Back to announcement
20250526_NISP_Informasi Transaksi Afiliasi_31889361_lamp6.pdf
Asset transaction Needs review NISPSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 72
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT BANK OCBC NISP Tbk
TRANSAKSI
MEI 2025
Page 2
No. : 00068/2.0162-00/BS/07/0153/1/V/2025 22 Mei 2025
Kepada Yth.
PT BANK OCBC NISP Tbk
OCBC Tower
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25
Jakarta 12940
U.p. : Direksi
Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi
Dengan hormat,
Pada tanggal 22 Mei 2025, PT Bank OCBC NISP Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dan
Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (selanjutnya disebut “OCBC”) telah
menandatangani perjanjian Addendum II atas Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jasa
Teknologi Informasi (selanjutnya disebut “PKPJTI II”), di mana Perseroan telah setuju untuk
memberikan jasa-jasa kepada OCBC (selanjutnya disebut “Jasa Manajemen”) dengan
perhitungan biaya yang dibebankan berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah
ditentukan oleh Perseroan dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sehingga
maksimum nilai transaksi adalah sebesar Rp 253,00 miliar yang akan berakhir pada
31 Desember 2027 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para pihak
(selanjutnya disebut “Transaksi”) dengan rincian sebagai berikut:
No. Jasa Manajemen
1 Perseroan akan menyediakan jasa pengembangan aplikasi umum dengan membentuk tim Software Engineer yang
berada di bawah Direktorat Operations & Technology untuk selanjutnya melakukan pengembangan terhadap
aplikasi yang akan digunakan oleh Group OCBC, dalam hal ini dinyatakan dalam istilah Regional Development
Center (selanjutnya disebut “RDC”).
2 Penambahan/perubahan atas aplikasi yang akan dilakukan pengembangan oleh Perseroan akan dicantumkan dalam
dokumen Kebutuhan Pengguna (requirement document ) yang diterbitkan oleh OCBC dan dikirimkan kepada
Perseroan.
3 Seluruh proses pelaksanaan RDC mulai dari pengelolaan tenaga kerja, penilaian kinerja, pengelolaan dan
penggunaan infrastruktur, proses kerja dan lokasi kerja akan menggunakan standard yang berlaku di Perseroan dan
mengacu pada peraturan perundang – undangan yang berlaku di Indonesia.
4 Semua aplikasi yang dilakukan pengembangan juga dapat dipergunakan oleh Perseroan. Para pihak sepakat bahwa
hasil pengembangan aplikasi tersebut, termasuk dokumentasi dan source code nya, baik yang berupa hardcopy ,
softcopy , maupun data yang terkait dengan dokumen tersebut menjadi milik OCBC sepenuhnya.
5 Perseroan akan menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk digunakan oleh tim Software Engineer meliputi:
a. Tempat kerja beserta fasilitas kerja sesuai dengan standard yang berlaku di Perseroan; dan
b. Infrastruktur jaringan, infrastruktur komunikasi yang diperlukan dalam bekerja sesuai standard yang berlaku di
Perseroan.
6 Perseroan membantu melakukan pemecahan masalah jika terdapat kendala pada penggunaan infrastruktur
Perseroan oleh Software Engineer yang berkaitan dengan aktivitas kerja RDC.
Page 3
Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa
Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau
“kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Transaksi
sesuai dengan surat penugasan No. KR/240412-002 tanggal 12 April 2024 dan adendum No.
KR/250102-003 tanggal 2 Januari 2025 yang seluruhnya telah disetujui oleh manajemen
Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi
penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat
Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI
Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah melakukan usaha di bidang bank umum
termasuk kegiatan perbankan yang melaksanakan usaha syariah sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2024, pasar utama Perseroan adalah
Singapura, Malaysia, Indonesia, dan China yang terdiri atas 42 kantor cabang, 146 kantor
cabang pembantu, 1 kantor fungsional nonoperasional, 10 kantor cabang syariah, dan
488 Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Perseroan berdomisili di OCBC Tower,
Jalan Prof. Dr. Satrio, Kavling 25, Jakarta 12940 dengan nomor telepon: (021) 2553 3888,
nomor faksimile: (021) 5794 4000, dan email: tanya@ocbc.id.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2024, struktur kepemilikan Perseroan adalah sebagai berikut:
OCBC
100,00%
OCBC Overseas
Investments Publik
Pte. Ltd. (OOI)
85,08% 14,92%
Perseroan
OCBC merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company) yang terdaftar di bursa Singapura, didirikan dan menjalankan
kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha OCBC adalah bergerak
dalam bidang perbankan.
2
Page 4
OOI merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang
lingkup kegiatan usaha OCBC adalah bergerak dalam bidang perusahaan investasi.
Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya industri perbankan
terutama dengan adanya penguatan infrastruktur teknologi informasi dan kolaborasi dengan
fintech yang mendorong bank untuk meningkatkan transaksi secara online, Perseroan
memandang perlu adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola perusahaan
yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Hal ini menjadi salah satu bagian yang
membutuhkan perhatian secara khusus bagi Grup OCBC untuk mendukung sistem teknologi
informasi yang digunakan dalam aktivitas kegiatan operasional secara menyeluruh guna
memastikan Grup OCBC menerapkan standar prosedur yang konsisten dan optimal.
Sehubungan dengan kebutuhan OCBC akan RDC yang merupakan infrastruktur yang terkait
dengan pengembangan terhadap aplikasi yang akan digunakan oleh Grup OCBC, Perseroan
sebagai entitas anak OCBC yang bergerak dalam bidang perbankan yang sudah memiliki
pengalaman, kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di bidang perbankan, telah
sepakat untuk memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC. Hal ini dilakukan Perseroan
dalam rangka memberikan fokus pada pengembangan RDC yang lebih tersentralisasi oleh
Perseroan dan dapat digunakan oleh OCBC pada masa yang akan datang.
Sebelumnya pada tanggal 6 Desember 2023, Perseroan dan OCBC telah menandatangani
Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jasa Teknologi Informasi (selanjutnya disebut “PKPJTI”),
dimana Perseroan telah menyediakan Jasa Manajemen kepada OCBC yang berlaku terhitung
sejak tanggal 6 Desember 2023 sampai dengan tanggal 31 Desember 2027. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat adanya peningkatan
aktivitas atas Jasa Manajemen yang diberikan oleh Perseroan kepada OCBC, maka
Perseroan telah melakukan perubahan dan/atau penyesuaian atas perhitungan biaya yang
dibebankan berdasarkan alokasi orang per bulan yang ditentukan oleh Perseroan dengan
markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sebagaimana telah disepakati para pihak
dalam PKPKJTI II.
Dengan melakukan Transaksi, Perseroan berharap dapat menciptakan sentralisasi bagi
sistem tata kelola perusahaan yang baik bagi Grup OCBC. Perseroan juga memandang
perlunya untuk memberikan keseragaman pada sistem manajemen, baik dalam aspek
perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi bagi Grup OCBC sehingga dapat menciptakan
sistem yang lebih terintegrasi. Layanan Jasa Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi
OCBC diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi Grup dan Perseroan sendiri
dalam pengoperasioan aplikasi yang diyakini dapat menciptakan infrastruktur yang efektif ke
seluruh lini operasional Perseroan dan Grup OCBC.
3
Page 5
Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka melanjutkan fokus
pengembangan Teknologi Informasi (TI) yang komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Perseroan mengharapkan dapat meninjau secara akurat seluruh kegiatan pola bisnis yang
dilakukan oleh OCBC, dimana hal tersebut diyakini oleh Perseroan dapat memberikan
prospek positif dan efisiensi di masa yang akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan
OCBC sehingga Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan keputusan dan
proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas operasional yang dijalankan oleh
Grup OCBC.
Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan pengelolaan atas
Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal sehingga hal tersebut diharapkan
dapat meningkatkan produktivitas Perseroan dan Grup OCBC di masa yang akan datang
sehingga hal tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku bisnis
industri perbankan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
yang akan datang.
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya industri perbankan
terutama dengan adanya penguatan infrastruktur teknologi informasi dan kolaborasi
dengan fintech yang mendorong bank untuk meningkatkan transaksi secara online,
Perseroan memandang perlu adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola
perusahaan yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Hal ini menjadi salah satu
bagian yang membutuhkan perhatian secara khusus bagi Grup OCBC untuk mendukung
sistem teknologi informasi yang digunakan dalam aktivitas kegiatan operasional secara
menyeluruh guna memastikan Grup OCBC menerapkan standar prosedur yang konsisten
dan optimal.
• Sehubungan dengan kebutuhan OCBC akan RDC yang merupakan infrastruktur yang
terkait dengan pengembangan terhadap aplikasi yang akan digunakan oleh Grup OCBC,
Perseroan sebagai entitas anak OCBC yang bergerak dalam bidang perbankan yang
sudah memiliki pengalaman, kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di
bidang perbankan, telah sepakat untuk memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC. Hal
ini dilakukan Perseroan dalam rangka memberikan fokus pada pengembangan RDC yang
lebih tersentralisasi oleh Perseroan dan dapat digunakan oleh OCBC pada masa yang
akan datang.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan berharap dapat menciptakan sentralisasi bagi
sistem tata kelola perusahaan yang baik bagi Grup OCBC. Perseroan juga memandang
perlunya untuk memberikan keseragaman pada sistem manajemen, baik dalam aspek
perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi bagi Grup OCBC sehingga dapat menciptakan
sistem yang lebih terintegrasi. Layanan Jasa Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi
OCBC diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi Grup dan Perseroan
sendiri dalam pengoperasioan aplikasi yang diyakini dapat menciptakan infrastruktur yang
efektif ke seluruh lini operasional Perseroan dan Grup OCBC.
4
Page 6
• Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka melanjutkan
fokus pengembangan TI yang komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Perseroan
mengharapkan dapat meninjau secara akurat seluruh kegiatan pola bisnis yang dilakukan
oleh OCBC, dimana hal tersebut diyakini oleh Perseroan dapat memberikan prospek
positif dan efisiensi di masa yang akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan
OCBC sehingga Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan keputusan
dan proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas operasional yang dijalankan
oleh Grup OCBC.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan pengelolaan
atas Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal sehingga hal tersebut
diharapkan dapat meningkatkan produktivitas Perseroan dan Grup OCBC di masa yang
akan datang sehingga hal tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan
sebagai pelaku bisnis industri perbankan sehingga diharapkan dapat meningkatkan
kinerja keuangan konsolidasian Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh
pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
Perseroan merupakan entitas anak OCBC dengan kepemilikan efektif sebesar 85,08% pada
tanggal 31 Desember 2024, maka Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK
42/2020”).
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Rintis, Jumadi, Rianto, & Rekan (selanjutnya disebut “RJRR”),
jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 40,69 triliun. Selanjutnya, berdasarkan PKPJTI,
nilai transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 253,00 miliar.
Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2024, sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan transaksi material
sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.
Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.
Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan menunjuk
penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi
dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.
5
Page 7
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN
Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi dimana
Perseroan memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC dengan perhitungan biaya yang
dibebankan berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah ditentukan oleh Perseroan
dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sehingga maksimum nilai transaksi
adalah sebesar Rp 253,00 miliar yang akan berakhir pada 31 Desember 2027 dan dapat
diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para pihak.
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN
Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari aspek
keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.
Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.
JENIS LAPORAN
Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:
1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP RJRR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00016/2.1457/AU.1/0710229-4/1I1/2025 tanggal 28 Januari 2025 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
6
Page 8
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
(selanjutnya disebut “TWRR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
No. 00018/2.1025/AU.1/07/0229-3/1/I/2024 tanggal 26 Januari 2024 dengan pendapat
wajar tanpa modifikasian;
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00019/2.1025/AU.1/07/0229-2/1/I/2023 tanggal 27 Januari 2023 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00039/2.1025/AU.1/07/0229-1/1/I/2022 tanggal 27 Januari 2022 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam
laporannya No. 00022/2.1025/AU.1/0734-3/1/I/2021 tanggal 26 Januari 2021 dengan
pendapat wajar tanpa modifikasian;
7. Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP PricewaterhouseCoopers LLP
(selanjutnya disebut “PCL”) sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
25 Februari 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
8. Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PCL sebagaimana tertuang dalam
laporannya tanggal 27 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
9. Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh PCL sebagaimana tertuang dalam laporannya
tanggal 23 Februari 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
10. Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh PCL sebagaimana tertuang dalam laporannya
tanggal 22 Februari 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
11. Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh PCL sebagaimana tertuang dalam laporannya
tanggal 23 Februari 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;
12. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
Perseroan;
7
Page 9
13. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 yang disusun
oleh manajemen Perseroan;
14. PKPJTI;
15. PKPJTI II;
16. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 20
tanggal 19 Mei 2025 oleh Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta (selanjutnya disebut
“Akta No. 20”) terkait perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan;
17. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yang diwakili oleh Direktur
Finance, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi;
18. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
mendatang;
19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;
20. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
21. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
22. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
Bloomberg;
23. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
penugasan; dan
24. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
analisis lain yang kami anggap relevan.
8
Page 10
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK
Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari
semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat
kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.
Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi disusun
oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan
keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan
keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan OCBC berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan OCBC.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.
Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi pada
tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.
9
Page 11
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.
Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggung
jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara eksternal, yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka Pendapat
Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.
10
Page 12
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan
yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya menerima imbalan
sesuai dengan surat penugasan No. KR/240412-002 tanggal 12 April 2024 dan adendum
No. KR/250102-003 tanggal 2 Januari 2025 yang seluruhnya telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.
KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:
Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 19 Mei 2025, terdapat perubahan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan. Dengan demikian susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Pramukti Surjaudaja
Komisaris : Helen Wong
Komisaris : Na Wu Beng
Komisaris Independen : Hartadi Agus Sarwono*
Komisaris Independen : Jusuf Halim
Komisaris Independen : Betti S. Alisjahbana
Komisaris Independen : Nicholas Tan
*Efektif setelah mendapat persetujuan OJK
Direksi
Presiden Direktur : Parwati Surjaudaja
Direktur : Hartati
Direktur : Martin Widjaja
Direktur : Johannes Husin
Direktur : Andrae Krishnawan W
Direktur : The Ka Jit
Direktur : Lili S. Budiana
Direktur : Heriyanto
11
Page 13
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:
I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.
