Skip to content
Back to announcement

20250701_BISI_Informasi Transaksi Afiliasi_31910158_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review BISI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 90

Page 1
                                                                                  ----- .       I
                                                                                  ••••          I
                                                                                  ••••          I
                                                                                  ••••          I
                                                                                  • ._ ••       I




       LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
Atas Rencana Transaksi Kerjasama Usaha Patungan
                 (Joint Venture)


        PT BISI INTERNATIONAL TBK
      Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19,
       Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman,
      Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur
 No. File: 00207/2.0055-00/BS/01/0060/1/VI/2025

                                                   TOTO SUHARTO & REKAN
                                                  Business & .Properry Vaiuer
                                                  License No : 2.09.0055
                                                  JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
                                                  Ph : +6221-3456783 (Hunting)
                                                  Fax: +6221-3813419
                                                  Website : http://www.tnr.co.id
                                                  Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File: 00207/2.0055-00/BS/01/0060/1/VI/2025

Jakarta, 26 Juni 2025


Kepada Yth,
DIREKSI
PT BISI International Tbk
Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19,
Desa Bringinbendo, Kec. Taman, Kab. Sidoarjo
Provinsi Jawa Timur

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Kerjasama Usaha
          Patungan (Joint Venture).


Dengan hormat,

Sehubungan dengan rencana PT BISI International Tbk melakukan kerjasama usaha
petungan (joint venture) dengan Chia Tai Seeds, Co. Ltd untuk pendirian Perusahaan
Patungan dimana Rencana Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi.
Perseroan telah menunjuk KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut
sebagai (“TnR”) sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran
(Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi tersebut di atas, sesuai dengan kesepakatan
yang tertuang dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.25.00.0014, tanggal 4 Juni 2025.

Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta
analisis berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi
bahwa secara fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian
tersebut terpenuhi.

LATAR BELAKANG
PT BISI International Tbk untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah perusahaan
yang bergerak dalam bidang pembibitan dan perdagangan benih jagung, sayuran dan
padi. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa
Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Produk
utama yang dihasilkan oleh Perseroan dan entitas anaknya adalah benih jagung, benih
hortikultura, benih padi, pestisida dan pupuk.




                                         i
Page 3
Chia Tai Seeds Co., Ltd. yang selanjutnya disebut “CTS” merupakan perusahaan yang
didirikan secara sah berdasarkan hukum Kerajaan Thailand, dengan kantor beralamat
di 1 Soi Sukhumvit 60, Phra Khanong Tai Sub-district, Phra Khanong District, Bangkok
10260, Thailand. CTS memiliki 29 kegiatan usaha, salah satunya adalah produksi benih
hortikultura. CTS sebagai pihak afiliasi dengan Perseroan.

Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan dan CTS berencana mendirikan
perusahaan patungan yang berdomisili hukum di Indonesia berdasarkan ketentuan
hukum dan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia yang bergerak dibidang
produksi dan perdagangan benih hortikultura. Selanjutnya rencana usaha patungan
tersebut dalam laporan ini disebut dengan “Rencana Transaksi”.

Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan CTS
merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Namun Rencana
Transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per 31
Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro &
Surja dengan opini audit tanpa modifikasian.

Sehubungan rencana tersebut Perseroan menunjuk TnR untuk melakukan penilaian
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, untuk mengetahui Kewajaran atas
Rencana Transaksi tersebut.

TANGGAL PENILAIAN
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran
dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan audited per tanggal
31 Desember 2024.

OBYEK RENCANA TRANSAKSI
Objek rencana transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan
merencanakan untuk kerjasama usaha patungan (joint venture) dengan CTS dengan
mendirikan perusahaan. Badan usaha baru yang akan dibentuk oleh Perseroan dan CTS
akan didirikan di Indonesia. Kegiatan usaha Perusahaan Patungan adalah produksi dan
perdagangan benih hortikultura. Modal ditempatkan dan disetor Perusahaan Patungan
adalah Rp10 miliar, dimana Perseroan akan memiliki 51% kepemilikan saham
sedangkan CTS akan memiliki 49% kepemilikan saham.

TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan

                                         ii
Page 4
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan CTS merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Perseroan dan CTS memiliki kesamaan Pemegang Saham Pengendali, yaitu Keluarga
Jiaravanon.

TRANSAKSI MATERIAL
Berdasarkan Draft Perjanjian Patungan (Joint Venture Agreement), jumlah modal disetor
Perseroan di Perusahaan Patungan yang disepakati adalah sebesar
Rp5.100.000.000,00. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
keuangan audited per 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono,
Sungkoro, dan Surja Nomor 00216/2.1032/AU.1/01/0701-1/2/III/2025 tanggal
18 Maret 2025 tercatat sebesar Rp3.390.455.000.000,00. Total nilai Rencana
Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,15%.

Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama,
maka Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi Material.

METODE ANALISIS ATAS RENCANAN TRANSAKSI
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Transaksi, kami melakukan analisis dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
   pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
   persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
   Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
   terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
   analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
   Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
   historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
   analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
   tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi




                                          iii
Page 5
IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:

1. PT BISI International Tbk sebagai pihak yang akan melakukan transaksi kerjasama
   usaha patungan (joint venture).
2. Chia Tai Seeds Co., Ltd. sebagai pihak yang akan bekerjasama dengan Perseroan
   dalam transaksi kerjasama usaha patungan (joint venture).

HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
1. Analisis Rencana Transaksi
   • Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan
     CTS merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
     No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi dan
     bukan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
     OJK No.42/POJK.04/2020. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi
     material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020
     karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan
     berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2024.
   • Dengan dilakukannya Rencana Transaksi Perseroan dapat meningkatkan
     meningkatkan fokus atau konsentrasi Perseroan di bidang penelitian benih
     hortikultura dan membuka peluang bisnis untuk merambah pasar internasional.
     Transaksi kerjasama joint venture, Perseroan akan mengurangi tingkat risiko
     finansial atau operasional yang biasanya terkait dengan proyek atau investasi
     baru. Perseroan dapat meningkatkan keunggulan kompetitif yang lebih besar
     didalam pasar produk dan teknologi pertanian.
   • Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke rencana
     strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana Transaksi
   • Keuntungan Perseroan dengan adanya rencana transaksi kerjasama usaha
     patungan (joint venture) pendirian Perusahaan Patungan adalah untuk memperkuat
     komitmen Perseroan dalam mengeksplorasi bidang penelitian benih hortikultura
     yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia.
   • Sementara kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
     adalah dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
     muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
     penunjang pasar modal seperti biaya KAP dan KJPP dengan biaya-biaya yang
     muncul antara lain biaya KAP, biaya penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait
     profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul
     dikemudian hari.

2. Analisis Kualitatif
   • Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
     tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan
     Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar
     keuangan global.
   • Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat dibanding
     capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c).
                                          iv
Page 6
  • Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
    didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
    dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar
    1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi
    sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
    6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
    atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
  • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
    2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy).
    Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26%
    (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate)
    untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. (Sumber : Laporan
    Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 dan diolah)
  • Sektor pertanian tumbuh 0,71% pada kuartal IV atau 0,67% untuk keseluruhan
    tahun 2024. Pelemahan kinerja sektor pertanian ini disebabkan penurunan
    produksi padi dan kelapa sawit. Namun demikian, kinerja sektor pertanian
    diperkirakan akan meningkat seiring dengan kebijakan swasembada pangan dan
    program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • PDB dari Sektor Pertanian di Indonesia meningkat menjadi 36.150 miliar IDR pada
    kuartal pertama 2025 dari 32.940,30 miliar IDR pada kuartal keempat 2024.
    PDB dari Sektor Pertanian di Indonesia rata-rata sebesar 68.202,90 Miliar IDR
    dari tahun 2010 hingga 2024, mencapai puncak tertinggi sebesar 96.785,80
    Miliar IDR pada kuartal kedua 2020 dan terendah sebesar 32.708,90 Miliar IDR
    pada kuartal pertama 2024.

3. Analisis Kuantitatif
  • Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
    memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian rencana Perseroan melakukan
    Rencana Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan daya
    saing adalah wajar.
  • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami
    peningkatan penjualan, laba kotor dan laba bersih, serta dapat meningkatkan
    jumlah aset dan jumlah ekuitas dengan demikian Perseroan melakukan Rencana
    Transaksi adalah wajar.
  • Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating Margin dari
    30,60% menjadi 30,45%. Sedangkan rata rata Net Profit Margin mengalami
    perubahan dari 24,27% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi rata-rata
    sebesar 24,15% setelah Rencana Transaksi.
  • Berdasarkan proforma posisi keuangan terdapat penyesuaian pada kas dan
    setara kas yang dikreditkan sebesar Rp5.100.000.000,00. Dengan adanya
    rencana transaksi kerjasama usaha patungan, Perseroan melakukan penyetoran
    modal sebesar Rp5.100.000.000,00 yang diambil dari kas dan setara kas. Selain
    itu terdapat penyesuaian untuk investasi dalam bentuk saham debit sebesar
    Rp5.100.000.000,00 sebagai bentuk penyertaan atau setoran modal di
    perusahaan patungan.
  • Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat penyesuaian

                                        v
Page 7
    antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
  • Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
    Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.390,25 miliar pada tahun
    2025 menjadi Rp9.516,12 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah
    aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
    Rp4.395,17 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp9.540,37 miliar pada tahun
    2029. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
    masing adalah sebesar Rp413,54 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp702,64
    miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan setelah
    Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp413,54 miliar pada tahun
    2025 menjadi Rp706,50 miliar pada tahun 2029. Proyeksi jumlah ekuitas
    Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp3.976,71
    miliar pada tahun 2025 menjadi Rp8.813,48 miliar pada tahun 2029.
    Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-
    masing adalah sebesar Rp3.981,63 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp8.833,86
    miliar pada tahun 2029.
  • Berdasarkan analisis nilai tambah proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum
    Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp3.413,23 miliar pada tahun
    2025 menjadi Rp7.332,43 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah
    pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
    Rp3.413,23 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp7.406,81 miliar pada tahun
    2029. Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
    adalah sebesar Rp826,29 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1.785,75 miliar
    pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah
    Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp826,32 pada tahun 2025
    menjadi Rp1.794,69 miliar pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada laba
    bersih Perseroan yang mengalami kenaikan setelah Rencana Transaksi.
  • Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun oleh manajemen Perseroan
    bahwa rencana pendirian Perusahaan Patungan memenuhi kelayakan secara
    finansial dan ekonomi untuk dilaksanakan karena akan memberikan konstribusi
    positif terhadap perkembangan Perseroan.

4. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
  Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek
  yang terkait meliputi analisis Rencana Transaksi, analisis dampak positif secara
  kualitatif maupun kuantitatif atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan serta
  berdasarkan Perjanjian Usaha Patungan dan Studi Kelayakan Usaha Perusahaan
  Patungan maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah Wajar.

KESIMPULAN
Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa
Rencana Transaksi adalah WAJAR.




                                         vi
Page 8
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.

Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan




Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017




                                                    vii
Page 9
SURAT REPRESENTASI
Page 10
               PT. BISI International, Tbk.
      BISI
                               rl��
                               SURAT PERNYATAAN

Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama         Agus Saputra Wijaya
Alamat       Citra 3 Blok B9/29, Jakarta Barat.
Dan
Nama          Arief Tanny Kusuma
Alamat        JI. Wonorejo Permai Timur X/8, Surabaya.
Dalam hal ini bertindak dalam jabatan selaku Direktur Utama dan Direktur dari dan
oleh karena itu sah bertindak mewakili Direksi untuk dan atas nama perseroan terbatas
"PT BISI International Tbk", berkedudukan di Surabaya (selanjutnya disebut
"Perseroan" atau "Pemberi Pernyataan");
Pemberi Pernyataan dengan ini menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa Perseroan memerlukan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi
   Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture) dengan pihak afiliasi, sesuai
   dengan POJK 42 tahun 2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Benturan
   Kepentingan.
2. Bahwa Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto &
   Rekan ("TnR") untuk melakukan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran
   dengan tanggal penilaian per 31 Desember 2024.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, Perseroan dengan ini menyatakan
bahwa:
1. Perseroan bertanggung jawab atas setiap data-data dan informasi-informasi serta
   dokumen-dokumen yang diberikan oleh Perseroan kepada TnR yang digunakan
   oleh TnR dalam penyajian dan/atau penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran
   sesuai prinsip_ standar penilaian yang berlaku di Indonesia dan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku;
2. Perseroan dengan ini melepaskan TnR dari segala tuntutan yang timbul atas
   kesalahan dalam penyajian Laporan Pendapat Kewajaran yang diterbitkan oleh
   TnR, yang diakibatkan karena adanya kesalahan dalam pemberian data-data dan
   dokumen-dokumen serta informasi-informasi kepada TnR, pada hal-hal yang
   sifatnya material, kecuali apabila tuntutan tersebut timbul sebagai akibat dari
   kesalahan, kelalaian dan/atau kesengajaan dari TnR sendiri.
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Jakarta, 23 Juni 2025
PT BISI International Tbk




                     )�596FALX23��32
Agus Saputra Wijaya·                         Arief Tonny Kusuma
Direktur Utama                               Direktur


    JI. Raya Surabaya - Mojokerto Km. 19, Os. Beringin Bendo - Taman - Sidoarjo 61257
            Telp. (031) 7882528, Fax. (031) 7882856, PO. BOX 1261 SURABAYA
               Website : http://www.bisi.co.id email address : info@bisi.co.id
Page 11
PERNYATAAN PENILAI
Page 12
                             PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :

1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
   secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
   Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
   independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
   pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
   Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
   Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII-2018.
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
   kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
   Transaksi pada Tanggal Penilaian 31 Desember 2024.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
   Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
   Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
   disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
   pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
    kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
    profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
    analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
    kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
    yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
    dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.




                                         viii
Page 13
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil
Kajian ini.


No.             Nama                                           Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :

  Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)                     ……………………
  No. MAPPI : 93-S-00361
  No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
  No. Register Penilai : RMK-2017.00012
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis

2. Quality Assurance :

  Ahmad Olii, S.E                                            ……………………
  No. MAPPI : 11-T-03281
  No. Register Penilai : RMK-2017.00839
  Kualifikasi Penilai : Bisnis



3. Reviewer :

  Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak., CA., MAPPI (Cert.) …………………
  No. MAPPI : 19-S-09317
  No. Register Penilai : RMK-2019.02918
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



4. Penilai :

  Karina Gama Soleha, S.E., M.Ec.Dev                         ……………………
  No. MAPPI : 21-P-10773
  No. Register Penilai : RMK-2021.03732
  Kualifikasi Penilai : Bisnis




                                            ix
Page 14
KUALIFIKASI PENILAI
Page 15
                    KUALIFIKASI TIM PENILAI
      Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan

A. Penanggung Jawab
 1   Nama Lengkap         Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
 2   Pendidikan           Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga                   - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB
     Pendidikan                   University)
                               - S-2 Penilaian Universiti Teknologi
                                  Malaysia
4   Pengalaman Kerja           - Memiliki pengalaman lebih dari 29
    Penilai                       tahun di bidang penilaian properti dan
                                  bisnis serta konsultan
                               - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                  sebagai penilai bersertifikat dan
                                  memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                                  dan Bisnis (PB) dari Kementerian
                                  Keuangan


B. Quality Assurance
1   Nama Lengkap         Ahmad Olii, S.E
2   Pendidikan           Strata 1 (S-1)
3   Lembaga                  - S-1 Universitas Budi Luhur
    Pendidikan
4   Pengalaman Kerja         -       Memiliki pengalaman lebih dari 10
    Penilai                          tahun di bidang penilaian bisnis serta
                                     konsultan
                             -       Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                     sebagai penilai terakreditasi (T)


C. Reviewer
 1   Nama Lengkap         Ir. Henrianto, S.Pi, S.Ak, MM, M.Ec.Dev, Ak, CA,
                          MAPPI (Cert.)
2   Pendidikan            Strata 2 (S-2)
3   Lembaga                    - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
    Pendidikan                    (2016)
                               - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
                                  (2024)
                               - Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
                                  Universitas Padjajaran (2024)
                               - Pendidikan Profesi Insinyur (PPI)
                                  Universitas      Hasanuddin      (2025)
                                  S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                  Gadjah Mada (2020)
                               - S-2      Manajemen       UPN     Veteran
                                  Yogyakarta (2022)

                                 x
Page 16
                          -        S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
                                   Bogor (2020-Sekarang)
4   Pengalaman Kerja      -        Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun
    Penilai                        di bidang penilaian properti dan bisnis
                                   serta konsultan
                          -        Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                   sebagai penilai Bersertifikat (S) dan
                                   memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                                   (P) dan Penilai Publik Bisnis (B) dari
                                   Kementerian Keuangan RI
                          -        Memperoleh Surat Tanda Terdaftar
                                   (STTD) Penilai Pasar Modal dari
                                   Otoritas Jasa Keuangan RI
                          -        Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
                                   Konsultan Pajak Publik Indonesia
                          -        Memperoleh lisensi sebagai Akuntan
                                   Profesional (Chartered Accountant) dari
                                   Ikatan    Akuntan     Indonesia    dan
                                   Memperoleh Izin Akuntan Bepraktik
                                   (AB) dari Kementerian Keuangan RI
                          -        Memperoleh lisensi sebagai Wakil
                                   Perantara Pedagang Efek dari
                                   Otoritas Jasa Keuangan
                          -        Memperoleh lisensi sebagai Analisis
                                   Efek dari BNSP LSP Pasar Modal

D. Penilai
 1   Nama Lengkap      Karina Gama Soleha, S.E, M.Ec.Dev
 2   Pendidikan        Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga               - S-1          Ekonomi         Universitas
     Pendidikan               Muhammadiyah Yogyakarta
                           - S-2       Ekonomika     Pembangunan
                              Universitas Gadjah Mada
4   Pengalaman Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun
    Penilai                   di bidang penilaian bisnis serta
                              konsultan
                           - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                              sebagai penilai Pratama (P)




                              xi
Page 17
DAFTAR ISI
Page 18
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                                               DAFTAR ISI

SERTIFIKAT ...........................................................................................................                    i - vii
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................                               viii - ix
KUALIFIKASI PENILAI ...........................................................................................                           x - xi
DAFTAR ISI ...........................................................................................................                    xii - xiii
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK ..............................................................................                                    xiv
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................                             xv

BAB I         PENDAHULUAN ....................................................................................                            I–1
1.1           Latar Belakang .......................................................................................................      I–1
1.2           Identitas Status Penilai ..........................................................................................         I–2
1.3           Identitas Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan ...........................................                                    I–2
1.4           Objek Rencana Transaksi .....................................................................................               I–3
1.5           Ruang Lingkup ........................................................................................................      I–4
1.6           Maksud dan Tujuan ................................................................................................          I–4
1.7           Tanggal Penilaian ..................................................................................................        I–4
1.8           Independensi Penilai..............................................................................................          I–4
1.9           Tanggung Jawab Penilai ......................................................................................               I–5
1.10          Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ........................................                                  I–5
1.11          Transaksi Material .................................................................................................        I–6
1.12          Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi .................................                                         I–7
1.13          Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ...                                                   I–8
1.14          Sumber Data ...........................................................................................................     I–8
1.15          Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai ............................................                                 I–9

BAB II        KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI MATERIAL
              PENJUALAN ASET TETAP .....................................................................                                  II – 1
2.1.          Metode Analisis Atas Rencana Transaksi...........................................................                           II – 1
2.2.          Analisis Rencana Transaksi ...................................................................................              II – 1
2.2.1.        Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi .............................                                      II – 1
2.2.1.1.      PT BISI International Tbk (“Perseroan”) ..............................................................                      II – 1
2.2.1.2.      Chia Tai Seeds Co., Ltd.........................................................................................            II – 4
2.2.2.        Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ................................                                      II – 5
2.2.3.        Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi...............................................                                II – 6
2.3.          Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................                         II – 6
2.3.1.        Gambaran Perekonomian Indonesia..................................................................                           II – 6
2.3.1.1.      Pertumbuhan Ekonomi Global..............................................................................                    II – 7
2.3.1.2.      Pertumbuhan Ekonomi Domestik ..........................................................................                     II – 8
2.3.1.3.      Tingkat Inflasi (Inflation Rate) ..............................................................................             II – 9
2.3.1.4.      Nilai Tukar Rupiah .................................................................................................        II – 10
2.3.1.5.      Suku Bunga ..............................................................................................................   II – 10
2.3.1.6.      Prospek Perekonomian Indonesia 2025 ............................................................                            II – 12
2.3.2.        Gambaran Umum Industri Pertanian ..................................................................                         II – 12
2.3.3.        Analisis Prospek Usaha Perseroan ......................................................................                     II – 14
2.3.4.        Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi ..........................................................                            II – 15
2.3.5.        Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas
              Rencana Transaksi..................................................................................................         II – 15


