Back to announcement
20250624_TAPG_Informasi Transaksi Afiliasi_31907984_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review TAPGSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 80
Page 1 OCR 0.835
c
Cc
Cc
Cc
c
c
Cc
€
C
€
C
c
3
(
(
€
«
MARTOKOESOEMO, PAKPAHAN & REKAN
CERTIFIED PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Ijin Usaha KJPP No : 2.09.0070
Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia
Laporan Pendapat Kewajaran Penilai Independen
Terkait Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman
PT Yudha Wahana Abadi Kepada PT Brahma Binabakti yang
keduanya merupakan Entitas Anak Tidak Langsung
PT Triputra Agro Persada Tbk ("TAP”) melalui
PT Agro Multi Persada ("AMP”)
Page 2 OCR 0.569
Ka Gn Ga NN ON Gn Ga can Ga GaN GaNI CN Ga ca TI Gn ce BII en KI on YAN can BAL on BAL MA Ga Mia Milan Milan Mc. Milan Milan Mile Men Mes Ne Mile Ne Mia
Laporan Pendapat Kewajaran Penilai Independen
Terkait Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman
PT Yudha Wahana Abadi Kepada PT Brahma Binabakti yang keduanya
merupakan Entitas Anak Tidak Langsung
PT Triputra Agro Persada Tbk ("TAP”) melalui
PT Agro Multi Persada ("AMP”)
23 Juni 2025
MarroKkorsSOEMO, PakpAnan & REKAN
Cewrivteo PROPERTY & BUSINESS Armnaiskns
Page 3 OCR 0.883
(OX ak ak ak ak ok ok ok on ak okonan anak noano nana Ne No Mo Ma Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma Ma
MARTOKOESOEMVO, PAKPAHAN & REKAN
CERTIFIED PROPERTY & BUSINESS APPRAISERS
Ijin Us: PP No : 2.09.0070
Wilayah K, Seluruh Indonesia
No:00017/2.0070-00/BS/01/00168/1/VI/2025
Jakarta, 23 Juni 2025
Kepada Yth.
PT Triputra Agro Persada Tbk
Gedung The East Lantai 23
Jalan DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.3.2 No. 1
Kuningan Timur, Setiabudi
Jakarta Selatan 12950, Indonesia
Telp 1 4622157944737
Email : marisal.angkawibawa@tap-agri.com
Website : https://www.tap-agri.com
U.p: Bapak Tjandra Karya Hermanto
Presiden Direktur
Re: Ringkasan Pendapat Kewajaran Terkait Rencana Transaksi Pemberian Pinjaman PT Yudha
Wahana Abadi Kepada PT Brahma Binabakti yang keduanya merupakan Entitas Anak Tidak
Langsung PT Triputra Agro Persada Tbk ("TAP”) melalui PT Agro Multi Persada ("AMP")
Ringkasan Laporan Pendapat Kewajaran ini merupakan bagian dari laporan Pendapat Kewajaran secara
keseluruhan yang disajikan sebagai Laporan Terinci dan tidak dapat dipisahkan, Laporan Pendapat
Kewajaran ini terkait pemberian pinjaman PT Yudha Wahana Abadi ("YWA") kepada PT Brahma Binabakti
(“BBB”) yang merupakan Entitas Anak tidak langsung PT Triputra Agro Persada Tbk (“TAP" atau "Pemberi
Tugas" atau “Perseroan") melalui PT Agro Multi Persada (“AMP”). Selanjutnya rencana ini disebut sebagai
“Rencana Transaksi".
Terkait Rencana Transaksi, Perseroan telah meminta Konsultan Penilai Independen, Kantor Jasa Penilai
Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan (“KJPP-MPR'), Penilai Independen yang terdaftar di Pusat
Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut sebagai "PPPK") Departemen Keuangan dan Otoritas
Jasa Keuangan ("OJK"), untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.
Sifat Rencana Transaksi
Berdasarkan ketentuan OJK, maka sifat Rencana Transaksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia adalah:
@ Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama
Terkait dengan Rencana Transaksi dan Nilai Buku Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024
dinyatakan bahwa Rencana Transaksi Perseroan bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana
diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 mengenai
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Hal ini dikarenakan nilai Rencana Transaksi sebesar
Komplek Kebayoran Center Blok B 1 Lantai. 3
Jl. Kebayoran Baru No. 7, Kebayoran Lama, Jakarta 12240 - Indonesia
Phone: (62) (21) 4867 9312 Fax: (62) (21) 4867 9312
Page 4 OCR 0.832
TAN ai Gn Gn Gan Gan ON NN GNI cNI NN OK CN Ga ea ca DI ca BI co BL BIL Mc Ma IL Pita Mita Ma Man Nita Mike: Mia Mila: Mita Mie Miles Mika Rp200.000.000.000 (Dua ratus miliar Rupiah) yang tidak melebihi 2096 dari Nilai Buku Ekuitas Perseroan pada tanggal penilaian yaitu sebesar Rp11.276.429.000.000 (SebelasTriliun Dua Ratus Tujuh Puluh Enam Miliar Empat Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah), atau sebesar 1,779. Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan Manajemen Perseroan meyakini bahwa Rencana Transaksi terkait pinjaman yang diberikan oleh YWA kepada BBB sebesar Rp200.000.000.000 (Dua ratus miliar Rupiah), dikategorikan sebagai transaksi afiliasi dan dinyatakan tidak mengandung unsur benturan kepentingan, dikarenakan porsi kepemilikan Perseroan secara tidak langsung melalui AMP dibawah 999» sedangkan untuk AMP kepada YWA sebesar 99,90” dan BBB sebesar 98,46”b sesuai yang tercatat pada Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024. Dengan demikian secara struktur hubungan afiliasi berdasarkan porsi kepemilikan dapat digambarkan sebagai berikut: TAP 94,934 99,90Y4 98,461 BBB Selain itu juga terdapat kesamaan dalam kepengurusan antara manajemen Perseroan dengan manajemen YWA dan BBB yaitu: - Presiden Direktur Perseroan yaitu jabatan Bapak Tjandra Karya Hermanto 0 Komisaris pada YWA, dan juga 0 Komisaris pada BBB. Dengan demikian pemberian pinjaman oleh YWA kepada BBB, memenuhi kriteria Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. 1. Penilai Miduk Pakpahan Penilai Publik dengan klasifikasi bidang jasa Penilaian Bisnis dan Properti, merupakan Rekan di KJPP MPR, terdaftar di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut sebagai “PPPK") dan Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut sebagai “OJK”. Dalam penugasan ini Penilai berada dalam posisi independen untuk menyusun pendapat kewajaran secara objektif tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak
Page 5 OCR 0.824
OM ak at an ak ak ak an ak ak Ok an ak ai al al ika Ia No Men Na Mia an Mio ML» Ma No Mo No Mo Mo Mo Mie Ma Ceseriinen Provetrv & yang terafiliasi. Penilai juga tidak mempunyai kepentingan finansial atau kepentingan pribadi lainnya terhadap Objek Pendapat Kewajaran berkaitan dengan penugasan ini. Dalam penugasan ini, Penilai memiliki kompetensi dan KJPP MPR tidak memerlukan tambahan tenaga ahli. Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini, adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai berizin. 2. Pemberi Tugas Pemberi Tugas | PT Triputra Agro Persada Tbk Gedung The East Lantai 23 Jalan DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.3.2 No. 1 Kuningan Timur, Setiabudi Jakarta Selatan 12950, Indonesia Telp — : 622157944737 Email — : marisal.angkawibawa@tap-agri.com Website : https://www.tap-agri.com 3. Pengguna Laporan Pengguna Laporan : PT Triputra Agro Persada Tbk Yang beralamat sesuai alamat Pemberi Tugas. Pengguna Laporan: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Alamat 1 Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jalan Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Terkait penugasan ini, Pemberi Tugas meyakini bahwa tidak terdapat penugasan yang dikerjakan secara bersamaan dengan KJPP lainnya untuk maksud dan tujuan, penggunaan laporan, dan Tanggal Penilaian yang sama atau berdekatan (tidak lebih dari dua bulan). Objek Pendapat Kewajaran Rencana pemberian pinjaman YWA kepada BBB yang merupakan Entitas Anak Tidak Langsung TAP melalui AMP. Jenis Mata Uang yang Digunakan Dinyatakan dalam Rupiah. Maksud dan Tujuan Memberikan Pendapat Kewajaran terkait rencana pemberian pinjaman YWA kepada BBB yang merupakan Entitas Anak Tidak Langsung TAP melalui AMP sebagai kategori transaksi afiliasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020.
Page 6 OCR 0.900
| GM ak ak ak ak ok am aX ok ak ok om ak omokan oke mane Na Ha Me Na Ha NX. Ma Mo Ko Mo Me Mu Mo Ma Ma 1, 10, Metodologi Analisis Rencana Transaksi Analisis kewajaran Rencana Transaksi meliputi beberapa aspek sebagai metodologi penyusunan laporan Pendapat Kewajaran meliputi antara lain: a. Analisis terhadap Rencana Transaksi, yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak — pihak yang bertransaksi, perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi dan penilaian atas risiko dan manfaat dari transaksi yang akan dilakukan, b. Analisis kualitatif dan kuantitatif yang meliputi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan usaha, analisis industri dan lingkungan, analisis operasional dan prospek Perseroan, alasan dilakukannya transaksi, keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan. Dan analisis kuantitatif yang meliputi penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian atas proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan dan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah transaksi dilakukan. Dalam analisis kuantitatif juga dilakukan analisis inkremental seperti kontribusi nilai tambah terhadap Perusahaan sebagai akibat dari transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan Perseroan serta melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur keuntungan dan kerugian dari transaksi yang akan dilakukan, Cc. Analisis atas kewajaran nilai transaksi, d. Analisis atas faktor-faktor yang relevan, seperti analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain. Tanggal Penilaian 31 Desember 2024. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan Selain informasi dari manajemen Perseroan, termasuk seluruh informasi yang diperoleh dari perusahaan pada Objek Pendapat Kewajaran, Penilai juga akan menggunakan sumber informasi eksternal yang tidak diperoleh dari internal manajemen atau bukan sebagai informasi manajemen. Sumber informasi yang digunakan antara lain: (i) situs Bank Indonesia terkait indikator ekonomi dan gambaran makro ekonomi, (ii) data keuangan pasar, (iii) riset data consult atau sumber terkait industri (jika ada). Tingkat Kedalaman Investigasi Dalam hal proses investigasi yang akan dilakukan sebagaimana alur pengerjaan di atas dan informasi terkait Objek Pendapat Kewajaran, terdapat beberapa batasan yang digunakan: Oo KJPP MPR tidak melakukan uji tuntas (penuh) atas Objek Pendapat Kewajaran, namun hanya uji kaji terbatas sesuai metodologi penyusunan Pendapat Kewajaran, Tidak melakukan Penilaian Saham Perseroan maupun Entitas Anak: Tidak melakukan Studi Kelayakan Bisnis dan Keuangan: Tidak melakukan Analisis dampak pajak: Tidak melakukan Penilaian Properti: Uji kaji terbatas terhadap legalitas Perseroan, 00000
Page 7 OCR 0.897
SM ak ak ak ak ak ak an ok ak ok ek akan akanananana Na Na Ma Ma Ia No Ma Ha Ya No Mo Mo Mo Mo Ma Cenruao ProveRr o ke Pengumpulan informasi dan data Objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi Tugas berdasarkan ketersediaan dan kelengkapan informasi dan data yang diperoleh, Review proyeksi keuangan Objek Pendapat Kewajaran didasarkan pada diskusi Manajemen pemberi tugas serta informasi publikasi untuk data eksternal yang diyakini sebagai data yang dapat digunakan. 11. Asumsi dan Asumsi Khusus Asumsi o te Objek Pendapat Kewajaran adalah perusahaan dengan premis going concern: Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Pemberi Tugas dan/atau Perseroan adalah benar, Kondisi makro ekonomi maupun industri berdasarkan kondisi terkini berdasarkan data APBN tahun berjalan atau tahun yang akan datang disesuaikan dengan Tanggal Penilaian, sehingga telah mengakomodir kondisi terkini di wilayah usaha Objek Pendapat Kewajaran. Dalam hal Objek Pendapat Kewajaran memiliki kegiatan usaha di luar wilayah Republik Indonesia, maka akan dipertimbangkan juga kondisi terkini, di Tanggal Penilaian, kondisi di negara dimana Objek Pendapat Kewajaran memiliki kegiatan operasional, Pemberi Tugas dan/atau Perseroan meyakini bahwa Objek Pendapat Kewajaran tidak sedang tersangkut masalah hukum atau ada tuntutan hukum dari pihak ketiga, Hasil uji kaji terbatas dengan maksud dan tujuan penugasan, sudah dapat memenuhi kebutuhan analisis secara kuantitatif, Tidak ada dispute pajak, yang bersifat material dan seluruh kewajiban pajak terkait Objek Pendapat Kewajaran dapat dipenuhi, baik sebagai bagian dari entitas bisnis maupun sebagai entitas bisnis secara keseluruhan. Asumsi Khusus o Tidak ada asumsi-asumsi khusus yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kecuali dalam pelaksanaannya ditemukan kemudian sebagai kondisi yang dapat dikategorikan sebagai asumsi khusus, sehingga akan dilakukan perubahan atau amandemen terhadap laporan ini. 12. Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi o Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan tidak untuk dipublikasikan dan digandakan kepada pihak ketiga, kecuali telah memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penilai dan/atau KJPP MPR: Laporan Pendapat Kewajaran hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan pihak-pihak yang tercantum sebagai Pengguna Laporan: Dalam hal penggunaan Laporan Pendapat Kewajaran ditujukan untuk pihak-pihak selaian disebutkan dalam Pengguna Laporan, maka wajib memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penilai dan Pemberi Tugas kecuali pernyataan yang akan dituangkan dalam Keterbukaan Informasi sebagaimana maksud dan tujuan dari disusun dan diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran.
Page 8 OCR 0.901
(SM ak ak ak ak ok ak anon akan an anananananenana Na na Na Ha Ka Mo Ma Io Ma Mo Me Na Na Nia Na 13, Dasar Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 dan KEPI dan SPI 2018 Edisi VII-2018. 14. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian (subseguent events) O Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian adalah kejadian-kejadian terkait Objek Pendapat Kewajaran yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan Tanggal Laporan. Dalam hal ditemukan kondisi subseguent events dari hasil investigasi dan pelaksanaan penugasan, maka akan dijabarkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran, sehingga tidak diperlukan perubahan atas Lingkup Penugasan. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran, bukan merupakan kewajiban Penilai untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil penilaian yang dituangkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran yang telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan Pendapat Kewajaran terkait maksud dan tujuan penilaian, maka KJPP MPR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Pendapat Kewajaran untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK. 15. Laporan Penilaian Laporan Pendapat Kewajaran akan disampaikan sebanyak 3 (tiga) buku, yaitu 1 (satu) buku asli dan 2 (dua) buku fotocopy. 16. Batasan atau pengecualian atas tanggung jawab kepada pihak selain Pemberi Tugas (Pihak Ketiga) O Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga maupun pihak lain yang tidak memiliki keterkaitan secara hukum dengan Pemberi Tugas. Dalam hal ditemukan adanya penyimpangan terkait Laporan Pendapat Kewajaran, sehingga menjadi bentuk pelanggaran sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku, maka KJPP MPR dapat mempertanggungjawabkan Laporan Pendapat Kewajaran tersebut sesuai keputusan hakim yang secara resmi diterbitkan oleh Kantor Pengadilan, sebagaimana peraturan dan undang-undang yang berlaku, 17. Surat Representasi Sesuai proses investigasi, dimana Penilai memperoleh informasi terkait Objek Pendapat Kewajaran berasal dari manajemen, maka Pemberi Tugas meyakini bahwa seluruh informasi yang diberikan kepada Penilai adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan: Pernyataan tersebut dan pernyataan lainnya yang mungkin muncul selama proses investigasi terkait Objek Pendapat Kewajaran akan dituangkan tersendiri dalam bentuk Surat Reprensentasi secara terpisah sebagai bagian syarat diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran dan akan ditandatangani oleh Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan. vi
Page 9 OCR 0.867
, PAKPAHAN & REKAN PRO1ETY & BusiNss ArmaisEns ANALISIS KUALITATIF Analisis kualitatif meliputi cakupan analisis sebagai berikut: O Analisis skema Rencana Transaksi, O Analisis Rencana Transaksi termasuk analisis Para Pihak yang bertransaksi, yaitu: YWA dan BBB Analisis Draft Perjanjian antara YWA dan BBB terkait Rencana Transaksi, Analisis risiko dan manfaat terkait Rencana Transaksi: Alasan dilakukannya Rencana Transaksi, Hal material lain yang dipertimbangkan: Analisis keuntungan dan kerugian Rencana Transaksi. 00000 ANALISIS KUANTITATIF Analisis kuantitatif yang dipertimbangkan meliputi cakupan analisis berikut ini: » Analisis Laporan Keuangan Sebelum Rencana Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Sesudah Rencana Transaksi Berdasarkan Proforma Laporan Keuangan yang disusun Manajemen Perseroan, terkait Rencana Transaksi, dihasilkan perbandingan rasio keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 sebagai berikut: Ketahanan 31-Des-24 31-Des-24 ! Audit Proforma Rasio Lancar 137 1,39 Rasio Cepat 0,68 0,67 Berdasarkan kajian rasio keuangan penting proforma yang disajikan, terdapat perubahan rasio likuiditas atas rasio lancar Perseroan sesudah Rencana Transaksi dengan kenaikan dari 1,37 menjadi 1,39. Hal ini dikarenakan kondisi sesudah Rencana Transaksi terkait penggunaan dana untuk pelunasan utang Bank jangka pendek BBB dari pinjaman yang selanjutnya menjadi bagian liabilitas jangka panjang BBB maupun Perseroan secara konsolidasi dengan jangka waktu 10 tahun. Selain itu juga terdapat perbaikan rasio utang berbunga dikarenakan pelunasan utang Bank oleh BBB. » Analisis Inkremental Berdasarkan asumsi proyeksi keuangan yang digunakan dimana terdapat beberapa kondisi yang menjadi perbedaaan antara kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, maka dapat dihasilkan nilai tambah atas Rencana Transaksi yang dilakukan Entitas Cucu Perseroan. Perbedaan atas arus kas Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dapat dilihat pada tabel di bawah Ini: (dalam Rp juta) Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029 EBIT sebelum | 3.026.208 3.396.250 3.209.543 3.124.585 2.968.635 EBIT sesudah | 3.026.208 3.396.250 3.209.543 3.124.585 2.968.635 Depresiasi & Amortisasi sebelum | 720.594 847.401 832.732 801.041 810.625 Depresiasi & Amortisasi sesudah | 720.594 847.401 832.732 801.041 810.625 (GM ak ak ok ak ok. om am ok ek ek om ok emomeN emo Man» Na No Mo Mo Ma Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma vii
Page 10 OCR 0.850
OX ak al ak ok on ak on en akan aman om on enana ane Na Na Me Ke Ha Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma AN AISI Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029 Pendapatan (Beban) Sebar lain-lain (16.786) (7.824) 30.239 52.804 69.740 Pendapatan (Beban) asian lain-lain (16.564) (7.350) 30.831 58.401 70.301 Pajak sebelum | (383.938) (509.757) (483.008) (472.067) (442.701) Pajak sesudah | (383.938) (509.757) (483.008) (472.067) (442.701) Modal Kerja sebelum | (493217 | (2os6e77 | (11.314) (12491) (3.538) Modal Kerja sesudah (49.321) (295.667) (11.314) (12491) (3.538) Belanja Modal sebelum | (943.850) | (781.225) | (677.961) | (635.052) | (506.318) Belanja Modal sesudah | (943.850) (781.225) (677.961) (635.052) (506,318) ARUS KAS PERSEROAN sebelum | 2.352.907 2.649.177 2.900.230 2.858.819 2.896.444 ARUS KAS PERSEROAN sesudah | 2.353.129 2.649.651 2.900.822 2.859.417 2.897.004 Nilai Tambah 222 474 592 598 581 Estimasi Akumulasi Arus Kas (Sebelum) 13.657.577 Estimasi Akumulasi Arus Kas (Sesudah) 13.660.024 — 0 Selisih Sebelum & Sesudah 2.446 0,0184 Berdasarkan hasil analisis estimasi akumulasi arus kas yang dihasilkan dari proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, maka dengan asumsi efisiensi dapat dijalankan dan diterapkan sesuai maksud dan tujuan dilakukannya Rencana Transaksi Perseroan, diharapkan dapat memberikan tambahan akumulasi arus kas Perseroan selama periode proyeksi. Dalam penghitungan proyeksi arus kas diatas potensi tambahan arus kas positif yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.446 juta jika dilakukan Rencana Transaksi sehubungan dengan asumsi selisih margin tingkat bunga atas utang yang diberikan YWA kepada BBB dengan tingkat deposito rata-rata yang diterima oleh YWA berdasarkan Laporan Keuangan YWA. » Analisis Sensitivitas Analisis sensitivitas berikut ini disusun dengan mendasarkan kepada asumsi yang digunakan dalam proyeksi keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi. Beberapa asumsi yang dipertimbangkan sebagai variable dalam analisis sensitivitas antara lain: dalam Rp Juta Y kenaikan/penurunan 1045 da sar 13657.577 | 13687:577 | 13657:577 | 13.657.577 | 13.657.577 viii
Page 11 OCR 0.875
(SM al ak ak ak ok ol ak ok ok ekonom aman mamemane Na Ro Ne He Me H Mo Ho Ma Mo Mo Mo Mo Mo Ma MARTOKC Cewrurii OEM AHAN & REKAN ARpRAIsERS Perusahaan (Sesudah) Estimasi Akumulasi Arus Kas Perusahaan (sebelum) 13.655.226 13.657.624 13.660.024 13.662.425 | 13.664.827 Selisih (2351) 47 2.446 4.847 7.250 Berdasarkan kajian sensitivitas tingkat suku bunga pinjaman yang diberikan YWA kepada BBB, dimana tingkat suku bunga dilakukan sebagai variable menjadi tinjauan analisis sensitivitas dengan asumsi penurunan tingkat suku bunga pinjaman sebesar 1074 dapat memberikan kontribusi negatif terhadap arus Perseroan apabila di asumsi-asumsi lainnya tidak terdapat perubahan atau tetap terkait tingkat bunga yang digunakan pada proyeksi sebelum Rencana Transaksi. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi Analisis kewajaran Rencana Transaksi diterapkan dengan membandingkan antara: i) Tingkat bunga deposito berjangka per tanggal 31 Desember 2024 yang dapat diperoleh YWA dalam hal dana idle yang dimiliki diinvestasikan pada instrumen keuangan dengan risiko rendah. Tingkat bunga deposito dimaksud adalah rata-rata tingkat bunga deposito berjangka Rupiah per 31 Desember 2024 sesuai informasi keuangan YWA per 31 Desember 2024. ii) Tingkat bunga pinjaman kepada BBB yang diterapkan yaitu tingkat bunga rata-rata baik pada tingkat bunga fasilitas pinjaman bank Persero dan tingkat bunga pinjaman untuk bank swasta asing per tanggal 31 Desember 2024, Rata-rata Bank Persero 8,67 h Rata-rata Bank Swasta Asing 6,73 Rata-rata 7,709 Sumber: Bank Indonesia Terendah 5,659 Tertinggi 6,7596 Rata-rata 6,205 Sumber: Laporan Keuangan YWA Perbandingan marjin bunga berdasarkan tingkat bunga pinjaman — yang diberikan kepada BBB dibandingkan rata-rata — tingkat bunga deposito berjangka Rp berdasarkan Laporan Keuangan YWA per tanggal 31 Desember 2024 Dengan perbandingan diatas, maka pemberian pinjaman YWA kepada BBB sehubungan dengan Rencana Transaksi tetap menerapkan dan mempertimbangkan Tingkat bunga yang berlaku di pasar khususnya sektor perbankan, terdapat adanya selisih marjin tingkat bunga pinjaman yang diberikan kepada BBB lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata aktual tingkat bunga deposito berjangka YWA per tahunnya di tanggal penilaian apabila tidak dilakukan Rencana Transaksi.
