Skip to content
Back to announcement

20250617_APII_Perubahan dan//atau Tambahan Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_31895941_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review APII

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 27

Page 1
     RINGKASAN LAPORAN REVISI
      0601/2.0171-00/BS-FS/VI/2025


      STUDI KELAYAKAN ATAS
RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA



           DISUSUN UNTUK
    PT ARITA PRIMA INDONESIA TBK
               (“APII”)
Page 2
No. Laporan : 0601/2.0171-00/BS-FS/VI/2025
Jakarta, 16 Juni 2025

Kepada Yth.
PT Arita Prima Indonesia Tbk
Jl. Komplek Rukan Sunter Permai Blok C No. 5-9
Jl. Danau Sunter Utara Raya, Tanjung Priok,
Jakarta Utara, 14350

Up : Direktur Utama

Perihal : Revisi Ringkasan Laporan Studi Kelayakan terhadap Rencana Penambahan Klasifikasi
          Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang baru untuk PT Arita Prima Indonesia Tbk


Dengan hormat,

Berdasarkan persetujuan surat penawaran studi kelayakan rencana penambahan kegiatan usaha PT
Arita Prima Indonesia Tbk Nomor 0501/FS.B/KJPP-TOPAZ/V/2025 tanggal 21 Mei 2025, kami telah
melakukan pekerjaan studi kelayakan terhadap rencana penambahan kegiatan usaha PT Arita Prima
Indonesia Tbk yang bergerak di bidang jasa perdagangan besar berbagai macam.

Kami telah menerbitkan laporan dengan No. 0502/2.0171-00/BS-FS/V/2025 tanggal 28 Mei 2025 dan
mengacu atas tanggapan OJK No. S-312/PM.023/2025 tanggal 12 Juni 2025 terkait Perubahan dan/
atau Tambahan Informasi atas Rencana Perubahan Kegiatan Usaha PT Arita Prima Indonesia Tbk kami
telah menerbitkan kembali laporan dengan No. 0601/2.0171-00/BS-FS/VI/2025 tanggal 16 Juni 2025.

Revisi Laporan ini kami laksanakan dengan mengacu kepada Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, SEOJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII tahun 2018.

Berdasarkan lingkup pekerjannya, hasil laporan ini disampaikan dalam urutan bab sebagai berikut:

    1)   Pendahuluan
    2)   Analisa Kelayakan Pasar
    3)   Analisa Kelayakan Teknis
    4)   Analisa Pola Bisnis
    5)   Analisa Kelayakan Model Manajemen
    6)   Analisa Kelayakan Keuangan

Kami menegaskan bahwa penugasan pekerjaan ini bersifat independen, dalam arti, kami tidak memiliki
kepentingan apa pun, baik sekarang maupun di kemudian hari, atas hasil pekerjaan ini. Kami
mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang diberikan
kepada kami. Semoga laporan ini dapat digunakan sebagaimana mestinya.


                                                 2
Page 3
Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan
atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun,
pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan.

laporan studi ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel
perusahaan (corporate seal) dari KJPP Tobing Panuturi dan Rekan (“TOPAZ”).

Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat
asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana
penambahan KBLI yang akan dilaksanakan oleh APII LAYAK DIREALISASIKAN.

Hormat kami,
KJPP TOBING PANUTURI DAN REKAN




Prasetyo Djoko Sasongko, MBA., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
Rekan
Klasifikasi Izin              : Penilai Bisnis (B)
Anggota Penilai MAPPI         : No. 07-S-02115
Register Kemenkeu             : RMK-2017.00354
Izin Penilai Kemenkeu         : No. B-1.14.00395
Penilai terdaftar Pasar Modal : No. STTD.PB-24/PJ-1/PM.02/2023
Penilai terdaftar IKNB        : No. 094/NB.122/STTD-P/2017




                                               3
Page 4
                                     PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan di bawah ini
menerangkan bahwa :
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen tanpa
    adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perusahaan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
    perusahaan tersebut.
2. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini.
    Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
    merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
    oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis Studi Kelayakan ini dan kami hanya menerima
    imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran 0501/FS.B/KJPP-TOPAZ/V/2025 tanggal
    21 Mei 2025, yang sudah ditantangani oleh manajemen perusahaan tanggal 23 Mei 2025. Adapun
    biaya jasa penugasan tersebut telah memperhatikan sebagaimana ketentuan yang diatur oleh
    Asosiasi Profesi Penilai.
3. Penilai bertanggung jawab atas kesimpulan yang diberikan dalam rangka penugasan ini,
    sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
4. Laporan studi kelayakan ini dilaksanakan per tanggal penilaian 31 Desember 2024, parameter dan
    data keuangan yang digunakan dalam analisis didasarkan pada data per tanggal 31 Desember
    2024.
5. Penugasan Studi Kelayakan telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Studi Kelayakan
    pada tanggal penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan tujuan studi kelayakan
    sebagaimana diungkapkan dalam laporan ini.
6. Studi kelayakan ini disusun sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam POJK Nomor
    35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
    di Pasar Modal, POJK Nomor 17/POJK.4/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan
    Usaha, Surat Edaran OJK Nomor 17/SEOJK.04/2020 tanggal 9 Agustus 2020 tentang pedoman
    penilaian dan penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indoneisa
    (SPI) Edisi VII tahun 2018.
7. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai kesimpulan pada Laporan Studi
    Kelayakan ini.
8. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada ruang lingkup dan data-data yang dianalisis serta data
    ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Studi Kelayakan pada sumber data dan
    informasi diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat dipertanggungjawabkan.
9. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
    analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan Studi Kelayakan ini.
10. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi, tingkat kedalaman investigasi, dan kondisi pembatas.
11. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di dalam
    Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik.
12. Dalam melakukan penugasan ini, penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional dalam
    menyiapkan Laporan Studi Kelayakan ini.
13. Penilai melakukan inspeksi/ wawancara tehadap objek Studi Kelayakan yang dinilai.
14. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan bantuan
    profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan.




                                                   4
Page 5
Jakarta, 16 Juni 2025


Prasetyo Djoko Sasonhko,M.B.A.,M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)    Penilai Publik
No. Izin Penilai : B.1-14.00384
No. MAPPI        : 10-S-02664
No. RMK          : RMK-2017.00343
No. STTD OJK : STTD.PB-24/PJ-1/PM.02/2023

                                                         ………………………..
                                                            Penyelia
Panuturi L Tobing,S.P.,S.H.,M.Ec.Dev.,MAPPI
(Cert).,CSA.,CACP.,CRP.,C.Med.,CFIA
No. MAPPI      : 06-S-01967
No. RMK        : RMK-2017.00377

                                                         ………………………..


                                                             Penilai
Mery Ganis S,S.E.
No. MAPPI     : 17-T-07610
No. RMK       : RMK-2018.02577


                                                         ………………………..




                                              5
Page 6
Latar Belakang

PT Arita Prima Indonesia Tbk (“APII”/ “Perusahaan”) telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Tobing
Panuturi dan Rekan (“TOPAZ”), sebagai Penilai Independen berdasarkan surat izin usaha dari menteri
keuangan No. 387/KM.1.2020 untuk memberikan pendapat atas kelayakan rencana penambahan
kegiatan usaha sesuai dengan surat penawaran Nomor 0501/FS.B/KJPP-TOPAZ/V/2025 tanggal 21 Mei
2025, yang sudah ditandatangani oleh manajemen perusahaan tanggal 23 Mei 2025 berupa
penambahan bidang usaha sesuai dengan KBLI sebagai Berikut :

   1.   KBLI 74902 – Aktivitas Konsultasi Bisnis dan Broker
   2.   KBLI 52101 – Pergudangan dan Penyimpanan
   3.   KBLI 52109 – Pergudangan dan Penyimpanan Lainnya
   4.   KBLI 68120 – Real Estat Yange
   5.   KBLI 68130 – Kawasan Industri
   6.   KBLI 68111 - Real Estat YangYang Dimiliki Sendiri Atau Disewa
   7.   KBLI 70209 - Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
   8.   KBLI 52103 - Aktivitas Bounded Warehousing atau Wilayah Kawasan Berikat
   9.   KBLI 38220 - Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya

Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh APII, ditinjau dari berbagai aspek yang meliputi
aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek
keuangan. Selain itu, Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan usaha utama mengacu pada
kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.

Status Penilai

Penilai adalah Rekan dari Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi Dan Rekan Dengan Kualifikasi
Sebagai Berikut :

Nama Penilai                   : Prasetyo Djoko Sasongko, M.B.A.,M.Ec.MAPPI (Cert)
Ijin Penilai Publik            : B.1-14.00395
STTD Penunjang Pasar Modal     : STTD.PB-24/PJ-1/PM.02/2023
MAPPI                          : 07-S-02115
Klasifikasi Izin               : Penilai Bisnis (B)

KJPP Tobing Panuturi dan Rekan (TOPAZ”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan penugasan ini.

Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi Kelayakan, ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Kelayakan. TOPAZ juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan Studi
Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan
jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.


