Back to announcement
20250617_SMRA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31895977_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review SMRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 84
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT SUMMARECON AGUNG Tbk
RENCANA TRANSAKSI
JUNI 2025
Page 2
No. : 00082/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2025 13 Juni 2025
Kepada Yth.
PT SUMMARECON AGUNG Tbk
Plaza Summareconr
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 42
Jakarta 13210
U.p. : Direksi
Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
Dengan hormat,
PT Summarecon Property Development (selanjutnya disebut “SPD”) dan Soetjipto Nagaria
(selanjutnya disebut “SN”), Sunarni Rahardja (selanjutnya disebut “SR”), Sukamto Rahardja
(selanjutnya disebut “SKR”), Harto Djojo Nagaria (selanjutnya disebut “HDN”), Susanna
Nagaria (selanjutnya disebut “SSN”), Liliawati Rahardjo (selanjutnya disebut “LR”), serta
Hendra Nagaria (selanjutnya disebut “HN”) yang secara bersama-sama disebut “Pemegang
Saham” telah melakukan beberapa aksi korporasi sebagai berikut:
• Pada tanggal 13 Juni 2025, SPD dan Pemegang Saham telah menandatangani
Perjanjian Pemegang Saham (selanjutnya disebut “PPS”) di mana SPD dan Pemegang
Saham bermaksud untuk melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan
bidang tanah untuk pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area
komersial, dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat (selanjutnya
disebut “Rencana Kerja Sama”).
• Berdasarkan Akta Pemindahan Hak Atas Saham No. 6 – 12 tanggal 13 Juni 2025, yamg
dibuat oleh Notaris Lalitaiswari Janaputri, S.H, M.Kn., (selanjutnya disebut “AKTA”),
SPD telah melakukan pembelian atas saham PT Multitotal Bumipersada (selanjutnya
disebut “MB”) dengan jumlah keseluruhan 10.215.175 saham atau setara dengan
36,14% saham MB dari Pemegang Saham dengan nilai transaksi sebesar
Rp 18,18 miliar (selanjutnya disebut “Transaksi Pembelian”) sehubungan dengan
Rencana Kerja Sama dengan rincian sebagai berikut:
Jumlah
Keterangan No. Akta % Saham Nilai Transaksi
Saham
SN Akta No. 6 5.849.883 20,69% 10.412.791.740
SR Akta No. 7 1.825.256 6,46% 3.248.955.680
SKR Akta No. 8 828.061 2,93% 1.473.948.580
HDN Akta No. 9 693.127 2,45% 1.233.766.060
SSN Akta No. 10 630.184 2,23% 1.121.727.520
LR Akta No. 11 194.332 0,69% 345.910.960
HN Akta No. 12 194.332 0,69% 345.910.960
Jumlah 10.215.175 36,14% 18.183.011.500
Page 3
• Berdasarkan PPS tanggal 13 Juni 2025, SPD dan Pemegang Saham telah sepakat
untuk melakukan peningkatan modal dasar dan perubahan seri saham MB sehingga
terdiri dari saham seri A dan seri B, di mana SPD merencanakan untuk mengambil
bagian dalam penyetoran modal atas 16.863.680 saham seri B yang diterbitkan oleh MB
dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.780 per saham dengan nilai
sebesar Rp 30,02 miliar (selanjutnya disebut “Rencana Penyetoran Modal”).
Rencana Kerja Sama, Transaksi Pembelian, dan Rencana Penyetoran Modal merupakan
satu kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya dan
selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen PT Summarecon Agung Tbk
(selanjutnya disebut “Perseroan”), pada tanggal 31 Desember 2024, SPD merupakan
entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,99%.
Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/250430-001 tanggal
30 April 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai
KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019
dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Rencana
Transaksi.
2
Page 4
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real estat, aktivitas olahraga,
penyediaan makanan dan minuman beserta sarana penunjangnya serta menjalankan usaha
dalam bidang jasa dan perdagangan. Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak
dalam bidang penjualan atau penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas
perkantoran, fasilitas olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya. Perseroan mulai
beroperasi secara komersial pada tahun 1976. Perseroan berdomisili di Plaza Summarecon,
Jalan Perintis Kemerdekaan, Nomor 42, Jakarta 13210, dengan nomor telepon: (021) 4714
567, nomor faksimile: (021) 4892 976, dan email: corp_secretary@summarecon.com.
SPD merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha SPD adalah bergerak dalam bidang usaha pembangunan, perdagangan,
serta jasa real estat dan properti.
MB merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha MB adalah bergerak dalam bidang real estat. Berdasarkan keterangan yang
diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2024, MB belum
menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Namun demikian, MB telah memiliki hak
kepemilikan atau penguasaan, termasuk tanah dengan sertifikat hak guna bangunan dan
sertifikat hak milik, yang memiliki kisaran luas 33.525 m2 yang terletak di Desa Margahayu,
Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat (selanjutnya disebut “Tanah”).
Industri properti di Indonesia menunjukkan prospek yang positif, didorong oleh pertumbuhan
ekonomi, urbanisasi yang pesat, serta tingginya kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan
properti komersial. Dengan adanya dukungan regulasi, sektor properti terus berkembang
dan memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan perekonomian nasional.
Dengan adanya dinamika tersebut, Perseroan yang memiliki pengalaman luas dan rekam
jejak terpercaya dalam pengembangan properti, serta didukung oleh tingkat kepercayaan
konsumen yang tinggi dengan menetapkan arah pengembangan dalam memperkuat
kontribusi dan eksistensinya melalui kolaborasi proyek pada kawasan potensial.
Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya untuk membangun
komunitas dengan ekosistem kehidupan yang berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus
mendorong pengembangan proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini
diwujudkan melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas yang fungsional
untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang mendukung aktivitas harian dari
para penghuni. Menanggapi hal tersebut, Perseroan melalui SPD memandang perlu
melakukan Rencana Transaksi sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang
Perseroan, mengingat kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem
pendukung yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup akses
jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat kegiatan komersial.
3
Page 5
Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti properti, Perseroan
melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan melakukan Rencana Transaksi di mana
Perseroan melalui SPD dapat memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MB di
mana MB telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk dikembangkan serta SPD yang telah
memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas dalam mengelola serta
mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan adanya sinergi melalui
Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat berkolaborasi dalam perencanaan strategis,
pengawasan manajerial, hal operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi
mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang
dihasilkan.
Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD untuk mendorong
pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang
diyakini mampu memberikan prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan
pertumbuhan organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti. Dengan melakukan
Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan mitigasi risiko atas ketersediaan lahan
yang selalu menjadi tantangan bagi perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan
memiliki kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan jumlah luas yang
cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan datang.
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas anak, yaitu SPD,
akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan salah satunya melalui pengembangan
Tanah. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari hasil
penjualan unit-unit properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial, maupun bentuk
bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber pendapatan utama dan
recurring income atas fasilitas penunjang yang dibangun dalam kawasan tersebut yang
dapat dioperasikan secara berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis
yang telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat menciptakan nilai
tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun pencapaian kinerja keuangan entitas anak,
sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan pada masa mendatang.
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya untuk
membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang berkelanjutan dan harmonis,
Perseroan terus mendorong pengembangan proyek secara terarah dan
berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan melalui pengembangan kota terpadu
(township) yang mencakup hunian residensial yang selaras dengan area komersial
dilengkapi dengan fasilitas yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang
nyaman yang mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
Perseroan melalui SPD memandang perlu melakukan Rencana Transaksi sebagai
upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat kawasan tersebut
didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung yang telah tersedia secara
memadai dan terus berkembang, mencakup akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan
kesehatan, serta pusat-pusat kegiatan komersial.
4
Page 6
• Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti properti,
Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan melakukan Rencana
Transaksi di mana Perseroan melalui SPD dapat memanfaatkan keunggulan kompetitif
yang dimiliki oleh MB di mana MB telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk
dikembangkan serta SPD yang telah memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas
dalam mengelola serta mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan
adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat berkolaborasi
dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal operasional, dan pengelolaan
proyek sehingga berpotensi mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan
kualitas produk dan jasa yang dihasilkan.
• Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD untuk
mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan ekspansi bisnis pada
lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan prospek penetrasi pasar yang lebih baik
dan meningkatkan pertumbuhan organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan
pengembangan operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan mitigasi risiko
atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi perusahaan dalam sektor
properti sehingga Perseroan memiliki kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan
baru dengan jumlah luas yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa
yang akan datang.
• Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas anak, yaitu
SPD, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan salah satunya melalui
pengembangan Tanah. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghasilkan
pendapatan dari hasil penjualan unit-unit properti, baik berupa rumah tinggal, unit
komersial, maupun bentuk bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai
sumber pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang dibangun
dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara berkelanjutan termasuk
dengan pengembangan kawasan sejenis yang telah direalisasikan sebelumnya oleh
grup Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat menciptakan nilai
tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun pencapaian kinerja keuangan entitas
anak, sehingga dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan
konsolidasian Perseroan pada masa mendatang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa SPD
merupakan entitas anak Perseroan dengan kepemilikan sebesar 99,99% pada tanggal
31 Desember 2024 dan terdapat kesamaan pengurus Perseroan, SPD, dan MB, maka
Rencana Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi
Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan
Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).
5
Page 7
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”),
jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 13,83 triliun. Selanjutnya, berdasarkan PPS,
keseluruhan nilai transaksi atas Rencana Transaksi tersebut adalah sebesar
Rp 48,20 miliar.
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Transaksi tersebut mencerminkan
kurang dari 20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2024, sehingga
berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini
juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak
menyetujui Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah sebagai
berikut:
• SPD dan Pemegang Saham bermaksud untuk melakukan kerja sama usaha berupa
pengembangan Tanah untuk pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area
komersial, dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat sehubungan
dengan Rencana Kerja Sama.
• SPD telah melakukan pembelian atas saham MB dengan jumlah keseluruhan
10.215.175 saham atau setara dengan 36,14% saham MB dari Pemegang Saham
dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,18 miliar sehubungan dengan Transaksi
Pembelian.
• SPD dan Pemegang Saham telah sepakat untuk melakukan peningkatan modal dasar
dan perubahan seri saham MB sehingga terdiri dari saham seri A dan seri B, di mana
SPD merencanakan untuk mengambil bagian dalam penyetoran modal atas 16.863.680
saham seri B yang diterbitkan oleh MB dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan
sebesar Rp 1.780 per saham dengan nilai sebesar Rp 30,02 miliar sehubungan dengan
Rencana Penyetoran Modal.
6
Page 8
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran
Rencana Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku,
yaitu POJK 42/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya
disebut “SPI”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00181/2.1032/AU.1/03/0685-5/1/III/2025 tanggal 12 Maret 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00211/2.1032/AU.1/03/0685-4/1/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00276/2.1032/AU.1/03/1175-1/1/III/2023 tanggal 20 Maret 2023 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
7
Page 9
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00306/2.1032/AU.1/03/0685-3/1/III/2022 tanggal 24 Maret 2022 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00394/2.1032/AU.1/03/0685-2/1/III/2021 tanggal 31 Maret 2021 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
7. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang
telah diaudit oleh KAP Johannes Juara & Rekan (selanjutnya disebut “JJR”)
sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00218/2.1007/AU.1/03/1456-2/1/V/2025
tanggal 20 Mei 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
8. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang
telah diaudit oleh KAP JJR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00217/2.1007/AU.1/03/1456-1/1/V/2025 tanggal 20 Mei 2025 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan hal lain;
9. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022;
10. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021;
11. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020;
12. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
manajemen Perseroan;
13. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
yang disusun oleh manajemen Perseroan;
14. Laporan penilaian 100,00% saham MB per 31 Desember 2024 yang
disusun oleh KJPP KR sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00081/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2025 tanggal 11 Juni 2025;
15. PPS;
16. AKTA;
17. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 31
tanggal 15 Juni 2023 oleh Notaris Fathiah Helmi, S.H., terkait penyampaian laporan
keuangan berkala emiten untuk menyesuaikan dengan Peraturan OJK
No.14/PO.JK.04/2022 (selanjutnya disebut “POJK 14/2022”);
8
Page 10
18. Anggaran dasar MB yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris No. 1
tanggal 6 Januari 2025 oleh Notaris Dewi Himijati Tandika, S.H., (selanjutnya disebut
“Akta No. 1”), terkait peningkatan modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor MB;
19. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Lydia Tjio dengan posisi
sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan
Rencana Transaksi;
20. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di
masa mendatang;
21. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;
22. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
23. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
24. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia,
dan Bloomberg;
25. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
untuk penugasan; dan
26. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi
tersebut. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen
Perseroan bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
9
Page 11
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya
merupakan pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa
akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan
Rencana Transaksi dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan
Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan MB berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan MB.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan
dan menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang
ada dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat
dalam Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah
dijelaskan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi
mengenai Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan
melalui analisis yang tidak lengkap.
10
Page 12
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang
memiliki dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait
lainnya setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah
tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut
di atas, maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR
bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi
dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak
memilki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh kewajaran kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan
KR hanya menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/250430-001 tanggal
30 April 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.
11
Page 13
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya
Laporan Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat
Kewajaran (subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat
Kewajaran, kecuali kejadian penting sebagai berikut:
• Berdasarkan Akta No.1, Pemegang Saham telah sepakat untuk melakukan peningkatan
modal dasar serta modal ditempatkan dan disetor MB dari sebelumnya
Rp 25,72 miliar menjadi Rp 28,27 miliar. Akta perubahan tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. AHU-0002481.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 13 Januari 2025.
Dengan demikian, susunan pemegang saham MB berikut dengan kepemilikannya
adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Soetjipto Nagaria 16.186.782 57,26% 16.186.782.000
Sunarni Rahardja 5.053.056 17,88% 5.053.056.000
Sukamto Rahardja 2.293.930 8,12% 2.293.930.000
Harto Djojo Nagaria 1.918.897 6,79% 1.918.897.000
Susanna Nagaria 1.744.028 6,17% 1.744.028.000
Liliawati Rahardjo 535.526 1,89% 535.526.000
Hendra Nagaria 535.526 1,89% 535.526.000
Jumlah 28.267.745 100,00% 28.267.745.000
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:
I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.
12
Page 14
I. ANALISIS RENCANA TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi sebagaimana diuraikan di atas, analisis Rencana Transaksi adalah
sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT Summarecon Agung Tbk
Dalam Rencana Transaksi, Perseroan merupakan entitas induk SPD dengan
kepemilikan sebesar 99,99% dan pihak yang terafiliasi dengan Pemegang
Saham serta MB. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan
kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan didirikan sesuai dengan Undang-undang Penanaman Modal Dalam
Negeri berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, No. 308 tanggal
26 November 1975 yang diubah dengan Akta Notaris Jony Frederik Berthold
Tumbelaka Sinyal No. 60 tanggal 23 Desember 1976 dan kemudian diubah
dengan Akta Notaris Ridwan Suselo No. 434 tanggal 28 Juni 1977.
Ketiganya telah diterima dan dicatat oleh Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. YA 5/344/6 tanggal 12 Juli 1977 dan
telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 79, Tambahan
No. 597 tanggal 4 Oktober 1977.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, S.H. No. 31 tanggal 15 Juni 2023,
mengenai penyampaian laporan keuangan berkala Emiten untuk
menyesuaikan dengan POJK 14/2022. Perubahan terakhir tersebut telah
diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.03-0087830 tanggal 6 Juli 2023.
Perseroan berdomisili di Plaza Summarecon, Jalan Perintis Kemerdekaan,
Nomor 42, Jakarta 13210. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada
tahun 1976.
