Skip to content
Back to announcement

20250526_NISP_Informasi Transaksi Afiliasi_31889361_lamp6.pdf

Asset transaction Needs review NISP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 72

Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
    PT BANK OCBC NISP Tbk

        TRANSAKSI

         MEI 2025
Page 2
No. : 00068/2.0162-00/BS/07/0153/1/V/2025                                                              22 Mei 2025



Kepada Yth.

PT BANK OCBC NISP Tbk
OCBC Tower
Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 25
Jakarta 12940

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 22 Mei 2025, PT Bank OCBC NISP Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dan
Oversea-Chinese Banking Corporation Limited (selanjutnya disebut “OCBC”) telah
menandatangani perjanjian Addendum II atas Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jasa
Teknologi Informasi (selanjutnya disebut “PKPJTI II”), di mana Perseroan telah setuju untuk
memberikan jasa-jasa kepada OCBC (selanjutnya disebut “Jasa Manajemen”) dengan
perhitungan biaya yang dibebankan berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah
ditentukan oleh Perseroan dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sehingga
maksimum nilai transaksi adalah sebesar Rp 253,00 miliar yang akan berakhir pada
31 Desember 2027 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para pihak
(selanjutnya disebut “Transaksi”) dengan rincian sebagai berikut:

 No.                                                  Jasa Manajemen

   1 Perseroan akan menyediakan jasa pengembangan aplikasi umum dengan membentuk tim Software Engineer yang
       berada di bawah Direktorat Operations & Technology untuk selanjutnya melakukan pengembangan terhadap
       aplikasi yang akan digunakan oleh Group OCBC, dalam hal ini dinyatakan dalam istilah Regional Development
       Center (selanjutnya disebut “RDC”).
   2 Penambahan/perubahan atas aplikasi yang akan dilakukan pengembangan oleh Perseroan akan dicantumkan dalam
       dokumen Kebutuhan Pengguna (requirement document ) yang diterbitkan oleh OCBC dan dikirimkan kepada
       Perseroan.
   3 Seluruh proses pelaksanaan RDC mulai dari pengelolaan tenaga kerja, penilaian kinerja, pengelolaan dan
       penggunaan infrastruktur, proses kerja dan lokasi kerja akan menggunakan standard yang berlaku di Perseroan dan
       mengacu pada peraturan perundang – undangan yang berlaku di Indonesia.
   4 Semua aplikasi yang dilakukan pengembangan juga dapat dipergunakan oleh Perseroan. Para pihak sepakat bahwa
       hasil pengembangan aplikasi tersebut, termasuk dokumentasi dan source code nya, baik yang berupa hardcopy ,
       softcopy , maupun data yang terkait dengan dokumen tersebut menjadi milik OCBC sepenuhnya.
   5 Perseroan akan menyediakan infrastruktur yang diperlukan untuk digunakan oleh tim Software Engineer meliputi:
       a. Tempat kerja beserta fasilitas kerja sesuai dengan standard yang berlaku di Perseroan; dan
       b. Infrastruktur jaringan, infrastruktur komunikasi yang diperlukan dalam bekerja sesuai standard yang berlaku di
       Perseroan.
   6 Perseroan membantu melakukan pemecahan masalah jika terdapat kendala pada penggunaan infrastruktur
       Perseroan oleh Software Engineer yang berkaitan dengan aktivitas kerja RDC.
Page 3
Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa
Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau
“kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Transaksi
sesuai dengan surat penugasan No. KR/240412-002 tanggal 12 April 2024 dan adendum No.
KR/250102-003 tanggal 2 Januari 2025 yang seluruhnya telah disetujui oleh manajemen
Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan Menteri
Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi
penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat
Tanda       Terdaftar       Profesi      Penunjang     Pasar      Modal       dari     OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.

ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.
Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah melakukan usaha di bidang bank umum
termasuk kegiatan perbankan yang melaksanakan usaha syariah sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, pada tanggal 31 Desember 2024, pasar utama Perseroan adalah
Singapura, Malaysia, Indonesia, dan China yang terdiri atas 42 kantor cabang, 146 kantor
cabang pembantu, 1 kantor fungsional nonoperasional, 10 kantor cabang syariah, dan
488 Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Perseroan berdomisili di OCBC Tower,
Jalan Prof. Dr. Satrio, Kavling 25, Jakarta 12940 dengan nomor telepon: (021) 2553 3888,
nomor faksimile: (021) 5794 4000, dan email: tanya@ocbc.id.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
31 Desember 2024, struktur kepemilikan Perseroan adalah sebagai berikut:


                              OCBC


                                  100,00%
                          OCBC Overseas
                           Investments                 Publik
                          Pte. Ltd. (OOI)
                                  85,08%                  14,92%


                                           Perseroan




OCBC merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company) yang terdaftar di bursa Singapura, didirikan dan menjalankan
kegiatan usahanya di Singapura. Ruang lingkup kegiatan usaha OCBC adalah bergerak
dalam bidang perbankan.




                                              2
Page 4
OOI     merupakan     suatu      perseroan   terbatas   berstatus  perusahaan     tertutup
(privately-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Singapura. Ruang
lingkup kegiatan usaha OCBC adalah bergerak dalam bidang perusahaan investasi.

Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya industri perbankan
terutama dengan adanya penguatan infrastruktur teknologi informasi dan kolaborasi dengan
fintech yang mendorong bank untuk meningkatkan transaksi secara online, Perseroan
memandang perlu adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola perusahaan
yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Hal ini menjadi salah satu bagian yang
membutuhkan perhatian secara khusus bagi Grup OCBC untuk mendukung sistem teknologi
informasi yang digunakan dalam aktivitas kegiatan operasional secara menyeluruh guna
memastikan Grup OCBC menerapkan standar prosedur yang konsisten dan optimal.

Sehubungan dengan kebutuhan OCBC akan RDC yang merupakan infrastruktur yang terkait
dengan pengembangan terhadap aplikasi yang akan digunakan oleh Grup OCBC, Perseroan
sebagai entitas anak OCBC yang bergerak dalam bidang perbankan yang sudah memiliki
pengalaman, kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di bidang perbankan, telah
sepakat untuk memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC. Hal ini dilakukan Perseroan
dalam rangka memberikan fokus pada pengembangan RDC yang lebih tersentralisasi oleh
Perseroan dan dapat digunakan oleh OCBC pada masa yang akan datang.

Sebelumnya pada tanggal 6 Desember 2023, Perseroan dan OCBC telah menandatangani
Perjanjian Kerjasama Penyediaan Jasa Teknologi Informasi (selanjutnya disebut “PKPJTI”),
dimana Perseroan telah menyediakan Jasa Manajemen kepada OCBC yang berlaku terhitung
sejak tanggal 6 Desember 2023 sampai dengan tanggal 31 Desember 2027. Berdasarkan
keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat adanya peningkatan
aktivitas atas Jasa Manajemen yang diberikan oleh Perseroan kepada OCBC, maka
Perseroan telah melakukan perubahan dan/atau penyesuaian atas perhitungan biaya yang
dibebankan berdasarkan alokasi orang per bulan yang ditentukan oleh Perseroan dengan
markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sebagaimana telah disepakati para pihak
dalam PKPKJTI II.

Dengan melakukan Transaksi, Perseroan berharap dapat menciptakan sentralisasi bagi
sistem tata kelola perusahaan yang baik bagi Grup OCBC. Perseroan juga memandang
perlunya untuk memberikan keseragaman pada sistem manajemen, baik dalam aspek
perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi bagi Grup OCBC sehingga dapat menciptakan
sistem yang lebih terintegrasi. Layanan Jasa Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi
OCBC diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi Grup dan Perseroan sendiri
dalam pengoperasioan aplikasi yang diyakini dapat menciptakan infrastruktur yang efektif ke
seluruh lini operasional Perseroan dan Grup OCBC.




                                            3
Page 5
Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka melanjutkan fokus
pengembangan Teknologi Informasi (TI) yang komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan.
Perseroan mengharapkan dapat meninjau secara akurat seluruh kegiatan pola bisnis yang
dilakukan oleh OCBC, dimana hal tersebut diyakini oleh Perseroan dapat memberikan
prospek positif dan efisiensi di masa yang akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan
OCBC sehingga Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan keputusan dan
proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas operasional yang dijalankan oleh
Grup OCBC.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan pengelolaan atas
Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal sehingga hal tersebut diharapkan
dapat meningkatkan produktivitas Perseroan dan Grup OCBC di masa yang akan datang
sehingga hal tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku bisnis
industri perbankan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan di masa
yang akan datang.

Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya industri perbankan
    terutama dengan adanya penguatan infrastruktur teknologi informasi dan kolaborasi
    dengan fintech yang mendorong bank untuk meningkatkan transaksi secara online,
    Perseroan memandang perlu adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola
    perusahaan yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Hal ini menjadi salah satu
    bagian yang membutuhkan perhatian secara khusus bagi Grup OCBC untuk mendukung
    sistem teknologi informasi yang digunakan dalam aktivitas kegiatan operasional secara
    menyeluruh guna memastikan Grup OCBC menerapkan standar prosedur yang konsisten
    dan optimal.

•   Sehubungan dengan kebutuhan OCBC akan RDC yang merupakan infrastruktur yang
    terkait dengan pengembangan terhadap aplikasi yang akan digunakan oleh Grup OCBC,
    Perseroan sebagai entitas anak OCBC yang bergerak dalam bidang perbankan yang
    sudah memiliki pengalaman, kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di
    bidang perbankan, telah sepakat untuk memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC. Hal
    ini dilakukan Perseroan dalam rangka memberikan fokus pada pengembangan RDC yang
    lebih tersentralisasi oleh Perseroan dan dapat digunakan oleh OCBC pada masa yang
    akan datang.

•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan berharap dapat menciptakan sentralisasi bagi
    sistem tata kelola perusahaan yang baik bagi Grup OCBC. Perseroan juga memandang
    perlunya untuk memberikan keseragaman pada sistem manajemen, baik dalam aspek
    perencanaan, pengelolaan, dan evaluasi bagi Grup OCBC sehingga dapat menciptakan
    sistem yang lebih terintegrasi. Layanan Jasa Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi
    OCBC diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi Grup dan Perseroan
    sendiri dalam pengoperasioan aplikasi yang diyakini dapat menciptakan infrastruktur yang
    efektif ke seluruh lini operasional Perseroan dan Grup OCBC.




                                             4
Page 6
•   Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka melanjutkan
    fokus pengembangan TI yang komprehensif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Perseroan
    mengharapkan dapat meninjau secara akurat seluruh kegiatan pola bisnis yang dilakukan
    oleh OCBC, dimana hal tersebut diyakini oleh Perseroan dapat memberikan prospek
    positif dan efisiensi di masa yang akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan
    OCBC sehingga Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan keputusan
    dan proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas operasional yang dijalankan
    oleh Grup OCBC.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan pengelolaan
    atas Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal sehingga hal tersebut
    diharapkan dapat meningkatkan produktivitas Perseroan dan Grup OCBC di masa yang
    akan datang sehingga hal tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan
    sebagai pelaku bisnis industri perbankan sehingga diharapkan dapat meningkatkan
    kinerja keuangan konsolidasian Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh
    pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
Perseroan merupakan entitas anak OCBC dengan kepemilikan efektif sebesar 85,08% pada
tanggal 31 Desember 2024, maka Transaksi merupakan transaksi afiliasi, sehingga
Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan” (selanjutnya disebut “POJK
42/2020”).

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Rintis, Jumadi, Rianto, & Rekan (selanjutnya disebut “RJRR”),
jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 40,69 triliun. Selanjutnya, berdasarkan PKPJTI,
nilai transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 253,00 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2024, sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan transaksi material
sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan menunjuk
penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi
dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.




                                            5
Page 7
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi dimana
Perseroan memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC dengan perhitungan biaya yang
dibebankan berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah ditentukan oleh Perseroan
dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sehingga maksimum nilai transaksi
adalah sebesar Rp 253,00 miliar yang akan berakhir pada 31 Desember 2027 dan dapat
diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para pihak.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari aspek
keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP RJRR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00016/2.1457/AU.1/0710229-4/1I1/2025 tanggal 28 Januari 2025 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;




                                            6
Page 8
3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan
   (selanjutnya  disebut     “TWRR”)   sebagaimana     tertuang   dalam    laporannya
   No. 00018/2.1025/AU.1/07/0229-3/1/I/2024 tanggal 26 Januari 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa modifikasian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00019/2.1025/AU.1/07/0229-2/1/I/2023 tanggal 27 Januari 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00039/2.1025/AU.1/07/0229-1/1/I/2022 tanggal 27 Januari 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP TWRR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00022/2.1025/AU.1/0734-3/1/I/2021 tanggal 26 Januari 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa modifikasian;

7. Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 yang telah diaudit oleh KAP PricewaterhouseCoopers LLP
   (selanjutnya disebut “PCL”) sebagaimana tertuang dalam laporannya tanggal
   25 Februari 2025 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

8. Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PCL sebagaimana tertuang dalam
   laporannya tanggal 27 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

9. Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh PCL sebagaimana tertuang dalam laporannya
   tanggal 23 Februari 2023 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

10. Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh PCL sebagaimana tertuang dalam laporannya
    tanggal 22 Februari 2022 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

11. Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh PCL sebagaimana tertuang dalam laporannya
    tanggal 23 Februari 2021 dengan pendapat wajar tanpa modifikasian;

12. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal 31 Desember 2024 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
    Perseroan;




                                          7
Page 9
13. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
    untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 yang disusun
    oleh manajemen Perseroan;

14. PKPJTI;

15. PKPJTI II;

16. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 20
    tanggal 19 Mei 2025 oleh Fathiah Helmi, S.H., notaris di Jakarta (selanjutnya disebut
    “Akta No. 20”) terkait perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan;

17. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yang diwakili oleh Direktur
    Finance, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Transaksi;

18. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
    mendatang;

19. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;

20. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

21. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

22. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

23. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan; dan

24. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                             8
Page 10
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari
semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat memengaruhi hasil akhir pendapat
kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
bahwa        mereka      tidak    mengetahui      fakta-fakta    yang      menyebabkan
informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat
Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi disusun
oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan
keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan
keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan dan OCBC berdasarkan anggaran dasar
Perseroan dan OCBC.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi pada
tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.




                                             9
Page 11
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggung
jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara eksternal, yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka Pendapat
Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.




                                            10
Page 12
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan
yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya menerima imbalan
sesuai dengan surat penugasan No. KR/240412-002 tanggal 12 April 2024 dan adendum
No. KR/250102-003 tanggal 2 Januari 2025 yang seluruhnya telah disetujui oleh manajemen
Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat memengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:

Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 19 Mei 2025, terdapat perubahan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan. Dengan demikian susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Presiden Komisaris                    :     Pramukti Surjaudaja
Komisaris                             :     Helen Wong
Komisaris                             :     Na Wu Beng
Komisaris Independen                  :     Hartadi Agus Sarwono*
Komisaris Independen                  :     Jusuf Halim
Komisaris Independen                  :     Betti S. Alisjahbana
Komisaris Independen                  :     Nicholas Tan
*Efektif setelah mendapat persetujuan OJK


Direksi
Presiden Direktur                     :     Parwati Surjaudaja
Direktur                              :     Hartati
Direktur                              :     Martin Widjaja
Direktur                              :     Johannes Husin
Direktur                              :     Andrae Krishnawan W
Direktur                              :     The Ka Jit
Direktur                              :     Lili S. Budiana
Direktur                              :     Heriyanto




                                                      11
Page 13
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               12
Page 14
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Bank OCBC NISP Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang memberikan Jasa
           Manajemen kepada OCBC dengan perhitungan biaya yang dibebankan
           berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah ditentukan oleh Perseroan
           dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sehingga maksimum nilai
           transaksi adalah sebesar Rp 253,00 miliar yang akan berakhir pada
           31 Desember 2027 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para
           pihak.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 31 Desember 2024, Perseroan merupakan entitas anak OCBC dengan
           kepemilikan efektif sebesar 85,08%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan
           saham, dan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan (dahulu PT Bank NISP Tbk) didirikan pada tahun 1941 berdasarkan
           Akta Pendirian No. 6 tanggal 4 April 1941 dari notaris Theodoor Johan Indewey
           Gerlings dengan nama NV. Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank.
           Akta Pendirian ini telah didaftarkan di Pengadilan Negeri dengan No. A 42/6/9
           tanggal 28 April 1941. Pada awal pendiriannya, Perseroan beroperasi sebagai
           bank tabungan. Perseroan memperoleh izin untuk beroperasi sebagai bank
           umum dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dengan Keputusan
           No. D.15.6.2.27 tanggal 20 Juli 1967, izin sebagai bank devisa dengan
           Keputusan Bank Indonesia No. 23/9/KEP/DIR tanggal 19 Mei 1990, dan
           mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1994.

           Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
           dengan Akta No. 20 terkait perubahan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
           yang telah disetujui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia dengan No. AHU-AH.01.09-0246192 tanggal 20 Mei 2025.

           Kantor pusat Perseroan beralamat di OCBC Tower, Jalan Prof. Dr. Satrio,
           Kavling 25, Jakarta 12940.




                                          13
Page 15
I.A.1.b.   Manajemen

           Berdasarkan Akta No. 20 tanggal 19 Mei 2025, terdapat perubahan Dewan
           Komisaris dan Direksi Perseroan. Dengan demikian susunan Dewan Komisaris
           dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Presiden Komisaris                          :        Pramukti Surjaudaja
           Komisaris                                   :        Helen Wong
           Komisaris                                   :        Na Wu Beng
           Komisaris Independen                        :        Hartadi Agus Sarwono*
           Komisaris Independen                        :        Jusuf Halim
           Komisaris Independen                        :        Betti S. Alisjahbana
           Komisaris Independen                        :        Nicholas Tan
           *Efektif setelah mendapat persetujuan OJK


           Direksi
           Presiden Direktur                           :        Parwati Surjaudaja
           Direktur                                    :        Hartati
           Direktur                                    :        Martin Widjaja
           Direktur                                    :        Johannes Husin
           Direktur                                    :        Andrae Krishnawan W
           Direktur                                    :        The Ka Jit
           Direktur                                    :        Lili S. Budiana
           Direktur                                    :        Heriyanto

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                                       (Dalam Rupiah)
                                                                                   Persentase
                        Pemegang Saham                          Jumlah Saham                        Jumlah Modal
                                                                                   Kepemilikan
            OCBC Overseas Investments Pte. Ltd                    19.521.391.224           85,08%   2.440.173.903.000
            Pramukti Surjaudaja                                          451.942            0,00%          56.492.750
            Parwati Surjaudaja                                         3.250.420            0,01%         406.302.500
            Hartati                                                      252.000            0,00%          31.500.000
            Martin Widjaja                                               252.000            0,00%          31.500.000
            Andrae Krishnawan W.                                         252.000            0,00%          31.500.000
            Johannes Husin                                               252.000            0,00%          31.500.000
            Joseph Chan Fook Onn                                         252.000            0,00%          31.500.000
            The Ka Jit                                                   144.000            0,00%          18.000.000
            Lili S. Budiana                                              144.000            0,00%          18.000.000
            Pemegang saham lainnya (kepemilikan
               masing-masing di bawah 5,00%)                       3.418.655.386           14,91%    427.331.923.250
            Jumlah                                                22.945.296.972          100,00%   2.868.162.121.500




                                                           14
Page 16
I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang bank
           umum termasuk kegiatan perbankan yang melaksanakan usaha syariah sesuai
           dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan
           keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal
           31 Desember 2024, pasar utama Perseroan adalah Singapura, Malaysia,
           Indonesia, dan China yang terdiri atas 42 kantor cabang, 146 kantor cabang
           pembantu, 1 kantor fungsional nonoperasional, 10 kantor cabang syariah, dan
           488 ATM.

I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang bank
           umum termasuk kegiatan perbankan yang melaksanakan usaha syariah sesuai
           dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

           Perseroan secara konsisten mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan melalui
           implementasi strategi dan penerapan prinsip kehati-hatian. Perseroan berhasil
           meningkatkan dana pihak ketiga (DPK), mempercepat akselerasi digital dan
           konsisten menjaga kualitas kredit. Selain itu, Perseroan juga mengoptimalkan
           layanan di berbagai segmen seperti Business Banking Funding Business,
           Commercial dan Enterprise Banking, Corporate Banking, Financial Institution,
           dan Transaction Banking. Perseroan tetap menjalankan layanan dengan
           mengutamakan prinsip kehati-hatian, terutama ketika dunia usaha dibayangi
           tekanan suku bunga dan inflasi serta ketidakpastian yang masih berlanjut
           dengan tetap mendukung kebutuhan bisnis nasabah.

           Perseroan menerapkan pengendalian dan pengawasan operasional bisnis
           dengan baik, memastikan setiap transaksi dilakukan secara adil, dan bertindak
           demi kepentingan nasabah dengan berupaya memahami kebutuhan mereka dan
           memberikan solusi terbaik. Pada operasional digital, Perseroan berkomitmen
           untuk menjaga integritas sistem keuangan dengan bersikap tegas terhadap
           kejahatan keuangan melalui upaya pencegahan dan inisiatif-inisiatif keamanan
           siber.

           Inovasi pada layanan internet banking dan mobile banking melalui OCBC mobile
           dan OCBC Business mobile terus berlanjut, dimana pertumbuhan pengguna aktif
           digital meningkat sebesar 29,40% per Desember 2023. Bagi nasabah individu,
           Perseroan menghadirkan fitur baru pada OCBC mobile untuk memudahkan
           nasabah dengan beragam penawaran.




                                          15
Page 17
         Perseroan dihadapkan pada tantangan yang mencakup masih berlanjutnya
         perlambatan ekonomi global yang berdampak terhadap ekonomi domestik dan
         pertumbuhan usaha, ketegangan geopolitik dan inflasi yang berdampak pada
         ekonomi, pertumbuhan bisnis, penetrasi pasar, akuisisi nasabah baru. Selain itu,
         kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan beban pendanaan dan
         menekan margin serta meningkatkan risiko kredit. Walaupun demikian,
         Perseroan akan terus melanjutkan pertumbuhan bisnis dan menjaga kualitas
         kredit. Perseroan juga akan terus berupaya meningkatkan efisiensi dan
         efektivitas di semua aspek operasional, serta melanjutkan strategi untuk
         mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan literasi
         dan inklusi keuangan

         Perseroan senantiasa menyelaraskan dan menyempurnakan proses
         operasional agar sejalan dengan pertumbuhan usaha, dan perkembangan
         teknologi. Akselerasi digitalisasi terus berlanjut, disertai juga dengan konsistensi
         edukasi keuangan mengenai pemanfaatan transaksi digital secara aman dan
         nyaman.

I.A.2.   Oversea-Chinese Banking Corporation Limited

         Dalam Transaksi, OCBC merupakan pihak yang pihak yang menerima Jasa
         Manajemen dari Perseroan dengan perhitungan biaya yang dibebankan
         berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah ditentukan oleh Perseroan
         dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sehingga maksimum nilai
         transaksi adalah sebesar Rp 253,00 miliar yang akan berakhir pada
         31 Desember 2027 dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan para
         pihak.

         Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
         tanggal 31 Desember 2024, OCBC merupakan entitas induk Perseroan dengan
         kepemilikan efektif sebesar 85,08%. Latar belakang, manajemen, kepemilikan
         saham dan kegiatan usaha OCBC adalah sebagai berikut:




                                          16
Page 18
I.A.2.a.   Latar Belakang

           OCBC didirikan pada tanggal 31 Oktober 1932. OCBC berbadan hukum dan
           berdomisili di Singapura serta tercatat di Singapore Exchange Securities Trading
           Limited.

           OCBC memiliki kantor pusat di 63 Chulia Street, #10-00 OCBC Centre East,
           Singapore 049514.

I.A.2.b.   Manajemen

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, susunan
           Direksi OCBC pada tanggal 15 Februari 2025 adalah sebagai berikut:

           Direksi
           Direktur Chairman, Non Executive & independent       : Andrew Lee
           Direktur Non Executive & Independent                 : Chong Chuan Neo
           Direktur Non Executive & Independent                 : Chua Kim Chiu
           Direktur Non Executive & Independent                 : Andrew Khoo
           Direktur Non Executive & Non-Independent             : Lee Tih Shih
           Direktur Non Executive & Independent                 : Lian Wee Cheow
           Direktur Non Executive & Independent                 : Seck Wai Kwong
           Direktur Non Executive & Non-Independent             : Pramukti Surjaudaja
           Direktur Non Executive & Independent                 : Tan Yen yen
           Direktur Group Chief Executive Officer, Executive
               & Non-Independent                                : Helen Wong.




                                           17
Page 19
I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham OCBC berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:


                                                                        Persentase
                       Pemegang Saham                Jumlah Saham
                                                                        Kepemilikan
           Citibank Nominees Singapore Pte Ltd           753.170.312            16,74%
           Selat (Pte) Limited                           467.604.264            10,39%
           Raffles Nominees (Pte.) Limited               302.157.864             6,71%
           HSBC (Singapore) Nominees Pte Ltd             293.397.481             6,52%
           DBSN Services Pte. Ltd.                       286.933.481             6,38%
           Lee Foundation                                200.851.953             4,46%
           Herald Investment Pte Ltd                     181.721.294             4,04%
           DBS Nominees (Private) Limited                173.454.566             3,85%
           Singapore Investments Pte Ltd                 157.007.526             3,49%
           Lee Rubber Company Pte Ltd                    141.656.364             3,15%
           United Overseas Bank Nominees (Private)
             Limited                                       51.120.795            1,14%
           Kallang Development (Pte) Limited               44.007.742            0,98%
           Lee Pineapple Company (Pte) Limited             30.595.980            0,68%
           DB Nominees (Singapore) Pte Ltd                 28.839.716            0,64%
           Kew Estate Limited                              28.430.489            0,63%
           BPSS Nominees Singapore (Pte.) Ltd.             27.144.220            0,60%
           Phillip Securities Pte Ltd                      22.431.324            0,50%
           OCBC Nominees Singapore Private Limited         21.054.152            0,47%
           OCBC Securities Private Limited                 18.689.797            0,42%
           UOB Kay Hian Private Limited                    12.231.585            0,27%
           Lain-lain                                    1.257.499.095           27,94%
           Jumlah                                       4.500.000.000          100,00%


I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha OCBC adalah bergerak dalam bidang perbankan.




                                             18
Page 20
I.B.   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

       Pada tanggal 22 Mei 2025, Perseroan dan OCBC telah menandatangani PKPJTI
       II sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam
       PKPJTI II adalah sebagai berikut:

       •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

           Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PKPJTI II adalah Perseroan dan
           OCBC.

       •   Objek dan Nilai Transaksi

           Objek transaksi berdasarkan PKPJTI adalah transaksi dimana Perseroan
           memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC dengan perhitungan biaya
           yang dibebankan berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah ditentukan
           oleh Perseroan dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan
           sehingga      maksimum         nilai      transaksi    adalah     sebesar
           Rp 253,00 miliar yang berlaku efektif sejak 23 Mei 2025.

I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya
           industri perbankan terutama dengan adanya penguatan infrastruktur
           teknologi informasi dan kolaborasi dengan fintech yang mendorong bank
           untuk meningkatkan transaksi secara online, Perseroan memandang perlu
           adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola perusahaan
           yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Hal ini menjadi salah satu
           bagian yang membutuhkan perhatian secara khusus bagi Grup OCBC untuk
           mendukung sistem teknologi informasi yang digunakan dalam aktivitas
           kegiatan operasional secara menyeluruh guna memastikan Grup OCBC
           menerapkan standar prosedur yang konsisten dan optimal.

       •   Sehubungan dengan kebutuhan OCBC akan RDC yang merupakan
           infrastruktur yang terkait dengan pengembangan terhadap aplikasi yang
           akan digunakan oleh Grup OCBC, Perseroan sebagai entitas anak OCBC
           yang bergerak dalam bidang perbankan yang sudah memiliki pengalaman,
           kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di bidang perbankan,
           telah sepakat untuk memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC. Hal ini
           dilakukan Perseroan dalam rangka memberikan fokus pada pengembangan
           RDC yang lebih tersentralisasi oleh Perseroan dan dapat digunakan oleh
           OCBC pada masa yang akan datang.




                                       19
Page 21
•   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan berharap dapat menciptakan
    sentralisasi bagi sistem tata kelola perusahaan yang baik bagi Grup OCBC.
    Perseroan juga memandang perlunya untuk memberikan keseragaman pada
    sistem manajemen, baik dalam aspek perencanaan, pengelolaan, dan
    evaluasi bagi Grup OCBC sehingga dapat menciptakan sistem yang lebih
    terintegrasi. Layanan Jasa Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi
    OCBC diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi Grup dan
    Perseroan sendiri dalam pengoperasioan aplikasi yang diyakini dapat
    menciptakan infrastruktur yang efektif ke seluruh lini operasional Perseroan
    dan Grup OCBC.

•   Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
    melanjutkan fokus pengembangan TI yang komprehensif, kolaboratif, dan
    berkelanjutan. Perseroan mengharapkan dapat meninjau secara akurat
    seluruh kegiatan pola bisnis yang dilakukan oleh OCBC, dimana hal tersebut
    diyakini oleh Perseroan dapat memberikan prospek positif dan efisiensi di
    masa yang akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan OCBC
    sehingga Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan
    keputusan dan proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas
    operasional yang dijalankan oleh Grup OCBC.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan
    pengelolaan atas Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal
    sehingga hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
    Perseroan dan Grup OCBC di masa yang akan datang sehingga hal tersebut
    diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku bisnis
    industri perbankan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi
    seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.




                                20
Page 22
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memberikan jasa
    manajemen kepada pihak ketiga lainnya yang mungkin lebih menguntungkan
    dibandingkan dengan Transaksi.

•   Apabila Perseroan dan OCBC tidak dapat memenuhi kewajibannya
    sebagaimana telah disepakati dalam PKPJTI II, maka hal tersebut berpotensi
    memberikan dampak bagi kinerja operasional Perseroan dan OCBC.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, terdapat kemungkinan dimana Perseroan
    tidak dapat sepenuhnya melakukan sentralisasi dan integrasi Jasa
    Manajemen yang mungkin disebabkan faktor perbedaan manajemen dan
    operasional, yang pada akhirnya menyebabkan terganggunya operasional
    OCBC.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perbankan, Perseroan
    tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha Perseroan.




                               21
Page 23
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     Oversea-Chinese Banking Corporation Limited

II.A.1.   Latar Belakang

          OCBC didirikan pada tanggal 31 Oktober 1932. OCBC berbadan hukum dan
          berdomisili di Singapura serta tercatat di Singapore Exchange Securities Trading
          Limited.

          OCBC memiliki kantor pusat di 63 Chulia Street, #10-00 OCBC Centre East,
          Singapore 049514.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha OCBC adalah bergerak dalam bidang perbankan.




                                          22
Page 24
II.B.     Tinjauan Industri Perbankan

II.B.1.   Tinjauan Industri Perbankan di Dunia

          Meningkatnya perbankan digital telah mengubah sektor perbankan sehingga
          mobile banking dan layanan daring menjadi semakin populer. Tren ini
          diperkirakan akan terus berlanjut didorong oleh meningkatnya penetrasi
          smartphone dan kemudahan remote banking. Artificial Intelligence (AI) dan
          pembelajaran mesin juga memainkan peran penting yang memungkinkan bank
          untuk mengotomatiskan proses, mempersonalisasi pengalaman nasabah, dan
          meningkatkan manajemen risiko. Meningkatnya adopsi AI diharapkan dapat
          mendorong pengembangan produk dan layanan perbankan baru. Selain itu,
          meningkatnya permintaan untuk inklusi keuangan menciptakan peluang bagi
          bank untuk memperluas jangkauan mereka ke pasar yang kurang terlayani.