12
Page 14
I. ANALISIS TRANSAKSI
Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:
I.A. Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
I.A.1. PT Bank OCBC NISP Tbk
Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang memberikan Jasa
Manajemen kepada OCBC dengan perhitungan biaya yang dibebankan
berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah ditentukan oleh Perseroan
dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sehingga maksimum nilai
transaksi adalah sebesar Rp 253,00 miliar yang akan berakhir pada
31 Desember 2027 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para
pihak.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 31 Desember 2024, Perseroan merupakan entitas anak OCBC dengan
kepemilikan efektif sebesar 85,08%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan
saham, dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
I.A.1.a. Latar Belakang
Perseroan (dahulu PT Bank NISP Tbk) didirikan pada tahun 1941 berdasarkan
Akta Pendirian No. 6 tanggal 4 April 1941 dari notaris Theodoor Johan Indewey
Gerlings dengan nama NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank.
Akta Pendirian ini telah didaftarkan di Pengadilan Negeri dengan No. A 42/6/9
tanggal 28 April 1941. Pada awal pendiriannya, Perseroan beroperasi sebagai
bank tabungan. Perseroan memperoleh izin untuk beroperasi sebagai bank
umum dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Keputusan
No. D.15.6.2.27 tanggal 20 Juli 1967, izin sebagai bank devisa dengan
Keputusan Bank Indonesia No. 23/9/KEP/DIR tanggal 19 Mei 1990, dan
mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1994.
Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta No. 20 terkait perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
yang telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan No. AHU-AH.01.09-0246192 tanggal 20 Mei 2025.
Kantor pusat Perseroan beralamat di OCBC Tower, Jalan Prof. Dr. Satrio,
Kavling 25, Jakarta 12940.
13
Page 15
I.A.1.b. Manajemen
Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 19 Mei 2025, terdapat perubahan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan. Dengan demikian susunan Dewan Komisaris
dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Pramukti Surjaudaja
Komisaris : Helen Wong
Komisaris : Na Wu Beng
Komisaris Independen : Hartadi Agus Sarwono*
Komisaris Independen : Jusuf Halim
Komisaris Independen : Betti S. Alisjahbana
Komisaris Independen : Nicholas Tan
*Efektif setelah mendapat persetujuan OJK
Direksi
Presiden Direktur : Parwati Surjaudaja
Direktur : Hartati
Direktur : Martin Widjaja
Direktur : Johannes Husin
Direktur : Andrae Krishnawan W
Direktur : The Ka Jit
Direktur : Lili S. Budiana
Direktur : Heriyanto
I.A.1.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
(Dalam Rupiah)
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah Modal
Kepemilikan
OCBC Overseas Investments Pte. Ltd 19.521.391.224 85,08% 2.440.173.903.000
Pramukti Surjaudaja 451.942 0,00% 56.492.750
Parwati Surjaudaja 3.250.420 0,01% 406.302.500
Hartati 252.000 0,00% 31.500.000
Martin Widjaja 252.000 0,00% 31.500.000
Andrae Krishnawan W. 252.000 0,00% 31.500.000
Johannes Husin 252.000 0,00% 31.500.000
Joseph Chan Fook Onn 252.000 0,00% 31.500.000
The Ka Jit 144.000 0,00% 18.000.000
Lili S. Budiana 144.000 0,00% 18.000.000
Pemegang saham lainnya (kepemilikan
masing-masing di bawah 5,00%) 3.418.655.386 14,91% 427.331.923.250
Jumlah 22.945.296.972 100,00% 2.868.162.121.500
14
Page 16
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang bank
umum termasuk kegiatan perbankan yang melaksanakan usaha syariah sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2024, pasar utama Perseroan adalah Singapura, Malaysia,
Indonesia, dan China yang terdiri atas 42 kantor cabang, 146 kantor cabang
pembantu, 1 kantor fungsional nonoperasional, 10 kantor cabang syariah, dan
488 ATM.
I.A.1.e. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang bank
umum termasuk kegiatan perbankan yang melaksanakan usaha syariah sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perseroan secara konsisten mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan melalui
implementasi strategi dan penerapan prinsip kehati-hatian. Perseroan berhasil
meningkatkan dana pihak ketiga (DPK), mempercepat akselerasi digital dan
konsisten menjaga kualitas kredit. Selain itu, Perseroan juga mengoptimalkan
layanan di berbagai segmen seperti Business Banking Funding Business,
Commercial dan Enterprise Banking, Corporate Banking, Financial Institution,
dan Transaction Banking. Perseroan tetap menjalankan layanan dengan
mengutamakan prinsip kehati-hatian, terutama ketika dunia usaha dibayangi
tekanan suku bunga dan inflasi serta ketidakpastian yang masih berlanjut
dengan tetap mendukung kebutuhan bisnis nasabah.
Perseroan menerapkan pengendalian dan pengawasan operasional bisnis
dengan baik, memastikan setiap transaksi dilakukan secara adil, dan bertindak
demi kepentingan nasabah dengan berupaya memahami kebutuhan mereka dan
memberikan solusi terbaik. Pada operasional digital, Perseroan berkomitmen
untuk menjaga integritas sistem keuangan dengan bersikap tegas terhadap
kejahatan keuangan melalui upaya pencegahan dan inisiatif-inisiatif keamanan
siber.
Inovasi pada layanan internet banking dan mobile banking melalui OCBC mobile
dan OCBC Business mobile terus berlanjut, dimana pertumbuhan pengguna aktif
digital meningkat sebesar 29,40% per Desember 2023. Bagi nasabah individu,
Perseroan menghadirkan fitur baru pada OCBC mobile untuk memudahkan
nasabah dengan beragam penawaran.
15
Page 17
Perseroan dihadapkan pada tantangan yang mencakup masih berlanjutnya
perlambatan ekonomi global yang berdampak terhadap ekonomi domestik dan
pertumbuhan usaha, ketegangan geopolitik dan inflasi yang berdampak pada
ekonomi, pertumbuhan bisnis, penetrasi pasar, akuisisi nasabah baru. Selain itu,
kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan beban pendanaan dan
menekan margin serta meningkatkan risiko kredit. Walaupun demikian,
Perseroan akan terus melanjutkan pertumbuhan bisnis dan menjaga kualitas
kredit. Perseroan juga akan terus berupaya meningkatkan efisiensi dan
efektivitas di semua aspek operasional, serta melanjutkan strategi untuk
mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan literasi
dan inklusi keuangan
Perseroan senantiasa menyelaraskan dan menyempurnakan proses
operasional agar sejalan dengan pertumbuhan usaha, dan perkembangan
teknologi. Akselerasi digitalisasi terus berlanjut, disertai juga dengan konsistensi
edukasi keuangan mengenai pemanfaatan transaksi digital secara aman dan
nyaman.
I.A.2. Oversea-Chinese Banking Corporation Limited
Dalam Transaksi, OCBC merupakan pihak yang pihak yang menerima Jasa
Manajemen dari Perseroan dengan perhitungan biaya yang dibebankan
berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah ditentukan oleh Perseroan
dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sehingga maksimum nilai
transaksi adalah sebesar Rp 253,00 miliar yang akan berakhir pada
31 Desember 2027 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para
pihak.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
tanggal 31 Desember 2024, OCBC merupakan entitas induk Perseroan dengan
kepemilikan efektif sebesar 85,08%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan
saham dan kegiatan usaha OCBC adalah sebagai berikut:
16
Page 18
I.A.2.a. Latar Belakang
OCBC didirikan pada tanggal 31 Oktober 1932. OCBC berbadan hukum dan
berdomisili di Singapura serta tercatat di Singapore Exchange Securities Trading
Limited.
OCBC memiliki kantor pusat di 63 Chulia Street, #10-00 OCBC Centre East,
Singapore 049514.
I.A.2.b. Manajemen
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, susunan
Direksi OCBC pada tanggal 15 Februari 2025 adalah sebagai berikut:
Direksi
Direktur Chairman, Non Executive & independent : Andrew Lee
Direktur Non Executive & Independent : Chong Chuan Neo
Direktur Non Executive & Independent : Chua Kim Chiu
Direktur Non Executive & Independent : Andrew Khoo
Direktur Non Executive & Non-Independent : Lee Tih Shih
Direktur Non Executive & Independent : Lian Wee Cheow
Direktur Non Executive & Independent : Seck Wai Kwong
Direktur Non Executive & Non-Independent : Pramukti Surjaudaja
Direktur Non Executive & Independent : Tan Yen yen
Direktur Group Chief Executive Officer, Executive
& Non-Independent : Helen Wong.
17
Page 19
I.A.2.c. Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham OCBC berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
Kepemilikan
Citibank Nominees Singapore Pte Ltd 753.170.312 16,74%
Selat (Pte) Limited 467.604.264 10,39%
Raffles Nominees (Pte.) Limited 302.157.864 6,71%
HSBC (Singapore) Nominees Pte Ltd 293.397.481 6,52%
DBSN Services Pte. Ltd. 286.933.481 6,38%
Lee Foundation 200.851.953 4,46%
Herald Investment Pte Ltd 181.721.294 4,04%
DBS Nominees (Private) Limited 173.454.566 3,85%
Singapore Investments Pte Ltd 157.007.526 3,49%
Lee Rubber Company Pte Ltd 141.656.364 3,15%
United Overseas Bank Nominees (Private)
Limited 51.120.795 1,14%
Kallang Development (Pte) Limited 44.007.742 0,98%
Lee Pineapple Company (Pte) Limited 30.595.980 0,68%
DB Nominees (Singapore) Pte Ltd 28.839.716 0,64%
Kew Estate Limited 28.430.489 0,63%
BPSS Nominees Singapore (Pte.) Ltd. 27.144.220 0,60%
Phillip Securities Pte Ltd 22.431.324 0,50%
OCBC Nominees Singapore Private Limited 21.054.152 0,47%
OCBC Securities Private Limited 18.689.797 0,42%
UOB Kay Hian Private Limited 12.231.585 0,27%
Lain-lain 1.257.499.095 27,94%
Jumlah 4.500.000.000 100,00%
I.A.1.d. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha OCBC adalah bergerak dalam bidang perbankan.
18
Page 20
I.B. Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Pada tanggal 22 Mei 2025, Perseroan dan OCBC telah menandatangani PKPJTI
II sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam
PKPJTI II adalah sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PKPJTI II adalah Perseroan dan
OCBC.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek transaksi berdasarkan PKPJTI adalah transaksi dimana Perseroan
memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC dengan perhitungan biaya
yang dibebankan berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah ditentukan
oleh Perseroan dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan
sehingga maksimum nilai transaksi adalah sebesar
Rp 253,00 miliar yang berlaku efektif sejak 23 Mei 2025.
I.C. Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi
Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:
• Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya
industri perbankan terutama dengan adanya penguatan infrastruktur
teknologi informasi dan kolaborasi dengan fintech yang mendorong bank
untuk meningkatkan transaksi secara online, Perseroan memandang perlu
adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola perusahaan
yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Hal ini menjadi salah satu
bagian yang membutuhkan perhatian secara khusus bagi Grup OCBC untuk
mendukung sistem teknologi informasi yang digunakan dalam aktivitas
kegiatan operasional secara menyeluruh guna memastikan Grup OCBC
menerapkan standar prosedur yang konsisten dan optimal.
• Sehubungan dengan kebutuhan OCBC akan RDC yang merupakan
infrastruktur yang terkait dengan pengembangan terhadap aplikasi yang
akan digunakan oleh Grup OCBC, Perseroan sebagai entitas anak OCBC
yang bergerak dalam bidang perbankan yang sudah memiliki pengalaman,
kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di bidang perbankan,
telah sepakat untuk memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC. Hal ini
dilakukan Perseroan dalam rangka memberikan fokus pada pengembangan
RDC yang lebih tersentralisasi oleh Perseroan dan dapat digunakan oleh
OCBC pada masa yang akan datang.
19
Page 21
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan berharap dapat menciptakan
sentralisasi bagi sistem tata kelola perusahaan yang baik bagi Grup OCBC.
Perseroan juga memandang perlunya untuk memberikan keseragaman pada
sistem manajemen, baik dalam aspek perencanaan, pengelolaan, dan
evaluasi bagi Grup OCBC sehingga dapat menciptakan sistem yang lebih
terintegrasi. Layanan Jasa Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi
OCBC diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi Grup dan
Perseroan sendiri dalam pengoperasioan aplikasi yang diyakini dapat
menciptakan infrastruktur yang efektif ke seluruh lini operasional Perseroan
dan Grup OCBC.
• Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
melanjutkan fokus pengembangan TI yang komprehensif, kolaboratif, dan
berkelanjutan. Perseroan mengharapkan dapat meninjau secara akurat
seluruh kegiatan pola bisnis yang dilakukan oleh OCBC, dimana hal tersebut
diyakini oleh Perseroan dapat memberikan prospek positif dan efisiensi di
masa yang akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan OCBC
sehingga Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan
keputusan dan proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas
operasional yang dijalankan oleh Grup OCBC.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan
pengelolaan atas Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal
sehingga hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
Perseroan dan Grup OCBC di masa yang akan datang sehingga hal tersebut
diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku bisnis
industri perbankan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi
seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.
20
Page 22
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memberikan jasa
manajemen kepada pihak ketiga lainnya yang mungkin lebih menguntungkan
dibandingkan dengan Transaksi.
• Apabila Perseroan dan OCBC tidak dapat memenuhi kewajibannya
sebagaimana telah disepakati dalam PKPJTI II, maka hal tersebut berpotensi
memberikan dampak bagi kinerja operasional Perseroan dan OCBC.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, terdapat kemungkinan dimana Perseroan
tidak dapat sepenuhnya melakukan sentralisasi dan integrasi Jasa
Manajemen yang mungkin disebabkan faktor perbedaan manajemen dan
operasional, yang pada akhirnya menyebabkan terganggunya operasional
OCBC.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perbankan, Perseroan
tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
kelangsungan usaha Perseroan.
21
Page 23
II. ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI
II.A. Oversea-Chinese Banking Corporation Limited
II.A.1. Latar Belakang
OCBC didirikan pada tanggal 31 Oktober 1932. OCBC berbadan hukum dan
berdomisili di Singapura serta tercatat di Singapore Exchange Securities Trading
Limited.
OCBC memiliki kantor pusat di 63 Chulia Street, #10-00 OCBC Centre East,
Singapore 049514.
II.A.2. Kegiatan Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha OCBC adalah bergerak dalam bidang perbankan.
