Skip to content
Back to announcement

20250624_IFSH_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31908303_lamp4.pdf

Asset transaction Needs review IFSH

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 63

Page 1
            kantor jasa penilai publik
            febriman siregar dan rekan
            Ijin Kementrian Keuangan RI No. 2.12.0109




                      REVISI LAPORAN STUDI KELAYAKAN
L APORAN K AJIAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
P ERHITUNGAN A TAS PTJ ANGKA
                          IFISHDECO, TBK.
                                         W AKTU D AN J UMLAH
K ONTRIBUSI A TAS Gedung
                   K ERJASAMA              P EMANFAATAN A SET
                         Sahid Sudirman Center Lt. 42 F
P EMERINTAH P ROVINSI             G ORONTALO
                      Jalan Jend. Sudirman No. 86       G UBERNUR
                      Karet Tengsin, Tanah Abang
D ENGAN B ENTUK BGS (B ANGUNAN
                             Jakarta Pusat       G UNA S ERAH )
                 No Laporan : 00600/2.0109-05/BS/02/0069/1/VI/2025
Page 2
            Ijin Kementerian Keuangan RI No. 2.12.0109




Bogor, 23 Juni 2025
No. Laporan : 00600/2.0109-05/BS/02/0069/1/VI/2025

Kepada Yth. :
DIREKSI DAN KOMISARIS
PT IFISHDECO, TBK.
Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 42 F
Jalan Jend. Sudirman No. 86
Karet Tengsin, Tanah Abang
Jakarta Pusat

Perihal         :    Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Ifishdeco, Tbk.


Dengan hormat,

Sehubungan dengan tanggapan surat Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-303/PM.023/2025 tanggal 04 Juni
2025 kami Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar dan Rekan (“FSR” atau “Penilai” atau “Kami”)
mengeluarkan Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Ifishdeco, Tbk. untuk
mengganti laporan nomor 00456/2.0109-05/BS/02/0069/1/IV/2025 tertanggal 28 April 2025. FSR telah
memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 459/KM.1/2020 tanggal
17 September 2020 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
838/PM.223/2019 tanggal 31 Juli 2019 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
(Pendaftaran Ulang) No. STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024 tanggal 31 Juli 2024 sebagai Penilai Properti/Aset
dan Bisnis di Pasar Modal.

Identifikasi Status Penilai

Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
Perseroan. KJPP FSR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan
ini. Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.

Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Nama                             : PT Ifishdeco, Tbk. (“Perseroan”)
Bidang Usaha                     : Industri Pertambangan Bijih Nikel
Alamat                           : Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 42 F
                                   Jalan Jend. Sudirman No. 89
                                   Karet Tengsin, Tanah Abang
                                   Jakarta Pusat
Telepon                          : (021) 5704 988
Website                          : www.ifishdeco.com
                                                                                                          Kantor Cabang Bogor
                                                                                        Jl. Perumahan Bogor Baru Blok D-I No.19
                                                                                                    RT.007, RW.001, Kel. Tegallega
                                                                                                   Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor
                                                                                                                   Jawa Barat 16129
                                                                                                                Telp. : 0251-8397671
                                                                                                         Email : fsr.bogor@fsr.co.id
                                                                                                             Website : www.fsr.co.id
                                          Cabang : Pekanbaru (P) ; Medan (PS) ; Surabaya (B) ; Sidoarjo (P) ; Bandar Lampung (PS) ;
                                                                                Bogor (PB) ; Makassar (PS) ; Tangerang Selatan (P)
Page 3
Identifikasi Obyek

Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah Jasa Studi
Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan KBLI yaitu Perkebunan Kelapa.


Jenis Mata Uang Yang Digunakan

Dalam studi kelayakan ini, mata uang yang digunakan adalah Rupiah sesuai dengan mata uang fungsional
yang tercantum dalam laporan keuangan.


Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

Maksud dan tujuan dari laporan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
atas penambahan kegiatan usaha berupa penambahan KBLI yang ditinjau dari berbagai aspek, yaitu aspek
pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek keuangan. Adapun KBLI yang
akan ditambahkan adalah KBLI : 01261 - Perkebunan Kelapa.

Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Peraturan tersebut
mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh Penilai.


Tingkat Kedalaman Investigasi

     Inspeksi

      Inspeksi telah dilakukan terhadap Perseroan, sesuai dengan penugasan yang diberikan. Dalam
      melakukan inspeksi kami tidak mengalami keterbatasan untuk mengamati kegiatan operasional
      Perseroan.

     Penelaahan

      Dari hasil inspeksi dan data/informasi yang diterima maka setelah dilakukan penelaahan, kami tidak
      menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi kepada pihak manajemen
      Perseroan atau pihak terkait lainnya.


Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan

Informasi yang relevan yang digunakan dalam proses penilaian, seperti data yang dipublikasikan, data riset
atau data yang diperoleh dari Pemerintah (antara lain data dari website data beta industri, data dari website
Damodaran berupa data Equity Risk Premium dan Rating-based Default Spread, data dari Bank Indonesia
berupa data ekonomi makro, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dari asosiasi terkait berupa data pasar
serta data publikasi terkait lainnya) digunakan tanpa verifikasi dan disetujui oleh Pemberi Tugas.



Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Ifishdeco, Tbk                                                                                      ii
Page 4
Asumsi dan Kondisi Pembatas

Studi Kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:

1.  Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini bersifat non-disclaimer opinion.
2.  KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses studi
    kelayakan penambahan kegiatan usaha.
3. Dalam menyusun laporan ini, KJPP FSR mengandalkan data dan informasi yang diperoleh berasal dari
    sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan
    yang dibuat oleh Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. KJPP FSR bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan
    yang telah disesuaikan.
6. Pemberi Tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan studi
    kelayakan penambahan kegiatan usaha telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP FSR dan tidak ada
    pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
7. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
    dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
8. KJPP FSR bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Akhir.
9. Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan pemenuhan POJK
    dan tidak untuk kepentingan lainnya.
10. Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi perekonomian , industri dan keuangan, serta regulasi
    pemerintah terkait dengan penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini
    diterbitkan.
11. KJPP FSR tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga selain Pemberi Tugas selama tidak
    menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.
12. KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari Pemberi Tugas.

Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Utama

Dalam melakukan studi kelayakan ini, KJPP FSR telah sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.


Analisa Kelayakan Pasar

Berdasarkan data Horizon Grand View Research, pasar produk kelapa global mengalami pertumbuhan yang
pesat dari 2017 hingga 2030 dengan nilai pasar diproyeksikan melebihi 40 miliar dolar AS pada 2030 atau
hampir tiga kali lipat dari 2017 dengan Indonesia menyumbang sekitar 30% dari produksi global. Pertumbuhan
ini didorong oleh meningkatnya permintaan produk sehat seperti air kelapa, santan, briket, minyak kelapa dan
gula kelapa, serta penggunaan dalam industri pangan, kosmetik dan farmasi bahkan energi. Sehingga,
dengan memperhatikan potensi pasar dan kondisi perekonomian yang sedang tumbuh, maka rencana
Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak untuk dilaksanakan.

Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Ifishdeco, Tbk                                                                                     iii
Page 5
Analisa Kelayakan Teknis

Lokasi budidaya kelapa berada di HGU Perseroan yang terletak di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe
Selatan,, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan luas total 1.504,26 hektar. Untuk setiap awal, 50 meter
dialokasikan sebagai pilot project guna menguji produktivitas dan efektifitas varietes kelapa unggulan dalam
produksi santan dan produk turunan kelapa lainnya. Pengembangan lebih lanjut akan dilakukan dengan
perluasan lahan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan hasil evaluasi produksi.

Strategi pemasaran pada produk yang dihasilkan, yaitu menggunakan bibit unggul, menerapkan budidaya
berkelanjutan dengan pupuk organik dan irigasi modern, serta memperoleh sertifikasi organik untuk
meningkatkan nilai jual dan daya saing. Dari sisi harga, Perseroan melakukan penetapan harga fleksibel
berbasis kualitas dan volume, menawarkan kontrak harga jangka panjang dengan pabrik pengolahan, serta
mengoptimalkan rantai pasok dan distribusi untuk pasar domestik dan ekspor.

Dalam melakukan promosi, Perseroan membangun brand sebagai produsen premium, memanfaatkan B2B
(business to business) marketplace dan pameran dagang, serta menjalin kemitraan strategis dengan industri
pengolahan, koperasi petani dan ekspor global. Perseroan juga membangun kemitraan dengan
pemberdayaan petani dan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas, memberdayakan komunitas, lokal
melalui insentif dan pembinaan, serta memahami kebutuhan pelanggan industri guna memastikan pasokan
bahan baku berkualitas sesuai permintaan pasar. Melihat adanya rencana melakukan pilot project guna
menguji produktivitas dan efektivitas varietes kelapa unggulan dan perluasan secara bertahap sesuai dengan
evaluasi produksi serta strategi pemasaran yang diterapkan oleh Perseroan, maka rencana Penambahan
Kegiatan Usaha secara teknis layak untuk dilaksanakan.

Analisa Kelayakan Pola Bisnis dan Model Manajemen

Perseroan berkomitmen terhadap pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu, Perseroan
secara berkala memberikan program pelatihan, peraturan dan prosedur keselamatan kerja yang disusun untuk
melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja. Struktur organisasi Perseroan saat ini telah
mendukung operasional kerja Perseroan dalam rencana Penambahan Kegiatan Usaha, sehingga rencana
Penambahan Kegiatan Usaha secara manajemen layak untuk dilaksanakan.

Analisa Kelayakan Aspek Keuangan
1.   Biaya modal untuk hutang diasumsikan setara dengan tingkat bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah.
     Tingkat bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah untuk kredit investasi berdasarkan data Bank
     Indonesia bulan Desember 2024 untuk bank Persero adalah sebesar 9,00%.
2.   Analisis Kelayakan Proyek adalah sebagai berikut:
         Net Present Value yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp.
          172.292.503.536,-.
         Internal Rate of Return yang diperoleh sebesar 19,97% lebih besar dari discount factor yang
          digunakan.

Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Ifishdeco, Tbk                                                                                     iv
Page 6
         Profitability Index yang diperoleh adalah sebesar 2,307 yang berarti lebih besar dari 1.
         Payback Period selama 9 tahun 1 bulan.


Kesimpulan

Berdasarkan kajian, evaluasi keuangan dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan kegiatan usaha tersebut
diatas dapat memberikan kontribusi yang positif dan layak.


KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
FEBRIMAN SIREGAR DAN REKAN




Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Properti dan Bisnis (PB)
Ijin Penilai Publik No. PB-1.08.00069
MAPPI No. 92-S-00252
STTD No. PPB-41/PJ-1/PM.021/2024




Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Ifishdeco, Tbk                                                                                    v
Page 7
Laporan ini merupakan revisi dari laporan nomor 00456/2.0109-05/BS/02/0069/1/IV/2025 tertanggal 28
April 2025, dimana kami telah melakukan revisi pada:
1.   Penerbitan kembali laporan penilaian dengan disertai alasan dan penjelasan diterbitkannya revisi dengan
     nomor dan tanggal yang berbeda.
2.   Laporan Penilai yang disampaikan sesuai dengan pengungkapan sebagaimana diatur dalam POJK No.
     35/POJK.04/2020 dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020.
3.   Tinjauan Industri Proyek. Pengungkapan bahasan mengenai:
     a. Kesinambungan, potensi, sasaran dan potensi nilai pasar. Halaman 3-7
     b. Pesaing usaha. Halaman 3-11.
4.   Aspek Teknis. Pengungkapan bahasan strategi pemasaran proyek disajikan sebagai bagian bahasan
     tinjauan indutri proyek dan pengungkapan bahasan mengenai ketersediaan dan kualitas sumber daya
     termasuk bahan baku dan sumber daya manusia. Halaman 4-3.
5.   Kelayakan Model Manajemen. Pengungkapan berkaitan langsung dengan kegiatan usaha baru, meliputi:
     a. Ketersediaan tenaga kerja. Halaman 5-2.
     b. Manajemen kekayaan intelektual. Halaman 5-3.
     c. Kapasitas dan kemampuan manajemen. Halaman 5-3.
     d. Kesesuaian struktur organisasi mengenai struktur organisasi yang disiapkan dalam kegiatan usaha
           baru. Halaman 5-3.
6.   Pengungkapan analisis kelayakan pola bisnis. Halaman 5-9.




Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Ifishdeco, Tbk                                                                                     vi
Page 8
                                            PENDAHULUAN                           1
1.1   LATAR BELAKANG

PT Ifishdeco, Tbk. yang selanjutnya disebut “Perseroan” adalah perusahaan yang bergerak
dalam bidang industri pertambangan nikel yang berdomisili di Gedung Sahid Sudirman Center
Lt. 42 F, Jalan Jend. Sudirman Kav. 86, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan lokasi
pertambangan yang terletak Desa Ngapaaha, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Kendari,
Sulawesi Tenggara.

Perseroan bermaksud untuk melakukan penambahan kegiatan usaha berupa penambahan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) berupa Perkebunan Kelapa yang terletak
di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi tenggara dengan
luas 1.504,26 hektar ditinjau dari berbagai aspek, yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek pola
bisnis, aspek model manajemen dan aspek keuangan. Penambahan kegiatan usaha ini
selanjutnya dalam laporan ini disebut dengan “Proyek”.

Sehubungan dengan rencana tersebut diatas, untuk mengetahui kelayakan atas Proyek
tersebut, maka Perseroan membutuhkan studi kelayakan untuk memenuhi Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Untuk mengetahui kelayakan atas usaha Perseroan
tersebut, maka Perseroan memerlukan Kajian dari Pihak Independen untuk melakukan
analisa dan kajian serta menyusun Laporan Studi Kelayakan. Selanjutnya manajemen
Perseroan menunjuk KJPP FSR sebagai pihak independen dalam penyusunan laporan studi
kelayakan tersebut.

1.2   STATUS PENILAI

Penilai adalah partner dari KJPP Febriman Siregar dan Rekan (“KJPP FSR”) dengan
kualifikasi sebagai berikut:

Nama                               : Ir. Yohn PS. Napitupulu, Msc., MAPPI (Cert.)
Anggota MAPPI                      : 92-S-00252
No. Izin Penilai Publik            : PB-1.08.00069
No. Izin Bapepam-LK                : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
No. Register                       : RMK-2017.00069
Klasifikasi bidang jasa            : Penilai Bisnis dan Properti

KJPP FSR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan
Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan ini.




             Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                 1-1
Page 9
Dalam mempersiapkan laporan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Kajian ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Kajian. KJPP FSR juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. lmbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
dihasilkan.

1.3   IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA

Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam hal ini adalah:

Nama                        : PT Ifishdeco, Tbk. (“Perseroan”)
Bidang Usaha                : Industri Pertambangan Bijih Nikel
Alamat                      : Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 42 F
                              Jalan. Jend Sudirman No. 86
                              Karet Tengsin, Tanah Abang
                              Jakarta Pusat
Telepon                     : (021) 5704 988
Email                       : corporate@ifishdeco.com
Website                     : www.ifishdeco.com

1.4   DASAR PENUGASAN

Berdasarkan Surat Penawaran yang telah disepakati bersama antara KJPP Febriman Siregar
dan Rekan dengan PT Ifishdeco, Tbk. Nomor : 1134A/PNW/PB-BGR-FSR/XII/2024 tertanggal
30 Desember 2024 perihal Jasa Konsultan Pekerjaan Studi Kelayakan.

1.5   MAKSUD DAN TUJUAN PENUGASAN

Maksud dan tujuan laporan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas penambahan kegiatan usaha berupa penambahan KBLI yang ditinjau dari
berbagai aspek, yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen
dan aspek keuangan. Adapun KBLI yang akan ditambahkan adalah KBLI : 01261 -
Perkebunan Kelapa.

Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi
kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh penilai.




            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                             1-2
Page 10
1.6    OBJEK STUDI KELAYAKAN

Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan KBLI
yaitu Perkebunan Kelapa.

1.7    TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE)

Tanggal efektif laporan studi kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024 dengan
menggunakan parameter dan laporan keuangan dalam analisis didasarkan pada data per 31
Desember 2024 dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha berupa penambahan KBLI.

1.8    JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN

Dalam studi kelayakan ini, mata uang yang diigunakan adalah Rupiah sesuai dengan mata
uang fungsional yang tercantum dalam laporan keuangan.

1.9    METODOLOGI

Metodologi yang digunakan untuk penyusunan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:

1. Metode Pengumpulan Data dan Kajian Kepustakaan
   Data yang diperoleh dari Perseroan dan berbagai macam data pendukung lainnya yang
   terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha.
2. Survey Lapangan
   Survey lapangan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh data yang dapat
   dipertanggung jawabkan dengan tujuan antara lain:
   -    Mengetahui rencana proyek
   -    Mengetahui aksesibiltas dan daya dukung sarana dan prasarana yang sudah ada di
        lokasi proyek.
   -    Mengetahui lebih lanjut potensi pasar yang ada dan selain yang sudah ada.
3. Metode Analisis
   Metode analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha sebagai berikut:
      a. Kelayakan Pasar
      b. Kelayakan Teknis
      c. Kelayakan Pola Bisnis
      d. Kelayakan Model Manajemen
      e. Kelayakan Keuangan
4. Memberikan kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.

1.10 ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

Studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini bersifat non-disclaimer opinion.



            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                            1-3
Page 11
2.   KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
     proses studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.
3.   Dalam    menyusun laporan ini, KJPP FSR mengandalkan data dan informasi yang
     diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4.   Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
     proyeksi keuangan yang dibuat oleh Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya
     (fiduciary duty).
5.   KJPP FSR bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran
     proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
6.   Pemberi Tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
     penugasan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha telah diungkapkan seluruhnya
     kepada KJPP FSR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
7.   Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
     rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
8.  KJPP FSR bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Akhir.
9.  Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
    pemenuhan POJK dan tidak untuk kepentingan lainnya.
10. Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi perekonomian , industri dan keuangan,
    serta regulasi pemerintah terkait dengan penambahan kegiatan usaha yang akan
    dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
11. KJPP FSR tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga selain Pemberi Tugas
    selama tidak menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.
12. KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari
    Pemberi Tugas.

1.11 SUMBER DATA

Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan, kami menggunakan data dan informasi dari
manajemen Perseroan dan dari publikasi sebagai berikut:

1.    Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
      berakhir 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
      Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
      semua hal yang material, No. Laporan : 00037/3.0355/AU.1/02/0337-1/1/III/2022
      tanggal 11 Maret 2022, Akuntan Publik Arief Setyadi, CPA.
2.    Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
      berakhir 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
      Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
      semua hal yang material, No. Laporan : 00023/3.0355/AU.1/02/1188-1/1/III/2023
      tanggal 15 Maret 2023, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.
3.    Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
      berakhir 31 Desember 2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
      Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
      semua hal yang material, No. Laporan : 00011/3.0355/AU.1/02/1188-2/1/II/2024
      tanggal 26 Februari 2024, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.



             Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                 1-4
Page 12
4.    Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
      berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
      Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
      semua hal yang material, No. Laporan : 00015/3.0355/AU.1/02/1188-3/1/II/2025
      tanggal 24 Februari 2025, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.
5.    Company Profile Perseroan.
6.    Rencana Bisnis Budidaya Kelapa milik Perseroan Tahun 2025.
7.    Wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu dengan Bapak Agus Sugiarto
      sebagai Manajer Perkebunan.
8.    Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar dan
      lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari pihak
      independen yang kami anggap relevan.


1.12 INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen,
tidak ada benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat rencana
Perubahan Kegiatan Usaha Utama ini. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau
keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi kelayakan ini juga tidak
ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang
kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang dihasilkan.




            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                1-5
Page 13
           GAMBARAN UMUM PERSEROAN                                                2
2.1    RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN

Perseroan didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri
(PMDN) No. 6 Tahun 1968 juncto Undang-Undang No. 12 Tahun 1970 berdasarkan Akta
Notaris No. 41 tanggal 9 Juni 1971 yang dibuat di hadapan Abdul Latief, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. J.A.5/110/7 tanggal 29 Juni 1971.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 142 tanggal 18 Juli 2024 yang dibuat di hadapan Christina
Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai persetujuan perubahan
susunan pengurus Perseroan yaitu perubahan susunan Direksi. Perubahan ini telah dicatat
dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
suratnya AHU-AH.01.09-0230201 tanggal 23 Juli 2024.

Perseroan berdomisilii di Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 42 F, Jalan Jend. Sudirman
Kav. 86, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan lokasi pertambangan yang terletak
di Desa Ngapaaha, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara.

Entitas induk Perseroan adalah PT Fajar Mining Resources dan Perseroan beroperasi
secara komersial pada tahun 2012 dalam industri pertambangan nikel.

2.2    LINGKUP USAHA PERSEROAN

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
berusaha dalam bidang pertambangan bijih nikel. Untuk mencapai maksud dan tujuan,
Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

a.    Kegiatan Usaha Utama
      Menjalankan usaha dibidang pertambangan bijih nikel, yang mencakup usaha
      penambangan dan pengolahan bijih nikel, termasuk juga usaha pemanfaatannya yang
      tidak dapat dipisahkan secara administratif dari usaha pertambangan bijih nikel.
b.    Kegiatan Usaha Penunjang
      Menjalankan usaha lain yang berkaitan dan mendukung kegiatan usaha utama
      Perseroan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.




             Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                             2-1
Page 14
2.3    SUSUNAN PEMEGANG SAHAM

Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024 dan 2023 oleh KAP Paul
Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan, susunan pemegang saham
Perseroan adalah sebagai berikut:

 Tabel 2.1.     Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                    Jumlah           Nilai Saham
              Nama Pemegang Saham                                                       Komposisi (%)
                                                    Saham            @ Rp 100,-

 PT Fajar Mining Resources                         867.000.000         86.700.000.000           45,08
 PT Wahana Trilintas Mining                        833.000.000         83.300.000.000           43,32
 Oei Harry Fong Jaya                                  3.000.000          300.000.000               0,16
 Oei Michele Mallorie Sunogo                          2.010.000          201.000.000               0,10
 Lina Suti                                            2.000.000          200.000.000               0,10
 Ryan Fong Jaya                                       1.500.000          150.000.000               0,08
 Muhammad Ishaq                                        300.000             30.000.000              0,02
 Agus Prasetyono                                       300.000            30.000.000               0,02
 Leman Suti                                            200.000             20.000.000              0,01
 Stella Sutrisno                                       100.000            10.000.000               0,00
 Masyarakat (masing-masing < 5%)                   213.679.200         21.367.920.000           11,11
 Jumlah                                           1.923.089.200       192.308.920.000          100,00
 Saham Treasuri                                    201.910.800         20.191.080.000
 Jumlah                                           2.125.000.000       212.500.000.000          100,00
Sumber: Laporan Keuangan Audit Per 31 Desember 2024 dan 2023


2.4    SUSUNAN PENGURUS PERSEROAN

Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024 dan 2023 oleh KAP Paul
Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan, susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Presiden Komisaris                       : Lina Suti
Komisaris                                : Ryan Fong Jaya
Komisaris                                : Oei Michele Mallorie Sunogo
Komisaris                                : Stella Sutrisno
Komisaris Independen                     : Hongisisilia
Komisaris Independen                     : Akhmad Syakhroza

Dewan Direksi
Presiden Direktur                        : Oei Harry Fong Jaya
Direktur                                 : Leman Suti
Direktur                                 : Muhammad Ishaq
Direktur                                 : Iwan Luison


                   Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                          2-2
Page 15
Direktur                             : Agus Prasetyono

Komite Audit
Ketua                                : Hongisisilia
Anggota                              : Maria Tri Wulandari
Anggota                              : Herianto Jaya

2.5    STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi Perseroan adalah sebagai berikut:


Gambar 2.1        Struktur Organisasi Perseroan




Sumber: Annual Report 2024


2.6    LEGALITAS USAHA PERSEROAN

Legalitas usaha Perseroan yang dimiliki sampai dengan penyusunan laporan studi
kelayakan ini antara lain:


               Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                               2-3
Page 16
1) Akta Pendirian No. 41 tanggal 9 Juni 1971 oleh Notaris Abdul Latief, S.H.
2) Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. J.A.5/110/7 tanggal 29
   Juni 1971.
3) Akta Perubahan Terakhir No. 142 tanggal 18 Juli 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H.,
   M.Hum., M.Kn., tentang persetujuan perubahan susunan pengurus Perseroan yaitu
   perubahan susunan Direksi.
4) Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
   AH.01.09-0230201 tanggal 23 Juli 2024.
5) Perizinan Usaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha No. 8120214190683 tanggal
   24 Agustus 2022.
6) Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.306.430.8-022.000.

2.7    KINERJA KEUANGAN PERSEROAN

Analisa kinerja keuangan Perseroan merujuk pada laporan keuangan audited sebagai
berikut:

     Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
      berakhir 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
      Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
      semua hal yang material, No. Laporan : 00037/3.0355/AU.1/02/0337-1/1/III/2022
      tanggal 11 Maret 2022, Akuntan Publik Arief Setyadi, CPA.
     Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
      berakhir 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
      Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
      semua hal yang material, No. Laporan : 00023/3.0355/AU.1/02/1188-1/1/III/2023
      tanggal 15 Maret 2023, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.
     Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
      berakhir 31 Desember 2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
      Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
      semua hal yang material, No. Laporan : 00011/3.0355/AU.1/02/1188-2/1/II/2024 tanggal
      26 Februari 2024, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.
     Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
      berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
      Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
      semua hal yang material, No. Laporan : 00015/3.0355/AU.1/02/1188-3/1/II/2025 tanggal
      24 Februari 2025, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.

Berikut gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan berdasarkan Laporan Posisi
Keuangan untuk setiap tanggal yang berakhir 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024.




             Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                             2-4
Page 17
 Tabel 2.2.            Historikal Keuangan Perseroan                                   (Dalam Jutaan Rupiah)
                Keterangan                    2020         2021         2022        2023           2024

    Aset Lancar                               700.685       557.958      506.008     478.938       362.284

    Aset Tidak Lancar                         433.842       451.793      585.193     593.545       645.686

    Total Aset                               1.134.528     1.009.751    1.091.201   1.072.483     1.007.971

    Liabilitas Lancar                         523.669       281.951      251.665     259.330       132.668

    Liabilitas Tidak Lancar                    67.874        51.335       61.538      27.268        37.266

    Total Liabilitas                          591.543       333.286      313.203     286.598       169.934

    Ekuitas                                   542.984       676.465      777.998     785.885       838.036

    Total Liabilitas & Ekuitas               1.134.528     1.009.751    1.091.201   1.072.483     1.007.971

    Penjualan Neto                            396.573       906.259      939.031    1.433.217      972.709

    Beban Pokok Pendapatan                    196.239       470.547      380.123     745.206       491.452

    Laba (Rugi) Kotor                         200.334       435.712      558.908     688.010       481.257

    Laba (Rugi) Sebelum Pajak                  43.709       204.988      243.411     294.431       143.447

    Laba (Rugi) Bersih                         23.481       159.076      197.694     220.358       100.113
Sumber: Laporan Keuangan Audit Tahun 2020-2024


 Tabel 2.3.            Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan                                             (%)
                Keterangan                    2020         2021         2022        2023           2024

    Aset Lancar                                        -      -20,37        -9,31       -5,35        -24,36

    Aset Tidak Lancar                                  -         4,14      29,53         1,43          8,78

    Total Aset                                         -      -11,00         8,07       -1,72         -6,02

    Liabilitas Lancar                                  -      -46,16       -10,74        3,05        -48,84

    Liabilitas Tidak Lancar                            -      -24,37       19,88       -55,69         36,67

    Total Liabilitas                                   -      -43,66        -6,03       -8,49        -40,71

    Ekuitas                                            -        24,58      15,01         1,01          6,64

    Total Liabilitas & Ekuitas                         -      -11,00         8,07       -1,72         -6,02

    Penjualan                                          -     128,52          3,62      52,63         -32,13

    Beban Pokok Penjualan                              -     139,78        -19,22      96,04         -34,05

    Laba (Rugi) Kotor                                  -     117,49        28,27       23,10         -30,05

    Laba (Rugi) Sebelum Pajak                          -     368,98        18,74       20,96         -51,28

    Laba (Rugi) Bersih                                 -     577,47        24,28       11,46         -99,95


       Total Aset dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami penurunan
        dengan rata-rata sebesar 2,67% pertahun. Penurunan terjadi pada aset lancar dengan
        rata-rata sebesar 14,85% pertahun Per 31 Desember 2024 total aset tercatat sebesar
        Rp1,0 triliun.

       Total Liabilitas dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami penurunan
        dengan rata-rata sebesar 24,72% pertahun. Per 31 Desember 2024 total liabilitas
        tercatat sebesar Rp169,9 miliar.



                       Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                                2-5
Page 18
   Total Ekuitas dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami peningkatan
    dengan rata-rata sebesar 11,81% pertahun. Per 31 Desember 2024 total ekuitas
    tercatat sebesar Rp838,0 miliar.

   Penjualan dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami peningkatan
    dengan rata-rata sebesar 38,16% pertahun. Per 31 Desember 2024 pendapatan
    tercatat sebesar Rp972,7 miliar.

   Laba (Rugi) Kotor dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami
    peningkatan dengan rata-rata sebesar 34,70% pertahun. Per 31 Desember 2024 laba
    kotor tercatat sebesar Rp481,2 miliar.

   Laba (Rugi) Sebelum Pajak dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami
    peningkatan dengan rata-rata sebesar 89,35% pertahun. Per 31 Desember 2024 laba
    sebelum pajak tercatat sebesar Rp143,4 miliar.

   Laba (Rugi) Bersih dalam 5 periode laporan keuangan (2019-2023) mengalami
    peningkatan dengan rata-rata sebesar 128,31% pertahun. Per 31 Desember 2024 laba
    bersih tercatat sebesar Rp100,1 miliar.




           Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                           2-6
Page 19
ANALISA MAKRO EKONOMI & PASAR                                                    3
3.1     ANALISA MAKRO EKONOMI

3.1.1   Pertumbuhan Ekonomi Global

Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV-2024, perekonomian
Amerika Serikat tumbuh lebih kuat dari perkiraan didukung oleh stimulus fiskal yang
meningkatkan permintaan domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang
mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok dan Jepang
masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya
produktivitas, sementara ekonomi India masih tertahan akibat sektor manufaktur yang
terbatas. Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diperkirakan lebih
tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan pemerintah dan
bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar keuangan global.


Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan
berdampak pada menguatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih
terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi,
baik pada tenor jangka pendek maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan
geopolitik yang meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya
preferensi investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar
AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia. Berbagai
perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi
dampak rambatan global untuk tetap terjaga.


3.1.2   Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV-2024, pertumbuhan
ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 sedikit dibawah perkiraan dipengaruhi oleh lebih
rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan,
pertumbuhan ekonomi 2024 diperkirakan sedikit dibawah titik tengah kisaran 4,7-5,5%. Pada
2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari perkiraan
sebelumnya. Ekspor diperkirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya
permintaan negara-negara mitra dagang utama, kecuali AS.




            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                               3-1
Page 20
Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah kebawah
sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan
kerja. Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih
besarnya kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor.


Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran
4,7-5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran perkiraan sebelumnya 4,8-5,6%. Dalam kaitan ini,
Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas
dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan
melalui optimalisasi stimulus kebijakan makro-prudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi
pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal pemerintah.
Lebih dari itu, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-program
pemerintah dalam Asta Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi,
serta akselerasi ekonomi dan keuangan digital.


3.1.3   Neraca Pembayaran Indonesia

Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar
AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan
bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Perkembangan ini
mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diperkirakan dalam kisaran defisit
rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar
keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik
dengan SBN dan SRBI masing-masing hanya mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288
juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025).

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7
milair dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan
pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada diatas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor. Kedepan, NPI pada 2025 diperkirakan tetap sehat
seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi
berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB.

Surplus neraca transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing
sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang
lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.


3.1.4   Tingkat Inflasi

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%,
sejalan dengan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini


             Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                 3-2
Page 21
dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan
konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi
inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food mencatat inflasi
0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen,
serta eratnya sinergi pengendslian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP.


Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi
nasional. Kedepan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya.
Inflasi inti diperkirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespon permintaan domestik,
imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah
Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi volatile food
diperkirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan
pemerintah pusat dan daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas
kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran
2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.


3.1.5   Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya
melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar
Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional
lainnya, seperti rupee India, peso Filipina dan baht Thailand yang masing-masing melemah
sebesar 1,20%, 1,33% dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat terhadap
mata uang kelompok negara maju diluar dolar AS dan stabil terhadap mata uang kelompok
negara berkembang.


Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung
oleh aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan
domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Kedepan, nilai
tukar Rupiah diperkirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai
tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan
ekonomi Indonesia yang tetap baik.


Seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi
moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI dan SUVBI, untuk
memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan
mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.




            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                               3-3
Page 22
3.2      TINJAUAN INDUSTRI PERTAMBANGAN

Sektor pertambangan di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian
nasional. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia menjadi salah
satu produsen dan eksportir utama batubara dan mineral di dunia. Batubara, yang
merupakan salah satu sumber energi utama, tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik
tetapi juga menjadi komoditas ekspor unggulan, memberikan kontribusi signifikan terhadap
pendapatan negara. Di sisi lain, mineral seperti nikel, tembaga, bauksit, dan timah semakin
mendapatkan       perhatian    global   karena   perannya   yang    vital   dalam   mendukung
perkembangan teknologi canggih, seperti baterai kendaraan listrik (EV) dan energi
terbarukan. Dalam perekonomian nasional, sektor ini menjadi sumber devisa utama,
menyerap tenaga kerja, serta mendukung pembangunan infrastruktur melalui pajak dan
royalti. Selain itu, sektor ini juga menjadi tulang punggung bagi daerah penghasil tambang,
mendorong pembangunan ekonomi lokal.


Pemerintah Indonesia terus memperkuat sektor pertambangan melalui berbagai kebijakan
strategis. Salah satu fokus utama adalah program hilirisasi mineral, yang bertujuan
meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri. Kebijakan ini diwujudkan
melalui kewajiban pengolahan dan pemurnian mineral sebelum diekspor. Sebagai contoh,
larangan ekspor bijih nikel mentah yang mulai berlaku pada 2020 terus mendorong investasi
dalam pembangunan smelter, dengan lebih dari 20 smelter baru diproyeksikan selesai pada
akhir 2024.


Selain itu, Undang-Undang Cipta Kerja memberikan dampak besar terhadap sektor ini. UU
tersebut menyederhanakan perizinan, mempermudah investasi, dan memberikan kepastian
hukum bagi pelaku usaha tambang. Namun, tantangan tetap ada, seperti penerapan aturan
yang konsisten di lapangan dan pengawasan terhadap dampak lingkungan dari kegiatan
pertambangan.


Kebijakan lain yang mendukung adalah insentif pajak untuk investasi di sektor hilirisasi dan
pengembangan teknologi pertambangan berkelanjutan. Pemerintah juga memperkenalkan
langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi, seperti penerapan sistem pelaporan
daring untuk royalti dan pajak perusahaan tambang, yang membantu mendorong
akuntabilitas di sektor ini.


3.3      TINJAUAN INDUSTRI NIKEL

Industri nikel global pada tahun 2024 menghadapi kondisi surplus pasokan 263 kiloton (kt).
Pada tahun 2024, produksi nikel global mencapai 4,3 juta ton, meningkat dari 2,4 juta ton
pada tahun 2019. Peningkatan ini terutama didorong oleh produksi nikel pig iron (NPI) di



              Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                3-4
Page 23
Indonesia, serta peningkatan produksi dari pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) yang
menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan konversi NPI menjadi nikel matte.


Di sisi permintaan, meskipun ada peningkatan dalam penjualan kendaraan listrik,
permintaan nikel untuk baterai kendaraan listrik lebih rendah dari yang diharapkan. Hal ini
sebagian disebabkan oleh peralihan produsen mobil listrik di China ke baterai lithium-iron-
phosphate (LFP) yang tidak memerlukan nikel. Sementara itu sektor-sektor lain yang
membutuhkan nikel, seperti produksi baja tahan karat dan teknologi energi bersih, tidak
sanggup untuk menyeimbangkan penurunan kebutuhan di segmen baterai.


Penurunan permintaan juga disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang lambat, meski
stabil. Bank Dunia dan IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global masih di kisaran
3,2% baik di 2024. Angka ini menunjukkan stabilisasi setelah tiga tahun ketidakpastian.
Kondisi ini menekan harga nikel internasional hingga USD18.000/ton, lebih rendah dari
proyeksi sebelumnya USD20.000/ton. Harga ini terendah sejak tahun 2022.


         Grafik 3.1. Harga Nikel Ditransaksikan di LME




         Sumber: https.//investingnews.com


Indonesia sebagai penghasil utama, berkontribusi besar terhadap kelebihan pasokan ini
melalui peningkatan produksi yang signifikan. Kebijakan hilirisasi, yang melarang ekspor
bijih nikel mentah, mendorong investasi besar-besaran pada smelter. Pada Maret 2024,
sebanyak 44 smelter telah beroperasi dengan kapasitas produksi 22,93 juta ton bijih per
tahun.




              Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                              3-5
Page 24
            Grafik 3.2. Produsen Nikel Global




            Sumber: S & P Global Market Intelligence, Oktober 2024


Ketergantungan pada pasar China memperburuk situasi. Sebagian besar investasi smelter
di Indonesia berorientasi pada China, sehingga penurunan permintaan dari negara tersebut
menyulitkan produsen dalam mengalihkan pasar.


