah terjadi pada tahun 2020 senilai Rp4.840.364 Juta, sedangkan
        pendapatan tertinggi terjadi pada tahun 2023, yaitu tercatat pendapatan mencapai
        Rp5.935.005 Juta. Sampai dengan periode 2024, pendapatan tercatat sebesar Rp4.875.793
        juta.

        Beban Pokok Pendapatan

        Beban pokok pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama periode 2020 hingga 2024,
        Perseroan mengalami pertumbuhan secara CAGR sebesar negative 0,80%. Beban pokok
        pendapatan terendah terjadi pada tahun 2020 yaitu senilai Rp1.904.776 Juta, sedangkan


Halaman 26                                               00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 28
        peningkatan beban pokok pendapatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar yaitu tercatat
        senilai Rp2.192.746 Juta. Sampai dengan periode 2024, Beban Pokok Pendapatan sebesar
        2.034.959 Juta.

        Laba (Rugi) Kotor


        Laba (rugi) kotor Perseroan selama periode 2020 hingga 2024 mengalami trens dengan
        tingkat CAGR sebesar negative 0,25% dengan margin tertinggi diperoleh pada Desember
        2023 yaitu sebesar Rp3.665.397 Juta. Hingga periode 2024, Perseroan memperoleh laba
        kotor senilai Rp2.840.834 Juta.

        Laba (Rugi) Tahun Berjalan


        Laba (Rugi) Tahun Berjalan Perusahaan selama 31 Desember 2019 sampai dengan 31
        Desember 2024 mengalami trend yang berfluktuatif. Selama periode tersebut tercatat bahwa
        Perseroan masih belum mencatatkan laba. Rugi tahun berjalan periode 2024 tercatat sebesar
        Rp798.247 juta.

        Grafik 3.11       Laporan Laba (Rugi) FFI Periode 2019 hingga Periode 2023
             7.000.000
             6.000.000
             5.000.000
             4.000.000
             3.000.000
             2.000.000
             1.000.000
                     0
             -1.000.000
             -2.000.000
                              2020           2021          2022               2023             2024

                 Pendapatan     Beban pokok pendapatan   Laba sebelum pajak     Laba (rugi) tahun berjalan


        Sumber: Laporan Keuangan FFI, diolah

        Prospek Usaha dan Rencana Ke Depan Industri

        Prospek usaha industri poultry (unggas) di Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek,
        termasuk pertumbuhan pasar, permintaan konsumen, teknologi, dan regulasi pemerintah.
        Berikut adalah beberapa proyeksi utama untuk industri ini:

        1. Pertumbuhan Pasar
            • Pertumbuhan Populasi dan Pendapatan, Peningkatan populasi dan pendapatan
                masyarakat diperkirakan akan terus mendorong permintaan daging ayam dan telur.
                Ini memberikan peluang besar bagi industri poultry untuk berkembang.
            • Urbanisasi, Meningkatnya urbanisasi akan mengubah pola konsumsi dan
                memperbesar pasar untuk produk-produk unggas, terutama di daerah perkotaan.

        2. Permintaan Konsumen
           •   Konsumsi Protein. Kesadaran akan pentingnya konsumsi protein dalam diet
               masyarakat semakin meningkat, yang akan memperkuat permintaan produk unggas.


Halaman 27                                                     00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 29
             •   Produk Olahan Permintaan untuk produk olahan dan siap saji diperkirakan akan
                 meningkat seiring dengan gaya hidup yang semakin sibuk.

        3. Teknologi dan Inovasi
            • Adopsi Teknologi Baru. Teknologi seperti kandang tertutup (closed house system),
               otomatisasi, dan penggunaan IoT (Internet of Things) akan meningkatkan efisiensi
               produksi dan kualitas produk.
            • Pengembangan Pakan. Inovasi dalam pakan unggas, termasuk penggunaan bahan
               baku lokal yang lebih efisien dan ramah lingkungan, akan membantu mengurangi
               biaya produksi dan ketergantungan pada impor.

        4. Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
            • Dukungan Pemerintah. Pemerintah Indonesia diperkirakan akan terus mendukung
               industri ini melalui berbagai program dan subsidi, seperti pelatihan untuk peternak
               dan bantuan teknis.
            • Kesehatan dan Keamanan Pangan. Pengetatan regulasi mengenai kesehatan dan
               keamanan pangan akan meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggas
               Indonesia di pasar internasional.

        5. Ekspor
            • Pasar Ekspor. Potensi untuk memperluas pasar ekspor, terutama ke negara-negara
               Asia Tenggara dan Timur Tengah, yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk
               unggas.
            • Standar Internasional. Peningkatan kualitas produk untuk memenuhi standar
               internasional akan membuka lebih banyak peluang di pasar global.

        6. Tantangan
            • Fluktuasi Harga Pakan. Harga bahan baku pakan yang tidak stabil dapat menjadi
               tantangan utama bagi peternak.
            • Penyakit Unggas. Penyakit seperti flu burung masih menjadi ancaman serius yang
               dapat mengganggu produksi dan pasokan.
            • Kompetisi Global. Persaingan dengan negara lain yang memiliki teknologi lebih maju
               dan biaya produksi lebih rendah dapat mempengaruhi daya saing produk unggas
               Indonesia.

     d. Keuntungan dan kerugian atas Rencana Transaksi

        Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
        • Rencana Transaksi menyebabkan Perseoran mendapatkan dana sebesar Nilai Rencana
           Transaksi yang digunakan untuk melunasi liabilitas, sehingga akan meningkatkan rasio
           likuiditas Perseroan.

        Kerugian Rencana Transaksi:
        • Rencana Transaksi akan menyebabkan kepemilikan pemegang saham JAI oleh FFI menjadi
           terdilusi, dari semula sebesar 70% menjadi 55%. Berikut merupakan perubahan
           kepemilikan pemegang saham tanpa Rencana Transaksi dan Dengan Rencana Transaksi:




Halaman 28                                                00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 30
                                                     Tanpa Rencana Transaksi
                                                                                Persentase
                  Pemegang Saham         Jenis Saham      Jumlah Saham                                 Jumlah (Rp)
                                                                               Kepemilikan
          FFI                               Seri B                  35.000             12,54%           41.599.985.000
          FFI                              Seri A                160.427               57,46%          160.427.000.000
          Djajeng Pristiwan                Seri A                   41.877             15,00%           41.877.000.000
          Erwin FX Bengie                  Seri A                   41.877             15,00%           41.877.000.000
          Total                                                  279.181              100,00%          285.780.985.000


                                                   Dengan Rencana Transaksi
                                            Jenis                               Persentase
                  Pemegang Saham                          Jumlah Saham                                 Jumlah (Rp)
                                           Saham                               Kepemilikan
          FFI                              Seri B                   35.000             12,54%           41.599.985.000
          FFI                              Seri A               118.550                42,46%          118.550.000.000
          SFN                              Seri A                   41.877             15,00%           41.877.000.000
          Djajeng Pristiwan                Seri A                   41.877             15,00%           41.877.000.000
          Erwin FX Bengie                  Seri A                   41.877             15,00%           41.877.000.000
          Total                                                 279.181               100,00%          285.780.985.000




3.4   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

      Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas Rencana Transaksi, sebagai berikut:

      a. Penilaian kinerja historis

         Tabel 3-1 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian FFI (Dalam Juta Rupiah)
                                             Des              Des              Des               Des            Des
                        Uraian
                                            2020             2021              2022             2023           2024
          Aset lancar                      1.563.157        1.178.140        1.272.160           947.542       616.599
          Aset tidak lancar                2.163.843        2.378.851        2.550.245          2.963.002     2.912.621
          Total Aset                       3.727.000        3.556.990        3.822.405          3.910.544     3.529.220
          Liabilitas jangka pendek         1.480.239        1.360.688        1.606.888          1.971.044     2.291.914
          Liabilitas jangka panjang        1.000.076        1.277.113        1.154.494          1.215.623     1.109.574
          Total Liabilitas                 2.480.315        2.637.801        2.761.382          3.186.667     3.401.489
          Total Ekuitas                    1.246.684          919.189        1.061.023           723.877       127.732
          Total Liabilitas dan Ekuitas     3.727.000        3.556.990        3.822.405          3.910.544     3.529.220


         Total aset mengalami kenaikan setiap tahunnya kecuali pada tahun 2024 dengan rata-rata
         senilai 0,98% pada tahun 2020 sampai 2024 disebabkan kenaikan aset tidak lancar setiap
         tahunnya meningkat. Sampai dengan 31 Desember 2024, total aset tercatat sebesar
         Rp3.529.220 juta.

         Total Liabilitas mengalami fluktuasi setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar
         15,06%. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu tercatat senilai Rp2.480.315
         disebabkan kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang jatuh tempo dalam satu tahun dan
         akun lainnya. Total liabilitas per 31 Desember 2024 sebesar Rp3.401.489 juta.

         Total Ekuitas berfluktuasi setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan senilai negatif
         43,42% pada tahun 2020 sampai 2024 disebabkan penurunan saldo laba. Kenaikan tertinggi

Halaman 29                                                              00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 31
        terjadi pada tahun 2022 sebesar 15,43% disebabkan peningkatan pada saldo laba. Total
        Ekuitas per 31 Desember 2024 sebesar Rp127.732 juta.

