Back to announcement
20250520_IFSH_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31887453_lamp4.pdf
Asset transaction Needs review IFSHSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 59
Page 1
kantor jasa penilai publik
febriman siregar dan rekan
Ijin Kementrian Keuangan RI No. 2.12.0109
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
L APORAN K AJIAN PT IFISHDECO, TBK.
P ERHITUNGAN A TASGedung J ANGKA W AKTU D AN J UMLAH
Sahid Sudirman Center Lt. 42 F
K ONTRIBUSI A TAS K ERJASAMA
Jalan Jend. SudirmanPNo. 86
EMANFAATAN A SET
Karet Tengsin, Tanah Abang
P EMERINTAH P ROVINSI Jakarta G ORONTALO
Pusat G UBERNUR
D ENGAN B ENTUK BGS (B ANGUNAN G UNA S ERAH )
No Laporan : 00456/2.0109-05/BS/02/0069/1/IV/2025
Page 2
Ijin Kementerian Keuangan RI No. 2.12.0109
Bogor, 28 April 2025
No. Laporan : 00456/2.0109-05/BS/02/0069/1/IV/2025
Kepada Yth. :
DIREKSI DAN KOMISARIS
PT IFISHDECO, TBK.
Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 42 F
Jalan Jend. Sudirman No. 86
Karet Tengsin, Tanah Abang
Jakarta Pusat
Perihal : Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Ifishdeco, Tbk.
Dengan hormat,
Sesuai dengan surat kesepakatan kerja nomor 1134A/PNW/PB-BGR-FSR/XII/2024 tertanggal 30 Desember
2024, Kami Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar dan Rekan (“KJPP FSR” atau “Kami”) telah
memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan berdasarkan surat keputusannya No. 459/KM.1/2020 tanggal
17 September 2020 dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan Surat No. S-
838/PM.223/2019 tanggal 31 Juli 2019 dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
(Pendaftaran Ulang) No. STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024 tanggal 31 Juli 2024 sebagai Penilai
Properti/Aset dan Bisnis di Pasar Modal. Mengeluarkan laporan studi kelayakan Penambahan Kegiatan
Usaha PT Ifishdeco, Tbk. (“Perseroan”).
Identifikasi Status Penilai
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
Perseroan. KJPP FSR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini. Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Nama : PT Ifishdeco, Tbk. (“Perseroan”)
Bidang Usaha : Industri Pertambangan Bijih Nikel
Alamat : Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 42 F
Jalan Jend. Sudirman No. 89
Karet Tengsin, Tanah Abang
Jakarta Pusat
Telepon : (021) 5704 988
Website : www.ifishdeco.com
Kantor Cabang Bogor
Jl. Perumahan Bogor Baru Blok D-I No.19
RT.007, RW.001, Kel. Tegallega
Kec. Bogor Tengah, Kota Bogor
Jawa Barat 16129
Telp. : 0251-8397671
Email : fsr.bogor@fsr.co.id
Website : www.fsr.co.id
Cabang : Pekanbaru (P) ; Medan (PS) ; Surabaya (B) ; Sidoarjo (P) ; Bandar Lampung (PS) ;
Bogor (PB) ; Makassar (PS) ; Tangerang Selatan (P)
Page 3
Identifikasi Obyek
Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah Jasa Studi
Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan KBLI yaitu Perkebunan Kelapa.
Jenis Mata Uang Yang Digunakan
Dalam studi kelayakan ini, mata uang yang digunakan adalah Rupiah sesuai dengan mata uang fungsional
yang tercantum dalam laporan keuangan.
Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan dari laporan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas penambahan kegiatan usaha berupa penambahan KBLI yang ditinjau dari berbagai aspek,
yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek keuangan. Adapun
KBLI yang akan ditambahkan adalah KBLI : 01261 - Perkebunan Kelapa.
Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Peraturan tersebut mensyaratkan adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang
disusun oleh Penilai.
Tingkat Kedalaman Investigasi
Inspeksi
Inspeksi telah dilakukan terhadap Perseroan, sesuai dengan penugasan yang diberikan. Dalam
melakukan inspeksi kami tidak mengalami keterbatasan untuk mengamati kegiatan operasional
Perseroan.
Penelaahan
Dari hasil inspeksi dan data/informasi yang diterima maka setelah dilakukan penelaahan, kami tidak
menemui data atau informasi yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi kepada pihak manajemen
Perseroan atau pihak terkait lainnya.
Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
Informasi yang relevan yang digunakan dalam proses penilaian, seperti data yang dipublikasikan, data riset
atau data yang diperoleh dari Pemerintah (antara lain data dari website data beta industri, data dari website
Damodaran berupa data Equity Risk Premium dan Rating-based Default Spread, data dari Bank Indonesia
berupa data ekonomi makro, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan dari asosiasi terkait berupa data
pasar serta data publikasi terkait lainnya) digunakan tanpa verifikasi dan disetujui oleh Pemberi Tugas.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Ifishdeco, Tbk ii
Page 4
Asumsi dan Kondisi Pembatas
Studi Kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
1. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses studi
kelayakan penambahan kegiatan usaha.
3. Dalam menyusun laporan ini, KJPP FSR mengandalkan data dan informasi yang diperoleh berasal
dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran proyeksi
keuangan yang dibuat oleh Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
5. KJPP FSR bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan.
6. Pemberi Tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan studi
kelayakan penambahan kegiatan usaha telah diungkapkan seluruhnya kepada KJPP FSR dan tidak
ada pengurangan atas fakta-fakta yang penting.
7. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
8. KJPP FSR bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Akhir.
9. Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan pemenuhan
POJK dan tidak untuk kepentingan lainnya.
10. Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi perekonomian , industri dan keuangan, serta regulasi
pemerintah terkait dengan penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan pada tanggal pendapat
ini diterbitkan.
11. KJPP FSR tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga selain Pemberi Tugas selama tidak
menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.
12. KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari Pemberi Tugas.
Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Utama
Dalam melakukan studi kelayakan ini, KJPP FSR telah sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK)
No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan
Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Analisa Kelayakan Pasar
Berdasarkan data Horizon Grand View Research, pasar produk kelapa global mengalami pertumbuhan yang
pesat dari 2017 hingga 2030 dengan nilai pasar diproyeksikan melebihi 40 miliar dolar AS pada 2030 atau
hampir tiga kali lipat dari 2017 dengan Indonesia menyumbang sekitar 30% dari produksi global.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan produk sehat seperti air kelapa, santan, briket,
minyak kelapa dan gula kelapa, serta penggunaan dalam industri pangan, kosmetik dan farmasi bahkan
energi. Sehingga, dengan memperhatikan potensi pasar dan kondisi perekonomian yang sedang tumbuh,
maka rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara pasar layak untuk dilaksanakan.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Ifishdeco, Tbk iii
Page 5
Analisa Kelayakan Teknis
Lokasi budidaya kelapa berada di HGU Perseroan yang terletak di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten
Konawe Selatan,, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan luas total 1.504,26 hektar. Untuk setiap awal, 50
meter dialokasikan sebagai pilot project guna menguji produktivitas dan efektifitas varietes kelapa unggulan
dalam produksi santan dan produk turunan kelapa lainnya. Pengembangan lebih lanjut akan dilakukan
dengan perluasan lahan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan hasil evaluasi produksi.
Strategi pemasaran pada produk yang dihasilkan, yaitu menggunakan bibit unggul, menerapkan budidaya
berkelanjutan dengan pupuk organik dan irigasi modern, serta memperoleh sertifikasi organik untuk
meningkatkan nilai jual dan daya saing. Dari sisi harga, Perseroan melakukan penetapan harga fleksibel
berbasis kualitas dan volume, menawarkan kontrak harga jangka panjang dengan pabrik pengolahan, serta
mengoptimalkan rantai pasok dan distribusi untuk pasar domestik dan ekspor.
Dalam melakukan promosi, Perseroan membangun brand sebagai produsen premium, memanfaatkan B2B
(business to business) marketplace dan pameran dagang, serta menjalin kemitraan strategis dengan industri
pengolahan, koperasi petani dan ekspor global. Perseroan juga membangun kemitraan dengan
pemberdayaan petani dan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas, memberdayakan komunitas, lokal
melalui insentif dan pembinaan, serta memahami kebutuhan pelanggan industri guna memastikan pasokan
bahan baku berkualitas sesuai permintaan pasar. Melihat adanya rencana melakukan pilot project guna
menguji produktivitas dan efektivitas varietes kelapa unggulan dan perluasan secara bertahap sesuai
dengan evaluasi produksi serta strategi pemasaran yang diterapkan oleh Perseroan, maka rencana
Penambahan Kegiatan Usaha secara teknis layak untuk dilaksanakan.
Analisa Kelayakan Pola Bisnis dan Model Manajemen
Perseroan berkomitmen terhadap pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu,
Perseroan secara berkala memberikan progrma pelatihan, peraturan dan prosedur keselamatan kerja yang
disusun untuk melindungi dan menjamin keselamatan setiap tenaga kerja. Struktur organisasi Perseroan
saat ini telah mendukung operasional kerja Perseroan dalam rencana Penambahan Kegiatan Usaha,
sehingga rencana Penambahan Kegiatan Usaha secara manajemen layak untuk dilaksanakan.
Analisa Kelayakan Aspek Keuangan
1. Biaya modal untuk hutang diasumsikan setara dengan tingkat bunga pinjaman dalam mata uang
Rupiah. Tingkat bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah untuk kredit investasi adalah sebesar 9,00%.
2. Analisis Kelayakan Proyek adalah sebagai berikut:
Net Present Value yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar Rp.
172.292.503.536,-.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Ifishdeco, Tbk iv
Page 6
Internal Rate of Return yang diperoleh sebesar 19,97% lebih besar dari discount factor yang
digunakan.
Profitability Index yang diperoleh adalah sebesar 2,307 yang berarti lebih besar dari 1.
Payback Period selama 9 tahun 1 bulan.
Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi keuangan dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan kegiatan usaha
tersebut diatas dapat memberikan kontribusi yang positif dan layak.
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK
FEBRIMAN SIREGAR DAN REKAN
Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Properti dan Bisnis (PB)
Ijin Penilai Publik No. PB-1.08.00069
MAPPI No. 92-S-00252
STTD No. PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Ifishdeco, Tbk v
Page 7
PERNYATAAN PENYUSUN Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai, yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa : 1. Kami telah mematuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah. 2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, sebatas pengetahuan kami adalah benar dan akurat. 3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai dengan asumsi- asumsi dan syarat-syarat pembatas serta kondisi yang dilaporkan. 4. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup penilaian meliputi : identifikasi masalah, inspeksi lapangan, pengumpulan data & wawancara, analisis data, estimasi nilai menggunakan pendekatan penilaian dan penulisan laporan. 5. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti dan/atau jenis industri yang dinilai. 6. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap obyek yang dinilai dan imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang dilaporkan. 7. Laporan ini disusun mengacu pada Standar Penilaian Indonesia (SPI EDISI VII-2018) dan telah memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI). 8. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas. 9. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian. Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini. Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Ifishdeco, Tbk vi
Page 8
NAMA KUALIFIKASI TANDA TANGAN Penangggung Jawab Proyek : Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.) Penilai Bisnis Bersertifikat .............................. Rekan No. Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00069 No. STTD Pasar Modal : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024 No. MAPPI : 92-S-00252 Klasifikasi Bidang Jasa : Penilai Bisnis Dan Properti Register : RMK-2017.00069 Reviuer : Didiek Agus Priatmiko, S.Komp. Penilai Bisnis .............................. MAPPI No. : 11-T-03266 Register No. : RMK-2017.00838 Penilai : Yaumil Husna Khair, S.Si., M.M Penilai Bisnis .............................. MAPPI No. : 11-P-03266 Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Ifishdeco, Tbk vii
Page 9
PENDAHULUAN 1
1.1 LATAR BELAKANG
PT Ifishdeco, Tbk. yang selanjutnya disebut “Perseroan” adalah perusahaan yang bergerak
dalam bidang industri pertambangan nikel yang berdomisili di Gedung Sahid Sudirman
Center Lt. 42 F, Jalan Jend. Sudirman Kav. 86, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat
dan lokasi pertambangan yang terletak Desa Ngapaaha, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten
Kendari, Sulawesi Tenggara.
Perseroan bermaksud untuk melakukan penambahan kegiatan usaha berupa penambahan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) berupa Perkebunan Kelapa yang
terletak di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi tenggara
dengan luas 1.504,26 hektar ditinjau dari berbagai aspek, yaitu aspek pasar, aspek teknis,
aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek keuangan. Penambahan kegiatan
usaha ini selanjutnya dalam laporan ini disebut dengan “Proyek”.
Sehubungan dengan rencana tersebut diatas, untuk mengetahui kelayakan atas Proyek
tersebut, maka Perseroan membutuhkan studi kelayakan untuk memenuhi Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Untuk mengetahui kelayakan atas
usaha Perseroan tersebut, maka Perseroan memerlukan Kajian dari Pihak Independen
untuk melakukan analisa dan kajian serta menyusun Laporan Studi Kelayakan. Selanjutnya
manajemen Perseroan menunjuk KJPP FSR sebagai pihak independen dalam penyusunan
laporan studi kelayakan tersebut.
1.2 STATUS PENILAI
Penilai adalah partner dari KJPP Febriman Siregar dan Rekan (“KJPP FSR”) dengan
kualifikasi sebagai berikut:
Nama : Ir. Yohn PS. Napitupulu, Msc., MAPPI (Cert.)
Anggota MAPPI : 92-S-00252
No. Izin Penilai Publik : PB-1.08.00069
No. Izin Bapepam-LK : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
No. Register : RMK-2017.00069
Klasifikasi bidang jasa : Penilai Bisnis dan Properti
KJPP FSR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan
Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk melakukan studi kelayakan ini.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
1-1
Page 10
Dalam mempersiapkan laporan ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Kajian ataupun
pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Kajian. KJPP FSR juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan studi kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. lmbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
dihasilkan.
1.3 IDENTITAS PEMBERI TUGAS DAN PENGGUNA
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam hal ini adalah:
Nama : PT Ifishdeco, Tbk. (“Perseroan”)
Bidang Usaha : Industri Pertambangan Bijih Nikel
Alamat : Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 42 F
Jalan. Jend Sudirman No. 86
Karet Tengsin, Tanah Abang
Jakarta Pusat
Telepon : (021) 5704 988
Email : corporate@ifishdeco.com
Website : www.ifishdeco.com
1.4 DASAR PENUGASAN
Berdasarkan Surat Penawaran yang telah disepakati bersama antara KJPP Febriman
Siregar dan Rekan dengan PT Ifishdeco, Tbk. Nomor : 1134A/PNW/PB-BGR-FSR/XII/2024
tertanggal 30 Desember 2024 perihal Jasa Konsultan Pekerjaan Studi Kelayakan.
1.5 MAKSUD DAN TUJUAN PENUGASAN
Maksud dan tujuan laporan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat
mengenai kelayakan atas penambahan kegiatan usaha berupa penambahan KBLI yang
ditinjau dari berbagai aspek, yaitu aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen dan aspek keuangan. Adapun KBLI yang akan ditambahkan adalah
KBLI : 01261 - Perkebunan Kelapa.
Laporan ini disusun dalam rangka memenuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (POJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Peraturan tersebut mensyaratkan
adanya laporan studi kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh penilai.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
1-2
Page 11
1.6 OBJEK STUDI KELAYAKAN
Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berupa penambahan KBLI
yaitu Perkebunan Kelapa.
1.7 TANGGAL PENILAIAN (CUT OFF DATE)
Tanggal efektif laporan studi kelayakan ini adalah per 31 Desember 2024 dengan
menggunakan parameter dan laporan keuangan dalam analisis didasarkan pada data per 31
Desember 2024 dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan kepentingan dan
tujuan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha berupa penambahan KBLI.
1.8 JENIS MATA UANG YANG DIGUNAKAN
Dalam studi kelayakan ini, mata uang yang diigunakan adalah Rupiah sesuai dengan mata
uang fungsional yang tercantum dalam laporan keuangan.
1.9 METODOLOGI
Metodologi yang digunakan untuk penyusunan studi kelayakan ini adalah sebagai berikut:
1. Metode Pengumpulan Data dan Kajian Kepustakaan
Data yang diperoleh dari Perseroan dan berbagai macam data pendukung lainnya yang
terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha.
2. Survey Lapangan
Survey lapangan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh data yang dapat
dipertanggung jawabkan dengan tujuan antara lain:
- Mengetahui rencana proyek
- Mengetahui aksesibiltas dan daya dukung sarana dan prasarana yang sudah ada di
lokasi proyek.
- Mengetahui lebih lanjut potensi pasar yang ada dan selain yang sudah ada.
3. Metode Analisis
Metode analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Kelayakan Pasar
b. Kelayakan Teknis
c. Kelayakan Pola Bisnis
d. Kelayakan Model Manajemen
e. Kelayakan Keuangan
4. Memberikan kesimpulan hasil studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.
1.10 ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Studi kelayakan ini dibatasi oleh asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
1-3
Page 12
1. Laporan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha ini bersifat non-disclaimer
opinion.
2. KJPP FSR telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses studi kelayakan penambahan kegiatan usaha.
3. Dalam menyusun laporan ini, KJPP FSR mengandalkan data dan informasi yang
diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
4. Proyeksi keuangan yang digunakan telah disesuaikan dan mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
5. KJPP FSR bertanggung jawab atas pelaksanaan Studi Kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
6. Pemberi Tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penugasan studi kelayakan penambahan kegiatan usaha telah diungkapkan
seluruhnya kepada KJPP FSR dan tidak ada pengurangan atas fakta-fakta yang
penting.
7. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
8. KJPP FSR bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan Kesimpulan Akhir.
9. Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan POJK dan tidak untuk kepentingan lainnya.
10. Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi perekonomian , industri dan keuangan,
serta regulasi pemerintah terkait dengan penambahan kegiatan usaha yang akan
dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
11. KJPP FSR tidak memiliki tanggung jawab kepada pihak ketiga selain Pemberi Tugas
selama tidak menyimpang dari peraturan dan hukum yang berlaku.
12. KJPP FSR telah memperoleh informasi atas status hukum Obyek Studi Kelayakan dari
Pemberi Tugas.
1.11 SUMBER DATA
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan, kami menggunakan data dan informasi
dari manajemen Perseroan dan dari publikasi sebagai berikut:
1. Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun
yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini
wajar dalam semua hal yang material, No. Laporan : 00037/3.0355/AU.1/02/0337-
1/1/III/2022 tanggal 11 Maret 2022, Akuntan Publik Arief Setyadi, CPA.
2. Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun
yang berakhir 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini
wajar dalam semua hal yang material, No. Laporan : 00023/3.0355/AU.1/02/1188-
1/1/III/2023 tanggal 15 Maret 2023, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
1-4
Page 13
3. Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun
yang berakhir 31 Desember 2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini
wajar dalam semua hal yang material, No. Laporan : 00011/3.0355/AU.1/02/1188-
2/1/II/2024 tanggal 26 Februari 2024, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.
4. Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun
yang berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini
wajar dalam semua hal yang material, No. Laporan : 00015/3.0355/AU.1/02/1188-
3/1/II/2025 tanggal 24 Februari 2025, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.
5. Company Profile Perseroan.
6. Rencana Bisnis Budidaya Kelapa milik Perseroan Tahun 2025.
7. Wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu dengan Bapak Agus Sugiarto
sebagai Manajer Perkebunan.
8. Berbagai sumber informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi, kondisi pasar dan
lainnya, baik berdasarkan media cetak, elektronik dan hasil analisis lain dari pihak
independen yang kami anggap relevan.
1.12 INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan laporan studi kelayakan ini kami telah bertindak secara independen,
tidak ada benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat
rencana Perubahan Kegiatan Usaha Utama ini. Kami juga tidak mempunyai kepentingan
atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Laporan studi kelayakan ini juga
tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang dihasilkan.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
1-5
Page 14
GAMBARAN UMUM PERSEROAN 2
2.1 RIWAYAT SINGKAT PERSEROAN
Perseroan didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman Modal Dalam Negeri
(PMDN) No. 6 Tahun 1968 juncto Undang-Undang No. 12 Tahun 1970 berdasarkan Akta
Notaris No. 41 tanggal 9 Juni 1971 yang dibuat di hadapan Abdul Latief, S.H., Notaris di
Jakarta. Akta pendirian ini telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik
Indonesia dengan Surat Keputusan No. J.A.5/110/7 tanggal 29 Juni 1971.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 142 tanggal 18 Juli 2024 yang dibuat di hadapan Christina
Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai persetujuan perubahan
susunan pengurus Perseroan yaitu perubahan susunan Direksi. Perubahan ini telah dicatat
dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
suratnya AHU-AH.01.09-0230201 tanggal 23 Juli 2024.
Perseroan berdomisilii di Gedung Sahid Sudirman Center Lt. 42 F, Jalan Jend. Sudirman
Kav. 86, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat dan lokasi pertambangan yang terletak
di Desa Ngapaaha, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Kendari, Sulawesi Tenggara.
Entitas induk Perseroan adalah PT Fajar Mining Resources dan Perseroan beroperasi
secara komersial pada tahun 2012 dalam industri pertambangan nikel.
2.2 LINGKUP USAHA PERSEROAN
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perseroan adalah
berusaha dalam bidang pertambangan bijih nikel. Untuk mencapai maksud dan tujuan,
Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Kegiatan Usaha Utama
Menjalankan usaha dibidang pertambangan bijih nikel, yang mencakup usaha
penambangan dan pengolahan bijih nikel, termasuk juga usaha pemanfaatannya yang
tidak dapat dipisahkan secara administratif dari usaha pertambangan bijih nikel.
b. Kegiatan Usaha Penunjang
Menjalankan usaha lain yang berkaitan dan mendukung kegiatan usaha utama
Perseroan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
2-1
Page 15
2.3 SUSUNAN PEMEGANG SAHAM
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024 dan 2023 oleh KAP Paul
Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan, susunan pemegang saham
Perseroan adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1. Susunan Pemegang Saham Perseroan
Jumlah Nilai Saham
Nama Pemegang Saham Komposisi (%)
Saham @ Rp 100,-
PT Fajar Mining Resources 867.000.000 86.700.000.000 45,08
PT Wahana Trilintas Mining 833.000.000 83.300.000.000 43,32
Oei Harry Fong Jaya 3.000.000 300.000.000 0,16
Oei Michele Mallorie Sunogo 2.010.000 201.000.000 0,10
Lina Suti 2.000.000 200.000.000 0,10
Ryan Fong Jaya 1.500.000 150.000.000 0,08
Muhammad Ishaq 300.000 30.000.000 0,02
Agus Prasetyono 300.000 30.000.000 0,02
Leman Suti 200.000 20.000.000 0,01
Stella Sutrisno 100.000 10.000.000 0,00
Masyarakat (masing-masing < 5%) 213.679.200 21.367.920.000 11,11
Jumlah 1.923.089.200 192.308.920.000 100,00
Saham Treasuri 201.910.800 20.191.080.000
Jumlah 2.125.000.000 212.500.000.000 100,00
Sumber: Laporan Keuangan Audit Per 31 Desember 2024 dan 2023
2.4 SUSUNAN PENGURUS PERSEROAN
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2024 dan 2023 oleh KAP Paul
Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan, susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Lina Suti
Komisaris : Ryan Fong Jaya
Komisaris : Oei Michele Mallorie Sunogo
Komisaris : Stella Sutrisno
Komisaris Independen : Hongisisilia
Komisaris Independen : Akhmad Syakhroza
Dewan Direksi
Presiden Direktur : Oei Harry Fong Jaya
Direktur : Leman Suti
Direktur : Muhammad Ishaq
Direktur : Iwan Luison
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
2-2
Page 16
Direktur : Agus Prasetyono
Komite Audit
Ketua : Hongisisilia
Anggota : Maria Tri Wulandari
Anggota : Herianto Jaya
2.5 STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi Perseroan adalah sebagai berikut:
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Perseroan
Sumber: Annual Report 2024
2.6 LEGALITAS USAHA PERSEROAN
Legalitas usaha Perseroan yang dimiliki sampai dengan penyusunan laporan studi
kelayakan ini antara lain:
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
2-3
Page 17
1) Akta Pendirian No. 41 tanggal 9 Juni 1971 oleh Notaris Abdul Latief, S.H.
2) Surat Keputusan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. J.A.5/110/7 tanggal 29
Juni 1971.
3) Akta Perubahan Terakhir No. 142 tanggal 18 Juli 2024 oleh Christina Dwi Utami, S.H.,
M.Hum., M.Kn., tentang persetujuan perubahan susunan pengurus Perseroan yaitu
perubahan susunan Direksi.
4) Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
AH.01.09-0230201 tanggal 23 Juli 2024.
5) Perizinan Usaha Berbasis Risiko Nomor Induk Berusaha No. 8120214190683 tanggal
24 Agustus 2022.
6) Nomor Pokok Wajib Pajak No. 01.306.430.8-022.000.
2.7 KINERJA KEUANGAN PERSEROAN
Analisa kinerja keuangan Perseroan merujuk pada laporan keuangan audited sebagai
berikut:
Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2021 dan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
semua hal yang material, No. Laporan : 00037/3.0355/AU.1/02/0337-1/1/III/2022
tanggal 11 Maret 2022, Akuntan Publik Arief Setyadi, CPA.
Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2022 dan 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
semua hal yang material, No. Laporan : 00023/3.0355/AU.1/02/1188-1/1/III/2023
tanggal 15 Maret 2023, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.
Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2023 dan 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
semua hal yang material, No. Laporan : 00011/3.0355/AU.1/02/1188-2/1/II/2024 tanggal
26 Februari 2024, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.
Laporan keuangan konsolidasian PT Ifishdeco, Tbk dan Entitas Anak untuk tahun yang
berakhir 31 Desember 2024 dan 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan & Rekan dengan opini wajar dalam
semua hal yang material, No. Laporan : 00015/3.0355/AU.1/02/1188-3/1/II/2025 tanggal
24 Februari 2025, Akuntan Publik Adi Santoso, CPA.
Berikut gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan berdasarkan Laporan Posisi
Keuangan untuk setiap tanggal yang berakhir 31 Desember 2020 sampai dengan 31
Desember 2024.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
2-4
Page 18
Tabel 2.2. Historikal Keuangan Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar 700.685 557.958 506.008 478.938 362.284
Aset Tidak Lancar 433.842 451.793 585.193 593.545 645.686
Total Aset 1.134.528 1.009.751 1.091.201 1.072.483 1.007.971
Liabilitas Lancar 523.669 281.951 251.665 259.330 132.668
Liabilitas Tidak Lancar 67.874 51.335 61.538 27.268 37.266
Total Liabilitas 591.543 333.286 313.203 286.598 169.934
Ekuitas 542.984 676.465 777.998 785.885 838.036
Total Liabilitas & Ekuitas 1.134.528 1.009.751 1.091.201 1.072.483 1.007.971
Penjualan Neto 396.573 906.259 939.031 1.433.217 972.709
Beban Pokok Pendapatan 196.239 470.547 380.123 745.206 491.452
Laba (Rugi) Kotor 200.334 435.712 558.908 688.010 481.257
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 43.709 204.988 243.411 294.431 143.447
Laba (Rugi) Bersih 23.481 159.076 197.694 220.358 100.113
Sumber: Laporan Keuangan Audit Tahun 2020-2024
Tabel 2.3. Pertumbuhan Kinerja Keuangan Perseroan (%)
Keterangan 2020 2021 2022 2023 2024
Aset Lancar - -20,37 -9,31 -5,35 -24,36
Aset Tidak Lancar - 4,14 29,53 1,43 8,78
Total Aset - -11,00 8,07 -1,72 -6,02
Liabilitas Lancar - -46,16 -10,74 3,05 -48,84
Liabilitas Tidak Lancar - -24,37 19,88 -55,69 36,67
Total Liabilitas - -43,66 -6,03 -8,49 -40,71
Ekuitas - 24,58 15,01 1,01 6,64
Total Liabilitas & Ekuitas - -11,00 8,07 -1,72 -6,02
Penjualan - 128,52 3,62 52,63 -32,13
Beban Pokok Penjualan - 139,78 -19,22 96,04 -34,05
Laba (Rugi) Kotor - 117,49 28,27 23,10 -30,05
Laba (Rugi) Sebelum Pajak - 368,98 18,74 20,96 -51,28
Laba (Rugi) Bersih - 577,47 24,28 11,46 -99,95
Total Aset dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami penurunan
dengan rata-rata sebesar 2,67% pertahun. Penurunan terjadi pada aset lancar dengan
rata-rata sebesar 14,85% pertahun Per 31 Desember 2024 total aset tercatat sebesar
Rp1,0 triliun.
Total Liabilitas dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami penurunan
dengan rata-rata sebesar 24,72% pertahun. Per 31 Desember 2024 total liabilitas
tercatat sebesar Rp169,9 miliar.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
2-5
Page 19
Total Ekuitas dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami peningkatan
dengan rata-rata sebesar 11,81% pertahun. Per 31 Desember 2024 total ekuitas
tercatat sebesar Rp838,0 miliar.
Penjualan dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami peningkatan
dengan rata-rata sebesar 38,16% pertahun. Per 31 Desember 2024 pendapatan
tercatat sebesar Rp972,7 miliar.
Laba (Rugi) Kotor dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami
peningkatan dengan rata-rata sebesar 34,70% pertahun. Per 31 Desember 2024 laba
kotor tercatat sebesar Rp481,2 miliar.
Laba (Rugi) Sebelum Pajak dalam 5 periode laporan keuangan (2020-2024) mengalami
peningkatan dengan rata-rata sebesar 89,35% pertahun. Per 31 Desember 2024 laba
sebelum pajak tercatat sebesar Rp143,4 miliar.
Laba (Rugi) Bersih dalam 5 periode laporan keuangan (2019-2023) mengalami
peningkatan dengan rata-rata sebesar 128,31% pertahun. Per 31 Desember 2024 laba
bersih tercatat sebesar Rp100,1 miliar.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
2-6
Page 20
ANALISA MAKRO EKONOMI & PASAR 3
3.1 ANALISA MAKRO EKONOMI
3.1.1 Pertumbuhan Ekonomi Global
Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV-2024, perekonomian
Amerika Serikat tumbuh lebih kuat dari perkiraan didukung oleh stimulus fiskal yang
meningkatkan permintaan domestik dan kenaikan investasi di bidang teknologi yang
mendorong peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi Eropa, Tiongkok dan Jepang
masih lemah dipengaruhi oleh menurunnya keyakinan konsumen dan tertahannya
produktivitas, sementara ekonomi India masih tertahan akibat sektor manufaktur yang
terbatas. Sejalan dengan itu, prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diperkirakan lebih
tinggi dari proyeksi sebelumnya menjadi 3,2%. Di sisi lain, arah kebijakan pemerintah dan
bank sentral AS berpengaruh pada ketidakpastian pasar keuangan global.
Kuatnya ekonomi AS serta dampak kebijakan tarif menahan proses disinflasi di AS dan
berdampak pada menguatnya ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang lebih
terbatas. Kebijakan fiskal AS yang lebih ekspansif mendorong yield US Treasury tetap tinggi,
baik pada tenor jangka pendek maupun jangka panjang. Bersamaan dengan ketegangan
geopolitik yang meningkat, perkembangan tersebut menyebabkan makin besarnya
preferensi investor global untuk memindahkan portofolionya ke AS. Indeks mata uang dolar
AS naik tinggi makin menambah tekanan pelemahan berbagai mata uang dunia. Berbagai
perkembangan global ini memerlukan penguatan respons kebijakan dalam memitigasi
dampak rambatan global untuk tetap terjaga.
3.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berdasarkan Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV-2024, pertumbuhan
ekonomi Indonesia Triwulan IV-2024 sedikit dibawah perkiraan dipengaruhi oleh lebih
rendahnya permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi. Secara keseluruhan,
pertumbuhan ekonomi 2024 diperkirakan sedikit dibawah titik tengah kisaran 4,7-5,5%. Pada
2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan juga cenderung lebih rendah dari perkiraan
sebelumnya. Ekspor diperkirakan lebih rendah sehubungan dengan melambatnya
permintaan negara-negara mitra dagang utama, kecuali AS.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
3-1
Page 21
Konsumsi rumah tangga juga masih lemah, khususnya golongan menengah kebawah
sehubungan dengan belum kuatnya ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan
kerja. Pada saat yang sama, dorongan investasi swasta juga belum kuat karena masih lebih
besarnya kapasitas produksi dalam memenuhi permintaan, baik domestik maupun ekspor.
Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 mencapai kisaran
4,7-5,5%, sedikit lebih rendah dari kisaran perkiraan sebelumnya 4,8-5,6%. Dalam kaitan ini,
Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas
dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan
melalui optimalisasi stimulus kebijakan makro-prudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi
pembayaran yang ditempuh Bank Indonesia dengan kebijakan stimulus fiskal pemerintah.
Lebih dari itu, Bank Indonesia mendukung penuh implementasi program-program
pemerintah dalam Asta Cita, termasuk untuk ketahanan pangan, pembiayaan ekonomi,
serta akselerasi ekonomi dan keuangan digital.
3.1.3 Neraca Pembayaran Indonesia
Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember 2024 yang tercatat 2,2 miliar dolar
AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama Indonesia yang kuat, seperti bahan
bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja. Perkembangan ini
mendukung transaksi berjalan 2024 tetap sehat dan diperkirakan dalam kisaran defisit
rendah 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Sementara itu, tingginya ketidakpastian pasar
keuangan global menurunkan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik
dengan SBN dan SRBI masing-masing hanya mencatat inflows 19 juta dolar AS dan 288
juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga 13 Januari 2025).
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2024 tercatat tinggi sebesar 155,7
milair dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan
pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada diatas standar kecukupan
internasional sekitar 3 bulan impor. Kedepan, NPI pada 2025 diperkirakan tetap sehat
seiring dengan surplus transaksi modal dan finansial yang berlanjut dan defisit transaksi
berjalan yang terjaga dalam kisaran defisit 0,5% sampai dengan 1,3% dari PDB.
Surplus neraca transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran masuk modal asing
sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik yang
lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
3.1.4 Tingkat Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2024 terjaga dalam kisaran sasarannya 2,5±1%,
sejalan dengan inflasi IHK Desember 2024 yang tercatat 1,57% (yoy). Perkembangan ini
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
3-2
Page 22
dipengaruhi oleh inflasi inti yang terkendali pada level 2,26% (yoy) sejalan dengan
konsistensi suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI-Rate) untuk mengarahkan ekspektasi
inflasi sesuai dengan sasarannya. Sementara itu, kelompok volatile food mencatat inflasi
0,12% (yoy) didukung oleh peningkatan pasokan pangan seiring berlanjutnya musim panen,
serta eratnya sinergi pengendslian inflasi TPIP/TPID melalui GNPIP.