13
Page 15
I.A.1.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan pada tanggal
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Soetjipto Nagaria
Komisaris : Harto Djojo Nagaria
Komisaris : Hendri Rahardja
Komisaris Independen : Edi Darnadi
Komisaris Independen : Lexy Arie Tumiwa
Komisaris Independen : Ge Lilies Yamin
Direksi
Direktur Utama : Adrianto Pitojo Adi
Direktur : Liliawati Rahardjo
Direktur : Soegianto Nagaria
Direktur : Herman Nagaria
Direktur : Lydia Tjio
Direktur : Nanik Widjaja
Direktur : Sharif Benyamin
Direktur : Jason Lim
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Harto Djojo Nagaria 20.800.002 0,13% 2.080.000.200
Liliawati Rahardjo 885.072.736 5,36% 88.507.273.600
PT Semarop Agung 5.585.167.916 33,83% 558.516.791.600
Masyarakat (masing-masing dengan
kepemilikan kurang dari 5,00%) 10.017.527.704 60,68% 1.001.752.770.400
Jumlah 16.508.568.358 100,00% 1.650.856.835.800
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana
penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan.
Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak dalam bidang penjualan atau
penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas perkantoran, fasilitas
olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya.
14
Page 16
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana
penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan.
Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak dalam bidang penjualan atau
penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas perkantoran, fasilitas
olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya.
Perseroan mengembangkan kota terpadu yang terintegrasi pengembangan
residensial dengan pengembangan komersial yang didukung dengan berbagai
fasilitas yang lengkap dan luas bagi penghuni kota terpadu. Segmen bisnis
pengembangan properti Perseroan terus meluncurkan proyek-proyek dengan
kampanye pemasaran yang inovatif untuk menarik minat calon pembeli. Unit
bisnis Perseroan dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu pengembangan
properti, investasi dan manajemen properti, serta rekreasi, rumah sakit, dan
lainnya.
Unit bisnis pengembangan properti merupakan bisnis inti Perseroan. Unit bisnis
ini membangun proyek properti untuk dijual, seperti rumah, apartemen, kavling
tanah residensial, dan ruko komersial, Proyek properti merupakan bagian
integral dari pengembangan kota terpadu menjadi kawasan perumahan dan
komersial, lengkap dengan seluruh fasilitas, termasuk fasilitas pendidikan dan
olahraga, rumah ibadah, dan fasilitas kesehatan.
Saat ini, Perseroan telah membangun proyek-proyek pengembangan kota
terpadu sebagai yaitu Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong,
Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Karawang,
Summarecon Makassar, Summarecon Bogor, Summarecon Crown Gading,
dan Summarecon Tangerang yang diluncurkan pada November 2024.
Perseroan mengembangkan, memiliki, dan mengoperasikan sejumlah investasi
dan manajemen properti seperti pusat perbelanjaan dan taman rekreasi, yang
semuanya terletak di kompleks pengembangan Perseroan dan merupakan
bagian integral dari kota terpadu terpadu yang menggabungkan kawasan
perumahan dan komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas utama. Setiap
pusat perbelanjaan berfungsi sebagai pusat komersial untuk menggerakkan
ekonomi lokal dan menciptakan komunitas yang berkembang di kota tempatnya
beroperasi.
15
Page 17
Pusat perbelanjaan kelas menengah dengan konsep “Your Family Mall”
menawarkan berbagai macam merchandise mulai dari fashion hingga produk
rumah tangga maupun hiburan untuk keluarga. Selain itu, konsep “Downtown
Walk” di setiap mal menawarkan berbagai macam tempat makan dan hiburan
langsung dalam suasana luar ruangan yang santai dan dengan waktu buka
yang diperpanjang. Untuk mempertahankan interkoneksi dan interaksi dengan
komunitas lokal, pusat perbelanjaan ini secara rutin mengadakan acara tematik
dan penawaran promosi untuk memenuhi gaya hidup masyarakat yang selalu
dinamis. Dengan volume pengunjung yang besar, baik penyewa maupun tuan
tanah mendapatkan keuntungan dari volume bisnis yang dihasilkan oleh para
pengunjung. Oleh karena itu, Perseroan memiliki basis pendapatan berulang
yang kuat dari operasi penyewaan mal ritel. Saat ini Perseroan memiliki dan
mengoperasikan enam pusat perbelanjaan dengan jumlah luas sewa bersih
sekitar 350.000 m2. Pada tahun 2025, Perseroan telah menargetkan
pemasaran penjualan Rp 5,00 triliun untuk memperkuat posisi Perseroan di
pasar.
Berdasarkan tingginya permintaan pasar dan daya beli konsumen yang stabil,
Perseroan tetap optimis dalam mempertahankan momentum pertumbuhan
positif. Optimisme ini ditopang oleh berbagai proyek yang tengah
dikembangkan pada sembilan kawasan milik Perseroan, yang mencakup
cadangan lahan sekitar 2.100 hektar. Cadangan ini diharapkan dapat
mendukung kesinambungan dan kelangsungan usaha Perseroan ke depan.
Perseroan juga terus memperkuat bisnis intinya melalui percepatan
pengembangan proyek secara efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
Di samping itu, masih terdapat sejumlah rencana pengembangan proyek di
sektor ritel, komersial, dan perhotelan yang akan dilaksanakan di masa
mendatang.
I.A.2. PT Summarecon Property Development
Dalam Rencana Transaksi, SPD merupakan pihak yang merencanakan untuk
melakukan beberapa aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:
• SPD dan Pemegang Saham bermaksud untuk melakukan kerja sama
usaha berupa pengembangan Tanah untuk pembangunan dan penjualan
atau penyewaan rumah, area komersial, dan/atau fasilitas penunjangnya di
area Kota Bekasi, Jawa Barat sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.
• SPD telah melakukan pembelian atas saham MB dengan jumlah
keseluruhan 10.215.175 saham atau setara dengan 36,14% saham MB dari
Pemegang Saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,18 miliar
sehubungan dengan Transaksi Pembelian.
16
Page 18
• SPD dan Pemegang Saham telah sepakat untuk melakukan peningkatan
modal dasar dan perubahan seri saham MB sehingga terdiri dari saham
seri A dan seri B, di mana SPD merencanakan untuk mengambil bagian
dalam penyetoran modal atas 16.863.680 saham seri B yang diterbitkan
oleh MB dengan nilai nominal dan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.780
per saham dengan nilai sebesar Rp 30,02 miliar sehubungan dengan
Rencana Penyetoran Modal.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 31 Desember 2024, SPD merupakan entitas anak Perseroan dengan
kepemilikan sebesar 99,99% dan pihak yang terafiliasi dengan MB. Latar
belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha SPD adalah
sebagai berikut:
I.A.2.a. Latar Belakang
SPD didirikan dengan Akta Notaris No. 50 tanggal 14 Desember 2010 dibuat
dihadapan Dewi Himijati Tandika, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian ini
telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal
16 Februari 2011 dengan Surat Keputusan No. AHU-07695.AH.01.01.Tahun
2011 dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia
No. 60 tanggal 27 Juli 2012, tambahan No. 28427.
Anggaran dasar SPD telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir adalah berdasarkan Akta Notaris No. 51 oleh Dewi Himijati Tandika,
S.H., pada tanggal 12 Desember 2024, mengenai peningkatan modal
ditempatkan dan disetor penuh SPD. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 13 Desember 2024
dengan Surat Keputusan No. AHU-0081554.AH.01.02.Tahun 2024.
I.A.2.b. Manajemen
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SPD pada tanggal 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Liliawati Rahardjo
Komisaris : Soegianto Nagaria
Direksi
Direktur Utama : Herman Nagaria
Direktur : Sharif Benyamin
Direktur : Adrianto Pitojo Adi
17
Page 19
I.A.2.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham SPD berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
PT Summarecon Agung Tbk 6.789.626.448 99,99999999% 6.789.626.448.000
PT Bahagia Makmursejati 1 0,00000001% 1.000
Jumlah 6.789.626.449 100,00% 6.789.626.449.000
I.A.2.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha SPD adalah bergerak dalam bidang usaha
pembangunan, perdagangan, serta jasa real estat dan properti. SPD memulai
kegiatan operasionalnya secara komersial pada tahun 2012.
I.A.3. Soetjipto Nagaria
Dalam Rencana Transaksi, SN merupakan pihak yang merencanakan untuk
melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:
• SN salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.
• SN telah setuju untuk menjual 5.849.883 saham atau setara dengan
20,69% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi sebesar
Rp 10,41 miliar sehubungan dengan Transaksi Pembelian
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SN
merupakan Presiden Komisaris Perseroan.
I.A.4. Sunarni Rahardja
Dalam Rencana Transaksi, SR merupakan pihak yang merencanakan untuk
melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:
• SR salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.
18
Page 20
• SR merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 1.825.256 saham
atau setara dengan 6,46% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
sebesar Rp 3,25 miliar sehubungan dengan Transaksi Pembelian.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SR
merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SPD.
I.A.5. Sukamto Rahardja
Dalam Rencana Transaksi, SKR merupakan pihak yang merencanakan untuk
melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:
• SKR salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.
• SKR merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 828.061 saham
atau setara dengan 2,93% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
sebesar Rp 1,47 miliar sehubungan dengan Transaksi Pembelian.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SKR
merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SPD.
I.A.6. Harto Djojo Nagaria
Dalam Rencana Transaksi, HDN merupakan pihak yang merencanakan untuk
melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:
• HDN salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.
• HDN merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 693.127 saham
atau setara dengan 2,45% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
sebesar Rp 1,23 miliar sehubungan dengan Transaksi Pembelian.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HDN
merupakan Komisaris Perseroan.
19
Page 21
I.A.7. Susanna Nagaria
Dalam Rencana Transaksi, SSN merupakan pihak yang merencanakan untuk
melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:
• SSN salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.
• SSN merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 630.184 saham
atau setara dengan 2,23% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
sebesar Rp 1,12 miliar sehubungan dengan Transaksi Pembelian.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SSN
merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SPD.
I.A.8. Liliawati Rahardjo
Dalam Rencana Transaksi, LR merupakan pihak yang merencanakan untuk
melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:
• LR salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.
• LR merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 194.332 saham atau
setara dengan 0,69% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
sebesar Rp 345,91 juta sehubungan dengan Transaksi Pembelian.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, SSN
Direktur Perseroan dan Komisaris Utama SPD.
20
Page 22
I.A.9. Hendra Nagaria
Dalam Rencana Transaksi, HN merupakan pihak yang merencanakan untuk
melakukan aksi korporasi dengan rincian sebagai berikut:
• HN salah satu dari Pemegang Saham dan SPD bermaksud untuk
melakukan kerja sama usaha berupa pengembangan Tanah untuk
pembangunan dan penjualan atau penyewaan rumah, area komersial,
dan/atau fasilitas penunjangnya di area Kota Bekasi, Jawa Barat
sehubungan dengan Rencana Kerja Sama.
• HN merupakan pihak yang telah setuju untuk menjual 194.332 saham atau
setara dengan 0,69% saham MB kepada SPD dengan nilai transaksi
sebesar Rp 345,91 juta sehubungan dengan Transaksi Pembelian.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, HN
merupakan pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan dan SPD.
I.A.10. PT Multitotal Bumipersada
Dalam Rencana Transaksi, MB merupakan pihak yang atas 10.215.175 saham
atau setara dengan 36,14% akan dibeli oleh SPD dari Pemegang Saham
dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,18 miliar sehubungan dengan Transaksi
Pembelian dan MB merencanakan untuk melakukan peningkatan modal dasar
dan perubahan seri saham MB sehingga terdiri dari saham seri A dan seri B, di
mana SPD merencanakan untuk mengambil bagian dalam penyetoran modal
atas 16.863.680 saham seri B yang diterbitkan oleh MB dengan nilai nominal
dan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.780 per saham dengan nilai sebesar
Rp 30,02 miliar sehubungan dengan Rencana Penyetoran Modal.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, MB
merupakan pihak yang terafiliasi dengan Perseroan dan SPD. Latar belakang,
manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha MB adalah sebagai
berikut:
I.A.10.a. Latar Belakang
MB didirikan dengan Akta Notaris No. 459 tanggal 24 April 1995 dibuat
dihadapan Richardus Nangkih Sinulingga, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal
19 Juni 1995 dengan Surat Keputusan No. C.02-7726.HT.01.01-TH.95.
Anggaran dasar MB telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir adalah berdasarkan Akta No. 1 oleh Dewi Himijati Tandika, S.H., pada
tanggal 6 Januari 2025, mengenai peningkatan modal dasar serta modal
ditempatkan dan disetor MB. Akta perubahan tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-0002481.AH.01.11.Tahun 2025, tanggal
13 Januari 2025.
21
Page 23
I.A.10.b. Manajemen
Komisaris dan Direktur MB pada tanggal 31 Desember 2024 masing-masing
adalah Marsellinus Ado Wawo dan Yahya Rudy.
I.A.10.c. Kepemilikan Saham
Berdasarkan Akta No.1, susunan pemegang saham MB berikut dengan
kepemilikannya adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Soetjipto Nagaria 16.186.782 57,26% 16.186.782.000
Sunarni Rahardja 5.053.056 17,88% 5.053.056.000
Sukamto Rahardja 2.293.930 8,12% 2.293.930.000
Harto Djojo Nagaria 1.918.897 6,79% 1.918.897.000
Susanna Nagaria 1.744.028 6,17% 1.744.028.000
Liliawati Rahardjo 535.526 1,89% 535.526.000
Hendra Nagaria 535.526 1,89% 535.526.000
Jumlah 28.267.745 100,00% 28.267.745.000
I.A.10.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MB adalah bergerak dalam bidang real estat.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 31 Desember 2024, MB belum menjalankan kegiatan usaha secara
komersial. Namun demikian, MB telah memiliki hak kepemilikan atas Tanah.
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
I.B.1. Perjanjian Kerja Sama
Pada tanggal 13 Juni 2025, SPD dan Pemegang Saham telah menandatangani
PPS sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan
penting dalam PPS adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPS adalah SPD dan
Pemegang Saham.
• Tanggal Efektif dan Jangka Waktu
Tanggal efektif dan jangka waktu berdasarkan PPS adalah mulai berlaku
sejak tanggal ditandatanganinya PPS ini dan akan terus berlaku sampai:
- PPS ini diakhiri sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PPS ini.
- MB dibubarkan atau tidak lagi ada sebagai entitas perusahaan yang
terpisah.
22
Page 24
- SPD tidak lagi menjadi pemegang saham; atau
- SPD dan Pemegang Saham sepakat untuk mengakhiri PPS ini.
• Kerja Sama Usaha
Kerja saham usaha berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang Saham
sepakat bahwa usaha dilakukan dengan bentuk perseroan terbatas, yang
saat ini bernama MB, kecuali di kemudian hari disetujui diubah berdasarkan
kesepakatan SPD dan Pemegang Saham. Kantor pusat MB berkedudukan
di Kota Administrasi Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia.
