Skip to content
Back to announcement

20250620_MICE_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31897225_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review MICE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 155

Page 1
                                                                                    ----- .       I
                                                                                    ••••          I
                                                                                    ••••          I
                                                                                    ••••          I
                                                                                    • ._ ••       I




        LAPORAN STUDI KELAYAKAN
      PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

      PT MULTI INDOCITRA TBK
               Yang Berlokasi di :
   Green Central City, Commercial Area 6th Floor,
  Jalan Gajah Mada No. 188, Jakarta Barat 11120,
               Provinsi DKI Jakarta


No. File : 00173/2.0055-00/BS/05/0060/1/VI/2025


                                                     TOTO SUHARTO & REKAN
                                                    Business & .Properry Vaiuer
                                                    License No : 2.09.0055
                                                    JI. Hayam Wuruk No.1-RK Jakarta 10120, Indonesia
                                                    Ph : +6221-3456783 (Hunting)
                                                    Fax: +6221-3813419
                                                    Website : http://www.tnr.co.id
                                                    Email : tnr@tnr.co.id
Page 2
No. File : 00173/2.0055-00/BS/05/0060/1/VI/2025
Jakarta, 4 Juni 2025

Kepada Yth. :
Direksi
PT Multi Indocitra Tbk
Green Central City, Commercial Area 6th Floor,
Jalan Gajah Mada No. 188, Jakarta Barat 11120,
Provinsi DKI Jakarta

Perihal : Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Multi
          Indocitra Tbk

Dengan hormat,
Berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No : M.FS.25.00.0004, tanggal 6 Maret
2025, Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan (“TnR”) telah ditunjuk oleh PT Multi
Indocitra Tbk untuk melakukan kajian kelayakan usaha dengan maksud dan tujuan untuk
memberikan pendapat mengenai kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha
yang akan di lakukan oleh Perseroan ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek pasar,
aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.
Sebelumnya kami telah menyusun dan menerbitkan laporan Studi Kelayakan Penambahan
Kegiatan Usaha PT Multi Indocitra Tbk dengan No. File : 00156/2.0055-
00/BS/05/0060/1/V/2025, Tanggal 19 Mei 2025.
Sehubungan dengan adanya surat tanggapan dari Otoritas Jasa Keuangan Nomor : S-
262/PM.023/2025, tanggal 23 Mei 2025, perihal “Perubahan dan/atau Tambahan
Informasi atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha PT Multi Indocitra Tbk”, maka dengan
ini kami menerbitkan kembali laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Multi Indocitra Tbk dengan No. File : 00173/2.0055-00/BS/05/0060/1/VI/2025,
Tanggal 6 Juni 2025 untuk menambahkan penjelasan dan pengungkapan atas informasi
yang digunakan dengan penyesuaian kesimpulan yang dihasilkan, sebagai berikut:
    1. Penambahan serta penyesuain informasi pada Surat Pengantar Laporan
    2. Penambahan serta penyesuain informasi pada Bab I Pendahuluan, terkait dengan
       informasi kejadian penting setelah Tanggal Penilaian.
    3. Penambah serta penyesuain informasi pada Bab II Gambaran Umum, terkait
       dengan informasi akta yang mendasari pengungkapan permodalan dan susunan
       pemegang saham Perseroan.
Studi ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No. 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) poin V
No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian
Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII Tahun 2018.




                                            i
Page 3
LATAR BELAKANG
MIC merupakan perusahaan yang kegiatan usaha utama bergerak dalam bidang usaha
perdagangan umum atas barang-barang konsumsi perlengkapan bayi dan produk
perawatan kesehatan serta kosmetik.

MIC mempunyai aset berupa gudang yang berlokasi di Jalan Sultan Hamengkubuwono IX
KM. 26 (d.h Jl. Raya Bekasi KM. 26), Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung,
Jakarta Timur. Awalnya pergudangan tersebut rencana penggunaannya untuk keperluan
dari perusahaan dan afiliasi, namun terdapat perubahan strategi sehingga pergudangan
yang ada, diputuskan untuk disewakan kepada pihak luar untuk utilisasi dan optimalisasi
aset.

Sebagai upaya meningkatkan kapasitas perusahaan dan mengutilisasi aset pergudangan
tersebut, MIC merasa perlu menambah kegiatan usahanya serta melakukan penyesuaian
terhadap kode klasifikasi resmi untuk mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan
di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI) agar dapat menjalankan usahanya dalam menyewakan gudang yang ada sebagai
berikut:

  No                            Nama KBLI                           Kode KBLI
  1.   Aktivitas Pergudangan dan Penyimpanan                         52101
  2.   Real Estate yang dimiliki sendiri atau disewa                 68111

Berdasarkan penjelasan dari manajemen MIC, MIC berencana menambah kegiatan usaha
Perseroan sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor
17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”,
mengingat rencana tersebut akan menambah kegiatan usaha MIC.

Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan membutuhkan pihak Independen untuk
melakukan kajian dan analisa kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Pihak ketiga yang ditunjuk untuk penyusunan studi kelayakan ini adalah KJPP Toto Suharto
& Rekan (”TnR”) yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan
independen.

STATUS PENILAI
TnR awalnya adalah PT Actual Kencana Appraisal (AKA) yang telah aktif dalam usaha
penilaian sejak Tahun 1984. Tahun 2007 AKA berubah menjadi Usaha Jasa Penilai Toto
Suharto & Rekan mengikuti Peraturan Menteri Keuangan yang mengatur tentang jasa
penilai publik di Indonesia.




                                                   ii
Page 4
TnR ditetapkan sebagai Kantor Jasa Penilai Publik resmi berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan Nomor : 1009/KM.1/2009, tanggal 28 Juli 2009, dengan Surat Ijin Usaha
Kantor Jasa Penilai Publik (SIUKJPP) Nomor : 2.09.0055 dan terdaftar sebagai profesi
penunjang pasar modal atas nama:

   • Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
     - No. MAPPI                     : 93-S-00361
     - No. Ijin Penilai Publik       : PB-1.08.00060
     - Klasifikasi Bidang Jasa       : Penilaian Properti & Bisnis
     - STTD OJK No.                  : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
     - No. Lisensi Penilai BPN       : 943/SK-PT.01.01/VII/2022
     - No. STTD IKNB                 : 008/NB.122/STTD-P/2017

Penilai yang bertandatangan dalam laporan ini bertindak dalam kapasitasnya sebagai
Pemimpin Rekan dalam Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan, penyedia jasa
penilaian independen.

Penilai tidak sedang memiliki atau memiliki potensi benturan kepentingan dengan Pemberi
Tugas ataupun dengan Objek Penilaian. Oleh karena itu, Penilai berada dalam posisi
untuk memberikan penilaian objektif dan tidak memihak.

INDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA LAPORAN
 Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan :

 Nama                     : PT Multi Indocitra Tbk
 Bidang Usaha             : Perdagangan umum atas barang-barang konsumsi
                            perlengkapan bayi dan produk perawatan kesehatan serta
                            kosmetik.
 Alamat                   : Green Central City, Commercial Area 6th Floor,
                            Jalan Gajah Mada No. 188, Jakarta Barat 11120,
                            Provinsi DKI Jakarta.
 Nomor Telepon            : (021) 2936 8888
 Faksmili                 : (021) 2936 6192
 Email                    : corp.sec@mic.co.id
 Website                  : www.mic.co.id

MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
atas rencana penambahan kegiatan usaha yang akan di lakukan oleh Perseroan ditinjau
dari berbagai aspek, meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
manajemen, dan aspek keuangan. Maksud dari penyusunan Studi Kelayakan adalah untuk
memberikan gambaran tentang kelayakan dari penambahan kegiatan usaha yang akan
dilakukan oleh Perseroan.




                                          iii
Page 5
Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(POJK) No. 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK)
poin V No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun
2018.

OBJEK STUDI KELAYAKAN
Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
penambahan kegiatan usaha aktivitas pergudangan dan penyimpanan, dan real estate
yang dimiliki sendiri atau disewa yang terdiri dari 2 (dua) Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia (KBLI) yaitu yaitu KBLI 52101 dan 68111.

TANGGAL STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ditetapkan per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan serta dari data
keuangan Perseroan yang kami terima.

Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020, maka
penggunaan laporan studi ini paling lama 6 (enam) bulan yaitu maksimal sampai dengan
tanggal 30 Juni 2025.

METODOLOGI PENYUSUNAN LAPORAN
PENGUMPULAN DATA
 • Melakukan kunjungan ke lokasi penambahan kegiatan usaha Perseroan pada
   tanggal 22 April 2025, untuk mendapatkan gambaran tentang rencana ekspansi
   dan penambahan kegiatan usaha Perseroan.
 • Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana
   ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas
   Perseroan, perijinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan dan rencana usaha serta
   data-data lainnya yang terkait.
 • Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
   dipertanggungjawabkan.
 • Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek yang
   berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.

PROSES ANALISIS
 • Analisis legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan
   perijinan.
 • Analisis pasar yang mengkaji kondisi pasar konstruksi di Indonesia.
 • Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
   panambahan kegiatan usaha.
 • Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha,
   risiko yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.
                                          iv
Page 6
 • Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas
   rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan.
 • Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi. Dalam
   melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas
   penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator
   Net Present Valuve (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Break
   Even Point dan Payback Period.

STANDAR PENUGASAN
Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Poin V SEOJK No. 17
/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal dan Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI)
Edisi Vll-2018.

INDEPENDENSI PENILAI
 1. Dalam melaksanakan penugasan ini, KJPP TnR bertindak secara independen tanpa
    adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan
    Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan
    Perseroan.
 2. Kami tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
    penugasan ini. Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
    keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima adalah
    sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan. KJPP TnR hanya menerima
    imbalan sesuai dengan Surat Penawaran Nomor : M.FS.25.00.0004, tanggal 6 Maret
    2025 yang telah disetujui.
 3. Laporan studi kelayakan ini telah disusun sesuai POJK 17/2020, POJK 35/2020,
    SEOJK 17/SEOJK.04/2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI) serta SPI Edisi VII-
    2018 yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), dan
    dimana pendekatan dan metode yang diaplikasikan telah sesuai dengan standar
    penilaian lengkap.

SIFAT DAN SUMBER INFORMASI YANG DAPAT DIANDALKAN
Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan
Penambahan Kegiatan Usaha, kami (TnR) telah mempelajari, mengacu, dan
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

  1.    Pemberitahuan dari MIC tentang rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
  2.    Laporan keuangan MIC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
        2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik Liauw Hendrik, CPA dari KAP Hendrik &
        Rekan dalam Laporan Nomor 00015/2.1103/AU.1/05/1307-2/1/11I/2021
        dengan opini wajar tanpa modifikasian.



                                            v
Page 7
  3.    Laporan keuangan MIC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
        2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Liauw Hendrik, CPA dari KAP Hendrik &
        Rekan dalam Laporan Nomor 00022/2.1103/AU.1/05/1307-3/1 /111/2022
        dengan opini wajar tanpa modifikasian.
  4.    Laporan keuangan MIC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
        2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik Liauw Hendrik, CPA dari KAP Hendrik &
        Rekan dalam Laporan Nomor 00028/2.1103/AU.1/05/0741-1/1/lll/2023
        dengan opini wajar tanpa modifikasian.
  5.    Laporan keuangan MIC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
        2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Liauw Hendrik, CPA dari KAP Hendrik &
        Rekan dalam Laporan Nomor 00021/2.1103/AU.1/05/0741-2/1/lll/2024
        dengan opini wajar tanpa modifikasian.
  6.    Laporan keuangan MIC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
        2024, yang diaudit oleh Akuntan Publik Liauw Hendrik, CPA dari KAP Hendrik &
        Rekan dalam Laporan Nomor 0001212.1103IAU.110511307-111/llll2025
        dengan opini wajar tanpa modifikasian.
  7.    Proyeksi Keuangan (Business Plan) MIC Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha dan
        dengan Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun 2025 sampai dengan 2029.
  8.    Profil MIC.
  9.    Tarif pajak yang diberlakukan atas MIC adalah berdasarkan laba kena pajak
        dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang
        berlaku di Indonesia yaitu sebesar 22%.
  10.   Informasi lain dari pihak manajemen MIC serta pihak-pihak lain yang relevan
        untuk penugasan.
  11.   Data dan informasi industri, pasar dan ekonomi berdasarkan media cetak maupun
        elektronik antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
        Bursa Efek Indonesia, website Yahoo Finance, website Value Investing dan
        Bloomberg.
  12.   Surat Pernyataan/Representasi dari manajemen MIC terkait dengan Studi
        Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.
  13.   Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar
        dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari
        pihak independen yang kami anggap relevan..

TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan
yang memadai diantaranya dengan melakukan Inspeksi ke Lokasi Proyek dan
Wawancara terhadap perwakilan Manajemen MIC. Pihak-pihak yang diwawancarai
antara lain sebagai berikut:

        1. Bapak Budiman Gitaloka selaku Direktur MIC
        2. Bapak Tony Sunaryo selaku Kepala Supply Chain
        3. Bapak Ilham selaku Kepala HRGA




                                            vi
Page 8
KEJADIAN-KEJADIAN PENTING SETELAH TANGGAL EFEKTIF (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan informasi yang kami terima terdapat kejadian-kejadian Penting setelah
Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal laporan penilaian ini diterbitkan,
yaitu berupa:

   1. Kepatuhan regulasi terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2021,
      dimana sebagai Perusahaan yang mempunyai pergudangan baik dipergunakan
      sendiri atau disewakan, harus mempunyai perizinan Tanda Daftar Gudang (TDG).
      TDG tersebut dapat diperoleh apabila Perusahaan menyesuaikan terlebih dahulu
      Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang berhubungan dengan
      aktivitas usaha terutama untuk penyewaan pergudangan. Proses tersebut yang
      saat ini dilakukan MIC dengan menyesuaikan KBLI untuk memperoleh perizinan
      TDG.

   2. Ekonomi dan Industri, dengan adanya penambahan kegiatan usaha MIC terdapat
      penyesuaian kegiatan usaha, dimana kegiatan usaha utamanya perdagangan
      umum atas produk-produk perlengkapan bayi dan penambahan kegiatan usaha
      dalam industri penyewaan gudang.

   3. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha penyewaan gudang, maka
      pendapatan MIC selain dari perdagangan umum yang merupakan pendapatan
      utama, terdapat juga penambahan pendapatan lain-lain dari penyewaan gudang.

Kejadian-kejadian penting tersebut sekurang-kurangnya berpengaruh terhadap
kelayakan penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan.

PERSYARATAN ATAS PERSETUJUAN UNTUK PUBLIKASI
Jika laporan studi kelayakan bisnis akan dipublikasikan oleh Pemberi Tugas baik secara
keseluruhan atau Sebagian dari laporan, atau referensi yang dipublikasikan, termasuk
referensi mengenai laporan keuangan perusahaan, dan / atau laporan direksi/pimpinan
perusahaan, dan atau pernyataan atau kajian lainnya dari perusahaan tidak perlu dapat
persetujuan Penilai karena Laporan Studi Kelayakan ini Bersifat Terbuka untuk Publik.

Asumsi dan Kondisi Pembatas
1. Laporan Studi Kelayakan penambahan kegiatan usaha bersifat non-disclaimer
   opinion.
2. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
   studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.
3. Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai mengandalkan kelengkapan
   informasi yang disediakan oleh Perseroan dan atau data yang diperoleh dari
   informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya yang dapat dipercaya
   keakuratannya.
4. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan dengan
   mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang disampaikan oleh Perseroan
   dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).


                                          vii
Page 9
5. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi
    keuangan yang telah disesuaikan.
6. Perseroan menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
    penugasan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha telah diungkapkan
    seluruhnya kepada Penilai dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang
    penting.
7. Laporan Studi Kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat
    informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
8. Penilai bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan kesimpulan yang
    dihasilkan.
9. Laporan Studi Kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan pasar modal dan
    pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan lainnya.
10. Laporan Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi perekonomian, industri dan
    keuangan, serta regulasi pemerintah terkait dengan penambahan kegiatan usaha
    yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
11. Penilai mengasumsikan bahwa penerbitan Laporan Studi Kelayakan tidak terjadi
    perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
    digunakan dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini. Penilai tidak
    bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
    pendapat Penilai karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
    peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini.
12. Lingkup pekerjaan akan dilakukan sesuai dengan analisis dan interpretasi Penilai
    terhadap hukum dan Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
    Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
    Keuangan Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian
    dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/2020 serta
    standar penilaian yang berlaku di Republik Indonesia, sehingga tidak dimaksudkan
    untuk diaplikasikan, dianalisis atau diinterpretasikan menurut peraturan perundang-
    undangan di negara lain
13. Penugasan untuk melakukan studi kelayakan adalah bukan dan tidak dapat
    dianggap sebagai kajian atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu pada
    informasi keuangan. Penugasan ini dilakukan bukan dengan tujuan untuk menemukan
    kelemahan pengawasan internal, kesalahan atau kecurangan pada laporan
    keuangan, implikasi perpajakan ataupun pelanggaran hukum.
14. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga, selain Perseroan, selama
    tidak menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.

KESIMPULAN
Berikut ini adalah kesimpulan analisis-analisis kelayakan atas rencana penambahan
kegiatan usaha Perseroan sebagai berikut:

 Analisa Kelayakan Pasar
    Supply Chain Indonesia (SCI) memproyeksikan sektor transportasi dan pergudangan
    pada tahun 2025 berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia
    sebesar Rp1.623,65 triliun atau tumbuh 11,09% dan subsektor pergudangan akan

                                           viii
Page 10
   berkontribusi sebesar Rp 346,99 triliun atau tumbuh sebesar 18,26%.

   Jumlah tersebut naik 12,53% dibandingkan dengan tahun 2024. Berdasarkan analisis
   terhadap data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan pergudangan terus
   tumbuh di atas rata-rata tingkat pertumbuhan perekonomian Indonesia.
   Pertumbuhan transportasi barang dan pergudangan pada tahun 2025 didorong
   terutama oleh industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian, kehutanan, dan
   perikanan. Pada industri pengolahan nonmigas, potensi logistik tahun 2025 akan
   didominasi industri makanan dan minuman, diikuti industri kimia dan farmasi, industri
   barang logam dan elektronik, industri alat angkutan, industri logam dasar, serta
   industri tekstil dan pakaian jadi.

   Perkembangan sektor logistik Indonesia juga dipengaruhi situasi dunia, terutama
   perang dagang Amerika Serikat (AS)-Cina, serta konflik geopolitik Rusia-Ukraina dan
   Timur Tengah, yang berdampak terhadap ketidakpastian dan dinamika rantai pasok
   global.

   Dengan melihat peluang pengembangan usaha dari optimalisasi aset yang ada,
   sehingga menghasilkan pendapatan dan aset yang tidak optimal tersebut tidak
   menjadi beban usaha bagi kegiatan usaha utama MIC serta memberikan manfaat dan
   kontribusi yang postif bagi MIC, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara
   aspek pasar layak.
 Analisa Kelayakan Teknis
   Dengan rencana MIC melakukan optimalisasi aset gudang yang ada untuk disewakan,
   serta kondisi pergudangan yang dimiliki MIC siap untuk disewakan dan didukung oleh
   SDM yang ada, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis
   layak.
 Analisa Kelayakan Pola Bisnis
   Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen Perseroan
   dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan
   kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana
   penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara
   aspek pola bisnis layak.
 Analisa Kelayakan Model Manajemen
   Dengan pertimbangan aspek model majamen yang akan diterapkan baik dari
   penggunaan tenaga kerja yang ada dikombinasikan dengan recruitment tenaga kerja
   yang sesuai dengan bidangnya serta rencana manajemen meningkatkan produktivitas
   tenaga kerja sehingga dapat bersaing dengan perusahaan lain dengan jenis usaha
   yang sama, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek model
   manajemen layak.
 Analisa Kelayakan Keuangan
   Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
   diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari
   selisih antara Free Cash Flow To Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha
   dengan Free Cash Flow To Firm apabila Perseroan tidak melakukan penambahan

                                          ix
Page 11
    kegiatan usaha. Yang selanjutnya dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya.
    Sehingga diperoleh Free Cash Flow to Inkremental. Berdasarkan analisis kelayakan
    penambahan kegiatan usaha dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah
    dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :

             Net Present Value (NPV)             : 67.951.689.747
             Internal Rate of Return (IRR)       : 190,20%
             Profitability Index (PI)            : 8,43
             Payback Period                      : 2 Tahun, 8 Bulan

    Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan
    tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan
    kegiatan usaha dibidang penyewaan gedung maka proyeksi arus kas inkremental
    bernilai positif.
    IRR sebesar 190,20% menunjukkan bahwa aksi korporasi Perseroan dengan
    melakukan penambahan kegiatan usaha dianggap layak karena besaran IRR lebih
    tinggi dibandingkan tingkat diskonto. IRR yang dihasilkan sangat positif karena dalam
    penambahan kegiatan usaha ini, tidak memerlukan biaya investasi yang besar karena
    menggunakan dan mengoptimalkan aset yang ada.

    Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap
    berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan
    bahwa adanya perubahan pada harga sewa gudang dan discount rate dari
    penambahan kegiatan usaha Perseroan cukup sensitif terhadap parameter
    kelayakan.

    Berdasarkan kajian evaluasi dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya
    dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana
    penambahan kegiatan usaha secara aspek keuangan layak.

Berdasarkan kesimpulan aspek-aspek diatas, maka rencana penambahan kegiatan usaha
Perseroan Layak.

Akhirnya, sesuai dengan praktek standar yang biasa kami lakukan, maka kami
menegaskan bahwa laporan ini bersifat rahasia kepada Pemberi Tugas dan Pengguna
Laporan sesuai dengan keperluan yang tertulis.

Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun
keseluruhan laporan atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan
dalam dokumen apapun, pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada
pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis terlebih dahulu dari kami untuk format maupun
konteks di mana akan dimunculkan.




                                              x
Page 12
Laporan kajian ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang
dan stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP TOTO SUHARTO & REKAN ("TnR").

Hormat kami,
KJPP TOTO SUHARTO & REKAN




Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Pimpinan Rekan
No. MAPPI : 93-S-00361
No. Register Penilai : RMK-2017.00012
No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
Klasifikasi Bidang Jasa : Penilaian Properti (P) dan Penilaian Bisnis (B)
No. STTD OJK : STTD.PPB-19/PJ-1/PM.02/2023
No. Lisensi Penilai BPN : 943/SK-T.01.01/VII/2022
No. STTD IKNB : 008/NB.122/STTD-P/2017




                                                      xi
Page 13
SURAT REPRESENTASI
Page 14

          
Page 15
PERNYATAAN PENYUSUN
Page 16
                             PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan sebagai penilai, kami menerangkan bahwa :

1. Kami bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan opini atau kesimpulan
   akhir.

2. Penugasan studi kelayakan ini telah dilakukan terhadap objek kajian pada tanggal
   penilaian 31 Desember 2024.

3. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan studi
   kelayakan ini.

4. Penugasan studi kelayakan secara professional telah dilaksanakan sesuai dengan
   Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.

5. Analisa kelayakan penambahan kegiatan usaha yang dihasilkan dalam penugasan
   kajian professional telah disajikan sebagai Kesimpulan.

6. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

7. Kesimpulan dalam laporan ini telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi
   pembatas.

8. Data ekonomi dan industri dalam laporan ini diperoleh dari berbagai sumber yang
   kami yakini dan dapat dipertanggungjawabkan.

9. Kami telah melakukan wawancara/pengumpulan data dan telah bekerja secara
   profesional, bertindak secara independen.

10. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar
    analisa, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalamnya adalah benar

11. Analisa, pendapat dan kesimpulan dalam laporan ini bebas dari konflik
    kepentingan atas obyek yang dinilai maupun pihak lain yang terlibat.

12. Imbalan jasa penilaian sama sekali tidak tergantung pada kesimpulan yang
    tercantum dalam laporan ini.

13. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
    dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.

14. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan studi kelayakan ini, telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.




                                           xii
Page 17
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan hasil
kajian ini.

 No.             Nama                                       Tanda Tangan
 1. Penanggung Jawab :

   Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.)                      ……………………
   No. MAPPI : 93-S-00361
   No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00060
   No. Register Penilai : RMK-2017.00012
   Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



 2. Quality Assurance :

   Ahmad Olii, S.E                                             ……………………
   No. MAPPI : 11-T-03281
   No. Register Penilai : RMK-2017.00839
   Kualifikasi Penilai : Bisnis



 3. Reviewer :

   Ir. Henrianto, S.Pi., S.Ak., MM., M.Ec.Dev., Ak., CA., MAPPI (Cert.)……………………
   No. MAPPI : 19-S-09317
   No. Ijin Penilai Publik Properti : P-1.24.00660
   No. Ijin Penilai Publik Bisnis : B-1.25.00683
   No. Register Penilai : RMK-2019.02918
   Kualifikasi Penilai : Properti & Bisnis



 4. Penilai :

   Karina Gama Soleha, S.E., M.Ec.Dev                          ……………………
   No. MAPPI : 21-P-10773
   No. Register Penilai : RMK-2021.03732
   Kualifikasi Penilai : Bisnis




                                              xiii
Page 18
KUALIFIKASI TIM PENYUSUN
Page 19
                    KUALIFIKASI TIM PENILAI
      Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Toto Suharto & Rekan

A. Penanggung Jawab
 1   Nama Lengkap         Ir. Toto Suharto, M.Sc, MAPPI (Cert.)
 2   Pendidikan           Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga                   - S-1 Institut Pertanian Bogor (IPB
     Pendidikan                   University)
                               - S-2 Penilaian Universiti Teknologi
                                  Malaysia
4   Pengalaman Kerja           - Memiliki pengalaman lebih dari 29
    Penilai                       tahun di bidang penilaian properti dan
                                  bisnis serta konsultan
                               - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                  sebagai penilai bersertifikat dan
                                  memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                                  dan Bisnis (PB) dari Kementerian
                                  Keuangan

B. Quality Assurance
1   Nama Lengkap         Ahmad Olii, S.E
2   Pendidikan           Strata 1 (S-1)
3   Lembaga                  - S-1 Universitas Budi Luhur
    Pendidikan
4   Pengalaman Kerja         -     Memiliki pengalaman lebih dari 10
    Penilai                        tahun di bidang penilaian bisnis serta
                                   konsultan
                             -     Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                                   sebagai penilai terakreditasi (T)

C. Reviewer
 1   Nama Lengkap         Ir. Henrianto, S.Pi, S.Ak, MM, M.Ec.Dev, Ak, CA,
                          MAPPI (Cert.)
2   Pendidikan            Strata 2 (S-2)
3   Lembaga                    - S-1 Perikanan Universitas Hasanuddin
    Pendidikan                    (2016)
                               - S-1 Akuntansi Universitas Terbuka
                                  (2020-2025)
                               - Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk)
                                  Universitas Padjajaran (2024)
                               - Pendidikan Profesi Insinyur (PPI)
                                  Universitas Hasanuddin (2025)
                               - S-2 Ekonomi Pembangunan Universitas
                                  Gadjah Mada (2020)
                               - S-2      Manajemen       UPN     Veteran
                                  Yogyakarta (2022)
                               - S-3 Ilmu Ekonomi Institut Pertanian
                                  Bogor (2020-Sekarang)
                                 xiv
Page 20
4   Pengalaman Kerja      -    Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun
    Penilai                    di bidang penilaian properti dan bisnis
                               serta konsultan
                          -    Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                               sebagai penilai Bersertifikat (S) dan
                               memperoleh ijin Penilai Publik Properti
                               (P) dan Penilai Publik Bisnis (B) dari
                               Kementerian Keuangan RI.
                          -    Brevet Pajak A dan B dari Asosiasi
                               Konsultan Pajak Publik Indonesia
                          -    Memperoleh lisensi sebagai akuntan
                               profesional Chartered Accountant (CA)
                               dari Ikatan Akuntan Indonesia
                          -    Memperoleh lisensi sebagai teknisi
                               pajak (Certified Tax Technician) dari
                               Asosiasi Teknisi Pajak Indonesia
                          -    Memperoleh lisensi sebagai Wakil
                               Perantara Pedagang Efek dari
                               Otoritas Jasa Keuangan
                          -    Memperoleh lisensi sebagai Analisis
                               Efek dari BNSP LSP Pasar Modal

D. Penilai
 1   Nama Lengkap      Karina Gama Soleha, S.E, M.Ec.Dev
 2   Pendidikan        Strata 2 (S-2)
 3   Lembaga               - S-1          Ekonomi         Universitas
     Pendidikan               Muhammadiyah Yogyakarta
                           - S-2       Ekonomika     Pembangunan
                              Universitas Gadjah Mada
4   Pengalaman Kerja       - Memiliki pengalaman lebih dari 2 tahun
    Penilai                   di bidang penilaian bisnis serta
                              konsultan
                           - Mendapatkan akreditasi dari MAPPI
                              sebagai penilai Pratama (P)




                              xv
Page 21
DAFTAR ISI
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                                                                  DAFTAR ISI

SERTIFIKAT .........................................................................................................                                 i - xi
SURAT PERNYATAAN / REPRESENTASI
PERNYATAAN PENILAI ......................................................................................                                     xii - xiii
KUALIFIKASI PENILAI .........................................................................................                                xiv - xv
DAFTAR ISI .........................................................................................................                        xvi - xviii
DAFTAR TABEL ...................................................................................................                             xix - xx
DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................................                                         xxi

BAB I       PENDAHULUAN ...............................................................................................                              I–1
1.1         Latar Belakang ....................................................................................................................      I–1
1.2         Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan .........................................................                                   I–2
1.3         Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ..............................................................................                         I–2
1.4         Objek Studi Kelayakan .....................................................................................................              I–3
1.5         Tanggal Studi Kelayakan ..................................................................................................               I–3
1.6         Metodologi Penyusunan Laporan.....................................................................................                       I–3
1.6.1       Pengumpulan Data .............................................................................................................           I–3
1.6.2       Proses Analisis ......................................................................................................................   I–4
1.7         Standar Penugasan ............................................................................................................           I–4
1.8         Independensi Penilai ...........................................................................................................         I–4
1.9         Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan .................................................                                       I–5
1.10        Tingkat Kedalaman Investigasi .........................................................................................                  I–6
1.11        Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent Events) ................                                                   I–6
1.12        Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi ..............................................................                              I–7
1.13        Asumsi dan Kondisi Pembatas...........................................................................................                   I–7

BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN ................................................................... II – 1
2.1    Gambaran Umum Perusahaan ......................................................................................... II – 1
2.2    Domisili .................................................................................................................................. II – 2
2.3    Struktur Permodalan ........................................................................................................... II – 2
2.4    Susunan Pengurus ................................................................................................................ II – 3
2.5    Susunan Organisasi MIC .................................................................................................... II – 4
2.6    Perizinan dan Legalitas ..................................................................................................... II – 4
2.7    Kinerja Keuangan Historis ................................................................................................. II – 5
2.7.1 Analisa Posisi Keuangan .................................................................................................... II – 6
2.7.2 Analisa Laba Rugi ............................................................................................................... II – 7
2.7.3 Analisis Arus Kas .................................................................................................................. II – 8
2.7.4 Analisis Rasio Keuangan .................................................................................................... II – 9
2.7.5 Prospek Kinerja MIC ........................................................................................................... II – 10

BAB III TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI .............................................. III – 1
3.1     Makro Ekonomi .................................................................................................................... III – 1
3.1.1 Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro ........................................................................ III – 1
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Global ........................................................................................... III – 2
3.1.3 Pertumbuhan Ekonomi Domestik ....................................................................................... III – 3
3.1.3.1 Inflasi ..................................................................................................................................... III – 3
3.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah .............................................................................................................. III – 4
3.1.3.3 Suku Bunga ........................................................................................................................... III – 5


Daftar Isi                                                                                                                                              xvi
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


3.1.4 Prospek Perekonomian Indonesia 2025 ......................................................................... III – 6
3.2   Gambaran Umum Pasar Produk Perawatan Bayi dan Kosmetik di Indonesia........ III – 7

BAB IV ASPEK PASAR .................................................................................................. IV – 1
4.1    Gambaran Umum Industri Pergudangan dan Logistik ................................................. IV – 1
4.1.1 Industri Pergudangan ......................................................................................................... IV – 3
4.1.2 Peran Pergudangan ........................................................................................................... IV – 5
4.1.3 Prospek Industri Pergudangan.......................................................................................... IV – 7
4.2    Kondisi Pasar Sewa Menyewa Pergudangan ............................................................... IV – 8
4.2.1 Pangsa Pasar ....................................................................................................................... IV – 8
4.2.2 Pesaing Usaha ..................................................................................................................... IV – 8
4.2.3 Startegi Pemasaran ............................................................................................................ IV – 9
4.2.4 Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar ....................................................... IV – 9
4.3    Perbedaan Kegiatan Usaha ............................................................................................. IV – 10
4.4    Kesimpulan ........................................................................................................................... IV – 12

BAB V ASPEK TEKNIS .................................................................................................. V – 1
5.1. Rencana Perusahaan .......................................................................................................... V – 1
5.2. Gambaran Umum Pergudangan PT Multi Indocitra Tbk.............................................. V – 1
5.2.1. Lokasi Pergudangan ........................................................................................................... V – 1
5.2.2. Kondisi Lingkungan.............................................................................................................. V – 1
5.2.3. Deskripsi Tapak Tanah ....................................................................................................... V – 3
5.2.4. Deskripsi Bangunan dan Sarana Pelengkap ................................................................. V – 5
5.3. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ...................................................................... V – 7
5.4. Teknis Pelaksanaan Penyewaan Gudang ...................................................................... V – 8
5.5. Kesimpulan ........................................................................................................................... V – 8

BAB VI ASPEK POLA BISNIS ......................................................................................... VI – 1
6.1    Kegiatan Usaha Utama ..................................................................................................... VI – 1
6.2    Penambahan Kegiatan Usaha .......................................................................................... VI – 1
6.2.1. Segmen Usaha Penyewaan Gudang .............................................................................. VI – 3
6.3    Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ............................................................................ VI – 3
6.4    Keunggulan Kompetitif ....................................................................................................... VI – 4
6.5    Analisis Industri..................................................................................................................... VI – 5
6.5.1. Persaingan Usaha Sejenis.................................................................................................. VI – 5
6.5.2. Posisi Tawar Pemasok ........................................................................................................ VI – 5
6.5.3. Ancaman Pendatang Baru ................................................................................................. VI – 5
6.5.4. Posisi Tawar Konsumen....................................................................................................... VI – 6
6.6    Analisis Risiko ....................................................................................................................... VI – 6
6.6.1. Risiko Perekonomian ........................................................................................................... VI – 7
6.6.2. Risiko Persaingan ................................................................................................................ VI – 7
6.6.3. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah ........................................................................ VI – 7
6.6.4. Risiko Likuiditas .................................................................................................................... VI – 7
6.6.5. Risiko Tingkat Suku Bunga ................................................................................................. VI – 7
6.6.6. Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi .................................................................................. VI – 8
6.7    Analisis SWOT ..................................................................................................................... VI – 8
6.8    Kesimpulan ........................................................................................................................... VI – 10




Daftar Isi                                                                                                                                   xvii
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN ....................................................................... VII – 1
7.1   Model Manajemen ........................................................................................................... VII – 1
7.2   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ..................................................................... VII – 2
7.3   Manajemen Risiko ............................................................................................................ VII – 2
7.4   Manajemen Kekayaan Intelektual ................................................................................ VII – 3
7.5   Sumber Daya Manusia.................................................................................................... VII – 3
7.6   Ketersediaan Tenaga Kerja........................................................................................... VII – 4
7.7   Komposisi Karyawan ....................................................................................................... VII – 5
7.8   Kesimpulan ........................................................................................................................ VII – 6

BAB VIIIASPEK KEUANGAN .................................................................................... VIII – 1
8.1. Rencana Perseroan ........................................................................................................ VIII – 1
8.2. Rencana Biaya Investasi ............................................................................................... VIII – 1
8.3. Asumsi - Asumsi Proyeksi Keuangan ........................................................................... VIII – 2
8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .................................... VIII – 6
8.4.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ......................... VIII – 6
8.4.2. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .................................... VIII – 8
8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ....................................... VIII – 9
8.5. Proyeksi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha .................................. VIII – 10
8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ....................... VIII – 10
8.5.2. Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha .................................. VIII – 12
8.5.3. Proyeksi Arus Kas dengan Penambahan Kegiatan Usaha ..................................... VIII – 13
8.6. Analisis Rasio Keuangan ............................................................................................... VIII – 14
8.6.1. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha ......................... VIII – 14
8.6.2. Proyeksi Rasio Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ....................... VIII – 16
8.7. Analisis Modal Kerja ..................................................................................................... VIII – 17
8.8. Tingkat Diskonto (Discount Rate) .................................................................................. VIII – 18
8.8.1. Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas ....................................................................... VIII – 18
8.8.2. Penentuan Biaya Modal untuk Hutang ....................................................................... VIII – 21
8.8.3. Penentuan Tingkat Diskonto.......................................................................................... VIII – 21
8.9. Analisis Inkremental ....................................................................................................... VIII – 22
8.10. Analisis Kelayakan Usaha ............................................................................................ VIII – 24
8.11. Analisis Sensitivitas ......................................................................................................... VIII – 28
8.12. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan ..................................................... VIII – 29




Daftar Isi                                                                                                                                xviii
Page 25
DAFTAR TABEL
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                                                        DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha MIC ...................................................... I – 2

Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham MIC Berdasarkan Akta No. 43 ..................................                                        II – 2
Tabel 2.2. Susunan Pemegang Saham MIC Berdasarkan Laporan Keuangan
           31 Desember 2024 .......................................................................................................     II – 3
Tabel 2.3. Susunan Pengurus MIC...................................................................................................      II – 3
Tabel 2.4. Legalitas dan Perizinan MIC .........................................................................................        II – 4
Tabel 2.5. Laporan Keuangan Historikal MIC (Dalam Jutaan Rupiah) ...................................                                    II – 5
Tabel 2.6. Arus Kas MIC (Dalam Jutaan Rupiah) ........................................................................                  II – 8
Tabel 2.7. Rasio Keuangan MIC .....................................................................................................     II – 9
Tabel 3.1. Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia ............................................................. III – 1
Tabel 3.2. Pertumbuhan PDB Dunia ............................................................................................... III – 2
Tabel 3.3. Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019 - 2024) ....................................................... III – 4
Tabel 4.1 Tipe Jasa Pergudangan................................................................................................ IV – 4
Tabel 6.1 Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha .............................................................. VI – 2
Tabel 7.1. Komposisi Jumlah Karyawan Perseroan Sebelum dan Sesudah
            Penambahan Kegiatan Usaha .................................................................................. VII – 4
Tabel 7.2. Komposisi Karyawan Berdasarkan Level Organisasi ............................................. VII – 5
Tabel 7.3. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan .......................................... VII – 5
Tabel 7.4. Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian ...................................... VII – 6
Tabel 7.5. Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia.................................................................... VII – 6

Tabel 8.1 Biaya Investasi ................................................................................................................ VIII – 1
Tabel 8.2 Sumber Pembiayaan ..................................................................................................... VIII – 1
Tabel 8.3 Proyeksi Beban Pajak Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
           (Dalam Jutaan Rupiah) ............................................................................................... VIII – 2
Tabel 8.4 Proyeksi Beban Pajak Perseroan Setelah Penambahan Kegiatan
           Usaha (Dalam Jutaan Rupiah) ................................................................................. VIII – 3
Tabel 8.5 Proyeksi Piutang Usaha, Utang Usaha dan Persediaan Tanpa
           Penambahan Kegiatan Usaha .................................................................................. VIII – 3
Tabel 8.6 Proyeksi Piutang Usaha, Utang Usaha dan Persediaan Setelah
           Penambahan Kegiatan Usaha .................................................................................. VIII – 4
Tabel 8.7 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)................................ VIII – 6
Tabel 8.8 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .......................................... VIII – 8
Tabel 8.9 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ............................................. VIII – 9
Tabel 8.10 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) ............................. VIII – 10
Tabel 8.11 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)........................................ VIII – 12
Tabel 8.12 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah) .......................................... VIII – 14
Tabel 8.13 Rasio Keuangan Perseroan ....................................................................................... VIII – 15
Tabel 8.14 Rasio Keuangan Perseroan ....................................................................................... VIII – 16
Tabel 8.15 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja Tanpa Penambahan Kegiatan
           Usaha (Dalam Jutaan Rupiah) .................................................................................. VIII – 17
Tabel 8.16 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja dengan Penambahan Kegiatan
           Usaha (Dalam Ribuan Rupiah) .................................................................................. VIII – 18
Tabel 8.17 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ................................... VIII – 20


Daftar Tabel                                                                                                                              xix
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


Tabel 8.18 Perhitungan WACC..................................................................................................... VIII – 22
Tabel 8.19 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan
           Usaha (Dalam Jutaan Rupiah) .................................................................................. VIII – 23
Tabel 8.20 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan dengan Penambahan Kegiatan
           Usaha (Dalam Jutaan Rupiah) .................................................................................. VIII – 23
Tabel 8.21 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Inkremental (Dalam Ribuan
           Rupiah) .......................................................................................................................... VIII – 24
Tabel 8.22 Net Present Value Free Cash Flow to Incremental (Dalam Ribuan
           Rupiah) .......................................................................................................................... VIII – 25




Daftar Tabel                                                                                                                                   xx
Page 28
DAFTAR LAMPIRAN
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                                 DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran - 01     Working Capital Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 02     Working Capital Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 03     Historis Posisi Keuangan
Lampiran - 04     Historis Laba Rugi
Lampiran - 05     Historis Arus Kas
Lampiran - 06     Rasio Keuangan
Lampiran - 07     Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 08     Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 09     Proyeksi Arus Kas
Lampiran - 10     Proyeksi Depresiasi Aset Tetap Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 11     Net Working Capital Projection
Lampiran - 12     Tax Projection
Lampiran - 13     Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 14     Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 15     Proyeksi Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 16     Proyeksi Arus Kas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 17     Proyeksi Depresiasi Aset Tetap Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 18     Net Working Capital Projection
Lampiran - 19     Tax Projection
Lampiran - 20     Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 21     Discounted Cash Flow / Free Cash Flow to Firm Tanpa Penambahan
                  Kegiatan Usaha
Lampiran - 22     Discounted Cash Flow / Free Cash Flow to Firm Setelah Penambahan
                  Kegiatan Usaha
Lampiran - 23     Feasbility Study (Uji Aspek Keuangan) Penambahan Kegiatan Usaha
Lampiran - 24     Weighted Average Cost of Capital
Lampiran - 25     Sensitivitas Proyek




Daftar Lampiran                                                                      xxi
Page 30
    BAB I
PENDAHULUAN
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                                      BAB I
                                  PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
       PT Multi Indocitra Tbk, untuk selanjutnya disebut (“MIC”) merupakan perusahaan
       yang kegiatan usaha utama bergerak dalam bidang usaha perdagangan umum
       atas barang-barang konsumsi perlengkapan bayi dan produk perawatan
       kesehatan serta kosmetik.