Daftar Isi                                                                                                                                          xii
Page 19
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.4.         Analisis Kuantitatif Objek Rencana Transaksi...................................................                            II – 16
2.4.1.       Biaya Investasi ........................................................................................................   II – 16
2.4.2.       Proyeksi Keuangan Perusahaan Patungan .......................................................                              II – 16
2.4.2.1.     Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan .............................................                                 II – 16
2.4.2.2.     Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan .......................................................                             II – 17
2.4.2.3.     Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan ..........................................................                           II – 18
2.5.         Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ......................................................                         II – 19
2.5.1.       Analisis Kinerja Historis Perseroan ......................................................................                 II – 19
2.5.1.1.     Analisis Posisi Keuangan .......................................................................................           II – 20
2.5.1.2.     Analisis Laba Rugi ..................................................................................................      II – 21
2.5.1.3.     Analisis Arus Kas Perseroan .................................................................................              II – 22
2.5.2.       Analisis Rasio Keuangan .......................................................................................            II – 23
2.5.3.       Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan ..................................................                              II – 24
2.5.3.1.     Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ..................................                                      II – 24
2.5.3.2.     Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi ....................................                                    II – 25
2.5.3.3.     Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi .............................................                                 II – 26
2.5.3.4.     Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi ...............................................                               II – 27
2.5.3.5.     Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi ................................................                               II – 28
2.5.3.6.     Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi..................................................                              II – 28
2.5.4.       Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan .......................                                           II – 29
2.5.4.1.     Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi...................................................                                II – 29
2.5.4.2.     Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ....................................................                              II – 30
2.5.5.       Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ....                                                       II – 31
2.5.5.1.     Proforma Laporan Posisi Keuangan ...................................................................                       II – 31
2.5.5.2.     Proforma Laporan Laba Rugi ..............................................................................                  II – 33
2.5.6.       Analisis Inkremental ...............................................................................................       II – 33
2.5.6.1.     Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ......                                                      II – 34
2.5.6.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan .............................................................                           II – 36
2.5.6.3.     Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................                           II – 36
2.5.6.4.     Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam Menentukan
             Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain ..........................                                          II – 39
2.5.6.5.     Hal Material Lainnya ............................................................................................          II – 40
2.6.         Analisis Kewajaran Rencana Transaksi ..............................................................                        II – 40
2.6.1.       Analisis Kelayakan dari Perusahaan Patungan ...............................................                                II – 40
2.6.2.       Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi .........................................................                             II – 40




Daftar Isi                                                                                                                                    xiii
Page 20
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 21
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                            DAFTAR TABEL DAN GRAFIK

Tabel 1.1. Modal Disetor dan Persentase Kepemilikan Saham Perusahaan
           Patungan ............................................................................................................... I – 3
Tabel 1.2. Analisis Rencana Transaksi Material................................................................ I – 6

Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................                                 II – 3
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan .............................................................................                      II – 4
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham CTS .......................................................................                            II – 4
Tabel 2.4. Susunan Pengurus CTS ........................................................................................                 II – 5
Tabel 2.5. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ...................................................                                   II – 6
Tabel 2.6. Pertumbuhan PDB Dunia.....................................................................................                    II – 8
Tabel 2.7. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019 - 2024).............................................                                   II – 9
Tabel 2.8. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan
            Rupiah) ..................................................................................................................   II – 17
Tabel 2.9. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah) ..........                                                       II – 17
Tabel 2.10. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah) .............                                                    II – 18
Tabel 2.11. Historis Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................................                                         II – 19
Tabel 2.12. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan Konsolidasi ..............................                                            II – 19
Tabel 2.13. Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan
            Rupiah) ..................................................................................................................   II – 22
Tabel 2.14. Rasio Keuangan Perseroan ...............................................................................                     II – 23
Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .....................                                               II – 24
Tabel 2.16. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .....................                                               II – 25
Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................                                           II – 27
Tabel 2.18. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................                                           II – 27
Tabel 2.19. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................................                                         II – 28
Tabel 2.20. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................................                                         II – 28
Tabel 2.21. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ................................................                                    II – 29
Tabel 2.22. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi ..................................................                                  II – 31
Tabel 2.23. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah) ......................................                                        II – 31
Tabel 2.24. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah) ..............................................................                             II – 33
Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan
            Rupiah) ..................................................................................................................   II – 34
Tabel 2.26. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) ...........                                                   II – 35


Grafik 2.1. PDB Sektor Pertanian Tahun 2020 - 2024 .................................................... II – 13
Grafik 2.2. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam
            Jutaan Rupiah) ..................................................................................................... II – 20
Grafik 2.3. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan
            Rupiah) .................................................................................................................. II – 21




Daftar Tabel Dan Grafik                                                                                                                           xiv
Page 22
DAFTAR LAMPIRAN
Page 23
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran - 01 Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 02 Historis Laba Rugi
Lampiran - 03 Historis Arus Kas
Lampiran - 04 Rasio Keuangan
Lampiran - 05 Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 06 Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
Lampiran - 07 Proyeksi Arus Kas
Lampiran - 08 Rasio Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 09 Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 10 Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
Lampiran - 11 Proyeksi Arus Kas
Lampiran - 12 Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 13 Proformas Laporan Keuangan 31 Desember 2024
Lampiran - 14 Proforma Laporan Keuangan 31 Desember 2024
Lampiran - 15 Analisis Nilai Tambah




Daftar Lampiran                                             xv
Page 24
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 25
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                      BAB I
                                  PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
          PT BISI International Tbk untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah
          perusahaan yang bergerak dalam bidang pembibitan dan perdagangan
          benih jagung, sayuran dan padi. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Surabaya
          Mojokerto Km. 19, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten
          Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Produk utama yang dihasilkan oleh Perseroan
          dan entitas anaknya adalah benih jagung, benih hortikultura, benih padi,
          pestisida dan pupuk.

          Chia Tai Seeds Co., Ltd. yang selanjutnya disebut “CTS” merupakan
          perusahaan yang didirikan secara sah berdasarkan hukum Kerajaan
          Thailand, dengan kantor beralamat di 1 Soi Sukhumvit 60, Phra Khanong Tai
          Sub-district, Phra Khanong District, Bangkok 10260, Thailand. CTS memiliki 29
          kegiatan usaha, salah satunya adalah produksi benih hortikultura. CTS
          sebagai pihak afiliasi dengan Perseroan.

          Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan dan CTS berencana
          mendirikan perusahaan patungan yang berdomisili hukum di Indonesia
          berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku di
          Indonesia yang bergerak dibidang produksi dan perdagangan benih
          hortikultura. Selanjutnya rencana usaha patungan tersebut dalam laporan ini
          disebut dengan “Rencana Transaksi”.

          Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan
          dan CTS merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan
          Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan
          Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
          No. 42/POJK.04/2020. Namun Rencana Transaksi ini bukan merupakan
          transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
          No. 17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
          persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited
          per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
          Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini audit tanpa modifikasian.

          Sehubungan rencana tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto &
          Rekan (“TnR”) untuk melakukan penilaian Opini Kewajaran atas Rencana
          Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat
          Penawaran Nomor : M.FO.25.00.0014, tanggal 4 Juni 2025 untuk
          mengetahui Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.




Bab I - Pendahuluan                                                                  1
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


1.2       Identitas Status Penilai
          KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR) awalnya adalah PT Actual Kencana
          Appraisal (AKA) yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984.
          Tahun 2007 AKA berubah menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
          mengikuti Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai
          publik di Indonesia.

          TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
          Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
          2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
          2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
          nama:
          • Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
            - No. MAPPI                : 93-S-00361
            - No. Ijin Penilai Publik  : PB-1.08.00060
            - Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
            - STTD OJK No.             : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
            - No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
            - No. STTD IKNB            : 008/NB.122/STTD-P/2017

          Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
          kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
          Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.

          Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
          dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
          Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
          memihak.


1.3       Identitas Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan
          Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:

          Nama            : PT BISI International Tbk
          Bidang Usaha    : Pembibitan dan Perdagangan Benih Jagung, Sayuran
                            dan Padi.
          Alamat          : Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa
                            Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo,
                            Provinsi Jawa Timur.
          Nomor Telepon : (031) 788 2528
          Nomor Faksimile : (031) 788 2856
          Email           : investor.relations@bisi.co.id
          Website         : www.bisi.co.id


Bab I - Pendahuluan                                                               2
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Perseroan merupakan produsen benih hibrida terbesar di Indonesia yang
          didirikan oleh Charoen Pokphand Group pada tahun 1983. Dengan demikian,
          Perseroan sudah lebih dari 40 tahun berpengalaman sebagai produsen benih
          hibrida jagung, padi, dan hortikultura (sayuran, buah-buahan, dan bunga).
          Selain itu, melalui anak usahanya, yaitu PT Multi Sarana Indotani (MSI), BISI
          juga menjadi salah satu formulator pestisida dan pupuk terkemuka di
          Indonesia.

          Hingga kini, Perseroan telah memiliki tiga unit pabrik pengolahan benih yang
          masing-masing berada di Kediri dan Mojokerto, Jawa Timur. Unit I berada di
          Desa Sumberagung, Plosoklaten, Kediri, sebagai pusat pengolahan benih
          hortikultura. Kemudian unit II yang diperuntukkan sebagai pengolahan benih
          jagung dan padi berada di Desa Tulungrejo, Pare, Kediri. Sedangkan Unit III
          berada di Kecamatan Dlanggu, Mojokerto khusus untuk pengolahan benih
          jagung.


1.4       Objek Rencana Transaksi
          Objek rencana transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan
          merencanakan untuk kerjasama usaha patungan (joint venture) dengan CTS
          dengan mendirikan perusahaan. Badan usaha baru yang akan dibentuk oleh
          Perseroan dan CTS akan didirikan di Indonesia. Kegiatan usaha Perusahaan
          Patungan adalah produksi dan perdagangan benih hortikultura. Modal
          ditempatkan dan disetor Perusahaan Patungan adalah Rp10 miliar, dimana
          Perseroan akan memiliki 51% kepemilikan saham sedangkan CTS akan
          memiliki 49% kepemilikan saham. Berikut adalah rincian objek transaksi:

          Tabel 1.1. Modal Disetor dan Persentase Kepemilikan Saham Perusahaan
                     Patungan
                      Keterangan                 Modal Disetor          Persentase
           PT BISI International Tbk              5.100.000.000           51,00%
           Chia Tai Seeds Co., Ltd.               4.900.000.000           49,00%

          Perusahaan Patungan didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan fokus atau
          konsentrasi Perseroan di bidang penelitian benih hortikultura dan membuka
          peluang bisnis untuk merambah pasar internasional. CTS merupakan
          perusahaan penghasil benih hortikultura yang memiliki rekam jejak sangat
          baik di dunia sehingga kerjasama dua pihak ini akan menciptakan sinergi
          untuk mengantisipasi kebutuhan benih hortikultura dunia di masa mendatang.




Bab I - Pendahuluan                                                                  3
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


1.5       Ruang Lingkup
          Laporan Pendapat Kewajaran/Fairness Opinion atas Rencana Transaksi untuk
          selanjutnya disebut (“Laporan Pendapat Kewajaran”) ini hanya dapat
          digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan
          dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Laporan Pendapat
          Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi
          persetujuan atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil
          tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.

          Pihak ketiga yang ditunjuk untuk memberikan Laporan Pendapat Kewajaran
          adalah TnR yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan
          independen.


1.6       Maksud dan Tujuan
          Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
          memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
          Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
          berlaku, yaitu POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
          Transaksi Benturan Kepentingan.

          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
          ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
          No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK)
          No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
          ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).


1.7       Tanggal Penilaian
          Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas
          tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
          Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
          keuangan audited per tanggal 31 Desember 2024.


1.8       Independensi Penilai
          Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, TnR bertindak
          secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
          dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
          KJPP TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
          dengan penugasan ini.



Bab I - Pendahuluan                                                                4
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


1.9       Tanggung Jawab Penilai
          Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
          menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
          penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar
          dan TnR bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran yang
          diterbitkan.


1.10      Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
          Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi
          adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
          terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka
          atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
          saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi
          yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
          kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
          Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau
          pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan
          adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
          dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan
          Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
          merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

          Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi
          antara Perseroan dengan CTS merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
          dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
          Benturan Kepentingan. Perseroan dan CTS memiliki kesamaan Pemegang
          Saham Pengendali, yaitu Keluarga Jiaravanon.

          Gambar 1.1 Hubungan Afiliasi Perseroan dengan CTS




          Sumber: Manajemen Perseroan



Bab I - Pendahuluan                                                               5
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan
          ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota
          Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali
          yang dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam
          Laporan Keuangan Proforma Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan
          merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
          POJK No. 42/2020.

          Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
          Keterbukaan Informasi apabila Rencana Transaksi tersebut telah
          dilaksanakan oleh Perseroan.


1.11      Transaksi Material
          Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
          Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
          a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
             tertentu;
          b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
             operasi;
          c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
          d. Sewa menyewa aset;
          e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
          f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
             atas pinjaman dari pihak lain; dan
          g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

          Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
          transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
          tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
          Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau
          lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.

          Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
          Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai
          berikut:

          Tabel 1.2. Analisis Rencana Transaksi Material
                          Keterangan                      Jumlah (Rp)       Deviasi   Kesimpulan
            - Nilai Transaksi Setoran Modal Perseroan
                                                           5.100.000.000                Tidak
              di Perusahaan Patungan                                        0,15%
                                                                                       Material
           - Total Ekuitas Perseroan                    3.390.455.000.000
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)




Bab I - Pendahuluan                                                                                6
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Berdasarkan Draft Perjanjian Patungan (Joint Venture Agreement), jumlah
          modal disetor Perseroan di Perusahaan Patungan yang disepakati adalah
          sebesar Rp5.100.000.000,00. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan
          berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2024 oleh Kantor
          Akuntan     Publik   Purwantono,    Sungkoro,   dan     Surja    Nomor
          00216/2.1032/AU.1/01/0701-1/2/III/2025 tanggal 18 Maret 2025
          tercatat sebesar Rp3.390.455.000.000,00. Total nilai Rencana Tranksaksi
          terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,15%.

          Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
          17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
          Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi
          Material.


1.12      Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
          SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
          oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
          penilaian lengkap.

          Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis kualitatif dan
          analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. Dimana analisis atas Rencana
          Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam
          hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi
          terdapat penjelasan manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi.

          Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
          lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
          dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
          nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
          mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
          Rencana Transaksi.

          Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi
          analisis kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
          maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
          keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
          perseroan, analisis proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas
          transaksi serta analisis kewajaran atas nilai Rencana Transaksi.




Bab I - Pendahuluan                                                                     7
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


1.13      Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
          Events)
          Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
          Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
          laporan opini kewajaran ini diterbitkan.


1.14      Sumber Data
          Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Pendapat
          Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
          mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

          1.  Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
          2.  Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik
              Mento dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam Laporan Nomor
              00790/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2021 dengan opini wajar
              tanpa modifikasian.
          3. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik
              Moch. Dadang Syachruna dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam
              Laporan Nomor 00504/2.1032/AU.1/01/0697-1/1/IV/2022 dengan
              opini wajar tanpa modifikasian.
          4. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik
              Moch. Dadang Syachruna dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam
              Laporan Nomor 00472/2.1032/AU.1/01/0697-2/1/III/2023 dengan
              opini wajar tanpa modifikasian.
          5. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik
              Sinarta dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam Laporan Nomor
              00299/2.1032/AU.1/01/0701-1/1/III/2024 dengan opini wajar
              tanpa modifikasian.
          6. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
              pada tanggal 31 Desember 2024, yang diaudit oleh Akuntan Publik
              Sinarta dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam Laporan Nomor
              00216/2.1032/AU.1/01/0701-1/2/III/2025 dengan opini wajar
              tanpa modifikasian.
          7. Company Profile Perseroan.
          8. Annual Report Perseroan periode 2020 - 2024.
          9. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2025-2029 sebelum dan setelah
              rencana transaksi.
          10. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2025-2029 perusahaan
              patungan.


Bab I - Pendahuluan                                                              8
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          11. Laporan Studi Kelayakan Perusahaan Patungan.
          12. Legalitas Perseroan.
          13. Draft Keterbukaan Informasi (KI) Perseroan
          14. Proforma Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
          15. Draft Perjanjian Patungan (Joint Venture Agreement) antara Perseroan
              dengan CTS.
          16. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
              Rencana Transaksi.
          17. Wawancara dengan manajemen Perseroan.
          18. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
              kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
              hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.15      Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
          Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
          beberapa asumsi, antara lain:

          1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
          2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
              digunakan dalam proses penilaian.
          3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
              yang dapat dipercaya keakuratannya.
          4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
              mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
              manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
          5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
              kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
          6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
              publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
              mempengaruhi operasional perusahaan.
          7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
              Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
          8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
              dari pemberi tugas.
          9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga
              penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan
              apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi.
          10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
              ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
              Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
          11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
              sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
              kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
              pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Bab I - Pendahuluan                                                                9
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
              dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
              dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
          14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
              sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
              ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
              Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
              Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
          15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
              depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
              terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
              di luar ruang lingkup dari penugasan.
          16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
              pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
              kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
              bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
          17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
              stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.




Bab I - Pendahuluan                                                              10
Page 35
               BAB II
KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Page 36
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                             BAB II
              KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

2.1.      Metode Analisis Atas Rencana Transaksi
          Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
          melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

          1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
             pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, analisis terhadap
             perjanjian yang akan ditandatangani sehubungan dengan Rencana
             Transaksi, analisis manfaat dan risiko terhadap Rencana Transaksi.
          2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-
             pihak yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis
             operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
             keuntungan dan kerugian dari Rencana Transaksi.
          3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
             keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan
             sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum
             dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma keuangan sebelum dan
             sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
          4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi.


2.2.      Analisis Rencana Transaksi
2.2.1.    Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi

          Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:

          1. PT BISI International Tbk sebagai pihak yang akan melakukan transaksi
             kerjasama usaha patungan (joint venture).
          2. Chia Tai Seeds Co., Ltd. sebagai pihak yang akan bekerjasama dengan
             Perseroan dalam transaksi kerjasama usaha patungan (joint venture).

          Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
          dengan Rencana Transaksi:


2.2.1.1. PT BISI International Tbk (“Perseroan”)

          Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 22 Juni 1983 berdasarkan
          Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 Tahun 1967 berdasarkan
          Akta Notaris Drs. Gde Ngurah Rai, S.H., No. 35. Akta pendirian tersebut telah
          disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                          1
Page 37
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          No. C2-5415-HT.01.01.TH.84 tanggal 27 September 1984 dan diumumkan
          dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 94, Tambahan
          No. 4731 tanggal 23 November 1990. Berdasarkan Akta Notaris No. 17
          tanggal 3 Oktober 2006, yang dibuat di hadapan Dr. Fulgensius Jimmy H.L.T.,
          S.H., M.H., M.M., Notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui perubahan
          nama legal Perusahaan dari PT Benihinti Suburintani menjadi PT BISI
          International. Perubahan Anggaran Dasar ini telah mendapat persetujuan
          dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
          Surat Keputusan No. W7-02215.HT.01.04-TH.2006 tanggal 6 November
          2006.

          Anggaran Dasar Perseroan Perseroan telah mengalami beberapa kali
          perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Marcivia Rahmani, S.H., M.Kn.
          No. 17 tanggal 27 Mei 2024. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
          No. AHU-0032326.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 3 Juni 2024.