• Persyaratan Kerja Sama
Persyaratan kerja sama berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang
Saham sepakat untuk melakukan dan memastikan dipenuhinya hal-hal
berikut segera setelah tanggal efektif:
- Terjadinya jual beli saham diantara SPD dan Pemegang Saham dengan
rincian sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Keterangan Jumlah Saham Nilai Transaksi
Kepemilikan
SN 5.849.883 20,69% 10.412.791.740
SR 1.825.256 6,46% 3.248.955.680
SKR 828.061 2,93% 1.473.948.580
HDN 693.127 2,45% 1.233.766.060
SSN 630.184 2,23% 1.121.727.520
LR 194.332 0,69% 345.910.960
HN 194.332 0,69% 345.910.960
Jumlah 10.215.175 36,14% 18.183.011.500
Selain melakukan pembelian saham dari Pemegang Saham, SPD wajib
melakukan penyetoran modal sebesar Rp 30,02 miliar, terdiri dari
16.863.680 saham seri B, dalam bentuk uang tunai, sesuai dengan
proporsi yang disetujui, sebagaimana ditetapkan di bawah ini:
Presentase Hak Suara (Berdasarkan
Pemegang Saham
Saham Seri A dan B
Jumlah dari Pemegang Saham 40,00%
SPD 60,00%
23
Page 25
- Peningkatan modal dasar dan perubahan seri saham MB sehingga
terdiri dari saham Seri A dan Seri B, dan peningkatan modal
ditempatkan dan modal disetor MB oleh SPD dengan rincian sebagai
berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Keterangan Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Modal dasar saham seri A 28.267.745 28.267.745.000
Modal dasar saham seri B 20.000.000 35.600.000.000
Saham seri A:
SPD 10.215.175 22,63% 10.215.175.000
SN 10.336.899 22,90% 10.336.899.000
SR 3.227.800 7,15% 3.227.800.000
SKR 1.465.869 3,25% 1.465.869.000
HDN 1.225.770 2,72% 1.225.770.000
SSN 1.113.844 2,47% 1.113.844.000
LR 341.194 0,76% 341.194.000
HN 341.194 0,76% 341.194.000
Sub-total 28.267.745 62,63% 28.267.745.000
Saham seri B:
SPD 16.863.680 37,37% 30.017.350.400
Sub-total 16.863.680 37,37% 30.017.350.400
Jumlah 45.131.425 100,00% 58.285.095.400
Penyetoran modal oleh SPD wajib dilakukan dengan cara pemindahan
dana ke rekening bank MB pada tanggal yang akan disepakati di antara
SPD dan Pemegang Saham, namun tidak lewat dari sepuluh 10 hari
kerja setelah terjadinya peningkatan modal dasar dan perubahan seri
saham MB.
- Termasuk diantaranya penandatanganan perjanjian-perjanjian atau
akta-akta Notaris yang diperlukan, serta semua langkah atau tindakan
yang diperlukan untuk memastikan perubahan tersebut sesuai dengan
persyaratan dalam PPS ini.
- Diperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
atau otoritas terkait mengenail hal-hal uang disebutkan dalam butir di
atas.
• Pelaksanaan Kerja Sama
Pelaksanaan kerja sama berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang
Saham sepakat bahwa kerjasama berdasarkan PPS didasarkan pada
kondisi bahwa MB telah memiliki Tanah dengan rincian sebagai berikut:
Dokumen Kepemilikan/
Lokasi Tanah Luas (m2)
Penguasaan
Margahayu, Bekasi SHM 28.789,00
SHGB 4.736,00
Jumlah 33.525,00
24
Page 26
• Hukum yang Berlaku
PPS ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik
Indonesia.
I.B.2. AKTA
Berdasarkan AKTA, SPD dan Pemegang Saham telah melakukan Transaksi
Pembelian. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam AKTA adalah sebagai
berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan AKTA adalah SPD dan
Pemegang Saham.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan AKTA adalah transaksi di mana SPD
telah menerima pemindahtanganan, pengalihan, dan penyerahan dari
Pemegang Saham dengan jumlah keseluruhan 510.215.175 saham yang
dimiliki oleh Pemegang Saham yang ada di dalam MB dengan harga
pembelian saham dilangsungkan dan diterima dengan harga keseluruhan
sebesar Rp 18,18 miliar dengan rincian sebagai berikut:
Jumlah
Keterangan No. Akta % Saham Nilai Transaksi
Saham
SN Akta No. 6 5.849.883 20,69% 10.412.791.740
SR Akta No. 7 1.825.256 6,46% 3.248.955.680
SKR Akta No. 8 828.061 2,93% 1.473.948.580
HDN Akta No. 9 693.127 2,45% 1.233.766.060
SSN Akta No. 10 630.184 2,23% 1.121.727.520
LR Akta No. 11 194.332 0,69% 345.910.960
HN Akta No. 12 194.332 0,69% 345.910.960
Jumlah 10.215.175 36,14% 18.183.011.500
Jumlah uang mana telah dibayar lunas seluruhnya oleh SPD kepada
Pemegang Saham sebelum AKTA ini ditandatangani dan karenanya AKTA
ini berlaku pula sebagai tanda terima atau kuitansinya yang sah.
25
Page 27
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
Perseroan melalui SPD memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
kegiatan komersial.
• Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan
melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SPD dapat
memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MB di mana MB
telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk dikembangkan serta SPD yang
telah memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas dalam mengelola
serta mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan
adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat
berkolaborasi dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal
operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi mempercepat
realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang
dihasilkan.
• Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD
untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan
mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi
perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan memiliki
kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan jumlah luas
yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan
datang.
26
Page 28
• Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
anak, yaitu SPD, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
salah satunya melalui pengembangan Tanah. Pengembangan tersebut
diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari hasil penjualan unit-unit
properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial, maupun bentuk
bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber
pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang
dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa mendatang.
Risiko Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
dana tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan
yang lebih menguntungkan dibandingkan Rencana Transaksi.
• Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan bisnis MB pada masa
yang akan datang, MB masih memerlukan dukungan pendanaan dari
Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang real estat, MB tidak
terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
kelangsungan usaha MB.
27
Page 29
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
II.A. PT Multitotal Bumipersada
II.A.1. Latar Belakang
MB didirikan dengan Akta Notaris No. 459 tanggal 24 April 1995 dibuat
dihadapan Richardus Nangkih Sinulingga, S.H., Notaris di Jakarta. Akta
pendirian telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia tanggal
19 Juni 1995 dengan Surat Keputusan No. C.02-7726.HT.01.01-TH.95.
Anggaran dasar MB telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
terakhir adalah berdasarkan Akta No. 1 oleh Dewi Himijati Tandika, S.H., pada
tanggal 6 Januari 2025, mengenai peningkatan modal dasar serta modal
ditempatkan dan disetor MB. Akta perubahan tersebut telah memperoleh
persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. AHU-0002481.AH.01.11.Tahun 2025, tanggal
13 Januari 2025.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha MB adalah bergerak dalam bidang real estat.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 31 Desember 2024, MB belum menjalankan kegiatan usaha secara
komersial. Namun demikian, MB telah memiliki hak kepemilikan atas Tanah.
II.B. Tinjauan Industri Properti
II.B.1. Tinjauan Industri Properti di Dunia
Industri properti merupakan salah satu industri terbesar di dunia. Salah satu
sektornya yaitu industri real estat yang merupakan sektor kompleks dan
dinamis, dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lokasi, kondisi ekonomi,
regulasi pemerintah, dan kondisi pasar. Kemajuan teknologi mendorong
industri ini untuk mempermudah proses pencarian properti, penyelesaian
transaksi, meningkatkan transparansi dan akses informasi bagi calon pembeli
maupun penyewa. Hal ini membuat investasi di bidang real estat semakin
menarik karena menawarkan potensi kenaikan nilai aset, pendapatan pasif dari
penyewaan, serta perlindungan terhadap inflasi. Jenis-jenis properti sangat
beragam mulai dari rumah tinggal, gedung, perkantoran, pabrik hingga properti
komersial seperti hotel. Setiap jenis properti memiliki karakteristik dan tujuan
penggunaan yang berbeda, yang pada gilirannya memengaruhi nilai serta
tingkat permintaannya di pasar.
28
Page 30
Volume Penjualan Rumah Baru di AS
Periode Juli – November 2024
(Dalam Ribuan Unit)
740
720
700
680
660
640
620
600
580
560
Jul-24 Agu-24 Sep-24 Okt-24 Nov-24
Penjualan 707 691 726 623 679
Sumber: Trading Economics
Berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, penjualan rumah
baru di AS pada bulan September dan November 2024 mengalami kenaikan
masing-masing sebesar 35,00 ribu unit dan 56,00 ribu unit atau masing-masing
setara dengan 5,07% dan 8,99% dibandingkan dengan penjualan rumah baru
AS pada bulan sebelumnya. Volume penjualan rumah pada bulan Oktober
2024 merupakan jumlah volume yang terendah selama lima bulan terakhir
dengan volume penjualan tertinggi adalah pada bulan September 2024 dengan
jumlah sebesar 726,00 ribu unit. Sementara itu, penjualan rumah baru di AS
pada bulan Agustus dan Oktober 2024 mengalami penurunan masing-masing
sebesar 16,00 ribu unit dan 103,00 ribu atau masing-masing setara dengan
2,26% dan 14,19% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Harga Rata-Rata Penjualan Rumah di AS
Oktober 2024 - Desember 2024
(Dalam ribuan USD)
Pasokan Pasokan
Bulan
Rumah Baru Rumah Lama
Okt-24 426,30 406,80
Nov-24 396,40 404,40
Des-24 415,00 403,70
Sumber: U.S. Census Bureau and U.S. Department of Housing
29
Page 31
Berdasarkan data yang diperoleh dari U.S. Census Bureau and U.S.
Department of Housing, harga rata-rata pasokan rumah baru di AS mengalami
fluktuasi dan kecenderungan menurun sejak Oktober 2024 hingga Desember
2024, dengan harga rata-rata pasokan rumah baru bulan Desember 2024 yang
lebih tinggi 2,80% dibandingkan dengan harga rata-rata pasokan rumah lama
bulan Desember 2024. Penjualan rumah di AS terutama dipengaruhi oleh
tingkat suku bunga tingkat suku bunga kredit, penurunan suku bunga kredit
akan menarik minat pembeli dan menambah pilihan tipe rumah yang dapat
dibeli.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Knight Frank dalam laporannya dengan
judul Res Dev Land Index Q1 2025 mengenai analisis kinerja pasar tanah di
seluruh wilayah Inggris dan Wales disertai pandangan pasar dari 54
pengembang perumahan berskala besar maupun kecil pada kuartal pertama
tahun 2025, terdapat peningkatan signifikan dalam minat pembeli terhadap
tanah kavling. Sekitar 70,00% responden menyebutkan bahwa penurunan
biaya hipotek menjadi faktor utama yang mendorong penjualan, meningkat dari
50,00% dari enam bulan sebelumnya. Hal ini tentunya didorong oleh
munculnya peluang dalam pengembangan tanah, khususnya untuk
pembangunan perumahan baru yang lebih terjangkau dan sesuai dengan
permintaan pasar saat ini. Kenaikan minat terhadap tanah kavling
mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek sektor perumahan dalam
beberapa kuartal mendatang.
Proyeksi Nilai Pasar Real Estat Dunia
Tahun 2025 – 2030
(Dalam triliun USD)
6
5
4
3
2
1
0
2025 2026 2027 2028 2029 2030
Real Estat 4,34 4,58 4,84 5,10 5,38 5,68
Sumber: Precedence Research
Berdasarkan data yang diperoleh dari Presedence Research, nilai pasar real
estat pada tahun 2030 diproyeksikan mencapai USD 5,68 triliun. Kenaikan
terus terjadi pada proyeksi real estat tahun 2026 – 2030 masing-masing
mengalami kenaikan sebesar 5,53%, 5,68%, 5,37%, 5,49% dan 5,8%,
dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
30
Page 32
Menurut data yang diperoleh dari Presedence Research, pangsa pasar properti
dunia diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan
(compound annual growth rate/CAGR) sebesar 5,50% dihitung sejak 2024
hingga 2034 menjadi sebesar USD 7,03 triliun pada tahun 2034. Pasar properti
global sedang tumbuh pesat dengan kriteria konsumen terhadap properti
seperti kemudahan akses ke berbagai fasilitas umum, harga yang terjangkau,
ramah lingkungan, dan teknologi rumah pintar. Kebijakan Pemerintah yang
mendukung investasi properti, pertumbuhan populasi, dan perkembangan
infrastruktur juga berperan bagi pertumbuhan industri properti dunia. Selain itu,
kondisi ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan inflasi juga
mempengaruhi permintaan dan penawaran di pasar properti. Secara
keseluruhan, pasar properti global diperkirakan akan terus berkembang dalam
beberapa tahun ke depan.
II.B.2. Tinjauan Industri Properti di Indonesia
Industri properti di Indonesia merupakan salah satu sektor industri yang
memberikan kontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, hal ini
disebabkan karena industri properti saling berhubungan dengan beberapa
sektor lainnya, sebagai contoh sektor real estat di Indonesia merupakan salah
satu sektor dengan potensi pertumbuhan yang besar dan memberikan
kontribusi signifikan terhadap pembangunan nasional. Faktor-faktor seperti
pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan dukungan kebijakan dari
pemerintah menjadi pendorong utama perkembangan sektor ini. Pemerintah
Indonesia juga terus berupaya menarik investasi asing guna memperkuat
pertumbuhan ekonomi dan menekan laju inflasi. Selain itu, sektor real estat
memberikan kontribusi penting terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara melalui penerimaan pajak properti dan berbagai transaksi, serta
berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan mendorong aktivitas ekonomi di
industri real estat.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BI atas laporannya yang berjudul Survei
Harga Properti Residensial pada triwulan III 2024, Indeks Harga Properti
Residensial (IHPR) sebesar 1,46% year over year (yoy) lebih rendah
dibandingkan pada triwulan II/2024 yaitu sebesar 1,76% yoy. Penurunan IHPR
tersebut terutama disebabkan oleh penurunan pertumbuhan properti tipe besar
yang mengalami penurunan sebesar 1,04% yoy, melanjutkan penurunan harga
pada triwulan II 2024 yang sebesar 1,47% yoy. Harga rumah tipe kecil dan
menengah pada triwulan III 2024 turut mengalami penurunan pertumbuhan
dibandingkan triwulan sebelumnya. Harga rumah tipe kecil dan menengah
mengalami penurunan laju pertumbuhan masing-masing sebesar 1,97% yoy
dan 1,33% yoy, mengalami penurunan dari 2,09% yoy dan 1,45% yoy pada
triwulan sebelumnya.
31
Page 33
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Afiliasi Global Ritel
Indonesia, kontribusi sektor property terhadap Produk Domestik Bruto
meningkat dari 10,00% pada 2024, menjadi 11,50% pada Q1/2025. Hal ini
menjadikan investasi properti pada sektor residensial dan komersial dapat tetap
stabil di tahun 2025 yang telah didukung oleh suku bunga stabil, kemudahan
kredit, dan insentif Pemerintah.
Proyeksi Nilai Pasar Real Estat Indonesia
Tahun 2025 – 2029
(Dalam triliun USD)
9,00
8,00
7,00
6,00
5,00
4,00
3,00
2,00
1,00
0,00
2025 2026 2027 2028 2029
Real Estat Komersial 1,21 1,23 1,24 1,25 1,26
Real Estat Residensial 7,95 8,05 8,15 8,25 8,35
Sumber: Statista
Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, nilai pasar real estat komersial
pada tahun 2029 diproyeksikan sebesar USD 9,61 triliun, mengalami
pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar 1,21% dihitung sejak tahun 2024
sampai tahun 2029. Pasar real estat di Indonesia mengalami peningkatan yang
didorong oleh beberapa faktor seperti pertumbuhan populasi perkotaan,
meningkatnya permintaan akan kawasan terpadu yang menggabungkan
hunian, komersial, dan ruang publik, serta dukungan Pemerintah dalam
pembangunan infrastruktur. Hal ini mendorong sejumlah perusahaan real estat
atau pengembang terkemuka untuk terus memperluas bisnis mereka melalui
pembangunan berskala besar yang menargetkan masyarakat kelas menengah
dan atas di wilayah-wilayah strategis.
32
Page 34
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang real
estat, aktivitas olahraga, penyediaan makanan dan minuman beserta sarana
penunjangnya serta menjalankan usaha dalam bidang jasa dan perdagangan.
Saat ini, ruang lingkup bisnis Perseroan bergerak dalam bidang penjualan atau
penyewaan real estat, pusat perbelanjaan, fasilitas perkantoran, fasilitas
olahraga, restoran beserta sarana penunjangnya.
