Back to announcement
20250530_IDPR_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31890549_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review IDPRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 73
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PT INDONESIA PONDASI RAYA TBK
No. 00010/2.0120-04/BS/03/0627/1/V/2025
Tanggal: 30 Mei 2025
Tanggal Studi Kelayakan per 31 Desember 2024
Page 2
Kantor Cabang Jakarta Selatan
The AKKAS Commercial Building Lt.2
Jl. T.B. Simatupang No. 23, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Telp. : +62 21 78343013 | Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
No. Laporan : 00010/2.0120-04/BS/03/0627/1/V/2025 Jakarta, 30 Mei 2025
Kepada Yth.
PT Indonesia Pondasi Raya Tbk
Jl. Pegangsaan Dua Km. 4,5 Kelapa Gading
Jakarta Utara 14250
U.p. : Direksi
Dengan hormat,
Sesuai penugasan dari PT Indonesia Pondasi Raya Tbk kepada Kantor Jasa Penilai Publik Herman
Meirizki dan Rekan (”HMR” atau “kami” atau “Penilai”) untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas rencana penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) yaitu KBLI 09100 Aktivitas
Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900 Aktivitas Penunjang Pertambangan
dan Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas Bumi oleh PT Indonesia Pondasi
Raya Tbk (“Perseroan” atau “IDPR”) sebagaimana tertuang dalam Surat Penawaran No. 012/SP/HMR-
JKSL/B/I/2025 tanggal 22 Januari 2025 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan
ini kami telah melakukan studi kelayakan (feasibilty study) secara independen dengan tanggal studi
kelayakan per 31 Desember 2024. Laporan studi kelayakan ini diterbitkan sebagai revisi atas Laporan
Studi Kelayakan dengan Nomor 00001/2.0120-04/BS/03/0627/1/III/2025 tanggal 13 Maret 2025 dengan
tanggal studi kelayakan 31 Desember 2024. Revisi yang dilakukan mencakup penambahan informasi
pada lingkup penugasan, gambaran umum Perseroan, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis,
aspek model manajemen, serta analisis tambahan terkait aspek keuangan. Dengan diterbitkannya
laporan studi kelayakan revisi ini maka membatalkan laporan studi kelayakan sebelumnya.
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama : PT Indonesia Pondasi Raya Tbk
Bidang Usaha : Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan bangunan, termasuk konstruksi
bangunan dan pondasi
Alamat : Jl. Pegangsaan Dua Km. 4,5 Kelapa Gading Jakarta Utara 14250
Telepon dan Faks : (021) 4603253
E-mail : corporate_secretary@indopora.com
Latar Belakang Studi Kelayakan
Perseroan merupakan perusahaan yang memiliki fokus bisnis utama yaitu perencanaan dan
pelaksanaan pekerjaan bangunan, termasuk konstruksi bangunan dan pondasi. Perseroan saat ini
memiliki KBLI yaitu KBLI 43901 Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang, KBLI 43120 Penyiapan Lahan,
dan KBLI 43909 Konstruksi Khusus Lainnya. Perseroan saat ini bermaksud untuk memperluas area kerja
dari jasa yang saat ini dilaksanakan Perseroan sehingga Perseroan dapat melaksanakan pekerjaan jasa
yang berada pada area pertambangan mineral, minyak bumi, gas alam maupun panas bumi, serta
pertambangan dan penggalian lainnya. Untuk dapat melaksanakan jasa pada area tersebut, serta
sebagai salah satu syarat perizinan yang harus dimiliki peserta lelang (tender) pekerjaan yang dibuka
terkhusus pada area pertambangan mineral, minyak bumi, gas alam maupun panas bumi, serta
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |i
Page 3
pertambangan dan penggalian lainnya, maka Perseroan berkebutuhan untuk melakukan penambahan
KBLI 09100 Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900 Aktivitas
Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas Bumi.
Rencana Penambahan KBLI hanya terkait perluasan area kerja, tidak terdapat perubahan pada
operasional utama Perseroan yaitu tetap beraktifitas pada jasa konstruksi meliputi pondasi, dinding
penahan tanah, perbaikan struktur tanah, pengujian tiang, dan lain-lain.
Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penilai telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB‐57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018, serta POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020.
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas rencana
penambahan KBLI 09100 Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900
Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas
Bumi oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI”).
Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI.
Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2024.
Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).
Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan.
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
2. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |ii
Page 4
3. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dan telah disesuaikan berdasarkan
kemampuan pencapaiannya;
4. HMR bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
5. HMR bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
6. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
dokumen legalitas Perseroan;
7. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan
ini;
8. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
9. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
10. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi
yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan
data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi
kelayakan;
11. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.
Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini,
tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil analisis studi
kelayakan secara signifikan.
Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan analisis makro ekonomi dan analisis industri untuk mengevaluasi dampak terhadap
kelayakan proyek;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan;
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |iii
Page 5
Dalam melaksanakan studi kelayakan ini, kami melakukan analisis kelayakan Rencana Penambahan
KBLI menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
(PI), dan Return on Investment (ROI).
Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
• Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.
Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |iv
Page 6
Page 7
Page 8
DAFTAR ISI
PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ........................................................................................ vi
DAFTAR ISI ............................................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ........................................................................................................................... ix
DAFTAR GRAFIK .......................................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................................................... xi
1. LINGKUP PENUGASAN ...........................................................................................................1
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...........................................................1
1.2. Latar Belakang Studi Kelayakan .......................................................................................1
1.3. Status Penilai .................................................................................................................1
1.4. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ................................................................................2
1.5. Objek Studi Kelayakan ....................................................................................................2
1.6. Tanggal Studi Kelayakan ..................................................................................................2
1.7. Mata Uang yang Digunakan .............................................................................................2
1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi .........................................................................................2
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas .........................................................................................2
1.10. Asumsi Khusus ...............................................................................................................3
1.11. Subsequent Event ...........................................................................................................3
1.12. Metodologi Studi Kelayakan ............................................................................................3
1.13. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan .....................................................................3
1.14. Sumber Data ..................................................................................................................3
1.15. Independensi Penilai.......................................................................................................4
1.16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi............................................................................4
2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN.............................................................................................5
2.1. Gambaran Umum Perseroan ...........................................................................................5
2.2. Pemegang Saham ...........................................................................................................5
2.3. Susunan Pengurus ..........................................................................................................6
2.4. Gambaran Usaha ............................................................................................................6
2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional ......................................................................6
2.4.2. Analisis SWOT ................................................................................................................7
2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional ...............................................................8
2.5. Kinerja Keuangan ............................................................................................................8
2.5.1. Laba Rugi Historis ...........................................................................................................8
2.5.2. Posisi Keuangan Historis .................................................................................................9
2.5.3. Arus Kas Historis........................................................................................................... 12
2.5.4. Rasio Keuangan Historis................................................................................................ 13
3. ASPEK PASAR ...................................................................................................................... 15
3.1. Tinjauan Ekonomi ......................................................................................................... 15
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan .................................................................................... 15
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah ........................................................................................................ 15
3.1.3. Suku Bunga .................................................................................................................. 16
3.1.4. Inflasi .......................................................................................................................... 17
3.2. Tinjauan Industri Jasa Konstruksi ................................................................................... 18
3.3. Potensi dan Sasaran Pasar ............................................................................................ 20
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |vii
Page 9
3.4. Pesaing Usaha .............................................................................................................. 21
3.5. Strategi Pemasaran....................................................................................................... 22
3.6. Target Pasar ................................................................................................................. 23
3.7. Pemasok dan Pelanggan Utama .................................................................................... 24
4. ASPEK TEKNIS...................................................................................................................... 25
4.1. Kapasitas Segmen Usaha .............................................................................................. 25
4.2. Ketersediaan Bahan Baku.............................................................................................. 26
4.3. Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli ..................................................... 26
4.4. Proses Produksi ............................................................................................................ 28
5. ASPEK POLA BISNIS ............................................................................................................. 31
5.1. Keunggulan Kompetitif .................................................................................................. 31
5.2. Kemampuan Pesaing Meniru Produk .............................................................................. 31
5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai ..................................................................................... 32
6. ASPEK MODEL MANAJEMEN ................................................................................................. 33
6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja ............................................................................................ 33
6.2. Manajemen Kekayaan Intelektual .................................................................................. 33
6.3. Manajemen Risiko ........................................................................................................ 33
6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ........................................................................ 35
6.5. Struktur Kepemilikan Saham ......................................................................................... 36
7. ASPEK KEUANGAN ............................................................................................................... 37
7.1. Rencana Manajemen .................................................................................................... 37
7.2. Asumsi Pada Proyeksi Keuangan ................................................................................... 37
7.3. Biaya Pendirian dan Investasi ........................................................................................ 37
7.4. Biaya Operasional ......................................................................................................... 38
7.5. Biaya Bahan Baku ......................................................................................................... 38
7.6. Analisis Titik Impas (Break Even Point) ........................................................................... 38
7.7. Sumber Pendanaan ...................................................................................................... 39
7.8. Analisis Tingkat Diskonto............................................................................................... 39
7.9. Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment .................................................. 41
8. KESIMPULAN ....................................................................................................................... 47
9. LAMPIRAN ........................................................................................................................... 48
10. REFERENSI ......................................................................................................................... 48
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |viii
Page 10
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham ................................................................................................... 5
Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan ............................................................................... 8
Tabel 3. Laporan Laba Rugi ................................................................................................................ 9
Tabel 4. Posisi Keuangan Historis ..................................................................................................... 10
Tabel 5. Arus Kas Historis ................................................................................................................. 12
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis ......................................................................................... 14
Tabel 7. Proyek-Proyek Perseroan .................................................................................................... 23
Tabel 8. Proposal Penawaran Jasa Terkait Rencana Penambahan KBLI ............................................... 23
Tabel 9. Pelanggan dan Pemasok ..................................................................................................... 24
Tabel 10. Informasi Tenaga Ahli ........................................................................................................ 27
Tabel 11. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jenjang Manajemen .................................................. 33
Tabel 12. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan .................................................... 33
Tabel 13. Asumsi Proyeksi Pendapatan dan HPP ............................................................................... 37
Tabel 14. Analisis Biaya Pendirian dan Investasi ................................................................................ 37
Tabel 15. Estimasi Capex ................................................................................................................. 38
Tabel 16. Biaya Operasional ........................................................................................................ 38
Tabel 17. Biaya Bahan Baku ............................................................................................................. 38
Tabel 18. Analisis Titik Impas ........................................................................................................... 39
Tabel 19. WACC .............................................................................................................................. 40
Tabel 20. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI .................................................. 41
Tabel 21. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI .................................................... 41
Tabel 22. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI ..................... 42
Tabel 23. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI ....................... 43
Tabel 24. Analisis Kelayakan Investasi .............................................................................................. 44
Tabel 25. Perhitungan Payback Period (PP) ....................................................................................... 45
Tabel 26. Analisis Sensitivity............................................................................................................. 46
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |ix
Page 11
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. IHSG Tahun 31 Desember 2019-2024 ................................................................................... 15
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Desember 2020-2024 ................................................ 16
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024 .................................................................................... 17
Grafik 4. Jumlah Perusahaan Konstruksi di Indonesia Tahun 2022 - 2024 ............................................. 19
Grafik 5. Jumlah Pekerja Tetap Perusahaan Konstruksi di Indonesia Tahun 2021 - 2023 ........................ 19
Grafik 6. Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Konstruksi di Indonesia ................................. 20
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |x
Page 12
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Flow Chart Operasional................................................................................................... 28
Gambar 2. Alur Kepemilikan Saham ................................................................................................. 36
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |xi
Page 13
1. LINGKUP PENUGASAN
1.1. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama : PT Indonesia Pondasi Raya Tbk
Bidang Usaha : Perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan bangunan, termasuk konstruksi
bangunan dan pondasi
Alamat : Jl. Pegangsaan Dua Km. 4,5 Kelapa Gading Jakarta Utara 14250
Telepon dan Faks : (021) 4603253
E-mail : corporate_secretary@indopora.com
1.2. Latar Belakang Studi Kelayakan
Perseroan merupakan perusahaan yang memiliki fokus bisnis utama yaitu perencanaan dan
pelaksanaan pekerjaan bangunan, termasuk konstruksi bangunan dan pondasi. Perseroan saat ini
memiliki KBLI yaitu KBLI 43901 Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang, KBLI 43120 Penyiapan Lahan,
dan KBLI 43909 Konstruksi Khusus Lainnya. Perseroan saat ini bermaksud untuk memperluas area kerja
dari jasa yang saat ini dilaksanakan Perseroan sehingga Perseroan dapat melaksanakan pekerjaan jasa
yang berada pada area pertambangan mineral, minyak bumi, gas alam maupun panas bumi, serta
pertambangan dan penggalian lainnya. Untuk dapat melaksanakan jasa pada area tersebut, serta
sebagai salah satu syarat perizinan yang harus dimiliki peserta lelang (tender) pekerjaan yang dibuka
terkhusus pada area pertambangan mineral, minyak bumi, gas alam maupun panas bumi, serta
pertambangan dan penggalian lainnya, maka Perseroan berkebutuhan untuk melakukan penambahan
KBLI 09100 Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900 Aktivitas
Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas Bumi.
Rencana Penambahan KBLI hanya terkait perluasan area kerja, tidak terdapat perubahan pada
operasional utama Perseroan yaitu tetap beraktifitas pada jasa konstruksi meliputi pondasi, dinding
penahan tanah, perbaikan struktur tanah, pengujian tiang, dan lain-lain.
1.3. Status Penilai
Penilai Publik Willyams merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.22.00627 sebagai Rekan di
KJPP Herman Meirizki dan Rekan dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120, domisili Kota Jakarta Selatan
dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan merupakan KJPP resmi yang
telah mendapatkan izin dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 66/KM.1/2014 tanggal 10 Februari 2014. Kami juga telah terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Penilai telah terdaftar sebagai Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No.
STTD.PB‐57/PM.02/2023 serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan Non Bank dengan No.
296/PD.021/STTD-P/2023. Studi kelayakan dilakukan sesuai dengan Standar Penilaian Indonesia (SPI)
Edisi VII-2018, serta POJK 35/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan POJK 17/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama serta Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 17/SEOJK.04/2020.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |1
Page 14
1.4. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas rencana
penambahan KBLI 09100 Aktivitas Penunjang Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900
Aktivitas Penunjang Pertambangan dan Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas
Bumi oleh Perseroan (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan KBLI”).
1.5. Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan adalah kelayakan atas Rencana Penambahan KBLI.
1.6. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan dalam laporan ini adalah tanggal 31 Desember 2024.
1.7. Mata Uang yang Digunakan
Mata uang yang digunakan dalam laporan studi kelayakan adalah Rupiah (Rp).
1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi
HMR telah mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara terutama dengan manajemen
Perseroan yang diperlukan untuk menunjang proses studi kelayakan.
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Laporan studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses studi kelayakan;
2. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya;
3. Proyeksi keuangan dibuat oleh manajemen Perseroan dan telah disesuaikan berdasarkan
kemampuan pencapaiannya;
4. HMR bertanggungjawab atas pelaksanaan analisis studi kelayakan;
5. HMR bertanggungjawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan akhir dari laporan ini;
6. Kami telah memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dari pemberi tugas berdasarkan
dokumen legalitas Perseroan;
7. Laporan studi kelayakan disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
peraturan yang secara umum berlaku sampai dengan tanggal penerbitan laporan studi kelayakan
ini;
8. Kami mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan studi kelayakan tidak terjadi
perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil studi kelayakan. Kami tidak
bertanggungjawab untuk menegaskan atau memutakhirkan kembali pendapat kami atas perubahan
asumsi dan kondisi yang terjadi setelah tanggal laporan studi kelayakan ini;
9. Kami tidak melakukan due diligence atas aspek perpajakan dan aspek hukum Perseroan;
10. Analisis dalam studi kelayakan didasarkan pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan data
dan informasi yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau pemberi tugas. Kami
mengasumsikan bahwa data dan informasi yang diberikan kepada kami adalah benar, lengkap, dan
tidak menyesatkan. Kami tidak bertanggungjawab atas kemungkinan adanya data atau informasi
yang tidak diungkapkan, ketidakakuratan dan ketidakterbukaan data atau informasi, perubahan
data atau asumsi yang dijadikan dasar studi kelayakan yang dapat mempengaruhi hasil studi
kelayakan;
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |2
Page 15
11. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau penyimpangan dalam
laporan keuangan, atau pelanggaran hukum.
1.10. Asumsi Khusus
Asumsi khusus yang akan digunakan merupakan asumsi khusus yang relevan dan wajar sehubungan
dengan studi kelayakan. Asumsi khusus merupakan asumsi yang berbeda dari keadaaan sebenarnya
pada tanggal studi kelayakan. Analisis akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima dalam
studi kelayakan.
1.11. Subsequent Event
Dari tanggal penilaian yaitu tanggal 31 Desember 2024 sampai dengan tanggal diterbitkannya laporan ini,
tidak terdapat subsequent event atau kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil analisis studi
kelayakan secara signifikan.
1.12. Metodologi Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
• Pengumpulan data langsung dari Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI yang mencakup
identitas, perizinan, rencana usaha, dan data terkait lainnya;
• Melakukan analisis makro ekonomi dan analisis industri untuk mengevaluasi dampak terhadap
kelayakan proyek;
• Melakukan analisis kelayakan atas objek studi kelayakan;
• Dalam melaksanakan studi kelayakan ini, kami melakukan analisis kelayakan Rencana Penambahan
KBLI menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
(PI), dan Return on Investment (ROI).
1.13. Sumber Informasi Yang Dapat Dihandalkan
Studi kelayakan dapat menggunakan data atau sumber informasi tanpa melalui verifikasi terlebih dahulu
yaitu data-data sebagai berikut:
• Data beta industri dan country risk premium bersumber dari Damodaran;
• Data Obligasi Pemerintah Republik Indonesia dari PT Penilai Harga Efek Indonesia atau sumber
lainnya;
• Data Statistik Perbankan Indonesia dari Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
• Data nilai tukar, inflasi, ataupun data publikasi lainnya bersumber dari Bank Indonesia;
• Data lainnya bersumber dari lembaga pemerintahan lainnya;
• Sumber data lainnya yang terkait dengan studi kelayakan.
1.14. Sumber Data
Dalam menyusun studi kelayakan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas informasi sebagai berikut:
1. Company profile dan struktur organisasi Perseroan per 31 Desember 2024;
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |3
Page 16
2. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2024 Nomor 00067/2.1035/AU.1/03/1164-4/1/III/2025
oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan tanggal 5 Maret 2025 dengan opini wajar, yang
ditandatangani oleh Christiadi Tjahnadi selaku penanggung jawab audit;
3. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2023 Nomor 00095/2.1035/AU.1/03/1164-3/1/III/2024
oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan tanggal 25 Maret 2024 dengan opini wajar, yang
ditandatangani oleh Christiadi Tjahnadi selaku penanggung jawab audit;
4. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2022 Nomor 00055/2.1035/AU.1/03/1164-2/1/III/2023
oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan tanggal 20 Maret 2023 dengan opini wajar, yang
ditandatangani oleh Christiadi Tjahnadi selaku penanggung jawab audit;
5. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2021 Nomor 00035/2.1035/AU.1/03/1164-1/1/III/2022
oleh Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan tanggal 9 Maret 2022 dengan opini wajar, yang
ditandatangani oleh Christiadi Tjahnadi selaku penanggung jawab audit;
6. Laporan keuangan audit per 31 Desember 2020 Nomor 00074/3.0423/AU.1/03/0116-3/1/IV/2021
oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan tanggal 29 April 2021
dengan opini wajar, yang ditandatangani oleh Dr. Herry Sunarto, SE., Ak., SH., MBA., MH, CPA, CPMA,
CMA, CA selaku penanggung jawab audit;
7. Proyeksi laporan keuangan Perseroan tahun 2025-2029 Tanpa Rencana Penambahan KBLI dan
Dengan Rencana Penambahan KBLI, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8. Informasi lain dari manajemen Perseroan ataupun pihak lain yang relevan dengan penugasan;
9. Data informasi pasar, ekonomi, industri berdasarkan media cetak dan elektronik yaitu website Bank
Indonesia, website Aswath Damodaran, website Penilai Harga Efek Indonesia, dan sumber informasi
lainnya yang kami anggap relevan.