          Berdasarkan data yang diperoleh dari Market Research Future, pemanfaatan
          mobile banking dan solusi inovatif lainnya membantu bank untuk terhubung
          dengan nasabah di daerah terpencil dan memberi mereka akses ke layanan
          keuangan. Bank juga mengekspansi kemitraan dengan perusahaan financial
          technology untuk mendapatkan akses ke teknologi dan layanan baru. Kemitraan
          ini dapat membantu bank untuk mempercepat transformasi digital mereka dan
          memenuhi kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

          Peningkatan dan adopsi mobile banking dan internet yang terus-menerus
          menyebabkan peningkatan permintaan akan layanan perbankan digital.
          Nasabah menggunakan perangkat seluler mereka untuk hampir semua aktivitas
          keuangan seperti akses akun, pembayaran, dan pengelolaan dana. Tren ini
          diperkirakan akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, dan industri pasar
          perbankan akan mengalami peningkatan besar dalam permintaan perbankan
          digital.

          Menurut data yang diperoleh dari GlobeNewswire dalam laporannya dengan
          judul Credit Card Issuance Services Market Trends, Strategies and Growth
          Opportunities 2025-2029 & 2034, pertumbuhan penerbitan kartu kredit pada
          periode historis dapat dikaitkan dengan pola belanja konsumen, inisiatif inklusi
          keuangan, pertumbuhan ekonomi, program loyalitas, dan perubahan peraturan.
          Pertumbuhan yang diantisipasi dalam pasar layanan penerbitan kartu kredit
          diharapkan akan didorong oleh meningkatnya permintaan kartu kredit yang
          ditawarkan oleh bank sebagai produk kredit, memungkinkan pengguna untuk
          mengakses pinjaman hingga batas kredit yang telah disetujui sebelumnya. Oleh
          karena itu, peningkatan permintaan kartu kredit merupakan faktor utama yang
          mendorong pertumbuhan pasar layanan penerbitan kartu kredit.




                                          23
Page 25
Jumlah Saldo Utang Kartu Kredit di Amerika Serikat (AS)
Periode Q1 - Q4 2024
(Dalam Triliun USD)

          1,22
          1,20
          1,18
          1,16
          1,14
          1,12
          1,10
          1,08
          1,06
                       Q1 2024              Q2 2024   Q3 2024       Q4 2024
         Jumlah         1,12                 1,14      1,17          1,21

Sumber: Federal Reserve Bank of New York


Berdasarkan data yang diperoleh dari Federal Reserve Bank of New York,
jumlah saldo utang kartu kredit di AS pada periode Q2 – Q4 2024 terus
mengalami kenaikan yang cukup signifikan masing-masing sebesar USD 0,03
triliun, USD 0,02 triliun, dan USD 0,05 triliun atau masing-masing setara dengan
2,70%, 2,40%, dan 4,50%.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Banque de France, dalam survei pinjaman
bank April 2025, bank-bank di kawasan euro melaporkan pengetatan bersih
standar kredit yang kecil dan lebih rendah dari perkiraan untuk pinjaman atau
jalur kredit kepada perusahaan pada kuartal pertama tahun 2025 dimana hal ini
mengikuti pengetatan baru standar kredit untuk pinjaman kepada perusahaan
yang dilaporkan pada kuartal keempat tahun 2024 dan sekali lagi didorong oleh
risiko yang dirasakan lebih tinggi terkait dengan prospek ekonomi umum dan
khusus perusahaan. Bank-bank di Jerman dan empat negara kawasan euro
yang lebih kecil mendorong pengetatan, sementara standar kredit tetap tidak
berubah di Prancis, menyusul pengetatan pada kuartal sebelumnya.

Pengetatan bersih pada kuartal pertama tahun 2025 lebih kecil dari yang
diharapkan pada putaran survei sebelumnya, yaitu sebesar 10,00%, khususnya
untuk bank-bank di Jerman dan Prancis, dengan standar kredit tetap tidak
berubah untuk bank-bank di Italia, meskipun terdapat ekspektasi pelonggaran.
Pada kuartal kedua tahun 2025, ban memperkirakan pengetatan lebih lanjut
standar kredit untuk pinjaman kepada perusahaan, yaitu sebesar 5,00%. Pada
tahun 2025, bank di Prancis melaporkan pelonggaran bersih standar kredit untuk
kuartal kelima berturut-turut dan bank di Jerman melakukannya untuk pertama
kali sejak dimulainya pemotongan suku bunga. Pada saat yang sama, bank di
Spanyol melaporkan standar kredit yang tidak berubah pada pinjaman
perumahan, sementara bank di Italia melaporkan pengetatan bersih untuk
kuartal kedua berturut-turut.




                                       24
Page 26
          Proyeksi Suku Bunga Pinjaman Bank di Dunia
          Periode Q3 2025 - Q1 2026

                                                                          (Dalam %)
                      Keterangan                Q3 2025        Q4 2025    Q1 2026

          AS                                            6,75       6,50        6,50
          Australia                                    10,01       9,76        9,76
          Malaysia                                      4,26       4,01        4,01
          Hong Kong                                     4,75       4,50        4,25
          Jepang                                        2,60       2,60        2,60
          Thailand                                      6,50       6,25        6,25
          Tiongkok                                      4,10       3,95        3,95

          Sumber: Trading Economics


          Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Trading Economics, pada
          periode Q3 2025 – Q4 2025 suku bunga pinjaman bank di AS, Australia,
          Malaysia, Hong Kong, dan Thailand diproyeksikan mengalami penurunan
          sebesar 0,25% sedangkan di Tiongkok mengalami penurunan sebesar 0,15%.
          Pada periode Q1 2026, suku bunga pinjaman bank di AS, Australia, Malaysia,
          Jepang, Thailand, dan Tiongkok diproyeksikan memiliki nilai yang sama seperti
          periode sebelumnya sedangkan suku bunga pinjaman bank di Hong Kong akan
          mengalami penurunan sebesar 0,25%. Industri perbankan tunduk pada regulasi
          yang kompleks dan terus berubah. Bank harus mematuhi berbagai regulasi,
          termasuk yang mengatur anti pencucian uang, prinsip mengenal nasabah, dan
          perlindungan data.

          Perbankan melakukan penyesuaian dengan pengetatan pemberikan kredit, di
          sisi lain, penurunan suku bunga pinjaman diharapkan dapat mendorong
          pertumbuhan iklim usaha global.

II.B.2.   Tinjauan Industri Perbankan di Indonesia

          Perkembangan industri perbankan terus mendorong pertumbuhan ekonomi
          nasional dimana perbankan memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda
          perekonomian yang berperan sebagai lembaga perantara keuangan, hal ini
          dikarenakan perbankan merupakan salah satu dari sistem keuangan yang
          berfungsi sebagai financial intermediary, yaitu suatu lembaga yang mempunyai
          peran untuk mempertemukan antara pihak debitor dan kreditor, maka kegiatan
          bank harus berjalan secara efisien baik pada skala makro maupun mikro.
          Persaingan dunia perbankan pada saat ini semakin ketat akibat semakin
          majunya usaha perbankan di dalam negeri, sehingga setiap usaha perbankan
          berusaha memanfaatkan seoptimal mungkin dalam penggunaan dana dan
          teknologi yang dimiliki sehingga dapat mewujudkan efisiensi dan efektivitas baik
          dari segi produksi, konsumsi, maupun distribusi.




                                             25
Page 27
 Sumber Dana dan Penyaluran Dana Bank Umum di Indonesia
 Juli 2024 – Januari 2025
 (Dalam Miliar Rupiah)

                                       (Dalam miliar Rupiah)
                                            Penyaluran
     Bulan            Sumber Dana
                                                 Dana
Jul-24                        9.614.026            11.865.419
Agu-24                        9.661.232            11.932.184
Sep-24                        9.685.238            11.985.323
Okt-24                        9.701.111            12.039.936
Nov-24                        9.826.838            12.184.276
Des-24                        9.956.460            12.264.342
Jan-25                        9.897.124            12.230.548

Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, Januari 2025 - Otoritas Jasa Keuangan (OJK)


Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia yang dipublikasikan oleh OJK
pada bulan Januari 2025, sumber dana bank umum di Indonesia mengalami
kenaikan pada periode Agustus – Desember 2024 yaitu masing-masing sebesar
Rp 47,21 triliun, Rp 24,01 triliun, Rp 15,87 triliun, Rp 125,73 triliun, dan
Rp 129,62 triliun atau masing-masing setara dengan 0,49%, 0,25%, 0,16%,
1,30%, dan 1,32% serta mengalami penurunan pada Januari 2025 sebesar
Rp 59,34 triliun atau setara dengan 0,60% dibandingkan dengan periode
sebelumnya. Selanjutnya, penyaluran dana Bank Umum di Indonesia pada
periode Agustus – Desember 2024 juga mengalami kenaikan masing-masing
sebesar Rp 66,77 triliun, Rp 53,14 triliun, Rp 54,61 triliun, Rp 144,34 triliun, dan
Rp 80,07 triliun atau masing-masing setara dengan 0,56%, 0,45%, 0,46%,
1,20%, dan 0,66% serta mengalami penurunan pada Januari 2025 sebesar
Rp 33,79 triliun atau setara dengan 0,28% dibandingkan dengan periode
sebelumnya.

 Jumlah Perbankan di Indonesia
 Juli 2024 - Januari 2025


                        Jumlah Bank          Jumlah Kantor
      Bulan
                            Umum               Bank Umum
Jul-24                                106                   24.268
Agu-24                                106                   23.972
Sep-24                                105                   23.935
Okt-24                                105                   23.919
Nov-24                                105                   23.897
Des-24                                105                   23.899
Jan-25                                105                   23.853

Sumber: Statistik Perbankan Indonesia, Januari 2025 - OJK




                                          26
Page 28
Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia yang dipublikasikan oleh OJK
pada bulan Januari 2025. Jumlah Bank Umum dan jumlah kantor Bank Umum di
Indonesia per Juli 2024 masing-masing adalah 106 Bank dan 24.268 kantor,
sedangkan jumlah Bank Umum dan jumlah kantor Bank Umum per Januari 2025
masing-masing adalah 105 Bank dan 23.853 kantor.

Proyeksi Pendapatan Bunga Bersih Bank Digital di Indonesia
Tahun 2025 – 2029
(Dalam miliar USD)

 3,70          3,63
 3,60
                         3,50
 3,50
                                       3,37
 3,40
 3,30                                               3,22
 3,20
 3,10                                                             3,03
 3,00
 2,90
 2,80
 2,70
               2025      2026         2027          2028         2029

Sumber: Statista


Adanya perubahan perilaku konsumen terutama peningkatan preferensi untuk
kenyamanan dan aksebilitas mendorong pertumbuhan bank digital salah
satunya di Indonesia di mana, konsumen cenderung mencari solusi perbankan
yang mudah diakses. Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, proyeksi
jumlah pendapatan bunga bersih bank digital di Indonesia pada tahun 2025 –
2029 masing-masing adalah sebesar USD 3,63 miliar, USD 3,50 miliar, USD
3,37 miliar, USD 3,22 miliar, dan USD 3,03 miliar. Dengan adanya adopsi
teknologi yang tepat dan responsif terhadap kebutuhan konsumen yang terus
berkembang serta mampu menggabungkan inovasi, efisiensi operasional, dan
kepatuhan terhadap regulasi diperkirakan bank-bank di Indonesia memiliki
peluang di masa mendatang.




                                27
Page 29
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang bank
        umum termasuk kegiatan perbankan yang melaksanakan usaha syariah sesuai
        dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

        Perseroan secara konsisten mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan melalui
        implementasi strategi dan penerapan prinsip kehati-hatian. Perseroan berhasil
        meningkatkan dana pihak ketiga (DPK), mempercepat akselerasi digital dan
        konsisten menjaga kualitas kredit. Selain itu, Perseroan juga mengoptimalkan
        layanan di berbagai segmen seperti Business Banking Funding Business,
        Commercial dan Enterprise Banking, Corporate Banking, Financial Institution,
        dan Transaction Banking. Perseroan tetap menjalankan layanan dengan
        mengutamakan prinsip kehati-hatian, terutama ketika dunia usaha dibayangi
        tekanan suku bunga dan inflasi serta ketidakpastian yang masih berlanjut
        dengan tetap mendukung kebutuhan bisnis nasabah.

        Perseroan menerapkan pengendalian dan pengawasan operasional bisnis
        dengan baik, memastikan setiap transaksi dilakukan secara adil, dan bertindak
        demi kepentingan nasabah dengan berupaya memahami kebutuhan mereka dan
        memberikan solusi terbaik. Pada operasional digital, Perseroan berkomitmen
        untuk menjaga integritas sistem keuangan dengan bersikap tegas terhadap
        kejahatan keuangan melalui upaya pencegahan dan inisiatif-inisiatif keamanan
        siber.

        Inovasi pada layanan internet banking dan mobile banking melalui OCBC mobile
        dan OCBC Business mobile terus berlanjut, dimana pertumbuhan pengguna aktif
        digital meningkat sebesar 29,40% per Desember 2023. Bagi nasabah individu,
        Perseroan menghadirkan fitur baru pada OCBC mobile untuk memudahkan
        nasabah dengan beragam penawaran.

        Namun, Perseroan dihadapkan pada tantangan yang mencakup masih
        berlanjutnya perlambatan ekonomi global yang berdampak terhadap ekonomi
        domestik dan pertumbuhan usaha, ketegangan geopolitik dan inflasi yang
        berdampak pada ekonomi, pertumbuhan bisnis, penetrasi pasar, akuisisi
        nasabah baru. Selain itu, kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan
        beban pendanaan dan menekan margin serta meningkatkan risiko kredit.
        Walaupun demikian, Perseroan akan terus melanjutkan pertumbuhan bisnis dan
        menjaga kualitas kredit. Perseroan juga akan terus berupaya meningkatkan
        efisiensi dan efektivitas di semua aspek operasional, serta melanjutkan strategi
        untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan
        literasi dan inklusi keuangan

        Perseroan senantiasa menyelaraskan dan menyempurnakan proses
        operasional agar sejalan dengan pertumbuhan usaha, dan perkembangan
        teknologi. Akselerasi digitalisasi terus berlanjut, disertai juga dengan konsistensi
        edukasi keuangan mengenai pemanfaatan transaksi digital secara aman dan
        nyaman.




                                         28
Page 30
II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya
            industri perbankan terutama dengan adanya penguatan infrastruktur
            teknologi informasi dan kolaborasi dengan fintech yang mendorong bank
            untuk meningkatkan transaksi secara online, Perseroan memandang perlu
            adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola perusahaan
            yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Hal ini menjadi salah satu
            bagian yang membutuhkan perhatian secara khusus bagi Grup OCBC untuk
            mendukung sistem teknologi informasi yang digunakan dalam aktivitas
            kegiatan operasional secara menyeluruh guna memastikan Grup OCBC
            menerapkan standar prosedur yang konsisten dan optimal.

        •   Sehubungan dengan kebutuhan OCBC akan RDC yang merupakan
            infrastruktur yang terkait dengan pengembangan terhadap aplikasi yang
            akan digunakan oleh Grup OCBC, Perseroan sebagai entitas anak OCBC
            yang bergerak dalam bidang perbankan yang sudah memiliki pengalaman,
            kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di bidang perbankan,
            telah sepakat untuk memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC. Hal ini
            dilakukan Perseroan dalam rangka memberikan fokus pada pengembangan
            RDC yang lebih tersentralisasi oleh Perseroan dan dapat digunakan oleh
            OCBC pada masa yang akan datang.

        •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan berharap dapat menciptakan
            sentralisasi bagi sistem tata kelola perusahaan yang baik bagi Grup OCBC.
            Perseroan juga memandang perlunya untuk memberikan keseragaman pada
            sistem manajemen, baik dalam aspek perencanaan, pengelolaan, dan
            evaluasi bagi Grup OCBC sehingga dapat menciptakan sistem yang lebih
            terintegrasi. Layanan Jasa Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi
            OCBC diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi Grup dan
            Perseroan sendiri dalam pengoperasioan aplikasi yang diyakini dapat
            menciptakan infrastruktur yang efektif ke seluruh lini operasional Perseroan
            dan Grup OCBC.

