Skip to content
Back to announcement

20250630_ADHI_Informasi Transaksi Afiliasi_31909887_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review ADHI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 90

Page 1
                                                                                    ----- .       I
                                                                                    ••••          I
                                                                                    ••••          I
                                                                                    ••••          I
                                                                                    • ._ ••       I




   LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
            Atas Transaksi Fasilitas
Pinjaman Kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk

            Untuk Dipergunakan Oleh:
      PT ADHI KARYA (PERSERO) TBK
  Jalan Raya Pasar Minggu, KM. 18, Pejaten Timur,
        Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan,
                Provinsi DKI Jakarta
 No. File: 00136/2.0055-00/BS/03/0060/1/V/2025

                                                     TOTO SUHARTO & REKAN
                                                    Business & .Properry Vaiuer
                                                    License No : 2.09.0055
                                                    JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
                                                    Ph : +6221-3456783 (Hunting)
                                                    Fax: +6221-3813419
                                                    Website : http://www.tnr.co.id
                                                    Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File: 00136/2.0055-00/BS/03/0060/1/V/2025

Jakarta, 28 April 2025

Kepada Yth,
DIREKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Jalan Raya Pasar Minggu, Km. 18, Pejaten Timur,
Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta 12510

Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran Atas Transaksi Fasilitas Pinjaman kepada
          PT Adhi Commuter Properti Tbk.

Dengan hormat,

Sehubungan dengan rencana PT Adhi Karya (Persero) Tbk melakukan rencana
pemberian fasilitas pinjaman kepada PT Adhi Commuter Properti Tbk dimana Rencana
Transaksi yang dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi. Perseroan telah menunjuk KJPP
Toto Suharto dan Rekan untuk selanjutnya disebut sebagai (“TnR”) sebagai penilai
independen untuk memberikan pendapat kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana
Transaksi tersebut di atas, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam Surat
Penawaran Nomor : M.FO.25.00.0011.r1, tanggal 14 Maret 2025.

Laporan Kewajaran ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
(SEOJK) No. 17/2020 serta Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia
Edisi VII Tahun 2018 dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI). Kami
menggunakan pendekatan dan metode yang lazim dalam melakukan kajian serta
analisis berbagai data dan informasi yang relevan, dengan suatu batasan kondisi
bahwa secara fundamental asumsi-asumsi yang mendasari kajian dan analisis penilaian
tersebut terpenuhi.

LATAR BELAKANG

PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”) merupakan
perusahaan yang yang kegiatan usaha utamanya bergerak di industri konstruski
bangunan. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Pasar Minggu KM.18, Jakarta Selatan.
Saat ini kegiatan utama Perusahaan dan Entitas anak (bersama-sama disebut sebagai
Grup) dalam bidang konstruksi, energi dan industrial, properti, real estat, investasi
infrastruktur, penyelenggaraan prasarana dan sarana perkeretaapian, jasa
pengadaan barang dan hotel. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada
tanggal 11 Maret 1960. Pemerintah Negara Republik Indonesia adalah pemegang
saham utama dari Grup.




                                         i
Page 3
PT Adhi Commuter Properti Tbk untuk selanjutnya disebut (“ADCP”) adalah salah satu
anak perusahaan Perseroan dengan kepemilikan saham 90,00%. ADCP memerlukan
dukungan pendanaan untuk memenuhi kewajiban pada bulan Desember 2024. Adapun
support pendanaan yang di ajukan oleh ADCP berdasarkan surat No. 060/ADCP-
I/2025 tanggal 17 Januari 2025 perihal Permohonan Dukungan Pendanaan Modal
Kerja dan Obligasi Jatuh Tempo.

Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Dana Antara Perseroan dan ADCP Nomor : 031-
2/2025/002 dan Nomor : 112-1/3/ADCP/I/2025 tanggal 31 Januari 2025,
menyepakati pemberian Pinjaman sebesar Rp82.000.000.000,00 (delapan puluh dua
miliar rupiah) melalui pencairan 2 (dua) tahap yaitu pada bulan Februari dan Maret
2025 dengan jangka waktu pengembalian sampai dengan 30 Juni 2028, dengan skema
aflopend (non revolving), rollover, dan uncommited dengan jaminan berupa aset ADCP
berupa aset tanah Cikunir Hilaliyah, Cikunir 2, Anggrek Kadumangu, Sentul Precast dan
Anggana.

Dalam rangka rencana transaksi afiliasi pemberian fasilitas pinjaman pada ADCP oleh
Perseroan telah dilakukan penandatanganan kesepakatan oleh kedua belah pihak pada
tanggal 31 Januari 2025, selanjutnya rencana pemberian fasilitas pinjaman tersebut
dalam laporan ini disebut dengan “Transaksi”.

Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan dan ADCP
merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan Peraturan OJK
No.42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi yang telah dilakukan merupakan
Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK No.42/POJK.04/2020.
Namun Transaksi ini bukan merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan OJK No.17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh
persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited per
31 Desember 2024.

Sehubungan kejadian tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto & Rekan
selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian Opini Kewajaran atas
Rencana Transaksi yang telah dilakukan, sesuai dengan kesepakatan yang tertuang
dalam dalam Surat Penawaran Nomor: M.FO.25.00.0011.r1, tanggal 14 Maret 2025
untuk mengetahui Kewajaran atas Transaksi tersebut.


TANGGAL PENILAIAN

Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Analisis kewajaran
dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan keuangan konsolidasi audited per
tanggal 31 Desember 2024.




                                         ii
Page 4
OBYEK TRANSAKSI

Objek rencana transaksi yang telah dilakukan adalan pemberian Pinjaman kepada
ADCP sebesar Rp82.000.000.000,00 (delapan puluh dua miliar rupiah) melalui
pencairan 2 (dua) tahap yaitu pada bulan Februari dan Maret 2025 dengan jangka
waktu pengembalian sampai dengan Juni 2028, dengan skema aflopend (non revolving),
rollover, dan uncommited dengan jaminan berupa aset ADCP berupa aset tanah Cikunir
Hilaliyah, Cikunir 2, Anggrek Kadumangu, Sentul Precast dan Anggana. Adapun tujuan
dari pemberian pinjaman ini adalah dukungan pendanaan untuk memenuhi modal kerja
ADCP.


MAKSU DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk memberikan
gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Rencana Transaksi yang
telah dilakukan dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu
POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan.

Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/POJK.04/2020, Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia
(SPI) Edisi VII tahun 2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia
(MAPPI).


TRANSAKSI AFILIASI DAN UNSUR BENTURAN KEPENTINGAN

Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi adalah setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota Direksi,
anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk setiap
aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan
terkendali untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali,
sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan adalah perbedaan antara
kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi
anggota Direksi, Anggota Dewan Komisaris, atau pemegang saham utama atau
pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Rencana Transaksi yang telah
dilakukan antara Perseroan dengan ADCP merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan. ADCP memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, ADCP adalah anak
perusahaan Perseroan dengan kepemilikan saham 90,00%.




                                          iii
Page 5
Rencana Transaksi ini tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara
Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota Dewan
Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang dapat merugikan Perseroan
sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan Keuangan Proforma Perseroan,
sehingga rencana transaksi ini merupakan Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana
dimaksud dalam POJK No. 42/2020.

Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui Keterbukaan
Informasi, bilamana Transaksi tersebut telah dilaksanakan.

TRANSAKSI MATERIAL

Berdasarkan Surat Perjanjian Pinjaman Dana Antara Perseroan dan ADCP tentang
Persetujuan Pemberian Pinjaman Dana kepada ADCP Nomor 031-2/2025/002 dan
Nomor 112-1/3/ADCP/I/2025 dengan total pinjaman sebesar Rp82.000.000.000,00
(delapan puluh dua miliar rupiah). Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan berdasarkan
laporan keuangan audited per 31 Desember 2024 oleh Kantor Akuntan Publik Amir
Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan Nomor 00081/2.1030/AU.1/03/ 0181-
1/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025 tercatat sebesar Rp9.675.190.188.162,00-.
Total nilai Tranksaksi terhadap jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,84%.

Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai dengan
kriteria Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini bukan merupakan
Transaksi Material.


Metode Analisis Atas Transaksi

Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi yang telah dilakukan,
kami melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
   pihak yang terlibat Rencana Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
   persyaratan dalam Rencana Transaksi, analisis manfaat dan risiko Rencana
   Transaksi.
2. Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
   terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan prospek,
   analisis alasan dilakukannya Rencana Transaksi, keuntungan dan kerugian Rencana
   Transaksi
3. Analisis kuantitatif atas Rencana Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
   historikal, analisis arus kas, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan,
   analisis laporan keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi, analisis nilai
   tambah.
4. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi




                                         iv
Page 6
IDENTIFIKASI PIHAK-PIHAK YANG BERTRANSAKSI

Pihak-pihak yang terlibat dalam Transaksi yaitu:

1. Perseroan sebagai pihak yang akan memberikan pinjaman.
2. ADCP sebagai pihak penerima pinjaman. ADCP adalah perusahaan terbuka yang
   memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan.


HASIL ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

1. Analisis Transaksi

  • Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Transaksi Pemberian
    Pinjaman merupakan transaksi afiliasi, karena terdapat hubungan afiliasi baik dari
    pemegang saham antara Perseroan dengan ADCP. Transaksi ini bukan merupakan
    transaksi material.
  • Dengan dilakukannya Transaksi yaitu pemberian pinjaman, maka ADCP sebagai
    anak usaha Perseroan akan memperoleh modal kerja, maka akan berdampak
    terhadap kinerja dan reputasi Perseroan. Selain itu, transaksi ini diharapkan dapat
    meningkatkan kinerja ADCP, yang berujung pada peningkatan nilai investasi
    Perseroan sebagai pemegang saham.
  • Apabila Transaksi gagal maka untuk mendapatkan modal kerja, ADCP sebagai
    entitas anak Perseroan kemungkinan akan mencari alternatif sumber dana lain
    yang memiliki risiko yang lebih besar berbanding Transaksi yang sudah dilakukan.
  • Keuntungan transaksi yaitu Perseroan dapat memberikan pinjaman yang bersifat
    lebih cepat dan fleksibel kepada ADCP, dapat mendukung stabilitas anak
    perusahaan Perseroan, dan sinergi dalam group Perseroan dalam meningkatkan
    efisiensi oeprasioan serta memaksimalkan penggunaan sumberdaya finansial.
  • Kerugian Transaksi, dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-biaya yang
    muncul akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang
    pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum, KJPP
    dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya penilaian objek transaksi,
    biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban yang lain yang
    dapat muncul dikemudian hari.

2. Analisis Kualitatif

  • Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih
    tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan
    Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar
    keuangan global.
  • Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat dibanding
    capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen (c-to-c).
  • Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang tinggi,
    didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah terhadap
    dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya melemah sebesar
    1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
                                         v
Page 7
  • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi
    sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau
    6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
    atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
    Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
    2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy).
    Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26%
    (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate)
    untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. (Sumber : Laporan Kebijakan
     Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024 dan diolah)

   • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
     sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57%
     (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level
     2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-
     Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara
     itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi 0,12% (yoy) didukung oleh
     peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya
     sinergi pengendalian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP.
  • Hingga semester pertama 2024, industri jasa konstruksi di Indonesia terus
     menunjukkan perkembangan yang positif. Adalah dukungan dari pemerintah, serta
     meningkatnya daya saing nasional yang berada di peringkat 27, naik tujuh
     peringkat dari tahun 2023 atau tiga besar di kawasan Asia Tenggara setelah
     Singapura dan Thailand, dan berbagai proyek infrastruktur besar telah menjadi
     pendorong utama pertumbuhan sektor ini.
  • Merujuk data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), nilai
     bisnis konstruksi di Indonesia mencapai Rp423,4 triliun atau 12,73 persen dari
     Rp3.325,1 triliun total anggaran belanja negara tahun 2024. Angka tersebut
     mencakup berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan tol,
     jembatan, pelabuhan, bandara, hingga fasilitas umum lainnya.
  • Dengan mempertimbangkan prospek tersebut serta mengacu pada pencapaian
     Perseroan di sepanjang tahun 2023, maka Perseroan memproyeksikan dapat
     membukukan jumlah kontrak baru di tahun 2024 senilai Rp32,53 triliun atau
     86,40% terhadap realisasi tahun 2023 sebesar Rp37,65 triliun. Hal ini
     dikarenakan adanya beberapa kontrak besar yang baru dibukukan di tahun
     2023. Perseroan menargetkan mampu membukukan peningkatan kinerja keuangan
     di tahun 2024, di mana total pendapatan usaha diproyeksikan dapat dibukukan
     sebesar Rp29,25 triliun, atau 145,68% terhadap realisasi 2023 sebesar Rp20,08
     triliun

3. Analisis Kuantitatif

  • Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa Perseroan
    memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian Perseroan melakukan Transaksi untuk
    memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan daya saing adalah wajar.
  • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan mengalami perubahan
    pada proyeksi posisi keuangan dan laba rugi karena Rencana Transaksi
    melibatkan holding dan subsidary sehingga memiliki pengaruh terhadap kinerja
    keuangan.

                                                           vi
Page 8
  • Tidak ada dampak signifikan dari Transaksi terhadap rasio keuangan karena
    transaksi yang melibatkan entitas induk dan subsidiary sehingga saling
    mengeliminasi.
  • Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian antara
    sebelum dan setelah Transaksi, yaitu penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas
    sebesar negatif Rp82.000.000.000,00 timbul dari jurnal kredit pengeluaran kas
    tunai akibat Rencana Transaksi pinjaman jangka pendek Perseroan kepada ADCP.
    Penyesuaian atas akun aset lancar lainnya sebesar Rp82.000.000.000,00 yang
    timbul dari jurnal debit akibat Transaksi menyebabkan aset lancar lainnya
    Perseroan bertambah.
  • Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat penyesuaian
    antara sebelum dan setelah Transaksi, sehingga proforma laba rugi tidak
    mengalami perubahan atas dampak dari Pinjaman dari Perseroan ke ADCP.
  • Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
    Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp35,38 triliun pada tahun 2025 menjadi
    Rp38,61 triliun pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah aset Perseroan
    setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp35,45 triliun pada tahun 2025
    menjadi Rp38,74 triliun pada tahun 2029. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan
    sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp25,58 triliun pada tahun 2025
    menjadi Rp25,82 triliun pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas
    Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp25,62 triliun pada
    tahun 2025 menjadi Rp25,84 triliun pada tahun 2029. Proyeksi jumlah ekuitas
    Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp9,80 triliun pada
    tahun 2025 menjadi Rp12,78 triliun pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah
    ekuitas Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp9,82 triliun
    pada tahun 2025 menjadi Rp12,89 triliun pada tahun 2029.
  • Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
    sebesar Rp13,31 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp23,01 triliun pada tahun
    2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan setelah Transaksi
    masing-masing adalah sebesar Rp13,39 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp23,05
    triliun pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada laba bersih Perseroan setelah
    Transaksi. Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
    sebesar Rp126,71 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,34 triliun pada tahun
    2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Transaksi
    masing-masing adalah sebesar Rp146,73 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,35
    triliun pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada laba bersih Perseroan setelah
    Transaksi.

4. Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

  Bunga fasilitas pinjaman Transaksi Perseroan yaitu sebesar 9,02%. Sementara itu
  bunga kredit modal kerja dari perbankan berkisar 6,90% - 8,80% atau sekitar 2,5%
  diatas dari bunga tertinggi dari bunga pasar. Sehingga berdasarkan dari Peraturan
  Otoritas Jasa Keuangan (POJK 35 Tahin 2020) tidak melebihi batas atas bawah
  7,5%. Dengan demikian, bunga Transaksi Perseroan berada dalam rentang bunga
  Pasar.



                                        vii
Page 9
KESIMPULAN

Berdasarkan analisa kualitatif dan kuantitatif tersebut diatas, kami berpendapat bahwa
Rencana Transaksi yang telah dilakukan adalah WAJAR.


PENUTUP

Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini harus dipandang sebagai satu kesatuan.
Penggunaan sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan
informasi dan analisis dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
Undang No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Kami menyatakan bahwa kami tidak ada benturan kepentingan atas Transaksi yang
akan dilaksanakan. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi pendapat kami karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal
surat ini.

Hormat kami,
KJPP Toto Suharto & Rekan




Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017




                                                    viii
Page 10
SURAT REPRESENTASI
Page 11

          
Page 12
PERNYATAAN PENILAI
Page 13
                             PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, Kami menerangkan bahwa :

1. Kami menyatakan bahwa kami tidak ada hubungan afiliasi dengan Perseroan, baik
   secara langsung maupun tidak langsung, sebagaimana didefinisikan dalam Undang-
   Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.
2. Laporan pendapat kewajaran ini telah dibuat dengan menjaga integritas dan
   independensi Penilai Publik, dan penilaian pada penugasan ini disusun mengacu
   pada Peraturan OJK Nomor : 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa
   Keuangan (SEOJK) No. 17/2020, dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar
   Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII - 2018.
3. Kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran dan opini atau
   kesimpulan akhir.
4. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap Obyek Rencana
   Transaksi yang sudah dilakukan pada Tanggal Penilaian 31 Desember 2024.
5. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan
   Pendapat Kewajaran ini.
6. Penugasan penilaian professional telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
   Perundang-undangan yang berlaku.
7. Perkiraan Nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian professional telah
   disajikan sebagai Kesimpulan Nilai.
8. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
9. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi – asumsi dan kondisi
   pembatas.
10. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
    kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.
11. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
    profesional, bertindak secara independen.
12. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
    analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar
13. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
    kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.
14. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada pendapat kewajaran
    yang tercantum dalam laporan ini.
15. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
    dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
16. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian, telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.




                                         ix
Page 14
Selanjutnya Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Hasil
Kajian ini.


No.            Nama                                         Tanda Tangan
1. Penanggung Jawab :

  Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)               …………………………
  No. MAPPI : 93-S-00361
  No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
  No. Register Penilai : RMK-2017.00012
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



2. Quality Assurance :

  Ahmad Olii, S.E                                        ………………………
  No. MAPPI : 11-T-03281
  No. Register Penilai : RMK-2017.00839
  Kualifikasi Penilai : Bisnis



3. Reviewer :

  Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak., CA., MAPPI (Cert.)……………………
  No. MAPPI : 19-S-09317
  No. Ijin Penilai Publik Properti : P-1.24.00660
  No. Ijin Penilai Publik Bisnis : B-1.25.00683
  No. Register Penilai : RMK-2019.02918
  Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



4. Penilai :

  Karina Gama Soleha, S.E., M.Ec.Dev                     ………………………
  No. MAPPI : 21-P-10773
  No. Register Penilai : RMK-2021.03732
  Kualifikasi Penilai : Bisnis




                                              x
Page 15
KUALIFIKASI PENILAI
Page 16
                    KUALIFIKASI TIM PENILAI
      Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan

A. Penanggung Jawab
 1   Nama Lengkap         Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
 2   Pendidikan           Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga                   - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB
     Pendidikan                   University)
                               - S-2 Penilaian Universiti Teknologi
                                  Malaysia
4   Pengalaman Kerja           - Memiliki pengalaman lebih dari 29
    Penilai                       tahun di bidang penilaian properti dan
                                  bisnis serta konsultan
                               - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                  sebagai penilai bersertifikat dan
                                  memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                                  dan Bisnis (PB) dari Kementerian
                                  Keuangan

B. Quality Assurance
1   Nama Lengkap         Ahmad Olii, S.E
2   Pendidikan           Strata 1 (S-1)
3   Lembaga                  - S-1 Universitas Budi Luhur
    Pendidikan
4   Pengalaman Kerja         -    Memiliki pengalaman lebih dari 10
    Penilai                       tahun di bidang penilaian bisnis serta
                                  konsultan
                             -    Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                  sebagai penilai terakreditasi (T)

C. Reviewer
 1   Nama Lengkap         Henrianto, S.Pi, S.Ak, MM, M.Ec.Dev, Ak, CA,
                          MAPPI (Cert.)
2   Pendidikan            Strata 2 (S-2)
3   Lembaga                  - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
    Pendidikan                   (2016)
                             - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
                                 (2020-2025)
                             - Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
                                 Universitas Padjajaran (2024)
                             - Pendidikan Profesi Insinyur (PPI)
                                 Universitas Hasanuddin (2025)
                             - S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                 Gadjah Mada (2020)
                             - S-2       Manajemen     UPN     Veteran
                                 Yogyakarta (2022)
                             - S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
                                 Bogor (2020-Sekarang)
                                 xi
Page 17
4   Pengalaman Kerja      -     Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun
    Penilai                     di bidang penilaian properti dan bisnis
                                serta konsultan
                          -     Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                sebagai penilai Bersertifikat (S) dan
                                memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                                (P) dan Penilai Publik Bisnis (B) dari
                                Kementerian Keuangan RI.
                          -     Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
                                Konsultan Pajak Publik Indonesia
                          -     Memperoleh lisensi sebagai akuntan
                                profesional Chartered Accountant (CA)
                                dari Ikatan Akuntan Indonesia
                          -     Memperoleh lisensi sebagai teknisi
                                pajak (Certified Tax Technician) dari
                                Asosiasi Teknisi Pajak Indonesia
                          -     Memperoleh lisensi sebagai Wakil
                                Perantara Pedagang Efek dari
                                Otoritas Jasa Keuangan
                          -     Memperoleh lisensi sebagai Analisis
                                Efek dari BNSP LSP Pasar Modal

D. Penilai
 1   Nama Lengkap      Karina Gama Soleha, S.E, M.Ec.Dev
 2   Pendidikan        Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga               - S-1          Ekonomi         Universitas
     Pendidikan               Muhammadiyah Yogyakarta
                           - S-2       Ekonomika     Pembangunan
                              Universitas Gadjah Mada
4   Pengalaman Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun
    Penilai                   di bidang penilaian bisnis serta
                              konsultan
                           - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                              sebagai penilai Pratama (P)




                              xii
Page 18
DAFTAR ISI
Page 19
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                                                                DAFTAR ISI

SERTIFIKAT ...........................................................................................................                    i - viii
SURAT REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ........................................................................................                               ix - x
KUALIFIKASI PENILAI ...........................................................................................                           xi - xii
DAFTAR ISI ...........................................................................................................                    xiii - xiv
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK ..............................................................................                                    xv
DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................................                             xvi

BAB I           PENDAHULUAN ....................................................................................                          I–1
1.1             Latar Belakang .......................................................................................................    I–1
1.2             Identitas Status Penilai ..........................................................................................       I–2
1.3             Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan................................................                                I–3
1.4             Objek Transaksi......................................................................................................     I–4
1.5             Ruang Lingkup ........................................................................................................    I–4
1.6             Maksud dan Tujuan................................................................................................         I–5
1.7             Tanggal Penilaian ..................................................................................................      I–5
1.8             Independensi Penilai..............................................................................................        I–5
1.9             Tanggung Jawab Penilai ......................................................................................             I–5
1.10            Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan ........................................                                I–6
1.11            Transaksi Material .................................................................................................      I–7
1.12            Metodologi Pengkajian Kewajaran Transaksi..................................................                               I–8
1.13            Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ...                                                 I–9
1.14            Sumber Data ...........................................................................................................   I–9
1.15            Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai.............................................                               I – 10