                                                 6
Page 7
Identitas Pemberi Tugas

Pemberi tugas sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah :

 Nama Perusahaan                     :   PT Arita Prima Indonesia Tbk
 Jenis Usaha                         :   Jasa perdagangan besar berbagai macam
 Alamat                              :   PT Arita Prima Indonesia Tbk
                                         Jl. Komplek Rukan Sunter Permai Blok C No.
                                         5-9
                                         Jl. Danau Sunter Utara Raya, Tanjung Priok,
                                         Jakarta Utara, 14350
 Nomor telepon                       :   +62 21 651 9188
 Web                                 :   @ptaritaprimaindonesiatbk

Identitas Pengguna Laporan

Pengguna laporan sebagaimana dimaksud dalam laporan ini adalah :

 Nama Perusahaan                     :   PT Arita Prima Indonesia Tbk
 Jenis Usaha                         :   Jasa perdagangan besar berbagai macam
 Alamat                              :   PT Arita Prima Indonesia Tbk
                                         Jl. Komplek Rukan Sunter Permai Blok C No.
                                         5-9
                                         Jl. Danau Sunter Utara Raya, Tanjung Priok,
                                         Jakarta Utara, 14350
 Nomor telepon                       :   +62 21 651 9188
 Email                               :   @ptaritaprimaindonesiatbk

Nomor dan Tanggal Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

TOPAZ telah menyusun Revisi Laporan Studi Kelayakan Penambahan KBLI dengan :
Nomor Laporan        : 0601/2.0171-00/BS-FS/VI/2025.0171-00/BS-FS/I/2025
Tanggal              : 16 Juni 2025

Objek Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

Bahwa Objek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas adalah Jasa
Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan bidang usaha sebagai
berikut :

   1.   KBLI 74902 – Aktivitas Konsultasi Bisnis dan Broker
   2.   KBLI 52101 – Pergudangan dan Penyimpanan
   3.   KBLI 52109 – Pergudangan dan Penyimpanan Lainnya
   4.   KBLI 68120 – Real Estat Yange
   5.   KBLI 68130 – Kawasan Industri
   6.   KBLI 68111 - Real Estat YangYang Dimiliki Sendiri Atau Disewa
   7.   KBLI 70209 - Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
   8.   KBLI 52103 - Aktivitas Bounded Warehousing atau Wilayah Kawasan Berikat
   9.   KBLI 38220 - Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya


                                                7
Page 8
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan Penambahan KBLI Baru

Studi kelayakan ini disusun untuk memberikan pertimbangan atas rencana penambahan kegiatan usaha
Perusahaan yang tercermin dalam penambahan beberapa Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
(KBLI), sebagai berikut:

1.   KBLI 74902 – Aktivitas Konsultasi Bisnis dan Broker
2.   KBLI 52101 – Pergudangan dan Penyimpanan
3.   KBLI 52109 – Pergudangan dan Penyimpanan Lainnya
4.   KBLI 68120 – Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa
5.   KBLI 68130 – Kawasan Industri
6.   KBLI 68111 – Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa
7.   KBLI 70209 – Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
8.   KBLI 52103 – Aktivitas Bounded Warehousing atau Wilayah Kawasan Berikat
9.   KBLI 38220 – Treatment dan Pembuangan Limbah Bahan Berbahaya

Penambahan KBLI tersebut didasari oleh strategi bisnis jangka panjang Perusahaan untuk
mengembangkan kegiatan usaha, antara lain dengan:

1. Melakukan produksi mandiri (produksi dalam negeri) terhadap produk yang selama ini diimpor,
   sehingga memerlukan pembangunan fasilitas produksi (kawasan industri), pengelolaan limbah
   secara bertanggung jawab, serta fasilitas pendukung lainnya.
2. Mengoptimalkan pemanfaatan aset yang telah dimiliki, termasuk lahan dan gudang yang saat ini
   tersedia, dengan rencana untuk membangun dan menyewakan sebagian kepada pihak ketiga yang
   memiliki kebutuhan fasilitas industri atau penyimpanan.
3. Meningkatkan efisiensi rantai pasok dan logistik dengan mengelola gudang sendiri, termasuk dalam
   bentuk kawasan berikat.
4. Mengembangkan sumber pendapatan baru yang tetap relevan dengan kapasitas dan aset yang
   dimiliki perusahaan, tanpa mengabaikan kegiatan usaha utama.

Dengan penambahan kegiatan usaha ini, Perusahaan berharap dapat meningkatkan utilitas aset yang
belum optimal, memperluas portofolio usaha, serta memberikan nilai tambah bagi Perusahaan dan para
pemegang saham secara berkelanjutan.Rencana ini tidak untuk bentuk rencana transaksi lainnya, serta
tidak dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli, perbankan, dan tujuan lainnya. Laporan studi
kelayakan ini akan disampaikan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penambahan KBLI ini bukan merupakan bagian dari rencana transaksi khusus lainnya, dan tidak
dimaksudkan untuk kepentingan perpajakan, jual beli, atau pembiayaan perbankan, melainkan sebagai
bagian dari ekspansi usaha berbasis potensi riil dan aset yang telah ada.

Studi kelayakan ini mengacu kepada kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik
Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330
Edisi Revisi Tahun 2020.

Tujuan laporan ini adalah melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI untuk keperluan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


                                                  8
Page 9
Tanggal Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan

Tanggal pisah batas (cut off date) penilaian adalah per 31 Desember 2024, dimana batas tersebut
diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Berdasarkan Pasal 6 ayat 2 (dua)
POJK No. 17/POJK.04/2020 bahwa masa berlaku di Studi Kelayakan, yaitu selama 6 (enam) bulan sejak
tanggal penilaian dalam Studi Kelayakan. Sehingga masa berlaku laporan berakhir pada akhir 30 Juni
2025.

Jenis Mata Uang yang Digunakan

Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.

Metodologi Penyusunan

Penyusunan studi kelayakan ini dilakukan melalui 3 pendekatan. Setiap pendekatan dihubungkan dan
dikonfirmasikan satu dengan yang lainnya, sehingga menghasilkan studi yang komprehensif. Adapun
pendekatan penyusunan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut :

a. Pengumpulan Data dan Informasi
b. Analisa Data
c. Penyusunan Laporan Penilaian

Ruang Lingkup Penugasan Studi dan Indepensi Kosultan

Sebagai KJPP yang telah ditunjuk oleh pemberi tugas untuk menyusun laporan studi kelayakan ini, kami
berkomitmen untuk mematuhi ketentuang yang diatur dalam POJK 17 tahun 2020 dan SEOJK 17 tahun
2020. Studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan analisis menyeluruh yang mencakup Analisa
Kelayakan Pasar, Analisa Kelayakan Teknis, Analisa Pola Bisnis, Analisa Kelayakan Model Manajemen,
dan Analisa Kelayakan Keuangan. Kami memahami bahwa penugasan ini tidak hanya menuntut
pemahaman mendalam mengenai objek studi, tetapi juga penerapan metodologi yang sesuai untuk
menghasilkan laporan yang kredibel dan akurat.

Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen tanpa
adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perusahaan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan
dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan
keuntungan atau merugikan pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh indikasi nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya
menerima imbalan sesuai yang tercantum pada proposal penawaran Nomor 0501/FS.B/KJPP-
TOPAZ/V/2025 tanggal 21 Mei 2025, yang sudah ditandatangani oleh manajemen perusahaan tanggal
23 Mei 2025.

Asumsi dan Asumsi Khusus

Asumsi
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi
khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan di mana studi kelayakan diperlukan.




                                                 9
Page 10
Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal studi kelayakan
atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada tanggal
studi kelayakan. Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan efek dari suatu situasi yang
akan mempengaruhi nilai.

Dalam pelaksanaan penugasan, Studi akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima sebagai
fakta dalam konteks penugasan.

Kondisi Pembatas

Pembatasan pada studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:

1.  Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis TOPAZ atas rencana penambahan Kegiatan
    Usaha APII yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan ketentuan Peraturan
    Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
    Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian
    dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
    Keuangan Republik Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
    Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
2. Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan
    manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
3. Penyusunan laporan studi ini merupakan interpretasi kami atas data dan informasi yang diperoleh
    dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi
    yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi sesuai atau kondisi tertentu yang
    mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan
    pemerintah yang baru maupun perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial,
    dan ekonomi.
4. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau kesimpulan
    yang terjadi karena adanya data atau informasi APII yang relevan dan signifikan pengaruhnya
    terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau belum kami terima dari APII.
5. Kami berasumsi bahwa APII mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah, khususnya
    yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di masa mendatang.
6. Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh APII. Kami
    berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset APII, baik saat ini
    maupun di masa yang akan datang.
7. Kami berasumsi bahwa APII telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan perpajakan,
    retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
8. Kami telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses penyusunan Studi
    Kelayakan.
9. Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan audited per
    cut off date, kami peroleh dari manajemen.
10. Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
11. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
    proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
12. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi
    keuangan.
13. Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup dan karenanya tidak
    bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait dengan
    permasalahan lingkungan.
14. Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.


