Back to announcement
20250630_ADHI_Informasi Transaksi Afiliasi_31909887_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review ADHISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 90
Page 1
----- . I
•••• I
•••• I
•••• I
• ._ •• I
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
Atas Transaksi Fasilitas
Pinjaman Kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk
Untuk Dipergunakan Oleh:
PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK
Jalan Raya Pasar Minggu, KM. 18, Pejaten Timur,
Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan,
Provinsi DKI Jakarta
No. File: 00136/2.0055-00/BS/03/0060/1/V/2025
TOTO SUHARTO & REKAN
Business & .Properry Vaiuer
License No : 2.09.0055
JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
Ph : +6221-3456783 (Hunting)
Fax: +6221-3813419
Website : http://www.tnr.co.id
Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File: 00136/2.0055-00/BS/03/0060/1/V/2025
Jakarta, 28 April 2025
Kepada Yth,
DIREKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Jalan Raya Pasar Minggu, Km. 18, Pejaten Timur,
Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta 12510
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Fasilitas Pinjaman kepada
PT Adhi Commuter Properti Tbk.
Dengan hormat,
Sehubungan dengan rencana PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan rencana
pemberian fasilitas pinjaman kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk dimana Rencana
Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi. Perseroan telah menunjuk KJPP
Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut sebagai (“TnR”) sebagai penilai
independen untuk memberikan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana
Transaksi tersebut di atas, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Surat
Penawaran Nomor : M.FO.25.00.0011.r1, tanggal 14 Maret 2025.
Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta
analisis berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi
bahwa secara fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian
tersebut terpenuhi.
LATAR BELAKANG
PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) merupakan
perusahaan yang yang kegiatan usaha utamanya bergerak di industri konstruski
bangunan. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Pasar Minggu KM.18, Jakarta Selatan.
Saat ini kegiatan utama Perusahaan dan Entitas anak (bersama-sama disebut sebagai
Grup) dalam bidang konstruksi, energi dan industrial, properti, real estat, investasi
infrastruktur, penyelenggaraan prasarana dan sarana perkeretaapian, jasa
pengadaan barang dan hotel. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada
tanggal 11 Maret 1960. Pemerintah Negara Republik Indonesia adalah pemegang
saham utama dari Grup.
i
Page 3
PT Adhi Commuter Properti Tbk untuk selanjutnya disebut (“ADCP”) adalah salah satu
anak perusahaan Perseroan dengan kepemilikan saham 90,00%. ADCP memerlukan
dukungan pendanaan untuk memenuhi kewajiban pada bulan Desember 2024. Adapun
support pendanaan yang di ajukan oleh ADCP berdasarkan surat No. 060/ADCP-
I/2025 tanggal 17 Januari 2025 perihal Permohonan Dukungan Pendanaan Modal
Kerja dan Obligasi Jatuh Tempo.
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Dana Antara Perseroan dan ADCP Nomor : 031-
2/2025/002 dan Nomor : 112-1/3/ADCP/I/2025 tanggal 31 Januari 2025,
menyepakati pemberian Pinjaman sebesar Rp82.000.000.000,00 (delapan puluh dua
miliar rupiah) melalui pencairan 2 (dua) tahap yaitu pada bulan Februari dan Maret
2025 dengan jangka waktu pengembalian sampai dengan 30 Juni 2028, dengan skema
aflopend (non revolving), rollover, dan uncommited dengan jaminan berupa aset ADCP
berupa aset tanah Cikunir Hilaliyah, Cikunir 2, Anggrek Kadumangu, Sentul Precast dan
Anggana.
Dalam rangka rencana transaksi afiliasi pemberian fasilitas pinjaman pada ADCP oleh
Perseroan telah dilakukan penandatanganan kesepakatan oleh kedua belah pihak pada
tanggal 31 Januari 2025, selanjutnya rencana pemberian fasilitas pinjaman tersebut
dalam laporan ini disebut dengan “Transaksi”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan ADCP
merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi yang telah dilakukan merupakan
Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020.
Namun Transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per
31 Desember 2024.
Sehubungan kejadian tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto & Rekan
selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian Opini Kewajaran atas
Rencana Transaksi yang telah dilakukan, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang
dalam dalam Surat Penawaran Nomor: M.FO.25.00.0011.r1, tanggal 14 Maret 2025
untuk mengetahui Kewajaran atas Transaksi tersebut.
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran
dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan konsolidasi audited per
tanggal 31 Desember 2024.
ii
Page 4
OBYEK TRANSAKSI
Objek rencana transaksi yang telah dilakukan adalan pemberian Pinjaman kepada
ADCP sebesar Rp82.000.000.000,00 (delapan puluh dua miliar rupiah) melalui
pencairan 2 (dua) tahap yaitu pada bulan Februari dan Maret 2025 dengan jangka
waktu pengembalian sampai dengan Juni 2028, dengan skema aflopend (non revolving),
rollover, dan uncommited dengan jaminan berupa aset ADCP berupa aset tanah Cikunir
Hilaliyah, Cikunir 2, Anggrek Kadumangu, Sentul Precast dan Anggana. Adapun tujuan
dari pemberian pinjaman ini adalah dukungan pendanaan untuk memenuhi modal kerja
ADCP.
MAKSU DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan
gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Rencana Transaksi yang
telah dilakukan dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu
POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia
(SPI) Edisi VII tahun 2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
(MAPPI).
TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi yang telah
dilakukan antara Perseroan dengan ADCP merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan. ADCP memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, ADCP adalah anak
perusahaan Perseroan dengan kepemilikan saham 90,00%.
iii
Page 5
Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang dapat merugikan Perseroan
sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Proforma Perseroan,
sehingga rencana transaksi ini merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/2020.
Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui Keterbukaan
Informasi, bilamana Transaksi tersebut telah dilaksanakan.
TRANSAKSI MATERIAL
Berdasarkan Surat Perjanjian Pinjaman Dana Antara Perseroan dan ADCP tentang
Persetujuan Pemberian Pinjaman Dana kepada ADCP Nomor 031-2/2025/002 dan
Nomor 112-1/3/ADCP/I/2025 dengan total pinjaman sebesar Rp82.000.000.000,00
(delapan puluh dua miliar rupiah). Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan
laporan keuangan audited per 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Amir
Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan Nomor 00081/2.1030/AU.1/03/ 0181-
1/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 tercatat sebesar Rp9.675.190.188.162,00-.
Total nilai Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,84%.
Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai dengan
kriteria Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini bukan merupakan
Transaksi Material.
Metode Analisis Atas Transaksi
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi yang telah dilakukan,
kami melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi
iv
Page 6
IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG BERTRANSAKSI
Pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi yaitu:
1. Perseroan sebagai pihak yang akan memberikan pinjaman.
2. ADCP sebagai pihak penerima pinjaman. ADCP adalah perusahaan terbuka yang
memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan.
HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
1. Analisis Transaksi
• Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Transaksi Pemberian
Pinjaman merupakan transaksi afiliasi, karena terdapat hubungan afiliasi baik dari
pemegang saham antara Perseroan dengan ADCP. Transaksi ini bukan merupakan
transaksi material.
• Dengan dilakukannya Transaksi yaitu pemberian pinjaman, maka ADCP sebagai
anak usaha Perseroan akan memperoleh modal kerja, maka akan berdampak
terhadap kinerja dan reputasi Perseroan. Selain itu, transaksi ini diharapkan dapat
meningkatkan kinerja ADCP, yang berujung pada peningkatan nilai investasi
Perseroan sebagai pemegang saham.
• Apabila Transaksi gagal maka untuk mendapatkan modal kerja, ADCP sebagai
entitas anak Perseroan kemungkinan akan mencari alternatif sumber dana lain
yang memiliki risiko yang lebih besar berbanding Transaksi yang sudah dilakukan.
• Keuntungan transaksi yaitu Perseroan dapat memberikan pinjaman yang bersifat
lebih cepat dan fleksibel kepada ADCP, dapat mendukung stabilitas anak
perusahaan Perseroan, dan sinergi dalam group Perseroan dalam meningkatkan
efisiensi oeprasioan serta memaksimalkan penggunaan sumberdaya finansial.
• Kerugian Transaksi, dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
muncul akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang
pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum, KJPP
dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya penilaian objek transaksi,
biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
dapat muncul dikemudian hari.
2. Analisis Kualitatif
• Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan
Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar
keuangan global.
• Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat dibanding
capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c).
• Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar
1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
v
Page 7
• Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi
sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy).
Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26%
(yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate)
untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. (Sumber : Laporan Kebijakan
Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 dan diolah)
• Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57%
(yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level
2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-
Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara
itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh
peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya
sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP.
• Hingga semester pertama 2024, industri jasa konstruksi di Indonesia terus
menunjukkan perkembangan yang positif. Adalah dukungan dari pemerintah, serta
meningkatnya daya saing nasional yang berada di peringkat 27, naik tujuh
peringkat dari tahun 2023 atau tiga besar di kawasan Asia Tenggara setelah
Singapura dan Thailand, dan berbagai proyek infrastruktur besar telah menjadi
pendorong utama pertumbuhan sektor ini.
• Merujuk data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), nilai
bisnis konstruksi di Indonesia mencapai Rp423,4 triliun atau 12,73 persen dari
Rp3.325,1 triliun total anggaran belanja negara tahun 2024. Angka tersebut
mencakup berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan tol,
jembatan, pelabuhan, bandara, hingga fasilitas umum lainnya.
• Dengan mempertimbangkan prospek tersebut serta mengacu pada pencapaian
Perseroan di sepanjang tahun 2023, maka Perseroan memproyeksikan dapat
membukukan jumlah kontrak baru di tahun 2024 senilai Rp32,53 triliun atau
86,40% terhadap realisasi tahun 2023 sebesar Rp37,65 triliun. Hal ini
dikarenakan adanya beberapa kontrak besar yang baru dibukukan di tahun
2023. Perseroan menargetkan mampu membukukan peningkatan kinerja keuangan
di tahun 2024, di mana total pendapatan usaha diproyeksikan dapat dibukukan
sebesar Rp29,25 triliun, atau 145,68% terhadap realisasi 2023 sebesar Rp20,08
triliun
3. Analisis Kuantitatif
• Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian Perseroan melakukan Transaksi untuk
memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan daya saing adalah wajar.
• Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan mengalami perubahan
pada proyeksi posisi keuangan dan laba rugi karena Rencana Transaksi
melibatkan holding dan subsidary sehingga memiliki pengaruh terhadap kinerja
keuangan.
vi
Page 8
• Tidak ada dampak signifikan dari Transaksi terhadap rasio keuangan karena
transaksi yang melibatkan entitas induk dan subsidiary sehingga saling
mengeliminasi.
• Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian antara
sebelum dan setelah Transaksi, yaitu penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas
sebesar negatif Rp82.000.000.000,00 timbul dari jurnal kredit pengeluaran kas
tunai akibat Rencana Transaksi pinjaman jangka pendek Perseroan kepada ADCP.
Penyesuaian atas akun aset lancar lainnya sebesar Rp82.000.000.000,00 yang
timbul dari jurnal debit akibat Transaksi menyebabkan aset lancar lainnya
Perseroan bertambah.
• Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat penyesuaian
antara sebelum dan setelah Transaksi, sehingga proforma laba rugi tidak
mengalami perubahan atas dampak dari Pinjaman dari Perseroan ke ADCP.
• Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp35,38 triliun pada tahun 2025 menjadi
Rp38,61 triliun pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah aset Perseroan
setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp35,45 triliun pada tahun 2025
menjadi Rp38,74 triliun pada tahun 2029. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan
sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp25,58 triliun pada tahun 2025
menjadi Rp25,82 triliun pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas
Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp25,62 triliun pada
tahun 2025 menjadi Rp25,84 triliun pada tahun 2029. Proyeksi jumlah ekuitas
Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp9,80 triliun pada
tahun 2025 menjadi Rp12,78 triliun pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah
ekuitas Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp9,82 triliun
pada tahun 2025 menjadi Rp12,89 triliun pada tahun 2029.
• Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp13,31 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp23,01 triliun pada tahun
2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp13,39 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp23,05
triliun pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada laba bersih Perseroan setelah
Transaksi. Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp126,71 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,34 triliun pada tahun
2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp146,73 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,35
triliun pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada laba bersih Perseroan setelah
Transaksi.
4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi
Bunga fasilitas pinjaman Transaksi Perseroan yaitu sebesar 9,02%. Sementara itu
bunga kredit modal kerja dari perbankan berkisar 6,90% - 8,80% atau sekitar 2,5%
diatas dari bunga tertinggi dari bunga pasar. Sehingga berdasarkan dari Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK 35 Tahin 2020) tidak melebihi batas atas bawah
7,5%. Dengan demikian, bunga Transaksi Perseroan berada dalam rentang bunga
Pasar.
vii
Page 9
KESIMPULAN
Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa
Rencana Transaksi yang telah dilakukan adalah WAJAR.
PENUTUP
Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.
Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.
Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan
Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
viii
Page 10
SURAT REPRESENTASI
Page 11
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Page 13
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :
1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII - 2018.
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
Transaksi yang sudah dilakukan pada Tanggal Penilaian 31 Desember 2024.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi
pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
ix
Page 14
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil
Kajian ini.
No. Nama Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :
Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) …………………………
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
2. Quality Assurance :
Ahmad Olii, S.E ………………………
No. MAPPI : 11-T-03281
No. Register Penilai : RMK-2017.00839
Kualifikasi Penilai : Bisnis
3. Reviewer :
Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak., CA., MAPPI (Cert.)……………………
No. MAPPI : 19-S-09317
No. Ijin Penilai Publik Properti : P-1.24.00660
No. Ijin Penilai Publik Bisnis : B-1.25.00683
No. Register Penilai : RMK-2019.02918
Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis
4. Penilai :
Karina Gama Soleha, S.E., M.Ec.Dev ………………………
No. MAPPI : 21-P-10773
No. Register Penilai : RMK-2021.03732
Kualifikasi Penilai : Bisnis
x
Page 15
KUALIFIKASI PENILAI
Page 16
KUALIFIKASI TIM PENILAI
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan
A. Penanggung Jawab
1 Nama Lengkap Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB
Pendidikan University)
- S-2 Penilaian Universiti Teknologi
Malaysia
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 29
Penilai tahun di bidang penilaian properti dan
bisnis serta konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai bersertifikat dan
memperoleh ijin Penilai Publik Properti
dan Bisnis (PB) dari Kementerian
Keuangan
B. Quality Assurance
1 Nama Lengkap Ahmad Olii, S.E
2 Pendidikan Strata 1 (S-1)
3 Lembaga - S-1 Universitas Budi Luhur
Pendidikan
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 10
Penilai tahun di bidang penilaian bisnis serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai terakreditasi (T)
C. Reviewer
1 Nama Lengkap Henrianto, S.Pi, S.Ak, MM, M.Ec.Dev, Ak, CA,
MAPPI (Cert.)
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
Pendidikan (2016)
- S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
(2020-2025)
- Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
Universitas Padjajaran (2024)
- Pendidikan Profesi Insinyur (PPI)
Universitas Hasanuddin (2025)
- S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
Gadjah Mada (2020)
- S-2 Manajemen UPN Veteran
Yogyakarta (2022)
- S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
Bogor (2020-Sekarang)
xi
Page 17
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun
Penilai di bidang penilaian properti dan bisnis
serta konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Bersertifikat (S) dan
memperoleh ijin Penilai Publik Properti
(P) dan Penilai Publik Bisnis (B) dari
Kementerian Keuangan RI.
- Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
Konsultan Pajak Publik Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai akuntan
profesional Chartered Accountant (CA)
dari Ikatan Akuntan Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai teknisi
pajak (Certified Tax Technician) dari
Asosiasi Teknisi Pajak Indonesia
- Memperoleh lisensi sebagai Wakil
Perantara Pedagang Efek dari
Otoritas Jasa Keuangan
- Memperoleh lisensi sebagai Analisis
Efek dari BNSP LSP Pasar Modal
D. Penilai
1 Nama Lengkap Karina Gama Soleha, S.E, M.Ec.Dev
2 Pendidikan Strata 2 (S-2)
3 Lembaga - S-1 Ekonomi Universitas
Pendidikan Muhammadiyah Yogyakarta
- S-2 Ekonomika Pembangunan
Universitas Gadjah Mada
4 Pengalaman Kerja - Memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun
Penilai di bidang penilaian bisnis serta
konsultan
- Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
sebagai penilai Pratama (P)
xii
Page 18
DAFTAR ISI
Page 19
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
DAFTAR ISI
SERTIFIKAT ........................................................................................................... i - viii
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................ ix - x
KUALIFIKASI PENILAI ........................................................................................... xi - xii
DAFTAR ISI ........................................................................................................... xiii - xiv
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK .............................................................................. xv
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................. xvi
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... I–1
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... I–1
1.2 Identitas Status Penilai .......................................................................................... I–2
1.3 Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan................................................ I–3
1.4 Objek Transaksi...................................................................................................... I–4
1.5 Ruang Lingkup ........................................................................................................ I–4
1.6 Maksud dan Tujuan................................................................................................ I–5
1.7 Tanggal Penilaian .................................................................................................. I–5
1.8 Independensi Penilai.............................................................................................. I–5
1.9 Tanggung Jawab Penilai ...................................................................................... I–5
1.10 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ........................................ I–6
1.11 Transaksi Material ................................................................................................. I–7
1.12 Metodologi Pengkajian Kewajaran Transaksi.................................................. I–8
1.13 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ... I–9
1.14 Sumber Data ........................................................................................................... I–9
1.15 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai............................................. I – 10
BAB II KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI .................................... II – 1
2.1. Metode Analisis Atas Transaksi ........................................................................... II – 1
2.2. Analisis Transaksi.................................................................................................... II – 1
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Transaksi ............................................. II – 1
2.2.1.1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk ............................................................................... II – 2
2.2.1.2. PT Adhi Commuter Properti Tbk .......................................................................... II – 3
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Transaksi ................................................. II – 4
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Transaksi ............................................................... II – 4
2.3. Analisis Kualitatif atas Transaksi ......................................................................... II – 5
2.3.1. Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan .......................................................... II – 5
2.3.2. Gambaran Perekonomian Indonesia.................................................................. II – 6
2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global.............................................................................. II – 7
2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik .......................................................................... II – 8
2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha............................................................................ II – 9
2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran.................................................................................... II – 10
2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ............................................................ II – 11
2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)............................................................................... II – 12
2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah ................................................................................................. II – 13
2.3.2.5. Suku Bunga .............................................................................................................. II – 14
2.3.3. Gambaran Umum Industri Konstruksi di Indonesia.......................................... II – 15
2.3.4. Analisa Prospek Usaha Perseroan ...................................................................... II – 16
2.3.5. Alasan Dilakukannya Transaksi ........................................................................... II – 17
Daftar Isi xiii
Page 20
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi .............. II – 18
2.4. Analisis Kuantitatif atas Transaksi....................................................................... II – 18
2.4.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan ...................................................................... II – 18
2.4.1.1. Analisis Posisi Keuangan ....................................................................................... II – 20
2.4.1.2. Analisis Laba Rugi .................................................................................................. II – 21
2.4.2. Analisis Rasio Keuangan ....................................................................................... II – 22
2.4.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan .................................................. II – 23
2.4.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi ................................................... II – 23
2.4.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi..................................................... II – 24
2.4.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi.............................................................. II – 25
2.4.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi................................................................ II – 26
2.4.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi ................................................................ II – 27
2.4.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi .................................................................. II – 27
2.4.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan ....................... II – 28
2.4.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Transaksi ................................................................... II – 28
2.4.4.2. Rasio Keuangan Setelah Transaksi ..................................................................... II – 30
2.4.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Transaksi..................... II – 30
2.4.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan ................................................................... II – 31
2.4.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi .............................................................................. II – 33
2.4.6. Analisis Inkremental ............................................................................................... II – 33
2.4.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ...... II – 34
2.4.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ............................................................. II – 37
2.4.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................ II – 37
2.4.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam
Menentukan Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain.................... II – 39
2.4.6.5. Hal Material Lainnya ............................................................................................ II – 39
2.5. Analisis Kewajaran Harga Transaksi.................................................................. II – 39
2.5.1. Bunga Fasilitas Pinjaman Perseroan ................................................................... II – 40
2.5.2. Bunga Pasar atas Pinjaman ................................................................................. II – 40
2.5.3. Perbandingan Bunga Fasilitas Pinjaman yang diberikan oleh Perseroan
dengan Bunga Pasar Pinjaman ........................................................................... II – 40
2.6. Kesimpulan .............................................................................................................. II – 40
Daftar Isi xiv
Page 21
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 22
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Transaksi Dengan
Nilai Ekuitas .......................................................................................................... I – 8
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................ II – 2
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan ............................................................................. II – 2
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham ADCP .................................................................... II – 3
Tabel 2.4. Susunan Pengurus ADCP..................................................................................... II – 3
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan ............................................................................................ II – 6
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ................................................... II – 6
Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia..................................................................................... II – 8
Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut
Pengeluaran (triliun rupiah) ............................................................................... II – 12
Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019- 2024) .............................................. II – 13
Tabel 2.10. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .............................. II – 19
Tabel 2.11. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan.................................................... II – 19
Tabel 2.12. Rasio Keuangan Perseroan................................................................................ II – 22
Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................... II – 23
Tabel 2.14. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................... II – 24
Tabel 2.15. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................ II – 26
Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................ II – 27
Tabel 2.17. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .................................. II – 27
Tabel 2.18. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .................................. II – 28
Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Transaksi................................................................. II – 28
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Transaksi .................................................................. II – 30
Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)....................................... II – 31
Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) ................................................. II – 33
Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan
(Dalam Jutaan Rupiah) ....................................................................................... II – 34
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) ........... II – 35
Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Arus Kas (Dalam Jutaan Rupiah) .............. II – 36
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Rupiah) ................................... II – 20
Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Rupiah).............................................. II – 21
Daftar Tabel Dan Grafik xv
Page 23
DAFTAR LAMPIRAN
Page 24
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran - 01 Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 02 Historis Laba Rugi
Lampiran - 03 Historis Arus Kas
Lampiran - 04 Rasio Keuangan
Lampiran - 05 Rasio Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 06 Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 07 Proyeksi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 08 Proyeksi Keuangan Setelah Transaksi
Daftar Lampiran xvi
Page 25
BAB I PENDAHULUAN
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”)
merupakan perusahaan yang yang kegiatan usaha utamanya bergerak di
industri konstruski bangunan. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Pasar Minggu
KM.18, Jakarta Selatan. Saat ini kegiatan utama Perusahaan dan Entitas
anak (bersama-sama disebut sebagai Grup) dalam bidang konstruksi, energi
dan industrial, properti, real estat, investasi infrastruktur, penyelenggaraan
prasarana dan sarana perkeretaapian, jasa pengadaan barang dan hotel.
Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 11 Maret
1960. Pemerintah Negara Republik Indonesia adalah pemegang saham
utama dari Grup.
PT Adhi Commuter Properti Tbk untuk selanjutnya disebut (“ADCP”) adalah
salah satu anak perusahaan Perseroan dengan kepemilikan saham 90,00%.
ADCP memerlukan dukungan pendanaan untuk memenuhi kewajiban pada
bulan Desember 2024. Adapun support pendanaan yang di ajukan oleh
ADCP berdasarkan surat No. 060/ADCP-I/2025 tanggal 17 Januari 2025
perihal Permohonan Dukungan Pendanaan Modal Kerja dan Obligasi Jatuh
Tempo.
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Dana Antara Perseroan dan ADCP Nomor:
031-2/2025/002 dan Nomor: 112-1/3/ADCP/I/2025 tanggal 31 Januari
2025, menyepakati pemberian Pinjaman sebesar Rp82.000.000.000,00
(delapan puluh dua miliar rupiah) melalui pencairan 2 (dua) tahap yaitu pada
bulan Februari dan Maret 2025 dengan jangka waktu pengembalian sampai
dengan 30 Juni 2028, dengan skema aflopend (non revolving), rollover, dan
uncommited dengan jaminan berupa aset ADCP berupa aset tanah Cikunir
Hilaliyah, Cikunir 2, Anggrek Kadumangu, Sentul Precast dan Anggana.
Dalam rangka rencana transaksi afiliasi pemberian fasilitas pinjaman pada
ADCP oleh Perseroan. Selanjutnya rencana pemberian fasilitas pinjaman
tersebut dalam laporan ini disebut dengan “Transaksi”.
Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan
dan ADCP merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi yang telah
dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Namun Transaksi ini bukan
merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
Bab I - Pendahuluan 1
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited
per 31 Desember 2024.
Sehubungan kejadian tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto &
Rekan selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian Opini
Kewajaran atas Rencana Transaksi yang telah dilakukan, sesuai dengan
kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat Penawaran Nomor:
M.FO.25.00.0011.r1, tanggal 14 Maret 2025 untuk mengetahui Kewajaran
atas Transaksi tersebut.
1.2 Identitas Status Penilai
KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR) awalnya adalah PT Actual Kencana
Appraisal (AKA) yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984.
Tahun 2007 AKA berubah menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
mengikuti Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai
publik di Indonesia.
TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
nama:
• Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
- No. MAPPI : 93-S-00361
- No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
- Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
- No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
- No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
- No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017
Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.
Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak.
Bab I - Pendahuluan 2
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
1.3 Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan
Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:
Nama : PT Adhi Karya Tbk
Bidang Usaha : Konstruksi
Alamat : Jalan Raya Pasar Minggu KM. 18, Jakarta Selatan.
Nomor Telepon : (021) 797 5312
Email : adhi@adhi.co.id
Website : www.adhi.co.id
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 1 Juni 1974
dari Kartini Mulyadi, S.H., yang telah diubah dengan akta No. 2 tanggal
3 Desember 1974 dari notaris yang sama. Akta Pendirian ini telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal
17 Januari 1975, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 85 tanggal 24 Oktober 1975, Tambahan No. 600.
Sebagai BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, Perseroan menjalankan
tugas dan fungsi pokok pada 4 (empat) lini bisnis, sebagai berikut :
• Engineering & Konstruksi
Menjalankan proyek pada segmen Engineering & Konstruksi yang meliputi
sektor bangunan sipil, sektor bangunan gedung, pekerjaan stasiun, jalan,
dan jembatan kereta api, pekerjaan industri dan Petrokimia, Kelistrikan,
Telekomunikasi, Perminyakan, Agro, mekanikal serta elektrikal.
• Properti & Hospitality
Menjalankan bisnis segmen properti melalui Anak Perusahaan yang
mengembangkan desain hunian berbasis TOD, highrise building, landed
house, dan commercial.
• Manufaktur
Menjalankan bisnis yang memproduksi beton pracetak.
• Investasi dan Konsesi
Menjalankan bisnis di sigmen Investasi dan Konsesi dengan skema Private
Project Partnership (PPP) atau Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha
(KPBU) melalui penyertaan modal mandiri dari Pereroan maupun
melakukan pembentukan usaha patungan.
Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dihasilkan dari kegiatan investasi antara
lain:
1. Proyek infrastruktur transportasi (jalan tol, jembatan dan prasarana
perkeretaapian)
2. Kawasan (pariwisata dan bandara)
3. Energi (Pembangkit Energi Tenaga Sampah)
4. Penyediaan/pengelolaan air, dan pengelolaan limbah
Bab I - Pendahuluan 3
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa berpedoman
pada visi dan misi yang telah ditetapkan, yang juga merupakan wujud dari
aspirasi pendiri Perseroan. Visi dan misi Perseroan adalah sebagai berikut :
VISI
Menjadi Korporasi Inovatif dan Berbudaya Unggul untuk Pertumbuhan
Berkelanjutan.
MISI
• Membangun insan yang unggul, profesional, amanah dan berjiwa
wirausaha.
• Mengembangkan bisnis konstruksi, rekayasa, properti, industri, dan
investasi, yang bereputasi.
• Mengembangkan inovasi produk dan proses untuk memberi solusi serta
impact bagi stakeholders.
• Menjalankan organisasi dengan tata kelola perusahan yang baik.
• Menjalankan sistem manajemen yang menjamin pencapaian sasaran,
kualitas, keselamatan, kesehatan dan lingkungan kerja.
• Mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana untuk
pembuatan keputusan dan pengelolaan risiko korporasi.
1.4 Objek Transaksi
Objek rencana transaksi yang telah dilakukan adalan pemberian Pinjaman
kepada ADCP sebesar Rp82.000.000.000,00 (delapan puluh dua miliar
rupiah) melalui pencairan 2 (dua) tahap yaitu pada bulan Februari dan Maret
2025 dengan jangka waktu pengembalian sampai dengan Juni 2028,
dengan skema aflopend (non revolving), rollover, dan uncommited dengan
jaminan berupa aset ADCP berupa aset tanah Cikunir Hilaliyah, Cikunir 2,
Anggrek Kadumangu, Sentul Precast dan Anggana. Adapun tujuan dari
pemberian pinjaman ini adalah dukungan pendanaan untuk memenuhi modal
kerja ADCP.
1.5 Ruang Lingkup
Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Transaksi yang sudah dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan untuk
kepentingan lain. Pendapat kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk
memberikan rekomendasi persetujuan atau tidak menyetujui Rencana
Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi yang
sudah dilakukan.
Bab I - Pendahuluan 4
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR untuk memberikan Opini
Kewajaran atas Rencana Transaksi yang sudah dilakukan, yang diharapkan
dapat melakukan kajian secara objektif dan independen.
1.6 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi yang telah dilakukan, dari aspek keuangan dan untuk
memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK Nomor 42/POJK.04/2020
tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK)
No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).
1.7 Tanggal Penilaian
Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas
tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
keuangan konsolidasi audited per tanggal 31 Desember 2024.
1.8 Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan opini kewajaran ini, TnR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
dengan penugasan ini.
1.9 Tanggung Jawab Penilai
Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
penyusunan Opini Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TnR
bertanggung jawab atas Opini Kewajaran yang diterbitkan.
Bab I - Pendahuluan 5
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
1.10 Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi
adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka
atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi
yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau
pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan
adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan
Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Transaksi antara
Perseroan dengan ADCP merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan. ADCP memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan,
ADCP adalah anak perusahaan Perseroan dengan kepemilikan saham
90,00%.
Gambar 1.1 Hubungan Afiliasi Perseroan dengan ADCP
Dalam Transaksi tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota
Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang dapat
merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan
Keuangan Proforma Perseroan, sehingga Transaksi bukan merupakan
Bab I - Pendahuluan 6
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
42/2020.
Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
Keterbukaan Informasi apabila Rencana Transaksi tersebut telah
dilaksanakan oleh Perseroan.
1.11 Transaksi Material
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
atas pinjaman dari pihak lain; dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau
lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.
Dengan nilai 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan,
yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk
suatu tujuan atau kegiatan tertentu.
Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).
Bab I - Pendahuluan 7
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai berikut :
Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Transaksi Dengan Nilai
Ekuitas
Nilai Ekuitas Persentase Nilai
Nilai Rencana
Rencana Transaksi Perseroan Transaksi Terhadap
Transaksi (Rp Juta)
(Rp Juta) Ekuitas (%)
Pinjaman 9.675.190 82.000 0,84%
Berdasarkan Surat Perjanjian Pinjaman Dana Antara PT Adhi Karya (Persero)
Tbk dan PT Adhi Commuter Properti Tbk tentang Persetujuan Pemberian
Pinjaman Dana kepada ADCP Nomor 031-2/2025/002 dan Nomor 112-
1/3/ADCP/I/2025 dengan total pinjaman sebesar Rp82.000.000.000,00
(delapan puluh dua miliar rupiah). Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2024 oleh Kantor
Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan Nomor
00081/2.1030/AU.1/03/ 0181-1/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025
tercatat sebesar Rp9.675.190.188.162,00-. Total nilai Tranksaksi terhadap
jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,84%.
Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai
dengan kriteria Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini
bukan merupakan Transaksi Material.
1.12 Metodologi Pengkajian Kewajaran Transaksi
Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
penilaian lengkap.
Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis kualitatif dan
analisis kuantitatif atas Transaksi. Dimana analisis atas Transaksi dilakukan
dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam hubungan antara pihak-
pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi terdapat penjelasan
manfaat dan risiko dari Transaksi.
Analisis kualitatif atas Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
Rencana Transaksi.
Bab I - Pendahuluan 8
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Analisis kuantitatif atas Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi analisis
kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis maupun
analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan keuangan
historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan perseroan, analisis
proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas transaksi serta analisis
kewajaran atas nilai Transaksi.
1.13 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
Events)
Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
laporan penilaian ini diterbitkan.
1.14 Sumber Data
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi yang telah
dilakukan.
2. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
00404/2.1030/AU.1/03/0181-1/1/IV/2020 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
3. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
00203/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/III/2021 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
4. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
00132/2.1030/AU.1/03/0181-3/1/III/2022 dengan opini tanpa
wajar modifikasian.
5. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
00083/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/II/2023 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
6. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
Bab I - Pendahuluan 9
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
00180/2.1030/AU.1/03/0501-2/1/III/2024 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
7. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
00081/2.1030/AU.1/03/0181-1/1/II/2025 dengan opini wajar
tanpa modifikasian.
8. Perpanjian Pinjaman Dana Antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan
PT Adhi Commuter Properti Tbk dengan Nomor : 031-2/2025/002 dan
Nomor : 112-1/3/ADCP/I/2025.
9. Company profile Perseroan.
10. Prospektus Perseroan.
11. Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Perseroan periode 2025-
2029.
12. Legalitas Perseroan.
13. Laporan proforma Perseroan sebelum dan setelah Transaksi.
14. Draft Perjanjian Pinjaman Perseroan kepada ADCP.
15. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
Rencana Transaksi yang sudah dilakukan.
16. Wawancara dengan manajemen Perseroan.
17. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.
1.15 Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
beberapa asumsi, antara lain:
1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
digunakan dalam proses penilaian.
3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan.
7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
Kesimpulan Pendapat Kewajaran.
Bab I - Pendahuluan 10
Page 36
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
dari pemberi tugas.
9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi dilakukan
hingga penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
Rencana Transaksi.
10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
di luar ruang lingkup dari penugasan.
16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.
Bab I - Pendahuluan 11
Page 37
BAB II KAJIAN KEWAJARAN TRANSAKSI AFILIASI PEMBERIAN FASILITAS PINJAMAN
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
BAB II
KAJIAN KEWAJARAN TRANSAKSI AFILIASI
PEMBERIAN FASILITAS PINJAMAN
2.1. Metode Analisis Atas Transaksi
Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi yang telah
dilakukan, kami melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
pihak yang terlibat Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
persyaratan dalam Transaksi, analisis manfaat dan risiko Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
prospek, analisis alasan dilakukannya Transaksi, keuntungan dan kerugian
Transaksi.
3. Analisis kuantitatif atas Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan sebelum dan
sesudah Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum dan sesudah Transaksi,
analisis proforma keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
analisis nilai tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi.
2.2. Analisis Transaksi
2.2.1. Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Transaksi
Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yang telah dilakukan yaitu:
1. Perseroan sebagai pihak yang akan memberikan pinjaman.
2. ADCP sebagai pihak penerima pinjaman.
ADCP adalah perusahaan terbuka yang memiliki hubungan afiliasi dengan
Perseroan.
Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
dengan Transaksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 1
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.2.1.1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Struktur Permodalan Perseroan
Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan sesuai dengan daftar
pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perusahaan,
PT Datindo Entrycom, susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Saham Komposisi
Pemegang Saham Nilai Nominal (Rp)
(Lembar) (%)
1 Pemerintah Republik Indonesia
- Seri A Dwiwarna 1 100 0,00%
- Seri B 5,408,773,791 540,877,379,100 64,33%
2 Publik (kurang dari 5%) 2,998,835,187 299,883,518,700 35,57%
Jumlah Saham Beredar 8,407,608,979 840,760,897,900 100,00%
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan 31 Desember 2024 (diolah)
Susunan Pengurus Perseroan
Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, susunan
Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Dody Usodo Hargosuseno
Komisaris Bob Arthur Lombogia
Komisaris Independen Hironimus Hilapok
Komisaris Independen Erwin Moeslimin Singajuru
Komisaris Independen Rustam Sofyan Sirait
Komisaris Independen Elan Suherlan
Dewan Direksi
Direktur Utama Entus Asnawi Mukhson
Direktur Operasi 1 Alloysius Suko Widigdo
Direktur Operasi 2 Harimawan
Direktur Operasi 3 Vera Kirana
Direktur Keuangan Bani Iqbal
Direktur Human Capital dan Legal Ki Syahgolang Permata
Direktur Manajemen Risiko dan Yan Arianto
Kesisteman
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan 30 Juni 2024 (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 2
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.2.1.2. PT Adhi Commuter Properti Tbk
ADCP didirikan di Jakarta sesuai dengan akta pendirian No. 103 tertanggal
9 Maret 2018, dibuat dihadapan notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
Warsito, S.H. Akta pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan Menteri No. AHU0018477.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal 6 April
2018.
