Back to announcement
20250701_BISI_Informasi Transaksi Afiliasi_31910158_lamp9.pdf
Asset transaction Needs review BISISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 90
Page 1
----- . I
•••• I
•••• I
•••• I
• ._ •• I
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
Atas Rencana Transaksi Kerjasama Usaha Patungan
(Joint Venture)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19,
Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman,
Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur
No. File: 00207/2.0055-00/BS/01/0060/1/VI/2025
TOTO SUHARTO & REKAN
Business & .Properry Vaiuer
License No : 2.09.0055
JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
Ph : +6221-3456783 (Hunting)
Fax: +6221-3813419
Website : http://www.tnr.co.id
Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File: 00207/2.0055-00/BS/01/0060/1/VI/2025
Jakarta, 26 Juni 2025
Kepada Yth,
DIREKSI
PT BISI International Tbk
Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19,
Desa Bringinbendo, Kec. Taman, Kab. Sidoarjo
Provinsi Jawa Timur
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Rencana Transaksi Kerjasama Usaha
Patungan (Joint Venture).
Dengan hormat,
Sehubungan dengan rencana PT BISI International Tbk melakukan kerjasama usaha
petungan (joint venture) dengan Chia Tai Seeds, Co. Ltd untuk pendirian Perusahaan
Patungan dimana Rencana Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi.
Perseroan telah menunjuk KJPP Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut
sebagai (“TnR”) sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat kewajaran
(Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi tersebut di atas, sesuai dengan kesepakatan
yang tertuang dalam Surat Penawaran Nomor : M.FO.25.00.0014, tanggal 4 Juni 2025.
Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta
analisis berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi
bahwa secara fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian
tersebut terpenuhi.
LATAR BELAKANG
PT BISI International Tbk untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah perusahaan
yang bergerak dalam bidang pembibitan dan perdagangan benih jagung, sayuran dan
padi. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa
Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Produk
utama yang dihasilkan oleh Perseroan dan entitas anaknya adalah benih jagung, benih
hortikultura, benih padi, pestisida dan pupuk.
i
Page 3
Chia Tai Seeds Co., Ltd. yang selanjutnya disebut “CTS” merupakan perusahaan yang
didirikan secara sah berdasarkan hukum Kerajaan Thailand, dengan kantor beralamat
di 1 Soi Sukhumvit 60, Phra Khanong Tai Sub-district, Phra Khanong District, Bangkok
10260, Thailand. CTS memiliki 29 kegiatan usaha, salah satunya adalah produksi benih
hortikultura. CTS sebagai pihak afiliasi dengan Perseroan.
Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan dan CTS berencana mendirikan
perusahaan patungan yang berdomisili hukum di Indonesia berdasarkan ketentuan
hukum dan peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia yang bergerak dibidang
produksi dan perdagangan benih hortikultura. Selanjutnya rencana usaha patungan
tersebut dalam laporan ini disebut dengan “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan CTS
merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Namun Rencana
Transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per 31
Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro &
Surja dengan opini audit tanpa modifikasian.
Sehubungan rencana tersebut Perseroan menunjuk TnR untuk melakukan penilaian
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, untuk mengetahui Kewajaran atas
Rencana Transaksi tersebut.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran
dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan audited per tanggal
31 Desember 2024.
OBYEK RENCANA TRANSAKSI
Objek rencana transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan
merencanakan untuk kerjasama usaha patungan (joint venture) dengan CTS dengan
mendirikan perusahaan. Badan usaha baru yang akan dibentuk oleh Perseroan dan CTS
akan didirikan di Indonesia. Kegiatan usaha Perusahaan Patungan adalah produksi dan
perdagangan benih hortikultura. Modal ditempatkan dan disetor Perusahaan Patungan
adalah Rp10 miliar, dimana Perseroan akan memiliki 51% kepemilikan saham
sedangkan CTS akan memiliki 49% kepemilikan saham.
TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
ii
Page 4
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi antara
Perseroan dengan CTS merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Perseroan dan CTS memiliki kesamaan Pemegang Saham Pengendali, yaitu Keluarga
Jiaravanon.
TRANSAKSI MATERIAL
Berdasarkan Draft Perjanjian Patungan (Joint Venture Agreement), jumlah modal disetor
Perseroan di Perusahaan Patungan yang disepakati adalah sebesar
Rp5.100.000.000,00. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan laporan
keuangan audited per 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono,
Sungkoro, dan Surja Nomor 00216/2.1032/AU.1/01/0701-1/2/III/2025 tanggal
18 Maret 2025 tercatat sebesar Rp3.390.455.000.000,00. Total nilai Rencana
Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,15%.
Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama,
maka Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi Material.
METODE ANALISIS ATAS RENCANAN TRANSAKSI
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Transaksi, kami melakukan analisis dengan
tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi
iii
Page 5
IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT BERTRANSAKSI
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:
1. PT BISI International Tbk sebagai pihak yang akan melakukan transaksi kerjasama
usaha patungan (joint venture).
2. Chia Tai Seeds Co., Ltd. sebagai pihak yang akan bekerjasama dengan Perseroan
dalam transaksi kerjasama usaha patungan (joint venture).
HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
1. Analisis Rencana Transaksi
• Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan
CTS merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan Transaksi Afiliasi dan
bukan transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
OJK No.42/POJK.04/2020. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020
karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh persen) dari total ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2024.
• Dengan dilakukannya Rencana Transaksi Perseroan dapat meningkatkan
meningkatkan fokus atau konsentrasi Perseroan di bidang penelitian benih
hortikultura dan membuka peluang bisnis untuk merambah pasar internasional.
Transaksi kerjasama joint venture, Perseroan akan mengurangi tingkat risiko
finansial atau operasional yang biasanya terkait dengan proyek atau investasi
baru. Perseroan dapat meningkatkan keunggulan kompetitif yang lebih besar
didalam pasar produk dan teknologi pertanian.
• Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke rencana
strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana Transaksi
• Keuntungan Perseroan dengan adanya rencana transaksi kerjasama usaha
patungan (joint venture) pendirian Perusahaan Patungan adalah untuk memperkuat
komitmen Perseroan dalam mengeksplorasi bidang penelitian benih hortikultura
yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia.
• Sementara kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini
adalah dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
muncul akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
penunjang pasar modal seperti biaya KAP dan KJPP dengan biaya-biaya yang
muncul antara lain biaya KAP, biaya penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait
profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul
dikemudian hari.
2. Analisis Kualitatif
• Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan
Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar
keuangan global.
• Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat dibanding
capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c).
iv
Page 6
• Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar
1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
• Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi
sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
• Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy).
Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26%
(yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate)
untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. (Sumber : Laporan
Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 dan diolah)
• Sektor pertanian tumbuh 0,71% pada kuartal IV atau 0,67% untuk keseluruhan
tahun 2024. Pelemahan kinerja sektor pertanian ini disebabkan penurunan
produksi padi dan kelapa sawit. Namun demikian, kinerja sektor pertanian
diperkirakan akan meningkat seiring dengan kebijakan swasembada pangan dan
program Makan Bergizi Gratis (MBG).
• PDB dari Sektor Pertanian di Indonesia meningkat menjadi 36.150 miliar IDR pada
kuartal pertama 2025 dari 32.940,30 miliar IDR pada kuartal keempat 2024.
PDB dari Sektor Pertanian di Indonesia rata-rata sebesar 68.202,90 Miliar IDR
dari tahun 2010 hingga 2024, mencapai puncak tertinggi sebesar 96.785,80
Miliar IDR pada kuartal kedua 2020 dan terendah sebesar 32.708,90 Miliar IDR
pada kuartal pertama 2024.
3. Analisis Kuantitatif
• Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian rencana Perseroan melakukan
Rencana Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan daya
saing adalah wajar.
• Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan akan mengalami
peningkatan penjualan, laba kotor dan laba bersih, serta dapat meningkatkan
jumlah aset dan jumlah ekuitas dengan demikian Perseroan melakukan Rencana
Transaksi adalah wajar.
• Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating Margin dari
30,60% menjadi 30,45%. Sedangkan rata rata Net Profit Margin mengalami
perubahan dari 24,27% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi rata-rata
sebesar 24,15% setelah Rencana Transaksi.
• Berdasarkan proforma posisi keuangan terdapat penyesuaian pada kas dan
setara kas yang dikreditkan sebesar Rp5.100.000.000,00. Dengan adanya
rencana transaksi kerjasama usaha patungan, Perseroan melakukan penyetoran
modal sebesar Rp5.100.000.000,00 yang diambil dari kas dan setara kas. Selain
itu terdapat penyesuaian untuk investasi dalam bentuk saham debit sebesar
Rp5.100.000.000,00 sebagai bentuk penyertaan atau setoran modal di
perusahaan patungan.
• Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat penyesuaian
v
Page 7
antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
• Berdasarkan analisis nilai tambah, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.390,25 miliar pada tahun
2025 menjadi Rp9.516,12 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah
aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp4.395,17 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp9.540,37 miliar pada tahun
2029. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp413,54 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp702,64
miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan setelah
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp413,54 miliar pada tahun
2025 menjadi Rp706,50 miliar pada tahun 2029. Proyeksi jumlah ekuitas
Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp3.976,71
miliar pada tahun 2025 menjadi Rp8.813,48 miliar pada tahun 2029.
Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp3.981,63 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp8.833,86
miliar pada tahun 2029.
• Berdasarkan analisis nilai tambah proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp3.413,23 miliar pada tahun
2025 menjadi Rp7.332,43 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah
pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp3.413,23 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp7.406,81 miliar pada tahun
2029. Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp826,29 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1.785,75 miliar
pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp826,32 pada tahun 2025
menjadi Rp1.794,69 miliar pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada laba
bersih Perseroan yang mengalami kenaikan setelah Rencana Transaksi.
• Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun oleh manajemen Perseroan
bahwa rencana pendirian Perusahaan Patungan memenuhi kelayakan secara
finansial dan ekonomi untuk dilaksanakan karena akan memberikan konstribusi
positif terhadap perkembangan Perseroan.
4. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek
yang terkait meliputi analisis Rencana Transaksi, analisis dampak positif secara
kualitatif maupun kuantitatif atas Rencana Transaksi yang akan dilakukan serta
berdasarkan Perjanjian Usaha Patungan dan Studi Kelayakan Usaha Perusahaan
Patungan maka kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah Wajar.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa
Rencana Transaksi adalah WAJAR.
vi
Page 8
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.
Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan
Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
vii
Page 9
SURAT REPRESENTASI
Page 10
PT. BISI International, Tbk.
BISI
rl��
SURAT PERNYATAAN
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama Agus Saputra Wijaya
Alamat Citra 3 Blok B9/29, Jakarta Barat.
Dan
Nama Arief Tanny Kusuma
Alamat JI. Wonorejo Permai Timur X/8, Surabaya.
Dalam hal ini bertindak dalam jabatan selaku Direktur Utama dan Direktur dari dan
oleh karena itu sah bertindak mewakili Direksi untuk dan atas nama perseroan terbatas
"PT BISI International Tbk", berkedudukan di Surabaya (selanjutnya disebut
"Perseroan" atau "Pemberi Pernyataan");
Pemberi Pernyataan dengan ini menerangkan terlebih dahulu hal-hal sebagai berikut:
1. Bahwa Perseroan memerlukan Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi
Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture) dengan pihak afiliasi, sesuai
dengan POJK 42 tahun 2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Benturan
Kepentingan.
2. Bahwa Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto &
Rekan ("TnR") untuk melakukan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran
dengan tanggal penilaian per 31 Desember 2024.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, Perseroan dengan ini menyatakan
bahwa:
1. Perseroan bertanggung jawab atas setiap data-data dan informasi-informasi serta
dokumen-dokumen yang diberikan oleh Perseroan kepada TnR yang digunakan
oleh TnR dalam penyajian dan/atau penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran
sesuai prinsip_ standar penilaian yang berlaku di Indonesia dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku;
2. Perseroan dengan ini melepaskan TnR dari segala tuntutan yang timbul atas
kesalahan dalam penyajian Laporan Pendapat Kewajaran yang diterbitkan oleh
TnR, yang diakibatkan karena adanya kesalahan dalam pemberian data-data dan
dokumen-dokumen serta informasi-informasi kepada TnR, pada hal-hal yang
sifatnya material, kecuali apabila tuntutan tersebut timbul sebagai akibat dari
kesalahan, kelalaian dan/atau kesengajaan dari TnR sendiri.
Demikian Surat Pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya.
Jakarta, 23 Juni 2025
PT BISI International Tbk
)�596FALX23��32
Agus Saputra Wijaya· Arief Tonny Kusuma
Direktur Utama Direktur
JI. Raya Surabaya - Mojokerto Km. 19, Os. Beringin Bendo - Taman - Sidoarjo 61257
Telp. (031) 7882528, Fax. (031) 7882856, PO. BOX 1261 SURABAYA
Website : http://www.bisi.co.id email address : info@bisi.co.id
Page 11
PERNYATAAN PENILAI
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :
1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII-2018.