BAB II     KAJIAN KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI ....................................                                                        II – 1
2.1.       Metode Analisis Atas Transaksi ...........................................................................                     II – 1
2.2.       Analisis Transaksi....................................................................................................         II – 1
2.2.1.     Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Transaksi .............................................                                 II – 1
2.2.1.1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk ...............................................................................                      II – 2
2.2.1.2. PT Adhi Commuter Properti Tbk ..........................................................................                         II – 3
2.2.2.     Analisis Perjanjian dan Persyaratan Transaksi .................................................                                II – 4
2.2.3.     Analisis Manfaat dan Risiko Transaksi ...............................................................                          II – 4
2.3.       Analisis Kualitatif atas Transaksi .........................................................................                   II – 5
2.3.1.     Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan ..........................................................                                II – 5
2.3.2.     Gambaran Perekonomian Indonesia..................................................................                              II – 6
2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global..............................................................................                         II – 7
2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik ..........................................................................                          II – 8
2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha............................................................................                         II – 9
2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran....................................................................................                    II – 10
2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ............................................................                             II – 11
2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)...............................................................................                  II – 12
2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah .................................................................................................             II – 13
2.3.2.5. Suku Bunga ..............................................................................................................        II – 14
2.3.3.     Gambaran Umum Industri Konstruksi di Indonesia..........................................                                       II – 15
2.3.4.     Analisa Prospek Usaha Perseroan ......................................................................                         II – 16
2.3.5.     Alasan Dilakukannya Transaksi ...........................................................................                      II – 17


Daftar Isi                                                                                                                                           xiii
Page 20
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.3.6.       Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi ..............                                              II – 18
2.4.         Analisis Kuantitatif atas Transaksi.......................................................................                  II – 18
2.4.1.       Analisis Kinerja Historis Perseroan ......................................................................                  II – 18
2.4.1.1.     Analisis Posisi Keuangan .......................................................................................            II – 20
2.4.1.2.     Analisis Laba Rugi ..................................................................................................       II – 21
2.4.2.       Analisis Rasio Keuangan .......................................................................................             II – 22
2.4.3.       Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan ..................................................                               II – 23
2.4.3.1.     Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi ...................................................                              II – 23
2.4.3.2.     Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi.....................................................                             II – 24
2.4.3.3.     Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi..............................................................                          II – 25
2.4.3.4.     Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi................................................................                        II – 26
2.4.3.5.     Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi ................................................................                        II – 27
2.4.3.6.     Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi ..................................................................                      II – 27
2.4.4.       Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan .......................                                            II – 28
2.4.4.1.     Rasio Keuangan Sebelum Transaksi ...................................................................                        II – 28
2.4.4.2.     Rasio Keuangan Setelah Transaksi .....................................................................                      II – 30
2.4.5.       Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Transaksi.....................                                                II – 30
2.4.5.1.     Proforma Laporan Posisi Keuangan ...................................................................                        II – 31
2.4.5.2.     Proforma Laporan Laba Rugi ..............................................................................                   II – 33
2.4.6.       Analisis Inkremental ...............................................................................................        II – 33
2.4.6.1.     Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan ......                                                       II – 34
2.4.6.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan .............................................................                            II – 37
2.4.6.3.     Informasi Non Keuangan yang Relevan ............................................................                            II – 37
2.4.6.4.     Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam
             Menentukan Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain....................                                               II – 39
2.4.6.5.     Hal Material Lainnya ............................................................................................           II – 39
2.5.         Analisis Kewajaran Harga Transaksi..................................................................                        II – 39
2.5.1.       Bunga Fasilitas Pinjaman Perseroan ...................................................................                      II – 40
2.5.2.       Bunga Pasar atas Pinjaman .................................................................................                 II – 40
2.5.3.       Perbandingan Bunga Fasilitas Pinjaman yang diberikan oleh Perseroan
             dengan Bunga Pasar Pinjaman ...........................................................................                     II – 40
2.6.         Kesimpulan ..............................................................................................................   II – 40




Daftar Isi                                                                                                                                     xiv
Page 21
DAFTAR TABEL DAN GRAFIK
Page 22
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                                         DAFTAR TABEL DAN GRAFIK

Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Transaksi Dengan
           Nilai Ekuitas .......................................................................................................... I – 8

Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan ............................................................                         II – 2
Tabel 2.2. Susunan Pengurus Perseroan .............................................................................              II – 2
Tabel 2.3. Susunan Pemegang Saham ADCP ....................................................................                      II – 3
Tabel 2.4. Susunan Pengurus ADCP.....................................................................................            II – 3
Tabel 2.5. Legalitas Perseroan ............................................................................................      II – 6
Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ...................................................                           II – 6
Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia.....................................................................................            II – 8
Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut
            Pengeluaran (triliun rupiah) ...............................................................................         II – 12
Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019- 2024) ..............................................                          II – 13
Tabel 2.10. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..............................                                   II – 19
Tabel 2.11. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan....................................................                           II – 19
Tabel 2.12. Rasio Keuangan Perseroan................................................................................             II – 22
Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .....................                                       II – 23
Tabel 2.14. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .....................                                       II – 24
Tabel 2.15. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................                                   II – 26
Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................                                   II – 27
Tabel 2.17. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................................                                 II – 27
Tabel 2.18. Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ..................................                                 II – 28
Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Transaksi.................................................................                    II – 28
Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Transaksi ..................................................................                  II – 30
Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah).......................................                                II – 31
Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) .................................................                           II – 33
Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan
            (Dalam Jutaan Rupiah) .......................................................................................        II – 34
Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah) ...........                                           II – 35
Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Arus Kas (Dalam Jutaan Rupiah) ..............                                         II – 36


Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Rupiah) ................................... II – 20
Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Rupiah).............................................. II – 21




Daftar Tabel Dan Grafik                                                                                                                     xv
Page 23
DAFTAR LAMPIRAN
Page 24
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                               DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran - 01 Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 02 Historis Laba Rugi
Lampiran - 03 Historis Arus Kas
Lampiran - 04 Rasio Keuangan
Lampiran - 05 Rasio Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 06 Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 07 Proyeksi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 08 Proyeksi Keuangan Setelah Transaksi




Daftar Lampiran                                            xvi
Page 25
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 26
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                                     BAB I
                                 PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
          PT Adhi Karya (Persero) Tbk, untuk selanjutnya disebut (“Perseroan”)
          merupakan perusahaan yang yang kegiatan usaha utamanya bergerak di
          industri konstruski bangunan. Perseroan berlokasi di Jalan Raya Pasar Minggu
          KM.18, Jakarta Selatan. Saat ini kegiatan utama Perusahaan dan Entitas
          anak (bersama-sama disebut sebagai Grup) dalam bidang konstruksi, energi
          dan industrial, properti, real estat, investasi infrastruktur, penyelenggaraan
          prasarana dan sarana perkeretaapian, jasa pengadaan barang dan hotel.
          Perusahaan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 11 Maret
          1960. Pemerintah Negara Republik Indonesia adalah pemegang saham
          utama dari Grup.

          PT Adhi Commuter Properti Tbk untuk selanjutnya disebut (“ADCP”) adalah
          salah satu anak perusahaan Perseroan dengan kepemilikan saham 90,00%.
          ADCP memerlukan dukungan pendanaan untuk memenuhi kewajiban pada
          bulan Desember 2024. Adapun support pendanaan yang di ajukan oleh
          ADCP berdasarkan surat No. 060/ADCP-I/2025 tanggal 17 Januari 2025
          perihal Permohonan Dukungan Pendanaan Modal Kerja dan Obligasi Jatuh
          Tempo.

          Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Dana Antara Perseroan dan ADCP Nomor:
          031-2/2025/002 dan Nomor: 112-1/3/ADCP/I/2025 tanggal 31 Januari
          2025, menyepakati pemberian Pinjaman sebesar Rp82.000.000.000,00
          (delapan puluh dua miliar rupiah) melalui pencairan 2 (dua) tahap yaitu pada
          bulan Februari dan Maret 2025 dengan jangka waktu pengembalian sampai
          dengan 30 Juni 2028, dengan skema aflopend (non revolving), rollover, dan
          uncommited dengan jaminan berupa aset ADCP berupa aset tanah Cikunir
          Hilaliyah, Cikunir 2, Anggrek Kadumangu, Sentul Precast dan Anggana.

          Dalam rangka rencana transaksi afiliasi pemberian fasilitas pinjaman pada
          ADCP oleh Perseroan. Selanjutnya rencana pemberian fasilitas pinjaman
          tersebut dalam laporan ini disebut dengan “Transaksi”.

          Berdasarkan informasi manajemen Perseroan, mengingat antara Perseroan
          dan ADCP merupakan pihak terafiliasi, maka merujuk pada ketentuan
          Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 bahwa Rencana Transaksi yang telah
          dilakukan merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
          Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020. Namun Transaksi ini bukan
          merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan OJK
          No. 17/POJK.04/2020 karena nilai transaksi dibawah 20% (dua puluh



Bab I - Pendahuluan                                                                   1
Page 27
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          persen) dari total ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan audited
          per 31 Desember 2024.

          Sehubungan kejadian tersebut Perseroan menunjuk KJPP Toto Suharto &
          Rekan selanjutnya disebut “TnR” atau “Kami” untuk melakukan kajian Opini
          Kewajaran atas Rencana Transaksi yang telah dilakukan, sesuai dengan
          kesepakatan yang tertuang dalam dalam Surat Penawaran Nomor:
          M.FO.25.00.0011.r1, tanggal 14 Maret 2025 untuk mengetahui Kewajaran
          atas Transaksi tersebut.


1.2       Identitas Status Penilai
          KJPP Toto Suharto & Rekan (TnR) awalnya adalah PT Actual Kencana
          Appraisal (AKA) yang telah aktif dalam usaha penilaian sejak Tahun 1984.
          Tahun 2007 AKA berubah menjadi Usaha Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan
          mengikuti Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa penilai
          publik di Indonesia.

          TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan
          Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli
          2009, dengan Surat Ijin Usaha Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor :
          2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal atas
          nama:

          • Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
            - No. MAPPI                : 93-S-00361
            - No. Ijin Penilai Publik  : PB-1.08.00060
            - Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti & Bisnis
            - No. STTD OJK             : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
            - No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
            - No. STTD IKNB            : 008/NB.122/STTD-P/2017

          Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam
          kapasitasnya sebagai Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik
          Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa penilaian independen.

          Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan
          dengan Pemberi Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu,
          Penilai berada dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
          memihak.




Bab I - Pendahuluan                                                               2
Page 28
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


1.3       Identitas Pemberi Tugas & Pengguna Laporan
          Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:

          Nama          : PT Adhi Karya Tbk
          Bidang Usaha : Konstruksi
          Alamat        : Jalan Raya Pasar Minggu KM. 18, Jakarta Selatan.
          Nomor Telepon : (021) 797 5312
          Email         : adhi@adhi.co.id
          Website       : www.adhi.co.id

          Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 1 Juni 1974
          dari Kartini Mulyadi, S.H., yang telah diubah dengan akta No. 2 tanggal
          3 Desember 1974 dari notaris yang sama. Akta Pendirian ini telah
          memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal
          17 Januari 1975, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
          No. 85 tanggal 24 Oktober 1975, Tambahan No. 600.

          Sebagai BUMN yang bergerak di bidang konstruksi, Perseroan menjalankan
          tugas dan fungsi pokok pada 4 (empat) lini bisnis, sebagai berikut :
           • Engineering & Konstruksi
              Menjalankan proyek pada segmen Engineering & Konstruksi yang meliputi
              sektor bangunan sipil, sektor bangunan gedung, pekerjaan stasiun, jalan,
              dan jembatan kereta api, pekerjaan industri dan Petrokimia, Kelistrikan,
              Telekomunikasi, Perminyakan, Agro, mekanikal serta elektrikal.
           • Properti & Hospitality
              Menjalankan bisnis segmen properti melalui Anak Perusahaan yang
              mengembangkan desain hunian berbasis TOD, highrise building, landed
              house, dan commercial.
           • Manufaktur
              Menjalankan bisnis yang memproduksi beton pracetak.
           • Investasi dan Konsesi
              Menjalankan bisnis di sigmen Investasi dan Konsesi dengan skema Private
              Project Partnership (PPP) atau Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha
              (KPBU) melalui penyertaan modal mandiri dari Pereroan maupun
              melakukan pembentukan usaha patungan.

          Badan Usaha Pelaksana (BUP) yang dihasilkan dari kegiatan investasi antara
          lain:
           1. Proyek infrastruktur transportasi (jalan tol, jembatan dan prasarana
                perkeretaapian)
           2. Kawasan (pariwisata dan bandara)
           3. Energi (Pembangkit Energi Tenaga Sampah)
           4. Penyediaan/pengelolaan air, dan pengelolaan limbah



Bab I - Pendahuluan                                                                 3
Page 29
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan senantiasa berpedoman
          pada visi dan misi yang telah ditetapkan, yang juga merupakan wujud dari
          aspirasi pendiri Perseroan. Visi dan misi Perseroan adalah sebagai berikut :

          VISI
          Menjadi Korporasi Inovatif dan Berbudaya Unggul untuk Pertumbuhan
          Berkelanjutan.

          MISI
          • Membangun insan yang unggul, profesional, amanah dan berjiwa
             wirausaha.
          • Mengembangkan bisnis konstruksi, rekayasa, properti, industri, dan
             investasi, yang bereputasi.
          • Mengembangkan inovasi produk dan proses untuk memberi solusi serta
             impact bagi stakeholders.
          • Menjalankan organisasi dengan tata kelola perusahan yang baik.
          • Menjalankan sistem manajemen yang menjamin pencapaian sasaran,
             kualitas, keselamatan, kesehatan dan lingkungan kerja.
          • Mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana untuk
             pembuatan keputusan dan pengelolaan risiko korporasi.


1.4       Objek Transaksi
          Objek rencana transaksi yang telah dilakukan adalan pemberian Pinjaman
          kepada ADCP sebesar Rp82.000.000.000,00 (delapan puluh dua miliar
          rupiah) melalui pencairan 2 (dua) tahap yaitu pada bulan Februari dan Maret
          2025 dengan jangka waktu pengembalian sampai dengan Juni 2028,
          dengan skema aflopend (non revolving), rollover, dan uncommited dengan
          jaminan berupa aset ADCP berupa aset tanah Cikunir Hilaliyah, Cikunir 2,
          Anggrek Kadumangu, Sentul Precast dan Anggana. Adapun tujuan dari
          pemberian pinjaman ini adalah dukungan pendanaan untuk memenuhi modal
          kerja ADCP.


1.5       Ruang Lingkup
          Pendapat kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
          Transaksi yang sudah dilaksanakan dan tidak dapat dipergunakan untuk
          kepentingan lain. Pendapat kewajaran ini juga tidak dimaksudkan untuk
          memberikan rekomendasi persetujuan atau tidak menyetujui Rencana
          Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi yang
          sudah dilakukan.




Bab I - Pendahuluan                                                                 4
Page 30
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Sesuai dengan penugasan yang diterima TnR untuk memberikan Opini
          Kewajaran atas Rencana Transaksi yang sudah dilakukan, yang diharapkan
          dapat melakukan kajian secara objektif dan independen.


1.6       Maksud dan Tujuan
          Maksud dan tujuan penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran adalah untuk
          memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
          Rencana Transaksi yang telah dilakukan, dari aspek keuangan dan untuk
          memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK Nomor 42/POJK.04/2020
          tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-
          ketentuan dalam Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
          No. 35/POJK.04/2020, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK)
          No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018 yang
          ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI).


1.7       Tanggal Penilaian
          Tanggal efektif penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas
          tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
          Analisis kewajaran dilaksanakan menggunakan parameter dan laporan
          keuangan konsolidasi audited per tanggal 31 Desember 2024.


1.8       Independensi Penilai
          Dalam mempersiapkan laporan opini kewajaran ini, TnR bertindak secara
          independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
          dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
          TnR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
          dengan penugasan ini.


1.9       Tanggung Jawab Penilai
          Dalam batas kemampuan dan keyakinan TnR sebagai penilai, TnR
          menyatakan bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam
          penyusunan Opini Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan TnR
          bertanggung jawab atas Opini Kewajaran yang diterbitkan.




Bab I - Pendahuluan                                                                5
Page 31
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


1.10      Transaksi Afiliasi dan Unsur Benturan Kepentingan
          Berdasarkan POJK 42/2020, yang dimaksud dengan Transaksi Afiliasi
          adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan
          terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka
          atau afiliasi dari anggota Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang
          saham utama, atau pengendali, termasuk setiap aktivitas dan/atau transaksi
          yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali untuk
          kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota
          Direksi, anggota Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau
          pengendali, sedangkan yang dimaksud dengan Benturan Kepentingan
          adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka
          dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, Anggota Dewan
          Komisaris, atau pemegang saham utama atau pengendali yang dapat
          merugikan perusahaan terbuka dimaksud.

          Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Transaksi antara
          Perseroan dengan ADCP merupakan Transaksi Afiliasi sebagaimana
          dimaksud dalam POJK No. 42/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
          Benturan Kepentingan. ADCP memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan,
          ADCP adalah anak perusahaan Perseroan dengan kepemilikan saham
          90,00%.

          Gambar 1.1 Hubungan Afiliasi Perseroan dengan ADCP




          Dalam Transaksi tidak terdapat perbedaan kepentingan ekonomis antara
          Perseroan dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota Direksi, anggota
          Dewan Komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali yang dapat
          merugikan Perseroan sebagaimana telah diungkapkan dalam Laporan
          Keuangan Proforma Perseroan, sehingga Transaksi bukan merupakan


Bab I - Pendahuluan                                                               6
Page 32
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Transaksi Benturan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK No.
          42/2020.

          Perseroan akan mengumumkan Rencana Transaksi tersebut melalui
          Keterbukaan Informasi apabila Rencana Transaksi tersebut telah
          dilaksanakan oleh Perseroan.


1.11      Transaksi Material
          Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
          Perubahan Kegiatan Usaha, transaksi material adalah setiap:
          a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha
             tertentu;
          b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen
             operasi;
          c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
          d. Sewa menyewa aset;
          e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
          f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali
             atas pinjaman dari pihak lain; dan
          g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

          Perusahaan Terbuka yang melakukan Transaksi Material dalam 1 (satu) kali
          transaksi atau suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan atau kegiatan
          tertentu, wajib memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan
          Otoritas Jasa Keuangan. Suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi
          Material apabila nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau
          lebih dari ekuitas Perusahaan Terbuka.

          Dengan nilai 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan,
          yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk
          suatu tujuan atau kegiatan tertentu.

          Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen
          operasi dikategorikan sebagai transaksi material dalam hal:

          a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari
             ekuitas perusahaan terbuka;
          b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
          c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
          d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan
             terbuka nilainya sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).




Bab I - Pendahuluan                                                              7
Page 33
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Kami telah melakukan analisis sesuai kriteria diatas untuk melihat apakah
          transaksi ini merupakan Transaksi Material atau tidak sebagai berikut :

         Tabel 1.1. Analisis Transaksi Material Perbandingan Nilai Transaksi Dengan Nilai
                    Ekuitas
                                    Nilai Ekuitas                           Persentase Nilai
                                                       Nilai Rencana
             Rencana Transaksi       Perseroan                            Transaksi Terhadap
                                                    Transaksi (Rp Juta)
                                      (Rp Juta)                               Ekuitas (%)
           Pinjaman                     9.675.190               82.000         0,84%

          Berdasarkan Surat Perjanjian Pinjaman Dana Antara PT Adhi Karya (Persero)
          Tbk dan PT Adhi Commuter Properti Tbk tentang Persetujuan Pemberian
          Pinjaman Dana kepada ADCP Nomor 031-2/2025/002 dan Nomor 112-
          1/3/ADCP/I/2025 dengan total pinjaman sebesar Rp82.000.000.000,00
          (delapan puluh dua miliar rupiah). Sementara itu jumlah ekuitas Perseroan
          berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2024 oleh Kantor
          Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan Nomor
          00081/2.1030/AU.1/03/ 0181-1/1/II/2025 tanggal 28 Februari 2025
          tercatat sebesar Rp9.675.190.188.162,00-. Total nilai Tranksaksi terhadap
          jumlah ekuitas Perseroan adalah 0,84%.

          Kami tidak melakukan analisa terhadap kriteria pada poin 2, 3 dan 4 dimana
          dikarenakan objek transaksi bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai
          dengan kriteria Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020, tentang Transaksi
          Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, maka Rencana Transaksi ini
          bukan merupakan Transaksi Material.


1.12      Metodologi Pengkajian Kewajaran Transaksi
          Laporan Pendapat Kewajaran ini disusun sesuai dengan POJK 35/2020,
          SEOJK No. 17/2020 dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) yang ditetapkan
          oleh MAPPI, dimana pendekatan yang diaplikasikan sesuai dengan standar
          penilaian lengkap.

          Analisis kewajaran dilakukan dengan melakukan analisis kualitatif dan
          analisis kuantitatif atas Transaksi. Dimana analisis atas Transaksi dilakukan
          dengan mengidentifikasi adanya keterkaitan dalam hubungan antara pihak-
          pihak yang bertransaksi. Pada analisis atas transaksi terdapat penjelasan
          manfaat dan risiko dari Transaksi.

          Analisis kualitatif atas Transaksi didasarkan atas analisis industri dan
          lingkungan dimana terdapat penjabaran akan kondisi makro ekonomi di
          dunia dan kondisi ekonomi di Indonesia maupun tinjauan industri perbankan
          nasional. Disamping itu, analisis kualitatif akan menjelaskan lebih detail
          mengenai alasan dan latar belakang maupun keuntungan dan kerugian atas
          Rencana Transaksi.


Bab I - Pendahuluan                                                                            8
Page 34
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Analisis kuantitatif atas Transaksi dilakukan dengan mengidentifikasi analisis
          kondisi keuangan Perseroan termasuk penilaian akan kinerja historis maupun
          analisis rasio terhadap Perseroan, trend analisis atas laporan keuangan
          historis Perseroan dan penilaian atas proyeksi keuangan perseroan, analisis
          proforma laporan keuangan, analisis sensitivitas atas transaksi serta analisis
          kewajaran atas nilai Transaksi.


1.13      Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
          Events)
          Berdasarkan informasi yang kami terima tidak terdapat kejadian-kejadian
          Penting setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal
          laporan penilaian ini diterbitkan.


1.14      Sumber Data
          Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Pendapat Kewajaran
          atas Rencana Transaksi, kami telah mempelajari, mengacu, dan
          mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

          1. Pemberitahuan dari Perseroan tentang Rencana Transaksi yang telah
             dilakukan.
          2. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
             31 Desember 2019, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
             KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
             00404/2.1030/AU.1/03/0181-1/1/IV/2020 dengan opini wajar
             tanpa modifikasian.
          3. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
             31 Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
             KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
             00203/2.1030/AU.1/03/0181-2/1/III/2021 dengan opini wajar
             tanpa modifikasian.
          4. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
             31 Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
             KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
             00132/2.1030/AU.1/03/0181-3/1/III/2022 dengan opini tanpa
             wajar modifikasian.
          5. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
             31 Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
             KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
             00083/2.1030/AU.1/03/0501-1/1/II/2023 dengan opini wajar
             tanpa modifikasian.
          6. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
             31 Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari


Bab I - Pendahuluan                                                                   9
Page 35
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


              KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
              00180/2.1030/AU.1/03/0501-2/1/III/2024 dengan opini wajar
              tanpa modifikasian.
          7. Laporan keuangan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
              31 Desember 2024, yang diaudit oleh Akuntan Publik Benny Andria dari
              KAP Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar dan Rekan dalam Laporan nomor
              00081/2.1030/AU.1/03/0181-1/1/II/2025 dengan opini wajar
              tanpa modifikasian.
          8. Perpanjian Pinjaman Dana Antara PT Adhi Karya (Persero) Tbk dan
              PT Adhi Commuter Properti Tbk dengan Nomor : 031-2/2025/002 dan
              Nomor : 112-1/3/ADCP/I/2025.
          9. Company profile Perseroan.
          10. Prospektus Perseroan.
          11. Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Perseroan periode 2025-
              2029.
          12. Legalitas Perseroan.
          13. Laporan proforma Perseroan sebelum dan setelah Transaksi.
          14. Draft Perjanjian Pinjaman Perseroan kepada ADCP.
          15. Surat pernyataan (Representasi) manajemen Perseroan terkait dengan
              Rencana Transaksi yang sudah dilakukan.
          16. Wawancara dengan manajemen Perseroan.
          17. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi,
              kondisi pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan
              hasil analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.15      Asumsi-Asumsi Penting dan Independensi Penilai
          Dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan
          beberapa asumsi, antara lain:

          1. Laporan Pendapat Kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
          2. KJPP TnR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang
             digunakan dalam proses penilaian.
          3. Data-data dan informasi yang diperoleh KJPP TnR berasal dari sumber
             yang dapat dipercaya keakuratannya.
          4. KJPP TnR menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
             mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
             manajemen dengan kemampuan untuk pencapaiannya (fiduciary duty).
          5. KJPP TnR bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan
             kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
          6. KJPP TnR menghasilkan Laporan Penilaian Bisnis yang terbuka untuk
             publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat
             mempengaruhi operasional perusahaan.
          7. KJPP TnR bertanggung jawab atas Laporan Penilaian Bisnis dan
             Kesimpulan Pendapat Kewajaran.