       MIC menjalankan kegiatan usahanya sejak tahun 1990, pada tahun 1995
       Perseroan menjalin kerjasama dengan Pigeon Corporation Japan untuk
       memproduksi botol dan dot bayi di Indonesia, dengan mendirikan PT Pigeon
       Indonesia yang berfokus pada pembuatan dot silikon.

       Produk lisensi MIC dengan merek dagang Pigeon telah meraih kepercayaan
       publik dan menjadi top of mind yang selalu diasosiasikan dengan kualitas tinggi
       dan pemberi kenyamanan bagi konsumennya. Botol susu dan dot Pigeon telah
       menguasai sekitar dua pertiga pangsa pasar di Indonesia dengan distribusi
       produk yang sudah menjangkau seluruh Indonesia, baik di pasar modern
       maupun pasar tradisional.

       Sejalan dengan strategi pertumbuhan perusahaan, untuk memperkuat struktur
       modal pada pada tahun 2005, MIC melakukan Penawaran Saham Perdana
       kepada Publik (Initial Public Offering/IPO) dengan kode saham MICE.
       Pertumbuhan pendapatan MIC yang cukup signifikan diyakini investor akan
       menjadi saham yang memberikan return atau keuntungan yang besar dalam
       jangka panjang dan juga Pigeon sebagai market leader di bidangnya juga
       menambah kepercayaan investor untuk berinvestasi pada MIC.

       MIC mempunyai aset berupa gudang yang berlokasi di Jalan Sultan
       Hamengkubuwono IX KM. 26 (d.h Jl. Raya Bekasi KM. 26), Kelurahan Ujung
       Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Awalnya pergudangan tersebut
       rencana penggunaannya untuk keperluan dari perusahaan dan afiliasi, namun
       terdapat perubahan strategi sehingga pergudangan yang ada, diputuskan
       untuk disewakan kepada pihak luar untuk utilisasi dan optimalisasi aset.

       Sebagai upaya meningkatkan kapasitas perusahaan dan mengutilisasi aset
       pergudangan tersebut, MIC merasa perlu menambah kegiatan usahanya serta
       melakukan penyesuaian terhadap kode klasifikasi resmi untuk
       mengklasifikasikan jenis bidang usaha perusahaan di Indonesia atau yang lebih
       dikenal dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) agar dapat
       menjalankan usahanya dalam menyewakan gudang yang ada sebagai berikut:




Bab I - Pendahuluan                                                                 1
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       Tabel 1.1 Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha MIC
        No                       Nama KBLI                           Kode KBLI
        1.    Aktivitas Pergudangan dan Penyimpanan                   52101
        2.    Real Estate yang dimiliki sendiri atau disewa           68111
       Sumber : Manajemen MIC

       Berdasarkan penjelasan dari manajemen, MIC berencana menambah kegiatan
       usaha, sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
       Nomor 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha Utama”, mengingat rencana tersebut akan menambah kegiatan
       usaha MIC.

       Sehubungan dengan hal tersebut, MIC membutuhkan pihak Independen untuk
       melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha. Pihak ketiga yang ditunjuk untuk penyusunan studi kelayakan ini adalah
       KJPP Toto Suharto & Rekan (”TnR”) yang diharapkan dapat melakukan kajian
       secara objektif dan independen, sesuai dengan persetujuan atas Surat
       Penawaran No : M.FS.25.00.0004, tanggal 6 Maret 2025.


1.2    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
       Berikut adalah identitas pemberi tugas dan pengguna laporan:

       Nama                     : PT Multi Indocitra Tbk
       Bidang Usaha             : Perdagangan umum atas barang-barang konsumsi
                                  perlengkapan bayi dan produk perawatan kesehatan
                                  serta kosmetik.
       Alamat                   : Green Central City, Commercial Area 6th Floor, Jalan
                                  Gajah Mada No. 188, Jakarta Barat 11120, Provinsi DKI
                                  Jakarta.
       Nomor Telepon            : (021) 2936 8888
       Faksmili                 : (021) 2936 6192
       Email                    : corp.sec@mic.co.id
       Website                  : www.mic.co.id


1.3    Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
       Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai
       kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha yang akan di lakukan
       oleh MIC ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek pasar, aspek teknis, aspek
       pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan. Maksud dari
       penyusunan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan gambaran tentang
       kelayakan dari penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan oleh MIC.



Bab I - Pendahuluan                                                                  2
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa
       Keuangan (POJK) No. 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
       Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020
       tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat
       Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) poin V No. 17/SEOJK.04/2020
       tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
       Modal dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.


1.4    Objek Studi Kelayakan
       Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi
       tugas adalah penambahan kegiatan usaha aktivitas pergudangan dan
       penyimpanan, dan real estate yang dimiliki sendiri atau disewa yang terdiri dari
       2 (dua) Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yaitu KBLI 52101 dan
       68111.


1.5    Tanggal Studi Kelayakan
       Tanggal Studi Kelayakan ditetapkan per 31 Desember 2024, dimana batas
       tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penyusunan
       Studi Kelayakan serta dari data keuangan MIC yang kami terima.

       Mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 35/2020, maka
       penggunaan laporan studi ini paling lama 6 (enam) bulan yaitu maksimal sampai
       dengan tanggal 30 Juni 2025.


1.6    Metodologi Penyusunan Laporan
1.6.1 Pengumpulan Data

       • Melakukan kunjungan ke lokasi penambahan kegiatan usaha MIC pada
         tanggal 22 April 2025, untuk mendapatkan gambaran tentang rencana
         ekspansi dan penambahan kegiatan usaha MIC.
       • Pengumpulan data-data primer dari MIC yang terkait dengan rencana
         ekspansi atas penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data
         identitas MIC, perijinan, spesifikasi proyek, aspek keuangan dan rencana
         usaha serta data-data lainnya yang terkait.
       • Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
         dipertanggungjawabkan.
       • Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan berbagai aspek
         yang berpengaruh dalam kelayakan dengan pihak MIC.




Bab I - Pendahuluan                                                                  3
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


1.6.2 Proses Analisis

       • Analisis legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas
         dan perijinan.
       • Analisis pasar yang mengkaji kondisi pasar konstruksi di Indonesia.
       • Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis MIC dari rencana
         panambahan kegiatan usaha.
       • Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan
         usaha, risiko yang berpotensi muncul dan langkah pengendaliannya serta
         analisis SWOT.
       • Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan
         atas rencana penambahan kegiatan usaha MIC.
       • Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi.
         Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap
         kelayakan atas penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan
         menggunakan indikator Net Present Valuve (NPV), Profitability Index (PI),
         Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point dan Payback Period.


1.7    Standar Penugasan
       Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan
       laporan telah dibuat dengan memenuhi ketentuan POJK No. 17/POJK.04/2020
       tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK No.
       35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
       Pasar Modal, Poin V SEOJK No. 17 /SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
       Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Kode Etik
       Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia ("KEPI & SPI") Edisi Vll-2018.


1.8    Independensi Penilai
      1. Dalam melaksanakan penugasan ini, KJPP TnR bertindak secara independen
         tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi
         Tugas ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas.
      2. Kami tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
         penugasan ini. Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
         keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan jasa yang kami terima
         adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan. KJPP TnR
         hanya menerima imbalan sesuai dengan Surat Penawaran Nomor:
         M.FS.25.00.0004, tanggal 6 Maret 2025 yang telah disetujui.
      3. Laporan studi kelayakan ini telah disusun sesuai POJK 17/2020, POJK
         35/2020, SEOJK 17/SEOJK.04/2020 dan Kode Etik Penilai Indonesia dan
         Standar Penilaian Indonesia (KEPI & SPI) Edisi VII-2018 yang ditetapkan oleh
         Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI), dan dimana pendekatan dan
         metode yang diaplikasikan telah sesuai dengan standar penilaian lengkap.


Bab I - Pendahuluan                                                                  4
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


1.9    Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
       Sebagai Penilai Independen dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan
       Penambahan Kegiatan Usaha, kami (TnR) telah mempelajari, mengacu, dan
       mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

       1. Pemberitahuan dari MIC tentang rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
       2. Laporan keuangan MIC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2020, yang diaudit oleh Akuntan Publik Liauw Hendrik, CPA dari
           KAP        Hendrik      &       Rekan       dalam       Laporan        Nomor
           00015/2.1103/AU.1/05/1307-2/1/11I/2021 dengan opini wajar tanpa
           modifikasian.
       3. Laporan keuangan MIC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2021, yang diaudit oleh Akuntan Publik Liauw Hendrik, CPA dari
           KAP        Hendrik      &       Rekan       dalam       Laporan        Nomor
           00022/2.1103/AU.1/05/1307-3/1 /111/2022 dengan opini wajar
           tanpa modifikasian.
       4. Laporan keuangan MIC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2022, yang diaudit oleh Akuntan Publik Liauw Hendrik, CPA dari
           KAP        Hendrik      &       Rekan       dalam       Laporan        Nomor
           00028/2.1103/AU.1/05/0741-1/1/lll/2023 dengan opini wajar tanpa
           modifikasian.
       5. Laporan keuangan MIC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2023, yang diaudit oleh Akuntan Publik Liauw Hendrik, CPA dari
           KAP        Hendrik      &       Rekan       dalam       Laporan        Nomor
           00021/2.1103/AU.1/05/0741-2/1/lll/2024 dengan opini wajar tanpa
           modifikasian.
       6. Laporan keuangan MIC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
           Desember 2024, yang diaudit oleh Akuntan Publik Liauw Hendrik, CPA dari
           KAP        Hendrik      &       Rekan       dalam       Laporan        Nomor
           0001212.1103IAU.110511307-111/llll2025 dengan opini wajar tanpa
           modifikasian.
       7. Proyeksi Keuangan (Business Plan) MIC Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
           dan dengan Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun 2025 sampai dengan
           2029.
       8. Profil MIC.
       9. Tarif pajak yang diberlakukan atas MIC adalah berdasarkan laba kena
           pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif
           pajak yang berlaku di Indonesia yaitu sebesar 22%.
       10. Informasi lain dari pihak manajemen MIC serta pihak-pihak lain yang
           relevan untuk penugasan.
       11. Data dan informasi industri, pasar dan ekonomi berdasarkan media cetak
           maupun elektronik antara lain website Aswath Damodaran, website Bank
           Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, website Yahoo Finance, website Value
           Investing dan Bloomberg.
       12. Surat Pernyataan/Representasi dari manajemen MIC terkait dengan Studi
           Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.

Bab I - Pendahuluan                                                                   5
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       13. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi
           pasar dan lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil
           analisis lain dari pihak independen yang kami anggap relevan.


1.10 Tingkat Kedalaman Investigasi
       Dalam studi kelayakan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan
       keyakinan yang memadai diantaranya dengan melakukan Inspeksi ke Lokasi
       Aset dan Wawancara terhadap perwakilan Manajemen MIC. Pihak-pihak yang
       diwawancarai antara lain sebagai berikut:

       1. Bapak Budiman Gitaloka selaku Direktur MIC
       2. Bapak Tony Sunaryo selaku Kepala Supply Chain
       3. Bapak Ilham selaku Kepala HRGA


1.11 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Efektif (Subsequent
     Events)
       Berdasarkan informasi yang kami terima terdapat kejadian-kejadian Penting
       setelah Tanggal Efektif dari tanggal penilaian hingga tanggal laporan penilaian
       ini diterbitkan, yaitu berupa:

       1. Kepatuhan regulasi terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun
          2021, dimana sebagai Perusahaan yang mempunyai pergudangan baik
          dipergunakan sendiri atau disewakan, harus mempunyai perizinan Tanda
          Daftar Gudang (TDG). TDG tersebut dapat diperoleh apabila Perusahaan
          menyesuaikan terlebih dahulu Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
          (KBLI) yang berhubungan dengan aktivitas usaha terutama untuk penyewaan
          pergudangan. Proses tersebut yang saat ini dilakukan MIC dengan
          menyesuaikan KBLI untuk memperoleh perizinan TDG.

       2. Ekonomi dan Industri, dengan adanya penambahan kegiatan usaha MIC
          terdapat penyesuaian kegiatan usaha, dimana kegiatan usaha utamanya
          perdagangan umum atas produk-produk perlengkapan bayi dan
          penambahan kegiatan usaha dalam industri penyewaan gudang.

       3. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha penyewaan gudang, maka
          pendapatan MIC selain dari perdagangan umum yang merupakan
          pendapatan utama, terdapat juga penambahan pendapatan lain-lain dari
          penyewaan gudang.

       Kejadian-kejadian penting tersebut sekurang-kurangnya berpengaruh terhadap
       kelayakan penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan.



Bab I - Pendahuluan                                                                 6
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


1.12 Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
       Jika laporan studi kelayakan bisnis akan dipublikasikan oleh Pemberi Tugas baik
       secara keseluruhan atau sebagian dari laporan, atau referensi yang
       dipublikasikan, termasuk referensi mengenai laporan keuangan perusahaan,
       dan/atau laporan direksi/pimpinan perusahaan, dan atau pernyataan atau
       kajian lainnya dari perusahaan tidak perlu dapat persetujuan Penilai karena
       Laporan Studi Kelayakan ini Bersifat Terbuka untuk Publik.


1.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas
       1. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion, kami telah
          melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
          proses studi kelayakan, data dan informasi yang diperoleh berasal dari
          manajemen MIC maupun dari sumber yang dapat dipercaya.
       2. Studi kelayakan ini disusun dengan menggunakan proyeksi keuangan yang
          disediakan oleh manajemen MIC yang telah kami sesuaikan asumsinya,
          sehingga lebih mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan
          kemampuan pencapaiannya.
       3. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan menurut
          pendapat kami proyeksi keuangan yang telah disesuaikan tersebut adalah
          wajar, namun kami tidak bertanggung jawab terhadap pencapaiannya.
       4. Laporan Studi Kelayakan ini terbuka untuk publik.
       5. Kami bertanggung jawab atas opini yang dihasilkan dalam rangka
          penugasan Studi Kelayakan. Kami telah memperoleh informasi atas status
          hukum Objek Studi Kelayakan dari Pemberi Tugas.
       6. Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi
          dan data. Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, kami melandaskan dan
          berdasarkan pada informasi dan data sebagaimana diberikan manajemen
          MIC, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah benar, lengkap,
          dapat diandalkan, serta tidak menyesatkan.
       7. Kami tidak melakukan audit ataupun uji tuntas secara mendetail atas
          penjelasan maupun data-data yang diberikan oleh manajemen MIC, baik
          lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan
          jaminan atau bertanggung jawab terhadap kebenaran dan kelengkapan
          dari informasi atau penjelasan tersebut.
       8. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan kelemahan
          pengendalian internal, kesalahan atau kecurangan dalam laporan
          keuangan, segala bentuk implikasi pajak atau pelanggaran hukum.
       9. Denominasi Studi Kelayakan ini dinyatakan dalam bentuk satuan Rupiah
          yang didasari pemahaman bahwa Laporan Keuangan MIC disajikan dalam
          mata uang Rupiah. Penelahaan, perhitungan dan analisis didasarkan atas


Bab I - Pendahuluan                                                                 7
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


           data-data dan informasi yang diberikan manajemen MIC seperti tertera di
           Sumber Data dan lnformasi.
       10. Segala perubahan terhadap data-data tersebut di atas dapat
           mempengaruhi hasil Studi Kelayakan kami secara material. Oleh karena itu,
           kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
           perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
       11. Studi Kelayakan disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
           perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan
           pemerintah pada tanggal Studi Kelayakan ini dikeluarkan.
       12. Studi Kelayakan ini hanya dilakukan terhadap Tujuan Penugasan seperti
           yang telah diuraikan diatas.
       13. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan Studi
           Kelayakan tidak terjadi perubahan yang berpengaruh secara material
           terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam Laporan Studi Kelayakan.
       14. Dengan ini kami menyatakan bahwa penugasan kami tidak termasuk
           menganalisis transaksi­transaksi di luar Tujuan Studi Kelayakan yang
           mungkin tersedia bagi MIC serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
           terhadap Tujuan Penugasan, dan juga bukan merupakan analisis
           penggunaan yang paling mungkin dan optimal dari Tujuan Penugasan.
       15. Penugasan untuk mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini bukan dan
           tidak dapat dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau
           pelaksanaan prosedur tertentu pada informasi keuangan.
       16. Penilai hanya mempertanggungjawabkan hasil studi kelayakan kepada
          Pemberi Tugas. Penilai tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga,
          selama tidak bertentangan dengan peraturan dan hukum yang berlaku.
       17. Apabila tidak ada persetujuan yang disepakati bersama sebelumnya,
           Penilai tidak diwajibkan untuk memberikan kesaksian kepada pengadilan
           ataupun badan pemerintah lainnya sehubungan dengan studi kelayakan
           penambahan kegiatan usaha.
       18. Kami ingin menekankan bahwa hasil analisis dan penelaahan kami secara
           khusus hanya terbatas pada aspek komersial dan finansial, kami tidak
           melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Penambahan KBLI dari segi
           hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Rencana Penambahan KBLI
           tersebut, karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
       19. Laporan studi kelayakan ini dianggap tidak sah dan tidak berlaku, apabila
           tidak tertera cap basah/timbul (seal) Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto
           & Rekan serta tandatangan dari Pimpinan Rekanan dan/atau Rekan yang
           memiliki izin penilai publik.




Bab I - Pendahuluan                                                                   8
Page 39
    BAB II
GAMBARAN UMUM
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                                   BAB II
                               GAMBARAN UMUM

2.1    Gambaran Umum Perusahaan
       MIC didirikan berdasarkan akta notaris Esther Daniar Iskandar, SH No. 52
       tanggal 11 Januari 1990. Akta Pendirian Perusahaan disahkan oleh Menteri
       Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-
       7745.HT.01.01.Th.91 tanggal 16 Desember 1991.

       Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
       terakhir berdasarkan akta notaris Kumala Tjahjani Widodo, SH, MH, M.Kn No.
       34 tanggal 24 Juli 2024 sehubungan dengan perubahan pasal 23 anggaran
       dasar Perusahaan tentang rencana kerja, tahun buku dan laporan tahunan agar
       disesuaikan dengan ketentuan POJK No. 14/POJK.04/2022 tanggal 18
       Agustus 2022 mengenai penyampaian laporan keuangan berkala emiten atau
       perusahaan publik. Akta perubahan tersebut telah dilaporkan dan diterima oleh
       Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
       Penerimaan No. AHU-AH.01.03 0177044 tanggal 29 Juli 2024.

       Perusahaan bergerak dalam bidang perdagangan umum atas barang-barang
       konsumsi perlengkapan bayi dan produk perawatan kesehatan dan kosmetik.
       Perusahaan komersialnya pada tahun 1990.

       Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, MIC dapat melaksanakan
       kegiatan usaha sebagai berikut:

       Kegiatan Usaha Utama:
       • KBLI 46443 - Perdagangan Besar Kosmetik untuk Manusia
         Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan yang secara langsung
         berhubungan dengan usaha kosmetik.
       • KBLI 46494 - Perdagangan Besar Kosmetik
         Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan yang secara langsung
         berhubungan dengan usaha kosmetik.
       • KBLI 46326 - Perdagangan Besar Susu dan Produk Susu
         Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan yang secara langsung
         berhubungan dengan usaha perlengkapan bayi.
       • KBLI 46693 - Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Farmasi dan
         Kedokteran
         Kelompok ini mencakup usaha atau kegiatan yang secara langsung
         berhubungan dengan usaha kesehatan.
       • KBLI 46412 - Perdagangan Besar Pakaian
         Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar pakaian, termasuk
         pakaian olahraga dan perdagangan besar aksesoris pakaian seperti sarung
         tangan, dasi dan penjepit. Termasuk perdagangan besar kaos kaki.

Bab II - Gambaran Umum                                                            1
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       • KBLI 46499 - Perdagangan Besar Berbagai Barang Dan Perlengkapan
         Rumah Tangga Lainnya Ytd.
         Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar berbagai barang dan
         perlengkapan rumah tangga lainnya, seperti barang-barang dari kulit,
         koper, alat-alat pembersih dan sebagainya.
       • KBLI 46339 - Perdagangan Besar Makanan dan Minuman lainnya.
         Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar makanan dan minuman
         lainnya, seperti tepung beras, tepung tapioka, premiks bakeri, karamel, madu
         olahan, kerupuk udang dan lain-lain.
       • KBLI 46691 (Pendukung) - Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat
         Farmasi dan Alat Kedokteran untuk Manusia.
         Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar alat laboratorium, alat
         farmasi dan alat kedokteran untuk manusia.

       Pada tahun 2005, MIC melakukan Penawaran Saham Perdana kepada Publik
       (Initial Public Offering/IPO) dengan kode saham MICE. Pertumbuhan
       pendapatan MIC yang cukup signifikan diyakini investor akan menjadi saham
       yang memberikan return atau keuntungan yang besar dalam jangka panjang
       dan juga Pigeon sebagai market leader di bidangnya juga menambah
       kepercayaan investor untuk berinvestasi pada MIC.


2.2    Domisili
       MIC berdomisili di Jakarta Barat, dengan kantor yang terletak di Green Central
       City, Commercial Area 6th Floor, Jalan Gajah Mada No. 188, Jakarta Barat
       11120, Provinsi DKI Jakarta.


2.3    Struktur Permodalan
       Berdasarkan Akta Nomor : 43, tanggal 22 Mei 2015, modal dasar MIC
       berjumlah Rp200.000.000.000,00 terbagi atas 2.000.000.000 saham, masing-
       masing bernilai nominal sebesar Rp100,00. Dari modal dasar tersebut telah
       ditempatkan sejumlah 600.000.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya
       sebesar Rp60.000.000.000,00 dan telah disetor dalam bentuk uang tunai oleh
       para pemegag saham dengan komposisi sebagai berikut:

       Tabel 2.1.   Susunan Pemegang Saham MIC Berdasarkan Akta No. 43
                                                Modal Ditempatkan dan Disetor
              Pemegang Saham
                                           Lembar             Total          Persentase
        PT Buana Graha Utama              268.833.618      26.883.361.800       44,81%
        Thomas Surjadi Linggodigdo                 10               1.000        0,00%
        Masyarakat                        331.166.372      33.116.637.200       55,19%
        Total                             600.000.000      60.000.000.000         100%



Bab II - Gambaran Umum                                                                2
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       Sedangkan berdasarkan Laporan Keuangan Audited 31 Desember 2024
       susunan pemegang saham MIC adalah sebagai berikut:

       Tabel 2.2. Susunan Pemegang Saham MIC Berdasarkan Laporan Keuangan 31
                  Desember 2024
                                                 Modal Ditempatkan dan Disetor
              Pemegang Saham
                                            Lembar             Total         Persentase
        PT Buana Graha Utama                275.768.218    27.576.821.800      45,96%
        Sukarto Bujung                       67.621.600     6.762.160.000      11,27%
        PT Hoki Investasi Sejati             39.425.900     3.942.590.000       6,57%
        Anthony Honoris                       2.397.000       239.700.000       0,40%
        Budiman Gitaloka                        806.600        80.660.000       0,13%
        Hendro Wibowo                           113.000        11.300.000       0,02%
        Thomas Surjadi Linggodigdo                   10              1.000      0,00%
        Masyarakat                          205.771.672    20.577.167.200      34,30%
        Sub-jumlah                          591.904.000    59.190.400.000      98,65%
        Modal saham yang diperoleh
                                              8.096.000        809.600.000      1,35%
        kembali
        Total                               600.000.000     60.000.000.000   100,00%

       Terdapat perbedaan informasi terkait pemegang saham MIC antara Akta
       Nomor : 43, tanggal 22 Mei 2015 dan laporan keuangan audited 31 Desember
       2024, hal ini dikarenakan pemegang saham dalam akta sesuai regulasi OJK
       untuk pemegang saham perorangan menjadi satu kesatuan dengan saham di
       masyarakat. Sedangkan untuk laporan keuangan audited merujuk ke Laporan
       Biro Administrsi Efek (BAE) - PT Adimitra Jasa Korpora posisi per 31 Desember
       2024.


2.4    Susunan Pengurus
       Berdasarkan Akta nomor 14, tanggal 13 Juli 2023 dan Laporan Keuangan
       Audited 31 Desember 2024 susunan pengurus MIC adalah sebagai berikut:

       Tabel 2.3. Susunan Pengurus MIC
                   Jabatan                                     Nama
        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                     Alka Tranggana
        Komisaris                           Budi Setyawan
        Komisaris Independen                Teddy Syarief Natawidjaja

        Dewan Direksi
        Direktur Utama                      Anthony Honoris
        Direktur                            Budiman Gitaloka
        Direktur                            Hendro Wibowo




Bab II - Gambaran Umum                                                                  3
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


2.5    Susunan Organisasi MIC
       Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi MIC per
       31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:




       Sumber : Manajemen MIC



2.6    Legalitas dan Perizinan
       Berikut adalah perizinan dan legalitas yang dimiliki oleh MIC yang
       digunakan dalam operasionalnya, yaitu:

       Tabel 2.4. Legalitas dan Perizinan MIC
         No.        Keterangan               Nomor & Tanggal                Yang Mengeluarkan
               Persetujuan Perubahan                                    a.n Menteri Hukum dan HAM
                                             Nomor : AHU-AH.01.03
               Anggaran            Dasar                                Republik Indonesia, Direktur
         1.                                        0177044
               Perseroan Terbatas PT                                    Jenderal Administrasi Hukum
                                              Tanggal 29 Juli 2024
               Multi Indocitra Tbk                                                 Umum
               Akta Penambahan Pasal
               23 Anggaran Dasar
               Perusahaan       Tentang                                 Kumala Tjahjani Widodo, S.H,
                                                  Nomor : 34
         2.    Rencana Kerja, Tahun                                     M.H, M.Kn., Notaris di Jakarta
                                              Tanggal 24 Juli 2024
               Buku     Dan     Laporan                                             Pusat
               Tahunan       PT     Multi
               Indocitra Tbk
               Persetujuan Perubahan                                    a.n Menteri Hukum dan HAM
                                                 Nomor : AHU-
               Anggaran            Dasar                                Republik Indonesia, Direktur
         3.                               0056088.AH.01.02.Tahun 2022
               Perseroan Terbatas PT                                    Jenderal Administrasi Hukum
                                             Tanggal 9 Agustus 2022
               Multi Indocitra Tbk                                                 Umum
               Akta           Perubahan
                                                                        Kumala Tjahjani Widodo, S.H,
               anggaran            dasar          Nomor : 46
         4.                                                             M.H, M.Kn., Notaris di Jakarta
               Perusahaan PT Multi            Tanggal 19 Juli 2022
                                                                                    Pusat
               Indocitra Tbk


Bab II - Gambaran Umum                                                                                 4
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


         No.            Keterangan                  Nomor & Tanggal               Yang Mengeluarkan
                  Persetujuan Perubahan                                       a.n Menteri Hukum dan HAM
                                                 Nomor : AHU-AH.01.03-
                  Anggaran            Dasar                                   Republik Indonesia, Direktur
          5.                                           0942378
                  Perseroan Terbatas PT                                       Jenderal Administrasi Hukum
                                                  Tanggal 17 Juni 2015
                  Multi Indocitra Tbk                                                    Umum
                  Akta           Perubahan
                  anggaran            dasar           Nomor : 43              F.X. Budi Santoso Isbandi, S.H,
          6.
                  Perusahaan PT Multi             Tanggal 22 Mei 2015               Notaris di Jakarta
                  Indocitra Tbk
                  Persetujuan Perubahan
                                                     Nomor : AHU-             a.n Menteri Hukum dan HAM
                  Anggaran            Dasar
          7.                                   77549.AH.01.02.Tahun 2008      Republik Indonesia, Direktur
                  Perseroan Terbatas PT
                                                Tanggal 23 Oktober 2008                 Perdata
                  Multi Indocitra Tbk
                  Akta           Perubahan
                                                      Nomor : 158             F.X. Budi Santoro Isbandi, S.H,
          8.      Anggaran Dasar PT
                                                 Tanggal 15 Agustus 2008            Notaris di Jakarta
                  Modern Indocitra
                  Persertujuan Pendirian       Nomor : 02-7745.HT.01.01.TH    a.n Menteri Hukum dan HAM
          9.      Perusahaan Terbatas PT                   19                 Republik Indonesia, Direktur
                  Modern Indocitra              Tanggal 16 Desember 1991                Perdata
                  Akta            Pendirian
                                                       Nomor : 52              Esther Daniar Iskandar, S.H,
         10.      Perseroan Terbatas PT
                                                 Tanggal 11 Januari 1990            Notaris di Jakarta
                  Modern Indocitra
                                                     Nomor :
                  Surat        Keterangan
                                                         S-
                  Terdaftar pada Kantor                                Ditjen Pajak Kementerian
         11.                               596KT/WPJ.07/KP.0803/2018
                  Wilayah DJP Jakarta                                Keuangan Republik Indonesia
                                               Diterbitkan tanggal :
                  Khusus
                                                 31 Oktober 2018
                  Perizinan       Berusaha           Nomor :
                                                                       Menteri Investasi/ Kepala
                  Berbasis Risiko                8120313052441
         12.                                                         Badan Koordinasi Penanaman
                  Nomor Induk Berusaha         Diterbitkan tanggal :
                                                                                 Modal
                  (NIB)                          24 Oktober 2018
                  Nomor Pokok Wajib
                                                                       Ditjen Pajak Kementerian
         13.      Pajak (NPWP) PT Multi Nomor : 01.353.286.6-054.000
                                                                     Keuangan Republik Indonesia
                  Indocitra Tbk



2.7    Kinerja Keuangan Historis
       Untuk melihat perkembangan kinerja MIC, seperti posisi keuangan, laba rugi
       dan potensi atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka
       hasil analisis keuangan historis yang bersumber dari laporan keuangan audited
       per 31 Desember 2020, per 31 Desember 2021, per 31 Desember 2022, per
       31 Desember 2023 dan per 31 Desember 2024 disajikan sebagai berikut:

       Tabel 2.5. Laporan Keuangan Historikal MIC                                  (Dalam Jutaan Rupiah)
                                        2020            2021          2022             2023            2024
               Keterangan
                                     Audited          Audited       Audited         Audited          Audited
       Aset Lancar                   451.411         509.962      634.097          639.935         740.888
       Aset Tidak Lancar             548.873         553.175      562.005          689.049         677.748
       Total Aset                 1.000.284        1.063.137     1.196.102       1.328.983        1.418.635
       Liabilitas Jangka
                                     265.302         312.474      412.018          387.706         439.075
       Pendek




Bab II - Gambaran Umum                                                                                          5
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                                       2020           2021                 2022                2023        2024
            Keterangan
                                   Audited       Audited                 Audited         Audited         Audited
       Liabilitas Jangka
                                   54.270            40.091              35.069          50.603          51.935
       Panjang
       Total Liabilitas           319.572        352.566              447.087           438.309         491.010
       Total Ekuitas              680.712        710.572              749.015           890.675         927.625
       Pendapatan                654.285         770.708              974.637         1.086.594        1.117.589
       Beban Pokok
                               (282.420)       (364.581)            (491.238)         (565.847)        (572.166)
       Pendapatan
       Laba Kotor                371.865         406.127              483.399           520.748         545.422
       Laba (Rugi)
                                   8.674             42.603              67.659          47.290          57.056
       Sebelum Pajak
       Laba (Rugi) Bersih          2.701             30.117              47.711          34.369          42.125
       Sumber : Laporan Keuangan MIC



2.7.1 Analisa Posisi Keuangan

       Perkembangan posisi keuangan MIC dapat dilihat pada grafik berikut:

       Grafik 2.1. Perkembangan Posisi Keuangan Historis MIC

                                    Historis Posisi Keuangan
                                     PT Multi Indocitra Tbk
         1.500.000.000.000                                                                               30,00%

                                                                                                         20,00%
         1.000.000.000.000
                                                                                                         10,00%
           500.000.000.000
                                                                                                         0,00%

                           -                                                                             -10,00%
                                2020          2021             2022            2023             2024

                               Total Aset             Total Liabilitas         Total Ekuitas
                               Growth Aset            Growth Liabilitas        Growth Ekuitas



       • Total aset MIC tahun 2024 tercatat sebesar Rp1,42 triliun lebih tinggi 6,75%
         dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp1,33 triliun.
         Kenaikan ini dikarenakan adanya penambahan pada pos kas dan bank,
         piutang usaha, piutang lain-lain, persediaan, pajak dibayar di muka,
         penyertaan saham, aset pajak tangguhan dan aset tidak lancar lainnya.
         Total aset MIC tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami
         peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
         (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 9,13% per tahun.
       • Total liabilitas MIC tahun 2024 tercatat sebesar Rp491,01 miliar, lebih tinggi
         12,02% dibanding tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp438,31 miliar.


Bab II - Gambaran Umum                                                                                             6
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


         Kenaikan ini disebabkan oleh adanya kenaikan pada pos utang bank jangka
         pendek, utang usaha, beban akrual, pendapatan diterima di muka dan
         utang pembiayaan konsumen. Total liabilitas MIC tahun 2020 sampai
         dengan tahun 2024 mengalami peningkatan setiap tahunnya, dengan laju
         pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
         sebesar 11,33% per tahun.
       • Total ekuitas MIC tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami
         peningkatan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
         (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 8,04% per tahun. Pada
         tahun 2024, total ekuitas MIC tercatat lebih tinggi 4,15% dibandingkan
         tahun 2023 yaitu sebesar Rp927,63 miliar pada tahun 2024 dan sebesar
         Rp890,67 miliar pada tahun 2023. Peningkatan tersebut berasal dari
         kenaikan saldo laba.


2.7.2 Analisa Laba Rugi
       Perkembangan laba (rugi) MIC dapat dilihat pada grafik berikut:
       Grafik 2.2.   Perkembangan Laba (Rugi) Historis MIC

                                            Historis Laba Rugi
                                          PT Multi Indocitra Tbk
         1.200.000.000.000                                                                         1200,00%
         1.000.000.000.000                                                                         1000,00%
           800.000.000.000                                                                         800,00%
                                                                                                   600,00%
           600.000.000.000
                                                                                                   400,00%
           400.000.000.000                                                                         200,00%
           200.000.000.000                                                                         0,00%
                         -                                                                         -200,00%
                                  2020           2021           2022        2023            2024

                             Pendapatan                 Laba Kotor            Laba Bersih
                             Growth Pendapatan          Growth Laba Kotor     Growth Laba Bersih


       • Pendapatan MIC tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami
         kenaikan setiap tahunnya, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan
         (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 14,32% per tahun. Pada
         tahun 2024 pendapatan MIC tercatat mengalami kenaikan sebesar 2,85%
         dibanding tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp1,12 triliun pada tahun
         2024 dan Rp1,09 miliar pada tahun 2023. Peningkatan pendapatan MIC
         disebabkan oleh kenaikan pendapatan.
       • Laba kotor MIC tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami
         peningkatan, dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
         Growth Rate/CAGR) sebesar 10,05% per tahun. Pada tahun 2024 laba kotor
         MIC tercatat sebesar Rp545,42 miliar mengalami peningkatan sebesar


Bab II - Gambaran Umum                                                                                    7
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


         4,74% dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp520,75 miliar.
         Peingkatan laba kotor disebabkan oleh kenaikan pendapatan MIC.
       • Laba bersih MIC tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 mengalami
         kenaikan dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual
         Growth Rate/CAGR) sebesar 98,72% per tahun. Pada tahun 2024 MIC
         mencatatkan profitabilitas yang ditunjukkan dari laba bersih sebesar
         Rp42,13 miliar. Pencapaian tersebut tercatat lebih tinggi 22,57% dari
         capaian tahun 2023 yang sebesar Rp34,37 miliar. Peningkatan ini
         disebabkan oleh peningkatan profitabilitas dari pendapatan usaha.


2.7.3 Analisis Arus Kas
       Perkembangan arus kas MIC dapat dilihat pada grafik berikut:

       Tabel 2.6. Arus Kas MIC                                               (Dalam Jutaan Rupiah)
                  Keterangan                    2020      2021       2022         2023       2024
       Arus Kas dari Aktivitas Operasi        45.961     29.553   (26.307)       29.820    17.882
       Arus Kas dari Aktivitas Investasi       2.625   (19.014)   (11.180)     (23.425)    (3.685)
       Arus Kas dari Aktivitas
                                            (26.488)    (6.517)    28.751        2.584      5.955
       Pendanaan
       Kenaikan (Penurunan) Kas dan
                                              22.098     4.023     (8.736)       8.979     20.152
       Setara Kas
       Kas dan Setara Kas Awal Tahun          33.625    55.753     59.791       51.286     60.185
       Kas dan Setara Kas Akhir Tahun         55.753    59.791     51.286       60.185     80.625
       Sumber : Laporan Keuangan MIC (diolah)

        • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31
          Desember 2024 sebesar Rp17,88 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
          penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan sewa, penerimaan bunga.
          Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada
          pemasok, beban usaha dan lainnya, pembayaran bunga dan pembayaran
          pajak penghasilan badan.
        • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31
          Desember 2024 sebesar negatif Rp3,69 miliar. Arus kas masuk diperoleh
          dari hasil penjualan aset tetap. Sedangkan arus kas keluar digunakan untuk
          penambahan aset tetap.
        • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada periode
          31 Desember 2024 sebesar Rp5,96 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
          penerimaan kas dari utang bank jangka pendek. Sementara dari arus kas
          keluar digunakan untuk utang bank jangka panjang, pembayaran dividen,
          utang pembiayaan konsumen dan liabilitas sewa.
        • Jumlah kas dan setara kas akhir tahun MIC pada pada periode 31 Desember
          2024 sebesar Rp80,63 miliar. Lebih tinggi 33,96% dibandingkan posisi
          awal tahun yang tercatat sebesar Rp60,19 miliar.