                                                10
Page 11
15. Konsultan bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari laporan
    ini.
Tinjauan Kinerja Keuangan

Analisa terhadap kinerja keuangan Perusahaan dilakukan berdasarkan kepada laporan keuangan untuk
tahun yang berakhir diaudit untuk tahun 2020 sampai dengan 2024. Berikut ringkasan laporan keuangan
beserta rasio laporan keuangan :

Tinjauan Laba (Rugi)

                                                                                     (Jutaan Rupiah)
                                     2020          2021         2022         2023          2024
                                     Audit         Audit        Audit        Audit         Audit


 Penjualan Bersih                    248.931       252.449      295.022      299.111       280.127
 Beban Pokok Penjualan              (105.037)     (108.093)    (136.454)    (120.491)     (124.828)
 Laba Bruto                          143.894       144.356      158.569      178.620       155.299
 Beban penjualan                     (47.117)      (45.293)     (52.296)     (54.080)      (53.474)
 Beban umum dan administrasi         (43.738)      (59.543)     (64.952)     (72.185)      (77.097)
 Total Beban Operasional             (90.855)     (104.836)    (117.248)    (126.265)     (130.570)
 Laba Operasi                         53.038        39.520       41.321       52.355        24.728
 Penghasilan (Beban) Lain-lain
 Beban keuangan                      (15.828)      (13.929)     (14.654)     (14.547)      (16.217)
 Selisih kurs-bersih                  (1.445)         (915)      (1.577)            25      (1.106)
 Pemulihan cadangan piutang tak
                                       1.496               -            -             -            -
 tertagih
 Pendapatan bunga                        807           566          668          743           911
 Laba (Rugi) penjualan aset tetap            3             -            -             -            -
 Bagian atas rugi bersih entitas
                                        (273)       (1.017)       1.652        2.507         3.314
 asosiasi
 Lain-lain-bersih                      1.187         4.441         (568)         256          (466)
 Beban Lain-lain - neto              (14.053)      (10.855)     (14.479)     (11.016)      (13.565)
 Laba Sebelum Pajak Penghasilan       38.985        28.665       26.842       41.339        11.163
 Pajak final                                (1)        (14)             -       (299)         (215)
 Pajak kini                           (8.614)       (8.087)     (11.428)     (10.607)       (5.930)
 Pajak tangguhan                        (218)          108       (1.360)         219           230
 Laba Tahun Berjalan                  30.152        20.672       14.054       30.651         5.249
Sumber : Laporan Keuangan APII

Pendapatan (Penjualan Bersih)
Penjualan bersih perusahaan meningkat dari Rp248.931 juta di tahun 2020 menjadi puncaknya sebesar
Rp299.111 juta pada tahun 2023. Namun, pada 2024 terjadi penurunan menjadi Rp280.127 juta. Meski
secara umum tren lima tahunan masih positif, penurunan di tahun terakhir perlu diwaspadai karena bisa
menjadi indikasi tekanan pasar atau turunnya daya saing perusahaan.




                                                     11
Page 12
Laba Kotor
Laba kotor meningkat dari Rp143.894 juta pada tahun 2020 menjadi Rp178.620 juta pada 2023, sebelum
turun ke Rp155.299 juta di tahun 2024. Penurunan ini sejalan dengan menurunnya penjualan dan
meningkatnya beban pokok penjualan dari Rp120.491 juta menjadi Rp124.828 juta. Meskipun laba kotor
masih cukup tinggi, margin kotor perusahaan mulai tertekan.

Laba Operasional
Laba operasional berfluktuasi cukup tajam. Dari Rp53.038 juta di tahun 2020, turun ke Rp39.520 juta di
2021, naik tipis menjadi Rp41.321 juta di 2022, lalu naik lagi ke Rp52.355 juta di 2023. Namun, pada 2024
laba operasional anjlok drastis menjadi hanya Rp24.728 juta. Penurunan ini disebabkan oleh terus
meningkatnya total beban operasional, dari Rp90.855 juta di 2020 menjadi Rp130.570 juta di 2024,
terutama beban umum dan administrasi yang naik signifikan.

Laba Sebelum Pajak
Laba sebelum pajak juga menunjukkan penurunan dari Rp38.985 juta di 2020 menjadi hanya Rp11.163
juta pada 2024. Ini terjadi meskipun beban keuangan relatif stabil. Namun, beban lain-lain bersih masih
tinggi dan menggerus laba, mencapai Rp13.565 juta di tahun 2024.

Laba Tahun Berjalan
Laba bersih perusahaan menurun tajam dari Rp30.152 juta di 2020 menjadi hanya Rp5.249 juta di 2024.
Penurunan ini terjadi meskipun sempat ada pemulihan di 2023 (Rp30.651 juta). Kinerja 2024 merupakan
yang terendah dalam lima tahun terakhir dan mencerminkan tekanan dari sisi operasional dan non-
operasional sekaligus, ditambah beban pajak yang tetap tinggi meskipun laba menurun.

Tinjauan Posisi Keuangan

                                                                             (Jutaan Rupiah)
                                      2020        2021        2022        2023        2024
                                      Audit       Audit       Audit       Audit       Audit
 Aset
 Aset Lancar
 Kas dan bank                          13.361      21.567      15.716      19.178       8.860
 Deposito berjangka                    10.661      10.637      11.214             -           -
 Piutang usaha
   Pihak berelasi                       1.127       2.115       2.731       2.796       3.334
   Pihak ketiga                        62.823      52.638      53.985      50.553      45.696
 Piutang lain-lain
   Pihak berelasi                       3.202       5.739       8.827      10.163       9.239
   Pihak ketiga                         1.916       3.238       4.909       2.914       2.716
 Persediaan                           185.623     190.145     207.614     199.929     215.088
 Biaya dibayar dimuka dan uang muka    11.383      19.853       7.319      11.592      18.580
 Pajak dibayar dimuka                    440        1.404            24    11.290       6.687
 Jumlah Aset Lancar                   290.537     307.336     312.340     308.414     310.199


 Aset Tidak Lancar
 Uang muka pembelian aset tetap               -           -           -    14.747      10.737
 Aset pajak tangguhan - bersih          5.152       4.224       2.945       3.325       3.488



                                                   12
Page 13
                                         2020        2021        2022        2023        2024
                                         Audit       Audit       Audit       Audit       Audit
Aset hak guna neto                               -      999        1.171        690        1.017
Investasi pada entitas asosiasi -
                                          10.577      14.155      15.072      17.537      21.001
bersih
Aset tetap                               204.488     212.754     231.732     252.118     273.097
Aset tak berwujud                           259         621         607         823         589
Taksiran klaim pajak penghasilan           1.171       2.240        522        3.083       8.518
Aset lain-lain                                  37           -           -           -           -
Jumlah Aset Tidak Lancar                 221.684     234.994     252.049     292.324     318.446
Jumlah Aset                              512.221     542.329     564.389     600.737     628.646


Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang bank jangka pendek                 119.489     117.553     115.021     118.246     136.797
Utang usaha
  Piutang berelasi                         2.376       3.110       5.677       2.229       8.534
  Piutang ketiga                          12.149      11.212      11.917       9.969       9.544
Utang pajak                                3.989       4.029       5.332       5.216       2.717
Beban masih harus dibayar                   364         888        5.006       6.750       5.325
Utang lain-lain
  Piutang berelasi                        21.112      21.781      20.941      21.889      25.178
  Piutang ketiga                                10          30          30      454             30
Uang muka pelanggan                         842        3.327       7.211       7.741       3.292
Utang jangka panjang yang akan
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  Utang bank                                375        1.125       1.569       1.854       1.747
  Utang pembiayaan konsumen                1.959       2.371       2.011       1.270        578
  Liabilitas sewa                                -      301         199         151         328
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek          162.664     165.727     174.914     175.768     194.072


Liabilitas Jangka Panjang
Utang jangka panjang
  Utang bank                                675        2.095       2.431       4.548       6.137
  Utang pembiayaan konsumen                1.512       1.418       1.519        443         173
  Liabilitas sewa                                -          88      208         182         312
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja
                                          14.148      11.533       7.639       9.350      10.517
karyawan
Jumlah Liabilitas Jangka panjang          16.335      15.134      11.798      14.522      17.140
Jumlah Liabilitas                        179.000     180.861     186.712     190.290     211.212


Ekuitas




                                                      13
Page 14
                                        2020        2021      2022      2023       2024
                                        Audit       Audit     Audit     Audit      Audit
 Modal saham                            107.576     107.576   107.576   107.576    107.576
 Tambahan modal disetor                  33.937      33.937    33.937    33.937     33.937
 Selisih transaksi dengan kepentingan
                                                -   (2.011)   (2.597)   (2.597)     (2.679)
 non-pengendali
 Saldo laba
   Telah ditentukan penggunannya         16.000      16.000    16.000    16.000     16.000
   Belum ditentukan penggunannya        173.676     196.805   209.267   237.632    242.121
 Ekuitas yang dapat diatribusikan
                                        331.190     352.307   364.184   392.549    396.956
 kepada pemilik entitas induk
 Kepentingan non pengendali               2.031       9.161    13.494    17.899     20.478
 Jumlah Ekuitas                         333.221     361.468   377.677   410.447    417.434
 Jumlah Liabilitas dan Ekuitas          512.221     542.329   564.389   600.737    628.646
Sumber : Laporan keuangan Audit APII

