Skip to content
Back to announcement

20250617_SMRA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31895977_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review SMRA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 84

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
  PT SUMMARECON AGUNG Tbk

    RENCANA TRANSAKSI

         JUNI 2025
Page 2
No. : 00082/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2025                                    13 Juni 2025



Kepada Yth.

PT SUMMARECON AGUNG Tbk
Plaza Summareconr
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 42
Jakarta 13210

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

PT Summarecon Property Development (selanjutnya disebut “SPD”) dan Soetjipto Nagaria
(selanjutnya disebut “SN”), Sunarni Rahardja (selanjutnya disebut “SR”), Sukamto Rahardja
(selanjutnya disebut “SKR”), Harto Djojo Nagaria (selanjutnya disebut “HDN”), Susanna
Nagaria (selanjutnya disebut “SSN”), Liliawati Rahardjo (selanjutnya disebut “LR”), serta
Hendra Nagaria (selanjutnya disebut “HN”) yang secara bersama-sama disebut “Pemegang
Saham” telah melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:

•   Pada tanggal 13 Juni 2025, SPD dan Pemegang Saham telah menandatangani
    Perjanjian Pemegang Saham (selanjutnya disebut “PPS”) di mana SPD dan Pemegang
    Saham bermaksud untuk melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan
    bidang tanah untuk pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area
    komersial, dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat (selanjutnya
    disebut “Rencana Kerja Sama”).

•   Berdasarkan Akta Pemindahan Hak Atas Saham No. 6 – 12 tanggal 13 Juni 2025, yamg
    dibuat oleh Notaris Lalitaiswari Janaputri, S.H, M.Kn., (selanjutnya disebut “AKTA”),
    SPD telah melakukan pembelian atas saham PT Multitotal Bumipersada (selanjutnya
    disebut “MB”) dengan jumlah keseluruhan 10.215.175 saham atau setara dengan
    36,14% saham MB dari Pemegang Saham dengan nilai transaksi sebesar
    Rp 18,18 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi Pembelian”) sehubungan dengan
    Rencana Kerja Sama dengan rincian sebagai berikut:

                               Jumlah
    Keterangan    No. Akta                  % Saham     Nilai Transaksi
                               Saham
        SN       Akta No. 6     5.849.883      20,69%       10.412.791.740
       SR        Akta No. 7     1.825.256       6,46%        3.248.955.680
       SKR       Akta No. 8       828.061       2,93%        1.473.948.580
       HDN       Akta No. 9       693.127       2,45%        1.233.766.060
       SSN       Akta No. 10      630.184       2,23%        1.121.727.520
        LR       Akta No. 11      194.332       0,69%          345.910.960
        HN       Akta No. 12      194.332       0,69%          345.910.960
      Jumlah                   10.215.175      36,14%       18.183.011.500
Page 3
•   Berdasarkan PPS tanggal 13 Juni 2025, SPD dan Pemegang Saham telah sepakat
    untuk melakukan peningkatan modal dasar dan perubahan seri saham MB sehingga
    terdiri dari saham seri A dan seri B, di mana SPD merencanakan untuk mengambil
    bagian dalam penyetoran modal atas 16.863.680 saham seri B yang diterbitkan oleh MB
    dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.780 per saham dengan nilai
    sebesar Rp 30,02 miliar (selanjutnya disebut “Rencana Penyetoran Modal”).

Rencana Kerja Sama, Transaksi Pembelian, dan Rencana Penyetoran Modal merupakan
satu kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen PT Summarecon Agung Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”), pada tanggal 31 Desember 2024, SPD merupakan
entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,99%.

Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/250430-001 tanggal
30 April 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai
KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019
dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana
Transaksi.




                                           2
Page 4
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real estat, aktivitas olahraga,
penyediaan makanan dan minuman beserta sarana penunjangnya serta menjalankan usaha
dalam bidang jasa dan perdagangan. Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak
dalam bidang penjualan atau penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas
perkantoran, fasilitas olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya. Perseroan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 1976. Perseroan berdomisili di Plaza Summarecon,
Jalan Perintis Kemerdekaan, Nomor 42, Jakarta 13210, dengan nomor telepon: (021) 4714
567, nomor faksimile: (021) 4892 976, dan email: corp_secretary@summarecon.com.

SPD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha SPD adalah bergerak dalam bidang usaha pembangunan, perdagangan,
serta jasa real estat dan properti.

MB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MB adalah bergerak dalam bidang real estat. Berdasarkan keterangan yang
diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2024, MB belum
menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Namun demikian, MB telah memiliki hak
kepemilikan atau penguasaan, termasuk tanah dengan sertifikat hak guna bangunan dan
sertifikat hak milik, yang memiliki kisaran luas 33.525 m2 yang terletak di Desa Margahayu,
Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (selanjutnya disebut “Tanah”).

Industri properti di Indonesia menunjukkan prospek yang positif, didorong oleh pertumbuhan
ekonomi, urbanisasi yang pesat, serta tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan
properti komersial. Dengan adanya dukungan regulasi, sektor properti terus berkembang
dan memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.
Dengan adanya dinamika tersebut, Perseroan yang memiliki pengalaman luas dan rekam
jejak terpercaya dalam pengembangan properti, serta didukung oleh tingkat kepercayaan
konsumen yang tinggi dengan menetapkan arah pengembangan dalam memperkuat
kontribusi dan eksistensinya melalui kolaborasi proyek pada kawasan potensial.

Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya untuk membangun
komunitas dengan ekosistem kehidupan yang berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus
mendorong pengembangan proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini
diwujudkan melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas yang fungsional
untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang mendukung aktivitas harian dari
para penghuni. Menanggapi hal tersebut, Perseroan melalui SPD memandang perlu
melakukan Rencana Transaksi sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang
Perseroan, mengingat kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem
pendukung yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup akses
jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat kegiatan komersial.




                                            3
Page 5
Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti properti, Perseroan
melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan melakukan Rencana Transaksi di mana
Perseroan melalui SPD dapat memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MB di
mana MB telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk dikembangkan serta SPD yang telah
memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas dalam mengelola serta
mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan adanya sinergi melalui
Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat berkolaborasi dalam perencanaan strategis,
pengawasan manajerial, hal operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi
mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang
dihasilkan.

Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD untuk mendorong
pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang
diyakini mampu memberikan prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan
pertumbuhan organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti. Dengan melakukan
Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan mitigasi risiko atas ketersediaan lahan
yang selalu menjadi tantangan bagi perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan
memiliki kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan jumlah luas yang
cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan datang.

Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas anak, yaitu SPD,
akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan salah satunya melalui pengembangan
Tanah. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari hasil
penjualan unit-unit properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial, maupun bentuk
bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber pendapatan utama dan
recurring income atas fasilitas penunjang yang dibangun dalam kawasan tersebut yang
dapat dioperasikan secara berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis
yang telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan.

Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat menciptakan nilai
tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun pencapaian kinerja keuangan entitas anak,
sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa mendatang.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya untuk
    membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang berkelanjutan dan harmonis,
    Perseroan terus mendorong pengembangan proyek secara terarah dan
    berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan kota terpadu
    (township) yang mencakup hunian residensial yang selaras dengan area komersial
    dilengkapi dengan fasilitas yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang
    nyaman yang mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
    Perseroan melalui SPD memandang perlu melakukan Rencana Transaksi sebagai
    upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat kawasan tersebut
    didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung yang telah tersedia secara
    memadai dan terus berkembang, mencakup akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan
    kesehatan, serta pusat-pusat kegiatan komersial.


                                             4
Page 6
•   Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti properti,
    Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan melakukan Rencana
    Transaksi di mana Perseroan melalui SPD dapat memanfaatkan keunggulan kompetitif
    yang dimiliki oleh MB di mana MB telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk
    dikembangkan serta SPD yang telah memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas
    dalam mengelola serta mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan
    adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat berkolaborasi
    dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal operasional, dan pengelolaan
    proyek sehingga berpotensi mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan
    kualitas produk dan jasa yang dihasilkan.

•   Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD untuk
    mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan ekspansi bisnis pada
    lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan prospek penetrasi pasar yang lebih baik
    dan meningkatkan pertumbuhan organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan
    pengembangan operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
    Dengan melakukan Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan mitigasi risiko
    atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi perusahaan dalam sektor
    properti sehingga Perseroan memiliki kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan
    baru dengan jumlah luas yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa
    yang akan datang.

•   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas anak, yaitu
    SPD, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan salah satunya melalui
    pengembangan Tanah. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan
    pendapatan dari hasil penjualan unit-unit properti, baik berupa rumah tinggal, unit
    komersial, maupun bentuk bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai
    sumber pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang dibangun
    dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara berkelanjutan termasuk
    dengan pengembangan kawasan sejenis yang telah direalisasikan sebelumnya oleh
    grup Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat menciptakan nilai
    tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun pencapaian kinerja keuangan entitas
    anak, sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan
    konsolidasian Perseroan pada masa mendatang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SPD
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,99% pada tanggal
31 Desember 2024 dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan, SPD, dan MB, maka
Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).




                                            5
Page 7
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”),
jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 13,83 triliun. Selanjutnya, berdasarkan PPS,
keseluruhan nilai transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar
Rp 48,20 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan
kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2024, sehingga
berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:

•   SPD dan Pemegang Saham bermaksud untuk melakukan kerja sama usaha berupa
    pengembangan Tanah untuk pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area
    komersial, dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat sehubungan
    dengan Rencana Kerja Sama.

•   SPD telah melakukan pembelian atas saham MB dengan jumlah keseluruhan
    10.215.175 saham atau setara dengan 36,14% saham MB dari Pemegang Saham
    dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,18 miliar sehubungan dengan Transaksi
    Pembelian.

•   SPD dan Pemegang Saham telah sepakat untuk melakukan peningkatan modal dasar
    dan perubahan seri saham MB sehingga terdiri dari saham seri A dan seri B, di mana
    SPD merencanakan untuk mengambil bagian dalam penyetoran modal atas 16.863.680
    saham seri B yang diterbitkan oleh MB dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan
    sebesar Rp 1.780 per saham dengan nilai sebesar Rp 30,02 miliar sehubungan dengan
    Rencana Penyetoran Modal.


                                            6
Page 8
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00181/2.1032/AU.1/03/0685-5/1/III/2025 tanggal 12 Maret 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00211/2.1032/AU.1/03/0685-4/1/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00276/2.1032/AU.1/03/1175-1/1/III/2023 tanggal 20 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;


                                           7
Page 9
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00306/2.1032/AU.1/03/0685-3/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00394/2.1032/AU.1/03/0685-2/1/III/2021 tanggal 31 Maret 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

7. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
   telah diaudit oleh KAP Johannes Juara & Rekan (selanjutnya disebut “JJR”)
   sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00218/2.1007/AU.1/03/1456-2/1/V/2025
   tanggal 20 Mei 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

8. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
   telah diaudit oleh KAP JJR sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00217/2.1007/AU.1/03/1456-1/1/V/2025 tanggal 20 Mei 2025 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;

9. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022;

10. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021;

11. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020;

12. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2024 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
    manajemen Perseroan;

13. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
    Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
    yang disusun oleh manajemen Perseroan;

14. Laporan penilaian 100,00% saham MB per 31 Desember                     2024 yang
    disusun    oleh   KJPP     KR     sebagaimana      tertuang    dalam    laporannya
    No. 00081/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2025 tanggal 11 Juni 2025;

15. PPS;

16. AKTA;

17. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 31
    tanggal 15 Juni 2023 oleh Notaris Fathiah Helmi, S.H., terkait penyampaian laporan
    keuangan berkala emiten untuk menyesuaikan dengan Peraturan OJK
    No.14/PO.JK.04/2022 (selanjutnya disebut “POJK 14/2022”);




                                          8
Page 10
18. Anggaran dasar MB yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 1
    tanggal 6 Januari 2025 oleh Notaris Dewi Himijati Tandika, S.H., (selanjutnya disebut
    “Akta No. 1”), terkait peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor MB;

19. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Lydia Tjio dengan posisi
    sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
    Rencana Transaksi;

20. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
    masa mendatang;

21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

22. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

23. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

24. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
    dan Bloomberg;

25. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
    untuk penugasan; dan

26. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.




                                            9
Page 11
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan MB berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan MB.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.




                                             10
Page 12
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250430-001 tanggal
30 April 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.




                                            11
Page 13
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran, kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan Akta No.1, Pemegang Saham telah sepakat untuk melakukan peningkatan
    modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor MB dari sebelumnya
    Rp 25,72 miliar menjadi Rp 28,27 miliar. Akta perubahan tersebut telah memperoleh
    persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
    Surat Keputusan No. AHU-0002481.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 13 Januari 2025.

    Dengan demikian, susunan pemegang saham MB berikut dengan kepemilikannya
    adalah sebagai berikut:

                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                               Persentase
                 Pemegang Saham            Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                               Kepemilikan
    Soetjipto Nagaria                             16.186.782           57,26%     16.186.782.000
    Sunarni Rahardja                               5.053.056           17,88%      5.053.056.000
    Sukamto Rahardja                               2.293.930            8,12%      2.293.930.000
    Harto Djojo Nagaria                            1.918.897            6,79%      1.918.897.000
    Susanna Nagaria                                1.744.028            6,17%      1.744.028.000
    Liliawati Rahardjo                               535.526            1,89%        535.526.000
    Hendra Nagaria                                   535.526            1,89%        535.526.000
    Jumlah                                        28.267.745          100,00%     28.267.745.000




PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.




                                             12
Page 14
I.         ANALISIS RENCANA TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
           Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi adalah
           sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Summarecon Agung Tbk

           Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan entitas induk SPD dengan
           kepemilikan sebesar 99,99% dan pihak yang terafiliasi dengan Pemegang
           Saham serta MB. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan
           kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan sesuai dengan Undang-undang Penanaman Modal Dalam
           Negeri berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, No. 308 tanggal
           26 November 1975 yang diubah dengan Akta Notaris Jony Frederik Berthold
           Tumbelaka Sinyal No. 60 tanggal 23 Desember 1976 dan kemudian diubah
           dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No. 434 tanggal 28 Juni 1977.
           Ketiganya telah diterima dan dicatat oleh Menteri Kehakiman Republik
           Indonesia dalam Surat Keputusan No. YA 5/344/6 tanggal 12 Juli 1977 dan
           telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 79, Tambahan
           No. 597 tanggal 4 Oktober 1977.

           Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H. No. 31 tanggal 15 Juni 2023,
           mengenai penyampaian laporan keuangan berkala Emiten untuk
           menyesuaikan dengan POJK 14/2022. Perubahan terakhir tersebut telah
           diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat
           Keputusan No. AHU-AH.01.03-0087830 tanggal 6 Juli 2023.

           Perseroan berdomisili di Plaza Summarecon, Jalan Perintis Kemerdekaan,
           Nomor 42, Jakarta 13210. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada
           tahun 1976.




                                          13
Page 15
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                             Perseroan        pada     tanggal
           31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                  :        Soetjipto Nagaria
           Komisaris                           :        Harto Djojo Nagaria
           Komisaris                           :        Hendri Rahardja
           Komisaris Independen                :        Edi Darnadi
           Komisaris Independen                :        Lexy Arie Tumiwa
           Komisaris Independen                :        Ge Lilies Yamin

           Direksi
           Direktur Utama                      :        Adrianto Pitojo Adi
           Direktur                            :        Liliawati Rahardjo
           Direktur                            :        Soegianto Nagaria
           Direktur                            :        Herman Nagaria
           Direktur                            :        Lydia Tjio
           Direktur                            :        Nanik Widjaja
           Direktur                            :        Sharif Benyamin
           Direktur                            :        Jason Lim

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                                (Dalam Rupiah)
                                                                           Persentase
                       Pemegang Saham                   Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                           Kepemilikan
           Harto Djojo Nagaria                                20.800.002            0,13%       2.080.000.200
           Liliawati Rahardjo                                885.072.736            5,36%      88.507.273.600
           PT Semarop Agung                                5.585.167.916           33,83%     558.516.791.600
           Masyarakat (masing-masing dengan
              kepemilikan kurang dari 5,00%)              10.017.527.704           60,68%    1.001.752.770.400
           Jumlah                                         16.508.568.358          100,00%    1.650.856.835.800



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
           estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana
           penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan.
           Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak dalam bidang penjualan atau
           penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas perkantoran, fasilitas
           olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya.