22
Page 24
II.B. Tinjauan Industri Perbankan
II.B.1. Tinjauan Industri Perbankan di Dunia
Meningkatnya perbankan digital telah mengubah sektor perbankan sehingga
mobile banking dan layanan daring menjadi semakin populer. Tren ini
diperkirakan akan terus berlanjut didorong oleh meningkatnya penetrasi
smartphone dan kemudahan remote banking. Artificial Intelligence (AI) dan
pembelajaran mesin juga memainkan peran penting yang memungkinkan bank
untuk mengotomatiskan proses, mempersonalisasi pengalaman nasabah, dan
meningkatkan manajemen risiko. Meningkatnya adopsi AI diharapkan dapat
mendorong pengembangan produk dan layanan perbankan baru. Selain itu,
meningkatnya permintaan untuk inklusi keuangan menciptakan peluang bagi
bank untuk memperluas jangkauan mereka ke pasar yang kurang terlayani.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Market Research Future, pemanfaatan
mobile banking dan solusi inovatif lainnya membantu bank untuk terhubung
dengan nasabah di daerah terpencil dan memberi mereka akses ke layanan
keuangan. Bank juga mengekspansi kemitraan dengan perusahaan financial
technology untuk mendapatkan akses ke teknologi dan layanan baru. Kemitraan
ini dapat membantu bank untuk mempercepat transformasi digital mereka dan
memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang.
Peningkatan dan adopsi mobile banking dan internet yang terus-menerus
menyebabkan peningkatan permintaan akan layanan perbankan digital.
Nasabah menggunakan perangkat seluler mereka untuk hampir semua aktivitas
keuangan seperti akses akun, pembayaran, dan pengelolaan dana. Tren ini
diperkirakan akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, dan industri pasar
perbankan akan mengalami peningkatan besar dalam permintaan perbankan
digital.
Menurut data yang diperoleh dari GlobeNewswire dalam laporannya dengan
judul Credit Card Issuance Services Market Trends, Strategies and Growth
Opportunities 2025-2029 & 2034, pertumbuhan penerbitan kartu kredit pada
periode historis dapat dikaitkan dengan pola belanja konsumen, inisiatif inklusi
keuangan, pertumbuhan ekonomi, program loyalitas, dan perubahan peraturan.
Pertumbuhan yang diantisipasi dalam pasar layanan penerbitan kartu kredit
diharapkan akan didorong oleh meningkatnya permintaan kartu kredit yang
ditawarkan oleh bank sebagai produk kredit, memungkinkan pengguna untuk
mengakses pinjaman hingga batas kredit yang telah disetujui sebelumnya. Oleh
karena itu, peningkatan permintaan kartu kredit merupakan faktor utama yang
mendorong pertumbuhan pasar layanan penerbitan kartu kredit.
23
Page 25
Jumlah Saldo Utang Kartu Kredit di Amerika Serikat (AS)
Periode Q1 - Q4 2024
(Dalam Triliun USD)
1,22
1,20
1,18
1,16
1,14
1,12
1,10
1,08
1,06
Q1 2024 Q2 2024 Q3 2024 Q4 2024
Jumlah 1,12 1,14 1,17 1,21
Sumber: Federal Reserve Bank of New York
Berdasarkan data yang diperoleh dari Federal Reserve Bank of New York,
jumlah saldo utang kartu kredit di AS pada periode Q2 – Q4 2024 terus
mengalami kenaikan yang cukup signifikan masing-masing sebesar USD 0,03
triliun, USD 0,02 triliun, dan USD 0,05 triliun atau masing-masing setara dengan
2,70%, 2,40%, dan 4,50%.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Banque de France, dalam survei pinjaman
bank April 2025, bank-bank di kawasan euro melaporkan pengetatan bersih
standar kredit yang kecil dan lebih rendah dari perkiraan untuk pinjaman atau
jalur kredit kepada perusahaan pada kuartal pertama tahun 2025 dimana hal ini
mengikuti pengetatan baru standar kredit untuk pinjaman kepada perusahaan
yang dilaporkan pada kuartal keempat tahun 2024 dan sekali lagi didorong oleh
risiko yang dirasakan lebih tinggi terkait dengan prospek ekonomi umum dan
khusus perusahaan. Bank-bank di Jerman dan empat negara kawasan euro
yang lebih kecil mendorong pengetatan, sementara standar kredit tetap tidak
berubah di Prancis, menyusul pengetatan pada kuartal sebelumnya.
Pengetatan bersih pada kuartal pertama tahun 2025 lebih kecil dari yang
diharapkan pada putaran survei sebelumnya, yaitu sebesar 10,00%, khususnya
untuk bank-bank di Jerman dan Prancis, dengan standar kredit tetap tidak
berubah untuk bank-bank di Italia, meskipun terdapat ekspektasi pelonggaran.
Pada kuartal kedua tahun 2025, ban memperkirakan pengetatan lebih lanjut
standar kredit untuk pinjaman kepada perusahaan, yaitu sebesar 5,00%. Pada
tahun 2025, bank di Prancis melaporkan pelonggaran bersih standar kredit untuk
kuartal kelima berturut-turut dan bank di Jerman melakukannya untuk pertama
kali sejak dimulainya pemotongan suku bunga. Pada saat yang sama, bank di
Spanyol melaporkan standar kredit yang tidak berubah pada pinjaman
perumahan, sementara bank di Italia melaporkan pengetatan bersih untuk
kuartal kedua berturut-turut.
24
Page 26
Proyeksi Suku Bunga Pinjaman Bank di Dunia
Periode Q3 2025 - Q1 2026
(Dalam %)
Keterangan Q3 2025 Q4 2025 Q1 2026
AS 6,75 6,50 6,50
Australia 10,01 9,76 9,76
Malaysia 4,26 4,01 4,01
Hong Kong 4,75 4,50 4,25
Jepang 2,60 2,60 2,60
Thailand 6,50 6,25 6,25
Tiongkok 4,10 3,95 3,95
Sumber: Trading Economics
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, pada
periode Q3 2025 – Q4 2025 suku bunga pinjaman bank di AS, Australia,
Malaysia, Hong Kong, dan Thailand diproyeksikan mengalami penurunan
sebesar 0,25% sedangkan di Tiongkok mengalami penurunan sebesar 0,15%.
Pada periode Q1 2026, suku bunga pinjaman bank di AS, Australia, Malaysia,
Jepang, Thailand, dan Tiongkok diproyeksikan memiliki nilai yang sama seperti
periode sebelumnya sedangkan suku bunga pinjaman bank di Hong Kong akan
mengalami penurunan sebesar 0,25%. Industri perbankan tunduk pada regulasi
yang kompleks dan terus berubah. Bank harus mematuhi berbagai regulasi,
termasuk yang mengatur anti pencucian uang, prinsip mengenal nasabah, dan
perlindungan data.
Perbankan melakukan penyesuaian dengan pengetatan pemberikan kredit, di
sisi lain, penurunan suku bunga pinjaman diharapkan dapat mendorong
pertumbuhan iklim usaha global.
II.B.2. Tinjauan Industri Perbankan di Indonesia
Perkembangan industri perbankan terus mendorong pertumbuhan ekonomi
nasional dimana perbankan memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda
perekonomian yang berperan sebagai lembaga perantara keuangan, hal ini
dikarenakan perbankan merupakan salah satu dari sistem keuangan yang
berfungsi sebagai financial intermediary, yaitu suatu lembaga yang mempunyai
peran untuk mempertemukan antara pihak debitor dan kreditor, maka kegiatan
bank harus berjalan secara efisien baik pada skala makro maupun mikro.
Persaingan dunia perbankan pada saat ini semakin ketat akibat semakin
majunya usaha perbankan di dalam negeri, sehingga setiap usaha perbankan
berusaha memanfaatkan seoptimal mungkin dalam penggunaan dana dan
teknologi yang dimiliki sehingga dapat mewujudkan efisiensi dan efektivitas baik
dari segi produksi, konsumsi, maupun distribusi.
25
Page 27
Sumber Dana dan Penyaluran Dana Bank Umum di Indonesia
Juli 2024 – Januari 2025
(Dalam Miliar Rupiah)
(Dalam miliar Rupiah)
Penyaluran
Bulan Sumber Dana
Dana
Jul-24 9.614.026 11.865.419
Agu-24 9.661.232 11.932.184
Sep-24 9.685.238 11.985.323
Okt-24 9.701.111 12.039.936
Nov-24 9.826.838 12.184.276
Des-24 9.956.460 12.264.342
Jan-25 9.897.124 12.230.548
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, Januari 2025 - Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia yang dipublikasikan oleh OJK
pada bulan Januari 2025, sumber dana bank umum di Indonesia mengalami
kenaikan pada periode Agustus – Desember 2024 yaitu masing-masing sebesar
Rp 47,21 triliun, Rp 24,01 triliun, Rp 15,87 triliun, Rp 125,73 triliun, dan
Rp 129,62 triliun atau masing-masing setara dengan 0,49%, 0,25%, 0,16%,
1,30%, dan 1,32% serta mengalami penurunan pada Januari 2025 sebesar
Rp 59,34 triliun atau setara dengan 0,60% dibandingkan dengan periode
sebelumnya. Selanjutnya, penyaluran dana Bank Umum di Indonesia pada
periode Agustus – Desember 2024 juga mengalami kenaikan masing-masing
sebesar Rp 66,77 triliun, Rp 53,14 triliun, Rp 54,61 triliun, Rp 144,34 triliun, dan
Rp 80,07 triliun atau masing-masing setara dengan 0,56%, 0,45%, 0,46%,
1,20%, dan 0,66% serta mengalami penurunan pada Januari 2025 sebesar
Rp 33,79 triliun atau setara dengan 0,28% dibandingkan dengan periode
sebelumnya.
Jumlah Perbankan di Indonesia
Juli 2024 - Januari 2025
Jumlah Bank Jumlah Kantor
Bulan
Umum Bank Umum
Jul-24 106 24.268
Agu-24 106 23.972
Sep-24 105 23.935
Okt-24 105 23.919
Nov-24 105 23.897
Des-24 105 23.899
Jan-25 105 23.853
Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, Januari 2025 - OJK
26
Page 28
Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia yang dipublikasikan oleh OJK
pada bulan Januari 2025. Jumlah Bank Umum dan jumlah kantor Bank Umum di
Indonesia per Juli 2024 masing-masing adalah 106 Bank dan 24.268 kantor,
sedangkan jumlah Bank Umum dan jumlah kantor Bank Umum per Januari 2025
masing-masing adalah 105 Bank dan 23.853 kantor.
Proyeksi Pendapatan Bunga Bersih Bank Digital di Indonesia
Tahun 2025 – 2029
(Dalam miliar USD)
3,70 3,63
3,60
3,50
3,50
3,37
3,40
3,30 3,22
3,20
3,10 3,03
3,00
2,90
2,80
2,70
2025 2026 2027 2028 2029
Sumber: Statista
Adanya perubahan perilaku konsumen terutama peningkatan preferensi untuk
kenyamanan dan aksebilitas mendorong pertumbuhan bank digital salah
satunya di Indonesia di mana, konsumen cenderung mencari solusi perbankan
yang mudah diakses. Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, proyeksi
jumlah pendapatan bunga bersih bank digital di Indonesia pada tahun 2025 –
2029 masing-masing adalah sebesar USD 3,63 miliar, USD 3,50 miliar, USD
3,37 miliar, USD 3,22 miliar, dan USD 3,03 miliar. Dengan adanya adopsi
teknologi yang tepat dan responsif terhadap kebutuhan konsumen yang terus
berkembang serta mampu menggabungkan inovasi, efisiensi operasional, dan
kepatuhan terhadap regulasi diperkirakan bank-bank di Indonesia memiliki
peluang di masa mendatang.
27
Page 29
II.C. Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang bank
umum termasuk kegiatan perbankan yang melaksanakan usaha syariah sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Perseroan secara konsisten mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan melalui
implementasi strategi dan penerapan prinsip kehati-hatian. Perseroan berhasil
meningkatkan dana pihak ketiga (DPK), mempercepat akselerasi digital dan
konsisten menjaga kualitas kredit. Selain itu, Perseroan juga mengoptimalkan
layanan di berbagai segmen seperti Business Banking Funding Business,
Commercial dan Enterprise Banking, Corporate Banking, Financial Institution,
dan Transaction Banking. Perseroan tetap menjalankan layanan dengan
mengutamakan prinsip kehati-hatian, terutama ketika dunia usaha dibayangi
tekanan suku bunga dan inflasi serta ketidakpastian yang masih berlanjut
dengan tetap mendukung kebutuhan bisnis nasabah.
Perseroan menerapkan pengendalian dan pengawasan operasional bisnis
dengan baik, memastikan setiap transaksi dilakukan secara adil, dan bertindak
demi kepentingan nasabah dengan berupaya memahami kebutuhan mereka dan
memberikan solusi terbaik. Pada operasional digital, Perseroan berkomitmen
untuk menjaga integritas sistem keuangan dengan bersikap tegas terhadap
kejahatan keuangan melalui upaya pencegahan dan inisiatif-inisiatif keamanan
siber.
Inovasi pada layanan internet banking dan mobile banking melalui OCBC mobile
dan OCBC Business mobile terus berlanjut, dimana pertumbuhan pengguna aktif
digital meningkat sebesar 29,40% per Desember 2023. Bagi nasabah individu,
Perseroan menghadirkan fitur baru pada OCBC mobile untuk memudahkan
nasabah dengan beragam penawaran.
Namun, Perseroan dihadapkan pada tantangan yang mencakup masih
berlanjutnya perlambatan ekonomi global yang berdampak terhadap ekonomi
domestik dan pertumbuhan usaha, ketegangan geopolitik dan inflasi yang
berdampak pada ekonomi, pertumbuhan bisnis, penetrasi pasar, akuisisi
nasabah baru. Selain itu, kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan
beban pendanaan dan menekan margin serta meningkatkan risiko kredit.
Walaupun demikian, Perseroan akan terus melanjutkan pertumbuhan bisnis dan
menjaga kualitas kredit. Perseroan juga akan terus berupaya meningkatkan
efisiensi dan efektivitas di semua aspek operasional, serta melanjutkan strategi
untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan
literasi dan inklusi keuangan
Perseroan senantiasa menyelaraskan dan menyempurnakan proses
operasional agar sejalan dengan pertumbuhan usaha, dan perkembangan
teknologi. Akselerasi digitalisasi terus berlanjut, disertai juga dengan konsistensi
edukasi keuangan mengenai pemanfaatan transaksi digital secara aman dan
nyaman.
28
Page 30
II.D. Alasan Dilakukan Transaksi
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:
• Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya
industri perbankan terutama dengan adanya penguatan infrastruktur
teknologi informasi dan kolaborasi dengan fintech yang mendorong bank
untuk meningkatkan transaksi secara online, Perseroan memandang perlu
adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola perusahaan
yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Hal ini menjadi salah satu
bagian yang membutuhkan perhatian secara khusus bagi Grup OCBC untuk
mendukung sistem teknologi informasi yang digunakan dalam aktivitas
kegiatan operasional secara menyeluruh guna memastikan Grup OCBC
menerapkan standar prosedur yang konsisten dan optimal.
