Skip to content
Back to announcement

20250509_PTSP_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31885020_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review PTSP

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 124

Page 1 OCR 0.905
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
Atas Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
PT PIONEERINDO GOURMET INTERNATIONAL TBK
Untuk PT PIONEERINDO GOURMET INTERNATIONAL TBK
Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No. 100,
Kec. Palmerah, Jakarta Barat,
DKI Jakarta. 11480
Page 2 OCR 0.916
KJPP GUNTUR EKI, ANDRI DAN REKAN

Ko. Izin:2.13.0116 dan KYKKO. "112013
Bidang Jasa: Propersi cal is
Kilayah Cerja:kegara Rei Indonesia

No. File : 00023/2.0116-06/BS/05/0511/1/IV/2025
Jakarta, 8 April 2025

Yth. Dewan Direksi

PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No.100,
Kec. Palmerah, Jakarta Barat,

DKI Jakarta. 11480

Ringkasan Eksekutif Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo Gourmet
International Tbk

Dengan hormat,

Ringkasan Laporan Studi kelayakan ini merupakan bagian dari laporan Studi kelayakan secara
keseluruhan yang disajikan sebagai laporan terinci dan tidak dapat dipisahkan. KANTOR JASA
PENILAI PUBLIK GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN (“GEAR”) telah ditunjuk oleh PT
PIONEERINDO GOURMET INTERNATIONAL TBK (“PTSP”) melalui persetujuan surat
penawaran No. JKT.029/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 21 Maret 2025 dengan maksud untuk
melakukan kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo
Gourmet International Tbk (“PTSP”) dalam kaitannya dengan pemenuhan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama
(“PJOK 17”), dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penilaian tersebut.

1. Identifikasi Status Penilai
Sesuai Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 277/KM.1/2018 tertanggal 16 April
2018 mengenai Izin Penilai Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev. MAPPI (Cert) yang
ditetapkan sebagai penilai di Bidang Jasa Penilaian Bisnis dengan kualifikasi (B)
No. B-01.18.00511 dan terdaftar di OJK untuk Pasar Modal dengan No. STTD.PB-
SI/PM.223/2021 dan OJK IKNB dengan No. 21 1/NB.122/STTD-P/2020 dan juga sebagai anggota
MAPPI dengan No. 14-S-05089 dan Nomor Register RMK-2017.01120.

GEAR adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini.

2. Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan adalah sebagai berikut:
Nama PT Pioneerindo Gourmet International Tbk

Bidang Usaha Makanan dan Minuman
Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No.100, Kec. Palmerah, Jakarta

Alamat Barat, DKI Jakarta. 11480
Telepon 5366-8999

Fax 5366-2012

Emai k cendra@pioneerindo.com
Website www.cfcindonesia.com

3. Maksud dan Tujuan Penilaian

Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT
Pioneerindo Gourmet International Tbk dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa
Keuangan ("OJK").

Kantor Cabang : Business Valuation Unit. Gcdung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat —: Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 3 OCR 0.928
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN
Mo. Irin:2.15.0116 dar KMCNS. 562/KM.172013
ahaang Jasa: Properti dar Bisnis

Wilayah Kerja:Negara Republik Indonesia

Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

4. Obyek Studi Kelayakan

Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
penambahan kegiatan usaha yang terdiri dari 2 (dua) Klasifikasi Baku Lapangan Usahan
Indonesia (“KBLI”) yaitu:

KBLI 10130 - Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging
KBLI 46322 - Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan
KBLI 47245 - Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Olahan
KBLI 10750 - Industri Makanan dan Masakan Olahan Lainnya
KBLI 56109 - Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling Lainnya
KBLI 5610 - Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling (Food Truck)
KBLI 10710 - Industri Produk Roti dan Kuc
KBLI 46321 - Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan
KBLI 10740 - Industri Makaroni, Mie, dan Produk Sejenisnya

. KBLI 47242 - Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering & Basah

.« KBLI 47823 - Perdagangan Eceran Kaki Lima Dan Los Pasar Kopi, Gula Pasir, Gula Merah
Dan Sejenisnya

. KBLI 10216 - Industri Berbasis Daging Lumatan dan Surimi

. KBLI 68111 - Real Estate yang Dimiliki Sendiri atau Disewa

LL OLUIAYUHHN—

sp

5. Tanggal Studi Kelayakan (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mci 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa
berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off Date)
dalam laporan penilaian.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan penilaian ini
yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (cut off date) dalam laporan penilaian.

6. Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan PTSP ataupun pihak-pihak yang
terafiliasi dengan PTSP. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi
atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami terima
sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan.

Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat: Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Tclp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 4 OCR 0.906
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

Mo. lain: 2.15.0116 dat KMK ND. $62/KM, 172013
Bidang Jasa :Proberti dar Bisnis
Wilayan Kerja:Negara Republik Indonesia

7. Tanggung Jawab Penilai

Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penilai, GEAR menyatakan bahwa
semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah dilakukan
dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang diterbitkan.

8. Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

Pengumpulan Data
# Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas

penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan,
spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait.
# Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
dipertanggungjawabkan,
# Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh
dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.

Proses Analisis

# Aspek legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perizinan
penambahan kegiatan usaha

@ Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar industri makanan dan minuman di Indonesia.

e Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
penambahan kegiatan usaha.

@ Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko
yang berpotensi muncul dan Langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.

@#  Aspck model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan.

@ Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ekonomi.

Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indicator Net Present Value
(“NPV”), Profitability Index (“PI”), Internal Rate of Return (“IRR”), dan Payback Period.

9. Standar Penugasan Studi Kelayakan

Analisis, opini, dan Kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah
dibuat dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK 17)
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020
(“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gcdung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat —: Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 5 OCR 0.922
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

No. Irin?2. 15.016 dan KNCN2, 562700. 1/2013
Bidang Jasa :Properti dar Bisnis
Wilayah Kerja:Negara Republik Irdenesia

10. Tingkat Kedalaman Investigasi

Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan informasi
dari pihak manajemen PTSP, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen kelengkapan
analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara berupa con call
atau virtual meeting.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:

1. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada
laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran:

2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak
dilakukan,

3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha,

4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan.

Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini PTSP masih
menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Makanan dan Minuman.

Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan melakukan site visit terhadap fasilitas milik PTSP
dan melakukan wawancara dengan manajemen PTSP ataupun pihak yang mewakilinya dan
pihak-pihak lain yang relevan.

Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu:

Figur 1. Pihak yang Diwawancara & PIC PTSP

Diwawancarai Jabatan

Teh Kian Kun Corporate Secretary PTSP
Erikson Pandiangan Legal Manager PTSP
Sari Yuniati Jatmiko Accounting Manager PTSP

11. Data dan Informasi Rencana Penambahan Usaha

Beberapa sumber informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi, antara lain:

# Data-data laporan keuangan historis,

@ Data investasi dan dokumen pendukung lainnya yang disediakan manajemen PTSP,

@ Data-data ckonomi yang diperoleh dari Penelitian Damodaran dan sumber-sumber lainnya
yang relevan,

@ Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi
terkait, seperti Bank Indonesia dan lainnya.

12. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini,
GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar.

Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat : Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp.'Fax 031 8470138 / 99013093
Page 6 OCR 0.917
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

N In:2.13.0116 dar KNKNO. 562/K1. 172015
Bidang Jasa: Propersi can Bisnis
Wilayah Kerja: Vegara ResusLik Indonesia

13. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah :

@ Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion.

# Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
proses Studi kelayakan.

@ Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi
yang disediakan oleh PTSP dan atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk
publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.

@# Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan
studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada pengurangan atas
fakta-fakta yang penting.

@ GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh PTSP dan telah disesuaikan
schingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).

# Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional PTSP.

# GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.

# GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi
tugas.

# Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.

@ Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana Transaksi
yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan.

# Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban PTSP dan semua pihak yang terlibat dalam
Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan Kegiatan
Usaha yang diungkapkan oleh manajemen PTSP.

@ Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan
atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan ini merupakan
suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak
lengkap.

@ Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai dengan
tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan asumsi dan
kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Kondisi Pembatas

# Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
melakukan transaksi.

# Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh PTSP atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.

Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat : Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 7 OCR 0.936
KJPP GUNTUR EKI, ANDRI DAN REKAN

Na 2.15.0116 dan KMK NO. 562/K8, 172013
Bidang Jasa: Properti dar Bisnis
Wilayah Kerja:kegara Republic Indonesia

Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen PTSP, bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

@ Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan menggunakan
data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan atas data dan
informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara material. Oleh
karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan
kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

@# Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha
ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada PTSP dalam kaitan dengan Penambahan Kegiatan
Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak
melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan Usaha dari aspek hukum dan
implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha tersebut.

@ Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan,
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar Penambahan Kegiatan Usaha
yang ada dan mungkin tersedia untuk PTSP serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini.

14. Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

Laporan penilaian tidak ditujukan untuk konsumsi publik, dimana setiap publikasi atas
sebagian atau keseluruhan laporan ataupun berbagai dokumen pendukung harus mendapatkan
persetujuan Penilai Publik.

15. Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal
Laporan

Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi
mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian penting
setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan. Penilai tidak
berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi Kelayakan yang
dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan dan disampaikan
kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait evaluasi Laporan
Studi Kelayakan terkait maksud dan tujuan penilaian, maka GEAR dapat menerbitkan revisi
atas Laporan Studi Kelayakan untuk memenuhi tanggapan dan jawaban kepada OJK.

16. Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat
oleh Penilai dengan memenuhi POJK 35, SEOJK 17, dan POJK 17.

17. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan Berdasarkan SPI

Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah dibuat
dengan memenuhi ketentuan KEPI dan SPI Edisi VII Tahun 2018.

Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat —: Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 8 OCR 0.945
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

M2. Telo22.13.0116 can

No. 562/K8, 172013

Bidang Jasa: Properti dar disni:
Wilayah Kerja:kegara Republic Indonesia

18. Analisis Kelayakan

18.1 Aspek Pasar

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penambahan kegiatan usaha untuk 13 KBLI masih
memiliki prospek yang baik, antara lain:

Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester
1/2024 tercatat sebesar 5,08 persen (c-to-c). Pada triwulan 11/2024, ekonomi Indonesia
mengalami pertumbuhan 5,05 persen (y-on-y) dibandingkan triwulan 11/2023, dengan
semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan. Sektor yang mencatatkan pertumbuhan
signifikan antara lain Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,17 persen,
serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,56 persen.

Permintaan yang Terus Meningkat: Peningkatan konsumsi rumah tangga, perubahan gaya
hidup, serta berkembangnya kelas menengah yang lebih memilih makan di luar dan
layanan makanan siap saji mendorong permintaan terhadap sektor makanan dan minuman.
Selain itu, berdasarkan data hasil Survei Perusahaan/ Usaha Penyediaan Makanan dan
Minuman Tahun 2024 menunjukan bahwa jumlah usaha penyediaan makanan dan
minuman (PMM) di Indonesia tahun 2023 sebanyak 4,85 juta usaha, meningkat sekitar
21,13 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 4,01 juta usaha (Sensus Ekonomi
2016).

Inovasi dan Adaptasi Teknologi: Industri ini semakin mengadopsi teknologi digital, baik
untuk pemasaran, pemesanan, maupun transaksi pembayaran. Pemanfaatan teknologi yang
semakin luas ini memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan
memperluas pasar, terutama dengan keberadaan platform e-commerce dan digitalisasi
yang semakin penting bagi konsumen.

Daya Beli Masyarakat yang Meningkat: Pendapatan masyarakat yang terus meningkat,
ditambah dengan tingkat keyakinan konsumen yang semakin baik (Indeks Keyakinan
Konsumen Desember 2024 tercatat 127,7), mendukung sektor makanan dan minuman.
Dengan keyakinan yang lebih tinggi, konsumen cenderung lebih banyak mengeluarkan
uang untuk konsumsi, termasuk makan di luar atau membeli makanan siap saji.
Keunggulan Kompetitif PTSP: PTSP memiliki merek yang sudah dikenal luas, seperti
California Fried Chicken (CFC), dan memiliki jaringan distribusi yang solid. Dengan
menambah lini usaha dan memperluas KBLI yang relevan ini tidak hanya bertujuan untuk
memperluas basis operasional dan meningkatkan pendapatan perusahaan, tetapi juga untuk
memenuhi regulasi yang berlaku dan mendukung pengembangan bisnis jangka panjang.
Persaingan Pasar: dengan kehadiran beberapa perusahaan besar yang sudah lebih dulu
beroperasi dan memiliki posisi yang sama kuat di pasar. Oleh karena itu, PTSP perlu
memfokuskan inovasi produk dan kualitas layanan, serta memanfaatkan pengalaman dan
data dari pesaing-pesaing yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia seperti PT Fast
Food Indonesia Tbk (FAST), PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), dan PT Mitra
Adiperkasa Tbk (MAPI).

Dengan melihat peluang penambahan kegiatan usaha memiliki prospek yang baik kedepannya,
serta PTSP sudah mempunyai keunggulan kompetifif serta merek yang sudah dikenal luas,
dimana hal ini memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi PTSP maka rencana
penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar Layak.

18.2 Aspek Teknis

Berdasarkan analisis terhadap rencana penambahan kegiatan usaha PTSP, dapat disimpulkan
bahwa penambahan ini memiliki kelayakan teknis yang baik. Perusahaan telah merencanakan
untuk memperluas kapasitas produksi dan distribusi, menciptakan produk berkualitas tinggi
dengan nilai tambah, serta mengoptimalkan rantai pasok untuk meningkatkan efisiensi

Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat: Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 9 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI, ANDRI DAN REKAN

No. Irin:2.13.0116 can KMKNa. 562/K2, 172013
Bdang Jasa: Properti dar disnis
Wilayah Kerja: Negara Repablic Indonesia

operasional. Selain itu, PTSP telah memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk
mendukung operasional atas kegiatan usaha baru ini, yang memastikan pelaksanaan yang
efisien dan efektif. Penambahan 13 KBLI baru juga dapat mengembangkan dan menunjang
industri makanan dan minuman yang saat ini dijalankan Perusahaan, dan sekaligus bertujuan
untuk memenuhi cakupan legalitas operasional perusahaan, mengakomodasi jenis layanan dan
aktivitas baru yang sudah dijalankan namun belum tercatat dalam izin usaha. Dengan
mempertimbangkan faktor-faktor ini, penambahan kegiatan usaha PTSP akan mendukung
pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang dan meningkatkan profitabilitas. Berdasarkan
hal tersebut, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek teknis Layak.

18.3 Aspek Pola Bisnis

Hasil analisis kelayakan pola bisnis penambahan usaha menunjukkan bahwa langkah strategis
ini memiliki potensi yang positif untuk meningkatkan nilai tambha bagi PTSP. PTSP juga
dapat memanfaatkan sinergi antara lini bisnis yang baru dengan lini bisnis yang sudah ada
untuk meningkatkan efektivitas operasional dan memperkuat keunggulan kompetitifnya di

pasar.

Namun, PTSP tetap perlu mengelola sejumlah risiko, seperti fluktuasi harga bahan baku, risiko
operasional dalam distribusi, dan tantangan persaingan pasar yang semakin ketat. Secara
keseluruhan. penambahan kegiatan usaha ini dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang
PTSP, memperkuat posisi perusahaan di pasar, dan memberikan potensi penciptaan nilai yang
lebih tinggi.

Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen PTSP dilihat dari
segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan melihat
analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka
rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak.

18.4 Aspek Model Manajemen

Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang akan diterapkan, berdasarkan
analisis yang telah dilakukan, penambahan kegiatan usaha oleh PTSP menunjukkan struktur
organisasi yang jelas dan terorganisir, dengan pembagian tugas dan delegasi wewenang yang
tepat, memastikan koordinasi yang efektif antar unit dalam menjalankan operasional
perusahaan.

Risiko terkait dengan ekspansi telah diidentifikasi dengan jelas oleh manajemen, dan berbagai
strategi mitigasi telah disiapkan untuk mengurangi dampak risiko yang mungkin muncul, maka
rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek model manajemen Layak.

18.5 Aspek Keuangan

Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih
antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash
Flow to Firm apabila PTSP tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya
dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to
Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan
mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai
berikut:

Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat — : Jl. Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 10 OCR 0.894
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI DAN REKAN

No, Izin: 2.13.0116 dan KNCN2, $62/KM. 112013
Bidang Jera :Proserti can Bisnis
Wilayah « Yegasa Republik Indonesia

@ Net Present Value (NPV) : Rp2.837.306 ribu
@ Internal Rate of Return (IRR) 1 25,38Y9

@  Profitability Index (PI) 13,57

@ Payback Period (PP) : 5 tahun 2 bulan

Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat
risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha pada 13
KBLI menunjukkan NPV yang positif, sehingga penambahan kegiatan usaha layak dilakukan.

IRR sebesar 25,38Yo menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha
dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto.

Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor
yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan nilai
investasi tidak berpengaruh terhadap parameter kelayakan, dikarenakan investasi untuk
penambahan kegiatan usaha terkait memenuhi cakupan legalitas relatif kecil dibandingkan
dengan skala operasional PTSP.

Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan
kegiatan usaha secara aspek keuangan layak.

Berdasarkan kesimpulan aspek-aspek diatas, maka rencana penambahan kegiatan usaha PTSP
Layak.

Demikian hasil kajian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada peraturan serta standar
penilaian dan kode etik yang berlaku. Maka kami menegaskan bahwa laporan ini bersifat rahasia
kepada Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan sesuai dengan keperluan yang tertulis.

Kami tidak bertanggung jawab kepada pihak ketiga, dan baik sebagian maupun keseluruhan laporan
atau rujukan terhadap laporan ini tidak dibenarkan untuk diterbitkan dalam dokumen apapun,
pernyataan, edaran, ataupun untuk dikomunikasikan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis
terlebih dahulu dari kami untuk format maupun konteks di mana akan dimunculkan.

Hormat kami,Our Regards
KJPP GUNTUR, EKI, ANDRI & REKAN

Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., MEc.Dev., MAPPI (Cert,

Partner

Klasifikasi Bidang Jasa : Penilai Bisnis (B)

Ijin Penilai $ No. B-1.18.00511

MAPPI 1. No. 14-S-05089

No. Register : RMK-2017.01120

STTD IKNB OJK : 211/NB.122/STTD-P/2020
STTD OJK 1. STTD.PB-51/PM.223/2021

Kantor Cabang : Business Valuation Unit, Gedung Pembina Graha Lantai 2 Ruang 30. Jl. D.I Pandjaitan No. 45,
Jatinegara, Jakarta Timur 13350 Telp. 021 3883 5076
Kantor Pusat : JL Sidosermo PDK V-A No. 45, Surabaya, Jawa Timur Telp./Fax 031 8470138 / 99013093
Page 11 OCR 0.953
PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah
ini menerangkan bahwa:

1.

Sa al

Pernyataan yang menjadi dasar dari analisis, pendapat dan kesimpulan nilai yang diuraikan
dalam Laporan Penilaian adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik Penilai, dan
berdasarkan informasi dan data pendukung yang kami gunakan dalam proses penilaian:
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini,

Imbalan jasa tidak berpengaruh terhadap proses penilaian.

Penilai tidak memiliki kepentingan terhadap Obyek Penilaian.

Laporan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI) dan Standar Penilaian Indonesia 2018 (SPI Edisi VII Tahun 2018) serta
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”)

Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan dan hasil penilaian yang
dilakukan:

Penugasan penyusunan penilaian secara profesional telah dilakukan terhadap Obyek Penilaian
pada tanggal Penilaian (Cut Off Date),

Penilai telah melakukan inspeksi lapangan yang merupakan Obyek Penilaian.

Penilai telah melakukan ruang lingkup sebagai berikut: identifikasi masalah, inspeksi,
pengumpulan data dan wawancara, analisis data, estimasi nilai dengan pendekatan penilaian,
penulisan laporan.

. Analisa telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Penilaian,
- Penugasan penilaian profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang

berlaku:

. Kesimpulan yang dihasilkan dalam penugasan profesional telah disajikan sebagai pendapat hasil

penilaian,

. Pendapat tersebut telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas,
. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan /atau

diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah,

. Tidak seorangpun selain yang bertanda tangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam

pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam Laporan Penilaian ini.

Jakarta, 8 April 2025

Page 12 OCR 0.866
Dwi Hari Prasetiyo, ST., MM., M.Ec.Dev — Penanggung Jawab
Izin Penilai : B-1.18.00511

MAPPI No. : 14-S-05089

RMK : RMK-2017.01120

Rahmat Faizal, S.E.. M.S.M, CIB - Reviewer
MAPPI No. : 17-P-7514
RMK : RMK-2019.02920

Aurellia Nur Halimatussadiyah, S.Tr.E — Penilai
MAPPI No. 1 24-P-12961

RMK : RMK-2024.04971

Septi Irdi Kurnia Melati, S.Tr.E — Penilai
MAPPI No. : 24-P-13352
RMK : RMK-2024.05013

Page 13 OCR 0.941
Na San

No. 70/PGVLGL/KPKU/IV/2025
Jakarta, 04 April 2025

Yth. KJPP GUNTUR, EKI ANDRI DAN REKAN
Gedung Pembina Graha Lt. 02 Ruang 30

JL. DI. Panjaitan No.45

Jakarta Timur 13350

Up. Dwi Hari Prasetiyo, MAPPI (Cert.)

Perihal: Surat Representasi Penugasan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo
Gourmet International Tbk

Dengan Hormat,

Berkenaan dengan Penyusunan Laporan Kajian, KANTOR JASA PENILAI PUBLIK GUNTUR,
EKI, ANDRI & REKAN (“GEAR”) telah ditunjuk oleh PT PIONEERINDO GOURMET
INTERNATIONAL TBK (“PTSP”) melalui persetujuan surat penawaran No.
JKT.029/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 21 Maret 2025 dengan maksud untuk melakukan kajian dan
analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo Gourmet International
Tbk (“PTSP”), diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan
ditujukkan untuk kepentingan pasar modal.

Kami memahami bahwa GEAR mengandalkan kepada representasi yang kami buat melalui surat ini
dan kami memberikan konfirmasi kepada PTSP bahwa hal-hal berikut adalah benar dan lengkap dalam
segala hal yang bersifat material sesuai dengan pengetahuan dan keyakinan kami yang terbaik,
mencakup:

1 Kami tegaskan bahwa semua jawaban pertanyaan dari GEAR, baik melalui korespondensi
ataupun pertemuan dengan manajemen PTSP berkenaan dengan pendapatan dan kegiatan
operasinya di masa mendatang telah mencerminkan pertimbangan terbaik Kami per tanggal
laporan kajian dan memperhitungkan prospek industri dan kondisi operasinya.

2. Semua dokumen, catatan dan informasi yang relevan dengan penelaahan prakiraan keuangan
telah disampaikan kepada GEAR dan telah lengkap dan akurat dalam kaitannya dengan
penyusunan laporan kajian per tanggal laporan kajian.

3: Kami telah melakukan review atas laporan kajian dan telah menerima semua informasi yang
diperlukan untuk memeriksa kembali keakuratan informasi atau untuk melengkapi informasi di
dalamnya.

4. Kami telah mempelajari, mengetahui, memahami dan menyetujui semua asumsi dan data-data
serta informasi yang digunakan dalam penyusunan laporan kajian.

5. Kami telah membebaskan GEAR dari setiap klaim yang dapat dan akan timbul dari kesalahan
ataupun kekurangan data dan atau informasi yang disediakan oleh pemberi tugas, manajemen
PTSP, konsultan atau pihak ketiga, kepada GEAR dalam penyusunan laporan kajian.

6. Kami tidak bergantung kepada Penilai atau seseorang yang memiliki hubungan afiliasi dengan
Penilai atau pihak lain yang berafiliasi dengan Penilai sehubungan dengan pemeriksaan
keakuratan informasi atau keputusan. Penyampaian dari laporan kajian ini atau setiap negosiasi
yang dibuat berdasarkan laporan kajian, dalam kondisi apapun, tidak dapat diimplikasikan
bahwa informasi yang terkandung adalah benar setelah tanggal kajian.

Dengan Surat Representasi ini, kami tegaskan bahwa berdasarkan pengetahuan terbaik kami, kami tidak
mengetahui adanya salah saji yang material mengenai fakta atau informasi yang seharusnya disampaikan
kepada GEAR dalam rangka melakukan penyusunan laporan kajian. Kami sepakat bahwa kami akan
membebaskan GEAR dan pegawainya dari segala kerugian atau kerusakan yang timbul dari setiap
tuntutan oleh pihak-pihak untuk mana studi kajian kelayakan ini dibuat yang timbul dari salah saji
yang material atau terabaikannya bahan atau informasi yang kami sampaikan.

TT
Page 14 OCR 0.728
PIONEERINDO

€

Hormat kdmi “ag,
' PEONEERINDO

PT INTERNATIONAL. Tok.

Nama : TelhKian Kun
Jabatan : Direktur
Tanggal: 04 April 2025

Page 15 OCR 0.936
SURAT TUGAS
JKT/0010/ST.GEAR/2025

Berdasarkan Surat Kerjasama Pelaksanaan Kajian PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
(PGI) untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT Pioneerindo Gourmet
International Tbk dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
berdasarkan Surat Penawaran No. JKT. -029/PN.BV.GEAR/2025 tanggal 21 Maret 2025 dengan
maksud untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha. Dengan ini KJPP Guntur, Eki,
Andri dan Rekan ditunjuk untuk melakukan kajian tersebut.
Penugasan dimulai sejak — : 21 Maret 2025
Periode Investigasi :21 Maret 2025 - Selesai
Lokasi : Gedung CFC Center, Jl. Palmerah Utara No 100,

RT.1/RW.7, Palmerah, Kec. Palmerah,

Kota Jakarta Barat, Prov. DKI Jakarta, Indonesia, 11480.
Personel : Dwi Hari Prasetiyo, Aurelia Nur Halimatussadiyah

Demikian surat tugas ini dibuat, untuk digunakan dengan penuh tanggung jawab dalam proses
penyusunan Laporan Penilaian, untuk melakukan pengumpulan dokumen, diskusi dengan
manajemen dan kunjungan lokasi.

Jakarta, 21 Maret 2025
Pelaksana Kunjungan

Ai Nur Halimatussadiyah
Staff Penilai Saham
KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan

ttiyo
Rekan Penilai Saham
KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan
Page 16 OCR 0.843
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

DAFTAR ISI

Halaman
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
1. PENDAHULUAN s
Ll, — Latar Belakang... s
12, Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan . 6
1,3, — Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan 1
14. Objek Studi Kelayakan 4
1.5, — Tanggal Studi Kelayakan (Cut off. 8
1.6. Independensi Penilai 8
17. Tanggung Jawab P' 8
18. — Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan 8
1.9. — Standar Penugasan Studi Kelayakan. 9
1.10. Data, Informasi dan Prosedur... 9
1.10.1. Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha. 9
LI. Tingkat Kedalaman Investigasi 1
1.12. Asumsi dan Kondisi Pembat: 2
1,14. Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli 4
1.15, Persyaratan atas Persetujuan Publikasi ......... 4
1.16. Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan 4
1.17. Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI ........... 14
2. GAMBARAN UMUM PERSEROAN : 5
2.1, Gambaran Umum Perusahaan s
22. Domisili .. 5
2.3. Struktur Permodalan 6
24. Susunan Pengurus 6
2.5, Susunan Organisasi 7
2.6. Perizinan dan Legalit: 7
27. Kinerja Keuangan Historis. 8
2.7.1 Analisis Posisi Keuangan 0
2.7.2 Analisis Laba Rugi. 1
27.3 Analisis Arus Kas .. 2
2.74 Analisis Rasio Keuangan 2
2.8. Prospek Kinerja Perseroan 5
28

3. TINJAUAN MAKRO EKONOMI

3.1. Perekonomian Global dan Domesti 8
3.2. — Pertumbuhan Ekonomi Indonesia . 0
333. Kontribusi PDB Menurut Lapangan Usaha ...... 7
4. ASPEK PASAR ....... -. 0
41 Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman

42. Media Internet yang digunakan Pelaku Usaha Penyedia anan

4.3. Pendapatan dan Pengeluaran Usaha Penyediaan Makanan Minuman

44. Indeks Keyakinan Konsumen .......

4.5. Pesaing Usaha Industri Makan dan Minum:

4.6. Perbedaan Kegiatan Usaha.

47. Kesimpulan Aspek Pasar ..

Business Valuation Unit
Jekarta

Page 17 OCR 0.823
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

5. ASPEK TEKNIS Ma j)
5.1 Rencana Perusahaan...... 52
5.2, — Timeline Penambahan Kegiatan Usaha PTS .53
5.3, Kegiatan Usaha Perseroan ... .53
54.  Mapping/Location Outlet CFC di Indonesia. 54
5.5. Produk PTSP...... .54
5.6. Rencana Keberlanjutan. .56
57, Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya .56
5.8. — Kesimpulan Aspek Teknis 56
6. ASPEK POLA BISNIS

6.1. Kegiatan Usaha Utama . 3
6.2. Penambahan Kegiatan Usaha -57
6.3. Kemampuan Untuk Menciptakan ni .59
64. Keunggulan Kompetitif ...

6.5. Analisis Industri.

6.6. Analisis Risiko

6.7. Analisis SWOT
6.8. Kesimpulan Aspek Pola Bisnis .65
7. ASPEK MODEL MANAJEME: 66
7.1, Model Manajemen . 66
7.2. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen 66
7.3. Manajemen Risiko. 66
74. Sumber Daya Man 67
1.5. Komposisi Karyawan .68
7.6. Kesimpulan Aspek Model Manajemen 70
8. ANALISIS ASPEK KEUANGAN.

8.1. Rencana Perseroan...

8.2. Rencana Biaya Investasi

8.3. Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan

8.4. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha....... .
84.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 2
8.4.2. Proyeksi Laba — Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 14
8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha 313
8.5. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha 16
8.5.1, Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha .. 16
8.5.2, Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha SA
8.5.3. Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usah: 78
8.6. Analisis Rasio Keuangan... 79
8.6.1. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .80
8.6.2. Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha . .80
8.7. Penentuan Tingkat Diskonto 81
8.7.1. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital).

8.8. Analisis Inkremental.....

8.9. Analisis Kelayakan Usaha

8.10. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan

9. KLASIFIKASI PENILAI USAHA

Lampiran Keuangan

Business Valuation Unit
Jekarta
Page 18 OCR 0.915
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

DAFTAR FIGUR

Halaman

Figur |. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
Figur 2. Pihak yang Diwawancara & PIC Lokasi ...
Figur 3. Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham PT Pioncerindo Gourmet International Tbk
Figur 4. Struktur Organisasi...
Figur 5. Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian.
Figur 6. Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian.
Figur 7. Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian.
Figur 8. Historis Perkembangan Posisi Keuangan
Figur 9. Historis Perkembangan Laba (Rugi
Figur 10. Historis Perkembangan Arus Kas.
Figur 11, Historis Rasio Keuangan
Figur 12. Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global
Figur 13. Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global
Figur 14. Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesi: :
Figur 15. Yield UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS, Persepsi Risiko Negara Berkembang dan Indonesia 29
Figur 16. Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Index Ketidakpastian Global .
Figur 17. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Figur 18. Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan Konsumen
Figur 19. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran .....
Figur 20. Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas .
Figur 21. Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspr Nonmigas Spasial
Figur 22. Neraca Pembayaran Indonesia dan Neraca Perdagangan
Figur 23. Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa
Figur 24. Rupiah vs Negara Kawasan dan Suku Bunga
Figur 25, Inflasi Gabungan Kota di Provinsi .....
Figur 26. Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspektasi Inflasi
Figur 27. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Liku
Figur 28. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI7DRR kepada SBDK
Figur 29. Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK......
Figur 30. Permodalan Industri Perbankan dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL)
Figur 31, Laju Pertumbuhan PDB Triwulanan (g-to-g) dan (y-to-y) (persen), 2020-2023
Figur 32. Average Distribution of GDP (percent), 2020-2023 ....
Figur 33. Laju Pertumbuhan PDB Triwulan 11/2024 (y-on-y) Menurut Lapangan Usaha (persen
Figur 34. Pertumbuhan Industri Restoran, Rumah Makan, dan Sejenisnya tahun 2010-2023 ..
Figur 35, Tren Data Pertumbuhan Industri Restoran, Rumah Makan, dan Sejenisnya, O1 2010 — 94 2023 (Per O).....
Figur 36. Pertumbuhan PDB Industri Makanan dan Minuman RI 2021-2023
Figur 37. Statistik Penyediaan Makanan dan Minuman 2023
Figur 38. Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Kelompok KBLI dan Penyediaan
Layanan Makan/Minum di Tempat, 2023 .... 44
Figur 39.Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Media Internet yang

digunakan, 2023... .445
Figur 40. Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Kelompok KBLI dan Kelompok
Pendapatan, 2023 ... “46

Figur 41. Persentase Biaya Pengeluaran Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Jeni:
Figur 42. Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)
Figur 43. KBLI Penambahan Kegiatan Usaha PTSP ....
Figur 44. Timeline Penambahan Kegiatan Usaha PTSP
Figur 45. Kegiatan Usaha PTSP Saat Ini
Figur 46. Mapping/Location Outlet CF
Figur 47. Menu CFC...
Figur 48. Menu Cal Donat ..
Figur 49. Menu Sapo Oriental.
Figur 50. Menu Sugakiya....
Figur S1. Rincian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha PTSP.