Bab II - Gambaran Umum                                                                           8
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


2.7.4 Analisis Rasio Keuangan

       Perkembangan rasio keuangan MIC tahun 2020 sampai dengan 2024 dapat
       dilihat pada grafik berikut :

       Tabel 2.7. Rasio Keuangan MIC
       Rasio Likuiditas                             2020A       2021A       2022A       2023A       2024A
       Rasio Lancar                                      1,70        1,63        1,54        1,65        1,69
       Rasio Cepat                                       0,86        0,84        0,70        0,74        0,80
       Rasio Kas                                         0,21        0,19        0,12        0,16        0,18
       Rasio Aktivitas                              2020A       2021A       2022A       2023A       2024A
       Rasio Perputaran Piutang Usaha                      82          83          75          68          78
       Rasio Perputaran Persediaan                        290         249         258         228         249
       Rasio Perputaran Utang Usaha                        50          68          90          61          78
       Rasio Leverage                               2020A       2021A       2022A       2023A       2024A
       Rasio Liabilitas terhadap Aset                  31,95%      33,16%      37,38%      32,98%      34,61%
       Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas               46,95%      49,62%      59,69%      49,21%      52,93%
       Rasio Profitabilitas                         2020A       2021A       2022A       2023A       2024A
       Margin Laba Bruto                               56,84%      52,70%      49,60%      47,92%      48,80%
       Margin Laba (Rugi) Usaha                         4,74%       8,07%       9,22%       6,81%       7,52%
       Margin Laba (Rugi) Bersih                        0,41%       3,91%       4,90%       3,16%       3,77%
       Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset          0,27%       2,83%       3,99%       2,59%       2,97%
       Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas       0,40%       4,24%       6,37%       3,86%       4,54%



       Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi MIC per 31 Desember 2024 adalah
       sebagai berikut:

       • Rasio Likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi
         liabilitas keuangannya yang harus segera dipenuhi atau kemampuan
         perusahaan untuk memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka pendek (pada
         saat ditagih). Current Ratio (rasio lancar) MIC tahun 2024 adalah 1,69 kali,
         hal ini menunjukkan MIC mampu memenuhi liabilitas keuangan dalam jangka
         pendek. Quick Ratio (rasio cepat) MIC adalah 0,80 kali tahun 2023, hal ini
         menunjukkan MIC mampu dalam menggunakan aset lancar tanpa persediaan
         untuk menutupi utang jangka pendeknya.
       • Rasio Aktivitas digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dana yang
         tertanam pada aset serta untuk melihat seberapa besar optimalisasi MIC
         dalam menggunakan asetnya untuk memperoleh pendapatan dan laba
         usaha. Rasio perputaran piutang usaha MIC pada 31 Desember 2024
         sebesar 78 hari, rasio perputaran persediaan sebesar 249 hari dan rasio
         perputaran utang usaha 78 hari.
       • Rasio Solvabilitas atau leverage menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
         untuk memenuhi seluruh liabilitasnya baik jangka pendek maupun jangka
         panjang. Nilai solvabilitas MIC pada tahun 2024 cenderung stabil jika
         dibandingkan tahun sebelumnya, dilihat dari Debt to Total Equity Ratio, yang
         masih baik yaitu sebesar 52,93%. Sementara pada Debt to Asset Ratio MIC
         pada tahun 2024 yaitu sebesar 34,61% yang menunjukkan
         hutang/kewajiban perusahaan lebih kecil daripada seluruh aset yang
         dimilikinya, sehingga dalam kondisi yang tidak diinginkan (misalnya pailit),
         perusahaan dapat melunasi seluruh hutang/kewajibannya.
       • Rasio Profitabilitas menunjukkan kemampuan MIC dalam menghasilkan laba
         selama periode tertentu. Profitabilitas suatu perusahaan diukur dengan
         keberhasilan menggunakan asetnya secara produktif, dengan demikian

Bab II - Gambaran Umum                                                                                    9
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


         profitabilitas suatu perusahaan juga dapat diketahui dengan
         memperbandingkan antara laba yang diperoleh setelah pajak dengan
         jumlah aset atau modal pada suatu periode tertentu, yaitu Rate of Return on
         Equity (ROE) tahun 2024 sebesar 4,54%. Rate of Return on Asset (ROA) yang
         membandingkan antara laba setelah pajak dengan total aset sebesar 2,97%
         pada tahun 2024. Sedangkan Net Profit Margin pada tahun 2024 sebesar
         3,77% dan memberikan tingkat pengembalian yang cukup untuk investor atau
         pemegang saham.


2.7.5 Prospek Kinerja MIC

       Prospek ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan tetap positif, dengan
       pertumbuhan sekitar 4,7–5,5%, didukung oleh stabilitas perekonomian yang
       terus terjaga. IMF memprediksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia di
       level 5,1 persen. Sementara Bank Dunia, melalui laporannya Indonesia Economic
       Prospects pada Desember 2024 memperkirakan pertumbuhan ekonomi
       Indonesia 2025 sebesar 5,1 persen. Sedangkan OECD pada laporannya
       November 2024, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025
       sebesar 5,2 persen. Proyeksi ini sesungguhnya tidak terlalu berbeda jauh
       dengan target pertumbuhan ekonomi pada APBN 2025 sebesar 5,2 persen.

       Inflasi rata rata, Bank Dunia memprediksikan akan berada di kisaran 2,4 persen,
       sementara Institute For Development of Economics and Finance (Indef)
       memperkirakan inflasi di level 2,8%. Sedangkan target inflasi pada APBN 2025
       sebesar 2,5 persen. Perkiraan inflasi terkendali, dan berada di level rendah ini
       dikarenakan dua hal, yakni dari sisi eksternal dan internal. Dari sisi eksternal,
       merujuk Laporan IMF pada Oktober 2024 menggambarkan bahwa perjuangan
       global melawan Inflasi sebagian besar berhasil dimenangkan. Tingkat inflasi
       secara global diperkirakan mencapai 3,5% pada akhir 2025.

       Pasar produk perawatan bayi di Indonesia diperkirakan bernilai sekitar USD
       1.65 miliar dengan pertumbuhan yang didorong oleh peningkatan pendapatan
       masyarakat, urbanisasi yang pesat, serta kesadaran orang tua terhadap
       kesehatan anak. Khusus untuk segmen skincare bayi (baby skin care), pasar
       global diproyeksikan tumbuh dari USD 14.67 miliar pada tahun 2023 menjadi
       sekitar USD 23.92 miliar pada tahun 2031 dengan CAGR sebesar 6.3%,
       mencerminkan tren serupa yang juga terjadi di Indonesia terutama karena
       meningkatnya permintaan produk alami dan organik untuk bayi.

       Pasar kecantikan dan perawatan pribadi di Indonesia menunjukkan
       pertumbuhan signifikan dengan inovasi produk baru serta pengaruh global yang
       kuat dalam tren kecantikan lokal.

       Berkaca dari fenomena tersebut, MIC senantiasa melakukan mitigasi demi
       menjaga keberlanjutan usaha guna meraih hasil yang optimal. Dari sisi distribusi,
       Perusahaan akan terus melakukan ekspansi dan inovasi terutama menyingkapi

Bab II - Gambaran Umum                                                              10
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       pergeseran dari offline ke online. Dari sisi produk, Perusahaan juga akan terus
       memperkuat fondasi usaha terutama di segmen baby product yang sejauh ini
       menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan usaha. Sementara itu, untuk
       produk skincare Perusahaan akan terus memperluas market yang ada. Produk
       ini memiliki peluang masa depan yang baik karena market yang lebih luas dan
       pola konsumsi tinggi. MIC akan terus menjajaki produk-produk yang berpeluang
       tinggi di pasar dan selalu aktif membaca trend yang terjadi, khususnya saat ini
       trend berbau Korea di kalangan remaja. Di sisi lain, Perusahaan juga terus
       melakukan utilisasi dan memaksimalkan aset-aset idle menjadi aset produktif
       sehingga bisa mendatangkan laba bagi Perusahaan.




Bab II - Gambaran Umum                                                             11
Page 51
       BAB III
  TINJAUAN MAKRO
EKONOMI DAN INDUSTRI
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                             BAB III
               TINJAUAN MAKRO EKONOMI DAN INDUSTRI

3.1       Makro Ekonomi
3.1.1     Ringkasan Kondisi Perekonomian Makro
                         Pertumbuhan Ekonomi Dunia dan Indonesia
                               Deskripsi                         2021      2022      2023      2024
           PDB Dunia (%)                                          6,00      3,50      3,10      3,20
           PDB Indonesia (%)                                      3,70      5,31      5,05      5,03
           Nilai Tukar Rupiah (Rp/US $)                         14.320    15.592    15.415    16.157
           Cadangan Devisa Negara (Rp miliar/US $)             144,900   137,200   146,400   155,719
           Inflasi (%)                                            1,87      5,51      2,61      1,57
           BI Rate (Reverse Repo Rate) (%)                        3,50      5,75      6,00      6,00
           Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia


          • Di bidang ekonomi, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025
            diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi
            lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank sentral AS berpengaruh pada
            ketidakpastian pasar keuangan global.
          • Ekonomi Indonesia tahun 2024 tumbuh sebesar 5,03 persen, melambat
            dibanding capaian tahun 2023 yang mengalami pertumbuhan sebesar
            5,05 persen (c-to-c).
          • Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang
            tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar
            Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025)
            hanya melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
          • Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat
            tinggi sebesar 155,7 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7
            bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
            Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar
            3 bulan impor.
          • Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran
            sasarannya 2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat
            1,57% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang
            terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga
            kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi
            sesuai dengan sasarannya.(Sumber : Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan
             IV 2024 dan diolah)




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi Dan Industri                                                          1
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


3.1.2     Pertumbuhan Ekonomi Global

          Divergensi pertumbuhan ekonomi dunia melebar dan ketidakpastian pasar
          keuangan global berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih
          kuat dari prakiraan didukung oleh stimulus fiskal yang meningkatkan
          permintaan domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang
          mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok,
          dan Jepang masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen
          dan tertahannya produktivitas, sementara ekonomi India masih tertahan
          akibat sektor manufaktur yang terbatas. Sejalan dengan itu, prospek
          pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan lebih tinggi dari proyeksi
          sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan Pemerintah dan bank
          sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar keuangan global.
          Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan tarif menahan proses disinflasi
          di AS dan berdampak pada menguatnya ekspektasi penurunan Fed Funds
          Rate (FFR) yang lebih terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih ekspansif
          mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek
          maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan geopolitik yang
          meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya preferensi
          investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang
          dolar AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata
          uang dunia. Berbagai perkembangan global ini memerlukan penguatan
          respons kebijakan dalam memitigasi dampak rambatan global untuk tetap
          menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

                     Pertumbuhan PDB Dunia




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi Dan Industri                                    2
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


3.1.3     Pertumbuhan Ekonomi Domestik

          Pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh baik dengan kecenderungan lebih
          rendah dari prakiraan sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2024
          sedikit di bawah prakiraan dipengaruhi oleh lebih rendahnya permintaan
          domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan, pertumbuhan
          ekonomi 2024 diprakirakan sedikit di bawah titik tengah kisaran 4,7–5,5%.
          Pada 2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih rendah
          dari prakiraan sebelumnya. Ekspor diprakirakan lebih rendah sehubungan
          dengan melambatnya permintaan negara-negara mitra dagang utama,
          kecuali AS. Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan
          menengah ke bawah sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi
          penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja. Pada saat yang sama,
          dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih besarnya
          kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun
          ekspor. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia
          2025 mencapai kisaran 4,7–5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran
          prakiraan sebelumnya 4,8–5,6%. Dalam kaitan ini, Bank Indonesia terus
          mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan
          turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut
          dilakukan melalui optimalisasi stimulus kebijakan makroprudensial dan
          akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia
          dengan kebijakan stimulus fiskal Pemerintah. Lebih dari itu, Bank Indonesia
          mendukung penuh implementasi program-program Pemerintah dalam Asta
          Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi, serta
          akselerasi ekonomi dan keuangan digital.


3.1.3.1 Inflasi

          Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya
          2,5±1%, sejalan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57%
          (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada
          level 2,26% (yoy) sejalan dengan konsistensi suku bunga kebijakan Bank
          Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi inflasi sesuai dengan
          sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food (VF) mencatat inflasi
          0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring
          berlanjutnya musim panen, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi
          TPIP/TPID melalui GNPIP. Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga
          terkendali dalam kisaran sasaran inflasi nasional. Ke depan, Bank Indonesia
          meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
          diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
          sasaran, kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons
          permintaan domestik, imported inflation yang terkendali sejalan dengan
          kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
          berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan terkendali didukung oleh
          sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan Pemerintah Pusat dan

Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi Dan Industri                                        3
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


          Daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas kebijakan
          moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam
          sasaran 2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong
          pertumbuhan ekonomi.

                         Tingkat Inflasi Indonesia y-to-y (2019 - 2024)
           Bulan                   2019           2020            2021    2022    2023    2024
           Januari                  3,25           2,82            1,55    2,18    5,28    2,57
           Februari                 3,18           2,57            1,38    2,06    5,47    2,75
           Maret                    3,40           2,48            1,37    2,64    4,97    3,05
           April                    3,41           2,83            1,42    3,47    4,33    3,00
           Mei                      3,23           3,32            1,68    3,55    4,00    2,84
           Juni                     3,12           3,28            1,33    4,35    3,52    2,51
           Juli                     3,18           3,32            1,52    4,94    3,08    2,13
           Agustus                  3,20           3,49            1,59    4,69    3,27    2,12
           September                2,88           3,39            1,60    5,95    2,28    1,84
           Oktober                  3,16           3,13            1,66    5,71    2,56    1,71
           Nopember                 3,23           3,00            1,75    5,42    2,86    1,55
           Desember                 3,13           2,72            1,87    5,51    2,61    1,57
           Sumber : Data Inflai Bulanan Bank Indonesia (diolah)



3.1.3.2 Nilai Tukar Rupiah

          Nilai tukar Rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian global yang
          tinggi, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Nilai tukar Rupiah
          terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya
          melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024.
          Perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik
          dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti rupee India, peso
          Filipina, dan baht Thailand yang masing-masing melemah sebesar 1,20%;
          1,33%; dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat
          terhadap mata uang kelompok negara maju di luar dolar AS, dan stabil
          terhadap mata uang kelompok negara berkembang. Perkembangan tersebut
          sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung oleh
          aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen
          keuangan domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang
          tetap baik. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil didukung
          komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, imbal hasil
          yang menarik, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi
          Indonesia yang tetap baik. Seluruh instrumen moneter akan terus
          dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-
          market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk
          memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi
          portofolio asing dan mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi Dan Industri                                                     4
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


3.1.3.3 Suku Bunga

          Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan baik dalam
          upaya turut mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang
          (IndONIA) bergerak di sekitar BI-Rate, yaitu 6,03% pada 14 Januari 2025.
          Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan tanggal 10 Januari 2025
          tercatat menarik untuk mendukung aliran masuk modal asing masing-masing
          pada level 7,06%; 7,10%; dan 7,23%. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan
          10 tahun per 14 Januari 2025, masing-masing meningkat menjadi 6,98% dan
          7,25% sehingga juga tetap menjaga daya tarik imbal hasil instrumen
          keuangan domestik di tengah berlanjutnya ketidakpastian global. Sementara
          itu, suku bunga perbankan tetap terjaga ditopang likuiditas perbankan yang
          memadai serta efisiensi perbankan dalam pembentukan harga yang makin
          baik dengan transparansi SBDK. Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga
          kredit pada Desember 2024 tercatat masing-masing sebesar 4,87% dan
          9,20%, relatif stabil dibandingkan dengan level bulan sebelumnya.

          Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi KLM. Pada 2025,
          KLM diarahkan untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan guna
          mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1 Januari
          2025, insentif KLM telah disalurkan pada sektor-sektor yang mendukung
          pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja, yaitu antara lain sektor
          pertanian, perdagangan dan manufaktur, transportasi, pergudangan dan
          pariwisata dan ekonomi kreatif, konstruksi, real estate, dan perumahan
          rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan hijau. Hingga minggu kedua Januari
          2025, Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun,
          atau meningkat sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober
          2024. Insentif dimaksud telah disalurkan kepada kelompok bank BUMN
          sebesar Rp129,1 triliun, bank BUSN sebesar Rp130,6 triliun, BPD sebesar
          Rp29,9 triliun, dan KCBA sebesar Rp5 triliun. Ke depan, Bank Indonesia akan
          terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan
          memperkuat       sinergi   dengan     Pemerintah,     otoritas   keuangan,
          Kementerian/Lembaga, perbankan, dan pelaku usaha.

          Ketahanan sistem keuangan terjaga baik. Likuiditas perbankan tetap
          memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga
          (AL/DPK) pada Desember 2024 yang tinggi sebesar 25,59%. Rasio
          kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan pada November
          2024 tercatat tinggi sebesar 26,89%, tergolong kuat dalam menyerap risiko
          dan mendukung pertumbuhan kredit. Risiko kredit tetap terkendali, tecermin
          dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) perbankan pada
          November 2024 yang terjaga rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75%
          (neto). Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan
          yang tetap kuat dalam menghadapi berbagai risiko, serta ditopang oleh
          kemampuan membayar dan profitabilitas korporasi yang terjaga. Bank
          Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam



Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi Dan Industri                                      5
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


          memitigasi berbagai risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem
          keuangan.

          Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada tahun 2024 tetap
          tumbuh didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan
          andal. Pembayaran digital mencapai 34,5 miliar transaksi atau tumbuh
          36,1% (yoy) yang didukung oleh seluruh komponennya. Volume transaksi
          pada aplikasi mobile tumbuh sebesar 39,1% (yoy), demikian pula volume
          transaksi pada internet yang tumbuh sebesar 4,4% (yoy) pada tahun 2024.
          Di samping itu, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap
          tumbuh pesat sebesar 175,2% (yoy) didukung peningkatan jumlah pengguna
          dan merchant. Pembayaran digital diproyeksikan meningkat 52,3% (yoy)
          pada tahun 2025. Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses
          melalui BI-FAST mencapai 3,4 miliar transaksi atau tumbuh 62,4% (yoy)
          dengan nilai mencapai Rp8,9 triliun pada tahun 2024. Volume transaksi nilai
          besar yang diproses melalui BI-RTGS mencapai 10,3 juta transaksi atau
          tumbuh 3,1% (yoy) dengan nilai Rp126,3 ribu triliun, meningkat 17,6% (yoy)
          pada tahun 2024. Pada tahun 2025, volume transaksi BI-FAST diprakirakan
          tumbuh 34,1% (yoy) dan nilai transaksi BI-RTGS diprakirakan tumbuh 11,4%
          (yoy). Sementara itu, dari sisi pengelolaan uang Rupiah, Uang Kartal Yang
          Diedarkan (UYD) tumbuh 9,3% (yoy) menjadi Rp1.204,5 triliun pada akhir
          Desember 2024 dan diprakirakan tumbuh 5,7% (yoy) pada tahun 2025.


3.1.4     Prospek Perekonomian Indonesia 2025

          Prospek ekonomi Indonesia pada 2025 diprakirakan tetap positif, dengan
          pertumbuhan sekitar 4,7–5,5%, didukung oleh stabilitas perekonomian yang
          terus terjaga.

          IMF memprediksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia di level 5,1
          persen. Sementara Bank Dunia, melalui laporannya Indonesia Economic
          Prospects pada Desember 2024 memperkirakan pertumbuhan ekonomi
          Indonesia 2025 sebesar 5,1 persen. Sedangkan OECD pada laporannya
          November 2024, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025
          sebesar 5,2 persen. Proyeksi ini sesungguhnya tidak terlalu berbeda jauh
          dengan target pertumbuhan ekonomi pada APBN 2025 sebesar 5,2 persen.

          Inflasi rata rata, Bank Dunia memprediksikan akan berada di kisaran 2,4
          persen, sementara Institute For Development of Economics and Finance (Indef)
          memperkirakan inflasi di level 2,8%. Sedangkan target inflasi pada APBN
          2025 sebesar 2,5 persen. Perkiraan inflasi terkendali, dan berada di level
          rendah ini dikarenakan dua hal, yakni dari sisi eksternal dan internal. Dari sisi
          eksternal, merujuk Laporan IMF pada Oktober 2024 menggambarkan bahwa
          perjuangan global melawan Inflasi sebagian besar berhasil dimenangkan.
          Tingkat inflasi secara global diperkirakan mencapai 3,5% pada akhir 2025.



Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi Dan Industri                                            6
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


3.2       Gambaran Umum Pasar Produk Perawatan Bayi dan Kosmetik
          di Indonesia
          Pasar Perawatan Kulit Bayi Global telah mengalami pertumbuhan yang
          signifikan, khususnya di wilayah Asia-Pasifik dan Amerika Utara. Permintaan
          produk perawatan kulit telah melonjak secara signifikan karena lebih banyak
          orang tua muda memprioritaskan kesehatan bayi mereka’ kulit. Menurut 2024
          Laporan Wawasan Pasar Produk Bayi Global, Pasar Perawatan Kulit Bayi
          Global diproyeksikan akan tumbuh dari $185.9 miliar masuk 2023 ke
          $308.4 miliar oleh 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan
          (CAGR) kira -kira 7.5%.

          Laporan menunjukkan itu dari 2023, Pasar Perawatan Kulit Bayi Global
          Berharga $993 Juta dan diperkirakan akan tumbuh secara signifikan di
          tahun-tahun mendatang. Pertumbuhan di sektor ini didorong oleh kesadaran
          yang meningkat di antara orang tua tentang pentingnya memilih produk yang
          aman dan efektif untuk bayi mereka. Pasar diproyeksikan untuk menjangkau
          sekitar $1.712 miliar oleh 2033, mencerminkan CAGR yang kuat saat
          preferensi konsumen bergeser ke arah formulasi berkualitas tinggi.

          Pasar kosmetik nasional terus menunjukkan performa gemilang dengan
          proyeksi pasar yang diperkirakan mencapai USD 9,7 miliar pada tahun
          2025. Pertumbuhan sektor ini diprediksi akan berlanjut dengan laju tahunan
          sebesar 4,33 persen hingga tahun 2030, mencerminkan potensi besar dan
          daya saing produk kosmetik lokal di kancah global. Tren positif ini didorong
          oleh inovasi berkelanjutan, penguatan kualitas produk, serta peningkatan
          daya saing jenama (brand) lokal. Peningkatan ini mencerminkan daya saing
          dan inovasi yang terus berkembang, menjadikan industri kosmetik sebagai
          salah satu sektor yang harus terus dikembangkan dan memiliki prospek yang
          positif.

          Menurut data dari Statista, pertumbuhan industri kosmetik di Indonesia tidak
          hanya mencakup ekspansi jumlah pelaku usaha, tetapi juga penetrasi produk
          di pasar internasional. Sejak 2020, jumlah pelaku usaha di sektor kosmetik
          meningkat lebih dari 77 persen, dari 726 menjadi 1.292 pada tahun 2024.
          Mayoritas pelaku usaha terdiri dari 83 persen perusahaan mikro dan kecil,
          serta 17 persen merupakan industri menengah dan besar.

          Secara global, nilai pasar industri kosmetik diproyeksikan mencapai USD
          677,2 miliar pada tahun 2025, dengan pertumbuhan sekitar 3,37 persen per
          tahun. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama di
          industri ini, didukung oleh populasi wanita yang mencapai 141,8 juta jiwa
          dan tren peningkatan kesadaran masyarakat terhadap perawatan diri.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi Dan Industri                                       7
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


          Selain itu, tren konsumsi kosmetik halal di Indonesia juga semakin menguat.
          Berdasarkan laporan State of Global Islamic Economy 2023/24, Indonesia
          menjadi konsumen produk kosmetik halal terbesar kedua di dunia, dengan
          nilai konsumsi mencapai USD 5,4 miliar pada tahun 2022.

          Indeks Kepercayaan Industri (IKI) juga menunjukkan tren positif, naik menjadi
          53,10 pada Januari 2025, yang mencerminkan optimisme pelaku industri
          terhadap prospek sektor manufaktur di masa mendatang, termasuk industri
          kosmetik.

          Pemerintah juga memperkuat regulasi melalui kebijakan wajib sertifikasi halal
          pada 2026 sesuai UU No. 33/2014 dan PP No. 39/2021. Langkah ini
          diharapkan dapat meningkatkan ekspor kosmetik halal Indonesia ke negara-
          negara dengan permintaan tinggi, seperti Malaysia, Singapura, dan Uni
          Emirat Arab.

          Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku
          kepentingan lainnya, diharapkan industri kosmetik nasional tidak hanya
          tumbuh secara ekonomi, tetapi juga mampu berkontribusi pada pencapaian
          Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam penggunaan bahan-
          bahan alami yang ramah lingkungan.




Bab III - Tinjauan Makro Ekonomi Dan Industri                                        8
Page 60
   BAB IV
ASPEK PASAR
Page 61
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                                                  BAB IV
                                               ASPEK PASAR

4.1    Gambaran Umum Industri Pergudangan dan Logistik
       Pasar pergudangan logistik modern di Jabodetabek masih menunjukkan
       permintaan dan tingkat hunian (okupansi) yang stabil. Press release dari Jones
       Lang LaSalle Incorporated yang disampaikan oleh Country Head and Head of
       Logistics & Industrial Indonesia, okupansi pergudangan modern mencapai 87
       persen pada kuartal keempat 2024. Permintaan terhadap gudang modern
       tetap kuat, terutama di area timur Jakarta seperti Bekasi, Cikarang, dan
       Karawang. Pasokan baru sekitar 125.000 meter persegi telah ditambahkan
       melalui penyelesaian lima fasilitas di Bogor, Jakarta, dan Karawang. Dengan
       meningkatnya kehadiran perusahaan China, menunjukkan minat positif pada
       pergudangan, pabrik sewa, dan lahan industri. Meskipun tarif sewa umumnya
       stabil akibat persaingan yang meningkat, beberapa proyek dengan spesifikasi
       di atas standar dan berlokasi strategis mengalami pertumbuhan sewa yang
       terkendali. Komposisi penyewa semakin beragam, dengan manufaktur terkait
       kendaraan listrik diproyeksikan masih akan aktif pada tahun 2025. (sumber:
       https://www.kompas.com/properti/read/2025/02/10/123000521/permintaan-gudang-modern-masih-kuat-terutama-di-
       area-timur-jakarta)


       Sektor pergudangan memiliki peranan penting dalam distribusi barang dan
       perdagangan di Indonesia. Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 dibanding
       triwulan II-2023 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,05 persen.
       Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha. Lapangan usaha yang
       mengalami pertumbuhan signifikan salahsatunya adalah Transportasi dan
       Pergudangan sebesar 9,56 persen serta berkontribusi sebesar 6,24 persen
       terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Triwulan 2-2024.
       Grafik 4.1            Laju pertumbuhan PDB triwulan II-2024 (y-on-y) Menurut Lapangan Usaha
                             (Persen)




         Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024



Bab IV – Aspek Pasar                                                                                                1
Page 62
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       Ekonomi Indonesia triwulan II-2024 dibanding triwulan I-2024 (q-to-q)
       mengalami pertumbuhan sebesar 3,79 persen. Lapangan usaha yang
       mengalami pertumbuhan signifikan salah satunya adalah Transportasi dan
       Pergudangan sebesar 7,05 persen.

       Secara y-on-y, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan pada triwulan
       II-2024 mengalami pertumbuhan sebesar 9,56 persen yang didukung oleh
       peningkatan jumlah penumpang dan barang yang dimuat di seluruh moda
       transportasi. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan
       penambahan kuota haji turut mendorong pertumhan positif dari lapangan usaha
       ini.
        Grafik 4.2       Kontribusi Transportasi dan Pergudangan dalam PDB (persen), 2022-2024




        Sumber: Badan Pusat Statistik, 2024


       Secara umum, kontribusi masing-masing subkategori dari Lapangan Usaha
       Transportasi dan Pergudangan dari triwulan I-2022 hingga triwulan II-2024
       menunjukkan tren yang stabil. Angkutan Darat memberikan kontribusi terbesar
       terhadap lapangan usaha ini dengan tren yang meningkat. Untuk subkategori
       lainnya, seperti Angkutan Rel, Angkutan Laut, Angkutan Sungai Danau, dan
       Angkutan Udara juga memberikan kontribusi yang stabil tetapi dengan fluktuasi
       kecil di setiap triwulannya. Peningkatan kontribusi yang signifikan dari masing-
       masing subkategori terlihat pada triwulan keempat setiap tahunnya.

       Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 sektor Transportasi
       dan Pergudangan mampu tumbuh sebesar 8,64% (yoy) pada triwulan III 2024.
       Pada triwulan IV-2024 laju PDB sektor transportasi dan pergudangan
       mengalami pertumbuhan sebesar 7,92 persen. Laju pertumbuhan Produk
       Domestik Bruto (PDB) sektor transportasi dan pergudangan tahun 2024 tercatat
       sebesar 8,69 persen.




Bab IV – Aspek Pasar                                                                             2
Page 63
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


4.1.1 Industri Pergudangan

       Logistik menurut Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2012
       tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional adalah bagian dari
       rantai pasok (supply chain) yang menangani arus barang, arus informasi, dan
       arus uang melalui proses pengadaan (procurement), penyimpanan
       (warehousing), transportasi (transportation), distribusi (distribution), dan
       pelayanan pengantar (delivery services) dimana dalam cetak biru tersebut
       batasan ruang lingkup aktivitas logistik meliputi transportasi, pergudangan, dan
       distribusi.

       Pergudangan merupakan salah satu infrastruktur dalam sistem logistik nasional
       memiliki peran penting dalam menunjang ketersediaan dan kelancaran barang
       yang diperdagangkan. Pada dasarnya, pergudangan dan persediaan
       merupakan sarana yang mahal (costly) dalam hal sumber daya manusia,
       fasilitas, dan peralatannya sehingga kinerja gudang akan langsung berdampak
       pada rantai pasok secara keseluruhan. Rancangan dan/atau manajemen
       pergudangan yang tidak memadai akan berakibat pada inefisiensi rantai
       pasok. Aktivitas pergudangan diperlukan untuk beberapa alasan seperti
       produksi musiman, permintaan musiman, produksi skala besar, quick supply,
       produksi yang berkesinambungan, dan stabilisasi harga.

       Selain itu, fungsi gudang yang seharusnya juga dapat menjawab beberapa
       permasalahan seperti produksi dan permintaan musiman, produksi industri skala
       besar, hingga stabilisasi harga sepertinya juga belum optimal, seperti pada
       beberapa pusat distribusi. Tantangan sektor logistik, termasuk subsektor
       pergudangan di Indonesia semakin besar dimana beberapa kerjasama
       perdagangan internasional, baik yang bersifat regional, bilateral, maupun
       multilateral, sudah menunjukkan inisiatif dalam mencapai liberalisasi sektor jasa,
       termasuk logistik yang di dalamnya mencakup subsektor pergudangan, juga
       menganalisis tuntutan perbaikan kinerja pergudangan dalam menjawab
       permasalahan yang meliputi tantangan penurunan biaya logistik, pertumbuhan
       bisnis tanpa tambahan fasilitas, respon terhadap fluktuasi permintaan dan
       penawaran, selera konsumen atas pemenuhan yang tepat waktu, dan tuntutan
       konsumen atas penciptaan nilai tambah.

       Berdasarkan gambaran di atas, kebijakan yang berorientasi pada
       pengembangan jasa pergudangan menjadi penting mengingat pengelolaan
       gudang perlu menjadi perhatian, juga menekankan perlunya kebijakan untuk
       mendukung pengembangan sektor logistik, termasuk pergudangan. Adanya
       korelasi antara kebijakan dan perbaikan kinerja logistik (terutama
       pergudangan) dalam penurunan biaya logistik di Amerika, China, dan India
       untuk dikategorikan dalam posisi mature, consolidation, dan growth. India
       memiliki kebijakan pengembangan pergudangan yang difokuskan pada
       komoditas pangan dan distribusi, Amerika menjalankan kebijakan
       pengembangan gudang untuk komoditas pangan dan pergudangan wilayah
       pelabuhan, dan China dengan kebijakan pergudangan yang berorientasi

Bab IV – Aspek Pasar                                                                   3
Page 64
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       ekspor. Pada kasus Indonesia, pemerintah belum memiliki strategi
       pengembangan jasa pergudangan yang secara proses bisnis berorientasi pada
       perbaikan manajemen gudang. Regulasi yang ada belum secara implementatif
       dan berdaya dalam membina dan mengembangkan pengelolaan gudang.

      Tabel 4.1 Tipe Jasa Pergudangan
          Tipe Gudang                      Tujuan                          Tipe Produk               Lokasi

                                                                                                 Umumnya dekat
        Inland Container   Menangani produk yang dikhususkan         Produk dengan
                                                                                                 dengan/di
        Depot              untuk ekspor/impor                        kargo/container
                                                                                                 pelabuhan
                           Menyediakan fasilitas pergudangan bagi    Umumnya produk curah
                                                                                                 Daerah
        Rail side          perusahaan melalui infrastruktur rel.     seperti semen, pupuk,
                                                                                                 konsumen dan
        warehouse          Biasanya memfasilitasi bongkar muat       grain, dan produk
                                                                                                 pelabuhan
                           dari moda kereta.                         perkebunan
                           Menyediakan penangguhan bea impor
                                                                                                 Dekat dengan
        Bonded             melalui penyediaan penyimpanan            Barang impor (umumnya
                                                                                                 pelabuhan dan
        Warehouse          sementara produk impor (bahan baku)       bahan baku)
                                                                                                 area industry
                           yang digunakan untuk produk ekspor
                           Menyediakan pelayanan bagi produk
        Retail
                           ritel sebelum didistribusikan ke toko     Produk ritel dan barang
        Distribution                                                                             Area konsumen
                           eceran (termasuk pemberian nilai          konsumen
        Center
                           tambah)
        Service parts      Menyediakan jasa penyimpanan suku
                                                                     Suku cadang dan
        distribution       cadang dan barang peralatan berat                                     Area industri
                                                                     peralatan mesin
        center             (mesin industri)
                           Menyediakan penyimpanan dan               Barang jadi yang
                           distribusi produk jadi yang digunakan     digunakan oleh industri
        Gudang industri                                                                          Area industri
                           oleh perusahaan lain sebagai bahan        lain seperti kemudi untuk
                           baku                                      dipakai industri otomotif
                           Menyediakan jasa pengelolaan gudang
                           secara keseluruhan bagi industri                                      Area industri
        3PL warehouse                                                Beragam
                           (termasuk nilai tambah, distribusi, dan                               dan konsumen
                           konsolidasi)
                           Menyediakan penyimpanan berupa
        Gudang primer                                                                            Area industri
                           gudang primer yang umumnya masih          Beragam
        (godown)                                                                                 dan konsumen
                           sangat tradisonal
                           Menyediakan jasa penyimpanan dan
        Cold storage                                                                             Area konsumen
                           pengelolaan produk dengan teknologi       Produk pangan
        warehouse                                                                                dan pelabuhan
                           pendingin
                                                                     Produk padi-padian
        Food grain         Menyediakan jasa penyimpanan dan
                                                                     seperti beras, gandum,      Area pertanian
        warehouse          distribusi produk padi-padian
                                                                     dan sebagainya
                            Menyediakan fasilitas pergudangan
        Air cargo                                                 Produk yang mudah
                            untuk perusahaan yang menggunakan                               Bandar udara
        warehouse                                                 rusak, bernilai tinggi
                            jaringan transportasi udara
       Sumber: Baijal (2014) dalam Kemendag - Kajian Pengembangan Jasa Pergudangan Di Indonesia




Bab IV – Aspek Pasar                                                                                              4
Page 65
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


4.1.2 Peran Pergudangan

       Gudang merupakan salah satu unsur penunjang dalam aktivitas logistik. Secara
       umum, gudang merupakan sarana yang menyediakan waktu dan tempat untuk
       bahan baku, produk industri, produk jadi, sekaligus sebagai media pelayanan
       konsumen dalam menciptakan nilai tambah. Setidaknya terdapat 6 (enam)
       fungsi gudang yang bernilai tambah, yaitu konsolidasi transportasi, bauran
       produk, crossdocking, jasa pelayanan, perlindungan terhadap kepadatan, dan
       kelancaran (smooting). Seperti dijelaskan sebelumnya, gudang dalam perannya
       sebagai konsolidasi transportasi adalah sebagai saran penghubung antara
       produsen (supplier) dengan pabrik (plant) (inbound logistics system) dan/atau
       antara pabrik (plant) dengan konsumen/pasar (outbound logistics system).

       Gambar 4.1. Fungsi Gudang Sebagai Penunjang Transportasi
                                          (a) INBOUND LOGISTICS SYSTEM
          Supplier
                                                                       Volume
                                                                      shipment
          Supplier
                                            Warehouse                                        Plant
          Supplier

          Supplier

                                          (b) OUTBOUND LOGISTICS SYSTEM

           Plant                                                                              Market
                                                                Warehouse
           Plant
                                                                Warehouse                     Market
           Plant


       Sumber: Coyle, Joseph, Bardy, & Edward (2003) dalam Kemendag - Kajian Pengembangan Jasa Pergudangan
               Di Indonesia

       Dalam kompleksitas kegiatan produksi dan pemasaran, peran gudang juga
       menjadi penting karena proses pengadaan (procurement) bahan baku yang
       beragam serta kebutuhan konsumen yang bervariasi. Sebagai penyedia jasa
       bauran produk, gudang dapat berfungsi sebagai pengatur varians produk yang
       berbeda dari berbagai produsen/pabrik untuk kemudian didistribusikan
       kepada konsumen sesuai dengan kebutuhannya (product mixing). Dalam
       fungsinya sebagai bauran pasokan (supply mixing), gudang berperan sebagai
       pengatur varians pemasok bahan baku untuk kemudian didistribusikan kepada
       produsen/pabrik.




Bab IV – Aspek Pasar                                                                                     5
Page 66
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       Gambar 4.2. Fungsi Gudang Sabagai Bauran Produk dan Supply Mixing
                                           (a) INBOUND LOGISTICS SYSTEM
            Plant 1
           Pr oduct                                                                       Customer
           A and B                                                                           W


            Plant 2
                                                                                          Customer
           Pr oduct
           B and C                                                                            X
                                             Warehouse
            Plant 3
           Pr oduct                                                                       Customer
           D and E                                                                            Y


            Plant 4                                                                       Customer
           Pr oduct
           F and G
                                                                                              Z




              Raw                          (B) OUTBOUND LOGISTICS SYSTEM
           M ate rial A



              Raw
           M ate rial B
                                              Warehouse                                     Plant

            Ve ndor
           Sour ce C


            Ve ndor
           Sour ce C



       Sumber: Coyle, Joseph, Bardy, & Edward (2003) dalam Kemendag – dalam Kemendag - Kajian Pengembangan
               Jasa Pergudangan Di Indonesia

       Gambar 4.3. Pengelolaan, Penyimpanan dan Distribusi Barang Secara Tradisional




       Sumber: Baijal (2014) dalam dalam Kemendag - Kajian Pengembangan Jasa Pergudangan Di Indonesia

       Pengelolaan gudang saat ini erat kaitannya dengan penyimpanan dan
       distribusi. Hal ini dikarenakan efisiensi gudang tidak terlepas dari inovasi dalam
       Puska Dagri, BP2KP, Kementerian Perdagangan 10 penyimpanan dan distribusi
       barang. Dalam pengelolaan gudang secara tradisional, setiap barang yang
       diterima tidak dikelompokkan sesuai dengan karakteristiknya, melainkan
       berdasarkan kedatangannya. Dengan demikian, biaya penyimpanan bisa lebih
       mahal dan waktu yang diperlukan pada saat pengiriman menjadi lebih lama.




Bab IV – Aspek Pasar                                                                                     6
Page 67
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       Gambar 4.4. Pengelolaan, Penyimpanan dan Distribusi Barang Secara Modern




       Sumber: Baijal (2014) dalam Kemendag - Kajian Pengembangan Jasa Pergudangan Di Indonesia

       Sementara pada pengelolaan gudang secara modern, barang dikelompokkan
       berdasarkan karakteristiknya sehingga pengiriman didasarkan pada
       kebutuhannya. Dengan demikian, biaya penyimpanan relatif lebih rendah dan
       waktu yang diperlukan pada saat pengiriman menjadi lebih cepat.


4.1.3 Prospek Industri Pergudangan

       Supply Chain Indonesia (SCI) memproyeksikan sektor transportasi dan
       pergudangan pada tahun 2025 berkontribusi terhadap produk domestik bruto
       (PDB) Indonesia sebesar Rp1.623,65 triliun atau tumbuh 11,09% dan subsektor
       pergudangan akan berkontribusi sebesar Rp 346,99 triliun atau tumbuh sebesar
       18,26%.

       Jumlah tersebut naik 12,53% dibandingkan dengan tahun 2024. Berdasarkan
       analisis terhadap data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor transportasi dan
       pergudangan terus tumbuh di atas rata-rata tingkat pertumbuhan perekonomian
       Indonesia.

       Pertumbuhan transportasi barang dan pergudangan pada tahun 2025 didorong
       terutama oleh industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian, kehutanan,
       dan perikanan. Pada industri pengolahan nonmigas, potensi logistik tahun 2025
       akan didominasi industri makanan dan minuman, diikuti industri kimia dan
       farmasi, industri barang logam dan elektronik, industri alat angkutan, industri
       logam dasar, serta industri tekstil dan pakaian jadi.

       Perkembangan sektor logistik Indonesia juga dipengaruhi situasi dunia, terutama
       perang dagang Amerika Serikat (AS)-Cina, serta konflik geopolitik Rusia-
       Ukraina dan Timur Tengah, yang berdampak terhadap ketidakpastian dan
       dinamika rantai pasok global.