Aset
Total aset perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dari Rp512.221 juta di tahun 2020
menjadi Rp628.646 juta pada tahun 2024. Peningkatan ini mencerminkan adanya ekspansi aset secara
bertahap selama lima tahun. Aset lancar mendominasi proporsi aset secara keseluruhan, meskipun
nilainya relatif stabil dalam lima tahun terakhir, yaitu dari Rp290.537 juta pada 2020 menjadi Rp310.199
juta pada 2024. Yang menarik, kas dan bank mengalami penurunan signifikan dari Rp19.178 juta pada
2023 menjadi hanya Rp8.860 juta pada 2024, yang dapat mengindikasikan tekanan likuiditas.
Sebaliknya, persediaan justru meningkat dari Rp185.623 juta di 2020 menjadi Rp215.088 juta di 2024,
menunjukkan bahwa perusahaan memiliki lebih banyak barang yang belum terjual, yang bisa berdampak
pada efisiensi modal kerja. Sementara itu, aset tidak lancar juga meningkat cukup signifikan, terutama
pada aset tetap yang naik dari Rp204.488 juta di 2020 menjadi Rp273.097 juta di 2024. Kenaikan ini
menunjukkan adanya investasi jangka panjang yang berkelanjutan dalam infrastruktur atau alat produksi.

Liabilitas
Total liabilitas perusahaan meningkat dari Rp179.000 juta di tahun 2020 menjadi Rp211.212 juta pada
2024. Kenaikan ini terutama disumbang oleh utang bank jangka pendek, yang naik dari Rp119.489 juta
menjadi Rp136.797 juta selama periode tersebut. Hal ini menunjukkan ketergantungan yang lebih tinggi
terhadap pembiayaan jangka pendek. Utang lain-lain kepada pihak berelasi juga mengalami
peningkatan, dari Rp21.112 juta pada 2020 menjadi Rp25.178 juta di 2024. Meski demikian, liabilitas
jangka panjang masih berada pada level yang relatif terkendali, hanya naik dari Rp16.335 juta di 2020
menjadi Rp17.140 juta di 2024. Namun, tren ini tetap perlu diawasi, terutama terkait kewajiban imbalan
kerja yang juga meningkat.

Ekuitas
Ekuitas perusahaan mengalami peningkatan stabil dari Rp333.221 juta pada tahun 2020 menjadi
Rp417.434 juta di tahun 2024. Komponen utama dari pertumbuhan ini adalah saldo laba belum
ditentukan penggunaannya, yang meningkat dari Rp173.676 juta menjadi Rp242.121 juta,
mencerminkan akumulasi laba tahunan yang tidak dibagikan sebagai dividen. Modal saham dan
tambahan modal disetor tidak berubah selama periode ini, menunjukkan tidak ada penerbitan saham
baru. Kepentingan non-pengendali juga bertumbuh signifikan dari Rp2.031 juta menjadi Rp20.478 juta,
yang dapat mengindikasikan pertumbuhan atau kontribusi dari anak perusahaan yang tidak sepenuhnya
dimiliki oleh entitas induk.


                                                     14
Page 15
Tinjauan Arus Kas
                                                                                             (Jutaan Rupiah)
                                            2020          2021          2022         2023           2024
                                            Audit         Audit         Audit        Audit          Audit


 Arus Kas dari Aktivitas Operasi
 Penerimaan kas dari pelanggan               273.231       265.133       291.988      302.599       278.628
 Pembayaran kas kepada pemasok dan
                                            (127.386)     (221.218)     (241.424)    (242.378)     (246.563)
 pihak ketiga
 Pembayaran beban usaha                      (28.473)               -            -            -              -
 Pembayaran kepada karyawan                  (56.709)               -            -            -              -
 Penerimaan tagihan pajak penghasilan                -              -            -            -        2.216
 Kas yang diperoleh dari operasi              60.664        43.915        50.564       60.221        34.281
 Pembayan pajak                              (20.555)      (10.292)       (9.217)     (14.895)      (15.904)
 Pendapatan bunga                                  807           566           668          743            911
 Beban keuangan                              (15.548)      (13.928)      (14.706)     (14.567)      (16.371)
 Kegiatan operasi lainnya                           65              -            -            -              -
 Pembayaran liabilitas imbalan kerja                 -        (400)         (989)        (806)         (522)
 Arus Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas
                                              25.432        19.861        26.320       30.697          2.396
 Operasi


 Arus Kas dari Aktivitas Investasi
 Hasil penjualan aset tetap                          3           352            21            -      (8.288)
 Perolehan aset tetap                        (12.684)      (12.051)      (22.322)     (30.262)      (20.137)
 Investasi pada entitas asosiasi              (7.185)               -            -            -              -
 Perolehan aset takberwujud                          -        (570)         (235)        (520)         (132)
 Arus kas bersih digunakan Untuk
                                             (19.866)      (12.269)      (22.535)     (30.782)      (28.557)
 Aktivitas Investasi


 Arus Kas dan Aktivitas Pendanaan
 Pembayaran atas utang bank                   (9.394)       (4.850)       (8.897)     (16.722)      (45.213)
 Penerimaan atas utang bank                    7.681         2.915         5.681       21.617        59.728
 Deposito berjangka                                  -              -            -            -              -
 Pembayaran atas utang pembelian aset
                                              (1.812)       (2.253)       (5.777)             -              -
 tetap
 Pembayaran liabilitas sewa                          -         (34)          (38)             -              -
 Pembayaran bunga atas liabilitas sewa               -            (1)       (557)        (255)         (540)
 Pembayaran atas utang sewa pembiayaan          (190)               -            -        (29)          (35)
 Pembayaran utang pembiayaan konsumen                -              -            -     (2.124)       (1.378)
 Penerimaan (pembayaran) lain-lain                 546              -            -            -              -
 Arus Kas Bersih digunakan untuk
                                              (3.168)       (4.222)       (9.589)       2.487        12.563
 Aktivitas Pendanaan


 Kenaikan Bersih Kas dan Bank                  2.398         3.370        (5.804)       2.402       (13.599)
 Kas dan Bank Pada Awal Tahun                 10.964        13.362        16.732       10.927        13.329




                                                     15
Page 16
                                                2020            2021         2022                  2023      2024
                                                Audit           Audit        Audit                 Audit     Audit
 Kas dan Bank Pada Akhir Tahun                   13.362          16.732           10.927            13.329      (270)
Sumber : Laporan Keuangan APII

Arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan tren yang fluktuatif selama periode 2020 hingga 2024.
Perusahaan menghasilkan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp25.432 juta pada 2020, naik
menjadi Rp30.697 juta pada 2023, namun mengalami penurunan tajam ke Rp2.396 juta pada 2024.
Penurunan ini disebabkan oleh tingginya pembayaran kas kepada pemasok dan pihak ketiga serta
pembayaran pajak dan beban keuangan yang cukup besar. Penurunan kemampuan menghasilkan kas
dari aktivitas inti ini mencerminkan potensi tekanan operasional.

Arus kas dari aktivitas investasi selama lima tahun terakhir selalu mencatat arus keluar (negatif), yang
menunjukkan bahwa perusahaan secara konsisten melakukan investasi, terutama dalam aset tetap.
Pada 2020, arus kas keluar sebesar Rp19.866 juta dan terus meningkat menjadi Rp30.782 juta pada
2023. Meskipun pada 2024 arus keluar turun menjadi Rp28.557 juta, angka ini tetap tinggi dan menjadi
beban tambahan terhadap kas perusahaan, ditambah dengan adanya pencatatan negatif dari penjualan
aset tetap sebesar Rp8.288 juta.

Arus kas dari aktivitas pendanaan mencerminkan upaya perusahaan untuk menyeimbangkan kebutuhan
likuiditasnya. Pada 2020 hingga 2022, perusahaan mengalami arus kas keluar dari aktivitas pendanaan.
Namun pada 2023 dan 2024, arus kas dari pendanaan berubah menjadi positif, masing-masing sebesar
Rp2.487 juta dan Rp12.563 juta, yang terutama berasal dari penerimaan utang bank yang meningkat
tajam menjadi Rp59.728 juta di 2024. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai bergantung pada
pendanaan eksternal untuk mendukung kebutuhan arus kas dan belanja modal.