        •   Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
            melanjutkan fokus pengembangan TI yang komprehensif, kolaboratif, dan
            berkelanjutan. Perseroan mengharapkan dapat meninjau secara akurat
            seluruh kegiatan pola bisnis yang dilakukan oleh OCBC, dimana hal tersebut
            diyakini oleh Perseroan dapat memberikan prospek positif dan efisiensi di
            masa yang akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan OCBC
            sehingga Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan
            keputusan dan proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas
            operasional yang dijalankan oleh Grup OCBC.




                                        29
Page 31
        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan
            pengelolaan atas Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal
            sehingga hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
            Perseroan dan Grup OCBC di masa yang akan datang sehingga hal tersebut
            diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku bisnis
            industri perbankan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
            keuangan konsolidasian Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi
            seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya
            industri perbankan terutama dengan adanya penguatan infrastruktur
            teknologi informasi dan kolaborasi dengan fintech yang mendorong bank
            untuk meningkatkan transaksi secara online, Perseroan memandang perlu
            adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola perusahaan
            yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Hal ini menjadi salah satu
            bagian yang membutuhkan perhatian secara khusus bagi Grup OCBC untuk
            mendukung sistem teknologi informasi yang digunakan dalam aktivitas
            kegiatan operasional secara menyeluruh guna memastikan Grup OCBC
            menerapkan standar prosedur yang konsisten dan optimal.

        •   Sehubungan dengan kebutuhan OCBC akan RDC yang merupakan
            infrastruktur yang terkait dengan pengembangan terhadap aplikasi yang
            akan digunakan oleh Grup OCBC, Perseroan sebagai entitas anak OCBC
            yang bergerak dalam bidang perbankan yang sudah memiliki pengalaman,
            kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di bidang perbankan,
            telah sepakat untuk memberikan Jasa Manajemen kepada OCBC. Hal ini
            dilakukan Perseroan dalam rangka memberikan fokus pada pengembangan
            RDC yang lebih tersentralisasi oleh Perseroan dan dapat digunakan oleh
            OCBC pada masa yang akan datang.

        •   Dengan melakukan Transaksi, Perseroan berharap dapat menciptakan
            sentralisasi bagi sistem tata kelola perusahaan yang baik bagi Grup OCBC.
            Perseroan juga memandang perlunya untuk memberikan keseragaman pada
            sistem manajemen, baik dalam aspek perencanaan, pengelolaan, dan
            evaluasi bagi Grup OCBC sehingga dapat menciptakan sistem yang lebih
            terintegrasi. Layanan Jasa Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi
            OCBC diharapkan akan mampu memberikan kemudahan bagi Grup dan
            Perseroan sendiri dalam pengoperasioan aplikasi yang diyakini dapat
            menciptakan infrastruktur yang efektif ke seluruh lini operasional Perseroan
            dan Grup OCBC.




                                        30
Page 32
•   Transaksi merupakan salah satu strategi bisnis Perseroan dalam rangka
    melanjutkan fokus pengembangan TI yang komprehensif, kolaboratif, dan
    berkelanjutan. Perseroan mengharapkan dapat meninjau secara akurat
    seluruh kegiatan pola bisnis yang dilakukan oleh OCBC, dimana hal tersebut
    diyakini oleh Perseroan dapat memberikan prospek positif dan efisiensi di
    masa yang akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan OCBC
    sehingga Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan
    keputusan dan proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas
    operasional yang dijalankan oleh Grup OCBC.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan
    pengelolaan atas Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal
    sehingga hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas
    Perseroan dan Grup OCBC di masa yang akan datang sehingga hal tersebut
    diharapkan dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku bisnis
    industri perbankan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
    keuangan konsolidasian Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi
    seluruh pemegang saham Perseroan di masa yang akan datang.

Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan mungkin akan kehilangan kesempatan untuk memberikan jasa
    manajemen kepada pihak ketiga lainnya yang mungkin lebih menguntungkan
    dibandingkan dengan Transaksi.

•   Apabila Perseroan dan OCBC tidak dapat memenuhi kewajibannya
    sebagaimana telah disepakati dalam PKPJTI II, maka hal tersebut berpotensi
    memberikan dampak bagi kinerja operasional Perseroan dan OCBC.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, terdapat kemungkinan dimana Perseroan
    tidak dapat sepenuhnya melakukan sentralisasi dan integrasi Jasa
    Manajemen yang mungkin disebabkan faktor perbedaan manajemen dan
    operasional, yang pada akhirnya menyebabkan terganggunya operasional
    OCBC.

•   Dalam menjalankan kegiatan usahanya dalam bidang perbankan, Perseroan
    tidak terlepas dari berbagai risiko usaha yang dihadapi, antara lain
    kebijakan/peraturan Pemerintah yang berpotensi memberikan dampak bagi
    kelangsungan usaha Perseroan.




                               31
Page 33
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2024 telah diaudit oleh KAP RJRR dengan pendapat wajar
           tanpa modifikasian. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk ahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020
           telah diaudit oleh KAP TWRR masing-masing dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                             31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           ASET
           Kas                                                            1.204.265       972.535     1.355.048     1.008.415     1.121.079
           Giro pada Bank Indonesia                                       9.419.310     7.000.475     5.080.913     6.521.063     2.260.016
           Giro pada bank lain - bersih                                     678.652     1.136.036       854.363       606.245       707.743
           Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia - bersih          7.520.072     1.642.320     7.337.297     4.439.677     7.772.140
           Efek-efek - bersih                                            54.065.825    18.438.492     6.800.227    15.623.550    16.040.385
           Obligasi pemerintah                                           32.903.419    38.229.653    44.421.208    52.159.725    32.399.345
           Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali                385.696    23.410.469    30.186.275     8.968.848    24.937.438
           Tagihan derivatif
             Pihak berelasi                                                  70.406       435.192       284.685        75.032       138.547
             Pihak ketiga                                                 1.158.212       687.527       840.762       406.753       755.218
           Pinjaman yang diberikan - bersih                             162.421.515   146.007.794   130.258.491   113.228.691   109.737.912
           Tagihan akseptasi - bersih                                     1.910.133     1.852.828     2.607.807     3.491.367     3.548.551
           Beban dibayar di muka
             Pihak berelasi                                                   1.380         1.198         1.044           807           170
             Pihak ketiga                                                   235.763       206.285       164.201       191.761       198.835
           Aset tetap - bersih                                            4.020.382     3.904.957     3.763.011     3.237.706     3.001.632
           Aset lain-lain                                                 3.689.235     4.434.440     3.241.353     3.514.093     2.974.957
           Aset pajak tangguhan                                             490.514     1.396.938     1.301.875       921.875       703.232
           Pajak dibayar dimuka                                             833.458             -             -             -             -
           JUMLAH ASET                                                  281.008.237   249.757.139   238.498.560   214.395.608   206.297.200




                                                                   32
Page 34
                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                             31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21      31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Liabilitas segera                                                1.561.080      1.694.717      1.612.378      1.523.750     1.555.501
           Simpanan nasabah
             Pihak berelasi                                                 1.538.680      1.450.451      1.377.011      1.279.000       983.620
             Pihak ketiga                                                 204.393.540    180.304.774    174.707.982    166.771.732   158.052.784
           Simpanan dari bank lain
             Pihak berelasi                                                    90.714         43.960        204.797        63.045      1.076.891
             Pihak ketiga                                                   2.359.758      1.284.193      2.469.636       484.570      1.668.681
           Liabilitas derivatif
             Pihak berelasi                                                  426.763          1.215         56.469        127.374        279.073
             Pihak ketiga                                                    935.435        785.304        814.748        153.109        219.401
           Liabilitas akseptasi
             Pihak berelasi                                                    35.125         82.717        175.875        643.229     1.025.890
             Pihak ketiga                                                   1.888.289      1.786.980      2.448.582      2.874.371     2.527.044
           Utang pajak
             Pajak penghasilan                                                      -        235.925        142.913        215.119       204.151
             Pajak lain-lain                                                  142.004        193.299        133.486        125.501       146.313
           Beban yang masih harus dibayar                                   1.436.578      1.169.350        977.132        809.321       846.324
           Pinjaman yang diterima                                           2.744.498      2.737.985      4.728.401      4.718.556     4.709.294
           Pinjaman subordinasi                                               160.950        153.970        155.675        142.525       140.500
           Liabilitas imbalan kerja                                           185.862        179.958        171.651        194.760       350.605
           Liabilitas lain-lain                                             5.066.693      3.418.051      3.176.215      1.942.075     1.805.072
           Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali               17.350.889     16.914.022     10.934.574              -             -
           Efek-efek yang diterbitkan                                               -              -              -              -       876.740
           JUMLAH LIABILITAS                                              240.316.858    212.436.871    204.287.525    182.068.037   176.467.884
           EKUITAS
           Modal saham                                                      2.868.162      2.868.162      2.868.162      2.868.162     2.868.162
           Tambahan modal disetor/agio saham                                5.395.280      5.395.280      5.395.280      5.395.280     5.395.280
           Keuntungan (kerugian) bersih yang belum direalisasi dari
             perubahan nilai wajar efek-efek dan obligasi pemerintah
             yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
             komprehesif lain - bersih                                       (183.947)      (333.728)      (626.712)       330.107       445.083
           Surplus revaluasi aset tetap                                     1.635.998      1.635.998      1.586.802      1.586.802     1.474.128
           Saldo laba                                                      30.975.510     27.754.180     24.987.242     22.147.022    19.646.560
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
            induk                                                          40.691.003     37.319.892     34.210.774     32.327.373    29.829.213
           Kepentingan non-pengendali                                             376            376            261            198           103
           JUMLAH EKUITAS                                                  40.691.379     37.320.268     34.211.035     32.327.571    29.829.316
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  281.008.237    249.757.139    238.498.560    214.395.608   206.297.200




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 281.008,24 miliar, Rp 249.757,14 miliar, Rp 238.498,56 miliar, Rp 214.395,61
           miliar, dan Rp 206.297,20 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 31.251,10 miliar atau setara dengan 12,51% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia – bersih, efek-
           efek – bersih, serta pinjaman yang diberikan - bersih masing-masing sebesar Rp
           5.877,75 miliar, Rp 35.627,33 miliar, dan Rp 16.413,72 miliar yang disertai
           dengan penurunan efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp
           23.024,77 miliar.




                                                                     33
Page 35
           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 11.258,58 miliar atau setara dengan 4,72% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan giro pada Bank Indonesia, efek-efek - bersih, dan pinjaman yang
           diberikan – bersih masing-masing sebesar Rp 1.919,56 miliar, Rp 11.638,27
           miliar, dan 15.749,30 miliar yang disertai dengan penurunan penempatan pada
           bank lain dan Bank Indonesia – bersih, obligasi pemerintah, dan efek-efek yang
           dibeli dengan janji dijual kembali masing-masing sebesar Rp 5.694,98 miliar, Rp
           6.191,56 miliar dan Rp 6.775,81 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 24.102,95 miliar atau setara dengan 11,24% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp
           21.217,43 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 8.098,41 miliar atau setara dengan 3,93% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan giro pada Bank Indonesia dan obligasi pemerintah masing-masing
           sebesar Rp 4.261,05 miliar dan Rp 19.760,38 miliar yang disertai dengan
           penurunan efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp
           15.968,59 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 240.316,86 miliar, Rp 212.436,87 miliar, Rp 204.287,53 miliar, Rp 182.068,04
           miliar, dan Rp 176.467,88 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 27.879,99 miliar atau setara dengan 13,12% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan simpanan nasabah, simpanan dari bank lain, dan
           liabilitas lain-lain masing-masing sebesar Rp 24.177,00 miliar, Rp 1.122,32
           miliar, dan Rp 1.648,64 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 8.149,35 miliar atau setara dengan 3,99% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan simpanan nasabah dan efek-efek yang dijual dengan
           janji dibeli kembali masing-masing sebesar Rp 5.670,23 miliar dan Rp 5.979,45
           miliar yang disertai dengan penurunan simpanan dari bank lain dan pinjaman
           yang diterima masing-masing sebesar Rp 1.346,28 miliar dan Rp 1.990,42 miliar.




                                          34
Page 36
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 22.219,49 miliar atau setara dengan 12,20% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan simpanan nasabah, simpanan dari bank lain, efek-
           efek yang dijual dengan janji dibeli kembali, dan liabilitas lain-lain masing-masing
           sebesar Rp 8.034,26 miliar, Rp 2.126,82 miliar, Rp 10.934,57 miliar, dan Rp
           1.234,14 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 5.600,15 miliar atau setara dengan 3,17% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan simpanan nasabah sebesar Rp 9.014,33 miliar yang
           disertai dengan penurunan simpanan dari bank lain, liabilitas derivatif, dan efek-
           efek yang diterbitkan masing-masing sebesar Rp 2.197,96 miliar, Rp 217,99
           miliar, dan Rp 876,74 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 23.425,70 miliar atau setara dengan 15,31% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan simpanan nasabah dan pinjaman yang diterima
           masing-masing sebesar Rp 32.914,91 miliar dan Rp 2.726,71 miliar yang disertai
           dengan penurunan simpanan dari bank lain, efek-efek yang dijual dengan janji
           dibeli kembali, dan efek-efek yang diterbitkan masing-masing sebesar Rp
           3.854,89 miliar, Rp 8.498,80 miliar, dan Rp 1.063,81 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 40.691,38 miliar, Rp 37.320,27 miliar, Rp 34.211,04 miliar, Rp 32.327,57
           miliar, dan Rp 29.829,32 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 3.371,11 miliar atau setara dengan 9,03% dibandingkan dengan
           jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba periode berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 4.866,75 miliar, yang disertai dengan pembayaran dividen tunai sebesar
           Rp 1.652,06 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 3.109,23 miliar atau setara dengan 9,09% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 4.091,04 miliar yang disertai dengan dividen tunai sebesar
           Rp 1.330,77 miliar.




                                            35
Page 37
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 1.883,46 miliar atau setara dengan 5,83% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 3.326,93 miliar yang disertai dengan kerugian yang belum direalisasi
           sebesar Rp 1.323,47 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 2.498,26 miliar atau setara dengan 8,38% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan
           sebesar Rp 2.519,62 miliar yang disertai dengan kerugian yang belum direalisasi
           untuk tahun berjalan sebesar Rp 357,03 miliar.

III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                             31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           Pendapatan bunga dan syariah bersih                           11.044.807     9.911.536     8.740.701     7.643.485     7.112.768
           Provisi, komisi, dan lainnya                                   1.092.995     1.120.942     1.054.407       904.048       724.857
           Keuntungan dari penjualan instrumen keuangan                     202.935       324.270       463.503       649.635       888.715
           Laba (rugi) selisih kurs - bersih                               (352.428)      (72.152)      334.163       473.481       753.911
           Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar
             instrumen keuangan                                             (52.290)      28.558        11.396        33.573         (5.091)
           Pembalikan (pembentukan) cadangan kerugian penurunan
             nilai atas aset keuangan                                       636.429      (843.332)   (1.446.511)   (2.285.139)   (2.371.254)
           Pembentukan penyisihan - lainnya                                (787.723)     (289.788)     (275.959)           94       (84.598)
           Beban operasional lainnya
             Gaji dan tunjangan                                          (3.275.122)   (2.805.970)   (2.609.577)   (2.331.065)   (2.306.485)
             Umum dan administrasi                                       (2.271.453)   (1.930.033)   (1.827.408)   (1.692.790)   (1.631.028)
             Lain-lain                                                     (532.322)     (275.092)     (230.538)     (190.414)     (188.251)
           Kerugian modifikasi aset keuangan                                      -             -             -        (1.491)     (113.075)
           Laba operasional                                               5.705.828     5.168.939     4.214.177     3.203.417     2.780.469
           Pendapatan bukan operasional - bersih                            283.476        15.524         3.839           375         4.386
           Laba sebelum pajak penghasilan                                 5.989.304     5.184.463     4.218.016     3.203.792     2.784.855
           Beban pajak penghasilan - bersih                              (1.122.554)   (1.093.420)     (891.086)     (684.173)     (683.184)
           Laba bersih tahun berjalan                                     4.866.750     4.091.043     3.326.930     2.519.619     2.101.671
           Penghasilan (beban) komprehensif lain tahun
             berjalan - bersih                                             156.422       348.857       (938.719)      (21.414)      331.943
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan - bersih               5.023.172     4.439.900     2.388.211     2.498.205     2.433.614
           Laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                        4.866.750     4.091.028     3.326.917     2.519.574     2.101.670
             Kepentingan non-pengendali                                           -            15            13            45             1



III.A.6    Pendapatan Bunga dan Syariah Bersih

           Pendapatan bunga dan syariah bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
           masing-masing adalah sebesar Rp 11.044,81 miliar, Rp 9.911,54 miliar,
           Rp 8.740,70 miliar, Rp 7.643,49 miliar, Rp 7.112,77 miliar, dan
           Rp 6.438,93 miliar.