Bab I - Pendahuluan                                                               10
Page 36
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          8. KJPP TnR telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian
              dari pemberi tugas.
          9. KJPP TnR mengasumsikan bahwa sejak Rencana Transaksi dilakukan
              hingga penerbitan Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak terjadi
              perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
              Rencana Transaksi.
          10. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan mentaati semua peraturan yang
              ditetapkan pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional
              Perseroan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
          11. KJPP TnR berasumsi bahwa legalitas yang dimiliki oleh Perseroan telah
              sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
          12. KJPP TnR berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi
              kewajiban yang berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-
              pungutan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
          13. KJPP TnR telah memperoleh informasi yang material atas syarat-syarat
              dan ketentuan-ketentuan dalam perjanjian-perjanjian yang terkait
              dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.
          14. Laporan Pendapat Kewajaran disusun hanya untuk maksud dan tujuan
              sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran
              ini. Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain kepada
              Perseroan, sehinga pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat
              Kewajaran ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.
          15. KJPP TnR tidak berkewajiban untuk memberikan kesaksian atau hadir di
              depan pengadilan atau pejabat pemerintah apabila hal tersebut tidak
              terkait dengan maksud dan tujuan Laporan Pendapat Kewajaran ini serta
              di luar ruang lingkup dari penugasan.
          16. Jika dikemudian hari KJPP TnR diminta untuk memberikan penjelasan dan
              pemaparan yang dilakukan diluar wilayah kerja kantor kami maupun
              kepada pihak selain pemberi tugas dan pengguna jasa maka segala
              bentuk biaya yang timbul menjadi beban Perseroan.
          17. Laporan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pimpinan dan
              stempel kantor (office seal) dari KJPP TnR.




Bab I - Pendahuluan                                                              11
Page 37
              BAB II
KAJIAN KEWAJARAN TRANSAKSI AFILIASI
   PEMBERIAN FASILITAS PINJAMAN
Page 38
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                              BAB II
                KAJIAN KEWAJARAN TRANSAKSI AFILIASI
                   PEMBERIAN FASILITAS PINJAMAN

2.1.      Metode Analisis Atas Transaksi
          Dalam melakukan evaluasi kewajaran atas Rencana Transaksi yang telah
          dilakukan, kami melakukan analisis dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

          1. Analisis Transaksi yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak-
             pihak yang terlibat Transaksi, analisis perjanjian pengikatan dan
             persyaratan dalam Transaksi, analisis manfaat dan risiko Transaksi.
          2. Analisis kualitatif atas Transaksi yang meliputi riwayat pihak-pihak yang
             terlibat dan kegiatan usaha, analisis industri, analisis operasional dan
             prospek, analisis alasan dilakukannya Transaksi, keuntungan dan kerugian
             Transaksi.
          3. Analisis kuantitatif atas Transaksi yang meliputi analisis laporan keuangan
             historikal, analisis rasio keuangan, analisis proyeksi keuangan sebelum dan
             sesudah Transaksi, analisis rasio keuangan sebelum dan sesudah Transaksi,
             analisis proforma keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
             analisis nilai tambah.
          4. Analisis atas kewajaran nilai Transaksi.


2.2.      Analisis Transaksi
2.2.1.    Identifikasi Pihak-Pihak yang Terlibat Transaksi

          Pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi yang telah dilakukan yaitu:

          1. Perseroan sebagai pihak yang akan memberikan pinjaman.
          2. ADCP sebagai pihak penerima pinjaman.
          ADCP adalah perusahaan terbuka yang memiliki hubungan afiliasi dengan
          Perseroan.

          Berikut ini adalah riwayat singkat mengenai pihak-pihak yang terlibat
          dengan Transaksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman             1
Page 39
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.2.1.1. PT Adhi Karya (Persero) Tbk

          Struktur Permodalan Perseroan

          Struktur permodalan dan kepemilikan saham Perseroan sesuai dengan daftar
          pemegang saham yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek Perusahaan,
          PT Datindo Entrycom, susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal
          31 Desember 2024 adalah sebagai berikut :

          Tabel 2.1.    Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                       Jumlah Saham                             Komposisi
                         Pemegang Saham                                   Nilai Nominal (Rp)
                                                         (Lembar)                                 (%)

           1  Pemerintah Republik Indonesia
              - Seri A Dwiwarna                                       1                 100        0,00%
              - Seri B                                    5,408,773,791     540,877,379,100       64,33%
           2 Publik (kurang dari 5%)                      2,998,835,187     299,883,518,700       35,57%
           Jumlah Saham Beredar                           8,407,608,979     840,760,897,900      100,00%
          Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan 31 Desember 2024 (diolah)

          Susunan Pengurus Perseroan

          Berdasarkan laporan keuangan Perseroan per 31 Desember 2024, susunan
          Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut :
          Tabel 2.2.    Susunan Pengurus Perseroan
                             Jabatan                                         Nama
           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                                 Dody Usodo Hargosuseno
           Komisaris                                       Bob Arthur Lombogia
           Komisaris Independen                            Hironimus Hilapok
           Komisaris Independen                            Erwin Moeslimin Singajuru
           Komisaris Independen                            Rustam Sofyan Sirait
           Komisaris Independen                            Elan Suherlan

           Dewan Direksi
           Direktur Utama                                  Entus Asnawi Mukhson
           Direktur Operasi 1                              Alloysius Suko Widigdo
           Direktur Operasi 2                              Harimawan
           Direktur Operasi 3                              Vera Kirana
           Direktur Keuangan                               Bani Iqbal
           Direktur Human Capital dan Legal                Ki Syahgolang Permata
           Direktur Manajemen Risiko dan                   Yan Arianto
           Kesisteman
          Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Interim Perseroan 30 Juni 2024 (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                               2
Page 40
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.2.1.2. PT Adhi Commuter Properti Tbk

          ADCP didirikan di Jakarta sesuai dengan akta pendirian No. 103 tertanggal
          9 Maret 2018, dibuat dihadapan notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi
          Warsito, S.H. Akta pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari
          Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
          Keputusan Menteri No. AHU0018477.AH.01.01.Tahun 2018 tanggal 6 April
          2018.

          ADCP memulai kegiatan usaha komersialnya pada tanggal 23 Mei 2018.
          Kantor pusat Perusahaan berkedudukan di Jalan Pengantin Ali No. 88
          Ciracas, Jakarta Timur. PT Adhi Karya (Persero) Tbk adalah pemegang saham
          utama dari Grup. Pemerintah Negara Republik Indonesia adalah induk
          terakhir dari Perusahaan.

          Struktur permodalan dan kepemilikan saham ADCP pada tanggal
          31 Desember 2024 berdasarkan informasi yang diperoleh di IDX, adalah
          sebagai berikut:
          Tabel 2.3.   Susunan Pemegang Saham ADCP
                                                                                            Komposisi
                                             Pemegang Saham
                                                                                              (%)

           1 PT Adhi Karya (Persero) Tbk                                                     90,00%
           2 Koperasi Adhi Sejahtera                                                          0,00%
           3 Masyarakat                                                                      10,00%
           Jumlah Saham Beredar                                                             100,00%
          Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Interim ADCP, 30 Juni 2024 (diolah)

          Berdasarkan informasi yang diperoleh dari IDX per 31 Desember 2024,
          susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi ADCP adalah sebagai berikut:

          Tabel 2.4.   Susunan Pengurus ADCP
                                Jabatan                                         Nama
           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama                                         Herry Ardianto
           Komisaris                                               Achmad Afandi
           Komisaris Independen                                    Amrozi Hamid

           Dewan Direksi
           Direktur Utama                                          Rizkan Firman
           Direktur Keuangan, Managemen Risiko dan                 Achmad Wachid Abdullah
           HC
           Direktur Pemasaran dan Produksi                         Farid Budiyanto
          Sumber : Laporan Keuangan Konsolidasian Audited ADCP, 31 Desember 2024 (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                          3
Page 41
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.2.2.    Analisis Perjanjian dan Persyaratan Transaksi

          Ringkasan Perjanjian Pinjaman Dana antara Perseroan dan ADCP terhadap
          transaksi yang sudah dilakukan, adalah sebagai berikut:

          1. Bahwa ADCP merupakan anak usaha dari Perseroan yang lini bisnisnya
             bergerak dibidang properti, hospitality dan support yang salah satu
             kegiatan usaha utamanya antara lain melakukan pembangunan,
             pengembangan dan pengelolaan kawasan properti dimana Perseroan
             merupakan pemegang saham mayoritas dari ADCP.
          2. Bahwa ADCP belum dapat memenuhi kebutuhan operasional sehinggan
             ADCP memerlukan dukungan pendanaan yang digunakan untuk
             pemenuhan kewajiban-kewajiban kepada pihak ketiga.
          3. Bahwa atas kebutuhan dana ADCP tersebut diatas, ADCP telah berkirim
             surat kepada ADHI yaitu Surat Nomor 060/ADCP-I/2025 tanggal 17
             Januari 2025 perihal permohonan support pendanaan ADCP.
          4. Bahwa Perseroan telah mengadakan Rapat Direksi tanggal 30 Januari
             2025 yang memutuskan memberikan persetujuan untuk pinjaman dana
             kepada ADCP.
          5. Fasilitas pinjaman, termasuk pinjaman atas pokok berserta bunga bersifat
             aflopend (non revolving), rollover dan uncommited. Fasilitas pinjaman dana
             ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cash flow ADCP.
          6. Besaran plafond fasilitas pinjaman yang diberikan Perseroan kepada
             ADCP adalah sebesar Rp82.000.000.000,00.
          7. Jangka waktu perjanjian ditetapkan terhitung sejak penandatangan
             perjanjian ini sampai dengan tanggal 30 Juni 2028.
          8. Atas fasilitas pinjaman yang diberikan oleh Perseroan, ADCP diwajibkan
             membayar bunga pinjaman sebesar 9,02% (sembilan koma nol dua
             persen).

          Berdasarkan perjanjian dan persyaratan di atas tidak ada persyaratan
          khusus yang akan merugikan pihak-pihak yang bertransaksi sehingga syarat-
          syarat yang ada pada Transaksi yang sudah dilakukan adalah wajar.


2.2.3.    Analisis Manfaat dan Risiko Transaksi

          Analisis ini dilakukan untuk melihat manfaat yang akan diperoleh dan risiko
          yang akan dihadapi oleh Perseroan dengan dilaksanakannya Transaksi.

           a. Manfaat Transaksi
               Dengan dilakukannya Transaksi yaitu pemberian pinjaman, maka ADCP
               sebagai anak usaha Perseroan akan memperoleh modal kerja, maka
               akan berdampak terhadap kinerja dan reputasi Perseroan. Selain itu,
               transaksi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ADCP, yang



Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman            4
Page 42
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


               berujung pada peningkatan nilai investasi Perseroan sebagai pemegang
               saham.

           b. Risiko Transaksi
               Apabila Transaksi gagal maka Perseroan akan menganggung kerugian
               finansial, mengurangi likuiditas Perseroan, serta sebagai perusahaan
               terbuka dengan transaksi afiliasi, maka Perseroan harus memenuhi
               kewajiban hukum terkait penilaian kewajaran dan keterbukaan informasi.


2.3.      Analisis Kualitatif atas Transaksi
2.3.1.    Riwayat dan Kegiatan Usaha Perseroan

          Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 1 tanggal 1 Juni 1974
          dari Kartini Mulyadi, S.H., yang telah diubah dengan akta No. 2 tanggal
          3 Desember 1974 dari notaris yang sama. Akta Pendirian ini telah
          memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/5/13 tanggal
          17 Januari 1975, dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
          No. 85 tanggal 24 Oktober 1975, Tambahan No. 600.

          Pada tahun 2024, Perusahaan melakukan perubahan terkait susunan
          pengurus Perusahaan berdasarkan pada Akta No. 03 tanggal 03 April 2024
          yang telah mendapat Penerimaan Perubahan Data Perseroan dari
          Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
          AH.01.09-0140008 tertanggal 04 April 2024.

          Kantor pusat Perusahaan berkedudukan di Jalan Raya Pasar Minggu KM. 18,
          Jakarta. Pemerintah Negara Republik Indonesia adalah pemegang saham
          utama dari Grup.

          Kegiatan Usaha Perseroan

          Saat ini kegiatan utama Perusahaan dan Entitas anak (bersama-sama disebut
          sebagai Grup) dalam bidang konstruksi, energi dan industrial, properti, real
          estat, investasi infrastruktur, penyelenggaraan prasarana dan sarana
          perkeretaapian, jasa pengadaan barang dan hotel.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman           5
Page 43
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Legalitas dan Perijinan Perseroan

          Data-data legalitas Perseroan yang dapat diinformasikan adalah sebagai
          berikut:

          Tabel 2.5. Legalitas Perseroan
           No.              Keterangan               Nomor & Tanggal             Yang Mengeluarkan
                   Akta Pendirian Perseroan
                                                       Nomor : 1                 Kartini Mulyadi, S.H.,
            1.     Terbatas PT Adhi Karya
                                                  Tanggal 01 Juni 1974            Notaris di Jakarta
                   (Persero) Tbk
                   Akta      Perubahan     Akta        Nomor : 2
                                                                                 Kartini Mulyadi, S.H.,
            2.     Pendirian Perseroan Terbatas    Tanggal 3 Desember
                                                                                  Notaris di Jakarta
                   PT Adhi Karya (Persero) Tbk            1974
                   Persetujuan Akta Perubahan
                                                Nomor : No. Y.A.5/5/13      A.n Menteri Hukum dan HAM
            3.     Pendirian Perseroan Terbatas
                                                Tanggal 17 Januari 1975          Republik Indonesia
                   PT Adhi Karya (Persero) Tbk
                   Akta Pernyataan Keputusan
                   Rapat Umum Pemegang                 Nomor : 24            Ashoya Ratam, S.H., M.Kn
            4.
                   Saham Kedua PT Adhi Karya Tanggal 18 Mei 2022             Notaris di Jakarta Selatan
                   (Persero) Tbk
                   Akta Perubahan Susunan
                                                       Nomor : 47                Kartini Mulyadi, S.H.,
            5.     Pengurus Perusahaan PT Adhi
                                                 Tanggal 27 April 2023            Notaris di Jakarta
                   Karya (Persero) Tbk
                   Persetujuan Akta Perubahan
                                                 Nomor : AHU-AH.01.09-      A.n Menteri Hukum dan HAM
            6.     Pendirian Perseroan Terbatas
                                                  0113108 Tahun 2023             Republik Indonesia
                   PT Adhi Karya (Persero) Tbk
                   Penerimaan Pemberitahuan Nomor : AHU-AH.01.09-
                                                                            A.n Menteri Hukum dan HAM
            7.     Perubahan Data Perseroan PT          0140008
                                                                                 Republik Indonesia
                   Adhi Karya (Persero) Tbk      Tanggal 04 April 2024
                   Akta Pernyataan Keputusan
                   Rapat Umum Pemegang                 Nomor : 08            Ashoya Ratam, S.H., M.Kn
            8.
                   Saham Tahunan PT Adhi Tanggal 03 April 2024               Notaris di Jakarta Selatan
                   Karya (Persero) Tbk



2.3.2.    Gambaran Perekonomian Indonesia
          Tabel 2.6. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                            Deskripsi                         2021        2022          2023              2024
           PDB Dunia (%)                                      6,00        3,50           3,10             3,20
           PDB Indonesia (%)                                  3,70        5,31           5,05             5,03
           Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)                   14.320        15.592        15.415         16.157
           Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $)       144,900       137,200       146,400        155,719
           Inflasi (%)                                        1,87        5,51           2,61             1,57
           BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)                    3,50        5,75           6,00             6,00
          Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                                    6
Page 44
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          • Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025
            diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi
            lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
            ketidakpastian pasar keuangan global.
          • Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen,
            melambat dibanding capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan
            sebesar 5,05 persen (c-to-c).
          • Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang
            tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar
            Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025)
            hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
          • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat
            tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7
            bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
            Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
            3 bulan impor.
            Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
            sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat
            1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang
            terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga
            kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi
            sesuai dengan sasarannya. (Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia
            Triwulan IV 2024 dan diolah)


2.3.2.1. Pertumbuhan Ekonomi Global

          Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
          keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih
          kuat dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan
          permintaan domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang
          mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok,
          dan Jepang masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen
          dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih tertahan
          akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek
          pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi
          sebelumnya menjadi 3,2%.

          Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh
          pada ketidakpastian pasar keuangan global. Kuatnya ekonomi AS serta
          dampak kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan berdampak
          pada menguatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih
          terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih ekspansif mendorong yield US
          Treasury tetap tinggi, baik pada tenor maupun jangka panjang. Bersamaan
          dengan ketegangan geopolitik yang meningkat, perkembangan tersebut
          menyebabkan makin besarnya preferensi investor global untuk memindahkan


Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman             7
Page 45
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar AS naik tinggi makin menambah
          tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia. Berbagai perkembangan
          global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi
          dampak rambatan global untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong
          pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

          Tabel 2.7. Pertumbuhan PDB Dunia




2.3.2.2. Pertumbuhan Ekonomi Domestik

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih
          rendah dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024
          sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan
          domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan
          ekonomi 2024 diprakirakan sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5%.
          Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih rendah
          dari prakiraan sebelumnya. Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan
          dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama,
          kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan
          menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi
          penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
          dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya
          kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun
          ekspor. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia
          2025 mencapai kisaran 4,7–5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran
          prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus
          mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan
          turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut
          dilakukan melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan
          akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia


Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman        8
Page 46
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari itu, Bank Indonesia
          mendukung penuh implementasi program-program Pemerintah dalam Asta
          Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta
          akselerasi ekonomi dan keuangan digital.


2.3.2.2.1. PDB Menurut Lapangan Usaha

          Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan
          terjadi pada seluruh lapangan usaha. Lapangan usaha yang mengalami
          pertumbuhan terti nggi adalah Jasa Lainnya sebesar 9,80 persen; diikuti
          Transportasi dan Pergudangan sebesar 8,69 persen; dan Penyediaan
          Akomodasi dan Makan Minum sebesar 8,56 persen. Sementara itu, Industri
          Pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh 4,43 persen. Sedangkan
          Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor serta
          Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masing-masing tumbuh sebesar 4,86
          persen dan 0,67 persen.

          Gambar 2.1. Pertumbuhan PDB Beberapa Lapangan Usaha (y-to-y) (persen)




          Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.17/02/Th.XXVIII, 5 Februari 2025

          Struktur PDB Indonesia menurut lapangan usaha atas dasar harga berlaku
          tahun 2024 didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar
          18,98 persen; diikuti oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
          dan Sepeda Motor sebesar 13,07 persen; Pertanian, Kehutanan, dan
          Perikanan sebesar 12,61 persen; Konstruksi sebesar 10,09 persen; serta
          Pertambangan dan Penggalian sebesar 9,15 persen. Peranan kelima
          lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Indonesia mencapai 63,90
          persen.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman             9
Page 47
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.3.2.2.2. PDB Menurut Pengeluaran

          Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen (c-to-c) dibanding
          tahun 2023. Pertumbuhan terjadi pada semua komponen PDB Pengeluaran.
          Pertumbuhan terti nggi terjadi pada PK-LNPRT sebesar 12,48 persen; diikuti
          Komponen PK-P sebesar 6,61 persen; Komponen Ekspor Barang dan Jasa
          sebesar 6,51 persen; Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-
          RT) sebesar 4,94 persen; dan Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto
          (PMTB) sebesar 4,61 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan
          Jasa (faktor pengurang dalam PDB menurut pengeluaran) tumbuh sebesar
          7,95 persen.

          Gambar 2.2. Pertumbuhan PDB Beberapa Komponen Pengeluaran (c-on-c)
                      (persen)




          Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.17/02/Th.XXVIII, 5 Februari 2025

          Struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran atas dasar harga berlaku tahun
          2024 ti dak menunjukkan perubahan yang signifi kan. Perekonomian
          Indonesia didominasi oleh Komponen PK-RT dengan kontribusi sebesar 54,04
          persen. Komponen PMTB memiliki kontribusi terbesar kedua yakni sebesar
          29,15 persen, diikuti Komponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 22,18
          persen; Komponen PK-P sebesar 7,73 persen; Komponen Perubahan Inventori
          sebesar 2,25 persen; dan Komponen PK-LNPRT sebesar 1,36 persen.
          Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa memiliki kontribusi sebesar
          20,39 persen.

          Ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 terhadap triwulan IV-2023 tumbuh
          sebesar 5,02 persen (y-on-y). Pertumbuhan terjadi pada semua komponen
          pengeluaran. Pertumbuhan terti nggi terjadi pada Komponen Ekspor Barang
          dan Jasa, yang mengalami peningkatan sebesar 7,63 persen, diikuti
          Komponen PK-LNPRT tumbuh sebesar 6,06 persen. Selain itu, Komponen
          PMTB, PK-RT, dan PK-P tumbuh masing-masing sebesar 5,03 persen, 4,98
          persen, dan 4,17 persen. Sementara itu, Komponen Impor Barang dan Jasa
          tumbuh sebesar 10,36 persen.



Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman             10
Page 48
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.3.2.2.3. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)

          Kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mewarnai struktur perekonomian
          Indonesia secara spasial selama tahun 2024 dengan kontribusi sebesar 57,02
          persen; diikuti Pulau Sumatera sebesar 22,12 persen; Pulau Kalimantan
          sebesar 8,24 persen; Pulau Sulawesi sebesar 7,12 persen; Pulau Bali dan
          Nusa Tenggara sebesar 2,81 persen; serta Pulau Maluku dan Papua sebesar
          2,69 persen.

          Pada tahun 2024, pertumbuhan ekonomi semua kelompok pulau tercatat
          kondusif walaupun dibayangi tekanan global geopolitik dan internal dalam
          negeri. Secara kumulatif, pertumbuhan tertinggi (c-to-c) tercatat di kelompok
          Pulau Maluku dan Papua yang tumbuh sebesar 7,81 persen; diikuti Pulau
          Sulawesi sebesar 6,18 persen; Pulau Kalimantan sebesar 5,52 persen; Pulau
          Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,04 persen; dan Pulau Jawa sebesar 4,92
          persen. Selanjutnya, kelompok provinsi di Pulau Sumatera tumbuh sebesar
          4,45 persen.