• Sehubungan dengan kebutuhan OCBC akan RDC yang merupakan
infrastruktur yang terkait dengan pengembangan terhadap aplikasi yang
akan digunakan oleh Grup OCBC, Perseroan sebagai entitas anak OCBC
yang bergerak dalam bidang perbankan yang sudah memiliki pengalaman,
kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di bidang perbankan,
telah sepakat untuk memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC. Hal ini
dilakukan Perseroan dalam rangka memberikan fokus pada pengembangan
RDC yang lebih tersentralisasi oleh Perseroan dan dapat digunakan oleh
OCBC pada masa yang akan datang.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan berharap dapat menciptakan
sentralisasi bagi sistem tata kelola perusahaan yang baik bagi Grup OCBC.
Perseroan juga memandang perlunya untuk memberikan keseragaman pada
sistem manajemen, baik dalam aspek perencanaan, pengelolaan, dan
evaluasi bagi Grup OCBC sehingga dapat menciptakan sistem yang lebih
terintegrasi. Layanan Jasa Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi
OCBC diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi Grup dan
Perseroan sendiri dalam pengoperasioan aplikasi yang diyakini dapat
menciptakan infrastruktur yang efektif ke seluruh lini operasional Perseroan
dan Grup OCBC.
• Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
melanjutkan fokus pengembangan TI yang komprehensif, kolaboratif, dan
berkelanjutan. Perseroan mengharapkan dapat meninjau secara akurat
seluruh kegiatan pola bisnis yang dilakukan oleh OCBC, dimana hal tersebut
diyakini oleh Perseroan dapat memberikan prospek positif dan efisiensi di
masa yang akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan OCBC
sehingga Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan
keputusan dan proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas
operasional yang dijalankan oleh Grup OCBC.
29
Page 31
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan
pengelolaan atas Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal
sehingga hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
Perseroan dan Grup OCBC di masa yang akan datang sehingga hal tersebut
diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku bisnis
industri perbankan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi
seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.
II.E. Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi
Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:
• Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya
industri perbankan terutama dengan adanya penguatan infrastruktur
teknologi informasi dan kolaborasi dengan fintech yang mendorong bank
untuk meningkatkan transaksi secara online, Perseroan memandang perlu
adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola perusahaan
yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Hal ini menjadi salah satu
bagian yang membutuhkan perhatian secara khusus bagi Grup OCBC untuk
mendukung sistem teknologi informasi yang digunakan dalam aktivitas
kegiatan operasional secara menyeluruh guna memastikan Grup OCBC
menerapkan standar prosedur yang konsisten dan optimal.
• Sehubungan dengan kebutuhan OCBC akan RDC yang merupakan
infrastruktur yang terkait dengan pengembangan terhadap aplikasi yang
akan digunakan oleh Grup OCBC, Perseroan sebagai entitas anak OCBC
yang bergerak dalam bidang perbankan yang sudah memiliki pengalaman,
kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di bidang perbankan,
telah sepakat untuk memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC. Hal ini
dilakukan Perseroan dalam rangka memberikan fokus pada pengembangan
RDC yang lebih tersentralisasi oleh Perseroan dan dapat digunakan oleh
OCBC pada masa yang akan datang.
• Dengan melakukan Transaksi, Perseroan berharap dapat menciptakan
sentralisasi bagi sistem tata kelola perusahaan yang baik bagi Grup OCBC.
Perseroan juga memandang perlunya untuk memberikan keseragaman pada
sistem manajemen, baik dalam aspek perencanaan, pengelolaan, dan
evaluasi bagi Grup OCBC sehingga dapat menciptakan sistem yang lebih
terintegrasi. Layanan Jasa Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi
OCBC diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi Grup dan
Perseroan sendiri dalam pengoperasioan aplikasi yang diyakini dapat
menciptakan infrastruktur yang efektif ke seluruh lini operasional Perseroan
dan Grup OCBC.
30
Page 32
• Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
melanjutkan fokus pengembangan TI yang komprehensif, kolaboratif, dan
berkelanjutan. Perseroan mengharapkan dapat meninjau secara akurat
seluruh kegiatan pola bisnis yang dilakukan oleh OCBC, dimana hal tersebut
diyakini oleh Perseroan dapat memberikan prospek positif dan efisiensi di
masa yang akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan OCBC
sehingga Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan
keputusan dan proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas
operasional yang dijalankan oleh Grup OCBC.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan
pengelolaan atas Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal
sehingga hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
Perseroan dan Grup OCBC di masa yang akan datang sehingga hal tersebut
diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku bisnis
industri perbankan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
keuangan konsolidasian Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi
seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.
Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:
• Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memberikan jasa
manajemen kepada pihak ketiga lainnya yang mungkin lebih menguntungkan
dibandingkan dengan Transaksi.
• Apabila Perseroan dan OCBC tidak dapat memenuhi kewajibannya
sebagaimana telah disepakati dalam PKPJTI II, maka hal tersebut berpotensi
memberikan dampak bagi kinerja operasional Perseroan dan OCBC.
• Setelah Transaksi menjadi efektif, terdapat kemungkinan dimana Perseroan
tidak dapat sepenuhnya melakukan sentralisasi dan integrasi Jasa
Manajemen yang mungkin disebabkan faktor perbedaan manajemen dan
operasional, yang pada akhirnya menyebabkan terganggunya operasional
OCBC.
• Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perbankan, Perseroan
tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
kelangsungan usaha Perseroan.
31
Page 33
III. ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
III.A. Analisis atas Kinerja Historis Perseroan
Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2024 telah diaudit oleh KAP RJRR dengan pendapat wajar
tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk ahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020
telah diaudit oleh KAP TWRR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:
III.A.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
ASET
Kas 1.204.265 972.535 1.355.048 1.008.415 1.121.079
Giro pada Bank Indonesia 9.419.310 7.000.475 5.080.913 6.521.063 2.260.016
Giro pada bank lain - bersih 678.652 1.136.036 854.363 606.245 707.743
Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia - bersih 7.520.072 1.642.320 7.337.297 4.439.677 7.772.140
Efek-efek - bersih 54.065.825 18.438.492 6.800.227 15.623.550 16.040.385
Obligasi pemerintah 32.903.419 38.229.653 44.421.208 52.159.725 32.399.345
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 385.696 23.410.469 30.186.275 8.968.848 24.937.438
Tagihan derivatif
Pihak berelasi 70.406 435.192 284.685 75.032 138.547
Pihak ketiga 1.158.212 687.527 840.762 406.753 755.218
Pinjaman yang diberikan - bersih 162.421.515 146.007.794 130.258.491 113.228.691 109.737.912
Tagihan akseptasi - bersih 1.910.133 1.852.828 2.607.807 3.491.367 3.548.551
Beban dibayar di muka
Pihak berelasi 1.380 1.198 1.044 807 170
Pihak ketiga 235.763 206.285 164.201 191.761 198.835
Aset tetap - bersih 4.020.382 3.904.957 3.763.011 3.237.706 3.001.632
Aset lain-lain 3.689.235 4.434.440 3.241.353 3.514.093 2.974.957
Aset pajak tangguhan 490.514 1.396.938 1.301.875 921.875 703.232
Pajak dibayar dimuka 833.458 - - - -
JUMLAH ASET 281.008.237 249.757.139 238.498.560 214.395.608 206.297.200
32
Page 34
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 1.561.080 1.694.717 1.612.378 1.523.750 1.555.501
Simpanan nasabah
Pihak berelasi 1.538.680 1.450.451 1.377.011 1.279.000 983.620
Pihak ketiga 204.393.540 180.304.774 174.707.982 166.771.732 158.052.784
Simpanan dari bank lain
Pihak berelasi 90.714 43.960 204.797 63.045 1.076.891
Pihak ketiga 2.359.758 1.284.193 2.469.636 484.570 1.668.681
Liabilitas derivatif
Pihak berelasi 426.763 1.215 56.469 127.374 279.073
Pihak ketiga 935.435 785.304 814.748 153.109 219.401
Liabilitas akseptasi
Pihak berelasi 35.125 82.717 175.875 643.229 1.025.890
Pihak ketiga 1.888.289 1.786.980 2.448.582 2.874.371 2.527.044
Utang pajak
Pajak penghasilan - 235.925 142.913 215.119 204.151
Pajak lain-lain 142.004 193.299 133.486 125.501 146.313
Beban yang masih harus dibayar 1.436.578 1.169.350 977.132 809.321 846.324
Pinjaman yang diterima 2.744.498 2.737.985 4.728.401 4.718.556 4.709.294
Pinjaman subordinasi 160.950 153.970 155.675 142.525 140.500
Liabilitas imbalan kerja 185.862 179.958 171.651 194.760 350.605
Liabilitas lain-lain 5.066.693 3.418.051 3.176.215 1.942.075 1.805.072
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 17.350.889 16.914.022 10.934.574 - -
Efek-efek yang diterbitkan - - - - 876.740
JUMLAH LIABILITAS 240.316.858 212.436.871 204.287.525 182.068.037 176.467.884
EKUITAS
Modal saham 2.868.162 2.868.162 2.868.162 2.868.162 2.868.162
Tambahan modal disetor/agio saham 5.395.280 5.395.280 5.395.280 5.395.280 5.395.280
Keuntungan (kerugian) bersih yang belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar efek-efek dan obligasi pemerintah
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehesif lain - bersih (183.947) (333.728) (626.712) 330.107 445.083
Surplus revaluasi aset tetap 1.635.998 1.635.998 1.586.802 1.586.802 1.474.128
Saldo laba 30.975.510 27.754.180 24.987.242 22.147.022 19.646.560
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 40.691.003 37.319.892 34.210.774 32.327.373 29.829.213
Kepentingan non-pengendali 376 376 261 198 103
JUMLAH EKUITAS 40.691.379 37.320.268 34.211.035 32.327.571 29.829.316
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 281.008.237 249.757.139 238.498.560 214.395.608 206.297.200
III.A.2. Aset
Jumlah aset Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 281.008,24 miliar, Rp 249.757,14 miliar, Rp 238.498,56 miliar, Rp 214.395,61
miliar, dan Rp 206.297,20 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 31.251,10 miliar atau setara dengan 12,51% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia – bersih, efek-
efek – bersih, serta pinjaman yang diberikan - bersih masing-masing sebesar Rp
5.877,75 miliar, Rp 35.627,33 miliar, dan Rp 16.413,72 miliar yang disertai
dengan penurunan efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp
23.024,77 miliar.
33
Page 35
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 11.258,58 miliar atau setara dengan 4,72% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan giro pada Bank Indonesia, efek-efek - bersih, dan pinjaman yang
diberikan – bersih masing-masing sebesar Rp 1.919,56 miliar, Rp 11.638,27
miliar, dan 15.749,30 miliar yang disertai dengan penurunan penempatan pada
bank lain dan Bank Indonesia – bersih, obligasi pemerintah, dan efek-efek yang
dibeli dengan janji dijual kembali masing-masing sebesar Rp 5.694,98 miliar, Rp
6.191,56 miliar dan Rp 6.775,81 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 24.102,95 miliar atau setara dengan 11,24% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp
21.217,43 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 8.098,41 miliar atau setara dengan 3,93% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan giro pada Bank Indonesia dan obligasi pemerintah masing-masing
sebesar Rp 4.261,05 miliar dan Rp 19.760,38 miliar yang disertai dengan
penurunan efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp
15.968,59 miliar.
III.A.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 240.316,86 miliar, Rp 212.436,87 miliar, Rp 204.287,53 miliar, Rp 182.068,04
miliar, dan Rp 176.467,88 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 27.879,99 miliar atau setara dengan 13,12% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan simpanan nasabah, simpanan dari bank lain, dan
liabilitas lain-lain masing-masing sebesar Rp 24.177,00 miliar, Rp 1.122,32
miliar, dan Rp 1.648,64 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 8.149,35 miliar atau setara dengan 3,99% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan simpanan nasabah dan efek-efek yang dijual dengan
janji dibeli kembali masing-masing sebesar Rp 5.670,23 miliar dan Rp 5.979,45
miliar yang disertai dengan penurunan simpanan dari bank lain dan pinjaman
yang diterima masing-masing sebesar Rp 1.346,28 miliar dan Rp 1.990,42 miliar.
34
Page 36
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 22.219,49 miliar atau setara dengan 12,20% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan simpanan nasabah, simpanan dari bank lain, efek-
efek yang dijual dengan janji dibeli kembali, dan liabilitas lain-lain masing-masing
sebesar Rp 8.034,26 miliar, Rp 2.126,82 miliar, Rp 10.934,57 miliar, dan Rp
1.234,14 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 5.600,15 miliar atau setara dengan 3,17% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan simpanan nasabah sebesar Rp 9.014,33 miliar yang
disertai dengan penurunan simpanan dari bank lain, liabilitas derivatif, dan efek-
efek yang diterbitkan masing-masing sebesar Rp 2.197,96 miliar, Rp 217,99
miliar, dan Rp 876,74 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 23.425,70 miliar atau setara dengan 15,31% dibandingkan
dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan simpanan nasabah dan pinjaman yang diterima
masing-masing sebesar Rp 32.914,91 miliar dan Rp 2.726,71 miliar yang disertai
dengan penurunan simpanan dari bank lain, efek-efek yang dijual dengan janji
dibeli kembali, dan efek-efek yang diterbitkan masing-masing sebesar Rp
3.854,89 miliar, Rp 8.498,80 miliar, dan Rp 1.063,81 miliar.
III.A.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
Rp 40.691,38 miliar, Rp 37.320,27 miliar, Rp 34.211,04 miliar, Rp 32.327,57
miliar, dan Rp 29.829,32 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
sebesar Rp 3.371,11 miliar atau setara dengan 9,03% dibandingkan dengan
jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
Rp 4.866,75 miliar, yang disertai dengan pembayaran dividen tunai sebesar
Rp 1.652,06 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 3.109,23 miliar atau setara dengan 9,09% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 4.091,04 miliar yang disertai dengan dividen tunai sebesar
Rp 1.330,77 miliar.
35
Page 37
Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 1.883,46 miliar atau setara dengan 5,83% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 3.326,93 miliar yang disertai dengan kerugian yang belum direalisasi
sebesar Rp 1.323,47 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
kenaikan sebesar Rp 2.498,26 miliar atau setara dengan 8,38% dibandingkan
dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
sebesar Rp 2.519,62 miliar yang disertai dengan kerugian yang belum direalisasi
untuk tahun berjalan sebesar Rp 357,03 miliar.