Secara spasial, inflasi IHK di berbagai daerah juga terkendali dalam kisaran sasaran inflasi
nasional. Kedepan, Bank Indonesia meyakini inflasi IHK tetap terkendali dalam sasarannya.
Inflasi inti diperkirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran,
kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespon permintaan domestik,
imported inflation yang terkendali sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah
Bank Indonesia, serta dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi volatile food
diperkirakan terkendali didukung oleh sinergi pengendalian inflasi Bank Indonesia dan
pemerintah pusat dan daerah. Bank Indonesia terus berkomitmen memperkuat efektivitas
kebijakan moneter guna menjaga inflasi tahun 2025 dan 2026 terkendali dalam sasaran
2,5±1%, dengan tetap mendukung upaya turut mendorong pertumbuhan ekonomi.
3.1.5 Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada Januari 2025 (hingga 14 Januari 2025) hanya
melemah sebesar 1,00% (ptp) dari level nilai tukar akhir 2024. Perkembangan nilai tukar
Rupiah terhadap dolar AS juga relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional
lainnya, seperti rupee India, peso Filipina dan baht Thailand yang masing-masing melemah
sebesar 1,20%, 1,33% dan 1,92%. Sebaliknya, nilai tukar Rupiah tercatat menguat terhadap
mata uang kelompok negara maju diluar dolar AS dan stabil terhadap mata uang kelompok
negara berkembang.
Perkembangan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta didukung
oleh aliran masuk modal asing yang masih berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan
domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang tetap baik. Kedepan, nilai
tukar Rupiah diperkirakan stabil didukung komitmen Bank Indonesia menjaga stabilitas nilai
tukar Rupiah, imbal hasil yang menarik, inflasi yang rendah dan prospek pertumbuhan
ekonomi Indonesia yang tetap baik.
Seluruh instrumen moneter akan terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi
moneter pro-market melalui optimalisasi instrumen SRBI, SVBI dan SUVBI, untuk
memperkuat efektivitas kebijakan dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan
mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
3-3
Page 23
3.2 TINJAUAN INDUSTRI PERTAMBANGAN
Sektor pertambangan di Indonesia memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian
nasional. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia menjadi salah
satu produsen dan eksportir utama batubara dan mineral di dunia. Batubara, yang
merupakan salah satu sumber energi utama, tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik
tetapi juga menjadi komoditas ekspor unggulan, memberikan kontribusi signifikan terhadap
pendapatan negara. Di sisi lain, mineral seperti nikel, tembaga, bauksit, dan timah semakin
mendapatkan perhatian global karena perannya yang vital dalam mendukung
perkembangan teknologi canggih, seperti baterai kendaraan listrik (EV) dan energi
terbarukan. Dalam perekonomian nasional, sektor ini menjadi sumber devisa utama,
menyerap tenaga kerja, serta mendukung pembangunan infrastruktur melalui pajak dan
royalti. Selain itu, sektor ini juga menjadi tulang punggung bagi daerah penghasil tambang,
mendorong pembangunan ekonomi lokal.
Pemerintah Indonesia terus memperkuat sektor pertambangan melalui berbagai kebijakan
strategis. Salah satu fokus utama adalah program hilirisasi mineral, yang bertujuan
meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri. Kebijakan ini diwujudkan
melalui kewajiban pengolahan dan pemurnian mineral sebelum diekspor. Sebagai contoh,
larangan ekspor bijih nikel mentah yang mulai berlaku pada 2020 terus mendorong investasi
dalam pembangunan smelter, dengan lebih dari 20 smelter baru diproyeksikan selesai pada
akhir 2024.
Selain itu, Undang-Undang Cipta Kerja memberikan dampak besar terhadap sektor ini. UU
tersebut menyederhanakan perizinan, mempermudah investasi, dan memberikan kepastian
hukum bagi pelaku usaha tambang. Namun, tantangan tetap ada, seperti penerapan aturan
yang konsisten di lapangan dan pengawasan terhadap dampak lingkungan dari kegiatan
pertambangan.
Kebijakan lain yang mendukung adalah insentif pajak untuk investasi di sektor hilirisasi dan
pengembangan teknologi pertambangan berkelanjutan. Pemerintah juga memperkenalkan
langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi, seperti penerapan sistem pelaporan
daring untuk royalti dan pajak perusahaan tambang, yang membantu mendorong
akuntabilitas di sektor ini.
3.3 TINJAUAN INDUSTRI NIKEL
Industri nikel global pada tahun 2024 menghadapi kondisi surplus pasokan 263 kiloton (kt).
Pada tahun 2024, produksi nikel global mencapai 4,3 juta ton, meningkat dari 2,4 juta ton
pada tahun 2019. Peningkatan ini terutama didorong oleh produksi nikel pig iron (NPI) di
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
3-4
Page 24
Indonesia, serta peningkatan produksi dari pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) yang
menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dan konversi NPI menjadi nikel matte.
Di sisi permintaan, meskipun ada peningkatan dalam penjualan kendaraan listrik,
permintaan nikel untuk baterai kendaraan listrik lebih rendah dari yang diharapkan. Hal ini
sebagian disebabkan oleh peralihan produsen mobil listrik di China ke baterai lithium-iron-
phosphate (LFP) yang tidak memerlukan nikel. Sementara itu sektor-sektor lain yang
membutuhkan nikel, seperti produksi baja tahan karat dan teknologi energi bersih, tidak
sanggup untuk menyeimbangkan penurunan kebutuhan di segmen baterai.
Penurunan permintaan juga disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang lambat, meski
stabil. Bank Dunia dan IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global masih di kisaran
3,2% baik di 2024. Angka ini menunjukkan stabilisasi setelah tiga tahun ketidakpastian.
Kondisi ini menekan harga nikel internasional hingga USD18.000/ton, lebih rendah dari
proyeksi sebelumnya USD20.000/ton. Harga ini terendah sejak tahun 2022.
Grafik 3.1. Harga Nikel Ditransaksikan di LME
Sumber: https.//investingnews.com
Indonesia sebagai penghasil utama, berkontribusi besar terhadap kelebihan pasokan ini
melalui peningkatan produksi yang signifikan. Kebijakan hilirisasi, yang melarang ekspor
bijih nikel mentah, mendorong investasi besar-besaran pada smelter. Pada Maret 2024,
sebanyak 44 smelter telah beroperasi dengan kapasitas produksi 22,93 juta ton bijih per
tahun.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
3-5
Page 25
Grafik 3.2. Produsen Nikel Global
Sumber: S & P Global Market Intelligence, Oktober 2024
Ketergantungan pada pasar China memperburuk situasi. Sebagian besar investasi smelter
di Indonesia berorientasi pada China, sehingga penurunan permintaan dari negara tersebut
menyulitkan produsen dalam mengalihkan pasar.
3.4 PROSPEK USAHA PERTAMBANGAN NIKEL
Nikel memiliki prospek cerah seiring meningkatnya permintaan global, terutama dari industri
kendaraan listrik (EV), baja tahan karat, dan baterai energi terbarukan. Sektor otomotif
menjadi pendorong utama dengan meningkatnya produksi baterai lithium-ion, yang
menggunakan nikel sebagai bahan utama meski alternatif material lain sudah mulai tampak
diminati.
Pemanfaatan nikel sebagai bahan baterai terus meningkat sejak satu dekade terakhir.
Popularitasnya semakin meningkat pada pertengahan 2020, ketika berkembangnya bisnis
produksi EV (electric vehicle atau kendaraan listrik). Ditambah, isu perubahan iklim (climate
change) agar mengurangi emisi gas karbon, kebijakan green industrial revolution yang
melarang penjualan mobil baru berbahan bakar minyak pada tahun 2030, dan wacana untuk
mengakselarasi transisi dari kendaraan konvensional ke EV, menjadi sentimen positif pada
industri pertambangan nikel.
Dari aspek daur-ulang (recycling), nikel memiliki tingkat efisiensi tinggi. Hingga 68% barang
konsumsi (consumer products) berbahan nikel telah didaur ulang. Salah satu penyebabnya
karena nikel merupakan logam non-ferrous, sehingga tahan karat dan dapat digunakan
berulang-ulang tanpa mengurangi kualitasnya. Meskipun industri daur-ulang ini dapat
menjadi kompetitor industri pertambangan nikel, namun dalam jangka pendek hingga
menengah (short- hingga mid-term) justru mampu menjadi katalis positif konsumsi nikel
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
3-6
Page 26
dunia karena memberi pandangan ramah-lingkungan. Oleh karena itu, industri
pertambangan akan masih menjadi leader, khususnya untuk memenuhi kebutuhan nikel
yang masih dalam tahap bertumbuh.
3.5 TINJAUAN INDUSTRI PROYEK
Berdasarkan grafik dibawah ini, pasar produk kelapa global tumbuh pesat dari 2017 hingga
2030, dengan nilai pasar diproyeksikan melebihi 40 miliar dolar AS pada 2030, hampir tiga
kali lipat dari 2017, dengan Indonesia menyumbang sekitar 30% dari produksi global
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya permintaan produk sehat seperti air kelapa,
Santan, Briket, minyak kelapa, dan gula kelapa, serta penggunaannya dalam industri
pangan, kosmetik dan farmasi bahkan energi.
Negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, dan China menjadi pasar utama, didukung oleh
inovasi dan diversifikasi produk. Namun, industri ini menghadapi tantangan seperti
ketergantungan pada cuaca, fluktuasi harga, dan kebijakan perdagangan. Bagi Indonesia
sebagai produsen utama, tren ini membuka peluang besar untuk meningkatkan ekspor dan
mengembangkan produk bernilai tambah guna bersaing di pasar global.
Grafik 3.3. Pasar Produk Kelapa Global
Sumber: Horizon Grand View Research
Indonesia memiliki luas perkebunan kelapa mencapai 3,3 juta hektare dan produksi kopra
sekitar 2,8 juta ton per tahun. Komoditas kelapa menjadi tulang punggung lebih dari lima juta
keluarga petani di Indonesia dan memiliki potensi strategis untuk menguasai pasar global
produk turunan kelapa. Namun, permasalahan muncul ketika Indonesia masih mengekspor
komoditas primer seperti kopra dan kelapa bulat, yang menyumbang 70% total ekspor
kelapa nasional. Negara seperti Filipina, India, dan Sri Lanka lebih unggul dalam
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
3-7
Page 27
memanfaatkan peluang industri hilir kelapa. Dalam mengatasi permasalahan ini, pemerintah
Indonesia telah mengambil langkah-langkah strategis, termasuk penyediaan bibit unggul dan
pengembangan industri pengolahan kelapa. Meskipun begitu, produktivitas kelapa dalam
negeri masih sangat rendah, hanya sekitar 0,9 hingga 1,1 ton per hektare, jauh dari potensi
ideal 2-3 ton per hektare. Tantangan utama meliputi penerapan Good Agricultural Practices
(GAP) yang minim, serta ketersediaan benih unggul yang terbatas. Beberapa faktor turut
memperburuk situasi industri kelapa, seperti dampak perubahan iklim. Fenomena El Niño
2023 menyebabkan penurunan produksi hingga 30% pada sentra produksi kelapa, seperti
Sulawesi Tengah dan Maluku. Selain itu, serangan hama seperti kumbang penggerek
batang yang merusak hingga 20% tanaman kelapa di Jawa Timur.
Harga kelapa yang rendah pada tingkat petani (sekitar Rp 2.500 – Rp 3.000 per kg) menjadi
kendala lain, sementara biaya produksi yang tinggi akibat kenaikan harga pupuk dan tenaga
kerja membuat petani beralih ke komoditas lain. Sejak 2018, sekitar 30% lahan kelapa di
Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, telah beralih fungsi menjadi komoditas lain.
Industri hilir kelapa Indonesia menghadapi tantangan besar, dengan hanya sekitar 40% dari
1.200 industri pengolahan kelapa yang beroperasi secara optimal. Sebagian besar industri
masih terbatas pada produk seperti kopra dan minyak kelapa kasar (CNO), sementara
produk bernilai tambah tinggi seperti VCO (Virgin Coconut Oil), nanofiber, dan bioarang
belum berkembang secara maksimal. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Indonesia melalui
program hilirisasi 2025-2045 telah menargetkan untuk meningkatkan produksi kelapa hingga
6 juta ton setara kopra, dengan produktivitas mencapai 1,78 ton per hektare. Selain itu,
program ini bertujuan agar minimal 95% produksi kelapa diproses secara domestik, dan
kontribusi ekspor produk turunan kelapa Indonesia dapat menembus 10 besar dunia dalam
20 tahun mendatang.
5 negara penghasil kelapa didunia adalah sebagai berikut:
1. Indonesia
Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis menjadikannya produsen kelapa
nomor satu peringkat dunia. Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai negara
penghasil kelapa terbesar di dunia, dengan rata-rata produksi 18,04 juta ton inti
kelapa. Kinerja produksi kelapa Indonesia menyumbang 30% dari total produksi
kelapa dunia.
2. Filipina
Filipina salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Jumlah produksi kelapa
sekitar 15,4 juta ton per tahun yang menjadikannya sebagai negara kedua penghasil
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
3-8
Page 28
kelapa terbesar di dunia. Kelapa-kelapa itu sendiri kebanyakan berasal dari Pulau
Luzon, Visayas Timur, dan Mindanao Selatan.
3. India
India merupakan salah satu negara di Asia Selatan dengan produksi kelapa tertinggi
dan dapat menempati peringkat ketiga di dunia. Rata-rata produksi kelapa di India
mencapai 11,9 juta ton setiap tahun. Kelapa sendiri merupakan salah satu komoditas
terpenting di India.
4. Brasil
Dalam satu tahun, Brasil mampu menghasilkan kelapa sebanyak 2.9 juta ton. Panen
kelapa yang begitu melimpah didukung oleh iklim tropis negara tersebut. Brasil
disebut sebagai salah satu negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Sebagian
besar wilayah penanaman kelapa terbesar di Brasil berada di wilayah utara seperti
Roraima.
5. Sri Lanka
Iklim negara Sri Lanka sangat cocok untuk pohon kelapa tumbuh subur. Oleh sebab
itu, Srilanka menjadi salah satu dari beberapa negara penghasil kelapa terbesar di
dunia. Setiap tahunnya, Sri lanka tercatat mampu memproduksi kelapa sekitar 2.5 juta
ton.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
3-9
Page 29
4
ASPEK TEKNIS
Dalam kajian kelayakan ini dilakukan penjelasan terhadap aspek teknis Proyek sebagai
berikut .
4.1 RUANG LINGKUP PROYEK
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri pertambangan bijih nikel.
Perseroan bermaksud untuk melakukan penambahan kegiatan usaha. Adapun KBLI yang
akan ditambahkan adalah KBLI : 01261 - Perkebunan Kelapa.
4.2 LOKASI DAN LUAS LAHAN
Lokasi budidaya kelapa berada di HGU Perseroan yang terletak di Kecamatan Tinanggea,
Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan luas total 1.504,26 hektar.
Untuk setiap awal, 50 meter dialokasikan sebagai pilot project guna menguji produktivitas
dan efektifitas varietes kelapa unggulan dalam produksi santan dan produk turunan kelapa
lainnya.
Pengembangan lebih lanjut akan dilakukan dengan perluasan lahan secara bertahap sesuai
dengan kebutuhan dan hasil evaluasi produksi.
Gambar 4.1. Lokasi Proyek
Sumber: Perseroan
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
4-1
Page 30
Gambar 4.2. Area Proyek
Sumber: Perseroan
Gambar 4.3. Lokasi Proyek Gambar 4.4. Lokasi Proyek
Sumber: Perseroan
Gambar 4.5. Lokasi Proyek Gambar 4.6. Lokasi Proyek
Sumber: Perseroan
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
4-2
Page 31
4.4 BUDIDAYA KELAPA DALAM PROYEK
Adapun jenis kelapa yang akan dibudidayakan dalam Proyek adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1. Jenis Kelapa Unggulan
Sumber: Perseroan
4.5 STRATEGI PEMASARAN PROYEK
Srategi pemasaran yang akan dijalankan oleh Perseroan terkait dengan Proyek adalah
sebagai berikut:
1. Produk
Menggunakan benih unggul, menerapkan budidaya berkelanjutan dengan pupuk
organik dan irigasi modern, serta memperoleh sertifikasi organik untuk meningkatkan
nilai jual dan daya saing.
2. Harga
Menetapkan harga fleksibel berbasis kualitas dan volume, menawarkan kontrak harga
jangka panjang dengan pabrik pengolahan, serta mengoptimalkan rantai pasok dan
distribusi untuk pasar domestik dan ekspor.
3. Promosi
Membangun brand sebagai produsen kelapa premium, memanfaatkan B2B (business
to business) marketplace dan pameran dagang, serta menjalin kemitraan strategis
dengan industri pengolahan, koperasi petani dan ekspor global.