1.15. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen, tidak ada
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dengan penugasan. Kami juga
tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi
kelayakan ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun.
Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh opini yang dihasilkan.
1.16. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi
Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia yang dapat
mempengaruhi operasional Perseroan. Publikasi ataupun penggunaan laporan studi kelayakan untuk
tujuan selain yang telah dinyatakan dalam maksud dan tujuan studi kelayakan serta penggunaan laporan
studi kelayakan ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini harus dengan sepengetahuan dan persetujuan tertulis dari HMR. HMR tidak
bertanggungjawab atas tuntutan baik saat ini ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan
ataupun penggunaan sebagian atau seluruh informasi dalam laporan studi kelayakan ini untuk tujuan
selain yang telah dinyatakan sebelumnya dan bukan oleh pengguna laporan dalam laporan studi
kelayakan ini.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |4
Page 17
2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN
2.1. Gambaran Umum Perseroan
PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (“Perseroan”) didirikan di Jakarta berdasarkan Akta Notaris Tan Thong Kie
No. 18 tanggal 21 Oktober 1977 dan telah disahkan oleh Kementerian Kehakiman Republik Indonesia
dengan Surat Keputusan No. Y.A.5/118/24 serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik
Indonesia No. 430, Tambahan No. 49, tanggal 17 Juni 1980.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir dinyatakan
oleh Akta Notaris Gatot Widodo, S.E., S.H., M.Kn No. 3, tanggal 24 Juni 2022, mengenai perubahan
Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0051014.AH.01.02 Tahun 2022, tanggal 21 Juli
2022.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan terutama adalah
merencanakan dan melaksanakan pekerjaan bangunan, termasuk konstruksi bangunan dan pondasi.
Kegiatan utama Perseroan saat ini adalah mengerjakan proyek-proyek konstruksi untuk pondasi
bangunan. Perusahaan memulai operasi komersialnya pada tahun 1980.
2.2. Pemegang Saham
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat No. 204 tanggal 25 Juni 2021 yang dibuat oleh Notaris
Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta Barat, yang telah diberitahukan kepada
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana tertuang dalam Surat
Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0429812 tertanggal 19 Juli
2021 dan daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 31 Desember 2024, yang dikeluarkan oleh PT
Raya Saham Registra sebagai Biro Administrasi Efek Perseroan, pemegang saham Perseroan adalah
sebagai berikut:
Tabel 1. Susunan Pemegang Saham
Persentase
Pemegang Saham Lembar Saham Modal Disetor (Rp)
Saham
Manajemen
Manuel Djunako 83,17% 1.665.930.706 166.593.070.600
Hanah Tandean 1,70% 34.069.294 3.406.929.400
Saham Publik (Masyarakat)
Manuel Djunako 2,45% 49.062.200 4.906.220.000
Febyan 2,50% 49.997.600 3.406.929.400
Masyarakat (masing-masing 10,18% 203.940.200 20.394.020.000
di bawah 5%)
Jumlah 100,00% 2.003.000.000 200.300.000.000
Sumber: Biro Administrasi Efek Bulan Desember 2024
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |5
Page 18
2.3. Susunan Pengurus
Susunan Direksi dan Komisaris Perseroan per 31 Desember 2024 berdasarkan Akta Notaris No. 138
tanggal 26 Juni 2020 yang dibuat di hadapan Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn, Notaris di Jakarta
Barat yang telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sebagaimana tertuang dalam Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
No. AHU-AH.01.03-0271653 tertanggal 02 Juli 2020 adalah sebagai berikut:
Direksi
Presiden Direktur : Febyan
Direktur : Heribertus Herry Putranto
Direktur : Ir. Albertus Gunawan
Direktur : Dwijanto
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Manuel Djunako
Komisaris Independen : Wiro Atmojo Wijaya
2.4. Gambaran Usaha
2.4.1. Kegiatan Usaha dan Informasi Operasional
Sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3, maksud dan tujuan Perseroan adalah melakukan
usaha di bidang jasa pelaksana konstruksi, perdagangan, perindustrian, jasa, pengangkutan, dan
perbengkelan. Kegiatan utama Perseroan saat ini adalah mengerjakan proyek-proyek konstruksi untuk
pondasi bangunan.
Perseroan saat ini memiliki 1 (satu) entitas anak yaitu PT Rekagunatek Persada yang memiliki ruang
lingkup usaha yaitu produksi, pemasangan, dan penjualan tiang pancang bangunan. Selanjutnya, PT
Rekagunatek Persada juga memiliki penyertaan sebesar 50% pada PT Gema Bahana Utama yang
memiliki ruang lingkup usaha di bidang konstruksi.
Secara umum, kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan dikelompokkan ke dalam 2 kategori kegiatan
usaha yaitu:
1. Pelayanan Jasa Konstruksi, meliputi:
• Pondasi
• Dinding penahan tanah;
• Perbaikan struktur tanah;
• Pengujian tiang; dan
• Lain-lain.
2. Penjualan dan Pemasangan (melalui Entitas Anak), meliputi:
• Dinding, kolom, dan lantai precast concrete, dan lain-lain;
• Tiang pancang; dan
• Struktur bangunan (precast)
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |6
Page 19
Saat ini, KBLI Perseroan sebagai berikut:
1. KBLI 43901 Pemasangan Pondasi dan Tiang Pancang
Mencakup kegiatan khusus pemasangan bebrbagi pondasi dan tiang pancang termasuk pengecoran
beton dan pembesian pondasi untuk gedung, jalan/jembatan, bangunan pengairan, dermaga,
bangunan lepas pantai dan sejenisnya sebagai bagian dari pekerjaan yang tercakup dalam
konstruksi gedung hunian dan non hunian serta bangunan sipil lainnya;
2. KBLI 43120 Penyiapan Lahan
Mencakup usaha penyiapan lahan untuk kegiatan konstruksi yang berikutnya, seperti pelaksanaan
pembersihan dan pematangan lahan konstruksi, pembersihan semak belukar, pembukaan
lahan/stabilisasi tanah (penggalian, membuat kemiringan, pengurukan, peralatan lahan konstruksi,
penggalian parit, pemindahan, penghancuran atau peledakan batu dan sebagainya), pelaksanaan
pekerjaan tanah dan/atau tanah berbatu, penggalian, membuat kemiringan, oeralatan tanah
dengan galian dan timbunan untuk konstruksi jalan raya, jalan bebas hambatan, jalan rel kereta api,
dan jalan landasan terbang, pabrik, pembangkit, transmisi, gardu induk, dan distribusi tenaga listrik,
fasilitas produksi, serta bangunan gedung dan bangunan sipil lainnya, pemasangan, pemindahan,
dan perlindungan utilitas, tes/uji dengan sondir dan bor;
3. KBLI 43909 Konstruksi Khusus Lainnya
Mencakup kegiatan konstruksi khusus lainnya yang belum diklasifikasikan dalam kelompok 43901
sampai dengan 43905 yang memerlukan keahlian atau perlengkapan khusus, seperti kegiatan
pengerjaan penahan lembab dan air, dehumidifikasi (pelembaban) bangunan, shaft sinking,
pemasangan cerobong asap dan oven untuk keperluan industri dan pekerjaan yang memerlukan
keahlian memanjat dan penggunaan perlengkapan yang berkaitan, misalnya bekerja pada gedung-
gedung yang tinggi. Termasuk pekerjaan di bawah permukaan tanah, pekerjaan lapis peekerasan
beton, pekerjaan perkerasan aspal, pekerjaan perkerasan berbutir, pekerjaan kosntruksi
pengeboran dan injeksi semen bertekanan, pekerjaan beton struktur, pekerjaan konstruksi beton
pascatarik, pekerjaan konstruksi kedap air pada tangki penyimpanan air, minyak, gas dan lainnya
yang sejenis, serta pemasangan konstruksi tahan api untuk bangunan gedung hunian dan non
hunian serta bangunan sipil lainnya.
2.4.2. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:
Kekuatan (Strength):
a. Memiliki manpower yang mempunyai skill terbanyak.
b. Mempunyai alat berat yang paling lengkap dalam jumlah besar.
c. Kerjasama dengan tenaga ahli.
Kelemahan (Weakness);
a. Harga lebih premium dari kompetitor.
Peluang (Opportunity):
a. Selalu diprioritaskan untuk mengerjakan proyek yang besar dan yang mengutamakan mutu.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |7
Page 20
Ancaman (Threats):
a. Proyek yang lebih kecil lebih banyak kompetitornya.
b. Harga kompetitor lebih kompetitif.
2.4.3. Ketentuan Undang-Undang Terkait Operasional
Berikut adalah perizinan Perseroan dokumen perizinan yang terkait operasional:
Tabel 2. Ringkasan Beberapa Dokumen Perizinan
No. Dokumen Perizinan
1. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha 120109800482 oleh
Menteri Investasi dan Hilirisasi perubahan ke-1 tanggal 30 Maret 2023
2. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Sertifikat Standar 81201098004820004 oleh
Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Investasi tanggal 28 Maret 2023
3. Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Sertifikat Standar 81201098004820002 oleh
Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Investasi tanggal 28 Maret 2023
4. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha, Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi
PB-UMKU: 812010980048200040002 Subklasifikasi Pondasi Konstruksi
5. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha, Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi
PB-UMKU: 812010980048200040002 Subklasifikasi Pekerjaan Tanah
6. Perizinan Berusaha Untuk Menunjang Kegiatan Usaha, Sertifikat Badan Usaha (SBU) Konstruksi
PB-UMKU: 812010980048200050001 Penyiapan Lahan Konstruksi
Sumber: manajamen
Perseroan dapat menyampaikan bahwa, terdapat beberapa jenis perizinan/persetujuan yang dibutuhkan
sehubungan dengan realisasi dari kegiatan usaha yang ditambahkan, dimana perizinan/persetujuan
tersebut akan disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan administrasi lelang pekerjaan (tender)
sebagaimana masing-masing area (dalam hal ini area pertambangan minyak dan gas, area
pertambangan mineral dan batu bara, area pertambangan panas bumi) memiliki persyaratannya masing-
masing, seperti Izin Usaha Jasa Pertambangan, Sertifikat Standar, Sertifikasi Peralatan dan lain-lain.
Bahwa setelah mendapatkan persetujuan Para Pemegang Saham pada RUPS dan RUPS LB, Perseroan
akan melakukan penambahan KBLI baru pada Nomor Induk Berusaha (NIB) Perseroan serta melakukan
pemenuhan perizinan IUJP (Izin Usaha Jasa Pertambangan) terlebih dahulu dan akan menjalankan
proses pemenuhan perizinan/persetujuan lain sesuai dengan persyaratan yang dibutuhkan yang secara
spesifik dimintakan oleh Penyelenggara Lelang Pekerjaan (tender).
2.5. Kinerja Keuangan
2.5.1. Laba Rugi Historis
Berikut merupakan laporan laba rugi Perseroan yang telah diaudit periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2020-2024 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |8
Page 21
Tabel 3. Laporan Laba Rugi
Audit Audit Audit Audit Audit
FY2020 FY2021 FY2022 FY2023 FY2024
Pendapatan neto 652.350.844.406 872.574.156.089 1.060.124.902.677 1.289.582.924.477 1.115.261.513.273
Beban Pokok Pendapatan (883.090.563.803) (851.623.851.385) (911.967.486.092) (1.096.829.913.517) (928.931.182.182)
Laba Kotor (230.739.719.397) 20.950.304.704 148.157.416.585 192.753.010.960 186.330.331.091
Beban umum dan administrasi (106.395.466.066) (122.190.228.999) (104.266.737.067) (107.347.200.589) (112.069.909.450)
Beban usaha (127.840.450.740) (109.458.053.588) (118.087.833.892) (116.392.327.902) (119.864.661.194)
Beban lain-lain (60.212.334) (24.288.379.221) (3.683.379.129) (2.001.279.609) (4.760.352.197)
Penghasilan lain-lain - neto 21.505.197.008 11.556.203.810 17.504.475.954 11.046.406.922 12.555.103.941
Laba (Rugi) Usaha (337.135.185.463) (101.239.924.295) 43.890.679.518 85.405.810.371 74.260.421.641
Pendapatan (Beban) lain-lain (42.839.555.161) (40.372.346.197) (42.741.551.537) (49.717.248.960) (46.491.650.125)
Pendapatan keuangan 606.942.006 50.961.800 27.859.987 25.111.362 89.948.042
Beban keuangan (43.182.615.737) (40.338.765.366) (42.769.411.524) (49.742.360.322) (46.581.598.167)
Bagian rugi dari ventura bersama (263.881.430) (84.542.631) -
Laba sebelum pajak (379.974.740.624) (141.612.270.492) 1.149.127.981 35.688.561.411 27.768.771.516
Beban pajak penghasilan (2.188.070.940) (2.463.059.940) (2.440.023.080) (2.510.748.020) (2.821.247.981)
Laba setelah pajak (382.162.811.564) (144.075.330.432) (1.290.895.099) 33.177.813.391 24.947.523.535
Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024
Pendapatan Bersih
Perseroan membukukan pendapatan bersih pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar Rp625,35
miliar, Rp872,57 miliar, Rp1,06 triliun, Rp1,29 triliun, dan Rp1,12 triliun. Pendapatan Perseroan berasal
dari pendapatan jasa konstruksi yang terbagi atas konstruksi pondasi, dinding penahan tanah, dan
struktur. Selain dari jasa konstruksi, pendapatan Perseroan juga berasal dari aktivitas penjualan
penjualan tiang pancar dan dinding precast.
Beban Pokok Pendapatan
Perseroan membukukan beban pokok pendapatan pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar
Rp883,09 miliar, Rp851,62 miliar, Rp911,97 miliar, Rp1,1 triliun, dan Rp928,93 miliar dengan persentase
beban pokok pendapatan terhadap pendapatan pada tahun 2020-2024 masing-masing sebesar
135,37%, 97,60%, 86,02%, 85,05%, dan 83,29%.
Laba Bruto
Perseroan membukukan laba bruto pada tahun 2021-2024 masing-masing sebesar Rp20,95 miliar,
Rp148,16 miliar, Rp192,75 miliar, dan Rp186,33 miliar. Pada tahun 2020 Perseroan membukukan
kerugian bruto sebesar Rp230,74 miliar. Rasio gross profit margin pada tahun 2021-2024 dan masing-
masing sebesar 2,4%, 13,98%, 14,95%, dan 16,71%.
Laba Tahun Berjalan
Pada tahun 2023-2024 Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp33,18 miliar dan Rp24,95
miliar dengan rasio net profit margin masing-masing sebesar 2,57% dan 2,24%. Pada tahun 2020-2022
Perseroan masih membukukan rugi tahun berjalan masing-masing sebesar Rp382,16 miliar, Rp144,08
miliar, dan Rp1,29 miliar.
2.5.2. Posisi Keuangan Historis
Berikut merupakan laporan posisi keuangan Perseroan per 31 Desember 2020-2024 (dalam Rupiah,
kecuali dinyatakan lain):
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |9
Page 22
Tabel 4. Posisi Keuangan Historis
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23 31-Des-24
Aset
Aset Lancar
Kas dan bank 31.366.642.424 4.580.595.037 5.050.000.798 6.988.233.864 19.816.404.962
Piutang usaha 82.076.325.634 171.284.596.299 126.532.313.853 307.535.352.340 188.359.067.843
Piutang retensi 63.599.952.819 77.575.182.607 92.232.844.386 124.175.390.634 111.308.588.943
Piutang lain-lain 2.510.567.000 2.747.793.452 138.742.030 529.732.531 1.235.697.611
Tagihan bruto kepada pemberi kerja 217.834.762.611 235.884.774.829 386.504.070.933 332.367.884.699 243.064.477.148
Persediaan 207.619.060.471 196.532.025.256 155.731.231.206 183.278.859.428 222.944.653.513
Uang muka dan beban dibayar dimuka 28.661.545.912 23.397.899.072 33.940.823.411 16.324.458.048 39.877.162.657
Pajak Dibayar Dimuka 882.051.849 - 93.888.035 2.909.168.269 6.045.112.831
Aset lancar lainnya 150.000.000 308.374.615 296.670.004 348.731.004 330.731.004
Total aset lancar 634.700.908.720 712.311.241.167 800.520.584.656 974.457.810.817 832.981.896.512
Aset Tak Lancar
Uang muka 32.806.966.727 45.651.304.027
Aset tetap - bersih 842.836.038.573 729.355.229.027 688.901.472.030 622.277.872.607 570.908.138.381
Properti Investasi 30.475.741.128 55.228.844.042 52.259.585.643 49.290.327.244 46.321.068.845
Aset pengampunan pajak 810.460.000 810.460.000 810.460.000 - -
Total aset tak lancar 874.122.239.701 785.394.533.069 741.971.517.673 704.375.166.578 662.880.511.253
Total Aset 1.508.823.148.421 1.497.705.774.236 1.542.492.102.329 1.678.832.977.395 1.495.862.407.765
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 109.794.658.110 205.205.255.017 176.816.287.543 294.623.546.017 209.173.860.456
Utang lain-lain 58.409.092 1.141.870.122 - - -
Beban akrual 5.476.722.027 4.535.455.751 336.928.062 1.018.522.274 1.713.305.488
Uang muka dari pelanggan 105.753.834.850 144.406.367.019 145.524.102.518 122.314.790.299 75.745.458.713
Utang pajak 2.121.847.592 4.217.591.807 6.014.515.994 6.145.280.325 9.530.318.368
Utang bank jangka pendek 181.269.143.337 185.842.718.175 256.833.175.327 361.436.834.984 345.702.218.676
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Liabilitas sewa - - - 183.330.438 201.400.613
Utang pembiayaan 8.771.248.382 7.208.795.196 4.866.306.331 1.639.630.102 8.794.316.928
Utang bank 39.618.723.449 39.618.723.449 37.868.080.840 70.768.080.838 67.295.858.600
Total liabilitas jangka pendek 452.864.586.839 592.176.776.536 628.259.396.615 858.130.015.277 718.156.737.842
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Liabilitas sewa - - - 6.326.709.762 6.125.309.151
Utang pembiayaan 12.071.873.686 10.543.707.452 7.702.079.296 1.740.603.793 5.295.843.198
Utang bank 215.931.090.403 215.931.090.403 230.154.832.847 98.303.418.668 31.007.560.066
Laba ditangguhkan atas transaksi jual dan 3.386.531.019 2.191.284.771 996.038.523 - -
sewa-balik aset sewa pembiayaan
Tanggungan rugi pada ventura bersama 2.588.218.561 2.672.761.192 - - -
Liabilitas imbalan kerja 41.455.235.134 41.920.107.682 44.624.533.100 53.699.240.900 56.109.024.244
Total Liabilitas jangka panjang 275.432.948.803 273.258.951.500 283.477.483.766 160.069.973.123 98.537.736.659
Total Liabilitas 728.297.535.642 865.435.728.036 911.736.880.381 1.018.199.988.400 816.694.474.501
Ekuitas
Modal saham 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000
Tambahan modal disetor 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128
Saldo laba 214.054.803.651 66.843.953.995 57.401.576.415 93.580.804.987 106.795.778.095
Pengukuran kembali atas imbalan kerja 14.099.678.221 19.911.407.857 21.663.472.768 20.384.541.478 23.979.210.670
Kepentingan nonpengendali 11.010.141.779 4.153.695.220 10.329.183.637 5.306.653.402 7.031.955.371
Total Ekuitas 780.525.612.779 632.270.046.200 630.755.221.948 660.632.988.995 679.167.933.264
Total Liabilitas dan Ekuitas 1.508.823.148.421 1.497.705.774.236 1.542.492.102.329 1.678.832.977.395 1.495.862.407.765
Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024
Kas dan Setara Kas
Perseroan mencatatkan kas dan setara kas per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar
Rp31,37 miliar, Rp4,58 miliar, Rp5,05 miliar, Rp6,99 miliar, dan Rp19,82 miliar dengan rasio kas masing-
masing sebesar 1,40 kali, 1,20 kali, 1,27 kali, 1,29 kali, dan 1,37 kali.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |10
Page 23
Piutang Usaha
Perseroan mencatatkan piutang usaha per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar Rp82,08
miliar, Rp171,28 miliar, Rp126,53 miliar, Rp307,54 miliar, dan Rp188,36 miliar. Hari perputaran piutang
usaha per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar 45 hari, 71 hari, 43 hari, 86 hari, dan 61 hari.
