Skip to content
Back to announcement

20250624_TAPG_Informasi Transaksi Afiliasi_31907984_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review TAPG

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 80

Page 1 OCR 0.835
c
Cc
Cc
Cc
c
c
Cc
€
C
€
C
c
3
(
(
€
«

MARTOKOESOEMO, PAKPAHAN & REKAN
CERTIFIED PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS

Ijin Usaha KJPP No : 2.09.0070
Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia

Laporan Pendapat Kewajaran Penilai Independen
Terkait Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman
PT Yudha Wahana Abadi Kepada PT Brahma Binabakti yang
keduanya merupakan Entitas Anak Tidak Langsung

PT Triputra Agro Persada Tbk ("TAP”) melalui
PT Agro Multi Persada ("AMP”)

Page 2 OCR 0.569
Ka Gn Ga NN ON Gn Ga can Ga GaN GaNI CN Ga ca TI Gn ce BII en KI on YAN can BAL on BAL MA Ga Mia Milan Milan Mc. Milan Milan Mile Men Mes Ne Mile Ne Mia

Laporan Pendapat Kewajaran Penilai Independen
Terkait Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman
PT Yudha Wahana Abadi Kepada PT Brahma Binabakti yang keduanya
merupakan Entitas Anak Tidak Langsung
PT Triputra Agro Persada Tbk ("TAP”) melalui
PT Agro Multi Persada ("AMP”)

23 Juni 2025

MarroKkorsSOEMO, PakpAnan & REKAN

Cewrivteo PROPERTY & BUSINESS Armnaiskns

Page 3 OCR 0.883
(OX ak ak ak ak ok ok ok on ak okonan anak noano nana Ne No Mo Ma Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma Ma

MARTOKOESOEMVO, PAKPAHAN & REKAN

CERTIFIED PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Ijin Us: PP No : 2.09.0070
Wilayah K, Seluruh Indonesia

No:00017/2.0070-00/BS/01/00168/1/VI/2025

Jakarta, 23 Juni 2025

Kepada Yth.

PT Triputra Agro Persada Tbk

Gedung The East Lantai 23

Jalan DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.3.2 No. 1
Kuningan Timur, Setiabudi

Jakarta Selatan 12950, Indonesia

Telp 1 4622157944737

Email : marisal.angkawibawa@tap-agri.com
Website : https://www.tap-agri.com

U.p: Bapak Tjandra Karya Hermanto
Presiden Direktur

Re: Ringkasan Pendapat Kewajaran Terkait Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman PT Yudha
Wahana Abadi Kepada PT Brahma Binabakti yang keduanya merupakan Entitas Anak Tidak
Langsung PT Triputra Agro Persada Tbk ("TAP”) melalui PT Agro Multi Persada ("AMP")

Ringkasan Laporan Pendapat Kewajaran ini merupakan bagian dari laporan Pendapat Kewajaran secara
keseluruhan yang disajikan sebagai Laporan Terinci dan tidak dapat dipisahkan, Laporan Pendapat
Kewajaran ini terkait pemberian pinjaman PT Yudha Wahana Abadi ("YWA") kepada PT Brahma Binabakti
(“BBB”) yang merupakan Entitas Anak tidak langsung PT Triputra Agro Persada Tbk (“TAP" atau "Pemberi
Tugas" atau “Perseroan") melalui PT Agro Multi Persada (“AMP”). Selanjutnya rencana ini disebut sebagai
“Rencana Transaksi".

Terkait Rencana Transaksi, Perseroan telah meminta Konsultan Penilai Independen, Kantor Jasa Penilai
Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan (“KJPP-MPR'), Penilai Independen yang terdaftar di Pusat
Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut sebagai "PPPK") Departemen Keuangan dan Otoritas
Jasa Keuangan ("OJK"), untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.

Sifat Rencana Transaksi

Berdasarkan ketentuan OJK, maka sifat Rencana Transaksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia adalah:

@ Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama
Terkait dengan Rencana Transaksi dan Nilai Buku Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024
dinyatakan bahwa Rencana Transaksi Perseroan bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana
diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 mengenai
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Hal ini dikarenakan nilai Rencana Transaksi sebesar

Komplek Kebayoran Center Blok B 1 Lantai. 3
Jl. Kebayoran Baru No. 7, Kebayoran Lama, Jakarta 12240 - Indonesia
Phone: (62) (21) 4867 9312 Fax: (62) (21) 4867 9312
Page 4 OCR 0.832
TAN ai Gn Gn Gan Gan ON NN GNI cNI NN OK CN Ga ea ca DI ca BI co BL BIL Mc Ma IL Pita Mita Ma Man Nita Mike: Mia Mila: Mita Mie Miles Mika

Rp200.000.000.000 (Dua ratus miliar Rupiah) yang tidak melebihi 2096 dari Nilai Buku Ekuitas Perseroan
pada tanggal penilaian yaitu sebesar Rp11.276.429.000.000 (SebelasTriliun Dua Ratus Tujuh Puluh
Enam Miliar Empat Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah), atau sebesar 1,779.

Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan

Manajemen Perseroan meyakini bahwa Rencana Transaksi terkait pinjaman yang diberikan oleh YWA
kepada BBB sebesar Rp200.000.000.000 (Dua ratus miliar Rupiah), dikategorikan sebagai transaksi
afiliasi dan dinyatakan tidak mengandung unsur benturan kepentingan, dikarenakan porsi kepemilikan
Perseroan secara tidak langsung melalui AMP dibawah 999» sedangkan untuk AMP kepada YWA
sebesar 99,90” dan BBB sebesar 98,46”b sesuai yang tercatat pada Laporan Keuangan Audit per 31
Desember 2024.

Dengan demikian secara struktur hubungan afiliasi berdasarkan porsi kepemilikan dapat digambarkan
sebagai berikut:

TAP

94,934

99,90Y4 98,461

BBB

Selain itu juga terdapat kesamaan dalam kepengurusan antara manajemen Perseroan dengan
manajemen YWA dan BBB yaitu:
- Presiden Direktur Perseroan yaitu jabatan Bapak Tjandra Karya Hermanto

0 Komisaris pada YWA, dan juga

0 Komisaris pada BBB.

Dengan demikian pemberian pinjaman oleh YWA kepada BBB, memenuhi kriteria Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan.

1. Penilai

Miduk Pakpahan

Penilai Publik dengan klasifikasi bidang jasa Penilaian Bisnis dan Properti, merupakan Rekan di
KJPP MPR, terdaftar di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut sebagai “PPPK")
dan Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut sebagai “OJK”.

Dalam penugasan ini Penilai berada dalam posisi independen untuk menyusun pendapat kewajaran
secara objektif tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak

Page 5 OCR 0.824
OM ak at an ak ak ak an ak ak Ok an ak ai al al ika Ia No Men Na Mia an Mio ML» Ma No Mo No Mo Mo Mo Mie Ma

Ceseriinen Provetrv &

yang terafiliasi. Penilai juga tidak mempunyai kepentingan finansial atau kepentingan pribadi lainnya
terhadap Objek Pendapat Kewajaran berkaitan dengan penugasan ini.

Dalam penugasan ini, Penilai memiliki kompetensi dan KJPP MPR tidak memerlukan tambahan
tenaga ahli. Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini, adalah satu kesatuan tim
penugasan di bawah koordinator Penilai berizin.

2. Pemberi Tugas

Pemberi Tugas | PT Triputra Agro Persada Tbk
Gedung The East Lantai 23
Jalan DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.3.2 No. 1
Kuningan Timur, Setiabudi
Jakarta Selatan 12950, Indonesia
Telp — : 622157944737
Email — : marisal.angkawibawa@tap-agri.com

Website : https://www.tap-agri.com

3. Pengguna Laporan

Pengguna Laporan : PT Triputra Agro Persada Tbk
Yang beralamat sesuai alamat Pemberi Tugas.

Pengguna Laporan: Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Alamat 1 Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur No.2-4
Jakarta 10710
Terkait penugasan ini, Pemberi Tugas meyakini bahwa tidak terdapat penugasan yang dikerjakan
secara bersamaan dengan KJPP lainnya untuk maksud dan tujuan, penggunaan laporan, dan
Tanggal Penilaian yang sama atau berdekatan (tidak lebih dari dua bulan).

Objek Pendapat Kewajaran

Rencana pemberian pinjaman YWA kepada BBB yang merupakan Entitas Anak Tidak Langsung
TAP melalui AMP.

Jenis Mata Uang yang Digunakan

Dinyatakan dalam Rupiah.

Maksud dan Tujuan

Memberikan Pendapat Kewajaran terkait rencana pemberian pinjaman YWA kepada BBB yang

merupakan Entitas Anak Tidak Langsung TAP melalui AMP sebagai kategori transaksi afiliasi sesuai
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020.

Page 6 OCR 0.900
| GM ak ak ak ak ok am aX ok ak ok om ak omokan oke mane Na Ha Me Na Ha NX. Ma Mo Ko Mo Me Mu Mo Ma Ma

1,

10,

Metodologi Analisis Rencana Transaksi

Analisis kewajaran Rencana Transaksi meliputi beberapa aspek sebagai metodologi penyusunan

laporan Pendapat Kewajaran meliputi antara lain:

a. Analisis terhadap Rencana Transaksi, yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak —
pihak yang bertransaksi, perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi dan
penilaian atas risiko dan manfaat dari transaksi yang akan dilakukan,

b. Analisis kualitatif dan kuantitatif yang meliputi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan usaha,
analisis industri dan lingkungan, analisis operasional dan prospek Perseroan, alasan
dilakukannya transaksi, keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang
akan dilakukan. Dan analisis kuantitatif yang meliputi penilaian kinerja historis, penilaian arus
kas, penilaian atas proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan dan analisis laporan keuangan
sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah transaksi dilakukan. Dalam analisis
kuantitatif juga dilakukan analisis inkremental seperti kontribusi nilai tambah terhadap
Perusahaan sebagai akibat dari transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap
proyeksi keuangan Perseroan serta melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk
mengukur keuntungan dan kerugian dari transaksi yang akan dilakukan,

Cc. Analisis atas kewajaran nilai transaksi,

d. Analisis atas faktor-faktor yang relevan, seperti analisis biaya dan pendapatan yang relevan,
informasi non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam
menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

Tanggal Penilaian
31 Desember 2024.
Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Selain informasi dari manajemen Perseroan, termasuk seluruh informasi yang diperoleh dari
perusahaan pada Objek Pendapat Kewajaran, Penilai juga akan menggunakan sumber informasi
eksternal yang tidak diperoleh dari internal manajemen atau bukan sebagai informasi manajemen.
Sumber informasi yang digunakan antara lain: (i) situs Bank Indonesia terkait indikator ekonomi dan
gambaran makro ekonomi, (ii) data keuangan pasar, (iii) riset data consult atau sumber terkait
industri (jika ada).

Tingkat Kedalaman Investigasi

Dalam hal proses investigasi yang akan dilakukan sebagaimana alur pengerjaan di atas dan
informasi terkait Objek Pendapat Kewajaran, terdapat beberapa batasan yang digunakan:

Oo  KJPP MPR tidak melakukan uji tuntas (penuh) atas Objek Pendapat Kewajaran, namun hanya
uji kaji terbatas sesuai metodologi penyusunan Pendapat Kewajaran,

Tidak melakukan Penilaian Saham Perseroan maupun Entitas Anak:

Tidak melakukan Studi Kelayakan Bisnis dan Keuangan:

Tidak melakukan Analisis dampak pajak:

Tidak melakukan Penilaian Properti:

Uji kaji terbatas terhadap legalitas Perseroan,

00000

Page 7 OCR 0.897
SM ak ak ak ak ak ak an ok ak ok ek akan akanananana Na Na Ma Ma Ia No Ma Ha Ya No Mo Mo Mo Mo Ma

Cenruao ProveRr

o

ke

Pengumpulan informasi dan data Objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi Tugas berdasarkan
ketersediaan dan kelengkapan informasi dan data yang diperoleh,

Review proyeksi keuangan Objek Pendapat Kewajaran didasarkan pada diskusi Manajemen
pemberi tugas serta informasi publikasi untuk data eksternal yang diyakini sebagai data yang
dapat digunakan.

11. Asumsi dan Asumsi Khusus

Asumsi

o
te

Objek Pendapat Kewajaran adalah perusahaan dengan premis going concern:

Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Pemberi Tugas dan/atau
Perseroan adalah benar,

Kondisi makro ekonomi maupun industri berdasarkan kondisi terkini berdasarkan data APBN
tahun berjalan atau tahun yang akan datang disesuaikan dengan Tanggal Penilaian, sehingga
telah mengakomodir kondisi terkini di wilayah usaha Objek Pendapat Kewajaran. Dalam hal
Objek Pendapat Kewajaran memiliki kegiatan usaha di luar wilayah Republik Indonesia, maka
akan dipertimbangkan juga kondisi terkini, di Tanggal Penilaian, kondisi di negara dimana
Objek Pendapat Kewajaran memiliki kegiatan operasional,

Pemberi Tugas dan/atau Perseroan meyakini bahwa Objek Pendapat Kewajaran tidak sedang
tersangkut masalah hukum atau ada tuntutan hukum dari pihak ketiga,

Hasil uji kaji terbatas dengan maksud dan tujuan penugasan, sudah dapat memenuhi
kebutuhan analisis secara kuantitatif,

Tidak ada dispute pajak, yang bersifat material dan seluruh kewajiban pajak terkait Objek
Pendapat Kewajaran dapat dipenuhi, baik sebagai bagian dari entitas bisnis maupun sebagai
entitas bisnis secara keseluruhan.

Asumsi Khusus

o

Tidak ada asumsi-asumsi khusus yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran,
kecuali dalam pelaksanaannya ditemukan kemudian sebagai kondisi yang dapat dikategorikan
sebagai asumsi khusus, sehingga akan dilakukan perubahan atau amandemen terhadap
laporan ini.

12. Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi

o

Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan tidak untuk dipublikasikan dan digandakan
kepada pihak ketiga, kecuali telah memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penilai
dan/atau KJPP MPR:

Laporan Pendapat Kewajaran hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan pihak-pihak yang
tercantum sebagai Pengguna Laporan:

Dalam hal penggunaan Laporan Pendapat Kewajaran ditujukan untuk pihak-pihak selaian
disebutkan dalam Pengguna Laporan, maka wajib memperoleh persetujuan tertulis terlebih
dahulu dari Penilai dan Pemberi Tugas kecuali pernyataan yang akan dituangkan dalam
Keterbukaan Informasi sebagaimana maksud dan tujuan dari disusun dan diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran.

Page 8 OCR 0.901
(SM ak ak ak ak ok ak anon akan an anananananenana Na na Na Ha Ka Mo Ma Io Ma Mo Me Na Na Nia Na

13, Dasar Peraturan

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 42/POJK.04/2020 dan KEPI dan SPI 2018 Edisi VII-2018.

14. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian (subseguent events)

O Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian adalah kejadian-kejadian terkait Objek

Pendapat Kewajaran yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan Tanggal
Laporan. Dalam hal ditemukan kondisi subseguent events dari hasil investigasi dan pelaksanaan
penugasan, maka akan dijabarkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran, sehingga tidak
diperlukan perubahan atas Lingkup Penugasan.

Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, bukan merupakan kewajiban Penilai untuk melakukan perubahan atau
penyesuaian atas hasil penilaian yang dituangkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran yang
telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar
OJK terkait evaluasi Laporan Pendapat Kewajaran terkait maksud dan tujuan penilaian, maka
KJPP MPR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Pendapat Kewajaran untuk memenuhi
tanggapan dan jawaban kepada OJK.

15. Laporan Penilaian

Laporan Pendapat Kewajaran akan disampaikan sebanyak 3 (tiga) buku, yaitu 1 (satu) buku asli
dan 2 (dua) buku fotocopy.

16. Batasan atau pengecualian atas tanggung jawab kepada pihak selain Pemberi Tugas (Pihak
Ketiga)

O Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga maupun pihak lain yang tidak memiliki

keterkaitan secara hukum dengan Pemberi Tugas.

Dalam hal ditemukan adanya penyimpangan terkait Laporan Pendapat Kewajaran, sehingga
menjadi bentuk pelanggaran sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku, maka KJPP
MPR dapat mempertanggungjawabkan Laporan Pendapat Kewajaran tersebut sesuai
keputusan hakim yang secara resmi diterbitkan oleh Kantor Pengadilan, sebagaimana peraturan
dan undang-undang yang berlaku,

17. Surat Representasi

Sesuai proses investigasi, dimana Penilai memperoleh informasi terkait Objek Pendapat
Kewajaran berasal dari manajemen, maka Pemberi Tugas meyakini bahwa seluruh informasi
yang diberikan kepada Penilai adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan:

Pernyataan tersebut dan pernyataan lainnya yang mungkin muncul selama proses investigasi
terkait Objek Pendapat Kewajaran akan dituangkan tersendiri dalam bentuk Surat
Reprensentasi secara terpisah sebagai bagian syarat diterbitkannya Laporan Pendapat
Kewajaran dan akan ditandatangani oleh Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan.

vi
Page 9 OCR 0.867
, PAKPAHAN & REKAN

PRO1ETY & BusiNss ArmaisEns

ANALISIS KUALITATIF
Analisis kualitatif meliputi cakupan analisis sebagai berikut:
O Analisis skema Rencana Transaksi,
O Analisis Rencana Transaksi termasuk analisis Para Pihak yang bertransaksi, yaitu: YWA dan
BBB
Analisis Draft Perjanjian antara YWA dan BBB terkait Rencana Transaksi,
Analisis risiko dan manfaat terkait Rencana Transaksi:
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi,
Hal material lain yang dipertimbangkan:
Analisis keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi.

00000

ANALISIS KUANTITATIF
Analisis kuantitatif yang dipertimbangkan meliputi cakupan analisis berikut ini:

» Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan
Sesudah Rencana Transaksi
Berdasarkan Proforma Laporan Keuangan yang disusun Manajemen Perseroan, terkait Rencana
Transaksi, dihasilkan perbandingan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 sebagai

berikut:
Ketahanan 31-Des-24 31-Des-24
! Audit Proforma
Rasio Lancar 137 1,39
Rasio Cepat 0,68 0,67

Berdasarkan kajian rasio keuangan penting proforma yang disajikan, terdapat perubahan rasio
likuiditas atas rasio lancar Perseroan sesudah Rencana Transaksi dengan kenaikan dari 1,37
menjadi 1,39. Hal ini dikarenakan kondisi sesudah Rencana Transaksi terkait penggunaan dana
untuk pelunasan utang Bank jangka pendek BBB dari pinjaman yang selanjutnya menjadi bagian
liabilitas jangka panjang BBB maupun Perseroan secara konsolidasi dengan jangka waktu 10 tahun.
Selain itu juga terdapat perbaikan rasio utang berbunga dikarenakan pelunasan utang Bank oleh
BBB.

» Analisis Inkremental
Berdasarkan asumsi proyeksi keuangan yang digunakan dimana terdapat beberapa kondisi yang
menjadi perbedaaan antara kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, maka dapat
dihasilkan nilai tambah atas Rencana Transaksi yang dilakukan Entitas Cucu Perseroan. Perbedaan
atas arus kas Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dapat dilihat pada tabel di bawah
Ini:

(dalam Rp juta)

Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029

EBIT sebelum | 3.026.208 3.396.250 3.209.543 3.124.585 2.968.635
EBIT sesudah | 3.026.208 3.396.250 3.209.543 3.124.585 2.968.635

Depresiasi & Amortisasi sebelum | 720.594 847.401 832.732 801.041 810.625
Depresiasi & Amortisasi sesudah | 720.594 847.401 832.732 801.041 810.625

(GM ak ak ok ak ok. om am ok ek ek om ok emomeN emo Man» Na No Mo Mo Ma Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma

vii
Page 10 OCR 0.850
OX ak al ak ok on ak on en akan aman om on enana ane Na Na Me Ke Ha Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma

AN

AISI

Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan (Beban) Sebar

lain-lain (16.786) (7.824) 30.239 52.804 69.740
Pendapatan (Beban) asian

lain-lain (16.564) (7.350) 30.831 58.401 70.301
Pajak sebelum | (383.938) (509.757) (483.008) (472.067) (442.701)
Pajak sesudah | (383.938) (509.757) (483.008) (472.067) (442.701)
Modal Kerja sebelum | (493217 | (2os6e77 | (11.314) (12491) (3.538)
Modal Kerja sesudah (49.321) (295.667) (11.314) (12491) (3.538)
Belanja Modal sebelum | (943.850) | (781.225) | (677.961) | (635.052) | (506.318)
Belanja Modal sesudah | (943.850) (781.225) (677.961) (635.052) (506,318)
ARUS KAS

PERSEROAN sebelum | 2.352.907 2.649.177 2.900.230 2.858.819 2.896.444
ARUS KAS

PERSEROAN sesudah | 2.353.129 2.649.651 2.900.822 2.859.417 2.897.004
Nilai Tambah 222 474 592 598 581
Estimasi Akumulasi

Arus Kas (Sebelum) 13.657.577

Estimasi Akumulasi

Arus Kas (Sesudah) 13.660.024 — 0
Selisih Sebelum &

Sesudah 2.446 0,0184

Berdasarkan hasil analisis estimasi akumulasi arus kas yang dihasilkan dari proyeksi keuangan
sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, maka dengan asumsi efisiensi dapat dijalankan dan
diterapkan sesuai maksud dan tujuan dilakukannya Rencana Transaksi Perseroan, diharapkan dapat
memberikan tambahan akumulasi arus kas Perseroan selama periode proyeksi. Dalam
penghitungan proyeksi arus kas diatas potensi tambahan arus kas positif yang dihasilkan adalah
sebesar Rp2.446 juta jika dilakukan Rencana Transaksi sehubungan dengan asumsi selisih margin
tingkat bunga atas utang yang diberikan YWA kepada BBB dengan tingkat deposito rata-rata yang
diterima oleh YWA berdasarkan Laporan Keuangan YWA.

» Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas berikut ini disusun dengan mendasarkan kepada asumsi yang digunakan dalam
proyeksi keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi. Beberapa asumsi yang
dipertimbangkan sebagai variable dalam analisis sensitivitas antara lain:

dalam Rp Juta
Y
kenaikan/penurunan 1045
da sar 13657.577 | 13687:577 | 13657:577 | 13.657.577 | 13.657.577

viii
Page 11 OCR 0.875
(SM al ak ak ak ok ol ak ok ok ekonom aman mamemane Na Ro Ne He Me H Mo Ho Ma Mo Mo Mo Mo Mo Ma

MARTOKC

Cewrurii

OEM AHAN & REKAN

ARpRAIsERS

Perusahaan
(Sesudah)

Estimasi Akumulasi
Arus Kas
Perusahaan
(sebelum)

13.655.226

13.657.624

13.660.024

13.662.425 | 13.664.827

Selisih

(2351)

47

2.446

4.847 7.250

Berdasarkan kajian sensitivitas tingkat suku bunga pinjaman yang diberikan YWA kepada BBB,
dimana tingkat suku bunga dilakukan sebagai variable menjadi tinjauan analisis sensitivitas dengan
asumsi penurunan tingkat suku bunga pinjaman sebesar 1074 dapat memberikan kontribusi negatif
terhadap arus Perseroan apabila di asumsi-asumsi lainnya tidak terdapat perubahan atau tetap
terkait tingkat bunga yang digunakan pada proyeksi sebelum Rencana Transaksi.