Page 12 OCR 0.748
(On in Gan Gan Ona NN ON Ga GNI NA SANA GNI GNI ca Ga en DI ca an Lc BI In Ia IL Ma Man MK Milan Milan Men Ma Non Mia Nite Mita Mas MARTOKOESOEMO, PAKPAHAN & REKAN KESIMPULAN Berdasarkan analisis kualitatif meliputi kajian historis, kajian skema Rencana Transaksi, kajian manfaat dan risiko serta pertimbangan keuntungan dan kerugian dari Rencana Transaksi. Selain itu berdasarkan kajian kuantitatif, meliputi analisis kinerja keuangan historis, kinerja rasio keuangan dan proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, kajian inkremental terhadap rencana pelaksanaan Rencana Transaksi, analisis sensitivitas dan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi serta faktor- faktor relevan dalam memberikan pendapat kewajaran Rencana Transaksi, maka berdasarkan hasil kajian kualitatif dan kuantitatif serta faktor-faktor relevan lainnya, maka Rencana Transaksi yang akan dilakukan adalah Wajar. KJPP Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan t Fm ANN, Pakpahan & Rekan 3 angan Miduk Pakpahan, MAPPI (Cert. Pimpinan Rekan NIPP : PB-1.09.00168 STTD : STTD.PPB-34/PJ-1/PM.02/2023 No. Register : RMK-2017.00155 MAPPI : 92-S-00198 Klasifikasi : Penilai Bisnis dan Properti
Page 13 OCR 0.872
(OM ak ak ak ak akan ok ok «kok on onamanaokemenanena Ne Ne Ra Mo Mo Mo Mo Mo Mo Me Mo Mo Mo Mp) Bab 1 - Pendahuluan 14 12 13 14 15 16 17 1.8 19 110 11 112 113 114 115 116 117 118 1.19 1.20 1.21 Bab 2 -Ekonomi dan Industri...... 21 2.2 Bab 3 - Rencana Transaksi. 31 3.2 3.3 Bab 4 - Analisis Kualitatif 41 4.2 43 44 45 54 5.2 5.3 54 5.5 5.6 Bab 6 - Kesimpulan....... Daftar Isi Penilai........ Pemberi Tugas... Pengguna Laporan Objek Pendapat Kewajaran....... Jenis Mata Uang yang Digunakan. Maksud dan Tujuan ..................... Metodologi Analisis Rencana Transaksi Tanggal Penilaian Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan. Tingkat Kedalaman Investigasi Asumsi dan Asumsi Khusus .. Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi Dasar Peraturan Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian (subseguent events) Laporan Penilaian...... Batasan atau pengecualian atas tanggung jawab kepada pihak selain Pemberi Tugas (Pihak Ketiga) Surat Representasi Kesimpulan Pendapat Kewajara Data dan Informasi Pernyataan Penilai. Kondisi dan Syarat Pembatas Gambaran Perekonomian Indonesia. Analisis Industri Skema Rencana Transaksi. Analisis Rencana Transaksi Analisis Risiko dan Manfaat Rencana Transaksi Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha Analisis Industri dan Lingkungan Analisis Operasional dan Prospek Perseroan Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi Analisis Keuntungan dan Kerugian Rencana Transak: Laporan Keuangan Historis Analisis Keuangan Proyeksi Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah Transaksi Analisis Inkremental Analisis Jaminan. Analisis Kewajaran Rencana Transaksi . Laporan FO TAP Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk
Page 14 OCR 0.522
OM ak ak ak en ak an omah ok akan ok oman Koma Mako Mo Ko Mo Na Ma NX» Mo Ha Mo Ma Mo Mu: Mo Ma Ma Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Pernyataan: PENIIAI...oe oem naat 61 LAMpIFAN seo veneer 63 Laporan FO. TAP 3
Page 15 OCR 0.822
ccccccc6cc. NS. SAMA ALA AIAIIILGGIG III - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Daftar Tabel Tabel 2.1 Sasaran pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2025 (96) Tabel 2.2 Luas Area dan Produksi Kelapa Sawit, Menurut Status Pengusaha Tahun 1980- 2024 Laporan FO TAP 4
Page 16 OCR 0.817
Aa Tan Gn an ON Gn Ga Ga NN CN Ga Ga aN Ga Ga Ga ca en BI DIK DIK ca Mn PIK IK G2 Mi Mi No Mia Milan Nias Nian MU an Min Mile Na Daftar Gambar dan Grafik Gambar':2.4 Perkembangan :IntiasI TahuNSN wi cwoumansamangsn 6 Gambar 2.2 Nilai Tukar Rupiah Gambar 2.3 Suku Bunga Kebijakan dan PUAB O/N Gambar 2.4 - Indikator Ekonomi Makro . Grafik 2.1 - Perkiraan Jumlah Penduduk Indonesia Periode 2015- 2100. Grafik 2.2 — Perkembangan Ekspor CPO di Indonesia Grafik 2.3 — Negara Tujuan Ekspor Sawit Indonesia 2023 (US$ Juta). Grafik 2.4 — CPO Rotterdam (USD/tOn) ...........ooooooooocoooooooo.o... Grafik 2.5 - Harga CPO Kalimantan Timur (Rp/kg) 2019 — 2021 Grafik 2.6 -Harga CPO Jambi (Rp/kg) 2017 - 2021............ Grafik 2.7 —Jumlah Produksi Kelapa Sawit di Wilayah Indonesia (Ton! “4 .19 .20 .20 Tah .21 .22 .22 23 Grafik 2.8 — Jumlah Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit 2023....... .28 Grafik 2.9 - Luas Area Menurut Status Pengusahaan Kelapa Sawit 2023 24 Grafik 2.10 - Luas Area (Ha) Menurut Status Pengusahaan Kelapa Sawit 125 Grafik 2.11 - Luas Tanaman Menghasilkan Tahun 2022 - 2024 Menurut Wilayah (Ha .26 Grafik 2.12 - Produksi CPO Indonesia 2018 — 2024 (Ton) .26 Grafik 2.13 — Volume dan Nilai Ekspor Minyak Sawit (CPO) US$ per Ton Tahun 1981 - 2023. 27 Grafik 2.14 - Konsumsi Minyak Goreng Sawit per Kapita dalam Rumah Tangga di Indonesia (Kg/kap/tahun)27 Grafik 4.1 — Jumlah Lahan Tertanam Kelapa Sawit Periode 2019 - 2023 (Ribuan Ha) .38 Grafik 4,2 - Jumlah Produksi Tandan Buah Segar Periode 2019 - 2023 (Ribuan Ton) Grafik 4.3 — Jumlah TBS yang diolah Periode 2019 — 2023 (Ribuan ToOn).........o.ooooooooooocoooco.o.mo.mo Grafik 4.4 — Perbandingan Produksi TBS PBN dan PBS dengan Produksi TBS Perseroan 2019 — 2023 (Ribuan Ton) .39 Grafik 4.5 — Jumlah Produksi CPO Periode 2019 - 2023 (Ribuan Ton .40 Grafik 4.6 — Jumlah Produksi PK Periode 2019 - 2023 .40 Grafik 4.7 — Perbandingan Produksi CPO di Indonesia dengan TAP Tahun 2019 - 2023 (Ribuan Ton) .......40 Grafik 4.8 — Luas Profil Umur Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2023 Pada Kebun Inti (Ha) .M Grafik 4.9 — Perkebunan Inti Per Wilayah (Ha) Tahun 2023 ..............vo.ioooooooo.ooooco.WooWomooo 41 Laporan FO TAP Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk
Page 17 OCR 0.866
ANN ON On an ON On NN Ga ON GAN Ga Ga Ga Gn GAN 2 DI ea Bca DI an BI oa BE an Mn Mia Min Nias Mc Nian Milan Nie Mia Mita Mile Mile Ne Nike) Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Akuntan Publik AMP BBB Engagement Letter Entitas Anak Entitas Anak Tidak Langsung Kadastral Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP") Kegiatan Usaha Utama KJPP MPR OJK Pemberi Tugas POJK No.42/POJK.04/2020 Laporan FO TAP Definisi dan Singkatan Auditor yang ditunjuk Perseroan untuk mengaudit Laporan Keuangan Perseroan sesuai periode pelaporan keuangan. Penyebutan lain dari PT Agro Multi Persada, yang dimiliki oleh TAP sebesar 94,934c kepemilikan saham. Penyebutan lain dari PT Brahma Binabakti atau "BBB". Disingkat EL atau Surat Perikatan atau Surat Penugasan No. EL-B/KJPP- MPR/2025/1/17/001 tanggal 17 Januari 2025 terkait jasa Penilai Independen yang berisi lingkup penugasan sesuai maksud dan tujuan penugasan yang telah ditandatangani oleh Pemberi Tugas dan Penilai sebagai dasar pelaksanaan penugasan oleh KJPP MPR. Perusahaan Anak, yaitu perusahaan yang dimiliki oleh Perseroan sebagai Entitas Induk baik secara langsung maupun tidak langsung. Entitas Anak Perseroan melalui PT Agro Multi Persada Sesuai dengan batas-batas tanah yang ditentukan oleh badan pencatat tanah milik. Badan usaha yang telah mendapat izin usaha dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi Penilai Publik dalam menjalankan usaha di bidang penilaian dan jasa —jasa lainnya Adalah kegiatan usaha yang tercantum dalam anggaran dasar Perseroan dan telah dijalankan sebagai kegiatan yang dapat memberikan nilai ekonomis. Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan yaitu perusahaan jasa penilai yang terdaftar dengan nomor izin usaha No. 2.09.0070.KMK. Otoritas Jasa Keuangan, lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang No. 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan. Sejak tanggal 31 Desember 2012, fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan dan pengawasan kegiatan jasa keuangan di sektor Pasar Modal, beralih dari Menteri Keuangan dan Bapepam dan LK ke Otoritas Jasa Keuangan, sesuai dengan Pasal 55 Undang-undang No. 21 tahun 2011, atau para pengganti dan penerima hak dan kewajibannya. PT Triputra Agro Persada Tbk atau disebut “TAP”, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan yang diterbitkan tanggal tahun 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Page 18 OCR 0.848
SM ak ak an an ak ok an un ok om Mena maMomu Maa Ma Mo Mo Ma Mao Mo Ma Mo Mo Ma Mn Mo Mo Ma) - Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Perseroan Rencana Transaksi Rendemen Tanggal Penilaian Tingkat Investigasi YWA Laporan FO TAP Penyebutan lain untuk TAP yaitu Entitas Holding yang menyajikan laporan keuangan secara konsolidasi atas Entitas Anak yang dimiliki dan merupakan perusahaan yang terdaftar di bursa efek Indonesia dan telah melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas sehingga menjadi perusahaan publik sesuai ketentuan yang berlaku di pasar modal. Adalah rencana pemberian pinjaman YWA kepada BBB yang merupakan Entitas Anak tidak langsung TAP melalui PT Agro Multi Persada (“AMP”). merupakan perbandingan jumlah antara Crude Palm Oil (CPO) yang diproduksi dalam setiap kilogram TBS (Tandan Buah Segar). Dalam definisi pada laporan ini sama dengan Tanggal Pendapat Kewajaran Batas atau pembatasan dalam melakukan inspeksi, penelahaan, penghitungan dan analisis untuk suatu tujuan penilaian. Penyebutan lain dari PT Yudha Wahana Abadi "YWA",
Page 19 OCR 0.908
AN OX ok on anon ono em om on enemanana Mena nane Ne Rena No Ho Mo Mo Mo Mo Mo No Me Mo Ma) " Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Bab 1 - Pendahuluan Berdasarkan penugasan sebagaimana yang telah dituangkan dalam Engagement Letter (EL) No. EL-B/KJPP- MPR/2025/1/17/001 tanggal 17 Januari 2025 terkait pemberian pinjaman PT Yudha Wahana Abadi (“YWA") kepada PT Brahma Binabakti (“BBB”) yang merupakan Entitas Anak tidak langsung PT Triputra Agro Persada Tbk (“TAP" atau “Pemberi Tugas" atau “Perseroan") melalui PT Agro Multi Persada (“AMP”). Selanjutnya rencana ini disebut sebagai “Rencana Transaksi”. Sebagaimana ketentuan dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK No.42/POJK.04/2020), maka rencana tersebut memerlukan pendapat kewajaran yang disusun oleh Penilai Independen. Kami, Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan & Rekan (selanjutnya disebut “KJPP MPR" atau “Penilai") yang didirikan pada tahun 2007 merupakan perusahaan jasa penilai yang terdaftar dengan nomor izin usaha No. 2.09.0070.KMK. KJPP MPR juga sebagai perusahaan jasa penilai yang terdaftar di OJK dengan Nomor 1310/KM.1/2009 dan memiliki pengalaman (track record) penilaian dengan klasifikasi A (Aset) dan B (Bisnis), bermaksud menyampaikan Laporan Terinci Pendapat Kewajaran, dengan Lingkup Penugasan sebagai berikut: Latar Belakang Rencana Transaksi TAP didirikan pertama kali pada 2005. Pada awal pendirian, Perseroan dengan nama PT. Alam Permata Indah. Selanjutnya masih di tahun yang sama, Perseroan melakukan perubahan nama menjadi PT. Triputra Agro Persada dan pada bulan Maret tahun 2021, Perseroan telah menjadi perusahaan publik. Sejak didirikan sampai saat ini, Perseroan telah berhasil mengembangkan usaha di beberapa provinsi di Indonesia, tepatnya di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. TAP merupakan grup perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan industri pengolahan kelapa sawit, serta perkebunan karet di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.Perseroan beroperasi di 23 lokasi perkebunan kelapa sawit seluas 160,5 Ha, dan satu perkebunan karet seluas 1.300 Ha (seribu tiga ratus hektar). Perseroan mengoperasikan 18 pabrik kelapa sawit dan juga usaha lainnya yang sedang dikembangkan dibidang restorasi ekosistem dan kegiatan usaha pendukungnya serta perdagangan besar. Sehubungan dengan rencana Perseroan dalam menjalankan kegiatan usahanya terkait dengan upaya melakukan efisiensi beban bunga serta untuk meningkatkan rasio likuiditas, Perseroan melalui YWA dan BBB yang merupakan Entitas Anak tidak langsung melalui AMP dengan porsi kepemilikan dibawah 9946 berdasarkan Laporan Keuangan per 31 Desember 2024 bermaksud untuk melakukan transaksi pinjam meminjam di mana YWA akan memberikan pinjaman kepada BBB dengan plafon sebesar Rp200 miliar. Mekanisme rencana pemberian pinjaman yang dilakukan oleh YWA kepada BBB selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi". Sifat Rencana Transaksi Berdasarkan ketentuan OJK, maka sifat Rencana Transaksi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia adalah: Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama Terkait dengan Rencana Transaksi dan Nilai Buku Ekuitas Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024 dinyatakan bahwa Rencana Transaksi Perseroan bukan merupakan Transaksi Material sebagaimana diatur dalam Peraturan Laporan FO TAP 8
Page 20 OCR 0.881
AN On Ol on ot ok ak ak ok on on onanananananenana nana Na Naa No Mo Ma Mo Mo Ma No No Na Na) Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 17/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Hal ini dikarenakan nilai Rencana Transaksi sebesar Rp200.000.000.000 (Dua ratus miliar Rupiah) yang tidak melebihi 2076 dari Nilai Buku Ekuitas Perseroan pada tanggal penilaian yaitu sebesar Rp11.276.429.000.000 (SebelasTriliun Dua Ratus Tujuh Puluh Enam Miliar Empat Ratus Dua Puluh Sembilan Juta Rupiah), atau sebesar 1,779. Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan Manajemen Perseroan meyakini bahwa Rencana Transaksi terkait pinjaman yang diberikan oleh YWA kepada BBB sebesar Rp200.000.000.000 (Dua ratus miliar Rupiah), dikategorikan sebagai transaksi afiliasi dan dinyatakan tidak mengandung unsur benturan kepentingan, dikarenakan porsi kepemilikan Perseroan secara tidak langsung melalui AMP dibawah 99 sedangkan untuk AMP kepada YWA sebesar 99,909b dan BBB sebesar 98,466 sesuai yang tercatat pada Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024. Dengan demikian secara struktur hubungan afiliasi berdasarkan porsi kepemilikan dapat digambarkan sebagai berikut: 94,934 99,907 98,464 Selain itu juga terdapat kesamaan dialam kepengurusan antara manajemen Perseroan dengan manajemen YWA dan BBB yaitu: Presiden Direktur Perseroan yaitu jabatan Bapak Tjandra Karya Hermanto 0 Komisaris pada YWA, dan juga 0 Komisaris pada BBB. Dengan demikian pemberian pinjaman oleh YWA kepada BBB, memenuhi kriteria Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020 mengenai Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. 11 Penilai Miduk Pakpahan Penilai Publik dengan klasifikasi bidang jasa Penilaian Bisnis dan Properti, merupakan Rekan di KJPP MPR, terdaftar di Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (selanjutnya disebut sebagai "PPPK") dan Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut sebagai "OJK". Dalam penugasan ini Penilai berada dalam posisi independen untuk menyusun pendapat kewajaran secara objektif tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas ataupun pihak-pihak yang terafiliasi. Laporan FO TAP 9
Page 21 OCR 0.855
» ku Ma | | AN On On an on on ot anakan anon aan ana Na Ha Na Ma Ma No Ma Mo Na No Ma) MARTOKOESOEN AN & REKAN CrerunnPu Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Penilai juga tidak mempunyai kepentingan finansial atau kepentingan pribadi lainnya terhadap Objek Pendapat Kewajaran berkaitan dengan penugasan ini, Dalam penugasan ini, Penilai memiliki kompetensi dan KJPP MPR tidak memerlukan tambahan tenaga ahli. Seluruh Penilai, ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini, adalah satu kesatuan tim penugasan di bawah koordinator Penilai berizin. 1.2 Pemberi Tugas Pemberi Tugas 13 Pengguna Laporan Pengguna Laporan PT Triputra Agro Persada Tbk Gedung The East Lantai 23 Jalan DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.3.2 No. 1 Kuningan Timur, Setiabudi Jakarta Selatan 12950, Indonesia Telp — :4622157944737 Email — : marisal.angkawibawa@tap-agri.com Website : https://www.tap-agri.com PT Triputra Agro Persada Tbk. Yang beralamat sesuai alamat Pemberi Tugas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Gedung Soemitro Djojohadikusumo Jalan Lapangan Banteng Timur No.2-4 Jakarta 10710 Terkait penugasan ini, Pemberi Tugas meyakini bahwa tidak terdapat penugasan yang dikerjakan secara bersamaan dengan KJPP lainnya untuk maksud dan tujuan penggunaan laporan dan Tanggal Penilaian yang sama atau berdekatan (tidak lebih dari dua bulan). 14 Objek Pendapat Kewajaran Rencana pemberian pinjaman YWA kepada BBB yang merupakan Entitas Anak Tidak Langsung TAP melalui AMP. 1.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan Dinyatakan dalam Rupiah. Laporan FO TAP
Page 22 OCR 0.901
AM ak ck an ak ak al om ak uk on an om am ana Mo ko Ma Na Ma Mo Mo Na MaN No Ma Mo Ma Ma Mo Ma Ma Ma Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk 17 1.8 19 110 Maksud dan Tujuan Memberikan Pendapat Kewajaran terkait Rencana Transaksi yang merupakan Entitas Anak Tidak Langsung TAP melalui AMP sebagai kategori transaksi afiliasi sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 42/POJK.04/2020. Metodologi Analisis Rencana Transaksi Analisis kewajaran Rencana Transaksi meliputi beberapa aspek sebagai metodologi penyusunan laporan Pendapat Kewajaran meliputi antara lain: a. Analisis terhadap Rencana Transaksi, yang meliputi identifikasi dan hubungan antara pihak — pihak yang bertransaksi, perjanjian dan persyaratan yang disepakati dalam transaksi dan penilaian atas risiko dan manfaat dari transaksi yang akan dilakukan, b. Analisis kualitatif dan kuantitatif yang meliputi riwayat Perseroan dan sifat kegiatan usaha, analisis industri dan lingkungan, analisis operasional dan prospek Perseroan, alasan dilakukannya transaksi, keuntungan dan kerugian yang bersifat kualitatif atas transaksi yang akan dilakukan. Dan analisis kuantitatif yang meliputi penilaian kinerja historis, penilaian arus kas, penilaian atas proyeksi keuangan, analisis rasio keuangan dan analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah transaksi dilakukan. Dalam analisis kuantitatif juga dilakukan analisis inkremental seperti kontribusi nilai tambah terhadap Perusahaan sebagai akibat dari transaksi yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan Perseroan serta melakukan analisis sensitivitas (sensitivity analysis) untuk mengukur keuntungan dan kerugian dari transaksi yang akan dilakukan: Cc. Analisis atas kewajaran nilai transaksi, d. Analisis atas faktor-faktor yang relevan, seperti analisis biaya dan pendapatan yang relevan, informasi non keuangan yang relevan, prosedur pengambilan keputusan oleh Perseroan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain. Tanggal Penilaian 31 Desember 2024. Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan Selain informasi dari manajemen Perseroan, termasuk seluruh informasi yang diperoleh dari perusahaan pada Objek Pendapat Kewajaran, Penilai juga akan menggunakan sumber informasi eksternal yang tidak diperoleh dari internal manajemen atau bukan sebagai informasi manajemen. Sumber informasi yang digunakan antara lain, (i) situs Bank Indonesia terkait indikator ekonomi dan gambaran makro ekonomi: (ii) data keuangan pasar, (iii) riset data consult atau sumber terkait industri (jika ada). Tingkat Kedalaman Investigasi Dalam hal proses investigasi yang akan dilakukan sebagaimana alur pengerjaan di atas dan informasi terkait Objek Pendapat Kewajaran, terdapat beberapa batasan yang digunakan: Oo KJPP MPR tidak melakukan uji tuntas (penuh) atas Objek Pendapat Kewajaran, namun hanya uji kaji terbatas sesuai metodologi penyusunan Pendapat Kewajaran: Laporan FO TAP 1
Page 23 OCR 0.881