        Tabel 3-2 Laporan Laporan Laba Rugi Konsolidasian FFI (Dalam Juta Rupiah)
                                                Des             Des               Des               Des          Des
                      Uraian
                                               2020            2021               2022             2023          2024
         Pendapatan                           4.840.364       4.840.596       5.857.474            5.935.005    4.875.793
         Beban pokok pendapatan               1.971.473       1.904.776       2.192.746            2.269.607    2.034.959
         Beban penjualan dan umum             2.868.891       2.935.820       3.664.728            3.665.397    2.840.834
         Beban Keuangan                        (447.416)      (339.202)           (42.264)         (301.934)    (784.002)
         Laba sebelum pajak                    (460.789)      (384.612)           (93.410)         (369.922)    (862.560)
         Laba (rugi) tahun berjalan            (377.185)      (295.738)           (77.448)         (418.212)    (798.247)


        Selama Periode 2020 sampai dengan periode 2024 pendapatan FFI mengalami peningkatan
        pertumbuhan dengan CAGR sebesar 0,18%, dengan peningkatan tertinggi terjadi pada
        periode 2022 yang tercatat sebesar 21,01%. Seiring dengan pendapatan, beban pokok
        pendapatan mengalami fluktuasi dengan tingkat CAGR sebesar 0,80%. Pada periode 2020
        hingga 2024, Perseroan belum mencatatkan laba tahun berjalan.

        Tabel 3-3     Laporan Arus Kas FFI Konsolidasian (Dalam Juta Rupiah)
                                                        Des             Des              Des           Des        Des
                           Uraian
                                                       2020            2021             2022          2023       2024
         Arus kas dari aktivitas operasi               203.012         (18.216)         267.500      383.332     148.560
         Arus kas dari aktivitas investasi            (303.070)       (273.880)     (341.395)       (712.019)   (293.619)
         Arus kas dari aktivitas pendanaan             120.478            9.825          19.640      (15.565)          248
         Kenaikan bersih kas dan setara kas                20.419     (282.271)         (54.254)    (344.252)   (144.810)
         Kas dan setara kas pada awal tahun            861.748         882.912          601.014      548.931     208.855
         Kas dan setara kas pada akhir tahun           882.912         601.014          548.931      208.855      64.830


        Arus kas FFI dari aktivitas operasi merupakan arus kas masuk dan keluar dari aktivitas operasi.
        Pada periode 31 Desember 2024, FFI membukukan arus kas masuk dari aktivitas operasional
        sebesar Rp148.560 juta.

        Arus kas keluar FFI untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset tetap,
        dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2024, FFI membukukan arus kas
        keluar untuk aktivitas investasi sebesar Rp293.619.

        Arus kas masuk FFI dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari pemilik
        entitas induk. Pada periode 31 Desember 2024, FFI membukukan arus kas masuk untuk
        aktivitas pendanaan sebesar negative Rp248 juta.

     b. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen FFI

        Atas dasar Rencana Transaksi, berikut merupakan proyeksi keuangan yang disusun oleh
        Manajemen Perseroan:




Halaman 30                                                                00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 32
        Tabel 3-4 Proyeksi FFI Posisi Keuangan Konsolidasian FFI dengan Rencana Transaksi (dalam
                       Jutaan Rupiah)
                                               31 Des             31 Des             31 Des           31 Des         31 Des
                         Uraian
                                                2025               2026               2027             2028           2029
         Aset lancar                             610.521           698.750             987.927        1.419.233      1.886.182
         Aset tidak lancar                     3.022.411          2.869.368          2.687.695        2.597.635      2.522.680
         Total Aset                            3.632.932          3.568.118          3.675.623        4.016.868      4.408.862
         Liabilitas jangka pendek              1.343.238          1.089.397            946.961          934.394        994.102
         Liabilitas jangka panjang             2.158.860          2.084.311          1.997.243        1.896.212      1.778.219
         Total Liabilitas                      3.502.098          3.173.708          2.944.204        2.830.606      2.772.321
         Total Ekuitas                           130.834           394.409             731.418        1.186.263      1.636.541
         Total Liabilitas dan Ekuitas          3.632.932          3.568.118          3.675.623        4.016.868      4.408.862


        Tabel 3-5 Proyeksi Laba (Rugi) Konsolidasian FFI dengan Rencana Transaksi (dalam Jutaan
                       Rupiah)
                         Uraian                 2025               2026               2027             2028           2029
         Pendapatan                            5.084.317          5.984.294          6.246.066        6.505.417      6.796.149
         Beban pokok pendapatan               (1.885.205)     (2.171.443)           (2.239.951)      (2.313.968)    (2.422.047)
         Laba (Rugi) Kotor                     3.199.112          3.812.852          4.006.115        4.191.449      4.374.102
         Laba (Rugi) sebelum Pajak             (128.987)           360.133             460.208          543.269        605.439
         Beban pajak                                     -         (48.871)            (56.348)         (88.425)     (155.161)
         Laba (rugi) Tahun Berjalan            (128.987)           311.262             403.860          454.844        450.278


        Tabel 3-6 Proyeksi Arus Kas Konsolidasian FFI dengan Rencana Transaksi (dalam Jutaan
                       Rupiah)
                            Uraian                   2025              2026               2027           2028          2029
         Arus kas dari aktivitas operasi               (59.318)        600.943            859.307      1.053.626     1.103.784
         Arus kas dari aktivitas investasi          (155.859)         (231.976)          (208.208)      (220.627)     (248.259)
         Arus kas dari aktivitas pendanaan             233.815        (344.428)          (358.098)      (374.411)     (388.051)
         Kenaikan bersih kas dan setara kas             18.638             24.539         293.002        458.588       467.475
         Kas dan setara kas pada awal tahun             64.830             83.468         108.007        401.009       859.596
         Kas dan setara kas pada akhir tahun            83.468         108.007            401.009        859.596     1.327.071


        Berdasarkan tabel proyeksi keuangan konsolidasian FFI pada periode 2025 sampai 2029, FFI
        mencatatkan kenaikan total aset pada periode 2025 hingga 2029 meskipun mengalami
        penurunan pada tahun 2026 dibandingkan periode proyeksi sebelumnya yang disebabkan
        karena adanya penurunan signifikan pada aset tetap berupa other non current assets dan
        deffered tax assets. Kemudian, terjadi kenaikan pendapatan dan kenaikan arus kas operasi
        selama periode proyeksi.

     c. Analisis Rasio Keuangan

        Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
        untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
        laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
        macam rasio keuangan FFI.




Halaman 31                                                                  00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 33
        Tabel 3-7      Historis Rasio Keuangan FFI
                   Rasio Keuangan                  2020     2021       2022      2023      2024      Average
         Rasio Aktivitas (x)
         Rasio perputaran total aset                 1,30      1,36      1,53      1,52       1,38       1,42
         Rasio perputaran piutang                   20,55     40,24     31,46     19,76      27,33      27,87
         Rasio perputaran utang usaha                5,91      5,97      5,40      4,52       4,30       5,22
         Rasio perputaran persediaan                 8,04      6,78      6,32      7,49       8,31       7,39
         Rasio Likuiditas (x)
         Rasio lancar                                1,06      0,87      0,79      0,48       0,27       0,69
         Rasio cepat                                 0,89      0,66      0,58      0,33       0,16       0,52
         Rasio kas                                   0,60      0,44      0,34      0,11       0,03       0,30
         Rasio Profitabilitas (%)
         Rasio laba atas aset                     -10,12%    -8,31%    -2,03%   -10,69%    -22,62%    -10,75%
         Rasio laba atas ekuitas                  -30,26%   -32,17%    -7,30%   -57,77%   -624,94%   -150,49%
         Rasio Solvabilitas (%)
         Rasio total Liabilitas / total aset       66,55%    74,16%    72,24%    81,49%     96,38%    78,16%
         Rasio total Liabilitas / total ekuitas   198,95%   286,97%   260,26%   440,22%   2663,00%   769,88%


        Rasio Aktivitas

        Rasio Aktivitas merupakan suatu rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur efektivitas
        perusahaan dalam menggunakan aktiva atau sumberdaya yang dimilikinya.

        ▪ Rasio Perputaran Total Aset
          Rasio perputaran aset adalah rasio yang mencerminkan tingkat efisiensi perusahaan dalam
          memanfaatkan seluruh aset yang dimilikinya untuk menghasilkan penjualan dalam satu
          periode. Perputaran total aset periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2024 rata-rata
          sebesar 1,42x. Pada 31 Desember 2024, rasio perputaran total aset tercatat sebesar 1,38x.

        ▪ Rasio Perputaran Piutang Usaha
          Rasio perputaran piutang usaha adalah rasio yang mencerminkan kecepatan piutang
          usaha berhasil ditagih oleh perusahaan dalam satu periode. Rata-rata perputaran piutang
          usaha periode 2020 hingga 2024 sebesar 27,87 kali. Pada 31 Desember 2024, rasio
          perputaran piutang usaha tercatat sebesar 27,33 kali atau selama 13 hari.

        ▪ Rasio Perputaran Persediaan
          Rasio perputaran persediaan adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama persediaan
          tersimpan dalam satu periode. Perputaran persediaan periode 31 Desember 2020 – 31
          Desember 2024 rata-rata sebesar 7,39 kali. Pada 31 Desember 2024, rasio perputaran
          persediaan tercatat sebesar 8,31 kali atau selama 22 hari.