ADCP memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 23 Mei 2018.
Kantor pusat Perusahaan berkedudukan di Jalan Pengantin Ali No. 88
Ciracas, Jakarta Timur. PT Adhi Karya (Persero) Tbk adalah pemegang saham
utama dari Grup. Pemerintah Negara Republik Indonesia adalah induk
terakhir dari Perusahaan.
Struktur permodalan dan kepemilikan saham ADCP pada tanggal
31 Desember 2024 berdasarkan informasi yang diperoleh di IDX, adalah
sebagai berikut:
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham ADCP
Komposisi
Pemegang Saham
(%)
1 PT Adhi Karya (Persero) Tbk 90,00%
2 Koperasi Adhi Sejahtera 0,00%
3 Masyarakat 10,00%
Jumlah Saham Beredar 100,00%
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Interim ADCP, 30 Juni 2024 (diolah)
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari IDX per 31 Desember 2024,
susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi ADCP adalah sebagai berikut:
Tabel 2.4. Susunan Pengurus ADCP
Jabatan Nama
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Herry Ardianto
Komisaris Achmad Afandi
Komisaris Independen Amrozi Hamid
Dewan Direksi
Direktur Utama Rizkan Firman
Direktur Keuangan, Managemen Risiko dan Achmad Wachid Abdullah
HC
Direktur Pemasaran dan Produksi Farid Budiyanto
Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Audited ADCP, 31 Desember 2024 (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 3
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.2.2. Analisis Perjanjian dan Persyaratan Transaksi
Ringkasan Perjanjian Pinjaman Dana antara Perseroan dan ADCP terhadap
transaksi yang sudah dilakukan, adalah sebagai berikut:
1. Bahwa ADCP merupakan anak usaha dari Perseroan yang lini bisnisnya
bergerak dibidang properti, hospitality dan support yang salah satu
kegiatan usaha utamanya antara lain melakukan pembangunan,
pengembangan dan pengelolaan kawasan properti dimana Perseroan
merupakan pemegang saham mayoritas dari ADCP.
2. Bahwa ADCP belum dapat memenuhi kebutuhan operasional sehinggan
ADCP memerlukan dukungan pendanaan yang digunakan untuk
pemenuhan kewajiban-kewajiban kepada pihak ketiga.
3. Bahwa atas kebutuhan dana ADCP tersebut diatas, ADCP telah berkirim
surat kepada ADHI yaitu Surat Nomor 060/ADCP-I/2025 tanggal 17
Januari 2025 perihal permohonan support pendanaan ADCP.
4. Bahwa Perseroan telah mengadakan Rapat Direksi tanggal 30 Januari
2025 yang memutuskan memberikan persetujuan untuk pinjaman dana
kepada ADCP.
5. Fasilitas pinjaman, termasuk pinjaman atas pokok berserta bunga bersifat
aflopend (non revolving), rollover dan uncommited. Fasilitas pinjaman dana
ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cash flow ADCP.
6. Besaran plafond fasilitas pinjaman yang diberikan Perseroan kepada
ADCP adalah sebesar Rp82.000.000.000,00.
7. Jangka waktu perjanjian ditetapkan terhitung sejak penandatangan
perjanjian ini sampai dengan tanggal 30 Juni 2028.
8. Atas fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Perseroan, ADCP diwajibkan
membayar bunga pinjaman sebesar 9,02% (sembilan koma nol dua
persen).
Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
syarat yang ada pada Transaksi yang sudah dilakukan adalah wajar.
2.2.3. Analisis Manfaat dan Risiko Transaksi
Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Transaksi.
a. Manfaat Transaksi
Dengan dilakukannya Transaksi yaitu pemberian pinjaman, maka ADCP
sebagai anak usaha Perseroan akan memperoleh modal kerja, maka
akan berdampak terhadap kinerja dan reputasi Perseroan. Selain itu,
transaksi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ADCP, yang
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 4
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
berujung pada peningkatan nilai investasi Perseroan sebagai pemegang
saham.
b. Risiko Transaksi
Apabila Transaksi gagal maka Perseroan akan menganggung kerugian
finansial, mengurangi likuiditas Perseroan, serta sebagai perusahaan
terbuka dengan transaksi afiliasi, maka Perseroan harus memenuhi
kewajiban hukum terkait penilaian kewajaran dan keterbukaan informasi.
2.3. Analisis Kualitatif atas Transaksi
2.3.1. Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 1 Juni 1974
dari Kartini Mulyadi, S.H., yang telah diubah dengan akta No. 2 tanggal
3 Desember 1974 dari notaris yang sama. Akta Pendirian ini telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal
17 Januari 1975, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 85 tanggal 24 Oktober 1975, Tambahan No. 600.
Pada tahun 2024, Perusahaan melakukan perubahan terkait susunan
pengurus Perusahaan berdasarkan pada Akta No. 03 tanggal 03 April 2024
yang telah mendapat Penerimaan Perubahan Data Perseroan dari
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
AH.01.09-0140008 tertanggal 04 April 2024.
Kantor pusat Perusahaan berkedudukan di Jalan Raya Pasar Minggu KM. 18,
Jakarta. Pemerintah Negara Republik Indonesia adalah pemegang saham
utama dari Grup.
Kegiatan Usaha Perseroan
Saat ini kegiatan utama Perusahaan dan Entitas anak (bersama-sama disebut
sebagai Grup) dalam bidang konstruksi, energi dan industrial, properti, real
estat, investasi infrastruktur, penyelenggaraan prasarana dan sarana
perkeretaapian, jasa pengadaan barang dan hotel.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 5
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Legalitas dan Perijinan Perseroan
Data-data legalitas Perseroan yang dapat diinformasikan adalah sebagai
berikut:
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan
No. Keterangan Nomor & Tanggal Yang Mengeluarkan
Akta Pendirian Perseroan
Nomor : 1 Kartini Mulyadi, S.H.,
1. Terbatas PT Adhi Karya
Tanggal 01 Juni 1974 Notaris di Jakarta
(Persero) Tbk
Akta Perubahan Akta Nomor : 2
Kartini Mulyadi, S.H.,
2. Pendirian Perseroan Terbatas Tanggal 3 Desember
Notaris di Jakarta
PT Adhi Karya (Persero) Tbk 1974
Persetujuan Akta Perubahan
Nomor : No. Y.A.5/5/13 A.n Menteri Hukum dan HAM
3. Pendirian Perseroan Terbatas
Tanggal 17 Januari 1975 Republik Indonesia
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Akta Pernyataan Keputusan
Rapat Umum Pemegang Nomor : 24 Ashoya Ratam, S.H., M.Kn
4.
Saham Kedua PT Adhi Karya Tanggal 18 Mei 2022 Notaris di Jakarta Selatan
(Persero) Tbk
Akta Perubahan Susunan
Nomor : 47 Kartini Mulyadi, S.H.,
5. Pengurus Perusahaan PT Adhi
Tanggal 27 April 2023 Notaris di Jakarta
Karya (Persero) Tbk
Persetujuan Akta Perubahan
Nomor : AHU-AH.01.09- A.n Menteri Hukum dan HAM
6. Pendirian Perseroan Terbatas
0113108 Tahun 2023 Republik Indonesia
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Penerimaan Pemberitahuan Nomor : AHU-AH.01.09-
A.n Menteri Hukum dan HAM
7. Perubahan Data Perseroan PT 0140008
Republik Indonesia
Adhi Karya (Persero) Tbk Tanggal 04 April 2024
Akta Pernyataan Keputusan
Rapat Umum Pemegang Nomor : 08 Ashoya Ratam, S.H., M.Kn
8.
Saham Tahunan PT Adhi Tanggal 03 April 2024 Notaris di Jakarta Selatan
Karya (Persero) Tbk
2.3.2. Gambaran Perekonomian Indonesia
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
Deskripsi 2021 2022 2023 2024
PDB Dunia (%) 6,00 3,50 3,10 3,20
PDB Indonesia (%) 3,70 5,31 5,05 5,03
Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $) 14.320 15.592 15.415 16.157
Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $) 144,900 137,200 146,400 155,719
Inflasi (%) 1,87 5,51 2,61 1,57
BI Rate (Reverse Repo Rate) (%) 3,50 5,75 6,00 6,00
Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 6
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
• Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025
diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi
lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
ketidakpastian pasar keuangan global.
• Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen,
melambat dibanding capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan
sebesar 5,05 persen (c-to-c).
• Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang
tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar
Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025)
hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
• Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat
tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7
bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
3 bulan impor.
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat
1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang
terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga
kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi
sesuai dengan sasarannya. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
Triwulan IV 2024 dan diolah)
2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global
Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih
kuat dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan
permintaan domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang
mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok,
dan Jepang masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen
dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih tertahan
akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek
pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi
sebelumnya menjadi 3,2%.
Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh
pada ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta
dampak kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak
pada menguatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih
terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih ekspansif mendorong yield US
Treasury tetap tinggi, baik pada tenor maupun jangka panjang. Bersamaan
dengan ketegangan geopolitik yang meningkat, perkembangan tersebut
menyebabkan makin besarnya preferensi investor global untuk memindahkan
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 7
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar AS naik tinggi makin menambah
tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia. Berbagai perkembangan
global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi
dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.
Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia
2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih
rendah dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024
sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan
domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan
ekonomi 2024 diprakirakan sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5%.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih rendah
dari prakiraan sebelumnya. Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan
dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama,
kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan
menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi
penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya
kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun
ekspor. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia
2025 mencapai kisaran 4,7–5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran
prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus
mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan
turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut
dilakukan melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan
akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 8
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari itu, Bank Indonesia
mendukung penuh implementasi program-program Pemerintah dalam Asta
Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta
akselerasi ekonomi dan keuangan digital.
2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha
Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan
terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami
pertumbuhan terti nggi adalah Jasa Lainnya sebesar 9,80 persen; diikuti
Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69 persen; dan Penyediaan
Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56 persen. Sementara itu, Industri
Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,43 persen. Sedangkan
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 4,86
persen dan 0,67 persen.
Gambar 2.1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)
Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.17/02/Th.XXVIII, 5 Februari 2025
Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
tahun 2024 didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar
18,98 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor sebesar 13,07 persen; Pertanian, Kehutanan, dan
Perikanan sebesar 12,61 persen; Konstruksi sebesar 10,09 persen; serta
Pertambangan dan Penggalian sebesar 9,15 persen. Peranan kelima
lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,90
persen.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 9
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran
Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen (c-to-c) dibanding
tahun 2023. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen PDB Pengeluaran.
Pertumbuhan terti nggi terjadi pada PK-LNPRT sebesar 12,48 persen; diikuti
Komponen PK-P sebesar 6,61 persen; Komponen Ekspor Barang dan Jasa
sebesar 6,51 persen; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-
RT) sebesar 4,94 persen; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto
(PMTB) sebesar 4,61 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
Jasa (faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) tumbuh sebesar
7,95 persen.
Gambar 2.2. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-on-c)
(persen)
Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.17/02/Th.XXVIII, 5 Februari 2025
Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun
2024 ti dak menunjukkan perubahan yang signifi kan. Perekonomian
Indonesia didominasi oleh Komponen PK-RT dengan kontribusi sebesar 54,04
persen. Komponen PMTB memiliki kontribusi terbesar kedua yakni sebesar
29,15 persen, diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,18
persen; Komponen PK-P sebesar 7,73 persen; Komponen Perubahan Inventori
sebesar 2,25 persen; dan Komponen PK-LNPRT sebesar 1,36 persen.
Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki kontribusi sebesar
20,39 persen.
Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 tumbuh
sebesar 5,02 persen (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada semua komponen
pengeluaran. Pertumbuhan terti nggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang
dan Jasa, yang mengalami peningkatan sebesar 7,63 persen, diikuti
Komponen PK-LNPRT tumbuh sebesar 6,06 persen. Selain itu, Komponen
PMTB, PK-RT, dan PK-P tumbuh masing-masing sebesar 5,03 persen, 4,98
persen, dan 4,17 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa
tumbuh sebesar 10,36 persen.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 10
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian
Indonesia secara spasial selama tahun 2024 dengan kontribusi sebesar 57,02
persen; diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,12 persen; Pulau Kalimantan
sebesar 8,24 persen; Pulau Sulawesi sebesar 7,12 persen; Pulau Bali dan
Nusa Tenggara sebesar 2,81 persen; serta Pulau Maluku dan Papua sebesar
2,69 persen.
Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau tercatat
kondusif walaupun dibayangi tekanan global geopolitik dan internal dalam
negeri. Secara kumulatif, pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok
Pulau Maluku dan Papua yang tumbuh sebesar 7,81 persen; diikuti Pulau
Sulawesi sebesar 6,18 persen; Pulau Kalimantan sebesar 5,52 persen; Pulau
Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,04 persen; dan Pulau Jawa sebesar 4,92
persen. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Sumatera tumbuh sebesar
4,45 persen.
Gambar 2.3. Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, 2024 (persen)
Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.17/02/Th.XXVIII, 5 Februari 2025
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 11
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran
(triliun rupiah)
Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.17/02/Th.XXVIII, 5 Februari 2025
2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat
1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali
pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan
Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan
sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi
0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi
TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga
terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia
meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan
kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan
Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan
moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam
sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong
pertumbuhan ekonomi.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 12
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019- 2024)
Bulan 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Januari 3,25 2,82 1,55 2,18 5,28 2,57
Februari 3,18 2,57 1,38 2,06 5,47 2,75
Maret 3,40 2,48 1,37 2,64 4,97 3,05
April 3,41 2,83 1,42 3,47 4,33 3,00
Mei 3,23 3,32 1,68 3,55 4,00 2,84
Juni 3,12 3,28 1,33 4,35 3,52 2,51
Juli 3,18 3,32 1,52 4,94 3,08 2,13
Agustus 3,20 3,49 1,59 4,69 3,27 2,12
September 2,88 3,39 1,60 5,95 2,28 1,84
Oktober 3,16 3,13 1,66 5,71 2,56 1,71
Nopember 3,23 3,00 1,75 5,42 2,86 1,55
Desember 3,13 2,72 1,87 5,51 2,61 1,57
Sumber : Data Inflai Bulanan Bank Indonesia (diolah)
2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang
tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah
terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya
melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik
dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso
Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%;
1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil
terhadap mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut
sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh
aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen
keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang
tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung
komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil
yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi
Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrumen moneter akan terus
dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-
market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk
memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi
portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 13
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.3.2.5. Suku Bunga
Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam
upaya turut mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang
(IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03% pada 14 Januari 2025.
Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025
tercatat menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing masing-masing
pada level 7,06%; 7,10%; dan 7,23%. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10
tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat menjadi 6,98% dan
7,25% sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen
keuangan domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara
itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan yang
memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin
baik dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan
9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.
Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Pada 2025,
KLM diarahkan untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan guna
mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari
2025, insentif KLM telah disalurkan pada sektor-sektor yang mendukung
pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, yaitu antara lain sektor
pertanian, perdagangan dan manufaktur, transportasi, pergudangan dan
pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, dan perumahan
rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua Januari
2025, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun,
atau meningkat sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober
2024. Insentif dimaksud telah disalurkan kepada kelompok bank BUMN
sebesar Rp129,1 triliun, bank BUSN sebesar Rp130,6 triliun, BPD sebesar
Rp29,9 triliun, dan KCBA sebesar Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan
terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan
memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan,
Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.
Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap
memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga
(AL/DPK) pada Desember 2024 yang tinggi sebesar 25,59%. Rasio
kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada November
2024 tercatat tinggi sebesar 26,89%, tergolong kuat dalam menyerap risiko
dan mendukung pertumbuhan kredit. Risiko kredit tetap terkendali, tecermin
dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan pada
November 2024 yang terjaga rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75%
(neto). Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan
yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta ditopang oleh
kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank
Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 14
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem
keuangan.
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap
tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan
andal. Pembayaran digital mencapai 34,5 miliar transaksi atau tumbuh
36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh komponennya. Volume transaksi
pada aplikasi mobile tumbuh sebesar 39,1% (yoy), demikian pula volume
transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4% (yoy) pada tahun 2024.
Di samping itu, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap
tumbuh pesat sebesar 175,2% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna
dan merchant. Pembayaran digital diproyeksikan meningkat 52,3% (yoy)
pada tahun 2025. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses
melalui BI-FAST mencapai 3,4 miliar transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy)
dengan nilai mencapai Rp8,9 triliun pada tahun 2024. Volume transaksi nilai
besar yang diproses melalui BI-RTGS mencapai 10,3 juta transaksi atau
tumbuh 3,1% (yoy) dengan nilai Rp126,3 ribu triliun, meningkat 17,6% (yoy)
pada tahun 2024. Pada tahun 2025, volume transaksi BI-FAST diprakirakan
tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-RTGS diprakirakan tumbuh 11,4%
(yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang
Diedarkan (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir
Desember 2024 dan diprakirakan tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.
2.3.3. Gambaran Umum Industri Konstruksi di Indonesia
Sebuah krisis ekonomi tentunya akan dirasakan di berbagai negara di dunia,
yang membedakan hanyalah waktu. Untuk memulihkan keadaan tersebut,
pemerintah di berbagai negara telah melakukan berbagai upaya di
berbagai sektor. Salah satu sektor bersifat dinamis adalah sektor konstruksi.
Industri jasa yang melibatkan berbagai kegiatan usaha ini, dalam industrinya
sendiri maupun industri lainnya. Yaitu industri bahan bangunan, peralatan
bangunan, konstruksi, lembaga-lembaga keuangan perbankan, dan asuransi.
Banyaknya yang terlibat dalam kegiatan konstruksi telah menjadikan sektor
ini sebagai penggerak perekonomian. Hal ini dapat menimbulkan dampak
pengganda atau “multiplier effect” yang sangat berguna dalam pertumbuhan
ekonomi nasional. Dalam dunia konstruksi, hampir semua bidang pekerjaan
memiliki peranannya, mulai dari pertukangan, konstruksi jalan, desain rumah
(arsitek) hingga teknik sipil.
Tak hanya dalam pembangunan berskala besar, industri konstruksi juga
berperan dalam pembangunan yang berskala kecil. Seperti pembangunan
rumah, jalan raya di komplek perumahan, dan pembangunan kecil lainnya.