          Perseroan berkedudukan di Sidoarjo dengan kantor pusat beralamat di Jalan
          Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman,
          Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

          Kegiatan Usaha Perseroan

          Kegiatan usaha Perseroan sesuai Anggaran Dasar adalah: Pertanian Jagung,
          Pertanian Aneka Kacang Hortikultura, Pertanian Padi Hibrida, Pertanian Padi
          Inhibrida, Pertanian Hortikultura Sayuran Daun, Pertanian Hortikultura Buah,
          Pertanian Hortikultura Sayuran Buah, Pertanian Hortikultura Sayuran Lainnya,
          Pertanian Cabai, Pertanian Pengembangbiakan Tanaman, Jasa Pasca Panen,
          Pemilihan Benih Tanaman Untuk Pengembangbiakan, Perdagangan Besar
          Padi dan Palawija, Perdagangan Besar Buah-Buahan, Perdagangan Besar
          Sayuran, Penelitian dan Pengembangan Ilmu Teknologi dan Rekayasa Sumber
          Daya Genetik Pertanian, Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, Industri
          Pengeringan Buah-Buahan dan Sayuran, Industri Penggilingan dan
          Pembersihan Jagung, Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan
          Perlengkapan Pertanian, Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia,
          Industri Mesin Pertanian Dan Kehutanan, Industri Pupuk Alam/Non Sintetis
          Hara Makro Primer, Industri Pupuk Buatan Tunggal Hara Makro Primer,
          Industri Pupuk Buatan Majemuk Hara Makro Primer, Industri Pupuk Buatan
          Campuran Hara Makro Primer, Industri Pupuk Hara Makro Sekunder, Industri
          Pupuk Hara Mikro, Industri Pupuk Pelengkap, Industri Media Tanam, Industri
          Pupuk Lainnya, Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Barang Campuran
          Sebagaimana Tersebut Dalam 47911-47913, Perdagangan Eceran Melalui
          Media Untuk Berbagai Macam Barang Lainnya, Aktivitas Pengembangan
          Aplikasi Perdagangan Melalui Internet (E-Commerce), Aktivitas Kantor Pusat.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         2
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Perijinan Perseroan

          Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha: 8120002972866,
          yang ditandatangani secara elektronik oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM.
          Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,
          Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB)
          kepada:

          Nama Perusahaan                       : PT BISI International Tbk
          Alamat Kantor                         : Jalan Surabaya - Mojokerto, Km. 19,
                                                  Desa      Bringinbendo,    Kec.   Taman,
                                                  Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
          Status Penerimaan Modal               : PMDN

          Izin tersebut diterbitkan pada tanggal 26 September 2018 dan perubahan
          ke-1 pada tanggal 5 Juni 2024.

          NIB Perseroan telah berlaku efektif selama Perseroan menjalankan usaha
          dan/atau kegiatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
          undangan.

          Struktur Permodalan Perseroan

          Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan pada tanggal
          31 Desember 2024 berdasarkan laporan keuangan audited adalah sebagai
          berikut:
          Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                  Jumlah Nilai        Persentase
           No.    Nama Pemegang Saham        Jumlah Saham
                                                               Nominal Saham (Rp)    Kepemilikan
            1.    PT Agrindo Pratama              930.000.000    93.000.000.000           31,00%
            2.    Field Invesment Holdings
                                                  190.687.500       19.068.750.000        6,36%
                  Pte. Ltd.
            3.    Valley Investment Holdings
                                                  190.687.500       19.068.750.000        6,36%
                  Pte. Ltd.
            4.    Vista Investment Holdings
                                                  190.687.500       19.068.750.000        6,36%
                  Pte. Ltd.
            5.    SJ BISI Holdings Pte. Ltd.      122.250.000       12.225.000.000        4,08%
            6.    UBS AG Singapore Non-
                  Treaty Omnibus Account -        184.189.100       18.418.910.000        6,14%
                  2091144090
            7.    United Overseas Bank
                                                  152.683.500       15.268.350.000        5,09%
                  Nominees (Private) Limited
            8.    Tjiu Thomas Effendy               2.748.900          274.890.000        0,09%
            9.    Lie Suhanto                         310.000           31.000.000        0,01%
            10. Publik (Masing – Masing
                  Kepemilikan Kurang dari      1.035.756.000      103.575.600.000        34,51%
                  5%)
           Jumlah Modal Disetor                 3.000.000.000      300.000.000.000      100,00%
          Sumber : Laporan Keuangan Audited Perseroan 31 Desember 2024 (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                        3
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Susunan Pengurus Perseroan

          Berdasarkan Akta Notaris No. 5 tanggal 8 November 2024 yang dibuat di
          hadapan Marcivia Rahmani, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, susunan Dewan
          Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:
          Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
                         Jabatan                                   Nama
           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                        Tjiu Thomas Effendy
           Wakil Komisaris Utama                  Lie Suhanto
           Komisaris Independen                   Burhan Hidayat
           Komisaris Independen                   Sunardi

           Dewan Direksi
           Direktur Utama                         Agus Saputra Wijaya
           Direktur                               Putu Darsana
           Direktur                               Arief Tonny Kusuma
           Direktur                               Adhi Kristanto, STP, MP
          Sumber : Manajemen Perseroan



2.2.1.2. Chia Tai Seeds Co., Ltd. (“CTS”)

          CTS didirikan di Thailand pada tanggal 6 Januari 1989, dengan Business
          Registration Number 0105532001528 dan memiliki kantor di 1 Soi Sukhumvit
          60, Phra Khanong Tai Sub-district, Phra Khanong District, Bangkok, Thailand.
          Kegiatan Usaha CTS memiliki 29 kegiatan usaha, salah satunya adalah
          produksi benih hortikultura.

          Susunan Pemegang Saham CTS pada tanggal 9 April 2024 adalah sebagai berikut:

          Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham CTS
                                           Jumlah
                                                          Total Nilai
            Nama Pemegang Saham            Saham                            Komposisi
                                                         Nominal (THB)
                                          (Lembar)
           Chia Tai Co., Ltd.                 999.993           9.999.930     99,9993%
           Jaran Chiaravanont                       1                  10      0,0001%
           Estate of Montri Jiaravanont             1                  10      0,0001%
           Sumet Jiaravanon                         1                  10      0,0001%
           Dhanin Chearavanont                      1                  10      0,0001%
           Wanlop Chiaravanond                      1                  10      0,0001%
           Phongthep Chiaravanond                   1                  10      0,0001%
           Manas Chiaravanond                       1                  10      0,0001%
           TOTAL                            1.000.000          10.000.000      100,00%
          Sumber : Manajemen Perseroan




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                             4
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Adapun susunan Direksi CTS adalah sebagai berikut:

         Tabel 2.4. Susunan Pengurus CTS
                      Jabatan                               Nama
           Direktur                       Min Tieanworn
           Direktur                       Wanlop Chiaravanont
           Direktur                       Phongthep Chiaravanont
           Direktur                       Manas Chiaravanond
           Direktur                       Manunporn Chiaravanond
           Direktur                       Supat Mekiyanon
           Direktur                       Chaiwut Sompan
          Sumber : Manajemen Perseroan



2.2.2.    Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi

          Ringkasan draft Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture Agreement) antara
          Perseroan dengan CTS adalah sebagai berikut:

          1. Bahwa Perseroan dan CTS bermaksud untuk memiliki usaha patungan
             dengan mendirikan sebuah perusahaan patungan di Indonesia.
          2. Perusahaan baru hasil kerjasama Perseroan dan CTS akan di namai
             dengan PT Dwidaya Tani Mandiri atau nama lain yang ditentukan
             kemudian oleh Perseroan dan CTS (“JVC”).
          3. Perseroan dan CTS sepakat untuk mendirikan JVC yang berdomisili hukum
             di Indonesia berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan perundangan
             yang berlaku di Indonesia.
          4. Bahwa perusahaan patungan yang didirikan oleh Perseroan dan CTS
             akan melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan benih induk
             yang handal dari beberapa produk hortikultura. Kemudian, dari benih
             induk yang dihasilkan tersebut, JVC akan melakukan proses produksi untuk
             menghasilkan benih komersial yang akan dijual ke pasar domestik maupun
             internasional.
          5. Tahap awal pengembangan bisnis ini kami menyediakan produk berupa
             benih hibrida untuk 5 tanaman utama, yaitu: Semangka, Melon, Tomat,
             Timun dan Jagung Manis.
          6. JVC akan memiliki domisili hukum di Kabupaten Malang, Jawa Timur atau
             lokasi lain yang ditentukan kemudian oleh Perseroan dan CTS.

          Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
          khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
          syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        5
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.2.3.    Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

          Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
          yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
          Transaksi.

          a. Manfaat Rencana Transaksi

                1. Perseroan dapat meningkatkan fokus atau konsentrasi Perseroan di
                   bidang penelitian benih hortikultura dan membuka peluang bisnis
                   untuk merambah pasar internasional.
                2. Perseroan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan melalui entitas
                   anak yang akan di bentuk melalui skema joint venture.
                3. Transaksi kerjasama joint venture, Perseroan akan mengurangi tingkat
                   risiko finansial atau operasional yang biasanya terkait dengan
                   proyek atau investasi baru.
                4. Perseroan dapat meningkatkan keunggulan kompetitif yang lebih
                   besar didalam pasar pengembangan dan produksi benih hortikultura.

          b. Risiko Rencana Transaksi

                Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke
                rencana strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana
                Transaksi.


2.3.      Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1.    Gambaran Perekonomian Indonesia

          Berikut adalah ringkasan kondisi perekonomian makro Global dan
          Indonesia:

          Tabel 2.5. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                               Deskripsi                      2021     2022      2023      2024

           PDB Dunia (%)                                      6,00      3,50      3,10      3,20
           PDB Indonesia (%)                                  3,70      5,31      5,05      5,03
           Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)                   14.320      15.592    15.415    16.157
           Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $)       144,900     137,200   146,400   155,719

           Inflasi (%)                                        1,87      5,51      2,61      1,57

           BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)                    3,50      5,75      6,00      6,00
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                        6
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          • Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025
            diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi
            lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
            ketidakpastian pasar keuangan global.
          • Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen,
            melambat dibanding capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan
            sebesar 5,05 persen (c-to-c).
          • Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang
            tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar
            Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025)
            hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
          • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat
            tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7
            bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
            Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
            3 bulan impor.
          • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
            sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat
            1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang
            terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga
            kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi
            sesuai dengan sasarannya. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
            Triwulan IV 2024 dan diolah)


2.3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Global

          Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
          keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih
          kuat dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan
          permintaan domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang
          mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok,
          dan Jepang masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen
          dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih tertahan
          akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek
          pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi
          sebelumnya menjadi 3,2%.

          Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh
          pada ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta
          dampak kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak
          pada menguatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih
          terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih ekspansif mendorong yield US
          Treasury tetap tinggi, baik pada tenor maupun jangka panjang. Bersamaan
          dengan ketegangan geopolitik yang meningkat, perkembangan tersebut
          menyebabkan makin besarnya preferensi investor global untuk memindahkan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                           7
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar AS naik tinggi makin menambah
          tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia. Berbagai perkembangan
          global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi
          dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
          pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

          Tabel 2.6. Pertumbuhan PDB Dunia




2.3.1.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih
          rendah dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024
          sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya
          permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan,
          pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan sedikit di bawah titik tengah
          kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga
          cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor diprakirakan
          lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-negara
          mitra dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah,
          khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya
          ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang
          sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih
          besarnya kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik
          maupun ekspor. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi
          Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7–5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran
          prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus
          mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan
          turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut
          dilakukan melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan
          akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        8
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari itu, Bank Indonesia
          mendukung penuh implementasi program-program Pemerintah dalam Asta
          Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta
          akselerasi ekonomi dan keuangan digital.


2.3.1.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)

          Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
          sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat
          1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali
          pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan
          Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan
          sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi
          0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
          berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi
          TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga
          terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia
          meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
          diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
          sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
          permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan
          kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
          berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
          sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan
          Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan
          moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam
          sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong
          pertumbuhan ekonomi.

          Tabel 2.7. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019 - 2024)
           Bulan               2019         2020         2021          2022    2023    2024
           Januari              3,25         2,82         1,55          2,18    5,28    2,57
           Februari             3,18         2,57         1,38          2,06    5,47    2,75
           Maret                3,40         2,48         1,37          2,64    4,97    3,05
           April                3,41         2,83         1,42          3,47    4,33    3,00
           Mei                  3,23         3,32         1,68          3,55    4,00    2,84
           Juni                 3,12         3,28         1,33          4,35    3,52    2,51
           Juli                 3,18         3,32         1,52          4,94    3,08    2,13
           Agustus              3,20         3,49         1,59          4,69    3,27    2,12
           September            2,88         3,39         1,60          5,95    2,28    1,84
           Oktober              3,16         3,13         1,66          5,71    2,56    1,71
           November             3,23         3,00         1,75          5,42    2,86    1,55
           Desember             3,13         2,72         1,87          5,51    2,61    1,57
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                    9
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.3.1.4. Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang
          tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah
          terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya
          melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
          Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik
          dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso
          Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%;
          1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
          terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil
          terhadap mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut
          sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh
          aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen
          keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang
          tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung
          komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil
          yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi
          Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrumen moneter akan terus
          dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-
          market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk
          memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi
          portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.


2.3.1.5. Suku Bunga

          Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam
          upaya turut mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang
          (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03% pada 14 Januari 2025.
          Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025
          tercatat menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing masing-masing
          pada level 7,06%; 7,10%; dan 7,23%. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10
          tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat menjadi 6,98% dan
          7,25% sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen
          keuangan domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara
          itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan yang
          memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin
          baik dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
          kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan
          9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.

          Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Pada 2025,
          KLM diarahkan untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan guna
          mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari
          2025, insentif KLM telah disalurkan pada sektor-sektor yang mendukung
          pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, yaitu antara lain sektor

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                          10
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          pertanian, perdagangan dan manufaktur, transportasi, pergudangan dan
          pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, dan perumahan
          rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua Januari
          2025, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun,
          atau meningkat sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober
          2024. Insentif dimaksud telah disalurkan kepada kelompok bank BUMN
          sebesar Rp129,1 triliun, bank BUSN sebesar Rp130,6 triliun, BPD sebesar
          Rp29,9 triliun, dan KCBA sebesar Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan
          terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan
          memperkuat       sinergi   dengan     Pemerintah,     otoritas   keuangan,
          Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.

          Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap
          memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga
          (AL/DPK) pada Desember 2024 yang tinggi sebesar 25,59%. Rasio
          kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada November
          2024 tercatat tinggi sebesar 26,89%, tergolong kuat dalam menyerap risiko
          dan mendukung pertumbuhan kredit. Risiko kredit tetap terkendali, tecermin
          dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan pada
          November 2024 yang terjaga rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75%
          (neto). Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan
          yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta ditopang oleh
          kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank
          Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam
          memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem
          keuangan.

          Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap
          tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan
          andal. Pembayaran digital mencapai 34,5 miliar transaksi atau tumbuh
          36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh komponennya. Volume transaksi
          pada aplikasi mobile tumbuh sebesar 39,1% (yoy), demikian pula volume
          transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4% (yoy) pada tahun 2024.
          Di samping itu, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap
          tumbuh pesat sebesar 175,2% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna
          dan merchant. Pembayaran digital diproyeksikan meningkat 52,3% (yoy)
          pada tahun 2025. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses
          melalui BI-FAST mencapai 3,4 miliar transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy)
          dengan nilai mencapai Rp8,9 triliun pada tahun 2024. Volume transaksi nilai
          besar yang diproses melalui BI-RTGS mencapai 10,3 juta transaksi atau
          tumbuh 3,1% (yoy) dengan nilai Rp126,3 ribu triliun, meningkat 17,6% (yoy)
          pada tahun 2024. Pada tahun 2025, volume transaksi BI-FAST diprakirakan
          tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-RTGS diprakirakan tumbuh 11,4%
          (yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang
          Diedarkan (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir
          Desember 2024 dan diprakirakan tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                          11
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.3.1.6. Prospek Perekonomian Indonesia 2025

          Prospek ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan tetap positif, dengan
          pertumbuhan sekitar 4,7–5,5%, didukung oleh stabilitas perekonomian yang
          terus terjaga.

          IMF memprediksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia di level 5,1
          persen. Sementara Bank Dunia, melalui laporannya Indonesia Economic
          Prospects pada Desember 2024 memperkirakan pertumbuhan ekonomi
          Indonesia 2025 sebesar 5,1 persen. Sedangkan OECD pada laporannya
          November 2024, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025
          sebesar 5,2 persen. Proyeksi ini sesungguhnya tidak terlalu berbeda jauh
          dengan target pertumbuhan ekonomi pada APBN 2025 sebesar 5,2 persen.

          Inflasi rata rata, Bank Dunia memprediksikan akan berada di kisaran 2,4
          persen, sementara Institute For Development of Economics and Finance (Indef)
          memperkirakan inflasi di level 2,8%. Sedangkan target inflasi pada APBN
          2025 sebesar 2,5 persen. Perkiraan inflasi terkendali, dan berada di level
          rendah ini dikarenakan dua hal, yakni dari sisi eksternal dan internal. Dari sisi
          eksternal, merujuk Laporan IMF pada Oktober 2024 menggambarkan bahwa
          perjuangan global melawan Inflasi sebagian besar berhasil dimenangkan.
          Tingkat inflasi secara global diperkirakan mencapai 3,5% pada akhir 2025.


2.3.2.    Gambaran Umum Industri Pertanian

          Sektor pertanian tumbuh 0,71% pada kuartal IV atau 0,67% untuk
          keseluruhan tahun 2024. Pelemahan kinerja sektor pertanian ini disebabkan
          penurunan produksi padi dan kelapa sawit. Namun demikian, kinerja sektor
          pertanian diperkirakan akan meningkat seiring dengan kebijakan
          swasembada pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

          PDB dari Sektor Pertanian di Indonesia meningkat menjadi 36.150 miliar IDR
          pada kuartal pertama 2025 dari 32.940,30 miliar IDR pada kuartal
          keempat 2024. PDB dari Sektor Pertanian di Indonesia rata-rata sebesar
          68.202,90 Miliar IDR dari tahun 2010 hingga 2024, mencapai puncak
          tertinggi sebesar 96.785,80 Miliar IDR pada kuartal kedua 2020 dan
          terendah sebesar 32.708,90 Miliar IDR pada kuartal pertama 2024, seperti
          pada grafik berikut:




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                             12
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Grafik 2.1. PDB Sektor Pertanian Tahun 2020 - 2024




          Sumber : Trading Economic, 2024

          Sektor pertanian, merupakan sektor yang memiliki peran penting, tidak hanya
          pada masa sekarang, namun juga di masa mendatang karena berperan
          dalam menyediakan kebutuhan pangan masyarakat, pakan untuk ternak, dan
          penyediaan bioenergi. Tugas penyediaan pangan masyarakat bukanlah
          tugas yang ringan, karena diperkirakan penduduk Indonesia pada tahun
          2050 mencapai 317 juta jiwa, atau terbesar keenam di dunia setelah India,
          Tiongkok, Amerika, Nigeria dan Pakistan (United Nations Population, 2022).
          Untuk itu ketahanan pangan nasional ke depan harus tetap dipersiapkan dan
          dijaga dengan baik.

          Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dalam negeri, sesuai UU
          No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
          (RPJPN) tahun 2005-2025 dan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020
          tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun
          2020-2024, sektor pertanian diharapkan berkontribusi terhadap
          pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi lima
          tahun ke depan diharapkan meningkat sampai 5,7-6,0% per tahun, yang
          didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi berkelanjutan, perbaikan
          pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
          Pada tahun 2024, peningkatan kualitas ekonomi tercermin dari perbaikan
          capaian indikator makro ekonomi Indonesia di antaranya: inflasi yang stabil,
          penurunan tingkat kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran, penurunan
          tingkat rasio gini dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

          Kinerja positif sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penopang
          pembangunan nasional, namun juga berperan dalam mewujudkan ketahanan
          pangan, penyerapan tenaga kerja, pengentasan kemiskinan dan
          penanggulangan stunting. Selain itu, dengan memacu kinerja sektor pertanian,
          diharapkan dapat meningkatan daya saing melalui pertumbuhan agroindusti
          hilir dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        13
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          devisa negara. Pembangunan pertanian ke depan akan dihadapkan kepada
          perubahan lingkungan strategis yang dinamis baik domestik maupun
          internasional. Salah satu tantangan besar pembangunan pertanian yaitu
          pertumbuhan ekonomi utamanya sektor pertanian yang tumbuh positif dapat
          terdistribusi secara merata pada petani, sehingga mampu meningkatkan
          pendapatan petani yang sebagain besar merupakan petani gurem.