          Gambar 2.3. Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Menurut Pulau, 2024 (persen)




          Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.17/02/Th.XXVIII, 5 Februari 2025




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman             11
Page 49
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Tabel 2.8. PDB Atas Dasar Harga Berlaku dan Harga Konstan 2010 Menurut Pengeluaran
                     (triliun rupiah)




          Sumber : BPS - Berita Resmi Statistik No.17/02/Th.XXVIII, 5 Februari 2025



2.3.2.3. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)

          Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
          sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat
          1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali
          pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan
          Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan
          sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi
          0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
          berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi
          TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga
          terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia
          meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
          diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
          sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
          permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan
          kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
          berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
          sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan
          Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan
          moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam
          sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong
          pertumbuhan ekonomi.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                12
Page 50
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Tabel 2.9. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019- 2024)
           Bulan              2019        2020       2021      2022         2023    2024
           Januari             3,25        2,82       1,55      2,18         5,28    2,57
           Februari            3,18        2,57       1,38      2,06         5,47    2,75
           Maret               3,40        2,48       1,37      2,64         4,97    3,05
           April               3,41        2,83       1,42      3,47         4,33    3,00
           Mei                 3,23        3,32       1,68      3,55         4,00    2,84
           Juni                3,12        3,28       1,33      4,35         3,52    2,51
           Juli                3,18        3,32       1,52      4,94         3,08    2,13
           Agustus             3,20        3,49       1,59      4,69         3,27    2,12
           September           2,88        3,39       1,60      5,95         2,28    1,84
           Oktober             3,16        3,13       1,66      5,71         2,56    1,71
           Nopember            3,23        3,00       1,75      5,42         2,86    1,55
           Desember            3,13        2,72       1,87      5,51         2,61    1,57
           Sumber : Data Inflai Bulanan Bank Indonesia (diolah)



2.3.2.4. Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang
          tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah
          terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya
          melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
          Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik
          dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso
          Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%;
          1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
          terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil
          terhadap mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut
          sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh
          aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen
          keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang
          tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung
          komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil
          yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi
          Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrumen moneter akan terus
          dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-
          market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk
          memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi
          portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                   13
Page 51
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.3.2.5. Suku Bunga

          Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam
          upaya turut mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang
          (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03% pada 14 Januari 2025.
          Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025
          tercatat menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing masing-masing
          pada level 7,06%; 7,10%; dan 7,23%. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10
          tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat menjadi 6,98% dan
          7,25% sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen
          keuangan domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara
          itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan yang
          memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin
          baik dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
          kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan
          9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.

          Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Pada 2025,
          KLM diarahkan untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan guna
          mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari
          2025, insentif KLM telah disalurkan pada sektor-sektor yang mendukung
          pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, yaitu antara lain sektor
          pertanian, perdagangan dan manufaktur, transportasi, pergudangan dan
          pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, dan perumahan
          rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua Januari
          2025, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun,
          atau meningkat sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober
          2024. Insentif dimaksud telah disalurkan kepada kelompok bank BUMN
          sebesar Rp129,1 triliun, bank BUSN sebesar Rp130,6 triliun, BPD sebesar
          Rp29,9 triliun, dan KCBA sebesar Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan
          terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan
          memperkuat       sinergi   dengan     Pemerintah,     otoritas   keuangan,
          Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.

          Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap
          memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga
          (AL/DPK) pada Desember 2024 yang tinggi sebesar 25,59%. Rasio
          kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada November
          2024 tercatat tinggi sebesar 26,89%, tergolong kuat dalam menyerap risiko
          dan mendukung pertumbuhan kredit. Risiko kredit tetap terkendali, tecermin
          dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan pada
          November 2024 yang terjaga rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75%
          (neto). Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan
          yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta ditopang oleh
          kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank
          Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam



Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman         14
Page 52
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem
          keuangan.

          Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap
          tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan
          andal. Pembayaran digital mencapai 34,5 miliar transaksi atau tumbuh
          36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh komponennya. Volume transaksi
          pada aplikasi mobile tumbuh sebesar 39,1% (yoy), demikian pula volume
          transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4% (yoy) pada tahun 2024.
          Di samping itu, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap
          tumbuh pesat sebesar 175,2% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna
          dan merchant. Pembayaran digital diproyeksikan meningkat 52,3% (yoy)
          pada tahun 2025. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses
          melalui BI-FAST mencapai 3,4 miliar transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy)
          dengan nilai mencapai Rp8,9 triliun pada tahun 2024. Volume transaksi nilai
          besar yang diproses melalui BI-RTGS mencapai 10,3 juta transaksi atau
          tumbuh 3,1% (yoy) dengan nilai Rp126,3 ribu triliun, meningkat 17,6% (yoy)
          pada tahun 2024. Pada tahun 2025, volume transaksi BI-FAST diprakirakan
          tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-RTGS diprakirakan tumbuh 11,4%
          (yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang
          Diedarkan (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir
          Desember 2024 dan diprakirakan tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.


2.3.3.    Gambaran Umum Industri Konstruksi di Indonesia

          Sebuah krisis ekonomi tentunya akan dirasakan di berbagai negara di dunia,
          yang membedakan hanyalah waktu. Untuk memulihkan keadaan tersebut,
          pemerintah di berbagai negara telah melakukan berbagai upaya di
          berbagai sektor. Salah satu sektor bersifat dinamis adalah sektor konstruksi.
          Industri jasa yang melibatkan berbagai kegiatan usaha ini, dalam industrinya
          sendiri maupun industri lainnya. Yaitu industri bahan bangunan, peralatan
          bangunan, konstruksi, lembaga-lembaga keuangan perbankan, dan asuransi.

          Banyaknya yang terlibat dalam kegiatan konstruksi telah menjadikan sektor
          ini sebagai penggerak perekonomian. Hal ini dapat menimbulkan dampak
          pengganda atau “multiplier effect” yang sangat berguna dalam pertumbuhan
          ekonomi nasional. Dalam dunia konstruksi, hampir semua bidang pekerjaan
          memiliki peranannya, mulai dari pertukangan, konstruksi jalan, desain rumah
          (arsitek) hingga teknik sipil.

          Tak hanya dalam pembangunan berskala besar, industri konstruksi juga
          berperan dalam pembangunan yang berskala kecil. Seperti pembangunan
          rumah, jalan raya di komplek perumahan, dan pembangunan kecil lainnya.
          Hingga semester pertama 2024, industri jasa konstruksi di Indonesia terus
          menunjukkan perkembangan yang positif. Adalah dukungan dari pemerintah,
          serta meningkatnya daya saing nasional yang berada di peringkat 27, naik

Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman            15
Page 53
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          tujuh peringkat dari tahun 2023 atau tiga besar di kawasan Asia Tenggara
          setelah Singapura dan Thailand, dan berbagai proyek infrastruktur besar
          telah menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor ini.

          Merujuk data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),
          nilai bisnis konstruksi di Indonesia mencapai Rp423,4 triliun atau 12,73 persen
          dari Rp3.325,1 triliun total anggaran belanja negara tahun 2024. Angka
          tersebut mencakup berbagai proyek infrastruktur, mulai dari pembangunan
          jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara, hingga fasilitas umum lainnya.

          Adapun beberapa proyek besar yang menonjol di semester pertama tahun
          2024, antara lain pembangunan tol Trans-Sumatera, pengembangan
          Pelabuhan Patimban, serta Proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

          Sektor konstruksi memberikan kontribusi cukup besar dalam pertumbuhan
          perekonomian Indonesia. Hal ini terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB)
          Indonesia sebesar 9,92% pada tahun 2023. Sektor Konstruksi menjadi sektor
          ke-5 terbesar setelah Industri Pengolahan (18,67%), Perdagangan (12,94%),
          Pertanian (12,53%), dan Pertambangan (10,52%). Hal ini diharapkan
          mampu menjadi penyokong industri konstruksi di dalamnya yang meningkat
          sebanyak 6,4-6,7%, mengingat banyaknya proyek pembangunan yang
          harus diselesaikan hingga akhir tahun 2024, berdasarkan Rencana
          Pembangunan Jangka Menengah 2020-2024 termasuk pembangunan Ibu
          Kota Nusantara (IKN).


2.3.4.    Analisa Prospek Usaha Perseroan

          Menurut laporan Prospek Ekonomi Global (GEP) yang diterbitkan oleh Bank
          Dunia pada Januari 2024, ekonomi global diperkirakan akan mengalami
          perlambatan pertumbuhan dari 2,6 persen pada tahun 2023 menjadi 2,4
          persen pada tahun 2024 yang merupakan perlambatan ketiga kalinya
          secara berturut-turut.

          Selain tantangan global, Indonesia menghadapi tantangan domestik khusus
          pada tahun 2024, di antaranya: 1) Pemilu presiden dan legislatif yang akan
          digelar pada tahun 2024 dapat menimbulkan ketidakpastian politik dan
          ekonomi yang selanjutnya dapat memengaruhi keputusan investasi dan
          belanja konsumen; 2) Kenaikan harga pangan dan energi global dapat
          menyebabkan inflasi di Indonesia meningkat dan menurunkan daya beli
          masyarakat serta memperlambat pertumbuhan ekonomi; 3) Defisit anggaran
          pemerintah diperkirakan akan meningkat pada tahun 2024 yang disebabkan
          meningkatnya belanja pemerintah untuk persiapan pemilu dan pembangunan
          infrastruktur sehingga dapat meningkatkan beban utang negara; 4) Rupiah
          diperkirakan berpotensi melemah terhadap dolar AS pada tahun 2024
          sehingga dapat menyebabkan harga barang-barang impor menjadi lebih
          mahal dan meningkatkan biaya produksi bagi Perseroan.

Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman             16
Page 54
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Inflasi merupakan tantangan lain bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Inflasi
          diperkirakan akan mencapai 3,19% pada tahun 2024, lebih tinggi dari
          target Bank Indonesia sebesar 3%. Inflasi yang tinggi akan mengurangi daya
          beli masyarakat dan menurunkan konsumsi domestik. Sementara itu, kenaikan
          suku bunga juga menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan

          Dana Moneter Internasional atau IMF memperkirakan perekonomian
          Indonesia akan tumbuh sebesar 5,0%pada tahun 2024, sementara proyeksi
          World Bank sedikit lebih rendah sebesar 4,9%. Pertumbuhan ekonomi
          Indonesia akan didukung oleh konsumsi domestik yang kuat dan belanja
          pemerintah. Konsumsi privat diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,10% pada
          tahun 2024, didukung oleh peningkatan pendapatan rumah tangga dan
          kredit konsumsi.

          Dengan mempertimbangkan prospek tersebut serta mengacu pada
          pencapaian Perseroan di sepanjang tahun 2023, maka Perseroan
          memproyeksikan dapat membukukan jumlah kontrak baru di tahun 2024
          senilai Rp32,53 triliun atau 86,40% terhadap realisasi tahun 2023 sebesar
          Rp37,65 triliun. Hal ini dikarenakan adanya beberapa kontrak besar yang
          baru dibukukan di tahun 2023. Perseroan menargetkan mampu membukukan
          peningkatan kinerja keuangan di tahun 2024, di mana total pendapatan
          usaha diproyeksikan dapat dibukukan sebesar Rp29,25 triliun, atau
          145,68% terhadap realisasi 2023 sebesar Rp20,08 triliun.

          Strategi kedepan Perseroan akan meningkatkan potensi perolehan pasar
          yang lebih luas serta meningkatkan posisi Perseroan sebagai kontraktor
          utama. Perseroan juga akan terus mengoptimalisasi seluruh pontensi dan
          sumber daya yang dimiliki termasuk meningkatkan peran Sumber Daya
          Manusia, dimana Perseroan menempatkan karyawan sebagai aset utama
          yang memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan semua pemangku
          kepentingan. Lebih lanjut, Perseroan akan terus meningkatan sarana dan
          prasarana Teknologi Informasi untuk menunjang tataran operasional dan
          fungsional dalm lingkup Perseroan. Hal ini karena dengan mengadopsi
          teknologi yang relevan maka dapat mengurangi biaya, mempercepat kinerja
          proyek dan dapat meningkatkan produktivitas.


2.3.5.    Alasan Dilakukannya Transaksi

          Bahwa ADCP belum dapat memenuhi kebutuhan operasional sehingga ADCP
          memerlukan dukungan pendanaan yang digunakan untuk pemenuhan
          kewajiban-kewajiban kepada pihak ketiga. Pemberian pinjaman dilakukan
          sebagai alternatif pendanaan yang membutuhkan waktu yang lebih singkat
          dibandingkan proses pinjaman dari bank. Adapun tujuan dari pemberian
          pinjaman adalah untuk digunakan sebagai modal kerja entitas anak
          Perseroan.



Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman          17
Page 55
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.3.6.    Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif atas Transaksi

          Keuntungan yang akan diperoleh Perseroan dari Transaksi yang telah
          dilakukan, adalah sebagai berikut:

          • Perseroan dapat memberikan pinjaman yang bersifat lebih cepat dan
            fleksibel kepada ADCP.
          • Dapat mendukung stabilitas anak perusahaan Perseroan.
          • Sinergi dalam group Perseroan dalam meningkatkan efisiensi oeprasioan
            dan memaksimalkan penggunaan sumberdaya finansial.

          Kerugian yang akan diperoleh Perseroan dari Transaksi yang telah
          dilakukan, adalah sebagai berikut:

          • Dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-biaya yang muncul
            akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya lembaga penunjang
            pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP, konsultan hukum,
            KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya penilaian objek
            transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta kewajiban-kewajiban
            yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.


2.4.      Analisis Kuantitatif atas Transaksi
          Dalam skala historis analisis keuangan akan memberikan gambaran empiris
          aktivitas usaha yang tercermin dalam sajian kuantitatif pada laporan
          keuangan berupa posisi keuangan dan laporan laba rugi. Data empiris
          tersebut menjadikan titik tolak dalam menyusun proyeksi ke depan sebagai
          kerangka prediksi atas usaha yang dilakukan, setidak-tidaknya merupakan
          petunjuk dan arah dalam menyusun asumsi berbagai proyeksi dalam
          perkembangan usaha.


2.4.1.    Analisis Kinerja Historis Perseroan

          Untuk melihat perkembangan kinerja Perseroan, seperti posisi keuangan, laba
          rugi dan arus kas serta potensi atau kemajuan yang dialami selama
          beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan historis yang
          bersumber dari laporan keuangan audited 31 Desember 2020, 31 Desember
          2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2024
          disajikan sebagai berikut:




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman         18
Page 56
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Tabel 2.10. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                    Keterangan              2020           2021           2022          2023         2024

           Aset Lancar                    30.090.503    31.600.943     29.900.163     28.580.551   22.518.358
           Aset Tidak Lancar               8.003.385     8.299.395     10.086.255     11.911.480   12.524.424
           Total Aset                     38.093.889    39.900.338     39.986.417     40.492.031   35.042.781
           Liabilitas Jangka Pendek       27.082.650    31.127.452     24.768.080     24.981.176   20.049.429
           Liabilitas Jangka Panjang       5.436.078     3.115.179      6.394.546      6.292.062    5.318.161
           Total Liabilitas               32.519.078    34.242.631     31.162.626     31.273.238   25.367.591
           Total Ekuitas                   5.574.810      5.657.707      8.823.791     9.218.792    9.675.190
           Pendapatan                     10.827.682    11.530.472     13.549.010     20.072.993   13.351.717
           Laba Kotor                      1.735.714     1.756.426      1.796.288      2.322.927    1.628.057
           Laba Usaha                      1.008.033     1.121.061      1.069.920      1.444.125     702.101
           Laba Sebelum Pajak                 39.735         99.233       183.300       316.104      306.752
          Laba Bersih                          23.703         86.500        175.210     289.883      281.148
          Sumber : Laporan Tahunan Perseroan 2023 & LK Auditied 2024 (diolah)


          Tabel 2.11. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan
                 Keterangan            2021              2022            2023             2024         CAGR
           Aset Lancar                     5,02%           -5,38%          -4,41%        -21,21%       -6,99%
           Aset Tidak Lancar               3,70%           21,53%          18,10%         5,15%       11,85%
           Total Aset                      4,74%            0,22%           1,26%        -13,46%       -2,07%
           Liabilitas Jangka
                                          14,94%          -20,43%           0,86%        -19,74%       -7,24%
           Pendek
           Liabilitas Jangka
                                         -42,69%         105,27%           -1,60%        -15,48%       -0,55%
           Panjang
           Total Liabilitas                5,30%           -8,99%           0,35%        -18,88%       -6,02%
           Total Ekuitas                   1,49%          55,96%            4,48%         4,95%       14,78%
           Pendapatan                      6,49%           17,51%          48,15%        -33,48%       5,38%
           Laba Kotor                      1,19%            2,27%          29,32%        -29,91%       -1,59%
           Laba Usaha                     11,21%           -4,56%          34,98%        -51,38%       -8,65%
           Laba Sebelum Pajak           149,74%            84,72%          72,45%        -2,96%       66,69%
          Laba Bersih                     264,93%        102,55%            65,45%       -3,01%       85,58%
          Sumber : Laporan Tahunan Perseroan 2023 & LK Auditied 2024 (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                                   19
Page 57
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.4.1.1. Analisis Posisi Keuangan

          Adapun perkembangan posisi keuangan Perseroan dapat terlihat pada
          grafik berikut:

          Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan (Rupiah)




          Sumber : Laporan Keuangan Perseroan (diolah)

          • Total aset Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp35,04 triliun lebih
             rendah 13,46% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
             Rp40,49 triliun. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan kas setara
             kas dan piutang usaha, aset real estat, investasi jangka panjang. Total
             aset Perseroan tahun 2020 sampai dengan 2024 mengalami penurunan
             setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
             Annual Growth Rate/CAGR) sebesar -2,07% per tahun.
          • Total liabilitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp25,36 triliun,
             lebih rendah 18,88% dibanding tahun 2023 yang tercatat sebesar
             Rp31,27 triliun. Penurunan ini dikarenakan adanya penurunan utang
             retensi, uang muka pemberi kerja, dan utang obligasi. Total laibilitas
             Perseroan tahun 2020 sampai dengan 2024 mengalami penurunan setiap
             tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
             Growth Rate/CAGR) sebesar -6,02% per tahun.
         • Total ekuitas Perseroan tahun 2024 tercatat sebesar Rp9,67 triliun lebih
            tinggi 4,95% dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar
            Rp9,21 triliun. Kenaikan ini dikarenakan adanya Peningkatan saldo laba
            dan surplus revaluasi aset. Total ekuitas Perseroan tahun 2020 sampai
            dengan 2024 mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju
            pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
            sebesar 14,78% per tahun.



Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman        20
Page 58
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.4.1.2. Analisis Laba Rugi

          Adapun perkembangan laba rugi Perseroan dapat terlihat pada grafik berikut ini:

          Grafik 2.2. Perkembangan Laba Rugi Perseroan (Rupiah)




          • Pada tahun 2024 pendapatan Perseroan tercatat sebesar Rp13,35 triliun
            mengalami penurunan sebesar 33,48% dibanding tahun 2023 yang
            tercatat sebesar Rp20,07 triliun. Penurunan pendapatan Perseroan
            disebabkan oleh menurunnya pendapatan jasa konstruksi perseroan.
            Pendapatan Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami
            peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
            (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 5,38% per tahun.
          • Laba kotor Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp1,62 triliun
            mengalami penurunan sebesar 29,91% dibanding tahun 2023 yang
            tercatat sebesar Rp2,32 triliun. Penurunan laba kotor Perseroan
            disebabkan oleh menurunnya pendapatan Perseroan. Laba kotor
            Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami penurunan
            setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
            Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 1,59% per tahun.
          • Laba usaha Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp702,1 miliar
            mengalami penurunan sebesar 51,38% dibanding tahun 2023 yang
            tercatat sebesar Rp1,44 triliun. Penurunan laba usaha Perseroan
            disebabkan oleh menurunnya pendapatan laba kotor dan meningkatnya
            beban usaha. Laba usaha Perseroan tahun 2020 sampai dengan tahun
            2024 mengalami penurunan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan
            majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 8,65%
            per tahun.
          • Laba bersih Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp281,14 miliar
            mengalami penurunan sebesar 3,01% dibanding tahun 2023 yang tercatat

Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman             21
Page 59
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


              sebesar Rp289,88 miliar. Laba bersih Perseroan tahun 2020 sampai
              dengan tahun 2024 mengalami kenaikan setiap tahunnya, dengan laju
              pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
              sebesar 85,58% per tahun.


2.4.2.    Analisis Rasio Keuangan

          Perkembangan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2020, 31
          Desember 2021, 31 Desember 2022, 31 Desember 2023, dan 31 Desember
          2024 dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.12.           Rasio Keuangan Perseroan
            Rasio Likuiditas                             2020A          2021A          2022A          2023A          2024A
            Rasio Lancar                                         1,11           1,02           1,21           1,14           1,12
            Rasio Cepat                                          0,88           0,78           0,93           0,92           0,83
            Rasio Kas                                            0,09           0,10           0,18           0,18           0,11
            Rasio Aktivitas                              2020A          2021A          2022A          2023A          2024A
            Rasio Perputaran Piutang Usaha                       101             86             80            124             67
            Rasio Perputaran Persediaan                          254            278            217            117            186
            Rasio Perputaran Utang Usaha                         485            464            339            171            227
            Rasio Leverage                               2020A          2021A          2022A          2023A          2024A
            Rasio Liabilitas terhadap Aset                   85,37%         85,82%         77,93%         77,23%         72,39%
            Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas               583,32%        605,24%        353,17%        339,23%        262,19%
            Rasio Profitabilitas                         2020A          2021A          2022A          2023A          2024A
            Margin Laba Bruto                                16,03%         15,23%         13,26%         11,57%         12,19%
            Margin Laba (Rugi) Usaha                          9,31%          9,72%          7,90%          7,19%          5,26%
            Margin Laba (Rugi) Bersih                         0,22%          0,75%          1,29%          1,44%          2,11%
            Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset           0,06%          0,22%          0,44%          0,72%          0,80%
            Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas        0,43%          1,53%          1,99%          3,14%          2,91%



          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi perusahaan per 31 Desember
          2024 adalah sebagai berikut :

          Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
          liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
          perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
          saat ditagih). Current ratio (rasio lancar) per 31 Desember 2024 sebesar 1,12
          kali yang menunjukkan bahwa Perseroan mampu memenuhi liabilitas
          keuangan dalam jangka pendek. Sedangkan rasio cepat Perseroan per 31
          Desember 2024 adalah sebesar 0,83 dan rasio kas 0,11 kali.

          Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
          tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi
          Perseroan dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan
          laba usaha. Rasio perputaran piutang usaha Perseroan pada 31 Desember
          2024 sebesar 67 hari, perputaran persediaan 186 hari dan rasio perputaran
          utang usaha 227 hari.

          Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
          untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
          panjang. Nilai solvabilitas Perseroan cenderung stabil jika dibandingkan
          tahun sebelumnya, dilihat dari Liabilitas to Total Asset Ratio yang masih bagus
          yaitu sebesar 72,39% pada 31 Desember 2024. Sementara pada Liabilitas


Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                                                    22
Page 60
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          to Equity Ratio Perseroan pada 31 Desember 2024 yaitu sebesar 262,19%
          yang menunjukkan hutang/kewajiban perusahaan lebih besar dari pada
          seluruh ekuitas yang dimilikinya.

          Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
          laba selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
          keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian
          profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
          memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah pajak dengan
          jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu Rate of Return on
          Equity (ROE) per 31 Desember 2024 sebesar 2,91%. Rate of Return on Asset
          (ROA) yang membandingkan antara laba setelah pajak dengan total aset
          sebesar 0,80%. Sedangkan Net Profit Margin pada 31 Desember 2024
          sebesar 2,11%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu
          memaksimalkan modal dan memberikan tingkat pengembalian yang cukup
          untuk investor atau pemegang saham.

2.4.3.    Penilaian atas Proyeksi Keuangan Perseroan

          Berikut ini adalah proyeksi keuangan sebelum dan setelah Transaksi Pinjaman
          dilakukan, yang kami peroleh dari manajemen Perseroan:

2.4.3.1. Proyeksi Posisi Keuangan Sebelum Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan sebelum Transaksi
          dengan asumsi sebagai berikut:
           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
            Desember 2029.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
            normalisasi.

          Tabel 2.13. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                      2025        2026        2027           2028          2029
                 Keterangan
                                    Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi       Proyeksi     Proyeksi
           Aset Lancar             21.704.906   22.091.105   21.319.344     20.386.719   22.387.678
           Aset Tidak Lancar       13.684.683   14.326.464   14.911.539     16.200.976   16.223.595
           Total Aset              35.389.589   36.417.568   36.230.883     36.587.695   38.611.273
           Liabilitas J. Pendek    19.245.709   19.588.151   18.903.832     18.076.875   19.851.122
           Liabilitas J. Panjang    6.341.972    6.722.587    6.726.111      7.068.103     5.976.089
           Total Liabilitas        25.587.681   26.310.738   25.629.943     25.144.978   25.827.212
           Total Ekuitas            9.801.908   10.106.830   10.600.940     11.442.717   12.784.062
           Total Liabilits dan
                                   35.389.589   36.417.568   36.230.883     36.587.695   38.611.273
           Ekuitas
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                           23
Page 61
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 1,96% per tahun. Kenaikan tersebut
          sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan bank, tagihan bruto
          pemberi kerja, uang muka, biaya dibayar dimuka, aset keuangan dari
          kontrak konsesi dan investasi pada ventura bersama.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 0,36% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
          peningkatan uang muka kontrak, utang bank jangka pendek, dan liabilitas
          lainnya.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
          laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 5,73% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
          kenaikan saldo laba Perseroan.


2.4.3.2. Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Transaksi

          Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah Transaksi
          dilakukan, dengan asumsi sebagai berikut:

           Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada 31
            Desember 2029.
           Proyeksi posisi keuangan tersebut tidak dilakukan penyesuaian dan
            normalisasi.

          Tabel 2.14.         Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                             2025       2026          2027         2028        2029
                    Keterangan
                                           Proyeksi    Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi
           Aset Lancar                    21.826.709   22.171.258   21.412.929   20.698.997   22.607.414
           Aset Tidak Lancar              13.623.337   14.285.731   14.871.359   16.077.990   16.134.601
           Total Aset                     35.450.046   36.456.989   36.284.289   36.776.987   38.742.015
           Liabilitas J. Pendek           19.353.712   19.659.223   18.986.814   18.353.771   20.045.962
           Liabilitas J. Panjang           6.274.408    6.663.733    6.659.147    6.879.310    5.797.303
           Total Liabilitas               25.628.120   26.322.956   25.645.961   25.233.081   25.843.265
           Total Ekuitas                   9.821.926   10.134.033   10.638.327   11.543.905   12.898.750
           Total Liabilitas dan Ekuitas   35.450.046   36.456.989   36.284.289   36.776.987   38.742.015
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                                24
Page 62
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
          Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan
          setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
          Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 2,03% per tahun. Kenaikan tersebut
          sebagian besar berasal dari peningkatan kas dan bank, tagihan bruto
          pemberi kerja, uang muka, biaya dibayar dimuka, aset keuangan dari
          kontrak konsesi dan investasi pada ventura bersama.

          Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
          pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 0,37% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
          peningkatan uang muka kontrak, utang bank jangka pendek, dan liabilitas
          lainnya.

          Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
          dengan tahun 2029 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
          laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
          sebesar 5,92% per tahun. Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya
          kenaikan saldo laba Perseroan.


2.4.3.3. Proyeksi Laba Rugi Sebelum Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan terhadap Transaksi yang telah dilakukan,
          antara lain:

          1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
             Perseroan untuk periode 2025-2029.
          2. Proyeksi laba rugi diasumsikan sebelum adanya Transaksi Pinjaman
             Jangka Pendek.
          3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
             Transaksi adalah 11,50% per tahun selama masa proyeksi.
          4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 87,24% terhadap penjualan
             per tahun selama masa proyeksi 2025-2029.
          5. Margin laba kotor terhadap penjualan rata-rata sebesar 12,76% per
             tahun selama masa proyeksi.
          6. Margin laba usaha terhadap penjualan rata-rata sebesar 6,09% per
             tahun selama masa proyeksi.
          7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 39,65% per tahun
             selama masa proyeksi.
          8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 3,10% pertahun
             selama masa proyeksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman      25
Page 63
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan sebelum Rencana Transaksi
          yang telah dilakukan:

          Tabel 2.15. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                  2025          2026          2027          2028         2029
              Keterangan
                               Proyeksi        Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
          Penjualan            13.331.922     16.590.092    18.175.884    20.113.575    23.010.416
          Beban Pokok
                              -11.800.689     -14.470.413   -15.836.084   -17.438.821   -19.934.228
          Penjualan
          Laba Kotor            1.531.233       2.119.680    2.339.800      2.674.754     3.076.188
          Laba Usaha              436.477        979.811     1.165.854      1.443.373     1.764.192
          Laba Sebelum
                                  520.977        764.772       998.468      1.409.632     1.908.534
          Pajak
          Laba Bersih Tahun
                                  126.718        304.922       494.109       841.777      1.341.344
          Berjalan
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.4.3.4. Proyeksi Laba Rugi Setelah Transaksi

          Asumsi-asumsi yang digunakan terhadap Transaksi yang telah dilakukan,
          antara lain:

          1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
             Perseroan untuk periode 2025-2029.
          2. Proyeksi laba rugi diasumsikan setelah adanya Transaksi Pinjaman.
          3. Tingkat pertumbuhan pendapatan rata-rata secara CAGR sebelum
             Transaksi adalah 11,54% per tahun selama masa proyeksi.
          4. Beban pokok penjualan rata-rata sebesar 87,17% terhadap penjualan
             per tahun selama masa proyeksi 2025-2029.
          5. Margin laba kotor terhadap penjualan rata-rata sebesar 12,83% per
             tahun selama masa proyeksi.
          6. Margin laba usaha terhadap penjualan rata-rata sebesar 6,19% per
             tahun selama masa proyeksi.
          7. Pertumbuhan laba bersih rata-rata CAGR sebesar 39,93% per tahun
             selama masa proyeksi.
          8. Net Profit Margin (NPM) Perseroan rata-rata sebesar 3,21% pertahun
             selama masa proyeksi.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                          26
Page 64
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan setelah Rencana Transaksi
          yang telah dilakukan:

          Tabel 2.16. Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                     2025           2026           2027           2028          2029
              Keterangan
                                   Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi
          Penjualan               13.398.647      16.614.042     18.209.834     20.326.244     23.055.416
          Beban Pokok
                                  -11.847.397     -14.487.178    -15.859.849    -17.587.689    -19.965.728
          Penjualan
          Laba Kotor                1.551.251      2.126.865      2.349.985      2.738.555       3.089.688
          Laba Usaha                 456.495         986.996      1.176.039      1.507.174       1.777.692
          Laba Sebelum Pajak         540.995         771.957      1.008.653      1.473.433       1.922.034
          Laba Bersih Tahun
                                     146.736         312.107        504.294        905.578       1.354.844
          Berjalan
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.4.3.5. Proyeksi Arus Kas Sebelum Transaksi

          Perkembangan arus kas Perseroan sebelum Transaksi dilakukan, selama masa
          proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.17.         Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                       2025           2026           2027           2028         2029
               Keterangan
                                     Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi
          Arus Kas Dari
                                       929.103         995.969      1.560.674      1.677.119     2.301.789
          Aktivitas Operasi
          Arus Kas Dari
                                       -544.276       -652.034       -344.670       -846.813       334.298
          Aktivitas Investasi
          Arus Kas Dari
                                       -245.863       -367.329     -1.550.192     -1.356.397      -632.141
          Aktivitas Pendanaan
          Kas dan Setara Kas
                                      2.243.830      2.382.794      2.359.400      2.025.212     1.499.121
          Awal Tahun
          Kas dan Setara Kas
                                      2.382.794      2.359.400      2.025.212      1.499.121     3.503.066
          Akhir Tahun
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.4.3.6. Proyeksi Arus Kas Setelah Transaksi

          Perkembangan arus kas Perseroan setelah Transaksi dilakukan, selama masa
          proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                                  27
Page 65
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Tabel 2.18.          Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                              2025          2026               2027            2028               2029
                Keterangan
                                            Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi            Proyeksi
          Arus Kas Dari Aktivitas
                                              973.769       1.008.700      1.568.181          1.765.815           2.338.518
          Operasi
          Arus Kas Dari Aktivitas
                                              -544.276      -652.034        -344.670           -846.813            334.298
          Investasi
          Arus Kas Dari Aktivitas
                                              -245.863      -367.329      -1.550.192          -1.356.397          -632.141
          Pendanaan
          Kas dan Setara Kas
                                            2.243.830       2.427.460      2.416.798          2.090.116           1.652.721
          Awal Tahun
          Kas dan Setara Kas
                                            2.427.460       2.416.798      2.090.116          1.652.721           3.693.395
          Akhir Tahun
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)



2.4.4.    Analisis Rasio Keuangan atas Proyeksi Keuangan Perseroan

          Analisis rasio keuangan atau financial ratio adalah merupakan suatu alat
          analisis yang digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan
          berdasarkan data perbandingan masing-masing pos yang terdapat di
          laporan keuangan seperti posisi keuangan, laba rugi dan arus kas dalam
          periode tertentu.

          Berdasarkan atas proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
          Perseroan, maka dapat diperoleh analis rasio atas proyeksi tersebut sebagai
          berikut :


2.4.4.1. Rasio Keuangan Sebelum Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan sebelum Transaksi dilakukan, selama masa
          proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.19. Rasio Keuangan Sebelum Transaksi
                        Keterangan                       2025           2026           2027           2028           2029

           Rasio Likuiditas
           - Current Ratio (x)                              1,13           1,13           1,13             1,13          1,13
           - Quick Ratio (x)                                0,85           0,83           0,84             0,85          0,89
           - Cash Ratio (%)                                 0,12           0,12           0,11             0,08          0,18
           Rasio Aktivitas
           - Inventory Turnover (x)                         2,20           2,50           2,90             3,44          4,24
           - Fixed Asset Turnover (x)                       6,41           8,43           9,84         11,71          14,77
           - Total Asset Turnover (x)                       0,38           0,46           0,50             0,55          0,60
           - Sales To Current Asset Ratio (x)               0,61           0,75           0,85             0,99          1,03
           Rasio Solvabilitas
           - Total Debt to Aset Ratio (%)                  26,90          27,47          25,49         23,92          23,19
           - Total Debt to Equity Ratio (%)                97,13          99,00          87,12         76,48          70,04



Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                                                28
Page 66
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk



                       Keterangan            2025        2026        2027          2028     2029

           Rasio Profitabilitas
           - Gross Profit Margin (%)           11,49        12,78       12,87       13,30   13,37
           - Operating Margin (%)               3,27         5,91           6,41     7,18    7,67
           - Net Profit Margin (%)              0,95         1,84           2,72     4,19    5,83
           - Return on Equity / ROE (%)         1,29         3,02           4,66     7,36   10,49
           - Return on Asset / ROA (%)          0,36         0,84           1,36     2,30    3,47


          Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan sebelum Transaksi
          selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:

          Rasio Likuiditas
          Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara
          aset lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan
          kemampuan perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya.
          Terdapat dua indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio
          lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar
          Perseroan selama masa proyeksi adalah 1,13 x. Sedangkan, rata-rata rasio
          cepat Perseroan adalah 0,85x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan cukup
          untuk menutupi kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.

          Rasio Aktivitas
          Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan
          dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio
          aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
          pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio
          aktivitas. Rata-rata total aset turnover (perputaran aset) selama masa
          proyeksi adalah 0,50 kali dan sales to current assets ratio sebesar 0,85 kali.
          Hal ini menunjukkan Perseroan belum mampu menerapkan efektifitas dan
          efisiensi dalam penggunaan dana terhadap aktiva.

          Rasio Solvabilitas
          Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
          seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu
          melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan
          melalui perbandingan antara jumlah aktiva terhadap jumlah ekuitas. Rata-
          rata Debt to Equity Ratio (DER) sebelum Transaksi Perseroan selama masa
          proyeksi adalah 25,40%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio selama
          masa proyeksi adalah 85,95%. Utang Perseroan lebih kecil jika
          dibandingkan dengan total ekuitas sehingga hal menunjukkan secara
          proporsional wajar.

          Rasio Profitabilitas
          Return on asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
          menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama
          masa proyeksi adalah 1,67%. Sementara Return on Equity (ROE) menunjukkan


Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                     29
Page 67
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang
          ditanamkan. Rata-rata ROE selama masa proyeksi 5,36%. Selanjutnya
          adalah NPM (Net Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan dalam
          menghasilkan laba bersih terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM
          Perseroan selama masa proyeksi adalah 3,10%. Hal ini menunjukkan bahwa
          Perseroan cukup efektif untuk menghasilkan laba.


2.4.4.2. Rasio Keuangan Setelah Transaksi

          Rasio keuangan Perseroan setelah Transaksi selama masa proyeksi dapat
          dilihat pada tabel berikut:

          Tabel 2.20. Rasio Keuangan Setelah Transaksi
                       Keterangan               2025      2026      2027      2028     2029

           Rasio Likuiditas
           - Current Ratio (x)                     1,13      1,13      1,13     1,13    1,13
           - Quick Ratio (x)                       0,85      0,83      0,84     0,85    0,89
           - Cash Ratio (%)                        0,13      0,12      0,11     0,09    0,18
           Rasio Aktivitas
           - Inventory Turnover (x)                2,20      2,50      2,90     3,44    4,24
           - Fixed Asset Turnover (x)              6,44      8,44      9,85    11,83   14,80
           - Total Asset Turnover (x)              0,38      0,46      0,50     0,55    0,60
           - Sales To Current Asset Ratio (x)      0,61      0,75      0,85     0,98    1,02
           Rasio Solvabilitas
           - Total Debt to Aset Ratio (%)         26,86     27,44     25,45    23,79   23,11
           - Total Debt to Equity Ratio (%)       96,94     98,73     86,81    75,81   69,42
           Rasio Profitabilitas
           - Gross Profit Margin (%)              11,58     12,80     12,91    13,47   13,40
           - Operating Margin (%)                  3,41      5,94      6,46     7,41    7,71
           - Net Profit Margin (%)                 1,10      1,88      2,77     4,46    5,88
           - Return on Equity / ROE (%)            1,49      3,08      4,74     7,84   10,50
           - Return on Asset / ROA (%)             0,41      0,86      1,39     2,46    3,50


          Tidak ada dampak signifikan dari Transaksi terhadap rasio keuangan kecuali
          pada fixed aset turnover yang mengalami kenaikan 0,04 kali karena
          transaksi yang melibatkan entitas induk dan subsidiary sehingga saling
          mengeliminasi.


2.4.5.    Proforma Laporan Keuangan Sebelum dan Setelah Transaksi

          Berikut adalah proforma laporan keuangan Perseroan sebelum dan sesudah
          Transaksi Pinjaman yang dipersiapkan oleh manajemen Perseroan.



Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                 30
Page 68
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.4.5.1. Proforma Laporan Posisi Keuangan

          Proforma laporan posisi keuangan setelah Transaksi dengan adanya
          Pinjaman sebagai berikut :

          Tabel 2.21. Proforma Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                       Audited                      Proforma Setelah
                                                                   Penyesuian
                       KETERANGAN                    31 Desember                        Pinjaman
                                                                    Proforma
                                                        2024                        31 Desember 2024
           ASET
           Aset Lancar
               Kas dan setara kas                     2.243.831        -41.000           2.202.831
               Piutang usaha
                - Pihak berelasi                         695.140                -           695.140
                - Pihak ketiga                         1.749.664                -         1.749.664
               Piutang retensi
                - Pihak berelasi                         730.657                -          730.657
                - Pihak ketiga                           500.926                -          500.926
               Tagihan bruto pemberi kerja
                - Pihak berelasi                       4.605.861             -            4.605.861
                - Pihak ketiga                         3.267.027             -            3.267.027
               Persediaan                             5.975.401             -            5.975.401
               Uang muka                                690.243             -              690.243
               Biaya dibayar dimuka                     245.441             -              245.441
               Pajak dibayar dimuka                     161.058             -              161.058
               Aset keuangan dari kontrak konsesi       360.191             -              360.191
               Aset lancar lainnya                    1.292.919        41.000            1.333.919
                Jumlah Aset Lancar                    22.518.358             -           22.518.358

           Aset Tidak Lancar
               Aset real estate                       3.913.950                -        3.913.950
               Aset keuangan dari kontrak konsesi     1.254.873                -        1.254.873
               Investasi pada entitas asosiasi          189.422                -          189.422
               Investasi pada ventura bersama         2.762.746                -        2.762.746
               Properti investasi                     1.281.110                -        1.281.110
               Aset tetap – bersih                    2.181.495                -        2.181.495
               Aset hak guna - bersih                    32.510                -           32.510
               Investasi jangka panjang lainnya          26.880                -           26.880
               Aset pajak tangguhan                       3.661                -            3.661
               Aset tidak lancar lainnya                877.777                -          877.777
                Jumlah Aset Tidak Lancar              12.524.424                -       12.524.424
                                       TOTAL ASET     35.042.781                -       35.042.781

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Liabilitas Jangka Pendek
                Utang bank dan lembaga keuangan
                                                      2.902.765                -         2.902.765
                lainnya
               Utang usaha
                - Pihak berelasi                       3.260.875                -         3.260.875
                - Pihak ketiga                         4.042.671                -         4.042.671
               Utang bruto subkontraktor




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                            31
Page 69
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                                                          Audited                        Proforma Setelah
                                                                        Penyesuian
                        KETERANGAN                      31 Desember                          Pinjaman
                                                                         Proforma
                                                           2024                          31 Desember 2024
                - Pihak berelasi                             163.352                 -            163.352
                - Pihak ketiga                             3.004.541                 -          3.004.541
               Utang pajak                                  620.144                 -            620.144
               Uang muka pemberi kerja                      820.409                 -            820.409
               Pendapatan diterima dimuka                   979.032                 -            979.032
               Beban akrual                               1.938.602                 -          1.938.602
               Utang retensi
                - Pihak berelasi                              3.444                  -            3.444
                - Pihak ketiga                              549.698                  -          549.698
                Utang bank dan lembaga keuangan
                                                           187.257                  -          187.257
                lainnya
               Utang obligasi                            1.387.460                  -         1.387.460
               Liabilitas jangka pendek lainnya            161.796                  -           161.796
               Liabilitas imbalan kerja                     27.384                  -            27.384
                                                          20.049.429                           20.049.429
                Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                      -
                            Liabilitas Jangka Panjang
               Utang retensi
                - Pihak berelasi                             66.200                  -           66.200
                - Pihak ketiga                              127.398                  -          127.398
               Uang muka pemberi kerja                      45.013                  -           45.013
                Utang bank dan lembaga keuangan
                                                         1.109.979                  -         1.109.979
                lainnya
               Utang obligasi                            3.053.314                  -         3.053.314
               Sukuk                                       268.414                  -           268.414
               Liabilitas imbalan kerja                    321.566                  -           321.566
               Liabilitas pajak tangguhan                   36.458                  -            36.458
               Liabilitas jangka panjang lainnya           289.819                  -           289.819
                Jumlah Liabilitas Jangka Panjang          5.318.161                  -         5.318.161
                                JUMLAH LIABILITAS          25.367.591                -        25.367.591

           EKUITAS
              Modal saham                                  840.761                  -          840.761
              Tambahan modal disetor                     4.755.656                  -        4.755.656
               Selisih transaksi dengan pihak non
                                                            71.329                  -           71.329
               pengendali
              Saldo laba                                 2.551.534                  -        2.551.534
              Surplus revaluasi tanah                      822.154                  -          822.154
              Kepentingan non pengendali                   633.756                  -          633.756
               Jumlah Ekuitas                             9.675.190                  -        9.675.190
                JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            35.042.781                  -       35.042.781
          Sumber : Laporan Proforma dari Manajemen

          Berdasarkan proforma posisi keuangan diatas terdapat penyesuaian pada:
          1. Ringkasan Laporan Posisi Keuangan Perseroan diambil dari Laporan
              Keuangan Audited Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024.
          2. Penyesuaian dilakukan dengan asumsi bahwa Pinjaman telah
              berlangsung dan Penggunaan Dana telah dilaksanakan sesuai dengan
              Transaksi.



Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                                 32
Page 70
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          3. Penyesuaian atas akun Kas dan Setara Kas sebesar negatif
             Rp82.000.000.000,00 timbul dari jurnal kredit pengeluaran kas tunai
             akibat Rencana Transaksi pinjaman Perseroan kepada ADCP.
          4. Penyesuaian    atas     akun    aset    lancar   lainnya   sebesar
             Rp82.000.000.000,00 yang timbul dari jurnal debit akibat Transaksi
             menyebabkan aset lancar lainnya Perseroan bertambah.


2.4.5.2. Proforma Laporan Laba Rugi

          Tabel 2.22. Proforma Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                                                 Proforma Setelah
                                               Audited          Penyesuian
                    KETERANGAN                                                       Pinjaman
                                           31 Desember 2024      Proforma
                                                                                 31 Desember 2024
           PENDAPATAN - NETO                     13.351.717                  -          13.351.717
           BEBAN POKOK PENJUALAN                -11.722.660                  -         -11.722.660
           LABA BRUTO                             1.628.057                  -            1.628.057
           Beban penjualan                      -19.491.296                  -         -19.491.296
           Beban umum dan administrasi             -906.465                  -             -906.465
           LABA USAHA                               702.101                  -              702.101
           Laba ventura bersama                     884.671                  -              884.671
           Rugi entitas asosiasi                      2.369                  -                2.369
           Beban keuangan                          -837.539                  -             -837.539
           Penghasilan keuangan                    -139.021                  -             -139.021
           Beban pajak penghasilan                 -305.829                  -             -305.829
           LABA SEBELUM PAJAK                       306.752                  -              306.752
           Beban pajak kini                         -25.604                  -              -25.604
           LABA NETO TAHUN BERJALAN                281.148                   -             281.148


          Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
          penyesuaian antara sebelum dan setelah Transaksi, sehingga proforma laba
          rugi tidak mengalami perubahan atas dampak dari Pinjaman dari Perseroan
          ke ADCP.


2.4.6.    Analisis Inkremental

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
          analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
          berikut:

          • Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari
            transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi
            keuangan Perseroan;
          • Biaya atau pendapatan yang relevan;
          • Informasi non-keuangan yang relevan;
          • Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan nilai
            Transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                        33
Page 71
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.4.6.1. Konstribusi Nilai Tambah dan Dampak Terhadap Proyeksi Keuangan

          Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
          analisis konstribusi nilai tambah dilihat dengan membandingkan proyeksi
          posisi keuangan, laba rugi dan arus kas Perseroan sebelum dilakukannya
          Transaksi dan setelah dilakukannya Transaksi.