Perseroan mengembangkan kota terpadu yang terintegrasi pengembangan
residensial dengan pengembangan komersial yang didukung dengan berbagai
fasilitas yang lengkap dan luas bagi penghuni kota terpadu. Segmen bisnis
pengembangan properti Perseroan terus meluncurkan proyek-proyek dengan
kampanye pemasaran yang inovatif untuk menarik minat calon pembeli. Unit
bisnis Perseroan dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu pengembangan
properti, investasi dan manajemen properti, serta rekreasi, rumah sakit, dan
lainnya.
Unit bisnis pengembangan properti merupakan bisnis inti Perseroan. Unit bisnis
ini membangun proyek properti untuk dijual, seperti rumah, apartemen, kavling
tanah residensial, dan ruko komersial, Proyek properti merupakan bagian
integral dari pengembangan kota terpadu menjadi kawasan perumahan dan
komersial, lengkap dengan seluruh fasilitas, termasuk fasilitas pendidikan dan
olahraga, rumah ibadah, dan fasilitas kesehatan.
Saat ini, Perseroan telah membangun proyek-proyek pengembangan kota
terpadu sebagai yaitu Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong,
Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Karawang,
Summarecon Makassar, Summarecon Bogor, Summarecon Crown Gading,
dan Summarecon Tangerang yang diluncurkan pada November 2024.
Perseroan mengembangkan, memiliki, dan mengoperasikan sejumlah investasi
dan manajemen properti seperti pusat perbelanjaan dan taman rekreasi, yang
semuanya terletak di kompleks pengembangan Perseroan dan merupakan
bagian integral dari kota terpadu terpadu yang menggabungkan kawasan
perumahan dan komersial, lengkap dengan berbagai fasilitas utama. Setiap
pusat perbelanjaan berfungsi sebagai pusat komersial untuk menggerakkan
ekonomi lokal dan menciptakan komunitas yang berkembang di kota tempatnya
beroperasi.
33
Page 35
Pusat perbelanjaan kelas menengah dengan konsep “Your Family Mall”
menawarkan berbagai macam merchandise mulai dari fashion hingga produk
rumah tangga maupun hiburan untuk keluarga. Selain itu, konsep “Downtown
Walk” di setiap mal menawarkan berbagai macam tempat makan dan hiburan
langsung dalam suasana luar ruangan yang santai dan dengan waktu buka
yang diperpanjang. Untuk mempertahankan interkoneksi dan interaksi dengan
komunitas lokal, pusat perbelanjaan ini secara rutin mengadakan acara tematik
dan penawaran promosi untuk memenuhi gaya hidup masyarakat yang selalu
dinamis. Dengan volume pengunjung yang besar, baik penyewa maupun tuan
tanah mendapatkan keuntungan dari volume bisnis yang dihasilkan oleh para
pengunjung. Oleh karena itu, Perseroan memiliki basis pendapatan berulang
yang kuat dari operasi penyewaan mal ritel. Saat ini Perseroan memiliki dan
mengoperasikan enam pusat perbelanjaan dengan jumlah luas sewa bersih
sekitar 350.000 m2. Pada tahun 2025, Perseroan telah menargetkan
pemasaran penjualan Rp 5,00 triliun untuk memperkuat posisi Perseroan di
pasar.
Berdasarkan tingginya permintaan pasar dan daya beli konsumen yang stabil,
Perseroan tetap optimis dalam mempertahankan momentum pertumbuhan
positif. Optimisme ini ditopang oleh berbagai proyek yang tengah
dikembangkan pada sembilan kawasan milik Perseroan, yang mencakup
cadangan lahan sekitar 2.100 hektar. Cadangan ini diharapkan dapat
mendukung kesinambungan dan kelangsungan usaha Perseroan ke depan.
Perseroan juga terus memperkuat bisnis intinya melalui percepatan
pengembangan proyek secara efisien dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
Di samping itu, masih terdapat sejumlah rencana pengembangan proyek di
sektor ritel, komersial, dan perhotelan yang akan dilaksanakan di masa
mendatang.
II.D. Alasan Dilakukan Rencana Transaksi
Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
Perseroan melalui SPD memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
kegiatan komersial.
34
Page 36
• Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan
melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SPD dapat
memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MB di mana MB
telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk dikembangkan serta SPD yang
telah memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas dalam mengelola
serta mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan
adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat
berkolaborasi dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal
operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi mempercepat
realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang
dihasilkan.
• Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD
untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan
mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi
perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan memiliki
kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan jumlah luas
yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan
datang.
• Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
anak, yaitu SPD, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
salah satunya melalui pengembangan Tanah. Pengembangan tersebut
diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari hasil penjualan unit-unit
properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial, maupun bentuk
bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber
pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang
dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa mendatang.
35
Page 37
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
Perseroan melalui SPD memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
kegiatan komersial.
• Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan
melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SPD dapat
memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MB di mana MB
telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk dikembangkan serta SPD yang
telah memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas dalam mengelola
serta mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan
adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat
berkolaborasi dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal
operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi mempercepat
realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang
dihasilkan.
• Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD
untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan
mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi
perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan memiliki
kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan jumlah luas
yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan
datang.
36
Page 38
• Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
anak, yaitu SPD, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
salah satunya melalui pengembangan Tanah. Pengembangan tersebut
diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari hasil penjualan unit-unit
properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial, maupun bentuk
bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber
pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang
dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan.
• Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa mendatang.
Kerugian Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan
dana tersebut untuk investasi lain yang mungkin memiliki tingkat balikan
yang lebih menguntungkan dibandingkan Rencana Transaksi.
• Tidak tertutup kemungkinan dalam pengembangan bisnis MB pada masa
yang akan datang, MB masih memerlukan dukungan pendanaan dari
Perseroan, yang berpotensi memberikan dampak bagi likuiditas dan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang real estat, MB tidak
terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
kelangsungan usaha MB.
37
Page 39
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS RENCANA TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 yang telah diaudit
oleh KAP PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3.292.827 3.292.877 3.142.558 2.773.938 1.656.482
Piutang usaha - neto
Pihak-pihak berelasi 12.421 10.988 6.833 6.225 4.871
Pihak ketiga 245.609 224.925 287.037 242.853 251.667
Piutang lain-lain - neto 12.769 11.558 14.079 30.884 19.055
Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha 69.460 76.804 68.211 64.212 88.258
Persediaan 10.741.416 10.906.023 9.959.606 9.253.913 9.186.988
Pajak dibayar di muka 752.958 658.070 499.989 362.216 371.882
Biaya dibayar di muka 82.413 79.092 35.420 48.453 40.166
Uang muka 180.018 288.217 272.920 244.199 269.377
Aset keuangan lancar lainnya 14.074 13.676 3.968 3.641 171
Jumlah Aset Lancar 15.403.966 15.562.229 14.290.621 13.030.536 11.888.918
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha - neto
Pihak ketiga 11.185 20.720 63.574 31.706 51.071
Piutang lain-lain - neto 7.111 1.644 3.483 4.165 3.994
Piutang pihak berelasi non-usaha 96.505 80.605 64.105 51.105 49.017
Tanah yang belum dikembangkan 8.817.401 7.271.408 6.760.373 6.167.114 6.259.664
Investasi pada entitas asosiasi 103.281 90.901 82.194 72.887 65.795
Uang muka 1.265.754 1.268.639 1.005.093 899.871 703.362
Aset tetap - neto 521.838 442.053 370.445 317.847 331.696
Properti investasi - neto 6.270.622 5.405.429 4.574.318 4.259.613 4.382.561
Aset pajak tangguhan 3.615 2.779 3.004 2.654 1.879
Aset keuangan tidak lancar lainnya 902.239 943.384 1.142.618 1.106.529 1.095.657
Aset tidak lancar lainnya 130.581 78.583 73.748 105.689 88.922
Jumlah Aset Tidak Lancar 18.130.134 15.606.146 14.142.954 13.019.181 13.033.617
JUMLAH ASET 33.534.100 31.168.375 28.433.575 26.049.717 24.922.534
38
Page 40
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 5.533.875 2.766.358 2.018.403 1.590.250 2.670.935
Utang usaha kepada pihak ketiga 93.362 91.416 87.415 70.858 80.677
Utang lain-lain 276.730 237.673 215.404 333.656 357.213
Beban akrual 760.568 1.082.318 1.104.004 816.056 740.073
Utang pajak 76.688 70.991 75.642 73.298 61.921
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 36.686 37.661 30.259 24.128 35.581
Liabilitas kontrak
Pihak-pihak berelasi 28.103 24.002 3.517 5.038 5.258
Pihak ketiga 4.534.624 5.764.629 4.784.677 2.277.791 2.656.304
Uang jaminan yang diterima
Pihak-pihak berelasi 152 152 225 644 210
Pihak ketiga 184.045 178.822 155.865 80.978 92.311
Pendapatan diterima dimuka
Pihak-pihak berelasi 7.005 6.489 4.358 4.000 3.000
Pihak ketiga 641.458 584.722 414.865 363.337 356.518
Utang bank dan lembaga pembiayaan 709.248 792.522 606.420 829.552 884.990
Liabilitas sewa 1.754 141 135 55 643
Utang obligasi - 199.763 - 499.124 413.521
Utang pihak - pihak berelasi non-usaha 587 - 85 - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 12.884.885 11.837.661 9.501.274 6.968.766 8.359.155
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun - neto:
Utang bank dan lembaga pembiayaan 1.655.548 2.100.013 2.641.615 3.921.110 4.785.721
Utang obligasi 2.635.202 1.339.147 642.407 199.255 697.130
Liabilitas sewa 8.368 5.401 5.542 5.677 5.139
Utang lain-lain 45.600 20.664 12.323 5.852 11.275
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 155.815 153.754 122.065 128.035 128.811
Liabilitas kontrak
Pihak berelasi - - 3.291 3.228 -
Pihak ketiga 1.978.318 3.113.239 3.469.619 3.326.081 1.590.008
Uang jaminan yang diterima
Pihak-pihak berelasi 12.032 8.107 7.564 10.425 7.153
Pihak ketiga 139.760 119.029 104.619 87.918 101.462
Pendapatan diterima dimuka
Pihak-pihak berelasi 17.166 23.559 12.000 16.249 21.000
Pihak ketiga 155.781 130.168 143.228 127.510 104.829
Liabilitas pajak tangguhan 13.099 14.571 17.986 19.387 25.158
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya - - - - 3
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6.816.688 7.027.652 7.182.260 7.850.728 7.477.691
JUMLAH LIABILITAS 19.701.573 18.865.313 16.683.534 14.819.494 15.836.846
EKUITAS
Modal saham 1.650.857 1.650.857 1.650.857 1.650.857 1.442.678
Tambahan modal disetor 1.307.203 1.307.203 1.307.203 1.307.203 22.996
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali (1.665) (1.665) (1.665) (1.665) (1.665)
Saldo laba 8.091.471 6.870.415 6.241.011 5.704.773 5.381.836
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 11.047.866 9.826.810 9.197.406 8.661.168 6.845.846
Kepentingan non-pengendali 2.784.662 2.476.252 2.552.635 2.569.055 2.239.843
JUMLAH EKUITAS 13.832.527 12.303.062 11.750.041 11.230.223 9.085.689
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 33.534.100 31.168.375 28.433.575 26.049.717 24.922.534
III.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 33.543,10 miliar,
Rp 31.168,38 miliar, Rp 28.433,58 miliar, Rp 26.049,72, dan
Rp 24.922,53 miliar.
39
Page 41
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 2.365,73 miliar atau setara dengan 7,59% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan tanah yang belum dikembangkan dan properti
investasi - netomasing-masing sebesar Rp 1.546,00 miliar dan Rp 865,19 miliar
yang disertai dengan penurunan persediaan dan uang muka masing-masing
sebesarRp 164,61 miliar dan Rp 108,20 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 2.734,80 miliar atau setara dengan 9,62% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan persediaan, tanah yang belum dikembangkan, dan
properti investasi – neto masing-masing sebesar Rp 946,42 miliar,
Rp 511,04 miliar, dan Rp 831,11 miliar yang disertai dengan penurunan piutang
usaha – neto dan aset keuangan lainnya masing-masing sebesar
Rp 62,11 miliar dan Rp 189,53 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 2.383,86 miliar atau setara dengan 9,15% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas, persediaan, serta tanah yang
belum dikembangkan masing-masing sebesar Rp 368,62 miliar,
Rp 705,69 miliar, dan Rp 593,26 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 1.127,18 miliar atau setara dengan 4,52% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan kas dan setara kas serta uang muka masing-masing
sebesarRp 1.117,46 miliar dan Rp 196,51 miliar yang disertai dengan
penurunan tanah yang belum dikembangkan dan properti investasi – neto
masing-masing sebesar Rp 92,55 miliar dan Rp 122,95 miliar.
III.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 19.701,57 miliar,
Rp 18.865,31 miliar, Rp 16.683,53 miliar, Rp 14.819,49 miliar,
dan Rp 15.836,85 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 836,26 miliar atau setara dengan 4,43% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan utang
obligasi masing-masing sebesar Rp 2.767,52 miliar dan Rp 1.096,29 miliar
yang disertai dengan penurunan liabilitas kontrak serta utang bank dan
lembaga pembiayaan masing-masing sebesar Rp 1.225,91 miliar dan
Rp 527,74 miliar.
40
Page 42
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 2.181,80 miliar atau setara dengan 13,08% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek, liabilitas
kontrak, dan utang obligasi masing-masing sebesar Rp 747,96 miliar,
Rp 640,77 miliar, dan Rp 896,50 miliar yang disertai dengan penurunan utang
bank dan Lembaga pembiayaan sebesar Rp 355,50 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 1.864,04 miliar atau setara dengan 12,58% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini
terutama disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek, beban akrual,
dan liabilitas kontrak masing-masing sebesar Rp 428,15 miliar,
Rp 287,95 miliar, dan Rp 2.648,97 miliar yang disertai dengan penurunan
utang bank dan lembaga pembiayaan sebesar Rp 1.502,63 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
penurunan sebesar Rp 1.017,35 miliar atau setara dengan 6,42% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan utang bank jangka pendek, utang bank
dan lembaga pembiayaan, dan utang obligasi masing-masing sebesar
Rp 1.080,69 miliar, Rp 920,05 miliar, dan Rp 412,27 miliar yang disertai
kenaikan liabilitas kontrak jangka panjang – pihak ketiga sebesar
Rp 1.360,57 miliar.
III.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024,
31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 13.832,53 miliar, Rp 12.303,06 miliar, Rp 11.750,04 miliar,
Rp 11.230,22 miliar, dan Rp 9.085,69 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 1.529,47 miliar atau setara dengan 12,43% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan sebesar Rp 1.842,22 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 553,02 miliar atau setara dengan 4,71% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
Rp 1.057,70 miliar yang disertai dengan dividen kas dan pembayaran kepada
kepentingan non pengendali masing-masing sebesar Rp 213,62 miliar dan
Rp 255,34 miliar.
41
Page 43
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 519,82 miliar atau setara dengan 4,63% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
Rp 771,74 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada kepentingan
nonpengendali sebesar Rp 207,48 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 2.144,54 miliar atau setara dengan 23,60% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan dan
penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu tahap II
masing-masing sebesar Rp 549,70 miliar dan Rp 1.492,39 miliar.