4. Kemitraan
Pemberdayaan petani dan tenaga kerja untuk meningkatkan produktivitas,
memberdayakan komunitas lokal melalui insentif dan pembinaan, serta memahami
kebutuhan pelanggan industri guna memastikan pasokan bahan baku berkualitas
sesuai permintaan pasar.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
4-3
Page 32
4.6 SKEMA BISNIS DAN KERJASAMA
Skema bisnis dan kerjasama yang akan dijalankan oleh Perseroan terkait dengan Proyek
adalah sebagai berikut:
Gambar 4.3. Skema Bisnis dan Kerjasam
Sumber: Perseroan
4.7 ANALISIS SWOT PROYEK
Analisi SWOT terkait dengan Proyek adalah sebagai berikut:
1. Kekuatan (Strengths)
Akses lahan siap pakai
Skema KSO Multi-Stakeholder
Potensi Agribisnis Kelapa
Dukungan Reklamasi Lingkungan
Lokasi Strategis
2. Kelemahan (Weakness)
Kondisi tanah berbatu dan bekas tambang
Keterbatasan infrastruktur pendukung
Tantangan koordinasi Multi-Stakeholder
Kurangnya SDM berpengalaman di Agribisnis
Kebutuhan modal kerja awal yang tinggi untuk tahap budidaya dan pembibitan.
3. Peluang (Opportunity)
Permintaan global produk turunan kelapa yang tinggi
Dukungan pemerintah untuk hilirisasi dan perkebunan
Integrasi dengan industri lain (agroforestry, peternakan dan bioenergi)
Nilai tambah untuk pasar ekspor masih diperlukan (sertifikasi)
Adanya kebutuhan reklamasi lahan tambang dari sektor pertambangan
4. Ancanam (Threaths)
Risiko iklim dan cuaca ekstrem
Fluktuasi harga komoditas
Persaingan dengan perkebunan kelapa yang lebih mapan
Perizinan dan perubahan regulasi agraria atau perkebunan
Risiko kegagalan panen di fase awal tanam jika teknis tidak optimal
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
4-4
Page 33
KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN 5
5.1 KETERSEDIAAN TENAGA KERJA & PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA
Jumlah karyawan Perseroan dan Entitas Anak tahun 2024 sejumlah 236 orang, terdiri dari
5.801 karyawan laki-laki dan 10.448 karyawan perempuan dengan komposisi berdasarkan
jenis kelamin dan usia sebagai berikut:
Tabel 5.1. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2024
2024
Jenis Kelamiin
Perseroan Entitas Anak Total
Laki-Laki 131 56 187
Perempuan 40 9 49
Jumlah 171 65 236
Sumber: Annual Report Tahun 2024
Tabel 5.2. Komposisi Tenaga Kerja Berdasarkan Usia Tahun 2024
2024
Usia
Perseroan Entitas Anak Total
.> 55 Tahun 12 20 32
46-55 Tahun 26 15 41
31-45 Tahun 76 19 95
< 30 Tahun 57 11 68
Jumlah 171 65 236
Sumber: Annual Report Tahun 2024
Perseroan berkomitmen terhadap pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat
kerja. Oleh karena itu, Perseroan secara berkala memberikan program pelatihan, peraturan
dan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja yang disusun untuk meiindungi dan
menjamin keselamatan setiap tenaga kerja. Kebijakan Perseroan mengharuskan seluruh
karyawan mematuhi prosedur-prosedur keselamatan kerja dan kelalaian dalam mematuhi
prosedur tersebut akan mengakibatkan disiplin, termasuk kemungkinan pemutusan
hubungan kerja.
Perseroan memiliki program pendidikan dan pelatihan untuk seluruh karyawan sesuai
dengan tugas, fungsi dan tanggung jawab karyawan dalam Perseroan. Kegiatan pelatihan
dimulai dari sejak kegiatan orientasi karyawan baru untuk mengenal Perseroan.
Perseroan juga memandang pentingnya kesejahteraan sumber daya manusia karena
menjadi bagian penting dari langkah strategis yang dapat dilakukan dalam upaya mencapai
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
5-1
Page 34
visi dan misi Perseroan. Seluruh kebijakan pengelolaan sumber daya manusia dikelola oleh
divisi sumber daya manusia masing-masing Perusahaan Anak.
Dalam rangka peningkatan kesejahteraan sumber daya manusia, Perseroan menyediakan
berbagai macam bentuk tunjangan dan fasilitas, antara lain:
1. Sarana Asuransi, yaitu BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
2. Healty Safety Compliance
3. Good Mining Practice
4. Upah memenuhi standar UMP
5. Penggantian Pengobatan
6. Penggantian biaya makan dan transportasi bagi karyawan lembur
7. Fasilitas makan karyawan di lokasi pertambangan
Perseroan tidak merencanakan penggunaan tenaga kerja asing melainkan memanfaatkan
potensi tenaga kerja profesional dalam negeri serta potensi karyawan lokal yang berada
pada areal kegiatan penambangan milik Perseroan.
5.2 OPERASIONAL DAN PRODUK
Perseroan bergerak dibidang pertambangan nikel, dengan lahan konsesi di Kecamatan
Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Lahan tersebut merupakan
lahan HGU (Hak Guna Usaha) dengan luas sebesar 2.580 Ha dimana didalamnya terdapat
lahan IUP seluas 800 Ha, Hak Pakai seluas 713 Ha serta HGB (Hak Guna Bangunan) untuk
smelter seluas 70 Ha. Kegiatan operasional Perseroan mencakup kegiatan ekplorasi,
penambangan, dan penjualan kepada sejumlah smelter di Indonesia.
Metode penambangan dilakukan dengan sistem teknik tambang terbuka (surface mining)
dengan metode Open Pit (dari atas bukit) yang disesuaikan dengan kondisi cadangan bijih
nikel, kualitas serta struktur geologi. Metode ini dilaksanakan dalam upaya untuk
memperkecil luasan lahan terbuka. Sesuai dengan konfigurasi peralatan yang telah dipilih,
bijih nikel akan digali dan dimuat dengan menggunakan excavator
Kegiatan ore-getting dilakukan dengan sistem selective mining dengan metode
penyamplingan tiap cone produksi. Estimasi tonase tiap cone produksi 225 MT dengan
asumsi per tiap 6 bucket ore-getting diambil sampling 1 increment. Batas penambangan
ditentukan berdasarkan perhitungan bijih nikel yang ekonomis di tambang dengan sudut
lereng overall slope 25o. Cut off Grade (COG) yang digunakan dalam penambangan adalah
1.30% Ni dengan target kadar Ni rata-rata >1,50% yang terjual. COG ini dibuat dengan
memperhitungkan hasil blending ore untuk memenuhi spesifikasi feed pabrik NPI. Untuk
material low grade dengan kadar Ni 1,00% - 1,29% akan ditumpuk dan dikonservasi untuk
digunakan pada masa yang akan datang sebagai feed untuk pabrik dengan teknologi yang
mampu mengolah ore kadar rendah.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
5-2
Page 35
Pada tahun 2024, Perseroan telah memproduksi 2,01 juta MT bijih nikel dan menjual 1,63
juta MT. Saat ini Perseroan berkonsentrasi pada pengembangan pertambangan dengan
mengelola tambang yang sedang berjalan untuk penjualan domestik.
Tabel 5.3. Kapasitas Perseroan Tahun 2022-2024
Uraian Satuan 2022 2023 2024
Kapasitas Produksi Bijih Nikel WMT 2.200.000 2.200.000 2.202.975
Produksi Nikel dalm Ore* MT 1.796.100 2.942.647 2.006.600
Cadangan Bijih Terbukti* MT 10.508.257 0 0
Cadangan Bijih Terkiras* MT 9.754.423 10.860.000 8.447.421
Penjualan Nikel MT 1.236.031 2.086.082 1.630.079
Harga Realisasi Rata-Rata US per Ton 49,77 38,39 31,51
*) Sumber: RKAB Tahun 2024
5.3 ASPEK PEMASARAN
Perseroan melakukan penjualan kepada basis konsumen yang relatif tetap, baik dalam
jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu loyalitas konsumen sangat vital bagi
kinerja Perseroan. Perseroan menghantarkan produk yang sesuai dengan spesifikasi
pelanggan tepat waktu dan menyediakan tenaga kerja handal untuk membantu dan
melayani kebutuhan pelanggan.
Dengan adanya dinamika di industri nikel, khususnya melihat kepada penyerapan domestik
yang rendah terhadap produk nikel, Perseroan berupaya untuk memperluas basis konsumen.
Melakukan riset untuk memahami kebutuhan yang berbeda dari pasar potensial. Selain itu,
Perseroan juga terus melakukan kontrol terhadap manajemen stockpile sehingga tidak
terjadi penurunan kualitas.
5.4 MANAJEMEN RISIKO
Perseroan menggunakan asumsi-asumsi risiko yang relevan kepada kondisi umum dan
industri yang berjalan, dan melakukan pengkajian berkala untuk memastikan asumsi-asumsi
tersebut tetap relevan, antara lain:
5.4.1 Risiko Utama
1. Risiko Fluktuasi Harga
Fluktuasi harga pasar komoditi yang bergantung pada harga pasar dunia digunakan
sebagai patokan dalam transaksi penjualan nikel. Berdasarkan kondisi yang
berlangsung dan data historikal dalam mengukur risiko fluktuasi harga bijih nikel,
Perseroan dapat melakukan hedging (contract forward) atas sebagian stock ore nikel.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
5-3
Page 36
2. Risiko Ketersediaan Deposit Bijih Nikel
Perseroan mengawali aktivitas usaha melalui eksplorasI atas kandungan nikel yang
berada dalam wilayah Ijin Usaha Penambangan (IUP) untuk memperoleh besarnya
potensi kandungan nikel sampai pada tahap kandungan terukur yang memiliki nilai
ekonomis dalam jangka waktu yang terbatas. Untuk menjaga ketersediaan bijih nikel
Perseroan telah melakukan eksplorasi dan studi atas nilai keekonomian dan
kelayakan tambang. Di masa mendatang, Perseroan akan melakukan ekspansi
dengan menguasai IUP baru dan melakukan kerjasama (Joint Operation) dengan
pemilik IUP.
3. Risiko Perubahan Regulasi Pemerintah
Usaha pertambangan termasuk bidang usaha yang sensitif terhadap peraturan
pemerintah karena terkait dengan pengelolaan sumber daya alam milik negara.
Dalam hal ini, Perseroan senantiasa mengikuti perubahan-perubahan peraturan
industri pertambangan dengan mengikuti sosialisasi peraturan-peraturan yang
diadakan pemerintah maupun mengikuti dan berperan secara aktif dalam forum
diskusi kelompok dalam kaitannya dengan penyusunan peraturan baru yang diadakan
pemerintah dan Perseroan juga melakukan mitigasi ke dalam untuk mengakomodir
perubahan kebijakan dari pemerintah. Jika diperlukan, Perseroan akan melakukan
pengajuan keberatan atas perubahan peraturan yang memberatkan Perseroan
melalui Asosiasi.
4. Risiko Gangguan Operasional Pada Fasilitas Produksi
Dalam menjalankan bisnisnya, Perseroan dan Entitas Anak memiliki risiko atas
terjadinya kerusakan atau gangguan pada fasilitas produksi di Perseroan. Dalam
memitigasi risiko tersebut, Perseroan melakukan pemeliharaan secara berkala untuk
menjaga kinerja alat berat sehingga tidak mengakibatkan terhambatnya proses
produksi dan Perseroan mengatasi kondisi rusaknya infrastruktur yang disebabkan
oleh banjir (dalam keadaan curah hujan ekstrem) dengan membuat pengerasan jalan
(agar tidak mengganggu kegiatan hauling) dan membuat gorong-gorong (untuk
menanggulangi banjir) sehingga suplai bahan baku tidak terhambat.
5. Risiko Kenaikan Harga dan Pasokan Bahan Bakar Solar
Bahan bakar solar merupakan komponen biaya yang signifikan dalam operasi
penambangan. Solar merupakan sumber energi dalam pengoperasian alat berat
untuk melakukan penambangan dan pada saat proses hauling. Untuk mengantisipasi
pasokan bahan bakar solar Perseroan memiliki beberapa pemasok dengan kontrak
jangka panjang. Perseroan senantiasa berusaha untuk membuat kontrak jangka
panjang dengan para pemasok sehingga diharapkan dapat melakukan pengikatan-
pengikatan tertentu yang dapat meminimalisir risiko fluktuasi harga. Di samping itu,
Perseroan juga melakukan pengikatan terhadap lebih dari satu pemasok, sehingga
mengurangi ketergantungan terhadap harga yang ditetapkan oleh pemasok tertentu.
6. Risiko Iklim dan Cuaca
Risiko cuaca terjadi pada saat musim hujan, karena kegiatan operasional
penambangan akan melambat pada saat musim hujan. Perseroan mengantisipasi
risiko iklim dan cuaca yakni dengan melakukan stok atas bijih nikel maupun
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
5-4
Page 37
melakukan penyimpanan stok bijih nikel di ETO (Exportable Transit Ore) dan/atau
EFO (Exportable Fine Ore).
7. Risiko Keselamatan Kerja
Dalam kegiatan operasional sehari-hari keselamatan kerja adalah salah satu faktor
yang menjadi perhatian dinas pertambangan dimana seringnya terjadi kecelakaan.
Perseroan mengikuti peraturan-peraturan yang berlaku mengenai keselamatan kerja
pertambangan sehingga diharapkan kecelakaan kecelakaan di kegiatan kerja dapat
diminimalisir di kemudian hari.
8. Risiko Lingkungan dan Hubungan Masyarakat
Risiko lingkungan hidup dapat terjadi ketika Perseroan tidak melakukan perbaikan
terhadap lingkungan dikarenakan aktivitas penambangan atau dampak lain terhadap
lingkungan di sekitar tambang. Perseroan mengikuti peraturan mengenai lingkungan
pertambangan yang berlaku. Selain itu, Perseroan senantiasa baik secara swadaya
maupun berkolaborasi dengan pemerintah dalam Program Pemberdayaan
masyarakat dan CSR termasuk mengadakan kegiatan-kegiatan sosial yang
mengikutsertakan masyarakat.
9. Risiko Kegagalan Dalam Memenuhi Kebutuhan Konsumen
Risiko kegagalan dalam memenuhi kebutuhan konsumen atau pasar untuk penjualan
bijih nikel muncul dari kualitas cadangan bijih nikel yang dimiliki. Risiko kegagalan
Perseroan dari sisi kualitas dalam memenuhi permintaan pelanggan dimitigasi dengan
Perseroan menjaga kualitas produk melalui proses kendali mutu yang terjaga dengan
menggunakan fasilitas lab yang memadai (terstandarisasi dan dimiliki sendiri). Di sisi
lain, Perseroan senantiasa melakukan uji kualitas bijih nikel yang diperolehnya dari
hasil tambang pada laboratorium khusus berstandar internasional sehingga
memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pelanggan serta ketersediaan kadar sesuai
dengan kebutuhan pelanggan.
10. Risiko Kegagalan Dalam Mencetak Pertumbuhan Secara Efektif
Terdapat kemungkinan Perseroan akan gagal untuk mencetak pertumbuhan
usahanya secara efektif, karena berbagai alasan termasuk akibat terjadinya risiko
berbagai faktor. Perseroan memitigasi risiko kegagalan dalam mencetak pertumbuhan
secara efektif dengan secara aktif mencari IUP baru atau Kerjasama baru.
11. Risiko Permodalan
Bisnis Perseroan adalah bisnis yang bersifat padat modal dan membutuhkan
pengeluaran yang signifikan untuk melakukan pembebasan tanah dan pengajuan izin
penambangan dan ekspansi pabrik peleburan nikel. Perseroan melakukan mitigasi
dengan menjaga arus kas yang sesuai dengan rencana kerja Perseroan baik jangka
pendek maupun menengah sehingga kebutuhan modal dimasa depan terpenuhi.
Selain itu, Perseroan juga menjalin hubungan dan menjaga kode etik yang baik
dengan bank sehingga Perseroan dapat didukung oleh Bank dalam hal permodalan.
12. Risiko Kondisi Perekonomian
Kinerja Perseroan bergantung pada kondisi perekonomian baik di Indonesia maupun
global. Risiko perekonomian makro dan global secara umum akan berujung pada
turunnya harga nikel. Dalam hal ini Perseroan diharapkan dapat terus berinovasi
dalam meningkatkan efisiensi produksi dan hilirisasi oleh Entitas Anak dengan produk
yang menyesuaikan kondisi pasar.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
5-5
Page 38
5.2.3 Risiko Umum
1. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat posisi arus kas Perseroan
menunjukkan bahwa penerimaan jangka pendek tidak cukup menutupi pengeluaran
jangka pendek. Perseroan memitigasi risiko likuiditas dengan senantiasa menjaga
putaran bisnisnya sehingga putaran kas tidak terganggu dan menjaga putaran usaha
agar sesuai dengan putaran usaha para supplier dan rekanan. Perseroan juga
memiliki cadangan kas yang mencukupi untuk memenuhi kewajiban-kewajiban yang
mendesak. Selain itu Perseroan juga melakukan pengawasan proyeksi dan arus kas
aktual secara terus menerus serta pengawasan tanggal jatuh tempo aset dan liabilitas
keuangan.
2. Risiko Terhadap Kewajiban Dari Tuntutan Hukum Pihak Ketiga
Perseroan pada saat ini dan dari waktu ke waktu dapat menghadapi tuntutan dari
pihak ketiga. Perseroan memiliki divisi legal (corporate lawyer) yang kuat yang dapat
mengamankan perusahaan dalam membuat perjanjian dengan pihak ketiga.