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 19 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 52. Analisis SWOT ..
Figur 53. Struktur Organisasi PTSP
Figur 54. Komposisi Jumlah Karyawan PTSP Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan Usaha
Figur SS. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan ..
Figur 56. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Pendidikan.
Figur $7. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Usia ...
Figur 58. Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Ketenagakerjaan ..
Figur 59. Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin.
Figur 60. Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan...
Figur 61. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP (Dalam Ribuan Rupi

Figur 63, Proyeksi Laba — Rugi PTSP (Dalam Ribuan Rupiah) .
Figur 64. Proyeksi Laba — Rugi PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha .
Figur 65. Proyeksi Arus Kas PTSP (Dalam Ribuan Rupiah)...
Figur 66. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP (Dalam Ribuan Rupiah
Figur 67. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Figur 68. Proyeksi Laba — Rugi PTSP (Dalam Ribuan Rupiah) .
Figur 69. Proyeksi Laba - Rugi PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Figur 70. Proyeksi Arus Kas PTSP (Dalam Ribuan Rupiah)...
Figur 71. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha.
Figur 72. Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Figur 73. Biaya Modal Ekuitas
Figur 74. WACC.
Figur 75. Proyeksi (

Figur 76. Proyeksi Arus Kas Bersih PTSP Dengan Penambahan Kesan Usaha (Dalam Ribuan Rupiah
Figur 77. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental PTSP selama Periode 2025 sampai dengan 2030
Figur 78. NPV Free Cash Flow to Incremental (Dalam Ribuan Rupiah).
Figur 79. Analisis Sensitivitas

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 20 OCR 0.921
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

1.

lh

PENDAHULUAN
Latar Belakang

PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (“PTSP”) adalah perusahaan yang bergerak di
bidang restoran selama hampir 42 tahun di Indonesia, tepatnya sejak tahun 1983 (dengan
nama PT Putra Sejahtera Pioneerindo). Perusahaan mengawali bisnis sebagai pemegang hak
California Pioneer Chicken, franchise makanan siap saji dari Amerika Serikat. Namun, pada
tahun 1989, Perusahaan memutuskan untuk memproduksi dan memasarkan merk sendiri
dengan nama California Fried Chicken (“CFC”). Perusahaan telah banyak melakukan
ekspansi bisnis dan memasuki pasar makanan lain dengan membuka Cal Donat pada tahun
1993, Sapo Oriental pada tahun 1996 dan pada tahun 2017 Perusahaan kembali melakukan
ekspansi bisnis dan bekerjasama dengan Perusahaan Jepang Sugakico System Co., Ltd.
Sugakico merupakan perusahaan ramen “Sugakiya” dari Nagoya, Jepang.

Dengan perkembangan dunia bisnis khususnya didunia restoran saat ini, perusahaan
memiliki rencana untuk penambahan kegiatan usaha aktivitas penunjang resctoran dan
perdagangan'industri lainnya. Perusahaan berencana akan menambah sebanyak 13 KBLI
baru yang terkait langsung dengan kegiatan usaha utama perusahaan. Latar belakang
Penambahan KBLI ini berdasarkan tingginya persaingan dibidang industri makanan dan
minuman yang semakin tinggi di indonesia dengan menciptakan banyaknya jenis varian
baru yang tersebar disetiap daerah, dan melihat daya beli masyarakat yang semakin tinggi
untuk itu demi meningkatkan pendapatan perusahaan dan memperluas kinerja perusahaan
yang lebih baik, Perusahaan mempertimbangkan untuk menambah 13 KBLI baru, yang
dapat mengembangkan dan menunjang industri makanan dan minuman yang saat ini
dijalankan Perusahaan, dan sekaligus bertujuan untuk memenuhi cakupan legalitas
operasional perusahaan, mengakomodasi jenis layanan dan aktivitas baru yang sudah
dijalankan namun belum tercatat dalam izin usaha. Sehingga menambahkan KBLI baru yang
relevan pada PT Pioncerindo Gourmet International Tbk dapat memberikan kepastian pada
kegiatan usaha yang dijalankan dan sesuai dengan regulasi pemerintah dan mendukung
pengembangan bisnis yang lebih berkelanjutan.

ian KBLI Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan

Kode KBLI Judul KBLI

Industri Pengolahan dan Pengawetan f $ 1
1 10130 | Produk Daging dan Daging Unggas Produksi makanan berbasis daging dan
Latnnya daging unggas
3 403p» | Perdagangan Besar Daging Ayam dan Distribusi dan perdagangan daging
1 Daging Ayam Olahan ayam dalam skala besar
3 56109 Restoran dan Penyediaan Makanan Operasional restoran dan layanan
Keliling Lainnya katering
Pt 472as Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Penjualan eceran produk olahan
5 Olahan berbasis daging
s 10750 Industri Makanan dan Masakan Olahan Produksi makanan siap saji dan
g Lainnya masakan olahan
6, 5610 Restoran dan Penyediaan Makanan Penyediaan makanan berbasis food
$ Keliling (Food Truck) truck
1. 10710 Industri Produk Roti dan Kue Produksi dan distribusi roti serta kue
8 46321 Perdagangan Besar Daging Sapi dan Perdagangan besar daging sapi dan
Daging Sapi Olahan produk olahannya
9, 10740 Tara Makan Mie, dan Produk Produksi mie, pasta, dan sejenisnya

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 21 OCR 0.901
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN

Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

1.2.

No. Kode KBLI Judul KBLI Deskripsi Usaha
10, 47242 Perdagangan Eceran Roti, Kuc Kering, Penjualan produk bakery dalam skala
5 ita serta Kue Basah dan Sejenisnya eceran
Perdagangan Eceran Kaki Lima Dan Los
tt. 47823 | pasar Kopi, Gula Pasir, Gula Merah Dan | Penjualan produk makanan dan
Sejeni minuman di pasar dan kaki lima
jenisnya
Industri Berbasis Daging Lumatan dan Pengolahan daging lumatan dan produk
12. 10216 tt : sr
Surimi berbasis surimi
3 681 Rcal Estate yang Dimiliki Sendiri atau Pengelolaan properti dan aset real estate
Disewa milik perusahaan

Sumber: Manajemen PTSP

Berdasarkan penjelasan dari manajemen, PTSP berencana menambah kegiatan usaha yang
sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK
04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama”, mengingat
rencana tersebut akan menambah kegiatan usaha PTSP.

Sehubungan dengan hal tersebut, PTSP membutuhkan pihak independen untuk melakukan
kajian dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha. PTSP menunjuk
KJPP Guntur, Eki, Andri, dan Rekan (“GEAR”) untuk melakukan penyusunan studi
kelayakan berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran No. JKT.029/PN.BV.GEAR/2025
tanggal 21 Maret 2025.

Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. 562/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116
dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”) dh Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari Bapepam dan LK No. STTD.PB-51/PM.223/2021 dan 21 1/NB.122/STTD-P/2020.

KJPP Guntur, Eki, Andri Dan Rekan (“GEAR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang
terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk
melakukan studi kelayakan ini.

Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

Pemberi tugas adalah pihak dimana Penilai mengikatkan diri dalam hubungan kontraktual.

«Nama : PT Pioncerindo Gourmet International Tbk

e Bidang usaha : Makanan dan Minuman

@# Alamat : Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No.100, Kec. Palmerah,
Jakarta Barat, DKI Jakarta. 11480

# Telepon 1 5366-8999

e Fax 1 5366-2012

@ Email 1 k cendra@pioneerindo.com

«Website : www.efcindonesia.com

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 22 OCR 0.903
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

13,

14.

Pengguna laporan atas hasil penilaian adalah,

# Nama : PT Pioneerindo Gourmet International Tbk

@e Bidang usaha : Makanan dan Minuman

e Alamat : Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No.100, Kec. Palmerah,
Jakarta Barat, DKI Jakarta. 11480

# Telepon 1 5366-8999

e Fax 1 5366-2012

@# Email 1k cendra@pioneerindo.com

«Website : www.cfcindonesia.com

Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

Maksud penugasan ini adalah untuk melakukan Kajian Penambahan Kegiatan Usaha PT
Pioneerindo Gourmet International Tbk dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa
Keuangan ("OJK").

Penugasan ini dilakukan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
17/POJK.04/2020 (POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun
2018.

Objek Studi Kelayakan

Objek studi kelayakan sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pemberi tugas adalah
penambahan kegiatan usaha yang terdiri dari 2 (dua) Klasifikasi Baku Lapangan Usahan
Indonesia (“KBLI”) yaitu:

KBLI 10130 - Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging
KBLI 46322 - Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan
KBLI 47245 - Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Olahan
KBLI 10750 - Industri Makanan dan Masakan Olahan Lainnya
KBLI 56109 - Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling Lainnya
KBLI 5610 - Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling (Food Truck)
KBLI 10710 - Industri Produk Roti dan Kue
KBLI 46321 - Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan
KBLI 10740 - Industri Makaroni, Mie, dan Produk Sejenisnya

. KBLI 47242 - Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering & Basah

. KBLI 47823 - Perdagangan Eceran Kaki Lima Dan Los Pasar Kopi, Gula Pasir, Gula
Merah Dan Sejenisnya

. KBLI 10216 - Industri Berbasis Daging Lumatan dan Surimi

. KBLI 68111 - Real Estate yang Dimiliki Sendiri atau Disewa

LL OPAAU LAN —

—p

Business Valuation Unit

Jakarta
Page 23 OCR 0.948
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

1.5.

1.6.

17.

Tanggal Studi Kelayakan (Cut off Date) dan Masa Berlaku Laporan

Tanggal Studi Kelayakan adalah tanggal 31 Desember 2024, dimana batas tersebut diambil
atas dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.35/POJK.04/2020 tanggal 25 Mei 2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”) masa
berlaku laporan penilaian adalah 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif penilaian (Cut Off
Date) dalam laporan penilaian.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, maka masa berlaku laporan Studi
Kelayakan ini yaitu selama 6 (enam) bulan sejak tanggal efektif Studi Kelayakan (cut off
date) dalam laporan Studi Kelayakan.

Independensi Penilai

Dalam mempersiapkan laporan Studi Kelayakan ini GEAR bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan PTSP ataupun pihak-pihak
yang terafiliasi dengan PTSP. GEAR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan
pribadi atau merugikan pihak manapun terkait dengan penugasan ini. Imbalan jasa yang kami
terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh hasil kajian kelayakan yang dihasilkan.

Tanggung Jawab Penilai

Dalam batas kemampuan dan keyakinan GEAR sebagai penpnilai, GEAR menyatakan
bahwa semua perhitungan dan analisis yang dibuat dalam penyusunan Studi Kelayakan telah
dilakukan dengan benar dan GEAR bertanggung jawab atas Studi Kelayakan yang
diterbitkan.

Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

Dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur studi kelayakan yang mencakup hal-hal sebagai berikut:

Pengumpulan Data
@ Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan rencana ekspansi atas

penambahan kegiatan usaha yang meliputi data-data indentitas Perseroan, perizinan,
spesifikasi proyek, aspek keuangan, dan rencana usaha serta data-data lainnya yang
terkait.

e Pengumpulan data-data sekunder dari sumber-sumber terkait yang dapat
dipertanggungjawabkan,

@ Pengumpulan data dari hasil diskusi perihal pembahasan dari aspek yang berpengaruh
dalam kelayakan dengan pihak Perseroan.

Business Valuation Unit

Jakarta
Page 24 OCR 0.932
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

19.

Proses Analisis
@ Aspek legalitas yang mengkaji terhadap kelengkapan dokumen legalitas dan perizinan

penambahan kegiatan usaha

@ Analisis Pasar yang mengkaji kondisi pasar industri makanan dan minuman di
Indonesia.

# Analisis teknis yang mengkaji secara teknis proses bisnis Perseroan dari rencana
penambahan kegiatan usaha.

@ Analisis pola bisnis yang mengkaji model bisnis atas penambahan kegiatan usaha, risiko
yang berpotensi muncul dan Langkah pengendaliannya serta analisis SWOT.

@ Aspek model manajemen yang mengkaji struktur dan kebutuhan karyawan atas rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan.

@ Analisis keuangan yang mengkaji nilai-nilai parameter kelayakan ckonomi.

Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indicator Net Present Valuc
(“NPV”), Profitability Index (“PI”), Internal Rate of Return (“IRR”), dan Payback Period.

Standar Penugasan Studi Kelayakan

Analisis, opini, dan Kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta penyusunan laporan telah
dibuat dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020 (POJK
17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020
(“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018.

1.10. Data, Informasi dan Prosedur

110.1. Data Dan Informasi Rencana Penambahan Usaha

Kami telah melakukan analisis dan mempertimbangkan data dan informasi yang
disediakan PTSP untuk tujuan penugasan ini, yaitu:

Il, Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00244/2.1030/AU.1/05/1514-2/1/111/2020
tanggal 31 Maret 2020 dengan opini wajar dalam semua hal yang material,

2. Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto,
Mawar & Rekan, dengan nomor laporan 00468/2.1030/AU.1/05/1514-3/1/TV/2021
tanggal 29 April 2021 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

3. Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
Rekan, dengan nomor laporan 00263/2.1030/AU.1/05/1155-1/1/111/2022 tanggal 31
Maret 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Business Valuatiom Unit

Jakarta
Page 25 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

4.

Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
Rekan, dengan nomor laporan 00258/2.1030/AU.1/05/1155-2/1/111/2023 tanggal 30
Maret 2023 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
Rekan, dengan nomor laporan 00279/2.1030/AU.1/05/1155-3/1/111/2024 tanggal 28
Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Laporan Keuangan Konsolidasian PTSP yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar &
Rekan, dengan nomor laporan 00382/2.1030/AU.1/05/1155-4/1/III/2025 tanggal 27
Maret 2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Akta Pendirian No.84 tanggal 13 Desember 1983 yang dibuat oleh Arikanti
Natakusumah, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman
No. C2-2169 HT.O1.01.TH.84 tanggal 10 April 1984.

Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Putera Sejahtera Pionecrindo Tbk No.71
tanggal 29 Juni 2001 yang dibuat oleh Refizal S.H Notaris di Jakarta, dan telah
disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No.
C-06497 HT.01.04.TH.2001 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar
Perseroan Terbatas Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT
Pioneerindo Gourmet International Tbk No.27 tanggal 7 Juni 2024 yang dibuat oleh
Mala Mukti, S.H., L.L.M Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0217320
tanggal 24 Juni 2024 mengenai Perubahan Direksi dan Komisaris PT Pioneerindo
Gourmet International, Tbk.

. Nomor Induk Berusaha (NIB) 9120208331289 dengan nama pelaku usaha PT

Pioncerindo Gourmet International Tbk yang diterbitkan melalui sistem OSS oleh
Balai Sertifikasi Elektronik di Jakarta tanggal 18 Maret 2019 dengan perubahan kc-
| tanggal 23 Oktober 2023.

. Company Profile PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
. Draft Annual Report tahun 2024 PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
. Wawancara dengan perwakilan manajemen PTSP

Dokumen-dokumen lain yang terkait dengan penambahan kegiatan usaha PTSP
Informasi dan/atau dokumen terkait lainnya yang didapat dari berbagai perncarian
baik melalui internet maupun media lainnya.

Seluruh data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Studi Kelayakan ini
diperoleh dari manajemen PTSP sepanjang proses penyusunan laporan baik diskusi dan
wawancara.

Business Valuatiom Unit

Jakarta
Page 26 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

1.11. Tingkat Kedalaman Investigasi

Studi Kelayakan dilakukan dengan investigasi yang meliputi pengumpulan data dan

informasi dari pihak manajemen PTSP, yang bertujuan untuk memperoleh dokumen

kelengkapan analisis yang dibutuhkan dan selanjutnya diverifikasi memalui wawancara

berupa con call atau virtual meeting.

Penilai tidak melakukan kegiatan atau analisis sebagai berikut:

1. Uji tuntas atas laporan keuangan tidak dilakukan dan penelaahan atas informasi pada
laporan keuangan hanya dilakukan sebatas untuk keperluan analisis kewajaran,

2. Uji tuntas atas aspek legal termasuk dokumen legalitas objek analisis kewajaran tidak
dilakukan,

3. Analisis dampak untuk para pihak terkait Penambahan Kegiatan Usaha,

4. Transaksi lain selain yang disebutkan dalam objek analisis studi kelayakan.

Pelaksana Investigasi

Berikut ini informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan:

# No. Surat Tugas : JKT/0010/ST.GEAR/2025
# Lokasi : Gedung CFC Centre. Jl. Palmerah Utara No.100,
Kec. Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta. 11480
@ Tanggal Investigasi : 26 Maret 2025 — Selesai.
Pelaksana Investigasi : Aurellia Nur Halimatussadiyah

Penanggung Jawab Investigasi: Dwi Hari Prasctyo

Berdasarkan hasil investigasi yang telah dilakukan, diketahui saat ini PTSP masih
menjalankan kegiatan operasinya yaitu sebagai Perusahaan di Bidang Makanan dan
Minuman.

Dalam penugasan ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan melakukan site visit terhadap fasilitas milik PTSP
dan melakukan wawancara dengan manajemen PTSP ataupun pihak yang mewakilinya dan
pihak-pihak lain yang relevan.

Berikut adalah pihak-pihak yang diwawancarai yaitu:

Figur 2. Pihak yang Diwawancara & PIC Lokasi

Pihak Yang Diwawancarai Jabatan Perusahaan

Teh Kian Kun Corporate Secretary PTSP
Erikson Pandiangan Legal Manager PTSP
Sari Yuniati Jatmiko Accounting Manager PTSP

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 27 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

1.12, Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan Studi Kelayakan ini adalah:

Laporan Studi Kelayakan bersifat non disclaimer opinion.
Penilai Usaha telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam proses Studi kelayakan.

e Dalam menyusun laporan ini, GEAR mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh PTSP dan atau data yang diperoleh dari informasi yang
tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.

@ Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada GEAR dan tidak ada
pengurangan atas fakta-fakta yang penting.

e GEAR menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh PTSP dan telah
disesuaikan sehingga mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).

@ Laporan studi kelayakan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi
yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional PTSP.

# GEAR bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.

@ GEAR telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi
tugas.

@ Laporan studi kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan peraturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.

@ Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi yang akan dilakukan pada tanggal studi kelayakan ini diterbitkan.

@ Dalam penyusunan laporan studi kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi,
seperti terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban PTSP dan semua pihak yang terlibat
dalam Penambahan Kegiatan Usaha serta keakuratan informasi mengenai Penambahan
Kegiatan Usaha yang diungkapkan oleh manajemen PTSP.

@ Studi kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari studi kelayakan. Penyusunan studi kelayakan
ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.

e Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan studi kelayakan ini sampai
dengan tanggal terjadinya Penambahan Kegiatan Usaha tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan
kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update) opini kami karena adanya perubahan
asumsi dan kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini.

Business Valuation Unit
Jakarta
12
Page 28 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

1.13.

Kondisi Pembatas:

@ Kami tidak melakukan proses due diligence terhadap entitas atau pihak-pihak yang
melakukan transaksi.

@ Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh PTSP atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen PTSP, bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

@ Analisis studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha ini dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan diatas. Segala perubahan
atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir opini kami secara
material. Oleh karenanya, kami tidak bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas
studi kelayakan kami dikarenakan adanya perubahan data dan informasi tersebut.

@ Kami tidak memberikan opini atas dampak perpajakan dari Penambahan Kegiatan Usaha
ini. Jasa-jasa yang kami berikan kepada PTSP dalam kaitan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha ini hanya merupakan pemberian studi kelayakan atas Penambahan
Kegiatan Usaha yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau
perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Penambahan Kegiatan
Usaha dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan dari Penambahan Kegiatan
Usaha tersebut.

@ Pekerjaan kami berkaitan dengan Penambahan Kegiatan Usaha ini tidak merupakan dan
tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga
tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain
itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk
mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar
Penambahan Kegiatan Usaha yang ada dan mungkin tersedia untuk PTSP serta pengaruh
dari transaksi-transaksi tersebut terhadap Penambahan Kegiatan Usaha ini.

Kejadian-kejadian Penting setelah Tanggal Penilaian (Subseguent Event) dan Tanggal
Laporan

Sampai dengan tanggal Laporan Studi Kelayakan ini, kami tidak memperoleh informasi
mengenai peristiwa penting yang dapat berdampak secara material. Kejadian-kejadian
penting setelah tanggal laporan yaitu tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan.
Penilai tidak berkewajiban untuk melakukan perubahan atau penyesuaian atas hasil Studi
Kelayakan yang dituangkan dalam Laporan Studi Kelayakan Terinci yang telah diterbitkan
dan disampaikan kepada Pemberi Tugas. Namun dalam hal terdapat komentar OJK terkait
evaluasi Laporan Studi Kelayakan terkait maksud dan tujuan penilaian, maka GEAR dapat
menerbitkan revisi atas Laporan Studi Kelayakan untuk memenuhi tanggapan dan jawaban
kepada OJK.

Business Valuatiom Unit

Jakarta
Page 29 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

1.14.

1.15.

1.16.

1.17.

Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

Dalam melaksanakan pembuatan laporan studi kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha
ini, GEAR tidak menggunakan laporan hasil analisis dari tenaga ahli dari luar.

Persyaratan atas Persetujuan Publikasi

Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup
penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
penugasan laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari GEAR dan pemberi tugas.

Konfirmasi bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan

Analisis, opini, dan kesimpulan yang dibuat, serta laporan Studi kelayakan yang telah dibuat
oleh Penilai dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020
(POJK 17) tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal (“POJK 35”), Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.
17/SEOJK.04/2020 (“SEOJK 17”) tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

Konfirmasi Bahwa Laporan Studi kelayakan dilakukan Berdasarkan SPI

Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan Studi kelayakan telah
dibuat dengan memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia Edisi VII tahun 2018 (“SPT”) yang ditetapkan oleh Masyarakat Profesi
Penilai Indonesia (“MAPPI”).

Business Valuation Unit

Jakarta
Page 30 OCR 0.953
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

2,

21.

2.2.

GAMBARAN UMUM PERSEROAN
Gambaran Umum Perusahaan

PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (“Perusahaan”), semula bernama PT Putra
Sejahtera Pioneerindo Tbk didirikan berdasarkan Akta Notaris Arikanti Natakusumah, S.H.,
No. 84 tanggal 13 Desember 1983. Akta Pendirian ini telah mendapat persetujuan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-2169-
HT.O1.01.TH.84 tanggal 10 April 1984 dan didaftarkan pada Pengadilan Negeri Jakarta
Pusat dengan nomor pendaftaran 1218/1984 tanggal 4 Mci 1984.

Di Tahun 2001 PT Putra Sejahtera Pioneerindo (PSP) melakukan perubahan nama menjadi
PT Pioncerindo Gourmet International Tbk dilakukan berdasarkan akta No. 71 tanggal 29
Juni 2001, dihadapan Notaris Refizal, S.H di Jakarta dan telah disahkan oleh Menteri
Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. C-06497
HT.01.04.TH.2001 dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara No. 8485 tanggal 12
Desember 2001.

Anggaran dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, sebagaimana terakhir
dituangkan dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
No. 27 tanggal 7 Juni 2024 dibuat di hadapan Notaris Mala Mukti, S.H., LL.M, di Jakarta,
dan pemberitahuan atas perubahan ini telah dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
berdasarkan surat dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-AH.01.09-
0217320 Tahun 2024 tanggal 24 Juni 2024.

Aktivitas utama Perusahaan saat ini adalah usaha penyediaan makanan dan minuman dengan
menggunakan merek dagang “California Fried Chicken” yang disingkat CFC, Sapo Oriental
dan Cal Donat. Semua merek dagang tersebut telah didaftarkan pada Departemen Kehakiman
Republik Indonesia Direktorat Jenderal Hak Cipta,Paten dan Merek Dagang, masing-masing
dengan nomor pendaftaran No. 362925, No. 382249, dan No. 412199 pada tanggal 26 Juni
1996, 15 Agustus 1997, dan 21 Juni 1996. Pada tahun 2009 semua merek dagang telah
diperpanjang masing-masing dengan nomor pendaftaran No. IDM 000177144, No. IDM
000164976 dan No. IDM 000164977 pada tanggal 2 Juni 2009, 16 April 2009 dan 16 April
2009. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1984.

Saat ini jumlah gerai yang dimiliki oleh Perusahaan, Entitas Anak dan gerai waralaba yang
tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 348 gerai pada tahun 2024, bertambah sebanyak 28
gerai dari tahun sebelumnya sebanyak 320 gerai pada tahun 2023.

Domisili

Perusahaan berdomisili di Jakarta Barat dengan kantor perusahaan berlokasi di Gedung CFC
Centre, Jl Palmerah Utara No. 100, Kec. Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta. 11480

Business Valuatiom Unit

Is Jakarta
Page 31 OCR 0.856
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

23.

24.

Struktur Permodalan

Berdasarkan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2024 susunan pemegang saham PTSP
adalah sebagai berikut:

Figur 3. Susunan dan Komposisi Kepemilikan Saham PT Pioneerindo Gourmet International

Tbk
Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah
Pemegang Saham
(Lembar) (Ya) (Ribu Rp)
PT Graha Sentosa Persada 61.000.666 276308 | 30.500.333
Standard Chartered Bank SG 31.214.900 Ta.1a96 | 15.607.450
(union Bancaira Privoo, UBE SA Singeporo 30.674.434 13895 | 15337217
PT Bayu Buana Tbk 19.653.000 Soon 0226000
Bank of Singapore Limited 14.959.620 6770|. 7.419.810
NN ai 63.306.380 2867| 31.653.190

Total 220.808.000 100,002 110.404.000

Susunan Pengurus

Berdasarkan Laporan Keuangan Audit 31 Desember 2024 Susunan Dewan Komisaris dan
Direksi PTSP pada tanggal 31 Desember 2024 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Bostomi Suharman
Komisaris Independen : Herlani Sunardi
Direktur Utama : Edi Triyanto
Direktur : Iskonda Japiar Budhi
Direktur : Teh Kian Kun

Business Valuation Unit

16 Jakarta
Page 32 OCR 0.866
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

2.5. Susunan Organisasi

Berdasarkan informasi dari manajemen, susunan organisasi PTSP per 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:

Figur 4. Struktur Organisasi

SIUNTUR ORGANSAsI ME
-
ea angen anamnag
jan | "—
aa
AA 2
-Ea

J

freon s5

beer

Sumber: Draft Annual Report PTSP, 2024

2.6. Perizinan dan Legalitas

Berikut adalah legalitas yang dimiliki oleh PTSP yang digunakan dalam operasionalnya,
diantaranya yaitu:

Il. Akta Pendirian No.84 tanggal 13 Desember 1983 yang dibuat oleh Arikanti
Natakusumah, S.H., Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No.
C2-2169 HT.O1.01.TH.84 tanggal 10 April 1984.

2. Akta Pernyataan Keputusan Rapat PT Putera Sejahtera Pioneerindo Tbk No.71 tanggal
29 Juni 2001 yang dibuat oleh Refizal S.H Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C-06497
HT.01.04.TH.2001 tentang Persetujuan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
Terbatas Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

3. Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Pioneerindo
Gourmet International Tbk No.27 tanggal 7 Juni 2024 yang dibuat oleh Mala Mukti,

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 33 OCR 0.945
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

27.

S.H., L.L.M Notaris di Jakarta, dan telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.01.09-0217320 tanggal 24 Juni 2024
mengenai Perubahan Direksi dan Komisaris PT Pioneerindo Gourmet International,
Tbk.

Nomor Induk Berusaha (NIB) 9120208331289 dengan nama pelaku usaha PT
Pioneerindo Gourmet International Tbk yang diterbitkan melalui sistem OSS oleh Balai
Sertifikasi Elektronik di Jakarta tanggal 18 Maret 2019 dengan perubahan ke-1 tanggal
23 Oktober 2023.

Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Pioneerindo Sugakico Indonesia No.36 tanggal
8 November 2017 oleh Rasbullah Abdul Rasyid, SH, M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan,
dan telah disahkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-
0052459.AH.01.01.TAHUN 2017 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum
Perseroan Terbatas PT Pioneerindo Sugakico Indonesia tanggal 20 November 2017.
Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham PT Pionecrindo Sugakico Indonesia
No.13 tanggal 5 Juli 2022 oleh Jimmy Tanal, SH., M.Kn. Notaris di Jakarta Selatan dan
telah disahkan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.09-
0034003 mengenai perubahan Direksi dan Komisaris tanggal 18 Juli 2022.

Perjanjian Lisensi Merek dan Akses Keterampilan antara Sugakico System Co.Ltd dan
PT Pioneerindo Sugakico Indonesia tanggal 27 November 2017, dengan jangka waktu
20 (dua puluh) tahun atau periode yang lebih lama yang disediakan berdasarkan
perjanjian kecuali bila diakhiri secara sah oleh kedua belah pihak.

ta ayaan Intelektual

Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual (“HAKI”), sampai dengan laporan ini diterbitkan
diperoleh informasi HAKI yang telah dimiliki oleh Perseroan diantarannya adalah:

Dokumen HAKI atas Merek CFC dengan nomor pendaftaran IDMO00220096 kelas 43
terkait perpanjangan jangka waktu perlindungan merck terdaftar yang berlaku 10
(Sepuluh) tahun sampai dengan tanggal 14 Mci 2027 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan
Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Dokumen HAKI atas merek Cal Donuts dengan nomor pendaftaran IDM000510001
kelas 30 terkait perpanjangan jangka waktu perlindungan merek terdaftar yang berlaku
10 (Sepuluh) tahun sampai dengan tanggal 18 September 2033 oleh Direktorat Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Dokumen HAKI atas merek SAPO Oriental dengan nomor pendaftaran IDM000782049
kelas 43 terkait Perlindungan hak atas merek yang dengan jangka waktu 10 (sepuluh)
tahun terhitung sejak tanggal penerimaan sampai dengan tanggal 08 Oktober 2028 oleh
Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Kinerja Keuangan Historis

Untuk melihat perkembangan kinerja PTSP, seperti posisi keuangan, laba rugi dan potensi
atau kemajuan yang dialami selama beberapa tahun terakhir, maka hasil analisis keuangan
historis yang bersumber dari laporan keuangan audited per 31 Desember 2019, per 31
Desember 2020, per 31 Desember 2021, per 31 Desember 2022, per 31 Desember 2023, dan
per 31 Desember 2024 disajikan sebagai berikut:

Business Valuation Unit

Jakarta
Page 34 OCR 0.653
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 5. Historis Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian
(Dalam Ribuan Rupiah)

Des 2019

Keterangan

Aset

Aset Lancar 114.725.139 101.034.734 72.020.215 81.832.774 9SA19.586 87464231
ai 2anmsonsa | 2704sa026 | 2s1amutss | 200588732 | 253515360 | 255382704
Jumlah Aset Tas | masa Inna Dinnsoe| —nouou | In3010gs
Tiabilitas dan

Ekuitas

meng Jangka 114.364.587 150.349.872 129.805.892 108.090.199 122.989.794 109.785.674
Liabilitas Jangka

Le anmao0n | sasz0o1e | essoras9 | assss200| — ssoossas | es9ssx3s
Jumlah Liabilitas 162.093.684 234 978.908 195.313.251 156.645.405 178.083.339 175.771.509
Jumlah Ekuitas 190.417.588 145.509.852 127.878.110 135.076.101 150.851.605 167.530.816
Jumlah

Liabilitas dan | 3sxsina72 | asoass7e0 | srsagnas1 | 201721500 | srs05a944 | aa2302025
Ekuitas

Figur 6. Historis Laporan Laba Rugi Konsolidasian

Keterangan
4

Penjualan 720900329 | 3n2ss3278 | 42068s8s | Sssoso2la | 623950741 | 691.241.883
Pesona (279.579.196) | (149.360.962) | (171.106.687) | (218.430.384) (243.745.677) | (271.051.687)
Laba Bruto 441.420.133 223.222.316 251.961.898 337.285.829 350.205.064 420.190.196
Tata Ros) 42508205 | cariiato0 | (ss08772 | tassig28 | 20866075 | 25325022
Laba (Rugi)

Sebelum Pajak 39.158.761 (51.413.297) (13.157.837) 11.643.410 18.244.134 23.982.139
Penghasilan

Laba (Rugi)

Netto Tahun msesso1 | asoogss | azcrosin | 0706320) inc0wo81 | 21975403
Berjalan

Jumlah Laba

(Rugi) 25.695.968 (47.199.314) (17.631.742) 9.795.059 18.227.767 19.618.912
Komprehensif

Figur 7. Historis Laporan Arus Kas Konsolidasian

Des 2019

Pahang carmsas2 | 22002018) sagowse3 | 38604706 83.497.072
Anak Gema | a2s70250 | aszso9o | arze20s2 | @1250800 | 28360500)
hana, (113380707 | 1n0s2s62 | (s220s240 | sasetep | (21503207 | (63971305
seb mas1co2 | 20590593 | seoesga1 | 320550 | 2aan212 | 302201157
Koe Akta 29900593 | seoesgan | ss02sew | 28422212 | 30220157 | 21325326

Business Valuation Unit
Jakarta

19
Page 35 OCR 0.899
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

2.7.1 Analisis Posisi Keuangan
Perkembangan posisi keuangan PTSP dapat dilihat pada grafik berikut:

Figur 8. Historis Perkembangan Posisi Keuangan
Posisi Keuangan PTSP 31 Desember 2019 - 31 Desember 2024

100.000.000

380.000.000

300.000.600

250.000.000

1200009.660

150.000.600

100.000.000

50.000.000

22

«Aset SET 772 EN Ta 361 aan 343302.025
#Libitas| 162093684 24973903 195315251 178085.339 175771509
» Ekutas 190417588 145309352 27578.10 153076.101 150.451.605 167530.316

@Aset sLiabito “Fkutw

Berdasarkan figur di atas, total aset perusahaan menunjukkan fluktuasi selama periode yang
dianalisis. Pada 2019, total aset tercatat sebesar Rp352.511.272 ribu, yang kemudian
meningkat menjadi Rp380.488.760 ribu pada 2020, sebelum mengalami penurunan
signifikan pada 2021 ke Rp323.191.361 ribu, dan kembali naik pada 2023 menjadi
Rp328.934.944 ribu, dengan total aset tahun 2024 sebesar Rp343.302.025 ribu. Peningkatan
total aset ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan pada aset tidak lancar, khususnya aset hak
guna yang mengalami fluktuasi besar, naik dari Rp73.009.252 ribu pada 2019 menjadi
Rp87.864.974 ribu pada 2023. Selain itu, persediaan juga mengalami peningkatan yang
signifikan dari Rp38.560.984 ribu pada 2019 menjadi RpS1.215.615 ribu pada 2024, yang
berkontribusi pada peningkatan total aset lancar.