III.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Pendapatan neto 10.623.355 6.658.783 5.719.396 5.567.913 5.029.984
Beban pokok penjualan dan beban langsung 5.162.449 3.299.255 2.719.634 2.973.943 2.737.908
Laba kotor 5.460.906 3.359.528 2.999.763 2.593.970 2.292.076
Beban penjualan (509.457) (420.767) (321.562) (306.216) (275.478)
Beban umum dan administrasi (1.175.905) (1.038.707) (952.347) (733.359) (746.613)
Penghasilan operasi lain 17.337 18.350 16.378 14.087 8.344
Beban operasi lain (60.508) (6.732) (33.815) (10.802) (2.467)
Laba usaha 3.732.372 1.911.672 1.708.418 1.557.681 1.275.862
Pendapatan keuangan 181.265 180.737 157.233 192.298 190.339
Biaya keuangan (1.048.240) (756.961) (857.100) (1.002.403) (1.032.512)
Laba pada ekuitas entitas asosiasi 12.380 9.956 9.306 8.341 6.078
Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (“BPHTB“)
terkait kombinasi bisnis (414.375) - - - -
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak final dan
pajak penghasilan 2.463.403 1.345.404 1.017.856 755.917 439.768
Beban pajak final (599.364) (287.213) (243.207) (208.955) (196.479)
Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto (21.820) (500) (2.906) 2.734 2.621
Laba tahun berjalan 1.842.219 1.057.692 771.744 549.696 245.909
Pendapatan komprehensif lainnya (3.746) (21.006) 9.912 (772) (13.498)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 1.838.474 1.036.686 781.656 548.924 232.411
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1.373.378 765.970 625.377 323.709 179.835
Kepentingan non-pengendali 468.841 291.722 146.366 225.987 66.074
III.A.6 Pendapatan Neto
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
sebesar Rp 10.623,36 miliar, Rp 6.658,78 miliar, Rp 5.719,40 miliar,
Rp 5.567,91 miliar, dan Rp 5.029,98 miliar.
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 3.964,57 miliar atau
setara dengan 59,54% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
42
Page 44
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 939,39 miliar atau setara
dengan 16,42% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 151,48 miliar atau setara
dengan 2,72% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 537,93 miliar atau setara
dengan 10,69% dibandingkan dengan pendapatan neto untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
III.A.7. Laba Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 1.842,22 miliar, Rp 1.057,69 miliar,
Rp 771,74 miliar, Rp 549,70 miliar, dan Rp 245,91 miliar.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 784,53 miliar atau setara
dengan 74,17% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 285,95 miliar atau setara
dengan 37,05% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 222,05 miliar atau setara
dengan 40,39% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 303,79 miliar atau setara
dengan 123,54% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
43
Page 45
III.A.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 7.981.389 7.447.242 7.920.479 6.611.492 4.829.147
Penerimaan dari pendapatan bunga 174.904 153.662 105.157 93.017 122.710
Pembayaran kas kepada:
Pemasok dan beban operasi lainnya (4.935.275) (4.536.799) (3.769.151) (2.733.350) (3.261.571)
Karyawan (933.658) (844.028) (786.452) (577.811) (534.798)
Pembayaran untuk:
Beban bunga (711.392) (464.373) (473.390) (708.453) (967.058)
Pajak final (558.792) (330.391) (322.796) (232.819) (200.978)
Pajak penghasilan (6.724) (5.102) (3.284) (8.795) (10.383)
Penerimaan dari restitusi pajak penghasilan - 466 3.080 - -
Peningkatan atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha (18.356) (15.293) - - -
Pembayaran BPHTB terkait kombinasi bisnis (414.375) - - - -
Penurunan atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha - - (16.998) - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 577.720 1.405.384 2.656.645 2.443.281 (22.932)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Hasil penjualan aset tetap 2.414 956 2.471 1.150 4.681
Perolehan tanah yang belum dikembangkan dan uang
muka pembelian tanah (2.481.405) (1.058.753) (395.198) (415.158) (204.835)
Perolehan properti investasi (973.882) (876.038) (399.964) (70.282) (206.462)
Perolehan aset tetap (147.740) (112.150) (43.660) (35.090) (50.537)
Penerimaan dividen kas dari investasi pada entitas lainnya 1.250 - 1.825 494 -
Penerimaan dividen kas dari investasi pada entitas asosiasi - 1.248 - 1.248 -
Penambahan investasi pada entitas lainnya - - (24.525) - -
Kenaikan (penurunan) atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha - - - 21.958 (22.281)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (3.599.364) (2.044.736) (859.052) (495.680) (479.434)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari utang bank 6.278.536 3.859.654 2.306.127 1.867.490 5.565.051
Pencairan (penempatan) atas deposito berjangka yang dibatasi
penggunaannya 250 6.121 (2.413) (5.073) 9.223
Pembayaran untuk utang bank dan lembaga pembiayaan (4.050.512) (3.478.048) (3.410.764) (3.872.119) (3.794.560)
Pembayaran kepada kepentingan nonpengendali (186.096) (255.341) (207.481) (79.187) (46.639)
Pembayaran dividen kas oleh Perusahaan (148.355) (115.375) (98.893) (3) (2)
Pembayaran liabilitas sewa (425) (135) (55) (51) (316)
Penurunan setoran modal dari kepentingan nonpengendali (61.250) (24.500) (39.200) (101.675) -
Pembayaran biaya emisi obligasi (7.268) (4.641) (6.023) - -
Pembayaran utang obligasi (200.000) - (500.000) (416.000) (1.300.000)
Penerimaan dari penerbitan utang obligasi 1.300.000 900.000 448.450 - -
Pembayaran dividen kas oleh entitas anak tertentu
kepada entitas nonpengendali (99.387) (98.064) - - -
Penerimaan setoran modal dari kepentingan nonpengendali 186.302 - 83.894 - -
Penurunan atas piutang pihak-pihak berelasi non-usaha 9.800 - - - -
Penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu
tahap II - - - 1.498.886 -
Pembayaran biaya emisi modal dengan Hak Memesan Efek
Terlebih Dahulu tahap II - - - (6.501) -
Penerimaan uang muka setoran Modal dari kepentingan
nonpengendali - - - 284.087 163.478
Penurunan atas utang pihak-pihak berelasi non usaha - - - - (96.178)
Pembayaran dividen kas entitas anak kepada kepentingan
nonpengendali - - - - (3.757)
Pembayaran dividen kas entitas anak kepada
kepentingan nonpengendali - - - - (1.877)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 3.021.594 789.671 (1.426.357) (830.145) 494.424
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (50) 150.319 371.236 1.117.456 (7.942)
Reklasifikasi dari kas dan setara kas menjadi aset keuangan
tidak lancar lainnya - - (2.617) - -
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 3.292.877 3.142.558 2.773.938 1.656.482 1.664.424
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 3.292.827 3.292.877 3.142.558 2.773.938 1.656.482
44
Page 46
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2021
masing-masing adalah sebesar Rp 577,72 miliar, Rp 1.405,38 miliar,
Rp 2.656,65 miliar, dan Rp 2.443,28 miliar. Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 22,93 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 30 Desember 2024 sebesar Rp 577,72 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 7.981,39 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban operasi lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, serta pembayaran
beban bunga masing-masing sebesar Rp 4.935,28 miliar, Rp 933,66 miliar, dan
Rp 711,39 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1.405,38 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 7.447,24 miliar yang disertai dengan pembayaran kas kepada pemasok dan
beban operasi lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran
beban bunga masing-masing sebesar Rp 4.536,80 miliar, Rp 844,03 miliar, dan
Rp 464,37 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 2.656,65 miliar
terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 7.920,48 miliar yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok dan
beban operasi lainnya, pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran beban
bunga masing-masing sebesar Rp 3.769,15 miliar, Rp 473,39 miliar, dan
Rp 322,80 miliar.
Arus kas bersih yang yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar
Rp 2.443,28 miliar terutama berasal dari penerimaan kas dari pelanggan
sebesar Rp 6.611,49 miliar yang disertai dengan.pembayaran kepada pemasok
dan beban operasi lainnya, pembayaran kepada karyawan, dan pembayaran
untuk beban bunga masing-masing sebesar Rp 2.733,35 miliar,
Rp 577,81 miliar, dan Rp 708,45 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 22,93 miliar
terutama berasal dari pembayaran kas kepada pemasok dan beban operasi
lainnya, pembayaran kas kepada karyawan, dan pembayaran beban bunga
masing-masing sebesar Rp 3.261,57 miliar, Rp 534,80 miliar, dan
Rp 967,06 miliar yang disertai dengan penerimaan kas dari pelanggan sebesar
Rp 4.829,15 miliar.
45
Page 47
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 3.599,36 miliar,
Rp 2.044,74 miliar, Rp 859,05 miliar, Rp 495,68 miliar, dan Rp 479,34 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar
Rp 3.599,36 miliar terutama berasal dari perolehan tanah yang belum
dikembangkan dan uang muka pembelian tanah dan perolehan properti
investasi masing-masing sebesar Rp 2.481,41 miliar dan Rp 973,88 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar
Rp 2.044,74 miliar terutama berasal dari perolehan tanah yang belum
dikembangkan dan uang muka pembelian tanah dan perolehan properti
investasi masing-masing sebesar Rp 1.058,75 miliar dan Rp 876,04 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp 859,05 miliar terutama berasal dari perolehan tanah yang belum
dikembangkan dan uang muka pembelian tanah dan perolehan properti
investasi masing-masing sebesar Rp 395,20 miliar dan Rp 399,96 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 495,68 miliar
terutama berasal dari perolehan tanah yang belum dikembangkan dan uang
muka pembelian tanah dan perolehan properti investasi masing-masing
sebesar Rp 415,16 milliar dan Rp 70,28 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 479,43 miliar
terutama berasal dari perolehan tanah yang belum dikembangkan dan uang
muka pembelian tanah dan perolehan properti investasi masing-masing
sebesar Rp 204,84 miliar dan Rp 206,46 miliar.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 3.021,59 miliar, Rp 789,67 miliar, dan
Rp 494,42 miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan
Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022
dan 2021 masing-masing adalah sebesar Rp 1.426,36 miliar dan
Rp 830,15 miliar.
46
Page 48
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 3.021,59 miliar
terutama berasal dari penerimaan utang bank dan penerimaan dari penerbitan
utang obligasi masing-masing sebesar Rp 6.278,54 miliar dan
Rp 1.300,00 miliar yang disertai dengan pembayaran untuk utang bank dan
lembaga pembiayaan, pembayaran kepada kepentingan nonpengendali, serta
pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 4.050,51 miliar,
Rp 186,10 miliar, dan Rp 200,00 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 789,67 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari utang bank dan penerimaan dari
penerbitan utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.859,65 miliar dan
Rp 900,00 miliar yang disertai dengan pembayaran untuk utang bank dan
lembaga pembiayaan, pembayaran kepada kepentingan nonpengendali, serta
pembayaran dividen kas Perusahaan masing-masing sebesar
Rp 3.478,05 miliar, Rp 255,34 miliar, dan Rp 115,38 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar
Rp 1.426,36 miliar terutama berasal dari pembayaran untuk utang bank dan
lembaga pembiayaan, pembayaran kepada kepentingan nonpengendali, dan
pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.410,76 miliar,
Rp 207,48 miliar, dan Rp 500,00 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
utang bank dan penerimaan dari penerbitan utang obligasi masing-masing
sebesar Rp 2.306,13 miliar dan Rp 448,45 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 830,15 miliar
terutama berasal dari pembayaran untuk utang bank dan lembaga
pembiayaan, penurunan setoran modal dari kepentingan nonpengendali, dan
pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.872,12 miliar,
Rp 101,68 miliar, dan Rp 416,00 miliar yang disertai dengan penerimaan dari
utang bank dan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Telebih
Dahulu tahap II masing-masing sebesar Rp 1.867,49 miliar dan
Rp 1.498,89 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 494,42 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari utang bank sebesar Rp 5.565,05 miliar
yang disertai dengan pembayaran untuk utang bank dan lembaga pembiayaan
dan pembayaran utang obligasi masing-masing sebesar Rp 3.794,56 miliar dan
Rp 1.300,00 miliar.
47
Page 49
III.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Rasio Likuiditas
Lancar 1,20 1,31 1,50 1,87 1,42
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,32 0,21 0,20 0,21 0,20
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,41 0,39 0,41 0,43 0,36
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,59 0,61 0,59 0,57 0,64
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 1,42 1,53 1,42 1,32 1,74
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 51,40% 50,45% 52,45% 46,59% 45,57%
Marjin laba usaha 35,13% 28,71% 29,87% 27,98% 25,37%
Marjin laba bersih 17,34% 15,88% 13,49% 9,87% 4,89%
Laba usaha terhadap jumlah aset 11,13% 6,13% 6,01% 5,98% 5,12%
Imbal hasil aset 5,49% 3,39% 2,71% 2,11% 0,99%
Laba usaha terhadap ekuitas 26,98% 15,54% 14,54% 13,87% 14,04%
Imbal hasil ekuitas 13,32% 8,60% 6,57% 4,89% 2,71%
III.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,32; 0,21; 0,20; 0,21; dan 0,20.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021; dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah
aset masing-masing adalah 0,41; 0,39; 0,41; 0,43; dan 0,36.
III.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,59; 0,61; 0,59;
0,57; dan 0,64, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing adalah 1,42; 1,53; 1,42; 1,32; dan 1,74.
48
Page 50
III.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah 5,49%, 3,39%, 2,71%, 2,11%, dan
0,99%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
dan 2020 masing-masing adalah 13,32%, 8,60%, 6,57%, 4,89%, dan 2,71%.
III.B. Analisis atas Kinerja Historis MB
Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP JJR dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian. Laporan keuangan MB untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP JJR dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian dengan hal lain. Laporan keuangan MB untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2022, 2021, dan 2020.
Ikhtisar data keuangan penting MB adalah sebagai berikut:
III.B.1. Laporan Posisi Keuangan
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22* 31/12/21* 31/12/20*
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 168 134 68 47 239
Persediaan - - - 26.166 25.285
Deposito - - - - 850
Jumlah Aset Lancar 168 134 68 26.213 26.374
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - neto 39 79 118 157 197
Tanah yang belum dikembangkan 26.166 26.166 26.166 - -
Jumlah Aset Tidak Lancar 26.205 26.244 26.284 157 197
JUMLAH ASET 26.373 26.378 26.352 26.370 26.571
*) Tidak Diaudit
49
Page 51
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22* 31/12/21* 31/12/20*
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Utang pajak 4 3 5 4 9
Utang usaha - - - - 8
JUMLAH LIABILITAS 4 3 5 4 17
EKUITAS
Modal saham 25.721 25.721 25.721 25.721 25.721
Uang muka setoran modal 2.547 2.403 2.203 2.003 2.003
Defisit (1.899) (1.749) (1.576) (1.358) (1.170)
JUMLAH EKUITAS 26.369 26.375 26.348 26.366 26.554
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 26.373 26.378 26.352 26.370 26.571
*) Tidak Diaudit
III.B.2. Aset
Jumlah aset MB pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 26,37 miliar, Rp 26,38 miliar,
Rp 26,35 miliar, Rp 26,37 miliar, dan Rp 26,57 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah aset MB mengalami penurunan
sebesar Rp 6,00 juta atau setara dengan 0,02% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan aset tetap – neto sebesar Rp 0,04 miliar yang disertai dengan
kenaikan kas dan bank sebesar Rp 0,03 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset MB mengalami kenaikan
sebesar Rp 0,03 miliar atau setara dengan 0,10% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
kenaikan kas dan bank sebesar Rp 0,07 miliar yang disertai dengan penurunan
aset tetap – neto sebesar Rp 0,04 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset MB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,02 miliar atau setara dengan 0,07% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan persediaan sebesar Rp 26,17 miliar yang disertai dengan kenaikan
tanah yang belum dikembangkan sebesar Rp 26,17 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset MB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,20 miliar atau setara dengan 0,76% dibandingkan dengan jumlah
aset pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama disebabkan oleh
penurunan kas dan bank serta deposito masing-masing sebesar Rp 0,19 miliar
dan Rp 0,85 miliar yang disertai dengan kenaikan persediaan sebesar
Rp 0,88 miliar.
III.B.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas MB pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 3,96 juta, Rp 3,30 juta,
Rp 4,61 juta, Rp 4,44 juta, dan Rp 0,02 miliar.