Bab IV – Aspek Pasar                                                                              7
Page 68
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


4.2    Kondisi Pasar Sewa Menyewa Pergudangan
4.2.1 Pangsa Pasar

       Meningkatnya tren perdagangan digital melalui e-commerce tak hanya menjadi
       katalis positif bagi bisnis logistik, tapi juga turut mengangkat bisnis pergudangan
       (warehouse). Pasar e-commerce yang diproyeksi terus tumbuh dapat menunjang
       MIC mengutilisasi aset yang ada untuk disewakan.

       Hanya saja tujuan awal dari MIC untuk memanfaat aset yang ada, agar dapat
       dimaksimalkan serta menghasil pendapatan dan tidak menjadikan beban bagi
       MIC. Sehingga pangsa pasar yang ada, MIC tidak langsung bersaing dengan
       perusahaan-perusahaan yang memang bisnis utamanya mengelola dan
       menyewakan pergudangan terutama yang berada kawasan industri
       pergudangan.


4.2.2 Pesaing Usaha

       Secara langsung pesaing usaha atau kompetitor MIC tidak dapat dibandingkan
       dengan perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, antara lain:
           PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP)
           PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA)
           PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST)
           PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR)
           PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS)
           PT Kiosan Komersial Indonesia Tbk (KIOS)

       Karena perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, memiliki
       skala luasan tanah dan bangunan yang luasannya diperuntukan untuk suatu
       kawasan industri yang dikelola secara professional dan sesuai dengan luasan
       minimal apabila dibentuk menjadi suatu kawasan indsutri, dan disewakan serta
       di jual di kawasan yang dikelola. Terdapat perusahaan swasta yang berada di
       wilayah Jakarta Timur, yaitu Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) yang
       dikelola oleh PT JIEP, dan tidak sebandingkan dengan aset yang dikelola dan
       disewakan oleh MIC. Selain yang dikelola oleh PT JIEP terdapat pergudangan
       lainnya yaitu Kawasan pergudangan Alun, pergudangan Bizpark, Kawasan
       pergudangan Logos yang secara luasan lebih besar dari pergudangan yang
       disewakan oleh MIC.

       Maka melihat kondisi tersebut, MIC lebih menekankan kepada strategi
       pemasaran agar aset yang ada dapat optimal disewakan.




Bab IV – Aspek Pasar                                                                    8
Page 69
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


4.2.3 Startegi Pemasaran

       Berdasarkan informasi yang dihimpun dari manajemen MIC, adapun strategi
       pemasaran terkait dengan rencana penambahan usaha dibidang sewa
       menyewa properti pergudangan meliputi:
               Strategi perusahaan adalah melakukan penyewaan gudang kepada
                customer secara tahunan dan minimal 2 (dua) tahun.
               Secara berkala mengadakan pertemuan dengan para agency (broker)
                untuk mensosialisasikan mengenai pergudangan dan spesifikasi dan
                keunggulan dari gudang yang akan disewa.
               Melakukan promosi iklan melalui billboard atau banner.
               Perusahaan tidak ikut campur dalam pengelolaan di dalam gudang
                tersebut, sepenuhnya menjadi hak dan tanggungjawab customer yang
                menyewa

       Pada saat penyusunan laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini
       dibuat, informasi dari MIC keseluruhan total luas gudang yang ada sebesar
       9.258,36 meter persegi sudah tersewa. Adapun data penyewanya sebagai
       berikut:

                                                      Luas           Periode Sewa              Jangka
        No        Uraian          Penyewa
                                                      (M²)         Mulai       Berakhir        Waktu
         1.     Gudang A-B   PT.       Fresenius                                               5 Tahun
                                                                15 Januari      14 Maret
                             Medical        Care     4.518,00
                                                                  2024           2029
                                                                                                dan 2
                             Indonesia                                                          Bulan
         2.     Gudang C     PT.        Mulford                                  28 Juli
                                                     1.817,40   29 Juli 2024                    3 Tahun
                             Indonesia                                            2027
         3.     Gudang D                                        14 Februari     7 Maret
                                                     1.137,00                                   5 Tahun
                             PT Baja Tirta Sentosa                 2025           2027
         4.     Gudang E     PT Flowserve             967,80          Dalam proses perjanjian sewa
         5.     Gudang F     PT Flowserve                                        30 Juni
                                                      818,16    1 Juni 2024                     5 tahun
                                                                                  2029
                                  Total Luas         9.258,36



4.2.4 Kesinambungan, Sasaran dan Potensi Nilai Pasar

       Pergudangan merupakan salah satu infrastruktur dalam sistem logistik nasional
       memiliki peran penting dalam menunjang ketersediaan dan kelancaran barang
       yang diperdagangkan. Pada dasarnya, pergudangan dan persediaan
       merupakan sarana yang mahal (costly) dalam hal sumber daya manusia,
       fasilitas, dan peralatannya sehingga kinerja gudang akan langsung berdampak
       pada rantai pasok secara keseluruhan.

       Melesatnya transaksi e-commerce di Indonesia juga mendorong kebutuhan baru
       untuk layanan logistik yang terintegrasi dari hulu hingga ke hilir, termasuk jasa
       pergudangan. Bagi banyak perusahaan logistik, jasa pergudangan merupakan

Bab IV – Aspek Pasar                                                                                 9
Page 70
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       peluang bisnis yang cukup menjanjikan saat ini. Dengan dilakukannya
       optimalisasi aset oleh MIC dengan menyewakan aset berupa gudang kepada
       pihak ketiga, selain mengurangi beban usaha atas aset yang kurang optimal
       dengan mendapatkan penerimaan atas sewa aset tersebut.


4.3    Perbedaan Kegiatan Usaha
       Sesuai dengan kegiatan usaha saat ini MIC memproduksi dan mendistribusikan
       barang-barang konsumsi berupa perlengkapan bayi dan produk Perawatan
       kesehatan serta kosmetik. Kegiatan usaha dilakukan sejak tahun 1990, sehingga
       memiliki potensi untuk berkembang dan menambah lini Usahanya berupa
       produk-produk aksesoris perawatan dan kesehatan ibu dan bayi serta produk
       perawatan kulit lainnya. Pigeon merupakan salah satu merk dagang Perusahaan
       yang telah mendapatkan kepercayaan masyarakat karena telah menjadi “top
       of mind” atas kualitas dan kepuasan konsumennya. Jalur distribusi botol susu dan
       dot Pigeon menyebar di semua gerai baik tradisional maupun modern di seluruh
       wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, produk Pigeon telah menjadi penguasa
       pasar di Indonesia.

       Sebagai Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum atas
       barang-barang konsumsi perlengkapan bayi, produk perawatan kesehatan dan
       kosmetik serta barang-barang umum perlengkapan rumah tangga, MIC memiliki
       dan telah mendistribusikan berbagai macam merek dagang (brand product)
       dengan kategori sebagai berikut:

                    Kategori                  Merek                   Jenis Produk
       1. Barang Konsumsi Perlengkapan     Pigeon Baby     Bottle
          Bayi dan Produk Perawatan                        Nipple
          Kesehatan                                        Baby Accessories (Breast Feeding
                                                           Accs, Feeding Accs, Nursing Accs,
                                                           Healthcare Accs, Teether and
                                                           Pacifier)
                                                           Breast Pads and Breast Pump
                                                           Baby Wipes
                                                           Baby Toiletries and Kids Toiletries
                                                           Baby Skin Care
       2. Skincare dan Bodycare            Pigeon Teens    Facial Foam
                                                           Sunscreen
                                                           Moisturizer
                                                           Sleeping Mask
                                                           Toner
                                                           Acne Gel
                                                           Serum
                                                           Compact Powder
                                                           Two Way Cake
                                                           Loose Powder
                                                           Lightening Deo Serum
                                                           Jelly Tint



Bab IV – Aspek Pasar                                                                        10
Page 71
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                    Kategori                     Merek                 Jenis Produk
       3. Kosmetik dan Personal Care         Kaila          Micellar Water
                                                            Facial foam
                                                            Essence toner
                                                            Serum
                                                            Moisturizer
                                                            Eyelash serum
                                                            Axillary Cream
                                             Kaila Beaute   2in1 Cushion
                                                            Face Pallete
                                                            Lip Cotton
                                                            Lip Tint
                                                            Loose Powder
                                                            Eyebrow pencil
                                                            Eyeliner
       4. Barang konsumsi perlengkapan       Feira White    Shower Cream
          pribadi untuk mandi, sabun cuci                   Bubble Foam Shower
          tangan anti bakteri (Personal                     Antibacterial Handwash
          Care) serta perlengkapan untuk                    Hand and Body Lotion
          menjaga dan merawat kulit tubuh
          (Skincare)
       5. Barang Mainan (Toys) untuk         Mattel        Hotwheels
          anak-anak usia 3-10 tahun          Indonesia     Barbie
                                                           Thomas & Friends
                                                           Fisher Price
                                                           Mega Bloks
       6. Barang Konsumsi Perlengkapan       Barry      M Face
          Kosmetik Decorative                Cosmetics     Nail
                                                           Eye
                                                           Lip
                                                           Refill Cartridge
       7. Barang         Keperluan   Rumah   SC    Johnson Pengharum ruangan
          Tangga                             (Glade      & Pembersih kaca
                                             Bayfresh)      Pembersih toilet dan kamar mandi

                                             Mr. Muscle     Perawatan furniture
                                             Bebek
                                             Pledge
                                             KIT            Perawatan kendaraan bermotor
       8. Multivitamin                       Youvit         Gummy Vitamin for Kids
                                                            Gummy Vitamin for Adult
                                                            Gummy Vitamin Beauty
                                                            Gummy Vitamin Acne
                                                            Fiber Drink
       9. Barang         Keperluan   Rumah   HORI           Lampu LED (Downlight & T/Tubular
          Tangga                                            Bulb)
                                                            Daylight Bulb
                                                            Warmwhite Bulb
                                                            Flood Light
       10. Barang Konsumsi Perlengkapan      Skinlabs       Skinlabs Gentle Vitamin E Face &
           pribadi untuk mandi (Personal                    Body Cleanser
           Care) dan perlengkapan untuk                     Skinlabs Aloe Vera Moisturing Gel
           menjaga dan merawat kulit tubuh                  Skinlabs Concentrated Vitamin E
           (Skincare)                                       Cream
                                                            Skinlabs Nature Oil


Bab IV – Aspek Pasar                                                                       11
Page 72
Studi Kelayakan Pernambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                     Kategori                 Merek                  Jenis Produk
       11. Barang Konsumsi Perlengkapan    Lansinoh       Nipple Cream
           Bayi dan Produk Perawatan                      Breast Pads
           Kesehatan                                      Breast Therapy
                                                          Nipple Shields
                                                          Breast Pump
                                                          Breastmilk Storage Bags
                                                          Breastfeeding Pillow
                                                          Feeding Bottle
                                                          Nipple
       12. Perlengkapan Rumah Tangga       HOYA           Piring
                                                          Mangkuk
       13. Cosmetics & Personal Care       Purbasari      Personal care, Cosmetics, dan
                                           Onyx           Cosmetics anak
                                           Kanna
                                           Britney
                                           Origita
                                           Amara          Perawatan rambut
                                           Haneul         Disinfectant
                                           Clean Face

       14. Makanan Ringan                  Poipoi         Snack Puff untuk Anak – Vegie
                                                          Snack Puff untuk Anak – Milky
                                                          Snack Puff untuk Anak – Mix
                                                          Fruit
       15. Makanan                         Granova        Granola grain
                                                          Snack bar

       Sedangkan untuk rencana penambahan kegiatan usaha MIC, pasar yang akan
       dijajaki adalah mengutilisasi aset yang tidak optimal menjadi aset pergudangan
       yang disewakan untuk menghasilkan pendapatan. Tentang spesifkasi aset yang
       disewakan lebih detail penjelasanya pada aspek teknis.

       Perbedaan mendasar antara kegiatan usaha MIC saat ini dengan rencana
       penambahan kegiatan usaha, rencana penambahan kegiatan tidak merupakan
       bagian yang mendukung kegiatan usaha utama MIC, tapi lebih kepada
       mengoptimalkan aset yang ada untuk menghasilkan pendapatan.


 4.4 Kesimpulan
       Dengan melihat peluang pengembangan usaha dari optimalisasi aset yang ada,
       sehingga menghasilkan pendapatan dan aset yang tidak optimal tersebut tidak
       menjadi beban usaha bagi kegiatan usaha utama MIC serta memberikan
       manfaat dan kontribusi yang postif bagi MIC, maka rencana penambahan
       kegiatan usaha secara aspek pasar layak.




Bab IV – Aspek Pasar                                                                      12
Page 73
   BAB V
ASPEK TEKNIS
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


                                      BAB V
                                   ASPEK TEKNIS

5.1. Rencana Perusahaan
       MIC berencana untuk mengutilisasi dan mengoptimalkan aset perusahaan
       berupa gudang untuk disewakan kepada pihak luar. Gudang-gudang akan
       disewakan per pintu dengan harga yang didasarkan pada luasnya, untuk
       memenuhi kebutuhan dari perusahaan logistik besar, UKM, dan sektor e-
       commerce di sekitar Jakarta. Strategi harga yang kami terapkan adalah fixed
       rate per meter persegi untuk memastikan transparansi biaya yang optimal. Hal
       ini juga merupakan bagian dari utilisasi asset perusahaan agar menjadi lebih
       optimal.


5.2. Gambaran Umum Pergudangan PT Multi Indocitra Tbk
5.2.1. Lokasi Pergudangan

       Gudang terletak di Jalan Sultan Hamengkubuwono IX KM. 26, Kelurahan Ujung
       Menteng, Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Objek
       dimaksud terdiri dari dua bidang tanah yang bersambungan seluas 17.840
       meter persegi, dan bangunan gudang seluas kurang lebih 9.362,36 meter
       persegi, serta sarana pelengkap.

       Gudang tersebut telah dilengkapi dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) No.
       17/C.37B/31.75.06.1006.33.KPI/2/-1.785.51/e/2022,         tertanggal   30
       Desember 2022, atas nama PT Multi Indocitra Tbk, dikeluarkan Kepala Unit
       Pengelola Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota
       Administrasi Jakarta Timur.


5.2.2. Kondisi Lingkungan

       Gudang ini secara administratif terletak di Kelurahan Ujung Menteng,
       Kecamatan Cakung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Gudang yang
       dimaksud terletak di tepi sebelah selatan Jalan Raya Bekasi KM. 26, berada
       dalam radius:
          Kurang lebih 750 meter di sebelah barat laut dari Patung Garuda
           Perbatasan Antara Kota DKI Jakarta dengan Kota Bekasi.
          Kurang lebih 3 kilometer di sebelah timur dari Gerbang Tol Cakung Barat.
          Dalam radius kurang lebih 5 kilometer di sebelah utara dari Kantor
           Walikota Jakarta Timur.




Bab V - Aspek Teknis                                                             1
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Berikut ini gambar visual dari lokasi gudang MIC:




       Jalan Sultan Hamengkubuwono IX KM. 26 yang merupakan jalan di depan aset
       tersebut, merupakan jalan dua arah yang memiliki lebar kurang lebih 20 meter
       dilengkapi drainase terbuka dan tertutup, lapisan perkerasan jalan terbuat dari
       aspal, dengan kapasitas lalu lintas 4 kendaraan bermotor roda empat.

       Bangunan-bangunan yang berdiri di daerah ini secara umum terdiri dari
       bangunan-bangunan industri, perumahan, perkantoran dan perdagangan,
       sedangkan penduduk sekitarnya terdiri dari golongan masyarakat
       berpendapatan menengah.

       Pada umumnya pemeliharaan jalan-jalan di daerah sekitar ini adalah cukup
       terpelihara dengan baik, dengan lebar jalan antara 12 meter sampai 20 meter,
       diaspal, diterangi oleh lampu-lampu mercuri dan dilengkapi dengan drainasi
       terbuka dan tertutup.

       Bangunan-bangunan penting yang terletak dekat objek ini dan dapat
       digunakan sebagai petunjuk antara lain:
           Pegujian Kendaraan Bermotor (Kir) Ujung Menteng
           Showroom Mitsubishi Cakung & Bekasi
           Mal Grand Cakung




Bab V - Aspek Teknis                                                                2
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Fasilitas umum seperti aliran listrik, air dan telepon sudah tersedia di daerah ini,
       sedang pengangkutan umum melewati Jalan Raya Bekasi KM. 26 yang terletak
       di depan lokasi gudang.

       Sisi positif dari lokasi gudang aksesibilitas dari dan ke lokasi properti tergolong
       mudah yaitu dengan menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum, dan
       sisi negatif dari lokasi gudang rawan kemacetan pada jam sibuk.


5.2.3. Deskripsi Tapak Tanah

                                                              Tapak tanah dimaksud berbentuk
                                                              persegi tidak beraturan terdiri
                                                              dari dua bidang tanah dengan
                                                              luas tanah 17.840 meter persegi,
                                                              sesuai dengan informasi yang
                                                              disediakan oleh MIC. Lebar
                                                              tapak yang berhadapan dengan
                                                              Jalan Raya Bekasi KM. 26
                                                              adalah kurang lebih 120 meter
                                                              dan panjang rata-rata ke
                                                              belakang kurang lebih 174
                                                              meter.


       Tanah ini berbatasan dengan:
            Sisi sebelah utara          : Jalan Sultan Hamengkubuwono IX KM. 26
            Sisi sebelah timur          : Dealer Mitsubishi Cakung & Bekasi
            Sisi sebelah selatan        : Tanah Kosong
            Sisi sebelah barat          : Tanah Kosong

       Topografi tanah ini pada umumnya rata, bagian depan tanah lebih tinggi
       kurang lebih 0,2 meter dari permukaan jalan didepannya.

       Tapak tanah ini mempunyai bentuk tidak beraturan, terdiri dari dua bidang
       tanah yang terletak di Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Kota
       Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.

       Adapun tanah-tanah tersebut terdaftar sebagai berikut:
            Sertifikat/Legalitas               No                Pemegang Hak        Luas (M2)
        Sertifikat    Hak      Guna   2231                    PT Multi Indocitra           9.834
        Bangunan
        Sertifikat    Hak      Guna   NIB 09.04.000001463.0   PT Multi Indocitra          8.006
        Bangunan
                                                                Jumlah Keseluruhan       17.840

       Kepemilikan atas objek berupa tanah tersebut dimiliki secara tunggal oleh MIC.


Bab V - Aspek Teknis                                                                           3
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Menurut keterangan yang kami dapat berdasarkan Rencana Pola Ruang RDTR
       WP DKI Jakarta 2022 yang diakses melalui website; https://jakartasatu.jakarta.go.id/,
       bahwa tanah ini terletak di daerah yang diperuntukkan sebagai Kawasan
       Peruntukan Industri.




Bab V - Aspek Teknis                                                                      4
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


5.2.4. Deskripsi Bangunan dan Sarana Pelengkap

       Bangunan gudang yang ada, terdiri dari 6 (enam) unit gudang dengan
       spesifikasi uraian teknis sebagai berikut:
             Pondasi        : Minipile
             Struktur       : Beton bertulang
             Rangka Atap : Baja IWF 250, Gording CNP 125
             Penutup Atap : Galvalum X Bluescoope
             Plafon         : Insulasi Alumunium Foil
             Dinding        : Bata ringan diplester dan dilapis cat
             Pintu          : Pintu geser plat bordes
             Lantai         : Beton bertulang
             Plafon Kantor : Gypsum
             Jendela Kantor : Alumunium kaca
             Pintu Kantor : Alumunium Kaca
             Lantai Kantor : Keramik

       Adapun dalam penyebutan gudang-gudang yang ada, MIC menggunakan
       abjad A,B,C,D,E, dan F. Secara keseluruhan total luas gudang 9.258,36 meter
       persegi, dengan rincian luasan dari masing-masing gudang sebagai berikut:
             Gudang A       : 2.619,00 M2
             Gudang B       : 1.899,00 M2
             Gudang C       : 1.817,40 M2
             Gudang D       : 1.137,00 M2
             Gudang E       : 967,80 M2
             Gudang F       : 818,16 M2
              Total Luas     : 9.258,36 M2

       Sarana pelengkap terdiri dari:
           2 (dua) Unit Bangunan Pos Jaga, dengan masing-masing luasanya 15
            meter persegi, adapun spesifikasi bangunan Pos jaga dengan uraian
            teknis sebagai berikut:
                Pondasi          : Batu kali
                Struktur         : Beton bertulang
                Rangka Atap : CNP
                Penutup Atap : Galvalum
                Plafon           : Gypsum
                Dinding          : Bata ringan diplester, dicat
                Pintu            : Jendela kaca rangka aluminium
                Lantai           : Keramik
                Keterangan       : Bangunan ini sudah dilengkapi dengan instalasi
                                    penerangan listrik




Bab V - Aspek Teknis                                                            5
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


           Pagar Depan
            Terbuat dari pondasi batu kali diperkuat sloof, struktur beton bertulang
            pasangan bata merah dan besi dengan tinggi kurang lebih 2 meter dan
            panjang kurang lebih 120 meter.
           Pagar Keliling
            Terbuat dari pondasi batu kali diperkuat sloof, struktur beton bertulang
            pasangan dinding batako dengan tinggi kurang lebih 2,5 meter dan
            panjang kurang lebih 430 meter dilengkapi pasangan kawat duri.
           Perkerasan Jalan
            Terbuat dari cor beton bertulang dengan luas kurang lebih 1.100 meter
            Persegi.
           Sumber Listrik
            PLN dengan daya 110.000 VA Aset Berada Di Sebelah Kiri
           Sistem CCTV dan Hydrant
            Sistem CCTV untuk pengawasan keamanan dan hydrant untuk
            pencegahan kebakaran, adalah bagian sarana penunjang yang berada
            di area pergudangan.

       FOTO KONDISI LINGKUNGAN DAN ASET PERGUDANGAN




           Tampak Timur Jl. Sultan Hamengkubuwono IX   Tampak Barat Jl. Sultan Hamengkubuwono IX
                 (Aset Berada Di Sebelah Kanan)             (Aset Berada Di Sebelah Kiri)




Bab V - Aspek Teknis                                                                          6
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk




                                        Tampak Muka Gudang




5.3. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
       Dalam hal kegiatan penyewaan gudang, Sumber Daya Manusia (“SDM”) yang
       ada akan dioptimalkan dari karyawan yang ada saat ini, karena tidak
       memerlukan keahlian khusus dalam menjalankan kegiatan penyewaan gudang.
       Kegiatan penyewaan gudang berada di bawah Bagian/Unit/Divisi HR GA,
       dimana penambahan kegiatan usaha ini dipastikan tidak akan menggangu
       kinerja dari pekerjaan utama mereka. Penambahan SDM atas kegiatan
       penyewaan gudang ini diperlukan dari sisi tenaga keamanan, dimana saat ini
       tenaga keamanan yang ada sebanyak 11 orang, dan masih diperlukan

Bab V - Aspek Teknis                                                           7
Page 81
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       penambahan tenaga keamanan sebanyak 6 orang. Tenaga keamanan akan
       beroperasi dalam 3 (tiga) shift untuk memastikan pengawasan 24 jam terhadap
       gudang yang tersewa. Sedangkan bagian dalam gudang pengamanannya
       menjadi tanggungjawab dari penyewa.

       Dalam pelaksanaan penambahan kegiatan usaha, MIC membutuhkan SDM 17
       orang dimana 11 orang menggunakan SDM yang sudah ada, dan selanjutkan
       melakukan recruirment tenaga kerja sebanyak 6 orang dengan kualifikasi
       sebagai tenaga keamanan.


5.4. Teknis Pelaksanaan Penyewaan Gudang
       MIC menerapkan model penyewaan per pintu dengan harga sewa yang
       ditentukan berdasarkan meter persegi, sesuai dengan kebutuhan dan preferensi
       dari penyewa.


5.5. Kesimpulan
       Dengan rencana MIC melakukan optimalisasi aset gudang yang ada untuk
       disewakan, serta kondisi pergudangan yang dimiliki MIC siap untuk disewakan
       dan didukung oleh SDM yang ada, maka rencana penambahan kegiatan usaha
       secara teknis layak.




Bab V - Aspek Teknis                                                             8
Page 82
     BAB VI
ASPEK POLA BISNIS
Page 83
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                                    BAB VI
                               ASPEK POLA BISNIS

6.1    Kegiatan Usaha Utama
       Berdasarkan Perubahan Anggaran Dasar MIC, sesuai Akta No. 43 tertanggal
       22 Mei 2015, maksud dan tujuan Perseroan ialah Berusaha dalam bidang
       Perdagangan Umum. Dalam menjalankan kegiatan usahanya MIC didukung oleh
       tim manajemen yang telah berpengalaman di bidangnya. Pada saat ini
       Perseroan melakukan kegiatan usaha bergerak dalam bidang perdagangan
       umum, termasuk ekspor impor dan distribusi produk kecantikan dan kesehatan
       serta produk perlengkapan bayi, anak dan ibu. Dalam menghasilkan produk-
       produk yang berkualitas, ketersediaannya didukung dengan pabrik-pabrik
       berteknologi tinggi dan higienis, dimana pabrik tersebut berada di Cikande,
       Provinsi Banten, dan dioperasikan oleh entitas anak MIC, yaitu PT Multielok
       Cosmetic dan PT Pigeon Indonesia.

                                               MIC, memiliki 2 (dua) pusat distribusi
                                               utama yaitu di Jakarta dan Surabaya,
                                               sehingga kegiatan distribusi dapat
                                               berjalan cepat dan efisien mencapai
                                               jangkauan sasaran pasar yang dituju.
                                               Disamping itu untuk memperluas
                                               cakupan wilayah pemasaran, MIC juga
                                               menggunakan jasa pihak ketiga
       sebagai penyalur (agen) dengan jumlah saat ini mencapai 103 agen dan 63
       sub distributor sesuai data per 31 Desember 2024.

       Sebagai komitmen Perusahaan untuk terus dapat memberikan produk-produk
       terbaik bagi para konsumen, MIC mendukung kualitasnya dengan fasilitas
       produksi berteknologi modern nan higienis di lokasi pabrik, yaitu Cikande,
       Provinsi Banten. Dengan dukungan 8 (delapan) showroom Pigeon yang sudah
       tersebar di mall-mall terkemuka di Jakarta dan sekitarnya serta Surabaya,
       dimana MIC berharap dapat memenuhi kebutuhan para konsumen saat ini dan
       dapat memperluas pelayanan lebih besar lagi ke depannya.


6.2    Penambahan Kegiatan Usaha
       Sesuai dengan Visi Misi Perusahaan, meningkatkan kinerja secara berkelanjutan
       melalui pemanfaatan sumber daya dan teknologi guna memenuhi kepuasan
       pelanggan serta meningkatkan nilai bagi masyarakat dan pemegang saham.
       Terkait dengan pemanfaat sumber daya, Majamenen MIC perlu melakukan
       utilisasi dan optimalisasi aset yang ada agar dapat dimanfaatkan secara
       maksimal.


Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                         1
Page 84
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       Maka sejalan dengan hal tersebut, MIC mengutilisasi aset pergudangan mereka
       yang berada di Jalan Sultan Hamengkubuwono IX KM. 26, Kelurahan Ujung
       Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur untuk disewakan kepada pihak
       memerlukan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi penyewa.

       Berdasarkan informasi dari manajemen MIC, penambahan sektor usaha
       penyewaan gudang, perlu dilakukan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan
       Usaha Indonesia (KBLI), adapun KBLI atas penambahan kegiatan usaha tersebut
       sebagai berikut:

       Tabel 6.1 Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha
         No                               Nama KBLI                     Kode KBLI
         1.    Aktivitas Pergudangan dan Penyimpanan                     52101
         2.    Real Estate yang dimiliki sendiri atau disewa             68111
       Sumber: Manajemen MIC

       Adapun penjelasan secara rinci terkait KBLI penambahan usaha sebagai berikut:
         KBLI 52101 - Aktivitas Pergudangan dan Penyimpanan
            Kelompok ini mencakup usaha yang melakukan kegiatan penyimpanan
            barang sementara sebelum barang tersebut di kirim ke tujuan akhir, dengan
            tujuan komersil.

         KBLI 68111 - Real Estate yang dimiliki sendiri atau disewa
            Kelompok ini mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan
            pengoperasian real estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti
            bangunan apartemen, bangunan hunian dan bangunan non hunian (seperti
            fasilitas penyimpanan/gudang, mall, pusat perbelanjaan dan lainnya) serta
            penyediaan rumah dan flat atau apartemen dengan atau tanpa perabotan
            untuk digunakan secara permanen, baik dalam bulanan atau tahunan.
            Termasuk kegiatan penjualan tanah, pengembangan gedung untuk
            dioperasikan sendiri (untuk penyewaan ruang-ruang di gedung tersebut),
            pembagian real estat menjadi tanah kapling tanpa pengembangan lahan
            dan pengoperasian kawasan hunian untuk rumah yang bisa dipindah-
            pindah.

       Tujuan jangka pendek MIC, dengan mengutilisasi aset yang ada menjadi optimal
       dengan disewakan dapat mengurangi beban-beban biaya atas aset tersebut,
       karena dipenuhi dengan pendapat penghasilan dari penyewaan aset, tanpa
       membebani kegiatan usaha utama.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                          2
Page 85
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


6.2.1. Segmen Usaha Penyewaan Gudang

       Segmen usaha penyewaan Gudang termasuk dalam kelompok KBLI 68111-
       Mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian real
       estat baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, antara lain bangunan non hunian
       seperti fasilitas penyimpanan/gudang. Dengan menyewakan gudang yang ada
       MIC dapat mengopitmalkan asetnya sehingga menghasilkan pendapatan dan
       tidak menjadi beban usaha untuk kegiatan usaha utama.

       KBLI 52101- Kegiatan penyimpanan barang sebelum di kirim ke tujuan akhir,
       diperlukan karena penyewa aset gudang MIC terlebih dahulu melakukan proses
       penyimpanan sebelum dilakukan pengiriman ke tujuan akhir. KBLI 52101 untuk
       melengkapi akan kebutuhan KBLI 68111.


6.3    Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
       Penambahan kegiatan usaha Perseroan merupakan kemampuan manajemen
       untuk menciptakan nilai tambah dari keterbatasan yang dimiliki melalui peluang
       usaha yang kreatif dengan memanfaatkan potensi yang ada sehingga
       menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan serta mengelola sumber daya dan
       berani menanggung risiko.

       Agar penambahan kegiatan usaha dapat berjalan maksimal, manajemen MIC
       perlu melakukan langkah-langkah strategis antara lain:

         1. Menyediakan layanan yang baik kepada calon pelanggan, tidak hanya
            berupa layanan penyewaan gudang tetapi juga menyediakan produk-
            produk untuk kepentingan berkelanjutan dalam sebuah konstruksi
            bangunan seperti misalnya instalasi listrik beserta produk/hal lain untuk
            mempercantik atau menambah nilai guna suatu bangunan;
         2. Merancang sistem sederhana terhadap manajemen pengelolaan gudang,
            yang dapat menyediakan informasi secara transparan dalam hal kualitas
            dari obyek sewa tersebut;
         3. Menyediakan tenaga kerja yang berpengalaman yang dapat mengelola
            aset gudang yang ada, sehingga tercipta kesinabungan penyewaan dari
            aset yang disewakan.

       Dengan melakukan penambahan kegiatan usaha dibidang penyewaan gudang,
       nilai tambah yang diperoleh adalah tambahan penghasilan dan dapat
       mengurangi beban usaha yang timbul karena aset tidak optimal digunakan.
       Adapun resiko yang mungkin timbul adalah kemungkinan tambahan working
       capital dan Capex (Capital Expenditure) yang dibutuhkan untuk pemeliharaan
       gudang-gudang yang ada.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                          3
Page 86
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


6.4    Keunggulan Kompetitif
       MIC menyakini bahwa kekuatan kompetitif sebagaimana berikut ini akan
       mendukung dalam melaksanakan strateginya dan memberikan keunggulan
       kompetitif dibandingkan para pesaingnya secara tidak langsung. Berhubung
       kalau pesaing yang dimaksud dari sesama perusahaan terbuka yang memang
       orientasi kegiatan usaha utamanya dalam hal penjualan dan penyewaan ruang
       kantor, gudang dan aset sejenis apalalagi berada dalam kawasan industri
       modern, maka tidak sebanding dengan penambahan kegiatan usaha MIC yang
       dijalankan.

       MIC meyakini bahwa keunggulan kompetitif akan mendukung Perseroan dalam
       melaksanakan strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif
       dibandingkan para pesaingnya. Berikut ini adalah beberapa keunggulan
       kompetitif yang dimiliki oleh Perseroan saat ini, yakni sebagai berikut:

       1) Relasi Bisnis yang berhubungan baik dengan MIC, dengan memiliki relasi
          yang baik kepada seluruh pihak yang bekerjasama dengan MIC baik itu
          masyarakat sekitar maupun pelanggan MIC. Relasi yang baik ini tentu
          menguntungkan satu sama lain terutama pada kinerja MIC dalam
          menyewakan gudang yang ada. MIC akan terus menjaga dan meningkatkan
          relasi yang baik dengan seluruh pihak untuk meningkatkan mutu dan layanan
          Perseroan sehingga meningkatkan nilai kompetitif dari MIC.
       2) Manajemen yang memiliki kapabilitas tinggi dan berpengalaman dalam
          industri yang sudah dijalani selama ini, setiap anggota Direksi MIC memiliki
          rekam jejak baik dan kapabilitas yang sudah terbukti untuk menjadi dewan
          pengurus MIC dalam seluruh aspek usaha MIC. Anggota Direksi dibantu oleh
          kepala divisi dan manajer profesional yang memiliki kapabilitas dalam
          bidang masing-masing. Struktur organisasi yang dibentuk merupakan
          organisasi dengan efisiensi yang tinggi, berkesinambungan dan berperan
          aktif untuk mewujudkan visi dan misi Perseroan.
       3) Memiliki kredibilitas yang tinggi dan record pelanggan yang baik, dimana
          MIC telah menyediakan dan mendistribusikan produk-produk yang
          berkualitas tinggi kepada pelanggan, sehinggga membuat MIC, manajemen
          serta karyawan memiliki pengalaman untuk mengelola penambahan
          kegiatan usaha yang akan dijalani.
       4) Mempunyai aset pergudangan yang berada dilokasi strategis untuk
          kegiatan bisnis, dengan lokasi di jalan utama dan berdekatan dengan Akses
          Jalan Bebas Hambatan (Jalan Tol - Tax on Location) ke banyak tujuan
          dengan mudah.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                          4
Page 87
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


6.5    Analisis Industri
       Analisis industri usaha penyewaan pergudangan mencakup berbagai aspek
       yang mempengaruhi kinerja dan prospek industri ini, mulai dari kondisi ekonomi,
       permintaan pasar, kebijakan pemerintah, hingga dinamika internal perusahaan
       itu sendiri. Berikut adalah beberapa poin penting yang dapat digunakan untuk
       menganalisis industri usaha penyewaan pergudangan.


6.5.1. Persaingan Usaha Sejenis

       Banyaknya industri pengembang dan developer yang membangun
       pergudangan di Jakarta Timur, dengan menyediakan fasilitas dan kualitas
       pelayanan yang sama akan membawa pada tingkat persaingan dalam industri
       yang semakin kompetitif. Hal ini akan mempengaruhi pendapatan dan tingkat
       margin yang diperoleh usaha yang akan dijalankan oleh MIC. Beberapa
       Kawasan pergudangan yang berada di Jakarta Timur diantaranya seperti
       Kawasan pergudangan Alun, pergudangan Bizpark, Kawasan pergudangan
       Logos dan lainnya.


6.5.2. Posisi Tawar Pemasok

       Posisi tawar (bargaining power) pemasok dalam industri pergudangan sangat
       penting karena dapat mempengaruhi biaya pembangunan, kualitas produk,
       serta waktu penyelesaian proyek. Dalam konteks usaha pergudangan, pemasok
       dapat mencakup penyedia bahan bangunan, kontraktor sub, pemasok
       peralatan, hingga penyedia jasa desain dan arsitektur. Posisi tawar pemasok ini
       akan mempengaruhi sejauh mana perusahaan yang berusaha dalam penjualan
       gudang jadi atau disewakan dapat mengendalikan biaya dan efisiensi
       operasional mereka. Jika jumlah pemasok bahan bangunan atau layanan
       konstruksi terbatas, maka kekuatan tawar pemasok akan lebih tinggi. Pemasok
       yang memiliki dominasi pasar atau eksklusivitas dalam produk tertentu (misalnya
       pemasok bahan baku langka atau spesifik) dapat menekan pengembang untuk
       menerima harga yang lebih tinggi atau syarat-syarat kontrak yang lebih ketat.


6.5.3. Ancaman Pendatang Baru

       Ancaman dari pendatang baru (new entrants) dalam industri pergudangan
       dapat menjadi faktor yang signifikan dalam mempengaruhi persaingan di
       pasar. Pendatang baru yang memasuki pasar perumahan harus menghadapi
       berbagai tantangan, namun mereka juga bisa membawa inovasi yang dapat
       mengubah dinamika pasar. Untuk itu, penting untuk menganalisis beberapa
       faktor yang menentukan ancaman pendatang baru ini, menggunakan kerangka
       analisis Porter’s Five Forces, khususnya dalam konteks industri pergudangan.


Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                          5
Page 88
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       Ancaman pendatang baru dapat dikendalikan oleh seberapa besar hambatan
       yang ada dalam memasuki industri pergudangan. Beberapa hambatan yang
       mungkin terjadi adalah:
       •   Kebutuhan Modal yang Besar: Industri pergudangan membutuhkan investasi
           awal yang sangat besar, baik untuk akuisisi lahan, pembangunan, maupun
           pemasaran properti. Pendatang baru sering kali kesulitan mengakses sumber
           daya finansial atau pinjaman untuk memulai proyek.
       •   Akses ke Tanah dan Lokasi Strategis: Perusahaan pergudangan yang sudah
           ada umumnya sudah memiliki portofolio tanah yang luas dan akses ke lokasi-
           lokasi strategis. Pendatang baru mungkin kesulitan mendapatkan tanah di
           lokasi yang diinginkan, terutama di area dengan permintaan tinggi, karena
           harga tanah yang sangat mahal dan terbatasnya pasokan lahan.
       •   Regulasi dan Perizinan: Setiap daerah atau negara memiliki regulasi yang
           ketat terkait pembangunan perumahan, mulai dari zonasi, izin lingkungan,
           hingga standar bangunan. Proses perizinan yang panjang dan kompleks bisa
           menjadi hambatan besar bagi pendatang baru.
       •   Skala Ekonomi: Pengembang besar biasanya memiliki skala ekonomi yang
           memungkinkan mereka untuk menekan biaya produksi, misalnya dengan
           mendapatkan bahan bangunan dengan harga grosir atau mengelola banyak
           proyek sekaligus. Pendatang baru tanpa sumber daya besar mungkin
           kesulitan bersaing dalam hal harga.

6.5.4. Posisi Tawar Konsumen
       Posisi tawar konsumen (buyer power) dalam industri pergudangan sangat penting
       karena dapat memengaruhi harga jual, kualitas produk, dan bahkan desain
       akan kebutuhan gudang oleh konsumen. Semakin kuat posisi tawar konsumen,
       semakin besar pengaruh yang dapat mereka miliki terhadap keputusan dan
       strategi pengembang. Dalam konteks industri pergudangan, konsumen bisa
       berupa pembeli, penyewa, investor, atau bahkan pemerintah yang memerlukan
       kapasitas pergudangan cukup besar. Kekuatan tawar konsumen ini dipengaruhi
       oleh berbagai faktor yang saling berinteraksi. Jika pasar pergudangan terbagi
       menjadi banyak segmen dan ada banyak pembeli atau penyewa dengan
       kebutuhan yang berbeda (misalnya, dari luasa, akses serta kemudahan bongkar
       muat dan pengiriman.), maka posisi tawar konsumen cenderung lebih tinggi. Hal
       ini terjadi karena pembeli atau penyewa memiliki banyak pilihan dari berbagai
       pengembang, dan mereka dapat dengan mudah beralih ke penawaran lain jika
       harga atau kualitas tidak memadai.

6.6    Analisis Risiko
       Dalam menjalankan kegiatan usaha rumah sakit menghadapi risiko yang dapat
       mempengaruhi hasil usahanya yang apabila tidak diantisipasi dan dipersiapkan
       penanganannya dengan baik. Adapaun risiko yang dihadapi oleh Industri
       pergudangan pada umumnya antara lain:


Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                         6
Page 89
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


6.6.1. Risiko Perekonomian

       Faktor risiko yang berasal dari luar industri perumahan antara lain disebabkan
       oleh kondisi ekonomi, sosial dan politik baik nasional maupun internasional dapat
       berakibat kurang baik terhadap dunia usaha pada umumnya. Memburuknya
       kondisi perekonomian akan mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.