           Pendapatan bunga dan syariah bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.133,27 miliar atau setara
           dengan 11,43% dibandingkan dengan pendapatan bunga dan syariah bersih
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.



                                                                   36
Page 38
           Pendapatan bunga dan syariah bersih tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 1.170,84 miliar atau setara
           dengan 13,40% dibandingkan dengan pendapatan bunga dan syariah bersih
           untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan bunga dan syariah bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar
           Rp 1.097,22 miliar atau setara dengan 14,35% dibandingkan dengan
           pendapatan bunga dan syariah bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021.

           Pendapatan bunga dan syariah bersih Perseroan untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar
           Rp 530,72 miliar atau setara dengan 7,46% dibandingkan dengan pendapatan
           bunga dan syariah bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2020.

III.A.7.   Laba Bersih Tahun Berjalan

           Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
           masing-masing adalah sebesar Rp 4.866,75 miliar, Rp 4.091,04 miliar,
           Rp 3.326,93 miliar, Rp 2.519,62 miliar, dan Rp 2.101,67 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar Rp 775,71 miliar atau setara
           dengan 18,96% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 764,11 miliar atau setara
           dengan 22,97% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 807,31 miliar atau setara
           dengan 32,04% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba bersih tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 417,95 miliar atau setara
           dengan 19,89% dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                         37
Page 39
III.A.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan                                31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan bunga                                                18.243.896     15.559.842     12.290.299     11.201.754     12.015.898
           Penerimaan pendapatan syariah                                      901.404        817.802        491.356        354.486        307.477
           Pembayaran bunga                                                (6.998.590)    (5.952.737)    (3.762.074)    (3.917.518)    (5.400.707)
           Pembayaran beban syariah                                          (690.151)      (418.600)      (186.109)      (103.424)      (161.361)
           Penerimaan lainnya                                               1.584.800      1.430.365      1.702.629      1.999.276      2.132.654
           Pembayaran beban operasional lainnya                            (5.793.733)    (4.647.314)    (4.259.226)    (3.883.303)    (3.803.220)
           Penerimaan dari pinjaman yang diberikan yang telah
            dihapusbukukan                                                    148.736        264.476        266.717        162.818         29.815
           Penurunan/(kenaikan) dalam aset operasi:
            Efek-efek dan obligasi pemerintah untuk diperdagangkan
            dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi                    (2.028.306)    (4.171.525)       192.248     1.733.148       1.050.091
            Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali               23.024.773      6.775.806    (21.217.427)   15.968.590     (24.473.924)
            Pinjaman yang diberikan                                        (16.366.600)   (16.472.534)   (16.846.368)   (5.871.735)      4.143.112
            Tagihan derivatif                                                 (105.899)         2.728       (643.662)      411.980        (153.585)
            Aset lain-lain                                                    (813.820)    (1.707.958)    (1.238.566)     (922.740)     (1.492.283)
            Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia                             -              -        519.409     1.695.385       1.275.715
           Kenaikan/(penurunan) dalam liabilitas operasi:
            Simpanan nasabah                                               24.176.994       5.670.232     8.034.261       9.014.328    32.914.905
            Simpanan dari bank lain                                         1.122.319      (1.346.280)    2.126.818      (2.197.957)   (3.854.885)
            Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali                 441.666       6.081.245    10.820.910               -    (8.942.587)
            Liabilitas derivatif dan liabilitas lain-lain                   1.479.033          82.769     1.181.905          (1.455)      737.862
           Pembayaran pajak penghasilan badan
            Tahun berjalan                                                  (1.093.813)    (1.035.115)     (863.327)      (649.877)      (896.950)
            Tahun sebelumnya                                                  (235.925)      (142.913)     (215.119)      (204.151)      (142.749)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                              36.996.784        790.289     (11.605.326)   24.789.605      5.285.278
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Pembelian aset tetap                                               (377.804)     (385.453)      (791.593)      (381.389)      (321.503)
           Pembayaran atas aset hak-guna                                       (59.351)      (11.638)        (7.412)        (9.449)       (34.741)
           Hasil penjualan aset tetap                                            2.320         4.063          7.719          2.668          8.004
           Pembelian efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
            pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain        (111.401.345)   (45.283.874)    (6.309.770)   (30.480.899)   (26.864.090)
           Penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
            pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain         83.321.994     44.382.384     21.455.481      9.292.127     10.272.778
           Kas bersih dari akuisisi entitas anak                              976.336              -              -              -              -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                            (27.537.850)    (1.294.518)   14.354.425     (21.576.942)   (16.939.552)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembayaran sewa                                                      (2.673)        (2.345)        (2.085)        (4.579)       (15.165)
           Penambahan penyertaan modal atas entitas anak dari
            kepentingan non-pengendali                                               -            100            50             50                -
           Pembayaran dividen tunai                                         (1.652.061)    (1.330.767)     (504.797)             -                -
           Pelunasan pinjaman yang diterima                                          -     (2.000.000)            -              -                -
           Pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018
            Seri C                                                                    -              -              -     (342.000)               -
           Pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2018
            Seri B                                                                    -              -              -     (535.000)               -
           Pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018
            Seri B                                                                    -              -              -              -        (3.000)
           Pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017
            Seri C                                                                    -              -              -              -     (454.000)
           Pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2017
            Seri C                                                                    -              -              -              -     (609.000)
           Penerimaan pinjaman yang diterima                                          -              -              -              -    2.750.000
           Pembayaran biaya pemrosesan atas pinjaman yang diterima                    -              -              -              -      (28.445)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                             (1.654.734)    (3.333.012)     (506.832)      (881.529)     1.640.390
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                       7.804.200     (3.837.241)    2.242.267      2.331.134     (10.013.884)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                              10.757.240     14.632.415     12.060.879      9.656.140     19.552.631
           Dampak perubahan selisih kurs terhadap kas dan setara kas          263.531        (37.934)       329.269         73.605        117.393
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                             18.824.971     10.757.240     14.632.415     12.060.879      9.656.140




                                                                     38
Page 40
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2021, dan 2020 masin-
masing adalah sebesar Rp 36.996,78 miliar, Rp 790,29 miliar,
Rp 24.789,61 miliar, dan Rp 5.285,28 miliar. Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 11.605,33 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 36.996,78 miliar terutama
berasal dari penerimaan bunga, efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali,
dan simpanan nasabah masing-masing sebesar Rp 18.243,90 miliar, Rp
23.024,77 miliar, dan Rp 24.176,99 miliar yang disertai dengan pembayaran
bunga, pembayaran beban operasional lainnya, dan pinjaman yang diberikan
masing-masing sebesar Rp 6.998,59 miliar, Rp 5.793,73 miliar, dan Rp
16.366,60 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 790,29 miliar terutama
berasal dari kenaikan dalam penerimaan bunga, penurunan dalam aset operasi
– efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali, kenaikan dalam liabilitas
operasi – efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali
masing-masing sebesar Rp 15.559,84 miliar, Rp 6.775,81 miliar, dan
Rp 6.081,25 miliar yang disertai dengan pembayaran bunga, pembayaran beban
operasional lainnya, dan kenaikan dalam aset operasi – pinjaman yang diberikan
masing-masing sebesar Rp 5.952,74 miliar, Rp 4.647,31 miliar, dan
Rp 16.472,53 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 11.605,33 miliar
terutama berasal dari kenaikan dalam aset operasi – efek-efek yang dibeli
dengan janji dijual kembali sebesar Rp 21.217,43 miliar yang disertai dengan
penerimaan bunga sebesar Rp 12.290,30 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 24.789,61 miliar terutama
berasal    dari   penerimaan      bunga       dan    penurunan     dalam     aset
operasi – efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali masing-masing
sebesar Rp 11.201,75 miliar dan Rp 15.968,59 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 5.285,28 miliar terutama
berasal dari kenaikan dalam liabilitas operasi – simpanan nasabah sebesar Rp
32.914,91 miliar yang disertai dengan kenaikan dalam aset operasi – efek-efek
yang dibeli dengan janji dijual kembali sebesar Rp 24.473,92 miliar.




                                39
Page 41
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar Rp 27.537,85 miliar, Rp 1.294,52 miliar,
Rp 21.576,94 miliar, dan Rp 16.939,55 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh
dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp 14.354,43 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 27.537,85 miliar
terutama berasal dari pembelian efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 111.401,35
miliar yang disertai dengan penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp
83.321,99 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 1.294,52 miliar
terutama berasal dari pembelian efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 45.283,87
miliar yang disertai dengan penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp
44.382,38 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 14.354,43 miliar
terutama berasal dari penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar
Rp 21.455,48 miliar yang disertai dengan pembelian efek-efek dan obligasi
pemerintah yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
sebesar Rp 6.309,77 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 21.576,94 miliar
terutama berasal dari pembelian efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 30.480,90
miliar yang disertai dengan penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp
9.292,13 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 16.939,55 miliar
terutama berasal dari pembelian efek-efek dan obligasi pemerintah yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 26.864,09
miliar yang disertai dengan penjualan efek-efek dan obligasi pemerintah yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain sebesar Rp
10.272,78 miliar.




                               40
Page 42
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.654,73 miliar, Rp 3.333,01 miliar,
Rp 506,83 miliar, Rp 881,53 miliar, dan Rp 2.438,25 miliar. Arus kas yang
diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp 1.640,39 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar Rp 1.654,73 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen tunai sebesar Rp 1.652,06 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 3.333,01 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen tunai dan pelunasan pinjaman yang
diterima masing-masing sebesar Rp 1.330,77 miliar dan Rp 2.000,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 506,83 miliar
terutama berasal dari pembayaran dividen tunai sebesar Rp 504,80 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 881,53 miliar
terutama berasal dari pelunasan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2018
Seri C dan pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap IV Tahun 2018 Seri B
masing-masing sebesar Rp 342,00 miliar dan Rp 535,00 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 1.640,39 miliar
terutama berasal dari penerimaan pinjaman yang diterima sebesar
Rp 2.750,00 miliar yang disertai dengan pelunasan Obligasi Berkelanjutan II
Tahap II Tahun 2017 Seri C dan pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Tahap III
Tahun 2017 Seri C masing-masing sebesar Rp 454,00 miliar dan
Rp 609,00 miliar.




                               41
Page 43
III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                   Keterangan             31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,04        0,04        0,04        0,04        0,03
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,14        0,15        0,14        0,15        0,14
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,86        0,85        0,86        0,85        0,86
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 5,91        5,69        5,97        5,63        5,92
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba operasional                          51,66%      52,15%      48,21%      41,91%      39,09%
            Marjin laba bersih                               44,06%      41,28%      38,06%      32,96%      29,55%
            Laba operasional terhadap jumlah aset             2,03%       2,07%       1,77%       1,49%       1,35%
            Imbal hasil aset                                  1,73%       1,64%       1,39%       1,18%       1,02%
            Laba operasional terhadap ekuitas                14,02%      13,85%      12,32%       9,91%       9,32%
            Imbal hasil ekuitas                              11,96%      10,96%       9,72%       7,79%       7,05%



III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,04; 0,04; 0,04; 0,04; dan 0,03.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal 31 Desember
            2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-
            masing adalah 0,14; 0,15; 0,14; 0,15; dan 0,14.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,86; 0,85; 0,86;
            0,85; dan 0,86, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas masing-
            masing adalah 5,91; 5,69; 5,97; 5,63; dan 5,92.




                                                     42
Page 44
III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, 2020,
            dan 2019 masing-masing adalah sebesar 1,73%, 1,64%, 1,39%, 1,18%, dan
            1,02%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
            2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar 11,96%, 10,96%, 9,72%,
            7,79%, dan 7,05%.




                                            43
Page 45
III.B.     Analisis atas Kinerja Historis OCBC

           Laporan keuangan konsolidasian OCBC untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
           masing-masing telah diaudit oleh KAP PCL dengan pendapat wajar tanpa
           modifikasian.

           Ikhtisar data keuangan penting OCBC adalah sebagai berikut:

III.B.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                                        (Dalam jutaan SGD

                                   Keterangan                              31/12/24    31/12/23     31/12/22     31/12/21    31/12/20

           ASET
           Kas dan penempatan pada bank sentral                               34.599      34.286       34.966       27.919        26.525
           Surat utang dan sekuritas Pemerintah Singapura                     14.316      19.165       17.096       11.112        10.628
           Surat utang dan sekuritas Pemerintah lainnya                       30.369      26.465       22.271       26.159        22.663
           Penempatan dan pinjaman kepada bank                                42.407      38.051       30.244       25.462        32.816
           Pinjaman kepada nasabah                                           315.096     292.754      291.467      286.281       263.538
           Sekuritas utang dan ekuitas                                        43.413      36.591       28.010       34.015        33.143
           Piutang derivatif                                                  17.203      12.976       15.605        9.267        15.223
           Aset lainnya                                                        7.761       7.278        6.578        6.334         5.806
           Aset pajak tangguhan                                                  538         586          448          280           133
           Entitas asosiasi                                                    8.153       7.003        6.353        6.170         4.633
           Aset tetap                                                          3.725       3.528        3.483        3.506         3.567
           Properti investasi                                                    675         723          763          801           813
           Goodwill dan aset tak berwujud lainnya                              4.504       4.501        4.643        4.774         4.837
           Sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa                       94.452      89.570       83.445      100.096        97.068
           Aset lainnya untuk dana asuransi jiwa                               7.839       7.947       11.552            -             -
           Aset dimiliki untuk dijual                                              -           -            -           11             2
           JUMLAH ASET                                                       625.050     581.424      556.924      542.187       521.395



                                                                                                                        (Dalam jutaan SGD

                                   Keterangan                              31/12/24    31/12/23     31/12/22     31/12/21    31/12/20

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           Deposito dari nasabah non-bank                                    390.687     363.770      350.081      342.395       314.907
           Deposito dan saldo bank                                            11.565      10.884       10.046        8.239         9.586
           Utang kepada entitas asosiasi                                         324         276          236          431           406
           Liabilitas portofolio perdagangan                                     281         194          212          393           339
           Utang derivatif                                                    16.238      13.720       16.048        9.070        15.516
           Liabilitas lainnya                                                  9.370       9.156        8.385        7.163         8.093
           Utang pajak kini                                                      879       1.037          995          905           745
           Liabilitas pajak tangguhan                                            841         636          349        2.832         1.818
           Utang yang diterbitkan                                             31.553      26.553       21.938       20.115        24.355
           Liabilitas kontrak asuransi dan liabilitas lainnya untuk
             dana asuransi jiwa                                              102.932      99.644       96.209       96.306        94.454
           JUMLAH LIABILITAS                                                 564.670     525.870      504.499      487.849       470.219
           EKUITAS
           Modal saham                                                        18.096      18.045       18.048       18.040        17.833
           Instrumen ekuitas lainnya                                           1.698       1.248        1.696        1.198         1.198
           Cadangan modal                                                        830         815          792          782         1.229
           Cadangan nilai wajar                                                  313        (439)      (1.140)         848         1.358
           Cadangan pendapatan                                                38.379      34.501       31.721       31.795        28.004
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                            59.316      54.170       51.117       52.663        49.622
           Kepentingan non-pengendali                                          1.064       1.384        1.308        1.675         1.554
           JUMLAH EKUITAS                                                     60.380      55.554       52.425       54.338        51.176
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                     625.050     581.424      556.924      542.187       521.395




                                                                      44
Page 46
III.B.2.   Aset

           Jumlah aset OCBC pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021,
           dan 2020 masing-masing adalah sebesar SGD 625,05 miliar, SGD 581,42 miliar,
           SGD 556,92 miliar, SGD 542,19 miliar, dan SGD 521,40 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah aset OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 43,63 miliar atau setara dengan 7,50% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan pinjaman kepada nasabah, sekuritas uang dan ekuitas, serta
           sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 22,34
           miliar, SGD 6,82 miliar, dan SGD 4,88 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah aset OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 24,50 miliar atau setara dengan 4,40% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan penempatan dan pinjaman kepada bank, sekuritas utang dan
           ekuitas,   serta    sekuritas  investasi  untuk    dana      asuransi   jiwa
           masing-masing sebesar SGD 7,81 miliar, SGD 8,58 miliar, dan SGD 6,13 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah aset OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 14,74 miliar atau setara dengan 2,72% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan kas dan penempatan pada bank sentral, piutang derivatif, serta
           aset lainnya untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 7,05 miliar,
           SGD 6,34 miliar, dan SGD 11,55 miliar yang disertai dengan penurunan
           sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa sebesar SGD 16,65 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah aset OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 20,79 miliar atau setara dengan 3,99% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan surat utang dan sekuritas Pemerintah lainya, pinjaman kepada
           nasabah, serta sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing
           sebesar SGD 3,50 miliar, SGD 22,74 miliar, dan SGD 3,03 miliar yang disertai
           dengan penurunan penempatan dan pinjaman kepada bank sebesar SGD 7,35
           miliar.