AN Oia ONn Oan Onn Onn ONN GNI CNN caNa cal caN sen on can BI ca BI Pa Bca Dian an Mc Nian tan Ma Ma Men Ma Me Ma Mia Mia Na Na Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk 00000 Tidak melakukan Penilaian Saham Perseroan maupun Entitas Anak, Tidak melakukan Studi Kelayakan Bisnis dan Keuangan, Tidak melakukan Analisis dampak pajak: Tidak melakukan Penilaian Properti, Uji kaji terbatas terhadap legalitas Perseroan, Pengumpulan informasi dan data Objek Pendapat Kewajaran dari Pemberi Tugas berdasarkan ketersediaan dan kelengkapan informasi dan data yang diperoleh: Review proyeksi keuangan Objek Pendapat Kewajaran didasarkan pada diskusi Manajemen pemberi tugas serta informasi publikasi untuk data eksternal yang diyakini sebagai data yang dapat digunakan. 111 Asumsi dan Asumsi Khusus Asumsi o ke) Objek Pendapat Kewajaran adalah perusahaan dengan premis going concern: Seluruh data dan informasi yang diperoleh dari manajemen Pemberi Tugas dan/atau Perseroan adalah benar, Kondisi makro ekonomi maupun industri berdasarkan kondisi terkini berdasarkan data APBN tahun berjalan atau tahun yang akan datang disesuaikan dengan Tanggal Penilaian, sehingga telah mengakomodir kondisi terkini di wilayah usaha Objek Pendapat Kewajaran. Dalam hal Objek Pendapat Kewajaran memiliki kegiatan usaha di luar wilayah Republik Indonesia, maka akan dipertimbangkan juga kondisi terkini, di Tanggal Penilaian, kondisi di negara dimana Objek Pendapat Kewajaran memiliki kegiatan operasional: Pemberi Tugas dan/atau Perseroan meyakini bahwa Objek Pendapat Kewajaran tidak sedang tersangkut masalah hukum atau ada tuntutan hukum dari pihak ketiga: Hasil uji kaji terbatas dengan maksud dan tujuan penugasan, sudah dapat memenuhi kebutuhan analisis secara kuantitatif: Tidak ada dispute pajak, yang bersifat material dan seluruh kewajiban pajak terkait Objek Pendapat Kewajaran dapat dipenuhi, baik sebagai bagian dari entitas bisnis maupun sebagai entitas bisnis secara keseluruhan. Asumsi Khusus o Tidak ada asumsi-asumsi khusus yang digunakan dalam penyusunan Pendapat Kewajaran, kecuali dalam pelaksanaannya ditemukan kemudian sebagai kondisi yang dapat dikategorikan sebagai asumsi khusus, sehingga akan dilakukan perubahan atau amandemen terhadap laporan ini. 112 Persyaratan & Persetujuan untuk Publikasi te Laporan FO Laporan Pendapat Kewajaran yang dihasilkan tidak untuk dipublikasikan dan digandakan kepada pihak ketiga, kecuali telah memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penilai dan/atau KJPP MPR, Laporan Pendapat Kewajaran hanya ditujukan kepada Pemberi Tugas dan pihak-pihak yang tercantum sebagai Pengguna Laporan, Dalam hal penggunaan Laporan Pendapat Kewajaran ditujukan untuk pihak-pihak selain yang disebutkan dalam Pengguna Laporan, maka wajib memperoleh persetujuan tertulis terlebih dahulu dari Penilai dan Pemberi Tugas kecuali pernyataan yang akan dituangkan dalam Keterbukaan Informasi sebagaimana maksud dan tujuan dari disusun dan diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran. TAP 12
Page 24 OCR 0.895
2 Na Mu Mo Ma Ha ) 2) ak an an an an on akan on on an ak an om am am oto Kano Ma Mo Ma Ha Ma Mo Ma Ma) Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk 144 115 116 147 Dasar Peraturan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 dan KEPI dan SPI 2018 Edisi VII-2018. Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian (subseguent events) 0 Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Penilaian adalah kejadian-kejadian terkait Objek Pendapat Kewajaran yang diketahui maupun yang patut diketahui sampai dengan Tanggal Laporan. Dalam hal ditemukan kondisi subseguent events dari hasil investigasi dan pelaksanaan penugasan, maka akan dijabarkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran, sehingga tidak diperlukan perubahan atas Lingkup Penugasan. Oo Kejadian-kejadian penting setelah Tanggal Laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran, bukan merupakan kewajiban Penilai untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil penilaian yang dituangkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran yang telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan Pendapat Kewajaran terkait maksud dan tujuan penilaian, maka KJPP MPR dapat menerbitkan revisi atas Laporan Pendapat Kewajaran untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK. Laporan Penilaian Laporan Pendapat Kewajaran akan disampaikan sebanyak 3 (tiga) buku, yaitu 1 (satu) buku asli dan 2 (dua) buku fotocopy. Batasan atau pengecualian atas tanggung jawab kepada pihak selain Pemberi Tugas (Pihak Ketiga) o Penilai tidak memiliki tanggungjawab kepada pihak ketiga maupun pihak lain yang tidak memiliki keterkaitan secara hukum dengan Pemberi Tugas. O Dalam hal ditemukan adanya penyimpangan terkait Laporan Pendapat Kewajaran, sehingga menjadi bentuk pelanggaran sesuai peraturan dan undang-undang yang berlaku, maka KJPP MPR dapat mempertanggungjawabkan Laporan Pendapat Kewajaran tersebut sesuai keputusan hakim yang secara resmi diterbitkan oleh Kantor Pengadilan, sebagaimana peraturan dan undang-undang yang berlaku. Surat Representasi o Sesuai proses investigasi, dimana Penilai memperoleh informasi terkait Objek Pendapat Kewajaran berasal dari manajemen, maka Pemberi Tugas meyakini bahwa seluruh informasi yang diberikan kepada Penilai adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan, o Pernyataan tersebut dan pernyataan lainnya yang mungkin muncul selama proses investigasi terkait Objek Pendapat Kewajaran akan dituangkan tersendiri dalam bentuk Surat Reprensentasi secara terpisah sebagai bagian syarat diterbitkannya Laporan Pendapat Kewajaran dan akan ditandatangani oleh Pemberi Tugas atau manajemen Perseroan Laporan FO TAP 13
Page 25 OCR 0.919
OM ak ak an akan akan enakan amen amananomanana na Ne Ne Ma Ma Mo Me Ma Me Ma Ma Ne No Ma Ma Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk 118 Kesimpulan Pendapat Kewajaran Secara rinci kesimpulan atas Pendapat Kewajaran dijabarkan pada Bab 6 laporan ini, 119 Data dan Informasi Rincian data dan informasi yang digunakan, analisis yang dilaksanakan, termasuk skema rencana transaksi, analisis kualitatif dan analisis kuantitatif, alasan yang mendukung Rencana Transaksi, opini dan kesimpulan dalam laporan ini dapat dilihat pada Bab 2 — 5. 1.20 Pernyataan Penilai Dijabarkan secara khusus pada lembar Pernyataan Penilai. 1.21 Kondisi dan Syarat Pembatas Kesimpulan nilai yang dihasilkan didasarkan pada ketersediaan informasi dan data yang diperoleh dari Pemberi Tugas dan data/atau informasi eksternal terkini yang diyakini kebenarannya berdasarkan Tanggal Penilaian yang ditetapkan oleh Pemberi Tugas. Seluruh asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan Laporan Pendapat Kewajaran ini diyakini telah memenuhi ketentuan sebagai berikut: a) Opini yang dicantumkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran hanya berlaku sesuai dengan maksud dan tujuan serta definisi Rencana Transaksi sebagai Objek Pendapat Kewajaran. Opini yang digunakan dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lain yang akan mengakibatkan terjadinya kesalahan. Penilai tidak bertanggung jawab atas penggunaan Opini Pendapat Kewajaran untuk tujuan Penilaian lain tersebut. b) Kami telah melakukan penelaahaan atas dokumen dan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas dan/atau dokumen dan informasi pendukung untuk kebutuhan penyusunan Pendapat Kewajaran atas Objek Pendapat Kewajaran, namun demikian kami tidak berkewajiban melakukan pemeriksaan atas keabsahan dokumen atau informasi tersebut, sebagaimana yang kami yakini bahwa dokumen dan informasi tersebut adalah benar. c) Informasi yang diperoleh dari sumber dan pihak lain seperti yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran dianggap layak dan dipercaya, tetapi Penilai tidak bertanggungjawab jika ternyata informasi yang diberikan itu terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penalaahan kami terhadap data yang diperoleh atau digunakan, pemeriksaan atas dokumen ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang, tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas. d) Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disusun oleh Manajemen Perseroan dan telah melakukan kajian ataupun penyesuaian, sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan Perseroan sesuai kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). e) Proses pelaksanaan review kewajaran Rencana Transaksi telah mengikuti dasar peraturan yang digunakan terkait Lingkup Penugasan dan Implementasinya, meliputi proses investigasi dan kertas kerja penilaian, sehingga Penilai meyakini pelaksanaan penyusunan pendapat kewajaran telah sesuai dan dapat dipertanggungjawabkan. f) Kecuali diatur berbeda oleh peraturan dan perundangan yang ada, maka Laporan Pendapat Kewajaran bersifat rahasia dan hanya ditujukan terbatas untuk Pemberi Tugas yang dimaksud dan disajikan hanya Laporan FO TAP 14
Page 26 OCR 0.861
ak ak an ak an ak ak am ak »N aM om om om anon omonana Mo Ma Mo Ma Ma Mo Mo Ma Mo Ro Ma Hi Ma Mo Ma Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk 9) n) untuk maksud dan tujuan sesuai dengan yang dicantumkan pada Laporan Pendapat Kewajaran. Penilai tidak bertanggung jawab kepada pihak lain selain Pemberi Tugas dimaksud. Pihak lain yang menggunakan laporan ini bertanggung jawab atas segala resiko yang timbul. Laporan Pendapat Kewajaran yang kami terbitkan telah meyakini kesesuaiannya dengan dasar peraturan yang digunakan yaitu sesuai maksud dan tujuan, nilai dari objek yang ditransaksikan, dampak keuangan dari transaksi yang akan dilakukan dan pertimbangan bisnis yang digunakan oleh manajemen Perseroan terkait Rencana Transaksi yang akan dilakukan terhadap kepentingan pemegang saham, sehingga Laporan Pendapat Kewajaran yang disampaikan tersebut dapat kami pertanggungjawabkan. Semua dokumen perjanjian kondisional terkait Rencana Transaksi dan dokumen pendukung lainnya yang diperoleh Penilai, didasarkan kepada informasi dan data yang diberikan Pemberi Tugas dan/atau Manajemen Perseroan. Oleh karena itu Penilai tidak melakukan verifikasi ulang kepada notaris, instansi atau lembaga terkait dokumen dan informasi tersebut. Hasil pendapat kewajaran telah meyakini tidak adanya kasus hukum ataupun sengketa terkait Objek Pendapat Kewajaran sebagaimana juga dinyatakan dalam Surat Pernyataan yang ditandatangani Manajemen Perseroan. Laporan FO TAP 15
Page 27 OCR 0.833
Ok an Ot On ON On Gaia GA caNI woN co cANI en BI non DIN on on MI ca Mo ML co Moo Ma MiLo2 MU an Men MK co MA» Nian Ma Ma Ma Mo Ye Nk Mia Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Bab 2 -Ekonomi dan Industri 21 Gambaran Perekonomian Indonesia Data ekonomi yang digunakan bersumber dari hasil kajian Bank Indonesia (BI) yang diterbitkan setiap bulannya, Data ini diperoleh dari website BI yaitu www.bi.go.id. Berikut ringkasan gambaran perekonomian Indonesia yang diperoleh dari publikasi BI untuk data per Desember 2024. Umum Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 Januari 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75”6, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,004, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,506. Keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5#176, terjaganya nilai tukar Rupiah yang sesuai dengan fundamental untuk mengendalikan inflasi dalam sasarannya, dan perlunya upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Bank Indonesia akan terus mengarahkan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi dalam sasarannya dan nilai tukar yang sesuai fundamental, dengan tetap mencermati ruang untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan nasional. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar ditempuh untuk meningkatkan kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, termasuk UMKM dan ekonomi hijau, melalui penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mulai Januari 2025, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan untuk turut menopang pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran. Inflasi Patembangan ii dpangar oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26”6 (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI- Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi — sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, — kelompok volatile food (VF) mencatat “ inflasi 01296 (yoy) didukung 135791135791135791135 7911357911 oleh peningkatan pasokan 20. 2021 2022 2023 2024 pangan seiring berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi Sumber: Bank Indonesia Laporan FO TAP 16
Page 28 OCR 0.815
ON Gn Gan Gn NN Gol GAN GaNN GAN oNIN GAN Ga en BII con DIK con DIK ca BII SI to MIL ta PIN. ME a MI G2 Milan Maa Mia NE co Ma» Mie, Mia Me Ma Mun Mie Mita Ma Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran 2,5#17o, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Nilai Tukar Rupiah Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Ka : | Gambar2.2Nilai Tukar Rupiah | h Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) Kedukeksak MAS Ad hanya melemah sebesar 1,0096 (ptp) dari level nilai — tukar — akhir — 2024. Perkembangan nilai tukar — Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso Filipina, ta . aaM dan baht Thailand yang masing-masing | &xs . ms, melemah sebesar 1,20”6: 1,3396: dan Kd Ma 1,92”. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah an tercatat menguat terhadap mata uang ' kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil terhadap mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Suku Bunga Gambar 2.3 Suku Bunga Kebijakan dan PUAB O/N Suku bunga pasar uang (IndONIA) bergerak di sekitar Bl-Rate, yaitu 6,03”6 pada 14 Januari 2025. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025 tercatat menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing masing- masing pada level 7,066: 7,109, dan 7,2394. Imbal hasil SBN tenor 2 sa tahun dan 10 tahun per 14 Januari ' 3 2025, masing-masing meningkat menjadi 6,986 dan 7,2594 sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan yang memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin baik dengan Sumber : Bank Indonesia una Sumber: Bank Indonesia Laporan FO TAP 17
Page 29 OCR 0.849
AN ok ak on ak ak ak akan «ok om Mam ena Momoka Mo Mo Ma Ma XM Ma Mo Mo Mo Mv» Mc Mo Ma) Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,874 dan 9,205, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya. Indikator Terkini Indikator ekonomi makro dimaksud merupakan indikator yang digunakan Pemerintah Republik Indonesia terkait Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2025. APBN 2025 memperhatikan tingkat pertumbuhan industri, perkembangan perekonomian dan prospek serta risiko ke depan sehingga dapat menjadi indikator bagi investor dalam menentukan rencana investasinya. Tabel 2.1 Sasaran pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2025 (90) 2025 Lapangan Us pang T Pertumbuhan Ekonomi 5,3 - 5,6 Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 32-34 Pertambangan dan Penggalian 38-41 Industri Pengolahan 5,5-6,2 Pengadaan Listrik dan Gas 48-49 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 5,0-5,3 Konstruksi 64-6,8 Perdagangan Besar dan Eceran: Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 51-54 Transportasi dan Pergudangan 64-69 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 5,6-5,8 Informasi dan Komunikasi 88-89 Jasa Keuangan dan Asuransi 6,4-6,5 Real Estate 48-49 Jasa Perusahaan 80-81 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib 45-47 Jasa Pendidikan 5,7-6,2 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 12-74 Jasa Lainnya 54-59 Sumber: kementrian PPN/Bappenas per 2025 (diolah) Laporan FO TAP 18
Page 30 OCR 0.777
AN On al on on ot ot anon aan an aananananenana na No No No Na Mo Mo Ma Mo Mo Ma Mo Mo No Ma) Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk 2.2 .- Asumsi Dasar Ekonomi Makro APBN 2025 15.2 a25 7,0 Pertumbuhan Ekonomi Inftasi di tahun 20: ji Sania! .005 Sumber: www.kemenkeu.go.id Analisis Industri Gambaran industri berikut ini menggunakan beberapa referensi sebagai berikut: » www.investing.com, “Crude Palm Oil - CIF ROTTEDAM Spot" # Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025, “ www.katadata.co.id (2021), “Perkiraan Jumlah Penduduk Indonesia Periode 2015 - 2100”, " Direktori Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit 2023, Gambaran Umum Demografi Analisa jumlah penduduk sebagai model peramalan ekonomi makro merupakan hal penting dalam memahami isu populasi dimasa depan. Pertumbuhan penduduk di Indonesia serta peramalan tren populasi dimasa depan secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi permintaan konsumen. Laporan FO TAP 19
Page 31 OCR 0.826
AN ak an al on on an ok on «Mom anu Nan aman. Maa ka Na Ma Ka Ma RM Re Ka Ro No Mo R2 M1 Ra Ha Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2021 menurut data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencapai 212,23 juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, Indonesia masih berada di urutan — keempat sebagai negara dengan populasi terbesar di dunia berada di bawah Tiongkok, India dan Amerika Serikat. Populasi Indonesia diprediksi terus mengalami pertumbuhan dan akan mencapai puncaknya pada 2062 mencapai 324,76 juta jiwa menggunakan asumsi medium fertility variant. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di urutan keenam negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Setelah itu, untuk tahun-tahun selanjutnya jumlah penduduk Indonesia diprediksikan mengalami penurunan seiring rendahnya angka kelahiran serta meningkatnya populasi usia lanjut hingga akhir abad 21. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan populasi tersebut, maka potensi dalam negeri terhadap kebutuhan pokok dan hasil produksi turunan lainnya diperkirakan juga akan mengalami peningkatan. Grafik 2.2 - Perkembangan Ekspor Minyak Kelapa Sawit di Indonesia erkiraan Jumlah Penduduk Indone m0nuta 320 ta 310 3uta 200 ta Pon 270 Juta | 250 juta 2015 2039 2003 2087 Sumber: www. katadata.co.id (diolah) 31.000 .000 1 30.380 sa ta 29.254 4 30.000 30.000 25.071 25.000 29.000 18.891 28.628 z 20,000 28.000 Tah 27574 16.152 27.77 15.000 27.000 10.000 26.000 5.000 25.000 0 2020 2021 2022 2023 mam Volume ekspor (Ribu Ton) —@- Nilai ekspor (Juta US$) Sumber: BPS Minyak kelapa sawit merupakan komoditas hasil perkebunan ekspor terbesar Indonesia. Berdasarkan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) ekspor kelapa sawit pada tahun 2023 dengan volume 28.628 ribu ton dan nilai ekspor US$25.071 juta, volume meningkat dari tahun 2022 sebesar 5,349 tetapi nilai ekspor turun sebesar -18,9896. Laporan FO TAP 20
Page 32 OCR 0.819
SN ak ok on on an an an an otak on Mona ana Mana Nana Na Mo Ma Me No Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ro Ma Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Grafik 2.3 - Negara Tujuan Ekspor Sawit Indonesia 2023 (US$ Juta) Myanmar Spanyol Vietnam Malaysia Mesir Bangladesh USA Pakistan Tg 521 TT 581 Ta 577 Tan 694 Tn 799 an 1.162 am amami 2.173 ae semen: 3.609 Pa aa one ana 4.516 500 1000 1.500 2000 2500 3.000 3.500 4.000 4.500 5.000 “India «China wPakistan wUSA Bangladesh # Mesir « Malaysia « Vieinam « Spanyol « Myanmar Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 Kelapa sawit juga digunakan di negara lainnya, dan Indonesia yang merupakan negara dengan ekspor terbesar. Beberapa negara menjadi penyumbang nilai ekspor sawit Indonesia di mana terbesar seperti India merupakan salah satu pengguna kelapa sawit terbesar di dunia dan juga penyumbang nilai ekspor sebesar US$4.516 juta disusul China dengan nilai ekspor US$ 3.608 juta. Tren Harga Minyak Kelapa Sawit Grafik 2.4 - CPO Rotterdam (USD/ton) 2.000 1.800 1.600 1.400 1.200 1.000 800 ! 600 970 930 400 200 1.305 1.030 Sumber: Investing Harga minyak sawit lokal dipengaruhi oleh pajak ekspor dan dana pengembangan minyak sawit (CPO Supporting Fund). Peraturan tersebut bertujuan untuk mengamankan suplai domestik, menstabilkan harga minyak goreng dan meningkatkan industri hilir seperti biofuel. Secara periodik, Bank Dunia mengeluarkan proyeksi harga komoditi yaitu Cost Insurance Freight (CIF) di Rotterdam. CIF merupakan biaya, asuransi, dan pengangkutan yang mana biaya ongkos kirim dan jaminan barang sudah termasuk harga jual barang karena semua biayanya ditanggung oleh penjual. Rotterdam merupakan pusat dari bursa internasional untuk minyak kelapa sawit. Data yang ada ditahun 2024 saat ini baru November Laporan FO TAP 2
Page 33 OCR 0.828