2.3.3.    Analisis Prospek Usaha Perseroan

          Meskipun menghadapi kondisi sulit di tahun 2024 perseroan tetap
          memperoleh laba bersih. Hal ini menggarisbawahi kekuatan fundamental
          industri yang dilayani dan memberikan Perseroan alasan untuk yakin akan
          masa depan.

          Kebutuhan akan pasokan pangan yang handal sangatlah penting bagi
          Indonesia yang memiliki populasi terbesar keempat di dunia dan Perseroan
          selalu siap untuk mengambil peran penting dalam memastikan keamanan
          pangan.

          Meskipun pertanian merupakan komponen utama perekonomian Indonesia,
          yang menyumbang sekita 12% dari PDB, Sebagian besar masih
          menggunakan metode pertanian tradisional dengan hasil dan kualitas yang
          bervariasi. Kemudian, meskipun Indonesia memiliki luas daratan sebesar 1,9
          juta kilometer persegi, namun kirang dari sepersepuluhnya yang cocok untuk
          pertanian.

          Sebagai organisasi berbasis sains yang berfokus pada penerapan teknologi
          pertanian modern, Perseroan berada pada posisi yang tepat untuk
          mendukung transformasi pertanian Indonesia melalui peningkatan adopsi
          benih hibrida. Benih telah dikembangkan untuk tumbuh subur diberbagai
          medan geografis, toleran terhadap kondisi pertanian yang sulit dan tahan
          terhadap hama serta penyakit yang semuanya merupakan kunci untuk
          meninhkatkan hasil dan kualitas panen.

          Secara khusus, Perseroan yakin akan prospek jangka Panjang jagung yang
          merupakan tanaman pangan penting untuk bahan baku pakan ternak. Dimasa
          mendatang, Indonesia tidak akan mampu memproduksi jagung dalam negeri
          yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan industry. Pemerintah
          Indonesia telah meluncurkan program untuk meningkatkan luas lahan untuk
          budidaya jagung secara signifikan dan ini merupakan pertumbuhan jangka
          Panjang yang berkelanjutan bagi Perseroan.

          Usaha patungan Perseroan di bidang pengembangan dan produksi benih
          hortikultura akan memperluas prospek pertumbuhannya di masa depan dan
          membuka peluang bisnis untuk merambah pasar internasional. Usaha baru ini


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                      14
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          akan semakin memperluas kemampuan kami untuk memanfaatkan pasar
          potensial yang terus berkembang.


2.3.4.    Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

          Seiring dengan meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat, konsumsi produk
          hortikultura, terutama sayur dan buah, diperkirakan akan terus meningkat
          sehingga kebutuhan atas benih hortikultura yang bagus juga diperlukan.
          Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi sangat besar dalam
          pengembangan dan produksi benih hortikultura yang unggul.

          Sebagai perusahaan penghasil benih hortikultura yang sudah
          berpengalaman di Indonesia, Perseroan akan bekerja sama dengan CTS
          dengan mendirikan JVC dengan tujuan untuk meningkatkan fokus atau
          konsentrasi Perseroan di bidang penelitian benih hortikultura dan membuka
          peluang bisnis untuk merambah pasar internasional. CTS merupakan
          perusahaan penghasil benih hortikultura yang memiliki rekam jejak sangat
          baik di dunia sehingga kerjasama dua pihak ini akan menciptakan sinergi
          untuk mengantisipasi kebutuhan benih hortikultura dunia di masa mendatang.

          JVC dibentuk untuk melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan
          benih induk yang handal dari beberapa produk hortikultura. Kemudian, dari
          benih induk yang dihasilkan tersebut, JVC akan melakukan proses produksi
          untuk menghasilkan benih komersial yang akan dijual ke pasar domestik
          maupun internasional.

          Pertimbangan Perseroan untuk melakukan transaksi dengan pihak CTS adalah
          karena CTS telah memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang
          pertanian, termasuk memproduksi benih hortikultura unggul serta memiliki
          jaringan pasar internasional yang luas.

          Sumber dana yang akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan
          Transaksi adalah sumber dana internal.


2.3.5.    Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
          Transaksi

          Keuntungan Perseroan dengan adanya rencana transaksi kerjasama usaha
          patungan (joint venture) pendirian perusahaan patungan adalah untuk
          memperkuat komitmen Perseroan dalam mengeksplorasi bidang penelitian
          benih hortikultura yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia.

          Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
          dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul
          akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                      15
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          penunjang pasar modal seperti biaya KAP dan KJPP dengan biaya-biaya
          yang muncul antara lain biaya KAP, biaya penilaian objek transaksi, biaya-
          biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
          dapat muncul dikemudian hari.


2.4.      Analisis Kuantitatif Objek Rencana Transaksi
          Untuk melihat kelayakan atas rencana pendirian perusahaan patungan, perlu
          dilakukan analisis terhadap kelayakan perusahaan patungan yang dapat
          dilihat pada biaya investasi, proyeksi keuangan seperti proyeksi posisi
          keuangan, dan laba rugi yang dapat disajikan sebagai berikut :


2.4.1.    Biaya Investasi

          Modal disetor oleh Perseroan di perusahaan patungan adalah sebesar Rp5,1
          miliar dan modal disetor CTS sebesar Rp4,9 miliar. Berikut adalah biaya
          investasi awal pendirian perusahaan patungan:

           Period                             Amount          % of Total Investment
           Agustus 2025                            5.000                     50%
           Oktober 2025                            5.000                     50%
           Total                                 10.000                    100%
          Sumber: Manajemen Perseroan


2.4.2.    Proyeksi Keuangan Perusahaan Patungan

          Dasar dalam perhitungan proyeksi keuangan adalah business plan yang
          diberikan oleh pemberi tugas berdasarkan laporan studi kelayakan
          Patungan.


2.4.2.1. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perusahaan Patungan adalah
          sebagai berikut:




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                           16
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Tabel 2.8.      Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                               PROYEKSI
                   URAIAN
                                          2025          2026         2027       2028       2029
           Aset Lancar                   10.025       10.212       13.015     18.486     28.771
           Aset Tidak Lancar                  -        1.689        1.318        948        577
           Total Aset                    10.025       11.901       14.333     19.434     29.348
           Liabilitas Jangka Pendek           -        1.662        2.164      2.885      3.862
           Liabilitas Jangka Panjang            -          -            -          -          -
           Total Liabilitas                   -        1.662        2.164      2.885      3.862
           Total Ekuitas                 10.025       10.239       12.169     16.549     25.486
           Total Liabilitas & Ekuitas    10.025       11.901       14.333     19.434     29.348
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi keuangan perusahaan patungan di atas, diperkirakan
          Total Aset perusahaan patungan mengalami peningkatan setiap tahunnya
          yaitu rata-rata CAGR sebesar 33,80% per tahun selama masa proyeksi.
          Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari kas dan bank, piutang usaha,
          dan persediaan.

          Total liabilitas perusahaan patungan dari tahun 2026 sampai dengan tahun
          2029 diproyeksikan mengalami kenaikan rata-rata CAGR 32,45% per tahun
          selama masa proyeksi. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari
          kenaikan utang usaha dan utang pajak.

          Total Ekuitas perusahaan patungan di proyeksikan mengalami peningkatan
          selama masa proyeksi dengan rata-rata CAGR 26,27% per tahun.
          Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan saldo laba.


2.4.2.2. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan

          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi perusahaan patungan:

          Tabel 2.9.      Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                               PRO Y EKSI
                  URAIAN
                                         2025          2026          2027       2028       2029
           Penjualan Bersih                 -         30.100        42.242     56.054     74.373
           Beban Pokok Penjualan            -       (19.922)      (27.720)   (36.515)   (48.105)
           Laba Bruto                       -         10.179        14.522     19.538     26.267
           EBIT                             -            118         2.353      5.437    11.151
           EBT                             25            240         2.448      5.576    11.390
           Laba Bersih                     25            214         1.930      4.379      8.937
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)

          Perusahaan patungan setelah beroperasi komersial pada pertengahan tahun
          2025 belum ada penjualan namun pada tahun 2026 penjualan bersih
          diproyeksikan sebesar Rp30,10 miliar dan akan ditingkatkan menjadi


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                   17
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Rp74,37 miliar pada tahun 2029. Laba kotor pada tahun 2026 diperkirakan
          sekitar 33,82% terhadap pendapatan dan terus di pertahankan kurang lebih
          pada porsi yang sama hingga tahun 2029 sebesar 35,32% terhadap
          pendapatan. Laba Bersih pada tahun 2026 sampai dengan tahun 2029
          diestimasikan rata-rata 6,28% dari pendapatan.

          Laba yang diperoleh pada tahun 2025 belum memberikan dampak positif
          dalam pengembalian aset yang di investasikan, hal ini disebabkan karena
          perusahaan baru memulai beroperasi dimana penjualan masih tergolong kecil
          karena produk yang dihasilkan masih membutuhkan riset dan pengembangan
          yang berkelanjutan, namun secara bertahap ROA meningkat menjadi
          30,45% pada tahun 2029.


2.4.2.3. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan

          Perkembangan arus kas perusahaan patungan selama masa proyeksi dapat
          dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.10. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                  PROYEKSI
                     URAIAN
                                                2025      2026       2027    2028     2029
           Arus Kas dari Aktivitas Operasi         25   (2.751)       816    3.221    7.310
           Arus Kas dari Aktivitas Investasi        -   (2.060)         -        -        -
           Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan   10.000         -         -        -        -
           Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas
                                               10.025   (4.811)       816    3.221    7.310
           dan Setara Kas
           Kas dan Setara Kas Awal Tahun            -   10.025       5.214   6.030    9.251
           Kas dan Setara Kas Akhir Tahun      10.025    5.214       6.030   9.251   16.561
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)

          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan
            pada tahun 2029 sebesar Rp7,31 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
            penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga.
            Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada
            pemasok gaji dan upah, pembayaran beban bunga, pembayaran beban
            usaha dan pembayaran pajak penghasilan badan.
          • Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
            pada proyeksi tahun 2029.
          • Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
            pendanaan pada proyeksi tahun 2029.
          • Jumlah kas dan setara kas perusahaan patungan pada akhir 2029 tercatat
            sebesar Rp16,56 miliar, lebih tinggi 79,01% dibandingkan posisi awal
            tahun yang tercatat sebesar Rp9,25 miliar.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                              18
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.      Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
2.5.1.    Analisis Kinerja Historis Perseroan

          Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
          rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
          beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
          bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2020, 31
          Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023 dan 31 Desember
          2024 disajikan sebagai berikut:

         Tabel 2.11. Historis Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                         2020          2021          2022          2023         2024
                Keterangan
                                       Audited       Audited       Audited       Audited      Audited
           Aset Lancar              2.247.228     2.468.374     2.699.403     2.945.199    2.572.633
           Aset Tidak Lancar         667.751        663.828      711.078       956.621     1.061.896
           Total Aset               2.914.979     3.132.202     3.410.481     3.901.820    3.634.529
           Liabilitas J. Pendek      385.631        346.045      306.752       401.461      192.052
           Liabilitas J. Panjang       70.961        58.112        53.479        53.663       52.022
           Total Liabilitas           456.592       404.157       360.231       455.124     244.074
           Total Ekuitas            2.458.387     2.728.045     3.050.250     3.446.696    3.390.455
           Pendapatan               1.812.762     2.015.138     2.415.592     2.298.131    1.367.926
           Beban Pokok
                                   (1.124.032)   (1.205.168)   (1.395.090)   (1.136.012)   (742.939)
           Penjualan
           Laba Kotor                688.730        809.970     1.020.502     1.162.119     624.987
           Laba Usaha                362.488        460.176      616.250       692.341      206.301
           Laba Sebelum Pajak        364.938        477.367      644.894       733.895      234.980
           Laba Bersih               275.667        380.992      523.242       595.740      178.640
          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)

          Tabel 2.12. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan Konsolidasi
                                     2021           2022          2023            2024       CAGR
           Keterangan
                                    Audited        Audited       Audited         Audited   Rata - Rata
           Aset Lancar              9,84%          9,36%         9,11%          -12,65%      3,44%
           Aset Tidak Lancar        -0,59%          7,12%        34,53%         11,00%       12,30%
           Total Aset                7,45%          8,88%        14,41%         -6,85%       5,67%
           Liabilitas J. Pendek     -10,27%        -11,35%       30,87%         -52,16%     -15,99%
           Liabilitas J. Panjang    -18,11%        -7,97%         0,34%          -3,06%      -7,47%
           Total Liabilitas         -11,48%        -10,87%       26,34%         -46,37%     -14,49%
           Total Ekuitas            10,97%         11,81%        13,00%         -1,63%       8,37%
           Pendapatan               11,16%         19,87%        -4,86%         -40,48%      -6,80%
           Beban Pokok
                                     7,22%         15,76%        -18,57%        -34,60%      -9,83%
           Penjualan
           Laba Kotor               17,60%         25,99%        13,88%         -46,22%      -2,40%
           Laba Usaha               26,95%         33,92%        12,35%         -70,20%     -13,14%
           Laba Sebelum Pajak       30,81%         35,09%        13,80%         -67,98%     -10,42%
           Laba Bersih              38,21%         37,34%        13,86%         -70,01%     -10,28%



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                        19
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.1.1. Analisis Posisi Keuangan

          Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
          grafik berikut ini.

          Grafik 2.2. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan
                      Rupiah)

                                               Historis Posisi Keuangan
                                               PT BISI International Tbk
           5.000.000                                                                                 30,00%
                                                                                                     20,00%
           4.000.000                                                                                 10,00%
                                                                                                     0,00%
           3.000.000
                                                                                                     -10,00%
                                                                                                     -20,00%
           2.000.000
                                                                                                     -30,00%
           1.000.000                                                                                 -40,00%
                                                                                                     -50,00%
                   0                                                                                 -60,00%
                           2020                2021        2022             2023              2024

                                  Total Aset            Total Liabilitas      Total Ekuitas
                                  Growth Aset           Growth Liabilitas     Growth Ekuitas

          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)

         • Total aset Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp3.634,53 miliar lebih
           rendah 6,85% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
           Rp3.901,82 miliar. Penurunan ini berasal dari adanya penurunan kas
           setara kas, piutang usaha, uang muka, piutang pihak berelasi non usaha,
           tagihan pajak penghasilan, aset pajak tangguhan dan aset hak guna. Total
           aset Perseroan tahun 2020 sampai dengan 2024 mengalami kenaikan
           setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
           Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 5,67% per tahun.
         • Total liabilitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp244,07 miliar,
           lebih rendah 46,37% dibanding tahun 2023 yang tercatat sebesar
           Rp455,12 miliar. Penurunan ini berasal dari adanya penurunan pada pos
           utang lain – lain pihak ketiga, kewajiban untuk return, beban akrual dan
           utang pihak berelasi non usaha. Total laibilitas Perseroan tahun 2020
           sampai dengan 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju
           pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
           sebesar -14,49% per tahun.
         • Total ekuitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp3.390,46 miliar
           lebih rendah 1,63% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat
           sebesar Rp3.446,69 miliar. Penurunan ini berasal dari adanya penurunan
           saldo laba. Total ekuitas Perseroan tahun 2020 sampai dengan 2024
           mengalami kenaikan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk
           tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 8,37% per tahun.



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                               20
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.1.2. Analisis Laba Rugi

          Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik
          berikut ini:

          Grafik 2.3. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)

                                         Historis Laba Rugi
                                      PT BISI International Tbk
           3.000.000                                                                          60,00%

           2.500.000                                                                          40,00%
                                                                                              20,00%
           2.000.000
                                                                                              0,00%
           1.500.000
                                                                                              -20,00%
           1.000.000
                                                                                              -40,00%
             500.000                                                                          -60,00%
                  0                                                                           -80,00%
                         2020         2021        2022            2023             2024

                         Pendapatan           Laba Kotor                 Laba Bersih
                         Growth Pendapatan    Growth Laba Kotor          Growth Laba Bersih



         • Pada tahun 2024 pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp1.367,93
           miliar mengalami penurunan sebesar 40,48% dibanding tahun 2023 yang
           tercatat sebesar Rp2.298,13 miliar. Penurunan pendapatan Perseroan
           disebabkan oleh menurunnya pendapatan dari benih jagung, pestisida dan
           pupuk. Pendapatan Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024
           mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
           majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar -6,80%
           per tahun.
         • Laba kotor Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp624,99 miliar
           mengalami penurunan sebesar 46,22% dibanding tahun 2023 yang
           tercatat sebesar Rp1.162,12 miliar. Penurunan laba kotor Perseroan
           disebabkan oleh meningkatnya persentase beban pokok penjualan
           Perseroan. Laba kotor Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024
           mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk
           tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar -2,40% per tahun.
         • Pada tahun 2024 Perseroan mencatatkan keuntungan dari segmen usaha
           penjualan benih dan pupuk yang ditunjukkan dari laba bersih sebesar
           Rp178,64 miliar lebih rendah 70,01% dibandingkan tahun 2023 yang
           tercatat sebesar Rp595,74 miliar. Laba bersih Perseroan tahun 2020
           sampai dengan tahun 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya,
           dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
           Rate/CAGR) sebesar 10,28% per tahun.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                           21
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.1.3. Analisis Arus Kas Perseroan

          Perkembangan arus kas Perseroan per 31 Desember 2020, 31 Desember
          2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2024
          dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.13. Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
                                     2020         2021        2022        2023           2024
               Keterangan
                                   Audited      Audited     Audited     Audited     Audited
           Arus Kas dari
                                  714.412      652.538     668.145      42.910    (146.282)
           Aktivitas Operasi
           Arus Kas dari
                                  (42.470)     (44.554)    (60.000)   (294.320)    (89.310)
           Aktivitas Investasi
           Arus Kas dari
                                 (265.001)    (114.992)   (204.860)   (205.382)   (240.849)
           Aktivitas Pendanaan
           Kas dan Setara Kas
                                  195.165      602.271    1.095.398   1.501.451   1.042.206
           Awal Tahun
           Kas dan Setara Kas
                                  602.271     1.095.398   1.501.451   1.042.206    567.673
           Akhir Tahun


          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31
            Desember 2024 sebesar negatif Rp146,28 miliar. Arus kas masuk
            diperoleh dari penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan tagihan pajak
            penghasilan dan penerimaan kas penghasilan keuangan. Sementara dari
            arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, gaji
            karyawan, beban usaha, pembayaran pajak dan penerimaan kegiatan
            operasional lainnya.
          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31
            Desember 2024 sebesar negatif Rp89,31 miliar. Arus kas masuk diperoleh
            dari hasil penjualan aset tetap. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk
            uang muka pembelian aset tetap, perolehan perolehan aset tetap dan
            perolehan aset hak guna.
          • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada periode
            31 Desember 2024 sebesar negatif Rp240,85 miliar. Tidak terdapat arus
            kas masuk. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk pembayaran
            pokok liabilitas sewa, dan pembayaran dividen.
          • Jumlah kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada pada periode 31
            Desember 2024 sebesar Rp567,67 miliar. lebih rendah 45,53%
            dibandingkan posisi awal tahun yang tercatat sebesar Rp1.042,20 miliar.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                22
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.2.    Analisis Rasio Keuangan

          Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2018, 31
          Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021 dan per
          31 Desember 2022 dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.14. Rasio Keuangan Perseroan
                       Keterangan               2020A     2021A    2022A    2023A    2024A
           Rasio Likuiditas
           Rasio lancar (x)                        5,83     7,13     8,80     7,34    13,40
           Rasio cepat (x)                         3,44     4,86     6,35     5,20     5,72
           Rasio kas (x)                           1,56     3,17     4,89     2,60     2,96
           Rasio Aktivitas
           Jumlah hari perputaran piutang          137       97        63     161       130
           Jumlah hari perputaran persediaan       299      239       197     276       724
           Jumlah hari perputaran utang usaha       34       34         8      15        30
           Rasio Leverage
           Debt to Aset Ratio (%)               15,66%    12,90%   10,56%   11,66%    6,72%
           Debt to Equity Ratio (%)             18,57%    14,81%   11,81%   13,20%    7,20%
           Rasio Profitabilitas
           Margin Laba Bruto (%)                37,99%    40,19%   42,25%   50,57%   45,69%
           Margin Laba Usaha (%)                20,00%    22,84%   25,51%   30,13%   15,08%
           Margin Laba Bersih (%)               15,21%    18,91%   21,66%   25,92%   13,06%
           Return on Aset (%)                    9,46%    12,16%   15,34%   15,27%    4,92%
           Return on Equity (%)                 11,21%    13,97%   17,15%   17,28%    5,27%


          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
          2024 adalah sebagai berikut:

          Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
          liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
          perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
          saat ditagih). Current ratio (rasio lancar) per 31 Desember 2024 sebesar
          13,40 kali yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi liabilitas
          keuangan dalam jangka pendek. Sedangkan rasio cepat Perseroan per 31
          Desember 2024 adalah sebesar 5,72. Hal ini menunjukkan perusahaan
          mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa persediaan untuk menutupi
          utang jangka pendeknya. Rasio kas 2,96 kali.

          Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
          tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
          Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
          laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada 31 Desember
          2024 sebesar 130 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 724 hari dan
          rasio perputaran utang usaha 30 hari.

          Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
          untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
          panjang. Total Debt to Equity Ratio (DER) / rasio hutang atas modal Perseroan

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                              23
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          pada per 31 Desember 2024 sebesar 7,20% yang menunjukkan bahwa total
          liabilitas Perseroan lebih kecil dari ekuitas Perseroan sehingga seluruh
          kewajiban Perseroan mampu ditutupi oleh seluruh ekuitas. Sementara itu Debt
          to Total Asset Ratio per 31 Desember 2024 sebesar 6,72% yang menunjukkan
          bahwa perbandingan antara total utang dengan total aktiva dimana total
          aset yang dimiliki perusahaan dapat menutupi seluruh kewajiban perusahaan.

          Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
          laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
          keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
          profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
          memperbandingkan antara laba yang diperoleh dengan jumlah aset atau
          modal pada suatu periode tertentu. Return on Asset (ROA) Perseroan per 31
          Desember 2024 sebesar 4,92%. Return on Equity (ROE) Perseroan adalah
          sebesar 5,27% pada 31 Desember 2024. Net Profit Margin (NPM) Perseroan
          sebesar 13,06% yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu memanfaatkan
          seluruh modal dan aset untuk menghasilkan laba.


2.5.3.    Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan

          Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
          Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture) Pendirian Perusahaan petungan
          yang diperoleh dari manajemen Perseroan:


2.5.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
            Desember 2029.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
            normalisasi.

          Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                       2025         2026         2027         2028        2029
                Keterangan
                                    Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi
          Aset Lancar               3.250.883     4.115.342    5.189.856    6.441.762   7.888.151
          Aset Tidak Lancar         1.139.371     1.236.965    1.352.999    1.483.896   1.627.971
          Total Aset                 4.390.254     5.352.307    6.542.855   7.925.658   9.516.122
          Liabilitas J. Pendek         359.033       451.548      516.725     594.273     635.422
          Liabilitas J. Panjang         54.511        57.249       60.261      63.575      67.219
          Total Liabilitas             413.544       508.797      576.986     657.848     702.641
          Total Ekuitas              3.976.710     4.843.510    5.965.869   7.267.810   8.813.481
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                    24
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 21,34% per tahun. Kenaikan tersebut
          sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan setara kas, piutang usaha,
          persediaan, aset biologis, dan aset tetap.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 23,55% per tahun. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal
          dari kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, dan liabilitas imbalan
          kerja jangka panjang.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
          laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 22,01% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
          kenaikan saldo laba Perseroan dan kepentingan non pengendali.


2.5.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
          Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:

           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
            Desember 2029.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
            normalisasi.

          Tabel 2.16. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                      2025         2026        2027         2028       2029
                Keterangan
                                    Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi
          Aset Lancar               3.260.908     4.125.555   5.202.871   6.460.249   7.916.923
          Aset Tidak Lancar         1.134.271     1.233.554   1.349.218   1.479.744   1.623.448
          Total Aset                4.395.179     5.359.109   6.552.089   7.939.993   9.540.371
          Liabilitas J. Pendek        359.033       453.210     518.889    597.159     639.284
          Liabilitas J. Panjang        54.511        57.249      60.261     63.574      67.219
          Total Liabilitas            413.544       510.459     579.150    660.733     706.503
          Total Ekuitas             3.981.635     4.848.650   5.972.939   7.279.260   8.833.868
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                      25
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 21,29% per tahun. Kenaikan tersebut
          sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan setara kas, piutang usaha,
          persediaan, aset biologis, dan aset tetap.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 23,69% per tahun. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal
          dari kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, beban akrual dan
          liabilitas imbalan kerja jangka panjang.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
          laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 21,11% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
          kenaikan saldo laba Perseroan dan kepentingan non pengendali.


2.5.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:
          1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
             Perseroan untuk periode 2025-2029.
          2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi
             Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture).
          3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
             Rencana Transaksi adalah 39,91% per tahun selama masa proyeksi.
          4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 48,64% terhadap penjualan
             per tahun selama masa proyeksi.
          5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 43,40% per tahun
             selama masa proyeksi.
          6. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 61,98% per tahun
             selama masa proyeksi.
          7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 58,48% per tahun
             selama masa proyeksi.
          8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 24,27% pertahun
             selama masa proyeksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                      26
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi :

          Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                    2025            2026         2027         2028         2029
              Keterangan
                                  Proyeksi        Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
          Penjualan               3.413.230       4.569.578    5.622.575    6.340.811    7.332.438
          Beban Pokok
                                  -1.675.726      -2.226.991   -2.735.512   -3.068.350   -3.542.657
          Penjualan
          Laba Kotor              1.737.504       2.342.587    2.887.063    3.272.461    3.789.781
          Laba Usaha              1.030.369       1.386.674    1.712.271    1.941.311    2.300.608
          Laba Sebelum Pajak      1.040.469       1.396.775    1.722.372    1.951.412    2.310.709
          Laba Bersih Tahun
                                    826.299       1.106.837    1.362.404    1.542.004    1.785.759
          Berjalan
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)



2.5.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :
           1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
              Perseroan untuk periode 2025-2029.
           2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi
              Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture).
           3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
              Rencana Transaksi adalah 40,19% per tahun selama masa proyeksi.
           4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 48,75% terhadap penjualan
              per tahun selama masa proyeksi.
           5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 43,60% per tahun
              selama masa proyeksi.
           6. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 62,14% per tahun
              selama masa proyeksi.
           7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 58,64% per tahun
              selama masa proyeksi.
           8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 24,15% pertahun
              selama masa proyeksi.

          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi :
          Tabel 2.18. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                     2025           2026         2027         2028         2029
              Keterangan
                                  Proyeksi        Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi
          Penjualan               3.413.230       4.599.678    5.664.817    6.396.865    7.406.811
          Beban Pokok
                                  -1.675.726      -2.246.912   -2.763.231   -3.104.865   -3.590.762
          Penjualan
          Laba Kotor              1.737.504       2.357.766    2.901.586    3.292.000    3.816.049
          Laba Usaha              1.030.369       1.386.792    1.714.623    1.946.748    2.311.758



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                       27
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                       2025         2026         2027         2028         2029
               Keterangan
                                    Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
          Laba Sebelum Pajak      1.040.494       1.397.015     1.724.820    1.956.988    2.322.099
          Laba Bersih Tahun
                                    826.324       1.107.051     1.364.334    1.546.384    1.794.696
          Berjalan
          Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)


2.5.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi

          Perkembangan arus kas Perseroan sebelum rencana Transaksi selama masa
          proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :

          Tabel 2.19. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                      2025         2026          2027          2028        2029
               Keterangan
                                    Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
          Arus Kas Dari
                                    1.270.548     1.037.661      1.317.937    1.500.980    1.721.439
          Aktivitas Operasi
          Arus Kas Dari
                                     -157.531      -183.568       -209.736     -234.003     -258.061
          Aktivitas Investasi
          Arus Kas Dari
                                     -240.000      -240.000       -240.000     -240.000     -240.000
          Aktivitas Pendanaan
          Kas dan Setara Kas
                                      567.673     1.440.690      2.054.783    2.922.985    3.949.962
          Awal Tahun
          Kas dan Setara Kas
                                    1.440.690     2.054.783      2.922.985    3.949.962    5.173.340
          Akhir Tahun
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.5.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi

          Perkembangan arus kas Perseroan setelah recana Transaksi selama masa
          proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.20. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                        2025         2026         2027         2028        2029
                Keterangan
                                     Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi
          Arus Kas Dari Aktivitas
                                      1.275.473     1.034.910    1.318.754    1.504.201    1.728.749
          Operasi
          88Arus Kas Dari
                                       -152.431      -185.628     -209.736     -234.003     -258.061
          Aktivitas Investasi
          Arus Kas Dari Aktivitas
                                       -240.000      -240.000     -240.000     -240.000     -240.000
          Pendanaan
          Kas dan Setara Kas
                                        567.673     1.450.715    2.059.997    2.939.015    3.959.213
          Awal Tahun
          Kas dan Setara Kas
                                      1.450.715     2.059.997    2.939.015    3.959.213    5.189.900
          Akhir Tahun
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                          28
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.4.    Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan

          Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
          analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
          berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
          laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
          periode tertentu.

          Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
          Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
          berikut;


2.5.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa proyeksi
          dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.21. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
                      Keterangan              2025F   2026F     2027F   2028F   2029F
           Rasio Likuiditas
           Rasio lancar (x)                   9,05       9,11   10,04   10,84   12,41
           Rasio cepat (x)                    6,72       7,02   7,86    8,76    10,17
           Rasio kas (x)                      4,01       4,55   5,66    6,65    8,14
           Rasio Aktivitas
           Rasio perputaran piutang           99         85     70      69       61
           Rasio perputaran persediaan        182        155    151     147      147
           Rasio perputaran utang usaha       45         47     45      49       46
           Rasio Leverage
           Debt to Asset Ratio (%)            9,42    9,51      8,82    8,30    7,38
           Debt to Equity Ratio (%)           10,40   10,50     9,67    9,05    7,97
           Rasio Profitabilitas
           Margin Laba Bruto (%)              50,90   51,26     51,35   51,61   51,69
           Margin Laba Usaha (%)              30,19   30,35     30,45   30,62   31,38
           Margin Laba Bersih (%)             24,21   24,22     24,23   24,32   24,35
           Return on Asset (%)                18,82   20,68     20,82   19,46   18,77
           Return on Equity (%)               20,78   22,85     22,84   21,22   20,26

          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan sebelum Rencana
          Transaksi selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:

          Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
          liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
          perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
          saat ditagih). Rata – rata Current ratio (rasio lancar) selama periode 2025 –
          2029 sebesar 10,29 kali yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu
          memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek. Sedangkan rata – rata
          rasio cepat Perseroan selama masa proyeksi adalah sebesar 8,10. Hal ini


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                            29
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          menunjukkan perusahaan mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa
          persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya. Rasio kas sebesar 5,80
          kali selama masa proyeksi.

          Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
          tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
          Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
          laba usaha. Rata-rata rasio perputaran piutang usaha Perseroan selama
          masa proyeksi sebesar 77 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 156
          hari dan rasio perputaran utang usaha 46 hari.

          Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
          untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
          panjang. Rata-rata Total Debt to Equity Ratio (DER) / rasio hutang atas modal
          Perseroan selama masa proyeksi rata-rata sebesar 8,69% yang menunjukkan
          bahwa total liabilitas Perseroan lebih kecil dari ekuitas Perseroan sehingga
          seluruh kewajiban Perseroan mampu ditutupi oleh seluruh ekuitas. Sementara
          itu rata-rata Debt to Total Asset Ratio selama masa proyeksi sebesar 9,52%
          yang menunjukkan bahwa perbandingan antara total utang dengan total
          aktiva dimana total aset yang dimiliki perusahaan dapat menutupi seluruh
          kewajiban perusahaan.

          Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
          laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
          keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
          profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
          memperbandingkan antara laba yang diperoleh dengan jumlah aset atau
          modal pada suatu periode tertentu. Rata-rata Return on Asset (ROA)
          Perseroan selama masa proyeksi sebesar 19,71%. Rata-rata Return on Equity
          (ROE) Perseroan selama masa proyeksi adalah sebesar 21,59% pada. Net
          Profit Margin (NPM) Perseroan sebesar 24,27% yang menunjukkan bahwa
          Perseroan mampu memanfaatkan seluruh modal dan aset untuk menghasilkan
          laba.


2.5.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa proyeksi
          dapat dilihat pada tabel berikut:




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         30
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Tabel 2.22. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
                      Keterangan                   2025F      2026F       2027F           2028F     2029F
           Rasio Likuiditas
           Rasio lancar (x)                        9,08       9,10        10,03           10,82     12,38
           Rasio cepat (x)                         6,75       7,01        7,84            8,74      10,15
           Rasio kas (x)                           4,04       4,55        5,64            6,63      8,12
           Rasio Aktivitas
           Rasio perputaran piutang                99          85          70             69         61
           Rasio perputaran persediaan             182         154         150            146        145
           Rasio perputaran utang usaha            45          47          45             49         45
           Rasio Leverage
           Debt to Asset Ratio (%)                 9,41       9,53         8,84           8,32       7,41
           Debt to Equity Ratio (%)                10,39      10,53        9,70           9,08       8,00
           Rasio Profitabilitas
           Margin Laba Bruto (%)                   50,90      51,15       51,22           51,46     51,52
           Margin Laba Usaha (%)                   30,19      30,15       30,27           30,43     31,21
           Margin Laba Bersih (%)                  24,21      24,07       24,08           24,17     24,23
           Return on Asset (%)                     18,80      20,66       20,82           19,48     18,81
           Return on Equity (%)                    20,75      22,83       22,84           21,24     20,32

          Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating Margin
          dari 30,60% menjadi 30,45%. Sedangkan rata rata Net Profit Margin
          mengalami perubahan dari 24,27% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi
          rata-rata sebesar 24,15% setelah Rencana Transaksi.


2.5.5.    Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana
          Transaksi

          Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
          dilakukan Rencana Transaksi yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan.


2.5.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan

          Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi sebagai
          berikut:

          Tabel 2.23. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                           Proforma Setelah
                                                          Audited        Penyesuian
                         KETERANGAN                                                       Rencana Transaksi
                                                      31 Desember 2024    Proforma
                                                                                          31 Desember 2024
           ASET
           Aset Lancar
               Kas dan setara kas                            567.673         -5.100              562.573
               Piutang usaha
                - Pihak ketiga                                488.553                 -           488.553
                - Pihak berelasi                                  184                 -               184
               Piutang lain – lain pihak ketiga               13.654                 -            13.654




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                                31
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                                                                                              Proforma Setelah
                                                             Audited        Penyesuian
                         KETERANGAN                                                          Rencana Transaksi
                                                         31 Desember 2024    Proforma
                                                                                             31 Desember 2024
               Hak retur aset                                      8.668                -              8.668
               Persediaan                                      1.473.796                -          1.473.796
               Uang muka                                           8.438                -              8.438
                Pajak pertambahan nilai dibayar                     3.944                               3.944
                                                                                        -
                dimuka
               Biaya dibayar dimuka                                3.762             -                3.762
               Aset biologis                                       3.961             -                3.961
                Jumlah Aset Lancar                              2.572.633        -5.100            2.567.536
           Aset Tidak Lancar
               Piutang pihak berelasi non – usaha                  2.094            -                2.094
               Tagihan pajak penghasilan                         175.793            -              175.793
               Uang muka pembelian aset tetap                         41            -                   41
               Aset pajak tangguhan                               48.391            -               48.391
               Aset hak guna                                       4.934            -                4.934
               Investasi saham                                         -        5.100                5.100
               Aset tetap – net                                  798.721            -              798.721
               Aset tidak lancar lainnya                          31.922            -               31.922
                Jumlah Aset Tidak Lancar                        1.061.896        5.100             1.066.996
           TOTAL ASET                                           3.634.529                -         3.634.529
           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Liabilitas Jangka Pendek
               Utang usaha
                - Pihak ketiga                                    60.746                 -            60.746
                - Pihak berelasi                                       -                 -                 -
               Piutang lain – lain pihak ketiga                  25.228                 -            25.228
               Kewajiban untuk retur                             59.825                 -            59.825
               Beban akrual                                       6.697                 -             6.697
               Liabilitas imbalan kerja jangka pendek            12.218                 -            12.218
               Utang pajak                                       27.229                 -            27.229
               Liabilitas sewa jangka pendek                        109                 -               109
                Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                  192.052                 -           192.052
           Liabilitas Jangka Panjang
               Utang pihak berelasi non – usaha                   3.222                 -             3.222
                Liabilitas imbalan kerja jangka                   48.800                              48.800
                                                                                        -
                panjang
                Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                  52.022                 -            52.022
           JUMLAH LIABILITAS                                     244.074                 -           244.074
           EKUITAS
              Modal saham                                       300.000                 -          300.000
              Tambahan modal disetor                             99.910                 -           99.910
              Komponen lainnya dari ekuitas                       4.672                 -            4.672
              Saldo laba
               - Telah ditentukan penggunaanya                     60.000                -            60.000
               - Belum ditentukan penggunanya                   2.923.141                -         2.923.141
              Kepentingan non pengendali                           2.732                -             2.732
               Jumlah Ekuitas                                   3.390.455                -         3.390.455

           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                        3.634.529                -         3.634.529
          Sumber : Laporan Proforma dari Manajemen Perseroan.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                                    32
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada
          kas dan setara kas yang dikreditkan sebesar Rp5.100.000.000,00. Dengan
          adanya rencana transaksi kerjasama usaha patungan, Perseroan melakukan
          penyetoran modal sebesar Rp5.100.000.000,00 yang diambil dari kas dan
          setara kas. Selain itu terdapat penyesuaian untuk investasi dalam bentuk
          saham debit sebesar Rp5.100.000.000,00 sebagai bentuk penyertaan atau
          setoran modal di perusahaan patungan.


2.5.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi

          Tabel 2.24. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah)
                                                                                Proforma Setelah
                                              Audited         Penyesuian
                    KETERANGAN                                                 Rencana Transaksi
                                          31 Desember 2024     Proforma
                                                                               31 Desember 2024
           PENDAPATAN - NETO                      1.367.926                -           1.367.926
           BEBAN POKOK PENJUALAN                   -742.939                -            -742.939
           LABA KOTOR                               624.987                -             624.987
           Beban penjualan                         -233.943                -            -233.943
           Beban umum dan administrasi              -82.054                -              -82.054
           Beban penelitian dan
                                                  -100.847                 -            -100.847
           pengembangan
           Beban operasi lain                      -36.327                 -             -36.327
           Penghasilan operasi lain                 34.485                 -              34.485
           LABA USAHA                              206.301                 -             206.301
           Penghasilan keuangan                     29.914                 -              29.914
           Beban keuangan                             -235                 -                -235
           LABA SEBELUM PAJAK                      234.980                 -             234.980
           Beban pajak penghasilan                  -56.340                -             -56.340
           LABA NETO TAHUN BERJALAN                178.640                 -             178.640


          Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
          penyesuaian antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi.


2.5.6.    Analisis Inkremental

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
          melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara
          lain sebagai berikut:

          • Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari Rencana
            Transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
            keuangan Perseroan;
          • Biaya atau pendapatan yang relevan;
          • Informasi non-keuangan yang relevan;
          • Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
            Rencana Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                  33
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
          melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan
          proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum
          dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana
          Transaksi.

          Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                  PROYEKSI
                Keterangan
                                   2025F           2026F            2027F       2028F       2029F
           Total Aset
           Sebelum Transaksi        4.390.254      5.352.307        6.542.855   7.925.658   9.516.122
           Setelah Transaksi        4.395.179      5.359.109        6.552.089   7.939.993   9.540.371
           Selisih                      4.925             6.802        9.234      14.335      24.249
           Total Liabilitas
           Sebelum Transaksi          413.544        508.797         576.986     657.848     702.641
           Setelah Transaksi          413.544        510.459         579.150     660.733     706.503
           Selisih                           -            1.662        2.164       2.885       3.862
           Total Ekuitas
           Sebelum Transaksi        3.976.710      4.843.510        5.965.869   7.267.810   8.813.481
           Setelah Transaksi        3.981.635      4.848.650        5.972.939   7.279.260   8.833.868
           Selisih                      4.925             5.140        7.070      11.450      20.387
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
          Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.390,25 miliar pada
          tahun 2025 menjadi Rp9.516,12 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya,
          proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp4.395,17 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp9.540,37
          miliar pada tahun 2029.

          Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
          masing adalah sebesar Rp413,54 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp702,64
          miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan
          setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp413,54 miliar
          pada tahun 2025 menjadi Rp706,50 miliar pada tahun 2029.

          Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp3.976,71 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp8.813,48
          miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan
          setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp3.981,63 miliar
          pada tahun 2025 menjadi Rp8.833,86 miliar pada tahun 2029.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                         34
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
          setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
          tambahan dana sehingga kas, total aset dan total ekuitas akan bertambah
          yang dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
          akan datang.

          Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
          laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
          dilakukannya Rencana Transaksi.

          Tabel 2.26. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                              PROYEKSI
                     Keterangan
                                    2025F         2026F          2027F      2028F        2029F
           Pendapatan
           Sebelum Rencana
                                     3.413.230    4.569.578     5.622.575   6.340.811   7.332.438
           Transaksi
           Setelah Transaksi         3.413.230    4.599.678     5.664.817   6.396.865   7.406.811
           Selisih                            -     30.100        42.242      56.054      74.373
           Laba Kotor
           Sebelum Transaksi         1.737.504    2.342.587     2.887.063   3.272.461   3.789.781
           Setelah Transaksi         1.737.504    2.357.766     2.901.586   3.292.000   3.816.049
           Selisih                            -     15.179        14.523      19.539      26.268
           Laba Usaha
           Sebelum Transaksi         1.030.369    1.386.674     1.712.271   1.941.311   2.300.608
           Setelah Transaksi         1.030.369    1.386.792     1.714.623   1.946.748   2.311.758
           Selisih                            -        118         2.352       5.437      11.150
           Laba Sebelum Pajak
           Sebelum Transaksi         1.040.469    1.396.775     1.722.372   1.951.412   2.310.709
           Setelah Transaksi         1.040.494    1.397.015     1.724.820   1.956.988   2.322.099
           Selisih                          25         240         2.448       5.576      11.390
           Laba Bersih Tahun
           Berjalan
           Sebelum Transaksi          826.299     1.106.837     1.362.404   1.542.004   1.785.759
           Setelah Transaksi          826.324     1.107.051     1.364.334   1.546.384   1.794.696
           Selisih                          25         214         1.930       4.380       8.937


          Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
          masing adalah sebesar Rp3.413,23 miliar pada tahun 2025 menjadi
          Rp7.332,43 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah
          pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
          sebesar Rp3.413,23 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp7.406,81 miliar
          pada tahun 2029.

          Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp826,29 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1.785,75
          miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                      35
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


          setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp826,32 pada
          tahun 2025 menjadi Rp1.794,69 miliar pada tahun 2029. Terdapat
          perubahan pada laba bersih Perseroan yang mengalami kenaikan setelah
          Rencana Transaksi.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi tersebut di atas,
          setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
          tambahan laba tahun berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal-
          tanggal 31 Desember 2025 - 31 Desember 2029.


2.5.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan

          Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
          dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Kerjasama Usaha Patungan (Joint
          Venture) tetapi tidak terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau
          kompensasi untuk notaris, penasehat hukum, dan lainnya.


2.5.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan

          • Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan

             Perseroan merupakan perusahaan yang menjalankan usaha dibidang
             pertanian. Berikut adalah produk yang dimiliki Perseroan :

             Benih Jagung Hibrida
             Perseroan merupakan pemain terbesar di industri pertanian yang
             bergerak di bidang benih hibrida, khususnya benih jagung hibrida. Produk
             Perseroan yang menggunakan merek dagang Cap Kapal Terbang telah
             mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari petani di tanah air, baik dari
             segi kualitas maupun pelayanan.

             Dalam mengembangkan Segmen Usaha Benih Jagung Hibrida, Perseroan
             didukung oleh Laboratorium Bioteknologi, Laboratorium Pengujian Benih
             serta Research Farm untuk melakukan penelitian sehingga dapat
             menghasilkan produk benih jagung hibrida yang sesuai dengan
             perkembangan kebutuhan jagung komersial, terutama untuk kebutuhan
             pakan ternak.

             Benih Padi
             Kenaikan harga beras sejak awal tahun ini membuat pemerintah
             menetapkan acuan harga baru di tingkat petani dan konsumen. Itu
             dilakukan karena pemerintah mengamini kenaikan biaya produksi yang
             harus diterima masyarakat demi menjaga petani tetap mendapatkan
             keuntungan dan berproduksi. Meningkatnya penduduk Indonesia seiring


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                       36
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


             dengan terus bertambahnya populasi di dalam negeri, BPS
             memproyeksikan ada 278,8 juta penduduk Indonesia pada 2023. Jumlah
             tersebut mengalami kenaikan 1,1% dibandingkan pada tahun lalu yang
             sebanyak 275,7 juta jiwa. Jika dibandingkan sedekade sebelumnya,
             populasi Indonesia pada 2023 meningkat 12,05%. Hal tersebut
             berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi beras di Indonesia. Data
             BPS mencatat 98,35% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi beras.

             Benih Buah-buahan dan Sayuran
             WHO merekomendasikan konsumsi buah sejumlah 250 gram per orang per
             hari dan sayur sejumlah 150 gram per orang per hari untuk hidup lebih
             sehat. Rata-rata konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia masih
             perlu ditingkatkan untuk memenuhi batas minimal angka kecukupan gizi
             WHO. Merujuk data BPS 2022 diketahui bahwa rata- rata konsumsi
             masyarakat Indonesia sebesar 137,06 gram per kapita per hari sayur dan
             41,55 gram per kapita per hari buah dimana jumlah tersebut jauh dari
             batas minimal angka kecukupan gizi yang disarankan WHO.

             Pestisida dan Pupuk
             Sebagai negara agrikultur yang terus berkembang, permintaan Indonesia
             akan produk-produk penunjang sarana produksi seperti pestisida dan
             pupuk akan terus meningkat seiring dengan peningkatan penanaman
             berbagai macam jenis tanaman.

             Grup optimis dengan pertumbuhan pada benih pangan maupun benih
             hortikultura akan memberikan dampak posistif terhadap penggunaan
             produk pestisida dan pupuk sebagai media pengendalian hama, penyakit
             serta mendongkrak kesuburan tanah. Sumber : Annual Report 2022 Perseroan (diolah)

          • Keunggulan Kompetetif

             Perseroan memiliki beberapa keunggulan kompetitif yang membuatnya
             menjadi perusahaan yang menonjol di industri perbenihan di Indonesia:

             1. Teknologi dan Inovasi: Perseroan memiliki keunggulan dalam
                pengembangan teknologi perbenihan yang modern dan inovatif.
                Mereka terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk
                menghasilkan varietas unggul yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
             2. Portofolio Produk yang Luas: Perusahaan ini memiliki portofolio produk
                yang beragam, mencakup berbagai jenis benih untuk berbagai
                tanaman seperti padi, jagung, kedelai, dan tanaman hortikultura
                lainnya. Diversifikasi ini memungkinkan mereka untuk memenuhi
                kebutuhan petani dengan lebih baik.
             3. Jaringan Distribusi yang Luas: Perseroan memiliki jaringan distribusi
                yang luas di seluruh Indonesia. Hal ini memudahkan mereka dalam



Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                                37
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                mendistribusikan produk-produk perbenihan ke seluruh pelosok negeri,
                mencapai petani di berbagai wilayah dengan efisien.
             4. Kemitraan Strategis: Perusahaan ini juga menjalin kemitraan strategis
                dengan berbagai pihak, termasuk institusi penelitian dan universitas,
                untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan inovasi dalam
                pengembangan benih.
             5. Komitmen terhadap Kualitas: Perseroan dikenal karena komitmennya
                terhadap kualitas produk. Mereka memiliki standar tinggi dalam proses
                seleksi dan produksi benih, sehingga dapat memberikan hasil yang
                optimal bagi petani.
             6. Kesadaran Lingkungan: Sebagai perusahaan pertanian modern,
                Perseroan juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dalam
                kegiatan bisnisnya. Mereka berupaya untuk mengurangi dampak
                lingkungan dari praktik pertanian dan pengembangan benih.

             Dengan kombinasi keunggulan di atas, Perseroan dapat mempertahankan
             posisi kompetitifnya di pasar perbenihan di Indonesia dan terus
             berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

          • Pesaing Usaha

             Berikut kompetitor Perseroan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia
             baik swasta maupun pemerintah:
               PT Syngenta Indonesia
               PT Pioneer Hi-Bred Indonesia
               PT East West Seed Indonesia
               PT Petrokimia Gresik
               PT Pupuk Indonesia (Persero)
               PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
               PT Pupuk Kaltim
               PT Pupuk Iskandar Muda

          • Strategi Usaha
            Perseroan, sebagai perusahaan yang berfokus pada industri perbenihan,
            memiliki beberapa strategi usaha utama untuk mempertahankan dan
            meningkatkan posisinya di pasar. Berikut adalah beberapa strategi yang
            dapat mereka terapkan:

             1. Inovasi Teknologi Benih: Melakukan penelitian dan pengembangan
                terus-menerus untuk menghasilkan varietas benih yang unggul dan
                sesuai dengan kebutuhan pasar. Ini mencakup penggunaan teknologi
                modern seperti bioteknologi dan peningkatan genetik untuk
                meningkatkan hasil dan ketahanan tanaman.
             2. Diversifikasi Produk: Memperluas portofolio produk untuk mencakup
                berbagai jenis benih untuk tanaman pangan (seperti padi, jagung,


Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                       38
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


                kedelai) dan tanaman hortikultura (seperti sayuran dan buah-buahan).
                Diversifikasi ini membantu meminimalkan risiko tergantung pada satu
                jenis tanaman dan memanfaatkan peluang pasar yang berbeda-beda.
             3. Jaringan Distribusi yang Luas: Memperluas jaringan distribusi mereka,
                baik secara nasional maupun internasional, untuk mencapai lebih
                banyak petani dan pasar. Ini termasuk membangun kemitraan dengan
                distributor lokal, agen penjualan, dan perusahaan pertanian lainnya
                untuk memperluas cakupan pasar mereka.
             4. Kemitraan dan Aliansi Strategis: Membentuk kemitraan dengan institusi
                penelitian, universitas, dan organisasi pertanian untuk berkolaborasi
                dalam penelitian dan pengembangan benih. Aliansi semacam ini dapat
                membantu mempercepat inovasi dan memperluas basis pengetahuan
                perusahaan.
             5. Kualitas dan Layanan Pelanggan: Menjaga standar tinggi dalam
                kualitas produk dan layanan pelanggan. Memberikan dukungan teknis
                yang kuat kepada petani, termasuk pelatihan tentang penggunaan
                benih dan praktik pertanian yang baik.
             6. Komitmen terhadap Keberlanjutan: Memperhatikan praktik pertanian
                yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam operasional mereka.
                Hal ini termasuk penggunaan teknik pertanian yang lebih efisien secara
                energi dan ramah lingkungan serta meminimalkan dampak lingkungan
                dari aktivitas mereka.
             7. Pengembangan Pasar Internasional: Memanfaatkan peluang pasar
                internasional untuk ekspansi produk benih mereka. Ini termasuk
                memahami regulasi pasar luar negeri dan beradaptasi dengan
                kebutuhan lokal.
             8. Manajemen Risiko: Mengelola risiko yang terkait dengan fluktuasi
                harga bahan baku, perubahan iklim, dan tantangan lainnya yang
                dapat mempengaruhi produksi benih dan permintaan pasar.

             Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara efektif, Perseroan dapat
             memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri perbenihan,
             meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka, dan memberikan nilai tambah
             bagi para pemangku kepentingan, termasuk petani dan investor.


2.5.6.4. Prosedur  Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam
          Menentukan Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif
          Lain

          Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana
          Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris
          Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Rencana Transaksi yang
          dilakukan dengan pihak lain.

          Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture
          Agreement) antara Perseroan dengan KICL.

Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                        39
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk


2.5.6.5. Hal Material Lainnya

          Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
          dari Rencana Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan,
          Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi
          Perseroan.


2.6.      Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
2.6.1.    Analisis Kelayakan dari Perusahaan Patungan

          Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun oleh manajemen
          Perseroan bahwa rencana pendirian perusahaan Perusahaan Patungan
          memenuhi kelayakan secara finansial dan ekonomi untuk dilaksanakan karena
          akan memberikan konstribusi positif terhadap perkembangan Perseroan.
          Perusahaan patungan memiliki rencana sebagai berikut:
          • Tahap awal melakukan pengembangan pasar petmmbenihan di
             Indonesia.
          • Perusahaan baru hasil kerjasama Perseroen dan Chia Tai akan di namai
             dengan PT Dwidaya Tani Mandiri atau nama lain yang ditentukan
             kemudian oleh Perseroan dan CTS (JVC). Tahap awal pengembangan
             bisnis ini kami menyediakan produk berupa benih hibrida untuk 5 tanaman
             utama, yaitu: Semangka, Melon, Tomat, Timun dan Jagung Manis.
          • Selanjutnya memaksimalkan peluang terkait pembenihan pertanian
             sehingga meningkatkan pendapatan dan pangsa pasar Perseroan.


2.6.2.    Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi

          Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
          aspek yang terkait meliputi analisis Rencana Transaksi, analisis dampak
          positif secara kualitatif maupun kuantitatif atas Rencana Transaksi yang akan
          dilakukan serta berdasarkan Perjanjian Usaha Patungan dan Studi
          Kelayakan Usaha Perusahaan Patungan maka kami berpendapat bahwa
          Rencana Transaksi adalah Wajar.

          Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang
          maupun di masa yang akan datang, atas pendapat kewajaran. Data faktual
          yang diproses disimpan dalam file kami untuk keperluan referensi di
          kemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan
          terinci, termasuk dokumentasi. Data ini atas permintaan tersedia untuk
          diperiksa.




Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi                                         40
Page 76
LAMPIRAN
Page 77
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 01                                                                                                   Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
 Historis Posisi Keuangan

                                                       2020A               2021A               2022A            2023A             2024A

   ASET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                        IDR       602.271            1.095.398           1.501.451        1.042.206           567.673
      Piutang usaha
          - Pihak ketiga                         IDR       667.410             533.688             413.255         1.009.143           488.553
       - Pihak berelasi                          IDR           11.142               3.324               1.960            1.659              184
      Piutang lain - lain pihak ketiga          IDR            2.401               7.268              11.113           12.043            13.654
      Hak retur aset                            IDR           38.814              28.291               3.747            8.291             8.668
      Persediaan                                IDR       910.144             788.289             752.573          857.539           1.473.796
      Uang muka                                 IDR            4.886               7.145               9.906            8.599             8.438
      Pajak pertambahan nilai dibayar dimuka    IDR              -                   -                   -               929              3.944
      Biaya dibayar dimuka                      IDR            3.269               2.737               2.928            3.355             3.762
      Aset biologis                             IDR            6.891               2.234               2.470            1.435             3.961
          Jumlah Aset Lancar                     IDR      2.247.228           2.468.374           2.699.403        2.945.199          2.572.633


   Aset Tidak Lancar
      Piutang pihak berelasi non-usaha          IDR            1.225                176                2.773            2.566             2.094
      Tagihan pajak penghasilan                 IDR           91.855              84.736          110.377              90.434         175.793
      Uang muka pembelian aset tetap            IDR              -                   -                   -             41.046                   41
      Aset pajak tangguhan                      IDR           47.138              41.616              44.052           62.812            48.391
      Aset hak guna                             IDR            6.523               6.668               6.517            7.312             4.934
      Aset tetap - net                          IDR       492.340             497.760             515.181          721.419            798.721
      Aset tidak lancar lainnya                 IDR           28.670              32.872              32.178           31.032            31.922
          Jumlah Aset Tidak Lancar               IDR       667.751             663.828             711.078          956.621           1.061.896


   JUMLAH ASET                                   IDR      2.914.979           3.132.202           3.410.481        3.901.820          3.634.529


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang bank                                IDR              -                   -                   -                -                 -
      Utang usaha
          - Pihak ketiga                         IDR       103.669             107.549                 31.067           41.444            60.746
          - Pihak berelasi                       IDR            1.460               5.273                 -              4.463               -
      Utang lain - lain pihak ketiga            IDR           17.244              25.124              36.704           42.279            25.228
      Kewajiban untuk retur                     IDR       174.538             149.400             136.904          203.680               59.825
      Beban akrual                              IDR           23.674               8.596              10.453           11.269             6.697
      Liabilitas imbalan kerja jangka pendek    IDR                  39             111               19.472           20.214            12.218
      Utang pajak                               IDR           63.696              48.722              71.606           77.739            27.229
      Liabilitas sewa jangka pendek                            1.311               1.270                546              373               109
          Jumlah Liabilitas Jangka Pendek        IDR       385.631             346.045             306.752          401.461            192.052


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang pihak berelasi non - usaha          IDR            1.938                     33             208              668              3.222
      Liabilitas imbalan kerja jangka panjang   IDR           68.801              58.018              53.271           52.995            48.800
      Liabilitas sewa jangka panjang            IDR             222                  61                  -                -                 -
          Jumlah Liabilitas Jangka Panjang       IDR           70.961              58.112              53.479           53.663            52.022


          JUMLAH LIABILITAS                      IDR       456.592             404.157             360.231          455.124            244.074


   EKUITAS
      Modal saham                               IDR       300.000             300.000             300.000          300.000            300.000
      Tambahan modal disetor                    IDR           99.910              99.910              99.910           99.910            99.910
      Komponen lainnya dari ekuitas             IDR            4.753               4.753               4.672            4.672             4.672
      Saldo laba
          - Telah ditentukan penggunaannya       IDR           60.000              60.000              60.000           60.000            60.000
          - Belum ditentukan penggunaanya        IDR      1.993.219           2.262.693           2.584.832        2.981.166          2.923.141
      Kepentingan non pengendali                IDR             505                 689                 836              948              2.732
          JUMLAH EKUITAS                         IDR      2.458.387           2.728.045           3.050.250        3.446.696          3.390.455


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                   IDR      2.914.979           3.132.202           3.410.481        3.901.820          3.634.529

   Check Balance                                                  -                   -                   -                -                 -
Page 78
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK

Lampiran - 02                                                                                                Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
 Historis Laba Rugi

                                                           2020A             2021A           2022A           2023A             2024A

  PENJUALAN NETO                                     IDR      1.812.762         2.015.138       2.415.592        2.298.131         1.367.926

  BEBAN POKOK PENJUALAN                              IDR     (1.124.032)       (1.205.168)     (1.395.090)      (1.136.012)         (742.939)

  LABA KOTOR                                         IDR       688.730           809.970        1.020.502        1.162.119          624.987

    Beban penjualan                                 IDR       (158.776)         (179.229)       (227.579)        (265.621)         (233.943)
    Beban umum dan administrasi                     IDR        (96.011)          (93.183)       (111.436)        (111.933)          (82.054)
    Beban penelitian dan pengembangan               IDR        (62.047)          (65.426)        (79.421)         (90.245)         (100.847)
    Beban operasi lain                              IDR        (49.105)          (48.126)        (25.626)         (36.203)          (36.327)
    Penghasilan operasi lain                        IDR        39.697            36.170          39.810           34.224            34.485
       Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha               IDR      (326.242)         (349.794)       (404.252)        (469.778)         (418.686)

  LABA USAHA                                         IDR       362.488           460.176         616.250          692.341           206.301

    Penghasilan keuangan                            IDR           5.199          17.321          28.708           41.834            28.914
    Beban keuangan                                  IDR           (2.749)           (130)            (64)            (280)             (235)
       Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR           2.450          17.191          28.644           41.554            28.679

  LABA SEBELUM PAJAK                                 IDR       364.938           477.367         644.894          733.895           234.980

    Beban pajak penghasilan                         IDR        (89.271)          (96.375)       (121.652)        (138.155)          (56.340)

  LABA TAHUN BERJALAN                                IDR       275.667           380.992         523.242          595.740           178.640
Page 79
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 03                                                                                                                                         Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Historis Arus Kas