6.6.2. Risiko Persaingan

       Dengan semakin meningkatnya pembangunan pergudanga di daerah Jakarta
       Timur, maka akan mempengaruhi harga jual atau sewa unit gudang dan daya
       beli masyarakat untuk properti sejenis.


6.6.3. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah

       Perubahan peraturan dan kebijakan Pemerintah yang secara langsung maupun
       tidak langsung berkaitan dangan masalah perumahan dapat mempengaruhi
       kegiatan usaha Perusahaan yang akhirnya akan mempengaruhi pendapatan
       Perusahaan.


6.6.4. Risiko Likuiditas

       Risiko dimana Perseroan akan mengalami kesulitan dalam memperoleh dana
       guna memenuhi komitmennya atas instrumen keuangan. Pengelolaan terhadap
       risiko likuiditas dilakukan dengan cara menjaga profil jatuh tempo antara aset
       dan liabilitas keuangan, penerimaan tagihan tepat waktu, manajemen kas yang
       mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun kedepan serta
       memastikan ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas kredit.


6.6.5. Risiko Tingkat Suku Bunga

       Risiko ini berasal dari kebutuhan Perseroan kepada pembiayaan, baik
       pembiayaan investasi maupun pembiayaan modal kerja dalam perjalanan
       usahanya. Salah satu sumber dana untuk memenuhi kebutuhan investasi dan
       modal kerja adalah pinjaman pihak ketiga maupun perbankan. Baik pinjaman
       dari pihak ketiga maupun perbankan mengandung unsur bunga yang akan
       menjadi salah satu biaya yang harus dibayar. Untuk itu, semakin tinggi tingkat
       suku bunga, maka semakin tinggi biaya yang harus dibayar Perseroan serta
       akan menurunkan tingkat margin yang akan diperoleh Perseroan.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                            7
Page 90
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


6.6.6. Risiko Tidak Tercapainya Proyeksi

       Jika proyeksi yang dibuat tidak tercapai yang diakibatkan oleh manajemen,
       baik dalam pengelolaan termasuk pengelolaan risiko usaha, risiko iklim serta
       memburuknya perekonomian yang menurunkan aktivitas industri maka akan
       berdampak terhadap kelayakan atas penentuan harga jual unit rumah. Penilai
       telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi keuangan yang dibuat oleh
       manajemen sehingga menunjukkan proyeksi yang moderat yang mampu
       menggambarkan kemampuan manajemen untuk mencapai proyeksi tersebut.


6.7    Analisis SWOT
       Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity and Threat) terdiri atas faktor
       internal yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin
       sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga
       tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa
       diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan dari
       faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat).

       Strategi penambahan kegiatan usaha penyewaan gudang dilakukan dengan
       cara membuat SWOT matriks. SWOT matriks ini dibangun berdasarkan faktor-
       faktor strategi, baik internal (kekuatan dan kelemahan) maupun eksternal
       (peluang dan ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis SWOT yang ada
       maka dapat disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strenghts-Opportunities (S-
       O), Weaknesses-Oppurtunities (W-O), Strenghts-Threats (S-T), dan Weaknesses-
       Threats (W-T).

                                      Kekuatan / Strengths (S)             Kelemahan / Weaknesses (W)
                      INTERNAL   1.    MIC merupakan Perusahaan            1.   Kapasitas terbatas (hanya 6
          EKSTERNAL




                                       Distribusi yang sudah mempunyai          pintu)   dapat      menjadi
                                       pelanggan yang loyal.                    batasan dalam menarik
                                 2.    Asset yang disewa berada di              penyewa            potensial
                                      lokasi strategic dng akses told an        dibandingkan        dengan
                                      di jalan utama                            kompetitor di area sekitar.
                                 3.   Kondisi bangunan baru, modern,       2.   Belum punya track record
                                      minim perlu perbaikan, citra              sebagai gudang baru,
                                      profesional bagi penyewa.                 belum                   ada
                                                                                penyewa/testimoni, perlu
                                                                                membangun kepercayaan
                                                                                pasar dari nol.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                                              8
Page 91
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


               Peluang /
                                                   Strategi “SO”                            Strategi “WO”
             Opportunities (O)
        1. Potensi besar untuk         1. Untuk memaksimalkan potensi              1. Meski     memiliki kelemahan
           menarik      penyewa           besar       menarik        penyewa            jumlah Gudang yang terbatas
           dari      perusahaan-          perusahaan        yang      mencari           dan belum memiliki track
           perusahaan       yang          gudang modern dan terpercaya                  record di pergudangan kami
           mencari        gudang          dengan harga terjangkau di                    mengambil Langkah strategis
           modern             dan         Jakarta Timur, perusahaan akan                dengan bekerja sama dengan
           terpercaya          di         mengoptimalkan           keunggulan           agen property ternama yang
           wilayah        Jakarta         fasilitas yang dimiliki. Contohnya,           biasa mendapatkan penyewa
           Timur dengan harga             tonjolkan kondisi bangunan baru               Gudang
           yang affordable.               dan sistem keamanan 24/7
        2. Gap       pasar     di         (kekuatan utama) dalam materi
           Jakarta Timur –                pemasaran sebagai jaminan
           Belum          banyak          gudang yang modern, aman, dan
           gudang baru modern             andal.
           dengan          harga       2. Kombinasikan                dengan
           terjangkau di area             penawaran          harga      sewa
           ini;           banyak          kompetitif      (misalnya      lebih
           perusahaan distribusi          terjangkau daripada gudang
           mencari      alternatif        premium       seperti      LOGOS)
           gudang        modern,          sehingga       calon       penyewa
           aman, namun biaya              merasakan value for money yang
           relatif rendah                 tinggi.


         Ancaman / Threats (T)                      Strategi “ST”                             Strategi “WT”
                                        1. Gunakan kombinasi kekuatan              1.    Melakukan            Langkah
        1.   Persaingan         dari                                                     strategis dengan bekerja
             gudang-gudang                  internal sebagai pembeda:
                                            misalnya,     tekankan      bahwa            sama dengan agen property
             bangunan          lama                                                      ternama,
                                            gudang ini adalah bangunan                                  selain     itu
             dengan harga lebih                                                          perusahaan juga akan
                                            baru dengan keamanan canggih,
             rendah di sekitar Pulo                                                      memberikan        pelayanan
                                            keunggulan yang tidak dimiliki
             Gadung dan Bizpark.                                                         pelanggan secara lebih
                                            gudang       lama        di    Pulo
             Dan Gudang dengan                                                           menyeluruh,         misalnya
                                            Gadung/BizPark.           Sehingga
             bangunan baru di
                                            penyewa mendapatkan kualitas                 membantu            penyewa
             pergudangan Logos                                                           menghubungkan ke vendor
                                            lebih tinggi dengan selisih harga
             namun        harganya                                                       yang dibutuhkan seperti
                                            sewa yang wajar. Pada saat yang
             relative lebih tinggi.                                                      kontraktor, rack Gudang
                                            sama, tonjolkan fleksibilitas dan
                                            efisiensi biaya: penyewa di            2.    Lakukan penyesuaian harga
                                            gudang Ujung Menteng bisa                    yang bijak agar gap harga
                                            menikmati      fasilitas    modern           dengan Gudang lama tidak
                                            serupa standar LOGOS namun                   terlalu lebar.
                                            dengan biaya lebih rendah.
                                            Dalam strategi pemasaran,
                                            perusahaan dapat mengklaim
                                            posisi    sebagai        “alternatif
                                            terbaik”: lebih unggul dari
                                            gudang lama (dari segi kualitas
                                            & keamanan) namun lebih efisien
                                            secara biaya dibanding gudang
                                            premium.       Pendekatan        ini
                                            memanfaatkan kekuatan unik
                                            perusahaan untuk menetralkan
                                            ancaman di kedua sisi (harga
                                            maupun kualitas)




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                                                        9
Page 92
Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


6.8    Kesimpulan
       Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen MIC
       dilihat dari segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan
       kompetitif dan melihat analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana
       penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha
       secara aspek pola bisnis layak.




Bab VI - Aspek Pola Bisnis                                                          10
Page 93
        BAB VII
ASPEK MODEL MANAJEMEN
Page 94
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


                                 BAB VII
                         ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1    Model Manajemen
       Sistem organisasi dan manajemen yang baik sangat diperlukan untuk
       mendukung terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian
       internal sehingga dapat membentuk perusahaan yang mapan dan untuk
       mencapai tujuannya. Struktur organisasi dan manajemen yang baik sangat erat
       hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu dan terarah.

       Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang
       disesuaikan dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas
       dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai
       dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya merupakan faktor yang
       penting dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan
       memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya atau
       sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan. Oleh
       sebab itu, struktur organisasi perusahaan harus dijadikan pegangan dalam
       menjalankan kegiatan usahanya. Berikut ini adalah struktur organisasi MIC:




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                 1
Page 95
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


7.2    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
       Sesuai dengan informasi dari manajemen MIC, bahwa untuk penambahan
       kegiatan usaha penyewaan gudang dikelola oleh Divisi/Bagian/Unit HR GA.
       Penambahan kegiatan usaha tersebut tidak perlu dilakukan penyesuaian
       terhadap SDM karena tidak memerlukan skill yang kompleks untuk menjalankan
       kegiatan kegiatan usaha tersebut. Karena dapat dioptimalkan dari SDM yang
       sudah ada, kecuali dari sisi tenaga keamanan perlu dilakukan penyesuaian
       dengan menambah personil keamanan dan juga teknisi untuk pemeliharaan
       pergudangan.

       Saat ini MIC memiliki SDM yang berpengalaman sesuai dengan kegiatan usaha
       utamanya, kemampuan Perseroan dalam menyediakan SDM yang mumpuni
       sudah tersedia dan masih selaras dengan penambahan kegiatan usaha.

       Kaitannya dengan manajemen keuangan, pengelolaan biaya, perencanaan
       anggaran, dan analisis keuangan untuk memastikan keberlanjutan usaha telah
       dilakukan dengan baik. Selain itu, kemampuan dalam menjalankan strategi
       pemasaran penyewaan pergudangan dalam meningkatkan profitabilitas usaha
       telah dilakukan saat ini melalui kerjasama dengan agen properti untuk
       memasarkan pergudangan yang ada.


7.3    Manajemen Risiko
       Seperti halnya kegiatan usaha yang dijalankan oleh berbagai perusahaan,
       penambahan kegiatan usaha Perseroan juga tidak terlepas dari berbagai risiko.
       Risiko yang muncul bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal maupun
       internal. Oleh karena itu, perlu adanya upaya dalam mitigasi risiko tersebut.

       MIC telah melakukan identifikasi serta perkiraan kemungkinan munculnya potensi
       risiko beserta dampaknya. Risiko-risiko yang telah diidentifikasi serta mitigasi
       risikonya sebagai berikut:

          1. Gangguan Infrastruktur;
             Kerusakan bangunan, kebocoran atap, atau kerusakan lantai akibat
             beban berat.
          2. Keterlambatan Pembayaran Sewa;
             Cash flow tertekan bila penyewa menunggak.
          3. Bencana Alam;
             Banjir, gempa, atau kebakaran dapat merusak gudang.
          4. Masuknya Pesaing Baru;
             Gudang modern baru atau 3PL menambah pasokan, menurunkan
             okupansi.




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                      2
Page 96
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, mitigasi risiko yang
       dilakukan MIC:
           1. Jadwalkan inspeksi rutin (struktur, atap, lantai) dan pemeliharaan
              preventif.
           2. Persyaratan deposit dan skema penalti keterlambatan yang tercatat
              pada perjanjian sewa.
           3. Asuransi property All Risk (kebakaran, banjir, bencana alam dan lain-lain)
           4. Unique Selling Proposition (fasilitas modern serta harga kompetitif).


7.4    Manajemen Kekayaan Intelektual
       Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997,
       Hak Atas Kekayaaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang
       berhubungan dengan permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang
       atau beberapa orang yang berhubungan dengan perlindungan permasalahan
       reputasi dalam bidang komersial (commercial reputation) dan tindakan/jasa
       dalam bidang komersial (goodwill). Sampai dengan laporan ini diterbitkan tidak
       terdapat informasi terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual yang akan
       didaftarkan oleh Perseroan atas penambahan kegiatan usaha ini.


7.5    Sumber Daya Manusia
       Kapasitas manajemen mencakup kemampuan dalam perencanaan,
       pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian operasional pengelolaan
       penyewaan gudang. Dalam hal ini, manajemen MIC memberikan penugasan
       kepada personal berikut ini:
             •   Nama                   : Muh. Ilham
             •   Jabatan                : Kepala HR GA
             •   Bagian/Unit/Divisi     : HR GA
             •   Tugas Pokok dan Fungsi : Pengawasan, Pengelolaan Gudang.

       Pengelolaan penyewaan gudang berada di bawah bagian HR GA, bagian
       tersebut yang bertanggungjawab terhadap penambahan kegiatan usaha
       penyewaan gudang.

       Pengelolaan Gudang tersebut dilakukan secara 24 jam oleh tim keamanan yg
       telah direkrut secara profesional dan berpengalaman di bidang keamanan
       sebanyak 11 orang.

       Untuk memastikan profesionalitas tim keamanan tersebut, dilakukan secara
       berkala prosedur simulasi pemadaman kebakaran dan juga pengetahuan
       apabila terjadi bencana alam dan juga kondisi yang tidak diinginkan seperti
       gempa dan lainnya.


Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                       3
Page 97
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


7.6    Ketersediaan Tenaga Kerja
       Recruitment akan dilakukan oleh Perseroan sebagai langkah awal untuk
       penyesuaian kegiatan usaha tambahan. Di dalam segmen usaha penyewaan
       gudang, kombinasi antara karyawan MIC yang telah ada dengan tambahan
       tenaga yang disesuaikan dengan kebutuhan akan penambahan kegiatan usaha.

       Komposisi jumlah karyawan pada tabel di bawah, hanya dilihat dari bagian
       yang melakukan pengelolaan penyewaan gudang. Bagian yang
       bertanggungjawab atas aktivitas tersebut adalah bagian HR GA.

       Tabel 7.1. Komposisi Jumlah Karyawan Perseroan Sebelum dan Sesudah Penambahan
                  Kegiatan Usaha
            Tenaga kerja sebelum      Rencana tambahan tenaga         Tenaga kerja setelah
         penambahan kegiatan usaha          kerja (orang)            penambahan kegiatan
                  (orang)                                                usaha (orang)
                     21                           6                           27
       Sumber: Manajemen MIC

       Tenaga kerja di MIC bagian HR GA dipimpin oleh Kepala HR GA yang
       berpengalaman, dan tim HR GA yang ada merupakan karyawan yang terdiri
       dari disiplin ilmu dan dapat bekerjasama dengan baik. Adapun rencana
       penambahan tenaga kerja bagian HR GA sebanyak 6 orang dari sisi tenaga
       keamanan.

       Ketersediaan tenaga kerja akan menentukan tim pelaksana yang terbaik
       dengan kebijaksanaan dalam pengangkatan tenaga kerja dan diutamakan
       yang sudah berpengalaman dalam bidangnya.

       Untuk meningkatkan produktivitas dari karyawan yang akan dilakukan antara
       lain:
       1. Peningkatan keahlian karyawan (man power training);
       2. Sistem manajemen yang baik untuk dapat melaksanakan tugas semaksimal
          mungkin;
       3. Job description yang jelas dari setiap karyawan secara terarah;
       4. Rasa tanggung jawab kepada perusahaan dalam usaha penyempurnaan
          dan penghematan;
       5. Menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dengan cara
          memperhatikan kesejahteraan karyawan, menjamin ketenangan dan
          kepastian serta ketentraman kerja




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                              4
Page 98
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


7.7    Komposisi Karyawan
       Dalam pemenuhan SDM, Perusahaan tetap berlandaskan pada asas
       keragaman tanpa membedakan gender, suku, ras dan agama. Seluruh
       karyawan MIC merupakan tenaga profesional dan ahli di bidangnya. Jumlah
       SDM Perusahaan senantiasa disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan
       rencana pengembangan usaha Perusahaan.

       Di akhir tahun 2024 komposisi dan jumlah karyawan Perusahaan telah sesuai
       dengan strategi dan kebutuhan bisnis Perusahaan berdasarkan arahan
       Pemegang Saham. Per 31 Desember 2024, jumlah karyawan Perusahaan
       tercatat mencapai 909 orang, penurunan sebanyak 73 orang (7,43%)
       dibandingkan jumlah karyawan 31 Desember 2023 yang sebanyak 982
       orang.

       Profil demografi karyawan MIC dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini:

       Tabel 7.2. Komposisi Karyawan Berdasarkan Level Organisasi
        No.    Jabatan                    Per 31 Desember 2024
        1.     Komisaris                               4
        2.     Direksi                                 5
        3.     General Manager                         3
        4.     Manager                                35
        5.     Asisten Manager                        46
        6.     Supervisor                            135
        7.     Staff                                 681
               Jumlah                                909

       Tabel 7.3. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan
        No.    Tingkat Pendidikan         Per 31 Desember 2024
        1.     Strata 2/Strata 3                      17
        2.     Strata 1                              282
        3.     Diploma                                45
        4.     SLTA                                  547
        5.     SD/SLTP                                18
               Jumlah                                909




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                                    5
Page 99
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Multi Indocitra Tbk


       Tabel 7.4. Komposisi Karyawan Berdasarkan Status Kepegawaian
        No.    Status Karyawan             Per 31 Desember 2024
        1.     Karyawan Tetap                          396
        2.     Pekerja Kontrak                         513
        3.     Management Trainee (MT)                    -
               Jumlah                                  909

       Tabel 7.5. Komposisi Karyawan Berdasarkan Usia
        No.    Umur                        Per 31 Desember 2024
        1.     >55                                      25
        2.     46-55                                   107
        3.     35-45                                   295
        4.     26-35                                   360
        5.     18-25                                   122
               Jumlah                                  909


7.8    Kesimpulan
       Dengan pertimbangan aspek model majamen yang akan diterapkan baik dari
       penggunaan tenaga kerja yang ada dikombinasikan dengan recruitment
       tenaga kerja yang sesuai dengan bidangnya serta rencana manajemen
       meningkatkan produktivitas tenaga kerja sehingga dapat optimal dalam
       menjalankan penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan
       kegiatan usaha secara aspek model manajemen layak.




Bab VII – Aspek Model Manajemen                                            6
Page 100
    BAB VIII
ASPEK KEUANGAN
Page 101
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


                                       BAB VIII
                                   ASPEK KEUANGAN

8.1. Rencana Perseroan
       Perseroan adalah perusahaan yang bergerak dibidang usaha perdagangan
       umum atas barang-barang konsumsi perlengkapan bayi dan produk perawatan
       kesehatan serta kosmetik. Saat ini Perseroan berencana untuk melakukan
       penambahan kegiatan usahanya di bidang penyewaan gudang dengan
       memanfaatkan aset gudang yang selama ini kurang optimal atas
       penggunannya.

       Mengenai penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan Perseroan dengan
       melakukan penambahan di bidang penyewaan gedung, maka diharapkan
       produktifitas dan profitabilitas dapat meningkat. Untuk menjalankan rencana
       usahanya Perseroan memerlukan kajian kelayakan atas penambahan kegiatan
       usaha tersebut.


8.2. Rencana Biaya Investasi
       Berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan secara garis besar
       rencana Anggara Biaya Penambahan Kegiatan Usaha yang dibutuhkan oleh
       Perseroan dapat disajikan sebagai berikut:

       Tabel 8.1 Biaya Investasi
        No.               Uraian                  Harga Satuan (Rp)        Total (Rp)

            1   Bangunan                                 2.000.000.000        2.000.000.000
            2   Mesin                                    8.000.000.000        8.000.000.000
                      Total Biaya Investasi                                10.000.000.000

       Kebutuhan modal investasi tersebut akan menggunakan dana sendiri yang
       diambil dari kas Perseroan dengan rincian sebagai berikut:
       Tabel 8.2 Sumber Pembiayaan
                                                               Pinjaman
        No.        Pembiayaan                 Modal Sendiri                  Total
                                                              Perbankan
        1       Investasi
        2       Komposisi                            100%             0%   10.000.000.000
                Total Pembiayaan                                           10.000.000.000

       Rencana biaya penambahan kegiatan usaha meliputi biaya pemeliharaan dan
       pembelian mesin dan peralatan.


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                 1
Page 102
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


8.3. Asumsi - Asumsi Proyeksi Keuangan
       Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum
       dan setelah penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis
       Perseroan. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini akan
       mengakibatkan perubahan terhadap keuangan Perseroan. Jangka waktu
       proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2029 atau masa waktu proyeksi
       eksplisit selama 5 tahun dengan pertimbangan bahwa manajemen Perseroan
       telah menyusun rencana bisnis selama 5 tahun kedepan dengan asumsi bahwa
       tahun tersebut Perseroan dalam kondisi stable growth sehingga untuk
       mencerminkan going concern bisnis Perseroan diterapkan terminal value dengan
       menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon model. Kami melakukan
       koreksi ataupun penyesuaian terhadap proyeksi keuangan yang diberikan oleh
       pemberi tugas yaitu pada proyeksi beban pajak yang menyesuaikan besaran
       PPh Badan yang diatur dalam Peraturan DJP, selain itu Penilai melakukan
       penyesuaian terhadap posisi keuangan seperti piutang usaha, aset tetap dan
       utang usaha. Penilai meyakini bahwa proyeksi keuangan tersebut sudah sesuai
       dengan rencana bisnis Perseroan.

       Berikut adalah rincian proyeksi beban pajak tanpa penambahan kegiatan
       usaha dan dengan penambahan kegiatan usaha yang sudah dilakukan
       penyesuaian mengacu kepada PPh Badan sesuai Peraturan DJP yaitu sebesar
       22%.

       Tabel 8.3 Proyeksi Beban Pajak Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                 (Dalam Jutaan Rupiah)
                                      2025        2026        2027        2028       2029
                Keterangan
                                   Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi
        Tarif Pajak PPh Badan         22%         22%         22%         22%         22%
        Tarif                         11%         11%         11%         11%         11%
        Penjualan                 1.173.468   1.232.142   1.293.749   1.358.436   1.426.358
        PTKP                              -           -           -           -              -
        PKP                       1.173.468   1.232.142   1.293.749   1.358.436   1.426.358
        Laba sebelum pajak          57.142      65.500      71.515      76.688      82.644
        Perhitungan Pajak                 -           -           -           -              -
        Beban Pajak                 12.571      14.410      15.733      16.871      18.182
        Beban Pajak Penghasilan     12.571      14.410      15.733      16.871      18.182




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                2
Page 103
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Tabel 8.4 Proyeksi Beban Pajak Perseroan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
                 (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                2025              2026               2027              2028            2029
                  Keterangan
                                           Proyeksi            Proyeksi           Proyeksi          Proyeksi        Proyeksi
        Tarif Pajak PPh Badan                    22%              22%                22%               22%               22%
        Tarif                                    11%              11%                11%               11%               11%
        Penjualan                        1.173.468         1.232.142             1.293.749         1.358.436        1.426.358
        PTKP                                        -                 -                  -                 -                   -
        PKP                              1.173.468         1.232.142             1.293.749         1.358.436        1.426.358
        Laba sebelum pajak                     64.791           72.905             79.452            84.762           91.854
        Perhitungan Pajak                           -                 -                  -                 -                   -
        Beban Pajak                            14.254           16.039             17.479            18.648           20.208
        Beban Pajak Penghasilan                14.254           16.039             17.479            18.648           20.208


       Selanjutnya penilai melakukan penyesuaian terhadap proyeksi piutang usaha
       dan utang usaha tanpa penambahan kegiatan usaha dan dengan penambahan
       kegiatan usaha mengacu kepada rata-rata hari perputaran piutang historis,
       inventory dan rata-rata hari utang usaha historis dengan rincian sebagai berikut:

       Tabel 8.5 Proyeksi Piutang Usaha, Utang Usaha dan Persediaan Tanpa Penambahan
                 Kegiatan Usaha
                                                        2025              2026           2027             2028           2029
                       Keterangan
                                                   Proyeksi        Proyeksi           Proyeksi         Proyeksi       Proyeksi
        1. AR Turnover
        Trade receivables           Rp(Juta)       248.573         257.518            265.904          278.846         298.345
        Average AR                  Rp(Juta)       243.981         253.045            261.711          272.375         288.595
        Sales                       Rp(Juta)     1.173.468        1.232.142         1.293.749        1.358.436       1.426.358
        No of days in a year           days             365               365                365           365             365
        AR turnover                       x              4,8               4,9               4,9            5,0                4,9
        AR days                        days              77                76                75                75              76
        % to Sales                       %         21,18%           20,90%            20,55%           20,53%          20,92%
        2. Other AR Turnover
        Other trade
                                    Rp(Juta)        26.072           26.690            26.963           27.679          30.065
        receivables
        Average other AR            Rp(Juta)        24.377           26.381            26.826           27.321          28.872
        Sales                       Rp(Juta)     1.173.468        1.232.142         1.293.749        1.358.436       1.426.358
        No of days in a year           days             365               365                365           365             365
        Other AR turnover                 x             48,1              46,7           48,2             49,7             49,4
        Other AR days                  days               8                 8                 8                7                   8
        % to Sales                       %          2,22%            2,17%             2,08%            2,04%            2,11%
        3. Inventory
        Inventory                   Rp(Juta)       418.956         427.802            448.762          467.143         497.431




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                                  3
Page 104
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


                                                  2025        2026        2027        2028       2029
                      Keterangan
                                               Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi
        Average Inventory          Rp(Juta)    404.335     423.379     438.282     457.952     482.287
        COGS                       Rp(Juta)    600.816     630.856     662.399     695.519     730.295

        No of days in a year          days
                                                   365         365         365         365         365
        Inventory turnover               x
                                                    1,5         1,5         1,5         1,5         1,5
        Inventory days                days
                                                   255         248         247         245         249
        % to COGS                       %       69,73%      67,81%      67,75%      67,16%      68,11%
        4. AP Turnover
        Trade payables             Rp(Juta)    113.977     126.167     134.334     135.149     146.067
        Average AP                 Rp(Juta)    117.993     120.072     130.250     134.742     140.608
        COGS                       Rp(Juta)    600.816     630.856     662.399     695.519     730.295
        No of days in a year          days         365         365         365         365         365
        AP turnover                      x          5,1         5,3         5,1         5,2         5,2
        AP days                       days       69,24       73,00       74,02       70,92       73,00
        % to COGS                       %       18,97%      20,00%      20,28%      19,43%      20,00%
        5. Other AP Turnover
        Other trade
                                   Rp(Juta)     12.729      12.575      11.555      10.821      11.843
        payables
        Average other AP           Rp(Juta)      8.356      12.652      12.065      11.188      11.332
        COGS                       Rp(Juta)    600.816     630.856     662.399     695.519     730.295
        No of days in a year          days         365         365         365         365         365
        Other AP turnover                x         71,9        49,9        54,9        62,2        64,4
        Other AP days                 days         7,73        7,28        6,37        5,68        5,92
        % to COGS                       %        2,12%       1,99%       1,74%       1,56%       1,62%



       Tabel 8.6 Proyeksi Piutang Usaha, Utang Usaha dan Persediaan Setelah Penambahan
                 Kegiatan Usaha
                                                  2025        2026        2027        2028       2029
                      Keterangan
                                               Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi
        1. AR Turnover
        Trade receivables          Rp(Juta)    248.573     257.518     265.904     278.846     298.345
        Average AR                 Rp(Juta)    243.981     253.045     261.711     272.375     288.595
        Sales                      Rp(Juta)   1.173.468   1.232.142   1.293.749   1.358.436   1.426.358
        No of days in a year          days         365         365         365         365         365
        AR turnover                      x          4,8         4,9         4,9         5,0         4,9
        AR days                       days          77          76          75          75          76
        % to Sales                      %       21,18%      20,90%      20,55%      20,53%      20,92%




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                          4
Page 105
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


                                                   2025        2026        2027        2028       2029
                       Keterangan
                                                Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi
        2. Other AR Turnover
        Other trade
                                    Rp(Juta)    (10.685)    (10.862)    (10.940)    (11.231)    (12.167)
        receivables
        Average other AR            Rp(Juta)      5.999     (10.773)    (10.901)    (11.086)    (11.699)
        Sales                       Rp(Juta)   (480.904)   (501.423)   (524.940)   (551.198)   (577.251)
        No of days in a year           days         365         365         365         365         365
                                                      -
        Other AR turnover                 x                    46,5        48,2        49,7         49,3
                                                   80,2
        Other AR days                  days           8           8           8           7               8
        % to Sales                       %        2,22%       2,17%       2,08%       2,04%       2,11%
        3. Inventory
        Inventory                   Rp(Juta)    418.956     427.802     448.762     467.143     497.431
        Average Inventory           Rp(Juta)    404.335     423.379     438.282     457.952     482.287
        COGS                        Rp(Juta)    600.816     630.856     662.399     695.519     730.295
        No of days in a year           days         365         365         365         365         365
        Inventory turnover                x          1,5         1,5         1,5         1,5         1,5
        Inventory days                 days         255         248         247         245         249
        % to COGS                        %      69,73%      67,81%      67,75%      67,16%      68,11%
        4. AP Turnover
        Trade payables              Rp(Juta)    113.977     126.167     134.334     135.149     146.067
        Average AP                  Rp(Juta)    117.993     120.072     130.250     134.742     140.608
        COGS                        Rp(Juta)    600.816     630.856     662.399     695.519     730.295
        No of days in a year           days         365         365         365         365         365
        AP turnover                       x          5,1         5,3         5,1         5,2         5,2
        AP days                        days       69,24       73,00       74,02       70,92       73,00
        % to COGS                        %      18,97%      20,00%      20,28%      19,43%      20,00%
        5. Other AP Turnover
        Other trade
                                    Rp(Juta)     12.729      12.575      11.555      10.821      11.843
        payables
        Average other AP            Rp(Juta)      8.356      12.652      12.065      11.188      11.332
        COGS                        Rp(Juta)    600.816     630.856     662.399     695.519     730.295
        No of days in a year           days         365         365         365         365         365
        Other AP turnover                 x        71,9        49,9        54,9        62,2         64,4
        Other AP days                  days        7,73        7,28        6,37        5,68         5,92
        % to COGS                        %        2,12%       1,99%       1,74%       1,56%       1,62%




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                           5
Page 106
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
       Proyeksi keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha merupakan proyeksi
       dari rencana bisnis eksisting Perseroan yang bersumber dari pendapatan dari
       perdagangan umum atas barang-barang konsumsi perlengkapan bayi dan
       produk perawatan kesehatan serta kosmetik.


8.4.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

       Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan adalah sebagai berikut:

        •     Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada tahun
              2029.
        •     Proyeksi posisi keuangan tersebut telah dilakukan penyesuaian dan
              normalisasi.
        •     Proyeksi posisi keuangan Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha
              hanya mencakup bidang perdagangan umum atas barang-barang
              konsumsi perlengkapan bayi dan produk perawatan kesehatan serta
              kosmetik.

       Tabel 8.7 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                        2025              2026        2027        2028       2029
              Keterangan
                                     Proyeksi          Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi
       Aset Lancar                   747.259           791.344     851.522     917.602     988.801
       Aset Tidak Lancar             672.257           669.693     667.440     664.372     660.973
       Total Aset                   1.419.517         1.461.037   1.518.963   1.581.974   1.649.775
       Liabilitas Jangka Pendek      428.723           422.962     428.196     434.636     441.398
       Liabilitas Jangka Panjang      30.369            34.525      39.581      44.636      49.692
       Total Liabilitas              459.092           457.487     467.777     479.273     491.090
       Total Ekuitas                 960.425          1.003.550   1.051.186   1.102.701   1.158.684
       Sumber: Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                            6
Page 107
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Perkembangan Posisi Keuangan Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :

       Grafik 8.1. Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                            Proyeksi Posisi Keuangan
                                                              PT Multi Indocitra Tbk
                                                        Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                  1.800.000
                                  1.600.000
         Dalam Jutaan Rupiah




                                  1.400.000
                                  1.200.000
                                  1.000.000
                                    800.000
                                    600.000
                                    400.000
                                    200.000
                                          0
                                                    2025        2026        2027           2028       2029
                               Total Aset         1.419.517   1.461.037   1.518.963   1.581.974     1.649.775
                               Total Liabilitas   459.092      457.487     467.777        479.273   491.090
                               Total Ekuitas      960.425     1.003.550   1.051.186   1.102.701     1.158.684



       • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
         Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan
         setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
         Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 3,83% per tahun. Kenaikan tersebut
         sebagian besar berasal dari kas dan setara kas, piutang usaha serta
         persediaan.
       • Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
         dengan tahun 2029 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
         pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
         sebesar 1,70% per tahun. Penurunan tersebut sebagian besar berasal dari
         utang bank, utang usaha, Bagian utang jangka panjang yang jatuh temo
         dalam waktu satu tahun dan lain-lain.
       • Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
         dengan tahun 2029 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
         laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
         sebesar 4,80% per tahun. Kenaikan tersebut berasal dari peningkatan saldo
         laba.




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                       7
Page 108
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


8.4.2. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

       Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:

       1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
          Perseroan untuk periode 2025-2029.
       2. Pendapatan Perseroan berasal dari perdagangan umum atas barang-
          barang konsumsi perlengkapan bayi dan produk perawatan kesehatan
          serta kosmetik.
       3. Biaya operasional terdiri dari beban umum administrasi.
       4. Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata CAGR menurun sebesar 5,00%
          per tahun.
       5. Beban pokok penjualan (COGS) terhadap pendapatan rata-rata sebesar
          51,20% selama masa proyeksi.
       6. Gross margin rata-rata sebesar 48,80% per tahun selama masa proyeksi.
       7. Net profit margin rata-rata sebesar 4,24% per tahun selama masa proyeksi
          2025-2029.
       8. Pertumbuhan laba bersih meningkat rata-rata sebesar 9,70% per tahun
          selama masa proyeksi.

       Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan tanpa penambahan kegiatan
       usaha:

       Tabel 8.8 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                           2025           2026        2027        2028       2029
                Keterangan
                                        Proyeksi       Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi
       Penjualan                       1.173.468      1.232.142   1.293.749   1.358.436   1.426.358
       Beban Pokok Penjualan           (600.816)      (630.856)   (662.399)   (695.519)   (730.295)
       Laba Kotor                       572.652        601.285     631.349     662.917     696.063
       Beban Umum dan Administrasi     (488.553)      (508.828)   (532.878)   (559.272)   (586.461)
       Laba Sebelum Pajak                57.142         65.500      71.515      76.688      82.644
       Beban Pajak                      (12.571)       (14.410)    (15.733)    (16.871)    (18.182)
       Laba Bersih                       44.571         51.090      55.781      59.816      64.462
       Sumber: Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                       8
Page 109
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Perkembangan laba rugi Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut :

       Grafik 8.2. Proyeksi Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                                           Proyeksi Laba Rugi
                                                         PT Multi Indocitra Tbk
                                 1.600.000
                                                   Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                                 1.400.000
          Dalam Juataan Rupiah




                                 1.200.000
                                 1.000.000
                                  800.000
                                  600.000
                                  400.000
                                  200.000
                                        0
                                                2025                 2026          2027                 2028               2029
                             Pendapatan       1.173.468        1.232.142         1.293.749        1.358.436           1.426.358
                             Laba Kotor       572.652           601.285           631.349          662.917                696.063
                             Laba Bersih       44.571            51.090           55.781            59.816                64.462




8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

       Perkembangan arus kas Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha selama
       masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut :

       Tabel 8.9 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                             2025              2026             2027              2028               2029
                                 Keterangan
                                                          Proyeksi          Proyeksi         Proyeksi          Proyeksi           Proyeksi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                     49.891          62.457                                   70.616            47.795              51.301
       Operasi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                           -               -                                        -                 -                      -
       Investasi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                   (18.501)         (15.873)                                  (6.899)           (6.000)             (6.000)
       Pendanaan
       Kas dan Setara Kas
                                     80.625         112.015                                  158.599           222.316             264.111
       Awal Tahun
       Kas dan Setara Kas
                                   112.015          158.599                                  222.316           264.111             309.412
       Akhir Tahun
       Sumber: Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

       • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan pada
         tahun 2029 sebesar Rp51,30 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
         penerimaan kas dari pelanggan dan penerimaan bunga. Sementara dari arus
         kas keluar digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, pembayaran
         gaji dan upah, pembayaran beban usaha dan pembayaran pajak
         penghasilan.
       • Tidak terdapat kas bersih yang diperoleh dari selama masa proyeksi.

Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                                               9
Page 110
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       • Jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun
         2029 sebesar Rp6,00 miliar untuk pembayaran dividen.
       • Jumlah kas dan setara kas Perseroan pada akhir 2029 tercatat sebesar
         Rp309,41 miliar, lebih tinggi 17,15% dibandingkan posisi tahun 2028 yang
         tercatat sebesar Rp264,11 miliar.

8.5. Proyeksi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
       Proyeksi keuangan setelah penambahan kegiatan usaha merupakan proyeksi
       dari rencana bisnis eksisting Perseroan ditambah dengan rencana bisnis baru
       yaitu Penyewaan Gudang. Pendapatan Perseroan bersumber dari pendapatan
       jasa seperti perdagangan umum atas barang-barang konsumsi perlengkapan
       bayi dan produk perawatan kesehatan serta kosmetik dan penyewaan gudang.


8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha

       Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan Perseroan setelah penambahan
       kegiatan usaha adalah sebagai berikut:

       • Proyeksi posisi keuangan disusun oleh Perseroan yang berakhir pada tahun
         2029.
       • Proyeksi posisi keuangan tersebut telah dilakukan penyesuaian dan
         normalisasi.
       • Proyeksi posisi keuangan Perseroan dengan penambahan kegiatan usaha
         sudah mencakup bidang usaha penyewaan gudang.

       Tabel 8.10 Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                         2025             2026        2027        2028       2029
               Keterangan
                                      Proyeksi         Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi
       Aset Lancar                    763.039          807.051     877.091     936.893    1.032.942
       Aset Tidak Lancar              677.257          679.693     677.440     674.372     670.973
       Total Aset                   1.440.296         1.486.744   1.554.531   1.611.265   1.703.915

       Liabilitas Jangka Pendek       433.818          428.219     436.324     438.000     448.798
       Liabilitas Jangka Panjang       40.316           43.684      49.777      47.265      66.227
       Total Liabilitas               474.134          471.903     486.101     485.264     515.024
       Total Ekuitas                  966.162         1.014.840   1.068.429   1.126.001   1.188.891
       Sumber: Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                       10
Page 111
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Perkembangan posisi keuangan Perseroan setelah penambahan kegiatan usaha
       dapat dilihat pada grafik berikut:

       Grafik 8.3.                      Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha

                                                     Proyeksi Posisi Keuangan
                                                      PT Multi Indocitra Tbk
                                                Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
           Dalan Juataan Rupiah




                                  1.800.000
                                  1.600.000
                                  1.400.000
                                  1.200.000
                                  1.000.000
                                    800.000
                                    600.000
                                    400.000
                                    200.000
                                          0
                                               Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi
                                                2025         2026         2027         2028         2029
                       Total Aset             1.440.296    1.486.744    1.554.531    1.611.265    1.703.915
                       Total Liabilitas        474.134      471.903      486.101      485.264      515.024
                       Total Ekuitas           966.162     1.014.840    1.068.429    1.126.001    1.188.891



       • Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan di atas, diperkirakan total aset
         Perseroan tahun 2025 sampai dengan tahun 2029 mengalami peningkatan
         setiap tahunnya dengan laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound
         Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 4,29% per tahun. Kenaikan tersebut
         sebagian besar berasal dari kas dan setara kas, piutang usaha dan
         persediaan. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha total aset
         Perseroan lebih tinggi sebesar 3,28% dari proyeksi total aset tanpa
         penambahan kegiatan usaha.
       • Total liabilitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
         dengan tahun 2029 mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan laju
         pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
         sebesar 2,09% per tahun. Kenaikan tersebut sebagian besar berasal dari
         utang usaha, pendapatan diterima dimuka dan liabilitas imbalan pasca kerja.
         Dengan adanya penambahan kegiatan usaha total liabilitas Perseroan lebih
         tinggi sebesar 4,87% dari proyeksi total liabilitas tanpa penambahan
         kegiatan usaha.
       • Total ekuitas Perseroan selama masa proyeksi yaitu tahun 2025 sampai
         dengan tahun 2029 juga mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan
         laju pertumbuhan majemuk tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR)
         sebesar 5,32% per tahun. Kenaikan tersebut berasal dari peningkatan saldo
         laba. Dengan adanya penambahan kegiatan usaha total ekuitas lebih tinggi
         sebesar 2,61% dari proyeksi total ekuitas tanpa penambahan kegiatan
         usaha.



Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                     11
Page 112
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


8.5.2. Proyeksi Laba Rugi dengan Penambahan Kegiatan Usaha

       Asumsi-asumsi yang digunakan antara lain:

       1. Proyeksi yang digunakan berdasarkan business plan yang disusun oleh
          Perseroan untuk periode 2025-2029.
       2. Pendapatan Perseroan berasal dari perdagangan umum atas barang-
          barang konsumsi perlengkapan bayi dan produk perawatan kesehatan
          serta kosmetik dan penyewaan gedung.
       3. Biaya operasional terdiri dari beban umum administrasi.
       4. Tingkat pertumbuhan penjualan rata-rata CAGR menurun sebesar 5,00%
          per tahun.
       5. Beban pokok penjualan (COGS) terhadap pendapatan rata-rata sebesar
          51,20% selama masa proyeksi.
       6. Gross margin rata-rata sebesar 48,80% per tahun selama masa proyeksi.
       7. Net profit margin rata-rata sebesar 4,72% per tahun selama masa proyeksi
          2025-2029.
       8. Pertumbuhan laba bersih meningkat rata-rata sebesar 9,14% per tahun
          selama masa proyeksi.

       Berikut ini disajikan proyeksi laba rugi Perseroan dengan penambahan kegiatan
       usaha:

       Tabel 8.11 Proyeksi Laba Rugi Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                           2025           2026        2027        2028       2029
                Keterangan
                                        Proyeksi       Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi
       Penjualan                       1.173.468      1.232.142   1.293.749   1.358.436   1.426.358
       Beban Pokok Penjualan           (600.816)      (630.856)   (662.399)   (695.519)   (730.295)
       Laba Kotor                       572.652        601.285     631.349     662.917     696.063
       Beban Umum dan Administrasi     (488.878)      (509.478)   (533.528)   (559.922)   (587.111)
       Pendapatan Sewa                     7.974         8.055       8.587       8.724       9.860
       Laba Sebelum Pajak                64.791         72.905      79.452      84.762      91.854
       Beban Pajak                      (14.254)       (16.039)    (17.479)    (18.648)    (20.208)
       Laba Bersih                       50.537         56.866      61.972      66.114      71.646
       Sumber: Laporan Manajemen Perseroan (diolah)




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                      12
Page 113
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Perkembangan laba rugi Perseroan dapat dilihat pada grafik berikut:

       Grafik 8.4.                      Proyeksi Laba Rugi Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha

                                                          Proyeksi Laba Rugi
                                                        PT Multi Indocitra Tbk
                                                  dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                                1.600.000
                                1.400.000
          Dalam Jutaan Rupiah




                                1.200.000
                                1.000.000
                                  800.000
                                  600.000
                                  400.000
                                  200.000
                                        0
                                              Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi     Proyeksi
                                                2025        2026         2027         2028         2029
                                Penjualan     1.173.468   1.232.142    1.293.749    1.358.436    1.426.358
                                Laba Kotor    572.652     601.285       631.349      662.917      696.063
                                Laba Bersih    50.537      56.866       61.972       66.114       71.646



        • Proyeksi dilakukan selama 5 tahun yaitu sejak 2025 sampai dengan tahun
          2029 nilainya sama dengan pendapatan pada proyeksi tanpa
          penambahan usaha.
        • Laba kotor juga sama dengan laba kotor tanpa penambahan kegiatan
          usaha.
        • Proyeksi jumlah laba bersih Perseroan setelah Rencana Penambahan
          Kegiatan Usaha masing-masing adalah sebesar Rp64,46 miliar pada tahun
          2025 menjadi Rp71,65 miliar pada tahun 2029 atau naik sebesar 11,14%.
          Terdapat perubahan pada laba bersih Perseroan yang mengalami
          kenaikan setelah Penambahan Kegiatan Usaha karena terdapat
          pendapatan sewa.


8.5.3. Proyeksi Arus Kas dengan Penambahan Kegiatan Usaha

       Perkembangan arus kas Perseroan dengan penambahan kegiatan usaha selama
       masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                    13
Page 114
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Tabel 8.12 Proyeksi Arus Kas Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                        2025             2026       2027       2028       2029
             Keterangan
                                     Proyeksi         Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                      68.042           67.384     80.478     41.518      76.151
       Operasi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                            -                -          -          -              -
       Investasi
       Arus Kas Dari Aktivitas
                                     (15.873)         (15.873)    (6.899)    (6.000)     (6.000)
       Pendanaan
       Kas dan Setara Kas
                                      80.625          132.794    184.306    257.884     293.402
       Awal Tahun
       Kas dan Setara Kas
                                     132.794          184.306    257.884    293.402     363.553
       Akhir Tahun
       Sumber: Laporan Manajemen Perseroan (diolah)

       • Jumlah kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi diproyeksikan pada
         tahun 2029 sebesar Rp76,15 miliar. Arus kas masuk diperoleh dari
         penerimaan kas dari pelanggan, penerimaan sewa gudang dan penerimaan
         bunga. Sementara dari arus kas keluar digunakan untuk pembayaran kas
         kepada pemasok, pembayaran gaji dan upah, pembayaran beban usaha
         dan pembayaran pajak penghasilan.
       • Tidak terdapat kas bersih yang diperoleh dari selama masa proyeksi.
       • Jumlah kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan pada tahun
         2029 sebesar Rp6,00 miliar untuk pembayaran dividen.
       • Jumlah kas dan setara kas Perseroan pada akhir 2029 tercatat sebesar
         Rp363,55 miliar, lebih tinggi 23,9% dibandingkan posisi tahun 2028 yang
         tercatat sebesar Rp293,40 miliar.


8.6. Analisis Rasio Keuangan
       Analisis rasio keuangan atau financial ratio merupakan suatu alat analisis yang
       digunakan oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data
       perbandingan masing-masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti
       laporan posisi keuangan, laba rugi, dan arus kas dalam periode tertentu.


8.6.1. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

       Rasio keuangan Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha selama masa
       proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                   14
Page 115
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Tabel 8.13 Rasio Keuangan Perseroan
                                  RASIO KEUANGAN TANPA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
       Rasio Likuiditas                             2025F     2026F     2027F      2028F      2029F
       Rasio Lancar                                     1,74      1,87      1,99       2,11       2,24
       Rasio Cepat                                      0,81      0,94      1,09       1,18       1,28
       Rasio Kas                                        0,19      0,28      0,41       0,48       0,56
       Rasio Aktivitas                              2025F     2026F     2027F      2028F      2029F
       Rasio Perputaran Piutang Usaha                     73        73        73         73         73
       Rasio Perputaran Persediaan                       243       228       213        213        213
       Rasio Perputaran Utang Usaha                       71        71        71         71         71
       Rasio Leverage                               2025F     2026F     2027F      2028F      2029F
       Rasio Liabilitas terhadap Aset                 32,34%    31,31%    30,80%     30,30%     29,77%
       Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas              47,80%    45,59%    44,50%     43,46%     42,38%
       Rasio Profitabilitas                         2025F     2026F     2027F      2028F      2029F
       Margin Laba Bruto                              48,80%    48,80%    48,80%     48,80%     48,80%
       Margin Laba (Rugi) Usaha                        7,17%     7,50%     7,61%      7,63%      7,68%
       Margin Laba (Rugi) Bersih                       3,80%     4,15%     4,31%      4,40%      4,52%
       Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset         3,14%     3,50%     3,67%      3,78%      3,91%
       Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas      4,64%     5,09%     5,31%      5,42%      5,56%


       Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan tanpa adanya
       penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:

       Rasio Likuiditas
       Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset
       lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan
       perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Terdapat dua
       indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio lancar (current
       ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar Perseroan selama
       masa proyeksi adalah 2,24 x. Sedangkan, rata-rata rasio cepat Perseroan
       adalah 1,28 x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk menutupi
       kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.

       Rasio Aktivitas
       Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan dalam
       memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio aktivitas
       ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi pada
       berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio aktivitas. Rata-
       rata jumlah hari perputaran piutang selama masa proyeksi adalah 73 hari dan
       jumlah hari perputaran utang usaha selama masa proyeksi adalah 71 hari.

       Rasio Solvabilitas
       Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
       seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator, yaitu
       melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan melalui
       perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas. Rata-rata Debt
       to Equity Ratio (DER) tanpa penambahan kegiatan usaha Perseroan selama masa
       proyeksi adalah 42,38%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio selama masa
       proyeksi adalah 29,77%. Liabilitas Perseroan cukup kecil jika dibandingkan
       dengan total ekuitas sehingga hal menunjukkan secara proporsional masih
       seimbang.


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                         15
Page 116
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Rasio Profitabilitas
       Return on Asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
       laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama masa proyeksi
       adalah 3,91%. Sementara Return on Equity (ROE) menunjukkan kemampuan
       perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
       Rata-rata ROE selama masa proyeksi 5,56%. Selanjutnya adalah NPM (Net
       Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih
       terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM Perseroan selama masa proyeksi
       adalah 4,52%.


8.6.2. Proyeksi Rasio Keuangan dengan Penambahan Kegiatan Usaha

       Rasio keuangan Perseroan dengan adanya penambahan kegiatan usaha
       selama masa proyeksi dapat dilihat pada tabel berikut:

       Tabel 8.14 Rasio Keuangan Perseroan
                                  PROYEKSI RASIO KEUANGAN SETELAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
       Rasio Likuiditas                               2025F       2026F       2027F       2028F       2029F
       Rasio Lancar                                        1,76        1,88        2,01        2,14        2,30
       Rasio Cepat                                         0,84        0,96        1,12        1,21        1,35
       Rasio Kas                                           0,22        0,31        0,46        0,52        0,65
       Rasio Aktivitas                                2025F       2026F       2027F       2028F       2029F
       Rasio Perputaran Piutang Usaha                        73          73          73          73          73
       Rasio Perputaran Persediaan                          243         228         213         213         213
       Rasio Perputaran Utang Usaha                          71          71          71          71          71
       Rasio Leverage                                 2025F       2026F       2027F       2028F       2029F
       Rasio Liabilitas terhadap Aset                    32,92%      31,74%      31,27%      30,12%      30,23%
       Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                 49,07%      46,50%      45,50%      43,10%      43,32%
       Rasio Profitabilitas                           2025F       2026F       2027F       2028F       2029F
       Margin Laba Bruto                                 48,80%      48,80%      48,80%      48,80%      48,80%
       Margin Laba (Rugi) Usaha                           7,82%       8,10%       8,22%       8,22%       8,33%
       Margin Laba (Rugi) Bersih                          4,31%       4,62%       4,79%       4,87%       5,02%
       Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset            3,51%       3,82%       3,99%       4,10%       4,20%
       Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas         5,23%       5,60%       5,80%       5,87%       6,03%



       Berdasarkan rasio keuangan diatas, kondisi Perseroan dengan adanya
       penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi adalah sebagai berikut:

       Rasio Likuiditas
       Tingkat likuiditas perusahaan dihitung berdasarkan perbandingan antara aset
       lancar dibandingkan dengan liabilitas lancar yang mencerminkan kemampuan
       perusahaan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Terdapat dua
       indikator utama dalam mengukur tingkat likuiditas, yaitu rasio lancar (current
       ratio) dan rasio cepat (quick ratio). Rata-rata rasio lancar Perseroan selama
       masa proyeksi adalah 2,30 x. Sedangkan rata-rata rasio cepat Perseroan
       adalah 1,35 x. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu untuk menutupi
       kewajiban jangka pendeknya selama masa proyeksi.




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                  16
Page 117
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Rasio Aktivitas
       Rasio aktivitas adalah rasio yang mengukur seberapa efektif perusahaan
       dalam memanfaatkan semua sumber daya yang ada padanya. Semua rasio
       aktivitas ini melibatkan perbandingan antara tingkat penjualan dan investasi
       pada berbagai jenis aktiva. Terdapat indikator dalam mengukur rasio aktivitas.
       Rata-rata jumlah hari perputaran piutang selama masa proyeksi adalah 73 hari
       dan jumlah hari perputaran utang usaha selama masa proyeksi adalah 71 hari.

       Rasio Solvabilitas
       Tingkat solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi
       seluruh liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua indikator yaitu
       melalui perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah aset dan melalui
       perbandingan antara jumlah liabilitas terhadap jumlah ekuitas. Rata-rata Debt
       to Equity Ratio (DER) dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan selama
       masa proyeksi adalah 43,32%. Sedangkan rata-rata Debt to Asset Ratio (DAR)
       selama masa proyeksi adalah 20,23%. Liabilitas Perseroan kecil jika
       dibandingkan dengan total ekuitas sehingga hal menunjukkan secara
       proporsional seimbang.

       Rasio Profitabilitas
       Return on Asset (ROA) menunjukkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
       laba bersih dari aset yang dimilikinya. Rata-rata ROA selama masa proyeksi
       adalah 4,20%. Sementara Return on Equity (ROE) menunjukkan kemampuan
       perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
       Rata-rata ROE selama masa proyeksi yaitu 6,03%. Selanjutnya adalah NPM
       (Net Profit Margin) adalah kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
       bersih terhadap penjualan. Adapun rata-rata NPM Perseroan selama masa
       proyeksi adalah 5,02%.


8.7. Analisis Modal Kerja
       Kebutuhan modal kerja tanpa penambahan kegiatan usaha Perseroan untuk
       tahun 2025 sampai dengan 2029 yang dihitung dari piutang usaha, persediaan
       dan utang usaha, selanjutnya proyeksi kebutuhan modal kerja adalah sebagai
       berikut:

       Tabel 8.15 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                  (Dalam Jutaan Rupiah)
           Net Working
                               2025F      2026F        2027F         2028F      2029F
         Capital Projection
        Current Assets
        Piutang Usaha           235.183    246.942      259.289       272.253    285.866
        Piutang Lain – Lain      22.682     22.682       22.682        22.682     22.682
        Persediaan              400.544    394.285      386.400       405.720    426.006
        Total Current Assets    658.409    663.909      668.371       700.655    734.554
        Current Liabilities



Bab VIII - Aspek Keuangan                                                               17
Page 118
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


           Net Working
                               2025F       2026F         2027F       2028F       2029F
         Capital Projection
        Utang Usaha             116.825     122.667       128.800     135.240     142.002
        Utang Lain-lain           3.983       3.983         3.983       3.983       3.983
        Total        Current
                                120.808     126.649       132.782     139.222     145.984
        Liabilities
        Net Working Capital     537.601     537.260       535.588     561.433     588.569
        Net         Change
                                (11.809)           341      1.672     (25.844)    (27.137)
        Working Capital


       Kebutuhan modal kerja dengan penambahan kegiatan usaha Perseroan untuk
       tahun 2025 sampai dengan 2029 yang dihitung dari piutang usaha, utang usaha
       dan persediaan selanjutnya proyeksi kebutuhan modal kerja adalah sebagai
       berikut:

       Tabel 8.16 Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                  (Dalam Ribuan Rupiah)
           Net Working
                               2025F       2026F         2027F       2028F       2029F
         Capital Projection
        Current Assets
        Piutang Usaha           235.183     246.942       259.289     272.253     285.866
        Piutang Lain – Lain      22.682      22.682        22.682      22.682      22.682
        Persediaan              400.544     394.285       386.400     405.720     426.006
        Total Current Assets    658.409     663.909       668.371     700.655     734.554
        Current Liabilities
        Utang Usaha             116.825     122.667       128.800     135.240     142.002
        Utang Lain-lain           3.983       3.983         3.983       3.983       3.983
        Total        Current
                                120.808     126.649       132.782     139.222     145.984
        Liabilities
        Net Working Capital     537.601     537.260       535.588     561.433     588.569
        Net          Change
                                (11.809)           341      1.672     (25.844)    (27.137)
        Working Capital




8.8. Tingkat Diskonto (Discount Rate)
       Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
       digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (Weight of Average Cost
       of Capital) yang ditentukan dengan model Capital Asset Pricing Model (CAPM)
       dari Biaya Ekuitas (Cost of Equity) dan Biaya Utang (Cost of Debt).


8.8.1. Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

       Biaya ekuitas ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
                                  Ke = Rf + (β x Rpm)
        Dimana:
        Ke      = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau
                  biaya modal ekuitas/ saham biasa.


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                18
Page 119
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


        Rf          = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas
                      risiko (risk free rate)
        β           = Beta levered perusahaan
        Rpm         = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                      premium)
        RbDS        = Rating-based default spread

       Penjelasan
       Rf (Risk Free Rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen - instrumen yang
       dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen
       bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
       jangka panjang. Terkait dengan tanggal studi kelayakan yang digunakan pada
       tanggal 31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipilih
       didasarkan pada obligasi Pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan tenor
       30 tahun yaitu sebesar 7,12%. Risk free diperoleh dari World Government Bond
       dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko (Rf).

       Rpm (Market Risk Premium), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
       risiko dengan tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan
       Equity Market Risk Premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
       (Country-Spesifik Risk Premium) seperti volatilitas harga saham untuk
       menghasilkan Base Equity Market Risk Premium. Dengan mengikutsertakan risiko-
       risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
       perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang
       bersangkutan. Untuk studi kelayakan ini, kami menggunakan tingkat premi risiko
       sebesar 6,87% yang diolah dari hasil riset Aswath Damodaran sampai per
       Januari 2025.

       Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
       akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
       premium. Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan beta
       perusahaan pembanding dari perusahaan terbuka dibidang industri Real Estate
       Operating and Management yang diperoleh dari hasil riset S&P.

       Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut
       sebagai beta untuk menghitung cost of equity Perseroan. Dimana beta tersebut
       dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir
       pengaruh levered yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta
       Perusahaan yang sama dengan levered yang berbeda, akan memiliki cost of
       equity yang berbeda pula. Oleh karena itu pengaruh levered yang ada di tiap
       perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
       Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
                                                    βL
                                      βu =
                                             1 + (1 -T) x DER



Bab VIII - Aspek Keuangan                                                          19
Page 120
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


        dimana:
        T    = Tingkat pajak
        DER = Debt to Equity Ratio
        βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
                terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
                dibandingkan dengan portofolio pasar dengan pengaruh hutang.
        βu = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang
                diukur secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan
                terhadap pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila
                dibandingkan dengan portofolio pasar tanpa pengaruh hutang.

       Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari
       perhitungan ini kemudian di-levered dengan tingkat levered yang berlaku pasar
       untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan tersebut
       dengan formula sebagai berikut :
                                                           βL = βU x (1 + (1 - T) x DER)
       Unlevered beta perusahaan terbuka yang akan digunakan sebagai dasar
       perhitungan beta untuk Perseroan adalah sebagai berikut:

       Tabel 8.17 Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
               Kode                                                                        Adjusted                Market Value Market Value                     Beta
        No.                Country                        Company                                     Total Aset                                DER      Tax
               Ticker                                                                        Beta                    of Debt     of Equity                     Unlevered
              MICE    Indonesia      PT MULTI INDOCITRA TBK                                           1.418.635        302.399      927.625     32,60%   22%
         1    1009    Hong Kong      International Entertainment Corporation (SEHK:1009)      0,446   4.952.108      2.357.623    2.166.352    108,83%   17%        0,23
         2    158     Hong Kong      Melbourne Enterprises Limited (SEHK:158)                 0,175   #########              -   15.125.209     0,00%    17%        0,17
         3    KBT     Kuwait         Kuwait Business Town Real Estate Company - KPSC (K       1,885   6.358.457      3.046.107    3.168.642    96,13%    15%        1,04
         4    PSDL    United Kingdom Phoenix Spree Deutschland Limited (LSE:PSDL)             0,162   #########      5.026.745    5.208.328    96,51%    25%        0,09
         5    NAP.EQU Botswana       New African Properties Limited (BSM:NAP.EQU)             0,287   2.162.372          4.339    1.870.292     0,23%    22%        0,29
         6    4324    Saudi Arabia Banan Real Estate Company (SASE:4324)                      0,453   2.815.399        145.349    2.501.609     5,81%    20%        0,43
         7    STG     Germany        STINAG Stuttgart Invest AG (DB:STG)                      0,050   5.940.426              -    2.803.796     0,00%    30%        0,05
         8    MMLP    Indonesia      PT Mega Manunggal Property Tbk (IDX:MMLP)                0,523   6.496.087      1.556.577    4.793.549    32,47%    22%        0,42
                                                                                                      6.937.208      1.517.093    4.704.722     32,25%              0,34
       Sumber: S&P, 31 Desember 2024

       Dari tabel di atas, tampak bahwa beta dari perusahaan-perusahaan yang
       digunakan sebagai dasar perhitungan adalah 0,34.

       Untuk kepentingan studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
       komposisi struktur permodalan data pasar perusahaan pembanding pertanggal
       studi kelayakan. Dimana struktur hutang sebesar 24,38%, sedangkan sisanya
       yaitu sebesar 75,62% akan dipenuhi dengan modal sendiri yang akan
       digunakan sebagai DER yang mewakili Perseroan. Dengan demikian, beta
       unlevered perusahaan pembanding harus di-unlevered dengan DER tersebut,
       kemudian di-relevered lagi dengan DER yang sama dan tarif pajak yang berlaku
       di Indonesia. Sehingga diperoleh beta sebesar 0,43 (dengan tarif pajak 22%).
                                          βL        = βu x (1 + (1-T) x DER)
                                          βL         = 0,34 x (1 + (1-22%) x (24,38%/75,62%))




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                                                                           20
Page 121
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Dengan perhitungan maka diperoleh biaya modal ekuitas atau cost of equity
       Perseroan sebesar 10,05%.

                                            CAPM Variable
       Risk Free Rate                           7,12% Beta                               0,43
       Market Equity Risk Premium               6,87% RBDs                              1,89%
                Cost of Equity                                      10,05%



8.8.2. Penentuan Biaya Modal untuk Hutang

       Biaya hutang atau sering disebut sebagai cost of debt adalah tingkat bunga
       yang harus dibayar oleh perusahaan ketika melakukan pinjaman. Formulasi
       perhitungan biaya utang perusahaan adalah sebagai berikut:

                                      Kd      = i x ((1-T)
                  Dimana :
                  Kd              =   Tingkat Biaya Utang
                  i               =   Tingkat Suku Bunga Pinjaman Bank Persero.
                  T               =   Tax/Tingkat Pajak

       Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana
       tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
       dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
       diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.

       Dalam studi kelayakan ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga
       pinjaman Kredit Investasi (KI) dalam mata uang Rupiah pada tanggal studi
       kelayakan yang berlaku untuk Perseroan yaitu 9,21%. Berdasarkan biaya
       bunga tersebut maka diperoleh biaya utang Perseroan per 31 Desember 2024
       sampai akhir proyeksi adalah sebesar 7,18% (dengan tarif pajak 22%) dengan
       perhitungan sebagai berikut :
       Cost of Debt                                                Source

       Cost of Debt                   9,21% Bunga KI Bank Persero, (BI Desember 2024)
       Tax Rate                         22% Corporate Marginal Tax Rates 2024
       Cost of Debt Shield (Kd)       7,18% Kd x (1-t)



8.8.3. Penentuan Tingkat Diskonto

       Menghitung analisa studi kelayakan penambahan kegiatan usaha Perseroan
       dilakukan dengan mendiskonto tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal,
       maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan
       rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka
       panjang maupun yang berasal dari penyertaan.


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                  21
Page 122
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


                                 WACC = (Ke x We) + (Kd x Wd) x 1-T

                 Dimana:
                 WACC           =        Biaya modal rata-rata tetimbang
                 Ke             =        Biaya ekuitas
                 We             =        Komposisi/porsi ekuitas
                 Kd             =        Biaya utang
                 We             =        Komposisi/porsi utang
                 T              =        Tax/tingkat pajak

       Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung
       berdasarkan kinerja perbandingan liabilitas dengan ekuitasnya, dimana
       komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti data pasar
       yang diperoleh dari laporan keuangan masing-masing perusahaan
       pembanding. Dengan demikian struktur hutang sebesar 24,38%, sedangkan
       sisanya yaitu sebesar 75,62% akan dipenuhi dengan modal sendiri.

       Penentuan posisi tingkat levered yang optimal adalah mencari titik dimana
       tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
       dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
       diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.

       Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan / kelebihan
       serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto sebesar
       9,35% untuk Perseroan adalah wajar untuk mendiskonto arus kas bersih dengan
       perhitungan sebagai berikut:

       Tabel 8.18 Perhitungan WACC
       Variable                                                              Capital Structure   Result
       Cost of Equity                           10,05%                                75,62%     7,60%
       Cost of Debt                              7,18%                                24,38%     1,75%
       WACC                                      9,35%                (Ke x e%) + (Kd x d%)



8.9. Analisis Inkremental
       Proses kajian kelayakan usaha dilakukan dengan menggunakan model arus kas
       bersih untuk perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF), yang mencerminkan arus
       kas bersih masa datang yang tersedia didalam perusahaan yang dapat
       dibayarkan kepada semua penyedia kapital (claim holder), baik pemegang
       ekuitas (common stock), pemegang saham preferen (preferred stock) maupun
       para kreditor baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang diterima oleh
       perusahaan, setelah terpenuhinya semua kebutuhan operasional dan investasi
       yang diperlukan dalam mempertahankan pertumbuhan perusahaan baik selama
       proyeksi periode eksplisit maupun masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih
       untuk perusahaan (FCFF) tersebut didapat dari:

                        𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹𝐹 = 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸 + 𝐼𝐼 ∙ (1 − 𝑇𝑇) + 𝐷𝐷𝐷𝐷 (+/-) Δ𝑊𝑊𝑊𝑊 - Δ𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                          22
Page 123
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


         dimana:
         FCFF              : Arus kas bersih untuk perusahaan,
         EAT               : Laba setelah pajak.
         I                 : Beban utang berbunga (interest bearing debt),
         T                 : Tingkat pajak,
         DA                : Depresiasi dan amortisasi,
         ΔWC               : Perubahan modal kerja bersih, dan
         ΔCAPEX            : Perubahan arus kas investasi.

       Arus kas inkremental merupakan selisih antara arus kas bersih eksisting tanpa
       penambahan kegiatan usaha dengan arus kas bersih adanya penambahan
       kegiatan usaha. Hasil dari perhitungan arus kas inkremental ini dijadikan
       sebagai dasar dalam menentukan kelayakan usaha.

       Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih Perseroan tanpa penambahan
       kegiatan usaha selama periode 2025 sampai dengan 2029:

       Tabel 8.19 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
                 (Dalam Jutaan Rupiah)
                                           2025         2026         2027       2028       2029
                Keterangan
                                        Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi
       - Laba Bersih                     44.571        51.090      55.781     59.816      64.462
       - Interest                        21.346        21.346      21.346     21.346      21.346
       - Depresiasi & Amortisasi         21.345        22.120      20.625     16.811      16.777
       Jumlah Penerimaan                  87.262       94.556      97.752     97.973     102.586
       - Biaya Investasi                 (8.000)       (8.000)     (8.000)    (8.000)     (8.000)
       - Perubahan Modal Kerja
                                        (11.809)          341       1.672    (25.844)    (27.137)
       Bersih
       Jumlah Pengeluaran               (19.809)      (7.659)      (6.328)   (33.844)    (35.137)
       Free Cash Flow to Firm             67.453       86.896      91.424     64.128      67.449


       Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih Perseroan dengan adanya
       penambahan kegiatan usaha selama periode 2025 sampai 2029:

       Tabel 8.20 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
                  (Dalam Jutaan Rupiah)
                                           2025         2026         2027       2028       2029
                Keterangan
                                        Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi
       - Laba Bersih                     50.537        56.866      61.972     66.114      71.646
       - Interest                        21.346        21.346      21.346     21.346      21.346
       - Depresiasi & Amortisasi         21.712        22.487      20.992     17.177      17.144
       Jumlah Penerimaan                  93.595      100.698     104.310    104.638     110.136
       - Biaya Investasi                (18.000)       (8.000)     (8.000)    (8.000)     (8.000)
       - Perubahan Modal Kerja
                                        (11.809)          341       1.672    (25.844)    (27.137)
       Bersih
       Jumlah Pengeluaran               (29.809)      (7.659)      (6.328)   (33.844)    (35.137)
       Free Cash Flow to Firm             63.786       93.039      97.982     70.793      74.999



Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                    23
Page 124
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       Analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha Perseroan didasarkan
       pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan yaitu proyeksi
       keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha dan proyeksi keuangan dengan
       penambahan kegiatan usaha. Pada awal proyeksi penambahan kegiatan usaha
       terdapat pengeluaran dana sebagai biaya investasi (initial outlay) yang
       dilakukan oleh Perseroan berupa biaya sarana pelengkap.

       Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih inkremental Perseroan selama
       periode 2025 sampai dengan 2029:

       Tabel 8.21 Proyeksi Arus Kas Bersih Perseroan Inkremental (Dalam Ribuan Rupiah)
                                     2025        2026         2027        2028        2029
             Keterangan
                                  Proyeksi    Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi    Proyeksi

       - Laba Bersih            5.966.285    5.775.973   6.191.042    6.298.029    7.183.785
       - Depresiasi &
                                  366.667     366.667      366.667     366.667      366.667
       Amortisasi
       Jumlah Penerimaan        6.332.951    6.142.640   6.557.709    6.664.695    7.550.452
       - Investment Outlays   (10.000.000)           -            -           -               -
       - Perubahan Modal                             -            -           -               -
                                         -
       Kerja Bersih
       Jumlah Pengeluaran     (10.000.000)           -            -           -               -
       Free Cash Flow to
                               (3.667.049)   6.142.640   6.557.709    6.664.695    7.550.452
       Firm Inkremental


       Arus kas inkremental Perseroan tanpa penambahan kegiatan usaha dan dengan
       adanya penambahan kegiatan usaha terdapat selisih dari laba bersih,
       depresiasi, biaya investasi (Capex) dan perubahan modal kerja bersih.

       Untuk mendapatkan nilai kekal, kami mengkapitalisasikan nilai arus kas bersih
       akhir tahun proyeksi eksplisit dengan tingkat diskonto yang digunakan.
       Perhitungan terminal value dalam laporan studi kelayakan ini adalah
       menggunakan basis nilai tahun 2029. Nilai terminal atau perpetuity adalah
       sebesar Rp51.661.401.907,00.


8.10. Analisis Kelayakan Usaha
       Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (Net Present
       Value), IRR (Internal Rate of Return), PI (Profitability Index), dan Payback Period.
       Suatu proyek dikatakan layak apabila NPV lebih dari 0 (nol), IRR lebih dari
       tingkat diskontonya, dan PI lebih dari 1x. Sementara parameter payback period
       bergantung kepada preferensi masing-masing investor, dimana untuk
       penambahan kegiatan usaha penyewaan gudang, dengan memanfaatkan aset
       gudang yang sudah ada payback period selama 2-3 tahun masih dianggap
       wajar.




Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                24
Page 125
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


       • Net Present Value (NPV)
          NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan
          nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV
          mengestimasikan nilai sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi
          berdasarkan arus kas masuk maupun arus kas keluar yang diharapkan pada
          masa depan yang disesuaikan dengan tingkat diskonto yang relevan. Dengan
          demikian dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai sekarang dari suatu aset
          maupun proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut :
                                                    𝑇𝑇
                                                               𝐶𝐶𝐶𝐶𝑡𝑡
                                            𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 = �                  − 𝐶𝐶𝐶𝐶0
                                                             (1 + 𝑟𝑟)𝑡𝑡
                                                   𝑡𝑡−1
          Dimana:
          NPV               : Net Present Value
          CFt               : arus kas pada periode t,
          CF0               : arus kas investasi awal pada periode 0,
          r                 : tingkat diskonto.

          Berikut ini disajikan perhitungan Net Present Value dari arus kas bersih
          inkremental Perseroan dengan adanya penambahan kegiatan usaha :

          Tabel 8.22 Net Present Value Free Cash Flow to Incremental (Dalam Ribuan Rupiah)
                                        2025                2026          2027           2028             2029
              Keterangan
                                     Proyeksi            Proyeksi      Proyeksi       Proyeksi         Proyeksi

          Cash In                  6.332.951        6.142.640          6.557.709      6.664.695        7.550.452
          Cash Out               (10.000.000)                   -                 -              -                -
          Free Cash Flow to
                                  (3.667.049)       6.142.640          6.557.709      6.664.695        7.550.452
          Firm
          Periode Diskonto                   1                 2                  3              4                5
          Discount Rate                9,35%              9,35%           9,35%          9,35%            9,35%
          Discount Factor             0,9145              0,8363          0,7648        0,6994            0,6396
          Present Value of
                                 (3.353.542)        5.137.234          5.015.491      4.661.534        4.829.572
          FCFF Inkremental
          Net Present Value of FCFF
                                                                     Rp (Ribu)                       16.290.288
          Inkremental
          Terminal Value                                             Rp (Ribu)                       80.766.366
          Present Value of Terminal Value                            Rp (Ribu)                       51.661.402
          Net Present Value                                          Rp (Ribu)                       67.951.690


          Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa NPV Perseroan
          dengan adanya penambahan kegiatan usaha diperoleh sebesar
          Rp67.951.689.747,00. Hasil tersebut menyimpulkan bahwa investasi
          penambahan usaha dengan parameter NPV layak untuk dilakukan karena
          NPV yang dihasilkan adalah positif. NPV yang positif (NPV > 0) menunjukan
          bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang
          diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV < 0) menandakan


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                   25
Page 126
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


          penerimaan lebih kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan
          mengalami kerugian pada investasinya setelah mempertimbangkan nilai
          waktu uang (time value of money). Namun apabila hasil perhitungan NPV
          adalah nol (NPV = 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut hanya
          balik modal (tidak untung dan tidak rugi). Semakin besar angka positifnya,
          semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya. Oleh karena itu,
          perhitungan NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau
          tidaknya untuk berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan
          investasi mana yang lebih baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih.

       • Internal Rate of Return (IRR)
          IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi.
          Secara sederhana, penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah
          investasi layak dilakukan atau tidak. IRR yang lebih besar dari cost of capital
          maka menggambarkan bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan
          return lebih besar dari yang dirancang sebelumnya. Artinya, perusahaan
          disarankan menerima atau menjalankan proyek investasi tersebut. Sebaliknya
          jika IRR lebih kecil dari cost of capital maka akan memberi gambaran bahwa
          investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih kecil dari yang
          ditargetkan sehingga perusahaan lebih baik menolak proyek tersebut.
          Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan cost of capital menjadi
          pertimbangan bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan
          return sebesar yang ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut:
                                          𝑇𝑇
                                                    𝐶𝐶𝐶𝐶𝑡𝑡
                                   0=�                         − 𝐶𝐶𝐶𝐶0
                                                (1 + 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼)𝑡𝑡
                                         𝑡𝑡−1

          dimana:
          IRR        : Internal Rate of Return
          CFt        : Arus kas pada periode t,
          CF0        : Arus kas investasi awal pada periode 0,
          r          : Tingkat diskonto.

          IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol.
          Kesimpulannya bila penghitungan IRR lebih besar daripada cost of capital,
          maka dapat dibilang bahwa investasi yang akan dilakukan dinilai layak.
          Namun jika nilai IRR sama dengan cost of capital, maka investasi yang akan
          dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR lebih kecil dari cost of
          capital, maka investasi yang ditanamkan dinilai tidak layak.

          Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan
          usaha Perseroan diperoleh besaran IRR sebesar 190,20%. Hal ini
          menunjukkan bahwa investasi yang dilakukan oleh Perseroan dengan
          parameter IRR layak untuk dilakukan karena IRR yang dihasilkan lebih besar
          jika dibandingkan dengan cost of capital pasar untuk industri sejenis yaitu
          sebesar 9,35%.


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                             26
Page 127
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


      • Profitability Index (PI)
        PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek
        investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas
        diskonto yang digunakan dalam mencapai indeks profitabilitas. PI juga
        dikenal sebagai rasio manfaat-biaya. PI lebih besar dari atau sama dengan
        1 ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat diterima. PI dihitung dengan
        mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan diterima dari
        investasi, setelah itu baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi proyek
        tersebut. Persamaan untuk menghitung PI adalah sebagai berikut :
                                               ∑𝑃𝑃𝑃𝑃(𝐶𝐶𝐶𝐶𝑡𝑡 )
                                      𝑃𝑃𝑃𝑃 =
                                               ∑𝑃𝑃𝑃𝑃(𝐶𝐶𝐶𝐶0 )
          dimana:
          PI         : Profitability Index
          CFt        : Present value in casflow
          CF0        : Present value in casflow
          r          : Tingkat diskonto.

          Profitablility Indeks menunjukkan angka 8,43 artinya bahwa Perseroan ketika
          menambah kegiatan usaha dianggap sangat wajar dikarenakan Profitability
          Indeks diatas 1.

      • Payback Period (PP)
        Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali
        pengeluaran investasi atau initial cash investment. Artinya, kurun waktu yang
        dibutuhkan agar bisa menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan
        menggunakan proceeds atau aliran kas netto (net cash flows). Penambahan
        kegiatan usaha Perseroan diperoleh payback period selama 2 tahun, 8 bulan.

      • Return on Equity (ROE)
        Return on Equity (ROE) atau Profitabilitas memiliki arti penting dalam suatu
        perusahaan, karena ROE bisa dipakai untuk mengukur suatu perusahaan
        dalam menghasilkan keuntungan. Modal yang digunakan bernama ekuitas
        yang sudah dimanfaatkan oleh pemilik saham.

          Ekuitas adalah hak pemilik atas aset perusahaan sesudah ada pengurangan
          jumlah kewajiban. Ekuitas bisa disamakan dengan modal. Untuk menghitung
          semua itu bisa menggunakan rumus ROE. ROE akan dihitung dalam bentuk
          persen, sedangkan rumusnya menggunakan perbandingan laba bersih.
          Persamaan untuk menghitung ROE adalah sebagai berikut:
                                                𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝑒𝑒
                                   𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 =
                                              𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇𝑇 𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸𝐸

          Berdasarkan analisis yang dilakukan maka diperoleh besaran inkremental
          Return on Equity antara tanpa penambahan kegiatan usaha dengan adanya
          penambahan kegiatan usaha selama masa proyeksi 2025 – 2029 adalah
          sebesar 48,37%.


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                          27
Page 128
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


      • Return on Investment (ROI)
        Return On Investment (ROI) yang merupakan rasio untuk melakukan
        perhitungan efektivitas sebuah investasi yang diberikan. Secara teknis, ROI
        adalah perhitungan laba bersih yang dapatkan dari nominal uang investasi
        yang sudah dikeluarkan. Persamaan untuk menghitung ROE adalah sebagai
        berikut:
                                                               𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁𝑁 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼
                                              𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅𝑅 =                                             x 100%
                                                         𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶𝐶 𝑜𝑜𝑜𝑜 𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼𝐼

             Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan usaha
             selama masa proyeksi 2025 – 2029 adalah sebesar 59,66%.


8.11. Analisis Sensitivitas
       Penyusunan pendapat studi kelayakan ini telah dilakukan analisis sensitivitas
       yang bertujuan untuk melihat faktor-faktor mana yang paling berpengaruh
       terhadap parameter kelayakan penambahan kegiatan usaha Perseroan. Hal
       tersebut dilakukan simulasi terhadap harga sewa naik, harga sewa turun,
       discount rate naik dan discount rate turun. Setelah itu, dilakukan simulasi untuk
       melihat pengaruh paramater kelayakan terhadap faktor utama yang digunakan
       dalam analisis sensitivitas.
                        Sensitivitas Proyek         Satuan                                                         Nilai
        1.   Harga Sewa Naik                           %              0,00%                 5,00%                 10,00%                 15,00%                20,00%
              NPV                                     Rp          67.951.689.747        68.236.091.642        68.520.493.537         68.804.895.433        69.089.297.328
              IRR                                     %              190,20%               204,55%               221,89%                243,31%               270,44%
              Profitability Indeks                   Tahun           843,04%                  8,5                   8,5                    8,5                   8,6
              Payback Period                         Tahun      2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 4 Bulan   2 Tahun dan 1 Bulan   1 Tahun dan 11 Bulan   1 Tahun dan 9 Bulan
        2.   Harga Sewa Turun                          %              0,00%                 5,00%                 10,00%                 15,00%                20,00%
              NPV                                     Rp          67.951.689.747        67.667.287.851        67.382.885.956         67.098.484.060        66.814.082.165
              IRR                                     %              190,20%               178,11%               167,78%                158,83%               150,99%
              Profitability Indeks                   Tahun              8,4                   8,4                   8,4                    8,3                   8,3
              Payback Period                         Tahun      2 Tahun dan 8 Bulan   3 Tahun dan 1 Bulan   3 Tahun dan 7 Bulan    4 Tahun dan 4 Bulan   5 Tahun dan 5 Bulan
        3.   Discount Rate Naik                        %              0,00%                 5,00%                 10,00%                 15,00%                20,00%
              NPV                                     Rp          67.951.689.747        64.179.473.676        60.756.014.832         57.635.724.068        54.780.612.690
              IRR                                     %              190,20%               189,40%               188,67%                187,98%               187,35%
              Profitability Indeks                   Tahun              8,4                   8,0                   7,7                    7,4                   7,1
              Payback Period                         Tahun      2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan    2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan
        4.   Discount Rate Turun                       %              0,00%                 5,00%                 10,00%                 15,00%                20,00%
              NPV                                     Rp          67.951.689.747        72.127.852.850        76.775.420.397         81.977.725.623        87.838.938.904
              IRR                                     %              190,20%               191,06%               192,00%                193,03%               194,16%
              Profitability Indeks                   Tahun              8,4                   8,9                   9,3                    9,8                  10,4
              Payback Period                         Tahun      2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan    2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan




       Dari tabel hasil Analisis Sensitivitas diatas, dapat disimpulkan sebagai berikut:
        Apabila harga sewa gudang naik maka parameter kelayakan seperti NPV,
          IRR dan Profitability Indeks juga mengalami kenaikan. Kecuali payback
          period yang semakin singkat.
        Apabila harga sewa gudang turun maka parameter kelayakan seperti NPV,
          IRR dan Profitability Indeks mengalami penurunan. Payback period semakin
          lama.
        Apabila discount rate naik maka parameter kelayakan seperti NPV, IRR dan
          Profitability Indeks mengalami penurunan. Kecuali payback period yang
          semakin lama.