Hingga semester pertama 2024, industri jasa konstruksi di Indonesia terus
menunjukkan perkembangan yang positif. Adalah dukungan dari pemerintah,
serta meningkatnya daya saing nasional yang berada di peringkat 27, naik
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 15
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
tujuh peringkat dari tahun 2023 atau tiga besar di kawasan Asia Tenggara
setelah Singapura dan Thailand, dan berbagai proyek infrastruktur besar
telah menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ini.
Merujuk data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),
nilai bisnis konstruksi di Indonesia mencapai Rp423,4 triliun atau 12,73 persen
dari Rp3.325,1 triliun total anggaran belanja negara tahun 2024. Angka
tersebut mencakup berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembangunan
jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, hingga fasilitas umum lainnya.
Adapun beberapa proyek besar yang menonjol di semester pertama tahun
2024, antara lain pembangunan tol Trans-Sumatera, pengembangan
Pelabuhan Patimban, serta Proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Sektor konstruksi memberikan kontribusi cukup besar dalam pertumbuhan
perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB)
Indonesia sebesar 9,92% pada tahun 2023. Sektor Konstruksi menjadi sektor
ke-5 terbesar setelah Industri Pengolahan (18,67%), Perdagangan (12,94%),
Pertanian (12,53%), dan Pertambangan (10,52%). Hal ini diharapkan
mampu menjadi penyokong industri konstruksi di dalamnya yang meningkat
sebanyak 6,4-6,7%, mengingat banyaknya proyek pembangunan yang
harus diselesaikan hingga akhir tahun 2024, berdasarkan Rencana
Pembangunan Jangka Menengah 2020-2024 termasuk pembangunan Ibu
Kota Nusantara (IKN).
2.3.4. Analisa Prospek Usaha Perseroan
Menurut laporan Prospek Ekonomi Global (GEP) yang diterbitkan oleh Bank
Dunia pada Januari 2024, ekonomi global diperkirakan akan mengalami
perlambatan pertumbuhan dari 2,6 persen pada tahun 2023 menjadi 2,4
persen pada tahun 2024 yang merupakan perlambatan ketiga kalinya
secara berturut-turut.
Selain tantangan global, Indonesia menghadapi tantangan domestik khusus
pada tahun 2024, di antaranya: 1) Pemilu presiden dan legislatif yang akan
digelar pada tahun 2024 dapat menimbulkan ketidakpastian politik dan
ekonomi yang selanjutnya dapat memengaruhi keputusan investasi dan
belanja konsumen; 2) Kenaikan harga pangan dan energi global dapat
menyebabkan inflasi di Indonesia meningkat dan menurunkan daya beli
masyarakat serta memperlambat pertumbuhan ekonomi; 3) Defisit anggaran
pemerintah diperkirakan akan meningkat pada tahun 2024 yang disebabkan
meningkatnya belanja pemerintah untuk persiapan pemilu dan pembangunan
infrastruktur sehingga dapat meningkatkan beban utang negara; 4) Rupiah
diperkirakan berpotensi melemah terhadap dolar AS pada tahun 2024
sehingga dapat menyebabkan harga barang-barang impor menjadi lebih
mahal dan meningkatkan biaya produksi bagi Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 16
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Inflasi merupakan tantangan lain bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Inflasi
diperkirakan akan mencapai 3,19% pada tahun 2024, lebih tinggi dari
target Bank Indonesia sebesar 3%. Inflasi yang tinggi akan mengurangi daya
beli masyarakat dan menurunkan konsumsi domestik. Sementara itu, kenaikan
suku bunga juga menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan
Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan perekonomian
Indonesia akan tumbuh sebesar 5,0%pada tahun 2024, sementara proyeksi
World Bank sedikit lebih rendah sebesar 4,9%. Pertumbuhan ekonomi
Indonesia akan didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan belanja
pemerintah. Konsumsi privat diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,10% pada
tahun 2024, didukung oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dan
kredit konsumsi.
Dengan mempertimbangkan prospek tersebut serta mengacu pada
pencapaian Perseroan di sepanjang tahun 2023, maka Perseroan
memproyeksikan dapat membukukan jumlah kontrak baru di tahun 2024
senilai Rp32,53 triliun atau 86,40% terhadap realisasi tahun 2023 sebesar
Rp37,65 triliun. Hal ini dikarenakan adanya beberapa kontrak besar yang
baru dibukukan di tahun 2023. Perseroan menargetkan mampu membukukan
peningkatan kinerja keuangan di tahun 2024, di mana total pendapatan
usaha diproyeksikan dapat dibukukan sebesar Rp29,25 triliun, atau
145,68% terhadap realisasi 2023 sebesar Rp20,08 triliun.
Strategi kedepan Perseroan akan meningkatkan potensi perolehan pasar
yang lebih luas serta meningkatkan posisi Perseroan sebagai kontraktor
utama. Perseroan juga akan terus mengoptimalisasi seluruh pontensi dan
sumber daya yang dimiliki termasuk meningkatkan peran Sumber Daya
Manusia, dimana Perseroan menempatkan karyawan sebagai aset utama
yang memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan semua pemangku
kepentingan. Lebih lanjut, Perseroan akan terus meningkatan sarana dan
prasarana Teknologi Informasi untuk menunjang tataran operasional dan
fungsional dalm lingkup Perseroan. Hal ini karena dengan mengadopsi
teknologi yang relevan maka dapat mengurangi biaya, mempercepat kinerja
proyek dan dapat meningkatkan produktivitas.
2.3.5. Alasan Dilakukannya Transaksi
Bahwa ADCP belum dapat memenuhi kebutuhan operasional sehingga ADCP
memerlukan dukungan pendanaan yang digunakan untuk pemenuhan
kewajiban-kewajiban kepada pihak ketiga. Pemberian pinjaman dilakukan
sebagai alternatif pendanaan yang membutuhkan waktu yang lebih singkat
dibandingkan proses pinjaman dari bank. Adapun tujuan dari pemberian
pinjaman adalah untuk digunakan sebagai modal kerja entitas anak
Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 17
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi
Keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dari Transaksi yang telah
dilakukan, adalah sebagai berikut:
• Perseroan dapat memberikan pinjaman yang bersifat lebih cepat dan
fleksibel kepada ADCP.
• Dapat mendukung stabilitas anak perusahaan Perseroan.
• Sinergi dalam group Perseroan dalam meningkatkan efisiensi oeprasioan
dan memaksimalkan penggunaan sumberdaya finansial.
Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Transaksi yang telah
dilakukan, adalah sebagai berikut:
• Dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul
akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang
pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum,
KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya penilaian objek
transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban
yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
2.4. Analisis Kuantitatif atas Transaksi
Dalam skala historis analisis keuangan akan memberikan gambaran empiris
aktivitas usaha yang tercermin dalam sajian kuantitatif pada laporan
keuangan berupa posisi keuangan dan laporan laba rugi. Data empiris
tersebut menjadikan titik tolak dalam menyusun proyeksi ke depan sebagai
kerangka prediksi atas usaha yang dilakukan, setidak-tidaknya merupakan
petunjuk dan arah dalam menyusun asumsi berbagai proyeksi dalam
perkembangan usaha.
2.4.1. Analisis Kinerja Historis Perseroan
Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
bersumber dari laporan keuangan audited 31 Desember 2020, 31 Desember
2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2024
disajikan sebagai berikut:
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 18
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Tabel 2.10. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar 30.090.503 31.600.943 29.900.163 28.580.551 22.518.358
Aset Tidak Lancar 8.003.385 8.299.395 10.086.255 11.911.480 12.524.424
Total Aset 38.093.889 39.900.338 39.986.417 40.492.031 35.042.781
Liabilitas Jangka Pendek 27.082.650 31.127.452 24.768.080 24.981.176 20.049.429
Liabilitas Jangka Panjang 5.436.078 3.115.179 6.394.546 6.292.062 5.318.161
Total Liabilitas 32.519.078 34.242.631 31.162.626 31.273.238 25.367.591
Total Ekuitas 5.574.810 5.657.707 8.823.791 9.218.792 9.675.190
Pendapatan 10.827.682 11.530.472 13.549.010 20.072.993 13.351.717
Laba Kotor 1.735.714 1.756.426 1.796.288 2.322.927 1.628.057
Laba Usaha 1.008.033 1.121.061 1.069.920 1.444.125 702.101
Laba Sebelum Pajak 39.735 99.233 183.300 316.104 306.752
Laba Bersih 23.703 86.500 175.210 289.883 281.148
Sumber : Laporan Tahunan Perseroan 2023 & LK Auditied 2024 (diolah)
Tabel 2.11. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
Keterangan 2021 2022 2023 2024 CAGR
Aset Lancar 5,02% -5,38% -4,41% -21,21% -6,99%
Aset Tidak Lancar 3,70% 21,53% 18,10% 5,15% 11,85%
Total Aset 4,74% 0,22% 1,26% -13,46% -2,07%
Liabilitas Jangka
14,94% -20,43% 0,86% -19,74% -7,24%
Pendek
Liabilitas Jangka
-42,69% 105,27% -1,60% -15,48% -0,55%
Panjang
Total Liabilitas 5,30% -8,99% 0,35% -18,88% -6,02%
Total Ekuitas 1,49% 55,96% 4,48% 4,95% 14,78%
Pendapatan 6,49% 17,51% 48,15% -33,48% 5,38%
Laba Kotor 1,19% 2,27% 29,32% -29,91% -1,59%
Laba Usaha 11,21% -4,56% 34,98% -51,38% -8,65%
Laba Sebelum Pajak 149,74% 84,72% 72,45% -2,96% 66,69%
Laba Bersih 264,93% 102,55% 65,45% -3,01% 85,58%
Sumber : Laporan Tahunan Perseroan 2023 & LK Auditied 2024 (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 19
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.4.1.1. Analisis Posisi Keuangan
Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
grafik berikut:
Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Rupiah)
Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)
• Total aset Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp35,04 triliun lebih
rendah 13,46% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
Rp40,49 triliun. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan kas setara
kas dan piutang usaha, aset real estat, investasi jangka panjang. Total
aset Perseroan tahun 2020 sampai dengan 2024 mengalami penurunan
setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar -2,07% per tahun.
• Total liabilitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp25,36 triliun,
lebih rendah 18,88% dibanding tahun 2023 yang tercatat sebesar
Rp31,27 triliun. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan utang
retensi, uang muka pemberi kerja, dan utang obligasi. Total laibilitas
Perseroan tahun 2020 sampai dengan 2024 mengalami penurunan setiap
tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
Growth Rate/CAGR) sebesar -6,02% per tahun.
• Total ekuitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp9,67 triliun lebih
tinggi 4,95% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
Rp9,21 triliun. Kenaikan ini dikarenakan adanya Peningkatan saldo laba
dan surplus revaluasi aset. Total ekuitas Perseroan tahun 2020 sampai
dengan 2024 mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 14,78% per tahun.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 20
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.4.1.2. Analisis Laba Rugi
Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik berikut ini:
Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Rupiah)
• Pada tahun 2024 pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp13,35 triliun
mengalami penurunan sebesar 33,48% dibanding tahun 2023 yang
tercatat sebesar Rp20,07 triliun. Penurunan pendapatan Perseroan
disebabkan oleh menurunnya pendapatan jasa konstruksi perseroan.
Pendapatan Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami
peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
(Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 5,38% per tahun.
• Laba kotor Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp1,62 triliun
mengalami penurunan sebesar 29,91% dibanding tahun 2023 yang
tercatat sebesar Rp2,32 triliun. Penurunan laba kotor Perseroan
disebabkan oleh menurunnya pendapatan Perseroan. Laba kotor
Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami penurunan
setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 1,59% per tahun.
• Laba usaha Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp702,1 miliar
mengalami penurunan sebesar 51,38% dibanding tahun 2023 yang
tercatat sebesar Rp1,44 triliun. Penurunan laba usaha Perseroan
disebabkan oleh menurunnya pendapatan laba kotor dan meningkatnya
beban usaha. Laba usaha Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun
2024 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 8,65%
per tahun.
• Laba bersih Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp281,14 miliar
mengalami penurunan sebesar 3,01% dibanding tahun 2023 yang tercatat
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 21
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
sebesar Rp289,88 miliar. Laba bersih Perseroan tahun 2020 sampai
dengan tahun 2024 mengalami kenaikan setiap tahunnya, dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 85,58% per tahun.
2.4.2. Analisis Rasio Keuangan
Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2020, 31
Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember
2024 dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.12. Rasio Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Lancar 1,11 1,02 1,21 1,14 1,12
Rasio Cepat 0,88 0,78 0,93 0,92 0,83
Rasio Kas 0,09 0,10 0,18 0,18 0,11
Rasio Aktivitas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Perputaran Piutang Usaha 101 86 80 124 67
Rasio Perputaran Persediaan 254 278 217 117 186
Rasio Perputaran Utang Usaha 485 464 339 171 227
Rasio Leverage 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Liabilitas terhadap Aset 85,37% 85,82% 77,93% 77,23% 72,39%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 583,32% 605,24% 353,17% 339,23% 262,19%
Rasio Profitabilitas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Margin Laba Bruto 16,03% 15,23% 13,26% 11,57% 12,19%
Margin Laba (Rugi) Usaha 9,31% 9,72% 7,90% 7,19% 5,26%
Margin Laba (Rugi) Bersih 0,22% 0,75% 1,29% 1,44% 2,11%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 0,06% 0,22% 0,44% 0,72% 0,80%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 0,43% 1,53% 1,99% 3,14% 2,91%
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
2024 adalah sebagai berikut :
Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
saat ditagih). Current ratio (rasio lancar) per 31 Desember 2024 sebesar 1,12
kali yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi liabilitas
keuangan dalam jangka pendek. Sedangkan rasio cepat Perseroan per 31
Desember 2024 adalah sebesar 0,83 dan rasio kas 0,11 kali.
Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada 31 Desember
2024 sebesar 67 hari, perputaran persediaan 186 hari dan rasio perputaran
utang usaha 227 hari.
Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Nilai solvabilitas Perseroan cenderung stabil jika dibandingkan
tahun sebelumnya, dilihat dari Liabilitas to Total Asset Ratio yang masih bagus
yaitu sebesar 72,39% pada 31 Desember 2024. Sementara pada Liabilitas
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 22
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
to Equity Ratio Perseroan pada 31 Desember 2024 yaitu sebesar 262,19%
yang menunjukkan hutang/kewajiban perusahaan lebih besar dari pada
seluruh ekuitas yang dimilikinya.
Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah pajak dengan
jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu Rate of Return on
Equity (ROE) per 31 Desember 2024 sebesar 2,91%. Rate of Return on Asset
(ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak dengan total aset
sebesar 0,80%. Sedangkan Net Profit Margin pada 31 Desember 2024
sebesar 2,11%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu
memaksimalkan modal dan memberikan tingkat pengembalian yang cukup
untuk investor atau pemegang saham.
2.4.3. Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Transaksi Pinjaman
dilakukan, yang kami peroleh dari manajemen Perseroan:
2.4.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Transaksi
dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
Desember 2029.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 21.704.906 22.091.105 21.319.344 20.386.719 22.387.678
Aset Tidak Lancar 13.684.683 14.326.464 14.911.539 16.200.976 16.223.595
Total Aset 35.389.589 36.417.568 36.230.883 36.587.695 38.611.273
Liabilitas J. Pendek 19.245.709 19.588.151 18.903.832 18.076.875 19.851.122
Liabilitas J. Panjang 6.341.972 6.722.587 6.726.111 7.068.103 5.976.089
Total Liabilitas 25.587.681 26.310.738 25.629.943 25.144.978 25.827.212
Total Ekuitas 9.801.908 10.106.830 10.600.940 11.442.717 12.784.062
Total Liabilits dan
35.389.589 36.417.568 36.230.883 36.587.695 38.611.273
Ekuitas
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 23
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 1,96% per tahun. Kenaikan tersebut
sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan bank, tagihan bruto
pemberi kerja, uang muka, biaya dibayar dimuka, aset keuangan dari
kontrak konsesi dan investasi pada ventura bersama.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 0,36% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
peningkatan uang muka kontrak, utang bank jangka pendek, dan liabilitas
lainnya.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 5,73% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
kenaikan saldo laba Perseroan.
2.4.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi
Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Transaksi
dilakukan, dengan asumsi sebagai berikut:
Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
Desember 2029.
Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
normalisasi.
Tabel 2.14. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Aset Lancar 21.826.709 22.171.258 21.412.929 20.698.997 22.607.414
Aset Tidak Lancar 13.623.337 14.285.731 14.871.359 16.077.990 16.134.601
Total Aset 35.450.046 36.456.989 36.284.289 36.776.987 38.742.015
Liabilitas J. Pendek 19.353.712 19.659.223 18.986.814 18.353.771 20.045.962
Liabilitas J. Panjang 6.274.408 6.663.733 6.659.147 6.879.310 5.797.303
Total Liabilitas 25.628.120 26.322.956 25.645.961 25.233.081 25.843.265
Total Ekuitas 9.821.926 10.134.033 10.638.327 11.543.905 12.898.750
Total Liabilitas dan Ekuitas 35.450.046 36.456.989 36.284.289 36.776.987 38.742.015
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 24
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan
setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 2,03% per tahun. Kenaikan tersebut
sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan bank, tagihan bruto
pemberi kerja, uang muka, biaya dibayar dimuka, aset keuangan dari
kontrak konsesi dan investasi pada ventura bersama.
Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 0,37% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
peningkatan uang muka kontrak, utang bank jangka pendek, dan liabilitas
lainnya.
Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
dengan tahun 2029 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
sebesar 5,92% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
kenaikan saldo laba Perseroan.
2.4.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan terhadap Transaksi yang telah dilakukan,
antara lain:
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2025-2029.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Transaksi Pinjaman
Jangka Pendek.
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
Transaksi adalah 11,50% per tahun selama masa proyeksi.
4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 87,24% terhadap penjualan
per tahun selama masa proyeksi 2025-2029.
5. Margin laba kotor terhadap penjualan rata-rata sebesar 12,76% per
tahun selama masa proyeksi.
6. Margin laba usaha terhadap penjualan rata-rata sebesar 6,09% per
tahun selama masa proyeksi.
7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 39,65% per tahun
selama masa proyeksi.