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
Transaksi pada Tanggal Penilaian 31 Desember 2024.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
viii
Page 13
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil
Kajian ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) ……………………
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
2. Quality Assurance :
Ahmad Olii, S.E ……………………
No. MAPPI : 11-T-03281
No. Register Penilai : RMK-2017.00839
Kualifikasi Penilai : Bisnis
3. Reviewer :
Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak., CA., MAPPI (Cert.) …………………
No. MAPPI : 19-S-09317
No. Register Penilai : RMK-2019.02918
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
4. Penilai :
Karina Gama Soleha, S.E., M.Ec.Dev ……………………
No. MAPPI : 21-P-10773
No. Register Penilai : RMK-2021.03732
Kualifikasi Penilai : Bisnis
ix
Page 14
KUALIFIKASI PENILAI
Page 15
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan
A. Penanggung Jawab
1 Nama Lengkap Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB
Pendidikan University)
- S-2 Penilaian Universiti Teknologi
Malaysia
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 29
Penilai tahun di bidang penilaian properti dan
bisnis serta konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai bersertifikat dan
memperoleh ijin Penilai Publik Properti
dan Bisnis (PB) dari Kementerian
Keuangan
B. Quality Assurance
1 Nama Lengkap Ahmad Olii, S.E
2 Pendidikan Strata 1 (S-1)
3 Lembaga - S-1 Universitas Budi Luhur
Pendidikan
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 10
Penilai tahun di bidang penilaian bisnis serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai terakreditasi (T)
C. Reviewer
1 Nama Lengkap Ir. Henrianto, S.Pi, S.Ak, MM, M.Ec.Dev, Ak, CA,
MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
Pendidikan (2016)
- S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
(2024)
- Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
Universitas Padjajaran (2024)
- Pendidikan Profesi Insinyur (PPI)
Universitas Hasanuddin (2025)
S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
Gadjah Mada (2020)
- S-2 Manajemen UPN Veteran
Yogyakarta (2022)
x
Page 16
- S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
Bogor (2020-Sekarang)
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun
Penilai di bidang penilaian properti dan bisnis
serta konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Bersertifikat (S) dan
memperoleh ijin Penilai Publik Properti
(P) dan Penilai Publik Bisnis (B) dari
Kementerian Keuangan RI
- Memperoleh Surat Tanda Terdaftar
(STTD) Penilai Pasar Modal dari
Otoritas Jasa Keuangan RI
- Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
Konsultan Pajak Publik Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai Akuntan
Profesional (Chartered Accountant) dari
Ikatan Akuntan Indonesia dan
Memperoleh Izin Akuntan Bepraktik
(AB) dari Kementerian Keuangan RI
- Memperoleh lisensi sebagai Wakil
Perantara Pedagang Efek dari
Otoritas Jasa Keuangan
- Memperoleh lisensi sebagai Analisis
Efek dari BNSP LSP Pasar Modal
D. Penilai
1 Nama Lengkap Karina Gama Soleha, S.E, M.Ec.Dev
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Ekonomi Universitas
Pendidikan Muhammadiyah Yogyakarta
- S-2 Ekonomika Pembangunan
Universitas Gadjah Mada
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun
Penilai di bidang penilaian bisnis serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Pratama (P)
xi
Page 17
DAFTAR ISI
Page 18
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT ........................................................................................................... i - vii
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................ viii - ix
KUALIFIKASI PENILAI ........................................................................................... x - xi
DAFTAR ISI ........................................................................................................... xii - xiii
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK .............................................................................. xiv
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xv
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... I–1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... I–1
1.2 Identitas Status Penilai .......................................................................................... I–2
1.3 Identitas Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan ........................................... I–2
1.4 Objek Rencana Transaksi ..................................................................................... I–3
1.5 Ruang Lingkup ........................................................................................................ I–4
1.6 Maksud dan Tujuan ................................................................................................ I–4
1.7 Tanggal Penilaian .................................................................................................. I–4
1.8 Independensi Penilai.............................................................................................. I–4
1.9 Tanggung Jawab Penilai ...................................................................................... I–5
1.10 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ........................................ I–5
1.11 Transaksi Material ................................................................................................. I–6
1.12 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi ................................. I–7
1.13 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ... I–8
1.14 Sumber Data ........................................................................................................... I–8
1.15 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai ............................................ I–9
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI MATERIAL
PENJUALAN ASET TETAP ..................................................................... II – 1
2.1. Metode Analisis Atas Rencana Transaksi........................................................... II – 1
2.2. Analisis Rencana Transaksi ................................................................................... II – 1
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi ............................. II – 1
2.2.1.1. PT BISI International Tbk (“Perseroan”) .............................................................. II – 1
2.2.1.2. Chia Tai Seeds Co., Ltd......................................................................................... II – 4
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi ................................ II – 5
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi............................................... II – 6
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi ........................................................ II – 6
2.3.1. Gambaran Perekonomian Indonesia.................................................................. II – 6
2.3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Global.............................................................................. II – 7
2.3.1.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik .......................................................................... II – 8
2.3.1.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate) .............................................................................. II – 9
2.3.1.4. Nilai Tukar Rupiah ................................................................................................. II – 10
2.3.1.5. Suku Bunga .............................................................................................................. II – 10
2.3.1.6. Prospek Perekonomian Indonesia 2025 ............................................................ II – 12
2.3.2. Gambaran Umum Industri Pertanian .................................................................. II – 12
2.3.3. Analisis Prospek Usaha Perseroan ...................................................................... II – 14
2.3.4. Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi .......................................................... II – 15
2.3.5. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas
Rencana Transaksi.................................................................................................. II – 15
Daftar Isi xii
Page 19
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.4. Analisis Kuantitatif Objek Rencana Transaksi................................................... II – 16
2.4.1. Biaya Investasi ........................................................................................................ II – 16
2.4.2. Proyeksi Keuangan Perusahaan Patungan ....................................................... II – 16
2.4.2.1. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan ............................................. II – 16
2.4.2.2. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan ....................................................... II – 17
2.4.2.3. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan .......................................................... II – 18
2.5. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ...................................................... II – 19
2.5.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan ...................................................................... II – 19
2.5.1.1. Analisis Posisi Keuangan ....................................................................................... II – 20
2.5.1.2. Analisis Laba Rugi .................................................................................................. II – 21
2.5.1.3. Analisis Arus Kas Perseroan ................................................................................. II – 22
2.5.2. Analisis Rasio Keuangan ....................................................................................... II – 23
2.5.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan .................................................. II – 24
2.5.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi .................................. II – 24
2.5.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................... II – 25
2.5.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi ............................................. II – 26
2.5.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi ............................................... II – 27
2.5.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi ................................................ II – 28
2.5.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi.................................................. II – 28
2.5.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan ....................... II – 29
2.5.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi................................................... II – 29
2.5.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................................... II – 30
2.5.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi .... II – 31
2.5.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan ................................................................... II – 31
2.5.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi .............................................................................. II – 33
2.5.6. Analisis Inkremental ............................................................................................... II – 33
2.5.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ...... II – 34
2.5.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ............................................................. II – 36
2.5.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................ II – 36
2.5.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam Menentukan
Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain .......................... II – 39
2.5.6.5. Hal Material Lainnya ............................................................................................ II – 40
2.6. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi .............................................................. II – 40
2.6.1. Analisis Kelayakan dari Perusahaan Patungan ............................................... II – 40
2.6.2. Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi ......................................................... II – 40
Daftar Isi xiii
Page 20
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 21
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Tabel 1.1. Modal Disetor dan Persentase Kepemilikan Saham Perusahaan
Patungan ............................................................................................................... I – 3
Tabel 1.2. Analisis Rencana Transaksi Material................................................................ I – 6
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................ II – 3
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan ............................................................................. II – 4
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham CTS ....................................................................... II – 4
Tabel 2.4. Susunan Pengurus CTS ........................................................................................ II – 5
Tabel 2.5. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ................................................... II – 6
Tabel 2.6. Pertumbuhan PDB Dunia..................................................................................... II – 8
Tabel 2.7. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019 - 2024)............................................. II – 9
Tabel 2.8. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan
Rupiah) .................................................................................................................. II – 17
Tabel 2.9. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah) .......... II – 17
Tabel 2.10. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah) ............. II – 18
Tabel 2.11. Historis Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .................................. II – 19
Tabel 2.12. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan Konsolidasi .............................. II – 19
Tabel 2.13. Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan
Rupiah) .................................................................................................................. II – 22
Tabel 2.14. Rasio Keuangan Perseroan ............................................................................... II – 23
Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................... II – 24
Tabel 2.16. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................... II – 25
Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................ II – 27
Tabel 2.18. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................ II – 27
Tabel 2.19. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .................................. II – 28
Tabel 2.20. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .................................. II – 28
Tabel 2.21. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ................................................ II – 29
Tabel 2.22. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi .................................................. II – 31
Tabel 2.23. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah) ...................................... II – 31
Tabel 2.24. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah) .............................................................. II – 33
Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan
Rupiah) .................................................................................................................. II – 34
Tabel 2.26. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) ........... II – 35
Grafik 2.1. PDB Sektor Pertanian Tahun 2020 - 2024 .................................................... II – 13
Grafik 2.2. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam
Jutaan Rupiah) ..................................................................................................... II – 20
Grafik 2.3. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan
Rupiah) .................................................................................................................. II – 21
Daftar Tabel Dan Grafik xiv
Page 22
DAFTAR LAMPIRAN
Page 23
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran - 01 Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 02 Historis Laba Rugi
Lampiran - 03 Historis Arus Kas
Lampiran - 04 Rasio Keuangan
Lampiran - 05 Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 06 Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
Lampiran - 07 Proyeksi Arus Kas
Lampiran - 08 Rasio Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 09 Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 10 Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
Lampiran - 11 Proyeksi Arus Kas
Lampiran - 12 Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 13 Proformas Laporan Keuangan 31 Desember 2024
Lampiran - 14 Proforma Laporan Keuangan 31 Desember 2024
Lampiran - 15 Analisis Nilai Tambah
Daftar Lampiran xv
Page 24
BAB I PENDAHULUAN
Page 25
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT BISI International Tbk untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) adalah
perusahaan yang bergerak dalam bidang pembibitan dan perdagangan
benih jagung, sayuran dan padi. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Surabaya
Mojokerto Km. 19, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten
Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur. Produk utama yang dihasilkan oleh Perseroan
dan entitas anaknya adalah benih jagung, benih hortikultura, benih padi,
pestisida dan pupuk.
Chia Tai Seeds Co., Ltd. yang selanjutnya disebut “CTS” merupakan
perusahaan yang didirikan secara sah berdasarkan hukum Kerajaan
Thailand, dengan kantor beralamat di 1 Soi Sukhumvit 60, Phra Khanong Tai
Sub-district, Phra Khanong District, Bangkok 10260, Thailand. CTS memiliki 29
kegiatan usaha, salah satunya adalah produksi benih hortikultura. CTS
sebagai pihak afiliasi dengan Perseroan.
Dalam rangka pengembangan usaha, Perseroan dan CTS berencana
mendirikan perusahaan patungan yang berdomisili hukum di Indonesia
berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku di
Indonesia yang bergerak dibidang produksi dan perdagangan benih
hortikultura. Selanjutnya rencana usaha patungan tersebut dalam laporan ini
disebut dengan “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan
dan CTS merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan
Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi merupakan
Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020. Namun Rencana Transaksi ini bukan merupakan
transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited
per 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Purwantono, Sungkoro & Surja dengan opini audit tanpa modifikasian.
Sehubungan rencana tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto &
Rekan (“TnR”) untuk melakukan penilaian Opini Kewajaran atas Rencana
Transaksi, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat
Penawaran Nomor : M.FO.25.00.0014, tanggal 4 Juni 2025 untuk
mengetahui Kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut.
Bab I - Pendahuluan 1
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
1.2 Identitas Status Penilai
KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR) awalnya adalah PT Actual Kencana
Appraisal (AKA) yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984.
Tahun 2007 AKA berubah menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
mengikuti Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai
publik di Indonesia.
TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
nama:
• Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
- No. MAPPI : 93-S-00361
- No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
- Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
- STTD OJK No. : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
- No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
- No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.
Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak.
1.3 Identitas Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:
Nama : PT BISI International Tbk
Bidang Usaha : Pembibitan dan Perdagangan Benih Jagung, Sayuran
dan Padi.
Alamat : Jalan Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa
Bringinbendo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo,
Provinsi Jawa Timur.
Nomor Telepon : (031) 788 2528
Nomor Faksimile : (031) 788 2856
Email : investor.relations@bisi.co.id
Website : www.bisi.co.id
Bab I - Pendahuluan 2
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Perseroan merupakan produsen benih hibrida terbesar di Indonesia yang
didirikan oleh Charoen Pokphand Group pada tahun 1983. Dengan demikian,
Perseroan sudah lebih dari 40 tahun berpengalaman sebagai produsen benih
hibrida jagung, padi, dan hortikultura (sayuran, buah-buahan, dan bunga).
Selain itu, melalui anak usahanya, yaitu PT Multi Sarana Indotani (MSI), BISI
juga menjadi salah satu formulator pestisida dan pupuk terkemuka di
Indonesia.
Hingga kini, Perseroan telah memiliki tiga unit pabrik pengolahan benih yang
masing-masing berada di Kediri dan Mojokerto, Jawa Timur. Unit I berada di
Desa Sumberagung, Plosoklaten, Kediri, sebagai pusat pengolahan benih
hortikultura. Kemudian unit II yang diperuntukkan sebagai pengolahan benih
jagung dan padi berada di Desa Tulungrejo, Pare, Kediri. Sedangkan Unit III
berada di Kecamatan Dlanggu, Mojokerto khusus untuk pengolahan benih
jagung.
1.4 Objek Rencana Transaksi
Objek rencana transaksi dalam Pendapat Kewajaran ini dimana Perseroan
merencanakan untuk kerjasama usaha patungan (joint venture) dengan CTS
dengan mendirikan perusahaan. Badan usaha baru yang akan dibentuk oleh
Perseroan dan CTS akan didirikan di Indonesia. Kegiatan usaha Perusahaan
Patungan adalah produksi dan perdagangan benih hortikultura. Modal
ditempatkan dan disetor Perusahaan Patungan adalah Rp10 miliar, dimana
Perseroan akan memiliki 51% kepemilikan saham sedangkan CTS akan
memiliki 49% kepemilikan saham. Berikut adalah rincian objek transaksi:
Tabel 1.1. Modal Disetor dan Persentase Kepemilikan Saham Perusahaan
Patungan
Keterangan Modal Disetor Persentase
PT BISI International Tbk 5.100.000.000 51,00%
Chia Tai Seeds Co., Ltd. 4.900.000.000 49,00%
Perusahaan Patungan didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan fokus atau
konsentrasi Perseroan di bidang penelitian benih hortikultura dan membuka
peluang bisnis untuk merambah pasar internasional. CTS merupakan
perusahaan penghasil benih hortikultura yang memiliki rekam jejak sangat
baik di dunia sehingga kerjasama dua pihak ini akan menciptakan sinergi
untuk mengantisipasi kebutuhan benih hortikultura dunia di masa mendatang.
Bab I - Pendahuluan 3
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
1.5 Ruang Lingkup
Laporan Pendapat Kewajaran/Fairness Opinion atas Rencana Transaksi untuk
selanjutnya disebut (“Laporan Pendapat Kewajaran”) ini hanya dapat
digunakan sehubungan dengan Rencana Transaksi yang akan dilaksanakan
dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan lain. Laporan Pendapat
Kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi
persetujuan atau tidak menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil
tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.
Pihak ketiga yang ditunjuk untuk memberikan Laporan Pendapat Kewajaran
adalah TnR yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan
independen.
1.6 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang
berlaku, yaitu POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK)
No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
1.7 Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas
tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
keuangan audited per tanggal 31 Desember 2024.
1.8 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran ini, TnR bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
KJPP TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
dengan penugasan ini.
Bab I - Pendahuluan 4
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
1.9 Tanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar
dan TnR bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran yang
diterbitkan.
1.10 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi
adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka
atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi
yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau
pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan
adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi
antara Perseroan dengan CTS merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan. Perseroan dan CTS memiliki kesamaan Pemegang
Saham Pengendali, yaitu Keluarga Jiaravanon.
Gambar 1.1 Hubungan Afiliasi Perseroan dengan CTS
Sumber: Manajemen Perseroan
Bab I - Pendahuluan 5
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Dalam Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan
ekonomis antara Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali
yang dapat merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam
Laporan Keuangan Proforma Perseroan, sehingga Rencana Transaksi bukan
merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 42/2020.
Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
Keterbukaan Informasi apabila Rencana Transaksi tersebut telah
dilaksanakan oleh Perseroan.
1.11 Transaksi Material
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
atas pinjaman dari pihak lain; dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau
lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
Rencana Transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai
berikut:
Tabel 1.2. Analisis Rencana Transaksi Material
Keterangan Jumlah (Rp) Deviasi Kesimpulan
- Nilai Transaksi Setoran Modal Perseroan
5.100.000.000 Tidak
di Perusahaan Patungan 0,15%
Material
- Total Ekuitas Perseroan 3.390.455.000.000
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
Bab I - Pendahuluan 6
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Berdasarkan Draft Perjanjian Patungan (Joint Venture Agreement), jumlah
modal disetor Perseroan di Perusahaan Patungan yang disepakati adalah
sebesar Rp5.100.000.000,00. Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2024 oleh Kantor
Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro, dan Surja Nomor
00216/2.1032/AU.1/01/0701-1/2/III/2025 tanggal 18 Maret 2025
tercatat sebesar Rp3.390.455.000.000,00. Total nilai Rencana Tranksaksi
terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,15%.
Setelah melakukan analisis sesuai dengan kriteria Peraturan OJK Nomor
17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini bukan merupakan Transaksi
Material.
1.12 Metodologi Pengkajian Kewajaran Rencana Transaksi
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
penilaian lengkap.
Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis kualitatif dan
analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi. Dimana analisis atas Rencana
Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam
hubungan antara pihak-pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi
terdapat penjelasan manfaat dan risiko dari Rencana Transaksi.
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
Rencana Transaksi.
Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi
analisis kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis
maupun analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan
keuangan historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan
perseroan, analisis proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas
transaksi serta analisis kewajaran atas nilai Rencana Transaksi.
Bab I - Pendahuluan 7
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
1.13 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
Events)
Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
laporan opini kewajaran ini diterbitkan.
1.14 Sumber Data
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Pendapat
Kewajaran atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi.
2. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Mento dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam Laporan Nomor
00790/2.1032/AU.1/01/1562-3/1/IV/2021 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Moch. Dadang Syachruna dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam
Laporan Nomor 00504/2.1032/AU.1/01/0697-1/1/IV/2022 dengan
opini wajar tanpa modifikasian.
4. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Moch. Dadang Syachruna dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam
Laporan Nomor 00472/2.1032/AU.1/01/0697-2/1/III/2023 dengan
opini wajar tanpa modifikasian.
5. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Sinarta dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam Laporan Nomor
00299/2.1032/AU.1/01/0701-1/1/III/2024 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
6. Laporan keuangan Perseroan dan entitas anak untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2024, yang diaudit oleh Akuntan Publik
Sinarta dari KAP Purwantono, Sungkoro, & Surja dalam Laporan Nomor
00216/2.1032/AU.1/01/0701-1/2/III/2025 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
7. Company Profile Perseroan.
8. Annual Report Perseroan periode 2020 - 2024.
9. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2025-2029 sebelum dan setelah
rencana transaksi.
10. Proyeksi keuangan Perseroan periode 2025-2029 perusahaan
patungan.
Bab I - Pendahuluan 8
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
11. Laporan Studi Kelayakan Perusahaan Patungan.
12. Legalitas Perseroan.
13. Draft Keterbukaan Informasi (KI) Perseroan
14. Proforma Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
15. Draft Perjanjian Patungan (Joint Venture Agreement) antara Perseroan
dengan CTS.
16. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
Rencana Transaksi.
17. Wawancara dengan manajemen Perseroan.
18. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.
1.15 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
beberapa asumsi, antara lain:
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
dari pemberi tugas.
9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi hingga
penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap Rencana Transaksi.
10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Bab I - Pendahuluan 9
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
di luar ruang lingkup dari penugasan.
16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.
Bab I - Pendahuluan 10
Page 35
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Page 36
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
BAB II
KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
2.1. Metode Analisis Atas Rencana Transaksi
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi, kami
melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara
pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi, analisis terhadap
perjanjian yang akan ditandatangani sehubungan dengan Rencana
Transaksi, analisis manfaat dan risiko terhadap Rencana Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-
pihak yang terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis
operasional dan prospek, analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
keuntungan dan kerugian dari Rencana Transaksi.
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan
keuangan historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi, analisis proforma keuangan sebelum dan
sesudah Rencana Transaksi, analisis nilai tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi.
2.2. Analisis Rencana Transaksi
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Rencana Transaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yaitu:
1. PT BISI International Tbk sebagai pihak yang akan melakukan transaksi
kerjasama usaha patungan (joint venture).
2. Chia Tai Seeds Co., Ltd. sebagai pihak yang akan bekerjasama dengan
Perseroan dalam transaksi kerjasama usaha patungan (joint venture).
Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
dengan Rencana Transaksi:
2.2.1.1. PT BISI International Tbk (“Perseroan”)
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 22 Juni 1983 berdasarkan
Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1 Tahun 1967 berdasarkan
Akta Notaris Drs. Gde Ngurah Rai, S.H., No. 35. Akta pendirian tersebut telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 1
Page 37
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
No. C2-5415-HT.01.01.TH.84 tanggal 27 September 1984 dan diumumkan
dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 94, Tambahan
No. 4731 tanggal 23 November 1990. Berdasarkan Akta Notaris No. 17
tanggal 3 Oktober 2006, yang dibuat di hadapan Dr. Fulgensius Jimmy H.L.T.,
S.H., M.H., M.M., Notaris di Jakarta, pemegang saham menyetujui perubahan
nama legal Perusahaan dari PT Benihinti Suburintani menjadi PT BISI
International. Perubahan Anggaran Dasar ini telah mendapat persetujuan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan
Surat Keputusan No. W7-02215.HT.01.04-TH.2006 tanggal 6 November
2006.
Anggaran Dasar Perseroan Perseroan telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Marcivia Rahmani, S.H., M.Kn.
No. 17 tanggal 27 Mei 2024. Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan
No. AHU-0032326.AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 3 Juni 2024.