Hari perputaran piutang usaha tersebut tidak memperhitungkan piutang retensi dan tagihan bruto
kepada pemberi kerja.
Persediaan
Perseroan mencatat persediaan per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar Rp207,62 miliar,
Rp196,53 miliar, Rp155,73 miliar, Rp183,28 miliar, dan Rp222,94 miliar dengan perputaran hari
persediaan masing-masing sebesar 85 hari, 83 hari, 61 hari, 60 hari, dan 86 hari.
Aset Tetap
Perseroan mencatatkan aset tetap bersih per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar
Rp842,84 miliar, Rp729,36 miliar, Rp688,90 miliar, Rp622,28 miliar, dan Rp570,91 miliar atau berkisar
37,07% - 55,86% dari total aset per 31 Desember 2020-2024. Aset tetap Perseroan berupa tanah,
bangunan, kendaraan, mesin dan peralatan, inventaris kantor, dan peralatan berat.
Utang Usaha
Perseroan memiliki utang usaha per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar Rp109,79 miliar,
Rp205,21 miliar, Rp176,82 miliar, Rp294,62 miliar, dan Rp209,17 miliar dengan hari perputaran utang
usaha masing-masing 45 hari, 87 hari, 70 hari, 97 hari, dan 81 hari.
Total Ekuitas
Total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar Rp780,53 miliar, Rp632,27
miliar, Rp630,76 miliar, Rp660,63 miliar, dan Rp679,17 miliar. Modal saham ditempatkan dan disetor
penuh Perseroan per 31 Desember 2020-2024 adalah sebesar Rp200,30 miliar dan tambahan modal
disetor sebesar Rp341,06 miliar.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |11
Page 24
2.5.3. Arus Kas Historis
Berikut merupakan laporan arus kas Perseroan periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2024
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 5. Arus Kas Historis
Audit Audit Audit Audit Audit
FY2020 FY2021 FY2022 FY2023 FY2024
AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 745.462.733.120 779.986.011.133 953.607.673.503 1.115.723.004.274 1.297.735.176.252
Pembayaran kepada pemasok dan lainnya (628.119.955.188) (648.951.762.500) (704.083.676.820) (824.075.303.430) (878.819.081.325)
Pembayaran beban operasi dan lainnya (92.702.212.630) (82.512.443.121) (206.715.874.566) (204.898.361.869) (225.633.726.037)
Pembayaran pajak penghasilan (2.338.624.096) (1.268.486.862) (3.500.101.032) (2.503.143.845) (2.721.033.865)
Pembayaran untuk beban keuangan (42.496.161.364) (39.992.837.955) (42.096.320.052) (48.426.123.454) (45.298.259.040)
Pendapatan bunga 606.942.006 50.961.800 27.859.987 25.111.362 89.948.042
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas (19.587.278.152) 7.311.442.495 (2.760.438.980) 35.845.183.038 145.353.024.027
operasi
AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (19.141.308.478) (5.812.598.973) (61.184.752.433) (21.863.580.467) (15.677.699.379)
Penjualan aset tetap 347.727.273 - 8.000.000 - 159.459.459
Uang muka perolehan properti investasi (15.044.431.705) (8.578.679.727) (9.304.026.000) (9.305.436.000) (12.844.337.300)
Perolehan properti investasi (492.915.000) (3.726.432.600) - - -
Penjualan properti investasi 1.370.921.822 - - - -
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas (32.960.006.088) (18.117.711.300) (70.480.778.433) (31.169.016.467) (28.362.577.220)
investasi
AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang bank jangka pendek 82.707.192.258 1.135.658.013.411 2.003.891.862.530 1.487.237.698.385 1.390.509.414.862
Pembayaran utang bank jangka pendek (82.837.961.441) (1.131.084.438.573) (1.932.901.405.378) (1.457.634.038.728) (1.406.244.031.170)
Penerimaan utang bank jangka panjang - - 100.000.000.000 16.999.999.995 -
Pembayaran utang bank jangka panjang - - (87.688.222.172) (41.416.666.667) (71.233.333.331)
Penerimaan liabilitas sewa - - - - -
Pembayaran liabilitas sewa (18.870.024.522) (10.538.353.420) (7.588.611.806) (825.000.000) (825.000.000)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (5.096.926.490) (6.354.326.070)
Pembayaran dividen tunai (10.015.000.000) (2.003.000.000) (2.003.000.000) (10.015.000.000)
Kas dihasilkan (digunakan) untuk aktivitas (19.000.793.705) (15.979.778.582) 73.710.623.174 (2.737.933.505) (104.162.275.709)
pendanaan
Perubahan bersih kas dan setara kas (71.548.077.945) (26.786.047.387) 469.405.761 1.938.233.066 12.828.171.098
Kas dan setara kas awal tahun 102.914.720.369 31.366.642.424 4.580.595.037 5.050.000.798 6.988.233.864
Kas dan setara kas akhir tahun 31.366.642.424 4.580.595.037 5.050.000.798 6.988.233.864 19.816.404.962
Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024
Arus Kas Aktivitas Operasi
Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas operasi untuk periode 12 bulan yang berakhir 31
Desember 2021, 2023, dan 2024. Arus kas aktivitas operasi yang dihasilkan oleh Perseroan untuk periode
31 Desember 2021, 2023, dan 2024 masing-masing sebesar Rp7,31 miliar, Rp35,19 miliar, dan Rp145,35
miliar. Pada periode 12 bulan tahun 2020 dan 2022, Perseroan mencatat arus kas bersih yang digunakan
dalam aktivitas operasi masing-masing sebesar Rp19,59 miliar dan Rp2,76 miliar.
Arus Kas Aktivitas Investasi
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2020-2024 Perseroan mencatat arus kas yang
digunakan dalam aktivitas investasi masing-masing sebesar Rp32,96 miliar, Rp18,12 miliar, Rp70,48
miliar, Rp31,17 miliar, dan Rp28,36 miliar. Sebagian besar penggunaan kas dalam kegiatan investasi
yaitu untuk membeli aset tetap dan properti investasi berupa bangunan.
Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Selama periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember 2022 Perseroan mencatat arus kas yang dihasilkan
dalam aktivitas pendanaan sebesar Rp73,71 miliar. Untuk periode 12 bulan yang berakhir 31 Desember
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |12
Page 25
2020-2021, 2023-2024 Perseroan mencatat arus kas yang digunakan masing-masing sebesar Rp19,00
miliar, Rp15,98 miliar, Rp2,74 miliar, dan Rp104,16 miliar.
2.5.4. Rasio Keuangan Historis
Likuiditas
Rasio likuiditas dihitung berdasarkan perbandingan antara aset lancar dibandingkan dengan liabilitas
lancar, yang mencerminkan kemampuan Perseroan dalam memenuhi liabilitas jangka pendeknya. Rasio
lancar Perseroan per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar 1,40 kali; 1,20 kali; 1,27 kali; 1,14
kali; dan 1,16 kali. Rasio kas Perseroan per 31 Desember 2020-2024 masing-masing sebesar 0,07 kali;
0,01 kali; 0,01 kali; 0,01 kali; dan 0,03 kali. Rasio cepat Perseroan per 31 Desember 2020-2024 masing-
masing sebesar 0,94 kali; 0,87 kali; 1,03 kali; 1,92 kali; dan 0,85 kali.
Profitabilitas
Rasio profitabilitas adalah rasio atau perbandingan untuk mengetahui kemampuan Perseroan untuk
mendapatkan laba dari pendapatan, aset, dan ekuitas berdasarkan dasar pengukuran tertentu. Rata-rata
marjin laba (rugi) kotor Perseroan per 31 Desember 2020-2024 adalah sebesar 2,53%. Namun demikian,
kinerja Perseroan semakin baik di tahun 2022-2024 dengan berhasil membukukan rata-rata marjin laba
kotor sebesar 15,21%. Sementara itu, rata-rata marjin laba (rugi) bersih yang berhasil dicapai Perseroan
periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2020-2024 adalah sebesar -14,08%. Namun demikian,
Perseroan telah membukukan laba tahun berjalan di tahun 2023 dan 2024 dengan rata-rata rasio marjin
laba bersih sebesar 2,40%.
Aktivitas
Berdasarkan analisis atas rasio aktivitas Perseroan per 31 Desember 2020-2024 rata-rata hari
perputaran piutang usaha di 61 hari, hari perputaran utang usaha di 75 hari, dan hari perputaran
persediaan di 75 hari.
Solvabilitas
Rasio solvabilitas adalah rasio yang digunakan untuk menilai kemampuan Perseroan dalam membayar
seluruh utangnya baik utang jangka pendek maupun utang jangka panjang. Perseroan memiliki rata-rata
debt to asset ratio per 31 Desember 2020-2024 di 0,32 kali dan rata-rata debt to equity ratio sebesar 0,73
kali.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |13
Page 26
Tabel 6. Analisis Rasio Keuangan Historis
Audited Audited Audited Audited Audited Average
FY2020 FY2021 FY2022 FY2023 FY2024 Historis
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 1,40 1,20 1,27 1,14 1,16 1,23
Quick ratio 0,94 0,87 1,03 0,92 0,85 0,92
Cash ratio 0,07 0,01 0,01 0,01 0,03 0,02
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin -35,37% 2,40% 13,98% 14,95% 16,71% 2,53%
Net profit margin -58,58% -16,51% -0,12% 2,57% 2,24% -14,08%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 8 5 8 4 6 6,31
Inventory turnover 4 4 6 6 4 4,92
Acc. Payable turnover 8 4 5 4 4 5,10
Days of Acc. Receivable 45 71 43 86 61 61,12
Days of Inventory 85 83 61 60 86 75,15
Days of Acc. Payable 45 87 70 97 81 75,81
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 0,59 0,73 0,85 0,81 0,67 0,73
Debt to Assets 0,30 0,31 0,35 0,32 0,31 0,32
Total Liabilities to Total Assets 0,48 0,58 0,59 0,61 0,55 0,56
Total Liabilities to Total Equity 0,93 1,37 1,45 1,54 1,20 1,30
Sumber: laporan keuangan audit 31 Desember tahun 2020-2024 (diolah)
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |14
Page 27
3. ASPEK PASAR
3.1. Tinjauan Ekonomi
3.1.1. Indeks Harga Saham Gabungan
Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari terakhir bursa 30 Desember 2024
menguat sebanyak 0,62% ke level 7.079,90 dengan nilai kapitalisasi pasar senilai Rp12.336 triliun serta
membukukan rata-rata nilai perdagangan harian (Average Daily Trading) dengan nilai rata-rata sebesar
Rp12,851 triliun serta rata-rata volume 19,911 juta lembar saham dan rata-rata frekuensi transaksi
perdagangan sebanyak 1,132 ribuan kali transaksi. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, 10 dari 11 sektor
saham menguat pada perdagangan hari terakhir bursa tahun 2024 tersebut dimana sektor teknologi
memimpin dengan kenaikan 3,01%, diikuti sektor barang konsumen primer dengan angka 2,28%, sektor
industri sebesar 1,68%, serta sektor barang konsumen sekunder sebesar 1,65%. Sementara hanya ada
satu sektor saja yang melemah yaitu sektor keuangan yang turun hingga 0,28%. Berikut pergerakan IHSG
31 Desember 2019-2024:
Grafik 1. IHSG Tahun 31 Desember 2019-2024
IHSG
7.500,00
7.272,79
7.200,00 7.079,90
6.850,62
6.900,00
6.581,48
6.600,00
6.300,00
5.979,07
6.000,00
5.700,00
5.400,00
2020 2021 2022 2023 2024
Close Price
Sumber: Yahoo Finance
3.1.2. Nilai Tukar Rupiah
Kurs Bank Indonesia (BI) pada akhir Desember 2024 mencatat kurs tengah Rupiah terhadap Dolar
Amerika Serikat berada pada level Rp 16.162,00. Berikut pergerakan nilai tukar kurs tengah Rupiah dari
Desember 2019-2024:
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |15
Page 28
Grafik 2. Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Periode Desember 2020-2024
Kurs Tengah BI
16.500,00
16.162,00
16.000,00 15.731,00
15.416,00
15.500,00
15.000,00
14.500,00 14.269,01
14.105,01
14.000,00
13.500,00
13.000,00
2020 2021 2022 2023 2024
Kurs Tengah BI / BI Middle Rate
Sumber: Bank Indonesia
3.1.3. Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 17-18 Desember 2024 memutuskan untuk
mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility
sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75% berdasarkan Siaran Pers BI yang
disampaikan Kepala Departemen Komunikasi BI tanggal 18 Desember 2024. BI menyebut, keputusan ini
konsisten dengan arah kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran
2,5±1% pada tahun 2024 dan 2025, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Fokus kebijakan moneter kemudian diarahkan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dari
dampak makin tingginya ketidakpastian perekonomian global akibat arah kebijakan Amerika Serikat dan
juga eskalasi ketegangan geopolitik di berbagai wilayah di seluruh dunia. Ke depan, Bank Indonesia terus
mencermati dan mengamati pergerakan nilai tukar Rupiah serta prospek inflasi dan juga dinamika
kondisi ekonomi yang berkembang, dalam memanfaatkan ruang penurunan suku bunga kebijakan
lanjutan.
Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung
arah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh
untuk mengupayakan kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas pertumbuhan dan
penciptaan lapangan kerja, termasuk sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan ekonomi hijau,
melalui penguatan strategi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai Januari
2025, dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Kebijakan sistem pembayaran juga diarahkan
untuk turut mendorong pertumbuhan, khususnya sektor perdagangan dan UMKM, dengan memperkuat
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |16
Page 29
keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi
digitalisasi sistem pembayaran.
BI menyebut ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian dunia
yang lebih kuat. Rencana kebijakan perdagangan di Amerika Serikat melalui kenaikan tarif impor,
komoditas, dan cakupan negara yang lebih luas telah menyebabkan risiko peningkatan fragmentasi
perdagangan dunia. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan melambat menjadi 3,1%
dari sebesar 3,2% pada 2024. Di Amerika Serikat, penurunan Fed Funds Rate (FFR) akan diperkirakan
lebih lambat akibat inflasi yang lebih tinggi tersebut. Sementara itu, kebijakan fiskal Amerika Serikat yang
lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi, baik pada tenor jangka pendek maupun jangka
panjang. Penguatan mata uang dolar Amerika Serikat secara luas terus berlanjut disertai berbaliknya
preferensi investor global dengan memindahkan alokasi portofolionya kembali ke Amerika Serikat. Hal
ini meningkatkan tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia dan menahan aliran masuk modal asing
ke negara berkembang. Perkembangan ekonomi global yang diikuti dengan tetap tingginya
ketidakpastian pasar keuangan global tersebut memerlukan respons kebijakan yang kuat untuk dapat
melakukan upaya mitigasi dari dampak negatifnya terhadap perekonomian di negara-negara
berkembang, termasuk Indonesia.
3.1.4. Inflasi
Berdasarkan data dari Bank Indonesia, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan Desember 2024
berada pada angka 1,57% dan hal ini masih tetap terjaga di dalam sasaran 2,5±1%. Menurut data Badan
Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi bulan-per-bulan pada Desember 2024 sebesar 0,44% (m-to-m),
tingkat inflasi tahun-per-tahun pada Desember 2024 sebesar 2,26% (y-on-y). Berdasarkan Grafik 3,
tingkat inflasi cenderung mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2021 sampai 2022, tetapi pada
tahun 2023 dan 2024 mengalami penurunan. Berikut merupakan Grafik inflasi bulan Desember tahun
2020-2024:
Grafik 3. Inflasi Periode Desember 2020-2024
Inflasi
6,00%
5,00% 5,51%
4,00%
3,00%
2,61%
2,00%
1,68% 1,57%
1,87%
1,00%
0,00%
Des 2020 Des 2021 Des 2022 Des 2023 Des 2024
Sumber: Bank Indonesia
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |17
Page 30
3.2. Tinjauan Industri Jasa Konstruksi
Konstruksi adalah suatu kegiatan yang hasil akhirnya berupa bangunan/konstruksi yang menyatu dengan
lahan tempat kedudukannya. Hasil kegiatan konstruksi antara lain gedung, jalan, jembatan, rel dan
jembatan kereta api, terowongan, bangunan air dan drainase, bangunan sanitasi, bandara, jaringan listrik
dan komunikasi, dan lain-lain.
Kualifikasi/skala usaha dalam bidang konstruksi terbagi dalam 4 (empat) kriteria yang diatur dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 yaitu:
• Kecil • Menengah
- Kemampuan keuangan: min. 300 - Kemampuan keuangan: min. 2
juta rupiah. miliar rupiah.
- Penjualan tahunan: s.d. 2,5 miliar - Penjualan tahunan: s.d. 2,5 miliar
rupiah. rupiah.
- Tenaga ahli: satu orang PJTBU - Tenaga ahli: satu orang PJTBU
dengan SKK minimal jenjang 6 dan dengan SKK minimal jenjang 7 dan
satu orang PJKSBU dengan SKK satu orang PJKSBU dengan SKK
minimal jenjang 5. PJBU dapat minimal jenjang 6.
merangkap sebagai PJTBU. - Peralatan konstruksi: dua per
- Peralatan konstruksi: satu per subklasifikasi.
subklasifikasi
• Besar (Nasional) • Besar (Asing)
- Kemampuan keuangan: min. 25 - Kemampuan keuangan: min. 35
miliar rupiah. miliar rupiah.
- Penjualan tahunan: min. 25 miliar - Penjualan tahunan: min. 100 miliar
rupiah. rupiah.
- Tenaga ahli: satu orang PJTBU - Tenaga ahli: satu orang PJTBU
dengan SKK minimal jenjang 8 dan dengan SKK minimal jenjang 9 dan
satu orang PJKSBU dengan SKK satu orang PJKSBU dengan SKK
minimal jenjang 7. minimal jenjang 9. PJBU dapat
- Peralatan konstruksi: tiga per merangkap sebagai PJTBU.
subklasifikasi. - Peralatan konstruksi: lima per
subklasifikasi.
Berikut akan dijelaskan perkembangan konstruksi di Indonesia seperti jumlah perusahaan konstruksi,
jumlah pekerja tetap dan jumlah nilai konstruksi yang diselesaikan.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |18
Page 31
Grafik 4. Jumlah Perusahaan Konstruksi di Indonesia Tahun 2022 - 2024
Sumber: BPS, 2024
Grafik 4 menunjukkan jumlah dan penyebaran perusahaan konstruksi yang ada di Indonesia. Jumlah
perusahaan konstruksi tahun 2022-2024 yang tercatat dalam Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia
sebesar 197.030, 190.677 dan 186.534. Jawa timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Sulawesi
Selatan menjadi 5 Provinsi yang memiliki perusahaan konstruksi terbesar di Indonesia. Jumlah
perusahaan konstruksi mengalami penurunan karena dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pandemi
Covid-19 dan suku bunga yang tinggi.