Analisis Kewajaran Rencana Transaksi

Analisis kewajaran Rencana Transaksi diterapkan dengan membandingkan antara: i) Tingkat bunga
deposito berjangka per tanggal 31 Desember 2024 yang dapat diperoleh YWA dalam hal dana idle
yang dimiliki diinvestasikan pada instrumen keuangan dengan risiko rendah. Tingkat bunga deposito
dimaksud adalah rata-rata tingkat bunga deposito berjangka Rupiah per 31 Desember 2024 sesuai
informasi keuangan YWA per 31 Desember 2024. ii) Tingkat bunga pinjaman kepada BBB yang
diterapkan yaitu tingkat bunga rata-rata baik pada tingkat bunga fasilitas pinjaman bank Persero dan
tingkat bunga pinjaman untuk bank swasta asing per tanggal 31 Desember 2024,

Rata-rata Bank Persero 8,67 h

Rata-rata Bank Swasta Asing 6,73

Rata-rata 7,709
Sumber: Bank Indonesia

Terendah

5,659

Tertinggi 6,7596

Rata-rata 6,205
Sumber: Laporan Keuangan YWA

Perbandingan
marjin bunga
berdasarkan
tingkat bunga
pinjaman — yang
diberikan kepada
BBB dibandingkan
rata-rata — tingkat
bunga deposito
berjangka Rp
berdasarkan
Laporan

Keuangan YWA

per tanggal 31
Desember 2024

Dengan perbandingan diatas, maka pemberian pinjaman YWA kepada BBB sehubungan dengan
Rencana Transaksi tetap menerapkan dan mempertimbangkan Tingkat bunga yang berlaku di pasar
khususnya sektor perbankan, terdapat adanya selisih marjin tingkat bunga pinjaman yang diberikan
kepada BBB lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata aktual tingkat bunga deposito berjangka
YWA per tahunnya di tanggal penilaian apabila tidak dilakukan Rencana Transaksi.

Page 12 OCR 0.748
(On in Gan Gan Ona NN ON Ga GNI NA SANA GNI GNI ca Ga en DI ca an Lc BI In Ia IL Ma Man MK Milan Milan Men Ma Non Mia Nite Mita Mas

MARTOKOESOEMO, PAKPAHAN & REKAN

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis kualitatif meliputi kajian historis, kajian skema Rencana Transaksi, kajian manfaat
dan risiko serta pertimbangan keuntungan dan kerugian dari Rencana Transaksi. Selain itu berdasarkan
kajian kuantitatif, meliputi analisis kinerja keuangan historis, kinerja rasio keuangan dan proyeksi
keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, kajian inkremental terhadap rencana pelaksanaan
Rencana Transaksi, analisis sensitivitas dan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi serta faktor-
faktor relevan dalam memberikan pendapat kewajaran Rencana Transaksi, maka berdasarkan hasil
kajian kualitatif dan kuantitatif serta faktor-faktor relevan lainnya, maka Rencana Transaksi yang akan
dilakukan adalah Wajar.

KJPP Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan

t Fm ANN, Pakpahan & Rekan
3
angan

Miduk Pakpahan, MAPPI (Cert.

Pimpinan Rekan

NIPP : PB-1.09.00168

STTD : STTD.PPB-34/PJ-1/PM.02/2023
No. Register : RMK-2017.00155

MAPPI : 92-S-00198

Klasifikasi : Penilai Bisnis dan Properti

Page 13 OCR 0.872
(OM ak ak ak ak akan ok ok «kok on onamanaokemenanena Ne Ne Ra Mo Mo Mo Mo Mo Mo Me Mo Mo Mo Mp)

Bab 1 - Pendahuluan

14
12
13
14
15
16
17
1.8
19
110
11
112
113
114
115
116

117
118
1.19
1.20
1.21

Bab 2 -Ekonomi dan Industri......

21
2.2

Bab 3 - Rencana Transaksi.

31
3.2
3.3

Bab 4 - Analisis Kualitatif

41
4.2
43
44
45
54
5.2
5.3

54
5.5
5.6

Bab 6 - Kesimpulan.......

Daftar Isi

Penilai........
Pemberi Tugas...
Pengguna Laporan
Objek Pendapat Kewajaran.......
Jenis Mata Uang yang Digunakan.
Maksud dan Tujuan .....................
Metodologi Analisis Rencana Transaksi
Tanggal Penilaian
Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Asumsi dan Asumsi Khusus ..
Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi
Dasar Peraturan
Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian (subseguent events)
Laporan Penilaian......
Batasan atau pengecualian atas tanggung jawab kepada pihak selain Pemberi Tugas (Pihak Ketiga)

Surat Representasi
Kesimpulan Pendapat Kewajara
Data dan Informasi
Pernyataan Penilai.
Kondisi dan Syarat Pembatas

Gambaran Perekonomian Indonesia.
Analisis Industri

Skema Rencana Transaksi.
Analisis Rencana Transaksi
Analisis Risiko dan Manfaat Rencana Transaksi

Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
Analisis Industri dan Lingkungan
Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi
Analisis Keuntungan dan Kerugian Rencana Transak:
Laporan Keuangan Historis
Analisis Keuangan Proyeksi
Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah Transaksi
Analisis Inkremental
Analisis Jaminan.

Analisis Kewajaran Rencana Transaksi .

Laporan FO TAP

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk
Page 14 OCR 0.522
OM ak ak ak en ak an omah ok akan ok oman Koma Mako Mo Ko Mo Na Ma NX» Mo Ha Mo Ma Mo Mu: Mo Ma Ma

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Pernyataan: PENIIAI...oe oem naat 61
LAMpIFAN seo veneer 63
Laporan FO. TAP 3
Page 15 OCR 0.822
ccccccc6cc. NS. SAMA ALA AIAIIILGGIG III

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Daftar Tabel

Tabel 2.1 Sasaran pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2025 (96)
Tabel 2.2 Luas Area dan Produksi Kelapa Sawit, Menurut Status Pengusaha Tahun 1980- 2024

Laporan FO TAP 4
Page 16 OCR 0.817
Aa

Tan Gn an ON Gn Ga Ga NN CN Ga Ga aN Ga Ga Ga ca en BI DIK DIK ca Mn PIK IK G2 Mi Mi No Mia Milan Nias Nian MU an Min Mile Na

Daftar Gambar dan Grafik

Gambar':2.4 Perkembangan :IntiasI TahuNSN wi cwoumansamangsn 6
Gambar 2.2 Nilai Tukar Rupiah
Gambar 2.3 Suku Bunga Kebijakan dan PUAB O/N
Gambar 2.4 - Indikator Ekonomi Makro .
Grafik 2.1 - Perkiraan Jumlah Penduduk Indonesia Periode 2015- 2100.
Grafik 2.2 — Perkembangan Ekspor CPO di Indonesia
Grafik 2.3 — Negara Tujuan Ekspor Sawit Indonesia 2023 (US$ Juta).
Grafik 2.4 — CPO Rotterdam (USD/tOn) ...........ooooooooocoooooooo.o...
Grafik 2.5 - Harga CPO Kalimantan Timur (Rp/kg) 2019 — 2021
Grafik 2.6 -Harga CPO Jambi (Rp/kg) 2017 - 2021............
Grafik 2.7 —Jumlah Produksi Kelapa Sawit di Wilayah Indonesia (Ton!

“4
.19
.20
.20
Tah
.21
.22
.22
23

Grafik 2.8 — Jumlah Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit 2023....... .28
Grafik 2.9 - Luas Area Menurut Status Pengusahaan Kelapa Sawit 2023 24
Grafik 2.10 - Luas Area (Ha) Menurut Status Pengusahaan Kelapa Sawit 125
Grafik 2.11 - Luas Tanaman Menghasilkan Tahun 2022 - 2024 Menurut Wilayah (Ha .26

Grafik 2.12 - Produksi CPO Indonesia 2018 — 2024 (Ton) .26
Grafik 2.13 — Volume dan Nilai Ekspor Minyak Sawit (CPO) US$ per Ton Tahun 1981 - 2023. 27
Grafik 2.14 - Konsumsi Minyak Goreng Sawit per Kapita dalam Rumah Tangga di Indonesia (Kg/kap/tahun)27
Grafik 4.1 — Jumlah Lahan Tertanam Kelapa Sawit Periode 2019 - 2023 (Ribuan Ha) .38
Grafik 4,2 - Jumlah Produksi Tandan Buah Segar Periode 2019 - 2023 (Ribuan Ton)
Grafik 4.3 — Jumlah TBS yang diolah Periode 2019 — 2023 (Ribuan ToOn).........o.ooooooooooocoooco.o.mo.mo

Grafik 4.4 — Perbandingan Produksi TBS PBN dan PBS dengan Produksi TBS Perseroan 2019 — 2023

(Ribuan Ton) .39
Grafik 4.5 — Jumlah Produksi CPO Periode 2019 - 2023 (Ribuan Ton .40
Grafik 4.6 — Jumlah Produksi PK Periode 2019 - 2023 .40
Grafik 4.7 — Perbandingan Produksi CPO di Indonesia dengan TAP Tahun 2019 - 2023 (Ribuan Ton) .......40
Grafik 4.8 — Luas Profil Umur Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2023 Pada Kebun Inti (Ha) .M
Grafik 4.9 — Perkebunan Inti Per Wilayah (Ha) Tahun 2023 ..............vo.ioooooooo.ooooco.WooWomooo 41

Laporan FO TAP

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk
Page 17 OCR 0.866
ANN ON On an ON On NN Ga ON GAN Ga Ga Ga Gn GAN 2 DI ea Bca DI an BI oa BE an Mn Mia Min Nias Mc Nian Milan Nie Mia Mita Mile Mile Ne Nike)

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Akuntan Publik

AMP

BBB

Engagement Letter

Entitas Anak

Entitas Anak Tidak
Langsung

Kadastral

Kantor Jasa Penilai
Publik (“KJPP")

Kegiatan Usaha
Utama

KJPP MPR

OJK

Pemberi Tugas

POJK
No.42/POJK.04/2020

Laporan FO TAP

Definisi dan Singkatan

Auditor yang ditunjuk Perseroan untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan sesuai
periode pelaporan keuangan.

Penyebutan lain dari PT Agro Multi Persada, yang dimiliki oleh TAP sebesar 94,934c
kepemilikan saham.

Penyebutan lain dari PT Brahma Binabakti atau "BBB".

Disingkat EL atau Surat Perikatan atau Surat Penugasan No. EL-B/KJPP-
MPR/2025/1/17/001 tanggal 17 Januari 2025 terkait jasa Penilai Independen yang berisi
lingkup penugasan sesuai maksud dan tujuan penugasan yang telah ditandatangani oleh
Pemberi Tugas dan Penilai sebagai dasar pelaksanaan penugasan oleh KJPP MPR.

Perusahaan Anak, yaitu perusahaan yang dimiliki oleh Perseroan sebagai Entitas Induk
baik secara langsung maupun tidak langsung.

Entitas Anak Perseroan melalui PT Agro Multi Persada

Sesuai dengan batas-batas tanah yang ditentukan oleh badan pencatat tanah milik.

Badan usaha yang telah mendapat izin usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah
bagi Penilai Publik dalam menjalankan usaha di bidang penilaian dan jasa —jasa lainnya

Adalah kegiatan usaha yang tercantum dalam anggaran dasar Perseroan dan telah
dijalankan sebagai kegiatan yang dapat memberikan nilai ekonomis.

Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan yaitu perusahaan jasa
penilai yang terdaftar dengan nomor izin usaha No. 2.09.0070.KMK.

Otoritas Jasa Keuangan, lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan
pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan,
pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. 21
tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Sejak tanggal 31 Desember 2012, fungsi,
tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor
Pasar Modal, beralih dari Menteri Keuangan dan Bapepam dan LK ke Otoritas Jasa
Keuangan, sesuai dengan Pasal 55 Undang-undang No. 21 tahun 2011, atau para
pengganti dan penerima hak dan kewajibannya.

PT Triputra Agro Persada Tbk atau disebut “TAP”,

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang diterbitkan tanggal tahun 2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Page 18 OCR 0.848
SM ak ak an an ak ok an un ok om Mena maMomu Maa Ma Mo Mo Ma Mao Mo Ma Mo Mo Ma Mn Mo Mo Ma)

-

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Perseroan

Rencana Transaksi

Rendemen

Tanggal Penilaian

Tingkat Investigasi

YWA

Laporan FO TAP

Penyebutan lain untuk TAP yaitu Entitas Holding yang menyajikan laporan keuangan
secara konsolidasi atas Entitas Anak yang dimiliki dan merupakan perusahaan yang
terdaftar di bursa efek Indonesia dan telah melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat
Ekuitas sehingga menjadi perusahaan publik sesuai ketentuan yang berlaku di pasar
modal.

Adalah rencana pemberian pinjaman YWA kepada BBB yang merupakan Entitas Anak
tidak langsung TAP melalui PT Agro Multi Persada (“AMP”).

merupakan perbandingan jumlah antara Crude Palm Oil (CPO) yang diproduksi dalam
setiap kilogram TBS (Tandan Buah Segar).

Dalam definisi pada laporan ini sama dengan Tanggal Pendapat Kewajaran

Batas atau pembatasan dalam melakukan inspeksi, penelahaan, penghitungan dan
analisis untuk suatu tujuan penilaian.

Penyebutan lain dari PT Yudha Wahana Abadi "YWA",
Page 19 OCR 0.908
AN OX ok on anon ono em om on enemanana Mena nane Ne Rena No Ho Mo Mo Mo Mo Mo No Me Mo Ma)

"

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Bab 1 - Pendahuluan

Berdasarkan penugasan sebagaimana yang telah dituangkan dalam Engagement Letter (EL) No. EL-B/KJPP-
MPR/2025/1/17/001 tanggal 17 Januari 2025 terkait pemberian pinjaman PT Yudha Wahana Abadi (“YWA") kepada PT
Brahma Binabakti (“BBB”) yang merupakan Entitas Anak tidak langsung PT Triputra Agro Persada Tbk (“TAP" atau
“Pemberi Tugas" atau “Perseroan") melalui PT Agro Multi Persada (“AMP”). Selanjutnya rencana ini disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.

Sebagaimana ketentuan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK No.42/POJK.04/2020), maka rencana tersebut
memerlukan pendapat kewajaran yang disusun oleh Penilai Independen.

Kami, Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan (selanjutnya disebut “KJPP MPR" atau “Penilai")
yang didirikan pada tahun 2007 merupakan perusahaan jasa penilai yang terdaftar dengan nomor izin usaha No.
2.09.0070.KMK. KJPP MPR juga sebagai perusahaan jasa penilai yang terdaftar di OJK dengan Nomor 1310/KM.1/2009
dan memiliki pengalaman (track record) penilaian dengan klasifikasi A (Aset) dan B (Bisnis), bermaksud menyampaikan
Laporan Terinci Pendapat Kewajaran, dengan Lingkup Penugasan sebagai berikut:

Latar Belakang Rencana Transaksi

TAP didirikan pertama kali pada 2005. Pada awal pendirian, Perseroan dengan nama PT. Alam Permata Indah.
Selanjutnya masih di tahun yang sama, Perseroan melakukan perubahan nama menjadi PT. Triputra Agro Persada dan
pada bulan Maret tahun 2021, Perseroan telah menjadi perusahaan publik. Sejak didirikan sampai saat ini, Perseroan
telah berhasil mengembangkan usaha di beberapa provinsi di Indonesia, tepatnya di Jambi, Kalimantan Tengah, dan
Kalimantan Timur.

TAP merupakan grup perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan kelapa
sawit, serta perkebunan karet di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.Perseroan beroperasi di 23 lokasi
perkebunan kelapa sawit seluas 160,5 Ha, dan satu perkebunan karet seluas 1.300 Ha (seribu tiga ratus hektar).
Perseroan mengoperasikan 18 pabrik kelapa sawit dan juga usaha lainnya yang sedang dikembangkan dibidang
restorasi ekosistem dan kegiatan usaha pendukungnya serta perdagangan besar.

Sehubungan dengan rencana Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya terkait dengan upaya melakukan
efisiensi beban bunga serta untuk meningkatkan rasio likuiditas, Perseroan melalui YWA dan BBB yang merupakan
Entitas Anak tidak langsung melalui AMP dengan porsi kepemilikan dibawah 9946 berdasarkan Laporan Keuangan per
31 Desember 2024 bermaksud untuk melakukan transaksi pinjam meminjam di mana YWA akan memberikan pinjaman
kepada BBB dengan plafon sebesar Rp200 miliar. Mekanisme rencana pemberian pinjaman yang dilakukan oleh YWA
kepada BBB selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi".

Sifat Rencana Transaksi
Berdasarkan ketentuan OJK, maka sifat Rencana Transaksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia adalah:

Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama

Terkait dengan Rencana Transaksi dan Nilai Buku Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 dinyatakan
bahwa Rencana Transaksi Perseroan bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana diatur dalam Peraturan

Laporan FO TAP 8
Page 20 OCR 0.881
AN On Ol on ot ok ak ak ok on on onanananananenana nana Na Naa No Mo Ma Mo Mo Ma No No Na Na)

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha. Hal ini dikarenakan nilai Rencana Transaksi sebesar Rp200.000.000.000 (Dua ratus miliar Rupiah)
yang tidak melebihi 2076 dari Nilai Buku Ekuitas Perseroan pada tanggal penilaian yaitu sebesar Rp11.276.429.000.000
(SebelasTriliun Dua Ratus Tujuh Puluh Enam Miliar Empat Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah), atau sebesar 1,779.

Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan

Manajemen Perseroan meyakini bahwa Rencana Transaksi terkait pinjaman yang diberikan oleh YWA kepada BBB
sebesar Rp200.000.000.000 (Dua ratus miliar Rupiah), dikategorikan sebagai transaksi afiliasi dan dinyatakan tidak
mengandung unsur benturan kepentingan, dikarenakan porsi kepemilikan Perseroan secara tidak langsung melalui AMP
dibawah 99 sedangkan untuk AMP kepada YWA sebesar 99,909b dan BBB sebesar 98,466 sesuai yang tercatat pada
Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024.

Dengan demikian secara struktur hubungan afiliasi berdasarkan porsi kepemilikan dapat digambarkan sebagai berikut:

94,934

99,907 98,464

Selain itu juga terdapat kesamaan dialam kepengurusan antara manajemen Perseroan dengan manajemen YWA dan
BBB yaitu:

Presiden Direktur Perseroan yaitu jabatan Bapak Tjandra Karya Hermanto

0 Komisaris pada YWA, dan juga

0 Komisaris pada BBB.

Dengan demikian pemberian pinjaman oleh YWA kepada BBB, memenuhi kriteria Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

11 Penilai

Miduk Pakpahan

Penilai Publik dengan klasifikasi bidang jasa Penilaian Bisnis dan Properti, merupakan Rekan di KJPP MPR,
terdaftar di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut sebagai "PPPK") dan Otoritas Jasa
Keuangan (selanjutnya disebut sebagai "OJK".

Dalam penugasan ini Penilai berada dalam posisi independen untuk menyusun pendapat kewajaran secara
objektif tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak yang terafiliasi.

Laporan FO TAP 9
Page 21 OCR 0.855
» ku Ma |

|

AN On On an on on ot anakan anon aan ana Na Ha Na Ma Ma No Ma Mo Na No Ma)

MARTOKOESOEN AN & REKAN

CrerunnPu

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Penilai juga tidak mempunyai kepentingan finansial atau kepentingan pribadi lainnya terhadap Objek Pendapat
Kewajaran berkaitan dengan penugasan ini,

Dalam penugasan ini, Penilai memiliki kompetensi dan KJPP MPR tidak memerlukan tambahan tenaga ahli.
Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini, adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah

koordinator Penilai berizin.

1.2 Pemberi Tugas

Pemberi Tugas

13 Pengguna Laporan

Pengguna Laporan

PT Triputra Agro Persada Tbk

Gedung The East Lantai 23

Jalan DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.3.2 No. 1
Kuningan Timur, Setiabudi

Jakarta Selatan 12950, Indonesia

Telp — :4622157944737

Email — : marisal.angkawibawa@tap-agri.com
Website : https://www.tap-agri.com

PT Triputra Agro Persada Tbk.
Yang beralamat sesuai alamat Pemberi Tugas.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Gedung Soemitro Djojohadikusumo
Jalan Lapangan Banteng Timur No.2-4
Jakarta 10710

Terkait penugasan ini, Pemberi Tugas meyakini bahwa tidak terdapat penugasan yang dikerjakan secara
bersamaan dengan KJPP lainnya untuk maksud dan tujuan penggunaan laporan dan Tanggal Penilaian yang
sama atau berdekatan (tidak lebih dari dua bulan).

14 Objek Pendapat Kewajaran

Rencana pemberian pinjaman YWA kepada BBB yang merupakan Entitas Anak Tidak Langsung TAP melalui

AMP.

1.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan

Dinyatakan dalam Rupiah.

Laporan FO TAP
Page 22 OCR 0.901
AM ak ck an ak ak al om ak uk on an om am ana Mo ko Ma Na Ma Mo Mo Na MaN No Ma Mo Ma Ma Mo Ma Ma Ma

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

17

1.8

19

110

Maksud dan Tujuan

Memberikan Pendapat Kewajaran terkait Rencana Transaksi yang merupakan Entitas Anak Tidak Langsung
TAP melalui AMP sebagai kategori transaksi afiliasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020.

Metodologi Analisis Rencana Transaksi

Analisis kewajaran Rencana Transaksi meliputi beberapa aspek sebagai metodologi penyusunan laporan

Pendapat Kewajaran meliputi antara lain:

a. Analisis terhadap Rencana Transaksi, yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak — pihak yang
bertransaksi, perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi dan penilaian atas risiko dan
manfaat dari transaksi yang akan dilakukan,

b. Analisis kualitatif dan kuantitatif yang meliputi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan usaha, analisis industri
dan lingkungan, analisis operasional dan prospek Perseroan, alasan dilakukannya transaksi, keuntungan
dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan. Dan analisis kuantitatif yang
meliputi penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian atas proyeksi keuangan, analisis rasio
keuangan dan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
transaksi dilakukan. Dalam analisis kuantitatif juga dilakukan analisis inkremental seperti kontribusi nilai
tambah terhadap Perusahaan sebagai akibat dari transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya
terhadap proyeksi keuangan Perseroan serta melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk
mengukur keuntungan dan kerugian dari transaksi yang akan dilakukan:

Cc. Analisis atas kewajaran nilai transaksi,

d. Analisis atas faktor-faktor yang relevan, seperti analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi
non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

Tanggal Penilaian

31 Desember 2024.

Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan

Selain informasi dari manajemen Perseroan, termasuk seluruh informasi yang diperoleh dari perusahaan pada
Objek Pendapat Kewajaran, Penilai juga akan menggunakan sumber informasi eksternal yang tidak diperoleh
dari internal manajemen atau bukan sebagai informasi manajemen. Sumber informasi yang digunakan antara

lain, (i) situs Bank Indonesia terkait indikator ekonomi dan gambaran makro ekonomi: (ii) data keuangan pasar,
(iii) riset data consult atau sumber terkait industri (jika ada).

Tingkat Kedalaman Investigasi

Dalam hal proses investigasi yang akan dilakukan sebagaimana alur pengerjaan di atas dan informasi terkait

Objek Pendapat Kewajaran, terdapat beberapa batasan yang digunakan:

Oo KJPP MPR tidak melakukan uji tuntas (penuh) atas Objek Pendapat Kewajaran, namun hanya uji kaji
terbatas sesuai metodologi penyusunan Pendapat Kewajaran:

Laporan FO TAP 1
Page 23 OCR 0.881
AN Oia ONn Oan Onn Onn ONN GNI CNN caNa cal caN sen on can BI ca BI Pa Bca Dian an Mc Nian tan Ma Ma Men Ma Me Ma Mia Mia Na Na

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

00000

Tidak melakukan Penilaian Saham Perseroan maupun Entitas Anak,

Tidak melakukan Studi Kelayakan Bisnis dan Keuangan,

Tidak melakukan Analisis dampak pajak:

Tidak melakukan Penilaian Properti,

Uji kaji terbatas terhadap legalitas Perseroan,

Pengumpulan informasi dan data Objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi Tugas berdasarkan ketersediaan
dan kelengkapan informasi dan data yang diperoleh:

Review proyeksi keuangan Objek Pendapat Kewajaran didasarkan pada diskusi Manajemen pemberi tugas
serta informasi publikasi untuk data eksternal yang diyakini sebagai data yang dapat digunakan.