Perseroan berkedudukan di Sidoarjo dengan kantor pusat beralamat di Jalan
Raya Surabaya Mojokerto Km. 19, Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman,
Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan Usaha Perseroan
Kegiatan usaha Perseroan sesuai Anggaran Dasar adalah: Pertanian Jagung,
Pertanian Aneka Kacang Hortikultura, Pertanian Padi Hibrida, Pertanian Padi
Inhibrida, Pertanian Hortikultura Sayuran Daun, Pertanian Hortikultura Buah,
Pertanian Hortikultura Sayuran Buah, Pertanian Hortikultura Sayuran Lainnya,
Pertanian Cabai, Pertanian Pengembangbiakan Tanaman, Jasa Pasca Panen,
Pemilihan Benih Tanaman Untuk Pengembangbiakan, Perdagangan Besar
Padi dan Palawija, Perdagangan Besar Buah-Buahan, Perdagangan Besar
Sayuran, Penelitian dan Pengembangan Ilmu Teknologi dan Rekayasa Sumber
Daya Genetik Pertanian, Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi, Industri
Pengeringan Buah-Buahan dan Sayuran, Industri Penggilingan dan
Pembersihan Jagung, Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan
Perlengkapan Pertanian, Perdagangan Besar Pupuk dan Produk Agrokimia,
Industri Mesin Pertanian Dan Kehutanan, Industri Pupuk Alam/Non Sintetis
Hara Makro Primer, Industri Pupuk Buatan Tunggal Hara Makro Primer,
Industri Pupuk Buatan Majemuk Hara Makro Primer, Industri Pupuk Buatan
Campuran Hara Makro Primer, Industri Pupuk Hara Makro Sekunder, Industri
Pupuk Hara Mikro, Industri Pupuk Pelengkap, Industri Media Tanam, Industri
Pupuk Lainnya, Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Barang Campuran
Sebagaimana Tersebut Dalam 47911-47913, Perdagangan Eceran Melalui
Media Untuk Berbagai Macam Barang Lainnya, Aktivitas Pengembangan
Aplikasi Perdagangan Melalui Internet (E-Commerce), Aktivitas Kantor Pusat.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 2
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Perijinan Perseroan
Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha: 8120002972866,
yang ditandatangani secara elektronik oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM.
Berdasarkan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja,
Pemerintah Republik Indonesia menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB)
kepada:
Nama Perusahaan : PT BISI International Tbk
Alamat Kantor : Jalan Surabaya - Mojokerto, Km. 19,
Desa Bringinbendo, Kec. Taman,
Kab. Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Status Penerimaan Modal : PMDN
Izin tersebut diterbitkan pada tanggal 26 September 2018 dan perubahan
ke-1 pada tanggal 5 Juni 2024.
NIB Perseroan telah berlaku efektif selama Perseroan menjalankan usaha
dan/atau kegiatannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan.
Struktur Permodalan Perseroan
Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan pada tanggal
31 Desember 2024 berdasarkan laporan keuangan audited adalah sebagai
berikut:
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Nilai Persentase
No. Nama Pemegang Saham Jumlah Saham
Nominal Saham (Rp) Kepemilikan
1. PT Agrindo Pratama 930.000.000 93.000.000.000 31,00%
2. Field Invesment Holdings
190.687.500 19.068.750.000 6,36%
Pte. Ltd.
3. Valley Investment Holdings
190.687.500 19.068.750.000 6,36%
Pte. Ltd.
4. Vista Investment Holdings
190.687.500 19.068.750.000 6,36%
Pte. Ltd.
5. SJ BISI Holdings Pte. Ltd. 122.250.000 12.225.000.000 4,08%
6. UBS AG Singapore Non-
Treaty Omnibus Account - 184.189.100 18.418.910.000 6,14%
2091144090
7. United Overseas Bank
152.683.500 15.268.350.000 5,09%
Nominees (Private) Limited
8. Tjiu Thomas Effendy 2.748.900 274.890.000 0,09%
9. Lie Suhanto 310.000 31.000.000 0,01%
10. Publik (Masing – Masing
Kepemilikan Kurang dari 1.035.756.000 103.575.600.000 34,51%
5%)
Jumlah Modal Disetor 3.000.000.000 300.000.000.000 100,00%
Sumber : Laporan Keuangan Audited Perseroan 31 Desember 2024 (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 3
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Susunan Pengurus Perseroan
Berdasarkan Akta Notaris No. 5 tanggal 8 November 2024 yang dibuat di
hadapan Marcivia Rahmani, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, susunan Dewan
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan adalah:
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Tjiu Thomas Effendy
Wakil Komisaris Utama Lie Suhanto
Komisaris Independen Burhan Hidayat
Komisaris Independen Sunardi
Dewan Direksi
Direktur Utama Agus Saputra Wijaya
Direktur Putu Darsana
Direktur Arief Tonny Kusuma
Direktur Adhi Kristanto, STP, MP
Sumber : Manajemen Perseroan
2.2.1.2. Chia Tai Seeds Co., Ltd. (“CTS”)
CTS didirikan di Thailand pada tanggal 6 Januari 1989, dengan Business
Registration Number 0105532001528 dan memiliki kantor di 1 Soi Sukhumvit
60, Phra Khanong Tai Sub-district, Phra Khanong District, Bangkok, Thailand.
Kegiatan Usaha CTS memiliki 29 kegiatan usaha, salah satunya adalah
produksi benih hortikultura.
Susunan Pemegang Saham CTS pada tanggal 9 April 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham CTS
Jumlah
Total Nilai
Nama Pemegang Saham Saham Komposisi
Nominal (THB)
(Lembar)
Chia Tai Co., Ltd. 999.993 9.999.930 99,9993%
Jaran Chiaravanont 1 10 0,0001%
Estate of Montri Jiaravanont 1 10 0,0001%
Sumet Jiaravanon 1 10 0,0001%
Dhanin Chearavanont 1 10 0,0001%
Wanlop Chiaravanond 1 10 0,0001%
Phongthep Chiaravanond 1 10 0,0001%
Manas Chiaravanond 1 10 0,0001%
TOTAL 1.000.000 10.000.000 100,00%
Sumber : Manajemen Perseroan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 4
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Adapun susunan Direksi CTS adalah sebagai berikut:
Tabel 2.4. Susunan Pengurus CTS
Jabatan Nama
Direktur Min Tieanworn
Direktur Wanlop Chiaravanont
Direktur Phongthep Chiaravanont
Direktur Manas Chiaravanond
Direktur Manunporn Chiaravanond
Direktur Supat Mekiyanon
Direktur Chaiwut Sompan
Sumber : Manajemen Perseroan
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Ringkasan draft Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture Agreement) antara
Perseroan dengan CTS adalah sebagai berikut:
1. Bahwa Perseroan dan CTS bermaksud untuk memiliki usaha patungan
dengan mendirikan sebuah perusahaan patungan di Indonesia.
2. Perusahaan baru hasil kerjasama Perseroan dan CTS akan di namai
dengan PT Dwidaya Tani Mandiri atau nama lain yang ditentukan
kemudian oleh Perseroan dan CTS (“JVC”).
3. Perseroan dan CTS sepakat untuk mendirikan JVC yang berdomisili hukum
di Indonesia berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan perundangan
yang berlaku di Indonesia.
4. Bahwa perusahaan patungan yang didirikan oleh Perseroan dan CTS
akan melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan benih induk
yang handal dari beberapa produk hortikultura. Kemudian, dari benih
induk yang dihasilkan tersebut, JVC akan melakukan proses produksi untuk
menghasilkan benih komersial yang akan dijual ke pasar domestik maupun
internasional.
5. Tahap awal pengembangan bisnis ini kami menyediakan produk berupa
benih hibrida untuk 5 tanaman utama, yaitu: Semangka, Melon, Tomat,
Timun dan Jagung Manis.
6. JVC akan memiliki domisili hukum di Kabupaten Malang, Jawa Timur atau
lokasi lain yang ditentukan kemudian oleh Perseroan dan CTS.
Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
syarat yang ada pada Rencana Transaksi adalah wajar.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 5
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Rencana
Transaksi.
a. Manfaat Rencana Transaksi
1. Perseroan dapat meningkatkan fokus atau konsentrasi Perseroan di
bidang penelitian benih hortikultura dan membuka peluang bisnis
untuk merambah pasar internasional.
2. Perseroan berpotensi untuk meningkatkan pendapatan melalui entitas
anak yang akan di bentuk melalui skema joint venture.
3. Transaksi kerjasama joint venture, Perseroan akan mengurangi tingkat
risiko finansial atau operasional yang biasanya terkait dengan
proyek atau investasi baru.
4. Perseroan dapat meningkatkan keunggulan kompetitif yang lebih
besar didalam pasar pengembangan dan produksi benih hortikultura.
b. Risiko Rencana Transaksi
Apabila Rencana Transaksi gagal maka Perseroan akan kembali ke
rencana strategis Perseroan yang disusun sebelum adanya Rencana
Transaksi.
2.3. Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
2.3.1. Gambaran Perekonomian Indonesia
Berikut adalah ringkasan kondisi perekonomian makro Global dan
Indonesia:
Tabel 2.5. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
Deskripsi 2021 2022 2023 2024
PDB Dunia (%) 6,00 3,50 3,10 3,20
PDB Indonesia (%) 3,70 5,31 5,05 5,03
Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $) 14.320 15.592 15.415 16.157
Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $) 144,900 137,200 146,400 155,719
Inflasi (%) 1,87 5,51 2,61 1,57
BI Rate (Reverse Repo Rate) (%) 3,50 5,75 6,00 6,00
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 6
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
• Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025
diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi
lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
ketidakpastian pasar keuangan global.
• Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen,
melambat dibanding capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan
sebesar 5,05 persen (c-to-c).
• Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang
tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar
Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025)
hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
• Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat
tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7
bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
3 bulan impor.
• Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat
1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang
terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga
kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi
sesuai dengan sasarannya. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Triwulan IV 2024 dan diolah)
2.3.1.1. Pertumbuhan Ekonomi Global
Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih
kuat dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan
permintaan domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang
mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok,
dan Jepang masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen
dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih tertahan
akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi
sebelumnya menjadi 3,2%.
Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh
pada ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta
dampak kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak
pada menguatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih
terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih ekspansif mendorong yield US
Treasury tetap tinggi, baik pada tenor maupun jangka panjang. Bersamaan
dengan ketegangan geopolitik yang meningkat, perkembangan tersebut
menyebabkan makin besarnya preferensi investor global untuk memindahkan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 7
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar AS naik tinggi makin menambah
tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia. Berbagai perkembangan
global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi
dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Tabel 2.6. Pertumbuhan PDB Dunia
2.3.1.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih
rendah dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024
sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya
permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan,
pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan sedikit di bawah titik tengah
kisaran 4,7–5,5%. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga
cenderung lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Ekspor diprakirakan
lebih rendah sehubungan dengan melambatnya permintaan negara-negara
mitra dagang utama, kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah,
khususnya golongan menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya
ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang
sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih
besarnya kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik
maupun ekspor. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia 2025 mencapai kisaran 4,7–5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran
prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus
mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan
turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut
dilakukan melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan
akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 8
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari itu, Bank Indonesia
mendukung penuh implementasi program-program Pemerintah dalam Asta
Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta
akselerasi ekonomi dan keuangan digital.
2.3.1.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat
1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali
pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan
Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan
sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi
0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi
TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga
terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia
meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan
kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan
Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan
moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam
sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong
pertumbuhan ekonomi.
Tabel 2.7. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019 - 2024)
Bulan 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Januari 3,25 2,82 1,55 2,18 5,28 2,57
Februari 3,18 2,57 1,38 2,06 5,47 2,75
Maret 3,40 2,48 1,37 2,64 4,97 3,05
April 3,41 2,83 1,42 3,47 4,33 3,00
Mei 3,23 3,32 1,68 3,55 4,00 2,84
Juni 3,12 3,28 1,33 4,35 3,52 2,51
Juli 3,18 3,32 1,52 4,94 3,08 2,13
Agustus 3,20 3,49 1,59 4,69 3,27 2,12
September 2,88 3,39 1,60 5,95 2,28 1,84
Oktober 3,16 3,13 1,66 5,71 2,56 1,71
November 3,23 3,00 1,75 5,42 2,86 1,55
Desember 3,13 2,72 1,87 5,51 2,61 1,57
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 9
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.3.1.4. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang
tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah
terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya
melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik
dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso
Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%;
1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil
terhadap mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut
sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh
aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen
keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang
tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung
komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil
yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrumen moneter akan terus
dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-
market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk
memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi
portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.
2.3.1.5. Suku Bunga
Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam
upaya turut mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang
(IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03% pada 14 Januari 2025.
Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025
tercatat menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing masing-masing
pada level 7,06%; 7,10%; dan 7,23%. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10
tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat menjadi 6,98% dan
7,25% sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen
keuangan domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara
itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan yang
memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin
baik dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan
9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Pada 2025,
KLM diarahkan untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan guna
mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari
2025, insentif KLM telah disalurkan pada sektor-sektor yang mendukung
pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, yaitu antara lain sektor
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 10
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
pertanian, perdagangan dan manufaktur, transportasi, pergudangan dan
pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, dan perumahan
rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua Januari
2025, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun,
atau meningkat sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober
2024. Insentif dimaksud telah disalurkan kepada kelompok bank BUMN
sebesar Rp129,1 triliun, bank BUSN sebesar Rp130,6 triliun, BPD sebesar
Rp29,9 triliun, dan KCBA sebesar Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan
terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan
memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan,
Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.
Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap
memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga
(AL/DPK) pada Desember 2024 yang tinggi sebesar 25,59%. Rasio
kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada November
2024 tercatat tinggi sebesar 26,89%, tergolong kuat dalam menyerap risiko
dan mendukung pertumbuhan kredit. Risiko kredit tetap terkendali, tecermin
dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan pada
November 2024 yang terjaga rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75%
(neto). Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan
yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta ditopang oleh
kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank
Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam
memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem
keuangan.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap
tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan
andal. Pembayaran digital mencapai 34,5 miliar transaksi atau tumbuh
36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh komponennya. Volume transaksi
pada aplikasi mobile tumbuh sebesar 39,1% (yoy), demikian pula volume
transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4% (yoy) pada tahun 2024.
Di samping itu, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap
tumbuh pesat sebesar 175,2% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna
dan merchant. Pembayaran digital diproyeksikan meningkat 52,3% (yoy)
pada tahun 2025. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses
melalui BI-FAST mencapai 3,4 miliar transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy)
dengan nilai mencapai Rp8,9 triliun pada tahun 2024. Volume transaksi nilai
besar yang diproses melalui BI-RTGS mencapai 10,3 juta transaksi atau
tumbuh 3,1% (yoy) dengan nilai Rp126,3 ribu triliun, meningkat 17,6% (yoy)
pada tahun 2024. Pada tahun 2025, volume transaksi BI-FAST diprakirakan
tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-RTGS diprakirakan tumbuh 11,4%
(yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang
Diedarkan (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir
Desember 2024 dan diprakirakan tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 11
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.3.1.6. Prospek Perekonomian Indonesia 2025
Prospek ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan tetap positif, dengan
pertumbuhan sekitar 4,7–5,5%, didukung oleh stabilitas perekonomian yang
terus terjaga.
IMF memprediksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia di level 5,1
persen. Sementara Bank Dunia, melalui laporannya Indonesia Economic
Prospects pada Desember 2024 memperkirakan pertumbuhan ekonomi
Indonesia 2025 sebesar 5,1 persen. Sedangkan OECD pada laporannya
November 2024, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025
sebesar 5,2 persen. Proyeksi ini sesungguhnya tidak terlalu berbeda jauh
dengan target pertumbuhan ekonomi pada APBN 2025 sebesar 5,2 persen.
Inflasi rata rata, Bank Dunia memprediksikan akan berada di kisaran 2,4
persen, sementara Institute For Development of Economics and Finance (Indef)
memperkirakan inflasi di level 2,8%. Sedangkan target inflasi pada APBN
2025 sebesar 2,5 persen. Perkiraan inflasi terkendali, dan berada di level
rendah ini dikarenakan dua hal, yakni dari sisi eksternal dan internal. Dari sisi
eksternal, merujuk Laporan IMF pada Oktober 2024 menggambarkan bahwa
perjuangan global melawan Inflasi sebagian besar berhasil dimenangkan.
Tingkat inflasi secara global diperkirakan mencapai 3,5% pada akhir 2025.
2.3.2. Gambaran Umum Industri Pertanian
Sektor pertanian tumbuh 0,71% pada kuartal IV atau 0,67% untuk
keseluruhan tahun 2024. Pelemahan kinerja sektor pertanian ini disebabkan
penurunan produksi padi dan kelapa sawit. Namun demikian, kinerja sektor
pertanian diperkirakan akan meningkat seiring dengan kebijakan
swasembada pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
PDB dari Sektor Pertanian di Indonesia meningkat menjadi 36.150 miliar IDR
pada kuartal pertama 2025 dari 32.940,30 miliar IDR pada kuartal
keempat 2024. PDB dari Sektor Pertanian di Indonesia rata-rata sebesar
68.202,90 Miliar IDR dari tahun 2010 hingga 2024, mencapai puncak
tertinggi sebesar 96.785,80 Miliar IDR pada kuartal kedua 2020 dan
terendah sebesar 32.708,90 Miliar IDR pada kuartal pertama 2024, seperti
pada grafik berikut:
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 12
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Grafik 2.1. PDB Sektor Pertanian Tahun 2020 - 2024
Sumber : Trading Economic, 2024
Sektor pertanian, merupakan sektor yang memiliki peran penting, tidak hanya
pada masa sekarang, namun juga di masa mendatang karena berperan
dalam menyediakan kebutuhan pangan masyarakat, pakan untuk ternak, dan
penyediaan bioenergi. Tugas penyediaan pangan masyarakat bukanlah
tugas yang ringan, karena diperkirakan penduduk Indonesia pada tahun
2050 mencapai 317 juta jiwa, atau terbesar keenam di dunia setelah India,
Tiongkok, Amerika, Nigeria dan Pakistan (United Nations Population, 2022).
Untuk itu ketahanan pangan nasional ke depan harus tetap dipersiapkan dan
dijaga dengan baik.
Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dalam negeri, sesuai UU
No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
(RPJPN) tahun 2005-2025 dan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020
tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun
2020-2024, sektor pertanian diharapkan berkontribusi terhadap
pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi lima
tahun ke depan diharapkan meningkat sampai 5,7-6,0% per tahun, yang
didorong oleh peningkatan produktivitas, investasi berkelanjutan, perbaikan
pasar tenaga kerja dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Pada tahun 2024, peningkatan kualitas ekonomi tercermin dari perbaikan
capaian indikator makro ekonomi Indonesia di antaranya: inflasi yang stabil,
penurunan tingkat kemiskinan, penurunan tingkat pengangguran, penurunan
tingkat rasio gini dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Kinerja positif sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penopang
pembangunan nasional, namun juga berperan dalam mewujudkan ketahanan
pangan, penyerapan tenaga kerja, pengentasan kemiskinan dan
penanggulangan stunting. Selain itu, dengan memacu kinerja sektor pertanian,
diharapkan dapat meningkatan daya saing melalui pertumbuhan agroindusti
hilir dan meningkatkan ekspor komoditas pertanian untuk meningkatkan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 13
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
devisa negara. Pembangunan pertanian ke depan akan dihadapkan kepada
perubahan lingkungan strategis yang dinamis baik domestik maupun
internasional. Salah satu tantangan besar pembangunan pertanian yaitu
pertumbuhan ekonomi utamanya sektor pertanian yang tumbuh positif dapat
terdistribusi secara merata pada petani, sehingga mampu meningkatkan
pendapatan petani yang sebagain besar merupakan petani gurem.
2.3.3. Analisis Prospek Usaha Perseroan
Meskipun menghadapi kondisi sulit di tahun 2024 perseroan tetap
memperoleh laba bersih. Hal ini menggarisbawahi kekuatan fundamental
industri yang dilayani dan memberikan Perseroan alasan untuk yakin akan
masa depan.
Kebutuhan akan pasokan pangan yang handal sangatlah penting bagi
Indonesia yang memiliki populasi terbesar keempat di dunia dan Perseroan
selalu siap untuk mengambil peran penting dalam memastikan keamanan
pangan.
Meskipun pertanian merupakan komponen utama perekonomian Indonesia,
yang menyumbang sekita 12% dari PDB, Sebagian besar masih
menggunakan metode pertanian tradisional dengan hasil dan kualitas yang
bervariasi. Kemudian, meskipun Indonesia memiliki luas daratan sebesar 1,9
juta kilometer persegi, namun kirang dari sepersepuluhnya yang cocok untuk
pertanian.
Sebagai organisasi berbasis sains yang berfokus pada penerapan teknologi
pertanian modern, Perseroan berada pada posisi yang tepat untuk
mendukung transformasi pertanian Indonesia melalui peningkatan adopsi
benih hibrida. Benih telah dikembangkan untuk tumbuh subur diberbagai
medan geografis, toleran terhadap kondisi pertanian yang sulit dan tahan
terhadap hama serta penyakit yang semuanya merupakan kunci untuk
meninhkatkan hasil dan kualitas panen.
Secara khusus, Perseroan yakin akan prospek jangka Panjang jagung yang
merupakan tanaman pangan penting untuk bahan baku pakan ternak. Dimasa
mendatang, Indonesia tidak akan mampu memproduksi jagung dalam negeri
yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan industry. Pemerintah
Indonesia telah meluncurkan program untuk meningkatkan luas lahan untuk
budidaya jagung secara signifikan dan ini merupakan pertumbuhan jangka
Panjang yang berkelanjutan bagi Perseroan.
Usaha patungan Perseroan di bidang pengembangan dan produksi benih
hortikultura akan memperluas prospek pertumbuhannya di masa depan dan
membuka peluang bisnis untuk merambah pasar internasional. Usaha baru ini
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 14
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
akan semakin memperluas kemampuan kami untuk memanfaatkan pasar
potensial yang terus berkembang.
2.3.4. Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi
Seiring dengan meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat, konsumsi produk
hortikultura, terutama sayur dan buah, diperkirakan akan terus meningkat
sehingga kebutuhan atas benih hortikultura yang bagus juga diperlukan.
Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi sangat besar dalam
pengembangan dan produksi benih hortikultura yang unggul.
Sebagai perusahaan penghasil benih hortikultura yang sudah
berpengalaman di Indonesia, Perseroan akan bekerja sama dengan CTS
dengan mendirikan JVC dengan tujuan untuk meningkatkan fokus atau
konsentrasi Perseroan di bidang penelitian benih hortikultura dan membuka
peluang bisnis untuk merambah pasar internasional. CTS merupakan
perusahaan penghasil benih hortikultura yang memiliki rekam jejak sangat
baik di dunia sehingga kerjasama dua pihak ini akan menciptakan sinergi
untuk mengantisipasi kebutuhan benih hortikultura dunia di masa mendatang.
JVC dibentuk untuk melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan
benih induk yang handal dari beberapa produk hortikultura. Kemudian, dari
benih induk yang dihasilkan tersebut, JVC akan melakukan proses produksi
untuk menghasilkan benih komersial yang akan dijual ke pasar domestik
maupun internasional.
Pertimbangan Perseroan untuk melakukan transaksi dengan pihak CTS adalah
karena CTS telah memiliki pengalaman lebih dari 100 tahun di bidang
pertanian, termasuk memproduksi benih hortikultura unggul serta memiliki
jaringan pasar internasional yang luas.
Sumber dana yang akan digunakan oleh Perseroan untuk melakukan
Transaksi adalah sumber dana internal.
2.3.5. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Rencana
Transaksi
Keuntungan Perseroan dengan adanya rencana transaksi kerjasama usaha
patungan (joint venture) pendirian perusahaan patungan adalah untuk
memperkuat komitmen Perseroan dalam mengeksplorasi bidang penelitian
benih hortikultura yang memiliki potensi sangat besar di Indonesia.
Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Rencana Transaksi ini adalah
dengan dilakukannya Rencana Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul
akibat Rencana Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 15
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
penunjang pasar modal seperti biaya KAP dan KJPP dengan biaya-biaya
yang muncul antara lain biaya KAP, biaya penilaian objek transaksi, biaya-
biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
dapat muncul dikemudian hari.
2.4. Analisis Kuantitatif Objek Rencana Transaksi
Untuk melihat kelayakan atas rencana pendirian perusahaan patungan, perlu
dilakukan analisis terhadap kelayakan perusahaan patungan yang dapat
dilihat pada biaya investasi, proyeksi keuangan seperti proyeksi posisi
keuangan, dan laba rugi yang dapat disajikan sebagai berikut :
2.4.1. Biaya Investasi
Modal disetor oleh Perseroan di perusahaan patungan adalah sebesar Rp5,1
miliar dan modal disetor CTS sebesar Rp4,9 miliar. Berikut adalah biaya
investasi awal pendirian perusahaan patungan:
Period Amount % of Total Investment
Agustus 2025 5.000 50%
Oktober 2025 5.000 50%
Total 10.000 100%
Sumber: Manajemen Perseroan
2.4.2. Proyeksi Keuangan Perusahaan Patungan
Dasar dalam perhitungan proyeksi keuangan adalah business plan yang
diberikan oleh pemberi tugas berdasarkan laporan studi kelayakan
Patungan.
2.4.2.1. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perusahaan Patungan adalah
sebagai berikut:
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 16
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Tabel 2.8. Proyeksi Posisi Keuangan Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
URAIAN
2025 2026 2027 2028 2029
Aset Lancar 10.025 10.212 13.015 18.486 28.771
Aset Tidak Lancar - 1.689 1.318 948 577
Total Aset 10.025 11.901 14.333 19.434 29.348
Liabilitas Jangka Pendek - 1.662 2.164 2.885 3.862
Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Total Liabilitas - 1.662 2.164 2.885 3.862
Total Ekuitas 10.025 10.239 12.169 16.549 25.486
Total Liabilitas & Ekuitas 10.025 11.901 14.333 19.434 29.348
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan perusahaan patungan di atas, diperkirakan
Total Aset perusahaan patungan mengalami peningkatan setiap tahunnya
yaitu rata-rata CAGR sebesar 33,80% per tahun selama masa proyeksi.
Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari kas dan bank, piutang usaha,
dan persediaan.
Total liabilitas perusahaan patungan dari tahun 2026 sampai dengan tahun
2029 diproyeksikan mengalami kenaikan rata-rata CAGR 32,45% per tahun
selama masa proyeksi. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal dari
kenaikan utang usaha dan utang pajak.
Total Ekuitas perusahaan patungan di proyeksikan mengalami peningkatan
selama masa proyeksi dengan rata-rata CAGR 26,27% per tahun.
Peningkatan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan saldo laba.
2.4.2.2. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi perusahaan patungan:
Tabel 2.9. Proyeksi Laba Rugi Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
PRO Y EKSI
URAIAN
2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan Bersih - 30.100 42.242 56.054 74.373
Beban Pokok Penjualan - (19.922) (27.720) (36.515) (48.105)
Laba Bruto - 10.179 14.522 19.538 26.267
EBIT - 118 2.353 5.437 11.151
EBT 25 240 2.448 5.576 11.390
Laba Bersih 25 214 1.930 4.379 8.937
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
Perusahaan patungan setelah beroperasi komersial pada pertengahan tahun
2025 belum ada penjualan namun pada tahun 2026 penjualan bersih
diproyeksikan sebesar Rp30,10 miliar dan akan ditingkatkan menjadi
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 17
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Rp74,37 miliar pada tahun 2029. Laba kotor pada tahun 2026 diperkirakan
sekitar 33,82% terhadap pendapatan dan terus di pertahankan kurang lebih
pada porsi yang sama hingga tahun 2029 sebesar 35,32% terhadap
pendapatan. Laba Bersih pada tahun 2026 sampai dengan tahun 2029
diestimasikan rata-rata 6,28% dari pendapatan.
Laba yang diperoleh pada tahun 2025 belum memberikan dampak positif
dalam pengembalian aset yang di investasikan, hal ini disebabkan karena
perusahaan baru memulai beroperasi dimana penjualan masih tergolong kecil
karena produk yang dihasilkan masih membutuhkan riset dan pengembangan
yang berkelanjutan, namun secara bertahap ROA meningkat menjadi
30,45% pada tahun 2029.
2.4.2.3. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan
Perkembangan arus kas perusahaan patungan selama masa proyeksi dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.10. Proyeksi Arus Kas Perusahaan Patungan (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
URAIAN
2025 2026 2027 2028 2029
Arus Kas dari Aktivitas Operasi 25 (2.751) 816 3.221 7.310
Arus Kas dari Aktivitas Investasi - (2.060) - - -
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan 10.000 - - - -
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas
10.025 (4.811) 816 3.221 7.310
dan Setara Kas
Kas dan Setara Kas Awal Tahun - 10.025 5.214 6.030 9.251
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 10.025 5.214 6.030 9.251 16.561
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan
pada tahun 2029 sebesar Rp7,31 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan dari penghasilan bunga.
Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada
pemasok gaji dan upah, pembayaran beban bunga, pembayaran beban
usaha dan pembayaran pajak penghasilan badan.
• Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi
pada proyeksi tahun 2029.
• Tidak terdapat jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
pendanaan pada proyeksi tahun 2029.
• Jumlah kas dan setara kas perusahaan patungan pada akhir 2029 tercatat
sebesar Rp16,56 miliar, lebih tinggi 79,01% dibandingkan posisi awal
tahun yang tercatat sebesar Rp9,25 miliar.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 18
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5. Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
2.5.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan
Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2020, 31
Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023 dan 31 Desember
2024 disajikan sebagai berikut:
Tabel 2.11. Historis Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset Lancar 2.247.228 2.468.374 2.699.403 2.945.199 2.572.633
Aset Tidak Lancar 667.751 663.828 711.078 956.621 1.061.896
Total Aset 2.914.979 3.132.202 3.410.481 3.901.820 3.634.529
Liabilitas J. Pendek 385.631 346.045 306.752 401.461 192.052
Liabilitas J. Panjang 70.961 58.112 53.479 53.663 52.022
Total Liabilitas 456.592 404.157 360.231 455.124 244.074
Total Ekuitas 2.458.387 2.728.045 3.050.250 3.446.696 3.390.455
Pendapatan 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131 1.367.926
Beban Pokok
(1.124.032) (1.205.168) (1.395.090) (1.136.012) (742.939)
Penjualan
Laba Kotor 688.730 809.970 1.020.502 1.162.119 624.987
Laba Usaha 362.488 460.176 616.250 692.341 206.301
Laba Sebelum Pajak 364.938 477.367 644.894 733.895 234.980
Laba Bersih 275.667 380.992 523.242 595.740 178.640
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
Tabel 2.12. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan Konsolidasi
2021 2022 2023 2024 CAGR
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Rata - Rata
Aset Lancar 9,84% 9,36% 9,11% -12,65% 3,44%
Aset Tidak Lancar -0,59% 7,12% 34,53% 11,00% 12,30%
Total Aset 7,45% 8,88% 14,41% -6,85% 5,67%
Liabilitas J. Pendek -10,27% -11,35% 30,87% -52,16% -15,99%
Liabilitas J. Panjang -18,11% -7,97% 0,34% -3,06% -7,47%
Total Liabilitas -11,48% -10,87% 26,34% -46,37% -14,49%
Total Ekuitas 10,97% 11,81% 13,00% -1,63% 8,37%
Pendapatan 11,16% 19,87% -4,86% -40,48% -6,80%
Beban Pokok
7,22% 15,76% -18,57% -34,60% -9,83%
Penjualan
Laba Kotor 17,60% 25,99% 13,88% -46,22% -2,40%
Laba Usaha 26,95% 33,92% 12,35% -70,20% -13,14%
Laba Sebelum Pajak 30,81% 35,09% 13,80% -67,98% -10,42%
Laba Bersih 38,21% 37,34% 13,86% -70,01% -10,28%
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 19
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5.1.1. Analisis Posisi Keuangan
Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
grafik berikut ini.
Grafik 2.2. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan
Rupiah)
Historis Posisi Keuangan
PT BISI International Tbk
5.000.000 30,00%
20,00%
4.000.000 10,00%
0,00%
3.000.000
-10,00%
-20,00%
2.000.000
-30,00%
1.000.000 -40,00%
-50,00%
0 -60,00%
2020 2021 2022 2023 2024
Total Aset Total Liabilitas Total Ekuitas
Growth Aset Growth Liabilitas Growth Ekuitas
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
• Total aset Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp3.634,53 miliar lebih
rendah 6,85% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
Rp3.901,82 miliar. Penurunan ini berasal dari adanya penurunan kas
setara kas, piutang usaha, uang muka, piutang pihak berelasi non usaha,
tagihan pajak penghasilan, aset pajak tangguhan dan aset hak guna. Total
aset Perseroan tahun 2020 sampai dengan 2024 mengalami kenaikan
setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 5,67% per tahun.
• Total liabilitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp244,07 miliar,
lebih rendah 46,37% dibanding tahun 2023 yang tercatat sebesar
Rp455,12 miliar. Penurunan ini berasal dari adanya penurunan pada pos
utang lain – lain pihak ketiga, kewajiban untuk return, beban akrual dan
utang pihak berelasi non usaha. Total laibilitas Perseroan tahun 2020
sampai dengan 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar -14,49% per tahun.
• Total ekuitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp3.390,46 miliar
lebih rendah 1,63% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat
sebesar Rp3.446,69 miliar. Penurunan ini berasal dari adanya penurunan
saldo laba. Total ekuitas Perseroan tahun 2020 sampai dengan 2024
mengalami kenaikan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk
tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 8,37% per tahun.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 20
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5.1.2. Analisis Laba Rugi
Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik
berikut ini:
Grafik 2.3. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
Historis Laba Rugi
PT BISI International Tbk
3.000.000 60,00%
2.500.000 40,00%
20,00%
2.000.000
0,00%
1.500.000
-20,00%
1.000.000
-40,00%
500.000 -60,00%
0 -80,00%
2020 2021 2022 2023 2024
Pendapatan Laba Kotor Laba Bersih
Growth Pendapatan Growth Laba Kotor Growth Laba Bersih
• Pada tahun 2024 pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp1.367,93
miliar mengalami penurunan sebesar 40,48% dibanding tahun 2023 yang
tercatat sebesar Rp2.298,13 miliar. Penurunan pendapatan Perseroan
disebabkan oleh menurunnya pendapatan dari benih jagung, pestisida dan
pupuk. Pendapatan Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024
mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar -6,80%
per tahun.
• Laba kotor Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp624,99 miliar
mengalami penurunan sebesar 46,22% dibanding tahun 2023 yang
tercatat sebesar Rp1.162,12 miliar. Penurunan laba kotor Perseroan
disebabkan oleh meningkatnya persentase beban pokok penjualan
Perseroan. Laba kotor Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024
mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk
tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar -2,40% per tahun.
• Pada tahun 2024 Perseroan mencatatkan keuntungan dari segmen usaha
penjualan benih dan pupuk yang ditunjukkan dari laba bersih sebesar
Rp178,64 miliar lebih rendah 70,01% dibandingkan tahun 2023 yang
tercatat sebesar Rp595,74 miliar. Laba bersih Perseroan tahun 2020
sampai dengan tahun 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya,
dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth
Rate/CAGR) sebesar 10,28% per tahun.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 21
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5.1.3. Analisis Arus Kas Perseroan
Perkembangan arus kas Perseroan per 31 Desember 2020, 31 Desember
2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2024
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.13. Perkembangan Arus Kas Perseroan (dinyatakan dalam Jutaan Rupiah)
2020 2021 2022 2023 2024
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus Kas dari
714.412 652.538 668.145 42.910 (146.282)
Aktivitas Operasi
Arus Kas dari
(42.470) (44.554) (60.000) (294.320) (89.310)
Aktivitas Investasi
Arus Kas dari
(265.001) (114.992) (204.860) (205.382) (240.849)
Aktivitas Pendanaan
Kas dan Setara Kas
195.165 602.271 1.095.398 1.501.451 1.042.206
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
602.271 1.095.398 1.501.451 1.042.206 567.673
Akhir Tahun
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31
Desember 2024 sebesar negatif Rp146,28 miliar. Arus kas masuk
diperoleh dari penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan tagihan pajak
penghasilan dan penerimaan kas penghasilan keuangan. Sementara dari
arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, gaji
karyawan, beban usaha, pembayaran pajak dan penerimaan kegiatan
operasional lainnya.