Grafik 5. Jumlah Pekerja Tetap Perusahaan Konstruksi di Indonesia Tahun 2021 - 2023
Sumber: BPS, 2024
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |19
Page 32
Pekerja Tetap adalah pekerja yang bekerja pada perusahaan/usaha yang menerima upah/gaji secara
tetap, tidak tergantung pada presensi/ kehadiran pekerja tersebut. Dapat dilihat pada Grafik 2 jumlah
total karyawan tetap yang tercatat pada tahun 2021-2023 di Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia
sebesar 1.147.168 orang, 1.157.245 orang, dan 1.185.656 orang. Jumlah pekerja ini tesebar di seluruh
Indonesia dengan 5 Provinsi terbanyak yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan
Banten.
Grafik 6. Nilai Konstruksi yang Diselesaikan Perusahaan Konstruksi di Indonesia
Tahun 2022 - 2023
Sumber: BPS, 2024
Nilai Konstruksi yang Diselesaikan adalah nilai pekerjaan yang telah diselesaikan oleh pihak pemborong
menurut realisasi proyek yang telah diselesaikan dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan nilai kontrak
antara pemilik dengan kontraktor. Pada grafik 3 menunjukkam nilai konstruksi yang Diselesaikan yang
terbagi dalam konstruksi gedung, konstruksi bangunan sipil, dan konstruksi khusus. DKI Jakara, Jawa
Barat, Jawa Tengah, dan Jawa timur menjadi 5 provinsi terbesar di Indonesia dalam menyelesaikan suatu
project kerjaan.
3.3. Potensi dan Sasaran Pasar
Potensi dan sasaran pasar Perseroan mengikuti kondisi pasar terkini, didukung oleh perkembangan
industri konstruksi nasional yang diproyeksikan akan tetap kuat. Program pemerintah yang terus
mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, terutama Proyek Strategis Nasional
(PSN). Anggaran infrastruktur APBN 2024 adalah sebesar Rp422,7 triliun dan tahun 2023 sebesar
Rp399,6 triliun atau meningkat 5,78% dibandingkan APBN 2023. Untuk tahun 2025, anggaran
infrastruktur tahun 2025 adalah sebesar Rp400,3 triliun, turun 5,29% dibandingkan tahun 2024.
Walaupun terdapat penurunan anggaran, pasar konstruksi diestimasi akan tetap bertumbuh stabil
khususnya di sektor bangunan. BCI Central menyampaikan outlook atas pasar konstruksi di Indonesia
untuk tahun 2025 menunjukkan bahwa total pasar proyek konstruksi (proyek Gedung dan Sipil, tidak
termasuk Migas) pada tahun 2025 diperkirakan tumbuh sebesar 5.48% dibandingkan tahun 2024. Total
pasar konstruksi Indonesia diperkirakan mencapai Rp381.61 triliun pada tahun 2024, dimana 40.31% di
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |20
Page 33
sektor sipil (Rp 153.84 trliun) dan 59.69% di sektor bangunan (Rp227,76 triliun). Kegiatan sektor sipil
(termasuk Infrastruktur, Transportasi dan Utilitas) diperkirakan sedikit menurun pada tahun 2025,
sebesar 2,62% dibandingkan tahun 2024 dengan nilai Rp123.4 triliun. Proyek sipil yang menjadi tulang
punggung pada tahun 2025 adalah jalan dan jembatan, bendungan, pelabuhan dan pekerjaan sipil, dan
pembangkit listrik. Untuk sektor bangunan, diperkirakan meningkat 9,09% pada tahun 2025 mencapai
Rp227,76 triliun. Kategori proyek Perumahan dan Industri diharapkan menjadi kontributor terbesar
terhadap total nilai konstruksi bangunan pada tahun 2025 dengan porsi masing-masing sebesar 28,29%
(Rp64,44 triliun) dan 24,75% (Rp56,37 triliun).
Dengan adanya optimisme tersebut, minat investor dalam dan luar negeri untuk mendukung
pertumbuhan proyek industri diperkirakan akan terus meningkat. Selain itu, pemerintah juga semakin
meningkatkan kontribusi sektor swasta untuk turut andil dalam bagian pengembangan, pembiayaan, dan
pengelolaan proyek-proyek infrastruktur.
Selain itu, konstruksi di area pertambangan memiliki potensi untuk dikembangkan seiring dengan
peningkatan aktivitas operasional di sektor pertambangan. Dengan demikian, Perseroan bermaksud
untuk dapat melaksanakan proyek konstruksi pada area-area pertambangan. Perseroan telah
mendapatkan informasi penawaran-penawaran untuk dapat melaksanakan proyek konstruksi pada area
pertambangan namun terkendala oleh belum terpenuhi syarat-syarat KBLI dalam Rencana Penambahan
KBLI ini.
3.4. Pesaing Usaha
Perseroan secara langsung bersaing dengan beberapa perusahaan sejenis yaitu:
1. PT Trocon Indah Perkasa (“TROCON”)
TROCON berdiri di Provinsi Bengkulu (Sumatera) pada tahun 1973 dengan nama CV. Trocon.
Kemudian pada tahun 1985 TROCON berubah status menjadi PT Trocon Indah Perkasa. Pada tahun
1974 PT Trocon mulai mengerjakan proyek irigasi dan bangunan di seluruh provinsi Bengkulu. Pada
tahun 80-an perusahaan ini melebarkan sayap usahanya di bidang konstruksi dengan mengerjakan
proyek jembatan dan juga penyewaan alat berat. Pada tahun 1990 PT Trocon telah membuka kantor
cabang di Jakarta dan Padang (Sumatera Barat). Sejak pertengahan tahun 1992 Trocon mulai
berkecimpung di bidang pekerjaan pondasi Bored-Pile dan proyek pertama yang dikerjakan adalah
Gedung Perkantoran MidPlaza II, Sudirman. Spesifikasi yang dikerjakan saat itu adalah Bored-Pile
dengan kedalaman 52 meter dengan menggunakan mesin Soilmec R-15. Proyek yang dijalankan oleh
TROCON yaitu pekerjaan bangunan seperti apartemen gelombang, jembatan/jembatan layang seperti
jembatan kereta api di Serpong.
2. PT BAUER Pratama Indonesia (“Bauer Indonesia”)
PT BAUER Pratama Indonesia merupakan anak perusahaan dari BAUER Spezialtiefbau GmbH yang
berpusat di Jerman.Perusahaan merupakan bagian dari Grup BAUER yang mempekerjakan sekitar
12.000 tenaga kerja ahli. PT BAUER Pratama Indonesia memberikan jasa layanan konstruksi baik
berupa desain proyek dan penyediaan mesin khusus hingga penyelesaian pekerjaan konstruksi.
Selain itu, Bauer Indonesia juga memberikan jasa perbaikan tanah (soil improvemenet), bored piles,
anchors dan micro piles, soil mixing techniques, diapragm walls dan cut-off walls, injection dan soil
freezing, dan sheet piles.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |21
Page 34
3. PT Pakubumi Semesta
PT Pakubumi Semesta merupakan kontraktor spesialis pondasi yang didirikan di Jakarta pada tahun
1973. Jasa yang ditawarkan perusahaan meliputi pemasangan tiang pancang dengan metode tekan,
pemasangan sheet pile dengan bahan baja dan beton, dan pemasangan tiang precast. Selain itu,
perusahaan juga menerapkan uji pembebanan tiang dengan metode tekan, tarik, dan lateral.
Sebagian besar proyek yang ditangani perusahaan merupakan proyek-proyek dalam negeri,
diantaranya proyek FO Lenteng Agung dan Pasar Senen Jaya Blok I & II di DKI Jakarta, proyek PM 7/8
(Test dan Main) dan Boiler 8 (Test dan Main) IKS Serang Banten, Workshop Expation PT Sulzer
Indonesia di Purwakarta, dan proyek-proyek lain.
Perseroan akan berkompetisi dengan kompetitor tersebut. Secara umum tidak terdapat kompetitor yang
sangat mendominasi dalam area kerja terkait Rencana Penambahan KBLI, sehingga Perseroan tetap
memiliki potensi dalam area kerja tersebut.
3.5. Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang telah dijalankan Perseroan ditunjukkan sebagai berikut.
• Pelayanan Terpadu
Perseroan tidak hanya menawarkan jasa pembangunan pondasi, melainkan juga memproduksi serta
menjual beberapa bahan pendukung pembuatan pondasi.
• Jaringan Relasi yang Luas
Perseroan mengembangkan jaringan relasi yang luas untuk menciptakan efek word of mouth agar
produk dan layanan Perseroan dapat dikenal luas.
• Keunggulan Operasional
Perseroan melakukan investasi pada peralatan termutakhir serta diversifikasi produk dalam rangka
mencapai keunggulan operasional.
• Berperan Aktif
Perseroan senantiasa mengikuti pelelangan terbuka, baik yang dilaksanakan oleh pemerintah
maupun pihak swasta.
• Kerja Sama
Perseroan menjalin kerja sama dengan pemerintah dan perusahaan swasta yang tidak hanya berpusat
di kawasan ibukota, melainkan tersebar di beberapa wilayah pulau Jawa dan luar pulau Jawa.
• Diversifikasi Produk
Perseroan melakukan diversifikasi produk di bidang manufaktur beton pracetak untuk meningkatkan
layanan dan kapabilitas.
• Harga yang Kompetitif
Perseroan menentukan tingkat harga yang wajar dan kompetitif sesuai dengan kualitas material yang
digunakan dalam menghasilkan konstruksi bangunan yang berkualitas.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |22
Page 35
3.6. Target Pasar
Perseroan akan berfokus pada informasi penawaran-penawaran yang didapatkan oleh Perseroan
sebelumnya untuk kemudian dapat mulai masuk pada konstruksi di area-area pertambangan, migas, dan
panas bumi. Entitas anak Perseroan juga telah masuk dalam area-area pertambangan, migas, dan panas
bumi sehingga dengan demikian akan membantu Perseroan dalam melakukan penetrasi pasar di area-
area pertambangan, migas, dan panas bumi. Perseroan berfokus pada industri dimana Perseroan telah
memiliki pengalaman serta melakukan perluasan di area lainnya. Industri lain seperti rumah sakit dan
infrastruktur telah masuk dalam portofolio pekerjaan Perseroan. Beberapa proyek lainnya yang
dikerjakan oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 7. Proyek-Proyek Perseroan
Pemberi Kerja Nama Proyek
PT Damai Putra Group Struktur Arsitektur Uniqlo & Hi – You, Kota Harapan Indah
Bekasi
PT Nusa Raya Cpta Suplai Façade Pakuwon Mall, Pekayon Bekasi Tower 1 dan 3
PT Tata Mulia Nusantara Indah Pengadaan dan pemasangan Precast
PT Total Bangun Persada Tbk Jakarta Premium Outlet
PT Bumi Serpong Daman Masjid Agung BSD City
PT Lippo Karawaci Tbk Urban Homes – Lippo Karawaci
PT Waskita Karya Konstruksi Terintegrasi Rancang dan Bangun Pembangunan
Rumah Susun ASN 3
PT Kapuknaga Indah Sunset Pier 2 – Area Main Entrance
PT Mahkota Sentosa Utama Meikarta District 2 (Test Pile)
Sumber: laporan tahunan Perseroan
Perseroan sebelumnya memiliki calon konsumen potensial namun terkendala oleh belum terpenuhinya
syarat KBLI yang harus dimiliki oleh Perseroan sesuai dengan Rencana Penambahan KBLI. Calon
konsumen potensial sebelumnya beserta proyek yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
Tabel 8. Proposal Penawaran Jasa Terkait Rencana Penambahan KBLI
Calon Konsumen Potensial Nama Proyek
PT Inti Karya Persada Tehnik Pekerjaan Tiang Pemancangan (Pilling) PLTP (Geothermal)
Blawan Ijen 30MW
PT JGC Indonesia Pekerjaan Pilling Driving & Bored Pile untuk Wayang Windu
Unit 3 di Pangalengan, Jawa Barat
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Pekerjaan Bored Pile, Proyek Lumut Baial Unit 2 Geothermal
FCRS & Power Plant
PT Inti Karya Persada Tehnik Pilling Work & Bored Pile Works untuk EPC Patuha Unit 2
Sumber: manajemen Perseroan
Selanjutnya setelah proses Rencana Penambahan KBLI selesai, maka Perseroan dapat menargetkan
kembali proyek-proyek potensial dari calon konsumen yang sebelumnya belum berhasil didapatkan
terkait belum terpenuhinya syarat KBLI.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |23
Page 36
3.7. Pemasok dan Pelanggan Utama
Berikut merupakan pelanggan dan pemasok untuk kegiatan operasional Perseroan:
Tabel 9. Pelanggan dan Pemasok
Pemasok Pelanggan
• PT Adhimix RMC Indonesia • PT Astra International Tbk
• PT Wijaya Karya Beton Tbk • PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
• PT Baria Bulkk Terminal • PT Frisian Flag Indonesia
• PT The Master Manufactury • PT Permadani Khatulistiwa Nusantara
• PT Pionerbeton Indonesia
Sumber: manajemen Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |24
Page 37
4. ASPEK TEKNIS
4.1. Kapasitas Segmen Usaha
Perusahaan memiliki kapasitas kemampuan dan pengalaman dalam menjalankan operasionalnya
terutama dengan dilakukannya Rencana Penambahan KBLI. Produk dan jasa Perseroan terkait konstruksi
pondasi, meliputi pembuatan konstruksi pondasi, dinding penahan tanah, perbaikan tanah, pengujian
tiang, produksi tiang pancang dan precast concrete untuk bangunan, dan lain-lain sebagaimana
diuraikan berikut:
Pondasi
Perseroan memiliki spesialisasi dalam pengerjaan pondasi bangunan yang kokoh dan berkualitas.
Perseroan juga mampu mengerjakan pondasi berdiameter besar dan dalam dengan beberapa jenis tiang,
seperti tiang pancang, tiang bor, dan tiang multiform. Setiap tiang memiliki spesifikasi dan cara
pemasangan berbeda tergantung jenis proyek yang sedang dikerjakan. Beberapa jenis layanan pondasi
di antaranya:
1. Tiang pancang;
2. Tiang bor, serta
3. Tiang multiform (barrete pile) dan lain-lain.
Dinding Penahan Tanah (Diaphragm Walls)
Spesialisasi lain yang dimiliki Perseroan dalam bidang konstruksi adalah pembuatan dinding penahan
tanah. Pembuatan dinding penahan tanah sangat efektif untuk mencegah terjadinya longsor pada
konstruksi yang dibangun pada lahan yang miring. Perseroan mampu mengerjakan berbagai jenis dinding
penahan tanah sesuai dengan jenis konstruksi dan kondisi tanah, mulai dari yang sederhana sampai yang
kompleks. Beberapa jenis layanan dinding penahan tanah di antaranya:
1. Sheet piles:
2. Diaphragm Walls (Cast in Situ);
3. Diaphragm Walls (Precast);
4. Soldier Piles;
5. Contiguuous Bored Piles Walls, serta;
6. Secant Pile dan lain-lain
Perbaikan Struktur Tanah
Perseroan terus mengembangkan pelayanan dalam pengerjaan konstruksi dengan merestrukturisasi
kondisi tanah yang kurang baik. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan stabilisasi tanah dalam rangka
memperbaiki atau mempertahankan kemampuan tanah agar sesuai dengan syarat teknis yang
dibutuhkan dalam pengerjaan suatu proyek. Beberapa cara yang digunakan dalam memperbaiki struktur
tanah di antaranya mengeringkan tanah atau menggunakan bantuan bahan kimia. Beberapa jenis
layanan perbaikan struktur tanah di antaranya:
1. Vertical drain:
2. Soil cement.
Pengujian Tiang
Perseroan semakin memfokuskan pelayanan dalam bidang konstruksi dengan melayani jasa pengujian
tiang. Pengujian tiang ini harus dilakukan untuk memastikan seluruh tiang pondasi yang dipasang dapat
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |25
Page 38
menahan seluruh beban yang diberikan oleh struktur bangunan. Perseroan dapat melakukan beberapa
metode pengujian tiang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Beberapa jenis layanan pengujian tiang di
antaranya:
1. Tes tekan (statis dan dinamis):
2. Tes Tarik
3. Tes lateral; serta
4. Tes integritas dan lain-lain.
Precast dan Prestressed
Komitmen Perseroan untuk menjadi perusahaan konstruksi yang dapat diandalkan dicapai dengan
memberikan pelayanan tambahan di samping kegiatan usaha utama Perseroan, yaitu melayani jasa
konstruksi. Melalui Entitas Anak, Perseroan memproduksi, memasang, dan menjual tiang pancang.
Melalui Entitas Anak juga, Perseroan memproduksi dan memasang beton pracetak untuk struktur
bangunan.
Lain-lain
Perseroan menyediakan layanan penunjang konstruksi dalam rangka memberikan pelayanan yang
terpadu bagi setiap pelanggan. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pelanggan dalam memenuhi
kebutuhan proyeknya. Perseroan dapat melakukan penggalian di bawah muka air tanah, penyambungan
besi beton secara mekanis, atau kegiatan lainnya sesuai dengan kemampuan Perseroan dan kebutuhan
pelanggan, di antaranya:
1. Slurry wall;
2. Soil Nailing dan Shotcrete;
3. Ground Anchor;
4. Kingpost;
5. Bar Coupler;
6. Dewatering;
7. Galian dan buang tanah, serta
8. Concrete Batching Plant atau Baching Plant dan lain-lain.
4.2. Ketersediaan Bahan Baku
Dalam menjalankan operasional, Perseroan memerlukan bahan-bahan yang digunakan dalam
pembuatan pondasi seperti besi, tiang pancang, concrete, dan sebagainya. Perseroan memiliki anak
usaha yang memiliki operasional di bidang pembuatan concrete sehingga Perseroan akan selalu
mendapatkan bahan-bahan yang digunakan dalam proses operasional.
4.3. Ketersediaan Sumber Daya Manusia dan Tenaga Ahli
Sampai dengan akhir tahun 2024, jumlah karyawan Perseroan (tidak termasuk Entitas Anak) sebanyak
953 orang sedangkan untuk tahun 2023 sebanyak 1.041 orang. Kondisi di mana terjadi peningkatan atau
penurunan jumlah karyawan didasari atas beberapa penyesuaian dengan jumlah proyek yang dikerjakan.
Perseroan memiliki 3 (tiga) orang tenaga ahli bersertifikasi atau kompeten dalam bidang Jasa Konstruksi
dengan kualifikasi Ahli Madya Geoteknik yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Astekindo
Konstruksi Mandiri. Informasi mengenai tenaga ahli tersebut adalah sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |26
Page 39
Tabel 10. Informasi Tenaga Ahli
1. Nama : Heri Rahadiyanto
Nomor Registrasi : F 1993 35275 2023 0093698 SI 15
Bidang : Jasa Konstruksi
Kualifikasi : Ahli Madya Geoteknik
Jenjang : 8
2. Nama : Ir. Budiharto Lawidjaja
Nomor Registrasi : F 1993 31232 2022 0042645 SI 15
Bidang : Jasa Konstruksi
Kualifikasi : Ahli Madya Geoteknik
Jenjang : 8
3. Nama : Prianes Edwardhana
Nomor Registrasi : F 1993 35274 2023 0093697 SI 15
Bidang : Jasa Konstruksi
Kualifikasi : Ahli Madya Geoteknik
Jenjang : 8
Sumber: laporan tahunan Perseroan
Tiga orang tenaga ahli bersertifikasi tersebut dapat menjalankan kegiatan usaha yang akan ditambahkan
karena masih berada pada jenis usaha yang sama yaitu konstruksi.