50
Page 52
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah liabilitas MB mengalami kenaikan
sebesar Rp 0,66 juta atau setara dengan 20,13% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan utang pajak.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas MB mengalami penurunan
sebesar Rp 1,31 juta atau setara dengan 28,41% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh penurunan utang pajak.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas MB mengalami kenaikan
sebesar Rp 0,17 juta atau setara dengan 3,74% dibandingkan dengan jumlah
liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini seluruhnya disebabkan
oleh kenaikan utang pajak.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas MB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,01 miliar atau setara dengan 73,89% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini terutama
disebabkan oleh penurunan utang pajak dan utang usaha masing-masing
sebesar Rp 4,63 juta dan Rp 7,94 juta.
III.B.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas MB pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar Rp 26,37 miliar, Rp 26,38
miliar, Rp 26,35 miliar, Rp 26,37 miliar, dan Rp 26,55 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024, jumlah ekuitas MB mengalami penurunan
sebesar Rp 6,45 juta atau setara dengan 0,02% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh MB sebesar Rp 0,15 miliar yang
disertai dengan tambahan uang muka setoran modal masing-masing adalah
sebesar dan Rp 0,14 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas MB mengalami kenaikan
sebesar Rp 0,03 miliar atau setara dengan 0,10% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh tambahan uang muka setoran modal sebesar Rp 0,20 miliar yang disertai
dengan rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh MB sebesar Rp 0,17 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas MB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,02 miliar atau setara dengan 0,07% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh MB sebesar Rp 0,22 miliar yang
disertai dengan tambahan uang muka setoran modal sebesar Rp 0,20 miliar.
51
Page 53
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas MB mengalami penurunan
sebesar Rp 0,19 miliar atau setara dengan 0,71% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Penurunan ini seluruhnya
disebabkan oleh rugi tahun berjalan yang dibukukan oleh MB.
III.B.5. Laporan Laba Rugi Komprehensif
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22* 31/12/21* 31/12/20*
Penjualan bersih - - - - 21
Harga pokok penjualan - - - - -
Laba kotor - - - - 21
Biaya umum dan administrasi (185) (201) (258) (375) (306)
Rugi usaha (185) (201) (258) (375) (284)
Pendapatan keuangan 1 1 0 - -
Biaya keuangan (0) (1) (0) - -
Pendapatan lain-lain 173 173 173 191 239
Beban lain-lain (135) (141) (129) - -
Rugi sebelum beban pajak penghasilan (146) (169) (213) (184) (45)
Beban pajak penghasilan (4) (3) (5) (4) (11)
Rugi tahun berjalan (150) (173) (218) (188) (56)
Penghasilan komprehensif lainnya - - - - -
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (150) (173) (218) (188) (56)
*) Tidak Diaudit
III.B.6 Penjualan Bersih
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
2022, dan 2021 MB belum membukukan penjualan bersih. Penjualan bersih
MB untuk periode tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 adalah
sebesar Rp 0,02 miliar.
III.B.7. Rugi Tahun Berjalan
Rugi tahun berjalan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah
sebesar Rp 0,15 miliar, Rp 0,17 miliar, Rp 0,22 miliar, Rp 0,19 miliar, dan
Rp 0,06 miliar.
Rugi tahun berjalan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 0,02 miliar atau setara
dengan 12,79% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Rugi tahun berjalan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami penurunan sebesar Rp 0,05 miliar atau setara
dengan 20,89% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
52
Page 54
Rugi tahun berjalan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,03 miliar atau setara
dengan 15,94% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Rugi tahun berjalan MB untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 0,13 miliar atau setara
dengan 234,57% dibandingkan dengan rugi tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
III.B.8. Laporan Arus Kas
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22* 31/12/21* 31/12/20*
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 173 173 173 182 211
Penerimaan dari pendapatan bunga 1 1 0 9 28
Pembayaran kepada pemasok (135) (141) (129) (140) (126)
Pembayaran untuk kegiatan operasi lainnya (150) (167) (223) (213) (140)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (110) (134) (179) (161) (27)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penempatan deposito - - - - (850)
Pencairan deposito - - - 850 -
Pembayaran untuk kegiatan pembelian aset - - - (881) -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi - - - (31) (850)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan uang muka setoran modal 144 200 200 - 250
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 144 200 200 - 250
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS 34 66 21 (192) (627)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 134 68 47 239 866
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 168 134 68 47 239
*) Tidak Diaudit
Arus Kas untuk Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 0,11 miliar, Rp 0,13 miliar, Rp 0,18 miliar,
Rp 0,16 miliar, dan Rp 26,85 juta.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,11 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk kegiatan
operasi lainnya masing-masing sebesar Rp 0,14 miliar dan Rp 0,15 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 0,17 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,13 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk kegiatan
operasi lainnya masing-masing sebesar Rp 0,14 miliar dan Rp 0,17 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 0,17 miliar.
53
Page 55
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,18 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk kegiatan
operasi lainnya masing-masing sebesar Rp 0,13 miliar dan Rp 0,22 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 0,16 miliar terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk kegiatan
operasi lainnya masing-masing sebesar Rp 0,14 miliar dan Rp 0,21 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 0,18 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 26,85 juta terutama
berasal dari pembayaran kepada pemasok dan pembayaran untuk kegiatan
operasi lainnya masing-masing sebesar Rp 0,13 miliar dan Rp 0,14 miliar yang
disertai dengan penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 0,21 miliar.
Arus Kas untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, dan 2020 masing-masing
adalah sebesar Rp 31,13 juta dan Rp 0,85 miliar. Untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022 MB tidak memiliki
arus kas bersih yang diperoleh dari/ digunakan untuk aktivitas investasi.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 31,13 juta terutama
berasal dari pembayaran untuk kegiatan pembelian aset sebesar Rp 0,88 miliar
yang disertai dengan pencairan deposito sebesar Rp 0,85 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,85 miliar seluruhnya
berasal dari penempatan deposito.
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 0,14 miliar, Rp 0,20 miliar, Rp 0,20 miliar,
dan Rp 0,25 miliar. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
MB tidak memiliki arus kas bersih yang diperoleh dari/ digunakan untuk
aktivitas pendanaan.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 0,14 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.
54
Page 56
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 0,20 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 0,20 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan MB untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 0,25 miliar seluruhnya
berasal dari penerimaan uang muka setoran modal.
III.B.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22* 31/12/21* 31/12/20*
Rasio Likuiditas
Lancar 42,30 40,64 14,86 5.903,26 1.551,00
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset N/A N/A N/A N/A 0,00
Ekuitas terhadap jumlah aset 1,00 1,00 1,00 1,00 1,00
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor N/A N/A N/A N/A 100,00%
Marjin rugi usaha N/A N/A N/A N/A -1342,80%
Marjin rugi bersih N/A N/A N/A N/A -265,50%
Rugi usaha terhadap jumlah aset -0,70% -0,76% -0,98% -1,42% -1,07%
Imbal hasil aset -0,57% -0,65% -0,83% -0,71% -0,21%
Rugi usaha terhadap ekuitas -0,70% -0,76% -0,98% -1,42% -1,07%
Imbal hasil ekuitas -0,57% -0,65% -0,83% -0,71% -0,21%
*) Tidak Diaudit
III.B.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan MB dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi MB. Pada tanggal
31 Desember 2020 rasio perputaran jumlah aset adalah 0,00.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas MB
terhadap jumlah aset MB Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
2022, 2021, dan 2020 rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing
adalah 1,00; 1,00; 1,00; 1,00; dan 1,00.
III.B.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan MB untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
55
Page 57
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00;
0,00; dan 0,00, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing adalah 0,00; 0,00; 0,00; 0,00; dan 0,00.
III.B.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan MB dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan MB dalam menghasilkan
laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan.
56
Page 58
III.C. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Rencana Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2024:
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/24 Penyesuaian Rencana
Transaksi
\
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3.292.827 (18.015) 3.274.811
Piutang usaha - neto
Pihak-pihak berelasi 12.421 - 12.421
Pihak ketiga 245.609 - 245.609
Piutang lain-lain - neto 12.769 - 12.769
Piutang pihak-pihak berelasi non-usaha 69.460 - 69.460
Persediaan 10.741.416 - 10.741.416
Pajak dibayar di muka 752.958 - 752.958
Biaya dibayar dimuka 82.413 - 82.413
Uang muka 180.018 - 180.018
Aset keuangan lancar lainnya 14.074 - 14.074
Jumlah Aset Lancar 15.403.966 (18.015) 15.385.951
ASET TIDAK LANCAR
Piutang usaha - neto
Pihak ketiga 11.185 - 11.185
Piutang lain-lain - neto 7.111 - 7.111
Piutang pihak berelasi non-usaha 96.505 - 96.505
Tanah yang belum dikembangkan 8.817.401 3.422.149 12.239.550
Investasi pada entitas asosiasi 103.281 - 103.281
Uang muka 1.265.754 - 1.265.754
Aset tetap - neto 521.838 - 521.838
Properti investasi - neto 6.270.622 39 6.270.661
Aset pajak tangguhan 3.615 - 3.615
Aset keuangan tidak lancar lainnya 902.239 - 902.239
Aset tidak lancar lainnya 130.581 - 130.581
Jumlah Aset Tidak Lancar 18.130.134 3.422.188 21.552.322
JUMLAH ASET 33.534.100 3.404.172 36.938.273
57
Page 59
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/24 Penyesuaian Rencana
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 5.533.875 - 5.533.875
Utang usaha kepada pihak ketiga 93.362 - 93.362
Utang lain-lain 276.730 - 276.730
Beban akrual 760.568 - 760.568
Utang pajak 76.688 - 76.688
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 36.686 - 36.686
Liabilitas kontrak
Pihak-pihak berelasi 28.103 - 28.103
Pihak ketiga 4.534.624 - 4.534.624
Uang jaminan yang diterima
Pihak-pihak berelasi 152 - 152
Pihak ketiga 184.045 - 184.045
Pendapatan diterima dimuka
Pihak-pihak berelasi 7.005 - 7.005
Pihak ketiga 641.458 - 641.458
Utang bank dan lembaga pembiayaan 709.248 - 709.248
Liabilitas sewa 1.754 - 1.754
Utang obligasi - - -
Utang pihak - pihak berelasi non-usaha 587 - 587
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 12.884.885 - 12.884.885
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun - neto:
Utang bank dan lembaga pembiayaan 1.655.548 - 1.655.548
Utang obligasi 2.635.202 - 2.635.202
Liabilitas sewa 8.368 - 8.368
Utang lain-lain 45.600 - 45.600
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 155.815 - 155.815
Liabilitas kontrak
Pihak berelasi - - -
Pihak ketiga 1.978.318 - 1.978.318
Uang jaminan yang diterima
Pihak-pihak berelasi 12.032 - 12.032
Pihak ketiga 139.760 - 139.760
Pendapatan diterima dimuka
Pihak-pihak berelasi 17.166 - 17.166
Pihak ketiga 155.781 - 155.781
Liabilitas pajak tangguhan 13.099 - 13.099
Liabilitas keuangan jangka panjang lainnya - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 6.816.688 - 6.816.688
JUMLAH LIABILITAS 19.701.573 - 19.701.573
EKUITAS
Modal saham 1.650.857 - 1.650.857
Tambahan modal disetor 1.307.203 - 1.307.203
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali (1.665) - (1.665)
Saldo laba 8.091.471 2.032.398 10.123.869
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk 11.047.866 2.032.398 13.080.264
Kepentingan non-pengendali 2.784.662 1.371.774 4.156.436
JUMLAH EKUITAS 13.832.527 3.404.173 17.236.700
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 33.534.100 3.404.173 36.938.273
58
Page 60
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/24 Penyesuaian Rencana
Transaksi
Pendapatan neto 10.623.355 - 10.623.355
Beban pokok penjualan dan beban langsung 5.162.449 - 5.162.449
Laba kotor 5.460.906 - 5.460.906
Beban penjualan (509.457) - (509.457)
Beban umum dan administrasi (1.175.905) - (1.175.905)
Penghasilan operasi lain 17.337 - 17.337
Beban operasi lain (60.508) - (60.508)
Laba usaha 3.732.372 - 3.732.372
Pendapatan keuangan 181.265 - 181.265
Biaya keuangan (1.048.240) - (1.048.240)
Laba pada ekuitas entitas asosiasi 12.380 - 12.380
Bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (“BPHTB“)
terkait kombinasi bisnis (414.375) - (414.375)
Laba (rugi) sebelum manfaat (beban) pajak final dan
pajak penghasilan 2.463.403 - 2.463.403
Beban pajak final (599.364) - (599.364)
Manfaat (beban) pajak penghasilan - neto (21.820) - (21.820)
Laba bersih tahun berjalan 1.842.219 - 1.842.219
Pendapatan komprehensif lainnya (3.746) - (3.746)
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan 1.838.474 - 1.838.474
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 1.373.378 - 1.373.378
Kepentingan non-pengendali 468.841 - 468.841
III.D. Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham MB
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162
tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PM.22/2018 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh
manajemen Perseroan sebagai penilai independen sesuai dengan surat
penugasan No. KR/250430-001 tanggal 30 April 2025 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham MB. Hasil penilaian atas 100,00%
saham dan 36,14% saham MB tersebut tertuang dalam laporan penilaian
100,00% saham MB dengan No. 00081/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2025
tanggal 11 Juni 2025 dengan ringkasan sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah SPD dan
Pemegang Saham.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% dan 36,14% saham MB.
59
Page 61
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat
independen tentang nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam
mata uang Rupiah dan/atau ekuivalensinya pada tanggal
31 Desember 2024.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang
berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian
aset bersih didasarkan pada laporan keuangan MB. Kami telah melakukan
penyesuaian atas laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan
nilai pasarnya. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian
berdasarkan kinerja historis MB dan informasi manajemen MB terhadap
laporan keuangan MB tersebut. Kami juga bertanggung jawab atas laporan
penilaian MB dan kesimpulan nilai akhir.
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari
tanggal penilaian sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian. Kami tidak bertanggung
jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan
(update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan
dan informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan
dan MB atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah
benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab
untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi
tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan MB bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau
menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data
dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami
secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan
atas penilaian kami maupun segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun
pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan informasi
sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
60
Page 62
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi
sesuai data pasar akan mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena
itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan
dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang
terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini telah
dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami
tidak dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya
perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan,
diaplikasikannya hasil penilaian sebagai dasar untuk melakukan analisis
transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai
dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan MB.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak
merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu
penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas
informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MB
berdasarkan anggaran dasar MB.
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah
metode penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih,
nilai dari semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan
menjadi nilai pasarnya, kecuali untuk komponen-komponen yang telah
menunjukkan nilai pasarnya (seperti kas/bank atau utang bank). Nilai pasar
keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh dengan menghitung selisih
antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak berwujud) dan nilai
pasar liabilitas.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling
sesuai untuk diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh
pihak manajemen Perseroan dan MB. Tidak tertutup kemungkinan untuk
diaplikasikannya pendekatan dan metode penilaian lain yang dapat
memberikan hasil yang berbeda.
61
Page 63
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami
terima dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang
memengaruhi penilaian, maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek
Penilaian pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebesar Rp 52,94 miliar.