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31
Desember 2024 sebesar negatif Rp89,31 miliar. Arus kas masuk diperoleh
dari hasil penjualan aset tetap. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk
uang muka pembelian aset tetap, perolehan perolehan aset tetap dan
perolehan aset hak guna.
• Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada periode
31 Desember 2024 sebesar negatif Rp240,85 miliar. Tidak terdapat arus
kas masuk. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk pembayaran
pokok liabilitas sewa, dan pembayaran dividen.
• Jumlah kas dan setara kas akhir tahun Perseroan pada pada periode 31
Desember 2024 sebesar Rp567,67 miliar. lebih rendah 45,53%
dibandingkan posisi awal tahun yang tercatat sebesar Rp1.042,20 miliar.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 22
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5.2. Analisis Rasio Keuangan
Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2018, 31
Desember 2019, per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021 dan per
31 Desember 2022 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.14. Rasio Keuangan Perseroan
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Likuiditas
Rasio lancar (x) 5,83 7,13 8,80 7,34 13,40
Rasio cepat (x) 3,44 4,86 6,35 5,20 5,72
Rasio kas (x) 1,56 3,17 4,89 2,60 2,96
Rasio Aktivitas
Jumlah hari perputaran piutang 137 97 63 161 130
Jumlah hari perputaran persediaan 299 239 197 276 724
Jumlah hari perputaran utang usaha 34 34 8 15 30
Rasio Leverage
Debt to Aset Ratio (%) 15,66% 12,90% 10,56% 11,66% 6,72%
Debt to Equity Ratio (%) 18,57% 14,81% 11,81% 13,20% 7,20%
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto (%) 37,99% 40,19% 42,25% 50,57% 45,69%
Margin Laba Usaha (%) 20,00% 22,84% 25,51% 30,13% 15,08%
Margin Laba Bersih (%) 15,21% 18,91% 21,66% 25,92% 13,06%
Return on Aset (%) 9,46% 12,16% 15,34% 15,27% 4,92%
Return on Equity (%) 11,21% 13,97% 17,15% 17,28% 5,27%
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut:
Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
saat ditagih). Current ratio (rasio lancar) per 31 Desember 2024 sebesar
13,40 kali yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi liabilitas
keuangan dalam jangka pendek. Sedangkan rasio cepat Perseroan per 31
Desember 2024 adalah sebesar 5,72. Hal ini menunjukkan perusahaan
mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa persediaan untuk menutupi
utang jangka pendeknya. Rasio kas 2,96 kali.
Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada 31 Desember
2024 sebesar 130 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 724 hari dan
rasio perputaran utang usaha 30 hari.
Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Total Debt to Equity Ratio (DER) / rasio hutang atas modal Perseroan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 23
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
pada per 31 Desember 2024 sebesar 7,20% yang menunjukkan bahwa total
liabilitas Perseroan lebih kecil dari ekuitas Perseroan sehingga seluruh
kewajiban Perseroan mampu ditutupi oleh seluruh ekuitas. Sementara itu Debt
to Total Asset Ratio per 31 Desember 2024 sebesar 6,72% yang menunjukkan
bahwa perbandingan antara total utang dengan total aktiva dimana total
aset yang dimiliki perusahaan dapat menutupi seluruh kewajiban perusahaan.
Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
memperbandingkan antara laba yang diperoleh dengan jumlah aset atau
modal pada suatu periode tertentu. Return on Asset (ROA) Perseroan per 31
Desember 2024 sebesar 4,92%. Return on Equity (ROE) Perseroan adalah
sebesar 5,27% pada 31 Desember 2024. Net Profit Margin (NPM) Perseroan
sebesar 13,06% yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu memanfaatkan
seluruh modal dan aset untuk menghasilkan laba.
2.5.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture) Pendirian Perusahaan petungan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan:
2.5.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Rencana
Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
Desember 2029.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Tabel 2.15. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 3.250.883 4.115.342 5.189.856 6.441.762 7.888.151
Aset Tidak Lancar 1.139.371 1.236.965 1.352.999 1.483.896 1.627.971
Total Aset 4.390.254 5.352.307 6.542.855 7.925.658 9.516.122
Liabilitas J. Pendek 359.033 451.548 516.725 594.273 635.422
Liabilitas J. Panjang 54.511 57.249 60.261 63.575 67.219
Total Liabilitas 413.544 508.797 576.986 657.848 702.641
Total Ekuitas 3.976.710 4.843.510 5.965.869 7.267.810 8.813.481
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 24
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 21,34% per tahun. Kenaikan tersebut
sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan setara kas, piutang usaha,
persediaan, aset biologis, dan aset tetap.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 23,55% per tahun. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal
dari kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, dan liabilitas imbalan
kerja jangka panjang.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 22,01% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
kenaikan saldo laba Perseroan dan kepentingan non pengendali.
2.5.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Rencana
Transaksi dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
Desember 2029.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Tabel 2.16. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 3.260.908 4.125.555 5.202.871 6.460.249 7.916.923
Aset Tidak Lancar 1.134.271 1.233.554 1.349.218 1.479.744 1.623.448
Total Aset 4.395.179 5.359.109 6.552.089 7.939.993 9.540.371
Liabilitas J. Pendek 359.033 453.210 518.889 597.159 639.284
Liabilitas J. Panjang 54.511 57.249 60.261 63.574 67.219
Total Liabilitas 413.544 510.459 579.150 660.733 706.503
Total Ekuitas 3.981.635 4.848.650 5.972.939 7.279.260 8.833.868
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 25
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 21,29% per tahun. Kenaikan tersebut
sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan setara kas, piutang usaha,
persediaan, aset biologis, dan aset tetap.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 23,69% per tahun. Peningkatan tersebut sebagian besar berasal
dari kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, beban akrual dan
liabilitas imbalan kerja jangka panjang.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 21,11% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
kenaikan saldo laba Perseroan dan kepentingan non pengendali.
2.5.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Rencana Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2025-2029.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi
Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture).
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
Rencana Transaksi adalah 39,91% per tahun selama masa proyeksi.
4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 48,64% terhadap penjualan
per tahun selama masa proyeksi.
5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 43,40% per tahun
selama masa proyeksi.
6. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 61,98% per tahun
selama masa proyeksi.
7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 58,48% per tahun
selama masa proyeksi.
8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 24,27% pertahun
selama masa proyeksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 26
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana
Transaksi :
Tabel 2.17. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 3.413.230 4.569.578 5.622.575 6.340.811 7.332.438
Beban Pokok
-1.675.726 -2.226.991 -2.735.512 -3.068.350 -3.542.657
Penjualan
Laba Kotor 1.737.504 2.342.587 2.887.063 3.272.461 3.789.781
Laba Usaha 1.030.369 1.386.674 1.712.271 1.941.311 2.300.608
Laba Sebelum Pajak 1.040.469 1.396.775 1.722.372 1.951.412 2.310.709
Laba Bersih Tahun
826.299 1.106.837 1.362.404 1.542.004 1.785.759
Berjalan
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
2.5.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Rencana Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain :
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2025-2029.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Rencana Transaksi
Kerjasama Usaha Patungan (Joint Venture).
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
Rencana Transaksi adalah 40,19% per tahun selama masa proyeksi.
4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 48,75% terhadap penjualan
per tahun selama masa proyeksi.
5. Pertumbuhan laba kotor rata-rata CAGR sebesar 43,60% per tahun
selama masa proyeksi.
6. Pertumbuhan laba usaha rata-rata CAGR sebesar 62,14% per tahun
selama masa proyeksi.
7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 58,64% per tahun
selama masa proyeksi.
8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 24,15% pertahun
selama masa proyeksi.
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi :
Tabel 2.18. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 3.413.230 4.599.678 5.664.817 6.396.865 7.406.811
Beban Pokok
-1.675.726 -2.246.912 -2.763.231 -3.104.865 -3.590.762
Penjualan
Laba Kotor 1.737.504 2.357.766 2.901.586 3.292.000 3.816.049
Laba Usaha 1.030.369 1.386.792 1.714.623 1.946.748 2.311.758
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 27
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Laba Sebelum Pajak 1.040.494 1.397.015 1.724.820 1.956.988 2.322.099
Laba Bersih Tahun
826.324 1.107.051 1.364.334 1.546.384 1.794.696
Berjalan
Sumber : Manajemen Perseroan (diolah)
2.5.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Rencana Transaksi
Perkembangan arus kas Perseroan sebelum rencana Transaksi selama masa
proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 2.19. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Dari
1.270.548 1.037.661 1.317.937 1.500.980 1.721.439
Aktivitas Operasi
Arus Kas Dari
-157.531 -183.568 -209.736 -234.003 -258.061
Aktivitas Investasi
Arus Kas Dari
-240.000 -240.000 -240.000 -240.000 -240.000
Aktivitas Pendanaan
Kas dan Setara Kas
567.673 1.440.690 2.054.783 2.922.985 3.949.962
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
1.440.690 2.054.783 2.922.985 3.949.962 5.173.340
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.5.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Rencana Transaksi
Perkembangan arus kas Perseroan setelah recana Transaksi selama masa
proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.20. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Dari Aktivitas
1.275.473 1.034.910 1.318.754 1.504.201 1.728.749
Operasi
88Arus Kas Dari
-152.431 -185.628 -209.736 -234.003 -258.061
Aktivitas Investasi
Arus Kas Dari Aktivitas
-240.000 -240.000 -240.000 -240.000 -240.000
Pendanaan
Kas dan Setara Kas
567.673 1.450.715 2.059.997 2.939.015 3.959.213
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
1.450.715 2.059.997 2.939.015 3.959.213 5.189.900
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 28
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
periode tertentu.
Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
berikut;
2.5.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Rasio keuangan Perseroan sebelum Rencana Transaksi selama masa proyeksi
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.21. Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Rasio Likuiditas
Rasio lancar (x) 9,05 9,11 10,04 10,84 12,41
Rasio cepat (x) 6,72 7,02 7,86 8,76 10,17
Rasio kas (x) 4,01 4,55 5,66 6,65 8,14
Rasio Aktivitas
Rasio perputaran piutang 99 85 70 69 61
Rasio perputaran persediaan 182 155 151 147 147
Rasio perputaran utang usaha 45 47 45 49 46
Rasio Leverage
Debt to Asset Ratio (%) 9,42 9,51 8,82 8,30 7,38
Debt to Equity Ratio (%) 10,40 10,50 9,67 9,05 7,97
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto (%) 50,90 51,26 51,35 51,61 51,69
Margin Laba Usaha (%) 30,19 30,35 30,45 30,62 31,38
Margin Laba Bersih (%) 24,21 24,22 24,23 24,32 24,35
Return on Asset (%) 18,82 20,68 20,82 19,46 18,77
Return on Equity (%) 20,78 22,85 22,84 21,22 20,26
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan sebelum Rencana
Transaksi selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:
Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
saat ditagih). Rata – rata Current ratio (rasio lancar) selama periode 2025 –
2029 sebesar 10,29 kali yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu
memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek. Sedangkan rata – rata
rasio cepat Perseroan selama masa proyeksi adalah sebesar 8,10. Hal ini
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 29
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
menunjukkan perusahaan mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa
persediaan untuk menutupi utang jangka pendeknya. Rasio kas sebesar 5,80
kali selama masa proyeksi.
Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
laba usaha. Rata-rata rasio perputaran piutang usaha Perseroan selama
masa proyeksi sebesar 77 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 156
hari dan rasio perputaran utang usaha 46 hari.
Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Rata-rata Total Debt to Equity Ratio (DER) / rasio hutang atas modal
Perseroan selama masa proyeksi rata-rata sebesar 8,69% yang menunjukkan
bahwa total liabilitas Perseroan lebih kecil dari ekuitas Perseroan sehingga
seluruh kewajiban Perseroan mampu ditutupi oleh seluruh ekuitas. Sementara
itu rata-rata Debt to Total Asset Ratio selama masa proyeksi sebesar 9,52%
yang menunjukkan bahwa perbandingan antara total utang dengan total
aktiva dimana total aset yang dimiliki perusahaan dapat menutupi seluruh
kewajiban perusahaan.
Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
memperbandingkan antara laba yang diperoleh dengan jumlah aset atau
modal pada suatu periode tertentu. Rata-rata Return on Asset (ROA)
Perseroan selama masa proyeksi sebesar 19,71%. Rata-rata Return on Equity
(ROE) Perseroan selama masa proyeksi adalah sebesar 21,59% pada. Net
Profit Margin (NPM) Perseroan sebesar 24,27% yang menunjukkan bahwa
Perseroan mampu memanfaatkan seluruh modal dan aset untuk menghasilkan
laba.
2.5.4.2. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Rasio keuangan Perseroan setelah Rencana Transaksi selama masa proyeksi
dapat dilihat pada tabel berikut:
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 30
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Tabel 2.22. Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Rasio Likuiditas
Rasio lancar (x) 9,08 9,10 10,03 10,82 12,38
Rasio cepat (x) 6,75 7,01 7,84 8,74 10,15
Rasio kas (x) 4,04 4,55 5,64 6,63 8,12
Rasio Aktivitas
Rasio perputaran piutang 99 85 70 69 61
Rasio perputaran persediaan 182 154 150 146 145
Rasio perputaran utang usaha 45 47 45 49 45
Rasio Leverage
Debt to Asset Ratio (%) 9,41 9,53 8,84 8,32 7,41
Debt to Equity Ratio (%) 10,39 10,53 9,70 9,08 8,00
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto (%) 50,90 51,15 51,22 51,46 51,52
Margin Laba Usaha (%) 30,19 30,15 30,27 30,43 31,21
Margin Laba Bersih (%) 24,21 24,07 24,08 24,17 24,23
Return on Asset (%) 18,80 20,66 20,82 19,48 18,81
Return on Equity (%) 20,75 22,83 22,84 21,24 20,32
Adapun dampak dari Rencana Transaksi yaitu, rata rata Operating Margin
dari 30,60% menjadi 30,45%. Sedangkan rata rata Net Profit Margin
mengalami perubahan dari 24,27% sebelum ada Rencana Transaksi menjadi
rata-rata sebesar 24,15% setelah Rencana Transaksi.
2.5.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana
Transaksi
Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
dilakukan Rencana Transaksi yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan.
2.5.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan
Proforma laporan posisi keuangan setelah Rencana Transaksi sebagai
berikut:
Tabel 2.23. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
Proforma Setelah
Audited Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi
31 Desember 2024 Proforma
31 Desember 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 567.673 -5.100 562.573
Piutang usaha
- Pihak ketiga 488.553 - 488.553
- Pihak berelasi 184 - 184
Piutang lain – lain pihak ketiga 13.654 - 13.654
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 31
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Proforma Setelah
Audited Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi
31 Desember 2024 Proforma
31 Desember 2024
Hak retur aset 8.668 - 8.668
Persediaan 1.473.796 - 1.473.796
Uang muka 8.438 - 8.438
Pajak pertambahan nilai dibayar 3.944 3.944
-
dimuka
Biaya dibayar dimuka 3.762 - 3.762
Aset biologis 3.961 - 3.961
Jumlah Aset Lancar 2.572.633 -5.100 2.567.536
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak berelasi non – usaha 2.094 - 2.094
Tagihan pajak penghasilan 175.793 - 175.793
Uang muka pembelian aset tetap 41 - 41
Aset pajak tangguhan 48.391 - 48.391
Aset hak guna 4.934 - 4.934
Investasi saham - 5.100 5.100
Aset tetap – net 798.721 - 798.721
Aset tidak lancar lainnya 31.922 - 31.922
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.061.896 5.100 1.066.996
TOTAL ASET 3.634.529 - 3.634.529
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
- Pihak ketiga 60.746 - 60.746
- Pihak berelasi - - -
Piutang lain – lain pihak ketiga 25.228 - 25.228
Kewajiban untuk retur 59.825 - 59.825
Beban akrual 6.697 - 6.697
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 12.218 - 12.218
Utang pajak 27.229 - 27.229
Liabilitas sewa jangka pendek 109 - 109
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 192.052 - 192.052
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi non – usaha 3.222 - 3.222
Liabilitas imbalan kerja jangka 48.800 48.800
-
panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 52.022 - 52.022
JUMLAH LIABILITAS 244.074 - 244.074
EKUITAS
Modal saham 300.000 - 300.000
Tambahan modal disetor 99.910 - 99.910
Komponen lainnya dari ekuitas 4.672 - 4.672
Saldo laba
- Telah ditentukan penggunaanya 60.000 - 60.000
- Belum ditentukan penggunanya 2.923.141 - 2.923.141
Kepentingan non pengendali 2.732 - 2.732
Jumlah Ekuitas 3.390.455 - 3.390.455
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.634.529 - 3.634.529
Sumber : Laporan Proforma dari Manajemen Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 32
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada
kas dan setara kas yang dikreditkan sebesar Rp5.100.000.000,00. Dengan
adanya rencana transaksi kerjasama usaha patungan, Perseroan melakukan
penyetoran modal sebesar Rp5.100.000.000,00 yang diambil dari kas dan
setara kas. Selain itu terdapat penyesuaian untuk investasi dalam bentuk
saham debit sebesar Rp5.100.000.000,00 sebagai bentuk penyertaan atau
setoran modal di perusahaan patungan.
2.5.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi
Tabel 2.24. Proforma Laba Rugi (Dalam Rupiah)
Proforma Setelah
Audited Penyesuian
KETERANGAN Rencana Transaksi
31 Desember 2024 Proforma
31 Desember 2024
PENDAPATAN - NETO 1.367.926 - 1.367.926
BEBAN POKOK PENJUALAN -742.939 - -742.939
LABA KOTOR 624.987 - 624.987
Beban penjualan -233.943 - -233.943
Beban umum dan administrasi -82.054 - -82.054
Beban penelitian dan
-100.847 - -100.847
pengembangan
Beban operasi lain -36.327 - -36.327
Penghasilan operasi lain 34.485 - 34.485
LABA USAHA 206.301 - 206.301
Penghasilan keuangan 29.914 - 29.914
Beban keuangan -235 - -235
LABA SEBELUM PAJAK 234.980 - 234.980
Beban pajak penghasilan -56.340 - -56.340
LABA NETO TAHUN BERJALAN 178.640 - 178.640
Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
penyesuaian antara sebelum dan setelah Rencana Transaksi.