ON ok ok ak on at ok om ok ok om emo ememakoaN. Ke Me Na Na Nee Ro Re No Ho No No R2 No No Ro Ha) Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk dengan nilai 1.360 US$/Ton, Desember 2023 sebesar 935 US$/Ton, Desember 2022 sebesar 1.030 US$/Ton, dan Desember 2021 sebesar 1.305 US$/Ton. Tahun 2024 dari Juni hingga November CPO Rotterdam meningkat cukup signifikan. Grafik 2.5 - Harga CPO Kalimantan Timur (Rp/kg) 2021 - 2024 16.000 14919 14.000 ea 12000 11401 10.986 10.000 8.000 6.000 4.000 2000 2021 2022 2023 2024 Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 CPO Kalimantan Timur per Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar 35,806 dimana tahun 2023 tercatat penurunan sebesar -3,6496. Kalimantan merupakan salah satu penghasil kelapa sawit terbesar yang juga tercermin dari meningkatnya volume CPO yang diekspor. Grafik 2.6 - Harga CPO Jambi (Rp/kg) 2021 - 2024 20.000 15.568 15.000 Nala 11.252 10.851 10.000 5.000 2021 2022 2023 2024 Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 Harga CPO di Jambi sama seperti di Kalimantan Timur dengan harga meningkat sebesar 43,474 ditahun 2023 dan menurun ditahun 2022 sebesar -3,5696. Jambi yang ada di provinsi Sumatera merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia dan juga pendukung ekspor di Indonesia. Laporan FO TAP 22
Page 34 OCR 0.843
aM am ak ok ok ok ek on «Mon ono omererom Kama Na Ra Reka RoN Ho Ko Mo Ro Ho R» Ro Mo Xp Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Grafik 2.7 —Jumlah Produksi Kelapa Sawi 30.000.000 25.453.682 25.688.752 25.000.000 19.516.365 19.468.048 20.000.000 15.000.000 10.000.000 5.000.000 2022 2023 Wilayah Indonesia (To 25.151.247 19.818.500 2024 m Sumatera m Kalimantan # Sulawesi m Lainnya (Jawa, Nusa Tenggara & Bali, Maluku & Papua) Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 Jumlah produksi kelapa sawit di Indonesia ditahun 2023 meningkat dan berlanjut hingga tahun 2024. Sumatera merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia kemudian disusul oleh Kalimantan. Data dari Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 memperkirakan tahun 2024 meningkat disetiap provinsinya. Pemerintah telah mengambil langkah strategis untuk memastikan produk/ekspor sawit berkelanjutan. Kinerja Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia Grafik 2.8 — Jumlah Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawi 2023 60 aan 45 " Sumatera » Kalimantan " Sulawesi Sumber: Direktori Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit 2023 Jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang menjalankan bisnisnya — di Indonesia sebanyak 2.281 perusahaan dan tersebar di 26 provinsi: Berdasarkan grafik — jumah perusahaan perkebunan kelapa sawit, dapat dilihat bahwa jumlah — perusahaan — yang tersebar di Sumatera mencapai 1.221 perusahaan atau mencapai 5446 dari seluruh perusahaan sawit di Indonesia. Jumlah terbanyak kedua adalah di Kalimantan yaitu sebanyak 955 perusahaan atau sebesar 429 dari seluruh perusahaan sawit di Indonesia. Laporan FO TAP 23
Page 35 OCR 0.839
AM am Kak am ak ak ok 1 uk om umon aman Muka na Na Na Mo Kaka Roko Ka Kn Mp Mu 1 M3 Ma Wa Mantororsorwo, P Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Sebagian besar luas kelapa sawit di Indonesia diusahakan oleh perusahaan besar swasta (PBS) yaitu sebesar 54,087o atau seluas 8.614.259 hektar dan perusahaan besar negara (PBN) sebesar 3,636 atau 577.937 hektar. Perkebunan Rakyat (PR) menempati posisi kedua dalam konstribusinya terhadap total luas area perkebunan kelapa sawit Indonesia yaitu seluas 6.736.516 atau 42,2996. Gra jas Area Menurut St: Kelapa Sawit 2023 Pengusahaan « Perkebunan rakyat (PR) » Perkebunan Besar Negara (PBN) « Perkebunan Besar Swasta (PBS) 577.937 Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 — 2025 Tabel 2.2 Luas Area dan Produksi Kelapa Sawit, Menurut Status Pengusaha Tahun 1980-2024 Area dan Produksi Kelapa Sawit, Menurut Status Pengusaha Tahun 1980-202: Produksi (Ton) 199.538 | 88.847 710 498.858 221.544 1981 5.695 213.264 | 100.008 1.045 533.399 265.616 1982 8.537 224.440 | 96.924 2.955 598.653 285.212 1983 37.043 261.339 | 107.264 3.454 710.431 269.102 1984 40.552 340.511 | 130.95 4.031 814.015 329.144 1985 118.564 | 335.195 | 143.603 43.016 861.173 389.241 1986 129.904 | 332.694 | 144.182 53.504 912.306 384.919 1987 203.047 1 365.575 | 160.040 165.162 988.480 352.413 1988 196.279 | 373.409 | 293.171 156.148 1.102.692 454.495 1989 223.832 | 366.028 | 383.668 183.689 1.184.226 597.039 1990 291.338 | 372.246 | 463.093 376.950 1.247.156 788.506 1991 384.594 | 395183 | 531.219 413.319 1.360.363 883.918 1992 139.468 | 389.761 | 638.241 699.605 1.489.745 1.076.900 1993 502.332 | 380.746 | 730.109 582.021 1.469.156 1.370.272 1994 572.544 | 386.309 | 845.296 839.334 1.571.501 1.597.227 1995 658.536 | 404.732 | 961.718 1.001.443 | 1.613.848 1.864.379 1996 138.887 | 426.804 11.083.823 | 1.133.547 | 1.706.852 2.058.259 1997 813175 |517.064 11.592.057 | 1.282.823 | 1.586.879 2.578.806 1998 890.506 | 556.640 | 2.113.050 | 1.344.569 | 1.501.747 3.084.099 1999 1.041.046 | 576.999 | 2.283.757 | 1.547.811 | 1.468.949 3.438.830 2000 1.166.758 | 588.125 | 2.403.194 | 1.905.653 | 1.460.954 3.633.901 2001 1.561.031 | 609.947 | 2.542.457 | 2.798.032 | 1.519.289 4.079.151 2002 1.808.424 | 631.566 | 2.627.068 | 3.426.740 | 1.607.734 4.587.871 2003 1.854.394 | 662.803 | 2.766.360 | 3.517.324 | 1.750.651 5.172.859 2004 2.220.338 | 605.865 | 2.458.520 | 3.847.157 | 1.617.706 5.365.526 2005 2.356.895 | 529.854 | 2.567.068 | 4.500.769 | 1.449.254 5.911.592 Laporan FO TAP 24
Page 36 OCR 0.848
Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk —... Luas Area (Ha) PBS PR 3.357.914 | 5.783.088 Produksi (Ton) PBN 2.313.729 PBS” 9.254.031 2007 2.152.172 3.408.416 | 6.358.389 2.117.035 9.189.301 2008 2.881.898 3.878.986 | 6.923.042 1.938.134 8.678.612 2009 | 3.061.413 4.181.369 | 7.517.716 2.005.880 9.800.697 2010 3.387.257 4.366.617 | 8.458.709 1.890.503 11.608.907 2011 3.752.480 4.561.966 | 8.797.924 2.045.562 12.253.055 2012 4.137.620 4.751.868 | 9.197.728 2.133.007 14.684.783 2013 4.356.087 5.381.166 | 10.010.728 2.144.651 15.626.625 2014 | 4.422.365 5.603.414 | 10.205.395 2.229.336 16.843.459 2015 | 4.535.400 5.980.982 | 10.527.791 2.346.822 18.195.402 2016 | 4.739.318 5.754.719 | 11.575.542 1.887.999 18.267.420 2017 5.697.892 71.712.687 | 13.191.189 1.861.263 22.912.772 2018 | 5.818.888 7.892.706 | 15.296.801 2.147.136 25.439.694 2019 5.896.775 1.942.335 | 14.925.877 2.134.367 30.060.003 2020 | 6.044.058 1.977.298 | 15.495.427 2.310.612 27.935.807 2021 6.029.749 8.041.608 | 15.503.840 2.256.134 27.361.506 2022 6.213.407 8.576.838 | 16.310.609 2.295.975 28.213.089 2023 | 6.736.516 8.614.259 | 16.223.443 2.197.217 28.663.639 2024" | 6.783.102 8.641.459 | 16.478.307 2.159.991 28.836.306 Sumber : Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 Grafik 2.10 - Luas Area (Ha) Menurut Status Pengusahaan Kelapa Sawit 10.000.000 9.000.000 8.000.000 7.000.000 6.000.000 5.000.000 4.000.000 3.000.000 2.000.000 1.000.000 0 980 1982 1984 1986 1988 1990 838335 SEEBEK 2 2004 2006 —6—PBN 202: 2024" Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 — 2025 ak ak ok ok ak en an on akan amuamomananamenena Mo Me Maan No Ro Mo No Ha Mo No Mo Ma Laporan FO TAP
Page 37 OCR 0.809
ON ak ak ok on on en onon eKonamuneonanememanana Re Me Na Ka No No Mo Mo Ne Mo Mo Mo Mo Ma PAKPANAN & REKAN BELA SAMA ERASINNG, Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Grafik 2. ' Tanaman Menghasilkan Tahun 2022 - 2024 Menurut Wilayah (Ha) 8.000.000 6.934.628 6.996.486 7.000.000 6786.236 6.000.000 .387.192 5.487.196 542.274 5.000.000 4.000.000 3.000.000 2.000.000 8 £ 8 8 8 3 pe 5 pa 1.000.000 si si 8 £ Bi Kang — 2022 2023 2024 mSumatera mKalimantan wSulawesi «Lainnya (Jawa, Nusa Tenggara & Bali, Maluku & Papua) Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 Luas tanaman menghasilkan kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2023 meningkat disetiap provinsi, sama pada umumnya untuk produksi kelapa sawit di mana pada tahun 2023 dan juga tahun 2024. Grafik 2.12 - Produksi CPO Indonesia 2018 - 2024 (Ton) 48.000.000 47.474.604 47.120.247 46.819.673 17.084.299 47.000.000 45.741.845 46.000.000 45.121.480 45.000.000 44.000.000 42.883.631 43.000.000 42.000.000 41.000.000 40.000.000 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 Gambaran produksi CPO di Indonesia tahun 2018 - 2024 meningkat ditahun 2024. Tahun 2020 menurun karena COVID seperti industri lainnya pada umumnya dan tahun 2021 COVID masih terjadi, tahun 2022 — 2023 menunjukkan peningkatan dimana COVID mulai turun dan industri lainnya juga mulai pulih. Laporan FO TAP 26
Page 38 OCR 0.855
9 90019090 O C0025 OMA GANDA ak alel on ak okaka Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk - Volume dan Nilai Ekspor Minyak Sawit (CPO) US$ per Ton Tahun 1981 - 2023 US$/Ton 1.200100 100000 800,00 609.00 400.00 200.00 186.96 If aatlulal 1981 1983 1985 1987 1989 1991 1993 1995 1997 1999 2001 2003 2005 2007 2009 2011 20132015 2017 2019 2021 2023 107663 Ton 10.000.000 | 984,78 10.000.000 105110 | 8.000.000 81961 681,50 6.000.000 492.00 4.000.000 | | | 2.000.000 9 mama Volume US$/Ton Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 Berdasarkan — keragaan data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) bulan Maret dari Badan Pusat Statistik, perkembangan konsumsi minyak goreng sawit per kapita di Indonesia tahun 2023 meningkat menjadi sebesar 10,75 kg/kapita/tahun. Peningkatan yang cukup signifikan terjadi di tahun 2015 dibanding tahun sebelumnya yakni dari 8,64 Grafik 2.14 — Konsumsi Minyak Goreng Sawit per Kapita da Rumah Tangga di Indonesia (Kg/kap/tahun) 11,8 11,050 11010 kh) 10,5 10 95 9 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Sumber: Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2023 - 2025 kg/kap/tahun meningkat menjadi 10,09 kg/kap/tahun atau naik sebesar 16,73”6. Prediksi konsumsi minyak goreng sawit di tingkat rumah tangga untuk tahun 2024 yaitu sebesar 12,23 liter/kap/tahun atau sebesar 11,01 kg/kapitahun, konsumsi ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023. Meningkatnya konsumsi minyak goreng sawit searah dengan produksi kelapa sawit di Indonesia. Laporan FO TAP 27
Page 39 OCR 0.841
OX on ak ok on am on ak ok «Kom amekemamenanamameRo Re Na KaNa Ru Ko Ro Ro Ho Mo Mo Ms Mo Mo Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Bab 3 - Rencana Transaksi 3.1 Skema Rencana Transaksi Berdasarkan informasi manajemen sehubungan Rencana Transaksi, maka skema Rencana Transaksi dari Objek Pendapatan Kewajaran yang menjadi dasar kajian atau analisis dapat digambarkan sebagai berikut : TAP 94,935 G ”) O 99,9046 98,4646 O Pemberian Pinjaman Modal Kerja YWA kepada BBB sebesar Rn200.000.000.000 Keterangan Skema Sebelum Rencana Transaksi 1. Perseroan merupakan pemilik mayoritas AMP sebagai Entitas Anak dengan kepemilikan sebesar 94,936, 2. YWA dan BBB merupakan Entitas Anak Tidak Langsung Perseroan melalui AMP dengan kepemilikan masing-masing sebesar 99,904 dan 98,4676, 3. YWA akan memberikan pinjaman modal kerja kepada BBB dengan plafond sebesar Rp200.000.000.000, sehingga YWA dan BBB merupakan para pihak yang bertransaksi. 3.2 Analisis Rencana Transaksi Berdasarkan skema Rencana Transaksi berikut analisis Rencana Transaksi. 3.21 Pihak-Pihak yang Bertransaksi PT Triputra Agro Persada : | Perseroan bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan Tbk (“Perseroan”) industri pengolahan kelapa sawit melalui Entitas Anak dan Perusahaan Asosiasi serta perkebunan karet. Hingga saat ini, Perseroan telah mampu mengembangkan usahanya ke beberapa provinsi di Indonesia, yaitu Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Perseroan merupakan perusahaan yang Laporan FO. TAP 28
Page 40 OCR 0.906
Ok ak ok om ekonom en «Konanoremeneanamemake Re Ke Maa No Ro Ro Mo No Mo Mo Mo Mo Ma Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dimiliki oleh Triputra Group dan Persada Capital Investama. Dalam kaitannya dengan Rencana Transaksi, Perseroan bertindak sebagai “Entitas Induk” dari AMP yang memiliki porsi kepemilikan saham 94,93Yc secara langsung dan kepemilikan tidak langsung YWA dan BBB melalui AMP. PT Agro Multi Persada (“AMP”): AMP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan industi pengolahan kelapa sawit melalui entitas anak. AMP merupakan perusahaan induk dari YWA dan BBB dengan kepemilikan saham masing - masing sebesar 99,904 dan 98,4699. Dalam Transaksi ini AMP bertindak sebagai “Entitas Anak” dan merupakan Entitas Induk dari YWA dan BBB dengan porsi kepemilikan dikeduanya masing-masing sebesar 99,904 dan 98,4696. PT Yudha Wahana Abadi (“YwA?) PT Yudha Wahana Abadi adalah perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian dengan No. 211 tanggal 26 Juli 2004, dibuat oleh dan dihadapan Achmad Dahlan, S.H., Notaris di Samarinda. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-04593 HT.01.01.TH.2005 tanggal 22 Februari 2005. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir dimuat dalam Akta No. 09 tanggal 01 Agustus 2024, yakni perubahan Pasal 3 mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Perusahaan, dibuat oleh Notaris Indriana, S.H., M.Kn.,Notaris di Kota Tangerang Selatan. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Nomor AHU-005 1483,AH.01.02.TAHUN 2024 tanggal 19 Agustus 2024, Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak di bidang perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit, pengangkutan termasuk aktivitas penunjang angkutan dan perdagangan besar. Perusahaan berkedudukan di Jakarta Selatan, dengan alamat kantor di Gedung The East Lantai 23, Jalan DR Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E.3.2 No. 1, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Perusahaan beroperasi secara komersial sejak tahun 2005. Laporan FO TAP 29
Page 41 OCR 0.867
2 Ro Mo Me Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mp, 3 On ain cin Onn Gt ain cai Ga ci Gol Gn cp DI on HI on BI an Rc MI can MAL Mo ca Man Min Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Dalam skema Rencana Transaksi, YWA ini bertindak sebagai “Pemberi Pinjaman kepada BBB" atau Entitas Anak Tidak Langsung. PT Brahma Binabakti (“BBB”) PT Brahma Binabakti (“Perusahaan") adalah perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan Akta Pendirian dengan No. 10 tanggal 9 November 1988, dibuat oleh dan dihadapan Notaris Dr. H.E. Gewang, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2.3119.HT.01.01-Th'89 tanggal 10 April 1989, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 72, tanggal 8 September 1992 Tambahan No. 4339. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir dimuat dalam Akta No 14 tanggal 26 Nopember 2024, dibuat oleh dan dihadapan Indriana SH MKN, Notaris di Kota Tangerang Selatan, yakni perubahan Pasal 3 mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Perusahaan. Perubahan anggaran dasar ini telah mendapat persetujuan Menteri Hukum Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-007 8868.AH.01.02. TAHUN 2024 tanggal 5 Desember 2024. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak dibidang perkebunan dan industri pengelolahan kelapa sawit, perkebunan dan industri pengelolahan karet, serta perdagangan besar. Perusahaan berkedudukan di Kota Jambi, Provinsi Jambi dengan kantor perwakilan di Gedung The East, Lt. 23 Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.3.2 No. 1, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Perusahaan beroperasi secara komersial sejak tahun 1995. Dalam skema Rencana Transaksi, BBB ini bertindak sebagai “Penerima Pinjaman dari YWA" atau Entitas Anak tidak langsung. 3.2.2 Dokumen Rencana Transaksi Berikut ringkasan draft Dokumen Perjanjian Hutang Piutang dari YWA kepada BBB. Perusahaan Yang Memberi Hutang Penerima Hutang Laporan FO TAP PT Yudha Wahana Abadi PT Brahma Binabakti 30
Page 42 OCR 0.911
OR ak ek ok anen okon «Nok emononear omi Mema Ra Ra Ke Maa RK: Ro Ko Ro Ho Ko Ro R1 Ro Ma, Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk PASAL 2 FASILITAS HUTANG PASAL 3 TUJUAN PASAL 4 PENCAIRAN Pasal 4.1 Pasal 4.2 PASAL 5 BUNGA Pasal 5.1 Pasal 5.2 PASAL 6 PEMBAYARAN HUTANG Pasal 6.1 Pasal 6.2 Pasal 6.3 PASAL 8 BIAYA DAN PENGELUARAN PASAL 10 PERJUMPAAN HUTANG (Sett Of) Pasal 10.1 Laporan FO TAP Sesuai dengan persyaratan Perjanjian ini, Pemberi Hutang menyediakan kepada Penerima Hutang suatu fasilitas Hutang dalam jumlah agregat setara dengan Rp. 200.000.000.000 (Dua ratus miliar Rupiah). Fasilitas Hutang akan digunakan oleh Penerima Hutang untuk modal kerja dan kepentingan umum perusahaan. Para Pihak setuju dan mengakui bahwa pencairan Fasilitas Hutang akan berlangsung selama Jangka Waktu Perjanjian. Pencairan akan dilakukan segera dengan dana yang tersedia. Jumlah pokok keseluruhan yang ditarik menjadi terhutang berdasarkan Fasilitas Hutang yang dirujuk pada Tanggal Penarikan Bunga akan dikenakan oleh Pemberi Hutang kepada Penerima Hutang sebesar nilai sesuai dengan kesepakatan para pihak dengan mengacu pada nilai suku bunga yang berlaku di Bank DBS (“DBS") atau Bank Negara Indonesia (“BNI") dan akan dibayarkan oleh Penerima Hutang diakhir masa pengembalian atau pada tanggal Jangka Waktu Perjanjian. Periode Bunga adalah periode dari Tanggal Penarikan sampai dengan tanggal sebagaimana ditetapkan oleh Pemberi Hutang kepada Penerima Hutang pada tiap akhir tahun atau pada saat Penerima Hutang akan melakukan percepatam pelunasan hutang, Semua jumlah yang terhutang dalam Fasilitas Hutang wajib dibayarkan oleh Penerima Hutang ke rekening Pemberi Hutang pada tanggal Jangka Waktu Perjanjian atau pada saat Pemberi Hutang mengirimkan surat perintah pembayaran Hutang, Penerima Hutang dapat juga pada setiap saat membayarkan lebih awal seluruh Hutang dan Bunga dari jumlah yang terhutang berdasarkan Fasilitas Hutang tanpa biaya atau penalti. Setelah menerima seluruh pembayaran Hutang, Pemberi Hutang harus memberikan surat keterangan lunas (Kwitansi) kepada Penerima Hutang, Biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan Perjanjian ini baik biaya transaksi, biaya perubahan termasuk tidak terbatas apabila ada biaya hukum yang ditimbulkan dan yang dikeluarkan oleh Pemberi Hutang menjadi beban Penerima Pinjaman sepenuhnya. Oleh Pemberi Hutang Pemberi Hutang dapat melakukan set off terhadap kewajiban yang jatuh tempo dari Penerima Hutang berdasarkan Perjanjian ini (sejauh dimiliki secara benefisial oleh Pemberi Hutang) terhadap kewajiban jatuh tempo yang harus dibayar oleh Pemberi Hutang kepada Penerima Hutang, terlepas dari tempat pembayaran, pemesanan cabang atau mata uang dari kedua kewajiban. Jika kewajiban dalam mata uang yang berbeda, Pemberi Hutang juga dapat mengkonversi kewajiban pada kurs pasar dalam kegiatan usaha 31
Page 43 OCR 0.904
am ak ak on anon ok on enam omonemamanamananana Me Maa Ma No Mo Mo No Ko Mo Mo Mo Mo Ma) Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk biasa untuk tujuan set off. Pasal 10.2 - Oleh Penerima Hutang Semua pembayaran yang harus dilakukan oleh Penerima Hutang berdasarkan Perjanjian dapat dihitung dan dibuat dengan berdasarkan set off atau counterclaim kecuali atas persetujuan tertulis sebelumnya dari Pemberi Hutang. PASAL 11 PENGALIHAN : Pemberi Hutang dapat mengalihkan setiap hak atau kewajibannya dengan HUTANG (Cessis) pemberitahuan kepada Penerima Hutang. Pasal 11.1 Pasal 11.2 : Penerima Hutang tidak diperbolehkan mengalihkan seluruh hak-hak atau kewajibannya berdasarkan Perjanjian setiap saat tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Pemberi Hutang. Berdasarkan kajian terkait perjanjian pinjaman tersebut, terdapat beberapa catatan yang secara prinsip membasiskan kepada normatif perjanjian pinjam meminjam pada kondisi pasar pada umumnya, antara lain e Para Pihak tidak menerapkan adanya denda dan/atau sanksi terkait pelunasan kewajiban atau keterlambatan pembayaran. # Para Pihak tidak menerapkan adanya jaminan ataupun collateral yang menjadi agunan atas pinjaman yang diberikan. 3.3 Analisis Risiko dan Manfaat Rencana Transaksi Analisis risiko dan manfaat terhadap Rencana Transaksi berikut ini didasarkan pada skema Rencana Transaksi dan informasi manajemen Perseroan. 3.3 — Risiko Rencana Transaksi Yaitu risiko bagi Perseroan yang ditimbulkan sebagai akibat dari implementasi Rencana Transaksi oleh Perseroan, baik bersifat finansial maupun non finansial, yang mungkin terjadi atau tidak terjadi dimasa yang datang. Beberapa risiko yang dapat disimpulkan dari Rencana Transaksi dan dampaknya bagi Perseroan antara lain: » Risiko penurunan likuiditas (arus kas) yang dihasilkan dampak dari penurunan kinerja terkait harga Crude Palm Oil (CPO) atau peningkatan beban usaha operasional serta persaingan di industri kelapa sawit yang secara bisnis dapat menjadi risiko munculnya penurunan kemampuan memenuhi kewajiban keuangan yaitu pembayaran bunga dan/atau pokok hutang diantara Para Pihak yang bertransaksi, » Risiko pendanaan tambahan dari bank akibat kurangnya ketersediaan kas pada BBB dikarenakan mismatch dalam pengelolaan kas memenuhi kebutuhan modal kerja terutama pada periode tanam dan pemeliharaan lahan yang dikembangkan. Hal ini dapat merubah struktur permodalan BBB dan laba bersih BBB akibat peningkatan beban keuangan maupun rasio leverage, di masa yang akan datang. » Risiko bankable atau kemampuan Para Pihak dalam memperoleh pendanaan dari sektor keuangan baik bank maupun lembaga keuangan non-bank. Hal ini dikarenakan, kreditur (bank dan non-bank) Laporan FO TAP 32