Bab VIII - Aspek Keuangan                                                                                                                                              28
Page 129
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Multi Indocitra Tbk


        Apabila discount rate turun maka parameter kelayakan seperti NPV, IRR dan
         Profitability Indeks meningkat atau lebih tinggi. Kecuali payback period
         yang semakin singkat.


8.12. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan
       Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana
       penambahan kegiatan usaha Perseroan (detail perhitungan parameter
       kelayakan finansial atas rencana penambahan kegiatan usaha dapat dilihat
       pada bagian lampiran).

       Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis
       yang diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang
       dihitung dari selisih antara Free Cash Flow To Firm apabila ada penambahan
       kegiatan usaha dengan Free Cash Flow To Firm apabila Perseroan tidak
       melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya dibandingkan
       dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to
       Inkremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha
       dengan mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil
       perhitungan sebagai berikut :

            •   Net Present Value (NPV)            : 67.951.689.747
            •   Internal Rate of Return (IRR)      : 190,20%
            •   Profitability Index (PI)           : 8,43
            •   Payback Period                     : 2 Tahun, 8 Bulan

       Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah
       mempertimbangkan tingkat risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah
       adanya penambahan kegiatan usaha dibidang penyewaan gedung maka
       proyeksi arus kas inkremental bernilai positif.

       IRR sebesar 190,20% menunjukkan bahwa aksi korporasi Perseroan dengan
       melakukan penambahan kegiatan usaha dianggap layak karena besaran IRR
       lebih tinggi dibandingkan tingkat diskonto. IRR yang dihasilkan sangat positif
       karena dalam penambahan kegiatan usaha ini, tidak memerlukan biaya
       investasi yang besar karena menggunakan dan mengoptimalkan aset yang ada.

       Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap
       berbagai faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas
       menunjukkan bahwa adanya perubahan pada harga sewa gudang dan discount
       rate dari penambahan kegiatan usaha Perseroan cukup sensitif terhadap
       parameter kelayakan.

       Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi
       lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi,
       maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek keuangan layak.

Bab VIII - Aspek Keuangan                                                         29
Page 130
LAMPIRAN
Page 131
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 01
Working Capital Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                    2025F                    2026F                2027F                2028F                2029F

   AR Turnover
       Trade receivables                         IDR             248.572.909.833        257.518.054.879         265.903.925.633      278.845.611.863      298.345.329.411
       Average AR                                IDR             243.981.207.942        253.045.482.356         261.710.990.256      272.374.768.748      288.595.470.637
       Sales                                     IDR           1.173.468.175.303      1.232.141.584.068       1.293.748.663.272    1.358.436.096.435    1.426.357.901.257
       No of days in a year                      days                        365                    365                     365                  365                  365
       AR turnover                                x                           4,8                    4,9                     4,9                  5,0                  4,9
       AR days                                   days                          77                     76                      75                   75                   76
       % to Sales                                                         21,18%                 20,90%                  20,55%               20,53%               20,92%

   Other AR Turnover
       Other trade receivables                   IDR              26.071.746.302         26.690.323.678          26.962.604.618       27.678.983.677       30.065.179.180
       Average other AR                          IDR              24.376.997.153         26.381.034.990          26.826.464.148       27.320.794.147       28.872.081.428
       Sales                                     IDR           1.173.468.175.303      1.232.141.584.068       1.293.748.663.272    1.358.436.096.435    1.426.357.901.257
       No of days in a year                      days                        365                    365                     365                  365                  365
       Other AR turnover                          x                         48,1                   46,7                    48,2                 49,7                 49,4
       Other AR days                             days                          8                      8                       8                    7                    8
       % to Sales                                                          2,22%                  2,17%                   2,08%                2,04%                2,11%

   Inventory
       Inventory                                 IDR             418.956.395.565           427.802.464.907     448.762.099.195      467.142.623.527      497.431.192.589
       Average Inventory                         IDR             404.334.514.643           423.379.430.236     438.282.282.051      457.952.361.361      482.286.908.058
       COGS                                      IDR             600.815.705.755           630.856.491.043     662.399.315.595      695.519.281.375      730.295.245.444
       No of days in a year                      days                        365                       365                 365                  365                  365
       Inventory turnover                         x                           1,5                       1,5                 1,5                  1,5                  1,5
       Inventory days                            days                        255                       248                 247                  245                  249
       % to COGS                                                          69,73%                    67,81%              67,75%               67,16%               68,11%

   AP Turnover
       Trade payables                            IDR             113.976.531.321           126.166.867.517     134.334.000.955      135.149.464.109      146.066.519.267
       Average AP                                IDR             117.993.092.915           120.071.699.419     130.250.434.236      134.741.732.532      140.607.991.688
       COGS                                    IDR/year          600.815.705.755           630.856.491.043     662.399.315.595      695.519.281.375      730.295.245.444
       No of days in a year                      days                        365                       365                 365                  365                  365
       AP turnover                                x                           5,1                       5,3                 5,1                  5,2                  5,2
       AP days                                   days                      69,24                     73,00               74,02                70,92                73,00
       % to COGS                                                          18,97%                    20,00%              20,28%               19,43%               20,00%

   Other AP Turnover
       Other trade payables                      IDR              12.728.563.719            12.574.640.453      11.555.137.229       10.820.727.127       11.842.566.326
       Average other AP                          IDR               8.355.541.138            12.651.602.086      12.064.888.841       11.187.932.178       11.331.646.727
       COGS                                    IDR/year          600.815.705.755           630.856.491.043     662.399.315.595      695.519.281.375      730.295.245.444
       No of days in a year                      days                        365                       365                 365                  365                  365
       Other AP turnover                          x                         71,9                      49,9                54,9                 62,2                 64,4
       Other AP days                             days                       7,73                      7,28                6,37                 5,68                 5,92
       % to COGS                                                           2,12%                     1,99%               1,74%                1,56%                1,62%

   PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
    ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 132
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 02
Working Capital Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                    2025F                    2026F                2027F                2028F                2029F

   AR Turnover
       Trade receivables                         IDR              248.572.909.833        257.518.054.879        265.903.925.633      278.845.611.863      298.345.329.411
       Average AR                                IDR              243.981.207.942        253.045.482.356        261.710.990.256      272.374.768.748      288.595.470.637
       Sales                                     IDR            1.173.468.175.303      1.232.141.584.068      1.293.748.663.272    1.358.436.096.435    1.426.357.901.257
       No of days in a year                      days                         365                    365                    365                  365                  365
       AR turnover                                x                           4,8                    4,9                     4,9                  5,0                  4,9
       AR days                                   days                          77                     76                      75                  75                    76
       % to Sales                                                          21,18%                 20,90%                 20,55%               20,53%               20,92%

   Other AR Turnover
       Other trade receivables                   IDR               26.071.746.302         26.690.323.678         26.962.604.618       27.678.983.677       30.065.179.180
       Average other AR                          IDR               24.376.997.153         26.381.034.990         26.826.464.148       27.320.794.147       28.872.081.428
       Sales                                     IDR            1.173.468.175.303      1.232.141.584.068      1.293.748.663.272    1.358.436.096.435    1.426.357.901.257
       No of days in a year                      days                         365                    365                    365                  365                  365
       Other AR turnover                          x                          48,1                   46,7                   48,2                 49,7                 49,4
       Other AR days                             days                           8                      8                      8                    7                    8
       % to Sales                                                           2,22%                  2,17%                  2,08%                2,04%                2,11%

   Inventory
       Inventory                                 IDR             418.956.395.565           427.802.464.907     448.762.099.195      467.142.623.527      497.431.192.589
       Average Inventory                         IDR             404.334.514.643           423.379.430.236     438.282.282.051      457.952.361.361      482.286.908.058
       COGS                                      IDR             600.815.705.755           630.856.491.043     662.399.315.595      695.519.281.375      730.295.245.444
       No of days in a year                      days                        365                       365                 365                  365                  365
       Inventory turnover                         x                           1,5                       1,5                 1,5                  1,5                  1,5
       Inventory days                            days                        255                       248                 247                  245                  249
       % to COGS                                                          69,73%                    67,81%              67,75%               67,16%               68,11%

   AP Turnover
       Trade payables                            IDR             113.976.531.321           126.166.867.517     134.334.000.955      135.149.464.109      146.066.519.267
       Average AP                                IDR             117.993.092.915           120.071.699.419     130.250.434.236      134.741.732.532      140.607.991.688
       COGS                                    IDR/year          600.815.705.755           630.856.491.043     662.399.315.595      695.519.281.375      730.295.245.444
       No of days in a year                      days                        365                       365                 365                  365                  365
       AP turnover                                x                          5,1                       5,3                 5,1                   5,2                  5,2
       AP days                                   days                      69,24                     73,00               74,02                70,92                73,00
       % to COGS                                                          18,97%                    20,00%              20,28%               19,43%               20,00%

   Other AP Turnover
       Other trade payables                      IDR              12.728.563.719            12.574.640.453      11.555.137.229       10.820.727.127       11.842.566.326
       Average other AP                          IDR               8.355.541.138            12.651.602.086      12.064.888.841       11.187.932.178       11.331.646.727
       COGS                                    IDR/year          600.815.705.755           630.856.491.043     662.399.315.595      695.519.281.375      730.295.245.444
       No of days in a year                      days                        365                       365                 365                  365                  365
       Other AP turnover                          x                         71,9                      49,9                54,9                 62,2                 64,4
       Other AP days                             days                       7,73                      7,28                6,37                 5,68                 5,92
       % to COGS                                                           2,12%                     1,99%               1,74%                1,56%                1,62%

   PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
    ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 133
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 03
Historis Posisi Keuangan                                                                                                                                    Dalam Rupiah

                                                                          2020A                2021A                2022A                2023A                2024A

  ASSET
  Aset Lancar
     Kas dan bank                                               IDR     55.753.044.216       59.790.631.091       51.285.755.343       60.185.381.405       80.624.987.670
     Investasi saham                                            IDR      1.224.000.000        1.776.000.000        1.968.000.000        1.488.000.000        1.248.000.000
     Piutang usaha                                              IDR    147.844.616.828      174.452.223.841      201.585.029.519      201.876.558.668      239.389.506.050
     Piutang lain-lain                                          IDR     16.355.456.803       19.858.832.021       22.578.401.078       18.322.497.035       22.682.248.004
     Persediaan                                                 IDR    224.023.275.915      248.417.999.986      347.132.778.444      353.195.429.623      389.712.633.721
     Pajak dibayar di muka                                      IDR      3.825.292.023        2.239.540.796        5.805.502.550        1.220.516.178        1.409.426.366
     Uang muka                                                  IDR      1.831.988.794        2.648.177.847        2.606.377.567        2.420.396.573        4.408.087.067
     Biaya dibayar di muka                                      IDR        553.192.651          778.582.448        1.135.477.946        1.225.947.462        1.412.695.847
        Jumlah Aset Lancar                                       IDR    451.410.867.230      509.961.988.030      634.097.322.447      639.934.726.944      740.887.584.725


  Aset Tidak Lancar
     Penyertaan saham                                           IDR     89.316.327.839       89.669.864.951       99.032.867.513       95.530.665.653      100.236.980.435
     Taksiran tagihan pajak                                     IDR                   -                    -                    -       3.866.186.457        3.866.186.457
     Aset pajak tangguhan                                                9.118.263.639        9.266.251.548        9.184.208.764       11.304.551.327       12.777.909.207
     Aset tetap                                                 IDR    425.497.809.009      428.813.555.314      425.432.330.655      547.454.834.694      538.739.760.348
     Aset hak guna                                              IDR      4.863.649.691        5.469.837.447        7.955.773.974        5.321.193.458        2.057.904.290
     Aset tidak lancar lainnya                                  IDR     20.076.977.249       19.955.893.673       20.399.325.436       25.571.208.144       20.069.025.031
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                 IDR    548.873.027.427      553.175.402.933      562.004.506.342      689.048.639.733      677.747.765.768


  JUMLAH ASET                                                    IDR   1.000.283.894.657    1.063.137.390.963    1.196.101.828.789    1.328.983.366.677    1.418.635.350.493


  LIABILITAS DAN EKUITAS
  Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
     Utang bank jangka pendek                                   IDR    195.529.248.968      208.312.044.716      251.983.235.801      252.494.585.618      277.528.475.870
     Utang usaha                                                IDR
        - Pihak berelasi                                         IDR     20.104.643.796       27.813.835.813       37.014.267.510       27.585.970.556       38.366.225.787
        - Pihak ketiga                                           IDR     18.940.746.160       39.984.500.616       83.448.231.294       66.251.591.523       83.643.428.721
     Utang pajak                                                IDR      8.558.503.002       11.476.194.692        8.684.858.579       11.254.881.229        9.025.420.981
     Beban masih harus dibayar                                  IDR      3.022.368.444        3.732.765.865        5.930.448.205        7.103.208.654        8.860.048.026
     Utang lain-lain                                            IDR
        - Pihak berelasi                                         IDR      1.569.081.963        1.755.707.269        2.031.280.424        2.466.415.563        2.324.473.822
        - Pihak ketiga                                           IDR      6.183.224.889       10.047.262.767       11.171.899.796        4.474.217.764        1.658.044.734
     Uang muka pelanggan                                        IDR        560.096.509          882.594.771        2.230.157.608          891.097.849          733.992.443
     Pendapatan diterima di muka                                IDR                   -          85.000.001                     -       3.983.161.279        5.464.918.943
        Bagian utang jangka panjang yang jatuh temo dalam
                                                                IDR
        waktu satu tahun:
        - Utang bank                                             IDR      7.414.857.174        5.833.333.333        6.138.989.257        9.872.954.618        9.872.954.618
        - Utang pembiayaan konsumen                              IDR        977.832.833        1.308.276.460        1.682.293.305          672.584.315        1.597.272.385
        - Liabilitas sewa                                        IDR      2.441.081.610        1.242.962.823        1.702.713.163          655.292.507                     -
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                          IDR    265.301.685.348      312.474.479.126      412.018.374.942      387.705.961.475      439.075.256.330


  Liabilitas Jangka Panjang
     Pendapatan diterima di muka                                IDR                   -                    -                    -       7.437.210.968       14.120.373.600
        Bagian utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
                                                                IDR
        yang jatuh temo dalam waktu satu tahun:
      - Utang bank                                               IDR     28.116.178.528       17.500.000.000       15.945.849.599       20.645.278.045       10.772.323.427
      - Utang pembiayaan konsumen                                IDR      1.491.385.682        1.418.353.801          986.631.807          303.851.065        2.628.328.025
      - Liabilitas sewa                                          IDR      1.257.848.051          282.529.837          660.893.952
     Liabilitas imbalan pasca kerja                             IDR     23.405.087.311       20.890.442.135       17.475.246.564       22.216.362.883       24.413.602.762
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                         IDR     54.270.499.572       40.091.325.773       35.068.621.922       50.602.702.961       51.934.627.814


        JUMLAH LIABILITAS                                        IDR    319.572.184.920      352.565.804.899      447.086.996.864      438.308.664.436      491.009.884.144


  EKUITAS
     Modal saham                                                IDR     60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000       60.000.000.000
     Modal saham yang diperoleh kembali                         IDR       (809.600.000)        (809.600.000)        (809.600.000)        (809.600.000)        (809.600.000)
     Tambahan modal disetor                                     IDR     34.970.231.496       34.970.231.496       34.970.231.496       34.970.231.496       34.970.231.496
     Surplus revaluasi                                          IDR     90.281.533.573       90.281.533.573       90.281.533.573      192.678.243.714      192.678.243.714
     Selisih transaksi perubahan ekuitas Entitas Anak           IDR     71.662.406.503       72.716.900.464       72.289.022.011       81.024.461.379       81.790.597.009
     Penghasilan komprehensif lainnya                           IDR      9.851.271.785       10.355.667.275       10.202.305.367        9.800.104.139       10.018.488.231
     Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui pengh   IDR      (7.752.000.000)      (7.200.000.000)      (7.008.000.000)      (7.488.000.000)      (7.728.000.000)
     Saldo laba                                                 IDR
        - Yang telah ditentukan penggunaannya                    IDR     12.000.000.000       12.000.000.000       12.000.000.000       12.000.000.000       12.000.000.000
        - Yang belum ditentukan penggunaannya                    IDR    410.488.714.342      438.240.396.986      477.073.927.731      508.483.796.951      544.690.078.289
        Jumlah ekuitas yang dapat didistribusikan kepada
                                                                 IDR
        pemilik entitas induk                                           680.692.557.699      710.555.129.794      748.999.420.178      890.659.237.679      927.610.038.739

     Kepentingan non pengendali                                 IDR         19.152.038           16.456.270           15.411.747           15.464.562           15.427.610


        JUMLAH EKUITAS                                           IDR    680.711.709.737      710.571.586.064      749.014.831.925      890.674.702.241      927.625.466.349

  JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                                    IDR   1.000.283.894.657    1.063.137.390.963    1.196.101.828.789    1.328.983.366.677    1.418.635.350.493

  Check Balance                                                                        0                    0                    0                    0                    0

  PRI Notes:
    * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2018-2022).
   ** Subsequent 2022, based on TB as of Desember 2022
Page 134
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 04
Historis Laba Rugi                                                                                                                                     Dalam Rupiah

                                                                     2020A                  2021A               2022A                2023A                2024A

  PENDAPATAN                                         IDR            654.285.313.569       770.708.092.995     974.636.523.540     1.086.594.171.978    1.117.588.738.384

  BEBAN POKOK PENDAPATAN                             IDR           (282.419.815.086)      (364.581.198.779)   (491.237.808.248)    (565.846.550.136)    (572.166.323.110)

  LABA KOTOR                                         IDR            371.865.498.483       406.126.894.216     483.398.715.292      520.747.621.842      545.422.415.274

  BEBAN USAHA


    Beban penjualan, umum dan administrasi          IDR           (339.163.629.799)      (352.866.631.555)   (430.359.880.902)    (508.065.717.302)    (544.212.809.288)
    Pendapatan operasi lainnya                      IDR             24.729.483.217        13.015.487.443      40.016.406.112       64.134.943.506       84.707.520.679
    Beban operasi lainnya                           IDR            (26.439.740.478)        (4.095.724.173)     (3.174.794.340)      (2.808.842.754)      (1.903.851.148)
      Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha                IDR           (340.873.887.060)      (343.946.868.285)   (393.518.269.130)    (446.739.616.550)    (461.409.139.757)


 LABA USAHA                                          IDR             30.991.611.423        62.180.025.931      89.880.446.162       74.008.005.292       84.013.275.517

    Pendapatan keuangan                             IDR              2.391.788.684           562.892.218         851.451.698          234.144.802          409.401.116
    Beban keuangan                                  IDR            (24.709.365.914)       (20.140.236.185)    (23.072.929.586)     (26.951.854.266)     (27.366.522.154)
     Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha                 IDR            (22.317.577.230)       (19.577.343.967)    (22.221.477.888)     (26.717.709.464)     (26.957.121.038)

  LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                          IDR              8.674.034.193        42.602.681.964      67.658.968.274       47.290.295.828       57.056.154.479

    Beban Pajak                                     IDR             (5.972.617.231)       (12.486.107.422)    (19.947.918.646)     (12.920.887.876)     (14.930.864.496)

  LABA (RUGI) BERSIH                                 IDR              2.701.416.962        30.116.574.542      47.711.049.628       34.369.407.952       42.125.289.983

  PRI Notes:
    * Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2018-2022).
   ** Subsequent 2022. based on TB as of Desember 2022
Page 135
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 05
Historis Arus Kas                                                                                                                                                                   Dalam Rupiah

                                                                                                     2020A               2021A               2022A               2023A                2024A

    ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
               Penerimaan dari pelanggan                                                    IDR   681.460.965.036     744.507.984.245     948.766.280.698     1.084.963.583.070    1.079.918.685.596
               Penerimaan sewa                                                              IDR                  -                   -                   -      12.817.265.147       13.606.174.748
               Penerimaan bunga                                                             IDR     2.391.788.684         562.892.218         851.451.698          234.144.802          409.401.116
               Pembayaran kepada pemasok                                                    IDR   (304.918.084.354)   (354.798.339.438)   (531.958.325.157)    (592.300.978.901)    (572.657.834.790)
               Pembayaran beban usaha dan lainnya                                           IDR   (303.328.739.296)   (333.604.369.404)   (400.210.005.014)    (428.589.883.477)    (459.237.528.914)
               Pembayaran bunga                                                             IDR    (24.709.365.914)    (20.140.236.185)    (23.072.929.586)     (26.951.854.266)     (27.366.522.154)
               Pembayaran pajak penghasilan badan                                           IDR     (4.935.544.307)     (6.974.671.358)    (20.683.257.530)     (20.352.409.759)     (16.790.684.784)


    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                                              IDR    45.961.019.849      29.553.260.078      (26.306.784.891)     29.819.866.616       17.881.690.818


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
               Hasil penjualan aset tetap                                                   IDR       195.000.851       1.306.816.613         720.512.005          825.875.000          868.062.162
               Penambahan aset tetap                                                        IDR     (6.770.011.903)    (20.320.343.412)    (11.900.794.353)     (29.403.681.814)      (4.552.831.637)
               Deposito berjangka                                                           IDR     8.700.000.000                    -                   -                    -                    -
               Hasil penjualan penyertaan pada Entitas Anak                                 IDR       500.000.000                    -                   -                    -                    -
               Penerimaan dividen                                                           IDR                  -                   -                   -       5.152.700.000                     -


    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi                                            IDR     2.624.988.948      (19.013.526.799)    (11.180.282.348)     (23.425.106.814)      (3.684.769.475)


    ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
               Penerimaan utang bank jangka pendek                                          IDR    (17.874.136.142)    12.782.795.748      43.671.191.085          511.349.817       25.033.890.252
               Pembayaran utang bank jangka panjang                                         IDR     (7.628.190.739)    (12.197.702.369)     (5.833.333.333)      (6.981.767.323)      (9.872.954.618)
               Pembayaran dividen                                                           IDR     (2.959.520.000)     (2.367.616.011)     (8.878.560.000)      (2.959.520.000)      (5.919.040.000)
               Pembayaran utang pembiayaan konsumen                                         IDR     (2.555.743.262)     (2.192.138.254)     (1.924.635.149)      (1.692.489.732)      (2.631.296.475)
               Pembayaran liabilitas sewa                                                   IDR     (2.688.913.525)     (2.542.445.302)     (2.868.883.702)      (1.708.314.608)        (655.292.507)
               Dividen kepada kepentingan non pengendali                                    IDR             (2.033)             (1.808)             (3.389)              (4.518)              (5.649)
               Kepentingan non pengendali dari aset bersih Entitas Anak yang baru didirik   IDR     8.381.300.683               30.000                   -                    -                    -
               Penerimaan utang bank jangka panjang                                         IDR     (1.163.036.421)                  -      4.584.838.856       15.415.161.130                     -


    Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                                            IDR    (26.488.241.439)     (6.517.077.996)    28.750.614.368        2.584.414.766        5.955.301.003


    KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                           IDR    22.097.767.358       4.022.655.283       (8.736.452.871)      8.979.174.568       20.152.222.346


               Keuntungan selisih kurs                                                      IDR        30.511.749          14.931.592         231.577.123           (79.548.506)        287.383.919


    KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                            IDR    33.624.765.109      55.753.044.216      59.790.631.091       51.285.755.343       60.185.381.405


    KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                                           IDR    55.753.044.216      59.790.631.091      51.285.755.343       60.185.381.405       80.624.987.670



    PRI Notes:
        *    Forecast-2023 Forecast using the moving average from historical data (2018-2022).
       **    Subsequent 2022, based on TB as of Desember 2022
Page 136
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 06
                                                             RASIO KEUANGAN

                   Keterangan                     2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Aset Lancar                                       451.410.867.230       509.961.988.030     634.097.322.447     639.934.726.944     740.887.584.725
Liabilitas Jangka Pendek                          265.301.685.348       312.474.479.126     412.018.374.942     387.705.961.475     439.075.256.330
Rasio Lancar                                                 1,70                  1,63                1,54                1,65                1,69
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                     2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Aset Lancar                                       451.410.867.230       509.961.988.030     634.097.322.447     639.934.726.944     740.887.584.725
Persediaan                                        224.023.275.915       248.417.999.986     347.132.778.444     353.195.429.623     389.712.633.721
Liabilitas Jangka Pendek                          265.301.685.348       312.474.479.126     412.018.374.942     387.705.961.475     439.075.256.330
Rasio Cepat                                                  0,86                  0,84                0,70                0,74                0,80
*)Disajikan dalam kali

                   Keterangan                     2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Kas dan setara kas                                 55.753.044.216        59.790.631.091      51.285.755.343      60.185.381.405      80.624.987.670
Liabilitas Jangka Pendek                          265.301.685.348       312.474.479.126     412.018.374.942     387.705.961.475     439.075.256.330
Rasio Kas                                                    0,21                  0,19                0,12                0,16                0,18
*)Disajikan dalam kali

Rasio Likuiditas                                  2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Rasio Lancar                                                 1,70                  1,63                1,54                 1,65                1,69
Rasio Cepat                                                  0,86                  0,84                0,70                 0,74                0,80
Rasio Kas                                                    0,21                  0,19                0,12                 0,16                0,18
*)Disajikan dalam kali                       ,

                   Keterangan                     2020A                 2021A               2022A                2023A               2024A
Pendapatan                                        654.285.313.569       770.708.092.995     974.636.523.540    1.086.594.171.978   1.117.588.738.384
Piutang Usaha                                     147.844.616.828       174.452.223.841     201.585.029.519      201.876.558.668     239.389.506.050
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 82                    83                  75                   68                  78
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                     2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Beban Pokok Pendapatan                            282.419.815.086       364.581.198.779     491.237.808.248     565.846.550.136     572.166.323.110
Persediaan                                        224.023.275.915       248.417.999.986     347.132.778.444     353.195.429.623     389.712.633.721
Rasio Perputaran Persediaan                                   290                   249                 258                 228                 249
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                     2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Beban Pokok Pendapatan                            282.419.815.086       364.581.198.779     491.237.808.248     565.846.550.136     572.166.323.110
Utang Usaha                                        39.045.389.956        67.798.336.429     120.462.498.804      93.837.562.079     122.009.654.508
Rasio Perputaran Utang Usaha                                   50                    68                  90                  61                  78
*)Disajikan dalam hari

                 Rasio Aktivitas                  2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Rasio Perputaran Piutang Usaha                                 82                    83                  75                  68                  78
Rasio Perputaran Persediaan                                   290                   249                 258                 228                 249
Rasio Perputaran Utang Usaha                                   50                    68                  90                  61                  78
*)Disajikan dalam hari

                   Keterangan                      2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Jumlah Liabilitas                                  319.572.184.920       352.565.804.899     447.086.996.864     438.308.664.436     491.009.884.144
Jumlah Aset                                      1.000.283.894.657     1.063.137.390.963   1.196.101.828.789   1.328.983.366.677   1.418.635.350.493
Rasio Liabilitas terhadap Aset                              31,95%                33,16%              37,38%              32,98%              34,61%
*)Disajikan dalam persen

                   Keterangan                     2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Jumlah Liabilitas                                 319.572.184.920       352.565.804.899     447.086.996.864     438.308.664.436     491.009.884.144
Jumlah Ekuitas                                    680.711.709.737       710.571.586.064     749.014.831.925     890.674.702.241     927.625.466.349
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                          46,95%                49,62%              59,69%              49,21%              52,93%
*)Disajikan dalam persen

                  Rasio Leverage                  2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Rasio Liabilitas terhadap Aset                                32%                   33%                 37%                 33%                 35%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                             47%                   50%                 60%                 49%                 53%

                 Keterangan                       2020A                 2021A               2022A                2023A               2024A
Laba Bruto                                        371.865.498.483       406.126.894.216     483.398.715.292      520.747.621.842     545.422.415.274
Pendapatan                                        654.285.313.569       770.708.092.995     974.636.523.540    1.086.594.171.978   1.117.588.738.384
Margin Laba Bruto                                          56,84%                52,70%              49,60%               47,92%              48,80%

                Keterangan                        2020A                 2021A               2022A                2023A               2024A
Laba Usaha                                         30.991.611.423        62.180.025.931      89.880.446.162       74.008.005.292      84.013.275.517
Pendapatan                                        654.285.313.569       770.708.092.995     974.636.523.540    1.086.594.171.978   1.117.588.738.384
Margin Laba (Rugi) Usaha                                    4,74%                 8,07%               9,22%                6,81%               7,52%

                Keterangan                        2020A                 2021A               2022A                2023A               2024A
Laba Bersih                                         2.701.416.962        30.116.574.542      47.711.049.628       34.369.407.952      42.125.289.983
Pendapatan                                        654.285.313.569       770.708.092.995     974.636.523.540    1.086.594.171.978   1.117.588.738.384
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   0,41%                 3,91%               4,90%                3,16%               3,77%

                   Keterangan                      2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Laba (Rugi) Bersih                                   2.701.416.962        30.116.574.542      47.711.049.628      34.369.407.952      42.125.289.983
Jumlah Aset                                      1.000.283.894.657     1.063.137.390.963   1.196.101.828.789   1.328.983.366.677   1.418.635.350.493
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                      0,27%                 2,83%               3,99%               2,59%               2,97%

                   Keterangan                     2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Laba (Rugi) Bersih                                  2.701.416.962        30.116.574.542      47.711.049.628      34.369.407.952      42.125.289.983
Jumlah Ekuitas                                    680.711.709.737       710.571.586.064     749.014.831.925     890.674.702.241     927.625.466.349
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  0,40%                 4,24%               6,37%               3,86%               4,54%

              Rasio Profitabilitas                2020A                 2021A               2022A               2023A               2024A
Margin Laba Bruto                                          56,84%                52,70%              49,60%              47,92%              48,80%
Margin Laba (Rugi) Usaha                                    4,74%                 8,07%               9,22%               6,81%               7,52%
Margin Laba (Rugi) Bersih                                   0,41%                 3,91%               4,90%               3,16%               3,77%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset                     0,27%                 2,83%               3,99%               2,59%               2,97%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas                  0,40%                 4,24%               6,37%               3,86%               4,54%
Page 137
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 07
Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

                                                               2025F             2026F             2027F             2028F             2029F

  ASSET
  Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                 IDR            80.373           118.957           174.674           208.468           245.769
     Investasi dalam saham                              IDR             1.248             1.248             1.248             1.248             1.248
     Piutang usaha                                      IDR           235.183           246.942           259.289           272.253           285.866
     Piutang lain-lain                                  IDR            22.682            22.682            22.682            22.682            22.682
     Persediaan                                         IDR           400.544           394.285           386.400           405.720           426.006
     Uang muka                                          IDR             4.408             4.408             4.408             4.408             4.408
     Pajak dibayar di muka                              IDR             1.409             1.409             1.409             1.409             1.409
     Biaya dibayar di muka                              IDR             1.413             1.413             1.413             1.413             1.413
        Jumlah Aset Lancar                               IDR           747.259           791.344           851.522           917.602           988.801


  Aset Tidak Lancar
     Penyertaan saham                                   IDR           105.487           110.737           115.987           121.237           126.487
     Taksiran tagihan pajak                             IDR             3.866             3.866             3.866             3.866             3.866
     Aset pajak tangguhan                               IDR            12.778            12.778            12.778            12.778            12.778
     Aset tetap - bersih                                IDR           527.999           520.185           512.682           504.364           495.715
     Aset hak guna                                      IDR             2.058             2.058             2.058             2.058             2.058
     Aset tidak lancar lainnya                          IDR            20.069            20.069            20.069            20.069            20.069
        Jumlah Aset Tidak Lancar                         IDR           672.257           669.693           667.440           664.372           660.973


  JUMLAH ASET                                            IDR       1.419.517         1.461.037         1.518.963         1.581.974         1.649.775


  LIABILITAS DAN EKUITAS
  Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
     Utang bank                                         IDR           277.528           277.528           277.528           277.528           277.528
     Utang usaha                                        IDR           116.825           122.667           128.800           135.240           142.002
     Utang pajak                                        IDR             9.025             9.025             9.025             9.025             9.025
     Beban masih harus dibayar                          IDR             8.860             8.860             8.860             8.860             8.860
     Utang lain-lain                                    IDR             3.983             3.983             3.983             3.983             3.983
     Utang pembiayaan konsumen                          IDR             2.628                0                 0                 0                 0
     Utang bank jangka panjang                          IDR             9.873              899                 0                 0                 0
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                  IDR           428.723           422.962           428.196           434.636           441.398


  Liabilitas Jangka Panjang
     Utang bank jangka panjang                          IDR              899                 0                 0                 0                 0
     Liabilitas imbalan pasca kerja                     IDR            29.469            34.525            39.581            44.636            49.692
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                 IDR            30.369            34.525            39.581            44.636            49.692


        JUMLAH LIABILITAS                                IDR           459.092           457.487           467.777           479.273           491.090


  EKUITAS
     Modal saham                                        IDR            60.000            60.000            60.000            60.000            60.000
     Perolehan kembali saham beredar                    IDR              -810              -810              -810              -810              -810
     Tambahan modal disetor, bersih                     IDR            34.970            34.970            34.970            34.970            34.970
     Surplus revaluasi                                  IDR           192.678           192.678           192.678           192.678           192.678
     Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak   IDR            81.791            81.791            81.791            81.791            81.791
     Pendapatan komprehensif lain                       IDR            10.018            10.018            10.018            10.018            10.018
     Aset keuangan tersedia untuk dijual                IDR            -7.728            -7.728            -7.728            -7.728            -7.728
     Saldo laba                                         IDR           589.490           632.614           680.250           731.766           787.749
     Kepentingan non pengendali                         IDR               15                15                15                15                15
        JUMLAH EKUITAS                                   IDR           960.425       1.003.550         1.051.186         1.102.701         1.158.684


  JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                            IDR       1.419.517         1.461.037         1.518.963         1.581.974         1.649.775

  Check Balance                                                             0                 0                 0                 0                 0
Page 138
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 08
Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

                                                     2025F              2026F              2027F              2028F              2029F

  PENDAPATAN                                IDR          1.173.468          1.232.142          1.293.749          1.358.436          1.426.358

  BEBAN POKOK PENJUALAN                     IDR              -600.816           -630.856           -662.399           -695.519           -730.295

                                                                   0                  0                  0                  0                  0
  LABA KOTOR                                IDR              572.652            601.285            631.349            662.917            696.063
                                                                   0                  0                  0                  0                  0
  PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
    Beban umum dan administrasi            IDR              -488.553           -508.828           -532.878           -559.272           -586.461
      Jumlah Beban Operasi                  IDR              -488.553           -508.828           -532.878           -559.272           -586.461

  LABA USAHA                                IDR               84.099             92.457             98.472            103.645            109.601

    Pendapatan keuangan                    IDR                  409                409                409                409                409
    Beban keuangan                         IDR               -27.367            -27.367            -27.367            -27.367            -27.367
      Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha       IDR               -26.957            -26.957            -26.957            -26.957            -26.957

  LABA SEBELUM PAJAK                        IDR               57.142             65.500             71.515             76.688             82.644

    Beban Pajak Penghasilan                IDR               -12.571            -14.410            -15.733            -16.871            -18.182

  LABA TAHUN BERJALAN                       IDR               44.571             51.090             55.781             59.816             64.462
Page 139
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 09
Proyeksi Arus Kas

                                                                                2025F               2026F             2027F             2028F             2029F

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
      Penerimaan kas dari pelanggan                           IDR                   1.177.675          1.220.382         1.281.402         1.345.472         1.412.745
      Pembayaran kas kepada pemasok                           IDR                    -617.389          -622.240          -649.236          -709.255          -744.675
      Pembayaran beban usaha dan lainnya                      IDR                    -469.152          -492.353          -516.714          -542.293          -569.152
      Penerimaan Sewa gudang                                  IDR                             0                 0                 0                 0                 0
      Penerimaan bunga                                        IDR                           409               409               409               409               409
      Pembayaran bunga                                        IDR                      -27.367             -27.367           -27.367           -27.367           -27.367
      Pembayaran pajak penghasilan                            IDR                      -14.286             -16.375           -17.879           -19.172           -20.661

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                 IDR                       49.891              62.457            70.616            47.795            51.301


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
      Pembelian investasi dalam saham                         IDR                             0                 0                 0                 0                 0
      Penerimaan hasil penjualan aset tetap                   IDR                             0                 0                 0                 0                 0
      Pembelian aset tetap                                    IDR                             0                 0                 0                 0                 0

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi               IDR                             0                 0                 0                 0                 0


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
      Pembayaran utang bank jangka panjang                    IDR                      -12.501              -9.873              -899
      Pembayaran dividen                                      IDR                         -6.000            -6.000            -6.000            -6.000            -6.000

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan               IDR                      -18.501             -15.873            -6.899            -6.000            -6.000


   KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS              IDR                       31.390              46.584            63.717            41.795            45.301


   KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                              IDR                        80.625             112.015           158.599           222.316           264.111


   KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                             IDR                       112.015             158.599           222.316           264.111           309.412


   PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
    ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 140
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
  Lampiran - 10
Proyeksi Depresiasi Aset Tetap Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

                                                        2024A              2025F              2026F              2027F              2028F              2029F

  PENAMBAHAN / PENGURANGAN
    Tanah                                 IDR            116.686.071               -                  -                  -                  -                  -
    Bangunan dan Prasarana                IDR         34.666.737.739               -                  -                  -                  -                  -
    Mesin dan Peralatan                   IDR           809.404.775      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000
    Perabot dan Peralatan Kantor          IDR         1.070.685.507      2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000
    Kendaraan                             IDR         3.673.700.538      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000
     Jumlah                                           40.337.214.630      8.000.000.000      8.000.000.000      8.000.000.000      8.000.000.000      8.000.000.000
                                                           ^                  ^                  ^                  ^                  ^                  ^
  NILAI PEROLEHAN
    Tanah                                 IDR       377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673
    Bangunan dan Prasarana                IDR       221.261.987.006    221.261.987.006    221.261.987.006    221.261.987.006    221.261.987.006    221.261.987.006
    Mesin dan Peralatan                   IDR        73.035.778.669     76.035.778.669     79.035.778.669     82.035.778.669     85.035.778.669     88.035.778.669
    Perabot dan Peralatan Kantor          IDR       32.447.359.801      34.447.359.801     36.447.359.801     38.447.359.801     40.447.359.801     42.447.359.801
    Kendaraan                             IDR       43.896.872.919      46.896.872.919     49.896.872.919     52.896.872.919     55.896.872.919     58.896.872.919
      Jumlah                                         748.022.093.068    756.022.093.068    764.022.093.068    772.022.093.068    780.022.093.068    788.022.093.068
                                                          ^                  ^                  ^                  ^                  ^                  ^
  PENYUSUTAN                                                   1,00               1,00               1,00               1,00               2,00               3,00
    Bangunan dan Prasarana                IDR       12.456.444.139      7.375.399.567      7.375.399.567      7.375.399.567      7.375.399.567      7.375.399.567
    Mesin dan Peralatan                              5.246.645.914      3.801.788.933      3.951.788.933      4.101.788.933      4.251.788.933      4.401.788.933
    Perabot dan Peralatan Kantor          IDR        3.393.752.646      4.305.919.975      4.555.919.975      2.535.607.786      2.000.000.000      2.000.000.000
    Kendaraan                             IDR        3.417.739.626      5.862.109.115      6.237.109.115      6.612.109.115      3.183.533.567      3.000.000.000
     Jumlah                                           24.514.582.325     21.345.217.590     22.120.217.590     20.624.905.401     16.810.722.068     16.777.188.500
                                                          ^                  ^                  ^                  ^                  ^                  ^
  AKUMULASI PENYUSUTAN
    Bangunan dan Prasarana                IDR       87.171.722.910     94.547.122.477     101.922.522.044    109.297.921.611    116.673.321.177    124.048.720.744
    Mesin dan Peralatan                             61.058.685.738     64.860.474.671      68.812.263.605     72.914.052.538     77.165.841.472     81.567.630.405
    Perabot dan Peralatan Kantor          IDR       27.049.912.065     31.355.832.040      35.911.752.015     38.447.359.801     40.447.359.801     42.447.359.801
    Kendaraan                             IDR       34.002.012.007     39.864.121.122      46.101.230.237     52.713.339.352     55.896.872.919     58.896.872.919
     Jumlah                                          209.282.332.720    230.627.550.310     252.747.767.901    273.372.673.302    290.183.395.369    306.960.583.870
                                                          ^                  ^                   ^                  ^                  ^                  ^
  NILAI BUKU
    Tanah                                            377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673
    Bangunan dan Prasarana                           134.090.264.096    126.714.864.529    119.339.464.962    111.964.065.395    104.588.665.829     97.213.266.262
    Mesin dan Peralatan                               11.977.092.931     11.175.303.998     10.223.515.064      9.121.726.131      7.869.937.197      6.468.148.264
    Perabot dan Peralatan Kantor                       5.397.447.736      3.091.527.761        535.607.786                  0                  0                  0
    Kendaraan                                          9.894.860.912      7.032.751.797      3.795.642.682        183.533.567                  0                  0
      Jumlah                                         538.739.760.348    525.394.542.758    511.274.325.167    498.649.419.766    489.838.697.699    481.061.509.198