2.5.6. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara
lain sebagai berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari Rencana
Transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
keuangan Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan;
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
Rencana Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 33
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan
proyeksi posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum
dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah dilakukannya Rencana
Transaksi.
Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Total Aset
Sebelum Transaksi 4.390.254 5.352.307 6.542.855 7.925.658 9.516.122
Setelah Transaksi 4.395.179 5.359.109 6.552.089 7.939.993 9.540.371
Selisih 4.925 6.802 9.234 14.335 24.249
Total Liabilitas
Sebelum Transaksi 413.544 508.797 576.986 657.848 702.641
Setelah Transaksi 413.544 510.459 579.150 660.733 706.503
Selisih - 1.662 2.164 2.885 3.862
Total Ekuitas
Sebelum Transaksi 3.976.710 4.843.510 5.965.869 7.267.810 8.813.481
Setelah Transaksi 3.981.635 4.848.650 5.972.939 7.279.260 8.833.868
Selisih 4.925 5.140 7.070 11.450 20.387
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp4.390,25 miliar pada
tahun 2025 menjadi Rp9.516,12 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya,
proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp4.395,17 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp9.540,37
miliar pada tahun 2029.
Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp413,54 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp702,64
miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp413,54 miliar
pada tahun 2025 menjadi Rp706,50 miliar pada tahun 2029.
Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp3.976,71 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp8.813,48
miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp3.981,63 miliar
pada tahun 2025 menjadi Rp8.833,86 miliar pada tahun 2029.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 34
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
tambahan dana sehingga kas, total aset dan total ekuitas akan bertambah
yang dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang
akan datang.
Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Rencana Transaksi dan setelah
dilakukannya Rencana Transaksi.
Tabel 2.26. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Pendapatan
Sebelum Rencana
3.413.230 4.569.578 5.622.575 6.340.811 7.332.438
Transaksi
Setelah Transaksi 3.413.230 4.599.678 5.664.817 6.396.865 7.406.811
Selisih - 30.100 42.242 56.054 74.373
Laba Kotor
Sebelum Transaksi 1.737.504 2.342.587 2.887.063 3.272.461 3.789.781
Setelah Transaksi 1.737.504 2.357.766 2.901.586 3.292.000 3.816.049
Selisih - 15.179 14.523 19.539 26.268
Laba Usaha
Sebelum Transaksi 1.030.369 1.386.674 1.712.271 1.941.311 2.300.608
Setelah Transaksi 1.030.369 1.386.792 1.714.623 1.946.748 2.311.758
Selisih - 118 2.352 5.437 11.150
Laba Sebelum Pajak
Sebelum Transaksi 1.040.469 1.396.775 1.722.372 1.951.412 2.310.709
Setelah Transaksi 1.040.494 1.397.015 1.724.820 1.956.988 2.322.099
Selisih 25 240 2.448 5.576 11.390
Laba Bersih Tahun
Berjalan
Sebelum Transaksi 826.299 1.106.837 1.362.404 1.542.004 1.785.759
Setelah Transaksi 826.324 1.107.051 1.364.334 1.546.384 1.794.696
Selisih 25 214 1.930 4.380 8.937
Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp3.413,23 miliar pada tahun 2025 menjadi
Rp7.332,43 miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah
pendapatan Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp3.413,23 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp7.406,81 miliar
pada tahun 2029.
Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp826,29 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1.785,75
miliar pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 35
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp826,32 pada
tahun 2025 menjadi Rp1.794,69 miliar pada tahun 2029. Terdapat
perubahan pada laba bersih Perseroan yang mengalami kenaikan setelah
Rencana Transaksi.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi tersebut di atas,
setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
tambahan laba tahun berjalan untuk periode yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2025 - 31 Desember 2029.
2.5.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Rencana Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan
dengan pelaksanaan Rencana Transaksi Kerjasama Usaha Patungan (Joint
Venture) tetapi tidak terbatas pada imbalan jasa, biaya dan/atau
kompensasi untuk notaris, penasehat hukum, dan lainnya.
2.5.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
• Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
Perseroan merupakan perusahaan yang menjalankan usaha dibidang
pertanian. Berikut adalah produk yang dimiliki Perseroan :
Benih Jagung Hibrida
Perseroan merupakan pemain terbesar di industri pertanian yang
bergerak di bidang benih hibrida, khususnya benih jagung hibrida. Produk
Perseroan yang menggunakan merek dagang Cap Kapal Terbang telah
mendapatkan kepercayaan yang tinggi dari petani di tanah air, baik dari
segi kualitas maupun pelayanan.
Dalam mengembangkan Segmen Usaha Benih Jagung Hibrida, Perseroan
didukung oleh Laboratorium Bioteknologi, Laboratorium Pengujian Benih
serta Research Farm untuk melakukan penelitian sehingga dapat
menghasilkan produk benih jagung hibrida yang sesuai dengan
perkembangan kebutuhan jagung komersial, terutama untuk kebutuhan
pakan ternak.
Benih Padi
Kenaikan harga beras sejak awal tahun ini membuat pemerintah
menetapkan acuan harga baru di tingkat petani dan konsumen. Itu
dilakukan karena pemerintah mengamini kenaikan biaya produksi yang
harus diterima masyarakat demi menjaga petani tetap mendapatkan
keuntungan dan berproduksi. Meningkatnya penduduk Indonesia seiring
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 36
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
dengan terus bertambahnya populasi di dalam negeri, BPS
memproyeksikan ada 278,8 juta penduduk Indonesia pada 2023. Jumlah
tersebut mengalami kenaikan 1,1% dibandingkan pada tahun lalu yang
sebanyak 275,7 juta jiwa. Jika dibandingkan sedekade sebelumnya,
populasi Indonesia pada 2023 meningkat 12,05%. Hal tersebut
berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi beras di Indonesia. Data
BPS mencatat 98,35% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi beras.
Benih Buah-buahan dan Sayuran
WHO merekomendasikan konsumsi buah sejumlah 250 gram per orang per
hari dan sayur sejumlah 150 gram per orang per hari untuk hidup lebih
sehat. Rata-rata konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia masih
perlu ditingkatkan untuk memenuhi batas minimal angka kecukupan gizi
WHO. Merujuk data BPS 2022 diketahui bahwa rata- rata konsumsi
masyarakat Indonesia sebesar 137,06 gram per kapita per hari sayur dan
41,55 gram per kapita per hari buah dimana jumlah tersebut jauh dari
batas minimal angka kecukupan gizi yang disarankan WHO.
Pestisida dan Pupuk
Sebagai negara agrikultur yang terus berkembang, permintaan Indonesia
akan produk-produk penunjang sarana produksi seperti pestisida dan
pupuk akan terus meningkat seiring dengan peningkatan penanaman
berbagai macam jenis tanaman.
Grup optimis dengan pertumbuhan pada benih pangan maupun benih
hortikultura akan memberikan dampak posistif terhadap penggunaan
produk pestisida dan pupuk sebagai media pengendalian hama, penyakit
serta mendongkrak kesuburan tanah. Sumber : Annual Report 2022 Perseroan (diolah)
• Keunggulan Kompetetif
Perseroan memiliki beberapa keunggulan kompetitif yang membuatnya
menjadi perusahaan yang menonjol di industri perbenihan di Indonesia:
1. Teknologi dan Inovasi: Perseroan memiliki keunggulan dalam
pengembangan teknologi perbenihan yang modern dan inovatif.
Mereka terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk
menghasilkan varietas unggul yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
2. Portofolio Produk yang Luas: Perusahaan ini memiliki portofolio produk
yang beragam, mencakup berbagai jenis benih untuk berbagai
tanaman seperti padi, jagung, kedelai, dan tanaman hortikultura
lainnya. Diversifikasi ini memungkinkan mereka untuk memenuhi
kebutuhan petani dengan lebih baik.
3. Jaringan Distribusi yang Luas: Perseroan memiliki jaringan distribusi
yang luas di seluruh Indonesia. Hal ini memudahkan mereka dalam
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 37
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
mendistribusikan produk-produk perbenihan ke seluruh pelosok negeri,
mencapai petani di berbagai wilayah dengan efisien.
4. Kemitraan Strategis: Perusahaan ini juga menjalin kemitraan strategis
dengan berbagai pihak, termasuk institusi penelitian dan universitas,
untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan inovasi dalam
pengembangan benih.
5. Komitmen terhadap Kualitas: Perseroan dikenal karena komitmennya
terhadap kualitas produk. Mereka memiliki standar tinggi dalam proses
seleksi dan produksi benih, sehingga dapat memberikan hasil yang
optimal bagi petani.
6. Kesadaran Lingkungan: Sebagai perusahaan pertanian modern,
Perseroan juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dalam
kegiatan bisnisnya. Mereka berupaya untuk mengurangi dampak
lingkungan dari praktik pertanian dan pengembangan benih.
Dengan kombinasi keunggulan di atas, Perseroan dapat mempertahankan
posisi kompetitifnya di pasar perbenihan di Indonesia dan terus
berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
• Pesaing Usaha
Berikut kompetitor Perseroan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia
baik swasta maupun pemerintah:
PT Syngenta Indonesia
PT Pioneer Hi-Bred Indonesia
PT East West Seed Indonesia
PT Petrokimia Gresik
PT Pupuk Indonesia (Persero)
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
PT Pupuk Kaltim
PT Pupuk Iskandar Muda
• Strategi Usaha
Perseroan, sebagai perusahaan yang berfokus pada industri perbenihan,
memiliki beberapa strategi usaha utama untuk mempertahankan dan
meningkatkan posisinya di pasar. Berikut adalah beberapa strategi yang
dapat mereka terapkan:
1. Inovasi Teknologi Benih: Melakukan penelitian dan pengembangan
terus-menerus untuk menghasilkan varietas benih yang unggul dan
sesuai dengan kebutuhan pasar. Ini mencakup penggunaan teknologi
modern seperti bioteknologi dan peningkatan genetik untuk
meningkatkan hasil dan ketahanan tanaman.
2. Diversifikasi Produk: Memperluas portofolio produk untuk mencakup
berbagai jenis benih untuk tanaman pangan (seperti padi, jagung,
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 38
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
kedelai) dan tanaman hortikultura (seperti sayuran dan buah-buahan).
Diversifikasi ini membantu meminimalkan risiko tergantung pada satu
jenis tanaman dan memanfaatkan peluang pasar yang berbeda-beda.
3. Jaringan Distribusi yang Luas: Memperluas jaringan distribusi mereka,
baik secara nasional maupun internasional, untuk mencapai lebih
banyak petani dan pasar. Ini termasuk membangun kemitraan dengan
distributor lokal, agen penjualan, dan perusahaan pertanian lainnya
untuk memperluas cakupan pasar mereka.
4. Kemitraan dan Aliansi Strategis: Membentuk kemitraan dengan institusi
penelitian, universitas, dan organisasi pertanian untuk berkolaborasi
dalam penelitian dan pengembangan benih. Aliansi semacam ini dapat
membantu mempercepat inovasi dan memperluas basis pengetahuan
perusahaan.
5. Kualitas dan Layanan Pelanggan: Menjaga standar tinggi dalam
kualitas produk dan layanan pelanggan. Memberikan dukungan teknis
yang kuat kepada petani, termasuk pelatihan tentang penggunaan
benih dan praktik pertanian yang baik.
6. Komitmen terhadap Keberlanjutan: Memperhatikan praktik pertanian
yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dalam operasional mereka.
Hal ini termasuk penggunaan teknik pertanian yang lebih efisien secara
energi dan ramah lingkungan serta meminimalkan dampak lingkungan
dari aktivitas mereka.
7. Pengembangan Pasar Internasional: Memanfaatkan peluang pasar
internasional untuk ekspansi produk benih mereka. Ini termasuk
memahami regulasi pasar luar negeri dan beradaptasi dengan
kebutuhan lokal.
8. Manajemen Risiko: Mengelola risiko yang terkait dengan fluktuasi
harga bahan baku, perubahan iklim, dan tantangan lainnya yang
dapat mempengaruhi produksi benih dan permintaan pasar.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini secara efektif, Perseroan dapat
memperkuat posisinya sebagai pemimpin di industri perbenihan,
meningkatkan pertumbuhan bisnis mereka, dan memberikan nilai tambah
bagi para pemangku kepentingan, termasuk petani dan investor.
2.5.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam
Menentukan Rencana Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif
Lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan Rencana
Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan persetujuan Komisaris
Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Rencana Transaksi yang
dilakukan dengan pihak lain.
Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Usaha Patungan (Joint Venture
Agreement) antara Perseroan dengan KICL.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 39
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT BISI International Tbk
2.5.6.5. Hal Material Lainnya
Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
dari Rencana Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan,
Penilai meyakini bahwa Rencana Transaksi memberikan nilai tambah bagi
Perseroan.
2.6. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
2.6.1. Analisis Kelayakan dari Perusahaan Patungan
Berdasarkan laporan studi kelayakan yang disusun oleh manajemen
Perseroan bahwa rencana pendirian perusahaan Perusahaan Patungan
memenuhi kelayakan secara finansial dan ekonomi untuk dilaksanakan karena
akan memberikan konstribusi positif terhadap perkembangan Perseroan.
Perusahaan patungan memiliki rencana sebagai berikut:
• Tahap awal melakukan pengembangan pasar petmmbenihan di
Indonesia.
• Perusahaan baru hasil kerjasama Perseroen dan Chia Tai akan di namai
dengan PT Dwidaya Tani Mandiri atau nama lain yang ditentukan
kemudian oleh Perseroan dan CTS (JVC). Tahap awal pengembangan
bisnis ini kami menyediakan produk berupa benih hibrida untuk 5 tanaman
utama, yaitu: Semangka, Melon, Tomat, Timun dan Jagung Manis.
• Selanjutnya memaksimalkan peluang terkait pembenihan pertanian
sehingga meningkatkan pendapatan dan pangsa pasar Perseroan.
2.6.2. Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh
aspek yang terkait meliputi analisis Rencana Transaksi, analisis dampak
positif secara kualitatif maupun kuantitatif atas Rencana Transaksi yang akan
dilakukan serta berdasarkan Perjanjian Usaha Patungan dan Studi
Kelayakan Usaha Perusahaan Patungan maka kami berpendapat bahwa
Rencana Transaksi adalah Wajar.
Kami tegaskan bahwa kami tidak mengambil keuntungan, baik sekarang
maupun di masa yang akan datang, atas pendapat kewajaran. Data faktual
yang diproses disimpan dalam file kami untuk keperluan referensi di
kemudian hari apabila ada otorisasi tambahan yang memerlukan laporan
terinci, termasuk dokumentasi. Data ini atas permintaan tersedia untuk
diperiksa.