3.4     PROSPEK USAHA PERTAMBANGAN NIKEL

Nikel memiliki prospek cerah seiring meningkatnya permintaan global, terutama dari industri
kendaraan listrik (EV), baja tahan karat, dan baterai energi terbarukan. Sektor otomotif
menjadi pendorong utama dengan meningkatnya produksi baterai lithium-ion, yang
menggunakan nikel sebagai bahan utama meski alternatif material lain sudah mulai tampak
diminati.


Pemanfaatan nikel sebagai bahan baterai terus meningkat sejak satu dekade terakhir.
Popularitasnya semakin meningkat pada pertengahan 2020, ketika berkembangnya bisnis
produksi EV (electric vehicle atau kendaraan listrik). Ditambah, isu perubahan iklim (climate
change) agar mengurangi emisi gas karbon, kebijakan green industrial revolution yang
melarang penjualan mobil baru berbahan bakar minyak pada tahun 2030, dan wacana untuk
mengakselarasi transisi dari kendaraan konvensional ke EV, menjadi sentimen positif pada
industri pertambangan nikel.


Dari aspek daur-ulang (recycling), nikel memiliki tingkat efisiensi tinggi. Hingga 68% barang
konsumsi (consumer products) berbahan nikel telah didaur ulang. Salah satu penyebabnya
karena nikel merupakan logam non-ferrous, sehingga tahan karat dan dapat digunakan
berulang-ulang tanpa mengurangi kualitasnya. Meskipun industri daur-ulang ini dapat
menjadi kompetitor industri pertambangan nikel, namun dalam jangka pendek hingga
menengah (short- hingga mid-term) justru mampu menjadi katalis positif konsumsi nikel



               Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                3-6
Page 25
dunia   karena     memberi     pandangan    ramah-lingkungan.    Oleh    karena   itu,   industri
pertambangan akan masih menjadi leader, khususnya untuk memenuhi kebutuhan nikel
yang masih dalam tahap bertumbuh.


3.5      TINJAUAN INDUSTRI PROYEK

3.5.1   KONDISI SAAT INI

Berdasarkan grafik dibawah ini, pasar produk kelapa global tumbuh pesat dari 2017 hingga
2030, dengan nilai pasar diproyeksikan melebihi 40 miliar dolar AS pada 2030, hampir tiga
kali lipat dari 2017, dengan Indonesia menyumbang sekitar 30% dari produksi global
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan produk sehat seperti air kelapa,
Santan, Briket, minyak kelapa, dan gula kelapa, serta penggunaannya dalam industri
pangan, kosmetik dan farmasi bahkan energi.


Negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan China menjadi pasar utama, didukung oleh
inovasi dan diversifikasi produk. Namun, industri ini menghadapi tantangan seperti
ketergantungan pada cuaca, fluktuasi harga, dan kebijakan perdagangan. Bagi Indonesia
sebagai produsen utama, tren ini membuka peluang besar untuk meningkatkan ekspor dan
mengembangkan produk bernilai tambah guna bersaing di pasar global.


Grafik 3.3. Pasar Produk Kelapa Global




Sumber: Horizon Grand View Research


Indonesia memiliki luas perkebunan kelapa mencapai 3,3 juta hektar dan produksi kopra
sekitar 2,8 juta ton per tahun. Komoditas kelapa menjadi tulang punggung lebih dari lima juta
keluarga petani di Indonesia dan memiliki potensi strategis untuk menguasai pasar global
produk turunan kelapa. Namun, permasalahan muncul ketika Indonesia masih mengekspor
komoditas primer seperti kopra dan kelapa bulat, yang menyumbang 70% total ekspor



              Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                    3-7
Page 26
kelapa nasional. Negara seperti Filipina, India, dan Sri Lanka lebih unggul dalam
memanfaatkan peluang industri hilir kelapa. Dalam mengatasi permasalahan ini, pemerintah
Indonesia telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk penyediaan bibit unggul dan
pengembangan industri pengolahan kelapa. Meskipun begitu, produktivitas kelapa dalam
negeri masih sangat rendah, hanya sekitar 0,9 hingga 1,1 ton per hektar, jauh dari potensi
ideal 2-3 ton per hektar. Tantangan utama meliputi penerapan Good Agricultural Practices
(GAP) yang minim, serta ketersediaan benih unggul yang terbatas. Beberapa faktor turut
memperburuk situasi industri kelapa, seperti dampak perubahan iklim. Fenomena El Niño
2023 menyebabkan penurunan produksi hingga 30% pada sentra produksi kelapa, seperti
Sulawesi Tengah dan Maluku. Selain itu, serangan hama seperti kumbang penggerek
batang yang merusak hingga 20% tanaman kelapa di Jawa Timur.


Harga kelapa yang rendah pada tingkat petani (sekitar Rp 2.500 – Rp 3.000 per kg) menjadi
kendala lain, sementara biaya produksi yang tinggi akibat kenaikan harga pupuk dan tenaga
kerja membuat petani beralih ke komoditas lain. Sejak 2018, sekitar 30% lahan kelapa di
Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, telah beralih fungsi menjadi komoditas lain.


Industri hilir kelapa Indonesia menghadapi tantangan besar, dengan hanya sekitar 40% dari
1.200 industri pengolahan kelapa yang beroperasi secara optimal. Sebagian besar industri
masih terbatas pada produk seperti kopra dan minyak kelapa kasar (CNO), sementara
produk bernilai tambah tinggi seperti VCO (Virgin Coconut Oil), nanofiber, dan bioarang
belum berkembang secara maksimal. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Indonesia melalui
program hilirisasi 2025-2045 telah menargetkan untuk meningkatkan produksi kelapa hingga
6 juta ton setara kopra, dengan produktivitas mencapai 1,78 ton per hektar. Selain itu,
program ini bertujuan agar minimal 95% produksi kelapa diproses secara domestik, dan
kontribusi ekspor produk turunan kelapa Indonesia dapat menembus 10 besar dunia dalam
20 tahun mendatang.


5 negara penghasil kelapa didunia adalah sebagai berikut:


1.    Indonesia
      Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis menjadikannya produsen kelapa
      nomor satu peringkat dunia. Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara
      penghasil kelapa terbesar di dunia, dengan rata-rata produksi 18,04 juta ton inti
      kelapa. Kinerja produksi kelapa Indonesia menyumbang 30% dari total produksi
      kelapa dunia.
2.    Filipina
      Filipina salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Jumlah produksi kelapa
      sekitar 15,4 juta ton per tahun yang menjadikannya sebagai negara kedua penghasil


             Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                              3-8
Page 27
        kelapa terbesar di dunia. Kelapa-kelapa itu sendiri kebanyakan berasal dari Pulau
        Luzon, Visayas Timur, dan Mindanao Selatan.
3.      India
        India merupakan salah satu negara di Asia Selatan dengan produksi kelapa tertinggi
        dan dapat menempati peringkat ketiga di dunia. Rata-rata produksi kelapa di India
        mencapai 11,9 juta ton setiap tahun. Kelapa sendiri merupakan salah satu komoditas
        terpenting di India.
4.      Brasil
        Dalam satu tahun, Brasil mampu menghasilkan kelapa sebanyak 2.9 juta ton. Panen
        kelapa yang begitu melimpah didukung oleh iklim tropis negara tersebut. Brasil
        disebut sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Sebagian
        besar wilayah penanaman kelapa terbesar di Brasil berada di wilayah utara seperti
        Roraima.
5.      Sri Lanka
        Iklim negara Sri Lanka sangat cocok untuk pohon kelapa tumbuh subur. Oleh sebab
        itu, Srilanka menjadi salah satu dari beberapa negara penghasil kelapa terbesar di
        dunia. Setiap tahunnya, Sri lanka tercatat mampu memproduksi kelapa sekitar 2.5 juta
        ton.


3.5.2    POTENSI BISNIS KELAPA GENJAH

Tanaman kelapa terdiri dari dua tipe, yaitu kelapa dalam dan kelapa genjah. Perbedaan
yang signifikan antara kelapa dalam dan kelapa genjah yaitu pada kecepatan berbuah, tinggi
tanaman, dan ukuran serta jumlah buah. Pada kelapa dalam mulai berbuah pada usia tanam
6-8 tahun, tinggi bisa mencapai 30 meter, ukuran buah 1,5 hingga 2,5 kg/butir dan tiap
pohon dapat berbuah 90 butir dalam setahun. Sedangkan kelapa genjah sudah dapat
berbuah pada usia tanam 3-4 tahun, pada umumnya memiliki batang pendek sekitar 12
meter, ukuran buah kecil maksimal 1,5 kg/butir namun jumlah buah per pohon per tahun
dapat mencapai 140 butir.


Saat ini kebun sumber benih yang sudah ditetapkan berdasarkan data Direktorat Jenderal
Perkebunan baru tersebar di 5 Provinsi yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Bali, Jawa
Tengah, dan Kalimantan Timur. Sumber benih kelapa genjah ini terdiri dari varietas unggul
nasional dan lokal. Varietas unggul kelapa genjah saat ini antara lain Kelapa Genjah Salak,
Kelapa Genjah Raja (GRA), Kelapa Genjah Kuning Bali (GKB), Kelapa Genjah Kuning Nias,
Kelapa Genjah Pandan Wangi, Kelapa Genjah Coklat Kopyor, Kelapa Genjah Hijau Kopyor
& Kelapa Genjah Kuning Kopyor, dan yang terakhir adalah Kelapa Genjah Entog Kebumen.
Selain itu ada kelapa genjah lokal yang terdapat di Bali dan Kalimantan Timur.




                 Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                 3-9
Page 28
Total potensi benih kelapa genjah tersebut hanya sekitar 800.000 – 900.000 batang benih
saja. Angka tersebut masih jauh dari target kebutuhan benih (5.000.000 batang) Program
Pengembangan kelapa genjah di Lahan Pekarangan pada seluruh wilayah Indonesia. Oleh
karena itu saat ini diperlukan identifikasi calon-calon sumber benih dari kebun-kebun kelapa
genjah yang ada di daerah. Identifikasi ini untuk melihat kondisi fisik calon kebun sumber
benih guna memenuhi persyaratan secara teknis. Jika memenuhi persyaratan teknis, maka
dapat diusulkan untuk dilakukan penilaian dan penetapan calon kebun sumber benih dalam
rangka menambah kebun sumber benih yang sudah ada. Identifikasi ini perlu dukungan
penuh dari daerah (Provinsi dan Kabupaten) sebagai pemilik wilayah dan mengetahui
potensi daerahnya terutama untuk kelapa genjah.


Dari    segi   potensi   bisnis,   kelapa   genjah   menawarkan     diversifikasi   produk   yang
menguntungkan. Buah kelapa muda, misalnya, telah terbukti sebagai produk yang layak
dijual dengan perkiraan Break Even Point (BEP) yang tercapai dalam waktu 6 tahun. Produk
benih dan bibit juga memiliki prospek yang menarik, dengan BEP dicapai dalam waktu 6
hingga 9 tahun, tergantung pada jenis produk yang dihasilkan. Dengan harga bibit yang
mencapai Rp25.000 per unit, usaha ini berpotensi memberikan keuntungan signifikan.
Secara keseluruhan, kelapa genjah adalah pilihan yang strategis untuk investasi di sektor
perkebunan, terutama di daerah yang mendukung pengembangan tanaman ini. Perkebunan
kelapa genjah memberikan peluang bisnis yang stabil dan berkelanjutan, dengan berbagai
produk yang dapat dihasilkan, mulai dari kelapa muda hingga benih dan bibit yang bernilai
ekonomi tinggi.


3.5.3    PERSAINGAN USAHA PROYEK

Sebagai salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang emas
pada tahun 2025 untuk menjadikan industri kelapa sebagai penggerak utama ekonomi
nasional. Berdasarkan data, Indonesia menghasilkan lebih dari 18 juta ton kelapa per tahun,
meskipun dengan tren produksi yang stagnan.


Produksi ini berasal dari 3,6 juta hektar lahan perkebunan kelapa, yang menurut Dewan
Kelapa Indonesia, melibatkan sekitar 6 juta tenaga kerja, sebagian besar tersebar di wilayah
Sulawesi, Sumatera, dan Jawa. Industri kelapa Indonesia memegang peran penting dalam
rantai pasok global, dengan potensi besar untuk terus berkembang berkat meningkatnya
permintaan, baik di pasar internasional maupun domestik. Tren gaya hidup sehat dan
konsumsi produk alami menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan sektor ini.
Permintaan global terhadap produk berbasis kelapa, seperti minyak kelapa murni (virgin
coconut oil), air kelapa, dan santan, terus menunjukkan tren peningkatan.




               Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                    3-10
Page 29
Menurut data Market Research Future, pasar minyak kelapa murni di Amerika Serikat dan
Uni Eropa diproyeksikan tumbuh rata-rata 6% per tahun hingga 2025, dengan nilai mencapai
4,1 miliar dollar AS (sekitar Rp 65 triliun). Selain itu, permintaan air kelapa global
diperkirakan menembus 10 miliar dollar AS (sekitar Rp 159 triliun) karena popularitasnya
sebagai minuman alami kaya elektrolit. Jepang dan Korea Selatan juga menjadi pasar
potensial untuk produk kecantikan berbasis kelapa seperti minyak kelapa organik dan
masker rambut. Di pasar domestik, konsumsi produk kelapa meningkat 15% pada 2024,
terutama untuk produk olahan seperti gula kelapa dan santan instan, yang menunjukkan
peluang besar jika edukasi konsumen dilakukan secara efektif.


PT Pipit Citra Perdana merupakan perusahaan kompetitor yang mengembangkan varietes
kelapa dalam dan kelapa genjah unggul. PT Pipit Citra Perdana sebelumnya bergerak di
bidang pertambangan batubara yang saat ini telah sukses membudidayakan sawit pada
lahan gambut selanjutnya tertarik mengembangkan budidaya kelapa dikarenakan memiliki
peluang pasar produk-produk olahan kelapa yang terus meningkat dalam hal permintaan,
baik lokal maupun luar negeri.


3.5.4   PELUANG PRODUK TURUNAN KELAPA

Tahun 2024, harga kelapa bulat di Indonesia mengalami lonjakan, terutama di sentra
produksi seperti Riau dan Sulawesi Utara. Harga mengalami kenaikan dari Rp3.250 menjadi
Rp8.000 per kilogram hanya dalam beberapa bulan. Kenaikan ini tentu menguntungkan,
meskipun dampaknya tidak merata di semua daerah karena perbedaan akses pasar dan
infrastruktur. Sementara itu, harga di tingkat konsumen meningkat jauh lebih drastis,
mencapai Rp13.000 hingga Rp21.000 per kg di kota-kota besar seperti Jakarta. Disparitas
harga ini mencerminkan panjangnya rantai distribusi dan ketidakefisienan logistik nasional,
yang diperparah oleh meningkatnya ekspor ke negara seperti Tiongkok, sehingga
mempersempit pasokan dalam negeri.


Meskipun secara nasional Indonesia masih mencatat surplus produksi kelapa, ketimpangan
distribusi dari wilayah timur ke barat menyebabkan kelangkaan di sejumlah daerah industri
seperti Kepulauan Riau. Hal ini berdampak langsung pada industri turunan, seperti
pengolahan santan, yang terhambat akibat kekurangan bahan baku. Pemerintah mulai
menimbang pengaturan ekspor dan perbaikan rantai distribusi untuk melindungi industri
dalam negeri.


Komoditas kelapa di Indonesia memiliki rantai nilai (value chain) yang luas, mencakup
beragam produk turunan dari hulu hingga hilir. Kenaikan harga kelapa bulat sejak 2024 tidak
hanya berdampak langsung pada pendapatan petani, tetapi juga memengaruhi industri



            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                              3-11
Page 30
pengolahan yang kini semakin berkembang. Produk seperti minyak kelapa, VCO,
serabut, cocopeat, hingga arang tempurung menunjukkan pertumbuhan permintaan baik di
pasar domestik maupun ekspor. Meski begitu, tantangan dalam pasokan bahan baku dan
distribusi masih menjadi kendala dalam memastikan kesinambungan industri ini.


Minyak kelapa, yang berasal dari kopra, merupakan salah satu produk utama yang telah
lama dihasilkan Indonesia. Sebagai produsen minyak kelapa terbesar kedua di dunia,
Indonesia mengekspor ratusan ribu ton per tahun. Tren 2024 menunjukkan adanya kenaikan
volume ekspor meskipun nilai ekspor berfluktuasi mengikuti harga dunia. Harga kelapa bulat
yang meningkat turut menaikkan biaya bahan baku kopra, yang berpotensi menekan margin
industri. Namun demikian, stabilnya permintaan global untuk minyak kelapa, terutama untuk
kebutuhan pangan, kosmetik, dan oleokimia, tetap menjaga daya saing produk ini di pasar
internasional.


VCO menjadi minat baru dalam industri olahan kelapa. Dihasilkan melalui proses fermentasi
atau cold press dari kelapa segar, VCO banyak diproduksi oleh UMKM dan industri rumahan
di sentra kelapa. Produk ini sangat diminati pasar ekspor karena dinilai sebagai minyak
sehat dan organik. Nilai tambah VCO bisa mencapai 11 kali lipat dibanding kelapa mentah,
menjadikannya peluang emas bagi pelaku usaha kecil. Produk sampingan kelapa seperti
serabut dan debu sabut kini memiliki peran ekonomi yang semakin penting. Serabut kelapa
diolah menjadi cocofiber untuk matras dan geotekstil, sementara cocopeat digunakan
sebagai media tanam organik. Keduanya mengalami peningkatan permintaan seiring tren
hortikultura ramah lingkungan.


Meski potensi ekspornya besar, kontribusi Indonesia masih kecil, hanya sekitar USD4 juta
pada tahun 2023, tertinggal jauh dari India. Beberapa daerah seperti Pamekasan mulai
ekspor cocofiber ke Tiongkok dan keterlibatan UMKM menjadi kunci untuk memperluas
pengolahan sabut dengan dukungan pembiayaan dan akses pasar. Arang tempurung kelapa
atau arang batok dan produk turunannya, seperti briket arang, juga menjadi komoditas
ekspor unggulan. Pembuatan arang batok kelapa secara tradisional di Parigi, Tangerang
Selatan, contoh produk turunan bernilai tambah tinggi, banyak diekspor sebagai briket
untuk shisha atau barbeque.


Indonesia merupakan penyuplai utama briket arang untuk keperluan shisha di Timur Tengah
dan Eropa. Produk ini memberikan nilai tambah hingga 4,5 kali lipat dari kelapa mentah.
Ribuan unit kecil tersebar di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi terlibat dalam produksi ini. Harga
arang batok sempat turun pada awal 2023, tetapi pulih seiring membaiknya permintaan
ekspor.




             Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                               3-12
Page 31
Selain produk-produk utama, olahan lain seperti desiccated coconut (kelapa parut
kering), nata de coco dari air kelapa, gula kelapa dari nira, dan kerajinan tempurung juga
memberikan nilai tambah signifikan. Nilai tambah dari produk seperti nata de coco (3,6 kali),
arang batok (4,5 kali), kelapa parut (6 kali), dan VCO (11 kali) menjadi alasan kuat untuk
mendorong hilirisasi industri kelapa. Strategi ini tidak hanya menambah devisa tetapi juga
membuka lapangan kerja lokal.


3.6     STRATEGI PEMASARAN PROYEK

Srategi pemasaran yang akan dijalankan oleh Perseroan terkait dengan Proyek adalah
sebagai berikut:

1.    Produk
      Menggunakan benih unggul, menerapkan budidaya berkelanjutan dengan pupuk
      organik dan irigasi modern, serta memperoleh sertifikasi organik untuk meningkatkan
      nilai jual dan daya saing.
2.    Harga
      Menetapkan harga fleksibel berbasis kualitas dan volume, menawarkan kontrak harga
      jangka panjang dengan pabrik pengolahan, serta mengoptimalkan rantai pasok dan
      distribusi untuk pasar domestik dan ekspor.
3.    Promosi
      Membangun brand sebagai produsen kelapa premium, memanfaatkan B2B (business
      to business) marketplace dan pameran dagang, serta menjalin kemitraan strategis
      dengan industri pengolahan, koperasi petani dan ekspor global.
4.    Kemitraan
      Pemberdayaan petani dan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas,
      memberdayakan komunitas lokal melalui insentif dan pembinaan, serta memahami
      kebutuhan pelanggan industri guna memastikan pasokan bahan baku berkualitas
      sesuai permintaan pasar.




            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                3-13
Page 32
                                                                                   4
                                               ASPEK TEKNIS


Dalam kajian kelayakan ini dilakukan penjelasan terhadap aspek teknis Proyek sebagai
berikut .


4.1   RUANG LINGKUP PROYEK

Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pertambangan bijih nikel.
Perseroan bermaksud untuk melakukan penambahan kegiatan usaha. Adapun KBLI yang
akan ditambahkan adalah KBLI : 01261 - Perkebunan Kelapa.


4.2   LOKASI DAN LUAS LAHAN

Lokasi budidaya kelapa berada di HGU Perseroan yang terletak di Kecamatan Tinanggea,
Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan luas total 1.504,26 hektar.
Untuk setiap awal, 50 meter dialokasikan sebagai pilot project guna menguji produktivitas
dan efektifitas varietes kelapa unggulan dalam produksi santan dan produk turunan kelapa
lainnya.

Pengembangan lebih lanjut akan dilakukan dengan perluasan lahan secara bertahap sesuai
dengan kebutuhan dan hasil evaluasi produksi.

Gambar 4.1.         Lokasi Proyek




Sumber: Perseroan




              Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                              4-1
Page 33
Gambar 4.2.    Area Proyek




Sumber: Perseroan


Gambar 4.3.    Lokasi Proyek                    Gambar 4.4.   Lokasi Proyek




Sumber: Perseroan


Gambar 4.5.    Lokasi Proyek                    Gambar 4.6.   Lokasi Proyek




Sumber: Perseroan




              Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                              4-2
Page 34
4.4       MANAJEMEN PROYEK

Dalam menjalankan Proyek, dikelola oleh Direktorat Perkebun an yang memegang jabatan
sebagai berikut:

1.     Direktur Perkebunan yang memiliki tanggung jawab menyusun strategi bisnis dan
       rencana kerja perkebunan, mengawasi seluruh fungsi budidaya, produksi, pemasaran
       dan pengadaan. Bertanggung jawab atas pencapaian target produksi dan penjualan
       serta melaporkan kinerja kepada Direksi Perseroan.
2.     Manajer Budidaya dan Produksi yang memiiki tanggung jawab menyusun dan
       menjalankan rencana teknis budidaya dan produksi, mengelola sumber daya (tenaga
       kerja, sarana, jadwal kerja) dan memastikan kualitas pertumbuhan tanaman dan hasil
       panen sesuai target.
3.     Divisi Budidaya & Pemeliharaan yang memiliki tanggung jawab malaksanakan kegiatan
       tanam, pemupukan dan perlindungan tanaman. Memantau kondisi tanaman dan
       kesehatan lahan dan melakukan pencatatan pertumbuhan dan perawatan kebun
       secara berkala.
4.     Divisi Produksi & Panen yang memiliki tanggung jawab mengelola proses panen dan
       pasca panen secara efektif, menyusun jadwal panen dan alokasi tenaga kerja serta
       menjaga kualitas dan kuantitas hasil kebun.
5.     Divisi Sarana, Logistik & Procurement yang memiliki tanggung jawab melakukan
       pengadaan sarana produksi (bibit, pupuk, alat pertanian). Mengelola logistik distribusi
       barang ke lapangan dan penyimpanan di gudang dan menjaga ketersediaan dan
       efisiensi penggunaan sarana.
6.     Manajer Komersial & Pemasaran yang memiliki tanggung jawab menyusun strategi
       pemasaran hasil kebun, mencapai target penjualan dan memperluas jaringan pasar dan
       mengelola hubungan dengan mitra dan pembeli.
7.     Divisi Pemasaran & Penjualan yang memiliki tanggung jawab menjalankan kegiatan
       promosi dan penjualan produk, menentukan strategi harga dan bernegosiasi dengan
       pelanggan dan mengelola distribusi hasil panen ke pasar lokal atau ekspor.
8.     Divisi Pengembangan Produk & Kemitraan yang memiliki tanggung jawab
       mengembangkan diversifikasi produk hasil kebun, menjalin kerjasama kemitraan
       dengan offtaker, koperasi atau industri pengolahan dan mengidentifikasi peluang pasar
       dan ekspansi usaha.

4. 5      BUDIDAYA KELAPA DALAM PROYEK

Adapun jenis kelapa yang akan dibudidayakan dalam Proyek adalah sebagai berikut:

Tabel 4.2.   Jenis Kelapa Unggulan




               Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                 4-3
Page 35
Sumber: Perseroan



4.6       SKEMA BISNIS DAN KERJASAMA

Skema bisnis dan kerjasama yang akan dijalankan oleh Perseroan terkait dengan Proyek
adalah sebagai berikut:

Gambar 4.3.         Skema Bisnis dan Kerjasama




Sumber: Perseroan


4.7       ANALISIS SWOT PROYEK

Analisi SWOT terkait dengan Proyek adalah sebagai berikut:

1.    Kekuatan (Strengths)
      •       Akses lahan siap pakai
      •       Skema KSO Multi-Stakeholder
      •       Potensi Agribisnis Kelapa
      •       Dukungan Reklamasi Lingkungan
      •   Lokasi Strategis
2.    Kelemahan (Weakness)
      •       Kondisi tanah berbatu dan bekas tambang
      •       Keterbatasan infrastruktur pendukung
      •       Tantangan koordinasi Multi-Stakeholder
      •       Kurangnya SDM berpengalaman di Agribisnis
      •   Kebutuhan modal kerja awal yang tinggi untuk tahap budidaya dan pembibitan.
3.    Peluang (Opportunity)
      •       Permintaan global produk turunan kelapa yang tinggi
      •       Dukungan pemerintah untuk hilirisasi dan perkebunan
      •       Integrasi dengan industri lain (agroforestry, peternakan dan bioenergi)

               Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                               4-4
Page 36
     •   Nilai tambah untuk pasar ekspor masih diperlukan (sertifikasi)
     •   Adanya kebutuhan reklamasi lahan tambang dari sektor pertambangan
4.   Ancanam (Threaths)
     •   Risiko iklim dan cuaca ekstrem
     •   Fluktuasi harga komoditas
     •   Persaingan dengan perkebunan kelapa yang lebih mapan
     •   Perizinan dan perubahan regulasi agraria atau perkebunan
     •   Risiko kegagalan panen di fase awal tanam jika teknis tidak optimal




          Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                          4-5
Page 37
       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN                                                     5
5.1    KETERSEDIAAN TENAGA KERJA & PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA

Jumlah karyawan Perseroan dan Entitas Anak tahun 2024 sejumlah 236 orang, terdiri dari
5.801 karyawan laki-laki dan 10.448 karyawan perempuan dengan komposisi berdasarkan
jenis kelamin dan usia sebagai berikut:

Tabel 5.1.       Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2024
                                                                      2024
               Jenis Kelamiin
                                              Perseroan           Entitas Anak       Total
 Laki-Laki                                        131                  56             187
 Perempuan                                        40                    9              49
 Jumlah                                           171                  65             236
Sumber: Annual Report Tahun 2024


Tabel 5.2.       Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Usia Tahun 2024
                                                                      2024
                   Usia
                                              Perseroan           Entitas Anak       Total
 .> 55 Tahun                                      12                   20              32
 46-55 Tahun                                      26                   15              41
 31-45 Tahun                                      76                   19              95
 < 30 Tahun                                       57                   11              68
 Jumlah                                           171                  65             236
Sumber: Annual Report Tahun 2024


Perseroan berkomitmen terhadap pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat
kerja. Oleh karena itu, Perseroan secara berkala memberikan program pelatihan, peraturan
dan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang disusun untuk meiindungi dan
menjamin keselamatan setiap tenaga kerja. Kebijakan Perseroan mengharuskan seluruh
karyawan mematuhi prosedur-prosedur keselamatan kerja dan kelalaian dalam mematuhi
prosedur tersebut akan mengakibatkan disiplin, termasuk kemungkinan pemutusan
hubungan kerja.

Perseroan memiliki program pendidikan dan pelatihan untuk seluruh karyawan sesuai
dengan tugas, fungsi dan tanggung jawab karyawan dalam Perseroan. Kegiatan pelatihan
dimulai dari sejak kegiatan orientasi karyawan baru untuk mengenal Perseroan.

Perseroan juga memandang pentingnya kesejahteraan sumber daya manusia karena
menjadi bagian penting dari langkah strategis yang dapat dilakukan dalam upaya mencapai




                Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                5-1
Page 38
visi dan misi Perseroan. Seluruh kebijakan pengelolaan sumber daya manusia dikelola oleh
divisi sumber daya manusia masing-masing Perusahaan Anak.

Dalam rangka peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia, Perseroan menyediakan
berbagai macam bentuk tunjangan dan fasilitas, antara lain:

      1.    Sarana Asuransi, yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
      2.    Healty Safety Compliance
      3.    Good Mining Practice
      4.    Upah memenuhi standar UMP
      5.    Penggantian Pengobatan
      6.    Penggantian biaya makan dan transportasi bagi karyawan lembur
      7.    Fasilitas makan karyawan di lokasi pertambangan

Perseroan tidak merencanakan penggunaan tenaga kerja asing melainkan memanfaatkan
potensi tenaga kerja profesional dalam negeri serta potensi karyawan lokal yang berada
pada areal kegiatan penambangan milik Perseroan.


5.2        KETERSEDIAAN TENAGA KERJA PROYEK

Berdasarkan struktur organisasi bisnis di sektor perkebunan, tenaga kerja yang akan
mendukung penambahan kegiatan usaha ini memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman
dan pelatihan-pelatihan yang telah diikuti. Sektor perkebunan dibagi menjadi 2 (dua)
depertemen utama, yaitu:

1.    Departemen Budidaya dan Produksi
      Terdiri atas tiga divisi, yaitu Divisi Produksi dan Panen, Divisi Budidaya dan
      Pemeliharaan, serta Divisi Sarana, Logistik, dan Pengadaan. Saat ini, departemen ini
      didukung oleh sekitar 59 tenaga ahli, yang terdiri dari 9 pegawai tetap dan outsourcing,
      serta 50 tenaga alih daya lainnya. Departemen ini dikepalai oleh Bapak Agus Sugiarto.

2.    Departemen Komersial dan Pemasaran
      Membawahi Divisi Pemasaran dan Penjualan, serta Divisi Pengembangan Produk dan
      Kemitraan. Saat ini, divisi-divisi tersebut belum memiliki tenaga ahli karena belum ada
      kebutuhan operasional yang mendesak pada tahap ini.

5.3        MANAJEMEN KEKAYAAN INTELEKTUAL

Perseroan hanya akan menjual buah kelapa, sehingga sampai saat ini belum memiliki
kekayaan intelektual yang terdaftar, baik dalam bentuk merek dagang, hak cipta, paten,
desain industri, maupun bentuk kekayaan intelektual lainnya.




                Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                 5-2
Page 39
5.4   KAPASITAS DAN KEMAMPUAN MANAJEMEN

Dalam menjalankan Proyek, saat ini Perseroan dipimpin oleh Kepala Departemen Budidaya
dan Produksi, yang memiliki kompetensi berdasarkan pengalaman kerja di bidang agribisnis
serta berbagai pelatihan teknis dan manajerial yang telah diikuti. Kepemimpinan operasional
tersebut didukung oleh sekitar 5 pegawai tetap dan 53 orang tenaga alih daya lainnya, yang
secara kolektif menangani kegiatan budidaya, pemeliharaan, panen, serta logistik
pendukung.

Sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha, Perseroan berkomitmen untuk
memperkuat struktur organisasinya melalui penambahan tenaga ahli dan personel kunci.
Rencana ini mencakup pengangkatan Direktur Perkebunan yang akan bertanggung jawab
atas keseluruhan pengelolaan teknis dan strategis usaha perkebunan, serta pembentukan
Departemen Komersial dan Pemasaran yang akan berfokus pada pengembangan produk,
penjualan, dan kemitraan usaha.

Gambar 5.1          Struktur Organisasi Proyek




Sumber: Perseroan


5.5   OPERASIONAL DAN PRODUK

Perseroan bergerak dibidang pertambangan nikel, dengan lahan konsesi di Kecamatan
Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Lahan tersebut merupakan
lahan HGU (Hak Guna Usaha) dengan luas sebesar 2.580 Ha dimana didalamnya terdapat
lahan IUP seluas 800 Ha, Hak Pakai seluas 713 Ha serta HGB (Hak Guna Bangunan) untuk
smelter seluas 70 Ha. Kegiatan operasional Perseroan mencakup kegiatan ekplorasi,
penambangan, dan penjualan kepada sejumlah smelter di Indonesia.

Metode penambangan dilakukan dengan sistem teknik tambang terbuka (surface mining)
dengan metode Open Pit (dari atas bukit) yang disesuaikan dengan kondisi cadangan bijih
nikel, kualitas serta struktur geologi. Metode ini dilaksanakan dalam upaya untuk
memperkecil luasan lahan terbuka. Sesuai dengan konfigurasi peralatan yang telah dipilih,
bijih nikel akan digali dan dimuat dengan menggunakan excavator

Kegiatan ore-getting dilakukan dengan sistem selective mining dengan metode
penyamplingan tiap cone produksi. Estimasi tonase tiap cone produksi 225 MT dengan
asumsi per tiap 6 bucket ore-getting diambil sampling 1 increment. Batas penambangan




              Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                              5-3
Page 40
ditentukan berdasarkan perhitungan bijih nikel yang ekonomis di tambang dengan sudut
lereng overall slope 25o. Cut off Grade (COG) yang digunakan dalam penambangan adalah
1.30% Ni dengan target kadar Ni rata-rata >1,50% yang terjual. COG ini dibuat dengan
memperhitungkan hasil blending ore untuk memenuhi spesifikasi feed pabrik NPI. Untuk
material low grade dengan kadar Ni 1,00% - 1,29% akan ditumpuk dan dikonservasi untuk
digunakan pada masa yang akan datang sebagai feed untuk pabrik dengan teknologi yang
mampu mengolah ore kadar rendah.

Pada tahun 2024, Perseroan telah memproduksi 2,01 juta MT bijih nikel dan menjual 1,63
juta MT. Saat ini Perseroan berkonsentrasi pada pengembangan pertambangan dengan
mengelola tambang yang sedang berjalan untuk penjualan domestik.

Tabel 5.3.      Kapasitas Perseroan Tahun 2022-2024
                Uraian                  Satuan        2022            2023            2024

 Kapasitas Produksi Bijih Nikel         WMT            2.200.000       2.200.000       2.202.975

 Produksi Nikel dalm Ore*                MT            1.796.100       2.942.647       2.006.600

 Cadangan Bijih Terbukti*                MT           10.508.257                0               0

 Cadangan Bijih Terkiras*                MT            9.754.423      10.860.000       8.447.421

 Penjualan Nikel                         MT            1.236.031       2.086.082       1.630.079

 Harga Realisasi Rata-Rata            US per Ton             49,77           38,39           31,51
*) Sumber: RKAB Tahun 2024


5.6      ASPEK PEMASARAN

Perseroan melakukan penjualan kepada basis konsumen yang relatif tetap, baik dalam
jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu loyalitas konsumen sangat vital bagi
kinerja Perseroan. Perseroan menghantarkan produk yang sesuai dengan spesifikasi
pelanggan tepat waktu dan menyediakan tenaga kerja handal untuk membantu dan
melayani kebutuhan pelanggan.

Dengan adanya dinamika di industri nikel, khususnya melihat kepada penyerapan domestik
yang rendah terhadap produk nikel, Perseroan berupaya untuk memperluas basis konsumen.
Melakukan riset untuk memahami kebutuhan yang berbeda dari pasar potensial. Selain itu,
Perseroan juga terus melakukan kontrol terhadap manajemen stockpile sehingga tidak
terjadi penurunan kualitas.