        ▪ Rasio Perputaran Utang Usaha
          Rasio perputaran utang usaha adalah rasio yang mencerminkan seberapa lama hutang
          usaha perusahaan dapat dibayarkan dalam satu periode. Rata-rata rasio perputaran utang
          usaha selama periode 2020 hingga 2024 sebesar 5,22 kali. Pada 31 Desember 2024,
          rasio perputaran utang usaha tercatat sebesar 4,30 kali atau selama 42 hari.

        Rasio Likuiditas

        Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
        mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
        31 Desember 2020 – 31 Desember 2024, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
        selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 0,69 kali, 0,52 kali dan 0,30 kali. Pada 31 Desember


Halaman 32                                                            00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 34
        2024 rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas Perseroan sebesar 0,27 kali, 0,16 kali dan 0,03
        kali. Hal ini menunjukkan bahwa sepanjang periode historis, Perseroan belum sepenuhnya
        mampu membayar seluruh liabilitas jangka pendeknya hanya dengan menggunakan aset
        lancar yang dimiliki, mengingat rasio lancar selama lima tahun terakhir rata-rata berada di
        bawah 1 kali.

        Rasio Profitabilitas

        Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
        laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
        2020 – 31 Desember 2024 rata-rata negative 1,25% per tahun.

        Ratio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2020
        – 31 Desember 2024 rata-rata sebesar negative 8,28% per tahun.

        Rasio Solvabilitas

        Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
        Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
        dilikuidasi.

        Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
        terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2020 – 31 Desember 2024
        masing-masing adalah sebesar negatif 10,75% dan negatif 150,49%.

     d. Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan FFI di Masa yang akan Datang

        Mengacu pada proyeksi dan laporan keuangan proforma Perseroan, Rencana Transaksi
        memberikan dampat pada penurunan liabilitas Perseroan dikarenakan adanya pembayaran
        liabilitas berupa beban akrual setelah penerimaan kas atas Rencana Transaksi.

        Berdasarkan analisa rasio likuiditas dapat dilihat pada tabel dibawah ini, bahwa setelah
        adanya transaksi, tingkat current ratio dan quick ratio pada tahun proyeksi mengalami
        peningkatan sebagai berikut:

                  Rasio Keuangan               2025       2026      2027     2028      2029     Average
         Rasio Likuiditas Sebelum Rencan Transaksi (x)
         Rasio lancar                             0,44      0,61      0,99     1,44      1,80      1,21
         Rasio cepat                              0,27      0,38      0,70     1,15      1,52      0,94
         Rasio Likuiditas Setelah Rencana Transaksi (x)
         Rasio lancar                             0,45      0,64      1,04     1,52      1,90      1,28
         Rasio cepat                              0,28      0,40      0,74     1,22      1,60      0,99


        Dengan melihat Analisa diatas, Rencana Transaksi memberkan dampat posistif terhadap
        likuiditas Perseroan yang ditunjukkan pada peningkatan rasio likuiditas berupa rasio lancar
        dan rasio cepat akibat Rencana Transaksi.




Halaman 33                                                         00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 35
     e. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
        transaksi dilakukan

        Mengacu pada Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang disiapkan oleh
        manajemen untuk periode 31 Desember 2024, maka dampak keuangan atas Rencana
        Transaksi tercermin dalam tabel dibawah ini:

        Tabel 3-8      Laporan Posisi Keuangan Proforma FFI (dalam Jutaan Rupiah)
                                                               Audit Report       Rencana          Proforma
                                Uraian
                                                               31 Des 2024        Transaksi       31 Des 2024
         Aset
         Aset Lancar
         Kas dan setara kas                                          64.830                   -         64.830
         Piutang lain - lain                                                                                 -
            Pihak berelasi                                          165.976                   -        165.976
            Pihak ketiga                                             12.419                   -         12.419
         Persediaan                                                 244.757                   -        244.757
         Biaya dibayar dimuka                                        21.217                   -         21.217
         Aset lancar lainnya                                        107.400                   -        107.400
                                                                    616.599                   -        616.599
         Aset Tidak Lancar
         Investasi pada entitas asosiasi                             42.263                   -         42.263
         Aset tetap, neto                                           879.451                   -        879.451
         Biaya renovasi bangunan sewa ditangguhkan, neto            549.334                   -        549.334
         Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto                         -                   -              -
         Beban ditangguhkan, neto                                   213.051                   -        213.051
         Aset hak guna, neto                                        427.645                   -        427.645
         Aset pajak tangguhan, neto                                 175.692                   -        175.692
         Aset tidak lancar lainnya                                  625.185                   -        625.185
                                                                  2.912.621                   -      2.912.621
         Jumlah Aset                                              3.529.220                   -      3.529.220

         Liabilitas
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang obligasi, neto                                                 -               -
         Utang usaha                                                                          -
            Pihak ketiga                                            429.242                   -        429.242
            Pihak berelasi                                           43.570                   -         43.570
         Utang lain - lain
            Pihak ketiga                                            415.543                  -         415.543
            Pihak berelasi                                            1.541                  -           1.541
         Utang pajak                                                217.701                  -         217.701
         Utang bank jangka pendek                                   377.582                  -         377.582
         Beban akrual                                               289.121           (54.440)         234.681
         Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:
            Sewa pembiayaan/liabilitas sewa                          97.045                  -          97.045
            Pembiayaan konsumen                                       5.504                  -           5.504
            Utang bank jangka panjang                               300.000                  -         300.000
         Utang bunga atas obligasi                                        -                  -               -
         Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                      74.575                  -          74.575
         Liabilitas jangka pendek lainnya                               490                  -             490
         Uang muka dari pemegang saham                               40.000                  -          40.000
                                                                  2.291.914           (54.440)       2.237.474
         Liabilitas Jangka Panjang
         Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah dikurangi
         bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun             184.122                   -        184.122
         Utang pembiayaan konsumen, setelah dikurangi
         bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun               1.674                   -          1.674
         Utang obligasi, neto                                             -                   -              -
         Utang bank jangka panjang                                  353.606                   -        353.606


Halaman 34                                                         00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 36
                                                          Audit Report     Rencana          Proforma
                                  Uraian
                                                          31 Des 2024      Transaksi       31 Des 2024
          Liabilitas imbalan kerja jangka panjang              570.172                -         570.172
                                                             1.109.574                -       1.109.574
          Jumlah Liabilitas                                  3.401.489         (54.440)       3.347.049

          Ekuitas
          Modal saham                                          199.514               -          199.514
          Agio saham                                               944               -              944
          Dikurangi saham treasuri                              (3.273)              -           (3.273)
          Saldo laba                                          (148.821)         12.563         (136.258)
                                                                48.365          12.563           60.928
          Kepentingan nonpengendali                             79.367          41.877          121.244
          Jumlah Ekuitas                                       127.732          54.440          182.172
          Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                      3.529.220               -        3.529.220


        Tabel 3-5     Laporan Laba (Rugi) Proforma FFI (dalam Jutaan Rupiah)
                                                          Audit Report     Rencana          Proforma
                                  Uraian
                                                          31 Des 2024      Transaksi       31 Des 2024
          Pendapatan                                         4.875.793                 -      4.875.793
          Beban pokok pendapatan                            (2.034.959)                -     (2.034.959)
          Laba bruto                                         2.840.834                 -      2.840.834

          Beban penjualan dan distribusi                    (2.717.435)              -       (2.717.435)
          Beban umum dan administrasi                         (690.453)              -         (690.453)
          Beban operasi lainnya                               (279.957)              -         (279.957)
          Penghasilan operasi lainnya                           63.008          12.563           75.572
          Laba (Rugi) Usaha                                   (784.002)         12.563         (771.439)

          Penghasilan keuangan                                    3.252              -            3.252
          Pajak final atas penghasilan keuangan                    (650)             -             (650)
          Beban keuangan                                        (81.454)             -          (81.454)
          Bagian atas laba entitas asosiasi                         295              -              295
          Laba Sebelum Pajak                                  (862.560)         12.563        (849.997)
          Manfaat (beban) pajak penghasilan                      64.313              -           64.313
          Laba tahun berjalan                                 (798.247)         12.563        (785.684)


         Asumsi - asumsi laporan keuangan proforma secara konsolidasi yang digunakan adalah
         sebagai berikut:

         1. Pada sisi laba (rugi) usaha berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi
            peningkatan penghasilan operasi lainna senilai Rp12.563 juta dimana hal tersebut terjadi
            karena adanya pencatatan laba atas Rencana Transaksi.
         2. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi
            penurunan beban akrual senilai Rp54.440 juta dimana terjadi karena adanya
            pembayaran liabilitas berupa beban akrual akibat adanya Rencana Transaksi.
         3. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami
            peningkatan sebesar senilai Rp54.440 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak
            atas meningkatnya non controlling interest dan saldo laba akibat dari adanya Rencana
            Transaksi.

3.5   Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi

      Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
      nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.