                                         45
Page 47
III.B.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas OCBC pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar SGD 564,67 miliar, SGD 525,87
           miliar, SGD 504,50 miliar, SGD 487,85 miliar, dan SGD 470,22 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah liabilitas OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 38,80 miliar atau setara dengan 7,38% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan deposito dari nasabah non-bank, utang yang
           diterbitkan, serta liabilitas kontrak asuransi dan liabilitas lainnya untuk dana
           asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 26,92 miliar, SGD 5,00 miliar, dan
           SGD 3,29 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah liabilitas OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 21,37 miliar atau setara dengan 4,24% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan deposito dari nasabah non-bank, utang yang
           diterbitkan, serta liabilitas kontrak asuransi dan liabilitas lainnya untuk dana
           asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 13,69 miliar, SGD 4,62 miliar, dan
           SGD 3,44 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah liabilitas OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 16,65 miliar atau setara dengan 3,41% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan deposito dari nasabah non-bank, utang derivatif, dan
           utang yang diterbitkan masing-masing sebesar SGD 7,69 miliar,
           SGD 6,98 miliar, dan SGD 1,82 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah liabilitas OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 17,63 miliar atau setara dengan 3,75% dibandingkan dengan
           jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan deposito dari nasabah non-bank sebesar
           SGD 27,49 miliar yang disertai dengan penurunan utang derivatif dan utang
           yang diterbitkan masing-masing sebesar SGD 6,45 miliar dan SGD 4,24 miliar.




                                           46
Page 48
III.B.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas OCBC pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
           2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar SGD 60,38 miliar,
           SGD 55,55 miliar, SGD 52,43 miliar, SGD 54,34 miliar, dan SGD 51,18 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2024 jumlah ekuitas OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 4,83 miliar atau setara dengan 8,69% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2023. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           laba tahun berjalan yang dibukukan oleh OCBC sebesar SGD 7,75 miliar yang
           disertai dengan pembagian dividen sebesar SGD 3,99 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023 jumlah ekuitas OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 3,13 miliar atau setara dengan 5,97% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           laba tahun berjalan yang dibukukan oleh OCBC sebesar SGD 7,17 miliar yang
           disertai dengan pembagian dividen sebesar SGD 3,73 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022 jumlah ekuitas OCBC mengalami penurunan
           sebesar SGD 1,91 miliar atau setara dengan 3,52% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama disebabkan
           oleh penurunan cadangan nilai wajar sebesar SGD 1,99 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021 jumlah ekuitas OCBC mengalami kenaikan
           sebesar SGD 3,16 miliar atau setara dengan 6,18% dibandingkan dengan jumlah
           ekuitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh
           laba tahun berjalan yang dibukukan oleh OCBC sebesar SGD 5,03 miliar yang
           disertai dengan pembagian dividen sebesar SGD 1,92 miliar.




                                         47
Page 49
III.B.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian
                                                                                                                        (Dalam jutaan SGD

                                  Keterangan                           31/12/24      31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20

           Pendapatan bunga                                               22.444        20.867        11.590         7.425         9.143
           Beban bunga                                                    12.689        11.222         3.902         1.570         3.177
           Pendapatan bunga bersih                                          9.755         9.645         7.688         5.855         5.966
           Biaya dan komisi - bersih                                        1.970         1.804         1.851         2.245         2.003
           Pendapatan perdagangan bersih                                    1.537         1.004           929           763           863
           Pendapatan lain-lain                                               294           246            15           286           330
           Biaya karyawan                                                  (3.837)       (3.501)       (3.233)       (3.028)       (2.748)
           Beban operasional lainnya                                       (1.905)       (1.722)       (1.605)       (1.736)       (1.691)
           Amortisasi aset tak berwujud                                       (59)         (103)         (104)         (103)         (104)
           Penyisihan untuk pinjaman dan aset lainnya                        (690)         (733)         (584)         (873)       (2.043)
           Hasil layanan asuransi dari asuransi jiwa                          592           427           683             -             -
           Pendapatan investasi bersih dari asuransi jiwa                   6.124         5.590        (4.966)            -             -
           Hasil keuangan asuransi bersih dari asuransi jiwa               (5.811)       (5.239)        5.085             -             -
           Hasil layanan asuransi dari asuransi umum                           12            30             1             -             -
           Laba dari asuransi jiwa                                              -             -             -         1.137           698
           Pendapatan premi dari asuransi umum                                  -             -             -           197           201
           Dividen                                                              -             -             -           113            78
           Laba usaha                                                      7.982         7.448         5.760         4.856         3.553
           Bagian hasil dari entitas asosiasi - bersih                       994           953           910           824           612
           Laba sebelum beban pajak penghasilan                             8.976         8.401         6.670        5.680         4.165
           Beban pajak penghasilan                                         (1.228)       (1.236)       (1.031)        (648)         (437)
           Laba tahun berjalan                                             7.748         7.165         5.639         5.032         3.728
           Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                         7.587         7.021         5.526         4.858         3.586
             Kepentingan non-pengendali                                      161           144           113           174           142



III.B.6    Pendapatan Bunga

           Pendapatan bunga OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           SGD 22,44 miliar, SGD 20,87 miliar, SGD 11,59 miliar, SGD 7,43 miliar, dan
           SGD 9,14 miliar.

           Pendapatan bunga OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2024 mengalami kenaikan sebesar SGD 1,58 miliar atau setara dengan 7,56%
           dibandingkan dengan pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2023.

           Pendapatan bunga OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2023 mengalami kenaikan sebesar SGD 9,28 miliar atau setara dengan 80,04%
           dibandingkan dengan pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2022.

           Pendapatan bunga OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2022 mengalami kenaikan sebesar SGD 4,17 miliar atau setara dengan 56,09%
           dibandingkan dengan pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal 31 Desember 2021.

           Pendapatan bunga OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
           2021 mengalami penurunan sebesar SGD 1,72 miliar atau setara dengan
           18,79% dibandingkan dengan pendapatan bunga untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2020.



                                                                  48
Page 50
III.B.7.   Laba Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           SGD 7,75 miliar, SGD 7,17 miliar, SGD 5,64 miliar, SGD 5,03 miliar, dan SGD
           3,73 miliar.

           Laba tahun berjalan OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar SGD 0,58 miliar atau setara
           dengan 8,14% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2023.

           Laba tahun berjalan OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar SGD 1,53 miliar atau setara
           dengan 27,06% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar SGD 0,61 miliar atau setara
           dengan 12,06% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan OCBC untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar SGD 1,30 miliar atau setara
           dengan 34,98% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.




                                         49
Page 51
III.B.8.   Laporan Arus Kas Konsolidasian
                                                                                                                              (Dalam jutaan SGD

                                  Keterangan                              31/12/24       31/12/23       31/12/22       31/12/21       31/12/20

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan kas sebelum pajak penghasilan                           8.976          8.401          6.670          5.680          4.165
           Penyesuaian untuk item non-kas:
            Penyisihan untuk pinjaman dan aset lainnya                          690            733            584            873          2.043
            Amortisasi aset tak berwujud                                         59            103            104            103            104
            Perubahan dalam transaksi lindung nilai, sekuritas
               dihitung pada nilai wajar melalui laba rugi,
               dan utang yang diterbitkan                                       356             21            130            104             26
            Penyusutan aset tetap serta beban bunga
               atas liabilitas sewa                                             463            447            429            416            424
            Keuntungan bersih dari pelepasan surat utang
               Pemerintah, sekuritas utang, dan ekuitas                          (24)           (47)           206            (92)          (208)
            Keuntungan bersih dari pelepasan aset tetap                          (36)           (71)           (99)          (107)           (44)
            Biaya berbasis saham                                                  62             61             80             73             76
            Bagian hasil dari entitas asosiasi, setelah pajak                   (994)          (953)          (910)          (824)          (612)
            Keuntungan bersih dari pelepasan kepemilikan dalam
               entitas anak                                                        -                -              -              -           (9)
            Lain-lain                                                            (72)               -              -              -            -
            Item terkait dana asuransi jiwa
               Surplus sebelum pajak penghasilan                                     -              -              -        1.221            687
               Surplus yang ditransfer dari dana asuransi jiwa                       -              -              -       (1.137)          (698)
           Perubahan dalam aset dan liabilitas operasional:
            Deposito dari nasabah non-bank                                    26.052        13.703           7.518         27.510        12.115
            Deposito dan saldo bank                                              679           838           1.807         (1.347)        1.336
            Utang derivatif dan liabilitas lainnya                             3.482        (1.772)          8.105         (6.908)        9.161
            Liabilitas portofolio perdagangan                                     87           (19)           (181)            55           247
            Saldo yang dibatasi pada bank sentral                               (354)         (437)            229           (764)          695
            Surat utang Pemerintah dan treasuri                                1.188        (5.952)         (2.913)         1.614        (4.039)
            Sekuritas dihitung pada nilai wajar melalui laba rugi             (3.195)       (2.419)          1.931         (7.059)         (698)
            Penempatan dan pinjaman kepada bank                               (4.246)       (7.808)         (4.782)         7.354         3.048
            Pinjaman kepada nasabah                                          (22.330)       (1.892)         (5.795)       (23.685)       (3.101)
            Piutang derivatif dan aset lainnya                                (3.969)        3.285          (5.508)         4.087        (9.919)
            Perubahan bersih dalam aset dan liabilitas lainnya untuk
               dana asuransi jiwa                                             (1.321)         4.317          2.494         8.029          1.660
           Pajak penghasilan yang dibayarkan                                  (1.589)        (1.412)        (1.167)         (913)          (822)
           Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                        3.964          9.127          8.932         14.283         15.637
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Dividen dari entitas asosiasi                                         158            132            145            138            201
           Pembelian sekuritas utang dan ekuitas                             (34.021)       (24.241)       (11.622)       (12.475)       (14.882)
           Pembelian sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa            (45.566)       (46.610)       (37.237)       (41.636)       (37.978)
           Pembelian aset tetap                                                 (614)          (537)          (479)          (443)          (384)
           Hasil dari pelepasan sekuritas utang dan ekuitas                   30.750         18.037         13.582         12.642         12.133
           Hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
             asuransi jiwa                                                   44.948         42.675         33.970         34.345         36.871
           Hasil dari pelepasan aset tetap                                       44             89            128            152             86
           Hasil dari pelepasan kepemilikan dalam entitas asosiasi                -              1              -              -             32
           Arus kas keluar bersih dari akuisisi entitas anak                    (31)             -              -              -              -
           Investasi dalam entitas asosiasi                                       -              -              -           (514)          (418)
           Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                     (4.332)       (10.454)        (1.513)        (7.791)        (4.339)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Pembelian kembali saham untuk disimpan sebagai
             saham treasuri                                                     (194)          (205)          (250)          (406)           (63)
           Dividen dan distribusi yang dibayarkan                             (3.987)        (3.733)        (2.620)        (1.544)        (1.501)
           Penerbitan bersih utang lainnya                                     4.557          4.752          1.897         (3.840)        (6.961)
           Pelunasan liabilitas sewa                                             (78)           (77)           (89)           (91)           (93)
           Hasil dari transfer/penjualan saham treasuri dalam skema
             saham karyawan bank                                                 152            112           150             140            16
           Hasil bersih dari penerbitan sekuritas modal abadi                    450            550           498               -           200
           Pelunasan sekuritas modal abadi yang diterbitkan                        -         (1.000)            -               -          (500)
           Perubahan pada kepentingan non-pengendali                            (643)           (44)            -              (1)            4
           Hasil dari penerbitan utang subordinasi                             1.165              -         1.042               -         1.365
           Pelunasan utang subordinasi yang diterbitkan                       (1.352)             -             -            (400)            -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                                  70            355            628          (6.142)        (7.533)
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                          (298)          (972)        8.047            350          3.765
           Penyesuaian translasi mata uang bersih                               257            (142)          (773)          282            253
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                                28.870         29.984         22.710         22.078         18.060
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                               28.829         28.870         29.984         22.710         22.078




                                                                     50
Page 52
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar SGD 3,96 miliar, SGD 9,13 miliar,
SGD 8,93 miliar, SGD 14,28 miliar, dan SGD 15,64 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar SGD 3,96 miliar terutama
berasal dari perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas deposito dari
nasabah non-bank sebesar SGD 26,05 miliar yang disertai dengan perubahan
dalam aset dan liabilitas operasional atas pinjaman kepada nasabah sebesar
SGD 22,33 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar SGD 9,13 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas sebelum pajak penghasilan serta perubahan dalam
aset dan liabilitas operasional atas deposito dari nasabah non-bank masing-
masing sebesar SGD 8,40 miliar dan SGD 13,70 miliar yang disertai dengan
perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas surat utang Pemerintah dan
treasuri serta perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas penempatan
dan pinjaman kepada bank masing-masing sebesar SGD 5,95 miliar dan SGD
7,81 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar SGD 8,93 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas sebelum pajak penghasilan dan perubahan dalam
aset dan liabilitas operasional atas utang derivatif dan liabilitas lainnya masing-
masing sebesar SGD 6,67 miliar dan SGD 8,11 miliar yang disertai dengan
perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas pinjaman kepada nasabah
dan perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas piutang derivatif dan
aset lainnya masing-masing sebesar SGD 5,80 miliar dan SGD 5,51 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar SGD 14,28 miliar terutama
berasal dari perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas deposito dari
nasabah non-bank serta perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas
perubahan bersih dalam aset dan liabilitas lainnya untuk dana asuransi jiwa
masing-masing sebesar SGD 27,51 miliar dan SGD 8,03 miliar yang disertai
dengan perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas pinjaman kepada
nasabah sebesar SGD 23,69 miliar.




                                 51
Page 53
Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar SGD 15,64 miliar terutama
berasal dari penerimaan kas sebelum pajak penghasilan, perubahan dalam aset
dan liabilitas operasional atas deposito dari nasabah non-bank, serta perubahan
dalam aset dan liabilitas operasional atas utang derivatif dan liabilitas lainnya
masing-masing sebesar SGD 4,17 miliar, SGD 12,12 miliar, dan SGD 9,16 miliar
yang disertai dengan perubahan dalam aset dan liabilitas operasional atas
piutang derivatif dan aset lainnya sebesar SGD 9,92 miliar.