Page 44 OCR 0.918
Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk cenderung memperhitungkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban angsuran dan pembayaran bunga termasuk transaksi pinjaman yang berasal dari pihak afiliasi didalam satu grup. 3.3.2 Manfaat Rencana Transaksi Manfaat bagi Perseroan dari dilaksanakannya Rencana Transaksi adalah potensi positif, baik secara finansial maupun non-finansial, yang berpotensi terjadi di masa yang akan datang. Beberapa manfaat yang dapat disimpulkan dari Rencana Transaksi dan dampaknya bagi Perseroan antara lain: 800009999999 999999 YI 9 AM ak un an ak on ak en «Mim mm) - Adanya potensi efisiensi yang dihasilkan dari jumlah pembayaran beban bunga secara konsolidasi Perseroan terkait dengan pinjaman untuk biaya operasional kebun, dibandingkan BBB melakukan transaksi pinjam meminjam dengan lembangan keuangan bank maupun non-bank, Adanya potensi BBB meningkatkan aktivitas produksinya dan menghasilkan operasional yang lebih profitable melalui dukungan pendanaan pinjaman dari pihak afiliasi, sebagaimana skema Rencana Transaksi yang akan dijalankan, Dengan penggunaan dana pinjaman dari pihak afiliasi untuk pelunasan sebagian fasilitas pinjaman bank, maka BBB dapat memulihkan porsi fasilitas pinjaman bank yang telah tersedia, sehingga secara operasional BBB, berpotensi memiliki cadangan pendanaan yang sewaktu-waktu jika diperlukan untuk kebutuhan ekspansi ataupun investasi lainnya, meskipun dalam penggunaannya tetap harus memperhatikan covenant rasio leverage yang dipersyaratkan: Dengan adanya tambahan fasilitas pinjaman pihak terafiliasi, maka BBB memiliki kelonggaran dalam memenuhi kebutuhan modal kerja maupun kebutuhan ekspansi, serta kelonggaran pengaturan penggunaan sumber pendanaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional maupun investasi di masa yang akan datang. Laporan FO TAP 33
Page 45 OCR 0.828
Ta ant On Ona ai ia NN ic Ga al co Gn ca ca HI ca II ca Ian Uc ca Aan Man Mo Ma Ma, Men Man Nian Nian Mita Mes Ma Mita Mia | Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Bab 4 - Analisis Kualitatif 41 Riwayat Perseroan dan Sifat Kegiatan Usaha Perseroan, berdomisili di Jakarta Selatan, didirikan berdasarkan akta Notaris No. 4 tanggal 24 Januari 2005 yang dibuat di hadapan Notaris Ir. Rusli, S.H, Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C-03565 HT.01.01.TH.2005 tanggal 11 Februari 2005 yang semula didirikan dengan nama PT Alam Permata Indah. Berdasarkan akta Notaris No. 97 tanggal 31 Maret 2005 yang dibuat di hadapan Notaris Darmawan Tjoa, S.H., S.E., Perusahaan melakukan perubahan nama yang semula PT Alam Permata Indah menjadi PT Triputra Agro Persada dan nama tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Aasasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-12258 HT.01.04.TH.2005 tanggal 6 Mei 2005. Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir perubahan dalam Akta No. 148 tanggal 28 April 2025 yang dibuat oleh dan dihadapan Jimmy Tanal SH, MKn, Notaris di Jakarta Selatan, perubahan mana terkait dengan tugas, tanggung jawab dan wewenangan direksi Perseroan. Perubahan Anggaran Dasar ini telah disetujui oleh Menteri Hukum Republik Indonesia dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0123449 tanggal 06 Mei 2025. Berdasarkan Pasal 19 Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan tugas, tanggung jawab dan wewenangan direksi Perseroan diwakili oleh 2 (dua) orang Direksi untuk bertindak secara bersama-sama untuk dan atas nama Perseroan. Perseroan berkedudukan di Jakarta Selatan, dengan alamat kantor di Gedung The East Lt. 23, Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.3.2 No. 1, Jakarta Selatan 12950. Perusahaan memulai kegiatan komersial pada tahun 2005, Struktur Perseroan dan Anak Perusahaan Per 31 Desember 2024 2g Fs 5 : sn 9193 gawas Es “I M- aloe amal Sumber: Laporan Tahunan Perseroan 2024 mm | 0. | TA an | Laporan FO. TAP 34
Page 46 OCR 0.701
cc... SIA AAA AI IKA III III m Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Keterangan Kepemilikan TAP Konsolidasi: Kepemilikan langsung dari TAP AMP 1 4938 ATS 1. 990k Kepemilikan langsung dari ATS ABM 1 9990W SAK 1. 99901 BSM 99,9016 Kepemilikan langsung dari AMP Kepemilikan langsung dari AMP USTP 1. 501 KSD KL 9999K ATP 2.49 HPM P 9990h PAN 1. 99,9016 SAWA 1. 9990h BBB 1 984616 NPN K 9990h GBSM 1. 99,906 YWA P 9990h MIK 1. 99,90 KAM Po 90K FLTI 1. 99,906 EBL L 9990M HJA 1. 9990K PTA 1. 9990M SKM 1. 999096 DL 1. 999OK HPS 1. 999076 SLE 1. 9990 TAPAS L 9990K6 TAN 1. 999OM APR L 999OK MSL K 9990h BBP 1. 999016 AAPA P 999ON PMB 1. 99906 GAS P 099016 Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Komposisi kepemilikan saham Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan yang telah diaudit per 31 Desember 2024, adalah sebagai berikut : Pemegang Saham Jumlah Lembar Kepemilikan Jumlah Selilul (Yo) Rp Juta PT Persada Capital Investama 6.565.109.373 33,07 656.511 PT Triputra Investindo Arya 4.775.024.955 24,05 477.502 PT Daya Adicipta Mustika 3.958.643.004 19,94 395.864 T. Permadi Rachmat. Ir 1.030.149.800 5,19 103.015 George Oetomo 56.145.300 0,28 5.615 Tjandra Karya Hermanto 49.918.900 0,25 4.992 Budiarto Abad 40.050.000 0,20 4.005 Erida 19.210.000 0,10 1.921 Arif Rachmat 2.196.200 0,01 280 Masyarakat (masing-masing dibawah 596) 3.355.492.468 16,90 335.549 Jumlah 19.852.540.000 100,00 1.985.254 Laporan FO TAP 35
Page 47 OCR 0.883
» Mv Me Ma) OM ak ok on ak ak ak ok ot am om oMemamamamemana Me Me Ke Ka Mao Ho Ha Mo Mo Mp) " Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk 4.2 Susunan Komisaris dan Direksi Perseroan Susunan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut: Dewan Komisaris Presiden Komisaris : Arif Rachmat Komisaris ! Arini Saraswaty Subianto Komisaris 1 Toddy Mizaabianto Sugoto Komisaris ! Danny Rachmat Komisaris Independen ! Drs, Aridono Sukmanto Komisaris Independen 2 Ir. Maruli Gultom Komisaris Independen 1 Stanley Setia Atmadja Dewan Direksi Presiden Direktur : Tjandra Karya Hermanto Direktur 1 Erida Direktur 1 Sutedjo Halim Direktur 1 Budiarto Abadi Direktur 1 George Oetomo Pada tanggal 31 Desember 2024 Perseroan tercatat memiliki tenaga kerja atau karyawan tetap sebanyak 15.302 berdasarkan laporan keuangan audit per 31 Desember 2024. Analisis Industri dan Lingkungan Pengelolaan dan pemantauan lingkungan merupakan bagian dari sistem manajemen lingkungan yang mengacu kepada peta jalan transformasi lingkungan Perseroan. Kegiatan pengelolaan dan pemantauan dilakukan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan pengelolaan lingkungan yang tujuannya adalah memitigasi ataupun memperkecil dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif terhadap lingkungan, Perseroan berkomitmen selalu mematuhi peraturan perundang — undangan mengenai lingkungan hidup. Pada proses perencanaan lingkungan hidup, Perseroan mengedepankan AMDAL dan UKL-UPL, serta peraturan perundangan lain yang relevan. Pada proses pengelolaan lingkungan hidup, Perseroan menjaga baku mutu dan standar kualitas lingkungan yang ditePerseroankan Pemerintah. Pada proses pemantauan lingkungan, Perseroan mematuhi mekanisme pelaporan pemantauan lingkungan. Hasil pemantauan lingkungan terdiri dari di antaranya kualitas air, kualitas udara, dan tingkat kebisingan. Hasil pemantauan lingkungan tersebut dilaporkan kepada instansi terkait, yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Dinas Lingkungan Hidup pemerintah dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) secara berkala. Selama periode 2023 tidak pernah terjadi pelanggaran terhadap peraturan perundang — undangan dalam bidang lingkungan hidup. Agar Sistem manajemen Lingkungan tetap relevan dengan perubahan dan dinamika beragam permasalahan di bidang lingkungan dan juga kemajuan teknologi, maka Perseroan berupaya untuk terus meningkatkan kapasitasnya melalui peningkatan kompetensi yang memadai di Laporan FO TAP 36
Page 48 OCR 0.912
(Nok on ok ok an enam eren en omememamenenanana ne Me Ka Mo Ho Mo Mo Mo Io Ma Mo Mo Mo Na) - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk bidang lingkungan, terutama mereka yang terlibat dalam bidang pengelolaan lingkungan di berbagai tingkatan jabatan. Untuk memenuhi kebutuhan kompetensi tersebut, beragam pelatihan telah diselenggarakan antara lain: Life Cycle Asessment & Inventory: Penanggung jawab pengendalian pencemaran air limbah (PPPA): Penanggung jawab operasional pengendalian pencemaran air limbah (POPAL), Penanggung jawab pengendalian pencemaran udara (PPPU): Penanggung jawab operasional instalasi pengendalian pencemaran udara (POPU), Penanggung jawab pengelolaan limbah B3 (PPLB3): Penanggung jawab operasional limbah B3 (POLB3). AN On aa DK Perseroan sebagai salah satu produsen kelapa sawit berkelanjutan secara konsisten menerapkan Praktik Perkebunan Terbaik (Good Agricultural Practices atau GAP) seperti pembukaan lahan tanpa bakar dan melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan kabut asap. Sejalan dengan Instruksi Presiden No. 11 Tahun 2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Perseroan memiliki komitmen yang kuat terhadap pencegahan Karhutla, terutama terhadap pembukaan lahan tanpa bakar, baik itu pembukaan lahan baru maupun penanaman kembali lahan (replanting) sebagai bagian dari kebijakan keberlanjutan Perseroan. Komitmen ini tertuang pada Standard Operating Procedure (SOP) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan serta Pedoman Teknis Agronomi yang memuat ketentuan untuk Pembukaan Lahan Tanpa Bakar. Mengacu kepada kebijakan tersebut Perseroan mengembangkan tiga program pencegahan dan penanggulangan karhutla, meliputi: 1. Mengembangkan sistem peringatan dini dan deteksi dini kebakaran (early warning system), 2. Menjamin kesiapan dan kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) pencegahan karhutla, 3. Memastikan kesiapsiagaan tim satgas dalam penanganan karhutla. Perseroan mengandalkan pasokan air dari waduk dan sungai yang berjarak minimal sejauh 500 meter dari area pabrik untuk memenuhi kebutuhan air. Air tersebut kemudian diekstraksi hingga menghasilkan air bersih yang akan diproses dan diolah kembali untuk memastikan telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Barulah kemudian air tersebut dapat digunakan untuk mengolah kelapa sawit dan keperluan domestik. Beberapa kelompok industri yang memilikir risiko limbah tinggi meliputi antara lain industri pengolahan minyak pelumas, semen, bubur kertas, farmasi, logam, elektronik dan kimia. Namun demikian Perseroan tetap menerapkan pengelolaan nihil limbah atau zero waste management di setiap kegiatan operasinya dengan cara memanfaatkan kembali limbah cair dan padat yang dihasilkan dari pabrik kelapa sawit (PKS). Hal ini sebagai wujud komitmen Perseroan dalam partisipasinya turut menjaga kelestarian lingkungan dan menerapkan praktik produksi minyak kelapa sawit berkelanjutan. Strategi Perseroan terkait pengelolaan limbah adalah mengurangi limbah dari sumbernya (reduction at source) yaitu, mengurangi jumlah limbah melalui perencanaan dalam meminimalisir dampak dari pembuangan limbah. Sesuai informasi manajemen, Perseroan telah menerapkan ketentuan pengelolaan limbah B3 sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Laporan FO TAP 37
Page 49 OCR 0.858
TAN ai Gan On Gn Gn ON Ga Go GR Gn ca ca cnc HI ca BI Gn Bca ia ian Men Nian Man Mon ME co ian Man Mika Ula Ms Mie Mia Mt — Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Selain pengelolaan limbah secara tepat, bentuk lain dari kepedulian lingkungan adalah pelaksanaan program CSR yang difokuskan kepada masyarakat di sekitar wilayah konsesi Perseroan. Hal ini juga sebagai antisipasi risiko terhadap isu sosial dan lingkungan dengan keberadaan Perseroan di wilayah operasional. Perseroan juga melibatkan tokoh-tokoh masyarakat untuk mengidentifikasi isu-isu di masyarakat, sehingga program CSR yang dilaksanakan akan tepat sasaran dan diharapkan menjadi solusi terhadap kondisi masyarakat sekitar. Tujuan kegiatan CSR adalah membangun hubungan harmonis dan konstruktif antara keberadaan perusahaan dan masyarakat sekitar, serta dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan hidup masyaratkat sekitar menjadi lebih baik. Untuk itu, program CSR disusun dan mencakup 5 (lima) bidang kegiatan, yaitu: bidang Pendidikan, bidang Kesehatan, bidang Infrastruktur, bidang Kebudayaan, dan bidang Ekonomi. Fokus pada masing-masing bidang antara lain: Pendidikan meliputi: beasiswa, guru honorer, dan penunjang kegitatan sekolah. Bidang Kesehatan meliputi membantu ibu hamil, ibu menyusui, anak bayi dan balita, lansia, kegiatan kesehatan, baksos, bantuan COVID-19, sembako, masker, pengukur suhu, rapid antigen, vaksin, dan alat medis. Bidang Infrastruktur meliputi perbaikan jalan, rumah ibadah, air bersih, fasilitas desa, perbaikan sekolah, jembatan, dan listrik. Bidang kebudayaan meliputi pembinaan adat, menunjang acara adat, dan hari raya. Bidang Ekonomi meliputi pemberdayaan ekonomi, dan menunjang ekonomi. 4.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan Operasional Perseroan Grafik 41 Jumlah L. ertanam Kelapa Sawit Berdasarkan grafik diatas, terlihat Periode 2019 - 2023 (Ribuan Ha) bahwa selama periode 2019 - 2023 182 Hita terdapat penambahan atas jumlah . 1607 5 lahan tertanam. Luas lahan tertanam al : 1006 pada periode 2023 seluas 160,5 ribu 160 hektar meningkat dibandingkan 159 158,7 dengan periode 2019 yang seluas K 1579 157,9 ribu hektar, meskipun menurun Pa 8 dari tahun 2022. 157 156 Pada tahun 2023 tanaman memasuki 2019 2020 221 2022 2023 seasonal cyclical setelah lonjakan Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah produksi yang tinggi pada tahun 2022, hal ini menyebabkan produksi TBS sebesar 3,05 juta ton, menurun sekitar 596 dibandingkan tahun 2022. Kondisi ini juga menjadi salah satu faktor selain adanya pergerakan harga komoditas global yang menyebabkan penurunan pendapatan sebesar 1196 yang dialami TAP pada 2023. Laporan FO TAP 38
Page 50 OCR 0.823
AN OM Oon ok ok otot an enam onanamanemenemane na Nee Ne Ra No Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Grafik 4.2 - Jumlah Produksi Tandan Buah Segar Periode 2019-— 2023 (Ribuan Ton) 3.500 3.200 3000 2637 2646 2640 2500 2.000 1.500 3.050 1.000 500 s 2019 2020 2021 2022 2023 Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah Grafik 4.3 - Jumlah TBS yang diolah Periode 2019 - 2023 (Ribuan Ton) 5.000 416 Ta 4.000 3614 3.645 3.687 3.000 2000 1.000 2019 2020 2021 2022 2023 Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah TBS yang diolah oleh TAP berasal dari TBS yang dibeli dari perkebunan plasma, pihak afiliasi, maupun pihak ketiga. Jumlah TBS yang diolah juga menurun karena tanaman memasuki seasonal cylical — yang menyebabkan produksi TBS dari pihak lain yang dibeli turun. Perseroan melalui anak perusahaan dan perusahaan asosiasi telah memiliki 18 pabrik pengolahan kelapa sawit dengan total kapasitas sebesar 995 ton per jam yang terletak di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Disamping itu pada tahun 2023 telah beroperasi Kernel Crushing Plant (KCP) yang terfasilitasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) di Kalimantan Tengah yang menghasilkan Minyak Inti Sawit atau palm kernel oil (PKO). Grafik 4.4 - Perbandingan Produksi TBS PBN dan PBS dengan Produksi TBS Perseroan 2019 - 2023 (Ribuan Ton) 35.000.000 30.000.000 25.000.000 20.000.000 15.000.000 10000.009 5.000.000 9 30000.0039 25935607 27.381.506 28663639 28.663639 M 2134367 MI 3514000 MH 2310612 IMEI 3645.000 B 2256134 MEI 3.637.000 2205975 IE 4416.000 BM 2197217 MEI 4203000 2019 2020 2021 2022 2023 mMPBN mPBS mTAP Produksi CPO TAP dari tahun 2019 -— 2023 fluktuatif dimana tahun — 2020 mengalami penurunan karena pandemi COVID menyebabkan produktivitas menurun, yang kemudian tahun 2022 mengalami kenaikan dikarenakan — iklim yang mendukung dan umur tanaman yang masih produktif, untuk tahun — 2023 mengalami Sumber: Statistik Perkebunan & Laporan Tahunan Perseroan, diolah penurunan dikarenakan kondisi iklim yang tidak mendukung dimana curah hujan lebih rendah dan lebih kering. Laporan FO TAP 39
Page 51 OCR 0.881
Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk. Grafik 4.5 - Jumlah Produksi CPO Periode 2019 — 2023 (Ribuan Ton) 1050 1000 2019 2020 2021 999 97 950 900 846 850 850 841 800 EF | | 750 Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah Grafik 4,6 - Jumlah Produksi PK Periode 2019 - 2023 250 200 150 2019 2020 2021 210 208 174 175 174 100 50 0 Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah Produktivitas PK 2019 — 2023 juga fluktuatif — dimana — mengalami penurunan dan kenaikan setiap tahunnya dimana ditahun 2020 produksi PK mengalami kenaikan dan ditahun 2021 mengalami penurunan, ditahun 2023 sama seperti produksi CPO umumnya juga mengalami penurunan karena iklim yang tidak mendukung serta kenaikan biaya produksi khususnya biaya pemupukan. Produksi CPO Indonesia melansir dari Statistik Perkebunan menunjukkan — ditahun — 2023 kenaikan dari tahun 2022, berbeda untuk produksi CPO TAP yang mengalami penurunan. Statistik Perkebunan juga mengeluarkan angka tahun 2024 diperkirakan meningkat 0,836. Produksi CPO TAP tahun 2023 sebesar 978 ribu ton, hal ini menunjukkan bahwa tahun 2023 TAP berkontribusi sebesar 2,0896 terhadap jumlah keseluruhan produksi CPO di Indonesia. Grafik 4.7 - Perbandingan Produksi CPO di Indonesia dengan TAP Tahun 2019 - 2024 (Ribuan Ton) 50.000 47120 45.742 45121 46,820 40.000 30.000 20.000 ja 846 841 850 1999 978 2019 2020 2021 2022 m Produksi CPO Indonesia m Produksi CPO TAP OM ak ak ak okaman ak on ok ok on emomaneoomokano Na Ne Ko Ma Ko Ne Mo Mo Ko Mo Ko NM» Mo Mo Ma Sumber: Statistik Perkebunan & Laporan Tahunan Perseroan, diolah Secara jumlah produksi CPO grup Perseroan dibandingkan produksi CPO Indonesia, maka sebagai pelaku bisnis, Perseroan memiliki potensi besar untuk mengambil pangsa pasar yang lebih besar, dibandingkan pelaku usaha yang telah memiliki pangsa pasar besar dan dalam tingkatan strategi untuk mempertahankan pangsa pasar. Hambatan non finansial yang saat ini menjadi kendala pengembangan oleh pelaku usaha perkebunan sawit adalah pembukaan lahan baru perkebunan sawit dan protokol global yang telah disepakati Pemerintah Republik Indonesia dalam partisipasinya terhadap perubahan iklim dunia, termasuk target penurunan emisi di tahun 2030. Laporan FO TAP 40
Page 52 OCR 0.862
OM ol ok on ak ok en on ok cR ok al "Kok ane Keno karo Na Koko Na Kan Ho Ko Ho Ko Ro &. Ro Mo Ro: Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Grafik 4.8 — Luas Profil Umur Tanaman Kelapa Sawit Tahun 2023 Pada Kebun Inti (Ha) Ma ——— 1 3g "0-3Tahun "“4-6Tahun #7-20Tahun «20 Tahun Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah Grafik 4.9 - Perkebunan Inti Per Wilayah (Ha) Tahun 2023 5.515 “Sumatera — « Kalimantan Tengah —« Kalimantan Timur Sumber: Laporan Tahunan Perseroan, diolah Prospek Perseroan Luas perkebunan kelapa sawit kebun inti ditahun 2023 total sebesar 136.385 hektar, kelapa sawit inti umur 7 — 20 tahun merupakan umur yang prima memiliki luas lahan sebesar 118.186 Ha. Luas perkebunan inti milik TAP pada tahun 2023 terbesar di provinsi Kalimantan Tengah dengan luas 81.258 ha yang dimana tanaman sudah menghasilkan sebesar 77.619 ha dan tanam yang belum menghasilkan sebesar 3.639 ha. Kalimantan Timur untuk luas tanaman menghasilkan sebesar 49479 ha dan tanaman belum menghasilkan sebesar 133 ha. Pada tahun 2024, Perseroan memprediksi dampak dari iklim akan memengaruhi produksi CPO nasional. Harga crude oil sebagai bottom price dari komoditas juga diperkirakan masih akan relatif tinggi sehubungan dengan kondisi geopolitik global yang belum kondusif. Beberapa factor tersebut diperkirakan dapat menjaga harga vegetable oil termasuk CPO tetap tinggi di tahun 2024. Kendati demikian, Perseroan masih optimis bahwa kebutuhan CPO & PK akan tetap terjaga khususnya pada negara konsumen utama. Menurut GAPKI, harga minyak sawit mentah (CPO) pada tahun 2024 kemungkinan akan naik setidaknya 1144 secara rerata dibandingkan tahun 2023 karena pola cuaca El Nino diperkirakan akan mengurangi produksi di negara produsen utama Indonesia. Ke depannya, rencana dan strategi Perseroan adalah sebagai berikut: 1. Melakukan studi kelayakan untuk pengembangan ke arah hilirisasi, 2. Studi kelayakan untuk pengembangan bisnis di bidang manajemen limbah, alternatif Perkebunan penghasil minyak nabati lainnya, dan industri terkait agribisnis lainnya: 3. Peremajaan tanaman sawit dengan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi. Laporan FO TAP 41