111 Asumsi dan Asumsi Khusus

Asumsi

o
ke)

Objek Pendapat Kewajaran adalah perusahaan dengan premis going concern:

Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Pemberi Tugas dan/atau Perseroan adalah
benar,

Kondisi makro ekonomi maupun industri berdasarkan kondisi terkini berdasarkan data APBN tahun berjalan
atau tahun yang akan datang disesuaikan dengan Tanggal Penilaian, sehingga telah mengakomodir kondisi
terkini di wilayah usaha Objek Pendapat Kewajaran. Dalam hal Objek Pendapat Kewajaran memiliki kegiatan
usaha di luar wilayah Republik Indonesia, maka akan dipertimbangkan juga kondisi terkini, di Tanggal
Penilaian, kondisi di negara dimana Objek Pendapat Kewajaran memiliki kegiatan operasional:

Pemberi Tugas dan/atau Perseroan meyakini bahwa Objek Pendapat Kewajaran tidak sedang tersangkut
masalah hukum atau ada tuntutan hukum dari pihak ketiga:

Hasil uji kaji terbatas dengan maksud dan tujuan penugasan, sudah dapat memenuhi kebutuhan analisis
secara kuantitatif:

Tidak ada dispute pajak, yang bersifat material dan seluruh kewajiban pajak terkait Objek Pendapat
Kewajaran dapat dipenuhi, baik sebagai bagian dari entitas bisnis maupun sebagai entitas bisnis secara
keseluruhan.

Asumsi Khusus

o

Tidak ada asumsi-asumsi khusus yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kecuali dalam
pelaksanaannya ditemukan kemudian sebagai kondisi yang dapat dikategorikan sebagai asumsi khusus,
sehingga akan dilakukan perubahan atau amandemen terhadap laporan ini.

112 Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi

te

Laporan FO

Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan tidak untuk dipublikasikan dan digandakan kepada pihak
ketiga, kecuali telah memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penilai dan/atau KJPP MPR,
Laporan Pendapat Kewajaran hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan pihak-pihak yang tercantum
sebagai Pengguna Laporan,

Dalam hal penggunaan Laporan Pendapat Kewajaran ditujukan untuk pihak-pihak selain yang disebutkan
dalam Pengguna Laporan, maka wajib memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penilai dan
Pemberi Tugas kecuali pernyataan yang akan dituangkan dalam Keterbukaan Informasi sebagaimana
maksud dan tujuan dari disusun dan diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran.

TAP 12
Page 24 OCR 0.895
2 Na Mu Mo Ma Ha )

2)

ak an an an an on akan on on an ak an om am am oto Kano Ma Mo Ma Ha Ma Mo Ma Ma)

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

144

115

116

147

Dasar Peraturan

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
42/POJK.04/2020 dan KEPI dan SPI 2018 Edisi VII-2018.

Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian (subseguent events)

0 Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian adalah kejadian-kejadian terkait Objek Pendapat
Kewajaran yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan Tanggal Laporan. Dalam hal
ditemukan kondisi subseguent events dari hasil investigasi dan pelaksanaan penugasan, maka akan
dijabarkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran, sehingga tidak diperlukan perubahan atas Lingkup
Penugasan.

Oo Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat
Kewajaran, bukan merupakan kewajiban Penilai untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil
penilaian yang dituangkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran yang telah diterbitkan dan disampaikan
kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan Pendapat
Kewajaran terkait maksud dan tujuan penilaian, maka KJPP MPR dapat menerbitkan revisi atas Laporan
Pendapat Kewajaran untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK.

Laporan Penilaian

Laporan Pendapat Kewajaran akan disampaikan sebanyak 3 (tiga) buku, yaitu 1 (satu) buku asli dan 2 (dua)
buku fotocopy.

Batasan atau pengecualian atas tanggung jawab kepada pihak selain Pemberi
Tugas (Pihak Ketiga)

o Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga maupun pihak lain yang tidak memiliki keterkaitan
secara hukum dengan Pemberi Tugas.

O Dalam hal ditemukan adanya penyimpangan terkait Laporan Pendapat Kewajaran, sehingga menjadi bentuk
pelanggaran sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku, maka KJPP MPR dapat
mempertanggungjawabkan Laporan Pendapat Kewajaran tersebut sesuai keputusan hakim yang secara
resmi diterbitkan oleh Kantor Pengadilan, sebagaimana peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Surat Representasi

o Sesuai proses investigasi, dimana Penilai memperoleh informasi terkait Objek Pendapat Kewajaran berasal
dari manajemen, maka Pemberi Tugas meyakini bahwa seluruh informasi yang diberikan kepada Penilai
adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan,

o Pernyataan tersebut dan pernyataan lainnya yang mungkin muncul selama proses investigasi terkait Objek
Pendapat Kewajaran akan dituangkan tersendiri dalam bentuk Surat Reprensentasi secara terpisah sebagai
bagian syarat diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran dan akan ditandatangani oleh Pemberi Tugas
atau manajemen Perseroan

Laporan FO TAP 13
Page 25 OCR 0.919
OM ak ak an akan akan enakan amen amananomanana na Ne Ne Ma Ma Mo Me Ma Me Ma Ma Ne No Ma Ma

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

118 Kesimpulan Pendapat Kewajaran
Secara rinci kesimpulan atas Pendapat Kewajaran dijabarkan pada Bab 6 laporan ini,
119 Data dan Informasi

Rincian data dan informasi yang digunakan, analisis yang dilaksanakan, termasuk skema rencana transaksi,

analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, alasan yang mendukung Rencana Transaksi, opini dan kesimpulan

dalam laporan ini dapat dilihat pada Bab 2 — 5.

1.20 Pernyataan Penilai
Dijabarkan secara khusus pada lembar Pernyataan Penilai.
1.21 Kondisi dan Syarat Pembatas

Kesimpulan nilai yang dihasilkan didasarkan pada ketersediaan informasi dan data yang diperoleh dari Pemberi

Tugas dan data/atau informasi eksternal terkini yang diyakini kebenarannya berdasarkan Tanggal Penilaian

yang ditetapkan oleh Pemberi Tugas. Seluruh asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam

penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini diyakini telah memenuhi ketentuan sebagai berikut:

a) Opini yang dicantumkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran hanya berlaku sesuai dengan maksud dan
tujuan serta definisi Rencana Transaksi sebagai Objek Pendapat Kewajaran. Opini yang digunakan dalam
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lain yang akan
mengakibatkan terjadinya kesalahan. Penilai tidak bertanggung jawab atas penggunaan Opini Pendapat
Kewajaran untuk tujuan Penilaian lain tersebut.

b) Kami telah melakukan penelaahaan atas dokumen dan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas
dan/atau dokumen dan informasi pendukung untuk kebutuhan penyusunan Pendapat Kewajaran atas
Objek Pendapat Kewajaran, namun demikian kami tidak berkewajiban melakukan pemeriksaan atas
keabsahan dokumen atau informasi tersebut, sebagaimana yang kami yakini bahwa dokumen dan
informasi tersebut adalah benar.

c) Informasi yang diperoleh dari sumber dan pihak lain seperti yang disebutkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak bertanggungjawab jika ternyata informasi
yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa
menyebutkan sumbernya merupakan hasil penalaahan kami terhadap data yang diperoleh atau digunakan,
pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang, tanggung jawab
untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas.

d) Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disusun oleh Manajemen Perseroan dan telah melakukan
kajian ataupun penyesuaian, sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan Perseroan sesuai
kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).

e) Proses pelaksanaan review kewajaran Rencana Transaksi telah mengikuti dasar peraturan yang digunakan
terkait Lingkup Penugasan dan Implementasinya, meliputi proses investigasi dan kertas kerja penilaian,
sehingga Penilai meyakini pelaksanaan penyusunan pendapat kewajaran telah sesuai dan dapat
dipertanggungjawabkan.

f) Kecuali diatur berbeda oleh peraturan dan perundangan yang ada, maka Laporan Pendapat Kewajaran
bersifat rahasia dan hanya ditujukan terbatas untuk Pemberi Tugas yang dimaksud dan disajikan hanya

Laporan FO TAP 14
Page 26 OCR 0.861
ak ak an ak an ak ak am ak »N aM om om om anon omonana Mo Ma Mo Ma Ma Mo Mo Ma Mo Ro Ma Hi Ma Mo Ma

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

9)

n)

untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran. Penilai
tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan
laporan ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul.

Laporan Pendapat Kewajaran yang kami terbitkan telah meyakini kesesuaiannya dengan dasar peraturan
yang digunakan yaitu sesuai maksud dan tujuan, nilai dari objek yang ditransaksikan, dampak keuangan
dari transaksi yang akan dilakukan dan pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen Perseroan
terkait Rencana Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham, sehingga
Laporan Pendapat Kewajaran yang disampaikan tersebut dapat kami pertanggungjawabkan.

Semua dokumen perjanjian kondisional terkait Rencana Transaksi dan dokumen pendukung lainnya yang
diperoleh Penilai, didasarkan kepada informasi dan data yang diberikan Pemberi Tugas dan/atau
Manajemen Perseroan. Oleh karena itu Penilai tidak melakukan verifikasi ulang kepada notaris, instansi
atau lembaga terkait dokumen dan informasi tersebut. Hasil pendapat kewajaran telah meyakini tidak
adanya kasus hukum ataupun sengketa terkait Objek Pendapat Kewajaran sebagaimana juga dinyatakan
dalam Surat Pernyataan yang ditandatangani Manajemen Perseroan.

Laporan FO TAP 15
Page 27 OCR 0.833
Ok an Ot On ON On Gaia GA caNI woN co cANI en BI non DIN on on MI ca Mo ML co Moo Ma MiLo2 MU an Men MK co MA» Nian Ma Ma Ma Mo Ye Nk Mia

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Bab 2 -Ekonomi dan Industri

21

Gambaran Perekonomian Indonesia

Data ekonomi yang digunakan bersumber dari hasil kajian Bank Indonesia (BI) yang diterbitkan setiap
bulannya, Data ini diperoleh dari website BI yaitu www.bi.go.id. Berikut ringkasan gambaran
perekonomian Indonesia yang diperoleh dari publikasi BI untuk data per Desember 2024.

Umum

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 Januari 2025 memutuskan untuk menurunkan
BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75”6, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,004, dan
suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,506. Keputusan ini konsisten dengan tetap
rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5#176, terjaganya nilai tukar
Rupiah yang sesuai dengan fundamental untuk mengendalikan inflasi dalam sasarannya, dan perlunya
upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus
mengarahkan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi dalam sasarannya dan nilai tukar yang sesuai
fundamental, dengan tetap mencermati ruang untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai
dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan nasional. Sementara itu, kebijakan makroprudensial
dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kebijakan makroprudensial longgar ditempuh untuk meningkatkan kredit/pembiayaan perbankan kepada
sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, termasuk UMKM dan ekonomi hijau,
melalui penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai Januari 2025,
dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk
turut menopang pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat
keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi
sistem pembayaran.

Inflasi
Patembangan ii dpangar
oleh inflasi inti yang terkendali
pada level 2,26”6 (yoy) sejalan
dengan konsistensi suku bunga
kebijakan Bank Indonesia (BI-
Rate) untuk mengarahkan
ekspektasi inflasi — sesuai
dengan sasarannya.
Sementara itu, — kelompok
volatile food (VF) mencatat
“ inflasi 01296 (yoy) didukung
135791135791135791135 7911357911 oleh peningkatan pasokan
20. 2021 2022 2023 2024 pangan seiring berlanjutnya
musim panen, serta eratnya
sinergi pengendalian inflasi

Sumber: Bank Indonesia

Laporan FO TAP 16
Page 28 OCR 0.815
ON Gn Gan Gn NN Gol GAN GaNN GAN oNIN GAN Ga en BII con DIK con DIK ca BII SI to MIL ta PIN. ME a MI G2 Milan Maa Mia NE co Ma» Mie, Mia Me Ma Mun Mie Mita Ma

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran
sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam
sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation
yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak
positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian
inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen
memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam
sasaran 2,5#17o, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Ka :

| Gambar2.2Nilai Tukar Rupiah | h
Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) Kedukeksak MAS Ad
hanya melemah sebesar 1,0096 (ptp) dari
level nilai — tukar — akhir — 2024.
Perkembangan nilai tukar — Rupiah

terhadap dolar AS juga relatif lebih baik
dibandingkan dengan mata uang regional

lainnya, seperti rupee India, peso Filipina, ta .  aaM
dan baht Thailand yang masing-masing | &xs . ms,
melemah sebesar 1,20”6: 1,3396: dan Kd Ma

1,92”. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah an
tercatat menguat terhadap mata uang '
kelompok negara maju di luar dolar AS,
dan stabil terhadap mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan
kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing yang masih berlanjut,
imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang tetap
baik.

Suku Bunga Gambar 2.3 Suku Bunga Kebijakan dan PUAB O/N

Suku bunga pasar uang (IndONIA)
bergerak di sekitar Bl-Rate, yaitu
6,03”6 pada 14 Januari 2025. Suku
bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12
bulan tanggal 10 Januari 2025
tercatat menarik untuk mendukung
aliran masuk modal asing masing-
masing pada level 7,066: 7,109,
dan 7,2394. Imbal hasil SBN tenor 2 sa
tahun dan 10 tahun per 14 Januari ' 3
2025, masing-masing meningkat
menjadi 6,986 dan 7,2594 sehingga
juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik di tengah berlanjutnya
ketidakpastian global. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan
yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik dengan

Sumber : Bank Indonesia

una

Sumber: Bank Indonesia

Laporan FO TAP 17
Page 29 OCR 0.849
AN ok ak on ak ak ak akan «ok om Mam ena Momoka Mo Mo Ma Ma XM Ma Mo Mo Mo Mv» Mc Mo Ma)

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2024 tercatat
masing-masing sebesar 4,874 dan 9,205, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.

Indikator Terkini

Indikator ekonomi makro dimaksud merupakan indikator yang digunakan Pemerintah Republik Indonesia
terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2025. APBN 2025 memperhatikan tingkat
pertumbuhan industri, perkembangan perekonomian dan prospek serta risiko ke depan sehingga dapat
menjadi indikator bagi investor dalam menentukan rencana investasinya.

Tabel 2.1 Sasaran pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2025 (90)
2025

Lapangan Us
pang T

Pertumbuhan Ekonomi 5,3 - 5,6
Lapangan Usaha

Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 32-34
Pertambangan dan Penggalian 38-41
Industri Pengolahan 5,5-6,2
Pengadaan Listrik dan Gas 48-49
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 5,0-5,3
Konstruksi 64-6,8
Perdagangan Besar dan Eceran: Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 51-54
Transportasi dan Pergudangan 64-69
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 5,6-5,8
Informasi dan Komunikasi 88-89
Jasa Keuangan dan Asuransi 6,4-6,5
Real Estate 48-49
Jasa Perusahaan 80-81
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 45-47
Jasa Pendidikan 5,7-6,2
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 12-74
Jasa Lainnya 54-59

Sumber: kementrian PPN/Bappenas per 2025 (diolah)

Laporan FO TAP 18
Page 30 OCR 0.777
AN On al on on ot ot anon aan an aananananenana na No No No Na Mo Mo Ma Mo Mo Ma Mo Mo No Ma)

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

2.2

.-
Asumsi Dasar
Ekonomi Makro

APBN 2025

15.2 a25 7,0

Pertumbuhan
Ekonomi

Inftasi di tahun 20:

ji
Sania! .005

Sumber: www.kemenkeu.go.id

Analisis Industri

Gambaran industri berikut ini menggunakan beberapa referensi sebagai berikut:

»  www.investing.com, “Crude Palm Oil - CIF ROTTEDAM Spot"

# Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025,

“  www.katadata.co.id (2021), “Perkiraan Jumlah Penduduk Indonesia Periode 2015 - 2100”,
" Direktori Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit 2023,

Gambaran Umum

Demografi

Analisa jumlah penduduk sebagai model peramalan ekonomi makro merupakan hal penting dalam
memahami isu populasi dimasa depan. Pertumbuhan penduduk di Indonesia serta peramalan tren
populasi dimasa depan secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi permintaan

konsumen.

Laporan FO TAP

19
Page 31 OCR 0.826
AN ak an al on on an ok on «Mom anu Nan aman. Maa ka Na Ma Ka Ma RM Re Ka Ro No Mo R2 M1 Ra Ha

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Jumlah penduduk
Indonesia pada tahun
2021 menurut data
Direktorat Jenderal
Kependudukan dan
Pencatatan Sipil
(Dukcapil) Kementerian
Dalam Negeri
(Kemendagri) mencapai
212,23 juta jiwa. Dengan
jumlah tersebut,
Indonesia masih berada
di urutan — keempat
sebagai negara dengan
populasi terbesar di dunia
berada di bawah Tiongkok, India dan Amerika Serikat. Populasi Indonesia diprediksi terus mengalami
pertumbuhan dan akan mencapai puncaknya pada 2062 mencapai 324,76 juta jiwa menggunakan
asumsi medium fertility variant. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di urutan keenam negara
dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Setelah itu, untuk tahun-tahun selanjutnya jumlah penduduk
Indonesia diprediksikan mengalami penurunan seiring rendahnya angka kelahiran serta meningkatnya
populasi usia lanjut hingga akhir abad 21. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan populasi tersebut,
maka potensi dalam negeri terhadap kebutuhan pokok dan hasil produksi turunan lainnya diperkirakan
juga akan mengalami peningkatan.

Grafik 2.2 - Perkembangan Ekspor Minyak Kelapa Sawit di Indonesia

erkiraan Jumlah Penduduk Indone

m0nuta
320 ta
310 3uta
200 ta

Pon

270 Juta |

250 juta
2015 2039 2003 2087

Sumber: www. katadata.co.id (diolah)

31.000 .000
1 30.380 sa ta
29.254 4
30.000 30.000
25.071 25.000
29.000 18.891 28.628
z 20,000
28.000 Tah 27574
16.152 27.77 15.000
27.000
10.000
26.000 5.000
25.000 0
2020 2021 2022 2023
mam Volume ekspor (Ribu Ton) —@- Nilai ekspor (Juta US$)
Sumber: BPS

Minyak kelapa sawit merupakan komoditas hasil perkebunan ekspor terbesar Indonesia. Berdasarkan
data dari BPS (Badan Pusat Statistik) ekspor kelapa sawit pada tahun 2023 dengan volume 28.628 ribu
ton dan nilai ekspor US$25.071 juta, volume meningkat dari tahun 2022 sebesar 5,349 tetapi nilai ekspor
turun sebesar -18,9896.

Laporan FO TAP 20
Page 32 OCR 0.819
SN ak ok on on an an an an otak on Mona ana Mana Nana Na Mo Ma Me No Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ro Ma

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Grafik 2.3 - Negara Tujuan Ekspor Sawit Indonesia 2023 (US$ Juta)

Myanmar
Spanyol
Vietnam
Malaysia

Mesir
Bangladesh
USA
Pakistan

Tg 521

TT 581

Ta 577

Tan 694

Tn 799

an 1.162
am
amami 2.173

ae semen: 3.609
Pa aa one ana 4.516

500 1000 1.500 2000 2500 3.000 3.500 4.000 4.500 5.000
“India «China wPakistan wUSA Bangladesh # Mesir « Malaysia « Vieinam « Spanyol « Myanmar

Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025

Kelapa sawit juga digunakan di negara lainnya, dan Indonesia yang merupakan negara dengan ekspor
terbesar. Beberapa negara menjadi penyumbang nilai ekspor sawit Indonesia di mana terbesar seperti
India merupakan salah satu pengguna kelapa sawit terbesar di dunia dan juga penyumbang nilai ekspor
sebesar US$4.516 juta disusul China dengan nilai ekspor US$ 3.608 juta.

Tren Harga Minyak Kelapa Sawit

Grafik 2.4 - CPO Rotterdam (USD/ton)

2.000
1.800
1.600
1.400
1.200
1.000
800 !
600 970 930
400
200

1.305
1.030

Sumber: Investing

Harga minyak sawit lokal dipengaruhi oleh pajak ekspor dan dana pengembangan minyak sawit (CPO
Supporting Fund). Peraturan tersebut bertujuan untuk mengamankan suplai domestik, menstabilkan
harga minyak goreng dan meningkatkan industri hilir seperti biofuel. Secara periodik, Bank Dunia
mengeluarkan proyeksi harga komoditi yaitu Cost Insurance Freight (CIF) di Rotterdam. CIF merupakan
biaya, asuransi, dan pengangkutan yang mana biaya ongkos kirim dan jaminan barang sudah termasuk
harga jual barang karena semua biayanya ditanggung oleh penjual. Rotterdam merupakan pusat dari
bursa internasional untuk minyak kelapa sawit. Data yang ada ditahun 2024 saat ini baru November

Laporan FO TAP 2
Page 33 OCR 0.828
ON ok ok ak on at ok om ok ok om emo ememakoaN. Ke Me Na Na Nee Ro Re No Ho No No R2 No No Ro Ha)

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

dengan nilai 1.360 US$/Ton, Desember 2023 sebesar 935 US$/Ton, Desember 2022 sebesar 1.030
US$/Ton, dan Desember 2021 sebesar 1.305 US$/Ton. Tahun 2024 dari Juni hingga November CPO
Rotterdam meningkat cukup signifikan.

Grafik 2.5 - Harga CPO Kalimantan Timur (Rp/kg) 2021 - 2024

16.000 14919
14.000 ea
12000 11401 10.986
10.000

8.000

6.000

4.000

2000

2021 2022 2023 2024

Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025

CPO Kalimantan Timur per Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar 35,806 dimana tahun 2023
tercatat penurunan sebesar -3,6496. Kalimantan merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar
yang juga tercermin dari meningkatnya volume CPO yang diekspor.

Grafik 2.6 - Harga CPO Jambi (Rp/kg) 2021 - 2024

20.000
15.568
15.000 Nala
11.252 10.851

10.000

5.000

2021 2022 2023 2024
Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025

Harga CPO di Jambi sama seperti di Kalimantan Timur dengan harga meningkat sebesar 43,474 ditahun
2023 dan menurun ditahun 2022 sebesar -3,5696. Jambi yang ada di provinsi Sumatera merupakan
penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia dan juga pendukung ekspor di Indonesia.

Laporan FO TAP 22
Page 34 OCR 0.843
aM am ak ok ok ok ek on «Mon ono omererom Kama Na Ra Reka RoN Ho Ko Mo Ro Ho R» Ro Mo Xp

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Grafik 2.7

—Jumlah Produksi Kelapa Sawi

30.000.000
25.453.682 25.688.752

25.000.000

19.516.365 19.468.048

20.000.000
15.000.000
10.000.000

5.000.000

2022 2023

Wilayah Indonesia (To

25.151.247

19.818.500

2024
m Sumatera m Kalimantan # Sulawesi m Lainnya (Jawa, Nusa Tenggara & Bali, Maluku & Papua)

Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025

Jumlah produksi kelapa sawit di Indonesia ditahun 2023 meningkat dan berlanjut hingga tahun 2024.
Sumatera merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia kemudian disusul oleh Kalimantan.
Data dari Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 memperkirakan tahun 2024 meningkat
disetiap provinsinya. Pemerintah telah mengambil langkah strategis untuk memastikan produk/ekspor

sawit berkelanjutan.