Rasio Keuangan

                                       2020        2021         2022      2023        2024
                                       Audit       Audit        Audit     Audit       Audit
 Rasio Likuiditas
 Rasio Lancar                            1,79            1,85      1,79     1,75            1,60
 Rasio Cepat                            -1,06           -1,02     -1,10    -1,03           -1,06
 Rasio Kas                               0,08            0,13      0,09     0,11            0,05

 Rasio Aktivitas
 Rasio Perputaran Persediaan (x)            1           1            1         1           1
 Rasio Perputaran Piutang Usaha (x)      3,89        4,61         5,20      5,61        5,71
 Rasio Perputaran Utang Usaha (x)           7           8            8        10           7
 Rasio Perputaran Persediaan (hari)    645,03      642,07       555,35    605,64      628,92
 Rasio Perputaran Piutang Usaha
                                        93,77          79,17     70,17     65,10       63,89
 (hari)
 Rasio Perputaran Utang Usaha (hari)    50,47          48,36     47,06     36,95       52,86

 Rasio leverage
 Rasio Margin Laba Kotor               57,80%      57,18%       53,75%    59,72%      55,44%
 Rasio Margin Laba Operasi             21,31%      15,65%       14,01%    17,50%       8,83%




                                                          16
Page 17
                                        2020        2021     2022    2023     2024
                                        Audit       Audit    Audit   Audit    Audit
 Rasio Margin Laba (Rugi) Setelah
                                         12,11%     8,19%    4,76%   10,25%    1,87%
 Pajak
 Return on Assets                         5,89%     3,81%    2,49%   5,10%     0,83%
 Return On Equity                         9,05%     5,72%    3,72%   7,47%     1,26%
Sumber : Laporan keuangan APII, Diolah oleh TOPAZ

Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya. Rasio lancar perusahaan cenderung menurun dari 1,79 pada tahun 2020 menjadi 1,60 pada
tahun 2024. Meskipun rasio ini masih di atas angka 1, yang secara umum menunjukkan posisi likuid yang
aman, tren penurunan tersebut mencerminkan pelemahan dalam kapasitas likuiditas perusahaan. Rasio
kas yang juga menurun dari 0,08 menjadi 0,05 mengindikasikan bahwa porsi kas terhadap kewajiban
lancar semakin mengecil. Sementara itu, rasio cepat selama lima tahun menunjukkan nilai negatif, yang
tidak lazim dalam analisa keuangan. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kesalahan perhitungan atau
klasifikasi aset lancar dalam laporan keuangan.

Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam mengelola asetnya. Rasio perputaran
piutang usaha meningkat dari 3,89 kali di tahun 2020 menjadi 5,71 kali di 2024, menunjukkan perbaikan
dalam proses penagihan piutang. Konversi angka ini ke dalam hari juga menunjukkan perbaikan, dengan
hari perputaran piutang usaha turun dari 93,77 hari menjadi 63,89 hari. Namun, perputaran persediaan
tetap rendah, sekitar 1 kali per tahun, dan hari perputaran persediaan tetap sangat tinggi di atas 600 hari.
Ini mengindikasikan bahwa persediaan lama tersimpan dan tidak cepat dikonversi menjadi penjualan.
Sementara itu, rasio perputaran utang usaha menunjukkan fluktuasi, dengan peningkatan efisiensi
pembayaran di 2023 (36,95 hari), namun kembali melambat menjadi 52,86 hari di 2024.

Rasio Leverage dan Profitabilitas
Rasio leverage dan profitabilitas memberikan gambaran mengenai seberapa efisien perusahaan
menghasilkan laba dari penjualannya, aset, dan modal sendiri. Margin laba kotor menunjukkan
penurunan kecil dari 57,80% di 2020 menjadi 55,44% di 2024, sedangkan margin laba operasi menurun
lebih tajam dari 21,31% menjadi 8,83%, mencerminkan meningkatnya beban operasional terhadap
penjualan. Margin laba setelah pajak juga turun drastis dari 12,11% menjadi hanya 1,87%. Penurunan
ini berdampak langsung pada Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE), yang masing-masing
menurun dari 5,89% dan 9,05% di 2020 menjadi 0,83% dan 1,26% di 2024. Ini menunjukkan bahwa
perusahaan menjadi jauh kurang efisien dalam menghasilkan laba dari aset dan ekuitasnya selama
periode tersebut.

Asumsi Proyeksi

Dalam menentukan proyeksi keuangan sebelum dan sesudah adanya penambahan KBLI, manajemen
Menyusun asumsi proyeksi dengan mempertimbangkan kondisi market sebagai berikut :

KBLI 74902 Aktivitas Konsultasi Bisnis dan Broker, punya nilai strategis yang cukup tinggi, terutama
dalam konteks tata kelola, pengembangan usaha, dan positioning profesional di era ekonomi berbasis
pengetahuan.




                                                        17
Page 18
Nilai strategis dari KBLI 52101 – Pergudangan dan Penyimpanan nilai strategisnya sangat besar,
terutama dalam konteks rantai pasok, efisiensi distribusi, dan integrasi logistik nasional.

KBLI 52109 – Pergudangan dan Penyimpanan Lainnya memiliki nilai strategis yang unik karena
mencakup bentuk-bentuk penyimpanan spesifik dan non-konvensional yang tidak dijelaskan secara
eksplisit oleh kategori lain. Nilainya semakin relevan di era supply chain modern yang menuntut
fleksibilitas dan spesialisasi.

KBLI 68120 – Real Estat yang Disewa atau Disewakan memiliki nilai strategis yang sangat penting dalam
membangun portofolio pendapatan pasif, efisiensi aset, dan kestabilan arus kas.

KBLI 68130 – Kawasan Industri adalah salah satu kode KBLI yang paling strategis jika ingin membangun
ekosistem bisnis yang terstruktur, terintegrasi, dan punya daya saing jangka panjang.

KBLI 68111 – Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa merupakan fondasi penting dalam portofolio
perusahaan properti, holding investasi, maupun entitas industri yang ingin mengoptimalkan penggunaan
atau kepemilikan aset. Ini lebih dari sekadar “menyimpan aset”—ini soal menciptakan nilai berkelanjutan.

KBLI 70209 – Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya adalah kode yang sangat strategis untuk entitas
yang ingin berperan sebagai navigator dalam transformasi bisnis lintas sektor. Ini bukan sekadar jasa
konsultasi biasa—kode ini mencakup spektrum luas dari strategi hingga operasional.

KBLI 52103 – Aktivitas Bounded Warehousing atau Wilayah Kawasan Berikat adalah salah satu kode
yang sangat strategis dalam ekosistem logistik dan perdagangan internasional. Ini bukan sekadar
gudang—ini adalah alat kebijakan fiskal dan efisiensi rantai pasok.

KBLI 38220 – Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya adalah salah satu sektor dengan nilai
strategis tinggi dalam konteks keberlanjutan, kepatuhan lingkungan, dan transformasi industri hijau. Ini
bukan hanya soal pengelolaan limbah—ini tentang mengelola risiko dan membangun reputasi jangka
panjang.

Sehingga ditentukan proyeksi, sebagai berikut :

Asumsi Proyeksi sebelum adanya penambahan KBLI
 1. Penjualan, diasumsikan tumbuh sebesar 3% sampai akhir masa periode proyeksi
 2. Beban pokok penjualan terhadap pendapatan diasumsikan sebesar 44,56%
 3. Beban penjualan, umum dan administrasi terhadap pendapatan diasumsikan sebesar 46,61%

Adapun proyeksi yang digunakan dalam analisis ini adalah:

Proyeksi Laba Rugi dengan penambahan kegiatan usaha
                                                                                   (Ribuan Jutaan Rupiah)
                                              31            31           31           31           31
               Keterangan                 Desember      Desember     Desember     Desember     Desember
                                            2025           2026         2027         2028         2029
 Penjualan Bersih                            308.140       323.547      339.724      356.710      374.546
 Beban Pokok Penjualan                     (137.311)     (144.177)    (151.386)    (158.955)    (166.903)
 Laba Kotor                                  170.828       179.370      188.338      197.755      207.643

 Beban Usaha
 Beban Penjualan, Umum Dan Administrasi     (143.627)    (150.809)    (158.349)    (166.267)    (174.580)



                                                   18
Page 19
                                               31           31           31           31           31
               Keterangan                   Desember     Desember     Desember     Desember     Desember
                                              2025         2026         2027         2028         2029
 Laba Usaha                                    27.201       28.561       29.989       31.488       33.063

 Pendapatan (beban) lain-lain                    2.679        2.706        3.003        3.394        3.879
 Beban keuangan                               (15.529)     (14.938)     (13.505)     (11.274)      (9.121)
 Jumlah Beban keuangan & Pendapatan lain-
                                              (12.850)     (12.233)     (10.501)      (7.880)      (5.242)
 lain
 Laba (Rugi) Bersih Sebelum Pajak              14.350       16.328       19.488       23.608       27.821

 Pajak Penghasilan
        Taksiran Pajak Penghasilan Badan       (3.157)      (3.592)      (4.287)      (5.194)      (6.121)
 Laba (Rugi) Bersih Setelah Pajak              11.193       12.736       23.775       28.802     33.941