          Tabel 2.23. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Posisi Keuangan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                               PROYEKSI
                Keterangan
                                   2025F           2026F          2027F       2028F        2029F
           Total Aset
           Sebelum Transaksi       35.389.589     36.417.568    36.230.883   36.587.695   38.611.273
           Setelah Transaksi       35.450.046     36.456.989    36.284.289   36.776.987   38.742.015
           Selisih                     60.457         39.421       53.406      189.292      130.742
           Total Liabilitas
           Sebelum Transaksi       25.587.681     26.310.738    25.629.943   25.144.978   25.827.212
           Setelah Transaksi       25.628.120     26.322.956    25.645.961   25.233.081   25.843.265
           Selisih                     40.439         12.218       16.018       88.103       16.053
           Total Ekuitas
           Sebelum Transaksi        9.801.908     10.106.830    10.600.940   11.442.717   12.784.062
           Setelah Transaksi        9.821.926     10.134.033    10.638.327   11.543.905   12.898.750
           Selisih                     20.018         27.203       37.387      101.188      114.688
          Sumber : Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

          Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan sebelum
          Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp35,38 triliun pada tahun 2025
          menjadi Rp38,61 triliun pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah aset
          Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp35,45 triliun
          pada tahun 2025 menjadi Rp38,74 triliun pada tahun 2029.

          Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
          sebesar Rp25,58 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp25,82 triliun pada tahun
          2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan setelah Transaksi
          masing-masing adalah sebesar Rp25,62 triliun pada tahun 2025 menjadi
          Rp25,84 triliun pada tahun 2029.

          Proyeksi jumlah ekuitas Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
          sebesar Rp9,80 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp12,78 triliun pada tahun
          2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan setelah Transaksi
          masing-masing adalah sebesar Rp9,82 triliun pada tahun 2025 menjadi
          Rp12,89 triliun pada tahun 2029.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                          34
Page 72
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi posisi keuangan tersebut di atas,
          sebelum dan setelah Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi nilai
          tambah yang menyebabkan total aset, total liabilitas dan total ekuitas lebih
          tinggi dibandingkan proyeksi tanpa transaksi.

          Analisis konstribusi nilai tambah juga dapat dilihat dengan membandingkan
          laba rugi Perseroan sebelum dilakukannya Transaksi dan setelah
          dilakukannya Transaksi.

          Tabel 2.24. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Laba Rugi (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                               PROYEKSI
                     Keterangan
                                    2025F          2026F          2027F         2028F         2029F
           Pendapatan
           Sebelum Transaksi        13.331.922   16.590.092     18.175.884    20.113.575    23.010.416
           Setelah Transaksi        13.398.647   16.614.042     18.209.834    20.326.244    23.055.416
           Selisih                     66.725        23.950         33.950       212.669        45.000
           Beban Pokok
           Penjualan
           Sebelum Transaksi       -11.800.689   -14.470.413    -15.836.084   -17.438.821   -19.934.228
           Setelah Transaksi       -11.847.397   -14.487.178    -15.859.849   -17.587.689   -19.965.728
           Selisih                     -46.708      -16.765        -23.765      -148.868       -31.500
           Laba Kotor
           Sebelum Transaksi         1.531.233    2.119.680      2.339.800     2.674.754     3.076.188
           Setelah Transaksi         1.551.251    2.126.865      2.349.985     2.738.555     3.089.688
           Selisih                     20.018         7.185         10.185        63.801        13.500
           Laba Usaha
           Sebelum Transaksi          436.477       979.811      1.165.854     1.443.373     1.764.192
           Setelah Transaksi          456.495       986.996      1.176.039     1.507.174     1.777.692
           Selisih                     20.018         7.185         10.185        63.801        13.500
           Laba Bersih Tahun
           Berjalan
           Sebelum Transaksi          126.718       304.922        494.109       841.777     1.341.344
           Setelah Transaksi          146.736       312.107        504.294       905.578     1.354.844
           Selisih                     20.018         7.185         10.185        63.801        13.500


          Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing
          adalah sebesar Rp13,31 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp23,01 triliun
          pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan
          setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp13,39 triliun pada tahun
          2025 menjadi Rp23,05 triliun pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada
          laba bersih Perseroan setelah Transaksi.

          Proyeksi laba bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
          sebesar Rp126,71 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,34 triliun pada tahun
          2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Transaksi
          masing-masing adalah sebesar Rp146,73 miliar pada tahun 2025 menjadi


Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                             35
Page 73
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          Rp1,35 triliun pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada laba bersih
          Perseroan setelah Transaksi.

          Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laba rugi tersebut di atas, sebelum
          dan setelah Transaksi terdapat perbedaan dari konstribusi nilai tambah,
          dengan adanya transaksi Perseroan melibatkan induk dan subidiary yang
          menyebabkan kenaikan pada proyeksi laba rugi.

          Analisis konstribusi nilai tambah juga dilihat dengan membandingkan arus kas
          Perseroan sebelum dilakukannya Transaksi dan setelah dilakukannya
          Transaksi.

          Tabel 2.25. Analisis Nilai Tambah Proyeksi Arus Kas (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                            PROYEKSI
                 Keterangan
                                   2025F        2026F          2027F        2028F        2029F
           Kas dari Aktivitas
           Operasi
           Sebelum Transaksi        929.103       995.969     1.560.674     1.677.119    2.301.789
           Setelah Transaksi        973.769     1.008.700     1.568.181     1.765.815    2.338.518
           Selisih                   44.666        12.731         7.507        88.696       36.729
           Kas dari Aktivitas
           Investasi
           Sebelum Transaksi       -544.276      -652.034     -344.670       -846.813     334.298
           Setelah Transaksi       -544.276      -652.034     -344.670       -846.813     334.298
           Selisih                        -             -            -              -           -
           Kas dari Aktiivitas
           Pendanaan
           Sebelum Transaksi       -245.863      -367.329    -1.550.192     -1.356.397   -632.141
           Setelah Transaksi       -245.863      -367.329    -1.550.192     -1.356.397   -632.141
           Selisih                        -             -             -              -          -
           Kas Awal Tahun
           Sebelum Transaksi      2.243.830     2.382.794     2.359.400     2.025.212    1.499.121
           Setelah Transaksi      2.243.830     2.427.460     2.416.798     2.090.116    1.652.721
           Selisih                         -       44.666       57.398         64.904     153.600
           Kas Akhir Tahun
           Sebelum Transaksi      2.382.794     2.359.400     2.025.212     1.499.121    3.503.066
           Setelah Transaksi      2.427.460     2.416.798     2.090.116     1.652.721    3.693.395
           Selisih                   44.666        57.398       64.904        153.600     190.329


          Berdasarkan tabel diatas, terdapat perbedaan pada proyeksi arus kas
          Perseroan antara sebelum dan sesudah dilaksanakannya Transaksi yaitu
          pada arus kas aktivitas operasi, aktivitas pendanaan, kas awal dan kas akhir
          tahun mengalami kenaikan.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman                        36
Page 74
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.4.6.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan

          Transaksi yang dilakukan menimbulan biaya-biaya sehubungan dengan
          pelaksanaan Transaksi Pinajaman tetapi tidak terbatas pada imbalan jasa,
          biaya dan/atau kompensasi untuk notaris, penasehat hukum, sekuritas dan
          lainnya.


2.4.6.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan

          • Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
            Berdasarkan kegiatan usaha yang telah dipaparkan, Produk dan jasa
            yang dihasilkan Perseroan yaitu Engineering dan konstruksi, properti dan
            hospitality, manufaktur, dan investasi dan konsesi. dengan uraian masing-
            masing jenis usaha sebagai berikut:

             1. Engineering dan Konstruksi
                a) Konstruksi seluruh sektor bangunan gedung;
                b) Konstruksi seluruh sektor bangunan sipil (di antaranya kontruksi
                   jalan, jembatan, jalan dan jembatan kereta api, pelabuhan,
                   dermaga, bendungan, bagunan pengelolaan air bersih dan
                   limbah, stasiun, dan lain-lain);
                c) Pekerjaan mekanikal serta elektrikal;
                d) Pembangunan sarana dan prasarana perkeretaapian;

            2. Properti dan Hospitality
               Dalam menjalankan bisnis properti, Perseroan mengembangkan
               kawasan gedung bertingkat (highrise building), baik untuk komersial,
               perkantoran maupun hunian (apartment), dan hotel. Selain itu, Perseroan
               turut mengembangkan kawasan hunian yang berkualitas, landed house,
               rumah kantor (rukan), rumah toko (ruko) dan pusat perbelanjaan (mall)
               baik    itu   dalam      pengembangan      lahan    maupun       dalam
               pengembangandesain pemukiman dengan konsep Transit Oriented
               Development (TOD), yaitu pengembangan properti yang terintegrasi
               dengan stasiun LRT yang saat ini sedang dibangun oleh Perseroan.

            3. Manufaktur
               Produk yang dihasilkan Perseroan pada segmen ini adalah beton
               pracetak. Adapun proyek-proyek yang telah menggunakan beton
               pracetak yang diproduksi Perseroan melalui entitas anak usaha, yaitu
               PT Adhi Persada Beton, antara lain Precast Concrete Piles, Precast
               Concrete Sheet Pile, Precast Concrete Railways, Precast Concrete
               Building, Precast Concrete Bridge, Precast Concrete Marine, Precast
               Concrete Drainage, dan Precast Concrete lainnya.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman             37
Page 75
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


            4. Investasi dan Konsesi
               Komitmen Perseroan untuk tumbuh secara berkelanjutan salah satunya
               diwujudkan melalui pengembangan kegiatan bisnis investasi dan konsesi.
               Segmen bisnis ini dijalankan oleh Perseroan dengan skema Private
               Project Partnership (PPP) atau Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha
               (KPBU) melalui penyertaan modal mandiri dari Perseroan maupun
               dengan melakukan pembentukan usaha patungan antara Perseroan
               dengan perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan ekuitas.
             Sumber : Laporan Tahunan Perseroan (diolah)

          • Keunggulan Kompetetif
            Sebagai salah satu perusahaan konstruksi terbaik di Indonesia, Perseroan
            hadir dengan bisnis yang kokoh dan memiliki cakupan pasar luas. Hal
            tersebut diwakili oleh empat sektor utama lini bisnis ADHI, yaitu engineering
            & construction, property & hospitality, manufacture, serta investment &
            concession.




          • Pesaing Usaha
            Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memiliki beberapa
            kompetitor, diantaranya merupakan kompetitor Perseroan yaitu PT PP
            (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero)
            Tbk, PT Brantas Abibraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).
          • Strategi Usaha
            Berikut merupakan strategi usaha yang akan dilakukan Perseroan dalam
            meningkatkan kinerja usaha dan bisnis, diantaranya:
            1. Fokus pasar dalam negeri Menguatkan posisi perusahaan pada
               proyek:
               a) Pemerintah Pusat.
               b) Pemerintah Derah.


Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman             38
Page 76
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


                c) Proyek BUMN.
                d) Proyek Swasta.
             2. Investasi sektor infrastruktur jalan tol Dengan perkiraan sektor
                infrastruktur terutama jalan tol masih tumbuh, dapat menjadi potensi
                besar dan peluang bagi Perseroan.
             3. Pengolahan limbah B3 sebagai pasar baru Laju produksi limbah
                dipengaruhi oleh pembangunan sosiqal ekonomi, tingkat industrialisasi,
                dan iklim. Semakin besar kemakmuran ekonomi dan tingginya
                prosentase penduduk perkotaan, semakin besar jumlah sampah yang
                dihasilkan.
             4. Bisnis air minum sebagai recurring income Sesuai dengan pemerintah
                untuk meningkatkan akses air minum di daerah Indonesia, peluang
                realisasi terbesar terdapat pada Kerjasama Pemerintah dengan
                Swasta (KPS) dan peluang Business to Business (B2B) untuk melakukan
                pengerjaan konstruksi dan pengolahan air.
             5. Memaksimalkan keunggulan dari TOD Kebutuhan infrastruktur daerah
                semakin meningkat untuk menunjang perkembangan kawasan.
                Pengembangan properti dengan akses transportasi membuat
                Perseroan mampu berdiri sendiri sebagai kawasan mandiri.


2.4.6.4. Prosedur Pengambilan Keputusan Oleh Perusahaan dalam Menentukan
         Transaksi dengan Memperhatikan Alternatif Lain

          Prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan
          Transaksi dan nilai Transaksi adalah dilakukan oleh Direksi dengan
          persetujuan Komisaris Perseroan. Tidak terdapat alternatif lain dari Transaksi
          yang dilakukan dengan pihak lain.

          Untuk selanjutnya dilakukan Perjanjian Pinjaman Dana antara Perseroan dan
          ADCP.


2.4.6.5. Hal Material Lainnya

          Tidak terdapat hal-hal material lainnya terkait dengan analisis inkremental
          dari Transaksi. Dengan analisis inkremental yang telah dilakukan, Penilai
          meyakini bahwa Transaksi memberikan nilai tambah bagi Perseroan.


2.5.      Analisis Kewajaran Harga Transaksi
          Analisis kewajaran Transaksi adalah analisis kewajaran suatu transaksi
          dengan bunga pinjaman yang diberikan oleh Perseroan dengan bunga
          pinjaman berdasarkan data pasar.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman            39
Page 77
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


2.5.1.    Bunga Fasilitas Pinjaman Perseroan

          Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Dana yang telah disepakati antara
          Perseroan dan ADCP, diketahui bahwa fasilitas pinjaman Perseroan kepada
          ADCP dengan jumlah sebesar Rp82.000.000.000,00 (delapan puluh dua
          miliar rupiah) dengan jangka waktu 6 (enam) bulan 30 Juni 2028 dengan
          Bunga sebesar 9,02% (sembilan koma nol dua persen).


2.5.2.    Bunga Pasar atas Pinjaman
          Berdasarkan bunga Kredit Modal Kerja (KMK) perbankan berdasarkan data
          pasar diketahui bahwa besaran bunga pinjaman KMK dengan menggunakan
          Rupiah berada pada rentang 6,90% - 8,80%.


2.5.3.    Perbandingan Bunga Fasilitas Pinjaman yang diberikan oleh
          Perseroan dengan Bunga Pasar Pinjaman

          Bunga fasilitas pinjaman Transaksi Perseroan yaitu sebesar 9,02%.
          Sementara itu bunga kredit modal kerja dari perbankan berkisar 6,90% -
          8,80% atau sekitar 2,5% diatas dari bunga tertinggi dari bunga pasar.
          Sehingga berdasarkan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK 35
          Tahin 2020) tidak melebihi batas atas bawah 7,5%. Dengan demikian, bunga
          Transaksi Perseroan berada dalam rentang bunga Pasar.


2.6.      Kesimpulan
          Dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
          • Berdasarkan informasi dari manajemen diketahui bahwa Transaksi
            Pemberian Pinjaman merupakan transaksi afiliasi karena ada hubungan
            afiliasi baik dari pemegang saham antara Perseroan dengan ADCP.
            Transaksi ini bukan merupakan transaksi material.
          • Dengan dilakukannya Transaksi yaitu pemberian pinjaman, maka ADCP
            sebagai anak usaha Perseroan akan memperoleh modal kerja, maka akan
            berdampak terhadap kinerja dan reputasi Perseroan. Selain itu, transaksi
            ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja ADCP, yang berujung pada
            peningkatan nilai investasi Perseroan sebagai pemegang saham.
          • Apabila Transaksi gagal maka untuk mendapatkan modal kerja, ADCP
            sebagai entitas anak Perseroan kemungkinan akan mencari alternatif
            sumber dana lain yang memiliki risiko yang lebih besar berbanding
            Transaksi.
          • Keuntungan transaksi yaitu Perseroan dapat memberikan pinjaman yang
            bersifat lebih cepat dan fleksibel kepada ADCP, dapat mendukung


Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman        40
Page 78
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


            stabilitas anak perusahaan Perseroan, dan sinergi dalam group Perseroan
            dalam meningkatkan efisiensi oeprasioan serta memaksimalkan
            penggunaan sumberdaya finansial.
          • Kerugian Transaksi, dengan dilakukannya Transaksi, terdapat biaya-
            biaya yang muncul akibat Transaksi ini, yang tidak terbatas pada biaya
            lembaga penunjang pasar modal seperti biaya penasehat keuangan, KAP,
            konsultan hukum, KJPP dengan biaya-biaya yang muncul antara lain biaya
            penilaian objek transaksi, biaya-biaya terkait profesi penilai serta
            kewajiban-kewajiban yang lain yang dapat muncul dikemudian hari.
          • Berdasarkan analisis historis keuangan Perseroan diketahui bahwa
            Perseroan memiliki kinerja yang baik. Dengan demikian Perseroan
            melakukan Transaksi untuk memperkuat posisi keuangan dan meningkatkan
            daya saing adalah wajar.
          • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, diperkirakan mengalami
            perubahan pada proyeksi posisi keuangan dan laba rugi karena Rencana
            Transaksi melibatkan holding dan subsidary sehingga memiliki pengaruh
            terhadap kinerja keuangan.
          • Tidak ada dampak signifikan dari Transaksi terhadap rasio keuangan
            karena transaksi yang melibatkan entitas induk dan subsidiary sehingga
            saling mengeliminasi.
          • Berdasarkan proforma posisi keuangan Perseroan terdapat penyesuaian
            antara sebelum dan setelah Transaksi, yaitu penyesuaian atas akun Kas
            dan Setara Kas sebesar negatif Rp82.000.000.000,00 timbul dari jurnal
            kredit pengeluaran kas tunai akibat Rencana Transaksi pinjaman jangka
            pendek Perseroan kepada ADCP. Penyesuaian atas akun aset lancar
            lainnya sebesar Rp82.000.000.000,00 yang timbul dari jurnal debit
            akibat Transaksi menyebabkan aset lancar lainnya Perseroan bertambah.
          • Berdasarkan proforma laba rugi Perseroan diatas tidak terdapat
            penyesuaian antara sebelum dan setelah Transaksi, sehingga proforma
            laba rugi tidak mengalami perubahan atas dampak dari Pinjaman dari
            Perseroan ke ADCP.
          • Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah aset Perseroan
            sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp35,38 triliun pada
            tahun 2025 menjadi Rp38,61 triliun pada tahun 2029. Selanjutnya,
            proyeksi jumlah aset Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah
            sebesar Rp35,45 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp38,74 triliun pada
            tahun 2029. Proyeksi jumlah liabilitas Perseroan sebelum Transaksi masing-
            masing adalah sebesar Rp25,58 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp25,82
            triliun pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah liabilitas Perseroan
            setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp25,62 triliun pada
            tahun 2025 menjadi Rp25,84 triliun pada tahun 2029. Proyeksi jumlah
            ekuitas Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar
            Rp9,80 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp12,78 triliun pada tahun 2029.
            Selanjutnya, proyeksi jumlah ekuitas Perseroan setelah Transaksi masing-
            masing adalah sebesar Rp9,82 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp12,89
            triliun pada tahun 2029.


Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman          41
Page 79
Laporan Pendapat Kewajaran – PT Adhi Karya (Persero) Tbk


          • Proyeksi jumlah pendapatan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing
            adalah sebesar Rp13,31 triliun pada tahun 2025 menjadi Rp23,01 triliun
            pada tahun 2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan Perseroan
            setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp13,39 triliun pada
            tahun 2025 menjadi Rp23,05 triliun pada tahun 2029. Terdapat
            perubahan pada laba bersih Perseroan setelah Transaksi. Proyeksi laba
            bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar
            Rp126,71 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp1,34 triliun pada tahun
            2029. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Transaksi
            masing-masing adalah sebesar Rp146,73 miliar pada tahun 2025 menjadi
            Rp1,35 triliun pada tahun 2029. Terdapat perubahan pada laba bersih
            Perseroan setelah Transaksi.
          • Bunga fasilitas pinjaman Transaksi Perseroan yaitu sebesar 9,02%.
            Sementara itu bunga kredit modal kerja dari perbankan berkisar 6,90% -
            8,80% atau sekitar 2,5% diatas dari bunga tertinggi dari bunga pasar.
            Sehingga berdasarkan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK 35
            Tahin 2020) tidak melebihi batas atas bawah 7,5%. Dengan demikian,
            bunga Transaksi Perseroan berada dalam rentang bunga Pasar.

          Berdasarkan analisa tersebut diatas, kami berpendapat bahwa Transaksi
          adalah WAJAR.