Halaman 35                                                    00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 37
      a. Nilai Rencana Transaksi

         Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Pendahuluan Jua Beli Saham JAI, Total Nilai Rencana
         Transaksi adalah sebesar Rp 54.440.100.000,- (Lima Puluh Empat Miliar Empat Ratus Empat
         Puluh Juta Seratus Ribu Rupiah) atau 41.877 (Empat Puluh Satu Ribu Delapan Ratus Tujuh
         Puluh Tujuh) lembar saham Seri A.


      b. Hasil Laporan Penilaian Saham Obyek Rencana Transaksi

         Berdasarkan kepada Laporan Penilaian Saham berupa valuasi nilai saham yang diterbitkan
         oleh KJPP FDI&R No.00061/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025tanggal 24 Juni 2025,
         diperoleh hasil penilaian sebagai berikut:

         Tabel 3-6   Hasil Penilaian Saham
                                          Uraian                                   Satuan    Nilai Pasar

          Nilai Pasar 15% Saham JAI per 31 Desember 2024                           Rp Juta        21.725




      c. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

         Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai Pasar 15% Ekuitas
         JAI milik FFI oleh Penilai Independen dengan Nilai Rencana Transaksi sebagai berikut:

         Tabel 3-7   Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

                                        Uraian                               Satuan          Jumlah

          Nilai Pasar 15% Ekuitas JAI                                        Rp Juta             21.725
          Batas Atas (7,5%)                                                  Rp Juta             23.354
          Batas Bawah (7,5%)                                                 Rp Juta             20.095
          Nilai Rencana Transaksi                                            Rp Juta             54.440
          Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar                 %               150,59%


         Berdasarkan uraian di atas, bahwa Nilai Rencana Transaksi adalah 150,59% diatas nilai pasar
         dimana tidak berada pada kisaran nilai yang sesuai dengan POJK 35/2020 mengenai batas
         atas dan batas bawah untuk kisaran nilai transaksi tidak melebihi 7,5% sehingga Nilai Rencana
         Transaksi adalah Tidak Wajar.


3.6   Analisis Faktor Lain Yang Relevan

      a. Analisis Inkremental

         Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
         Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2025-2029
         yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
         Transaksi adalah sebagai berikut:




Halaman 36                                                       00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 38
        Tabel 3-8    Laporan Inkremental Proyeksi Konsolidasi FFI (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                  Des          Des          Des          Des          Des
                      URAIAN
                                                 2025         2026         2027         2028         2029
          Liabilitas Jangka Pendek
          Sebelum Rencana Transaksi            1.397.678    1.143.838    1.001.401     988.834     1.048.542
          Setelah Rencana Transaksi            1.343.238    1.089.397      946.961     934.394       994.102
          Inkremental                            (54.440)     (54.440)     (54.440)    (54.440)      (54.440)
          Total Liabilitas
          Sebelum Rencana Transaksi            3.556.538    3.228.149    2.998.644    2.885.046    2.826.761
          Setelah Rencana Transaksi            3.502.098    3.173.708    2.944.204    2.830.606    2.772.321
          Inkremental                            (54.440)     (54.440)     (54.440)     (54.440)     (54.440)
          Total Ekuitas
          Sebelum Rencana Transaksi               76.394     339.969      676.978     1.131.823    1.582.101
          Setelah Rencana Transaksi              130.834     394.409      731.418     1.186.263    1.636.541
          Inkremental                             54.440      54.440       54.440        54.440       54.440


        Berdasarkan tabel Analisis Inkremental Proyeksi Konsolidasian, nilai tambah dengan
        terlaksananya Rencana Transaksi berupa penurunan pada total liabilitas yaitu pada akun
        beban akrual dan terjadi peningkatan pada total ekuitas yaitu pada akun saldo laba dan non
        controlling interest, sedangkan pendapatan di tahun proyeksi yang diatribusikan kepada FFI
        tidak mengalami perubahan sebelum Rencana Transaksi.

    b. Analisis Biaya atau pendapatan yang relevan

        Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
        Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
        manajemen Perseroan.

     c. Informasi non keuangan yang relevan

        Transaksi ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam rangka mendukung ekspansi
        dan kelancaran operasional JAI. Tujuan dari pengalihan saham ini adalah untuk memperkuat
        struktur pendanaan dan mendukung pertumbuhan bisnisJAI, termasuk namun tidak terbatas
        pada peningkatan kapasitas operasional, pengembangan jaringan usaha, serta percepatan
        pelaksanaan proyek-proyek strategis. Dengan struktur kepemilikan yang baru, diharapkan
        fleksibilitas dan efisiensi dalam menjalankan kegiatan usaha JAI dapat lebih ditingkatkan,
        namun tetap sejalan dengan visi dan arah strategis Perseroan sebagai pengendali.

     d. Analisis Sensitivitas (Sensitivity Analysis)

        Analisis Sensitivitas

        Analisis sensitivitas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang
        memengaruhi terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dengan melakukan perubahan penurunan
        dan atau kenaikan sebesar 2,5% terhadap pendapatan dan beban pokok penjualan Perseroan,
        sehingga dapat diketahui seberapa besar sensitivitas Rencana Transaksi terhadap laba (rugi)
        usaha, laba (rugi) bersih Perseroan. Analisis sensitivitas tersebut disajikan sebagai berikut:




Halaman 37                                                        00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 39
         Tabel 3-9      Analisis Sensitivitas
                                                  Des           Des           Des          Des           Des
                       URAIAN
                                                 2025          2026          2027         2028          2029
          Kondisi Normal
          Pendapatan-neto                       5.084.317    5.984.294     6.246.066     6.505.417     6.796.149
          Beban Pokok Penjualan            (1.885.205)      (2.171.443)   (2.239.951)   (2.313.968)   (2.422.047)
          Laba Kotor                            3.199.112    3.812.852     4.006.115     4.191.449     4.374.102
          Laba (Rugi) Usaha                         (449)      478.430       565.404       634.196       680.825
          Laba (Rugi) Bersih Tahun
                                                (128.987)      311.262       403.860       454.844       450.278
          Berjalan
          Pendapatan Perseroan naik 2,5% daan Beban naik 2,5%
          Pendapatan                            5.211.425    6.133.902     6.402.217     6.668.052     6.966.052
          Beban Pokok Penjualan            (1.932.335)      (2.225.729)   (2.295.950)   (2.371.817)   (2.482.598)
          Laba Kotor                            3.279.090    3.908.173     4.106.268     4.296.235     4.483.454
          Laba (Rugi) Usaha                      (49.009)      455.454       560.361       648.055       714.792
          Laba (Rugi) Bersih Tahun
                                                 (49.009)      355.254       437.081       505.483       557.537
          Berjalan
          Pendapatan Perseroan turun 2,5% dan Beban naik 2,5%
          Pendapatan                            4.957.209    5.834.687     6.089.914     6.342.781     6.626.245
          Beban Pokok Penjualan            (1.932.335)      (2.225.729)   (2.295.950)   (2.371.817)   (2.482.598)
          Laba Kotor                            3.024.874    3.608.958     3.793.964     3.970.964     4.143.647
          Laba (Rugi) Usaha                     (303.225)      156.239       248.057       322.784       374.984
          Laba (Rugi) Bersih Tahun
                                                (303.225)      121.867       193.485       251.772       292.488
          Berjalan


         Berdasarkan tabel di atas, baik kenaikan maupun penurunan 2,5% pendapatan dan beban
         pokok penjualan Perseroan tidak berdampak secara signifikan pada laba bersih tahun
         berjalan. Perseroan tetap mampu mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan
         bahwa Perseroan masih mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang serta memiliki trend
         kenaikan selama periode pengamatan.



3.7   Kesimpulan

      Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
      kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
      keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi Penjualan Saham JAI oleh FFI kepada SFN,
      adalah Tidak Wajar.

      Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan. Kami menyatakan dengan
      sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak
      independent yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun dimasa datang
      terkait dengan usaha FFI, SFN maupun pihak-pihak terkait atas Rencana Transkasi yang
      dilakukan.




Halaman 38                                                            00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 40
                             ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

 1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
 2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
     pendapat kewajaran.
 3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
 4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
 5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
 6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
     disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang
     Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar
     Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
 8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Analisis Pendapat Kewajaran dari
     Pemberi Tugas.
 9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
     pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
 10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
     hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
     karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
 11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
     dengan kondisi Objek Analisis Pendapat Kewajaran , dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya
     bukan menjadi tanggung jawab kami.
 12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam
     laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung
     jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
 13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
     dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
     penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
     mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
 14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
     penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand, Danar,
     Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
     maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 39                                                    00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 41
                                      PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:

1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajarab adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap Objek Analisis Pendapat
    Kewajaran.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Pendapat Kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
    35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
    Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek analisis
    pendapat kewajaran.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
    Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
    data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
    dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
    atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek analisis pendapat kewajaran pada
    tanggal penilaian (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
    kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan kewajaran rencana transaksi.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
    terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 40                                                 00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 42
                          Penilai                                    Tanda Tangan
 Penanggung Jawab:
 M. Ichsan Suud, S.P., M.B.A., MAPPI (Cert.)
 Izin Penil
 ai Bisnis No.           : B-1.16.00453
 MAPPI No.               : 10-S-02571
 STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PJ-1/PM.021/2025
 RMK No.                 : RMK-2017-00526

 Pemeriksa:
 Bangkit Widhi Raharjo, S.E.
 MAPPI No.               : 15-T-06112
 RMK No.                 : RMK-2017.01119




 Penilai:
 Yus Dwiantoro, S.Kom.
 MAPPI No.             : 21-P-10897
 RMK No.               : RMK-2023.04530




 Asisten Penilai:
 Ratu Ayu Okta K., S.Ak.
 MAPPI No.               : 24-A-12454




Halaman 41                                               00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 43
             LAMPIRAN