Proyeksi Posisi Keuangan dengan penambahan kegiatan usaha
                                                                               (Ribuan Jutaan Rupiah)
                                               31           31           31           31           31
                                            Desember     Desember     Desember     Desember     Desember
                Keterangan
                                              2025         2026         2027         2028         2029
                                             (Audit)      (Audit)      (Audit)      (Audit)      (Audit)
 Aset
 Aset Lancar
 Kas Dan Setara Kas                             26.668      15.065       14.763       14.356       36.242
 Piutang Usaha                                  64.034      70.438       77.569       78.345       79.128
 Persediaan                                    214.251     216.393      216.177      218.339      220.522
 Biaya Dibayar Dimuka                           19.509      23.411       25.986       29.364       33.328
 Jumlah Aset Lancar                            324.462     325.307      334.495      340.403      369.221

 Aset Tidak Lancar
 Aset Tetap - Nilai Buku                       276.251     277.854      270.307      269.791      262.303
 Investasi                                      22.051      24.256       24.499       24.744       24.991
 Aset Lain - Lain                               25.566      23.009       25.540       28.350       31.468
 Jumlah Asset Tidak Lancar                     323.869     325.120      320.347      322.884      318.763
 Total Aset                                    648.331     650.426      654.842      663.287      687.984

 Liabilitas Dan Ekuitas
 Liabilitas Jangka Pendek
 Hutang Usaha                                   18.982      22.779       25.284       27.307       30.994
 Hutang Pajak                                    2.852       4.279        4.749        5.272        5.852
 Beban Yang Masih Harus Dibayar                  5.592       6.490        3.366            -        1.815
 Hutang Bank                                   134.733     129.489      116.580       96.425       76.976
 Hutang Lain                                    29.547      26.888       19.300       18.193       20.296
 Jumlah Liabilitas Jangka Pendek               191.706     189.924      169.280      147.197      135.932

 Liabilitas Jangka Panjang
 Hutang Bank                                     6.444       6.315        6.189        6.065        5.944
 Hutang Imbalan Kerja                           11.043      12.258       13.606       15.375       17.374
 Hutang Lain                                       510         566          628          710          852
 Hutang Pemegang Saham                          10.000           -            -            -            -
 Jumlah Liabilitas Jangka Panjang               27.997      19.139       20.423       22.150       24.169

 Ekuitas


                                                    19
Page 20
                                              31          31          31          31          31
                                           Desember    Desember    Desember    Desember    Desember
                 Keterangan
                                             2025        2026        2027        2028        2029
                                            (Audit)     (Audit)     (Audit)     (Audit)     (Audit)
 Modal Saham                                 107.576     107.576     107.576     107.576     107.576
 Tambahan Modal Disetor                       33.937      33.937      33.937      33.937      33.937
 Saldo Laba                                  287.114     299.850     323.625     352.427     386.369
 Jumlah Ekuitas                              428.627     441.363     465.138     493.941     527.882
 Total Liabilitas Dan Ekuitas                648.331     650.426     654.842     663.287     687.984

Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi

Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan studi kelayakan ini
sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan bahwa tidak terdapat
informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di dalam laporan ini. Penggunaan
Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup Penugasan Laporan ini harus
mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP Tobing Panuturi dan Rekan serta Pemberi Tugas.

Tanda tangan Penilai Publik dan cap basah TOPAZ yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi
Kelayakan yang dihasilkan.

Konfirmasi Bahwa Objek Studi Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu 2 (dua) Bulan

Dengan ini, Pemberi Tugas memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
dianalisis oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi yang
sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan). Apabila Pemberi Tugas terbukti
memberikan informasi yang tidak benar, maka Laporan Studi Kelayakan dinyatakan tidak berlaku.

Tidak ada KJPP berizin selain KJPP TOPAZ yang diminta oleh Pemberi Tugas dalam waktu yang
bersamaan untuk melakukan studi kelayakan atas objek yang dimaksud, sampai Laporan Studi
Kelayakan diterbitkan.

Hasil Analisis Kelayakan Penambahan KBLI Baru

Berikut adalah hasil analisis kelayakan penambahan KBLI baru :

 1. Kelayakan Pasar :
    Perkembangan sektor industri, perdagangan, dan jasa di Indonesia terus menunjukkan tren
    pertumbuhan yang positif, mendorong kebutuhan terhadap berbagai layanan penunjang seperti
    konsultasi bisnis dan manajemen, perdagangan besar, pergudangan, pengelolaan kawasan
    industri, konstruksi, pengelolaan limbah, serta pengembangan properti.

     Rencana penambahan KBLI yang mencakup aktivitas konsultasi bisnis dan manajemen (KBLI
     74902, 70209), pergudangan dan penyimpanan termasuk kawasan berikat (KBLI 52101, 52103,
     52109), Real Estat Yang dan kawasan industri (KBLI 68111, 68120, 68130), serta pengelolaan
     limbah berbahaya (KBLI 38220), secara umum sejalan dengan arah pertumbuhan kebutuhan
     industri nasional. Dengan mempertimbangkan prospek sektor-sektor tersebut dan meningkatnya
     permintaan terhadap layanan dan infrastruktur pendukung industri, maka aspek pasar untuk
     rencana penambahan KBLI baru ini dinilai layak dan memiliki potensi yang menjanjikan untuk
     dikembangkan lebih lanjut.


                                                  20
Page 21
    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pasar dalam Rencana Penambahan KBLI baru, maka
    disimpulkan bahwa aspek pasar ini adalah layak.

2. Kelayakan Teknis :
   Aspek teknis dinilai layak dengan mempertimbangkan pengalaman APII, namun keberlanjutan
   memerlukan investasi tambahan pada sumber daya manusia untuk mendukung atas Rencana
   Penambahan KBLI.

    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek teknis dimana APII memiliki kapasitas dan pengalaman yang
    mencukupi dan APII berencana untuk menambah KBLI dengan tujuan memperluas jenis pekerjaan,
    maka disimpulkan bahwa aspek teknis ini adalah layak.

3. Kelayakan Pola Bisnis :
   Kelayakan pola bisnis ditinjau dari sisi keunggulan kompetitif perusahaan dalam jasa perdagangan
   besar berbagai macam barang, kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah, dan
   kemampuan perusahaan untuk memitigasi risiko persaingan, sehingga perusahaan yakin bahwa
   kegiatan usaha ini akan berkelanjutan.

    Berdasarkan evaluasi terhadap aspek pola bisnis dari manajemen perusahaan dalam rencana
    penambahan KBLI baru, maka disimpulkan bahwa aspek pola bisnis yang akan dilakukan oleh
    perusahaan adalah layak.

4. Kelayakan Model Manajemen :
   Berdasarkan evaluasi terhadap aspek model manajemen perusahaan, dimana untuk memulai
   kegiatan usaha ini. Perusahaan telah mempersiapkan tenaga kerja, struktur organisasi, tenaga ahli,
   rencana mitigasi risiko, serta mempertimbangkan kapasitas dan kemampuan manajemen, maka
   disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru dari aspek model manjemen adalah layak.

5. Kelayakan Keuangan :
   Berdasarkan kajian dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat semua
   asumsi yang telah diproyeksikan dapat terpenuhi, maka disimpulkan bahwa penambahan KBLI baru
   berupa (KBLI) baru yaitu

    1.    KBLI 74902 – Aktivitas Konsultasi Bisnis dan Broker
    2.    KBLI 52101 – Pergudangan dan Penyimpanan
    3.    KBLI 52109 – Pergudangan dan Penyimpanan Lainnya
    4.    KBLI 68120 – Real Estat Yange
    5.    KBLI 68130 – Kawasan Industri
    6.    KBLI 68111 - Real Estat YangYang Dimiliki Sendiri Atau Disewa
    7.    KBLI 70209 - Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya
    8.    KBLI 52103 - Aktivitas Bounded Warehousing atau Wilayah Kawasan Berikat
    9.    KBLI 38220 - Treatment dan Pembuangan Limbah Berbahaya
    yang dilakukan oleh Perusahaan adalah layak untuk dilaksanakan, dengan hasil Analisa
    kelayakan sebagai berikut :

         Net Present Value             :       Rp. 4.834.961.247,--
         Internal Rate of Return       :       24,84%
         Discount Rate                 :       11,84%
         Profitability Indeks          :       1,25
         Period Positive Cash Flow     :       3 tahun 7 bulan


                                                 21
Page 22
Payback Period (PP)              :       5 tahun 8 bulan

Net Present Value (NPV)

Net Present Value (NPV) adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dan
nilai sekarang dari arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan untuk
alokasi modal untuk menganalisis keuntungan dalam sebuah proyek yang akan dilaksanakan.
NPV positif menandakan bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh sebuah proyek atau
investasi melebihi dari proyek biaya yang dikeluarkan.

Berdasarkan perhitungan dan analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa NPV sebesar
Rp4.834.961.247,-. Nilai NPV yang dihasilkan > 0 yang mana menunjukkan bahwa proyek
tersebut layak untuk direalisasikan.

Internal Rate Of Return (IRR)

Internal Rate of Return (IRR) merupakan indikator Return on Investment (ROI) yang telah
memperhitungkan time value of money. IRR adalah tingkat pengembalian investasi di mana nilai
Net Present Value (NPV) sama dengan nol. Dalam konteks studi kelayakan ini, IRR digunakan
untuk mengukur tingkat imbal hasil atas proyek penambahan kegiatan usaha.