5.7     MANAJEMEN RISIKO

Perseroan menggunakan asumsi-asumsi risiko yang relevan kepada kondisi umum dan
industri yang berjalan, dan melakukan pengkajian berkala untuk memastikan asumsi-asumsi
tersebut tetap relevan, antara lain:




               Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                     5-4
Page 41
5.7.1 Risiko Utama

1.   Risiko Fluktuasi Harga
     Fluktuasi harga pasar komoditi yang bergantung pada harga pasar dunia digunakan
     sebagai patokan dalam transaksi penjualan nikel. Berdasarkan kondisi yang
     berlangsung dan data historikal dalam mengukur risiko fluktuasi harga bijih nikel,
     Perseroan dapat melakukan hedging (contract forward) atas sebagian stock ore nikel.
2.   Risiko Ketersediaan Deposit Bijih Nikel
     Perseroan mengawali aktivitas usaha melalui eksplorasI atas kandungan nikel yang
     berada dalam wilayah Ijin Usaha Penambangan (IUP) untuk memperoleh besarnya
     potensi kandungan nikel sampai pada tahap kandungan terukur yang memiliki nilai
     ekonomis dalam jangka waktu yang terbatas. Untuk menjaga ketersediaan bijih nikel
     Perseroan telah melakukan eksplorasi dan studi atas nilai keekonomian dan
     kelayakan tambang. Di masa mendatang, Perseroan akan melakukan ekspansi
     dengan menguasai IUP baru dan melakukan kerjasama (Joint Operation) dengan
     pemilik IUP.
3.   Risiko Perubahan Regulasi Pemerintah
     Usaha pertambangan termasuk bidang usaha yang sensitif terhadap peraturan
     pemerintah karena terkait dengan pengelolaan sumber daya alam milik negara.
     Dalam hal ini, Perseroan senantiasa mengikuti perubahan-perubahan peraturan
     industri pertambangan dengan mengikuti sosialisasi peraturan-peraturan yang
     diadakan pemerintah maupun mengikuti dan berperan secara aktif dalam forum
     diskusi kelompok dalam kaitannya dengan penyusunan peraturan baru yang diadakan
     pemerintah dan Perseroan juga melakukan mitigasi ke dalam untuk mengakomodir
     perubahan kebijakan dari pemerintah. Jika diperlukan, Perseroan akan melakukan
     pengajuan keberatan atas perubahan peraturan yang memberatkan Perseroan
     melalui Asosiasi.
4.   Risiko Gangguan Operasional Pada Fasilitas Produksi
     Dalam menjalankan bisnisnya, Perseroan dan Entitas Anak memiliki risiko atas
     terjadinya kerusakan atau gangguan pada fasilitas produksi di Perseroan. Dalam
     memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan pemeliharaan secara berkala untuk
     menjaga kinerja alat berat sehingga tidak mengakibatkan terhambatnya proses
     produksi dan Perseroan mengatasi kondisi rusaknya infrastruktur yang disebabkan
     oleh banjir (dalam keadaan curah hujan ekstrem) dengan membuat pengerasan jalan
     (agar tidak mengganggu kegiatan hauling) dan membuat gorong-gorong (untuk
     menanggulangi banjir) sehingga suplai bahan baku tidak terhambat.
5.   Risiko Kenaikan Harga dan Pasokan Bahan Bakar Solar
     Bahan bakar solar merupakan komponen biaya yang signifikan dalam operasi
     penambangan. Solar merupakan sumber energi dalam pengoperasian alat berat
     untuk melakukan penambangan dan pada saat proses hauling. Untuk mengantisipasi
     pasokan bahan bakar solar Perseroan memiliki beberapa pemasok dengan kontrak
     jangka panjang. Perseroan senantiasa berusaha untuk membuat kontrak jangka
     panjang dengan para pemasok sehingga diharapkan dapat melakukan pengikatan-




           Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                           5-5
Page 42
      pengikatan tertentu yang dapat meminimalisir risiko fluktuasi harga. Di samping itu,
      Perseroan juga melakukan pengikatan terhadap lebih dari satu pemasok, sehingga
      mengurangi ketergantungan terhadap harga yang ditetapkan oleh pemasok tertentu.
6.    Risiko Iklim dan Cuaca
      Risiko cuaca terjadi pada saat musim hujan, karena kegiatan operasional
      penambangan akan melambat pada saat musim hujan. Perseroan mengantisipasi
      risiko iklim dan cuaca yakni dengan melakukan stok atas bijih nikel maupun
      melakukan penyimpanan stok bijih nikel di ETO (Exportable Transit Ore) dan/atau
      EFO (Exportable Fine Ore).
7.    Risiko Keselamatan Kerja
      Dalam kegiatan operasional sehari-hari keselamatan kerja adalah salah satu faktor
      yang menjadi perhatian dinas pertambangan dimana seringnya terjadi kecelakaan.
      Perseroan mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku mengenai keselamatan kerja
      pertambangan sehingga diharapkan kecelakaan kecelakaan di kegiatan kerja dapat
      diminimalisir di kemudian hari.
8.    Risiko Lingkungan dan Hubungan Masyarakat
      Risiko lingkungan hidup dapat terjadi ketika Perseroan tidak melakukan perbaikan
      terhadap lingkungan dikarenakan aktivitas penambangan atau dampak lain terhadap
      lingkungan di sekitar tambang. Perseroan mengikuti peraturan mengenai lingkungan
      pertambangan yang berlaku. Selain itu, Perseroan senantiasa baik secara swadaya
      maupun berkolaborasi dengan pemerintah dalam Program Pemberdayaan
      masyarakat dan CSR termasuk mengadakan kegiatan-kegiatan sosial yang
      mengikutsertakan masyarakat.
9.    Risiko Kegagalan Dalam Memenuhi Kebutuhan Konsumen
      Risiko kegagalan dalam memenuhi kebutuhan konsumen atau pasar untuk penjualan
      bijih nikel muncul dari kualitas cadangan bijih nikel yang dimiliki. Risiko kegagalan
      Perseroan dari sisi kualitas dalam memenuhi permintaan pelanggan dimitigasi dengan
      Perseroan menjaga kualitas produk melalui proses kendali mutu yang terjaga dengan
      menggunakan fasilitas lab yang memadai (terstandarisasi dan dimiliki sendiri). Di sisi
      lain, Perseroan senantiasa melakukan uji kualitas bijih nikel yang diperolehnya dari
      hasil tambang pada laboratorium khusus berstandar internasional sehingga
      memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pelanggan serta ketersediaan kadar sesuai
      dengan kebutuhan pelanggan.
10.   Risiko Kegagalan Dalam Mencetak Pertumbuhan Secara Efektif
      Terdapat kemungkinan Perseroan akan gagal untuk mencetak pertumbuhan
      usahanya secara efektif, karena berbagai alasan termasuk akibat terjadinya risiko
      berbagai faktor. Perseroan memitigasi risiko kegagalan dalam mencetak pertumbuhan
      secara efektif dengan secara aktif mencari IUP baru atau Kerjasama baru.
11.   Risiko Permodalan
      Bisnis Perseroan adalah bisnis yang bersifat padat modal dan membutuhkan
      pengeluaran yang signifikan untuk melakukan pembebasan tanah dan pengajuan izin
      penambangan dan ekspansi pabrik peleburan nikel. Perseroan melakukan mitigasi
      dengan menjaga arus kas yang sesuai dengan rencana kerja Perseroan baik jangka
      pendek maupun menengah sehingga kebutuhan modal dimasa depan terpenuhi.




            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                               5-6
Page 43
      Selain itu, Perseroan juga menjalin hubungan dan menjaga kode etik yang baik
      dengan bank sehingga Perseroan dapat didukung oleh Bank dalam hal permodalan.
12.   Risiko Kondisi Perekonomian
      Kinerja Perseroan bergantung pada kondisi perekonomian baik di Indonesia maupun
      global. Risiko perekonomian makro dan global secara umum akan berujung pada
      turunnya harga nikel. Dalam hal ini Perseroan diharapkan dapat terus berinovasi
      dalam meningkatkan efisiensi produksi dan hilirisasi oleh Entitas Anak dengan produk
      yang menyesuaikan kondisi pasar.

5.7.2 Risiko Umum

1.    Risiko Likuiditas
      Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat posisi arus kas Perseroan
      menunjukkan bahwa penerimaan jangka pendek tidak cukup menutupi pengeluaran
      jangka pendek. Perseroan memitigasi risiko likuiditas dengan senantiasa menjaga
      putaran bisnisnya sehingga putaran kas tidak terganggu dan menjaga putaran usaha
      agar sesuai dengan putaran usaha para supplier dan rekanan. Perseroan juga
      memiliki cadangan kas yang mencukupi untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang
      mendesak. Selain itu Perseroan juga melakukan pengawasan proyeksi dan arus kas
      aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas
      keuangan.
2.    Risiko Terhadap Kewajiban Dari Tuntutan Hukum Pihak Ketiga
      Perseroan pada saat ini dan dari waktu ke waktu dapat menghadapi tuntutan dari
      pihak ketiga. Perseroan memiliki divisi legal (corporate lawyer) yang kuat yang dapat
      mengamankan perusahaan dalam membuat perjanjian dengan pihak ketiga.
3.    Risiko Kelalaian Dalam Mentaati Peraturan Pemerintah
      Risiko terletak pada kemampuan Perseroan untuk menyelesaikan pembangunan
      pabrik sesuai komitmen dengan pihak pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM
      Nomor 11 Tahun 2019. Perseroan memiliki daftar berbagai kewajiban terhadap
      pemerintah sehingga Perseroan dapat menyelesaikan kewajibannya kepada
      Pemerintah sesuai dengan peraturan (baik kewajiban finansial maupun pelaporan)
      dan memiliki Internal Audit yang melakukan pengawasan menyeluruh termasuk untuk
      memenuhi Peraturan Pemerintah.
4.    Risiko Kredit
      Risiko kredit adalah dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
      memenuhi liabilitasnya dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
      Perseroan tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu, sehingga
      Perseroan memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi
      keuangan.
5.    Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
      Risiko ini adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan
      nilai tukar nilai mata uang asing. Risiko ini timbul karena Perseroan melakukan
      transaksi-transaksi dengan mata uang asing. Perseroan mengelola risiko mata uang
      dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang secara terus-




            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                              5-7
Page 44
      menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko
      mata uang.
6.    Risiko Suku Bunga
      Risiko ini adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan
      suku bunga pasar. Risiko ini timbul karena Perseroan melakukan pinjaman
      menggunakan suku bunga mengambang. Perseroan melakukan pengawasan
      terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif
      terhadap Perseroan.

5.5   PERSAINGAN USAHA PERTAMBANGAN

Menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia
memiliki potensi formasi pembawa nikel hingga 2 juta hektar. Dari luasan tersebut, baru
sekitar 800.000 hektar yang sudah tereksplorasi dan menjadi izin usaha pertambangan
(IUP). Berdasarkan Rencana Pengelolaan Mineral dan Batubara Nasional tahun 2022-2027,
total sumber daya nikel Indonesia mencapai 17,7 miliar ton bijih dan 177,8 juta ton logam.
Sementara itu, cadangan nikel Indonesia tercatat mencapai 5,2 miliar ton bijih dan 57 juta
ton logam. Jumlah cadangan tersebut setara dengan 23% cadangan nikel dunia. Dengan
jumlah sumber daya dan cadangan tersebut, Indonesia menjadi negara dengan cadangan
dan produksi nikel peringkat ke-1 di dunia.

Berikut beberapa tambang nikel terbesar yang ada di Indonesia:

1.    Blok Sorowako
      Blok Sorowako merupakan konsensi tambang nikel dengan operasi penambangan
      terbuka yang dikelola oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Lokasinya berada di Luwu
      Timur, Sulawesi Selatan dengan luas 70.566 hektar. Di Blok Sorowako, Vale
      menambang bijih nikel kadar tinggi atau saprolit untuk kebutuhan pabrik nikel matte di
      Sorowako. Kedepan, Vale juga akan menambang bijih nikel kadar rendah atau limonit
      untuk diproses lebih lanjut menjadi produk MHP. Vale Indonesia merupakan
      pemegang kontrak karya dengan total luas konsesi 118.017 ha yang meliputi Blok
      Sorowako; Blok Bahodopi, Sulawesi Tengah (22.699 ha); serta Blok Pomalaa dan
      Sua-Sua, Sulawesi Tenggara (24.752 ha). Berdasarkan Laporan Tahunan 2022 Vale
      Indonesia, total volume produksi bijih nikel tahun 2022 mencapai 11,55 juta ton, turun
      10,28% dari tahun 2021 sebesar 12,88 juta ton. Sementara itu, pada Desember 2022
      total volume cadangan mineral mencapai 111,55 juta ton. Jumlah ini merupakan
      volume cadangan Sorowako-Petea, Sorowako Outer Area, dan Bahodopi Blok 1.
2.    Proyek Weda Bay Nickel
      Tambang Weda Bay Nickel yang berlokasi di Halmahera Tengah dan Halmahera
      Timur, Maluku Utara telah beroperasi sejak 2019. Tambang nikel ini dioperasikan oleh
      PT Weda Bay Nickel (WBN) yang mayoritas sahamnya kini dimiliki oleh perusahaan
      asal China, Tsingshan (51,3%) dan perusahaan asal Prancis, Eramet (37,8%).
      Sisanya, dimiliki oleh pemerintah Indonesia melalui PT Aneka Tambang Tbk. (Antam)
      sebesar 10%. Adapun, Eramet menyumbangkan keahliannya dalam operasi
      penambangan, sementara Tsingshan mengoperasikan fasilitas pengolahan dan




            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                               5-8
Page 45
      pemurnian atau smelter nikel. Sebelum beralih menjadi pemegang izin usaha
      pertambangan khusus (IUPK), PT WBN merupakan perusahaan kontrak karya
      generasi VII yang ditandatangani pada 19 Februari 1998 dengan luas wilayah 54.874
      hektare dan total cadangan sebesar 132 juta ton bijih dengan kadar nikel 1%- 1,4%.
      Berdasarkan data Eramet, sumber daya deposit Weda Bay Nickel saat ini
      diperkirakan mencapai 12,2 juta ton nikel dengan rata-rata kandungan nikel 1,48%.
3.    Gag
      Tambang nikel yang berlokasi di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat ini memiliki
      luas wilayah kontrak karya 13.136 ha dan area IPPKH 603,25 ha. Izin usaha
      pertambangan operasi produksi (IUP OP) tambang ini dipegang oleh PT Gag Nikel,
      anak usaha PT Antam Tbk. Berdasarkan Laporan Tahunan Antam 2022, total sumber
      daya nikel tambang Gag mencapai 315,57 juta wet metrik ton (wmt) yang terdiri atas
      bijih nikel kadar rendah 154,61 juta wmt dan nikel kadar tinggi 160,96 juta wmt.
      Sementara itu, total cadangannya mencapai 63,44 juta wmt dengan perincian bijih
      nikel kadar rendah 13,85 juta wmt dan kadar tinggi 49,59 juta wmt.
4.    Kawasi
      Izin usaha pertambangan (IUP) tambang Kawasi dipegang oleh PT Trimegah Bangun
      Persada Tbk. Tambang nikel yang berada di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku
      Utara memiliki luas 4.247 ha. Berdasarkan Laporan Tahunan 2022 Trimegah Bangun
      Persada, total cadangan tambang Kawasi per 31 Desember 2022 sebesar 108,4 juta
      wet metrik ton (wmt) dengan sisa cadangan 84,51 juta wmt.
5.    Proyek Asera
      Deposit Asera dengan luas area sekitar 2.000 ha berlokasi di Konawe Utara, Sulawesi
      Tenggara. Penambangan bijih nikel di deposit Asera dilakukan dengan metode
      tambang terbuka. Berdasarkan Joint Ore Reserves Committee (JORC), deposit Asera
      memilki estimasi sumber daya lebih dari 16 juta metrik ton bijih nikel dengan kadar
      nikel rata-rata 1,5%. Tambang nikel ini dikelola oleh PT Bumi Konawe Minerina yang
      mayoritas sahamnya dimiliki oleh Aquila Mine Pte Ltd (62,7%), afiliasi perusahaan
      tambang yang bermarkas di Swiss, Solway Investment Group. Sisanya, dimiliki oleh
      PT Mahawira Palasara Agung (37,3%).

5.6   KELAYAKAN POLA BISNIS

Dalam menjalankan Proyek, Perseroan didukung oleh mitra pengelolaan kebun, petani dan
supplier hingga menghasilkan produk yang akan dijual kepada pemasok untuk diteruskan
kepada customer. Melihat pola bisnis yang akan dijalankan oleh Perseroan dalam mengelola
Proyek, maka rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa Perkebunan Kelapa layak
untuk dilaksanakan.




            Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                            5-9
Page 46
Gambar 5.2          Pola Bisnis dan Kerjasama




Sumber: Perseroan




              Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                              5-10
Page 47
                                                                                       ASPEK KEUANGAN                                                                                        6
6.1             RENCANA BIAYA INVESTASI

Perseroan memproyeksikan biaya investasi sebesar Rp 141.909.605.819,- selama 4 tahun
dengan rincian sebagai berikut :
                                 URAIAN                                       SATUAN                 Tahun Ke-1                        Tahun Ke-2                   Tahun Ke-3                     Tahun Ke-4

Capex
Tanah                                                                             RP                20.000.000.000                 20.000.000.000                               -                                       -
Bangunan dan Sarana Prasarana                                                     RP                30.000.000.000                               -                              -                                       -
Pra Op Tahun Tanam ke 1                                                           RP                 9.777.787.000                 13.994.374.610                  9.317.259.848
Pra Op Tahun Tanam ke 2                                                           RP                                                9.308.200.000                  4.202.500.000                   4.616.575.000
Pra Op Beban Bunga                                                                RP                 3.934.066.846                  7.016.884.151                  9.741.958.363
Peralatan Kantor                                                                  RP                              -                              -                              -                               -
Total Capex                                                                                         63.711.853.846                 50.319.458.761                 23.261.718.212                   4.616.575.000



Investasi tanah menggunakan tanah eksisting milik Perseroan, asumsi pembiayaan
menggunakan perbankan sebesar 57% dan sisanya menggunakan dana Perseroan.

6.2             ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN

Asumsi Proyeksi selama 10 tahun berdasarkan tingkat keyakinan manajemen, dalam
proyeksi business plan yang disusun oleh manajemen sudah terlihat perkembangan bisnis
yang diharapkan, terhitung mulai tahun 2025 sampai dengan tahun 2035.