Di sisi lain, liabilitas perusahaan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dari
Rp162.093.684 ribu pada 2019 menjadi Rp234.978.908 ribu pada 2020, yang sebagian besar
dipengaruhi oleh kenaikan utang bank jangka pendek dan liabilitas sewa. Pada 2021, total
liabilitas mengalami penurunan, namun kembali meningkat pada 2022 dan 2023 seiring
dengan peningkatan kewajiban dalam liabilitas sewa dan utang usaha, meskipun ada
penurunan pada utang bank jangka pendek. Liabilitas sewa jangka panjang, khususnya,
meningkat dari Rp11.995.859 ribu pada 2022 menjadi Rp35.871.068 ribu pada 2024.

Untuk ekuitas, perusahaan mengalami penurunan dari Rp190.417.588 ribu pada 2019
menjadi Rp145.509.852 ribu pada 2020, yang disebabkan oleh penurunan saldo laba yang
belum ditentukan penggunaannya, yang tercatat negatif pada 2021. Namun, ekuitas kembali
pulih pada 2022 dan terus meningkat, mencapai Rp167.530.516 ribu pada 2024. Peningkatan
ini terutama dipengaruhi oleh kenaikan saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya
dan stabilitas pada modal saham serta tambahan modal disetor yang tetap konsisten
sepanjang periode. Secara keseluruhan, meskipun ada fluktuasi pada beberapa akun,

Business Valuation Unit

20 Jakarta
Page 36 OCR 0.784
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

perusahaan menunjukkan pemulihan yang signifikan dalam total ekuitas pada tahun-tahun
terakhir yang mencerminkan perbaikan kinerja keuangan.

2.7.2 Analisis Laba Rugi
Perkembangan laba (rugi) PTSP dapat dilihat pada figur berikut :

Figur 9. Historis Perkembangan Laba (Rugi)

Laba (Rugi) PTSP M4 Desember 2019 - 31 Desember 2024
100210600

2002000
sama
sonoocc0
waoco
mona
aoneeo
- . & Kn z
”
MN 19 xx an P 273 n JM
@ Pendapatan R01 Y259278 2.03 35 9074 GL M3
MBekan Pokak Pendagatan IOS IK MPIMSGI ML ICE Nisaasar 1 nnesi Sa
# Laba Karer MALAIG.LN 223.222 S1 KLIK 0205064 M0
Tbatraha ANIS Swan) | asas sai ee
# Laba Sebelum Pajak 19153961 (51412297) P7. 16040 1241 1» ge 119
Tebakan Majaln 1 MADA MOU Tawa | 0m Dana Hanan

#rendapana #iiebanbokok Perdaparan #Laka Kotor “Laba Umha Labs Sebelam Pajak» Laba Tabur Berjalan

Berdasarkan data yang diberikan, perusahaan mengalami fluktuasi dalam total laba rugi
selama periode 2019 hingga 2024. Pada 2019, perusahaan mencatatkan laba tahun berjalan
sebesar Rp28.655.047 ribu, namun pada 2020, laba tersebut berbalik menjadi rugi sebesar
Rp49.009.582 ribu. Pada 2021, perusahaan kembali mengalami kerugian yang lebih besar,
yaitu Rp17.619.819 ribu, namun mengalami pemulihan pada 2022 dengan laba sebesar
Rp9.766.379 ribu. Di tahun-tahun berikutnya, perusahaan terus mengalami pertumbuhan
laba, dengan laba tahun berjalan tercatat Rp17.604.981 ribu pada 2023 dan Rp21.973.403
ribu pada 2024.

Perubahan ini dipengaruhi oleh beberapa akun yang memberikan dampak signifikan terhadap
kinerja perusahaan. Pendapatan usaha bersih mengalami penurunan tajam pada 2020 menjadi
Rp372.583.278 ribu dari Rp720.999.329 ribu pada 2019, namun kembali meningkat setiap
tahunnya, mencapai Rp691.241.883 ribu pada 2024. Peningkatan pendapatan usaha ini
berkontribusi pada peningkatan laba bruto, yang meningkat dari Rp441.420.131 ribu pada
2019 menjadi Rp420.190.196 ribu pada 2024, meskipun sempat mengalami penurunan pada
2020.

Namun, beban pokok pendapatan (BPP) yang juga mengikuti tren yang sama, meningkat
secara proporsional dengan pendapatan, tetap memberikan tekanan terhadap profitabilitas.
Beban penjualan dan beban umum dan administrasi mengalami peningkatan yang cukup
signifikan sepanjang periode tersebut, khususnya pada 2020 yang mempengaruhi kerugian
perusahaan. Beban penjualan pada 2020 tercatat sebesar Rp219.291.816 ribu, jauh lebih
rendah dibandingkan dengan tahun 2019 yang sebesar Rp318.641.824 ribu, namun tetap
memberikan dampak pada penurunan laba.

Business Valuation Unit
Jakarta
21
Page 37 OCR 0.736
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Selain itu, beban keuangan yang meningkat tajam pada 2020 hingga 2021, mencapai
Rp11.264.100 ribu dan Rp8.245.214 ribu, juga menjadi salah satu faktor yang memberikan
tekanan terhadap laba. Penurunan beban keuangan yang tercatat pada tahun-tahun berikutnya
memberi kontribusi pada pemulihan laba perusahaan. Akun lain seperti pendapatan lainnya
menunjukkan fluktuasi yang cukup besar, berperan penting dalam mendukung pemulihan
laba setelah kerugian pada 2020.

2.7.3 Analisis Arus Kas
Perkembangan arus kas PTSP dapat dilihat pada figur berikut :

Figur 10. Historis Perkembangan Arus Kas

Arus Kas PTSP 31 Desember 2019 31 Desember 2024
100.200.200

201001200
saman

4000010

$ |
" || || - |
-20200»00
0900900
an00200
na 219
#Ara Ku Dai Opeai M1

Ara KarDaninvestan | (62/21140)
«Aru Kai Dasi Pendaraan (11381076)

x» 1 »4
sea 3g Gan Baron
IL e2ox) drum (axa03 s3

546110 (2150307 (SI 305,

Kan Awal Tahan Dae D05M » 1222157

Kas Akbis Tabur 29050 Maap 2925 32
MAum Ka Dai Opami —#Arsi Ka Dai twotsi #AtaKaDusi Pesleumi “Km Awal Talun #Kas Altis Titus

Dari figur kinerja arus kas diatas, aktivitas cash flow PTSP untuk periode 31 Desember 2024
adalah sebagai berikut:

@ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada periode 31 Desember 2024
tercatat Rp83.437.072 ribu

@ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi pada periode 31 Desember 2024
tercatat negatif Rp28.369.599 ribu.

@ Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan pada periode 31 Desember
2024 tercatat negatif Rp63.971.303 ribu.

@ Kas dan Bank Akhir Tahun pada periode 31 Desember 2024 tercatat Rp21.325.326 ribu.

2.74 Analisis Rasio Keuangan

Fig istoris Rasio K

Rasio Likuiditas
Current Ratio 100,322 672004 5548" kERIKA KAA 196702
Duick Ratio 66,604 Pa 31 die 38,2674 358416 33,024
Cash Ratio 262204 372900 254570 22.604 24,586 194206

Business Valuation Unit

22 Jakarta
Page 38 OCR 0.810
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

0.00

2,35

s0 3593 23 3993 (ai 2303
Biaya

aa 4639 46,70 45 486 6.19 595
Perputaran Utang Usaha 23 aa 23 72 3188 Tacs

Rasio Solvabilitas
Debt to Asset PA MERK AS Kam | 370m sa Sian
Debt to Eguitv Ss.1aes | To1.a9oe Is27e | Tisome | Tisosse | Tos.9204

Rasio Profitabilitas
Gross Margin GEIAN MENKOOT sosee | “oo | oom cayon
Operating Margin Ao 130 2.687 3.30 3.oote
Net Profit Margin 13.159 4.1one 17616 22206 na
ROA "12.8890 Sas 3st 5.356 64000
ROE 38.636 13.7806 1230 1670| 13.1206

Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Beberapa rasio
keuangan yang masuk dalam kategori ini antara lain adalah:

Current Ratio

Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang
dimilikinya. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas perusahaan,
dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar kewajiban. Rasio
lancar PTSP pada periode 31 Desember 2024 tercatat sebesar 79,67Yo.

Ouick Ratio

Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun
sebagian orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh
aset lancar kurang tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap
kurang lancar, dikeluarkan dalam perhitungan rasio cepat. Rasio cepat PTSP pada
periode 31 Desember 2024 tercatat sebesar 33,026.

Cash Ratio

Rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban jangka pendeknya menggunakan aset yang paling likuid, yaitu
kas dan setara kas. Rasio ini memberikan gambaran tentang tingkat likuiditas
perusahaan, dengan fokus pada aset likuid yang tersedia langsung untuk membayar
kewajiban. Rasio kas PTSP pada periode 31 Desember 2024 tercatat sebesar 19,42”.

Rasio Aktivitas

Rasio aktivitas (activity ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi
pemanfaatan sumber daya perusahaan atau menilai kemampuan perusahaan dalam
melaksanakan aktivitas sehari-hari. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini.

Business Valuation Unit

23 Jakarta

Page 39 OCR 0.949
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Rasio Perputaran Piutang Usaha

Rasio perputaran piutang usaha merupakan indikator keuangan yang digunakan untuk
mengukur efektivitas perusahaan dalam mengelola piutang usaha. Rasio ini
menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat menagih piutang usaha dari debitur
dalam satu periode tertentu. Rasio perputaran piutang usaha pihak ketiga PTSP pada 31
Desember 2024 adalah selama 1,9 hari.

Rasio Perputaran Persediaan

Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk melihat berapa hari persediaan
berubah menjadi pendapatan. Rasio perputaran persediaan PTSP pada 31 Desember
2024 adalah selama 69,05 hari.

Rasio Perputaran Biaya dibayar dimuka

Rasio Perputaran Biaya Dibayar di Muka (atau Prepaid Expenses Turnover Ratio)
mengukur seberapa cepat perusahaan mengalokasikan dan menggunakan biaya yang
telah dibayar di muka selama periode tertentu. Rasio ini memberikan gambaran tentang
efisiensi penggunaan biaya yang telah dibayar untuk layanan atau barang yang akan
diterima di masa depan. Rasio perputaran beban dibayar dimuka PTSP pada 31
Desember 2024 adalah selama 5,95 hari.

Rasio Perputaran Utang Usaha

Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa cepat perusahaan
membayar utang usaha (kewajiban kepada pemasok) selama periode tertentu. Rasio ini
memberikan gambaran mengenai efisiensi perusahaan dalam mengelola kewajiban
jangka pendek kepada pemasoknya. Rasio utang usaha PTSP pada 31 Desember 2024
adalah selama 34,68 hari.

Ivabili

Rasio solvabilitas (so/veney ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan untuk melunasi utang-utangnya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam
kategori ini.

In

Debt to asset ratio

Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total aset Perusahaan.
Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi pula risiko keuangan Perusahaan. Adapun
tingkat rasio liabilitas terhadap total asct PTSP periode 31 Desember 2024 adalah
sebesar 51,206.

Debt to eguity ratio

Rasio ini merupakan perbandingan antara total debt terhadap total ekuitas atau modal
perusahaan. Rasio satu menunjukkan jumlah liabilitas sama dengan jumlah ekuitas.
Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa rasio liabilitas terhadap
ekuitas PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 104,924.

Business Valuation Unit

24 Jakarta
Page 40 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

28.

Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh laba
dalam operasinya. Berikut adalah rasio yang termasuk dalam kategori ini.

l. Gross Profit Margin (Rasio Laba Kotor)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
kotor. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
pembentukan laba kotor. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa
rasio laba kotor PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 60,79Yo.

2. Operating Margin (Rasio Laba Operasi)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
operasi. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
pembentukan laba operasi. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa
rasio laba operasi PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 3,66Y6.

3. Net Profit Margin (Rasio Laba Bersih)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih. Rasio ini menunjukkan persentase dari setiap rupiah pendapatan terhadap
pembentukan laba bersih. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas dapat dilihat bahwa
rasio laba bersih PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 3,18Y6.

4. Ratio Return On Asset (ROA)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dengan mengunakan seluruh aset perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan
diatas dapat dilihat bahwa rasio ROA PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar
6,072.

5. Ratio Return On Eguity (ROE)
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba
bersih dengan mengunakan ekuitas perusahaan. Berdasarkan figur rasio keuangan diatas
dapat dilihat bahwa rasio ROE PTSP periode 31 Desember 2024 adalah sebesar 13,12”.

Prospek Kinerja Perseroan

Kondisi Usaha PT Pioneerindo Gourmet International Tbk P

Pada tahun 2023, industri makanan dan minuman diketahui menyumbang nilai yang positif
pada neraca perdagangan. Lebih jauh lagi, industri ini menempati posisi ketiga investasi yang
paling diminati di Indonesia serta industri yang mampu menyerap lebih dari 5 juta tenaga
kerja. Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa terjadi pertumbuhan di industri
makanan dan minuman yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2022.

Pertumbuhan per kuartal tahun 2023, ekonomi nasional secara kumulatif mampu tumbuh
5,050. Konsistensi pertumbuhan ini menandakan daya tahan dan kinerja perekonomian
Indonesia yang lebih baik dibandingkan banyak negara lain. Sementara itu sisi industri
makanan dan minuman menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan yang tertinggi.

Business Valuatiom Unit

25 Jakarta
Page 41 OCR 0.952
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Pertumbuhan industri penyediaan makanan dan minuman tahun 2024 dipercaya yang mampu
lebih tinggi dibandingkan tahun 2023, berdasarkan IKK nasional Survei Konsumen Februari
2024 mengindikasikan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal
tersebut tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari 2024 yang berada pada
zona optimis (»100) sebesar 123,1. Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Februari 2024
didorong oleh keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi
terhadap ekonomi ke depan yang tetap optimis. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Februari 2024 tercatat masing-masing sebesar 110,9 dan
135,3. Hal ini dapat dilihat dari perbaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang memiliki
kecenderungan mengalami peningkatan di sepanjang tahun 2024.

Jumlah penduduk masyarakat indonesia juga menjadi target utama prospek usaha Perusahaan
karena mampu menyumbang kenaikan sales sebesar 12,3Y6 persen di tahun 2023, disebakan
oleh populasi Indonesia kebanyakan menghabiskan uang mereka di makanan dan minuman
atau Food & Beverage (F&B). Secara demografi, 53,81 persen mayoritas populasi ini diisi
oleh milenial dan generasi Z yang suka mencoba produk dan pengalaman baru.

Dewan Komisaris PTSP juga senantiasa mendorong dan mendukung upaya - upaya Dircksi
untuk memanfaatkan peluang-peluang tersebut secara optimal. Dewan Komisaris
memandang bahwa Direksi telah memetakan prospek usaha dan rencana ke depan dengan
baik. Dengan penerapan strategi yang telah direncanakan, Perusahaan diharapkan dapat
mencapai pertumbuhan kinerja yang baik secara berkelanjutan.

Aspek Pemasaran

Tahun 2024 menghadirkan tantangan sekaligus peluang bagi PTSP untuk terus berkembang.
Dalam menghadapi kondisi pasar yang dinamis, PTSP semakin gencar melaksanakan
promosi di berbagai lini, baik secara offline maupun online.

Berbagai promosi tematik yang telah sukses di tahun-tahun sebelumnya, seperti Paket
Nampol, Promo HOKI, dan Promo CFC Day, tetap dilanjutkan di tahun 2024. Untuk
memberikan variasi promosi baru bagi pelanggan, Perusahaan juga meluncurkan beberapa
promo tematik baru, antara lain Promo Tanggal Kembar (yang berlangsung setiap tanggal
kembar di tiap bulannya) dan Promo Tematik Awal Bulan yang berlaku setiap tanggal 1-15
setiap bulannya. Selain itu, ada juga promo Gajian (Payday Promo) yang diadakan pada
tanggal 25-30 setiap bulannya, serta Promo Monday Deals yang hadir setiap hari Senin.

Untuk lebih menarik perhatian pelanggan pada hari-hari spesial, PTSP memberikan promo
khusus, seperti pada Tanggal Kabisat, Hari Batik, Hari Anak Nasional, dan Hari Pelanggan
Nasional. Sebagai bentuk dukungan pada pesta demokrasi, yaitu Pemilu dan Pilkada
Serentak, Perusahaan juga mengadakan promo khusus yang berlaku hanya 1 hari dan
memperoleh respons yang sangat positif dari pelanggan.

Selain promosi tematik di atas, PTSP terus mencari peluang baru untuk meningkatkan
penjualan. Salah satunya adalah melalui kerja sama dengan GrabFood dalam penjualan
voucher online. Program penjualan voucher ini dimulai pada bulan Februari dan terus
berlanjut hingga akhir tahun, dengan hasil yang sangat baik, memberikan kontribusi sekitar
2,3Y9 terhadap total penjualan. Dari sisi penjualan online delivery, PTSP juga mengalami

Business Valuatiom Unit

26 Jakarta
Page 42 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

peningkatan yang signifikan, dengan kontribusi sebesar 14,596, atau naik 3,8”6 dibandingkan
tahun sebelumnya.

Selain promosi, Perusahaan terus berinovasi dalam pengembangan menu baru. Salah satu
menu yang mendapat respons sangat positif adalah Ayam Bakar Samyang, yang sempat viral
di media sosial. Selain itu, CFC juga meluncurkan berbagai menu minuman baru, seperti
Fruity Fun, Pineapple Series, Milkshakes, menu snack Fish Skin, dan menu es krim soft
serve. Di Sapo Oriental, beberapa menu tematik baru juga diperkenalkan, seperti Chinese
Authentic Series, Claypot Series, Personal Menu Series, dan Sapo Kids.

PTSP juga terus mengembangkan layanan Katering, di antaranya dengan meluncurkan
nomor WA bisnis khusus untuk pemesanan paket katering, serta memberikan promo-promo
menarik untuk paket katering. Promo yang ditawarkan termasuk cashback voucher 1094
untuk pemesanan jumlah tertentu, serta promo-promo tematik yang hadir saat momen
kampanye Pilkada dan liburan akhir tahun.

Melanjutkan program tahunan yang telah sukses dijalankan pada tahun-tahun sebelumnya,
pada 2024 ini, CFC kembali menghadirkan promo khusus untuk memperingati Hari Jadi ke
41, dengan tema “41 Tahun Bersama Indonesia”. Selain untuk menarik tambahan traffic dan
sales, promo ini juga bertujuan untuk semakin menguatkan posisi brand CFC sebagai brand
lokal yang telah hadir selama 41 tahun di Indonesia.

trat ta) 02

PTSP selalu berupaya agar data dapat terpusat dalam satu sistem dan memberikan pelatihan
yang memadai kepada semua tim TI agar selalu mengikuti tren teknologi terkini. Fokus
utama PTSP di tahun 2024 adalah mengembangkan Aplikasi POS NEXT LEVEL, Aplikasi
Web Ordering, EPORTAL, DMS, dan ERP SAP.

Business Valuation Unit

27 Jakarta
Page 43 OCR 0.813
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

3.

3.

TINJAUAN MAKRO EKONOMI
Perekonomian Global dan Domestik

Pada 2025, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya,
yakni 3,296, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik terus
berlanjut. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh lebih kuat dari yang diperkirakan,
didorong oleh stimulus fiskal yang meningkatkan permintaan domestik dan investasi di
bidang teknologi, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Sebaliknya, ekonomi
Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India masih menghadapi tantangan, seperti penurunan
kepercayaan konsumen, tertahannya produktivitas, dan terbatasnya sektor manufaktur.
Kebijakan tarif AS juga memengaruhi disinflasi di negara tersebut, dengan ekspektasi
penurunan Fed Funds Rate (FFR) yang terbatas. Penguatan dolar AS sebagai dampak
kebijakan AS, bersama dengan ketegangan geopolitik, menyebabkan investor lebih memilih
untuk memindahkan portofolio mereka ke AS, meningkatkan tekanan pada mata uang global
lainnya.

Di Indonesia, perekonomian menunjukkan pertumbuhan yang baik meskipun sedikit lebih
rendah dari prakiraan sebelumnya. Neraca pembayaran Indonesia tetap sehat, mendukung
ketahanan eksternal negara. Nilai tukar rupiah tetap terkendali di tengah ketidakpastian
global berkat kebijakan stabilisasi Bank Indonesia. Inflasi pada 2024 diperkirakan berada
dalam sasaran 2,5#196, dengan kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital tetap tumbuh
didukung oleh sistem pembayaran yang aman dan stabil. Bank Indonesia menurunkan BI-
rate sebesar 25 bps menjadi 5,75” pada Januari 2025, sesuai dengan prakiraan inflasi yang
tetap terkendali dan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan moneter dan
makroprudensial Bank Indonesia berfokus pada menjaga inflasi, stabilitas nilai tukar, serta
mendukung sektor-sektor prioritas seperti UMKM dan ekonomi hijau. Penguatan kebijakan
Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dimulai pada Januari 2025, dengan harapan
dapat meningkatkan pembiayaan perbankan untuk sektor-scktor yang mendukung
penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Kebijakan sistem
pembayaran juga diarahkan untuk mendukung sektor perdagangan dan UMKM, dengan
memperkuat infrastruktur dan memperluas digitalisasi.

Figur 12. Pertumbuhan PDB Dunia dan PMI Global

— —emtan Hg — ega —ata -

ara ya GO 35 Uu Uu »

prada y Asa yu yu uu
Awaha Ser » Aa 9 y 2 Uu u
sn tea IN "NG ” BA: "MS
X2 “ad 21 yu Ja

Mgribetmang yaa u uu uu
Toga BOY WU mn uu
na VA UMK Uu
sen yaa SS “uu
keatas MW UU 1 Uu Uu nur eMNsneaNn
Galamnta s “ " u y 1. uu
Irumen kalap 4 oo Oo 1 1 1

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Unit

28 Jakarta
Page 44 OCR 0.650
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 13. Indeks Keyakinan Konsumen dan Penjualan Eceran Global

ps 25 0g moga —ah HERAN Di, -—- Ba 5g — md
- - “ -
2 de De 5
- » tara
- Lg 2
1“ pon si
- - #
. Li
: 3 Z5
ed Ld

. “ “
- - .
“ “ .

Apem gonna nem one Khsransaa rongga rangasrandasran
- » - - - - - - - -

Sumber: Bloomberg, diolah Sumber: CEIC diolah

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 14. Inflasi Dunia, Harga Komoditas Ekspor Indonesia

Seletmtetetntetelefefuta
atom “Minyak dalam USD/barel, komoditas lain (d6 yoy)
Sumber Bloomberg dan IMF, diolah Sumber: Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 15. Yicld UST 10Y dan JGB 10Y serta Indeks Saham AS, Persepsi Risiko Negara

Berkembang dan Indonesia
- —aa NA Ma maanan ma Aoa ada tan Indeks Ketidakpastian Global
na ato sa Inten ran mi NA nana
“ 2.
.. :
um. Ps
a.. - 2
23 "
. PN NN
Sumber: Bloomberg. Data s.d. 13 januari 2025 Sumber: Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Unit
Jakarta

29
Page 45 OCR 0.921
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 16. Aliran Modal Ke Negara Berkembang dan Index Ketidakpastian Global

— - - -

Sumber IIF, diolah Sumber: Bloomberg. Data sd. 13 Januari 2025
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

3.2. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Perekonomian global pada 2025 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya
menjadi 3,2”o, meskipun ketidakpastian pasar keuangan global dan ketegangan geopolitik
tetap berlanjut. Ekonomi AS tumbuh kuat didorong oleh stimulus fiskal dan investasi
teknologi, sementara ckonomi Eropa, Tiongkok, Jepang, dan India menghadapi tantangan
seperti menurunnya kepercayaan konsumen dan terbatasnya sektor manufaktur. Kebijakan
fiskal AS yang ekspansif dan ketegangan geopolitik menyebabkan penguatan dolar AS dan

mempengaruhi mata uang global.

Di Indonesia, meskipun perekonomian tumbuh baik, terdapat kecenderungan pertumbuhan
yang lebih rendah dari prakiraan sebelumnya, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada
2025 berada di kisaran 4,7-5,5”6. Faktor-faktor seperti permintaan domestik yang lebih
rendah, kelemahan konsumsi rumah tangga, dan terbatasnya investasi swasta berpengaruh
pada pertumbuhan tersebut. Bank Indonesia terus mengoptimalkan kebijakan moneter dan
makroprudensial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan
berkelanjutan, termasuk melalui akselerasi digitalisasi dan mendukung program-program

Pemerintah, seperti ketahanan pangan dan pembiayaan ekonomi.

Figur 17. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha

#rocan8eu

Sumber BPS
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Unit

30

Jakarta
Page 46 OCR 0.800
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 18. Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan IV 2024 dan Indeks Keyakinan
Konsumen

La Nan MA Mangan nga Laman MAA mma —yang 110
benar pangan -

yaa
Sumber BPS. diolah Sumber: Bank Indonesia
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024
Figur 19. Nilai Tukar Petani dan Penjualan Eceran
Pa

Sumber. BPS. diolah Sumber: BPS, diolah
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 20. Realisasi Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Ekspor Non Migas

- -
2 -
- Mn sm 11n0 Kami Kautam Han Ode awmhul sasa remankin alay

Sumber: Kementerian Keuangan diolah Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 21. Ekspor Nonmigas ke Negara Tujuan Utama dan Ekspr Nonmigas Spasial

Sumber Kementerian Keuangan diolah Bank Indonesia.
Sumber: Kementerian Keuangan. diolah Bank Indonesia — “Data &d Agustus 2024

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Unit

Jakarti
31 "
Page 47 OCR 0.905
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) tetap menunjukkan kondisi yang sehat, yang
mendukung ketahanan eksternal negara. Pada Desember 2024, Indonesia mengalami surplus
neraca perdagangan sebesar 2,2 miliar dolar AS, yang didorong oleh kinerja ekspor yang
kuat, terutama dari komoditas utama seperti bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan
nabati, serta besi dan baja. Hal ini mendukung prediksi bahwa transaksi berjalan pada 2024
akan tetap sehat dengan defisit yang diperkirakan berada dalam kisaran 0,16 hingga 0,95
dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, meskipun surplus perdagangan, ketidakpastian pasar keuangan global menyebabkan
penurunan aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik, seperti Surat
Berharga Negara (SBN) dan Surat Repo Bank Indonesia (SRBI), yang masing-masing
tercatat inflow sebesar 19 juta dolar AS dan 288 juta dolar AS pada awal tahun 2025 (hingga
13 Januari 2025). Meskipun demikian, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir
Desember 2024 tetap tinggi, mencapai 155,7 miliar dolar AS, yang setara dengan
pembiayaan impor selama 6,7 bulan atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah. Posisi cadangan devisa ini juga jauh di atas standar kecukupan internasional
yang sekitar 3 bulan impor.

Melihat ke depan, NPI Indonesia pada 2025 diperkirakan tetap sehat, dengan surplus
transaksi modal dan finansial yang berlanjut, serta defisit transaksi berjalan yang terjaga
dalam kisaran 0,56 hingga 1,34 dari PDB. Surplus neraca transaksi modal dan finansial ini
akan didorong oleh aliran masuk modal asing yang positif, seiring dengan persepsi investor
yang optimis terhadap prospek perekonomian Indonesia yang lebih baik dan imbal hasil
investasi yang menarik.

Fa 22. Neraca Pa Indonesia dan Neraca Perdagangan 0
Semakan

sak

Guvcuan

B usuz3sti

at ssunuunesakku

8

Sumber. Dank Indonesia. "Angka sementara: "Angka sangat
sementara Sumber: BPS

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 23. Aliran Modal Asing dan Cadangan Devisa

Sumber: Bank Indonesia. "Angka sementara: .
““Anuka panyat sementara. Data »J 14 Oktober 2024 — Sumber Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Unit
Jakarta
32
Page 48 OCR 0.879
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 24. Rupiah ys Negara Kawasan dan Suku Bunga Kebijakan Negara Kawasan

- Ia 1 :

2 : "

5 i

- | “

Fa |

La i “
Sa maa maa ta mei oamn A Mapa Data

Sumber: Reuters dan Bloomberg. Data s.d. 15 Oktober 202: Sumber: Bloomberg, Data sd. 16 Oktober 2024
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Nilai tukar Rupiah pada Januari 2025 tetap stabil meskipun ada ketidakpastian global yang
tinggi, berkat kebijakan stabilisasi yang diterapkan oleh Bank Indonesia. Meskipun Rupiah
melemah 196 terhadap dolar AS dibandingkan dengan akhir 2024, performanya lebih baik
daripada mata uang regional lainnya seperti rupce India, peso Filipina, dan baht Thailand.
Rupiah juga tercatat menguat terhadap mata uang negara maju selain dolar AS dan stabil
terhadap mata uang negara berkembang. Faktor-faktor yang mendukung stabilitas ini
termasuk aliran masuk modal asing yang terus berlanjut, imbal hasil instrumen keuangan
domestik yang menarik, serta prospek ekonomi Indonesia yang positif. Ke depan, Bank
Indonesia diperkirakan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah melalui kebijakan
moneter yang konsisten, termasuk penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui
optimalisasi instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI, untuk memperkuat efektivitas kebijakan
dalam menarik aliran masuk investasi portofolio asing.

Inflasi Indonesia pada 2024 berhasil terjaga dalam kisaran sasaran 2,541Y6, dengan inflasi
IHK Desember 2024 tercatat sebesar 1,57”4. Inflasi inti tetap terkendali di level 2,26Y6 karena
kebijakan suku bunga Bank Indonesia yang tepat, sementara inflasi kelompok volatile food
(VF) hanya 0,1296 berkat peningkatan pasokan pangan dan musim panen. Sinergi antara
Bank Indonesia dan pemerintah daerah dalam pengendalian inflasi juga berperan penting
dalam menjaga stabilitas harga di seluruh wilayah Indonesia. Dengan proyeksi ekonomi yang
optimis, inflasi diperkirakan akan tetap terkendali dalam sasaran 2,5t1Yo pada 2025 dan
2026. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga sambil mendorong
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Business Valuation Unit

33 Jakarta
Page 49 OCR 0.821
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 25. Inflasi Gabungan Kota di Provinsi

SUMATERA KALIMANTAN
Ram 217 Kepuinan aa 200

Semata bara UB) Semua Selatan 129
lampung 1S? Jenbitad

Janeta Jawa BAL-NUSA TENGGARA
Mentan taraen Lt
D0 Jakarta Lah
IN iakente2an pakar
ie Tenan 167
Marcia knee Temen 131
Wapka 128

Sumber: BPS
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 26. Inflasi IHK dan Komponen dan Ekspektasi Inflasi

has rongga ponnas pond pan pn

an 29 xa Pi x wa
Sumber Consensus Fcanomies Sumber HPS

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Kebijakan instrumen moneter pro-market yang diterapkan oleh Bank Indonesia bertujuan
untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah dan mencapai sasaran inflasi. Instrumen
seperti SRBI, SVBI, dan SUVBI telah memainkan peran penting dalam mendalami pasar
uang dan pasar valas, serta mendorong aliran masuk modal asing ke Indonesia. Per 14 Januari
2025, total posisi SRBI tercatat sebesar Rp914,72 triliun, SVBI sebesar 1,96 miliar dolar AS,
dan SUVBI sebesar 436 juta dolar AS. Penerbitan SRBI berhasil mendukung peningkatan
aliran masuk portofolio asing, dengan kepemilikan nonresiden mencapai 25,024 dari total
outstanding SRBI, yang memperkuat penguatan nilai tukar Rupiah.

Selain itu, implementasi dealer utama sejak Mei 2024 telah meningkatkan transaksi SRBI di
pasar sekunder dan repurchase agreement (repo) antar pelaku pasar, memperkuat efektivitas
instrumen moneter dalam stabilisasi nilai tukar dan pengendalian inflasi. Ke depan, Bank

Business Valuation Unit

34 ag
Page 50 OCR 0.927
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai inovasi instrumen moneter, baik dari sisi
volume maupun daya tarik imbal hasil, untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan
moneter. Hal ini juga bertujuan untuk mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valas,
serta mendorong aliran masuk modal asing yang lebih besar ke dalam negeri.

Transmisi kebijakan moneter melalui jalur suku bunga berjalan dengan baik untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi. Suku bunga pasar uang (IndONIA) tercatat pada 6,03”4
per 14 Januari 2025, sejalan dengan Bl-Rate. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan
menawarkan imbal hasil menarik, masing-masing 7,06Y6, 7,10Yo, dan 7,23Yo, yang
mendukung aliran modal asing. Imbal hasil SBN tenor 2 tahun dan 10 tahun meningkat
menjadi 6,98Yo dan 7,25Yo, mempertahankan daya tarik instrumen domestik. Suku bunga
perbankan stabil dengan likuiditas memadai, dengan suku bunga deposito | bulan dan kredit
Desember 2024 masing-masing sebesar 4,87”4 dan 9,20Yo.

Pertumbuhan kredit pada 2024 mencapai 10,39”o (yoy), sesuai dengan perkiraan Bank
Indonesia yang berkisar 10-1296. Dari sisi penawaran, pertumbuhan kredit didukung oleh
minat penyaluran kredit perbankan, realokasi likuiditas ke kredit, dan dukungan pendanaan
dari pertumbuhan DPK serta kebijakan makroprudensial. Dari sisi permintaan, pertumbuhan
kredit didorong oleh kinerja usaha korporasi yang terjaga meskipun konsumsi rumah tangga
terbatas. Kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi masing-masing tumbuh 8,354,
13,62Y6, dan 10,61Yo, sementara kredit UMKM tumbuh 3,37”6 dan pembiayaan syariah
9,8740. Pada 2025, pertumbuhan kredit diperkirakan meningkat menjadi 11-13Y6, seiring
dengan prospek ekonomi yang baik dan kebijakan pemerintah yang mendukung.