Kinerja Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia

Grafik 2.8 — Jumlah Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawi

2023

60 aan 45
" Sumatera

» Kalimantan

" Sulawesi

Sumber: Direktori Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit 2023

Jumlah perusahaan
perkebunan kelapa sawit yang
menjalankan bisnisnya — di
Indonesia sebanyak 2.281
perusahaan dan tersebar di 26
provinsi:

Berdasarkan grafik — jumah
perusahaan perkebunan kelapa
sawit, dapat dilihat bahwa
jumlah — perusahaan — yang
tersebar di Sumatera mencapai
1.221 perusahaan atau
mencapai 5446 dari seluruh

perusahaan sawit di Indonesia. Jumlah terbanyak kedua adalah di Kalimantan yaitu sebanyak 955
perusahaan atau sebesar 429 dari seluruh perusahaan sawit di Indonesia.

Laporan FO TAP

23
Page 35 OCR 0.839
AM am Kak am ak ak ok 1 uk om umon aman Muka na Na Na Mo Kaka Roko Ka Kn Mp Mu 1 M3 Ma Wa

Mantororsorwo, P

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Sebagian besar luas kelapa sawit di
Indonesia diusahakan oleh perusahaan
besar swasta (PBS) yaitu sebesar
54,087o atau seluas 8.614.259 hektar
dan perusahaan besar negara (PBN)
sebesar 3,636 atau 577.937 hektar.
Perkebunan Rakyat (PR) menempati
posisi kedua dalam konstribusinya
terhadap total luas area perkebunan
kelapa sawit Indonesia yaitu seluas
6.736.516 atau 42,2996.

Gra jas Area Menurut St:
Kelapa Sawit 2023

Pengusahaan

« Perkebunan
rakyat (PR)

» Perkebunan
Besar Negara
(PBN)

« Perkebunan
Besar Swasta
(PBS)

577.937

Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 — 2025

Tabel 2.2 Luas Area dan Produksi Kelapa Sawit, Menurut Status Pengusaha Tahun 1980-2024

Area dan Produksi Kelapa Sawit, Menurut Status Pengusaha Tahun 1980-202:

Produksi (Ton)

199.538 | 88.847 710 498.858 221.544
1981 5.695 213.264 | 100.008 1.045 533.399 265.616
1982 8.537 224.440 | 96.924 2.955 598.653 285.212
1983 37.043 261.339 | 107.264 3.454 710.431 269.102
1984 40.552 340.511 | 130.95 4.031 814.015 329.144
1985 118.564 | 335.195 | 143.603 43.016 861.173 389.241
1986 129.904 | 332.694 | 144.182 53.504 912.306 384.919
1987 203.047 1 365.575 | 160.040 165.162 988.480 352.413
1988 196.279 | 373.409 | 293.171 156.148 1.102.692 454.495
1989 223.832 | 366.028 | 383.668 183.689 1.184.226 597.039
1990 291.338 | 372.246 | 463.093 376.950 1.247.156 788.506
1991 384.594 | 395183 | 531.219 413.319 1.360.363 883.918
1992 139.468 | 389.761 | 638.241 699.605 1.489.745 1.076.900
1993 502.332 | 380.746 | 730.109 582.021 1.469.156 1.370.272
1994 572.544 | 386.309 | 845.296 839.334 1.571.501 1.597.227
1995 658.536 | 404.732 | 961.718 1.001.443 | 1.613.848 1.864.379
1996 138.887 | 426.804 11.083.823 | 1.133.547 | 1.706.852 2.058.259
1997 813175 |517.064 11.592.057 | 1.282.823 | 1.586.879 2.578.806
1998 890.506 | 556.640 | 2.113.050 | 1.344.569 | 1.501.747 3.084.099
1999 1.041.046 | 576.999 | 2.283.757 | 1.547.811 | 1.468.949 3.438.830
2000 1.166.758 | 588.125 | 2.403.194 | 1.905.653 | 1.460.954 3.633.901
2001 1.561.031 | 609.947 | 2.542.457 | 2.798.032 | 1.519.289 4.079.151
2002 1.808.424 | 631.566 | 2.627.068 | 3.426.740 | 1.607.734 4.587.871
2003 1.854.394 | 662.803 | 2.766.360 | 3.517.324 | 1.750.651 5.172.859
2004 2.220.338 | 605.865 | 2.458.520 | 3.847.157 | 1.617.706 5.365.526
2005 2.356.895 | 529.854 | 2.567.068 | 4.500.769 | 1.449.254 5.911.592

Laporan FO TAP

24
Page 36 OCR 0.848
Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

—... Luas Area (Ha)

PBS PR
3.357.914 | 5.783.088

Produksi (Ton)

PBN
2.313.729

PBS”

9.254.031

2007 2.152.172

3.408.416 | 6.358.389

2.117.035

9.189.301

2008 2.881.898

3.878.986 | 6.923.042

1.938.134

8.678.612

2009 | 3.061.413

4.181.369 | 7.517.716

2.005.880

9.800.697

2010 3.387.257

4.366.617 | 8.458.709

1.890.503

11.608.907

2011 3.752.480

4.561.966 | 8.797.924

2.045.562

12.253.055

2012 4.137.620

4.751.868 | 9.197.728

2.133.007

14.684.783

2013 4.356.087

5.381.166 | 10.010.728

2.144.651

15.626.625

2014 | 4.422.365

5.603.414 | 10.205.395

2.229.336

16.843.459

2015 | 4.535.400

5.980.982 | 10.527.791

2.346.822

18.195.402

2016 | 4.739.318

5.754.719 | 11.575.542

1.887.999

18.267.420

2017 5.697.892

71.712.687 | 13.191.189

1.861.263

22.912.772

2018 | 5.818.888

7.892.706 | 15.296.801

2.147.136

25.439.694

2019 5.896.775

1.942.335 | 14.925.877

2.134.367

30.060.003

2020 | 6.044.058

1.977.298 | 15.495.427

2.310.612

27.935.807

2021 6.029.749

8.041.608 | 15.503.840

2.256.134

27.361.506

2022 6.213.407

8.576.838 | 16.310.609

2.295.975

28.213.089

2023 | 6.736.516

8.614.259 | 16.223.443

2.197.217

28.663.639

2024" | 6.783.102

8.641.459 | 16.478.307

2.159.991

28.836.306

Sumber : Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025

Grafik 2.10 - Luas Area (Ha) Menurut Status Pengusahaan Kelapa Sawit

10.000.000
9.000.000
8.000.000
7.000.000
6.000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000

1.000.000
0

980
1982
1984

1986

1988

1990

838335
SEEBEK

2

2004
2006

—6—PBN

202:
2024"

Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 — 2025

ak ak ok ok ak en an on akan amuamomananamenena Mo Me Maan No Ro Mo No Ha Mo No Mo Ma

Laporan FO TAP

Page 37 OCR 0.809
ON ak ak ok on on en onon eKonamuneonanememanana Re Me Na Ka No No Mo Mo Ne Mo Mo Mo Mo Ma

PAKPANAN & REKAN

BELA SAMA ERASINNG, Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Grafik 2. ' Tanaman Menghasilkan Tahun 2022 - 2024 Menurut Wilayah (Ha)

8.000.000

6.934.628 6.996.486

7.000.000 6786.236

6.000.000 .387.192 5.487.196 542.274

5.000.000

4.000.000

3.000.000

2.000.000 8 £ 8 8 8 3

pe 5 pa
1.000.000 si si 8 £
Bi Kang —
2022 2023 2024
mSumatera mKalimantan wSulawesi «Lainnya (Jawa, Nusa Tenggara & Bali, Maluku & Papua)

Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025

Luas tanaman menghasilkan kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2023 meningkat disetiap provinsi,
sama pada umumnya untuk produksi kelapa sawit di mana pada tahun 2023 dan juga tahun 2024.
Grafik 2.12 - Produksi CPO Indonesia 2018 - 2024 (Ton)

48.000.000 47.474.604
47.120.247 46.819.673 17.084.299

47.000.000
45.741.845
46.000.000 45.121.480
45.000.000
44.000.000
42.883.631
43.000.000
42.000.000
41.000.000
40.000.000

2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024

Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025

Gambaran produksi CPO di Indonesia tahun 2018 - 2024 meningkat ditahun 2024. Tahun 2020 menurun
karena COVID seperti industri lainnya pada umumnya dan tahun 2021 COVID masih terjadi, tahun 2022
— 2023 menunjukkan peningkatan dimana COVID mulai turun dan industri lainnya juga mulai pulih.

Laporan FO TAP 26
Page 38 OCR 0.855
9 90019090

O C0025 OMA GANDA

ak alel on ak okaka

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

- Volume dan Nilai Ekspor Minyak Sawit (CPO) US$ per Ton Tahun 1981 - 2023

US$/Ton
1.200100

100000

800,00

609.00

400.00

200.00

186.96 If
aatlulal

1981 1983 1985 1987 1989 1991 1993 1995 1997 1999 2001 2003 2005 2007 2009 2011 20132015 2017 2019 2021 2023

107663 Ton
10.000.000

| 984,78

10.000.000

105110

|

8.000.000
81961

681,50
6.000.000

492.00
4.000.000

| | | 2.000.000
9

mama Volume US$/Ton

Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025

Berdasarkan — keragaan
data hasil Survei Sosial
Ekonomi Nasional
(SUSENAS) bulan Maret
dari Badan Pusat Statistik,
perkembangan konsumsi
minyak goreng sawit per
kapita di Indonesia tahun
2023 meningkat menjadi
sebesar 10,75
kg/kapita/tahun.

Peningkatan yang cukup
signifikan terjadi di tahun
2015 dibanding tahun
sebelumnya yakni dari 8,64

Grafik 2.14 — Konsumsi Minyak Goreng Sawit per Kapita da
Rumah Tangga di Indonesia (Kg/kap/tahun)

11,8
11,050 11010
kh)
10,5
10
95
9
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025

kg/kap/tahun meningkat menjadi 10,09 kg/kap/tahun atau naik sebesar 16,73”6. Prediksi konsumsi
minyak goreng sawit di tingkat rumah tangga untuk tahun 2024 yaitu sebesar 12,23 liter/kap/tahun atau
sebesar 11,01 kg/kapitahun, konsumsi ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023.
Meningkatnya konsumsi minyak goreng sawit searah dengan produksi kelapa sawit di Indonesia.

Laporan FO TAP

27
Page 39 OCR 0.841
OX on ak ok on am on ak ok «Kom amekemamenanamameRo Re Na KaNa Ru Ko Ro Ro Ho Mo Mo Ms Mo Mo

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Bab 3 - Rencana Transaksi

3.1 Skema Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi manajemen sehubungan Rencana Transaksi, maka skema Rencana Transaksi

dari Objek Pendapatan Kewajaran yang menjadi dasar kajian atau analisis dapat digambarkan sebagai
berikut :

TAP

94,935 G ”)
O

99,9046 98,4646

O

Pemberian Pinjaman Modal
Kerja YWA kepada BBB
sebesar
Rn200.000.000.000

Keterangan Skema Sebelum Rencana Transaksi
1. Perseroan merupakan pemilik mayoritas AMP sebagai Entitas Anak dengan kepemilikan sebesar
94,936,
2. YWA dan BBB merupakan Entitas Anak Tidak Langsung Perseroan melalui AMP dengan
kepemilikan masing-masing sebesar 99,904 dan 98,4676,
3. YWA akan memberikan pinjaman modal kerja kepada BBB dengan plafond sebesar
Rp200.000.000.000, sehingga YWA dan BBB merupakan para pihak yang bertransaksi.

3.2 Analisis Rencana Transaksi
Berdasarkan skema Rencana Transaksi berikut analisis Rencana Transaksi.

3.21  Pihak-Pihak yang Bertransaksi

PT Triputra Agro Persada : | Perseroan bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan
Tbk (“Perseroan”) industri pengolahan kelapa sawit melalui Entitas Anak dan
Perusahaan Asosiasi serta perkebunan karet. Hingga saat ini,
Perseroan telah mampu mengembangkan usahanya ke beberapa
provinsi di Indonesia, yaitu Jambi, Kalimantan Tengah, dan
Kalimantan Timur. Perseroan merupakan perusahaan yang

Laporan FO. TAP 28
Page 40 OCR 0.906
Ok ak ok om ekonom en «Konanoremeneanamemake Re Ke Maa No Ro Ro Mo No Mo Mo Mo Mo Ma

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh
Triputra Group dan Persada Capital Investama.

Dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi, Perseroan bertindak
sebagai “Entitas Induk” dari AMP yang memiliki porsi kepemilikan
saham 94,93Yc secara langsung dan kepemilikan tidak langsung
YWA dan BBB melalui AMP.

PT Agro Multi Persada
(“AMP”):

AMP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan
kelapa sawit dan industi pengolahan kelapa sawit melalui entitas
anak. AMP merupakan perusahaan induk dari YWA dan BBB
dengan kepemilikan saham masing - masing sebesar 99,904 dan
98,4699.

Dalam Transaksi ini AMP bertindak sebagai “Entitas Anak” dan
merupakan Entitas Induk dari YWA dan BBB dengan porsi
kepemilikan dikeduanya masing-masing sebesar 99,904 dan
98,4696.

PT Yudha Wahana Abadi
(“YwA?)

PT Yudha Wahana Abadi adalah perseroan terbatas yang didirikan
berdasarkan Akta Pendirian dengan No. 211 tanggal 26 Juli 2004,
dibuat oleh dan dihadapan Achmad Dahlan, S.H., Notaris di
Samarinda. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. C-04593 HT.01.01.TH.2005 tanggal 22
Februari 2005.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan dan terakhir dimuat dalam Akta No. 09 tanggal 01
Agustus 2024, yakni perubahan Pasal 3 mengenai Maksud dan
Tujuan serta Kegiatan Usaha Perusahaan, dibuat oleh Notaris
Indriana, S.H., M.Kn.,Notaris di Kota Tangerang Selatan.
Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
Nomor AHU-005 1483,AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 19 Agustus
2024,

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang
lingkup kegiatan Perusahaan bergerak di bidang perkebunan dan
industri pengolahan kelapa sawit, pengangkutan termasuk aktivitas
penunjang angkutan dan perdagangan besar. Perusahaan
berkedudukan di Jakarta Selatan, dengan alamat kantor di Gedung
The East Lantai 23, Jalan DR Ide Anak Agung Gde Agung
Kav.E.3.2 No. 1, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi,
Jakarta Selatan. Perusahaan beroperasi secara komersial sejak
tahun 2005.

Laporan FO TAP

29
Page 41 OCR 0.867
2 Ro Mo Me Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mp,

3

On ain cin Onn Gt ain cai Ga ci Gol Gn cp DI on HI on BI an Rc MI can MAL Mo ca Man Min

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Dalam skema Rencana Transaksi, YWA ini bertindak sebagai
“Pemberi Pinjaman kepada BBB" atau Entitas Anak Tidak
Langsung.

PT Brahma  Binabakti
(“BBB”)

PT Brahma Binabakti (“Perusahaan") adalah perseroan terbatas
yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian dengan No. 10 tanggal
9 November 1988, dibuat oleh dan dihadapan Notaris Dr. H.E.
Gewang, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah
memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2.3119.HT.01.01-Th'89
tanggal 10 April 1989, serta diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 72, tanggal 8 September 1992 Tambahan
No. 4339.

Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan dan terakhir dimuat dalam Akta No 14 tanggal 26
Nopember 2024, dibuat oleh dan dihadapan Indriana SH MKN,
Notaris di Kota Tangerang Selatan, yakni perubahan Pasal 3
mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Perusahaan.
Perubahan anggaran dasar ini telah mendapat persetujuan Menteri
Hukum Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-007
8868.AH.01.02. TAHUN 2024 tanggal 5 Desember 2024.

Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang
lingkup kegiatan Perusahaan bergerak dibidang perkebunan dan
industri pengelolahan kelapa sawit, perkebunan dan industri
pengelolahan karet, serta perdagangan besar. Perusahaan
berkedudukan di Kota Jambi, Provinsi Jambi dengan kantor
perwakilan di Gedung The East, Lt. 23 Jl. DR. Ide Anak Agung Gde
Agung Kav. E.3.2 No. 1, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan
Setiabudi, Jakarta Selatan. Perusahaan beroperasi secara
komersial sejak tahun 1995.

Dalam skema Rencana Transaksi, BBB ini bertindak sebagai
“Penerima Pinjaman dari YWA" atau Entitas Anak tidak langsung.

3.2.2 Dokumen Rencana Transaksi

Berikut ringkasan draft Dokumen Perjanjian Hutang Piutang dari YWA kepada BBB.

Perusahaan Yang Memberi
Hutang
Penerima Hutang

Laporan FO TAP

PT Yudha Wahana Abadi

PT Brahma Binabakti

30
Page 42 OCR 0.911
OR ak ek ok anen okon «Nok emononear omi Mema Ra Ra Ke Maa RK: Ro Ko Ro Ho Ko Ro R1 Ro Ma,

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

PASAL 2 FASILITAS HUTANG

PASAL 3 TUJUAN

PASAL 4 PENCAIRAN
Pasal 4.1

Pasal 4.2

PASAL 5 BUNGA
Pasal 5.1

Pasal 5.2

PASAL 6 PEMBAYARAN
HUTANG
Pasal 6.1

Pasal 6.2

Pasal 6.3

PASAL 8 BIAYA DAN
PENGELUARAN

PASAL 10 PERJUMPAAN
HUTANG (Sett Of)
Pasal 10.1

Laporan FO TAP

Sesuai dengan persyaratan Perjanjian ini, Pemberi Hutang menyediakan
kepada Penerima Hutang suatu fasilitas Hutang dalam jumlah agregat setara
dengan Rp. 200.000.000.000 (Dua ratus miliar Rupiah).

Fasilitas Hutang akan digunakan oleh Penerima Hutang untuk modal kerja
dan kepentingan umum perusahaan.

Para Pihak setuju dan mengakui bahwa pencairan Fasilitas Hutang akan
berlangsung selama Jangka Waktu Perjanjian.

Pencairan akan dilakukan segera dengan dana yang tersedia. Jumlah pokok
keseluruhan yang ditarik menjadi terhutang berdasarkan Fasilitas Hutang
yang dirujuk pada Tanggal Penarikan

Bunga akan dikenakan oleh Pemberi Hutang kepada Penerima Hutang
sebesar nilai sesuai dengan kesepakatan para pihak dengan mengacu pada
nilai suku bunga yang berlaku di Bank DBS (“DBS") atau Bank Negara
Indonesia (“BNI") dan akan dibayarkan oleh Penerima Hutang diakhir masa
pengembalian atau pada tanggal Jangka Waktu Perjanjian.

Periode Bunga adalah periode dari Tanggal Penarikan sampai dengan
tanggal sebagaimana ditetapkan oleh Pemberi Hutang kepada Penerima
Hutang pada tiap akhir tahun atau pada saat Penerima Hutang akan
melakukan percepatam pelunasan hutang,

Semua jumlah yang terhutang dalam Fasilitas Hutang wajib dibayarkan oleh
Penerima Hutang ke rekening Pemberi Hutang pada tanggal Jangka Waktu
Perjanjian atau pada saat Pemberi Hutang mengirimkan surat perintah
pembayaran Hutang,

Penerima Hutang dapat juga pada setiap saat membayarkan lebih awal
seluruh Hutang dan Bunga dari jumlah yang terhutang berdasarkan Fasilitas
Hutang tanpa biaya atau penalti.

Setelah menerima seluruh pembayaran Hutang, Pemberi Hutang harus
memberikan surat keterangan lunas (Kwitansi) kepada Penerima Hutang,

Biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian ini baik
biaya transaksi, biaya perubahan termasuk tidak terbatas apabila ada biaya
hukum yang ditimbulkan dan yang dikeluarkan oleh Pemberi Hutang menjadi
beban Penerima Pinjaman sepenuhnya.

Oleh Pemberi Hutang

Pemberi Hutang dapat melakukan set off terhadap kewajiban yang jatuh
tempo dari Penerima Hutang berdasarkan Perjanjian ini (sejauh dimiliki
secara benefisial oleh Pemberi Hutang) terhadap kewajiban jatuh tempo yang
harus dibayar oleh Pemberi Hutang kepada Penerima Hutang, terlepas dari
tempat pembayaran, pemesanan cabang atau mata uang dari kedua
kewajiban. Jika kewajiban dalam mata uang yang berbeda, Pemberi Hutang
juga dapat mengkonversi kewajiban pada kurs pasar dalam kegiatan usaha

31
Page 43 OCR 0.904
am ak ak on anon ok on enam omonemamanamananana Me Maa Ma No Mo Mo No Ko Mo Mo Mo Mo Ma)

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

biasa untuk tujuan set off.

Pasal 10.2 - Oleh Penerima Hutang
Semua pembayaran yang harus dilakukan oleh Penerima Hutang
berdasarkan Perjanjian dapat dihitung dan dibuat dengan berdasarkan set off
atau counterclaim kecuali atas persetujuan tertulis sebelumnya dari Pemberi

Hutang.
PASAL 11 PENGALIHAN : Pemberi Hutang dapat mengalihkan setiap hak atau kewajibannya dengan
HUTANG (Cessis) pemberitahuan kepada Penerima Hutang.
Pasal 11.1
Pasal 11.2 : Penerima Hutang tidak diperbolehkan mengalihkan seluruh hak-hak atau

kewajibannya berdasarkan Perjanjian setiap saat tanpa persetujuan tertulis
sebelumnya dari Pemberi Hutang.

Berdasarkan kajian terkait perjanjian pinjaman tersebut, terdapat beberapa catatan yang secara prinsip
membasiskan kepada normatif perjanjian pinjam meminjam pada kondisi pasar pada umumnya, antara
lain
e Para Pihak tidak menerapkan adanya denda dan/atau sanksi terkait pelunasan kewajiban atau
keterlambatan pembayaran.
# Para Pihak tidak menerapkan adanya jaminan ataupun collateral yang menjadi agunan atas
pinjaman yang diberikan.

3.3 Analisis Risiko dan Manfaat Rencana Transaksi

Analisis risiko dan manfaat terhadap Rencana Transaksi berikut ini didasarkan pada skema Rencana
Transaksi dan informasi manajemen Perseroan.

3.3 — Risiko Rencana Transaksi
Yaitu risiko bagi Perseroan yang ditimbulkan sebagai akibat dari implementasi Rencana Transaksi oleh
Perseroan, baik bersifat finansial maupun non finansial, yang mungkin terjadi atau tidak terjadi dimasa
yang datang. Beberapa risiko yang dapat disimpulkan dari Rencana Transaksi dan dampaknya bagi
Perseroan antara lain:

» Risiko penurunan likuiditas (arus kas) yang dihasilkan dampak dari penurunan kinerja terkait harga
Crude Palm Oil (CPO) atau peningkatan beban usaha operasional serta persaingan di industri
kelapa sawit yang secara bisnis dapat menjadi risiko munculnya penurunan kemampuan memenuhi
kewajiban keuangan yaitu pembayaran bunga dan/atau pokok hutang diantara Para Pihak yang
bertransaksi,

» Risiko pendanaan tambahan dari bank akibat kurangnya ketersediaan kas pada BBB dikarenakan
mismatch dalam pengelolaan kas memenuhi kebutuhan modal kerja terutama pada periode tanam
dan pemeliharaan lahan yang dikembangkan. Hal ini dapat merubah struktur permodalan BBB dan
laba bersih BBB akibat peningkatan beban keuangan maupun rasio leverage, di masa yang akan
datang.

» Risiko bankable atau kemampuan Para Pihak dalam memperoleh pendanaan dari sektor keuangan
baik bank maupun lembaga keuangan non-bank. Hal ini dikarenakan, kreditur (bank dan non-bank)

Laporan FO TAP 32
Page 44 OCR 0.918
Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

cenderung memperhitungkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban angsuran dan
pembayaran bunga termasuk transaksi pinjaman yang berasal dari pihak afiliasi didalam satu grup.