Berkaitan dengan Rencana Penambahan KBLI, Perseroan tidak melakukan penambahan sumber daya
manusia. Namun tidak menutup kemungkinan Perseroan akan melakukan penambahan sumber daya
manusia melalui rekrutmen internal atau rekrutmen lokal (disesuaikan dengan kebutuhan masing-
masing proyek) dengan memperhatikan jumlah proyek yang sedang dikerjakan seiring dengan
penambahan jumlah proyek yang dikerjakan.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |27
Page 40
4.4. Proses Produksi
Berikut adalah alur proses bisnis Perseroan:
Gambar 1. Flow Chart Operasional
Sumber: manajemen Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |28
Page 41
Flowchart operasional di atas menjelaskan alur kerja terstruktur yang dilakukan oleh Perseroan dalam
menjalankan proyek, dimulai dari penerimaan order hingga tindakan perbaikan berkelanjutan, dengan
melibatkan seluruh fungsi dan divisi Perseroan secara terpadu. Analisis alur kerja sebagai berikut:
1. Plan (Perencanaan)
Proses operasional dimulai dari pelanggan yang menyampaikan order atau kontrak kepada Perseroan.
Order tersebut kemudian ditinjau oleh top management untuk memastikan kelayakan dan
kesesuaiannya dengan kebijakan Perseroan. Setelah itu, tim marketing melakukan perhitungan dan
menyusun estimasi harga. Selanjutnya, tim operasional melakukan survey lapangan sebagai dasar
penyusunan perencanaan proyek. Pada tahap ini, berbagai departemen mulai terlibat untuk mendukung
kelancaran proyek:
• HSE (Health, Safety, Environment) memastikan aspek keselamatan dan lingkungan masuk dalam
rencana proyek;
• Workshop Pool menyiapkan peralatan dan perlengkapan proyek;
• Logistik pembelian melakukan proses pengadaan barang dan jasa sesuai kebutuhan proyek;
• Logistik gudang bertanggung jawab atas penyimpanan barang hasil Pengadaan;
• HRD (Sumber Daya Manusia) melaksanakan proses rekrutmen dan pelatihan personel proyek;
• Administrasi umum mulai menyiapkan sistem penyimpanan rekaman dan pengendalian dokumen;
• Keuangan mengelola jaminan proyek dan pembayaran ke pemasok;
• Internal Audit dan FKAP (Fungsi Kepatuhan dan Audit Proyek) menyiapkan pakta integritas dan
melakukan due diligence.
Semua langkah ini dilakukan sebagai upaya perencanaan menyeluruh agar proyek berjalan lancar dan
sesuai standar mutu yang diharapkan.
2. Do (Pelaksanaan)
Setelah seluruh rencana siap, proyek masuk ke tahap pelaksanaan. Tim operasional melakukan
implementasi proyek di lapangan dan melakukan monitoring berkala, termasuk inspeksi berkala
terhadap progres pekerjaan. Apabila terdapat keluhan dari pelanggan, tim akan melakukan penanganan
keluhan dan perbaikan langsung di lapangan. Dalam proses ini:
• Workshop Pool terus mendukung dengan penyediaan peralatan tambahan;
• HSE melakukan monitoring K3LL selama proyek berlangsung;
• Logistik gudang memastikan barang-barang dikalibrasi sesuai standar;
• HRD melanjutkan pelatihan apabila ada tambahan tenaga kerja;
• Keuangan menangani pembayaran supplier dan pengurusan invoicing (penagihan);
• Administrasi umum terus menyimpan dokumen dan rekaman kegiatan.
Setelah proyek selesai dilaksanakan, dilakukan serah terima awal (Berita Acara Serah Terima 1) kepada
pelanggan.
3. Check (Pemeriksaan dan Evaluasi)
Pada tahap ini, Perseroan mengevaluasi hasil kerja dan tingkat kepuasan pelanggan. Pelanggan
memberikan feedback, yang kemudian dimonitor oleh tim internal. Monitoring kepuasan pelanggan dan
penanganan keluhan lanjutan dilakukan oleh tim operasional. Apabila terdapat kekurangan yang belum
terselesaikan, dilakukan proses penyelesaian. Top management kemudian melakukan tinjauan
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |29
Page 42
manajemen secara menyeluruh. Data dari pelaksanaan proyek dikumpulkan dan diproses melalui proses
pemantauan dan analisa data, yang dilakukan lintas fungsi dari semua departemen. Internal audit
melakukan audit internal untuk memastikan seluruh proses sesuai prosedur. Sementara itu, FKAP
menyusun Work Breakdown Structure (WBS) sebagai alat kontrol dan dokumentasi proyek.
4. Act (Tindakan Perbaikan)
Berdasarkan hasil audit, feedback pelanggan, dan analisa data, perusahaan menyusun dan
melaksanakan tindakan perbaikan sebagai bagian dari peningkatan berkelanjutan. Jika ditemukan
kekurangan sistemik, maka perbaikan berkelanjutan diterapkan tidak hanya pada proyek tersebut, tetapi
juga sebagai referensi untuk proyek berikutnya.
Flowchart di atas menunjukkan bahwa Perseroan menerapkan sistem manajemen operasional yang
terintegrasi dan kolaboratif antar departemen. Setiap proses dilakukan secara sistematis berdasarkan
siklus Plan, Do, Check, Act (PDCA), dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemeriksaan, hingga
tindakan perbaikan. Tujuan utamanya adalah untuk:
• Memastikan proyek berjalan efisien dan efektif;
• Memenuhi standar keselamatan, mutu, dan lingkungan;
• Meningkatkan kepuasan pelanggan; dan
• Mendukung peningkatan berkelanjutan Perseroan secara menyeluruh.
Flowchart di atas juga menggambarkan pentingnya komunikasi lintas departemen, dokumentasi yang
baik, serta peran pengawasan internal sebagai bagian dari tata kelola perusahaan yang baik.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |30
Page 43
5. ASPEK POLA BISNIS
5.1. Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki keunggulan kompetitif yaitu ditinjau dari spesialisasi jasa yang dimiliki dimana
Perseroan mampu menciptakan brand awareness melalui karakteristik produk dan layanan yang
diberikan. Pencapaian ini diperoleh melalui proses identifikasi keunggulan persaingan usaha agar
mampu mencapai Visi dan Misi Perseroan, serta mencapai usaha yang berkesinambungan.
Spesialisasi Konstruksi Pondasi
Perseroan ahli mengerjakan berbagai proyek pondasi dalam, seperti pondasi tiang pancang, tiang bor,
maupun tiang multiform. Perseroan melayani pekerjaan konstruksi pondasi di darat maupun di laut.
Spesialisasi Dinding Penahan Tanah
Perseroan ahli dalam menahan gaya tekanan aktif lateral pada tanah maupun air. Perseroan membangun
dinding penahan tanah jenis sheet piles, diaphragm wall cast in situ, diaphragm wall pracetak, soldier
piles, contiguous bored piles, dan secant piles.
Spesialisasi Perbaikan Tanah
Indopora ahli merekonstruksi kapabilitas tanah di wilayah daratan maupun perairan. Perbaikan tanah
yang Indopora lakukan menggunakan teknik vertical drain maupun soil cement. Perseroan juga selalu
menyerap dan memanfaatkan teknologi dan peralatan terbaru. Perseroan berinvestasi pada berbagai
macam alat-alat berat, serta terus berupaya melengkapi dan memutakhirkan peralatan yang dimiliki.
Perseroan juga memiliki layanan yang andal, menjunjung tinggi praktik bisnis terbaik, profesionalisme,
dan integritas. Komitmen kuat Perseroan teraktualisasikan dalam sertifikasi ISO yang diperoleh serta
loyalitas berbagai perusahaan terkemuka di Indonesia yang bermitra dengan Perseroan dalam jangka
waktu lama.
Perseroan telah mendapatkan Sertifikasi ISO berikut:
• SNI ISO 14001:2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan periode 4 Oktober 2021-3 Oktober 2024;
• Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja periode 13 Mei 2022-12 Mei 2025;
• ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu periode 20 Mei 2022-19 Mei 2025;
• ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja periode 30 Agustus
2022-29 Agustus 2025;
• ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan periode 11 November 2024-10
November 2025.
5.2. Kemampuan Pesaing Meniru Produk
Jasa atau produk yang dihasilkan oleh Perseroan merupakan produk atau jasa yang dapat ditiru oleh
pesaing. Sebagai contoh PT BAUER Pratama Indonesia dan PT Pakubumi Semesta merupakan
perusahaan penyedia jasa konstruksi pondasi atau sama dengan Perseroan, sedangkan PT Tricon
Metalindo Perkasa bergerak dalam bidang penyedia produk terkait jasa konstruksi sama dengan yang
disediakan juga oleh entitas anak Perseroan.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |31
Page 44
Tantangan untuk memasarkan produk atau jasa Perseroan terkait Rencana Penambahan KBLI adalah
banyak kontraktor asing yang masuk ke dalam lokasi pertambangan, karena perekonomian global yang
tidak stabil yang membuat pesaing asing masuk ke Indonesia. Dalam menghadapi tantangan tersebut,
Perseroan memiliki keunggulan yaitu memiliki peralatan berat yang cukup lengkap sehingga dapat
bersaing dari sisi harga.
5.3. Kemampuan Menciptakan Nilai
Perseroan memiliki pengalaman dan track record yang baik terutama dalam bidang Pelayanan Jasa
Konstruksi. Perseroan juga senantiasa untuk melaksanakan Tata Kelola Perusahaan yang baik dengan
berpegang teguh pada prinsip etika, akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan. Melalui Rencana
Penambahan KBLI, Perseroan dapat menciptakan nilai tambah (added value) terutama dengan potensi
proyek-proyek baru yang dapat didapatkan oleh Perseroan dengan semakin luasnya area kerja yang
dapat dijangkau oleh Perseroan. Dengan semakin banyaknya peluang proyek yang dapat dikerjakan oleh
Perseroan, manajemen berharap pendapatan dan laba Perseroan akan terus tumbuh dan berkelanjutan
dan memberi nilai tambah (added value) bagi seluruh stakeholders.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |32
Page 45
6. ASPEK MODEL MANAJEMEN
6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Ketersediaan tenaga kerja akan menentukan tim pelaksana yang terbaik, dengan mengutamakan
kebijaksanaan dalam penempatan tenaga kerja, terutama yang memiliki pengalaman dalam bidangnya.
Dalam menjalankan kegiatan usaha, Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten
untuk menjalankan kegiatan usahanya. Saat ini, Perseroan memiliki 953 orang tenaga kerja (tidak
termasuk Entitas Anak) dengan komposisi 96,12% pria dan 3,88% wanita. Sebesar 74,28% tenaga kerja
berstatus permanen dan 25,71% berstatus tidak tetap. Dari jumlah tenaga kerja tersebut pula, sebesar
85,10% atau 811 orang memiliki tingkat pendidikan Non Akademi. Jumlah tenaga kerja berusia 26-35
tahun berjumlah 352 orang dan berusia 36-45 tahun berjumlah 286 orang. Terkait dengan Rencana
Penambahan KBLI, Perseroan tidak melakukan penambahan tenaga kerja karena jumlah tenaga kerja
Perseroan yang dimiliki saat ini sudah cukup untuk melaksanakan Rencana Penambahan KBLI.
Perseroan bilamana dibutuhkan dapat menambah jumlah tenaga kerja seiring dengan peningkatan
proyek yang dikerjakan. Berikut komposisi tenaga kerja berdasarkan jenjang manajemen dan tingkat
pendidikan:
Tabel 11. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jenjang Manajemen
Uraian Jumlah %
Komisaris dan Direktur 6 0,63
Manajer 29 3,04
Staf 90 9,44
Non Staf 828 86,88
Jumlah 953 100,00
Sumber: laporan tahunan Perseroan
Tabel 12. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Uraian Jumlah %
Magister 5 0,52
Sarjana 115 12,07
Akademi (D1-D3) 22 2,31
Non Akademi 811 85,10
Jumlah 953 100,00
Sumber: laporan tahunan Perseroan
6.2. Manajemen Kekayaan Intelektual
Berdasarkan informasi manajemen, tidak terdapat Hak Kekayaan Intelektual yang secara khusus
berkaitan dengan Rencana Penambahan KBLI.
6.3. Manajemen Risiko
Kegiatan usaha Perseroan memiliki risiko-risiko sebagai berikut adalah:
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |33
Page 46
Risiko Persaingan
Risiko terkait persaingan dalam kegiatan usaha konstruksi di Indonesia yang semakin kompetitif, baik
persaingan dari perusahaan konstruksi swasta maupun perusahaan yang dimiliki atau terafiliasi dengan
pemerintah. Untuk meminimalisir risiko persaingan, maka Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut:
• Perseroan akan senantiasa memantau keadaan pasar dan persaingan industri yang sama;
• Mengupayakan harga penawaran yang paling kompetitif;
• Senantiasa mengupayakan layanan terbaik bagi konsumen;
• Senantiasa tanggap terhadap permintaan dan keluhan klien untuk mencari solusi yang saling
menguntungkan.
Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah, Hukum, serta Kondisi Sosial Ekonomi dan Politik
Risiko ini membuat Perseroan bergantung pada regulasi, sehingga memengaruhi jumlah pekerjaan atau
proyek. Untuk meminimalisir risiko persaingan, maka Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut:
• Senantiasa memantau perkembangan situasi dan kondisi yang berkembang di masyarakat dan
daerah;
• Melakukan persiapan pada alternatif diversifikasi usaha;
• Melakukan restrukturisasi organisasi Perseroan.
Risiko Kredit
Risiko salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal memenuhi kewajibannya dan menyebabkan
pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko kredit yang dihadapi berasal dari kredit yang diberikan
kepada pelanggan. Untuk meminimalisir risiko persaingan, maka Perseroan melakukan hal-hal sebagai
berikut:
• Melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak yang diakui dan kredibel;
• Melakukan perdagangan secara rkedit melalui prosedur verifikasi kredit; serta
• Memantau jumlah piutang secara terus-menerus.
Risiko Likuiditas
Risiko saat Perseroan akan mengalami kesulitan dalam memenuhi liabilitas keuangan karena
kekurangan dana. Pemaparan terhadap risiko likuiditas pada umumnya timbul dari ketidakcocokan jatuh
tempo aset keuangan dan liabilitas. Untuk meminimalisir risiko persaingan, maka Perseroan melakukan
hal-hal sebagai berikut:
• Menjaga profit jatuh tempo terhadap aset dan liabilitas keuangan;
• Menjaga penerimaan tagihan agar tepat waktu;
• Melakukan manajemen kas mencakup proyeksi dan realisasi arus kas hingga beberapa tahun ke
depan; serta
• Memastikan ketersediaan pendanaan melalui komitmen fasilitas kredit.
Risiko Suku Bunga
Risiko arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku
bunga pasar. Untuk meminimalisir risiko persaingan, maka Perseroan melakukan hal-hal sebagai berikut:
• Meminimalkan eksposur suku bunga atas pinjaman yang digunakan untuk ekspansi usaha dan
kebutuhan modal kerja
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |34
Page 47
• Secara teratur menilai dan memantau saldo kas dengan mengacu pada rencana bisnsi dan operasi
sehari-hari.
6.4. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Identitas dan pengalaman dari manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
Nama : Manuel Djunako
Posisi : President Commissioner
Pengalaman kerja : Commissioner – PT Rekagunatek Persada (1996-2008, 2016 dan 2019)
Direktur Perseroan (2000-2015); dan
Presiden Komisaris PT Indonesia Cafe Raya (2009)
Hubungan Afiliasi : Pemegang saham Utama dan Pengendali Perseroan
Nama : Wiro Atmojo Wijaya
Posisi : Independent Commissioner
Pengalaman kerja : Direktur PT Djasa Ubersakti (2003-2016);
Komisaris PT Delta Nusantara Mandiri-Balaraja City Development
(2013-2014);
Komisaris PT Hatten Mas Persada Developer (2013-2015); dan
Presiden Komisaris PT Megacon Property & Construction (2016).
Nama : Febyan
Posisi : Presiden Direktur
Pengalaman kerja : Manager Departemen Operasional Perseroan (1992-2000);
General Manager Perseroan (2001-2015); dan
Komisaris PT Rekagunatek Persada (2008-2016);
Direktur PT Rekacipta Indonesia Raya (2017-2019)
Nama : Heribertus Herry Putranto
Posisi : Direktur Operasional
Pengalaman kerja : Engineer PT Yala Perkasa Internasional (1994-1995);
Site Engineer Perseroan (1996-1997);
Site Manager Perseroan (1998-1999);
Project Manager Perseroan (2000-2005); dan
Manager Operasi Perseroan (2006-2015)
Nama : Albertus Gunawan
Posisi : Direktur Pemasaran
Pengalaman kerja : Site Engineer Perseroan (1992-1994);
Site Manager Perseroan (1995-1997);
Project Manager Perseroan (1998-2002);
Manager Departemen Operasional Perseroan (2003-2005); dan
Manager Departemen Pemasaran Perseroan (2006-2015).
Nama : Dwijanto
Posisi : Direktur Independen (Bidang Keuangan)
Pengalaman kerja : Corporate Finance Officer PT Harita Kencana Securities (1997-1998);
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |35
Page 48
Corporate Secretary and Investor Relations PT Ramayana Lestaris
Sentosa Tbk (1999-2004);
Executive Vice President Corporate Planning merangkap Corporate
Secretary and Investor Relations Head PT Clipan Finance Indonesia Tbk
(2004-2013); dan
Head of Corporate Division PT Ramayana Lestaris Sentosa Tbk (2013-
2015).
6.5. Struktur Kepemilikan Saham
Berikut merupakan struktur kepemilikan saham Perseroan:
Gambar 2. Alur Kepemilikan Saham
Sumber: manajemen Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |36
Page 49
7. ASPEK KEUANGAN
7.1. Rencana Manajemen
Perseroan bermaksud untuk melakukan penambahan KBLI yaitu KBLI 09100 Aktivitas Penunjang
Pertambangan Minyak Bumi Dan Gas Alam, KBLI 09900 Aktivitas Penunjang Pertambangan dan
Penggalian Lainnya, dan KBLI 06202 Pengusahaan Tenaga Panas Bumi. Penambahan KBLI hanya terkait
perluasan area kerja, tidak terdapat perubahan pada operasional utama Perseroan yaitu tetap pada
beraktivitas pada jasa konstruksi meliputi pondasi, dinding penahan tanah, perbaikan struktur tanah,
pengujian tiang, dan lain-lain serta tidak terdapat penambahan segmen usaha baru.
7.2. Asumsi Pada Proyeksi Keuangan
Asumsi yang digunakan dalam analisis proyeksi keuangan adalah sebagai berikut:
• Analisis aspek keuangan didasarkan pada proyeksi yang telah disusun manajemen Perseroan;
• Perseroan mengestimasi bahwa pertumbuhan pendapatan Perseroan Dengan Rencana Penambahan
KBLI dapat meningkatkan pendapatan Perseroan sebesar 10% per tahun dibandingkan Tanpa
Rencana Penambahan KBLI dengan peningkatan pendapatan sebesar 3% per tahun;
• Rata-rata persentase Harga Pokok Pendapatan terhadap Pendapatan bersih Dengan Rencana
Penambahan KBLI adalah sebesar 83,22% sedangkan Tanpa Rencana Penambahan KBLI adalah
sebesar 83,29%.