Bank Indonesia terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan likuiditas
makroprudensial (KLM) pada 2025 dengan fokus pada mendorong kredit dan pembiayaan
perbankan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Mulai 1
Januari 2025, insentif KLM difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki potensi untuk
mendukung kedua tujuan tersebut, seperti sektor pertanian, perdagangan, manufaktur,
transportasi, pergudangan, pariwisata, ckonomi kreatif, konstruksi, real estate, perumahan
rakyat, serta UMKM, Ultra Mikro, dan sektor hijau. Hingga minggu kedua Januari 2025,
Bank Indonesia telah menyalurkan insentif KLM sebesar Rp295 triliun, yang menunjukkan
peningkatan sebesar Rp36 triliun dari Rp259 triliun pada akhir Oktober 2024. Penyaluran ini
melibatkan berbagai kelompok bank, dengan bank BUMN menerima Rp129, triliun, bank
BUSN Rp130,6 triliun, BPD Rp29,9 triliun, dan KCBA Rp3 triliun. Ke depan, Bank
Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan serta
memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas keuangan, kementerian/lembaga,
perbankan, dan pelaku usaha, untuk memastikan bahwa insentif KLM dapat semakin efektif
dalam mendukung sektor-sektor yang strategis bagi perekonomian.

Ketahanan sistem keuangan Indonesia terjaga dengan baik pada 2024. Likuiditas perbankan
tetap memadai, tercermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang
tinggi 25,59”o. Rasio kecukupan modal (CAR) perbankan juga kuat pada 26,89”,
mendukung pertumbuhan kredit dan kemampuan menyerap risiko. Risiko kredit terkendali
dengan rasio NPL yang rendah, yaitu 2,194 (bruto) dan 0,75Yo (neto) pada November 2024.
Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan yang solid. Ke depan,
Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan KSSK untuk memitigasi
risiko yang dapat mengganggu stabilitas sistem keuangan.

Business Valuatiom Unit

35 Jakarta
Page 51 OCR 0.702
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 27. Perkembangan Rasio AL/DPK Perbankan dan Likuiditas perbankan dan
perekonomian

KOREM NAN DEA DOSEN mM mw dx» JM

BI Uiuisitas Perbankan Gan Perekonomian

“..wabua

Sumber Bank indonesia
suba Sk na

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 28. Suku Bunga Kebijakan Bank Indonesia dan IndONIA dan Transmisi BI7DRR
kepada SBDK

Sumber Bank Indonesia Sumber. OJK Bank Indonesia, diolah
Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Figur 29, Suku Bunga Perbankan dan Perkembangan Kredit dan DPK

“
maa 3 2 8
f
ae NA Ng LN»
VINN sr
7
V An
mma. $ 3 -
-. az “ (raut 0. - ' 18 2 2g "
- - “ - - - sil Lu ci "

Sumber: Bank Indonesia Sumber: Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Business Valuation Unit
36
Page 52 OCR 0.917
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

33.

Figur 30. Permodalan Industri Perbankan dan Rasio Kredit Bermasalah (NPL)

- va - - - ber Mei nda ae
Sumber: Bank Indonesia

Sumber: Laporan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Triwulan IV 2024

Kontribusi PDB Menurut Lapangan Usaha

Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara kuartal-ke-kuartal (g-to-g) cenderung dipengaruhi
oleh faktor musiman. Pada triwulan I dan IV, umumnya tercatat kontraksi dalam
pertumbuhan ekonomi, sementara triwulan II dan III menunjukkan pertumbuhan positif
sciring dengan meningkatnya aktivitas ckonomi serta adanya faktor pendorong seperti
perayaan hari besar keagamaan, liburan sekolah, dan lainnya. Pada triwulan 11/2020,
ekonomi Indonesia mengalami penurunan (g-to-g) akibat dampak pandemi Covid-19.
Namun, pada triwulan IV/2022 dan IV/2023, ekonomi Indonesia tetap mencatatkan
pertumbuhan positif (g-to-g) didorong oleh beberapa sektor utama seperti Industri
Pengolahan, Konstruksi, serta Transportasi dan Pergudangan yang menunjukkan kinerja
yang baik.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia secara tahunan (y-on-y) umumnya dipengaruhi oleh
kebijakan pemerintah serta faktor eksternal, baik yang bersifat langsung maupun tidak
langsung. Sebelum pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sekitar
lima persen (y-on-y). Namun, pandemi yang mulai dirasakan pada awal 2020 menyebabkan
kontraksi pada perekonomian Indonesia. Pada triwulan 11/2020, ekonomi Indonesia
mengalami penurunan sebesar 5,32 persen (y-on-y). Ekonomi Indonesia mulai kembali
mencatatkan pertumbuhan positif (y-on-y) pada triwulan 11/2021 dan terus menunjukkan
pertumbuhan yang stabil. Hingga triwulan IV/2023, ekonomi Indonesia tumbuh di atas lima
persen (y-on-y), kecuali pada triwulan III/2023 yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,94

persen (y-on-y).
Figur 31. Laju Pertumbuhan PDB Triwulanan (g-to-g) dan (y-to-y) (persen), 2020-2023
«

Sumber: Laporan Publikasi BPS “Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2020-2024”

Business Valuation Unit

37 Jakarta
Page 53 OCR 0.898
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Struktur perekonomian Indonesia menurut lapangan usaha tidak berubah secara signifikan
selama kurun waktu 2020 - 2023. Tiga lapangan usaha yang memiliki kontribusi terbesar
selama periode tersebut adalah Industri Pengolahan dengan rata-rata kontribusi sebesar 19,03
persen, diikuti Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang memberikan kontribusi rata-rata
sebesar 12,98 persen, dan Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
yang memberikan kontribusi rata-rata sebesar 12,91 persen. Sementara Konstruksi serta
Pertambangan dan Penggalian masing-masing memberikan kontribusi rata-rata sebesar 10,21
persen dan 9,54 persen.

Figur 32. Average Distribution of GDP (percent), 2020-2023

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan/ MEN 1298
Agriculture, Forestry, and Fisheries

Pertambangan dan Penggalian/ MENNNNNNNNN 9,54
Mining, and Ouarrying

Indust Pengolahan MAN 12,05

Manufacturing

Konstruksi/— MENNNNNNNNNNNN 0.21

Construction

Perdagangan Besar dan Eceran: Reparasi Mobil dan SENIBBBN 42.01
Sepeda Motot/
Wholesale and Retail Trade, Car, and Motorcycle Repair

Laicnya/ MN 35.24
Others

Sumber: Laporan Publikasi BPS “Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2020-2024”

Pemulihan ekonomi global pasca pandemi Covid-19 yang terus berlangsung memberikan
dampak positif terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Pada awal tahun 2024,
pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 5,1 1 persen (y-on-y) pada triwulan 1/2024,
yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara maju, seperti Amerika Serikat
(2,90 persen), Britania Raya (0,30 persen), Korca Selatan (3,30 persen), dan Singapura (3,00
persen). Dibandingkan dengan triwulan II/2023, ekonomi Indonesia tumbuh 5,05 persen (y-
on-y) pada triwulan 11/2024. Sementara itu, dibandingkan dengan triwulan 1/2024,
pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 3,79 persen (g-to-g). Dengan demikian,
secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester 1/2024 tercatat
sebesar 5,08 persen (c-to-c). Pada triwulan 11/2024, ekonomi Indonesia mengalami
pertumbuhan 5,05 persen (y-on-y) dibandingkan triwulan 11/2023, dengan semua lapangan
usaha mengalami pertumbuhan. Sektor yang mencatatkan pertumbuhan signifikan antara lain
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,17 persen, serta Transportasi dan
Pergudangan sebesar 9,56 persen.

Business Valuatiom Unit

38 Jakarta
Page 54 OCR 0.841
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 33. Laju Pertumbuhan PDB Triwulan 11/2024 (y-on-y) Menurut Lapangan Usaha

(persen)
10,17

10,00 9,56
2,56 885
790 786
8,00 766
6.00 5,39
400 325
sa 27,
I
2,00
0,00
0x

rc Oo « JI
2
Sumber: Laporan Publikasi BPS “Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2020-2024”

Business Valuation Unit
Jakarta

39
Page 55 OCR 0.632
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

4. ASPEK PASAR
4.1 Pertumbuhan Industri Makanan dan Minuman

Figur 34. Pertumbuhan Industri Restoran, Rumah Makan, dan Sejenisnya tahun 2010-2023

2 xa ya 2 - 3. 1“ xo » - . za 1" -

Un Pel iban tar Wear Wa 901 “eren Mean in Aang da oran tr Maan.
Sumber: dataindustri.com

Figur 35. Tren Data Pertumbuhan Industri Restoran, Rumah Makan, dan Sejenisnya, 91
2010 — 94 2023 (Per Kuartal)

KN

“unuunu asas uas aan Ka Mun aNN un aa Ha aa NAN KERANA Ea UAN NN
P3 Ps P3 -. - Pa Pa -

LA an en naa Pan, AN LA Ma UN te ama tara

Sumber: dataindustri.com

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik bruto (PDB) industri makanan
dan minuman sepanjang 2023 bertumbuh 4,47 persen secara tahunan. Angka ini terpantau
menurun dibanding tahun sebelumnya.

Business Valuation Unit
40 bt
Page 56 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 36. Pertumbuhan PDB Industri Makanan dan Minuman RI 2021-2023

"— Industi Makanan dan Minuman

Aan

Jan Apr . Oot Jan Aor - Der Jan
ZA 2022 2025

Sumber: idxchannel.com

Pada 2022, PDB industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 4,90 persen dengan
kontribusi sebesar 38,35 persen atau yang terbesar terhadap PDB industri pengolahan non-
migas. Industri makanan dan minuman di Indonesia juga mengalami peningkatan dari tahun
2020 ke 2021 sebesar 2,54 persen menjadi Rp775, 1 triliun.

Mengingat, industri ini juga sangat terpukul karena adanya pandemi Covid-19. Industri
makanan dan minuman pada 04 2020 hanya bertumbuh 1,66 persen

Namun, bukan berarti industri ini bebas dari tantangan bisnis. Melansir laman Sekretariat
Negara, ditinjau dari sisi lapangan usaha, beberapa sektor ekonomi utama mencatat
perlambatan pertumbuhan pada 2023, di antaranya sektor makanan dan minuman alias food
and beverage (F&B).

Pertumbuhan sektor F&B melambat menjadi 7,9 persen (yoy) di 04 2023 dari 10,9 persen
(yoy) di 93 2023 dan sektor industri pengolahan tumbuh melambat menjadi 4,1 persen (yoy)
di 94 2023 dari 5,2 persen (yoy) di 93 2023 yang disebabkan melemahnya permintaan global
untuk produk ekspor industri. Kini, masyarakat juga dihadapkan pada kenyataan mahalnya
harga pangan dan transportasi yang bisa mengikis daya beli termasuk sektor makanan dan
minuman.

Berdasarkan Laporan Publikasi BPS “Produk Domestik Bruto Indonesia Triwulanan 2020-
2024”, PDB atas dasar harga berlaku (ADHB) lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan
Makan Minum sebesar Rp145.865,6 miliar pada triwulan II/2024 atau sekitar 2,63 persen
dari total PDB nasional yang mencapai Rp5.536.495,2 miliar. Pada triwulan 11/2024, laju
pertumbuhan lapangan usaha ini mencapai 10,17 persen (y-on-y). Pertumbuhan ini didukung
oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan penyelenggaraan sejumlah
event di beberapa daerah, seperti Asia Pacific Media Forum, World Water Forum serta event
musik dan olahraga.

Jika dibandingkan dengan triwulan 1/2024 (g-to-g), Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi
dan Makan Minum mengalami pertumbuhan sebesar 4,14 persen. Pertumbuhan tersebut lebih
baik dari kuartal sebelumnya yang terkontraksi sebesar 0,88 persen. Peningkatan ini sejalan

Business Valuation Unit

4 Jakarta
Page 57 OCR 0.958
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

dengan meningkatnya okupansi hotel dan konsumsi makanan jadi di restoran selama momen
libur keagamaan (Idulfitri, Waisak, Kenaikan Isa Al Masih, dan Iduladha) serta libur sekolah.
Secara kumulatif (c-to-c), Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
tumbuh sebesar 9,79 persen yang didorong oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan
mancanegara serta peningkatan aktivitas Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions
(MICE). Kegiatan Pemilu dan penyelenggaraan berbagai event di sejumlah daerah juga
berkontribusi mendukung pertumbuhan positif dari lapangan usaha ini.

Figur 37. Statistik Penyediaan Makanan dan Minuman 2023

Sumber: bps.go.id

Usaha penyediaan makanan dan minuman terbanyak di Pulau Jawa berada di Provinsi Jawa
Barat dan Jawa Timur, sementara di Luar Pulau Jawa terbanyak di Provinsi Sumatera Utara
dan Riau. Jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman yang memanfaatkan sarana
internet untuk promosi, penjualan online serta transaksi pembayaran, sebesar 33,13 persen,
sementara 66,87 persen usaha lainnya tidak menggunakan internet.

Kondisi perekonomian Indonesia saat ini sebagian besar ditopang oleh peningkatan konsumsi
rumah tangga dan salah satu usaha yang terdorong untuk berkembang adalah usaha
penyediaan makanan dan minuman. Peningkatan pendapatan masyarakat dan semakin
bertambahnya jumlah kelas menengah berakibat pada meningkatnya jumlah pengeluaran
untuk makanan dan minuman. Disamping itu adanya perubahan gaya hidup yang sebagian
besar masyarakat sudah tidak lagi memiliki waktu yang cukup banyak untuk memasak, atau
kurang berminat untuk melakukannya. Hal ini menyebabkan permintaan akan jasa
penyediaan makanan dan minuman menjadi semakin meningkat pesat. Sementara itu akses
bagi para pembeli ke berbagai produk makanan dan minuman semakin mudah, terutama
adanya dukungan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Fasilitas
penyimpanan dan distribusi logistik yang semakin bagus dan mudah, seperti makanan beku,
juga turut mendorong semakin pesatnya perkembangan usaha penyediaan makanan dan
minuman di Indonesia.

Berdasarkan data hasil Survei Perusahaan/ Usaha Penyediaan Makanan dan Minuman Tahun
2024 menunjukan bahwa jumlah usaha penyediaan makanan dan minuman (PMM) di

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 58 OCR 0.961
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Indonesia tahun 2023 sebanyak 4,85 juta usaha, meningkat sekitar 21,13 persen dibanding
tahun 2016 yang mencapai 4,01 juta usaha (Sensus Ekonomi 2016). Provinsi Jawa Barat
memiliki jumlah usaha terbanyak hingga mencapai 1,23 juta usaha atau sekitar 25,36 persen
dari total usaha penyediaan makanan dan minuman di Indonesia, diikuti oleh Provinsi Jawa
Timur sebanyak 791,60 ribu usaha atau sekitar 16,31 persen, dan Provinsi Jawa Tengah
sebanyak 701,47 ribu usaha atau sekitar 14,45 persen.

Kelompok pertama yang meliputi usaha restoran dan rumah makan mencapai sebanyak 1,20
juta usaha atau sekitar 24,75 persen dari total usaha penyediaan makanan dan minuman di
Indonesia, sedangkan kelompok kedua yang meliputi usaha jasa boga mencapai sebanyak
168,88 ribu usaha atau sekitar 3,48 persen, kelompok ketiga adalah usaha penyediaan
makanan dan minuman keliling atau tempat tidak tetap mencapai sebanyak 706,66 ribu usaha
atau sekitar 14,56 persen. Sementara itu, jumlah usaha terbanyak adalah kelompok keempat
yang meliputi kedai makanan minuman, kedai obat tradisional, kafe, bar, dan sejenisnya.
Kelompok keempat ini mencapai sebanyak 2,78 juta usaha atau sekitar 57,21 persen.

Perkembangan produk dan jenis makanan dan minuman yang disajikan oleh usaha
penyediaan makanan dan minuman di Indonesia sangat beragam, baik asalnya, ciri khasnya,
maupun citarasanya. Berdasarkan data tersebut bahwa jenis masakan Indonesia masih
mendominasi dibandingkan jenis masakan asing. Usaha yang hanya menyajikan jenis
masakan Indonesia sebesar 96,96 persen, sedangkan yang hanya menyajikan menu menu
asing sebesar 1,09 persen. Sementara itu, usaha penyediaan makanan dan minuman yang
menyajikan jenis masakan Indonesia dan asing mencapai sekitar 1,95 persen.

Dilihat menurut ketersediaan tempat duduk pada usaha penyediaan makanan dan minuman,
sebagian besar usaha (59,75 persen) menyediakan layanan makan/ minum di tempat.
Sedangkan 40,25 persen tidak menyediakan layanan makan/minum di tempat. Sebagian
besar (81,91 persen) usaha penyediaan Makanan dan Minuman di Provinsi Sumatera Barat
menyediakan layanan makan/minum ditempat, diikuti oleh Provinsi Bali sebesar 79,11
persen.

Business Valuation Unit

43 Jakarta
Page 59 OCR 0.954
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

4.2.

Figur 38. Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut
Makan/Minum di Te

ndor

Sumber: bps.go.
Di era yang penuh dengan persaingan usaha, memaksa para pelaku usaha penyediaan
makanan dan minuman melakukan berbagai inovasi agar bisnisnya tetap bertahan. Sebesar
13,06 persen usaha penyediaan Makanan dan Minuman baru memulai usahanya satu tahun
lalu. Namun usaha yang mampu bertahan hingga lebih dari dua puluh tahun pun cukup
banyak yakni sebesar 11,67 persen.

Media Internet yang digunakan Pelaku Usaha Penyedia Makanan dan Minuman

Saat ini, era digital berkembang pesat dimana teknologi dan internet menjadi sangat penting
dan mudah diakses dalam kehidupan sehari-hari di berbagai bidang seperti pendidikan,
komunikasi, transportasi, bahkan bisnis. Usaha penyediaan Makanan dan Minuman juga ikut
memanfaatkan teknologi dan internet dalam mengembangkan bisnisnya. Hal ini terlihat
bahwa usaha penyediaan Makanan dan Minuman telah menggunakan teknologi digital pada

proses produksinya mencapai 5,49 persen.

Pelaku usaha penyediaan makanan dan minuman menggunakan internet untuk melakukan
promosi, penjualan secara online, dan mempermudah transaksi pembayaran. Jumlah usaha
penyediaan makanan dan minuman yang menggunakan internet untuk pemasaran/promosi
produk sebesar 18,59 persen, untuk keperluan pemesanan produk sebesar 25,70 persen, dan
untuk keperluan transaksi pembayaran/pembelian sebesar 7,75 persen.

Berikut adalah gambaran mengenai media internet yang digunakan oleh pelaku usaha
penyediaan makanan dan minuman

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 60 OCR 0.953
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

43.

Figur 39. Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Media
Internet yang digunakan, 2023

Sumber: bps.go.id

Penggunaan internet dilakukan melalui berbagai media, yakni 92,21 persen diantaranya
memanfaatkan pesan instan, 22,72 persen melalui media sosial, dan 17,51 persen melalui
marketplace/platform digital.

Pendapatan dan Pengeluaran Usaha Penyediaan Makanan Minuman

Nilai pendapatan usaha penyediaan makanan minuman diperoleh dari penjualan makanan
minuman, penjualan paket makanan minuman serta nilai pendapatan yang masih berkaitan
dengan usaha. Tahun 2023, nilai pendapatan usaha penyediaan makanan minuman mencapai
998,37 triliun rupiah, meningkat 48,04 persen dari nilai pendapatan usaha tahun 2016
(Sensus Ekonomi 2016) yang mencapai 674,38 triliun rupiah.

Business Valuation Unit

4s Jakarta
Page 61 OCR 0.958
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 40. Distribusi Usaha/Perusahaan Penyediaan Makanan dan Minuman menurut
Kelompok KBLI dan Kelompok Pendapatan, 2023

Sumber: bps.go.id

Rata-rata nilai Pendapatan usaha penyediaan Makanan dan Minuman terbesar, berada di
Provinsi Bali yaitu sebesar 756,46 juta rupiah, diikuti oleh Provinsi DKI Jakarta sebesar
515,96 juta rupiah dan Kepulauan Riau sebesar 334,40 juta rupiah. Sementara rata-rata nilai
Pendapatan terendah di Provinsi Gorontalo dengan rata-rata pendapatan sebesar 88,82 juta
rupiah per tahun.

Sebagian besar pengeluaran usaha penyediaan makanan minuman digunakan untuk
pembelian bahan baku yang akan diolah maupun pembelian makanan minuman jadi yang
akan dijual kembali, dimana besarnya mencapai 72,62 persen dari total pengeluaran.
Pengeluaran terbesar kedua adalah balas jasa pekerja sebesar 12,65 persen. Sementara
sisanya merupakan biaya operasional yang meliputi biaya untuk pembelian bahan bakar,
listrik, gas dan air, biaya angkutan/pengiriman, sewa, jasa, dan lain-lain yang mencapai 10,57
persen dan biaya lainnya sebesar 4,16 persen.Tahun 2023, nilai pengeluaran usaha
penyediaan makanan minuman mencapai 601,21 triliun rupiah, meningkat 50,34 persen dari
pengeluaran usaha tahun 2016 (Sensus Ekonomi 2016) mencapai 399,90 triliun rupiah.

Balas jasa pekerja merupakan imbalan yang diberikan kepada pekerja atas jasanya
melakukan pekerjaan atau membantu perkerjaan. Balas jasa pekerja berupa upah gaji dan
tunjangan lainnya. Tahun 2023, rata-rata balas jasa yang diterima pekerja mencapai 27,11
juta rupiah per tahun. Rata-rata balas jasa terbesar diterima oleh pekerja yang berada di
Provinsi DKI Jakarta, mencapai 54,76 juta rupiah per tahun. Sedangkan rata-rata balas jasa
terendah diterima oleh pekerja yang berada di Provinsi Sulawesi Barat sebesar 11,21 juta
rupiah per tahun.

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 62 OCR 0.956
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

44.

Figur 41. Persentase Biaya Pengeluaran Penyediaan Makanan dan Minuman menurut Jenis
Pengeluaran, 2023

Sumber: bps.go.id

Indeks Keyakinan Konsumen

Survei Konsumen Bank Indonesia pada Desember 2024 menunjukkan peningkatan
keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi jika dibandingkan dengan bulan
sebelumnya. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2024 yang
tercatat sebesar 127,7, lebih tinggi dari 125,9 yang tercatat pada bulan November.
Peningkatan keyakinan ini didorong oleh kenaikan pada dua komponen utama, yaitu Indeks
Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), yang masing-
masing tercatat sebesar 116,0 dan 139,5. Kedua indeks ini juga lebih tinggi dibandingkan
dengan nilai bulan sebelumnya yang masing-masing tercatat 113,5 dan 138,3. Peningkatan
ini terlihat di seluruh komponen yang membentuk kedua indeks tersebut.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tinggi berdampak positif pada industri makanan
dan minuman. Ketika konsumen merasa lebih optimis terhadap ekonomi, mereka lebih
cenderung meningkatkan pengeluaran untuk konsumsi, termasuk membeli makanan dan
minuman. Hal ini dapat mendorong permintaan di restoran, kafe, dan produk makanan
kemasan, serta meningkatkan penjualan produk premium. Selain itu, keyakinan konsumen
yang tinggi memberi dorongan bagi perusahaan untuk berinovasi dan melakukan ekspansi,
karena prospek pasar yang lebih cerah.

Business Valuation Unit
Jakarta

47
Page 63 OCR 0.907
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

45.

Figur 42. Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)

Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK)"
Penghasilan Saat Ini Ekspektasi Penghasilan
Ketersediaan Lapangan Kerja Weni

Ekspektasi Lapangan Kerja

112,2

Pembelian Barang Tahan Lama

Morena 2520 8 Demen 2024

Sumber: Bank Indonesia

Ekspektasi Kegiatan Usaha
»1

Mery teteyg pat kengaa
peranan MAT 3 ta

Pesaing Usaha Industri Makan dan Minuman

Sebagai perusahaan yang berencana menambah kegiatan usaha untuk mendukung
operasional, PTSP akan menghadapi persaingan yang cukup ketat dengan para pesaing yang
sudah berpengalaman di sektor ini. Jika PTSP tidak dapat mempertahankan keunggulan
kompetitifnya, maka pangsa pasar yang dimilikinya dapat tergerus, karena pelanggan akan
beralih menggunakan produk dari pesaing. Sebaliknya, apabila PTSP berhasil
mempertahankan daya saingnya, maka dapat meningkatkan pangsa pasar, yang pada
gilirannya akan berdampak positif pada pendapatan, kinerja operasional, dan kinerja
keuangan.

PTSP beroperasi di industri makanan cepat saji yang sangat kompetitif di Indonesia. Berikut
ini adalah beberapa profil pesaing PTSP yang telah tumbuh dan berkembang yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia.

PT Fast Food Indonesia Tbk (“FAST”)

PT Mitra Adiperkasa Tbk (“MAPI”)

PT Sarimelati Kencana Tbk (“PZZA”)

PT Champ Resto Indonesia Tbk (“ENAK”)
PT Jaya Bersama Indo Tbk (“DUCK”)

PT Cipta Selera Murni Tbk (“CSMI”)

DA Un Yo pan

Pesaing Usaha PTSP yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia secara garis besar didominasi
oleh perusahaan swasta dimana lini usahanya termasuk berusaha dalam industri makanan dan
minuman, dalam hal ini PTSP tidak secara langsung berhadapan dengan perusahaan yang
dimaksud tapi lebih kepada mengisi pasar dimana produk yang dihasilkan PTSP masih cukup
besar peluangnya di pasar yang ada.

Persaingan di industri ini tidak hanya didasarkan pada jumlah outlet atau ukuran jaringan,
tetapi juga pada inovasi produk, kualitas layanan, dan strategi pemasaran. PT Pioneerindo
Gourmet International Tbk, dengan merek andalannya seperti California Fried Chicken

Business Valuation Unit

48 Jakarta
Page 64 OCR 0.944
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

4.6.

(CFC), Sapo Oriental, Cal Donut, dan Sugakiya, harus terus berinovasi dan meningkatkan
pengalaman pelanggan untuk mempertahankan loyalitas konsumen dan mengatasi tekanan
persaingan yang datang dari pemain global dan lokal lainnya.

Selain itu, perubahan selera konsumen dan tren gaya hidup yang dinamis menuntut setiap
perusahaan untuk adaptif dengan penyesuaian menu, pemanfaatan teknologi digital dalam
promosi, serta peningkatan efisiensi operasional guna memastikan posisi yang kompetitif di
pasar.

Perbedaan Kegiatan Usaha

Sesuai dengan kegiatan usaha saat ini berdasarkan NIB PTSP bergerak dalam bidang usaha
yang meliputi:

KBLI 10799: Industri Produk Makanan Lainnya

KBLI 46100: Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fce) Atau Kontrak

KBLI 46339: Perdagangan Besar Makanan Dan Minuman Lainnya

KBLI 47111: Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Utamanya Makanan,

Minuman Atau Tembakau Di Minimarket/ Supermarket/ Hypermarket

5. KBLI 47112: Perdagangan Eceran Berbagai Macam Barang Yang Utamanya Makanan,
Minuman Atau Tembakau Bukan Di Minimarket/Supermarket /Hypermarket
(Tradisional)

6. KBLI47911: Perdagangan Eceran Melalui Media Untuk Komoditi Makanan, Minuman,
Tembakau, Kimia, Farmasi, Kosmetik Dan Alat Laboratorium

7. KBLI 52102 (Pendukung): Aktivitas Cold Storage

8. KBLI 56101: Restoran

9. KBLI 56102: Rumah/Warung Makan

10. KBLI 56210: Jasa Boga Untuk Suatu Event Tertentu (Event Catering)

1. KBLI 56290: Penyediaan Jasa Boga Periode Tertentu

12. KBLI 58190: Aktivitas Penerbitan lainnya

13. KBLI 70204: Aktivitas Konsultansi Manajemen Industri

14. KBLI 70209: Aktivitas Konsultasi Manajemen Lainnya

15, KBLI 73100: Periklanan

16. KBLI 77400: Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi Intelektual Properti, Bukan Karya Hak

Cipta

Dp Ie

PTSP berencana menambah 13 KBLI baru untuk menghadapi persaingan industri makanan
dan minuman yang semakin ketat di Indonesia. Penambahan ini bertujuan untuk
meningkatkan pendapatan, memperluas kinerja perusahaan, dan memenuhi legalitas
operasional yang belum tercatat dalam izin usaha. Dengan menambah KBLI yang relevan,
perusahaan dapat memastikan kegiatan usaha sesuai regulasi pemerintah dan mendukung
pengembangan bisnis yang berkelanjutan. Berikut merupakan 13 KBLI terkait penambahan
kegiatan usaha PTSP:

Business Valuation Unit

49 Jakarta
Page 65 OCR 0.890
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN

Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 43. KBLI Penambahan Kegiatan Usaha PTSP

Kode KBLI

Judul KBLI

Deskripsi Us

Industri Pengolahan dan Pengawetan £ Ana
1 | 10130 | produk Daging dan Daging Unggas Produksi mekaran berbesis daging dan
Lainnya daging unggas
2 46322 Perdagangan Besar Daging Ayam dan Distribusi dan perdagangan daging
N Daging Ayam Olahan ayam dalam skala besar
3 56109 Restoran dan Penyediaan Makanan Operasional restoran dan layanan
5 Keliling Lainnya katering
4 472as Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Penjualan eceran produk olahan
. Olahan berbasis daging
s 10750 Industri Makanan dan Masakan Olahan Produksi makanan siap saji dan
. Lainnya masakan olahan
6 5610 Restoran dan Penyediaan Makanan Penyediaan makanan berbasis food
. Keliling (Food Truck) truck
1. 10710 Industri Produk Roti dan Kuc Produksi dan distribusi roti serta kuc
8 46321 Perdagangan Besar Daging Sapi dan Perdagangan besar daging sapi dan
Y Daging Sapi Olahan (produk olahannya
9. 10740 Sal Mn kaeonh, Dije: dan Prodik Produksi mic, pasta, dan sejenisnya
10, 47242 Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, Penjualan produk bakery dalam skala
. serta Kue Basah dan Sejenisnya eceran
Perdagangan Eceran Kaki Lima Dan Los .
to | 47823 | pasar Kopi, Gula Pasir, Gula Merah Dan | Penjualan produk makanan dan
Seienisnya minuman di pasar dan kaki lima
» 10216 Industri Berbasis Daging Lumatan dan Pengolahan daging lumatan dan produk
: Surimi berbasis surimi
3 681i Real Estate yang Dimiliki Sendiri atau Pengelolaan properti dan aset real estate
Disewa milik perusahaan

47. Kesimpulan Aspek Pasar

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, penambahan kegiatan usaha untuk 13 KBLI
masih memiliki prospek yang baik, antara lain:

Pertumbuhan Ekonomi yang Stabil, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang
semester 1/2024 tercatat sebesar 5,08 persen (c-to-c). Pada triwulan 11/2024, ekonomi
Indonesia mengalami pertumbuhan 5,05 persen (y-on-y) dibandingkan triwulan 11/2023,
dengan semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan. Sektor yang mencatatkan
pertumbuhan signifikan antara lain Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar
10,17 persen, serta Transportasi dan Pergudangan sebesar 9,56 persen.

Permintaan yang Terus Meningkat: Peningkatan konsumsi rumah tangga, perubahan
gaya hidup, serta berkembangnya kelas menengah yang lebih memilih makan di luar
dan layanan makanan siap saji mendorong permintaan terhadap sektor makanan dan
minuman. Selain itu, berdasarkan data hasil Survei Perusahaan/ Usaha Penyediaan
Makanan dan Minuman Tahun 2024 menunjukan bahwa jumlah usaha penyediaan
makanan dan minuman (PMM) di Indonesia tahun 2023 sebanyak 4,85 juta usaha,
meningkat sekitar 21,13 persen dibanding tahun 2016 yang mencapai 4,01 juta usaha
(Sensus Ekonomi 2016).

Inovasi dan Adaptasi Teknologi: Industri ini semakin mengadopsi teknologi digital,
baik untuk pemasaran, pemesanan, maupun transaksi pembayaran. Pemanfaatan

Business Valuation Unit
Jakarta

50
Page 66 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

teknologi yang semakin luas ini memberikan peluang untuk meningkatkan efisiensi
Operasional dan memperluas pasar, terutama dengan keberadaan platform e-commerce
dan digitalisasi yang semakin penting bagi konsumen.

@ Daya Beli Masyarakat yang Meningkat: Pendapatan masyarakat yang terus meningkat,
ditambah dengan tingkat keyakinan konsumen yang semakin baik (Indeks Keyakinan
Konsumen Desember 2024 tercatat 127,7), mendukung sektor makanan dan minuman.
Dengan keyakinan yang lebih tinggi, konsumen cenderung lebih banyak mengeluarkan
uang untuk konsumsi, termasuk makan di luar atau membeli makanan siap saji.

@ Keunggulan Kompetitif PTSP: PTSP memiliki merek yang sudah dikenal luas, seperti
California Fried Chicken (CFC), dan memiliki jaringan distribusi yang solid. Dengan
menambah lini usaha dan memperluas KBLI yang relevan ini tidak hanya bertujuan
untuk memperluas basis operasional dan meningkatkan pendapatan perusahaan, tetapi
juga untuk memenuhi regulasi yang berlaku dan mendukung pengembangan bisnis
jangka panjang.

@ Persaingan Pasar: dengan kehadiran beberapa perusahaan besar yang sudah lebih dulu
beroperasi dan memiliki posisi yang sama kuat di pasar. Oleh karena itu, PTSP perlu
memfokuskan inovasi produk dan kualitas layanan, serta memanfaatkan pengalaman
dan data dari pesaing-pesaing yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia seperti PT
Fast Food Indonesia Tbk (FAST), PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), dan PT Mitra
Adiperkasa Tbk (MAPI).