3. Risiko Kelalaian Dalam Mentaati Peraturan Pemerintah
Risiko terletak pada kemampuan Perseroan untuk menyelesaikan pembangunan
pabrik sesuai komitmen dengan pihak pemerintah melalui Peraturan Menteri ESDM
Nomor 11 Tahun 2019. Perseroan memiliki daftar berbagai kewajiban terhadap
pemerintah sehingga Perseroan dapat menyelesaikan kewajibannya kepada
Pemerintah sesuai dengan peraturan (baik kewajiban finansial maupun pelaporan)
dan memiliki Internal Audit yang melakukan pengawasan menyeluruh termasuk untuk
memenuhi Peraturan Pemerintah.
4. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
memenuhi liabilitasnya dan mengakibatkan pihak lain mengalami kerugian keuangan.
Perseroan tidak membatasi eksposur hanya kepada satu institusi tertentu, sehingga
Perseroan memiliki kas dan setara kas di bank dan piutang di berbagai institusi
keuangan.
5. Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Risiko ini adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan
nilai tukar nilai mata uang asing. Risiko ini timbul karena Perseroan melakukan
transaksi-transaksi dengan mata uang asing. Perseroan mengelola risiko mata uang
dengan melakukan pengawasan terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang secara terus-
menerus sehingga dapat melakukan tindakan yang tepat untuk mengurangi risiko
mata uang.
6. Risiko Suku Bunga
Risiko ini adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan yang disebabkan perubahan
suku bunga pasar. Risiko ini timbul karena Perseroan melakukan pinjaman
menggunakan suku bunga mengambang. Perseroan melakukan pengawasan
terhadap dampak pergerakan suku bunga untuk meminimalisasi dampak negatif
terhadap Perseroan.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
5-6
Page 39
5.5 PERSAINGAN USAHA
Menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia
memiliki potensi formasi pembawa nikel hingga 2 juta hektar. Dari luasan tersebut, baru
sekitar 800.000 hektar yang sudah tereksplorasi dan menjadi izin usaha pertambangan
(IUP). Berdasarkan Rencana Pengelolaan Mineral dan Batubara Nasional tahun 2022-2027,
total sumber daya nikel Indonesia mencapai 17,7 miliar ton bijih dan 177,8 juta ton logam.
Sementara itu, cadangan nikel Indonesia tercatat mencapai 5,2 miliar ton bijih dan 57 juta
ton logam. Jumlah cadangan tersebut setara dengan 23% cadangan nikel dunia. Dengan
jumlah sumber daya dan cadangan tersebut, Indonesia menjadi negara dengan cadangan
dan produksi nikel peringkat ke-1 di dunia.
Berikut beberapa tambang nikel terbesar yang ada di Indonesia:
1. Blok Sorowako
Blok Sorowako merupakan konsensi tambang nikel dengan operasi penambangan
terbuka yang dikelola oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Lokasinya berada di Luwu
Timur, Sulawesi Selatan dengan luas 70.566 hektar. Di Blok Sorowako, Vale
menambang bijih nikel kadar tinggi atau saprolit untuk kebutuhan pabrik nikel matte di
Sorowako. Kedepan, Vale juga akan menambang bijih nikel kadar rendah atau limonit
untuk diproses lebih lanjut menjadi produk MHP. Vale Indonesia merupakan
pemegang kontrak karya dengan total luas konsesi 118.017 ha yang meliputi Blok
Sorowako; Blok Bahodopi, Sulawesi Tengah (22.699 ha); serta Blok Pomalaa dan
Sua-Sua, Sulawesi Tenggara (24.752 ha). Berdasarkan Laporan Tahunan 2022 Vale
Indonesia, total volume produksi bijih nikel tahun 2022 mencapai 11,55 juta ton, turun
10,28% dari tahun 2021 sebesar 12,88 juta ton. Sementara itu, pada Desember 2022
total volume cadangan mineral mencapai 111,55 juta ton. Jumlah ini merupakan
volume cadangan Sorowako-Petea, Sorowako Outer Area, dan Bahodopi Blok 1.
2. Proyek Weda Bay Nickel
Tambang Weda Bay Nickel yang berlokasi di Halmahera Tengah dan Halmahera
Timur, Maluku Utara telah beroperasi sejak 2019. Tambang nikel ini dioperasikan oleh
PT Weda Bay Nickel (WBN) yang mayoritas sahamnya kini dimiliki oleh perusahaan
asal China, Tsingshan (51,3%) dan perusahaan asal Prancis, Eramet (37,8%).
Sisanya, dimiliki oleh pemerintah Indonesia melalui PT Aneka Tambang Tbk. (Antam)
sebesar 10%. Adapun, Eramet menyumbangkan keahliannya dalam operasi
penambangan, sementara Tsingshan mengoperasikan fasilitas pengolahan dan
pemurnian atau smelter nikel. Sebelum beralih menjadi pemegang izin usaha
pertambangan khusus (IUPK), PT WBN merupakan perusahaan kontrak karya
generasi VII yang ditandatangani pada 19 Februari 1998 dengan luas wilayah 54.874
hektare dan total cadangan sebesar 132 juta ton bijih dengan kadar nikel 1%- 1,4%.
Berdasarkan data Eramet, sumber daya deposit Weda Bay Nickel saat ini
diperkirakan mencapai 12,2 juta ton nikel dengan rata-rata kandungan nikel 1,48%.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
5-7
Page 40
3. Gag
Tambang nikel yang berlokasi di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat ini memiliki
luas wilayah kontrak karya 13.136 ha dan area IPPKH 603,25 ha. Izin usaha
pertambangan operasi produksi (IUP OP) tambang ini dipegang oleh PT Gag Nikel,
anak usaha PT Antam Tbk. Berdasarkan Laporan Tahunan Antam 2022, total sumber
daya nikel tambang Gag mencapai 315,57 juta wet metrik ton (wmt) yang terdiri atas
bijih nikel kadar rendah 154,61 juta wmt dan nikel kadar tinggi 160,96 juta wmt.
Sementara itu, total cadangannya mencapai 63,44 juta wmt dengan perincian bijih
nikel kadar rendah 13,85 juta wmt dan kadar tinggi 49,59 juta wmt.
4. Kawasi
Izin usaha pertambangan (IUP) tambang Kawasi dipegang oleh PT Trimegah Bangun
Persada Tbk. Tambang nikel yang berada di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku
Utara memiliki luas 4.247 ha. Berdasarkan Laporan Tahunan 2022 Trimegah Bangun
Persada, total cadangan tambang Kawasi per 31 Desember 2022 sebesar 108,4 juta
wet metrik ton (wmt) dengan sisa cadangan 84,51 juta wmt.
5. Proyek Asera
Deposit Asera dengan luas area sekitar 2.000 ha berlokasi di Konawe Utara, Sulawesi
Tenggara. Penambangan bijih nikel di deposit Asera dilakukan dengan metode
tambang terbuka. Berdasarkan Joint Ore Reserves Committee (JORC), deposit Asera
memilki estimasi sumber daya lebih dari 16 juta metrik ton bijih nikel dengan kadar
nikel rata-rata 1,5%. Tambang nikel ini dikelola oleh PT Bumi Konawe Minerina yang
mayoritas sahamnya dimiliki oleh Aquila Mine Pte Ltd (62,7%), afiliasi perusahaan
tambang yang bermarkas di Swiss, Solway Investment Group. Sisanya, dimiliki oleh
PT Mahawira Palasara Agung (37,3%).
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
5-8
Page 41
ASPEK KEUANGAN 6
6.1 RENCANA BIAYA INVESTASI
Perseroan memproyeksikan biaya investasi sebesar Rp 141.909.605.819,- selama 4 tahun
dengan rincian sebagai berikut :
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4
Capex
Tanah RP 20.000.000.000 20.000.000.000 - -
Bangunan dan Sarana Prasarana RP 30.000.000.000 - - -
Pra Op Tahun Tanam ke 1 RP 9.777.787.000 13.994.374.610 9.317.259.848
Pra Op Tahun Tanam ke 2 RP 9.308.200.000 4.202.500.000 4.616.575.000
Pra Op Beban Bunga RP 3.934.066.846 7.016.884.151 9.741.958.363
Peralatan Kantor RP - - - -
Total Capex 63.711.853.846 50.319.458.761 23.261.718.212 4.616.575.000
Investasi tanah menggunakan tanah eksisting milik Perseroan, asumsi pembiayaan
menggunakan perbankan sebesar 57% dan sisanya menggunakan dana Perseroan.
6.2 ASUMSI PROYEKSI KEUANGAN
Asumsi Proyeksi selama 10 tahun berdasarkan tingkat keyakinan manajemen, dalam
proyeksi business plan yang disusun oleh manajemen sudah terlihat perkembangan bisnis
Page 1
yang diharapkan, terhitung mulai tahun 2025 sampai dengan tahun 2035.
6.3 PENJUALAN
Proyeksi penjualan dalam Proyek adalah sebagai berikut:
Tabel 6.1. Pendapatan
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7 Tahun Ke-8 Tahun Ke-9 Tahun Ke-10
Volume Penjualan Kelapa Buah - - - 2.808.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000
Total Volume Penjualan Buah - - - 2.808.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000
Harga Rp / buah 10.000 10.300 10.609 10.927 11.255 11.593 11.941 12.299 12.668 13.048
Penerimaan Penjualan Kelapa Rp - - - 30.683.774.160 63.208.574.770 65.104.832.013 67.057.976.973 69.069.716.282 71.141.807.771 73.276.062.004
TOTAL PENJUALAN RP - - - 30.683.774.160 63.208.574.770 65.104.832.013 67.057.976.973 69.069.716.282 71.141.807.771 73.276.062.004
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
6-1
Page 42
6.4 PROYEKSI LABA RUGI
Proyeksi laba rugi dalam Proyek adalah sebagai berikut:
Tabel 6.2 Proyeksi Laba Rugi
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7 Tahun Ke-8 Tahun Ke-9 Tahun Ke-10
Penjualan RP - - - 30.683.774.160 63.208.574.770 65.104.832.013 67.057.976.973 69.069.716.282 71.141.807.771 73.276.062.004
Harga Pokok Penjualan RP - - - 4.755.072.250 9.652.796.668 9.942.380.568 10.240.651.985 10.547.871.544 10.864.307.690 11.190.236.921
Laba Kotor RP - - - 25.928.701.910 53.555.778.102 55.162.451.445 56.817.324.989 58.521.844.738 60.277.500.080 62.085.825.083
Beban Usaha RP - - - 513.130.394 528.524.306 544.380.035 560.711.436 577.532.779 594.858.762 612.704.525
Laba Usaha RP - - - 25.415.571.516 53.027.253.797 54.618.071.410 56.256.613.553 57.944.311.959 59.682.641.318 61.473.120.558
Penyusutan RP - - - (10.963.721.803) (13.984.934.303) (13.984.934.303) (13.984.934.303) (13.984.934.303) (13.984.934.303) (5.021.212.500)
EBITDA RP - - - 14.451.849.713 39.042.319.493 40.633.137.107 42.271.679.250 43.959.377.656 45.697.707.015 56.451.908.058
Pendapatan (Beban) Lain-lain
- Beban bunga hutang bank RP (3.934.066.846) (7.016.884.151) (9.741.958.363) (9.441.416.174) (7.848.605.981) (6.255.795.789) - - - -
Total Pendapatan (Beban) Lain-lain RP (3.934.066.846) (7.016.884.151) (9.741.958.363) (9.441.416.174) (7.848.605.981) (6.255.795.789) - - - -
Laba Sebelum Pajak RP (3.934.066.846) (7.016.884.151) (9.741.958.363) 5.010.433.539 31.193.713.512 34.377.341.318 42.271.679.250 43.959.377.656 45.697.707.015 56.451.908.058
Pajak Penghasilan RP - - - (1.102.295.379) (6.862.616.973) (7.563.015.090) (9.299.769.435) (9.671.063.084) (10.053.495.543) (12.419.419.773)
Laba Bersih RP (3.934.066.846) (7.016.884.151) (9.741.958.363) 3.908.138.161 24.331.096.539 26.814.326.228 32.971.909.815 34.288.314.572 35.644.211.472 44.032.488.285
6.5 PROYEKSI NERACA
Proyeksi neraca dalam Proyek adalah sebagai berikut:
Tabel 6.3 Proyeksi Neraca
URAIAN SATUAN 2024 Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas RP - - - - 652.014.896 18.596.883.429 41.557.016.617
Piutang Usaha RP - - - - 2.521.954.041 5.195.225.324 5.336.461.640
Persediaan RP - - - - - - -
Piutang Lain-lain (Pihak Ketiga) RP - - - - - - -
Aset keuangan atas perjanjian jasa konsesi RP - - - - - - -
Biaya dibayar dimuka RP - - - - - - -
Total Aset Lancar RP - - - - 3.173.968.937 23.792.108.753 46.893.478.257
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap RP - 63.711.853.846 114.031.312.607 137.293.030.819 130.945.884.016 116.960.949.712 102.976.015.409
Total Aset Tidak Lancar RP - 63.711.853.846 114.031.312.607 137.293.030.819 130.945.884.016 116.960.949.712 102.976.015.409
TOTAL ASET RP - 63.711.853.846 114.031.312.607 137.293.030.819 134.119.852.953 140.753.058.465 149.869.493.667
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Utang Usaha RP - - - - - - -
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo RP - - - - - - -
Pinjaman pemegang saham RP - - - - - - -
Liabilitas Lancar RP - - - - - - -
Liabilitas Tidak Lancar
Utang bank jangka panjang RP - 47.645.920.692 84.982.263.604 117.985.940.179 104.904.624.152 87.206.733.125 69.508.842.098
Pinjaman pemegang saham RP -
Utang jangka panjang lainnya RP - - - - - - -
Liabilitas imbalan pasca kerja RP - - - - - - -
RP - - - - - - -
Total Liabilitas Tidak Lancar RP - 47.645.920.692 84.982.263.604 117.985.940.179 104.904.624.152 87.206.733.125 69.508.842.098
Total Liabilitas RP - 47.645.920.692 84.982.263.604 117.985.940.179 104.904.624.152 87.206.733.125 69.508.842.098
Ekuitas
Modal Saham RP - 20.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000
Saldo Laba (Rugi) RP - (3.934.066.846) (10.950.950.997) (20.692.909.360) (16.784.771.200) 7.546.325.340 34.360.651.568
Total Ekuitas RP - 16.065.933.154 29.049.049.003 19.307.090.640 23.215.228.800 47.546.325.340 74.360.651.568
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS RP - 63.711.853.846 114.031.312.607 137.293.030.819 128.119.852.953 134.753.058.465 143.869.493.667
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
6-2
Page 43
6.6 PROYEKSI ARUS KAS
Proyeksi arus kas dalam Proyek adalah sebagai berikut:
Tabel 6.3 Proyeksi Arus Kas
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7
Arus Kas Aktivitas Operasi
Penerimaan Bersih Penjualan RP - - - 28.161.820.119 60.535.303.487 64.963.595.696 66.882.824.068
Pembayaran biaya langsung RP - - - (4.755.072.250) (9.652.796.668) (9.942.380.568) (10.240.651.985)
Pembayaran beban usaha RP - - - (513.130.394) (528.524.306) (544.380.035) (560.711.436)
Beban pajak RP - - - (1.102.295.379) (6.862.616.973) (7.563.015.090) (9.299.769.435)
Saldo Kas Aktivitas Operasi RP - - - 21.791.322.097 43.491.365.541 46.913.820.004 46.781.691.212
Arus Kas Aktivitas Investasi
Perolehan Aset
- Aset Tetap RP (20.000.000.000) (20.000.000.000) - - - - -
Bangunan dan Sarana Prasarana (30.000.000.000) -
- Pra Operasi RP (9.777.787.000) (23.302.574.610) (13.519.759.848) (4.616.575.000) - - -
Setoran Jaminan Reklamasi RP - - - - - - -
Setoran Jaminan Penutupan RP - - - - - - -
Penjualan Aktiva RP
Saldo Kas Aktivitas Investasi RP (59.777.787.000) (43.302.574.610) (13.519.759.848) (4.616.575.000) - - -
Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Setoran Pemegang Saham RP 20.000.000.000 20.000.000.000
Penarikan Hutang Bank RP 43.711.853.846 30.319.458.761 23.261.718.212 4.616.575.000
Angsuran Hutang Bank RP - - - (17.697.891.027) (17.697.891.027) (17.697.891.027) (69.508.842.098)
Pembayaran Bunga RP (3.934.066.846) (7.016.884.151) (9.741.958.363) (9.441.416.174) (7.848.605.981) (6.255.795.789) -
Penarikan Utang Pemegang Saham RP - - - 6.000.000.000 - - -
Angsuran Utang Pemegang Saham RP - - - - - - -
Saldo Kas Aktivitas Pendanaan RP 59.777.787.000 43.302.574.610 13.519.759.848 (16.522.732.201) (25.546.497.008) (23.953.686.816) (69.508.842.098)
SALDO KAS PERIODE BERJALAN RP - - - 652.014.896 17.944.868.533 22.960.133.188 (22.727.150.886)
Saldo Kas Awal RP - - - - 652.014.896 18.596.883.429 41.557.016.617
SALDO KAS AKHIR RP - - - 652.014.896 18.596.883.429 41.557.016.617 18.829.865.731
6.7 KESIMPULAN BIAYA MODAL
Biaya modal untuk hutang diasumsikan setara dengan tingkat bunga pinjaman dalam mata
uang Rupiah. Tingkat bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah untuk kredit investasi
adalah sebesar 9,00%.