Tabel 13. Asumsi Proyeksi Pendapatan dan HPP
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
DENGAN PENAMBAHAN KBLI
FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029
Pendapatan (Rp penuh) 1.226.787.664.600 1.349.466.431.060 1.484.413.074.166 1.632.854.381.583 1.796.139.819.741
Pertumbuhan 10,00% 10,00% 10,00% 10,00% 10,00%
HPP (Rp penuh) -82,98% -82,80% -82,75% -83,41% -84,15%
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
TANPA PENAMBAHAN KBLI
FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029
Pendapatan (Rp penuh) 1.148.719.358.671 1.183.180.939.431 1.218.676.367.614 1.255.236.658.643 1.292.893.758.402
Pertumbuhan 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
HPP (Rp penuh) -83,29% -83,29% -83,29% -83,29% -83,29%
Sumber: manajemen Perseroan
7.3. Biaya Pendirian dan Investasi
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan terdapat
penambahan aset tetap terutama alat berat selama masa proyeksi adalah sebagai berikut (dalam Rupiah
penuh):
Tabel 14. Analisis Biaya Pendirian dan Investasi
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
CAPEX
FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029
Dengan Penambahan KBLI 35.000.000.000 25.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000
Tanpa Penambahan KBLI 5.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000 5.000.000.000
Perbedaan 30.000.000.000 20.000.000.000 - - -
Sumber: manajemen Perseroan
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |37
Page 50
Manajemen telah mengidentifikasi keperluan penambahan peralatan dengan jenis dan kuantitas sebagai
berikut:
Tabel 15. Estimasi Capex
Jenis Kuantitas Harga Total
Drilling Rig Bor 4 7.500.000.000 30.000.000.000
Crawler Crane 3 2.400.000.000 7.200.000.000
Service Crane 3 2.400.000.000 7.200.000.000
Excavator 2 2.800.000.000 5.600.000.000
Total 50.000.000.000
Sumber: manajemen Perseroan
7.4. Biaya Operasional
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka manajemen telah mengestimasikan biaya
operasional selama masa proyeksi baik sebelum dan sesudah Rencana Penambahan KBLI sebagai
berikut (dalam Rupiah penuh):
Tabel 16. Biaya Operasional
2025 2026 2027 2028 2029
Sesudah Rencana Penambahan KBLI (125.857.893.774) (129.633.630.587) (133.522.639.505) (137.528.318.690) (141.654.168.251)
Sebelum Rencana Penambahan KBLI (123.460.600.559) (127.164.418.576) (130.979.351.133) (134.908.731.667) (138.955.993.617)
Selisih (2.397.293.215) (2.469.212.011) (2.543.288.372) (2.619.587.023) (2.698.174.633)
Sumber: data olahan
Biaya operasional terdiri dari beban gaji dan tunjangan, beban pajak, beban penyusutan, beban imbalan
kerja, beban perlengkapan kantor, beban asuransi, dan beban operasional lainnya.
7.5. Biaya Bahan Baku
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka diestimasikan biaya bahan baku selama masa
proyeksi adalah sebagai berikut (dalam Rupiah penuh):
Tabel 17. Biaya Bahan Baku
2025 2026 2027 2028 2029
Sesudah Rencana Penambahan KBLI (658.635.923.959) (724.499.516.354) (796.949.467.990) (876.644.414.789) (964.308.856.268)
Sebelum Rencana Penambahan KBLI (616.722.728.798) (635.224.410.661) (654.281.142.981) (673.909.577.271) (694.126.864.589)
Selisih (41.913.195.161) (89.275.105.693) (142.668.325.009) (202.734.837.518) (270.181.991.679)
Sumber: data olahan
Dengan Rencana Penambahan KBLI, biaya bahan baku diestimasikan sebesar 53,69% dari total
pendapatan yang diperoleh Perseroan.
7.6. Analisis Titik Impas (Break Even Point)
Sehubungan dengan Rencana Penambahan KBLI, maka analisis titik impas selama masa proyeksi adalah
sebagai berikut (dalam Rupiah penuh):
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |38
Page 51
Tabel 18. Analisis Titik Impas
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Revenue 1.226.787.664.600 1.349.466.431.060 1.484.413.074.166 1.632.854.381.583 1.796.139.819.741
COGS (1.017.959.869.383) (1.117.300.462.836) (1.228.360.877.658) (1.362.027.259.736) (1.511.412.529.988)
Depreciation 92.355.612.905 87.918.312.023 81.517.837.748 75.349.113.015 69.381.501.268
Contribution Margin 301.183.408.123 320.084.280.248 337.570.034.256 346.176.234.862 354.108.791.022
Fixed Cost 259.997.725.671 259.698.129.393 256.216.701.350 254.268.817.144 252.081.387.941
Contribution Margin Ratio 0,25 0,24 0,23 0,21 0,20
BEP (Rupiah) 1.059.029.130.009 1.094.880.097.058 1.126.674.120.060 1.199.342.734.602 1.278.628.009.740
Sumber: data olahan
7.7. Sumber Pendanaan
Berdasarkan informasi manajemen, terdapat rencana pendanaan capex terkait Rencana Penambahan
KBLI yang akan dilakukan dengan menggunakan pinjaman investasi sebesar 80% dan sisanya akan
menggunakan pendanaan internal.
7.8. Analisis Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto dalam analisis kelayakan keuangan akan menggunakan biaya modal tertimbang atau
weighted average cost of capital (WACC).
Risk Free Rate (Rf)
Risk free rate merupakan tingkat imbal hasil atas instrumen-instrumen keuangan yang dianggap tidak
memiliki risiko gagal bayar. Pada penilaian ini, instrumen keuangan yang digunakan sebagai acuan risk
free rate adalah obligasi pemerintah Republik Indonesia dengan yield per tanggal studi kelayakan
menggunakan tenor terpanjang yaitu 30 (tiga puluh) tahun dalam mata uang Rupiah dikarenakan
Perseroan beroperasi secara berkelanjutan.
Market Premium Risk (RPm)
Market premium risk merupakan selisih antara tingkat imbal hasil antara instrumen keuangan yang
memiliki risiko dengan instrumen keuangan yang relatif tidak memiliki risiko. Dengan demikian dapat
diartikan juga sebagai tingkat imbal hasil tambahan yang diinginkan investor untuk berinvestasi pada
suatu instrumen keuangan yang lebih berisiko. Kami menggunakan data market premium risk hasil
penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 1 Januari 2025.
Beta (β)
Beta merupakan tolak ukur volatilitas atas suatu saham terhadap pasar secara keseluruhan. Kami
menggunakan data unlevered beta hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 5 Januari
2025 untuk emerging market sektor Engineering/Construction sebesar 0,45 yang kemudian akan
dilakukan penyesuaian terhadap tarif pajak di Indonesia (beta relevered). Relevered beta setelah
disesuaikan adalah sebesar 1,14.
Rating Based Default Spread (CDS)
Rating based default spread menggunakan hasil penelitian Aswath Damodaran yang diperbarui tanggal 1
Januari 2025 yang digunakan untuk melakukan penyesuaian atas biaya modal ekuitas.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |39
Page 52
Cost of Debt (Kd)
Biaya hutang atau tingkat imbal hasil dari sumber pendanaan yang berasal dari hutang yang dikorelasikan
dengan tingkat suku bunga pinjaman Bank Persero dalam mata uang Rupiah untuk pinjaman baik modal
kerja ataupun investasi. Data menggunakan hasil statistik Bank Indonesia sesuai bulan tanggal penilaian.
Tarif Pajak (t)
Tarif pajak penghasilan badan yang digunakan adalah 0% sesuai dengan ketentuan perpajakan yang
berlaku, di mana objek pajak terkait dikenakan pajak penghasilan final dengan tarif 0% berdasarkan
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2022.
Cost of Equity (Ke)
Biaya ekuitas merupakan tingkat imbal hasil yang diharapkan dari sumber pendanaan ekuitas. Formula
perhitungan biaya ekuitas adalah sebagai berikut:
Ke = Rf + (β x RPm) – CDS
Tingkat Diskonto
Tingkat diskonto digunakan untuk mendiskonto arus kas bersih yang dihasilkan di masa mendatang ke
nilai kini atau per tanggal studi kelayakan. Tingkat diskonto yang digunakan untuk mendiskonto arus kas
untuk kapital (free cash flow to firm atau FCFF) adalah WACC (Weighted Average Cost of Capital).
Perhitungan WACC adalah sebagai berikut:
Tabel 19. WACC
Variables Factor Informations
COST OF EQUITY
Indonesia risk free rate (Rf) 7,11% Yield rate on 30 year IDR Government Bonds in Indonesia per Des 31,
2024
Indonesia risk equity premium 6,87% Based on Damodaran
Comparable Company leverage beta 1,14 Based on unlevered Damodaran, then relevered to Indonesia tax
(22%)
Country Default Spread 1,89% Based on Damodaran
Required rate of return on equity (CAPM) 13,05%
COST OF DEBT
Return on debt 9,21% Based on state owned bank lending interest rate for investment
(IDR) Des, 2024 (source: Bank Indonesia)
Tax 0,00%
After tax cost of debt 9,21%
DEBT TO EQUITY RATIO
Debt 60,52% Based on Damodaran Industry DER
Equity 39,48%
WACC 10,73%
Sumber: diolah dari berbagai sumber
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |40
Page 53
7.9. Analisis Profitabilitas dan Overall Return on Investment
Analisa profitabilitas sebagai parameter Perseroan dalam menghasilkan laba adalah sebagai berikut:
Tabel 20. Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan KBLI
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
DENGAN PENAMBAHAN KBLI
FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 Average
Gross profit margin 17,02% 17,20% 17,25% 16,59% 15,85% 16,78%
Net profit margin 3,36% 4,47% 5,48% 5,63% 5,68% 4,92%
Return on Investment 2,70% 3,80% 4,93% 5,18% 5,29% 4,38%
Return on Equity 5,72% 7,73% 9,44% 9,63% 9,66% 8,44%
Sumber: Data olahan
Dengan adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa proyeksi 5 tahun adalah sebesar 16,78%, net profit margin
sebesar 4,92%, return on investment sebesar 4,38%, dan return on equity sebesar 8,44%.
Tabel 21. Analisis Profitabilitas Tanpa Rencana Penambahan KBLI
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
TANPA PENAMBAHAN KBLI
FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029 Average
Gross profit margin 16,71% 16,71% 16,71% 16,71% 16,71% 16,71%
Net profit margin 2,24% 2,40% 2,57% 2,75% 2,93% 2,58%
Return on Investment 1,90% 2,08% 2,28% 2,44% 2,59% 2,26%
Return on Equity 3,90% 4,13% 4,35% 4,55% 4,73% 4,33%
Sumber: Data olahan
Tanpa adanya rencana penambahan KBLI, rata-rata gross profit margin Perseroan selama masa proyeksi 5 tahun adalah sebesar 16,71%, net profit margin sebesar
2,58%, return on investment sebesar 2,26%, dan return on equity sebesar 4,33%.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |41
Page 54
7.10. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih
Analisis perubahan modal kerja bersih periode 12 bulan Januari-Desember 2025-2029 (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) adalah sebagai berikut:
Tabel 22. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Dengan Penambahan KBLI
AUDITED PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
ASSETS
CURRENT ASSETS
Account receivables 188.359.067.843 207.872.354.279 228.659.589.707 251.525.548.678 276.678.103.546 304.345.913.901
Retention receivables 111.308.588.943 116.874.018.390 128.561.420.229 141.417.562.252 155.559.318.477 171.115.250.325
Other receivables 1.235.697.611 1.297.482.461 1.427.230.707 1.569.953.778 1.726.949.156 1.899.644.071
Gross amount due from customers 243.064.477.148 250.356.411.462 275.392.052.609 302.931.257.870 333.224.383.657 366.546.822.022
Inventories 222.944.653.513 212.074.972.788 232.770.929.757 255.908.516.179 283.755.679.112 314.877.610.414
Advance and prepaid expense 39.877.162.657 44.943.759.329 47.766.198.729 50.673.311.312 53.667.637.272 56.751.793.011
Prepaid tax 6.045.112.831 3.022.556.416 1.511.278.208 - - -
Other current asset 330.731.004 347.267.554 364.630.932 382.862.479 402.005.602 422.105.883
TOTAL CURRENT ASSETS 813.165.491.550 836.788.822.680 916.453.330.879 1.004.409.012.547 1.105.014.076.822 1.215.959.139.627
CURRENT LIABILITAS
Account payables 209.173.860.456 226.213.304.307 248.288.991.741 255.908.516.179 283.755.679.112 314.877.610.414
Other payables - - - - - -
Accrued expenses 1.713.305.488 1.798.970.762 1.888.919.301 1.983.365.266 2.082.533.529 2.186.660.205
Advance from customers 75.745.458.713 83.320.004.584 95.818.005.272 110.190.706.063 126.719.311.972 145.727.208.768
Taxes Payable 9.530.318.368 10.102.137.470 10.708.265.718 11.350.761.661 12.031.807.361 12.753.715.803
Employee benefit liabilities 56.109.024.244 57.792.294.971 59.526.063.820 61.311.845.735 63.151.201.107 65.045.737.140
TOTAL CURRENT LIABILITIES 352.271.967.269 379.226.712.095 416.230.245.852 440.745.194.903 487.740.533.081 540.590.932.330
Changes in current assets (23.623.331.130) (79.664.508.199) (87.955.681.668) (100.605.064.275) (110.945.062.805)
Changes in current liabilities 26.954.744.826 37.003.533.757 24.514.949.051 46.995.338.177 52.850.399.250
Net Changes in working capital 3.331.413.697 (42.660.974.442) (63.440.732.617) (53.609.726.097) (58.094.663.556)
Sumber: Data Olahan
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |42
Page 55
Tabel 23. Proyeksi Perubahan Modal Kerja Bersih Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
AUDITED PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
ASSETS
CURRENT ASSETS
Account receivables 188.359.067.843 194.644.113.553 200.483.436.959 206.497.940.068 212.692.878.270 219.073.664.618
Retention receivables 111.308.588.943 116.874.018.390 122.717.719.310 128.853.605.275 135.296.285.539 142.061.099.816
Other receivables 1.235.697.611 1.297.482.461 1.362.356.584 1.430.474.413 1.501.998.134 1.577.098.041
Gross amount due from customers 243.064.477.148 250.356.411.462 257.867.103.806 265.603.116.921 273.571.210.428 281.778.346.741
Inventories 222.944.653.513 199.333.149.510 205.313.143.995 211.472.538.315 217.816.714.464 224.351.215.898
Advance and prepaid expense 85.528.466.684 94.081.313.356 89.377.247.688 84.908.385.304 80.662.966.038 76.629.817.736
Prepaid tax 6.045.112.831 3.022.556.416 1.511.278.208 - - -
Other current asset 330.731.004 347.267.554 364.630.932 382.862.479 402.005.602 422.105.883
TOTAL CURRENT ASSETS 858.816.795.577 859.956.312.702 878.996.917.482 899.148.922.774 921.944.058.476 945.893.348.733
CURRENT LIABILITAS
Account payables 209.173.860.456 212.622.026.144 219.000.686.928 211.472.538.315 217.816.714.464 224.351.215.898
Other payables - - - - - -
Accrued expenses 1.713.305.488 1.798.970.762 1.888.919.301 1.983.365.266 2.082.533.529 2.186.660.205
Advance from customers 75.745.458.713 83.320.004.584 91.652.005.043 100.817.205.547 110.898.926.102 121.988.818.712
Taxes Payable 9.530.318.368 10.006.834.286 10.507.176.001 11.032.534.801 11.584.161.541 12.163.369.618
Employee benefit liabilities 56.109.024.244 57.792.294.971 59.526.063.820 61.311.845.735 63.151.201.107 65.045.737.140
TOTAL CURRENT LIABILITIES 352.271.967.269 365.540.130.748 382.574.851.093 386.617.489.663 405.533.536.743 425.735.801.574
Changes in current assets (1.139.517.125) (19.040.604.780) (20.152.005.292) (22.795.135.702) (23.949.290.257)
Changes in current liabilities 13.268.163.479 17.034.720.344 4.042.638.571 18.916.047.080 20.202.264.831
Net Changes in working capital 12.128.646.355 (2.005.884.436) (16.109.366.721) (3.879.088.623) (3.747.025.426)
Sumber: Data Olahan
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |43
Page 56
7.11. Analisis Kelayakan Investasi
Analisa kelayakan keuangan dilakukan dengan menggunakan indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Profitability Index (PI)
(dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) sebagai berikut:
Tabel 24. Analisis Kelayakan Investasi
PT INDONESIA PONDASI RAYA TBK
ANALISIS FCFF ( SESUDAH PENAMBAHAN KBLI)
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION TERMINAL
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 VALUE
Net profit after tax 41.185.682.452 60.386.150.855 81.353.332.906 91.907.417.718 102.027.403.081 104.067.951.143
(+) Depreciation 92.355.612.905 87.918.312.023 81.517.837.748 75.349.113.015 69.381.501.268 70.769.131.293
(+) Interest after tax 45.787.869.368 44.437.362.120 42.004.510.890 40.947.144.689 39.470.999.747 40.260.419.742
(-) Changes in net working capital 3.331.413.697 (42.660.974.442) (63.440.732.617) (53.609.726.097) (58.094.663.556) (59.256.556.827)
(-) Capex (35.000.000.000) (25.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (72.184.513.919)
FCFF 147.660.578.422 125.080.850.556 136.434.948.926 149.593.949.325 147.785.240.541 958.491.434.081
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 5,00
Discount factor 0,9031 0,8156 0,7366 0,6652 0,6008 0,6008
PV of FCFF & TV 133.354.414.369 102.017.925.529 100.497.238.035 99.514.267.949 88.786.148.872 575.840.745.987
Sum of PV 1.100.010.740.740
PT INDONESIA PONDASI RAYA TBK
ANALISIS FCFF ( SEBELUM PENAMBAHAN KBLI)
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION TERMINAL
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 VALUE
Net profit after tax 27.571.460.372 30.443.508.251 33.508.573.859 36.723.780.568 40.055.989.387 40.857.109.174
(+) Depreciation 84.855.612.905 76.489.740.594 71.874.980.605 67.491.970.158 63.310.072.697 64.576.274.151
(+) Interest after tax 44.252.518.259 42.039.892.346 39.937.897.728 37.941.002.842 36.043.952.700 36.764.831.754
(-) Changes in net working capital 12.128.646.355 (2.005.884.436) (16.109.366.721) (3.879.088.623) (3.747.025.426) (3.821.965.934)
(-) Capex (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (65.867.799.634)
FCFF 163.808.237.891 141.967.256.754 124.212.085.471 133.277.664.945 130.662.989.358 830.763.714.930
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 5,00
Discount factor 0,9031 0,8156 0,7366 0,6652 0,6008 0,6008
PV of FCFF & TV 147.937.600.314 115.790.746.247 91.493.943.588 88.660.198.630 78.499.473.849 499.104.718.450
Sum of PV 1.021.486.681.079
INCREMENTAL NPV 78.524.059.661
INCREMENTAL IRR 31,21%
PROFITABILITY INDEX 1,13 x
Sumber: Data Olahan
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |44
Page 57
Net Present Value (NPV)
Net Present Value merupakan selisih antara cash inflow dengan cash outflow dari suatu proyek dengan
memperhitungkan nilai waktu uang. Berdasarkan tabel di atas, NPV menunjukkan nilai positif dengan
demikian Rencana Penambahan KBLI tersebut layak untuk dilaksanakan.
Internal Rate of Return (IRR)
IRR merupakan tingkat diskonto yang akan menghasilkan NPV Rp0. IRR sebesar 31,21% lebih tinggi
dibandingkan WACC mengindikasikan bahwa Rencana Penambahan KBLI layak dilaksanakan.
Profitability Index (PI)
Indeks profitabilitas sebesar 1,13 kali yang menunjukkan bahwa nilai sekarang dari arus kas masuk lebih
tinggi dibandingkan arus kas keluar, sehingga Rencana Penambahan KBLI memberikan kontribusi positif.