Bab II - Kajian Kewajaran Transaksi Afiliasi Pemberian Fasilitas Pinjaman          42
Page 80
LAMPIRAN
Page 81
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
Lampiran - 01
Historis Posisi Keuangan                                                                                                                                    dalam Rupiah

                                                                   2020A                   2021A                  2022A                2023A                2024A

   ASSET
   Aset Lancar
               Kas dan setara kas                   IDR          2.363.649.065.033       3.152.278.749.730      4.336.901.032.232    4.503.731.722.859    2.243.830.554.138
               Piutang usaha
                - Pihak berelasi                     IDR          1.133.448.302.310       1.076.000.139.855       819.703.669.241     4.705.287.970.261     695.139.624.733
                - Pihak ketiga                       IDR          1.853.066.432.749       1.651.305.457.968      2.163.396.378.900    2.117.251.503.040    1.749.663.810.224
               Piutang retensi                      IDR
                - Pihak berelasi                     IDR            259.415.497.733        385.562.158.849        558.928.805.990      471.895.441.717      730.656.666.184
                - Pihak ketiga                       IDR            312.909.603.740        366.653.953.083        483.480.387.879      568.053.029.230      500.926.040.288
               Tagihan bruto pemberi kerja          IDR
                - Pihak berelasi                     IDR          7.015.945.385.173       7.227.124.106.305      3.666.221.767.755    4.620.394.212.152    4.605.860.802.470
                - Pihak ketiga                       IDR          6.503.858.685.790       5.121.882.526.941      6.229.450.704.191    3.787.057.320.694    3.267.027.386.868
               Persediaan                           IDR          6.321.043.206.659       7.451.040.279.223      6.988.293.371.412    5.684.612.746.796    5.975.400.891.838
               Uang muka                            IDR            437.639.729.204        482.857.256.424        529.310.300.376      673.344.490.306      690.242.577.040
               Biaya dibayar di muka                IDR            168.134.818.283        251.808.408.784        205.075.579.005      247.822.983.775      245.441.161.996
               Pajak dibayar di muka                IDR          1.949.721.032.167        640.006.624.745        157.644.740.084      262.717.491.760      161.058.091.133
               Aset keuangan dari kontrak konse     IDR                          -                         -      19.349.364.763      256.465.955.789      360.191.414.476
               Aset lancar lain-lain                IDR          1.771.671.627.504       3.794.423.264.310      3.742.406.531.561     681.915.895.218     1.292.918.500.928
                Jumlah Aset Lancar                   IDR         30.090.503.386.345      31.600.942.926.217     29.900.162.633.389   28.580.550.763.597   22.518.357.522.316


   Aset Tidak Lancar
               Aset real estat                      IDR          2.947.323.856.077       2.787.810.837.707      3.235.153.128.820    4.218.110.774.003    3.913.949.638.964
               Aset keuangan dari kontrak konse     IDR            169.116.476.745        623.310.781.789       1.333.115.334.786    1.290.037.749.491    1.254.872.972.311
               Investasi pada entitas asosiasi      IDR             44.844.925.840         75.024.616.272         52.821.591.619       48.656.175.750      189.422.484.488
               Investasi pada ventura bersama       IDR            931.887.531.869        936.814.644.443       1.710.581.980.074    2.180.023.443.445    2.762.746.412.679
               Properti investasi                   IDR            912.441.102.649        940.662.000.000       1.011.028.000.000    1.273.372.058.160    1.281.109.600.000
               Aset tetap - bersih                  IDR          2.204.377.328.017       2.150.181.675.985      2.073.906.857.572    2.049.076.918.159    2.181.495.312.023
               Aset hak guna - bersih               IDR             26.072.715.269         16.039.215.455         31.515.339.247       30.298.231.012       32.510.191.122
               Investasi jangka panjang lainnya     IDR            304.179.761.656        310.661.253.656         32.301.852.000       73.349.852.000       26.879.852.000
               Aset pajak tangguhan                 IDR              3.308.577.142             4.393.006.843        4.293.241.022        4.003.718.352        3.660.559.737
               Aset tidak lancar lainnya            IDR            459.832.964.942         454.496.876.252        601.537.258.125      744.550.936.110      877.776.526.433
                Jumlah Aset Tidak Lancar             IDR          8.003.385.240.206       8.299.394.908.402     10.086.254.583.265   11.911.479.856.482   12.524.423.549.757


   JUMLAH ASET                                       IDR         38.093.888.626.551      39.900.337.834.619     39.986.417.216.654   40.492.030.620.079   35.042.781.072.073


   LIABILITAS DAN EKUITAS
   Liabilitas
   Liabilitas Jangka Pendek
                Utang bank dan lembaga
                                                    IDR
                keuangan lainnya                                  4.143.899.100.000       3.824.451.074.290      4.069.024.001.538    5.363.507.346.390    2.902.764.622.053
               Utang usaha                          IDR
                - Pihak berelasi                     IDR          9.405.714.297.885       9.941.892.454.568      8.416.696.157.774    4.617.586.988.638    3.260.874.940.241
                - Pihak ketiga                       IDR          2.678.691.613.497       2.473.728.550.642      2.500.722.043.582    3.697.286.041.589    4.042.670.672.066
               Utang bruto subkontraktor            IDR
                - Pihak berelasi                     IDR            917.268.507.010        705.790.079.884        351.794.340.096      226.284.893.906      163.352.299.363
                - Pihak ketiga                       IDR          5.053.248.781.864       5.095.681.272.488      3.712.473.616.187    4.123.269.887.079    3.004.540.950.072
               Utang pajak                          IDR            683.364.082.555        473.670.072.636        537.596.219.040     1.043.225.355.911     620.143.574.883
               Uang muka pemberi kerja              IDR            705.379.876.626        425.366.744.634        394.203.751.479      852.718.664.525      820.408.824.710
               Pendapatan diterima di muka          IDR            571.657.520.601        677.527.385.917        973.188.357.272      916.476.655.855      979.031.521.593
               Beban akrual                         IDR          1.624.817.511.833       2.386.576.747.021      2.236.754.214.571    2.334.471.117.229    1.938.602.344.354
               Utang retensi                        IDR
                - Pihak berelasi                     IDR             33.372.497.480             1.423.929.450        9.599.665.585        8.230.755.725        3.443.849.315
                - Pihak ketiga                       IDR            543.292.218.537        353.729.647.919        416.176.619.167      515.717.871.355      549.697.892.364
               Utang bank dan lembaga keuanga       IDR            342.908.333.333        166.102.610.000        483.848.555.555      215.542.759.377      187.257.465.334
               Surat utang jangka menengah                         200.000.000.000        200.000.000.000                       -
               Utang obligasi                       IDR                          -       4.240.641.856.847       492.984.085.118      955.482.163.187     1.387.460.237.270
               Liabilitas jangka pendek lainnya     IDR            165.584.021.614        139.455.953.917        145.540.158.301       83.897.444.562      161.796.478.984
               Liabilitas imbalan kerja             IDR             13.451.140.769          21.413.562.100         27.478.279.252       27.478.279.253       27.383.711.574
                Jumlah Liabilitas Jangka Pende       IDR         27.082.649.503.604      31.127.451.942.313     24.768.080.064.517   24.981.176.224.581   20.049.429.384.176


   Liabilitas Jangka Panjang
               Utang retensi
                - Pihak berelasi                     IDR                          -         37.277.377.950         55.271.334.993       55.271.334.993       66.199.517.809
                - Pihak ketiga                       IDR              3.334.404.129        239.494.201.888        224.222.251.679      194.266.298.377      127.397.742.952
               Uang muka pemberi kerja              IDR             41.729.596.721        371.004.093.410        326.973.397.487      122.362.945.719       45.012.504.534
               Utang bank dan lembaga keuanga       IDR            749.467.454.534        841.200.518.388        622.533.203.695      949.968.113.240     1.109.979.298.815
               Utang obligasi                       IDR          4.309.020.519.565       1.241.014.958.545      4.795.375.711.571    4.334.751.127.969    3.053.314.426.870
               Sukuk                                IDR                                                  -                      -     234.644.877.676      268.414.235.028
               Liabilitas imbalan kerja             IDR            301.519.079.298        312.430.169.770        326.055.057.066      315.188.885.226      321.566.151.192
               Liabilitas pajak tangguhan           IDR             27.446.827.591         27.246.938.856         27.247.605.322       27.131.354.210       36.458.172.508
               Liabilitas jangka panjang lainnya    IDR              3.910.793.751          45.510.431.074         16.867.126.808       58.477.077.011      289.819.450.027
                Jumlah Liabilitas Jangka Panjan      IDR          5.436.428.675.589       3.115.178.689.881      6.394.545.688.621    6.292.062.014.421    5.318.161.499.735


                JUMLAH LIABILITAS                    IDR         32.519.078.179.193      34.242.630.632.194     31.162.625.753.138   31.273.238.239.002   25.367.590.883.911


   EKUITAS
               Modal saham                          IDR            356.084.937.600        356.084.937.600        840.760.897.900      840.760.897.900      840.760.897.900
               Tambahan modal disetor               IDR          2.588.833.884.853       2.588.833.884.853      4.755.656.134.234    4.755.656.134.234    4.755.656.134.234
               Selisih transaksi dengan pihak non   IDR              3.117.842.245             3.117.842.245      71.328.744.422       71.328.744.421       71.328.744.421
               Saldo laba                           IDR          1.989.824.895.076       2.041.377.034.231      2.114.788.477.042    2.337.427.819.258    2.551.533.865.030
               Surplus revaluasi tanah              IDR            610.405.303.106        610.405.303.106        610.405.303.106      610.405.303.106      822.154.104.065
               Kepentinngan non pengendali          IDR             26.543.584.478          57.888.200.390        430.851.906.812      603.213.482.158      633.756.442.512
                JUMLAH EKUITAS                       IDR          5.574.810.447.358       5.657.707.202.425      8.823.791.463.516    9.218.792.381.078    9.675.190.188.162


   JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                       IDR         38.093.888.626.551      39.900.337.834.619     39.986.417.216.654   40.492.030.620.079   35.042.781.072.073


   Check Balance                                                                  -                         -                    -                    -                    -


   PRI Notes:
       *    Forecast-2024 Forecast using the moving average from historical data (2020-2023).
      **    Subsequent 2024. based on TB as of Desember 2023
Page 82
OPINI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
Lampiran - 02
Historis Laba Rugi                                                                                                                                         dalam Rupiah

                                                                  2020A                 2021A                 2022A                  2023A                  2024A

    PENDAPATAN                                       IDR      10.827.682.417.205    11.530.471.713.036    13.549.010.228.584     20.072.993.428.021     13.351.717.203.356

    BEBAN POKOK PENJUALAN                            IDR      (9.091.968.816.661)   (9.774.045.780.098)   (11.752.722.145.701)   (17.750.066.226.495)   (11.723.660.348.140)

    LABA KOTOR                                       IDR       1.735.713.600.544     1.756.425.932.938     1.796.288.082.883      2.322.927.201.526      1.628.056.855.216

    BEBAN USAHA
            Beban penjualan                         IDR         (18.620.371.482)      (11.989.462.835)       (14.484.002.514)       (18.077.491.333)       (19.491.296.202)
                Beban umum dan administrasi         IDR        (709.060.369.527)     (623.375.724.730)     (711.884.250.955)      (860.725.071.187)      (906.464.711.041)
                 Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha     IDR        (727.680.741.009)     (635.365.187.565)     (726.368.253.469)      (878.802.562.520)      (925.956.007.243)


    LABA USAHA                                       IDR       1.008.032.859.535     1.121.060.745.373     1.069.919.829.414      1.444.124.639.006        702.100.847.973

                Bagian laba ventura bersama         IDR        156.794.066.638       361.818.790.784        423.398.470.579        487.679.478.713        884.670.719.253
                Bagian rugi entitas asosiasi        IDR            (865.996.456)       (6.289.309.568)       (11.760.103.989)        (4.165.415.869)        2.369.308.738
                Beban keuangan                      IDR        (794.518.842.962)     (864.488.781.253)     (806.691.421.118)      (809.086.170.264)      (837.538.530.293)
                Pendapatan (Beban) lainnya          IDR         (13.101.447.657)     (169.021.923.486)     (123.501.992.982)      (281.527.229.709)      (139.021.471.262)
                Beban pajak penghasilan final       IDR        (316.605.342.000)     (343.846.526.313)     (368.065.065.638)       (520.921.451.732)     (305.828.606.712)
                 Jumlah Pendapatan (Beban) Keuanga   IDR        (968.297.562.437)   (1.021.827.749.836)     (886.620.113.148)     (1.128.020.788.861)     (395.348.580.276)


    LABA SEBELUM PAJAK                               IDR         39.735.297.098        99.232.995.537        183.299.716.266        316.103.850.145        306.752.267.697


                Pajak kini                          IDR         (17.764.248.560)      (13.824.339.300)        (7.715.710.796)       (26.048.067.768)       (25.604.345.707)
                Pajak tangguhan                     IDR           1.731.603.909         1.091.144.148          (374.138.365)          (173.271.558)                      -

    LABA BERSIH                                      IDR         23.702.652.447        86.499.800.385        175.209.867.105        289.882.510.819        281.147.921.990


    PRI Notes:
        *        Forecast-2024 Forecast using the moving average from historical data (2020-2023).
        **       Subsequent 2024. based on TB as of Desember 2023
Page 83
OPINI KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
Lampiran - 03
Historis Arus Kas                                                                                                                                                                          dalam Rupiah

                                                                                                 2020A                  2021A                  2022A                  2023A                  2024A

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
              Penerimaan kas dari pelanggan                                           IDR   12.865.638.770.543     15.342.887.797.515     17.155.432.596.206     20.311.224.459.971     19.635.441.513.593
              Penerimaan restitusi pajak                                              IDR      647.951.599.574      1.310.309.893.422        220.718.666.267                       -         1.644.452.152

              Peningkatan (penurunan) rekening bank yang dibatasi penggunaannya       IDR                     -                      -      (149.350.808.235)        25.840.278.387         24.255.335.351
              Pembayaran kepada pemasok dan beban lainnya                             IDR   (11.304.384.321.890)   (14.396.284.735.156)   (15.168.310.431.687)   (19.138.446.765.927)   (17.278.206.747.901)
              Pembayaran kepada karyawan                                              IDR     (444.998.910.198)      (396.881.595.766)      (465.988.139.924)      (591.402.388.077)      (610.274.307.446)
              Pembayaran pajak penghasilan                                            IDR     (328.092.808.463)      (343.846.526.313)      (368.065.065.638)      (523.362.860.099)      (305.828.606.712)



   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                                         IDR    1.436.114.329.566      1.516.184.833.702      1.224.436.816.989         83.852.724.255      1.467.031.639.037


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
              Penerimaan bunga                                                        IDR       45.216.574.146         31.862.030.263         34.539.917.229         79.229.105.593         60.713.519.205
              Penjualan aset tetap                                                    IDR        1.975.175.190            997.318.323         24.548.445.074          1.625.948.776          6.971.069.353
              Penambahan properti investasi                                           IDR       (12.586.661.907)         (348.300.000)        (73.559.000.000)                     -      (130.000.000.000)
              Penerimaan dari perpindahan kepemilika aset keuangan                    IDR                     -        39.821.859.881        378.076.911.169        558.821.688.747         95.245.288.930
              Penambahan aset keuangan dari kontrak konsesi                           IDR     (169.116.476.745)      (504.094.372.964)     (1.116.507.176.733)     (733.516.520.795)      (153.562.790.354)
              Penempatan investasi pada entitas asosiasi dan jangka panjang lainnya   IDR       (35.934.401.656)       (45.344.000.000)     (679.707.000.000)        (41.048.000.000)       (91.927.000.000)
              Penempatan investasi pada ventura bersama                               IDR     (165.817.117.800)      (120.641.037.102)        (61.849.540.752)     (413.604.216.385)      (531.706.506.934)
              Pengembalian investasi pada ventura bersama                             IDR      223.017.428.770        425.162.601.987        356.523.070.877        431.842.231.727        802.990.914.596
              Penambahan aset tetap                                                   IDR     (255.436.540.871)        (54.915.566.104)     (107.299.901.599)      (154.301.503.426)        (35.611.872.115)
              Penambahan tanah belum dikembangkan                                     IDR     (204.574.978.089)      (301.849.197.897)        (84.160.092.480)     (111.395.426.633)         (7.945.394.335)

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                                       IDR     (573.256.998.962)      (529.348.663.613)     (1.329.394.367.215)     (382.346.692.396)        15.167.228.346


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
              Penerimaan pinjaman bank. obligasi dan sukuk                            IDR    3.234.242.338.671      4.214.729.784.966      9.050.892.884.439      4.700.822.744.186      4.273.258.008.463
              Pembayaran pinjaman bank dan obligasi                                   IDR    (4.009.203.618.373)    (3.445.750.470.155)    (9.544.532.266.288)    (3.292.165.654.159)       100.657.897.521
              Pembayaran surat utang jangka menengah                                  IDR                     -                      -      (200.000.000.000)                      -     (6.292.494.952.380)
              Penerimaan tambahan setoran modal                                       IDR                     -                      -     2.665.717.781.650                       -      (956.000.000.000)
              Pembayaran biaya emisi saham                                            IDR                     -                      -        (14.219.571.969)                     -
              Hasil dari penawaran sahan perdana anak perusahaan                      IDR                     -                      -       278.854.918.984                       -         (3.604.600.000)
              Penyertaan saham oleh kepentingan non pengendali                        IDR        (3.300.000.000)           (30.000.000)       68.352.000.000         96.495.000.000          1.893.000.000
              Pembayaran beban pinjaman                                               IDR     (862.829.093.409)      (924.089.268.939)      (974.548.185.180)     (1.005.048.210.880)     (837.538.530.293)
              Pembayaran liabiitas sewa                                               IDR       (46.747.282.953)       (43.066.531.264)       (40.937.728.908)       (34.779.220.379)       (28.270.859.416)
               Pembayaran dividen                                                                (66.380.474.121)                     -                      -                      -                      -

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                                       IDR    (1.754.218.130.185)     (198.206.485.392)     1.289.579.832.728        465.324.658.768      (3.742.100.036.105)


   KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                      IDR     (891.360.799.581)       788.629.684.697      1.184.622.282.502        166.830.690.627      (2.259.901.168.722)


   KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                       IDR    3.255.009.864.614      2.363.649.065.033      3.152.278.749.730      4.336.901.032.232      4.503.731.722.859


   KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                                      IDR    2.363.649.065.033      3.152.278.749.730      4.336.901.032.232      4.503.731.722.859      2.243.830.554.137



   PRI Notes:
       *    Forecast-2024 Forecast using the moving average from historical data (2020-2023).
      **    Subsequent 2024. based on TB as of Desember 2023
Page 84
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT ADHI KARYA (PERSERO) Tbk
Lampiran - 04
                                                                 RASIO KEUANGAN

                        Keterangan                   2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
Aset Lancar                                     30.090.503.386.345    31.600.942.926.217    29.900.162.633.389    28.580.550.763.597    22.518.357.522.316
Liabilitas Jangka Pendek                        27.082.649.503.604    31.127.451.942.313    24.768.080.064.517    24.981.176.224.581    20.049.429.384.176
Rasio Lancar                                                  1,11                  1,02                  1,21                  1,14                  1,12
*)Disajikan dalam kali

                        Keterangan                   2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
Aset Lancar                                     30.090.503.386.345    31.600.942.926.217    29.900.162.633.389    28.580.550.763.597    22.518.357.522.316
Persediaan                                       6.321.043.206.659     7.451.040.279.223     6.988.293.371.412     5.684.612.746.796     5.975.400.891.838
Liabilitas Jangka Pendek                        27.082.649.503.604    31.127.451.942.313    24.768.080.064.517    24.981.176.224.581    20.049.429.384.176
Rasio Cepat                                                   0,88                  0,78                  0,93                  0,92                  0,83
*)Disajikan dalam kali

                        Keterangan                   2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
Kas dan setara kas                               2.363.649.065.033     3.152.278.749.730     4.336.901.032.232     4.503.731.722.859     2.243.830.554.138
Liabilitas Jangka Pendek                        27.082.649.503.604    31.127.451.942.313    24.768.080.064.517    24.981.176.224.581    20.049.429.384.176
Rasio Kas                                                     0,09                  0,10                  0,18                  0,18                  0,11
*)Disajikan dalam kali

   Rasio Likuiditas                                  2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Rasio Lancar                                                1,11                  1,02                  1,21                  1,14                  1,12
   Rasio Cepat                                                 0,88                  0,78                  0,93                  0,92                  0,83
   Rasio Kas                                                   0,09                  0,10                  0,18                  0,18                  0,11
   *)Disajikan dalam kali

   Keterangan                                        2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Pendapatan                                   10.827.682.417.205    11.530.471.713.036    13.549.010.228.584    20.072.993.428.021    13.351.717.203.356
   Piutang Usaha                                 2.986.514.735.059     2.727.305.597.823     2.983.100.048.141     6.822.539.473.301     2.444.803.434.957
   Rasio Perputaran Piutang Usaha                              101                    86                    80                   124                    67
   *)Disajikan dalam hari

   Keterangan                                        2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Beban Pokok Pendapatan                        9.091.968.816.661     9.774.045.780.098    11.752.722.145.701    17.750.066.226.495    11.723.660.348.140
   Persediaan                                    6.321.043.206.659     7.451.040.279.223     6.988.293.371.412     5.684.612.746.796     5.975.400.891.838
   Rasio Perputaran Persediaan                                 254                   278                   217                   117                   186
   *)Disajikan dalam hari

   Keterangan                                        2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Beban Pokok Pendapatan                        9.091.968.816.661     9.774.045.780.098    11.752.722.145.701    17.750.066.226.495    11.723.660.348.140
   Utang Usaha                                  12.084.405.911.382    12.415.621.005.210    10.917.418.201.356     8.314.873.030.227     7.303.545.612.307
   Rasio Perputaran Utang Usaha                                485                   464                   339                   171                   227
   *)Disajikan dalam hari

   Rasio Aktivitas                                   2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Rasio Perputaran Piutang Usaha                              101                    86                    80                   124                    67
   Rasio Perputaran Persediaan                                 254                   278                   217                   117                   186
   Rasio Perputaran Utang Usaha                                485                   464                   339                   171                   227
   *)Disajikan dalam hari

   Keterangan                                        2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Jumlah Liabilitas                            32.519.078.179.193    34.242.630.632.194    31.162.625.753.138    31.273.238.239.002    25.367.590.883.911
   Jumlah Aset                                  38.093.888.626.551    39.900.337.834.619    39.986.417.216.654    40.492.030.620.079    35.042.781.072.073
   Rasio Liabilitas terhadap Aset                           85,37%                85,82%                77,93%                77,23%                72,39%
   *)Disajikan dalam persen

   Keterangan                                        2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Jumlah Liabilitas                            32.519.078.179.193    34.242.630.632.194    31.162.625.753.138    31.273.238.239.002    25.367.590.883.911
   Jumlah Ekuitas                                5.574.810.447.358     5.657.707.202.425     8.823.791.463.516     9.218.792.381.078     9.675.190.188.162
   Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                       583,32%               605,24%               353,17%               339,23%               262,19%
   *)Disajikan dalam persen

   Rasio Leverage                                    2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Rasio Liabilitas terhadap Aset                          85,37%                85,82%                77,93%                77,23%                72,39%
   Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                      583,32%               605,24%               353,17%               339,23%               262,19%

   Keterangan                                        2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Laba Bruto                                    1.735.713.600.544     1.756.425.932.938     1.796.288.082.883     2.322.927.201.526     1.628.056.855.216
   Pendapatan                                   10.827.682.417.205    11.530.471.713.036    13.549.010.228.584    20.072.993.428.021    13.351.717.203.356
   Margin Laba Bruto                                        16,03%                15,23%                13,26%                11,57%                12,19%

   Keterangan                                        2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Laba (Rugi) Usaha                             1.008.032.859.535     1.121.060.745.373     1.069.919.829.414     1.444.124.639.006       702.100.847.973
   Pendapatan                                   10.827.682.417.205    11.530.471.713.036    13.549.010.228.584    20.072.993.428.021    13.351.717.203.356
   Margin Laba (Rugi) Usaha                                  9,31%                 9,72%                 7,90%                 7,19%                 5,26%

   Keterangan                                        2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Laba Bersih                                      23.702.652.447        86.499.800.385       175.209.867.105       289.882.510.819       281.147.921.990
   Pendapatan                                   10.827.682.417.205    11.530.471.713.036    13.549.010.228.584    20.072.993.428.021    13.351.717.203.356
   Margin Laba (Rugi) Bersih                                 0,22%                 0,75%                 1,29%                 1,44%                 2,11%

   Keterangan                                        2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Laba (Rugi) Bersih                               23.702.652.447        86.499.800.385       175.209.867.105       289.882.510.819       281.147.921.990
   Jumlah Aset                                  38.093.888.626.551    39.900.337.834.619    39.986.417.216.654    40.492.030.620.079    35.042.781.072.073
   Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                   0,06%                 0,22%                 0,44%                 0,72%                 0,80%

   Keterangan                                        2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Laba (Rugi) Bersih                               23.702.652.447        86.499.800.385       175.209.867.105       289.882.510.819       281.147.921.990
   Jumlah Ekuitas                                5.574.810.447.358     5.657.707.202.425     8.823.791.463.516     9.218.792.381.078     9.675.190.188.162
   Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                0,43%                 1,53%                 1,99%                 3,14%                 2,91%