Page 53 OCR 0.948
9041990011 S5. Port Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk 44 Alasan Dilakukannya Rencana Transaksi Berdasarkan informasi manajemen, berikut beberapa alasan dilakukannya Rencana Transaksi : “Rencana Transaksi merupakan salah satu strategi Perseroan untuk meningkatkan likuiditas secara konsolidasi, penyehatan struktur dan memenuhi kebutuhan pendanaan atas Entitas Anak langsung maupun tidak langsung, sehingga BBB tidak menggunakan pihak bank dalam pendanaan pembiayaan modal kerjanya yang mana akan lebih mudah untuk dilakukan secara syarat dan ketentuannya. “ Pelunasan fasilitas pinjaman Bank modal kerja pada Entitas Anak tidak langsung BBB yang berubah menjadi transaksi pinjaman kepada YWA akan berdampak pada efisiensi beban bunga yang akan dibayarkan kepada pihak Bank dan membuat tambahan keuntungan pada Perseroan secara konsolidasi. 45 Analisis Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi Berdasarkan penjabaran dan kajian kualitatif dan kajian kuantitatif, diperoleh beberapa keuntungan dan kerugian terkait Rencana Transaksi yang dapat kami sajikan sebagai pertimbangan atas Rencana Transaksi, antara lain: 45A 45.2 Laporan FO TAP Keuntungan Pr Perputaran dana dalam grup Perseroan menjadi lebih optimal terutama dalam mendukung percepatan rencana pertumbuhan bisnis grup Perseroan. Hal ini dikarenakan kelebihan dana pada salah satu entitas anak Perseroan, dapat segera di manfaatkan untuk kepentingan entitas anak lainnya dengan prosedur yang lebih efektif. BBB memiliki fasilitas tambahan dari porsi internal yang dapat di manfaatkan untuk pengelolaan arus kas, dalam kaitannya dengan kebutuhan modal kerja mendesak dan/ atau kebutuhan strategis terkait investasi yang memerlukan percepatan proses. Terkait Rencana Transaksi, YWA memiliki tambahan pendapatan lain-lain dan BBB mengakomodir beban keuangan tambahan, yang secara konsolidasi tidak berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dibandingkan fasilitas pinjaman dari sektor perbankan, maka tambahan pinjaman BBB melalui skema pinjaman pihak berelasi tetap memberikan dampak positif dari sisi percepatan proses dan prosedur terkait batas maksimum pemberian kredit maupun covenant lainnya, termasuk penghematan biaya dana seperti komisi dan provisi bank. Kerugian » Bagi pemegang saham YWA sebagai investor, maka secara tidak langsung dirugikan dengan penggunaan kelebihan dana yang dimiliki untuk kepentingan BBB, mengingat arus kas bersih YWA merupakan porsi pemegang saham, yang pada umumnya memiliki tingkat pengembalian atau tingkat diskonto ekuitas lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto pinjaman sektor perbankan sebagaimana yang diterapkan dalam kesepakatan Rencana Transaksi. Perseroan akan mengeluarkan biaya terkait Rencana Transaksi, namun akan diamortisasi selama periode pinjaman. 42
Page 54 OCR 0.811
Men omonekananenenanenenekene Nae Ke Nate No No Ro No Mo No Mo Mo Mo Ma OX al uk» - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Bab 5 - Analisis Kuantitatif 54 Laporan Keuangan Historis Berikut gambaran kinerja keuangan Perseroan berdasarkan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian dan Laba Komprehensif Konsolidasian Perseroan periode 2020 - 2024 (Audit): Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian PT Triputra Agro Persada Tbk. Laporan Posisi Keuangan dalam Rupiah juta) Keterangan Maton |: , 2020 2021 2022 2023 2024 ASET Aset Lancar Kas dan bank 1.489.961 1280.238 1.957.773 1.006.796 — 1.309.216 Deposito berjangka - - - - Surat-surat berharga 48617 2.345 37.378 - - Piutang usaha 120.009 59.756 121.265 85.020 226.539 Pihak berelasi " " " " - Pihak ketiga 120.009 59,756 121.265 85.020 226.539 Piutang lain-lain 25.890 11.246 125.595 22.522 64.521 Pihak berelasi - 387 201 2 398 Pihak ketiga 25.890 10.859 125,304 22.501 64.123 Persediaan 636.749 673.274 1.088.161 1.019.810 1.034.544 Aset biologis 226.697 327.735 204.847 185.126 393.534 Pajak dibayar di muka 60.115 83.975 99.022 80.847 132.011 Biaya dibayar di muka 4347 2.004 1,766 2.831 2.799 Uang muka pembelian 3.618 8.716 7.167 6.020 11.099 Aset keuangan lancar lainnya - - - 36.593 72.385 Aset derivatif 81 128 35.623 “ - Jaman Asek Lancar 2572084 2AADANT —IGT9A97 2445565 3.246.648 Aset Tidak Lancar Piutang plasma 146.423 141.622 94.708 74.542 74.940 Aset tetap 7.202.247 7118593 7292712 7.482.594 7.388.269 Properti investasi 17.93 15.441 12.969 10.497 8.025 Aset takberwujud 21.648 25.715 24472 - - Investasi dalam ventura bersama 1845.549 — 2.048.895 2871438 3.214.873 — 2.944.729 Tagihan restitusi pajak 26.242 25.383 5.986 67.512 64.334 Aset pajak tangguhan 392.549 485.484 310.248 282.680 225.789 Goodwill 60.652 60.652 51.886 Aset derivatif 1.540 - - Investasi saham . 74475 - 57.283 Aset tidak lancar lainnya 38.663 73.584 108.033 289.124 297.248 Jumlah Aset Tidak Lancar 9.751.886 9.996.909 10.846.927 11.421.822 11.060.617 Laporan FO TAP 43
Page 55 OCR 0.783
Meme e te monaana Ke Kena Ka Ko To Mo No Yo Me Mo Ma Na Ma al om «uk sik Ccoercetcr - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk PT Triputra Agro Persada Tbk. Laporan Posisi Keuangan (dalam Rupiah juta, Keterangan 2020 2021 20 2023 2024 JUMLAH ASET 12323970 12446326 14526124 13.867.387 14.307.265 LIABILITAS Liabilitas Jangka Pendek Utang bank jangka pendek 180.000 - 75.000 620.000 Ulangusaha 384.580 267317 489187 344540 428.337 Pihs borstasi 5154 3.928 4.155 552 8.355 Pihak ketiga 379426 263.389 485032 343988 419982 Utang lsindaln 94567 142881 1TAATB 223949 240.307 Pihak beretasi 952 1.222 7 857 760 Pihak ketiga 93815 141659 173407 223092 239.547 Liabilitas kontrak 138.724 82.222 186.977 112.095 142.483 Laba ditangguhkan tas transaksi jual dan sewa kembali 25153 - - - - Utang pajak 100.100 197.076 346.299 79.037 420.047 Beban akrual 64.804 48.793 58,750 20.153 25.029 Liabilitas imbalan jangka pendek 155.218 181.635 200.939 259,140 336.070 Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Bank 657.247 639.875 633.377 844,668 150.003 Liabilitas keuangan lainnya 111.260 44.668 2513 - Liabilitas derivatif 1.979 38 1.594 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 1.913.632 1804503 — 2093814 1.958.582 2.362.276 Liabilitas Jangka Panjang Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Bank 3.369.819 2657476 1.700.244 201.432 329.996 Liabilitas keuangan lainnya 46.894 2513 - - - Liablitas pajak tangguhan 6.366 103.873 44.901 51.343 100.90 Liabilitas derivatif 19.675 158 2 - - Liablitas imbalan kerja 311.302 281.792 274.421 316.490 237.654 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 3.754.056 3.045.812 — 2.019.566 569.265 668.560 JUMLAH LIABILITAS 5.667.688 4.650.315 4113.380 2.527.847 — 3.030.836 EKUITAS Modal saham 1.898.634 — 1.985.254 1.985.254 1.985.254 1.985.254 Tambahan modal disetor 3.261.608 — 3.385405 3.335.405 3.335.405 — 3.335.405 Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali (668.575) (668.575) (668.575) (668.575) (668.575) Saldo laba (defisit) 1.951.335 2.810.399 5.295.205 6.149.025 5.953.927 Komponen ekuitas lain 25.884 50.737 73.988 92.848 201.894 Laporan FO TAP 44
Page 56 OCR 0.886
- 3 oMaMomekenana Na Kano Re Ne Me No Mo Mo Mo Hn M2 Mo Ma Ma Cc. al ak ok ekanan anak Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk PT Triputra Agro Persada Tbk. Laporan Posisi Keuangan dalam Rupiah juta Keti :. Historis Kelangan 2020 2021 2022 2023 2024 Sub-jumlah 6.468.886 1.513.220 10.021.277 10.893.957 10.807.905 Kepentingan non-pengendali 187,396 282.791 391.467 445.583 468.524 Jumlah Ekuitas 6.656.282 7.796.011 10.412.744 11.339.540 11.276.429 JUMLAH LIABLITAS DAN EKUITAS 12.323.970 12.446.326 14.526.124 13.867.387 14.307.265 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan — diolah Aset v Persediaan TAP terdiri dari dua bagian yakni barang jadi dan bahan pembantu. Barang jadi terdiri atas minyak kelapa sawit, karet, dan turunannya. Sedangkan bahan pembantu terdiri atas pupuk, suku cadang, dan lainnya. Berdasarkan historis 2024 kenaikan CAGR sebesar 12,90Yo karena peningkatan produk kelapa sawit dan turunannya serta bahan baku baku pembantu. Perseroan memiliki aset biologis yang terdiri dari produk agrikultur yang tumbuh pada tanaman produktif. Aset biologis mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 14,7896 untuk periode 2020 - 2024. Peningkatan tersebut dikarenakan kenaikan yang timbul dari perubahan nilai wajar. Piutang plasma merupakan piutang yang timbul karena biaya untuk pengembangan kebun plasma sampai perkebunan plasma menghasilkan. Kebijakan pemerintah Indonesia yang mewajibkan perusahaan untuk membangun sekitar area perkebunan inti rakyat. Pada saat perkebunan plasma telah menghasilkan, petani plasma berkewajiban untuk menjual seluruh hasil perkebunan kepada Perusahaan, CAGR 2020 — 2024 menurun sebesar -12,5496 karena penjualan kepada TAP mengalami penurunan. Aset tetap menunjukkan kenaikan CAGR 2020 — 2024 sebesar 0,649, kenaikan aset tetap relatif kecil dikarenakan kenaikan tanaman produktif menghasilkan tanaman sawit yang tidak signifikan setiap tahunnya, Liabilitas v Utang Perseroan mengalami penurunan selama periode historis 2020 - 2024 dengan CAGR sebesar 14,496, hal ini dikarenakan sebagian besar adanya pelunasan utang Bank yang signifikan sebesar 2849. Utang usaha pihak ketiga Perseroan terdiri atas utang terhadap pemasok. Utang usaha pihak ketiga 2020 - 2024 mengalami kenaikan CAGR sebesar 2,739. Kenaikan dikarenakan keperluan untuk bahan pokok TBS dan bahan perawatan seperti pupuk dan suku cadang yang mengalami kenaikan. Ekuitas v Ekuitas Perseroan terus menunjukkan kenaikan selama periode historis terkait dengan hasil kinerja Perseroan yang terus berkembang atas industri perkebunan karet dan kelapa sawit serta pengolahan minyak kelapa sawit dimana CAGR Ekuitas Perseroan dari tahun 2020 - 2024 sebesar 14,096. Laporan FO. TAP 45
Page 57 OCR 0.781
a Kaku To Ro Ho No Na Mv Se Ha Ra ' - ) ak ak uk anak ok ok ot «Kok um Mak una Kaku Mama Na Mo)! » Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian PT Triputra Agro Persada Tbk. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan dalam Rupiah juta) Keterangan (Ea Penjualan 5.205.785 6278123 9345641 8325887 9.671.463 Beban pokok penjualan (3.363.687) (4.127.784) (5.077.226) (5484409) (5.293.435) LABA KOTOR 1.902.098 2.150.339 4.268.415 2.841.478 4.378.028 Beban penjualan (193.937) (162.723) (278.019) (298.852) (275.075) Beban umum dan administrasi (289246) — (348.096) — (387.898) — (557.983) — (598.767) EBITDA 1M8315 1639520 3602498 19BA6A3 — 350AM86 Penyusutan (521828) — (553229) (571587) (642376) (675.750) EBIT 897.087 1.086.291 3.030.911 1.342.267 2.828.436 K 1 Keuntungan (kerugian) yang timbul dari perubahan nilai wajar Ji 123 Kanan (0:72) 2onata aset biologis Pendapatan lainnya 86197 71.228 152601 122.101 48.510 Beban lainnya (87.897) (15889) (29038) (71916) (40.840) Biaya keuangan (391.036) — (197.064) — (380151) — (152.924) (75.443) Pendapatan keuangan 49.477 20,992 69.469 77.998 63.966 Bagian laba atas entitas asoglasi 405.080 348668 — 968377 643293 893,767 LABA SEBELUM PAJAK 1.070.884 1.421.264 3.689.281 1.941.098 3.926.804 Manfaat (Beban) Pajak Kini (126.502) (223.960) (489.952) (251.402) (610.910) Tangguhan (11.647) (1443) (110.584) (28.438) (75.393) Jumlah beban pajak (138.149) (225.403) (600.536) (279.840) (686.305) LABA TAHUN BERJALAN 932735 1A9S8GT 3.088.745 1661258 — 3.240.499 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan - diolah Pendapatan “ Penjualan Perseroan berasal dari produk kelapa sawit dan juga produk karet. Produk kelapa sawit yang dihasilkan terdiri dalam bentuk tandan buah segar (TBS) beserta dengan turunan olahannya seperti Crude Palm Oil (CPO), inti kelapa sawit (Palm Kernel/PK), minyak inti sawit (Palm Kernel OilIPKO) selama periode historis untuk periode 2020 - 2024. Penjualan Perseroan selama tahun 2020 — 2024 mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 16,4196, pertumbuhan ini juga disebabkan peningkatan jumlah permintaan produk kelapa sawit pada segmen CPO dan PK yang merupakan segmen usaha utama Perseroan yang mempengaruhi sebagian besar kegiatan operasional Perseroan secara keseluruhan. Laporan FO. TAP 46
Page 58 OCR 0.850
oM ak ok an anon ok on cK ok on Menara enanana Nee Re Ma Ma R Ko Mo Mo No Mo Mo 1 Mo Ma - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Beban Pokok Pendapatan “Beban pokok pendapatan Perseroan terdiri dari diantaranya adalah pemakaian bahan baku, bahan pembantu, biaya pengolahan, tenaga kerja langsung, beban overhead, beban penyusutan, dan pembelian bahan baku TBS serta beban produksi. v Selama periode historis 2020 - 2024, jumlah beban pokok pendapatan meningkat dengan CAGR sebesar 1296. Kenaikan disebabkan seiring peningkatan pendapatan dari produk kelapa sawit dan turunannya terkait beban produksi yang dikeluarkan untuk dapat menghasilkan produk dari kelapa sawit dan turunannya yang dapat dijual. Beban Usaha Y Beban penjualan sebagian besar merupakan beban transportasi dengan kenaikan sebesar 9,13Y4 selama periode historis 2020 - 2024. “ Beban umum dan administrasi Perseroan mengalami pertumbuhan dengan CAGR sebesar 19,954 selama periode tahun 2020 - 2024, Pertumbuhan tersebut disebabkan diantaranya terkait dengan kenaikan beban gaji dan tunjangan sebesar 18,206 selama periode historis. Beban gaji dan tunjangan memiliki komposisi terbesar terhadap total beban umum dan administrasi yaitu sebesar 79,90” selama periode historis. EBIT “Y EBIT mengalami kenaikan dengan CAGR sebesar 33,2596 periode historis 2020 — 2024. Hal ini disebabkan peningkatan jumlah pendapatan terkait pertumbuhan. “Di tahun 2023 terjadi penurunan karena dikarenakan pendapatan menurun akibat iklim yang tidak mendukung untuk pertumbuhan kelapa sawit. Laba Tahun Berjalan Y Laba tahun berjalan mengalami kenaikan dengan CAGR selama periode tahun 2020 - 2024 sebesar 36,53”6, dikarenakan pertumbuhan penjualan terkait produksi kelapa sawit yang dihasilkan dalam bentuk tandan buah segar (TBS) beserta dengan turunan olahannya seperti Crude Palm Oil (CPO), inti kelapa sawit (Palm Kernel/PK), minyak inti sawit (Palm Kernel OilIPKO) selama periode historis. Laporan FO TAP 47
Page 59 OCR 0.804
am ak ek akan an ak en uKok on Man ora Kiko Ma ko Ra Ro Ka Ma RaR Ko No Mo M2 Mo Ro 2: Ko Ha Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Laporan Arus Kas Konsolidasian PT Triputra Agro Persada Tbk. Laporan Arus Kas Konsolidasian dalam Rupiah ji Historis Keterangan 2020 2021 202 23 2024 'ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pelanggan 5.332.586 6.280.134 9.388.794 8.279.893 9.553.066 Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan, beban operasi dan lain-lain (3.709.164) — (4.690.226) (5.895.635) (6.127.602) (6.028.733) Penerimaan tagihan restitusi pajak. 22183 21.614 23.646 1.546 1.835 Pembayaran pajak penghasilan badan (92.870) (156.507) (841.325) (584.474) (286.783) Arus Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 1.552.735 1.455.015 3.175.480 1.569.363 3.239.185 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Perolehan asettetap (444854) (470608) (792001) (802438) — (587.641) Penerimaan pendapatan dividen dari dividen Bersama 50.000 160.000 150.000 300.000 1.170.000 Penambahan investasi saham “ - (62.931) - - Kenaikan surat-surat berharga 152.702 (6.367) (4.371) (1.832) Penerimaan dana dari bank atas pembiayaan pengembangan 1.295 kebun plasma Pembiayaan pengembangan kebun plasma (10.759) 2 Aa 1 1 Penerimaan pendapatan bunga 39.950 20,992 24.166 41.484 53.578 Penurunan (kenaikan) piutang plasma ka (14.589) 56.342 19.182 9.990 Penambahan aset takberwujud (4.021) (8.788) (8.145) - Kenaikan investasi pada entitas asosiasi " (49.000) Penambahan aset takberwujud (3.277) (11.298) (7.869) (4.021) (8.788) Kenaikan (penurunan) aset tidak lancar lainnya 1.425 (34.992) (30.907) (61.086) (40.109) Penerimaan dari penjualan aset tetap 1377 876 2031 55411 21.174 Arus Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk) (212.885) (357.107) (662.802) (441.818) 57660 “Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Kenaikan utang bank jangka pendek » - 75.000 545.000 Pembayaran dividen kas (299872) (496.314) (754.397) (3.315.374) Pembayaran dividen tunai kepada kepentingan nonpengendali - (3.300) se Pembayaran utang bank jangka pendek (1.422.100) (299.000) (180.000) - Pembayaran utang bank jangka Panjang (990.637) (782196) (1.238.607) (2.577.392) (1.366.101) Penjualan saham perusahaan melalui penawaran umum perdana - 173.240 - - - kepada Masyarakat oribayaran Gebari bisa (245480) (158838) — (104116) (MOMM6) (76640) Pembayaran dividen kas entitas anak kepada kepentingan nonpengendali 57.885 - - (103.145) Biaya emisi saham (12823) Penerimaan dari penjualan dan sewa balik 41.000 — - - Penerimaan utang bank jangka Panjang 286.224 1.320.000 800.000 Penerimaan dari penerbitan modal saham - ig Ig 17 " Pembayaran liabilitas keuangan lainnya (106.133) (110.975) (44.666) (2.513) - Arus Kas Neto yang Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan (1.314.035) — (1.317.024) (1.883.703) (2.049.701) (3.516.260) Laporan FO TAP 48
Page 60 OCR 0.853
NN Sin it Oin Gan Gi Gin ON ci Git colt al cal ca ca II oa IX ca NI co Ban Bca Pan Bca Ma Mon Man Men Uta Men Men Uton Ne Ma Ne Men Man Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk PT Triputra Agro Persada Tbk. Laporan Arus Kas Konsolidasian dalam Rupiah jutal Historis Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024 Kenaikan (Penurunan) Neto Kas dan Bank 25815 (AAN) 628975 (922158). 299085 Kas dan Bank Awal Tahun 1.464.146 1.489.961 1.280.238 1.957.773 1.006.796 Perubahan nilai tukar atas kas dan setara kas " 9.393 48.560 (28.821) 3.335 Kas dan Bank Akhir Tahun 1.489.961 1.280.238 1.957.773 1.006.796 1.309.216 Sumber: Laporan Keuangan Perseroan — diolah Arus Kas dari Aktivitas Operasi “ Sebagian besar arus kas operasi Perseroan berasal dari penerimaan dari pelanggan, dimana hal ini sejalan dengan kegiatan operasional Perseroan yang mengandalkan penerimaan dari penjualan kelapa sawit. v Pengeluaran kas untuk aktivitas operasional sebagian besar digunakan untuk pembayaran kas ke pemasok dan pembayaran kas ke karyawan, dimana kedua pembayaran tersebut merupakan pembayaran menunjang kegiatan operasional Perseroan. “Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi mengalami kenaikan dengan CAGR sebesar 20.18Yo selama periode historis 2020 - 2024. Hal ini dikarenakan kenaikan penerimaan kas dari pelanggan yang meningkat setiap tahunnya secara rata-rata seiring dengan kenaikan penjualan yang diperoleh Perseroan. Arus Kas dari Aktivitas Investasi “ Komposisi terbesar untuk aktivitas investasi berasal dari perolehan aset tetap dimana dalam hal ini Perseroan membutuhkan penambahan aset tetap untuk tanaman produktif seperti tanaman kelapa sawit, tanaman karet, bibitan, tanah, bangunan dan infrastruktur, mesin dan instalasi, kendaraan dan alat berat, peralatan dan perabot, dan aset dalam pembangunan guna meningkatkan produksi Perseroan. “Arus kas terkait aktivitas inventasi selama periode historis 2020 — 2024 selalu menunjukan penggunaan kas kecuali di tahun 2024 dimana Perseroan memperoleh kas terkait dengan penerimaan pendapatan dividen yang besar di tahun tersebut yaitu sebesar Rp1,170 triliun dari hasil investasi Peseroan pada entitas anak maupun Perusahaan asosiasi, Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan “Arus kas dari aktivitas pendanaan Perseroan selama periode historis menunjukan penggunaan yang sebagian besarnya digunakan untuk membayar utang pinjaman bank, dimana pinjaman ini digunakan Perseroan untuk mendanai kegiatan operasional Perseroan melalui entitas anak langsung maupun tidak langsung khususnya pada tahun 2023 dan 2024, yaitu penambahan penarikan utang bank baru untuk jangka pendek dan jangka panjang Laporan FO TAP 49