  Capital Expenditure
      Capex/Depresiasi                                                         187,97%            187,97%            187,97%            187,97%            187,97%
   ž Mesin                                 IDR                     0                 0                  0                  0                  0                  0
   ž Peralatan Kantor                      IDR                     0                 0                  0                  0                  0                  0
      Inventaris Kantor                    IDR                     0                 0                  0                  0                  0                  0
      Total Capex                          IDR                     0                 0                  0                  0                  0                  0
Page 141
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 11
Net Working Capital Projection

                                                                    2025F                    2026F             2027F             2028F              2029F
   ASET LANCAR
     Piutang Usaha                                              235.182.580.134           246.941.709.140   259.288.794.597   272.253.234.327    285.865.896.044
     Piutang Lain - Lain                                         22.682.248.004            22.682.248.004    22.682.248.004    22.682.248.004     22.682.248.004
     Persediaan                                                 400.543.803.837           394.285.306.902   386.399.600.764   405.719.580.802    426.005.559.842
       Jumlah Aset Lancar                                        658.408.631.975           663.909.264.046   668.370.643.365   700.655.063.133    734.553.703.890

   KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
     Utang Usaha                                                116.825.276.119           122.666.539.925   128.799.866.921   135.239.860.267    142.001.853.281
     Utang Lain - Lain                                            3.982.518.556             3.982.518.556     3.982.518.556     3.982.518.556      3.982.518.556
      Jumlah Kewajiban Jangka Pendek                             120.807.794.675           126.649.058.481   132.782.385.477   139.222.378.823    145.984.371.837

   Net Working Capital                                           537.600.837.299           537.260.205.565   535.588.257.888   561.432.684.310    588.569.332.053
   Increase/Decrease Net Working Capital                         (11.808.622.588)              340.631.734     1.671.947.677   (25.844.426.422)   (27.136.647.743)

   PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
    ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 142
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 12
Tax Projection

         KETERANGAN                       2025F                 2026F                2027F               2028F               2029F

   Tarif Pajak PPh Badan                            22%                  22%                   22%                 22%                 22%
   Tarif                                            11%                  11%                   11%                 11%                 11%
   Penjualan                          1.173.468.175.303    1.232.141.584.068     1.293.748.663.272   1.358.436.096.435   1.426.357.901.257
   PTKP                                             -                    -                     -                   -                   -
   PKP                                1.173.468.175.303    1.232.141.584.068     1.293.748.663.272   1.358.436.096.435   1.426.357.901.257
   Laba sebelum pajak                    57.142.002.362       65.499.560.383        71.514.650.591      76.687.564.396      82.644.152.957
   Perhitungan Pajak                                -                    -                     -                   -                   -
   Beban Pajak                           12.571.240.520       14.409.903.284        15.733.223.130      16.871.264.167      18.181.713.650
   Beban Pajak Penghasilan               12.571.240.520       14.409.903.284        15.733.223.130      16.871.264.167      18.181.713.650
                                                 22,00%               22,00%                22,00%              22,00%             22,000%

   PRI Notes:
    * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
    ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 143
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 13
                              RASIO KEUANGAN TANPA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Rasio Likuiditas                                2025F     2026F      2027F      2028F      2029F
Rasio Lancar                                        1,74      1,87       1,99       2,11       2,24
Rasio Cepat                                         0,81      0,94       1,09       1,18       1,28
Rasio Kas                                           0,19      0,28       0,41       0,48       0,56
Rasio Aktivitas                                 2025F     2026F      2027F      2028F      2029F
Rasio Perputaran Piutang Usaha                        73        73         73         73         73
Rasio Perputaran Persediaan                          243       228        213        213        213
Rasio Perputaran Utang Usaha                          71        71         71         71         71
Rasio Leverage                                  2025F     2026F      2027F      2028F      2029F
Rasio Liabilitas terhadap Aset                    32,34%    31,31%     30,80%     30,30%     29,77%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                 47,80%    45,59%     44,50%     43,46%     42,38%
Rasio Profitabilitas                            2025F     2026F      2027F      2028F      2029F
Margin Laba Bruto                                 48,80%    48,80%     48,80%     48,80%     48,80%
Margin Laba (Rugi) Usaha                           7,17%     7,50%      7,61%      7,63%      7,68%
Margin Laba (Rugi) Bersih                          3,80%     4,15%      4,31%      4,40%      4,52%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset            3,14%     3,50%      3,67%      3,78%      3,91%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas         4,64%     5,09%      5,31%      5,42%      5,56%
Page 144
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 14
Proyeksi Posisi Keuangan Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                               2025F              2026F              2027F              2028F              2029F

  ASSET
  Aset Lancar
     Kas dan setara kas                                 IDR       96.152            134.664            200.242            227.759            289.910
     Investasi dalam saham                              IDR           1.248              1.248              1.248              1.248              1.248
     Piutang usaha                                      IDR      235.183            246.942            259.289            272.253            285.866
     Piutang lain-lain                                  IDR       22.682             22.682             22.682             22.682             22.682
     Persediaan                                         IDR      400.544            394.285            386.400            405.720            426.006
     Uang muka                                          IDR           4.408              4.408              4.408              4.408              4.408
     Pajak dibayar di muka                              IDR           1.409              1.409              1.409              1.409              1.409
     Biaya dibayar di muka                              IDR           1.413              1.413              1.413              1.413              1.413
        Jumlah Aset Lancar                               IDR      763.039            807.051            877.091            936.893           1.032.942


  Aset Tidak Lancar
     Penyertaan saham                                   IDR      105.487            110.737            115.987            121.237            126.487
     Taksiran tagihan pajak                             IDR           3.866              3.866              3.866              3.866              3.866
     Aset pajak tangguhan                               IDR       12.778             12.778             12.778             12.778             12.778
     Aset tetap - bersih                                IDR      532.999            530.185            522.682            514.364            505.715
     Aset hak guna                                      IDR           2.058              2.058              2.058              2.058              2.058
     Aset tidak lancar lainnya                          IDR       20.069             20.069             20.069             20.069             20.069
        Jumlah Aset Tidak Lancar                         IDR      677.257            679.693            677.440            674.372            670.973


  JUMLAH ASET                                            IDR     1.440.296          1.486.744          1.554.531          1.611.265          1.703.915


  LIABILITAS DAN EKUITAS
  Liabilitas
  Liabilitas Jangka Pendek
     Utang bank                                         IDR      277.528            277.528            277.528            277.528            277.528
     Utang usaha                                        IDR      116.825            122.667            128.800            135.240            142.002
     Utang pajak                                        IDR           9.025              9.025              9.025              9.025              9.025
     Beban masih harus dibayar                          IDR           8.860              8.860              8.860              8.860              8.860
     Utang lain-lain                                    IDR           3.983              3.983              3.983              3.983              3.983
     Pendapatan diterima dimuka                         IDR           6.126              3.660              6.531              1.766              5.802
     Utang pembiayaan konsumen                          IDR           1.597              1.597              1.597              1.597              1.597
     Utang bank jangka panjang                          IDR           9.873                899                     0                  0                  0
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                  IDR      433.818            428.219            436.324            438.000            448.798


  Liabilitas Jangka Panjang
     Pendapatan diterima dimuka                         IDR           7.319              6.531              7.568                     0       13.906
     Utang pembiayaan konsumen                          IDR           2.628              2.628              2.628              2.628              2.628
     Utang bank jangka panjang                          IDR             899                     0                  0                  0                  0
     Liabilitas imbalan pasca kerja                     IDR       29.469             34.525             39.581             44.636             49.692
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                 IDR       40.316             43.684             49.777             47.265             66.227


        JUMLAH LIABILITAS                                IDR      474.134            471.903            486.101            485.264            515.024


  EKUITAS
     Modal saham                                        IDR       60.000             60.000             60.000             60.000             60.000
     Perolehan kembali saham beredar                    IDR            -810               -810               -810               -810               -810
     Tambahan modal disetor, bersih                     IDR       34.970             34.970             34.970             34.970             34.970
     Surplus revaluasi                                  IDR      192.678            192.678            192.678            192.678            192.678
     Selisih transaksi perubahan ekuitas entitas anak   IDR       81.791             81.791             81.791             81.791             81.791
     Pendapatan komprehensif lain                       IDR       10.018             10.018             10.018             10.018             10.018
     Aset keuangan tersedia untuk dijual                IDR           -7.728             -7.728             -7.728             -7.728             -7.728
     Saldo laba                                         IDR      595.226            643.905            697.494            755.065            817.956
     Kepentingan non pengendali                         IDR                 15                 15                 15                 15                 15
        JUMLAH EKUITAS                                   IDR      966.162           1.014.840          1.068.429          1.126.001          1.188.891


  JUMLAH LIABILITAS & EKUITAS                            IDR     1.440.296          1.486.744          1.554.531          1.611.265          1.703.915

  Check Balance                                                          -                  -                  -                  -                  -
Page 145
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 15
Proyeksi Laba Rugi Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                       2025F               2026F              2027F              2028F              2029F

  PENDAPATAN                                 IDR            1.173.468          1.232.142          1.293.749          1.358.436          1.426.358
                                                       #DIV/0!                           0                  0                  0                  0
  BEBAN POKOK PENJUALAN                      IDR               -600.816            -630.856           -662.399           -695.519           -730.295
                                                                      0                  0                  0                  0                  0
  LABA KOTOR                                 IDR                 572.652           601.285            631.349            662.917            696.063
                                                                       0                 0                  0                  0                  0
  PENGHASILAN (BEBAN) OPERASI
    Beban umum dan administrasi             IDR               -488.878            -509.478           -533.528           -559.922           -587.111
    Pendapatan Sewa                         IDR                   7.974             8.055              8.587              8.724              9.860
      Jumlah Beban Operasi                   IDR               -480.904            -501.423           -524.940           -551.198           -577.251

  LABA USAHA                                 IDR                  91.748            99.862            106.409            111.719            118.811

    Pendapatan keuangan                     IDR                    409                409                409                409                409
    Beban keuangan                          IDR                 -27.367            -27.367            -27.367            -27.367            -27.367
      Jumlah Pendapatan (Beban) Usaha        IDR                 -26.957            -26.957            -26.957            -26.957            -26.957

  LABA SEBELUM PAJAK                         IDR                  64.791            72.905             79.452             84.762             91.854

    Beban Pajak Penghasilan                 IDR                 -14.254            -16.039            -17.479            -18.648            -20.208

  LABA TAHUN BERJALAN                        IDR                  50.537            56.866             61.972             66.114             71.646
Page 146
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 16
Proyeksi Arus Kas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                 2025F               2026F             2027F             2028F             2029F

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
      Penerimaan kas dari pelanggan                           IDR                    1.177.675          1.220.382         1.281.402         1.345.472         1.412.745
      Pembayaran kas kepada pemasok                           IDR                     -613.764           -631.656          -654.116          -730.377          -735.522
      Pembayaran beban usaha dan lainnya                      IDR                     -460.687           -484.214          -508.575          -534.154          -561.012
      Penerimaan Sewa gudang                                  IDR                          7.974              8.055             8.587             8.724             9.860
      Penerimaan bunga                                        IDR                            409               409               409               409               409
      Pembayaran bunga                                        IDR                         -27.367           -27.367           -27.367           -27.367           -27.367
      Pembayaran pajak penghasilan                            IDR                         -16.198           -18.226           -19.863           -21.190           -22.964

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                 IDR                         68.042             67.384            80.478            41.518            76.151


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
      Pembelian investasi dalam saham                         IDR                              0                 0                 0                 0                 0
      Penerimaan hasil penjualan aset tetap                   IDR                              0                 0                 0                 0                 0
      Pembelian aset tetap                                    IDR                              0                 0                 0                 0                 0

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Investasi               IDR                              0                 0                 0                 0                 0


   ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
      Pembayaran utang bank jangka panjang                    IDR                          -9.873            -9.873              -899                0                 0
      Pembayaran dividen                                      IDR                          -6.000            -6.000            -6.000            -6.000            -6.000

   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan               IDR                         -15.873           -15.873            -6.899            -6.000            -6.000


   KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS              IDR                         52.169             51.511            73.578            35.518            70.151


   KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                               IDR                         80.625            132.794           184.306           257.884           293.402


   KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                              IDR                       132.794             184.306           257.884           293.402           363.553

                                                                                                                                                                   23,9%

   PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
    ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 147
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
  Lampiran - 17
Proyeksi Depresiasi Aset Tetap Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                         2024A             2025F              2026F              2027F              2028F              2029F

  PENAMBAHAN / PENGURANGAN
    Tanah                                  IDR           116.686.071               -                  -                  -                  -                  -
    Bangunan dan Prasarana                 IDR        34.666.737.739     8.000.000.000                -                  -                  -                  -
    Mesin dan Peralatan                    IDR          809.404.775      5.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000
    Perabot dan Peralatan Kantor           IDR        1.070.685.507      2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000      2.000.000.000
    Kendaraan                              IDR        3.673.700.538      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000      3.000.000.000
     Jumlah                                           40.337.214.630     18.000.000.000      8.000.000.000      8.000.000.000      8.000.000.000      8.000.000.000
                                                           ^                  ^                  ^                  ^                  ^                  ^
  NILAI PEROLEHAN
    Tanah                                  IDR       377.380.094.673   377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673
    Bangunan dan Prasarana                 IDR       221.261.987.006   229.261.987.006    229.261.987.006    229.261.987.006    229.261.987.006    229.261.987.006
    Mesin dan Peralatan                    IDR        73.035.778.669    78.035.778.669     81.035.778.669     84.035.778.669     87.035.778.669     90.035.778.669
    Perabot dan Peralatan Kantor           IDR       32.447.359.801     34.447.359.801     36.447.359.801     38.447.359.801     40.447.359.801     42.447.359.801
    Kendaraan                              IDR       43.896.872.919     46.896.872.919     49.896.872.919     52.896.872.919     55.896.872.919     58.896.872.919
      Jumlah                                          748.022.093.068   766.022.093.068    774.022.093.068    782.022.093.068    790.022.093.068    798.022.093.068
                                                           ^                 ^                  ^                  ^                  ^                  ^
  PENYUSUTAN                                                    1,00              1,00               1,00               1,00               2,00               3,00
    Bangunan dan Prasarana                 IDR       12.456.444.139     7.642.066.234      7.642.066.234      7.642.066.234      7.642.066.234      7.642.066.234
    Mesin dan Peralatan                    IDR        5.246.645.914     3.901.788.933      4.051.788.933      4.201.788.933      4.351.788.933      4.501.788.933
    Perabot dan Peralatan Kantor           IDR        3.393.752.646     4.305.919.975      4.555.919.975      2.535.607.786      2.000.000.000      2.000.000.000
    Kendaraan                              IDR        3.417.739.626     5.862.109.115      6.237.109.115      6.612.109.115      3.183.533.567      3.000.000.000
     Jumlah                                            24.514.582.325    21.711.884.257     22.486.884.257     20.991.572.068     17.177.388.734     17.143.855.167
                                                           ^                 ^                  ^                  ^                  ^                  ^
  AKUMULASI PENYUSUTAN
    Bangunan dan Prasarana                 IDR       87.171.722.910    94.813.789.144     102.455.855.377    110.097.921.611    117.739.987.844    125.382.054.078
    Mesin dan Peralatan                    IDR       61.058.685.738    64.960.474.671      69.012.263.605     73.214.052.538     77.565.841.472     82.067.630.405
    Perabot dan Peralatan Kantor           IDR       27.049.912.065    31.355.832.040      35.911.752.015     38.447.359.801     40.447.359.801     42.447.359.801
    Kendaraan                              IDR       34.002.012.007    39.864.121.122      46.101.230.237     52.713.339.352     55.896.872.919     58.896.872.919
     Jumlah                                           209.282.332.720   230.994.216.977     253.481.101.234    274.472.673.302    291.650.062.036    308.793.917.203
                                                           ^                 ^                   ^                  ^                  ^                  ^
  NILAI BUKU
    Tanah                                  IDR       377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673    377.380.094.673
    Bangunan dan Prasarana                 IDR       134.090.264.096    134.448.197.862    126.806.131.629    119.164.065.395    111.521.999.162    103.879.932.928
    Mesin dan Peralatan                    IDR        11.977.092.931     13.075.303.998     12.023.515.064     10.821.726.131      9.469.937.197      7.968.148.264
    Perabot dan Peralatan Kantor           IDR         5.397.447.736      3.091.527.761        535.607.786                  0                  0                  0
    Kendaraan                              IDR         9.894.860.912      7.032.751.797      3.795.642.682        183.533.567                  0                  0
      Jumlah                                         538.739.760.348    535.027.876.091    520.540.991.834    507.549.419.766    498.372.031.032    489.228.175.865

  Capital Expenditure
      Capex/Depresiasi                                                         187,97%            187,97%            187,97%            187,97%            187,97%
   ž Mesin                                  IDR                    0                 0                  0                  0                  0                  0
   ž Peralatan Kantor                       IDR                    0                 0                  0                  0                  0                  0
      Inventaris Kantor                     IDR                    0                 0                  0                  0                  0                  0
      Total Capex                           IDR                    0                 0                  0                  0                  0                  0
Page 148
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 18
Net Working Capital Projection

                                                                    2025F                    2026F             2027F             2028F              2029F
   ASET LANCAR
     Piutang Usaha                                              235.182.580.134           246.941.709.140   259.288.794.597   272.253.234.327    285.865.896.044
     Piutang Lain - Lain                                         22.682.248.004            22.682.248.004    22.682.248.004    22.682.248.004     22.682.248.004
     Persediaan                                                 400.543.803.837           394.285.306.902   386.399.600.764   405.719.580.802    426.005.559.842
       Jumlah Aset Lancar                                        658.408.631.975           663.909.264.046   668.370.643.365   700.655.063.133    734.553.703.890

   KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
     Utang Usaha                                                116.825.276.119           122.666.539.925   128.799.866.921   135.239.860.267    142.001.853.281
     Utang Lain - Lain                                            3.982.518.556             3.982.518.556     3.982.518.556     3.982.518.556      3.982.518.556
      Jumlah Kewajiban Jangka Pendek                             120.807.794.675           126.649.058.481   132.782.385.477   139.222.378.823    145.984.371.837

   Net Working Capital                                           537.600.837.299           537.260.205.565   535.588.257.888   561.432.684.310    588.569.332.053
   Increase/Decrease Net Working Capital                         (11.808.622.588)              340.631.734     1.671.947.677   (25.844.426.422)   (27.136.647.743)

   PRI Notes:
     * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
    ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 149
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 19
Tax Projection

           KETERANGAN                           2025F                 2026F                   2027F               2028F               2029F

   Tarif Pajak PPh Badan                                  22%                  22%                      22%                 22%                 22%
   Tarif                                                  11%                  11%                      11%                 11%                 11%
   Penjualan                                1.173.468.175.303    1.232.141.584.068        1.293.748.663.272   1.358.436.096.435   1.426.357.901.257
   PTKP                                                   -                    -                        -                   -                   -
   PKP                                      1.173.468.175.303    1.232.141.584.068        1.293.748.663.272   1.358.436.096.435   1.426.357.901.257
   Laba sebelum pajak                          64.791.085.342       72.904.654.163           79.451.883.771      84.761.960.276      91.854.134.367
   Perhitungan Pajak                                      -                    -                        -                   -                   -
   Beban Pajak                                 14.254.038.775       16.039.023.916           17.479.414.430      18.647.631.261      20.207.909.561
   Beban Pajak Penghasilan                     14.254.038.775       16.039.023.916           17.479.414.430      18.647.631.261      20.207.909.561
                                                       22,00%               22,00%                   22,00%              22,00%             22,000%

   PRI Notes:
    * Forecast-2022 Forecast using the moving average from historical data (2017-2021).
    ** Subsequent 2021, based on TB as of Desember 2021
Page 150
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 20
                              PROYEKSI RASIO KEUANGAN SETELAH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Rasio Likuiditas                                  2025F       2026F       2027F        2028F        2029F
Rasio Lancar                                            1,76        1,88        2,01         2,14           2,30
Rasio Cepat                                             0,84        0,96        1,12         1,21           1,35
Rasio Kas                                               0,22        0,31        0,46         0,52           0,65
Rasio Aktivitas                                   2025F       2026F       2027F        2028F        2029F
Rasio Perputaran Piutang Usaha                            73          73          73           73            73
Rasio Perputaran Persediaan                              243         228         213          213           213
Rasio Perputaran Utang Usaha                              71          71          71           71            71
Rasio Leverage                                    2025F       2026F       2027F        2028F        2029F
Rasio Liabilitas terhadap Aset                       32,92%      31,74%      31,27%       30,12%       30,23%
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                    49,07%      46,50%      45,50%       43,10%       43,32%
Rasio Profitabilitas                              2025F       2026F       2027F        2028F        2029F
Margin Laba Bruto                                    48,80%      48,80%      48,80%       48,80%       48,80%
Margin Laba (Rugi) Usaha                              7,82%       8,10%       8,22%        8,22%        8,33%
Margin Laba (Rugi) Bersih                             4,31%       4,62%       4,79%        4,87%        5,02%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Aset               3,51%       3,82%       3,99%        4,10%        4,20%
Rasio Pengembalian terhadap Jumlah Ekuitas            5,23%       5,60%       5,80%        5,87%        6,03%
Page 151
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 21
Discounted Cash Flow / Free Cash Flow to Firm Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                       2025F               2026F              2027F               2028F               2029F

  No of days in a year                                                            365                365                365                 365                 365

    Earning Before Interest Tax                              IDR     84.099.123.400      92.456.681.421     98.471.771.629     103.644.685.434     109.601.273.995
    Interest                                                 IDR     27.366.522.154      27.366.522.154     27.366.522.154      27.366.522.154      27.366.522.154

  CASH IN
   (+) Net Income                                            IDR               44.571              51.090             55.781              59.816            64.462
   (+) Interest * (1-Tax)                              22%   IDR               21.346              21.346             21.346              21.346            21.346
   (+) Depreciation & Ammortization                          IDR               21.345              22.120             20.625              16.811            16.777
                                       Total Cash In         IDR               87.262              94.556             97.752              97.973           102.586

  CASH OUT
   (-) Capital Expenditure                                   IDR             -8.000                -8.000             -8.000            -8.000              -8.000
   (+/-) Increase/Decrease Net Working Capital               IDR            -11.809                   341              1.672           -25.844             -27.137
                                      Total Cash Out         IDR            -19.809                -7.659             -6.328           -33.844             -35.137

  Free Cash Flow to Invested Capital                         IDR                67.453             86.896             91.424              64.128              67.449
Page 152
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 22
Discounted Cash Flow / Free Cash Flow to Firm Setelah Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                        2025F              2026F               2027F               2028F               2029F

  No of days in a year                                                            365                365                 365                 365                 365

    Earning Before Interest Tax                              IDR      91.748.206.380     99.861.775.201     106.409.004.809     111.719.081.314     118.811.255.405
    Interest                                                 IDR      27.366.522.154     27.366.522.154      27.366.522.154      27.366.522.154      27.366.522.154

  CASH IN
   (+) Net Income                                            IDR                50.537           56.866              61.972              66.114              71.646
   (+) Interest * (1-Tax)                              22%   IDR                21.346           21.346              21.346              21.346              21.346
   (+) Depreciation & Ammortization                          IDR                21.712           22.487              20.992              17.177              17.144
                                       Total Cash In         IDR                93.595          100.698             104.310             104.638             110.136

  CASH OUT
   (-) Capital Expenditure                                   IDR             -18.000               -8.000              -8.000            -8.000              -8.000
   (+/-) Increase/Decrease Net Working Capital               IDR             -11.809                  341               1.672           -25.844             -27.137
                                      Total Cash Out         IDR             -29.809               -7.659              -6.328           -33.844             -35.137

  Free Cash Flow to Invested Capital                         IDR                63.786             93.039              97.982              70.793              74.999
Page 153
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 23
                                                                    Feasbility Study (Uji Aspek Keuangan) Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                                   2025F            2026F                 2027F              2028F            2029F           Perpetuity

  No of days in a year                                                                                      365              365                    365               365              365

    Interest                                                                                              -                 -                     -                  -                -
    Net Income                                                                                  5.966.284.724     5.775.973.148         6.191.041.880      6.298.028.786    7.183.785.500

  CASH IN
     (+) Net Income                                                                               5.966.284.724     5.775.973.148        6.191.041.880      6.298.028.786    7.183.785.500
     (+) Interest * (1-Tax)                              22%                                                  0                 0                    0                  0                0
     (+) Depreciation                                                                               366.666.667       366.666.667          366.666.667        366.666.667      366.666.667
                                         Total Cash In                                            6.332.951.391     6.142.639.815        6.557.708.547      6.664.695.453    7.550.452.166

  CASH OUT
     (-) Investment Outlays                                                                     -10.000.000.000                0                      0                 0                0
     (+/-) Increase/Decrease Net Working Capital                                                              0                0                      0                 0                0
                                        Total Cash Out                                          -10.000.000.000                0                      0                 0                0

  Free Cash Flow to Invested Capital                               IDR                           -3.667.048.609     6.142.639.815        6.557.708.547      6.664.695.453    7.550.452.166        80.766.366

    Year (n)                                                                                                 1                2                      3                4                5
    Growth Perpetuity                                     0,00%
    Discount Rate (WACC)                                  9,35%                                         9,35%             9,35%                  9,35%            9,35%            9,35%             9,35%
    Discount Factor                                                                                    0,9145            0,8363                 0,7648           0,6994           0,6396            0,6396

  Present Value Free Cash Flow to Invested Capital                 IDR                               -3.353.542        5.137.234               5.015.491        4.661.534        4.829.572        51.661.402

    Net Present Value (NPV)                                             67.951.689.747
    Internal Rate of Return (IRR)                                              190,20%
    Profitability Indeks (PI)                                                     8,43


                                                                                            2025F               2026F             2027F             2028F             2029F             Perpetuity
       - Present Value Cash In                                                                   5.791.529.639      5.137.233.521     5.015.491.478     4.661.533.649     4.829.571.543     51.661.401.907
       - Present Value Cash Out                                                                 (9.145.071.991)               -                 -                 -                 -                  -

       - Total Cash In                                                                            6.332.951.391    6.142.639.815         6.557.708.547      6.664.695.453    7.550.452.166    80.766.366.225
       - Total Cash Out                                                                         (10.000.000.000)             -                     -                  -                -                 -
       - Cash Flow Payback Period                                                                (3.667.048.609)   2.475.591.206         9.033.299.753     15.697.995.206   23.248.447.373   104.014.813.598
       - Discount Factor                                                         9,35%                   0,9145           0,8363                0,7648             0,6994           0,6396            0,6396
       - Discounted Payback Period                                                               (3.353.542.353)   2.070.394.897         6.908.882.517     10.979.756.449   14.870.637.861    66.532.039.768
       - Negative Cashflow Years                                     1
       - Last Negative Cashflow (Net)                                    (3.353.542.353)
       - Cashflow In The Next Years                                       2.070.394.897
       - Fractional Value (Year)                                                   1,62

      Payback Period                                                              2,62    2 Tahun dan 8 Bulan

  RESUME
    Net Present Value (NPV)                                             67.951.689.747                                        Feasible
    Internal Rate of Return (IRR)                                              190,20%                                        Feasible
    Profitability Indeks (PI)                                                     8,43                                        Feasible
    Payback Period                                                2 Tahun dan 8 Bulan
Page 154
    WACC
                              Weighted Average Cost of Capital
                              Discount Rate

Lampiran - 24
                                              Assumptions                                                                                                 CAPM Variable
Equity Cost Calculation Method                                                                      CAPM                   Risk Free Rate                     7,12% Beta                   0,43
Income Tax Rate                                                                                      22%                   Market Equity Risk Premium         6,87% RBDs                  1,89%
                                                                                                                                    Cost of Equity                         10,05%
Beta Calculation
                                                                                                                                                                                     IDR (Million)
                   Kode                                                                            Adjusted                Market Value Market Value of                               Beta
 No.                             Country                         Company                                      Total Aset                                   DER              Tax
                   Ticker                                                                            Beta                    of Debt        Equity                                  Unlevered
        MICE                  Indonesia      PT MULTI INDOCITRA TBK                                            1.418.635        302.399         927.625    32,60%           22%
   1    1009                  Hong Kong      International Entertainment Corporation (SEHK:1009)      0,446    4.952.108      2.357.623       2.166.352   108,83%           17%             0,23
   2    158                   Hong Kong      Melbourne Enterprises Limited (SEHK:158)                 0,175   15.278.312              -      15.125.209    0,00%            17%             0,17
   3    KBT                   Kuwait         Kuwait Business Town Real Estate Company - KPSC (KW      1,885    6.358.457      3.046.107       3.168.642   96,13%            15%             1,04
   4    PSDL                  United Kingdom Phoenix Spree Deutschland Limited (LSE:PSDL)             0,162   11.494.499      5.026.745       5.208.328   96,51%            25%             0,09
   5    NAP.EQU               Botswana       New African Properties Limited (BSM:NAP.EQU)             0,287    2.162.372          4.339       1.870.292    0,23%            22%             0,29
   6    4324                  Saudi Arabia   Banan Real Estate Company (SASE:4324)                    0,453    2.815.399        145.349       2.501.609    5,81%            20%             0,43
   7    STG                   Germany        STINAG Stuttgart Invest AG (DB:STG)                      0,050    5.940.426              -       2.803.796    0,00%            30%             0,05
   8    MMLP                  Indonesia      PT Mega Manunggal Property Tbk (IDX:MMLP)                0,523    6.496.087      1.556.577       4.793.549    32,47%           22%             0,42
                                                                                                               6.937.208      1.517.093       4.704.722    32,25%                           0,34
Laporan Keuangan Auditied 31 Desember 2024
Beta Perusahaan by S&P 31 Desember 2024

Relevered Beta Calculation
Mean Un-Levered Beta                  0,34
Debt to Equity Ratio                32,25%
Marginal Tax Rate                      22%
Re-Levered Beta                       0,43

Market Risk Premium Calculation                                   Source
Mature Equity Market                 4,33% Damodaran, 01 Januari 2025
Multiplier                             1,35 Damodaran, 01 Januari 2025
Rating Based Default Spread          1,89% Damodaran, 01 Januari 2025
Rpm                                  6,87% RPm = (mature equity market + (CDS x MP))

Cost of Debt                                                      Source
Cost of Debt                         9,21% Bunga KI Bank Persero, (BI Desember 2024)
Tax Rate                               22% Corporate Marginal Tax Rates 2024
Cost of Debt Shield (Kd)             7,18% Kd x (1-t)


                                   Weighted Average Cost of Capital

Variable                                                                    Capital Structure        Result
Cost of Equity                      10,05%                                            75,62%         7,60%
Cost of Debt                         7,18%                                            24,38%         1,75%
WACC                                 9,35%                      (Ke x e%) + (Kd x d%)
Page 155
STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT MULTI INDOCITRA TBK
Lampiran - 25
                  Sensitivitas Proyek   Satuan                                                      Nilai
 1.      Harga Sewa Naik                  %            0,00%                 5,00%                 10,00%                 15,00%                20,00%
           NPV                            Rp       67.951.689.747        68.236.091.642        68.520.493.537         68.804.895.433        69.089.297.328
           IRR                            %           190,20%               204,55%               221,89%                243,31%               270,44%
           Profitability Indeks         Tahun         843,04%                  8,5                   8,5                    8,5                   8,6
           Payback Period               Tahun    2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 4 Bulan   2 Tahun dan 1 Bulan   1 Tahun dan 11 Bulan   1 Tahun dan 9 Bulan
 2.      Harga Sewa Turun                 %            0,00%                 5,00%                 10,00%                 15,00%                20,00%
           NPV                            Rp       67.951.689.747        67.667.287.851        67.382.885.956         67.098.484.060        66.814.082.165
           IRR                            %           190,20%               178,11%               167,78%                158,83%               150,99%
           Profitability Indeks         Tahun            8,4                   8,4                   8,4                    8,3                   8,3
           Payback Period               Tahun    2 Tahun dan 8 Bulan   3 Tahun dan 1 Bulan   3 Tahun dan 7 Bulan    4 Tahun dan 4 Bulan   5 Tahun dan 5 Bulan
 3.      Discount Rate Naik               %            0,00%                 5,00%                 10,00%                 15,00%                20,00%
           NPV                            Rp       67.951.689.747        64.179.473.676        60.756.014.832         57.635.724.068        54.780.612.690
           IRR                            %           190,20%               189,40%               188,67%                187,98%               187,35%
           Profitability Indeks         Tahun            8,4                   8,0                   7,7                    7,4                   7,1
           Payback Period               Tahun    2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan    2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan
 4.      Discount Rate Turun              %            0,00%                 5,00%                 10,00%                 15,00%                20,00%
           NPV                            Rp       67.951.689.747        72.127.852.850        76.775.420.397         81.977.725.623        87.838.938.904
           IRR                            %           190,20%               191,06%               192,00%                193,03%               194,16%
           Profitability Indeks         Tahun            8,4                   8,9                   9,3                    9,8                  10,4
           Payback Period               Tahun    2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan    2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan


  1    NPV                                             0,00%                 5,00%                 10,00%                15,00%                 20,00%
 1.1   Harga Sewa Naik                             67.951.689.747        68.236.091.642        68.520.493.537        68.804.895.433         69.089.297.328
 2.1   Harga Sewa Turun                            67.951.689.747        67.667.287.851        67.382.885.956        67.098.484.060         66.814.082.165
 3.1   Discount Rate Naik                          67.951.689.747        64.179.473.676        60.756.014.832        57.635.724.068         54.780.612.690
 4.1   Discount Rate Turun                         67.951.689.747        72.127.852.850        76.775.420.397        81.977.725.623         87.838.938.904

  2    IRR                                             0,00%                 5,00%                 10,00%                15,00%                 20,00%
 1.2   Harga Sewa Naik                                190,20%               204,55%               221,89%               243,31%                270,44%
 2.2   Harga Sewa Turun                               190,20%               178,11%               167,78%               158,83%                150,99%
 3.2   Discount Rate Naik                             190,20%               189,40%               188,67%               187,98%                187,35%
 4.2   Discount Rate Turun                            190,20%               191,06%               192,00%               193,03%                194,16%

  3    Profitability Indeks                            0,00%                 5,00%                 10,00%                15,00%                 20,00%
 1.3   Harga Sewa Naik                                  8,43                  8,46                  8,49                   8,52                  8,55
 2.3   Harga Sewa Turun                                 8,43                  8,40                  8,37                   8,34                  8,31
 3.3   Discount Rate Naik                               8,43                  8,05                  7,70                   7,38                  7,09
 4.3   Discount Rate Turun                              8,43                  8,85                  9,32                   9,85                 10,44

  4    Payback Period                                  0,00%                 5,00%                 10,00%                15,00%                 20,00%
 1.4   Harga Sewa Naik                           2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 4 Bulan   2 Tahun dan 1 Bulan   1 Tahun dan 11 Bulan   1 Tahun dan 9 Bulan
 2.4   Harga Sewa Turun                          2 Tahun dan 8 Bulan   3 Tahun dan 1 Bulan   3 Tahun dan 7 Bulan    4 Tahun dan 4 Bulan   5 Tahun dan 5 Bulan
 3.4   Discount Rate Naik                        2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan    2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan
 4.4   Discount Rate Turun                       2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan    2 Tahun dan 8 Bulan   2 Tahun dan 8 Bulan

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.75 MB
Published20 Jun 2025
Pages155
Characters441,908
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 79 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org MULTI INDOCITRA TBK p.1 ×411
linked person Budiman Gitaloka · Direktur p.7 ×7
linked — Sukarto Bujung p.42
linked org Hoki Investasi p.42
linked person Anthony Honoris · Direktur Utama p.42 ×2
linked person Hendro Wibowo · Direktur p.42 ×2
linked org Mega Manunggal Property Tbk p.68 ×5
linked org Kawasan Industri Jababeka Tbk p.68 ×2
linked org Samudera Indonesia Tbk p.68 ×2
linked org Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk p.68 ×2
linked org Pemerintah RI p.119
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×15
possible org Hendrik p.6 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.7 ×4
possible person Ilham p.7 ×2
possible person Ir. Henrianto p.17 ×2
possible org PT Buana Graha Utama p.41 ×3
possible person Budi Setyawan · Komisaris p.42
possible org Bank Persero p.121
unresolved org TOTO SUHARTO & REKAN p.1 ×6
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto & Rekan p.2 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Toto Suharto p.2 ×3
unresolved org KJPP Toto Suharto p.3 ×10
unresolved org PT Actual Kencana Appraisal p.3
unresolved org Jasa Penilai Toto Suharto & Rekan p.3
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×2
unresolved — Faksmili p.4 ×2
unresolved org KJPP TnR p.6 ×4
unresolved person Akuntan Publik Liauw Hendrik p.6 ×20
unresolved org Hendrik & Rekan p.6 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×24
unresolved person Tony Sunaryo p.7 ×2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.9
unresolved org Pusat Statistik p.10 ×5
unresolved org REKAN Ir. Toto Suharto p.12
unresolved person Ir. Toto Suharto, M.Sc., MAPPI (Cert.) · Pimpinan Rekan p.12
unresolved person Ahmad Olii p.17 ×2
unresolved person Karina Gama Soleha p.17 ×2
unresolved org Kementerian Keuangan B. Quality Assurance p.19
unresolved org Kementerian Keuangan RI. p.20
unresolved — Ekonomika p.20
unresolved org Pigeon Corporation p.31
unresolved org PT Pigeon Indonesia p.31
unresolved — Bab I - Pendahuluan p.32
unresolved person Esther Daniar Iskandar p.40 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.40
unresolved person Kumala Tjahjani Widodo p.40 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.40
unresolved org PT Hoki Investasi Sejati p.42
unresolved org PT Adimitra Jasa Korpora p.42
unresolved person Alka Tranggana · Komisaris Utama p.42
unresolved person Teddy Syarief Natawidjaja · Komisaris Independen p.42
unresolved org Menteri Hukum dan HAM p.43 ×4
unresolved org PT Multi p.43 ×3
unresolved org Pusat Indocitra Tbk p.43
unresolved person F.X. Budi Santoso Isbandi p.44 ×2
unresolved org Indocitra Tbk p.44
unresolved org Menteri Hukum dan HAM Anggaran p.44
unresolved org Perdata Multi Indocitra Tbk p.44
unresolved person F.X. Budi Santoro Isbandi p.44
unresolved org Menteri Investasi p.44
unresolved org Koordinasi Penanaman Nomor Induk Berusaha p.44
unresolved org Keuangan Republik Indonesia Indocitra Tbk p.44
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.52
unresolved org Kementerian Perdagangan p.66
unresolved org Kiosan Komersial Indonesia Tbk p.68 ×2
unresolved org PT JIEP p.68 ×2
unresolved org PT Baja Tirta Sentosa p.69
unresolved org PT Flowserve p.69 ×2
unresolved person Muscle p.71
unresolved org PT Multielok Cosmetic p.83
unresolved org PT Pigeon Indonesia. MIC p.83
unresolved — Bagian/Unit/Divisi p.96
unresolved org International Entertainment Corporation p.120
unresolved org Melbourne Enterprises Limited p.120
unresolved org United Kingdom Phoenix Spree Deutschland Limited p.120
unresolved org New African Properties Limited p.120
unresolved org Bank Persero. T p.121

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.182 8824 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '11.4'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result