III.E. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami juga
melakukan analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain
sebagai berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan; dan
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
III.E.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:
Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan neto 8.852.061 9.324.209 10.147.071 11.119.615 12.514.054
Beban pokok penjualan dan beban langsung 3.938.839 4.139.435 4.560.059 4.758.027 5.439.974
Laba kotor 4.913.222 5.184.774 5.587.011 6.361.588 7.074.080
Beban usaha 1.799.042 1.736.486 1.827.771 2.268.859 2.655.783
Laba usaha 3.114.180 3.448.288 3.759.241 4.092.729 4.418.297
Beban lain-lain (1.075.801) (1.159.499) (1.243.197) (1.273.038) (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 2.038.378 2.288.789 2.516.044 2.819.690 3.197.407
Beban pajak final dan pajak penghasilan (362.255) (414.250) (500.929) (572.697) (674.080)
Laba tahun berjalan 1.676.123 1.874.538 2.015.115 2.246.993 2.523.326
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Pendapatan neto 14.155.778 14.840.946 16.964.436 18.864.203 21.979.702
Beban pokok penjualan dan beban langsung 6.110.637 6.235.743 7.201.335 7.940.721 9.344.604
Laba kotor 8.045.141 8.605.203 9.763.101 10.923.482 12.635.099
Beban usaha 2.840.346 3.045.994 3.266.847 3.505.921 3.769.300
Laba usaha 5.204.795 5.559.209 6.496.255 7.417.562 8.865.798
Beban lain-lain - - - - -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 5.204.795 5.559.209 6.496.255 7.417.562 8.865.798
Beban pajak final dan pajak penghasilan 14.893 37.262 37.543 37.997 45.340
Laba tahun berjalan 5.219.687 5.596.471 6.533.797 7.455.559 8.911.138
62
Page 64
Setelah Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan neto 8.852.061 9.324.209 10.324.274 11.383.902 12.762.340
Beban pokok penjualan dan beban langsung 3.938.839 4.139.435 4.632.949 4.879.825 5.493.811
Laba kotor 4.913.222 5.184.774 5.691.325 6.504.078 7.268.529
Beban usaha 1.810.241 1.799.322 1.901.082 2.353.087 2.759.284
Laba usaha 3.102.980 3.385.452 3.790.243 4.150.991 4.509.245
Beban lain-lain (1.075.801) (1.159.499) (1.243.197) (1.273.038) (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 2.027.179 2.225.953 2.547.045 2.877.953 3.288.354
Beban pajak final dan pajak penghasilan (362.255) (414.091) (486.044) (532.672) (608.969)
Laba tahun berjalan 1.664.924 1.811.862 2.061.001 2.345.280 2.679.385
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Pendapatan neto 14.743.473 16.386.996 18.499.387 20.567.224 23.844.177
Beban pokok penjualan dan beban langsung 6.346.631 7.054.119 7.963.441 8.853.584 10.264.216
Laba kotor 8.396.842 9.332.877 10.535.946 11.713.640 13.579.961
Beban usaha 2.952.434 3.159.104 3.380.242 3.616.858 3.870.039
Laba usaha 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
Beban lain-lain - - - - -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
Beban pajak final dan pajak penghasilan - - - - -
Laba tahun berjalan 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 138,76 triliun dan Rp 44,05 triliun.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 146,69 triliun
dan Rp 47,14 triliun.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan
datang.
63
Page 65
III.E.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Rencana Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
III.E.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.E.3.a. Produk yang dihasilkan
Ruang lingkup kegiatan usaha MB adalah bergerak dalam bidang real estat.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 31 Desember 2024, MB belum menjalankan kegiatan usaha secara
komersial. Namun demikian, MB telah memiliki hak kepemilikan atas Tanah.
III.E.3.b. Pasar Geografis
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini
MB belum menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Dengan demikian,
MB tidak memiliki pasar geografis.
III.E.3.c. Pesaing Usaha
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini
MB belum menjalankan kegiatan usaha secara komersial. Dengan demikian,
MB tidak memiliki pesaing usaha.
III.E.3.d. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan MB
adalah membangun sebuah kawasan perumahan yang dirancang secara
terpadu guna mendukung pengembangan di wilayah Rawa Semut, Bekasi
yang diharapkan tidak hanya menyediakan hunian yang layak, tetapi juga
menjadi bagian dari strategi pengembangan kawasan yang berkelanjutan dan
terintegrasi.
III.E.3.e. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Rencana Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Rencana Transaksi telah dilakukan melalui
proses yang sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana
Rencana Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur
Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana
atas Rencana Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis
internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan
demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh
perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
memperhatikan alternatif lain.
64
Page 66
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI
Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan AKTA, SPD dan Pemegang Saham merencanakan untuk
melakukan pembelian atas saham MB dengan jumlah keseluruhan
10.215.175 saham atau setara dengan 36,14% saham MB dari Pemegang
Saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 18,18 miliar. Selanjutnya,
berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
saham MB sebagaimana termuat dalam laporannya No. 00081/2.0162-
00/BS/03/0153/1/VI/2025 tanggal 11 Juni 2025, nilai pasar 100,00% saham
MB sebesar Rp 52,94 miliar. Dengan demikian, nilai pasar 36,14% saham
MB adalah sebesar Rp 19,13 miliar.
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 18,18 miliar adalah lebih
rendah dari nilai pasar 36,14% saham MB sebesar Rp 19,13 miliar,
sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
transaksi sebesar 4,95% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 36,14% saham MB
sebesar Rp 19,13 miliar.
2. Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00%
saham MB sebagaimana termuat dalam laporannya No. 00081/2.0162-
00/BS/03/0153/1/VI/2025 tanggal 11 Juni 2025, nilai pasar 100,00% saham
MB adalah sebesar Rp 52,94 miliar.
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham MB
adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Saham seri A:
SPD 10.215.175 22,63% 10.215.175.000
Soetjipto Nagaria 10.336.899 22,90% 10.336.899.000
Sunarni Rahardja 3.227.800 7,15% 3.227.800.000
Sukamto Rahardja 1.465.869 3,25% 1.465.869.000
Harto Djojo Nagaria 1.225.770 2,72% 1.225.770.000
Susanna Nagaria 1.113.844 2,47% 1.113.844.000
Liliawati Rahardjo 341.194 0,76% 341.194.000
Hendra Nagaria 341.194 0,76% 341.194.000
Sub-total 28.267.745 62,63% 28.267.745.000
Saham seri B:
SPD 16.863.680 37,37% 30.017.350.400
Sub-total 16.863.680 37,37% 30.017.350.400
Jumlah 45.131.425 100,00% 58.285.095.400
Dengan pertimbangan nilai pasar 100,00% saham MB adalah sebesar
Rp 52,94 miliar dan setelah Rencana Transaksi menjadi efektif kepemilikan
SPD atas MB adalah sebesar 37,37%, maka secara teoritis, Perseroan
perlu melakukan penyertaan saham pada MB sebesar Rp 31,58 miliar,
dengan perhitungan sebagai berikut:
65
Page 67
(Dalam jutaan Rupiah)
Persentase
Keterangan Nilai
Kepemilikan
Nilai pasar 100,00% saham MB 52.937 62,63%
Rencana Peningkatan Modal SMPD 31.581 37,37%
Nilai pasar 100,00% saham MB setelah Rencana
Peningkatan Modal 84.518 100,00%
Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 30,02 miliar adalah lebih
rendah dari nilai pasar 37,37% saham MB sebesar Rp 31,58 miliar,
sehingga Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai
transaksi sebesar 3,26% tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020,
persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai pasar 37,37% saham MB
sebesar Rp 31,58 miliar.
3. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:
Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan neto 8.852.061 9.324.209 10.147.071 11.119.615 12.514.054
Beban pokok penjualan dan beban langsung 3.938.839 4.139.435 4.560.059 4.758.027 5.439.974
Laba kotor 4.913.222 5.184.774 5.587.011 6.361.588 7.074.080
Beban usaha 1.799.042 1.736.486 1.827.771 2.268.859 2.655.783
Laba usaha 3.114.180 3.448.288 3.759.241 4.092.729 4.418.297
Beban lain-lain (1.075.801) (1.159.499) (1.243.197) (1.273.038) (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 2.038.378 2.288.789 2.516.044 2.819.690 3.197.407
Beban pajak final dan pajak penghasilan (362.255) (414.250) (500.929) (572.697) (674.080)
Laba tahun berjalan 1.676.123 1.874.538 2.015.115 2.246.993 2.523.326
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Pendapatan neto 14.155.778 14.840.946 16.964.436 18.864.203 21.979.702
Beban pokok penjualan dan beban langsung 6.110.637 6.235.743 7.201.335 7.940.721 9.344.604
Laba kotor 8.045.141 8.605.203 9.763.101 10.923.482 12.635.099
Beban usaha 2.840.346 3.045.994 3.266.847 3.505.921 3.769.300
Laba usaha 5.204.795 5.559.209 6.496.255 7.417.562 8.865.798
Beban lain-lain - - - - -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 5.204.795 5.559.209 6.496.255 7.417.562 8.865.798
Beban pajak final dan pajak penghasilan 14.893 37.262 37.543 37.997 45.340
Laba tahun berjalan 5.219.687 5.596.471 6.533.797 7.455.559 8.911.138
66
Page 68
Setelah Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan neto 8.852.061 9.324.209 10.324.274 11.383.902 12.762.340
Beban pokok penjualan dan beban langsung 3.938.839 4.139.435 4.632.949 4.879.825 5.493.811
Laba kotor 4.913.222 5.184.774 5.691.325 6.504.078 7.268.529
Beban usaha 1.810.241 1.799.322 1.901.082 2.353.087 2.759.284
Laba usaha 3.102.980 3.385.452 3.790.243 4.150.991 4.509.245
Beban lain-lain (1.075.801) (1.159.499) (1.243.197) (1.273.038) (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 2.027.179 2.225.953 2.547.045 2.877.953 3.288.354
Beban pajak final dan pajak penghasilan (362.255) (414.091) (486.044) (532.672) (608.969)
Laba tahun berjalan 1.664.924 1.811.862 2.061.001 2.345.280 2.679.385
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Pendapatan neto 14.743.473 16.386.996 18.499.387 20.567.224 23.844.177
Beban pokok penjualan dan beban langsung 6.346.631 7.054.119 7.963.441 8.853.584 10.264.216
Laba kotor 8.396.842 9.332.877 10.535.946 11.713.640 13.579.961
Beban usaha 2.952.434 3.159.104 3.380.242 3.616.858 3.870.039
Laba usaha 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
Beban lain-lain - - - - -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
Beban pajak final dan pajak penghasilan - - - - -
Laba tahun berjalan 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dan laba
tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp 138,76 triliun dan Rp 44,05 triliun.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan dan laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 146,69 triliun dan Rp 47,14 triliun.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034, sehingga
diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa
yang akan datang.
67
Page 69
4. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun konsolidasian
Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 masing-masing
adalah sebesar Rp 19,10 triliun dan Rp 20,19 triliun. Dengan demikian,
jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan
setelah Rencana Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari
proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan sebelum Rencana
Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
diskonto sebesar 14,71%, yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan,
yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan
menggunakan formula sebagai berikut:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau
biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas
risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk
jangka panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu
obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan
jangka waktu 10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 7,07%, yang
diperoleh dari Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut
akan digunakan sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity
market risk premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara
(country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk
menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar
negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat
premi risiko sebesar 6,87%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
(New York University Business School) tahun 2024 yang diterbitkan pada
bulan Januari tahun 2025.
68
Page 70
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas.
Beta akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity
risk premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2024 sebesar 1,39.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,89% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 7,07% + ( 1,39 x 6,87% ) – 1,89%
= 14,71%
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034
adalah sebagai berikut:
Sebelum Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba tahun berjalan 1.676.123 1.874.538 2.015.115 2.246.993 2.523.326
Faktor diskonto 0,9337 0,8140 0,7096 0,6186 0,5393
Nilai kini 1.564.996 1.525.874 1.429.926 1.389.990 1.360.830
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Laba tahun berjalan 5.219.687 5.596.471 6.533.797 7.455.559 8.911.138
Faktor diskonto 0,4702 0,4099 0,3573 0,3115 0,2716
Nilai kini 2.454.297 2.293.994 2.334.526 2.322.407 2.420.265
Jumlah nilai kini 19.097.104
Setelah Rencana Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba tahun berjalan 1.664.924 1.811.862 2.061.001 2.345.280 2.679.385
Faktor diskonto 0,9337 0,8140 0,7096 0,6186 0,5393
Nilai kini 1.554.540 1.474.855 1.462.487 1.450.790 1.444.992
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Laba tahun berjalan 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
Faktor diskonto 0,4702 0,4099 0,3573 0,3115 0,2716
Nilai kini 2.559.961 2.530.629 2.556.733 2.522.147 2.637.215
Jumlah nilai kini 20.194.350
69
Page 71
5. Sebagai bagian dari komitmen Perseroan dalam merealisasikan visinya
untuk membangun komunitas dengan ekosistem kehidupan yang
berkelanjutan dan harmonis, Perseroan terus mendorong pengembangan
proyek secara terarah dan berkesinambungan. Komitmen ini diwujudkan
melalui pengembangan kota terpadu (township) yang mencakup hunian
residensial yang selaras dengan area komersial dilengkapi dengan fasilitas
yang fungsional untuk menciptakan lingkungan modern yang nyaman yang
mendukung aktivitas harian dari para penghuni. Menanggapi hal tersebut,
Perseroan melalui SPD memandang perlu melakukan Rencana Transaksi
sebagai upaya untuk mendukung visi jangka panjang Perseroan, mengingat
kawasan tersebut didukung oleh infrastruktur dan ekosistem pendukung
yang telah tersedia secara memadai dan terus berkembang, mencakup
akses jalan tol, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pusat-pusat
kegiatan komersial.
6. Sebagai bagian dari kelompok konglomerasi yang memiliki lini bisnis inti
properti, Perseroan melihat peluang yang signifikan bagi SPD dengan
melakukan Rencana Transaksi di mana Perseroan melalui SPD dapat
memanfaatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh MB di mana MB
telah memiliki Tanah yang sudah siap untuk dikembangkan serta SPD yang
telah memiliki kapabilitas maupun pengalaman yang luas dalam mengelola
serta mengembangkan proyek properti secara berkelanjutan. Dengan
adanya sinergi melalui Rencana Transaksi Perseroan berharap dapat
berkolaborasi dalam perencanaan strategis, pengawasan manajerial, hal
operasional, dan pengelolaan proyek sehingga berpotensi mempercepat
realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas produk dan jasa yang
dihasilkan.
7. Rencana Transaksi sejalan dengan strategi bisnis Perseroan melalui SPD
untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang dengan melakukan
ekspansi bisnis pada lokasi proyek yang diyakini mampu memberikan
prospek penetrasi pasar yang lebih baik dan meningkatkan pertumbuhan
organik yang bertujuan untuk memperluas cakupan pengembangan
operasional serta memperkuat posisi Perseroan pada sektor properti.
Dengan melakukan Rencana Transaksi, maka Perseroan menjalankan
mitigasi risiko atas ketersediaan lahan yang selalu menjadi tantangan bagi
perusahaan dalam sektor properti sehingga Perseroan memiliki
kemampuan untuk memperoleh persediaan lahan baru dengan jumlah luas
yang cukup besar untuk dilakukan pengembangan pada masa yang akan
datang.
70
Page 72
8. Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan melalui entitas
anak, yaitu SPD, akan memperoleh manfaat ekonomis yang signifikan
salah satunya melalui pengembangan Tanah. Pengembangan tersebut
diharapkan dapat menghasilkan pendapatan dari hasil penjualan unit-unit
properti, baik berupa rumah tinggal, unit komersial, maupun bentuk
bangunan lainnya yang dibangun dan dipasarkan sebagai sumber
pendapatan utama dan recurring income atas fasilitas penunjang yang
dibangun dalam kawasan tersebut yang dapat dioperasikan secara
berkelanjutan termasuk dengan pengembangan kawasan sejenis yang
telah direalisasikan sebelumnya oleh grup Perseroan.
9. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat
menciptakan nilai tambah, baik dari sisi portofolio bisnis maupun
pencapaian kinerja keuangan entitas anak, sehingga dapat memberikan
kontribusi positif terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada
masa mendatang.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.