Umumnya suatu rencana proyek dikategorikan layak untuk dilaksanakan jika profitability index
menghasilkan nilai lebih dari 1.
Payback Period (PP)
Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup initial
investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan dari proyek tersebut.
Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang diperoleh, Perseroan diproyeksikan dapat
mengembalikan seluruh dana investasi setelah Rencana Penambahan KBLI berjalan selama 4 tahun 8
bulan.
Tabel 25. Perhitungan Payback Period (PP)
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
Incremental PV of FCFF (14.583.185.946) (13.772.820.718) 9.003.294.447 10.854.069.319 10.286.675.023
Accumulated Incremental PV of FCFF (28.356.006.664) (19.352.712.216) (8.498.642.897) 1.788.032.125
Period (year) 1,00 1,00 1,00 1,00 0,83
Discounted Payback Period (year) 4,83
Sumber: Data Olahan
7.12. Nilai Terminal
Nilai terminal digunakan untuk mengakomodir arus kas bersih di luar masa proyeksi. Pertumbuhan kekal
diasumsikan konservatif sebesar 2% dengan mempertimbangkan persaingan usaha di industri
konstruksi, inflasi, dan pertumbuhan Gross Domestic Product Indonesia. Capex pada terminal value
digunakan untuk mengakomodir kebutuhan capex Perseroan secara keseluruhan.
Analisis kelayakan investasi menggunakan asumsi going concern dengan terminal value model perpetuity
di akhir masa proyeksi mempertimbangkan bahwa Perseroan akan tetap melaksanakan operasional di
area kerja yang ditambahkan sesuai dengan Rencana Penambahan KBLI setelah masa proyeksi 5 tahun.
7.13. Analisis Sensitivity
Berikut adalah analisis sensitivitas berdasarkan faktor perubahan yaitu tidak tercapainya target
pendapatan (dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |45
Page 58
Tabel 26. Analisis Sensitivity
TARGET REVENUE
Parameter
-4,00% -3% -2% Base Scenario
NPV (20.283.608.099) 4.418.308.841 29.120.225.781 78.524.059.661
IRR N/M* 12,12% 19,76% 35,01%
PI 0,966 1,01 1,05 1,13
Sumber: Data Olahan
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |46
Page 59
8. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis dan metodologi yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Berdasarkan penelaahan aspek legalitas dan hukum, Perseroan telah memiliki perizinan pokok dan
dokumen operasional lainnya untuk melakukan kegiatan komersialnya sesuai dengan peraturan
perundan-undangan yang berlaku;
2. Berdasarkan penelaahan aspek pasar, sektor konstruksi diperkirakan tetap bertumbuh sehingga
Rencana Penambahan KBLI memiliki potensi untuk dikembangkan mengingat bahwa sektor
pertambangan, migas, dan panas bumi merupakan salah satu penunjang ekonomi di Indonesia yang
diharapkan akan berdampak positif pada sektor pendukung seperti infrastruktur di area
pertambangan, migas, dan panas bumi;
3. Berdasarkan penelaahan aspek pola bisnis, Perseroan telah memiliki pengalaman untuk menjalankan
perluasan area kerja terkait Rencana Penambahan KBLI;
4. Berdasarkan penelaahan aspek teknis, Perseroan memiliki kapasitas kemampuan serta jumlah
tenaga ahli dan tenaga kerja yang memadai;
5. Berdasarkan penelaahan aspek modal manajemen, Perseroan dan manajemen Perseroan telah
memiliki pengalaman dalam kegiatan operasional yang saat ini sedang dijalankan termasuk
perluasan area kerja terkait Rencana Penambahan KBLI yang akan dijalankan;
6. Berdasarkan analisis aspek keuangan, Rencana Penambahan KBLI akan menghasilkan NPV positif
dan Internal Rate of Return (IRR) lebih besar dari WACC, dan PI menunjukkan bahwa nilai sekarang
dari arus kas masuk jauh lebih tinggi dibandingkan arus kas keluar;
7. Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek pasar, aspek pola bisnis, aspek teknis, aspek model
manajemen, aspek keuangan, Rencana Penambahan KBLI yang akan dijalankan oleh Perseroan
adalah layak.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |47
Page 60
9. LAMPIRAN
1. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
3. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Rencana Penambahan KBLI;
4. Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
5. Proyeksi Arus Kas Dengan Rencana Penambahan KBLI;
6. Proyeksi Arus Kas Tanpa Rencana Penambahan KBLI;
7. Proyeksi Analisis Rasio dengan Rencana Penambahan KBLI;
8. Proyeksi Analisis Rasio tanpa Rencana Penambahan KBLI;
9. Analisis Kelayakan;
10. Beta (Damodaran);
11. Country Risk Premium (Damodaran);
12. Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2024;
13. Indonesia Government Securities Yield Curve per 31 Desember 2024.
10. REFERENSI
1. Damodaran (beta dan country risk premium);
2. Kode Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII Tahun 2018 (KEPI & SPI Edisi
VII-2018) dan Edisi Revisi SPI 300, SPI 310, SPI 330, dan Petunjuk Teknis Khusus SPI Penilaian Dalam
Kondisi Bencana Covid-19 yang dikeluarkan oleh Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
3. PER-08/PJ/2020 tanggal 21 April 2020 tentang Penghitungan Angsuran Pajak Penghasilan Untuk
Tahun Pajak Berjalan Sehubungan Dengan Penyesuaian Tarif Pajak Penghasilan Wajib Pajak Badan;
4. www.phei.co.id (Indonesia Bonds Pricing Agency);
5. www.bi.go.id (data suku bunga dan inflasi);
6. Media lainnya.
Laporan Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk |48
Page 61
Lampiran 1
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Dengan Penambahan KBLI
Audit PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
ASSETS
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents 19.816.404.962 73.975.239.075 122.783.665.072 172.010.831.179 267.413.677.218 375.066.849.361
Account receivables 188.359.067.843 207.872.354.279 228.659.589.707 251.525.548.678 276.678.103.546 304.345.913.901
Retention receivables 111.308.588.943 116.874.018.390 128.561.420.229 141.417.562.252 155.559.318.477 171.115.250.325
Other receivables 1.235.697.611 1.297.482.461 1.427.230.707 1.569.953.778 1.726.949.156 1.899.644.071
Gross amount due from customers 243.064.477.148 250.356.411.462 275.392.052.609 302.931.257.870 333.224.383.657 366.546.822.022
Inventories 222.944.653.513 212.074.972.788 232.770.929.757 255.908.516.179 283.755.679.112 314.877.610.414
Advance and prepaid expense 39.877.162.657 44.943.759.329 47.766.198.729 50.673.311.312 53.667.637.272 56.751.793.011
Prepaid tax 6.045.112.831 3.022.556.416 1.511.278.208 - - -
Other current asset 330.731.004 347.267.554 364.630.932 382.862.479 402.005.602 422.105.883
TOTAL CURRENT ASSETS 832.981.896.512 910.764.061.755 1.039.236.995.951 1.176.419.843.726 1.372.427.754.040 1.591.025.988.988
NON CURRENT ASSETS
Advances 45.651.304.027 49.137.554.027 49.137.554.027 49.137.554.027 49.137.554.027 49.137.554.027
Property, plant and equipment - net 570.908.138.381 519.354.828.918 458.636.767.665 384.209.168.149 315.845.781.454 253.350.720.190
Investment properties 46.321.068.845 44.005.015.403 41.804.764.633 39.714.526.401 37.728.800.081 35.842.360.077
Tax amnesty asset - - - - - -
TOTAL NON CURRENT ASSETS 662.880.511.253 612.497.398.348 549.579.086.325 473.061.248.577 402.712.135.562 338.330.634.294
TOTAL ASSETS 1.495.862.407.765 1.523.261.460.102 1.588.816.082.276 1.649.481.092.303 1.775.139.889.602 1.929.356.623.282
LIABILITAS AND EQUITY
CURRENT LIABILITAS
Account payables 209.173.860.456 226.213.304.307 248.288.991.741 255.908.516.179 283.755.679.112 314.877.610.414
Other payables - - - - - -
Accrued expenses 1.713.305.488 1.798.970.762 1.888.919.301 1.983.365.266 2.082.533.529 2.186.660.205
Advance from customers 75.745.458.713 83.320.004.584 95.818.005.272 110.190.706.063 126.719.311.972 145.727.208.768
Taxes Payable 9.530.318.368 10.102.137.470 10.708.265.718 11.350.761.661 12.031.807.361 12.753.715.803
Short-term bank loan 345.702.218.676 353.823.285.236 336.187.983.793 305.803.623.307 304.677.732.006 313.818.063.967
Current Maturities of long-term debts
Lease liabilities 201.400.613 201.400.613 201.400.613 201.400.613 201.400.613 201.400.613
Consumer financing payables 8.794.316.928 3.452.382.841 1.117.510.837 - - -
Bank Loan 67.295.858.600 15.987.548.075 11.338.888.893 11.916.666.684 9.600.000.000 9.600.000.000
TOTAL CURRENT LIABILITIES 718.156.737.842 694.899.033.889 705.549.966.169 697.355.039.773 739.068.464.593 799.164.659.770
NON CURRENT LIABILITIES
Long-term debts - net of current maturities
Lease liabilities 6.125.309.151 5.923.908.540 5.722.507.929 5.521.107.318 5.319.706.707 5.118.306.096
Lease liabilities 5.295.843.198 1.117.510.837 - - - -
Bank Loan 31.007.560.066 43.175.096.149 37.277.777.787 23.200.000.000 13.600.000.000 4.000.000.000
Deferred gain lease and salesleaseback - - - - - -
Accumulated equity in net losses in joint venture - - - - - -
Employee benefit liabilities 56.109.024.244 57.792.294.971 59.526.063.820 61.311.845.735 63.151.201.107 65.045.737.140
TOTAL NON CURRENT LIABILITIES 98.537.736.659 108.008.810.498 102.526.349.536 90.032.953.053 82.070.907.814 74.164.043.236
TOTAL LIABILITIES 816.694.474.501 802.907.844.387 808.076.315.705 787.387.992.826 821.139.372.407 873.328.703.006
EQUITY
Share capital 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000
Additional paid in capital 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128
Retained earning appropriated 40.100.000.000 40.100.000.000 40.100.000.000 40.100.000.000 40.100.000.000 40.100.000.000
Retained earning unappropriated 66.695.778.095 107.178.265.010 166.790.900.774 247.293.367.080 338.264.831.538 439.262.686.033
Accumulated gain on employee benefit liabilities 23.979.210.670 23.979.210.670 23.979.210.670 23.979.210.670 23.979.210.670 23.979.210.670
672.135.977.893 712.618.464.808 772.231.100.572 852.733.566.878 943.705.031.336 1.044.702.885.832
Non-controling interest 7.031.955.371 7.735.150.908 8.508.665.999 9.359.532.599 10.295.485.859 11.325.034.445
TOTAL EQUITY 679.167.933.264 720.353.615.716 780.739.766.571 862.093.099.477 954.000.517.195 1.056.027.920.276
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 1.495.862.407.765 1.523.261.460.103 1.588.816.082.276 1.649.481.092.303 1.775.139.889.602 1.929.356.623.282
Page 62
Lampiran 2
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
Audit PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29
ASSETS
CURRENT ASSETS
Cash and cash equivalents 19.816.404.962 53.453.946.281 114.747.673.095 168.658.787.522 244.277.584.001 319.616.047.394
Account receivables 188.359.067.843 194.644.113.553 200.483.436.959 206.497.940.068 212.692.878.270 219.073.664.618
Retention receivables 111.308.588.943 116.874.018.390 122.717.719.310 128.853.605.275 135.296.285.539 142.061.099.816
Other receivables 1.235.697.611 1.297.482.461 1.362.356.584 1.430.474.413 1.501.998.134 1.577.098.041
Gross amount due from customers 243.064.477.148 250.356.411.462 257.867.103.806 265.603.116.921 273.571.210.428 281.778.346.741
Inventories 222.944.653.513 199.333.149.510 205.313.143.995 211.472.538.315 217.816.714.464 224.351.215.898
Advance and prepaid expense 39.877.162.657 44.943.759.329 40.239.693.661 35.770.831.277 31.525.412.011 27.492.263.709
Prepaid tax 6.045.112.831 3.022.556.416 1.511.278.208 - - -
Other current asset 330.731.004 347.267.554 364.630.932 382.862.479 402.005.602 422.105.883
TOTAL CURRENT ASSETS 832.981.896.512 864.272.704.956 944.607.036.550 1.018.670.156.269 1.117.084.088.450 1.216.371.842.100
NON CURRENT ASSETS
Advances 45.651.304.027 49.137.554.027 49.137.554.027 49.137.554.027 49.137.554.027 49.137.554.027
Property, plant and equipment - net 570.908.138.381 496.854.828.918 427.565.339.094 362.780.596.721 302.274.352.883 245.850.720.190
Investment properties 46.321.068.845 44.005.015.403 41.804.764.633 39.714.526.401 37.728.800.081 35.842.360.077
Tax amnesty asset - - - - - -
TOTAL NON CURRENT ASSETS 662.880.511.253 589.997.398.348 518.507.657.754 451.632.677.149 389.140.706.991 330.830.634.294
TOTAL ASSETS 1.495.862.407.765 1.454.270.103.304 1.463.114.694.303 1.470.302.833.418 1.506.224.795.441 1.547.202.476.394
LIABILITAS AND EQUITY
CURRENT LIABILITAS
Account payables 209.173.860.456 212.622.026.144 219.000.686.928 211.472.538.315 217.816.714.464 224.351.215.898
Other payables - - - - - -
Accrued expenses 1.713.305.488 1.798.970.762 1.888.919.301 1.983.365.266 2.082.533.529 2.186.660.205
Advance from customers 75.745.458.713 83.320.004.584 91.652.005.043 100.817.205.547 110.898.926.102 121.988.818.712
Taxes Payable 9.530.318.368 10.006.834.286 10.507.176.001 11.032.534.801 11.584.161.541 12.163.369.618
Short-term bank loan 345.702.218.676 351.116.263.050 330.533.032.764 307.271.360.077 287.754.895.064 268.877.123.024
Current Maturities of long-term debts
Lease liabilities 201.400.613 201.400.613 201.400.613 201.400.613 201.400.613 -
Consumer financing payables 8.794.316.928 1.117.510.837 - - - -
Bank Loan 67.295.858.600 1.738.888.893 2.316.666.684 - - -
TOTAL CURRENT LIABILITIES 718.156.737.842 661.921.899.170 656.099.887.334 632.778.404.618 630.338.631.313 629.567.187.457
NON CURRENT LIABILITIES
Long-term debts - net of current maturities
Lease liabilities 6.125.309.151 5.923.908.540 5.722.507.929 5.521.107.318 5.319.706.707 5.118.306.096
Consumer financing payables 5.295.843.198 1.117.510.837 - - - -
Bank Loan 31.007.560.066 20.775.096.149 4.583.333.333 - - -
Deferred gain lease and salesleaseback - - - - - -
Accumulated equity in net losses in joint venture - - - - - -
Employee benefit liabilities 56.109.024.244 57.792.294.971 59.526.063.820 61.311.845.735 63.151.201.107 65.045.737.140
TOTAL NON CURRENT LIABILITIES 98.537.736.659 85.608.810.498 69.831.905.083 66.832.953.053 68.470.907.814 70.164.043.236
TOTAL LIABILITIES 816.694.474.501 747.530.709.667 725.931.792.416 699.611.357.671 698.809.539.127 699.731.230.694
EQUITY
Share capital 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000 200.300.000.000
Additional paid in capital 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128 341.060.989.128
Retained earning appropriated 40.100.000.000 40.100.000.000 40.100.000.000 40.100.000.000 40.100.000.000 40.100.000.000
Retained earning unappropriated 66.695.778.095 93.564.042.930 123.234.036.090 155.891.743.350 191.679.570.658 230.706.011.458
Accumulated gain on employee benefit liabilities 23.979.210.670 23.979.210.670 23.979.210.670 23.979.210.670 23.979.210.670 23.979.210.670
672.135.977.893 699.004.242.728 728.674.235.888 761.331.943.148 797.119.770.456 836.146.211.256
Non-controling interest 7.031.955.371 7.735.150.908 8.508.665.999 9.359.532.599 10.295.485.859 11.325.034.445
TOTAL EQUITY 679.167.933.264 706.739.393.636 737.182.901.887 770.691.475.746 807.415.256.314 847.471.245.701
TOTAL LIABILITIES AND EQUITY 1.495.862.407.765 1.454.270.103.304 1.463.114.694.303 1.470.302.833.418 1.506.224.795.441 1.547.202.476.394
Page 63
Lampiran 3
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Dengan Penambahan KBLI
Audit PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029
SALES 1.115.261.513.273 1.226.787.664.600 1.349.466.431.060 1.484.413.074.166 1.632.854.381.583 1.796.139.819.741
COST OF SALES (928.931.182.182) (1.017.959.869.383) (1.117.300.462.836) (1.228.360.877.658) (1.362.027.259.736) (1.511.412.529.988)
GROSS PROFIT 186.330.331.091 208.827.795.218 232.165.968.225 256.052.196.508 270.827.121.847 284.727.289.754
Operating expenses (119.864.661.194) (125.857.893.774) (129.633.630.587) (133.522.639.505) (137.528.318.690) (141.654.168.251)
Other expenses (4.760.352.197) (4.284.316.984) (3.427.453.587) (2.741.962.870) (2.193.570.296) (1.754.856.236)
Other income 12.555.103.941 11.299.593.136 9.039.674.508 7.231.739.607 5.785.391.685 4.628.313.348
PROFIT FROM OPERATION 74.260.421.641 89.985.177.596 108.144.558.559 127.019.333.741 136.890.624.547 145.946.578.615
Finance income 89.948.042 91.747.003 92.664.473 93.591.118 94.527.029 95.472.299
Finance expense (46.581.598.167) (45.787.869.368) (44.437.362.120) (42.004.510.890) (40.947.144.689) (39.470.999.747)
Shares of losses of joint ventures - - - - - -
PROFIT BEFORE TAXES EXPENSE 27.768.771.516 44.289.055.231 63.799.860.912 85.108.413.969 96.038.006.887 106.571.051.167
TAXES EXPENSE
Income tax expense (2.821.247.981) (3.103.372.779) (3.413.710.057) (3.755.081.063) (4.130.589.169) (4.543.648.086)
Total taxes expense (2.821.247.981) (3.103.372.779) (3.413.710.057) (3.755.081.063) (4.130.589.169) (4.543.648.086)
PROFIT FOR THE YEAR 24.947.523.535 41.185.682.452 60.386.150.855 81.353.332.906 91.907.417.718 102.027.403.081
Page 64
Lampiran 4
Proyeksi Laporan Laba Rugi Perseroan Tanpa Penambahan KBLI
Audit PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029
SALES 1.115.261.513.273 1.148.719.358.671 1.183.180.939.431 1.218.676.367.614 1.255.236.658.643 1.292.893.758.402
COST OF SALES (928.931.182.182) (956.799.117.647) (985.503.091.177) (1.015.068.183.912) (1.045.520.229.430) (1.076.885.836.312)
GROSS PROFIT 186.330.331.091 191.920.241.024 197.677.848.254 203.608.183.702 209.716.429.213 216.007.922.090
Operating expenses (119.864.661.194) (123.460.600.559) (127.164.418.576) (130.979.351.133) (134.908.731.667) (138.955.993.617)
Other expenses (4.760.352.197) (3.808.281.763) (3.046.625.411) (2.437.300.328) (1.949.840.263) (1.559.872.210)
Other income 12.555.103.941 10.044.082.787 8.035.266.230 6.428.212.984 5.142.570.387 4.114.056.310