                                                   14
Page 16
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
           estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana
           penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan.
           Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak dalam bidang penjualan atau
           penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas perkantoran, fasilitas
           olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya.

           Perseroan mengembangkan kota terpadu yang terintegrasi pengembangan
           residensial dengan pengembangan komersial yang didukung dengan berbagai
           fasilitas yang lengkap dan luas bagi penghuni kota terpadu. Segmen bisnis
           pengembangan properti Perseroan terus meluncurkan proyek-proyek dengan
           kampanye pemasaran yang inovatif untuk menarik minat calon pembeli. Unit
           bisnis Perseroan dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu pengembangan
           properti, investasi dan manajemen properti, serta rekreasi, rumah sakit, dan
           lainnya.

           Unit bisnis pengembangan properti merupakan bisnis inti Perseroan. Unit bisnis
           ini membangun proyek properti untuk dijual, seperti rumah, apartemen, kavling
           tanah residensial, dan ruko komersial, Proyek properti merupakan bagian
           integral dari pengembangan kota terpadu menjadi kawasan perumahan dan
           komersial, lengkap dengan seluruh fasilitas, termasuk fasilitas pendidikan dan
           olahraga, rumah ibadah, dan fasilitas kesehatan.

           Saat ini, Perseroan telah membangun proyek-proyek pengembangan kota
           terpadu sebagai yaitu Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong,
           Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Karawang,
           Summarecon Makassar, Summarecon Bogor, Summarecon Crown Gading,
           dan Summarecon Tangerang yang diluncurkan pada November 2024.

           Perseroan mengembangkan, memiliki, dan mengoperasikan sejumlah investasi
           dan manajemen properti seperti pusat perbelanjaan dan taman rekreasi, yang
           semuanya terletak di kompleks pengembangan Perseroan dan merupakan
           bagian integral dari kota terpadu terpadu yang menggabungkan kawasan
           perumahan dan komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas utama. Setiap
           pusat perbelanjaan berfungsi sebagai pusat komersial untuk menggerakkan
           ekonomi lokal dan menciptakan komunitas yang berkembang di kota tempatnya
           beroperasi.




                                          15
Page 17
         Pusat perbelanjaan kelas menengah dengan konsep “Your Family Mall”
         menawarkan berbagai macam merchandise mulai dari fashion hingga produk
         rumah tangga maupun hiburan untuk keluarga. Selain itu, konsep “Downtown
         Walk” di setiap mal menawarkan berbagai macam tempat makan dan hiburan
         langsung dalam suasana luar ruangan yang santai dan dengan waktu buka
         yang diperpanjang. Untuk mempertahankan interkoneksi dan interaksi dengan
         komunitas lokal, pusat perbelanjaan ini secara rutin mengadakan acara tematik
         dan penawaran promosi untuk memenuhi gaya hidup masyarakat yang selalu
         dinamis. Dengan volume pengunjung yang besar, baik penyewa maupun tuan
         tanah mendapatkan keuntungan dari volume bisnis yang dihasilkan oleh para
         pengunjung. Oleh karena itu, Perseroan memiliki basis pendapatan berulang
         yang kuat dari operasi penyewaan mal ritel. Saat ini Perseroan memiliki dan
         mengoperasikan enam pusat perbelanjaan dengan jumlah luas sewa bersih
         sekitar 350.000 m2. Pada tahun 2025, Perseroan telah menargetkan
         pemasaran penjualan Rp 5,00 triliun untuk memperkuat posisi Perseroan di
         pasar.

         Berdasarkan tingginya permintaan pasar dan daya beli konsumen yang stabil,
         Perseroan tetap optimis dalam mempertahankan momentum pertumbuhan
         positif. Optimisme ini ditopang oleh berbagai proyek yang tengah
         dikembangkan pada sembilan kawasan milik Perseroan, yang mencakup
         cadangan lahan sekitar 2.100 hektar. Cadangan ini diharapkan dapat
         mendukung kesinambungan dan kelangsungan usaha Perseroan ke depan.
         Perseroan juga terus memperkuat bisnis intinya melalui percepatan
         pengembangan proyek secara efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
         Di samping itu, masih terdapat sejumlah rencana pengembangan proyek di
         sektor ritel, komersial, dan perhotelan yang akan dilaksanakan di masa
         mendatang.

I.A.2.   PT Summarecon Property Development

         Dalam Rencana Transaksi, SPD merupakan pihak yang merencanakan untuk
         melakukan beberapa aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

         •   SPD dan Pemegang Saham bermaksud untuk melakukan kerja sama
             usaha berupa pengembangan Tanah untuk pembangunan dan penjualan
             atau penyewaan rumah, area komersial, dan/atau fasilitas penunjangnya di
             area Kota Bekasi, Jawa Barat sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.

         •   SPD telah melakukan pembelian atas saham MB dengan jumlah
             keseluruhan 10.215.175 saham atau setara dengan 36,14% saham MB dari
             Pemegang Saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,18 miliar
             sehubungan dengan Transaksi Pembelian.




                                        16
Page 18
           •   SPD dan Pemegang Saham telah sepakat untuk melakukan peningkatan
               modal dasar dan perubahan seri saham MB sehingga terdiri dari saham
               seri A dan seri B, di mana SPD merencanakan untuk mengambil bagian
               dalam penyetoran modal atas 16.863.680 saham seri B yang diterbitkan
               oleh MB dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.780
               per saham dengan nilai sebesar Rp 30,02 miliar sehubungan dengan
               Rencana Penyetoran Modal.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 31 Desember 2024, SPD merupakan entitas anak Perseroan dengan
           kepemilikan sebesar 99,99% dan pihak yang terafiliasi dengan MB. Latar
           belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha SPD adalah
           sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SPD didirikan dengan Akta Notaris No. 50 tanggal 14 Desember 2010 dibuat
           dihadapan Dewi Himijati Tandika, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini
           telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal
           16 Februari 2011 dengan Surat Keputusan No. AHU-07695.AH.01.01.Tahun
           2011 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
           No. 60 tanggal 27 Juli 2012, tambahan No. 28427.

           Anggaran dasar SPD telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
           terakhir adalah berdasarkan Akta Notaris No. 51 oleh Dewi Himijati Tandika,
           S.H., pada tanggal 12 Desember 2024, mengenai peningkatan modal
           ditempatkan dan disetor penuh SPD. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
           Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 13 Desember 2024
           dengan Surat Keputusan No. AHU-0081554.AH.01.02.Tahun 2024.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SPD pada tanggal 31 Desember 2024
           adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama               :        Liliawati Rahardjo
           Komisaris                     :        Soegianto Nagaria

           Direksi
           Direktur Utama                :        Herman Nagaria
           Direktur                      :        Sharif Benyamin
           Direktur                      :        Adrianto Pitojo Adi




                                             17
Page 19
I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SPD berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                                Persentase
                      Pemegang Saham         Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                Kepemilikan
           PT Summarecon Agung Tbk              6.789.626.448     99,99999999%   6.789.626.448.000
           PT Bahagia Makmursejati                          1      0,00000001%               1.000
           Jumlah                               6.789.626.449          100,00%   6.789.626.449.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SPD adalah bergerak dalam bidang usaha
           pembangunan, perdagangan, serta jasa real estat dan properti. SPD memulai
           kegiatan operasionalnya secara komersial pada tahun 2012.

I.A.3.     Soetjipto Nagaria

           Dalam Rencana Transaksi, SN merupakan pihak yang merencanakan untuk
           melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

           •   SN salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
               melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
               pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
               dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
               sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.

           •   SN telah setuju untuk menjual 5.849.883 saham atau setara dengan
               20,69% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi sebesar
               Rp 10,41 miliar sehubungan dengan Transaksi Pembelian

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SN
           merupakan Presiden Komisaris Perseroan.

I.A.4.     Sunarni Rahardja

           Dalam Rencana Transaksi, SR merupakan pihak yang merencanakan untuk
           melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

           •   SR salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
               melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
               pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
               dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
               sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.




                                        18
Page 20
         •   SR merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 1.825.256 saham
             atau setara dengan 6,46% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
             sebesar Rp 3,25 miliar sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

         Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SR
         merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SPD.

I.A.5.   Sukamto Rahardja

         Dalam Rencana Transaksi, SKR merupakan pihak yang merencanakan untuk
         melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

         •   SKR salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
             melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
             pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
             dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
             sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.

         •   SKR merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 828.061 saham
             atau setara dengan 2,93% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
             sebesar Rp 1,47 miliar sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

         Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SKR
         merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SPD.

I.A.6.   Harto Djojo Nagaria

         Dalam Rencana Transaksi, HDN merupakan pihak yang merencanakan untuk
         melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

         •   HDN salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
             melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
             pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
             dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
             sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.

         •   HDN merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 693.127 saham
             atau setara dengan 2,45% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
             sebesar Rp 1,23 miliar sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

         Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HDN
         merupakan Komisaris Perseroan.




                                      19
Page 21
I.A.7.   Susanna Nagaria

         Dalam Rencana Transaksi, SSN merupakan pihak yang merencanakan untuk
         melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

         •   SSN salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
             melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
             pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
             dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
             sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.

         •   SSN merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 630.184 saham
             atau setara dengan 2,23% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
             sebesar Rp 1,12 miliar sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

         Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SSN
         merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SPD.

I.A.8.   Liliawati Rahardjo

         Dalam Rencana Transaksi, LR merupakan pihak yang merencanakan untuk
         melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

         •   LR salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
             melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
             pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
             dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
             sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.

         •   LR merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 194.332 saham atau
             setara dengan 0,69% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
             sebesar Rp 345,91 juta sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

         Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SSN
         Direktur Perseroan dan Komisaris Utama SPD.




                                      20
Page 22
I.A.9.      Hendra Nagaria

            Dalam Rencana Transaksi, HN merupakan pihak yang merencanakan untuk
            melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:

            •   HN salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
                melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
                pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
                dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
                sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.

            •   HN merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 194.332 saham atau
                setara dengan 0,69% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
                sebesar Rp 345,91 juta sehubungan dengan Transaksi Pembelian.

            Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HN
            merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SPD.

I.A.10.     PT Multitotal Bumipersada

            Dalam Rencana Transaksi, MB merupakan pihak yang atas 10.215.175 saham
            atau setara dengan 36,14% akan dibeli oleh SPD dari Pemegang Saham
            dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,18 miliar sehubungan dengan Transaksi
            Pembelian dan MB merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar
            dan perubahan seri saham MB sehingga terdiri dari saham seri A dan seri B, di
            mana SPD merencanakan untuk mengambil bagian dalam penyetoran modal
            atas 16.863.680 saham seri B yang diterbitkan oleh MB dengan nilai nominal
            dan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.780 per saham dengan nilai sebesar
            Rp 30,02 miliar sehubungan dengan Rencana Penyetoran Modal.

            Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, MB
            merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SPD. Latar belakang,
            manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha MB adalah sebagai
            berikut:

I.A.10.a.   Latar Belakang

            MB didirikan dengan Akta Notaris No. 459 tanggal 24 April 1995 dibuat
            dihadapan Richardus Nangkih Sinulingga, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
            pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal
            19 Juni 1995 dengan Surat Keputusan No. C.02-7726.HT.01.01-TH.95.

            Anggaran dasar MB telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
            terakhir adalah berdasarkan Akta No. 1 oleh Dewi Himijati Tandika, S.H., pada
            tanggal 6 Januari 2025, mengenai peningkatan modal dasar serta modal
            ditempatkan dan disetor MB. Akta perubahan tersebut telah memperoleh
            persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
            dengan Surat Keputusan No. AHU-0002481.AH.01.11.Tahun 2025, tanggal
            13 Januari 2025.


                                           21
Page 23
I.A.10.b.   Manajemen

            Komisaris dan Direktur MB pada tanggal 31 Desember 2024 masing-masing
            adalah Marsellinus Ado Wawo dan Yahya Rudy.

I.A.10.c.   Kepemilikan Saham

            Berdasarkan Akta No.1, susunan pemegang saham MB berikut dengan
            kepemilikannya adalah sebagai berikut:

                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                   Persentase
                         Pemegang Saham          Jumlah Saham                       Jumlah Modal
                                                                   Kepemilikan
            Soetjipto Nagaria                         16.186.782           57,26%     16.186.782.000
            Sunarni Rahardja                           5.053.056           17,88%      5.053.056.000
            Sukamto Rahardja                           2.293.930            8,12%      2.293.930.000
            Harto Djojo Nagaria                        1.918.897            6,79%      1.918.897.000
            Susanna Nagaria                            1.744.028            6,17%      1.744.028.000
            Liliawati Rahardjo                           535.526            1,89%        535.526.000
            Hendra Nagaria                               535.526            1,89%        535.526.000
            Jumlah                                    28.267.745          100,00%     28.267.745.000



I.A.10.d.   Kegiatan Usaha

            Ruang lingkup kegiatan usaha MB adalah bergerak dalam bidang real estat.
            Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
            tanggal 31 Desember 2024, MB belum menjalankan kegiatan usaha secara
            komersial. Namun demikian, MB telah memiliki hak kepemilikan atas Tanah.

I.B.        Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

I.B.1.      Perjanjian Kerja Sama

            Pada tanggal 13 Juni 2025, SPD dan Pemegang Saham telah menandatangani
            PPS sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan
            penting dalam PPS adalah sebagai berikut:

            •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

                Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPS adalah SPD dan
                Pemegang Saham.

            •   Tanggal Efektif dan Jangka Waktu

                Tanggal efektif dan jangka waktu berdasarkan PPS adalah mulai berlaku
                sejak tanggal ditandatanganinya PPS ini dan akan terus berlaku sampai:

                -    PPS ini diakhiri sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PPS ini.

                -    MB dibubarkan atau tidak lagi ada sebagai entitas perusahaan yang
                     terpisah.


                                            22
Page 24
    -   SPD tidak lagi menjadi pemegang saham; atau

    -   SPD dan Pemegang Saham sepakat untuk mengakhiri PPS ini.

•   Kerja Sama Usaha

    Kerja saham usaha berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang Saham
    sepakat bahwa usaha dilakukan dengan bentuk perseroan terbatas, yang
    saat ini bernama MB, kecuali di kemudian hari disetujui diubah berdasarkan
    kesepakatan SPD dan Pemegang Saham. Kantor pusat MB berkedudukan
    di Kota Administrasi Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia.