8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 3,10% pertahun
selama masa proyeksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 25
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana Transaksi
yang telah dilakukan:
Tabel 2.15. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 13.331.922 16.590.092 18.175.884 20.113.575 23.010.416
Beban Pokok
-11.800.689 -14.470.413 -15.836.084 -17.438.821 -19.934.228
Penjualan
Laba Kotor 1.531.233 2.119.680 2.339.800 2.674.754 3.076.188
Laba Usaha 436.477 979.811 1.165.854 1.443.373 1.764.192
Laba Sebelum
520.977 764.772 998.468 1.409.632 1.908.534
Pajak
Laba Bersih Tahun
126.718 304.922 494.109 841.777 1.341.344
Berjalan
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi
Asumsi-asumsi yang digunakan terhadap Transaksi yang telah dilakukan,
antara lain:
1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
Perseroan untuk periode 2025-2029.
2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Transaksi Pinjaman.
3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
Transaksi adalah 11,54% per tahun selama masa proyeksi.
4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 87,17% terhadap penjualan
per tahun selama masa proyeksi 2025-2029.
5. Margin laba kotor terhadap penjualan rata-rata sebesar 12,83% per
tahun selama masa proyeksi.
6. Margin laba usaha terhadap penjualan rata-rata sebesar 6,19% per
tahun selama masa proyeksi.
7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 39,93% per tahun
selama masa proyeksi.
8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 3,21% pertahun
selama masa proyeksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 26
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi
yang telah dilakukan:
Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Penjualan 13.398.647 16.614.042 18.209.834 20.326.244 23.055.416
Beban Pokok
-11.847.397 -14.487.178 -15.859.849 -17.587.689 -19.965.728
Penjualan
Laba Kotor 1.551.251 2.126.865 2.349.985 2.738.555 3.089.688
Laba Usaha 456.495 986.996 1.176.039 1.507.174 1.777.692
Laba Sebelum Pajak 540.995 771.957 1.008.653 1.473.433 1.922.034
Laba Bersih Tahun
146.736 312.107 504.294 905.578 1.354.844
Berjalan
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi
Perkembangan arus kas Perseroan sebelum Transaksi dilakukan, selama masa
proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.17. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Dari
929.103 995.969 1.560.674 1.677.119 2.301.789
Aktivitas Operasi
Arus Kas Dari
-544.276 -652.034 -344.670 -846.813 334.298
Aktivitas Investasi
Arus Kas Dari
-245.863 -367.329 -1.550.192 -1.356.397 -632.141
Aktivitas Pendanaan
Kas dan Setara Kas
2.243.830 2.382.794 2.359.400 2.025.212 1.499.121
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
2.382.794 2.359.400 2.025.212 1.499.121 3.503.066
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi
Perkembangan arus kas Perseroan setelah Transaksi dilakukan, selama masa
proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 27
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Tabel 2.18. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
2025 2026 2027 2028 2029
Keterangan
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Arus Kas Dari Aktivitas
973.769 1.008.700 1.568.181 1.765.815 2.338.518
Operasi
Arus Kas Dari Aktivitas
-544.276 -652.034 -344.670 -846.813 334.298
Investasi
Arus Kas Dari Aktivitas
-245.863 -367.329 -1.550.192 -1.356.397 -632.141
Pendanaan
Kas dan Setara Kas
2.243.830 2.427.460 2.416.798 2.090.116 1.652.721
Awal Tahun
Kas dan Setara Kas
2.427.460 2.416.798 2.090.116 1.652.721 3.693.395
Akhir Tahun
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
2.4.4. Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan
Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
periode tertentu.
Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
berikut :
2.4.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Transaksi
Rasio keuangan Perseroan sebelum Transaksi dilakukan, selama masa
proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Transaksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 1,13 1,13 1,13 1,13 1,13
- Quick Ratio (x) 0,85 0,83 0,84 0,85 0,89
- Cash Ratio (%) 0,12 0,12 0,11 0,08 0,18
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x) 2,20 2,50 2,90 3,44 4,24
- Fixed Asset Turnover (x) 6,41 8,43 9,84 11,71 14,77
- Total Asset Turnover (x) 0,38 0,46 0,50 0,55 0,60
- Sales To Current Asset Ratio (x) 0,61 0,75 0,85 0,99 1,03
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%) 26,90 27,47 25,49 23,92 23,19
- Total Debt to Equity Ratio (%) 97,13 99,00 87,12 76,48 70,04
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 28
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%) 11,49 12,78 12,87 13,30 13,37
- Operating Margin (%) 3,27 5,91 6,41 7,18 7,67
- Net Profit Margin (%) 0,95 1,84 2,72 4,19 5,83
- Return on Equity / ROE (%) 1,29 3,02 4,66 7,36 10,49
- Return on Asset / ROA (%) 0,36 0,84 1,36 2,30 3,47
Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan sebelum Transaksi
selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:
Rasio Likuiditas
Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara
aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
Terdapat dua indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio
lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar
Perseroan selama masa proyeksi adalah 1,13 x. Sedangkan, rata-rata rasio
cepat Perseroan adalah 0,85x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan cukup
untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan
dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio
aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio
aktivitas. Rata-rata total aset turnover (perputaran aset) selama masa
proyeksi adalah 0,50 kali dan sales to current assets ratio sebesar 0,85 kali.
Hal ini menunjukkan Perseroan belum mampu menerapkan efektifitas dan
efisiensi dalam penggunaan dana terhadap aktiva.
Rasio Solvabilitas
Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu
melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan
melalui perbandingan antara jumlah aktiva terhadap jumlah ekuitas. Rata-
rata Debt to Equity Ratio (DER) sebelum Transaksi Perseroan selama masa
proyeksi adalah 25,40%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio selama
masa proyeksi adalah 85,95%. Utang Perseroan lebih kecil jika
dibandingkan dengan total ekuitas sehingga hal menunjukkan secara
proporsional wajar.
Rasio Profitabilitas
Return on asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama
masa proyeksi adalah 1,67%. Sementara Return on Equity (ROE) menunjukkan
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 29
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang
ditanamkan. Rata-rata ROE selama masa proyeksi 5,36%. Selanjutnya
adalah NPM (Net Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan laba bersih terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM
Perseroan selama masa proyeksi adalah 3,10%. Hal ini menunjukkan bahwa
Perseroan cukup efektif untuk menghasilkan laba.
2.4.4.2. Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Rasio keuangan Perseroan setelah Transaksi selama masa proyeksi dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 1,13 1,13 1,13 1,13 1,13
- Quick Ratio (x) 0,85 0,83 0,84 0,85 0,89
- Cash Ratio (%) 0,13 0,12 0,11 0,09 0,18
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x) 2,20 2,50 2,90 3,44 4,24
- Fixed Asset Turnover (x) 6,44 8,44 9,85 11,83 14,80
- Total Asset Turnover (x) 0,38 0,46 0,50 0,55 0,60
- Sales To Current Asset Ratio (x) 0,61 0,75 0,85 0,98 1,02
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%) 26,86 27,44 25,45 23,79 23,11
- Total Debt to Equity Ratio (%) 96,94 98,73 86,81 75,81 69,42
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%) 11,58 12,80 12,91 13,47 13,40
- Operating Margin (%) 3,41 5,94 6,46 7,41 7,71
- Net Profit Margin (%) 1,10 1,88 2,77 4,46 5,88
- Return on Equity / ROE (%) 1,49 3,08 4,74 7,84 10,50
- Return on Asset / ROA (%) 0,41 0,86 1,39 2,46 3,50
Tidak ada dampak signifikan dari Transaksi terhadap rasio keuangan kecuali
pada fixed aset turnover yang mengalami kenaikan 0,04 kali karena
transaksi yang melibatkan entitas induk dan subsidiary sehingga saling
mengeliminasi.
2.4.5. Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Transaksi
Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
Transaksi Pinjaman yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 30
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.4.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan
Proforma laporan posisi keuangan setelah Transaksi dengan adanya
Pinjaman sebagai berikut :
Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
Audited Proforma Setelah
Penyesuian
KETERANGAN 31 Desember Pinjaman
Proforma
2024 31 Desember 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 2.243.831 -41.000 2.202.831
Piutang usaha
- Pihak berelasi 695.140 - 695.140
- Pihak ketiga 1.749.664 - 1.749.664
Piutang retensi
- Pihak berelasi 730.657 - 730.657
- Pihak ketiga 500.926 - 500.926
Tagihan bruto pemberi kerja
- Pihak berelasi 4.605.861 - 4.605.861
- Pihak ketiga 3.267.027 - 3.267.027
Persediaan 5.975.401 - 5.975.401
Uang muka 690.243 - 690.243
Biaya dibayar dimuka 245.441 - 245.441
Pajak dibayar dimuka 161.058 - 161.058
Aset keuangan dari kontrak konsesi 360.191 - 360.191
Aset lancar lainnya 1.292.919 41.000 1.333.919
Jumlah Aset Lancar 22.518.358 - 22.518.358
Aset Tidak Lancar
Aset real estate 3.913.950 - 3.913.950
Aset keuangan dari kontrak konsesi 1.254.873 - 1.254.873
Investasi pada entitas asosiasi 189.422 - 189.422
Investasi pada ventura bersama 2.762.746 - 2.762.746
Properti investasi 1.281.110 - 1.281.110
Aset tetap – bersih 2.181.495 - 2.181.495
Aset hak guna - bersih 32.510 - 32.510
Investasi jangka panjang lainnya 26.880 - 26.880
Aset pajak tangguhan 3.661 - 3.661
Aset tidak lancar lainnya 877.777 - 877.777
Jumlah Aset Tidak Lancar 12.524.424 - 12.524.424
TOTAL ASET 35.042.781 - 35.042.781
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga keuangan
2.902.765 - 2.902.765
lainnya
Utang usaha
- Pihak berelasi 3.260.875 - 3.260.875
- Pihak ketiga 4.042.671 - 4.042.671
Utang bruto subkontraktor
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 31
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Audited Proforma Setelah
Penyesuian
KETERANGAN 31 Desember Pinjaman
Proforma
2024 31 Desember 2024
- Pihak berelasi 163.352 - 163.352
- Pihak ketiga 3.004.541 - 3.004.541
Utang pajak 620.144 - 620.144
Uang muka pemberi kerja 820.409 - 820.409
Pendapatan diterima dimuka 979.032 - 979.032
Beban akrual 1.938.602 - 1.938.602
Utang retensi
- Pihak berelasi 3.444 - 3.444
- Pihak ketiga 549.698 - 549.698
Utang bank dan lembaga keuangan
187.257 - 187.257
lainnya
Utang obligasi 1.387.460 - 1.387.460
Liabilitas jangka pendek lainnya 161.796 - 161.796
Liabilitas imbalan kerja 27.384 - 27.384
20.049.429 20.049.429
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek -
Liabilitas Jangka Panjang
Utang retensi
- Pihak berelasi 66.200 - 66.200
- Pihak ketiga 127.398 - 127.398
Uang muka pemberi kerja 45.013 - 45.013
Utang bank dan lembaga keuangan
1.109.979 - 1.109.979
lainnya
Utang obligasi 3.053.314 - 3.053.314
Sukuk 268.414 - 268.414
Liabilitas imbalan kerja 321.566 - 321.566
Liabilitas pajak tangguhan 36.458 - 36.458
Liabilitas jangka panjang lainnya 289.819 - 289.819
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 5.318.161 - 5.318.161
JUMLAH LIABILITAS 25.367.591 - 25.367.591
EKUITAS
Modal saham 840.761 - 840.761
Tambahan modal disetor 4.755.656 - 4.755.656
Selisih transaksi dengan pihak non
71.329 - 71.329
pengendali
Saldo laba 2.551.534 - 2.551.534
Surplus revaluasi tanah 822.154 - 822.154
Kepentingan non pengendali 633.756 - 633.756
Jumlah Ekuitas 9.675.190 - 9.675.190
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 35.042.781 - 35.042.781
Sumber : Laporan Proforma dari Manajemen
Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada:
1. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan Perseroan diambil dari Laporan
Keuangan Audited Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024.
2. Penyesuaian dilakukan dengan asumsi bahwa Pinjaman telah
berlangsung dan Penggunaan Dana telah dilaksanakan sesuai dengan
Transaksi.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 32
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
3. Penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas sebesar negatif
Rp82.000.000.000,00 timbul dari jurnal kredit pengeluaran kas tunai
akibat Rencana Transaksi pinjaman Perseroan kepada ADCP.
4. Penyesuaian atas akun aset lancar lainnya sebesar
Rp82.000.000.000,00 yang timbul dari jurnal debit akibat Transaksi
menyebabkan aset lancar lainnya Perseroan bertambah.
2.4.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi
Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
Proforma Setelah
Audited Penyesuian
KETERANGAN Pinjaman
31 Desember 2024 Proforma
31 Desember 2024
PENDAPATAN - NETO 13.351.717 - 13.351.717
BEBAN POKOK PENJUALAN -11.722.660 - -11.722.660
LABA BRUTO 1.628.057 - 1.628.057
Beban penjualan -19.491.296 - -19.491.296
Beban umum dan administrasi -906.465 - -906.465
LABA USAHA 702.101 - 702.101
Laba ventura bersama 884.671 - 884.671
Rugi entitas asosiasi 2.369 - 2.369
Beban keuangan -837.539 - -837.539
Penghasilan keuangan -139.021 - -139.021
Beban pajak penghasilan -305.829 - -305.829
LABA SEBELUM PAJAK 306.752 - 306.752
Beban pajak kini -25.604 - -25.604
LABA NETO TAHUN BERJALAN 281.148 - 281.148
Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
penyesuaian antara sebelum dan setelah Transaksi, sehingga proforma laba
rugi tidak mengalami perubahan atas dampak dari Pinjaman dari Perseroan
ke ADCP.
2.4.6. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari
transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
keuangan Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan;
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 33
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.4.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan proyeksi
posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum dilakukannya
Transaksi dan setelah dilakukannya Transaksi.
Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Total Aset
Sebelum Transaksi 35.389.589 36.417.568 36.230.883 36.587.695 38.611.273
Setelah Transaksi 35.450.046 36.456.989 36.284.289 36.776.987 38.742.015
Selisih 60.457 39.421 53.406 189.292 130.742
Total Liabilitas
Sebelum Transaksi 25.587.681 26.310.738 25.629.943 25.144.978 25.827.212
Setelah Transaksi 25.628.120 26.322.956 25.645.961 25.233.081 25.843.265
Selisih 40.439 12.218 16.018 88.103 16.053
Total Ekuitas
Sebelum Transaksi 9.801.908 10.106.830 10.600.940 11.442.717 12.784.062
Setelah Transaksi 9.821.926 10.134.033 10.638.327 11.543.905 12.898.750
Selisih 20.018 27.203 37.387 101.188 114.688
Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp35,38 triliun pada tahun 2025
menjadi Rp38,61 triliun pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah aset
Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp35,45 triliun
pada tahun 2025 menjadi Rp38,74 triliun pada tahun 2029.
Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp25,58 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp25,82 triliun pada tahun
2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp25,62 triliun pada tahun 2025 menjadi
Rp25,84 triliun pada tahun 2029.
Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp9,80 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp12,78 triliun pada tahun
2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp9,82 triliun pada tahun 2025 menjadi
Rp12,89 triliun pada tahun 2029.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 34
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
sebelum dan setelah Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi nilai
tambah yang menyebabkan total aset, total liabilitas dan total ekuitas lebih
tinggi dibandingkan proyeksi tanpa transaksi.
Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Transaksi dan setelah
dilakukannya Transaksi.
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Pendapatan
Sebelum Transaksi 13.331.922 16.590.092 18.175.884 20.113.575 23.010.416
Setelah Transaksi 13.398.647 16.614.042 18.209.834 20.326.244 23.055.416
Selisih 66.725 23.950 33.950 212.669 45.000
Beban Pokok
Penjualan
Sebelum Transaksi -11.800.689 -14.470.413 -15.836.084 -17.438.821 -19.934.228
Setelah Transaksi -11.847.397 -14.487.178 -15.859.849 -17.587.689 -19.965.728
Selisih -46.708 -16.765 -23.765 -148.868 -31.500
Laba Kotor
Sebelum Transaksi 1.531.233 2.119.680 2.339.800 2.674.754 3.076.188
Setelah Transaksi 1.551.251 2.126.865 2.349.985 2.738.555 3.089.688
Selisih 20.018 7.185 10.185 63.801 13.500
Laba Usaha
Sebelum Transaksi 436.477 979.811 1.165.854 1.443.373 1.764.192
Setelah Transaksi 456.495 986.996 1.176.039 1.507.174 1.777.692
Selisih 20.018 7.185 10.185 63.801 13.500
Laba Bersih Tahun
Berjalan
Sebelum Transaksi 126.718 304.922 494.109 841.777 1.341.344
Setelah Transaksi 146.736 312.107 504.294 905.578 1.354.844
Selisih 20.018 7.185 10.185 63.801 13.500
Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp13,31 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp23,01 triliun
pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan
setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp13,39 triliun pada tahun
2025 menjadi Rp23,05 triliun pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada
laba bersih Perseroan setelah Transaksi.
Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp126,71 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,34 triliun pada tahun
2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp146,73 miliar pada tahun 2025 menjadi
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 35
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Rp1,35 triliun pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada laba bersih
Perseroan setelah Transaksi.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laba rugi tersebut di atas, sebelum
dan setelah Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi nilai tambah,
dengan adanya transaksi Perseroan melibatkan induk dan subidiary yang
menyebabkan kenaikan pada proyeksi laba rugi.
Analisis konstribusi nilai tambah juga dilihat dengan membandingkan arus kas
Perseroan sebelum dilakukannya Transaksi dan setelah dilakukannya
Transaksi.
Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Arus Kas (Dalam Jutaan Rupiah)
PROYEKSI
Keterangan
2025F 2026F 2027F 2028F 2029F
Kas dari Aktivitas
Operasi
Sebelum Transaksi 929.103 995.969 1.560.674 1.677.119 2.301.789
Setelah Transaksi 973.769 1.008.700 1.568.181 1.765.815 2.338.518
Selisih 44.666 12.731 7.507 88.696 36.729
Kas dari Aktivitas
Investasi
Sebelum Transaksi -544.276 -652.034 -344.670 -846.813 334.298
Setelah Transaksi -544.276 -652.034 -344.670 -846.813 334.298
Selisih - - - - -
Kas dari Aktiivitas
Pendanaan
Sebelum Transaksi -245.863 -367.329 -1.550.192 -1.356.397 -632.141
Setelah Transaksi -245.863 -367.329 -1.550.192 -1.356.397 -632.141
Selisih - - - - -
Kas Awal Tahun
Sebelum Transaksi 2.243.830 2.382.794 2.359.400 2.025.212 1.499.121
Setelah Transaksi 2.243.830 2.427.460 2.416.798 2.090.116 1.652.721
Selisih - 44.666 57.398 64.904 153.600
Kas Akhir Tahun
Sebelum Transaksi 2.382.794 2.359.400 2.025.212 1.499.121 3.503.066
Setelah Transaksi 2.427.460 2.416.798 2.090.116 1.652.721 3.693.395
Selisih 44.666 57.398 64.904 153.600 190.329
Berdasarkan tabel diatas, terdapat perbedaan pada proyeksi arus kas
Perseroan antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya Transaksi yaitu
pada arus kas aktivitas operasi, aktivitas pendanaan, kas awal dan kas akhir
tahun mengalami kenaikan.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 36
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.4.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan dengan
pelaksanaan Transaksi Pinajaman tetapi tidak terbatas pada imbalan jasa,
biaya dan/atau kompensasi untuk notaris, penasehat hukum, sekuritas dan
lainnya.
2.4.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
• Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
Berdasarkan kegiatan usaha yang telah dipaparkan, Produk dan jasa
yang dihasilkan Perseroan yaitu Engineering dan konstruksi, properti dan
hospitality, manufaktur, dan investasi dan konsesi. dengan uraian masing-
masing jenis usaha sebagai berikut:
1. Engineering dan Konstruksi
a) Konstruksi seluruh sektor bangunan gedung;
b) Konstruksi seluruh sektor bangunan sipil (di antaranya kontruksi
jalan, jembatan, jalan dan jembatan kereta api, pelabuhan,
dermaga, bendungan, bagunan pengelolaan air bersih dan
limbah, stasiun, dan lain-lain);
c) Pekerjaan mekanikal serta elektrikal;
d) Pembangunan sarana dan prasarana perkeretaapian;
2. Properti dan Hospitality
Dalam menjalankan bisnis properti, Perseroan mengembangkan
kawasan gedung bertingkat (highrise building), baik untuk komersial,
perkantoran maupun hunian (apartment), dan hotel. Selain itu, Perseroan
turut mengembangkan kawasan hunian yang berkualitas, landed house,
rumah kantor (rukan), rumah toko (ruko) dan pusat perbelanjaan (mall)
baik itu dalam pengembangan lahan maupun dalam
pengembangandesain pemukiman dengan konsep Transit Oriented
Development (TOD), yaitu pengembangan properti yang terintegrasi
dengan stasiun LRT yang saat ini sedang dibangun oleh Perseroan.
3. Manufaktur
Produk yang dihasilkan Perseroan pada segmen ini adalah beton
pracetak. Adapun proyek-proyek yang telah menggunakan beton
pracetak yang diproduksi Perseroan melalui entitas anak usaha, yaitu
PT Adhi Persada Beton, antara lain Precast Concrete Piles, Precast
Concrete Sheet Pile, Precast Concrete Railways, Precast Concrete
Building, Precast Concrete Bridge, Precast Concrete Marine, Precast
Concrete Drainage, dan Precast Concrete lainnya.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 37
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
4. Investasi dan Konsesi
Komitmen Perseroan untuk tumbuh secara berkelanjutan salah satunya
diwujudkan melalui pengembangan kegiatan bisnis investasi dan konsesi.
Segmen bisnis ini dijalankan oleh Perseroan dengan skema Private
Project Partnership (PPP) atau Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha
(KPBU) melalui penyertaan modal mandiri dari Perseroan maupun
dengan melakukan pembentukan usaha patungan antara Perseroan
dengan perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan ekuitas.
Sumber : Laporan Tahunan Perseroan (diolah)
• Keunggulan Kompetetif
Sebagai salah satu perusahaan konstruksi terbaik di Indonesia, Perseroan
hadir dengan bisnis yang kokoh dan memiliki cakupan pasar luas. Hal
tersebut diwakili oleh empat sektor utama lini bisnis ADHI, yaitu engineering
& construction, property & hospitality, manufacture, serta investment &
concession.
• Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki beberapa
kompetitor, diantaranya merupakan kompetitor Perseroan yaitu PT PP
(Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero)
Tbk, PT Brantas Abibraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).
• Strategi Usaha
Berikut merupakan strategi usaha yang akan dilakukan Perseroan dalam
meningkatkan kinerja usaha dan bisnis, diantaranya:
1. Fokus pasar dalam negeri Menguatkan posisi perusahaan pada
proyek:
a) Pemerintah Pusat.
b) Pemerintah Derah.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 38
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
c) Proyek BUMN.
d) Proyek Swasta.
2. Investasi sektor infrastruktur jalan tol Dengan perkiraan sektor
infrastruktur terutama jalan tol masih tumbuh, dapat menjadi potensi
besar dan peluang bagi Perseroan.
3. Pengolahan limbah B3 sebagai pasar baru Laju produksi limbah
dipengaruhi oleh pembangunan sosiqal ekonomi, tingkat industrialisasi,
dan iklim. Semakin besar kemakmuran ekonomi dan tingginya
prosentase penduduk perkotaan, semakin besar jumlah sampah yang
dihasilkan.
4. Bisnis air minum sebagai recurring income Sesuai dengan pemerintah
untuk meningkatkan akses air minum di daerah Indonesia, peluang
realisasi terbesar terdapat pada Kerjasama Pemerintah dengan
Swasta (KPS) dan peluang Business to Business (B2B) untuk melakukan
pengerjaan konstruksi dan pengolahan air.
5. Memaksimalkan keunggulan dari TOD Kebutuhan infrastruktur daerah
semakin meningkat untuk menunjang perkembangan kawasan.
Pengembangan properti dengan akses transportasi membuat
Perseroan mampu berdiri sendiri sebagai kawasan mandiri.
2.4.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam Menentukan
Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain
Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan
Transaksi dan nilai Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan
persetujuan Komisaris Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Transaksi
yang dilakukan dengan pihak lain.
Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Pinjaman Dana antara Perseroan dan
ADCP.
2.4.6.5. Hal Material Lainnya
Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
dari Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai
meyakini bahwa Transaksi memberikan nilai tambah bagi Perseroan.
2.5. Analisis Kewajaran Harga Transaksi
Analisis kewajaran Transaksi adalah analisis kewajaran suatu transaksi
dengan bunga pinjaman yang diberikan oleh Perseroan dengan bunga
pinjaman berdasarkan data pasar.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 39
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
2.5.1. Bunga Fasilitas Pinjaman Perseroan
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Dana yang telah disepakati antara
Perseroan dan ADCP, diketahui bahwa fasilitas pinjaman Perseroan kepada
ADCP dengan jumlah sebesar Rp82.000.000.000,00 (delapan puluh dua
miliar rupiah) dengan jangka waktu 6 (enam) bulan 30 Juni 2028 dengan
Bunga sebesar 9,02% (sembilan koma nol dua persen).
2.5.2. Bunga Pasar atas Pinjaman
Berdasarkan bunga Kredit Modal Kerja (KMK) perbankan berdasarkan data
pasar diketahui bahwa besaran bunga pinjaman KMK dengan menggunakan
Rupiah berada pada rentang 6,90% - 8,80%.
2.5.3. Perbandingan Bunga Fasilitas Pinjaman yang diberikan oleh
Perseroan dengan Bunga Pasar Pinjaman
Bunga fasilitas pinjaman Transaksi Perseroan yaitu sebesar 9,02%.
Sementara itu bunga kredit modal kerja dari perbankan berkisar 6,90% -
8,80% atau sekitar 2,5% diatas dari bunga tertinggi dari bunga pasar.
Sehingga berdasarkan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK 35
Tahin 2020) tidak melebihi batas atas bawah 7,5%. Dengan demikian, bunga
Transaksi Perseroan berada dalam rentang bunga Pasar.
2.6. Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
• Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Transaksi
Pemberian Pinjaman merupakan transaksi afiliasi karena ada hubungan
afiliasi baik dari pemegang saham antara Perseroan dengan ADCP.
Transaksi ini bukan merupakan transaksi material.
• Dengan dilakukannya Transaksi yaitu pemberian pinjaman, maka ADCP
sebagai anak usaha Perseroan akan memperoleh modal kerja, maka akan
berdampak terhadap kinerja dan reputasi Perseroan. Selain itu, transaksi
ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ADCP, yang berujung pada
peningkatan nilai investasi Perseroan sebagai pemegang saham.
• Apabila Transaksi gagal maka untuk mendapatkan modal kerja, ADCP
sebagai entitas anak Perseroan kemungkinan akan mencari alternatif
sumber dana lain yang memiliki risiko yang lebih besar berbanding
Transaksi.
• Keuntungan transaksi yaitu Perseroan dapat memberikan pinjaman yang
bersifat lebih cepat dan fleksibel kepada ADCP, dapat mendukung
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 40
Page 78
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
stabilitas anak perusahaan Perseroan, dan sinergi dalam group Perseroan
dalam meningkatkan efisiensi oeprasioan serta memaksimalkan
penggunaan sumberdaya finansial.
• Kerugian Transaksi, dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-
biaya yang muncul akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya
lembaga penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP,
konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta
kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
• Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa
Perseroan memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian Perseroan
melakukan Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan
daya saing adalah wajar.
• Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan mengalami
perubahan pada proyeksi posisi keuangan dan laba rugi karena Rencana
Transaksi melibatkan holding dan subsidary sehingga memiliki pengaruh
terhadap kinerja keuangan.
• Tidak ada dampak signifikan dari Transaksi terhadap rasio keuangan
karena transaksi yang melibatkan entitas induk dan subsidiary sehingga
saling mengeliminasi.
• Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian
antara sebelum dan setelah Transaksi, yaitu penyesuaian atas akun Kas
dan Setara Kas sebesar negatif Rp82.000.000.000,00 timbul dari jurnal
kredit pengeluaran kas tunai akibat Rencana Transaksi pinjaman jangka
pendek Perseroan kepada ADCP. Penyesuaian atas akun aset lancar
lainnya sebesar Rp82.000.000.000,00 yang timbul dari jurnal debit
akibat Transaksi menyebabkan aset lancar lainnya Perseroan bertambah.
• Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
penyesuaian antara sebelum dan setelah Transaksi, sehingga proforma
laba rugi tidak mengalami perubahan atas dampak dari Pinjaman dari
Perseroan ke ADCP.
• Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan
sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp35,38 triliun pada
tahun 2025 menjadi Rp38,61 triliun pada tahun 2029. Selanjutnya,
proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp35,45 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp38,74 triliun pada
tahun 2029. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp25,58 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp25,82
triliun pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan
setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp25,62 triliun pada
tahun 2025 menjadi Rp25,84 triliun pada tahun 2029. Proyeksi jumlah
ekuitas Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp9,80 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp12,78 triliun pada tahun 2029.
Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan setelah Transaksi masing-
masing adalah sebesar Rp9,82 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp12,89
triliun pada tahun 2029.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 41
Page 79
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk
• Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp13,31 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp23,01 triliun
pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan
setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp13,39 triliun pada
tahun 2025 menjadi Rp23,05 triliun pada tahun 2029. Terdapat
perubahan pada laba bersih Perseroan setelah Transaksi. Proyeksi laba
bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp126,71 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,34 triliun pada tahun
2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Transaksi
masing-masing adalah sebesar Rp146,73 miliar pada tahun 2025 menjadi
Rp1,35 triliun pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada laba bersih
Perseroan setelah Transaksi.
• Bunga fasilitas pinjaman Transaksi Perseroan yaitu sebesar 9,02%.
Sementara itu bunga kredit modal kerja dari perbankan berkisar 6,90% -
8,80% atau sekitar 2,5% diatas dari bunga tertinggi dari bunga pasar.
Sehingga berdasarkan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK 35
Tahin 2020) tidak melebihi batas atas bawah 7,5%. Dengan demikian,
bunga Transaksi Perseroan berada dalam rentang bunga Pasar.
Berdasarkan analisa tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Transaksi
adalah WAJAR.
Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman 42
Page 80
LAMPIRAN
Page 81
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
Lampiran - 01
Historis Posisi Keuangan dalam Rupiah
2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
ASSET
Aset Lancar
Kas dan setara kas IDR 2.363.649.065.033 3.152.278.749.730 4.336.901.032.232 4.503.731.722.859 2.243.830.554.138
Piutang usaha
- Pihak berelasi IDR 1.133.448.302.310 1.076.000.139.855 819.703.669.241 4.705.287.970.261 695.139.624.733
- Pihak ketiga IDR 1.853.066.432.749 1.651.305.457.968 2.163.396.378.900 2.117.251.503.040 1.749.663.810.224
Piutang retensi IDR
- Pihak berelasi IDR 259.415.497.733 385.562.158.849 558.928.805.990 471.895.441.717 730.656.666.184
- Pihak ketiga IDR 312.909.603.740 366.653.953.083 483.480.387.879 568.053.029.230 500.926.040.288
Tagihan bruto pemberi kerja IDR
- Pihak berelasi IDR 7.015.945.385.173 7.227.124.106.305 3.666.221.767.755 4.620.394.212.152 4.605.860.802.470
- Pihak ketiga IDR 6.503.858.685.790 5.121.882.526.941 6.229.450.704.191 3.787.057.320.694 3.267.027.386.868
Persediaan IDR 6.321.043.206.659 7.451.040.279.223 6.988.293.371.412 5.684.612.746.796 5.975.400.891.838
Uang muka IDR 437.639.729.204 482.857.256.424 529.310.300.376 673.344.490.306 690.242.577.040
Biaya dibayar di muka IDR 168.134.818.283 251.808.408.784 205.075.579.005 247.822.983.775 245.441.161.996
Pajak dibayar di muka IDR 1.949.721.032.167 640.006.624.745 157.644.740.084 262.717.491.760 161.058.091.133
Aset keuangan dari kontrak konse IDR - - 19.349.364.763 256.465.955.789 360.191.414.476
Aset lancar lain-lain IDR 1.771.671.627.504 3.794.423.264.310 3.742.406.531.561 681.915.895.218 1.292.918.500.928
Jumlah Aset Lancar IDR 30.090.503.386.345 31.600.942.926.217 29.900.162.633.389 28.580.550.763.597 22.518.357.522.316
Aset Tidak Lancar
Aset real estat IDR 2.947.323.856.077 2.787.810.837.707 3.235.153.128.820 4.218.110.774.003 3.913.949.638.964
Aset keuangan dari kontrak konse IDR 169.116.476.745 623.310.781.789 1.333.115.334.786 1.290.037.749.491 1.254.872.972.311
Investasi pada entitas asosiasi IDR 44.844.925.840 75.024.616.272 52.821.591.619 48.656.175.750 189.422.484.488
Investasi pada ventura bersama IDR 931.887.531.869 936.814.644.443 1.710.581.980.074 2.180.023.443.445 2.762.746.412.679
Properti investasi IDR 912.441.102.649 940.662.000.000 1.011.028.000.000 1.273.372.058.160 1.281.109.600.000
Aset tetap - bersih IDR 2.204.377.328.017 2.150.181.675.985 2.073.906.857.572 2.049.076.918.159 2.181.495.312.023
Aset hak guna - bersih IDR 26.072.715.269 16.039.215.455 31.515.339.247 30.298.231.012 32.510.191.122
Investasi jangka panjang lainnya IDR 304.179.761.656 310.661.253.656 32.301.852.000 73.349.852.000 26.879.852.000
Aset pajak tangguhan IDR 3.308.577.142 4.393.006.843 4.293.241.022 4.003.718.352 3.660.559.737
Aset tidak lancar lainnya IDR 459.832.964.942 454.496.876.252 601.537.258.125 744.550.936.110 877.776.526.433
Jumlah Aset Tidak Lancar IDR 8.003.385.240.206 8.299.394.908.402 10.086.254.583.265 11.911.479.856.482 12.524.423.549.757
JUMLAH ASET IDR 38.093.888.626.551 39.900.337.834.619 39.986.417.216.654 40.492.030.620.079 35.042.781.072.073
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank dan lembaga
IDR
keuangan lainnya 4.143.899.100.000 3.824.451.074.290 4.069.024.001.538 5.363.507.346.390 2.902.764.622.053
Utang usaha IDR
- Pihak berelasi IDR 9.405.714.297.885 9.941.892.454.568 8.416.696.157.774 4.617.586.988.638 3.260.874.940.241
- Pihak ketiga IDR 2.678.691.613.497 2.473.728.550.642 2.500.722.043.582 3.697.286.041.589 4.042.670.672.066
Utang bruto subkontraktor IDR
- Pihak berelasi IDR 917.268.507.010 705.790.079.884 351.794.340.096 226.284.893.906 163.352.299.363
- Pihak ketiga IDR 5.053.248.781.864 5.095.681.272.488 3.712.473.616.187 4.123.269.887.079 3.004.540.950.072
Utang pajak IDR 683.364.082.555 473.670.072.636 537.596.219.040 1.043.225.355.911 620.143.574.883
Uang muka pemberi kerja IDR 705.379.876.626 425.366.744.634 394.203.751.479 852.718.664.525 820.408.824.710
Pendapatan diterima di muka IDR 571.657.520.601 677.527.385.917 973.188.357.272 916.476.655.855 979.031.521.593
Beban akrual IDR 1.624.817.511.833 2.386.576.747.021 2.236.754.214.571 2.334.471.117.229 1.938.602.344.354
Utang retensi IDR
- Pihak berelasi IDR 33.372.497.480 1.423.929.450 9.599.665.585 8.230.755.725 3.443.849.315
- Pihak ketiga IDR 543.292.218.537 353.729.647.919 416.176.619.167 515.717.871.355 549.697.892.364
Utang bank dan lembaga keuanga IDR 342.908.333.333 166.102.610.000 483.848.555.555 215.542.759.377 187.257.465.334
Surat utang jangka menengah 200.000.000.000 200.000.000.000 -
Utang obligasi IDR - 4.240.641.856.847 492.984.085.118 955.482.163.187 1.387.460.237.270
Liabilitas jangka pendek lainnya IDR 165.584.021.614 139.455.953.917 145.540.158.301 83.897.444.562 161.796.478.984
Liabilitas imbalan kerja IDR 13.451.140.769 21.413.562.100 27.478.279.252 27.478.279.253 27.383.711.574
Jumlah Liabilitas Jangka Pende IDR 27.082.649.503.604 31.127.451.942.313 24.768.080.064.517 24.981.176.224.581 20.049.429.384.176
Liabilitas Jangka Panjang
Utang retensi
- Pihak berelasi IDR - 37.277.377.950 55.271.334.993 55.271.334.993 66.199.517.809
- Pihak ketiga IDR 3.334.404.129 239.494.201.888 224.222.251.679 194.266.298.377 127.397.742.952
Uang muka pemberi kerja IDR 41.729.596.721 371.004.093.410 326.973.397.487 122.362.945.719 45.012.504.534
Utang bank dan lembaga keuanga IDR 749.467.454.534 841.200.518.388 622.533.203.695 949.968.113.240 1.109.979.298.815
Utang obligasi IDR 4.309.020.519.565 1.241.014.958.545 4.795.375.711.571 4.334.751.127.969 3.053.314.426.870
Sukuk IDR - - 234.644.877.676 268.414.235.028
Liabilitas imbalan kerja IDR 301.519.079.298 312.430.169.770 326.055.057.066 315.188.885.226 321.566.151.192
Liabilitas pajak tangguhan IDR 27.446.827.591 27.246.938.856 27.247.605.322 27.131.354.210 36.458.172.508
Liabilitas jangka panjang lainnya IDR 3.910.793.751 45.510.431.074 16.867.126.808 58.477.077.011 289.819.450.027
Jumlah Liabilitas Jangka Panjan IDR 5.436.428.675.589 3.115.178.689.881 6.394.545.688.621 6.292.062.014.421 5.318.161.499.735
JUMLAH LIABILITAS IDR 32.519.078.179.193 34.242.630.632.194 31.162.625.753.138 31.273.238.239.002 25.367.590.883.911
EKUITAS
Modal saham IDR 356.084.937.600 356.084.937.600 840.760.897.900 840.760.897.900 840.760.897.900
Tambahan modal disetor IDR 2.588.833.884.853 2.588.833.884.853 4.755.656.134.234 4.755.656.134.234 4.755.656.134.234
Selisih transaksi dengan pihak non IDR 3.117.842.245 3.117.842.245 71.328.744.422 71.328.744.421 71.328.744.421
Saldo laba IDR 1.989.824.895.076 2.041.377.034.231 2.114.788.477.042 2.337.427.819.258 2.551.533.865.030
Surplus revaluasi tanah IDR 610.405.303.106 610.405.303.106 610.405.303.106 610.405.303.106 822.154.104.065
Kepentinngan non pengendali IDR 26.543.584.478 57.888.200.390 430.851.906.812 603.213.482.158 633.756.442.512
JUMLAH EKUITAS IDR 5.574.810.447.358 5.657.707.202.425 8.823.791.463.516 9.218.792.381.078 9.675.190.188.162
JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS IDR 38.093.888.626.551 39.900.337.834.619 39.986.417.216.654 40.492.030.620.079 35.042.781.072.073
Check Balance - - - - -
PRI Notes:
* Forecast-2024 Forecast using the moving average from historical data (2020-2023).