Halaman 42          00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 44
 Lampiran 1
 ANALISA RENCANA TRANSAKSI
 Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
 Per tanggal 31 Desember 2024
                                                              (dalam Jutaan Rupiah)
                                            Nilai          Ekuitas
             Keterangan                                                     %
                                   Rencana Transaksi          FFI
 Rencana Transaksi                              54.440        127.732         42,62%




                                                                               7,50%
                        Uraian                              Satuan         Jumlah

 Nilai Pasar 15% Ekuitas JAI                                Rp Juta         21.725
 Batas Atas (7,5%)                                          Rp Juta         23.354
 Batas Bawah (7,5%)                                         Rp Juta         20.095
 Nilai Rencana Transaksi                                    Rp Juta         54.440
 Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai               %            150,59%


 Berdasarkan analisis diatas, maka Rencana Transaksi adalahTidak Wajar




Halaman 43                                         00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 45
Lampiran 2
PROFORMA NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024

                                                            Audit Report     Rencana          Neraca
                    Uraian                        Satuan
                                                            31 Des 2024      Transaksi      31 Des 2023
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                Rp Juta          64.830            -           64.830
Piutang lain - lain                                                                                 -
   Pihak berelasi                                 Rp Juta        165.976             -          165.976
   Pihak ketiga                                   Rp Juta         12.419             -           12.419
Persediaan                                        Rp Juta        244.757             -          244.757
Biaya dibayar dimuka                              Rp Juta         21.217             -           21.217
Aset lancar lainnya                               Rp Juta        107.400             -          107.400
                                                                616.599             -          616.599
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi                   Rp Juta         42.263             -           42.263
Aset tetap, neto                                  Rp Juta        879.451             -          879.451
Biaya renovasi bangunan sewa ditangguhkan, neto   Rp Juta        549.334             -          549.334
Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto          Rp Juta            -               -              -
Beban ditangguhkan, neto                          Rp Juta        213.051             -          213.051
Aset hak guna, neto                               Rp Juta        427.645             -          427.645
Aset pajak tangguhan, neto                        Rp Juta        175.692             -          175.692
Aset tidak lancar lainnya                         Rp Juta        625.185             -          625.185
                                                  Rp Juta     2.912.621             -        2.912.621
Jumlah Aset                                       Rp Juta     3.529.220             -        3.529.220

Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang obligasi, neto                              Rp Juta             -              -
Utang usaha                                                                          -
   Pihak ketiga                                   Rp Juta        429.242             -          429.242
   Pihak berelasi                                 Rp Juta         43.570             -           43.570
Utang lain - lain                                 Rp Juta
   Pihak ketiga                                   Rp Juta        415.543             -          415.543
   Pihak berelasi                                 Rp Juta          1.541             -            1.541
Utang pajak                                       Rp Juta        217.701             -          217.701
Utang bank jangka pendek                          Rp Juta        377.582             -          377.582
Beban akrual                                      Rp Juta        289.121         (54.440)       234.681
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:          Rp Juta
   Sewa pembiayaan/liabilitas sewa                Rp Juta         97.045             -           97.045
   Pembiayaan konsumen                            Rp Juta          5.504             -            5.504
   Utang bank jangka panjang                      Rp Juta        300.000             -          300.000
Utang bunga atas obligasi                         Rp Juta            -               -              -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek            Rp Juta         74.575             -           74.575
Liabilitas jangka pendek lainnya                  Rp Juta            490             -              490
Uang muka dari pemegang saham                                     40.000             -           40.000
                                                  Rp Juta     2.291.914         (54.440)     2.237.474
Liabilitas Jangka Panjang
Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu     Rp Juta
satu tahun                                                       184.122             -          184.122

Utang pembiayaan konsumen, setelah dikurangi      Rp Juta
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun                     1.674             -            1.674
Utang obligasi, neto                              Rp Juta            -               -              -
Utang bank jangka panjang                         Rp Juta        353.606             -          353.606
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang           Rp Juta        570.172             -          570.172
                                                  Rp Juta     1.109.574             -        1.109.574
Jumlah Liabilitas                                 Rp Juta     3.401.489         (54.440)     3.347.049

Ekuitas
Modal saham                                       Rp Juta        199.514            -           199.514
Agio saham                                        Rp Juta             944           -                944
Dikurangi saham treasuri                          Rp Juta          (3.273)          -             (3.273)
Saldo laba                                                      (148.821)        12.563        (136.258)
                                                  Rp Juta        48.365         12.563          60.928
Kepentingan nonpengendali                         Rp Juta         79.367         41.877         121.244
Jumlah Ekuitas                                    Rp Juta       127.732         54.440         182.172
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                     Rp Juta     3.529.220               0      3.529.220


Halaman 44                                                                     00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 46
Lampiran 3
PROFORMA LABA RUGI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024

                                                              Audit Report     Rencana   Neraca Proforma
                     Uraian                         Satuan
                                                              31 Des 2024      Transaksi  31 Des 2024
Pendapatan                                         Rp Juta       4.875.793             -        4.875.793
Beban pokok pendapatan                             Rp Juta      (2.034.959)            -       (2.034.959)
Laba bruto                                         Rp Juta     2.840.834               -      2.840.834

Beban penjualan dan distribusi                     Rp Juta       (2.717.435)           -        (2.717.435)
Beban umum dan administrasi                        Rp Juta         (690.453)           -          (690.453)
Beban operasi lainnya                              Rp Juta         (279.957)           -          (279.957)
Penghasilan operasi lainnya                        Rp Juta           63.008       12.563            75.572
Laba (Rugi) Usaha                                  Rp Juta        (784.002)      12.563          (771.439)

Penghasilan keuangan                               Rp Juta           3.252             -            3.252
Pajak final atas penghasilan keuangan              Rp Juta            (650)            -             (650)
Beban keuangan                                     Rp Juta         (81.454)            -          (81.454)
Bagian atas laba entitas asosiasi                  Rp Juta             295             -              295
Laba Sebelum Pajak                                 Rp Juta       (862.560)       12.563         (849.997)
Manfaat (beban) pajak penghasilan                  Rp Juta          64.313             -           64.313
Laba tahun berjalan                                Rp Juta       (798.247)       12.563         (785.684)

Penghasilan (beban) komprehensif lain:
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
  Rugi pengukuran kembali atas program imbalan
                                                    Rp Juta
pasti                                                              170.958                 -      170.958
  Pajak penghasilan terkait                         Rp Juta         (37.611)               -       (37.611)
  Bagian penghailan komprehensif lain entitas
                                                    Rp Juta
asosiasi, neto                                                            -                -             -
Penghasilan komprehensif lain tahun
                                                   Rp Juta
berjalan, setelah pajak                                           133.347                  -     133.347
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF
                                                   Rp Juta
TAHUN BERJALAN                                                   (664.900)       12.563         (652.337)




Halaman 45                                                         00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 47
Lampiran 4
PROYEKSI NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024

                                                                              BEFORE TRANSACTION                                              AFTER TRANSACTION
                                                          Des              Des         Des      Des             Des          Des          Des         Des       Des               Des
                  URAIAN                     Satuan
                                                         2025             2026        2027     2028            2029         2025         2026        2027      2028              2029

Assets

Current Assets
  Cash and cash equivalents                  Rp Juta      83.468       108.007       401.009   859.596   1.327.071           83.468      108.007       401.009   859.596   1.327.071
  Account Receivable                         Rp Juta           -        89.678         94.626    99.681    104.495                -       89.678         94.626    99.681    104.495
  Other receivables                          Rp Juta           -              -             -         -           -               -             -             -         -           -
     Related parties                         Rp Juta      36.918         (8.582)      (18.182)  (27.264)    (32.832)         36.918        (8.582)      (18.182)  (27.264)    (32.832)
     Third parties                           Rp Juta     152.215       139.404       118.493   100.719       92.128         152.215      139.404       118.493   100.719       92.128
  Inventories                                Rp Juta     227.894       262.100       285.535   281.580     291.087          227.894      262.100       285.535   281.580     291.087
  Parent Stock - asset                       Rp Juta           -              -             -         -           -               -             -             -         -           -
  Prepaid taxes                              Rp Juta           -              -             -         -           -               -             -             -         -           -
  Prepaid expenses                           Rp Juta      18.847        16.962         15.266    13.739      13.052          18.847       16.962         15.266    13.739      13.052
  Other current assets                       Rp Juta           -              -             -         -           -               -             -             -         -           -
  Other current assets                       Rp Juta      91.181        91.181         91.181    91.181      91.181          91.181       91.181         91.181    91.181      91.181
Total Current Assets                         Rp Juta    610.521       698.750       987.927 1.419.233 1.886.182            610.521      698.750       987.927 1.419.233 1.886.182

Non Current Assets
  Investment                                 Rp Juta       43.775       43.775         43.775       43.775       43.775    43.775          43.775        43.775       43.775       43.775
  Deferred tax assets                        Rp Juta      169.003      119.878         53.028       53.028       53.028   169.003         119.878        53.028       53.028       53.028
  Fixed assets                               Rp Juta      781.394    1.390.832      1.344.551    1.296.847    1.256.521   781.394       1.390.832     1.344.551    1.296.847    1.256.521
  Renovation cost of rented buildings, net   Rp Juta      465.742      438.005        385.189      329.298      264.188   465.742         438.005       385.189      329.298      264.188
  Right of Use Assets, Net                   Rp Juta      409.313      428.105        465.275      532.194      610.748   409.313         428.105       465.275      532.194      610.748
  Deferred Charges, net                      Rp Juta      172.081      125.825         79.155       31.997        (9.850) 172.081         125.825        79.155       31.997        (9.850)
  Other non-current assets                   Rp Juta      981.104      322.948        316.722      310.496      304.271   981.104         322.948       316.722      310.496      304.271
Total Non-Current Assets                     Rp Juta   3.022.411    2.869.368      2.687.695    2.597.635    2.522.680 3.022.411       2.869.368     2.687.695    2.597.635    2.522.680
TOTAL ASSETS                                 Rp Juta   3.632.932    3.568.118      3.675.623    4.016.868    4.408.862 3.632.932       3.568.118     3.675.623    4.016.868    4.408.862