•   Persyaratan Kerja Sama

    Persyaratan kerja sama berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang
    Saham sepakat untuk melakukan dan memastikan dipenuhinya hal-hal
    berikut segera setelah tanggal efektif:

    -   Terjadinya jual beli saham diantara SPD dan Pemegang Saham dengan
        rincian sebagai berikut:
                                                                                    (Dalam Rupiah)
                                                            Persentase
                      Keterangan          Jumlah Saham                        Nilai Transaksi
                                                            Kepemilikan
        SN                                      5.849.883           20,69%         10.412.791.740
        SR                                      1.825.256            6,46%          3.248.955.680
        SKR                                       828.061            2,93%          1.473.948.580
        HDN                                       693.127            2,45%          1.233.766.060
        SSN                                       630.184            2,23%          1.121.727.520
        LR                                        194.332            0,69%            345.910.960
        HN                                        194.332            0,69%            345.910.960
        Jumlah                                 10.215.175           36,14%         18.183.011.500



        Selain melakukan pembelian saham dari Pemegang Saham, SPD wajib
        melakukan penyetoran modal sebesar Rp 30,02 miliar, terdiri dari
        16.863.680 saham seri B, dalam bentuk uang tunai, sesuai dengan
        proporsi yang disetujui, sebagaimana ditetapkan di bawah ini:


                                          Presentase Hak Suara (Berdasarkan
                   Pemegang Saham
                                                  Saham Seri A dan B

        Jumlah dari Pemegang Saham                                        40,00%
        SPD                                                               60,00%




                                     23
Page 25
    -      Peningkatan modal dasar dan perubahan seri saham MB sehingga
           terdiri dari saham Seri A dan Seri B, dan peningkatan modal
           ditempatkan dan modal disetor MB oleh SPD dengan rincian sebagai
           berikut:
                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                            Keterangan           Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan

            Modal dasar saham seri A                   28.267.745                      28.267.745.000
            Modal dasar saham seri B                   20.000.000                      35.600.000.000
            Saham seri A:
             SPD                                       10.215.175           22,63%     10.215.175.000
             SN                                        10.336.899           22,90%     10.336.899.000
             SR                                         3.227.800            7,15%      3.227.800.000
             SKR                                        1.465.869            3,25%      1.465.869.000
             HDN                                        1.225.770            2,72%      1.225.770.000
             SSN                                        1.113.844            2,47%      1.113.844.000
             LR                                           341.194            0,76%        341.194.000
             HN                                           341.194            0,76%        341.194.000
            Sub-total                                  28.267.745           62,63%     28.267.745.000
            Saham seri B:
             SPD                                       16.863.680           37,37%     30.017.350.400
            Sub-total                                  16.863.680           37,37%     30.017.350.400
            Jumlah                                     45.131.425          100,00%     58.285.095.400



           Penyetoran modal oleh SPD wajib dilakukan dengan cara pemindahan
           dana ke rekening bank MB pada tanggal yang akan disepakati di antara
           SPD dan Pemegang Saham, namun tidak lewat dari sepuluh 10 hari
           kerja setelah terjadinya peningkatan modal dasar dan perubahan seri
           saham MB.

    -      Termasuk diantaranya penandatanganan perjanjian-perjanjian atau
           akta-akta Notaris yang diperlukan, serta semua langkah atau tindakan
           yang diperlukan untuk memastikan perubahan tersebut sesuai dengan
           persyaratan dalam PPS ini.

    -      Diperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
           atau otoritas terkait mengenail hal-hal uang disebutkan dalam butir di
           atas.

•   Pelaksanaan Kerja Sama

    Pelaksanaan kerja sama berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang
    Saham sepakat bahwa kerjasama berdasarkan PPS didasarkan pada
    kondisi bahwa MB telah memiliki Tanah dengan rincian sebagai berikut:

                                          Dokumen Kepemilikan/
                     Lokasi Tanah                                     Luas (m2)
                                                 Penguasaan
        Margahayu, Bekasi                 SHM                            28.789,00
                                          SHGB                            4.736,00
        Jumlah                                                           33.525,00




                                         24
Page 26
         •   Hukum yang Berlaku

             PPS ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik
             Indonesia.

I.B.2.   AKTA

         Berdasarkan AKTA, SPD dan Pemegang Saham telah melakukan Transaksi
         Pembelian. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam AKTA adalah sebagai
         berikut:

         •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan AKTA adalah SPD dan
             Pemegang Saham.

         •   Objek dan Nilai Transaksi

             Objek dan nilai transaksi berdasarkan AKTA adalah transaksi di mana SPD
             telah menerima pemindahtanganan, pengalihan, dan penyerahan dari
             Pemegang Saham dengan jumlah keseluruhan 510.215.175 saham yang
             dimiliki oleh Pemegang Saham yang ada di dalam MB dengan harga
             pembelian saham dilangsungkan dan diterima dengan harga keseluruhan
             sebesar Rp 18,18 miliar dengan rincian sebagai berikut:

                                        Jumlah
             Keterangan    No. Akta                  % Saham     Nilai Transaksi
                                        Saham
                  SN      Akta No. 6     5.849.883      20,69%       10.412.791.740
                 SR       Akta No. 7     1.825.256       6,46%        3.248.955.680
                 SKR      Akta No. 8       828.061       2,93%        1.473.948.580
                 HDN      Akta No. 9       693.127       2,45%        1.233.766.060
                 SSN      Akta No. 10      630.184       2,23%        1.121.727.520
                  LR      Akta No. 11      194.332       0,69%          345.910.960
                  HN      Akta No. 12      194.332       0,69%          345.910.960
                Jumlah                  10.215.175      36,14%       18.183.011.500




             Jumlah uang mana telah dibayar lunas seluruhnya oleh SPD kepada
             Pemegang Saham sebelum AKTA ini ditandatangani dan karenanya AKTA
             ini berlaku pula sebagai tanda terima atau kuitansinya yang sah.




                                                     25
Page 27
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi

       Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
           untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
           berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
           proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
           melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
           residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
           yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
           mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
           Perseroan melalui SPD memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
           sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
           kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
           yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
           akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
           kegiatan komersial.

       •   Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
           properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan
           melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SPD dapat
           memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MB di mana MB
           telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk dikembangkan serta SPD yang
           telah memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas dalam mengelola
           serta mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan
           adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat
           berkolaborasi dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal
           operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi mempercepat
           realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang
           dihasilkan.

       •   Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD
           untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
           ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
           prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
           organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
           operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
           Dengan melakukan Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan
           mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi
           perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan memiliki
           kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan jumlah luas
           yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan
           datang.




                                      26
Page 28
•   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
    anak, yaitu SPD, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
    salah satunya melalui pengembangan Tanah. Pengembangan tersebut
    diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari hasil penjualan unit-unit
    properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial, maupun bentuk
    bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber
    pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang
    dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
    berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
    telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
    pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
    kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa mendatang.

Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    dana tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan
    yang lebih menguntungkan dibandingkan Rencana Transaksi.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan bisnis MB pada masa
    yang akan datang, MB masih memerlukan dukungan pendanaan dari
    Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang real estat, MB tidak
    terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha MB.




                               27
Page 29
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

II.A.     PT Multitotal Bumipersada

II.A.1.   Latar Belakang

          MB didirikan dengan Akta Notaris No. 459 tanggal 24 April 1995 dibuat
          dihadapan Richardus Nangkih Sinulingga, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
          pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal
          19 Juni 1995 dengan Surat Keputusan No. C.02-7726.HT.01.01-TH.95.

          Anggaran dasar MB telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
          terakhir adalah berdasarkan Akta No. 1 oleh Dewi Himijati Tandika, S.H., pada
          tanggal 6 Januari 2025, mengenai peningkatan modal dasar serta modal
          ditempatkan dan disetor MB. Akta perubahan tersebut telah memperoleh
          persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          dengan Surat Keputusan No. AHU-0002481.AH.01.11.Tahun 2025, tanggal
          13 Januari 2025.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha MB adalah bergerak dalam bidang real estat.
          Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
          tanggal 31 Desember 2024, MB belum menjalankan kegiatan usaha secara
          komersial. Namun demikian, MB telah memiliki hak kepemilikan atas Tanah.

II.B.     Tinjauan Industri Properti

II.B.1.   Tinjauan Industri Properti di Dunia

          Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Salah satu
          sektornya yaitu industri real estat yang merupakan sektor kompleks dan
          dinamis, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lokasi, kondisi ekonomi,
          regulasi pemerintah, dan kondisi pasar. Kemajuan teknologi mendorong
          industri ini untuk mempermudah proses pencarian properti, penyelesaian
          transaksi, meningkatkan transparansi dan akses informasi bagi calon pembeli
          maupun penyewa. Hal ini membuat investasi di bidang real estat semakin
          menarik karena menawarkan potensi kenaikan nilai aset, pendapatan pasif dari
          penyewaan, serta perlindungan terhadap inflasi. Jenis-jenis properti sangat
          beragam mulai dari rumah tinggal, gedung, perkantoran, pabrik hingga properti
          komersial seperti hotel. Setiap jenis properti memiliki karakteristik dan tujuan
          penggunaan yang berbeda, yang pada gilirannya memengaruhi nilai serta
          tingkat permintaannya di pasar.




                                          28
Page 30
Volume Penjualan Rumah Baru di AS
Periode Juli – November 2024
(Dalam Ribuan Unit)

                 740
                 720
                 700
                 680
                 660
                 640
                 620
                 600
                 580
                 560
                         Jul-24         Agu-24          Sep-24   Okt-24   Nov-24
          Penjualan       707            691             726      623      679


Sumber: Trading Economics


Berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan rumah
baru di AS pada bulan September dan November 2024 mengalami kenaikan
masing-masing sebesar 35,00 ribu unit dan 56,00 ribu unit atau masing-masing
setara dengan 5,07% dan 8,99% dibandingkan dengan penjualan rumah baru
AS pada bulan sebelumnya. Volume penjualan rumah pada bulan Oktober
2024 merupakan jumlah volume yang terendah selama lima bulan terakhir
dengan volume penjualan tertinggi adalah pada bulan September 2024 dengan
jumlah sebesar 726,00 ribu unit. Sementara itu, penjualan rumah baru di AS
pada bulan Agustus dan Oktober 2024 mengalami penurunan masing-masing
sebesar 16,00 ribu unit dan 103,00 ribu atau masing-masing setara dengan
2,26% dan 14,19% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Harga Rata-Rata Penjualan Rumah di AS
Oktober 2024 - Desember 2024

                                            (Dalam ribuan USD)
                            Pasokan              Pasokan
         Bulan
                          Rumah Baru         Rumah Lama
Okt-24                             426,30              406,80
Nov-24                             396,40              404,40
Des-24                             415,00              403,70

Sumber: U.S. Census Bureau and U.S. Department of Housing




                                        29
Page 31
Berdasarkan data yang diperoleh dari U.S. Census Bureau and U.S.
Department of Housing, harga rata-rata pasokan rumah baru di AS mengalami
fluktuasi dan kecenderungan menurun sejak Oktober 2024 hingga Desember
2024, dengan harga rata-rata pasokan rumah baru bulan Desember 2024 yang
lebih tinggi 2,80% dibandingkan dengan harga rata-rata pasokan rumah lama
bulan Desember 2024. Penjualan rumah di AS terutama dipengaruhi oleh
tingkat suku bunga tingkat suku bunga kredit, penurunan suku bunga kredit
akan menarik minat pembeli dan menambah pilihan tipe rumah yang dapat
dibeli.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya dengan
judul Res Dev Land Index Q1 2025 mengenai analisis kinerja pasar tanah di
seluruh wilayah Inggris dan Wales disertai pandangan pasar dari 54
pengembang perumahan berskala besar maupun kecil pada kuartal pertama
tahun 2025, terdapat peningkatan signifikan dalam minat pembeli terhadap
tanah kavling. Sekitar 70,00% responden menyebutkan bahwa penurunan
biaya hipotek menjadi faktor utama yang mendorong penjualan, meningkat dari
50,00% dari enam bulan sebelumnya. Hal ini tentunya didorong oleh
munculnya peluang dalam pengembangan tanah, khususnya untuk
pembangunan perumahan baru yang lebih terjangkau dan sesuai dengan
permintaan pasar saat ini. Kenaikan minat terhadap tanah kavling
mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek sektor perumahan dalam
beberapa kuartal mendatang.

Proyeksi Nilai Pasar Real Estat Dunia
Tahun 2025 – 2030
(Dalam triliun USD)

                6

                5

                4

                3

                2

                1

                0
                      2025    2026      2027   2028     2029      2030
        Real Estat    4,34    4,58      4,84   5,10     5,38      5,68

Sumber: Precedence Research


Berdasarkan data yang diperoleh dari Presedence Research, nilai pasar real
estat pada tahun 2030 diproyeksikan mencapai USD 5,68 triliun. Kenaikan
terus terjadi pada proyeksi real estat tahun 2026 – 2030 masing-masing
mengalami kenaikan sebesar 5,53%, 5,68%, 5,37%, 5,49% dan 5,8%,
dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.




                                30
Page 32
          Menurut data yang diperoleh dari Presedence Research, pangsa pasar properti
          dunia diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
          (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 5,50% dihitung sejak 2024
          hingga 2034 menjadi sebesar USD 7,03 triliun pada tahun 2034. Pasar properti
          global sedang tumbuh pesat dengan kriteria konsumen terhadap properti
          seperti kemudahan akses ke berbagai fasilitas umum, harga yang terjangkau,
          ramah lingkungan, dan teknologi rumah pintar. Kebijakan Pemerintah yang
          mendukung investasi properti, pertumbuhan populasi, dan perkembangan
          infrastruktur juga berperan bagi pertumbuhan industri properti dunia. Selain itu,
          kondisi ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan inflasi juga
          mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar properti. Secara
          keseluruhan, pasar properti global diperkirakan akan terus berkembang dalam
          beberapa tahun ke depan.

II.B.2.   Tinjauan Industri Properti di Indonesia

          Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
          memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini
          disebabkan karena industri properti saling berhubungan dengan beberapa
          sektor lainnya, sebagai contoh sektor real estat di Indonesia merupakan salah
          satu sektor dengan potensi pertumbuhan yang besar dan memberikan
          kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional. Faktor-faktor seperti
          pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan dukungan kebijakan dari
          pemerintah menjadi pendorong utama perkembangan sektor ini. Pemerintah
          Indonesia juga terus berupaya menarik investasi asing guna memperkuat
          pertumbuhan ekonomi dan menekan laju inflasi. Selain itu, sektor real estat
          memberikan kontribusi penting terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja
          Negara melalui penerimaan pajak properti dan berbagai transaksi, serta
          berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan mendorong aktivitas ekonomi di
          industri real estat.

          Berdasarkan data yang diperoleh dari BI atas laporannya yang berjudul Survei
          Harga Properti Residensial pada triwulan III 2024, Indeks Harga Properti
          Residensial (IHPR) sebesar 1,46% year over year (yoy) lebih rendah
          dibandingkan pada triwulan II/2024 yaitu sebesar 1,76% yoy. Penurunan IHPR
          tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pertumbuhan properti tipe besar
          yang mengalami penurunan sebesar 1,04% yoy, melanjutkan penurunan harga
          pada triwulan II 2024 yang sebesar 1,47% yoy. Harga rumah tipe kecil dan
          menengah pada triwulan III 2024 turut mengalami penurunan pertumbuhan
          dibandingkan triwulan sebelumnya. Harga rumah tipe kecil dan menengah
          mengalami penurunan laju pertumbuhan masing-masing sebesar 1,97% yoy
          dan 1,33% yoy, mengalami penurunan dari 2,09% yoy dan 1,45% yoy pada
          triwulan sebelumnya.




                                          31
Page 33
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Afiliasi Global Ritel
Indonesia, kontribusi sektor property terhadap Produk Domestik Bruto
meningkat dari 10,00% pada 2024, menjadi 11,50% pada Q1/2025. Hal ini
menjadikan investasi properti pada sektor residensial dan komersial dapat tetap
stabil di tahun 2025 yang telah didukung oleh suku bunga stabil, kemudahan
kredit, dan insentif Pemerintah.

Proyeksi Nilai Pasar Real Estat Indonesia
Tahun 2025 – 2029
(Dalam triliun USD)

                     9,00
                     8,00
                     7,00
                     6,00
                     5,00
                     4,00
                     3,00
                     2,00
                     1,00
                     0,00
                              2025        2026   2027     2028       2029
     Real Estat Komersial     1,21        1,23   1,24     1,25       1,26
     Real Estat Residensial   7,95        8,05   8,15     8,25       8,35

Sumber: Statista


Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, nilai pasar real estat komersial
pada tahun 2029 diproyeksikan sebesar USD 9,61 triliun, mengalami
pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 1,21% dihitung sejak tahun 2024
sampai tahun 2029. Pasar real estat di Indonesia mengalami peningkatan yang
didorong oleh beberapa faktor seperti pertumbuhan populasi perkotaan,
meningkatnya permintaan akan kawasan terpadu yang menggabungkan
hunian, komersial, dan ruang publik, serta dukungan Pemerintah dalam
pembangunan infrastruktur. Hal ini mendorong sejumlah perusahaan real estat
atau pengembang terkemuka untuk terus memperluas bisnis mereka melalui
pembangunan berskala besar yang menargetkan masyarakat kelas menengah
dan atas di wilayah-wilayah strategis.