** Subsequent 2024. based on TB as of Desember 2023
Page 82
OPINI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
Lampiran - 02
Historis Laba Rugi dalam Rupiah
2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
PENDAPATAN IDR 10.827.682.417.205 11.530.471.713.036 13.549.010.228.584 20.072.993.428.021 13.351.717.203.356
BEBAN POKOK PENJUALAN IDR (9.091.968.816.661) (9.774.045.780.098) (11.752.722.145.701) (17.750.066.226.495) (11.723.660.348.140)
LABA KOTOR IDR 1.735.713.600.544 1.756.425.932.938 1.796.288.082.883 2.322.927.201.526 1.628.056.855.216
BEBAN USAHA
Beban penjualan IDR (18.620.371.482) (11.989.462.835) (14.484.002.514) (18.077.491.333) (19.491.296.202)
Beban umum dan administrasi IDR (709.060.369.527) (623.375.724.730) (711.884.250.955) (860.725.071.187) (906.464.711.041)
Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha IDR (727.680.741.009) (635.365.187.565) (726.368.253.469) (878.802.562.520) (925.956.007.243)
LABA USAHA IDR 1.008.032.859.535 1.121.060.745.373 1.069.919.829.414 1.444.124.639.006 702.100.847.973
Bagian laba ventura bersama IDR 156.794.066.638 361.818.790.784 423.398.470.579 487.679.478.713 884.670.719.253
Bagian rugi entitas asosiasi IDR (865.996.456) (6.289.309.568) (11.760.103.989) (4.165.415.869) 2.369.308.738
Beban keuangan IDR (794.518.842.962) (864.488.781.253) (806.691.421.118) (809.086.170.264) (837.538.530.293)
Pendapatan (Beban) lainnya IDR (13.101.447.657) (169.021.923.486) (123.501.992.982) (281.527.229.709) (139.021.471.262)
Beban pajak penghasilan final IDR (316.605.342.000) (343.846.526.313) (368.065.065.638) (520.921.451.732) (305.828.606.712)
Jumlah Pendapatan (Beban) Keuanga IDR (968.297.562.437) (1.021.827.749.836) (886.620.113.148) (1.128.020.788.861) (395.348.580.276)
LABA SEBELUM PAJAK IDR 39.735.297.098 99.232.995.537 183.299.716.266 316.103.850.145 306.752.267.697
Pajak kini IDR (17.764.248.560) (13.824.339.300) (7.715.710.796) (26.048.067.768) (25.604.345.707)
Pajak tangguhan IDR 1.731.603.909 1.091.144.148 (374.138.365) (173.271.558) -
LABA BERSIH IDR 23.702.652.447 86.499.800.385 175.209.867.105 289.882.510.819 281.147.921.990
PRI Notes:
* Forecast-2024 Forecast using the moving average from historical data (2020-2023).
** Subsequent 2024. based on TB as of Desember 2023
Page 83
OPINI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
Lampiran - 03
Historis Arus Kas dalam Rupiah
2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan IDR 12.865.638.770.543 15.342.887.797.515 17.155.432.596.206 20.311.224.459.971 19.635.441.513.593
Penerimaan restitusi pajak IDR 647.951.599.574 1.310.309.893.422 220.718.666.267 - 1.644.452.152
Peningkatan (penurunan) rekening bank yang dibatasi penggunaannya IDR - - (149.350.808.235) 25.840.278.387 24.255.335.351
Pembayaran kepada pemasok dan beban lainnya IDR (11.304.384.321.890) (14.396.284.735.156) (15.168.310.431.687) (19.138.446.765.927) (17.278.206.747.901)
Pembayaran kepada karyawan IDR (444.998.910.198) (396.881.595.766) (465.988.139.924) (591.402.388.077) (610.274.307.446)
Pembayaran pajak penghasilan IDR (328.092.808.463) (343.846.526.313) (368.065.065.638) (523.362.860.099) (305.828.606.712)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi IDR 1.436.114.329.566 1.516.184.833.702 1.224.436.816.989 83.852.724.255 1.467.031.639.037
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga IDR 45.216.574.146 31.862.030.263 34.539.917.229 79.229.105.593 60.713.519.205
Penjualan aset tetap IDR 1.975.175.190 997.318.323 24.548.445.074 1.625.948.776 6.971.069.353
Penambahan properti investasi IDR (12.586.661.907) (348.300.000) (73.559.000.000) - (130.000.000.000)
Penerimaan dari perpindahan kepemilika aset keuangan IDR - 39.821.859.881 378.076.911.169 558.821.688.747 95.245.288.930
Penambahan aset keuangan dari kontrak konsesi IDR (169.116.476.745) (504.094.372.964) (1.116.507.176.733) (733.516.520.795) (153.562.790.354)
Penempatan investasi pada entitas asosiasi dan jangka panjang lainnya IDR (35.934.401.656) (45.344.000.000) (679.707.000.000) (41.048.000.000) (91.927.000.000)
Penempatan investasi pada ventura bersama IDR (165.817.117.800) (120.641.037.102) (61.849.540.752) (413.604.216.385) (531.706.506.934)
Pengembalian investasi pada ventura bersama IDR 223.017.428.770 425.162.601.987 356.523.070.877 431.842.231.727 802.990.914.596
Penambahan aset tetap IDR (255.436.540.871) (54.915.566.104) (107.299.901.599) (154.301.503.426) (35.611.872.115)
Penambahan tanah belum dikembangkan IDR (204.574.978.089) (301.849.197.897) (84.160.092.480) (111.395.426.633) (7.945.394.335)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi IDR (573.256.998.962) (529.348.663.613) (1.329.394.367.215) (382.346.692.396) 15.167.228.346
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman bank. obligasi dan sukuk IDR 3.234.242.338.671 4.214.729.784.966 9.050.892.884.439 4.700.822.744.186 4.273.258.008.463
Pembayaran pinjaman bank dan obligasi IDR (4.009.203.618.373) (3.445.750.470.155) (9.544.532.266.288) (3.292.165.654.159) 100.657.897.521
Pembayaran surat utang jangka menengah IDR - - (200.000.000.000) - (6.292.494.952.380)
Penerimaan tambahan setoran modal IDR - - 2.665.717.781.650 - (956.000.000.000)
Pembayaran biaya emisi saham IDR - - (14.219.571.969) -
Hasil dari penawaran sahan perdana anak perusahaan IDR - - 278.854.918.984 - (3.604.600.000)
Penyertaan saham oleh kepentingan non pengendali IDR (3.300.000.000) (30.000.000) 68.352.000.000 96.495.000.000 1.893.000.000
Pembayaran beban pinjaman IDR (862.829.093.409) (924.089.268.939) (974.548.185.180) (1.005.048.210.880) (837.538.530.293)
Pembayaran liabiitas sewa IDR (46.747.282.953) (43.066.531.264) (40.937.728.908) (34.779.220.379) (28.270.859.416)
Pembayaran dividen (66.380.474.121) - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan IDR (1.754.218.130.185) (198.206.485.392) 1.289.579.832.728 465.324.658.768 (3.742.100.036.105)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS IDR (891.360.799.581) 788.629.684.697 1.184.622.282.502 166.830.690.627 (2.259.901.168.722)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN IDR 3.255.009.864.614 2.363.649.065.033 3.152.278.749.730 4.336.901.032.232 4.503.731.722.859
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN IDR 2.363.649.065.033 3.152.278.749.730 4.336.901.032.232 4.503.731.722.859 2.243.830.554.137
PRI Notes:
* Forecast-2024 Forecast using the moving average from historical data (2020-2023).
** Subsequent 2024. based on TB as of Desember 2023
Page 84
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
Lampiran - 04
RASIO KEUANGAN
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Aset Lancar 30.090.503.386.345 31.600.942.926.217 29.900.162.633.389 28.580.550.763.597 22.518.357.522.316
Liabilitas Jangka Pendek 27.082.649.503.604 31.127.451.942.313 24.768.080.064.517 24.981.176.224.581 20.049.429.384.176
Rasio Lancar 1,11 1,02 1,21 1,14 1,12
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Aset Lancar 30.090.503.386.345 31.600.942.926.217 29.900.162.633.389 28.580.550.763.597 22.518.357.522.316
Persediaan 6.321.043.206.659 7.451.040.279.223 6.988.293.371.412 5.684.612.746.796 5.975.400.891.838
Liabilitas Jangka Pendek 27.082.649.503.604 31.127.451.942.313 24.768.080.064.517 24.981.176.224.581 20.049.429.384.176
Rasio Cepat 0,88 0,78 0,93 0,92 0,83
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Kas dan setara kas 2.363.649.065.033 3.152.278.749.730 4.336.901.032.232 4.503.731.722.859 2.243.830.554.138
Liabilitas Jangka Pendek 27.082.649.503.604 31.127.451.942.313 24.768.080.064.517 24.981.176.224.581 20.049.429.384.176
Rasio Kas 0,09 0,10 0,18 0,18 0,11
*)Disajikan dalam kali
Rasio Likuiditas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Lancar 1,11 1,02 1,21 1,14 1,12
Rasio Cepat 0,88 0,78 0,93 0,92 0,83
Rasio Kas 0,09 0,10 0,18 0,18 0,11
*)Disajikan dalam kali
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Pendapatan 10.827.682.417.205 11.530.471.713.036 13.549.010.228.584 20.072.993.428.021 13.351.717.203.356
Piutang Usaha 2.986.514.735.059 2.727.305.597.823 2.983.100.048.141 6.822.539.473.301 2.444.803.434.957
Rasio Perputaran Piutang Usaha 101 86 80 124 67
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Beban Pokok Pendapatan 9.091.968.816.661 9.774.045.780.098 11.752.722.145.701 17.750.066.226.495 11.723.660.348.140
Persediaan 6.321.043.206.659 7.451.040.279.223 6.988.293.371.412 5.684.612.746.796 5.975.400.891.838
Rasio Perputaran Persediaan 254 278 217 117 186
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Beban Pokok Pendapatan 9.091.968.816.661 9.774.045.780.098 11.752.722.145.701 17.750.066.226.495 11.723.660.348.140
Utang Usaha 12.084.405.911.382 12.415.621.005.210 10.917.418.201.356 8.314.873.030.227 7.303.545.612.307
Rasio Perputaran Utang Usaha 485 464 339 171 227
*)Disajikan dalam hari
Rasio Aktivitas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Perputaran Piutang Usaha 101 86 80 124 67
Rasio Perputaran Persediaan 254 278 217 117 186
Rasio Perputaran Utang Usaha 485 464 339 171 227
*)Disajikan dalam hari
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Jumlah Liabilitas 32.519.078.179.193 34.242.630.632.194 31.162.625.753.138 31.273.238.239.002 25.367.590.883.911
Jumlah Aset 38.093.888.626.551 39.900.337.834.619 39.986.417.216.654 40.492.030.620.079 35.042.781.072.073
Rasio Liabilitas terhadap Aset 85,37% 85,82% 77,93% 77,23% 72,39%
*)Disajikan dalam persen
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Jumlah Liabilitas 32.519.078.179.193 34.242.630.632.194 31.162.625.753.138 31.273.238.239.002 25.367.590.883.911
Jumlah Ekuitas 5.574.810.447.358 5.657.707.202.425 8.823.791.463.516 9.218.792.381.078 9.675.190.188.162
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 583,32% 605,24% 353,17% 339,23% 262,19%
*)Disajikan dalam persen
Rasio Leverage 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Rasio Liabilitas terhadap Aset 85,37% 85,82% 77,93% 77,23% 72,39%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas 583,32% 605,24% 353,17% 339,23% 262,19%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba Bruto 1.735.713.600.544 1.756.425.932.938 1.796.288.082.883 2.322.927.201.526 1.628.056.855.216
Pendapatan 10.827.682.417.205 11.530.471.713.036 13.549.010.228.584 20.072.993.428.021 13.351.717.203.356
Margin Laba Bruto 16,03% 15,23% 13,26% 11,57% 12,19%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba (Rugi) Usaha 1.008.032.859.535 1.121.060.745.373 1.069.919.829.414 1.444.124.639.006 702.100.847.973
Pendapatan 10.827.682.417.205 11.530.471.713.036 13.549.010.228.584 20.072.993.428.021 13.351.717.203.356
Margin Laba (Rugi) Usaha 9,31% 9,72% 7,90% 7,19% 5,26%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba Bersih 23.702.652.447 86.499.800.385 175.209.867.105 289.882.510.819 281.147.921.990
Pendapatan 10.827.682.417.205 11.530.471.713.036 13.549.010.228.584 20.072.993.428.021 13.351.717.203.356
Margin Laba (Rugi) Bersih 0,22% 0,75% 1,29% 1,44% 2,11%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba (Rugi) Bersih 23.702.652.447 86.499.800.385 175.209.867.105 289.882.510.819 281.147.921.990
Jumlah Aset 38.093.888.626.551 39.900.337.834.619 39.986.417.216.654 40.492.030.620.079 35.042.781.072.073
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 0,06% 0,22% 0,44% 0,72% 0,80%
Keterangan 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Laba (Rugi) Bersih 23.702.652.447 86.499.800.385 175.209.867.105 289.882.510.819 281.147.921.990
Jumlah Ekuitas 5.574.810.447.358 5.657.707.202.425 8.823.791.463.516 9.218.792.381.078 9.675.190.188.162
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 0,43% 1,53% 1,99% 3,14% 2,91%
Rasio Profitabilitas 2020A 2021A 2022A 2023A 2024A
Margin Laba Bruto 16,03% 15,23% 13,26% 11,57% 12,19%
Margin Laba (Rugi) Usaha 9,31% 9,72% 7,90% 7,19% 5,26%
Margin Laba (Rugi) Bersih 0,22% 0,75% 1,29% 1,44% 2,11%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset 0,06% 0,22% 0,44% 0,72% 0,80%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas 0,43% 1,53% 1,99% 3,14% 2,91%
Page 85
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Rasio Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 05
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 1,13 1,13 1,13 1,13 1,13
- Quick Ratio (x) 0,85 0,83 0,84 0,85 0,89
- Cash Ratio (x) 0,12 0,12 0,11 0,08 0,18
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x) 2,20 2,50 2,90 3,44 4,24
- Fixed Asset Turnover (x) 6,41 8,43 9,84 11,71 14,77
- Total Asset Turnover (x) 0,38 0,46 0,50 0,55 0,60
- Sales To Current Asset Ratio (x) 0,61 0,75 0,85 0,99 1,03
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%) 26,90% 27,47% 25,49% 23,92% 23,19%
- Total Debt to Equity Ratio (%) 97,13% 99,00% 87,12% 76,48% 70,04%
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%) 11,49% 12,78% 12,87% 13,30% 13,37%
- Operating Margin (%) 3,27% 5,91% 6,41% 7,18% 7,67%
- Net Profit Margin (%) 0,95% 1,84% 2,72% 4,19% 5,83%
- Return on Equity / ROE (%) 1,29% 3,02% 4,66% 7,36% 10,49%
- Return on Asset / ROA (%) 0,36% 0,84% 1,36% 2,30% 3,47%
Page 86
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 06
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x) 1,13 1,13 1,13 1,13 1,13
- Quick Ratio (x) 0,85 0,83 0,84 0,85 0,89
- Cash Ratio (x) 0,13 0,12 0,11 0,09 0,18
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x) 2,20 2,50 2,90 3,44 4,24
- Fixed Asset Turnover (x) 6,44 8,44 9,85 11,83 14,80
- Total Asset Turnover (x) 0,38 0,46 0,50 0,55 0,60
- Sales To Current Asset Ratio (x) 0,61 0,75 0,85 0,98 1,02
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%) 26,86% 27,44% 25,45% 23,79% 23,11%
- Total Debt to Equity Ratio (%) 96,94% 98,73% 86,81% 75,81% 69,42%
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%) 11,58% 12,80% 12,91% 13,47% 13,40%