PROFIT FROM OPERATION 74.260.421.641 74.695.441.489 75.502.070.498 76.619.745.224 78.000.427.670 79.606.112.572
Finance income 89.948.042 90.847.522 91.755.998 92.673.558 93.600.293 94.536.296
Finance expense (46.581.598.167) (44.252.518.259) (42.039.892.346) (39.937.897.728) (37.941.002.842) (36.043.952.700)
Shares of losses of joint ventures - - - - - -
PROFIT BEFORE TAXES EXPENSE 27.768.771.516 30.533.770.752 33.553.934.150 36.774.521.053 40.153.025.121 43.656.696.168
TAXES EXPENSE
Income tax expense (2.821.247.981) (2.962.310.380) (3.110.425.899) (3.265.947.194) (3.429.244.554) (3.600.706.781)
Total taxes expense (2.821.247.981) (2.962.310.380) (3.110.425.899) (3.265.947.194) (3.429.244.554) (3.600.706.781)
PROFIT FOR THE YEAR 24.947.523.535 27.571.460.372 30.443.508.251 33.508.573.859 36.723.780.568 40.055.989.387
Page 65
Lampiran 5
Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan KBLI
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 1.201.929.775.423 1.304.324.405.089 1.435.381.745.632 1.579.638.555.235 1.738.428.841.054
Pembayaran kepada pemasok (924.719.101.154) (1.048.408.522.153) (1.181.571.782.026) (1.304.742.295.284) (1.458.991.484.712)
Pembayaran beban operasional (105.634.371.741) (110.243.614.173) (115.357.075.622) (120.539.115.575) (125.799.305.567)
Pembayaran beban lainnya (4.284.316.984) (3.427.453.587) (2.741.962.870) (2.193.570.296) (1.754.856.236)
Pembayaran pajak 491.002.738 (1.296.303.601) (1.601.306.912) (3.449.543.469) (3.821.739.644)
Penerimaan pendapatan lainnya 11.299.593.136 9.039.674.508 7.231.739.607 5.785.391.685 4.628.313.348
Penerimaan pendapatan bunga 91.747.003 92.664.473 93.591.118 94.527.029 95.472.299
Pembayaran beban keuangan (45.787.869.368) (44.437.362.120) (42.004.510.890) (40.947.144.689) (39.470.999.747)
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas operasi 133.386.459.054 105.643.488.436 99.430.438.036 113.646.804.636 113.314.240.794
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (35.000.000.000) (25.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000)
Uang muka perolehan properti investasi (3.486.250.000) - - - -
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas investasi (38.486.250.000) (25.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Perubahan bersih pinjaman bank jangka pendek 8.121.066.560 (17.635.301.443) (30.384.360.486) (1.125.891.301) 9.140.331.960
Perubahan bersih pinjaman bank jangka panjang (39.140.774.442) (10.545.977.544) (13.499.999.996) (11.916.666.684) (9.600.000.000)
Perubahan bersih liabilitas sewa (201.400.611) (201.400.611) (201.400.611) (201.400.611) (201.400.611)
(Pembayaran) kenaikan utang pembiayaan konsumen (9.520.266.448) (3.452.382.841) (1.117.510.837) - -
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas pendanaan (40.741.374.941) (31.835.062.439) (45.203.271.930) (13.243.958.596) (661.068.651)
KENAIKAN BERSIH DALAM KAS DAN BANK 54.158.834.113 48.808.425.997 49.227.166.106 95.402.846.039 107.653.172.143
KAS DAN SEATARA KAS PADA AWAL TAHUN 19.816.404.962 73.975.239.075 122.783.665.072 172.010.831.179 267.413.677.218
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 73.975.239.075 122.783.665.072 172.010.831.179 267.413.677.218 375.066.849.361
Page 66
Lampiran 6
Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan KBLI
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION
FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028 FY 2029
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 1.137.089.710.221 1.172.254.349.097 1.207.887.048.101 1.244.641.143.503 1.282.555.814.168
Pembayaran kepada pemasok (870.407.804.304) (919.208.566.735) (966.786.879.977) (987.281.234.038) (1.022.204.629.853)
Pembayaran beban operasional (104.737.078.527) (110.060.116.448) (114.742.358.679) (119.490.957.124) (124.315.416.648)
Pembayaran beban lainnya (3.808.281.763) (3.046.625.411) (2.437.300.328) (1.949.840.263) (1.559.872.210)
Pembayaran pajak 536.761.954 (1.098.805.977) (1.229.310.186) (2.877.617.814) (3.021.498.704)
Penerimaan pendapatan lainnya 10.044.082.787 8.035.266.230 6.428.212.984 5.142.570.387 4.114.056.310
Penerimaan pendapatan bunga 90.847.522 91.755.998 92.673.558 93.600.293 94.536.296
Pembayaran beban keuangan (44.252.518.259) (42.039.892.346) (39.937.897.728) (37.941.002.842) (36.043.952.700)
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas operasi 124.555.719.632 104.927.364.409 89.274.187.743 100.336.662.103 99.619.036.658
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000)
Uang muka perolehan properti investasi (3.486.250.000) - - - -
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas investasi (8.486.250.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Perubahan bersih pinjaman bank jangka pendek 5.414.044.374 (20.583.230.285) (23.261.672.687) (19.516.465.013) (18.877.772.040)
Perubahan bersih pinjaman bank jangka panjang (75.789.433.623) (15.613.985.025) (6.900.000.018) - -
Perubahan bersih liabilitas sewa (201.400.611) (201.400.611) (201.400.611) (201.400.611) (402.801.224)
(Pembayaran) kenaikan utang pembiayaan konsumen (11.855.138.452) (2.235.021.674) - - -
Arus kas bersih yang digunakan dalam aktivitas pendanaan (82.431.928.313) (38.633.637.595) (30.363.073.316) (19.717.865.624) (19.280.573.264)
KENAIKAN BERSIH DALAM KAS DAN BANK 33.637.541.319 61.293.726.813 53.911.114.427 75.618.796.479 75.338.463.394
KAS DAN SEATARA KAS PADA AWAL TAHUN 19.816.404.962 53.453.946.281 114.747.673.095 168.658.787.522 244.277.584.001
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 53.453.946.281 114.747.673.095 168.658.787.522 244.277.584.001 319.616.047.394
Page 67
Lampiran 7
Proyeksi Analisis Rasio Dengan Rencana Penambahan KBLI
SESUDAH PENAMBAHAN KBLI
FY2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 1,31 1,47 1,69 1,86 1,99
Quick ratio 1,01 1,14 1,32 1,47 1,60
Cash ratio 0,11 0,17 0,25 0,36 0,47
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 17,02% 17,20% 17,25% 16,59% 15,85%
Net profit margin 3,36% 4,47% 5,48% 5,63% 5,68%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 6 6 6 6 6
Inventory turnover 5 5 5 5 5
Acc. Payable turnover 5 5 5 5 5
Days of Acc. Receivable 61 61 61 61 61
Days of Inventory 75 75 75 75 75
Days of Acc. Payable 80 80 75 75 75
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 0,58 0,49 0,40 0,34 0,31
Debt to Assets 0,27 0,24 0,21 0,18 0,17
Page 68
Lampiran 8
Proyeksi Analisis Rasio Tanpa Rencana Penambahan KBLI
SEBELUM PENAMBAHAN KBLI
FY2025 FY2026 FY2027 FY2028 FY2029
LIQUIDITY RATIOS
Current ratio 1,31 1,44 1,61 1,77 1,93
Quick ratio 1,00 1,13 1,28 1,43 1,58
Cash ratio 0,08 0,17 0,27 0,39 0,51
PROFITABILITY RATIOS
Gross profit margin 16,71% 16,71% 16,71% 16,71% 16,71%
Net profit margin 2,24% 2,40% 2,57% 2,75% 2,93%
ACTIVITY RATIOS
Acc. Receivable turnover 6 6 6 6 6
Inventory turnover 5 5 5 5 5
Acc. Payable turnover 5 5 5 5 5
Days of Acc. Receivable 61 61 61 61 61
Days of Inventory 75 75 75 75 75
Days of Acc. Payable 80 80 75 75 75
SOLVENCY RATIOS
Debt to Equity 0,53 0,46 0,40 0,36 0,32
Debt to Assets 0,26 0,23 0,21 0,19 0,17
Page 69
Lampiran 9
Analisis Kelayakan
PT INDONESIA PONDASI RAYA TBK
ANALISIS FCFF ( SESUDAH PENAMBAHAN KBLI)
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION TERMINAL
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 VALUE
Net profit after tax 41.185.682.452 60.386.150.855 81.353.332.906 91.907.417.718 102.027.403.081 104.067.951.143
(+) Depreciation 92.355.612.905 87.918.312.023 81.517.837.748 75.349.113.015 69.381.501.268 70.769.131.293
(+) Interest after tax 45.787.869.368 44.437.362.120 42.004.510.890 40.947.144.689 39.470.999.747 40.260.419.742
(-) Changes in net working capital 3.331.413.697 (42.660.974.442) (63.440.732.617) (53.609.726.097) (58.094.663.556) (59.256.556.827)
(-) Capex (35.000.000.000) (25.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (72.184.513.919)
FCFF 147.660.578.422 125.080.850.556 136.434.948.926 149.593.949.325 147.785.240.541 958.491.434.081
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 5,00
Discount factor 0,9031 0,8156 0,7366 0,6652 0,6008 0,6008
PV of FCFF & TV 133.354.414.369 102.017.925.529 100.497.238.035 99.514.267.949 88.786.148.872 575.840.745.987
Sum of PV 1.100.010.740.740
PT INDONESIA PONDASI RAYA TBK
ANALISIS FCFF ( SEBELUM PENAMBAHAN KBLI)
PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION PROJECTION TERMINAL
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28 31-Dec-29 VALUE
Net profit after tax 27.571.460.372 30.443.508.251 33.508.573.859 36.723.780.568 40.055.989.387 40.857.109.174
(+) Depreciation 84.855.612.905 76.489.740.594 71.874.980.605 67.491.970.158 63.310.072.697 64.576.274.151
(+) Interest after tax 44.252.518.259 42.039.892.346 39.937.897.728 37.941.002.842 36.043.952.700 36.764.831.754
(-) Changes in net working capital 12.128.646.355 (2.005.884.436) (16.109.366.721) (3.879.088.623) (3.747.025.426) (3.821.965.934)
(-) Capex (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (5.000.000.000) (65.867.799.634)
FCFF 163.808.237.891 141.967.256.754 124.212.085.471 133.277.664.945 130.662.989.358 830.763.714.930
Year-n 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 5,00
Discount factor 0,9031 0,8156 0,7366 0,6652 0,6008 0,6008
PV of FCFF & TV 147.937.600.314 115.790.746.247 91.493.943.588 88.660.198.630 78.499.473.849 499.104.718.450
Sum of PV 1.021.486.681.079
INCREMENTAL NPV 78.524.059.661
INCREMENTAL IRR 31,21%
PROFITABILITY INDEX 1,13 x
Page 70
Lampiran 10
Beta (Damodaran)
Date updated: 05-Jan-25 YouTube Video
Created by: Aswath Damodaran, adamodar@stern.nyu.edu explaining
What is this data? Beta, Unlevered beta and other risk measures Emerging Markets estimation
Home Page: http://www.damodaran.com choices and
process.
Data website: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/data.html
Companies in each industry: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/pc/datasets/indname.xls
Variable definitions: https://pages.stern.nyu.edu/~adamodar/New_Home_Page/datafile/variable.htm
Do you want to use marginal or effective tax rates in unlevering betas? Marginal
If marginal tax rate, enter the marginal tax rate to use 24,71%
Unlevered
beta Standard
Number of Effective Unlevered Cash/Firm corrected deviation of
Industry Name firms Beta D/E Ratio Tax rate beta value for cash HiLo Risk equity
Engineering/Construction 936 0,97 153,28% 15,15% 0,45 20,26% 0,56 0,3631 40,85%
Page 71
Lampiran 11
Country Risk Premium (Damodaran)
Country and Equity Risk Premiums
Date of update: 1-Jan-25
Enter the current risk premium for a mature equity market 4,33% Implied ERP for S&P 500
Do you want to adjust the country default spread for the additional volatility of the equity market to get to a country premium? Yes
If yes, enter the multiplier to use on the default spread (See worksheet for volatility numbers for selected emerging markets) 1,35 See "Relative Equity Volatilty" worksheet
Rating-based Total Equity Risk Country Risk Sovereign CDS, Total Equity Risk Country Risk
Country Africa Moody's rating Default Spread Premium Premium net of US Premium2 Premium3
Indonesia Asia Baa2 1,89% 6,87% 2,54% 0,90% 5,54% 1,21%
Page 72
Lampiran 12
Tingkat Suku Bunga Bank Bulan Desember 2024
I.26 SUKU BUNGA PINJAMAN RUPIAH YANG DIBERIKAN I.26 INTEREST RATE OF RUPIAH LOANS
MENURUT KELOMPOK
(PersenBANK DAN JENIS PINJAMAN
Per Tahun) BY GROUP OF BANKS
(Percent AND
Per TYPE OF LOANS
Annum)
2024
KELOMPOK BANK DAN JENIS PINJAMAN GROUP OF BANKS AND TYPE OF LOANS
Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec*
1 Bank Persero State Banks 1
2 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,92 8,93 8,94 8,92 8,96 8,90 8,86 8,83 8,81 8,80 8,74 8,67 8,67 Working Capital Loans 2
3 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 9,44 9,46 9,47 9,47 9,46 9,45 9,40 9,36 9,29 9,21 9,18 9,21 9,21 Investment Loans 3
4 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 9,24 9,21 9,13 9,10 9,07 9,04 8,99 8,98 8,97 8,94 9,11 9,09 9,09 Consumer Loans 4
5 Bank Pemerintah Daerah Regional Government Banks 5
6 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,97 9,01 8,99 9,01 9,03 9,01 9,02 9,06 11,83 9,05 9,03 8,90 8,90 Working Capital Loans 6
7 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 9,06 9,12 9,10 9,10 9,09 9,08 9,10 9,08 8,92 8,91 8,90 8,89 8,89 Investment Loans 7
8 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,41 10,41 10,39 10,38 10,38 10,38 10,38 10,37 10,38 10,38 10,37 10,37 10,37 Consumer Loans 8
9 Bank Swasta Nasional Private National Banks 9
10 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 9,06 8,98 8,92 8,97 8,96 8,93 8,93 8,90 8,84 8,80 8,78 8,77 8,77 Working Capital Loans 10
11 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,26 8,27 8,23 8,23 8,26 8,27 8,26 8,26 8,21 8,19 8,16 8,22 8,22 Investment Loans 11
12 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,96 10,94 10,88 10,87 10,88 10,94 10,95 10,98 10,97 10,95 11,41 11,44 11,44 Consumer Loans 12
13 Bank Asing dan Bank Campuran Foreign Banks and Joint Banks 13
14 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 6,90 6,90 6,94 7,00 7,09 7,11 7,11 7,12 7,05 6,90 6,88 6,73 6,73 Working Capital Loans 14
15 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,47 8,48 8,42 8,42 8,40 8,43 8,34 8,42 8,36 8,27 8,22 7,94 7,94 Investment Loans 15
16 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 22,38 22,58 22,34 22,63 22,83 22,89 23,29 22,41 28,67 28,98 29,25 29,44 29,44 Consumer Loans 16
17 Bank Umum Commercial Banks 17
18 Pinjaman Modal Kerja Yang Diberikan 8,87 8,84 8,83 8,85 8,86 8,82 8,81 8,78 8,87 8,72 8,68 8,62 8,62 Working Capital Loans 18
19 Pinjaman Investasi Yang Diberikan 8,84 8,86 8,85 8,85 8,85 8,86 8,82 8,81 8,75 8,71 8,69 8,71 8,71 Investment Loans 19
20 Pinjaman Konsumsi Yang Diberikan 10,21 10,19 10,13 10,12 10,12 10,12 10,11 10,10 10,13 10,11 10,36 10,36 10,36 Consumer Loans 20
Page 73
Lampiran 13 Indonesia Government Securities Yield Curve per 31 Desember 2024
Names mentioned 81 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki dan Rekan
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Herman Meirizki
p.2
unresolved
—
Faks
p.2 ×2
unresolved
org
Studi Kelayakan PT Indonesia Pondasi Raya Tbk
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki
p.3 ×4
unresolved
org
Indonesia. KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.3 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×13
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Anwar dan Rekan
p.16 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Anwar
p.16 ×4
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang dan Rekan
p.16
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang
p.16
unresolved
person
Dr. Herry Sunarto
p.16 ×2
unresolved
person
MBA.
p.16
unresolved
person
CMA
p.16
unresolved
org
Kementerian Kehakiman Republik Indonesia
p.17
unresolved
person
Akta Notaris Gatot Widodo
p.17 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17
unresolved
person
Christina Dwi Utami
· Notaris
p.17 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.17 ×2
unresolved
org
PT Raya Saham Registra
p.17
unresolved
person
Ir. Albertus Gunawan
p.18
unresolved
person
Wiro Atmojo Wijaya
· Komisaris Independen
p.18
unresolved
org
PT Rekagunatek Persada
p.18 ×4
unresolved
org
PT Gema Bahana Utama
p.18
unresolved
org
Menteri Investasi dan Hilirisasi
p.20
unresolved
org
Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Investasi
p.20 ×2
unresolved
org
Departemen Komunikasi BI
p.28
unresolved
org
Pusat Statistik
p.29 ×3
unresolved
org
PT Trocon Indah Perkasa
p.33 ×2
unresolved
org
PT Trocon
p.33 ×2
unresolved
person
Padang (Sumatera Barat
p.33
unresolved
org
PT BAUER Pratama Indonesia
p.33 ×4
unresolved
org
BAUER Spezialtiefbau GmbH
p.33
unresolved
org
PT Pakubumi Semesta
p.34 ×3
unresolved
org
PT Sulzer Indonesia
p.34
unresolved
org
PT Damai Putra Group
p.35
unresolved
org
PT Nusa Raya Cpta
p.35
unresolved
org
PT Tata Mulia Nusantara Indah
p.35
unresolved
org
PT Bumi Serpong Daman
p.35
unresolved
org
PT Kapuknaga Indah
p.35
unresolved
org
PT Mahkota Sentosa Utama
p.35
unresolved
org
PT Inti Karya Persada Tehnik
p.35 ×2
unresolved
org
PT JGC Indonesia
p.35
unresolved
org
PT Adhimix RMC Indonesia
p.36
unresolved
org
PT Baria Bulkk Terminal
p.36
unresolved
org
PT Frisian Flag Indonesia
p.36
unresolved
org
PT The Master Manufactury
p.36
unresolved
org
PT Permadani Khatulistiwa Nusantara
p.36
unresolved
org
PT Pionerbeton Indonesia Sumber
p.36
unresolved
person
Ir. Budiharto Lawidjaja Nomor Registrasi
p.39
unresolved
org
PT Tricon Metalindo Perkasa
p.43
unresolved
org
PT Indonesia Cafe Raya
p.47
unresolved
org
PT Delta Nusantara Mandiri-Balaraja City Development
p.47
unresolved
org
PT Hatten Mas Persada Developer
p.47
unresolved
org
PT Megacon Property
p.47
unresolved
org
Departemen Operasional
p.47 ×2
unresolved
org
PT Rekacipta Indonesia Raya
p.47
unresolved
org
PT Yala Perkasa Internasional
p.47
unresolved
org
Departemen Pemasaran
p.47
unresolved
org
PT Harita Kencana Securities
p.47
unresolved
org
Ramayana Lestaris Sentosa Tbk
p.48 ×4
unresolved
org
Bank Campuran
p.72
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.182
12928 ms
12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': '2024-12-31',
'value': None}