                                     32
Page 34
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
        estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana
        penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan.
        Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak dalam bidang penjualan atau
        penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas perkantoran, fasilitas
        olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya.

        Perseroan mengembangkan kota terpadu yang terintegrasi pengembangan
        residensial dengan pengembangan komersial yang didukung dengan berbagai
        fasilitas yang lengkap dan luas bagi penghuni kota terpadu. Segmen bisnis
        pengembangan properti Perseroan terus meluncurkan proyek-proyek dengan
        kampanye pemasaran yang inovatif untuk menarik minat calon pembeli. Unit
        bisnis Perseroan dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu pengembangan
        properti, investasi dan manajemen properti, serta rekreasi, rumah sakit, dan
        lainnya.

        Unit bisnis pengembangan properti merupakan bisnis inti Perseroan. Unit bisnis
        ini membangun proyek properti untuk dijual, seperti rumah, apartemen, kavling
        tanah residensial, dan ruko komersial, Proyek properti merupakan bagian
        integral dari pengembangan kota terpadu menjadi kawasan perumahan dan
        komersial, lengkap dengan seluruh fasilitas, termasuk fasilitas pendidikan dan
        olahraga, rumah ibadah, dan fasilitas kesehatan.

        Saat ini, Perseroan telah membangun proyek-proyek pengembangan kota
        terpadu sebagai yaitu Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong,
        Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Karawang,
        Summarecon Makassar, Summarecon Bogor, Summarecon Crown Gading,
        dan Summarecon Tangerang yang diluncurkan pada November 2024.

        Perseroan mengembangkan, memiliki, dan mengoperasikan sejumlah investasi
        dan manajemen properti seperti pusat perbelanjaan dan taman rekreasi, yang
        semuanya terletak di kompleks pengembangan Perseroan dan merupakan
        bagian integral dari kota terpadu terpadu yang menggabungkan kawasan
        perumahan dan komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas utama. Setiap
        pusat perbelanjaan berfungsi sebagai pusat komersial untuk menggerakkan
        ekonomi lokal dan menciptakan komunitas yang berkembang di kota tempatnya
        beroperasi.




                                       33
Page 35
        Pusat perbelanjaan kelas menengah dengan konsep “Your Family Mall”
        menawarkan berbagai macam merchandise mulai dari fashion hingga produk
        rumah tangga maupun hiburan untuk keluarga. Selain itu, konsep “Downtown
        Walk” di setiap mal menawarkan berbagai macam tempat makan dan hiburan
        langsung dalam suasana luar ruangan yang santai dan dengan waktu buka
        yang diperpanjang. Untuk mempertahankan interkoneksi dan interaksi dengan
        komunitas lokal, pusat perbelanjaan ini secara rutin mengadakan acara tematik
        dan penawaran promosi untuk memenuhi gaya hidup masyarakat yang selalu
        dinamis. Dengan volume pengunjung yang besar, baik penyewa maupun tuan
        tanah mendapatkan keuntungan dari volume bisnis yang dihasilkan oleh para
        pengunjung. Oleh karena itu, Perseroan memiliki basis pendapatan berulang
        yang kuat dari operasi penyewaan mal ritel. Saat ini Perseroan memiliki dan
        mengoperasikan enam pusat perbelanjaan dengan jumlah luas sewa bersih
        sekitar 350.000 m2. Pada tahun 2025, Perseroan telah menargetkan
        pemasaran penjualan Rp 5,00 triliun untuk memperkuat posisi Perseroan di
        pasar.

        Berdasarkan tingginya permintaan pasar dan daya beli konsumen yang stabil,
        Perseroan tetap optimis dalam mempertahankan momentum pertumbuhan
        positif. Optimisme ini ditopang oleh berbagai proyek yang tengah
        dikembangkan pada sembilan kawasan milik Perseroan, yang mencakup
        cadangan lahan sekitar 2.100 hektar. Cadangan ini diharapkan dapat
        mendukung kesinambungan dan kelangsungan usaha Perseroan ke depan.
        Perseroan juga terus memperkuat bisnis intinya melalui percepatan
        pengembangan proyek secara efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
        Di samping itu, masih terdapat sejumlah rencana pengembangan proyek di
        sektor ritel, komersial, dan perhotelan yang akan dilaksanakan di masa
        mendatang.

II.D.   Alasan Dilakukan Rencana Transaksi

        Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
            untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
            berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
            proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
            melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
            residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
            yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
            mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
            Perseroan melalui SPD memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
            sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
            kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
            yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
            akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
            kegiatan komersial.




                                       34
Page 36
•   Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
    properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan
    melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SPD dapat
    memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MB di mana MB
    telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk dikembangkan serta SPD yang
    telah memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas dalam mengelola
    serta mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan
    adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat
    berkolaborasi dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal
    operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi mempercepat
    realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang
    dihasilkan.

•   Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD
    untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
    ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
    prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
    organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
    operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
    Dengan melakukan Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan
    mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi
    perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan memiliki
    kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan jumlah luas
    yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan
    datang.

•   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
    anak, yaitu SPD, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
    salah satunya melalui pengembangan Tanah. Pengembangan tersebut
    diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari hasil penjualan unit-unit
    properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial, maupun bentuk
    bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber
    pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang
    dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
    berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
    telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
    pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
    kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa mendatang.




                               35
Page 37
II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi

        Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
            untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
            berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
            proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
            melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
            residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
            yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
            mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
            Perseroan melalui SPD memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
            sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
            kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
            yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
            akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
            kegiatan komersial.

        •   Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
            properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan
            melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SPD dapat
            memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MB di mana MB
            telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk dikembangkan serta SPD yang
            telah memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas dalam mengelola
            serta mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan
            adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat
            berkolaborasi dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal
            operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi mempercepat
            realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang
            dihasilkan.

        •   Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD
            untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
            ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
            prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
            organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
            operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
            Dengan melakukan Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan
            mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi
            perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan memiliki
            kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan jumlah luas
            yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan
            datang.




                                       36
Page 38
•   Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
    anak, yaitu SPD, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
    salah satunya melalui pengembangan Tanah. Pengembangan tersebut
    diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari hasil penjualan unit-unit
    properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial, maupun bentuk
    bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber
    pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang
    dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
    berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
    telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
    menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
    pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
    kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
    masa mendatang.

Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
    dana tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan
    yang lebih menguntungkan dibandingkan Rencana Transaksi.

•   Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan bisnis MB pada masa
    yang akan datang, MB masih memerlukan dukungan pendanaan dari
    Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang real estat, MB tidak
    terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha MB.




                               37
Page 39
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 yang telah diaudit
           oleh KAP PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan             31/12/24     31/12/23     31/12/22     31/12/21      31/12/20

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan setara kas                             3.292.827    3.292.877    3.142.558    2.773.938     1.656.482
           Piutang usaha - neto
             Pihak-pihak berelasi                            12.421       10.988        6.833        6.225         4.871
             Pihak ketiga                                   245.609      224.925      287.037      242.853       251.667
           Piutang lain-lain - neto                          12.769       11.558       14.079       30.884        19.055
           Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha            69.460       76.804       68.211       64.212        88.258
           Persediaan                                    10.741.416   10.906.023    9.959.606    9.253.913     9.186.988
           Pajak dibayar di muka                            752.958      658.070      499.989      362.216       371.882
           Biaya dibayar di muka                             82.413       79.092       35.420       48.453        40.166
           Uang muka                                        180.018      288.217      272.920      244.199       269.377
           Aset keuangan lancar lainnya                      14.074       13.676        3.968        3.641           171
           Jumlah Aset Lancar                            15.403.966   15.562.229   14.290.621   13.030.536    11.888.918
           ASET TIDAK LANCAR
           Piutang usaha - neto
             Pihak ketiga                                    11.185       20.720       63.574       31.706        51.071
           Piutang lain-lain - neto                           7.111        1.644        3.483        4.165         3.994
           Piutang pihak berelasi non-usaha                  96.505       80.605       64.105       51.105        49.017
           Tanah yang belum dikembangkan                  8.817.401    7.271.408    6.760.373    6.167.114     6.259.664
           Investasi pada entitas asosiasi                  103.281       90.901       82.194       72.887        65.795
           Uang muka                                      1.265.754    1.268.639    1.005.093      899.871       703.362
           Aset tetap - neto                                521.838      442.053      370.445      317.847       331.696
           Properti investasi - neto                      6.270.622    5.405.429    4.574.318    4.259.613     4.382.561
           Aset pajak tangguhan                               3.615        2.779        3.004        2.654         1.879
           Aset keuangan tidak lancar lainnya               902.239      943.384    1.142.618    1.106.529     1.095.657
           Aset tidak lancar lainnya                        130.581       78.583       73.748      105.689        88.922
           Jumlah Aset Tidak Lancar                      18.130.134   15.606.146   14.142.954   13.019.181    13.033.617
           JUMLAH ASET                                   33.534.100   31.168.375   28.433.575   26.049.717    24.922.534




                                                    38
Page 40
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                               31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                         5.533.875     2.766.358     2.018.403     1.590.250     2.670.935
           Utang usaha kepada pihak ketiga                                     93.362        91.416        87.415        70.858        80.677
           Utang lain-lain                                                    276.730       237.673       215.404       333.656       357.213
           Beban akrual                                                       760.568     1.082.318     1.104.004       816.056       740.073
           Utang pajak                                                         76.688        70.991        75.642        73.298        61.921
           Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                              36.686        37.661        30.259        24.128        35.581
           Liabilitas kontrak
             Pihak-pihak berelasi                                              28.103        24.002         3.517         5.038         5.258
             Pihak ketiga                                                   4.534.624     5.764.629     4.784.677     2.277.791     2.656.304
           Uang jaminan yang diterima
             Pihak-pihak berelasi                                                152           152           225           644            210
             Pihak ketiga                                                    184.045       178.822       155.865        80.978         92.311
           Pendapatan diterima dimuka
             Pihak-pihak berelasi                                              7.005         6.489         4.358         4.000          3.000
             Pihak ketiga                                                    641.458       584.722       414.865       363.337        356.518
           Utang bank dan lembaga pembiayaan                                 709.248       792.522       606.420       829.552        884.990
           Liabilitas sewa                                                     1.754           141           135            55            643
           Utang obligasi                                                          -       199.763             -       499.124        413.521
           Utang pihak - pihak berelasi non-usaha                                587             -            85             -              -
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 12.884.885    11.837.661     9.501.274     6.968.766     8.359.155
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
             tempo dalam satu tahun - neto:
             Utang bank dan lembaga pembiayaan                              1.655.548     2.100.013     2.641.615     3.921.110     4.785.721
             Utang obligasi                                                 2.635.202     1.339.147       642.407       199.255       697.130
             Liabilitas sewa                                                    8.368         5.401         5.542         5.677         5.139
           Utang lain-lain                                                     45.600        20.664        12.323         5.852        11.275
           Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                            155.815       153.754       122.065       128.035       128.811
           Liabilitas kontrak
             Pihak berelasi                                                         -             -         3.291         3.228             -
             Pihak ketiga                                                   1.978.318     3.113.239     3.469.619     3.326.081     1.590.008
           Uang jaminan yang diterima
             Pihak-pihak berelasi                                             12.032         8.107         7.564        10.425          7.153
             Pihak ketiga                                                    139.760       119.029       104.619        87.918        101.462
           Pendapatan diterima dimuka
             Pihak-pihak berelasi                                             17.166        23.559        12.000        16.249         21.000
             Pihak ketiga                                                    155.781       130.168       143.228       127.510        104.829
           Liabilitas pajak tangguhan                                         13.099        14.571        17.986        19.387         25.158
           Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                              -             -             -             -              3
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 6.816.688     7.027.652     7.182.260     7.850.728     7.477.691
           JUMLAH LIABILITAS                                               19.701.573    18.865.313    16.683.534    14.819.494    15.836.846
           EKUITAS
           Modal saham                                                      1.650.857     1.650.857     1.650.857     1.650.857     1.442.678
           Tambahan modal disetor                                           1.307.203     1.307.203     1.307.203     1.307.203        22.996
           Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali            (1.665)       (1.665)       (1.665)       (1.665)       (1.665)
           Saldo laba                                                       8.091.471     6.870.415     6.241.011     5.704.773     5.381.836
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                         11.047.866     9.826.810     9.197.406     8.661.168     6.845.846
           Kepentingan non-pengendali                                       2.784.662     2.476.252     2.552.635     2.569.055     2.239.843
           JUMLAH EKUITAS                                                  13.832.527    12.303.062    11.750.041    11.230.223     9.085.689
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                   33.534.100    31.168.375    28.433.575    26.049.717    24.922.534




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 33.543,10 miliar,
           Rp 31.168,38 miliar, Rp 28.433,58 miliar, Rp 26.049,72, dan
           Rp 24.922,53 miliar.




                                                                      39
Page 41
           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 2.365,73 miliar atau setara dengan 7,59% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan tanah yang belum dikembangkan dan properti
           investasi - netomasing-masing sebesar Rp 1.546,00 miliar dan Rp 865,19 miliar
           yang disertai dengan penurunan persediaan dan uang muka masing-masing
           sebesarRp 164,61 miliar dan Rp 108,20 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 2.734,80 miliar atau setara dengan 9,62% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan persediaan, tanah yang belum dikembangkan, dan
           properti investasi – neto masing-masing sebesar Rp 946,42 miliar,
           Rp 511,04 miliar, dan Rp 831,11 miliar yang disertai dengan penurunan piutang
           usaha – neto dan aset keuangan lainnya masing-masing sebesar
           Rp 62,11 miliar dan Rp 189,53 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 2.383,86 miliar atau setara dengan 9,15% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, persediaan, serta tanah yang
           belum dikembangkan masing-masing sebesar Rp 368,62 miliar,
           Rp 705,69 miliar, dan Rp 593,26 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 1.127,18 miliar atau setara dengan 4,52% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta uang muka masing-masing
           sebesarRp 1.117,46 miliar dan Rp 196,51 miliar yang disertai dengan
           penurunan tanah yang belum dikembangkan dan properti investasi – neto
           masing-masing sebesar Rp 92,55 miliar dan Rp 122,95 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
           2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 19.701,57 miliar,
           Rp 18.865,31 miliar, Rp 16.683,53 miliar, Rp 14.819,49 miliar,
           dan Rp 15.836,85 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 836,26 miliar atau setara dengan 4,43% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan utang
           obligasi masing-masing sebesar Rp 2.767,52 miliar dan Rp 1.096,29 miliar
           yang disertai dengan penurunan liabilitas kontrak serta utang bank dan
           lembaga pembiayaan masing-masing sebesar Rp 1.225,91 miliar dan
           Rp 527,74 miliar.




                                          40
Page 42
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 2.181,80 miliar atau setara dengan 13,08% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek, liabilitas
           kontrak, dan utang obligasi masing-masing sebesar Rp 747,96 miliar,
           Rp 640,77 miliar, dan Rp 896,50 miliar yang disertai dengan penurunan utang
           bank dan Lembaga pembiayaan sebesar Rp 355,50 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1.864,04 miliar atau setara dengan 12,58% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
           terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek, beban akrual,
           dan liabilitas kontrak masing-masing sebesar Rp 428,15 miliar,
           Rp 287,95 miliar, dan Rp 2.648,97 miliar yang disertai dengan penurunan
           utang bank dan lembaga pembiayaan sebesar Rp 1.502,63 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 1.017,35 miliar atau setara dengan 6,42% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang bank jangka pendek, utang bank
           dan lembaga pembiayaan, dan utang obligasi masing-masing sebesar
           Rp 1.080,69 miliar, Rp 920,05 miliar, dan Rp 412,27 miliar yang disertai
           kenaikan liabilitas kontrak jangka panjang – pihak ketiga sebesar
           Rp 1.360,57 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024,
           31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 13.832,53 miliar, Rp 12.303,06 miliar, Rp 11.750,04 miliar,
           Rp 11.230,22 miliar, dan Rp 9.085,69 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1.529,47 miliar atau setara dengan 12,43% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan sebesar Rp 1.842,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 553,02 miliar atau setara dengan 4,71% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 1.057,70 miliar yang disertai dengan dividen kas dan pembayaran kepada
           kepentingan non pengendali masing-masing sebesar Rp 213,62 miliar dan
           Rp 255,34 miliar.