3.3.2 Manfaat Rencana Transaksi
Manfaat bagi Perseroan dari dilaksanakannya Rencana Transaksi adalah potensi positif, baik secara
finansial maupun non-finansial, yang berpotensi terjadi di masa yang akan datang. Beberapa manfaat
yang dapat disimpulkan dari Rencana Transaksi dan dampaknya bagi Perseroan antara lain:

800009999999 999999 YI 9

AM ak un an ak on ak en «Mim mm)

-

Adanya potensi efisiensi yang dihasilkan dari jumlah pembayaran beban bunga secara konsolidasi
Perseroan terkait dengan pinjaman untuk biaya operasional kebun, dibandingkan BBB melakukan
transaksi pinjam meminjam dengan lembangan keuangan bank maupun non-bank,

Adanya potensi BBB meningkatkan aktivitas produksinya dan menghasilkan operasional yang
lebih profitable melalui dukungan pendanaan pinjaman dari pihak afiliasi, sebagaimana skema
Rencana Transaksi yang akan dijalankan,

Dengan penggunaan dana pinjaman dari pihak afiliasi untuk pelunasan sebagian fasilitas
pinjaman bank, maka BBB dapat memulihkan porsi fasilitas pinjaman bank yang telah tersedia,
sehingga secara operasional BBB, berpotensi memiliki cadangan pendanaan yang sewaktu-waktu
jika diperlukan untuk kebutuhan ekspansi ataupun investasi lainnya, meskipun dalam
penggunaannya tetap harus memperhatikan covenant rasio leverage yang dipersyaratkan:
Dengan adanya tambahan fasilitas pinjaman pihak terafiliasi, maka BBB memiliki kelonggaran
dalam memenuhi kebutuhan modal kerja maupun kebutuhan ekspansi, serta kelonggaran
pengaturan penggunaan sumber pendanaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional
maupun investasi di masa yang akan datang.

Laporan FO TAP 33
Page 45 OCR 0.828
Ta ant On Ona ai ia NN ic Ga al co Gn ca ca HI ca II ca Ian Uc ca Aan Man Mo Ma Ma, Men Man Nian Nian Mita Mes Ma Mita Mia |

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Bab 4 - Analisis Kualitatif

41

Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Usaha

Perseroan, berdomisili di Jakarta Selatan, didirikan berdasarkan akta Notaris No. 4 tanggal 24 Januari 2005
yang dibuat di hadapan Notaris Ir. Rusli, S.H, Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-03565 HT.01.01.TH.2005 tanggal
11 Februari 2005 yang semula didirikan dengan nama PT Alam Permata Indah. Berdasarkan akta Notaris
No. 97 tanggal 31 Maret 2005 yang dibuat di hadapan Notaris Darmawan Tjoa, S.H., S.E., Perusahaan
melakukan perubahan nama yang semula PT Alam Permata Indah menjadi PT Triputra Agro Persada dan
nama tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Aasasi Manusia Republik Indonesia
dalam Surat Keputusan No. C-12258 HT.01.04.TH.2005 tanggal 6 Mei 2005. Anggaran dasar Perseroan
telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir perubahan dalam Akta No. 148 tanggal 28 April 2025
yang dibuat oleh dan dihadapan Jimmy Tanal SH, MKn, Notaris di Jakarta Selatan, perubahan mana terkait
dengan tugas, tanggung jawab dan wewenangan direksi Perseroan. Perubahan Anggaran Dasar ini telah
disetujui oleh Menteri Hukum Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan
Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0123449 tanggal 06 Mei 2025.

Berdasarkan Pasal 19 Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan tugas, tanggung jawab dan wewenangan
direksi Perseroan diwakili oleh 2 (dua) orang Direksi untuk bertindak secara bersama-sama untuk dan atas
nama Perseroan.
Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan, dengan alamat kantor di Gedung The East Lt. 23, Jl. DR. Ide
Anak Agung Gde Agung Kav. E.3.2 No. 1, Jakarta Selatan 12950. Perusahaan memulai kegiatan komersial
pada tahun 2005,

Struktur Perseroan dan Anak Perusahaan Per 31 Desember 2024

2g Fs 5 : sn

9193

gawas

Es “I M- aloe amal

Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024

mm | 0. | TA an |

Laporan FO. TAP 34
Page 46 OCR 0.701
cc... SIA AAA AI IKA III III

m

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Keterangan Kepemilikan TAP Konsolidasi:

Kepemilikan langsung dari TAP
AMP 1 4938
ATS 1. 990k

Kepemilikan langsung dari ATS

ABM 1 9990W

SAK 1. 99901

BSM 99,9016

Kepemilikan langsung dari AMP Kepemilikan langsung dari AMP
USTP 1. 501 KSD KL 9999K
ATP 2.49 HPM P 9990h
PAN 1. 99,9016 SAWA 1. 9990h
BBB 1 984616 NPN K 9990h
GBSM 1. 99,906 YWA P 9990h
MIK 1. 99,90 KAM Po 90K
FLTI 1. 99,906 EBL L 9990M
HJA 1. 9990K PTA 1. 9990M
SKM 1. 999096 DL 1. 999OK
HPS 1. 999076 SLE 1. 9990
TAPAS L 9990K6 TAN 1. 999OM
APR L 999OK MSL K 9990h
BBP 1. 999016 AAPA P 999ON
PMB 1. 99906 GAS P 099016

Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

Komposisi kepemilikan saham Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan yang telah diaudit per
31 Desember 2024, adalah sebagai berikut :

Pemegang Saham Jumlah Lembar Kepemilikan Jumlah
Selilul (Yo) Rp Juta
PT Persada Capital Investama 6.565.109.373 33,07 656.511
PT Triputra Investindo Arya 4.775.024.955 24,05 477.502
PT Daya Adicipta Mustika 3.958.643.004 19,94 395.864
T. Permadi Rachmat. Ir 1.030.149.800 5,19 103.015
George Oetomo 56.145.300 0,28 5.615
Tjandra Karya Hermanto 49.918.900 0,25 4.992
Budiarto Abad 40.050.000 0,20 4.005
Erida 19.210.000 0,10 1.921
Arif Rachmat 2.196.200 0,01 280
Masyarakat (masing-masing
dibawah 596) 3.355.492.468 16,90 335.549
Jumlah 19.852.540.000 100,00 1.985.254
Laporan FO TAP 35

Page 47 OCR 0.883
» Mv Me Ma)

OM ak ok on ak ak ak ok ot am om oMemamamamemana Me Me Ke Ka Mao Ho Ha Mo Mo Mp)

"

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

4.2

Susunan Komisaris dan Direksi Perseroan
Susunan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Arif Rachmat

Komisaris ! Arini Saraswaty Subianto
Komisaris 1 Toddy Mizaabianto Sugoto
Komisaris ! Danny Rachmat
Komisaris Independen ! Drs, Aridono Sukmanto
Komisaris Independen 2 Ir. Maruli Gultom
Komisaris Independen 1 Stanley Setia Atmadja

Dewan Direksi

Presiden Direktur : Tjandra Karya Hermanto
Direktur 1 Erida

Direktur 1 Sutedjo Halim

Direktur 1 Budiarto Abadi

Direktur 1 George Oetomo

Pada tanggal 31 Desember 2024 Perseroan tercatat memiliki tenaga kerja atau karyawan tetap sebanyak
15.302 berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024.

Analisis Industri dan Lingkungan

Pengelolaan dan pemantauan lingkungan merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan yang
mengacu kepada peta jalan transformasi lingkungan Perseroan. Kegiatan pengelolaan dan pemantauan
dilakukan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang tujuannya adalah
memitigasi ataupun memperkecil dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif terhadap
lingkungan, Perseroan berkomitmen selalu mematuhi peraturan perundang — undangan mengenai
lingkungan hidup.

Pada proses perencanaan lingkungan hidup, Perseroan mengedepankan AMDAL dan UKL-UPL, serta
peraturan perundangan lain yang relevan. Pada proses pengelolaan lingkungan hidup, Perseroan
menjaga baku mutu dan standar kualitas lingkungan yang ditePerseroankan Pemerintah. Pada proses
pemantauan lingkungan, Perseroan mematuhi mekanisme pelaporan pemantauan lingkungan. Hasil
pemantauan lingkungan terdiri dari di antaranya kualitas air, kualitas udara, dan tingkat kebisingan. Hasil
pemantauan lingkungan tersebut dilaporkan kepada instansi terkait, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup
dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup pemerintah dan Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (KESDM) secara berkala.

Selama periode 2023 tidak pernah terjadi pelanggaran terhadap peraturan perundang — undangan dalam
bidang lingkungan hidup. Agar Sistem manajemen Lingkungan tetap relevan dengan perubahan dan
dinamika beragam permasalahan di bidang lingkungan dan juga kemajuan teknologi, maka Perseroan
berupaya untuk terus meningkatkan kapasitasnya melalui peningkatan kompetensi yang memadai di

Laporan FO TAP 36
Page 48 OCR 0.912
(Nok on ok ok an enam eren en omememamenenanana ne Me Ka Mo Ho Mo Mo Mo Io Ma Mo Mo Mo Na)

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

bidang lingkungan, terutama mereka yang terlibat dalam bidang pengelolaan lingkungan di berbagai
tingkatan jabatan.

Untuk memenuhi kebutuhan kompetensi tersebut, beragam pelatihan telah diselenggarakan antara lain:
Life Cycle Asessment & Inventory:

Penanggung jawab pengendalian pencemaran air limbah (PPPA):

Penanggung jawab operasional pengendalian pencemaran air limbah (POPAL),

Penanggung jawab pengendalian pencemaran udara (PPPU):

Penanggung jawab operasional instalasi pengendalian pencemaran udara (POPU),

Penanggung jawab pengelolaan limbah B3 (PPLB3):

Penanggung jawab operasional limbah B3 (POLB3).

AN On aa DK

Perseroan sebagai salah satu produsen kelapa sawit berkelanjutan secara konsisten menerapkan Praktik
Perkebunan Terbaik (Good Agricultural Practices atau GAP) seperti pembukaan lahan tanpa bakar dan
melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan kabut asap. Sejalan dengan
Instruksi Presiden No. 11 Tahun 2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan,
Perseroan memiliki komitmen yang kuat terhadap pencegahan Karhutla, terutama terhadap pembukaan
lahan tanpa bakar, baik itu pembukaan lahan baru maupun penanaman kembali lahan (replanting)
sebagai bagian dari kebijakan keberlanjutan Perseroan.

Komitmen ini tertuang pada Standard Operating Procedure (SOP) Pencegahan dan Penanggulangan
Kebakaran Hutan dan Lahan serta Pedoman Teknis Agronomi yang memuat ketentuan untuk
Pembukaan Lahan Tanpa Bakar. Mengacu kepada kebijakan tersebut Perseroan mengembangkan tiga
program pencegahan dan penanggulangan karhutla, meliputi:

1. Mengembangkan sistem peringatan dini dan deteksi dini kebakaran (early warning system),
2. Menjamin kesiapan dan kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) pencegahan karhutla,
3. Memastikan kesiapsiagaan tim satgas dalam penanganan karhutla.

Perseroan mengandalkan pasokan air dari waduk dan sungai yang berjarak minimal sejauh 500 meter
dari area pabrik untuk memenuhi kebutuhan air. Air tersebut kemudian diekstraksi hingga menghasilkan
air bersih yang akan diproses dan diolah kembali untuk memastikan telah memenuhi baku mutu yang
ditetapkan. Barulah kemudian air tersebut dapat digunakan untuk mengolah kelapa sawit dan keperluan
domestik.

Beberapa kelompok industri yang memilikir risiko limbah tinggi meliputi antara lain industri pengolahan
minyak pelumas, semen, bubur kertas, farmasi, logam, elektronik dan kimia. Namun demikian Perseroan
tetap menerapkan pengelolaan nihil limbah atau zero waste management di setiap kegiatan operasinya
dengan cara memanfaatkan kembali limbah cair dan padat yang dihasilkan dari pabrik kelapa sawit
(PKS). Hal ini sebagai wujud komitmen Perseroan dalam partisipasinya turut menjaga kelestarian
lingkungan dan menerapkan praktik produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Strategi Perseroan
terkait pengelolaan limbah adalah mengurangi limbah dari sumbernya (reduction at source) yaitu,
mengurangi jumlah limbah melalui perencanaan dalam meminimalisir dampak dari pembuangan limbah.
Sesuai informasi manajemen, Perseroan telah menerapkan ketentuan pengelolaan limbah B3 sesuai
peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Laporan FO TAP 37
Page 49 OCR 0.858
TAN ai Gan On Gn Gn ON Ga Go GR Gn ca ca cnc HI ca BI Gn Bca ia ian Men Nian Man Mon ME co ian Man Mika Ula Ms Mie Mia Mt

—

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Selain pengelolaan limbah secara tepat, bentuk lain dari kepedulian lingkungan adalah pelaksanaan
program CSR yang difokuskan kepada masyarakat di sekitar wilayah konsesi Perseroan. Hal ini juga
sebagai antisipasi risiko terhadap isu sosial dan lingkungan dengan keberadaan Perseroan di wilayah
operasional. Perseroan juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengidentifikasi isu-isu di
masyarakat, sehingga program CSR yang dilaksanakan akan tepat sasaran dan diharapkan menjadi
solusi terhadap kondisi masyarakat sekitar.

Tujuan kegiatan CSR adalah membangun hubungan harmonis dan konstruktif antara keberadaan
perusahaan dan masyarakat sekitar, serta dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan
hidup masyaratkat sekitar menjadi lebih baik. Untuk itu, program CSR disusun dan mencakup 5 (lima)
bidang kegiatan, yaitu: bidang Pendidikan, bidang Kesehatan, bidang Infrastruktur, bidang Kebudayaan,
dan bidang Ekonomi. Fokus pada masing-masing bidang antara lain: Pendidikan meliputi: beasiswa, guru
honorer, dan penunjang kegitatan sekolah. Bidang Kesehatan meliputi membantu ibu hamil, ibu
menyusui, anak bayi dan balita, lansia, kegiatan kesehatan, baksos, bantuan COVID-19, sembako,
masker, pengukur suhu, rapid antigen, vaksin, dan alat medis. Bidang Infrastruktur meliputi perbaikan
jalan, rumah ibadah, air bersih, fasilitas desa, perbaikan sekolah, jembatan, dan listrik. Bidang
kebudayaan meliputi pembinaan adat, menunjang acara adat, dan hari raya. Bidang Ekonomi meliputi
pemberdayaan ekonomi, dan menunjang ekonomi.

4.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
Operasional Perseroan
Grafik 41 Jumlah L. ertanam Kelapa Sawit Berdasarkan grafik diatas, terlihat
Periode 2019 - 2023 (Ribuan Ha) bahwa selama periode 2019 - 2023
182 Hita terdapat penambahan atas jumlah
. 1607 5 lahan tertanam. Luas lahan tertanam
al : 1006 pada periode 2023 seluas 160,5 ribu
160 hektar meningkat dibandingkan
159 158,7 dengan periode 2019 yang seluas
K 1579 157,9 ribu hektar, meskipun menurun
Pa 8 dari tahun 2022.
157
156 Pada tahun 2023 tanaman memasuki
2019 2020 221 2022 2023 seasonal cyclical setelah lonjakan
Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah produksi yang tinggi pada tahun 2022,
hal ini menyebabkan produksi TBS
sebesar 3,05 juta ton, menurun sekitar 596 dibandingkan tahun 2022. Kondisi ini juga menjadi salah satu
faktor selain adanya pergerakan harga komoditas global yang menyebabkan penurunan pendapatan
sebesar 1196 yang dialami TAP pada 2023.
Laporan FO TAP 38
Page 50 OCR 0.823
AN OM Oon ok ok otot an enam onanamanemenemane na Nee Ne Ra No Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Grafik 4.2 - Jumlah Produksi Tandan Buah Segar Periode
2019-— 2023 (Ribuan Ton)

3.500 3.200

3000 2637 2646 2640
2500

2.000
1.500

3.050

1.000

500

s

2019 2020 2021 2022 2023

Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah

Grafik 4.3 - Jumlah TBS yang diolah Periode 2019 - 2023
(Ribuan Ton)

5.000 416 Ta
4.000 3614 3.645 3.687
3.000
2000
1.000
2019 2020 2021 2022 2023

Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah

TBS yang diolah oleh TAP berasal
dari TBS yang dibeli dari
perkebunan plasma, pihak afiliasi,
maupun pihak ketiga. Jumlah TBS
yang diolah juga menurun karena
tanaman memasuki seasonal
cylical — yang menyebabkan
produksi TBS dari pihak lain yang
dibeli turun.

Perseroan melalui anak
perusahaan dan perusahaan
asosiasi telah memiliki 18 pabrik
pengolahan kelapa sawit dengan
total kapasitas sebesar 995 ton
per jam yang terletak di Jambi,
Kalimantan Tengah, dan
Kalimantan Timur. Disamping itu
pada tahun 2023 telah beroperasi
Kernel Crushing Plant (KCP) yang
terfasilitasi dengan Pembangkit
Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di

Kalimantan Tengah yang menghasilkan Minyak Inti Sawit atau palm kernel oil (PKO).

Grafik 4.4 - Perbandingan Produksi TBS PBN dan PBS
dengan Produksi TBS Perseroan 2019 - 2023 (Ribuan Ton)

35.000.000
30.000.000
25.000.000
20.000.000
15.000.000
10000.009
5.000.000
9

30000.0039 25935607 27.381.506 28663639 28.663639

M 2134367
MI 3514000
MH 2310612
IMEI 3645.000
B 2256134
MEI 3.637.000
2205975
IE 4416.000
BM 2197217
MEI 4203000

2019 2020 2021 2022 2023
mMPBN mPBS mTAP

Produksi CPO TAP dari tahun
2019 -— 2023 fluktuatif dimana
tahun — 2020 mengalami
penurunan karena pandemi
COVID menyebabkan
produktivitas menurun, yang
kemudian tahun 2022
mengalami kenaikan
dikarenakan — iklim yang
mendukung dan umur tanaman
yang masih produktif, untuk
tahun — 2023 mengalami

Sumber: Statistik Perkebunan & Laporan Tahunan Perseroan, diolah

penurunan dikarenakan kondisi

iklim yang tidak mendukung dimana curah hujan lebih rendah dan lebih kering.

Laporan FO TAP

39
Page 51 OCR 0.881
Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk.

Grafik 4.5 - Jumlah Produksi CPO Periode 2019 — 2023
(Ribuan Ton)

1050
1000

2019 2020 2021

999 97
950
900
846 850
850 841
800 EF | |
750

Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah

Grafik 4,6 - Jumlah Produksi PK Periode 2019 - 2023

250
200
150

2019 2020 2021

210 208
174 175 174
100
50
0

Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah

Produktivitas PK 2019 — 2023 juga
fluktuatif — dimana — mengalami
penurunan dan kenaikan setiap
tahunnya dimana ditahun 2020
produksi PK mengalami kenaikan
dan ditahun 2021 mengalami
penurunan, ditahun 2023 sama
seperti produksi CPO umumnya
juga mengalami penurunan karena
iklim yang tidak mendukung serta
kenaikan biaya produksi khususnya
biaya pemupukan.

Produksi CPO Indonesia melansir
dari Statistik Perkebunan
menunjukkan — ditahun — 2023
kenaikan dari tahun 2022, berbeda
untuk produksi CPO TAP yang
mengalami penurunan. Statistik
Perkebunan juga mengeluarkan
angka tahun 2024 diperkirakan
meningkat 0,836. Produksi CPO
TAP tahun 2023 sebesar 978 ribu
ton, hal ini menunjukkan bahwa

tahun 2023 TAP berkontribusi sebesar 2,0896 terhadap jumlah keseluruhan produksi CPO di Indonesia.

Grafik 4.7 - Perbandingan Produksi CPO di Indonesia dengan

TAP Tahun 2019 - 2024 (Ribuan Ton)

50.000 47120 45.742 45121 46,820

40.000
30.000
20.000
ja 846 841 850 1999 978

2019 2020 2021 2022
m Produksi CPO Indonesia m Produksi CPO TAP

OM ak ak ak okaman ak on ok ok on emomaneoomokano Na Ne Ko Ma Ko Ne Mo Mo Ko Mo Ko NM» Mo Mo Ma

Sumber: Statistik Perkebunan & Laporan Tahunan Perseroan, diolah

Secara jumlah produksi CPO grup
Perseroan dibandingkan produksi
CPO Indonesia, maka sebagai
pelaku bisnis, Perseroan memiliki
potensi besar untuk mengambil
pangsa pasar yang lebih besar,
dibandingkan pelaku usaha yang
telah memiliki pangsa pasar besar
dan dalam tingkatan strategi untuk
mempertahankan pangsa pasar.
Hambatan non finansial yang saat
ini menjadi kendala

pengembangan oleh pelaku usaha perkebunan sawit adalah pembukaan lahan baru perkebunan sawit
dan protokol global yang telah disepakati Pemerintah Republik Indonesia dalam partisipasinya terhadap
perubahan iklim dunia, termasuk target penurunan emisi di tahun 2030.

Laporan FO TAP

40
Page 52 OCR 0.862
OM ol ok on ak ok en on ok cR ok al "Kok ane Keno karo Na Koko Na Kan Ho Ko Ho Ko Ro &. Ro Mo Ro:

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Grafik 4.8 — Luas Profil Umur Tanaman Kelapa Sawit

Tahun 2023 Pada Kebun Inti (Ha)

Ma ———

1 3g

"0-3Tahun "“4-6Tahun #7-20Tahun «20 Tahun

Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah

Grafik 4.9 - Perkebunan Inti Per Wilayah (Ha) Tahun 2023

5.515

“Sumatera — « Kalimantan Tengah —« Kalimantan Timur

Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah

Prospek Perseroan

Luas perkebunan kelapa sawit kebun
inti ditahun 2023 total sebesar
136.385 hektar, kelapa sawit inti umur
7 — 20 tahun merupakan umur yang
prima memiliki luas lahan sebesar
118.186 Ha.

Luas perkebunan inti milik TAP pada
tahun 2023 terbesar di provinsi
Kalimantan Tengah dengan luas
81.258 ha yang dimana tanaman
sudah menghasilkan sebesar 77.619
ha dan tanam yang belum
menghasilkan sebesar 3.639 ha.
Kalimantan Timur untuk luas
tanaman menghasilkan sebesar
49479 ha dan tanaman belum
menghasilkan sebesar 133 ha.

Pada tahun 2024, Perseroan memprediksi dampak dari iklim akan memengaruhi produksi CPO nasional.
Harga crude oil sebagai bottom price dari komoditas juga diperkirakan masih akan relatif tinggi
sehubungan dengan kondisi geopolitik global yang belum kondusif. Beberapa factor tersebut diperkirakan
dapat menjaga harga vegetable oil termasuk CPO tetap tinggi di tahun 2024. Kendati demikian,
Perseroan masih optimis bahwa kebutuhan CPO & PK akan tetap terjaga khususnya pada negara
konsumen utama. Menurut GAPKI, harga minyak sawit mentah (CPO) pada tahun 2024 kemungkinan
akan naik setidaknya 1144 secara rerata dibandingkan tahun 2023 karena pola cuaca El Nino diperkirakan
akan mengurangi produksi di negara produsen utama Indonesia. Ke depannya, rencana dan strategi

Perseroan adalah sebagai berikut:

1. Melakukan studi kelayakan untuk pengembangan ke arah hilirisasi,

2. Studi kelayakan untuk pengembangan bisnis di bidang manajemen limbah, alternatif Perkebunan
penghasil minyak nabati lainnya, dan industri terkait agribisnis lainnya:

3. Peremajaan tanaman sawit dengan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi.

Laporan FO TAP

41
Page 53 OCR 0.948
9041990011

S5.