Dengan melihat peluang penambahan kegiatan usaha memiliki prospek yang baik
kedepannya, serta PTSP sudah mempunyai keunggulan kompetifif serta merek yang sudah
dikenal luas, dimana hal ini memberikan manfaat dan kontribusi yang positif bagi PTSP
maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pasar Layak.

Business Valuation Unit

s1 Jakarta
Page 67 OCR 0.954
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

5.

5.1

ASPEK TEKNIS

Rencana Perusahaan

Adapun maksud dan tujuan dilakukan penambahan kegiatan usaha sebagai berikut:

1.

Memperluas kapasitas produksi untuk mengolah dan mengawetkan produk daging dan
daging unggas agar menciptakan produk berkualitas tinggi dengan nilai
tambah.Mengoptimalkan rantai pasok dan distribusi untuk meningkatkan efisiensi
operasional.

Menjalankan aktivitas distribusi dan perdagangan daging ayam serta produk olahannya
dalam skala besar untuk mendukung kebutuhan pasar yang semakin
tinggi.Menyesuaikan strategi bisnis agar lebih kompetitif dalam industri makanan dan
minuman.

Memperluas layanan restoran dengan penyediaan makanan keliling, seperti katering dan
food truck, agar lebih fleksibel dalam menjangkau pelanggan.

Memanfaatkan peluang di sektor penjualan produk olahan berbasis daging dan ikan
untuk konsumen akhir.

Meningkatkan variasi produk makanan olahan serta menciptakan produk bernilai
tambah tinggi untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Memperluas model bisnis restoran dengan menyediakan layanan food truck untuk
menjangkau lebih banyak konsumen di berbagai lokasi serta menciptakan pengalaman
baru bagi pelanggan dengan konsep food truck yang inovatif.

Memanfaatkan peluang pasar di sektor bakery serta meningkatkan skala usaha di bidang
makanan olahan berbasis roti dan kuc.

Menyediakan layanan distribusi dan perdagangan daging sapi serta produk olahannya
untuk kebutuhan pasar skala besar.

Mengembangkan usaha di bidang produksi mie, makaroni, pasta, dan produk sejenisnya
untuk memanfaatkan tren pasar makanan berbasis gandum.

Memanfaatkan peluang di sektor eceran dengan menyediakan produk bakery kepada
konsumen akhir melalui jaringan ritel yang lebih luas

Mengoptimalkan potensi usaha dengan menjual produk kopi, gula, dan produk
sejenisnya melalui los pasar dan pedagang kaki lima.

Meningkatkan variasi produk daging olahan agar lebih kompetitif di pasar makanan
olahan berbasis daging

. Meningkatkan potensi pendapatan dari properti yang dimiliki PTSP serta

mengoptimalkan penggunaan aset untuk mendukung kelangsungan usaha perusahaan.
Dimana PTSP berharap dengan dilakukannya Penambahan KBLI ini dapat memberikan
manfaat yang akan diperoleh PTSP serta meningkatkan kinerja dan profitabilitas PTSP
di masa mendatang.

Keuntungan yang diperoleh PTSP dengan adanya Penambahan KBLI ialah dapat
mendukung pertumbuhan jangka panjang PTSP, serta dapat memberikan nilai tambah bagi
PTSP dan para pemegang saham.

Business Valuatiom Unit

52 Jakarta
Page 68 OCR 0.888
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

N. Aktivitas Waktu Pelaksanaan Keterangan
1. | Analisis KBLI oleh KJPP Maret 2025 Proses validasi
n Bersamaan dengan Agenda
2. | Pengumuman Penambahan KBLI April 2025 Pengumuman RUPS
Bersamaan dengan RUPST dan
3. | Pengesahan Penambahan KBLI Mei 2025 RUPSLB PTSP 2-25 dan Dilakukan di
hadapan notaris
N Pelaporan hasil RUPS kepada KSEI,
4. | Pelaporan Penambahan KBLI Juni 2025 OJK, BEI dan Masyarakat
5. | Implementasi KBLI Baru Juni 2025 Dimulainya layanan baru

5.3. Kegiatan Usaha Perseroan
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, kegiatan usaha utama PTSP meliputi bidang

jasa, perdagangan, perindustrian, pergudangan-penyimpanan dan penerbitan, yaitu sebagai
berikut:

Figur 45. Kegiatan Usaha PTSP Saat Ini

Nc Bidang Usaha Deskripsi Kegiatan Usaha KBLI

A | Jasa
1 asa Restoran Usaha jasa pangan yang menyediakan dan menyajikan 56101
Rumah Makan makanan dan minuman untuk umum di tempat usaha 56102
z Penyediaan jasa makanan melalui kontrak, sesuai lokasi dan 56210
2 | eaKakig, acara yang ditentukan pelanggan 56290
3 Jasa Sewa Aset Penyewaan aset tak berwujud, pembayaran royalti, 77400
Non-Finansial waralaba, lisensi
4 Jasa Konsultasi Pemberian nasihat, bimbingan, dan operasional terkait 70209
Manajemen isasi, manaj dan keuanj
3 organisasi, 1jemen, pemasaran, gan
Kegiatan mencakup jasa penasihat, perencanaan, produksi
S | Jasa Periklanan bahan iklan, serta pembelian media 73100
Perdagangan
Agen perantara/makelar, pelelangan, pedagang besar yang
6 Perdagangan memperdagangkan barang atas nama pihak lain “6100
ag | Perdagangan Besar Perdagangan besar berbagai produk makanan dan minuman | 539
Minuman lainnya
8 Swalayan atau Perdagangan eceran barang kebutuhan pokok seperti ami
Minimarket makanan, minuman, dan pakaian dengan sistem swalayan
9 | Perdagangan Eceran | Perdagangan eceran makanan, minuman, kosmetik, farmasi, Pen
Online dan lainnya melalui pesanan surat, telepon, atau internet
yo. | Perdagangan Eceran | Perdagangan eceran barang kebutuhan pokok di toko non- Ga
Non-Swalayan swalayan, seperti warung tradisional
C | Industri
“ Industri Produk Pembuatan produk makanan lainnya, seperti telur asin, sup, 10799
Makanan kaldu, sandwich, dan pizza mentah
D | Pergudangan
» Pergudangan Barang | Penyimpanan barang sementara sebelum dikirim ke tujuan 2101
Umum akhir dengan tujuan komersial
3 Pergudangan Penyimpanan barang berpendingin dengan waktu 52109
Berpendingin pengawetan tertentu atas dasar kontrak

Business Valuation Unit
Jakarta
53
Page 69 OCR 0.921
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

E Penerbitan
: 5 Penerbitan foto, seni grafis, kartu pos, formulir, poster,
14 | Penerbitan lainnya ik seni, dan materi perikl: lainnya 58190

Sumber: Manajemen PTSP

5.4. Mapping/Location Outlet CFC di Indonesia
Berikut merupakan Mapping/Location lebih dari 330 Outlet CFC di Seluruh Indonesia:

Figur 46. Mapping/Location Outlet CFC

Lebih dari 330 outlet di seluruh Indonesia

Sumber: Company Profile CFC

5.5. Produk PTSP

Berikut beberapa produk menu CFC:

Figur 47. Menu CFC

Sumber: Company Profile CFC & Draft Annual Report PTSP 2024

Business Valuatiom Unit

54 Jakarta
Page 70 OCR 0.883
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Berikut beberapa produk menu Cal Donat:

Figur 48. Menu Cal Donat

. LN
. d
(wo
(ra !
Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024

Berikut beberapa produk menu Sapo Oriental:

Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024

Berikut beberapa produk Sugakiya:

Figur 50. Menu Sugakiya

(error)

Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024

Business Valuation Unit

55 Jakarta
Page 71 OCR 0.956
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

5.6.

57.

58.

Rencana Keberlanjutan

Rencana Penambahan KBLI ini berdasarkan tingginya persaingan dibidang industri makanan
dan minuman yang semakin tinggi di indonesia dengan menciptakan banyaknya jenis varian
baru yang tersebar disetiap daerah, dan melihat daya beli masyarakat yang semakin tinggi,
untuk itu demi meningkatkan pendapatan perusahaan dan memperluas kinerja perusahaan
yang lebih baik, Perusahaan mempertimbangkan untuk menambah 13 KBLI baru, yang dapat
mengembangkan dan menunjang industri makanan dan minuman yang saat ini dijalankan
Perusahaan, dan sekaligus bertujuan untuk memenuhi cakupan legalitas operasional
perusahaan, mengakomodasi jenis layanan dan aktivitas baru yang sudah dijalankan namun
belum tercatat dalam izin usaha. Sehingga menambahkan KBLI baru yang relevan pada PT
Pioneerindo Gourmet International Tbk dapat memberikan kepastian pada kegiatan usaha
yang dijalankan dan sesuai dengan regulasi pemerintah dan mendukung pengembangan
bisnis yang lebih berkelanjutan.

Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha berdasarkan informasi
manajemen, PTSP telah memiliki tenaga kerja ahli yang dibutuhkan untuk mendukung
operasional atas penambahan kegiatan usaha tersebut, PTSP berkomitmen untuk memenuhi
kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya terkait dengan kegiatan usaha baru
tersebut.

Kesimpulan Aspek Teknis

Berdasarkan analisis terhadap rencana penambahan kegiatan usaha PTSP, dapat disimpulkan
bahwa penambahan ini memiliki kelayakan teknis yang baik. Perusahaan telah
merencanakan untuk memperluas kapasitas produksi dan distribusi, menciptakan produk
berkualitas tinggi dengan nilai tambah, serta mengoptimalkan rantai pasok untuk
meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, PTSP telah memiliki sumber daya manusia
yang kompeten untuk mendukung operasional atas kegiatan usaha baru ini, yang memastikan
pelaksanaan yang efisien dan efektif. Penambahan 13 KBLI baru juga dapat mengembangkan
dan menunjang industri makanan dan minuman yang saat ini dijalankan Perusahaan, dan
sekaligus bertujuan untuk memenuhi cakupan legalitas operasional perusahaan,
mengakomodasi jenis layanan dan aktivitas baru yang sudah dijalankan namun belum
tercatat dalam izin usaha. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, penambahan
kegiatan usaha PTSP akan mendukung pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang dan
meningkatkan profitabilitas. Berdasarkan hal tersebut, maka rencana penambahan kegiatan
usaha secara aspek teknis Layak.

Business Valuatiom Unit

56 Jakarta
Page 72 OCR 0.935
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

6.

6.

6.2.

ASPEK POLA BISNIS
Kegiatan Usaha Utama

Sesuai dengan Anggaran Dasar PTSP, maksud dan tujuan PTSP adalah menjalankan
kegiatan usaha utama meliputi bidang jasa, perdagangan, perindustrian, pergudangan,
penyimpanan dan penerbitan Dalam menjalankan kegiatan usahanya PTSP didukung oleh
tim manajemen yang telah berpengalaman di bidangnya.

Penambahan Kegiatan Usaha

Manajemen PTSP melihat bisnis yang akan ditambahkan dalam KBLI ini dapat memberikan
kontribusi yang positif untuk mendukung kegiatan usaha yang saat ini dijalankan oleh PTSP.

Berdasarkan informasi dari manajemen PTSP, ada beberapa penambahan kegiatan usaha
untuk mendukung dalam menjalankan operasionalnya, maka dari itu manajemen perlu
melakukan penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), adapun KBLI
atas penambahan usahan tersebut sebagai berikut:

Ga S1. Rincian KBLI Penambahan Sea Usaha PTSP

1. | Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan 10130
Daging Unggas Lainnya

2. | Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam 46322
Olahan

3. | Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling Lainnya 56109

4. | Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Olahan 47245

5. | Industri Makanan dan Masakan Olahan Lainnya 10750

6. | Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling (Food Truck) 5610

7. | Industri Produk Roti dan Kue 10710

8. | Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan 46321

9. | Industri Makaroni, Mie, dan Produk Sejenisnya 10740

10. | Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, serta Kue Basah dan 472a2
Sejenisnya

11. | Perdagangan Eceran Kaki Lima Dan Los Pasar Kopi, Gula 47823
Pasir, Gula Merah Dan Sejenisnya

12. | Industri Berbasis Daging Lumatan dan Surimi 10216

13. | Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa 6811

Sumber: Manajemen PTSP

Berikut penjelasan untuk masing — masing KBLI yang mengacu pada deskripsi pada sistem
OSS:

1. Industri Pengolahan dan Pengawetan Produk Daging dan Daging Unggas Lainnya
(“KBLI 10130”)
Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan produk daging dan daging
unggas dengan cara pengalengan, pengapasan, penggaraman, pembekuan, pemanisan,
pengiradiasian (dengan iradiator) dan sebagainya. Kegiatannya mencakup produksi
daging beku dalam bentuk carcase, produksi daging beku yang telah dipotong, produksi

Business Valuation Unit

57 Jakarta
Page 73 OCR 0.953
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

2

6.

daging beku dalam porsi tersendiri, produksi daging yang dikeringkan, daging yang
diasinkan atau daging yang diasapkan, produksi produk-produk daging, serta sosis,
salami, puding, "andovilletes”, saveloy, bologna, patc, rillet, dan daging ham. Termasuk
kegiatan pengolahan daging paus di darat atau di kapal khusus.

Perdagangan Besar Daging Ayam dan Daging Ayam Olahan (“KBLI 46322”)
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar daging ayam dan daging ayam
olahan, termasuk daging ayam yang diawetkan.

. Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling Lainnya (“KBLI 56109”)

Kelompok ini mencakup kegiatan menyediakan jasa menyajikan makanan lainnya yang
belum termasuk dalam kelompok 56101 — 56104, seperti penyediaan jasa makan siap
saji di pasar, supermarket, disebuah lokasi umum dan atau berhubungan dengan
angkutan Dimana aktivitas utamanya berhubungan dengan menyajikan makanan dan
minuman. Termasuk usaha cake dan bakery dengan jasa pelayanan, food court, food
truck, food stall.

. Perdagangan Eceran Daging dan Ikan Olahan (“KBLI 47245”)

Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran khusus berbagai jenis produk
daging olahan dan ikan, udang, kerang yang diasinkan atau dikeringkan di dalam
bangunan, seperti sosis, bakso, abon, ikan teri, cucut, selar, kerapu, udang, rebon, pctek,
gabus, sepat, cumi — cumi, kepah, remis, dan kerang.

. Industri Makanan dan Masakan Olahan Lainnya (“KBLI 10750”)

Kelompok ini mencakup industri makanan siap saji (diolah, dibumbui, dan dimasak)
diolah untuk tujuan diawetkan dalam kaleng atau dibekukan dan biasayanya dikemas
dan dilabel untuk dijual Kembali. Mencakup juga industri masakan daging dan ungags,
industri masakan ikan (kecuali masakan ikan dan udang dalam kaleng), industri
masakan sayuran siap saji, industri masakan rebusan dalam kaleng dan makanan di
dalam wadah hampa udara dan industri masakan siap saji yang lain. Termasuk industri
pizza beku, pepes, presto, dendeng ikan, baby fish goreng/crispy ikan, udang tepung
dan ikan tepung.

Restoran dan Penyediaan Makanan Keliling (Food Truck) (“KBLI 5610”)
Subgolongan ini mencakup kegiatan yang menyediakan jasa makanan kepada pembeli,
baik pembeli disediakan makanan saat duduk atau pembeli mengambil sendiri dari
tempat makanan yang telah tersedia, atau pembeli makan makanan yang telah
disediakan sesuai pesanan di tempat tersebut, dibawa pulang atau diantas ke rumah.
Subgolongan ini mencakup penyediaan jasa makanan untuk dikonsumsi segera (siap
saji) baik dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun tidak, atau gerobak
dorong. Subgolongan ini mencakup: Restoran, kantin / kafetaria, restoran cepat saji,
layanan pesan antar pizza, tempat penjualan makanan kaki lima, mobil es krim,
makanan dengan gerobak dorong, makanan siap saji di pasar atau supermarket, kegiatan
bar dan restoran yang berhubungan dengan angkutan. Apabila dikelola secara terpisah
subgolongan ini tidak mencakup: pengoperasian fasilitas makanan, kegiatan penyediaan
makanan atas dasar konsesi.

. Industri Produk Roti dan Kue (“KBLI 10710”)

Kelompok ini mencakup usaha pembuatan berbagai macam roti, kue dan produk bakeri
lainnya seperti industri roti tawar dan roti kadet, industri kue, pie, tart, industri biscuit
dan produk roti kering lainnya, industri pengawetan kue kering dan cake, industri
produk makanan ringan baik yang manis atau asin, industri tortillas, dan industri produk
roti yang dibekukan, seperti pancake, waffle dan roti kadet.

Business Valuation Unit

s8 Jakarta
Page 74 OCR 0.948
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

63.

8. Perdagangan Besar Daging Sapi dan Daging Sapi Olahan (“KBLI 46321”)
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar daging sapi dan daging sapi olahan,
termasuk daging sapi yang diawetkan.

9. Industri Makaroni, Mie, dan Produk Sejenisnya (“KBLI 10740”)

Kelompok ini mencakup usaha pembuatan macaroni, mie, spaghetti, bihun, so'un, dan
sejenisnya, baik dimasak atau tidak dalam bentuk basah maupun kering, termasuk
industri couscous dan industri produk pasta yang diekukan atau dikalengkan.
10.Perdagangan Eceran Roti, Kue Kering, serta Kue Basah dan Sejenisnya (“KBLI
47242”)
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran khusus berbagai jenis roti, kue
kering dan kue basah di dalam bangunan, seperti roti manis, roti tawar, bolu, cake/tart,
biscuit, wafer, kue semprong dan cookies.

1. Perdagangan Eceran Kaki Lima dan Los Pasar Kopi, Gula Pasir, Gula Merah dan
Sejenisnya (“KBLI 47823”)

Kelompok ini mencakup usaha perdagangan eceran kopi, gula pasir, gula merah, dan
the yang dilakukan di pinggir jalan umum (kaki lima), serambi muka (emper), took atau
tempat tetap di pasar yang dapat dipindah-pindah atau didorong (los pasar).

12.Industri Berbasis Daging Lumatan dan Surimi (“KBLI 10216”)

Kelompok ini mencakup usaha pengolahan dan pengawetan ikan (bersirip/pisces)
melalui proses pelumatan daging ikan/penggilingan. Termasuk industri daging lumat
yang dicampur bahan tambahan melalui proses pemasakan atau tidak dimasak
kemudian dibekukan. Contoh berbasis daging lumatan dan surimi, mata goyang, kurisi,
dll. Berbasis surimi: baso, nuget, otak — otak, kamaboko, sosis, pempek siomay,
dimsum, chikuwa, imitation, crab.

13. Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa (“KBLI 68111”)

Kelompok ini mencakup usaha pembelian, penjualan, persewaan dan pengoperasian
real estate baik yang dimiliki sendiri maupun disewa, seperti bangunan apartemen,
bangunan hunian, dan bangunan non hunian (Seperti fasilitas penyimpanan/Gudang,
mall, pusat perbelanjaan, dan lainnya) serta penyediaan rumah dan flat atau apartemen
dengan atau tanpa perabotan untuk digunakan secara permanen, baik dalam bulanan
atau tahunan. Termasuk kegiatan penjualan tanah, pengembangan Gedung untuk
diopersikan sendiri (untuk penyewaan ruang-ruang di Gedung tersebut), pembagian rcal
estate menjadi tanah kapling tanpa pengembangan lahan dan pengoperasian Kawasan
hunian untuk rumah yang bisa dipindah-pindah.

Kemampuan Untuk Menciptakan nilai

PTSP dapat menciptakan nilai lebih tinggi dengan mengintegrasikan dan diversifikasi
aktivitas usahanya melalui penambahan klasifikasi usaha yang telah disebutkan. Secara
strategis, hal ini dapat meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional perusahaan melalui
beberapa mekanisme, antara lain:

1. Integrasi Vertikal dan Kontrol Rantai Pasokan:
Dengan memasuki sektor pengolahan dan pengawetan produk daging (KBLI 10130),
perusahaan dapat mengontrol kualitas bahan baku dan produk olahan. Hal ini
mengurangi ketergantungan pada pemasok eksternal, sekaligus memungkinkan
efisiensi biaya melalui skala ekonomi.

Business Valuation Unit

59 Jakarta
Page 75 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

2.

Diversifikasi Saluran Distribusi:

Melalui aktivitas perdagangan besar (KBLI 46322 dan 46321) serta perdagangan eceran
(KBLI 47245, 47242, 47823), PTSP dapat memperluas jangkauan pasar dari tingkat
grosir ke tingkat ritel, memastikan produk tersedia di berbagai segmen konsumen dan
lokasi.

. Ekspansi Layanan Konsumen dan Pemasaran:

Penambahan unit usaha restoran dan penyediaan makanan keliling (KBLI 56109 dan
5610) memungkinkan perusahaan untuk menjangkau konsumen secara langsung,
dengan memberikan pengalaman makan yang variatif dan fleksibel. Konsep food truck
khususnya meningkatkan mobilitas dan aksesibilitas merek di arca dengan tingkat
kepadatan konsumen tinggi.

. Diversifikasi Produk dan Inovasi Menu:

Dengan memasuki industri makanan dan masakan olahan lainnya (KBLI 10750),
produk roti dan kue (KBLI 10710), serta industri makaroni, mie, dan produk sejenisnya
(KBLI 10740), perusahaan dapat mendiversifikasi penawaran menu. Diversifikasi ini
tidak hanya menarik berbagai segmen konsumen, tetapi juga mengurangi risiko
ketergantungan pada satu jenis produk.

. Optimalisasi Nilai dari Aset Non-Operasional:

Kegiatan di sektor real estat (KBLI 6811) memberikan perusahaan peluang untuk
mengelola aset properti secara strategis, misalnya melalui kepemilikan atau penyewaan
gedung dan ruko. Hal ini dapat menyediakan sumber pendapatan tambahan yang stabil
dan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

. Sinergi dan Efisiensi Operasional:

Integrasi dari berbagai unit usaha mulai dari pengolahan, distribusi, hingga pelayanan
konsumen menciptakan sinergi yang dapat mengoptimalkan biaya dan meningkatkan
efektivitas operasional. Penggunaan teknologi digital dalam pemasaran dan transaksi
juga mendukung efisiensi ini.

Dengan mengkombinasikan berbagai lini usaha tersebut, PTSP mampu menciptakan nilai
dengan cara:

@ Menjamin kontrol mutu dan konsistensi produk melalui rantai pasokan terintegrasi.

@ Memperluas jangkauan pasar dan diversifikasi pendapatan, sehingga mengurangi
risiko ketergantungan pada satu segmen saja.

@ Meningkatkan inovasi dan adaptasi terhadap tren konsumen melalui diversifikasi
produk dan saluran layanan yang fleksibel.

# Mengoptimalkan penggunaan aset non-operasional untuk menambah pendapatan
dan memperkuat struktur keuangan.

Secara keseluruhan, penambahan klasifikasi usaha ini dapat meningkatkan daya saing PTSP
dan mendorong pertumbuhan nilai perusahaan secara berkelanjutan.

Business Valuatiom Unit

Jakarta
Page 76 OCR 0.956
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

64.

Keunggulan Kompetitif

PTSP meyakini bahwa keunggulan kompetitif akan mendukung PTSP dalam melaksanakan
strateginya dan memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan para pesaingnya.
Berikut adalah beberapa keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh PTSP saat ini, yaitu:

1. Diversifikasi Produk dan Layanan: PTSP memiliki berbagai lini produk makanan dan
minuman, seperti CFC, Cal Donat, Sapo Oriental, dan Sugakiya, yang mencakup
berbagai kategori makanan dari fast food hingga makanan tradisional dan olahan lainnya.
Diversifikasi ini memungkinkan perusahaan untuk melayani berbagai selera konsumen,
menciptakan daya tarik bagi berbagai segmen pasar.

2. Strategi Distribusi yang Luas: Dengan adanya jaringan perdagangan besar dan eceran
yang kuat, baik secara tradisional melalui minimarket dan supermarket, maupun melalui
platform online, PTSP memiliki keunggulan dalam menjangkau konsumen di berbagai
lokasi. Hal ini memungkinkan produk PTSP untuk mudah diakses oleh berbagai lapisan
masyarakat, dari konsumen yang lebih memilih berbelanja di toko hingga yang lebih
memilih kemudahan berbelanja online.

3. Kualitas dan Konsistensi Produk: Melalui penerapan sistem pengelolaan yang
mendukung kegiatan seperti cold storage, PTSP dapat memastikan bahwa produk
makanan dan minuman yang ditawarkan tetap berkualitas dan terjaga kesegarannya.
Infrastruktur ini penting untuk menjaga kepuasan pelanggan dan mencegah kerugian
akibat penyimpanan yang tidak tepat.

4. Inovasi dalam Layanan Restoran dan Katering: PTSP tidak hanya berfokus pada layanan
restoran biasa tetapi juga melayani kebutuhan event dengan menyediakan jasa boga
untuk acara tertentu (event catering). Layanan ini memberi perusahaan fleksibilitas untuk
melayani berbagai jenis acara, dari yang kecil hingga besar, sehingga memperluas pasar
dan memperkuat hubungan dengan konsumen.

5. Pendekatan Pemasaran yang Efektif: PTSP memanfaatkan aktivitas periklanan dan
konsultasi manajemen untuk memperkenalkan produk dan layanannya lebih efektif
kepada konsumen. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan pasar dan tren baru
memungkinkan perusahaan untuk tetap relevan dan menarik di mata pelanggan.

6. Kehadiran Merek yang Kuat: Produk seperti CFC dan Sugakiya telah membangun
reputasi yang kuat di pasar. Keberhasilan merek ini berasal dari konsistensi dalam
menawarkan kualitas makanan yang tinggi, pelayanan yang baik, dan pengalaman makan
yang menyenangkan. Dengan merek yang dikenal luas, PTSP memiliki keunggulan
dalam mendapatkan loyalitas pelanggan yang lebih tinggi.

7. Kemampuan Beradaptasi dengan Permintaan Pasar: PTSP dapat dengan cepat
menanggapi perubahan permintaan pasar dengan menambah atau mengembangkan
produk baru. Produk seperti Cal Donat dan Sapo Oriental mencerminkan kemampuan
perusahaan untuk beradaptasi dengan tren makanan yang berkembang dan kebutuhan
pasar yang terus berubah.

8. Optimisasi Sumber Daya dan Infrastruktur: Dengan menggunakan aset yang dimiliki,
seperti fasilitas penyimpanan dingin dan infrastruktur yang mendukung distribusi, PTSP
dapat memaksimalkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya. Hal ini juga
memungkinkan perusahaan untuk menjaga kelancaran pasokan produk ke berbagai outlet
dan titik penjualan.

9. Keunggulan Lokasi dan Jaringan Outlet: PTSP telah membangun jaringan outlet yang
luas, yang memungkinkan produk mereka tersebar di berbagai lokasi strategis. Dengan

Business Valuatiom Unit

61 Jakarta
Page 77 OCR 0.958
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

6.5.

6.6.

lebih dari 300 outlet di seluruh Indonesia, perusahaan dapat menjangkau konsumen di
berbagai daerah dengan lebih efektif.

10. Inovasi dan Adaptasi Digital: Pemanfaatan teknologi digital untuk promosi, penjualan
online, dan transaksi pembayaran memungkinkan perusahaan lebih cepat merespons
perubahan tren pasar, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan pengalaman
pelanggan yang lebih baik.

Secara keseluruhan, PTSP memanfaatkan diversifikasi produk, saluran distribusi yang luas,
inovasi, dan kekuatan merek untuk mempertahankan keunggulan kompetitifnya.
Keterpaduan antara produksi, distribusi, dan layanan yang tepat sasaran memungkinkan
PTSP untuk tetap bersaing di pasar yang semakin kompetitif di industri makanan dan
minuman.

Analisis Industri

Industri makanan dan minuman di Indonesia saat ini menunjukkan prospek yang cerah
karena didorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan adopsi teknologi digital.
Perusahaan di sektor ini memanfaatkan kemudahan akses internet melalui pesan instan,
media sosial, dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar serta mempercepat proses
transaksi.

Inovasi produk menjadi kunci, di mana para pelaku usaha tidak hanya mengandalkan satu
jenis produk, melainkan mendiversifikasi penawaran mereka mulai dari makanan olahan,
produk bakery, hingga layanan restoran dan food truck untuk memenuhi berbagai selera
konsumen. Integrasi kegiatan usaha dari pengolahan bahan baku hingga distribusi
memungkinkan efisiensi operasional yang lebih tinggi dan mengurangi ketergantungan pada
satu sumber pendapatan.

Meskipun menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan persaingan yang
semakin ketat, kemampuan untuk berinovasi dan mengoptimalkan penggunaan teknologi
memberikan keunggulan kompetitif yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan
industri makanan dan minuman di Indonesia.

Analisis Risiko

Sebagai perusahaan yang beroperasi di industri makanan cepat saji di Indonesia, menghadapi
berbagai risiko yang perlu dikelola dengan cermat untuk memastikan kelangsungan dan
pertumbuhan bisnisnya. Berikut adalah beberapa risiko utama yang dihadapi:

@e Risiko Kesehatan Masyarakat: Kualitas produk adalah hal yang sangat penting di
industri makanan. Jika terdapat masalah terkait dengan kualitas atau keamanan produk,
seperti kontaminasi atau masalah kesehatan lainnya, hal ini dapat merusak reputasi
merek PTSP, menyebabkan tuntutan hukum, dan berpotensi menyebabkan kerugian
finansial yang besar.

Business Valuatiom Unit

62 Jakarta
Page 78 OCR 0.956
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Risiko Operasional dalam Distribusi: Proses distribusi produk makanan olahan beku
memerlukan penanganan yang tepat untuk menjaga kualitas dan keamanan produk.
Kesalahan dalam distribusi, Misalnya, masalah logistik, masalah distribusi karena
bencana alam, atau kendala transportasi bisa menghambat pasokan produk ke outlet dan

mempengaruhi penjualan.

Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku: Sebagai perusahaan yang bergantung pada bahan
baku makanan, PTSP rentan terhadap fluktuasi harga bahan baku seperti daging, bahan
bakery, dan bahan pokok lainnya. Kenaikan harga bahan baku yang tiba-tiba dapat
meningkatkan biaya produksi dan menurunkan profitabilitas perusahaan, terutama jika
perusahaan kesulitan untuk menyesuaikan harga jual produk.

Risiko Persaingan Pasar: Industri makanan cepat saji di Indonesia sangat kompetitif,
dengan kehadiran berbagai merek internasional dan lokal yang menawarkan produk
serupa. Persaingan yang ketat ini dapat mempengaruhi kemampuan PTSP untuk
mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar, terutama jika pesaing menawarkan
inovasi produk atau strategi pemasaran yang lebih efektif.

Risiko Reputasi: dengan keberadaan merek seperti CFC, Sugakiya, dan produk lainnya
yang sudah memiliki pengikut setia, risiko reputasi menjadi penting. Isu-isu negatif
yang muncul, baik terkait dengan kualitas produk, kebijakan perusahaan, atau
penanganan keluhan pelanggan, dapat merusak citra perusahaan dan mempengaruhi
kepercayaan pelanggan.

Risiko Regulasi dan Kepatuhan: Perubahan dalam regulasi pemerintah terkait standar
keamanan pangan, label nutrisi, pajak, atau kebijakan kesehatan masyarakat dapat
mempengaruhi operasional perusahaan. PTSP perlu memastikan kepatuhan terhadap
peraturan yang berlaku untuk menghindari sanksi atau penarikan produk dari pasar.

Risiko Nilai Tukar dan Ekonomi Makro: Fluktuasi nilai tukar mata uang dan kondisi
ckonomi makro dapat mempengaruhi biaya bahan baku dan operasional. Kenaikan
harga komoditas atau depresiasi mata uang lokal terhadap mata uang asing dapat
meningkatkan biaya produksi dan menekan margin keuntungan.

Risiko Keamanan Siber: Dengan semakin bergantungnya perusahaan pada teknologi
digital untuk operasional dan pemasaran, ancaman terhadap keamanan data dan sistem
informasi menjadi semakin signifikan. Serangan siber dapat mengakibatkan kebocoran
data pelanggan, gangguan operasional, dan kerugian finansial.

Untuk mengelola risiko-risiko tersebut, PTSP perlu mengimplementasikan strategi
manajemen risiko yang komprehensif, termasuk pemantauan tren pasar, inovasi produk yang
lebih sehat, peningkatan kualitas distribusi, kepatuhan terhadap regulasi, serta investasi
dalam keamanan siber dan teknologi informasi.

Business Valuatiom Unit

63 Jakarta
Page 79 OCR 0.936
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

6.7.

Analisis SWOT

Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang
bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi
dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi schingga tercapai keberhasilan dan mempunyai
daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and
weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and

Ihreat).

Strategi penambahan kegiatan usaha PTSP dilakukan dengan membuat SWOT matriks.
SWOT matriks ini dibangun berdasarkan faktor-faktor strategi, baik internal (kekuatan dan
kelemahan) maupun eksternal (peluang dan ancaman). Berdasarkan matriks posisi analisis
SWOT yang ada maka dapat disusun 4 (empat) strategi utama, yaitu Strengths —
Opportunitics (S — O), Weakness — Opportunity (W — O), Stregth — Threat (S — T), dan
Weaknes — Threat (W — T).

Faktor Internal
Faktor Eksternal

)pportunity

Peningkatan Daya Beli:
Peningkatan kelas menengah dan|
konsumsi makanan siap saji
membuka peluang untuk
ekspansi pasar.

@ Ekspansi Digital dan E-
Commerce: Pemanfaatan internct|
untuk pemasaran dan penjualan
online dapat memperluas
jangkauan pasar dan
meningkatkan efisiensi
operasional.

@ Integrasi Rantai Pasol
Perusahaan mengelola proses
dari pengolahan hingga
distribusi, yang menjamin
kualitas dan konsistensi
produk.