Bab II - Kajian Kewajaran Rencana Transaksi 40
Page 76
LAMPIRAN
Page 77
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 01 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Historis Posisi Keuangan
2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 602.271 1.095.398 1.501.451 1.042.206 567.673
Piutang usaha
- Pihak ketiga IDR 667.410 533.688 413.255 1.009.143 488.553
- Pihak berelasi IDR 11.142 3.324 1.960 1.659 184
Piutang lain - lain pihak ketiga IDR 2.401 7.268 11.113 12.043 13.654
Hak retur aset IDR 38.814 28.291 3.747 8.291 8.668
Persediaan IDR 910.144 788.289 752.573 857.539 1.473.796
Uang muka IDR 4.886 7.145 9.906 8.599 8.438
Pajak pertambahan nilai dibayar dimuka IDR - - - 929 3.944
Biaya dibayar dimuka IDR 3.269 2.737 2.928 3.355 3.762
Aset biologis IDR 6.891 2.234 2.470 1.435 3.961
Jumlah Aset Lancar IDR 2.247.228 2.468.374 2.699.403 2.945.199 2.572.633
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak berelasi non-usaha IDR 1.225 176 2.773 2.566 2.094
Tagihan pajak penghasilan IDR 91.855 84.736 110.377 90.434 175.793
Uang muka pembelian aset tetap IDR - - - 41.046 41
Aset pajak tangguhan IDR 47.138 41.616 44.052 62.812 48.391
Aset hak guna IDR 6.523 6.668 6.517 7.312 4.934
Aset tetap - net IDR 492.340 497.760 515.181 721.419 798.721
Aset tidak lancar lainnya IDR 28.670 32.872 32.178 31.032 31.922
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 667.751 663.828 711.078 956.621 1.061.896
JUMLAH ASET IDR 2.914.979 3.132.202 3.410.481 3.901.820 3.634.529
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank IDR - - - - -
Utang usaha
- Pihak ketiga IDR 103.669 107.549 31.067 41.444 60.746
- Pihak berelasi IDR 1.460 5.273 - 4.463 -
Utang lain - lain pihak ketiga IDR 17.244 25.124 36.704 42.279 25.228
Kewajiban untuk retur IDR 174.538 149.400 136.904 203.680 59.825
Beban akrual IDR 23.674 8.596 10.453 11.269 6.697
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek IDR 39 111 19.472 20.214 12.218
Utang pajak IDR 63.696 48.722 71.606 77.739 27.229
Liabilitas sewa jangka pendek 1.311 1.270 546 373 109
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 385.631 346.045 306.752 401.461 192.052
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi non - usaha IDR 1.938 33 208 668 3.222
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang IDR 68.801 58.018 53.271 52.995 48.800
Liabilitas sewa jangka panjang IDR 222 61 - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 70.961 58.112 53.479 53.663 52.022
JUMLAH LIABILITAS IDR 456.592 404.157 360.231 455.124 244.074
EKUITAS
Modal saham IDR 300.000 300.000 300.000 300.000 300.000
Tambahan modal disetor IDR 99.910 99.910 99.910 99.910 99.910
Komponen lainnya dari ekuitas IDR 4.753 4.753 4.672 4.672 4.672
Saldo laba
- Telah ditentukan penggunaannya IDR 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
- Belum ditentukan penggunaanya IDR 1.993.219 2.262.693 2.584.832 2.981.166 2.923.141
Kepentingan non pengendali IDR 505 689 836 948 2.732
JUMLAH EKUITAS IDR 2.458.387 2.728.045 3.050.250 3.446.696 3.390.455
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 2.914.979 3.132.202 3.410.481 3.901.820 3.634.529
Check Balance - - - - -
Page 78
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 02 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Historis Laba Rugi
2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
PENJUALAN NETO IDR 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131 1.367.926
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (1.124.032) (1.205.168) (1.395.090) (1.136.012) (742.939)
LABA KOTOR IDR 688.730 809.970 1.020.502 1.162.119 624.987
Beban penjualan IDR (158.776) (179.229) (227.579) (265.621) (233.943)
Beban umum dan administrasi IDR (96.011) (93.183) (111.436) (111.933) (82.054)
Beban penelitian dan pengembangan IDR (62.047) (65.426) (79.421) (90.245) (100.847)
Beban operasi lain IDR (49.105) (48.126) (25.626) (36.203) (36.327)
Penghasilan operasi lain IDR 39.697 36.170 39.810 34.224 34.485
Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha IDR (326.242) (349.794) (404.252) (469.778) (418.686)
LABA USAHA IDR 362.488 460.176 616.250 692.341 206.301
Penghasilan keuangan IDR 5.199 17.321 28.708 41.834 28.914
Beban keuangan IDR (2.749) (130) (64) (280) (235)
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR 2.450 17.191 28.644 41.554 28.679
LABA SEBELUM PAJAK IDR 364.938 477.367 644.894 733.895 234.980
Beban pajak penghasilan IDR (89.271) (96.375) (121.652) (138.155) (56.340)
LABA TAHUN BERJALAN IDR 275.667 380.992 523.242 595.740 178.640
Page 79
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 03 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Historis Arus Kas
2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan IDR 2.179.371 2.128.941 2.516.673 1.755.255 1.762.802
Pembayaran kepada pemasok IDR (975.488) (1.011.250) (1.364.625) (1.175.569) (1.288.011)
Pembayaran kas untuk beban usaha IDR (263.750) (229.523) (234.716) (259.521) (249.585)
Pembayaran kas kepada karyawan IDR (101.527) (134.081) (162.500) (200.531) (198.640)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi IDR 838.606 754.087 754.832 119.634 26.566
Penerimaan tagihan pajak penghasilan IDR 8.405 28.560 12.829 45.945 16.578
Penerimaan penghasilan keuangan IDR 5.199 17.321 28.708 41.811 28.975
Pembayaran beban keuangan IDR (2.610) -
Pembayaran pajak penghasilan IDR (116.455) (131.222) (146.769) (182.055) (194.826)
Penerimaan kegiatan operasional lainnya IDR (18.733) (16.208) 18.545 17.575 (23.575)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 714.412 652.538 668.145 42.910 (146.282)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Uang muka pembelian aset tetap IDR - - - (41.046) (41)
Perolehan aset tetap IDR (46.584) (40.804) (58.808) (254.930) (94.985)
Hasil penjualan aset tetap IDR 6.285 539 3.434 6.178 7.442
Perolehan aset hak guna IDR (2.171) (4.289) (4.626) (4.522) (1.726)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (42.470) (44.554) (60.000) (294.320) (89.310)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan untuk utang bank jangka pendek IDR - - - - -
Pembayaran untuk utang bank jangka pendek IDR (150.000) - - - -
Pembayaran liabilitas sewa IDR (845) (992) (860) (1.382) (499)
Pembayaran dividen tunai oleh entitas anak kepada kepentingan non pengendal IDR (350)
Pembayaran dividen IDR (114.156) (114.000) (204.000) (204.000) (240.000)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR # (265.001) (114.992) (204.860) (205.382) (240.849)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 406.941 492.992 403.285 (456.792) (476.441)
Pengaruh perubahan kurs mata uang pada kasa dan setara kas IDR 165 135 2.768 (2.453) 1.908
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 195.165 602.271 1.095.398 1.501.451 1.042.206
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 602.271 1.095.398 1.501.451 1.042.206 567.673
Page 80
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 04
RASIO KEUANGAN
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Aset Lancar 2.247.228 2.468.374 2.699.403 2.945.199 2.572.633
Liabilitas Jangka Pendek 385.631 346.045 306.752 401.461 192.052
Rasio Lancar 5,83 7,13 8,80 7,34 13,40
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Aset Lancar 2.247.228 2.468.374 2.699.403 2.945.199 2.572.633
Persediaan 910.144 788.289 752.573 857.539 1.473.796
Liabilitas Jangka Pendek 385.631 346.045 306.752 401.461 192.052
Rasio Cepat 3,47 4,86 6,35 5,20 5,72
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Kas dan setara kas 602.271 1.095.398 1.501.451 1.042.206 567.673
Liabilitas Jangka Pendek 385.631 346.045 306.752 401.461 192.052
Rasio Kas 1,56 3,17 4,89 2,60 2,96
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Lancar 5,83 7,13 8,80 7,34 13,40
Rasio Cepat 3,47 4,86 6,35 5,20 5,72
Rasio Kas 1,56 3,17 4,89 2,60 2,96
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Pendapatan 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131 1.367.926
Piutang Usaha 678.552 537.012 415.215 1.010.802 488.737
Rasio Perputaran Piutang Usaha 137 97 63 161 130
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Beban Pokok Pendapatan 1.124.032 1.205.168 1.395.090 1.136.012 742.939
Persediaan 910.144 788.289 752.573 857.539 1.473.796
Rasio Perputaran Persediaan 296 239 197 276 724
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Beban Pokok Pendapatan 1.124.032 1.205.168 1.395.090 1.136.012 742.939
Utang Usaha 105.129 112.822 31.067 45.907 60.746
Rasio Perputaran Utang Usaha 34 34 8 15 30
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Perputaran Piutang Usaha 137 97 63 161 130
Rasio Perputaran Persediaan 296 239 197 276 724
Rasio Perputaran Utang Usaha 34 34 8 15 30
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Jumlah Liabilitas 456.592 404.157 360.231 455.124 244.074
Jumlah Aset 2.914.979 3.132.202 3.410.481 3.901.820 3.634.529
Rasio Liabilitas terhadap Aset 15,66% 12,90% 10,56% 11,66% 6,72%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Jumlah Liabilitas 456.592 404.157 360.231 455.124 244.074
Jumlah Ekuitas 2.458.387 2.728.045 3.050.250 3.446.696 3.390.455
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 18,57% 14,81% 11,81% 13,20% 7,20%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Liabilitas terhadap Aset 15,66% 12,90% 10,56% 11,66% 6,72%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 18,57% 14,81% 11,81% 13,20% 7,20%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba Bruto 688.730 809.970 1.020.502 1.162.119 624.987
Pendapatan 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131 1.367.926
Margin Laba Bruto 37,99% 40,19% 42,25% 50,57% 45,69%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba Usaha 362.488 460.176 616.250 692.341 206.301
Pendapatan 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131 1.367.926
Margin Laba Usaha 20,00% 22,84% 25,51% 30,13% 15,08%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba Bersih 275.667 380.992 523.242 595.740 178.640
Pendapatan 1.812.762 2.015.138 2.415.592 2.298.131 1.367.926
Margin Laba (Rugi) Bersih 15,21% 18,91% 21,66% 25,92% 13,06%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba Bersih 275.667 380.992 523.242 595.740 178.640
Jumlah Aset 2.914.979 3.132.202 3.410.481 3.901.820 3.634.529
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 9,46% 12,16% 15,34% 15,27% 4,92%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba Bersih 275.667 380.992 523.242 595.740 178.640
Jumlah Ekuitas 2.458.387 2.728.045 3.050.250 3.446.696 3.390.455
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 11,21% 13,97% 17,15% 17,28% 5,27%
Rasio Profitabilitas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Margin Laba Bruto 37,99% 40,19% 42,25% 50,57% 45,69%
Margin Laba (Rugi) Usaha 20,00% 22,84% 25,51% 30,13% 15,08%
Margin Laba (Rugi) Bersih 15,21% 18,91% 21,66% 25,92% 13,06%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 9,46% 12,16% 15,34% 15,27% 4,92%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 11,21% 13,97% 17,15% 17,28% 5,27%
Page 81
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 05 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 1.440.690 2.054.783 2.922.985 3.949.962 5.173.340
Piutang usaha
- Pihak ketiga IDR 926.254 1.063.408 1.084.060 1.198.789 1.230.491
- Pihak berelasi IDR 184 184 184 184 184
Piutang lain - lain pihak ketiga IDR 13.654 13.654 13.654 13.654 13.654
Persediaan IDR 837.631 947.451 1.130.595 1.236.492 1.424.257
Aset biologis IDR 16.323 19.715 22.231 26.534 30.078
Uang muka IDR 8.438 8.438 8.438 8.438 8.438
Biaya dibayar dimuka IDR 7.710 7.710 7.710 7.710 7.710
Jumlah Aset Lancar IDR 3.250.883 4.115.342 5.189.856 6.441.762 7.888.151
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap IDR 41 41 41 41 41
Piutang pihak berelasi non-usaha IDR 1.194 1.194 1.194 1.194 1.194
Aset pajak tangguhan IDR 48.391 48.391 48.391 48.391 48.391
Investasi pada entitas asosiasi IDR 5.100 5.100 5.100 5.100 5.100
Aset tetap - net IDR 871.997 969.591 1.085.625 1.216.522 1.360.597
Aset tidak lancar lainnya IDR 212.648 212.648 212.648 212.648 212.648
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 1.139.371 1.236.965 1.352.999 1.483.896 1.627.971
JUMLAH ASET IDR 4.390.254 5.352.308 6.542.855 7.925.658 9.516.122
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
- Pihak ketiga IDR 204.822 285.792 340.316 413.017 442.170
- Pihak berelasi IDR - - - - -
Utang lain - lain pihak ketiga IDR 27.040 28.309 29.635 31.364 33.731
Beban akrual IDR 78.849 78.849 78.849 72.940 72.940
Utang pajak IDR 48.321 58.598 67.925 76.953 86.582
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek IDR - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 359.033 451.548 516.725 594.273 635.422
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi non - usaha IDR 3.222 3.222 3.222 3.222 3.222
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang IDR 51.289 54.027 57.039 60.353 63.997
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 54.511 57.249 60.261 63.574 67.219
JUMLAH LIABILITAS IDR 413.544 508.797 576.986 657.848 702.641
EKUITAS
Modal saham IDR 300.000 300.000 300.000 300.000 300.000
Tambahan modal disetor IDR 86.314 86.314 86.314 86.314 86.314
Komponen lainnya dari ekuitas IDR 12.198 12.198 12.198 12.198 12.198
Penghasilan komprehensif lain IDR 26.654 26.654 26.654 26.654 26.654
Saldo laba IDR 3.541.604 4.407.343 5.528.360 6.828.545 8.372.006
Kepentingan non pengendali IDR 9.941 11.002 12.344 14.100 16.311
JUMLAH EKUITAS IDR 3.976.711 4.843.511 5.965.869 7.267.810 8.813.482
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 4.390.254 5.352.308 6.542.855 7.925.658 9.516.122
Check Balance - - - - -
Page 82
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 06 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
PENDAPATAN IDR 3.413.230 4.569.578 5.622.575 6.340.811 7.332.438
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (1.675.726) (2.226.991) (2.735.512) (3.068.350) (3.542.657)
LABA KOTOR IDR 1.737.504 2.342.588 2.887.063 3.272.461 3.789.782
Beban penjualan IDR (425.740) (651.850) (849.348) (981.904) (1.111.930)
Beban umum dan administrasi IDR (138.743) (161.262) (182.715) (206.592) (234.669)
Beban operasi lain IDR (169.117) (169.117) (169.117) (169.117) (169.117)
Penghasilan operasi lain IDR 26.464 26.316 26.388 26.463 26.542
Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha IDR (707.136) (955.913) (1.174.792) (1.331.150) (1.489.174)
LABA USAHA 1.030.369 1.386.674 1.712.271 1.941.311 2.300.608
Penghasilan keuangan IDR 8.368 8.368 8.368 8.368 8.368
Penghasilan dari selisih kurs IDR 1.733 1.733 1.733 1.733 1.733
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR 10.101 10.101 10.101 10.101 10.101
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK IDR 1.040.469 1.396.775 1.722.372 1.951.412 2.310.709
Beban Pajak Penghasilan IDR (214.170) (289.939) (359.968) (409.408) (524.950)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN IDR 826.299 1.106.837 1.362.404 1.542.004 1.785.759
Page 83
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 07 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Arus Kas
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Cash received from customers IDR 3.052.568 4.514.856 5.678.624 6.310.083 7.387.858
Payments made to suppliers IDR (816.427) (2.169.608) (2.769.389) (3.000.609) (3.587.733)
Payments made to employees IDR (130.847) (143.331) (161.897) (173.872) (189.766)
Payments made to operating activities IDR (650.888) (892.926) (1.087.082) (1.242.547) (1.381.878)
Finance income IDR 8.368 8.368 8.368 8.368 8.368
Income taxes IDR (196.322) (294.616) (367.446) (420.111) (531.272)
Other operating activities IDR 4.097 14.918 16.758 19.668 15.863
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 1.270.548 1.037.661 1.317.937 1.500.980 1.721.439
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Acquisitions of property (incl. repair & replacement) IDR (116.541) (147.678) (173.845) (198.113) (222.171)
Proceeds of FA sold IDR (35.890) (35.890) (35.890) (35.890) (35.890)
Investments in Shares of Stocks IDR (5.100) - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (157.531) (183.568) (209.736) (234.003) (258.061)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Shareholder of its subsidiaries IDR (240.000) (240.000) (240.000) (240.000) (240.000)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR (240.000) (240.000) (240.000) (240.000) (240.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 873.017 614.093 868.202 1.026.977 1.223.378
Pengaruh perubahan kurs mata uang pada kasa dan setara kas IDR - - - - -
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 567.673 1.440.690 2.054.783 2.922.985 3.949.962
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 1.440.690 2.054.783 2.922.985 3.949.962 5.173.340
PRI Notes: TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023 30,97%
Page 84
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 08
RASIO KEUANGAN SEBELUM TRANSAKSI
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Aset Lancar 3.250.883 4.115.342 5.189.856 6.441.762 7.888.151
Liabilitas Jangka Pendek 359.033 451.548 516.725 594.273 635.422
Rasio Lancar 9,05 9,11 10,04 10,84 12,41
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Aset Lancar 3.250.883 4.115.342 5.189.856 6.441.762 7.888.151
Persediaan 837.631 947.451 1.130.595 1.236.492 1.424.257
Liabilitas Jangka Pendek 359.033 451.548 516.725 594.273 635.422
Rasio Cepat 6,72 7,02 7,86 8,76 10,17
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Kas dan setara kas 1.440.690 2.054.783 2.922.985 3.949.962 5.173.340
Liabilitas Jangka Pendek 359.033 451.548 516.725 594.273 635.422
Rasio Kas 4,01 4,55 5,66 6,65 8,14
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Rasio Lancar 9,05 9,11 10,04 10,84 12,41
Rasio Cepat 6,72 7,02 7,86 8,76 10,17
Rasio Kas 4,01 4,55 5,66 6,65 8,14
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Pendapatan 3.413.230 4.569.578 5.622.575 6.340.811 7.332.438
Piutang Usaha 926.438 1.063.592 1.084.244 1.198.972 1.230.675
Rasio Perputaran Piutang Usaha 99 85 70 69 61
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Beban Pokok Pendapatan 1.675.726 2.226.991 2.735.512 3.068.350 3.542.657
Persediaan 837.631 947.451 1.130.595 1.236.492 1.424.257
Rasio Perputaran Persediaan 182 155 151 147 147
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Beban Pokok Pendapatan 1.675.726 2.226.991 2.735.512 3.068.350 3.542.657
Utang Usaha 204.822 285.792 340.316 413.017 442.170
Rasio Perputaran Utang Usaha 45 47 45 49 46
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Rasio Perputaran Piutang Usaha 99 85 70 69 61
Rasio Perputaran Persediaan 182 155 151 147 147