Port

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

44 Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi

Berdasarkan informasi manajemen, berikut beberapa alasan dilakukannya Rencana Transaksi :

“Rencana Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk meningkatkan likuiditas secara
konsolidasi, penyehatan struktur dan memenuhi kebutuhan pendanaan atas Entitas Anak langsung
maupun tidak langsung, sehingga BBB tidak menggunakan pihak bank dalam pendanaan
pembiayaan modal kerjanya yang mana akan lebih mudah untuk dilakukan secara syarat dan
ketentuannya.

“ Pelunasan fasilitas pinjaman Bank modal kerja pada Entitas Anak tidak langsung BBB yang berubah
menjadi transaksi pinjaman kepada YWA akan berdampak pada efisiensi beban bunga yang akan
dibayarkan kepada pihak Bank dan membuat tambahan keuntungan pada Perseroan secara
konsolidasi.

45 Analisis Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi

Berdasarkan penjabaran dan kajian kualitatif dan kajian kuantitatif, diperoleh beberapa keuntungan dan
kerugian terkait Rencana Transaksi yang dapat kami sajikan sebagai pertimbangan atas Rencana
Transaksi, antara lain:

45A

45.2

Laporan FO TAP

Keuntungan

Pr

Perputaran dana dalam grup Perseroan menjadi lebih optimal terutama dalam mendukung
percepatan rencana pertumbuhan bisnis grup Perseroan. Hal ini dikarenakan kelebihan
dana pada salah satu entitas anak Perseroan, dapat segera di manfaatkan untuk
kepentingan entitas anak lainnya dengan prosedur yang lebih efektif.

BBB memiliki fasilitas tambahan dari porsi internal yang dapat di manfaatkan untuk
pengelolaan arus kas, dalam kaitannya dengan kebutuhan modal kerja mendesak dan/
atau kebutuhan strategis terkait investasi yang memerlukan percepatan proses.

Terkait Rencana Transaksi, YWA memiliki tambahan pendapatan lain-lain dan BBB
mengakomodir beban keuangan tambahan, yang secara konsolidasi tidak berdampak
signifikan terhadap kinerja keuangan Perseroan.

Dibandingkan fasilitas pinjaman dari sektor perbankan, maka tambahan pinjaman BBB
melalui skema pinjaman pihak berelasi tetap memberikan dampak positif dari sisi
percepatan proses dan prosedur terkait batas maksimum pemberian kredit maupun
covenant lainnya, termasuk penghematan biaya dana seperti komisi dan provisi bank.

Kerugian

»

Bagi pemegang saham YWA sebagai investor, maka secara tidak langsung dirugikan
dengan penggunaan kelebihan dana yang dimiliki untuk kepentingan BBB, mengingat
arus kas bersih YWA merupakan porsi pemegang saham, yang pada umumnya memiliki
tingkat pengembalian atau tingkat diskonto ekuitas lebih tinggi dibandingkan tingkat
diskonto pinjaman sektor perbankan sebagaimana yang diterapkan dalam kesepakatan
Rencana Transaksi.

Perseroan akan mengeluarkan biaya terkait Rencana Transaksi, namun akan
diamortisasi selama periode pinjaman.

42
Page 54 OCR 0.811
Men omonekananenenanenenekene Nae Ke Nate No No Ro No Mo No Mo Mo Mo Ma

OX al uk»

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Bab 5 - Analisis Kuantitatif

54 Laporan Keuangan Historis

Berikut gambaran kinerja keuangan Perseroan berdasarkan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian dan
Laba Komprehensif Konsolidasian Perseroan periode 2020 - 2024 (Audit):

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

PT Triputra Agro Persada Tbk.
Laporan Posisi Keuangan
dalam Rupiah juta)

Keterangan Maton |: ,
2020 2021 2022 2023 2024
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 1.489.961 1280.238 1.957.773 1.006.796 — 1.309.216
Deposito berjangka - - - -
Surat-surat berharga 48617 2.345 37.378 - -
Piutang usaha 120.009 59.756 121.265 85.020 226.539
Pihak berelasi " " " " -
Pihak ketiga 120.009 59,756 121.265 85.020 226.539
Piutang lain-lain 25.890 11.246 125.595 22.522 64.521
Pihak berelasi - 387 201 2 398
Pihak ketiga 25.890 10.859 125,304 22.501 64.123
Persediaan 636.749 673.274 1.088.161 1.019.810 1.034.544
Aset biologis 226.697 327.735 204.847 185.126 393.534
Pajak dibayar di muka 60.115 83.975 99.022 80.847 132.011
Biaya dibayar di muka 4347 2.004 1,766 2.831 2.799
Uang muka pembelian 3.618 8.716 7.167 6.020 11.099
Aset keuangan lancar lainnya - - - 36.593 72.385
Aset derivatif 81 128 35.623 “ -
Jaman Asek Lancar 2572084 2AADANT —IGT9A97 2445565 3.246.648
Aset Tidak Lancar
Piutang plasma 146.423 141.622 94.708 74.542 74.940
Aset tetap 7.202.247 7118593 7292712 7.482.594 7.388.269
Properti investasi 17.93 15.441 12.969 10.497 8.025
Aset takberwujud 21.648 25.715 24472 - -
Investasi dalam ventura bersama 1845.549 — 2.048.895 2871438 3.214.873 — 2.944.729
Tagihan restitusi pajak 26.242 25.383 5.986 67.512 64.334
Aset pajak tangguhan 392.549 485.484 310.248 282.680 225.789
Goodwill 60.652 60.652 51.886
Aset derivatif 1.540 - -
Investasi saham . 74475 - 57.283
Aset tidak lancar lainnya 38.663 73.584 108.033 289.124 297.248
Jumlah Aset Tidak Lancar 9.751.886 9.996.909 10.846.927 11.421.822 11.060.617
Laporan FO TAP 43
Page 55 OCR 0.783
Meme e te monaana Ke Kena Ka Ko To Mo No Yo Me Mo Ma Na Ma

al om «uk sik

Ccoercetcr

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

PT Triputra Agro Persada Tbk.
Laporan Posisi Keuangan
(dalam Rupiah juta,

Keterangan 2020 2021 20 2023 2024
JUMLAH ASET 12323970 12446326 14526124 13.867.387 14.307.265
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek 180.000 - 75.000 620.000
Ulangusaha 384.580 267317 489187 344540 428.337
Pihs borstasi 5154 3.928 4.155 552 8.355
Pihak ketiga 379426 263.389 485032 343988 419982
Utang lsindaln 94567 142881 1TAATB 223949 240.307
Pihak beretasi 952 1.222 7 857 760
Pihak ketiga 93815 141659 173407 223092 239.547
Liabilitas kontrak 138.724 82.222 186.977 112.095 142.483
Laba ditangguhkan tas transaksi jual dan sewa kembali 25153 - - - -
Utang pajak 100.100 197.076 346.299 79.037 420.047
Beban akrual 64.804 48.793 58,750 20.153 25.029
Liabilitas imbalan jangka pendek 155.218 181.635 200.939 259,140 336.070
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu
tahun
Bank 657.247 639.875 633.377 844,668 150.003
Liabilitas keuangan lainnya 111.260 44.668 2513 -
Liabilitas derivatif 1.979 38 1.594
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.913.632 1804503 — 2093814 1.958.582 2.362.276
Liabilitas Jangka Panjang
Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Bank 3.369.819 2657476 1.700.244 201.432 329.996
Liabilitas keuangan lainnya 46.894 2513 - - -
Liablitas pajak tangguhan 6.366 103.873 44.901 51.343 100.90
Liabilitas derivatif 19.675 158 2 - -
Liablitas imbalan kerja 311.302 281.792 274.421 316.490 237.654
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.754.056 3.045.812 — 2.019.566 569.265 668.560
JUMLAH LIABILITAS 5.667.688 4.650.315 4113.380 2.527.847 — 3.030.836
EKUITAS
Modal saham 1.898.634 — 1.985.254 1.985.254 1.985.254 1.985.254
Tambahan modal disetor 3.261.608 — 3.385405 3.335.405 3.335.405 — 3.335.405
Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali (668.575) (668.575) (668.575) (668.575) (668.575)
Saldo laba (defisit) 1.951.335 2.810.399 5.295.205 6.149.025 5.953.927
Komponen ekuitas lain 25.884 50.737 73.988 92.848 201.894
Laporan FO TAP 44
Page 56 OCR 0.886
-
3

oMaMomekenana Na Kano Re Ne Me No Mo Mo Mo Hn M2 Mo Ma Ma

Cc.

al ak ok ekanan anak

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

PT Triputra Agro Persada Tbk.
Laporan Posisi Keuangan
dalam Rupiah juta

Keti :. Historis
Kelangan 2020 2021 2022 2023 2024
Sub-jumlah 6.468.886 1.513.220 10.021.277 10.893.957 10.807.905
Kepentingan non-pengendali 187,396 282.791 391.467 445.583 468.524
Jumlah Ekuitas 6.656.282 7.796.011 10.412.744 11.339.540 11.276.429
JUMLAH LIABLITAS DAN EKUITAS 12.323.970 12.446.326 14.526.124 13.867.387 14.307.265

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan — diolah

Aset

v

Persediaan TAP terdiri dari dua bagian yakni barang jadi dan bahan pembantu. Barang jadi terdiri
atas minyak kelapa sawit, karet, dan turunannya. Sedangkan bahan pembantu terdiri atas pupuk,
suku cadang, dan lainnya. Berdasarkan historis 2024 kenaikan CAGR sebesar 12,90Yo karena
peningkatan produk kelapa sawit dan turunannya serta bahan baku baku pembantu.

Perseroan memiliki aset biologis yang terdiri dari produk agrikultur yang tumbuh pada tanaman
produktif. Aset biologis mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 14,7896 untuk periode 2020
- 2024. Peningkatan tersebut dikarenakan kenaikan yang timbul dari perubahan nilai wajar.

Piutang plasma merupakan piutang yang timbul karena biaya untuk pengembangan kebun plasma
sampai perkebunan plasma menghasilkan. Kebijakan pemerintah Indonesia yang mewajibkan
perusahaan untuk membangun sekitar area perkebunan inti rakyat. Pada saat perkebunan plasma
telah menghasilkan, petani plasma berkewajiban untuk menjual seluruh hasil perkebunan kepada
Perusahaan, CAGR 2020 — 2024 menurun sebesar -12,5496 karena penjualan kepada TAP
mengalami penurunan.

Aset tetap menunjukkan kenaikan CAGR 2020 — 2024 sebesar 0,649, kenaikan aset tetap relatif
kecil dikarenakan kenaikan tanaman produktif menghasilkan tanaman sawit yang tidak signifikan
setiap tahunnya,

Liabilitas

v

Utang Perseroan mengalami penurunan selama periode historis 2020 - 2024 dengan CAGR sebesar
14,496, hal ini dikarenakan sebagian besar adanya pelunasan utang Bank yang signifikan sebesar
2849.

Utang usaha pihak ketiga Perseroan terdiri atas utang terhadap pemasok. Utang usaha pihak ketiga
2020 - 2024 mengalami kenaikan CAGR sebesar 2,739. Kenaikan dikarenakan keperluan untuk
bahan pokok TBS dan bahan perawatan seperti pupuk dan suku cadang yang mengalami kenaikan.

Ekuitas

v

Ekuitas Perseroan terus menunjukkan kenaikan selama periode historis terkait dengan hasil kinerja
Perseroan yang terus berkembang atas industri perkebunan karet dan kelapa sawit serta pengolahan
minyak kelapa sawit dimana CAGR Ekuitas Perseroan dari tahun 2020 - 2024 sebesar 14,096.

Laporan FO. TAP 45
Page 57 OCR 0.781
a Kaku To Ro Ho No Na Mv Se Ha Ra '

-
)

ak ak uk anak ok ok ot «Kok um Mak una Kaku Mama Na Mo)!

»

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian
PT Triputra Agro Persada Tbk.
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan

dalam Rupiah juta)

Keterangan (Ea
Penjualan 5.205.785 6278123 9345641 8325887 9.671.463
Beban pokok penjualan (3.363.687) (4.127.784) (5.077.226) (5484409) (5.293.435)
LABA KOTOR 1.902.098 2.150.339 4.268.415 2.841.478 4.378.028
Beban penjualan (193.937) (162.723) (278.019) (298.852) (275.075)
Beban umum dan administrasi (289246) — (348.096) — (387.898) — (557.983) — (598.767)
EBITDA 1M8315 1639520 3602498 19BA6A3 — 350AM86
Penyusutan (521828) — (553229) (571587) (642376) (675.750)
EBIT 897.087 1.086.291 3.030.911 1.342.267 2.828.436
K 1

Keuntungan (kerugian) yang timbul dari perubahan nilai wajar Ji 123 Kanan (0:72) 2onata
aset biologis
Pendapatan lainnya 86197 71.228 152601 122.101 48.510
Beban lainnya (87.897) (15889) (29038) (71916) (40.840)
Biaya keuangan (391.036) — (197.064) — (380151) — (152.924) (75.443)
Pendapatan keuangan 49.477 20,992 69.469 77.998 63.966
Bagian laba atas entitas asoglasi 405.080 348668 — 968377 643293 893,767
LABA SEBELUM PAJAK 1.070.884 1.421.264 3.689.281 1.941.098 3.926.804
Manfaat (Beban) Pajak

Kini (126.502) (223.960) (489.952) (251.402) (610.910)

Tangguhan (11.647) (1443) (110.584) (28.438) (75.393)
Jumlah beban pajak (138.149) (225.403) (600.536) (279.840) (686.305)
LABA TAHUN BERJALAN 932735 1A9S8GT 3.088.745 1661258 — 3.240.499

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan - diolah

Pendapatan

“ Penjualan Perseroan berasal dari produk kelapa sawit dan juga produk karet. Produk kelapa sawit
yang dihasilkan terdiri dalam bentuk tandan buah segar (TBS) beserta dengan turunan olahannya
seperti Crude Palm Oil (CPO), inti kelapa sawit (Palm Kernel/PK), minyak inti sawit (Palm Kernel
OilIPKO) selama periode historis untuk periode 2020 - 2024. Penjualan Perseroan selama tahun
2020 — 2024 mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 16,4196, pertumbuhan ini juga
disebabkan peningkatan jumlah permintaan produk kelapa sawit pada segmen CPO dan PK yang
merupakan segmen usaha utama Perseroan yang mempengaruhi sebagian besar kegiatan
operasional Perseroan secara keseluruhan.

Laporan FO. TAP

46
Page 58 OCR 0.850
oM ak ok an anon ok on cK ok on Menara enanana Nee Re Ma Ma R Ko Mo Mo No Mo Mo 1 Mo Ma

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Beban Pokok Pendapatan

“Beban pokok pendapatan Perseroan terdiri dari diantaranya adalah pemakaian bahan baku, bahan
pembantu, biaya pengolahan, tenaga kerja langsung, beban overhead, beban penyusutan, dan
pembelian bahan baku TBS serta beban produksi.

v Selama periode historis 2020 - 2024, jumlah beban pokok pendapatan meningkat dengan CAGR
sebesar 1296. Kenaikan disebabkan seiring peningkatan pendapatan dari produk kelapa sawit dan
turunannya terkait beban produksi yang dikeluarkan untuk dapat menghasilkan produk dari kelapa
sawit dan turunannya yang dapat dijual.

Beban Usaha

Y Beban penjualan sebagian besar merupakan beban transportasi dengan kenaikan sebesar 9,13Y4
selama periode historis 2020 - 2024.

“ Beban umum dan administrasi Perseroan mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 19,954
selama periode tahun 2020 - 2024, Pertumbuhan tersebut disebabkan diantaranya terkait dengan
kenaikan beban gaji dan tunjangan sebesar 18,206 selama periode historis. Beban gaji dan
tunjangan memiliki komposisi terbesar terhadap total beban umum dan administrasi yaitu sebesar
79,90” selama periode historis.

EBIT

“Y  EBIT mengalami kenaikan dengan CAGR sebesar 33,2596 periode historis 2020 — 2024. Hal ini
disebabkan peningkatan jumlah pendapatan terkait pertumbuhan.

“Di tahun 2023 terjadi penurunan karena dikarenakan pendapatan menurun akibat iklim yang tidak
mendukung untuk pertumbuhan kelapa sawit.

Laba Tahun Berjalan

Y Laba tahun berjalan mengalami kenaikan dengan CAGR selama periode tahun 2020 - 2024 sebesar
36,53”6, dikarenakan pertumbuhan penjualan terkait produksi kelapa sawit yang dihasilkan dalam
bentuk tandan buah segar (TBS) beserta dengan turunan olahannya seperti Crude Palm Oil (CPO),
inti kelapa sawit (Palm Kernel/PK), minyak inti sawit (Palm Kernel OilIPKO) selama periode historis.

Laporan FO TAP 47
Page 59 OCR 0.804
am ak ek akan an ak en uKok on Man ora Kiko Ma ko Ra Ro Ka Ma RaR Ko No Mo M2 Mo Ro 2: Ko Ha

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Laporan Arus Kas Konsolidasian

PT Triputra Agro Persada Tbk.
Laporan Arus Kas Konsolidasian
dalam Rupiah ji
Historis
Keterangan
2020 2021 202 23 2024
'ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 5.332.586 6.280.134 9.388.794 8.279.893 9.553.066
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, beban operasi
dan lain-lain (3.709.164) — (4.690.226) (5.895.635) (6.127.602) (6.028.733)
Penerimaan tagihan restitusi pajak. 22183 21.614 23.646 1.546 1.835
Pembayaran pajak penghasilan badan (92.870) (156.507) (841.325) (584.474) (286.783)
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 1.552.735 1.455.015 3.175.480 1.569.363 3.239.185
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan asettetap (444854) (470608) (792001) (802438) — (587.641)
Penerimaan pendapatan dividen dari dividen Bersama 50.000 160.000 150.000 300.000 1.170.000
Penambahan investasi saham “ - (62.931) - -
Kenaikan surat-surat berharga 152.702 (6.367) (4.371) (1.832)
Penerimaan dana dari bank atas pembiayaan pengembangan 1.295
kebun plasma
Pembiayaan pengembangan kebun plasma (10.759) 2 Aa 1 1
Penerimaan pendapatan bunga 39.950 20,992 24.166 41.484 53.578
Penurunan (kenaikan) piutang plasma ka (14.589) 56.342 19.182 9.990
Penambahan aset takberwujud (4.021) (8.788) (8.145) -
Kenaikan investasi pada entitas asosiasi " (49.000)
Penambahan aset takberwujud (3.277) (11.298) (7.869) (4.021) (8.788)
Kenaikan (penurunan) aset tidak lancar lainnya 1.425 (34.992) (30.907) (61.086) (40.109)
Penerimaan dari penjualan aset tetap 1377 876 2031 55411 21.174
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) (212.885) (357.107) (662.802) (441.818) 57660
“Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan utang bank jangka pendek » - 75.000 545.000
Pembayaran dividen kas (299872) (496.314) (754.397) (3.315.374)
Pembayaran dividen tunai kepada kepentingan nonpengendali - (3.300) se
Pembayaran utang bank jangka pendek (1.422.100) (299.000) (180.000) -
Pembayaran utang bank jangka Panjang (990.637) (782196) (1.238.607) (2.577.392) (1.366.101)
Penjualan saham perusahaan melalui penawaran umum perdana - 173.240 - - -
kepada Masyarakat
oribayaran Gebari bisa (245480) (158838) — (104116) (MOMM6) (76640)
Pembayaran dividen kas entitas anak kepada kepentingan
nonpengendali 57.885 - - (103.145)
Biaya emisi saham (12823)
Penerimaan dari penjualan dan sewa balik 41.000 — - -
Penerimaan utang bank jangka Panjang 286.224 1.320.000 800.000
Penerimaan dari penerbitan modal saham - ig Ig 17 "
Pembayaran liabilitas keuangan lainnya (106.133) (110.975) (44.666) (2.513) -
Arus Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan (1.314.035) — (1.317.024) (1.883.703) (2.049.701) (3.516.260)

Laporan FO TAP

48
Page 60 OCR 0.853
NN Sin it Oin Gan Gi Gin ON ci Git colt al cal ca ca II oa IX ca NI co Ban Bca Pan Bca Ma Mon Man Men Uta Men Men Uton Ne Ma Ne Men Man

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

PT Triputra Agro Persada Tbk.
Laporan Arus Kas Konsolidasian

dalam Rupiah jutal
Historis
Keterangan
2020 2021 2022 2023 2024

Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Bank 25815 (AAN) 628975 (922158). 299085

Kas dan Bank Awal Tahun 1.464.146 1.489.961 1.280.238 1.957.773 1.006.796
Perubahan nilai tukar atas kas dan setara kas " 9.393 48.560 (28.821) 3.335
Kas dan Bank Akhir Tahun 1.489.961 1.280.238 1.957.773 1.006.796 1.309.216

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan — diolah

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

“ Sebagian besar arus kas operasi Perseroan berasal dari penerimaan dari pelanggan, dimana hal ini
sejalan dengan kegiatan operasional Perseroan yang mengandalkan penerimaan dari penjualan
kelapa sawit.

v Pengeluaran kas untuk aktivitas operasional sebagian besar digunakan untuk pembayaran kas ke
pemasok dan pembayaran kas ke karyawan, dimana kedua pembayaran tersebut merupakan
pembayaran menunjang kegiatan operasional Perseroan.

“Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mengalami kenaikan dengan CAGR sebesar
20.18Yo selama periode historis 2020 - 2024. Hal ini dikarenakan kenaikan penerimaan kas dari
pelanggan yang meningkat setiap tahunnya secara rata-rata seiring dengan kenaikan penjualan
yang diperoleh Perseroan.

Arus Kas dari Aktivitas Investasi

“ Komposisi terbesar untuk aktivitas investasi berasal dari perolehan aset tetap dimana dalam hal ini
Perseroan membutuhkan penambahan aset tetap untuk tanaman produktif seperti tanaman kelapa
sawit, tanaman karet, bibitan, tanah, bangunan dan infrastruktur, mesin dan instalasi, kendaraan dan
alat berat, peralatan dan perabot, dan aset dalam pembangunan guna meningkatkan produksi
Perseroan.

“Arus kas terkait aktivitas inventasi selama periode historis 2020 — 2024 selalu menunjukan
penggunaan kas kecuali di tahun 2024 dimana Perseroan memperoleh kas terkait dengan
penerimaan pendapatan dividen yang besar di tahun tersebut yaitu sebesar Rp1,170 triliun dari hasil
investasi Peseroan pada entitas anak maupun Perusahaan asosiasi,

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

“Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan selama periode historis menunjukan penggunaan yang
sebagian besarnya digunakan untuk membayar utang pinjaman bank, dimana pinjaman ini
digunakan Perseroan untuk mendanai kegiatan operasional Perseroan melalui entitas anak
langsung maupun tidak langsung khususnya pada tahun 2023 dan 2024, yaitu penambahan
penarikan utang bank baru untuk jangka pendek dan jangka panjang

Laporan FO TAP 49
Page 61 OCR 0.794
3900117

cY

am ak at an in ln ta cai sel cal caN co on HI an DI ca con Mon MK co Min Mia ML co Mi on Mi cn MK co ME» Milan Milan |

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Rasio Keuangan

(dalam kali)
Naa la Historis
Sen 2020 2021 2022 2023 2024
Rasio lancar 1,34 1,53 1,76 1,25 1,37
Rasio cepat 0,86 0,84 1,07 0,57 0,68

Y Rata-rata rasio likuiditas Perseroan selama periode 2020 — 2024 menunjukkan rasio di atas 1. Hal
ini menunjukkan bahwa jumlah aset lancar yang dimiliki Perseroan lebih banyak dibandingkan
dengan liabilitas jangka pendek Perseroan sehingga Perseroan dapat melunasi liabilitas jangka
pendeknya dengan aset lancarnya.