Diversifikasi Merek dan
Produk: Dengan portofolio
seperti California Fried
Chicken, Sapo Oriental, Cal
Donut, dan Sugakiya,
perusahaan mampu

Pemanfaatan Teknologi
Digital: Penggunaan media
sosial, marketplace, dan
aplikasi pesan instan untuk
promosi dan penjualan online
meningkatkan cfisiensi

pemasaran dan akses ke
konsumen.

Memanfaatkan kekuatan
perusahaan seperti integrasi rantai
pasokan yang terkelola dengan
baik, portofolio merek yang
beragam, dan pemanfaatan
teknologi digital untuk meraih
peluang di pasar. Misalnya,
perusahaan dapat mengoptimalkan
pemasaran digital dan penjualan
online untuk menjangkau segmen
konsumen yang terus tumbuh serta:
meningkatkan distribusi produk di
wilayah yang belum tergarap.

Dengan menggabungkan inovasi

@ Ketergantungan pada Bahan
Baku: Fluktuasi harga daging
ayam dan pakan ternak dapat
mempengaruhi biaya produksi
dan margin keuntungan.

@ Citra Makanan Cepat Saji:
Persepsi negatif terkait
kesehatan dari makanan cepat
saji dapat mempengaruhi minat
konsumen.

@ Keterbatasan Adaptasi
Regulasi: Tantangan dalam
menyesuaikan diri dengan
regulasi keamanan pangan dan
standar kesehatan dapat
menambah biaya operasional,

Menggunakan peluang pasar
untuk mengatasi kelemahan
internal. Perusahaan perlu
mengurangi ketergantungan pada
bahan baku dengan
mendiversifikasi pemasok dan
menerapkan kontrak jangka
panjang, sekaligus
mengembangkan lini produk
yang lebih sehat untuk mengubah
persepsi negatif terhadap
makanan cepat saji. Di sisi
digital, peningkatan penggunaan
e-commerce dan media sosial

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 80 OCR 0.947
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

6.8.

@ Diversifikasi Usaha:
Pengembangan lini usaha baru
seperti food truck, produk
bakery, dan makanan olahan
lainnya dapat menarik segmen
konsumen tambahan dan
mengurangi risiko
ketergantungan pada satu

luk.

@ Persaingan yang Ketat: Adanya
banyak pemain global dan lokal
yang terus berinovasi dapat
mengikis pangsa pasar

@ Fluktuasi Harga dan Biaya
Operasional: Kenaikan harga
bahan baku, transportasi, dan
biaya operasional dapat menekan
margin keuntungan.

produk dan promosi terintegrasi,
perusahaan dapat memperluas
pangsa pasarnya serta
meningkatkan loyalitas pelanggan.

Menggunakan kekuatan internal
untuk menghadapi ancaman dari
lingkungan cksternal. Integrasi
rantai pasokan yang solid dan
pengendalian kualitas produk
harus terus ditingkatkan untuk
mengatasi fluktuasi harga bahan
baku dan biaya operasional.
Selain itu, pemanfaatan teknologi
digital secara optimal dapat

dapat membantu perusahaan
memperbaiki citra dan
meningkatkan efisiensi
pemasaran, sehingga kelemahan
dalam adaptasi regulasi dan
persepsi kesehatan dapat
diminimalkan.

Menerapkan strategi defensif
untuk mengurangi kelemahan
yang dapat dimanfaatkan oleh
ancaman eksternal. Perusahaan
perlu memperkuat manajemen
risiko dengan diversifikasi
pemasok, investasi dalam sistem
keamanan siber, dan penyesuaian
cepat terhadap perubahan
regulasi. Selain itu, peningkatan

@ Perubahan Regulasi: Kebijakan | membantu perusahaan tetap inovasi produk dan transparansi
pemerintah terkait keamanan kompetitif dalam menghadapi dalam standar kualitas serta
pangan dan standar kesehatan persaingan yang ketat, serta keamanan pangan dapat
yang berubah-ubah dapat mengantisipasi potensi ancaman membantu mengurangi dampak
menimbulkan biaya tambahan dari serangan siber melalui persepsi negatif terhadap
dan gangguan operasional. sistem keamanan TI yang handal. | makanan cepat saji dan menekan

@ Risiko Keamanan Siber: pengaruh fluktuasi harga serta
Ketergantungan pada sistem biaya operasional,
digital meningkatkan risiko
serangan siber yang dapat
mengganggu operasi dan
mencoreng reputasi perusahaan.

Kesimpulan Aspek Pola Bisnis

Hasil analisis kelayakan pola bisnis penambahan usaha menunjukkan bahwa langkah
strategis ini memiliki potensi yang positif untuk meningkatkan nilai tambha bagi PTSP.
PTSP juga dapat memanfaatkan sinergi antara lini bisnis yang baru dengan lini bisnis yang
sudah ada untuk meningkatkan efektivitas operasional dan memperkuat keunggulan
kompetitifnya di pasar.

Namun, PTSP tetap perlu mengelola sejumlah risiko, seperti fluktuasi harga bahan baku,
risiko operasional dalam distribusi, dan tantangan persaingan pasar yang semakin ketat.
Secara keseluruhan. penambahan kegiatan usaha ini dapat mendukung pertumbuhan jangka
panjang PTSP, memperkuat posisi perusahaan di pasar, dan memberikan potensi penciptaan
nilai yang lebih tinggi.

Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh manajemen PTSP dilihat dari
segmen usaha, kemampuan untuk mencipatan nilai serta keunggulan kompetitif dan melihat
analisis industri, risiko dan analisis SWOT dalam rencana penambahan kegiatan usaha, maka
rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek pola bisnis Layak.

Business Valuation Unit

6s Jakarta
Page 81 OCR 0.950
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

7.

I

12.

13.

ASPEK MODEL MANAJEMEN
Model Manajemen

Sistem organisasi dan manajemen yang efektif sangat penting untuk mendukung terciptanya
perusahaan yang teratur dalam pengendalian internal, sehingga dapat membangun
perusahaan yang solid dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Struktur organisasi dan
manajemen yang baik berkaitan erat dengan koordinasi kerja yang terorganisir dan terarah.

Setiap organisasi memerlukan pembagian tugas yang jelas, disesuaikan dengan bagan
organisasi, delegasi wewenang yang tegas, serta koordinasi yang terintegrasi. Penempatan
tenaga kerja yang tepat sesuai dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilan mereka
menjadi faktor kunci dalam implementasi kebijakan perusahaan. Hal ini akan mempermudah
proses delegasi tugas antara unit yang ada, yang pada gilirannya akan memperlancar kinerja
perusahaan. Oleh karena itu, struktur organisasi perusahaan harus dijadikan pedoman dalam
menjalankan operasionalnya.

Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

Dengan adanya penambahan klasifikasi usaha yang mencakup berbagai aspek operasional,
seperti produksi, distribusi, dan manajemen stok yang lebih kompleks, perusahaan perlu
memastikan bahwa kapasitas dan kemampuan manajemen serta SDM yang tersedia mampu
mengakomodasi perubahan ini. Berikut adalah analisis terkait kapasitas dan kesiapan
manajemen serta SDM dalam menghadapi ekspansi usaha.

Pada rencana penambahan usaha ini, PTSP tidak melakukan recruitment atau tambahan
tenaga kerja, dan akan tetap menggunakan sumber daya manusia yang saat ini terdapat di
PTSP. PTSP meyakini bahwa kapasitas dan kemampuan manajemen yang kompeten dan siap
mendukung rencana ekspansi usaha ini.

Manajemen Risiko

Seperti halnya dengan ekspansi usaha yang dilakukan oleh berbagai perusahaan,
penambahan kegiatan usaha PTSP juga menghadapi berbagai risiko. Risiko tersebut dapat
dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya
untuk mengurangi dampak risiko tersebut. PTSP telah melakukan identifikasi dan analisis
terhadap potensi risiko yang mungkin muncul beserta dampaknya. Berikut adalah risiko yang
telah diidentifikasi oleh manajemen PTSP:

# Risiko Perizinan:
Potensi Risiko: Terjadinya keterlambatan dalam pengurusan izin tambahan yang dapat
menghambat operasional layanan baru.

Mitigasi: Memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap sebelum pengajuan,
melakukan pemantauan rutin atas status perizinan, dan bekerja sama dengan konsultan
hukum yang berpengalaman.

Business Valuation Unit

Jakarta
Page 82 OCR 0.951
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

# Risiko Finansial:
Potensi Risiko: Penambahan biaya operasional dan investasi awal yang dapat
memengaruhi arus kas perusahaan.
Mitigasi: Menyusun anggaran detail terkait biaya tambahan, melakukan pengendalian
biaya secara berkala, serta mencari sumber pendanaan tambahan jika diperlukan.

# Risiko Operasional:
Potensi Risiko: Ketidaksiapan SDM atau infrastruktur dalam mendukung layanan baru
yang sesuai dengan KBLI tambahan.
Mitigasi: Melakukan pelatihan intensif bagi karyawan terkait layanan baru,
mengembangkan SOP baru yang mendukung kegiatan operasional tambahan, dan
memastikan kesiapan fasilitas pendukung.

# Risiko Pasar:
Potensi Risiko: Tidak tercapainya target pasar untuk layanan baru akibat persaingan
yang ketat.
Mitigasi: Melakukan riset pasar sebelum peluncuran layanan baru, menetapkan strategi
pemasaran yang kompetitif, serta memperkuat promosi di platform digital untuk
meningkatkan awareness pelanggan.

74. Sumber Daya Manusia

Salah satu faktor kunci yang sangat menentukan keberhasilan dalam pengelolaan perusahaan
adalah peran penting yang dimainkan oleh sumber daya manusia yang menangani berbagai
aspek operasional. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya manajemen yang profesional
dan terampil dalam setiap fungsi operasional perusahaan, agar semua kegiatan dapat berjalan
secara efisien dan efektif. Manajemen yang baik akan memastikan koordinasi yang optimal
antara berbagai divisi dan departemen, serta mampu mengelola sumber daya dengan baik
untuk mencapai tujuan perusahaan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat meminimalkan
kesalahan, meningkatkan produktivitas, dan menghadapi tantangan dengan lebih baik.

Untuk mendukung hal tersebut, struktur organisasi perusahaan disusun dalam bentuk struktur
organisasi fungsional, yang memungkinkan pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas
di setiap fungsi operasional. Struktur ini juga memudahkan pengawasan dan pengendalian,
serta menciptakan jalur komunikasi yang lebih terarah dan efisien. Berdasarkan informasi
manajemen, PTSP tidak melakukan recruitment atau tambahan tenaga kerja pada rencana
kegiatan penambahan usaha ini, sehingga struktur organisasi PTSP baik sebelum dan sesudah
penambahan usaha yaitu sebagai berikut:

Business Valuation Unit

67 Jakarta
Page 83 OCR 0.937
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 53. Struktur Organisasi PTSP
STRUKTUR ORGANISASI

semen

Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024

Figur 54. Komposisi Jumlah Karyawan PTSP Sebelum dan Sesudah Penambahan Kegiatan
Usaha

Tenaga kerja sebelum Rencana tambahan tenaga Tenaga kerja setelah

penambahan kegiatan usaha kerja penambahan kegiatan usaha

(orang) (orang) (orang)
1.651 - 1.651
Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024

7.5. Komposisi Karyawan

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen PTSP, hingga 31 Desember 2024,
jumlah karyawan yang tercatat sebanyak 1S orang. Berikut adalah rincian distribusi
karyawan berdasarkan jenjang jabatan, tingkat pendidikan, usia, dan lokasi penempatan:

Figur 55. Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan

Jumlah

Office

General Manager 3
Manager 19
Assisstant Manager 23

Business Valuation Unit

68 Jakarta
Page 84 OCR 0.851
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

1.651

Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024

ja 56. Jumlah bana Berdasarkan denga Pendidikan

Supervisor n

Staff 115
aa

Store Manager 221

Ass. Store Manager 314

Crew Senior 2733

Crew Junior 606

Magister (S2) 6
Sarjana (S1) »
Diploma (D3/D4) 43
SMA/SMK LS
Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024
Figur 57. Jumlah awan Berdasarkan Tingkatan Usia
630 thn 1.015
30-50 thn 589
250 thn 47

Ka

Tan Ea

Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024

Peremy

497

Sumber: Draft Annual Report PTSP 2024

Figur 59. Jumlah Karyawan Berdasarkan Jenis Kelamin
Laki - Laki 1.154

69

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 85 OCR 0.955
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

7.6.

Kesimpulan Aspek Model Manajemen

Dengan mempertimbangkan aspek model manajemen yang akan diterapkan, berdasarkan
analisis yang telah dilakukan, penambahan kegiatan usaha oleh PTSP menunjukkan struktur
organisasi yang jelas dan terorganisir, dengan pembagian tugas dan delegasi wewenang yang
tepat, memastikan koordinasi yang efektif antar unit dalam menjalankan operasional
perusahaan.

Risiko terkait dengan ekspansi telah diidentifikasi dengan jelas oleh manajemen, dan
berbagai strategi mitigasi telah disiapkan untuk mengurangi dampak risiko yang mungkin
muncul, maka rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek model manajemen Layak.

Business Valuation Unit

70 Jakarta
Page 86 OCR 0.795
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

8.

82.

83.

ANALISIS ASPEK KEUANGAN
Rencana Perseroan

PTSP adalah perusahaan yang saat ini bergerak dibidang jasa, perdagangan, perindustrian,
pergudangan, penyimpanan dan penerbitan. PTSP berencana menambah 13 KBLI baru untuk
menghadapi persaingan industri makanan dan minuman yang semakin ketat di Indonesia.
Penambahan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, memperluas kinerja perusahaan,
dan memenuhi legalitas operasional yang belum tercatat dalam izin usaha. Dengan
menambah KBLI yang relevan, perusahaan dapat memastikan kegiatan usaha sesuai regulasi
pemerintah dan mendukung pengembangan bisnis yang berkelanjutan

Rencana Biaya Investasi

Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen PTSP, pembiayaan investasi untuk
penambahan kegiatan usaha adalah sebesar Rp1.106.129.000 (Satu Miliar Seratus Enam Juta
Seratus Dua Puluh Sembilan Ribu Rupiah).

Asumsi — asumsi Proyeksi Keuangan

Asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan proyeksi keuangan sebelum dan setelah
penambahan kegiatan usaha adalah upaya pengembangan bisnis PTSP. Dengan adanya
penambahan kegiatan usaha ini akan mengakibatkan perubahan terhadap keuangan
perseroan. Jangka waktu proyeksi keuangan sampai dengan tahun 2030 atau masa waktu
proyeksi eksplisit selama 5 tahun dengan pertimbangan bahwa Penilai telah menyusun
rencana bisnis selama 5 tahun kedepan yang mengacu pada proyeksi yang telah dikirimkan
oleh manajemen PTSP dengan asumsi bahwa tahun tersebut PTSP dalam kondisi stable
growth. Sehingga untuk mencerminkan going concern bisnis PTSP diterapkan terminal value
dengan menggunakan metode kapitalisasi pendapatan/gordon model. Berikut asumsi-asumsi
yang digunakan dalam pembuatan proyeksi keuangan:

kab 60. Asumsi — asumsi La Seng

Growih Revenue | 4 peryear 1006 toe ton toa toe Lon
Cena Atar Yuper year 1086 1096 1096 1096 1096 1086
C0GS
Pembelian Tor Sales Eta Eua To EA Eta Eta
Pengoriaai "8 of Sales -ota “ga “94 “504 “94 “ea
Total Persediaan | Yeper year Tor Tora Tora Tor Tone Toro
Sales Cost
Maura | Kofsaa ass | sos) a0aw | o asae| oo 31an | 3051
Tatar Lag DA Kanan 36594 36.514 36.6 38204 37396 36596
Sales Cost "DA | 9 ofSales 0.017e o01s 0.024 0,022. 00214

Business Valuation Unit

ta
1 bai
Page 87 OCR 0.612
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Saba DA “6 per year 12006 11,200 112006 11,7594 11,5006 11,00”
GA Cost -DA
GACos DA | 36 peryear 11206 1.0 mas | on us uno
CA Co DA 16 peryear 0.011 00206 0,02”4 00206 0,031
(endapatan Bunga | SeofKas Toe Tora Tora Tor Toro Tose
Beban Lain-lain Yo per year 10086 200 2,006 2.004 20004 20063
Pendapatan Lain | 4 per year 2.501, 25014 2086 2.501 2.004 25014
Beban Pajak “e of Sales 0,1506 09Pra 10306 108 11596 12206
Tumover Modal
Kerja
Piutang Usaha "6 of Sales Oto Oave 0dta OA Oto 0 Ata
Aset Lain-lain Seper tahun 106 1006 1086 1006 Yon 106
Utang Usaha “sol COGS 900 $,206 IAta 6810 6,196 5,60
Beban Akrual —| Seper tahun Toge, To.one Too | —To.s 100 Too.
Utang Pajak Seper tahun lgs. 10.0 Tora oo 10.0. TU
Liabilitas Sewa | oper tahun 10.06 10.06 Too |—o.ore 10.06 10.006

84. Proyeksi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
84.1. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi posisi keuangan PTSP tanpa penambahan kegiatan usaha
adalah sebagai berikut:

Figur 61. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP (Dalam Ribuan Rupiah,

Aset 384952710 | 427.559.682 477.267.614 $34.127.572 596.435.944 669.831.375
Liabilitas 190278488 | 205.209.013 | 223.046.721 242.668.200 | 261.194.738 | 284.631.018
Ekuitas 194.674.223 | 222.350.670 | 254.220.974 | 291.459.373 | 335.241.207 | 385.200.358

Business Valuation Unit
Jakarta

1»
Page 88 OCR 0.918
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 62. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Posisi Keuangan PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
800.000.000
100.000.000
600.000.000
500.000.000
400.000.000

300.000.000
200.000.000
100.000.000 I | (
. 2025 2026 2027 2028 2029 2030

8 Aset 384952710 427559682 477267694 | 534127572 596435944 669.831.375
@Lumbilitas 190278488 205209013 223046721 242668200 261.194.738 284.631.018
8 Ekuitas 194674223 222350670 254220974 291459373 335241207 385.200.358

@Aset @Liabilitas @Ekuitas

@ Proyeksi posisi keuangan PTSP untuk periode 2025-2030 menunjukkan pertumbuhan
yang signifikan pada aset, liabilitas, dan ekuitas perusahaan. Pada sisi asct, PTSP
mengalami peningkatan yang konsisten, dengan total aset diperkirakan mencapai
Rp384.952.710 ribu pada 2025 dan tumbuh menjadi Rp669.831.375 ribu pada 2030.
Peningkatan terbesar terlihat pada kas dan setara kas, yang menunjukkan meningkat
dari Rp26.888.042 ribu di 2025 menjadi Rp53.863.672 ribu di 2030, mencerminkan
likuiditas yang sehat. Piutang usaha dan persediaan juga mengalami peningkatan yang
stabil, yang menunjukkan adanya pertumbuhan dalam kegiatan operasional dan
penjualan. Selain itu, nilai aset tetap dan aset hak guna juga menunjukkan kestabilan
dengan kenaikan yang relatif moderat.

@ Pada sisi liabilitas, terdapat pertumbuhan yang sebanding dengan kenaikan aset. Total
liabilitas pada tahun 2025 yaitu Rp190.278.488 ribu dan di tahun 2030 yaitu sebesar
Rp284.631.018 ribu. Liabilitas lancar diproyeksikan meningkat dari Rp117.694.069
ribu di 2025 menjadi Rp167.733.086 ribu di 2030, yang mencerminkan peningkatan
kewajiban jangka pendek terkait hutang bank, utang usaha, dan liabilitas sewa.
Sementara itu, liabilitas jangka Panjang juga mengalami kenaikan, terutama pada utang
jangka panjang lain-lain (sewa dan imbalan kerja), yang diperkirakan meningkat dari
Rp52.368.479 ribu pada 2025 menjadi Rp84.339.959 ribu pada 2030. Hal ini
menunjukkan adanya peningkatan kewajiban sewa dan imbalan kerja yang perlu
dikelola dengan baik untuk menjaga kestabilan keuangan perusahaan.

@ Pada sisi ekuitas, PTSP diperkirakan akan mengalami pertumbuhan yang kuat yaitu
pada tahun 2025 sebesar Rp194.674.223 ribu dan di tahun 2030 sebesar
Rp385.200.358 ribu, seiring dengan peningkatan laba yang tercermin dalam retained
earnings yang meningkat dari Rp70.623.197 ribu di 2025 menjadi Rp261.149.332 ribu

Business Valuation Unit

33 Jakarta
Page 89 OCR 0.832
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

di 2030. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang
cukup besar, yang sebagian besar akan disimpan untuk mendukung ekspansi dan
pengembangan lebih lanjut. Modal disetor dan kepemilikan minoritas tetap stabil, yang
menunjukkan bahwa tidak ada perubahan signifikan pada struktur kepemilikan
perusahaan selama periode proyeksi.

8.4.2. Proyeksi Laba — Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi Laba - Rugi PTSP tanpa penambahan kegiatan usaha adalah
sebagai berikut:

i PTSP (Dalam Ribuan Rupiah)

Figur 63. Proyeksi Laba —

Penjualan 836.402.678

Beban Pokok Penjualan 327.945.887 360. .145.:
Laba Kotor 508.456.792 559. 1 744 431.589
Laba Usaha 35.701.720 Al 880. 56.255.808 64.525.482
Laba Sebelum Pajak 35.938.639 A4 48.166.734 56.571.147 64.872.354
Laba Tahun Berjalan 27.676.A47 31.870.304 37.238.399 43.781.834 49.959.152

Figur 64. Proyeksi Laba — Rugi PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laba Rugi PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

1.400.000.000
120.000.000
1.000.000.000
800.000.000
600.000.000
400.000.000
200.000.000 | | | |
. Ga na 2 -- - -x
2025 2026 211 2028 2029 2030
@ Penjualan 10366071 | 836402678 920012046 1012047241 1119251965 1224577161
»CoGs 299206210 | 327945887 360740475 | 396814523 436495975 — 480145573
# Laba Kotor 461.159.861 508.456.792 559.302.471 615.232.718 676.155.990 744431589
Laba Usaha 28252009 35701720 | 41121325 ” 47880063 — 56255808 — 64525482

# Laba Sebelum Pajak 35.938.639 — 41381935 — 48166734 — SESTLIAT 64872354
# Laba Tahun Berjalan 27.143.706 2761647 31.870.304 37.238.399 43.781.834 49959152

MPenjualin MCOGS #LabaKotor “LabaUsaha mLaba Sebelum Pajak "Laba Tahun Berjalan

@ Proyeksi laba rugi PTSP untuk periode 2025-2030 menunjukkan tren pertumbuhan yang

stabil dalam pendapatan dan laba, meskipun ada beberapa tantangan dalam pengelolaan

biaya. Penjualan diperkirakan terus meningkat secara konsisten dari Rp760.366.071 ribu

pada 2025 menjadi Rp1.224.577.161 ribu pada 2030, dengan kontribusi terbesar berasal

dari California Fried Chicken yang terus mengalami peningkatan dari Rp702.128.798 ribu

di 2025 menjadi Rp1.130.785.450 ribu di 2030. Hal ini mencerminkan keberhasilan PTSP

dalam mempertahankan posisi pasar yang kuat dan memperluas pangsa pasar dari
berbagai merek yang dimiliki, termasuk Cal Donats, Sapo Oriental dan Sugakiya.

Business Valuation Unit
ta
74 pria
Page 90 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

@ Di sisi COGS (Cost of Goods Sold), meskipun ada kenaikan penjualan, PTSP juga
menghadapi peningkatan biaya pokok penjualan yang signifikan. COGS diproyeksikan
meningkat dari Rp299.206.210 ribu pada 2025 menjadi Rp480.145.573 ribu pada 2030.
Hal ini disebabkan oleh peningkatan pembelian bahan baku dan kenaikan harga barang
yang perlu dikelola dengan hati-hati untuk menjaga margin keuntungan. Meskipun COGS
meningkat, laba kotor tetap menunjukkan tren positif, dengan proyeksi pertumbuhan yang
konsisten, mencapai Rp461.159.861 ribu pada 2025 dan diperkirakan mencapai
Rp744.431.589 ribu pada 2030. Margin laba kotor tetap stabil sekitar 60,846,
mencerminkan kemampuan perusahaan untuk mempertahankan margin yang sehat.

@ Dalam hal laba usaha (EBIT), PTSP mencatatkan laba yang meningkat dari Rp28.252.009
ribu pada 2025 menjadi Rp64.525.482 ribu pada 2030. Kenaikan laba usaha ini
dipengaruhi oleh pengelolaan biaya yang efisien, meskipun terdapat beban depresiasi
yang signifikan. Laba tahun berjalan juga diproyeksikan tumbuh secara signifikan. Laba
tahun berjalan diperkirakan naik yaitu Rp27.143.706 ribu pada 2025 dan Rp49.959.152
ribu pada tahun 2030.

8.4.3. Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi Arus Kas PTSP tanpa penambahan kegiatan usaha adalah
sebagai berikut:

Figur 65. Proyeksi Arus Kas PTSP (Dalam Ribuan Rupiah

Arus Kas Aki 99.908.107 101.984.293 111.531.850 2.011.886 116492.

Arus Kas Aktivitas Investasi 196.000.000) 198.900.000) | (108.980.000) | (100.761.600) | (115.583.456)

Arus Kas Aktivitas Pendanaan 1.654.609 1.950.855 3.453.785 3.799.163 4179079

Kas dan Setara Awal Tahun 21.325.326 26.888.042 31.923.190 37.928.525 42.977.975

Kas dan Setara Akhir Tahun 26.888.042 31.923.190 37.928.528 42.977.915 48.066.183 53.863.672

@ Proyeksi arus kas PTSP tanpa penambahan usaha untuk periode 2025-2030 menunjukkan
aliran kas yang positif, dengan pertumbuhan yang konsisten pada arus kas operasi, Arus
kas dari operasi menunjukkan stabilitas yang baik, dengan proyeksi arus kas yang
meningkat secara bertahap dari Rp99.908.107 ribu pada 2025 menjadi Rp138.700.649
ribu pada 2030. Hal ini mencerminkan keberhasilan PTSP dalam menghasilkan kas yang
cukup besar dari operasi bisnis, meskipun ada perubahan pada modal kerja, yang
mempengaruhi pergerakan kas. Kenaikan kas yang stabil ini didorong oleh laba tahun
berjalan yang positif serta pengelolaan modal kerja yang efisien, meskipun ada kenaikan
beban terkait persediaan, piutang, dan kewajiban lainnya.

@ Dalam hal aktivitas investasi, PTSP diproyeksikan akan melakukan belanja modal
(Capex) yang cukup besar, dengan investasi yang meningkat dari Rp96.000.000 ribu pada
2025 menjadi Rp137.500.147 ribu pada 2030. Capex tersebut terutama digunakan untuk
pengembangan aset tetap dan pembelian hak guna usaha (HGU).

Business Valuation Unit

75 Jakarta
Page 91 OCR 0.942
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

@ Pada sisi pendanaan, PTSP menunjukkan arus kas yang relatif lebih stabil, dengan
penerimaan kas yang terus meningkat dari aktivitas pendanaan. Penerimaan kas dari utang
bank jangka pendek dan lembaga keuangan lain diperkirakan terus tumbuh dari
Rp1.654.609 ribu pada 2025 menjadi Rp4.596.987 ribu pada 2030. Kenaikan ini
mencerminkan upaya PTSP untuk memanfaatkan fasilitas pendanaan untuk mendukung
ekspansi dan investasi perusahaan. Meskipun ada penerimaan kas yang lebih tinggi,
perusahaan tetap fokus pada pengelolaan arus kas dengan hati-hati untuk memastikan
ketersediaan dana untuk investasi dan operasional.

8.5. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

8.5.1. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi Posisi Keuangan PTSP dengan penambahan kegiatan usaha
adalah sebagai berikut:

Liabilitas
Ekuitas

20: .013

» 24. .200
222.443.132

291.930.367

386.359.755

@ Proyeksi posisi keuangan PTSP untuk periode 2025-2030 menunjukkan pertumbuhan
yang signifikan pada aset, liabilitas, dan ekuitas. Dari sisi aset, total aset perusahaan
diperkirakan meningkat secara bertahap, dari Rp384.952.710 ribu pada 2025 menjadi
Rp670.990.772 ribu pada 2030. Kenaikan ini terutama didorong oleh peningkatan kas
dan setara kas, yang akan meningkat pesat dari Rp26.888.042 ribu pada 2025 menjadi
Rp55.023.068 ribu pada 2030, mencerminkan pengelolaan kas yang efektif dan hasil arus
kas operasional yang kuat. Selain itu, persediaan dan piutang usaha juga mengalami
kenaikan, yang mencerminkan pertumbuhan dalam volume bisnis perusahaan. Aset tetap
dan aset hak guna juga berkontribusi terhadap total aset, dengan asct tetap dan aset hak
guna yang meningkat secara bertahap.

@ Pada sisi liabilitas, PTSP diproyeksikan akan mengalami peningkatan pada liabilitas
jangka pendek dan jangka panjang. Total liabilitas pada tahun 2025 tercatat
Rp190.278.488 ribu dan di tahun 2030 yaitu Rp284.631.018 ribu. Liabilitas lancar akan
tumbuh dari Rp117.694.069 ribu pada 2025 menjadi Rp167.733.086 ribu pada 2030,
terutama disebabkan oleh peningkatan utang usaha, hutang bank jangka pendek, dan
liabilitas sewa. Kenaikan liabilitas jangka panjang juga terlihat, dengan utang jangka
panjang lainnya (sewa dan imbalan kerja) diperkirakan meningkat dari Rp52.368.479
ribu pada 2025 menjadi Rp84.339.959 ribu pada 2030.

@ Dalam hal ekuitas, PTSP menunjukkan tren pertumbuhan yang sehat, dengan ekuitas
total yang diperkirakan akan meningkat secara substansial dari Rp194.674.223 ribu pada
2025 menjadi Rp386.359.755 pada 2030. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan

Business Valuation Unit

76 Jakarta
Page 92 OCR 0.894
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

saldo laba, yang mencerminkan akumulasi keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan
setiap tahunnya. Modal disetor dan kepemilikan minoritas tetap stabil, sementara posisi
other eguity tetap tidak berubah selama periode proyeksi.

Figur 67. Proyeksi Posisi Keuangan PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Posisi Keuangan PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

800.000.000

700.000.000

600.000.000

$00.000.000

400.000.000

300.000.000

200.000.000

2025 2026 2027 2028 2029 2030

MAset 384952710 427652144 477481586 534.598.565 597214938 670.990.772
MLiabilitas 190.278.488 205.209.013 223.046.721 242.668.200 261.194.738 284.631.018
mEkuits 10674223 222 443.132 254 434866 291.930.367 336.020.201 386.359.755

@Aset #Liabilitas #Ekuitas

8.5.2. Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi Laba Rugi PTSP dengan penambahan kegiatan usaha adalah
sebagai berikut:

Fig . i i PTSP (Dalam Ribuan Rupiah,

Penjualan 836.402.678 920. 946 | 1.012.047.241 | It: 965

Beban Pokok Penjualan 299.206.210 327.945.887 360.740.475 396.814.523 436A95.975 480.145.573
Laba Kotor 461.159.861 S08.456.792 $$9.302471 615.232.718 676.755.990 744.431.589
Laba Usaha 28.252.009 35.794.182 41.242.755 48.137.165 56.563.809 64.905.884
Laba Sebelum Pajak 28.258.298 36.031.100 41.503.365 48.423.837 56.879.148 65.252.757
Laba Tahun Berjalan 27.143.706 27.168.908 31.991.734 37.495.501 44.089.834 50.339.554

@ Proyeksi laba rugi PTSP dengan adanya penambahan usaha untuk periode 2025-2030
menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Penjualan perusahaan diperkirakan akan
terus tumbuh dari Rp760.336.071 ribu pada 2025 menjadi Rp1.224.577.161 ribu pada
2030, dengan kontribusi terbesar berasal dari lini bisnis California Fried Chicken.
Sementara itu, pendapatan dari Sapo Oriental, Sugakiya, dan Cal Donat juga
diperkirakan akan meningkat secara bertahap, meskipun kontribusinya terhadap total
penjualan relatif kecil.

# Dalam hal COGS (Cost of Goods Sold), perusahaan diperkirakan akan mengalami
peningkatan yang seiring dengan kenaikan penjualan, dari Rp299.206.210 ribu pada
2025 menjadi Rp480.145.573 ribu pada 2030. Meskipun demikian, perusahaan mampu
mempertahankan laba kotor yang tumbuh dari Rp461.159.861 ribu pada 2025 menjadi

Business Valuation Unit
Jakarta
1”
Page 93 OCR 0.813
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Rp744.431.589 ribu pada 2030, dengan margin laba kotor yang stabil di kisaran 60,85.
Ini menunjukkan bahwa PTSP mampu menjaga efisiensi biaya produksi dan pembelian
barang.

@ Proyeksi laba usaha (EBIT) diperkirakan terus meningkat dari Rp28.252.009 ribu pada
2025 menjadi Rp64.905.884 ribu pada 2030. Laba tahun berjalan menunjukkan tren
meningkat. Laba tahun berjalan diperkirakan akan mencapai Rp27.143.706 ribu pada
2025 dan terus tumbuh hingga mencapai Rp50.339.554 ribu pada 2030, mencerminkan
kemampuan PTSP dalam meningkatkan laba bersih secara signifikan berkat
pertumbuhan penjualan dan kontrol biaya yang baik.