6.3             PENJUALAN

Proyeksi penjualan dalam Proyek adalah sebagai berikut:

Tabel 6.1.                   Pendapatan
               URAIAN              SATUAN       Tahun Ke-1       Tahun Ke-2        Tahun Ke-3         Tahun Ke-4      Tahun Ke-5         Tahun Ke-6       Tahun Ke-7       Tahun Ke-8       Tahun Ke-9       Tahun Ke-10

Volume Penjualan Kelapa              Buah                    -                -                 -         2.808.000        5.616.000          5.616.000        5.616.000        5.616.000        5.616.000        5.616.000

        Total Volume Penjualan       Buah                -                -                 -             2.808.000        5.616.000          5.616.000        5.616.000        5.616.000        5.616.000        5.616.000

Harga                              Rp / buah          10.000           10.300            10.609             10.927           11.255             11.593           11.941           12.299           12.668           13.048

Penerimaan Penjualan Kelapa           Rp                 -                -                 -        30.683.774.160   63.208.574.770     65.104.832.013   67.057.976.973   69.069.716.282   71.141.807.771   73.276.062.004


          TOTAL PENJUALAN             RP                 -                -                 -        30.683.774.160   63.208.574.770     65.104.832.013   67.057.976.973   69.069.716.282   71.141.807.771   73.276.062.004




                                               Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                                                                                                                                              6-1
Page 48
6.4             PROYEKSI LABA RUGI

Proyeksi laba rugi dalam Proyek adalah sebagai berikut:

Tabel 6.2                    Proyeksi Laba Rugi
                URAIAN                  SATUAN   Tahun Ke-1        Tahun Ke-2            Tahun Ke-3         Tahun Ke-4         Tahun Ke-5         Tahun Ke-6         Tahun Ke-7         Tahun Ke-8         Tahun Ke-9          Tahun Ke-10

Penjualan                                RP                   -                 -                     -    30.683.774.160     63.208.574.770     65.104.832.013     67.057.976.973     69.069.716.282     71.141.807.771       73.276.062.004

Harga Pokok Penjualan                     RP                  -                 -                     -     4.755.072.250      9.652.796.668      9.942.380.568     10.240.651.985     10.547.871.544     10.864.307.690       11.190.236.921

Laba Kotor                               RP                   -                 -                     -    25.928.701.910     53.555.778.102     55.162.451.445     56.817.324.989     58.521.844.738     60.277.500.080       62.085.825.083

Beban Usaha                               RP                  -                 -                     -       513.130.394        528.524.306        544.380.035        560.711.436          577.532.779      594.858.762         612.704.525

Laba Usaha                               RP                   -                 -                     -    25.415.571.516     53.027.253.797     54.618.071.410     56.256.613.553     57.944.311.959     59.682.641.318       61.473.120.558

Penyusutan                                RP                  -                 -                     -    (10.963.721.803)   (13.984.934.303)   (13.984.934.303)   (13.984.934.303)   (13.984.934.303)   (13.984.934.303)     (5.021.212.500)

EBITDA                                   RP                   -                 -                     -    14.451.849.713     39.042.319.493     40.633.137.107     42.271.679.250     43.959.377.656     45.697.707.015       56.451.908.058

Pendapatan (Beban) Lain-lain
- Beban bunga hutang bank                 RP     (3.934.066.846)   (7.016.884.151)       (9.741.958.363)    (9.441.416.174)    (7.848.605.981)    (6.255.795.789)                 -                   -                 -                     -
Total Pendapatan (Beban) Lain-lain        RP     (3.934.066.846)   (7.016.884.151)       (9.741.958.363)    (9.441.416.174)    (7.848.605.981)    (6.255.795.789)                 -                   -                 -                     -

Laba Sebelum Pajak                       RP      (3.934.066.846)   (7.016.884.151)       (9.741.958.363)    5.010.433.539     31.193.713.512     34.377.341.318     42.271.679.250     43.959.377.656     45.697.707.015       56.451.908.058

Pajak Penghasilan                         RP                  -                 -                     -     (1.102.295.379)    (6.862.616.973)    (7.563.015.090)    (9.299.769.435)    (9.671.063.084)   (10.053.495.543)    (12.419.419.773)

Laba Bersih                              RP      (3.934.066.846)   (7.016.884.151)       (9.741.958.363)    3.908.138.161     24.331.096.539     26.814.326.228     32.971.909.815     34.288.314.572     35.644.211.472       44.032.488.285




6.5 PROYEKSI NERACA
Proyeksi neraca dalam Proyek adalah sebagai berikut:
Tabel 6.3  Proyeksi Neraca
                         URAIAN                      SATUAN              2024                    Tahun Ke-1               Tahun Ke-2              Tahun Ke-3              Tahun Ke-4               Tahun Ke-5                Tahun Ke-6

ASET

Aset Lancar
Kas dan Setara Kas                                      RP                           -                         -                       -                       -             652.014.896           18.596.883.429            41.557.016.617
Piutang Usaha                                           RP                           -                         -                       -                       -           2.521.954.041            5.195.225.324             5.336.461.640
Persediaan                                              RP                           -                         -                       -                       -                     -                        -                         -
Piutang Lain-lain (Pihak Ketiga)                        RP                           -                         -                       -                       -                     -                        -                         -
Aset keuangan atas perjanjian jasa konsesi              RP                           -                         -                       -                       -                     -                        -                         -
Biaya dibayar dimuka                                    RP                           -                         -                       -                       -                     -                        -                         -
Total Aset Lancar                                       RP                           -                         -                       -                       -           3.173.968.937           23.792.108.753            46.893.478.257

Aset Tidak Lancar
Aset Tetap                                              RP                           -           63.711.853.846          114.031.312.607         137.293.030.819         130.945.884.016          116.960.949.712           102.976.015.409
Total Aset Tidak Lancar                                 RP                           -           63.711.853.846          114.031.312.607         137.293.030.819         130.945.884.016          116.960.949.712           102.976.015.409

                      TOTAL ASET                        RP                           -           63.711.853.846          114.031.312.607         137.293.030.819         134.119.852.953          140.753.058.465           149.869.493.667

LIABILITAS DAN EKUITAS

Liabilitas Lancar
Utang Usaha                                             RP                           -                         -                       -                       -                        -                       -                         -
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo              RP                           -                         -                       -                       -                        -                       -                         -
Pinjaman pemegang saham                                 RP                           -                         -                       -                       -                        -                       -                         -




Liabilitas Lancar                                       RP                           -                         -                       -                       -                        -                       -                         -

Liabilitas Tidak Lancar
Utang bank jangka panjang                               RP                           -           47.645.920.692           84.982.263.604         117.985.940.179         104.904.624.152           87.206.733.125            69.508.842.098
Pinjaman pemegang saham                                 RP                           -
Utang jangka panjang lainnya                            RP                           -                      -                        -                       -                       -                        -                         -
Liabilitas imbalan pasca kerja                          RP                           -                      -                        -                       -                       -                        -                         -
                                                        RP                           -                      -                        -                       -                       -                        -                         -
Total Liabilitas Tidak Lancar                           RP                           -           47.645.920.692           84.982.263.604         117.985.940.179         104.904.624.152           87.206.733.125            69.508.842.098

                     Total Liabilitas                   RP                           -           47.645.920.692           84.982.263.604         117.985.940.179         104.904.624.152           87.206.733.125            69.508.842.098

Ekuitas
Modal Saham                                             RP                           -           20.000.000.000           40.000.000.000          40.000.000.000          40.000.000.000           40.000.000.000            40.000.000.000
Saldo Laba (Rugi)                                       RP                           -           (3.934.066.846)         (10.950.950.997)        (20.692.909.360)        (16.784.771.200)           7.546.325.340            34.360.651.568
Total Ekuitas                                           RP                           -           16.065.933.154           29.049.049.003          19.307.090.640          23.215.228.800           47.546.325.340            74.360.651.568

            TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                RP                           -           63.711.853.846          114.031.312.607         137.293.030.819         128.119.852.953          134.753.058.465           143.869.493.667




                                               Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                                                                                                                                                                  6-2
Page 49
6.6 PROYEKSI ARUS KAS
Proyeksi arus kas dalam Proyek adalah sebagai berikut:
Tabel 6.3  Proyeksi Arus Kas
                 URAIAN           SATUAN     Tahun Ke-1         Tahun Ke-2         Tahun Ke-3           Tahun Ke-4           Tahun Ke-5           Tahun Ke-6        Tahun Ke-7

Arus Kas Aktivitas Operasi
Penerimaan Bersih Penjualan         RP                     -                  -                  -      28.161.820.119       60.535.303.487     64.963.595.696      66.882.824.068
Pembayaran biaya langsung           RP                     -                  -                  -      (4.755.072.250)      (9.652.796.668)    (9.942.380.568)    (10.240.651.985)
Pembayaran beban usaha              RP                     -                  -                  -        (513.130.394)        (528.524.306)      (544.380.035)       (560.711.436)
Beban pajak                         RP                     -                  -                  -      (1.102.295.379)      (6.862.616.973)    (7.563.015.090)     (9.299.769.435)
Saldo Kas Aktivitas Operasi         RP                     -                  -                  -      21.791.322.097       43.491.365.541     46.913.820.004      46.781.691.212

Arus Kas Aktivitas Investasi
Perolehan Aset
- Aset Tetap                        RP       (20.000.000.000)   (20.000.000.000)                 -                    -                     -                  -                 -
Bangunan dan Sarana Prasarana                (30.000.000.000)                 -
- Pra Operasi                       RP        (9.777.787.000)   (23.302.574.610)   (13.519.759.848)      (4.616.575.000)                    -                  -                 -
Setoran Jaminan Reklamasi           RP                     -                  -                  -                    -                     -                  -                 -
Setoran Jaminan Penutupan           RP                     -                  -                  -                    -                     -                  -                 -
Penjualan Aktiva                    RP
Saldo Kas Aktivitas Investasi       RP       (59.777.787.000)   (43.302.574.610)   (13.519.759.848)      (4.616.575.000)                    -                  -                 -

Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Setoran Pemegang Saham              RP       20.000.000.000     20.000.000.000
Penarikan Hutang Bank               RP       43.711.853.846     30.319.458.761     23.261.718.212         4.616.575.000
Angsuran Hutang Bank                RP                    -                  -                  -       (17.697.891.027)     (17.697.891.027)   (17.697.891.027)   (69.508.842.098)
Pembayaran Bunga                    RP       (3.934.066.846)    (7.016.884.151)    (9.741.958.363)       (9.441.416.174)      (7.848.605.981)    (6.255.795.789)                 -
Penarikan Utang Pemegang Saham      RP                    -                  -                  -         6.000.000.000                    -                  -                  -
Angsuran Utang Pemegang Saham       RP                    -                  -                  -                     -                    -                  -                  -
Saldo Kas Aktivitas Pendanaan       RP       59.777.787.000     43.302.574.610     13.519.759.848       (16.522.732.201)     (25.546.497.008)   (23.953.686.816)   (69.508.842.098)

    SALDO KAS PERIODE BERJALAN      RP                     -                  -                  -         652.014.896       17.944.868.533     22.960.133.188     (22.727.150.886)

Saldo Kas Awal                      RP                     -                  -                  -                    -         652.014.896     18.596.883.429     41.557.016.617

          SALDO KAS AKHIR           RP                     -                  -                  -         652.014.896       18.596.883.429     41.557.016.617     18.829.865.731




6.7        KESIMPULAN BIAYA MODAL


Biaya modal untuk hutang diasumsikan setara dengan tingkat bunga pinjaman dalam mata
uang Rupiah. Tingkat bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah untuk kredit investasi
adalah sebesar 9,00%.


6.8        PERHITUNGAN WACC


Perhitungan WACC dalam Proyek adalah sebagai berikut:

Tabel 6.4                 WACC
PERHITUNGAN DISCOUNT FACTOR




JENIS MODAL                                                                        Biaya Modal                Komposisi                 Tertimbang
 a. COST OF DEBT ( K d = i x (1-T))                                                        7,02%                   39,31%                       2,76%
 b. COST OF EQUITY ( K e = R f + (Beta x Rpm) + R s                                           12,59%                      60,69%                    7,64%
 Weighted Average Cost of Capital ( WACC )                                                                                                         10,40%

PERHITUNGAN COST OF EQUITY                                                                               PERHITUNGAN COST OF DEBT
a. Risk Free Rate ( Rf )                                                7,15%                            a. Bunga Bank            9,00%
b. Risk Premiun Market ( Rpm )                                         6,87%                             b. Pajak                                   22,00%
c. β (Beta)                                                              0,78
d. Specific Risk Company (Rs )                                         2,00%
e. CDS                                                                 1,89%
COST OF EQUITY                                                        12,59%                             COST OF DEBT                                7,02%

Unleverage Beta                            ======>                                               0,52                                                     BL
                                                                                                                  BU =
                                                                                                                                   1 + (( 1 - t ) x ( K d/K e ))

Leverage Beta Perusahaan Dinilai           ======>                                               0,78
                                                                                                                  BL =             BU x ( 1+ ( 1 - t ) x ( K d/K e ))
K t




6.9        ANALISA KELAYAKAN PROYEK


Analisa ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan proyek diuji dengan menggunakan
beberapa parameter dengan hasil sebagai berikut :



                                 Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                                                                                                      6-3
Page 50
     Net Present Value
      NPV    yang    dihasilkan      menunjukkan   angka     yang    positif    yaitu   sebesar
      Rp. 172.292.503.535,-.
     Internal Rate of Return
      IRR yang diperoleh sebesar 19,97% lebih besar dari discount factor yang digunakan.


     Profitability Index
      PI yang diperoleh adalah sebesar 2,307 yang berarti lebih besar dari 1.
     Payback Period
      Payback Period selama 9 tahun 1 bulan.


6.9    KESIMPULAN


Berdasarkan Kajian Keuangan dengan asumsi-asumsi yang telah disampaikan bahwa
rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan layak dilaksanakan dan memberikan
kontribusi positif bagi Perseroan.




                    Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
                                                                                                  6-4
Page 51
Lampiran 2
ASUMSI
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

                            URAIAN                                   SATUAN        Tahun Ke-1         Tahun Ke-2     Tahun Ke-3     Tahun Ke-4     Tahun Ke-5     Tahun Ke-6     Tahun Ke-7     Tahun Ke-8     Tahun Ke-9     Tahun Ke-10

Makro
Jumlah Hari                                                            hari                     365           366            365            365            365            366            365            365            365             366
Laju Inflasi
 - Indonesia                                                          % p.a                2,90%             3,80%          3,80%          3,70%          3,90%          4,00%          3,80%          3,70%          3,90%          4,00%

Produksi Kelapa
Luas tanam                                                             Hektar                100              100
Luas Perkebunan                                                        Hektar                100              200            200            200            200            200            200            200            200             200
Pohon                                                                / Hektar                156              156            156            156            156            156            156            156            156             156
Tandan                                                                / Pohon                 18               18             18             18             18             18             18             18             18              18
Buah                                                                 / Tandan                 10               10             10             10             10             10             10             10             10              10
Produksi Kelapa                                                    Buah / Hektar          28.080           28.080         28.080         28.080         28.080         28.080         28.080         28.080         28.080          28.080

Harga Jual
Harga Kelapa                                                         Rp / buah            10.000           10.300         10.609         10.927         11.255         11.593         11.941         12.299         12.668          13.048
Kenaikan Harga                                                         % p.a                3,0%             3,0%           3,0%           3,0%           3,0%           3,0%           3,0%           3,0%           3,0%            3,0%

Biaya Operasional
Upah
Persiapan lahan (Pakai alat berat eskavator atau boldozer)          Rp / Hektar       15.000.000       15.000.000               -              -              -              -              -              -              -              -
Pengajiran                                                          Rp / Hektar          780.000          780.000               -              -              -              -              -              -              -              -
Pembuatan lobang tanam ukuran 0.6 x 0.6 m (156 lobang)              Rp / Hektar        1.800.000        1.800.000               -              -              -              -              -              -              -              -
Penanaman (156 tanaman)                                             Rp / Hektar        1.800.000        1.800.000               -              -              -              -              -              -              -              -
Pemupukan 0rganik padat (kandang) 1 kali setahun                    Rp / Hektar        1.800.000        1.875.000       1.875.000      1.875.000      1.875.000      1.875.000      1.875.000      1.875.000      1.875.000      1.875.000
Pemupukan NPK 4 x/tahun, 6 OH/ha                                    Rp / Hektar        2.880.000        2.880.000       2.880.000      2.880.000      2.880.000      2.880.000      2.880.000      2.880.000      2.880.000      2.880.000
Pemupukan Hayati (6 kali setahun), 4 OH per aplikasi)               Rp / Hektar        2.880.000        2.880.000       2.880.000      2.880.000      2.880.000      2.880.000      2.880.000      2.880.000      2.880.000      2.880.000
Pemupukan Organik Cair (12 kali setahun, 4 OH Per apliksi)          Rp / Hektar        5.760.000        5.760.000       5.760.000      5.760.000      5.760.000      5.760.000      5.760.000      5.760.000      5.760.000      5.760.000
Penekanan gulma, 6x/tahun , 6 OH/ha                                 Rp / Hektar        4.320.000        4.320.000       4.320.000      4.320.000      4.320.000      4.320.000      4.320.000      4.320.000      4.320.000      4.320.000
Pengendalian hama dan penyakit 2x/tahun, 6 OH/ha                    Rp / Hektar        1.440.000        1.440.000       1.440.000      1.440.000      1.440.000      1.440.000      1.440.000      1.440.000      1.440.000      1.440.000
Bobokor, 1 OH=20 pohon, 2x/thn                                      Rp / Hektar        2.400.000        2.400.000       2.400.000      2.400.000      2.400.000      2.400.000      2.400.000      2.400.000      2.400.000      2.400.000
Biaya perlindungan tanaman                                          Rp / Hektar        1.800.000        1.800.000               -              -              -              -              -              -              -              -
Penyiraman dan pengamanan (jika diperlukan)                         Rp / Hektar        3.600.000        3.600.000       3.600.000      3.600.000      3.600.000      3.600.000      3.600.000      3.600.000      3.600.000      3.600.000
Panen (Panen Buah kecil/buah pasir) - 4 kali setahun                Rp / Hektar                                         2.880.000

Jumlah Biaya Upah                                                  Rp / Hektar        46.260.000       46.335.000     28.035.000     25.155.000     25.155.000     25.155.000     25.155.000     25.155.000     25.155.000      25.155.000

Bahan dan Alat
pengadaan Bibit Kelapa Genjah jarak 8 x 8 m                        Rp / Hektar        27.300.000       27.300.000              -              -              -              -              -              -              -               -
Pupuk Kandang sebelum tanam                                        Rp / Hektar         1.560.000        1.560.000      1.560.000      1.560.000      1.560.000      1.560.000      1.560.000      1.560.000      1.560.000       1.560.000
Pupuk NPK, umur 1 tahun (Dosis 1 kg pertanaman. 4 kali apikasi )   Rp / Hektar         1.560.000        3.120.000      3.120.000      3.120.000      3.120.000      3.120.000      3.120.000      3.120.000      3.120.000       3.120.000
Pupuk Cair Organik (12 kali aplikasi di daun) dosis 200 ml/pohon   Rp / Hektar         7.500.000        7.500.000      7.500.000      7.500.000      7.500.000      7.500.000      7.500.000      7.500.000      7.500.000       7.500.000
Pupuk Hayati (6 kali aplikasi di tanah, Perhektar/tahun)           Rp / Hektar         3.000.000        3.000.000      3.000.000      3.000.000      3.000.000      3.000.000      3.000.000      3.000.000      3.000.000       3.000.000
Herbisida                                                          Rp / Hektar           600.000          600.000        600.000        600.000        600.000        600.000        600.000        600.000        600.000         600.000
Pestisida, 5 cc/pohon, 2x/thn (Fungsida dan Insectsida)            Rp / Hektar           700.000          700.000        700.000        700.000        700.000        700.000        700.000        700.000        700.000         390.000
Dolomit (1kg/pohon)                                                Rp / Hektar           390.000          390.000        700.000        700.000              -        700.000              -              -              -               -
Bambu Ajir                                                         Rp / Hektar           312.000          312.000              -              -              -              -              -              -              -               -
Seng Plat (1 Pohon butuh 1 meter Lingkaran)                        Rp / Hektar         3.900.000        3.900.000              -              -              -              -              -              -              -               -
Jumlah Biaya Bahan dan Alat                                        Rp / Hektar        46.822.000       48.382.000     17.180.000     17.180.000     16.480.000     17.180.000     16.480.000     16.480.000     16.480.000      16.170.000