6.8 PERHITUNGAN WACC
Perhitungan WACC dalam Proyek adalah sebagai berikut:
Tabel 6.4 WACC
PERHITUNGAN DISCOUNT FACTOR
JENIS MODAL Biaya Modal Komposisi Tertimbang
a. COST OF DEBT ( K d = i x (1-T)) 7,02% 39,31% 2,76%
b. COST OF EQUITY ( K e = R f + (Beta x Rpm) + R s 12,59% 60,69% 7,64%
Weighted Average Cost of Capital ( WACC ) 10,40%
PERHITUNGAN COST OF EQUITY PERHITUNGAN COST OF DEBT
a. Risk Free Rate ( Rf ) 7,15% a. Bunga Bank 9,00%
b. Risk Premiun Market ( Rpm ) 6,87% b. Pajak 22,00%
c. β (Beta) 0,78
d. Specific Risk Company (Rs ) 2,00%
e. CDS 1,89%
COST OF EQUITY 12,59% COST OF DEBT 7,02%
Unleverage Beta ======> 0,52 BL
BU =
1 + (( 1 - t ) x ( K d/K e ))
Leverage Beta Perusahaan Dinilai ======> 0,78
BL = BU x ( 1+ ( 1 - t ) x ( K d/K e ))
Keterangan :
Rf = Tingkat Balikan Bebas Risiko
R pm = Premi Risiko Pasar
β (Beta) = Ukuran Risiko Sistimatis
Rs = Premi Untuk Risiko Spesifik Perusahaan
6.9 ANALISA KELAYAKAN PROYEK
Analisa ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan proyek diuji dengan menggunakan
beberapa parameter dengan hasil sebagai berikut :
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
6-3
Page 44
Net Present Value
NPV yang dihasilkan menunjukkan angka yang positif yaitu sebesar
Rp. 172.292.503.535,-.
Internal Rate of Return
IRR yang diperoleh sebesar 19,97% lebih besar dari discount factor yang digunakan.
Profitability Index
PI yang diperoleh adalah sebesar 2,307 yang berarti lebih besar dari 1.
Payback Period
Payback Period selama 9 tahun 1 bulan.
6.9 KESIMPULAN
Berdasarkan Kajian Keuangan dengan asumsi-asumsi yang telah disampaikan bahwa
rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan layak dilaksanakan dan memberikan
kontribusi positif bagi Perseroan.
Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Ifishdeco, Tbk.
6-4
Page 45
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Page 46
Lampiran 1
ASUMSI
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7 Tahun Ke-8 Tahun Ke-9 Tahun Ke-10
Makro
Jumlah Hari hari 365 366 365 365 365 366 365 365 365 366
Laju Inflasi
- Indonesia % p.a 2,90% 3,80% 3,80% 3,70% 3,90% 4,00% 3,80% 3,70% 3,90% 4,00%
Produksi Kelapa
Luas tanam Hektar 100 100
Luas Perkebunan Hektar 100 200 200 200 200 200 200 200 200 200
Pohon / Hektar 156 156 156 156 156 156 156 156 156 156
Tandan / Pohon 18 18 18 18 18 18 18 18 18 18
Buah / Tandan 10 10 10 10 10 10 10 10 10 10
Produksi Kelapa Buah / Hektar 28.080 28.080 28.080 28.080 28.080 28.080 28.080 28.080 28.080 28.080
Harga Jual
Harga Kelapa Rp / buah 10.000 10.300 10.609 10.927 11.255 11.593 11.941 12.299 12.668 13.048
Kenaikan Harga % p.a 3,0% 3,0% 3,0% 3,0% 3,0% 3,0% 3,0% 3,0% 3,0% 3,0%
Biaya Operasional
Upah
Persiapan lahan (Pakai alat berat eskavator atau boldozer) Rp / Hektar 15.000.000 15.000.000 - - - - - - - -
Pengajiran Rp / Hektar 780.000 780.000 - - - - - - - -
Pembuatan lobang tanam ukuran 0.6 x 0.6 m (156 lobang) Rp / Hektar 1.800.000 1.800.000 - - - - - - - -
Penanaman (156 tanaman) Rp / Hektar 1.800.000 1.800.000 - - - - - - - -
Pemupukan 0rganik padat (kandang) 1 kali setahun Rp / Hektar 1.800.000 1.875.000 1.875.000 1.875.000 1.875.000 1.875.000 1.875.000 1.875.000 1.875.000 1.875.000
Pemupukan NPK 4 x/tahun, 6 OH/ha Rp / Hektar 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000
Pemupukan Hayati (6 kali setahun), 4 OH per aplikasi) Rp / Hektar 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000 2.880.000
Pemupukan Organik Cair (12 kali setahun, 4 OH Per apliksi) Rp / Hektar 5.760.000 5.760.000 5.760.000 5.760.000 5.760.000 5.760.000 5.760.000 5.760.000 5.760.000 5.760.000
Penekanan gulma, 6x/tahun , 6 OH/ha Rp / Hektar 4.320.000 4.320.000 4.320.000 4.320.000 4.320.000 4.320.000 4.320.000 4.320.000 4.320.000 4.320.000
Pengendalian hama dan penyakit 2x/tahun, 6 OH/ha Rp / Hektar 1.440.000 1.440.000 1.440.000 1.440.000 1.440.000 1.440.000 1.440.000 1.440.000 1.440.000 1.440.000
Bobokor, 1 OH=20 pohon, 2x/thn Rp / Hektar 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000 2.400.000
Biaya perlindungan tanaman Rp / Hektar 1.800.000 1.800.000 - - - - - - - -
Penyiraman dan pengamanan (jika diperlukan) Rp / Hektar 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000 3.600.000
Panen (Panen Buah kecil/buah pasir) - 4 kali setahun Rp / Hektar 2.880.000
Jumlah Biaya Upah Rp / Hektar 46.260.000 46.335.000 28.035.000 25.155.000 25.155.000 25.155.000 25.155.000 25.155.000 25.155.000 25.155.000
Bahan dan Alat
pengadaan Bibit Kelapa Genjah jarak 8 x 8 m Rp / Hektar 27.300.000 27.300.000 - - - - - - - -
Pupuk Kandang sebelum tanam Rp / Hektar 1.560.000 1.560.000 1.560.000 1.560.000 1.560.000 1.560.000 1.560.000 1.560.000 1.560.000 1.560.000
Pupuk NPK, umur 1 tahun (Dosis 1 kg pertanaman. 4 kali apikasi ) Rp / Hektar 1.560.000 3.120.000 3.120.000 3.120.000 3.120.000 3.120.000 3.120.000 3.120.000 3.120.000 3.120.000
Pupuk Cair Organik (12 kali aplikasi di daun) dosis 200 ml/pohon Rp / Hektar 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000
Pupuk Hayati (6 kali aplikasi di tanah, Perhektar/tahun) Rp / Hektar 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000
Herbisida Rp / Hektar 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000 600.000
Pestisida, 5 cc/pohon, 2x/thn (Fungsida dan Insectsida) Rp / Hektar 700.000 700.000 700.000 700.000 700.000 700.000 700.000 700.000 700.000 390.000
Dolomit (1kg/pohon) Rp / Hektar 390.000 390.000 700.000 700.000 - 700.000 - - - -
Bambu Ajir Rp / Hektar 312.000 312.000 - - - - - - - -
Seng Plat (1 Pohon butuh 1 meter Lingkaran) Rp / Hektar 3.900.000 3.900.000 - - - - - - - -
Jumlah Biaya Bahan dan Alat Rp / Hektar 46.822.000 48.382.000 17.180.000 17.180.000 16.480.000 17.180.000 16.480.000 16.480.000 16.480.000 16.170.000
Kenaikan Biaya % / tahun 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Biaya Tetap
Biaya Pegawai Rp Juta 469.587.000 483.674.610 498.184.848 513.130.394 528.524.306 544.380.035 560.711.436 577.532.779 594.858.762 612.704.525
Biaya Administrasi dan Umum Rp Juta - - - - - - - - - -
Biaya Pemeliharaan Rp Juta - - - - - - - - - -
Tarif Interest % p.a 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Perputaran Modal Kerja
Piutang Usaha hari 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Persediaan hari - - - - - - - - - -
Hutang Usaha hari 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Tingkat Suku Bunga Pinjaman
Hutang Bank % p.a 9,00% 9,00% 9,00% 9,00% 9,00% 9,00% 9,00% 9,00% 9,00% 9,00%
Tarif Pajak % p.a 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
Page 47
Lampiran 2
ASUMSI
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN TBM 1 TBM 2 TM3 TM4 TM5 TM6 TM7 TM8 TM9 TM10 TM11 TM12 TM13 TM14 TM15
Upah
Persiapan lahan (Pakai alat berat eskavator atau boldozer) 15.000.000
Pengajiran 780.000
Pembuatan lobang tanam ukuran 0.6 x 0.6 m (156 lobang) 1.800.000
Penanaman (156 tanaman) 1.800.000
Pemupukan 0rganik padat (kandang) 1 kali setahun 1.800.000 1.875.000 1.931.250 1.989.188 2.048.863 2.110.329 2.173.639 2.238.848 2.306.013 2.375.194 2.446.450 2.519.843 2.595.439 2.673.302 2.753.501
Pemupukan NPK 4 x/tahun, 6 OH/ha 2.880.000 2.880.000 2.966.400 3.055.392 3.147.054 3.241.465 3.338.709 3.438.871 3.542.037 3.648.298 3.757.747 3.870.479 3.986.594 4.106.191 4.229.377
Pemupukan Hayati (6 kali setahun), 4 OH per aplikasi) 2.880.000 2.880.000 2.966.400 3.055.392 3.147.054 3.241.465 3.338.709 3.438.871 3.542.037 3.648.298 3.757.747 3.870.479 3.986.594 4.106.191 4.229.377
Pemupukan Organik Cair (12 kali setahun, 4 OH Per apliksi) 5.760.000 5.760.000 5.932.800 6.110.784 6.294.108 6.482.931 6.677.419 6.877.741 7.084.073 7.296.596 7.515.494 7.740.958 7.973.187 8.212.383 8.458.754
Penekanan gulma, 6x/tahun , 6 OH/ha 4.320.000 4.320.000 4.449.600 4.583.088 4.720.581 4.862.198 5.008.064 5.158.306 5.313.055 5.472.447 5.636.620 5.805.719 5.979.890 6.159.287 6.344.066
Pengendalian hama dan penyakit 2x/tahun, 6 OH/ha 1.440.000 1.440.000 1.483.200 1.527.696 1.573.527 1.620.733 1.669.355 1.719.435 1.771.018 1.824.149 1.878.873 1.935.240 1.993.297 2.053.096 2.114.689
Bobokor, 1 OH=20 pohon, 2x/thn 2.400.000 2.400.000 2.472.000 2.546.160 2.622.545 2.701.221 2.782.258 2.865.726 2.951.697 3.040.248 3.131.456 3.225.399 3.322.161 3.421.826 3.524.481
Biaya perlindungan tanaman 1.800.000 3.600.000 3.708.000 3.819.240 3.933.817 4.051.832 4.173.387 4.298.588 4.427.546 4.560.372 4.697.183 4.838.099 4.983.242 5.132.739 5.286.721
Panen (Panen Buah kecil/buah pasir) - 4 kali setahun 2.880.000 2.966.400 3.055.392 3.147.054 3.241.465 3.338.709 3.438.871 3.542.037 3.648.298 3.757.747 3.870.479 3.986.594 4.106.191
Penyiraman dan pengamanan (jika diperlukan) 3.600.000
46.260.000 25.155.000 28.789.650 29.653.340 30.542.940 31.459.228 32.403.005 33.375.095 34.376.348 35.407.638 36.469.867 37.563.963 38.690.882 39.851.609 41.047.157
Bahan dan alat
pengadaan Bibit Kelapa Genjah jarak 8 x 8 m 27.300.000
Pupuk Kandang sebelum tanam 1.560.000 1.560.000 1.606.800 1.655.004 1.704.654 1.755.794 1.808.468 1.862.722 1.918.603 1.976.161 2.035.446 2.096.510 2.159.405 2.224.187 2.290.913
Pupuk NPK, umur 1 tahun (Dosis 1 kg pertanaman. 4 kali apikasi ) 1.560.000 3.120.000 3.213.600 3.310.008 3.409.308 3.511.587 3.616.935 3.725.443 3.837.206 3.952.323 4.070.892 4.193.019 4.318.810 4.448.374 4.581.825
Pupuk Cair Organik (12 kali aplikasi di daun) dosis 200 ml/pohon 7.500.000 7.500.000 7.725.000 7.956.750 8.195.453 8.441.316 8.694.556 8.955.392 9.224.054 9.500.776 9.785.799 10.079.373 10.381.754 10.693.207 11.014.003
Pupuk Hayati (6 kali aplikasi di tanah, Perhektar/tahun) 3.000.000 3.000.000 3.090.000 3.182.700 3.278.181 3.376.526 3.477.822 3.582.157 3.689.622 3.800.310 3.914.320 4.031.749 4.152.702 4.277.283 4.405.601
Herbisida 600.000 600.000 618.000 636.540 655.636 675.305 695.564 716.431 737.924 760.062 782.864 806.350 830.540 855.457 881.120
Pestisida, 5 cc/pohon, 2x/thn (Fungsida dan Insectsida) 700.000 700.000 721.000 742.630 764.909 787.856 811.492 835.837 860.912 886.739 913.341 940.741 968.964 998.033 1.027.974
Dolomit (1kg/pohon) 390.000 390.000 401.700 413.751 426.164 438.948 452.117 465.680 479.651 494.040 508.862 524.127 539.851 556.047 572.728
Bambu Ajir 312.000
Seng Plat (1 Pohon butuh 1 meter Lingkaran) 3.900.000
46.822.000 16.870.000 17.376.100 17.897.383 18.434.304 18.987.334 19.556.954 20.143.662 20.747.972 21.370.411 22.011.524 22.671.869 23.352.025 24.052.586 24.774.164
TOTAL 93.082.000 42.025.000 46.165.750 47.550.723 48.977.244 50.446.562 51.959.958 53.518.757 55.124.320 56.778.049 58.481.391 60.235.833 62.042.908 63.904.195 65.821.321
Planted Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7 Tahun Ke-8 Tahun Ke-9 Tahun Ke-10 Tahun Ke-11 Tahun Ke-12 Tahun Ke-13 Tahun Ke-14 Tahun Ke-15
Tahun Ke-1 100
Tahun Ke-2 100
Upah 4.626.000.000 7.141.500.000 5.394.465.000 5.844.298.950 6.019.627.919 6.200.216.756 6.386.223.259 6.577.809.956 6.775.144.255 6.978.398.583 7.187.750.540 7.403.383.057 7.625.484.548 7.854.249.085 8.089.876.557
Biaya Tanam Tahun Ke-1 4.626.000.000 2.515.500.000 2.878.965.000 2.965.333.950 3.054.293.969 3.145.922.788 3.240.300.471 3.337.509.485 3.437.634.770 3.540.763.813 3.646.986.727 3.756.396.329 3.869.088.219 3.985.160.866 4.104.715.692
Biaya Tanam Tahun Ke-2 4.626.000.000 2.515.500.000 2.878.965.000 2.965.333.950 3.054.293.969 3.145.922.788 3.240.300.471 3.337.509.485 3.437.634.770 3.540.763.813 3.646.986.727 3.756.396.329 3.869.088.219 3.985.160.866
Bahan dan alat 4.682.200.000 6.369.200.000 3.424.610.000 3.527.348.300 3.633.168.749 3.742.163.811 3.854.428.726 3.970.061.588 4.089.163.435 4.211.838.338 4.338.193.488 4.468.339.293 4.602.389.472 4.740.461.156 4.882.674.991
Biaya Tanam Tahun Ke-1 4.682.200.000 1.687.000.000 1.737.610.000 1.789.738.300 1.843.430.449 1.898.733.362 1.955.695.363 2.014.366.224 2.074.797.211 2.137.041.127 2.201.152.361 2.267.186.932 2.335.202.540 2.405.258.616 2.477.416.375
Biaya Tanam Tahun Ke-2 4.682.200.000 1.687.000.000 1.737.610.000 1.789.738.300 1.843.430.449 1.898.733.362 1.955.695.363 2.014.366.224 2.074.797.211 2.137.041.127 2.201.152.361 2.267.186.932 2.335.202.540 2.405.258.616
Biaya Tanam Tahun Ke-1 9.308.200.000 4.202.500.000 4.616.575.000 4.755.072.250 4.897.724.418 5.044.656.150 5.195.995.835 5.351.875.710 5.512.431.981 5.677.804.940 5.848.139.088 6.023.583.261 6.204.290.759 6.390.419.482 6.582.132.066
Biaya Tanam Tahun Ke-2 9.308.200.000 4.202.500.000 4.616.575.000 4.755.072.250 4.897.724.418 5.044.656.150 5.195.995.835 5.351.875.710 5.512.431.981 5.677.804.940 5.848.139.088 6.023.583.261 6.204.290.759 6.390.419.482
TOTAL 9.308.200.000 13.510.700.000 8.819.075.000 9.371.647.250 9.652.796.668 9.942.380.568 10.240.651.985 10.547.871.544 10.864.307.690 11.190.236.921 11.525.944.029 11.871.722.350 12.227.874.020 12.594.710.241 12.972.551.548
Check - - - - - - - - - - - - - - -
Pra Op 9.308.200.000 22.818.900.000 13.021.575.000 4.616.575.000 - - - - - - - - - - -
Biaya Tanam Tahun Ke-1 9.308.200.000 13.510.700.000 8.819.075.000
Biaya Tanam Tahun Ke-2 9.308.200.000 4.202.500.000 4.616.575.000