(dalam kali)
4 Historis
Jago Eararaa 2020 2021 2022 2023 2024
Rasio utang berbunga terhadap aset 0,34 0,26 0,16 0,08 0,08
Rasio utang berbunga terhadap ekuitas | 0,63 0,42 0,22 0,10 0,10
Rasio ekuitas terhadap aset 0,54 0,63 0,72 0,82 0,79

“Rasio utang terhadap aset Perseroan secara rata-rata selama periode 2020 - 2024 sebesar 0,18
dengan rasio Rasio utang terhadap aset terendah terjadi pada tahun 2023 dan 2024. Semakin
rendah Rasio utang terhadap aset yang dimiliki Perseroan menujukkan bahwa Perseroan memiliki
kemampuan yang cukup untuk memenuhi kewajiban-kewajiban atas interest bearing dengan
menggunakan aset-aset yang dimilikinya.

(dalam hari)
1 " Historis
KAN Akuntan 2020 2021 2022 2023 2024
Perputaran piutang 10 4 10 5 11
Perputaran persediaan 69 60 18 68 71
Perputaran utang 42 24 35 23 30

“ Selama periode historis 2020 — 2024 Perseroan membutuhkan kebutuhan modal kerja rata-rata
sebesar 47 hari, hal ini terkait dengan jangka waktu perputaran persediaan yang lebih lama
dibandingkan dengan perputaran utang kepada supplier. Sedangkan perputaran piutang memiliki
perputaran relatif cepat dengan rata — rata 8 hari pada periode 2020 hingga 2024.

2 Na Historis
ea 2020 2021 2022 2023 2024
Marjin Kotor 361299 | 342594 | 456790 | 341396 | 45,279
Marjin EBITDA 26a54 | 26116 | 3855p | 238496 | 36,239
Marjin EBIT 1204p | 473006 | 3248996 | 161200 | 29,2596
Marjin Laba Bersih Inti | 49059 | 33050 | 498596 | 385196
Laporan FO. TAP 50
Page 62 OCR 0.874
OX an anon on en oren enam onamanemamemanama Meera Maa No Me Mo Mo Mo Mo Mo No Mo Ma)

"

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

5.2

“  Marjin kotor, EBITDA, dan EBIT marjin Perseroan selama periode historis cenderung fluktuatif
dikarenakan perubahan komposisi beban pokok dan beban usaha. Pergerakan beban marjin laba
bersih dikarenakan pendapatan dan beban lain-lain yang fluktuatif terkait pembayaran beban
keuangan jatuh tempo dimasing-masing tahun periode historis maupun pendapatan dari laba
ventura bersama yang diperoleh.

5 $ Historis
ji paka: Pengembalian 2020 2021 2022 2023 2024
Pengembalian aset 15790 9,616 21,2644 11,981 22,656
Pengembalian ekuitas 140196 15,349 29,665 14,654 28,74Y6

Y Tingkat pengembalian aset Perseroan selama periode historis 2020 - 2024 menunjukkan rata-rata
sebesar 14,619, dimana tingkat pengembalian aset pada tahun 2020 berada pada titik terendah
yang disebabkan karena pada tahun tersebut jumlah laba bersih Perseroan memberikan hasil yang
rendah dihasilkan dibandingkan periode historis tahun-tahun berikutnya. Peningkatan ROA tahun
2024 menunjukan efisiensi yang lebih baik terhadap pemanfaatan aset yang dimiliki dan keuntungan
operasional yag dapat dihasilkan.

“ Selama tahun 2020 hingga 2024 tingkat pengembalian ekuitas mengalami pergerakan yang
fluktuatif, dimana tahun 2022 dan tahun 2024 menunjukan hasil yang lebih tinggi di bandingkan
tahun-tahun periode historis lainnya, hal ini terkait laba bersih yang diperoleh pada tahun tersebut
menunjukkan peningkatan dan nilai yang lebih tinggi. Rata-rata rasio ROE dalam lima tahun terakhir
(2020-2024) mencapai 20,485 (termasuk dividen) atau 18,6175 (tidak termasuk dividen).
Berdasarkan hasil kajian imbal hasil dividen selama tahun 2021 - 2024, berdasarkan data pasar
yang diolah tercatat imbal hasil berturut-turut adalah 3,596 (2021), 5,395 (2022), 8,8Y4 (2023) dan
10,996 (2024).

Analisis Keuangan Proyeksi

Untuk analisis keuangan proyeksi terkait Rencana Transaksi dimaksudkan untuk melakukan tinjauan
kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi. Dalam proyeksi keuangan ini Penilai memperoleh
dukungan data proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan untuk jangka waktu proyeksi
keuangan selama 5 tahun, baik untuk kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi.

Pengertian sebelum Rencana Transaksi adalah kondisi dimana transaksi pemberian pinjaman tidak
dilakukan, sedangkan sesudah Rencana Transaksi menunjukan kondisi dimana transaksi pemberian
pinjaman telah dilakukan, dengan basis Tanggal Penilaian 31 Desember 2024.

Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, Penilai meyakini bahwa penyesuaian asumsi manajemen
Perseroan atas proyeksi keuangan telah mempertimbangkan aspek operasional dan kewajaran
pencapaiannya, serta pertimbangan ekonomi dan industri di Tanggal Penilaian.

Laporan FO TAP 51
Page 63 OCR 0.791
am ak ok om anom om om ukom om emamakomen maa Ke Me Ro Ra Re Ho Ko Mo No Mo Mo Mo Mp Ma Ma

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Berdasarkan asumsi yang digunakan, maka proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:

1. Penjualan

(dalam Rp juta)

Penjualan

9.574.642 10.124.187 9.853.811 9.655.955 9.512.813
(sebelum)
Penjualan

9.574.642 10124187 9.853.811 9.655.955 9.512.813
(sesudah)

Tidak ada perbedaan penjualan baik pada proyeksi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
dikarenakan asumsi jumlah TBS yang dapat diolah juga diasumsikan sama, baik pada konsisi sebelum
maupun kondisi sesudah Rencana Transaksi. Hal ini dikarenakan tujuan dari pinjaman baik dari pihak
berelasi maupun penggantian atas pinjaman bank adalah untuk kebutuhan modal kerja.

2. Beban Pokok Penjualan
(dalam Rp juta)

Keterangan

Beban Pokok

etetum | (GTokaa1) | (Gaoogoe) | (arenti) | (saos | Gesasrn
Beban Pokok | @gaytg1 | (aeeago0) | Ge0111 | @eorasg | Gs0ern
teman | 704191) | Ganseog | Grant | We 506:

Seperti halnya asumsi pada pendapatan proyeksi, maka proyeksi keuangan atas beban pokok penjualan
juga tidak berbeda antara kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi sesuai beban pokok atas
target jumlah TBS yang dapat diolah,

3. Perubahan Modal Kerja
(dalam Rp juta)

Keterangan

Modal K
PEP Wa32t) | teeseen | rat (12401) (8.538)
(sebelum)
dal Ke
Mod Kera (9321) | (295667) (11.314) (12491) (3.538)
(sesudah)

Tidak terdapat perbedaan perubahan modal kerja pada kondisi sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi, karena dalam perhitungan perubahan modal kerja di atas tidak memasukan porsi kas sebagai
bagian perubahan modal kerja.

Laporan FO TAP 52
Page 64 OCR 0.850
SM ak ok ok ak ak akn Momot omemeke Kan Kemana Re Ra Ko RaR Ho Mo Rn Ro Ko Ro &: Ro Kp

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

(dalam Rp juta)

SAPEX (043850) | (7et225) | (677961) 635.052) | (506.318)
(sebelum) N ' ' (33. 5
CAPEX

pas (043850) | (781225) | (e77se1y | teasos2) | (06310)

Sebagaimana asumsi target pertumbuhan jumlah TBS yang dapat diolah secara proyeksi dan akan terus
berkesinambungan, terlihat adanya rencana belanja modal yang terus dilakukan setiap periode proyeksi
dan dalam pendanaannya Perseroan juga mengasumsikan adanya perpanjangan atau berulang
(revolving) atas setiap pinjaman yang akan jatuh tempo di masa yang akan datang. Hal ini sesuai
karakteristik bisnis Perseroan sebagai industri pengolahan kelapa sawit.

5. Pendapatan (Beban Lain-lain)
(dalam Rp juta)

Keterangan

Pendapatan

(Beban Lain-lain) 52.804 69.740

(sebelum)

(16.786) (7.824)

Pendapatan
(Beban Lain-lain)
(sesudah)

(16.564) (7.350) 30.831 53.401 70.301

Sebagaimana pemberian pinjaman YWA kepada BBB sehubungan dengan Rencana Transaksi
memberikan kontribusi positif pada Perseroan secara konsolidasi dimana adanya tambahan marjin
tingkat bunga pinjaman yang lebih tinggi kepada BBB dibandingkan dengan rata-rata aktual tingkat bunga
deposito berjangka yang diterima YWA per tahunnya di tanggal penilaian sehingga berdampak pada
pendapatan (beban) lain-lain Perseroan yang lebih tinggi secara konsolidasi pada proyeksi keuangan
sesudah Transaksi.

5.3 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan
Keuangan Setelah Transaksi
Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma periode 31 Desember 2024 berikut ini disusun oleh
Manajemen Perseroan untuk maksud dan tujuan Rencana Transaksi, Berdasarkan hasil kajian yang telah
dilakukan oleh KJPP MPR, maka diperoleh dihasilkan beberapa informasi berikut:

Laporan FO TAP 53
Page 65 OCR 0.857
OM on on on et on eren erenanonenananana nana Na Na Ne Ma Na No Ro Ro Mo Ko Mo Ho No Mo Ma

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

(dalam Rp juta)
LAPORAN POSISI KEUANGAN PROFORMA
TANGGAL 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah)
TAP KONSOL
TAP KONSOL PENYESUAIAN PROFORMA
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 1.309.216 (75.000) 1.309.216
Surat-surat berharga - -
Piutang usaha 226.539 226,539
Piutang lain-lain 64.521 64.521
Persediaan 1.034.544 1.034.544
Aset biologis 393.534 393.534
Pajak dibayar di muka 132.011 132.011
Biaya dibayar di muka 2.199 2.799
Uang muka 11.099 11.099
Aset keuangan lancar lainnya 72.385 72.385
TOTAL ASET LANCAR 3.246.648 (75.000) 3.471.648
ASET TIDAK LANCAR
Piutang plasma 74.940 74.940
Tagihan restitusi pajak 64.334 64.334
Investasi dalam ventura
bersama 2.944.729 2.944.729
Aset tetap 7.388.269 7.388.269
Properti investasi 8.025 8.025
Aset pajak tangguhan 225.789 225.789
Investasi saham 57.283 57.283
Aset tidak lancar lainnya 297.248 297.248
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 11.060.617 - 11.060.617
TOTAL ASET 14.307.265 (75.000) 14.232.265
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA
PENDEK
Utang bank jangka pendek 620.000 (75.000) 545.000
Utang usaha 428.337 428.337
Utang lain-lain 240.307 240.307
Liabilitas kontrak 142.483 142.483
Utang pajak 420.047 420.047
Beban akrual 25.029 25.029
Liabilitas imbalan jangka
pendek 336.070 336.070
Bank 150.003 150.003
TOTAL LIABILITAS JANGKA
PENDEK 2.362.276 (75.000) 2.287.276
Laporan FO TAP 54
Page 66 OCR 0.901
(OX ek ak ak ak ok ak ok «Kakan oMamamanemanana na Ne Na No Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma)

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

LAPORAN POSISI KEUANGAN PROFORMA
TANGGAL 31 DESEMBER 2024
(Disajikan dalam jutaan Rupiah)

TAP KONSOL

TAP KONSOL PENYESUAIAN PROFORMA
LIABILITAS JANGKA
PANJANG
Bank 329.996 329.996
Liablitas pajak tangguhan 100.910 100.910
Liabilitas imbalan kerja 237.654 237.654
TOTAL LIABILITAS JANGKA
PANJANG 668.560 668.560
TOTAL LIABILITAS 3.030.836 (75.000) 2.955.836
EKUITAS
Modal saham 1.985.254 1.985.254
Tambahan modal disetor 3.335.405 3.335.405
Selisih transaksi dengan pihak
nonpengendali (668.575) (668.575)
Saldo laba (defisit) 5.953.927 5.953.927
Komponen ekuitas lain 201.894 201.894
Sub jumlah 10.807.905 10.807.905
KEPENTINGAN NON
PENGENDALI 468.524 468.524
JUMLAH EKUITAS 11.276.429 11.276.429
TOTAL LIABILITAS DAN
EKUITAS 14.307.265 (75.000) 14.232.265

Sumber: Manajemen Perseroan

Asumsi yang digunakan dalam penyusunan proforma Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir
tanggal 31 Desember 2024 terkait Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

Penggunaan fasilitas pinjaman pihak berelasi tidak dilakukan seluruhnya sesuai plafon yang diperoleh
sebesar Rp200 miliar, namun saat ini digunakan hanya untuk kebutuhan yang ada yaitu rencana
pelunasan utang bank jangka pendek BBB sebesar Rp75 miliar. Penilai mempertimbangkan asumsi
manajemen bahwa penarikan tersebut dilakukan bertahap disesuaikan kebutuhan Entitas Anak tidak
langsung BBB, sehingga didalam penyusunan proforma tidak diasumsikan keseluruhan penarikan dari
plafon yang tersedia, dan asumsi ini telah mewakili analisis kuantitatif dampak perubahan terkait proforma
laporan keuangan Perseroan secara konsolidasi.

Dampak kuantitatif yang dihasilkan terhadap kinerja keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 dapat
dilihat pada tabel di bawah ini:

31 Desember 2024 31 Desember 2024

Keti
PU Audit Proforma
Rasio Lancar 1,37 1,39
Rasio Cepat 0,68 0,67
Laporan FO TAP 55
Page 67 OCR 0.810
an an ak on ak ak uk om on on ok ono oa Ma Na Mo Ho Ma Ma No No Ma Rn Hn Mo Mi Mo Ma Ma

AN an «

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Berdasarkan kajian rasio keuangan penting proforma yang disajikan, terdapat perubahan rasio likuiditas
atas rasio lancar Perseroan sesudah Rencana Transaksi dengan kenaikan dari 1,37 menjadi 1,39. Hal
ini dikarenakan kondisi sesudah Rencana Transaksi terkait penggunaan dana untuk pelunasan utang
Bank jangka pendek BBB dari pinjaman yang selanjutnya menjadi bagian liabilitas jangka panjang BBB
maupun Perseroan secara konsolidasi dengan jangka waktu 10 tahun. Selain itu juga terdapat perbaikan
rasio utang berbunga dikarenakan pelunasan utang Bank oleh BBB.

5.4 Analisis Inkremental
Berdasarkan asumsi proyeksi keuangan yang digunakan dimana terdapat beberapa kondisi yang menjadi
perbedaaan antara kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, maka dapat dihasilkan nilai
tambah atas Rencana Transaksi yang dilakukan Entitas Cucu Perseroan. Perbedaan atas arus kas
Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
(dalam Rp juta)
Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029
EBIT sebelum 3.026.208 3.396.250 3.209.543 3.124.585 2.968.635
EBIT sesudah 3.026.208 3.396.250 3.209.543 3.124.585 2.968.635
Depresiasi & Amortisasi '— sebelum 720.594 847.401 832.732 801,041 810.625
Depresiasi & Amortisasi '— sesudah 720.594 847.401 832.732 801.041 810,625
Pendapatan (Beban) bi
lain-lain SSaRUM (16.786) (7.824) 30.239 52.804 69.740 |
Pendapatan (Beban) ifa
lain-lain Menu (18.564) (7.360) 30.831 53.401 70.301
Pajak sebelum (383.938) (509.757) (483.008) (472.067) (442.701)
Pajak sesudah | (383.938) | (509757) | (483.000) | (472067) | (442.701)
Modal Kerja sebelum (49.321) | (295.667) (11.314) (12491) (3.538)
Modal Kerja sesudah (493217 | (295.667) (11.314) (12491) (3.538)
Belanja Modal sebelum (943.850) (781.225) (677.961) (635.052) (506.318)
Belanja Modal sesudah | (943850) | (781.225) | (677.961) | (635.052) | (506.318)
aa sebelum | 2352907| 2ex9177| 29002301 2eses19 | 2006444
Pes sesudah | pasat29| 2e1gest| 2s00o2| 2esoat7| 2897.004
Nilai Tambah 222 474 592 598 561
Estimasi Akumulasi
Arus Kas (Sebelum) 13.657.577
Estimasi Akumulasi
Arus Kas (Sesudah) 13.660.024
Laporan FO TAP 56
Page 68 OCR 0.892
SM ok ok ok om ek ok ok ek ok on oMomenanememenaRe Re Ro Me Ra No Ho Ho Mo Mo Ho Mo Mo Mo Mo)

-

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029

Selisih Sebelum &
Sesudah 2.446 0,018y6

Berdasarkan hasil analisis estimasi akumulasi arus kas yang dihasilkan dari proyeksi keuangan sebelum
dan sesudah Rencana Transaksi, maka dengan asumsi efisiensi dapat dijalankan dan diterapkan sesuai
maksud dan tujuan dilakukannya Rencana Transaksi Perseroan, diharapkan dapat memberikan
tambahan akumulasi arus kas Perseroan selama periode proyeksi. Dalam penghitungan proyeksi arus
kas diatas potensi tambahan arus kas positif yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.446 juta jika dilakukan
Rencana Transaksi sehubungan dengan asumsi selisih margin tingkat bunga atas utang yang diberikan
YWA kepada BBB dengan tingkat deposito rata-rata yang diterima oleh YWA berdasarkan Laporan
Keuangan YWA.

5.4.2 Biaya yang Relevan terhadap Rencana Transaksi
Sesuai informasi manajemen Perseroan total biaya terhadap Rencana Transaksi, diantaranya adalah
dengan rincian sebagai berikut :
Konsultan & Profesi Penunjang (Lain — lain) To
0 Konsultan Hukum N/A
0  KJPP atau Penilai 0,0472Y4
0 Lain-lain 0 N/A
Total Biaya Rencana Transaksi 0,0472”/o
Sumber: Manajemen Perseroan, berdasarkan plafond pinjaman yang diberikan Tn
54.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan
Sesuai diskusi Manajemen Perseroan dan KJPP serta informasi yang diberikan oleh Perseroan sebagai
Pemberi Tugas, maka per 31 Desember 2024 tidak terdapat informasi non keuangan seperti kasus
hukum, tuntutan atau klaim pihak ketiga dan konflik sosial yang relevan dengan Rencana Transaksi yang
secara signifikan dapat berpengaruh terhadap Rencana Transaksi.
5.4.4 Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi dan konfirmasi manajemen Perseroan proses pengambilan keputusan terkait
Rencana Transaksi dilakukan dengan mekanisme pinjaman dan format atas perjanjian pinjaman yang
telah ditetapkan oleh manajemen Perseroan, sehingga memiliki ketetapan yang sama diantara Entitas
Anak Perseroan. Perbedaan yang terjadi hanya pada jumlah pendistribusian sesuai kapasitas dan
rencana bisnis jangka panjang dari masing-masing Entitas Anak.
Prosedur internal Perseroan terkait pemberian pinjaman telah dilakukan analisanya oleh internal
Perseroan termasuk persetujuan oleh Manajemen untuk pelaksanaannya, baik dari Dewan Direksi dan
Dewan Komisaris dan ketentuan yang berlaku dan ketentuan yang berlaku baik terkait peraturan
perusahaan (UU PT) maupun ketentuan pasar modal mengingat Perseroan merupakan perusahaan
terbuka.
Laporan FO TAP 57
Page 69 OCR 0.896
399991917

in)

AM an ok on aman on an an ananatenananenenananane re Nee Mo Na!

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

5.4.5 Hal Material Lain Yang Dipertimbangkan
Terkait Rencana Transaksi adalah pinjaman yang dilakukan antar Entitas Anak Tidak Langsung
Perseroan dengan skema pinjaman dari YWA kepada BBB untuk kebutuhan modal kerja dan kepentingan
umum perusahaan dengan plafond sebesar Rp200 miliar, sehingga kewajiban pelunasan kepada YWA
secara tidak langsung ada pada BBB. Dalam hal terjadi default pada BBB, maka seluruh kewajiban
tersebut berdampak pada Perseroan secara konsolidasi terkait kemampuan likuiditas dan dividen yang
dapat dibagikan kepada pemegang saham. Namun dikarenakan Rencana Transaksi yang dilakukan
antar pihak afiliasi merupakan Entitas Anak Tidak Langsung Perseroan, secara legalitas dan persyaratan
lebih terjamin apabila terjadi default dibandingkan transaksi pemberian pinjaman dari sektor perbankan
yang memerlukan pengecekan (verifikasi) termasuk persyaratan yang harus dipenuhi oleh BBB sebagai
debitur untuk menghindari munculnya masalah dispute di masa depan.

5.5 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas berikut ini disusun dengan mendasarkan kepada asumsi yang digunakan dalam
proyeksi keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi. Beberapa asumsi yang
dipertimbangkan sebagai variable dalam analisis sensitivitas antara lain:

dalam Rp Juta

Estimasi Akumulasi

Arus Kas | (ggo7s77 | t2es7577 | 13687577 | 43657577 | 13657577

Perusahaan

(Sesudah)

Estimasi Akumulasi

San Kas | (gg55226 | t2esze24 | 42000024 | 43002425 | 13.604.827

Perusahaan

(sebelum)

Selisih (2.351) 47 2.446 4.847 7.250
Berdasarkan kajian sensitivitas tingkat suku bunga pinjaman yang diberikan YWA kepada BBB, dimana
tingkat suku bunga dilakukan sebagai variable menjadi tinjauan analisis sensitivitas dengan asumsi
penurunan tingkat suku bunga pinjaman sebesar 1096 dapat memberikan kontribusi negatif terhadap arus
Perseroan apabila di asumsi-asumsi lainnya tidak terdapat perubahan atau tetap terkait tingkat bunga
yang digunakan pada proyeksi sebelum Rencana Transaksi.

5.6 Analisis Jaminan
Dalam Rencana Transaksi tidak terdapat jaminan yang yang diberikan.
5.7 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi
Analisis kewajaran Rencana Transaksi diterapkan dengan membandingkan antara: i) Tingkat bunga
deposito berjangka per tanggal 31 Desember 2024 yang dapat diperoleh YWA dalam hal dana idle yang
dimiliki diinvestasikan pada instrumen keuangan dengan risiko rendah. Tingkat bunga deposito dimaksud
Laporan FO TAP 58
Page 70 OCR 0.821
SM em eren Mokom Mereka KM oKema Ra Ro Ke Maa No Ho Mo R- Ho Mo Ro Ko Ko Mp

ON an en on a

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

adalah rata-rata tingkat bunga deposito berjangka Rupiah per 31 Desember 2024 sesuai informasi
keuangan YWA per 31 Desember 2024. ii) Tingkat bunga pinjaman kepada BBB yang diterapkan yaitu
tingkat bunga rata-rata baik pada tingkat bunga fasilitas pinjaman bank Persero dan tingkat bunga
pinjaman untuk bank swasta asing per tanggal 31 Desember 2024.

Rata-rata Bank Persero 8,67 X
Rata-rata Bank Swasta Asing 6,7390
Rata-rata 7,700

Sumber: Bank Indonesia

Terendah

5,659

Tertinggi 6,759
Rata-rata 6,20Y5

Sumber: Laporan Keuangan YWA

Perbandingan
marjin bunga
berdasarkan
tingkat bunga
pinjaman yang
diberikan kepada
BBB dibandingkan
rata-rata — tingkat
bunga — deposito
berjangka Rp
berdasarkan
Laporan
Keuangan YWA
per tanggal 31
Desember 2024.