Figur 69. Proyeksi Laba — Rugi PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laba Rugi PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

1.400.000.000

1.200.000.000
1.000.000.000
800.000.000
600.000.000
400.000.000

5 -- - -— - un

2025 2026 2027 2028 2029 2030

@ Penjualan 760366071 836402678 — 920042946 1012047241  1.113251965 1224577161

#COGS 299206210 | 327945887 | 360740475 396814523 — 436498975 480.145.573

8 Laba Kotor ASL1S9861 | SOS4SG792 | SS9302471 615232718 676755990 | 744.431.589

Laba Usaha 28252009 35.794.182 41242755 48.137.165 56.563.809 64905884

#Laba Sebelum Pajak” 28258298 36.031.100 41.503.365 48423837 56.879.148 65252757

#Laba Tahun Berjalan 27.143.706 27168908 31.991.734 37.495.501 44089834 50339554

@Penjualan MCOGS #LabaKotor wLabaUsaha Laba Sebelum Pajak # Laba Tahun Berjalan

8.5.3. Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Berikut ini disajikan proyeksi Arus Kas PTSP dengan penambahan kegiatan usaha adalah

sebagai berikut:

Figur 70. Proyeksi Arus Kas PTSP (Dalam Ribuan Rupiah

Arus Kas Aktivitas Operasi 993908.107 | to20767ss | Ill.6s2980 | 102268988 | Ii6800s8s | 139.081.081
Arus Kas Aktivitas Investasi 16.000.000) | 198.900.000 | (108.980.000) | (100.761.600) | (115.583.456) | (137.500.147)
'Arus Kas Aktivitas Pendanaan 1.654.609 1.950.855 3.453.785 3.799.163 4.179.079 4.596.987
Kas dan Setara Awal Tahun 21325326 | 26sss042 | 32015652 | 3Ista2a17| arass9os | 48535177
Kas dan Setara Akhir Tahun 26888042 | 32015682 | 3sia2417 | 434ss9o8 | oassasim7 | oo 55025068

@ Proyeksi arus kas PTSP untuk periode 2025-2030 menunjukkan pengelolaan kas yang
sehat, dengan arus kas operasi yang terus tumbuh. Arus kas dari operasi diperkirakan

Business Valuation Unit
Jakarta

78

Page 94 OCR 0.951
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

8.6.

akan meningkat secara stabil, dari Rp99.908.107 pada tahun 2025 menjadi
Rp139.081.051 ribu pada 2030. Peningkatan ini didorong oleh laba yang lebih tinggi dan
perubahan positif dalam modal kerja, terutama dari peningkatan utang usaha dan akrual
beban, yang memberikan likuiditas tambahan. Sementara itu, perubahan dalam piutang
usaha dan persediaan mencatatkan variasi, tetapi secara keseluruhan memberikan
dampak positif terhadap arus kas operasi.

@ Di sisi lain, arus kas dari aktivitas investasi menunjukkan pengeluaran yang signifikan
untuk belanja modal (Capex), yang diproyeksikan meningkat dari Rp48.000.000 ribu
pada 2025 menjadi Rp98.500.147 ribu pada 2030. Selain itu, terdapat pengeluaran untuk
pengadaan Hak Guna Usaha (HGU), yang menunjukkan komitmen perusahaan dalam
memperluas dan meningkatkan kapasitas operasionalnya. Pada 2025, PTSP
mengalokasikan Rp48.000.000 ribu untuk HGU. Total arus kas keluar dari aktivitas
investasi cenderung meningkat, dengan total pengeluaran mencapai sekitar
Rp96.000.000 ribu pada 2025 dan Rp137.500.147 ribu pada tahun 2030.

@ Dalam hal arus kas dari aktivitas pendanaan, perusahaan memperlihatkan adanya
peningkatan dalam utang jangka pendek dan utang lembaga keuangan lain, dengan arus
kas masuk yang diperkirakan tumbuh dari Rp1.654.609 ribu pada 2025 menjadi
Rp4.596.987 ribu pada 2030. Peningkatan utang ini mencerminkan kebutuhan
pendanaan untuk mendukung belanja modal dan ekspansi perusahaan. Secara
keseluruhan, meskipun perusahaan mengeluarkan kas besar untuk investasi, kenaikan
kas bersih setiap tahun tetap positif, mencerminkan kesehatan finansial perusahaan yang
baik dan kemampuannya untuk menjaga likuiditas yang cukup, dengan kas akhir tahun
diperkirakan mencapai Rp55.023.068 ribu pada 2030.

Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio keuangan atau financial ratio merupakan suatu alat analisis yang digunakan
oleh perusahaan untuk menilai kinerja keuangan berdasarkan data perbandingan masing-
masing pos yang terdapat di laporan keuangan seperti laporan posisi keuangan, laba rugi, dan
arus kas dalam periode tertentu.

Business Valuation Unit

79 Jakarta
Page 95 OCR 0.592
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

8.6.1. Proyeksi Rasio Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

Rasio keuangan PTSP tanpa penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat dilihat pada
figur berikut:

Current Ratio Sacon 29301 93.196 95 2na Dasa | TOL 97ne
Duick Ratio 36,794 39,872 22an 33381 65an | 478704
Cash Ratio 22,854 25,464 28.054 294304 303 | 321196
Rasio Aktivitas
Pergatana Fang La? Lal 1al Lal Lal ul
Perputaran Persediaan 68.73 6584 6584 65 65.84 6584
Perputaran Utang Usaha 32.85 29.92 27.15 24,68 22.44 2040
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset 194356 1.001 16737 KA an7on | azan
Debt to Eguirv 91, 7ata 92.294 ALA 33.264 Tata | 3894
Rasio Profitabilitas
Gross Margin 60,6554 60,794 207P (on Go19n | 607904
Operating Margin 37206 4274 Aam A73 50556 5274
Net Profit Margin 35706 3.319 3.00 36804 39386 40806
ROA 7.0556 came 6.685 697 13416 14674
ROE D9 1asn 12,514 12,786 1.080 12.974

8.6.2. Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Rasio keuangan PTSP dengan penambahan kegiatan usaha selama proyeksi dapat dilihat
pada figur berikut:

Figur 72. Proyeksi Rasio Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Rasio Likuiditas
Current Ratio 846600 893704 93.319 960570 100,2814 102,6674
Duick Ratio 36,790 399402 42904 4410 470406 48,570
Cash Ratio 22,850 25,549 282100 29,150 31,306 32,804
Rasio Aktivitas
jalan € 147 1d ua ud 1d 1d
Perputaran Persediaan 68,73 65,84 65,84 65,84 65,84 65,84
Perputaran Utang Usaha 32,85 29,92 RATA 24,68 2244 2040
Rasio Solvabilitas
Debt to Asset 494300 4199 46,714 45 3P 43,746 424206
Debt to Eguitv CA 92,289 $7,660 83,139 11,330 36700
Rasio Profitabilitas
Gross Margin 60,65?2 60,790 60,7P 60,790 60,79ro 60,79
Operating Margin 3,726 42800 A80 47600 5.080 53004
Net Profit Margin 3.576 3328 34800 3700 3.960 A9
ROA 10504 GAYA 6.704 1010a 1380 15004
ROE 13,940 12,4806 12,570 12,844 131206 13,0306

Business Valuation Unit
Jakarta

80
Page 96 OCR 0.922
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

87.

Penentuan Tingkat Diskonto

Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas
risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan
formula sebagai berikut:

Kes RetB (Ru RI) ta
Dimana
Rr - tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
B - risiko sistematis
Rm 5 tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rs - selisih antara Rm dengan Re
@a - risiko spesifik

Re (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko
yang dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.

Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2024, maka
instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap
yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor
30 tahun, yield tertimbang sebesar 7,1118”6 yang bersumber dari IPBA per 30 Desember
2024, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas risiko (Rf).

R, (Eguity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan eguity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base eguity market risk premium. Dengan
mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-
perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging
market).

Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Penelitian
Damodaran per tanggal O1 Januari 2025 dengan risk premium untuk pasar negara
berkembang seperti Indonesia adalah sekitar 6,87”6. Dengan Rating Based Default Spread
sebesar 1,89”.

@ (Alpha), Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan
jenis properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Pada penilaian ini, faktor Alpha atau
risiko spesifik PTSP adalah 0 (“Nol”) karena tidak terdapat risiko spesifik terkait operasional
dan keuangan PTSP.

B (Beta). Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
atau IHSG). Untuk PTSP kami menggunakan Beta dari industri sejenis.

Business Valuatiom Unit

s1 Jakarta
Page 97 OCR 0.885
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of eguity, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara
ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing perusahaan
terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of
eguity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan
perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut:

PL
Bu “—t-
1 - (I-T) x DER
Dimana:
T - Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER 5 Debt to eguity ratio
PL & Beta /evered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur

secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh hutang

pu 5 Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh hutang

Unlevered beta perusahaan pembanding yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan beta
untuk PTSP adalah sebesar 0,59. Unlevered beta tersebut diperoleh dari Penelitian
Damodaran per 0S Januari 2025 dengan kategori Food Processing.

Unlevered beta perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini kemudian di-
relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar 39,10”4 yang besumber
dari DER. Untuk memperoleh beta yang sesuai maka mendiskonto AKB tersebut dengan
formula sebagai berikut:

BL Bux (d0 # (I-T)x DER)

BL 5 0,59 x (1 # (1-22,00Y9) x 39,10Y0)

BL 0,77

Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas RS Aura Syifa adalah sebagai berikut:

Figur 73. Biaya Modal Ekuitas

Risk Free Rate (R9) 7111840
Risk Premium Market (Rs) 6.87Y0
B (Beta) 0,77
Rating Based Default Spread (RBDS) 18970
@ (Alpha) 00044

Biaya Modal untuk Ekuitas 10,52Y0

Sumber: Penelitian Damodaran (Diolah GEAR)

Business Valuation Unit
Jakarta
82
Page 98 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

8.7.1. Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC-Weighted Average Cost of Capital)

Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow
to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan
rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang
berasal dari (investor) penyertaan.

Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Perseroan
berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per Desember 2024, sebesar 9,21Y6.
Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak dengan
perhitungan sebagai berikut:

Wd 5ix((I-T))
Wd 5 9,21Y0 x (1-22Y9) — 7,18Yo

Berikut adalah perhitungan WACC PTSP per 31 Desember 2024:

Figur 74. WACC

Jenis Modal
Biaya Hutang
Biaya Ekuitas
Biaya Modal Rata- Rata Tertimbang

28,1
71,890

Berdasarkan figur diatas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam penilaian sebesar
9,58 yang menurut pendapat kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.

Analisis Inkremental

Proses kajian kelayakan usaha dilakukan dengan menggunakan model arus kas bersih untuk
perusahaan (Free Cash Flow to Firm/FCFF). yang mencerminkan arus kas bersih masa
datang yang tersedia didalam perusahaan yang dapat dibayarkan kepada semua penyedia
kapital (claim holder), baik pemegang ekuitas (common stock), pemegang saham preferen
(preferred stock) maupun para kreditor baik pokok maupun bunga atas pinjaman yang
diterima oleh perusahaan, setelah terpenuhinya semua kebutuhan operasional dan investasi
yang diperlukan dalam mempertahankan pertumbuhan perusahaan baik selama proyeksi
periode eksplisit maupun masa kekal (periode implisit). Arus kas bersih untuk perusahaan
(FCFF) tersebut didapat dari:

FCFFS EAT 41. (I-T) & DA (4/-) AWC — ACAPEX
Dimana:
FCFF : Arus Kas Bersih untuk Perusahaan

EAT : Laba Setelah Pajak
I : Beban Utang Berbunga (Interest Bearing Debt)

Business Valuatiom Unit

83 Jakarta
Page 99 OCR 0.736
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

T : Tingkat Pajak
DA : Depresiasi dan Amortisasi

AWC : Perubahan Modal Kerja Bersih, dan

ACAPEK : Perubahan arus kas investasi

Arus kas inkremental merupakan selisih antara arus kas bersih eksisting tanpa penambahan
kegiatan usaha dengan arus kas bersih adanya penambahan kegiatan usaha. Hasil dari
perhitungan arus kas inkremental ini dijadikan sebagai dasar dalam menentukan kelayakan

usaha.

Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih PTSP tanpa penambahan kegiatan usaha selama

periode 2025 sampai dengan 2030:

Figur 75. Proyeksi Arus Kas Bersih PTSP Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Dalam

Ribuan Rupiah,

Laba Tahun Berjalan Inl48706| 21670447) 31870208 | 37238390 Asmi | 49999152

Pamer ai 68536501 | z0siso92 | 75712932) 60430341 70990378 | 83.791.999
Perubahan Modal Kerja 1227900 3292754 3948315 13an 1720373 1919298
Arus Kas dari Operasi 90908107 | 101984293 | 1is31sso| to20risse | Tioa9ossa | 138.700.019
“Arus Kas dari Investasi W6.000.000) | 198.900.000) | (108.980.000) | (100.761.600) | (115.583.450) | (137.500.147)
“Arus Kas dari Pendanaan 1.654.609 1.950.855 3.453.785 3.799.163 4.179.079 4596987
Kas den Setara Kos Awal 2325326 | 20sssow | sus2stoo | az028525 | 42977915 | as0seis3
Kagdan Samakan De 26sss.012 | 31922190 | 37928528 | “42977978 | asoe0183 | 53.863.672

Berikut ini disajikan proyeksi arus kas bersih PTSP dengan penambahan kegiatan usaha
selama periode 2025 sampai dengan 2030:

Figur 76. Proyeksi Ar Kas Bersih PTSP Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (Dalam

Laba Tahun Berjalan Tnla706| 21708908 | 31991754 | 37498.501 50.339.554

Pesmirmae ad 6ss36s01 | 701002 | 75712932) soaso3si | 70900378 | 83.791.909
Perubahan Modal Kerja 1227900 3292754 3928315 132316 1720373 1920.108
“Arus Kas dari Operasi 9os08.107 | To207o7ss | TiL6s2980| 102268988 | Tiesoosss | 139.081.081
“Arus Kas dari Investasi W6.000.000) | 19.900.000) | (108.980.000) | (100.761.600) | (115.583.450y | (137.500.147)
Arus Kas dari Pendanaan 1.654.609 1.950.855 3.453.785 3.799.163 4.179.079 4596987
Ka an Selona Kan Awal 2325326 | 20sssox | 32015682 | asra2417 | asaas9es | assasi77
Kania aa 26ss8.042 | 32015682 | 3sia2417 | a3aasoes | assasi77 | ss.022068

Business Valuation Unit

Jakarta

Page 100 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 77. Proyeksi Arus Kas Bersih Inkremental PTSP selama Periode 2025 sampai dengan
2030

Laba Tahun Berjalan 121.430
Depresiaisi dan
Amortisasi

Perubahan Modal Kerja

Arus Kas dari Operasi

Arus Kas dari Investasi

Arus Kas dari Pendanaan

Kas dan Setara Kas Awal

Tahun

Kas dan Setara Kas Akhir

Tahun

92461 121.430 257.102 308.001 380.402

- - 92461 23.891 470994 778.994

- 92461 13891 470.994 778.994 1.159.397

Analisis kelayakan atas penambahan kegiatan usaha PTSP didasarkan pada analisis
inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan yaitu proyeksi keuangan tanpa penambahan
kegiatan usaha dan proyeksi keuangan dengan penambahan kegiatan usaha.

8.9. Analisis Kelayakan Usaha

Parameter kelayakan finansial yang digunakan meliputi NPV (Net Present Value), IRR
(Internal Rate of Return), PI (Profitability Index), dan Payback Period.

@ Nct Present Value (NPV)
NPV adalah selisih antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang
dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu. NPV mengestimasikan nilai
sekarang pada suatu proyek, aset ataupun investasi berdasarkan arus kas masuk maupun
arus kas keluar yang diharapkan pada masa depan yang disesuaikan dengan tingkat
diskonto yang relevan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa NPV adalah nilai
sekarang dari suatu asct maupun proyek. Persamaan dari NPV adalah sebagai berikut:

CFt

NPV ST, Dena” CFo
Dimana:
NPV & Net Present Valuc
CF, 5 Arus Kas Pada Peiode ti
CFo Arus Kas Investasi Awal Pada Periode 0
r & Tingkat Diskonto

Berikut ini disajikan perhitungan Net Present Value dari arus kas bersih inkremental
PTSP dengan adanya penambahan kegiatan usaha:

Business Valuation Unit

8s Jakarta
Page 101 OCR 0.842
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Figur 78. NPV Free Cash Flow to Incremental (Dalam Ribuan Rupiah

EAT - 92261 Tenato| 257102 | Sogo01 380.402
Depresiasi (4) - - - - - -
Capital Expenditure : - . - A
tel-)

Change in NWC . . .
(3

Interest x (I-tax) (&) - - - z - -
FCFF 2aGi Teraso| 257102 | 308001 380.402
Terminal Value 3.507.612
Initial Investment (1.106.129)

DCF FCEF (1.106.129) -| snteo| ses | Gas220n | 2250250 | 7035700
Discount Factor DEA asi 0x3 076 0,69 0.63 0,58
Terminal Growth 2.504

PV FCE (1.106.129) : Too 02286) 17831 10192 | Iao0200
NPV 2837306

Berdasarkan tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa NPV PTSP dengan adanya
penambahan kegiatan usaha diperoleh sebesar Rp2.837.306 ribu. Hasil tersebut
menyimpulkan bahwa investasi penambahan kegiatan usaha dengan parameter NPV
layak untuk dilakukan karena NPV yang dihasilkan adalah positif. NPV yang positif
(NPV » 0) menunjukan bahwa penerimaan lebih besar dibandingkan dengan nilai yang
diinvestasikan, sedangkan NPV yang negatif (NPV « 0) menandakan pencrimaan lebih
kecil dibandingkan dengan pengeluaran atau akan mengalami kerugian pada investasinya
setelah mempertimbangkan nilai waktu uang (time value of money). Namun apabila hasil
perhitungan NPV adalah nol (NPV - 0), maka artinya investasi atau pembelian tersebut
hanya balik modal (tidak untung dan tidak rugi). Semakin besar angka positifnya,
semakin besar pula penerimaan yang bisa didapatkannya. Oleh karena itu, perhitungan
NPV ini tidak saja digunakan untuk mengevaluasi layak atau tidaknya untuk
berinvestasi, namun juga digunakan untuk membandingkan investasi mana yang lebih
baik jika terdapat dua pilihan investasi atau lebih.

@ Internal Rate of Return (IRR)

IRR menjadi salah satu acuan penghitungan efisiensi dari sebuah investasi. Secara
sederhana, penghitungan IRR dapat menjadi dasar apakah sebuah investasi layak
dilakukan atau tidak. IRR yang lebih besar dari cost of capital maka menggambarkan
bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan rerurn lebih besar dari yang
dirancang sebelumnya. Artinya, perusahaan disarankan menerima atau menjalankan
proyck investasi tersebut. Sebaliknya jika IRR lebih kecil dari cost of capital maka akan
memberi gambaran bahwa investasi yang dilakukan akan menghasilkan return lebih
kecil dari yang ditargetkan sehingga perusahaan lebih baik menolak proyek tersebut.
Sedangkan untuk IRR yang nilainya sama dengan cost of capital menjadi pertimbangan
bahwa investasi yang dilakukan diperkirakan menghasilkan return sebesar yang
ditargetkan. Persamaan dari IRR adalah sebagai berikut:

CFt

27 naa yan
NPV ta GriRR)t

CFo

Business Valuation Unit

ta
86 bsa
Page 102 OCR 0.924
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Dimana:

IRR & Internal Rate of Return

CF 5 Arus Kas Pada Peiode t,

CFo 5 Arus Kas Investasi Awal Pada Periode O
r 5 Tingkat Diskonto

IRR adalah tingkat diskonto yang menghasilkan NPV sama dengan nol. Kesimpulannya
bila penghitungan IRR lebih besar daripada cost of capital, maka dapat dibilang bahwa
investasi yang akan dilakukan dinilai layak. Namun, jika nilai IRR sama dengan cost of'
capital, maka investasi yang akan dilakukan dinilai balik modal. Sementara bila IRR
lebih kecil dari cost of capital, maka investasi yang ditanamkan dinilai tidak layak.

Berdasarkan perhitungan atas kajian kelayakan penambahan kegiatan usaha PTSP
diperoleh besaran IRR sebesar 25,3896. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan
kegiatan usaha yang dilakukan oleh PTSP dengan parameter IRR layak untuk dilakukan
karena IRR yang dihasilkan lebih besar jika dibandingkan dengan cost of capital pasar
untuk industri sejenis yaitu sebesar 9,584.

@  Profitability Index (PI)

PI adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-proyek investasi
untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas mereka. Teknik arus kas diskonto yang
digunakan dalam mencapai indeks profitabilitas. PI juga dikenal sebagai rasio manfaat-
biaya. PI lebih besar dari atau sama dengan | ditafsirkan sebagai kriteria baik dan dapat
diterima. PI dihitung dengan mencari nilai present value perkiraan arus kas yang akan
diterima dari investasi, setelah itu baru dibandingkan dengan jumlah nilai investasi
proyek tersebut. Persamaan untuk menghitung PI adalah sebagai berikut:

T sPV (CFt)
— SPV(CFO)
Dimana:
IRR - Profitability Index
CF, - Present Value of Future Cash Flow
CFo - Initial Invesment

Profitablility Indeks menunjukkan angka 3,57 artinya bahwa PTSP ketika menambah
kegiatan usaha dianggap wajar dikarenakan Profitability Indeks diatas 1.

@ Payback Period (PP)
Payback period adalah periode yang dibutuhkan untuk menutup kembali pengeluaran
investasi atau initial cash investment. Artinya, kurun waktu yang dibutuhkan agar bisa
menutup kembali pengeluaran saat investasi dengan menggunakan proceeds atau aliran
kas netto (net cash flows). Penambahan kegiatan usaha PTSP diperoleh payback period
selama 5 tahun 2 bulan.

Business Valuation Unit
Jakarta
87
Page 103 OCR 0.689
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

@ Return on Invesment (ROTI)
Return On Investment (ROI) yang merupakan rasio untuk melakukan perhitungan
efektivitas sebuah investasi yang diberikan. Secara teknis, ROI adalah perhitungan laba
bersih yang dapatkan dari nominal uang investasi yang sudah dikeluarkan. Persamaan

untuk menghitung ROI adalah sebagai berikut:

Net Income
Cost of Invesment

ROI -

X100Y6

Rata-rata Return on Investment (ROI) atas penambahan kegiatan usaha selama masa

proyeksi 2025 — 2030 adalah sebesar 602,7Y0.

8.10. Analisis Sensitivitas

Penyusunan pendapat studi kelayakan ini telah dilakukan analisis sensitivitas yang bertujuan
untuk melihat faktor-faktor mana yang paling berpengaruh terhadap parameter kelayakan
penambahan kegiatan usaha PTSP. Hal tersebut dilakukan simulasi terhadap investasi,
pendapatan, dan biaya atas penambahan kegiatan usaha ini. Setelah itu, dilakukan simulasi
untuk melihat pengaruh parameter kelayakan terhadap faktor utama yang digunakan dalam

analisis sensitivitas:

r 79. Analisis Sensiti

0 | 2537306 25an 3.57 s1 602.72 Layak
2556| 2.560.778 20474 2.85 5.25 482,276 Layak
2078 | 2.616.080 21.316 2.97 5.23 502.354 Layak
Isya | 2671387 22.308 3.10 521 524.196 Layak
Tone | 2720693 23.204 324 5.20 S9 Layak

see | 2782000 2431 340 5.18 574.072 Layak

Oa | 2837306 254 3.57 5.17 602.726 Layak
se 2202612 26.674 3.75 5.15 634,59 Layak

Ho | 2947919 27.806 3.96 5.13 669.70 Layak
“sn | 3003228 29.2 4.19 S.12 709.19 Layak
Sensitivitas

0 | 2837306 25an 357 5.166 602,704 Layak
3506| 3489927 29.01 a16 5.116 702.074 Layak
2054 | 3.359403 28.38 A0 5.125 682,194 Layak
1sye | 3228879 21.6 3.9 5.134 662,374 Layak
1g | 3098355 26, 3.80 514 63294 Layak

sea | 2967830 26.194 3.68 5.155 622.604 Layak

Oo | 2.837.306 25 Ah 3.57 5.166 602.724 Layak
Sy4| 2.700.782 24.674 3.48 5.178 582.94 | Tidak-Layak

100 | 2576257 23.81 3.33 5.190 563.006 | “Tidak-Layak
“1596 | 2.445.733 2.004 321 5.204 543.256 | Tidak-Layak

oo. | 2837306 FA 3.57 5.166 6034 Layak
2sna | 7.090.292 4231 7 5.036 126202 | Tidak-Layak
20. | 5.905.638 38.554 6.33 5.054 107892 | Tidak-Layak
Is9a | 4916438 3 sa 5.076 92ayo | Tidak-Layak
tone | 4092468 31.6te 4,70 5.101 79726 | Tidak-Layak

Sea | 3407161 281 2.08 5.131 69156 | Tidak-Layak

Ore | 2537306 25an 3.57 5.166 6034 Layak
-590 | 2.362.720 22.61 3.14 5.205 5302 Layak

ame | 1966075 20,074 2.78 5.238 16894 Layak
ms 1632422 11.694 2.48 5.296 a17 Layak

88

Business Valuation Unit

Jakarta
Page 104 OCR 0.939
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

8.11. Kesimpulan Kelayakan Usaha Aspek Keuangan

Berikut ini adalah ringkasan parameter kelayakan finansial atas rencana penambahan
kegiatan usaha PTSP (detail perhitungan parameter kelayakan finansial atas rencana
penambahan kegiatan usaha dapat dilihat pada bagian lampiran).

Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan kegiatan usaha yang dihitung dari selisih
antara Free Cash Flow to Firm apabila ada penambahan kegiatan usaha dengan Free Cash
Flow to Firm apabila PTSP tidak melakukan penambahan kegiatan usaha. Yang selanjutnya
dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Sehingga diperoleh Free Cash Flow to
Incremental. Berdasarkan analisis kelayakan penambahan kegiatan usaha dengan
mempertimbangkan asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai

berikut:
@ Net Present Value (NPV) : Rp2.837.306 ribu
@ Internal Rate of Return (IRR) 125,38Yo
@  Profitability Index (PI) 2397
@ Payback Period (PP) : 5 tahun 2 bulan

Total NPV diperoleh dari hasil present value arus kas yang sudah mempertimbangkan tingkat
risiko. Berdasarkan analisa kami, bahwa setelah adanya penambahan kegiatan usaha pada 13
KBLI menunjukkan NPV yang positif, sehingga penambahan kegiatan usaha layak
dilakukan.

IRR sebesar 25,38Yo menunjukkan bahwa dengan melakukan penambahan kegiatan usaha
dianggap layak karena besaran IRR lebih besar dibandingkan tingkat diskonto.

Analisis Sensitivitas bertujuan untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai
faktor yang dapat mempengaruhinya. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa
perubahan nilai investasi tidak berpengaruh terhadap parameter kelayakan, dikarenakan
investasi untuk penambahan kegiatan usaha terkait memenuhi cakupan legalitas relatif kecil
dibandingkan dengan skala operasional PTSP.

Berdasarkan kajian evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka rencana penambahan
kegiatan usaha secara aspek keuangan layak.

Business Valuation Unit

89 Jakarta
Page 105 OCR 0.925
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

9. KLASIFIKASI PENILAI USAHA

Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. $62/KM.1/2013 tanggal 14 Agustus 2013 dengan nama
Kantor Jasa Penilai Publik Guntur, Eki, Andri dan Rekan dengan Izin KJPP No. 2.13.0116
dan telah terdaftar sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
dh Bapepam dan LK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari
Bapepam dan LK No. STTD.PB-51/PM.223/2021 dan 211/NB.122/STTD-P/2020.

Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha
bersertifikat MAPPI dengan perijinan sebagai berikut:

Mappi No. : 14-S-05089

Ijin Penilai : No. B-1.18.00511

No. Reg. : RMK-2017.01120

STTD : PB-S1/PM.223/2021
STTD IKNB : 211/NB.122/STTD-P/2020

Business Valuation Unit

Jakarta
Page 106 OCR 0.926
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

LAMPIRAN KEUANGAN

Business Valuation Unit

91 Jakarta

Page 107 OCR 0.331
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Kasdam Setara Kas .mm s6oen17 mon uan 202015?
Parang Usaha, aona00 sana Lake 126 sa

mtma mana nori anus sumom
Pajak Obor Maka - 1m 110m senoga 1010
Biaya Oiteyar 8 Muka sena Lena “5 a0tam
sanaya 201m
Tanu Tsansa

Aset Lancar Tara Toro Tn

Aset Kasangan Tek Lancar Lainya sena 10s1nne0 wanan snoean sn to7nan
sat yah Gara 2001252 m0 some Wan "s
ketTeag. tes yo1e anto2ns3s inwana Is2an.o menes tara
Baya Oiteyar D maa 10m

Aset Pajak Tangshan Lani isap sm Puzud nasa kz
Aset Tah Lancar Larnya 20405071 snsantes #aema pet parang aa1.as5)
)omiah Aset Teah Lancar Jan ya ya 7 515. Bam
pe 3s2snam Tono nan Inna Snnnna sar Da1.302 025

Utang Bank Jangka Pendek 2500000 soto annsamn mena nasa ssi
Utang Usaha aras mana jaman mono man 5
Deban arus ansae1m puan senen »msxa ain 110.
Utang Pajak antn2s09 taon santa 10051557 sana soo.
sbitan tevangan lang Pendet Lannya anon masa mens Is069a1 m1 nyeri

Vntitas Sewa nem 3m mo Kn ss
Utang tank 224200 aa.das yan 215.004 samsu srt 1901.
Total Jabitan Jangka Pendek Tia yee san Tayan Ina Tono 1 Tn san yaa Ton yasi

abi Pajat Tangguhan 12510 0010 makan 10519 mona saman)

Business Valuation Unit
92
Page 108 OCR 0.309
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Ponternda Coret ntematonal TA
Penambahan Uraha.
J1 Desember 2024
Mau Repah)
Lempean Matana
IA
-.
.. e” t1 2
Pendapatan Unika Beruh Tom mun Don SRI mara an
Sedan Pokok Pendapatan Onsm in 0, jamrroeean g1na90. 35.6 onta
uda aruto an mana Bini nasa 20 205.004 -
Oey Kamu pesanan parsansa enseram Dor ss.cnn
Umur dan Adrrutran mesra amar Wustsan soo mana Ona,
Lainnya ena t.sasgan al Oma (rasasan ana
Lainya 11712000 sasa oKn 38200012 Sasana 1.985 545 222
raha am Tararatog Gan teman Toman
snare onssn Gr pen ne0) aasng Mera Rasa (c22
rara EA asa 206150 anta aer En
Sebekom Patah masa bian Dian Tera PE
IManfaat (hetari Pak Perepaan sn 20m 1 a77 01 001:
Jha Tahun Berjatan mesor was Degan nam TKA aa
Pengranan Komprohesud Lam
(Pon pen yang Belah akan DrblaadMan he Laba Rugi
Pengkean Lembah Progam tebatan Pasti osn nas pasa penag ma ton,
(Pash Penganten ata Pengakuan Lembah Laditan tmbatan kerja kemas kemasan aan tom usen ce
atm Tanam Tian -& mx nam
"Tata Rugi Kompranenu Tahun Benalan 35005 van ye yan) rn ama 3023267 saran,
DPW
(hemat Gretan Inda. sae aon Dual anasss 16055548 2.001)
Ikesertrgan ran pergentat 22193 an 34 Pee sayap sana) sao2r)
Saessoar Ian Daan ana Troy Ao |
|huvan Pengtuntan tomperbenst Yang Dagat Dataran Lesada
mug Per Saham Dasar maag mn . ma nn ssag

93

Business Valuation Unit
Jakarta

Page 109 OCR 0.362
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Poneerinda Gowrmetinternabanai TOR
Penambahan Usaha:
31 Oenember 204
tebu Buah)
tempran pesan.
Arun Kan

-a -. -. -. -. -a
2. —g' 2 ai 203 2
man

mesona sg ssxsensm as wa
Pembayaran aja Pengrawtan tanam osn Ona Gamo1g (ass2nsn are,
Pembayaran kepada Karyaaan uonan — nona prasamn Onani Greosoann (usa
Pembanuran teban besangan ayang Goa mas Os Ganteng ayam
Pembayaran ronda Pemassa tan PAMA beta Kasumi GMIM Uno onasag Wes omann tan

- - - sam sasa 3
Igneknalubanhan CI Tian oa Pet Ta ton yaa Gina maon

perempatan Geaton

Percaran 2000000 300000
erecmaan Perpastan Aset Tetag: 290.1 170 1x0 87 inena ae
Pembetan set Tetap SrsaoK) tuna se Usseson ararasn Onasan (naa
Penantatan Modal Saham padi (rita keut 2m sao00

lhrus Kas Dari Akttas Pendanaan
Pembaruan Onde az - - Basa eni

Peneremaan an Utang Bar jangia Pendet Renerang Koran ms. s sma nasa

Perermaan an Utang Bar jangia Pendet - Tone Loan Reatng - 10000000 10000000 10000000

"Pembayaran an Utang Bar langka Pendet -Tene Loan Revohwng. asma Osn0w00 aconco0 00000011 (100000001

Pesermaan Utang langka Parang

Pemturyuran Utang langaa Panjang

'Pembryatan Utang bar langka Pendet Baker tatan

Pembayaran Uabitas Sewa

Berun Ooerslen dar Aktwtan Pendanan

1 Penurunan) Beri Kan Dan Setara Kas sareraa karsa 08. rt sman sana
Setan Kai pada Kas dan Bari om

dan Setara Kan Pada Awal Tahan
dan Setara Kas Pada Aki Tahun

(Dan Setara Kas Pada Akhi Tahun Terdiri Dai:

POnanrraa Goat arnatora Tan

31 Desember 2004

Grgih 3 satn FEB

Fepeg Ff era EEF

$

i
Fugah 8 cens G3
Sisst FB gate HE

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 110 OCR 0.330
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Analisis Vertil
Pioneerindo Gourmet International Tbk
Des oes oes Des Sept

2g 25 2 205. 25
asin 17an 10221 sana IAIN 621
17x oa Os 1554 1x oa
O1ax oo On o27x|
1091 Pa gem Ya ISfiX 19m
ASN Oren 19x OASN oson|
10an ar OA LAN 1221 10x
Lx ar OAarn Os7x Os1x osex|
32554 26551 21an M0sN 011 25an)
27 2761 3201 gam 2911 32
Pal I9AIN 19AON yan ne 2sson
Is @8IPN 53211 S227 MEN a97
oaon Oaen Oasn Oam oo oom)
s2 27 19x 2614 2251 2701|
Grask mask Ubin Ns kd 7as2x|
100.001. 100001 100001. 100005. 100001 100.00n|
Zam ResN SEM Gain com 161x|
9200 Sem 7501 715 Pakta 3561|
betul Sain bud sean 3581 3sen|
san 2118 aon gan 300 29x)
sen 9ASN 1001 soo 10K ca
Sam zam “9x dal a91
28 01x alex 2400 keado Osex|
pan 9s 40161 1osK Ian asex
“en 3708 cam sana sasa
69m Gian a11 17 10asx|

Ia ce AN 1671 OsiN
sa0n 49 batin ara 290 aa2n|
nan 22201 20271 16an 16ISM 1922|
S9 61701 @OAIN 57x saran 5101|
Ip 20 Ja1en nasa ye 32.161)
19x 17k 2100 23m 2074 19ex|
Oon Oon Oon opax o021 oo2x|
“2578 2018 23m 26 21X “e1n|
ooox oo21 oo oom a21 ooox|
1001 39 07an 2161 aa 1.1
Ptud ni 3.1 397on a03en daasn|
sam SAIN cam 65an Ss0m «2x
band 3azan 39571 bed AS26N “nsox|
100.001 yoo 100.01 100001. 100001 100.01|

95

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 111 OCR 0.419
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

(FT Moneerindo Gourmet Internatonai Tok.