Kenaikan Biaya                                                       % / tahun             3,00%             3,00%          3,00%          3,00%          3,00%          3,00%          3,00%          3,00%          3,00%          3,00%

Biaya Tetap
Biaya Pegawai                                                         Rp Juta        469.587.000      483.674.610    498.184.848    513.130.394    528.524.306    544.380.035    560.711.436    577.532.779    594.858.762     612.704.525
Biaya Administrasi dan Umum                                           Rp Juta                  -                -              -              -              -              -              -              -              -               -
Biaya Pemeliharaan                                                    Rp Juta                  -                -              -              -              -              -              -              -              -               -



Tarif Interest                                                        % p.a                0,00%             0,00%          0,00%          0,00%          0,00%          0,00%          0,00%          0,00%          0,00%          0,00%

Perputaran Modal Kerja
Piutang Usaha                                                          hari                     30             30             30             30             30             30             30             30             30              30
Persediaan                                                             hari                      -              -              -              -              -              -              -              -              -               -
Hutang Usaha                                                           hari                     30             30             30             30             30             30             30             30             30              30

Tingkat Suku Bunga Pinjaman
Hutang Bank                                                           % p.a                9,00%             9,00%          9,00%          9,00%          9,00%          9,00%          9,00%          9,00%          9,00%          9,00%

Tarif Pajak                                                           % p.a               22,00%            22,00%         22,00%         22,00%         22,00%         22,00%         22,00%         22,00%         22,00%         22,00%
Page 52
Lampiran 3
PROYEKSI NERACA
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

                       URAIAN                SATUAN   2024       Tahun Ke-1        Tahun Ke-2         Tahun Ke-3         Tahun Ke-4         Tahun Ke-5        Tahun Ke-6

ASET

Aset Lancar
Kas dan Setara Kas                             RP            -                -                 -                  -         652.014.896     18.596.883.429    41.557.016.617
Piutang Usaha                                  RP            -                -                 -                  -       2.521.954.041      5.195.225.324     5.336.461.640
Persediaan                                     RP            -                -                 -                  -                 -                  -                 -
Piutang Lain-lain (Pihak Ketiga)               RP            -                -                 -                  -                 -                  -                 -
Aset keuangan atas perjanjian jasa konsesi     RP            -                -                 -                  -                 -                  -                 -
Biaya dibayar dimuka                           RP            -                -                 -                  -                 -                  -                 -
Total Aset Lancar                              RP            -                -                 -                  -       3.173.968.937     23.792.108.753    46.893.478.257

Aset Tidak Lancar
Aset Tetap                                     RP            -   63.711.853.846    114.031.312.607    137.293.030.819    130.945.884.016    116.960.949.712   102.976.015.409
Total Aset Tidak Lancar                        RP            -   63.711.853.846    114.031.312.607    137.293.030.819    130.945.884.016    116.960.949.712   102.976.015.409

                     TOTAL ASET                RP            -   63.711.853.846    114.031.312.607    137.293.030.819    134.119.852.953    140.753.058.465   149.869.493.667

LIABILITAS DAN EKUITAS

Liabilitas Lancar
Utang Usaha                                    RP            -                -                 -                  -                  -                  -                 -
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo     RP            -                -                 -                  -                  -                  -                 -
Pinjaman pemegang saham                        RP            -                -                 -                  -                  -                  -                 -




Liabilitas Lancar                              RP            -                -                 -                  -                  -                  -                 -

Liabilitas Tidak Lancar
Utang bank jangka panjang                      RP            -   47.645.920.692     84.982.263.604    117.985.940.179    104.904.624.152     87.206.733.125    69.508.842.098
Pinjaman pemegang saham                        RP            -
Utang jangka panjang lainnya                   RP            -              -                  -                  -                  -                  -                 -
Liabilitas imbalan pasca kerja                 RP            -              -                  -                  -                  -                  -                 -
                                               RP            -              -                  -                  -                  -                  -                 -
Total Liabilitas Tidak Lancar                  RP            -   47.645.920.692     84.982.263.604    117.985.940.179    104.904.624.152     87.206.733.125    69.508.842.098

                    Total Liabilitas           RP            -   47.645.920.692     84.982.263.604    117.985.940.179    104.904.624.152     87.206.733.125    69.508.842.098

Ekuitas
Modal Saham                                    RP            -   20.000.000.000     40.000.000.000     40.000.000.000     40.000.000.000     40.000.000.000    40.000.000.000
Saldo Laba (Rugi)                              RP            -   (3.934.066.846)   (10.950.950.997)   (20.692.909.360)   (16.784.771.200)     7.546.325.340    34.360.651.568
Total Ekuitas                                  RP            -   16.065.933.154     29.049.049.003     19.307.090.640     23.215.228.800     47.546.325.340    74.360.651.568

        TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS           RP            -   63.711.853.846    114.031.312.607    137.293.030.819    128.119.852.953    134.753.058.465   143.869.493.667
Page 53
Lampiran 4
PROYEKSI LABA RUGI
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

               URAIAN                SATUAN   Tahun Ke-1        Tahun Ke-2        Tahun Ke-3         Tahun Ke-4         Tahun Ke-5         Tahun Ke-6         Tahun Ke-7         Tahun Ke-8         Tahun Ke-9        Tahun Ke-10

Penjualan                             RP                   -                 -                 -    30.683.774.160     63.208.574.770     65.104.832.013     67.057.976.973     69.069.716.282     71.141.807.771     73.276.062.004

Harga Pokok Penjualan                 RP                   -                 -                 -     4.755.072.250      9.652.796.668      9.942.380.568     10.240.651.985     10.547.871.544     10.864.307.690     11.190.236.921

Laba Kotor                            RP                   -                 -                 -    25.928.701.910     53.555.778.102     55.162.451.445     56.817.324.989     58.521.844.738     60.277.500.080     62.085.825.083

Beban Usaha                           RP                   -                 -                 -       513.130.394        528.524.306        544.380.035        560.711.436        577.532.779        594.858.762        612.704.525

Laba Usaha                            RP                   -                 -                 -    25.415.571.516     53.027.253.797     54.618.071.410     56.256.613.553     57.944.311.959     59.682.641.318     61.473.120.558

Penyusutan                            RP                   -                 -                 -    (10.963.721.803)   (13.984.934.303)   (13.984.934.303)   (13.984.934.303)   (13.984.934.303)   (13.984.934.303)    (5.021.212.500)

EBITDA                                RP                   -                 -                 -    14.451.849.713     39.042.319.493     40.633.137.107     42.271.679.250     43.959.377.656     45.697.707.015     56.451.908.058

Pendapatan (Beban) Lain-lain
- Beban bunga hutang bank             RP      (3.934.066.846)   (7.016.884.151)   (9.741.958.363)    (9.441.416.174)    (7.848.605.981)    (6.255.795.789)                 -                  -                  -                  -
Total Pendapatan (Beban) Lain-lain    RP      (3.934.066.846)   (7.016.884.151)   (9.741.958.363)    (9.441.416.174)    (7.848.605.981)    (6.255.795.789)                 -                  -                  -                  -

Laba Sebelum Pajak                    RP      (3.934.066.846)   (7.016.884.151)   (9.741.958.363)    5.010.433.539     31.193.713.512     34.377.341.318     42.271.679.250     43.959.377.656     45.697.707.015     56.451.908.058

Pajak Penghasilan                     RP                   -                 -                 -     (1.102.295.379)    (6.862.616.973)    (7.563.015.090)    (9.299.769.435)    (9.671.063.084)   (10.053.495.543)   (12.419.419.773)

Laba Bersih                           RP      (3.934.066.846)   (7.016.884.151)   (9.741.958.363)    3.908.138.161     24.331.096.539     26.814.326.228     32.971.909.815     34.288.314.572     35.644.211.472     44.032.488.285
Page 54
Lampiran 5
PROYEKSI ARUS KAS
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

                 URAIAN          SATUAN   Tahun Ke-1         Tahun Ke-2         Tahun Ke-3         Tahun Ke-4         Tahun Ke-5        Tahun Ke-6         Tahun Ke-7

Arus Kas Aktivitas Operasi
Penerimaan Bersih Penjualan       RP                    -                  -                  -    28.161.820.119     60.535.303.487    64.963.595.696     66.882.824.068
Pembayaran biaya langsung         RP                    -                  -                  -    (4.755.072.250)    (9.652.796.668)   (9.942.380.568)   (10.240.651.985)
Pembayaran beban usaha            RP                    -                  -                  -      (513.130.394)      (528.524.306)     (544.380.035)      (560.711.436)
Beban pajak                       RP                    -                  -                  -    (1.102.295.379)    (6.862.616.973)   (7.563.015.090)    (9.299.769.435)
Saldo Kas Aktivitas Operasi       RP                    -                  -                  -    21.791.322.097     43.491.365.541    46.913.820.004     46.781.691.212

Arus Kas Aktivitas Investasi
Perolehan Aset
- Aset Tetap                      RP      (20.000.000.000)   (20.000.000.000)                 -                  -                 -                 -                  -
Bangunan dan Sarana Prasarana             (30.000.000.000)                 -
- Pra Operasi                     RP       (9.777.787.000)   (23.302.574.610)   (13.519.759.848)    (4.616.575.000)                -                 -                  -
Setoran Jaminan Reklamasi         RP                    -                  -                  -                  -                 -                 -                  -
Setoran Jaminan Penutupan         RP                    -                  -                  -                  -                 -                 -                  -
Penjualan Aktiva                  RP
Saldo Kas Aktivitas Investasi     RP      (59.777.787.000)   (43.302.574.610)   (13.519.759.848)    (4.616.575.000)                -                 -                  -

Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Setoran Pemegang Saham            RP      20.000.000.000     20.000.000.000
Penarikan Hutang Bank             RP      43.711.853.846     30.319.458.761     23.261.718.212       4.616.575.000
Angsuran Hutang Bank              RP                   -                  -                  -     (17.697.891.027)   (17.697.891.027) (17.697.891.027) (69.508.842.098)
Pembayaran Bunga                  RP      (3.934.066.846)    (7.016.884.151)    (9.741.958.363)     (9.441.416.174)    (7.848.605.981)  (6.255.795.789)               -
Penarikan Utang Pemegang Saham    RP                   -                  -                  -       6.000.000.000                  -                -                -
Angsuran Utang Pemegang Saham     RP                   -                  -                  -                   -                  -                -                -
Saldo Kas Aktivitas Pendanaan     RP      59.777.787.000     43.302.574.610     13.519.759.848     (16.522.732.201)   (25.546.497.008) (23.953.686.816) (69.508.842.098)

    SALDO KAS PERIODE BERJALAN    RP                    -                  -                  -       652.014.896     17.944.868.533    22.960.133.188    (22.727.150.886)

Saldo Kas Awal                    RP                    -                  -                  -                  -       652.014.896    18.596.883.429    41.557.016.617

          SALDO KAS AKHIR         RP                    -                  -                  -       652.014.896     18.596.883.429    41.557.016.617    18.829.865.731
Page 55
Lampiran 6
PROYEKSI PENJUALAN
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

                URAIAN           SATUAN      Tahun Ke-1           Tahun Ke-2           Tahun Ke-3           Tahun Ke-4        Tahun Ke-5        Tahun Ke-6        Tahun Ke-7        Tahun Ke-8        Tahun Ke-9        Tahun Ke-10

Volume Penjualan Kelapa           Buah                        -                    -                    -        2.808.000         5.616.000         5.616.000         5.616.000         5.616.000         5.616.000         5.616.000

        Total Volume Penjualan    Buah                    -                    -                    -            2.808.000         5.616.000         5.616.000         5.616.000         5.616.000         5.616.000         5.616.000

Harga                            Rp / buah         10.000               10.300               10.609                10.927            11.255            11.593            11.941            12.299            12.668            13.048

Penerimaan Penjualan Kelapa         Rp                    -                    -                    -       30.683.774.160    63.208.574.770    65.104.832.013    67.057.976.973    69.069.716.282    71.141.807.771    73.276.062.004


          TOTAL PENJUALAN           RP                    -                    -                    -       30.683.774.160    63.208.574.770    65.104.832.013    67.057.976.973    69.069.716.282    71.141.807.771    73.276.062.004

Piutang Usaha
Awal                                RP                    -                    -                    -                  -       2.521.954.041     5.195.225.324     5.336.461.640     5.511.614.546     5.676.962.982     5.847.271.872
Akhir                               RP                    -                    -                    -       (2.521.954.041)   (5.195.225.324)   (5.336.461.640)   (5.511.614.546)   (5.676.962.982)   (5.847.271.872)   (6.006.234.590)

 PENERIMAAN BERSIH PENJUALAN        RP                    -                    -                    -       28.161.820.119    60.535.303.487    64.963.595.696    66.882.824.068    68.904.367.846    70.971.498.881    73.117.099.285
Page 56
Lampiran 7
PROYEKSI HARGA POKOK PENJUALAN
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

                               URAIAN                              SATUAN   Tahun Ke-1           Tahun Ke-2           Tahun Ke-3           Tahun Ke-4           Tahun Ke-5           Tahun Ke-6           Tahun Ke-7           Tahun Ke-8

Beban Upah
Persiapan lahan (Pakai alat berat eskavator atau boldozer)          Rp      1.500.000.000         1.500.000.000                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Pengajiran                                                          Rp         78.000.000            78.000.000                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Pembuatan lobang tanam ukuran 0.6 x 0.6 m (156 lobang)              Rp        180.000.000           180.000.000                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Penanaman (156 tanaman)                                             Rp        180.000.000           180.000.000                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Pemupukan 0rganik padat (kandang) 1 kali setahun                    Rp        180.000.000           187.500.000         375.000.000          375.000.000          375.000.000          375.000.000          375.000.000          375.000.000
Pemupukan NPK 4 x/tahun, 6 OH/ha                                    Rp        288.000.000           288.000.000         576.000.000          576.000.000          576.000.000          576.000.000          576.000.000          576.000.000
Pemupukan Hayati (6 kali setahun), 4 OH per aplikasi)               Rp        288.000.000           288.000.000         576.000.000          576.000.000          576.000.000          576.000.000          576.000.000          576.000.000
Pemupukan Organik Cair (12 kali setahun, 4 OH Per apliksi)          Rp        576.000.000           576.000.000       1.152.000.000        1.152.000.000        1.152.000.000        1.152.000.000        1.152.000.000        1.152.000.000
Penekanan gulma, 6x/tahun , 6 OH/ha                                 Rp        432.000.000           432.000.000         864.000.000          864.000.000          864.000.000          864.000.000          864.000.000          864.000.000
Pengendalian hama dan penyakit 2x/tahun, 6 OH/ha                    Rp        144.000.000           144.000.000         288.000.000          288.000.000          288.000.000          288.000.000          288.000.000          288.000.000
Bobokor, 1 OH=20 pohon, 2x/thn                                      Rp        240.000.000           240.000.000         480.000.000          480.000.000          480.000.000          480.000.000          480.000.000          480.000.000
Biaya perlindungan tanaman                                          Rp        180.000.000           180.000.000                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Penyiraman dan pengamanan (jika diperlukan)                         Rp        360.000.000           360.000.000         720.000.000          720.000.000          720.000.000          720.000.000          720.000.000          720.000.000
Jumlah Biaya Upah                                                   Rp      4.626.000.000         4.633.500.000       5.031.000.000        5.031.000.000        5.031.000.000        5.031.000.000        5.031.000.000        5.031.000.000

Bahan dan Alat
pengadaan Bibit Kelapa Genjah jarak 8 x 8 m                         Rp      2.730.000.000         2.730.000.000                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Pupuk Kandang sebelum tanam                                         Rp        156.000.000           312.000.000         312.000.000          312.000.000          312.000.000          312.000.000          312.000.000          312.000.000
Pupuk NPK, umur 1 tahun (Dosis 1 kg pertanaman. 4 kali apikasi )    Rp        156.000.000           624.000.000         624.000.000          624.000.000          624.000.000          624.000.000          624.000.000          624.000.000
Pupuk Cair Organik (12 kali aplikasi di daun) dosis 200 ml/pohon    Rp        750.000.000         1.500.000.000       1.500.000.000        1.500.000.000        1.500.000.000        1.500.000.000        1.500.000.000        1.500.000.000
Pupuk Hayati (6 kali aplikasi di tanah, Perhektar/tahun)            Rp        300.000.000           600.000.000         600.000.000          600.000.000          600.000.000          600.000.000          600.000.000          600.000.000
Herbisida                                                           Rp         60.000.000           120.000.000         120.000.000          120.000.000          120.000.000          120.000.000          120.000.000          120.000.000
Pestisida, 5 cc/pohon, 2x/thn (Fungsida dan Insectsida)             Rp         70.000.000           140.000.000         140.000.000          140.000.000          140.000.000          140.000.000          140.000.000          140.000.000
Dolomit (1kg/pohon)                                                 Rp         39.000.000            78.000.000         140.000.000          140.000.000                     -         140.000.000                     -                    -
Bambu Ajir                                                          Rp         31.200.000            62.400.000                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Seng Plat (1 Pohon butuh 1 meter Lingkaran)                         Rp        390.000.000           780.000.000                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Jumlah Biaya Bahan dan Alat                                         Rp      4.682.200.000         6.946.400.000       3.436.000.000        3.436.000.000        3.296.000.000        3.436.000.000        3.296.000.000        3.296.000.000


Total Beban Produksi                                                 RP     9.308.200.000        11.579.900.000       8.467.000.000        8.467.000.000        8.327.000.000        8.467.000.000        8.327.000.000        8.327.000.000

Persediaan
Saldo Awal                                                           RP                      -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
Saldo Akhir                                                          RP                  -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -

                 TOTAL HARGA POKOK PENJUALAN                         RP     9.308.200.000        11.579.900.000       8.467.000.000        8.467.000.000        8.327.000.000        8.467.000.000        8.327.000.000        8.327.000.000
Page 57
Lampiran 7
PROYEKSI HARGA POKOK PENJUALAN
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

                               URAIAN                              SATUAN   Tahun Ke-9           Tahun Ke-10

Beban Upah
Persiapan lahan (Pakai alat berat eskavator atau boldozer)          Rp                   -                     -
Pengajiran                                                          Rp                   -                     -
Pembuatan lobang tanam ukuran 0.6 x 0.6 m (156 lobang)              Rp                   -                     -
Penanaman (156 tanaman)                                             Rp                   -                     -
Pemupukan 0rganik padat (kandang) 1 kali setahun                    Rp        375.000.000           375.000.000
Pemupukan NPK 4 x/tahun, 6 OH/ha                                    Rp        576.000.000           576.000.000
Pemupukan Hayati (6 kali setahun), 4 OH per aplikasi)               Rp        576.000.000           576.000.000
Pemupukan Organik Cair (12 kali setahun, 4 OH Per apliksi)          Rp      1.152.000.000         1.152.000.000
Penekanan gulma, 6x/tahun , 6 OH/ha                                 Rp        864.000.000           864.000.000
Pengendalian hama dan penyakit 2x/tahun, 6 OH/ha                    Rp        288.000.000           288.000.000
Bobokor, 1 OH=20 pohon, 2x/thn                                      Rp        480.000.000           480.000.000
Biaya perlindungan tanaman                                          Rp                   -                     -
Penyiraman dan pengamanan (jika diperlukan)                         Rp        720.000.000           720.000.000
Jumlah Biaya Upah                                                   Rp      5.031.000.000         5.031.000.000