Page 61 OCR 0.794
3900117 cY am ak at an in ln ta cai sel cal caN co on HI an DI ca con Mon MK co Min Mia ML co Mi on Mi cn MK co ME» Milan Milan | - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Rasio Keuangan (dalam kali) Naa la Historis Sen 2020 2021 2022 2023 2024 Rasio lancar 1,34 1,53 1,76 1,25 1,37 Rasio cepat 0,86 0,84 1,07 0,57 0,68 Y Rata-rata rasio likuiditas Perseroan selama periode 2020 — 2024 menunjukkan rasio di atas 1. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah aset lancar yang dimiliki Perseroan lebih banyak dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek Perseroan sehingga Perseroan dapat melunasi liabilitas jangka pendeknya dengan aset lancarnya. (dalam kali) 4 Historis Jago Eararaa 2020 2021 2022 2023 2024 Rasio utang berbunga terhadap aset 0,34 0,26 0,16 0,08 0,08 Rasio utang berbunga terhadap ekuitas | 0,63 0,42 0,22 0,10 0,10 Rasio ekuitas terhadap aset 0,54 0,63 0,72 0,82 0,79 “Rasio utang terhadap aset Perseroan secara rata-rata selama periode 2020 - 2024 sebesar 0,18 dengan rasio Rasio utang terhadap aset terendah terjadi pada tahun 2023 dan 2024. Semakin rendah Rasio utang terhadap aset yang dimiliki Perseroan menujukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan yang cukup untuk memenuhi kewajiban-kewajiban atas interest bearing dengan menggunakan aset-aset yang dimilikinya. (dalam hari) 1 " Historis KAN Akuntan 2020 2021 2022 2023 2024 Perputaran piutang 10 4 10 5 11 Perputaran persediaan 69 60 18 68 71 Perputaran utang 42 24 35 23 30 “ Selama periode historis 2020 — 2024 Perseroan membutuhkan kebutuhan modal kerja rata-rata sebesar 47 hari, hal ini terkait dengan jangka waktu perputaran persediaan yang lebih lama dibandingkan dengan perputaran utang kepada supplier. Sedangkan perputaran piutang memiliki perputaran relatif cepat dengan rata — rata 8 hari pada periode 2020 hingga 2024. 2 Na Historis ea 2020 2021 2022 2023 2024 Marjin Kotor 361299 | 342594 | 456790 | 341396 | 45,279 Marjin EBITDA 26a54 | 26116 | 3855p | 238496 | 36,239 Marjin EBIT 1204p | 473006 | 3248996 | 161200 | 29,2596 Marjin Laba Bersih Inti | 49059 | 33050 | 498596 | 385196 Laporan FO. TAP 50
Page 62 OCR 0.874
OX an anon on en oren enam onamanemamemanama Meera Maa No Me Mo Mo Mo Mo Mo No Mo Ma) " Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk 5.2 “ Marjin kotor, EBITDA, dan EBIT marjin Perseroan selama periode historis cenderung fluktuatif dikarenakan perubahan komposisi beban pokok dan beban usaha. Pergerakan beban marjin laba bersih dikarenakan pendapatan dan beban lain-lain yang fluktuatif terkait pembayaran beban keuangan jatuh tempo dimasing-masing tahun periode historis maupun pendapatan dari laba ventura bersama yang diperoleh. 5 $ Historis ji paka: Pengembalian 2020 2021 2022 2023 2024 Pengembalian aset 15790 9,616 21,2644 11,981 22,656 Pengembalian ekuitas 140196 15,349 29,665 14,654 28,74Y6 Y Tingkat pengembalian aset Perseroan selama periode historis 2020 - 2024 menunjukkan rata-rata sebesar 14,619, dimana tingkat pengembalian aset pada tahun 2020 berada pada titik terendah yang disebabkan karena pada tahun tersebut jumlah laba bersih Perseroan memberikan hasil yang rendah dihasilkan dibandingkan periode historis tahun-tahun berikutnya. Peningkatan ROA tahun 2024 menunjukan efisiensi yang lebih baik terhadap pemanfaatan aset yang dimiliki dan keuntungan operasional yag dapat dihasilkan. “ Selama tahun 2020 hingga 2024 tingkat pengembalian ekuitas mengalami pergerakan yang fluktuatif, dimana tahun 2022 dan tahun 2024 menunjukan hasil yang lebih tinggi di bandingkan tahun-tahun periode historis lainnya, hal ini terkait laba bersih yang diperoleh pada tahun tersebut menunjukkan peningkatan dan nilai yang lebih tinggi. Rata-rata rasio ROE dalam lima tahun terakhir (2020-2024) mencapai 20,485 (termasuk dividen) atau 18,6175 (tidak termasuk dividen). Berdasarkan hasil kajian imbal hasil dividen selama tahun 2021 - 2024, berdasarkan data pasar yang diolah tercatat imbal hasil berturut-turut adalah 3,596 (2021), 5,395 (2022), 8,8Y4 (2023) dan 10,996 (2024). Analisis Keuangan Proyeksi Untuk analisis keuangan proyeksi terkait Rencana Transaksi dimaksudkan untuk melakukan tinjauan kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi. Dalam proyeksi keuangan ini Penilai memperoleh dukungan data proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan untuk jangka waktu proyeksi keuangan selama 5 tahun, baik untuk kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi. Pengertian sebelum Rencana Transaksi adalah kondisi dimana transaksi pemberian pinjaman tidak dilakukan, sedangkan sesudah Rencana Transaksi menunjukan kondisi dimana transaksi pemberian pinjaman telah dilakukan, dengan basis Tanggal Penilaian 31 Desember 2024. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan, Penilai meyakini bahwa penyesuaian asumsi manajemen Perseroan atas proyeksi keuangan telah mempertimbangkan aspek operasional dan kewajaran pencapaiannya, serta pertimbangan ekonomi dan industri di Tanggal Penilaian. Laporan FO TAP 51
Page 63 OCR 0.791
am ak ok om anom om om ukom om emamakomen maa Ke Me Ro Ra Re Ho Ko Mo No Mo Mo Mo Mp Ma Ma - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Berdasarkan asumsi yang digunakan, maka proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi adalah sebagai berikut: 1. Penjualan (dalam Rp juta) Penjualan 9.574.642 10.124.187 9.853.811 9.655.955 9.512.813 (sebelum) Penjualan 9.574.642 10124187 9.853.811 9.655.955 9.512.813 (sesudah) Tidak ada perbedaan penjualan baik pada proyeksi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, dikarenakan asumsi jumlah TBS yang dapat diolah juga diasumsikan sama, baik pada konsisi sebelum maupun kondisi sesudah Rencana Transaksi. Hal ini dikarenakan tujuan dari pinjaman baik dari pihak berelasi maupun penggantian atas pinjaman bank adalah untuk kebutuhan modal kerja. 2. Beban Pokok Penjualan (dalam Rp juta) Keterangan Beban Pokok etetum | (GTokaa1) | (Gaoogoe) | (arenti) | (saos | Gesasrn Beban Pokok | @gaytg1 | (aeeago0) | Ge0111 | @eorasg | Gs0ern teman | 704191) | Ganseog | Grant | We 506: Seperti halnya asumsi pada pendapatan proyeksi, maka proyeksi keuangan atas beban pokok penjualan juga tidak berbeda antara kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi sesuai beban pokok atas target jumlah TBS yang dapat diolah, 3. Perubahan Modal Kerja (dalam Rp juta) Keterangan Modal K PEP Wa32t) | teeseen | rat (12401) (8.538) (sebelum) dal Ke Mod Kera (9321) | (295667) (11.314) (12491) (3.538) (sesudah) Tidak terdapat perbedaan perubahan modal kerja pada kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, karena dalam perhitungan perubahan modal kerja di atas tidak memasukan porsi kas sebagai bagian perubahan modal kerja. Laporan FO TAP 52
Page 64 OCR 0.850
SM ak ok ok ak ak akn Momot omemeke Kan Kemana Re Ra Ko RaR Ho Mo Rn Ro Ko Ro &: Ro Kp Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk (dalam Rp juta) SAPEX (043850) | (7et225) | (677961) 635.052) | (506.318) (sebelum) N ' ' (33. 5 CAPEX pas (043850) | (781225) | (e77se1y | teasos2) | (06310) Sebagaimana asumsi target pertumbuhan jumlah TBS yang dapat diolah secara proyeksi dan akan terus berkesinambungan, terlihat adanya rencana belanja modal yang terus dilakukan setiap periode proyeksi dan dalam pendanaannya Perseroan juga mengasumsikan adanya perpanjangan atau berulang (revolving) atas setiap pinjaman yang akan jatuh tempo di masa yang akan datang. Hal ini sesuai karakteristik bisnis Perseroan sebagai industri pengolahan kelapa sawit. 5. Pendapatan (Beban Lain-lain) (dalam Rp juta) Keterangan Pendapatan (Beban Lain-lain) 52.804 69.740 (sebelum) (16.786) (7.824) Pendapatan (Beban Lain-lain) (sesudah) (16.564) (7.350) 30.831 53.401 70.301 Sebagaimana pemberian pinjaman YWA kepada BBB sehubungan dengan Rencana Transaksi memberikan kontribusi positif pada Perseroan secara konsolidasi dimana adanya tambahan marjin tingkat bunga pinjaman yang lebih tinggi kepada BBB dibandingkan dengan rata-rata aktual tingkat bunga deposito berjangka yang diterima YWA per tahunnya di tanggal penilaian sehingga berdampak pada pendapatan (beban) lain-lain Perseroan yang lebih tinggi secara konsolidasi pada proyeksi keuangan sesudah Transaksi. 5.3 Analisis Laporan Keuangan Sebelum Transaksi dan Proforma Laporan Keuangan Setelah Transaksi Informasi Keuangan Konsolidasian Proforma periode 31 Desember 2024 berikut ini disusun oleh Manajemen Perseroan untuk maksud dan tujuan Rencana Transaksi, Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan oleh KJPP MPR, maka diperoleh dihasilkan beberapa informasi berikut: Laporan FO TAP 53
Page 65 OCR 0.857
OM on on on et on eren erenanonenananana nana Na Na Ne Ma Na No Ro Ro Mo Ko Mo Ho No Mo Ma Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk (dalam Rp juta) LAPORAN POSISI KEUANGAN PROFORMA TANGGAL 31 DESEMBER 2024 (Disajikan dalam jutaan Rupiah) TAP KONSOL TAP KONSOL PENYESUAIAN PROFORMA ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas 1.309.216 (75.000) 1.309.216 Surat-surat berharga - - Piutang usaha 226.539 226,539 Piutang lain-lain 64.521 64.521 Persediaan 1.034.544 1.034.544 Aset biologis 393.534 393.534 Pajak dibayar di muka 132.011 132.011 Biaya dibayar di muka 2.199 2.799 Uang muka 11.099 11.099 Aset keuangan lancar lainnya 72.385 72.385 TOTAL ASET LANCAR 3.246.648 (75.000) 3.471.648 ASET TIDAK LANCAR Piutang plasma 74.940 74.940 Tagihan restitusi pajak 64.334 64.334 Investasi dalam ventura bersama 2.944.729 2.944.729 Aset tetap 7.388.269 7.388.269 Properti investasi 8.025 8.025 Aset pajak tangguhan 225.789 225.789 Investasi saham 57.283 57.283 Aset tidak lancar lainnya 297.248 297.248 TOTAL ASET TIDAK LANCAR 11.060.617 - 11.060.617 TOTAL ASET 14.307.265 (75.000) 14.232.265 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITAS LIABILITAS JANGKA PENDEK Utang bank jangka pendek 620.000 (75.000) 545.000 Utang usaha 428.337 428.337 Utang lain-lain 240.307 240.307 Liabilitas kontrak 142.483 142.483 Utang pajak 420.047 420.047 Beban akrual 25.029 25.029 Liabilitas imbalan jangka pendek 336.070 336.070 Bank 150.003 150.003 TOTAL LIABILITAS JANGKA PENDEK 2.362.276 (75.000) 2.287.276 Laporan FO TAP 54
Page 66 OCR 0.901
(OX ek ak ak ak ok ak ok «Kakan oMamamanemanana na Ne Na No Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma) - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk LAPORAN POSISI KEUANGAN PROFORMA TANGGAL 31 DESEMBER 2024 (Disajikan dalam jutaan Rupiah) TAP KONSOL TAP KONSOL PENYESUAIAN PROFORMA LIABILITAS JANGKA PANJANG Bank 329.996 329.996 Liablitas pajak tangguhan 100.910 100.910 Liabilitas imbalan kerja 237.654 237.654 TOTAL LIABILITAS JANGKA PANJANG 668.560 668.560 TOTAL LIABILITAS 3.030.836 (75.000) 2.955.836 EKUITAS Modal saham 1.985.254 1.985.254 Tambahan modal disetor 3.335.405 3.335.405 Selisih transaksi dengan pihak nonpengendali (668.575) (668.575) Saldo laba (defisit) 5.953.927 5.953.927 Komponen ekuitas lain 201.894 201.894 Sub jumlah 10.807.905 10.807.905 KEPENTINGAN NON PENGENDALI 468.524 468.524 JUMLAH EKUITAS 11.276.429 11.276.429 TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 14.307.265 (75.000) 14.232.265 Sumber: Manajemen Perseroan Asumsi yang digunakan dalam penyusunan proforma Laporan Keuangan Perseroan yang berakhir tanggal 31 Desember 2024 terkait Rencana Transaksi adalah sebagai berikut: Penggunaan fasilitas pinjaman pihak berelasi tidak dilakukan seluruhnya sesuai plafon yang diperoleh sebesar Rp200 miliar, namun saat ini digunakan hanya untuk kebutuhan yang ada yaitu rencana pelunasan utang bank jangka pendek BBB sebesar Rp75 miliar. Penilai mempertimbangkan asumsi manajemen bahwa penarikan tersebut dilakukan bertahap disesuaikan kebutuhan Entitas Anak tidak langsung BBB, sehingga didalam penyusunan proforma tidak diasumsikan keseluruhan penarikan dari plafon yang tersedia, dan asumsi ini telah mewakili analisis kuantitatif dampak perubahan terkait proforma laporan keuangan Perseroan secara konsolidasi. Dampak kuantitatif yang dihasilkan terhadap kinerja keuangan Perseroan per 31 Desember 2024 dapat dilihat pada tabel di bawah ini: 31 Desember 2024 31 Desember 2024 Keti PU Audit Proforma Rasio Lancar 1,37 1,39 Rasio Cepat 0,68 0,67 Laporan FO TAP 55
Page 67 OCR 0.810
an an ak on ak ak uk om on on ok ono oa Ma Na Mo Ho Ma Ma No No Ma Rn Hn Mo Mi Mo Ma Ma AN an « Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Berdasarkan kajian rasio keuangan penting proforma yang disajikan, terdapat perubahan rasio likuiditas atas rasio lancar Perseroan sesudah Rencana Transaksi dengan kenaikan dari 1,37 menjadi 1,39. Hal ini dikarenakan kondisi sesudah Rencana Transaksi terkait penggunaan dana untuk pelunasan utang Bank jangka pendek BBB dari pinjaman yang selanjutnya menjadi bagian liabilitas jangka panjang BBB maupun Perseroan secara konsolidasi dengan jangka waktu 10 tahun. Selain itu juga terdapat perbaikan rasio utang berbunga dikarenakan pelunasan utang Bank oleh BBB. 5.4 Analisis Inkremental Berdasarkan asumsi proyeksi keuangan yang digunakan dimana terdapat beberapa kondisi yang menjadi perbedaaan antara kondisi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, maka dapat dihasilkan nilai tambah atas Rencana Transaksi yang dilakukan Entitas Cucu Perseroan. Perbedaan atas arus kas Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dapat dilihat pada tabel di bawah ini: (dalam Rp juta) Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029 EBIT sebelum 3.026.208 3.396.250 3.209.543 3.124.585 2.968.635 EBIT sesudah 3.026.208 3.396.250 3.209.543 3.124.585 2.968.635 Depresiasi & Amortisasi '— sebelum 720.594 847.401 832.732 801,041 810.625 Depresiasi & Amortisasi '— sesudah 720.594 847.401 832.732 801.041 810,625 Pendapatan (Beban) bi lain-lain SSaRUM (16.786) (7.824) 30.239 52.804 69.740 | Pendapatan (Beban) ifa lain-lain Menu (18.564) (7.360) 30.831 53.401 70.301 Pajak sebelum (383.938) (509.757) (483.008) (472.067) (442.701) Pajak sesudah | (383.938) | (509757) | (483.000) | (472067) | (442.701) Modal Kerja sebelum (49.321) | (295.667) (11.314) (12491) (3.538) Modal Kerja sesudah (493217 | (295.667) (11.314) (12491) (3.538) Belanja Modal sebelum (943.850) (781.225) (677.961) (635.052) (506.318) Belanja Modal sesudah | (943850) | (781.225) | (677.961) | (635.052) | (506.318) aa sebelum | 2352907| 2ex9177| 29002301 2eses19 | 2006444 Pes sesudah | pasat29| 2e1gest| 2s00o2| 2esoat7| 2897.004 Nilai Tambah 222 474 592 598 561 Estimasi Akumulasi Arus Kas (Sebelum) 13.657.577 Estimasi Akumulasi Arus Kas (Sesudah) 13.660.024 Laporan FO TAP 56
Page 68 OCR 0.892
SM ok ok ok om ek ok ok ek ok on oMomenanememenaRe Re Ro Me Ra No Ho Ho Mo Mo Ho Mo Mo Mo Mo) - Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Deskripsi 2025 2026 2027 2028 2029 Selisih Sebelum & Sesudah 2.446 0,018y6 Berdasarkan hasil analisis estimasi akumulasi arus kas yang dihasilkan dari proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, maka dengan asumsi efisiensi dapat dijalankan dan diterapkan sesuai maksud dan tujuan dilakukannya Rencana Transaksi Perseroan, diharapkan dapat memberikan tambahan akumulasi arus kas Perseroan selama periode proyeksi. Dalam penghitungan proyeksi arus kas diatas potensi tambahan arus kas positif yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.446 juta jika dilakukan Rencana Transaksi sehubungan dengan asumsi selisih margin tingkat bunga atas utang yang diberikan YWA kepada BBB dengan tingkat deposito rata-rata yang diterima oleh YWA berdasarkan Laporan Keuangan YWA. 5.4.2 Biaya yang Relevan terhadap Rencana Transaksi Sesuai informasi manajemen Perseroan total biaya terhadap Rencana Transaksi, diantaranya adalah dengan rincian sebagai berikut : Konsultan & Profesi Penunjang (Lain — lain) To 0 Konsultan Hukum N/A 0 KJPP atau Penilai 0,0472Y4 0 Lain-lain 0 N/A Total Biaya Rencana Transaksi 0,0472”/o Sumber: Manajemen Perseroan, berdasarkan plafond pinjaman yang diberikan Tn 54.3 Informasi Non Keuangan yang Relevan Sesuai diskusi Manajemen Perseroan dan KJPP serta informasi yang diberikan oleh Perseroan sebagai Pemberi Tugas, maka per 31 Desember 2024 tidak terdapat informasi non keuangan seperti kasus hukum, tuntutan atau klaim pihak ketiga dan konflik sosial yang relevan dengan Rencana Transaksi yang secara signifikan dapat berpengaruh terhadap Rencana Transaksi. 5.4.4 Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi Berdasarkan informasi dan konfirmasi manajemen Perseroan proses pengambilan keputusan terkait Rencana Transaksi dilakukan dengan mekanisme pinjaman dan format atas perjanjian pinjaman yang telah ditetapkan oleh manajemen Perseroan, sehingga memiliki ketetapan yang sama diantara Entitas Anak Perseroan. Perbedaan yang terjadi hanya pada jumlah pendistribusian sesuai kapasitas dan rencana bisnis jangka panjang dari masing-masing Entitas Anak. Prosedur internal Perseroan terkait pemberian pinjaman telah dilakukan analisanya oleh internal Perseroan termasuk persetujuan oleh Manajemen untuk pelaksanaannya, baik dari Dewan Direksi dan Dewan Komisaris dan ketentuan yang berlaku dan ketentuan yang berlaku baik terkait peraturan perusahaan (UU PT) maupun ketentuan pasar modal mengingat Perseroan merupakan perusahaan terbuka. Laporan FO TAP 57
Page 69 OCR 0.896
399991917 in) AM an ok on aman on an an ananatenananenenananane re Nee Mo Na! - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk 5.4.5 Hal Material Lain Yang Dipertimbangkan Terkait Rencana Transaksi adalah pinjaman yang dilakukan antar Entitas Anak Tidak Langsung Perseroan dengan skema pinjaman dari YWA kepada BBB untuk kebutuhan modal kerja dan kepentingan umum perusahaan dengan plafond sebesar Rp200 miliar, sehingga kewajiban pelunasan kepada YWA secara tidak langsung ada pada BBB. Dalam hal terjadi default pada BBB, maka seluruh kewajiban tersebut berdampak pada Perseroan secara konsolidasi terkait kemampuan likuiditas dan dividen yang dapat dibagikan kepada pemegang saham. Namun dikarenakan Rencana Transaksi yang dilakukan antar pihak afiliasi merupakan Entitas Anak Tidak Langsung Perseroan, secara legalitas dan persyaratan lebih terjamin apabila terjadi default dibandingkan transaksi pemberian pinjaman dari sektor perbankan yang memerlukan pengecekan (verifikasi) termasuk persyaratan yang harus dipenuhi oleh BBB sebagai debitur untuk menghindari munculnya masalah dispute di masa depan. 5.5 Analisis Sensitivitas Analisis sensitivitas berikut ini disusun dengan mendasarkan kepada asumsi yang digunakan dalam proyeksi keuangan Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi. Beberapa asumsi yang dipertimbangkan sebagai variable dalam analisis sensitivitas antara lain: dalam Rp Juta Estimasi Akumulasi Arus Kas | (ggo7s77 | t2es7577 | 13687577 | 43657577 | 13657577 Perusahaan (Sesudah) Estimasi Akumulasi San Kas | (gg55226 | t2esze24 | 42000024 | 43002425 | 13.604.827 Perusahaan (sebelum) Selisih (2.351) 47 2.446 4.847 7.250 Berdasarkan kajian sensitivitas tingkat suku bunga pinjaman yang diberikan YWA kepada BBB, dimana tingkat suku bunga dilakukan sebagai variable menjadi tinjauan analisis sensitivitas dengan asumsi penurunan tingkat suku bunga pinjaman sebesar 1096 dapat memberikan kontribusi negatif terhadap arus Perseroan apabila di asumsi-asumsi lainnya tidak terdapat perubahan atau tetap terkait tingkat bunga yang digunakan pada proyeksi sebelum Rencana Transaksi. 5.6 Analisis Jaminan Dalam Rencana Transaksi tidak terdapat jaminan yang yang diberikan. 5.7 Analisis Kewajaran Rencana Transaksi Analisis kewajaran Rencana Transaksi diterapkan dengan membandingkan antara: i) Tingkat bunga deposito berjangka per tanggal 31 Desember 2024 yang dapat diperoleh YWA dalam hal dana idle yang dimiliki diinvestasikan pada instrumen keuangan dengan risiko rendah. Tingkat bunga deposito dimaksud Laporan FO TAP 58
Page 70 OCR 0.821