Liabilities

Current Liabilities
  Short-term loan                            Rp Juta      147.447      228.166        315.665     410.516       513.335      147.447      228.166      315.665      410.516       513.335
  Trade payables                             Rp Juta            -            -              -           -             -            -            -            -            -             -
     Third parties                           Rp Juta      270.991       95.009        100.233     103.289       109.632      270.991       95.009      100.233      103.289       109.632
     Related parties                         Rp Juta       41.886       21.452         22.740      23.765        24.874       41.886       21.452       22.740       23.765        24.874
  Other payables                             Rp Juta            -            -              -           -             -            -            -            -            -             -
     Third parties                           Rp Juta      384.714      274.839         70.489      51.925        53.533      384.714      274.839       70.489       51.925        53.533
     Related parties                         Rp Juta            -            -              -           -             -            -            -            -            -             -
  Taxes payables                             Rp Juta      195.267      172.232        155.008      77.504        38.752      195.267      172.232      155.008       77.504        38.752
  Accrued expenses                           Rp Juta      173.951      156.556        140.901     126.811       114.130      119.511      102.116       86.461       72.371        59.689
  Current Portion of:                        Rp Juta            -            -              -           -             -            -            -            -            -             -
     Lease liabilities                       Rp Juta       92.861       90.249         88.469      87.189        84.914       92.861       90.249       88.469       87.189        84.914
     Consumer Finance Loans                  Rp Juta       15.495       21.382         23.453      22.892        23.953       15.495       21.382       23.453       22.892        23.953
     Long-term bank loans                    Rp Juta            -            -              -           -             -            -            -            -            -             -
     Employee benefit liabilities            Rp Juta       74.575       74.575         74.575      74.575        74.575       74.575       74.575       74.575       74.575        74.575
  Other current liabilities                  Rp Juta          490        9.377          9.867      10.368        10.845          490        9.377        9.867       10.368        10.845
Total current liabilities                    Rp Juta   1.397.678    1.143.838      1.001.401     988.834     1.048.542    1.343.238    1.089.397      946.961      934.394       994.102

Non Current Liabilities
  Long-term loans                            Rp Juta    1.320.636    1.160.089        985.272      794.914      587.627    1.320.636    1.160.089       985.272      794.914      587.627
  Employee benefits liability                Rp Juta      658.318      748.228        839.935      933.477    1.028.890      658.318      748.228       839.935      933.477    1.028.890
  Lease Rental Liabilities                   Rp Juta      171.571      163.735        158.395      154.554      147.728      171.571      163.735       158.395      154.554      147.728
  Consumer Finance                           Rp Juta        8.335       12.260         13.641       13.266       13.974        8.335       12.260        13.641       13.266       13.974
  Other non-current liabilities              Rp Juta            -            -              -            -            -            -            -             -            -            -
Total Non-current liabilities                Rp Juta   2.158.860    2.084.311      1.997.243    1.896.212    1.778.219    2.158.860    2.084.311     1.997.243    1.896.212    1.778.219
Total Liabilities                            Rp Juta   3.556.538    3.228.149      2.998.644    2.885.046    2.826.761    3.502.098    3.173.708     2.944.204    2.830.606    2.772.321

Equity
  Share capital issued and fully paid        Rp Juta      279.514   279.514    279.514             279.514      279.514      279.514   279.514    279.514            279.514      279.514
  Additional paid-in capital                 Rp Juta          944        944       944                 944          944          944        944       944                944          944
  Treasury Stocks                            Rp Juta            -          -         -                   -            -            -          -         -                  -            -
  Capital stock advance                      Rp Juta            -          -         -                   -            -            -          -         -                  -            -
  Retained Earning                           Rp Juta            -          -         -                   -            -            -          -         -                  -            -
     Appropriated for general reserve        Rp Juta       15.925     15.925    17.222              18.941       20.877       15.925     15.925    17.092             18.662       20.428
     Un-appropriated                         Rp Juta     (276.107)   (64.513)  211.266             596.710      970.274     (251.938)   (66.333)  179.609            531.362      867.706
  Non Controlling Interest                   Rp Juta       56.118   108.098    168.032             235.713      310.491       86.388   164.359    254.260            355.781      467.948
Total Equity                                 Rp Juta      76.394   339.969    676.978           1.131.823    1.582.101      130.834   394.409    731.418          1.186.263    1.636.541
Total Liabilities and Equity                 Rp Juta   3.632.932 3.568.118 3.675.623            4.016.868    4.408.862    3.632.932 3.568.118 3.675.623           4.016.868    4.408.862




Halaman 46                                                                                                        00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 48
Lampiran 5
PROYEKSI LABA RUGI
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024

                                                                      BEFORE TRANSACTION                                                                      AFTER TRANSACTION
                                                Des              Des          Des          Des                      Des               Des              Des            Des            Des              Des
            URAIAN               Satuan
                                               2025             2026         2027         2028                     2029              2025             2026           2027           2028             2029
Revenue                          Rp Juta       5.084.317        5.984.294    6.246.066    6.505.417                6.796.149         5.084.317        5.984.294      6.246.066      6.505.417        6.796.149
COGS                             Rp Juta      (1.885.205)      (2.171.443)  (2.239.951)  (2.313.968)              (2.422.047)       (1.885.205)      (2.171.443)    (2.239.951)    (2.313.968)      (2.422.047)
Gross Profit                     Rp Juta     3.199.112        3.812.852    4.006.115    4.191.449                4.374.102         3.199.112        3.812.852      4.006.115      4.191.449        4.374.102
                                                                                                                                              -                -              -              -                -
Operating income (Exp)                                                                                                                        -                -              -              -                -
  Selling and distribution       Rp Juta       (2.524.322)      (2.545.390)      (2.654.869)      (2.740.025)      (2.842.636)      (2.524.322)      (2.545.390)    (2.654.869)    (2.740.025)      (2.842.636)
  General and administrative     Rp Juta         (734.008)        (796.021)        (791.357)        (821.233)        (853.271)        (734.008)        (796.021)      (791.357)      (821.233)        (853.271)
  Other operating expenses       Rp Juta           (17.066)         (77.732)         (80.406)         (83.139)         (85.741)         (17.066)         (77.732)       (80.406)       (83.139)         (85.741)
  Other operating income         Rp Juta            75.835           84.722           85.921           87.144           88.371           75.835           84.722         85.921         87.144           88.371
Total Opex                       Rp Juta     (3.199.561)      (3.334.422)      (3.440.711)      (3.557.253)      (3.693.277)      (3.199.561)      (3.334.422) (3.440.711)       (3.557.253)      (3.693.277)

Profit from Operation            Rp Juta            (449)        478.430          565.404          634.196          680.825              (449)       478.430         565.404         634.196         680.825
                                                                                                                                             -               -               -               -               -
Finance income                   Rp Juta            5.958           3.724            3.724             3.724            3.724            5.958           3.724           3.724          3.724            3.724
Tax on Finance Income            Rp Juta           (1.192)           (745)            (745)             (745)            (745)          (1.192)           (745)           (745)          (745)            (745)
Finance costs                    Rp Juta        (133.305)        (121.277)        (108.176)          (93.907)         (78.365)       (133.305)       (121.277)       (108.176)        (93.907)         (78.365)
Investment in associates         Rp Juta                -               -                -                 (0)              -                -               -               0              (0)              -
                                                                                                                                             -               -               -               -               -
Profit before income tax         Rp Juta       (128.987)         360.133          460.208          543.269          605.439         (128.987)        360.133         460.208         543.269         605.439
Corporate Income Tax             Rp Juta               -          (48.871)         (56.348)         (88.425)        (155.161)                -         (48.871)        (56.348)       (88.425)       (155.161)
Profit after tax                 Rp Juta       (128.987)         311.262          403.860          454.844          450.278         (128.987)        311.262         403.860         454.844         450.278




Halaman 47                                                                                                                        00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 49
Lampiran 6
PROYEKSI ARUS KAS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024