                                         41
Page 43
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 519,82 miliar atau setara dengan 4,63% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 771,74 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada kepentingan
           nonpengendali sebesar Rp 207,48 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 2.144,54 miliar atau setara dengan 23,60% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan dan
           penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tahap II
           masing-masing sebesar Rp 549,70 miliar dan Rp 1.492,39 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                        (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/24      31/12/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20

           Pendapatan neto                                             10.623.355     6.658.783      5.719.396      5.567.913      5.029.984
           Beban pokok penjualan dan beban langsung                     5.162.449     3.299.255      2.719.634      2.973.943      2.737.908
           Laba kotor                                                   5.460.906     3.359.528      2.999.763      2.593.970      2.292.076
           Beban penjualan                                               (509.457)     (420.767)      (321.562)      (306.216)      (275.478)
           Beban umum dan administrasi                                 (1.175.905)   (1.038.707)      (952.347)      (733.359)      (746.613)
           Penghasilan operasi lain                                        17.337        18.350         16.378         14.087          8.344
           Beban operasi lain                                             (60.508)       (6.732)       (33.815)       (10.802)        (2.467)
           Laba usaha                                                   3.732.372     1.911.672      1.708.418      1.557.681      1.275.862
           Pendapatan keuangan                                            181.265       180.737        157.233        192.298        190.339
           Biaya keuangan                                              (1.048.240)     (756.961)      (857.100)    (1.002.403)    (1.032.512)
           Laba pada ekuitas entitas asosiasi                              12.380         9.956          9.306          8.341          6.078
           Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (“BPHTB“)
             terkait kombinasi bisnis                                    (414.375)              -              -              -              -
           Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak final dan
             pajak penghasilan                                          2.463.403     1.345.404      1.017.856        755.917        439.768
           Beban pajak final                                             (599.364)     (287.213)      (243.207)      (208.955)      (196.479)
           Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                       (21.820)         (500)        (2.906)         2.734          2.621
           Laba tahun berjalan                                          1.842.219     1.057.692       771.744        549.696        245.909
           Pendapatan komprehensif lainnya                                 (3.746)      (21.006)        9.912           (772)       (13.498)
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                      1.838.474     1.036.686       781.656        548.924        232.411
           Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                      1.373.378      765.970        625.377        323.709        179.835
             Kepentingan non-pengendali                                   468.841      291.722        146.366        225.987         66.074



III.A.6    Pendapatan Neto

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 10.623,36 miliar, Rp 6.658,78 miliar, Rp 5.719,40 miliar,
           Rp 5.567,91 miliar, dan Rp 5.029,98 miliar.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 3.964,57 miliar atau
           setara dengan 59,54% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.




                                                                  42
Page 44
           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 939,39 miliar atau setara
           dengan 16,42% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 151,48 miliar atau setara
           dengan 2,72% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 537,93 miliar atau setara
           dengan 10,69% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.A.7.   Laba Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
           masing-masing adalah sebesar Rp 1.842,22 miliar, Rp 1.057,69 miliar,
           Rp 771,74 miliar, Rp 549,70 miliar, dan Rp 245,91 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 784,53 miliar atau setara
           dengan 74,17% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 285,95 miliar atau setara
           dengan 37,05% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 222,05 miliar atau setara
           dengan 40,39% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 303,79 miliar atau setara
           dengan 123,54% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                        43
Page 45
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)

                                     Keterangan                               31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas dari pelanggan                                       7.981.389      7.447.242      7.920.479      6.611.492      4.829.147
           Penerimaan dari pendapatan bunga                                      174.904        153.662        105.157         93.017        122.710
           Pembayaran kas kepada:
            Pemasok dan beban operasi lainnya                                 (4.935.275)    (4.536.799)    (3.769.151)    (2.733.350)    (3.261.571)
            Karyawan                                                            (933.658)      (844.028)      (786.452)      (577.811)      (534.798)
           Pembayaran untuk:
            Beban bunga                                                         (711.392)      (464.373)      (473.390)      (708.453)      (967.058)
            Pajak final                                                         (558.792)      (330.391)      (322.796)      (232.819)      (200.978)
            Pajak penghasilan                                                     (6.724)        (5.102)        (3.284)        (8.795)       (10.383)
           Penerimaan dari restitusi pajak penghasilan                                 -            466          3.080              -              -
           Peningkatan atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha               (18.356)       (15.293)             -              -              -
           Pembayaran BPHTB terkait kombinasi bisnis                            (414.375)             -              -              -              -
           Penurunan atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                       -              -        (16.998)             -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                                   577.720       1.405.384      2.656.645      2.443.281        (22.932)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Hasil penjualan aset tetap                                              2.414           956           2.471          1.150          4.681
           Perolehan tanah yang belum dikembangkan dan uang
            muka pembelian tanah                                              (2.481.405)    (1.058.753)      (395.198)      (415.158)      (204.835)
           Perolehan properti investasi                                         (973.882)      (876.038)      (399.964)       (70.282)      (206.462)
           Perolehan aset tetap                                                 (147.740)      (112.150)       (43.660)       (35.090)       (50.537)
           Penerimaan dividen kas dari investasi pada entitas lainnya              1.250              -          1.825            494              -
           Penerimaan dividen kas dari investasi pada entitas asosiasi                 -          1.248              -          1.248              -
           Penambahan investasi pada entitas lainnya                                   -              -        (24.525)             -              -
           Kenaikan (penurunan) atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha            -              -              -         21.958        (22.281)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                     (3.599.364)    (2.044.736)      (859.052)      (495.680)      (479.434)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan dari utang bank                                          6.278.536      3.859.654      2.306.127      1.867.490      5.565.051
           Pencairan (penempatan) atas deposito berjangka yang dibatasi
            penggunaannya                                                            250          6.121         (2.413)        (5.073)         9.223
           Pembayaran untuk utang bank dan lembaga pembiayaan                 (4.050.512)    (3.478.048)    (3.410.764)    (3.872.119)    (3.794.560)
           Pembayaran kepada kepentingan nonpengendali                          (186.096)      (255.341)      (207.481)       (79.187)       (46.639)
           Pembayaran dividen kas oleh Perusahaan                               (148.355)      (115.375)       (98.893)            (3)            (2)
           Pembayaran liabilitas sewa                                               (425)          (135)           (55)           (51)          (316)
           Penurunan setoran modal dari kepentingan nonpengendali                (61.250)       (24.500)       (39.200)      (101.675)             -
           Pembayaran biaya emisi obligasi                                        (7.268)        (4.641)        (6.023)             -              -
           Pembayaran utang obligasi                                            (200.000)             -       (500.000)      (416.000)    (1.300.000)
           Penerimaan dari penerbitan utang obligasi                           1.300.000        900.000        448.450              -              -
           Pembayaran dividen kas oleh entitas anak tertentu
            kepada entitas nonpengendali                                        (99.387)        (98.064)            -                 -              -
           Penerimaan setoran modal dari kepentingan nonpengendali              186.302               -        83.894                 -              -
           Penurunan atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                  9.800               -             -                 -              -
           Penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
            tahap II                                                                     -              -              -    1.498.886                -
           Pembayaran biaya emisi modal dengan Hak Memesan Efek
            Terlebih Dahulu tahap II                                                     -              -              -       (6.501)               -
           Penerimaan uang muka setoran Modal dari kepentingan
             nonpengendali                                                               -              -              -     284.087        163.478
           Penurunan atas utang pihak-pihak berelasi non usaha                           -              -              -           -        (96.178)
           Pembayaran dividen kas entitas anak kepada kepentingan
            nonpengendali                                                                -              -              -              -       (3.757)
           Pembayaran dividen kas entitas anak kepada
            kepentingan nonpengendali                                                    -              -              -              -       (1.877)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                                3.021.594       789.671      (1.426.357)      (830.145)      494.424
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                               (50)      150.319        371.236       1.117.456         (7.942)
           Reklasifikasi dari kas dan setara kas menjadi aset keuangan
            tidak lancar lainnya                                                         -              -       (2.617)               -              -
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                  3.292.877      3.142.558      2.773.938      1.656.482      1.664.424
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                                 3.292.827      3.292.877      3.142.558      2.773.938      1.656.482




                                                                     44
Page 46
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 577,72 miliar, Rp 1.405,38 miliar,
Rp 2.656,65 miliar, dan Rp 2.443,28 miliar. Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 22,93 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 30 Desember 2024 sebesar Rp 577,72 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 7.981,39 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban operasi lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, serta pembayaran
beban bunga masing-masing sebesar Rp 4.935,28 miliar, Rp 933,66 miliar, dan
Rp 711,39 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1.405,38 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 7.447,24 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban operasi lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran
beban bunga masing-masing sebesar Rp 4.536,80 miliar, Rp 844,03 miliar, dan
Rp 464,37 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 2.656,65 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 7.920,48 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan
beban operasi lainnya, pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran beban
bunga masing-masing sebesar Rp 3.769,15 miliar, Rp 473,39 miliar, dan
Rp 322,80 miliar.

Arus kas bersih yang yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar
Rp 2.443,28 miliar terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan
sebesar Rp 6.611,49 miliar yang disertai dengan.pembayaran kepada pemasok
dan beban operasi lainnya, pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran
untuk beban bunga masing-masing sebesar Rp 2.733,35 miliar,
Rp 577,81 miliar, dan Rp 708,45 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 22,93 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan beban operasi
lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran beban bunga
masing-masing sebesar Rp 3.261,57 miliar, Rp 534,80 miliar, dan
Rp 967,06 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 4.829,15 miliar.




                              45
Page 47
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 3.599,36 miliar,
Rp 2.044,74 miliar, Rp 859,05 miliar, Rp 495,68 miliar, dan Rp 479,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar
Rp 3.599,36 miliar terutama berasal dari perolehan tanah yang belum
dikembangkan dan uang muka pembelian tanah dan perolehan properti
investasi masing-masing sebesar Rp 2.481,41 miliar dan Rp 973,88 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar
Rp 2.044,74 miliar terutama berasal dari perolehan tanah yang belum
dikembangkan dan uang muka pembelian tanah dan perolehan properti
investasi masing-masing sebesar Rp 1.058,75 miliar dan Rp 876,04 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp 859,05 miliar terutama berasal dari perolehan tanah yang belum
dikembangkan dan uang muka pembelian tanah dan perolehan properti
investasi masing-masing sebesar Rp 395,20 miliar dan Rp 399,96 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 495,68 miliar
terutama berasal dari perolehan tanah yang belum dikembangkan dan uang
muka pembelian tanah dan perolehan properti investasi masing-masing
sebesar Rp 415,16 milliar dan Rp 70,28 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 479,43 miliar
terutama berasal dari perolehan tanah yang belum dikembangkan dan uang
muka pembelian tanah dan perolehan properti investasi masing-masing
sebesar Rp 204,84 miliar dan Rp 206,46 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 3.021,59 miliar, Rp 789,67 miliar, dan
Rp 494,42 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022
dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 1.426,36 miliar dan
Rp 830,15 miliar.




                               46
Page 48
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.021,59 miliar
terutama berasal dari penerimaan utang bank dan penerimaan dari penerbitan
utang obligasi masing-masing sebesar Rp 6.278,54 miliar dan
Rp 1.300,00 miliar yang disertai dengan pembayaran untuk utang bank dan
lembaga pembiayaan, pembayaran kepada kepentingan nonpengendali, serta
pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 4.050,51 miliar,
Rp 186,10 miliar, dan Rp 200,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 789,67 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari utang bank dan penerimaan dari
penerbitan utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.859,65 miliar dan
Rp 900,00 miliar yang disertai dengan pembayaran untuk utang bank dan
lembaga pembiayaan, pembayaran kepada kepentingan nonpengendali, serta
pembayaran      dividen    kas      Perusahaan      masing-masing     sebesar
Rp 3.478,05 miliar, Rp 255,34 miliar, dan Rp 115,38 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp 1.426,36 miliar terutama berasal dari pembayaran untuk utang bank dan
lembaga pembiayaan, pembayaran kepada kepentingan nonpengendali, dan
pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.410,76 miliar,
Rp 207,48 miliar, dan Rp 500,00 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
utang bank dan penerimaan dari penerbitan utang obligasi masing-masing
sebesar Rp 2.306,13 miliar dan Rp 448,45 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 830,15 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk utang bank dan lembaga
pembiayaan, penurunan setoran modal dari kepentingan nonpengendali, dan
pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.872,12 miliar,
Rp 101,68 miliar, dan Rp 416,00 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
utang bank dan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Telebih
Dahulu tahap II masing-masing sebesar Rp 1.867,49 miliar dan
Rp 1.498,89 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 494,42 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari utang bank sebesar Rp 5.565,05 miliar
yang disertai dengan pembayaran untuk utang bank dan lembaga pembiayaan
dan pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.794,56 miliar dan
Rp 1.300,00 miliar.




                               47
Page 49
III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             1,20        1,31        1,50        1,87        1,42
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,32        0,21        0,20        0,21        0,20
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,41        0,39        0,41        0,43        0,36
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,59        0,61        0,59        0,57        0,64
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 1,42        1,53        1,42        1,32        1,74
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                51,40%      50,45%      52,45%      46,59%      45,57%
            Marjin laba usaha                                35,13%      28,71%      29,87%      27,98%      25,37%
            Marjin laba bersih                               17,34%      15,88%      13,49%       9,87%       4,89%
            Laba usaha terhadap jumlah aset                  11,13%       6,13%       6,01%       5,98%       5,12%
            Imbal hasil aset                                  5,49%       3,39%       2,71%       2,11%       0,99%
            Laba usaha terhadap ekuitas                      26,98%      15,54%      14,54%      13,87%      14,04%
            Imbal hasil ekuitas                              13,32%       8,60%       6,57%       4,89%       2,71%



III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,32; 0,21; 0,20; 0,21; dan 0,20.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021; dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,41; 0,39; 0,41; 0,43; dan 0,36.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,59; 0,61; 0,59;
            0,57; dan 0,64, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 1,42; 1,53; 1,42; 1,32; dan 1,74.




                                                     48
Page 50
III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
            tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
            2021, dan 2020 masing-masing adalah 5,49%, 3,39%, 2,71%, 2,11%, dan
            0,99%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
            dan 2020 masing-masing adalah 13,32%, 8,60%, 6,57%, 4,89%, dan 2,71%.

III.B.      Analisis atas Kinerja Historis MB

            Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
            31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP JJR dengan pendapat wajar
            tanpa modifikasian. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada
            tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP JJR dengan pendapat
            wajar tanpa modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MB untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020.