- Operating Margin (%) 3,41% 5,94% 6,46% 7,41% 7,71%
- Net Profit Margin (%) 1,10% 1,88% 2,77% 4,46% 5,88%
- Return on Equity / ROE (%) 1,49% 3,08% 4,74% 7,84% 10,50%
- Return on Asset / ROA (%) 0,41% 0,86% 1,39% 2,46% 3,50%
Page 87
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Proyeksi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 07
0,2 IDR Juta 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan Usaha 13.351.717 13.331.922 16.590.092 18.175.884 20.113.575 23.010.416
Beban Pokok Pendapatan -11.723.660 -11.800.689 -14.470.413 -15.836.084 -17.438.821 -19.934.228
(88,51%) (87,22%) (87,13%) (86,70%) (86,63%)
Laba Bruto 1.628.057 1.531.233 2.119.680 2.339.800 2.674.754 3.076.188
Marjin Laba Bruto 12,19% 11,49% 12,78% 12,87% 13,30% 13,37%
Umum & Administrasi -862.042 -953.046 -985.659 -1.006.659 -1.049.345 -1.110.238
Penyusutan -63.914 -141.710 -154.210 -167.287 -182.036 -201.758
Laba Usaha 702.101 436.477 979.811 1.165.854 1.443.373 1.764.192
Marjin Laba Usaha 5,26% 3,27% 5,91% 6,41% 7,18% 7,67%
Bunga -837.538 -857.663 -851.629 -779.977 -872.197 -835.841
Pendapatan JO 884.670 942.885 742.102 940.062 1.099.090 1.148.672
Pendapatan/Beban Lain-lain -165.303 -722 -105.512 -327.471 -260.634 -168.489
Laba Sebelum Pajak 583.930 520.977 764.772 998.468 1.409.632 1.908.534
Marjin Laba Sebelum Pajak 4,37% 3,91% 4,61% 5,49% 7,01% 8,29%
Pajak Penghasilan -331.432 -394.259 -459.849 -504.358 -567.855 -567.189
Laba Bersih 252.498 126.718 304.922 494.109 841.777 1.341.344
Marjin Laba Bersih 1,89% 0,95% 1,84% 2,72% 4,19% 5,83%
EBITDA 1.485.382 1.520.350 1.770.610 1.945.732 2.463.865 2.946.133
EBITDA Margin 11,13% 11,40% 10,67% 10,71% 12,25% 12,80%
IDR Juta 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Arus Kas dari Aktivitas Operasi 1.467.031 929.103 995.969 1.560.674 1.677.119 2.301.789
Arus Kas dari Aktivitas Investasi 15.167 -544.276 -652.034 -344.670 -846.813 334.298
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan -3.742.100 -245.863 -367.329 -1.550.192 -1.356.397 -632.141
Penerimaan Pinjaman Bank/Obligasi 4.373.915 2.000.000 2.000.000 - 1.000.000 2.000.000
Pembayaran Pinjaman Bank/Obligasi -7.252.098 -1.388.200 -1.515.700 -770.215 -1.484.200 -1.796.300
Pembayaran Bunga -863.917 -857.663 -851.629 -779.977 -872.197 -835.841
PMN & Right Issue - - - - - -
Arus Kas Neto -2.259.902 138.964 -23.393 -334.189 -526.090 2.003.945
Saldo Awal kas 4.503.732 2.243.830 2.382.794 2.359.400 2.025.212 1.499.121
Saldo Akhir Kas 2.243.830 2.382.794 2.359.400 2.025.212 1.499.121 3.503.066
IDR Juta 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kas & Bank 2.243.829,72 2.382.793,66 2.359.400,47 2.025.211,60 1.499.121,19 3.503.066,12
Piutang Usaha 2.444.803,00 2.188.667,27 2.210.513,99 2.175.908,52 2.091.058,78 2.230.493,35
Piutang Retensi 1.231.583,00 561.139,13 556.640,63 549.095,74 551.622,21 563.118,87
Tagihan Bruto 7.872.888,00 8.417.086,88 8.349.609,43 8.236.436,05 8.274.333,22 8.446.783,02
Persediaan/Aset Real Estat 5.975.401,00 5.368.048,62 5.789.587,35 5.468.259,47 5.066.138,84 4.698.791,12
Biaya Dibayar Dimuka 245.497,00 257.771,85 270.660,44 284.193,46 298.403,14 313.323,29
Aset Lancar Lainnya / RK 2.504.355,00 2.529.398,55 2.554.692,54 2.580.239,46 2.606.041,86 2.632.102,27
Jumlah Aset Lancar 22.518.356,72 21.704.905,95 22.091.104,85 21.319.344,30 20.386.719,24 22.387.678,04
Investasi pd Ventura Bersama 2.762.746,00 4.210.734,40 5.561.780,30 6.564.098,91 8.183.090,95 8.668.586,86
Properti Investasi 1.281.110,00 1.268.298,90 1.255.615,91 1.243.059,75 1.230.629,15 1.218.322,86
Aset Tetap - Neto 2.181.495,00 2.078.957,42 1.967.837,05 1.847.948,62 1.718.050,99 1.558.003,80
Aset Lainnya 6.299.073,28 6.126.692,45 5.541.230,39 5.256.431,84 5.069.204,96 4.778.681,67
13.684.683,16 14.326.463,65 14.911.539,13 16.200.976,05 16.223.595,19
TOTAL ASET 35.042.781,00 35.389.589,12 36.417.568,50 36.230.883,43 36.587.695,29 38.611.273,23
Utang Usaha 10.471.439,00 10.216.933,89 10.546.109,02 10.673.686,44 10.320.620,35 10.159.019,02
Uang Muka Kontrak 1.844.453,00 1.936.675,65 2.033.509,43 2.135.184,90 2.241.944,15 2.354.041,36
Utang Bank & Obligasi / RK 8.909.190,00 9.520.990,00 10.005.290,00 9.235.075,00 8.750.875,00 8.954.575,00
Liabilitas Lainnya 4.142.509,00 3.913.081,41 3.725.829,58 3.585.997,12 3.831.538,57 4.359.576,23
TOTAL LIABILITAS 25.367.591,00 25.587.680,95 26.310.738,02 25.629.943,46 25.144.978,07 25.827.211,61
Liabilitas Jk Pendek 19.966.995,00 19.245.709,36 19.588.151,37 18.903.832,38 18.076.875,07 19.851.122,39
Liabilitas Jk Panjang 5.400.596,00 6.341.971,59 6.722.586,65 6.726.111,08 7.068.103,00 5.976.089,21
EKUITAS 9.675.190,00 9.801.908,17 10.106.830,48 10.600.939,97 11.442.717,22 12.784.061,63
TOT LIABILITAS & EKUITAS 35.042.781,00 35.389.589,12 36.417.568,50 36.230.883,43 36.587.695,29 38.611.273,23
- - - - - -
0 0 0 0 0 0
Page 88
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Proyeksi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 07
IDR Juta 2024 2025 2026 2027 2028 2029
CURRENT Ratio 1,1 1,1 1,1 1,1 1,1 1,1
DSO 315,73 305,73 244,58 220,12 198,11 178,30
DIO 186,04 166,04 146,04 126,04 106,04 86,04
DPO 326,01 316,01 266,01 246,01 216,01 186,01
CCC 175,75 155,75 124,60 100,14 88,13 78,32
DER (IBD) 0,92 0,97 1,0 0,9 0,8 0,7
DER (Total Debt) 2,62 2,55 2,50 2,45 2,25 2,05
IBD to Invs. Capital 0,48 0,49 0,50 0,47 0,43 0,41
IBD to EBITDA 6,00 6,26 5,65 4,75 3,55 3,04
Cash Ratio 11,24% 12,38% 12,05% 10,71% 8,29% 17,65%
ROA 0,72% 0,36% 0,84% 1,36% 2,30% 3,47%
ROE 2,61% 1,29% 3,02% 4,66% 7,36% 10,49%
TIE 1,77 1,77 2,08 2,49 2,82 3,52
NPM 1,89% 0,95% 1,84% 2,72% 4,19% 5,83%
GPM 12,19% 11,49% 12,78% 12,87% 13,30% 13,37%
EBITDA MARGIN 11,13% 11,40% 10,67% 10,71% 12,25% 12,80%
Page 89
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Proyeksi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 08
0,2
IDR Juta 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan Usaha 13.351.717 13.398.647 16.614.042 18.209.834 20.326.244 23.055.416
Beban Pokok Pendapatan -11.723.660 -11.847.397 -14.487.178 -15.859.849 -17.587.689 -19.965.728
(88,42%) (87,20%) (87,09%) (86,53%) (86,60%)
Laba Bruto 1.628.057 1.551.251 2.126.865 2.349.985 2.738.555 3.089.688
Marjin Laba Bruto 12,19% 11,58% 12,80% 12,91% 13,47% 13,40%
Umum & Administrasi -862.042 -953.046 -985.659 -1.006.659 -1.049.345 -1.110.238
Penyusutan -63.914 -141.710 -154.210 -167.287 -182.036 -201.758
Laba Usaha 702.101 456.495 986.996 1.176.039 1.507.174 1.777.692
Marjin Laba Usaha 5,26% 3,41% 5,94% 6,46% 7,41% 7,71%
Bunga -837.538 -857.663 -851.629 -779.977 -872.197 -835.841
Pendapatan JO 884.670 942.885 742.102 940.062 1.099.090 1.148.672
Pendapatan/Beban Lain-lain -165.303 -722 -105.512 -327.471 -260.634 -168.489
Laba Sebelum Pajak 583.930 540.995 771.957 1.008.653 1.473.433 1.922.034
Marjin Laba Sebelum Pajak 4,37% 4,04% 4,65% 5,54% 7,25% 8,34%
Pajak Penghasilan -331.432 -394.259 -459.849 -504.358 -567.855 -567.189
Laba Bersih 252.498 146.736 312.107 504.294 905.578 1.354.844
Marjin Laba Bersih 1,89% 1,10% 1,88% 2,77% 4,46% 5,88%
EBITDA 1.485.382 1.558.008 1.777.795 1.955.917 2.527.666 2.959.633
EBITDA Margin 11,13% 11,63% 10,70% 10,74% 12,44% 12,84%
IDR Juta 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Arus Kas dari Aktivitas Operasi 1.467.031 973.769 1.008.700 1.568.181 1.765.815 2.338.518
Arus Kas dari Aktivitas Investasi 15.167 -544.276 -652.034 -344.670 -846.813 334.298
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan -3.742.100 -245.863 -367.329 -1.550.192 -1.356.397 -632.141
Penerimaan Pinjaman Bank/Obligasi 4.373.915 2.000.000 2.000.000 - 1.000.000 2.000.000
Pembayaran Pinjaman Bank/Obligasi -7.252.098 -1.388.200 -1.515.700 -770.215 -1.484.200 -1.796.300
Pembayaran Bunga -863.917 -857.663 -851.629 -779.977 -872.197 -835.841
PMN & Right Issue - - - - - -
Arus Kas Neto -2.259.902 183.630 -10.662 -326.682 -437.395 2.040.674
Saldo Awal kas 4.503.732 2.243.830 2.427.460 2.416.798 2.090.116 1.652.721
Saldo Akhir Kas 2.243.830 2.427.460 2.416.798 2.090.116 1.652.721 3.693.395
IDR Juta 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Kas & Bank 2.243.829,72 2.427.460,15 2.416.797,93 2.090.116,17 1.652.721,04 3.693.395,10
Piutang Usaha 2.444.803,00 2.244.556,50 2.226.562,52 2.196.382,95 2.206.488,86 2.252.475,47
Piutang Retensi 1.231.583,00 561.139,13 556.640,63 549.095,74 551.622,21 563.118,87
Tagihan Bruto 7.872.888,00 8.417.086,88 8.349.609,43 8.236.436,05 8.274.333,22 8.446.783,02
Persediaan/Aset Real Estat 5.975.401,00 5.389.295,52 5.796.295,00 5.476.465,62 5.109.386,47 4.706.216,13
Biaya Dibayar Dimuka 245.497,00 257.771,85 270.660,44 284.193,46 298.403,14 313.323,29
Aset Lancar Lainnya / RK 2.504.355,00 2.529.398,55 2.554.692,54 2.580.239,46 2.606.041,86 2.632.102,27
Jumlah Aset Lancar 22.518.356,72 21.826.708,59 22.171.258,48 21.412.929,45 20.698.996,81 22.607.414,15
Investasi pd Ventura Bersama 2.762.746,00 4.210.734,40 5.561.780,30 6.564.098,91 8.183.090,95 8.668.586,86
Properti Investasi 1.281.110,00 1.268.298,90 1.255.615,91 1.243.059,75 1.230.629,15 1.218.322,86
Aset Tetap - Neto 2.181.495,00 2.078.957,42 1.967.837,05 1.847.948,62 1.718.050,99 1.558.003,80
Aset Lainnya 6.299.073,28 6.065.346,26 5.500.497,67 5.216.252,05 4.946.218,71 4.689.687,03
13.623.336,98 14.285.730,93 14.871.359,33 16.077.989,80 16.134.600,56
TOTAL ASET 35.042.781,00 35.450.045,56 36.456.989,41 36.284.288,79 36.776.986,60 38.742.014,71
Utang Usaha 10.471.439,00 10.257.372,84 10.558.327,43 10.689.704,30 10.408.723,44 10.175.072,26
Uang Muka Kontrak 1.844.453,00 1.936.675,65 2.033.509,43 2.135.184,90 2.241.944,15 2.354.041,36
Utang Bank & Obligasi / RK 8.909.190,00 9.520.990,00 10.005.290,00 9.235.075,00 8.750.875,00 8.954.575,00
Liabilitas Lainnya 4.142.509,00 3.913.081,41 3.725.829,58 3.585.997,12 3.831.538,57 4.359.576,23
TOTAL LIABILITAS 25.367.591,00 25.628.119,90 26.322.956,44 25.645.961,32 25.233.081,15 25.843.264,85
Liabilitas Jk Pendek 19.966.995,00 19.353.711,58 19.659.223,48 18.986.814,20 18.353.771,14 20.045.962,10
Liabilitas Jk Panjang 5.400.596,00 6.274.408,32 6.663.732,96 6.659.147,12 6.879.310,02 5.797.302,76
EKUITAS 9.675.190,00 9.821.925,67 10.134.032,98 10.638.327,47 11.543.905,45 12.898.749,86
TOT LIABILITAS & EKUITAS 35.042.781,00 35.450.045,56 36.456.989,41 36.284.288,79 36.776.986,60 38.742.014,71
- - - - - -
0 0 0 0 0 0
Page 90
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Proyeksi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 08
IDR Juta 2024 2025 2026 2027 2028 2029
CURRENT Ratio 1,1 1,1 1,1 1,1 1,1 1,1
DSO 315,73 305,73 244,58 220,12 198,11 178,30
DIO 186,04 166,04 146,04 126,04 106,04 86,04
DPO 326,01 316,01 266,01 246,01 216,01 186,01
CCC 175,75 155,75 124,60 100,14 88,13 78,32
DER (IBD) 0,92 0,97 1,0 0,9 0,8 0,7
DER (Total Debt) 2,62 2,55 2,50 2,45 2,25 2,05
IBD to Invs. Capital 0,48 0,49 0,50 0,46 0,43 0,41
IBD to EBITDA 6,00 6,11 5,63 4,72 3,46 3,03
Cash Ratio 11,24% 12,54% 12,29% 11,01% 9,00% 18,42%
ROA 0,72% 0,41% 0,86% 1,39% 2,46% 3,50%
ROE 2,61% 1,49% 3,08% 4,74% 7,84% 10,50%
TIE 1,77 1,82 2,09 2,51 2,90 3,54
NPM 1,89% 1,10% 1,88% 2,77% 4,46% 5,88%
GPM 12,19% 11,58% 12,80% 12,91% 13,47% 13,40%
EBITDA MARGIN 11,13% 11,63% 10,70% 10,74% 12,44% 12,84%
Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
TOTO SUHARTO & REKAN
p.1 ×5
unresolved
org
KJPP Toto Suharto dan Rekan
p.2
unresolved
org
KJPP Toto Suharto
p.2 ×11
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf
p.5
unresolved
org
Mawar dan Rekan
p.5 ×8
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×27
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV
p.7 ×2
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
p.7 ×2
unresolved
org
Rekan Ir. Toto Suharto.
p.9
unresolved
person
Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
· Pimpinan Rekan
p.9
unresolved
person
Ahmad Olii
p.14 ×2
unresolved
person
Karina Gama Soleha
p.14 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan B. Quality Assurance
p.16
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI.
p.17
unresolved
—
Ekonomika
p.17
unresolved
org
Identitas Status Penilai KJPP Toto Suharto & Rekan
p.27
unresolved
org
PT Actual Kencana Appraisal
p.27
unresolved
org
Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
p.27
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.27 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan
p.27
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
p.27
unresolved
person
Kartini Mulyadi
p.28 ×5
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.28 ×2
unresolved
org
Pelaksana
p.28
unresolved
—
Bab I - Pendahuluan
p.28
unresolved
org
KJPP TnR
p.35 ×14
unresolved
org
KJPP TnR. Bab I
p.36
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.39
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
p.40 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.40
unresolved
org
Menteri No. AHU
p.40
unresolved
org
Koperasi Adhi Sejahtera
p.40
unresolved
person
Amrozi Hamid
· Komisaris Independen
p.40
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- AH.
p.42
unresolved
org
Menteri Hukum dan HAM
p.43 ×3
unresolved
person
Ashoya Ratam
p.43 ×2
unresolved
org
Selatan (Persero) Tbk
p.43
unresolved
org
Karya (Persero) Tbk
p.43
unresolved
org
Republik Indonesia Adhi Karya (Persero) Tbk
p.43
unresolved
org
Selatan Karya (Persero) Tbk
p.43
unresolved
org
Bank Indonesia Bab II
p.43 ×2
unresolved
org
Kota Nusantara
p.53
unresolved
org
PT Adhi Persada Beton
p.74
unresolved
org
PT Brantas Abibraya (Persero)
p.75
unresolved
org
PT Nindya Karya (Persero)
p.75
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
3545 ms
12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai '
'dengan'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'AFFILIATED',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai dengan',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2024-12-31',
'value': '20'}