Bahan dan Alat
pengadaan Bibit Kelapa Genjah jarak 8 x 8 m                         Rp                   -                     -
Pupuk Kandang sebelum tanam                                         Rp        312.000.000           312.000.000
Pupuk NPK, umur 1 tahun (Dosis 1 kg pertanaman. 4 kali apikasi )    Rp        624.000.000           624.000.000
Pupuk Cair Organik (12 kali aplikasi di daun) dosis 200 ml/pohon    Rp      1.500.000.000         1.500.000.000
Pupuk Hayati (6 kali aplikasi di tanah, Perhektar/tahun)            Rp        600.000.000           600.000.000
Herbisida                                                           Rp        120.000.000           120.000.000
Pestisida, 5 cc/pohon, 2x/thn (Fungsida dan Insectsida)             Rp        140.000.000            78.000.000
Dolomit (1kg/pohon)                                                 Rp                   -                     -
Bambu Ajir                                                          Rp                   -                     -
Seng Plat (1 Pohon butuh 1 meter Lingkaran)                         Rp                   -                     -
Jumlah Biaya Bahan dan Alat                                         Rp      3.296.000.000         3.234.000.000


Total Beban Produksi                                                 RP     8.327.000.000         8.265.000.000

Persediaan
Saldo Awal                                                           RP                      -                     -
Saldo Akhir                                                          RP                  -                     -

                 TOTAL HARGA POKOK PENJUALAN                         RP     8.327.000.000         8.265.000.000
Page 58
Lampiran 8
PROYEKSI BEBAN USAHA
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

             URAIAN           SATUAN   Tahun Ke-1      Tahun Ke-2      Tahun Ke-3      Tahun Ke-4      Tahun Ke-5      Tahun Ke-6      Tahun Ke-7      Tahun Ke-8      Tahun Ke-9      Tahun Ke-10

Biaya Pegawai                   RP      469.587.000     483.674.610     498.184.848     513.130.394     528.524.306     544.380.035     560.711.436     577.532.779     594.858.762      612.704.525
Biaya Administrasi dan Umum     RP                 -               -               -               -               -               -               -               -               -                -
Biaya Pemeliharaan              RP                 -               -               -               -               -               -               -               -               -                -

    TOTAL BEBAN USAHA           RP      469.587.000     483.674.610     498.184.848     513.130.394     528.524.306     544.380.035     560.711.436     577.532.779     594.858.762      612.704.525
Page 59
Lampiran 9
PROYEKSI BEBAN USAHA
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

                   URAIAN        SATUAN   Tahun Ke-1       Tahun Ke-2       Tahun Ke-3       Tahun Ke-4       Tahun Ke-5       Tahun Ke-6        Tahun Ke-7       Tahun Ke-8       Tahun Ke-9       Tahun Ke-10

Coal
Persediaan Awal                   USD                  -                -                -                -                -                -              -                -                -                -
Pembelian                         USD                  -                -                -                -                -                -              -                -                -                -
Pemakaian                         USD                  -                -                -                -                -                -              -                -                -                -
Persediaan Akhir                  USD                  -                -                -                -                -                -              -                -                -                -

Biaya Langsung
Biaya Upah                         RP      4.626.000.000    7.141.500.000    5.394.465.000    5.844.298.950    6.019.627.919    6.200.216.756    6.386.223.259    6.577.809.956    6.775.144.255    6.978.398.583
Bahan dan Alat                     RP      4.682.200.000    6.369.200.000    3.424.610.000    3.527.348.300    3.633.168.749    3.742.163.811    3.854.428.726    3.970.061.588    4.089.163.435    4.211.838.338
Total Biaya Langsung               RP      9.308.200.000   13.510.700.000    8.819.075.000    9.371.647.250    9.652.796.668    9.942.380.568   10.240.651.985   10.547.871.544   10.864.307.690   11.190.236.921

Hutang Usaha
Awal                               RP                  -                -                -                -                -                -              -                -                -                -
Akhir                              RP                  -                -                -                -                -                -              -                -                -                -

     PEMBAYARAN BIAYA LANGSUNG     RP      9.308.200.000   13.510.700.000    8.819.075.000    9.371.647.250    9.652.796.668    9.942.380.568   10.240.651.985   10.547.871.544   10.864.307.690   11.190.236.921
Page 60
Lampiran 10
PROYEKSI BEBAN PENYUSUTAN ASET TETAP
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

                  URAIAN        SATUAN   Tahun Ke-1          Tahun Ke-2         Tahun Ke-3         Tahun Ke-4         Tahun Ke-5         Tahun Ke-6         Tahun Ke-8         Tahun Ke-9        Tahun Ke-10

Capex
Tanah                             RP     20.000.000.000     20.000.000.000                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
Bangunan dan Sarana Prasarana     RP     30.000.000.000                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
Pra Op Tahun Tanam ke 1           RP      9.777.787.000     13.994.374.610      9.317.259.848                                      -                  -                  -                  -                  -
Pra Op Tahun Tanam ke 2           RP                         9.308.200.000      4.202.500.000      4.616.575.000
Pra Op Beban Bunga                RP      3.934.066.846      7.016.884.151      9.741.958.363
Peralatan Kantor                  RP                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
Total Capex                              63.711.853.846     50.319.458.761     23.261.718.212      4.616.575.000                   -                  -                  -                  -                  -

Harga Perolehan
Tanah                             RP     20.000.000.000     40.000.000.000     40.000.000.000     40.000.000.000     40.000.000.000     40.000.000.000     40.000.000.000     40.000.000.000     40.000.000.000
Bangunan dan Sarana Prasarana     RP     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000     30.000.000.000
Pra Op Tahun Tanam ke 1           RP      9.777.787.000     23.772.161.610     33.089.421.458     33.089.421.458     33.089.421.458     33.089.421.458     33.089.421.458     33.089.421.458     33.089.421.458
Pra Op Tahun Tanam ke 2           RP                   -     9.308.200.000     13.510.700.000     18.127.275.000     18.127.275.000     18.127.275.000     18.127.275.000     18.127.275.000     18.127.275.000
Pra Op Beban Bunga                RP      3.934.066.846     10.950.950.997     20.692.909.360     20.692.909.360     20.692.909.360     20.692.909.360     20.692.909.360     20.692.909.360     20.692.909.360
Peralatan Kantor                  RP                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
Construction in Progress          RP                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
Total Harga Perolehan             RP     63.711.853.846    114.031.312.607    137.293.030.819    141.909.605.819    141.909.605.819    141.909.605.819    141.909.605.819    141.909.605.819    141.909.605.819

Penyusutan
Bangunan dan Sarana Prasarana     RP                   -                  -                  -     2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000
Pra Op Tahun Tanam ke 1           RP                   -                  -                  -     5.514.903.576      5.514.903.576      5.514.903.576      5.514.903.576      5.514.903.576                  0
Pra Op Tahun Tanam ke 2           RP                   -                  -                  -                  -     3.021.212.500      3.021.212.500      3.021.212.500      3.021.212.500      3.021.212.500
Pra Op Beban Bunga                RP                   -                  -                  -     3.448.818.227      3.448.818.227      3.448.818.227      3.448.818.227      3.448.818.227                   -
Peralatan Kantor                  RP                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
Total Penyusutan                  RP                   -                  -                  -    10.963.721.803     13.984.934.303     13.984.934.303     13.984.934.303     13.984.934.303      5.021.212.500

Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan Sarana Prasarana     RP                   -                  -                  -     2.000.000.000      4.000.000.000      6.000.000.000     10.000.000.000     12.000.000.000     14.000.000.000
Pra Op Tahun Tanam ke 1           RP                   -                  -                  -     5.514.903.576     11.029.807.153     16.544.710.729     27.574.517.882     33.089.421.458     33.089.421.458
Pra Op Tahun Tanam ke 2           RP                   -                  -                  -                  -     3.021.212.500      6.042.425.000     12.084.850.000     15.106.062.500     18.127.275.000
Pra Op Beban Bunga                RP                   -                  -                  -     3.448.818.227      6.897.636.453     10.346.454.680     17.244.091.134     20.692.909.360     20.692.909.360
Peralatan Kantor                  RP                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
Total Akumulasi Penyusutan        RP                   -                  -                  -    10.963.721.803     24.948.656.106     38.933.590.409     66.903.459.016     80.888.393.319     85.909.605.819

              NILAI TERCATAT      RP     63.711.853.846    114.031.312.607    137.293.030.819    130.945.884.016    116.960.949.712    102.976.015.409     75.006.146.803     61.021.212.500     56.000.000.000
Page 61
Lampiran 12
PROYEKSI SALDO UTANG BANK
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

                                                                                                                   2020
           URAIAN          SATUAN
                                    Jan-20       Feb-20         Mar-20           Apr-20          May-20            Jun-20             Jul-20          Aug-20

Saldo Awal                  USD              -            -                -                -                -                -                 -                -
Angsuran Pokok              USD              -            -                -                -                -                -                 -                -
Saldo Akhir                 USD              -            -                -                -                -                -                 -                -
Bunga                       USD              -            -                -                -                -                -                 -                -
Jumlah Pokok dan Bunga      USD              -            -                -                -                -                -                 -                -




           URAIAN              SATUAN            2020            2021             2022            2023              2024              2025             2026

Saldo Awal                                                -                -                -                -                -                 -                -
Angsuran Pokok                                            -
Saldo Akhir                                               -                -                -                -                -                 -                -
Bunga                                                     -
Jumlah Pokok dan Bunga                                    -                -                -                -                -                 -                -




Lampiran 13
PROYEKSI UTANG PEMEGANG SAHAM
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah

           URAIAN          SATUAN                2020         Tahun Ke-1       Tahun Ke-2       Tahun Ke-3       Tahun Ke-4        Tahun Ke-5       Tahun Ke-6

Saldo Awal                                                              -      47.645.920.692 84.982.263.604 117.985.940.179 104.904.624.152        87.206.733.125
Penambahan                                                    43.711.853.846   30.319.458.761 23.261.718.212    4.616.575.000           -                     -
Pelunasan                                                               -                -               -     17.697.891.027 17.697.891.027        17.697.891.027
Saldo Akhir                                          -        43.711.853.846   77.965.379.453 108.243.981.816 104.904.624.152 87.206.733.125        69.508.842.098

Beban Bunga                                                    3.934.066.846   7.016.884.151    9.741.958.363    9.441.416.174      7.848.605.981    6.255.795.789

Kas Awal                                                                -                -               -                  -         652.014.896   18.596.883.429
Kas Minimun                                      500.000            500.000          500.000         500.000            500.000           500.000         500.000
Arus Kas Bersih                                                           -                -               -     (5.347.985.104)   17.944.868.533   22.960.133.188
Kebutuhan Kas (Revolver)                                           (500.000)        (500.000)       (500.000)    (5.348.485.104)              -               -
Page 62
KEBUN KELAPA GENJAH
KELAYAKAN INVESTASI
ANALISA PROYEK
Lampiran 5

                                                                 Tahun Ke-1             Tahun Ke-2             Tahun Ke-3         Tahun Ke-4           Tahun Ke-5           Tahun Ke-6           Tahun Ke-7           Tahun Ke-8           Tahun Ke-9          Tahun Ke-10
                  URAIAN                       JUMLAH
                                                                  Proyeksi               Proyeksi               Proyeksi           Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi             Proyeksi            Proyeksi

  PENERIMAAN
  EAT                                      1.178.572.570.241                                                                      3.908.138.161       24.331.096.539       26.814.326.228       32.971.909.815       34.288.314.572       35.644.211.472       44.032.488.285
   + Tax Shield (i * T)                       18.365.737.996                    -                        -                   -    7.364.304.615        6.121.912.665        4.879.520.715                        -                    -                    -                    -
     Jumlah Penerimaan                     1.196.938.308.237                    -                        -                   -   11.272.442.776       30.453.009.205       31.693.846.944       32.971.909.815       34.288.314.572       35.644.211.472       44.032.488.285
  PENGELUARAN
   - Biaya Investasi                       (141.909.605.819)    (63.711.853.846)       (50.319.458.761)      (23.261.718.212)    (4.616.575.000)                       -                    -                    -                    -                    -                    -
   - Capital Expenditure                                    -                   -                      -                     -                  -                      -                    -                    -                    -                    -                    -
  +/- Working Capital                                       -                   -                      -                     -                  -                      -                    -                    -                    -                    -                    -
      Jumlah Pengeluaran                    -141.909.605.819    (63.711.853.846)       (50.319.458.761)      (23.261.718.212)    (4.616.575.000)                       -                    -                    -                    -                    -                    -


  PROCEED                                  1.055.028.702.419    -63.711.853.846         -50.319.458.761      -23.261.718.212      6.655.867.776        30.453.009.205      31.693.846.944       32.971.909.815       34.288.314.572       35.644.211.472       44.032.488.285
    Discount Factor              10,40%                                1,00000                 0,90577              0,82043            0,74312               0,67310             0,60967              0,55223              0,50019              0,45306              0,41037
    Present Value                                              -63.711.853.846         -45.578.035.912      -19.084.512.937      4.946.108.296        20.497.872.816      19.322.938.950       18.207.988.643       17.150.771.217       16.149.019.997       18.069.662.210


  Present Value Cash In Flow                 304.097.575.329                    0                      0                     0    8.376.777.394        20.497.872.816      19.322.938.950       18.207.988.643       17.150.771.217       16.149.019.997       18.069.662.210
  Present Value Cash Out Flow               -131.805.071.794    (63.711.853.846)       (45.578.035.912)      (19.084.512.937)    (3.430.669.099)                     -                   -                    -                    -                    -                    -

  NET PRESENT VALUE (NPV)                   172.292.503.535                         Positive                                                   Feasible
  INTERNAL RATE OF RETURN (IRR)                       19,97%                        > of Loan Interest                                         Feasible
  PROFITABILITY INDEX (PI)                              2,307                                                                                  Feasible
  PAYBACK PERIOD                                  9,03 Tahun         atau           9 Tahun dan 1 Bulan
Page 63
PERHITUNGAN DISCOUNT FACTOR




JENIS MODAL                                                  Biaya Modal       Komposisi          Tertimbang
 a. COST OF DEBT ( Kd = i x (1-T))                                   7,02%          39,31%                2,76%
 b. COST OF EQUITY ( Ke = Rf + (Beta x Rpm) + Rs                    12,59%          60,69%                7,64%
 Weighted Average Cost of Capital ( WACC )                                                               10,40%

PERHITUNGAN COST OF EQUITY                                                   PERHITUNGAN COST OF DEBT
a. Risk Free Rate ( Rf )                             7,15%                   a. Bunga Bank            9,00%
b. Risk Premiun Market ( Rpm )                       6,87%                   b. Pajak                22,00%
 c. β (Beta)                                          0,78
d. Specific Risk Company (Rs )                       2,00%
e. CDS                                               1,89%
COST OF EQUITY                                      12,59%                   COST OF DEBT                    7,02%

Unleverage Beta                        ======>                        0,52                                         BL
                                                                                  BU =
                                                                                             1 + (( 1 - t ) x ( Kd/Ke ))

Leverage Beta Perusahaan Dinilai       ======>                        0,78
                                                                                  BL =       BU x ( 1+ ( 1 - t ) x ( Kd/Ke ))

Keterangan :
Rf       = Tingkat Balikan Bebas Risiko
R pm     = Premi Risiko Pasar
β (Beta) = Ukuran Risiko Sistimatis
Rs       = Premi Untuk Risiko Spesifik Perusahaan

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.81 MB
Published24 Jun 2025
Pages63
Characters183,400
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Fajar Mining p.13 ×2
linked org Wahana Trilintas p.14
linked person Oei Harry Fong Jaya p.14 ×2
linked person Oei Michele Mallorie Sunogo p.14 ×2
linked person Lina Suti p.14 ×2
linked person Ryan Fong Jaya p.14 ×2
linked person Muhammad Ishaq p.14 ×2
linked person Agus Prasetyono p.14 ×2
linked person Leman Suti p.14 ×2
linked person Stella Sutrisno p.14 ×2
linked person Iwan Luison p.14
linked person Maria Tri Wulandari p.15
linked person Herianto Jaya p.15
linked org Aneka Tambang Tbk. p.44 ×2
linked org Trimegah Bangun Persada Tbk. p.45 ×3
possible org PT IFISHDECO p.2 ×63
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×4
possible person Agus Sugiarto p.12 ×3
possible org Vale Indonesia Tbk p.44 ×2
possible org Antam Tbk. p.45 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar dan Rekan p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org KJPP FSR p.2 ×20
unresolved org Bank Indonesia p.3 ×15
unresolved org Pusat Statistik p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×3
unresolved org SIREGAR DAN REKAN Ir. Yohn PS Napitupulu p.6
unresolved person Ir. Yohn PS Napitupulu p.6 ×2
unresolved org KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.8 ×2
unresolved org KJPP Febriman Siregar p.8 ×2
unresolved person Msc. p.8
unresolved — MAPPI p.8
unresolved — Izin Bapepam-LK p.8
unresolved org Bapepam-LK p.8 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan p.8
unresolved org Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata p.11 ×8
unresolved org Palilingan & Rekan p.11 ×10
unresolved person Akuntan Publik Arief Setyadi p.11 ×2
unresolved person Akuntan Publik Adi Santoso p.11 ×6
unresolved person Abdul Latief · Notaris p.13 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.13
unresolved person Christina Dwi Utami · Notaris p.13 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13
unresolved org PT Fajar Mining Resources p.13 ×2
unresolved org Paul Hadiwinata p.14 ×2
unresolved org PT Wahana Trilintas Mining p.14
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. J.A. p.16
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- AH. p.16
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV- p.19 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Perkebunan p.27
unresolved org PT Pipit Citra Perdana p.29 ×2
unresolved org Departemen Budidaya dan Produksi Terdiri p.38
unresolved org Departemen Komersial dan Pemasaran Membawahi Divisi Pemasaran dan Penjualan p.38
unresolved org Departemen Budidaya dan Produksi p.39
unresolved org Departemen Komersial dan Pemasaran p.39
unresolved org Menteri ESDM p.43
unresolved org Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.44
unresolved org PT Weda Bay Nickel p.44
unresolved org PT WBN p.45
unresolved org PT Gag Nikel p.45
unresolved org PT Bumi Konawe Minerina p.45
unresolved org Aquila Mine Pte Ltd p.45
unresolved org PT Mahawira Palasara Agung p.45

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 12983 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result