                                                                                                2020A             2021A             2022A             2023A             2024A

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Penerimaan dari pelanggan                                                     IDR          2.179.371         2.128.941         2.516.673         1.755.255          1.762.802
       Pembayaran kepada pemasok                                                     IDR           (975.488)       (1.011.250)       (1.364.625)        (1.175.569)       (1.288.011)
       Pembayaran kas untuk beban usaha                                              IDR           (263.750)         (229.523)         (234.716)         (259.521)          (249.585)
       Pembayaran kas kepada karyawan                                                IDR           (101.527)         (134.081)         (162.500)         (200.531)          (198.640)
       Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi                                     IDR           838.606           754.087           754.832            119.634              26.566
       Penerimaan tagihan pajak penghasilan                                          IDR               8.405             28.560            12.829            45.945            16.578
       Penerimaan penghasilan keuangan                                               IDR               5.199             17.321            28.708            41.811            28.975
       Pembayaran beban keuangan                                                     IDR               (2.610)              -
       Pembayaran pajak penghasilan                                                  IDR           (116.455)         (131.222)         (146.769)         (182.055)          (194.826)
       Penerimaan kegiatan operasional lainnya                                       IDR            (18.733)          (16.208)             18.545            17.575          (23.575)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                                       IDR           714.412           652.538           668.145               42.910         (146.282)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Uang muka pembelian aset tetap                                                IDR                  -                 -                 -           (41.046)                (41)
       Perolehan aset tetap                                                          IDR            (46.584)          (40.804)          (58.808)         (254.930)           (94.985)
       Hasil penjualan aset tetap                                                    IDR               6.285               539              3.434             6.178             7.442
       Perolehan aset hak guna                                                       IDR               (2.171)           (4.289)           (4.626)           (4.522)           (1.726)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                                     IDR            (42.470)          (44.554)          (60.000)         (294.320)           (89.310)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Penerimaan untuk utang bank jangka pendek                                     IDR                  -                 -                 -                 -                 -
       Pembayaran untuk utang bank jangka pendek                                     IDR           (150.000)                -                 -                 -                 -
       Pembayaran liabilitas sewa                                                    IDR                (845)              (992)             (860)           (1.382)             (499)
       Pembayaran dividen tunai oleh entitas anak kepada kepentingan non pengendal   IDR                                                                                         (350)
       Pembayaran dividen                                                            IDR           (114.156)         (114.000)         (204.000)         (204.000)          (240.000)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                                     IDR   #       (265.001)         (114.992)         (204.860)         (205.382)          (240.849)


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                    IDR           406.941           492.992           403.285           (456.792)          (476.441)


       Pengaruh perubahan kurs mata uang pada kasa dan setara kas                    IDR                 165               135              2.768            (2.453)            1.908


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                     IDR           195.165           602.271          1.095.398         1.501.451          1.042.206


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                                    IDR           602.271          1.095.398         1.501.451         1.042.206           567.673
Page 80
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 04
                                                                     RASIO KEUANGAN

                   Keterangan                    2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Aset Lancar                                              2.247.228            2.468.374           2.699.403           2.945.199           2.572.633
Liabilitas Jangka Pendek                                   385.631              346.045             306.752             401.461             192.052
Rasio Lancar                                                  5,83                 7,13                8,80                7,34               13,40
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Aset Lancar                                              2.247.228            2.468.374           2.699.403           2.945.199           2.572.633
Persediaan                                                 910.144              788.289             752.573             857.539           1.473.796
Liabilitas Jangka Pendek                                   385.631              346.045             306.752             401.461             192.052
Rasio Cepat                                                   3,47                 4,86                6,35                5,20                5,72
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Kas dan setara kas                                        602.271             1.095.398           1.501.451           1.042.206            567.673
Liabilitas Jangka Pendek                                  385.631               346.045             306.752             401.461            192.052
Rasio Kas                                                    1,56                  3,17                4,89                2,60               2,96
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Rasio Lancar                                                  5,83                 7,13                8,80                7,34              13,40
Rasio Cepat                                                   3,47                 4,86                6,35                5,20               5,72
Rasio Kas                                                     1,56                 3,17                4,89                2,60               2,96
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Pendapatan                                               1.812.762            2.015.138           2.415.592           2.298.131           1.367.926
Piutang Usaha                                              678.552              537.012             415.215           1.010.802             488.737
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 137                   97                  63                 161                 130
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Beban Pokok Pendapatan                                   1.124.032            1.205.168           1.395.090           1.136.012             742.939
Persediaan                                                 910.144              788.289             752.573             857.539           1.473.796
Rasio Perputaran Persediaan                                    296                  239                 197                 276                 724
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Beban Pokok Pendapatan                                   1.124.032            1.205.168           1.395.090           1.136.012            742.939
Utang Usaha                                                105.129              112.822              31.067              45.907             60.746
Rasio Perputaran Utang Usaha                                    34                   34                   8                  15                 30
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                 2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                137                   97                  63                 161                 130
Rasio Perputaran Persediaan                                   296                  239                 197                 276                 724
Rasio Perputaran Utang Usaha                                   34                   34                   8                  15                  30
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Jumlah Liabilitas                                          456.592              404.157             360.231             455.124             244.074
Jumlah Aset                                              2.914.979            3.132.202           3.410.481           3.901.820           3.634.529
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              15,66%               12,90%              10,56%              11,66%               6,72%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Jumlah Liabilitas                                          456.592              404.157             360.231             455.124             244.074
Jumlah Ekuitas                                           2.458.387            2.728.045           3.050.250           3.446.696           3.390.455
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                           18,57%               14,81%              11,81%              13,20%               7,20%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                 2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Rasio Liabilitas terhadap Aset                             15,66%               12,90%              10,56%              11,66%               6,72%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          18,57%               14,81%              11,81%              13,20%               7,20%

                Keterangan                       2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Laba Bruto                                                 688.730              809.970           1.020.502           1.162.119             624.987
Pendapatan                                               1.812.762            2.015.138           2.415.592           2.298.131           1.367.926
Margin Laba Bruto                                           37,99%               40,19%              42,25%              50,57%              45,69%

               Keterangan                        2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Laba Usaha                                                 362.488              460.176             616.250             692.341             206.301
Pendapatan                                               1.812.762            2.015.138           2.415.592           2.298.131           1.367.926
Margin Laba Usaha                                           20,00%               22,84%              25,51%              30,13%              15,08%

                Keterangan                       2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Laba Bersih                                                275.667              380.992             523.242             595.740             178.640
Pendapatan                                               1.812.762            2.015.138           2.415.592           2.298.131           1.367.926
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   15,21%               18,91%              21,66%              25,92%              13,06%

               Keterangan                        2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Laba Bersih                                                275.667              380.992             523.242             595.740             178.640
Jumlah Aset                                              2.914.979            3.132.202           3.410.481           3.901.820           3.634.529
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                      9,46%               12,16%              15,34%              15,27%               4,92%

               Keterangan                        2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Laba Bersih                                                275.667              380.992             523.242             595.740             178.640
Jumlah Ekuitas                                           2.458.387            2.728.045           3.050.250           3.446.696           3.390.455
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  11,21%               13,97%              17,15%              17,28%               5,27%

             Rasio Profitabilitas                2020A                2021A               2022A               2023A               2024A
Margin Laba Bruto                                          37,99%               40,19%              42,25%              50,57%              45,69%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                   20,00%               22,84%              25,51%              30,13%              15,08%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                  15,21%               18,91%              21,66%              25,92%              13,06%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     9,46%               12,16%              15,34%              15,27%               4,92%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                 11,21%               13,97%              17,15%              17,28%               5,27%
Page 81
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 05                                                                                                Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi

                                                       2025F           2026F              2027F                 2028F              2029F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                        IDR     1.440.690       2.054.783          2.922.985             3.949.962          5.173.340
      Piutang usaha
         - Pihak ketiga                          IDR      926.254        1.063.408          1.084.060             1.198.789          1.230.491
         - Pihak berelasi                        IDR            184             184                184                   184                184
      Piutang lain - lain pihak ketiga          IDR       13.654          13.654             13.654                 13.654            13.654
      Persediaan                                IDR      837.631         947.451           1.130.595             1.236.492          1.424.257
      Aset biologis                             IDR       16.323          19.715             22.231                 26.534            30.078
      Uang muka                                 IDR        8.438           8.438              8.438                  8.438             8.438
      Biaya dibayar dimuka                      IDR           7.710           7.710              7.710                 7.710              7.710
         Jumlah Aset Lancar                      IDR     3.250.883       4.115.342          5.189.856             6.441.762          7.888.151


   Aset Tidak Lancar
      Uang muka pembelian aset tetap            IDR             41                  41                 41                    41                 41
      Piutang pihak berelasi non-usaha          IDR           1.194           1.194              1.194                 1.194              1.194
      Aset pajak tangguhan                      IDR       48.391          48.391             48.391                 48.391            48.391
      Investasi pada entitas asosiasi           IDR           5.100           5.100              5.100                 5.100              5.100
      Aset tetap - net                          IDR      871.997         969.591           1.085.625             1.216.522          1.360.597
      Aset tidak lancar lainnya                 IDR      212.648         212.648            212.648                212.648           212.648
         Jumlah Aset Tidak Lancar                IDR     1.139.371       1.236.965          1.352.999             1.483.896          1.627.971


   JUMLAH ASET                                   IDR     4.390.254       5.352.308          6.542.855             7.925.658          9.516.122


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
         - Pihak ketiga                          IDR      204.822         285.792            340.316                413.017           442.170
         - Pihak berelasi                        IDR             -               -                  -                     -                  -
      Utang lain - lain pihak ketiga            IDR       27.040          28.309             29.635                 31.364            33.731
      Beban akrual                              IDR       78.849          78.849             78.849                 72.940            72.940
      Utang pajak                               IDR       48.321          58.598             67.925                 76.953            86.582
      Liabilitas imbalan kerja jangka pendek    IDR             -               -                  -                     -                  -
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek         IDR      359.033         451.548            516.725                594.273           635.422


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang pihak berelasi non - usaha          IDR           3.222           3.222              3.222                 3.222              3.222
      Liabilitas imbalan kerja jangka panjang   IDR       51.289          54.027             57.039                 60.353            63.997
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang        IDR       54.511          57.249             60.261                 63.574            67.219


         JUMLAH LIABILITAS                       IDR      413.544         508.797            576.986                657.848           702.641


   EKUITAS
      Modal saham                               IDR      300.000         300.000            300.000                300.000           300.000
      Tambahan modal disetor                    IDR       86.314          86.314             86.314                 86.314            86.314
      Komponen lainnya dari ekuitas             IDR       12.198          12.198             12.198                 12.198            12.198
      Penghasilan komprehensif lain             IDR       26.654          26.654             26.654                 26.654            26.654
      Saldo laba                                IDR     3.541.604       4.407.343          5.528.360             6.828.545          8.372.006
      Kepentingan non pengendali                IDR           9.941       11.002             12.344                 14.100            16.311
         JUMLAH EKUITAS                          IDR     3.976.711       4.843.511          5.965.869             7.267.810          8.813.482


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                   IDR     4.390.254       5.352.308          6.542.855             7.925.658          9.516.122

   Check Balance                                                 -               -                  -                     -                  -
Page 82
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 06                                                                                                 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi

                                                         2025F             2026F            2027F            2028F             2029F

  PENDAPATAN                                       IDR      3.413.230         4.569.578        5.622.575        6.340.811           7.332.438


  BEBAN POKOK PENJUALAN                            IDR      (1.675.726)       (2.226.991)      (2.735.512)      (3.068.350)        (3.542.657)


  LABA KOTOR                                       IDR      1.737.504         2.342.588        2.887.063        3.272.461           3.789.782

      Beban penjualan                             IDR       (425.740)         (651.850)         (849.348)        (981.904)        (1.111.930)
      Beban umum dan administrasi                 IDR       (138.743)         (161.262)         (182.715)        (206.592)          (234.669)
      Beban operasi lain                          IDR       (169.117)         (169.117)         (169.117)        (169.117)          (169.117)
      Penghasilan operasi lain                    IDR         26.464            26.316            26.388           26.463             26.542
       Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha             IDR       (707.136)         (955.913)       (1.174.792)      (1.331.150)        (1.489.174)

  LABA USAHA                                                1.030.369         1.386.674        1.712.271        1.941.311           2.300.608

    Penghasilan keuangan                          IDR             8.368            8.368            8.368            8.368             8.368
    Penghasilan dari selisih kurs                 IDR             1.733            1.733            1.733            1.733             1.733
     Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR            10.101           10.101           10.101           10.101            10.101

  LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                        IDR      1.040.469         1.396.775        1.722.372        1.951.412           2.310.709

    Beban Pajak Penghasilan                       IDR       (214.170)         (289.939)        (359.968)        (409.408)           (524.950)

  LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                       IDR           826.299      1.106.837        1.362.404        1.542.004           1.785.759
Page 83
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 07                                                                                                                               Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Arus Kas

                                                                                       2025F              2026F            2027F            2028F             2029F

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Cash received from customers                                   IDR                3.052.568          4.514.856        5.678.624         6.310.083         7.387.858
       Payments made to suppliers                                     IDR                 (816.427)        (2.169.608)      (2.769.389)       (3.000.609)       (3.587.733)
       Payments made to employees                                     IDR                 (130.847)          (143.331)        (161.897)         (173.872)         (189.766)
       Payments made to operating activities                          IDR                 (650.888)          (892.926)      (1.087.082)       (1.242.547)       (1.381.878)
       Finance income                                                 IDR                      8.368              8.368            8.368            8.368             8.368
       Income taxes                                                   IDR                 (196.322)          (294.616)        (367.446)         (420.111)         (531.272)
       Other operating activities                                     IDR                      4.097             14.918           16.758           19.668            15.863

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                        IDR                1.270.548          1.037.661        1.317.937        1.500.980          1.721.439


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Acquisitions of property (incl. repair & replacement)          IDR                 (116.541)          (147.678)        (173.845)         (198.113)         (222.171)
       Proceeds of FA sold                                            IDR                  (35.890)           (35.890)         (35.890)          (35.890)          (35.890)
       Investments in Shares of Stocks                                IDR                      (5.100)              -                -                -                 -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                      IDR                 (157.531)          (183.568)        (209.736)         (234.003)         (258.061)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Shareholder of its subsidiaries                                IDR                 (240.000)          (240.000)        (240.000)         (240.000)         (240.000)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                      IDR                 (240.000)          (240.000)        (240.000)         (240.000)         (240.000)


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                     IDR                  873.017           614.093          868.202          1.026.977         1.223.378


       Pengaruh perubahan kurs mata uang pada kasa dan setara kas     IDR                         -                 -                -                -                 -


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                      IDR                  567.673          1.440.690        2.054.783         2.922.985         3.949.962


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                     IDR                1.440.690          2.054.783        2.922.985         3.949.962         5.173.340


    PRI Notes:                                                                           TRUE             TRUE             TRUE             TRUE              TRUE
     * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
     ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023                                                                                                              30,97%
Page 84
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 08
                                                                     RASIO KEUANGAN SEBELUM TRANSAKSI

                   Keterangan                    2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Aset Lancar                                              3.250.883               4.115.342            5.189.856           6.441.762           7.888.151
Liabilitas Jangka Pendek                                   359.033                 451.548              516.725             594.273             635.422
Rasio Lancar                                                  9,05                    9,11                10,04               10,84               12,41
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Aset Lancar                                              3.250.883               4.115.342            5.189.856           6.441.762           7.888.151
Persediaan                                                 837.631                 947.451            1.130.595           1.236.492           1.424.257
Liabilitas Jangka Pendek                                   359.033                 451.548              516.725             594.273             635.422
Rasio Cepat                                                   6,72                    7,02                 7,86                8,76               10,17
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Kas dan setara kas                                       1.440.690               2.054.783            2.922.985           3.949.962           5.173.340
Liabilitas Jangka Pendek                                   359.033                 451.548              516.725             594.273             635.422
Rasio Kas                                                     4,01                    4,55                 5,66                6,65                8,14
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Rasio Lancar                                                  9,05                    9,11               10,04               10,84               12,41
Rasio Cepat                                                   6,72                    7,02                7,86                8,76               10,17
Rasio Kas                                                     4,01                    4,55                5,66                6,65                8,14
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Pendapatan                                               3.413.230               4.569.578            5.622.575           6.340.811           7.332.438
Piutang Usaha                                              926.438               1.063.592            1.084.244           1.198.972           1.230.675
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                  99                      85                   70                  69                  61
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Beban Pokok Pendapatan                                   1.675.726               2.226.991            2.735.512           3.068.350           3.542.657
Persediaan                                                 837.631                 947.451            1.130.595           1.236.492           1.424.257
Rasio Perputaran Persediaan                                    182                     155                  151                 147                 147
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Beban Pokok Pendapatan                                   1.675.726               2.226.991            2.735.512           3.068.350           3.542.657
Utang Usaha                                                204.822                 285.792              340.316             413.017             442.170
Rasio Perputaran Utang Usaha                                    45                      47                   45                  49                  46
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                 2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 99                      85                   70                  69                  61
Rasio Perputaran Persediaan                                   182                     155                  151                 147                 147
Rasio Perputaran Utang Usaha                                   45                      47                   45                  49                  46
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Jumlah Liabilitas                                          413.544                 508.797              576.986             657.848             702.641
Jumlah Aset                                              4.390.254               5.352.308            6.542.855           7.925.658           9.516.122
Rasio Liabilitas terhadap Aset                               9,42%                   9,51%                8,82%               8,30%               7,38%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Jumlah Liabilitas                                          413.544                 508.797              576.986             657.848             702.641
Jumlah Ekuitas                                           3.976.711               4.843.511            5.965.869           7.267.810           8.813.482
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                           10,40%                  10,50%                9,67%               9,05%               7,97%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                 2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              9,42%                   9,51%                8,82%               8,30%               7,38%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          10,40%                  10,50%                9,67%               9,05%               7,97%

                Keterangan                       2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Laba Bruto                                               1.737.504               2.342.588            2.887.063           3.272.461           3.789.782
Pendapatan                                               3.413.230               4.569.578            5.622.575           6.340.811           7.332.438
Margin Laba Bruto                                           50,90%                  51,26%               51,35%              51,61%              51,69%

                Keterangan                       2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Laba Usaha                                               1.030.369               1.386.674            1.712.271           1.941.311           2.300.608
Pendapatan                                               3.413.230               4.569.578            5.622.575           6.340.811           7.332.438
Margin Laba Usaha                                           30,19%                  30,35%               30,45%              30,62%              31,38%

                Keterangan                       2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Laba Bersih                                                826.299               1.106.837            1.362.404           1.542.004           1.785.759
Pendapatan                                               3.413.230               4.569.578            5.622.575           6.340.811           7.332.438
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   24,21%                  24,22%               24,23%              24,32%              24,35%

               Keterangan                        2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Laba Bersih                                                826.299               1.106.837            1.362.404           1.542.004           1.785.759
Jumlah Aset                                              4.390.254               5.352.308            6.542.855           7.925.658           9.516.122
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     18,82%                  20,68%               20,82%              19,46%              18,77%

               Keterangan                        2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Laba Bersih                                                826.299               1.106.837            1.362.404           1.542.004           1.785.759
Jumlah Ekuitas                                           3.976.711               4.843.511            5.965.869           7.267.810           8.813.482
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  20,78%                  22,85%               22,84%              21,22%              20,26%

              Rasio Profitabilitas               2025F                   2026F                2027F               2028F               2029F
Margin Laba Bruto                                          50,90%                  51,26%               51,35%              51,61%              51,69%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                   30,19%                  30,35%               30,45%              30,62%              31,38%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                  24,21%                  24,22%               24,23%              24,32%              24,35%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                    18,82%                  20,68%               20,82%              19,46%              18,77%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                 20,78%                  22,85%               22,84%              21,22%              20,26%
Page 85
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 09                                                                                                   Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi

                                                       2025F              2026F              2027F                2028F              2029F

   ASSET
   Aset Lancar
      Kas dan setara kas                        IDR     1.450.715          2.059.997          2.929.015             3.959.213         5.189.900
      Piutang usaha
         - Pihak ketiga                          IDR      926.254           1.065.917          1.087.580             1.203.460         1.236.689
         - Pihak berelasi                        IDR            184                184                184                  184                184
      Piutang lain - lain pihak ketiga          IDR       13.654             13.654             13.654                13.654            13.654
      Persediaan                                IDR      837.631            949.941           1.134.060             1.241.057         1.430.270
      Aset biologis                             IDR       16.323             19.715             22.231                26.534            30.078
      Uang muka                                 IDR           8.438              8.438              8.438                8.438              8.438
      Biaya dibayar dimuka                      IDR           7.710              7.710              7.710                7.710              7.710
         Jumlah Aset Lancar                      IDR     3.260.908          4.125.555          5.202.872             6.460.249         7.916.922


   Aset Tidak Lancar
      Uang muka pembelian aset tetap            IDR                 41                 41                 41                   41                 41
      Piutang pihak berelasi non-usaha          IDR           1.194              1.194              1.194                1.194              1.194
      Aset pajak tangguhan                      IDR       48.391             48.391             48.391                48.391            48.391
      Aset tetap - net                          IDR      871.997            971.280           1.086.943             1.217.469         1.361.174
      Aset tidak lancar lainnya                 IDR      212.648            212.648            212.648               212.648           212.648
         Jumlah Aset Tidak Lancar                IDR     1.134.271          1.233.555          1.349.218             1.479.744         1.623.448


   JUMLAH ASET                                   IDR     4.395.179          5.359.109          6.552.089             7.939.993         9.540.371


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
      Utang usaha
         - Pihak ketiga                          IDR      204.822            287.452            342.437               415.802           445.828
         - Pihak berelasi                        IDR             -                  -                  -                    -                  -
      Utang lain - lain pihak ketiga            IDR       27.040             28.309             29.635                31.364            33.731
      Beban akrual                              IDR       78.849             78.849             78.849                72.940            72.940
      Utang pajak                               IDR       48.321             58.600             67.968                77.053            86.786
      Liabilitas imbalan kerja jangka pendek    IDR             -                  -                  -                    -                  -
         Jumlah Liabilitas Jangka Pendek         IDR      359.033            453.210            518.889               597.158           639.284


   Liabilitas Jangka Panjang
      Utang pihak berelasi non - usaha          IDR           3.222              3.222              3.222                3.222              3.222
      Liabilitas imbalan kerja jangka panjang   IDR       51.289             54.027             57.039                60.353            63.997
         Jumlah Liabilitas Jangka Panjang        IDR       54.511             57.249             60.261                63.574            67.219


         JUMLAH LIABILITAS                       IDR      413.544            510.459            579.150               660.733           706.503


   EKUITAS
      Modal saham                               IDR      300.000            300.000            300.000               300.000           300.000
      Tambahan modal disetor                    IDR       86.314             86.314             86.314                86.314            86.314
      Komponen lainnya dari ekuitas             IDR       12.198             12.198             12.198                12.198            12.198
      Penghasilan komprehensif lain             IDR       26.654             26.654             26.654                26.654            26.654
      Saldo laba                                IDR     3.541.617          4.407.465          5.529.467             6.831.885         8.379.903
      Kepentingan non pengendali                IDR       14.853             16.020             18.307                22.209            28.799
         JUMLAH EKUITAS                          IDR     3.981.636          4.848.650          5.972.939             7.279.260         8.833.868


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                   IDR     4.395.179          5.359.109          6.552.089             7.939.993         9.540.371

   Check Balance                                                 -                  -                  -                    -                  -
Page 86
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 10                                                                                                 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi

                                                         2025F             2026F            2027F            2028F             2029F

  PENDAPATAN                                       IDR      3.413.230         4.599.678        5.664.817        6.396.865           7.406.811


  BEBAN POKOK PENJUALAN                            IDR      (1.675.726)       (2.246.912)      (2.763.231)      (3.104.865)        (3.590.762)


  LABA KOTOR                                       IDR      1.737.504         2.352.766        2.901.586        3.291.999           3.816.049

      Beban penjualan                             IDR       (425.740)         (652.240)         (849.745)        (982.309)        (1.112.346)
      Beban umum dan administrasi                 IDR       (138.743)         (170.933)         (194.488)        (220.289)          (249.369)
      Beban operasi lain                          IDR       (169.117)         (169.117)         (169.117)        (169.117)          (169.117)
      Penghasilan operasi lain                    IDR         26.464            26.316            26.388           26.463             26.542
       Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha             IDR       (707.136)         (965.974)       (1.186.962)      (1.345.252)        (1.504.291)

  LABA USAHA                                                1.030.369         1.386.792        1.714.623        1.946.748           2.311.758

    Penghasilan keuangan                          IDR             8.393            8.490            8.463            8.507             8.607
    Penghasilan dari selisih kurs                 IDR             1.733            1.733            1.733            1.733             1.733
     Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih   IDR            10.126           10.223           10.197           10.240            10.341

  LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                        IDR      1.040.494         1.397.015        1.724.820        1.956.988           2.322.099

    Beban Pajak Penghasilan                       IDR       (214.170)         (289.965)        (360.486)        (410.604)           (527.403)

  LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                       IDR           826.325      1.107.051        1.364.334        1.546.384           1.794.696
Page 87
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 11                                                                                                                              Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Arus Kas

                                                                                        2025F            2026F            2027F            2028F             2029F

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
       Cash received from customers                                    IDR                3.052.568        4.542.448        5.719.855         6.364.985         7.460.704
       Payments made to suppliers                                      IDR                 (816.427)      (2.190.360)      (2.797.623)       (3.037.559)       (3.636.415)
       Payments made to employees                                      IDR                 (130.847)        (143.331)        (161.897)         (173.872)         (189.766)
       Payments made to operating activities                           IDR                 (650.888)        (902.616)      (1.098.881)       (1.256.278)       (1.396.624)
       Finance income                                                  IDR                      8.393            8.490            8.463            8.507             8.607
       Income taxes                                                    IDR                 (196.322)        (294.640)        (367.922)         (421.250)         (533.620)
       Other operating activities                                      IDR                      8.997           14.918           16.758           19.668            15.863

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                         IDR                1.275.473        1.034.910        1.318.754        1.504.201          1.728.749


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
       Acquisitions of property (incl. repair & replacement)           IDR                 (116.541)        (149.738)        (173.845)         (198.113)         (222.171)
       Proceeds of FA sold                                             IDR                  (35.890)         (35.890)         (35.890)          (35.890)          (35.890)
       Investments in Shares of Stocks                                 IDR                        -                -                -                -                 -

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                       IDR                 (152.431)        (185.628)        (209.736)         (234.003)         (258.061)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
       Shareholder of its subsidiaries                                 IDR                 (240.000)        (240.000)        (240.000)         (240.000)         (240.000)

    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                       IDR                 (240.000)        (240.000)        (240.000)         (240.000)         (240.000)


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                      IDR                  883.042         609.282          869.018          1.030.198         1.230.688


       Pengaruh perubahan kurs mata uang pada kasa dan setara kas      IDR                        -                -                -                -                 -


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                       IDR                  567.673        1.450.715        2.059.997         2.929.015         3.959.213


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                      IDR                1.450.715        2.059.997        2.929.015         3.959.213         5.189.900


    PRI Notes:                                                                            TRUE           TRUE             TRUE             TRUE              TRUE
      * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
     ** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023                                                                                                             31,08%
Page 88
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 12
                                                                RASIO KEUANGAN SETELAH TRANSAKSI

                   Keterangan                    2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Aset Lancar                                              3.260.908                4.125.555            5.202.872           6.460.249           7.916.922
Liabilitas Jangka Pendek                                   359.033                  453.210              518.889             597.158             639.284
Rasio Lancar                                                  9,08                     9,10                10,03               10,82               12,38
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Aset Lancar                                              3.260.908                4.125.555            5.202.872           6.460.249           7.916.922
Persediaan                                                 837.631                  949.941            1.134.060           1.241.057           1.430.270
Liabilitas Jangka Pendek                                   359.033                  453.210              518.889             597.158             639.284
Rasio Cepat                                                   6,75                     7,01                 7,84                8,74               10,15
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                    2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Kas dan setara kas                                       1.450.715                2.059.997            2.929.015           3.959.213           5.189.900
Liabilitas Jangka Pendek                                   359.033                  453.210              518.889             597.158             639.284
Rasio Kas                                                     4,04                     4,55                 5,64                6,63                8,12
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                 2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Rasio Lancar                                                  9,08                     9,10               10,03               10,82               12,38
Rasio Cepat                                                   6,75                     7,01                7,84                8,74               10,15
Rasio Kas                                                     4,04                     4,55                5,64                6,63                8,12
*)Disajikan dalam kali                       ,

                  Keterangan                     2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Pendapatan                                               3.413.230                4.599.678            5.664.817           6.396.865           7.406.811
Piutang Usaha                                              926.438                1.066.100            1.087.764           1.203.643           1.236.872
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                  99                       85                   70                  69                  61
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Beban Pokok Pendapatan                                   1.675.726                2.246.912            2.763.231           3.104.865           3.590.762
Persediaan                                                 837.631                  949.941            1.134.060           1.241.057           1.430.270
Rasio Perputaran Persediaan                                    182                      154                  150                 146                 145
*)Disajikan dalam hari

                  Keterangan                     2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Beban Pokok Pendapatan                                   1.675.726                2.246.912            2.763.231           3.104.865           3.590.762
Utang Usaha                                                204.822                  287.452              342.437             415.802             445.828
Rasio Perputaran Utang Usaha                                    45                       47                   45                  49                  45
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                 2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 99                       85                   70                  69                  61
Rasio Perputaran Persediaan                                   182                      154                  150                 146                 145
Rasio Perputaran Utang Usaha                                   45                       47                   45                  49                  45
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                    2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Jumlah Liabilitas                                          413.544                  510.459              579.150             660.733             706.503
Jumlah Aset                                              4.395.179                5.359.109            6.552.089           7.939.993           9.540.371
Rasio Liabilitas terhadap Aset                               9,41%                    9,53%                8,84%               8,32%               7,41%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                    2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Jumlah Liabilitas                                          413.544                  510.459              579.150             660.733             706.503
Jumlah Ekuitas                                           3.981.636                4.848.650            5.972.939           7.279.260           8.833.868
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                           10,39%                   10,53%                9,70%               9,08%               8,00%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                 2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              9,41%                    9,53%                8,84%               8,32%               7,41%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          10,39%                   10,53%                9,70%               9,08%               8,00%

                Keterangan                       2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Laba Bruto                                               1.737.504                2.352.766            2.901.586           3.291.999           3.816.049
Pendapatan                                               3.413.230                4.599.678            5.664.817           6.396.865           7.406.811
Margin Laba Bruto                                           50,90%                   51,15%               51,22%              51,46%              51,52%

                Keterangan                       2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Laba Usaha                                               1.030.369                1.386.792            1.714.623           1.946.748           2.311.758
Pendapatan                                               3.413.230                4.599.678            5.664.817           6.396.865           7.406.811
Margin Laba Usaha                                           30,19%                   30,15%               30,27%              30,43%              31,21%

                Keterangan                       2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Laba Bersih                                                826.325                1.107.051            1.364.334           1.546.384           1.794.696
Pendapatan                                               3.413.230                4.599.678            5.664.817           6.396.865           7.406.811
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   24,21%                   24,07%               24,08%              24,17%              24,23%

               Keterangan                        2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Laba Bersih                                                826.325                1.107.051            1.364.334           1.546.384           1.794.696
Jumlah Aset                                              4.395.179                5.359.109            6.552.089           7.939.993           9.540.371
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     18,80%                   20,66%               20,82%              19,48%              18,81%

               Keterangan                        2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Laba Bersih                                                826.325                1.107.051            1.364.334           1.546.384           1.794.696
Jumlah Ekuitas                                           3.981.636                4.848.650            5.972.939           7.279.260           8.833.868
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  20,75%                   22,83%               22,84%              21,24%              20,32%

              Rasio Profitabilitas               2025F                    2026F                2027F               2028F               2029F
Margin Laba Bruto                                          50,90%                   51,15%               51,22%              51,46%              51,52%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                   30,19%                   30,15%               30,27%              30,43%              31,21%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                  24,21%                   24,07%               24,08%              24,17%              24,23%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                    18,80%                   20,66%               20,82%              19,48%              18,81%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                 20,75%                   22,83%               22,84%              21,24%              20,32%
Page 89
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Proformas Laporan Keuangan 31 Desember 2024
Lampiran - 13
                                                   Audited              Penyesuian       Proforma Setelah Rencana Transaksi
                        KETERANGAN
                                               31 Desember 2024         Proforma                 31 Desember 2024
ASET
Aset Lancar
    Kas dan setara kas                                      567.673         -5.100                                 562.573
    Piutang usaha
     - Pihak ketiga                                          488.553                 -                              488.553
     - Pihak berelasi                                             184                -                                 184
    Piutang lain – lain pihak ketiga                         13.654                 -                               13.654
    Hak retur aset                                            8.668                 -                                8.668
    Persediaan                                           1.473.796                  -                           1.473.796
    Uang muka                                                 8.438                 -                                8.438
    Pajak pertambahan nilai dibayar dimuka                    3.944                 -                                3.944
    Biaya dibayar dimuka                                      3.762                 -                                3.762
    Aset biologis                                             3.961                 -                                3.961
     Jumlah Aset Lancar                                   2.572.633           -5.100                              2.567.536
Aset Tidak Lancar
    Piutang pihak berelasi non – usaha                        2.094                 -                                2.094
    Tagihan pajak penghasilan                               175.793                 -                              175.793
    Uang muka pembelian aset tetap                                41                -                                   41
    Aset pajak tangguhan                                     48.391                 -                               48.391
    Aset hak guna                                             4.934                 -                                4.934
    Investasi saham                                                -         5.100                                   5.100
    Aset tetap – net                                        798.721                 -                              798.721
    Aset tidak lancar lainnya                                31.922                 -                               31.922
     Jumlah Aset Tidak Lancar                             1.061.896           5.100                               1.066.996
TOTAL ASET                                                3.634.529                  -                            3.634.529
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
    Utang usaha
     - Pihak ketiga                                           60.746                 -                               60.746
     - Pihak berelasi                                               -                -                                    -
    Piutang lain – lain pihak ketiga                         25.228                 -                               25.228
    Kewajiban untuk retur                                    59.825                 -                               59.825
    Beban akrual                                              6.697                 -                                6.697
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                   12.218                 -                               12.218
    Utang pajak                                              27.229                 -                               27.229
    Liabilitas sewa jangka pendek                                109                -                                 109
     Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                         192.052                 -                              192.052
Liabilitas Jangka Panjang
    Utang pihak berelasi non – usaha                          3.222                 -                                3.222
    Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                  48.800                 -                               48.800
     Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                         52.022                 -                               52.022
JUMLAH LIABILITAS                                            244.074                 -                              244.074
EKUITAS
    Modal saham                                             300.000                 -                              300.000
    Tambahan modal disetor                                   99.910                 -                               99.910
    Komponen lainnya dari ekuitas                             4.672                 -                                4.672
    Saldo laba
     - Telah ditentukan penggunaanya                          60.000                 -                               60.000
     - Belum ditentukan penggunanya                       2.923.141                  -                           2.923.141
    Kepentingan non pengendali                                2.732                 -                                2.732
     Jumlah Ekuitas                                       3.390.455                  -                            3.390.455


JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                             3.634.529                  -                            3.634.529
Page 90
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
PROFORMA LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2024
Lampiran - 14
                                        Audited             Penyesuian       Proforma Setelah Rencana Transaksi
            KETERANGAN
                                    31 Desember 2024         Proforma                31 Desember 2024
PENDAPATAN - NETO                             1.367.926                  -                            1.367.926
BEBAN POKOK PENJUALAN                          -742.939                  -                              -742.939
LABA KOTOR                                        624.987                -                              624.987
Beban penjualan                               -233.943                   -                              -233.943
Beban umum dan administrasi                       -82.054                -                               -82.054
Beban penelitian dan pengembangan             -100.847                   -                              -100.847
Beban operasi lain                                -36.327                -                               -36.327
Penghasilan operasi lain                           34.485                -                               34.485
LABA USAHA                                        206.301                -                              206.301
Penghasilan keuangan                               29.914                -                               29.914
Beban keuangan                                       -235                -                                 -235
LABA SEBELUM PAJAK                                234.980                -                              234.980
Beban pajak penghasilan                           -56.340                -                               -56.340
LABA NETO TAHUN BERJALAN                          178.640                -                              178.640

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.59 MB
Published1 Jul 2025
Pages90
Characters275,626
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 76 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BISI INTERNATIONAL TBK · Nama Perusahaan p.1 ×185
linked person Agus Saputra Wijaya· · Direktur Utama p.10 ×4
linked person Arief Tonny Kusuma · Direktur p.10 ×2
linked org Charoen Pokphand p.27
linked org Multi Sarana p.27
linked org PT Agrindo Pratama p.38
linked org Valley Investment p.38
linked org Vista Investment p.38
linked org SJ BISI Holdings Pte. Ltd. p.38
linked — UBS AG Singapore p.38
linked org United Overseas Bank p.38
linked person Tjiu Thomas Effendy · Komisaris Utama p.38 ×2
linked person Lie Suhanto · Wakil Komisaris Utama p.38 ×3
linked person Burhan Hidayat · Komisaris Independen p.39
linked person Putu Darsana · Direktur p.39
possible org International Tbk p.2 ×69
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×8
possible person Ir. Henrianto p.13 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.37
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.38
possible person Sunardi · Komisaris Independen p.39
possible org PT Pupuk Indonesia (Persero) p.73
unresolved org TOTO SUHARTO & REKAN p.1 ×4
unresolved org Chia Tai Seeds, Co. p.2 ×14
unresolved org Co. Ltd p.2
unresolved org KJPP Toto Suharto dan Rekan p.2
unresolved org KJPP Toto Suharto p.2 ×10
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.3 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×25
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.6 ×2
unresolved org Rekan Ir. Toto Suharto. p.8
unresolved person Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.) · Pimpinan Rekan p.8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan p.10 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto p.10 ×2
unresolved person Ahmad Olii p.13 ×2
unresolved person Karina Gama Soleha p.13 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan B. Quality Assurance p.15
unresolved — Hasanuddin p.15
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.16 ×2
unresolved — Ekonomika p.16
unresolved org Identitas Status Penilai KJPP Toto Suharto & Rekan p.26
unresolved org PT Actual Kencana Appraisal p.26
unresolved org Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan p.26
unresolved org Menteri Keuangan p.26 ×2
unresolved — Bab I - Pendahuluan p.26
unresolved org PT Multi Sarana Indotani p.27
unresolved org KJPP TnR p.28 ×15
unresolved org Purwantono p.32 ×5
unresolved org KJPP TnR. Bab I p.34
unresolved person Akta Notaris Drs. Gde Ngurah Rai p.36 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.36
unresolved person Dr. Fulgensius Jimmy H.L.T. · Notaris p.37 ×2
unresolved org PT Benihinti Suburintani p.37
unresolved org PT BISI International. Perubahan Anggaran Dasar p.37
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.37 ×2
unresolved person Akta Notaris Marcivia Rahmani p.37 ×2
unresolved org Menteri Investasi p.38
unresolved org Pte. Ltd. p.38 ×3
unresolved person Adhi Kristanto, STP, MP · Direktur p.39 ×2
unresolved org Chia Tai Co., Ltd. p.39
unresolved person Min Tieanworn · Direktur p.40
unresolved person Wanlop Chiaravanont · Direktur p.40
unresolved person Phongthep Chiaravanont · Direktur p.40
unresolved person Manas Chiaravanond · Direktur p.40
unresolved person Manunporn Chiaravanond · Direktur p.40
unresolved person Supat Mekiyanon · Direktur p.40
unresolved person Chaiwut Sompan · Direktur p.40
unresolved org PT Dwidaya Tani Mandiri p.40 ×2
unresolved org Bank Indonesia Bab II p.41 ×2
unresolved org PT Syngenta Indonesia p.73
unresolved org PT Pioneer Hi-Bred Indonesia p.73
unresolved org PT East West Seed Indonesia p.73
unresolved org PT Petrokimia Gresik p.73
unresolved org PT Pupuk Sriwidjaja Palembang p.73
unresolved org PT Pupuk Kaltim p.73
unresolved org PT Pupuk Iskandar Muda p.73

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 16893 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'biaya-biaya terkait'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'AFFILIATED',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'biaya-biaya terkait',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-12-31',
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result