            Ikhtisar data keuangan penting MB adalah sebagai berikut:

III.B.1.    Laporan Posisi Keuangan
                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan        31/12/24    31/12/23    31/12/22*    31/12/21*    31/12/20*

            ASET
            ASET LANCAR
            Kas dan bank                                 168         134          68            47           239
            Persediaan                                     -           -           -        26.166        25.285
            Deposito                                       -           -           -             -           850
            Jumlah Aset Lancar                           168         134          68        26.213        26.374
            ASET TIDAK LANCAR
            Aset tetap - neto                             39          79          118         157            197
            Tanah yang belum dikembangkan             26.166      26.166       26.166           -              -
            Jumlah Aset Tidak Lancar                  26.205      26.244       26.284         157            197
            JUMLAH ASET                               26.373      26.378       26.352       26.370        26.571

            *) Tidak Diaudit




                                              49
Page 51
                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                               Keterangan        31/12/24       31/12/23       31/12/22*     31/12/21*     31/12/20*

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Utang pajak                                      4              3            5             4              9
           Utang usaha                                      -              -            -             -              8
           JUMLAH LIABILITAS                                4              3            5             4            17
           EKUITAS
           Modal saham                              25.721         25.721          25.721        25.721        25.721
           Uang muka setoran modal                   2.547          2.403           2.203         2.003         2.003
           Defisit                                  (1.899)        (1.749)         (1.576)       (1.358)       (1.170)
           JUMLAH EKUITAS                           26.369         26.375          26.348        26.366        26.554
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS            26.373         26.378          26.352        26.370        26.571

           *) Tidak Diaudit



III.B.2.   Aset

           Jumlah aset MB pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
           dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 26,37 miliar, Rp 26,38 miliar,
           Rp 26,35 miliar, Rp 26,37 miliar, dan Rp 26,57 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset MB mengalami penurunan
           sebesar Rp 6,00 juta atau setara dengan 0,02% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan aset tetap – neto sebesar Rp 0,04 miliar yang disertai dengan
           kenaikan kas dan bank sebesar Rp 0,03 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset MB mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,03 miliar atau setara dengan 0,10% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           kenaikan kas dan bank sebesar Rp 0,07 miliar yang disertai dengan penurunan
           aset tetap – neto sebesar Rp 0,04 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset MB mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,02 miliar atau setara dengan 0,07% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan persediaan sebesar Rp 26,17 miliar yang disertai dengan kenaikan
           tanah yang belum dikembangkan sebesar Rp 26,17 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset MB mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,20 miliar atau setara dengan 0,76% dibandingkan dengan jumlah
           aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
           penurunan kas dan bank serta deposito masing-masing sebesar Rp 0,19 miliar
           dan Rp 0,85 miliar yang disertai dengan kenaikan persediaan sebesar
           Rp 0,88 miliar.

III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas MB pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 3,96 juta, Rp 3,30 juta,
           Rp 4,61 juta, Rp 4,44 juta, dan Rp 0,02 miliar.



                                            50
Page 52
           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas MB mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,66 juta atau setara dengan 20,13% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh kenaikan utang pajak.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas MB mengalami penurunan
           sebesar Rp 1,31 juta atau setara dengan 28,41% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh penurunan utang pajak.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas MB mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,17 juta atau setara dengan 3,74% dibandingkan dengan jumlah
           liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
           oleh kenaikan utang pajak.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas MB mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,01 miliar atau setara dengan 73,89% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
           disebabkan oleh penurunan utang pajak dan utang usaha masing-masing
           sebesar Rp 4,63 juta dan Rp 7,94 juta.

III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas MB pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 26,37 miliar, Rp 26,38
           miliar, Rp 26,35 miliar, Rp 26,37 miliar, dan Rp 26,55 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas MB mengalami penurunan
           sebesar Rp 6,45 juta atau setara dengan 0,02% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh MB sebesar Rp 0,15 miliar yang
           disertai dengan tambahan uang muka setoran modal masing-masing adalah
           sebesar dan Rp 0,14 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas MB mengalami kenaikan
           sebesar Rp 0,03 miliar atau setara dengan 0,10% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh tambahan uang muka setoran modal sebesar Rp 0,20 miliar yang disertai
           dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh MB sebesar Rp 0,17 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas MB mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,02 miliar atau setara dengan 0,07% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh MB sebesar Rp 0,22 miliar yang
           disertai dengan tambahan uang muka setoran modal sebesar Rp 0,20 miliar.




                                         51
Page 53
           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas MB mengalami penurunan
           sebesar Rp 0,19 miliar atau setara dengan 0,71% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini seluruhnya
           disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh MB.

III.B.5.   Laporan Laba Rugi Komprehensif
                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan             31/12/24       31/12/23       31/12/22*       31/12/21*       31/12/20*

           Penjualan bersih                                          -              -               -               -          21
           Harga pokok penjualan                                     -              -               -               -           -
           Laba kotor                                             -              -               -               -              21
           Biaya umum dan administrasi                         (185)          (201)           (258)           (375)           (306)
           Rugi usaha                                          (185)          (201)           (258)           (375)           (284)
           Pendapatan keuangan                                    1              1               0               -               -
           Biaya keuangan                                        (0)            (1)             (0)              -               -
           Pendapatan lain-lain                                 173            173             173             191             239
           Beban lain-lain                                     (135)          (141)           (129)              -               -
           Rugi sebelum beban pajak penghasilan                (146)          (169)           (213)           (184)            (45)
           Beban pajak penghasilan                               (4)            (3)             (5)             (4)            (11)
           Rugi tahun berjalan                                 (150)          (173)           (218)           (188)            (56)
           Penghasilan komprehensif lainnya                       -              -               -               -               -
           Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan             (150)          (173)           (218)           (188)            (56)

           *) Tidak Diaudit



III.B.6    Penjualan Bersih

           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
           2022, dan 2021 MB belum membukukan penjualan bersih. Penjualan bersih
           MB untuk periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah
           sebesar Rp 0,02 miliar.

III.B.7.   Rugi Tahun Berjalan

           Rugi tahun berjalan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
           sebesar Rp 0,15 miliar, Rp 0,17 miliar, Rp 0,22 miliar, Rp 0,19 miliar, dan
           Rp 0,06 miliar.

           Rugi tahun berjalan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 0,02 miliar atau setara
           dengan 12,79% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Rugi tahun berjalan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 0,05 miliar atau setara
           dengan 20,89% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.




                                                     52
Page 54
           Rugi tahun berjalan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,03 miliar atau setara
           dengan 15,94% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Rugi tahun berjalan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,13 miliar atau setara
           dengan 234,57% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

III.B.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                      31/12/24       31/12/23       31/12/22*       31/12/21*       31/12/20*

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                   173            173             173             182             211
           Penerimaan dari pendapatan bunga                              1              1               0               9              28
           Pembayaran kepada pemasok                                  (135)          (141)           (129)           (140)           (126)
           Pembayaran untuk kegiatan operasi lainnya                  (150)          (167)           (223)           (213)           (140)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi               (110)          (134)           (179)           (161)            (27)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penempatan deposito                                              -              -               -            -            (850)
           Pencairan deposito                                               -              -               -          850               -
           Pembayaran untuk kegiatan pembelian aset                         -              -               -         (881)              -
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                   -              -               -          (31)           (850)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan uang muka setoran modal                          144            200            200                   -         250
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan               144            200            200                   -         250
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                  34             66             21             (192)           (627)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                          134             68             47             239             866
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                         168            134             68              47             239

           *) Tidak Diaudit



           Arus Kas untuk Aktivitas Operasi

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
           masing-masing adalah sebesar Rp 0,11 miliar, Rp 0,13 miliar, Rp 0,18 miliar,
           Rp 0,16 miliar, dan Rp 26,85 juta.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,11 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk kegiatan
           operasi lainnya masing-masing sebesar Rp 0,14 miliar dan Rp 0,15 miliar yang
           disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 0,17 miliar.

           Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,13 miliar terutama
           berasal dari pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk kegiatan
           operasi lainnya masing-masing sebesar Rp 0,14 miliar dan Rp 0,17 miliar yang
           disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 0,17 miliar.




                                                            53
Page 55
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,18 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk kegiatan
operasi lainnya masing-masing sebesar Rp 0,13 miliar dan Rp 0,22 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,16 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk kegiatan
operasi lainnya masing-masing sebesar Rp 0,14 miliar dan Rp 0,21 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 0,18 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 26,85 juta terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk kegiatan
operasi lainnya masing-masing sebesar Rp 0,13 miliar dan Rp 0,14 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 0,21 miliar.

Arus Kas untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, dan 2020 masing-masing
adalah sebesar Rp 31,13 juta dan Rp 0,85 miliar. Untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 MB tidak memiliki
arus kas bersih yang diperoleh dari/ digunakan untuk aktivitas investasi.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 31,13 juta terutama
berasal dari pembayaran untuk kegiatan pembelian aset sebesar Rp 0,88 miliar
yang disertai dengan pencairan deposito sebesar Rp 0,85 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,85 miliar seluruhnya
berasal dari penempatan deposito.

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 0,14 miliar, Rp 0,20 miliar, Rp 0,20 miliar,
dan Rp 0,25 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
MB tidak memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/ digunakan untuk
aktivitas pendanaan.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,14 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.




                              54
Page 56
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MB untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,20 miliar seluruhnya
            berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MB untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,20 miliar seluruhnya
            berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.

            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MB untuk tahun yang
            berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,25 miliar seluruhnya
            berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/24     31/12/23     31/12/22*    31/12/21*    31/12/20*

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                            42,30        40,64         14,86     5.903,26     1.551,00
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                              N/A          N/A           N/A          N/A         0,00
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       1,00         1,00          1,00         1,00         1,00
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,00         0,00          0,00         0,00         0,00
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,00         0,00          0,00         0,00         0,00
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                    N/A          N/A          N/A          N/A      100,00%
            Marjin rugi usaha                                    N/A          N/A          N/A          N/A    -1342,80%
            Marjin rugi bersih                                   N/A          N/A          N/A          N/A     -265,50%
            Rugi usaha terhadap jumlah aset                   -0,70%       -0,76%       -0,98%       -1,42%       -1,07%
            Imbal hasil aset                                  -0,57%       -0,65%       -0,83%       -0,71%       -0,21%
            Rugi usaha terhadap ekuitas                       -0,70%       -0,76%       -0,98%       -1,42%       -1,07%
            Imbal hasil ekuitas                               -0,57%       -0,65%       -0,83%       -0,71%       -0,21%

            *) Tidak Diaudit



III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MB dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MB. Pada tanggal
            31 Desember 2020 rasio perputaran jumlah aset adalah 0,00.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas MB
            terhadap jumlah aset MB Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
            2022, 2021, dan 2020 rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
            adalah 1,00; 1,00; 1,00; 1,00; dan 1,00.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan MB untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.




                                                     55
Page 57
            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00;
            0,00; dan 0,00, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00; 0,00; dan 0,00.

III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MB dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan MB dalam menghasilkan
            laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.




                                           56
Page 58
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Rencana Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
         yang disusun oleh manajemen Perseroan.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2024:

                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Setelah
                                Keterangan                 31/12/24      Penyesuaian       Rencana
                                                                                          Transaksi
                                                       \
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan setara kas                                  3.292.827         (18.015)        3.274.811
         Piutang usaha - neto
           Pihak-pihak berelasi                                 12.421               -            12.421
           Pihak ketiga                                        245.609               -           245.609
         Piutang lain-lain - neto                               12.769               -            12.769
         Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha                 69.460               -            69.460
         Persediaan                                         10.741.416               -        10.741.416
         Pajak dibayar di muka                                 752.958               -           752.958
         Biaya dibayar dimuka                                   82.413               -            82.413
         Uang muka                                             180.018               -           180.018
         Aset keuangan lancar lainnya                           14.074               -            14.074
         Jumlah Aset Lancar                                 15.403.966         (18.015)       15.385.951
         ASET TIDAK LANCAR
         Piutang usaha - neto
           Pihak ketiga                                         11.185               -            11.185
         Piutang lain-lain - neto                                7.111               -             7.111
         Piutang pihak berelasi non-usaha                       96.505               -            96.505
         Tanah yang belum dikembangkan                       8.817.401       3.422.149        12.239.550
         Investasi pada entitas asosiasi                       103.281               -           103.281
         Uang muka                                           1.265.754               -         1.265.754
         Aset tetap - neto                                     521.838               -           521.838
         Properti investasi - neto                           6.270.622              39         6.270.661
         Aset pajak tangguhan                                    3.615               -             3.615
         Aset keuangan tidak lancar lainnya                    902.239               -           902.239
         Aset tidak lancar lainnya                             130.581               -           130.581
         Jumlah Aset Tidak Lancar                           18.130.134       3.422.188        21.552.322
         JUMLAH ASET                                        33.534.100       3.404.172        36.938.273




                                                  57
Page 59
                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                             Setelah
                       Keterangan                          31/12/24       Penyesuaian       Rencana
                                                                                            Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                     5.533.875                  -      5.533.875
Utang usaha kepada pihak ketiga                                 93.362                  -         93.362
Utang lain-lain                                                276.730                  -        276.730
Beban akrual                                                   760.568                  -        760.568
Utang pajak                                                     76.688                  -         76.688
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                          36.686                  -         36.686
Liabilitas kontrak
  Pihak-pihak berelasi                                          28.103                  -         28.103
  Pihak ketiga                                               4.534.624                  -      4.534.624
Uang jaminan yang diterima
  Pihak-pihak berelasi                                             152                  -            152
  Pihak ketiga                                                 184.045                  -        184.045
Pendapatan diterima dimuka
  Pihak-pihak berelasi                                           7.005                  -          7.005
  Pihak ketiga                                                 641.458                  -        641.458
Utang bank dan lembaga pembiayaan                              709.248                  -        709.248
Liabilitas sewa                                                  1.754                  -          1.754
Utang obligasi                                                       -                  -              -
Utang pihak - pihak berelasi non-usaha                             587                  -            587
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             12.884.885                  -     12.884.885
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun - neto:
  Utang bank dan lembaga pembiayaan                          1.655.548                  -      1.655.548
  Utang obligasi                                             2.635.202                  -      2.635.202
  Liabilitas sewa                                                8.368                  -          8.368
Utang lain-lain                                                 45.600                  -         45.600
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                        155.815                  -        155.815
Liabilitas kontrak
  Pihak berelasi                                                     -                  -              -
  Pihak ketiga                                               1.978.318                  -      1.978.318
Uang jaminan yang diterima
  Pihak-pihak berelasi                                          12.032                  -         12.032
  Pihak ketiga                                                 139.760                  -        139.760
Pendapatan diterima dimuka
  Pihak-pihak berelasi                                          17.166                  -         17.166
  Pihak ketiga                                                 155.781                  -        155.781
Liabilitas pajak tangguhan                                      13.099                  -         13.099
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya                           -                  -              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             6.816.688                  -      6.816.688
JUMLAH LIABILITAS                                           19.701.573                  -     19.701.573
EKUITAS
Modal saham                                                  1.650.857                -        1.650.857
Tambahan modal disetor                                       1.307.203                -        1.307.203
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali        (1.665)               -           (1.665)
Saldo laba                                                   8.091.471        2.032.398       10.123.869
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                     11.047.866        2.032.398       13.080.264
Kepentingan non-pengendali                                   2.784.662        1.371.774        4.156.436
JUMLAH EKUITAS                                              13.832.527        3.404.173       17.236.700
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               33.534.100        3.404.173       36.938.273




                                                58
Page 60
                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                   Setelah
                               Keterangan                       31/12/24        Penyesuaian       Rencana
                                                                                                  Transaksi
         Pendapatan neto                                         10.623.355                   -     10.623.355
         Beban pokok penjualan dan beban langsung                 5.162.449                   -      5.162.449
         Laba kotor                                                5.460.906                  -      5.460.906
         Beban penjualan                                            (509.457)                 -       (509.457)
         Beban umum dan administrasi                              (1.175.905)                 -     (1.175.905)
         Penghasilan operasi lain                                     17.337                  -         17.337
         Beban operasi lain                                          (60.508)                 -        (60.508)
         Laba usaha                                                3.732.372                  -      3.732.372
         Pendapatan keuangan                                         181.265                  -        181.265
         Biaya keuangan                                           (1.048.240)                 -     (1.048.240)
         Laba pada ekuitas entitas asosiasi                           12.380                  -         12.380
         Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (“BPHTB“)
           terkait kombinasi bisnis                                (414.375)                  -       (414.375)
         Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak final dan
           pajak penghasilan                                      2.463.403                   -      2.463.403
         Beban pajak final                                         (599.364)                  -       (599.364)
         Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto                   (21.820)                  -        (21.820)
         Laba bersih tahun berjalan                               1.842.219                   -      1.842.219
         Pendapatan komprehensif lainnya                             (3.746)                  -         (3.746)
         Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                  1.838.474                   -      1.838.474
         Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                  1.373.378                   -      1.373.378
           Kepentingan non-pengendali                               468.841                   -        468.841



III.D.   Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham MB

         KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
         tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
         modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
         dari OJK No. STTD.PB-01/PM.22/2018 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
         manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
         penugasan No. KR/250430-001 tanggal 30 April 2025 yang telah disetujui oleh
         manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
         independen atas nilai pasar 100,00% saham MB. Hasil penilaian atas 100,00%
         saham dan 36,14% saham MB tersebut tertuang dalam laporan penilaian
         100,00% saham MB dengan No. 00081/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2025
         tanggal 11 Juni 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah SPD dan
             Pemegang Saham.