Rasio Perputaran Utang Usaha 45 47 45 49 46
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Jumlah Liabilitas 413.544 508.797 576.986 657.848 702.641
Jumlah Aset 4.390.254 5.352.308 6.542.855 7.925.658 9.516.122
Rasio Liabilitas terhadap Aset 9,42% 9,51% 8,82% 8,30% 7,38%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Jumlah Liabilitas 413.544 508.797 576.986 657.848 702.641
Jumlah Ekuitas 3.976.711 4.843.511 5.965.869 7.267.810 8.813.482
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 10,40% 10,50% 9,67% 9,05% 7,97%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Rasio Liabilitas terhadap Aset 9,42% 9,51% 8,82% 8,30% 7,38%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 10,40% 10,50% 9,67% 9,05% 7,97%
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Laba Bruto 1.737.504 2.342.588 2.887.063 3.272.461 3.789.782
Pendapatan 3.413.230 4.569.578 5.622.575 6.340.811 7.332.438
Margin Laba Bruto 50,90% 51,26% 51,35% 51,61% 51,69%
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Laba Usaha 1.030.369 1.386.674 1.712.271 1.941.311 2.300.608
Pendapatan 3.413.230 4.569.578 5.622.575 6.340.811 7.332.438
Margin Laba Usaha 30,19% 30,35% 30,45% 30,62% 31,38%
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Laba Bersih 826.299 1.106.837 1.362.404 1.542.004 1.785.759
Pendapatan 3.413.230 4.569.578 5.622.575 6.340.811 7.332.438
Margin Laba (Rugi) Bersih 24,21% 24,22% 24,23% 24,32% 24,35%
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Laba Bersih 826.299 1.106.837 1.362.404 1.542.004 1.785.759
Jumlah Aset 4.390.254 5.352.308 6.542.855 7.925.658 9.516.122
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 18,82% 20,68% 20,82% 19,46% 18,77%
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Laba Bersih 826.299 1.106.837 1.362.404 1.542.004 1.785.759
Jumlah Ekuitas 3.976.711 4.843.511 5.965.869 7.267.810 8.813.482
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 20,78% 22,85% 22,84% 21,22% 20,26%
Rasio Profitabilitas 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Margin Laba Bruto 50,90% 51,26% 51,35% 51,61% 51,69%
Margin Laba (Rugi) Usaha 30,19% 30,35% 30,45% 30,62% 31,38%
Margin Laba (Rugi) Bersih 24,21% 24,22% 24,23% 24,32% 24,35%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 18,82% 20,68% 20,82% 19,46% 18,77%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 20,78% 22,85% 22,84% 21,22% 20,26%
Page 85
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 09 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 1.450.715 2.059.997 2.929.015 3.959.213 5.189.900
Piutang usaha
- Pihak ketiga IDR 926.254 1.065.917 1.087.580 1.203.460 1.236.689
- Pihak berelasi IDR 184 184 184 184 184
Piutang lain - lain pihak ketiga IDR 13.654 13.654 13.654 13.654 13.654
Persediaan IDR 837.631 949.941 1.134.060 1.241.057 1.430.270
Aset biologis IDR 16.323 19.715 22.231 26.534 30.078
Uang muka IDR 8.438 8.438 8.438 8.438 8.438
Biaya dibayar dimuka IDR 7.710 7.710 7.710 7.710 7.710
Jumlah Aset Lancar IDR 3.260.908 4.125.555 5.202.872 6.460.249 7.916.922
Aset Tidak Lancar
Uang muka pembelian aset tetap IDR 41 41 41 41 41
Piutang pihak berelasi non-usaha IDR 1.194 1.194 1.194 1.194 1.194
Aset pajak tangguhan IDR 48.391 48.391 48.391 48.391 48.391
Aset tetap - net IDR 871.997 971.280 1.086.943 1.217.469 1.361.174
Aset tidak lancar lainnya IDR 212.648 212.648 212.648 212.648 212.648
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 1.134.271 1.233.555 1.349.218 1.479.744 1.623.448
JUMLAH ASET IDR 4.395.179 5.359.109 6.552.089 7.939.993 9.540.371
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
- Pihak ketiga IDR 204.822 287.452 342.437 415.802 445.828
- Pihak berelasi IDR - - - - -
Utang lain - lain pihak ketiga IDR 27.040 28.309 29.635 31.364 33.731
Beban akrual IDR 78.849 78.849 78.849 72.940 72.940
Utang pajak IDR 48.321 58.600 67.968 77.053 86.786
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek IDR - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek IDR 359.033 453.210 518.889 597.158 639.284
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi non - usaha IDR 3.222 3.222 3.222 3.222 3.222
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang IDR 51.289 54.027 57.039 60.353 63.997
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang IDR 54.511 57.249 60.261 63.574 67.219
JUMLAH LIABILITAS IDR 413.544 510.459 579.150 660.733 706.503
EKUITAS
Modal saham IDR 300.000 300.000 300.000 300.000 300.000
Tambahan modal disetor IDR 86.314 86.314 86.314 86.314 86.314
Komponen lainnya dari ekuitas IDR 12.198 12.198 12.198 12.198 12.198
Penghasilan komprehensif lain IDR 26.654 26.654 26.654 26.654 26.654
Saldo laba IDR 3.541.617 4.407.465 5.529.467 6.831.885 8.379.903
Kepentingan non pengendali IDR 14.853 16.020 18.307 22.209 28.799
JUMLAH EKUITAS IDR 3.981.636 4.848.650 5.972.939 7.279.260 8.833.868
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 4.395.179 5.359.109 6.552.089 7.939.993 9.540.371
Check Balance - - - - -
Page 86
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 10 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
PENDAPATAN IDR 3.413.230 4.599.678 5.664.817 6.396.865 7.406.811
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (1.675.726) (2.246.912) (2.763.231) (3.104.865) (3.590.762)
LABA KOTOR IDR 1.737.504 2.352.766 2.901.586 3.291.999 3.816.049
Beban penjualan IDR (425.740) (652.240) (849.745) (982.309) (1.112.346)
Beban umum dan administrasi IDR (138.743) (170.933) (194.488) (220.289) (249.369)
Beban operasi lain IDR (169.117) (169.117) (169.117) (169.117) (169.117)
Penghasilan operasi lain IDR 26.464 26.316 26.388 26.463 26.542
Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha IDR (707.136) (965.974) (1.186.962) (1.345.252) (1.504.291)
LABA USAHA 1.030.369 1.386.792 1.714.623 1.946.748 2.311.758
Penghasilan keuangan IDR 8.393 8.490 8.463 8.507 8.607
Penghasilan dari selisih kurs IDR 1.733 1.733 1.733 1.733 1.733
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuangan - bersih IDR 10.126 10.223 10.197 10.240 10.341
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK IDR 1.040.494 1.397.015 1.724.820 1.956.988 2.322.099
Beban Pajak Penghasilan IDR (214.170) (289.965) (360.486) (410.604) (527.403)
LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN IDR 826.325 1.107.051 1.364.334 1.546.384 1.794.696
Page 87
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 11 Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah
Proyeksi Arus Kas
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Cash received from customers IDR 3.052.568 4.542.448 5.719.855 6.364.985 7.460.704
Payments made to suppliers IDR (816.427) (2.190.360) (2.797.623) (3.037.559) (3.636.415)
Payments made to employees IDR (130.847) (143.331) (161.897) (173.872) (189.766)
Payments made to operating activities IDR (650.888) (902.616) (1.098.881) (1.256.278) (1.396.624)
Finance income IDR 8.393 8.490 8.463 8.507 8.607
Income taxes IDR (196.322) (294.640) (367.922) (421.250) (533.620)
Other operating activities IDR 8.997 14.918 16.758 19.668 15.863
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 1.275.473 1.034.910 1.318.754 1.504.201 1.728.749
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Acquisitions of property (incl. repair & replacement) IDR (116.541) (149.738) (173.845) (198.113) (222.171)
Proceeds of FA sold IDR (35.890) (35.890) (35.890) (35.890) (35.890)
Investments in Shares of Stocks IDR - - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (152.431) (185.628) (209.736) (234.003) (258.061)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Shareholder of its subsidiaries IDR (240.000) (240.000) (240.000) (240.000) (240.000)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR (240.000) (240.000) (240.000) (240.000) (240.000)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR 883.042 609.282 869.018 1.030.198 1.230.688
Pengaruh perubahan kurs mata uang pada kasa dan setara kas IDR - - - - -
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 567.673 1.450.715 2.059.997 2.929.015 3.959.213
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 1.450.715 2.059.997 2.929.015 3.959.213 5.189.900
PRI Notes: TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE
* Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2020-2022).
** Subsequent 2023, based on TB as of April 2023 31,08%
Page 88
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Lampiran - 12
RASIO KEUANGAN SETELAH TRANSAKSI
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Aset Lancar 3.260.908 4.125.555 5.202.872 6.460.249 7.916.922
Liabilitas Jangka Pendek 359.033 453.210 518.889 597.158 639.284
Rasio Lancar 9,08 9,10 10,03 10,82 12,38
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Aset Lancar 3.260.908 4.125.555 5.202.872 6.460.249 7.916.922
Persediaan 837.631 949.941 1.134.060 1.241.057 1.430.270
Liabilitas Jangka Pendek 359.033 453.210 518.889 597.158 639.284
Rasio Cepat 6,75 7,01 7,84 8,74 10,15
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Kas dan setara kas 1.450.715 2.059.997 2.929.015 3.959.213 5.189.900
Liabilitas Jangka Pendek 359.033 453.210 518.889 597.158 639.284
Rasio Kas 4,04 4,55 5,64 6,63 8,12
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Rasio Lancar 9,08 9,10 10,03 10,82 12,38
Rasio Cepat 6,75 7,01 7,84 8,74 10,15
Rasio Kas 4,04 4,55 5,64 6,63 8,12
*)Disajikan dalam kali ,
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Pendapatan 3.413.230 4.599.678 5.664.817 6.396.865 7.406.811
Piutang Usaha 926.438 1.066.100 1.087.764 1.203.643 1.236.872
Rasio Perputaran Piutang Usaha 99 85 70 69 61
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Beban Pokok Pendapatan 1.675.726 2.246.912 2.763.231 3.104.865 3.590.762
Persediaan 837.631 949.941 1.134.060 1.241.057 1.430.270
Rasio Perputaran Persediaan 182 154 150 146 145
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Beban Pokok Pendapatan 1.675.726 2.246.912 2.763.231 3.104.865 3.590.762
Utang Usaha 204.822 287.452 342.437 415.802 445.828
Rasio Perputaran Utang Usaha 45 47 45 49 45
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Rasio Perputaran Piutang Usaha 99 85 70 69 61
Rasio Perputaran Persediaan 182 154 150 146 145
Rasio Perputaran Utang Usaha 45 47 45 49 45
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Jumlah Liabilitas 413.544 510.459 579.150 660.733 706.503
Jumlah Aset 4.395.179 5.359.109 6.552.089 7.939.993 9.540.371
Rasio Liabilitas terhadap Aset 9,41% 9,53% 8,84% 8,32% 7,41%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Jumlah Liabilitas 413.544 510.459 579.150 660.733 706.503
Jumlah Ekuitas 3.981.636 4.848.650 5.972.939 7.279.260 8.833.868
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 10,39% 10,53% 9,70% 9,08% 8,00%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Rasio Liabilitas terhadap Aset 9,41% 9,53% 8,84% 8,32% 7,41%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 10,39% 10,53% 9,70% 9,08% 8,00%
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Laba Bruto 1.737.504 2.352.766 2.901.586 3.291.999 3.816.049
Pendapatan 3.413.230 4.599.678 5.664.817 6.396.865 7.406.811
Margin Laba Bruto 50,90% 51,15% 51,22% 51,46% 51,52%
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Laba Usaha 1.030.369 1.386.792 1.714.623 1.946.748 2.311.758
Pendapatan 3.413.230 4.599.678 5.664.817 6.396.865 7.406.811
Margin Laba Usaha 30,19% 30,15% 30,27% 30,43% 31,21%
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Laba Bersih 826.325 1.107.051 1.364.334 1.546.384 1.794.696
Pendapatan 3.413.230 4.599.678 5.664.817 6.396.865 7.406.811
Margin Laba (Rugi) Bersih 24,21% 24,07% 24,08% 24,17% 24,23%
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Laba Bersih 826.325 1.107.051 1.364.334 1.546.384 1.794.696
Jumlah Aset 4.395.179 5.359.109 6.552.089 7.939.993 9.540.371
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 18,80% 20,66% 20,82% 19,48% 18,81%
Keterangan 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Laba Bersih 826.325 1.107.051 1.364.334 1.546.384 1.794.696
Jumlah Ekuitas 3.981.636 4.848.650 5.972.939 7.279.260 8.833.868
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 20,75% 22,83% 22,84% 21,24% 20,32%
Rasio Profitabilitas 2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Margin Laba Bruto 50,90% 51,15% 51,22% 51,46% 51,52%
Margin Laba (Rugi) Usaha 30,19% 30,15% 30,27% 30,43% 31,21%
Margin Laba (Rugi) Bersih 24,21% 24,07% 24,08% 24,17% 24,23%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 18,80% 20,66% 20,82% 19,48% 18,81%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 20,75% 22,83% 22,84% 21,24% 20,32%
Page 89
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
Proformas Laporan Keuangan 31 Desember 2024
Lampiran - 13
Audited Penyesuian Proforma Setelah Rencana Transaksi
KETERANGAN
31 Desember 2024 Proforma 31 Desember 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 567.673 -5.100 562.573
Piutang usaha
- Pihak ketiga 488.553 - 488.553
- Pihak berelasi 184 - 184
Piutang lain – lain pihak ketiga 13.654 - 13.654
Hak retur aset 8.668 - 8.668
Persediaan 1.473.796 - 1.473.796
Uang muka 8.438 - 8.438
Pajak pertambahan nilai dibayar dimuka 3.944 - 3.944
Biaya dibayar dimuka 3.762 - 3.762
Aset biologis 3.961 - 3.961
Jumlah Aset Lancar 2.572.633 -5.100 2.567.536
Aset Tidak Lancar
Piutang pihak berelasi non – usaha 2.094 - 2.094
Tagihan pajak penghasilan 175.793 - 175.793
Uang muka pembelian aset tetap 41 - 41
Aset pajak tangguhan 48.391 - 48.391
Aset hak guna 4.934 - 4.934
Investasi saham - 5.100 5.100
Aset tetap – net 798.721 - 798.721
Aset tidak lancar lainnya 31.922 - 31.922
Jumlah Aset Tidak Lancar 1.061.896 5.100 1.066.996
TOTAL ASET 3.634.529 - 3.634.529
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha
- Pihak ketiga 60.746 - 60.746
- Pihak berelasi - - -
Piutang lain – lain pihak ketiga 25.228 - 25.228
Kewajiban untuk retur 59.825 - 59.825
Beban akrual 6.697 - 6.697
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 12.218 - 12.218
Utang pajak 27.229 - 27.229
Liabilitas sewa jangka pendek 109 - 109
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 192.052 - 192.052
Liabilitas Jangka Panjang
Utang pihak berelasi non – usaha 3.222 - 3.222
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 48.800 - 48.800
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 52.022 - 52.022
JUMLAH LIABILITAS 244.074 - 244.074
EKUITAS
Modal saham 300.000 - 300.000
Tambahan modal disetor 99.910 - 99.910
Komponen lainnya dari ekuitas 4.672 - 4.672
Saldo laba
- Telah ditentukan penggunaanya 60.000 - 60.000
- Belum ditentukan penggunanya 2.923.141 - 2.923.141
Kepentingan non pengendali 2.732 - 2.732
Jumlah Ekuitas 3.390.455 - 3.390.455
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 3.634.529 - 3.634.529
Page 90
PENDAPAT KEWAJARAN (FAIRNESS OPINION)
PT BISI INTERNATIONAL TBK
PROFORMA LAPORAN KEUANGAN 31 DESEMBER 2024
Lampiran - 14
Audited Penyesuian Proforma Setelah Rencana Transaksi
KETERANGAN
31 Desember 2024 Proforma 31 Desember 2024
PENDAPATAN - NETO 1.367.926 - 1.367.926
BEBAN POKOK PENJUALAN -742.939 - -742.939
LABA KOTOR 624.987 - 624.987
Beban penjualan -233.943 - -233.943
Beban umum dan administrasi -82.054 - -82.054
Beban penelitian dan pengembangan -100.847 - -100.847
Beban operasi lain -36.327 - -36.327
Penghasilan operasi lain 34.485 - 34.485
LABA USAHA 206.301 - 206.301
Penghasilan keuangan 29.914 - 29.914
Beban keuangan -235 - -235
LABA SEBELUM PAJAK 234.980 - 234.980
Beban pajak penghasilan -56.340 - -56.340
LABA NETO TAHUN BERJALAN 178.640 - 178.640
Names mentioned 76 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
TOTO SUHARTO & REKAN
p.1 ×4
unresolved
org
Chia Tai Seeds, Co.
p.2 ×14
unresolved
org
Co. Ltd
p.2
unresolved
org
KJPP Toto Suharto dan Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP Toto Suharto
p.2 ×10
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.3 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×25
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV
p.6 ×2
unresolved
org
Rekan Ir. Toto Suharto.
p.8
unresolved
person
Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
· Pimpinan Rekan
p.8
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan
p.10 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
p.10 ×2
unresolved
person
Ahmad Olii
p.13 ×2
unresolved
person
Karina Gama Soleha
p.13 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan B. Quality Assurance
p.15
unresolved
—
Hasanuddin
p.15
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.16 ×2
unresolved
—
Ekonomika
p.16
unresolved
org
Identitas Status Penilai KJPP Toto Suharto & Rekan
p.26
unresolved
org
PT Actual Kencana Appraisal
p.26
unresolved
org
Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
p.26
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.26 ×2
unresolved
—
Bab I - Pendahuluan
p.26
unresolved
org
PT Multi Sarana Indotani
p.27
unresolved
org
KJPP TnR
p.28 ×15
unresolved
org
Purwantono
p.32 ×5
unresolved
org
KJPP TnR. Bab I
p.34
unresolved
person
Akta Notaris Drs. Gde Ngurah Rai
p.36 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.36
unresolved
person
Dr. Fulgensius Jimmy H.L.T.
· Notaris
p.37 ×2
unresolved
org
PT Benihinti Suburintani
p.37
unresolved
org
PT BISI International. Perubahan Anggaran Dasar
p.37
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.37 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Marcivia Rahmani
p.37 ×2
unresolved
org
Menteri Investasi
p.38
unresolved
org
Pte. Ltd.
p.38 ×3
unresolved
person
Adhi Kristanto, STP, MP
· Direktur
p.39 ×2
unresolved
org
Chia Tai Co., Ltd.
p.39
unresolved
person
Min Tieanworn
· Direktur
p.40
unresolved
person
Wanlop Chiaravanont
· Direktur
p.40
unresolved
person
Phongthep Chiaravanont
· Direktur
p.40
unresolved
person
Manas Chiaravanond
· Direktur
p.40
unresolved
person
Manunporn Chiaravanond
· Direktur
p.40
unresolved
person
Supat Mekiyanon
· Direktur
p.40
unresolved
person
Chaiwut Sompan
· Direktur
p.40
unresolved
org
PT Dwidaya Tani Mandiri
p.40 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia Bab II
p.41 ×2
unresolved
org
PT Syngenta Indonesia
p.73
unresolved
org
PT Pioneer Hi-Bred Indonesia
p.73
unresolved
org
PT East West Seed Indonesia
p.73
unresolved
org
PT Petrokimia Gresik
p.73
unresolved
org
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
p.73
unresolved
org
PT Pupuk Kaltim
p.73
unresolved
org
PT Pupuk Iskandar Muda
p.73
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
17092 ms
12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'biaya-biaya terkait'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'AFFILIATED',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'biaya-biaya terkait',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2024-12-31',
'value': '20'}