Opex 4.755.072.250 9.652.796.668 9.942.380.568 10.240.651.985 10.547.871.544 10.864.307.690 11.190.236.921 11.525.944.029 11.871.722.350 12.227.874.020 12.594.710.241 12.972.551.548
Biaya Tanam Tahun Ke-1 4.755.072.250 4.897.724.418 5.044.656.150 5.195.995.835 5.351.875.710 5.512.431.981 5.677.804.940 5.848.139.088 6.023.583.261 6.204.290.759 6.390.419.482 6.582.132.066
Biaya Tanam Tahun Ke-2 4.755.072.250 4.897.724.418 5.044.656.150 5.195.995.835 5.351.875.710 5.512.431.981 5.677.804.940 5.848.139.088 6.023.583.261 6.204.290.759 6.390.419.482
Page 48
TM16 TM17 TM18 TM19 TM20 TM21 TM22 TM23 TM24 TM25
2.836.106 2.921.189 3.008.825 3.099.089 3.192.062 3.287.824 3.386.459 3.488.052 3.592.694 3.700.475
4.356.258 4.486.946 4.621.555 4.760.201 4.903.007 5.050.097 5.201.600 5.357.648 5.518.378 5.683.929
4.356.258 4.486.946 4.621.555 4.760.201 4.903.007 5.050.097 5.201.600 5.357.648 5.518.378 5.683.929
8.712.517 8.973.892 9.243.109 9.520.402 9.806.014 10.100.195 10.403.201 10.715.297 11.036.756 11.367.858
6.534.388 6.730.419 6.932.332 7.140.302 7.354.511 7.575.146 7.802.401 8.036.473 8.277.567 8.525.894
2.178.129 2.243.473 2.310.777 2.380.101 2.451.504 2.525.049 2.600.800 2.678.824 2.759.189 2.841.965
3.630.215 3.739.122 3.851.295 3.966.834 4.085.839 4.208.415 4.334.667 4.464.707 4.598.648 4.736.608
5.445.323 5.608.683 5.776.943 5.950.251 6.128.759 6.312.622 6.502.000 6.697.060 6.897.972 7.104.911
4.229.377 4.356.258 4.486.946 4.621.555 4.760.201 4.903.007 5.050.097 5.201.600 5.357.648 5.518.378
42.278.572 43.546.929 44.853.337 46.198.937 47.584.905 49.012.452 50.482.826 51.997.310 53.557.230 55.163.947
2.359.640 2.430.429 2.503.342 2.578.442 2.655.796 2.735.469 2.817.534 2.902.060 2.989.121 3.078.795
4.719.280 4.860.858 5.006.684 5.156.885 5.311.591 5.470.939 5.635.067 5.804.119 5.978.243 6.157.590
11.344.423 11.684.756 12.035.298 12.396.357 12.768.248 13.151.295 13.545.834 13.952.209 14.370.776 14.801.899
4.537.769 4.673.902 4.814.119 4.958.543 5.107.299 5.260.518 5.418.334 5.580.884 5.748.310 5.920.760
907.554 934.780 962.824 991.709 1.021.460 1.052.104 1.083.667 1.116.177 1.149.662 1.184.152
1.058.813 1.090.577 1.123.295 1.156.993 1.191.703 1.227.454 1.264.278 1.302.206 1.341.272 1.381.511
589.910 607.607 625.836 644.611 663.949 683.867 704.383 725.515 747.280 769.699
25.517.389 26.282.910 27.071.398 27.883.540 28.720.046 29.581.647 30.469.097 31.383.169 32.324.665 33.294.404
67.795.960 69.829.839 71.924.734 74.082.476 76.304.951 78.594.099 80.951.922 83.380.480 85.881.894 88.458.351
Tahun Ke-16 Tahun Ke-17 Tahun Ke-18 Tahun Ke-19 Tahun Ke-20 Tahun Ke-21 Tahun Ke-22 Tahun Ke-23 Tahun Ke-24 Tahun Ke-25
8.332.572.854 8.582.550.040 8.840.026.541 9.105.227.337 9.378.384.157 9.659.735.682 9.949.527.752 10.248.013.585 10.555.453.992 10.872.117.612
4.227.857.162 4.354.692.877 4.485.333.664 4.619.893.673 4.758.490.484 4.901.245.198 5.048.282.554 5.199.731.031 5.355.722.962 5.516.394.650
4.104.715.692 4.227.857.162 4.354.692.877 4.485.333.664 4.619.893.673 4.758.490.484 4.901.245.198 5.048.282.554 5.199.731.031 5.355.722.962
5.029.155.240 5.180.029.898 5.335.430.795 5.495.493.718 5.660.358.530 5.830.169.286 6.005.074.364 6.185.226.595 6.370.783.393 6.561.906.895
2.551.738.866 2.628.291.032 2.707.139.763 2.788.353.956 2.872.004.574 2.958.164.712 3.046.909.653 3.138.316.942 3.232.466.451 3.329.440.444
2.477.416.375 2.551.738.866 2.628.291.032 2.707.139.763 2.788.353.956 2.872.004.574 2.958.164.712 3.046.909.653 3.138.316.942 3.232.466.451
6.779.596.028 6.982.983.909 7.192.473.426 7.408.247.629 7.630.495.058 7.859.409.910 8.095.192.207 8.338.047.973 8.588.189.412 8.845.835.095
6.582.132.066 6.779.596.028 6.982.983.909 7.192.473.426 7.408.247.629 7.630.495.058 7.859.409.910 8.095.192.207 8.338.047.973 8.588.189.412
13.361.728.094 13.762.579.937 14.175.457.335 14.600.721.055 15.038.742.687 15.489.904.968 15.954.602.117 16.433.240.180 16.926.237.386 17.434.024.507
- - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
13.361.728.094 13.762.579.937 14.175.457.335 14.600.721.055 15.038.742.687 15.489.904.968 15.954.602.117 16.433.240.180 16.926.237.386 17.434.024.507
6.779.596.028 6.982.983.909 7.192.473.426 7.408.247.629 7.630.495.058 7.859.409.910 8.095.192.207 8.338.047.973 8.588.189.412 8.845.835.095
6.582.132.066 6.779.596.028 6.982.983.909 7.192.473.426 7.408.247.629 7.630.495.058 7.859.409.910 8.095.192.207 8.338.047.973 8.588.189.412
Page 49
Lampiran 3
PROYEKSI NERACA
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN SATUAN 2024 Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6
ASET
Aset Lancar
Kas dan Setara Kas RP - - - - 652.014.896 18.596.883.429 41.557.016.617
Piutang Usaha RP - - - - 2.521.954.041 5.195.225.324 5.336.461.640
Persediaan RP - - - - - - -
Piutang Lain-lain (Pihak Ketiga) RP - - - - - - -
Aset keuangan atas perjanjian jasa konsesi RP - - - - - - -
Biaya dibayar dimuka RP - - - - - - -
Total Aset Lancar RP - - - - 3.173.968.937 23.792.108.753 46.893.478.257
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap RP - 63.711.853.846 114.031.312.607 137.293.030.819 130.945.884.016 116.960.949.712 102.976.015.409
Total Aset Tidak Lancar RP - 63.711.853.846 114.031.312.607 137.293.030.819 130.945.884.016 116.960.949.712 102.976.015.409
TOTAL ASET RP - 63.711.853.846 114.031.312.607 137.293.030.819 134.119.852.953 140.753.058.465 149.869.493.667
LIABILITAS DAN EKUITAS
Liabilitas Lancar
Utang Usaha RP - - - - - - -
Utang bank jangka panjang yang jatuh tempo RP - - - - - - -
Pinjaman pemegang saham RP - - - - - - -
Liabilitas Lancar RP - - - - - - -
Liabilitas Tidak Lancar
Utang bank jangka panjang RP - 47.645.920.692 84.982.263.604 117.985.940.179 104.904.624.152 87.206.733.125 69.508.842.098
Pinjaman pemegang saham RP -
Utang jangka panjang lainnya RP - - - - - - -
Liabilitas imbalan pasca kerja RP - - - - - - -
RP - - - - - - -
Total Liabilitas Tidak Lancar RP - 47.645.920.692 84.982.263.604 117.985.940.179 104.904.624.152 87.206.733.125 69.508.842.098
Total Liabilitas RP - 47.645.920.692 84.982.263.604 117.985.940.179 104.904.624.152 87.206.733.125 69.508.842.098
Ekuitas
Modal Saham RP - 20.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000
Saldo Laba (Rugi) RP - (3.934.066.846) (10.950.950.997) (20.692.909.360) (16.784.771.200) 7.546.325.340 34.360.651.568
Total Ekuitas RP - 16.065.933.154 29.049.049.003 19.307.090.640 23.215.228.800 47.546.325.340 74.360.651.568
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS RP - 63.711.853.846 114.031.312.607 137.293.030.819 128.119.852.953 134.753.058.465 143.869.493.667
Page 50
Lampiran 4
PROYEKSI LABA RUGI
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7 Tahun Ke-8 Tahun Ke-9 Tahun Ke-10
Penjualan RP - - - 30.683.774.160 63.208.574.770 65.104.832.013 67.057.976.973 69.069.716.282 71.141.807.771 73.276.062.004
Harga Pokok Penjualan RP - - - 4.755.072.250 9.652.796.668 9.942.380.568 10.240.651.985 10.547.871.544 10.864.307.690 11.190.236.921
Laba Kotor RP - - - 25.928.701.910 53.555.778.102 55.162.451.445 56.817.324.989 58.521.844.738 60.277.500.080 62.085.825.083
Beban Usaha RP - - - 513.130.394 528.524.306 544.380.035 560.711.436 577.532.779 594.858.762 612.704.525
Laba Usaha RP - - - 25.415.571.516 53.027.253.797 54.618.071.410 56.256.613.553 57.944.311.959 59.682.641.318 61.473.120.558
Penyusutan RP - - - (10.963.721.803) (13.984.934.303) (13.984.934.303) (13.984.934.303) (13.984.934.303) (13.984.934.303) (5.021.212.500)
EBITDA RP - - - 14.451.849.713 39.042.319.493 40.633.137.107 42.271.679.250 43.959.377.656 45.697.707.015 56.451.908.058
Pendapatan (Beban) Lain-lain
- Beban bunga hutang bank RP (3.934.066.846) (7.016.884.151) (9.741.958.363) (9.441.416.174) (7.848.605.981) (6.255.795.789) - - - -
Total Pendapatan (Beban) Lain-lain RP (3.934.066.846) (7.016.884.151) (9.741.958.363) (9.441.416.174) (7.848.605.981) (6.255.795.789) - - - -
Laba Sebelum Pajak RP (3.934.066.846) (7.016.884.151) (9.741.958.363) 5.010.433.539 31.193.713.512 34.377.341.318 42.271.679.250 43.959.377.656 45.697.707.015 56.451.908.058
Pajak Penghasilan RP - - - (1.102.295.379) (6.862.616.973) (7.563.015.090) (9.299.769.435) (9.671.063.084) (10.053.495.543) (12.419.419.773)
Laba Bersih RP (3.934.066.846) (7.016.884.151) (9.741.958.363) 3.908.138.161 24.331.096.539 26.814.326.228 32.971.909.815 34.288.314.572 35.644.211.472 44.032.488.285
Page 51
Lampiran 5
PROYEKSI ARUS KAS
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7
Arus Kas Aktivitas Operasi
Penerimaan Bersih Penjualan RP - - - 28.161.820.119 60.535.303.487 64.963.595.696 66.882.824.068
Pembayaran biaya langsung RP - - - (4.755.072.250) (9.652.796.668) (9.942.380.568) (10.240.651.985)
Pembayaran beban usaha RP - - - (513.130.394) (528.524.306) (544.380.035) (560.711.436)
Beban pajak RP - - - (1.102.295.379) (6.862.616.973) (7.563.015.090) (9.299.769.435)
Saldo Kas Aktivitas Operasi RP - - - 21.791.322.097 43.491.365.541 46.913.820.004 46.781.691.212
Arus Kas Aktivitas Investasi
Perolehan Aset
- Aset Tetap RP (20.000.000.000) (20.000.000.000) - - - - -
Bangunan dan Sarana Prasarana (30.000.000.000) -
- Pra Operasi RP (9.777.787.000) (23.302.574.610) (13.519.759.848) (4.616.575.000) - - -
Setoran Jaminan Reklamasi RP - - - - - - -
Setoran Jaminan Penutupan RP - - - - - - -
Penjualan Aktiva RP
Saldo Kas Aktivitas Investasi RP (59.777.787.000) (43.302.574.610) (13.519.759.848) (4.616.575.000) - - -
Arus Kas Aktivitas Pendanaan
Setoran Pemegang Saham RP 20.000.000.000 20.000.000.000
Penarikan Hutang Bank RP 43.711.853.846 30.319.458.761 23.261.718.212 4.616.575.000
Angsuran Hutang Bank RP - - - (17.697.891.027) (17.697.891.027) (17.697.891.027) (69.508.842.098)
Pembayaran Bunga RP (3.934.066.846) (7.016.884.151) (9.741.958.363) (9.441.416.174) (7.848.605.981) (6.255.795.789) -
Penarikan Utang Pemegang Saham RP - - - 6.000.000.000 - - -
Angsuran Utang Pemegang Saham RP - - - - - - -
Saldo Kas Aktivitas Pendanaan RP 59.777.787.000 43.302.574.610 13.519.759.848 (16.522.732.201) (25.546.497.008) (23.953.686.816) (69.508.842.098)
SALDO KAS PERIODE BERJALAN RP - - - 652.014.896 17.944.868.533 22.960.133.188 (22.727.150.886)
Saldo Kas Awal RP - - - - 652.014.896 18.596.883.429 41.557.016.617
SALDO KAS AKHIR RP - - - 652.014.896 18.596.883.429 41.557.016.617 18.829.865.731
Page 52
Lampiran 6
PROYEKSI PENJUALAN
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7 Tahun Ke-8 Tahun Ke-9 Tahun Ke-10
Volume Penjualan Kelapa Buah - - - 2.808.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000
Total Volume Penjualan Buah - - - 2.808.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000 5.616.000
Harga Rp / buah 10.000 10.300 10.609 10.927 11.255 11.593 11.941 12.299 12.668 13.048
Penerimaan Penjualan Kelapa Rp - - - 30.683.774.160 63.208.574.770 65.104.832.013 67.057.976.973 69.069.716.282 71.141.807.771 73.276.062.004
TOTAL PENJUALAN RP - - - 30.683.774.160 63.208.574.770 65.104.832.013 67.057.976.973 69.069.716.282 71.141.807.771 73.276.062.004
Piutang Usaha
Awal RP - - - - 2.521.954.041 5.195.225.324 5.336.461.640 5.511.614.546 5.676.962.982 5.847.271.872
Akhir RP - - - (2.521.954.041) (5.195.225.324) (5.336.461.640) (5.511.614.546) (5.676.962.982) (5.847.271.872) (6.006.234.590)
PENERIMAAN BERSIH PENJUALAN RP - - - 28.161.820.119 60.535.303.487 64.963.595.696 66.882.824.068 68.904.367.846 70.971.498.881 73.117.099.285
Page 53
Lampiran 7
PROYEKSI HARGA POKOK PENJUALAN
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7 Tahun Ke-8
Beban Upah
Persiapan lahan (Pakai alat berat eskavator atau boldozer) Rp 1.500.000.000 1.500.000.000 - - - - - -
Pengajiran Rp 78.000.000 78.000.000 - - - - - -
Pembuatan lobang tanam ukuran 0.6 x 0.6 m (156 lobang) Rp 180.000.000 180.000.000 - - - - - -
Penanaman (156 tanaman) Rp 180.000.000 180.000.000 - - - - - -
Pemupukan 0rganik padat (kandang) 1 kali setahun Rp 180.000.000 187.500.000 375.000.000 375.000.000 375.000.000 375.000.000 375.000.000 375.000.000
Pemupukan NPK 4 x/tahun, 6 OH/ha Rp 288.000.000 288.000.000 576.000.000 576.000.000 576.000.000 576.000.000 576.000.000 576.000.000
Pemupukan Hayati (6 kali setahun), 4 OH per aplikasi) Rp 288.000.000 288.000.000 576.000.000 576.000.000 576.000.000 576.000.000 576.000.000 576.000.000
Pemupukan Organik Cair (12 kali setahun, 4 OH Per apliksi) Rp 576.000.000 576.000.000 1.152.000.000 1.152.000.000 1.152.000.000 1.152.000.000 1.152.000.000 1.152.000.000
Penekanan gulma, 6x/tahun , 6 OH/ha Rp 432.000.000 432.000.000 864.000.000 864.000.000 864.000.000 864.000.000 864.000.000 864.000.000
Pengendalian hama dan penyakit 2x/tahun, 6 OH/ha Rp 144.000.000 144.000.000 288.000.000 288.000.000 288.000.000 288.000.000 288.000.000 288.000.000
Bobokor, 1 OH=20 pohon, 2x/thn Rp 240.000.000 240.000.000 480.000.000 480.000.000 480.000.000 480.000.000 480.000.000 480.000.000
Biaya perlindungan tanaman Rp 180.000.000 180.000.000 - - - - - -
Penyiraman dan pengamanan (jika diperlukan) Rp 360.000.000 360.000.000 720.000.000 720.000.000 720.000.000 720.000.000 720.000.000 720.000.000