                                                                                  BEFORE TRANSACTION                                                       AFTER TRANSACTION
                                                                  Des          Des        Des       Des                    Des           Des           Des        Des       Des                    Des
                     URAIAN                         Satuan
                                                                 2025         2026       2027      2028                   2029          2025          2026       2027      2028                   2029
Cash flow from operating activities
 Receipt from customers                          Rp Juta        5.361.251 6.637.472 7.031.989       7.344.120   7.655.274 5.361.251 6.637.472 7.031.989         7.344.120   7.655.274
 Receipt advance from others                     Rp Juta                 -           -           -           -           -           -           -           -           -           -
 Receipts of interest                            Rp Juta             4.767       2.979       2.979       2.979       2.979       4.767       2.979       2.979       2.979       2.979
 Movement of taxes                               Rp Juta                 -           -           -           -           -           -           -           -           -           -
 Receipts of loans from related parties          Rp Juta           59.522            -           -           -           -     59.522            -           -           -           -
 Paymet to suppliers                             Rp Juta       (2.390.520) (2.966.486) (2.890.869) (2.994.772) (3.118.752) (2.390.520) (2.966.486) (2.890.869) (2.994.772) (3.118.752)
 Parent Stock                                    Rp Juta                 -           -           -           -           -           -           -           -           -           -
 Payment of operating expenses                   Rp Juta       (1.811.474) (1.765.395) (1.940.861) (1.899.026) (1.946.335) (1.811.474) (1.765.395) (1.940.861) (1.899.026) (1.946.335)
 Payments of other payables                      Rp Juta                 -           -           -           -           -           -           -           -           -           -
 Payments to employees                           Rp Juta       (1.148.388) (1.142.468) (1.179.898) (1.217.844) (1.256.334) (1.148.388) (1.142.468) (1.179.898) (1.217.844) (1.256.334)
 Payments of corporate income tax                Rp Juta            (1.171)    (43.882)    (55.858)    (87.924)  (154.684)      (1.171)    (43.882)    (55.858)    (87.924)  (154.684)
 Payment of interest loans                       Rp Juta         (133.305)   (121.277)   (108.176)     (93.907)    (78.365)  (133.305)   (121.277)   (108.176)     (93.907)    (78.365)
Net cash provided by operating activities        Rp Juta         (59.318)    600.943     859.307 1.053.626 1.103.784         (59.318)    600.943     859.307 1.053.626 1.103.784
                                                 Rp Juta
Cash flows from investing activities             Rp Juta
 Settlement of security deposits                 Rp Juta                -             -              -             -              -            -              -              -             -              -
 Additions to security deposits                  Rp Juta                -             -              -             -              -            -              -              -             -              -
 Proceeds from sales of fixed assets             Rp Juta                -             -              -             -              -            -              -              -             -              -
 Payment of advance for purchase of fixed assets Rp Juta                -             -              -             -              -            -              -              -             -              -
 Lending loan to JAI                             Rp Juta                -             -              -             -              -            -              -              -             -              -
 Addition to fixed assets                        Rp Juta          (64.725)      (61.860)      (63.112)       (71.182)       (86.985)     (64.725)       (61.860)      (63.112)       (71.182)       (86.985)
 Additions to renovations                        Rp Juta                -             -              -             -              -            -              -              -             -              -
    Costs of rented buildings                    Rp Juta          (76.696)    (143.564)     (132.277)      (142.964)      (148.309)      (76.696)     (143.564)     (132.277)      (142.964)      (148.309)
 Addition do deferred charges                    Rp Juta          (14.438)      (10.203)      (10.815)       (11.464)       (12.152)     (14.438)       (10.203)      (10.815)       (11.464)       (12.152)
 Parent stock assets                             Rp Juta                -       (16.349)        (2.003)        4.983           (813)           -        (16.349)        (2.003)        4.983           (813)
 Investment                                      Rp Juta                                                                                       -              -              -             -              -
Net cash used in investing activities            Rp Juta       (155.859)     (231.976)     (208.208)      (220.627)      (248.259)     (155.859)     (231.976)     (208.208)      (220.627)      (248.259)
                                                 Rp Juta
Cash flows from financing activities             Rp Juta
 Receipt Long-term Bank Loans                    Rp Juta       1.187.458              -             -              -              -    1.187.458              -             -              -              -
 Resell Treasury Stock                           Rp Juta            3.273             -             -              -              -         3.273             -             -              -              -
 Receipt short-term                              Rp Juta         150.000       150.000       150.000        150.000        150.000       150.000       150.000       150.000        150.000        150.000
 Capital Injection                               Rp Juta          40.000              -             -              -              -       40.000              -             -              -              -
 Payment short-term bank loans                   Rp Juta        (827.582)     (150.000)     (150.000)      (150.000)      (150.000)     (827.582)     (150.000)     (150.000)      (150.000)      (150.000)
 Payment long-term bank loans                    Rp Juta        (152.982)     (159.828)     (167.317)      (175.508)      (184.467)     (152.982)     (159.828)     (167.317)      (175.508)      (184.467)
 Payment of consumer finance                     Rp Juta           (8.069)       (9.672)      (13.486)       (17.874)       (19.290)       (8.069)       (9.672)      (13.486)       (17.874)       (19.290)
 Payments of lease liabilities                   Rp Juta        (158.283)     (174.927)     (177.295)      (181.029)      (184.294)     (158.283)     (174.927)     (177.295)      (181.029)      (184.294)
 Received loan from related parties              Rp Juta                                                                                        -             -             -              -              -
Net cash used in financing activities            Rp Juta        233.815      (344.428)     (358.098)      (374.411)      (388.051)      233.815      (344.428)     (358.098)      (374.411)      (388.051)
Net increase in cash and cash equivalent         Rp Juta         18.638        24.539       293.002        458.588        467.475        18.638        24.539       293.002        458.588        467.475
 Cash from new subsidiary                        Rp Juta               -             -             -              -              -
 Exchange rate                                   Rp Juta               -             -             -              -              -             -            -             -              -               -
Cash and cash equivalent at beginning of year Rp Juta             64.830        83.468       108.007        401.009        859.596        64.830       83.468       108.007        401.009         859.596
Cash and cash equivalent at end of period        Rp Juta         83.468       108.007       401.009        859.596      1.327.071        83.468      108.007       401.009        859.596       1.327.071




Halaman 48                                                                                                                00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 50
Lampiran 7
ANALISA INKREMENTAL
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024



                                                     Des           Des           Des           Des          Des
              URAIAN                   Satuan
                                                    2025          2026          2027          2028         2029
Liabilitas Janka Pendek
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta     1.397.678    1.143.838     1.001.401       988.834     1.048.542
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta     1.343.238    1.089.397       946.961       934.394       994.102
Inkremental                            Rp Juta      (54.440)     (54.440)      (54.440)      (54.440)      (54.440)
Total Liabilitas
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta     3.556.538    3.228.149     2.998.644     2.885.046     2.826.761
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta     3.502.098    3.173.708     2.944.204     2.830.606     2.772.321
Inkremental                            Rp Juta      (54.440)     (54.440)      (54.440)      (54.440)      (54.440)
Total Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta       76.394       339.969       676.978     1.131.823     1.582.101
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta      130.834       394.409       731.418     1.186.263     1.636.541
Inkremental                            Rp Juta      54.440        54.440        54.440        54.440        54.440



                                                     Des           Des           Des           Des          Des
              URAIAN                   Satuan
                                                    2025          2026          2027          2028         2029
Pendapatan
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta     5.084.317    5.984.294     6.246.066     6.505.417     6.796.149
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta     5.084.317    5.984.294     6.246.066     6.505.417     6.796.149
Inkremental                            Rp Juta             -            -             -             -             -

Beban Pokok Pendapatan
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta    (1.885.205)   (2.171.443)   (2.239.951)   (2.313.968)   (2.422.047)
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta    (1.885.205)   (2.171.443)   (2.239.951)   (2.313.968)   (2.422.047)
Inkremental                            Rp Juta             -             -             -             -             -

Laba Kotor
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta     3.199.112    3.812.852     4.006.115     4.191.449     4.374.102
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta     3.199.112    3.812.852     4.006.115     4.191.449     4.374.102
Inkremental                            Rp Juta             -            -             -             -             -

Beban Usaha
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta    (3.199.561)   (3.334.422)   (3.440.711)   (3.557.253)   (3.693.277)
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta    (3.199.561)   (3.334.422)   (3.440.711)   (3.557.253)   (3.693.277)
Inkremental                            Rp Juta             -             -             -             -             -

Laba (Rugi) Usaha
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta          (449)     478.430       565.404       634.196       680.825
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta          (449)     478.430       565.404       634.196       680.825
Inkremental                            Rp Juta             -            -             -             -             -

Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta      (128.987)     311.262       403.860       454.844       450.278
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta      (128.987)     311.262       403.860       454.844       450.278
Inkremental                            Rp Juta             -            -             -             -             -



                                                     Des           Des           Des           Des          Des
              URAIAN                   Satuan
                                                    2025          2026          2027          2028         2029
Arus kas dari aktivitas operasi
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta       (59.318)     600.943       859.307     1.053.626     1.103.784
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta       (59.318)     600.943       859.307     1.053.626     1.103.784
Inkremental                            Rp Juta             -            -             -             -             -

Arus kas dari aktivitas investasi
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta      (155.859)     (231.976)    (208.208)     (220.627)     (248.259)
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta      (155.859)     (231.976)    (208.208)     (220.627)     (248.259)
Inkremental                            Rp Juta             -             -            -             -             -

Arus kas dari aktivitas pendanaan
Sebelum Rencana Transaksi              Rp Juta      233.815       (344.428)    (358.098)     (374.411)     (388.051)
Setelah Rencana Transaksi              Rp Juta      233.815       (344.428)    (358.098)     (374.411)     (388.051)
Inkremental                            Rp Juta            -              -            -             -             -




Halaman 49                                                                      00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 51
Lampiran 8
ANALISA SENSITIVITAS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Jual Beli 15% Saham JAI miliki FFI
Per tanggal 31 Desember 2024