SM em eren Mokom Mereka KM oKema Ra Ro Ke Maa No Ho Mo R- Ho Mo Ro Ko Ko Mp ON an en on a Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk adalah rata-rata tingkat bunga deposito berjangka Rupiah per 31 Desember 2024 sesuai informasi keuangan YWA per 31 Desember 2024. ii) Tingkat bunga pinjaman kepada BBB yang diterapkan yaitu tingkat bunga rata-rata baik pada tingkat bunga fasilitas pinjaman bank Persero dan tingkat bunga pinjaman untuk bank swasta asing per tanggal 31 Desember 2024. Rata-rata Bank Persero 8,67 X Rata-rata Bank Swasta Asing 6,7390 Rata-rata 7,700 Sumber: Bank Indonesia Terendah 5,659 Tertinggi 6,759 Rata-rata 6,20Y5 Sumber: Laporan Keuangan YWA Perbandingan marjin bunga berdasarkan tingkat bunga pinjaman yang diberikan kepada BBB dibandingkan rata-rata — tingkat bunga — deposito berjangka Rp berdasarkan Laporan Keuangan YWA per tanggal 31 Desember 2024. Dengan perbandingan diatas, maka pemberian pinjaman YWA kepada BBB sehubungan dengan Rencana Transaksi tetap menerapkan dan mempertimbangkan Tingkat bunga yang berlaku di pasar khususnya sektor perbankan, terdapat adanya selisih marjin tingkat bunga pinjaman yang diberikan kepada BBB lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata aktual tingkat bunga deposito berjangka YWA per tahunnya di tanggal penilaian apabila tidak dilakukan Rencana Transaksi. Laporan FO TAP 59
Page 71 OCR 0.952
- Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Bab 6 - Kesimpulan Berdasarkan analisis kualitatif meliputi kajian historis, kajian skema Rencana Transaksi, kajian manfaat dan risiko serta pertimbangan keuntungan dan kerugian dari Rencana Transaksi. Selain itu berdasarkan kajian kuantitatif, meliputi analisis kinerja keuangan historis, kinerja rasio keuangan dan proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi, kajian inkremental terhadap rencana pelaksanaan Rencana Transaksi, analisis sensitivitas dan analisis kewajaran dari Rencana Transaksi serta faktor-faktor relevan dalam memberikan pendapat kewajaran Rencana Transaksi, maka berdasarkan hasil kajian kualitatif dan kuantitatif serta faktor-faktor relevan lainnya, maka Rencana Transaksi yang akan dilakukan adalah Wajar. Laporan FO TAP 60
Page 72 OCR 0.876
GX ok ek "Nak aR enak ak ukom on Kenal. kB oMaRa Koko Ko Kakak. Ho Ho Ro 0» Ro R: HK» Ma Ma) Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Pernyataan Penilai Yang bertanda tangan dibawah ini, kami sebagai Penilai, dengan keyakinan dan keterbatasan yang Penilai miliki menyatakan bahwa: 9) b) Penilai telah memenuhi persyaratan Pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Profesi Penilai yang diakui Pemerintah, Laporan Penilaian terhadap Rencana Transaksi yang disusun dan diterbitkan untuk Tanggal Pendapat Kewajaran yang digunakan adalah benar sesuai penugasan Rencana Transaksi dan pemahaman terbaik dari Penilai, Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang sesuai tujuan penugasan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Rencana Transaksi: Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap Rencana Transaksi, Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan: Penugasan penilaiaan telah dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku: Laporan Penilaian ini telah dibuat sesuai dengan KEPI & SPI Edisi VIII tahun 2018 dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020, Lingkup penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan kecuali dinyatakan manajemen Perseroan sebagai dokumen rahasia yang dapat membahayakan operasional Perseroan, Penilai memiliki pemahaman atas Rencana Transaksi yang dinilai: Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Pendapat Kewajaran, Data ekonomi dan industri dalam Laporan Pendapat Kewajaran ini diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan: Penilai bertanggungjawab atas laporan Pendapat Kewajaran. Penilai Kualifikasi dan Tanda Tangan Keahlian Miduk Pakpahan, MAPPI (Cert.) - Penilai Publik Rekan Penandatangan NIPP : PB-1.09.00168 MP STTD : STTD.PPB-34/PJ-1/PM.02/2023 Nomor Register : RMK-2017.00155 MAPPI :92-5-00198 Budi P. Martokoesoemo, MAPPI (Cert.) - Penilai Bisnis Reviewer NIPP :B-1.08.00036 STTD : STTD.PB-20/PJ-1/PM.02/2023 Nomor Register : RMK-2017.00030 MAPPI :06-S-01995 Kristiardjo - Penilai Bisnis Manajer Proyek MAPPI 1 10-T-02498 Nomor Register : RMK-2017.00696 Laporan FO. TAP 61
Page 73 OCR 0.647
ON an ok ok an on enam an anonanaman aan emananaNa No Re Ko Me Mo No Mo No Ko Mo Mo Ma Ma Ma) Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Penilai Kualifikasi dan Tanda Tangan Keahlian 4 Ikhlas Lukman - Penilai Bisnis Tim Pelaksana Penugasan / w MAPPI : 14-P-04810 Nomor Register : RMK-2017.01850 Laporan FO TAP 62
Page 74 OCR 0.571
ON an al anon om on enam oKokonuneeneKomanaka na Re Ka Nata No Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mp) Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Laporan FO TAP Lampiran 63
Page 75 OCR 0.874
OM an ak an an am ak ak «mam ononamanamemeanana Na Nana Rao No Mo Mo No Mo Mo Mo Mo Me Mp) - Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan - Konsolidasi (Sebelum Rencana Transaksi) Dalam Rp Juta Keterangan 2025 2026 27 2! 2029 Assets Current Assets Cash & Cash Eguivalent Marketable Securities Trade Receivables, Net : Third Parties Other Receivables, Net : Third Parties Related Parties Inventories, Net Biological assets Prepaid Taxes Prepaid Expenses Advances Other Current Assets Total Current Assets Non Current Assets Plasma Receivables Fixed Assets, Net Investment Properties, Net Intangible Assets, Net Interest in Joint Ventures Claims for tax refund Deferred Tax Assets, Net Other Non Current Assets Total Non Current Assets Total Assets Liabilities & Eguity Liabilities Current Liabilities Short Term Bank Loans Trade Payables : Third Parties Relates Parties Other Payables : Third Parties Relates Parties Sales Advance Taxes Payable Accrued Expenses Short term Employee Benefit Liability Current Maturity of Long Term Debt Bank Loan Laporan FO TAP 2.862.822 32.120 60.751 20.348 947.092 100.068 5.809 9.059 323.804 4.361.872 7.582.455 503.615 73.764 2.929.734 188.309 64.521 11.342.397 15.704.270 150.000 351.286 210.168 143.136 82.677 303.493 360.000 5.163.946 32.120 169.917 20.348 1.147.092 100.068 13.665 9.059 323.804 6.980.019 7.516.279 503.615 72.929 2.929.734 188.309 64.521 11.275.386 18.255.406 175.000 569.460 210.168 143.136 82.677 106.673 269.996 7.383.724 32.120 169.193 20.348 1.147.092 100.068 14.412 9.059 323.804 999.819 7.361.508 503.615 72.094 2.929.734 188.309 64.521 11.119.781 20.319.600 225.000 559.381 210.168 143.136 82.677 105.461 9.849.876 32.120 168.665 20.348 1.147.092 100.068 15.018 9.059 323.804 11.666.050 7.195.520 503.615 71.259 2.929.734 188.309 64.521 10.952.957 22.619.007 250.000 548.432 210.168 143.136 82.677 103.998 12.347.699 32.120 168.288 20.348 1.147.092 100.088 16.007 9.059 323.804 14.164.484 6.891.213 503.615 70.424 2.929.734 188.309 64.521 10.647.815 24.812.299 235.000 545.338 210.168 143.136 82.677 104.166 64
Page 76 OCR 0.864
31 2) OM ak ak an ak an am an akan onanomananananana Nana Ne Ma Ke Mo Mo Mo Mo Mo Ma Mo) - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Keterangan Other Current Liabilities Total Current Liabilities Non Current Liabilities Long Term Debt, net to Current Maturity : Bank Loan Deferred Tax Liabilities Employee Benefit Liabilities Total Non Current Liabilities Total Liabilities Eauity Share Capital Additional Paid in Capital Difference in Transaction with Non Controlling Interest Retained Earnings (deficit) Other Components of Eguity Non Controlling Interest Total Eguity Total Liabilities & Eguity Proyeksi Laba Rugi Komprehensif - Konsolidasi (Sebelum Rencana Transaksi) Keterangan Net Revenue Costs of Goods Sold Gross Profit Operating Expense Other Operating Expense Gain / (Loss) on Fair Value of Biological Asset Operating Profit Other Income / (Expense) Finance Cost Finance Income Profit before Tax Tax Benefit / (Expense) Net Profit after Tax Laporan FO TAP 2025 14.209 1.614.969 269.996 44.719 467.547 782.262 2.397.231 1.985.254 3.335.406 (668.576) 8.040.472 79.987 534.496 13.307.039 15.704.270 2025 9.250.656 (5.764.131) 3.486.525 (460.317) 3.026.208 285.005 (68.743) 51.967 3.294.428 (383.938) 2.910.489 2026 14.209 1.571.320 331.880 44.719 467.547 844.146 2.415.466 1.985.254 3.335.406 (668.578) 10.480.585 79.987 627.284 15.839.940 18.255.406 2026 9.775.381 (5.869.806) 3.905.575 (509.326) 3.396.250 235.585 (42.004) 34.180 3.624.011 (509.757) 3.114.254 2027 14.209 1.340.032 306.880 44.719 467.547 819.146 2159178 1.985.254 3.335.406 (688.576) 12.713.162 79.987 715.189 18.160.421 20.319.600 2! 9.511.039 (5.760.111) 3.750.928 (541.386) 3.209.543 228,708 (18.032) 48.271 3.463.490 (483.008) 2.980.482 2028 14.209 1.352.620 306.880 44.719 467.547 819.146 2171.766 1.985.254 3.335.408 (668.578) 14.913.986 79.987 801.185 20.447.241 22.619.007 9.318.415 (5.627.388) 3.691.027 (586.442) 3.124.585 211.499 (10.430) 63.234 3.388.887 (472.067) 2.916.820 2029 14.209 1.334.693 346.880 44.719 467.547 859.146 2.193.839 1.985.254 3.335.406 (668.576) 17.004.155 79.987 882.234 22.618.460 24.812.299 Dalam Rp Juta 9 9.180.782 (5.596.971) 3.583.811 (615.175) 2.968.635 185.544 (10.401) 80.142 3.223.919 (442.701) 2.781.219 65
Page 77 OCR 0.878
Cc —Vcc..idco ca KK LMKAK KA KAA KAPAL, m- Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan - Konsolidasi (Sebelum Rencana Transaksi) Dalam Rp Juta Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 Cash received from customers Cash paid to suppliers Cash paid to employees, operating, expenses and others Cash generated from operations Received of claim for tax refund Corporate income tax paid Net cash provided by operating activities Acguisition of fixed assets and nursery Additions (deduction) of marketable securities Dividend income received Increase (decrease) in advances for plasma plantations Increase of others non current assets Interest income received Acguisition of intangible assets Proceeds from sale of fixed assets Proceeds (placement) of time deposits Payment of additional shares in subsidiaries to non controlling interest Net cash provided by (used in) investing activities Proceeds from short-term bank loans Proceeds from long-term bank loans Payments of long-term bank loans Payments of interest expenses and bank provisions Payments of lease liabilities and other financiali liabilities Payment Dividend Net cash provided by (used in) financing activities Change in Cash Beginning Cash Balance Change in Cash Ending Cash Balance Laporan FO TAP 9.572.598 (4.299.914) (1.340.215) 3.732.470 (819.024) (383.938) 3.029.508 (943.850) 300.000 (30.714) 51.957 (7.007) (51.957) (681.571) (501.438) (68.743) (300.000) (870.178) 1.477.759 1.385.062 1.477.759 2.862.822 10.122.750 (4.302.348) (1.541.625) 4.278.777 (609.757) 3.769.020 (781.225) 235.585 34.180 (511.459) 25.000 (360.000) (36.804) (584.633) (956.437) 2301125 2.862.822 2.301125 5.163.946 9.854.535 (4.267.322) (1.580.618) 4.026.595 (483.008) 3.543.587 (677.961) 223.708 48.271 (405.982) 25.000 (269.996) (12.831) (960000) (017.827) 2.219.778 5.163.946 2.219.778 7.383.724 9.656.483 (4.184.032) (1.563.696) 3.908.755 (472.067) 3.436.687 (635.052) 211.499 63.234 (360.320) 25.000 (5.215) (630.000) (610.215) 2.466.153 7.383.724 2.466.153 9.849.876 9.513.190 (4.145.361) (1.596.483) 3.771.356 (442.701) 3.328.656 (506.318) 185.544 (240.633) 25.000 (5.201) (610.000) (590.201) 2.497.822 9.349.876 2.497.822 12.347.699 66
Page 78 OCR 0.870
OX ak ak ok ak ok ok an «Ken oan omamananemanana Ke Mena Ka Ko Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Mo Ma) Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan - Konsolidasi (Sesudah Rencana Transaksi Dalam Rp Juta Keterangan 25 2026 2027 2028 2029 Assets Current Assets Cash & Cash Eguivalent Marketable Securities Trade Receivables, Net : Third Parties Other Receivables, Net : Third Parties Related Parties Inventories, Net Biological assets Prepaid Taxes Prepaid Expenses Advances Other Current Assets Total Current Assets Non Current Assets Plasma Receivables Fixed Assets, Net Investment Properties, Net Intangible Assets, Net Interest in Joint Ventures Claims for tax refund Deferred Tax Assets, Net Other Non Current Assets Total Non Current Assets Total Assets Liabilities & Eguity Liabilities Current Liabilities Short Term Bank Loans Trade Payables : Third Parties Relates Parties Other Payables : Third Parties Relates Parties Sales Advance Taxes Payable Accrued Expenses Short term Employee Benefit Liability Current Maturity of Long Term Debt : Bank Loan Other Current Liabilities Total Current Liabilities Non Current Liabilities Bank Loan Laporan FO TAP 2.167.739 32.120 60.751 20.348 100.000 947.092 100.068 5.809 9.059 323.804 4.366.790 7.582.455 503.615 73.764 2.929.734 188.309 64.521 11.342.397 15.709.187 50.000 351.286 210.168 143.136 82.677 303.493 360.000 14.209 1.514.969 269.996 5.019.338 32.120 169.917 20.348 150.000 1.147.092 100.068 13.665 9.059 323.804 6.985.411 7.516.279 503.615 72.929 2.929.734 188,309 64.521 11.275.386 18.260.797 25.000 569.460 210.168 143.136 82.677 106.673 269.996 14.209 1.421.320 331.880 7.214.707 32.120 169.193 20.348 175.000 1.147.092 100.068 14412 9.059 323.804 9.205.803 7.361.508 503.615 72.094 2.929.734 188.309 64.521 11.119.781 20.325.583 50.000 559.381 210.168 143.136 82.677 105.461 14.209 1.165.032 306.880 9.696.458 32.120 168.665 20.348 160.000 1.147.092 100.068 15.018 9.059 323.804 11.672.632 7.195.520 503.615 71.259 2.929.734 188.309 64.521 10.952.957 22.625.589 90.000 548.432 210.168 143.136 82.677 103.998 14.209 1.192.620 306.880 12.219.841 32.120 168.288 20.348 135.000 1.147.092 100.068 16.007 9.059 323.804 14.171.626 6.891.213 503.615 70.424 2.929.734 188.309 64.521 10.647.815 24.819.442 100.000 545.338 210.168 143.136 82.677 104.166 14.209 1.199.693 346.880 67
Page 79 OCR 0.869
ak ok ak on ok an on anok anon anananananana na No Na Me Ma Mo Me Mo Ma Mo Mo Mo Ma Ma Ma) Ce - Laporan Pendapat Kewajaran — PT Triputra Agro Persada Tbk Ket 2025 Other Financial Lia! 100.000 Deferred Tax Liabilities 44.719 Employee Benefit Liabilities 467.547 Total Non Current Liabilities 882.262 Total Liabilities 2.397.231 Eguity Share Capital 1.985.254 Additional Paid in Capital 3.335.406 Difference in Transaction with Non (668.576) Controlling Interest Retained Earnings (deficit) 8.045.389 Other Components af Eguity 19.987 Non Controlling Interest 534406 Total Eguity 13.311.956 Total Liabilities & Eguity 15.709.187 2026 150.000 44.719 467.547 994146 2.415.466 1.985.254 3.335.406 (668.576) 10.485.977 79.987 627.284 15.845.331 18.260.797 2027 175.000 44.719 467.547 994.146 215978 1.985.254 3.385.406 (668.576) 12.719.146 79.987 715.189 18.166.405 20.325.583 2028 160.000 44719 467.547 979.146 271.766 1.985.254 3.335.406 (668.576) 14.920.568 79.987 801.185 20.453.823 22.625.588 Proyeksi Laba Rugi Komprehensif - Konsolidasi (Sesudah Rencana Transaksi Keterangan 2025 Net Revenue 9.250.656 Costs of Goods Sold (5.764.131) Gross Profit 3.486.525 Operating Expense (460.317) Other Operating Expense - Gain / (Loss) on Fair Value of Biological Asset Operating Profit 3.026.208 Other Income / (Expense) 285.005 Finance Cost (68.743) Finance Income 52179 Profit before Tax 3.294.649 Tax Benefit / (Expense) (383.938) Net Profit after Tax 2.910.711 2026 9.775.381 (5.869.806) 3.905.575 (509.326) 3.396.250 235.585 (42.004) 34.655 3.624.485 (609.757) 3.114.728 2027 9.511.039 (5.760.111) 3.750.928 (541.386) 3.209.543 223.708 (18.032) 48.863 3.464.082 (483.008) 2.981.074 2028 9.318.415 (5.627.388) 3.691.027 (566.442) 3.124.585 211.499 (10.430) 63.832 3.389.485 (472.067) 2.917.418 Proyeksi Laporan Arus Kas Perseroan - Konsolidasi (Sesudah Rencana Transaksi) Dalam Rp Juta Keterangan 2025 2026 2027 2028 2029 Cash received from customers 9.572.598 Cash paid to suppliers (4.299.914) Cash paid to employees, operating, expenses and others (1.540.215) Cash generated from operations 3.732.470 Received of claim for tax refund (919.024) Corporate income tax paid (383.938) Laporan FO TAP 10.122.750 (4.302.348) (1.541.625) 4.278.777 (509.757) 9.854.535 (4.267.322) (1.560.618) 4.028.595 (483.008) 9.656.483 (4.184.032) (1.563.696) 3.908.755 (672.087) 2029 135.000 44.719 467.547 994.146 2.193.839 1.985.254 3.335.408 (668.576) 17.011.297 19.987 882.234 22.625.602 24.819.441 Dalam Rp Juta 2029 9.180.782 (5.596.971) 3.583.811 (615.178) 2.968.635 185.544 (10.401) 80.702 3.224.480 (442.701) 2.781.779 9.513.190 (4.145.351) (1.598.483) 3.771.356 (442.701) 68
Page 80 OCR 0.826
9190099001 - , LN in On ONN ON Cena ON Ga Ga GoN Gal Ca can ca II ca HI ca on MI Mc BAL Mia Ma Man Man Man Laporan Pendapat Kewajaran - PT Triputra Agro Persada Tbk Keterangan Net cash provided by operating activities Acgyuisition of fixed assets and nursery Additions (deduction) of marketable securities Dividend income received Increase (decrease) in advances for plasma plantations Increase of others non current assets Interest income received Aeguisition of intangible assets Proceeds from sale of fixed assets Proceeds (placement) of time deposits Payment of additional shares in subsidiaries to non controlling interest Net cash provided by (used in) investing activities Proceeds from short-term bank loans Proceeds from long-term bank loans Payments of long-term bank loans Payments of interest expenses and bank provisions Payments of lease liabilities and other financiali liabilities Payment Dividend Net cash provided by (used in) financing activities Change in Cash Beginning Cash Balance Change in Cash Ending Cash Balance Laporan FO TAP 2025 3.029.508 (943.850) 300.000 (130,714) 56.874 (7.007) (51.957) (776.654) (501.435) (68.743) (300.000) (870.178) 1.382.676 1.385.062 1.382.676 2.167.739 2026 3.769.020 (781.225) 235.585 (50.000) 34.655 (560.985) 25.000 (360.000) (36.804) (584.533) (956.437) 2.251.599 2.767.139 2.251.599 5.019.338 2027 3.543.587 (677.961) 223.708 (25.000) 48.863 (430.390) 25.000 (269.996) (12831) (660.00) (017.827) 2.195.370 5.019.338 2.195.370 7.214.707 2028 3.436.687 (635.052) 211.499 15.000 63.832 (844.722) 25.000 (5.215) (630 600) (610.215) 2.481.751 7.214.707 2.481.751 9.696.458 2029 3.328.656 (508.318) 185.544 25.000 80.702 (215.072) 25.000 (5.201) (610.000) (590.201) 2.523.383 9.696.458 2.523.383 12.219.841 69
Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PAKPAHAN & REKAN
p.1 ×9
unresolved
org
KJPP
p.1
unresolved
org
PakpAnan & REKAN
p.2
unresolved
person
DR. Ide Anak Agung Gde Agung
p.3 ×5
unresolved
org
Departemen Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan
p.3
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×9
unresolved
org
KJPP MPR
p.4 ×15
unresolved
org
Bank Indonesia
p.6 ×16
unresolved
org
Mo Mo Ma MARTOKC Cewrurii OEM AHAN & REKAN
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia Terendah
p.11 ×2
unresolved
org
KJPP Martokoesoemo
p.12
unresolved
org
KJPP MPR OJK Pemberi Tugas
p.17
unresolved
org
KJPP MPR. Perusahaan Anak
p.17
unresolved
org
PT Agro Multi Persada Sesuai
p.17
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.17
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo
p.17 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan dan Bapepam dan LK
p.17
unresolved
org
Bapepam
p.17 ×2
unresolved
org
PT. Alam Permata Indah. Selanjutnya
p.19
unresolved
org
MARTOKOESOEN AN & REKAN
p.21
unresolved
org
Direktorat Jenderal Kependudukan
p.31
unresolved
org
Kementerian Dalam Negeri
p.31
unresolved
org
Pusat Statistik
p.31 ×2
unresolved
org
Ne Mo Mo Mo Mo Ma PAKPANAN & REKAN
p.37
unresolved
person
Mo Mo
p.39
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.40 ×2
unresolved
person
Indriana
· Notaris
p.40
unresolved
person
Dr. H.E. Gewang
· Notaris
p.41 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.41
unresolved
org
Menteri Hukum Republik Indonesia
p.41 ×2
unresolved
org
Menteri
p.45
unresolved
org
PT Alam Permata Indah.
p.45 ×2
unresolved
person
Darmawan Tjoa
p.45
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Aasasi Manusia Republik Indonesia
p.45
unresolved
person
Jimmy Tanal SH
· Notaris
p.45
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.47
unresolved
org
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.47
unresolved
person
Mie Mia Mt
p.49
unresolved
person
Tanda Tangan Keahlian Miduk Pakpahan
p.72 ×2
unresolved
person
Budi P. Martokoesoemo
p.72
unresolved
org
Bank Loans Trade Payables
p.75 ×2
unresolved
org
Bank Loan Deferred Tax Liabilities Employee Benefit Liabilities
p.76
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
5310 ms
13 Sep 2026 15:18
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}