Suatu investasi dinilai layak dan menguntungkan apabila nilai IRR lebih tinggi daripada cost of
capital yang digunakan sebagai acuan, semakin besar potensi proyek untuk menghasilkan
keuntungan yang bernilai tambah bagi perusahaan

Analisis IRR pada studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini menunjukkan bahwa nilai
perhitungan adalah 24,84%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih
besar dibandingkan dengan tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan, yaitu sebesar
11,84% sehingga proyek tersebut Layak untuk direalisasikan.

Analisis Titik Impas (Break Even Analysis)

Berdasarkan hasil proyeksi keuangan, arus kas dari kegiatan tambahan menunjukkan nilai
negatif pada tiga tahun pertama, dan mulai menunjukkan arus kas positif pada tahun ke-4 (2028)
sebesar Rp8,33 miliar. Titik impas atau break even dicapai saat total kumulatif arus kas bersih
menyamai nilai investasi awal. Dalam hal ini, periode balik modal (payback) terjadi pada tahun
ke-5,69, atau menjelang akhir tahun 2029. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan usaha tambahan
baru akan menutupi investasinya dalam jangka menengah.

Jika dilihat pada sensitivitasnya, Break even terjadi saat capex naik di atas 50% di bawah angka
kenaikan tersebut ROI berada di atas DR.

Profitability Index (PI)

Profitability Index (PI) merupakan indikator yang mengukur tingkat profitabilitas suatu proyek
dengan mempertimbangkan time value of money, melalui perbandingan antara nilai kini kas
masuk dan nilai kini kas keluar. Hasil analisis menunjukkan:




                                          22
Page 23
          •    Profitability Index = 1,25

      Hal ini mengindikasikan bahwa untuk setiap Rp1 yang diinvestasikan, proyek menghasilkan
      Rp1,25 dalam bentuk nilai kini kas masuk. Nilai PI yang lebih besar dari 1 menunjukkan bahwa
      proyek ini secara ekonomi layak untuk dijalankan, karena dapat memberikan nilai tambah dan
      keuntungan yang positif bagi perusahaan.

      Payback Period (PP)

      Payback Period (PP) merupakan indikator yang menunjukkan jangka waktu yang dibutuhkan
      untuk mengembalikan nilai investasi awal (initial investment) melalui arus kas masuk (cash flow)
      yang dihasilkan dari proyek.

      Periode positif cash flow merupakan periode di mana arus kas bersih bernilai positif, yaitu ketika
      jumlah kas masuk lebih besar dibandingkan dengan kas keluar. Berdasarkan hasil perhitungan,
      proyek ini mulai menghasilkan arus kas positif secara konsisten pada tahun ke-4 (2028). Dengan
      demikian, perusahaan diperkirakan akan mencapai stabilitas arus kas dalam 3 tahun 7 bulan
      sejak dimulainya proyek.

      Sementara itu, Payback Period atau periode pengembalian investasi untuk kegiatan usaha
      tambahan sebesar Rp10 miliar diperkirakan terjadi dalam 5 tahun 8 bulan.

      Payback Period ini masih berada dalam batas waktu yang wajar untuk proyek investasi jangka
      menengah. Namun, periode pengembalian dapat menjadi lebih singkat apabila terdapat efisiensi
      biaya investasi, peningkatan pendapatan, atau penurunan beban operasional. Proyeksi
      keuangan saat ini disusun dengan pendekatan konservatif, sehingga terdapat potensi
      pencapaian hasil yang lebih baik dari estimasi saat ini.

6. Analisis Sensitivitas Kelayakan Penambahan KBLI Baru

   Analisa sensitivitas adalah metode yang digunakan untuk mengukur bagaimana perubahan variabel
   tertentu dapat mempengaruhi hasil dari suatu keputusan atau proyek. Teknik ini membantu
   mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap keuntungan atau risiko investasi.

   Dalam analisis sensitivitas, beberapa asumsi atau parameter seperti biaya, pendapatan, atau
   tingkat diskonto diubah dalam rentang tertentu untuk melihat dampaknya pada hasil akhir. Semakin
   sensitif suatu variabel terhadap perubahan, semakin penting untuk diperhitungkan dalam
   pengambilan keputusan.

   Singkatnya, analisa sensitivitas membantu memahami seberapa "rapuh" atau fleksibel suatu
   keputusan terhadap perubahan kondisi eksternal.

   Hasil analisis sensitivitas proyek ini adalah sebagai berikut:

   Analisis Sensitivitas terhadap pergerakan Perubahan atau Inkremental Laba Bersih (Dalam Jutaan
   Rupiah)

                                  0%            5%          -19%       -20%          -25%
                       2025     2.727         2.863         2.202      2.181         2.045
                       2026     3.775         3.963         3.048      3.020         2.831



                                                      23
Page 24
                               0%          5%             -19%        -20%        -25%
                   2027      7.824       8.215           6.317        6.259       5.868
                   2028     10.207      10.717           8.241        8.166       7.655
                   2029     13.178      13.837          10.640       10.543       9.884
                   NPV       4.835       6.090                -       (185)     (1.441)
                    IRR    24,84%      28,31%          11,83%       11,34%       8,03%
           Discount Rate                               11,84%
                                                   Breakevent     Tidak       Tidak
           Kelayakan        Layak     Layak
                                                      Point       Layak       Layak

Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas terhadap Perubahan Laba Bersih
yang memberikan informasi, bahwa proyek akan menjadi tidak layak saat penurunan perubahan
laba bersih melampaui 19%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).

Penurunan laba bersih bisa menjadi tanda adanya masalah dalam operasional bisnis, efisiensi
biaya, atau strategi penjualan. Berikut beberapa langkah mitigasi yang dapat membantu menjaga
profitabilitas:

1) Analisis Penyebab. Penurunan Laba Identifikasi faktor utama yang menyebabkan laba bersih
   menurun, seperti kenaikan biaya produksi, persaingan harga, atau penurunan volume
   penjualan.
2) Efisiensi Operasional. Optimalkan proses bisnis dengan mengurangi pemborosan,
   meningkatkan produktivitas, dan menggunakan teknologi untuk mengurangi biaya operasional.
3) Diversifikasi Sumber Pendapatan. Cari peluang untuk menambah lini produk atau layanan,
   memperluas pasar, atau menjalin kemitraan strategis yang dapat meningkatkan pendapatan.
4) Evaluasi Strategi Harga. Sesuaikan harga produk atau layanan dengan mempertimbangkan
   margin keuntungan, daya beli pelanggan, dan kondisi pasar agar tetap kompetitif.
5) Optimalisasi Pengelolaan Biaya. Lakukan audit biaya secara berkala dan cari cara untuk
   menghemat pengeluaran yang tidak esensial tanpa mengorbankan kualitas bisnis.
6) Peningkatan Loyalitas Pelanggan. Fokus pada pelayanan yang lebih baik, program loyalitas,
   atau strategi pemasaran yang menarik agar pelanggan tetap memilih bisnis Anda.
7) Pemanfaatan Data dan Teknologi. Gunakan analitik bisnis untuk memahami tren penjualan,
   pola perilaku pelanggan, dan area yang perlu diperbaiki agar keputusan bisnis lebih tepat
   sasaran.
8) Manajemen Keuangan yang Lebih Ketat. Pastikan arus kas tetap sehat dan perencanaan
   keuangan disusun dengan baik untuk menghindari beban finansial yang berlebihan.

Analisis Sensitivitas terhadap pergerakan Perubahan atau Inkremental Capex (Dalam Jutaan
Rupiah)


                                0%        10%             54%         55%         60%
                   2025    (10.000)   (11.000)        (15.408)    (15.500)    (16.000)
                   NPV        4.835      3.941               -        (83)       (530)
                    IRR     24,84%        22%          11,83%         12%         11%
          Discount Rate                                11,84%
                                                   Breakevent     Tidak       Tidak
           Kelayakan       Layak      Layak
                                                      Point       Layak       Layak

 Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas terhadap Perubahan Capex yang
 memberikan informasi, bahwa proyek akan menjadi tidak layak saat kenaikan Perubahan Capex
 melampaui 54%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).