                                                               Des            Des           Des           Des          Des
                    URAIAN                       SATUAN
                                                              2025           2026          2027          2028         2029
Kondisi Normal
Pendapatan                                        Rp Juta    5.084.317      5.984.294     6.246.066     6.505.417     6.796.149
COGS                                              Rp Juta   (1.885.205)    (2.171.443)   (2.239.951)   (2.313.968)   (2.422.047)
Laba (Rugi) Kotor                                 Rp Juta    3.199.112      3.812.852     4.006.115     4.191.449     4.374.102
Laba (Rugi) Operasional                           Rp Juta         (449)       478.430       565.404       634.196       680.825
Laba (Rugi) Bersih                                Rp Juta     (128.987)       311.262       403.860       454.844       450.278

Pendapatan Naik 2,5% dan Beban Naik 2,5%
Pendapatan                               Rp Juta             5.211.425      6.133.902     6.402.217     6.668.052     6.966.052
COGS                                     Rp Juta            (1.932.335)    (2.225.729)   (2.295.950)   (2.371.817)   (2.482.598)
Laba (Rugi) Kotor                        Rp Juta             3.279.090      3.908.173     4.106.268     4.296.235     4.483.454
Laba (Rugi) Operasional                  Rp Juta                (49.009)      455.454       560.361       648.055       714.792
Laba (Rugi) Bersih                       Rp Juta                (49.009)      355.254       437.081       505.483       557.537

Pendapatan Turun 2,5% dan Beban Naik 2,5%
Pendapatan                                Rp Juta            4.957.209      5.834.687     6.089.914     6.342.781     6.626.245
COGS                                      Rp Juta           (1.932.335)    (2.225.729)   (2.295.950)   (2.371.817)   (2.482.598)
Laba (Rugi) Kotor                         Rp Juta            3.024.874      3.608.958     3.793.964     3.970.964     4.143.647
Laba (Rugi) Operasional                   Rp Juta             (303.225)       156.239       248.057       322.784       374.984
Laba (Rugi) Bersih                        Rp Juta             (303.225)       121.867       193.485       251.772       292.488




Halaman 50                                                                    00062/2.0176-00/BS/04/0453/1/VI/2025
Page 52
No. 139/S-EXT/FAST/VI/2025                                          Jakarta, 23 Juni 2025


Kepada Yth :

KJPP Ferdinand Danar Ichsan dan rekan
Gedung Manhattan Square Lt.16
Jl. Raya TB Simatupang RT003/RW003,
Cilandak Timur, Pasar Minggu,
Jakarta Selatan 12520


Perihal        : Pernyataan Manajemen terkait Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi
                 Penjualan Saham PT Jagonya Ayam Indonesia milik PT Fast Food Indonesia
                 Tbk kepada PT Shankara Fortuna Nusantara

Dengan Hormat,

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 013/FDI/PB-FO/V/2025 tertanggal 19 Mei
2025, terkait penugasan dari PT Fast Food Indonesia, Tbk. (“Kami” atau “FFI”) kepada KJPP
Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R”) untuk memberikan laporan hasil analisis
tentang Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Saham PT Jagonya Ayam Indonesia
(“JAI”) milik FFI kepada PT Shankara Fortuna Nusantara (“SFN”), diperlukan dalam rangka
memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK selanjutnya disebut
sebagai “Rencana Transaksi”. Maka sehubungan dengan hal tersebut, kami menyatakan
bahwa data yang diberikan adalah sebagai berikut:

1. Kami menegaskan bahwa Laporan Pendapat Kewajaran yang dibuat oleh KJPP FDI&R
   adalah sesuai dengan lingkup penugasan.
2. Laporan keuangan yang diberikan kepada KJPP FDI&R yang digunakan sebagai basis
   analisis kewajaran Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
    a. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
       dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2023
       yang telah diaudit oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
       dalam laporan No.00713/2.1032/AU.1/10/1179-1/1/IV/2025 tertanggal 21 April 2025
       dengan opini wajar tanpa pengecualian.
    b. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
       dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022
       yang telah diaudit oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
       dalam laporan No. 01156/2.1032/AU.1/10/0698-3/1/IV/2024 tertanggal 30 April 2024
       dengan opini wajar tanpa pengecualian.
    c. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
       dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021
       yang telah diaudit oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja
       dalam laporan No. 00416/2.1032/AU.1/10/1609-2/1/III/2023 tertanggal 29 Maret 2023
       dengan opini wajar tanpa pengecualian.
    d. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
       dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020
       yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam
Page 53
         laporan No. 01153/2.1032/AU.1/10/1609-1/1/IV/2022 tertanggal 29 April 2022 dengan
         opini wajar tanpa pengecualian.
     e. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
         dengan angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2019
         yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam
         laporan No. 01587/2.1032/AU.1/10/0698-2/1/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 dengan
         opini wajar tanpa pengecualian.
3. Proyeksi keuangan Perseroan selama lima tahun kedepan dengan mempertimbangkan
    ada dan tidak adanya Rencana Transaksi.
4. Profoma Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 (sebelum dan sesudah
    transaksi) yang disiapkan oleh manajemen FFI.
5. Draft Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi.
6. Pernjanjian Pengikatan Pendahuluan Jual Beli Saham JAI antara FFI dan SFN.
7. Hasil wawancara dengan pihak FFI dan pihak lain yang kami anggap layak dan relevan
    guna mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses
    penilaian.
8. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak
    maupun media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
9. Data dan informasi terkait kejadian penting setelah tanggal penilaian (Subsequent
    event).
10. Penugasan KJPP FDI hanya sebatas pada penilaian seperti yang telah diuraikan
    sebelumnya, serta tidak mencakup pada kajian atas keabsahan legalitas usaha, pajak
    dan lingkup pekerjaan lainnya diluar pendapat kewajaran atas rencana transaksi.
11. Kami menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan transaksi material
    sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Transaksi ini tidak mengandung benturan
    kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan dengan hal-hal
    tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
    berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana
    Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.
12. Kami telah mempelajari draft laporan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi yang
    telah disusun oleh KJPP FDI&R dengan waktu yang cukup.
13. Selanjutnya, kami membebaskan KJPP FDI&R, dan seluruh karyawan dari dan terhadap
    semua tuntutan, biaya, pengeluaran, kerugian (termasuk biaya hukum pengacara) dan
    kewajiban yang dapat dan mungkin timbul sebagai akibat dari kesalahan ataupun
    kekurangan dalam data dan informasi yang diberikan oleh Perseroan dan tanggung
    jawab KJPP FDI&R terbatas pada laporan yang dikeluarkan sesuai dengan tujuan
    penugasan.
Page 54
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya. Untuk selanjutnya kami menyetujui
penerbitan Laporan Final Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan Saham JAI
milik FFI kepada SFN.

Hormat kami,
PT Fast Food Indonesia, Tbk.,




Dio May Avico
Direktur VII

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.89 MB
Published2 Jul 2025
Pages54
Characters179,875
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Fast Food Indonesia Tbk p.2 ×26
linked org PT Gelael Pratama p.14
linked — BBH Luxembourg p.14
linked person Benny Setiawan Santoso p.14
linked person Elisabeth Gelael p.14
linked person Gunawan Solaiman · Komisaris Independen p.15
linked person Achmad Baiquni p.15
linked person Ricardo Gelael p.15
linked person Ferry Noviar p.15
linked person Justinus Dalimin p.15
linked person Cahyadi Wijaya p.15
linked person Fabian Gelael p.15
linked person Adhi Indrawan p.15
linked person Wachjudi Martono p.15 ×2
linked person Omar Luthfi Anwar p.15
linked person Liana Saputri p.16 ×2
linked person Dio May Avico · Direktur VII p.54
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×14
possible person Mochamad Ichsan p.7
possible org Negara Republik Indonesia p.14 ×4
possible person Anthoni Salim p.14
unresolved org PT JAGONYA AYAM INDONESIA MILIK p.2
unresolved org KJPP Ferdinand p.2 ×5
unresolved org Ichsan dan Rekan p.2 ×3
unresolved org KJPP FDI p.2 ×16
unresolved org PT Jagonya Ayam Indonesia p.2 ×6
unresolved org PT Shankara Fortuna Nusantara p.2 ×7
unresolved org BAPEPAM-LK p.2 ×10
unresolved person MBA. p.5 ×2
unresolved org Bapepam p.5 ×4
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.7
unresolved — Telepon/Fax p.7
unresolved — PIC/Contact p.7
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.10 ×10
unresolved org PT Jagonya Ayam Indonesia. FFI p.12
unresolved org PT Jagonya Ayam Indonesia. Halaman p.12
unresolved person Akta Notaris Sri Rahayu p.14 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.14
unresolved org Pengadilan Negeri p.14
unresolved person Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito p.14 ×2
unresolved person Noni Rosalia Gelael Barki · Wakil Komisaris Utama p.14 ×3
unresolved person Lawrensiea Angelina S.H. · Notaris p.15
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.15
unresolved org Pusat Statistik p.20
unresolved org Bank Indonesia p.20 ×13
unresolved org Pangan Nasional p.24
unresolved org Kementerian Pertanian p.25 ×2
unresolved org Ichsan & Rekan p.40
unresolved person Bangkit Widhi Raharjo p.42
unresolved person Yus Dwiantoro p.42
unresolved org KJPP Ferdinand Danar Ichsan p.52

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 9895 ms 12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '...................................................................................................... '
                            '12'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '...................................................................................................... '
                '12',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result