         2. Objek Penilaian

             Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% dan 36,14% saham MB.




                                                        59
Page 61
3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
   independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
   mata    uang    Rupiah      dan/atau    ekuivalensinya     pada    tanggal
   31 Desember 2024.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
   umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
   berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
   aset bersih didasarkan pada laporan keuangan MB. Kami telah melakukan
   penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan
   nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian
   berdasarkan kinerja historis MB dan informasi manajemen MB terhadap
   laporan keuangan MB tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
   penilaian MB dan kesimpulan nilai akhir.

   Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
   kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
   tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
   tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
   asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
   jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
   (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
   serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

   Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
   keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
   dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
   dan MB atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
   benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
   untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
   tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
   dan MB bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
   informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
   menyesatkan.

   Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
   informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
   dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
   secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
   atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
   pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
   sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
   disalahartikan.


                              60
Page 62
   Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
   asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
   sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
   itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
   dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
   terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
   dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
   tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
   perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
   diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
   transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
   dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
   opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
   informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
   Perseroan dan MB.

   Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
   merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
   penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
   informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
   untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
   atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
   Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MB
   berdasarkan anggaran dasar MB.

5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
   metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
   nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
   menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
   menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
   keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
   antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
   pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
   sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
   pihak manajemen Perseroan dan MB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
   diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
   memberikan hasil yang berbeda.




                                61
Page 63
           6. Kesimpulan Penilaian

                Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
                terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
                memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
                Penilaian pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp 52,94 miliar.

III.E.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
           melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
           sebagai berikut:

           •    Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan;
           •    Biaya atau pendapatan yang relevan;
           •    Informasi non-keuangan yang relevan; dan
           •    Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

           Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

           Pendapatan neto                                              8.852.061     9.324.209    10.147.071    11.119.615    12.514.054
           Beban pokok penjualan dan beban langsung                     3.938.839     4.139.435     4.560.059     4.758.027     5.439.974
           Laba kotor                                                   4.913.222     5.184.774     5.587.011     6.361.588     7.074.080
           Beban usaha                                                  1.799.042     1.736.486     1.827.771     2.268.859     2.655.783
           Laba usaha                                                   3.114.180     3.448.288     3.759.241     4.092.729     4.418.297
           Beban lain-lain                                             (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)   (1.273.038)   (1.220.890)
           Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan         2.038.378     2.288.789     2.516.044     2.819.690     3.197.407
           Beban pajak final dan pajak penghasilan                       (362.255)     (414.250)     (500.929)     (572.697)     (674.080)
           Laba tahun berjalan                                          1.676.123     1.874.538     2.015.115     2.246.993     2.523.326



                                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                            31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

           Pendapatan neto                                             14.155.778    14.840.946    16.964.436    18.864.203    21.979.702
           Beban pokok penjualan dan beban langsung                     6.110.637     6.235.743     7.201.335     7.940.721     9.344.604
           Laba kotor                                                   8.045.141     8.605.203     9.763.101    10.923.482    12.635.099
           Beban usaha                                                  2.840.346     3.045.994     3.266.847     3.505.921     3.769.300
           Laba usaha                                                   5.204.795     5.559.209     6.496.255     7.417.562     8.865.798
           Beban lain-lain                                                      -             -             -             -             -
           Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan         5.204.795     5.559.209     6.496.255     7.417.562     8.865.798
           Beban pajak final dan pajak penghasilan                         14.893        37.262        37.543        37.997        45.340
           Laba tahun berjalan                                          5.219.687     5.596.471     6.533.797     7.455.559     8.911.138




                                                                  62
Page 64
Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                            31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan neto                                              8.852.061     9.324.209    10.324.274    11.383.902    12.762.340
Beban pokok penjualan dan beban langsung                     3.938.839     4.139.435     4.632.949     4.879.825     5.493.811
Laba kotor                                                   4.913.222     5.184.774     5.691.325     6.504.078     7.268.529
Beban usaha                                                  1.810.241     1.799.322     1.901.082     2.353.087     2.759.284
Laba usaha                                                   3.102.980     3.385.452     3.790.243     4.150.991     4.509.245
Beban lain-lain                                             (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)   (1.273.038)   (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan         2.027.179     2.225.953     2.547.045     2.877.953     3.288.354
Beban pajak final dan pajak penghasilan                       (362.255)     (414.091)     (486.044)     (532.672)     (608.969)
Laba tahun berjalan                                          1.664.924     1.811.862     2.061.001     2.345.280     2.679.385



                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                            31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

Pendapatan neto                                             14.743.473    16.386.996    18.499.387    20.567.224    23.844.177
Beban pokok penjualan dan beban langsung                     6.346.631     7.054.119     7.963.441     8.853.584    10.264.216
Laba kotor                                                   8.396.842     9.332.877    10.535.946    11.713.640    13.579.961
Beban usaha                                                  2.952.434     3.159.104     3.380.242     3.616.858     3.870.039
Laba usaha                                                   5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923
Beban lain-lain                                                      -             -             -             -             -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan         5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923
Beban pajak final dan pajak penghasilan                              -             -             -             -             -
Laba tahun berjalan                                          5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 138,76 triliun dan Rp 44,05 triliun.

Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 146,69 triliun
dan Rp 47,14 triliun.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan
datang.




                                                       63
Page 65
III.E.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
             Kewajaran.

III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Produk yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan usaha MB adalah bergerak dalam bidang real estat.
             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
             tanggal 31 Desember 2024, MB belum menjalankan kegiatan usaha secara
             komersial. Namun demikian, MB telah memiliki hak kepemilikan atas Tanah.

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini
             MB belum menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Dengan demikian,
             MB tidak memiliki pasar geografis.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini
             MB belum menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Dengan demikian,
             MB tidak memiliki pesaing usaha.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan MB
             adalah membangun sebuah kawasan perumahan yang dirancang secara
             terpadu guna mendukung pengembangan di wilayah Rawa Semut, Bekasi
             yang diharapkan tidak hanya menyediakan hunian yang layak, tetapi juga
             menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan yang berkelanjutan dan
             terintegrasi.

III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
             proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
             Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur
             Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana
             atas Rencana Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis
             internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan
             demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh
             perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
             memperhatikan alternatif lain.


                                          64
Page 66
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan AKTA, SPD dan Pemegang Saham merencanakan untuk
         melakukan pembelian atas saham MB dengan jumlah keseluruhan
         10.215.175 saham atau setara dengan 36,14% saham MB dari Pemegang
         Saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,18 miliar. Selanjutnya,
         berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
         saham MB sebagaimana termuat dalam laporannya No. 00081/2.0162-
         00/BS/03/0153/1/VI/2025 tanggal 11 Juni 2025, nilai pasar 100,00% saham
         MB sebesar Rp 52,94 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 36,14% saham
         MB adalah sebesar Rp 19,13 miliar.

         Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 18,18 miliar adalah lebih
         rendah dari nilai pasar 36,14% saham MB sebesar Rp 19,13 miliar,
         sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
         transaksi sebesar 4,95% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
         persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 36,14% saham MB
         sebesar Rp 19,13 miliar.

      2. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
         saham MB sebagaimana termuat dalam laporannya No. 00081/2.0162-
         00/BS/03/0153/1/VI/2025 tanggal 11 Juni 2025, nilai pasar 100,00% saham
         MB adalah sebesar Rp 52,94 miliar.

         Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham MB
         adalah sebagai berikut:

                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                               Persentase
                      Pemegang Saham        Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                               Kepemilikan
          Saham seri A:
           SPD                                    10.215.175           22,63%     10.215.175.000
           Soetjipto Nagaria                      10.336.899           22,90%     10.336.899.000
           Sunarni Rahardja                        3.227.800            7,15%      3.227.800.000
           Sukamto Rahardja                        1.465.869            3,25%      1.465.869.000
           Harto Djojo Nagaria                     1.225.770            2,72%      1.225.770.000
           Susanna Nagaria                         1.113.844            2,47%      1.113.844.000
           Liliawati Rahardjo                        341.194            0,76%        341.194.000
           Hendra Nagaria                            341.194            0,76%        341.194.000
          Sub-total                              28.267.745            62,63%     28.267.745.000
          Saham seri B:
           SPD                                   16.863.680            37,37%     30.017.350.400
          Sub-total                              16.863.680            37,37%     30.017.350.400
          Jumlah                                 45.131.425           100,00%     58.285.095.400



         Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham MB adalah sebesar
         Rp 52,94 miliar dan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif kepemilikan
         SPD atas MB adalah sebesar 37,37%, maka secara teoritis, Perseroan
         perlu melakukan penyertaan saham pada MB sebesar Rp 31,58 miliar,
         dengan perhitungan sebagai berikut:



                                       65
Page 67
                                                                              (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                  Persentase
                         Keterangan                          Nilai
                                                                                 Kepemilikan
    Nilai pasar 100,00% saham MB                                     52.937                 62,63%
    Rencana Peningkatan Modal SMPD                                   31.581                 37,37%
    Nilai pasar 100,00% saham MB setelah Rencana
      Peningkatan Modal                                              84.518                100,00%



   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 30,02 miliar adalah lebih
   rendah dari nilai pasar 37,37% saham MB sebesar Rp 31,58 miliar,
   sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
   transaksi sebesar 3,26% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
   persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 37,37% saham MB
   sebesar Rp 31,58 miliar.

3. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                      31/12/25      31/12/26      31/12/27        31/12/28      31/12/29

   Pendapatan neto                                         8.852.061     9.324.209    10.147.071      11.119.615    12.514.054
   Beban pokok penjualan dan beban langsung                3.938.839     4.139.435     4.560.059       4.758.027     5.439.974
   Laba kotor                                              4.913.222     5.184.774     5.587.011       6.361.588     7.074.080
   Beban usaha                                             1.799.042     1.736.486     1.827.771       2.268.859     2.655.783
   Laba usaha                                              3.114.180     3.448.288     3.759.241       4.092.729     4.418.297
   Beban lain-lain                                        (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)     (1.273.038)   (1.220.890)
   Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan    2.038.378     2.288.789     2.516.044       2.819.690     3.197.407
   Beban pajak final dan pajak penghasilan                  (362.255)     (414.250)     (500.929)       (572.697)     (674.080)
   Laba tahun berjalan                                     1.676.123     1.874.538     2.015.115       2.246.993     2.523.326



                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan                      31/12/30      31/12/31      31/12/32        31/12/33      31/12/34

   Pendapatan neto                                        14.155.778    14.840.946    16.964.436      18.864.203    21.979.702
   Beban pokok penjualan dan beban langsung                6.110.637     6.235.743     7.201.335       7.940.721     9.344.604
   Laba kotor                                              8.045.141     8.605.203     9.763.101      10.923.482    12.635.099
   Beban usaha                                             2.840.346     3.045.994     3.266.847       3.505.921     3.769.300
   Laba usaha                                              5.204.795     5.559.209     6.496.255       7.417.562     8.865.798
   Beban lain-lain                                                 -             -             -               -             -
   Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan    5.204.795     5.559.209     6.496.255       7.417.562     8.865.798
   Beban pajak final dan pajak penghasilan                    14.893        37.262        37.543          37.997        45.340
   Laba tahun berjalan                                     5.219.687     5.596.471     6.533.797       7.455.559     8.911.138




                                                     66
Page 68
Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan neto                                         8.852.061     9.324.209    10.324.274    11.383.902    12.762.340
Beban pokok penjualan dan beban langsung                3.938.839     4.139.435     4.632.949     4.879.825     5.493.811
Laba kotor                                              4.913.222     5.184.774     5.691.325     6.504.078     7.268.529
Beban usaha                                             1.810.241     1.799.322     1.901.082     2.353.087     2.759.284
Laba usaha                                              3.102.980     3.385.452     3.790.243     4.150.991     4.509.245
Beban lain-lain                                        (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)   (1.273.038)   (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan    2.027.179     2.225.953     2.547.045     2.877.953     3.288.354
Beban pajak final dan pajak penghasilan                  (362.255)     (414.091)     (486.044)     (532.672)     (608.969)
Laba tahun berjalan                                     1.664.924     1.811.862     2.061.001     2.345.280     2.679.385



                                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

Pendapatan neto                                        14.743.473    16.386.996    18.499.387    20.567.224    23.844.177
Beban pokok penjualan dan beban langsung                6.346.631     7.054.119     7.963.441     8.853.584    10.264.216
Laba kotor                                              8.396.842     9.332.877    10.535.946    11.713.640    13.579.961
Beban usaha                                             2.952.434     3.159.104     3.380.242     3.616.858     3.870.039
Laba usaha                                              5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923
Beban lain-lain                                                 -             -             -             -             -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan    5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923
Beban pajak final dan pajak penghasilan                         -             -             -             -             -
Laba tahun berjalan                                     5.444.408     6.173.772     7.155.704     8.096.782     9.709.923




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp 138,76 triliun dan Rp 44,05 triliun.

Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 146,69 triliun dan Rp 47,14 triliun.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
yang akan datang.




                                                  67
Page 69
4. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 masing-masing
   adalah sebesar Rp 19,10 triliun dan Rp 20,19 triliun. Dengan demikian,
   jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan
   setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Rencana
   Transaksi     untuk     tahun     yang   berakhir    pada    tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2034. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
   diskonto sebesar 14,71%, yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan,
   yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
   menggunakan formula sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   dimana:

   ke        = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau
               biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
               (risk free rate)
   β         = Beta
   RPm       = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
               premium)

   Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
   tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
   risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
   jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
   31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
   obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
   jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 7,07%, yang
   diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
   akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.

   RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
   tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
   market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
   (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
   menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
   risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
   perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
   negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
   premi risiko sebesar 6,87%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
   (New York University Business School) tahun 2024 yang diterbitkan pada
   bulan Januari tahun 2025.




                                  68
Page 70
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2024 sebesar 1,39.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,89% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke           =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS
             =        7,07% + ( 1,39 x 6,87% ) – 1,89%
             =        14,71%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
adalah sebagai berikut:

Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28      31/12/29
Laba tahun berjalan                         1.676.123    1.874.538    2.015.115    2.246.993      2.523.326
Faktor diskonto                                0,9337       0,8140       0,7096       0,6186         0,5393
Nilai kini                                  1.564.996    1.525.874    1.429.926    1.389.990      1.360.830



                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34
Laba tahun berjalan                         5.219.687    5.596.471    6.533.797    7.455.559      8.911.138
Faktor diskonto                                0,4702       0,4099       0,3573       0,3115         0,2716
Nilai kini                                  2.454.297    2.293.994    2.334.526    2.322.407      2.420.265
Jumlah nilai kini                          19.097.104




Setelah Rencana Transaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                          31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28      31/12/29
Laba tahun berjalan                         1.664.924    1.811.862    2.061.001    2.345.280     2.679.385
Faktor diskonto                                0,9337       0,8140       0,7096       0,6186        0,5393
Nilai kini                                  1.554.540    1.474.855    1.462.487    1.450.790     1.444.992



                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34
Laba tahun berjalan                         5.444.408    6.173.772    7.155.704    8.096.782      9.709.923
Faktor diskonto                                0,4702       0,4099       0,3573       0,3115         0,2716
Nilai kini                                  2.559.961    2.530.629    2.556.733    2.522.147      2.637.215
Jumlah nilai kini                          20.194.350




                                    69
Page 71
5. Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
   untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
   berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
   proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
   melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
   residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
   yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
   mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
   Perseroan melalui SPD memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
   sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
   kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
   yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
   akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
   kegiatan komersial.

6. Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
   properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan
   melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SPD dapat
   memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MB di mana MB
   telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk dikembangkan serta SPD yang
   telah memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas dalam mengelola
   serta mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan
   adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat
   berkolaborasi dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal
   operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi mempercepat
   realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang
   dihasilkan.

7. Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD
   untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
   ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
   prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
   organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
   operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
   Dengan melakukan Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan
   mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi
   perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan memiliki
   kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan jumlah luas
   yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan
   datang.




                               70
Page 72
             8. Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
                anak, yaitu SPD, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
                salah satunya melalui pengembangan Tanah. Pengembangan tersebut
                diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari hasil penjualan unit-unit
                properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial, maupun bentuk
                bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber
                pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang
                dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
                berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
                telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan.

             9. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
                menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
                pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
                kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
                masa mendatang.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.




                                           71
Page 73
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            72
Page 74
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
   dengan Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           73
Page 75
                                                                                                           Lampiran B

PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan neto                                          8.852.061      9.324.209    10.147.071    11.119.615    12.514.054
Beban pokok penjualan dan beban langsung                 3.938.839      4.139.435     4.560.059     4.758.027     5.439.974
Laba kotor                                               4.913.222      5.184.774     5.587.011     6.361.588     7.074.080
Beban usaha                                              1.799.042      1.736.486     1.827.771     2.268.859     2.655.783
Laba usaha                                                3.114.180     3.448.288     3.759.241     4.092.729     4.418.297
Beban lain-lain                                          (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)   (1.273.038)   (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan     2.038.378      2.288.789     2.516.044     2.819.690     3.197.407
Beban pajak final dan pajak penghasilan                   (362.255)      (414.250)     (500.929)     (572.697)     (674.080)
Laba tahun berjalan                                      1.676.123      1.874.538     2.015.115     2.246.993     2.523.326



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/30       31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34

Pendapatan neto                                         14.155.778     14.840.946    16.964.436    18.864.203    21.979.702
Beban pokok penjualan dan beban langsung                 6.110.637      6.235.743     7.201.335     7.940.721     9.344.604
Laba kotor                                               8.045.141      8.605.203     9.763.101    10.923.482    12.635.099
Beban usaha                                              2.840.346      3.045.994     3.266.847     3.505.921     3.769.300
Laba usaha                                               5.204.795      5.559.209     6.496.255     7.417.562     8.865.798
Beban lain-lain                                                  -              -             -             -             -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan     5.204.795      5.559.209     6.496.255     7.417.562     8.865.798
Beban pajak final dan pajak penghasilan                     14.893         37.262        37.543        37.997        45.340
Laba tahun berjalan                                      5.219.687      5.596.471     6.533.797     7.455.559     8.911.138



PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan neto                                          8.852.061      9.324.209    10.324.274    11.383.902    12.762.340
Beban pokok penjualan dan beban langsung                 3.938.839      4.139.435     4.632.949     4.879.825     5.493.811
Laba kotor                                               4.913.222      5.184.774     5.691.325     6.504.078     7.268.529
Beban usaha                                              1.810.241      1.799.322     1.901.082     2.353.087     2.759.284
Laba usaha                                                3.102.980     3.385.452     3.790.243     4.150.991     4.509.245
Beban lain-lain                                          (1.075.801)   (1.159.499)   (1.243.197)   (1.273.038)   (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan     2.027.179      2.225.953     2.547.045     2.877.953     3.288.354
Beban pajak final dan pajak penghasilan                   (362.255)      (414.091)     (486.044)     (532.672)     (608.969)
Laba tahun berjalan                                      1.664.924      1.811.862     2.061.001     2.345.280     2.679.385




                                                           74
Page 76
                                                                                                  (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                       31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34

Pendapatan neto                                        14.743.473   16.386.996   18.499.387   20.567.224    23.844.177
Beban pokok penjualan dan beban langsung                6.346.631    7.054.119    7.963.441    8.853.584    10.264.216
Laba kotor                                              8.396.842    9.332.877   10.535.946   11.713.640    13.579.961
Beban usaha                                             2.952.434    3.159.104    3.380.242    3.616.858     3.870.039
Laba usaha                                              5.444.408    6.173.772    7.155.704    8.096.782     9.709.923
Beban lain-lain                                                 -            -            -            -             -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan    5.444.408    6.173.772    7.155.704    8.096.782     9.709.923
Beban pajak final dan pajak penghasilan                         -            -            -            -             -
Laba tahun berjalan                                     5.444.408    6.173.772    7.155.704    8.096.782     9.709.923




                                                         75
Page 77
                                                                                                           Lampiran C

PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/25        31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                                       1.676.123       1.874.538    2.015.115    2.246.993     2.523.326
Faktor diskonto                                              0,9337          0,8140       0,7096       0,6186        0,5393
Nilai kini                                                1.564.996       1.525.874    1.429.926    1.389.990     1.360.830



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/30        31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba tahun berjalan                                       5.219.687       5.596.471    6.533.797    7.455.559     8.911.138
Faktor diskonto                                              0,4702          0,4099       0,3573       0,3115        0,2716
Nilai kini                                                2.454.297       2.293.994    2.334.526    2.322.407     2.420.265
Jumlah nilai kini                                        19.097.104



PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/25        31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                                       1.664.924       1.811.862    2.061.001    2.345.280     2.679.385
Faktor diskonto                                              0,9337          0,8140       0,7096       0,6186        0,5393
Nilai kini                                                1.554.540       1.474.855    1.462.487    1.450.790     1.444.992



                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/30        31/12/31     31/12/32     31/12/33     31/12/34
Laba tahun berjalan                                       5.444.408       6.173.772    7.155.704    8.096.782     9.709.923
Faktor diskonto                                              0,4702          0,4099       0,3573       0,3115        0,2716
Nilai kini                                                2.559.961       2.530.629    2.556.733    2.522.147     2.637.215
Jumlah nilai kini                                        20.194.350




                                                            76
Page 78
                                                                              Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi

Perjanjian Kerja Sama

Pada tanggal 13 Juni 2025, SPD dan Pemegang Saham telah menandatangani PPS
sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PPS
adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang Saham.

•   Tanggal Efektif dan Jangka Waktu

    Tanggal efektif dan jangka waktu berdasarkan PPS adalah mulai berlaku sejak tanggal
    ditandatanganinya PPS ini dan akan terus berlaku sampai:

    -   PPS ini diakhiri sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PPS ini.

    -   MB dibubarkan atau tidak lagi ada sebagai entitas perusahaan yang terpisah.

    -   SPD tidak lagi menjadi pemegang saham; atau

    -   SPD dan Pemegang Saham sepakat untuk mengakhiri PPS ini.

•   Kerja Sama Usaha

    Kerja saham usaha berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang Saham sepakat
    bahwa usaha dilakukan dengan bentuk perseroan terbatas, yang saat ini bernama MB,
    kecuali di kemudian hari disetujui diubah berdasarkan kesepakatan SPD dan Pemegang
    Saham. Kantor pusat MB berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Timur, DKI Jakarta,
    Indonesia.




                                            77
Page 79
•   Persyaratan Kerja Sama

    Persyaratan kerja sama berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang Saham sepakat
    untuk melakukan dan memastikan dipenuhinya hal-hal berikut segera setelah tanggal
    efektif:

    -   Terjadinya jual beli saham diantara SPD dan Pemegang Saham dengan rincian
        sebagai berikut:
                                                                                   (Dalam Rupiah)
                                                           Persentase
                         Keterangan      Jumlah Saham                        Nilai Transaksi
                                                           Kepemilikan
        SN                                     5.849.883           20,69%         10.412.791.740
        SR                                     1.825.256            6,46%          3.248.955.680
        SKR                                      828.061            2,93%          1.473.948.580
        HDN                                      693.127            2,45%          1.233.766.060
        SSN                                      630.184            2,23%          1.121.727.520
        LR                                       194.332            0,69%            345.910.960
        HN                                       194.332            0,69%            345.910.960
        Jumlah                                10.215.175           36,14%         18.183.011.500



        Selain melakukan pembelian saham dari Pemegang Saham, SPD wajib melakukan
        penyetoran modal sebesar Rp 30,02 miliar, terdiri dari 16.863.680 saham seri B,
        dalam bentuk uang tunai, sesuai dengan proporsi yang disetujui, sebagaimana
        ditetapkan di bawah ini:


                                         Presentase Hak Suara (Berdasarkan
                        Pemegang Saham
                                                 Saham Seri A dan B

        Jumlah dari Pemegang Saham                                       40,00%
        SPD                                                              60,00%



    -   Peningkatan modal dasar dan perubahan seri saham MB sehingga terdiri dari saham
        Seri A dan Seri B, dan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor MB oleh
        SPD dengan rincian sebagai berikut:
                                                                                  (Dalam Rupiah)
                                                           Persentase
                         Keterangan      Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                           Kepemilikan

        Modal dasar saham seri A              28.267.745                          28.267.745.000
        Modal dasar saham seri B              20.000.000                          35.600.000.000
        Saham seri A:
         SPD                                  10.215.175           22,63%         10.215.175.000
         SN                                   10.336.899           22,90%         10.336.899.000
         SR                                    3.227.800            7,15%          3.227.800.000
         SKR                                   1.465.869            3,25%          1.465.869.000
         HDN                                   1.225.770            2,72%          1.225.770.000
         SSN                                   1.113.844            2,47%          1.113.844.000
         LR                                      341.194            0,76%            341.194.000
         HN                                      341.194            0,76%            341.194.000
        Sub-total                             28.267.745           62,63%         28.267.745.000
        Saham seri B:
         SPD                                  16.863.680           37,37%         30.017.350.400
        Sub-total                             16.863.680           37,37%         30.017.350.400
        Jumlah                                45.131.425          100,00%         58.285.095.400




                                               78
Page 80
           Penyetoran modal oleh SPD wajib dilakukan dengan cara pemindahan dana ke
           rekening bank MB pada tanggal yang akan disepakati di antara SPD dan Pemegang
           Saham, namun tidak lewat dari sepuluh 10 hari kerja setelah terjadinya peningkatan
           modal dasar dan perubahan seri saham MB.

    -      Termasuk diantaranya penandatanganan perjanjian-perjanjian atau akta-akta Notaris
           yang diperlukan, serta semua langkah atau tindakan yang diperlukan untuk
           memastikan perubahan tersebut sesuai dengan persyaratan dalam PPS ini.

    -      Diperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau otoritas
           terkait mengenail hal-hal uang disebutkan dalam butir di atas.

•   Pelaksanaan Kerja Sama

    Pelaksanaan kerja sama berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang Saham sepakat
    bahwa kerjasama berdasarkan PPS didasarkan pada kondisi bahwa MB telah memiliki
    Tanah dengan rincian sebagai berikut:

                                    Dokumen Kepemilikan/
                   Lokasi Tanah                            Luas (m2)
                                           Penguasaan
        Margahayu, Bekasi           SHM                       28.789,00
                                    SHGB                       4.736,00
        Jumlah                                                33.525,00



•   Hukum yang Berlaku

    PPS ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.

AKTA

Berdasarkan AKTA, SPD dan Pemegang Saham telah melakukan Transaksi Pembelian.
Pokok-pokok kesepakatan penting dalam AKTA adalah sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan AKTA adalah SPD dan Pemegang Saham.




                                                 79
Page 81
•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek dan nilai transaksi berdasarkan AKTA adalah transaksi di mana SPD telah
    menerima pemindahtanganan, pengalihan, dan penyerahan dari Pemegang Saham
    dengan jumlah keseluruhan 510.215.175 saham yang dimiliki oleh Pemegang Saham
    yang ada di dalam MB dengan harga pembelian saham dilangsungkan dan diterima
    dengan harga keseluruhan sebesar Rp 18,18 miliar dengan rincian sebagai berikut:

                               Jumlah
    Keterangan    No. Akta                  % Saham     Nilai Transaksi
                               Saham
        SN       Akta No. 6     5.849.883      20,69%       10.412.791.740
       SR        Akta No. 7     1.825.256       6,46%        3.248.955.680
       SKR       Akta No. 8       828.061       2,93%        1.473.948.580
       HDN       Akta No. 9       693.127       2,45%        1.233.766.060
       SSN       Akta No. 10      630.184       2,23%        1.121.727.520
        LR       Akta No. 11      194.332       0,69%          345.910.960
        HN       Akta No. 12      194.332       0,69%          345.910.960
      Jumlah                   10.215.175      36,14%       18.183.011.500




    Jumlah uang mana telah dibayar lunas seluruhnya oleh SPD kepada Pemegang Saham
    sebelum AKTA ini ditandatangani dan karenanya AKTA ini berlaku pula sebagai tanda
    terima atau kuitansinya yang sah.




                                                              80
Page 82
                                                                           Lampiran E

Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham MB

KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-
01/PM.22/2018 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai
independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/250430-001 tanggal 30 April 2025
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham MB. Hasil penilaian atas 100,00% saham dan
36,14% saham MB tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham MB dengan
No. 00081/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2025 tanggal 11 Juni 2025 dengan ringkasan
sebagai berikut:

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah SPD dan Pemegang
   Saham.

2. Objek Penilaian

   Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% dan 36,14% saham MB.

3. Tujuan Penilaian

   Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
   nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
   ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2024.

4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas

   Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
   dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
   tanggal penerbitan laporan penilaian ini.

   Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
   didasarkan pada laporan keuangan MB. Kami telah melakukan penyesuaian atas
   laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung
   jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis MB dan informasi
   manajemen MB terhadap laporan keuangan MB tersebut. Kami juga bertanggung jawab
   atas laporan penilaian MB dan kesimpulan nilai akhir.




                                          81
Page 83
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MB atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan MB bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan MB.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MB
berdasarkan anggaran dasar MB.




                                        82
Page 84
5. Metode Penilaian yang Digunakan

   Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
   penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).

   Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
   semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
   kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
   kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
   dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
   berwujud) dan nilai pasar liabilitas.

   Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
   diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
   Perseroan dan MB. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
   metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.

6. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
   dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
   maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
   31 Desember 2024 adalah sebesar Rp 52,94 miliar.




                                          83

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.16 MB
Published17 Jun 2025
Pages84
Characters240,652
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 36 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SUMMARECON AGUNG Tbk p.1 ×26
linked person Harto Djojo p.2 ×7
linked person Liliawati Rahardjo p.2 ×8
linked person Lydia Tjio p.10 ×2
linked org PT Semarop Agung p.15
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.14 ×4
possible person Edi Darnadi p.15
possible person Lexy Arie Tumiwa p.15
possible person Ge Lilies Yamin p.15
unresolved org PT Summarecon Property Development p.2
unresolved person Lalitaiswari Janaputri p.2
unresolved org PT Multitotal Bumipersada p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.3 ×3
unresolved org PSS p.8 ×6
unresolved org Johannes Juara & Rekan p.9
unresolved org Johannes Juara p.9
unresolved org JJR p.9 ×3
unresolved person Dewi Himijati Tandika · Notaris p.10 ×5
unresolved org Bank Indonesia p.10 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.13 ×4
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.14 ×4
unresolved person Akta Notaris Fathiah Helmi p.14 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.14
unresolved org PT Summarecon Property Development Dalam Rencana Transaksi p.17
unresolved org PT Bahagia Makmursejati p.19
unresolved org PT Multitotal Bumipersada Dalam Rencana Transaksi p.22
unresolved person Richardus Nangkih Sinulingga · Notaris p.22 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.25 ×2
unresolved org PT Multitotal Bumipersada II. p.29
unresolved — Pembat · Penilai p.61 ×2
unresolved org KJPP KR p.66 ×2
unresolved org KJPP Kusnanto p.73 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.73
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.73

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.364 10617 ms 12 Sep 2026 22:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
                            'adalah sebagai'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
                'sebagai',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result