(Penilaian Ekustas
|fer 31 Desember 2024
lAnalsis Vertikal
ve Des Des Des sent
ae 5 nan ana Da
100001 100001 100005 100001 100.001)
“0071 04an ga Joe saga)
sagin SEN en come co.7n|
SALE M57K “7x AA -a.sox|
“1701X "45X men s1 “12201
Oaan O1ex NAN “0231 “Oxen|
saex zA1n 10x 121 Lol
ak 1301 1651 aan 3.sex|
an LN “0e5N OA78 2021|
0261 Oam oom oom oa
“1201 an 2101 2911 aami
ss BT On “0.101 0271|
Dasa “40x 1761 2a1N 3e|
0s ox 001 Oam oa)
Oam pon a00ox “001 o.0x|
A26 aim 1701 291 2201|
“12901 “10x 1574 257
0251 oo Oam 0251 ox)

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 112 OCR 0.302
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Analisis Horizontal

Des Des Ds Sent
200 2001 2010 20 |
2esn “9x “10an 37x sas1|
28x 41351 ari 151 23670x|
GK “100001 soaan)|
an Ke 2s “0.20n|
s0 Ns s031x 10614)
nan 41701 Inaask sAan 1920|
da 20221 BA 20734 sen
19 RN uan 16601 aan
sam Lan “i1asn sae 1071|
#17an “510k aan 201 26asn|
181258 65X “1 sean oem
30an #0 Batan 30201 -ss.7ax|
“inn HAISN MAIN 3028 asa
1s “10121 Jean 11261 9501|
za 15001 aan 12761 aan
33a72R and 290 con nasa
MSN 16N MAIN DATA en)
aan 221 Bibit A9ASK “an
S57an 72an Dtan 47x 10x
1 Yen “15K uns oa
dal 351 S21ON Ba
19an 10721 naa Jan #1
nam Nex 17K 17an “10,7ax|
“10K Bam bg ON 19
Bad Bela Ina @an
12an 405IN 41200 TIK -100.001|
12K BAN “19aan 2701 2201|
Pa 225 25an ya 1977|
sn MAIN “10K Pr “aon
a00 00x a00 a0ox o.0on|
a00 oo01 a00 00x o.oox|
ago 00x a00 00x o.0on|
15284 2011 oo ASN 3070x|
am oo ago 00x o.0on|
TIP NSA2N IELEM 254258 sao2x|
Dan “a01 aan MAPN mn
10321 15x Ima 5261 san)
“nisan A2 saw nak 1.oox|
79x “5001 ajak 12701 aan

Eli
Page 113 OCR 0.424
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Poneennda Goat International Tbk
Euitas
31 Desember 2024
|anatss Konzontal
Lampiran tor
kada rgs
os Sept
2. 2
Usaha Beriih Hana us 27an
Pokok Pendapatan Hasan nan 1201|
An ram DAS 17 10.521)
Peryastan ajak san 135x 1Sa8N 9251|
Umum dan Asmostrau “ATK “201 Daan 10121 “71
Lainnya nsm SN 1asaan tata a00.17x|
erdapatan Lay yasan sam 43201 sana -3x91|
5 17 6x01 moas “0221 zam
Kesangan aga al secan “aan “san
Keuangan ms 221 asa “12901 “aw
Sebelum Pajak , DIN, MAIN, yana sesan nas
taat (Beban Pajak Penghasilan “22an san 2191 G3 2201|
Tahun Berjalan Jmoyx sac5x 1SsAIK t026x zaa1x|
Komprehensif Lain
yang tidak akan Direklasfikasi ke Laba Rugi
(Pengukuran Kermbah Program Imbalan Pasti 1601 “100421 WN 20151 “oa
Pajak Penghasilan atas Pengukuwan Kembali Uabiltas | 70an na sn 2071555 ane
otal Rugi Kompeehensl Tahun Berjalan -m “21an 1ssasn t6001 79
Tahun Berjalan yang Distribusikan Kepada
Entitas Induk 6901 Ha Masi mas 3001|
son pengendali AMAN an Wana A9 -9a1x|
Pengnasaan Komorehenud Yang Dapat Dutrbwui Ga.
Per Saham Dasar

Business Valuation Unit
Jakarta
98
Page 114 OCR 0.442
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Asumsi
December Itat
—as 2006 2017 2022 2029 200 ——
Revenue Asts
CaWoeria Fried Ceker per year 1000 10x 100m 1000 1001 10.00)
5800 rental soeyaa 1001 1001 1001 1001 1001 101
Sugannya. MW peryear 10x 100m 1001 100m 1001 10.0)
Cal Donat Wperyear 100m 1001 1000 1000 1000 10.0)
Pendapatan dari Royalti dan Frar & per year 1000 1001 1000 1000 1000 10.00)
|croweh After Additions
CaMorria Fried Oricken per year 1000 1001 1000 10.00 1001 10.00)
Sapo Oriental X per year 100 1001 10.01 1000 1001 10.0x|
Sugahya. KW per year 1001 1001 1001 1001 1001 10.0n|
Cal Donat & per year 1000 1000 1001 100m 1001 10.0)
Pendapatan dari Royalti dan Fror W per year 1aon 1001 1001 1000 1001 10.0)
(Revenue improvement.
CaMorria Fried Crechen. “
Sapo Oriental “
“
«
“
« Sales
«Sales rn 7x 07K yo7on 10ISK sora)
Persediaan Aktur Barang uth UX Sales SN SSK S95x SN ses)
per tim 10x 10o0e 1000 100 1000 10.00)
« Salas pen yesn ea Pi yan 36.5)
N Sales esa esa sean IN yan 36x)
“ 0011 0011 Oon 0021 Oo)
W per year LN 10K Lok 17K 11500 10x)
Wperyear um nn “mn nm sx un
“ 0011 0011 0011 O021 o03w|
& per year 11 10 1x 101 1x 101)
K per year 0x 1001 1000 00 Lx 00x)
W per year 1500 1500 19 1510 1500 200)
X0 "mn
Kol Sales O1sx 0991 Lon en Lisx 1271|
Kol Sales an can oan oan on Oan Oan|
Koper tatum 1 1x 10 101 1x 100)
Kol C0GS ”en 9x x 1An can 6x Sex)
K per thea on 100x 1001 1000 100m 1 10.0)
Koer tahun 10x 1001 1001 100m 1000 10.0)
Koer tahun 100m 10x 100m 10.00 1000 10.0)

Business Valuation Unit
Page 115 OCR 0.418
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

|oeprmamortasis |
Ibepreciation Aset Tetap As Is Rp000 26581325 MASELI2S oo 2RARRN9I oo MO17OM199GGAM jase7an 101916
|Arortiasi Aset Hak Guna As Is Rp000 JGNGIIRI MISA 292017) 4207279
Aset Tetap As Is Re.000 187067029 MIASTOA  1OLI6RSII oo MOMSAN M1 41211425 20.987)
Aset Hak Guna Ass Rp000 KIMEAIA SISMTO RITA - . -
Asset Ass Rp000 mesosyo0f awooooo0l — Soxcooool — coxs0co0l — 7arer.co0| TI 98.500 147)
Aset Hak Guna As ls Re000 macan As000c0o0l — 48500000| — 48s00000| — 30.000.000) 33.500.000) 39.000.000)
(Perolehan Set Asset Asts 10000 11000000 IKAMOM ISEMOW “IIGIMO —II1725056 An022s.201)
Iherotehan Set Asset Hak Guna Ass Ro000 4000000 96500000 MSOOOKO  17SOOMO 20850000 247.500.000
(bepresias Capex Wet Asset Asts Rp000 4800000 980000 1SBROO0 22564160 31172506 41022520
|amortisasi Capek Aset Hak Guna Asis—— Rp.000 4200000 gesaooo — 1asc0000 17500000 20850000 24750000
|akumulasi Depe. Asset As ts Rp000 4800000 1460000 30528000 SIAILIG t00acet 125.687.186
|atumutasi Ammort. Asset Hak Guna Asls Rp100 4800000 14450000 2950000 46450000 67200000 92050000
Rp000 44200000 MITEOOOO 108352000 1MGMIAMO 227060190 204530017
Rp000 43100000 B2050000 116050000 178550000 141.200.000 155.450.000
Rp000 24581325 MSRLIRS 22A2A19I oo M01703319MGL8I 1ase7a72 1s019a7g
Rp000 Inxenaah  M3SSANG 29201899 4307299 - -
Rp000 147267029 IYRIASTOM  NOLIGLSI2  BONASATI 60170297 ana aan.o7|
e.000 1MEAIPA SISTA MANTAN - - - :
49000 mesossoof —anooooool — Soxoooool — coasooool — Tore1c00| 220012se| 98-500.147|
29000 masxgra| anooooool — 48500000| — 48500000 — 30000000 3300000) 39 000.000)
Rp000 ARO00000 — 9EA00000-— ISESBOCOO — TIIGLGO III 725056 210225201
#0000 44000000 9GSOOOO0 - MSOOOOOI 175000000 204500000 247.500.000
#2000 4200000 940000 ISMEKOK 22961160 31172508 41022520
12000 4200000 Mesa0oo — Ls00000 17500000 20450000 24.750.000
#0000 4800000 14640000 305MO00 SIRI seceacan 125.687.186
Re000 4800000 14450000 24960000 46450000 #1000 9205000
Asset Capex Asset After Rp000 44200000 BI7GOOKO 12RIS2000 176MIM4O  N7OOMO maa53a017
Asset Capek Aset Hak Guna After Rp.000 48200000 82050000 116050000 128550000 141.200.000 158.450.000
lutang Bank Jangka Pendek Ass Rp000 p315676 CISOSIS oo GMTAN  GASOSIS 7535676 2200244 gann
Jutang Bank langka Pendek After R9000 7538676 Gasoc1s Ganan "oo Gasocis "7538676" sza9244 " garnaca
|Utang Lembaga Keuangan Lain As ts 29000 mnase7o7” near” MMOOIS 31441017 34255.119 37600631 ar anc5t
|Vtang Lembaga Keuangan Lain After Rp000 21396707 ISIGIM 28310015 ILIALO7 24255119 11600611 aaanco
Rp000 000001 tt000001 (aro.co0 (121.001 (439.200 taat
#0000 10000001 (100000 ta10.0001 (121.c001 (333.200 taat
Rp000 I0105791 IMNITO 24328007 2GNOBOG 29436589 32300577 3s1ngas
Rp000 In17e127 IO2SMO 2223754 MAGLMI 2697416 29598157 32557973
aps01 708 SRMAATI  SIMOSAYI  GASGSASI  GOTOL A5 26672610 24309959

100

Business Valuation Unit
Jakarta
Page 116 OCR 0.360
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Proyeksi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha

1Kan an Setra Kas
Petang Urang.
peredam
Laintan
pet Lancar
Putang Jangka Panyang
Aset tdak Lancar Laman
sat Tidak Lancar Laian
Aset Tetap
Anat Hak Guru "aga «ram 106 367 209 116050000 128 980000 141.200.000 188410000
Totat Aaseta Ta —4465ae 5... ea anu)
Huang Bara Jangka Pendek. 7856760 6450615 7595676 “200244 Orrare8
Uang Uraha. 280017200 Anas Am mn Pt lhd Dn
Beban Akrual 12225420 15106 16 348063 17 se2870 ye 72 en 16 306 476
Utang Pajak. 100120810 #L014171 17. 1a7 14650062 16 125.618 IMAN
Lada Sean. 305041370 22653881 ono “4 702876 02724 "1080
Utang Lembaga Keuangan Lain D6 7070 raya M.a1017 1255119 YON Ba ti
Unbatas Lancar aa “TA eat oa AA oo Kan et)
Uang Papa Targgutan 10370127 DNSMO 22754 MA RT na 2500187 2587973
Uang Jangka Panjang Lain- tan (Sewa di aa Sa kaara 51605377 615209 60702 445 78672600 4x90 80
(iabatas Jangaa Paryang. 72 S4 A19 IMO Oa Te on R61 Toe 770547 TOT 2
Total Lndatas me EN mena Jam oma moto)
Modif Disetor 117204000 117.204.000 117204000 117.204.000 117.204.000 117.204.000 117.204.000
'keverhan Mrortan 15250 m6 sasa 1sasnna6 ysasnang masam "asam 1s nama
Oa City @o12180) (W012100) (0012000) (0120007 (012160) (8012060) wor2ae0)|
Retaned Earrenga. 4 "4 1 te 1
Total Ehutas an Tenan Ta matra —Tanragra — Inang Ii
| Total Listintos ang Eguety 941 902076.0 3849527102 417 9906835 211.81 063 S4 1778724 See Ans Saat) Manan yrea
Consolidated Income Statement.
December Iet ana ET ET - ET ESA ES
Ona naraor nenen masotwsa — torz0raa  taaasnses— t224s7raen
Caltorna toe Cncken #2907 ma tara susu Kesan — tommarn —A07asato
Sa90 Onterta! DS 3m 10791 1100527 Y 518.580 “na
Sugahnya. 1sn 19209453 Dora 25670500 TMT 545 107220
Cal Donat soaonsen tangan warta s291ast 1675501 ane
Pendapatan dan Royalti dan #ranchne Fee Kesotbal a19 9 2201679 ZARA BMT 264012 2901
anon ae (00740172) Meeanasan (oran (a00. 145571)
Persediaan Amal 12200509 angan ran Se 7A2655 One 00.2m402
pembeun mana mass asaran a00 24077 sasese arm
Barang Tervedia untuk Dijual. NA RA 108 MAMA LN dsga S7 O.M 902 7 267 881.007.914
Persesaan Mate Kam (esaat7a1) (54742555) net) (eny an) (2002
Pertadiaan Aktwr Barang Las lam G1 215615) (S3 (On 167 201) Tamaran (12 483 260) (907n1.sa6)
|arone Prote. corn “01. 10n.ne1 Sen 02A71 “nara 667550 TarN.309|
Siaga Kit ae tari car 2m 2.1
Sales kj saos ras) (7150610) (34 206617) (326.602.048) Hrnaa2 gan) (sae ara 651)
ca (M0x27 012) M1) 1100077612) 1121001222) AAS #1206) 1150 562 306)|
(Perdspatar/Beban Lan-an.
Beta Lat-dan @oragn 16781 bea) @Gaga77 Greet) (6 61.907)
Pendupatan Laintan Tart Tangan Traer Tat0nat isa aan
"e7ans10 100 310.404 177 216.106 NINA
X Margin Pcd no MN bettud NON
Depremas dan Amortiam (07an ee) A01) MAN) a01 (6a 731. 000)
-. ss no “009 PN 64 525.402
Ntt ex 1771 «7m sc £27|
Pendapatan Bunga. peras xe 20 211 dan aya 122
Beban Bunga. C2 (200000) (121.000) (138.100) renaro)
Ear D.9a2 ta »110 “veera Senar
& Marga yan a77 «en &
Corporate Tan Roar (resa (0 aga Ne) (2) (na 0)
3 Tas rate Sales n » |
X Tar rate Eisetin 19. 201m zen 2291
Laba Tahun Berjalan mara Dare "am Oma 00182

Business Valuation Unit
101
Page 117 OCR 0.406
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Consolidated Cash Flow Statement |
Docomber 3tet 25 FI F7 z0 FI 2
2 T 73 5
Laba Tatan Berjatan. 2078 Dear NAMA am OM “0152152
Desrewan dan Amortaan. Ki Tarso02 na OOM m0373 2701.000
range in Wortng Capital
Umat, caraoan Kesan Batan (osn anon)
Persediaan Gin sn Sen?) Gr07. 816708) Tamara (8 248 326)
Lantan (aan ame (amor teu (.7r6en (rasa
Asat tebak Lancar Laik Roosm Ann Ra) Resa R9 eng 2050
Beban Akruai. 12014 1381000 Ka sodbad 1200 11258001) 1672107
ae Pajak 1001.228 ora tanah 13218 Less 1612525
Unbitas Sena dosa asas 3701201 d72c0 sara2n 42720
Utang Papik Targgtan 1297213 2021 594 22070 2446 129 2000 742 20006
Uang Jangka Paryang Lan tan (Sewa Gan Imbalan Kara) A10 sz8 ng sms 6190586 697025 7.667.209
Crarga in Woring Capital a70 2.a107sa a9an318 aya tan 1720373 asam ang
Cash Flow From Operations. 90.900.107 101 904293 111.591.280 102.011.186 “16 a02 sae Yan 700.619
erating Acintirs.
Cager Asret (en 0000007 150x000) (60 a20 001 Ta. (OK 458) (oas00 tan)
Cape HY (en 000 0007 (an 100000) ken 00 M0) (30000000) (N500000) (39 000 000)
Cauh Flow After Investing Activities (06.000.000) (08.200.000) (101.200.000) (100.761.600) (nenas) (137.00. 1a7)|
Enensing Actntina.
Mtarg Baru Jangaa Pengen (esoen (@27e) 2 #00 Teng #ans0a
Utarg Lerbaga Keuangan Lain 2087 2snem 2ay1000 anna 2425512 amenoe3
Current Ratio sat man sm rn sar
(aneh Rat ara Yara 27an  eadad “san
Casnnato za an mo man nan
Raso Aktutan
Perputaran Pasang Unta 17 ta ta 1 ta
Perputaran Persediaan can “ . Ci s8
Perputaran Utang Usaha 1215 Pi ms 2. 24
Raso Sotvabttas
Debtto Asset # “no “07m sx am
Debt to Eguty nan 2 “ran “xx naa
Raso Profeaditan
(wow Margn Ox om or om om
Operating Profit Margin. arra “270 ara Ara son
Net Protit Margin. Asa 1x dad PN adal Pedal
rox ro sama ce cara Ta
noe sasa span asa Anya 100

Business Valuation Unit
102 sal
Page 118 OCR 0.342
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Proyeksi dengan Penambahan Kegiatan Usaha

Neraca Konsolidasi

December Mat ET 23 ET EU ET EA 2020
Kas dan Setara Kas musa 2520012 R01es2 senat arannaa “a2a5177 ssoz2osa
Putang Usaha. 210014 2000510 1376051 Irta ton 4085518 4494070 4909477
Persedaan snz1s01 Pend #ramam tan Tagea7a2 "ana one
Lantan 13an 109 tegm07n9 yeyan 791 Irta yasanam HAne01
MetLancar
Pustang Jareka Parang: .
Aset Bdak Lancar Lainiain :

Aset Tidak Lancar Luntain 20105701 TNI SN 007 bakal png 323001577 IS.O1e.005,
Aset Tetap. 147.067.029 168 485 704 184922 512 208497 A9 2620737 RA 2716 01 ra ea
Aset Hak Gara #1 aeagna sero0 ra 105.357.209 1160501000 tanasa000 141200000 Iesasaoo
Mang Bara Jangka Pendea. 18966760 6as0e1s 62781 Geaers 7598676 8200244
Utang Usaha. 89017220 ant BAN Bh 2611 BA
Beban Akrual 12282 5420 19510706 06176 16 Jan 003 17. 270 BN Cabond
Urang Pugak, 10012280 10an 12115506 Yg? 6502 16.125.048
Lapita Sea 209041170 Pai ena Y ore906 Ora U70286 ORA
Uang Lerbaga Kasangan Lan D6 707.0 amy 0015 1.ya1017 34255 119 IM

(Uabiitas Lancar aa ta oa oa ak oom  wmos|
Uang Pajak Tangguhan 10378127 221890 2I1SM 2461287 2007416 2008157 3255773
Utang Jangka Panjang Lain-an (Sewa d. A1001: s2 yonara 57005377 CET 00702 tas 78.672.600 saxyn 90
Labatas Jangka Paryang — Tasaaang Pog Tana GE Go Bai Ton aro sa Tie mara

Tota Usbitas Aa “153 “ai Aka Oak “aa “mann
Moda Dioter 117201000 11720400 117204000 117201000 s1720100 117204000 117201000
Keperritkan Minoritas. 15200 M6 15.260.216 Na sobond 15250206 15.250 a06 Pn obong 15 550 M6
Oa Enny 5 (01220) @o12aa (no12sen @or2an (01220) (0012200) Goro
Retared Larnrga 19 1021210 amami 19001

re Data aan Tan Tia — eta — BNN BKO Meri

- enaatan sano12es oo Lor2017aat
Caltornia fried Cnckan @a2a907 240575545 IO4SNMNO 1077906773
sapo Oneotal BM mo7aag 34100527 Iss
suga Tan BMs079 Sena B7 SAS
Cal Donat 1001500 tanarta7 #6251.ast 16735096
Pendapatan dari Royalti dan Franchise Fee resa BARAT 2004022
anesan oran
Periesaan Awal #20 ea 45261781 54742555 pra
Pembetan Kenal 202245519 mea7oces 40220778 Batal
Barang Tersedia urtuk Diual 312254 165 Dear 90 37an A57 01 S02. TA A7
Persediaan Aktur Barang Dial 12an tes2at7an (anresasn (0oz16a11) tenan an)
Persediaan Akh Barang Lam lan 61215015) Gear (eraroma (asean tep ana 200)
Jarose prot w0r901ne rasa sonata @iszn27aa @#erssmo
9 Margin Koi co cam town con
Sales - (oa 7as) arsa Kesan (8600631 MIS ODINN
& Tax oan @211671) (08022557 (HNS) (1N6267IN)
Lanian
Beban Lain (oran 00277 “uan (@oxeson|
Pengapatan Lan tan 721212 Tan2an 720.0 2150062 ket
gemas 1060n7a 100.567.507 (AA Kaanan
2 21 bang 2m)
Tomsoan (enadoaan) Tomo3ra cam.
Ismataz M1 sasaran canosen
Kesai ayo ac san
yen ren sana anang
(100.000) (121.000) (ian t00) (east)
Ikan.100 semata 635210
peni Kera Sm Kesal
(sasaran (1022230) 2m) (eno
09m 0 Li 1221|
Ra as Ram z2)
31205301

Business Valuation Unit
103 ss
Page 119 OCR 0.437
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Jeena ca pen an |
December Mat EN EA Ea ET Ea za)
B 3 2 5 g
Laba Tahun Berjalan Dr 78 nana nara Y 25 wo(na DNA
Dowrewat dan Amora. AS 01 mars SIN MA m0373 am.
Change In Woriing Capital.
Pasang Umaha anon O0sssn 037.610 (ons (aan a07)
Persediaan Gan Gaara N aeboadi (a70) (8 248 326)
Lantan RI) (161) (tr en07n) (767) (1 BA 000)
sat tidak Lancar Lainknia Room Rare Raat ai (0238 058)
Uang Usata sar (12) - - -
Beban Akrual 12274 1.381.000 1 a06 100 (1258201) 1672207
Uang Pajak 101.708 10117 12111 Las 1er2sas
Uabitas Sewa ro0aaa 1desass arora aza Asrama
Utarg Pajak Targgutan ana 202150 220m 2172 2961816
Uang Jangka Panyang Lan-tan (Sewa dan Imbalan Kerja) Anom sz5na snasy 6970215 7.067.200
Charge In Werking Captai PETA Lang yss Ipang Aa jantas 12073 Agan ang
Cah Flow From Operatione. 10.902.107 102.076.785 111052100 102 262 92 NG 200 Lag 190.081.051
Ivesting Actnrties.
Cagar Aanet (en 000 001 (2 200) 160 420 a00) (70 Per. 112 003 456) (00 UT)
Cagar HGU Kan 000 0007 Hao ten s0 0 130 0000007 (N L00 000 19 00 0007|
Caah Flow After Investing Activities. (96.000.000) (98.900.000) (100 900.000) (100.701.000) (1551180) (137.200.1a7)|
Hnancina Actirties:
Hutang Bark Jangka Pendah (ses.co1) 2 an 051 Btn od vena
Utang Lerrbaga Keuangan Lain 22067 25764 281.002 3nrato2 3428512 1788063
Caah Flow From Financing Activities esa “as0ns 1453.78$ Ama «en Aa mey7

Business Valuation Unit
Jakarta
104
Page 120 OCR 0.742
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Analisis Inkremental

Analisis Inkremental
Idatam Ribuan Rupiah

Kas dan Setara Kas - 92.461 213891

Aset Lancar - 92.461 maan

(Aset Tidak Lancar Lain-tain
Aset Tetap
Aset Hak Guna

Total Assets - 92461 23391

Ikagastas pan EkumAs
Hutang Bank Jangka Pendek. -
Uang Usaha .
Beban Akrual
Utang Pajak.
Labiltas Sowa
Utang Lembaga Keuangan Lain
Urang Bank Jangka Panjang

Modal Disetor
Kepenikan Mnoritas.
Otrer Eguity
Retained Earnings

- 213891
Shareholders' Egulty .

:

Total Liabilities and Eguty .

2191
BALANCE CHECK -

“70994

470.994

77.994
73.994

119.397

1.159.397

1.159.397

1159397
1.159.397

1.159.397

105

Business Valuation Unit

Jakarta

Page 121 OCR 0.822
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

|Analisis Inkremental Consolidated Income Statement

IFYE December Itst 2025 2026

Sales - -

California Fried Chicken

Sapo Oriental

Sugakiya

Cal Donat

Pendapatan dari Royalti dan Fronchise Fee - -

coGs - -

Persediaan Awal :

Pembelian

Barang Tersedia untuk Dijual

Persediaan Akhir - -
(Gross Profit - -
1 Margin

GA .... 8821 -

92004 -
29426 -

121.430

54693 - 85.350 -

106

Business Valuation Unit
Jakarta

244,915
135.487

Page 122 OCR 0.843
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Analisis Inkremental Consolidated Cash Flow Statement

IFYE December 3tst

Laba Tahun Berjalan
Depresiasi dan Amortisasi

Change In Working Capital
Piutang Usaha
Persediaan
Lain-ain
Piutang Jangka Panjang.
Aset tidak Lancar Lain-ain
Utang Usaha
Beban Akrual
Utang Pajak.
Uabiitas Sewa
Utang Lancar Lain-lain
Utang Pajak Tangguhan
Utang Jangka Panjang Lain-lain (Sewa dan Imbala
(Change In Working Capital
Cash Flow From Operations

Investing Activities:
Capox Asset
Capex HGU
Cash Flow After Investing Activities

Financing Activities:
Hutang Bank Jangka
(Utang Lembaga Keuangan Lain
Utang Bank Jangka Panjang.
Cash Flow From Financing Activities

Kenaikan Kas
Kas Awal Tahun
Kas Akhir Tahun

257.102

257.102
213.891

308.001
70.99
778.994

107

Business Valuation Unit

Jakarta

Page 123 OCR 0.522
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Discount Factor
PT Pioneerindo Gourmet International Tbk
PERHITUNGAN DISCOUNT RATE
Lampiran Discount Rate
Description Capital Cost Composition Welghted Cost
(Cost of Debt KAL 2,19 10204
(Cost of Eguiy 10m a90 KAN
95894
(Cost of Eguity Cost of Debt
Risk Free TAN IS9 IPBA 30 Des Bank Interest 9.1186 Bank Indonesia, Des 2024
Beta 0.77 Damodaran, January 2025 Tax 2.0
Risk Premium 6.87? Damodaran. January 2025
IRBDS 18906 Dumodaran, Janwary 2025
KE 105104 KD AL
Unleveraged Beta 059
Levered Beta «7
Keterangan Beta Market D/E Unlevered Beta
(rod Processing 076 39, toe 0,59
Debt 28,116 39,106
lEguty Ng
area
cemebenga
Man pan
cabe
penyema 2 4 1 n 5
—a (— -. r— - --
hun Can fanta
ar Pa SN
mate
Ck teyeninen 4
pemdeenai
kemeath
Ta Te Ta oo.
wa sora
mam mat Anam Drag aman oma
mnen ma . aa Tn - . .. &
kemana kr
daan maa mm annd 000 se0m)
aan ama
pr
Fee
- —
pa Tamu
2 ami
- Oman
- poet
2. matan
- Sana
-

Business Valuation Unit
108 Sal
Page 124 OCR 0.923
KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN
Studi Kelayakan — PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

2555993333

Business Valuation Unit

109

File

File Open PDF
Source IDX
Size11.79 MB
Published10 May 2025
Pages124
Characters263,412
Text sourceOCR
OCR confidence0.833

Names mentioned 77 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Teh Kian Kun · Direktur p.5 ×3
linked org Fast Food Indonesia Tbk p.8 ×8
linked org Sarimelati Kencana Tbk p.8 ×8
linked org Mitra Adiperkasa Tbk p.8 ×8
linked person Amir Abadi Jusuf p.24 ×6
linked — Graha Sentosa p.31
linked — Standard Chartered p.31
linked org Bayu Buana Tbk p.31 ×2
linked org Bank of Singapore p.31
linked person Bostomi Suharman · Komisaris Utama p.31
linked person Iskonda Japiar Budhi · Direktur p.31
linked org Champ Resto Indonesia Tbk p.63 ×2
linked org Cipta Selera Murni Tbk p.63 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×29
possible org Negara Republik Indonesia p.3 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.8 ×4
possible person Herlani Sunardi · Komisaris Independen p.31
unresolved org KJPP GUNTUR EKI p.2 ×3
unresolved org ANDRI & REKAN p.2 ×3
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.2
unresolved org Kementerian Keuangan dan Pasar Modal p.2 ×2
unresolved org KJPP GUNTUR p.3 ×11
unresolved org Bank Indonesia p.5 ×55
unresolved person Rahmat Faizal p.12
unresolved person Up. Dwi Hari Prasetiyo p.13
unresolved org PT INTERNATIONAL. Tok. Nama p.14
unresolved org Andri dan Rekan p.15 ×3
unresolved org Staff Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan p.15
unresolved org KJPP Guntur Eki Andri p.15 ×111
unresolved org Rekan Penilai Saham KJPP Guntur Eki Andri dan Rekan p.15
unresolved org KJPP GUNTUR EKI ANDRI & REKAN p.16 ×109
unresolved org Pioncerindo Gourmet International Tbk p.18 ×10
unresolved org PT Putra Sejahtera Pioneerindo p.20 ×4
unresolved org Perusahaan Jepang Sugakico System Co., Ltd. p.20
unresolved org Menteri Keuangan p.21 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Guntur p.21 ×2
unresolved org KJPP p.21 ×3
unresolved org Bapepam p.21 ×8
unresolved org Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf p.24 ×2
unresolved org Mawar & Rekan p.24 ×6
unresolved org Menteri Kehakiman No. C p.25 ×2
unresolved org Putera Sejahtera Pionecrindo Tbk p.25 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C- p.25 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Akta p.25
unresolved person Mala Mukti · Notaris p.25 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH. p.25 ×2
unresolved person Akta Notaris Arikanti Natakusumah · Notaris p.30 ×4
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.30
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Pusat p.30
unresolved person Refizal p.30
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia p.30
unresolved org Departemen Kehakiman Republik Indonesia Direktorat Jenderal Hak Cipta p.30
unresolved org PT Graha Sentosa Persada p.31
unresolved org Bank SG p.31
unresolved org Singapore Limited p.31
unresolved person Edi Triyanto · Direktur Utama p.31
unresolved org Putera Sejahtera Pioneerindo Tbk p.32 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. p.32
unresolved person Rasbullah Abdul Rasyid · Notaris p.33
unresolved org PT Pioneerindo Sugakico Indonesia p.33 ×3
unresolved org PT Pionecrindo Sugakico Indonesia p.33
unresolved person Jimmy Tanal · Notaris p.33
unresolved org Sugakico System Co.Ltd p.33
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual p.33 ×3
unresolved org Pusat Statistik p.40 ×2
unresolved org Bank Indonesia. Inflasi p.43
unresolved org Bank Indonesia Triwulan IV p.43 ×19
unresolved org Kementerian Keuangan p.46 ×3
unresolved org Bank Business Valuation p.49
unresolved org Bank Indonesia Ekspektasi Kegiatan p.63
unresolved org Jaya Bersama Indo Tbk p.63 ×2
unresolved org DER p.97
unresolved person Perepaan p.108
unresolved org Analisis Vertil Pioneerindo Gourmet International Tbk p.110
unresolved org Bank Jangka Pendek Ass Rp p.115
unresolved org Bank Jangka Panjang Modal Disetor Kepenikan Mnoritas. Otrer p.120

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 5205 ms 13 Sep 2026 15:27
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result