71
Page 73
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk
kepentingan lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang
saham untuk menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan
dengan Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang
saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang
mendasari Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
72
Page 74
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
73
Page 75
Lampiran B
PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan neto 8.852.061 9.324.209 10.147.071 11.119.615 12.514.054
Beban pokok penjualan dan beban langsung 3.938.839 4.139.435 4.560.059 4.758.027 5.439.974
Laba kotor 4.913.222 5.184.774 5.587.011 6.361.588 7.074.080
Beban usaha 1.799.042 1.736.486 1.827.771 2.268.859 2.655.783
Laba usaha 3.114.180 3.448.288 3.759.241 4.092.729 4.418.297
Beban lain-lain (1.075.801) (1.159.499) (1.243.197) (1.273.038) (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 2.038.378 2.288.789 2.516.044 2.819.690 3.197.407
Beban pajak final dan pajak penghasilan (362.255) (414.250) (500.929) (572.697) (674.080)
Laba tahun berjalan 1.676.123 1.874.538 2.015.115 2.246.993 2.523.326
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Pendapatan neto 14.155.778 14.840.946 16.964.436 18.864.203 21.979.702
Beban pokok penjualan dan beban langsung 6.110.637 6.235.743 7.201.335 7.940.721 9.344.604
Laba kotor 8.045.141 8.605.203 9.763.101 10.923.482 12.635.099
Beban usaha 2.840.346 3.045.994 3.266.847 3.505.921 3.769.300
Laba usaha 5.204.795 5.559.209 6.496.255 7.417.562 8.865.798
Beban lain-lain - - - - -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 5.204.795 5.559.209 6.496.255 7.417.562 8.865.798
Beban pajak final dan pajak penghasilan 14.893 37.262 37.543 37.997 45.340
Laba tahun berjalan 5.219.687 5.596.471 6.533.797 7.455.559 8.911.138
PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan neto 8.852.061 9.324.209 10.324.274 11.383.902 12.762.340
Beban pokok penjualan dan beban langsung 3.938.839 4.139.435 4.632.949 4.879.825 5.493.811
Laba kotor 4.913.222 5.184.774 5.691.325 6.504.078 7.268.529
Beban usaha 1.810.241 1.799.322 1.901.082 2.353.087 2.759.284
Laba usaha 3.102.980 3.385.452 3.790.243 4.150.991 4.509.245
Beban lain-lain (1.075.801) (1.159.499) (1.243.197) (1.273.038) (1.220.890)
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 2.027.179 2.225.953 2.547.045 2.877.953 3.288.354
Beban pajak final dan pajak penghasilan (362.255) (414.091) (486.044) (532.672) (608.969)
Laba tahun berjalan 1.664.924 1.811.862 2.061.001 2.345.280 2.679.385
74
Page 76
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Pendapatan neto 14.743.473 16.386.996 18.499.387 20.567.224 23.844.177
Beban pokok penjualan dan beban langsung 6.346.631 7.054.119 7.963.441 8.853.584 10.264.216
Laba kotor 8.396.842 9.332.877 10.535.946 11.713.640 13.579.961
Beban usaha 2.952.434 3.159.104 3.380.242 3.616.858 3.870.039
Laba usaha 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
Beban lain-lain - - - - -
Laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
Beban pajak final dan pajak penghasilan - - - - -
Laba tahun berjalan 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
75
Page 77
Lampiran C
PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba tahun berjalan 1.676.123 1.874.538 2.015.115 2.246.993 2.523.326
Faktor diskonto 0,9337 0,8140 0,7096 0,6186 0,5393
Nilai kini 1.564.996 1.525.874 1.429.926 1.389.990 1.360.830
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Laba tahun berjalan 5.219.687 5.596.471 6.533.797 7.455.559 8.911.138
Faktor diskonto 0,4702 0,4099 0,3573 0,3115 0,2716
Nilai kini 2.454.297 2.293.994 2.334.526 2.322.407 2.420.265
Jumlah nilai kini 19.097.104
PT Summarecon Agung Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2034
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba tahun berjalan 1.664.924 1.811.862 2.061.001 2.345.280 2.679.385
Faktor diskonto 0,9337 0,8140 0,7096 0,6186 0,5393
Nilai kini 1.554.540 1.474.855 1.462.487 1.450.790 1.444.992
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/30 31/12/31 31/12/32 31/12/33 31/12/34
Laba tahun berjalan 5.444.408 6.173.772 7.155.704 8.096.782 9.709.923
Faktor diskonto 0,4702 0,4099 0,3573 0,3115 0,2716
Nilai kini 2.559.961 2.530.629 2.556.733 2.522.147 2.637.215
Jumlah nilai kini 20.194.350
76
Page 78
Lampiran D
Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Rencana Transaksi
Perjanjian Kerja Sama
Pada tanggal 13 Juni 2025, SPD dan Pemegang Saham telah menandatangani PPS
sehubungan dengan Rencana Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PPS
adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang Saham.
• Tanggal Efektif dan Jangka Waktu
Tanggal efektif dan jangka waktu berdasarkan PPS adalah mulai berlaku sejak tanggal
ditandatanganinya PPS ini dan akan terus berlaku sampai:
- PPS ini diakhiri sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam PPS ini.
- MB dibubarkan atau tidak lagi ada sebagai entitas perusahaan yang terpisah.
- SPD tidak lagi menjadi pemegang saham; atau
- SPD dan Pemegang Saham sepakat untuk mengakhiri PPS ini.
• Kerja Sama Usaha
Kerja saham usaha berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang Saham sepakat
bahwa usaha dilakukan dengan bentuk perseroan terbatas, yang saat ini bernama MB,
kecuali di kemudian hari disetujui diubah berdasarkan kesepakatan SPD dan Pemegang
Saham. Kantor pusat MB berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Timur, DKI Jakarta,
Indonesia.
77
Page 79
• Persyaratan Kerja Sama
Persyaratan kerja sama berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang Saham sepakat
untuk melakukan dan memastikan dipenuhinya hal-hal berikut segera setelah tanggal
efektif:
- Terjadinya jual beli saham diantara SPD dan Pemegang Saham dengan rincian
sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Keterangan Jumlah Saham Nilai Transaksi
Kepemilikan
SN 5.849.883 20,69% 10.412.791.740
SR 1.825.256 6,46% 3.248.955.680
SKR 828.061 2,93% 1.473.948.580
HDN 693.127 2,45% 1.233.766.060
SSN 630.184 2,23% 1.121.727.520
LR 194.332 0,69% 345.910.960
HN 194.332 0,69% 345.910.960
Jumlah 10.215.175 36,14% 18.183.011.500
Selain melakukan pembelian saham dari Pemegang Saham, SPD wajib melakukan
penyetoran modal sebesar Rp 30,02 miliar, terdiri dari 16.863.680 saham seri B,
dalam bentuk uang tunai, sesuai dengan proporsi yang disetujui, sebagaimana
ditetapkan di bawah ini:
Presentase Hak Suara (Berdasarkan
Pemegang Saham
Saham Seri A dan B
Jumlah dari Pemegang Saham 40,00%
SPD 60,00%
- Peningkatan modal dasar dan perubahan seri saham MB sehingga terdiri dari saham
Seri A dan Seri B, dan peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor MB oleh
SPD dengan rincian sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Keterangan Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
Modal dasar saham seri A 28.267.745 28.267.745.000
Modal dasar saham seri B 20.000.000 35.600.000.000
Saham seri A:
SPD 10.215.175 22,63% 10.215.175.000
SN 10.336.899 22,90% 10.336.899.000
SR 3.227.800 7,15% 3.227.800.000
SKR 1.465.869 3,25% 1.465.869.000
HDN 1.225.770 2,72% 1.225.770.000
SSN 1.113.844 2,47% 1.113.844.000
LR 341.194 0,76% 341.194.000
HN 341.194 0,76% 341.194.000
Sub-total 28.267.745 62,63% 28.267.745.000
Saham seri B:
SPD 16.863.680 37,37% 30.017.350.400
Sub-total 16.863.680 37,37% 30.017.350.400
Jumlah 45.131.425 100,00% 58.285.095.400
78
Page 80
Penyetoran modal oleh SPD wajib dilakukan dengan cara pemindahan dana ke
rekening bank MB pada tanggal yang akan disepakati di antara SPD dan Pemegang
Saham, namun tidak lewat dari sepuluh 10 hari kerja setelah terjadinya peningkatan
modal dasar dan perubahan seri saham MB.
- Termasuk diantaranya penandatanganan perjanjian-perjanjian atau akta-akta Notaris
yang diperlukan, serta semua langkah atau tindakan yang diperlukan untuk
memastikan perubahan tersebut sesuai dengan persyaratan dalam PPS ini.
- Diperoleh persetujuan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia atau otoritas
terkait mengenail hal-hal uang disebutkan dalam butir di atas.
• Pelaksanaan Kerja Sama
Pelaksanaan kerja sama berdasarkan PPS adalah SPD dan Pemegang Saham sepakat
bahwa kerjasama berdasarkan PPS didasarkan pada kondisi bahwa MB telah memiliki
Tanah dengan rincian sebagai berikut:
Dokumen Kepemilikan/
Lokasi Tanah Luas (m2)
Penguasaan
Margahayu, Bekasi SHM 28.789,00
SHGB 4.736,00
Jumlah 33.525,00
• Hukum yang Berlaku
PPS ini diatur dan ditafsirkan sesuai dengan hukum Negara Republik Indonesia.
AKTA
Berdasarkan AKTA, SPD dan Pemegang Saham telah melakukan Transaksi Pembelian.
Pokok-pokok kesepakatan penting dalam AKTA adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan AKTA adalah SPD dan Pemegang Saham.
79
Page 81
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek dan nilai transaksi berdasarkan AKTA adalah transaksi di mana SPD telah
menerima pemindahtanganan, pengalihan, dan penyerahan dari Pemegang Saham
dengan jumlah keseluruhan 510.215.175 saham yang dimiliki oleh Pemegang Saham
yang ada di dalam MB dengan harga pembelian saham dilangsungkan dan diterima
dengan harga keseluruhan sebesar Rp 18,18 miliar dengan rincian sebagai berikut:
Jumlah
Keterangan No. Akta % Saham Nilai Transaksi
Saham
SN Akta No. 6 5.849.883 20,69% 10.412.791.740
SR Akta No. 7 1.825.256 6,46% 3.248.955.680
SKR Akta No. 8 828.061 2,93% 1.473.948.580
HDN Akta No. 9 693.127 2,45% 1.233.766.060
SSN Akta No. 10 630.184 2,23% 1.121.727.520
LR Akta No. 11 194.332 0,69% 345.910.960
HN Akta No. 12 194.332 0,69% 345.910.960
Jumlah 10.215.175 36,14% 18.183.011.500
Jumlah uang mana telah dibayar lunas seluruhnya oleh SPD kepada Pemegang Saham
sebelum AKTA ini ditandatangani dan karenanya AKTA ini berlaku pula sebagai tanda
terima atau kuitansinya yang sah.
80
Page 82
Lampiran E
Analisis atas Laporan Penilaian 100,00% Saham MB
KR, KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal
15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di OJK
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-
01/PM.22/2018 (penilai bisnis), telah ditunjuk oleh manajemen Perseroan sebagai penilai
independen sesuai dengan surat penugasan No. KR/250430-001 tanggal 30 April 2025
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas nilai pasar 100,00% saham MB. Hasil penilaian atas 100,00% saham dan
36,14% saham MB tersebut tertuang dalam laporan penilaian 100,00% saham MB dengan
No. 00081/2.0162-00/BS/03/0153/1/VI/2025 tanggal 11 Juni 2025 dengan ringkasan
sebagai berikut:
1. Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah SPD dan Pemegang
Saham.
2. Objek Penilaian
Objek Penilaian adalah nilai pasar 100,00% dan 36,14% saham MB.
3. Tujuan Penilaian
Tujuan penilaian adalah untuk memperoleh pendapat yang bersifat independen tentang
nilai pasar dari Objek Penilaian yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan/atau
ekuivalensinya pada tanggal 31 Desember 2024.
4. Asumsi-asumsi dan Kondisi Pembatas
Penilaian ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis
dan keuangan serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan laporan penilaian ini.
Penilaian Objek Penilaian yang dilakukan dengan metode penyesuaian aset bersih
didasarkan pada laporan keuangan MB. Kami telah melakukan penyesuaian atas
laporan keuangan tersebut agar dapat mencerminkan nilai pasarnya. Kami bertanggung
jawab atas pelaksanaan penilaian berdasarkan kinerja historis MB dan informasi
manajemen MB terhadap laporan keuangan MB tersebut. Kami juga bertanggung jawab
atas laporan penilaian MB dan kesimpulan nilai akhir.
81
Page 83
Dalam penugasan penilaian ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penilaian sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan penilaian tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penilaian.
Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan MB atau yang tersedia secara
umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami
tidak bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-
informasi tersebut. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
dan MB bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-
informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Analisis penilaian Objek Penilaian dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut
dapat memengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung
jawab atas perubahan kesimpulan atas penilaian kami maupun segala kehilangan,
kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan/atau dapat
disalahartikan.
Karena hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan
mengubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan
terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari laporan penilaian ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak
dapat menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan
yang disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil penilaian
sebagai dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam
data yang dijadikan sebagai dasar penilaian. Laporan penilaian Objek Penilaian bersifat
non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional
Perseroan dan MB.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan penilaian Objek Penilaian tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum MB
berdasarkan anggaran dasar MB.
82
Page 84
5. Metode Penilaian yang Digunakan
Metode penilaian yang digunakan dalam penilaian Objek Penilaian adalah metode
penyesuaian aset bersih (adjusted net asset method).
Dalam melaksanakan penilaian dengan metode penyesuaian aset bersih, nilai dari
semua komponen aset dan liabilitas/utang harus disesuaikan menjadi nilai pasarnya,
kecuali untuk komponen-komponen yang telah menunjukkan nilai pasarnya (seperti
kas/bank atau utang bank). Nilai pasar keseluruhan perusahaan kemudian diperoleh
dengan menghitung selisih antara nilai pasar seluruh aset (berwujud maupun tak
berwujud) dan nilai pasar liabilitas.
Pendekatan dan metode penilaian di atas adalah yang kami anggap paling sesuai untuk
diaplikasikan dalam penugasan ini dan telah disepakati oleh pihak manajemen
Perseroan dan MB. Tidak tertutup kemungkinan untuk diaplikasikannya pendekatan dan
metode penilaian lain yang dapat memberikan hasil yang berbeda.
6. Kesimpulan Penilaian
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang memengaruhi penilaian,
maka menurut pendapat kami, nilai pasar Objek Penilaian pada tanggal
31 Desember 2024 adalah sebesar Rp 52,94 miliar.
83
Names mentioned 36 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Summarecon Property Development
p.2
unresolved
person
Lalitaiswari Janaputri
p.2
unresolved
org
PT Multitotal Bumipersada
p.2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×3
unresolved
org
PSS
p.8 ×6
unresolved
org
Johannes Juara & Rekan
p.9
unresolved
org
Johannes Juara
p.9
unresolved
org
JJR
p.9 ×3
unresolved
person
Dewi Himijati Tandika
· Notaris
p.10 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.13 ×4
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.14 ×4
unresolved
person
Akta Notaris Fathiah Helmi
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.14
unresolved
org
PT Summarecon Property Development Dalam Rencana Transaksi
p.17
unresolved
org
PT Bahagia Makmursejati
p.19
unresolved
org
PT Multitotal Bumipersada Dalam Rencana Transaksi
p.22
unresolved
person
Richardus Nangkih Sinulingga
· Notaris
p.22 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.25 ×2
unresolved
org
PT Multitotal Bumipersada II.
p.29
unresolved
—
Pembat
· Penilai
p.61 ×2
unresolved
org
KJPP KR
p.66 ×2
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.73 ×2
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.73
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.73
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.364
10617 ms
12 Sep 2026 22:58
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
'adalah sebagai'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
'sebagai',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}