III.A.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Pendapatan bunga dan syariah bersih 11.044.807 9.911.536 8.740.701 7.643.485 7.112.768
Provisi, komisi, dan lainnya 1.092.995 1.120.942 1.054.407 904.048 724.857
Keuntungan dari penjualan instrumen keuangan 202.935 324.270 463.503 649.635 888.715
Laba (rugi) selisih kurs - bersih (352.428) (72.152) 334.163 473.481 753.911
Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar
instrumen keuangan (52.290) 28.558 11.396 33.573 (5.091)
Pembalikan (pembentukan) cadangan kerugian penurunan
nilai atas aset keuangan 636.429 (843.332) (1.446.511) (2.285.139) (2.371.254)
Pembentukan penyisihan - lainnya (787.723) (289.788) (275.959) 94 (84.598)
Beban operasional lainnya
Gaji dan tunjangan (3.275.122) (2.805.970) (2.609.577) (2.331.065) (2.306.485)
Umum dan administrasi (2.271.453) (1.930.033) (1.827.408) (1.692.790) (1.631.028)
Lain-lain (532.322) (275.092) (230.538) (190.414) (188.251)
Kerugian modifikasi aset keuangan - - - (1.491) (113.075)
Laba operasional 5.705.828 5.168.939 4.214.177 3.203.417 2.780.469
Pendapatan bukan operasional - bersih 283.476 15.524 3.839 375 4.386
Laba sebelum pajak penghasilan 5.989.304 5.184.463 4.218.016 3.203.792 2.784.855
Beban pajak penghasilan - bersih (1.122.554) (1.093.420) (891.086) (684.173) (683.184)
Laba bersih tahun berjalan 4.866.750 4.091.043 3.326.930 2.519.619 2.101.671
Penghasilan (beban) komprehensif lain tahun
berjalan - bersih 156.422 348.857 (938.719) (21.414) 331.943
Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - bersih 5.023.172 4.439.900 2.388.211 2.498.205 2.433.614
Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 4.866.750 4.091.028 3.326.917 2.519.574 2.101.670
Kepentingan non-pengendali - 15 13 45 1
III.A.6 Pendapatan Bunga dan Syariah Bersih
Pendapatan bunga dan syariah bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 11.044,81 miliar, Rp 9.911,54 miliar,
Rp 8.740,70 miliar, Rp 7.643,49 miliar, Rp 7.112,77 miliar, dan
Rp 6.438,93 miliar.
Pendapatan bunga dan syariah bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.133,27 miliar atau setara
dengan 11,43% dibandingkan dengan pendapatan bunga dan syariah bersih
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
36
Page 38
Pendapatan bunga dan syariah bersih tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.170,84 miliar atau setara
dengan 13,40% dibandingkan dengan pendapatan bunga dan syariah bersih
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan bunga dan syariah bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar
Rp 1.097,22 miliar atau setara dengan 14,35% dibandingkan dengan
pendapatan bunga dan syariah bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021.
Pendapatan bunga dan syariah bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar
Rp 530,72 miliar atau setara dengan 7,46% dibandingkan dengan pendapatan
bunga dan syariah bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020.
III.A.7. Laba Bersih Tahun Berjalan
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 4.866,75 miliar, Rp 4.091,04 miliar,
Rp 3.326,93 miliar, Rp 2.519,62 miliar, dan Rp 2.101,67 miliar.
Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 775,71 miliar atau setara
dengan 18,96% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 764,11 miliar atau setara
dengan 22,97% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 807,31 miliar atau setara
dengan 32,04% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 417,95 miliar atau setara
dengan 19,89% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
37
Page 39
III.A.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga 18.243.896 15.559.842 12.290.299 11.201.754 12.015.898
Penerimaan pendapatan syariah 901.404 817.802 491.356 354.486 307.477
Pembayaran bunga (6.998.590) (5.952.737) (3.762.074) (3.917.518) (5.400.707)
Pembayaran beban syariah (690.151) (418.600) (186.109) (103.424) (161.361)
Penerimaan lainnya 1.584.800 1.430.365 1.702.629 1.999.276 2.132.654
Pembayaran beban operasional lainnya (5.793.733) (4.647.314) (4.259.226) (3.883.303) (3.803.220)
Penerimaan dari pinjaman yang diberikan yang telah
dihapusbukukan 148.736 264.476 266.717 162.818 29.815
Penurunan/(kenaikan) dalam aset operasi:
Efek-efek dan obligasi pemerintah untuk diperdagangkan
dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (2.028.306) (4.171.525) 192.248 1.733.148 1.050.091
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 23.024.773 6.775.806 (21.217.427) 15.968.590 (24.473.924)
Pinjaman yang diberikan (16.366.600) (16.472.534) (16.846.368) (5.871.735) 4.143.112
Tagihan derivatif (105.899) 2.728 (643.662) 411.980 (153.585)
Aset lain-lain (813.820) (1.707.958) (1.238.566) (922.740) (1.492.283)
Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia - - 519.409 1.695.385 1.275.715
Kenaikan/(penurunan) dalam liabilitas operasi:
Simpanan nasabah 24.176.994 5.670.232 8.034.261 9.014.328 32.914.905
Simpanan dari bank lain 1.122.319 (1.346.280) 2.126.818 (2.197.957) (3.854.885)
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 441.666 6.081.245 10.820.910 - (8.942.587)
Liabilitas derivatif dan liabilitas lain-lain 1.479.033 82.769 1.181.905 (1.455) 737.862
Pembayaran pajak penghasilan badan
Tahun berjalan (1.093.813) (1.035.115) (863.327) (649.877) (896.950)
Tahun sebelumnya (235.925) (142.913) (215.119) (204.151) (142.749)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 36.996.784 790.289 (11.605.326) 24.789.605 5.285.278
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian aset tetap (377.804) (385.453) (791.593) (381.389) (321.503)
Pembayaran atas aset hak-guna (59.351) (11.638) (7.412) (9.449) (34.741)
Hasil penjualan aset tetap 2.320 4.063 7.719 2.668 8.004
Pembelian efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (111.401.345) (45.283.874) (6.309.770) (30.480.899) (26.864.090)
Penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain 83.321.994 44.382.384 21.455.481 9.292.127 10.272.778
Kas bersih dari akuisisi entitas anak 976.336 - - - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (27.537.850) (1.294.518) 14.354.425 (21.576.942) (16.939.552)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran sewa (2.673) (2.345) (2.085) (4.579) (15.165)
Penambahan penyertaan modal atas entitas anak dari
kepentingan non-pengendali - 100 50 50 -
Pembayaran dividen tunai (1.652.061) (1.330.767) (504.797) - -
Pelunasan pinjaman yang diterima - (2.000.000) - - -
Pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018
Seri C - - - (342.000) -
Pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2018
Seri B - - - (535.000) -
Pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018
Seri B - - - - (3.000)
Pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017
Seri C - - - - (454.000)
Pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2017
Seri C - - - - (609.000)
Penerimaan pinjaman yang diterima - - - - 2.750.000
Pembayaran biaya pemrosesan atas pinjaman yang diterima - - - - (28.445)
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (1.654.734) (3.333.012) (506.832) (881.529) 1.640.390
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS 7.804.200 (3.837.241) 2.242.267 2.331.134 (10.013.884)
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 10.757.240 14.632.415 12.060.879 9.656.140 19.552.631
Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas 263.531 (37.934) 329.269 73.605 117.393
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 18.824.971 10.757.240 14.632.415 12.060.879 9.656.140
38
Page 40
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2021, dan 2020 masin-
masing adalah sebesar Rp 36.996,78 miliar, Rp 790,29 miliar,
Rp 24.789,61 miliar, dan Rp 5.285,28 miliar. Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 11.605,33 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 36.996,78 miliar terutama
berasal dari penerimaan bunga, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali,
dan simpanan nasabah masing-masing sebesar Rp 18.243,90 miliar, Rp
23.024,77 miliar, dan Rp 24.176,99 miliar yang disertai dengan pembayaran
bunga, pembayaran beban operasional lainnya, dan pinjaman yang diberikan
masing-masing sebesar Rp 6.998,59 miliar, Rp 5.793,73 miliar, dan Rp
16.366,60 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 790,29 miliar terutama
berasal dari kenaikan dalam penerimaan bunga, penurunan dalam aset operasi
– efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kenaikan dalam liabilitas
operasi – efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
masing-masing sebesar Rp 15.559,84 miliar, Rp 6.775,81 miliar, dan
Rp 6.081,25 miliar yang disertai dengan pembayaran bunga, pembayaran beban
operasional lainnya, dan kenaikan dalam aset operasi – pinjaman yang diberikan
masing-masing sebesar Rp 5.952,74 miliar, Rp 4.647,31 miliar, dan
Rp 16.472,53 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 11.605,33 miliar
terutama berasal dari kenaikan dalam aset operasi – efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali sebesar Rp 21.217,43 miliar yang disertai dengan
penerimaan bunga sebesar Rp 12.290,30 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 24.789,61 miliar terutama
berasal dari penerimaan bunga dan penurunan dalam aset
operasi – efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali masing-masing
sebesar Rp 11.201,75 miliar dan Rp 15.968,59 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 5.285,28 miliar terutama
berasal dari kenaikan dalam liabilitas operasi – simpanan nasabah sebesar Rp
32.914,91 miliar yang disertai dengan kenaikan dalam aset operasi – efek-efek
yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp 24.473,92 miliar.
39
Page 41
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi
Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 27.537,85 miliar, Rp 1.294,52 miliar,
Rp 21.576,94 miliar, dan Rp 16.939,55 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 14.354,43 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 27.537,85 miliar
terutama berasal dari pembelian efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 111.401,35
miliar yang disertai dengan penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp
83.321,99 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1.294,52 miliar
terutama berasal dari pembelian efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 45.283,87
miliar yang disertai dengan penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp
44.382,38 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 14.354,43 miliar
terutama berasal dari penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar
Rp 21.455,48 miliar yang disertai dengan pembelian efek-efek dan obligasi
pemerintah yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
sebesar Rp 6.309,77 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 21.576,94 miliar
terutama berasal dari pembelian efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 30.480,90
miliar yang disertai dengan penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp
9.292,13 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 16.939,55 miliar
terutama berasal dari pembelian efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 26.864,09
miliar yang disertai dengan penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp
10.272,78 miliar.
40
Page 42
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.654,73 miliar, Rp 3.333,01 miliar,
Rp 506,83 miliar, Rp 881,53 miliar, dan Rp 2.438,25 miliar. Arus kas yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 1.640,39 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.654,73 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen tunai sebesar Rp 1.652,06 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 3.333,01 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen tunai dan pelunasan pinjaman yang
diterima masing-masing sebesar Rp 1.330,77 miliar dan Rp 2.000,00 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 506,83 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen tunai sebesar Rp 504,80 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 881,53 miliar
terutama berasal dari pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018
Seri C dan pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2018 Seri B
masing-masing sebesar Rp 342,00 miliar dan Rp 535,00 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 1.640,39 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman yang diterima sebesar
Rp 2.750,00 miliar yang disertai dengan pelunasan Obligasi Berkelanjutan II
Tahap II Tahun 2017 Seri C dan pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap III
Tahun 2017 Seri C masing-masing sebesar Rp 454,00 miliar dan
Rp 609,00 miliar.
41
Page 43
III.A.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,04 0,04 0,04 0,04 0,03
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,14 0,15 0,14 0,15 0,14
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,86 0,85 0,86 0,85 0,86
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 5,91 5,69 5,97 5,63 5,92
Rasio Profitabilitas
Marjin laba operasional 51,66% 52,15% 48,21% 41,91% 39,09%
Marjin laba bersih 44,06% 41,28% 38,06% 32,96% 29,55%
Laba operasional terhadap jumlah aset 2,03% 2,07% 1,77% 1,49% 1,35%
Imbal hasil aset 1,73% 1,64% 1,39% 1,18% 1,02%
Laba operasional terhadap ekuitas 14,02% 13,85% 12,32% 9,91% 9,32%
Imbal hasil ekuitas 11,96% 10,96% 9,72% 7,79% 7,05%
III.A.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio
perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,04; 0,04; 0,04; 0,04; dan 0,03.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal 31 Desember
2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-
masing adalah 0,14; 0,15; 0,14; 0,15; dan 0,14.
III.A.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,86; 0,85; 0,86;
0,85; dan 0,86, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-
masing adalah 5,91; 5,69; 5,97; 5,63; dan 5,92.
42
Page 44
III.A.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, 2020,
dan 2019 masing-masing adalah sebesar 1,73%, 1,64%, 1,39%, 1,18%, dan
1,02%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar 11,96%, 10,96%, 9,72%,
7,79%, dan 7,05%.
43
Page 45
III.B. Analisis atas Kinerja Historis OCBC
Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing telah diaudit oleh KAP PCL dengan pendapat wajar tanpa
modifikasian.