   Rasio Profitabilitas                              2020A                 2021A                 2022A                 2023A                 2024A
   Margin Laba Bruto                                         16,03%                15,23%                13,26%                11,57%                12,19%
   Margin Laba (Rugi) Usaha                                   9,31%                 9,72%                 7,90%                 7,19%                 5,26%
   Margin Laba (Rugi) Bersih                                  0,22%                 0,75%                 1,29%                 1,44%                 2,11%
   Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                    0,06%                 0,22%                 0,44%                 0,72%                 0,80%
   Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                 0,43%                 1,53%                 1,99%                 3,14%                 2,91%
Page 85
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Rasio Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 05
            Keterangan               2025      2026      2027      2028      2029
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x)                     1,13      1,13      1,13      1,13      1,13
- Quick Ratio (x)                       0,85      0,83      0,84      0,85      0,89
- Cash Ratio (x)                        0,12      0,12      0,11      0,08      0,18
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x)                2,20      2,50      2,90      3,44      4,24
- Fixed Asset Turnover (x)              6,41      8,43      9,84     11,71     14,77
- Total Asset Turnover (x)              0,38      0,46      0,50      0,55      0,60
- Sales To Current Asset Ratio (x)      0,61      0,75      0,85      0,99      1,03
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%)       26,90%    27,47%    25,49%    23,92%    23,19%
- Total Debt to Equity Ratio (%)     97,13%    99,00%    87,12%    76,48%    70,04%
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%)            11,49%    12,78%    12,87%    13,30%    13,37%
- Operating Margin (%)                3,27%     5,91%     6,41%     7,18%     7,67%
- Net Profit Margin (%)               0,95%     1,84%     2,72%     4,19%     5,83%
- Return on Equity / ROE (%)          1,29%     3,02%     4,66%     7,36%    10,49%
- Return on Asset / ROA (%)           0,36%     0,84%     1,36%     2,30%     3,47%
Page 86
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Rasio Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 06
                     Keterangan      2025      2026      2027      2028      2029
Rasio Likuiditas
- Current Ratio (x)                     1,13      1,13      1,13      1,13      1,13
- Quick Ratio (x)                       0,85      0,83      0,84      0,85      0,89
- Cash Ratio (x)                        0,13      0,12      0,11      0,09      0,18
Rasio Aktivitas
- Inventory Turnover (x)                2,20      2,50      2,90      3,44      4,24
- Fixed Asset Turnover (x)              6,44      8,44      9,85     11,83     14,80
- Total Asset Turnover (x)              0,38      0,46      0,50      0,55      0,60
- Sales To Current Asset Ratio (x)      0,61      0,75      0,85      0,98      1,02
Rasio Solvabilitas
- Total Debt to Aset Ratio (%)       26,86%    27,44%    25,45%    23,79%    23,11%
- Total Debt to Equity Ratio (%)     96,94%    98,73%    86,81%    75,81%    69,42%
Rasio Profitabilitas
- Gross Profit Margin (%)            11,58%    12,80%    12,91%    13,47%    13,40%
- Operating Margin (%)                3,41%     5,94%     6,46%     7,41%     7,71%
- Net Profit Margin (%)               1,10%     1,88%     2,77%     4,46%     5,88%
- Return on Equity / ROE (%)          1,49%     3,08%     4,74%     7,84%    10,50%
- Return on Asset / ROA (%)           0,41%     0,86%     1,39%     2,46%     3,50%
Page 87
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Proyeksi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 07

                                           0,2   IDR Juta       2024                 2025                 2026                 2027                 2028                 2029
    Pendapatan Usaha                                           13.351.717           13.331.922           16.590.092           18.175.884           20.113.575           23.010.416

   Beban Pokok Pendapatan                                     -11.723.660          -11.800.689          -14.470.413          -15.836.084          -17.438.821          -19.934.228

                                                                                         (88,51%)             (87,22%)             (87,13%)             (86,70%)             (86,63%)

    Laba Bruto                                                 1.628.057            1.531.233            2.119.680            2.339.800            2.674.754            3.076.188
   Marjin Laba Bruto                                               12,19%               11,49%               12,78%               12,87%               13,30%               13,37%

    Umum & Administrasi                                          -862.042             -953.046             -985.659           -1.006.659           -1.049.345           -1.110.238

    Penyusutan                                                    -63.914             -141.710             -154.210             -167.287             -182.036             -201.758

    Laba Usaha                                                   702.101              436.477              979.811            1.165.854            1.443.373            1.764.192
   Marjin Laba Usaha                                                5,26%                3,27%                5,91%                6,41%                7,18%                7,67%

    Bunga                                                        -837.538             -857.663             -851.629             -779.977             -872.197             -835.841

    Pendapatan JO                                                884.670              942.885              742.102              940.062             1.099.090            1.148.672

    Pendapatan/Beban Lain-lain                                   -165.303                 -722             -105.512             -327.471             -260.634             -168.489

    Laba Sebelum Pajak                                           583.930              520.977              764.772              998.468            1.409.632            1.908.534
   Marjin Laba Sebelum Pajak                                        4,37%                3,91%                4,61%                5,49%                7,01%                8,29%

    Pajak Penghasilan                                            -331.432             -394.259             -459.849             -504.358             -567.855             -567.189

    Laba Bersih                                                  252.498              126.718              304.922              494.109              841.777            1.341.344
   Marjin Laba Bersih                                               1,89%                0,95%                1,84%                2,72%                4,19%                5,83%

    EBITDA                                                      1.485.382            1.520.350            1.770.610            1.945.732            2.463.865            2.946.133
   EBITDA Margin                                                   11,13%               11,40%               10,67%               10,71%               12,25%               12,80%




                                                 IDR Juta       2024                 2025                 2026                 2027                 2028                 2029
Arus Kas dari Aktivitas Operasi                                 1.467.031             929.103              995.969            1.560.674            1.677.119            2.301.789


Arus Kas dari Aktivitas Investasi                                 15.167              -544.276             -652.034             -344.670             -846.813             334.298


Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                              -3.742.100             -245.863             -367.329           -1.550.192           -1.356.397             -632.141

       Penerimaan Pinjaman Bank/Obligasi                         4.373.915            2.000.000            2.000.000                        -        1.000.000            2.000.000

       Pembayaran Pinjaman Bank/Obligasi                        -7.252.098           -1.388.200           -1.515.700             -770.215           -1.484.200           -1.796.300

       Pembayaran Bunga                                           -863.917             -857.663             -851.629             -779.977             -872.197             -835.841

       PMN & Right Issue                                                     -                    -                    -                    -                    -                    -

Arus Kas Neto                                                  -2.259.902             138.964               -23.393             -334.189             -526.090            2.003.945

Saldo Awal kas                                                  4.503.732            2.243.830            2.382.794            2.359.400            2.025.212            1.499.121

Saldo Akhir Kas                                                 2.243.830            2.382.794            2.359.400            2.025.212            1.499.121            3.503.066



                                                 IDR Juta       2024                 2025                 2026                 2027                 2028                 2029
       Kas & Bank                                            2.243.829,72         2.382.793,66         2.359.400,47         2.025.211,60         1.499.121,19         3.503.066,12

       Piutang Usaha                                         2.444.803,00         2.188.667,27         2.210.513,99         2.175.908,52         2.091.058,78         2.230.493,35

       Piutang Retensi                                       1.231.583,00           561.139,13           556.640,63           549.095,74           551.622,21           563.118,87

       Tagihan Bruto                                         7.872.888,00         8.417.086,88         8.349.609,43         8.236.436,05         8.274.333,22         8.446.783,02

       Persediaan/Aset Real Estat                            5.975.401,00         5.368.048,62         5.789.587,35         5.468.259,47         5.066.138,84         4.698.791,12

       Biaya Dibayar Dimuka                                    245.497,00           257.771,85           270.660,44           284.193,46           298.403,14           313.323,29

       Aset Lancar Lainnya / RK                              2.504.355,00         2.529.398,55         2.554.692,54         2.580.239,46         2.606.041,86         2.632.102,27

       Jumlah Aset Lancar                                   22.518.356,72        21.704.905,95        22.091.104,85        21.319.344,30        20.386.719,24        22.387.678,04

       Investasi pd Ventura Bersama                          2.762.746,00         4.210.734,40         5.561.780,30         6.564.098,91         8.183.090,95         8.668.586,86

       Properti Investasi                                    1.281.110,00         1.268.298,90         1.255.615,91         1.243.059,75         1.230.629,15         1.218.322,86

       Aset Tetap - Neto                                     2.181.495,00         2.078.957,42         1.967.837,05         1.847.948,62         1.718.050,99         1.558.003,80

       Aset Lainnya                                          6.299.073,28         6.126.692,45         5.541.230,39         5.256.431,84         5.069.204,96         4.778.681,67

                                                                                 13.684.683,16        14.326.463,65        14.911.539,13        16.200.976,05        16.223.595,19
       TOTAL ASET                                           35.042.781,00        35.389.589,12        36.417.568,50        36.230.883,43        36.587.695,29        38.611.273,23

       Utang Usaha                                          10.471.439,00        10.216.933,89        10.546.109,02        10.673.686,44        10.320.620,35        10.159.019,02

       Uang Muka Kontrak                                     1.844.453,00         1.936.675,65         2.033.509,43         2.135.184,90         2.241.944,15         2.354.041,36

       Utang Bank & Obligasi / RK                            8.909.190,00         9.520.990,00        10.005.290,00         9.235.075,00         8.750.875,00         8.954.575,00

       Liabilitas Lainnya                                    4.142.509,00         3.913.081,41         3.725.829,58         3.585.997,12         3.831.538,57         4.359.576,23

       TOTAL LIABILITAS                                     25.367.591,00        25.587.680,95        26.310.738,02        25.629.943,46        25.144.978,07        25.827.211,61

       Liabilitas Jk Pendek                                 19.966.995,00        19.245.709,36        19.588.151,37        18.903.832,38        18.076.875,07        19.851.122,39

       Liabilitas Jk Panjang                                 5.400.596,00         6.341.971,59         6.722.586,65         6.726.111,08         7.068.103,00         5.976.089,21

       EKUITAS                                               9.675.190,00         9.801.908,17        10.106.830,48        10.600.939,97        11.442.717,22        12.784.061,63

       TOT LIABILITAS & EKUITAS                             35.042.781,00        35.389.589,12        36.417.568,50        36.230.883,43        36.587.695,29        38.611.273,23

                                                                         -                    -                    -                    -                    -                    -

                                                                        0                    0                    0                    0                    0                    0
Page 88
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Proyeksi Keuangan Sebelum Transaksi
Lampiran - 07
                           IDR Juta   2024           2025           2026           2027           2028           2029
    CURRENT Ratio                             1,1            1,1            1,1            1,1            1,1            1,1
    DSO                                 315,73         305,73         244,58         220,12         198,11         178,30
    DIO                                 186,04         166,04         146,04         126,04         106,04          86,04
    DPO                                 326,01         316,01         266,01         246,01         216,01         186,01
    CCC                                 175,75         155,75         124,60         100,14          88,13          78,32
    DER (IBD)                                0,92           0,97             1,0            0,9            0,8            0,7
    DER (Total Debt)                         2,62           2,55           2,50           2,45           2,25           2,05
    IBD to Invs. Capital                     0,48           0,49           0,50           0,47           0,43           0,41
    IBD to EBITDA                            6,00           6,26           5,65           4,75           3,55           3,04
    Cash Ratio                           11,24%         12,38%         12,05%         10,71%             8,29%      17,65%
    ROA                                      0,72%          0,36%          0,84%          1,36%          2,30%          3,47%
    ROE                                      2,61%          1,29%          3,02%          4,66%          7,36%      10,49%
    TIE                                      1,77           1,77           2,08           2,49           2,82           3,52
    NPM                                      1,89%          0,95%          1,84%          2,72%          4,19%          5,83%
    GPM                                  12,19%         11,49%         12,78%         12,87%         13,30%         13,37%
    EBITDA MARGIN                        11,13%         11,40%         10,67%         10,71%         12,25%         12,80%
Page 89
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Proyeksi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 08

                                       0,2
                                             IDR Juta       2024                 2025                 2026                 2027                 2028                 2029
    Pendapatan Usaha                                       13.351.717           13.398.647           16.614.042           18.209.834           20.326.244           23.055.416

    Beban Pokok Pendapatan                                -11.723.660          -11.847.397          -14.487.178          -15.859.849          -17.587.689          -19.965.728

                                                                                     (88,42%)             (87,20%)             (87,09%)             (86,53%)             (86,60%)

    Laba Bruto                                             1.628.057            1.551.251            2.126.865            2.349.985            2.738.555            3.089.688
    Marjin Laba Bruto                                          12,19%               11,58%               12,80%               12,91%               13,47%               13,40%

    Umum & Administrasi                                      -862.042             -953.046             -985.659           -1.006.659           -1.049.345           -1.110.238

    Penyusutan                                                -63.914             -141.710             -154.210             -167.287             -182.036             -201.758

    Laba Usaha                                               702.101              456.495              986.996            1.176.039            1.507.174            1.777.692
    Marjin Laba Usaha                                           5,26%                3,41%                5,94%                6,46%                7,41%                7,71%

    Bunga                                                    -837.538             -857.663             -851.629             -779.977             -872.197             -835.841

    Pendapatan JO                                            884.670              942.885              742.102              940.062             1.099.090            1.148.672

    Pendapatan/Beban Lain-lain                               -165.303                 -722             -105.512             -327.471             -260.634             -168.489

    Laba Sebelum Pajak                                       583.930              540.995              771.957            1.008.653            1.473.433            1.922.034
    Marjin Laba Sebelum Pajak                                   4,37%                4,04%                4,65%                5,54%                7,25%                8,34%

    Pajak Penghasilan                                        -331.432             -394.259             -459.849             -504.358             -567.855             -567.189

    Laba Bersih                                              252.498              146.736              312.107              504.294              905.578            1.354.844
    Marjin Laba Bersih                                          1,89%                1,10%                1,88%                2,77%                4,46%                5,88%

    EBITDA                                                  1.485.382            1.558.008            1.777.795            1.955.917            2.527.666            2.959.633
    EBITDA Margin                                              11,13%               11,63%               10,70%               10,74%               12,44%               12,84%




                                             IDR Juta       2024                 2025                 2026                 2027                 2028                 2029
Arus Kas dari Aktivitas Operasi                            1.467.031              973.769            1.008.700            1.568.181            1.765.815            2.338.518


Arus Kas dari Aktivitas Investasi                             15.167             -544.276             -652.034             -344.670             -846.813              334.298


Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan                          -3.742.100            -245.863             -367.329            -1.550.192           -1.356.397            -632.141

        Penerimaan Pinjaman Bank/Obligasi                    4.373.915            2.000.000            2.000.000                        -        1.000.000            2.000.000

        Pembayaran Pinjaman Bank/Obligasi                   -7.252.098           -1.388.200           -1.515.700             -770.215           -1.484.200           -1.796.300

        Pembayaran Bunga                                      -863.917             -857.663             -851.629             -779.977             -872.197             -835.841

        PMN & Right Issue                                                -                    -                    -                    -                    -                    -

Arus Kas Neto                                              -2.259.902             183.630               -10.662             -326.682             -437.395           2.040.674

Saldo Awal kas                                              4.503.732            2.243.830            2.427.460            2.416.798            2.090.116            1.652.721

Saldo Akhir Kas                                            2.243.830            2.427.460            2.416.798            2.090.116            1.652.721            3.693.395



                                             IDR Juta       2024                 2025                 2026                 2027                 2028                 2029
        Kas & Bank                                       2.243.829,72         2.427.460,15         2.416.797,93         2.090.116,17         1.652.721,04         3.693.395,10

        Piutang Usaha                                    2.444.803,00         2.244.556,50         2.226.562,52         2.196.382,95         2.206.488,86         2.252.475,47

        Piutang Retensi                                  1.231.583,00           561.139,13           556.640,63           549.095,74           551.622,21           563.118,87

        Tagihan Bruto                                    7.872.888,00         8.417.086,88         8.349.609,43         8.236.436,05         8.274.333,22         8.446.783,02

        Persediaan/Aset Real Estat                       5.975.401,00         5.389.295,52         5.796.295,00         5.476.465,62         5.109.386,47         4.706.216,13

        Biaya Dibayar Dimuka                               245.497,00           257.771,85           270.660,44           284.193,46           298.403,14           313.323,29

        Aset Lancar Lainnya / RK                         2.504.355,00         2.529.398,55         2.554.692,54         2.580.239,46         2.606.041,86         2.632.102,27

        Jumlah Aset Lancar                              22.518.356,72        21.826.708,59        22.171.258,48        21.412.929,45        20.698.996,81        22.607.414,15

        Investasi pd Ventura Bersama                     2.762.746,00         4.210.734,40         5.561.780,30         6.564.098,91         8.183.090,95         8.668.586,86

        Properti Investasi                               1.281.110,00         1.268.298,90         1.255.615,91         1.243.059,75         1.230.629,15         1.218.322,86

        Aset Tetap - Neto                                2.181.495,00         2.078.957,42         1.967.837,05         1.847.948,62         1.718.050,99         1.558.003,80

        Aset Lainnya                                     6.299.073,28         6.065.346,26         5.500.497,67         5.216.252,05         4.946.218,71         4.689.687,03
                                                                             13.623.336,98        14.285.730,93        14.871.359,33        16.077.989,80        16.134.600,56
        TOTAL ASET                                      35.042.781,00        35.450.045,56        36.456.989,41        36.284.288,79        36.776.986,60        38.742.014,71

        Utang Usaha                                     10.471.439,00        10.257.372,84        10.558.327,43        10.689.704,30        10.408.723,44        10.175.072,26

        Uang Muka Kontrak                                1.844.453,00         1.936.675,65         2.033.509,43         2.135.184,90         2.241.944,15         2.354.041,36

        Utang Bank & Obligasi / RK                       8.909.190,00         9.520.990,00        10.005.290,00         9.235.075,00         8.750.875,00         8.954.575,00

        Liabilitas Lainnya                               4.142.509,00         3.913.081,41         3.725.829,58         3.585.997,12         3.831.538,57         4.359.576,23

        TOTAL LIABILITAS                                25.367.591,00        25.628.119,90        26.322.956,44        25.645.961,32        25.233.081,15        25.843.264,85

        Liabilitas Jk Pendek                            19.966.995,00        19.353.711,58        19.659.223,48        18.986.814,20        18.353.771,14        20.045.962,10

        Liabilitas Jk Panjang                            5.400.596,00         6.274.408,32         6.663.732,96         6.659.147,12         6.879.310,02         5.797.302,76

        EKUITAS                                          9.675.190,00         9.821.925,67        10.134.032,98        10.638.327,47        11.543.905,45        12.898.749,86

        TOT LIABILITAS & EKUITAS                        35.042.781,00        35.450.045,56        36.456.989,41        36.284.288,79        36.776.986,60        38.742.014,71

                                                                     -                    -                    -                    -                    -                    -

                                                                    0                    0                    0                    0                    0                    0
Page 90
OPINI KEWAJARAN TRANSAKSI
PT Adhi Karya (Persero) Tbk
Proyeksi Keuangan Setelah Transaksi
Lampiran - 08




                           IDR Juta   2024           2025           2026           2027           2028           2029
    CURRENT Ratio                             1,1            1,1            1,1            1,1             1,1            1,1
    DSO                                  315,73         305,73         244,58         220,12         198,11         178,30
    DIO                                  186,04         166,04         146,04         126,04         106,04             86,04
    DPO                                  326,01         316,01         266,01         246,01         216,01         186,01
    CCC                                  175,75         155,75         124,60         100,14             88,13          78,32
    DER (IBD)                                0,92           0,97             1,0            0,9            0,8            0,7
    DER (Total Debt)                         2,62           2,55           2,50           2,45            2,25           2,05
    IBD to Invs. Capital                     0,48           0,49           0,50           0,46            0,43           0,41
    IBD to EBITDA                            6,00           6,11           5,63           4,72            3,46           3,03
    Cash Ratio                           11,24%         12,54%         12,29%         11,01%             9,00%      18,42%
    ROA                                      0,72%          0,41%          0,86%          1,39%          2,46%          3,50%
    ROE                                      2,61%          1,49%          3,08%          4,74%          7,84%      10,50%
    TIE                                      1,77           1,82           2,09           2,51            2,90           3,54
    NPM                                      1,89%          1,10%          1,88%          2,77%          4,46%          5,88%
    GPM                                  12,19%         11,58%         12,80%         12,91%         13,47%         13,40%
    EBITDA MARGIN                        11,13%         11,63%         10,70%         10,74%         12,44%         12,84%

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.85 MB
Published30 Jun 2025
Pages90
Characters258,618
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 72 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Adhi Commuter Properti Tbk p.1 ×26
linked person Amir Abadi Jusuf p.5 ×13
linked person Dody Usodo Hargosuseno · Komisaris Utama p.39
linked person Bob Arthur Lombogia · Komisaris p.39
linked person Hironimus Hilapok · Komisaris Independen p.39
linked person Erwin Moeslimin Singajuru · Komisaris Independen p.39
linked person Rustam Sofyan Sirait · Komisaris Independen p.39
linked person Elan Suherlan · Komisaris Independen p.39
linked person Entus Asnawi Mukhson · Direktur Utama p.39
linked person Alloysius Suko Widigdo · Direktur Operasi 1 p.39
linked person Vera Kirana · Direktur Operasi 3 p.39
linked person Bani Iqbal · Direktur Keuangan p.39
linked person Ki Syahgolang Permata · Direktur Human Capital dan Legal p.39
linked person Yan Arianto · Direktur Manajemen Risiko dan p.39
linked person Achmad Wachid Abdullah · Direktur Keuangan, Managemen Risiko dan p.40
possible org ADHI KARYA (PERSERO) TBK p.1 ×250
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×12
possible org Negara Republik Indonesia p.2 ×6
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.39
possible — Harimawan · Direktur Operasi 2 p.39
possible person Herry Ardianto · Komisaris Utama p.40
possible person Achmad Afandi · Komisaris p.40
possible person Rizkan Firman · Direktur Utama p.40
possible person Farid Budiyanto · Direktur Pemasaran dan Produksi p.40
possible org PP (Persero) Tbk p.75 ×2
possible org Waskita Karya (Persero) Tbk p.75 ×2
possible org Wijaya Karya (Persero) Tbk p.75 ×2
unresolved org TOTO SUHARTO & REKAN p.1 ×5
unresolved org KJPP Toto Suharto dan Rekan p.2
unresolved org KJPP Toto Suharto p.2 ×11
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.5
unresolved org Mawar dan Rekan p.5 ×8
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×27
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.7 ×2
unresolved org Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat p.7 ×2
unresolved org Rekan Ir. Toto Suharto. p.9
unresolved person Ir. Toto Suharto., M.Sc., MAPPI (Cert.) · Pimpinan Rekan p.9
unresolved person Ahmad Olii p.14 ×2
unresolved person Karina Gama Soleha p.14 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan B. Quality Assurance p.16
unresolved org Kementerian Keuangan RI. p.17
unresolved — Ekonomika p.17
unresolved org Identitas Status Penilai KJPP Toto Suharto & Rekan p.27
unresolved org PT Actual Kencana Appraisal p.27
unresolved org Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan p.27
unresolved org Menteri Keuangan p.27 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan p.27
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto p.27
unresolved person Kartini Mulyadi p.28 ×5
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.28 ×2
unresolved org Pelaksana p.28
unresolved — Bab I - Pendahuluan p.28
unresolved org KJPP TnR p.35 ×14
unresolved org KJPP TnR. Bab I p.36
unresolved org PT Datindo Entrycom p.39
unresolved person Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito p.40 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.40
unresolved org Menteri No. AHU p.40
unresolved org Koperasi Adhi Sejahtera p.40
unresolved person Amrozi Hamid · Komisaris Independen p.40
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- AH. p.42
unresolved org Menteri Hukum dan HAM p.43 ×3
unresolved person Ashoya Ratam p.43 ×2
unresolved org Selatan (Persero) Tbk p.43
unresolved org Karya (Persero) Tbk p.43
unresolved org Republik Indonesia Adhi Karya (Persero) Tbk p.43
unresolved org Selatan Karya (Persero) Tbk p.43
unresolved org Bank Indonesia Bab II p.43 ×2
unresolved org Kota Nusantara p.53
unresolved org PT Adhi Persada Beton p.74
unresolved org PT Brantas Abibraya (Persero) p.75
unresolved org PT Nindya Karya (Persero) p.75

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 3545 ms 12 Sep 2026 22:37
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai '
                            'dengan'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'AFFILIATED',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'bukan ekuitas. Setelah melakukan analisis sesuai dengan',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-12-31',
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result