Arus Kas Untuk Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020
masing-masing adalah sebesar SGD 4,33 miliar, SGD 10,45 miliar,
SGD 1,51 miliar, SGD 7,79 miliar, dan SGD 4,34 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar SGD 4,33 miliar
terutama berasal dari pembelian sekuritas utang dan ekuitas serta pembelian
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 34,02
miliar dan SGD 45,57 miliar yang disertai dengan hasil dari pelepasan sekuritas
utang dan ekuitas serta hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 30,75 miliar dan SGD 44,95 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar SGD 10,45 miliar
terutama berasal dari pembelian sekuritas utang dan ekuitas serta pembelian
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 24,24
miliar dan SGD 46,61 miliar yang disertai dengan hasil dari pelepasan sekuritas
utang dan ekuitas serta hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 18,04 miliar dan SGD 42,95 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar SGD 1,51 miliar
terutama berasal dari pembelian sekuritas utang dan ekuitas serta pembelian
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 11,62
miliar dan SGD 37,24 miliar yang disertai dengan hasil dari pelepasan sekuritas
utang dan ekuitas serta hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 13,58 miliar dan SGD 33,97 miliar.




                                52
Page 54
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar SGD 7,79 miliar
terutama berasal dari pembelian sekuritas utang dan ekuitas serta pembelian
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 12,48
miliar dan SGD 41,64 miliar yang disertai dengan hasil dari pelepasan sekuritas
utang dan ekuitas serta hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 12,64 miliar dan SGD 34,35 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi OCBC untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar SGD 4,34 miliar
terutama berasal dari pembelian sekuritas utang dan ekuitas serta pembelian
sekuritas investasi untuk dana asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 14,88
miliar dan SGD 37,98 miliar yang disertai dengan hasil dari pelepasan sekuritas
utang dan ekuitas serta hasil dari pelepasan sekuritas investasi untuk dana
asuransi jiwa masing-masing sebesar SGD 12,13 miliar dan SGD 36,87 miliar.

Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024, 2023, dan 2022
masing-masing adalah sebesar SGD 0,07 miliar, SGD 0,36 miliar, dan SGD 0,63
miliar. Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi OCBC untuk tahun
yang     berakhir    pada     tanggal   31     Desember     2021   dan     2020
masing-masing adalah sebesar SGD 6,14 miliar dan SGD 7,53 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 sebesar SGD 0,07 miliar terutama
berasal dari penerbitan bersih utang lainnya sebesar SGD 4,56 miliar yang
disertai dengan dividen dan distribusi yang dibayarkan sebesar SGD 3,99 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar SGD 0,36 miliar terutama
berasal dari penerbitan bersih utang lainnya sebesar SGD 4,75 miliar yang
disertai dengan dividen dan distribusi yang dibayarkan sebesar SGD 3,73 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar SGD 0,63 miliar terutama
berasal dari penerbitan bersih utang lainnya dan hasil dari penerbitan utang
subordinasi masing-masing sebesar SGD 1,90 miliar dan SGD 1,04 miliar yang
disertai dengan dividen dan distribusi yang dibayarkan sebesar SGD 2,62 miliar.




                               53
Page 55
            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar SGD 6,14 miliar
            terutama berasal dari dividen dan distribusi yang dibayarkan serta penerbitan
            bersih utang lainnya masing-masing sebesar SGD 1,54 miliar dan
            SGD 3,84 miliar.

            Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan OCBC untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar SGD 7,53 miliar
            terutama berasal dari dividen dan distribusi yang dibayarkan serta penerbitan
            bersih utang lainnya masing-masing sebesar SGD 1,50 miliar dan
            SGD 6,96 miliar.

III.B.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/24    31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20

            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,04        0,04        0,02        0,01        0,02
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,10        0,10        0,09        0,10        0,10
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,90        0,90        0,91        0,90        0,90
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 9,35        9,47        9,62        8,98        9,19
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                43,46%      46,22%      66,33%      78,86%      65,25%
            Marjin laba usaha                                35,56%      35,69%      49,70%      65,40%      38,86%
            Marjin laba bersih                               34,52%      34,34%      48,65%      67,77%      40,77%
            Laba usaha terhadap jumlah aset                   1,28%       1,28%       1,03%       0,90%       0,68%
            Imbal hasil aset                                  1,24%       1,23%       1,01%       0,93%       0,72%
            Laba usaha terhadap jumlah ekuitas               13,22%      13,41%      10,99%       8,94%       6,94%
            Imbal hasil ekuitas                              12,83%      12,90%      10,76%       9,26%       7,28%




III.B.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan OCBC dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi OCBC. Pada tanggal-tanggal 31
            Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio perputaran jumlah aset
            masing-masing adalah 0,04; 0,04; 0,02; 0,01; dan 0,02.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas OCBC
            terhadap jumlah aset OCBC. Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023,
            2022, 2021, dan 2020, rasio ekuitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah
            0,10; 0,10; 0,09; 0,10; dan 0,10.

III.B.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan OCBC untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,90; 0,90; 0,91;
            0,90; dan 0,90, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 9,35; 9,47; 9,62; 8,98; dan 9,19.


                                                     54
Page 56
III.B.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan OCBC dalam menghasilkan
            laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun yang berakhir
            pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-
            masing adalah 1,24%, 1,23%, 1,01%, 0,93%, dan 0,72%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan OCBC dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024, 2023, 2022,
            2021, dan 2020 masing-masing adalah 12,83%, 12,90%, 10,76%, 9,26%, dan
            7,28%.




                                             55
Page 57
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
         disusun oleh manajemen Perseroan.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2024:

                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Setelah
                               Keterangan                        31/12/24      Penyesuaian
                                                                                               Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas                                                       1.204.265                -        1.204.265
         Giro pada Bank Indonesia                                  9.419.310                -        9.419.310
         Giro pada bank lain - bersih                                678.652                -          678.652
         Penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia - bersih     7.520.072                -        7.520.072
         Efek-efek - bersih                                       54.065.825                -       54.065.825
         Obligasi pemerintah                                      32.903.419                -       32.903.419
         Efek-efek yang dibeli dengan janji dijual kembali           385.696                -          385.696
         Tagihan derivatif                                         1.228.618                -        1.228.618
         Pinjaman yang diberikan - bersih                        162.421.515                -      162.421.515
         Tagihan akseptasi - bersih                                1.910.133                -        1.910.133
         Pajak dibayar di muka                                       833.458                -          833.458
         Beban dibayar di muka                                       237.143                -          237.143
         Aset tetap - bersih                                       4.020.382                -        4.020.382
         Aset lain-lain                                            3.689.235                -        3.689.235
         Aset pajak tangguhan                                        490.514                -          490.514
         JUMLAH ASET                                             281.008.237                -      281.008.237




                                                      56
Page 58
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                               Setelah
                        Keterangan                          31/12/24        Penyesuaian
                                                                                            Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas segera                                             1.561.080                  -        1.561.080
Simpanan nasabah                                            205.932.220                  -      205.932.220
Simpanan dari bank lain                                       2.450.472                  -        2.450.472
Liabilitas derivatif                                          1.362.198                  -        1.362.198
Liabilitas akseptasi                                          1.923.414                  -        1.923.414
Utang pajak                                                     142.004                  -          142.004
Beban yang masih harus dibayar                                1.436.578                  -        1.436.578
Efek-efek yang dijual dengan janji dibeli kembali            17.350.889                  -       17.350.889
Pinjaman yang diterima                                        2.744.498                  -        2.744.498
Pinjaman subordinasi                                            160.950                  -          160.950
Liabilitas imbalan kerja                                        185.862                  -          185.862
Liabilitas lain-lain                                          5.066.693                  -        5.066.693
JUMLAH LIABILITAS                                           240.316.858                  -      240.316.858
EKUITAS
Modal saham                                                   2.868.162                  -        2.868.162
Tambahan modal disetor/agio saham                             5.395.280                  -        5.395.280
Keuntungan (kerugian) bersih yang belum direalisasi dari
  perubahan nilai wajar efek-efek dan obligasi pemerintah
  yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
  komprehesif lain - bersih                                    (183.947)                 -         (183.947)
Surplus revaluasi aset tetap                                  1.635.998                  -        1.635.998
Saldo laba                                                   30.975.510                  -       30.975.510
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                      40.691.003                  -       40.691.003
Kepentingan non-pengendali                                          376                                 376
JUMLAH EKUITAS                                               40.691.379                  -       40.691.379
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               281.008.237                  -      281.008.237



                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                               Setelah
                        Keterangan                          31/12/24        Penyesuaian
                                                                                            Transaksi
Pendapatan bunga dan syariah bersih                          11.044.807                  -       11.044.807
Provisi dan komisi                                            1.092.995                  -        1.092.995
Keuntungan dari penjualan instrumen keuangan                    202.935                  -          202.935
Laba (rugi) selisih kurs - bersih                              (352.428)                 -         (352.428)
Keuntungan (kerugian) dari perubahan nilai wajar                                         -
  instrumen keuangan                                             (52.290)                -          (52.290)
Pembalikan (pembentukan) cadangan kerugian penurunan                                     -
  nilai atas aset keuangan                                      636.429                  -          636.429
Pembentukan penyisihan - lainnya                               (787.723)                 -         (787.723)
Beban operasional lainnya                                                                -
  Gaji dan tunjangan                                          (3.275.122)                -       (3.275.122)
  Umum dan administrasi                                       (2.271.453)                -       (2.271.453)
  Lain-lain                                                     (532.322)                -         (532.322)
Laba operasional                                              5.705.828                  -        5.705.828
Pendapatan bukan operasional - bersih                           283.476                  -          283.476
Laba sebelum pajak penghasilan                                 5.989.304                 -        5.989.304
Beban pajak penghasilan - bersih                              (1.122.554)                -       (1.122.554)
Laba bersih periode/tahun berjalan                            4.866.750                  -        4.866.750
Penghasilan (beban) komprehensif lain periode/tahun
  berjalan - bersih                                             156.422                  -          156.422
Jumlah laba komprehensif periode/tahun berjalan - bersih      5.023.172                  -        5.023.172
Laba bersih periode/tahun berjalan yang dapat
  diatribusikan kepada:
  Pemilik entitas induk                                       4.866.750                  -        4.866.750
  Kepentingan non-pengendali                                          -                                   -




                                                    57
Page 59
III.D.     Analisis Inkremental

           Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
           analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
           berikut:

           •    Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
                yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
                Perseroan;
           •    Biaya atau pendapatan yang relevan;
           •    Informasi non-keuangan yang relevan; dan
           •    Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
                rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.

III.D.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029:

           Sebelum Transaksi
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

           Pendapatan bunga dan syariah            11.785.148    12.892.952    14.104.889    15.430.749    16.881.239
           Pendapatan operasional lainnya           1.866.344     2.095.720     2.347.207     2.628.871     2.944.336
           Beban operasional lainnya               (6.392.226)   (6.903.949)   (7.456.036)   (8.052.305)   (8.696.268)
           Pembentukan penyisihan                  (1.002.415)     (945.389)   (1.030.474)   (1.112.912)   (1.201.945)
           Laba sebelum pajak penghasilan           6.256.851     7.139.333     7.965.585     8.894.403     9.927.361
           Beban pajak penghasilan                 (1.363.994)   (1.570.653)   (1.752.429)   (1.956.769)   (2.184.020)
           Laba bersih                              4.892.858     5.568.680     6.213.156     6.937.634     7.743.342




           Setelah Transaksi
                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                                 Keterangan        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

           Pendapatan bunga dan syariah            11.785.148    12.892.952    14.104.889    15.430.749    16.881.239
           Pendapatan operasional lainnya           1.866.344     2.095.720     2.347.207     2.628.871     2.944.336
           Beban operasional lainnya               (6.388.670)   (6.899.764)   (7.451.745)   (8.047.884)   (8.691.715)
           Pembentukan penyisihan                  (1.002.415)     (945.389)   (1.030.474)   (1.112.912)   (1.201.945)
           Laba sebelum pajak penghasilan           6.260.407     7.143.519     7.969.876     8.898.823     9.931.914
           Beban pajak penghasilan                 (1.364.769)   (1.571.574)   (1.753.373)   (1.957.741)   (2.185.021)
           Laba bersih                              4.895.638     5.571.945     6.216.504     6.941.082     7.746.893




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan bunga dan
           syariah serta laba bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
           sebesar Rp 71,09 triliun dan Rp 31,36 triliun.

           Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan bunga dan syariah serta laba bersih
           Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 71,09 triliun dan
           Rp 31,37 triliun.




                                              58
Page 60
             Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
             di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
             tambahan laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
             31 Desember 2025 – 2029, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
             keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.E.2.     Biaya atau Pendapatan yang Relevan

             Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
             terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
             Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.

III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Produk dan/atau Jasa yang dihasilkan

             OCBC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan. Dengan
             demikian, produk dan/atau jasa yang dihasilkan oleh OCBC adalah sebagai
             berikut:

             •   Global Consumer Banking

                 Produk dan layanan yang ditawarkan meliputi produk simpanan (rekening
                 giro, tabungan, dan deposito berjangka), pinjaman konsumen (pinjaman
                 perumahan dan pinjaman pribadi lainnya), kartu kredit, produk pengelolaan
                 kekayaan (unit trust, produk bancassurance, dan simpanan terstruktur), serta
                 layanan pialang.

             •   Private Banking

                 Kebutuhan perbankan khusus bagi individu dengan kekayaan bersih tinggi,
                 yang menawarkan keahlian pengelolaan kekayaan, termasuk nasihat
                 investasi dan layanan pengelolaan portofolio, perencanaan warisan, dan
                 perwalian, serta penataan kekayaan.

             •   Global Wholesale Banking

                 Layanan nasabah institusional mulai dari perusahaan besar dan sektor publik
                 hingga perusahaan kecil dan menengah. Bisnis ini menyediakan berbagai
                 solusi pembiayaan termasuk pembiayaan proyek jangka panjang, kredit
                 jangka pendek, modal kerja dan pembiayaan perdagangan, serta
                 pembiayaan terkait ekuitas yang disesuaikan dan terstruktur. Bisnis ini juga
                 menyediakan berbagai produk dan layanan kepada nasabah seperti
                 pengelolaan kas dan layanan kustodian, solusi pasar modal, layanan
                 keuangan perusahaan dan perbankan konsultasi, serta produk
                 perbendaharaan.




                                             59
Page 61
             •   Global Markets

                 Pengelolaan posisi suku bunga aset dan liabilitas Grup, terlibat dalam
                 aktivitas valuta asing, operasi pasar uang, perdagangan pendapatan tetap
                 dan derivatif, serta menawarkan produk treasury terstruktur dan solusi
                 keuangan untuk memenuhi kebutuhan investasi dan lindung nilai nasabah.

             •   Asuransi

                 Aktivitas pengelolaan dana.

             •   Lainnya

                 Terdiri dari kepemilikan properti, kepemilikan investasi, dan item-item yang
                 tidak dapat diatribusikan kepada segmen bisnis yang dijelaskan di atas.

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis OCBC meliputi
             Singapura, Malaysia, Indonesia, Tiongkok Raya, dan lainnya.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha OCBC adalah United
             Overseas Bank Limited dan DBS Bank Limited.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             OCBC adalah sebagai berikut:

             •   Meraih pertumbuhan kekayaan Asia yang meningkat dengan Singapura –
                 Hong Kong dan penawaran digital OCBC.

             •   Mendukung peningkatan arus perdagangan dan investasi ASEAN - Tiongkok
                 Raya.

             •   Membuka nilai dari ekonomi baru dan industri dengan pertumbuhan tinggi.
                 .
             •   Mendorong transisi menuju dunia rendah karbon yang berkelanjutan.

             •   Membangun pendekatan pengalaman pelanggan terpadu “One Group”.

             •   Berinvestasi dalam percepatan transformasi dan digitalisasi.

             •   Memperkuat aset dan budaya sumber daya manusia OCBC.

             •   Membangun kekuatan modal dan manajemen risiko OCBC.