Ikhtisar data keuangan penting OCBC adalah sebagai berikut:
III.B.1. Laporan Posisi Keuangan
(Dalam jutaan SGD
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
ASET
Kas dan penempatan pada bank sentral 34.599 34.286 34.966 27.919 26.525
Surat utang dan sekuritas Pemerintah Singapura 14.316 19.165 17.096 11.112 10.628
Surat utang dan sekuritas Pemerintah lainnya 30.369 26.465 22.271 26.159 22.663
Penempatan dan pinjaman kepada bank 42.407 38.051 30.244 25.462 32.816
Pinjaman kepada nasabah 315.096 292.754 291.467 286.281 263.538
Sekuritas utang dan ekuitas 43.413 36.591 28.010 34.015 33.143
Piutang derivatif 17.203 12.976 15.605 9.267 15.223
Aset lainnya 7.761 7.278 6.578 6.334 5.806
Aset pajak tangguhan 538 586 448 280 133
Entitas asosiasi 8.153 7.003 6.353 6.170 4.633
Aset tetap 3.725 3.528 3.483 3.506 3.567
Properti investasi 675 723 763 801 813
Goodwill dan aset tak berwujud lainnya 4.504 4.501 4.643 4.774 4.837
Sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa 94.452 89.570 83.445 100.096 97.068
Aset lainnya untuk dana asuransi jiwa 7.839 7.947 11.552 - -
Aset dimiliki untuk dijual - - - 11 2
JUMLAH ASET 625.050 581.424 556.924 542.187 521.395
(Dalam jutaan SGD
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Deposito dari nasabah non-bank 390.687 363.770 350.081 342.395 314.907
Deposito dan saldo bank 11.565 10.884 10.046 8.239 9.586
Utang kepada entitas asosiasi 324 276 236 431 406
Liabilitas portofolio perdagangan 281 194 212 393 339
Utang derivatif 16.238 13.720 16.048 9.070 15.516
Liabilitas lainnya 9.370 9.156 8.385 7.163 8.093
Utang pajak kini 879 1.037 995 905 745
Liabilitas pajak tangguhan 841 636 349 2.832 1.818
Utang yang diterbitkan 31.553 26.553 21.938 20.115 24.355
Liabilitas kontrak asuransi dan liabilitas lainnya untuk
dana asuransi jiwa 102.932 99.644 96.209 96.306 94.454
JUMLAH LIABILITAS 564.670 525.870 504.499 487.849 470.219
EKUITAS
Modal saham 18.096 18.045 18.048 18.040 17.833
Instrumen ekuitas lainnya 1.698 1.248 1.696 1.198 1.198
Cadangan modal 830 815 792 782 1.229
Cadangan nilai wajar 313 (439) (1.140) 848 1.358
Cadangan pendapatan 38.379 34.501 31.721 31.795 28.004
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk 59.316 54.170 51.117 52.663 49.622
Kepentingan non-pengendali 1.064 1.384 1.308 1.675 1.554
JUMLAH EKUITAS 60.380 55.554 52.425 54.338 51.176
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 625.050 581.424 556.924 542.187 521.395
44
Page 46
III.B.2. Aset
Jumlah aset OCBC pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
dan 2020 masing-masing adalah sebesar SGD 625,05 miliar, SGD 581,42 miliar,
SGD 556,92 miliar, SGD 542,19 miliar, dan SGD 521,40 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 43,63 miliar atau setara dengan 7,50% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan pinjaman kepada nasabah, sekuritas uang dan ekuitas, serta
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 22,34
miliar, SGD 6,82 miliar, dan SGD 4,88 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 24,50 miliar atau setara dengan 4,40% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan penempatan dan pinjaman kepada bank, sekuritas utang dan
ekuitas, serta sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa
masing-masing sebesar SGD 7,81 miliar, SGD 8,58 miliar, dan SGD 6,13 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 14,74 miliar atau setara dengan 2,72% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan kas dan penempatan pada bank sentral, piutang derivatif, serta
aset lainnya untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 7,05 miliar,
SGD 6,34 miliar, dan SGD 11,55 miliar yang disertai dengan penurunan
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa sebesar SGD 16,65 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 20,79 miliar atau setara dengan 3,99% dibandingkan dengan
jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan surat utang dan sekuritas Pemerintah lainya, pinjaman kepada
nasabah, serta sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing
sebesar SGD 3,50 miliar, SGD 22,74 miliar, dan SGD 3,03 miliar yang disertai
dengan penurunan penempatan dan pinjaman kepada bank sebesar SGD 7,35
miliar.
45
Page 47
III.B.3. Liabilitas
Jumlah liabilitas OCBC pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar SGD 564,67 miliar, SGD 525,87
miliar, SGD 504,50 miliar, SGD 487,85 miliar, dan SGD 470,22 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 38,80 miliar atau setara dengan 7,38% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan deposito dari nasabah non-bank, utang yang
diterbitkan, serta liabilitas kontrak asuransi dan liabilitas lainnya untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 26,92 miliar, SGD 5,00 miliar, dan
SGD 3,29 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 21,37 miliar atau setara dengan 4,24% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan deposito dari nasabah non-bank, utang yang
diterbitkan, serta liabilitas kontrak asuransi dan liabilitas lainnya untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 13,69 miliar, SGD 4,62 miliar, dan
SGD 3,44 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 16,65 miliar atau setara dengan 3,41% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan deposito dari nasabah non-bank, utang derivatif, dan
utang yang diterbitkan masing-masing sebesar SGD 7,69 miliar,
SGD 6,98 miliar, dan SGD 1,82 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 17,63 miliar atau setara dengan 3,75% dibandingkan dengan
jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
disebabkan oleh kenaikan deposito dari nasabah non-bank sebesar
SGD 27,49 miliar yang disertai dengan penurunan utang derivatif dan utang
yang diterbitkan masing-masing sebesar SGD 6,45 miliar dan SGD 4,24 miliar.
46
Page 48
III.B.4. Ekuitas
Jumlah ekuitas OCBC pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar SGD 60,38 miliar,
SGD 55,55 miliar, SGD 52,43 miliar, SGD 54,34 miliar, dan SGD 51,18 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 4,83 miliar atau setara dengan 8,69% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh OCBC sebesar SGD 7,75 miliar yang
disertai dengan pembagian dividen sebesar SGD 3,99 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 3,13 miliar atau setara dengan 5,97% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh OCBC sebesar SGD 7,17 miliar yang
disertai dengan pembagian dividen sebesar SGD 3,73 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah ekuitas OCBC mengalami penurunan
sebesar SGD 1,91 miliar atau setara dengan 3,52% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
oleh penurunan cadangan nilai wajar sebesar SGD 1,99 miliar.
Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah ekuitas OCBC mengalami kenaikan
sebesar SGD 3,16 miliar atau setara dengan 6,18% dibandingkan dengan jumlah
ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
laba tahun berjalan yang dibukukan oleh OCBC sebesar SGD 5,03 miliar yang
disertai dengan pembagian dividen sebesar SGD 1,92 miliar.
47
Page 49
III.B.5. Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
(Dalam jutaan SGD
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Pendapatan bunga 22.444 20.867 11.590 7.425 9.143
Beban bunga 12.689 11.222 3.902 1.570 3.177
Pendapatan bunga bersih 9.755 9.645 7.688 5.855 5.966
Biaya dan komisi - bersih 1.970 1.804 1.851 2.245 2.003
Pendapatan perdagangan bersih 1.537 1.004 929 763 863
Pendapatan lain-lain 294 246 15 286 330
Biaya karyawan (3.837) (3.501) (3.233) (3.028) (2.748)
Beban operasional lainnya (1.905) (1.722) (1.605) (1.736) (1.691)
Amortisasi aset tak berwujud (59) (103) (104) (103) (104)
Penyisihan untuk pinjaman dan aset lainnya (690) (733) (584) (873) (2.043)
Hasil layanan asuransi dari asuransi jiwa 592 427 683 - -
Pendapatan investasi bersih dari asuransi jiwa 6.124 5.590 (4.966) - -
Hasil keuangan asuransi bersih dari asuransi jiwa (5.811) (5.239) 5.085 - -
Hasil layanan asuransi dari asuransi umum 12 30 1 - -
Laba dari asuransi jiwa - - - 1.137 698
Pendapatan premi dari asuransi umum - - - 197 201
Dividen - - - 113 78
Laba usaha 7.982 7.448 5.760 4.856 3.553
Bagian hasil dari entitas asosiasi - bersih 994 953 910 824 612
Laba sebelum beban pajak penghasilan 8.976 8.401 6.670 5.680 4.165
Beban pajak penghasilan (1.228) (1.236) (1.031) (648) (437)
Laba tahun berjalan 7.748 7.165 5.639 5.032 3.728
Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 7.587 7.021 5.526 4.858 3.586
Kepentingan non-pengendali 161 144 113 174 142
III.B.6 Pendapatan Bunga
Pendapatan bunga OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
SGD 22,44 miliar, SGD 20,87 miliar, SGD 11,59 miliar, SGD 7,43 miliar, dan
SGD 9,14 miliar.
Pendapatan bunga OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 mengalami kenaikan sebesar SGD 1,58 miliar atau setara dengan 7,56%
dibandingkan dengan pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2023.
Pendapatan bunga OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 mengalami kenaikan sebesar SGD 9,28 miliar atau setara dengan 80,04%
dibandingkan dengan pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2022.
Pendapatan bunga OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 mengalami kenaikan sebesar SGD 4,17 miliar atau setara dengan 56,09%
dibandingkan dengan pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2021.
Pendapatan bunga OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 mengalami penurunan sebesar SGD 1,72 miliar atau setara dengan
18,79% dibandingkan dengan pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020.
48
Page 50
III.B.7. Laba Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
SGD 7,75 miliar, SGD 7,17 miliar, SGD 5,64 miliar, SGD 5,03 miliar, dan SGD
3,73 miliar.
Laba tahun berjalan OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar SGD 0,58 miliar atau setara
dengan 8,14% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.
Laba tahun berjalan OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar SGD 1,53 miliar atau setara
dengan 27,06% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.
Laba tahun berjalan OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar SGD 0,61 miliar atau setara
dengan 12,06% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.
Laba tahun berjalan OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar SGD 1,30 miliar atau setara
dengan 34,98% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.
49
Page 51
III.B.8. Laporan Arus Kas Konsolidasian
(Dalam jutaan SGD
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas sebelum pajak penghasilan 8.976 8.401 6.670 5.680 4.165
Penyesuaian untuk item non-kas:
Penyisihan untuk pinjaman dan aset lainnya 690 733 584 873 2.043
Amortisasi aset tak berwujud 59 103 104 103 104
Perubahan dalam transaksi lindung nilai, sekuritas
dihitung pada nilai wajar melalui laba rugi,
dan utang yang diterbitkan 356 21 130 104 26
Penyusutan aset tetap serta beban bunga
atas liabilitas sewa 463 447 429 416 424
Keuntungan bersih dari pelepasan surat utang
Pemerintah, sekuritas utang, dan ekuitas (24) (47) 206 (92) (208)
Keuntungan bersih dari pelepasan aset tetap (36) (71) (99) (107) (44)
Biaya berbasis saham 62 61 80 73 76
Bagian hasil dari entitas asosiasi, setelah pajak (994) (953) (910) (824) (612)
Keuntungan bersih dari pelepasan kepemilikan dalam
entitas anak - - - - (9)
Lain-lain (72) - - - -
Item terkait dana asuransi jiwa
Surplus sebelum pajak penghasilan - - - 1.221 687
Surplus yang ditransfer dari dana asuransi jiwa - - - (1.137) (698)
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasional:
Deposito dari nasabah non-bank 26.052 13.703 7.518 27.510 12.115
Deposito dan saldo bank 679 838 1.807 (1.347) 1.336
Utang derivatif dan liabilitas lainnya 3.482 (1.772) 8.105 (6.908) 9.161
Liabilitas portofolio perdagangan 87 (19) (181) 55 247
Saldo yang dibatasi pada bank sentral (354) (437) 229 (764) 695
Surat utang Pemerintah dan treasuri 1.188 (5.952) (2.913) 1.614 (4.039)
Sekuritas dihitung pada nilai wajar melalui laba rugi (3.195) (2.419) 1.931 (7.059) (698)
Penempatan dan pinjaman kepada bank (4.246) (7.808) (4.782) 7.354 3.048
Pinjaman kepada nasabah (22.330) (1.892) (5.795) (23.685) (3.101)
Piutang derivatif dan aset lainnya (3.969) 3.285 (5.508) 4.087 (9.919)
Perubahan bersih dalam aset dan liabilitas lainnya untuk
dana asuransi jiwa (1.321) 4.317 2.494 8.029 1.660
Pajak penghasilan yang dibayarkan (1.589) (1.412) (1.167) (913) (822)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 3.964 9.127 8.932 14.283 15.637
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Dividen dari entitas asosiasi 158 132 145 138 201
Pembelian sekuritas utang dan ekuitas (34.021) (24.241) (11.622) (12.475) (14.882)
Pembelian sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa (45.566) (46.610) (37.237) (41.636) (37.978)
Pembelian aset tetap (614) (537) (479) (443) (384)
Hasil dari pelepasan sekuritas utang dan ekuitas 30.750 18.037 13.582 12.642 12.133
Hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa 44.948 42.675 33.970 34.345 36.871
Hasil dari pelepasan aset tetap 44 89 128 152 86
Hasil dari pelepasan kepemilikan dalam entitas asosiasi - 1 - - 32
Arus kas keluar bersih dari akuisisi entitas anak (31) - - - -
Investasi dalam entitas asosiasi - - - (514) (418)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (4.332) (10.454) (1.513) (7.791) (4.339)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Pembelian kembali saham untuk disimpan sebagai
saham treasuri (194) (205) (250) (406) (63)
Dividen dan distribusi yang dibayarkan (3.987) (3.733) (2.620) (1.544) (1.501)
Penerbitan bersih utang lainnya 4.557 4.752 1.897 (3.840) (6.961)
Pelunasan liabilitas sewa (78) (77) (89) (91) (93)
Hasil dari transfer/penjualan saham treasuri dalam skema
saham karyawan bank 152 112 150 140 16
Hasil bersih dari penerbitan sekuritas modal abadi 450 550 498 - 200
Pelunasan sekuritas modal abadi yang diterbitkan - (1.000) - - (500)
Perubahan pada kepentingan non-pengendali (643) (44) - (1) 4
Hasil dari penerbitan utang subordinasi 1.165 - 1.042 - 1.365
Pelunasan utang subordinasi yang diterbitkan (1.352) - - (400) -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan 70 355 628 (6.142) (7.533)
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
SETARA KAS (298) (972) 8.047 350 3.765
Penyesuaian translasi mata uang bersih 257 (142) (773) 282 253
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 28.870 29.984 22.710 22.078 18.060
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 28.829 28.870 29.984 22.710 22.078
50
Page 52
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar SGD 3,96 miliar, SGD 9,13 miliar,
SGD 8,93 miliar, SGD 14,28 miliar, dan SGD 15,64 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar SGD 3,96 miliar terutama
berasal dari perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas deposito dari
nasabah non-bank sebesar SGD 26,05 miliar yang disertai dengan perubahan
dalam aset dan liabilitas operasional atas pinjaman kepada nasabah sebesar
SGD 22,33 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar SGD 9,13 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas sebelum pajak penghasilan serta perubahan dalam
aset dan liabilitas operasional atas deposito dari nasabah non-bank masing-
masing sebesar SGD 8,40 miliar dan SGD 13,70 miliar yang disertai dengan
perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas surat utang Pemerintah dan
treasuri serta perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas penempatan
dan pinjaman kepada bank masing-masing sebesar SGD 5,95 miliar dan SGD
7,81 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar SGD 8,93 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas sebelum pajak penghasilan dan perubahan dalam
aset dan liabilitas operasional atas utang derivatif dan liabilitas lainnya masing-
masing sebesar SGD 6,67 miliar dan SGD 8,11 miliar yang disertai dengan
perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas pinjaman kepada nasabah
dan perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas piutang derivatif dan
aset lainnya masing-masing sebesar SGD 5,80 miliar dan SGD 5,51 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar SGD 14,28 miliar terutama
berasal dari perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas deposito dari
nasabah non-bank serta perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas
perubahan bersih dalam aset dan liabilitas lainnya untuk dana asuransi jiwa
masing-masing sebesar SGD 27,51 miliar dan SGD 8,03 miliar yang disertai
dengan perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas pinjaman kepada
nasabah sebesar SGD 23,69 miliar.