                                              24
Page 25
Menjaga agar rencana investasi tetap terkendali dan tidak membengkak membutuhkan strategi
perencanaan dan pengawasan yang baik. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan:

1) Tetapkan Anggaran dengan Jelas. Tentukan batas investasi sejak awal dan patuhi anggaran
   yang sudah dirancang agar tidak terjadi pengeluaran berlebihan.
2) Lakukan Analisis Risiko Secara Berkala. Evaluasi risiko investasi secara rutin untuk
   menghindari pengeluaran tak terduga atau biaya yang melonjak akibat perubahan kondisi
   pasar.
3) Gunakan Pendekatan Bertahap. Alih-alih mengalokasikan dana dalam jumlah besar sekaligus,
   lakukan investasi bertahap agar bisa menyesuaikan strategi berdasarkan hasil yang diperoleh.
4) Optimalkan Penggunaan Sumber Daya. Gunakan sumber daya yang ada dengan maksimal
   sebelum menambah anggaran baru. Misalnya, lakukan efisiensi operasional atau manfaatkan
   teknologi untuk menekan biaya.
5) Hindari Over-Investasi. Pastikan investasi dilakukan sesuai kebutuhan dan kapasitas bisnis,
   serta tidak melebihi kemampuan finansial yang dapat mengakibatkan pembengkakan biaya.
6) Evaluasi dan Negosiasi Biaya. Selalu tinjau ulang setiap pengeluaran dan negosiasi dengan
   vendor atau mitra untuk mendapatkan harga terbaik serta opsi pembayaran yang lebih
   fleksibel.
7) Pantau Arus Kas Secara Ketat. Pastikan setiap pengeluaran terkontrol dengan melakukan
   pencatatan keuangan yang baik agar investasi tetap sesuai dengan perencanaan awal.

Analisis Sensitivitas terhadap pergerakan Perubahan atau Inkremental Penjualan Bersih (Dalam
Jutaan Rupiah)

                              0%          -3%             -4%        -5%       -10%
                  2025     22.410      21.738          21.565     21.290     20.169
                  2026     29.245      28.368          28.143     27.783     26.321
                  2027     36.594      35.496          35.214     34.764     32.934
                  2028     44.486      43.151          42.809     42.262     40.037
                  2029     52.955      51.366          50.958     50.307     47.659
                  NPV       4.835         987                -    (1.578)    (7.992)
                   IRR    24,84%      14,37%          11,83%       7,88%        -7%
          Discount Rate                               11,84%
                                                  Breakevent     Tidak      Tidak
             Kelayakan    Layak      Layak
                                                     Point       Layak      Layak

Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas terhadap Perubahan Penjualan
Bersih yang memberikan informasi, bahwa proyek akan menjadi tidak layak saat penurunan
perubahan penjualan bersih melampaui 4%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus).
Perubahan Penjualan Bersih sangat sensitif, rambunya adalah batas kelayakan Proyek adalah
Penjualan tidak boleh turun lebih dari 4%. Variable ini paling berisiko dalam konteks analisa ini.

Penurunan penjualan bisa menjadi tantangan besar bagi bisnis, tetapi ada berbagai strategi yang
dapat diterapkan untuk mengurangi risikonya. Berikut beberapa langkah mitigasi yang bisa
dipertimbangkan:

1) Analisis Penyebab Penurunan Penjualan. Identifikasi faktor yang menyebabkan penurunan
   penjualan—apakah karena perubahan tren pasar, meningkatnya kompetitor, atau penurunan
   daya beli pelanggan?




                                             25
Page 26
2) Diversifikasi Produk atau Layanan. Menambah variasi produk atau layanan dapat membantu
   menarik segmen pelanggan baru dan menjaga daya saing bisnis.
3) Peningkatan Kualitas dan Layanan Pelanggan. Pastikan produk atau layanan berkualitas tinggi
   serta tingkatkan pengalaman pelanggan agar mereka tetap loyal.
4) Optimalisasi Strategi Pemasaran. Gunakan pendekatan pemasaran yang lebih efektif seperti
   kampanye digital, promosi menarik, atau pemasaran berbasis data.
5) Evaluasi dan Penyesuaian Harga. Jika persaingan harga menjadi tantangan, pertimbangkan
   penyesuaian harga yang tetap menguntungkan tetapi kompetitif.
6) Membangun Hubungan dengan Pelanggan. Gunakan strategi komunikasi yang baik, seperti
   program loyalitas, survei kepuasan, atau pendekatan lebih personal.
7) Pemanfaatan Teknologi dan Data. Gunakan analitik bisnis untuk memantau tren penjualan dan
   melakukan prediksi agar bisa bertindak cepat sebelum penurunan semakin signifikan.

Analisis Sensitivitas terhadap pergerakan Perubahan Beban Usaha (Dalam Jutaan Rupiah)

                               0%           5%             8%        10%          15%
                  2025    (10.446)     (10.968)       (11.290)   (11.490)     (12.012)
                  2026    (13.632)     (14.313)       (14.734)   (14.995)     (15.676)
                  2027    (17.057)     (17.910)       (18.436)   (18.762)     (19.615)
                  2028    (20.735)     (21.772)       (22.412)   (22.809)     (23.846)
                  2029    (24.683)     (25.917)       (26.679)   (27.151)     (28.385)
                  NPV        4835         1.846              -    (1.144)      (4.133)
                   IRR     24,84%       16,62%         11,83%      8,95%        1,72%
          Discount Rate                                11,84%
                                                   Breakevent    Tidak       Tidak
          Kelayakan       Layak       Layak
                                                      Point      Layak       Layak

Dalam tabel analisis sensitivitas ini terlihat variable sensitivitas terhadap Perubahan Beban Usaha
yang memberikan informasi, bahwa proyek akan menjadi tidak layak saat kenaikan perubahan
beban usaha melampaui 8%, dengan catatan variable lain tetap (ceteris paribus). Variable ini juga
sangat sensitif, rambunya adalah batas kelayakan Proyek adalah Beban Usaha tidak boleh naik
lebih dari 8%. Variable ini kedua paling berisiko untuk analisa sensitivitas ini.

Kenaikan biaya bisa menjadi tantangan serius bagi bisnis, tetapi ada berbagai strategi untuk
mengurangi dampaknya. Berikut beberapa langkah mitigasi yang dapat diterapkan:

1) Evaluasi dan Pengendalian Biaya. Lakukan audit rutin terhadap pengeluaran dan identifikasi
   area yang bisa dioptimalkan atau dikurangi tanpa mengorbankan kualitas operasional.
2) Negosiasi dengan Pemasok. Jalin komunikasi yang baik dengan pemasok untuk mendapatkan
   harga lebih kompetitif, diskon pembelian dalam jumlah besar, atau alternatif bahan baku yang
   lebih efisien.
3) Optimalisasi Efisiensi Operasional. Gunakan teknologi dan otomatisasi untuk meningkatkan
   produktivitas, mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, dan memangkas biaya
   yang tidak perlu.
4) Manajemen Energi dan Sumber Daya. Cari cara untuk menghemat penggunaan energi, seperti
   investasi dalam teknologi hemat listrik atau strategi keberlanjutan yang dapat menekan biaya
   jangka panjang.
5) Diversifikasi Pendapatan. Tambahkan produk atau layanan baru yang dapat meningkatkan
   arus kas dan mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendapatan.
6) Penyesuaian Harga yang Bijak. Jika memungkinkan, lakukan penyesuaian harga secara
   strategis tanpa mengorbankan daya saing dan loyalitas pelanggan.


                                              26
Page 27
     7) Restrukturisasi dan Efisiensi SDM. Evaluasi kebutuhan tenaga kerja untuk memastikan sumber
        daya manusia digunakan secara optimal, termasuk peluang outsourcing atau pelatihan ulang
        agar lebih produktif.
     8) Manajemen Keuangan yang Lebih Ketat. Pastikan arus kas dikelola dengan baik, cari opsi
        pembiayaan yang lebih efisien, dan pertimbangkan strategi penghematan jangka panjang.

Kesimpulan Studi Kelayakan

Pada analisis keuangan menunjukkan kelayakan dengan NPV positif Rp4.834.961.247 dan IRR 24,84%,
tetapi sensitivitas terhadap penurunan penjualan lebih besar dari 4% (penurunan penjualan > 4%) atau
kenaikan beban usaha lebih besar dari 8% (kenaikan beban usaha >8%) perlu diperhatikan.

Berdasarkan analisis kelayakan terhadap aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, dan
keuangan, dengan syarat semua asumsi yang diproyeksikan terpenuhi, penambahan KBLI baru dinilai
layak dilaksanakan. Laporan ini berlaku hingga 30 Juni 2025 sesuai POJK No. 17/POJK.04/2020, dan
keberhasilannya bergantung pada stabilitas kondisi ekonomi serta pengelolaan risiko yang efektif.




                                                27

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.39 MB
Published17 Jun 2025
Pages27
Characters78,812
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ARITA PRIMA INDONESIA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×33
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.6 ×8
unresolved org KJPP Tobing Panuturi dan Rekan p.3 ×3
unresolved org KJPP Tobing Panuturi p.3 ×3
unresolved org TOBING PANUTURI DAN REKAN Prasetyo Djoko Sasongko p.3
unresolved person MBA. p.3 ×3
unresolved person Penilai Mery Ganis S p.5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi dan Rekan p.6
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi p.6
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.6 ×3
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Tobing Panuturi Dan Rekan Dengan Kualifikasi Sebagai p.6
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.6
unresolved org KJPP TOPAZ p.20
unresolved person DR. Profitability Index p.22

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.273 3992 ms 12 Sep 2026 22:38
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': 'Prasetyo Djoko Sasongko, M.B.A.,M.Ec.MAPPI (Cert)',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': '2024-12-31',
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result