Dengan perbandingan diatas, maka pemberian pinjaman YWA kepada BBB sehubungan dengan
Rencana Transaksi tetap menerapkan dan mempertimbangkan Tingkat bunga yang berlaku di pasar
khususnya sektor perbankan, terdapat adanya selisih marjin tingkat bunga pinjaman yang diberikan
kepada BBB lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata aktual tingkat bunga deposito berjangka YWA

per tahunnya di tanggal penilaian apabila tidak dilakukan Rencana Transaksi.

Laporan FO TAP

59
Page 71 OCR 0.952
-

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Bab 6 - Kesimpulan

Berdasarkan analisis kualitatif meliputi kajian historis, kajian skema Rencana Transaksi, kajian manfaat dan risiko
serta pertimbangan keuntungan dan kerugian dari Rencana Transaksi. Selain itu berdasarkan kajian kuantitatif,
meliputi analisis kinerja keuangan historis, kinerja rasio keuangan dan proyeksi keuangan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi, kajian inkremental terhadap rencana pelaksanaan Rencana Transaksi, analisis sensitivitas
dan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi serta faktor-faktor relevan dalam memberikan pendapat kewajaran
Rencana Transaksi, maka berdasarkan hasil kajian kualitatif dan kuantitatif serta faktor-faktor relevan lainnya,
maka Rencana Transaksi yang akan dilakukan adalah Wajar.

Laporan FO TAP 60
Page 72 OCR 0.876
GX ok ek "Nak aR enak ak ukom on Kenal. kB oMaRa Koko Ko Kakak. Ho Ho Ro 0» Ro R: HK» Ma Ma)

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Pernyataan Penilai

Yang bertanda tangan dibawah ini, kami sebagai Penilai, dengan keyakinan dan keterbatasan yang Penilai miliki
menyatakan bahwa:
9)

b)

Penilai telah memenuhi persyaratan Pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh
Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah,

Laporan Penilaian terhadap Rencana Transaksi yang disusun dan diterbitkan untuk Tanggal Pendapat
Kewajaran yang digunakan adalah benar sesuai penugasan Rencana Transaksi dan pemahaman terbaik
dari Penilai,

Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang sesuai tujuan penugasan
sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Rencana Transaksi:

Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Rencana Transaksi,

Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan:

Penugasan penilaiaan telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku:

Laporan Penilaian ini telah dibuat sesuai dengan KEPI & SPI Edisi VIII tahun 2018 dan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020,

Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan kecuali dinyatakan manajemen Perseroan
sebagai dokumen rahasia yang dapat membahayakan operasional Perseroan,

Penilai memiliki pemahaman atas Rencana Transaksi yang dinilai:

Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran,

Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan:

Penilai bertanggungjawab atas laporan Pendapat Kewajaran.

Penilai Kualifikasi dan Tanda Tangan
Keahlian

Miduk Pakpahan, MAPPI (Cert.) - Penilai Publik

Rekan Penandatangan

NIPP : PB-1.09.00168 MP
STTD : STTD.PPB-34/PJ-1/PM.02/2023

Nomor Register : RMK-2017.00155

MAPPI :92-5-00198

Budi P. Martokoesoemo, MAPPI (Cert.) - Penilai Bisnis
Reviewer

NIPP :B-1.08.00036

STTD : STTD.PB-20/PJ-1/PM.02/2023

Nomor Register : RMK-2017.00030

MAPPI :06-S-01995

Kristiardjo - Penilai Bisnis
Manajer Proyek

MAPPI 1 10-T-02498

Nomor Register : RMK-2017.00696

Laporan FO. TAP 61
Page 73 OCR 0.647
ON an ok ok an on enam an anonanaman aan emananaNa No Re Ko Me Mo No Mo No Ko Mo Mo Ma Ma Ma)

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Penilai Kualifikasi dan Tanda Tangan
Keahlian
4 Ikhlas Lukman - Penilai Bisnis
Tim Pelaksana Penugasan / w
MAPPI : 14-P-04810

Nomor Register : RMK-2017.01850

Laporan FO TAP 62
Page 74 OCR 0.571
ON an al anon om on enam oKokonuneeneKomanaka na Re Ka Nata No Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mp)

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Laporan FO TAP

Lampiran

63
Page 75 OCR 0.874
OM an ak an an am ak ak «mam ononamanamemeanana Na Nana Rao No Mo Mo No Mo Mo Mo Mo Me Mp)

-

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan - Konsolidasi (Sebelum Rencana Transaksi)

Dalam Rp Juta
Keterangan 2025 2026 27 2! 2029

Assets

Current Assets

Cash & Cash Eguivalent
Marketable Securities
Trade Receivables, Net :
Third Parties

Other Receivables, Net :
Third Parties

Related Parties
Inventories, Net
Biological assets
Prepaid Taxes

Prepaid Expenses
Advances

Other Current Assets
Total Current Assets

Non Current Assets
Plasma Receivables

Fixed Assets, Net
Investment Properties, Net
Intangible Assets, Net
Interest in Joint Ventures
Claims for tax refund
Deferred Tax Assets, Net
Other Non Current Assets
Total Non Current Assets
Total Assets

Liabilities & Eguity
Liabilities

Current Liabilities
Short Term Bank Loans
Trade Payables :

Third Parties

Relates Parties

Other Payables :

Third Parties

Relates Parties

Sales Advance

Taxes Payable
Accrued Expenses
Short term Employee Benefit
Liability

Current Maturity of Long Term Debt

Bank Loan

Laporan FO TAP

2.862.822
32.120

60.751

20.348

947.092

100.068
5.809
9.059

323.804

4.361.872

7.582.455
503.615
73.764
2.929.734

188.309
64.521

11.342.397
15.704.270

150.000

351.286

210.168
143.136

82.677
303.493

360.000

5.163.946
32.120

169.917

20.348

1.147.092
100.068
13.665
9.059
323.804
6.980.019

7.516.279
503.615
72.929
2.929.734

188.309
64.521
11.275.386
18.255.406

175.000

569.460

210.168
143.136

82.677
106.673

269.996

7.383.724
32.120

169.193

20.348

1.147.092

100.068
14.412
9.059
323.804
999.819

7.361.508
503.615
72.094
2.929.734

188.309
64.521

11.119.781
20.319.600

225.000

559.381

210.168

143.136
82.677
105.461

9.849.876
32.120

168.665

20.348

1.147.092
100.068
15.018
9.059
323.804
11.666.050

7.195.520
503.615
71.259
2.929.734

188.309
64.521
10.952.957
22.619.007

250.000

548.432

210.168

143.136
82.677
103.998

12.347.699
32.120

168.288

20.348

1.147.092
100.088
16.007
9.059
323.804
14.164.484

6.891.213
503.615
70.424
2.929.734

188.309
64.521

10.647.815
24.812.299

235.000

545.338

210.168
143.136

82.677
104.166

64
Page 76 OCR 0.864
31

2)

OM ak ak an ak an am an akan onanomananananana Nana Ne Ma Ke Mo Mo Mo Mo Mo Ma Mo)

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Keterangan
Other Current Liabilities
Total Current Liabilities

Non Current Liabilities

Long Term Debt, net to Current
Maturity :

Bank Loan

Deferred Tax Liabilities
Employee Benefit Liabilities
Total Non Current Liabilities
Total Liabilities

Eauity

Share Capital

Additional Paid in Capital
Difference in Transaction with Non
Controlling Interest

Retained Earnings (deficit)

Other Components of Eguity

Non Controlling Interest
Total Eguity
Total Liabilities & Eguity

Proyeksi Laba Rugi Komprehensif - Konsolidasi (Sebelum Rencana Transaksi)

Keterangan
Net Revenue
Costs of Goods Sold
Gross Profit

Operating Expense
Other Operating Expense

Gain / (Loss) on Fair Value of
Biological Asset

Operating Profit

Other Income / (Expense)
Finance Cost

Finance Income

Profit before Tax

Tax Benefit / (Expense)

Net Profit after Tax

Laporan FO TAP

2025
14.209
1.614.969

269.996
44.719
467.547
782.262
2.397.231

1.985.254
3.335.406
(668.576)

8.040.472
79.987
534.496

13.307.039
15.704.270

2025

9.250.656
(5.764.131)

3.486.525

(460.317)

3.026.208
285.005
(68.743)

51.967

3.294.428

(383.938)

2.910.489

2026
14.209
1.571.320

331.880
44.719
467.547
844.146
2.415.466

1.985.254
3.335.406
(668.578)

10.480.585
79.987
627.284

15.839.940
18.255.406

2026
9.775.381
(5.869.806)
3.905.575

(509.326)

3.396.250
235.585
(42.004)

34.180

3.624.011

(509.757)

3.114.254

2027
14.209
1.340.032

306.880
44.719
467.547
819.146
2159178

1.985.254
3.335.406
(688.576)

12.713.162
79.987
715.189

18.160.421
20.319.600

2!
9.511.039
(5.760.111)
3.750.928

(541.386)

3.209.543
228,708
(18.032)

48.271

3.463.490

(483.008)

2.980.482

2028
14.209
1.352.620

306.880
44.719
467.547
819.146
2171.766

1.985.254
3.335.408
(668.578)

14.913.986
79.987
801.185

20.447.241
22.619.007

9.318.415
(5.627.388)
3.691.027

(586.442)

3.124.585
211.499
(10.430)

63.234

3.388.887

(472.067)

2.916.820

2029
14.209
1.334.693

346.880
44.719
467.547
859.146
2.193.839

1.985.254
3.335.406
(668.576)

17.004.155
79.987
882.234

22.618.460
24.812.299

Dalam Rp Juta

9
9.180.782

(5.596.971)
3.583.811

(615.175)

2.968.635
185.544
(10.401)

80.142

3.223.919

(442.701)

2.781.219

65
Page 77 OCR 0.878
Cc —Vcc..idco ca KK LMKAK KA KAA KAPAL,

m-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan - Konsolidasi (Sebelum Rencana Transaksi)

Dalam Rp Juta
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029

Cash received from customers
Cash paid to suppliers

Cash paid to employees, operating,
expenses and others

Cash generated from operations
Received of claim for tax refund
Corporate income tax paid

Net cash provided by operating
activities

Acguisition of fixed assets and
nursery

Additions (deduction) of marketable
securities

Dividend income received

Increase (decrease) in advances for
plasma plantations

Increase of others non current
assets

Interest income received
Acguisition of intangible assets
Proceeds from sale of fixed assets
Proceeds (placement) of time
deposits

Payment of additional shares in
subsidiaries to non controlling
interest

Net cash provided by (used in)
investing activities

Proceeds from short-term bank
loans

Proceeds from long-term bank
loans

Payments of long-term bank loans
Payments of interest expenses and
bank provisions

Payments of lease liabilities and
other financiali liabilities

Payment Dividend

Net cash provided by (used in)
financing activities

Change in Cash
Beginning Cash Balance

Change in Cash
Ending Cash Balance

Laporan FO TAP

9.572.598
(4.299.914)

(1.340.215)

3.732.470
(819.024)
(383.938)

3.029.508

(943.850)

300.000

(30.714)
51.957
(7.007)

(51.957)

(681.571)

(501.438)

(68.743)

(300.000)
(870.178)
1.477.759
1.385.062

1.477.759
2.862.822

10.122.750
(4.302.348)

(1.541.625)
4.278.777

(609.757)
3.769.020

(781.225)

235.585

34.180

(511.459)

25.000
(360.000)

(36.804)

(584.633)
(956.437)
2301125
2.862.822

2.301125
5.163.946

9.854.535
(4.267.322)

(1.580.618)
4.026.595

(483.008)
3.543.587

(677.961)

223.708

48.271

(405.982)

25.000
(269.996)

(12.831)

(960000)
(017.827)
2.219.778
5.163.946

2.219.778
7.383.724

9.656.483
(4.184.032)

(1.563.696)
3.908.755

(472.067)
3.436.687

(635.052)

211.499

63.234

(360.320)

25.000

(5.215)

(630.000)
(610.215)
2.466.153
7.383.724

2.466.153
9.849.876

9.513.190
(4.145.361)

(1.596.483)
3.771.356

(442.701)
3.328.656

(506.318)

185.544

(240.633)

25.000

(5.201)

(610.000)
(590.201)
2.497.822
9.349.876

2.497.822
12.347.699

66
Page 78 OCR 0.870
OX ak ak ok ak ok ok an «Ken oan omamananemanana Ke Mena Ka Ko Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma)

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan - Konsolidasi (Sesudah Rencana Transaksi

Dalam Rp Juta
Keterangan 25 2026 2027 2028 2029

Assets

Current Assets

Cash & Cash Eguivalent
Marketable Securities
Trade Receivables, Net :
Third Parties

Other Receivables, Net :
Third Parties

Related Parties
Inventories, Net
Biological assets

Prepaid Taxes

Prepaid Expenses
Advances

Other Current Assets
Total Current Assets
Non Current Assets
Plasma Receivables
Fixed Assets, Net
Investment Properties, Net
Intangible Assets, Net
Interest in Joint Ventures
Claims for tax refund
Deferred Tax Assets, Net
Other Non Current Assets
Total Non Current Assets
Total Assets

Liabilities & Eguity
Liabilities

Current Liabilities
Short Term Bank Loans
Trade Payables :
Third Parties
Relates Parties
Other Payables :
Third Parties
Relates Parties
Sales Advance
Taxes Payable
Accrued Expenses

Short term Employee Benefit Liability
Current Maturity of Long Term Debt :

Bank Loan
Other Current Liabilities
Total Current Liabilities

Non Current Liabilities
Bank Loan

Laporan FO TAP

2.167.739
32.120

60.751

20.348
100.000

947.092

100.068
5.809
9.059

323.804

4.366.790

7.582.455
503.615
73.764
2.929.734

188.309
64.521
11.342.397
15.709.187

50.000

351.286

210.168

143.136
82.677
303.493

360.000
14.209
1.514.969

269.996

5.019.338
32.120

169.917

20.348
150.000

1.147.092

100.068
13.665
9.059
323.804
6.985.411

7.516.279
503.615
72.929
2.929.734

188,309
64.521
11.275.386
18.260.797

25.000

569.460

210.168

143.136
82.677
106.673

269.996
14.209
1.421.320

331.880

7.214.707
32.120

169.193

20.348
175.000

1.147.092

100.068
14412
9.059
323.804
9.205.803

7.361.508
503.615
72.094
2.929.734

188.309
64.521

11.119.781
20.325.583

50.000

559.381

210.168
143.136

82.677
105.461

14.209
1.165.032

306.880

9.696.458
32.120

168.665

20.348
160.000

1.147.092

100.068
15.018
9.059
323.804
11.672.632

7.195.520
503.615
71.259
2.929.734

188.309
64.521
10.952.957
22.625.589

90.000

548.432

210.168

143.136
82.677
103.998

14.209
1.192.620

306.880

12.219.841
32.120

168.288

20.348
135.000

1.147.092

100.068
16.007
9.059
323.804
14.171.626

6.891.213
503.615
70.424
2.929.734

188.309
64.521

10.647.815
24.819.442

100.000

545.338

210.168
143.136

82.677
104.166

14.209
1.199.693

346.880

67
Page 79 OCR 0.869
ak ok ak on ok an on anok anon anananananana na No Na Me Ma Mo Me Mo Ma Mo Mo Mo Ma Ma Ma)

Ce

-

Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk

Ket 2025

Other Financial Lia! 100.000
Deferred Tax Liabilities 44.719
Employee Benefit Liabilities 467.547
Total Non Current Liabilities 882.262
Total Liabilities 2.397.231
Eguity

Share Capital 1.985.254
Additional Paid in Capital 3.335.406
Difference in Transaction with Non (668.576)
Controlling Interest

Retained Earnings (deficit) 8.045.389
Other Components af Eguity 19.987
Non Controlling Interest 534406
Total Eguity 13.311.956
Total Liabilities & Eguity 15.709.187

2026
150.000
44.719
467.547
994146
2.415.466

1.985.254
3.335.406
(668.576)

10.485.977
79.987
627.284

15.845.331
18.260.797

2027
175.000
44.719
467.547
994.146
215978

1.985.254
3.385.406
(668.576)

12.719.146
79.987
715.189

18.166.405
20.325.583

2028
160.000
44719
467.547
979.146
271.766

1.985.254
3.335.406
(668.576)

14.920.568
79.987
801.185

20.453.823
22.625.588

Proyeksi Laba Rugi Komprehensif - Konsolidasi (Sesudah Rencana Transaksi

Keterangan 2025
Net Revenue 9.250.656
Costs of Goods Sold (5.764.131)
Gross Profit 3.486.525
Operating Expense (460.317)
Other Operating Expense -

Gain / (Loss) on Fair Value of
Biological Asset

Operating Profit 3.026.208
Other Income / (Expense) 285.005
Finance Cost (68.743)
Finance Income 52179
Profit before Tax 3.294.649
Tax Benefit / (Expense) (383.938)
Net Profit after Tax 2.910.711

2026

9.775.381
(5.869.806)

3.905.575

(509.326)

3.396.250
235.585
(42.004)

34.655

3.624.485

(609.757)

3.114.728

2027

9.511.039
(5.760.111)

3.750.928

(541.386)

3.209.543
223.708
(18.032)

48.863

3.464.082

(483.008)

2.981.074

2028
9.318.415
(5.627.388)
3.691.027

(566.442)

3.124.585
211.499
(10.430)

63.832

3.389.485

(472.067)

2.917.418

Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan - Konsolidasi (Sesudah Rencana Transaksi)

Dalam Rp Juta
Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029

Cash received from customers 9.572.598
Cash paid to suppliers (4.299.914)
Cash paid to employees, operating,

expenses and others (1.540.215)
Cash generated from operations 3.732.470
Received of claim for tax refund (919.024)
Corporate income tax paid (383.938)

Laporan FO TAP

10.122.750
(4.302.348)

(1.541.625)
4.278.777

(509.757)

9.854.535
(4.267.322)

(1.560.618)
4.028.595

(483.008)

9.656.483
(4.184.032)

(1.563.696)
3.908.755

(672.087)

2029
135.000
44.719
467.547
994.146
2.193.839

1.985.254
3.335.408
(668.576)

17.011.297
19.987
882.234

22.625.602
24.819.441

Dalam Rp Juta
2029
9.180.782
(5.596.971)
3.583.811

(615.178)

2.968.635

185.544
(10.401)
80.702
3.224.480

(442.701)

2.781.779

9.513.190
(4.145.351)

(1.598.483)
3.771.356

(442.701)

68
Page 80 OCR 0.826
9190099001

-
,

LN in On ONN ON Cena ON Ga Ga GoN Gal Ca can ca II ca HI ca on MI Mc BAL Mia Ma Man Man Man

Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk

Keterangan

Net cash provided by operating
activities

Acgyuisition of fixed assets and
nursery

Additions (deduction) of marketable
securities

Dividend income received

Increase (decrease) in advances for
plasma plantations

Increase of others non current
assets

Interest income received
Aeguisition of intangible assets
Proceeds from sale of fixed assets
Proceeds (placement) of time
deposits

Payment of additional shares in
subsidiaries to non controlling
interest

Net cash provided by (used in)
investing activities

Proceeds from short-term bank
loans

Proceeds from long-term bank
loans

Payments of long-term bank loans
Payments of interest expenses and
bank provisions

Payments of lease liabilities and
other financiali liabilities

Payment Dividend

Net cash provided by (used in)
financing activities

Change in Cash
Beginning Cash Balance

Change in Cash
Ending Cash Balance

Laporan FO TAP

2025

3.029.508
(943.850)

300.000

(130,714)
56.874
(7.007)

(51.957)

(776.654)

(501.435)
(68.743)

(300.000)
(870.178)
1.382.676
1.385.062

1.382.676
2.167.739

2026

3.769.020
(781.225)

235.585

(50.000)
34.655

(560.985)

25.000
(360.000)

(36.804)

(584.533)
(956.437)
2.251.599
2.767.139

2.251.599
5.019.338

2027

3.543.587
(677.961)

223.708

(25.000)
48.863

(430.390)

25.000
(269.996)

(12831)

(660.00)
(017.827)
2.195.370
5.019.338

2.195.370
7.214.707

2028

3.436.687
(635.052)

211.499

15.000
63.832

(844.722)

25.000

(5.215)

(630 600)
(610.215)
2.481.751
7.214.707

2.481.751
9.696.458

2029

3.328.656
(508.318)

185.544

25.000
80.702

(215.072)

25.000
(5.201)

(610.000)

(590.201)
2.523.383
9.696.458

2.523.383
12.219.841

69

File

File Open PDF
Source IDX
Size12.93 MB
Published24 Jun 2025
Pages80
Characters165,417
Text sourceOCR
OCR confidence0.841

Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Yudha Wahana Abadi p.1 ×17
linked org PT Brahma Binabakti p.1 ×17
linked org Triputra Agro Persada Tbk p.1 ×260
linked org PT Agro Multi Persada p.1 ×16
linked org Persada Capital Investama. p.40 ×2
linked org PT Daya Adicipta Mustika p.46
linked person George Oetomo p.46 ×2
linked person Arif Rachmat · Presiden Komisaris p.46 ×3
linked person Arini Saraswaty Subianto p.47
linked person Aridono Sukmanto p.47
linked person Budiarto Abadi p.47
possible org Tjandra Karya Hermanto · Presiden Direktur p.3 ×8
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×14
possible org Bank Persero p.11 ×2
possible org bursa efek Indonesia p.18 ×2
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.29 ×2
possible person Achmad Dahlan · Notaris p.40
possible org Negara Republik Indonesia p.41
possible org Bank DBS p.42
possible person Ir. Rusli · Notaris p.45 ×2
possible org PT Triputra Investindo Arya p.46
possible — T. Permadi p.46
possible person Ir. Maruli Gultom p.47
unresolved org PAKPAHAN & REKAN p.1 ×9
unresolved org KJPP p.1
unresolved org PakpAnan & REKAN p.2
unresolved person DR. Ide Anak Agung Gde Agung p.3 ×5
unresolved org Departemen Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.3 ×9
unresolved org KJPP MPR p.4 ×15
unresolved org Bank Indonesia p.6 ×16
unresolved org Mo Mo Ma MARTOKC Cewrurii OEM AHAN & REKAN p.11
unresolved org Bank Indonesia Terendah p.11 ×2
unresolved org KJPP Martokoesoemo p.12
unresolved org KJPP MPR OJK Pemberi Tugas p.17
unresolved org KJPP MPR. Perusahaan Anak p.17
unresolved org PT Agro Multi Persada Sesuai p.17
unresolved org Menteri Keuangan p.17
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo p.17 ×2
unresolved org Menteri Keuangan dan Bapepam dan LK p.17
unresolved org Bapepam p.17 ×2
unresolved org PT. Alam Permata Indah. Selanjutnya p.19
unresolved org MARTOKOESOEN AN & REKAN p.21
unresolved org Direktorat Jenderal Kependudukan p.31
unresolved org Kementerian Dalam Negeri p.31
unresolved org Pusat Statistik p.31 ×2
unresolved org Ne Mo Mo Mo Mo Ma PAKPANAN & REKAN p.37
unresolved person Mo Mo p.39
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.40 ×2
unresolved person Indriana · Notaris p.40
unresolved person Dr. H.E. Gewang · Notaris p.41 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.41
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia p.41 ×2
unresolved org Menteri p.45
unresolved org PT Alam Permata Indah. p.45 ×2
unresolved person Darmawan Tjoa p.45
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Aasasi Manusia Republik Indonesia p.45
unresolved person Jimmy Tanal SH · Notaris p.45
unresolved org Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan p.47
unresolved org Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral p.47
unresolved person Mie Mia Mt p.49
unresolved person Tanda Tangan Keahlian Miduk Pakpahan p.72 ×2
unresolved person Budi P. Martokoesoemo p.72
unresolved org Bank Loans Trade Payables p.75 ×2
unresolved org Bank Loan Deferred Tax Liabilities Employee Benefit Liabilities p.76

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 5310 ms 13 Sep 2026 15:18
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result