51
Page 53
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar SGD 15,64 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas sebelum pajak penghasilan, perubahan dalam aset
dan liabilitas operasional atas deposito dari nasabah non-bank, serta perubahan
dalam aset dan liabilitas operasional atas utang derivatif dan liabilitas lainnya
masing-masing sebesar SGD 4,17 miliar, SGD 12,12 miliar, dan SGD 9,16 miliar
yang disertai dengan perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas
piutang derivatif dan aset lainnya sebesar SGD 9,92 miliar.
Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar SGD 4,33 miliar, SGD 10,45 miliar,
SGD 1,51 miliar, SGD 7,79 miliar, dan SGD 4,34 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar SGD 4,33 miliar
terutama berasal dari pembelian sekuritas utang dan ekuitas serta pembelian
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 34,02
miliar dan SGD 45,57 miliar yang disertai dengan hasil dari pelepasan sekuritas
utang dan ekuitas serta hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 30,75 miliar dan SGD 44,95 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar SGD 10,45 miliar
terutama berasal dari pembelian sekuritas utang dan ekuitas serta pembelian
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 24,24
miliar dan SGD 46,61 miliar yang disertai dengan hasil dari pelepasan sekuritas
utang dan ekuitas serta hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 18,04 miliar dan SGD 42,95 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar SGD 1,51 miliar
terutama berasal dari pembelian sekuritas utang dan ekuitas serta pembelian
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 11,62
miliar dan SGD 37,24 miliar yang disertai dengan hasil dari pelepasan sekuritas
utang dan ekuitas serta hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 13,58 miliar dan SGD 33,97 miliar.
52
Page 54
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar SGD 7,79 miliar
terutama berasal dari pembelian sekuritas utang dan ekuitas serta pembelian
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 12,48
miliar dan SGD 41,64 miliar yang disertai dengan hasil dari pelepasan sekuritas
utang dan ekuitas serta hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 12,64 miliar dan SGD 34,35 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar SGD 4,34 miliar
terutama berasal dari pembelian sekuritas utang dan ekuitas serta pembelian
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 14,88
miliar dan SGD 37,98 miliar yang disertai dengan hasil dari pelepasan sekuritas
utang dan ekuitas serta hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 12,13 miliar dan SGD 36,87 miliar.
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022
masing-masing adalah sebesar SGD 0,07 miliar, SGD 0,36 miliar, dan SGD 0,63
miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020
masing-masing adalah sebesar SGD 6,14 miliar dan SGD 7,53 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar SGD 0,07 miliar terutama
berasal dari penerbitan bersih utang lainnya sebesar SGD 4,56 miliar yang
disertai dengan dividen dan distribusi yang dibayarkan sebesar SGD 3,99 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar SGD 0,36 miliar terutama
berasal dari penerbitan bersih utang lainnya sebesar SGD 4,75 miliar yang
disertai dengan dividen dan distribusi yang dibayarkan sebesar SGD 3,73 miliar.
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar SGD 0,63 miliar terutama
berasal dari penerbitan bersih utang lainnya dan hasil dari penerbitan utang
subordinasi masing-masing sebesar SGD 1,90 miliar dan SGD 1,04 miliar yang
disertai dengan dividen dan distribusi yang dibayarkan sebesar SGD 2,62 miliar.
53
Page 55
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar SGD 6,14 miliar
terutama berasal dari dividen dan distribusi yang dibayarkan serta penerbitan
bersih utang lainnya masing-masing sebesar SGD 1,54 miliar dan
SGD 3,84 miliar.
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar SGD 7,53 miliar
terutama berasal dari dividen dan distribusi yang dibayarkan serta penerbitan
bersih utang lainnya masing-masing sebesar SGD 1,50 miliar dan
SGD 6,96 miliar.
III.B.9. Rasio-rasio Keuangan
Keterangan 31/12/24 31/12/23 31/12/22 31/12/21 31/12/20
Rasio Pengelolaan Aset
Perputaran jumlah aset 0,04 0,04 0,02 0,01 0,02
Ekuitas terhadap jumlah aset 0,10 0,10 0,09 0,10 0,10
Rasio Solvabilitas
Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset 0,90 0,90 0,91 0,90 0,90
Jumlah liabilitas terhadap ekuitas 9,35 9,47 9,62 8,98 9,19
Rasio Profitabilitas
Marjin laba kotor 43,46% 46,22% 66,33% 78,86% 65,25%
Marjin laba usaha 35,56% 35,69% 49,70% 65,40% 38,86%
Marjin laba bersih 34,52% 34,34% 48,65% 67,77% 40,77%
Laba usaha terhadap jumlah aset 1,28% 1,28% 1,03% 0,90% 0,68%
Imbal hasil aset 1,24% 1,23% 1,01% 0,93% 0,72%
Laba usaha terhadap jumlah ekuitas 13,22% 13,41% 10,99% 8,94% 6,94%
Imbal hasil ekuitas 12,83% 12,90% 10,76% 9,26% 7,28%
III.B.10. Pengelolaan Aset
Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan OCBC dalam
menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi OCBC. Pada tanggal-tanggal 31
Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio perputaran jumlah aset
masing-masing adalah 0,04; 0,04; 0,02; 0,01; dan 0,02.
Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas OCBC
terhadap jumlah aset OCBC. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
0,10; 0,10; 0,09; 0,10; dan 0,10.
III.B.11. Solvabilitas
Solvabilitas menunjukkan kemampuan OCBC untuk memenuhi seluruh
liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.
Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,90; 0,90; 0,91;
0,90; dan 0,90, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
masing-masing adalah 9,35; 9,47; 9,62; 8,98; dan 9,19.
54
Page 56
III.B.12. Profitabilitas
Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan OCBC dalam menghasilkan
laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-
masing adalah 1,24%, 1,23%, 1,01%, 0,93%, dan 0,72%.
Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan OCBC dalam
menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
2021, dan 2020 masing-masing adalah 12,83%, 12,90%, 10,76%, 9,26%, dan
7,28%.
55
Page 57
III.C. Analisis atas Laporan Proforma
Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
dan Setelah Transaksi.
Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
disusun oleh manajemen Perseroan.
Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2024:
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/24 Penyesuaian
Transaksi
ASET
ASET LANCAR
Kas 1.204.265 - 1.204.265
Giro pada Bank Indonesia 9.419.310 - 9.419.310
Giro pada bank lain - bersih 678.652 - 678.652
Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia - bersih 7.520.072 - 7.520.072
Efek-efek - bersih 54.065.825 - 54.065.825
Obligasi pemerintah 32.903.419 - 32.903.419
Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 385.696 - 385.696
Tagihan derivatif 1.228.618 - 1.228.618
Pinjaman yang diberikan - bersih 162.421.515 - 162.421.515
Tagihan akseptasi - bersih 1.910.133 - 1.910.133
Pajak dibayar di muka 833.458 - 833.458
Beban dibayar di muka 237.143 - 237.143
Aset tetap - bersih 4.020.382 - 4.020.382
Aset lain-lain 3.689.235 - 3.689.235
Aset pajak tangguhan 490.514 - 490.514
JUMLAH ASET 281.008.237 - 281.008.237
56
Page 58
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/24 Penyesuaian
Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera 1.561.080 - 1.561.080
Simpanan nasabah 205.932.220 - 205.932.220
Simpanan dari bank lain 2.450.472 - 2.450.472
Liabilitas derivatif 1.362.198 - 1.362.198
Liabilitas akseptasi 1.923.414 - 1.923.414
Utang pajak 142.004 - 142.004
Beban yang masih harus dibayar 1.436.578 - 1.436.578
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali 17.350.889 - 17.350.889
Pinjaman yang diterima 2.744.498 - 2.744.498
Pinjaman subordinasi 160.950 - 160.950
Liabilitas imbalan kerja 185.862 - 185.862
Liabilitas lain-lain 5.066.693 - 5.066.693
JUMLAH LIABILITAS 240.316.858 - 240.316.858
EKUITAS
Modal saham 2.868.162 - 2.868.162
Tambahan modal disetor/agio saham 5.395.280 - 5.395.280
Keuntungan (kerugian) bersih yang belum direalisasi dari
perubahan nilai wajar efek-efek dan obligasi pemerintah
yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehesif lain - bersih (183.947) - (183.947)
Surplus revaluasi aset tetap 1.635.998 - 1.635.998
Saldo laba 30.975.510 - 30.975.510
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
Induk 40.691.003 - 40.691.003
Kepentingan non-pengendali 376 376
JUMLAH EKUITAS 40.691.379 - 40.691.379
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 281.008.237 - 281.008.237
(Dalam jutaan Rupiah)
Setelah
Keterangan 31/12/24 Penyesuaian
Transaksi
Pendapatan bunga dan syariah bersih 11.044.807 - 11.044.807
Provisi dan komisi 1.092.995 - 1.092.995
Keuntungan dari penjualan instrumen keuangan 202.935 - 202.935
Laba (rugi) selisih kurs - bersih (352.428) - (352.428)
Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar -
instrumen keuangan (52.290) - (52.290)
Pembalikan (pembentukan) cadangan kerugian penurunan -
nilai atas aset keuangan 636.429 - 636.429
Pembentukan penyisihan - lainnya (787.723) - (787.723)
Beban operasional lainnya -
Gaji dan tunjangan (3.275.122) - (3.275.122)
Umum dan administrasi (2.271.453) - (2.271.453)
Lain-lain (532.322) - (532.322)
Laba operasional 5.705.828 - 5.705.828
Pendapatan bukan operasional - bersih 283.476 - 283.476
Laba sebelum pajak penghasilan 5.989.304 - 5.989.304
Beban pajak penghasilan - bersih (1.122.554) - (1.122.554)
Laba bersih periode/tahun berjalan 4.866.750 - 4.866.750
Penghasilan (beban) komprehensif lain periode/tahun
berjalan - bersih 156.422 - 156.422
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan - bersih 5.023.172 - 5.023.172
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 4.866.750 - 4.866.750
Kepentingan non-pengendali - -
57
Page 59
III.D. Analisis Inkremental
Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
berikut:
• Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
Perseroan;
• Biaya atau pendapatan yang relevan;
• Informasi non-keuangan yang relevan; dan
• Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
III.D.1. Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan bunga dan syariah 11.785.148 12.892.952 14.104.889 15.430.749 16.881.239
Pendapatan operasional lainnya 1.866.344 2.095.720 2.347.207 2.628.871 2.944.336
Beban operasional lainnya (6.392.226) (6.903.949) (7.456.036) (8.052.305) (8.696.268)
Pembentukan penyisihan (1.002.415) (945.389) (1.030.474) (1.112.912) (1.201.945)
Laba sebelum pajak penghasilan 6.256.851 7.139.333 7.965.585 8.894.403 9.927.361
Beban pajak penghasilan (1.363.994) (1.570.653) (1.752.429) (1.956.769) (2.184.020)
Laba bersih 4.892.858 5.568.680 6.213.156 6.937.634 7.743.342
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan bunga dan syariah 11.785.148 12.892.952 14.104.889 15.430.749 16.881.239
Pendapatan operasional lainnya 1.866.344 2.095.720 2.347.207 2.628.871 2.944.336
Beban operasional lainnya (6.388.670) (6.899.764) (7.451.745) (8.047.884) (8.691.715)
Pembentukan penyisihan (1.002.415) (945.389) (1.030.474) (1.112.912) (1.201.945)
Laba sebelum pajak penghasilan 6.260.407 7.143.519 7.969.876 8.898.823 9.931.914
Beban pajak penghasilan (1.364.769) (1.571.574) (1.753.373) (1.957.741) (2.185.021)
Laba bersih 4.895.638 5.571.945 6.216.504 6.941.082 7.746.893
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan bunga dan
syariah serta laba bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
sebesar Rp 71,09 triliun dan Rp 31,36 triliun.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan bunga dan syariah serta laba bersih
Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 71,09 triliun dan
Rp 31,37 triliun.
58
Page 60
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
tambahan laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2029, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
III.E.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.
III.E.3. Informasi Non-Keuangan yang Relevan
III.E.3.a. Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan
OCBC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan. Dengan
demikian, produk dan/atau jasa yang dihasilkan oleh OCBC adalah sebagai
berikut:
• Global Consumer Banking
Produk dan layanan yang ditawarkan meliputi produk simpanan (rekening
giro, tabungan, dan deposito berjangka), pinjaman konsumen (pinjaman
perumahan dan pinjaman pribadi lainnya), kartu kredit, produk pengelolaan
kekayaan (unit trust, produk bancassurance, dan simpanan terstruktur), serta
layanan pialang.
• Private Banking
Kebutuhan perbankan khusus bagi individu dengan kekayaan bersih tinggi,
yang menawarkan keahlian pengelolaan kekayaan, termasuk nasihat
investasi dan layanan pengelolaan portofolio, perencanaan warisan, dan
perwalian, serta penataan kekayaan.
• Global Wholesale Banking
Layanan nasabah institusional mulai dari perusahaan besar dan sektor publik
hingga perusahaan kecil dan menengah. Bisnis ini menyediakan berbagai
solusi pembiayaan termasuk pembiayaan proyek jangka panjang, kredit
jangka pendek, modal kerja dan pembiayaan perdagangan, serta
pembiayaan terkait ekuitas yang disesuaikan dan terstruktur. Bisnis ini juga
menyediakan berbagai produk dan layanan kepada nasabah seperti
pengelolaan kas dan layanan kustodian, solusi pasar modal, layanan
keuangan perusahaan dan perbankan konsultasi, serta produk
perbendaharaan.
59
Page 61
• Global Markets
Pengelolaan posisi suku bunga aset dan liabilitas Grup, terlibat dalam
aktivitas valuta asing, operasi pasar uang, perdagangan pendapatan tetap
dan derivatif, serta menawarkan produk treasury terstruktur dan solusi
keuangan untuk memenuhi kebutuhan investasi dan lindung nilai nasabah.
• Asuransi
Aktivitas pengelolaan dana.
• Lainnya
Terdiri dari kepemilikan properti, kepemilikan investasi, dan item-item yang
tidak dapat diatribusikan kepada segmen bisnis yang dijelaskan di atas.