                                               60
Page 62
III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Rencana atas Transaksi telah melalui
             tahapan proses analisis internal, memperolah persetujuan Direksi dan
             diinformasikan kepada Dewan Komisaris. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                           61
Page 63
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Sebagaimana tercantum dalam PKPJTI II, Perseroan memberikan Jasa
         Manajemen kepada OCBC dengan perhitungan biaya yang dibebankan
         berdasarkan alokasi orang per bulan yang telah ditentukan oleh Perseroan
         dengan markup sebesar 5,00% dari total biaya tagihan sehingga maksimum
         nilai transaksi adalah sebesar Rp 253,00 miliar yang berlaku efektif sejak
         23 Mei 2025.

         Selanjutnya, kami telah melakukan analisis perbandingan terhadap marjin
         laba usaha beberapa perusahaan publik lainnya di luar Indonesia yang
         bergerak dalam bidang services dan outsourcing. Berikut adalah
         perbandingan atas marjin laba usaha beberapa perusahaan publik lainnya di
         luar Indonesia yang bergerak dalam bidang services dan outsourcing:

                                                                                                                      Marjin Laba
                                    Perusahaan                               Pendapatan        Laba Usaha
                                                                                                                           Usaha
          Robert Half International Inc. (Dalam ribuan USD)                      4.413.465               178.832                4,05%
          Kforce Inc. (Dalam ribuan USD)                                         1.405.308                69.721                4,96%
          Barrett Business Services Inc. (Dalam ribuan USD)                      1.144.531                59.781                5,22%
          HRnetGroup Limited (Dalam ribuan SGD)                                    566.996                43.829                7,73%
          Teleperformance (Dalam jutaan EUR)                                        10.280                 1.082               10,53%
          Korn Ferry (Dalam ribuan USD)                                          1.364.721               163.526               11,98%
          KOS International Holdings Limited (Dalam ribuan HKD)                    213.297                25.610               12,01%
          HireQuest Inc. (Dalam ribuan USD)                                         34.598                 4.368               12,63%



         Berdasarkan data marjin laba usaha beberapa perusahaan publik lainnya di
         luar Indonesia yang bergerak dalam bidang services dan outsourcing, marjin
         laba usaha berkisar antara 4,05% - 12,63%. Dengan demikian, marjin pada
         Transaksi berdasarkan PKPJTI II sebesar 5,00% masih berada di kisaran
         marjin laba usaha beberapa perusahaan publik lainnya di luar Indonesia yang
         bergerak dalam bidang services dan outsourcing di atas.

      2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
         tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029:

         Sebelum Transaksi
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                        31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28        31/12/29

          Pendapatan bunga dan syariah                            11.785.148    12.892.952    14.104.889     15.430.749      16.881.239
          Pendapatan operasional lainnya                           1.866.344     2.095.720     2.347.207      2.628.871       2.944.336
          Beban operasional lainnya                               (6.392.226)   (6.903.949)   (7.456.036)    (8.052.305)     (8.696.268)
          Pembentukan penyisihan                                  (1.002.415)     (945.389)   (1.030.474)    (1.112.912)     (1.201.945)
          Laba sebelum pajak penghasilan                           6.256.851     7.139.333     7.965.585      8.894.403       9.927.361
          Beban pajak penghasilan                                 (1.363.994)   (1.570.653)   (1.752.429)    (1.956.769)     (2.184.020)
          Laba bersih                                              4.892.858     5.568.680     6.213.156      6.937.634       7.743.342




                                                     62
Page 64
   Setelah Transaksi
                                                                                           (Dalam jutaan Rupiah)

                          Keterangan         31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

    Pendapatan bunga dan syariah             11.785.148    12.892.952    14.104.889    15.430.749    16.881.239
    Pendapatan operasional lainnya            1.866.344     2.095.720     2.347.207     2.628.871     2.944.336
    Beban operasional lainnya                (6.388.670)   (6.899.764)   (7.451.745)   (8.047.884)   (8.691.715)
    Pembentukan penyisihan                   (1.002.415)     (945.389)   (1.030.474)   (1.112.912)   (1.201.945)
    Laba sebelum pajak penghasilan            6.260.407     7.143.519     7.969.876     8.898.823     9.931.914
    Beban pajak penghasilan                  (1.364.769)   (1.571.574)   (1.753.373)   (1.957.741)   (2.185.021)
    Laba bersih                               4.895.638     5.571.945     6.216.504     6.941.082     7.746.893




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan bunga
   dan syariah serta laba bersih Perseroan sebelum Transaksi masing-masing
   adalah sebesar Rp 71,09 triliun dan Rp 31,36 triliun.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah pendapatan bunga dan syariah serta laba
   bersih Perseroan setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar
   Rp 71,09 triliun dan Rp 31,37 triliun.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba bersih untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029, sehingga diharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 masing-masing adalah sebesar
   Rp 23,69 triliun dan Rp 23,70 triliun. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari
   proyeksi laba bersih konsolidasian Perseroan setelah Transaksi untuk tahun
   yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 lebih besar
   daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih konsolidasian Perseroan
   sebelum Transaksi untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
   31 Desember 2025 – 2029. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat
   diskonto sebesar 9,35%, yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan,
   yang ditentukan dengan menggunakan formula sebagai berikut:

   Biaya modal ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
   (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   ke       =            Rf + ( β x RPm ) – RBDS




                                       63
Page 65
dimana:

ke     =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
           atau biaya modal ekuitas/saham biasa
Rf     =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
           (risk free rate)
β      =   Beta
RPm    =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
           premium)

Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu
10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 7,07%, yang diperoleh dari
Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan
sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 6,87%,
yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
School) tahun 2024 yang diterbitkan pada bulan Januari 2025.

Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian
terhadap biaya modal ekuitas, mengingat dalam perhitungan biaya modal
ekuitas ini digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran,
dimana RBDS sebesar 1,89% digunakan untuk mengurangi besaran biaya
modal ekuitas.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta
akan dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk
premium. Beta Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal
31 Desember 2024 sebesar 0,61.




                             64
Page 66
   Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
   CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
   1,89% diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
   dalam perhitungan di bawah ini:

   ke           =      Rf + ( β x RPm ) – RBDS
                =      7,07% + (0,61 x 6,87% ) – 1,89%
                =      9,35%

   Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih Perseroan untuk tahun
   yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2029 adalah
   sebagai berikut:

   Sebelum Transaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                           31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
   Laba bersih                              4.892.858    5.568.680    6.213.156    6.937.634     7.743.342
   Faktor diskonto                             0,9145       0,8363       0,7648       0,6994        0,6396
   Nilai kini                               4.474.518    4.657.087    4.751.822    4.852.181     4.952.641
   Jumlah nilai kini                       23.688.250




   Setelah Transaksi
                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                     Proyeksi
                       Keterangan
                                           31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
   Laba bersih                              4.895.638    5.571.945    6.216.504    6.941.082     7.746.893
   Faktor diskonto                             0,9145       0,8363       0,7648       0,6994        0,6396
   Nilai kini                               4.477.061    4.659.817    4.754.382    4.854.593     4.954.913
   Jumlah nilai kini                       23.700.766




4. Seiring dengan meningkatnya kinerja sektor jasa keuangan khususnya
   industri perbankan terutama dengan adanya penguatan infrastruktur
   teknologi informasi dan kolaborasi dengan fintech yang mendorong bank
   untuk meningkatkan transaksi secara online, Perseroan memandang perlu
   adanya penerapan pola manajemen strategis dan tata kelola perusahaan
   yang terstruktur antara Perseroan dan OCBC. Mengingat Perseroan
   merupakan perusahaan perbankan yang sudah memiliki pengalaman,
   kemampuan dalam pengelolaan sistem manajemen di bidang perbankan,
   dan merupakan pihak yang dapat bersaing dalam menjalankan kegiatan
   usahanya sebagai perusahaan perbankan, maka Perseroan melaksanakan
   aktivitas Jasa Manajemen bagi OCBC.




                                     65
Page 67
             5. Dalam rangka menciptakan sentralisasi bagi sistem tata kelola perusahaan
                yang baik, Perseroan memandang perlu untuk memberikan keseragaman
                pada sistem manajemen, baik dalam aspek perencanaan, pengelolaan, dan
                evaluasi bagi OCBC sehingga dapat menciptakan sistem yang lebih
                terintegrasi. Dengan demikian, Perseroan dan OCBC telah melakukan
                Transaksi sehingga hal tersebut diharapkan dapat memberikan layanan Jasa
                Manajemen yang berkualitas dan efisien bagi OCBC, dimana dalam hal ini
                dapat disediakan oleh Perseroan yang memiliki pengalaman dan kapabilitas
                sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang industri perbankan.

             6. Perseroan melanjutkan fokus pengembangan TI yang komprehensif,
                kolaboratif, dan berkelanjutan, sehingga dengan dilakukannya Transaksi,
                Perseroan mengharapkan dapat meninjau secara akurat seluruh kegiatan
                pola bisnis yang dilakukan oleh OCBC, dimana hal tersebut diyakini oleh
                Perseroan dapat memberikan prospek positif dan efisiensi di masa yang
                akan datang bagi kinerja keuangan Perseroan dan OCBC sehingga
                Perseroan dengan lebih efisien dalam proses pengambilan keputusan dan
                proses monitoring dalam pengelolaan terhadap aktivitas operasional yang
                dijalankan oleh OCBC.

             7. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat melakukan
                pengelolaan atas Software Engineer yang dimiliki oleh OCBC secara optimal
                sehingga hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas OCBC
                di masa yang akan datang. Dengan demikian, hal tersebut diharapkan dapat
                memperkuat posisi Perseroan sebagai pelaku bisnis industri properti
                sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian
                Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham
                Perseroan di masa yang akan datang.

KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                            66
Page 68
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            67
Page 69
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
   Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           68
Page 70
                                                                                                           Lampiran B

PT Bank OCBC NISP Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan bunga dan syariah                             11.785.148    12.892.952    14.104.889    15.430.749    16.881.239
Pendapatan operasional lainnya                            1.866.344     2.095.720     2.347.207     2.628.871     2.944.336
Beban operasional lainnya                                (6.392.226)   (6.903.949)   (7.456.036)   (8.052.305)   (8.696.268)
Pembentukan penyisihan                                   (1.002.415)     (945.389)   (1.030.474)   (1.112.912)   (1.201.945)
Laba sebelum pajak penghasilan                            6.256.851     7.139.333     7.965.585     8.894.403     9.927.361
Beban pajak penghasilan                                  (1.363.994)   (1.570.653)   (1.752.429)   (1.956.769)   (2.184.020)
Laba bersih                                               4.892.858     5.568.680     6.213.156     6.937.634     7.743.342



PT Bank OCBC NISP Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                      Keterangan                        31/12/25       31/12/26      31/12/27      31/12/28      31/12/29

Pendapatan bunga dan syariah                             11.785.148    12.892.952    14.104.889    15.430.749    16.881.239
Pendapatan operasional lainnya                            1.866.344     2.095.720     2.347.207     2.628.871     2.944.336
Beban operasional lainnya                                (6.388.670)   (6.899.764)   (7.451.745)   (8.047.884)   (8.691.715)
Pembentukan penyisihan                                   (1.002.415)     (945.389)   (1.030.474)   (1.112.912)   (1.201.945)
Laba sebelum pajak penghasilan                            6.260.407     7.143.519     7.969.876     8.898.823     9.931.914
Beban pajak penghasilan                                  (1.364.769)   (1.571.574)   (1.753.373)   (1.957.741)   (2.185.021)
Laba bersih                                               4.895.638     5.571.945     6.216.504     6.941.082     7.746.893




                                                           69
Page 71
                                                                                                           Lampiran C

PT Bank OCBC NISP Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                    Keterangan
                                                         31/12/25        31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba bersih                                               4.892.858       5.568.680    6.213.156    6.937.634     7.743.342
Faktor diskonto                                              0,9145          0,8363       0,7648       0,6994        0,6396
Nilai kini                                                4.474.518       4.657.087    4.751.822    4.852.181     4.952.641
Jumlah nilai kini                                        23.688.250



PT Bank OCBC NISP Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 - 2029

                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                      Proyeksi
                    Keterangan
                                                         31/12/25        31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba bersih                                               4.895.638       5.571.945    6.216.504    6.941.082     7.746.893
Faktor diskonto                                              0,9145          0,8363       0,7648       0,6994        0,6396
Nilai kini                                                4.477.061       4.659.817    4.754.382    4.854.593     4.954.913
Jumlah nilai kini                                        23.700.766




                                                            70
Page 72
                                                                          Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

Pada tanggal 22 Mei 2025, Perseroan dan OCBC telah menandatangani PKPJTI II
sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PKPJTI II adalah
sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PKPJTI II adalah Perseroan dan OCBC.

•   Objek dan Nilai Transaksi

    Objek transaksi berdasarkan PKPJTI adalah transaksi dimana Perseroan memberikan
    Jasa Manajemen kepada OCBC dengan perhitungan biaya yang dibebankan berdasarkan
    alokasi orang per bulan yang telah ditentukan oleh Perseroan dengan markup sebesar
    5,00% dari total biaya tagihan sehingga maksimum nilai transaksi adalah sebesar
    Rp 253,00 miliar yang berlaku efektif sejak 23 Mei 2025.




                                           71

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.95 MB
Published26 May 2025
Pages72
Characters199,119
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 62 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BANK OCBC NISP Tbk p.1 ×23
linked — OCBC Overseas p.3 ×2
linked person Pramukti Surjaudaja p.12 ×4
linked person Helen Wong p.12 ×3
linked person Na Wu p.12 ×2
linked person Jusuf Halim p.12 ×2
linked person Betti S. Alisjahbana p.12 ×2
linked person Nicholas Tan p.12 ×2
linked person Parwati Surjaudaja p.12 ×3
linked person Martin Widjaja p.12 ×3
linked person Johannes Husin p.12 ×3
linked person Andrae Krishnawan W p.12 ×3
linked person The Ka Jit p.12 ×3
linked person Lili S. Budiana p.12 ×3
linked person Joseph Chan Fook Onn p.15
linked org United Overseas Bank p.19 ×2
possible person Prof. Dr. Satrio p.2 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.3 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.9 ×4
possible person Hartadi Agus Sarwono p.12 ×2
possible org Phillip Securities Pte Ltd p.19
possible org OCBC Securities p.19
possible org UOB Kay Hian Private Limited p.19
possible org DBS Bank Limited p.61
unresolved org Menteri Keuangan p.3
unresolved org RJRR p.7 ×2
unresolved org Tanudiredja p.8
unresolved org Rintis & Rekan p.8
unresolved org TWRR p.8 ×4
unresolved org PricewaterhouseCoopers LLP p.8
unresolved org PCL p.8 ×2
unresolved person Fathiah Helmi p.9
unresolved org Bank Indonesia p.9 ×13
unresolved org Bank NISP Tbk p.14 ×2
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.14
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.14
unresolved org Modal Kepemilikan OCBC Overseas Investments Pte. Ltd p.15
unresolved org Singapore Exchange Securities Trading Limited p.18 ×2
unresolved org Saham Kepemilikan Citibank Nominees Singapore Pte Ltd p.19
unresolved — HSBC (Singapore p.19
unresolved org Nominees Pte Ltd p.19
unresolved org DBSN Services Pte. Ltd. p.19
unresolved org Herald Investment Pte Ltd p.19
unresolved org Singapore Investments Pte Ltd p.19
unresolved org Lee Rubber Company Pte Ltd p.19
unresolved org Bank Nominees p.19
unresolved org Pte Ltd p.19
unresolved org Kew Estate Limited p.19
unresolved org OCBC Nominees Singapore Private Limited p.19
unresolved org OCBC Securities Private Limited p.19
unresolved — I.A.1.d. p.19
unresolved org Bank Umum Jul- p.27
unresolved org Laba Usaha Usaha Robert Half International Inc. p.63
unresolved org Kforce Inc. p.63
unresolved org Barrett Business Services Inc. p.63
unresolved org HRnetGroup Limited p.63
unresolved org KOS International Holdings Limited p.63
unresolved org HireQuest Inc. p.63
unresolved org KJPP Kusnanto p.68 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.68
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.68

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 10084 ms 12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'transaksi dimana'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi '
                'dimana',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '253.00'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result