Jumlah Biaya Upah Rp 4.626.000.000 4.633.500.000 5.031.000.000 5.031.000.000 5.031.000.000 5.031.000.000 5.031.000.000 5.031.000.000
Bahan dan Alat
pengadaan Bibit Kelapa Genjah jarak 8 x 8 m Rp 2.730.000.000 2.730.000.000 - - - - - -
Pupuk Kandang sebelum tanam Rp 156.000.000 312.000.000 312.000.000 312.000.000 312.000.000 312.000.000 312.000.000 312.000.000
Pupuk NPK, umur 1 tahun (Dosis 1 kg pertanaman. 4 kali apikasi ) Rp 156.000.000 624.000.000 624.000.000 624.000.000 624.000.000 624.000.000 624.000.000 624.000.000
Pupuk Cair Organik (12 kali aplikasi di daun) dosis 200 ml/pohon Rp 750.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000 1.500.000.000
Pupuk Hayati (6 kali aplikasi di tanah, Perhektar/tahun) Rp 300.000.000 600.000.000 600.000.000 600.000.000 600.000.000 600.000.000 600.000.000 600.000.000
Herbisida Rp 60.000.000 120.000.000 120.000.000 120.000.000 120.000.000 120.000.000 120.000.000 120.000.000
Pestisida, 5 cc/pohon, 2x/thn (Fungsida dan Insectsida) Rp 70.000.000 140.000.000 140.000.000 140.000.000 140.000.000 140.000.000 140.000.000 140.000.000
Dolomit (1kg/pohon) Rp 39.000.000 78.000.000 140.000.000 140.000.000 - 140.000.000 - -
Bambu Ajir Rp 31.200.000 62.400.000 - - - - - -
Seng Plat (1 Pohon butuh 1 meter Lingkaran) Rp 390.000.000 780.000.000 - - - - - -
Jumlah Biaya Bahan dan Alat Rp 4.682.200.000 6.946.400.000 3.436.000.000 3.436.000.000 3.296.000.000 3.436.000.000 3.296.000.000 3.296.000.000
Total Beban Produksi RP 9.308.200.000 11.579.900.000 8.467.000.000 8.467.000.000 8.327.000.000 8.467.000.000 8.327.000.000 8.327.000.000
Persediaan
Saldo Awal RP - - - - - - - -
Saldo Akhir RP - - - - - - - -
TOTAL HARGA POKOK PENJUALAN RP 9.308.200.000 11.579.900.000 8.467.000.000 8.467.000.000 8.327.000.000 8.467.000.000 8.327.000.000 8.327.000.000
Page 54
Lampiran 7
PROYEKSI HARGA POKOK PENJUALAN
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN SATUAN Tahun Ke-9 Tahun Ke-10
Beban Upah
Persiapan lahan (Pakai alat berat eskavator atau boldozer) Rp - -
Pengajiran Rp - -
Pembuatan lobang tanam ukuran 0.6 x 0.6 m (156 lobang) Rp - -
Penanaman (156 tanaman) Rp - -
Pemupukan 0rganik padat (kandang) 1 kali setahun Rp 375.000.000 375.000.000
Pemupukan NPK 4 x/tahun, 6 OH/ha Rp 576.000.000 576.000.000
Pemupukan Hayati (6 kali setahun), 4 OH per aplikasi) Rp 576.000.000 576.000.000
Pemupukan Organik Cair (12 kali setahun, 4 OH Per apliksi) Rp 1.152.000.000 1.152.000.000
Penekanan gulma, 6x/tahun , 6 OH/ha Rp 864.000.000 864.000.000
Pengendalian hama dan penyakit 2x/tahun, 6 OH/ha Rp 288.000.000 288.000.000
Bobokor, 1 OH=20 pohon, 2x/thn Rp 480.000.000 480.000.000
Biaya perlindungan tanaman Rp - -
Penyiraman dan pengamanan (jika diperlukan) Rp 720.000.000 720.000.000
Jumlah Biaya Upah Rp 5.031.000.000 5.031.000.000
Bahan dan Alat
pengadaan Bibit Kelapa Genjah jarak 8 x 8 m Rp - -
Pupuk Kandang sebelum tanam Rp 312.000.000 312.000.000
Pupuk NPK, umur 1 tahun (Dosis 1 kg pertanaman. 4 kali apikasi ) Rp 624.000.000 624.000.000
Pupuk Cair Organik (12 kali aplikasi di daun) dosis 200 ml/pohon Rp 1.500.000.000 1.500.000.000
Pupuk Hayati (6 kali aplikasi di tanah, Perhektar/tahun) Rp 600.000.000 600.000.000
Herbisida Rp 120.000.000 120.000.000
Pestisida, 5 cc/pohon, 2x/thn (Fungsida dan Insectsida) Rp 140.000.000 78.000.000
Dolomit (1kg/pohon) Rp - -
Bambu Ajir Rp - -
Seng Plat (1 Pohon butuh 1 meter Lingkaran) Rp - -
Jumlah Biaya Bahan dan Alat Rp 3.296.000.000 3.234.000.000
Total Beban Produksi RP 8.327.000.000 8.265.000.000
Persediaan
Saldo Awal RP - -
Saldo Akhir RP - -
TOTAL HARGA POKOK PENJUALAN RP 8.327.000.000 8.265.000.000
Page 55
Lampiran 8
PROYEKSI BEBAN USAHA
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7 Tahun Ke-8 Tahun Ke-9 Tahun Ke-10
Biaya Pegawai RP 469.587.000 483.674.610 498.184.848 513.130.394 528.524.306 544.380.035 560.711.436 577.532.779 594.858.762 612.704.525
Biaya Administrasi dan Umum RP - - - - - - - - - -
Biaya Pemeliharaan RP - - - - - - - - - -
TOTAL BEBAN USAHA RP 469.587.000 483.674.610 498.184.848 513.130.394 528.524.306 544.380.035 560.711.436 577.532.779 594.858.762 612.704.525
Page 56
Lampiran 9
PROYEKSI BEBAN USAHA
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN SATUAN Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7 Tahun Ke-8 Tahun Ke-9 Tahun Ke-10
Coal
Persediaan Awal USD - - - - - - - - - -
Pembelian USD - - - - - - - - - -
Pemakaian USD - - - - - - - - - -
Persediaan Akhir USD - - - - - - - - - -
Biaya Langsung
Biaya Upah RP 4.626.000.000 7.141.500.000 5.394.465.000 5.844.298.950 6.019.627.919 6.200.216.756 6.386.223.259 6.577.809.956 6.775.144.255 6.978.398.583
Bahan dan Alat RP 4.682.200.000 6.369.200.000 3.424.610.000 3.527.348.300 3.633.168.749 3.742.163.811 3.854.428.726 3.970.061.588 4.089.163.435 4.211.838.338
Total Biaya Langsung RP 9.308.200.000 13.510.700.000 8.819.075.000 9.371.647.250 9.652.796.668 9.942.380.568 10.240.651.985 10.547.871.544 10.864.307.690 11.190.236.921
Hutang Usaha
Awal RP - - - - - - - - - -
Akhir RP - - - - - - - - - -
PEMBAYARAN BIAYA LANGSUNG RP 9.308.200.000 13.510.700.000 8.819.075.000 9.371.647.250 9.652.796.668 9.942.380.568 10.240.651.985 10.547.871.544 10.864.307.690 11.190.236.921
Page 57
Lampiran 10
PROYEKSI BEBAN PENYUSUTAN ASET TETAP
Studi Kelayakan
Kebun Kelapa Genjah
URAIAN SATUAN 2024 Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-8 Tahun Ke-9 Tahun Ke-10
Capex
Tanah RP 20.000.000.000 20.000.000.000 - - - - - - -
Bangunan dan Sarana Prasarana RP 30.000.000.000 - - - - - - - -
Pra Op Tahun Tanam ke 1 RP 9.777.787.000 13.994.374.610 9.317.259.848 - - - - -
Pra Op Tahun Tanam ke 2 RP 9.308.200.000 4.202.500.000 4.616.575.000
Pra Op Beban Bunga RP 3.934.066.846 7.016.884.151 9.741.958.363
Peralatan Kantor RP - - - - - - - - -
Total Capex 63.711.853.846 50.319.458.761 23.261.718.212 4.616.575.000 - - - - -
Harga Perolehan
Tanah RP - 20.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000 40.000.000.000
Bangunan dan Sarana Prasarana RP - 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000 30.000.000.000
Pra Op Tahun Tanam ke 1 RP - 9.777.787.000 23.772.161.610 33.089.421.458 33.089.421.458 33.089.421.458 33.089.421.458 33.089.421.458 33.089.421.458 33.089.421.458
Pra Op Tahun Tanam ke 2 RP - - 9.308.200.000 13.510.700.000 18.127.275.000 18.127.275.000 18.127.275.000 18.127.275.000 18.127.275.000 18.127.275.000
Pra Op Beban Bunga RP 3.934.066.846 10.950.950.997 20.692.909.360 20.692.909.360 20.692.909.360 20.692.909.360 20.692.909.360 20.692.909.360 20.692.909.360
Peralatan Kantor RP - - - - - - - - - -
Construction in Progress RP - - - - - - - - - -
Total Harga Perolehan RP - 63.711.853.846 114.031.312.607 137.293.030.819 141.909.605.819 141.909.605.819 141.909.605.819 141.909.605.819 141.909.605.819 141.909.605.819
Penyusutan
Bangunan dan Sarana Prasarana RP - - - - 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000 2.000.000.000
Pra Op Tahun Tanam ke 1 RP - - - - 5.514.903.576 5.514.903.576 5.514.903.576 5.514.903.576 5.514.903.576 0
Pra Op Tahun Tanam ke 2 RP - - - - - 3.021.212.500 3.021.212.500 3.021.212.500 3.021.212.500 3.021.212.500
Pra Op Beban Bunga RP - - - - 3.448.818.227 3.448.818.227 3.448.818.227 3.448.818.227 3.448.818.227 -
Peralatan Kantor RP - - - - - - - - - -
Total Penyusutan RP - - - - 10.963.721.803 13.984.934.303 13.984.934.303 13.984.934.303 13.984.934.303 5.021.212.500
Akumulasi Penyusutan
Bangunan dan Sarana Prasarana RP - - - - 2.000.000.000 4.000.000.000 6.000.000.000 10.000.000.000 12.000.000.000 14.000.000.000
Pra Op Tahun Tanam ke 1 RP - - - - 5.514.903.576 11.029.807.153 16.544.710.729 27.574.517.882 33.089.421.458 33.089.421.458
Pra Op Tahun Tanam ke 2 RP - - - - - 3.021.212.500 6.042.425.000 12.084.850.000 15.106.062.500 18.127.275.000
Pra Op Beban Bunga RP - - - - 3.448.818.227 6.897.636.453 10.346.454.680 17.244.091.134 20.692.909.360 20.692.909.360
Peralatan Kantor RP - - - - - - - - - -
Total Akumulasi Penyusutan RP - - - - 10.963.721.803 24.948.656.106 38.933.590.409 66.903.459.016 80.888.393.319 85.909.605.819
NILAI TERCATAT RP - 63.711.853.846 114.031.312.607 137.293.030.819 130.945.884.016 116.960.949.712 102.976.015.409 75.006.146.803 61.021.212.500 56.000.000.000
Page 58
Lampiran 11
KEBUN KELAPA GENJAH
KELAYAKAN INVESTASI
ANALISA PROYEK
Tahun Ke-1 Tahun Ke-2 Tahun Ke-3 Tahun Ke-4 Tahun Ke-5 Tahun Ke-6 Tahun Ke-7 Tahun Ke-8 Tahun Ke-9 Tahun Ke-10
URAIAN JUMLAH
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
PENERIMAAN
EAT 1.178.572.570.241 3.908.138.161 24.331.096.539 26.814.326.228 32.971.909.815 34.288.314.572 35.644.211.472 44.032.488.285
+ Tax Shield (i * T) 18.365.737.996 - - - 7.364.304.615 6.121.912.665 4.879.520.715 - - - -
Jumlah Penerimaan 1.196.938.308.237 - - - 11.272.442.776 30.453.009.205 31.693.846.944 32.971.909.815 34.288.314.572 35.644.211.472 44.032.488.285
PENGELUARAN
- Biaya Investasi (141.909.605.819) (63.711.853.846) (50.319.458.761) (23.261.718.212) (4.616.575.000) - - - - - -
- Capital Expenditure - - - - - - - - - - -
+/- Working Capital - - - - - - - - - - -
Jumlah Pengeluaran -141.909.605.819 (63.711.853.846) (50.319.458.761) (23.261.718.212) (4.616.575.000) - - - - - -
PROCEED 1.055.028.702.419 -63.711.853.846 -50.319.458.761 -23.261.718.212 6.655.867.776 30.453.009.205 31.693.846.944 32.971.909.815 34.288.314.572 35.644.211.472 44.032.488.285
Discount Factor 10,40% 1,00000 0,90577 0,82043 0,74312 0,67310 0,60967 0,55223 0,50019 0,45306 0,41037
Present Value -63.711.853.846 -45.578.035.912 -19.084.512.937 4.946.108.296 20.497.872.816 19.322.938.950 18.207.988.643 17.150.771.217 16.149.019.997 18.069.662.210
Present Value Cash In Flow 304.097.575.329 0 0 0 8.376.777.394 20.497.872.816 19.322.938.950 18.207.988.643 17.150.771.217 16.149.019.997 18.069.662.210
Present Value Cash Out Flow -131.805.071.794 (63.711.853.846) (45.578.035.912) (19.084.512.937) (3.430.669.099) - - - - - -
NET PRESENT VALUE (NPV) 172.292.503.535 Positive Feasible
INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) 19,97% > of Loan Interest Feasible
PROFITABILITY INDEX (PI) 2,307 Feasible
PAYBACK PERIOD 9,03 Tahun atau 9 Tahun dan 1 Bulan
Page 59
Lampiran 12
PERHITUNGAN DISCOUNT FACTOR
JENIS MODAL Biaya Modal Komposisi Tertimbang
a. COST OF DEBT ( Kd = i x (1-T)) 7,02% 39,31% 2,76%
b. COST OF EQUITY ( Ke = Rf + (Beta x Rpm) + Rs 12,59% 60,69% 7,64%
Weighted Average Cost of Capital ( WACC ) 10,40%
PERHITUNGAN COST OF EQUITY PERHITUNGAN COST OF DEBT
a. Risk Free Rate ( Rf ) 7,15% a. Bunga Bank 9,00%
b. Risk Premiun Market ( Rpm ) 6,87% b. Pajak 22,00%
c. β (Beta) 0,78
d. Specific Risk Company (Rs ) 2,00%
e. CDS 1,89%
COST OF EQUITY 12,59% COST OF DEBT 7,02%
Unleverage Beta ======> 0,52 BL
BU =
1 + (( 1 - t ) x ( Kd/Ke ))
Leverage Beta Perusahaan Dinilai ======> 0,78
BL = BU x ( 1+ ( 1 - t ) x ( Kd/Ke ))
Keterangan :
Rf = Tingkat Balikan Bebas Risiko
R pm = Premi Risiko Pasar
β (Beta) = Ukuran Risiko Sistimatis
Rs = Premi Untuk Risiko Spesifik Perusahaan
Names mentioned 60 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar dan Rekan
p.2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Febriman Siregar
p.2
unresolved
org
KJPP FSR
p.2 ×21
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×14
unresolved
org
Pusat Statistik
p.3
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×3
unresolved
org
SIREGAR DAN REKAN Ir. Yohn PS Napitupulu
p.6
unresolved
person
Ir. Yohn PS Napitupulu
p.6 ×4
unresolved
person
Yaumil Husna Khair
p.8
unresolved
org
KJPP Febriman Siregar dan Rekan
p.9 ×2
unresolved
org
KJPP Febriman Siregar
p.9 ×2
unresolved
person
Msc.
p.9
unresolved
—
MAPPI
p.9
unresolved
—
Izin Bapepam-LK
p.9
unresolved
org
Bapepam-LK
p.9 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.9
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.12 ×10
unresolved
person
Akuntan Publik Arief Setyadi
p.12 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik Adi Santoso
p.12 ×6
unresolved
person
Abdul Latief
· Notaris
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.14
unresolved
person
Christina Dwi Utami
· Notaris
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14
unresolved
org
PT Fajar Mining Resources
p.14 ×2
unresolved
org
Paul Hadiwinata
p.15 ×2
unresolved
org
PT Wahana Trilintas Mining
p.15
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia No. J.A.
p.17
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- AH.
p.17
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata
p.17 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV-
p.20 ×2
unresolved
org
Menteri ESDM
p.38
unresolved
org
Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
p.39
unresolved
org
PT Weda Bay Nickel
p.39
unresolved
org
PT WBN
p.39
unresolved
org
PT Gag Nikel
p.40
unresolved
org
PT Bumi Konawe Minerina
p.40
unresolved
org
Aquila Mine Pte Ltd
p.40
unresolved
org
PT Mahawira Palasara Agung
p.40
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
4540 ms
12 Sep 2026 22:51
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}