III.E.3.b. Pasar Geografis
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis OCBC meliputi
Singapura, Malaysia, Indonesia, Tiongkok Raya, dan lainnya.
III.E.3.c. Pesaing Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha OCBC adalah United
Overseas Bank Limited dan DBS Bank Limited.
III.E.3.d. Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
OCBC adalah sebagai berikut:
• Meraih pertumbuhan kekayaan Asia yang meningkat dengan Singapura –
Hong Kong dan penawaran digital OCBC.
• Mendukung peningkatan arus perdagangan dan investasi ASEAN - Tiongkok
Raya.
• Membuka nilai dari ekonomi baru dan industri dengan pertumbuhan tinggi.
.
• Mendorong transisi menuju dunia rendah karbon yang berkelanjutan.
• Membangun pendekatan pengalaman pelanggan terpadu “One Group”.
• Berinvestasi dalam percepatan transformasi dan digitalisasi.
• Memperkuat aset dan budaya sumber daya manusia OCBC.
• Membangun kekuatan modal dan manajemen risiko OCBC.
60
Page 62
III.E.3.e. Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
sesuai prosedur internal Perseroan. Rencana atas Transaksi telah melalui
tahapan proses analisis internal, memperolah persetujuan Direksi dan
diinformasikan kepada Dewan Komisaris. Dengan demikian, manajemen telah
mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.
61
Page 63
IV. ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI
Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:
1. Sebagaimana tercantum dalam PKPJTI II, Perseroan memberikan Jasa
Manajemen kepada OCBC dengan perhitungan biaya yang dibebankan
berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah ditentukan oleh Perseroan
dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sehingga maksimum
nilai transaksi adalah sebesar Rp 253,00 miliar yang berlaku efektif sejak
23 Mei 2025.
Selanjutnya, kami telah melakukan analisis perbandingan terhadap marjin
laba usaha beberapa perusahaan publik lainnya di luar Indonesia yang
bergerak dalam bidang services dan outsourcing. Berikut adalah
perbandingan atas marjin laba usaha beberapa perusahaan publik lainnya di
luar Indonesia yang bergerak dalam bidang services dan outsourcing:
Marjin Laba
Perusahaan Pendapatan Laba Usaha
Usaha
Robert Half International Inc. (Dalam ribuan USD) 4.413.465 178.832 4,05%
Kforce Inc. (Dalam ribuan USD) 1.405.308 69.721 4,96%
Barrett Business Services Inc. (Dalam ribuan USD) 1.144.531 59.781 5,22%
HRnetGroup Limited (Dalam ribuan SGD) 566.996 43.829 7,73%
Teleperformance (Dalam jutaan EUR) 10.280 1.082 10,53%
Korn Ferry (Dalam ribuan USD) 1.364.721 163.526 11,98%
KOS International Holdings Limited (Dalam ribuan HKD) 213.297 25.610 12,01%
HireQuest Inc. (Dalam ribuan USD) 34.598 4.368 12,63%
Berdasarkan data marjin laba usaha beberapa perusahaan publik lainnya di
luar Indonesia yang bergerak dalam bidang services dan outsourcing, marjin
laba usaha berkisar antara 4,05% - 12,63%. Dengan demikian, marjin pada
Transaksi berdasarkan PKPJTI II sebesar 5,00% masih berada di kisaran
marjin laba usaha beberapa perusahaan publik lainnya di luar Indonesia yang
bergerak dalam bidang services dan outsourcing di atas.
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan bunga dan syariah 11.785.148 12.892.952 14.104.889 15.430.749 16.881.239
Pendapatan operasional lainnya 1.866.344 2.095.720 2.347.207 2.628.871 2.944.336
Beban operasional lainnya (6.392.226) (6.903.949) (7.456.036) (8.052.305) (8.696.268)
Pembentukan penyisihan (1.002.415) (945.389) (1.030.474) (1.112.912) (1.201.945)
Laba sebelum pajak penghasilan 6.256.851 7.139.333 7.965.585 8.894.403 9.927.361
Beban pajak penghasilan (1.363.994) (1.570.653) (1.752.429) (1.956.769) (2.184.020)
Laba bersih 4.892.858 5.568.680 6.213.156 6.937.634 7.743.342
62
Page 64
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan bunga dan syariah 11.785.148 12.892.952 14.104.889 15.430.749 16.881.239
Pendapatan operasional lainnya 1.866.344 2.095.720 2.347.207 2.628.871 2.944.336
Beban operasional lainnya (6.388.670) (6.899.764) (7.451.745) (8.047.884) (8.691.715)
Pembentukan penyisihan (1.002.415) (945.389) (1.030.474) (1.112.912) (1.201.945)
Laba sebelum pajak penghasilan 6.260.407 7.143.519 7.969.876 8.898.823 9.931.914
Beban pajak penghasilan (1.364.769) (1.571.574) (1.753.373) (1.957.741) (2.185.021)
Laba bersih 4.895.638 5.571.945 6.216.504 6.941.082 7.746.893
Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan bunga
dan syariah serta laba bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing
adalah sebesar Rp 71,09 triliun dan Rp 31,36 triliun.
Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan bunga dan syariah serta laba
bersih Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
Rp 71,09 triliun dan Rp 31,37 triliun.
Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba bersih untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih konsolidasian
Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 masing-masing adalah sebesar
Rp 23,69 triliun dan Rp 23,70 triliun. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari
proyeksi laba bersih konsolidasian Perseroan setelah Transaksi untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 lebih besar
daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih konsolidasian Perseroan
sebelum Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2029. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
diskonto sebesar 9,35%, yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan,
yang ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:
Biaya modal ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
(CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
63
Page 65
dimana:
ke = Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
(risk free rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
premium)
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu
10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 7,07%, yang diperoleh dari
Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan
sebagai tingkat balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,87%,
yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
School) tahun 2024 yang diterbitkan pada bulan Januari 2025.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
dimana RBDS sebesar 1,89% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2024 sebesar 0,61.
64
Page 66
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
1,89% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:
ke = Rf + ( β x RPm ) – RBDS
= 7,07% + (0,61 x 6,87% ) – 1,89%
= 9,35%
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 adalah
sebagai berikut:
Sebelum Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba bersih 4.892.858 5.568.680 6.213.156 6.937.634 7.743.342
Faktor diskonto 0,9145 0,8363 0,7648 0,6994 0,6396
Nilai kini 4.474.518 4.657.087 4.751.822 4.852.181 4.952.641
Jumlah nilai kini 23.688.250
Setelah Transaksi
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba bersih 4.895.638 5.571.945 6.216.504 6.941.082 7.746.893
Faktor diskonto 0,9145 0,8363 0,7648 0,6994 0,6396
Nilai kini 4.477.061 4.659.817 4.754.382 4.854.593 4.954.913
Jumlah nilai kini 23.700.766
4. Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya
industri perbankan terutama dengan adanya penguatan infrastruktur
teknologi informasi dan kolaborasi dengan fintech yang mendorong bank
untuk meningkatkan transaksi secara online, Perseroan memandang perlu
adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola perusahaan
yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Mengingat Perseroan
merupakan perusahaan perbankan yang sudah memiliki pengalaman,
kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di bidang perbankan,
dan merupakan pihak yang dapat bersaing dalam menjalankan kegiatan
usahanya sebagai perusahaan perbankan, maka Perseroan melaksanakan
aktivitas Jasa Manajemen bagi OCBC.
65
Page 67
5. Dalam rangka menciptakan sentralisasi bagi sistem tata kelola perusahaan
yang baik, Perseroan memandang perlu untuk memberikan keseragaman
pada sistem manajemen, baik dalam aspek perencanaan, pengelolaan, dan
evaluasi bagi OCBC sehingga dapat menciptakan sistem yang lebih
terintegrasi. Dengan demikian, Perseroan dan OCBC telah melakukan
Transaksi sehingga hal tersebut diharapkan dapat memberikan layanan Jasa
Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi OCBC, dimana dalam hal ini
dapat disediakan oleh Perseroan yang memiliki pengalaman dan kapabilitas
sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang industri perbankan.
6. Perseroan melanjutkan fokus pengembangan TI yang komprehensif,
kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga dengan dilakukannya Transaksi,
Perseroan mengharapkan dapat meninjau secara akurat seluruh kegiatan
pola bisnis yang dilakukan oleh OCBC, dimana hal tersebut diyakini oleh
Perseroan dapat memberikan prospek positif dan efisiensi di masa yang
akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan OCBC sehingga
Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan keputusan dan
proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas operasional yang
dijalankan oleh OCBC.
7. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan
pengelolaan atas Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal
sehingga hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas OCBC
di masa yang akan datang. Dengan demikian, hal tersebut diharapkan dapat
memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku bisnis industri properti
sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
Perseroan di masa yang akan datang.
KESIMPULAN
Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.
66
Page 68
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI
Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.
Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.
Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN
Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan
Izin Penilai : B-1.09.00153
STTD : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI : 06-S-01996
67
Page 69
Lampiran A
PERNYATAAN PENILAI
1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.
2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
Perseroan.
4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun.
5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.
6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.
68
Page 70
Lampiran B
PT Bank OCBC NISP Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan bunga dan syariah 11.785.148 12.892.952 14.104.889 15.430.749 16.881.239
Pendapatan operasional lainnya 1.866.344 2.095.720 2.347.207 2.628.871 2.944.336
Beban operasional lainnya (6.392.226) (6.903.949) (7.456.036) (8.052.305) (8.696.268)
Pembentukan penyisihan (1.002.415) (945.389) (1.030.474) (1.112.912) (1.201.945)
Laba sebelum pajak penghasilan 6.256.851 7.139.333 7.965.585 8.894.403 9.927.361
Beban pajak penghasilan (1.363.994) (1.570.653) (1.752.429) (1.956.769) (2.184.020)
Laba bersih 4.892.858 5.568.680 6.213.156 6.937.634 7.743.342
PT Bank OCBC NISP Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029
(Dalam jutaan Rupiah)
Keterangan 31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Pendapatan bunga dan syariah 11.785.148 12.892.952 14.104.889 15.430.749 16.881.239
Pendapatan operasional lainnya 1.866.344 2.095.720 2.347.207 2.628.871 2.944.336
Beban operasional lainnya (6.388.670) (6.899.764) (7.451.745) (8.047.884) (8.691.715)
Pembentukan penyisihan (1.002.415) (945.389) (1.030.474) (1.112.912) (1.201.945)
Laba sebelum pajak penghasilan 6.260.407 7.143.519 7.969.876 8.898.823 9.931.914
Beban pajak penghasilan (1.364.769) (1.571.574) (1.753.373) (1.957.741) (2.185.021)
Laba bersih 4.895.638 5.571.945 6.216.504 6.941.082 7.746.893
69
Page 71
Lampiran C
PT Bank OCBC NISP Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba bersih 4.892.858 5.568.680 6.213.156 6.937.634 7.743.342
Faktor diskonto 0,9145 0,8363 0,7648 0,6994 0,6396
Nilai kini 4.474.518 4.657.087 4.751.822 4.852.181 4.952.641
Jumlah nilai kini 23.688.250
PT Bank OCBC NISP Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029
(Dalam jutaan Rupiah)
Proyeksi
Keterangan
31/12/25 31/12/26 31/12/27 31/12/28 31/12/29
Laba bersih 4.895.638 5.571.945 6.216.504 6.941.082 7.746.893
Faktor diskonto 0,9145 0,8363 0,7648 0,6994 0,6396
Nilai kini 4.477.061 4.659.817 4.754.382 4.854.593 4.954.913
Jumlah nilai kini 23.700.766
70
Page 72
Lampiran D
Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Pada tanggal 22 Mei 2025, Perseroan dan OCBC telah menandatangani PKPJTI II
sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PKPJTI II adalah
sebagai berikut:
• Pihak-pihak yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PKPJTI II adalah Perseroan dan OCBC.
• Objek dan Nilai Transaksi
Objek transaksi berdasarkan PKPJTI adalah transaksi dimana Perseroan memberikan
Jasa Manajemen kepada OCBC dengan perhitungan biaya yang dibebankan berdasarkan
alokasi orang per bulan yang telah ditentukan oleh Perseroan dengan markup sebesar
5,00% dari total biaya tagihan sehingga maksimum nilai transaksi adalah sebesar
Rp 253,00 miliar yang berlaku efektif sejak 23 Mei 2025.
71
Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.3
unresolved
org
RJRR
p.7 ×2
unresolved
org
Tanudiredja
p.8
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.8
unresolved
org
TWRR
p.8 ×4
unresolved
org
PricewaterhouseCoopers LLP
p.8
unresolved
org
PCL
p.8 ×2
unresolved
person
Fathiah Helmi
p.9
unresolved
org
Bank Indonesia
p.9 ×13
unresolved
org
Bank NISP Tbk
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.14
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14
unresolved
org
Modal Kepemilikan OCBC Overseas Investments Pte. Ltd
p.15
unresolved
org
Singapore Exchange Securities Trading Limited
p.18 ×2
unresolved
org
Saham Kepemilikan Citibank Nominees Singapore Pte Ltd
p.19
unresolved
—
HSBC (Singapore
p.19
unresolved
org
Nominees Pte Ltd
p.19
unresolved
org
DBSN Services Pte. Ltd.
p.19
unresolved
org
Herald Investment Pte Ltd
p.19
unresolved
org
Singapore Investments Pte Ltd
p.19
unresolved
org
Lee Rubber Company Pte Ltd
p.19
unresolved
org
Bank Nominees
p.19
unresolved
org
Pte Ltd
p.19
unresolved
org
Kew Estate Limited
p.19
unresolved
org
OCBC Nominees Singapore Private Limited
p.19
unresolved
org
OCBC Securities Private Limited
p.19
unresolved
—
I.A.1.d.
p.19
unresolved
org
Bank Umum Jul-
p.27
unresolved
org
Laba Usaha Usaha Robert Half International Inc.
p.63
unresolved
org
Kforce Inc.
p.63
unresolved
org
Barrett Business Services Inc.
p.63
unresolved
org
HRnetGroup Limited
p.63
unresolved
org
KOS International Holdings Limited
p.63
unresolved
org
HireQuest Inc.
p.63
unresolved
org
KJPP Kusnanto
p.68 ×2
unresolved
org
KJPP KUSNANTO & REKAN
p.68
unresolved
person
Willy D. Kusnanto
· Pimpinan Rekan
p.68
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.500
10084 ms
12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
'transaksi dimana'}],
'currency': 'IDR',
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL_FACT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi '
'dimana',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '253.00'}